Back to announcement
20240605_DEFI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31646748_lamp1.pdf
Other Text extracted DEFISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Page 2
Lampiran: Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan
PT Danasupra Erapacific Tbk
1. Agar disampaikan kondisi terkini penagihan piutang pembiayaan konsumen yang masih
dilakukan Perseroan, mencakup hal-hal berikut:
a. Kendala yang dihadapi dalam melakukan penagihan
Tanggapan Perseroan:
Kendala yang dihadapi Perseroan dalam melakukan penagihan adalah kondisi kinerja keuangan
debitur yang walaupun berangsung-angsur membaik namun masih terdampak pandemi Covid-
19 serta ekonomi global yang tidak menentu yang dipengaruhi oleh berbagai kondisi geopolitik
di dua wilayah yaitu perang Ukraina dan Palestina.
b. Persentase sisa piutang pembiayaan konsumen yang telah tertagih
Tanggapan Perseroan:
Persentase kewajiban yang tersisa kurang lebih 20% yang belum mencapai kesepakatan, yang
mana saat ini sedang dalam tahap negosiasi untuk mencapai kesepakatan penyelesaian
kewajiban.
c. Target realisasi piutang pembiayaan konsumen tertagih seluruhnya
Tanggapan Perseroan:
Perseroan tetap melakukan komunikasi dengan para debitur dan dari komunikasi tersebut
Perseroan menargetkan realisasi piutang pembiayaan konsumen dapat tertagih seluruhnya
selambat-lambatnya di akhir kuartal empat 2024.
2. Sehubungan dengan reklasifikasi Piutang Lain-lain dengan Piutang Usaha, agar dijelaskan hal-hal
berikut:
a. Penjurnalan yang dilakukan pada saat mereklasifikasi akun
Tanggapan Perseroan:
No Deskripsi Akun Debit Kredit
1 Piutang lain-lain 19.569.427.903
Anjak Piutang-Bersih 10.000.000.000
Piutang Pembiayaan-Bersih 9.544.125.483
Piutang Bunga Deposito 25.302.419
(Reklasifikasi Piutang Lain-Lain Per 31 Desember 2023)
2 Piutang lain-lain 19.544.125.483
Anjak Piutang-Bersih 10.000.000.000
Piutang Pembiayaan-Bersih 9.544.125.483
(Reklasifikasi Piutang Lain-Lain Per 31 Maret 2024)
b. Proses validasi dan verifikasi yang dilakukan untuk memastikan reklasifikasi telah sesuai
Proses validasi dan verifikasi telah dilakukan oleh Perseroan dengan melibatkan proses review
seperti yang biasa dilakukan dalam divisi akunting. Adapun Reklasifikasi ini dilakukan dengan
dasar bahwa Perseroan telah melakukan perubahan kegiatan usaha dari perusahaan pembiayaan
menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi. Oleh karena itu Penyajian piutang
pembiayaan konsumen harus dilakukan reklasifikasi dengan menggabungkan piutang
pembiayaan yang masih tersisa ke dalam 1 pos akun yaitu piutang lain-lain. Karena piutang
1
Page 3
pembiayaan debitur yang masih tersisa tersebut bukan merupakan piutang usaha yang
dihasilkan dari kegiatan usaha Perseroan saat ini.
c. Detail mengenai piutang kepada PT Dennys Boga Indonesia beserta tujuan piutang tersebut
Tanggapan Perseroan:
Piutang kepada PT Dennys Boga Indonesia adalah sebesar Rp 3.242.179.372,- yang
merupakan pembiayaan modal kerja untuk kegiatan usaha pengadaan makanan dan minuman
Restoran Denny’s sewaktu Perseroan masih beroperasi sebagai perusahaan pembiayaan.
d. Detail mengenai Piutang Lain-Lain pada Laporan Keuangan 31 Desember 2023 dalam
komponen “Lain-lain” sebesar Rp240 juta beserta tujuan piutang tersebut
Tanggapan perseroan:
Piutang Lain-lain pada laporan keuangan 31 Desember 2023 sebesar Rp 240 juta merupakan
piutang settlement atas transaksi penjualan saham yang dilakukan Perseroan pada akhir tahun
2023 dimana transaksi saham telah dilaksanakan namun secara kas realisasi dana masuk
terjadi pada Januari 2024.
3. Sehubungan dengan Piutang Usaha pada Laporan Keuangan 31 Maret 2024 senilai Rp568 juta,
agar dijelaskan:
a. Detail lebih rinci terkait Piutang Usaha tersebut
Tanggapan Perseroan:
Piutang Usaha tersebut merupakan tagihan atas jasa pengadaan 5 konten film melalui pihak PT
Bangun Media Indonesia
b. Agar disertakan dokumentasi terkait transaksi tersebut
Tanggapan Perseroan:
Dokumentasi atas transaksi-transaksi piutang usaha dapat diunduh melalui link google drive
sebagai berikut:
https://drive.google.com/drive/folders/1gllTGrr2BCNLTEKo4W5p_bS7Km853RND?usp=shar
ing
4. Sehubungan dengan Aset Tetap Perseroan pada Laporan Keuangan 31 Maret 2024, terdapat
penambahan aset Perabotan dan Peralatan Kantor sebesar Rp 266 juta. Agar dijelaskan lebih
detail terkait Perabotan dan Peralatan Kantor tersebut dalam tabel berikut:
Tanggapan Perseroan:
Penambahan aset perabotan dan peralatan kantor sebesar Rp 266 juta berasal dari aset tetap milik
PT Bangun Media Indonesia, entitas anak yang baru diakuisisi Perseroan pada kuartal I 2024.
Berikut adalah penjelasan lebih detail dari perabotan dan peralatan kantor yang dimaksud:
No Jenis Perabotan dan Peralatan Kantor Jumlah item Harga
1 Peralatan Komputer 19 136,211,681
2 Peralatan Produksi 110 117,023,415
3 Peralatan Kantor 3 3,692,141
4 Telepon Seluler 3 5,875,938
5 Sparepart Komputer 3 3,430,274
2
Page 4
Total 266,233,449
Dokumentasi atas transaksi-transaksi aset tetap tersebut dapat diunduh melalui link google drive
sebagai berikut:
https://drive.google.com/drive/folders/1gllTGrr2BCNLTEKo4W5p_bS7Km853RND?usp=sharing
5. Sehubungan dengan Utang Usaha pada Laporan Keuangan 31 Maret 2024 senilai Rp5 juta, agar
dijelaskan detail lebih rinci terkait Utang Usaha tersebut beserta dokumentasi transaksi dimaksud.
No Jenis Utang Lain-lain Jumlah Tujuan Utang
1 PT Polarisweb 4.833.496 Pembelian 20 akun google workspace
periode 26 Maret sd 26 Juni 2024
2 Meldi dan Reo for IMI 685.000 Penggunaan kamera dan Gopro untuk
shooting IMI 26-30 Maret 2024
Dokumentasi atas transaksi-transaksi utang usaha tersebut dapat diunduh melalui link google drive
sebagai berikut:
https://drive.google.com/drive/folders/1gllTGrr2BCNLTEKo4W5p_bS7Km853RND?usp=sharing
6. Sehubungan dengan Utang Lain-lain pada Laporan Keuangan 31 Maret 2024 sebesar Rp 295 juta,
agar dijelaskan masing-masing tujuan dari komponen Utang Lain-lain tersebut melalui tabel
berikut:
No Jenis Utang Lain-lain Jumlah Tujuan Utang
1 Utang kepada PT BMI 158.752.850 Reimbursement biaya
produksi, penggunaan
fasilitas kantor, manpower
dan utilities periode Maret
2024
2 Biaya Akrual atas transportasi 35.000.000 Pencadangan biaya
departemen sales transportasi untuk kegiatan
penjualan dari departemen
sales
3 Utang kepada Konsumen 95.732.392 Selisih lebih bayar
angsuran debitur dengan
nilai angsurannya
4 Utang lainnya 6.221.900 Selisih rekonsiliasi pph 21
tahun 2019 yang masih
harus dibayar oleh
Perseroan
7. Informasi dalam CALK Nomor 14 terkait Liabilitas Imbalan Kerja yang disampaikan dalam
Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 masih menyampaikan format untuk tahun 2023. Terkait hal
ini, agar Perseroan mengklarifikasi dan memperbaiki CALK dimaksud.
Tanggapan Perseroan:
Terkait CALK atas liabilitas imbalan kerja per 31 Maret 2024 kami masih menyampaikan format
tahun 2023 dikarenakan pergerakan nilai selama 3 bulan atas cadangan liabilitas imbalan kerja
dirasa tidak signifikan dikarenakan jumlah karyawan Perseroan yang cukup ramping dan
Perseroan melakukan perhitungan setiap akhir tahun dengan menggunakan jasa dari aktuaria.
3
Page 5
8. Sehubungan dengan Pendapatan Perseroan yang diperoleh dari pendapatan jasa entitas anak terkait
jasa produksi film sebesar Rp 568 juta, agar dijelaskan:
a. Sumber pendapatan tersebut (agar dijelaskan bagaimana mekanisme pembagian atas
pendapatan tersebut)
Tanggapan Perseroan:
Pendapatan tersebut merupakan hasil dari pengakuan pendapatan atas entitas anak yang telah
dijelaskan pada point nomor 3.
b. Dokumentasi atas perolehan Pendapatan tersebut
Tanggapan Perseroan:
Perolehan pendapatan tersebut merupakan hasil dari pengakuan pendapatan atas entitas anak
yang di konsolidasi ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan. Dokumentasi telah
dijelaskan pada point nomor 3 lampiran surat ini.
c. Upaya yang dapat dilakukan Perseroan untuk meningkatkan Pendapatan
Melalui kegiatan investasi pada Perusahaan anak, Perseroan berharap Perusahaan anak dapat
terus menjaga serta meningkatkan kinerjanya sehingga dapat berkontribusi menghasilkan
pendapatan sesuai dengan apa yang telah ditargetkan. Selain itu Perseroan juga masih membuka
peluang untuk mencari calon perusahaan-perusahaan baru yang memiliki potensi untuk dilakukan
investasi dan memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan bagi Perseroan.
9. Pendapatan Perseroan saat ini sepenuhnya merupakan transaksi dengan pihak afiliasi (PT BMI)
yang merupakan salah satu pemegang saham Perseroan, dengan nilai Rp 568 juta. Terkait hal ini,
agar dijelaskan:
a. Latar belakang seluruh pendapatan dicatat sebagai piutang dan PT BMI belum melakukan
pembayaran
Tanggapan Perseroan:
Pembayaran oleh BMI belum dilakukan karena dana pelunasan dari klien pemberi kerja belum
diterima sedangkan jasa telah diberikan oleh pihak BMKI.
b. Rencana Perseroan melakukan transaksi dengan pihak non-afiliasi di masa mendatang
Tanggapan Perseroan:
PT BMI tidak terafiliasi dengan DEFI karena DEFI tidak memiliki saham PT BMI sama sekali.
Pada bulan Maret perseroan anak / BMKI baru berdiri, dalam posisi melanjutkan kontrak
penjualan dengan pemberi kerja. Diharapkan setelah tiga bulan kontrak sudah sepenuhnya
ditangani oleh anak usaha yaitu PT BMKI dan sudah tidak melalui PT BMI (induk usaha PT
BMKI) lagi.
c. Kebijakan dan prosedur internal yang diterapkan Perseroan terkait transaksi afiliasi
Tanggapan Perseroan:
Keterbukaan informasi terhadap transaksi afiliasi (bila ada) sesuai dengan aturan POJK atau
peraturan peraturan perundang-undangan lainnya seperti peraturan akuntansi yang berlaku.
10. Sehubungan dengan Beban Pokok Penjualan Perseroan sebesar Rp 184 juta, agar dijelaskan
rincian beban tersebut sebagaimana tabel berikut:
No Jenis Biaya Jumlah
1 Biaya Host dan Talent 132,185,000
2 Cash advance voucher (uang muka produksi) 23,671,600
4
Page 6
3 Beban Transportasi 18,685,000
4 Beban Inventaris Produksi 9,800,000
Jumlah 184,341,600
11. Sehubungan dengan Beban Umum dan Administrasi, terdapat peningkatan signifikan sebesar
203,93% atau sebesar Rp 161 juta pada Jasa Profesional. Terkait hal ini agar dijelaskan:
a. Jenis jasa profesional yang digunakan
Tanggapan Perseroan:
Jasa profesional yang digunakan adalah terdiri dari jasa konsultan payroll terkait
perhitungan dan sistem gaji karyawan, biaya konsultan keuangan terkait kajian investasi
Perseroan, biaya Kantor Jasa Penilai Publik terkait kajian investasi, biaya Notaris, serta jasa
konsultan akuntansi.
b. Rincian biaya jasa profesional tersebut
No Jenis Biaya Jasa Profesional Jumlah Biaya
1 Biaya KJPP Rp 125.000.000
2 Biaya Konsultan Keuangan Rp 87.500.000
3 Biaya Notaris Rp 16.500.000
4 Biaya Konsultan Akuntansi Rp 10.300.000
5 Biaya Konsultan Payroll Rp 2.081.250
Jumlah Rp 241.381.250
Kenaikan terjadi dikarenakan adanya biaya dari jasa KJPP untuk melakukan penilaian atas
calon Perusahaan yang menjadi target investasi Perseroan.
c. Dokumentasi atas transaksi dengan jasa profesional dimaksud.
Dokumentasi atas transaksi-transaksi dengan jasa profesional tersebut dapat diunduh melalui
link google drive sebagai berikut:
https://drive.google.com/drive/folders/1gllTGrr2BCNLTEKo4W5p_bS7Km853RND?usp=sh
aring
12. Sehubungan dengan Laporan Arus Kas, agar disampaikan detail sumber dana pada Penerimaan
Lain-lain pada Arus Kas dari Aktivitas Operasional sebesar Rp 183 juta.
Tanggapan Perseroan:
Penerimaan lain-lain pada Arus Kas dari Aktivitas Operasional sebesar Rp 183 juta adalah hanya
berasal dari penerimaan kas atas bunga deposito dan giro yang dimiliki oleh Perseroan.
13. Agar Perseroan menelaah kembali Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 yang telah disampaikan
kepada Bursa. Apabila terdapat informasi yang tidak tepat atas laporan keuangan Perseroan, agar
Perseroan dapat melakukan perbaikan atas laporan keuangan tersebut dan menyampaikan kembali
kepada Bursa melalui IDXNet.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan telah menelaah laporan keuangan per 31 Maret 2024 dan mendapati adanya kekeliruan
dalam keterangan untuk bidang usaha entitas anak dimana seharusnya PT Ramajaya Mitra Karya
memiliki bidang usaha Aktivitas Perusahaan Holding dan PT Bangun Multikreasi Indonesia
5
Page 7
memiliki bidang usaha Aktivitas Produksi dan Pasca Produksi Film serta bidang kreatif lainnya.
Terkait hal tersebut Perseroan akan memperbaiki pada laporan keuangan periode berikutnya.
14. Agar disampaikan data Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material yang belum
diungkapkan kepada publik.
Tanggapan Perseroan:
Tidak terdapat data/informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material yang belum
diungkapkan kepada publik.
15. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Tanggapan Perseroan:
Saat ini, Perseroan belum memiliki rencana pasti terkait tindakan korporasi dalam periode 12 bulan
ke depan. Namun demikian, Perseroan selalu membuka diri untuk mengkaji setiap peluang
investasi potensial yang dapat memperkuat fundamental Perseroan.
Perseroan terus menerus memperoleh desakan dari para investor asing maupun domestik yang
mempertanyakan kapan saham Perseroan dapat diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia,
sehingga Perseroan memohon kebijaksanaan BEI agar dapat segera memberikan keterangan
mengenai hal ini sehingga dapat kami sampaikan kepada pemegang saham publik melalui
keterbukaan informasi.
6
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Dennys Boga Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
PT Bangun Media Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
PT Polarisweb
p.4
unresolved
org
PT BMKI
p.5 ×2
unresolved
org
PT Ramajaya Mitra Karya
p.6
unresolved
org
PT Bangun Multikreasi Indonesia
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.