Skip to content
Back to announcement

20260907_FORU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32145865_lamp1.pdf

Other Text extracted FORU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 17

Page 1

Page 2
                       Tanggapan Atas Daftar Permintaan Penjelasan
                          PT Fortune Indonesia Tbk (“Perseroan”)

1. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2026, Pendapatan usaha Perseroan
   mengalami penurunan 57,27% dari sebelumnya sebesar Rp24,23 miliar per 30 Juni 2025
   menjadi Rp10,35 miliar per 30 Juni 2026. Penurunan tersebut terutama berasal dari penurunan
   pendapatan jasa periklanan, pendapatan produksi digital, dan jasa kehumasan yang masing-
   masing mengalami penurunan sebesar 40,99%, 65,21%, dan 76,91%.
   Agar dijelaskan terkait:
      a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan pendapatan usaha.
           Jawaban:
           Penurunan pendapatan usaha pada semester I 2026 terutama disebabkan oleh lebih
           rendahnya volume pekerjaan yang terealisasi dan perbedaan waktu pelaksanaan serta
           pengakuan pendapatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah
           pekerjaan masih berjalan secara bertahap sehingga belum seluruhnya dapat diakui
           sebagai pendapatan sampai dengan 30 Juni 2026.

       b. Penyebab penurunan sebesar 40,99%, 65,21%, dan 76,91% pada pendapatan jasa
          periklanan, produksi digital, dan jasa kehumasan tersebut.
          Jawaban:
          Penurunan pendapatan pada jasa periklanan, produksi digital, dan jasa kehumasan
          terutama dipengaruhi oleh lebih rendahnya volume pekerjaan yang terealisasi pada
          semester I 2026 serta perbedaan waktu pelaksanaan dan pengakuan pendapatan.
          Khusus jasa kehumasan, penurunan juga dipengaruhi oleh restrukturisasi kegiatan
          usaha pada lini tersebut.

       c. Strategi dan langkah yang telah dan akan dilakukan manajemen untuk meningkatkan
          kembali pendapatan, khususnya pada segmen jasa periklanan, produksi digital, dan
          jasa kehumasan.
          Jawaban:
          Perseroan melakukan penguatan aktivitas business development, optimalisasi cakupan
          pekerjaan dari pelanggan yang ada, pengembangan peluang pelanggan baru, serta
          transformasi kapabilitas layanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Perseroan
          juga melakukan evaluasi atas portofolio layanan untuk meningkatkan produktivitas dan
          profitabilitas pekerjaan.

       d. Apabila terdapat kontrak atau pipeline pekerjaan yang belum terealisasi sampai dengan
          30 Juni 2026, mohon disampaikan nilai kontrak/pipeline tersebut, estimasi waktu
          pelaksanaan, serta estimasi kontribusinya terhadap pendapatan Perseroan pada
          periode selanjutnya.
          Jawaban:
          Sampai dengan 30 Juni 2026 terdapat pekerjaan yang pelaksanaannya masih berjalan
          secara bertahap dan belum seluruhnya dapat diakui sebagai pendapatan. Pelaksanaan
          dan kontribusi pendapatan pada periode berikutnya akan mengikuti progres
          pekerjaan, persetujuan pelanggan, dan ketentuan masing-masing kontrak. Rincian nilai
          dan periode pekerjaan mengacu pada kontrak/komitmen yang berlaku.

2. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan pada tanggal 19 Juni 2026, “...Laporan
   Laba Rugi Perseroan (audited) Periode Q1 2026, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha
   sebesar Rp5,4 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan
   pendapatan tersebut terutama disebabkan oleh beberapa kontrak pekerjaan yang belum mulai

Page 3
   berjalan pada Triwulan I Tahun 2026 dan dijadwalkan mulai berjalan pada periode selanjutnya.
   Sejalan dengan penurunan pendapatan tersebut, Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan
   sebesar Rp4,1 miliar pada Triwulan I Tahun 2026.”
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Progres terkini atas kontrak pekerjaan tersebut.
           Jawaban:
           Sebagian pekerjaan yang pada Triwulan I 2026 belum berjalan atau belum dapat diakui
           sebagai pendapatan telah mulai berjalan pada Triwulan II 2026 dan/atau periode
           setelah 30 Juni 2026. Pengakuan pendapatan dilakukan secara bertahap sesuai progres
           pekerjaan, persetujuan pelanggan, dan ketentuan kontrak.

       b. Penjelasan lebih lanjut mengenai kontrak-kontrak dimaksud, antara lain nilai kontrak,
          pihak pemberi kerja, jangka waktu pekerjaan, dan estimasi kontribusi pendapatan dari
          masing- masing kontrak terhadap pendapatan Perseroan.
          Jawaban:
          Kontrak-kontrak dimaksud memiliki pola pelaksanaan yang berbeda, termasuk
          pekerjaan yang dilaksanakan secara bertahap dan pekerjaan yang bersifat retainer.
          Nilai kontrak, pihak pemberi kerja, jangka waktu pekerjaan, dan kontribusi pendapatan
          mengikuti ketentuan masing-masing kontrak. Sampai dengan semester I 2026,
          sebagian nilai pekerjaan telah diakui sebagai pendapatan dan sisanya akan diakui
          sesuai progres pelaksanaan dan terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan.

3. Terdapat penurunan sebesar 78,04% pada beban langsung dari sebelumnya sebesar Rp12,79
   miliar menjadi Rp2,80 miliar. Hal ini sejalan dengan penurunan signifikan pada pendapatan
   Perseroan. Namun demikian, beban usaha Perseroan justru meningkat dari sebelumnya
   sebesar Rp12,16 miliar menjadi Rp14,69 miliar.
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Faktor utama yang menyebabkan beban langsung turun signifikan sebesar 78,04%, dari
           Rp12,79 miliar menjadi Rp2,80 miliar.
           Jawaban:
           Penurunan beban langsung terutama sejalan dengan penurunan pendapatan dan lebih
           rendahnya volume pekerjaan yang terealisasi pada semester I 2026. Karena sebagian
           besar beban langsung berkaitan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan pelanggan,
           penurunan aktivitas tersebut menyebabkan beban langsung turun secara signifikan.

       b. Jelaskan terkait komponen beban langsung yang mengalami penurunan terbesar.
          Jawaban:
          Penurunan terbesar berasal dari beban produksi digital dan jasa periklanan. Beban
          produksi digital turun dari Rp5,56 miliar menjadi Rp1,36 miliar, sedangkan beban jasa
          periklanan turun dari Rp4,23 miliar menjadi Rp0,88 miliar, sejalan dengan lebih
          rendahnya volume pekerjaan pada periode berjalan.

       c. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan beban usaha di saat pendapatan
          Perseroan justru mengalami penurunan sebesar 57,27%.
          Jawaban:
          Beban usaha meningkat dari Rp12,17 miliar menjadi Rp14,69 miliar terutama
          disebabkan oleh peningkatan beban gaji, upah dan kesejahteraan karyawan serta
          beban imbalan kerja. Peningkatan beban gaji terutama dipengaruhi oleh penguatan
          struktur manajemen dan kapabilitas senior untuk mendukung pengembangan usaha,
          sedangkan peningkatan beban imbalan kerja terutama berkaitan dengan
          restrukturisasi organisasi pada periode berjalan.

Page 4
       d. Jelaskan komponen beban usaha yang mengalami peningkatan paling signifikan,
          termasuk penjelasan mengenai nature beban tersebut.
          Jawaban:
          Komponen yang meningkat paling signifikan adalah gaji, upah dan kesejahteraan
          karyawan dari Rp9,21 miliar menjadi Rp10,27 miliar serta beban imbalan kerja dari
          Rp0,21 miliar menjadi Rp1,82 miliar. Kenaikan beban gaji berkaitan dengan penguatan
          kapabilitas organisasi, sedangkan kenaikan beban imbalan kerja terutama berkaitan
          dengan kewajiban imbalan kerja sehubungan dengan restrukturisasi organisasi.

       e. Dengan kondisi pendapatan yang menurun sementara beban usaha meningkat, mohon
          dijelaskan langkah efisiensi yang telah dan akan dilakukan Perseroan.
          Jawaban:
          Perseroan melakukan efisiensi melalui penyesuaian struktur organisasi dan sumber
          daya dengan kebutuhan usaha, pengendalian biaya operasional, peningkatan utilisasi
          sumber daya internal, serta evaluasi biaya pihak ketiga. Langkah tersebut dilakukan
          secara berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pengembangan
          usaha.

       f.   Apakah peningkatan beban usaha tersebut berpotensi berlanjut pada periode
            berikutnya? Jelaskan dampaknya terhadap profitabilitas Perseroan.
            Jawaban:
            Sebagian peningkatan beban usaha pada semester I 2026 berkaitan dengan
            restrukturisasi organisasi dan tidak seluruhnya bersifat berulang. Namun, sebagian
            beban terkait penguatan kapabilitas organisasi merupakan bagian dari kebutuhan
            operasional ke depan. Perseroan terus melakukan pengendalian biaya agar
            pertumbuhan beban usaha sejalan dengan perkembangan pendapatan dan tidak
            memberikan tekanan yang berkelanjutan terhadap profitabilitas.

4. Perseroan mencatatkan rugi komprehensif sebesar Rp7,38 miliar dari sebelumnya
   mencatatkan rugi sebesar Rp736,67 juta atau kerugian meningkat sebesar 902%.
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Apakah terdapat beban atau kerugian non-operasional/non-recurring yang
           memberikan dampak material terhadap rugi komprehensif periode berjalan?
           Jawaban:
           Ya. Pada semester I 2026 terdapat beban imbalan kerja yang meningkat terutama
           sehubungan dengan restrukturisasi organisasi. Beban imbalan kerja tercatat sebesar
           Rp1,82 miliar dibandingkan Rp0,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
           Sebagian komponen tersebut bersifat tidak berulang.

       b. Mohon dijelaskan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan manajemen untuk
          memperbaiki kinerja operasional dan mengurangi kerugian, khususnya mengingat
          beban usaha meningkat di tengah penurunan pendapatan.
          Jawaban:
          Perseroan melakukan penguatan aktivitas business development dan kapabilitas
          layanan untuk meningkatkan pendapatan, disertai penyesuaian struktur organisasi,
          pengendalian biaya operasional, peningkatan utilisasi sumber daya, dan evaluasi
          profitabilitas pekerjaan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki kinerja
          operasional dan profitabilitas secara bertahap.

Page 5
5. Total aset Perseroan mengalami penurunan sebesar 30,84% dari Rp38,64 miliar pada
   31 Desember 2025 menjadi Rp26,73 miliar pada 30 Juni 2026. Hal ini terutama disebabkan oleh
   penurunan signifikan pada akun kas dan piutang usaha dengan masing-masing penurunan
   sebesar 19,96% dan 59,25%. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) 4, saldo kas
   Perseroan di PT Bank Shinhan Indonesia dan deposito berjangka di PT Bank Hibank Indonesia
   mengalami penurunan masing-masing Rp2 miliar. Selain itu, berdasarkan CaLK 5, piutang usaha
   pihak ketiga Perseroan pada tahun berjalan mengalami penurunan dari Rp13,4 miliar per 31
   Desember 2025 menjadi Rp5,5 miliar per 30 Juni 2026.
   Agar dijelaskan terkait:

       a. Penyebab penurunan saldo kas Perseroan pada PT Bank Shinhan Indonesia tersebut
          selama periode berjalan.
          Jawaban:
          Perseroan mengalihkan fasilitas dari Bank Shinhan ke Bank Mandiri. Adapun Perseroan
          berencana menutup rekening Bank Shinhan.

       b. Penyebab penurunan saldo deposito berjangka pada PT Bank Hibank Indonesia
          tersebut selama periode berjalan.
          Jawaban:
          Deposito berjangka pada Bank Hibank sebesar Rp2 miliar telah dicairkan pada periode
          berjalan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan operasional
          Perseroan.

       c. Penyebab penurunan piutang usaha pihak ketiga dari Rp13,4 miliar per 31 Desember
          2025 menjadi Rp5,5 miliar per 30 Juni 2026.
          Jawaban:
          Penurunan piutang usaha pihak ketiga dari Rp13,41 miliar menjadi Rp5,46 miliar
          terutama disebabkan oleh penerimaan pembayaran dari pelanggan selama periode
          berjalan.

       d. Apakah penurunan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan penerimaan dari
          pelanggan, penghapusan piutang, reklasifikasi, atau faktor lainnya?
          Jawaban:
          Penurunan piutang terutama disebabkan oleh penerimaan dari pelanggan dan bukan
          terutama berasal dari penghapusan atau reklasifikasi piutang. Per 30 Juni 2026,
          manajemen berkeyakinan bahwa saldo piutang usaha dapat tertagih sehingga tidak
          diperlukan provisi kerugian kredit ekspektasian.

       e. Dampak penurunan kas dan piutang usaha tersebut terhadap kondisi likuiditas serta
          kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
          Jawaban:
          Kondisi likuiditas Perseroan masih terjaga. Per 30 Juni 2026, kas dan setara kas tercatat
          sebesar Rp16,44 miliar dan aset lancar sebesar Rp23,42 miliar dibandingkan liabilitas
          jangka pendek sebesar Rp9,99 miliar. Perseroan tetap melakukan pemantauan
          likuiditas dan jatuh tempo kewajiban secara berkala.

       f.   Strategi dan langkah-langkah Perseroan ke depan dalam menjaga kecukupan kas dan
            mengelola piutang usaha.
            Jawaban:
            Perseroan menjaga kecukupan kas melalui pemantauan dan perencanaan arus kas
            secara berkala, percepatan proses penagihan dan penerimaan piutang, pengendalian

Page 6
           pengeluaran berdasarkan prioritas, serta pengelolaan fasilitas modal kerja secara
           terukur.

6. Total liabilitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 29,7% dari sebelumnya sebesar
   Rp15,26 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp10,73 miliar per 30 Juni 2026. Penurunan
   tersebut terutama berasal dari penurunan beban yang masih harus dibayar sebesar 45,86%
   dari sebelumnya sebesar Rp5,33 miliar menjadi Rp2,89 miliar per 30 Juni 2026.
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Penyebab penurunan total liabilitas, khususnya penurunan beban yang masih harus
            dibayar sebesar 45,86% dari Rp5,33 miliar menjadi Rp2,89 miliar.
            Jawaban:
            Penurunan total liabilitas terutama berasal dari penyelesaian kewajiban selama
            periode berjalan. Khusus beban masih harus dibayar, penurunan terutama disebabkan
            oleh realisasi kewajiban pihak ketiga yang sebelumnya telah diakui secara akrual dan
            pada periode berjalan telah diterima tagihannya dan/atau diselesaikan
            pembayarannya.

       b. Rincian dan jenis beban yang masih harus dibayar yang mengalami penurunan.
          Jawaban:
          Penurunan beban masih harus dibayar terutama berasal dari biaya pihak ketiga atas
          pekerjaan yang pada akhir tahun sebelumnya telah diakui secara akrual karena tagihan
          vendor belum diterima. Pada semester I 2026, seiring diterimanya tagihan vendor,
          kewajiban tersebut direalisasikan melalui pembayaran dan/atau dicatat sebagai utang
          usaha sesuai status kewajibannya.

       c. Dampak penurunan liabilitas tersebut terhadap kondisi keuangan dan arus kas
          Perseroan, termasuk kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka
          pendek.
          Jawaban:
          Penurunan liabilitas terutama mencerminkan penyelesaian kewajiban yang
          sebelumnya telah dicatat dan menimbulkan arus kas keluar pada periode berjalan.
          Meskipun demikian, kondisi likuiditas Perseroan masih memadai untuk memenuhi
          kewajiban jangka pendek, dengan tetap dilakukan pemantauan arus kas dan jatuh
          tempo kewajiban secara berkala.

       d. Dalam hal penurunan tersebut disebabkan oleh pembayaran kewajiban, agar
          dijelaskan sumber dana yang digunakan untuk pembayaran tersebut.
          Jawaban:
          Pembayaran kewajiban terutama menggunakan kas yang tersedia, penerimaan dari
          pelanggan, dan sumber pendanaan modal kerja yang tersedia bagi Perseroan.

       e. Agar dijelaskan apakah terdapat kewajiban material yang telah jatuh tempo namun
          belum dibayarkan per 30 Juni 2026, termasuk nilai dan umur kewajiban tersebut.
          Jawaban:
          Per 30 Juni 2026 terdapat utang usaha pihak ketiga yang telah jatuh tempo sebesar
          Rp1,18 miliar, yang sebagian besar berada pada kategori 1–30 hari sebesar Rp936,26
          juta, sedangkan sisanya berada pada kategori di atas 30 hari. Dari saldo kategori 1–30
          hari tersebut, sebesar Rp854,28 juta telah dibayarkan pada minggu pertama Juli 2026.
          Perseroan melakukan pemantauan dan penyelesaian kewajiban sesuai dengan jadwal
          pembayaran dan pengelolaan arus kas.

Page 7
        f.   Apakah terdapat perubahan kebijakan atau metode pengakuan akrual selama periode
             berjalan yang menyebabkan saldo beban yang masih harus dibayar menurun secara
             signifikan?
             Jawaban:
             Tidak terdapat perubahan kebijakan atau metode pengakuan akrual yang material
             selama periode berjalan. Penurunan saldo terutama disebabkan oleh realisasi
             kewajiban yang sebelumnya telah diakui secara akrual.

        g. Dampak penurunan liabilitas tersebut terhadap arus kas Perseroan.
           Jawaban:
           Penurunan liabilitas menimbulkan arus kas keluar sepanjang penurunan tersebut
           berasal dari pembayaran kewajiban. Pembayaran dilakukan dengan
           mempertimbangkan ketersediaan kas, penerimaan dari pelanggan, dan kebutuhan
           modal kerja Perseroan.

        h. Mengingat total liabilitas mengalami penurunan secara signifikan sementara total aset
           Perseroan juga mengalami penurunan, agar dijelaskan dampak perubahan struktur
           aset dan liabilitas tersebut terhadap kondisi likuiditas dan solvabilitas Perseroan.
           Jawaban:
           Per 30 Juni 2026, Perseroan memiliki aset lancar sebesar Rp23,42 miliar dibandingkan
           liabilitas jangka pendek sebesar Rp9,99 miliar, sehingga kondisi likuiditas masih terjaga.
           Dari sisi solvabilitas, Perseroan tetap memonitor perkembangan ekuitas, tingkat
           leverage, dan kemampuan memenuhi kewajiban, terutama dengan
           mempertimbangkan kerugian pada periode berjalan.

7. Total ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 31,58% dari sebelumnya sebesar
   Rp23,38 miliar menjadi Rp15,99 miliar. Penurunan tersebut terutama berasal dari peningkatan
   pada saldo defisit yang terus meningkat dari sebelumnya defisit sebesar Rp43,92 miliar menjadi
   defisit Rp51,30 miliar. Hal tersebut sejalan dengan rugi komprehensif tahun berjalan yang
   dicatatkan oleh Perseroan terus meningkat pada periode berjalan.
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Penyebab peningkatan saldo defisit Perseroan dan rincian transaksi yang
            menyebabkan peningkatan defisit tersebut.
            Jawaban:
            Peningkatan saldo defisit dari Rp43,92 miliar menjadi Rp51,31 miliar terutama
            disebabkan oleh rugi periode berjalan sebesar Rp7,38 miliar

        b. Faktor utama yang menyebabkan Perseroan masih membukukan rugi.
           Jawaban:
           Perseroan masih membukukan rugi terutama karena penurunan pendapatan yang
           signifikan, sementara beban usaha meningkat pada periode berjalan. Kondisi tersebut
           menyebabkan laba kotor yang dihasilkan belum mencukupi untuk menutup beban
           usaha.

        c. Komponen pendapatan dan beban yang paling signifikan berkontribusi terhadap rugi
           komprehensif tahun berjalan, termasuk perubahan dibandingkan dengan periode yang
           sama tahun sebelumnya.
           Jawaban:
           Komponen yang paling signifikan adalah penurunan pendapatan dari Rp24,24 miliar
           menjadi Rp10,36 miliar. Beban langsung turun dari Rp12,79 miliar menjadi Rp2,81
           miliar, sedangkan beban usaha meningkat dari Rp12,17 miliar menjadi Rp14,69 miliar,

Page 8
             terutama pada beban gaji, upah dan kesejahteraan karyawan serta beban imbalan
             kerja.

        d. Mengingat defisit Perseroan telah mencapai Rp51,30 miliar, agar dijelaskan rencana
           dan strategi Perseroan untuk mengurangi defisit tersebut, termasuk target waktu
           Perseroan untuk mencapai profitabilitas.
           Jawaban:
           Perseroan berupaya mengurangi defisit melalui perbaikan profitabilitas secara
           berkelanjutan dengan meningkatkan pendapatan, memperkuat pengembangan usaha,
           meningkatkan produktivitas, dan mengendalikan struktur biaya. Perbaikan kinerja
           ditargetkan berlangsung secara bertahap, sedangkan waktu pencapaian profitabilitas
           akan bergantung pada realisasi pekerjaan dan kondisi usaha.

        e. Agar dijelaskan dampak peningkatan defisit terhadap kemampuan Perseroan dalam
           memenuhi kewajiban kepada kreditur dan pihak lainnya.
           Jawaban:
           Peningkatan defisit belum mengganggu kemampuan Perseroan dalam memenuhi
           kewajiban. Per 30 Juni 2026, Perseroan masih memiliki ekuitas positif sebesar Rp16,00
           miliar dan terus melakukan pemantauan likuiditas serta arus kas untuk memastikan
           pemenuhan kewajiban sesuai jatuh tempo.

        f.   Apakah terdapat risiko pelanggaran terhadap covenant atau persyaratan tertentu atas
             fasilitas pendanaan yang dimiliki Perseroan?
             Jawaban:
             Perseroan telah memastikan tidak terdapat pelanggaran terhadap covenant atas
             fasilitas pendanaan yang dimiliki Perseroan. Terkait dengan aksi korporasi Perseroan
             (PMHMETD I), Perseroan telah memperoleh persetujuan (waiver) dari kreditur.

        g. Agar dijelaskan apakah terdapat kejadian atau transaksi setelah 30 Juni 2026 yang
           berpotensi memberikan dampak material terhadap posisi ekuitas dan defisit
           Perseroan.
           Jawaban:
           Sampai dengan tanggal penyampaian tanggapan ini, selain informasi yang telah
           disampaikan melalui keterbukaan informasi Perseroan, tidak terdapat kejadian atau
           transaksi setelah 30 Juni 2026 yang memberikan dampak material terhadap posisi
           ekuitas dan defisit Perseroan.

8. Berdasarkan Laporan Arus Kas Perseroan, arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi
   mengalami penurunan dan berbalik arah dari sebelumnya sebesar Rp1,82 miliar per 30 Juni
   2025 menjadi arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp4,46 miliar per
   30 Juni 2026. Penurunan ini terjadi karena menurunnya jumlah penerimaan kas dari pelanggan
   sementara pembayaran beban usaha meningkat.
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Faktor utama penyebab perubahan arus kas bersih dari aktivitas operasi Perseroan
            berbalik menjadi arus kas digunakan untuk aktivitas operasi.
            Jawaban:
            Perubahan arus kas operasi menjadi negatif terutama dipengaruhi oleh penurunan
            penerimaan kas dari pelanggan, sementara Perseroan tetap melakukan pembayaran
            kepada karyawan, pemasok, dan kebutuhan operasional lainnya pada periode berjalan.

        b. Penyebab penurunan penerimaan kas dari pelanggan pada periode berjalan.

Page 9
     Jawaban:
     Penerimaan kas dari pelanggan turun dari Rp29,26 miliar menjadi Rp18,71 miliar,
     terutama sejalan dengan lebih rendahnya pendapatan yang terealisasi serta perbedaan
     waktu antara pengakuan pendapatan, penagihan, dan penerimaan pembayaran.

c. Penyebab peningkatan pembayaran imbalan kerja, termasuk rincian komponen
   pembayaran tersebut.
   Jawaban:
   Peningkatan pembayaran kepada Direksi dan karyawan terutama dipengaruhi oleh
   pembayaran remunerasi rutin dan pembayaran manfaat karyawan sehubungan
   dengan restrukturisasi organisasi. Pembayaran manfaat karyawan jangka panjang pada
   semester I 2026 tercatat sebesar Rp2,84 miliar.

d. Apakah terdapat pembayaran imbalan kerja yang bersifat tidak berulang (non-
   recurring) selama periode per 30 Juni 2026?
   Jawaban:
   Ya. Sebagian pembayaran manfaat karyawan pada semester I 2026 bersifat tidak
   berulang karena berkaitan dengan restrukturisasi organisasi dan penyelesaian
   kewajiban imbalan kerja.

e. Komponen lain dalam aktivitas operasi yang mengalami perubahan material dan turut
   berkontribusi terhadap arus kas operasi negatif sebesar Rp4,46 miliar.
   Jawaban:
   Selain penurunan penerimaan kas dari pelanggan, perubahan material dalam aktivitas
   operasi terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok yang menurun dari
   Rp15,55 miliar menjadi Rp5,97 miliar, sedangkan pembayaran beban usaha meningkat
   dari Rp2,41 miliar menjadi Rp5,21 miliar. Penurunan pembayaran kepada pemasok
   memberikan dampak positif terhadap arus kas, namun belum dapat mengimbangi
   penurunan penerimaan kas dari pelanggan serta peningkatan pembayaran beban
   usaha dan pembayaran kewajiban operasional lainnya. Dengan demikian, secara
   keseluruhan arus kas neto dari aktivitas operasi pada periode berjalan menjadi negatif
   sebesar Rp4,46 miliar.

f.   Sumber pendanaan yang digunakan Perseroan untuk menutup kebutuhan kas
     operasional akibat arus kas negatif dari aktivitas operasi selama periode berjalan.
     Jawaban:
     Kebutuhan kas operasional dipenuhi dari saldo kas yang tersedia, penerimaan dari
     pelanggan, pencairan deposito berjangka, dan fasilitas modal kerja yang tersedia bagi
     Perseroan.

g. Strategi Perseroan dalam mengurangi risiko kekurangan kas untuk membiayai kegiatan
   operasional dan memenuhi kewajiban jangka pendek.
   Jawaban:
   Perseroan melakukan perencanaan dan pemantauan arus kas secara berkala,
   memprioritaskan pengeluaran, mempercepat proses penagihan dan penerimaan
   piutang, serta mengelola fasilitas modal kerja secara terukur.

h. Strategi Perseroan untuk memperbaiki arus kas dari aktivitas operasi.
   Jawaban:

Page 10
             Perseroan berupaya memperbaiki arus kas operasi melalui peningkatan pendapatan,
             percepatan penagihan dan penerimaan piutang, pengendalian biaya operasional, serta
             pengelolaan modal kerja yang lebih efektif.

        i.   Apakah terdapat kejadian atau transaksi setelah 30 Juni 2026 yang berdampak material
             terhadap posisi kas dan arus kas operasi Perseroan?
             Jawaban:
             Sampai dengan tanggal penyampaian tanggapan ini, selain informasi yang telah
             disampaikan melalui keterbukaan informasi Perseroan, tidak terdapat kejadian atau
             transaksi setelah 30 Juni 2026 yang berdampak material terhadap posisi kas dan arus
             kas operasi Perseroan.

9. Per 30 Juni 2026, Net Profit Margin (NPM) Perseroan menurun signifikan dari -3,04% menjadi
   -71,30% hal ini dikarenakan Perseroan mencatatkan kerugian tahun berjalan yang semakin
   meningkat pada periode ini. Terkait rasio likuiditas, tidak terdapat perubahan signifikan dari
   sebelumnya Current Ratio sebesar 2,54x menjadi 2,34x pada periode ini. Begitupun untuk rasio
   Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR) Perseroan per 30 Juni 2026 masing-
   masing sebesar 0,67x dan 0,40x dari sebelumnya masing-masing sebesar 0,65x dan 0,40x per
   31 Desember 2025.
   Agar dijelaskan terkait:
       a. Faktor utama yang menyebabkan NPM Perseroan menurun signifikan.
           Jawaban:
           Penurunan NPM terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan yang signifikan
           sementara beban usaha meningkat. Pendapatan turun dari Rp24,24 miliar menjadi
           Rp10,36 miliar, sedangkan beban usaha meningkat dari Rp12,17 miliar menjadi
           Rp14,69 miliar.

        b. Komponen pendapatan dan beban apa yang paling berkontribusi terhadap
           peningkatan kerugian tahun berjalan Perseroan pada periode 30 Juni 2026.
           Jawaban:
           Kontributor utama peningkatan kerugian adalah penurunan pendapatan sebesar
           Rp13,88 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, disertai
           peningkatan beban usaha sekitar Rp2,53 miliar. Penurunan beban langsung belum
           cukup mengimbangi dampak kedua faktor tersebut.

        c. DAR Perseroan tetap sebesar 0,40x meskipun DER meningkat. Bagaimana manajemen
           menilai kondisi struktur permodalan dan tingkat leverage Perseroan saat ini, khususnya
           dalam kaitannya dengan peningkatan kerugian tahun berjalan?
           Jawaban:
           Manajemen menilai kondisi struktur permodalan dan tingkat leverage Perseroan saat
           ini masih sesuai dengan financial covenant yang disyaratkan kreditur. Terkait dengan
           peningkatan kerugian tahun berjalan, Perseroan telah melakukan langkah-langkah
           strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan di tahun depan. Salah satu langkah
           strategis adalah melalui aksi korporasi Perseroan.

10. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
    serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
    Jawaban:
    Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
    mempengaruhi harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan
    kepada publik.

Page 11
11. Berdasarkan Laporan Keuangan PT Borneo Prima (BP) per 31 Maret 2026 yang disampaikan
    oleh Perseroan bersamaan dengan permintaan penjelasan Bursa tanggal 30 Juni 2026, berikut
    merupakan ikhtisar dari laporan keuangan BP:
        i. Pendapatan usaha BP mengalami peningkatan 78,93% dari sebelumnya sebesar
             Rp6,31 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp11,28 miliar per 31 Maret 2026.
        ii. BP mencatatkan laba komprehensif per 31 Maret 2026 sebesar Rp965,9 juta dari
             sebelumnya mencatatkan rugi komprehensif sebesar Rp5,81 miliar.
        iii. Total aset BP mengalami peningkatan sebesar 34,41% dari Rp24,65 miliar pada 31
             Desember 2025 menjadi Rp33,14 miliar pada 31 Maret 2026.
        iv. Total liabilitas BP mengalami peningkatan sebesar 18,48% dari sebelumnya sebesar
             Rp76,63 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp90,80 miliar per 31 Maret 2026.
        v. Total ekuitas BP mengalami peningkatan sebesar 0,97% dari sebelumnya sebesar
             Rp49,49 miliar menjadi Rp49,97 miliar. Per 31 Maret 2026, saldo defisit menurun dari
             sebelumnya defisit Rp73,95 miliar menjadi defisit Rp72,98 miliar. Hal tersebut sejalan
             dengan rugi komprehensif tahun berjalan yang dicatatkan oleh BP terus meningkat
             pada periode berjalan.

    Atas hal tersebut, agar dijelaskan terkait:
        a. Faktor utama penyebab peningkatan signifikan pada pendapatan usaha BP.
            Jawaban:
            Pendapatan bersih BP pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 meningkat
            menjadi USD11,29 juta dibandingkan USD6,31 juta pada periode tiga bulan yang
            berakhir 31 Maret 2025. Dengan demikian, peningkatan sebesar 78,93% merupakan
            perbandingan antarperiode kuartal I dan bukan perbandingan dengan pendapatan
            untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025. Peningkatan tersebut terutama berasal
            dari peningkatan realisasi pengiriman dan penjualan batu bara setelah perbaikan
            kesiapan operasional, ketersediaan alat, serta pengelolaan kegiatan produksi dan
            pengiriman.

        b. Kontribusi masing-masing segmen atau jenis usaha terhadap peningkatan pendapatan.
           Jawaban:
           Pendapatan bersih BP pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 sebesar
           USD11,29 juta seluruhnya berasal dari kegiatan usaha utama, yaitu penjualan batu
           bara. BP tidak memiliki segmen usaha material lainnya di luar kegiatan pertambangan
           dan penjualan batu bara.

        c. Apakah terdapat tambahan kontrak jangka panjang? Jelaskan.
           Jawaban:
           Hingga saat ini belum terdapat tambahan kontrak jangka panjang. Saat ini, BP memiliki
           kontrak jangka panjang / perjanjian jual beli batubara dengan IMR Group. Kedepannya,
           BP tetap menjajaki peluang kerja sama dan perluasan basis pelanggan untuk
           memperkuat keberlanjutan penjualan.

        d. Penyebab peningkatan signifikan atas total aset pada tahun berjalan.
           Jawaban:
           Kenaikan sebesar 34,41% terjadi pada aset lancar BP, dari USD24,65 juta pada 31
           Desember 2025 menjadi USD33,14 juta pada 31 Maret 2026. Sementara itu, total aset
           BP meningkat dari USD126,13 juta menjadi USD140,78 juta, atau sebesar 11,61%.
           Kenaikan total aset sebesar USD14,64 juta terutama berasal dari peningkatan aset
           lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar meningkat sebesar USD8,48 juta, terutama

Page 12
     karena peningkatan kas dan bank, piutang usaha, persediaan, serta piutang lain-lain.
     Sementara itu, aset tidak lancar meningkat sebesar USD6,16 juta, terutama karena
     peningkatan properti pertambangan dan deposito yang dibatasi penggunaannya.
     Kedua kenaikan tersebut berkaitan dengan pengakuan kewajiban reklamasi lingkungan
     dan penutupan tambang atau mine closure, dimana kewajiban tersebut dikapitalisasi
     sebagai bagian dari properti pertambangan, sedangkan deposito yang dibatasi
     penggunaannya ditempatkan sebagai jaminan reklamasi dan penutupan tambang
     sesuai ketentuan yang berlaku.

e. Komponen aset yang mengalami peningkatan paling signifikan serta sumber
   pendanaan atas peningkatan aset tersebut.
   Jawaban:
   Komponen aset yang meningkat paling signifikan adalah properti pertambangan, yang
   meningkat dari USD45,04 juta pada 31 Desember 2025 menjadi USD49,52 juta pada
   31 Maret 2026. Peningkatan tersebut terutama terkait pengakuan aset yang berasal
   dari kewajiban reklamasi lingkungan dan penutupan tambang, sesuai dengan standar
   akuntansi yang berlaku. Secara akuntansi, kewajiban reklamasi yang timbul
   dikapitalisasi sebagai bagian dari aset pertambangan dan akan diamortisasi sesuai
   masa manfaat aset terkait. Selain itu, peningkatan aset lancar didukung oleh
   penerimaan dari pelanggan, peningkatan realisasi penjualan, serta pengelolaan modal
   kerja. Dengan demikian, kenaikan aset tidak semata-mata berasal dari tambahan
   pendanaan eksternal, melainkan juga dari aktivitas operasional dan penerapan
   perlakuan akuntansi atas kegiatan pertambangan.

f.   Penyebab peningkatan total liabilitas pada tahun berjalan.
     Jawaban:
     Total liabilitas BP meningkat dari USD76,64 juta pada 31 Desember 2025 menjadi
     USD90,80 juta pada 31 Maret 2026. Peningkatan tersebut terutama berasal dari
     kenaikan uang muka pelanggan, beban akrual, serta provisi reklamasi lingkungan dan
     penutupan tambang. Uang muka pelanggan meningkat dari USD51,61 juta menjadi
     USD59,62 juta seiring dengan pengaturan komersial dan penerimaan uang muka untuk
     mendukung kegiatan penjualan batu bara. Beban akrual meningkat sejalan dengan
     aktivitas operasional dan pengakuan biaya yang masih dalam proses verifikasi maupun
     penyelesaian pembayaran pada akhir periode. Di samping itu, provisi reklamasi
     lingkungan dan penutupan tambang meningkat dari USD0,17 juta menjadi USD4,90
     juta. Peningkatan ini merupakan pengakuan kewajiban berdasarkan rencana reklamasi
     dan penutupan tambang yang diperbarui, serta dilakukan sesuai ketentuan dan
     standar akuntansi yang berlaku.

g. Dengan saldo defisit yang masih cukup besar, bagaimana strategi BP untuk terus
   meminimalisir saldo defisit tersebut?
   Jawaban:
   Strategi BP untuk mengurangi saldo defisit yaitu menjalankan program perbaikan
   operasional dan keuangan untuk meningkatkan profitabilitas. Strategi untuk
   meningkatkan profitabilitas yang dijalankan meliputi peningkatan produktivitas
   kontraktor, penguatan pengawasan kegiatan produksi, perbaikan perencanaan
   tambang, pengendalian biaya per ton, dan pengelolaan modal kerja yang lebih baik.

     Upaya-upaya tersebut mulai menunjukkan hasil pada kuartal I 2026, di mana BP
     membukukan laba periode berjalan sebesar USD0,95 juta dan laba komprehensif
     sebesar USD0,97 juta, dibandingkan rugi komprehensif sebesar USD5,81 juta pada

Page 13
       periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025. Perseroan akan terus memantau
       efektivitas strategi tersebut secara berkala.

  h. Target waktu saldo defisit BP dapat berbalik arah menjadi saldo laba ditahan.
     Jawaban:
     Saldo defisit BP dapat berbalik arah menjadi saldo laba ditahan sangat bergantung pada
     profitabilitas itu sendiri, dimana hal ini baru akan tercapai jika target produksi dan
     penjualan telah mencapai realisasi diatas 2 juta ton per tahun. Selain itu, kondisi
     tersebut akan sangat bergantung pada harga batu bara, kondisi operasional, serta
     kondisi pasar. Mengingat posisi BP yang masih defisit cukup besar, agar dijelaskan
     pertimbangan Perseroan dalam mengakuisisi BP menjadi anak perusahaan Perseroan.

  i.   Mengingat posisi BP yang masih defisit cukup besar, agar dijelaskan pertimbangan
       Perseroan dalam mengakuisisi BP menjadi anak perusahaan Perseroan.
       Jawaban:
       Perseroan memilih mengakuisisi BP setelah mempertimbangkan berbagai alternatif
       investasi dan ekspansi usaha. Keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi
       menyeluruh terhadap aspek teknis, operasional, komersial, dan strategis, dengan
       mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

       •   BP memiliki sumber daya dan cadangan batu bara kokas (coking coal) yang dinilai
           memadai untuk mendukung kegiatan usaha dalam jangka panjang. Ketersediaan
           cadangan tersebut memberikan tingkat visibilitas produksi yang lebih baik serta
           menjadi dasar bagi pengembangan usaha secara berkelanjutan.
       •   Perseroan menilai bahwa batu bara kokas (coking coal) memiliki prospek yang
           menarik karena merupakan bahan baku utama dalam industri baja dan belum
           memiliki substitusi yang ekonomis dalam proses produksi baja melalui blast
           furnace. Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan baja global dan pembangunan
           infrastruktur di berbagai negara, permintaan terhadap batu bara kokas (coking
           coal) diperkirakan tetap memiliki fundamental yang kuat.
       •   Perseroan juga mempertimbangkan perkembangan harga batu bara kokas (coking
           coal) yang menunjukkan fundamental pasar yang relatif baik dibandingkan
           beberapa komoditas tambang lainnya. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung
           profitabilitas dan keberlanjutan usaha BP.
       •   BP telah memiliki perizinan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usahanya
           sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kesiapan
           aspek legal dan perizinan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting
           karena dapat mendukung kelangsungan operasional dan meminimalkan risiko
           pasca-akuisisi.
       •   BP didukung oleh jajaran manajemen dan tim operasional yang memiliki
           pengalaman di industri pertambangan, termasuk pengalaman dalam pengelolaan
           tambang batu bara kokas (coking coal). Perseroan menilai bahwa keberadaan
           sumber daya manusia yang kompeten merupakan faktor penting untuk menjaga
           kesinambungan operasional dan mendukung pencapaian target bisnis setelah
           transaksi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Perseroan berpendapat bahwa akuisisi BP merupakan
kombinasi yang baik antara kualitas aset, prospek industri, kesiapan operasional, serta
kompetensi manajemen. Oleh karena itu, dibandingkan alternatif target akuisisi maupun
alternatif ekspansi lainnya, Perseroan menilai bahwa investasi pada BP merupakan pilihan

Page 14
     yang paling sesuai dengan strategi pengembangan usaha Perseroan serta diharapkan dapat
     memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemegang saham.

12. Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan yang Perseroan sampaikan pada tanggal
    30 Juni 2026, pada tanggapan nomor 3 Perseroan menjelaskan bahwa belum terdapat pihak
    yang akan menjadi pembeli siaga saham HMETD Perseroan. Agar dijelaskan terkait:
        a. Sampai dengan saat ini, apakah Perseroan telah memperoleh calon pihak yang
            bersedia menjadi Pembeli Siaga atas saham HMETD yang tidak terserap dalam
            pelaksanaan PMHMETD?
            Jawaban:
            Perseroan tidak memiliki calon pihak yang menjadi Pembeli Siaga atas saham HMETD
            yang tidak terserap dalam pelaksanaan PMHMETD.

       b. Apabila sampai dengan saat ini belum terdapat Pembeli Siaga, bagaimana mitigasi
          Perseroan atas risiko tidak terserapnya seluruh saham HMETD yang ditawarkan?
          Jawaban:
          Diluar HMETD yang akan dimiliki oleh Pemegang Saham Pengendali yang akan
          dilaksanakan untuk menyelesaikan rencana inbreng atas saham BP, sisa HMETD yang
          ditawarkan ke pemegang saham lainnya akan, apabila dilaksanakan, digunakan untuk
          keperluan modal kerja BP. Mengingat tidak terdapat pihak yang menjadi Pembeli Siaga
          untuk sisa HMETD tersebut dan apabila dana yang diperoleh dari pemegang saham
          publik tidak tersedia untuk pelaksanaan sisa HMETD tersebut, maka kebutuhan modal
          kerja BP akan dipenuhi melalui kas internal PT Borneo Prima dengan tetap
          memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang
          berlaku. Meskipun terdapat ketidakpastian dalam pemenuhan tambahan modal kerja
          kepada BP, saat ini BP memiliki modal kerja yang cukup untuk dapat melakukan
          kegiatan operasional pertambangan. Dalam hal kas internal BP tidak mencukupi,
          pemegang saham pengendali BP saat ini yaitu IMR AH telah berkomitmen untuk
          mendukung pemenuhan modal kerja tersebut.

       c. Apa pertimbangan Perseroan sehingga belum terdapat pihak yang ditetapkan sebagai
          Pembeli Siaga, dan apakah kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keberhasilan
          pelaksanaan PMHMETD?
          Jawaban:
          Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 Pasal 12,
          Pembeli Siaga hanya diwajibkan dalam hal Perusahaan Terbuka bermaksud melakukan
          penambahan modal dengan memberikan HMETD yang penggunaan dananya
          digunakan untuk melakukan transaksi dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan.
          Dalam PMHMETD I Perseroan, tidak terdapat penggunaan dana yang digunakan untuk
          melakukan transaksi dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan selain perolehan
          saham PT Borneo Prima yang dilakukan melalui penyertaan modal IMR AH kepada
          Perseroan dalam bentuk selain uang (inbreng). Untuk sisa rencana penggunaan dana
          yang berupa modal kerja PT Borneo Prima, merujuk pada Pasal 12 Peraturan Otoritas
          Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015, Perseroan tidak diwajibkan untuk memiliki
          atau menunjuk Pembeli Siaga terkait pelaksanaan PMHMETD.

           Kondisi tersebut tidak berpotensi memengaruhi keberhasilan pelaksanaan PMHMETD
           I Perseroan.

Page 15
d. Apakah Perseroan telah melakukan penjajakan dengan calon investor atau pihak
   tertentu untuk menjadi Pembeli Siaga? Jika telah, mohon dijelaskan perkembangan
   dan status penjajakannya.
   Jawaban:
   Perseroan tidak melakukan penjajakan dengan calon investor atau pihak tertentu
   untuk menjadi Pembeli Siaga, mengingat tidak diperlukannya Pembeli Siaga dalam
   PMHMETD I Perseroan.

e. Apabila sampai dengan batas waktu pelaksanaan PMHMETD masih belum terdapat
   Pembeli Siaga, bagaimana rencana Perseroan untuk memastikan kebutuhan dana yang
   menjadi tujuan PMHMETD tetap dapat terpenuhi?
   Jawaban:
   Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PMHMETD I Perseroan, dikarenakan untuk sisa
   rencana penggunaan dana yang berupa modal kerja, merujuk pada Pasal 12 Peraturan
   Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015, Perseroan tidak diwajibkan untuk
   memiliki atau menunjuk Pembeli Siaga terkait pelaksanaan PMHMETD. Berdasarkan
   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 Pasal 12, Pembeli Siaga
   hanya diwajibkan dalam hal Perusahaan Terbuka bermaksud melakukan penambahan
   modal dengan memberikan HMETD yang penggunaan dananya digunakan untuk
   melakukan transaksi dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan. Dalam PMHMETD I
   Perseroan, tidak terdapat penggunaan dana yang digunakan untuk melakukan
   transaksi dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan selain perolehan saham PT
   Borneo Prima yang dilakukan melalui penyertaan modal IMR AH kepada Perseroan
   dalam bentuk selain uang (inbreng).

     Perlu diperhatikan bahwa salah satu rencana penggunaan dana hasil PMHMETD I
     Perseroan, yaitu yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik
     adalah untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja. Meskipun terdapat
     ketidakpastian dalam pemenuhan tambahan modal kerja kepada BP, saat ini BP
     memiliki modal kerja yang cukup untuk dapat melakukan kegiatan operasional
     pertambangan. Dalam hal kas internal BP tidak mencukupi, pemegang saham
     pengendali BP saat ini yaitu IMR AH telah berkomitmen untuk mendukung pemenuhan
     modal kerja tersebut.

f.   Apakah belum adanya Pembeli Siaga berkaitan dengan kondisi pasar atau minat
     investor terhadap saham Perseroan? Mohon dijelaskan pertimbangannya?
     Jawaban:
     Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PMHMETD I Perseroan, dikarenakan untuk sisa
     rencana penggunaan dana yang berupa modal kerja, merujuk pada Pasal 12 Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015, Perseroan tidak diwajibkan untuk
     memiliki atau menunjuk Pembeli Siaga terkait pelaksanaan PMHMETD. Berdasarkan
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 Pasal 12, Pembeli Siaga
     hanya diwajibkan dalam hal Perusahaan Terbuka bermaksud melakukan penambahan
     modal dengan memberikan HMETD yang penggunaan dananya digunakan untuk
     melakukan transaksi dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan. Dalam PMHMETD I
     Perseroan, tidak terdapat penggunaan dana yang digunakan untuk melakukan
     transaksi dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan selain perolehan saham PT
     Borneo Prima yang dilakukan melalui penyertaan modal IMR AH kepada Perseroan
     dalam bentuk selain uang (inbreng).

Page 16
       g. Apakah Perseroan telah memiliki alternatif pendanaan lain apabila terdapat saham
          HMETD yang tidak terserap dan tidak terdapat Pembeli Siaga? Agar dijelaskan sumber
          dan rencana penggunaannya.
          Jawaban:
          Meskipun terdapat ketidakpastian dalam pendanaan yang diperoleh dari pelaksanaan
          HMETD oleh pemegang saham publik, saat ini BP memiliki modal kerja yang cukup
          untuk dapat melakukan kegiatan operasionalnya. Dalam hal kas internal BP tidak
          mencukupi, pemegang saham pengendali BP saat ini yaitu IMR AH telah berkomitmen
          untuk mendukung pemenuhan modal kerja tersebut.

13. Berdasarkan Prospektus, disebutkan bahwa penggunaan dana Perseroan dari PMHMETD
    adalah:
        i. Sekitar 76,81% akan digunakan untuk memperoleh Saham PT Borneo Prima (BP) Milik
             IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH) senilai Rp21.241.250.000.082 oleh Perseroan yang
             dilakukan melalui penyertaan modal IMR AH kepada Perseroan dalam bentuk selain
             uang (inbreng).
        ii. Sisa dana PMHMETD I yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang, akan disalurkan
             oleh Perseroan dalam bentuk pinjaman kepada BP yang selanjutnya akan digunakan
             untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan
             operasional untuk aktivitas-aktivitas yang dapat mendukung kegiatan operasional
             pertambangan serta menunjang aktivitas produksi.

   BP berlokasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan wilayah konsesi yang
   seluas 15.000 hektare dan memiliki cadangan batu bara yang memiliki kalori (CV adb) sampai
   dengan 7.850 kcal/kg. Agar disebutkan kapasitas produksi BP.

   Agar dijelaskan terkait:
      a. Mengingat BP berlokasi di Kalimantan Tengah yang saat ini berada dalam kondisi siaga
           Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), agar dijelaskan apakah terdapat dampak
           Karhutla terhadap wilayah konsesi, kegiatan operasional, infrastruktur, akses/jalan
           angkut, maupun aktivitas produksi BP.
           Jawaban:
           Sampai dengan tanggal penyampaian tanggapan ini, Karhutla di wilayah Kalimantan
           Tengah tidak memberikan dampak signifikan terhadap wilayah konsesi, kegiatan
           operasional, infrastruktur, akses/jalan angkut, maupun aktivitas produksi BP. Hal ini
           didukung oleh lokasi operasional BP yang relatif jauh dari wilayah terdampak Karhutla
           dan berada pada elevasi di atas 600 meter di atas permukaan laut. Meskipun demikian,
           kondisi Karhutla di sekitar wilayah Kalimantan Tengah menyebabkan terdapatnya
           sedikit dampak berupa asap di sekitar wilayah operasional BP. Namun, kondisi tersebut
           tidak memengaruhi jarak pandang (visibility) maupun kelancaran kegiatan operasional,
           sehingga kegiatan operasional dan produksi BP masih berjalan sebagaimana mestinya.

       b. Apabila terdapat dampak Karhutla terhadap kegiatan operasional BP, agar dijelaskan
          besaran dampaknya terhadap kapasitas dan/atau realisasi produksi batu bara serta
          Jawaban:
          Sampai dengan tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat dampak Karhutla
          terhadap kegiatan operasional BP, sehingga adanya Karhutla tidak memberikan
          dampak terhadap kapasitas dan/atau realisasi produksi batu bara BP.

       c. Apakah terdapat potensi gangguan terhadap pencapaian target produksi tahun 2026.
          Jawaban:

Page 17
Sampai dengan tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat potensi gangguan
terhadap pencapaian target produksi tahun 2026.


File

File Open PDF
Source IDX
Size1.32 MB
Published7 Sep 2026
Pages17
Characters50,047
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Fortune Indonesia Tbk p.2 ×2
linked org PT Bank Shinhan Indonesia p.5 ×3
linked org Bank Mandiri. p.5
linked org IMR Asia Holding p.16
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.14 ×6
unresolved org PT Bank Hibank Indonesia p.5 ×2
unresolved org Bank Shinhan p.5 ×2
unresolved org Bank Mandiri. Adapun p.5
unresolved org Bank Hibank p.5
unresolved org PT Borneo Prima p.11 ×7
unresolved org Milik IMR Asia Holding Pte Ltd p.16

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result