Skip to content
Back to announcement

20260519_SMMA_Pengumuman RUPS_32092203_lamp3.pdf

RUPS notice Text extracted SMMA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
    3               MONEY & BANKING
                                                                                                                                                                                                     SELASA, 19 MEI 2026




                                   Penentuan Nasib Bank Kecil
                   JAKARTA, ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mempercepat agenda penguatan bank-bank kecil atau kelompok bank berdasarkan modal
                      inti (KBMI) 1. Regulator menilai bank-bank kecil perlu memperkuat permodalan dan model bisnis agar tetap mampu bertahan di tengah
                                                         ketidakpastian global, hingga meningkatnya risiko serangan siber.


              Oleh Nida Sahara                           tara Rp6-14 triliun. Jumlah KBMI 3                                               paling tepat agar penguatan modal       roan untuk memperkuat struktur
                                                         sebanyak 16 bank dengan modal inti                                               bank-bank KBMI 1 dapat berlang-         permodalan sekaligus memenuhi




             M
                                                         Rp14-70 triliun, serta empat bank                                                sung secara prudent, terukur, dan       arah kebijakan regulator terkait
                               eski belum memas-         papan atas kategori KBMI 4 dengan                                                berkelanjutan.                          penguatan bank.
                               tikan penghapus-          modal inti di atas Rp70 triliun.                                                     Regulator memastikan kebijakan          Yulius mengatakan saat ini Bank
                               an kategori KBMI              Pada akhir Oktober 2025, OJK                                                 tersebut tidak akan dilakukan secara    INA masih memantau ketentuan dan
                               1 dilakukan tahun         telah menyampaikan himbauan                                                      tergesa-gesa. OJK menyebut proses       timeline yang diberikan OJK terkait
                               ini, Kepala Eksekutif     penguatan fundamental dan konso-                                                 penyusunan aturan tetap memper-         penguatan modal untuk naik kelas
              Pengawas Perbankan OJK Dian Edi-           lidasi kepada seluruh bank KBMI 1.                                               timbangkan stabilitas sistem keu-       menjadi KBMI 2. Di saat bersama-
              ana Rae menegaskan bahwa pengu-            Regulator meminta masing-masing                                                  angan, perlindungan nasabah, serta      an, perseroan juga terus melakukan
              atan fundamental dan konsolidasi           bank melakukan evaluasi menyelu-                                                 keberlangsungan fungsi intermediasi     koordinasi dengan para pemegang
              bank-bank kecil menjadi agenda stra-       ruh terhadap kinerja bisnis, kuali-                                              perbankan. Dengan kata lain, arah ke-   saham terkait rencana tersebut.
              tegis yang sedang disiapkan secara         tas aset, tata kelola, model bisnis,                                             bijakan penguatan KBMI 1 dipastikan         “Yang pasti Bank INA berko-
              bertahap dan prudent.                      hingga prospek jangka panjang                                                    tetap berjalan, meski implementasi      mitmen mengikuti ketentuan yang
                  “OJK memandang penguatan               perusahaan.                                 OJK memandang                        detail dan regulasinya masih dalam      ada baik untuk penambahan modal
              bank-bank KBMI 1 sebagai bagian                Selain itu, bank juga diminta           penguatan bank-bank                  tahap pematangan oleh regulator.        maupun untuk menjadi bank KBMI
              dari agenda strategis yang perlu di-       mulai mengidentifikasi opsi pengu-                                                                                       2, dan kemungkinan besar kami
              tempuh secara terarah dan prudent          atan modal dan peluang konsolidasi          KBMI 1 sebagai bagian                Bakal Tambah Modal                      akan melakukan secara organik,”
              dalam rangka memperkuat struktur           yang sesuai dengan karakteristik                                                     Secara terpisah, Wakil Direktur     ujar Yulius.
              dan ketahanan perbankan nasional           masing-masing bank. OJK menilai             dari agenda strategis                Utama PT Bank Ina Perdana Tbk               Lebih lanjut, Dian menyampai-
              serta mendukung pertumbuhan eko-           pendekatan anorganik melalui kon-                                                (Bank INA) Yulius Putrama Junaedi       kan, saat ini telah terdapat tiga bank
              nomi yang berkelanjutan,” ungkap           solidasi diperlukan terutama bagi           yang perlu ditempuh                  mengatakan bahwa perseroan berko-       syariah berskala besar yang mengisi
              Dian, akhir pekan lalu.                    bank-bank yang pertumbuhan bisnis           secara terarah dan                   mitmen mengikuti arahan dari OJK
                                                                                                                                          mengenai penguatan permodalan
                                                                                                                                                                                  posisi KBMI 2 dan KBMI3. “Pada
                                                                                                                                                                                  tahun ini juga diharapkan terbentuk
                  Menurut OJK, tantangan in-             dan permodalannya mulai stagnan.
              dustri perbankan saat ini semakin              “Hal ini tentu membutuhkan              prudent dalam rangka                 agar dapat naik kelas dan memiliki      satu Bank Umum Syariah (BUS) baru
              kompleks. Perkembangan teknologi           kejujuran dan sikap visioner dari                                                daya saing lebih kuat di industri.      hasil proses spin-off yang akan mem-
              informasi yang cepat, percepatan di-       pemegang saham pengendali (PSP)             memperkuat struktur                  Perseroan juga telah menyiapkan         perkuat struktur industri perbankan
              gitalisasi layanan keuangan, hingga        dan manajemen bank untuk melihat                                                 langkah penambahan modal sebagai        syariah nasional pada kelompok
              ancaman keamanan siber membuat             prospek kinerjanya ke depan dalam           dan ketahanan                        bagian dari aksi korporasi yang akan    KBMI 2,” tutur Dian.
              bank-bank kecil dituntut memiliki          posisi permodalan dan kinerjanya            perbankan nasional                   dibahas dalam Rapat Umum Peme-              Sejalan dengan upaya tersebut,
              kapasitas modal dan infrastruktur          saat ini,” ujar Dian.                                                            gang Saham (RUPS) pada Juli 2026.       konsolidasi industri juga terus
              yang lebih kuat agar dapat tumbuh              Sebagai tindak lanjut, sejak De-        serta mendukung                          “Untuk penambahan modal,            berlangsung pada sektor Bank Per-
              secara berkelanjutan.                      sember 2025 OJK telah mengun-                                                    kami sudah menyampaikan keter-          ekonomian Rakyat (BPR) Syariah
                  Sehingga, OJK menilai bank             dang bank-bank KBMI 1 dalam                 pertumbuhan ekonomi                  bukaan informasi pada 28 April lalu.    melalui proses penggabungan ter-
              -bank KBMI 1 masih memiliki ruang          forum diskusi kelompok atau focus                                                Jadi kami akan melakukan penam-         hadap 21 BPR/BPR Syariah yang
              untuk memperkuat modal dan me-             group discussion (FGD) guna menyu-
                                                                                                     yang berkelanjutan.                  bahan modal yang akan dilakukan         ditargetkan menghasilkan 9 BPR
              ningkatkan skala usaha, baik melalui       sun roadmap penguatan industri.                                                  melalui RUPS yang diselenggarakan       Syariah yang lebih kuat, efisien, dan
              langkah organik maupun anorganik               Namun demikian, OJK menegas-                                                 pada Juli mendatang,” ujar Yulius.      berdaya saing. Berbagai langkah ter-
              seperti konsolidasi atau merger.           kan langkah penguatan dan konsoli-          Dian Ediana Rae                          Meski demikian, pihaknya masih      sebut semakin memperkuat struktur
                  Hingga posisi Februari 2026,           dasi tersebut saat ini masih bersifat       Kepala Eksekutif Pengawas            enggan menyebutkan target dana          industri perbankan syariah yang me-
              tercatat masih ada 58 bank yang me-        himbauan dan akan dievaluasi secara         Perbankan OJK                        yang dihimpun dari aksi korporasi       rupakan bentuk implementasi dari
              rupakan KBMI 1 atau bermodal inti          berkala untuk melihat efektivitas im-                                            private placement. Menurutnya, ren-     pilar pertama dalam RP3SI, yaitu
              di bawah Rp6 triliun, lalu terdapat 27     plementasinya di industri perbank-         ngah menyiapkan kerangka kebi-        cana penambahan modal tersebut          Penguatan Struktur dan Ketahanan
              bank KBMI 2 dengan modal inti an-          an. Di saat bersamaan, OJK juga te-        jakan dan mekanisme yang dinilai      menjadi bagian dari strategi perse-     Industri Perbankan Syariah.




                                                                                                                                     Luhut: Tata Kelola dan Manajemen
                                                                                                                                         Risiko Tak Boleh Ditawar
                                                                                                                                        JAKARTA, ID – Dewan Ekonomi Nasio-           menjaga daya tarik pasar keuangan domes-
                                                                                                                                    nal (DEN) Indonesia telah melakukan disku-       tik. Dia juga mengungkapkan bahwa tim
                                                                                                                                    si dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)           MSCI sebelumnya menyampaikan besarnya
                                                                                                                                    membahas beberapa isu yang berkembang,           harapan terhadap pasar modal Indonesia.
                                                                                                                                    mulai dari dinamika rupiah, perkembangan         Hal itu dinilai menjadi bukti bahwa Indo-
                                                                                                                                    pasar keuangan, hingga pandangan investor        nesia masih memiliki potensi besar di mata
                                                                                                                                    global terhadap Indonesia saat ini.              investor global.
                                                                                                                                        Ketua DEN Indonesia Luhut Binsar                 Selain pasar modal, Luhut turut menyo-
                                                                                                                                    Pandjaitan sepakat bahwa tantangannya            roti kondisi Bank Perekonomian Rakyat
                                                                                                                                    memang tidak mudah, namun dia percaya di         (BPR). Ia menyebut angka kredit bermasalah
                                                                                                                                    situasi seperti ini, momentum reformasi ha-      atau non-performing loan (NPL) BPR meng-
                                                                                                                                    rus dijalankan dengan lebih berani dan kon-      alami peningkatan sehingga membutuhkan
                                                                                                                                    sisten. Pihaknya juga menegaskan bahwa           penguatan yang lebih komprehensif. “Pe-
                                                                                                                                    sebagai pemegang kemudi perekonomian             nguatan BPR tetap perlu dilakukan secara
                                                                                                                                    Indonesia, OJK perlu jeli melihat arah angin     komprehensif agar tidak menjadi kerentanan
                                                                                                                                    dan lincah dalam mengambil keputusan.            baru, terutama bagi masyarakat kecil dan
                                                                                                                                        “Mendukung program prioritas pemerin-        pelaku usaha di daerah,” ujarnya. (nid)
                                                                                                                                    tah itu penting, tetapi membenahi
                                                                                                                                    tata kelola dan manajemen risiko
                                                                                                                                    tidak boleh ditawar,” tulis Luhut
                                                                                                                                    dalam unggahannya di akun In-
                                                                                                                                    stagram, Senin (18/5/2026).
                                                                                                                              IST
                                                                                                                                        Dia menyampaikan agar
Proteksi Pelari                                                                                                                     OJK tidak perlu khawatir sela-
President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (dua dari kiri) didampingi Chief Product Management and Marketing         ma bekerja dengan benar, jujur,
Officer Jong Wie Siu (kiri), memberikan proteksi asuransi kepada perwakilan pelari Bandoeng 10K, Bandung, Minggu (17/5/2026).       dan patuh pada aturan. Sebab,
Generali Indonesia menjadi official insurance partner Bandoeng 10K, dengan memberikan proteksi kepada 4.000 pelari yang mencakup    membangun kepercayaan terha-
manfaat jiwa dan kesehatan akibat kecelakaan, termasuk risiko yang terkait langsung dengan aktivitas olahraga lari selama acara     dap perekonomian bangsa bukan
berlangsung. Bandoeng 10K menjadi ajang lari pertama dalam rangkaian event yang Generali Indonesia dukung sepanjang tahun ini.      hanya tugas satu pihak saja,
                                                                                                                                    melainkan tanggung jawab ber-
                                                                                                                                    sama. Luhut mengungkapkan, di
    Industri Penjaminan Fokus ke Sektor Produktif                                                                                   tengah situasi global yang sedang
                                                                                                                                    tidak menentu, OJK mendapat-
                                                                                                                                    kan tambahan tugas yang cukup
    JAKARTA, ID – Otoritas Jasa            yono, dikutip Senin (18/5/2026).            an pembiayaannya dilakukan oleh              krusial. Bukan hanya menjaga
Keuangan (OJK) mencatat industri               Meski demikian, OJK menilai in-         institusi bukan pelapor SLIK kurang          stabilitas sektor keuangan, tapi
penjaminan masih berfokus men-             dustri penjaminan masih menghadapi          mendukung proses underwriting dan            juga memastikan kepercayaan
dukung sektor produktif, termasuk          sejumlah tantangan dalam mendorong          penilaian risiko,” tutur Ogi.                terhadap perekonomian Indone-
pembiayaan usaha mikro, kecil, dan         pembiayaan sektor produktif. Salah              OJK juga menyoroti risiko kon-           sia tetap kokoh.
menengah (UMKM), modal kerja,              satu tantangan utama berasal dari           sentrasi portofolio pada sektor atau             “Saya menekankan secara
serta investasi usaha.                     tingginya profil risiko penjaminan          wilayah tertentu yang dapat mening-          khusus kepada mereka terkait
    Berdasarkan data posisi Maret          produktif dibandingkan penjaminan           katkan potensi pemburukan kualitas           reformasi pasar modal. Langkah
2026, total outstanding penjaminan         konsumtif.                                  penjaminan apabila terjadi perlam-           OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi
produktif industri penjaminan ter-             Menurut Ogi, debitur sektor pro-        batan ekonomi di sektor tersebut.            kita harus akui bahwa sebagian
catat sebesar Rp272,07 triliun. Nilai      duktif, khususnya UMKM, umumnya             Untuk mengatasi berbagai tantangan           investor global masih wait and
tersebut setara dengan 70,32% dari         memiliki risiko lebih tinggi karena ke-     tersebut, OJK terus mendorong pe-            see apakah implementasinya bisa
total outstanding lembaga penjamin-        terbatasan agunan, kapasitas usaha,         nguatan industri penjaminan melalui          konsisten sehingga meningkatkan
an yang mencapai Rp386,87 triliun.         hingga kualitas pencatatan keuangan.        sejumlah kebijakan strategis.                kredibilitas pasar modal,” tulis
    “Hal ini menunjukkan bahwa seba-       Selain itu, keterbatasan data historis          Langkah tersebut antara lain dilaku-     Luhut.
gian besar portofolio industri penja-      debitur UMKM juga menjadi kendala           kan melalui penguatan regulasi industri          Mantan Menteri Koordinator
minan masih berfokus pada dukungan         dalam proses underwriting dan peni-         penjaminan untuk mendukung pem-              Bidang Kemaritiman dan Inves-
terhadap sektor produktif, termasuk        laian risiko, terutama apabila pem-         biayaan sektor produktif, pembukaan          tasi Indonesia ini menjelaskan,
pembiayaan UMKM, modal kerja,              biayaan disalurkan melalui institusi        akses SLIK bagi lembaga penjamin guna        pasar modal sangat bergantung
investasi, dan aktivitas usaha lainnya,”   yang belum menjadi pelapor Sistem           meningkatkan kualitas underwriting           pada kepercayaan investor. Ka-
jelas Kepala Eksekutif Pengawas Per-       Layanan Informasi Keuangan (SLIK).          dan mitigasi risiko, serta pengaturan        rena itu, stabilitas kebijakan dan
usahaan Perasuransian, Penjaminan,             “Keterbatasan data historis             mekanisme risk sharing antara perusa-        kepastian hukum jangka panjang
dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomi-         debitur terutama yang penyalur-             haan penjaminan dan kreditur. (nid)          menjadi faktor penting untuk

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.85 MB
Published19 May 2026
Pages1
Characters21,214
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Ina Perdana Tbk p.1 ×2
linked org Dana Pensiun p.1
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×2
unresolved org Bank INA p.1 ×2
unresolved org Bank Umum Syariah p.1
unresolved org Bank Per-secara p.1
unresolved org Bank Perekonomian Rakyat p.1
unresolved org Menteri Koordinator p.1
unresolved org Dana Pensiun OJK Ogi Prastomi- p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result