Skip to content
Back to announcement

20260513_CTTH_Laporan Informasi dan Fakta Material_32091250_lamp1.pdf

Other Text extracted CTTH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 85

Page 1
   LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   FEASIBILITY STUDY REPORT

 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                          Oleh

                  PT Citatah Tbk
           Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4,
          Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Page 2
                                                                                                 27 April 2026

Kepada Yth,
PT Citatah Tbk
Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4,
Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

No. Laporan      : 00116/2.0131-09/BS-FS/04/0643/1/IV/2026
Hal              : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah
disetujui sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00071/2.0131-09/KJPPSPR/FS-CTT/II/2026 tanggal
25 Februari 2026. Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek
Penilaian. Kami telah melakukan Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan
memastikan bahwa Proses Penilaian sudah dilakukan dengan cara yang benar.

• STATUS KONSULTAN
  • Penilai Publik yang bertanda tangan di dalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T,
    M.Ec.Dev, MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-
    1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember
    2018 dan Nomor Izin Penilai Publik No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
    Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023, bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
    Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha dari Kementerian Keuangan No. 2.15.0131
    berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
  • Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-
    47/PM.02/2023 tanggal 17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan
    Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November
    2015.
  • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
  • Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
  • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli
    untuk melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
  • Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini di bawah koordinator Penilai berizin atau
    Penilai Publik pada laporan penilaian.
Page 3
• PEMBERI TUGAS
  Pemberi Tugas adalah PT Citatah Tbk yang beralamat di Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan
  Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.

• PENGGUNA LAPORAN
  Pengguna Laporan adalah PT Citatah Tbk yang beralamat di Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan
  Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.

• OBJEK STUDI KELAYAKAN
  Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh PT Citatah Tbk.

• JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
  Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs
  tengah Bank Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.782.

• MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
  Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas perubahan rencana kegiatan usaha oleh
  PT Citatah Tbk untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value (NPV), Internal
  Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.

   Studi Kelayakan dilakukan dengan mengacu POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang penilaian dan penyajian
   laporan penilaian bisnis di pasar modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang pedoman penilaian dan
   penyajian laporan bisnis di pasar modal.

• METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
  Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
  • Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data
      identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
  • Analisis makroekonomi dan industri.
  • Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini dilakukan
      dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
      (PI), dan Payback Period.

• TANGGAL STUDI KELAYAKAN
  Tanggal studi kelayakan per 31 Desember 2025. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi
  terhadap kondisi pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan
  tentang opini kelayakan pada tanggal studi kelayakan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                  ii
Page 4
• TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
  Studi Kelayakan ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
   • Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek studi kelayakan dan penelaahan atas informasi
       pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan studi kelayakan.
   • Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek studi kelayakan.
   • Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perusahaan bertujuan untuk mendapatkan
       dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi secara tertulis atau
       wawancara langsung.
   • Penelaahan, perhitungan, dan analisa dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh informasi yang
       tersembunyi atau sengaja disembunyikan.

   Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai di
   antaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Ibu Tiffany Johanes selaku
   Direktur dari PT Citatah Tbk.

• SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
  Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
  sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data
  tersebut antara lain:
   • Bank Indonesia atau bank sentral negara lain
   • Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
   • Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
   • Data riset dari Lembaga independen, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
   • Informasi dari media elektronik dan media cetak

• ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
   • Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
   • Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan
     usahanya di masa yang akan datang.
   • Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku
     secara umum maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
   • Laporan keuangan audit yang digunakan sebagai dasar dalam analisis penilaian ini diasumsikan akurat
     dan benar serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja disembunyikan.
   • Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai.
   • Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
     kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary
     duty).
   • Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan
     prospektif yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
   • Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
     disesuaikan.
   • Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
     dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
   • Untuk tujuan Studi Kelayakan, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta
     data verbal yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.



Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                iii
Page 5
• PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
  Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
  mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan ini
  sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi
  rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar
  dari ketentuan yang disebutkan dalam Lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis
  dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.

   Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan
   yang dihasilkan.

• KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
  Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan
  POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat
  SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
  Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018
  beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020.

• ANALISA KELAYAKAN

   1. Analisis Kelayakan Pasar

      Kondisi Pasar
      Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir
      seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66 persen.
      Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti oleh Jasa
      Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78 persen. Sementara
      itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang
      memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen
      dan 5,49 persen.

      Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
      Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
      Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen. Sementara itu,
      Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
      masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    iv
Page 6
      Pangsa Pasar

      Perseroan adalah perusahaan yang berencana menambah kegiatan usaha baru yang fokusnya pada
      pekerjaan berbasis proyek (commercial projects and kitchen countertops) dengan model pasokan
      indent/back-to-back.

      Kondisi pasar surface material saat ini tengah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
      pemulihan sektor properti dan pergeseran gaya hidup masyarakat modern. Permintaan terhadap material
      pelapis permukaan, mulai dari High-Pressure Laminate (HPL) hingga batu rekayasa seperti Engineered
      Quartz, menunjukkan korelasi positif dengan meningkatnya volume proyek residensial menengah-atas dan
      renovasi ruang komersial. Konsumen kini tidak lagi hanya mementingkan aspek fungsional, tetapi juga
      menjadikan estetika visual, tekstur, dan fleksibilitas aplikasi sebagai variabel utama dalam pengambilan
      keputusan pembelian. Tren desain interior yang mengarah pada konsep minimalis dan industrial telah
      menciptakan ceruk pasar yang besar bagi material yang mampu meniru tampilan alami namun tetap
      menawarkan kemudahan perawatan. Dalam konteks ini, pelaku usaha yang bergerak pada model
      perdagangan, impor, dan project supply memiliki peluang besar untuk merespons kebutuhan pasar secara
      cepat melalui penyediaan produk yang variatif, layanan inden, serta skema pengadaan indent/back-to-back
      yang efisien.

      Secara fundamental, dinamika pasar saat ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran konsumen
      terhadap kebersihan, higienitas, dan kemudahan pemeliharaan. Material non-pori yang memiliki ketahanan
      terhadap bakteri dan noda, seperti Solid Surface dan Engineered Quartz, mulai menggeser dominasi batu
      alam tradisional di segmen dapur dan area basah. Hal ini memberikan peluang strategis bagi perusahaan
      yang berfokus pada impor dan distribusi material untuk menghadirkan solusi produk dengan spesifikasi
      teknis yang sesuai kebutuhan proyek. Dalam model usaha ini, pengendalian mutu tidak berfokus pada
      pengolahan bahan mentah, melainkan pada proses seleksi pemasok, pemeriksaan kualitas saat barang
      diterima, penanganan, pengemasan, logistik pengiriman, serta pengelolaan penyimpanan secara terbatas
      agar mutu produk tetap terjaga hingga ke tangan pelanggan. Untuk produk kitchen top, nilai tambah juga
      diperoleh melalui proses fabrikasi yang dilakukan secara terbatas dan terkontrol, mencakup mencakup
      dukungan fabrikasi berupa pemotongan dan finishing sesuai spesifikasi proyek, sementara instalasi di lokasi
      dilakukan oleh pihak ketiga (kontraktor/aplikator).

      Meskipun persaingan dengan produk impor masih cukup ketat, adanya preferensi pasar terhadap
      ketersediaan barang, kecepatan layanan purnajual, ketepatan pengiriman, serta kustomisasi desain
      memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menguasai pangsa pasar domestik secara lebih efektif.
      Keunggulan kompetitif tidak semata ditentukan oleh kepemilikan fasilitas produksi, melainkan oleh
      kemampuan mengelola rantai pasok, menjaga konsistensi mutu saat penerimaan dan distribusi, serta
      menyediakan layanan fabrikasi kitchen top yang presisi dan sesuai kebutuhan pelanggan.

      Ke depan, prospek industri surface material diprediksi akan terus tumbuh stabil, selaras dengan ekspansi
      pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Faktor keberlanjutan atau
      sustainability juga mulai muncul sebagai standar baru, di mana material yang ramah lingkungan dan memiliki
      jejak karbon rendah mendapatkan atensi lebih dari pengembang proyek berskala besar. Oleh karena itu,
      investasi pada sektor ini memiliki tingkat kelayakan yang menjanjikan, selama pelaku usaha mampu
      beradaptasi dengan fluktuasi harga global, mengelola impor dan distribusi secara efisien, menjaga kualitas
      melalui proses QC dan handling yang baik, serta secara konsisten menghadirkan solusi material dan
      layanan fabrikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin terfragmentasi.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     v
Page 7
      Permintaan material permukaan (surface materials) di Indonesia utamanya didorong oleh aktivitas
      konstruksi komersial dan pengerjaan interior (fit-out) yang sedang berlangsung. Riset pasar dari Mordor
      Intelligence (2025) memperkirakan pasar konstruksi komersial Indonesia bernilai USD 55,18 miliar pada
      tahun 2025, dan diproyeksikan mencapai USD 87,85 miliar pada tahun 2031 dengan tingkat pertumbuhan
      tahunan majemuk (CAGR) sebesar 8,07% untuk periode 2026–2031.
      Porselen merupakan kategori terbesar dengan pangsa pasar yang dilaporkan sebesar 46,58% pada tahun
      2025, di mana instalasi lantai mewakili 61,48% pangsa pasar di tahun yang sama—sejalan dengan kuatnya
      permintaan lantai komersial. Kondisi pasokan porselen kelas menengah secara struktural kaya akan
      pasokan, laporan dari Antara News (2025) mengutip bahwa kapasitas produksi industri keramik nasional
      saat ini telah mencapai sekitar 625 juta m2/tahun, yang mengimplikasikan persaingan sengit dan tingkat
      substitusi yang tinggi di segmen ini. (Mordor Intelligence, Indonesia Commercial Construction Market
      Report, diakses pada April 2026).
      Pendorong pasar yang disorot oleh manajemen meliputi:
         i.    meningkatnya preferensi terhadap permukaan yang rendah perawatan dan minim kebutuhan
               pemeliharaan di lingkungan komersial maupun residensial;
        ii.    standar kualitas yang semakin tinggi untuk kategori bangunan tertentu, seperti fasilitas kesehatan,
               di mana permukaan higienis dan berkinerja tinggi lebih disukai; dan
        iii.   adanya pipeline proyek yang mencari estetika modern (format besar, tampilan seamless).


      Kesinambungan (Sustainability)

      Penerapan prinsip keberlanjutan dalam bisnis surface material merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko
      jangka panjang, sejalan dengan arah SEOJK 17 dan komitmen Perseroan pada tata kelola yang
      menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Triple Bottom Line). Dalam dimensi lingkungan,
      fokus Perseroan diarahkan pada pengelolaan dampak rantai pasok dan distribusi, termasuk efisiensi energi
      pada kegiatan pergudangan dan logistik, pengurangan limbah kemasan, serta pemilihan pemasok/principal
      yang memiliki standar keberlanjutan dan dokumentasi produk yang memadai (misalnya informasi lingkungan
      produk bila tersedia). Selain itu, karakter material surface yang memiliki umur pakai panjang (long-life cycle)
      berpotensi mengurangi frekuensi penggantian dan volume limbah konstruksi pada pengguna akhir.
      Dari perspektif sosial, keberlanjutan difokuskan pada penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
      (K3) yang ketat dalam kegiatan penanganan material, pergudangan, serta proses fabrikasi (khususnya
      kitchen top). Perseroan menerapkan pengendalian risiko kerja yang relevan, termasuk pencegahan cedera
      akibat handling slab/ubin berukuran besar dan mitigasi paparan debu (termasuk debu silika) pada aktivitas
      pemotongan dan finishing melalui SOP, APD, serta pengaturan area kerja yang aman. Perseroan juga
      mendorong keterlibatan masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial dan penguatan manfaat
      ekonomi lokal, sesuai kebutuhan dan skala kegiatan.
      Secara ekonomi, keberlanjutan operasional didukung melalui efisiensi biaya energi dan disiplin operasional
      dalam model bisnis trading berbasis proyek (indent/back-to-back), sehingga Perseroan dapat mengelola
      risiko modal kerja, menjaga stabilitas margin di tengah fluktuasi biaya logistik dan energi global, serta
      mempertahankan ketahanan usaha.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                         vi
Page 8
      Potensi Pasar

      Potensi pasar surface material di Indonesia menunjukkan prospek yang ekspansif, didorong oleh akselerasi
      pembangunan infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor properti kelas menengah-atas. Perusahaan
      mengidentifikasi bahwa peluang pasar tidak lagi bersifat linear, melainkan bergeser ke arah produk yang
      memiliki nilai tambah lingkungan. Meningkatnya permintaan akan gedung bersertifikat Green Building di
      pusat-pusat bisnis utama menciptakan ceruk pasar eksklusif bagi surface material yang memenuhi standar
      emisi rendah dan efisiensi sumber daya. Hal ini memposisikan produk ramah lingkungan sebagai penggerak
      utama pertumbuhan pendapatan di masa depan, sekaligus sebagai langkah mitigasi terhadap risiko
      perubahan regulasi lingkungan yang semakin ketat.

      Secara demografis, munculnya kesadaran konsumen "sadar keberlanjutan" (eco-conscious consumers) di
      kalangan generasi muda menjadi katalisator pertumbuhan yang signifikan. Potensi pasar ini didukung oleh
      tren urbanisasi dan peningkatan daya beli yang menuntut material interior berkualitas tinggi, tahan lama,
      dan memiliki jejak karbon minimal. Dalam kerangka strategi keberlanjutan perusahaan, potensi pasar ini
      dioptimalkan melalui diversifikasi produk yang mengintegrasikan material daur ulang tanpa mengurangi
      standar estetika. Langkah ini diproyeksikan akan meningkatkan pangsa pasar perusahaan di sektor
      residensial dan komersial, mengingat adanya kecenderungan konsumen untuk memilih merek yang memiliki
      komitmen transparan terhadap pelestarian lingkungan.

      Selain itu, potensi pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait peningkatan Tingkat Komponen
      Dalam Negeri (TKDN), terutama pada proyek pengadaan pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara
      (BUMN) yang mensyaratkan atau memberikan preferensi pada produk bersertifikat TKDN. Dalam konteks
      model bisnis Perseroan yang berbasis perdagangan (impor dan pengadaan dari produsen lokal), Perseroan
      mengoptimalkan peluang tersebut melalui pengelolaan portofolio produk dari mitra produsen lokal yang telah
      memenuhi kualifikasi TKDN. Dalam model ini, peran strategis Perseroan berfokus pada penyediaan
      dukungan dokumentasi pengadaan yang komprehensif untuk membantu mitra kontraktor dalam memenuhi
      persyaratan tender pemerintah maupun BUMN. Strategi ini memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia
      solusi surface material berbasis proyek yang patuh regulasi tanpa terlibat dalam proses produksi bahan
      baku secara langsung.

      Pesaing Usaha
         Segmen A – Batu teknis premium/sintered slab;
         • Distributor spesialis slab impor premium.
         • Produsen slab sinter lokal terbatas.
         • Penyedia solusi terkait ekosistem fabrikasi.
         Segmen B – Porselen komersial kelas menengah;
         • Produsen keramik/porselen domestik dengan jaringan distribusi nasional.

         • Importir/distributor proyek dari Indonesia/ASEAN.

         • Memproduksi produk pelapis furnitur dengan memanfaatkan kemampuan manufakturnya.

         Peserta pasar ilustratif:
         • Segmen A: QUADRA, Neolith, Dekton (Cosentino), Laminam, Lapitec.

         • Segmen B: Roman (Roman Granit), Niro Granite, produsen domestik lain, importir ASEAN.

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    vii
Page 9
      Strategi Pemasaran
      Posisi inti (niche): “Project Surface Integrator”

      Perusahaan menempatkan diri sebagai pemasok permukaan terintegrasi, menawarkan:
      • Batu teknis premium/sintered slab untuk area statement & meja dapur.
      • Paket porselen format besar kelas menengah untuk lantai/dinding komersial.
      • Dukungan quarry lokal (marmer) + pemasok batu impor.
      • Produk pelapis premium lainnya.

      Aksi go-to-market:

      • Program spesifikasi untuk arsitek/desainer: menyiapkan perpustakaan sampel, mock-up, serta
          dokumen data teknis untuk mendukung proses spesifikasi dan kebutuhan tender.
      • Pendekatan akun utama untuk developer/kontraktor/QS: menyelaraskan jadwal pasokan dengan
        timeline proyek, menjaga konsistensi lot/batch, serta menerapkan prosedur garansi dan klaim yang jelas.
      • Proposal kitchen & furniture surfaces (fabrication-only): menyediakan layanan fabrication-only untuk
        menurunkan risiko eksekusi dan memastikan kualitas hasil pada aplikasi worktop dan pelapisan
        permukaan furnitur.
      • Penawaran bertingkat: menawarkan lini flagship premium marble/stone serta opsi porselen kelas
        menengah untuk mendukung value engineering dalam satu proyek.
      • Model pasokan: menerapkan indent/back-to-back berbasis pesanan proyek guna meminimalkan risiko
        deadstock dan kebutuhan modal kerja.

   2. Analisis Kelayakan Teknis

      Kapasitas

      Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini seluruh kegiatan operasional tetap dijalankan dengan
      menggunakan fasilitas gudang logistik dan sumber daya yang ada, sehingga tidak diperlukan investasi
      tambahan dalam bentuk aset baru.

      Meskipun tidak ada penambahan aset dalam jumlah besar, penambahan KBLI memberikan nilai tambah
      yang nyata bagi perusahaan. Nilai tambah tersebut tercermin dari diversifikasi kegiatan usaha yang lebih
      luas, peningkatan potensi pendapatan, serta penguatan posisi perusahaan dalam menghadapi dinamika
      pasar. Dengan adanya KBLI tambahan, perusahaan mampu memperluas cakupan layanan dan produk
      tanpa harus menanggung beban finansial yang besar dari sisi investasi aset.

      Secara keseluruhan, strategi ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya sekaligus
      memberikan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Penambahan KBLI bukan hanya memperkaya
      portofolio usaha, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dengan tetap menjaga struktur biaya
      yang terkendali.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   viii
Page 10
      Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

      Sumber Produk dan Ketersediaan Pasokan

      Dalam model bisnis perdagangan (trading) Perseroan, ketersediaan produk surface material bergantung
      pada jaringan produsen lokal serta pemasok/principal impor. Untuk produk dari produsen lokal, ketersediaan
      dipengaruhi oleh kapasitas produksi domestik, kesiapan sertifikasi/dokumen (termasuk TKDN apabila
      relevan), serta kemampuan memenuhi spesifikasi proyek dan konsistensi lot/batch. Untuk produk impor,
      ketersediaan dipengaruhi oleh kapasitas pemasok, stabilitas logistik dan kepabeanan, serta fluktuasi nilai
      tukar.

      Untuk menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas produk, Perseroan menerapkan seleksi pemasok berbasis
      reputasi, konsistensi mutu, kemampuan memenuhi spesifikasi proyek, serta kelengkapan dokumen teknis.
      Perseroan juga mengelola risiko ketergantungan pada satu sumber melalui diversifikasi pemasok, dengan
      menyeimbangkan produk premium dari principal impor dan produk mid-range dari produsen lokal maupun
      pemasok regional (ASEAN/other). Skema pengadaan berbasis proyek (indent/back-to-back) diterapkan
      untuk meminimalkan risiko deadstock dan menjaga efisiensi modal kerja.

      Pekerja dan Ahli Profesional

      Perseroan tidak menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga kerja dan ahli profesional untuk
      menjalankan penambahan kegiatan usaha, karena Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang
      dinilai memadai. Penambahan kegiatan usaha direncanakan dilakukan dengan memanfaatkan organisasi
      dan fasilitas yang telah ada, sehingga tidak memerlukan perekrutan tenaga kerja baru. Untuk kebutuhan
      tertentu, terutama pada fabrikasi (fabrication-only) untuk kitchen & furniture surfaces, Perseroan
      memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi dan SOP kerja yang memadai guna menjaga kualitas dan
      keselamatan kerja.

      Proses Operasional (Trading, QC, Logistik dan Dukungan Fabrikasi)

      Dalam menjalankan kegiatan perdagangan surface material, Perseroan menerapkan proses operasional
      yang mencakup:


        i.    perencanaan pengadaan berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back) baik dari principal impor
              maupun produsen lokal,
        ii.   pengelolaan dokumen pengadaan/impor dan kepatuhan (apabila barang impor),
       iii.   penerimaan barang dan inspeksi kualitas (QC incoming), termasuk pengendalian lot/batch untuk
              kebutuhan proyek,
      iv.     penanganan dan penyimpanan material sesuai standar untuk meminimalkan risiko kerusakan, serta
       v.     pengiriman ke lokasi proyek sesuai jadwal.

      Untuk kebutuhan kitchen & furniture surfaces, Perseroan memberikan dukungan fabrikasi melalui proses
      pemotongan dan finishing sesuai spesifikasi, dengan pengendalian kualitas dan penerapan K3 pada area
      kerja.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    ix
Page 11
   3. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

      Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
      Keunggulan kompetitif Perusahaan didasarkan pada model operasi terintegrasi yang berfokus pada
      proyek, bukan sekadar perdagangan produk.

            •    Akses jaringan yang ada: Hubungan yang telah terjalin dengan pengembang, kontraktor, serta
                 arsitek/desainer terkemuka di pasar target Perusahaan.
            •    Kapabilitas yang ada: Tim penjualan, dukungan teknis, dan sumber daya fabrikasi meja dapur
                 (kitchen-top) yang sudah tersedia.
            •    Basis vendor terakreditasi: Pengadaan dari pemasok yang diakui secara internasional dan lini
                 produk pelengkap yang memenuhi berbagai kebutuhan bangunan.
            •    Penawaran terintegrasi untuk rekayasa nilai (value engineering): Kemampuan untuk
                 mengombinasikan material berdasarkan aplikasi (misalnya, permukaan premium untuk area
                 utama/meja dapur; porselen kelas menengah untuk area servis/volume besar).
            •    Pengadaan indent/back-to-back: Mengurangi risiko persediaan, meningkatkan disiplin modal
                 kerja, dan menyelaraskan dengan perilaku pengadaan proyek.

      Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

      Pesaing mungkin dapat meniru kategori produk secara individu, terutama pada segmen porselen kelas
      menengah yang ketersediaannya melimpah. Namun, akan jauh lebih sulit untuk mereplikasi penawaran
      proyek ujung-ke-ujung (end-to-end) milik Perusahaan yang menggabungkan layanan bertingkat dengan
      manajemen risiko eksekusi.

            •    Rekayasa nilai (value engineering) bertingkat dalam satu proposal vendor (paket premium + kelas
                 menengah) untuk menyelaraskan dengan anggaran pemilik dan tujuan desain.
            •    Disiplin eksekusi proyek: Kontrol batch/lot, kontrol kualitas (QC) saat penerimaan barang, SOP
                 penanganan, koordinasi jadwal, dan proses klaim yang melindungi lini masa proyek.
            •    Kapabilitas fabrikasi meja dapur (kitchen-top) yang mengurangi hambatan terbesar dalam adopsi
                 lempengan (slab) premium (risiko kegagalan fabrikasi dan pecah).
            •    Perangkat spesifikasi (spec-in toolkit) dan penjualan berbasis dokumentasi (sampel, paket data
                 teknis, kredensial keberlanjutan jika tersedia).

      Manajemen juga berencana untuk fokus pada produk dengan fitur teknis yang unik (misalnya, performa
      permukaan tingkat lanjut, variasi motif yang tinggi, opsi format tipis, dan material pendukung BIM jika
      tersedia). Fitur-fitur ini, bersama dengan keterampilan eksekusi Perusahaan, membuat perbandingan
      langsung dengan pasokan komoditas menjadi sulit dilakukan.

      Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      Nilai dihasilkan bagi pelanggan dan Perusahaan melalui hasil produk maupun layanan.

        •       Bagi pemilik proyek: akses ke permukaan berkinerja tinggi dan rendah perawatan untuk area premium
                serta meja dapur; pengurangan risiko pemeliharaan jangka panjang; estetika yang konsisten pada
                permukaan yang luas.
        •       Bagi kontraktor: penyelarasan jadwal yang lebih baik dan pengurangan pengerjaan ulang (rework)
                melalui kontrol kualitas, konsistensi batch, serta pasokan yang terprediksi.
Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     x
Page 12
        •   Bagi fasilitas kesehatan dan bangunan standar tinggi (jika relevan): kemampuan untuk menentukan
            spesifikasi permukaan yang higienis dan mudah dibersihkan yang memenuhi standar operasional
            yang lebih tinggi.
        •   Bagi Perusahaan: ekspansi ke proyek high-end 'non-batu' dan paket komersial kelas menengah yang
            biasanya tidak menggunakan batu alam, sehingga memperluas pangsa pasar yang dapat dijangkau
            (addressable market).
        •   Peningkatan tingkat kemenangan tender: rekayasa nilai (value engineering) terintegrasi di berbagai
            tingkatan meningkatkan daya saing proposal.

   4. Analisis Kelayakan Model Manajemen

      Ketersediaan Tenaga Kerja

       Dalam menjalankan kegiatan usaha, perseroan tidak menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga kerja
       ataupun ahli profesional. Hal ini disebabkan oleh adanya sumber daya manusia yang telah dimiliki dan
       dinilai cukup untuk mendukung operasional yang berjalan. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
       dapat dilakukan tanpa memerlukan perekrutan tenaga kerja baru, sehingga efisiensi tetap terjaga.

      Manajemen Kekayaan Intelektual

      Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
      gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
      tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
      akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
      pekerjaan. Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
      kompetensi teknis yang diperlukan.

      Manajemen Risiko

       Karena ini merupakan model perdagangan indent/back-to-back yang berbasis proyek dengan fabrikasi
       untuk kitchen top, maka risiko utama dan langkah mitigasinya adalah sebagai berikut:


                    Risiko                Relevansi Terhadap Bisnis                    Mitigasi

        Keterlambatan pengiriman         Mempengaruhi jadwal proyek; •       Pemesanan indent/back-to-back
                                         risiko lebih tinggi untuk           dengan buffer jadwal;
                                         permukaan premium impor.    •       SLA lead-time dengan pemasok;
                                                                     •       pengiriman bertahap sesuai
                                                                             milestone proyek;
                                                                         •   opsi pemasok alternatif untuk
                                                                             paket menengah.
        Volatilitas FX (produk impor)    Dapat menekan margin jika •         Klausul harga terkait FX;
                                         harga ditetapkan dalam IDR •        natural      hedging      melalui
                                         sementara biaya dalam mata          kesesuaian mata uang;
                                         uang asing.                •        periode validitas penawaran
                                                                             yang disiplin.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   xi
Page 13
        Cacat kualitas & kerusakan Permukaan berformat besar •                 QC penerimaan;
        saat penanganan            dapat retak/terkelupas; fabrikasi •          SOP terdokumentasi untuk
                                   memiliki risiko eksekusi.                   penanganan/packing;
                                                                         •     proses fabrikasi terlatih;
                                                                         •     prosedur klaim yang jelas
                                                                               dengan pemasok;
                                                                      •        asuransi bila diperlukan.
        Tiidak konsistenan batch/lot Risiko estetika proyek, terutama •       Penguncian batch per proyek;
        (shade)                      untuk area besar yang •                  pelacakan lot;
                                     membutuhkan keseragaman.         •       perencanaan pengadaan untuk
                                                                              memastikan pasokan konsisten
                                                                              tiap proyek.
        Eksposur garansi / klaim         Sengketa dapat timbul terkait •      Garansi principal diteruskan bila
                                         performa permukaan atau hasil        berlaku;
                                         finishing                     •      kriteria penerimaan klien yang
                                                                              jelas;
                                                                         •    ruang lingkup fabrikasi dan
                                                                              keterbatasan terdokumentasi;
                                                                      •       alur kerja klaim yang terstruktur.
        Kredit proyek / keterlambatan Risiko modal kerja jika piutang •       DP/termin diselaraskan dengan
        pembayaran                    tertunda.                               pengadaan indent/back-to-back;
                                                                      •       batas kredit;
                                                                      •       penagihan berbasis milestone;
                                                                      •       tata kelola koleksi yang lebih
                                                                              kuat.
        Kepatuhan regulasi & impor       Risiko bea cukai / klasifikasi / •   Dokumentasi impor standar;
                                         dokumen dapat menunda •              kontrol klasifikasi HS;
                                         pengiriman dan memicu penalti. •     forwarder yang terverifikasi;
                                                                          •   checklist kepatuhan internal.

      Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

      PT Citatah Tbk memiliki rekam jejak panjang dalam industri surface material di Indonesia, dengan
      pengalaman luas dalam mengelola rantai pasok dan distribusi produk berkualitas tinggi. Keberhasilan
      Perseroan dalam mengelola portofolio produk berskala besar menunjukkan kapasitas manajemen yang
      solid untuk menghadirkan produk premium yang memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.
      Skala usaha yang besar memberikan keunggulan dalam efisiensi biaya pengadaan, daya tawar terhadap
      pemasok (principal), serta optimalisasi logistik.

      Restrukturisasi yang dilakukan melalui penguatan unit usaha yang berfokus pada penyediaan solusi surface
      material terintegrasi semakin memperkuat efisiensi operasional. Langkah strategis ini memungkinkan
      Perseroan untuk memberikan layanan menyeluruh mulai dari seleksi produk unggulan, manajemen logistik,
      fabrikasi terbatas, hingga manajemen pemasaran secara lebih kompetitif. PT Citatah Tbk menegaskan
      posisinya sebagai penyedia solusi terintegrasi bagi kebutuhan proyek konstruksi dan interior.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     xii
Page 14
      Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

      Perseroan telah memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang sesuai dengan kebutuhan industri
      surface material, sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha dalam skala ekonomi yang besar.
      Dengan pengalaman panjang dalam mengelola rantai pasok mulai dari pengadaan produk premium hingga
      distribusi, struktur organisasi Perseroan terbukti efektif dalam mengatur fungsi operasional yang kompleks
      secara profesional. Kesesuaian struktur organisasi ini memberikan keunggulan dalam koordinasi antar unit,
      efisiensi biaya, serta optimalisasi sumber daya manusia dan logistik.

      Selain itu, restrukturisasi yang dilakukan melalui penguatan unit usaha yang berfokus pada penyediaan
      solusi permukaan interior semakin memperkuat integrasi fungsi manajemen dalam satu lini bisnis yang lebih
      terarah. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan menjalankan aktivitas pengelolaan secara
      menyeluruh mulai dari manajemen inventaris, pengendalian kualitas (QC) produk, penyediaan logistik,
      hingga manajemen pemasaran dan layanan pelanggan. Dengan struktur organisasi yang adaptif, Perseroan
      memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi dinamika pasar sekaligus memastikan keberlanjutan usaha
      melalui tata kelola yang efisien.

   5. Analisis Kelayakan Keuangan

      Biaya Pendirian (Start Up Costs)

      Berdasarkan informasi dari manajemen, manajemen akan menjalankan kegiatan usaha yang baru ini
      dengan memanfaatkan aset yang sudah dimiliki perusahaan. Dengan demikian perusahaan hanya
      memerlukan initial investment berupa biaya modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha yang baru.

      Berdasarkan kebutuhan investasi yang digunakan, modal kerja yang diperlukan untuk rencana penambahan
      kegiatan usaha adalah sebesar Rp. 3.269.853.586 (Tiga Miliar Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Juta
      Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) dibandingkan dengan posisi
      ekuitas perusahaan Rp. 164.695.874.341 (Seratus Enam Puluh Empat Miliar Enam Ratus Sembilan Puluh
      Lima Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Empat Puluh Satu Rupiah), besaran investasi
      adalah 1,99% dari total ekuitas perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020,
      rencana penambahan kegiatan usaha bukan merupakan transaksi material dikarenakan masih di bawah
      20% ekuitas perusahaan.

      Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi dalam rencana
      penambahan kegiatan usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan. Tidak terdapat benturan kepentingan
      karena rencana penambahan kegiatan usaha menghasilkan keuntungan atau nilai tambah terhadap
      perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42 /POJK.04/2020, rencana penambahan kegiatan
      usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

      Perseroan menginformasikan bahwa di dalam biaya pendirian sudah mencukupi untuk melakukan kegiatan
      operasional usaha dan tidak diperlukan lagi ada penambahan capex selama tahun proyeksi.

                           Investasi                        Unit                 Total (IDR)
                    Modal Kerja (Pembiayaan)                             1        3.269.853.586
                    Total                                                         3.269.853.586




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    xiii
Page 15
       Modal Kerja




       Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari piutang usaha, persediaan, beban dibayar dimuka dan piutang
       lainnya, uang muka diterima dan utang Usaha. Piutang Usaha perseroran sebesar 3,08 – 19,08 miliar,
       Persediaan sebesar 6,86 miliar – 17,83 miliar, beban dibayar dimuka dan piutang lainnya sebesar 1,04 –
       2,97 miliar, uang muka diterima sebesar 885 juta – 2,19 miliar dan Utang Usaha sebesar 772 juta – 2,97
       miliar. Modal kerja Perseroan sebesar 8,71 miliar – 34,72 miliar per tahun selama tahun proyeksi.

       Sumber Pembiayaan

                          Struktur Investasi                  Porsi                    Nilai Investasi
                      Pendanaan Sendiri                                     0%                       -
                      Pendanaan Pihak Ketiga                              100%           3.269.853.586
                      Total                                               100%           3.269.853.586

      Total investasi yang berupa modal kerja yang dibutuhkan sejumlah Rp. 3.269.853.586 (Tiga Miliar Dua
      Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Enam
      Rupiah) yang diperlukan pada tahun ke-0 atau sebelum dimulainya operasional dengan 100% dari
      pembiayaan pihak ketiga.

      Pendanaan modal kerja melalui lembaga pembiayaan dalam proyeksi ini akan dikenakan bunga
      berdasarkan rata-rata suku bunga pinjaman bank komersial di Indonesia sebesar 8,5%.

      Biaya Operasional

                                            Tahun 1          Tahun 2           Tahun 3           Tahun 4           Tahun 5

                   Laporan Laba Rugi
       Pemasaran dan Penjualan            (3.608.248.098)   (2.968.159.523)   (3.437.418.072)   (3.775.218.012)   (4.168.026.800)
       Umum dan Admininstrasi             (5.125.093.536)   (4.153.726.239)   (4.371.161.949)   (4.632.880.381)   (4.919.048.366)




      Biaya operasional terdiri dari beban pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi yang
      dimana rasio beban pemasaran dan penjualan perusahaan memiliki rasio sebesar 4,83% - 7,26% dari total
      pendapatan dengan perubahan rata – rata sebesar 4,58% pada tahun proyeksi. Sedangkan, beban umum
      dan administrasi memiliki rasio sebesar 5,70% - 7,23% dari total pendapatan dengan perubahan rata – rata
      sebesar 0,39% selama tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                  xiv
Page 16
      Beban Pokok Penjualan

                                                    Tahun 0           Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3              Tahun 4             Tahun 5

                     Laporan Laba Rugi
       Beban Pokok Penjualan                                  -    (35.386.083.988)   (40.880.852.863)    (46.901.315.709)    (53.936.513.065)    (62.026.990.025)
        Retail - Karawang                                     -       (226.566.837)      (469.317.020)       (428.049.488)       (492.256.912)       (566.095.449)
        Project - Karawang                                    -    (35.159.517.151)   (40.411.535.844)    (46.473.266.220)    (53.444.256.153)    (61.460.894.576)


      Beban pokok penjualan memiliki rasio sebesar 71,22% - 71,93% dari total pendapatan dengan perubahan
      rata – rata sebesar 15,06% pada tahun proyeksi. Total beban pokok penjualan berkisar antara 35,38 miliar
      – 62,02 miliar dengan rata – rata beban pokok penjualan sebesar 47,82 miliar.
      Proyeksi Laporan Keuangan

                                                   Tahun 0           Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3             Tahun 4             Tahun 5

                 Laporan Posisi Keuangan
       ASET
       ASET LANCAR
       Kas dan Setara Kas                          3.885.835.312      484.097.496      2.116.872.890      7.509.939.001      14.869.790.977      14.322.813.880
       Piutang Usaha                                         -      3.087.310.781     11.561.818.993     14.288.236.831      16.521.436.478      19.089.616.073
       Persediaan                                            -      6.862.025.514      7.816.885.951      8.989.418.844      10.337.831.671      17.832.759.632
       Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   1.041.764.292    1.715.506.378      1.954.221.488      2.247.354.711       2.584.457.918       2.972.126.605
       JUMLAH ASET LANCAR                          4.927.599.604   12.148.940.170     23.449.799.322     33.034.949.388      44.313.517.044      54.217.316.191
       ASET TIDAK LANCAR
       JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                               -                  -                  -                   -                   -
       JUMLAH ASET                                 4.927.599.604   12.148.940.170     23.449.799.322     33.034.949.388      44.313.517.044      54.217.316.191
       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS JANGKA PENDEK
       Utang Usaha - Pihak Ketiga                    772.386.512    1.715.506.378      1.954.221.488      2.247.354.711       2.584.457.918       2.972.126.605
       Kredit Modal Kerja                          3.269.853.586    3.959.188.385      5.772.654.206      4.631.619.808       3.994.772.084       1.731.067.903
       Uang Muka Diterima                            885.359.506    1.235.139.854      1.432.152.677      1.660.832.958       1.909.957.902       2.196.451.587
       JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK             4.927.599.604    6.909.834.617      9.159.028.371      8.539.807.477       8.489.187.904       6.899.646.095
       LIABILITAS JANGKA PANJANG
       JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                       -                  -                  -                   -                   -
       JUMLAH LIABILITAS                           4.927.599.604    6.909.834.617      9.159.028.371      8.539.807.477       8.489.187.904       6.899.646.095
       EKUITAS
       Modal Saham                                           -                -                  -                  -                   -                   -
       Tambahan Modal Disetor                                -                -                  -                  -                   -                   -
       Saldo Laba                                            -      5.239.105.553     14.290.770.951     24.495.141.911      35.824.329.141      47.317.670.095
       JUMLAH EKUITAS                                        -      5.239.105.553     14.290.770.951     24.495.141.911      35.824.329.141      47.317.670.095
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS               4.927.599.604   12.148.940.170     23.449.799.322     33.034.949.388      44.313.517.044      54.217.316.191



      Aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan beban dibayar dimuka dan piutang
      lainnya dengan yang merupakan 100% dari total aset. Aset lancar paling besar dikontribusi dari piutang
      usaha dengan rasio 25,41% - 49,30% dari total aset. Total aset mengalami perubahan rata – rata sebesar
      47,60% pada tahun proyeksi dengan nominal sebesar 12,14 miliar – 54,21 miliar.

      Liabilitas hanya dikontribusi dari liabilitas jangka pendek yaitu utang usaha – pihak ketiga, kredit modal kerja
      dan yang muka diterima yang memiliki rasio rata – rata sebesar 30,73% dari total liabilitas dan ekuitas
      perusahaan. Total liabilitas mengalami perubahan rata – rata sebesar 1,62% pada tahun proyeksi dengan
      nominal sebesar 6,90 miliar – 9,15 miliar. Ekuitas terdiri dari saldo laba dengan rasio rata-rata sebesar
      69,27% dari total liabilitas dan ekuitas. Total ekuitas mengalami perubahan rata – rata sebesar 80,63% pada
      tahun proyeksi dengan nominal sebesar 5,23 miliar – 47,31 miliar.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                       xv
Page 17
                                                     Tahun 0            Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                      Laporan Laba Rugi
       Pendapatan                                              -       49.678.477.712     57.400.825.346     65.205.487.715     74.986.310.873     86.234.257.504
         Retail - Karawang                                     -          323.666.910        670.452.885        611.499.269        703.224.160        808.707.784
         Project - Karawang                                    -       48.866.149.309     56.168.685.605     64.593.988.446     74.283.086.713     85.425.549.720
         Pemasangan & Pemolesan                                -          488.661.493        561.686.856                -                  -                  -
       Beban Pokok Penjualan                                   -      (35.386.083.988)   (40.880.852.863)   (46.901.315.709)   (53.936.513.065)   (62.026.990.025)
         Retail - Karawang                                     -         (226.566.837)      (469.317.020)      (428.049.488)      (492.256.912)      (566.095.449)
         Project - Karawang                                    -      (35.159.517.151)   (40.411.535.844)   (46.473.266.220)   (53.444.256.153)   (61.460.894.576)
       Laba Kotor                                              -       14.292.393.724     16.519.972.483     18.304.172.006     21.049.797.807     24.207.267.479
       Pemasaran dan Penjualan                                 -       (3.608.248.098)    (2.968.159.523)   (3.437.418.072)    (3.775.218.012)    (4.168.026.800)
       Umum dan Admininstrasi                                  -       (5.125.093.536)    (4.153.726.239)   (4.371.161.949)    (4.632.880.381)    (4.919.048.366)
       EBITDA                                                  -        5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
       Depresiasi                                              -                  -                  -                 -                  -                  -
       EBIT                                                    -        5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
       Biaya Bunga                                             -         (319.946.538)      (346.421.323)     (291.221.026)      (334.904.180)      (385.139.807)
       EBT                                                     -        5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     12.306.795.235     14.735.052.506
       Penghasilan Pajak                                       -                  -                  -                 -         (977.608.005)    (3.241.711.551)
       EAT                                                     -        5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955



      Pendapatan dikontribusi dari pendapatan pada export – Karawang, retail – Karawang, project – Karawang
      dan Pemasangan dan Pemolesan. Pada tahun-tahun proyeksi, pendapatan mengalami perubahan rata –
      rata sebesar 14,79%. Pendapatan dari penjualan berkisar antara 49,68 miliar – 86,23 miliar dengan rata –
      rata pendapatan pada tahun proyeksi sebesar 66,70 miliar.

      Laba bersih perseroan memiliki rasio sebesar 10,55% - 15,77% dari total pendapatan dengan perubahan
      rata – rata sebesar 24,49% pada tahun proyeksi. Total laba bersih berkisar antara 5,23 miliar – 11,49 miliar
      dengan rata – rata 9,46 miliar selama tahun proyeksi.

      Proyeksi keuangan mengasumsikan tidak adanya beban Pajak Penghasilan pada tahun ke-1 sampai ke-3
      karena pemanfaatan saldo kompensasi kerugian masa lalu. Berdasarkan basis Tax Loss Carry Forward
      tersebut, tarif pajak diproyeksikan sebesar 7,63% pada tahun ke-4 dan 22% pada tahun ke-5.

      Tidak adanya perubahan pada pos penyusutan tidak adanya penambahan capex yang dibutuhkan
      perseroan dalam tahun proyeksi dikarenakan dari aset dan tenaga kerja yang ada dapat untuk menghasilkan
      pendapatan untuk KBLI baru.

                                                     Tahun 0            Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                    Laporan Arus Kas
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
        EAT                                                    -        5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955
        Depresiasi                                             -                  -                  -                 -                  -                  -
        Piutang Usaha                                          -       (3.087.310.781)    (8.474.508.212)   (2.726.417.838)    (2.233.199.648)    (2.568.179.595)
        Persediaan                                             -       (6.862.025.514)      (954.860.438)   (1.172.532.893)    (1.348.412.827)    (7.494.927.961)
        Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   (1.041.764.292)      (673.742.086)      (238.715.109)     (293.133.223)      (337.103.207)      (387.668.688)
        Utang Usaha - Pihak Ketiga                     772.386.512        943.119.866        238.715.109       293.133.223        337.103.207        387.668.688
        Uang Muka Diterima                             885.359.506        349.780.348        197.012.823       228.680.281        249.124.944        286.493.685
       KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                 615.981.726     (4.091.072.614)      (180.690.428)    6.534.100.510      7.996.699.700      1.716.727.084
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                       -                  -                  -                  -                  -                  -
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
        Kredit Modal Kerja                          3.269.853.586         689.334.799     1.813.465.821      (1.141.034.398)     (636.847.724)     (2.263.704.181)
        Tambahan Modal Disetor                                -                   -
       KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN            3.269.853.586         689.334.799     1.813.465.821      (1.141.034.398)     (636.847.724)    (2.263.704.181)
       KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS             3.885.835.312      (3.401.737.815)    1.632.775.393       5.393.066.112     7.359.851.976       (546.977.097)
       KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                     -         3.885.835.312       484.097.496       2.116.872.890     7.509.939.001     14.869.790.977
       KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN          3.885.835.312         484.097.496     2.116.872.890       7.509.939.001    14.869.790.977     14.322.813.880

      Arus kas dari aktivitas operasi sebagian mengalami tren negatif pada tahun awal proyeksi dan mengalami
      perbaikan tren positif pada tahun-tahun setelahnya. Arus kas dari aktivitas operasi berkisar antara -4,09
      miliar – 7,99 miliar pada tahun proyeksi, secara rata-rata arus kas dari aktivitas operasi sebesar 2,39 miliar
      pada tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                    xvi
Page 18
      Arus kas dari aktivitas pendanaan perusahaan terdapat penambahan initial investment berupa kredit modal
      kerja sebesar Rp. 3.269.853.586 pada awal tahun sebelum dimulainya aktivitas operasional yang bersumber
      dari pendanaan pihak ketiga untuk modal kerja operasional sebelum dimulainya kegiatan operasional
      kegiatan usaha baru perusahaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan berkisar antara -2,26 miliar – 1,8 miliar
      pada tahun proyeksi.

      Kas dan setara kas akhir tahun perusahaan berkisar antara 484 juta – 14,86 miliar per tahun dengan rata –
      rata 7,86 miliar selama tahun proyeksi.

           •    Metodologi dilakukan dengan menganalisis potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
                dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

           •    Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
                diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm
                (FCFF).

           •    Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode
                Weighted Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode
                Capital Asset Pricing Model (CAPM). Dikarenakan beban pajak penghasilan pada tahun-tahun
                proyeksi mengalami fluktuatif dikarenakan pemanfaatan saldo kompensasi kerugian masa lalu,
                berdasarkan basisi Tax Loss Carry Forward tersebut, tarif pajak diproyeksikan sebesar 7,94% pada
                tahun ke-4 dan 22% pada tahun ke-5. Adapun rincian perhitungan Tingkat Diskonto tercermin pada
                tabel dibawah ini :

                             KETERANGAN        Tahun 1     Tahun 2     Tahun 3    Tahun 4     Tahun 5


                            Beta Unlevered          0,71        0,71       0,71        0,71       0,71
                            Beta Re-Levered         0,99        0,99       0,99        0,97       0,93

                                  Beta              0,99        0,99       0,99        0,97       0,93
                                   KRF            6,70%       6,70%      6,70%       6,70%      6,70%
                                   ERP            7,03%       7,03%      7,03%       7,03%      7,03%
                                  RBDS            1,87%       1,87%      1,87%       1,87%      1,87%
                                  DER            39,44%      39,44%     39,44%      39,44%     39,44%

                                  Ke             11,79%      11,79%     11,79%      11,64%     11,36%
                                  Kd              8,44%       8,44%      8,44%       8,44%      8,44%
                                  We             71,72%      71,72%     71,72%      71,72%     71,72%
                                  Wd             28,28%      28,28%     28,28%      28,28%     28,28%

                                Tax Rate          0,00%       0,00%      0,00%       7,94%     22,00%
                             Discount Rate       10,85%      10,85%     10,85%      10,54%     10,01%




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     xvii
Page 19
           •    Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisis
                dengan menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
                (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:

                                                  Tahun 0             Tahun 1           Tahun 2              Tahun 3            Tahun 4             Tahun 5
                          Keterangan
                Initial Investment                (3.269.853.586)               -                 -                    -                 -                  -
                EBIT                                         -        5.559.052.091     9.398.086.722       10.495.591.986    12.641.699.415     15.120.192.313
                Tax                                          -                  -                 -                    -      (1.004.211.600)    (3.326.442.309)
                Depresiasi                                   -                  -                 -                    -                 -                  -
                CNWC                                         -       (9.330.178.167)   (9.232.355.827)      (3.670.270.450)   (3.332.487.530)    (9.776.613.871)
                Capex                                                           -                 -                    -                 -                  -
                FCFF                              (3.269.853.586)    (3.771.126.076)      165.730.895        6.825.321.536     8.305.000.284      2.017.136.133
                Terminal Value (Growth TV 2,5%)                                                                                                  27.533.885.107
                PVTV                              (3.269.853.586)    (3.771.126.076)       165.730.895       6.825.321.536     8.305.000.284     29.551.021.240
                DR                                        10,85%             10,85%             10,85%              10,85%            10,54%             10,01%
                DF                                             1               0,90               0,81                0,73              0,66               0,60
                PV                                (3.269.853.586)    (3.402.157.368)       134.887.022       5.011.562.538     5.516.419.760     17.842.729.202


                                                      Kesimpulan Analisis Kelayakan
                                          NPV                                                               21.833.587.569
                                          IRR                                                                       61,42%
                                          PI                                                                          7,68
                                          Payback Period                                                           4 Tahun


                    Kriteria Kelayakan Investasi                       Hasil                                                   Kelayakan
                NPV                                Lebih besar dari 0                                        Layak
                IRR                                lebih besar dari Discount Rate                            Layak
                Profitability Index                lebih besar dari 1                                        Layak
                                             Kesimpulan Investasi                                                      Investasi Layak Dilakukan

                Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada
                WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi dari rencana penambahan KBLI baru (46733)
                tersebut layak.
           •    Analisis Titik Impas (Break Even Point)
                                                      Tahun 1               Tahun 2               Tahun 3                 Tahun 4                Tahun 5
                           Analisis BEP


                Total Penjualan                     49.678.477.712        57.400.825.346        65.205.487.715          74.986.310.873          86.234.257.504
                Biaya Variable                      35.386.083.988        40.880.852.863        46.901.315.709          53.936.513.065          62.026.990.025
                Biaya Tetap                          8.733.341.633         7.121.885.761         7.808.580.020           8.408.098.393           9.087.075.165

                Break Even Point (BEP) Rupiah       30.355.944.992        24.745.932.304        27.816.733.170          29.952.415.015          32.371.153.847




                Dalam figur analisis BEP di atas, pendapatan rata-rata pada setiap tahun proyeksi adalah sebesar
                66,70 miliar yang mana sangat mengakomodir dari titik impas atau break even point rata-rata
                pendapatan pada tahun proyeksi sebesar 29,04 miliar.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                  xviii
Page 20
           •    Analisis Profitabilitas

                                              Tahun 1      Tahun 2      Tahun 3       Tahun 4       Tahun 5
                    Analisis Profitabilitas
                Gross Profit Margin               28,77%       28,78%       28,07%        28,07%        28,07%
                Net Profit Margin                 10,55%       15,77%       15,65%        15,11%        13,33%
                Return On Asset                   43,12%       38,60%       30,89%        25,57%        21,20%
                Return On Equity                 100,00%       63,34%       41,66%        31,62%        24,29%
                Return On Investment             160,22%      276,82%      312,07%       346,47%       351,49%


                Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Rencana Proyek yang digambarkan dalam
                persentase Gross Profit Margin, persentase laba bersih terhadap pendapatan (Net Profit Margin),
                ROA, ROE dan ROI menunjukkan bahwa Rencana Proyek memiliki kemampuan dalam
                menghasilkan laba.

                Gross Profit Margin berada di angka 28,07% - 28,78% selama tahun proyeksi. Net profit margin
                berada di angka 10,55% - 15,77% selama tahun proyeksi. Return on Asset berada di angka 21,20%
                - 43,12%. Return on Equity berada di angka 24,29% - 100%. Return of investment berada diangka
                160,22% - 351,49%. Dengan demikian penambahan kegiatan usaha menunjukkan bahwa kegiatan
                usaha perdagangan/proyek sangat normal untuk mendapatkan keuntungan.




Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis, kelayakan
aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha adalah Layak.

Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode etik yang
berlaku.

Hormat Kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers & Consultants




Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Izin Penilai Properti & Bisnis
Izin Men. Keu. No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643
STTD.PPB-47/PM.02/2023
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    xix
Page 21
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan
bahwa:

1.    Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang
      digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan
      terhadap objek penilaian.
3.    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian.
4.    Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut-off Date).
5.    Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
6.    Estimasi Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
7.    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
8.    Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9.    Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat
      dipertanggung jawabkan.
10.   Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini.
11.   Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat
      Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12.   Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek penilaian dan/atau jenis industri yang
      dinilai.
13.   Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
      menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
      kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14.   Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
            • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal penilaian);
            • Pengumpulan data dan informasi:
            • Analisis data dan informasi;
            • Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian:
            • Penyusunan kertas kerja;
            • Penyusunan laporan Penilaian.
15.   Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian.
16.   Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17.   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan memenuhi
      ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia
      dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
      35/POJK.04/2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan
      mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan
      konfirmasi bahwa:
            a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
                oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
            b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
            c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan profesional dalam
                menyiapkan laporan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                           xx
Page 22
Nama                                                            Kualifikasi           Tanda Tangan

Penanggung Jawab:


Ginanjar Rizki Tarekat, S.T., M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik No. P-1.18.00532 dan B-1.23.006434     Penilai Publik Properti
STTD.PPB-47/PM.02/2023                                            & Bisnis
MAPPI No. 16-S-06672                                            Bersertifikat
RMK-2017.00616                                                                       …………………….

Reviewer:
                                                                 Penilai
Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)., CFP   Properti Bersertifikat
MAPPI No. 17-S-07797                                            & Bisnis
RMK-2020.03233                                                Terakreditasi          …………………….

Penilai :

M. Nopri Kurniawan, A.Md.                                     Penilai Properti
MAPPI No. 19-T-09891                                          Terakreditasi &
RMK-2020.03630                                                Bisnis Peserta         …………………….

Asisten Penilai :

Ridho Mohammad, S.T.                                          Penilai Properti
MAPPI No. 20-P-10097                                          Peserta & Bisnis
RMK-2020.03343                                                    Afiliasi           …………………….




 Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                         xxi
Page 23
                                                                 DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................              i
Analisa Kelayakan .......................................................................................................................................... iv
Pernyataan Penilai .......................................................................................................................................... xx
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xxii
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xxiii
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................. 1
     Profil Perusahaan...................................................................................................................................... 1
     Bidang Usaha............................................................................................................................................ 1
     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................ 1
     Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ...................................................................................... 2
     Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................................... 2
     Kinerja Keuangan PT Citatah Tbk. ............................................................................................................ 3
     Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan. ................................................................................ 10
STUDI KELAYAKAN .......................................................................................................................................
     Analisis Kelayakan Pasar .......................................................................................................................... 11
     Analisis Kelayakan Teknis......................................................................................................................... 22
     Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................. 24
     Analisis Kelayakan Model Manajemen ...................................................................................................... 26
     Analisis Kelayakan Keuangan ................................................................................................................... 29
     Kesimpulan ............................................................................................................................................... 42
Lampiran-Lampiran




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                                xxii
Page 24
                       ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
Pendidikan awal Penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mengikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   xxiii
Page 25
Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan.

Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Asumsi Khusus
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan
Batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigasi, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dasar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detail dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetail atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                  xxiv
Page 26
Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan faktor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku.

Metode Perbandingan Data Pasar.
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF).
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Metode Penjumlahan
Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    xxv
Page 27
               1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN

     PT Citatah Tbk selanjutnya disebut “Perusahaan” merupakan perusahaan dengan status Perusahaan
     terbuka. Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 77 tanggal 26 September 1974 yang dibuat
     di hadapan Komar Andasasmita Notaris yang berkedudukan di Bandung. Anggaran dasar Perusahaan telah
     mengalami beberapa kali perubahan, terakhir diubah berdasarkan Akta Notaris No. 49 tanggal 28 Juni 2023
     yang dibuat di hadapan Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta Pusat. Atas perubahan tersebut,
     Perusahaan telah menerima Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian
     Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat nomor AHU-AH.01.03-0094977 tanggal 21
     Juli 2023.

     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan
     Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.

1.2 BIDANG USAHA
     Sesuai dengan pasal 2 akta pendirian perusahaan, maksud dan tujuan didirikan Perusahaan adalah
     menjalankan usaha dalam bidang pabrik marmer, industri ubin teraso, alat – alat kerajinan tangan dari
     marmer dan perdagangan umum (lokal, interinsulair, ekspor dan impor) baik untuk tanggungan sendiri
     maupun atas perhitungan pihak (orang) lain secara komisi (bertindak sebagai : komisioner, leveransir,
     agen/perwakilan, grosir, dan distributor/penyalur).

1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM

     Dasar hukum yang menjadi dasar pengungkapan Struktur Permodalan dan Pemegang Saham adalah Akta
     Perubahan Perseroan No. 63 tanggal 30 Agustus 2021 yang dibuat oleh R. Tendy Suwarman, SH., sebagai
     berikut:

       Modal Dasar              Rp. 1.260.000.000.000 (Satu Triliun Dua dengan jumlah lembar saham terbagi
                                Ratus Enam Puluh Miliar Rupiah)         atas 840.000.000 lembar saham seri
                                                                        A dengan nominal Rp500 per lembar
                                                                        saham dan 8.400.000.000 lembar
                                                                        saham seri B dengan nominal Rp100
                                                                        per lembar saham
       Modal Ditempatkan        Rp. 459.083.982.100 (Empat Ratus dengan jumlah lembar saham terbagi
                                Lima Puluh Sembilan Miliar Delapan atas 840.000.000 lembar saham seri
                                Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus A dan 390.839.821 lembar saham seri
                                Delapan Puluh Dua Ribu Seratus B
                                Rupiah)
       Modal Disetor            Rp. 459.083.982.100 (Empat Ratus dengan jumlah lembar saham terbagi
                                Lima Puluh Sembilan Miliar Delapan atas 840.000.000 lembar saham seri
                                Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus A dan 390.839.821 lembar saham seri
                                Delapan Puluh Dua Ribu Seratus B
                                Rupiah)



Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                  1
Page 28
     Susunan pemegang saham sebagai berikut:

                                                                   Jumlah               Presentase
                Pemegang Saham                 Saham (Lembar)
                                                                    (Rp)                Kepemilikan
        Parallax Venture Partners XIII Ltd           232.618.891    23.261.889.100             18,90%
        UOB Kay Hian Pte. Ltd                        115.735.348    57.867.674.000              9,40%
        Advance Capital Limited                       86.472.558     8.647.255.800              7,03%
        Meridian-Pacific International Pte.
                                                      71.614.000    33.892.337.000              5,82%
        Ltd.
        Investspring Limited                          64.800.681    32.400.340.500              5,26%
        Taufik Johannes                              105.992.999    52.996.499.500              8,61%
        Denise Johanes                                12.600.000     6.300.000.000              1,02%
        Tiffany Johanes                                4.047.600     2.023.800.000              0,33%
        Masyarakat                                   536.957.744   241.694.186.200             43,63%
                      Jumlah                       1.230.839.821   459.083.982.100              100%


1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
     Dasar Hukum yang menjadi dasar pengungkapan Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah
     No. 70 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat oleh R. Tendy Suwarman, SH., dimana sebagai berikut :
     Direktur Utama                    : Taufik Johannes
     Direktur                          : Denise Johannes
     Direktur                          : Tiffany Johannes
     Direktur                          : Rumpoko Adi

     Komisaris Utama                   : Gregory Nanan Aswin
     Komisaris                         : Eugene Cho Park
     Komisaris Independen              : Gregory Nanan Aswin

1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
     Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
     organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
     kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
     menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
     di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
     Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
     beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
     sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
     didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
     personil pengelola perusahaan secara menyeluruh.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                2
Page 29
1.6 KINERJA KEUANGAN PT CITATAH TBK
     Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
     perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT. Citatah Tbk pada saat dilakukan studi kelayakan telah
     diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
        1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           dan Desember 2021 yang telah diaudit oleh Maria Leckzinska selaku Akuntan Publik dan Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar dengan pengecualian.

        2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           dan Desember 2022 yang telah diaudit oleh Maria Leckzinska selaku Akuntan Publik dan Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar dengan pengecualian.

        3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           dan Desember 2023 yang telah diaudit oleh Maria Leckzinska selaku Akuntan Publik dan Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar dengan pengecualian.

        4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
           dan Desember 2024 yang telah diaudit oleh Maria Leckzinska selaku Akuntan Publik dan Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar dengan pengecualian.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                             3
Page 30
     1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
                                                                                                                                               (dalam Rupiah)
                                                                               2021              2022               2023               2024               2025
                                                                             Jan-Des           Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
                             Laporan Posisi Keuangan
     ASET
     ASET LANCAR
     Kas dan Setara Kas                                                        2.318.871.454     1.403.364.217     3.791.038.499     4.423.026.227     2.194.792.979
     Piutang Usaha
       Pihak Berelasi                                                          1.905.514.851     1.908.204.336     1.899.049.464     1.899.049.464     1.727.055.230
       Pihak Ketiga                                                           71.174.335.263    79.747.180.596    72.775.984.930    71.327.913.006    47.053.724.926
     Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                          4.816.256.945    11.471.550.022    11.647.939.611    12.169.768.132     9.511.655.569
     Persediaan                                                              310.046.854.533 312.332.239.050     313.969.878.143 286.649.602.589     275.774.220.928
     Biaya Dibayar Dimuka                                                     26.094.576.496    28.283.929.697    26.667.625.645    33.228.677.119    30.611.320.240
     JUMLAH ASET LANCAR                                                      416.356.409.542 435.146.467.918     430.751.516.292 409.698.036.537     366.872.769.872
     ASET TIDAK LANCAR
     Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                          1.394.450.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000
     Aset Pajak Tangguhan                                                      6.469.957.287    11.231.844.037    12.522.744.990    13.780.746.958    12.090.308.006
     Investasi dalam saham                                                       260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000
     Aset Tetap                                                              201.874.807.427 198.975.634.245     241.401.163.137 241.369.981.868     242.381.512.607
     Aset Pengampunan Pajak                                                    5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000
     Properti Investasi                                                          450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000
     Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                            34.543.000.000    34.543.000.000    34.543.000.000    34.543.000.000     5.074.800.000
     Biaya Ditangguhkan                                                        6.826.231.571     6.291.397.571     5.756.563.571     5.221.729.571     1.997.133.661
     Aset Tidak Lancar Lainnya                                                16.308.135.626    18.626.068.886    19.210.722.968    21.331.348.891    22.771.332.644
     JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                273.564.636.911 277.115.999.739     320.882.249.666 323.694.862.288     291.763.141.918
     JUMLAH ASET                                                             689.921.046.453 712.262.467.657     751.633.765.958 733.392.898.825     658.635.911.790
     LIABILITAS DAN EKUITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Utang Bank Jangka Pendek                                                188.577.390.647 192.748.780.765       2.567.514.953               -                 -
     Utang Usaha - Pihak Ketiga                                               15.473.618.279    18.838.737.706    15.458.936.343    15.769.370.197    12.119.998.171
     Utang Lain-lain
       Pihak Berelasi                                                                    -      12.966.081.438    12.916.081.438    12.870.991.384    12.870.991.384
       Pihak Ketiga                                                           30.116.942.428    22.025.200.439    34.120.970.627    31.214.859.528    32.943.422.202
     Utang Pajak                                                              17.967.903.688    23.663.960.546    21.363.029.757    20.639.470.786    16.999.474.866
     Akrual                                                                   32.129.335.341    60.073.097.036    33.813.495.975    26.816.622.968    26.373.103.813
     Uang Muka Diterima                                                       33.323.965.836    31.443.111.366    35.664.913.557    40.200.527.452    17.534.002.125
     Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
       Utang Bank                                                                        -                 -         480.000.000     3.470.000.000     7.000.000.000
       Liabilitas Sewa                                                         2.703.729.898     2.384.131.852     2.226.556.078     3.026.709.548     2.099.525.913
     JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                         320.292.886.117 364.143.101.148     158.611.498.728 154.008.551.863     127.940.518.474
     LIABILITAS JANGKA PANJANG
     Utang pada pihak berelasi                                               118.719.269.018 126.641.220.018     127.327.053.104 131.356.857.104     123.530.040.942
     Akrual                                                                              -                 -      32.214.887.659    35.153.773.760    25.026.015.796
     Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                  33.515.546.963    34.515.139.512    32.757.771.996    36.092.908.855    37.833.959.922
     Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                           12.842.100.000    14.157.900.000
     Liabilitas Jangka Panjang
       Utang Bank                                                                        -                 -     189.437.334.691 185.994.263.263     179.291.191.834
       Liabilitas Sewa                                                                   -                 -                 -         104.126.902       318.310.481
     JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                        165.076.915.981 175.314.259.530     381.737.047.450 388.701.929.884     365.999.518.975
     JUMLAH LIABILITAS                                                       485.369.802.098 539.457.360.678     540.348.546.178 542.710.481.747     493.940.037.449
     EKUITAS
     Modal Saham                                                             459.083.982.100 459.083.982.100     459.083.982.100 459.083.982.100     459.083.982.100
     Tambahan Modal Disetor                                                   77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896
     Selisih Revaluasi Tanah                                                 202.147.926.600 202.147.926.600     246.553.606.600 246.553.606.600     218.379.241.600
     Defisit                                                                (534.392.316.621) (566.136.613.731) (572.059.091.792) (592.655.211.730) (590.455.632.208)
     Kepentingan Non Pengendali                                                  (31.530.620)      (33.370.886)      (36.460.024)      (43.142.788)      (54.900.047)
     JUMLAH EKUITAS                                                          204.551.244.355 172.805.106.979     211.285.219.780 190.682.417.078     164.695.874.341
     JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           689.921.046.453 712.262.467.657     751.633.765.958 733.392.898.825     658.635.911.790




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                        4
Page 31
                                                                                                         (Analisis Common Size)
                                                                                 2021       2022       2023       2024       2025
                                                                               Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                               Laporan Posisi Keuangan
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan Setara Kas                                                          0,34%      0,20%      0,50%      0,60%      0,33%
      Piutang Usaha
        Pihak Berelasi                                                            0,28%      0,27%      0,25%      0,26%      0,26%
        Pihak Ketiga                                                             10,32%     11,20%      9,68%      9,73%      7,14%
      Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                            0,70%      1,61%      1,55%      1,66%      1,44%
      Persediaan                                                                 44,94%     43,85%     41,77%     39,09%     41,87%
      Biaya Dibayar Dimuka                                                        3,78%      3,97%      3,55%      4,53%      4,65%
      JUMLAH ASET LANCAR                                                         60,35%     61,09%     57,31%     55,86%     55,70%
      ASET TIDAK LANCAR
      Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                            0,20%      0,18%      0,17%      0,18%      0,20%
      Aset Pajak Tangguhan                                                        0,94%      1,58%      1,67%      1,88%      1,84%
      Investasi dalam saham                                                       0,04%      0,04%      0,03%      0,04%      0,04%
      Aset Tetap                                                                 29,26%     27,94%     32,12%     32,91%     36,80%
      Aset Pengampunan Pajak                                                      0,79%      0,76%      0,72%      0,74%      0,83%
      Properti Investasi                                                          0,07%      0,06%      0,06%      0,06%      0,07%
      Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                               5,01%      4,85%      4,60%      4,71%      0,77%
      Biaya Ditangguhkan                                                          0,99%      0,88%      0,77%      0,71%      0,30%
      Aset Tidak Lancar Lainnya                                                   2,36%      2,62%      2,56%      2,91%      3,46%
      JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                   39,65%     38,91%     42,69%     44,14%     44,30%
      JUMLAH ASET                                                               100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
      LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS JANGKA PENDEK
      Utang Bank Jangka Pendek                                                   27,33%     27,06%      0,34%      0,00%      0,00%
      Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                  2,24%      2,64%      2,06%      2,15%      1,84%
      Utang Lain-lain
        Pihak Berelasi                                                            0,00%      1,82%      1,72%      1,75%      1,95%
        Pihak Ketiga                                                              4,37%      3,09%      4,54%      4,26%      5,00%
      Utang Pajak                                                                 2,60%      3,32%      2,84%      2,81%      2,58%
      Akrual                                                                      4,66%      8,43%      4,50%      3,66%      4,00%
      Uang Muka Diterima                                                          4,83%      4,41%      4,74%      5,48%      2,66%
      Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
        Utang Bank                                                                0,00%      0,00%      0,06%      0,47%      1,06%
        Liabilitas Sewa                                                           0,39%      0,33%      0,30%      0,41%      0,32%
      JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                            46,42%     51,12%     21,10%     21,00%     19,43%
      LIABILITAS JANGKA PANJANG
      Utang pada pihak berelasi                                                  17,21%     17,78%     16,94%     17,91%     18,76%
      Akrual                                                                      0,00%      0,00%      4,29%      4,79%      3,80%
      Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                     4,86%      4,85%      4,36%      4,92%      5,74%
      Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                              1,86%      1,99%      0,00%      0,00%      0,00%
      Liabilitas Jangka Panjang
        Utang Bank                                                                0,00%      0,00%     25,20%     25,36%     27,22%
        Liabilitas Sewa                                                           0,00%      0,00%      0,00%      0,01%      0,05%
      JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                           23,93%     24,61%     50,79%     53,00%     55,57%
      JUMLAH LIABILITAS                                                          70,35%     75,74%     71,89%     74,00%     74,99%
      EKUITAS
      Modal Saham                                                                66,54%     64,45%     61,08%     62,60%     69,70%
      Tambahan Modal Disetor                                                     11,27%     10,91%     10,34%     10,60%     11,80%
      Selisih Revaluasi Tanah                                                    29,30%     28,38%     32,80%     33,62%     33,16%
      Defisit                                                                   -77,46%    -79,48%    -76,11%    -80,81%    -89,65%
      Kepentingan Non Pengendali                                                  0,00%      0,00%      0,00%     -0,01%     -0,01%
      JUMLAH EKUITAS                                                             29,65%     24,26%     28,11%     26,00%     25,01%
      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                        5
Page 32
                                                                                                            (Analisis Tren)
                                                                                 2022        2023        2024       2025
                                                                               Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Jun
                               Laporan Posisi Keuangan
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan Setara Kas                                                         -39,48%    170,14%      16,67%      -50,38%
      Piutang Usaha
        Pihak Berelasi                                                            0,14%       -0,48%      0,00%       -9,06%
        Pihak Ketiga                                                             12,04%       -8,74%     -1,99%      -34,03%
      Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                          138,18%        1,54%      4,48%      -21,84%
      Persediaan                                                                  0,74%        0,52%     -8,70%       -3,79%
      Biaya Dibayar Dimuka                                                        8,39%       -5,71%     24,60%       -7,88%
      JUMLAH ASET LANCAR                                                          4,51%       -1,01%     -4,89%      -10,45%
      ASET TIDAK LANCAR
      Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                           -6,77%       0,00%       0,00%        0,00%
      Aset Pajak Tangguhan                                                       73,60%      11,49%      10,05%      -12,27%
      Investasi dalam saham                                                       0,00%       0,00%       0,00%        0,00%
      Aset Tetap                                                                 -1,44%      21,32%      -0,01%        0,42%
      Aset Pengampunan Pajak                                                      0,00%       0,00%       0,00%        0,00%
      Properti Investasi                                                          0,00%       0,00%       0,00%        0,00%
      Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                               0,00%       0,00%       0,00%      -85,31%
      Biaya Ditangguhkan                                                         -7,83%      -8,50%      -9,29%      -61,75%
      Aset Tidak Lancar Lainnya                                                  14,21%       3,14%      11,04%        6,75%
      JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                    1,30%      15,79%       0,88%       -9,86%
      JUMLAH ASET                                                                 3,24%       5,53%      -2,43%      -10,19%
      LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS JANGKA PENDEK
      Utang Bank Jangka Pendek                                                    2,21%      -98,67%    -100,00%       0,00%
      Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                 21,75%      -17,94%       2,01%     -23,14%
      Utang Lain-lain
        Pihak Berelasi                                                             0,00%      -0,39%      -0,35%       0,00%
        Pihak Ketiga                                                             -26,87%      54,92%      -8,52%       5,54%
      Utang Pajak                                                                 31,70%      -9,72%      -3,39%     -17,64%
      Akrual                                                                      86,97%     -43,71%     -20,69%      -1,65%
      Uang Muka Diterima                                                          -5,64%      13,43%      12,72%     -56,38%
      Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
        Utang Bank                                                                 0,00%       0,00%    622,92%     101,73%
        Liabilitas Sewa                                                          -11,82%      -6,61%     35,94%     -30,63%
      JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                             13,69%     -56,44%     -2,90%     -16,93%
      LIABILITAS JANGKA PANJANG
      Utang pada pihak berelasi                                                   6,67%        0,54%      3,16%       -5,96%
      Akrual                                                                      0,00%        0,00%      9,12%      -28,81%
      Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                     2,98%       -5,09%     10,18%        4,82%
      Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                             10,25%     -100,00%      0,00%        0,00%
      Liabilitas Jangka Panjang
        Utang Bank                                                                0,00%       0,00%       -1,82%     -3,60%
        Liabilitas Sewa                                                           0,00%       0,00%        0,00%    205,69%
      JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                            6,20%     117,74%        1,82%     -5,84%
      JUMLAH LIABILITAS                                                          11,14%       0,17%        0,44%     -8,99%
      EKUITAS
      Modal Saham                                                                  0,00%      0,00%       0,00%        0,00%
      Tambahan Modal Disetor                                                       0,00%      0,00%       0,00%        0,00%
      Selisih Revaluasi Tanah                                                      0,00%     21,97%       0,00%      -11,43%
      Defisit                                                                      5,94%      1,05%       3,60%       -0,37%
      Kepentingan Non Pengendali                                                   5,84%      9,26%      18,33%       27,25%
      JUMLAH EKUITAS                                                             -15,52%     22,27%      -9,75%      -13,63%
      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                3,24%      5,53%      -2,43%      -10,19%




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                 6
Page 33
     Aset Perusahaan terdiri dari aset lancar yang berupa dengan rasio 55,70% - 61,09% dan aset lancar dengan
     rasio 38,91% - 44,30% dari total aset. Aset lancar perusahaan sebagian besar berupa persediaan dengan
     rasio sebesar 39,09% - 44,94% dari total aset. Sedangkan, pada aset tidak lancar sebagian besar berupa
     aset tetap dengan rasio sebesar 27,94% - 36,80% dari total aset perusahaan. Aset Perusahaan mengalami
     perubahan rata-rata -0,96% per tahun dimana aset lancar mengalami perubahan rata-rata 2,96% per tahun
     dan aset tidak lancar mengalami perubahan rata-rata 2,03% per tahun.

     Liabilitas Perusahaan terdiri liabilitas lancar dengan rasio 19,43% - 51,12% dan liabilitas tidak lancar dengan
     rasio 23,93% - 55,57% dari total Liabilitas dan Ekuitas. Liabilitas Lancar Perusahaan sebagian besar berupa
     Beban Akrual dengan rasio 3,66% - 8,43% dari total liabilitas dan ekuitas. Sedangkan, liabilitas tidak lancar
     perusahaan sebagian besar berupa utang pada pihak berelasi dengan rasio 16,94% - 18,76% dari total
     liabilitas dan ekuitas. Total liabilitas perusahaan memiliki rasio sebesar 70,35% - 75,74% dari total liabilitas
     dan ekuitas dan mengalami perubahan rata-rata sebesar 0,69% per tahun.

     Ekuitas Perusahaan memiliki rasio sebesar 24,26% - 29,65% dari total liabilitas dan ekuitas. Ekuitas
     Perusahaan sebagian besar berupa Modal Saham dengan rasio 61,08% - 69,70% dari total liabilitas dan
     ekuitas. Ekuitas Perusahaan mengalami perubahan rata-rata -4,16% per tahun.

     1.6.2 Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)
                                                                                                                                          (dalam Rupiah)
                                                                          2021                2022                2023                2024              2025
                                                                        Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des           Jan-Des
                                Laporan Laba Rugi
     Pendapatan                                                       93.630.426.708    115.113.867.868      99.239.654.190 145.529.362.070        116.839.611.251
     Beban Pokok Penjualan                                           (67.403.018.514)   (87.135.341.063)    (64.470.403.964) (117.537.824.379)     (88.643.405.447)
     Laba Kotor                                                       26.227.408.194     27.978.526.805      34.769.250.226    27.991.537.691       28.196.205.804
     Pemasaran dan Penjualan                                         (20.758.136.032)   (16.096.672.420)    (12.570.205.569) (12.814.860.782)      (14.383.735.656)
     Umum dan Admininstrasi                                          (10.108.378.637)   (13.706.669.961)    (16.122.136.343) (17.161.777.694)      (17.300.880.380)
     EBITDA                                                           (4.639.106.475)    (1.824.815.576)      6.076.908.314    (1.985.100.785)      (3.488.410.232)
     Depresiasi                                                                  -                  -                   -                 -                    -
     EBIT                                                             (4.639.106.475)    (1.824.815.576)      6.076.908.314    (1.985.100.785)      (3.488.410.232)
     Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                               (1.139.186.641)    (8.871.751.074)      2.300.802.247      (522.044.752)        (396.124.074)
     Pendapatan Bunga                                                     41.507.430         15.283.004          21.466.056        21.824.425           14.373.459
     Laba Penjualan Aset Tetap                                           463.636.364                -                   -         155.000.000                  -
     Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                                                                                   (4.356.400.000)
     Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                          (16.113.691.038)    (25.283.290.358)   (11.925.030.444)    (11.186.012.368)   (11.479.384.428)
     Lain-lain Bersih                                                  2.154.165.551      (2.370.405.614)    (8.693.587.197)     (7.044.964.570)    (1.228.094.323)
     EBT                                                             (19.232.674.809)    (38.334.979.618)   (12.219.441.024)    (20.561.298.050)   (20.934.039.598)
     Penghasilan Pajak                                                (2.672.156.849)      5.163.816.958      2.391.554.985         972.110.512     (2.430.093.073)
     EAT                                                             (21.904.831.658)    (33.171.162.660)    (9.827.886.039)    (19.589.187.538)   (23.364.132.671)




                                                                                                                            (Analisis Common Size)
                                                                                      2021              2022           2023            2024            2025
                                                                                    Jan-Des           Jan-Des        Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des
                                 Laporan Laba Rugi
      Pendapatan                                                                        100,00%        100,00%            100,00%      100,00%         100,00%
      Beban Pokok Penjualan                                                             -71,99%        -75,69%            -64,96%      -80,77%         -75,87%
      Laba Kotor                                                                         28,01%         24,31%             35,04%       19,23%          24,13%
      Pemasaran dan Penjualan                                                           -22,17%        -13,98%            -12,67%       -8,81%         -12,31%
      Umum dan Admininstrasi                                                            -10,80%        -11,91%            -16,25%      -11,79%         -14,81%
      EBITDA                                                                             -4,95%         -1,59%              6,12%       -1,36%          -2,99%
      Depresiasi                                                                          0,00%          0,00%              0,00%        0,00%           0,00%
      EBIT                                                                               -4,95%         -1,59%              6,12%       -1,36%          -2,99%
      Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                                 -1,22%         -7,71%              2,32%       -0,36%          -0,34%
      Pendapatan Bunga                                                                    0,04%          0,01%              0,02%        0,01%           0,01%
      Laba Penjualan Aset Tetap                                                           0,50%          0,00%              0,00%        0,11%           0,00%
      Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                        0,00%          0,00%              0,00%        0,00%          -3,73%
      Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                                            -17,21%        -21,96%            -12,02%       -7,69%          -9,82%
      Lain-lain Bersih                                                                    2,30%         -2,06%             -8,76%       -4,84%          -1,05%
      EBT                                                                               -20,54%        -33,30%            -12,31%      -14,13%         -17,92%
      Penghasilan Pajak                                                                  -2,85%          4,49%              2,41%        0,67%          -2,08%
      EAT                                                                               -23,39%        -28,82%             -9,90%      -13,46%         -20,00%




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                   7
Page 34
                                                                                                                             (Analisis Trend)
                                                                                      2022              2023              2024             2025
                                                                                    Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des          Jan-Des
                                 Laporan Laba Rugi
      Pendapatan                                                                        22,94%          -13,79%            46,64%           -19,71%
      Beban Pokok Penjualan                                                             29,28%          -26,01%            82,31%           -24,58%
      Laba Kotor                                                                         6,68%           24,27%           -19,49%             0,73%
      Pemasaran dan Penjualan                                                          -22,46%          -21,91%             1,95%            12,24%
      Umum dan Admininstrasi                                                            35,60%           17,62%             6,45%             0,81%
      EBITDA                                                                           -60,66%         -433,01%          -132,67%            75,73%
      Depresiasi                                                                         0,00%            0,00%             0,00%             0,00%
      EBIT                                                                             -60,66%         -433,01%          -132,67%            75,73%
      Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                               678,78%         -125,93%          -122,69%           -24,12%
      Pendapatan Bunga                                                                 -63,18%           40,46%             1,67%           -34,14%
      Laba Penjualan Aset Tetap                                                       -100,00%            0,00%             0,00%          -100,00%
      Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                       0,00%            0,00%             0,00%             0,00%
      Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                                            56,91%          -52,83%            -6,20%             2,62%
      Lain-lain Bersih                                                                -210,04%          266,76%           -18,96%           -82,57%
      EBT                                                                               99,32%          -68,12%            68,27%             1,81%
      Penghasilan Pajak                                                               -293,25%          -53,69%           -59,35%          -349,98%
      EAT                                                                               51,43%          -70,37%            99,32%            19,27%



     Pendapatan Perusahaan dihasilkan dari Pendapatan Penjualan yang mengalami perubahan rata-rata
     9,02% pada tahun historis, perusahaan mencatatkan laba bersih dengan persentase rata-rata sebesar
     -19,11% dari total pendapatan dengan nominal sebesar 93,63 miliar – 145, 52 miliar.

     Beban perusahaan terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu beban pokok penjualan, beban pemasaran dan penjualan
     dan beban umum dan administrasi. Beban pokok penjualan perusahaan rata-rata sebesar 73,86% dari total
     pendapatan perusahaan selama tahun historis dengan nominal sebesar (64,47) miliar – (117,53) miliar.
     Beban pemasaran perusahaan rata-rata sebesar 13,99% dari total pendapatan perusahaan selama tahun
     historis dengan nominal sebesar (12,57) miliar – (20,75) miliar. Beban umum dan administrasi perusahaan
     rata-rata sebesar 13,11% dari total pendapatan perusahaan selam tahun historis dengan nominal sebesar
     (10,10) miliar – (17,30) miliar.

     Pendapatan (beban) lain-lain perusahaan sebagian besar dikontribusi dari beban bunga dan beban keuangan
     lainnya dengan rasio sebesar 13,74% dari total pendapatan dengan nominal sebesar (11,18) miliar – (25,28)
     miliar.

     1.6.3 Arus Kas
                                                                2021               2022               2023               2024               2025
                                                              Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
                               Laporan Arus Kas
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Penerimaan Kas dari Pelanggan                         95.240.190.109    101.483.659.659    101.736.641.900    142.523.614.722    106.446.053.857
      Pembayaran kepada :
        Kontraktor, Pemasok dan Lainnya                    (44.287.606.810)   (55.239.007.331)   (53.259.064.534)   (76.651.656.392)   (66.754.874.076)
        Karyawan                                           (42.059.812.302)   (41.301.590.041)   (40.822.711.208)   (50.108.306.474)   (41.804.816.037)
      Penerimaa Bunga                                           41.507.430         15.283.004         21.466.056         21.824.425         14.373.459
      Pembayaran Bunga                                     (10.371.701.371)    (8.583.222.839)    (8.024.216.306)   (12.682.736.874)   (11.359.634.363)
      Pembayaran Pajak Penghasilan                                     -         (583.035.642)          (297.440)        (8.270.818)               -
     KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                        (1.437.422.944)    (4.207.913.190)      (348.181.532)     3.094.468.589    (13.458.897.160)
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Perolehan Aset Tetap                                    (55.369.200)       (232.762.571)                -        (197.161.744)      (351.973.665)
      Penjualan Aset Tetap                                    463.636.364                 -                   -         155.000.000     25.111.800.000
     KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                        408.267.164        (232.762.571)                -         (42.161.744)    24.759.826.335
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Penerimaan Utang dari Pihak Berelasi
        Penerimaan                                            411.389.684       3.974.541.000      1.536.343.086      2.015.604.000      5.653.116.792
        Pembayaran                                                    -                   -                  -                  -      (15.045.721.754)
      Utang Bank
        Penerimaan                                                     -                  -        2.565.110.590      5.081.598.859                -
        Pembayaran                                                     -                  -         (280.000.000)    (8.166.472.678)    (3.200.000.000)
      Pembayaran Liabilitas Sewa                            (1.450.902.410)      (468.141.632)    (1.080.000.000)    (1.359.320.200)      (946.988.961)
     KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                      (1.039.512.726)     3.506.399.368      2.741.453.676     (2.428.590.019)   (13.539.593.923)
     KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                       (2.068.668.506)      (934.276.393)     2.393.272.144        623.716.826     (2.238.664.748)
     KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                      4.379.725.412      2.318.871.454      1.403.364.217      3.791.038.499      4.423.026.227
     Pengaruh Perubahan Kurs mata uang asing                     7.814.548         18.769.156         (5.597.862)         8.270.902         10.431.500
     KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                     2.318.871.454      1.403.364.217      3.791.038.499      4.423.026.227      2.194.792.979




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                         8
Page 35
     a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
        Secara umum Perseroan mengalami tren yang negatif pada hampir di setiap tahun historis kecuali
        pada tahun 2024. Rata-rata aktivitas operasi Perseroan sebesar Rp.(3.271.589.247) selama tahun
        historis, hal ini sebagian besar didominasi oleh pembayaran kepada kontraktor, pemasok dan lainnya
        dengan nominal sebesar (44,28) miliar – (76,65) miliar pada tahun historis.

     b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
        Secara umum Perseroan secara rata-rata mengalami tren yang positif pada tahun historis. Rata-rata
        aktivitas investasi Perseroan sebesar Rp.4.978.633.837 selama tahun historis, hal ini sebagian besar
        didominasi oleh penjualan terhadap aset tetap perusahaan pada tahun 2025 sebesar
        Rp 25.111.800.000.

     c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
        Secara umum Perseroan mengalami tren yang negatif pada tahun historis. Rata-rata aktivitas
        pendanaan Perseroan sebesar Rp. (2.151.968.725).

     1.6.4 Analisis Rasio

                     Rasio Keuangan             2021         2022          2023         2024         2025


      Rasio Likuiditas
      Rasio Lancar                                  1,30          1,19         2,72         2,66         2,87
      Rasio Cepat                                   0,33          0,34         0,74         0,80         0,71

      Rasio Aktivitas
      TO Piutang                                    1,28          1,41         1,33         1,99         2,40
      TO Persediaan                                 0,22          0,28         0,21         0,41         0,32
      TO Utang Usaha                                4,36          4,63         4,17         7,45         7,31
      TO Aset Tetap                                 0,46          0,58         0,41         0,60         0,48
      TO Aset                                       0,14          0,16         0,13         0,20         0,18

      Rasio Solvabilitas
      Debt to Equity Ratio                          2,37          3,12         2,56         2,85         3,00
      Debt to Assets                                0,70          0,76         0,72         0,74         0,75

      Rasio Profitabilitas
      Return On Asset                              -3,17%       -4,66%       -1,31%       -2,67%       -3,55%
      Return On Equity                            -10,71%      -19,20%       -4,65%      -10,27%      -14,19%


     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
     kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Secara umum semakin tinggi rasio ini
     berarti semakin aman Perseroan. Rasio lancar adalah rasio yang mencerminkan kemampuan aset lancar
     perusahaan untuk menutupi kewajiban-kewajiban lancar atau utang jangka pendek. Rasio lancar rata-rata
     Perusahaan adalah 2,15. Rasio cepat adalah rasio likuiditas jangka pendek perusahaan yang mengukur
     kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya dengan aktiva-aktivanya yang paling
     likuid, yaitu kas dan setara kas, surat berharga, dan piutang dagang. Rasio cepat rata-rata Perusahaan
     adalah 0,58.

     Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat efektivitas penggunaan aset
     perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran. Secara umum semakin tinggi perputaran berarti
     semakin efektif tingkat penggunaan aset Perusahaan. Rasio perputaran Piutang rata-rata 1,68. Rasio
     perputaran persediaan rata-rata 0,29. Rasio perputaran Utang Usaha rata-rata 5,58 rasio perputaran aset
     tetap rata-rata 0,51. Rasio perputaran Aset rata-rata 0,16.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                  9
Page 36
     Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya, yang diukur
     dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset
     dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas. Debt to equity ratio Perusahaan rata-rata
     2,78. Debt to asset ratio Perusahaan rata-rata 0,73.

     Rasio Profitabilitas adalah tingkat imbal hasil aset yang menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
     menghasilkan laba neto dari aset yang dimilikinya. Return on aset Perusahaan rata-rata -3,07% Return on
     equity Perusahaan rata-rata -11,80%.

     1.6.5 Modal Kerja Bersih
                      Modal Kerja            2021              2022              2023              2024              2025


      Piutang Usaha                       73.079.850.114    81.655.384.932    74.675.034.394    73.226.962.470    48.780.780.156
      Persediaan                         310.046.854.533   312.332.239.050   313.969.878.143   286.649.602.589   275.774.220.928
      Utang Usaha                         15.473.618.279    18.838.737.706    15.458.936.343    15.769.370.197    12.119.998.171
                         Total           367.653.086.368   375.148.886.276   373.185.976.194   344.107.194.862   312.435.002.913


     Modal kerja perseroan terdiri atas piutang usaha, persediaan dan utang usaha. Selama tahun historis,
     perseroan mencatatkan modal kerja bersih untuk piutang usaha sebesar 48,78 miliar – 81,65 miliar dengan
     rata-rata tahun historis sebesar 70,28 miliar, persediaan sebesar 275,77 miliar – 313,96 miliar dengan rata-
     rata tahun historis sebesar 299,75 miliar dan utang usaha sebesar 12,11 miliar – 18,83 miliar dengan rata-
     rata tahun historis sebesar 15,53 miliar. Total modal kerja bersih Perseroan sebesar 312,43 miliar – 375,14
     miliar berdasarkan tahun historis dengan rata-rata sebesar 354,50 miliar.


1.7 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL STUDI KELAYAKAN
     Tidak terdapat kejadian-kejadian penting terkait objek studi kelayakan yang diketahui maupun yang patut
     diketahui sampai dengan tanggal laporan yang dapat mempengaruhi nilai objek studi kelayakan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                      10
Page 37
                              2. KELAYAKAN PASAR
2.1. Kondisi Pasar
     2.1.1. Kondisi Perekonomian Indonesia
     Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir
     seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66 persen.
     Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti oleh Jasa
     Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78 persen. Sementara itu,
     Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki
     peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49
     persen.

                   Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (persen), 2023—2025




                                          Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak menunjukkan
     perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan
     sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
     sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,10 persen; Konstruksi sebesar 9,83
     persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut
     dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen.

     Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
     Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
     Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen. Sementara itu,
     Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
     masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                11
Page 38
                         Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (persen),
                             Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-2025




                                           Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada seluruh
     komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
     7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar 5,13 persen; Komponen
     Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah
     Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar
     2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut
     Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen.

               Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (persen), 2023–2025




                                           Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian Indonesia,
     dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22 persen),
     Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen), serta Maluku dan
     Papua (2,69 persen).

     Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok
     provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi sebesar 6,23 persen,
     diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau Sumatera (4,81
     persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua
     mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   12
Page 39
                        Kontribusi dan Pertumbuhan PDRB Menurut Pulau (persen), 2025




                                            Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)



     2.1.2. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
     Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 membaik sehingga mendukung
     ketahanan eksternal. Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya surplus
     neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami defisit.
     Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh aliran masuk modal asing dalam
     bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Dengan perkembangan tersebut, NPI
     pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS.

     Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan IV 2025, transaksi berjalan mencatat defisit
     sebesar 2,5 miliar dolar AS (0,7% dari PDB), setelah pada triwulan III 2025 mencatat surplus sebesar 4,0
     miliar dolar AS (1,1% dari PDB). Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih
     rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan
     ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas. Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat
     defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik. Defisit neraca jasa juga
     tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV
     2025 dibandingkan dengan kondisi pada triwulan III 2025. Defisit neraca pendapatan primer meningkat
     dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen di akhir tahun. Sementara itu, surplus neraca pendapatan
     sekunder meningkat dipengaruhi oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

     Transaksi modal dan finansial mencatat surplus. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat surplus
     sebesar 8,3 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mencatatkan defisit sebesar
     8,0 miliar dolar AS. Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari terjaganya persepsi
     positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia. Investasi portofolio mencatat
     surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap
     menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri.

     Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap
     terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi berjalan tahun 2025
     mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,1% dari PDB), lebih rendah dibandingkan
     dengan defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miliar dolar AS (0,6% dari PDB). Perkembangan ini dipengaruhi oleh
     peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya
     ekspor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh
     meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sementara itu, defisit neraca jasa

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                      13
Page 40
     meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa telekomunikasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor
     informasi dan komunikasi. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan
     pembayaran dividen. Transaksi modal dan finansial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS
     didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring dengan
     ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025. Posisi cadangan devisa meningkat
     dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember
     2025. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri
     pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

     Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi
     prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan
     Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal. Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap
     baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari
     PDB.


     2.1.3. Inflasi

     Pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,92 persen dengan Indeks Harga
     Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar
     6,71 persen dengan IHK sebesar 114,40 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 1,23 persen
     dengan IHK sebesar 108,60. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota
     Gunungsitoli sebesar 10,84 persen dengan IHK sebesar 119,24 dan terendah terjadi di Maumere dan
     Kabupaten Minahasa Utara masing-masing sebesar 0,38 persen dengan IHK masing-masing sebesar 109,62
     dan 111,03.

     Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks
     kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58 persen; kelompok
     pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga
     sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20
     persen; kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen; kelompok transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok
     rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen; kelompok
     penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa
     lainnya sebesar 13,33 persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks
     adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

     Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen sedangkan tingkat inflasi
     year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92 persen.

     Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen; dengan inflasi m-to-m
     sebesar 0,20 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38 persen.

     Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok

     Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum menunjukkan kenaikan.
     Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi inflasi y-on-y
     sebesar 2,92 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada
     Desember 2025. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,64 persen sedangkan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,92
     persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     14
Page 41
       IHK dan Tingkat Inflasi Month-to-Month (M-to-M), Year-to-Date (Y-to-D), dan Year-on-Year (Y-on-Y)
                    Nasional Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), Desember 2025




     Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks
     kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58 persen; kelompok
     pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga
     sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20
     persen; kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen; kelompok transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok
     rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen; kelompok
     penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa
     lainnya sebesar 13,33 persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks
     adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

     Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain:
     cabai merah, cabai rawit, beras, ikan segar, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, kelapa, kopi
     bubuk, wortel, minyak goreng, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), sewa rumah, tarif air
     minum PAM, bahan bakar rumah tangga, bensin, mobil, akademi/perguruan tinggi, dan emas perhiasan.
     Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tomat, bawang putih,
     jengkol, daging babi, sabun cair/cuci piring, pengharum cucian/ pelembut, sabun detergen bubuk, tarif kereta
     api, telepon seluler, dan Sekolah Menengah Atas.
Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     15
Page 42
     Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Desember 2025,
     antara lain: cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, telur ayam ras, beras, minyak goreng,
     bawang putih, cabai hijau, sawi putih/pecay/pitsai, kangkung, bayam, kelapa, bensin, angkutan udara,
     angkutan antar kota, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi
     m-to-m, yakni cabai merah.

     Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu:
     kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,33 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar
     0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,26 persen; kelompok
     perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan
     sebesar 0,05 persen; kelompok transportasi sebesar 0,15 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya
     sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan
     minuman/restoran sebesar 0,15 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,87
     persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y adalah
     kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

     Source : Badan Pusat Statistik Indonesia

     2.1.4. Nilai Tukar Rupiah
     Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 memutuskan untuk
     mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga
     Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah
     di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
     kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk menjaga stabilitas dan
     mendorong perekonomian nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku
     bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta
     perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
     makroprudensial diperkuat dengan meningkatkan efektivitas implementasi pemberian likuiditas kepada
     perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga dan meningkatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan
     ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan
     untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital,
     penguatan struktur industri sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem
     pembayaran.

     Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
     untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah diperkuat
     untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta Cita
     Pemerintah.

     Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai.
     Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi
     Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi
     kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan.
     Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak temporary government
     shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi
     permintaan domestik yang tetap lemah. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan melemah
     menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS dan kerentanan rantai pasok global. Di pasar
     keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025 dengan kecenderungan
     penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung
     bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                      16
Page 43
     Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap
     terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM). Ke depan, ketidakpastian perekonomian
     global diprakirakan tetap tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah. Kondisi
     tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan
     ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

     2.1.5. Suku Bunga
     Kebijakan suku bunga Bank Indonesia terus diarahkan secara forward looking dan pre-emptive untuk
     mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah, yaitu 2,5±1% pada tahun 2025 dan 2026. Rendahnya
     inflasi dan perlunya turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesungguhnya membuka ruang bagi penurunan
     BI-Rate lebih lanjut setelah penurunan sebesar 25 bps menjadi 6,00% pada September 2024. Hal ini apabila
     mempertimbangkan tekanan inflasi inti (core inflation) yang bersumber dari dalam negeri diprakirakan tetap
     terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang terjaga dan kapasitas output potensial yang masih mampu
     memenuhi kenaikan permintaan. Namun demikian, risiko tekanan inflasi yang berasal dari gejolak global,
     yaitu dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap harga barang-barang impor (imported inflation) perlu
     terus diwaspadai. Sejalan dengan itu, fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek adalah untuk stabilisasi
     nilai tukar Rupiah dari dampak gejolak global dimaksud. Karenanya, kebijakan untuk memanfaatkan ruang
     penurunan lebih lanjut BI-Rate akan didasarkan pada asesmen terhadap data dan kondisi yang berkembang
     (data dependence). Sementara itu, untuk pengendalian inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) dan
     harga yang diatur pemerintah (administered prices), koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
     melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) terus diperkuat melalui Gerakan Nasional
     Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengerahkan seluruh 46 kantor Bank Indonesia di dalam
     negeri.
                                             Suku Bunga Perbankan




                                                Sumber: Bank Indonesia



2.2. Pangsa Pasar
     Perseroan adalah perusahaan yang berencana menambah kegiatan usaha baru yang fokusnya pada
     pekerjaan berbasis proyek (commercial projects and kitchen countertops) dengan model pasokan
     indent/back-to-back.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   17
Page 44
     Kondisi pasar surface material saat ini tengah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
     pemulihan sektor properti dan pergeseran gaya hidup masyarakat modern. Permintaan terhadap material
     pelapis permukaan, mulai dari High-Pressure Laminate (HPL) hingga batu rekayasa seperti Engineered
     Quartz, menunjukkan korelasi positif dengan meningkatnya volume proyek residensial menengah-atas dan
     renovasi ruang komersial. Konsumen kini tidak lagi hanya mementingkan aspek fungsional, tetapi juga
     menjadikan estetika visual, tekstur, dan fleksibilitas aplikasi sebagai variabel utama dalam pengambilan
     keputusan pembelian. Tren desain interior yang mengarah pada konsep minimalis dan industrial telah
     menciptakan ceruk pasar yang besar bagi material yang mampu meniru tampilan alami namun tetap
     menawarkan kemudahan perawatan. Dalam konteks ini, pelaku usaha yang bergerak pada model
     perdagangan, impor, dan project supply memiliki peluang besar untuk merespons kebutuhan pasar secara
     cepat melalui penyediaan produk yang variatif, layanan inden, serta skema pengadaan indent/back-to-back
     yang efisien.

     Secara fundamental, dinamika pasar saat ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran konsumen
     terhadap kebersihan, higienitas, dan kemudahan pemeliharaan. Material non-pori yang memiliki ketahanan
     terhadap bakteri dan noda, seperti Solid Surface dan Engineered Quartz, mulai menggeser dominasi batu
     alam tradisional di segmen dapur dan area basah. Hal ini memberikan peluang strategis bagi perusahaan
     yang berfokus pada impor dan distribusi material untuk menghadirkan solusi produk dengan spesifikasi teknis
     yang sesuai kebutuhan proyek. Dalam model usaha ini, pengendalian mutu tidak berfokus pada pengolahan
     bahan mentah, melainkan pada proses seleksi pemasok, pemeriksaan kualitas saat barang diterima,
     penanganan, pengemasan, logistik pengiriman, serta pengelolaan penyimpanan secara terbatas agar mutu
     produk tetap terjaga hingga ke tangan pelanggan. Untuk produk kitchen top, nilai tambah juga diperoleh
     melalui proses fabrikasi yang dilakukan secara terbatas dan terkontrol, mencakup mencakup dukungan
     fabrikasi berupa pemotongan dan finishing sesuai spesifikasi proyek, sementara instalasi di lokasi dilakukan
     oleh pihak ketiga (kontraktor/aplikator).

     Meskipun persaingan dengan produk impor masih cukup ketat, adanya preferensi pasar terhadap
     ketersediaan barang, kecepatan layanan purnajual, ketepatan pengiriman, serta kustomisasi desain
     memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menguasai pangsa pasar domestik secara lebih efektif.
     Keunggulan kompetitif tidak semata ditentukan oleh kepemilikan fasilitas produksi, melainkan oleh
     kemampuan mengelola rantai pasok, menjaga konsistensi mutu saat penerimaan dan distribusi, serta
     menyediakan layanan fabrikasi kitchen top yang presisi dan sesuai kebutuhan pelanggan.

     Ke depan, prospek industri surface material diprediksi akan terus tumbuh stabil, selaras dengan ekspansi
     pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Faktor keberlanjutan atau
     sustainability juga mulai muncul sebagai standar baru, di mana material yang ramah lingkungan dan memiliki
     jejak karbon rendah mendapatkan atensi lebih dari pengembang proyek berskala besar. Oleh karena itu,
     investasi pada sektor ini memiliki tingkat kelayakan yang menjanjikan, selama pelaku usaha mampu
     beradaptasi dengan fluktuasi harga global, mengelola impor dan distribusi secara efisien, menjaga kualitas
     melalui proses QC dan handling yang baik, serta secara konsisten menghadirkan solusi material dan layanan
     fabrikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin terfragmentasi.
     Permintaan material permukaan (surface materials) di Indonesia utamanya didorong oleh aktivitas konstruksi
     komersial dan pengerjaan interior (fit-out) yang sedang berlangsung. Riset pasar dari Mordor Intelligence
     (2025) memperkirakan pasar konstruksi komersial Indonesia bernilai USD 55,18 miliar pada tahun 2025, dan
     diproyeksikan mencapai USD 87,85 miliar pada tahun 2031 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk
     (CAGR) sebesar 8,07% untuk periode 2026–2031.



Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     18
Page 45
     Porselen merupakan kategori terbesar dengan pangsa pasar yang dilaporkan sebesar 46,58% pada tahun
     2025, di mana instalasi lantai mewakili 61,48% pangsa pasar di tahun yang sama—sejalan dengan kuatnya
     permintaan lantai komersial. Kondisi pasokan porselen kelas menengah secara struktural kaya akan
     pasokan, laporan dari Antara News (2025) mengutip bahwa kapasitas produksi industri keramik nasional saat
     ini telah mencapai sekitar 625 juta m2/tahun, yang mengimplikasikan persaingan sengit dan tingkat substitusi
     yang tinggi di segmen ini.
     (Mordor Intelligence, Indonesia Commercial Construction Market Report, diakses pada April 2026).
     Pendorong pasar yang disorot oleh manajemen meliputi:
      iv.    meningkatnya preferensi terhadap permukaan yang rendah perawatan dan minim kebutuhan
             pemeliharaan di lingkungan komersial maupun residensial;
       v.    standar kualitas yang semakin tinggi untuk kategori bangunan tertentu, seperti fasilitas kesehatan, di
             mana permukaan higienis dan berkinerja tinggi lebih disukai; dan
      vi.    adanya pipeline proyek yang mencari estetika modern (format besar, tampilan seamless).


2.3. Kesinambungan (Sustainability)
     Penerapan prinsip keberlanjutan dalam bisnis surface material merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko
     jangka panjang, sejalan dengan arah SEOJK 17 dan komitmen Perseroan pada tata kelola yang
     menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Triple Bottom Line). Dalam dimensi lingkungan,
     fokus Perseroan diarahkan pada pengelolaan dampak rantai pasok dan distribusi, termasuk efisiensi energi
     pada kegiatan pergudangan dan logistik, pengurangan limbah kemasan, serta pemilihan pemasok/principal
     yang memiliki standar keberlanjutan dan dokumentasi produk yang memadai (misalnya informasi lingkungan
     produk bila tersedia). Selain itu, karakter material surface yang memiliki umur pakai panjang (long-life cycle)
     berpotensi mengurangi frekuensi penggantian dan volume limbah konstruksi pada pengguna akhir.
     Dari perspektif sosial, keberlanjutan difokuskan pada penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
     (K3) yang ketat dalam kegiatan penanganan material, pergudangan, serta proses fabrikasi (khususnya
     kitchen top). Perseroan menerapkan pengendalian risiko kerja yang relevan, termasuk pencegahan cedera
     akibat handling slab/ubin berukuran besar dan mitigasi paparan debu (termasuk debu silika) pada aktivitas
     pemotongan dan finishing melalui SOP, APD, serta pengaturan area kerja yang aman. Perseroan juga
     mendorong keterlibatan masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial dan penguatan manfaat
     ekonomi lokal, sesuai kebutuhan dan skala kegiatan.
     Secara ekonomi, keberlanjutan operasional didukung melalui efisiensi biaya energi dan disiplin operasional
     dalam model bisnis trading berbasis proyek (indent/back-to-back), sehingga Perseroan dapat mengelola
     risiko modal kerja, menjaga stabilitas margin di tengah fluktuasi biaya logistik dan energi global, serta
     mempertahankan ketahanan usaha.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                        19
Page 46
2.4. Potensi Pasar

     Potensi pasar surface material di Indonesia menunjukkan prospek yang ekspansif, didorong oleh akselerasi
     pembangunan infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor properti kelas menengah-atas. Perusahaan
     mengidentifikasi bahwa peluang pasar tidak lagi bersifat linear, melainkan bergeser ke arah produk yang
     memiliki nilai tambah lingkungan. Meningkatnya permintaan akan gedung bersertifikat Green Building di
     pusat-pusat bisnis utama menciptakan ceruk pasar eksklusif bagi surface material yang memenuhi standar
     emisi rendah dan efisiensi sumber daya. Hal ini memposisikan produk ramah lingkungan sebagai penggerak
     utama pertumbuhan pendapatan di masa depan, sekaligus sebagai langkah mitigasi terhadap risiko
     perubahan regulasi lingkungan yang semakin ketat.

     Secara demografis, munculnya kesadaran konsumen "sadar keberlanjutan" (eco-conscious consumers) di
     kalangan generasi muda menjadi katalisator pertumbuhan yang signifikan. Potensi pasar ini didukung oleh
     tren urbanisasi dan peningkatan daya beli yang menuntut material interior berkualitas tinggi, tahan lama, dan
     memiliki jejak karbon minimal. Dalam kerangka strategi keberlanjutan perusahaan, potensi pasar ini
     dioptimalkan melalui diversifikasi produk yang mengintegrasikan material daur ulang tanpa mengurangi
     standar estetika. Langkah ini diproyeksikan akan meningkatkan pangsa pasar perusahaan di sektor
     residensial dan komersial, mengingat adanya kecenderungan konsumen untuk memilih merek yang memiliki
     komitmen transparan terhadap pelestarian lingkungan.

     Selain itu, potensi pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait peningkatan Tingkat Komponen
     Dalam Negeri (TKDN), terutama pada proyek pengadaan pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
     yang mensyaratkan atau memberikan preferensi pada produk bersertifikat TKDN. Dalam konteks model
     bisnis Perseroan yang berbasis perdagangan (impor dan pengadaan dari produsen lokal), Perseroan
     mengoptimalkan peluang tersebut melalui pengelolaan portofolio produk dari mitra produsen lokal yang telah
     memenuhi kualifikasi TKDN. Dalam model ini, peran strategis Perseroan berfokus pada penyediaan
     dukungan dokumentasi pengadaan yang komprehensif untuk membantu mitra kontraktor dalam memenuhi
     persyaratan tender pemerintah maupun BUMN. Strategi ini memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia
     solusi surface material berbasis proyek yang patuh regulasi tanpa terlibat dalam proses produksi bahan baku
     secara langsung.

2.5. Pesaing Usaha
     Segmen A – Batu teknis premium/sintered slab;
         • Distributor spesialis slab impor premium.
         • Produsen slab sinter lokal terbatas.
         • Penyedia solusi terkait ekosistem fabrikasi.
     Segmen B – Porselen komersial kelas menengah;
         • Produsen keramik/porselen domestik dengan jaringan distribusi nasional.

         • Importir/distributor proyek dari Indonesia/ASEAN.

         • Memproduksi produk pelapis furnitur dengan memanfaatkan kemampuan manufakturnya.

     Peserta pasar ilustratif:
         • Segmen A: QUADRA, Neolith, Dekton (Cosentino), Laminam, Lapitec.

         • Segmen B: Roman (Roman Granit), Niro Granite, produsen domestik lain, importir ASEAN.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                      20
Page 47
2.6. Strategi Pemasaran

     Posisi inti (niche): “Project Surface Integrator”

     Perusahaan menempatkan diri sebagai pemasok permukaan terintegrasi, menawarkan:
     • Batu teknis premium/sintered slab untuk area statement & meja dapur.
     • Paket porselen format besar kelas menengah untuk lantai/dinding komersial.
     • Dukungan quarry lokal (marmer) + pemasok batu impor.
     • Produk pelapis premium lainnya.

     Aksi go-to-market:

     •    Program spesifikasi untuk arsitek/desainer: menyiapkan perpustakaan sampel, mock-up, serta
          dokumen data teknis untuk mendukung proses spesifikasi dan kebutuhan tender.
     •    Pendekatan akun utama untuk developer/kontraktor/QS: menyelaraskan jadwal pasokan dengan
          timeline proyek, menjaga konsistensi lot/batch, serta menerapkan prosedur garansi dan klaim yang jelas.
     •    Proposal kitchen & furniture surfaces (fabrication-only): menyediakan layanan fabrication-only untuk
          menurunkan risiko eksekusi dan memastikan kualitas hasil pada aplikasi worktop dan pelapisan
          permukaan furnitur.
     •    Penawaran bertingkat: menawarkan lini flagship premium marble/stone serta opsi porselen kelas
          menengah untuk mendukung value engineering dalam satu proyek.
     •    Model pasokan: menerapkan indent/back-to-back berbasis pesanan proyek guna meminimalkan risiko
          deadstock dan kebutuhan modal kerja.

2.7. Kesimpulan Kelayakan Pasar
     Mengacu pada perkembangan pasar secara umum, pangsa pasar, serta adanya perencanaan dan strategi
     pemasaran yang baik, dapat disimpulkan bahwa kegiatan usaha baru mempunyai prospek yang baik dimasa
     yang akan datang.

     Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru dapat disimpulkan
     bahwa aspek pasar ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     21
Page 48
                                 3 KELAYAKAN TEKNIS
3.1. Kapasitas

     Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini seluruh kegiatan operasional tetap dijalankan dengan
     menggunakan fasilitas gudang logistik dan sumber daya yang ada, sehingga tidak diperlukan investasi
     tambahan dalam bentuk aset baru.

     Meskipun tidak ada penambahan aset dalam jumlah besar, penambahan KBLI memberikan nilai tambah yang
     nyata bagi perusahaan. Nilai tambah tersebut tercermin dari diversifikasi kegiatan usaha yang lebih luas,
     peningkatan potensi pendapatan, serta penguatan posisi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar.
     Dengan adanya KBLI tambahan, perusahaan mampu memperluas cakupan layanan dan produk tanpa harus
     menanggung beban finansial yang besar dari sisi investasi aset.

     Secara keseluruhan, strategi ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya sekaligus
     memberikan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Penambahan KBLI bukan hanya memperkaya
     portofolio usaha, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dengan tetap menjaga struktur biaya yang
     terkendali.

3.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

     Sumber Produk dan Ketersediaan Pasokan

     Dalam model bisnis perdagangan (trading) Perseroan, ketersediaan produk surface material bergantung pada
     jaringan produsen lokal serta pemasok/principal impor. Untuk produk dari produsen lokal, ketersediaan
     dipengaruhi oleh kapasitas produksi domestik, kesiapan sertifikasi/dokumen (termasuk TKDN apabila
     relevan), serta kemampuan memenuhi spesifikasi proyek dan konsistensi lot/batch. Untuk produk impor,
     ketersediaan dipengaruhi oleh kapasitas pemasok, stabilitas logistik dan kepabeanan, serta fluktuasi nilai
     tukar.

     Untuk menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas produk, Perseroan menerapkan seleksi pemasok berbasis
     reputasi, konsistensi mutu, kemampuan memenuhi spesifikasi proyek, serta kelengkapan dokumen teknis.
     Perseroan juga mengelola risiko ketergantungan pada satu sumber melalui diversifikasi pemasok, dengan
     menyeimbangkan produk premium dari principal impor dan produk mid-range dari produsen lokal maupun
     pemasok regional (ASEAN/other). Skema pengadaan berbasis proyek (indent/back-to-back) diterapkan untuk
     meminimalkan risiko deadstock dan menjaga efisiensi modal kerja.

     Pekerja dan Ahli Profesional

     Perseroan tidak menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga kerja dan ahli profesional untuk
     menjalankan penambahan kegiatan usaha, karena Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang
     dinilai memadai. Penambahan kegiatan usaha direncanakan dilakukan dengan memanfaatkan organisasi dan
     fasilitas yang telah ada, sehingga tidak memerlukan perekrutan tenaga kerja baru. Untuk kebutuhan tertentu,
     terutama pada fabrikasi (fabrication-only) untuk kitchen & furniture surfaces, Perseroan memastikan tenaga
     kerja memiliki kompetensi dan SOP kerja yang memadai guna menjaga kualitas dan keselamatan kerja.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    22
Page 49
3.3. Proses Operasional (Trading, QC, Logistik dan Dukungan Fabrikasi)

           Dalam menjalankan kegiatan perdagangan surface material, Perseroan menerapkan proses
           operasional yang mencakup:

              i.    perencanaan pengadaan berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back) baik dari principal
                    impor maupun produsen lokal,
              ii.   pengelolaan dokumen pengadaan/impor dan kepatuhan (apabila barang impor),
             iii.   penerimaan barang dan inspeksi kualitas (QC incoming), termasuk pengendalian lot/batch
                    untuk kebutuhan proyek,
             iv.    penanganan dan penyimpanan material sesuai standar untuk meminimalkan risiko kerusakan,
                    serta
              v.    pengiriman ke lokasi proyek sesuai jadwal.

           Untuk kebutuhan kitchen & furniture surfaces, Perseroan memberikan dukungan fabrikasi melalui
           proses pemotongan dan finishing sesuai spesifikasi, dengan pengendalian kualitas dan penerapan K3
           pada area kerja.

3.4. Kesimpulan Kelayakan Teknis

     Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam rencana penambahan KBLI baru, maka disimpulkan
     bahwa aspek kelayakan teknis ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                23
Page 50
                       4 KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis

     Keunggulan kompetitif Perusahaan didasarkan pada model operasi terintegrasi yang berfokus pada proyek,
     bukan sekadar perdagangan produk.

          •   Akses jaringan yang ada: Hubungan yang telah terjalin dengan pengembang, kontraktor, serta
              arsitek/desainer terkemuka di pasar target Perusahaan.
          •   Kapabilitas yang ada: Tim penjualan, dukungan teknis, dan sumber daya fabrikasi meja dapur
              (kitchen-top) yang sudah tersedia.
          •   Basis vendor terakreditasi: Pengadaan dari pemasok yang diakui secara internasional dan lini
              produk pelengkap yang memenuhi berbagai kebutuhan bangunan.
          •   Penawaran terintegrasi untuk rekayasa nilai (value engineering): Kemampuan untuk
              mengombinasikan material berdasarkan aplikasi (misalnya, permukaan premium untuk area
              utama/meja dapur; porselen kelas menengah untuk area servis/volume besar).
          •   Pengadaan indent/back-to-back: Mengurangi risiko persediaan, meningkatkan disiplin modal
              kerja, dan menyelaraskan dengan perilaku pengadaan proyek.

4.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

     Pesaing mungkin dapat meniru kategori produk secara individu, terutama pada segmen porselen kelas
     menengah yang ketersediaannya melimpah. Namun, akan jauh lebih sulit untuk mereplikasi penawaran
     proyek ujung-ke-ujung (end-to-end) milik Perusahaan yang menggabungkan layanan bertingkat dengan
     manajemen risiko eksekusi.

          •   Rekayasa nilai (value engineering) bertingkat dalam satu proposal vendor (paket premium + kelas
              menengah) untuk menyelaraskan dengan anggaran pemilik dan tujuan desain.
          •   Disiplin eksekusi proyek: Kontrol batch/lot, kontrol kualitas (QC) saat penerimaan barang, SOP
              penanganan, koordinasi jadwal, dan proses klaim yang melindungi lini masa proyek.
          •   Kapabilitas fabrikasi meja dapur (kitchen-top) yang mengurangi hambatan terbesar dalam adopsi
              lempengan (slab) premium (risiko kegagalan fabrikasi dan pecah).
          •   Perangkat spesifikasi (spec-in toolkit) dan penjualan berbasis dokumentasi (sampel, paket data
              teknis, kredensial keberlanjutan jika tersedia).

     Manajemen juga berencana untuk fokus pada produk dengan fitur teknis yang unik (misalnya, performa
     permukaan tingkat lanjut, variasi motif yang tinggi, opsi format tipis, dan material pendukung BIM jika
     tersedia). Fitur-fitur ini, bersama dengan keterampilan eksekusi Perusahaan, membuat perbandingan
     langsung dengan pasokan komoditas menjadi sulit dilakukan.

4.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

     Nilai dihasilkan bagi pelanggan dan Perusahaan melalui hasil produk maupun layanan.

          •   Bagi pemilik proyek: akses ke permukaan berkinerja tinggi dan rendah perawatan untuk area
              premium serta meja dapur; pengurangan risiko pemeliharaan jangka panjang; estetika yang
              konsisten pada permukaan yang luas.

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                 24
Page 51
          •   Bagi kontraktor: penyelarasan jadwal yang lebih baik dan pengurangan pengerjaan ulang (rework)
              melalui kontrol kualitas, konsistensi batch, serta pasokan yang terprediksi.
          •   Bagi fasilitas kesehatan dan bangunan standar tinggi (jika relevan): kemampuan untuk menentukan
              spesifikasi permukaan yang higienis dan mudah dibersihkan yang memenuhi standar operasional
              yang lebih tinggi.
          •   Bagi Perusahaan: ekspansi ke proyek high-end 'non-batu' dan paket komersial kelas menengah
              yang biasanya tidak menggunakan batu alam, sehingga memperluas pangsa pasar yang dapat
              dijangkau (addressable market).
          •   Peningkatan tingkat kemenangan tender: rekayasa nilai (value engineering) terintegrasi di berbagai
              tingkatan meningkatkan daya saing proposal.

 4.4. Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis

       Berdasarkan evaluasi terhadap aspek kelayakan pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam Rencana
       Penambahan KBLI baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    25
Page 52
              5 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
5.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja

       Dalam menjalankan kegiatan usaha, perseroan tidak menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga kerja
       ataupun ahli profesional. Hal ini disebabkan oleh adanya sumber daya manusia yang telah dimiliki dan
       dinilai cukup untuk mendukung operasional yang berjalan. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
       dapat dilakukan tanpa memerlukan perekrutan tenaga kerja baru, sehingga efisiensi tetap terjaga.

5.2.   Manajemen Kekayaan Intelektual

       Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
       gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
       tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
       akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
       pekerjaan. Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
       kompetensi teknis yang diperlukan.

5.3.   Manajemen Risiko

       Karena ini merupakan model perdagangan indent/back-to-back yang berbasis proyek dengan fabrikasi
       untuk kitchen top, maka risiko utama dan langkah mitigasinya adalah sebagai berikut:


                    Risiko                Relevansi Terhadap Bisnis                   Mitigasi

        Keterlambatan pengiriman         Mempengaruhi jadwal proyek; •      Pemesanan indent/back-to-back
                                         risiko lebih tinggi untuk          dengan buffer jadwal;
                                         permukaan premium impor.    •      SLA lead-time dengan pemasok;
                                                                     •      pengiriman bertahap sesuai
                                                                            milestone proyek;
                                                                        •   opsi pemasok alternatif untuk
                                                                            paket menengah.
        Volatilitas FX (produk impor)    Dapat menekan margin jika •        Klausul harga terkait FX;
                                         harga ditetapkan dalam IDR •       natural      hedging       melalui
                                         sementara biaya dalam mata         kesesuaian mata uang;
                                         uang asing.                •       periode validitas penawaran
                                                                            yang disiplin.
        Cacat kualitas & kerusakan Permukaan berformat besar •              QC penerimaan;
        saat penanganan            dapat retak/terkelupas; fabrikasi •       SOP terdokumentasi untuk
                                   memiliki risiko eksekusi.                penanganan/packing;
                                                                        •   proses fabrikasi terlatih;
                                                                        •   prosedur klaim yang jelas
                                                                            dengan pemasok;
                                                                        •   asuransi bila diperlukan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   26
Page 53
        Tiidak konsistenan batch/lot Risiko estetika proyek, terutama •       Penguncian batch per proyek;
        (shade)                      untuk area besar yang •                  pelacakan lot;
                                     membutuhkan keseragaman.         •       perencanaan pengadaan untuk
                                                                              memastikan pasokan konsisten
                                                                              tiap proyek.
        Eksposur garansi / klaim         Sengketa dapat timbul terkait •      Garansi principal diteruskan bila
                                         performa permukaan atau hasil        berlaku;
                                         finishing                     •      kriteria penerimaan klien yang
                                                                              jelas;
                                                                         •    ruang lingkup fabrikasi dan
                                                                              keterbatasan terdokumentasi;
                                                                      •       alur kerja klaim yang terstruktur.
        Kredit proyek / keterlambatan Risiko modal kerja jika piutang •       DP/termin diselaraskan dengan
        pembayaran                    tertunda.                               pengadaan indent/back-to-back;
                                                                      •       batas kredit;
                                                                      •       penagihan berbasis milestone;
                                                                      •       tata kelola koleksi yang lebih
                                                                              kuat.
        Kepatuhan regulasi & impor       Risiko bea cukai / klasifikasi / •   Dokumentasi impor standar;
                                         dokumen dapat menunda •              kontrol klasifikasi HS;
                                         pengiriman dan memicu penalti. •     forwarder yang terverifikasi;
                                                                          •   checklist kepatuhan internal.


5.4.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

       PT Citatah Tbk memiliki rekam jejak panjang dalam industri surface material di Indonesia, dengan
       pengalaman luas dalam mengelola rantai pasok dan distribusi produk berkualitas tinggi. Keberhasilan
       Perseroan dalam mengelola portofolio produk berskala besar menunjukkan kapasitas manajemen yang
       solid untuk menghadirkan produk premium yang memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.
       Skala usaha yang besar memberikan keunggulan dalam efisiensi biaya pengadaan, daya tawar terhadap
       pemasok (principal), serta optimalisasi logistik.

       Restrukturisasi yang dilakukan melalui penguatan unit usaha yang berfokus pada penyediaan solusi surface
       material terintegrasi semakin memperkuat efisiensi operasional. Langkah strategis ini memungkinkan
       Perseroan untuk memberikan layanan menyeluruh mulai dari seleksi produk unggulan, manajemen logistik,
       fabrikasi terbatas, hingga manajemen pemasaran secara lebih kompetitif. PT Citatah Tbk menegaskan
       posisinya sebagai penyedia solusi terintegrasi bagi kebutuhan proyek konstruksi dan interior.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     27
Page 54
5.5.   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Perseroan telah memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang sesuai dengan kebutuhan industri
       surface material, sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha dalam skala ekonomi yang besar.
       Dengan pengalaman panjang dalam mengelola rantai pasok mulai dari pengadaan produk premium hingga
       distribusi, struktur organisasi Perseroan terbukti efektif dalam mengatur fungsi operasional yang kompleks
       secara profesional. Kesesuaian struktur organisasi ini memberikan keunggulan dalam koordinasi antar unit,
       efisiensi biaya, serta optimalisasi sumber daya manusia dan logistik.

       Selain itu, restrukturisasi yang dilakukan melalui penguatan unit usaha yang berfokus pada penyediaan
       solusi permukaan interior semakin memperkuat integrasi fungsi manajemen dalam satu lini bisnis yang lebih
       terarah. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan menjalankan aktivitas pengelolaan secara
       menyeluruh mulai dari manajemen inventaris, pengendalian kualitas (QC) produk, penyediaan logistik,
       hingga manajemen pemasaran dan layanan pelanggan. Dengan struktur organisasi yang adaptif, Perseroan
       memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi dinamika pasar sekaligus memastikan keberlanjutan usaha
       melalui tata kelola yang efisien.

5.6.   Kesimpulan Kelayakan Model Manajemen

       Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen dalam Rencana Penambahan KBLI baru, maka
       disimpulkan bahwa aspek kelayakan model manajemen ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     28
Page 55
                                     6 KELAYAKAN KEUANGAN
6.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs)

    Berdasarkan informasi dari manajemen, manajemen akan menjalankan kegiatan usaha yang baru ini dengan
    memanfaatkan aset yang sudah dimiliki perusahaan. Dengan demikian perusahaan hanya memerlukan initial
    investment berupa biaya modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha yang baru.

    Berdasarkan kebutuhan investasi yang digunakan, modal kerja yang diperlukan untuk rencana penambahan
    kegiatan usaha adalah sebesar Rp. 3.269.853.586 (Tiga Miliar Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan
    Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) dibandingkan dengan posisi ekuitas
    perusahaan Rp. 164.695.874.341 (Seratus Enam Puluh Empat Miliar Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Juta
    Delapan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Empat Puluh Satu Rupiah), besaran investasi adalah 1,99%
    dari total ekuitas perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020, rencana
    penambahan kegiatan usaha bukan merupakan transaksi material dikarenakan masih di bawah 20% ekuitas
    perusahaan.

    Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi dalam rencana
    penambahan kegiatan usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan. Tidak terdapat benturan kepentingan
    karena rencana penambahan kegiatan usaha menghasilkan keuntungan atau nilai tambah terhadap
    perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42 /POJK.04/2020, rencana penambahan kegiatan
    usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

    Perseroan menginformasikan bahwa di dalam biaya pendirian sudah mencukupi untuk melakukan kegiatan
    operasional usaha dan tidak diperlukan lagi ada penambahan capex selama tahun proyeksi.

                                   Investasi                                      Unit                        Total (IDR)
                            Modal Kerja (Pembiayaan)                                                1          3.269.853.586
                            Total                                                                              3.269.853.586

6.2. Modal Kerja

                    Modal Kerja                  Tahun 0          Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3        Tahun 4          Tahun 5

     Piutang Usaha                                         -      3.087.310.781    11.561.818.993   14.288.236.831   16.521.436.478   19.089.616.073
     Persediaan                                            -      6.862.025.514     7.816.885.951    8.989.418.844   10.337.831.671   17.832.759.632
     Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   1.041.764.292    1.715.506.378     1.954.221.488    2.247.354.711    2.584.457.918    2.972.126.605
     Uang Muka Diterima                            885.359.506    1.235.139.854     1.432.152.677    1.660.832.958    1.909.957.902    2.196.451.587
     Utang Usaha                                   772.386.512    1.715.506.378     1.954.221.488    2.247.354.711    2.584.457.918    2.972.126.605
                       Total                      (615.981.726)   8.714.196.441    17.946.552.267   21.616.822.717   24.949.310.248   34.725.924.118



    Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari piutang usaha, persediaan, beban dibayar dimuka dan piutang lainnya,
    uang muka diterima dan utang Usaha. Piutang Usaha perseroran sebesar 3,08 – 19,08 miliar, Persediaan
    sebesar 6,86 miliar – 17,83 miliar, beban dibayar dimuka dan piutang lainnya sebesar 1,04 – 2,97 miliar, uang
    muka diterima sebesar 885 juta – 2,19 miliar dan Utang Usaha sebesar 772 juta – 2,97 miliar. Modal kerja
    Perseroan sebesar 8,71 miliar – 34,72 miliar per tahun selama tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                       29
Page 56
6.3. Sumber Pembiayaan

                          Struktur Investasi                       Porsi                       Nilai Investasi
                      Pendanaan Sendiri                                          0%                          -
                      Pendanaan Pihak Ketiga                                   100%              3.269.853.586
                      Total                                                    100%              3.269.853.586
   Total investasi yang berupa modal kerja yang dibutuhkan sejumlah Rp. 3.269.853.586 (Tiga Miliar Dua Ratus
   Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah)
   yang diperlukan pada tahun ke-0 atau sebelum dimulainya operasional dengan 100% dari pembiayaan pihak
   ketiga.

   Pendanaan modal kerja melalui lembaga pembiayaan dalam proyeksi ini akan dikenakan bunga berdasarkan
   rata-rata suku bunga pinjaman bank komersial di Indonesia sebesar 8,5%.

6.4. Biaya Operasional

                                         Tahun 0         Tahun 1             Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                  Laporan Laba Rugi
     Pemasaran dan Penjualan                       -   (3.608.248.098)     (2.968.159.523)    (3.437.418.072)    (3.775.218.012)    (4.168.026.800)
     Umum dan Admininstrasi                        -   (5.125.093.536)     (4.153.726.239)    (4.371.161.949)    (4.632.880.381)    (4.919.048.366)


    Biaya operasional terdiri dari beban pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi yang
    dimana rasio beban pemasaran dan penjualan perusahaan memiliki rasio sebesar 4,83% - 7,26% dari total
    pendapatan dengan perubahan rata – rata sebesar 4,58% pada tahun proyeksi. Sedangkan, beban umum
    dan administrasi memiliki rasio sebesar 5,70% - 7,23% dari total pendapatan dengan perubahan rata – rata
    sebesar 0,39% selama tahun proyeksi.


6.5. Beban Pokok Penjualan

                                         Tahun 0         Tahun 1             Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                   Laporan Laba Rugi
     Beban Pokok Penjualan                         -   (35.386.083.988)    (40.880.852.863)   (46.901.315.709)   (53.936.513.065)   (62.026.990.025)
      Retail - Karawang                            -      (226.566.837)       (469.317.020)      (428.049.488)      (492.256.912)      (566.095.449)
      Project - Karawang                           -   (35.159.517.151)    (40.411.535.844)   (46.473.266.220)   (53.444.256.153)   (61.460.894.576)



    Beban pokok penjualan memiliki rasio sebesar 71,22% - 71,93% dari total pendapatan dengan perubahan rata
    – rata sebesar 15,06% pada tahun proyeksi. Total beban pokok penjualan berkisar antara 35,38 miliar – 62,02
    miliar dengan rata – rata beban pokok penjualan sebesar 47,82 miliar.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                     30
Page 57
6.6. Proyeksi Laporan Keuangan Rencana Kegiatan Usaha Baru (Standalone)

    1. Proyeksi Neraca Rencana Kegiatan Usaha Baru

                                                     Tahun 0           Tahun 1          Tahun 2          Tahun 3          Tahun 4          Tahun 5

                   Laporan Posisi Keuangan
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan Setara Kas                          3.885.835.312      484.097.496    2.116.872.890    7.509.939.001   14.869.790.977   14.322.813.880
         Piutang Usaha                                         -      3.087.310.781   11.561.818.993   14.288.236.831   16.521.436.478   19.089.616.073
         Persediaan                                            -      6.862.025.514    7.816.885.951    8.989.418.844   10.337.831.671   17.832.759.632
         Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   1.041.764.292    1.715.506.378    1.954.221.488    2.247.354.711    2.584.457.918    2.972.126.605
         JUMLAH ASET LANCAR                          4.927.599.604   12.148.940.170   23.449.799.322   33.034.949.388   44.313.517.044   54.217.316.191
         ASET TIDAK LANCAR
         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                               -                -                -                -                -
         JUMLAH ASET                                 4.927.599.604   12.148.940.170   23.449.799.322   33.034.949.388   44.313.517.044   54.217.316.191
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang Usaha - Pihak Ketiga                    772.386.512    1.715.506.378    1.954.221.488    2.247.354.711    2.584.457.918    2.972.126.605
         Kredit Modal Kerja                          3.269.853.586    3.959.188.385    5.772.654.206    4.631.619.808    3.994.772.084    1.731.067.903
         Uang Muka Diterima                            885.359.506    1.235.139.854    1.432.152.677    1.660.832.958    1.909.957.902    2.196.451.587
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK             4.927.599.604    6.909.834.617    9.159.028.371    8.539.807.477    8.489.187.904    6.899.646.095
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                       -                -                -                -                -
         JUMLAH LIABILITAS                           4.927.599.604    6.909.834.617    9.159.028.371    8.539.807.477    8.489.187.904    6.899.646.095
         EKUITAS
         Modal Saham                                           -                -                -                -                -                -
         Tambahan Modal Disetor                                -                -                -                -                -                -
         Saldo Laba                                            -      5.239.105.553   14.290.770.951   24.495.141.911   35.824.329.141   47.317.670.095
         JUMLAH EKUITAS                                        -      5.239.105.553   14.290.770.951   24.495.141.911   35.824.329.141   47.317.670.095
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS               4.927.599.604   12.148.940.170   23.449.799.322   33.034.949.388   44.313.517.044   54.217.316.191



         Aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan beban dibayar dimuka dan
         piutang lainnya dengan yang merupakan 100% dari total aset. Aset lancar paling besar dikontribusi dari
         piutang usaha dengan rasio 25,41% - 49,30% dari total aset. Total aset mengalami perubahan rata – rata
         sebesar 47,60% pada tahun proyeksi dengan nominal sebesar 12,14 miliar – 54,21 miliar.

         Liabilitas hanya dikontribusi dari liabilitas jangka pendek yaitu utang usaha – pihak ketiga, kredit modal
         kerja dan yang muka diterima yang memiliki rasio rata – rata sebesar 30,73% dari total liabilitas dan
         ekuitas perusahaan. Total liabilitas mengalami perubahan rata – rata sebesar 1,62% pada tahun proyeksi
         dengan nominal sebesar 6,90 miliar – 9,15 miliar. Ekuitas terdiri dari saldo laba dengan rasio rata-rata
         sebesar 69,27% dari total liabilitas dan ekuitas. Total ekuitas mengalami perubahan rata – rata sebesar
         80,63% pada tahun proyeksi dengan nominal sebesar 5,23 miliar – 47,31 miliar.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                          31
Page 58
    2. Proyeksi Laba Rugi Rencana Kegiatan Usaha Baru

                                            Tahun 0         Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                        Laporan Laba Rugi
         Pendapatan                                   -    49.678.477.712     57.400.825.346     65.205.487.715     74.986.310.873     86.234.257.504
           Retail - Karawang                          -       323.666.910        670.452.885        611.499.269        703.224.160        808.707.784
           Project - Karawang                         -    48.866.149.309     56.168.685.605     64.593.988.446     74.283.086.713     85.425.549.720
           Pemasangan & Pemolesan                     -       488.661.493        561.686.856                -                  -                  -
         Beban Pokok Penjualan                        -   (35.386.083.988)   (40.880.852.863)   (46.901.315.709)   (53.936.513.065)   (62.026.990.025)
           Retail - Karawang                          -      (226.566.837)      (469.317.020)      (428.049.488)      (492.256.912)      (566.095.449)
           Project - Karawang                         -   (35.159.517.151)   (40.411.535.844)   (46.473.266.220)   (53.444.256.153)   (61.460.894.576)
         Laba Kotor                                   -    14.292.393.724     16.519.972.483     18.304.172.006     21.049.797.807     24.207.267.479
         Pemasaran dan Penjualan                      -    (3.608.248.098)    (2.968.159.523)   (3.437.418.072)    (3.775.218.012)    (4.168.026.800)
         Umum dan Admininstrasi                       -    (5.125.093.536)    (4.153.726.239)   (4.371.161.949)    (4.632.880.381)    (4.919.048.366)
         EBITDA                                       -     5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
         Depresiasi                                   -               -                  -                 -                  -                  -
         EBIT                                         -     5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
         Biaya Bunga                                  -      (319.946.538)      (346.421.323)     (291.221.026)      (334.904.180)      (385.139.807)
         EBT                                          -     5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     12.306.795.235     14.735.052.506
         Penghasilan Pajak                            -               -                  -                 -         (977.608.005)    (3.241.711.551)
         EAT                                          -     5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955



         Pendapatan dikontribusi dari pendapatan pada export – Karawang, retail – Karawang, project – Karawang
         dan Pemasangan dan Pemolesan. Pada tahun-tahun proyeksi, pendapatan mengalami perubahan rata –
         rata sebesar 14,79%. Pendapatan dari penjualan berkisar antara 49,68 miliar – 86,23 miliar dengan rata
         – rata pendapatan pada tahun proyeksi sebesar 66,70 miliar.

         Beban pokok penjualan memiliki rasio sebesar 71,22% - 71,93% dari total pendapatan dengan perubahan
         rata – rata sebesar 15,06% pada tahun proyeksi. Total beban pokok penjualan berkisar antara 35,38 miliar
         – 62,02 miliar dengan rata – rata beban pokok penjualan sebesar 47,82 miliar.

         Selain beban pokok penjualan, terdapat biaya operasional yang terdiri dari beban pemasaran dan
         penjualan serta beban umum dan administrasi yang dimana rasio beban pemasaran dan penjualan
         perusahaan memiliki rasio sebesar 4,83% - 7,26% dari total pendapatan dengan perubahan rata – rata
         sebesar 4,58% pada tahun proyeksi. Sedangkan, beban umum dan administrasi memiliki rasio sebesar
         5,70% - 7,23% dari total pendapatan dengan perubahan rata – rata sebesar 0,39% selama tahun proyeksi.

         Laba bersih perseroan memiliki rasio sebesar 10,55% - 15,77% dari total pendapatan dengan perubahan
         rata – rata sebesar 24,49% pada tahun proyeksi. Total laba bersih berkisar antara 5,23 miliar – 11,49
         miliar dengan rata – rata 9,46 miliar selama tahun proyeksi.

         Proyeksi keuangan mengasumsikan tidak adanya beban pajak penghasilan pada tahun ke-1 sampai ke-
         3 karena pemanfaatan saldo kompensasi kerugian masa lalu. Berdasarkan basis Tax Loss Carry Forward
         tersebut, tarif pajak diproyeksikan sebesar 7,63% pada tahun ke-4 dan 22% pada tahun ke-5.

         Tidak adanya perubahan pada pos penyusutan tidak adanya penambahan capex yang dibutuhkan
         perseroan dalam tahun proyeksi dikarenakan dari aset dan tenaga kerja yang ada dapat untuk
         menghasilkan pendapatan untuk KBLI baru.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                        32
Page 59
    3. Proyeksi Arus Kas Rencana Kegiatan Usaha Baru

                                                       Tahun 0           Tahun 1           Tahun 2            Tahun 3           Tahun 4           Tahun 5

                      Laporan Arus Kas
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          EAT                                                    -       5.239.105.553     9.051.665.398    10.204.370.960    11.329.187.230    11.493.340.955
          Depresiasi                                             -                 -                 -                 -                 -                 -
          Piutang Usaha                                          -      (3.087.310.781)   (8.474.508.212)   (2.726.417.838)   (2.233.199.648)   (2.568.179.595)
          Persediaan                                             -      (6.862.025.514)     (954.860.438)   (1.172.532.893)   (1.348.412.827)   (7.494.927.961)
          Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   (1.041.764.292)     (673.742.086)     (238.715.109)     (293.133.223)     (337.103.207)     (387.668.688)
          Utang Usaha - Pihak Ketiga                     772.386.512       943.119.866       238.715.109       293.133.223       337.103.207       387.668.688
          Uang Muka Diterima                             885.359.506       349.780.348       197.012.823       228.680.281       249.124.944       286.493.685
         KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                 615.981.726    (4.091.072.614)     (180.690.428)    6.534.100.510     7.996.699.700     1.716.727.084
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
         KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                       -                 -                 -                  -                 -                 -
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Kredit Modal Kerja                          3.269.853.586        689.334.799    1.813.465.821     (1.141.034.398)     (636.847.724)   (2.263.704.181)
          Tambahan Modal Disetor                                -                  -
         KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN            3.269.853.586        689.334.799    1.813.465.821     (1.141.034.398)     (636.847.724)   (2.263.704.181)
         KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS             3.885.835.312     (3.401.737.815)   1.632.775.393      5.393.066.112     7.359.851.976      (546.977.097)
         KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                     -        3.885.835.312      484.097.496      2.116.872.890     7.509.939.001    14.869.790.977
         KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN          3.885.835.312        484.097.496    2.116.872.890      7.509.939.001    14.869.790.977    14.322.813.880



         Arus kas dari aktivitas operasi sebagian mengalami tren negatif pada tahun awal proyeksi dan mengalami
         perbaikan tren positif pada tahun-tahun setelahnya. Arus kas dari aktivitas operasi berkisar antara -4,09
         miliar – 7,99 miliar pada tahun proyeksi, secara rata-rata arus kas dari aktivitas operasi sebesar 2,39 miliar
         pada tahun proyeksi

         Arus kas dari aktivitas pendanaan perusahaan terdapat penambahan initial investment berupa kredit
         modal kerja sebesar Rp. 3.269.853.586 pada awal tahun sebelum dimulainya aktivitas operasional yang
         bersumber dari pendanaan pihak ketiga untuk modal kerja operasional sebelum dimulainya kegiatan
         operasional kegiatan usaha baru perusahaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan berkisar antara -2,26
         miliar – 1,8 miliar pada tahun proyeksi.

         Kas dan setara kas akhir tahun perusahaan berkisar antara 484 juta – 14,86 miliar per tahun dengan rata
         – rata 7,86 miliar selama tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                33
Page 60
    4. Proyeksi Laporan Keuangan Sebelum Penambahan dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha

         Didalam penyajian berikut ini, proyeksi laporan keuangan sebelum dan sesudah penambahan kegiatan
         usaha bertujuan untuk mengilustrasikan efek penggabungan lini bisnis baru ke dalam laporan keuangan
         Perseroan. Model ini memberikan pandangan menyeluruh mengenai profil risiko dan potensi
         pengembalian keuangan perusahaan setelah implementasi rencana penambahan kegiatan usaha.

               •       PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                                                                     Tahun 1           Tahun 2            Tahun 3           Tahun 4           Tahun 5

                                   Laporan Posisi Keuangan
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan Setara Kas                                                        43.671.895.746    16.419.935.092      9.130.272.309     9.401.704.330    39.519.309.698
         Piutang Usaha                                                              6.457.021.888    17.535.130.483      4.560.605.101     4.560.605.101     4.560.605.101
         Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                     -                 -                  -                 -                 -
         Persediaan                                                               270.399.872.705   286.200.760.275    301.656.230.467   303.093.824.649   274.486.292.326
         Biaya Dibayar Dimuka                                                      68.326.757.356    70.962.830.267     74.207.327.798    77.938.499.958    49.332.846.729
         JUMLAH ASET LANCAR                                                       388.855.547.696   391.118.656.117    389.554.435.675   394.994.634.038   367.899.053.854
         ASET TIDAK LANCAR
         Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                            1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000
         Aset Pajak Tangguhan                                                       12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006
         Investasi dalam saham                                                         260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000
         Aset Tetap                                                                242.013.843.534   244.039.567.038   243.779.128.797   243.518.690.556   243.258.252.315
           Harga Perolehan                                                         500.324.417.140   504.524.417.140   504.524.417.140   504.524.417.140   504.524.417.140
           Akumulasi Penyusutan                                                   (258.310.573.606) (260.484.850.103) (260.745.288.343) (261.005.726.584) (261.266.164.825)
         Aset Pengampunan Pajak                                                      5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000
         Properti Investasi                                                            450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000
         Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                               5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000
         Biaya Ditangguhkan                                                          4.152.061.571     3.617.227.571     3.082.393.571     2.547.559.571     2.012.725.571
         Aset Tidak Lancar Lainnya                                                  22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644
         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                  293.550.400.755   295.041.290.259   294.246.018.018   293.450.745.777   292.655.473.536
         JUMLAH ASET                                                               682.405.948.451   686.159.946.376   683.800.453.693   688.445.379.815   660.554.527.391
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang Bank Jangka Pendek                                                             -                 -                  -                 -                 -
         Kredit Modal Kerja                                                                   -                 -                  -                 -                 -
         Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                31.358.475.104    45.653.115.535     47.200.649.473    39.266.230.762    40.010.963.112
         Utang Lain-lain
           Pihak Berelasi                                                          12.870.991.384    12.870.991.384     12.870.991.384    12.870.991.384    12.870.991.384
           Pihak Ketiga                                                            32.943.422.202    32.943.422.202     32.943.422.202    32.943.422.202    32.943.422.202
         Utang Pajak                                                               16.999.474.866    16.999.474.866     16.999.474.866    16.999.474.866    16.999.474.866
         Akrual                                                                    26.373.103.813    26.373.103.813     26.373.103.813    26.373.103.813    26.373.103.813
         Uang Muka Diterima                                                        32.064.520.352    25.367.976.054     25.367.976.054    25.367.976.054    25.367.976.054
         Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
           Utang Bank                                                               7.000.000.000     7.000.000.000      7.000.000.000     7.000.000.000     7.000.000.000
           Liabilitas Sewa                                                          2.782.916.491     3.747.907.198         92.789.970               -                 -
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                          162.392.904.213   170.955.991.052    168.848.407.762   160.821.199.081   161.565.931.431
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Utang pada pihak berelasi                                                123.530.040.942   123.530.040.942    123.530.040.942   130.872.070.240   123.530.040.942
         Akrual                                                                    25.026.015.796    25.026.015.796     25.026.015.796    25.026.015.796    25.026.015.796
         Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                   37.833.959.922    37.833.959.922     37.833.959.922    37.833.959.922    37.833.959.922
         Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                       -                 -                  -                 -                 -
         Liabilitas Jangka Panjang
           Utang Bank                                                             171.715.778.794   164.515.778.794    160.915.778.794   157.315.778.794   120.000.000.000
           Liabilitas Sewa                                                          1.757.775.230     1.838.578.659         37.005.501               -                 -
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                         359.863.570.684   352.744.374.113    347.342.800.955   351.047.824.752   306.390.016.660
         JUMLAH LIABILITAS                                                        522.256.474.897   523.700.365.165    516.191.208.716   511.869.023.833   467.955.948.091
         EKUITAS
         Modal Saham                                                               459.083.982.100   459.083.982.100   459.083.982.100   459.083.982.100   459.083.982.100
         Tambahan Modal Disetor                                                     77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896
         Selisih Revaluasi Tanah                                                   218.379.241.600   218.379.241.600   218.379.241.600   218.379.241.600   218.379.241.600
         Defisit                                                                  (595.002.032.995) (592.691.925.338) (587.542.261.572) (578.575.150.567) (562.552.927.249)
         Kepentingan Non Pengendali                                                    (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)
         JUMLAH EKUITAS                                                            160.149.473.554   162.459.581.211   167.609.244.977   176.576.355.982   192.598.579.300
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             682.405.948.451   686.159.946.376   683.800.453.693   688.445.379.815   660.554.527.391




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                             34
Page 61
                 •       PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                                                                      Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4              Tahun 5

                                     Laporan Laba Rugi
         Pendapatan                                                                111.649.585.649     128.397.023.496   143.441.786.564   164.958.054.548   189.701.762.730
         Beban Pokok Penjualan                                                     (78.530.516.616)    (88.627.371.740) (104.060.527.176) (119.700.634.984) (136.617.725.965)
         Laba Kotor                                                                 33.119.069.033      39.769.651.756    39.381.259.388    45.257.419.564    53.084.036.766
         Pemasaran dan Penjualan                                                   (10.158.782.920)    (10.968.995.823) (12.305.209.608) (13.424.478.041) (14.703.696.942)
         Umum dan Admininstrasi                                                    (10.002.174.638)    (10.606.927.246) (11.107.118.522) (11.632.840.656) (12.185.997.910)
         EBITDA                                                                     12.958.111.475      18.193.728.688    15.968.931.257    20.200.100.867    26.194.341.914
         Depresiasi                                                                 (4.567.669.073)     (2.174.276.496)     (260.438.241)     (260.438.241)     (260.438.241)
         EBIT                                                                        8.390.442.402      16.019.452.191    15.708.493.017    19.939.662.626    25.933.903.673
           Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                                  -                   -                 -                 -                 -
           Pendapatan Bunga                                                            172.481.507         172.481.507       172.481.507       172.481.507       172.481.507
           Laba Penjualan Aset Tetap                                                           -                   -                 -                 -                 -
           Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                        -                   -                 -                 -                 -
           Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                                  (13.109.324.697)    (13.881.826.041) (10.731.310.758) (10.371.251.274)     (5.565.073.235)
           Lain-lain Bersih                                                                    -                   -                 -                 -                 -
         EBT                                                                        (4.546.400.787)      2.310.107.657     5.149.663.766     9.740.892.860    20.541.311.945
         Penghasilan Pajak                                                                     -                   -                 -        (773.781.854)   (4.519.088.628)
         EAT                                                                        (4.546.400.787)      2.310.107.657     5.149.663.766     8.967.111.006    16.022.223.317




                 •       PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                                                                     Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4              Tahun 5

                                      Laporan Arus Kas
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          EAT                                                                       (4.546.400.787)      2.310.107.657       5.149.663.766       8.967.111.006      16.022.223.317
          Depresiasi                                                                 4.567.669.073       2.174.276.496         260.438.241         260.438.241         260.438.241
          Piutang Usaha                                                             42.323.758.268     (11.078.108.595)     12.974.525.382                 -                   -
          Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                           9.511.655.569                 -                   -                   -                   -
          Persediaan                                                                 5.374.348.223     (15.800.887.570)    (15.455.470.192)     (1.437.594.182)     28.607.532.323
          Biaya Dibayar Dimuka                                                     (37.715.437.116)     (2.636.072.911)     (3.244.497.531)     (3.731.172.160)     28.605.653.229
          Aset Pajak Tangguhan                                                                 -                   -                   -                   -                   -
          Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                19.238.476.933      14.294.640.431       1.547.533.938      (7.934.418.711)        744.732.350
          Uang Muka Diterima                                                        14.530.518.227      (6.696.544.298)                -                   -                   -
          Biaya Ditangguhkan                                                        (2.154.927.910)        534.834.000         534.834.000         534.834.000         534.834.000
         KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                                            51.129.660.479     (16.897.754.788)      1.767.027.603      (3.340.801.807)     74.775.413.460
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan Aset Tetap                                                      (4.200.000.000)     (4.200.000.000)                  -                   -                   -
          Penjualan Aset Tetap                                                                 -                   -
         KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                                          (4.200.000.000)     (4.200.000.000)                  -                   -                   -
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Utang pada pihak berelasi                                                             -                   -                    -      7.342.029.298        (7.342.029.298)
          Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
            Utang Bank                                                                        -                   -                    -                  -                      -
            Liabilitas Sewa                                                           683.390.578         964.990.706       (3.655.117.228)       (92.789.970)                   -
          Liabilitas Jangka Panjang
            Utang Bank                                                             (7.575.413.040)      (7.200.000.000)    (3.600.000.000)      (3.600.000.000)     (37.315.778.794)
            Liabilitas Sewa                                                         1.439.464.749           80.803.428     (1.801.573.158)         (37.005.501)                 -
         KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                         (5.452.557.712)      (6.154.205.865)    (9.056.690.386)       3.612.233.828      (44.657.808.092)
         KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                          41.477.102.767      (27.251.960.654)    (7.289.662.783)         271.432.021       30.117.605.368
         KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                         2.194.792.979       43.671.895.746     16.419.935.092        9.130.272.309        9.401.704.330
         KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                       43.671.895.746       16.419.935.092      9.130.272.309        9.401.704.330       39.519.309.698




                 •       PROYEKSI RASIO KEUANGAN SEBELUM PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                     Rasio Keuangan                                   Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4              Tahun 5


         Rasio Likuiditas
         Rasio Lancar                                                                           2,39                2,29                2,31                2,46                 2,28
         Rasio Cepat                                                                            0,73                0,61                0,52                0,57                 0,58

         Rasio Aktivitas
         TO Piutang                                                                            17,29                7,32               31,45               36,17                41,60
         TO Persediaan                                                                          0,29                0,31                0,34                0,39                 0,50
         TO Utang Usaha                                                                         2,50                1,94                2,20                3,05                 3,41
         TO Aset Tetap                                                                          0,46                0,53                0,59                0,68                 0,78
         TO Aset                                                                                0,16                0,19                0,21                0,24                 0,29

         Rasio Solvabilitas
         Debt to Equity Ratio                                                                   3,26                3,22                3,08                2,90                 2,43
         Debt to Assets                                                                         0,77                0,76                0,75                0,74                 0,71

         Rasio Profitabilitas
         Return On Asset                                                                     -0,67%                0,34%                0,75%               1,30%                2,43%
         Return On Equity                                                                    -2,84%                1,42%                3,07%               5,08%                8,32%




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                                     35
Page 62
               •       PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN SESUDAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                                                                      Tahun 1           Tahun 2           Tahun 3           Tahun 4           Tahun 5

                                   Laporan Posisi Keuangan
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan Setara Kas                                                        38.961.665.004     11.332.001.099    10.347.758.545    18.366.765.322    49.914.604.088
         Piutang Usaha                                                              9.544.332.669     29.096.949.476    18.848.841.932    21.082.041.580    23.650.221.174
         Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                     -                  -                 -                 -                 -
         Persediaan                                                               277.261.898.219    294.017.646.226   310.645.649.311   313.431.656.320   292.319.051.958
         Biaya Dibayar Dimuka                                                      70.042.263.735     72.917.051.755    76.454.682.509    80.522.957.876    52.304.973.334
         JUMLAH ASET LANCAR                                                       395.810.159.627    407.363.648.556   416.296.932.297   433.403.421.097   418.188.850.555
         ASET TIDAK LANCAR
         Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                            1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000
         Aset Pajak Tangguhan                                                       12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006
         Investasi dalam saham                                                         260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000
         Aset Tetap                                                                242.013.843.534 244.039.567.038 243.779.128.797 243.518.690.556 243.258.252.315
           Harga Perolehan                                                         500.324.417.140 504.524.417.140 504.524.417.140 504.524.417.140 504.524.417.140
           Akumulasi Penyusutan                                                   (258.310.573.606) (260.484.850.103) (260.745.288.343) (261.005.726.584) (261.266.164.825)
         Aset Pengampunan Pajak                                                      5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000
         Properti Investasi                                                            450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000
         Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                               5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000
         Biaya Ditangguhkan                                                          4.152.061.571     3.617.227.571     3.082.393.571     2.547.559.571     2.012.725.571
         Aset Tidak Lancar Lainnya                                                  22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644
         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                  293.550.400.755 295.041.290.259 294.246.018.018 293.450.745.777 292.655.473.536
         JUMLAH ASET                                                               689.360.560.382 702.404.938.815 710.542.950.315 726.854.166.874 710.844.324.091
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang Bank Jangka Pendek                                                             -                  -                 -                 -                 -
         Kredit Modal Kerja                                                                   -                  -                 -                 -                 -
         Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                33.073.981.482     47.607.337.023    49.448.004.184    41.850.688.680    42.983.089.717
         Utang Lain-lain
           Pihak Berelasi                                                          12.870.991.384     12.870.991.384    12.870.991.384    12.870.991.384    12.870.991.384
           Pihak Ketiga                                                            32.943.422.202     32.943.422.202    32.943.422.202    32.943.422.202    32.943.422.202
         Utang Pajak                                                               16.999.474.866     16.999.474.866    16.999.474.866    16.999.474.866    16.999.474.866
         Akrual                                                                    26.373.103.813     26.373.103.813    26.373.103.813    26.373.103.813    26.373.103.813
         Uang Muka Diterima                                                        32.064.520.352     25.367.976.054    25.367.976.054    25.367.976.054    25.367.976.054
         Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
           Utang Bank                                                               7.000.000.000      7.000.000.000     7.000.000.000     7.000.000.000     7.000.000.000
           Liabilitas Sewa                                                          2.782.916.491      3.747.907.198        92.789.970               -                 -
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                          164.108.410.591    172.910.212.540   171.095.762.473   163.405.656.999   164.538.058.036
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Utang pada pihak berelasi                                                123.530.040.942    123.530.040.942   123.530.040.942   130.872.070.240   123.530.040.942
         Akrual                                                                    25.026.015.796     25.026.015.796    25.026.015.796    25.026.015.796    25.026.015.796
         Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                   37.833.959.922     37.833.959.922    37.833.959.922    37.833.959.922    37.833.959.922
         Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                       -                  -                 -                 -                 -
         Liabilitas Jangka Panjang
           Utang Bank                                                             171.715.778.794    164.515.778.794   160.915.778.794   157.315.778.794   120.000.000.000
           Liabilitas Sewa                                                          1.757.775.230      1.838.578.659        37.005.501               -                 -
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                         359.863.570.684    352.744.374.113   347.342.800.955   351.047.824.752   306.390.016.660
         JUMLAH LIABILITAS                                                        523.971.981.276    525.654.586.653   518.438.563.427   514.453.481.751   470.928.074.696
         EKUITAS
         Modal Saham                                                               459.083.982.100 459.083.982.100 459.083.982.100 459.083.982.100 459.083.982.100
         Tambahan Modal Disetor                                                     77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896
         Selisih Revaluasi Tanah                                                   218.379.241.600 218.379.241.600 218.379.241.600 218.379.241.600 218.379.241.600
         Defisit                                                                  (589.762.927.443) (578.401.154.387) (563.047.119.662) (542.750.821.426) (515.235.257.154)
         Kepentingan Non Pengendali                                                    (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)
         JUMLAH EKUITAS                                                            165.388.579.106 176.750.352.162 192.104.386.887 212.400.685.123 239.916.249.395
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             689.360.560.382 702.404.938.815 710.542.950.315 726.854.166.874 710.844.324.091




               •       PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI SESUDAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                                                                      Tahun 1           Tahun 2           Tahun 3           Tahun 4           Tahun 5

                                    Laporan Laba Rugi
         Pendapatan                                                                161.328.063.361 185.797.848.843 208.647.274.279 239.944.365.421 275.936.020.234
         Beban Pokok Penjualan                                                    (113.916.600.604) (129.508.224.604) (150.961.842.885) (173.637.148.050) (198.644.715.990)
         Laba Kotor                                                                 47.411.462.757    56.289.624.239    57.685.431.394    66.307.217.371    77.291.304.244
         Pemasaran dan Penjualan                                                   (13.767.031.018) (13.937.155.345) (15.742.627.680) (17.199.696.053) (18.871.723.741)
         Umum dan Admininstrasi                                                    (15.127.268.173) (14.760.653.485) (15.478.280.471) (16.265.721.037) (17.105.046.276)
         EBITDA                                                                     18.517.163.566    27.591.815.409    26.464.523.243    32.841.800.282    41.314.534.227
         Depresiasi                                                                 (4.567.669.073)   (2.174.276.496)     (260.438.241)     (260.438.241)     (260.438.241)
         EBIT                                                                       13.949.494.493    25.417.538.913    26.204.085.003    32.581.362.041    41.054.095.986
         Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                                    -                 -                 -                 -                 -
         Pendapatan Bunga                                                              172.481.507       172.481.507       172.481.507       172.481.507       172.481.507
         Laba Penjualan Aset Tetap                                                             -                 -                 -                 -                 -
         Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                          -                 -                 -                 -                 -
         Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                                    (13.429.271.235) (14.228.247.364) (11.022.531.784) (10.706.155.454)      (5.950.213.042)
         Lain-lain Bersih                                                                      -                 -                 -                 -                 -
         EBT                                                                           692.704.765    11.361.773.056    15.354.034.725    22.047.688.094    35.276.364.451
         Penghasilan Pajak                                                                     -                 -                 -      (1.751.389.858)   (7.760.800.179)
         EAT                                                                           692.704.765    11.361.773.056    15.354.034.725    20.296.298.236    27.515.564.272




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                             36
Page 63
                 •       PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS SESUDAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                                                                      Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3            Tahun 4             Tahun 5

                                      Laporan Arus Kas
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          EAT                                                                          692.704.765      11.361.773.056      15.354.034.725     20.296.298.236     27.515.564.272
          Depresiasi                                                                 4.567.669.073       2.174.276.496         260.438.241        260.438.241        260.438.241
          Piutang Usaha                                                             39.236.447.487     (19.552.616.807)     10.248.107.544     (2.233.199.648)    (2.568.179.595)
          Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                           9.511.655.569                 -                   -                  -                  -
          Persediaan                                                                (1.487.677.291)    (16.755.748.007)    (16.628.003.085)    (2.786.007.009)    21.112.604.362
          Biaya Dibayar Dimuka                                                     (39.430.943.495)     (2.874.788.020)     (3.537.630.754)    (4.068.275.367)    28.217.984.542
          Aset Pajak Tangguhan                                                                 -                   -                   -                  -                  -
          Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                20.953.983.311      14.533.355.541       1.840.667.161     (7.597.315.505)     1.132.401.038
          Biaya Ditangguhkan                                                        (2.154.927.910)        534.834.000         534.834.000        534.834.000        534.834.000
          Utang Pajak                                                                          -                   -                   -                  -                  -
          Akrual                                                                               -                   -                   -                  -                  -
          Uang Muka Diterima                                                        14.530.518.227      (6.696.544.298)                -                  -                  -
         KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                                            46.419.429.737     (17.275.458.040)      8.072.447.832      4.406.772.949     76.205.646.859
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan Aset Tetap                                                      (4.200.000.000)     (4.200.000.000)                 -                  -                   -
          Penjualan Aset Tetap                                                                 -                   -
         KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                                          (4.200.000.000)     (4.200.000.000)                 -                  -                   -
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Utang pada pihak berelasi                                                             -                   -                   -       7.342.029.298      (7.342.029.298)
          Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
            Utang Bank                                                                        -                   -                    -                  -                    -
            Liabilitas Sewa                                                           683.390.578         964.990.706       (3.655.117.228)       (92.789.970)                 -
          Akrual                                                                              -                   -                    -                  -                    -
          Liabilitas Jangka Panjang
            Utang Bank                                                             (7.575.413.040)      (7.200.000.000)    (3.600.000.000)     (3.600.000.000)    (37.315.778.794)
            Liabilitas Sewa                                                         1.439.464.749           80.803.428     (1.801.573.158)        (37.005.501)                -
         KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                         (5.452.557.712)      (6.154.205.865)    (9.056.690.386)      3.612.233.828     (44.657.808.092)
         KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                          36.766.872.025      (27.629.663.905)      (984.242.554)      8.019.006.777      31.547.838.767
         KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                         2.194.792.979       38.961.665.004     11.332.001.099      10.347.758.545      18.366.765.322
         KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                       38.961.665.004       11.332.001.099     10.347.758.545      18.366.765.322      49.914.604.088




                 •       PROYEKSI RASIO KEUANGAN SESUDAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

                                     Rasio Keuangan                                   Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3            Tahun 4             Tahun 5


         Rasio Likuiditas
         Rasio Lancar                                                                           2,41                2,36                2,43               2,65                2,54
         Rasio Cepat                                                                            0,72                0,66                0,62               0,73                0,76

         Rasio Aktivitas
         TO Piutang                                                                          16,90                  6,39             11,07              11,38               11,67
         TO Persediaan                                                                        0,41                  0,44              0,49               0,55                0,68
         TO Utang Usaha                                                                       3,44                  2,72              3,05               4,15                4,62
         TO Aset Tetap                                                                        0,67                  0,76              0,86               0,99                1,13
         TO Aset                                                                              0,23                  0,26              0,29               0,33                0,39

         Rasio Solvabilitas
         Debt to Equity Ratio                                                                   3,17                2,97                2,70               2,42                1,96
         Debt to Assets                                                                         0,76                0,75                0,73               0,71                0,66

         Rasio Profitabilitas
         Return On Asset                                                                     0,10%               1,62%               2,16%              2,79%               3,87%
         Return On Equity                                                                    0,42%               6,43%               7,99%              9,56%              11,47%



         Jika dilihat dari tabel sebelum penambahan kegiatan usaha dan sesudah penambahan kegiatan usaha,
         terdapat perubahan pada pos-pos laporan posisi keuangan khususnya pada akun-akun yang terkait
         dengan modal kerja seperti piutang usaha, persediaan dan utang usaha. Hal ini terlihat pada rasio
         keuangan perusahaan yang mengalami kenaikan dari sebelum penambahan KBLI dan setelah
         penambahan KBLI. Rasio yang paling terlihat dari penambahan KBLI baru ini tercermin pada rasio
         profitabilitas perusahaan yang dimana rata-rata tahun proyeksi Return on Asset perusahaan sebelum
         penambahan sebesar 0,83% dan sesudah penambahan sebesar 2,11%. Hal ini disebabkan karena pada
         penambahan KBLI baru ini, perusahaan tidak perlu melakukan penambahan aset, tenaga kerja, ahli
         profesional ataupun penambahan modal yang terlalu besar untuk menghasilkan pendapatan pada KBLI
         yang baru. Pada rasio Return on Equity perusahaan, penambahan KBLI baru tersebut juga berdampak
         pada kenaikan yang sebelum penambahan rata-rata tahun proyeksi sebesar 3,01% dan sesudah
         penambahan sebesar 7,17%.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                                   37
Page 64
    5. Metodologi Analisa

         Metodologi dilakukan dengan menganalisis potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    6. Model Arus Kas yang Digunakan

         Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
         kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF).

    7. Penetapan Tingkat Diskonto

         Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
         Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
         menggunakan persamaan sebagai berikut:
                Biaya Ekuitas (Ke)                 =               Rf + (Beta x Market Risk Premium) - RBDS
                Rf (Risk Free)                     =               Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
                Beta                               =               Risiko sistemik usaha
                Market Risk Premium                =               Premi Resiko Pasar
                RBDS                               =               Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar


                Tingkat Diskonto                   =               (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
                We                                 =               Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
                Ke (Cost Of Equity)                =               Tingkat pengembalian modal sendiri
                Wd                                 =               Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
                Kd (Cost Of Debt)                  =               Tingkat pengembalian modal pinjaman
                T (Tax)                            =               Pajak perseroan yang berlaku

            Dikarenakan beban pajak penghasilan pada tahun-tahun proyeksi mengalami fluktuatif dikarenakan
            pemanfaatan saldo kompensasi kerugian masa lalu, berdasarkan basisi Tax Loss Carry Forward
            tersebut, tarif pajak diproyeksikan sebesar 7,94% pada tahun ke-4 dan 22% pada tahun ke-5. Adapun
            rincian perhitungan Tingkat Diskonto tercermin pada tabel dibawah ini :

                                KETERANGAN       Tahun 1      Tahun 2    Tahun 3    Tahun 4    Tahun 5


                               Beta Unlevered          0,71       0,71       0,71       0,71       0,71
                               Beta Re-Levered         0,99       0,99       0,99       0,97       0,93

                                      Beta           0,99         0,99       0,99       0,97       0,93
                                       KRF         6,70%        6,70%      6,70%      6,70%      6,70%
                                       ERP         7,03%        7,03%      7,03%      7,03%      7,03%
                                      RBDS         1,87%        1,87%      1,87%      1,87%      1,87%
                                      DER         39,44%       39,44%     39,44%     39,44%     39,44%

                                      Ke          11,79%       11,79%     11,79%     11,64%     11,36%
                                      Kd           8,44%        8,44%      8,44%      8,44%      8,44%
                                      We          71,72%       71,72%     71,72%     71,72%     71,72%
                                      Wd          28,28%       28,28%     28,28%     28,28%     28,28%

                                   Tax Rate        0,00%        0,00%      0,00%      7,94%     22,00%
                                Discount Rate     10,85%       10,85%     10,85%     10,54%     10,01%

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                        38
Page 65
         1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
            Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
            gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
            Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
            obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun. Berdasarkan data yang
            dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
            adalah 6,70%.
         2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
            Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
            market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
            sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,71, Unlevered beta rata-rata perusahaan
            pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
            pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
            sehingga didapatkan Beta pada tahun 1 – tahun 3 sebesar 0,99, tahun ke-4 sebesar 0,97, dan tahun
            ke-5 sebesar 0,93.
         3. Tingkat Premi Risiko Pasar (ERP)
            Tingkat Premi Risiko Pasar (ERP) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil publikasi Damodaran
            per tanggal studi kelayakan dengan equity risk premium untuk pasar negara berkembang seperti
            Indonesia adalah sekitar 7,03%.
         4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
            Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
            digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
            diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
            Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,87%.

         5. Bobot Modal Sendiri Pasar Usaha Tertentu (We)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
            proyek 71,72%.
         6. Biaya Ekuitas (Ke)
            Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
            (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
            untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham pada tahun ke-1 – tahun ke-3 adalah 11,79%,
            tahun ke-4 11,64% dan tahun ke-5 11,36%.
         7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
            28,28%.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     39
Page 66
         8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
             Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
             rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 8,44%.

    8. Analisis Kelayakan Investasi

         Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru sesuai
         SEOJK 17/2020 digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
         (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang
         diproyeksikan hingga tahun ke-5. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi
         dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
         Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
         Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
         investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
         Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
                                           Tahun 0            Tahun 1           Tahun 2           Tahun 3           Tahun 4            Tahun 5
                   Keterangan
         Initial Investment                (3.269.853.586)              -                 -                 -                 -                 -
         EBIT                                         -       5.559.052.091     9.398.086.722    10.495.591.986    12.641.699.415    15.120.192.313
         Tax                                          -                 -                 -                 -      (1.004.211.600)   (3.326.442.309)
         Depresiasi                                   -                 -                 -                 -                 -                 -
         CNWC                                         -      (9.330.178.167)   (9.232.355.827)   (3.670.270.450)   (3.332.487.530)   (9.776.613.871)
         Capex                                                          -                 -                 -                 -                 -
         FCFF                              (3.269.853.586)   (3.771.126.076)      165.730.895     6.825.321.536     8.305.000.284     2.017.136.133
         Terminal Value (Growth TV 2,5%)                                                                                             27.533.885.107
         PVTV                              (3.269.853.586)   (3.771.126.076)     165.730.895      6.825.321.536     8.305.000.284    29.551.021.240
         DR                                        10,85%            10,85%           10,85%             10,85%            10,54%            10,01%
         DF                                             1              0,90             0,81               0,73              0,66              0,60
         PV                                (3.269.853.586)   (3.402.157.368)     134.887.022      5.011.562.538     5.516.419.760    17.842.729.202



                                                       Kesimpulan Analisis Kelayakan
                                     NPV                                                         21.833.587.569
                                     IRR                                                                 61,42%
                                     PI                                                                    7,68
                                     Payback Period                                                     4 Tahun

             Kriteria Kelayakan Investasi                       Hasil                                              Kelayakan
         NPV                                Lebih besar dari 0                                    Layak
         IRR                                lebih besar dari Discount Rate                        Layak
         Profitability Index                lebih besar dari 1                                    Layak
                                      Kesimpulan Investasi                                                  Investasi Layak Dilakukan

         Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
         dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi dari rencana penambahan KBLI baru (46733) tersebut
         layak.
               •     Net Present Value (NPV)
                     Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi.
                     Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan
                     total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan
                     oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan
                     sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
                     Analisis Net Present Value untuk investasi pada KBLI baru adalah sebesar Rp. 21.833.587.569,-
                     atau lebih besar dari 0 artinya kegiatan usaha KBLI baru layak untuk dilaksanakan.

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                       40
Page 67
             •    Internal Rate of Return (IRR)
                  Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
                  seluruh kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR
                  merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang
                  artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan
                  tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC
                  (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari
                  WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.
                  Analisis Internal Rate of Return untuk investasi pada KBLI baru adalah sebesar 61,42% atau
                  lebih besar dari Discount Rate pada tahun proyeksi yaitu 10,85% pada tahun ke-1 – tahun ke-
                  3, tahun ke-4 10,54%, dan tahun ke-5 10,01% artinya kegiatan usaha KBLI baru layak untuk
                  dilaksanakan.

             •    Profitability Index (PI)
                  Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
                  dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang
                  dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan
                  untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus
                  kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus
                  kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila
                  PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai
                  tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai
                  apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat disimpulkan
                  layak.
                  Analisis Profitability Index untuk investasi pada KBLI baru adalah sebesar 7,68 atau lebih besar
                  dari 1 artinya kegiatan usaha KBLI baru layak untuk dilaksanakan.

             •    Payback Period (PP)
                  Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
                  mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
                  yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
                  pengembalian maka investasi semakin diinginkan.
                  Analisis Payback Period untuk investasi pada KBLI baru adalah sebesar 4 Tahun.
6.7. Analisis Titik Impas (Break Even Point)

    Break Even Point (BEP) merupakan suatu kondisi perusahaan yang mana dalam operasionalnya tidak
    mendapat keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, antara pendapatan dan biaya pada
    kondisi yang sama, sehingga labanya adalah nol. Analisa Break Even Point (BEP) adalah teknik analisa untuk
    mempelajari hubungan antara volume penjualan dan profitabilitas. Analisa ini disebut juga sebagai analisa
    impas, yaitu suatu metode untuk menentukan titik tertentu dimana penjualan dapat menutup biaya, sekaligus
    menunjukkan besarnya keuntungan atau kerugian perusahaan jika penjualan melampaui atau berada di bawah
    titik. BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:


                                   BEP Rupiah =      Total Biaya Tetap
                                                   Rasio Margin Kontribusi

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                          41
Page 68
    Berdasarkan persamaan BEP, diperoleh BEP untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP
    dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Sebagai gambaran
    bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini:

                                      Tahun 1              Tahun 2          Tahun 3          Tahun 4          Tahun 5
              Analisis BEP


    Total Penjualan                  49.678.477.712       57.400.825.346   65.205.487.715   74.986.310.873   86.234.257.504
    Biaya Variable                   35.386.083.988       40.880.852.863   46.901.315.709   53.936.513.065   62.026.990.025
    Biaya Tetap                       8.733.341.633        7.121.885.761    7.808.580.020    8.408.098.393    9.087.075.165

    Break Even Point (BEP) Rupiah    30.355.944.992       24.745.932.304   27.816.733.170   29.952.415.015   32.371.153.847




    Dalam figur analisis BEP di atas, pendapatan rata-rata pada setiap tahun proyeksi adalah sebesar
    66,70 miliar yang mana sangat mengakomodir dari titik impas atau break even point rata-rata pendapatan pada
    tahun proyeksi sebesar 29,04 miliar.

6.8. Analisis Profitabilitas

                                        Tahun 1             Tahun 2          Tahun 3         Tahun 4         Tahun 5
           Analisis Profitabilitas
     Gross Profit Margin                         28,77%           28,78%          28,07%          28,07%          28,07%
     Net Profit Margin                           10,55%           15,77%          15,65%          15,11%          13,33%
     Return On Asset                             43,12%           38,60%          30,89%          25,57%          21,20%
     Return On Equity                           100,00%           63,34%          41,66%          31,62%          24,29%
     Return On Investment                       160,22%          276,82%         312,07%         346,47%         351,49%


     Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Rencana Proyek yang digambarkan dalam persentase
     Gross Profit Margin, persentase laba bersih terhadap pendapatan (Net Profit Margin), ROA, ROE dan ROI
     menunjukkan bahwa Rencana Proyek memiliki kemampuan dalam menghasilkan laba.

     Gross Profit Margin berada di angka 28,07% - 28,78% selama tahun proyeksi. Net profit margin berada di
     angka 10,55% - 15,77% selama tahun proyeksi. Return on Asset berada di angka 21,20% - 43,12%. Return
     on Equity berada di angka 24,29% - 100%. Return of investment berada diangka 160,22% - 351,49%. Dengan
     demikian penambahan kegiatan usaha menunjukkan bahwa kegiatan usaha perdagangan/proyek sangat
     normal untuk mendapatkan keuntungan.

6.9. Kesimpulan

    Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
    kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                               42
Page 69
LAMPIRAN
KEUANGAN
Page 70
PT Citatah Tbk
Susunan Pemegang Saham
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk
(Dalam Rupiah)

                                                                 Jumlah          Presentase
              Pemegang Saham               Saham (Lembar)
                                                                  (Rp)           Kepemilikan
Parallax Venture Partners XIII Ltd              232.618.891     23.261.889.100           18,90%
UOB Kay Hian Pte. Ltd                           115.735.348     57.867.674.000            9,40%
Advance Capital Limited                          86.472.558      8.647.255.800            7,03%
Meridian-Pacific International Pte. Ltd.         71.614.000     33.892.337.000            5,82%
Investspring Limited                             64.800.681     32.400.340.500            5,26%
Taufik Johannes                                 105.992.999     52.996.499.500            8,61%
Denise Johanes                                   12.600.000      6.300.000.000            1,02%
Tiffany Johanes                                   4.047.600      2.023.800.000            0,33%
Masyarakat                                      536.957.744    241.694.186.200           43,63%
                    Jumlah                     1.230.839.821   459.083.982.100          100,00%
Page 71
PT Citatah Tbk
Rincian Investasi
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk
(Dalam Rupiah)

        Investasi                Unit            Total (IDR)
Modal Kerja (Pembiayaan)                    1     3.269.853.586
Total                                            3.269.853.586

    Struktur Investasi           Porsi          Nilai Investasi
Pendanaan Sendiri                          0%                 -
Pendanaan Pihak Ketiga                   100%     3.269.853.586
Total                                    100%     3.269.853.586
Page 72
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Console) Historis
Dalam Rupiah

                                                                               2021                2022                2023                2024                2025
                                                                             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des
                           Laporan Posisi Keuangan
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                                          2.318.871.454       1.403.364.217       3.791.038.499       4.423.026.227       2.194.792.979
Piutang Usaha
   Pihak Berelasi                                                          1.905.514.851       1.908.204.336       1.899.049.464       1.899.049.464       1.727.055.230
   Pihak Ketiga                                                           71.174.335.263      79.747.180.596      72.775.984.930      71.327.913.006      47.053.724.926
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                           4.816.256.945      11.471.550.022      11.647.939.611      12.169.768.132       9.511.655.569
Persediaan                                                               310.046.854.533     312.332.239.050     313.969.878.143     286.649.602.589     275.774.220.928
Biaya Dibayar Dimuka                                                      26.094.576.496      28.283.929.697      26.667.625.645      33.228.677.119      30.611.320.240
JUMLAH ASET LANCAR                                                       416.356.409.542     435.146.467.918     430.751.516.292     409.698.036.537     366.872.769.872
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                           1.394.450.000       1.300.000.000       1.300.000.000       1.300.000.000       1.300.000.000
Aset Pajak Tangguhan                                                       6.469.957.287      11.231.844.037      12.522.744.990      13.780.746.958      12.090.308.006
Investasi dalam saham                                                        260.000.000         260.000.000         260.000.000         260.000.000         260.000.000
Aset Tetap                                                               201.874.807.427     198.975.634.245     241.401.163.137     241.369.981.868     242.381.512.607
Aset Pengampunan Pajak                                                     5.438.055.000       5.438.055.000       5.438.055.000       5.438.055.000       5.438.055.000
Properti Investasi                                                           450.000.000         450.000.000         450.000.000         450.000.000         450.000.000
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                             34.543.000.000      34.543.000.000      34.543.000.000      34.543.000.000       5.074.800.000
Biaya Ditangguhkan                                                         6.826.231.571       6.291.397.571       5.756.563.571       5.221.729.571       1.997.133.661
Aset Tidak Lancar Lainnya                                                 16.308.135.626      18.626.068.886      19.210.722.968      21.331.348.891      22.771.332.644
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                 273.564.636.911     277.115.999.739     320.882.249.666     323.694.862.288     291.763.141.918
JUMLAH ASET                                                              689.921.046.453     712.262.467.657     751.633.765.958     733.392.898.825     658.635.911.790
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek                                                 188.577.390.647     192.748.780.765       2.567.514.953                 -                   -
Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                15.473.618.279      18.838.737.706      15.458.936.343      15.769.370.197      12.119.998.171
Utang Lain-lain
   Pihak Berelasi                                                                    -        12.966.081.438      12.916.081.438      12.870.991.384      12.870.991.384
   Pihak Ketiga                                                           30.116.942.428      22.025.200.439      34.120.970.627      31.214.859.528      32.943.422.202
Utang Pajak                                                               17.967.903.688      23.663.960.546      21.363.029.757      20.639.470.786      16.999.474.866
Akrual                                                                    32.129.335.341      60.073.097.036      33.813.495.975      26.816.622.968      26.373.103.813
Uang Muka Diterima                                                        33.323.965.836      31.443.111.366      35.664.913.557      40.200.527.452      17.534.002.125
Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
   Utang Bank                                                                        -                   -           480.000.000       3.470.000.000       7.000.000.000
   Liabilitas Sewa                                                         2.703.729.898       2.384.131.852       2.226.556.078       3.026.709.548       2.099.525.913
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                          320.292.886.117     364.143.101.148     158.611.498.728     154.008.551.863     127.940.518.474
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pada pihak berelasi                                                118.719.269.018     126.641.220.018     127.327.053.104     131.356.857.104     123.530.040.942
Akrual                                                                               -                   -        32.214.887.659      35.153.773.760      25.026.015.796
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                   33.515.546.963      34.515.139.512      32.757.771.996      36.092.908.855      37.833.959.922
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                            12.842.100.000      14.157.900.000
Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank                                                                        -                   -       189.437.334.691     185.994.263.263     179.291.191.834
   Liabilitas Sewa                                                                   -                   -                   -           104.126.902         318.310.481
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                         165.076.915.981     175.314.259.530     381.737.047.450     388.701.929.884     365.999.518.975
JUMLAH LIABILITAS                                                        485.369.802.098     539.457.360.678     540.348.546.178     542.710.481.747     493.940.037.449
EKUITAS
Modal Saham                                                               459.083.982.100     459.083.982.100     459.083.982.100     459.083.982.100     459.083.982.100
Tambahan Modal Disetor                                                     77.743.182.896      77.743.182.896      77.743.182.896      77.743.182.896      77.743.182.896
Selisih Revaluasi Tanah                                                   202.147.926.600     202.147.926.600     246.553.606.600     246.553.606.600     218.379.241.600
Defisit                                                                  (534.392.316.621)   (566.136.613.731)   (572.059.091.792)   (592.655.211.730)   (590.455.632.208)
Kepentingan Non Pengendali                                                    (31.530.620)        (33.370.886)        (36.460.024)        (43.142.788)        (54.900.047)
JUMLAH EKUITAS                                                            204.551.244.355     172.805.106.979     211.285.219.780     190.682.417.078     164.695.874.341
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             689.921.046.453     712.262.467.657     751.633.765.958     733.392.898.825     658.635.911.790
Page 73
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Console) Historis
Dalam Rupiah

                                                                        2021               2022               2023                2024               2025
                                                                      Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des
                            Laporan Laba Rugi
Pendapatan                                                          93.630.426.708    115.113.867.868     99.239.654.190     145.529.362.070    116.839.611.251
Beban Pokok Penjualan                                              (67.403.018.514)   (87.135.341.063)   (64.470.403.964)   (117.537.824.379)   (88.643.405.447)
Laba Kotor                                                          26.227.408.194     27.978.526.805     34.769.250.226      27.991.537.691     28.196.205.804
Pemasaran dan Penjualan                                            (20.758.136.032)   (16.096.672.420)   (12.570.205.569)    (12.814.860.782)   (14.383.735.656)
Umum dan Admininstrasi                                             (10.108.378.637)   (13.706.669.961)   (16.122.136.343)    (17.161.777.694)   (17.300.880.380)
EBITDA                                                              (4.639.106.475)    (1.824.815.576)     6.076.908.314      (1.985.100.785)    (3.488.410.232)
Depresiasi                                                                     -                  -                  -                   -                  -
EBIT                                                                (4.639.106.475)    (1.824.815.576)     6.076.908.314      (1.985.100.785)    (3.488.410.232)
Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                  (1.139.186.641)    (8.871.751.074)     2.300.802.247        (522.044.752)      (396.124.074)
Pendapatan Bunga                                                        41.507.430         15.283.004         21.466.056          21.824.425         14.373.459
Laba Penjualan Aset Tetap                                              463.636.364                -                  -           155.000.000                -
Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                                                                                     (4.356.400.000)
Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                             (16.113.691.038)   (25.283.290.358)   (11.925.030.444)    (11.186.012.368)   (11.479.384.428)
Lain-lain Bersih                                                     2.154.165.551     (2.370.405.614)    (8.693.587.197)     (7.044.964.570)    (1.228.094.323)
EBT                                                                (19.232.674.809)   (38.334.979.618)   (12.219.441.024)    (20.561.298.050)   (20.934.039.598)
Penghasilan Pajak                                                   (2.672.156.849)     5.163.816.958      2.391.554.985         972.110.512     (2.430.093.073)
EAT                                                                (21.904.831.658)   (33.171.162.660)    (9.827.886.039)    (19.589.187.538)   (23.364.132.671)


PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Console) Historis
Dalam Rupiah

                                                                        2021               2022               2023                2024               2025
                                                                      Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des
                           Laporan Arus Kas
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan Kas dari Pelanggan                                    95.240.190.109     101.483.659.659    101.736.641.900    142.523.614.722     106.446.053.857
  Pembayaran kepada :
     Kontraktor, Pemasok dan Lainnya                               (44.287.606.810)   (55.239.007.331)   (53.259.064.534)    (76.651.656.392)   (66.754.874.076)
     Karyawan                                                      (42.059.812.302)   (41.301.590.041)   (40.822.711.208)    (50.108.306.474)   (41.804.816.037)
  Penerimaa Bunga                                                       41.507.430         15.283.004         21.466.056          21.824.425         14.373.459
  Pembayaran Bunga                                                 (10.371.701.371)    (8.583.222.839)    (8.024.216.306)    (12.682.736.874)   (11.359.634.363)
  Pembayaran Pajak Penghasilan                                                 -         (583.035.642)          (297.440)         (8.270.818)               -
KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                                     (1.437.422.944)    (4.207.913.190)      (348.181.532)      3.094.468.589    (13.458.897.160)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                                (55.369.200)       (232.762.571)                -         (197.161.744)      (351.973.665)
  Penjualan Aset Tetap                                                463.636.364                 -                   -          155.000.000     25.111.800.000
KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                                     408.267.164        (232.762.571)                -          (42.161.744)    24.759.826.335
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Penerimaan Utang dari Pihak Berelasi
     Penerimaan                                                       411.389.684       3.974.541.000      1.536.343.086       2.015.604.000      5.653.116.792
     Pembayaran                                                               -                   -                  -                   -      (15.045.721.754)
  Utang Bank
     Penerimaan                                                                -                  -        2.565.110.590       5.081.598.859                -
     Pembayaran                                                                -                  -         (280.000.000)     (8.166.472.678)    (3.200.000.000)
  Pembayaran Liabilitas Sewa                                        (1.450.902.410)      (468.141.632)    (1.080.000.000)     (1.359.320.200)      (946.988.961)
KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                   (1.039.512.726)     3.506.399.368      2.741.453.676      (2.428.590.019)   (13.539.593.923)
KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                    (2.068.668.506)      (934.276.393)     2.393.272.144         623.716.826     (2.238.664.748)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                   4.379.725.412      2.318.871.454      1.403.364.217       3.791.038.499      4.423.026.227
Pengaruh Perubahan Kurs mata uang asing                                  7.814.548         18.769.156         (5.597.862)          8.270.902         10.431.500
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                  2.318.871.454      1.403.364.217      3.791.038.499       4.423.026.227      2.194.792.979
Page 74
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Sebelum Penambahan KBLI) Proyeksi
Dalam Rupiah
                                                                                1.000.000          1.000.000           1.000.000           1.000.000           1.000.000
                                                                             Tahun 1            Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4             Tahun 5

                           Laporan Posisi Keuangan
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                                         43.671.895.746     16.419.935.092       9.130.272.309       9.401.704.330      39.519.309.698
Piutang Usaha                                                               6.457.021.888     17.535.130.483       4.560.605.101       4.560.605.101       4.560.605.101
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                      -                  -                   -                   -                   -
Persediaan                                                                270.399.872.705    286.200.760.275     301.656.230.467     303.093.824.649     274.486.292.326
Biaya Dibayar Dimuka                                                       68.326.757.356     70.962.830.267      74.207.327.798      77.938.499.958      49.332.846.729
JUMLAH ASET LANCAR                                                        388.855.547.696    391.118.656.117     389.554.435.675     394.994.634.038     367.899.053.854
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                            1.300.000.000       1.300.000.000       1.300.000.000       1.300.000.000       1.300.000.000
Aset Pajak Tangguhan                                                       12.090.308.006      12.090.308.006      12.090.308.006      12.090.308.006      12.090.308.006
Investasi dalam saham                                                         260.000.000         260.000.000         260.000.000         260.000.000         260.000.000
Aset Tetap                                                                242.013.843.534     244.039.567.038     243.779.128.797     243.518.690.556     243.258.252.315
   Harga Perolehan                                                        500.324.417.140     504.524.417.140     504.524.417.140     504.524.417.140     504.524.417.140
   Akumulasi Penyusutan                                                  (258.310.573.606)   (260.484.850.103)   (260.745.288.343)   (261.005.726.584)   (261.266.164.825)
Aset Pengampunan Pajak                                                      5.438.055.000       5.438.055.000       5.438.055.000       5.438.055.000       5.438.055.000
Properti Investasi                                                            450.000.000         450.000.000         450.000.000         450.000.000         450.000.000
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                               5.074.800.000       5.074.800.000       5.074.800.000       5.074.800.000       5.074.800.000
Biaya Ditangguhkan                                                          4.152.061.571       3.617.227.571       3.082.393.571       2.547.559.571       2.012.725.571
Aset Tidak Lancar Lainnya                                                  22.771.332.644      22.771.332.644      22.771.332.644      22.771.332.644      22.771.332.644
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                  293.550.400.755     295.041.290.259     294.246.018.018     293.450.745.777     292.655.473.536
JUMLAH ASET                                                               682.405.948.451     686.159.946.376     683.800.453.693     688.445.379.815     660.554.527.391
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek                                                              -                  -                   -                   -                   -
Kredit Modal Kerja                                                                    -                  -                   -                   -                   -
Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                 31.358.475.104     45.653.115.535      47.200.649.473      39.266.230.762      40.010.963.112
Utang Lain-lain
   Pihak Berelasi                                                          12.870.991.384     12.870.991.384      12.870.991.384      12.870.991.384      12.870.991.384
   Pihak Ketiga                                                            32.943.422.202     32.943.422.202      32.943.422.202      32.943.422.202      32.943.422.202
Utang Pajak                                                                16.999.474.866     16.999.474.866      16.999.474.866      16.999.474.866      16.999.474.866
Akrual                                                                     26.373.103.813     26.373.103.813      26.373.103.813      26.373.103.813      26.373.103.813
Uang Muka Diterima                                                         32.064.520.352     25.367.976.054      25.367.976.054      25.367.976.054      25.367.976.054
Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
   Utang Bank                                                               7.000.000.000      7.000.000.000       7.000.000.000       7.000.000.000       7.000.000.000
   Liabilitas Sewa                                                          2.782.916.491      3.747.907.198          92.789.970                 -                   -
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                           162.392.904.213    170.955.991.052     168.848.407.762     160.821.199.081     161.565.931.431
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pada pihak berelasi                                                 123.530.040.942    123.530.040.942     123.530.040.942     130.872.070.240     123.530.040.942
Akrual                                                                     25.026.015.796     25.026.015.796      25.026.015.796      25.026.015.796      25.026.015.796
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                    37.833.959.922     37.833.959.922      37.833.959.922      37.833.959.922      37.833.959.922
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                        -                  -                   -                   -                   -
Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank                                                             171.715.778.794    164.515.778.794     160.915.778.794     157.315.778.794     120.000.000.000
   Liabilitas Sewa                                                          1.757.775.230      1.838.578.659          37.005.501                 -                   -
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                          359.863.570.684    352.744.374.113     347.342.800.955     351.047.824.752     306.390.016.660
JUMLAH LIABILITAS                                                         522.256.474.897    523.700.365.165     516.191.208.716     511.869.023.833     467.955.948.091
EKUITAS
Modal Saham                                                               459.083.982.100     459.083.982.100     459.083.982.100     459.083.982.100     459.083.982.100
Tambahan Modal Disetor                                                     77.743.182.896      77.743.182.896      77.743.182.896      77.743.182.896      77.743.182.896
Selisih Revaluasi Tanah                                                   218.379.241.600     218.379.241.600     218.379.241.600     218.379.241.600     218.379.241.600
Defisit                                                                  (595.002.032.995)   (592.691.925.338)   (587.542.261.572)   (578.575.150.567)   (562.552.927.249)
Kepentingan Non Pengendali                                                    (54.900.047)        (54.900.047)        (54.900.047)        (54.900.047)        (54.900.047)
JUMLAH EKUITAS                                                            160.149.473.554     162.459.581.211     167.609.244.977     176.576.355.982     192.598.579.300
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             682.405.948.451     686.159.946.376     683.800.453.693     688.445.379.815     660.554.527.391
Page 75
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Sebelum Penambahan KBLI) Proyeksi
Dalam Rupiah

                                                                              Tahun 1            Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4              Tahun 5

                            Laporan Laba Rugi
Pendapatan                                                                 111.649.585.649    128.397.023.496      143.441.786.564     164.958.054.548     189.701.762.730
Beban Pokok Penjualan                                                      (78.530.516.616)   (88.627.371.740)    (104.060.527.176)   (119.700.634.984)   (136.617.725.965)
Laba Kotor                                                                  33.119.069.033     39.769.651.756       39.381.259.388      45.257.419.564      53.084.036.766
Pemasaran dan Penjualan                                                    (10.158.782.920)   (10.968.995.823)     (12.305.209.608)    (13.424.478.041)    (14.703.696.942)
Umum dan Admininstrasi                                                     (10.002.174.638)   (10.606.927.246)     (11.107.118.522)    (11.632.840.656)    (12.185.997.910)
EBITDA                                                                      12.958.111.475     18.193.728.688       15.968.931.257      20.200.100.867      26.194.341.914
Depresiasi                                                                  (4.567.669.073)     (2.174.276.496)       (260.438.241)       (260.438.241)        (260.438.241)
EBIT                                                                         8.390.442.402     16.019.452.191       15.708.493.017      19.939.662.626      25.933.903.673
  Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                                   -                   -                   -                   -                    -
  Pendapatan Bunga                                                             172.481.507         172.481.507         172.481.507         172.481.507          172.481.507
  Laba Penjualan Aset Tetap                                                            -                   -                   -                   -                    -
  Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                         -                   -                   -                   -                    -
  Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                                   (13.109.324.697)   (13.881.826.041)     (10.731.310.758)    (10.371.251.274)      (5.565.073.235)
  Lain-lain Bersih                                                                     -                   -                   -                   -                    -
EBT                                                                         (4.546.400.787)      2.310.107.657       5.149.663.766       9.740.892.860      20.541.311.945
Penghasilan Pajak                                                                      -                   -                   -          (773.781.854)      (4.519.088.628)
EAT                                                                         (4.546.400.787)      2.310.107.657       5.149.663.766       8.967.111.006      16.022.223.317


PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Sebelum Penambahan KBLI) Proyeksi
Dalam Rupiah

                                                                              Tahun 1            Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4              Tahun 5

                               Laporan Arus Kas
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  EAT                                                                       (4.546.400.787)     2.310.107.657        5.149.663.766       8.967.111.006     16.022.223.317
  Depresiasi                                                                 4.567.669.073      2.174.276.496          260.438.241         260.438.241        260.438.241
  Piutang Usaha                                                             42.323.758.268    (11.078.108.595)      12.974.525.382                 -                  -
  Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                           9.511.655.569                -                    -                   -                  -
  Persediaan                                                                 5.374.348.223    (15.800.887.570)     (15.455.470.192)     (1.437.594.182)    28.607.532.323
  Biaya Dibayar Dimuka                                                     (37.715.437.116)    (2.636.072.911)      (3.244.497.531)     (3.731.172.160)    28.605.653.229
  Aset Pajak Tangguhan                                                                 -                  -                    -                   -                  -
  Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                19.238.476.933     14.294.640.431        1.547.533.938      (7.934.418.711)       744.732.350
  Uang Muka Diterima                                                        14.530.518.227     (6.696.544.298)                 -                   -                  -
  Biaya Ditangguhkan                                                        (2.154.927.910)       534.834.000          534.834.000         534.834.000        534.834.000
KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                                             51.129.660.479    (16.897.754.788)       1.767.027.603      (3.340.801.807)    74.775.413.460
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                                      (4.200.000.000)    (4.200.000.000)                 -                   -                    -
  Penjualan Aset Tetap                                                                 -                  -
KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                                           (4.200.000.000)    (4.200.000.000)                 -                   -                    -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Utang pada pihak berelasi                                                             -                  -                   -         7.342.029.298      (7.342.029.298)
  Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
     Utang Bank                                                                       -                   -                    -                   -                    -
     Liabilitas Sewa                                                          683.390.578         964.990.706       (3.655.117.228)        (92.789.970)                 -
  Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Bank                                                             (7.575.413.040)     (7.200.000.000)    (3.600.000.000)      (3.600.000.000)    (37.315.778.794)
     Liabilitas Sewa                                                         1.439.464.749          80.803.428     (1.801.573.158)         (37.005.501)                -
KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                           (5.452.557.712)    (6.154.205.865)     (9.056.690.386)       3.612.233.828     (44.657.808.092)
KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                            41.477.102.767    (27.251.960.654)     (7.289.662.783)         271.432.021      30.117.605.368
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                           2.194.792.979     43.671.895.746      16.419.935.092        9.130.272.309       9.401.704.330
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                         43.671.895.746     16.419.935.092       9.130.272.309        9.401.704.330      39.519.309.698
Page 76
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Stand Alone) Proyeksi
Dalam Rupiah
                                                                            1.000.000        1.000.000        1.000.000        1.000.000        1.000.000
                                                   Tahun 0               Tahun 1          Tahun 2          Tahun 3          Tahun 4          Tahun 5

           Laporan Posisi Keuangan
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                3.885.835.312           484.097.496    2.116.872.890    7.509.939.001   14.869.790.977   14.322.813.880
Piutang Usaha                                               -           3.087.310.781   11.561.818.993   14.288.236.831   16.521.436.478   19.089.616.073
Persediaan                                                  -           6.862.025.514    7.816.885.951    8.989.418.844   10.337.831.671   17.832.759.632
Beban dibayar di muka dan piutang lainnya         1.041.764.292         1.715.506.378    1.954.221.488    2.247.354.711    2.584.457.918    2.972.126.605
JUMLAH ASET LANCAR                                4.927.599.604        12.148.940.170   23.449.799.322   33.034.949.388   44.313.517.044   54.217.316.191
ASET TIDAK LANCAR
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                          -                -                -                -                -
JUMLAH ASET                                       4.927.599.604        12.148.940.170   23.449.799.322   33.034.949.388   44.313.517.044   54.217.316.191
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga                          772.386.512         1.715.506.378    1.954.221.488    2.247.354.711    2.584.457.918    2.972.126.605
Kredit Modal Kerja                                3.269.853.586         3.959.188.385    5.772.654.206    4.631.619.808    3.994.772.084    1.731.067.903
Uang Muka Diterima                                  885.359.506         1.235.139.854    1.432.152.677    1.660.832.958    1.909.957.902    2.196.451.587
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                   4.927.599.604         6.909.834.617    9.159.028.371    8.539.807.477    8.489.187.904    6.899.646.095
LIABILITAS JANGKA PANJANG
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                  -                -                -                -                -
JUMLAH LIABILITAS                                 4.927.599.604         6.909.834.617    9.159.028.371    8.539.807.477    8.489.187.904    6.899.646.095
EKUITAS
Modal Saham                                                 -                     -                -                -                -                -
Tambahan Modal Disetor                                      -                     -                -                -                -                -
Saldo Laba                                                  -           5.239.105.553   14.290.770.951   24.495.141.911   35.824.329.141   47.317.670.095
JUMLAH EKUITAS                                              -           5.239.105.553   14.290.770.951   24.495.141.911   35.824.329.141   47.317.670.095
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     4.927.599.604        12.148.940.170   23.449.799.322   33.034.949.388   44.313.517.044   54.217.316.191
Page 77
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Stand Alone) Proyeksi
Dalam Rupiah

                                                   Tahun 0               Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

               Laporan Laba Rugi
Pendapatan                                                   -          49.678.477.712     57.400.825.346     65.205.487.715     74.986.310.873     86.234.257.504
  Retail - Karawang                                          -             323.666.910        670.452.885        611.499.269        703.224.160        808.707.784
  Project - Pangkep                                          -                     -                  -                  -                  -                  -
  Project - Karawang                                         -          48.866.149.309     56.168.685.605     64.593.988.446     74.283.086.713     85.425.549.720
  Pemasangan & Pemolesan                                     -             488.661.493        561.686.856                -                  -                  -
Beban Pokok Penjualan                                        -         (35.386.083.988)   (40.880.852.863)   (46.901.315.709)   (53.936.513.065)   (62.026.990.025)
  Retail - Karawang                                          -            (226.566.837)      (469.317.020)      (428.049.488)      (492.256.912)      (566.095.449)
  Project - Karawang                                         -         (35.159.517.151)   (40.411.535.844)   (46.473.266.220)   (53.444.256.153)   (61.460.894.576)
Laba Kotor                                                   -          14.292.393.724     16.519.972.483     18.304.172.006     21.049.797.807     24.207.267.479
Pemasaran dan Penjualan                                      -          (3.608.248.098)    (2.968.159.523)    (3.437.418.072)    (3.775.218.012)    (4.168.026.800)
Umum dan Admininstrasi                                       -          (5.125.093.536)    (4.153.726.239)    (4.371.161.949)    (4.632.880.381)    (4.919.048.366)
EBITDA                                                       -           5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
Depresiasi                                                   -                     -                  -                  -                  -                  -
EBIT                                                         -           5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
Biaya Bunga                                                  -            (319.946.538)      (346.421.323)      (291.221.026)      (334.904.180)      (385.139.807)
EBT                                                          -           5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     12.306.795.235     14.735.052.506
Penghasilan Pajak                                            -                     -                  -                  -         (977.608.005)    (3.241.711.551)
EAT                                                          -           5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955


PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Stand Alone) Proyeksi
Dalam Rupiah

                                                   Tahun 0               Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

              Laporan Arus Kas
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  EAT                                                       -            5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955
  Depresiasi                                                -                      -                  -                 -                  -                  -
  Piutang Usaha                                             -           (3.087.310.781)    (8.474.508.212)   (2.726.417.838)    (2.233.199.648)    (2.568.179.595)
  Persediaan                                                -           (6.862.025.514)      (954.860.438)   (1.172.532.893)    (1.348.412.827)    (7.494.927.961)
  Beban dibayar di muka dan piutang lainnya      (1.041.764.292)          (673.742.086)      (238.715.109)     (293.133.223)      (337.103.207)      (387.668.688)
  Utang Usaha - Pihak Ketiga                        772.386.512            943.119.866        238.715.109       293.133.223        337.103.207        387.668.688
  Uang Muka Diterima                                885.359.506            349.780.348        197.012.823       228.680.281        249.124.944        286.493.685
KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                     615.981.726         (4.091.072.614)      (180.690.428)    6.534.100.510      7.996.699.700      1.716.727.084
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                            -                     -                  -                  -                  -                  -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Kredit Modal Kerja                              3.269.853.586            689.334.799     1.813.465.821      (1.141.034.398)     (636.847.724)     (2.263.704.181)
  Tambahan Modal Disetor                                    -                      -
KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                 3.269.853.586            689.334.799     1.813.465.821      (1.141.034.398)     (636.847.724)    (2.263.704.181)
KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                  3.885.835.312         (3.401.737.815)    1.632.775.393       5.393.066.112     7.359.851.976       (546.977.097)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          -            3.885.835.312       484.097.496       2.116.872.890     7.509.939.001     14.869.790.977
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN               3.885.835.312            484.097.496     2.116.872.890       7.509.939.001    14.869.790.977     14.322.813.880
Page 78
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Setelah Penambahan KBLI) Proyeksi
Dalam Rupiah
                                                                                1.000.000         1.000.000         1.000.000          1.000.000         1.000.000
                                                                              Tahun 1           Tahun 2           Tahun 3            Tahun 4           Tahun 5

                            Laporan Posisi Keuangan
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                                         38.961.665.004     11.332.001.099    10.347.758.545    18.366.765.322     49.914.604.088
Piutang Usaha                                                               9.544.332.669     29.096.949.476    18.848.841.932    21.082.041.580     23.650.221.174
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                      -                  -                 -                 -                  -
Persediaan                                                                277.261.898.219    294.017.646.226   310.645.649.311   313.431.656.320    292.319.051.958
Biaya Dibayar Dimuka                                                       70.042.263.735     72.917.051.755    76.454.682.509    80.522.957.876     52.304.973.334
JUMLAH ASET LANCAR                                                        395.810.159.627    407.363.648.556   416.296.932.297   433.403.421.097    418.188.850.555
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi Non Usaha                                             1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000     1.300.000.000
Aset Pajak Tangguhan                                                        12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006    12.090.308.006
Investasi dalam saham                                                          260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000       260.000.000
Aset Tetap                                                                 242.013.843.534   244.039.567.038   243.779.128.797   243.518.690.556   243.258.252.315
   Harga Perolehan                                                         500.324.417.140   504.524.417.140   504.524.417.140   504.524.417.140   504.524.417.140
   Akumulasi Penyusutan                                                   (258.310.573.606) (260.484.850.103) (260.745.288.343) (261.005.726.584) (261.266.164.825)
Aset Pengampunan Pajak                                                       5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000     5.438.055.000
Properti Investasi                                                             450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000       450.000.000
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                                5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000     5.074.800.000
Biaya Ditangguhkan                                                           4.152.061.571     3.617.227.571     3.082.393.571     2.547.559.571     2.012.725.571
Aset Tidak Lancar Lainnya                                                   22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644    22.771.332.644
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                   293.550.400.755   295.041.290.259   294.246.018.018   293.450.745.777   292.655.473.536
JUMLAH ASET                                                                689.360.560.382   702.404.938.815   710.542.950.315   726.854.166.874   710.844.324.091
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek                                                               -                 -                 -                  -                 -
Kredit Modal Kerja                                                                     -                 -                 -                  -                 -
Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                  33.073.981.482    47.607.337.023    49.448.004.184     41.850.688.680    42.983.089.717
Utang Lain-lain
   Pihak Berelasi                                                           12.870.991.384    12.870.991.384    12.870.991.384     12.870.991.384    12.870.991.384
   Pihak Ketiga                                                             32.943.422.202    32.943.422.202    32.943.422.202     32.943.422.202    32.943.422.202
Utang Pajak                                                                 16.999.474.866    16.999.474.866    16.999.474.866     16.999.474.866    16.999.474.866
Akrual                                                                      26.373.103.813    26.373.103.813    26.373.103.813     26.373.103.813    26.373.103.813
Uang Muka Diterima                                                          32.064.520.352    25.367.976.054    25.367.976.054     25.367.976.054    25.367.976.054
Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
   Utang Bank                                                               7.000.000.000      7.000.000.000     7.000.000.000     7.000.000.000      7.000.000.000
   Liabilitas Sewa                                                          2.782.916.491      3.747.907.198        92.789.970               -                  -
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                           164.108.410.591    172.910.212.540   171.095.762.473   163.405.656.999    164.538.058.036
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pada pihak berelasi                                                 123.530.040.942    123.530.040.942   123.530.040.942   130.872.070.240    123.530.040.942
Akrual                                                                     25.026.015.796     25.026.015.796    25.026.015.796    25.026.015.796     25.026.015.796
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                    37.833.959.922     37.833.959.922    37.833.959.922    37.833.959.922     37.833.959.922
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                        -                  -                 -                 -                  -
Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank                                                             171.715.778.794    164.515.778.794   160.915.778.794   157.315.778.794    120.000.000.000
   Liabilitas Sewa                                                          1.757.775.230      1.838.578.659        37.005.501               -                  -
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                          359.863.570.684    352.744.374.113   347.342.800.955   351.047.824.752    306.390.016.660
JUMLAH LIABILITAS                                                         523.971.981.276    525.654.586.653   518.438.563.427   514.453.481.751    470.928.074.696
EKUITAS
Modal Saham                                                                459.083.982.100   459.083.982.100   459.083.982.100   459.083.982.100   459.083.982.100
Tambahan Modal Disetor                                                      77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896    77.743.182.896
Selisih Revaluasi Tanah                                                    218.379.241.600   218.379.241.600   218.379.241.600   218.379.241.600   218.379.241.600
Defisit                                                                   (589.762.927.443) (578.401.154.387) (563.047.119.662) (542.750.821.426) (515.235.257.154)
Kepentingan Non Pengendali                                                      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)      (54.900.047)
JUMLAH EKUITAS                                                             165.388.579.106   176.750.352.162   192.104.386.887   212.400.685.123   239.916.249.395
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              689.360.560.382   702.404.938.815   710.542.950.315   726.854.166.874   710.844.324.091
Page 79
PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Setelah Penambahan KBLI) Proyeksi
Dalam Rupiah

                                                                               Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3           Tahun 4              Tahun 5

                             Laporan Laba Rugi
Pendapatan                                                                  161.328.063.361   185.797.848.843   208.647.274.279   239.944.365.421   275.936.020.234
Beban Pokok Penjualan                                                      (113.916.600.604) (129.508.224.604) (150.961.842.885) (173.637.148.050) (198.644.715.990)
Laba Kotor                                                                   47.411.462.757    56.289.624.239    57.685.431.394    66.307.217.371    77.291.304.244
Pemasaran dan Penjualan                                                     (13.767.031.018) (13.937.155.345) (15.742.627.680) (17.199.696.053) (18.871.723.741)
Umum dan Admininstrasi                                                      (15.127.268.173) (14.760.653.485) (15.478.280.471) (16.265.721.037) (17.105.046.276)
EBITDA                                                                       18.517.163.566    27.591.815.409    26.464.523.243    32.841.800.282    41.314.534.227
Depresiasi                                                                    (4.567.669.073)   (2.174.276.496)    (260.438.241)      (260.438.241)     (260.438.241)
EBIT                                                                         13.949.494.493    25.417.538.913    26.204.085.003    32.581.362.041    41.054.095.986
Keuntungan (Kerugian) selisih kurs                                                       -                 -                -                  -                 -
Pendapatan Bunga                                                                 172.481.507       172.481.507      172.481.507        172.481.507       172.481.507
Laba Penjualan Aset Tetap                                                                -                 -                -                  -                 -
Rugi Penjualan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi                             -                 -                -                  -                 -
Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya                                      (13.429.271.235) (14.228.247.364) (11.022.531.784) (10.706.155.454)       (5.950.213.042)
Lain-lain Bersih                                                                         -                 -                -                  -                 -
EBT                                                                              692.704.765   11.361.773.056    15.354.034.725    22.047.688.094    35.276.364.451
Penghasilan Pajak                                                                        -                 -                -       (1.751.389.858)   (7.760.800.179)
EAT                                                                              692.704.765   11.361.773.056    15.354.034.725    20.296.298.236    27.515.564.272


PT Citatah Tbk
Balance Sheet. Income Statement dan Cash Flow (Setelah Penambahan KBLI) Proyeksi
Dalam Rupiah

                                                                               Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3           Tahun 4              Tahun 5

                               Laporan Arus Kas
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  EAT                                                                            692.704.765     11.361.773.056      15.354.034.725    20.296.298.236      27.515.564.272
  Depresiasi                                                                   4.567.669.073       2.174.276.496        260.438.241       260.438.241          260.438.241
  Piutang Usaha                                                              39.236.447.487     (19.552.616.807)     10.248.107.544    (2.233.199.648)      (2.568.179.595)
  Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                                             9.511.655.569                 -                  -                 -                    -
  Persediaan                                                                  (1.487.677.291)   (16.755.748.007)    (16.628.003.085)   (2.786.007.009)     21.112.604.362
  Biaya Dibayar Dimuka                                                      (39.430.943.495)      (2.874.788.020)    (3.537.630.754)   (4.068.275.367)     28.217.984.542
  Aset Pajak Tangguhan                                                                   -                   -                  -                 -                    -
  Utang Usaha - Pihak Ketiga                                                 20.953.983.311      14.533.355.541       1.840.667.161    (7.597.315.505)       1.132.401.038
  Biaya Ditangguhkan                                                          (2.154.927.910)        534.834.000        534.834.000       534.834.000          534.834.000
  Utang Pajak                                                                            -                   -                  -                 -                    -
  Akrual                                                                                 -                   -                  -                 -                    -
  Uang Muka Diterima                                                         14.530.518.227       (6.696.544.298)               -                 -                    -
KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                                              46.419.429.737     (17.275.458.040)      8.072.447.832     4.406.772.949      76.205.646.859
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                                       (4.200.000.000)     (4.200.000.000)                 -                 -                    -
  Penjualan Aset Tetap                                                                  -                   -
KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                                            (4.200.000.000)     (4.200.000.000)                 -                 -                    -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Utang pada pihak berelasi                                                              -                   -                   -      7.342.029.298       (7.342.029.298)
  Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun :
     Utang Bank                                                                        -                   -                    -                 -                     -
     Liabilitas Sewa                                                           683.390.578         964.990.706       (3.655.117.228)      (92.789.970)                  -
  Akrual                                                                               -                   -                    -                 -                     -
  Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Bank                                                              (7.575.413.040)      (7.200.000.000)    (3.600.000.000)    (3.600.000.000)    (37.315.778.794)
     Liabilitas Sewa                                                          1.439.464.749           80.803.428     (1.801.573.158)        (37.005.501)               -
KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN                                           (5.452.557.712)      (6.154.205.865)    (9.056.690.386)      3.612.233.828     (44.657.808.092)
KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                            36.766.872.025      (27.629.663.905)       (984.242.554)     8.019.006.777      31.547.838.767
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                            2.194.792.979      38.961.665.004     11.332.001.099     10.347.758.545       18.366.765.322
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                         38.961.665.004       11.332.001.099     10.347.758.545     18.366.765.322       49.914.604.088
Page 80
PT Citatah Tbk
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk
Depresiasi
(Dalam Rupiah)

Aset Tetap
                                            Tahun 1              Tahun 2              Tahun 3              Tahun 4              Tahun 5

Harga Perolehan
Tanah                                    234.964.410.000      234.964.410.000      234.964.410.000      234.964.410.000      234.964.410.000
Bangunan                                  50.268.506.173       50.268.506.173       50.268.506.173       50.268.506.173       50.268.506.173
Mesin dan Peralatan                      180.105.454.782      180.105.454.782      180.105.454.782      180.105.454.782      180.105.454.782
Kendaraan                                 17.603.457.996       17.603.457.996       17.603.457.996       17.603.457.996       17.603.457.996
Perabotan dan Peralatan Kantor            11.333.823.374       11.333.823.374       11.333.823.374       11.333.823.374       11.333.823.374
Aset Hak Guna                              1.848.764.815        1.848.764.815        1.848.764.815        1.848.764.815        1.848.764.815
                                         496.124.417.140      496.124.417.140      496.124.417.140      496.124.417.140      496.124.417.140

Penyusutan
Tanah                             0,0%                   -                    -                   -                    -                    -
Bangunan                          2,0%     (1.005.370.123)      (1.913.838.256)                   -                    -                    -
Mesin dan Peralatan               2,0%     (3.036.292.749)                    -                   -                    -                    -
Kendaraan                        10,0%                   -                    -                   -                    -                    -
Perabotan dan Peralatan Kantor    5,0%       (349.567.960)                    -                   -                    -                    -
Aset Hak Guna                     5,0%         (92.438.241)         (92.438.241)        (92.438.241)         (92.438.241)         (92.438.241)
                                           (4.483.669.073)      (2.006.276.496)         (92.438.241)         (92.438.241)         (92.438.241)

Akumulasi Penyusutan
Tanah                                                    -                    -                    -                    -                    -
Bangunan                                   (48.354.667.917)     (50.268.506.173)     (50.268.506.173)     (50.268.506.173)     (50.268.506.173)
Mesin dan Peralatan                      (180.105.454.782)    (180.105.454.782)    (180.105.454.782)    (180.105.454.782)    (180.105.454.782)
Kendaraan                                  (17.603.457.996)     (17.603.457.996)     (17.603.457.996)     (17.603.457.996)     (17.603.457.996)
Perabotan dan Peralatan Kantor             (11.333.823.374)     (11.333.823.374)     (11.333.823.374)     (11.333.823.374)     (11.333.823.374)
Aset Hak Guna                                 (829.169.537)        (921.607.778)      (1.014.046.018)      (1.106.484.259)      (1.198.922.500)
                                         (258.226.573.606)    (260.232.850.103)    (260.325.288.343)    (260.417.726.584)    (260.510.164.825)

Nilai Buku
Tanah                                    234.964.410.000      234.964.410.000      234.964.410.000      234.964.410.000      234.964.410.000
Bangunan                                   1.913.838.256                    -                    -                    -                    -
Mesin dan Peralatan                                    -                    -                    -                    -                    -
Kendaraan                                              -                    -                    -                    -                    -
Perabotan dan Peralatan Kantor                         -                    -                    -                    -                    -
Aset Hak Guna                              1.019.595.278          927.157.038          834.718.797          742.280.556          649.842.315
                                         237.897.843.534      235.891.567.038      235.799.128.797      235.706.690.556      235.614.252.315




Capex
                                            Tahun 1              Tahun 2              Tahun 3              Tahun 4              Tahun 5

Harga Perolehan
Capex 1                                     4.200.000.000        4.200.000.000        4.200.000.000        4.200.000.000        4.200.000.000
Capex 2                                                 -        4.200.000.000        4.200.000.000        4.200.000.000        4.200.000.000
                                            4.200.000.000        8.400.000.000        8.400.000.000        8.400.000.000        8.400.000.000

Penyusutan
Capex 1                           2,0%        (84.000.000)          (84.000.000)         (84.000.000)         (84.000.000)         (84.000.000)
Capex 2                           2,0%                  -           (84.000.000)         (84.000.000)         (84.000.000)         (84.000.000)
                                              (84.000.000)        (168.000.000)        (168.000.000)        (168.000.000)        (168.000.000)

Akumulasi Penyusutan
Capex 1                                       (84.000.000)        (168.000.000)        (252.000.000)        (336.000.000)        (420.000.000)
Capex 2                                                 -           (84.000.000)       (168.000.000)        (252.000.000)        (336.000.000)
                                              (84.000.000)        (252.000.000)        (420.000.000)        (588.000.000)        (756.000.000)

Nilai Buku
Capex 1                                     4.116.000.000        4.032.000.000        3.948.000.000        3.864.000.000        3.780.000.000
Capex 2                                                 -        4.116.000.000        4.032.000.000        3.948.000.000        3.864.000.000
                                            4.116.000.000        8.148.000.000        7.980.000.000        7.812.000.000        7.644.000.000
Page 81
PT Citatah Tbk
Tax Loss Carry Forward
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk
                                          Historis            Historis            Historis            Historis            Historis           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
                                       2021                2022                2023                2024                2025              Tahun 1           Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4             Tahun 5
                                     Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des                                Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
EBT                              (19.232.674.809)    (38.334.979.618)    (12.219.441.024)    (20.561.298.050)    (20.934.039.598)        692.704.765     11.361.773.056     15.354.034.725     22.047.688.094     35.276.364.451

                                                     (19.232.674.809)    (19.232.674.809)    (19.232.674.809)    (19.232.674.809)     (19.232.674.809)
                                                                         (38.334.979.618)    (38.334.979.618)    (38.334.979.618)     (38.334.979.618)   (38.334.979.618)
                                                                                             (12.219.441.024)    (12.219.441.024)     (12.219.441.024)   (12.219.441.024)   (12.219.441.024)
                                                                                                                 (20.561.298.050)     (20.561.298.050)   (20.561.298.050)   (20.561.298.050)   (20.561.298.050)
                                                                                                                                      (20.934.039.598)   (20.934.039.598)   (20.934.039.598)   (20.934.039.598)   (20.934.039.598)
                                                                                                                                          692.704.765        692.704.765        692.704.765        692.704.765        692.704.765
                                                                                                                                                          11.361.773.056     11.361.773.056     11.361.773.056     11.361.773.056
                                                                                                                                                                             15.354.034.725     15.354.034.725     15.354.034.725
                                                                                                                                                                                                22.047.688.094     22.047.688.094
                                                                                                                                                                                                                   35.276.364.451

                                                -    (19.232.674.809)    (57.567.654.427)    (69.787.095.451)    (90.348.393.501)    (110.589.728.334)   (79.995.280.469)   (26.306.266.126)     7.960.862.993    63.798.525.494
EBT Dasar Pengenaan Pajak                       -                  -                   -                   -                   -                    -                  -                  -      7.960.862.993    35.276.364.451
Beban Pajak               22%                   -                  -                   -                   -                   -                    -                  -                  -     (1.751.389.858)    (7.760.800.179)

Marginal Tax Rate                             0%                  0%                  0%                  0%                  0%                   0%                 0%                 0%              7,94%             22,00%
Page 82
PT Citatah Tbk
Dalam Rupiah
Discounted Cashflow

                                           Tahun 0                  Tahun 1              Tahun 2               Tahun 3          Tahun 4            Tahun 5
           Keterangan

Initial Investment                        (3.269.853.586)                 -                     -                     -                   -                 -
EBIT                                                 -          5.559.052.091         9.398.086.722        10.495.591.986      12.641.699.415    15.120.192.313
Tax                                                  -                    -                     -                     -        (1.004.211.600)   (3.326.442.309)
Depresiasi                                           -                    -                     -                     -                   -                 -
CNWC                                                 -         (9.330.178.167)       (9.232.355.827)       (3.670.270.450)     (3.332.487.530)   (9.776.613.871)
Capex                                                                     -                     -                     -                   -                 -
FCFF                                      (3.269.853.586)      (3.771.126.076)          165.730.895         6.825.321.536       8.305.000.284     2.017.136.133
Terminal Value (Growth TV 2,5%)                                                                                                                  27.533.885.107
PVTV                                      (3.269.853.586)     (3.771.126.076)             165.730.895          6.825.321.536    8.305.000.284    29.551.021.240
DR                                                 10,85%             10,85%                   10,85%                 10,85%           10,54%            10,01%
DF                                                      1                0,90                    0,81                   0,73             0,66              0,60
PV                                        (3.269.853.586)     (3.402.157.368)             134.887.022          5.011.562.538    5.516.419.760    17.842.729.202
NPV                                       21.833.587.569
IRR                                                61,42%
PI                                                   7,68
Payback Period                                    4 Tahun 3 tahun 12 bulan


Kriteria Kelayakan Investasi
    Kriteria Kelayakan Investasi                        Hasil                                      Kelayakan
NPV                                Lebih besar dari 0                            Layak
IRR                                lebih besar dari Discount Rate                Layak
Profitability Index                lebih besar dari 1                            Layak
                              Kesimpulan Investasi                                        Investasi Layak Dilakukan
Page 83
PT Citatah Tbk
Analisis Profitabilitas
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk

                                 Tahun 1      Tahun 2      Tahun 3      Tahun 4      Tahun 5
     Analisis Profitabilitas
Gross Profit Margin                  28,77%       28,78%       28,07%       28,07%       28,07%
Net Profit Margin                    10,55%       15,77%       15,65%       15,11%       13,33%
Return On Asset                      43,12%       38,60%       30,89%       25,57%       21,20%
Return On Equity                    100,00%       63,34%       41,66%       31,62%       24,29%
Return On Investment                160,22%      276,82%      312,07%      346,47%      351,49%
Page 84
PT Citatah Tbk
Analisis Titik Impas (BEP)
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk

                                  Tahun 1          Tahun 2          Tahun 3          Tahun 4          Tahun 5
          Analisis BEP


Total Penjualan                  49.678.477.712   57.400.825.346   65.205.487.715   74.986.310.873   86.234.257.504
Biaya Variable                   35.386.083.988   40.880.852.863   46.901.315.709   53.936.513.065   62.026.990.025
Biaya Tetap                       8.733.341.633    7.121.885.761    7.808.580.020    8.408.098.393    9.087.075.165

Break Even Point (BEP) Rupiah    30.355.944.992   24.745.932.304   27.816.733.170   29.952.415.015   32.371.153.847
Page 85
 PT Citatah Tbk
Discount Rate
Studi Kelayakan PT Citatah Tbk


   KETERANGAN         Tahun 1      Tahun 2    Tahun 3    Tahun 4    Tahun 5


  Beta Unlevered            0,71       0,71       0,71       0,71       0,71
  Beta Re-Levered           0,99       0,99       0,99       0,97       0,93

       Beta                 0,99       0,99       0,99       0,97       0,93
        KRF               6,70%      6,70%      6,70%      6,70%      6,70%
        ERP               7,03%      7,03%      7,03%      7,03%      7,03%
       RBDS               1,87%      1,87%      1,87%      1,87%      1,87%
       DER               39,44%     39,44%     39,44%     39,44%     39,44%

        Ke               11,79%     11,79%     11,79%     11,64%     11,36%
        Kd                8,44%      8,44%      8,44%      8,44%      8,44%
        We               71,72%     71,72%     71,72%     71,72%     71,72%
        Wd               28,28%     28,28%     28,28%     28,28%     28,28%

      Tax Rate            0,00%      0,00%      0,00%      7,94%     22,00%
   Discount Rate         10,85%     10,85%     10,85%     10,54%     10,01%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.38 MB
Published13 May 2026
Pages85
Characters339,340
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Tiffany Johanes · Direktur p.4 ×3
linked org Parallax Venture p.28 ×2
linked org Advance Capital Limited p.28 ×3
linked person Taufik Johannes p.28 ×3
linked person Denise Johanes p.28 ×2
possible org Citatah Tbk p.1 ×216
possible person Prof. DR. Satrio p.1 ×5
possible org Bursa efek Indonesia p.4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.21 ×2
possible person Gatot Widodo · Notaris p.27
possible org UOB Kay Hian Pte. Ltd p.28 ×3
possible org Investspring Limited p.70
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×10
unresolved org Pusat Statistik p.4 ×5
unresolved org KJPP SPR p.5 ×2
unresolved org Milik Negara p.8 ×2
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers p.20
unresolved person Consultants Ginanjar Rizki Tarekat p.20
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert) · Partner p.20 ×3
unresolved person Penilai Fikri Mauriza Hazmi p.22
unresolved — RMK-2020.03233 p.22
unresolved — RMK-2020.03630 p.22
unresolved person Ridho Mohammad p.22
unresolved — RMK-2020.03343 p.22
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.24
unresolved person Komar Andasasmita · Notaris p.27
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.27
unresolved person R. Tendy Suwarman p.27 ×2
unresolved org Kepemilikan Parallax Venture Partners XIII Ltd p.28 ×2
unresolved org Ltd. Investspring Limited p.28
unresolved org Studi Kelayakan PT Citatah Tbk p.28
unresolved — Maria Leckzinska · Akuntan Publik p.29 ×4
unresolved org Pusat Statistik Indonesia p.42
unresolved org Meridian-Pacific International Pte. Ltd. p.70

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result