Back to announcement
20240530_WOMF_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31644205_lamp2.pdf
Other Text extracted WOMFSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 28
Page 1
PROSPEKTUS RINGKAS
INFORMASI DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAI KAN KEPADA
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK. PROSPEKTUS RINGKAS INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM
RANGKA PENAWARAN AWAL TERHADAP EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KE PADA
OJK MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN MEMBELI EFEK INI HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEM BELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU MEMPUNYAI
KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS.
OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEB ENARAN
ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR
HUKUM.
PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL,
SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS
KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKT US RINGKAS INI.
PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK
KEGIATAN USAHA UTAMA
Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna dan Pembiayaan Syariah
Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Utara, Indonesia
KANTOR PUSAT KANTOR PUSAT
Altira Office Tower, Lantai 32, 33, 35 Per 31 Maret 2024, Perseroan memiliki 1 Kantor Pusat dan 165 Kantor Cabang (termasuk 44
Jl. Yos Sudarso Kav. 85, RT/RW. 0/0, Kelurahan Sunter Jaya Kantor Cabang yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah) dan 36 Kantor
Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara 14350 selain Kantor Cabang (“KSKC”) (termasuk 1 KSKC yang melakukan kegiatan usaha
Telp: (021) 2188 2400 (hunting) berdasarkan prinsip syariah) yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera,
Faks: (021) 2188 2420 Kalimantan, Sulawesi, Bangka dan Batam.
Website: www.wom.co.id
E-mail: corporate_secretary@wom.co.id
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN V WOM FINANCE
DENGAN TARGET DANA YANG DIHIMPUN SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP5.000.000.000.000,- (LIMA TRILIUN RUPIAH)
BAHWA DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN:
OBLIGASI BERKELANJUTAN V WOM FINANCE TAHAP I TAHUN 2024
DENGAN JUMLAH POKOK SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP1.000.000.000.000,- (SATU TRILIUN RUPIAH)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan Perseroan atas nama PT Kustodian Se ntral Efek Indonesia, sebagai bukti utang kepada Pemegang Obligasi.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok Obligasi dan terdiri dari 2 (dua) seri Obligasi yang di tawarkan sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (●) dengan bunga Obligasi sebesar ●, ●% (●) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 370 (tiga ratus
tujuh puluh) Hari Kalender. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet Payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Pokok Obligasi Seri A pada saat tanggal jatuh
tempo.
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (●) dengan bunga Obligasi sebesar ●, ●% (●) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 3 (tiga) t ahun.
Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet Payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Pokok Obligasi Seri B pada saat tanggal jatuh tempo.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok. Bunga Obligasi dibayark an setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran
Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2024, sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jat uh tempo masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 12 Juli
2025 untuk Obligasi Seri A, dan 2 Juli 2027 untuk Obligasi Seri B.
OBLIGASI BERKELANJUTAN V WOM FINANCE TAHAP II DAN TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN SUATU JAMINAN KHUSUS, NAMUN DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG BERGERAK
MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1 131 DAN
1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARIPASSU TANPA PREFEREN DENGAN HAK -HAK KREDITUR PERSEROAN
LAIN BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN DI KEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN
PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG -UNDANGAN.
PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBAGAI PELUNASAN ATAU SEBAGAI SURAT BERHARG A
YANG DAPAT DIJUAL KEMBALI, DENGAN KETENTUAN BAHWA HAL TERSEBUT HANYA DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN.
RENCANA PEMBELIAN KEMBALI DIUMUMKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM TANGGAL PERMULAAN PENAWARAN PEMBELIAN
KEMBALI OBLIGASI. SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KERJA SETELAH DILAKUKANNYA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI, PERSEROAN WAJIB MENGUMUMKAN
PERIHAL PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TERSEBUT PADA SITUS WEB EMITEN DAN SITUS WEB BURSA EFEK ATAU 1 (SATU) SURAT KABAR BERBAHAS A INDONESIA
BERPEREDARAN NASIONAL. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI DIURAIKAN DALAM BAB I PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PEREKONOMIAN, DIMANA KONDISI PEREKONOMIAN MENJADI TANTANGAN UTAMA BAGI
PERTUMBUHAN INDUSTRI KEUANGAN SAAT INI DIKARENAKAN PERTUMBUHAN YANG TIDAK PASTI.
RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM I NI YANG
ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANG KA PANJANG.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN
DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA PANJANG DARI
PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
IdAA+ (DOUBLE A PLUS)
KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS.
PENCATATAN ATAS OBLIGASI YANG DITAWARKAN INI AKAN DILAKUKAN PADA BURSA EFEK INDONESIA
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT Maybank Sekuritas Indonesia PT Trimegah Sekuritas
PT BNI Sekuritas PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia PT KB Valbury Sekuritas
(Terafiliasi) Indonesia Tbk
PENAWARAN OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)
WALI AMANAT
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 30 Mei 2024
Page 2
JADWAL SEMENTARA
Masa Penawaran Awal : 30 Mei 2024 – 11 Juni 2024
Perkiraan Tanggal Efektif : 21 Juni 2024
Perkiraan Masa Penawaran Umum : 25 - 27 Juni 2024
Perkiraan Tanggal Penjatahan : 28 Juni 2024
Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 2 Juli 2024
Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 2 Juli 2024
Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 3 Juli 2024
PENAWARAN UMUM
Berikut merupakan ringkasan struktur Obligasi yang ditawarkan:
Nama Obligasi
”Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap I Tahun 2024”.
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI
sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan
Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal
diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi
adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
Harga Penawaran
100% (seratus persen) dari Nilai Nominal Obligasi.
Hasil Pemeringkatan
Untuk memenuhi ketentuan POJK No. 7 Tahun 2017 dan POJK No. 49 Tahun 2020, Perseroan telah melakukan
pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang sesuai dengan surat No.RC-133/PEF-DIR/II/2024
tanggal 28 Februari 2024 dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap I Tahun
2024 telah mendapat peringkat:
idAA+
(Double A Plus)
Hasil pemeringkatan Obligasi di atas berlaku untuk periode 28 Februari 2024 sampai dengan 1 Februari 2025.
Lembaga Pemeringkat Efek dalam hal ini Pefindo tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan, baik langsung
maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK.
Peringkat tersebut terutama mencerminkan kemungkinan yang tinggi akan diperolehnya dukungan dari induk Perusahaan,
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia, peringkat idAAA/stabil). Profil kredit standalone WOM Finance
didukung oleh posisi pasar yang kuat dan profil likuiditas yang kuat, tetapi dibatasi oleh indikator kualitas aset dan
profitabilitas yang moderat.
Jumlah Pokok Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral
Efek Indonesia, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender, dan 3 (tiga) tahun. Obligasi yang ditawarkan
dalam jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah) dijamin secara kesanggupan
penuh (full commitment) dan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih seri yang dikehendaki, yaitu dengan
adanya 2 (dua) seri Obligasi yang ditawarkan sebagai berikut:
Page 3
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (●) dengan bunga Obligasi
sebesar ●,●% (●) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender.
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp●,- (●) dengan bunga Obligasi
sebesar ●,●% (●) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun.
Jangka Waktu, Jatuh Tempo, dan Bunga Obligasi
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada
tanggal 2 Oktober 2024, sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing
Obligasi adalah pada tanggal 12 Juli 2025 untuk Obligasi Seri A, dan 2 Juli 2027 untuk Obligasi Seri B.
Jadwal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:
Bunga ke- Seri A Seri B
1 2 Oktober 2024 2 Oktober 2024
2 2 Januari 2025 2 Januari 2025
3 2 April 2025 2 April 2025
4 12 Juli 2025 2 Juli 2025
5 - 2 Oktober 2025
6 - 2 Januari 2026
7 - 2 April 2026
8 - 2 Juli 2026
9 - 2 Oktober 2026
10 - 2 Januari 2027
11 - 2 April 2027
12 - 2 Juli 2027
Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Distribusi Obligasi Secara
Elektronik, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh)
hari dan akan dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran Bunga
Obligasi.
Bunga tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening KSEI pad a
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan.
Jumlah Satuan Pemesanan
Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau
kelipatannya.
Harga Penawaran Obligasi
Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.
Satuan Pemindahbukuan dan Satuan Perdagangan Obligasi
Satuan pemindahbukuan berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu rekening efek ke
rekening efek lainnya. Satu satuan pemindahbukuan Obligasi mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara
(Suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditandatangani dengan menyebutkan nomor KTUR, kecuali Wali Amanat
memutuskan lain) yaitu Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
Satuan perdagangan berarti satuan pemesanan pembelian/perdagangan Obligasi dalam jumlah sekurang-kurangnya
Rp5.000.000,- dan/atau kelipatannya.
Jaminan
Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan Emiten baik
berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang ada dikemudian hari sesuai
2
Page 4
dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak
Pemegang Obligasi adalah Paripasu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang
sekarang ada maupun yang akan ada dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus
dengan kekayaan Perseroan, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penyisihan Dana Pelunasan Pokok Obligasi (Sinking Fund)
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Pokok Obligasi dengan pertimbangan untuk
mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi sesuai dengan rencana penggunaan dana penerbitan Obligasi.
Tata Cara Pembayaran Pokok Obligasi
Penjelasan mengenai tata cara pembayaran pokok obligasi dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam
Prospektus dengan judul “Tata Cara Pembayaran Pokok Obligasi”.
Tata Cara Pembayaran Bunga Obligasi
Penjelasan mengenai tata cara pembayaran bunga obligasi dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam
Prospektus dengan judul “Tata Cara Pembayaran Bunga Obligasi”.
Hak-Hak Pemegang Obligasi
Penjelasan mengenai hak-hak pemegang obligasi dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam Prospektus
dengan judul “Hak-Hak Pemegang Obligasi”.
Pembatasan-Pembatasan Dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan
Penjelasan mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban Perseroan dapat dilihat lebih lanjut pada
bagian dari Bab I dalam Prospektus dengan judul “Pembatasan-Pembatasan Dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan”.
Pembelian Kembali Obligasi
Penjelasan mengenai pembelian kembali obligasi dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam Prospektus
dengan judul “Pembelian Kembali Obligasi”.
Kelalaian Perseroan
Penjelasan mengenai kelalaian Perseroan dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam Prospektus dengan
judul “Kelalaian Perseroan”.
Rapat Umum Pemegang Obligasi (“RUPO”)
Penjelasan mengenai Rapat Umum Pemegang Obligasi (“RUPO”) dapat dilihat lebih lanjut pada bagian dari Bab I dalam
Prospektus dengan judul “Rapat Umum Pemegang Obligasi (“RUPO”)”.
Keterangan mengenai Wali Amanat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Investment Services Division
Trust and Corporate Services
BRI II Building 6th Floor
Jl. Jend Sudirman Kav 44-46
Jakarta 10210
Tel. (021) 575 8144
tcsoperation@corp.bri.co.id
www.bri.co.id
3
Page 5
Penjelasan mengenai wali amanat dapat dilihat lebih lanjut pada Bab XII dalam Prospektus dengan judul “Keterangan
tentang Wali Amanat.”
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI
Seluruh Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi akan digunakan
untuk modal kerja pembiayaan, termasuk namun tidak terbatas pada pembiayaan konsumen, pembiayaan modal usaha,
dan sewa pembiayaan.
Penjelasan mengenai rencana penggunaan dana dari hasil Penawaran Umum Obligasi dapat dilihat lebih lanjut pada Bab
II dalam Prospektus dengan judul “Penggunaan Dana Yang Diperoleh Dari Hasil Penawaran Umum”
PERNYATAAN UTANG
Berdasarkan Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota dari Ernst & Young Global Limited dengan opini tanpa
modifikasian yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik No.AP.0703) pada tanggal 3 Mei 2024, Perseroan
mempunyai liabilitas yang keseluruhannya berjumlah Rp4.939.793 juta.
Penjelasan mengenai pernyataan utang dapat dilihat pada Bab III dalam Prospektus dengan judul “Pernyataan Utang.”
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut ini adalah ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan Perseroan tanggal 31
Desember 2023 dan 31 Desember 2022.
Angka-angka ikhtisar data keuangan penting di bawah ini disusun berdasarkan angka-angka yang dikutip dari dan harus
dibaca dengan mengacu pada Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31
Desember 2022. Laporan keuangan Perseroan untuk tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, (firma anggota dari Ernst & Young Global Limited) (“KAP PSS”)
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan ol Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) sebagaimana tercantum dalam
laporan auditor independen No. 01246/2.1032/AU.1/09/0703-3/1/V/2024 tertanggal 3 Mei 2024 dan No.
01245/2.1032/AU.1/09/0240-3/1/V/2024 tertanggal 3 Mei 2024 yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik
No. AP. 0703) dan Muhammad Kurniawan (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0240), masing-masing dengan opini tanpa
modifikasian.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
ASET
Kas dan Setara Kas - Neto 342.970 483.969
Piutang Pembiayaan Konsumen - Neto 3.593.623 3.540.952
Piutang Pembiayaan Modal Usaha - Neto 51.886 185.888
Piutang Sewa Pembiayaan - Neto 2.290.355 1.137.965
Piutang Lain-lain - Neto 51.098 21.779
Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka 26.010 12.606
Aset Tetap - Neto 81.769 65.034
Aset Hak-Guna – setelah dikurangi akumulasi penyusutan 92.273 81.426
Aset Tidak Berwujud - Neto 49.463 42.834
Aset Pajak Tangguhan - Neto 14.495 14.983
Aset Lain-lain 41.773 58.790
Total Aset 6.635.715 5.646.226
LIABILITAS
Utang Bank 2.626.237 2.350.136
Biaya yang Masih Harus Dibayar 86.702 65.452
Utang Pajak 50.699 41.097
Utang Lain-lain 181.869 136.719
Liabilitas Sewa 41.142 46.396
4
Page 6
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Utang Obligasi - Neto 1.660.253 1.200.615
Liabilitas Imbalan Kerja 92.891 90.779
Utang Subordinasi 200.000 200.000
Total Liabilitas 4.939.793 4.131.194
EKUITAS
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 348.148 348.148
Modal Disetor Lainnya 160.190 160.190
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - Neto Setelah 45.600 41.932
Pajak
Saldo laba:
Cadangan Umum 22.500 20.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 1.119.484 944.762
Total Ekuitas 1.695.922 1.515.032
Total Liabilitas dan Ekuitas 6.635.715 5.646.226
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
PENDAPATAN
Pembiayaan Konsumen, Modal Usaha, dan
Sewa Pembiayaan - Neto 1.700.753 1.414.831
Bunga 12.774 11.094
Administrasi 41.284 45.516
Lain-lain 240.599 223.064
Total Pendapatan 1.995.410 1.694.505
BEBAN
Umum dan Administrasi 593.561 563.850
Gaji dan Tunjangan 378.391 356.283
Beban Pendanaan dan Keuangan 309.881 261.994
Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 292.171 150.035
Penyusutan 78.434 63.071
Lain-lain 20.363 17.023
Total Beban 1.672.801 1.412.256
Laba Sebelum Beban Pajak Final dan Beban Pajak
Penghasilan 322.609 282.249
Beban Pajak Final 2.555 2.219
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 320.054 280.030
Beban Pajak Penghasilan 83.647 82.427
Laba Tahun Berjalan 236.407 197.603
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan Aktuarial 4.702 6.558
Pajak Penghasilan (1.034) (1.443)
Laba Komprehensif Lainnya - Neto Setelah Pajak 3.668 5.115
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 240.075 202.718
Laba Per Saham Dasar (dinyatakan dalam Rupiah penuh) 67,90 56,76
Rasio-Rasio Keuangan Penting
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Rasio Usaha (dalam %)
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan/Total Pendapatan 16,04% 16,53%
5
Page 7
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Laba Tahun Berjalan/Total Pendapatan 11,85% 11,66%
Laba Tahun Berjalan/Total Ekuitas 13,94% 13,04%
Laba Tahun Berjalan/Total Aset 3,56% 3,50%
Total Pendapatan/Total Aset 30,07% 30,01%
Rasio Keuangan (x)
Total Liabilitas/Total Ekuitas 2,91x 2,73x
Total Liabilitas/Total Aset 0,74x 0,73x
Financing to Asset Ratio(1) 89,45% 86,16%
Current Ratio 1,88x 1,91x
Interest Coverage Ratio 228,56% 232,46%
Debt Service Coverage Ratio 14,34% 14,74%
Rasio Saldo Piutang Pembiayaan terhadap Pinjaman 132,31% 129,70%
Rasio Saldo Piutang Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan
Modal Usaha terhadap Total Saldo Piutang Pembiayaan 39,09% 26,89%
Rasio Permodalan 35,03% 38,94%
Modal Sendiri Modal Disetor 487,13% 435,17%
Rasio Pertumbuhan (dalam %)
Total Pendapatan 17,76% 7,86%
Laba Tahun Berjalan 19,64% 79,54%
Total Aset 17,52% 9,68%
Total Liabilitas 19,57% 8,65%
Total Ekuitas 11,94% 12,61%
Keterangan:
(1) Financing to Assets Ratio: perbandingan antara jumlah Piutang pembiayaan konsumen-neto, pembiayaan modal usaha-neto, dan sewa pembiayaan-
neto dengan aset
RASIO KEUANGAN DI PERJANJIAN KREDIT ATAU LIABILITAS LAINNYA
Uraian dan Keterangan Persyaratan Keuangan 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Gearing Ratio (1) Sebesar-besarnya 10x 2,40x 2,22x
Rasio non performing loan terhadap Piutang
pembiayaan konsumen, modal usaha, dan sewa Sebesar-besarnya
pembiayaan(2) 5,00% 2,08% 1,63%
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Perseroan telah mematuhi seluruh persyaratan penting
sehubungan dengan perjanjian dengan bank.
Keterangan:
(1) Gearing Ratio: perbandingan jumlah pinjaman Bank dan Pihak berelasi, hutang Obligasi dan subordinasi dengan jumlah
ekuitas yang terdiri dari modal saham dan laba ditahan dan subordinasi.
(2) Rasio non performing loan terhadap Piutang pembiayaan konsumen, modal usaha, dan sewa pembiayaan:
perbandingan jumlah Piutang menunggak > 90 hari dengan jumlah Piutang pembiayaan konsumen, modal usaha dan
sewa pembiayaan
PEMENUHAN RASIO SESUAI DENGAN POJK NO. 35 TAHUN 2018
Rasio Sesuai POJK No. 35 Tahun 2018 Ketentuan 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Rasio saldo piutang pembiayaan terhadap - 132,31% 129,70%
pinjaman
Rasio saldo piutang pembiayaan investasi
dan pembiayaan modal usaha terhadap total Minimal 10% 39,09% 26,89%
saldo piutang pembiayaan
6
Page 8
Rasio Sesuai POJK No. 35 Tahun 2018 Ketentuan 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Rasio permodalan Minimal 10% 35,03% 38,94%
Modal sendiri modal disetor Minimal 50% 487,13% 435,17%
Perhitungan dan pemenuhan ketentuan cadangan penyisihan penghapusan piutang pembiayaan sesuai dengan pasal 97
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan
dan perubahannya sebagaimana dimuat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7/POJK.05/2022 Tahun 2022 (“POJK
No. 35 Tahun 2018 dan Perubahannya”), adalah sebagai berikut:
1. Lancar = 1% dari sisa pokok piutang dikurangi nilai agunan.
2. Dalam perhatian khusus = 5% dari sisa pokok piutang dikurangi nilai agunan.
3. Kurang lancar = 15% dari sisa pokok piutang dikurangi nilai agunan
4. Diragukan = 50% dari sisa pokok piutang dikurangi nilai agunan
5. Macet = 100% dari sisa pokok piutang dikurangi nilai agunan
Untuk setiap kriteria tersebut Perseroan telah menghitung cadangan kerugian penurunan nilai Piutang menurut Pasal 98
POJK No.35 Tahun 2018 adalah sebesar Rp74.969 juta sedangkan cadangan kerugian penurunan nilai Piutang pembiayaan
konsumen, modal usaha, dan sewa yang telah dicatat oleh Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp212.688
juta sehingga Perseroan sudah memenuhi ketentuan Peraturan OJK diatas.
Total piutang Pihak berelasi yang tercatat sampai dengan 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah
sebesar Rp986 juta dan Rp1.182 juta atau masing-masing sebesar 0,06% dan 0,08% terhadap total ekuitas Perseroan yang
tercatat pada laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember
2022.
Perseroan tidak memiliki transaksi pemberian pembiayaan kepada 1 (satu) Debitur yang bukan merupakan Pihak terkait
melebihi 20% (dua puluh persen) maupun 1 (satu) kelompok Debitur yang bukan merupakan Pihak terkait melebihi 50% (lima
puluh persen) dari total ekuitas Perseroan.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan kondisi keuangan serta hasil operasi Perseroan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan
“Ikhtisar Data Keuangan Penting” dan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan yang tercantum
dalam Prospektus. Analisis dan pembahasan oleh manajemen yang disajikan di bawah ini disusun berdasarkan laporan
keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022.
Tabel berikut ini menunjukkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disusun berdasarkan laporan keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 yang bersumber dari laporan
keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus.
Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, (firma anggota dari Ernst & Young Global Limited) (“KAP
PSS”) berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 01246/2.1032/AU.1/09/0703-3/1/V/2024 tertanggal 3 Mei 2024 dan No.
01245/2.1032/AU.1/09/0240-3/1/V/2024 tertanggal 3 Mei 2024 yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik No.
AP. 0703) dan Muhammad Kurniawan (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0240), masing-masing dengan opini tanpa
modifikasian.
Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Pembahasan dalam bab ini dapat
mengandung pernyataan yang menggambarkan keadaan di masa mendatang (forward looking statement) dan merefleksikan
pandangan Perseroan saat ini berkenaan dengan peristiwa dan kinerja keuangan di masa mendatang yang hasil aktualnya
dapat berbeda secara material sebagai akibat dari faktor-faktor yang telah diuraikan dalam Bab mengenai Risiko Usaha.
Sebagai akibat dari pembulatan, penyajian jumlah beberapa informasi keuangan berikut ini dapat sedikit berbeda dengan
penjumlahan yang dilakukan secara aritmatika.
7
Page 9
Keuangan
Analisis dan pembahasan di bawah ini, khususnya untuk bagian-bagian yang menyangkut kinerja keuangan Perseroan,
disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31
Desember 2022 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota dari Ernst & Young
Global Limited dan ditandatangani oleh Yasir dan Muhammad Kurniawan, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia, masing-masing dengan Opini tanpa modifikasian.
1. Analisis Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pendapatan
Pembiayaan Konsumen, Modal Usaha, dan
Sewa Pembiayaan - Neto 1.700.753 1.414.831
Bunga 12.774 11.094
Administrasi 41.284 45.516
Lain-lain 240.599 223.064
Total Pendapatan 1.995.410 1.694.505
Beban
Umum dan Administrasi 593.561 563.850
Gaji dan Tunjangan 378.391 356.283
Beban Pendanaan dan Keuangan 309.881 261.994
Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 292.171 150.035
Penyusutan 78.434 63.071
Lain-lain 20.363 17.023
Total Beban 1.672.801 1.412.256
Laba Sebelum Beban Pajak Final dan
Beban Pajak Penghasilan 322.609 282.249
Beban Pajak Final 2.555 2.219
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 320.054 280.030
Beban Pajak Penghasilan 83.647 82.427
Laba Tahun Berjalan 236.407 197.603
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan Aktuarial 4.702 6.558
Pajak Penghasilan (1.034) (1.443)
Laba Komprehensif Lainnya - Neto Setelah Pajak 3.668 5.115
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 240.075 202.718
Laba Per Saham Dasar (dinyatakan dalam Rupiah
penuh) 67,90 56,76
Pendapatan
Rincian pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pembiayaan Konsumen, Modal Usaha, dan
Sewa Pembiayaan - Neto 1.700.753 1.414.831
Bunga 12.774 11.094
Administrasi 41.284 45.516
Lain-lain 240.599 223.064
Total Pendapatan 1.995.410 1.694.505
8
Page 10
Pendapatan Perseroan terbesar berasal dari pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan pendapatan yang
diperoleh dari kegiatan pembiayaan sepeda motor dan multiguna serta pembiayaan bersama. Di dalam transaksi kerjasama
pembiayaan bersama, Perseroan menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi ke nasabah daripada tingkat bunga yang
ditetapkan oleh bank. Selisih bunga tersebut merupakan bagian dari pendapatan pembiayaan konsumen.
(i) Pendapatan Pembiayaan Konsumen, Modal Usaha, dan Sewa Pembiayaan - Neto
Pendapatan Perseroan terbesar berasal dari pendapatan pembiayaan konsumen yang merupakan pendapatan yang
diperoleh dari kegiatan pembiayaan sepeda motor. Porsi pendapatan pembiayaan konsumen sepeda motor dibandingkan
total pendapatan pembiayaan konsumen selama tahun 2023 dan 2022 masing-masing adalah 59,48% dan 73,04%.
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Pendapatan Perseroan dari pembiayaan konsumen, modal usaha, dan sewa pembiayaan - neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 Rp1.700.753 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp285.922 juta atau 20,21%
dibandingkan pendapatan pembiayaan konsumen, modal usaha, dan sewa pembiayaan - neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp1.414.831 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan Piutang
pembiayaan Piutang sewa pembiayaan - neto yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.152.390 juta atau 101,27% dari
Rp1.137.965 juta pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp2.290.355 juta pada tanggal 31 Desember 2023.
(ii) Pendapatan Bunga
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Pendapatan Perseroan dari pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp 12.774 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp1.680 juta atau 15,14% dibandingkan pendapatan bunga untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp11.094 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah
saldo bank Perseroan yang menyebabkan peningkatan pendapatan bunga.
(iii) Pendapatan Administrasi
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Pendapatan Perseroan dari pendapatan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp41.284 juta, mengalami penurunan sebesar Rp4.232 juta atau 9,30% dibandingkan pendapatan administrasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp45.516 juta.
(iv) Pendapatan Lain-lain
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Pendapatan lain-lain Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp240.599 juta,
mengalami peningkatan sebesar Rp17.535 juta atau 7,86% dibandingkan pendapatan lain-lain untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp223.064 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan
pelunasan awal konsumen sebesar Rp14.214 juta atau 30,54% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Beban
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Umum dan Administrasi 593.561 563.850
Gaji dan Tunjangan 378.391 356.283
Beban Pendanaan dan Keuangan 309.881 261.994
Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 292.171 150.035
Penyusutan 78.434 63.071
Lain-lain 20.363 17.023
Total Beban 1.672.801 1.412.256
9
Page 11
(i) Beban Umum dan Administrasi
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Beban umum dan administrasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp593.561 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp29.711 juta atau 5,27% dibandingkan beban umum dan administrasi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp563.850 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
peningkatan biaya kerugian agunan yang ditarik kembali sebesar Rp14.410 juta atau 78,34% untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(ii) Beban Gaji dan Tunjangan
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Beban gaji dan tunjangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp378.391
juta, mengalami peningkatan sebesar Rp22.108 juta atau 6,21% dibandingkan beban gaji dan tunjangan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp356.283 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya gaji
dan tunjangan sebesar Rp22.066 juta atau 6,65% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(iii) Beban Pendanaan dan Keuangan
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Beban pendanaan dan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp309.881 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp47.887 juta atau 18,28% dibandingkan beban pendanaan dan keuangan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp261.994 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
peningkatan bunga pinjaman sebesar Rp49.545 juta atau 19,96% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(iv) Beban Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Beban pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 adalah sebesar Rp292.171 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp142.136 juta atau 94,74% dibandingkan beban
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp150.035 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan nilai pembentukan provisi sejalan dengan strategi ekspansi
pembiayaan di tahun 2023.
(v) Beban Penyusutan
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Beban penyusutan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp78.434 juta,
mengalami peningkatan sebesar Rp15.363 juta atau 24,36% dibandingkan beban penyusutan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp63.071 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan perolehan Aset Tetap,
aset tidak berwujud, dan aset hak-guna masing-masing sebesar Rp20.936 juta atau 72,16%, Rp4.917 atau 52,13%, dan
Rp23.676 juta atau 90,16% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
10
Page 12
(vi) Beban Lain-lain
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Beban lain-lain Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp20.363 juta,
mengalami peningkatan sebesar Rp3.340 juta atau 19,62% dibandingkan beban lain-lain untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp17.023 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya operasional lain-lain
Perseroan.
(vii) Laba Tahun Berjalan
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 320.054 280.030
Beban Pajak Penghasilan 83.647 82.427
Total Laba Tahun Berjalan 236.407 197.603
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2022
Laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp236.407 juta mengalami
peningkatan sebesar Rp38.804 juta atau 19,64% dibandingkan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 sebesar Rp197.603 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan pembiayaan
konsumen, modal usaha, dan sewa pembiayaan - neto.
(viii) Laba Komprehensif Tahun Berjalan
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Laba Tahun Berjalan 236.407 197.603
Laba Komprehensif Lainnya - Neto Setelah Pajak 3.668 5.115
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 240.075 202.718
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp240.075
juta mengalami peningkatan sebesar Rp37.357 juta atau 18,43% dibandingkan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp202.718 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan
pembiayaan konsumen, modal usaha, dan sewa pembiayaan - neto.
Laba komprehensif lainnya - neto setelah pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp3.668 juta mengalami penurunan sebesar Rp1.447 juta atau 39,45% dibandingkan laba komprehensif lainnya - neto setelah
pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp5.115 juta. Hal ini terutama disebabkan karena
terdapat pendapatan komprehensif berasal dari perhitungan aktuari yang dipengaruhi oleh perubahan tingkat diskonto dan
perubahan program usia pensiun normal.
Analisis Laporan Posisi Keuangan
a. Aset
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
ASET
Kas dan Setara Kas - Neto 342.970 483.969
Piutang Pembiayaan Konsumen - Neto 3.593.623 3.540.952
Piutang Pembiayaan Modal Usaha - Neto 51.886 185.888
Piutang Sewa Pembiayaan - Neto 2.290.355 1.137.965
Piutang Lain-lain 51.098 21.779
11
Page 13
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka 26.010 12.606
Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 81.769 65.034
Aset Hak-Guna - setelah dikurangi akumulasi 92.273 81.426
penyusutan
Aset Tidak Berwujud - setelah dikurangi akumulasi 49.463 42.834
penyusutan
Aset Pajak Tangguhan - Neto 14.495 14.983
Aset Lain-lain 41.773 58.790
Total Aset 6.635.715 5.646.226
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp6.635.715 juta, mengalami peningkatan sebesar
Rp989.489 juta atau 17,52% dibandingkan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp5.646.226 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh peningkatan Piutang sewa pembiayaan - neto sebesar Rp1.152.390 juta atau 101,27% untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(i) Kas dan Setara Kas - Neto
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Kas dan setara kas - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp342.970 juta, mengalami penurunan
sebesar Rp140.999 juta atau 29,13% dibandingkan kas dan setara kas - neto pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp483.969 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sehubungan
dengan pemberian pembiayaan dan kenaikan kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi sehubungan dengan
perolehan Aset Tetap dan aset tidak berwujud, serta penambahan nilai aset hak-guna.
(ii) Piutang Pembiayaan Konsumen - Neto
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Piutang pembiayaan konsumen - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp3.593.623 juta,
mengalami peningkatan sebesar Rp52.671 juta atau 1,49% dibandingkan Piutang pembiayaan konsumen - neto pada tanggal
31 Desember 2022 sebesar Rp3.540.952 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan penyaluran pembiayaan baru
selama tahun 2023 sebesar Rp386.794 juta atau 12,46%. Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31
Desember 2022, penyaluran pembiayaan baru Piutang pembiayaan konsumen - neto masing-masing sebesar Rp3.490.888
juta dan Rp3.104.094 juta.
(iii) Piutang Pembiayaan Modal Usaha - Neto
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Piutang pembiayaan modal usaha - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp51.886 juta
mengalami penurunan sebesar Rp134.002 juta atau 72,09% dibandingkan Piutang pembiayaan modal usaha - neto pada
tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp185.888 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh tidak ada penyaluran pembiayaan baru
selama tahun 2023.
(iv) Piutang Sewa Pembiayaan - Neto
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Piutang sewa pembiayaan - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp2.290.355 juta, mengalami
peningkatan sebesar Rp1.152.390 juta atau 101,27% dibandingkan Piutang sewa pembiayaan - neto pada tanggal 31
Desember 2022 sebesar Rp1.137.965 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan penyaluran pembiayaan baru
selama tahun 2023 sebesar Rp1.024.962 juta atau 77,11%. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
31 Desember 2022, penyaluran pembiayaan baru Piutang sewa pembiayaan - neto masing-masing sebesar Rp2.354.107 juta
dan Rp1.329.145 juta.
12
Page 14
(v) Piutang Lain-lain - Neto
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Piutang lain-lain - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp51.098 juta, mengalami peningkatan
sebesar Rp29.319 juta atau 134,64% dibandingkan Piutang lain-lain - neto pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp21.779 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya pencatatan Piutang aset tarikan pada tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023.
(vi) Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Biaya dibayar dimuka dan uang muka Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp26.010 juta, mengalami
peningkatan sebesar Rp13.404 juta atau 106,33% dibandingkan biaya dibayar dimuka dan uang muka pada tanggal 31
Desember 2022 sebesar Rp12.606 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan sewa dan uang muka renovasi kantor
dan uang muka dealer masing-masing sebesar Rp3.514 juta atau 85,42% dan Rp4.884 juta atau 687,89% untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(vii) Aset Tetap
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Aset Tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp81.769 juta, mengalami peningkatan sebesar
Rp16.735 juta atau 25,73% dibandingkan Aset Tetap pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp65.034 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh peningkatan perolehan Aset Tetap sebesar Rp20.936 juta atau 72,16% untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(viii) Aset Hak-Guna
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Aset hak-guna Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp92.273 juta, mengalami peningkatan sebesar
Rp10.847 juta atau 13,32% dibandingkan aset hak-guna pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp81.426. Hal ini terutama
disebabkan oleh peningkatan perolehan aset hak-guna sebesar Rp23.676 juta atau 90,16% untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(ix) Aset Tidak Berwujud
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Aset tidak berwujud Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp49.463 juta, mengalami peningkatan
sebesar Rp6.629 juta atau 15.48% dibandingkan aset tidak berwujud pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp42.834
juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan perolehan aset tidak berwujud sebesar Rp4.917 atau 52,13% untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(x) Aset Pajak Tangguhan - Neto
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Aset pajak tangguhan - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp14.495 juta, mengalami
penurunan sebesar Rp488 juta atau 3,26% dibandingkan aset pajak tangguhan - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember
2022 sebesar Rp14.983 juta. Komponen terbesar aset pajak tangguhan - neto berasal dari perbedaan waktu imbalan kerja.
(xi) Aset Lain-lain
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Aset lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp41.773 juta, mengalami penurunan sebesar
Rp17.017 juta atau 28,95% dibandingkan aset lain-lain pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp58.790 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh penurunan taksiran tagihan pajak 2018, 2017, dan 2016 karena adanya pengembalian dari Kantor
Pajak yang diterima Perseroan untuk tahun pajak 2018, 2017, 2016.
13
Page 15
b. Liabilitas
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
LIABILITAS
Utang Bank 2.626.237 2.350.136
Biaya yang Masih Harus Dibayar 86.702 65.452
Utang Pajak 50.699 41.097
Utang Lain-lain 181.869 136.719
Liabilitas Sewa 41.142 46.396
Utang Obligasi - Neto 1.660.253 1.200.615
Liabilitas Imbalan Kerja 92.891 90.779
Utang Subordinasi 200.000 200.000
Total Liabilitas 4.939.793 4.131.194
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4.939.793 juta, mengalami peningkatan
sebesar Rp808.599 juta atau 19,57% dibandingkan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp4.131.194
juta. Hal ini terutama disebabkan oleh aktivitas pendanaan Perseroan dari penambahan Utang bank dan penerimaan dari
penerbitan Utang Obligasi - neto masing-masing sebesar Rp2.270.000 juta dan Rp1.000.000 juta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023.
(i) Utang Bank
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Utang bank Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp2.626.237 juta, mengalami peningkatan sebesar
Rp276.101 juta atau 11,75% dibandingkan Utang bank pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp2.350.136 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh aktivitas pendanaan Perseroan dari penambahan Utang bank sebesar Rp2.270.000 juta lebih besar
dibandingkan dengan pembayaran Utang bank sebesar Rp1.994.610 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023.
(ii) Biaya yang Masih Harus Dibayar
Rincian biaya yang masih harus dibayar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pihak Ketiga
- Komisi dan Bonus Karyawan 50.000 40.000
- Bunga 30.657 20.593
- Lain-lain 2.565 2.566
Subtotal 83.222 63.159
Pihak-pihak Berelasi
- Bunga 3.480 2.293
Total 86.702 65.452
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Biaya yang masih harus dibayar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp86.702 juta, mengalami
peningkatan sebesar Rp21.250 juta atau 32,47% dibandingkan biaya yang masih harus dibayar pada tanggal 31 Desember
2022 yang sebesar Rp65.452 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya yang masih harus dibayar - bunga
sebesar Rp11.251 juta atau 49,16% dan komisi dan bonus karyawan sebesar Rp10.000 juta atau 25,00% untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(iii) Utang Pajak
Rincian dari utang pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
14
Page 16
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Utang Pajak:
- PPN 493 456
Pajak Penghasilan
- Pasal 29 47.656 38.930
- Pasal 21 1.669 944
- Pasal 23 515 355
- Pasal 4 (2) 366 412
Total 50.699 41.097
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Utang pajak Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp50.699 juta, mengalami peningkatan sebesar
Rp9.602 juta atau 23,36% dibandingkan Utang pajak pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp41.097 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh peningkatan Utang pajak penghasilan pasal 29 sebesar Rp8.726 juta atau 22,41% untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(iv) Utang Lain-lain
Rincian utang lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Pihak Ketiga
- Utang Dealer 22.410 16.648
- Utang Promosi 21.001 23.508
- Utang Asuransi 19.430 20.418
- Setoran Konsumen 3.059 3.976
- Utang Pembiayaan - Kendaraan - 220
- Lain-lain 98.814 57.421
Subtotal 164.714 122.191
Pihak-pihak Berelasi
- Utang Pembiayaan - Kendaraan 16.095 14.077
- Utang Asuransi 513 72
- Utang Dealer 394 188
- Utang atas Transaksi Pembiayaan Bersama 153 191
Subtotal 17.155 14.528
Total 181.869 136.719
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Utang lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp181.869 juta, mengalami peningkatan sebesar
Rp45.150 juta atau 33,02% dibandingkan Utang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp136.719 juta. Hal ini
disebabkan oleh peningkatan Utang dealer sebesar Rp5.968 juta atau 35,45% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
(v) Liabilitas Sewa
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Liabilitas sewa Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp41.142 juta, mengalami penurunan sebesar
Rp5.254 juta atau 11,32% dibandingkan liabilitas sewa pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp46.396 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh pembayaran sewa gedung yang jatuh tempo selama tahun 2023 lebih banyak dibandingkan dengan
penambahan sewa gedung baru selama tahun 2023.
(vi) Utang Obligasi - Neto
Rincian dari utang obligasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
15
Page 17
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Nilai Nominal Obligasi
- Pihak ketiga 1.539.000 1.152.800
- Pihak berelasi 124.000 50.000
Dikurangi Biaya Emisi Obligasi Ditangguhkan
(setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp11.592 dan
Rp16.614 pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022)
- Pihak ketiga (2.504) (2.074)
- Pihak berelasi (243) (111)
Utang Obligasi - Neto 1.660.253 1.200.615
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Utang Obligasi - neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp1.660.253 juta, mengalami peningkatan
sebesar Rp459.638 juta atau 38,28% dibandingkan Utang Obligasi - neto pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp1.200.615 juta. Hal ini disebabkan oleh adanya penerbitan Utang Obligasi PUB IV Tahap III Tahun 2023 Rp1.000.000 juta
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
(vii) Liabilitas Imbalan Kerja
Mutasi liabilitas imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Kewajiban Karyawan Tetap
Saldo Awal 80.895 85.108
Beban Imbalan Kerja Karyawan selama Tahun Berjalan 10.320 16.140
Manfaat yang Dibayarkan selama Tahun Berjalan:
- Pembayaran Iuran (8.000) (12.000)
- Pembayaran Manfaat (836) (1.795)
Jumlah yang Diakui di Penghasilan Komprehensif Lainnya (4.702) (6.558)
Subtotal 77.677 80.895
Kewajiban Karyawan Kontrak dan Alih daya
Saldo Awal 9.884 82
Beban Imbalan Kerja Karyawan selama Tahun Berjalan 5.425 9.802
Manfaat yang Dibayarkan selama Tahun Berjalan (95) -
Subtotal 15.214 9.884
Total 92.891 90.779
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Liabilitas imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp92.891 juta, mengalami penurunan
sebesar Rp2.112 juta atau 2,33% dibandingkan liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp90.779
juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan biaya jasa lalu yang disebabkan oleh perubahan program usia
pensiun normal dari 55 tahun menjadi 56 tahun.
(viii) Utang Subordinasi
Rincian utang subordinasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 200.000 200.000
Total 200.000 200.000
16
Page 18
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Perubahan tingkat suku bunga tidak akan berdampak material pada Utang subordinasi Perseroan yang memiliki tingkat suku
bunga tetap. Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022, Perseroan mencatat bunga yang masih harus dilunasi
masing-masing sebesar Rp1.558 juta dan Rp1.558 juta.
c. Ekuitas
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 348.148 348.148
Modal Disetor Lainnya 160.190 160.190
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - Neto Setelah 45.600 41.932
Pajak
Saldo laba:
Cadangan Umum 22.500 20.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 1.119.484 944.762
Total Ekuitas 1.695.922 1.515.032
Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2022
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp1.695.922 juta, mengalami peningkatan
sebesar 180.890 juta atau 11,94% dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022 yang sebesar
Rp1.515.032 juta. Hal ini disebabkan oleh pencapaian laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 sebesar Rp236.407 juta.
2. Arus Kas
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (685.596) (113.197)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (115.069) (65.605)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 659.784 213.454
(Penurunan) Kenaikan Neto Kas dan Setara Kas (140.881) 34.652
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 484.648 449.996
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 343.767 484.648
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Kas neto digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp685.596 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp572.399 juta atau 505,67% dibandingkan kas neto digunakan
untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp113.197 juta. Hal
ini terutama disebabkan oleh peningkatan pembayaran kas terkait dengan transaksi sehubungan dengan pembiayaan
sebesar Rp1.144.465 juta atau 26,10% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp115.069 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp49.464 juta atau 75,40% dibandingkan kas neto digunakan untuk
aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp65.605 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh peningkatan perolehan Aset Tetap, aset tidak berwujud, dan aset hak-guna masing-masing sebesar
17
Page 19
Rp20.936 juta atau 72,16%, Rp4.917 atau 52,13%, dan Rp23.676 juta atau 90,16% untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
Desember 2022
Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp659.784 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp446.330 juta atau 209,10% dibandingkan kas neto diperoleh
dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp213.454 juta. Hal
ini terutama disebabkan oleh peningkatan penambahan Utang bank dan penerimaan dari penerbitan Utang Obligasi - neto
masing-masing sebesar Rp30.000 juta atau 1,34% dan Rp200.000 juta atau 25,00% serta penurunan pelunasan Utang
Obligasi sebesar Rp380.200 juta atau 41,33% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Penerimaan kas terutama berasal dari cash collection atas pembayaran angsuran Piutang konsumen, yang digunakan
sebagai sumber dana untuk kegiatan operasional Perseroan antara lain memenuhi kewajibannya untuk pelunasan Utang
bank, Utang Obligasi, perolehan Aset Tetap, perolehan aset hak guna, dan biaya operasional Perseroan lainnya.
Laba Tahun Berjalan/Total Aset
Laba Tahun Berjalan/Total Aset adalah kemampuan aset Perseroan dalam menghasilkan laba bersih yang dihitung dari
laba bersih tahun berjalan dibagi dengan jumlah aset Perseroan pada akhir tahun.
Rasio laba tahun berjalan/total aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut:
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Laba Tahun Berjalan/Total Aset 3,56% 3,50%
Peningkatan laba tahun berjalan/total aset Perseroan dari sejak 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2023,
terutama dipengaruhi oleh adanya peningkatan laba tahun berjalan.
Laba Tahun Berjalan/Total Ekuitas
Rasio laba tahun berjalan/total ekuitas dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perseroan meraih laba dari modal
yang ditanamkan dan dicerminkan melalui perbandingan antara laba bersih tahun berjalan dengan ekuitas Perseroan pada
akhir tahun.
Rasio laba tahun berjalan/total ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
adalah sebagai berikut:
31 Desember
Keterangan
2023 2022
Laba Tahun Berjalan/Total Ekuitas 13,94% 13,04%
Peningkatan laba tahun berjalan/total ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
sampai dengan 31 Desember 2023, terutama dipengaruhi oleh adanya peningkatan laba tahun berjalan.
FAKTOR RISIKO
Dalam menjalankan aktivitas usaha, perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha baik secara makro maupun mikro
yang dapat mempengaruhi hasil usahanya. berikut adalah beberapa risiko yang dihadapi perseroan yang telah disusun
dari paling berat hingga paling ringan berdasarkan bobot risiko dan dampak keuangan pada perseroan. sesuai dengan
bobot risiko dan dampak keuangan yang dijelaskan di bawah ini, risiko utama yang akan dihadapi perseroan adalah risiko
pembiayaan yaitu risiko yang timbul jika nasabah/debitur mengalami kesulitan dalam membayar angsuran dari fasilitas
pembiayaan yang diterima nasabah, dan apabila jumlahnya material dapat mempengaruhi kinerja perseroan.
18
Page 20
A. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha Perseroan
Risiko Perekonomian
B. Risiko Terkait Dengan Kegiatan Usaha Perseroan
1. Risiko pasar
2. Risiko likuiditas
3. Risiko kredit
4. Risiko operasional
5. Risiko reputasi
6. Risiko hukum
7. Risiko strategis
8. Risiko kepatuhan
C. Risiko Umum
1. Risiko perekonomian yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan
2. Risiko Persaingan
3. Risiko Investasi atau aksi korporasi
4. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan bidang usaha
5. Risiko tuntutan atau gugatan hukum
6. Kegagalan emiten memenuhi peraturan perundang–undangan yang berlaku dalam industrinya
7. Risiko sosial dan keamanan
8. Risiko ketentuan negara lain atau peraturan internasional
D. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi
1. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan.
2. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang pokok
pada waktu yang telah ditetapkan.
Penjelasan mengenai risiko usaha dapat dilihat lebih lanjut pada Bab VI dalam Prospektus dengan judul “Faktor Risiko.”
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA RISIKO USAHA YANG DIHADAPI OLEH
PERSEROAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS DAN
TELAH DISUSUN BERDASARKAN BOBOT DAMPAK MASING-MASING RISIKO TERHADAP KEGIATAN USAHA
DAN KEUANGAN PERSEROAN.
INFORMASI TENTANG SEMUA KEJADIAN PENTING YANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN
AKUNTAN PUBLIK
Sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus Ringkas ini hingga efektifnya Pernyataan Pendaftaran, tidak ada
kejadian penting yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tertanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember
2022 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, (firma anggota dari Ernst & Young Global Limited) (“KAP PSS”)
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) sebagaimana tercantum dalam
laporan auditor independen No. 01246/2.1032/AU.1/09/0703-3/1/V/2024 tertanggal 3 Mei 2024 dan No.
01245/2.1032/AU.1/09/0240-3/1/V/2024 tertanggal 3 Mei 2024 yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik
No. AP. 0703) dan Muhammad Kurniawan (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0240), masing-masing dengan opini tanpa
modifikasian..
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN, DAN PROSPEK
USAHA
A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN
Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Utara dan berkantor pusat di Altira Office Tower, Lantai 32, 33, 35 Jl.
Yos Sudarso Kav. 85, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara 14350, didirikan
19
Page 21
semula dengan nama PT Jakarta-Tokyo Leasing adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara
Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Jakarta-Tokyo
Leasing No. 179 tanggal 23 Maret 1982, yang telah diperbaiki dengan Akta Perubahan Naskah Pendirian dari Perseroan
Terbatas PT Fuji Semeru Leasing No. 96 tanggal 15 Desember 1982, mengenai perubahan nama Perseroan menjadi PT
Fuji Semeru Leasing, akta mana keduanya dibuat oleh Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman sesuai Keputusan No. C2-3167-HT01.01.th82. tanggal 23 Desember 1982, yang telah
didaftarkan dalam buku daftar di kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut dibawah No. 21 dan No. 22 tanggal
5 Januari 1983, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 1 April 1997, Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No.1248.
Struktur Permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:
Saham Prioritas Saham Biasa
(Nilai Nominal (Nilai Nominal
Total
Rp1.000.000,- per Saham) Rp1.000.000,- per Saham) Total
KETERANGAN Nilai Nominal (%)
Jumlah Jumlah Saham
Jumlah Jumlah (Rp)
Nilai Nominal Nilai Nominal
Saham Saham
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 100 100.000.000 650 650.000.000 750 750.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Kawaguchi Indonesia 51 51.000.000 204 204.000.000 255 255.000.000 51
2. PT Alam Raya Sewing Machine & Metal 47 47.000.000 188 188.000.000 235 235.000.000 47
Industries Ltd.,
3. Thamrin Siregar 2 2.000.000 8 8.000.000 10 10.000.000 2
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 100 100.000.000 400 400.000.000 500 500.000.000 100
Penuh
Saham dalam Portepel 0 0 250 250.000.000 250 250.000.000
Nama Perseroan berubah menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 5
tanggal 15 Maret 2000 dibuat di hadapan Anna Wong, S.H., Notaris di Tangerang yang telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia melalui Keputusan No. C-7437 HT.01.04.Th.2000 tertanggal
27 Maret 2000, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.
1513/BH.09.05/VII/2000 tanggal 6 Juli 2000, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal
26 September 2000, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 5731.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 95 tanggal 30 Maret 2023, dibuat di hadapan Aulia Taufani,
S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Keputusan No. AHU-0022123.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 13 April 2023, diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat pada tanggal 13 April 2023
dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0053718, didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU-0073116.AH.01.11.Tahun 2023
tanggal 13 April 2023, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 12 Mei 2023, Tambahan
No.13746 (“Akta 95/2023”) mengenai penyusunan kembali Anggaran Dasar Perseroan, yang antara lain mengenai
perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 5
Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) Tahun 2020.
Kegiatan Usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau KBLI:
1. Pembiayaan investasi yang dilakukan dengan cara:
I. Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
II. Jual dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);
III. Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
IV. Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse);
V. Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran;
VI. Pembiayaan Proyek;
VII. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
VIII. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
2. Pembiayaan Modal Kerja yang dilakukan dengan cara:
I. Jual dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);
II. Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
III. Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse);
IV. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
V. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
20
Page 22
3. Pembiayaan Multiguna, yang dilakukan dengan cara:
I. Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
II. Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran;
III. Fasilitas Dana; dan/atau
IV. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari OJK.
4. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan dari OJK.
5. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan oleh OJK, Pemerintah dan/atau Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia yang berlaku
sebagai berikut:
i. Pembiayaan jual beli yang dilakukan dengan menggunakan akad:
a) Murabahah;
b) Salam; dan/atau
c) Istishna’.
ii. Pembiayaan investasi yang dilakukan dengan menggunakan akad:
a) Mudharabah;
b) Musyarakah;
c) Mudharabah Musytarakah; dan/atau
d) Musyarakah Mutanaqishah
iii. Pembiayaan jasa yang dilakukan dengan menggunakan akad:
a) Ijarah;
b) Ijarah Muntahiyah Bittamlik;
c) Hawalah atau Hawalah bil Ujrah;
d) Wakalah atau Wakalah bil Ujrah;
e) Kafalah atau Kafalah bil Ujrah;
f) Ju’alah; dan/atau
g) Qardh.
Selain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang lainnya
sebagai berikut:
a. Sewa operasi (operating lease);
b. Kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa
keuangan; dan/atau
c. Mengusahakan usaha-usaha lain yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan maksud tersebut di atas
yang pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara
Republik Indonesia.
Namun kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan saat ini adalah:
- Pembiayaan Investasi;
- Pembiayaan Modal Kerja;
- Pembiayaan Multiguna; dan
- Pembiayaan Syariah
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham Perseroan
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham dengan kepemilikan mencapai
5% (lima persen) atau lebih dalam Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Maret 2024 yang
diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100 per saham
Jumlah Persentase
Keterangan Jumlah Nominal
Saham (%)
(Rp)
(lembar)
Modal Dasar 5.000.000.000 500.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk 2.349.646.729 234.964.672.900 67,49
PT Wahana Makmur Sejati 870.600.000 87.060.000.000 25,01
Kepemilikan masyarakat dibawah 5% 261.234.751 26.123.475.100 7,50
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 3.481.481.480 348.148.148.000 100,00
Saham dalam Portepel 1.518.518.520
21
Page 23
Pengurusan dan Pengawasan
Dewan Komisaris
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 45 tanggal 28 Maret 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani,
S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat pada tanggal 4 April 2024 dengan Surat Nomor AHU-
AH.01.09-0137817.
Dewan Direksi
Berdasarkan:
a. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 93 tanggal 30 Maret 2023, dibuat dihadapan Aulia Taufani,
S.H.,Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat pada tanggal 6 April 2023 dengan Surat No. AHU-
AH.01.09-0108443 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0070357.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 6 April
2023; dan
b. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 5 tanggal 11 Januari 2024, dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat pada tanggal 18 Januari 2024 dengan Surat No.
AHU-AH.01.09-0024410 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0012401.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 18
Januari 2024.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris / Komisaris Independen : Sarastri Baskoro2)
Komisaris : Thilagavathy Nadason
Komisaris Independen : Myrnie Zachraini Tamin 1)
Komisaris Independen : Rallyati Arianto Wibowo, S.E.,2)
Direksi
Presiden Direktur : Djaja Suryanto Sutandar
Direktur : Wibowo
Direktur : Anthony Yuarez Panggabean
Direktur : Njauw Vido Onadi
Direktur : Cincin Lisa Hadi
Untuk masa jabatan Dewan Komisaris Perseroan yang berakhir pada saat ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan pada tahun 2026, dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Masa jabatan Myrnie Zachraini Tamin berakhir pada 30 September 2024.
2) Pengangkatan Sarastri Baskoro sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen Perseroan dan Rallyati
Arianto Wibowo, S.E., sebagai Komisaris Independen Perseroan akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan
atas penilaian kemampuan dan kepatuhan di industri keuangan non-bank dari Otoritas Jasa Keuangan. Sampai dengan
Prospektus ini diterbitkan, Perseroan sedang dalam proses mempersiapkan dokumen-dokumen permohonan untuk
mendapat persetujuan tersebut.
Penunjukan para Dewan Komisaris dan Direksi tersebut di atas telah sesuai dengan POJK No. 33 Tahun 2014.
Penjelasan mengenai Perseroan dapat dilihat lebih lanjut pada Bab VIII dalam Prospektus dengan judul "Keterangan
Tentang Perseroan, Kegiatan Usaha, Serta Kecenderungan dan Prospek Usaha."
B. KEGIATAN USAHA PERSEROAN, SERTA KECENDERUNGAN, DAN PROSPEK USAHA
Di dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin-izin pokok operasional perusahaan
pembiayaan termasuk untuk untuk menyelenggarakan kegiatan pembiayaan syariah antara lain sebagai berikut:
a. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 135/KMK.06/2001 tanggal 20 Maret 2001 tentang Pemberian Izin
Usaha Perusahaan Pembiayaan kepada PT Wahana Ottomitra Multiartha.
b. Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.KEP-252/NB.223/2015 tanggal 13 Juli 2015 tentang
Pemberian Izin Pembukaan Unit Usaha Syariah Perusahaan Pembiayaan Kepada PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.
c. Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-5215/NB.111/2015 tanggal 25 September 2015 perihal Pembukaan Kantor Selain
Kantor Cabang PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk.
22
Page 24
d. Rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia sesuai dengan Surat Dewan Syariah Nasional
Majelis Ulama Indonesia No. U-0877/DSN-MUI/XII/2023 tanggal 19 Desember 2023, perihal Rekomendasi Dewan
Pengawas Syariah.
Kegiatan Usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau KBLI adalah:
1. Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan cara:
● Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
● Jual dan Sewa-Balik (Sale and Leaseback);
● Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
● Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse);
● Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran;
● Pembiayaan Proyek;
● Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
● Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
2. Pembiayaan Modal Kerja yang dilakukan dengan cara:
● Jual dan Sewa-Balik (Sale and Leaseback);
● Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
● Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse);
● Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
● Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
3. Pembiayaan Multiguna yang dilakukan dengan cara:
● Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
● Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran;
● Fasilitas Dana; dan/atau
● Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
4. Kegiatan Usaha Pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK.
5. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan oleh OJK, Pemerintah dan/atau Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia yang berlaku
sebagai berikut:
● Pembiayaan Jual Beli yang dilakukan dengan menggunakan akad:
- Murabahah;
- Salam; dan/atau
- Istishna’.
● Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan menggunakan akad:
- Mudharabah;
- Musyarakah;
- Mudharabah Musytarakah; dan/atau
- Musyarakah Mutanaqishoh.
● Pembiayaan Jasa yang dilakukan dengan menggunakan akad:
- Ijarah;
- Ijarah Muntahiyah Bittamlik;
- Hawalah atau Hawalah bil Ujrah;
- Wakalah atau Wakalah bil Ujrah;
- Kafalah atau Kafalah bil Ujrah;
- Ju’alah; dan/atau
- Qardh.
6. Selain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada angka 1-5 di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
penunjang lainnya sebagai berikut:
● Sewa Operasi (operating lease);
● Kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa
keuangan; dan/atau
● Mengusahakan usaha-usaha lain yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan maksud tersebut di
atas yang pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di
Negara Republik Indonesia.
Namun kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan saat ini adalah:
- Pembiayaan Investasi;
- Pembiayaan Modal Kerja;
- Pembiayaan Multiguna; dan
- Pembiayaan Syariah .
23
Page 25
STRATEGI USAHA
Menghadapi tahun 2024, Perseroan telah menyiapkan serangkaian strategi-strategi yang menyesuaikan kondisi terkini,
sebagai berikut:
● Terus melakukan pengembangan potensi bisnis secara berkelanjutan, baik wilayah pembiayaan maupun kanal
distribusi untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis terutama di luar pulau Jawa.
● Optimalisasi database atas konsumen potensial Perseroan melalui Customer Relationship Management (CRM)
System.
● Terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan terhadap proses inisiasi kredit dengan terus melakukan
evaluasi kebijakan dan prosedur kredit untuk menjaga kualitas portofolio yang sehat.
● Terus melakukan pengembangan aplikasi KAWAN dengan berfokus kepada pemberian benefit yang maksimal
kepada konsumen serta berkolaborasi dengan mitra strategis, serta Established Credit Engine untuk mendukung
pertumbuhan bisnis Perseroan dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio yang sehat.
Implementasi Integrated Learning Management System, Talent Management System & Performance Management System
serta penerapan Certification Program (upskilling & reskilling) untuk terus meningkatkan kapabilitas, kompetensi serta
produktivitas karyawan.
PEMASARAN
Perseroan mengoptimalkan pembaharuan core system secara menyeluruh di semua kantor jaringan yang didukung dengan
new mobile survey dan new mobile collection, sehingga proses akuisisi kredit lebih berkualitas dan efisien. Selain itu,
membuka jaringan distribusi digital melalui Kerjasama dengan platform-platform digital yang telah ada. Digitalisasi produk dan
layanan yang terus disempurnakan didukung dengan pengembangan SDM yang profesional.
Perseroan terus memperkuat permodalan yang bersumber dari fasilitas modal kerja perbankan dan penerbitan Obligasi
Berkelanjutan V WOM Finance Tahap I 2024 yang digunakan untuk mendukung aktivitas pembiayaan Perseroan.
Daerah pemasaran produk Perseroan terbagi dalam 5 wilayah yaitu:
Jabodetabek dan Banten;
Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi;
Jawa Tengah;
Jawa Barat; dan
Sumatera.
Berikut merupakan pendapatan Perseroan berdasarkan daerah pemasaran berdasarkan pada tahun 2023:
Jabodetabek/Banten
24% 24%
Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi
Jawa Tengah
10%
Jawa Barat
27% Sumatera
15%
Pembiayaan konsumen terbagi dalam dua jenis, yakni Pembiayaan Konvensional dan Pembiayaan Syariah, meliputi:
A. Pembiayaan Konvensional
a. Pembiayaan Multiguna Barang merupakan produk Pembiayaan WOM Finance yang bergerak di bidang pembiayaan
pembelian motor baru secara kredit untuk berbagai pilihan merek dengan proses yang mudah dan cepat, terdiri
atas:
● Pembiayaan Motor Baru
● Pembiayaan Motor Bekas
b. Pembiayaan Multiguna Jasa merupakan fasilitas Pinjaman Dana dan Kredit Multiguna/Jasa dengan jaminan BPKB,
terdiri atas:
● Pembiayaan Multiguna MotorKu
● Pembiayaan Multiguna MobilKu
● Fasilitas Dana MotorKu
● Fasilitas Dana Mobilku
24
Page 26
c. Pembiayaan Investasi - Sale and Leaseback MobilKu merupakan Pembiayaan barang dan / atau jasa yang diberikan
kepada debitur untuk keperluan investasi dengan jaminan BPKB Mobil
d. Pembiayaan Modal Kerja merupakan Pembiayaan jaminan BPKB Mobil yang bertujuan untuk modal kerja (produktif)
dengan cara sales and lease back (Jual dan Sewa Balik), terdiri atas:
● Fasilitas Modal Usaha MotorKu
● Fasilitas Modal Usaha MobilKu
● Sale and Leaseback MobilKu
B. Pembiayaan Syariah
a. Pembiayaan Syariah merupakan pembiayaan pembelian motor baru/logam mulia secara kredit dengan menggunakan
prinsip syariah dan menggunakan akad Murabahah (jual beli), teridiri atas:
● Pembiayaan Motor Baru
● Pembiayaan Logam Mulia MASKu
JARINGAN KERJA
Sebagai perusahaan pembiayaan yang terkonsentrasi pada ritel atau perorangan sebagai target usaha, Perseroan
mengembangkan jaringan kerja dengan membuka kantor cabang. Perseroan telah berhasil meningkatkan jumlah kantor
cabangnya dari tahun ke tahun setelah melalui survey yang cukup mendalam sebelum membuka dan menempatkan kantor
cabangnya. Per 31 Maret 2024, Perseroan telah memiliki 201 Kantor Jaringan, yang terdiri dari 165 kantor cabang termasuk
44 kantor cabang yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dan 36 KSKC termasuk 1 KSKC yang
melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang tersebar di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi, Bangka, dan Batam. Sebagian besar kantor cabang dan KSKC terkonsentrasi di wilayah Indonesia
Barat khususnya pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang diperkirakan telah mencakup sebagian besar wilayah utama
pemasaran sepeda motor.
OPERASIONAL
Proses Pembiayaan
Pelaksanaan penerimaan calon nasabah diawali dengan adanya informasi pengajuan aplikasi kredit dari Dealer/Agen yang
telah bekerjasama dengan WOM Finance. Credit Marketing Officer berkoordinasi dengan Branch Marketing Head melakukan
pooling order dan pemeriksaan data-data calon nasabah di database untuk mengetahui apakah masuk di daftar nasabah
dalam perhatian atau tidak, apabila masuk di daftar nasabah dalam perhatian, maka aplikasi akan ditolak; dan apabila tidak
masuk di daftar nasabah dalam perhatian, maka Credit Marketing Officer WOM Finance akan melakukan survei atas calon
nasabah yang bersangkutan dengan melakukan kunjungan langsung. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menilai
kelayakan kredit calon nasabah dengan mencermati kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal calon nasabah dan melakukan
verifikasi atas kelayakan kredit calon nasabah. Selanjutnya dilakukan proses evaluasi kelayakan kredit oleh Credit Analyst
Centralize. Hal yang sangat diperhatikan dalam analisa kredit tersebut adalah karakter dan kemampuan calon nasabah yang
bersangkutan dalam melakukan pembayarannya. Berdasarkan hasil dari analisa kredit tersebut, Credit Analyst Centralize
akan memberikan rekomendasi pemberian kredit untuk mendapatkan persetujuan dari Komite Kredit sesuai dengan
wewenang dan batasan persetujuan kredit yang telah ditetapkan Perseroan untuk setiap tingkat jabatan Komite Kredit.
Setelah mendapatkan persetujuan, maka WOM Finance akan menerbitkan pesanan pembelian (Purchase Order).
Berdasarkan pesanan pembelian Dealer menyerahkan unit sepeda motor kepada calon nasabah yang bersangkutan. Apabila
terjadi penolakan pemberian kredit, aplikasi nasabah dan dokumen pendukungnya akan ditempatkan pada database nasabah
dalam perhatian.
PROSPEK USAHA
Perekonomian negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok diperkirakan akan melambat pada tahun
2024. Inflasi yang tetap tinggi di AS mendorong pengetatan moneter yang berlanjut meski sedikit berkurang dibanding tahun
sebelumnya. Sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat sebagai dampak dari krisis properti dan sektor
manufaktur yang melemah.
Berbeda dengan negara-negara maju, perekonomian Indonesia diprediksi akan tumbuh lebih tinggi pada tahun depan yang
ditopang dari meningkatnya sektor manufaktur, infrastruktur, dan teknologi. World Bank memperkirakan pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan menjadi yang tertinggi diantara negara-negara anggota G20.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi global akan dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di beberapa wilayah.
Penurunan tensi konflik akan memberikan pengaruh positif bagi ekonomi dan begitu pula sebaliknya, terutama dampaknya
terhadap harga komoditas energi dan supply chain global.
25
Page 27
Di pasar keuangan, Bank Indonesia memproyeksikan tren suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) diprediksi akan melandai
terutama memasuki paruh kedua tahun 2024. Penurunan itu akan bergantung pada tingkat inflasi dan perkembangan
angkatan kerja yang diharapkan sesuai ekspektasi.
Dengan faktor-faktor di atas tersebut, perekonomian dunia pada tahun 2024 diprediksi melambat dengan risiko ketidakpastian
yang tetap tinggi. Di tengah situasi tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% yang
didukung terjaganya konsumsi masyarakat dan swasta serta investasi yang tetap tumbuh.
Kondisi makro yang tetap kondusif akan berdampak terhadap penjualan sepeda motor. Diprediksi penjualan sepeda motor
pada tahun 2024 setidaknya akan menyamai pencapaian pada tahun sebelumnya di kisaran 6,2 juta unit kendaraan. Hal ini
akan mempengaruhi industri pembiayaan terutama yang fokus pada pembiayaan sepeda motor.
Bisnis Perseroan tetap fokus pada pembiayaan sepeda motor yang tetap prospektif. Selain itu, pembiayaan multiguna yang
memberikan margin tinggi akan terus ditingkatkan. Begitu pula dengan pembiayaan Logam Mulia yang semakin diminati oleh
konsumen. Dilihat dari data historis, harga Logam Mulia cenderung meningkat dalam kondisi ketidakpastian. Hal ini
mendorong konsumen untuk berinvestasi pada instrumen logam mulia.
Perseroan juga akan terus meningkatkan pembiayaan Investasi dan Modal Kerja untuk menambah sumber- sumber
pendapatan. Implementasi sentralisasi kredit dengan dukungan digitalisasi akan terus dilanjutkan karena sudah terbukti
meningkatkan kualitas pembiayaan dan efisiensi proses bisnis.
Untuk memperluas pangsa pasar, Perseroan akan terus mengembangkan kolaborasi dengan mitra-mitra digital yang memiliki
platform digital andal. Selain itu, kanal-kanal distribusi pembayaran juga akan terus dioptimalkan agar konsumen semakin
mudah dan nyaman dalam membayar angsuran.
Dengan strategi bisnis yang tepat, adaptif, dan responsif serta didukung dengan teknologi dan SDM berkompeten, Perseroan
meyakini bisnisnya tetap prospektif dan tumbuh berkelanjutan pada masa mendatang.
PERSAINGAN USAHA
Penjualan sepeda motor di pasar domestik menurut laporan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan
sepeda motor domestik mencapai 6.236.992 unit sepanjang 2023. Angka tersebut naik 19,44% dibanding tahun sebelumnya
(year-on-year/yoy). Pada 2022, penjualan sepeda motor domestik sebanyak 5.221.470 unit. Sepanjang 2023 scooter masih
mendominasi penjualan sepeda motor domestik di Indonesia, dengan kontribusi 89,73%. Kemudian sepeda motor jenis sport
berkontribusi 5,19% dan underbone 5,08%. Selama tahun 2023 sendiri, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan sepeda
motor baru sebanyak 67 ribu unit (sumber: Perseroan dan Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia).
Untuk meningkatkan volume penjualan kendaraan sepeda motor, industri menekankan perlunya kolaborasi antar pihak dari
hulu ke hilir. Kerjasama ini perlu melibatkan peran pemerintah. Selain itu, industri harus bertahan di tengah tekanan dengan
menyiapkan diri dan memperkuat bisnis model yang didukung oleh sumber daya manusia yang andal dan kompeten.
Pemanfaatan teknologi di tengah pandemi juga akan terus ditingkatkan.
Dalam menghadapi persaingan usaha, Perseroan telah menyiapkan serangkaian strategi-strategi yang menyesuaikan kondisi
terkini, sebagai berikut:
● Terus melakukan pengembangan potensi bisnis secara berkelanjutan, baik wilayah pembiayaan maupun kanal distribusi
untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis terutama di luar pulau Jawa.
● Optimalisasi database atas konsumen potensial Perseroan melalui Customer Relationship Management (CRM) System.
● Terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan terhadap proses inisiasi kredit dengan terus melakukan evaluasi
kebijakan dan prosedur kredit untuk menjaga kualitas portofolio yang sehat.
● Terus melakukan pengembangan aplikasi KAWAN dengan berfokus kepada pemberian benefit yang maksimal kepada
konsumen serta berkolaborasi dengan mitra strategis, serta Established Credit Engine untuk mendukung pertumbuhan
bisnis Perseroan dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio yang sehat.
Implementasi Integrated Learning Management System, Talent Management System & Performance Management System
serta penerapan Certification Program (upskilling & reskilling) untuk terus meningkatkan kapabilitas, kompetensi serta
produktivitas karyawan.
Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia periode November 2023 yang diterbitkan oleh OJK, jumlah perusahaan pembiayaan
di Indonesia tercatat Berdasarkan sebanyak 148 perusahaan per 30 November 2023. Dari sisi aset, Perseroan masuk dalam
kelompok perusahaan pembiayaan beraset diatas Rp 5 triliun.
Penjelasan mengenai Kegiatan Usaha Perseroan dapat dilihat lebih lanjut pada Bab VIII dalam Prospektus.dengan judul
"Keterangan Tentang Perseroan, Kegiatan Usaha, Serta Kecenderungan dan Prospek Usaha."
26
Page 28
PERPAJAKAN
CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN
KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN
BUNGA, PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM
INI.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini adalah
sebagai berikut:
Konsultan Hukum : Irma & Solomon Law Firm
Akuntan Publik : KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
Notaris : Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH.
Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Perusahaan Pemeringkat Efek : PT Pemeringkat Efek Indonesia
Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan sebagaimana
didefinisikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar
Modal.
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Prospektus serta Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada tanggal Penawaran Umum Obligasi di
kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, yaitu tanggal 25 Juni 2024 sampai dengan 27 Juni 2024 dari pukul 09.00 WIB
sampai dengan 16.00 WIB, pada alamat di bawah ini:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
PT BNI Sekuritas PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia PT KB Valbury Sekuritas
Sudirman Plaza Indofood Tower Lt. 16 DBS Bank Tower, Ciputra World 1, Lt. 32 Sahid Sudirman Centre Lt. 41,
Jl. Jend.Sudirman Kav. 76-78 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Unit AC,
Jakarta 12910 Jakarta 12940, Indonesia Jl. Jenderal Sudirman No.86, Jakarta
Telepon: (021) 2554 3946 Telepon: (021) 3003 4945 Pusat, DKI Jakarta 10220
Email: ibdiv@bnisekuritas.co.id Faksimili: (021) 3003 4944 Telepon: (021) 2509 8300
dcm@bnisekuritas.co.id Email: corporate.finance@dbs.com Faksimili: (021) 2509 8400
Email: dcm.ib@kbvalbury.com
PT Maybank Sekuritas Indonesia PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Sentral Senayan III Lt. 22 Gedung Artha Graha Lt. 18
Jalan Asia Afrika No. 8 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Gelora Bung Karno, Senayan Gelora Bung Karno, Senayan
Jakarta 10270 Jakarta 12190
Telepon: (021) 8066 8500 Telepon: (021) 2924 9088
Faksimili: (021) 8066 8501 Faksimili: (021) 2924 9150
Email: fixedincome.indonesia@maybank.com Email: fit@trimegah.com
SETIAP CALON INVESTOR DIHIMBAU UNTUK MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENG ENAI
PENAWARAN UMUM INI MELALUI INFORMASI YANG TERSAJI DALAM PROSPEKTUS.
27
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1 ×3
unresolved
org
PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA IdAA
p.1
unresolved
org
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
p.1 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.1
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia.
p.2 ×2
unresolved
org
Young Global Limited
p.5 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.5 ×4
unresolved
org
PSS
p.5 ×3
unresolved
org
PT Jakarta-Tokyo Leasing
p.21 ×2
unresolved
org
PT Fuji Semeru Leasing
p.21 ×2
unresolved
person
Kartini Muljadi
· Notaris
p.21
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.21
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.21
unresolved
org
PT Kawaguchi Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Alam Raya Sewing Machine
p.21
unresolved
org
Industries Ltd.
p.21
unresolved
person
Anna Wong
· Notaris
p.21
unresolved
org
Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia
p.21
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.21 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×5
unresolved
person
Aryanti Artisari
· Notaris
p.23
unresolved
—
Pengangkatan Sarastri Baskoro
· Presiden Komisaris
p.23 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.23
unresolved
org
Bank Indonesia
p.27
unresolved
—
| Irma & Solomon Law Firm
· Konsultan Hukum
p.28
unresolved
person
| KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
· Akuntan Publik
p.28
unresolved
org
Purwantono
p.28
unresolved
person
| Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH.
· Notaris
p.28 ×3
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia Semua Lembaga
p.28
unresolved
org
PT KB Valbury Sekuritas Sudirman Plaza Indofood Tower
p.28
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.