Skip to content
Back to announcement

20240517_WIDI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31640551_lamp1.pdf

Other Text extracted WIDI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 12

Page 1
Nomor                  :   027/CS/IDX-WJK/V/2024                                 Jakarta, 17 Mei 2024
Lampiran               :   -
Klasifikasi Surat      :   -

Kepada Yth.
Direktur Penilaian Perusahaan
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta – 12190, Indonesia

Perihal                :   Penjelasan atas Permintaan Tanggapan Bursa


Berdasarkan surat yang dikirimkan dari PT Bursa Efek Indonesia, dengan Nomor Surat S-
04574/BEI.PP2/05-2024 tertanggal 14 Mei 2024 perihal Permintaan Penjelasan Bursa PT Widiant Jaya
Krenindo Tbk, maka dapat kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:


                                 Lampiran Permintaan Penjelasan
                             PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (Perseroan)

A. Bisnis Perseroan

   1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan mohon penjelasan atas kondisi terkini
      Perseroan:
      a. Perkembangan kegiatan usaha.
          Jawab:
          PT Widiant Jaya Krenindo berdiri sejak tahun 2016, lebih dikenal dengan nama PT WIDI.
          Perseroan ini bergerak dibidang penyewaan alat berat terutama crane, excavator
          bucket/breaker juga alat berat jenis lainnya dengan berbagai variasi spesifikasi dan kapasitas
          angkat. Pada tahun 2023 PT WIDI mengembangkan usahanya menjadi Perseroan Terbuka
          (Tbk). PT WIDI banyak berperan dalam pembangunan dengan menyewakan alat berat ke
          berbagai sektor, seperti konstruksi bangunan, utilitas, industrial, property, infrastruktur
          maupun lainnya. PT WIDI didukung oleh tim yang profesional dan berpengalaman
          dibidangnya juga memiliki banyak kesuksesan dalam memberikan pelayanan yang unggul
          kepada pelanggan.

          b. Prospek usaha Perseroan ke depannya.
             Jawab:
             Pada tahun 2023, pencapaian kinerja operasional Perseroan belum dapat memenuhi target
             yang ditetapkan di awal tahun maupun melampaui kinerja tahun sebelumnya. Namun, pada
             Juni 2023 Perseroan berhasil melakukan penawaran umum perdana saham kepada
             masyarakat dan hasilnya terlihat pada peningkatan nilai aset dan ekuitas yang dimiliki
             Perseroan di tahun 2023.
             Perseroan terus berfokus pada keunggulan kompetitif untuk keberlangsungan
             usahanya. Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya:
             (1) Menambah Varian Alat Berat dan Memperbaharui Alat-Alat Yang Ada
             (2) Meningkatkan Standar Operasi Keselamatan Kerja
             (3) Memperluas Usaha Heavy Lifting Services dan Alat Berat Lain Juga Melakukan
                 Mobilisasi/ Demobilisasi Mandiri
             (4) Customer Maintenance Untuk Mempertahankan Kepuasan dan Loyalitas
                 Konsumen
             (5) Meningkatkan Efisiensi Biaya
Page 2
   c. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan supplier (jika ada).
      Jawab:
      Tidak ada pemutusan kontrak dengan supplier.

   d. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada).
      Jawab:
      Tidak ada perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan.

   e. Modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2024.
      Jawab:
      Modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2024 adalah
      kurang lebih sebesar Rp.11.000.000.000,-

   f.   Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada).
        Jawab:
        Tidak ada pemutusan hubungan kerja karyawan.

   g. Kendala-kendala lainnya yang dihadapi Perseroan.
      Jawab:
      Tahun 2023, memberikan sejumlah peluang dan tantangan bagi pelaku bisnis
      baik di Indonesia maupun di dunia, tidak terkecuali bagi Perseroan. Meskipun
      sektor tambang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja usaha
      persewaan alat berat namun tidak begitu hal nya dengan sektor properti dan
      infrastruktur. Sektor properti dan infrastruktur belum memberikan kontribusi
      yang signifikan bagi kinerja industri alat berat, hal ini disebabkan karena kedua
      sektor ini dinilai belum pulih sepenuhnya dari efek pandemi Covid 19.
      Disamping itu, menjelang diadakannya pesta demokrasi Indonesia tahun 2024,
      banyak proyek-proyek infrastruktur yang masih ditunda pengerjaannya hal ini
      juga yang menyebabkan kebutuhan akan alat berat dari sektor infrastruktur
      belum maksimal berkontribusi dalam kinerja sektor industri persewaan alat
      berat. Kendala khusus yang sedang dihadapi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
      (1) Adanya proses dokumentasi penagihan yang lambat dari customer.
      (2) Adanya pembayaran yang kurang lancar dari pihak customer sehingga menimbulkan
          cash flow terganggu.

2. Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
   keuangan.
   Jawab:
   Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
   keuangan adalah sebagai berikut:
   a. Meningkatkan penjualan jasa sewa alat berat.
   b. Penambahan alat berat yang bervariasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan
       pasar.
   c. Strategi marketing yang efektif.
   d. Menambah customer baru melalui beberapa strategi seperti memaksimalkan
       network yang dimiliki Perseroan saat ini ataupun berinisiatif melakukan
       penawaran direct to pemilik proyek.
   e. Maintain existing customers, dengan memberikan pelayanan yang berkualitas.
   f. Menawarkan varian alat berat baru kepada existing customer dan calon
       customers.
Page 3
B. Penelaahan Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 dan 2022

   3. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 5 perihal Piutang Usaha – Neto,
      piutang usaha pihak ketiga - neto Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp3,96 miliar atau
      telah mengalami penurunan sebesar Rp556 juta (12,35%) jika dibandingkan dengan saldo per
      31 Desember 2022 sebesar Rp4,51 miliar. Kemudian piutang Perseroan berdasarkan umur
      piutang didominasi oleh piutang yang telah jatuh tempo atau sekitar 76,97% dari total piutang.
      Jumlah piutang sebesar Rp3,1 miliar telah jatuh tempo atau meningkat sebesar 22,93%
      dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022. Perseroan juga membukukan cadangan
      kerugian kredit ekspektasian sebesar Rp74 juta atau hanya sebesar 1,05% pada tahun 2023. Atas
      hal tersebut agar dijelaskan:
      a. Latar belakang terdapat peningkatan piutang usaha yang sudah jatuh tempo tersebut.
           Jawab:
           Latar belakang terdapat peningkatan piutang usaha yang sudah jatuh tempo tersebut
           dikarenakan:
           (1) Customer PT Indotech Karya Mandiri melakukan pembayaran secara berangsur dan tidak
               sesuai dengan jatuh tempo dengan nominal yang cukup besar.
           (2) Customer PT Waskita Karya (Persero) Tbk, kami telah melakukan penagihan sejak tahun
               lalu, namun sampai saat ini belum adanya realisasi pembayaran.

      b. Upaya Perseroan untuk dapat memperoleh pelunasan piutang usaha tersebut.
         Jawab:
         Perseroan mengirim surat teguran kepada pelanggan apabila terjadi keterlambatan dalam
         pembayaran. Apabila pembayaran masih belum di lunasi 1 (satu) bulan setelah jatuh tempo,
         Perseroan akan memberhentikan pekerjaan alat berat yang disewa kepada pelanggan hingga
         pembayaran dilakukan (jika alat masih di lokasi proyek).

      c. Apakah terdapat pelanggan dengan piutang tidak lancar? Agar disampaikan jumlah
         pelanggan dan daftar nama pelanggan tersebut beserta dengan nilai piutang usahanya.
         Jawab:
         Tidak terdapat pelanggan dengan piutang tidak lancar.

      d. Kebijakan akuntansi dan upaya yang ditempuh Perseroan terhadap pelanggan yang
         memiliki piutang tidak lancar.
         Jawab:
         Perseroan mengirim surat teguran kepada pelanggan apabila terjadi keterlambatan dalam
         pembayaran. Apabila pembayaran masih belum di lunasi 1 (satu) bulan setelah jatuh tempo,
         Perseroan akan memberhentikan pekerjaan alat berat yang disewa kepada pelanggan hingga
         pembayaran dilakukan (jika alat masih di lokasi proyek).

      e. Status pelunasan piutang usaha sampai dengan tanggal tanggapan permintaan penjelasan
         dengan melengkapi tabel berikut:

               Umur Piutang           Jumlah          Pelunasan        Outstanding    Outstanding
                                       (Rp)         sampai saat ini       (Rp)           (%)
                                                         (Rp)
            Belum Jatuh Tempo      927.823.325        269.329.625      658.493.700       70,97%
            1-30 hari              986.024.450        870.318.050      115.706.400       11,73%
            31-60 hari             389.832.000        349.872.000       39.960.000       10,25%
            61-90 hari                  0                  0                 0           0,00%
            Lebih dari 90 hari    1.724.420.050       500.987.626     1.223.432.424      70,95%
            Jumlah                4.028.099.825      1.990.507.301    2.037.592.524
Page 4
   f.   Perseroan telah mencadangkan sebesar Rp74 juta, agar dapat dijelaskan dasar perhitungan
        pencadangan piutang tersebut serta kesesuaiannya dengan PSAK 109 terkait instrumen
        keuangan.
        Jawab:
        Kerugian kredit ekspektasian ("KKE") didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual
        yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima
        Perseroan, didiskontokan dengan perkiraan SBE awal. Arus kas yang diharapkan akan
        mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang
        merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.

        KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak
        pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar
        yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila
        telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
        diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, terlepas dari jangka
        waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya).

        Perseroan menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung
        kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (lifetime).
        Oleh karena itu, Perseroan tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui
        penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan.
        Perseroan telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
        historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor berwawasan ke depan yang spesifik untuk
        debitur dan lingkungan ekonomi.

   g. Apakah terdapat piutang usaha yang dijaminkan dalam pinjaman bank Perseroan?
      Agar dijelaskan.
      Jawab:
      Tidak ada piutang usaha yang dijaminkan dalam pinjaman bank Perseroan.

4. Berdasarkan CALK nomor 6 perihal Piutang Non-Usaha, Perseroan membukukan saldo sebesar
   Rp107 juta pada 31 Desember 2023 dimana pada periode sebelumnya Perseroan tidak
   membukukan Piutang Non-Usaha. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
   a. Nature bunga deposito sebesar Rp71 juta pada akun piutang non-usaha beserta
      kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku.
      Jawab:
      Nature atas bunga deposito sebesar Rp.71 juta merupakan pengakuan bunga deposito
      untuk periode 2023 atas deposito yang ditempatkan Perseroan pada PT Bank
      Mayapada Internasional Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk.

   b. Bagaimana perpajakan atas bunga deposito tersebut? Apakah Perseroan sudah
      mengakui dan membayar PPh Pasal 4 ayat 2? Agar dijelaskan.
      Jawab:
      Perpajakan atas bunga deposito tersebut telah diakui dan sudah dibayarkan oleh
      Perseroan.

   c. Latar belakang adanya penambahan piutang non-usaha pada tahun 2023.
      Jawab:
      Penambahan piutang non-usaha pada tahun 2023 terdiri dari akrual atas bunga deposito dan
      piutang non-usaha Susinto Widianto atas biaya sewa.

5. Berdasarkan CALK nomor 7 perihal Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, Perseroan
   membukukan uang muka dan biaya dibayar di muka Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar
Page 5
   Rp4,24 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp3,63 miliar (600,77%) jika
   dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp603 juta. Peningkatan tersebut
   utamanya disebabkan karena adanya peningkatan uang muka pembelian. Atas hal tersebut agar
   dijelaskan:
   a. Latar belakang peningkatan uang muka Perseroan per 31 Desember 2023.
        Jawab:
        Latar belakang peningkatan uang muka Perseroan per 31 Desember 2023 dikarenakan
        terdapat peningkatan uang muka pembelian alat berat pada tahun 2023 dan 2024 sebagai
        berikut:
        (1) Pembelian alat berat crane 25 Ton merk Kobelco, alat berat tiba pada tanggal 02 Januari
            2024.
        (2) Pembelian alat berat crane 35 Ton merk Kato alat berat tiba pada tanggal 05 Februari
            2024.
        (3) Pembelian Loader Crane (Truck & Crane 8 Ton) alat berat tiba pada tanggal 24 Februari
            2024.
         Peningkatan utamanya disebabkan Perseroan memerlukan waktu yang cukup lama untuk
         melakukan pembelian sampai dengan barang tiba.

   b. Rincian uang muka pembelian.
      Jawab:
      Rincian uang muka pembelian sebagai berikut:
      (1) Pembelian alat berat crane 25 Ton merk Kobelco Rp.1.168.513.000,-
      (2) Pembelian alat berat crane 35 Ton merk Kato    Rp.1.682.450.000,-
      (3) Pembelian Loader Crane (Truck & Crane 8 Ton) Rp.1.219.175.676,-
                                           Jumlah:       Rp.4.070.138.676

6. Berdasarkan CALK nomor 9 perihal Aset Tetap, Perseroan membukukan asset tetap - neto
   Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp14,19 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar
   Rp5,37 miliar (60,9%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp8,82
   miliar. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan karena adanya penambahan alat berat sebesar
   Rp5,4 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
   a. Rincian alat berat yang dibeli oleh Perseroan.
       Jawab:
       Rincian alat berat yang dibeli oleh Perseroan sebagai berikut:
       Nama Alat Berat                 Tanggal          Jumlah
          Crane 25 Ton KATO         16/03/2023        382.882.883
          Excavator SK75 Kobelco 03/04/2023           875.000.000
          Scissor Lift Zoomlion     11/12/2023        261.261.261
          Excavator SK200 Kobelco13/11/2023 1.320.000.000
          Breaker SK75 ( FUJI )     30/10/2023        105.987.000
          Overhall 50 ton 5019      30/11/2023        893.338.900
          Overhall 60 ton 6020      31/12/2023 1.555.185.100
                                                    5.393.655.144

   b. Agar disampaikan dokumen pembelian alat berat Perseroan pada tahun 2023 melalui
      Form E074 pada SPE-IDXnet (non-publish).
      Jawab:
      Terlampir*.

   c. Latar belakang terdapat reklasifikasi alat berat dan kendaraan sebesar Rp762 juta pada tahun
      2023.
      Jawab:
      Mobil isuzu Traga PU sebesar Rp202.000.000 diperoleh dari utang sewa pembiayaan
      konsumen PT Bank Jasa Jakarta dimana telah dilunasi Perseroan bulan Mei 2023.
Page 6
       Kobelco Mini Excavator SK 50P Cabin sebesar Rp560.000.000 diperoleh dari utang sewa
       pembiayan konsumen PT Clipan Finance Indonesia Tbk dimana telah dilunasi Perseroan
       bulan Mei 2023.

       Latar belakang terdapat reklasifikasi alat berat dan kendaraan sebesar Rp762 juta pada tahun
       2023 adalah utang sewa pembiayaan konsumen atas kedua aset tersebut telah dilunasi oleh
       Perseroan pada bulan Mei 2023 sehingga direklasifikasi ke kepemilikan langsung.

   d. Selain penambahan alat berat, Perseroan juga membukukan penambahan kendaraan pada
      tahun 2023. Atas hal tersebut agar disampaikan rincian kendaraan tersebut.
      Jawab:
      Rincian penambahan kendaraan pada tahun 2023
                                                               Tanggal           Jumlah
         Sepeda Listrik                                       02/06/2023           7.499.000
         Motor Listrik                                        09/12/2023          11.500.000
         Mobil Hyundai Stargazer (Sewa Pembiayaan)            16/06/2023         280.800.000
                                                                                 299.799.000

   e. Pada tahun 2023 dan 2022 Perseroan mengasuransikan alat berat dan kendaraan dengan
       nilai pertanggungan masing – masing Rp7 miliar dan Rp15,5 miliar. Atas hal tersebut agar
       disampaikan:
     i.    Latar belakang penurunan nilai pertanggungan asuransi pada tahun 2023.
           Jawab:
           Latar belakang penurunan nilai pertanggungan asuransi pada tahun 2023 dikarenakan atas
           penambahan aset tetap 2023 belum diasuransikan oleh Perseroan.

     ii.   Nilai pertanggungan aset tetap Perseroan pada tahun 2023 adalah sebesar Rp7 miliar
           atau sebesar 49,32% dari total aset tetap neto Perseroan. Atas hal tersebut agar
           disampaikan analisa Perseroan atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi tersebut
           Jawab:
           Perseroan akan menambah asuransi aset tetap alat berat dan kendaraan sehingga dapat
           menutupi kerugian yang terjadi.

7. Berdasarkan CALK nomor 10 perihal Utang Usaha, utang usaha pihak ketiga Perseroan per 31
   Desember 2023 sebesar Rp37 juta atau telah mengalami kenaikan sebesar 195,87% jika
   dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp12 juta. Peningkatan tersebut
   disebabkan karena adanya penambahan piutang usaha pihak ketiga dari Sudjono dan PT Citra
   Surya Amalindo. Atas hal tersebut agar disampaikan latar belakang peningkatan utang usaha
   pihak ketiga pada 31 Desember 2023.
   Jawab:
   Peningkatan utang usaha pihak ketiga pada 31 Desember 2023 dikarenakan terdapat pembelian
   oli, sewa dolly dan biaya angkut sehubungan dengan operasional Perseroan.

8. Berdasarkan CALK nomor 13 perihal Utang Non-Usaha – Pihak Berelasi, Perseroan
   membukukan utang non-usaha pihak berelasi jangka pendek sebesar Rp709,9 juta
   per 31 Desember 2023 dimana tahun sebelumnya Perseroan tidak membukukan utang non-
   usaha – pihak berelasi jangka pendek. Kemudian utang non-usaha pihak berelasi jangka
   panjang Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp83 juta atau telah mengalami penurunan
   sebesar Rp2,74 miliar (97,05%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar
   Rp2,83 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
   a. Latar belakang terdapat peningkatan utang non-usaha pihak berelasi jangka pendek kepada
       Bapak Bernard Widianto pada tahun 2023.
       Jawab:
Page 7
       Latar belakang peningkatan utang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp709.917.915
       dikarenakan terdapat pembayaran sejumlah Rp2.111.770.128 pada tahun 2023 atas nilai
       terhutang pada periode 31 Desember 2022 sebesar Rp2.821.688.043 yang terjadi karena
       adanya pembelian alat berat oleh Bernard Widianto, sehingga angka hutang pihak berelasi
       jangka pendek pada periode 31 Desember 2023 sebesar Rp709.917.915. Dan
       pengklasifikasian utang non usaha pihak berelasi jangka pendek telah sesuai dengan
       perjanjian manajemen pada catatan 26 ayat 1 dimana perjanjian hutang pihak berelasi
       sampai dengan periode april 2024 dan diklasifikasikan sebagai utang non usaha Pihak
       berelasi jangka pendek.

   b. Latar belakang terdapat penurunan utang non-usaha pihak berelasi jangka panjang pada
      tahun 2023.
      Jawab:
      Latar belakang terdapat penurunan utang non-usaha pihak berelasi jangka panjang, karena
      pada tahun 2023 terdapat pembayaran sehingga angka terhutang pada tahun 2022
      Rp2.821.688.043 menjadi Rp709.917.915. Kemudiaan diklasifikasikan menjadi jangka
      pendek sesuai dengan perubahan perjanjian.

       Pada tanggal 5 April 2023 (Catatan 27a) terdapat perubahan perjanjian dimana Perseroaan
       diberi pinjaman untuk pembelian unit excavator SK 75 Merek kobelco sebesar
       Rp1.000.000.000. Pada 31 desember 2023 atas perjanjian tersebut Perseroaan telah
       melunasi sebesar Rp375.000.000 sehingga angka terhutangnya sebesar Rp625.000.000.
       Nilai hutang Rp625.000.000 diklasifikasikan menjadi jangka pendek sebesar
       Rp541.666.667 dan diklasifikasikan menjadi jangka panjang sebesar Rp83.333.333.

9. Berdasarkan CALK nomor 15 perihal Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan, liabilitas imbalan
   kerja karyawan Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp546 juta atau telah mengalami
   kenaikan sebesar Rp305 juta (126,47%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022
   sebesar Rp241 juta. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
   a. Latar belakang peningkatan liabilitas imbalan kerja karyawan pada tahun 2023.
       Jawab:
       Latar belakang peningkatan liabilitas imbalan kerja karyawan pada tahun 2023 adalah
       pengakuan langsung biayaa jasa lalu merupakan nilai kewajiban atas karyawan yang baru
       masuk di tahun 2023 namun telah memiliki masa kerja sebelum 2023, karena masa kerja
       karyawan masuknya tahun 2016 sampai 2019, sehingga menimbulkan biaya jasa lalu.

   b. Apakah terdapat peningkatan jumlah karyawan Perseroan pada tahun 2023? Agar
      disampaikan rincian jumlah karyawan Perseroan beserta rincian komposisi karyawan
      menurut aktivitas utama.
      Jawab:
      Terdapat peningkatan jumlah karyawan pada tahun 2023 sebanyak 8 orang. Rincian
      komposisi karyawan menurut aktivitas utama dari manajemen.
            Aktivitas Utama            31 Desember 2023          31 Desember 2022
       Finance & Accounting                     3                        3
       HR & GA                                  2                        2
       Marketing                                1                        1
       Purchasing                               2                        2
       Workshop                                28                       20
       Jumlah Karyawan                         36                       28

10. Per 31 Desember 2023 Perseroan membukukan saldo laba telah ditentukan penggunaannya
    sebesar Rp25 juta dan belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,8 miliar. Berdasarkan
    Pasal 70 ayat (3) UUPT, Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih setiap
Page 8
    tahun buku untuk cadangan sampai cadangan mencapai paling sedikit 20% (dua puluh persen)
    dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
    a. Peruntukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp25 juta.
        Jawab:
        Berdasarkan penjelasan Pasal 70 ayat (3) UUPT, Cadangan wajib adalah jumlah tertentu
        yang wajib disisihkan oleh Perseroan setiap tahun buku yang digunakan untuk menutup
        memungkinan kerugian Perseroan pada masa yang akan datang. Cadangan wajib tidak harus
        selalu berbentuk uang tunai, tetapi dapat berbentuk aset lainnya yang mudah dicairkan dan
        tidak dapat dibagikan sebagai dividen.

        Perseroan memutuskan terkait saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp
        25 Juta disisihkan dalam bentuk tunai agar dapat sewaktu-waktu digunakan pada saat
        kerugian Perseroan pada masa yang akan datang.

    b. Latar belakang Perseroan belum memenuhi ketentuan tersebut.
       Jawab:
       Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 70 ayat (3) UUPT.

    c. Target waktu pemenuhan ketentuan tersebut.
       Jawab:
       Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 70 ayat (3) UUPT.

    d. Bagaimana komitmen manajemen Perseroan untuk memenuhi ketentuan tersebut?
       Jawab:
       Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 70 ayat (3) UUPT.

11. Berdasarkan CALK nomor 20 perihal Pendapatan, pendapatan - neto Perseroan per 31
    Desember 2023 sebesar Rp7,45 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp3,6
    miliar (32,58%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp11,05
    miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan latar belakang penurunan pendapatan Perseroan di
    tahun 2023 dibandingkan 2022.
    Jawab:
    Latar belakang penurunan pendapatan Perseroan di tahun 2023 dibandingkan 2022
    dikarenakan pada tahun 2023 overtime lebih sedikit dibandingkan pada tahun 2022 dalam
    penggunaan alat berat yang disewakan.

12. Berdasarkan CALK nomor 21 perihal Beban Pokok Pendapatan, beban pokok pendapatan
    Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar Rp5,45 miliar atau telah mengalami penurunan
    sebesar Rp1,05 miliar (16,06%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar
    Rp6,49 miliar. Adapun penurunan beban pokok pendapatan tersebut tidak sebesar penurunan
    pendapatan perseroan yaitu sebesar 32,58%. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
    a. Latar belakang penurunan beban pokok pendapatan tidak sebesar penurunan pendapatan
        Perseroan pada tahun 2023.
        Jawab:
        Latar belakang penurunan beban pokok pendapatan tidak sebesar penurunan pendapatan
        Perseroan pada tahun 2023 dikarenakan pada tahun 2023 terdapat peningkatan beban
        penyusutan sehubungan dengan penambahan alat berat pada tahun 2023.

    b. Bagaimana analisa manajemen terkait dengan efektifitas dan efisiensi biaya yang
       dikeluarkan oleh Perseroan selama tahun 2023.
       Jawab:
       Analisa manajemen terkait dengan efektifitas dan efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh
       Perseroan selama tahun 2023, sebagai berikut:
       Dari segi Efektivitas, Perseroan belum dapat mencapai hasil yang diinginkan, terlihat dari
Page 9
       pendapatan dan laba bersih yang menurun dari tahun lalu, namun dari segi efisiensi biaya,
       Persero cukup berhasil yang tercermin dari biaya pemeliharaan alat berat yang menurun dan
       pembayaran kepada supplier yang sangat lancar. Namun untuk tahun 2024, kami optimis
       akan lebih baik untuk mencapai profit dan nilai bagi pemegang saham.

13. Perseroan membukukan arus kas dari aktivitas operasi Perseroan per 31 Desember 2023 sebesar
    negatif Rp2,9 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp250 juta (9,44%) jika
    dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 sebesar negatif Rp2,65 miliar. Penurunan
    tersebut disebabkan karena adanya penurunan penerimaan kas dari pelanggan. Atas hal tersebut
    agar dijelaskan:
    a. Latar belakang Perseroan masih membukukan arus kas negatif untuk aktivitas operasi pada
        tahun 2023.
        Jawab:
        Latar belakang Perseroan masih membukukan arus kas negatif untuk aktivitas operasi pada
        tahun 2023 dikarenakan adanya keterlambatan pembayaran dari customer dengan nilai yang
        cukup signifikan.

   b. Strategi Perseroan agar dapat menghasilkan arus kas aktivitas operasi positif di masa depan.
      Jawab:
      Strategi Perseroan agar dapat menghasilkan arus kas aktivitas operasi positif di masa depan
      adalah sebagai berikut:
      (1) Mencari customer baru yang potensial dan lancar bayar serta melakukan down payment
          di awal.
      (2) Untuk customer lama, Perseroan akan mengirim surat teguran kepada pelanggan apabila
          terjadi keterlambatan dalam pembayaran. Apabila pembayaran masih belum di lunasi 1
          (satu) bulan setelah jatuh tempo, Perseroan akan memberhentikan pekerjaan alat berat
          yang disewa kepada pelanggan hingga pembayaran dilakukan (jika alat masih di lokasi
          proyek).

14. Pada CALK nomor 28 perihal Instrumen Keuangan, agar dapat disajikan tabel aset keuangan
    dan liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo dengan melengkapi tabel berikut ini:
                   Keterangan             Kurang dari        1-2          2-5         Lebih
                                             1 tahun       tahun        tahun          dari 5
                                                                                       tahun
        Aset Keuangan
        Kas dan setara kas               26.923.956.206       0            0              0
        Piutang usaha                     3.953.236.153       0            0              0
        Pitang non-usaha                   107.314.911        0            0              0

       Total Aset Keuangan              30.984.507.270        0             0             0

       Liabilitas Keuangan
       Utang usaha                        37.899.998          0             0             0
       Biaya akrual                       97.778.710          0             0             0
       Utang sewa pembiayaan
       konsumen                          993.682.019     351.623.149   37.325.868         0
       Utang non-usaha pihak berelasi
          Jangka pendek                  709.917.915          0             0             0
          Jangka panjang                 541.666.667      83.333.333        0             0
Page 10
           Total Liabilitas Keuangan         2.380.945.309    434.956.482    37.325.868         0
           Defisit/Surplus
                                             28.603.561.961 (434.956.482) (37.325.868)          0

C. Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum

   15. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum saham PT Widiant Jaya
       Krenindo (WIDI) yang disampaikan pada tanggal 15 Januari 2024, Perseroan telah
       merealisasikan penggunaan dana penawaran umum sebesar Rp11,9 miliar atau 31,45% dari total
       hasil bersih penawaran umum WIDI sebesar Rp37,8 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
       a. Latar belakang penggunaan dana untuk belanja modal baru direalisasikan sebesar Rp5,8
           miliar.
           Jawab:
           Latar belakang penggunaan dana untuk belanja modal baru direalisasikan sebesar Rp5,8
           miliar dikarenakan Perseroan membutuhkan persyaratan dalam melakukan pembelian alat
           berat yaitu berupa penunjukkan vendor, negosiasi harga, spesifikasi alat, waktu pengiriman
           serta proses perizinan yang memerlukan estimasi waktu dan proses yang cukup lama.

       b. Latar belakang penggunaan dana untuk modal kerja baru direalisasikan sebesar Rp6 miliar.
          Jawab:
          Latar belakang penggunaan dana untuk modal kerja baru direalisasikan sebesar Rp6 miliar
          dikarenakan dana penawaran umum saham baru diterima dipertengahan tahun 2023, sehingga
          baru terealisasi sekitar Rp6 miliar rupiah.

       c. Rencana penggunaan dan perkiraan waktu realisasi sisa dana untuk belanja modal dan
          modal kerja Perseroan sebesar Rp25,9 miliar.
          Jawab:
          Rencana penggunaan dan perkiraan waktu realisasi sisa dana untuk belanja modal dan
          modal kerja Perseroan sebesar Rp25,9 miliar:
          (1) Belanja Modal diperkirakan sampai dengan QI Tahun 2025.
          (2) Modal Kerja diperkirakan sampai dengan Tahun 2025.

       d. Rincian belanja modal dan modal kerja yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dari dana
          hasil penawaran umum. Mohon untuk disertai dengan softcopy dokumen pendukung apabila
          ada.
          Jawab:
          Terlampir*

   16. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum Perseroan menjelaskan
       bahwa telah menggunakan dana sebesar Rp5.875.930.000 untuk pembelian alat berat (belanja
       modal). Namun demikian berdasarkan CALK nomor 9 perihal Aset Tetap – Neto, pada tahun
       2023 Perseroan membukukan penambahan alat berat sebesar Rp5.393.655.144. Atas hal
       tersebut agar dijelaskan latar belakang terdapat perbedaan antara nilai pembelian alat berat pada
       laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum dengan laporan keuangan.
       Jawab:
       Latar belakang terdapat perbedaan antara nilai pembelian alat berat pada laporan realisasi
       penggunaan dana penawaran umum dengan laporan keuangan dikarenakan sebagai berikut:
Page 11
D. Penelaahan Realisasi Proyeksi Keuangan per 31 Desember 2023

   Mohon Perseroan dapat menanggapi permintaan penjelasan di bawah ini dan menyampaikan
   tanggapan tersebut melalui Form E074 pada SPE-IDXnet (non-publish):

   17. Per 31 Desember 2023, Perseroan membukukan pendapatan senilai Rp7,4 miliar, dimana nilai
       tersebut hanya mencapai 57,28% dari proyeksi pendapatan yaitu sebesar Rp13 miliar.
       Kemudian per 31 Desember 2023, Perseroan membukukan rugi tahun berjalan senilai Rp1,3
       miliar, dimana pada sebelum IPO Perseroan memproyeksikan akan memperoleh laba tahun
       berjalan yaitu sebesar Rp1,2 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
       a. Analisa manajemen Perseroan terkait penyebab rendahnya realisasi pendapatan dan laba
           tahun berjalan Perseroan dibandingkan proyeksinya.
       b. Hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh Perseroan untuk merealisasikan kinerja sesuai
           dengan yang diproyeksikan.
       c. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya di masa depan.
       d. Faktor-faktor lainnya yang menyebabkan Perseroan tidak dapat mencapai proyeksi yang
           telah disusun.

   18. Total aset Perseroan per 31 Desember 2023 senilai Rp50,3 miliar. Adapun nilai tersebut
       mencapai 89,39% dari target proyeksi. Atas hal tersebut agar disampaikan latar belakang
       Perseroan belum mencapai total aset yang diproyeksikan beserta dengan strategi Perseroan
       untuk mempertahankan capital structure sebagaimana diproyeksikan.

   19. Per 31 Desember 2023 Perseroan membukukan kenaikan (penurunan) bersih arus kas sebesar
       Rp25 miliar atau 81,14% dari target proyeksi per 31 Desember 2023. Adapun Perseroan
       membukukan arus kas dari aktivitas operasi negatif Rp2,8 miliar dimana pada sebelum IPO
       Perseroan memproyeksikan akan memperoleh arus kas operasi positif Rp3 miliar. Realisasi
       perolehan aset tetap juga relatif lebih rendah dibanding proyeksi sehingga membuat arus kas
       dari aktivitas investasi per 31 Desember 2023 hanya mencapai 50,17% dari target proyeksi.
       Atas hal tersebut agar dijelaskan:
       a. Bagaimana analisa manajemen Perseroan terkait penyebab realisasi penerimaan arus kas
           dari aktivitas operasi Perseroan yang lebih rendah dibandingkan proyeksi keuangan.
       b. Latar belakang arus kas dari aktivitas investasi terutama terkait dengan perolehan aset tetap
           lebih rendah dibandingkan proyeksi keuangan.

   20. Terkait dengan rencana bisnis ke depan, agar dijelaskan:
       a. Apakah Perseroan memiliki rencana pengembangan bisnis seperti diversifikasi jasa?
       b. Apabila iya, mohon perincian rencana pengembangan tersebut beserta dengan asumsi yang
          digunakan Perseroan atas pengembangan tersebut.
       c. Tantangan yang akan dan telah dihadapi Perseroan dalam melakukan pengembangan
          bisnis.
Page 12
      d. Strategi Perseroan untuk dapat meningkatkan kinerja keuangan, operasional, dan market
         share.

E. Hal Lain
   Mohon Perseroan dapat menanggapi permintaan penjelasan di bawah ini dan menyampaikan
   tanggapan tersebut melalui Form E074 pada SPE-IDXnet (non-publish):

   21. Mohon Perseroan dapat menyampaikan susunan terupdate ultimateshareholder Perseroan
       beserta susunan manajemen pemegang saham maupun susunan manajemen entitas induk,
       Perseroan dan/anak usaha Perseroan.

   22. Apakah terdapat rencana dari pemegang saham mayoritas (>5%) Perseroan terkait kepemilikan
       saham Perseroan seperti divestasi atau rencana lainnya?

   23. Apakah Perseroan mengetahui adanya aktivitas gadai saham (repo) yang dilakukan oleh
       Pemegang Saham Perseroan? Apakah Perseroan pernah menerima aliran uang yang bersumber
       dari aktivitas gadai saham (repo) yang dilakukan oleh pemegang saham?

   24. Apakah Perseroan mengetahui adanya aktivitas perdagangan saham antar pemegang saham di
       dalam grup Perseroan?

   25. Menurut Perseroan, faktor-faktor apakah yang dapat menjadi menjadi sentimen terkait
       peningkatan harga saham Perseroan?

   26. Apakah terdapat rencana aksi korporasi yang akan dilakukan Perseroan di tahun 2024? Jika ada,
       mohon penjelasan lebih lanjut terkait dengan skema rencana aksi korporasi tersebut, termasuk
       timeline rencana pelaksanaan.

   27. Apakah terdapat perubahan Struktur Manajemen Perseroan yang meliputi Dewan Komisaris
       dan Direksi? Apabila ada, agar disampaikan:
       a. Rincian perubahan Struktur Manajemen Perseroan beserta dengan profil singkat
           Manajemen Perseroan yang baru.
       b. Latar belakang perubahan Struktur Manajemen Perseroan.
       c. Dampak perubahan Struktur Manajemen Perseroan terhadap Perseroan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.92 MB
Published17 May 2024
Pages12
Characters36,928
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Mayapada Internasional Tbk p.4 ×2
linked org Bank BTPN Syariah Tbk. p.4 ×2
linked org Susinto Widianto p.4
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.6 ×2
linked person Bernard Widianto p.6 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org PT WIDI. p.1 ×4
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.3 ×2
unresolved org Widiant Jaya Krenindo Tbk p.1 ×6
unresolved org PT Indotech Karya Mandiri p.3
unresolved org PT Citra Surya Amalindo. Atas p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result