Skip to content
Back to announcement

20240506_BEKS_Public Expose_31635511_lamp1.pdf

Other Text extracted BEKS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1 OCR 0.937
bankbanten

BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN

No. 569/DIR-BB/V/2024 Serang, 06 Mei 2024

Kepada Yth

PT Bursa Efek Indonesia

Indonesia Stock Exchange Building Tower I, Lt.4
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Jakarta 12190

Perihal : Penyampaian Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan Tahun 2024 PT Bank
Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk

Dengan hormat,

Sesuai ketentuan dalam keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep 00006/BEI/09-2022
tentang Peraturan Nomor I-E perihal Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami sampaikan
Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan Tahun 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Banten
(Perseroda) Tbk yang telah diselenggarakan pada Selasa, 30 April 2024 dengan lampiran sebagai
berikut:

1. Laporan Pelaksanaan dan Risalah Tanya Jawab Public Expose Tahunan
2. Daftar Hadir Peserta Public Expose Tahunan
3. Materi Public Expose Tahunan

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami, NT
PT Bank Pembangupan Daerah Banten (Perseroda) Tbk L. £

J

Direktur Utama

Kantor Pusat Non Operaslonal, Jl. Sudirman Lingkungan Kemang,
Ruko Sembilan No. 8b-9a, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Banten
Telp. 0254 - 7915877
www.bankbanten.co.id
Page 2 OCR 0.950
bankbanten

BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN

LAPORAN PELAKSANAAN
PUBLIC EXPOSE TAHUNAN 2024

PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN (PERSERODA) TBK
Tanggal 30 April 2024
Page 3 OCR 0.943
WAKTU DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN:

Tanggal 30 April 2024
Waktu Pkl. 18.30 WIB - selesai
Tempat

Kota Serang, Banten 42171

PANELIS DAN INTERNAL BANK BANTEN

Ruang Meeting Ice Cream, Aston Hotel & Convetion Center JL. Syekh Nawawi Al
Bantani No 29, Pakupatan.KM 4, RT.003/RW.003 Kampung Boru, Cilaku, Kec. Curug,

NO NAMA

KETERANGAN

1 Hoiruddin Hasibuan

Komisaris Utama

2 Deden Riki Hayatul Firman "

Komisaris

3 Virgojanti"

Komisaris

4 Muhammad Busthami Direktur Utama

s Rodi Judo Dahono Direktur Bisnis

6 Bambang Widyatmoko Direktur Operasional
7 Eko Virgianto Direktur Kepatuhan
8 Ferdy Ardian Corporate Secretary
9 Karyawan dan Panitia

- Efektif setelah mendapatkan persetujuan fit and proper test dari OJK

PEMEGANG SAHAM DAN PUBLIK

NO NAMA KETERANGAN
1: Nanang Hojin Pemegang Saham
2. Muhammad Yulianto Pemegang Saham
3. Gusti Tri Pambudi Pemegang Saham

4 Nyoke Muhdaliha

Pemegang Saham

5. | Herliana

Pemegang Saham

Page 4 OCR 0.936
IV. MEDIA

VI.

NO NAMA KETERANGAN
1. | Inanews.com Media
2. Radar Banten Media
3. | Infobank.co.id Media
4. Banten Raya Media
5. Tangerang Ekspres Media
6. Satelit News Media
7. | Ekbis Banten Media
8. | Rri.co Media
9. | Referensi Berita Media
10. | Fajarbanten.co.id Media
11. | Bisnis Banten Media
12. | Banten.72.com Media
13. | Titikkota.id Media
14. | Jaring News Media
15. | Pilarbanten.com Media
16. | Sultan TV Media
17. | Topmedia Media

SUSUNAN ACARA:

1. Pembukaan Public Expose

2. Pemaparan Kinerja Perusahaan oleh jajaran Direksi Perseroan

3. Tanya Jawab

4. Penutupan Public Expose

RISALAH TANYA JAWAB:

e Pertanyaan dari Sdri. Susi Kurniawati — Media Bisnis Banten

1.

Berapa target perolehan laba di tahun 2024, sementara tahun 2023 lalu, telah tercapai laba.
apakah dari sektor mana saja yang paling mempengaruhi terhadap laba yang diperoleh

tersebut?

|
Page 5 OCR 0.956
Tanggapan Manajemen:

Bapak Eko Virgianto:

Jika kita mengacu kepada Rencana Bisnis Bank (RBB) di bulan November 2023 yang telah
disampaikan kepada OJK, bahwa target laba tahun 2023 sekitar 6,5 Milyar sedangkan
realisasinya mencapai laba 26,59 Milyar. Pada saat waktu rbb kepada ojk , proyeksi kita di
tahun 2024 sebesar 18 Milyar, tentunya di RBB akan ada peluang untuk revisi, mungkin
dimulai dari bulan Juni 2024 dan final penyesuaian RBB dan target nya akan disampaikan di
bulan November 2024.

Sektor dilihat dari segi potensi, apalagi RKUD bisa beralih dan dikelola sebagian atau
seluruhnya oleh kita, itu potensi bisnis nya besar sekali,dengan mengelola segmen itu saja
kita sudah cukup besar, artinya spesialisasi bisnis BPD akan fokus ke bisnis kredit ASN,
pensiunan dan kontraktor, jika bisnis itu diperluas tidak hanya di provinsi Banten, namun
merambah kepada pemerinta Kota dan Kabupaten, tentunya akan memberikan margin yang
cukup besar karena sukunga nya relatif cukup tinggi dan secara risiko ini bisa manajable.

Bapak Bambang Widyatmoko:

Telah disampaikan oleh Pak Eko, bahwa target laba 2024 adalah 18,2 Milyar dengan
peningkatan peningkatan KYD, dan dipastikan fokus kami ke kredit konsumer ASN,
menanggapi tahun 2023 laba kita diperoleh dari mana? Disini ada beberapa hal diantaranya
kami menjaga NIM (Net Interest Margin) terhadap kredit yang ada dan juga mendefisifikasi
fortopolio kredit menjadi yang lebih kecil risikonya/low risk dan kemudian secara angka kita
memang banyak melakukan efisiensi biaya, dan juga memperbaiki NPL, dengan begitu NPL
membaik, NIM nya stabil, kredit nya berisiko rendah dan kita juga melakukan efisiensi biaya
Operasional yang luar biasa.

# Sdri. Rostinah — Harian Radar Banten

1. Melihat dari paparan, ada dana pihak ketiga yang mengalami penurunan cukup signifikan dari
2022 ke 2023, apa menyebabnya DPK itu turun? Siapa saja yg menyimpan dana di Bank
Banten, apakah perseorngan atau perusahaan?

2. Sudah sejauh mana proses kerjasama KUB dengan Bank Jatim, mekanisme teknis nya seperti
apa jika Bank Jatim menjadi Bank Induk apakah kebijakan-kebijakan yang nanti akan diambil
oleh Bank Banten perlu dikonsultasikan dengan bank jatim atau tidak

3. Melihat pemaparan kredit, dari delapan ribu sekian ASN Pemrov, berapa kredit di Bank
Banten?

Tanggapan Manajemen:
Bapak Rodi Yudo Dahono:

Sebenarnya DPK turun cukup besar itu ada di antara lain di posisi 31 Desember antara tahun
2022 dan 2023 itu yang paling besar ada di RKUD Provinsi Banten, karena pada saat itu silva
nya atau sisa anggaran itu sekitar hampir 400 milyar lebih, tapi di tahun 2023 hanya sekitar
85 milyar, kenapa seperti itu? Karena memang ini salah satu strategi yang bagus di Banten
Page 6 OCR 0.957
artinya jika silva nya makin kecil artinya tingkat penyerapan anggarannya tinggi, dimana
dengan kondisi seperti itu secara neraca bank banten yg paling mempengaruhi adalah posisi
RKUD di akhir tahun. Sedangkan dengan nasabah2 yg lain itu relative stabil, bahkan justru
ada peninggkatan, kalaupun ada yang keluar biasanya karena pricing yang tinggi, karena kami
mencoba menekan biaya bunga dan mengeluarkan deposan deposan dengan bunga yang
cukup tinggi dan ini merupakan biaya mahal.

Yang ketiga, Bank Banten memiliki strategi untuk secara bertahap mengurangi risiko
konsentrasi terhadap nasabah-nasabah dengan jumlah simpanan yang besar. Artinya Bank
Banten tidak mau DPK nya didominasi sedikit nasabah dengan nominal simpanan yang besar-
besar dan itu perlahan lahan kita kurangi , namun strategi kami itu menimbulkan DPK yang
menurun, namun demikian harapan kami, jika delapan Kabupaten dan Kota itu masuk di Bank
Banten, itu sebetulnya RKUD bisa tetap bertahan di angka yang tinggi, kenapa? Karena setiap
ada bagi hasil dari Provinsi ke Kabupaten atau Kota serta merta tidak pindah ke BJB akan
tetapi tetap di Bank Banten. Itu salah satu strategi kami jika delapan Kabupaten dan Kota
masuk di kami otomatis dari sisi peingkatan asset dipastikan cukup besar.

Kredit ASN, saat ini kredit ASN di Provinsi Banten ada sekitar 10.546 orang termasuk P3K,
yang sudah masuk di Bank Banten ada 9.502 orang, sudah hampir habis, namun sebenarnya
harapan kami adalah pengelolaan RKUD Kabupaten dan Kota, maka akan kita ambil dari
potensi bisnis kredit ASN nya.

Tanggapan Pertanyaan kedua, progress rencana KUB bersama Bank Jatim:

Bapak Muhammad Busthami:
Terkait dengan proses KUB, seperti yang telah kami sampaikan pada pemaparan kegiatan

RUPST, bahwa KUB sudah ada tahapan prosesnya, dan kita masih di tahapan antara awal
kearah tengah, artinya proses pendahuluan sudah kita lakukan, pertukaran dokumen sudah
kita lakukan dan saat ini kita akan masuk ke tahapan menunggu hasil fisibility study dari Bank
Jatim dan kita mulai mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan poin poin didalam KUB itu
sendiri.

Apakah kemudian dengan KUB, segala sesuatu kebijakan harus dikonsultasikan, kami tegas
kan pada kesempatan ini bahwa KUB itu sebenarnya merupakan ketentuan dari regulator
untuk menyakinkan kekuatan daripada Bank Pembangunan Daerah dengan menetapkan 3
triliun modal intinya,

Yang kedua, KUB itu tidak bisa disamakan dengan proses akuisisi atau merger, tetapi memang
dalam konteks Bank Banten ber KUB dengan Bank Jatim, maka Bank Jatim berfungsi sebagai
Bank Induk, Bank Induk akan menyetorkan modal dan akan kita diskusikan seberapa besar
modal nya, tetapi dengan BITM menjadi bank Induk, itu tidak melepaskan posisi atau
kewenangan Pemprov Banten sebagai pemegang saham pengendali. Nanti nya apa yang
menjadi Bagian pengendalian yang menjadi tanggung jawab Bank jatim atau porsinya Pemrov
Banten, nantinya akan dibicarakan , yang pasti konsep dari KUB ini tidak hanya dalam konteks
pemenuhan modal inti minimum, tetapi juga kointeks ini juga kesempatan bagi BB dan juga
Page 7 OCR 0.960
BJTM untuk meningkatkan atau memperluas ekspansi bisnis nya, melihat potensi bisnis di
daerah jatim atau di banten, seperti telah disampaikan juga asset Bank Jatim ada 107 triliun,
jumlah cabang nya begitu banyak tersebar dan hal hal tertentu yang bisa kita manfaatkan
menjadi konteks sinergi bisnis atau bisa disebut win win solution, bukan merupakan akuisisi
ataupun merger, dan kemudian hal yang menjadi klausul perjanjian kerjasama KUB ini
dimana saat Bank Banten sesuai syarat dan ketentuan kita bisa kembali kuat dan berdiri
sendiri.

Bapak Bambang Widyatmoko:

Menambahkan, proses KUB saat ini sudah dilakukan MoU antara Bank Banten bersama Bank
Jatim, langkah berikutnya adalah menandatanganan NDA sudah dilakukan ditanggal 25 April
2024, setelah penandatanganan NDA ini adalah Bank Banten mengirimkan seluruh data
keuangan dan non keuangan yang diminta oleh Bank Jatim, untuk dilakukan studi kelayakan,
dan Bank Jatim membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan, diharapkan akan lebih cepat
selesai karena bank Jatim sudah berpengalaman didalam proses kerjasama KUB. Jika sudah
ada keputusan dari internal Bank Jatim, Bank Jatim akan ikut porsi berapa, setelah itu akan
diajukan didalam RUPS meminta persetujuan Bank Banten menjadi anggota KUB berserta
penyertaan modalnya, begitu pula dari pihak Bank Banten harus sudah mendapatkan
persetujuan dari PSP melalui RUPST yang telah dilaksanakan siang tadi, dan Alhamdulillah
telah disetujui ber KUB dengan Bank Jatim.

Selanjutnya akan dilakukan pembicaraan lebih detail antara Pemrov Banten sebagai PSP Bank
Banten bersama pihak Bank Jatim, pembicaraan itu terkait porsi penempatan modal antara
kedua pihak. Kapan akan dilakukan? Tentunya itu kondisional, tergantung dinamika dan juga
keputusan analisa kelayakan dan pembicaraan shareholders agreement. Pembahasan yang
palingpenting yaitu ketika memutuskan berapa penyertaan modal yang akan dilakukan Bank
jatim ke Bank Banten, semua keputusan itu ada di Pemrov Banten sebagai PSP dan Bank
Banten akan terus menjembatani pembicaraan itu, materinya apa saja kamimakan
persiapkan, maka setelah itu akan lan jut ke final nya yaitu penandatanganan perjanjian
kerjasama (PKS) KUB, setelah itu kami akan mengajukan permohonan izin ke OJK masing
masing di wilayah kerja yang saat ini intens sama sama memonitor, setelah surat izin dari
OJK telah terbit maka segera akan dilakukan penyetoran modal yg disepakati dan setelah itu
kita bisa disebit telah lolod ferivikasi pemenuhan modal inti 3 triliun. Demikian tambahan
informasi proses terkait KUB.

Bapak Eko Virgianto:
Tambahan, Poin yang dapat disampaikan pada saat Direksi Bank Banten dan Bank Jatim

diskusi, bahwa kita melihat keseriusan dan sangat tertarik dan Bank Jatim mengerti
permasalahan yang ada di Bank Banten, mereka mempelajari juga dari segi fisibility, due
diligent dan sebagainya, dan mereka melihat dari sisi potensinya, memang jika dikelola
dengan proper dan potensinya bisa dioptimalisasi maka kearah perbaikan cukup besar.
Manfaat berKUB bagi Bank Banten adalah selain memenuhan ketentuan regulator, resiko
dari sisi steakholder dan nasabah kepada Bank Banten menurun sehingga harapannya COF
bisa ditekan menurun.
Page 8 OCR 0.949
e Sdr. Nanang Fadin - Pemegang Saham
1. Jika Bank Banten kesulitan likuiditas apakah bisa dibantu oleh Bank jatim?
2. Kenapa Bank Banten tidak menjadikan Bank BJB Syariah menjadi Unit Usaha Syariah?

Tanggapan Manajemen:

Ibu Virgojanti

Untuk menjawab pertanyaan pertama, dalam rangka memperkuat likuiditas Bank Banten
akan terus memperkuat salah satunya Bank Banten sudah MOU dengan BP TAPERA yaitu
tabungan perumahan yang sifatnya jangka Panjang dan salah satu sumber perkuatnya
likuiditas Bank Banten.

Yang ke dua yaitu dengan perpindahan RKUD Kabupaten dan Kota, jika RKUD sudah pindah
uang yang dihimpun di Provinsi Banten terus berputar di Bank Banten yang artinya Bank
Banten tidak ada kesulitan likuiditas.

Dan untuk jawaban dari pertanyaan kedua, yang kedepannya jika Bank Banten sudah
semakin membaik dan mumpuni untuk membuka Unit Usaha Syariah, maka tidak menutup
kemungkinan Bank Banten akan memiliki Unit Usaha Syariah untuk mengembangkan bisnis
kedepannya.
Page 9 OCR 0.633
VI. DOKUMENTASI :

2» bankbanten

PUBLIC EXPOSE
TAHUNAN

(oem 2024

PUBLIC EXPOSE
TAHUNAN

meaunecun
| 5onprat 2024

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.21 MB
Published6 May 2024
Pages9
Characters13,299
Text sourceOCR
OCR confidence0.914

Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Deden Riki Hayatul Firman p.3
linked person Rodi Judo Dahono p.3
linked person Bambang Widyatmoko · Direktur p.3 ×4
linked person Eko Virgianto · Direktur p.3 ×4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible person Hoiruddin Hasibuan p.3
possible person Muhammad Busthami · Direktur Utama p.3 ×2
possible person Virgojanti p.8
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT Bank Pembangupan Daerah Banten p.1
unresolved person Susi Kurniawati p.4
unresolved person Eko p.5
unresolved person Rostinah p.5
unresolved org Bank Banten p.5 ×29
unresolved org Bank Jatim p.5 ×15
unresolved person Rodi Yudo Dahono p.5
unresolved org Bank Banten. Itu p.6
unresolved org Bank Jatim. Selanjutnya p.7
unresolved person Nanang Fadin p.8
unresolved org Bank BJB Syariah p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result