Back to announcement
20240517_WIDI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31640551_lamp1.pdf
Other Text extracted WIDISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
Nomor : 027/CS/IDX-WJK/V/2024 Jakarta, 17 Mei 2024
Lampiran : -
Klasifikasi Surat : -
Kepada Yth.
Direktur Penilaian Perusahaan
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta – 12190, Indonesia
Perihal : Penjelasan atas Permintaan Tanggapan Bursa
Berdasarkan surat yang dikirimkan dari PT Bursa Efek Indonesia, dengan Nomor Surat S-
04574/BEI.PP2/05-2024 tertanggal 14 Mei 2024 perihal Permintaan Penjelasan Bursa PT Widiant Jaya
Krenindo Tbk, maka dapat kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:
Lampiran Permintaan Penjelasan
PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (Perseroan)
A. Bisnis Perseroan
1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan mohon penjelasan atas kondisi terkini
Perseroan:
a. Perkembangan kegiatan usaha.
Jawab:
PT Widiant Jaya Krenindo berdiri sejak tahun 2016, lebih dikenal dengan nama PT WIDI.
Perseroan ini bergerak dibidang penyewaan alat berat terutama crane, excavator
bucket/breaker juga alat berat jenis lainnya dengan berbagai variasi spesifikasi dan kapasitas
angkat. Pada tahun 2023 PT WIDI mengembangkan usahanya menjadi Perseroan Terbuka
(Tbk). PT WIDI banyak berperan dalam pembangunan dengan menyewakan alat berat ke
berbagai sektor, seperti konstruksi bangunan, utilitas, industrial, property, infrastruktur
maupun lainnya. PT WIDI didukung oleh tim yang profesional dan berpengalaman
dibidangnya juga memiliki banyak kesuksesan dalam memberikan pelayanan yang unggul
kepada pelanggan.
b. Prospek usaha Perseroan ke depannya.
Jawab:
Pada tahun 2023, pencapaian kinerja operasional Perseroan belum dapat memenuhi target
yang ditetapkan di awal tahun maupun melampaui kinerja tahun sebelumnya. Namun, pada
Juni 2023 Perseroan berhasil melakukan penawaran umum perdana saham kepada
masyarakat dan hasilnya terlihat pada peningkatan nilai aset dan ekuitas yang dimiliki
Perseroan di tahun 2023.
Perseroan terus berfokus pada keunggulan kompetitif untuk keberlangsungan
usahanya. Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya:
(1) Menambah Varian Alat Berat dan Memperbaharui Alat-Alat Yang Ada
(2) Meningkatkan Standar Operasi Keselamatan Kerja
(3) Memperluas Usaha Heavy Lifting Services dan Alat Berat Lain Juga Melakukan
Mobilisasi/ Demobilisasi Mandiri
(4) Customer Maintenance Untuk Mempertahankan Kepuasan dan Loyalitas
Konsumen
(5) Meningkatkan Efisiensi Biaya
Page 2
c. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan supplier (jika ada).
Jawab:
Tidak ada pemutusan kontrak dengan supplier.
d. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada).
Jawab:
Tidak ada perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan.
e. Modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2024.
Jawab:
Modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2024 adalah
kurang lebih sebesar Rp.11.000.000.000,-
f. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada).
Jawab:
Tidak ada pemutusan hubungan kerja karyawan.
g. Kendala-kendala lainnya yang dihadapi Perseroan.
Jawab:
Tahun 2023, memberikan sejumlah peluang dan tantangan bagi pelaku bisnis
baik di Indonesia maupun di dunia, tidak terkecuali bagi Perseroan. Meskipun
sektor tambang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja usaha
persewaan alat berat namun tidak begitu hal nya dengan sektor properti dan
infrastruktur. Sektor properti dan infrastruktur belum memberikan kontribusi
yang signifikan bagi kinerja industri alat berat, hal ini disebabkan karena kedua
sektor ini dinilai belum pulih sepenuhnya dari efek pandemi Covid 19.
Disamping itu, menjelang diadakannya pesta demokrasi Indonesia tahun 2024,
banyak proyek-proyek infrastruktur yang masih ditunda pengerjaannya hal ini
juga yang menyebabkan kebutuhan akan alat berat dari sektor infrastruktur
belum maksimal berkontribusi dalam kinerja sektor industri persewaan alat
berat. Kendala khusus yang sedang dihadapi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
(1) Adanya proses dokumentasi penagihan yang lambat dari customer.
(2) Adanya pembayaran yang kurang lancar dari pihak customer sehingga menimbulkan
cash flow terganggu.
2. Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
keuangan.
Jawab:
Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
keuangan adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan penjualan jasa sewa alat berat.
b. Penambahan alat berat yang bervariasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan
pasar.
c. Strategi marketing yang efektif.
d. Menambah customer baru melalui beberapa strategi seperti memaksimalkan
network yang dimiliki Perseroan saat ini ataupun berinisiatif melakukan
penawaran direct to pemilik proyek.
e. Maintain existing customers, dengan memberikan pelayanan yang berkualitas.
f. Menawarkan varian alat berat baru kepada existing customer dan calon
customers.
Page 3
B. Penelaahan Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 dan 2022
3. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 5 perihal Piutang Usaha – Neto,
piutang usaha pihak ketiga - neto Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp3,96 miliar atau
telah mengalami penurunan sebesar Rp556 juta (12,35%) jika dibandingkan dengan saldo per
31 Desember 2022 sebesar Rp4,51 miliar. Kemudian piutang Perseroan berdasarkan umur
piutang didominasi oleh piutang yang telah jatuh tempo atau sekitar 76,97% dari total piutang.
Jumlah piutang sebesar Rp3,1 miliar telah jatuh tempo atau meningkat sebesar 22,93%
dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022. Perseroan juga membukukan cadangan
kerugian kredit ekspektasian sebesar Rp74 juta atau hanya sebesar 1,05% pada tahun 2023. Atas
hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang terdapat peningkatan piutang usaha yang sudah jatuh tempo tersebut.
Jawab:
Latar belakang terdapat peningkatan piutang usaha yang sudah jatuh tempo tersebut
dikarenakan:
(1) Customer PT Indotech Karya Mandiri melakukan pembayaran secara berangsur dan tidak
sesuai dengan jatuh tempo dengan nominal yang cukup besar.
(2) Customer PT Waskita Karya (Persero) Tbk, kami telah melakukan penagihan sejak tahun
lalu, namun sampai saat ini belum adanya realisasi pembayaran.
b. Upaya Perseroan untuk dapat memperoleh pelunasan piutang usaha tersebut.
Jawab:
Perseroan mengirim surat teguran kepada pelanggan apabila terjadi keterlambatan dalam
pembayaran. Apabila pembayaran masih belum di lunasi 1 (satu) bulan setelah jatuh tempo,
Perseroan akan memberhentikan pekerjaan alat berat yang disewa kepada pelanggan hingga
pembayaran dilakukan (jika alat masih di lokasi proyek).
c. Apakah terdapat pelanggan dengan piutang tidak lancar? Agar disampaikan jumlah
pelanggan dan daftar nama pelanggan tersebut beserta dengan nilai piutang usahanya.
Jawab:
Tidak terdapat pelanggan dengan piutang tidak lancar.
d. Kebijakan akuntansi dan upaya yang ditempuh Perseroan terhadap pelanggan yang
memiliki piutang tidak lancar.
Jawab:
Perseroan mengirim surat teguran kepada pelanggan apabila terjadi keterlambatan dalam
pembayaran. Apabila pembayaran masih belum di lunasi 1 (satu) bulan setelah jatuh tempo,
Perseroan akan memberhentikan pekerjaan alat berat yang disewa kepada pelanggan hingga
pembayaran dilakukan (jika alat masih di lokasi proyek).
e. Status pelunasan piutang usaha sampai dengan tanggal tanggapan permintaan penjelasan
dengan melengkapi tabel berikut:
Umur Piutang Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding
(Rp) sampai saat ini (Rp) (%)
(Rp)
Belum Jatuh Tempo 927.823.325 269.329.625 658.493.700 70,97%
1-30 hari 986.024.450 870.318.050 115.706.400 11,73%
31-60 hari 389.832.000 349.872.000 39.960.000 10,25%
61-90 hari 0 0 0 0,00%
Lebih dari 90 hari 1.724.420.050 500.987.626 1.223.432.424 70,95%
Jumlah 4.028.099.825 1.990.507.301 2.037.592.524
Page 4
f. Perseroan telah mencadangkan sebesar Rp74 juta, agar dapat dijelaskan dasar perhitungan
pencadangan piutang tersebut serta kesesuaiannya dengan PSAK 109 terkait instrumen
keuangan.
Jawab:
Kerugian kredit ekspektasian ("KKE") didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual
yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima
Perseroan, didiskontokan dengan perkiraan SBE awal. Arus kas yang diharapkan akan
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang
merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak
pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar
yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila
telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, terlepas dari jangka
waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya).
Perseroan menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung
kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (lifetime).
Oleh karena itu, Perseroan tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui
penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
Perseroan telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor berwawasan ke depan yang spesifik untuk
debitur dan lingkungan ekonomi.
g. Apakah terdapat piutang usaha yang dijaminkan dalam pinjaman bank Perseroan?
Agar dijelaskan.
Jawab:
Tidak ada piutang usaha yang dijaminkan dalam pinjaman bank Perseroan.
4. Berdasarkan CALK nomor 6 perihal Piutang Non-Usaha, Perseroan membukukan saldo sebesar
Rp107 juta pada 31 Desember 2023 dimana pada periode sebelumnya Perseroan tidak
membukukan Piutang Non-Usaha. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Nature bunga deposito sebesar Rp71 juta pada akun piutang non-usaha beserta
kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku.
Jawab:
Nature atas bunga deposito sebesar Rp.71 juta merupakan pengakuan bunga deposito
untuk periode 2023 atas deposito yang ditempatkan Perseroan pada PT Bank
Mayapada Internasional Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk.
b. Bagaimana perpajakan atas bunga deposito tersebut? Apakah Perseroan sudah
mengakui dan membayar PPh Pasal 4 ayat 2? Agar dijelaskan.
Jawab:
Perpajakan atas bunga deposito tersebut telah diakui dan sudah dibayarkan oleh
Perseroan.
c. Latar belakang adanya penambahan piutang non-usaha pada tahun 2023.
Jawab:
Penambahan piutang non-usaha pada tahun 2023 terdiri dari akrual atas bunga deposito dan
piutang non-usaha Susinto Widianto atas biaya sewa.
5. Berdasarkan CALK nomor 7 perihal Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, Perseroan
membukukan uang muka dan biaya dibayar di muka Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar
Page 5
Rp4,24 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp3,63 miliar (600,77%) jika
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp603 juta. Peningkatan tersebut
utamanya disebabkan karena adanya peningkatan uang muka pembelian. Atas hal tersebut agar
dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan uang muka Perseroan per 31 Desember 2023.
Jawab:
Latar belakang peningkatan uang muka Perseroan per 31 Desember 2023 dikarenakan
terdapat peningkatan uang muka pembelian alat berat pada tahun 2023 dan 2024 sebagai
berikut:
(1) Pembelian alat berat crane 25 Ton merk Kobelco, alat berat tiba pada tanggal 02 Januari
2024.
(2) Pembelian alat berat crane 35 Ton merk Kato alat berat tiba pada tanggal 05 Februari
2024.
(3) Pembelian Loader Crane (Truck & Crane 8 Ton) alat berat tiba pada tanggal 24 Februari
2024.
Peningkatan utamanya disebabkan Perseroan memerlukan waktu yang cukup lama untuk
melakukan pembelian sampai dengan barang tiba.
b. Rincian uang muka pembelian.
Jawab:
Rincian uang muka pembelian sebagai berikut:
(1) Pembelian alat berat crane 25 Ton merk Kobelco Rp.1.168.513.000,-
(2) Pembelian alat berat crane 35 Ton merk Kato Rp.1.682.450.000,-
(3) Pembelian Loader Crane (Truck & Crane 8 Ton) Rp.1.219.175.676,-
Jumlah: Rp.4.070.138.676
6. Berdasarkan CALK nomor 9 perihal Aset Tetap, Perseroan membukukan asset tetap - neto
Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp14,19 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar
Rp5,37 miliar (60,9%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp8,82
miliar. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan karena adanya penambahan alat berat sebesar
Rp5,4 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Rincian alat berat yang dibeli oleh Perseroan.
Jawab:
Rincian alat berat yang dibeli oleh Perseroan sebagai berikut:
Nama Alat Berat Tanggal Jumlah
Crane 25 Ton KATO 16/03/2023 382.882.883
Excavator SK75 Kobelco 03/04/2023 875.000.000
Scissor Lift Zoomlion 11/12/2023 261.261.261
Excavator SK200 Kobelco13/11/2023 1.320.000.000
Breaker SK75 ( FUJI ) 30/10/2023 105.987.000
Overhall 50 ton 5019 30/11/2023 893.338.900
Overhall 60 ton 6020 31/12/2023 1.555.185.100
5.393.655.144
b. Agar disampaikan dokumen pembelian alat berat Perseroan pada tahun 2023 melalui
Form E074 pada SPE-IDXnet (non-publish).
Jawab:
Terlampir*.
c. Latar belakang terdapat reklasifikasi alat berat dan kendaraan sebesar Rp762 juta pada tahun
2023.
Jawab:
Mobil isuzu Traga PU sebesar Rp202.000.000 diperoleh dari utang sewa pembiayaan
konsumen PT Bank Jasa Jakarta dimana telah dilunasi Perseroan bulan Mei 2023.
Page 6
Kobelco Mini Excavator SK 50P Cabin sebesar Rp560.000.000 diperoleh dari utang sewa
pembiayan konsumen PT Clipan Finance Indonesia Tbk dimana telah dilunasi Perseroan
bulan Mei 2023.
Latar belakang terdapat reklasifikasi alat berat dan kendaraan sebesar Rp762 juta pada tahun
2023 adalah utang sewa pembiayaan konsumen atas kedua aset tersebut telah dilunasi oleh
Perseroan pada bulan Mei 2023 sehingga direklasifikasi ke kepemilikan langsung.
d. Selain penambahan alat berat, Perseroan juga membukukan penambahan kendaraan pada
tahun 2023. Atas hal tersebut agar disampaikan rincian kendaraan tersebut.
Jawab:
Rincian penambahan kendaraan pada tahun 2023
Tanggal Jumlah
Sepeda Listrik 02/06/2023 7.499.000
Motor Listrik 09/12/2023 11.500.000
Mobil Hyundai Stargazer (Sewa Pembiayaan) 16/06/2023 280.800.000
299.799.000
e. Pada tahun 2023 dan 2022 Perseroan mengasuransikan alat berat dan kendaraan dengan
nilai pertanggungan masing – masing Rp7 miliar dan Rp15,5 miliar. Atas hal tersebut agar
disampaikan:
i. Latar belakang penurunan nilai pertanggungan asuransi pada tahun 2023.
Jawab:
Latar belakang penurunan nilai pertanggungan asuransi pada tahun 2023 dikarenakan atas
penambahan aset tetap 2023 belum diasuransikan oleh Perseroan.
ii. Nilai pertanggungan aset tetap Perseroan pada tahun 2023 adalah sebesar Rp7 miliar
atau sebesar 49,32% dari total aset tetap neto Perseroan. Atas hal tersebut agar
disampaikan analisa Perseroan atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi tersebut
Jawab:
Perseroan akan menambah asuransi aset tetap alat berat dan kendaraan sehingga dapat
menutupi kerugian yang terjadi.
7. Berdasarkan CALK nomor 10 perihal Utang Usaha, utang usaha pihak ketiga Perseroan per 31
Desember 2023 sebesar Rp37 juta atau telah mengalami kenaikan sebesar 195,87% jika
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp12 juta. Peningkatan tersebut
disebabkan karena adanya penambahan piutang usaha pihak ketiga dari Sudjono dan PT Citra
Surya Amalindo. Atas hal tersebut agar disampaikan latar belakang peningkatan utang usaha
pihak ketiga pada 31 Desember 2023.
Jawab:
Peningkatan utang usaha pihak ketiga pada 31 Desember 2023 dikarenakan terdapat pembelian
oli, sewa dolly dan biaya angkut sehubungan dengan operasional Perseroan.
8. Berdasarkan CALK nomor 13 perihal Utang Non-Usaha – Pihak Berelasi, Perseroan
membukukan utang non-usaha pihak berelasi jangka pendek sebesar Rp709,9 juta
per 31 Desember 2023 dimana tahun sebelumnya Perseroan tidak membukukan utang non-
usaha – pihak berelasi jangka pendek. Kemudian utang non-usaha pihak berelasi jangka
panjang Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp83 juta atau telah mengalami penurunan
sebesar Rp2,74 miliar (97,05%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar
Rp2,83 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang terdapat peningkatan utang non-usaha pihak berelasi jangka pendek kepada
Bapak Bernard Widianto pada tahun 2023.
Jawab:
Page 7
Latar belakang peningkatan utang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp709.917.915
dikarenakan terdapat pembayaran sejumlah Rp2.111.770.128 pada tahun 2023 atas nilai
terhutang pada periode 31 Desember 2022 sebesar Rp2.821.688.043 yang terjadi karena
adanya pembelian alat berat oleh Bernard Widianto, sehingga angka hutang pihak berelasi
jangka pendek pada periode 31 Desember 2023 sebesar Rp709.917.915. Dan
pengklasifikasian utang non usaha pihak berelasi jangka pendek telah sesuai dengan
perjanjian manajemen pada catatan 26 ayat 1 dimana perjanjian hutang pihak berelasi
sampai dengan periode april 2024 dan diklasifikasikan sebagai utang non usaha Pihak
berelasi jangka pendek.
b. Latar belakang terdapat penurunan utang non-usaha pihak berelasi jangka panjang pada
tahun 2023.
Jawab:
Latar belakang terdapat penurunan utang non-usaha pihak berelasi jangka panjang, karena
pada tahun 2023 terdapat pembayaran sehingga angka terhutang pada tahun 2022
Rp2.821.688.043 menjadi Rp709.917.915. Kemudiaan diklasifikasikan menjadi jangka
pendek sesuai dengan perubahan perjanjian.
Pada tanggal 5 April 2023 (Catatan 27a) terdapat perubahan perjanjian dimana Perseroaan
diberi pinjaman untuk pembelian unit excavator SK 75 Merek kobelco sebesar
Rp1.000.000.000. Pada 31 desember 2023 atas perjanjian tersebut Perseroaan telah
melunasi sebesar Rp375.000.000 sehingga angka terhutangnya sebesar Rp625.000.000.
Nilai hutang Rp625.000.000 diklasifikasikan menjadi jangka pendek sebesar
Rp541.666.667 dan diklasifikasikan menjadi jangka panjang sebesar Rp83.333.333.
9. Berdasarkan CALK nomor 15 perihal Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan, liabilitas imbalan
kerja karyawan Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp546 juta atau telah mengalami
kenaikan sebesar Rp305 juta (126,47%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022
sebesar Rp241 juta. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan liabilitas imbalan kerja karyawan pada tahun 2023.
Jawab:
Latar belakang peningkatan liabilitas imbalan kerja karyawan pada tahun 2023 adalah
pengakuan langsung biayaa jasa lalu merupakan nilai kewajiban atas karyawan yang baru
masuk di tahun 2023 namun telah memiliki masa kerja sebelum 2023, karena masa kerja
karyawan masuknya tahun 2016 sampai 2019, sehingga menimbulkan biaya jasa lalu.
b. Apakah terdapat peningkatan jumlah karyawan Perseroan pada tahun 2023? Agar
disampaikan rincian jumlah karyawan Perseroan beserta rincian komposisi karyawan
menurut aktivitas utama.
Jawab:
Terdapat peningkatan jumlah karyawan pada tahun 2023 sebanyak 8 orang. Rincian
komposisi karyawan menurut aktivitas utama dari manajemen.
Aktivitas Utama 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Finance & Accounting 3 3
HR & GA 2 2
Marketing 1 1
Purchasing 2 2
Workshop 28 20
Jumlah Karyawan 36 28
10. Per 31 Desember 2023 Perseroan membukukan saldo laba telah ditentukan penggunaannya
sebesar Rp25 juta dan belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,8 miliar. Berdasarkan
Pasal 70 ayat (3) UUPT, Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih setiap
Page 8
tahun buku untuk cadangan sampai cadangan mencapai paling sedikit 20% (dua puluh persen)
dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Peruntukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp25 juta.
Jawab:
Berdasarkan penjelasan Pasal 70 ayat (3) UUPT, Cadangan wajib adalah jumlah tertentu
yang wajib disisihkan oleh Perseroan setiap tahun buku yang digunakan untuk menutup
memungkinan kerugian Perseroan pada masa yang akan datang. Cadangan wajib tidak harus
selalu berbentuk uang tunai, tetapi dapat berbentuk aset lainnya yang mudah dicairkan dan
tidak dapat dibagikan sebagai dividen.
Perseroan memutuskan terkait saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp
25 Juta disisihkan dalam bentuk tunai agar dapat sewaktu-waktu digunakan pada saat
kerugian Perseroan pada masa yang akan datang.
b. Latar belakang Perseroan belum memenuhi ketentuan tersebut.
Jawab:
Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 70 ayat (3) UUPT.
c. Target waktu pemenuhan ketentuan tersebut.
Jawab:
Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 70 ayat (3) UUPT.
d. Bagaimana komitmen manajemen Perseroan untuk memenuhi ketentuan tersebut?
Jawab:
Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 70 ayat (3) UUPT.
11. Berdasarkan CALK nomor 20 perihal Pendapatan, pendapatan - neto Perseroan per 31
Desember 2023 sebesar Rp7,45 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp3,6
miliar (32,58%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp11,05
miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan latar belakang penurunan pendapatan Perseroan di
tahun 2023 dibandingkan 2022.
Jawab:
Latar belakang penurunan pendapatan Perseroan di tahun 2023 dibandingkan 2022
dikarenakan pada tahun 2023 overtime lebih sedikit dibandingkan pada tahun 2022 dalam
penggunaan alat berat yang disewakan.
12. Berdasarkan CALK nomor 21 perihal Beban Pokok Pendapatan, beban pokok pendapatan
Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp5,45 miliar atau telah mengalami penurunan
sebesar Rp1,05 miliar (16,06%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar
Rp6,49 miliar. Adapun penurunan beban pokok pendapatan tersebut tidak sebesar penurunan
pendapatan perseroan yaitu sebesar 32,58%. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan beban pokok pendapatan tidak sebesar penurunan pendapatan
Perseroan pada tahun 2023.
Jawab:
Latar belakang penurunan beban pokok pendapatan tidak sebesar penurunan pendapatan
Perseroan pada tahun 2023 dikarenakan pada tahun 2023 terdapat peningkatan beban
penyusutan sehubungan dengan penambahan alat berat pada tahun 2023.
b. Bagaimana analisa manajemen terkait dengan efektifitas dan efisiensi biaya yang
dikeluarkan oleh Perseroan selama tahun 2023.
Jawab:
Analisa manajemen terkait dengan efektifitas dan efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh
Perseroan selama tahun 2023, sebagai berikut:
Dari segi Efektivitas, Perseroan belum dapat mencapai hasil yang diinginkan, terlihat dari
Page 9
pendapatan dan laba bersih yang menurun dari tahun lalu, namun dari segi efisiensi biaya,
Persero cukup berhasil yang tercermin dari biaya pemeliharaan alat berat yang menurun dan
pembayaran kepada supplier yang sangat lancar. Namun untuk tahun 2024, kami optimis
akan lebih baik untuk mencapai profit dan nilai bagi pemegang saham.
13. Perseroan membukukan arus kas dari aktivitas operasi Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar
negatif Rp2,9 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp250 juta (9,44%) jika
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar negatif Rp2,65 miliar. Penurunan
tersebut disebabkan karena adanya penurunan penerimaan kas dari pelanggan. Atas hal tersebut
agar dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan masih membukukan arus kas negatif untuk aktivitas operasi pada
tahun 2023.
Jawab:
Latar belakang Perseroan masih membukukan arus kas negatif untuk aktivitas operasi pada
tahun 2023 dikarenakan adanya keterlambatan pembayaran dari customer dengan nilai yang
cukup signifikan.
b. Strategi Perseroan agar dapat menghasilkan arus kas aktivitas operasi positif di masa depan.
Jawab:
Strategi Perseroan agar dapat menghasilkan arus kas aktivitas operasi positif di masa depan
adalah sebagai berikut:
(1) Mencari customer baru yang potensial dan lancar bayar serta melakukan down payment
di awal.
(2) Untuk customer lama, Perseroan akan mengirim surat teguran kepada pelanggan apabila
terjadi keterlambatan dalam pembayaran. Apabila pembayaran masih belum di lunasi 1
(satu) bulan setelah jatuh tempo, Perseroan akan memberhentikan pekerjaan alat berat
yang disewa kepada pelanggan hingga pembayaran dilakukan (jika alat masih di lokasi
proyek).
14. Pada CALK nomor 28 perihal Instrumen Keuangan, agar dapat disajikan tabel aset keuangan
dan liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo dengan melengkapi tabel berikut ini:
Keterangan Kurang dari 1-2 2-5 Lebih
1 tahun tahun tahun dari 5
tahun
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 26.923.956.206 0 0 0
Piutang usaha 3.953.236.153 0 0 0
Pitang non-usaha 107.314.911 0 0 0
Total Aset Keuangan 30.984.507.270 0 0 0
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 37.899.998 0 0 0
Biaya akrual 97.778.710 0 0 0
Utang sewa pembiayaan
konsumen 993.682.019 351.623.149 37.325.868 0
Utang non-usaha pihak berelasi
Jangka pendek 709.917.915 0 0 0
Jangka panjang 541.666.667 83.333.333 0 0
Page 10
Total Liabilitas Keuangan 2.380.945.309 434.956.482 37.325.868 0
Defisit/Surplus
28.603.561.961 (434.956.482) (37.325.868) 0
C. Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
15. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum saham PT Widiant Jaya
Krenindo (WIDI) yang disampaikan pada tanggal 15 Januari 2024, Perseroan telah
merealisasikan penggunaan dana penawaran umum sebesar Rp11,9 miliar atau 31,45% dari total
hasil bersih penawaran umum WIDI sebesar Rp37,8 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang penggunaan dana untuk belanja modal baru direalisasikan sebesar Rp5,8
miliar.
Jawab:
Latar belakang penggunaan dana untuk belanja modal baru direalisasikan sebesar Rp5,8
miliar dikarenakan Perseroan membutuhkan persyaratan dalam melakukan pembelian alat
berat yaitu berupa penunjukkan vendor, negosiasi harga, spesifikasi alat, waktu pengiriman
serta proses perizinan yang memerlukan estimasi waktu dan proses yang cukup lama.
b. Latar belakang penggunaan dana untuk modal kerja baru direalisasikan sebesar Rp6 miliar.
Jawab:
Latar belakang penggunaan dana untuk modal kerja baru direalisasikan sebesar Rp6 miliar
dikarenakan dana penawaran umum saham baru diterima dipertengahan tahun 2023, sehingga
baru terealisasi sekitar Rp6 miliar rupiah.
c. Rencana penggunaan dan perkiraan waktu realisasi sisa dana untuk belanja modal dan
modal kerja Perseroan sebesar Rp25,9 miliar.
Jawab:
Rencana penggunaan dan perkiraan waktu realisasi sisa dana untuk belanja modal dan
modal kerja Perseroan sebesar Rp25,9 miliar:
(1) Belanja Modal diperkirakan sampai dengan QI Tahun 2025.
(2) Modal Kerja diperkirakan sampai dengan Tahun 2025.
d. Rincian belanja modal dan modal kerja yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dari dana
hasil penawaran umum. Mohon untuk disertai dengan softcopy dokumen pendukung apabila
ada.
Jawab:
Terlampir*
16. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum Perseroan menjelaskan
bahwa telah menggunakan dana sebesar Rp5.875.930.000 untuk pembelian alat berat (belanja
modal). Namun demikian berdasarkan CALK nomor 9 perihal Aset Tetap – Neto, pada tahun
2023 Perseroan membukukan penambahan alat berat sebesar Rp5.393.655.144. Atas hal
tersebut agar dijelaskan latar belakang terdapat perbedaan antara nilai pembelian alat berat pada
laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum dengan laporan keuangan.
Jawab:
Latar belakang terdapat perbedaan antara nilai pembelian alat berat pada laporan realisasi
penggunaan dana penawaran umum dengan laporan keuangan dikarenakan sebagai berikut:
Page 11
D. Penelaahan Realisasi Proyeksi Keuangan per 31 Desember 2023
Mohon Perseroan dapat menanggapi permintaan penjelasan di bawah ini dan menyampaikan
tanggapan tersebut melalui Form E074 pada SPE-IDXnet (non-publish):
17. Per 31 Desember 2023, Perseroan membukukan pendapatan senilai Rp7,4 miliar, dimana nilai
tersebut hanya mencapai 57,28% dari proyeksi pendapatan yaitu sebesar Rp13 miliar.
Kemudian per 31 Desember 2023, Perseroan membukukan rugi tahun berjalan senilai Rp1,3
miliar, dimana pada sebelum IPO Perseroan memproyeksikan akan memperoleh laba tahun
berjalan yaitu sebesar Rp1,2 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Analisa manajemen Perseroan terkait penyebab rendahnya realisasi pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan dibandingkan proyeksinya.
b. Hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh Perseroan untuk merealisasikan kinerja sesuai
dengan yang diproyeksikan.
c. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya di masa depan.
d. Faktor-faktor lainnya yang menyebabkan Perseroan tidak dapat mencapai proyeksi yang
telah disusun.
18. Total aset Perseroan per 31 Desember 2023 senilai Rp50,3 miliar. Adapun nilai tersebut
mencapai 89,39% dari target proyeksi. Atas hal tersebut agar disampaikan latar belakang
Perseroan belum mencapai total aset yang diproyeksikan beserta dengan strategi Perseroan
untuk mempertahankan capital structure sebagaimana diproyeksikan.
19. Per 31 Desember 2023 Perseroan membukukan kenaikan (penurunan) bersih arus kas sebesar
Rp25 miliar atau 81,14% dari target proyeksi per 31 Desember 2023. Adapun Perseroan
membukukan arus kas dari aktivitas operasi negatif Rp2,8 miliar dimana pada sebelum IPO
Perseroan memproyeksikan akan memperoleh arus kas operasi positif Rp3 miliar. Realisasi
perolehan aset tetap juga relatif lebih rendah dibanding proyeksi sehingga membuat arus kas
dari aktivitas investasi per 31 Desember 2023 hanya mencapai 50,17% dari target proyeksi.
Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Bagaimana analisa manajemen Perseroan terkait penyebab realisasi penerimaan arus kas
dari aktivitas operasi Perseroan yang lebih rendah dibandingkan proyeksi keuangan.
b. Latar belakang arus kas dari aktivitas investasi terutama terkait dengan perolehan aset tetap
lebih rendah dibandingkan proyeksi keuangan.
20. Terkait dengan rencana bisnis ke depan, agar dijelaskan:
a. Apakah Perseroan memiliki rencana pengembangan bisnis seperti diversifikasi jasa?
b. Apabila iya, mohon perincian rencana pengembangan tersebut beserta dengan asumsi yang
digunakan Perseroan atas pengembangan tersebut.
c. Tantangan yang akan dan telah dihadapi Perseroan dalam melakukan pengembangan
bisnis.
Page 12
d. Strategi Perseroan untuk dapat meningkatkan kinerja keuangan, operasional, dan market
share.
E. Hal Lain
Mohon Perseroan dapat menanggapi permintaan penjelasan di bawah ini dan menyampaikan
tanggapan tersebut melalui Form E074 pada SPE-IDXnet (non-publish):
21. Mohon Perseroan dapat menyampaikan susunan terupdate ultimateshareholder Perseroan
beserta susunan manajemen pemegang saham maupun susunan manajemen entitas induk,
Perseroan dan/anak usaha Perseroan.
22. Apakah terdapat rencana dari pemegang saham mayoritas (>5%) Perseroan terkait kepemilikan
saham Perseroan seperti divestasi atau rencana lainnya?
23. Apakah Perseroan mengetahui adanya aktivitas gadai saham (repo) yang dilakukan oleh
Pemegang Saham Perseroan? Apakah Perseroan pernah menerima aliran uang yang bersumber
dari aktivitas gadai saham (repo) yang dilakukan oleh pemegang saham?
24. Apakah Perseroan mengetahui adanya aktivitas perdagangan saham antar pemegang saham di
dalam grup Perseroan?
25. Menurut Perseroan, faktor-faktor apakah yang dapat menjadi menjadi sentimen terkait
peningkatan harga saham Perseroan?
26. Apakah terdapat rencana aksi korporasi yang akan dilakukan Perseroan di tahun 2024? Jika ada,
mohon penjelasan lebih lanjut terkait dengan skema rencana aksi korporasi tersebut, termasuk
timeline rencana pelaksanaan.
27. Apakah terdapat perubahan Struktur Manajemen Perseroan yang meliputi Dewan Komisaris
dan Direksi? Apabila ada, agar disampaikan:
a. Rincian perubahan Struktur Manajemen Perseroan beserta dengan profil singkat
Manajemen Perseroan yang baru.
b. Latar belakang perubahan Struktur Manajemen Perseroan.
c. Dampak perubahan Struktur Manajemen Perseroan terhadap Perseroan.
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Widiant Jaya Krenindo Tbk
p.1 ×6
unresolved
org
PT Indotech Karya Mandiri
p.3
unresolved
org
PT Citra Surya Amalindo. Atas
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.