Back to announcement
20240521_BBYB_Laporan Informasi dan Fakta Material_31641860_lamp1.pdf
Other Text extracted BBYBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Siaran Pers
Untuk disiarkan segera
Lakukan Efisiensi Terukur,
Bank Neo Commerce Catatkan Perbaikan Kinerja di Kuartal I 2024
Jakarta, 21 Mei 2024 - Hari ini PT Bank Neo Commerce Tbk (“Perseroan”, “Bank Neo Commerce”,
“BNC” atau “Bank”) mengumumkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2024 yang telah ditinjau oleh
Auditor dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, member firm Ernst & Young
Limited.
Kredit yang disalurkan Bank Neo Commerce pada 31 Maret 2024 tercatat sebesar Rp9,40 triliun,
menurun 13,87% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,91 triliun. Apabila
dilihat secara bulanan, kredit yang disalurkan BNC pada akhir Februari 2024 dan akhir Januari 2024
masing-masing sebesar Rp9,76 triliun dan Rp10,14 triliun. Tren ini akan berlanjut untuk kredit yang
disalurkan di April 2024. BNC senantiasa menjaga kualitas kredit di mana Non-Performing Loan (NPL)
neto per 31 Maret 2024 sebesar 1,30%, membaik dari sebelumnya 2,67% pada kuartal I 2023. Hal ini
terjadi karena BNC berfokus pada penyaluran kredit yang berkualitas, dengan lebih selektif dalam
penyalurannya.
Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo menjelaskan bahwa, ”Kami
optimistis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh. Pertumbuhan ini adalah peluang bagi BNC
untuk terus ekspansi penyaluran kreditnya. Di saat bersamaan BNC terus menjaga kualitas kredit yang
disalurkan dengan lebih selektif dalam penyaluran kredit dan memperluas penyaluran kredit ke berbagai
segmen nasabah, mulai dari individu, UMKM, dan korporasi.”
Dana Pihak Ketiga (DPK) BNC per 31 Maret 2024 tercatat sebesar Rp14,35 triliun dengan CASA rasio
27,60%Terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 16,17% dari Rp3,05 triliun pada kuartal I tahun lalu
menjadi Rp3,54 triliun pada periode yang sama tahun ini. Sedangkan deposito mengalami penurunan
3,59% dari Rp10,77 triliun di kuartal I 2023 menjadi Rp10,39 triliun di kuartal I 2024. Sementara
jumlah DPK pada akhir Februari 2024 dan akhir Januari 2024 masing-masing sebesar Rp13,84 triliun
dan Rp14,62 triliun. Dengan ini BNC bisa segera menggenjot penyaluran kreditnya dan menorehkan
kinerja yang positif ke depannya.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BNC untuk tiga bulan pertama tahun 2024 tercatat
sebesar Rp773,27 miliar. Pendapatan bunga bersih BNC untuk periode hingga April 2024 akan
mencerminkan tren penyaluran kredit di periode tersebut. “Namun kami yakin keadaan ini akan segera
berbalik karena penyaluran kredit akan tumbuh tinggi dengan kualitas yang terjaga baik,” ungkap
Aditya lebih lanjut.
Dalam upayanya meningkatkan perbaikan kinerja, BNC melakukan berbagai efisiensi dalam
operasional perbankannya. Upaya ini diinisiasi sejak awal tahun 2023 dan berlanjut hingga kini.
Berbagai upaya tersebut meliputi menerapkan kegiatan promosi yang lebih tepat sasaran, berfokus pada
peningkatan layanan dengan produk dan fitur yang lengkap, meningkatkan kualitas kredit,
meningkatkan risk awareness dan manajemen risiko yang lebih baik.
Berbagai langkah efisiensi yang BNC lakukan membuahkan hasil terlihat dari sisi rasio Beban
Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) yang mengalami penurunan sebesar 7,91% menjadi
sebesar 98,83% di kuartal 1 2024, dari 106,74% dari periode yang sama di tahun 2023. Upaya ini
Page 2
membuat BNC berhasil menorehkan laba bersih sebesar Rp14,23 miliar di kuartal I 2024, mencatatkan
hasil yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang membukukan kerugian
Rp68,40 miliar.
Sedangkan dari sisi total aset mengalami sedikit penurunan dari sebesar Rp19,11 triliun di akhir Maret
2023, menjadi Rp18,91 triliun di Maret 2024.
Direktur Bisnis Bank Neo Commerce, Bapak Aditya Windarwo ketika memaparkan update bisnis BNC di depan rekan media
pada agenda media interview beberapa waktu lalu di Jakarta.
“Atas pencapaian ini kami berterima kasih untuk kepercayaan nasabah, dukungan regulator dan
pemegang saham serta kerja keras semua Neobankers yang tak lelah dan senantiasa memenuhi semua
aturan dan melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola bank. Kami yakin bisa segera
memberikan hasil yang lebih baik lagi,” ungkap Aditya.
“Sebagai bank dengan layanan digital terdepan, BNC memiliki keunggulan karena tidak bertumpu pada
satu ekosistem tertentu. Kami memiliki fleksibilitas dalam bekerja sama dengan berbagai mitra
strategis, yang membuat speed to the market BNC menjadi lebih cepat dan luwes dalam menawarkan
layanan dan produk perbankan kepada nasabah, yang mayoritas merupakan kaum muda yang tidak suka
dengan hal yang monoton. Kami percaya dengan berbagai langkah yang BNC lakukan, dan diawali
dengan kinerja di kuartal I 2024 yang mencatatkan pertumbuhan yang baik, pencapaian BNC hingga
akhir tahun akan tumbuh semakin baik lagi,” tutup Aditya.
***
Page 3
Tentang Bank Neo Commerce PT Bank Neo Commerce Tbk merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 34 tahun. Mulai tahun 2020, perusahaan bertransformasi menjadi bank dengan layanan digital dengan memberikan berbagai layanan keuangan, baik komersial, konsumer, hingga ritel. Bank Neo Commerce tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2015 dengan kode ‘BBYB’, dan semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun. Kanal media sosial Bank Neo Commerce: Instagram : @bankneocommerce Facebook : Bank Neo Commerce Linkedin : Bank Neo Commerce Tiktok : @bankneocommerce YouTube : Bank Neo Commerce Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Corporate Secretary PT Bank Neo Commerce Tbk corsec@bankneo.co.id
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Neo Commerce Catatkan Perbaikan Kinerja
p.1
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.1
unresolved
org
Young Limited
p.1
unresolved
person
Aditya Windarwo
p.2
unresolved
org
Bank Neo Commerce Linkedin
p.3
unresolved
org
Bank Neo Commerce Tiktok
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.