Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 23
Page 1
Public Expose Live 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk . Jakarta, 10 September 2026
Page 2
Makroekonomi & Ikhtisar Kinerja
Page 3
Kondisi Likuiditas hingga akhir Agustus
Penyaluran Dana SAL oleh Net Likuiditas Menurun ke Level
Imbal Hasil SRBI Turun Ditengah Nilai Tukar Rupiah yang Mulai Stabil
Pemerintah ke Perbankan Terendah Sejak Nov - 25
(% ) Rata-Rata Tertimbang SRBI Suku Bunga BI IDRG10Y (Rp T) Total Dana SAL BTN (Rp T ) Net Liquid Repo BI (Rp T )
8,0 7,6 400,0 250,0 500,0
7,5 7,4 432,6
7,2 360,0
7,5 197,7
6,7 300,0 300,0 200,0 400,0
7,0
7,1 7,0
6,5 6,9 7,0 200,0 200,0 150,0 300,0
6,0
315,6
6,0 6,4 6,4 5,75
6,25 36,0 36,0 40,0 100,0 200,0
6,0 25,0 25,0 34,4
5,5
5,75 5,75
5,0 5,50 4,9 50,0 28,0 12,7 100,0
1,6
4,5 4,75
31-Aug-26
13-Sep-25
31-Jul-26
25-Mar-26
25-Apr-26
4,6 - -
29-Jun-26
Mar-26
May-25
Oct-25
Aug-26
Feb-24
Sep-23
Jul-24
Dec-24
Apr-25
Oct-25
Apr-26
Oct-24
Feb-25
Aug-25
Feb-26
Dec-25
Aug-26
Aug-24
Jun-25
Dec-24
Jun-26
Posisi SRBI Mencapai Rp1.063 T Sejak Diluncurkan Sep - 23 Ringkasan Utama
(Rp T) ▪ BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5 ,75 % per Agt - 26 , terutama
1.072,6
1.059,3
1.062,9
untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah .
979,9
969,2
960,7
957,9
927,6
923,5
920,8
894,0
893,4
891,1
881,8
▪ Suku bunga SRBI turun menjadi 7,0 % pada Agt - 26 dengan posisi sebesar
867,4
860,3
837,2
831,2
783,0
754,8
740,8
730,9
723,2
Rp 1.062 ,9 triliun . Selain itu, imbal hasil SBN Pemerintah tenor 10 tahun juga turun
721,1
715,6
709,1
705,8
menjadi 7,0 % .
558,2
410,7
▪ Upaya Bank Indonesia dalam menstabilkan
405,0
399,4
Rupiah menyebabkan kondisi
350,0
likuiditas yang mengetat yang mendorong Bank untuk melakukan Repo, sehingga
254,5
197,7
130,2
outstanding Repo mencapai titik tertinggi Rp 432 ,6 triliun pada bulan Juni 2026
71,5
dan mulai menurun ke posisi Rp 315,6 triliun pada Agt - 26 .
▪ Kementerian Keuangan mengalokasikan hampir Rp 400 triliun kepada bank
BUMN untuk memperkuat likuiditas perbankan , termasuk sebesar Rp 38 ,3 triliun
Mar-25
Mar-26
Mar-24
Apr-25
May-25
Oct-25
Apr-26
Oct-23
May-26
Apr-24
Nov-25
May-24
Oct-24
Feb-25
Nov-23
Aug-25
Jul-25
Feb-26
Dec-25
Nov-24
Aug-26
Feb-24
Sep-25
Jul-26
Dec-23
Aug-24
Sep-23
Jul-24
Jun-25
Dec-24
Jan-25
Sep-24
Jun-26
Jan-26
Jun-24
Jan-24
kepada BTN .
Sumber : Bank Indonesia (Operasi Moneter ), Bloomberg 3
Page 4
Mendorong Pertumbuhan melalui Pendekatan Bisnis Berbasis Ekosistem
Pendidika
n
Ekspansi Beyond Mortgage
n
nga Inisiatif ESG
ua
Ke
Memperluas dan mendiversifikasi
portfolio kredit ke ekosistem non - si Program “Bayar
u
perumahan Angsuranmu
tit
Bank pertama yang
In
mendapat Rating pakai
Membangun kemitraan institusional sampahmu ”
" AA" ESG MSCI
untuk mengoptimalkan bisnis pada 59 25,7 rb
ekosistem terkait Kerjasama Pengguna Penerbitan obligasi Pengembangan
dengan Pemda bale korpora berwawasan sosial “Rumah rendah
Mendukung pertumbuhan UMKM
pertama dengan total Emisi ”
melalui KPP (Kredit Program
Rp300 M
Perumahan ) ~ 439 rb
n
Lembaga Kesehata
9 Rekening payroll
Pem
Sales Center
erintahan
Transformasi
sistem core
banking
Ekosistem Terintegrasi &
Solusi Gaya Hidup
> 11.000 Ekosistem Digital yang Terintegrasi
Fokus pada Segmen dengan Potensi > 344 rb
developer merchant
Pertumbuhan yang Lebih Besar
Memperkuat segmentasi nasabah
ritel untuk meningkatkan efektivitas 4,3 jt 24
penetrasi pasar digital stores
Pengguna
bale
Meningkatkan akuisisi CASA untuk
mendukung pertumbuhan pendanaan
an
yang berkelanjutan
ur
ib
H
a&
Memperluas basis nasabah Middle
Rit t
Institution untuk mendukung el isa
optimalisasi biaya dana W
4
Page 5
Mempercepat Ekspansi Bisnis Melalui Inisiatif Baru di Tahun 2026
Mendorong Pertumbuhan Bisnis Non - Perumahan Memperkuat Ekosistem Digital Melalui Kemitraan
▪ Akuisisi portofolio kredit secara ▪ Memperkuat ekosistem
20% digital melalui kemitraan
selektif untuk mempercepat 30%
pertumbuhan kredit bermargin tinggi strategis dengan platform
dan diversifikasi portofolio . seperti Rumah 123 dan
▪ Mendorong porsi kredit non - 80% 70% Pinhome .
perumahan menjadi ~ 30 % pada ▪ Menghadirkan layanan
2030 , dengan tetap menjaga kepemilikan rumah yang
kualitas aset dan risiko yang Jun-26 2030F lebih terintegrasi sekaligus
berlandaskan prinsip kehati - hatian . meningkatkan engagement
Perumahan Non-Perumahan
nasabah .
Ekspansi Ekosistem Berskala Besar Bancassurance sebagai Sumber Pendapatan Baru
Memperluas ekosistem balé by BTN melalui
kolaborasi dengan destinasi populer untuk ▪ Mengembangkan kemitraan eksklusif Pendapatan Non
bancassurance di kantor cabang Bunga dari
meningkatkan transaksi , interaksi , dan Bancassurance
engagement nasabah . untuk memperkuat cross - selling dan (per 6M26)
meningkatkan pendapatan non bunga .
Bundling & Cross Selling Penetrasi Segmen Institusi
▪ Mendorong produktivitas cabang serta Rp 27,4 M
Memperkuat bundling Fokus pada segmen dengan membangun sumber pendapatan
dan cross - selling potensi pertumbuhan yang lebih non - bunga yang lebih berkelanjutan .
produk KPR, KAR, dan ▪ Mendukung pertumbuhan wealth
KRING .
besar
murah .
untuk menggarap dana
management yang saling 1,5 %
menguntungkan dan optimalisasi dari Total FBI
kemitraan jangka panjang .
5
Page 6
Pertumbuhan Organik Secara Selektif Melalui Akusisi Portfolio Kredit
A kuisisi Kredit Non - Perumahan untuk
Tahapan Pelaksanaan untuk Akuisisi Kredit Pensiun
Ekspansi Beyond Mortgage
Akuisisi Transaksi Manfaat yang Didapatkan dari Akusisi Nilai
Portofolio Tahap 1 Akuisisi tahap 2 Transaksi Pasca akuisisi Total NOA
Diversifikasi kredit portofolio kredit ,
Kredit dari telah dilaksanakan Tahap 2
SMBC 12,6 Imbal Hasil kredit yang lebih pada tanggal 14 total NOA 344,6
Indonesia Rp Triliun tinggi Agustus 2026 7,3 bertambah
signifikan .
Ribu
Mengurangi risiko konsentrasi Rp T riliun
Kebutuhan Kebutuhan Mendukung pertumbuhan
Modal yang ATMR pendapatan yang berkelanjutan Langkah pertama BTN untuk
lebih
terjangkau 50 % Terdiri dari port ofolio kredit
yang dikelola oleh Institusi
mendiversifikasikan
segmen perumahan
kredit antara
dan non -
Non - Taspen (ASABRI dan perumahan , untuk ekspansi
Rata - rata Institusi Lainnya ). nasabah BTN dan menghasilkan
Profitabilitas imbal hasil imbal hasil yang lebih tinggi .
yang tinggi
dengan tenor 13,7 %
pendek Dengan tenor
~7 tahun Tahapan Transaksi
Mendorong Pertumbuhan Diversifikasi Kredit Melalui Jun - 26
Segmen Non - Perumahan (%) Penandatanganan SPA &
Akusisi Tahap 1
▪ Kedepan, BTN melakukan ekspansi 18,0% 20,4% 21,8% 30,0%
inorganik melalui akuisisi portofolio
kredit secara selektif .
▪ Strategi ini mempercepat pertumbuhan 82,0% 79,6% 78,2%
kredit dengan imbal hasil lebih tinggi 70,0%
Agt - 26
dan tenor lebih pendek , sekaligus
Akuisisi Tahap 2
mendorong porsi kredit non -
perumahan menuju ~ 30 % dalam 5 Mar-26 Jun-26 Sep-26F Des-30F
tahun . Perumahan Non-Perumahan
6
Page 7
Pendekatan Bisnis Berbasis Ekosistem yang Selektif
Menjangkau Ekosistem Kesehatan Memanfaatkan Ekosistem Pendidikan
▪ Memperluas jangkauan ke ekosistem kesehatan melalui Pertumbuhan ▪ Mendorong kerja sama dengan ekosistem pendidikan Mendorong
kerja sama dengan 26 rumah sakit , seperti RS Fatmawati , s aldo yang melalui kolaborasi dengan 57 universitas, seperti USU, Peningkatan Saldo
RS Wahidin Sudirohusodo , dan RSUD Batanghari . konsisten (Rp T) UNNES, dan UNESA . (Rp T)
▪ Melalui kolaborasi ini, BTN memberikan layanan finansial 22,3 % y td ▪ Menyediakan layanan keuangan yang komprehensif 3,8 % ytd
khusus dan nilai tambahan melalui balé Korpora dengan 1,8 untuk ekosistem pendidikan , yang mencakup institusi , 8,7
menghadirkan Healthcare Dashboard yang interaktif , 1,5 dosen , tenaga pendidikan , serta mahasiswa .
menciptakan ekosistem terintegrasi yang dapat ▪ Memperluas kolaborasi ke berbagai area strategis ,
meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit (kinerja seperti perkembangan sumber daya manusia , riset , dan
real - time , produktivitas dokter , dan arus kas) . berbagai program lainnya . 8,4
Des-25 Jun-26 Des-25 Jun-26
Memperluas Ekosistem Kemitraan dengan
Membuka Peluang di Sektor Pariwisata
Pemerintah Daerah
▪ BTN memperluas kerja sama dengan mengakuisisi Saldo meningkat ▪ BTN memperkuat kerja sama strategis melalui Saldo meningkat
ekosistem pariwisata , dengan menggarap merchant , (Rp Miliar ) kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda ) dan (Rp T)
kuliner , resor , properti , hingga kawasan wisata . Pemerintah Provinsi (Pemprov ) untuk mendukung
61,4 % y td
▪ BTN berperan sebagai layanan finansial untuk Taman pengembangan daerah dan memperluas peran BTN 4,5 % ytd
Wisata Candi dan Taman Mini Indonesia Indah 891,3 sebagai bank ritel yang komprehensif .
dengan menyediakan solusi pembayaran , transaksi , ▪ Pada bulan Juni 2026 , BTN telah bekerjasama dengan 6,8
dan solusi finansial yang terintegrasi di seluruh 552,1 59 Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia (Pemkab
kawasan destinasi wisata . Samosir , Pemkab Minahasa Utara, Pemkot Palu, dan
Pemprov Gorontalo) . 6,5
▪ Mengelola akun pemerintah daerah dan layanan
treasury , menyediakan KPR dan kredit konsumer
Des-25 Jun-26
untuk ASN , layanan payroll , dan solusi finansial
lainnya . Des-25 Jun-26
7
Page 8
Kinerja Biaya Dana Pihak Ketiga (DPK) selama Semester I
Berbagai inisiatif strategis yang dijalankan berhasil mendorong peningkatan CASA berbiaya rendah yang berdampak pada penurunan biaya DPK.
CASA biaya rendah terhadap CASA biaya mahal (BTN) Efektivitas Inisiatif Pendanaan yang Tercermin pada Penurunan biaya DPK
Biaya DPK dapat dijaga pada level 3,0% sampai dengan Semester I 2026, yang didorong oleh
peningkatan CASA berbiaya rendah .
CASA Biaya Rendah CASA Biaya Mahal
12,0 Biaya DPK Konsolidasi (% ytd )
(Rp T) (Rp T) 6,0
10,0
6,11 6,14 6,15 5,99 6,14 6,14
9.1% 7.9 %
5,78 5,0
yoy yoy
8,0
4,14 4,13 4,09 4,05 4,13 4,10
3,88
4,46 4,54 4,56 4,57 4,0
140,5
128,8 38,4 6,0
35,4
29,0 2,97 2,98 2,98 3,01
24,9 10,6 3,0
9,2
4,0
2,01 1,98 1,96 2,06 2,17 2,24 2,09
103,9 111,5
27,8 26,2 1,42 1,28
2,0
2,0
1,26 1,23
2,26 2,19 2,14 2,19 2,15 2,02 1,89
1,37 1,40 1,40 1,46
Jun-25 Jun-26 Jun-25 Jun-26 - 1,0
6M24 9M24 12M24 3M25 6M25 9M25 12M25 3M26 4M26 5M26 6M26
Giro Tabungan Total
Giro Tabungan Deposito
CASA berbiaya rendah dihitung berdasarkan total Giro dan Tabungan
dengan suku bunga counter . Total DPK
8
Page 9
Penguatan Struktur Pendanaan melalui Pengelolaan Biaya Dana yang Disiplin
Biaya DPK kumulatif (% ytd ) - Konsolidasi
Biaya Dana Tetap Terjaga Sebesar 3,01% di tengah Kenaikan Suku
Pertumbuhan DPK tetap Terjaga dengan Beban Bunga yang Stabil
Bunga Acuan BI
5,75%
1,42 1,43 1,38
5,50% 1,36
1,29
5,25% 5,25% 1,13 1,17
1,05 1,09 1,06 1,08
1,05
1,00
5,00%
4,75%
4,13% 4,15% 4,15% 4,10% 437,40
4,06% 433,95 433,00
3,97% 429,93 431,30
3,91%
423,96
423,08 422,69
420,33
418,35
406,38
400,82 401,45
3,11% 3,01%
2,95% 2,97% 2,98% 2,98%
Suku Bunga Acuan BI CoF (%) Total DPK (Rp T) Beban Bunga MtM (Rp T)
9
Page 10
Efisiensi Biaya Dana Seiring Dengan Penurunan Biaya DPK
Giro Tabungan Deposito
Biaya DPK Kumulatif (% ytd ) - Konsolidasi
2,2 2,2 2,2 2,2 2,2 2,2
2,1 2,1
2,2 2,2 2,2
2,1 2,0 2,1 2,1 2,1 6,2 6,2 6,1
2,1 6,1 6,1
2,0 1,9 6,0 6,1 6,1
5,9
1,9
5,8
1,6
1,4 1,4 1,5 1,5 1,4
1,4 1,4 1,4
4,7 4,6
1,3 1,2 1,3 4,5 4,5 4,6
4,4
Biaya DPK Kumulatif (% ytd ) - BTN
2,3 2,3 2,3 1,8 1,8 1,8 1,8 1,8
2,3
2,2 1,7 1,7 1,8 1,7
2,2 2,1 1,6
2,1 2,0 6,2 6,2 6,1
2,0 6,1 6,1
6,0 6,1 6,0
5,9
5,8
1,1
1,5
1,5 1,4 1,5 1,5 1,5 1,0 0,9 0,9 0,9 0,9
4,7
4,5 4,5 4,6 4,6
4,4
10
Page 11
balé by BTN Mendorong P ertumbuhan Dana Murah yang Berkelanjutan
Rata - rata Saldo b al é By BTN Jumlah Pengguna bal é By BTN Total Saldo Tabungan Pengguna (Rp T )
(Juta Pengguna ) 62,4 % yoy 17,7% yoy
(Rp Juta)
4,3
Pengguna Aktif 15,7 3,7 22,8 23,9
19,7 20,3
(>=4 trx)
2,6
2,2
Pengguna Pasif 9,8 11,8
(1 – 3 trx) 1,1
Pengguna Non-Bale 1,9
Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26 Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26
Peningkatan Produk Mendorong Aktivasi
Pengguna & Perluasan Transaksi Volume dan Nilai Transaksi balé by BTN
Jumlah Transaksi 41,6 % yoy Nilai Transaksi 55,3 % yoy
(Juta Transaksi ) (Rp T )
2.637,6 * 134,0 *
2.216,3 103,6
81,1
67,0
1.236,6 1.318,8 57,5
931,5 43,1
341,9
FY23 FY24 FY25 1H25 1H26 FY23 FY24 FY25 1H25 1H26
*disetahunkan 11
Page 12
Meningkatkan Proses Penilaian Kelayakan Kredit melalui Loan Factory …
Pengembangan Loan Factory sebagai Langkah Strategis untuk Loan Factory sebagai Langkah Strategis Untuk
Menyempurnakan dan Meningkatkan Proses Kredit Menyempurnakan Proses Kredit
BTN telah mengintegrasikan dan memusatkan proses kredit konsumer secara Meningkatkan kualitas layanan melalui model berbasis Loan Factory .
menyeluruh , dengan pengelolaan proses terintegrasi secara independen untuk
meningkatkan kualitas layanan dan operasional serta mendorong efisiensi dengan
intervensi manual yang minimal . Fungsi Model Supervisi
1 3 5
Sesudah Penilaian
Sebelum Operasi Input Data
Agunan
Akad Kredit
Operation
2 4
Risk
1 Dibagi per Wilayah 1 Sentralisasi Verifikasi Persetujuan Controller
Risiko
Kredit Kredit
Digitalisasi proses verifikasi awal dan persetujuan kredit .
Decision Engine ▪ BTN memanfaatkan decision engine untuk
mengotomatisasi proses verifikasi awal
dan penilaian kredit konsumer .
KPR KPR ▪ Sistem ini mencakup KPR Subsidi bagi
Subsidi Non - Subsidi debitur berpenghasilan tetap maupun tidak
2 Model Berbasis Wilayah 2 Model Berbasis Segmen
tetap , serta kredit perorangan bagi debitur
Loan Factory menerapkan berpenghasilan tetap .
Proses pengajuan , analisis , dan
proses yang terpusat dan ter - ▪ Untuk KPR Non - Subsidi , decision engine
penilaian kelayakan kredit
standarisasi , dengan Kredit berlaku bagi debitur berpenghasilan tetap
dilakukan di masing - masing Equity Loan
Perorangan
pengelolaan originasi kredit yang dengan plafon hingga Rp 750 juta ,
wilayah melalui RLPC (Regional
dipisahkan untuk segmen KPR sedangkan equity loan hingga Rp 350 juta .
Loan Processing Center ).
Subsidi , KPR Non - Subsidi , dan
Kredit Konsumer .
Struktur Organisasi Tahapan Transformasi Proses Bisnis Kredit Konsumer
3 Pengembangan Struktur
Monoline 3
Organisasi Baru
Retail Risk Regional Loan Factory 2020 2023 – 1Q26 2026 - 2027
Division Retail Risk Rencana
Operational Risk Head
Credit Regional Loan Kedepan
Risk Control Loan Factory
Operation Processing Implementasi Mengaktifkan
Opt. Head Pembentukan
Division Center Digital & GenAI
RLPC Loan Factory &
Decision Engine
12
Page 13
… Untuk Perbaikan Proses Bisnis dan Parameter Risiko
Meluncurkan Otomasi Proses Pengajuan Kredit dan Debitur Realisasi Baru Menunggak (DRBM) selama 12 Bulan
Tersegmentasi
Optimalisasi Verifikasi Risiko melalui Otomatisasi
Pendistribusian Aplikasi Pengajuan Kredit
0,7% - 44 bps
▪ BTN menerapkan proses verifikasi kredit secara
otomatis untuk mendistribusikan aplikasi 0,5%
pengajuan kredit berdasarkan jenis kredit ,
menggantikan proses penugasan aplikasi secara
manual oleh koordinator . 0,4% 0,4%
0,4%
▪ Hal ini memungkinkan metode verifikasi yang lebih
tersegmentasi , sehingga setiap authenticator 0,3% 0,3%
dapat fokus pada produk kredit konsumer
tertentu .
▪ Meningkatkan efisiensi , konsistensi , dan Jun-25 Sep-25 Dec-25 Mar-26 Apr-26 May-26 Jun-26
kapabilitas serta meminimalkan hambatan
operasional .
Mendorong Efisiensi Secara Keseluruhan dan
Inovasi Berkelanjutan Debitur Realisasi Baru Menunggak (DRBM) selama 24 Bulan
Meningkatkan Proses Kredit Model Generasi Selanjutnya
8,7%
Debitur Realisasi Baru
Menunggak (DRBM) 0,7% 0,3%
selama 12 Bulan Jun - 25 Jun - 26
8,0% - 320 bps
Debitur Realisasi Baru BTN berencana menyempurnakan
Menunggak (DRBM) 8, 7% 5,5 % proses originasi kredit melalui
Jun - 25
selama 24 Bulan Jun - 26
digitalisasi input dan verifikasi data 6,5% 6,5% 6,5%
serta penerapan contact masking, 6,1%
Time to Yes (persetujuan kredit)
dalam 4 hari guna meningkatkan perlindungan
5,5%
nasabah , mengurangi intervensi
Time to Disburse manual, dan meningkatkan akurasi
dalam 14 hari proses .
Jun-25 Sep-25 Dec-25 Mar-26 Apr-26 May-26 Jun-26
13
Page 14
Memperkuat A ktivitas Penagihan melalui Pendekatan Berbasis Klaster
Mendorong Kinerja Penagihan melalui Kerja Sama
Aktivitas Penagihan Menggunakan Pendekatan Berbasis Klaster
dan Inovasi Digital
Meningkatkan efisiensi aktivitas penagihan melalui pendekatan klaster untuk Memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendorong dan
mengoptimalkan efektivitas operasional . mengoptimalkan penjualan aset bermasalah .
▪ Berhasil meluncurkan 96 X
klaster untuk aktivitas Mengoptimalkan berbagai platform
penagihan berdasarkan properti seperti Rumah 123 untuk
wilayah dan beban kerja . memperluas akses pembeli dan
▪ Meningkatkan meningkatkan penjualan aset .
penagihan serta Memberikan akses dengan
menurunkan formasi menawarkan properti kepada calon
NPL dengan mengelola pembeli .
sumber daya .
Implementasi secara Nasional
Penerapan aktivitas penagihan secara X
nasional telah diluncurkan tanggal 10 Menawarkan lebih dari 10.000 unit
April 2026 untuk mendukung penurunan Progres Implementasi Penagihan rumah lelang melalui balé Lelang BTN
NPL dan meningkatkan produktivitas Berbasis Klaster sebagai bagian dari kegiatan Lelang
penagihan . Akbar 2026 dan berkolaborasi dengan
Meningkatkan Kredit Lancar
Meningkatkan aktivitas DJKN, meliputi :
penagihan sehingga terdapat 46,0 % ▪ Diskon sampai dengan 40 %
perbaikan kualitas menjadi kredit ▪ KPR dengan rate mulai dari 5 %
lancar
Efisiensi B iaya Operasional per Bulan
Rp 3,8 Miliar Rp 3,2 Miliar
(Sebelum ) (Sesudah )
15,4 %
Memberikan harga kompetitif bagi
Visit Rate Meningkat di Berbagai Wilayah nasabah yang mencari rumah lelang
Meningkat produktivitas di area: melalui fitur balé Lelang yang dapat
NPL Gross yoy ▪ Jakarta
diakses menggunakan aplikasi balé
by BTN .
2,99 % ▪ Jawa Barat (inc. Banten) 95,2 %
33 bps ▪ Jawa Timur, Bali, Nusa Visit Rate
Tenggara 14
Page 15
Guidance BTN Tahun 2026 - Konsolidasi
1H26 Proyeksi
Pertumbuhan Kredit & Pembiayaan 11,2 % 8 - 10%
Pertumbuhan DPK 6,6 % 7 - 9%
Rasio Cost of Credit (CoC ) 0,7 % 1,0 – 1,2 %
Rasio NPL Gross 3,0 % <3,0 %
15
Page 16
Kinerja Keuangan BTN Group
Page 17
Kinerja Keuangan BTN dari 2022 - 1H26
Laba Bersih Kredit & Pembiayaan Dana Pihak Ketiga
(Rp T) (Rp T) (Rp T)
+ 40, 8%
+11, 2 % +6,6%
3,5 3,5 418 437 406 433
3,0 3,0 400 376 382
334 358 350
2,4 298 322
1,7
12M22 12M23 12M24 12M25 1H25 1H26 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26
Return on Asset NPL Gross Capital Adequacy Ratio
(%) (%) (%)
- 33 bps + 254 bps
+24 bps
1,1 1,1 20,9
1,0 20,2 20,1 20,0
0,9 0,9 3,4
0,8 3,3 18,5
17,5
3,2
3,1
3,0 3,0
12M22 12M23 12M24 12M25 1H25 1H26 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26 Des-22 Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26
17
Page 18
Kinerja Keuangan - Konsolidasi
Kinerja Keuangan 2023 2024 2025 Jun - 25 Jun - 26 Pertumbuhan yoy (%)
Aset/ Liabilitas
Total Aset (Rp Miliar) 438.750 469.615 527.793 484.962 545.161 12,4% yoy
Total Kredit & Pembiayaan (Rp Miliar) 333.698 357.973 400.576 376.110 418.111 11,2% yoy
Total DPK (Rp Miliar) 349.933 381.667 437.398 406.383 433.002 6,6% yoy
Profitabilitas
Laba Bersih (Rp Miliar) 3.501 3.007 3.501 1.706 2.402 40,8% yoy
NIM 3,8% 2,9% 4,2% 4,4% 3,5% (85) bps
CIR 45,3% 57,1% 49,3% 43,8% 50,5% 672 bps
RoE (Tier - 1) 13,9% 10,8% 11,7% 11,8% 13,3% 152 bps
RoRWA – setelah pajak 2,4% 1,8% 1,9% 1,9% 2,5% 56 bps
RoA ( Return on Asset ) 1,1% 0,8% 0,9% 0,9% 1,1% 24 bps
Kualitas Aset
NPL ( Gross ) 3,0% 3,2% 3,1% 3,3% 3,0% (33) bps
Loan at Risk (LAR) 21,1% 19,7% 19,4% 20,2% 18,6% (147) bps
NPL Coverage 155,2% 115,4% 123,9% 115,0% 121,7% 665 bps
Cost of Credit (CoC) 1,2% 0,6% 1,6% 2,0% 0,7% (131) bps
Likuiditas
LDR 95,4% 93,8% 91,6% 92,6% 96,6% 401 bps
LFR 83,2% 83,2% 82,5% 84,5% 83,5% (101) bps
CASA 53,7% 54,1% 48,7% 49,1% 49,1% 0 bps
Permodalan
CAR (Tier 1) 17,5% 17,1% 18,7% 16,2% 18,0% 183 bps
Total CAR 20,1% 18,5% 20,9% 17,5% 20,0% 254 bps
18
Page 19
Total Kredit
Des - 23 Des - 24 Des - 25 Jun - 25 Mar - 26 Jun - 26
Kredit (Rp Miliar) qoq yoy
Posisi % Posisi % Posisi % Posisi % Posisi % Posisi %
Kredit Perumahan 284.617 85,3% 305.590 85,4% 328.387 82,0% 317.770 84,5% 329.935 82,4% 332.887 79,6% 0,9% 4,8%
KPR Subsidi 161.746 48,5% 173.844 48,6% 191.185 47,7% 182.179 48,4% 193.556 48,3% 196.968 47,1% 1,8% 8,1%
KPR Non - Subsidi 96.175 28,8% 105.956 29,6% 113.041 28,2% 110.726 29,4% 112.568 28,1% 112.981 27,0% 0,4% 2,0%
Kredit Non - KPR 7.871 2,4% 8.652 2,4% 9.092 2,3% 8.840 2,4% 9.102 2,3% 9.131 2,2% 0,3% 3,3%
Kredit Konstruksi 18.826 5,6% 17.138 4,8% 15.069 3,8% 16.025 4,3% 14.709 3,7% 13.808 3,3% - 6,1% - 13,8%
Kredit Non - Perumahan 49.081 14,7% 52.382 14,6% 72.189 18,0% 58.340 15,5% 70.696 17,6% 85.224 20,4% 20,5% 46,1%
Kredit Konsumer 7.264 2,2% 7.813 2,2% 8.237 2,1% 7.519 2,0% 8.488 2,1% 19.621 4,7% 131,1% 160,9%
Kredit Komersial 12.901 3,9% 15.237 4,3% 13.887 3,5% 15.178 4,0% 14.170 3,5% 14.638 3,5% 3,3% - 3,6%
Kredit Korporat 28.916 8,7% 29.332 8,2% 50.066 12,5% 35.643 9,5% 48.038 12,0% 50.966 12,2% 6,1% 43,0%
Total Kredit & Pembiayaan 333.698 100,0% 357.973 100,0% 400.576 100,0% 376.110 100,0% 400.631 100,0% 418.111 100,0% 4,4% 11,2%
KPR 257.921 77,3% 279.800 78,2% 304.226 75,9% 292.905 77,9% 306.124 76,4% 309.949 74,1% 1,2% 5,8%
Total Kredit & Pembiayaan 11,2% yoy Komposisi berdasarkan Segmen Kredit Perumahan
(Rp T) Kredit Non-Perumahan
400,6 418,1
358,0 376,1
333,7 14,7% 14,6% 18,0% 15,5% 20,4%
85,4%
85,3%
84,5%
82,0%
79,6%
Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26 Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26
19
Page 20
Total Dana Pihak Ketiga
Total DPK (Rp T) Biaya DPK Kumulatif (% ytd )
Segmen Des - 23 Des - 24 Des - 25 Jun - 25 Jun - 26 YoY 12,0
6,0
CASA 188,0 206,4 213,1 199,7 212,8 6,5% 10,0
6,1 6,1 6,1 6,0 6,1 6,1 5,0
5,8
Giro 143,5 160,8 169,2 155,3 167,0 7,5% 8,0
4,0
4,1 4,1 4,1 4,5 4,5 4,6 4,6
Tabungan 44,5 45,5 43,9 44,4 45,8 3,1%
6,0
4,1 4,0 4,1
3,9 3,0
4,0
Deposito 161,9 175,3 224,3 206,7 220,2 6,6% * 2,0 2,0 2,0 2,1 2,2 2,2 2,1 3,0 3,0 3,0 3,0
2,0
2,0 1,4 1,3 1,2 1,3
Total 349,9 381,7 437,4 406,4 433,0 6 ,6% ** 2,3 2,2 2,1 2,2 2,1 2,0 1,9 1,4 1,4 1,4 1,5
- 1,0
* - 10,9 % jika tidak memperhitungkan Rp36 T dari penempatan dana SAL 6M24 9M24 12M24 3M25 6M25 9M25 12M25 3M26 4M26 5M26 6M26
** - 2,3 % jika tidak memperhitungkan Rp36 T dari penempatan dana SAL
CASA dan Biaya Dana (%) Biaya DPK Bulanan (% mtm )
4,1% 4,1%
3,9%
3,7% 12,0 6,0
5,5
3,0% 10,0
6,4 6,4 6,3 5,0
6,0 6,2 5,9 4,5
8,0
4,0
Deposito 4,2 4,2 4,5 4,8 4,7
6,0
4,0 4,1 4,1 3,9 4,3 4,7 3,5
46,3% 45,9% 51,3% 50,9% 50,9% CASA
3,0
4,0
3,0 3,0 3,0 3.1 2,5
1,9 1,9 2,1 2,0 2,3 2,3 2,9
CoF (ytd ) 1,2 1,2 2,0
2,0 1,4 0,8 1,1
2,0 1,9 2,1 2,1 2,0 1,7 1,5 1,4 1,5 1,4 1,7
1,5
53,7% 54,1% 48,7% 49,1% 49,1%
- 1,0
Jun-24 Sep-24 Dec-24 Mar-25 Jun-25 Sep-25 Dec-25 Mar-26 Apr-26 May-26 Jun-26
Giro Tabungan Deposito
Des-23 Des-24 Des-25 Jun-25 Jun-26
Total DPK (RHS)
20
Page 21
Laba Rugi
Laba Rugi (Rp Miliar) 2Q25 1Q26 2Q26 QoQ YoY 6M25 6M26 YoY
Pendapatan Bunga 10.290 8.004 8.311 3,8% - 19,2% 18.501 16.315 - 11,8%
Beban Bunga (4.721) (3.736) (3.983) 6,6% - 15,6% (9.154) (7.720) - 15,7%
Pendapatan Bunga Bersih 5.569 4.268 4.327 1,4% - 22,3% 9.347 8.595 - 8,0%
Pendapatan Selain Bunga 864 954 886 - 7,1% 2,5% 1.903 1.839 - 3,3%
Beban Operasional (diluar CKPN) (2.734) (2.884) (3.054) 5,9% 11,7% (5.426) (5.938) 9,4%
Pre - Provision Operating Profit (PPOP) 3.699 2.338 2.159 - 7,6% - 41,6% 5.824 4.497 - 22,8%
CKPN (2.678) (903) (511) - 43,4% - 80,9% (3.657) (1.415) - 61,3%
Pendapatan Operasional 1.021 1.434 1.648 14,9% 61,4% 2.167 3.082 42,2%
Pendapatan Non - Operasional (Beban) (23) (47) (36) - 24,0% 56,2% (37) (83) 124,9%
Laba Sebelum Pajak 998 1.387 1.612 16,2% 61,5% 2.130 2.999 40,8%
Laba Bersih 803 1.108 1.294 16,8% 61,1% 1.706 2.402 40,8%
21
Page 22
Bank Syariah Nasional : Akselerasi Pertumbuhan Bisnis sebagai Penggerak Utama dalam
Mendorong Kemajuan Ekonomi Syariah dan Memperkuat Ekosistem Syariah Nasional
Memperkuat Sinergi dengan PP Muhammadiyah Kinerja Keuangan (per 1H26)
▪ BSN resmi menjalin kerja sama dengan PP
Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Rp 78,8 T Rp 59,6 T Rp 61,6 T
Indonesia . Total Aset Total Pembiayaan Total DPK
▪ BSN menyediakan layanan keuangan terintegrasi di
seluruh jaringan Muhammadiyah yang mencakup 4,0 % 0,9 % 35,7 %
universitas, rumah sakit , dan bisnis turunannya . NIM ( eqv .) CoC CAR
Fokus Utama Kolaborasi dengan Muhammadiyah
▪ Mengelola dana Muhammadiyah dan treasury 96,7 % 60,9 % 2,7 %
▪ KPR, pembiayaan komersial , dan pembiayaan FDR CASA NPF (Gross)
konsumer bagi anggota Muhammadiyah
▪ Layanan payroll , dan layanan digital . Mendorong Pengembangan Ekonomi Syariah Melalui Digitalisasi
▪ Penyaluran manfaat kepada penerima manfaat
yang memenuhi kriteria . Memperluas Jangkauan Melalui
Ekosistem Perkembangan Pengembangan Produk
Mendorong Pertumbuhan Bisnis Emas
Muhammadiyah kinerja Bale
2,693 % yoy
▪ Memperkuat basis nasabah dan meningkatkan Syariah sejak (Rp Miliar )
engagement dengan menyediakan produk emas diluncurkan 163,0
melalui kerja sama . pada Des - 25
▪ Layanan tersebut mencakup tabungan emas , pembelian
emas , dan penjualan emas sehingga memberikan akses 205 Ribu
yang lebih mudah terhadap produk investasi emas . Akuisisi Nasabah 5,8
Layanan Finansial Terintegrasi
Rp 4,0 T Jun-25 Jun-26
▪ BSN mengintegrasikan layanan digital dengan ekosistem Nominal Transaksi ▪ Sejak Des - 25 , BSN Cicil Emas
Muhammadiyah melalui kerja sama dengan platform mencatat pertumbuhan tertinggi
MASA dan LAZISMU . 1,7 Jt mencapai Rp 163 ,0 Miliar
▪ Akun virtual bagi keanggotaan dan pembayaran zakat Total Transaksi (+ 2 ,693 % yoy ).
melalui aplikasi MASA dan donasi , serta transaksi melalui ▪ Sebagai salah satu produk BSN
aplikasi LAZISMU . dengan imbal hasil yang tinggi ,
▪ Kolaborasi dengan PT Mentari Bumi Tijarah (Koperasi Cicil Emas memberikan imbal hasil
Muhammadiyah) dan Indogrosir untuk layanan transaksi . yang menarik sebesar 9 ,4 % .
22
Page 23
Terima Kasih. Investor Relations PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Menara BTN 16th Floor Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta 10130 Email: investor_relations@btn.co.id Website: www.btn.co.id
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.3
unresolved
org
PT Mentari Bumi Tijarah
p.22
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.