Skip to content
Back to announcement

20240517_SMMA_Penyampaian Bukti Iklan_31640273_lamp1.pdf

Other Text extracted SMMA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
     7 MACRO ECONOMICS
                                                                                                                               JUMAT, 17 MEI 2024


    Kinerja Industri
Pendorong Pertumbuhan
       Ekonomi
   JAKARTA, ID – Indonesia perlu mendongkrak kinerja
   sektor industri untuk menjadi pendorong pertumbuhan
    ekonomi ke depan. Adapun pemerintah menargetkan
 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6-8% lebih pada
 tiga tahun ke depan untuk menjadi negara maju  pada 2045.
                                            Triwulan I 2024



                                       Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI)

                      Kinerja Industri Pengolahan Meningkat
Oleh Thomas E Harefa
               Kinerja Industri Pengolahan meningkat dan berada pada fase ekspansi.




      Perkembangan PMI-BI (qtq)                                                             Indikator Pembentuk PMI-BI
                      100%                                                                  Indeks PMI-BI
                      90%
                                                                                                               Volume Produksi                                                 Volume Total Pesanan
          EKSPANSI




                                                                                                                                                                                                       52,11% 54,45%
                                                                                              60%                                                               60%
                      80%                                                                                                            52,19% 54,03%
                                                                                                               55,16%     56,30%                                                 54,37%     54,15%
                                                                                                    52,40%                                                            52,80%


                      70%

                      60%
                                50,75% 52,39% 52,93% 51,20% 52,80%
                                                                                               0%                                                                0%
                      50%                                                                           Tw I 2023 Tw II 2023 Tw III 2023 Tw IV 2023 Tw I 2024             Tw I 2023 Tw II 2023 Tw III 2023 Tw IV 2023 Tw I 2024


                      40%
          KONTRAKSI




                      30%                                                                    Kecepatan Penerimaan Barang Pesanan Input                                  Volume Persediaan Barang Jadi
                                                                                                               49,21%     49,00%     49,24% 48,91%
                                                                                                                                                                                                       54,22% 54,87%
                                                                                              50%   48,88%                                                      60%
                                                                                                                                                                                 53,10%     53,88%
                                                                                                                                                                      51,12%
                      20%

                      10%



                                     Tw I       Tw II      Tw III      Tw IV       Tw I        0%
                                                                                                    Tw I 2023 Tw II 2023 Tw III 2023 Tw IV 2023 Tw I 2024
                                                                                                                                                                 0%
                                                                                                                                                                      Tw I 2023 Tw II 2023 Tw III 2023 Tw IV 2023 Tw I 2024
                                     2023       2023       2023        2023        2024

                                                                                                                                                                               Jumlah Tenaga Kerja
                                                                                                                                                                                            49,34%
                                                                                                                                                                                                                50,67%
                                                                                                                                                                50%   46,79%     48,02%                48,57%




                                                           54,31%
      PMI-BI Triwulan II 2024
      Diprakirakan Melanjutkan
      Peningkatan                                                                                                                                                0%
                                                                                                                                                                      Tw I 2023 Tw II 2023 Tw III 2023 Tw IV 2023 Tw I 2024




        Seluruh komponen diprakirakan berada                                               Seluruh Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi,
        pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi:                                        dengan indeks tertinggi:
      Volume Persediaan                 Volume                  Volume                     Industri Pengolahan                          Industri Kulit, Barang                         Industri Mesin
      Barang Jadi                       Produksi                Total Pesanan              Tembakau                                     dari Kulit dan Alas Kaki                       dan Perlengkapan


                      58,07%                    57,06%                   54,45%                       59,34%                                                61,07%                                    58,75%
                       Tw II 2024                  Tw II 2024               Tw II 2024                    Tw II 2024                                        Tw II 2024                                    Tw II 2024


          PMI-BI merupakan sebuah komposit indikator yang dibuat untuk menyediakan gambaran umum mengenai kondisi sektor industri di Indonesia berdasarkan
          hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Hasil perhitungan PMI-BI merupakan hasil pre-assessment dari benchmarking PMI yang telah dilakukan beberapa
          negara.
          Index di atas 50% memberikan sinyal ekspansi usaha sedangkan di bawah 50% memberikan sinyal adanya kontraksi. Mulai PMI-BI Triwulan I-2023 dihitung
          dari ±600 responden pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan.


      www.bi.go.id                  BankIndonesiaChannel            BankIndonesiaOfficial     bank_indonesia                               bank_indonesia                        Bank Indonesia            BICARA: 131
                                                                                                                                                                                                Sumber: Bank Indonesia
                                                                                                                                                                                                                       April 2024


Oleh Thomas E Harefa                                                                         disumbang oleh penurunan nilai ekspor
                                                                                             sektor industri pengolahan. Nilai ekspor




“H
                                                                                             industri pengolahan turun 15,95% pada
                      al yang bisa di-                                                       April 2024 secara month to month.
                      l akuk an untuk
                      mendorong per-                                                         Menuju Negara Maju
                      tumbuhan ekono-                                                           Secara terpisah, Menteri Koordinator
                      mi adalah dengan                                                       bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
mendorong aktivitas sektor industri                                                          menyebutkan bahwa pertumbuhan eko-
dan juga mendorong iklim kompetisi                                                           nomi Indonesia harus mencapai 6-8%
di Indonesia makin membaik,” kata                                                            untuk menjadi negara maju pada 2045.
Ekonom Utama Departemen Riset Eko-                                                           Pernyataan Airlangga tersebut menang-
nomi dan Kerja Sama Regional Bank                                                            gapi presiden terpilih Prabowo Subianto
Pembangunan Asia (ADB) Arief Rama-                                                           yang menyatakan keyakinannya bahwa
yandi di Jakarta, Kamis (16/5/2024).                                                         pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa
  Dia menjelaskan, ADB memprediksi                                                           mencapai 8% pada 2-3 tiga tahun ke
Indonesia mampu mempertahankan                                                               depan di bawah pemerintahannya.
pertumbuhan ekonomi sebesar 5%                                                                  “Dua-tiga tahun ke depan memang
pada 2024 dan 2025. Konsumsi rumah                                                           dalam RPJMN kita kalau kita mau
tangga akan terus menjadi penopang                                                           jadi negara maju di 2045, kita tumbuh
utama produk domestik bruto (PDB).                                                           harus di atas 6-7-8%,” kata Airlangga
Namun, kontribusi ekspor diperki-                                                            ditemui usai memberikan keterangan
rakan masih akan lemah pada tahun                                                            pers di Istana Kepresidenan Jakarta,
ini. Melemahnya ekspor merupakan                                                             Kamis (16/5/2024).
imbas dari gejolak perekonomian glo-                                                            Menurut Airlangga, situasi pereko-
bal, sehingga dampaknya tidak hanya                                                          nomian dunia dalam 2 hingga 3 tahun
dirasakan Indonesia namun juga oleh                                                          akan berubah, begitu juga dengan
berbagai negara lainnya.                                                                     kondisi geopolitik yang terjadi saat ini.
  Kendati masih melemah, Arief menilai                                                       Airlangga menilai jika kondisi geopolitik
kondisi ekspor telah melewati masa-ma-                                                       aman, Indonesia bisa memanfaatkan
sa krusial dan mulai menunjukkan pe-                                                         bantalan fiskal yang selama ini dilaku-
mulihan, meski belum cukup memadai                                                           kan untuk subsidi dan bantuan sosial
untuk menjadi andalan pertumbuhan                                                            lainnya. “Perang enggak ada yang tahu,”
PDB. “Permintaan domestik akan men-                                                          kata Airlangga saat ditanya soal situasi
jadi faktor yang mendorong pertumbuh-                                                        perang antarnegara saat ini.
an dan menghilangkan dampak negatif                                                             Dia menambahkan bahwa sektor
dari net ekspor,” ujar dia.                                                                  digital dan semi konduktor diproyek-
  Sebelumnya, Badan Pusat Statistik                                                          sikan dapat menopang pertumbuhan
(BPS) melaporkan pertumbuhan eko-                                                            ekonomi suatu negara bisa melonjak.
nomi Indonesia di triwulan I-2024                                                            Sementara untuk Indonesia, critical
yang tercatat 5,11% secara tahunan                                                           minerals sebagai kunci meningkatkan
(year-on-year/yoy) menjadi yang ter-                                                         bauran energi terbarukan menjadi
tinggi sejak tahun 2015. Dari segi                                                           sektor yang terus didorong untuk
besaran Produk Domestik Bruto (PDB)                                                          menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Atas Dasar Harga Berlaku tercatat                                                               Adapun Menteri Pertahanan yang
sebesar Rp 5.288,3 triliun, sedangkan                                                        juga Presiden Terpilih RI Prabowo Su-
PDB Atas Dasar Harga Konstan men-                                                            bianto optimistis ekonomi Indonesia
capai Rp 3.112,9 triliun.                                                                    mampu mencapai pertumbuhan hingga
  Secara sektoral, penyumbang utama                                                          8% dalam kurun waktu 2-3 tahun ke
ekonomi triwulan I-2024 dari sisi pro-                                                       depan. Hal itu diungkapkan Prabowo
duksi berasal dari industri pengolahan,                                                      saat menghadiri Qatar Economic Forum
perdagangan, pertanian, konstruksi,                                                          2024 di Doha, Rabu (15/5/2024). Pada
serta pertambangan dan penggalian.                                                           kesempatan tersebut, Prabowo ditanya
  Kelima sektor tersebut menyum-                                                             soal proyeksi pertumbuhan ekonomi
bang pertumbuhan ekonomi secara                                                              Indonesia yang mampu dicapai dalam 5
positif dengan total kontribusi men-                                                         tahun kepemimpinannya nanti.
capai 63,61% terhadap PDB.                                                                      “Saya sangat yakin, saya sudah berbi-
  Adapun distribusi industri pengolah-                                                       cara dengan para pakar dan mempela-
an terhadap PDB pada triwulan I-2024                                                         jari angkanya. Saya yakin kita dapat
mencapai 19,28% dengan pertumbuhan                                                           dengan mudah mencapai 8%. Saya
sebesar 4,13% (yoy). Sementara itu,                                                          bertekad melampauinya,” kata Prabowo
berdasarkan data kinerja ekspor BPS                                                          yang pada kesempatan itu turut didam-
pada April 2024, penurunan nilai ekspor                                                      pingi wakil presiden terpilih Gibran
nonmigas secara bulanan utamanya                                                             Rakabuming Raka. (ant)

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.6 MB
Published17 May 2024
Pages1
Characters16,387
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Negara Maju p.1
unresolved org Bank Indonesia p.1 ×3
unresolved org Menteri Koordinator p.1
unresolved org Departemen Riset Eko- p.1
unresolved org Pusat Statistik p.1
unresolved org Menteri Pertahanan p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result