Skip to content
Back to announcement

20260512_PANR_Public Expose_32090784_lamp1.pdf

Other Text extracted PANR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
No.       : 0075/CS-PSW/V/2026

Jakarta, 12 Mei 2026

Kepada Yth.
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

U.P           : Divisi Pencatatan Sektor Jasa
Perihal       : Penyampaian Hasil Public Expose PT Panorama Sentrawisata, Tbk (“Perseroan”)


Dengan hormat,

Sehubungan dengan penyelenggaraan Public Expose oleh Perseroan yang dilaksanakan secara hybrid
(offline dan online) diadakan pada Hari Rabu, 8 Mei 2026 pada pukul 15.30 WIB bertempat di Ruang Truly
Care, Gedung Panorama, serta guna memenuhi Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang
Kewajiban Penyampaian Informasi, dengan ini kami menyampaikan Hasil Pelaksanaan Public Expose
berupa daftar hadir offline dan online serta tanya jawab (terlampir).

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
PT Panorama Sentrawisata, Tbk



AB Sadewa
Corporate Secretary




Tembusan:
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal – Otoritas Jasa Keuangan
- Arsip
Page 2
DAFTAR HADIR OFFLINE (5 ORANG DARI PIHAK EKSTERNAL)
Page 3
DAFTAR HADIR ONLINE (4 ORANG DARI PIHAK EKSTERNAL)

               Nama Peserta                          Nama Institusi / Media
                    Vina                                    Media
                   Daniel                                  Sekuritas
               Daniel Surjadi                           Investor Ritel
               Zidni Mubarok                            Investor Ritel




HASIL NOTULENSI PUBLIC EXPOSE
Page 4
PT PANORAMA SENTRAWISATA Tbk
Jum’at, 8 Mei 2026 di Ruang Truly Care - Gedung Panorama lt 6, Jakarta

   I.      SESI PAPARAN DIBAWAKAN OLEH DIREKSI DAN CORPORATE SECRETARY
   II.     SESI TANYA JAWAB:

Bapak Sunyoto, Investor Ritel:
   1. Apakah perseroan tidak memperbesar promosi ALVIS sudah bisa menjangkau lebih banyak
       pelanggan seperti layaknya OTA?
       Jawaban: ALVIS pada awalnya dikembangkan bukan sebagai OTA, melainkan sebagai aplikasi
       yang berfokus pada peningkatan pengalaman peserta tour. Melalui ALVIS, pelanggan dapat
       berkomunikasi dengan tour leader, melihat day-to-day itinerary, informasi hotel yang akan
       ditempati, hingga memberikan testimoni terhadap layanan tour leader sebagai bagian dari upaya
       peningkatan kualitas layanan Perseroan. Seiring perkembangannya, Pesereoan melihat adanya
       kebutuhan untuk memperluas fungsi ALVIS sebagai kanal distribusi penjualan. Namun demikian,
       ALVIS tetap difokuskan pada produk tour dan belum sepenuhnya bertransformasi menjadi OTA
       sepertti platform pada umumnya. Saat ini, Perseroan mulai menambahkan produk komponen
       seperti tiket dan hotel ke dalam aplikasi ALVIS. Strategi utama Panorama sendiri tetap berfokus
       pada pengembangan dan penjualan produk tour, bukan pada bisnis tiket maupun hotel semata.
       Selain itu, ALVIS juga telah dilengkapi dengan program loyalty points. Di mana pelanggan akan
       memperoleh poin dari setiap pembelian yang dilakukan.
   2. Akankah ada corporate action yang dilakukan PANR di tahun 2026?
       Jawaban: Dengan kondisi Perseroan saat ini, kami berada dalam posisi yang siap untuk
       menangkap berbagai peluang yang ada. Namun demikian, hingga saat ini Perseroan belum
       memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi tertentu. Meski begitu, Perseroan tetap terbuka
       dan siap mempertimbangkan berbagai peluang strategis yang memungkinkan di masa
       mendatang.

Bapak Daniel, Analyst:

   1. Manajemen menyebutkan di slide 26 dan 30 bahwa Gross Profit Margin turun dari 11,84%
      (FY2024) → 10,96% (FY2025) → 8,61% (1Q2026), padahal volume terus tumbuh. Apakah ini tren
      struktural akibat tekanan harga dari kompetitor digital (OTA), dan apa target margin floor yang
      ditetapkan manajemen untuk FY2026 ?
      Jawaban: Penurunan Gross Profit Margin di tahun 2025 sebesar 7% dibandingkan 2024 terutama
      dipengaruhi oleh perubahan komposisi penjualan. Produk Perseroan terdiri dari paket tour
      sebagai high-margin product serta produk komponen seperti tiket pesawat dan hotel voucher.
      Pada tahun 2025, penjualan produk komponen, khususnya air ticket dan hotel voucher,
      meningkatk signifikan. Pendapatan air ticket misalnya naik dari Rp 997 miliar menjadi Rp1,2
      triliun. Namun, margin produk komponen hanya berada di kisaran 3-5%, lebih rendah
      dibandingkan paket tour yang berada di kisaran 18-20% sehingga secara rata-rata menekan
      persentase Groff Profit Margin. Sementara itu, Groff Profit Margin 1Q2026 turun sekitar 9,9%
      yang dipengaruhi oleh faktor produk dan kondisi geopolitik, khususnya perang di Timur Tengah
      yang terjadi pada akhir Februari 2026, bertepatan dengan high season outbound saat libur
Page 5
       Lebaran. Kondisi ini menyebabkan sejumlah group tour dibatalkan atau ditunda, sehingga
       pendapatan Maret turun signifikan. Kekosongan tersebut sebagian terisi oleh penjualan produk
       komponen yang marginnya lebih rendah. Di sisi lain, bisnis inbound tetap mencatat pertumbuhan
       sebesar 34,67%. Namun, kenaikan harga tiket akibat dampak perang turut menekan margin,
       sehingga secara keseluruhan berkontribusi pada penurunan GPM di 2025 maupun awal 2026.
       2. Manajemen menyebutkan di slide 8 dan 11 bahwa utang berbunga sudah turun 70% dan
           kas meningkat signifikan. Apakah manajemen akan menggunakan kas ini untuk akuisisi,
           buyback, atau dividen? Jika untuk ekspansi, target inisiatif mana yang paling diprioritaskan
           dan dalam horizon waktu berapa ?
           Jawaban: Sebagaimana yang sudah disampaikan saat RUPS, yaitu pembagian dividen dari
           hasil Laba Net Profit tahun 2025. Untuk akuisisi dan buyback sampai sekarang belum ada
           rencana.
       3. Manajemen menyebutkan di slide 9 dan 11 bahwa Inbound pax 2025 masih 24% di bawah
           pre-pandemi, padahal wisman ke Indonesia secara industri sudah tumbuh CAGR 77%.
           Artinya PANR underperform vs industri. Apa penyebab spesifiknya, dan berapa target pax
           handling Inbound untuk FY2026 secara kuantitatif ?
           Jawaban: Kalau dilihat secara statistik, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia
           masih di dominasi oleh negara-negara terdekat seperti Australia, ASEAN, dan India. Namun,
           fokus Perseroan lebih diarahkan pada pasar long-haul seperti Eropa, Afrika Selatan, dan
           Kanada karena wisatawan dari pasar tersebut memiliki length of stay yang lebih panjang
           sehingga memberikan kontribusi revenue yang lebih tinggi. Selain itu, terdapat perubahan
           perilaku wisatawan Eropa dan Kanada yang kini lebih cenderung tinggal lebih lama dan
           mengeksplorasi destinasi adventure maupun remote area di Indonesia. Khusus pasar Kanada,
           Perseroan juga mencatat peningkatan kunjungan terutama saat musim dingin, dengan rata-
           rata masa tinggal yang dapat mencapai hampir satu bulan. Sementara itu, pasar regional
           tetap dilayani Perseroan pada tahun 2025, meskipun porsinya tidak sebesar pasar tradisional
           utama Perseroan (Eropa, Afrika Selatan, dan Kanada)

Ibu Vina, Kontan (Media):
        1. Dengan kondisi global saat ini, apakah PANR lebih konservatif dalam menetapkan
            target bisnis 2026? Bagaimana proyeksi kinerja keuangan hingga akhir 2026?
            Jawaban: Sampai sejauh ini kita belum ada perubahan rencana kerja, artinya target tidak
            kita rubah. Forecast kita masih mengikuti yang lama. Tapi kita selalu waspada karena
            melihat perilaku dari masyarakat, karena ada yang bisa di prediksi dan tidak bisa kita
            prediksi.
        2. Sejauh mana kenaikan harga avtur saat ini berdampak terhadap biaya operasional
            bisnis PANR?
            Jawaban: Kenaikan itu saat ini tidak berdampak karena hal tersebut sebenarnya lebih ke
            ranah airlines, sehingga untuk kenaikan tersebut kami pass on ke customer
        3. Apakah ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi turut
            mempengaruhi permintaan perjalanan, khususnya untuk rute internasional?
            Jawaban: Ketegangan geopolitik itu berada di middle east. Middle east sendiri saat ini
            bukan destinasi daripada tour kami, destinasi tour berada di Eropa. Tapi memang kami
            banyak menggunakan middle east airlines. Yang kami lakukan saat ini adalah mengganti
Page 6
   airlines. Secara singkat, kondisi geopolitik ini tidak mempengaruhi permintaan
   perjalanan karena wisatawan tetap bisa ke Eropa dengan rute dan airlines yang berbeda.
4. Sejauh mana pelemahan rupiah terhadap dolar AS mempengaruhi permintaan
   perjalanan luar negeri?
   Jawaban: Pelemahan dolar saat ini membuat destinasi Indonesia menjadi relatif lebih
   terjangkau bagi wisatawan internasional. Namun demikian, yang menjadi perhatian
   utama adalah tingkat kepercayaan wisatawan untuk tetap melakukan perjalanan ke
   destinasi kami, mengingat situasi global saat ini masih cukup dinamis. Beberapa pasar
   juga mulai menunjukkan pergeseran tren ke destinasi yang lokasinya lebih dekat. Meski
   demikian, seiring kondisi yang mulai membaik sejak 21 Mei, kami melihat pemulihan
   permintaan yang cukup positif, termasuk kembalinya sejumlah booking yang
   sebelumnya tertunda. Hal ini juga didukung oleh mulai pulihnya operasional
   penerbangan yang melewati rute maskapai Timur Tengah. Secara keseluruhan,
   momentum sejak 21 Mei menunjukkan perkembangan yang sangat baik bagi Perseroan.
5. Strategi mitigasi apa yang disiapkan PANR untuk menjaga kinerja di sepanjang
   tahun?
   Jawaban: Sinergitas antara bisnis unit di Panorama kita giatkan, team sales kita perkuat,
   dan monitoring semua unit bisnis melalui dashboard.
6. Berapa alokasi capex di 2026 dan rencana penggunaannya?
   Jawaban: Tidak ada spesifik capex yang kita anggarkan untuk 2026 ini.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.78 MB
Published12 May 2026
Pages6
Characters9,962
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Panorama Sentrawisata p.1 ×6
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1
unresolved person AB Sadewa · Corporate Secretary p.1
unresolved person Sunyoto p.4
unresolved person Daniel p.4
unresolved person Vina p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result