Skip to content
Back to announcement

20240510_EDGE_Public Expose_31637638_lamp1.pdf

Other Text extracted EDGE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
Laporan Pelaksanaan
Public Expose

PT Indointernet Tbk.


Public Expose Live 2024
8 Mei 2024
Page 2
                        RANGKUMAN PAPARAN PUBLIK

 I.    Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

       Acara              : Public Expose Live 2024
       Penyelenggara      : PT Bursa Efek Indonesia
       Tanggal            : 8 Mei 2024
       Waktu              : 13.00 - 14.15
       Tempat*)           : Online melalui aplikasi zoom dan offline di Avenue on 5, Menara
                            Tendean, Jakarta Selatan, DKI Jakarta


II.    Manajemen Perseroan yang Hadir

       1. Jonathan Walbridge - Komisaris Utama PT Indointernet Tbk
       2. Andrew Joseph Rigoli - Direktur Utama PT Indointernet Tbk
       3. Donauly Situmorang - Direktur dan Corporate Secretary PT Indointernet Tbk


III.   Susunan Acara

       1.   Pembukaan
       2.   Pemaparan kinerja bisnis, operasional dan keuangan oleh Manajemen Perseroan
       3.   Sesi tanya jawab
       4.   Penutupan


IV.    Peserta yang hadir dalam Public Expose

       19 peserta.
Page 3
V.   Rangkuman Sesi Tanya Jawab Pemaparan Kinerja

     1. Q: Berapa total kapasitas EDGE 1 dan EDGE 2? Dengan tingginya kontribusi
           data center, apakah kedepannya akan dibangun data center selanjutnya?
           Berapa capex untuk pembangunannya? Pertumbuhan laba sangat drastis
           apakah akan ada pembagian dividen untuk investor?

       A: Terkait kapasitas, EDGE 1 memiliki kapasitas 6 MW dan EDGE 2 memiliki
          kapasitas 23 MW, sehingga total kapasitas data center EDGE1 dan EDGE2
          adalah 29 MW.
          Seperti yang kita lihat bersama, EDGE 2 memiliki kapasitas kurang lebih empat
          kali lipat dari EDGE 1, sehingga kami yakin dapat mencapai pendapatan yang baik
          ke depannya. Kami melihat bahwa walaupun data center terlihat berkontribusi
          besar di masa depan, namun demikian bisnis kami lainnya juga akan terus
          berkembang, dimana kami masih terus berinvestasi pada infrastruktur fiber,
          sumber daya manusia dan asset lainnya untuk bisnis cloud dan network kami.

           Terkait pembangunan data center selanjutnya, saat ini dari Perseroan terus
           mempelajari demand pelanggan atas kebutuhan data center di Indonesia. Untuk
           saat ini kami belum bisa mengkonfirmasi rencana pembangunan data center
           selanjutnya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kami akan melakukan
           investasi data center lanjutan baik di pusat kota ataupun daerah lain, misalnya di
           timur Jakarta apabila dipandang terdapat demand.

           Untuk capex terkait data center dan konektivitas, cloud dan perangkat operasional
           Perusahaan telah disiapkan untuk tahun 2024. Namun demikian, capex ini perlu
           dimonitor untuk menyesuaikan dengan perkembangan demand.

           Kemudian dari sisi laba, sesuai RUPS yang dilaksanakan pagi ini, mengingat
           pertumbuhan, rencana dan strategi Perseroran terkait investasi data center,
           konektivitas, cloud dan investasi internal lainnya yang bertujuan mengembangkan
           kompetensi, skill dan perangkat tata kelola kami, kami memutuskan untuk tahun
           ini tidak dilakukan pembagian dividen sesuai keputusan RUPS.


     2. Q: Apakah kehadiran Starlink di Indonesia dapat berpengaruh terhadap bisnis
           data center Perseroan? Lalu mitigasi Perseroan terhadap kehadiran Starlink
           yang akan hadir beberapa minggu lagi di IKN? Bagaimana prospek dan
           tantangan bisnis data center di tahun ini?

       A: Terkait hadirnya Starlink di Indonetsia, pada dasarnya segala sesuatu yang
          membawa peningkatan data traffic ke Indonesia merupakan hal yang positif bagi
          bisnis kami. Meningkatnya data traffic akan meningkatkan kebutuhan akan
          infrastruktur digital, termasuk fiber/ jaringan dan data center.
Page 4
      Bisnis data center di Indonesia masih dalam tahap awal, dimana jika dibandingkan
      dari segi kapasitas dengan negara lain seperti Australia dan Singapura, rasio
      kapasitas data center terhadap populasi Indonesia masih relatif rendah. Dengan
      demikian, dapat diproyeksikan bahwa pertumbuhan data center masih sangat
      menjadjikan dan hal ini merupakan prospek yang baik bagi pemain bisnis data
      center di Indonesia. Indonet yang telah memiliki EDGE1 dan EDGE2 saat ini ada
      di posisi yang bagus dimana kami juga memiliki pilar bisnis cloud dan fiber,
      sehingga bisa bersinergi dan kami yakin bisa menjadi salah satu pro-player data
      center di Indonesia.


3. Q: Apa penyebab turunnya rasio Return on Asset (ROA) dan strategi apa yang
      akan dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan ROA? Microsoft
      dikabarkan berencana akan menanam modal sebesar Rp26.7 triliun di
      Indonesia, apakah Indonet memandangnya sebagai peluang untuk
      bersinergi atau justru sebuah tantangan? Apa strategi Perusahaan untuk
      menjaga kinerja?

  A: Rasio ROA menurun disebabkan oleh peningkatan investasi aset tetap pada data
     center EDGE2, dimana aset kami meningkat kurang lebih Rp1 triliun pada tahun
     2023, sehingga secara natural ROA akan mengalami penurunan, dimana
     penurunannya menurut kami tidak signifikan dan masih di level yang sehat bagi
     Perusahaan.

      Menurut kami, masuknya Microsoft merupakan peluang yang berdampak baik
      bagi kami, karena Indonet merupakan penyedia infrastruktur digital, seperti fiber
      optic dan data center. Investasi dimaksud tentunya akan berdampak pada
      kebutuhan infrastruktur digital.


4. Q: Kinerja keuangan Indonet dari 2023 sampai dengan Q1 tahun 2024 terlihat
      sangat baik, apakah tren kinerja tersebut akan terus berlanjut sampai
      dengan Q2? Katalis positif apa saja yang dilihat? Pada tahun 2023, capex
      yang dialokasikan sekitar 1 triliun, apakah kedepannya capex yang
      dikeluarkan akan lebih besar atau lebih kecil? Bagaimana target laba
      kedepannya?

  A: Untuk layanan cloud, data center dan konektivitas, pada dasarnya pendapatan
     Indonet bersifat recurring, dimana tagihannya bersifat berkala. Seperti yang kami
     sampaikan bahwa pencapaian tahun 2023 merupakan pendapatan tertinggi
     Indonet. Sepanjang Q1 tahun 2024, Indonet telah membukukan pendapatan
     sebesar Rp251 milyar. Dengan demikian, dapat diproyeksikan bahwa pendapatan
     kami tahun 2024 akan berada pada level yang baik.

      Katalis dari bisnis data center kami yang utama adalah EDGE2 yang telah
      beroperasi, begitu juga dengan EDGE1 yang sudah fully contracted, masih
      banyak pelanggan kami yang memiliki komitmen secara bertahap, sehingga
      utilisasi power dan pendapatan tentunya akan meningkat secara bertahap.
Page 5
Kemudian dari sisi bisnis cloud dan konektivitas, katalisnya adalah dari pelanggan
baru dan produk baru. Salah satu contohnya adalah kami melakukan rebranding
HyperScale conneX (HSX) menjadi Cloud Exchange, yang merupakan produk
multikonektivitas yang menghubungkan berbagai jenis koneksi, bukan hanya
menghubungkan ke cloud dan data center, tapi juga antar data center yang ada
di Jakarta. Inovasi kami untuk selalu berkembang adalah dengan menyediakan
layanan yang dibutuhkan dan yang dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh
pelanggan kami tentunya, sehingga kami berkeyakinan tren yang baik masih
berlangsung di kuartal selanjutnya.

Untuk capex di tahun 2023 memang difokuskan untuk pembangunan data center,
pembangunan tersebut dilakukan per fase data hall. Kami terus menganalisa
demand dan terbuka untuk meningkatkan investasi data center kami, sehingga
untuk capex kami cukup fleksibel, tergantung pada kebutuhan pelanggan dan fill
rate data center.

Terkait target, tahun 2024 memang bukan tahun yang mudah, sebagai contoh
kondisi ekonomi Indonesia dengan melemahnya rupiah terhadap dolar beberapa
waktu terakhir, sehingga kami masih perlu menganalisa tekanan ekonomi global
terhadap perekonomian Indonesia. Namun demikian kami masih percaya bahwa
domestic demand di Indonesia masih cukup kuat untuk mendukung perekonomian
Indonesia; Hal ini telah terbukti pada selama masa pandemi, perekonomian
Indonesia masih dapat bertumbuh.
Page 6
LAMPIRAN I – DAFTAR PESERTA YANG HADIR
Page 7
LAMPIRAN II – DOKUMENTASI KEGIATAN PELAKSANAAN

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.41 MB
Published14 May 2024
Pages7
Characters8,304
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org Indointernet Tbk. p.1 ×8
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result