Skip to content
Back to announcement

20240506_INDS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31635375_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review INDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 73

Page 1
PT Indospring Tbk
Studi Kelayakan Bisnis atas
Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha PT Indospring Tbk
Mei 2024
Page 2
Jakarta, 2 Mei 2024

No. : 00044/2.0095-00/BS/04/0273/1/V/2024
Kepada Yth.
PT Indospring Tbk
Jl. Mayjend Sungkono No. 10,
Desa Segoromadu
Gresik - 31123

Perihal : Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Indospring Tbk
Dengan hormat,
PT Indospring Tbk (”Perseroan/INDS”) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri suku
cadang kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring
(pegas spiral).
Sebagaimana pemahaman kami, Perseroan berencana menambah kegiatan usaha baru yaitu
industri barang dari kawat dan industri mur serta baut (center bolt dan u-bolt) untuk sektor
automotive maupun non-automotive (KBLI 25951 dan KBLI 25952), untuk selanjutnya disebut
“Rencana Perseroan”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan termasuk transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan tersebut dan untuk memenuhi POJK 17/2020, Perseroan
wajib untuk menunjuk Penilai Independen untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis.
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal
31 Desember 2023.

Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan Bisnis adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan Bisnis serta telah memperoleh izin sebagai penilai
publik dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal 25 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00273 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-12/PJ-1/PM.02/2023.

Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama             :    PT Indospring Tbk
Alamat           :    Jl. Mayjend Sungkono No. 10,
                      Desa Segoromadu – Gresik - 61123
Page 3
Telepon         :    031-3981135
Faksimile       :    031-3981531
E-mail          :    corsec@indospring.co.id
Website         :    https://indospring.co.id/
Bidang usaha    :    Industri suku cadang kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf
                     spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral).

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Maksud dari Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk memberikan laporan studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha yang selanjutnya akan digunakan Perseroan untuk memenuhi
ketentuan dari POJK 17/2020.
Tujuan penugasan adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan penambahan
kegiatan usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis teknis, analisis pola
bisnis, analisis model manajemen dan analisis keuangan.

Objek Studi Kelayakan Bisnis

Objek dalam Studi Kelayakan Bisnis ini adalah penambahan lingkup usaha baru yaitu produksi
industri barang dari kawat dan industri mur serta baut (center bolt dan u-bolt) untuk sektor
automotive dan non-automotive (KBLI 25951 dan KBLI 25952) sehubungan dengan Rencana
Perseroan.

Tanggal Studi Kelayakan Bisnis

Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2023.

Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

Dari tanggal Studi Kelayakan Bisnis, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil Studi
Kelayakan Bisnis secara signifikan.

Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini Bisnis ini.

Standar Studi Kelayakan Bisnis

Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 17/2020 serta menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun.


                                                                                                     ii
Page 4
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari
proses analisis Studi Kelayakan Bisnis ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum
pada proposal penawaran jasa penilai independen No. RSR/P-B/FS/140324.02 tanggal 14 Maret
2024. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan Bisnis telah memperhatikan ketentuan
yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

Sumber Data dan Informasi

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Akta Pendirian Perseroan Nomor 10 tanggal 5 Mei 1978 oleh Stefanus Sindhunatha, S.H.,
   notaris di Surabaya dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No.
   YA.5/324/1 tanggal 14 Desember 1979.
2. Akta Nomor 46 Tanggal 29 Juni 2022 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham
   Tahunan Perseroan oleh Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., dan Surat Pemberitahuan Perubahan
   Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
   AH.01.09-0037878 tanggal 28 Juli 2022.
3. Business Flow center bolt dan u-bolt.
4. Rincian Investasi Perseroan untuk bisnis center bolt dan u-bolt.
5. Salinan sertifikat merek yang dimiliki Perseroan.
6. Center bolt dan u-bolt pricing.
7. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan :
   a. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto,
      Fahmi, Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
      ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2024 oleh Zoelkarnain, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA.,
      ASEAN CPA., dengan izin Akuntan Publik No. AP. 1239.
   b. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 30 Maret 2023 oleh Zoelkarnain, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., ASEAN CPA., dengan
      izin Akuntan Publik No. AP. 1239.
   c. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 20 April 2022 oleh Hedy, S.E., Ak., CA., CPA., CCPI., dengan izin Akuntan Publik No.
      AP. 1619.
   d. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 26 April 2021 oleh Hedy, S.E., Ak., CA., CPA., dengan izin Akuntan Publik No. AP.
      1619.
   e. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada


                                                                                                iii
Page 5
       tanggal 24 April 2020 oleh Hedy, S.E., Ak., CA., CPA., dengan izin Akuntan Publik No. AP.
       1619.
8. Jadual waktu (Time table) rencana penambahan kegiatan Perseroan.
9. Specs dan penawaran harga mesin center bolt dan u-bolt.
10. Proyeksi keuangan bisnis center bolt dan u-bolt untuk tahun 2024-2034, yang telah disediakan
    oleh manajemen Perseroan.
    RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
    dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
    kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Dalam menyusun Laporan ini, RSR telah
    menggunakan Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan Manajemen
(Representation Letter) dari manajemen Perseroan No. 092/ISP-Corsec/IV/2024 tanggal 30 April
2024 sehubungan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.
Kami telah melakukan wawancara secara langsung sehubungan dengan Studi Kelayakan Bisnis ini
pada tanggal 23 April 2024 dengan manajemen Perseroan yaitu bapak Hendra selaku Accounting
Manager Perseroan dengan hasil diskusi terkait rencana bisnis dan asumsi proyeksi bisnis center
bolt dan u-bolt.
Kami juga telah melakukan inspeksi ke lokasi operasional Perseroan pada tanggal 23 April 2023 di
Jl. Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik yang didampingi oleh Tim Operasional
Perseroan dengan hasil pengamatan dan penjelasan berupa lokasi pabrik serta penjelasan proses
produksi center bolt dan u-bolt.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.

Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Bisnis

Analisis Kajian Kelayakan Keuangan merupakan analisis yang dilakukan dari berbagai aspek yang
saling berkaitan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek Perseroan dan potensi
sinergi yang diperoleh Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari
jumlah investasi yang ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan
operasional serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan
beban usaha, modal kerja dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
     a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
        (present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus
        kas masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek
        dapat dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif;
     b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
        investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
        pengembalian lebih lama; atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
        investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
        even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
        sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati;



                                                                                                   iv
Page 6
    c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
       berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini
       dari investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai
       IRR lebih besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam rencana Perseroan ini tingkat
       pengembalian yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital / WACC);
    d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah
       dari investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
       diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus
       kas yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek. Apabila P/I dihasilkan dari suatu
       proyek sama dengan satu maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai
       tambah, apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
       setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan; sedangkan P/I lebih kecil dari
       satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai
       tambah bagi perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka kelayakan dapat
       dinilai apabila nilai P/I lebih dari satu
Dalam analisis kelayakan kami akan menggunakan empat metode di atas terhadap arus kas bersih
untuk perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang digunakan untuk
perhitungan NPV adalah WACC, sedangkan IRR yang diperoleh akan dibandingkan dengan WACC.
Asumsi, Kondisi Pembatas dan Tingkat Kedalaman Investigasi

Asumsi
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan
penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan
Bisnis, data dan informasi yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain
yang dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya dan telah disetujui oleh
manajemen Perseroan (“Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan”) sehingga mencerminkan kewajaran
proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan menurut pendapat kami
Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
Kondisi Pembatas
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan Bisnis ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan Bisnis, kami menggunakan
data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.



                                                                                                v
Page 7
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Bisnis
kami secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan serta tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-
aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Organisasi Kesehatan Dunia (“WHO”) telah resmi mengumumkan bahwa pandemi Coronavirus
Disease (“COVID-19”) sebagai pandemi global dan telah menyebar hampir ke seluruh dunia
termasuk Indonesia. Hal ini diumumkan pada tanggal 11 Maret 2020, sebagaimana diberitakan
dalam situs resmi WHO melalui konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa1.
Pada tanggal 30 Desember 2022, pemerintah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (“PPKM”) di seluruh wilayah Indonesia dan tanggal 21 Juni 2023, pemerintah
memutuskan untuk mencabut status pandemi dan Indonesia mulai memasuki masa endemi2.
Dampak pandemi COVID-19 belum dapat ditentukan saat ini.
Studi Kelayakan Bisnis disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan
Bisnis ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan Bisnis ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis seperti yang telah
diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal Studi Kelayakan Bisnis hingga tanggal penerbitan laporan
Studi Kelayakan Bisnis, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro
ekonomi maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap
Perseroan serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis, dan juga bukan
merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan
Bisnis.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial, kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan Bisnis
dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi

1 https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-

19---11-march-2020
2 https://setkab.go.id/pemerintah-resmi-cabut-status-pandemi-covid-19




                                                                                                                  vi
Page 8
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara melalui video call conference dengan manajemen Perseroan pada
tanggal 30 April 2023 dengan hasil diskusi terkait rencana dan asumsi proyeksi keuangan bisnis
center bolt dan u-bolt. RSR juga telah melakukan wawancara langsung dan site visit ke lokasi
operasional Perseroan pada tanggal 23 April 2024 terkait dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.

Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

Laporan Studi Kelayakan Bisnis bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas
sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen
Perseroan dan RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis atas Rencana Perseroan baik dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, maupun
model manajemen, Perseroan memiliki kapasitas serta kemampuan yang cukup untuk
melaksanakan Rencana Perseroan. Rencana Perseroan dengan nilai investasi Rp71,42 miliar
merupakan rencana yang dapat dilakukan oleh Perseroan, dilihat dengan empat metode yaitu NPV
sebesar Rp240,85 miliar, PBP selama 5 Tahun dengan IRR sebesar 41,07% yang lebih besar dari
WACC sebesar 10,86% dan P/I sebesar 4,74 lebih besar dari satu.
Berdasarkan hasil analisis kami atas kelayakan pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
keuangan dengan asumsi dan kondisi pembatas yang dijelaskan pada Laporan ini, maka Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah LAYAK.

Penutup
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.
Hormat kami,
Jakarta, 2 Mei 2024
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan




Yunus N.Purwono, MAPPI (Cert.)
Rekan Senior
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
STTD OJK No. : STTD.PB-12/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 06-S-01990




                                                                                              vii
Page 9
                               PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang
     terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
2. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
     penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dilakukan untuk memberikan
     keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama
     sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan Bisnis
     ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran jasa
     penilai independen No. RSR/P-B/FS/140324.02 tanggal 14 Maret 2024. Adapun biaya jasa
     dalam melakukan Studi Kelayakan Bisnis telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh
     Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
4. Studi Kelayakan Bisnis dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan
     keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 31 Desember 2023.
5. Penugasan Studi Kelayakan Bisnis telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi
     Kelayakan Bisnis pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis dan analisis telah dilakukan sesuai
     dengan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini.
6. Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan SPI 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI
     310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret 2020 dan KEPI seperti yang ditetapkan
     oleh MAPPI.
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
     Studi Kelayakan Bisnis ini.
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data yang dianalisis serta data
     ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini pada Sumber
     Data dan Informasi diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
     dipertanggungjawabkan.
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
     analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
     Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. RSR telah melakukan wawancara melalui call conference dengan manajemen Perseroan pada
     tanggal 30 April 2024. RSR telah melakukan wawancara dan site visit ke lokasi operasional
     Perseroan pada tanggal 23 April 2024.
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
     dalam menyiapkan Studi Kelayakan Bisnis.
13. Tidak seorang pun Penilai Publik atau Penilai Beregister yang telah menyediakan bantuan
     profesional dalam menyiapkan laporan penilaian Studi Kelayakan Bisnis, kecuali yang
     disebutkan dalam laporan ini.
Jakarta, 2 Mei 2024
Signing Partner
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
STTD OJK No. : STTD.PB-12/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 06-S-01990                                           ......................................................


                                                                                                                  viii
Page 10
Reviewer

Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349                      ......................................................



Penilai :
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
MAPPI No. : 12 -S-03901
Register No. : RMK-2017.00645               ......................................................




Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. : RMK-2017.00649               .....................................................




Hairiza
MAPPI No. : 18-P-08363
Register No. : RMK-2021.04065               .....................................................




Asisten Penilai :
Renhard Vesta Sirait
MAPPI No. : 21-P-11126                      .....................................................




                                                                                               ix
Page 11
                                                                       DAFTAR ISI
1           PENDAHULUAN ................................................................................................................................ 1
    1.1        NOMOR DAN TANGGAL LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS ............................................................................ 1
    1.2        STATUS PENILAI ....................................................................................................................................... 1
    1.3        IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ................................................................................... 1
    1.4        MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN BISNIS ........................................................................................... 2
    1.5        OBJEK STUDI KELAYAKAN BISNIS ................................................................................................................. 2
    1.6        TANGGAL STUDI KELAYAKAN BISNIS ............................................................................................................ 2
    1.7        KEJADIAN SETELAH TANGGAL KELAYAKAN BISNIS ........................................................................................... 2
    1.8        STANDAR STUDI KELAYAKAN BISNIS............................................................................................................. 2
    1.9        INDEPENDENSI PENILAI ............................................................................................................................. 2
    1.10       SUMBER DATA DAN INFORMASI .................................................................................................................. 3
    1.11       ASUMSI, KONDISI PEMBATAS DAN TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI ............................................................... 4
    1.12       PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI...................................................................................... 6
2           KETERANGAN PERSEROAN .............................................................................................................. 7
    2.1        RIWAYAT SINGKAT ................................................................................................................................... 7
    2.2        MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA............................................................................................ 7
    2.3        STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ........................................................................... 7
    2.4        SUSUNAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI .................................................................................................. 7
    2.5        INFORMASI PERPAJAKAN ........................................................................................................................... 8
    2.6        IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING KONSOLIDASIAN PERSEROAN ................................................................... 8
3           GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI .................................................................. 22
    3.1     KONDISI UMUM PEREKONOMIAN ............................................................................................................. 22
      3.1.1      Kondisi Perekonomian Dunia ..................................................................................................... 22
      3.1.2      Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia .......................................................................... 24
    3.2     TINJAUAN INDUSTRI ............................................................................................................................... 27
      3.2.1      Gambaran Umum....................................................................................................................... 27
      3.2.2      Kompetisi dan Pangsa Pasar ...................................................................................................... 28
      3.2.3      Prospek Industri ......................................................................................................................... 28
    3.3     ANALISIS SWOT ................................................................................................................................... 29
4           ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS DAN MODEL MANAJEMEN ................. 30
    4.1        PENAMBAHAN KBLI BARU ...................................................................................................................... 30
    4.2        ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR ........................................................................................................... 30
    4.3        ANALISIS KELAYAKAN ASPEK TEKNIS ......................................................................................................... 31
    4.4        ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS ................................................................................................. 34
    4.5        ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN....................................................................................... 34
5           ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN ...................................................................................... 37
    5.1     KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................................ 37
    5.2     BIAYA PENDIRIAN (START UP COST), MODAL KERJA DAN SUMBER PEMBIAYAAN ............................................... 37
    5.3     PENENTUAN TINGKAT DISKONTO .............................................................................................................. 38
    5.4     ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN.................................................................................................................. 41
      5.4.1      Penyesuaian Proyeksi Keuangan ................................................................................................ 41
      5.4.2      Analisis Proyeksi Keuangan ........................................................................................................ 41
    5.5     ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN.............................................................................................................. 43
      5.5.1      Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF) ................................... 45


                                                                                                                                                                     x
Page 12
    5.5.2        Analisis Sensitivitas .................................................................................................................... 46
    5.5.3        Analisis Titik Impas (Break Even Point) ...................................................................................... 48
6        KESIMPULAN .................................................................................................................................. 50
LAMPIRAN 1              : ASUMSI PENJUALAN .................................................................................................. - 1 -
LAMPIRAN 2 : ASUMSI BEBAN POKOK PENJUALAN ................................................................................ - 2 -
LAMPIRAN 3 : ASUMSI BEBAN POKOK PENJUALAN (LANJUTAN) ............................................................ - 3 -
LAMPIRAN 4 : ASUMSI BEBAN PENJUALAN ............................................................................................. - 4 -
LAMPIRAN 5 : PROYEKSI LABA RUGI ....................................................................................................... - 5 -
LAMPIRAN 6 : PROYEKSI NERACA ........................................................................................................... - 6 -
LAMPIRAN 7 : PROYEKSI ARUS KAS ......................................................................................................... - 7 -




                                                                                                                                                           xi
Page 13
                                                        DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Perkembangan Segmen Penjualan Konsolidasian Perseroan ...................................................... 9
Gambar 2-2 : Perkembangan Penjualan Neto, Laba Bruto, EBITDA, EBIT, Laba Neto Tahun Berjalan, dan
             Laba Komprehensif Tahun Berjalan Konsolidasian Perseroan .................................................. 13
Gambar 2-3 : Perkembangan Total Liabilitas, Total Ekuitas dan Total Aset Konsolidasian Perseroan ............ 16
Gambar 2-4 : Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas Pendanaan
             Konsolidasian Perseroan ........................................................................................................... 19
Gambar 3-1 : Perkembangan Penjualan Mobil dan Truk Tahun 2019 - 2023 ................................................. 27
Gambar 3-2 : Proyeksi Penjualan Truk di PT.................................................................................................... 29
Gambar 3-3 : Proyeksi Penjualan Mobil di PT ................................................................................................. 29
Gambar 4-3 : Alur Proses Produksi U-Bolt ....................................................................................................... 33
Gambar 4-4 : Alur Proses Produksi Center – Bolt ............................................................................................ 33
Gambar 4-5 : Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................... 35




                                                                                                                                               xii
Page 14
                                                                DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham .................................................................... 7
Tabel 2-2 : Perpajakan Konsolidasian Perseroan ............................................................................................... 8
Tabel 2-3 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan ......................... 9
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan ....................................................................... 13
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan) ..................................................... 14
Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ................................................................................... 17
Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ..................................................................................... 20
Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi .................................................................................................................. 23
Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi ................................................................................................................................. 24
Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran ...................................................................... 25
Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha ................................................................................ 26
Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... 27
Tabel 3-6 : Kapasitas Produksi Perusahaan yang Bergerak dalam Bidang Industri Mur dan Baut .................. 28
Tabel 5-1 : Estimasi Total Nilai Investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Bolts Perseroan ...... 38
Tabel 5-2 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding ......................................... 39
Tabel 5-3 : Estimasi WACC ............................................................................................................................... 40
Tabel 5-4 : Rasio Proyeksi Keuangan ............................................................................................................... 41
Tabel 5-5 : Rasio Proyeksi Keuangan (Lanjutan) .............................................................................................. 42
Tabel 5-6 : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF) ....................................... 45
Tabel 5-7 : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF) (Lanjutan)...................... 45
Tabel 5-8 : Parameter Kelayakan Rencana Perseroan ..................................................................................... 46
Tabel 5-9 : Analisis Sensitivitas ........................................................................................................................ 47
Tabel 5-10 : Perhitungan Break Even Point ..................................................................................................... 49
Tabel 5-11 : Perhitungan Break Even Point (Lanjutan) .................................................................................... 49




                                                                                                                                                           xiii
Page 15
                                                         DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Asumsi Penjualan ..................................................................................................................... - 1 -
Lampiran 2 : Asumsi Beban Pokok Penjualan ................................................................................................ - 2 -
Lampiran 3 : Asumsi Beban Pokok Penjualan (Lanjutan) .............................................................................. - 3 -
Lampiran 4 : Asumsi Beban Penjualan .......................................................................................................... - 4 -
Lampiran 5 : Proyeksi Laba Rugi .................................................................................................................... - 5 -
Lampiran 6 : Proyeksi Neraca ........................................................................................................................ - 6 -
Lampiran 7 : Proyeksi Arus Kas ...................................................................................................................... - 7 -




                                                                                                                                                      xiv
Page 16
1     PENDAHULUAN

PT Indospring Tbk (”Perseroan/INDS”) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri suku
cadang kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring
(pegas spiral).
Sebagaimana pemahaman kami, Perseroan berencana menambah kegiatan usaha baru yaitu
industri barang dari kawat dan industri mur serta baut (center bolt dan u-bolt) untuk sektor
automotive maupun non-automotive (KBLI 25951 dan KBLI 25952), untuk selanjutnya disebut
“Rencana Perseroan”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan termasuk transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan tersebut dan untuk memenuhi POJK 17/2020, Perseroan
wajib untuk menunjuk Penilai Independen untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis.
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal
31 Desember 2023.

1.1    Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan Bisnis

RSR telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan dengan Laporan No. 00044/2.0095-00/BS/04/0273/1/V/2024 dan telah ditandatangani
oleh Penilai Publik pada tanggal 2 Mei 2024.

1.2    Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.

Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan Bisnis adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan Bisnis serta telah memperoleh izin sebagai penilai
publik dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).

Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal 25 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00273 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-12/PJ-1/PM.02/2023.

1.3    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:

Nama              : PT Indospring Tbk
Alamat            : Jl. Mayjend Sungkono No. 10,
                    Desa Segoromadu
                    Gresik - 61123
Telepon           : 031-398 1135
Faksimile         : 031-3981531
E-mail            : corsec@indospring.co.id
Website           : https://indospring.co.id/


                                                                                                1
Page 17
Bidang usaha      : Industri suku cadang kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf
                    spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral).

1.4   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Maksud dari Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk memberikan laporan studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha yang selanjutnya akan digunakan Perseroan untuk memenuhi
ketentuan dari POJK 17/2020.
Tujuan penugasan adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan penambahan
kegiatan usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis teknis, analisis pola
bisnis, analisis model manajemen dan analisis keuangan.

1.5   Objek Studi Kelayakan Bisnis

Objek dalam Studi Kelayakan Bisnis ini adalah penambahan lingkup usaha baru yaitu produksi
industri barang dari kawat dan industri mur serta baut (center bolt dan u-bolt) untuk sektor
automotive dan non-automotive (KBLI 25951 dan KBLI 25952) sehubungan dengan Rencana
Perseroan.

1.6   Tanggal Studi Kelayakan Bisnis

Studi Kelayakan Bisnis ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2023, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2023.

1.7   Kejadian Setelah Tanggal Kelayakan Bisnis

Dari tanggal Studi Kelayakan Bisnis, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil Studi
Kelayakan Bisnis secara signifikan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini.

1.8   Standar Studi Kelayakan Bisnis

Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), POJK 17/2020 serta menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).

1.9   Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan Bisnis ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari
proses analisis Studi Kelayakan Bisnis ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum
pada proposal penawaran jasa penilai independen No. RSR/P-B/FS/140324.02 tanggal 14 Maret
2024. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan Bisnis telah memperhatikan ketentuan
yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.


                                                                                                     2
Page 18
1.10 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Akta Pendirian Perseroan Nomor 10 tanggal 5 Mei 1978 oleh Stefanus Sindhunatha, S.H.,
   notaris di Surabaya dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No.
   YA.5/324/1 tanggal 14 Desember 1979.
2. Akta Nomor 46 Tanggal 29 Juni 2022 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham
   Tahunan Perseroan oleh Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., dan Surat Pemberitahuan Perubahan
   Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
   AH.01.09-0037878 tanggal 28 Juli 2022.
3. Business flow center bolt dan u-bolt.
4. Rincian investasi Perseroan untuk bisnis center bolt dan u-bolt.
5. Salinan sertifikat merek yang dimiliki Perseroan.
6. Center bolt dan u-bolt pricing.
7. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan :
   a. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata,
      Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
      telah ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2024 oleh Zoelkarnain, S.E., Ak., M.Ak., CA.,
      CPA., ASEAN CPA., dengan izin Akuntan Publik No. AP. 1239.
   b. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 30 Maret 2023 oleh Zoelkarnain, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., ASEAN CPA., dengan
      izin Akuntan Publik No. AP. 1239.
   c. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 20 April 2022 oleh Hedy, S.E., Ak., CA., CPA., CCPI., dengan izin Akuntan Publik No.
      AP. 1619.
   d. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 20 April 2022 oleh Hedy, S.E., Ak., CA., CPA., dengan izin Akuntan Publik No. AP.
      1619.
   e. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang &
      Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah ditandatangani pada
      tanggal 24 April 2020 oleh Hedy, S.E., Ak., CA., CPA., dengan izin Akuntan Publik No. AP.
      1619.
8. Time table rencana penambahan kegiatan Perseroan.
9. Specs dan penawaran harga mesin center bolt dan u-bolt.
10. Proyeksi keuangan bisnis center bolt dan u-bolt untuk tahun 2024-2034, yang telah disediakan
    oleh manajemen Perseroan.



                                                                                                 3
Page 19
    RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
    dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
    kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Dalam menyusun Laporan ini, RSR telah
    menggunakan Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan Manajemen
(Representation Letter) dari manajemen Perseroan No. 092/ISP-Corsec/IV/2024 tanggal 30 April
2024 sehubungan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.
Kami telah melakukan wawancara secara langsung sehubungan dengan Studi Kelayakan Bisnis ini
pada tanggal 23 April 2024 dengan manajemen Perseroan yaitu bapak Hendra selaku Accounting
Manager Perseroan dengan hasil diskusi terkait rencana bisnis dan asumsi proyeksi bisnis center
bolt dan u-bolt.
Kami juga telah melakukan inspeksi ke lokasi operasional Perseroan pada tanggal 23 April 2023 di
Jl. Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik yang didampingi oleh Tim Operasional Perseroan
dengan hasil pengamatan dan penjelasan berupa fasilitas pabrik serta penjelasan proses produksi
center bolt dan u-bolt.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan Bisnis.

1.11 Asumsi, Kondisi Pembatas dan Tingkat Kedalaman Investigasi

Asumsi
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan
penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan
Bisnis, data dan informasi yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain
yang dapat dipercaya keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya dan telah disetujui oleh
manajemen Perseroan (“Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan”) sehingga mencerminkan kewajaran
proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan menurut pendapat kami
Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis.
Kondisi Pembatas
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan Bisnis ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan Bisnis, kami menggunakan
data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.


                                                                                                 4
Page 20
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Bisnis
kami secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan serta tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-
aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Organisasi Kesehatan Dunia (“WHO”) telah resmi mengumumkan bahwa pandemi Coronavirus
Disease (“COVID-19”) sebagai pandemi global dan telah menyebar hampir ke seluruh dunia
termasuk Indonesia. Hal ini diumumkan pada tanggal 11 Maret 2020, sebagaimana diberitakan
dalam situs resmi WHO melalui konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa1.
Pada tanggal 30 Desember 2022, pemerintah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (“PPKM”) di seluruh wilayah Indonesia dan tanggal 21 Juni 2023, pemerintah
memutuskan untuk mencabut status pandemi dan Indonesia mulai memasuki masa endemi2.
Dampak pandemi COVID-19 belum dapat ditentukan saat ini.
Studi Kelayakan Bisnis disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan
Bisnis ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan Bisnis ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis seperti yang telah
diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal Studi Kelayakan Bisnis hingga tanggal penerbitan laporan
Studi Kelayakan Bisnis, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro
ekonomi maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap
Perseroan serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis, dan juga bukan
merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan
Bisnis.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial, kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan Bisnis
dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,

1 https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-

19---11-march-2020
2 https://setkab.go.id/pemerintah-resmi-cabut-status-pandemi-covid-19



                                                                                                                  5
Page 21
penelaahan, penghitungan dan analisis. RSR telah melakukan wawancara melalui video conference
dengan manajemen Perseroan pada tanggal 30 April 2023 dengan hasil diskusi terkait rencana dan
asumsi proyeksi keuangan bisnis center bolt dan u-bolt. RSR juga telah melakukan wawancara
langsung dan site visit ke lokasi operasional Perseroan pada tanggal 23 April 2024 terkait dengan
penugasan Studi Kelayakan Bisnis.

1.12 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

Laporan Studi Kelayakan Bisnis bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas
sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen
Perseroan dan RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.




                                                                                               6
Page 22
2     KETERANGAN PERSEROAN

2.1     Riwayat Singkat

Perseroan didirikan berdasarkan Akta Nomor 10 tanggal 5 Mei 1978 oleh Stefanus Sindhunatha,
S.H., notaris di Surabaya. Akta pendirian Perseroan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. YA.5/324/1 tanggal 14 Desember 1979 dan
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 2 September 1980, Tambahan
No. 674.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan, terakhir Akta Nomor 25 tanggal 21 April
2021, dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn notaris di Surabaya tentang menyesuaikan
maksud dan tujuan serta kegiatan Perseroan. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0025530.AH.01.02 tanggal 27 April 2021.

2.2     Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha

Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup dari aktivitas Perusahaan bergerak
dalam bidang industri suku cadang kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf spring
(pegas daun) dan coil spring (pegas spiral).
Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur. Perseroan
mulai operasi komersial pada bulan Januari 1979.

2.3     Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2023, struktur
kepemilikan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                   Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham

                                                                   Jumlah Saham    Jumlah Nominal    Kepemilikan
                            Keterangan
                                                                      (Saham)           (Rp)             (%)
Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
  PT Indoprima Gemilang                                              578.210.207    57.821.020.700       88,11%
  Wiranto Nurhadi                                                      2.683.332       268.333.200        0,41%
  Lioe Cu Ling                                                            16.450         1.645.000        0,00%
  Bob Budiono                                                                  2               200        0,00%
  Masyarakat dan koperasi (kepemilikan di bawah 5% setiap pihak)      75.339.719     7.533.971.900       11,48%
Jumlah Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh                     656.249.710    65.624.971.000      100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2023

2.4     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, susunan dewan komisaris dan direksi Perseroan per
tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

Komisaris
    Komisaris Utama      : Widjijono Nurhadi
    Komisaris Independen : I Gusti Putu Suryawirawan
    Komisaris Independen : H. Jan Burhanudin
Direksi
    Direktur Utama       : Wiranto Nurhadi
    Wakil Direktur Utama : Lioe Cu Ling

                                                                                                               7
Page 23
  Direktur                      : Bob Budiono
  Direktur                      : Teddy Limyanto
  Direktur                      : Andriyas

2.5   Informasi Perpajakan

Beban pajak penghasilan dihitung dari tarif pajak yang berlaku yaitu sebesar 22% tahun 2021 -2023,
sebesar 20% tahun 2020 dan sebesar 25% tahun 2019. Rincian informasi perpajakan adalah sebagai
berikut :

                              Tabel 2-2 : Perpajakan Konsolidasian Perseroan
                                                                                  (dalam juta Rupiah)
                                                                   31 Desember
                       Keterangan          2019        2020*          2021*       2022        2023
                                           Audit       Audit           Audit      Audit       Audit
             Aset Pajak
             Pajak dibayar di muka          47.212      27.833         81.962      83.210      36.306
             Taksiran klaim pengembalian
              pajak penghasilan             18.684      13.464          9.644      12.405      30.623
             Aset pajak tangguhan           14.920      13.157         13.127      13.428       6.407
             Total Aset Pajak               80.817      54.454        104.733     109.043      73.337
             Liabilitas Pajak
             Utang pajak                     4.279       9.232          9.984      16.707      12.305
             Liabilitas pajak tangguhan     52.047      43.436         53.343      66.030     174.947
             Total Liabilitas Pajak         56.326      52.668         63.326      82.737     187.252
             Pajak Bersih                   24.491       1.786         41.407      26.307     (113.916)

             Beban pajak                    (28.605)    (16.565)       (61.624)    (68.536)    (62.320)

             *)disajikan kembali
             Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

2.6   Ikhtisar Data Keuangan Penting Konsolidasian Perseroan

Ikhtisar data keuangan penting Konsolidasian Perseroan didasarkan pada laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019-2023
yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan dengan opini wajar
dalam semua hal yang material.
Penjualan Perseroan secara konsolidasian terdiri atas segmen penjualan dari produk pegas,
komponen rem kendaraan bermotor dan alat pertanian.
Selama tahun 2019-2023, segmen penjualan pegas memberikan kontribusi terbesar terhadap total
penjualan Konsolidasian Perseroan dengan kontribusi rata-rata sebesar 92,80%. Segmen penjualan
komponen rem kendaraan bermotor memberikan kontribusi rata-rata sebesar 6,78% terhadap
total penjualan Konsolidasian Perseroan. Segmen penjualan alat pertanian memberikan kontribusi
rata-rata sebesar 0,42% terhadap total penjualan Konsolidasian Perseroan.




                                                                                                          8
Page 24
             Gambar 2-1 : Perkembangan Segmen Penjualan Konsolidasian Perseroan
                                                                                                        (dalam miliar Rupiah)

          4.000

          3.500                                                                                             3.371
                                                                                   3.202
          3.000
                                                              2.638
          2.500
                   2.089
          2.000
                                          1.624
          1.500

          1.000
                                                                      365                  413                      397
            500
                            -     3                -     2                  5                      28                      35
             -
                           2019                   2020             2021*                   2022                     2023

                                  Pegas      Komponen Rem Kendaraan Bermotor              Alat Pertanian

        *) Disajikan kembali
        Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

   Tabel 2-3 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                       (dalam juta Rupiah)
                                                                                       31 Desember
                   Keterangan                                   2019           2020        2021*                 2022              2023
                                                               Audit          Audit        Audit                Audit             Audit
Penjualan neto                                                2.091.492      1.626.191    3.008.688            3.642.216         3.802.563
Beban pokok penjualan                                        (1.781.349)    (1.364.875) (2.470.309)           (3.051.242)       (3.159.822)
LABA BRUTO                                                      310.143        261.315      538.379              590.973           642.741

Beban penjualan                                               (110.599)         (96.523)          (207.905)     (232.479)        (208.458)
Beban umum dan administrasi                                   (105.038)         (97.924)          (123.351)     (134.346)        (165.945)
Pendapatan operasi lainnya                                      60.635           16.149             69.965       111.498           53.317
Beban operasi lainnya                                          (25.218)          (8.404)           (30.676)      (16.315)         (42.050)
LABA DARI USAHA                                                129.922           74.614            246.411       319.331          279.604

Beban keuangan                                                  (3.248)            (674)           (6.095)          (23.382)      (27.575)
Pendapatan keuangan                                              3.396            1.377             1.989             1.130           813
LABA SEBELUM PAJAK                                             130.071           75.316           242.304           297.078       252.841

Beban pajak                                                     (28.605)        (16.565)           (61.624)         (68.536)       (62.320)
LABA SETELAH DAMPAK TRANSAKSI KOMBINASI
 BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI                                   101.466           58.751           180.681           228.542       190.521

LABA PRA – AKUISISI DARI DAMPAK TRANSAKSI
 KOMBINASI ENTITAS SEPENGENDALI                                       -             -                   -             (3.806)          -

LABA PROFORMA DARI TRANSAKSI KOMBINASI
 BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI                                       -                -             (11.464)              -             -
LABA NETO TAHUN BERJALAN                                       101.466           58.751           169.217           224.736       190.521

Total Penghasilan Komprehensif
 lainnya - setelah pajak                                       342.215           (1.673)           (5.678)           27.040       387.284
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                         443.680           57.078           163.539           251.777       577.805


EBIT                                                           133.318           75.991           236.936           316.655       280.416
Penyusutan dan Amortisasi                                        98.879           79.722            99.963           112.011       124.802
EBITDA                                                         232.197          155.713           336.899           428.666       405.219
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                           9
Page 25
Penjualan Neto
Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 mengalami pertumbuhan
berfluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 16,12%.
Pada tahun 2019, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
12,86% dibanding tahun 2018 akibat dari penurunan penjualan pegas kepada pihak ketiga.
Pada tahun 2020, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami penurunan
sebesar 22,25% dibanding tahun 2019 akibat dari penurunan penjualan pegas yang merupakan
segmen penjualan utama Perseroan dan pengaruh kontraksi ekonomi akibat awal mula terjadinya
pandemi COVID-19.
Selama tahun 2021-2023 penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami pertumbuhan.
Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 mengalami peningkatan tertinggi
sebesar 85,01% dari tahun 2020 yang berasal dari peningkatan penjualan pegas kepada pihak
ketiga. Pada tahun 2022, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami
peningkatan sebesar 21,06% dari tahun 2021 yang utamanya berasal dari peningkatan penjualan
pegas kepada pihak ketiga. Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian terus mengalami
peningkatan pada tahun 2023 dari sebesar Rp3,64 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp3,80 triliun
atau sebesar 4,40% yang berasal dari peningkatan penjualan pegas dan alat pertanian.
Beban pokok penjualan
Beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian terdiri atas pemakaian bahan baku, upah
buruh langsung, beban tidak langsung, persediaan dalam proses, dan persediaan barang jadi.
Selama tahun 2019-2023, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian tercatat
mengalami fluktuatif peningkatan dengan CAGR sebesar 15,41%.
Pada tahun 2019 dan 2020, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan masing-masing sebesar 12,56% dan 23,38% dari tahun sebelumnya yang terutama
berasal dari penurunan pemakaian bahan baku.
Pada tahun 2021 dan 2022, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan masing-masing sebesar 80,99% dan 23,52% dari tahun sebelumnya yang disebabkan
oleh peningkatan pemakaian bahan baku.
Pada tahun 2023, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
dari sebesar Rp3,05 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp3,16 triliun atau sebesar 3,56% yang berasal
dari peningkatan pemakaian bahan baku, upah buruh langsung, dan beban tidak langsung
Porsi beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 rata-rata
sebesar 83,62% dari total penjualan neto.
Laba bruto
Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 sebesar
16,38%.
Beban penjualan
Selama tahun 2019-2023, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami fluktuatif
peningkatan dengan CAGR sebesar 17,17%.
Pada tahun 2019, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
14,53% dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari penurunan beban klaim penjualan.
Pada tahun 2020, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami penurunan
sebesar 12,73% dibanding tahun 2019 yang terutama berasal dari penurunan beban penjualan dan
pengiriman.

                                                                                               10
Page 26
Pada tahun 2021 - 2022, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
masing-masing sebesar 115,39%, dan 11,82% terutama berasal dari peningkatan beban penjualan
dan pengiriman
Pada tahun 2023, beban penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan dari
sebesar Rp232,48 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp208,49 miliar atau sebesar 10,33% yang
terutama disebabkan oleh penurunan beban penjualan dan pengiriman.
Rata-rata porsi beban penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 sebesar
6,00% dari total penjualan.
Beban Umum dan Administrasi
Selama tahun 2019-2023, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian
mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 12,11%.
Pada tahun 2019, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 6,12% dari tahun 2018 yang terutama disebabkan oleh tidak adanya
penyusutan aset tetap tidak digunakan.
Pada tahun 2020, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian kembali
mengalami penurunan sebesar 6,77% dari tahun 2019 yang terutama disebabkan oleh penurunan
beban gaji direksi dan staf.
Pada tahun 2021 dan 2022, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 25,97% dan 8,91% dari tahun sebelumnya yang
terutama disebabkan oleh kenaikan beban gaji direksi dan staff dan beban imbalan kerja.
Pada tahun 2023, beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian secara
keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 23,52% dari tahun 2022 yang terutama disebabkan
oleh peningkatan beban gaji direksi dan staf sebesar 16,24%.
Rata-rata porsi beban umum dan administrasi Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-
2023 sebesar 4,64% dari total penjualan.
Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)
Selama tahun 2019-2023, rata-rata margin EBITDA Perseroan secara konsolidasian sebesar 10,86%
dengan peningkatan margin EBITDA tertinggi pada tahun 2021 sebesar 116,36%.
Earning Before Interest and Tax (EBIT)
Selama tahun 2019-2023, EBIT Perseroan secara konsolidasian mengalami fluktuatif peningkatan
secara CAGR sebesar 20,43%.
Pada tahun 2019 dan 2020, EBIT Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan masing-
masing sebesar 12,34% dan 43,00% dari tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan
penjualan neto Perseroan.
EBIT Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 mengalami peningkatan tertinggi sebesar
211,80% dari tahun 2020 sehubungan dengan adanya penyajian kembali laporan keuangan akibat
adanya transaksi restrukturisasi entitas sepengendali. Selanjutnya, pada tahun 2022, EBIT
Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan sebesar 33,65% dari tahun 2021
yang terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto.
Pada tahun 2023, EBIT Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami penurunan dari sebesar
Rp316,66 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp280,42 miliar atau sebesar 11,44% yang berasal dari
peningkatan beban pokok penjualan dan beban umum dan administrasi.
Rata-rata margin EBIT operasi Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 adalah
sebesar 7,00%..

                                                                                          11
Page 27
Laba Neto Tahun Berjalan
Selama tahun 2019-2023, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 17,06%.
Pada tahun 2019, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 8,33% dari tahun 2018 yang terutama disebabkan oleh penurunan penjualan neto sebesar
12,86% dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2020, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami
penurunan sebesar 42,10% dari tahun 2019 yang disebabkan oleh menurunnya penjualan neto dan
pendapatan operasi lainnya.
Selama tahun 2019-2023, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 188,02% dari tahun 2020 yang berasal dari dampak
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali.
Pada tahun 2022, laba tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami
peningkatan sebesar 32,81% dari tahun 2021 yang disebabkan oleh peningkatan penjualan neto
dan pendapatan operasi lainnya, serta penurunan pada beban operasi lainnya.
Pada tahun 2023, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
dari sebesar Rp224,74 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp190,52 miliar atau sebesar 15,22%.
Rata-rata margin laba tahun neto berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023
sebesar 5,05%.
Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Selama tahun 2019-2023, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian
mengalami peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 6,83%.
Pada tahun 2019, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 285,68% dari tahun 2018 yang disebabkan oleh selisih penilaian kembali aset
tetap sebesar Rp371,86 miliar.
Pada tahun 2020, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 87,14% dari tahun 2019 yang sebagian besar disebabkan oleh adanya
penurunan dari pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Selama tahun 2019-2023, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian pada
tahun 2021 mengalami peningkatan tertinggi sebesar 186,52% dari tahun 2020 yang berasal dari
dampak transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali.
Pada tahun 2022, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 53,96% dari tahun 2021 yang disebabkan oleh adanya peningkatan dari pos
yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Pada tahun 2023, laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan dari sebesar Rp251,77 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp577,81 miliar atau sebesar
129,49%.
Selama tahun 2019-2023, rata-rata margin laba komprehensif tahun berjalan Perseroan secara
konsolidasian sebesar 10,45%.




                                                                                            12
Page 28
    Gambar 2-2 : Perkembangan Penjualan Neto, Laba Bruto, EBITDA, EBIT, Laba Neto Tahun
         Berjalan, dan Laba Komprehensif Tahun Berjalan Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                                             (dalam miliar Rupiah)

     4.000                                                                                                                                   3.803
                                                                                                             3.642
     3.500
                                                                              3.009
     3.000

     2.500
              2.091
     2.000
                                                1.626
     1.500

     1.000
                                                                                                                   591                           643                   578
                                      444                                           538 337
                                                                                                                         429                           405
       500        310 232                           261                                     237 169 164                        317 225 252                   280 191
                            133 101                       156 76
                                                                   59 57
        -
                      2019                                2020                          2021*                            2022                          2023

                 Penjualan neto             Laba Bruto      EBITDA         EBIT       Laba Neto Tahun Berjalan        Laba Komprehensif Tahun Berjalan

 *) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

                         Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                                                 (dalam juta Rupiah)
                                                                                                                     31 Desember
                        Keterangan                                                 2019             2020*               2021*                 2022                 2023
                                                                                   Audit            Audit                Audit                Audit                Audit
 ASET
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                                                                131.823           321.080                    75.386        102.494                   66.907
 Piutang usaha
  Pihak ketiga                                                                     298.986           317.544               499.319            599.411                  527.708
  Pihak berelasi                                                                    19.883            21.901                51.204             54.058                   57.597
 Piutang non-usaha
  Pihak ketiga                                                                       1.660             5.936                10.915               9.632               3.907
  Pihak berelasi                                                                     4.816             3.277                 3.709               4.758               4.415
 Persediaan                                                                        411.074           401.849               779.200             836.950           1.024.853
 Pajak dibayar di muka                                                              47.212            27.833                81.962              83.210              36.306
 Uang muka pembelian                                                                42.382            30.826                74.314              24.511              16.526
 Beban dibayar di muka                                                               1.533             1.951                   800                 779               1.531
 Aset dimiliki untuk dijual                                                            -                 -                   4.148               2.089                 -
 Total Aset Lancar                                                                 959.368         1.132.197             1.580.959           1.717.891           1.739.751

 Aset Tidak Lancar
 Taksiran klaim pengembalian
  pajak penghasilan                                                                   18.684              13.464                 9.644         12.405                   30.623
 Aset keuangan tidak lancar
  lainnya                                                                             3.982            5.715                 4.583               5.119               4.146
 Uang muka pembelian                                                                    -                -                  32.878              12.263               6.544
 Aset tetap                                                                       1.703.717        1.825.267             1.793.999           1.834.187           2.529.832
 Aset-hak-guna                                                                          -              8.430                 1.021               9.245               7.864
 Properti investasi                                                                 103.028          101.875               102.045             102.592             107.169
 Aset pajak tangguhan                                                                14.920           13.157                13.127              13.428               6.407
 Aset tidak lancar lainnya                                                           30.722           35.933                   562             175.333              27.044
 Total Aset Tidak Lancar                                                          1.875.054        2.003.842             1.957.860           2.164.574           2.719.631
 TOTAL ASET                                                                       2.834.423        3.136.039             3.538.819           3.882.465           4.459.382

*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                                                             13
Page 29
           Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Lanjutan)
                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                                                                           31 Desember
                     Keterangan                     2019       2020*          2021*       2022        2023
                                                    Audit      Audit           Audit      Audit       Audit
LIABILTAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek
  Bank                                               50.000      84.734       307.081     339.595     267.854
  Lembaga pembiayaan                                    -           -             -           -        13.725
Utang usaha
  Pihak ketiga                                       47.010      57.073        92.790     132.676     251.183
  Pihak berelasi                                     38.256      61.833        86.490     113.990      47.753
Liabilitas keuangan lancar lainnya
  Pihak ketiga                                        1.020         402         1.514       3.873       4.283
  Pihak berelasi                                        128          98           108         248         341
Utang pajak                                           4.279       9.232         9.984      16.707      12.305
Uang muka pelanggan                                   2.146       9.230         7.314       5.443       5.492
Utang dividen                                           607         699           750         821         913
Beban masih harus dibayar                            12.666      19.013        38.308      29.992      28.806
Liabilitas jangka pendek lainnya
  Pihak ketiga                                           56          70            87           7          75
  Pihak berelasi                                      1.529       1.371         1.411       1.613       1.796
Liabilitas jangka panjang yang
  akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
   Liabilitas sewa                                    6.910       2.748           205       2.337       2.615
   Pinjaman bank                                        -         5.614         3.253      31.153      28.048
Total Liabilitas Jangka Pendek                      164.608     252.116       549.297     678.454     665.188

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang,
  setelah dikurangi bagian yang
  akan jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
   Liabilitas sewa                                      -           226           -         7.002       5.269
   Pinjaman bank                                        -         7.899         4.737     106.820      78.750
Liabilitas pajak tangguhan                           52.047      43.436        53.343      66.030     174.947
Liabilitas imbalan kerja                             45.481      79.328        68.662      41.804      44.441
Total Liabilitas Jangka Panjang                      97.528     130.889       126.742     221.656     303.406
TOTAL LIABILITAS                                    262.136     383.005       676.039     900.110     968.594

EKUITAS
Modal saham                                         656.250     656.250       656.250     656.250     656.250
Modal proforma yang timbul
 dari transaksi restrukturisasi
 entitas sepengendali                                   -        77.362        82.998         -           -
Tambahan modal disetor                               24.965      24.965        24.965      24.965      24.965
Selisih nilai transaksi dengan
 entitas sepengendali                                    -        19.189        19.189      19.189      19.189
Selisih penilaian kembali aset tetap               1.218.763   1.223.680     1.199.304   1.152.880   1.518.994
Selisih kurs penjabaran                                  -           -             -         7.099       4.567
Saldo laba                                           659.604     646.292       771.325     987.567   1.124.960
Total ekuitas yang dapat diatribusikan
  kepada pemilik entitas induk                     2.559.582   2.647.738     2.754.031   2.847.950   3.348.925
Kepentingan non-pengendali                            12.705     105.295       108.749     134.405     141.862
TOTAL EKUITAS                                      2.572.287   2.753.034     2.862.780   2.982.355   3.490.788
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                       2.834.423   3.136.039     3.538.819   3.882.465   4.459.382

*) disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                               14
Page 30
Total Aset
Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 12,00%.
Pada tahun 2019, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
14,18% dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari peningkatan aset lancar berupa
persediaan dan aset tidak lancar berupa aset tetap.
Pada tahun 2020, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
10,64% dibanding tahun 2019 yang berasal dari peningkatan aset lancar berupa kas dan setara kas
dan aset tidak lancar berupa aset tetap.
Selama tahun 2019-2023, total aset Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 mengalami
peningkatan tertinggi sebesar 12,84% dari tahun 2020 yang utamanya berasal dari peningkatan
aset lancar berupa persediaan dan aset tidak lancar berupa uang muka pembelian.
Pada tahun 2022, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami sebesar 9,71% dari tahun
2021 yang berasal dari peningkatan aset lancar berupa piutang usaha pihak ketiga dan aset tidak
lancar berupa aset tidak lancar lainnya.
Total aset Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2023 mengalami peningkatan dari sebesar
Rp3,88 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp4,60 triliun atau sebesar 14,86% yang terutama berasal
dari peningkatan yang berasal dari aset lancar berupa persediaan dan aset tidak lancar berupa aset
tetap.
Total Liabilitas

Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 mengalami peningkatan
berfluktuatif dengan CAGR sebesar 38,64%.
Pada tahun 2019, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
9,01% dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari penurunan liabilitas jangka pendek pada
utang usaha pihak ketiga dan liabilitas jangka panjang pada liabilitas sewa.
Pada tahun 2020, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
46,11% dibanding tahun 2019 yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas jangka pendek
berupa pinjaman bank jangka pendek dan liabilitas jangka panjang berupa liabilitas imbalan kerja.
Selama tahun 2019-2023, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021
mengalami peningkatan tertinggi mencapai sebesar 76,51% dari tahun 2020 yang terutama berasal
dari liabilitas jangka pendek berupa pinjaman bank jangka pendek dan liabilitas jangka panjang
berupa liabilitas pajak tangguhan.
Pada tahun 2022, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan
sebesar 33,14% dari tahun 2021 yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas jangka pendek
berupa utang usaha pihak ketiga dan liabilitas jangka panjang yang mengalami peningkatan
pinjaman bank.
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2023 mengalami peningkatan dari
sebesar Rp900,11 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp968,59 miliar atau sebesar 7,61% yang
terutama berasal dari peningkatan liabilitas jangka pendek berupa utang usaha pihak ketiga dan
peningkatan liabilitas jangka panjang berupa liabilitas pajak tangguhan.
Selama tahun 2019-2023, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset sebesar 0,17x dan rasio
total liabilitas terhadap ekuitas sebesar 0,21x.




                                                                                                 15
Page 31
Total Ekuitas

Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 7,93%.
Pada tahun 2019, total ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
17,23% dibanding tahun 2018 yang terutama berasal dari peningkatan selisih penilaian kembali
aset tetap.
Pada tahun 2020, total ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
7,03% dibanding tahun 2019 yang terutama berasal dari peningkatan modal proforma yang timbul
dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali.
Total ekuitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2021 dan 2022 mengalami peningkatan
sebesar 3,99% dan 4,18% dari tahun sebelumnya yang berasal dari peningkatan saldo laba yang
berasal dari tambahan laba tahun berjalan.
Selama tahun 2019-2023, total ekuitas Perseroan secara konsolidasian pada tahun 2023 mengalami
peningkatan tertinggi dari sebesar Rp2,98 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp3,45 triliun atau
sebesar 17,05% yang terutama berasal dari peningkatan saldo laba yang berasal dari tambahan laba
tahun berjalan.
    Gambar 2-3 : Perkembangan Total Liabilitas, Total Ekuitas dan Total Aset Konsolidasian
                                        Perseroan
                                                                              (dalam miliar Rupiah)

         5.000
                                                                                       4.459
         4.500
                                                                     3.882
         4.000                                        3.539
         3.500                           3.136
                       2.834
         3.000
                                                                                     3.491
         2.500                                                       2.982
         2.000                                         2.863
                                        2.753
         1.500        2.572
         1.000
           500                                                       900              969
                                                       676
                       262               383
            -
                      2019             2020*          2021*          2022            2023
                               Total Liabilitas      Total Ekuitas     Total Aset

       *) Disajikan kembali
       Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                      16
Page 32
                           Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
                                                                                              (dalam juta Rupiah)
                                                                                31 Desember
                     Keterangan                      2019          2020            2021*          2022         2023
                                                     Audit         Audit            Audit         Audit        Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                            2.345.992     1.748.039      2.949.289      3.827.538     4.122.944
Pembayaran kepada pemasok                           (1.897.255)   (1.252.028)    (2.841.422)    (2.952.042)   (3.370.704)
Pembayaran kepada karyawan                            (174.970)     (144.112)      (256.555)      (306.250)     (359.668)
Pembayaran untuk beban usaha dan lainnya              (112.068)      (81.418)      (153.000)      (289.173)     (131.995)
Penerimaan (pembayaran) dari kegiatan
 operasional lainnya, neto                              1.580         (2.835)          (114)        11.593       19.592
Penerimaan klaim pajak penghasilan
 dan pajak pertambahan nilai                            30.326        61.382         73.605         84.592      162.453
Penerimaan penghasilan bunga                             3.334         1.066          1.989          1.007          603
Pembayaran untuk pajak penghasilan                     (37.127)      (15.501)       (61.275)       (56.299)     (76.482)
Pembayaran beban bunga                                  (3.148)         (725)        (5.267)       (21.523)     (25.859)
Pembayaran imbalan kerja karyawan                         (117)       (1.830)        (4.267)        (4.351)      (9.493)
Pembayaran beban dan denda pajak                           (23)          (32)          (152)        (4.004)      (3.884)
Pembayaran kontribusi ke dana pensiun                   (1.015)       (3.200)        (3.000)          (500)      (5.225)
Arus kas neto (digunakan untuk)
 diperoleh dari aktivitas operasi                     155.508       308.808        (300.169)      290.589       322.282

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset yang tersedia untuk dijual           -              -            6.202          3.737             11
Hasil penjualan aset tetap                                444            -            2.273            894          1.104
Perolehan aset tetap dan aset tetap
 dalam pembangunan                                   (195.280)       (32.434)       (74.918)      (279.157)    (194.449)
Pembelian saham di anak perusahaan                        -              -              -          (78.075)         -
Uang muka pembelian aset tetap                         (3.362)          (292)       (32.379)       (12.263)      (6.544)
Arus kas neto digunakan untuk
 aktivitas investasi                                 (198.197)       (32.726)       (98.822)      (364.863)    (199.878)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
(Pembayaran) Penerimaan utang bank                      14.000       (21.000)          -              -              -
Pembayaran jaminan bank                                   (600)          (86)          -              -              -
Pembayaran liabilitas sewa                             (19.346)       (6.910)          -              -              -
(Pembayaran) penerimaan pinjaman jangka panjang            -             -          (5.697)       129.359        (31.018)
(Pembayaran) penerimaan pinjaman jangka pendek             -             -         221.884         22.107        (54.735)
Penerimaan setoran modal dari kepentingan
  non-pengendalian entitas anak                            -             -              -               15           -
Pembayaran dividen                                     (65.532)      (64.448)       (55.592)       (49.148)      (69.281)
Pembayaran liabilitas sewa                                 -             -           (2.814)          (951)       (2.957)
Penerimaan atas pencairan dana yang
 dibatasi penggunaannya                                    -             -            1.336            -              -
Pembayaran ke kepentingan non
 pengendali terkait pengembalian
 modal ditempatkan
 dan disetor entitas anak                                  -             -           (1.225)           -              -
Pembayaran dividen ke kepentingan
 non-pengendali                                            -             -        (4.594)             -             -
Arus kas neto (digunakan untuk)                            -             -    ##########              -             -
 diperoleh dari aktivitas pendanaan                    (71.478)      (92.444)    153.297          101.382      (157.991)
(PENURUNAN) KENAIKAN NETO DALAM
 KAS DAN SETARA KAS                                  (114.167)      183.637        (245.693)        27.108       (35.587)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                    245.990       131.823        321.080         75.386       102.494
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                   131.823       315.460         75.386        102.494        66.907

*) disajikan kembali
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                                            17
Page 33
Aktivitas Operasi
Arus kas neto dari aktivitas operasi akhir tahun 2019 dan 2020 mengalami peningkatan yang
terutama disebabkan oleh arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi di mana adanya
penurunan pembayaran kepada pemasok seiring dengan penurunan penerimaan kas yang berasal
dari pelanggan. Pada tahun 2021, arus kas neto dari aktivitas operasi mengalami penurunan jika
dibandingkan tahun 2020. Hal tersebut disebabkan oleh arus kas yang digunakan untuk aktivitas
operasi mengalami peningkatan, yang sebagian besar berasal dari kenaikan pembayaran kepada
pemasok. Sementara arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami kenaikan berasal
dari penerimaan pelanggan.
Arus kas neto dari aktivitas operasi di tahun 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun
2021. Pada tahun 2022, arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami kenaikan
yang berasal dari penerimaan pelanggan. Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi
mengalami peningkatan yang disebabkan pembayaran kas kepada pemasok, selain itu juga
terdapat kenaikan dari penerimaan kas dari kegiatan operasional lainnya, dan penerimaan klaim
pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai bila dibandingkan dengan tahun 2021.
Arus kas neto dari aktivitas operasi di tahun 2023 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun
2022. Peningkatan arus kas neto pada tahun 2022 disebabkan oleh adanya peningkatan
penerimaan kas dari pelanggan, penurunan pembayaran untuk beban usaha dan lainnya dan
penerimaan klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai bila dibandingkan dengan tahun
2022.
Aktivitas Investasi
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada akhir tahun 2019 mengalami
peningkatan jika dibandingkan tahun 2018 akibat perolehan aset tetap dan aset tetap dalam
pembangunan. Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi mengalami penurunan pada
tahun 2020 jika dibandingkan tahun 2019 yang disebabkan oleh penurunan arus kas yang
digunakan untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2021 mengalami peningkatan jika
dibandingkan dengan tahun 2020, yang disebabkan oleh arus kas yang digunakan untuk aktivitas
investasi mengalami peningkatan terutama akibat perolehan aset tetap dan aset tetap dalam
pembangunan dan uang muka pembelian aset tetap.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi di tahun 2022 mengalami peningkatan
dibanding tahun 2021 yang disebabkan oleh peningkatan arus kas yang digunakan untuk aktivitas
investasi akibat perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan dan uang muka
pembelian aset tetap dan pembelian saham di anak perusahaan.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2023 mengalami penurunan
dibanding tahun 2022. Pada tahun 2023 terdapat penurunan pada arus kas neto yang digunakan
untuk aktivitas investasi terutama karena penurunan perolehan aset tetap dan aset tetap dalam
pembangunan dibandingkan dengan tahun 2022.
Aktivitas Pendanaan
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tahun 2019 mengalami penurunan karena
adanya penambahan penerimaan utang bank. Pada tahun 2020, arus kas neto yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2019 yang disebabkan
pembayaran dividen dan pembayaran utang bank.
Pada tahun 2021, arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan mengalami peningkatan jika
dibanding tahun 2020, disebabkan oleh penerimaan pinjaman jangka pendek. Arus kas neto dari
aktivitas pendanaan pada tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun 2021, di mana pada
tahun 2022 adanya penerimaan pinjaman jangka panjang.

                                                                                             18
Page 34
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2023 mengalami peningkatan
dibanding tahun 2022, di mana pada tahun 2023, terdapat pembayaran dividen dan pembayaran
pinjaman jangka panjang.
   Gambar 2-4 : Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
                          Pendanaan Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                                       (dalam triliun Rupiah)

          400
                                                    309                                                                                      322
                                                                                                                   291
          300

                                                          184
          200             156                                                                       153
                                                                                                                                 101
          100
                                                                                                                          27

            -

                                                          (33)                                                                                     (36)
          (100)                           (71)
                          (114)                                  (92)                      (99)
          (200)                                                                                                                                            (158)
                                  (198)                                                                                                            (200)
          (300)                                                                             (246)
                                                                                  (300)

          (400)                                                                                                          (365)
                                  2019                    2020                            2021*                          2022                      2023

                  Arus Kas dari Aktivitas Operasi    Arus Kas dari Aktivitas Investasi            Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan      Kenaikan (Penurunan) Arus Kas


        *) Disajikan kembali
        Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                                                         19
Page 35
                            Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                                  31 Desember                       Rata - Rata
                 Keterangan
                                            2019       2020           2021      2022      2023      2019 - 2023
 Rasio Pertumbuhan*
 Penjualan neto                             -12,86%     -22,25%       85,01%     21,06%     4,40%       16,12%
 Beban pokok penjualan                      -12,56%     -23,38%       80,99%     23,52%     3,56%       15,41%
 Beban penjualan                            -14,53%     -12,73%      115,39%     11,82%   -10,33%       17,17%
 Beban umum dan administrasi                 -6,12%      -6,77%       25,97%      8,91%    23,52%       12,11%
 EBIT                                       -12,34%     -43,00%      211,80%     33,65%   -11,44%       20,43%
 EBITDA                                      -8,81%     -32,94%      116,36%     27,24%    -5,47%       14,94%
 Laba neto tahun berjalan                    -8,33%     -42,10%      188,02%     32,81%   -15,22%       17,06%
 Laba komprehensif tahun berjalan           285,68%     -87,14%      186,52%     53,96%   129,49%        6,83%
 Total aset                                  14,18%      10,64%       12,84%      9,71%    14,86%       12,00%
 Total liabilitas                            -9,01%      46,11%       76,51%     33,14%     7,61%       38,64%
 Total ekuitas                               17,23%       7,03%        3,99%      4,18%    17,05%        7,93%

 Segmen Pendapatan
 Pegas                                       99,86%      99,90%       87,69%     87,91%    88,65%       92,80%
 Komponen rem kendaraan bermotor              0,00%       0,00%       12,13%     11,33%    10,44%        6,78%
 Alat pertanian                               0,14%       0,10%        0,18%      0,76%     0,92%        0,42%

 Rasio Vertikal
 Porsi beban pokok penjualan                 85,17%      83,93%       82,11%     83,77%    83,10%       83,62%
 Margin laba bruto                           14,83%      16,07%       17,89%     16,23%    16,90%       16,38%
 Porsi Beban penjualan                        5,29%       5,94%        6,91%      6,38%     5,48%        6,00%
 Porsi Beban umum dan administrasi            5,02%       6,02%        4,10%      3,69%     4,36%        4,64%
 Margin EBITDA                               11,10%       9,58%       11,20%     11,77%    10,66%       10,86%
 Margin EBIT                                  6,37%       4,67%        7,88%      8,69%     7,37%        7,00%
 Margin Laba neto tahun berjalan              4,85%       3,61%        5,62%      6,17%     5,01%        5,05%
 Margin Laba komprehensif tahun berjalan     21,21%       3,51%        5,44%      6,91%    15,20%       10,45%

 Rasio Profitabilitas
 Return on Assets (ROA)                       3,58%       1,87%        4,78%      5,79%     4,27%        4,06%
 Return on Equity (ROE)                       3,94%       2,13%        5,91%      7,54%     5,46%        5,00%

 Rasio Likuiditas
 Rasio lancar                                   5,83       4,49          2,88      2,53      2,62          3,67
 Rasio cepat                                    3,33       2,90          1,46      1,30      1,07          2,01

 Rasio Solvabilitas
 Utang berbunga / aset                          0,02       0,03          0,09      0,12      0,09          0,07
 Utang berbunga / ekuitas                       0,02       0,04          0,11      0,16      0,11          0,09
 Utang berbunga / EBITDA                        0,22       0,63          0,94      1,11      0,96          0,77
 Jumlah liabilitas / jumlah aset                0,09       0,12          0,19      0,23      0,22          0,17
 Jumlah liabilitas / jumlah Ekuitas             0,10       0,14          0,24      0,30      0,28          0,21
 Rasio Aktivitas
 Perputaran aset (x)                            0,74       0,52         0,85       0,94      0,85          0,78
 Perputaran piutang usaha (hari)                 56         76           67         65        56            64
 Perputaran persediaan (hari)                    84        107          115        100       118           105
 Perputaran utang usaha (hari)                   17         32           26         30        35            28
 *) Rata-rata dihitung secara CAGR tahun 2019-2023
 Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan, diolah


Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas Perseroan diukur dengan menggunakan rasio
lancar dan rasio cepat.
Rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023

                                                                                                              20
Page 36
sebesar 3,67x dan 2,01x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar semua
kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas Perseroan diukur dengan
menggunakan rasio utang berbunga terhadap aset atau Debt to Assets Ratio (DAR), rasio utang
berbunga terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER), dan rasio utang berbunga terhadap
EBITDA atau Debt to EBITDA.
Rata-rata DAR, DER, dan Debt to EBITDA Perseroan selama tahun 2019-2023 masing-masing
sebesar 0,07x, 0,09 dan 0,77x.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal.
Profitabilitas Perseroan diukur dengan rasio imbal hasil aset atau Return On Assets (ROA) dan rasio
imbal hasil ekuitas atau Return On Equity (ROE).
Rata-rata ROA dan ROE Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2019-2023 sebesar 4,06%
dan 5,00%.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aset-aset
yang dimilikinya. Rasio aktivitas Perseroan diukur dengan rasio perputaran (turnover).
Selama tahun 2019-2023 rata-rata rasio perputaran aset Perseroan secara konsolidasian sebesar
0,78x, rasio perputaran piutang usaha selama 64 hari, rasio perputaran persediaan selama 105 hari
dan rasio perputaran utang usaha selama 28 hari.




                                                                                                21
Page 37
3       GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI

3.1       Kondisi Umum Perekonomian

3.1.1     Kondisi Perekonomian Dunia

Kinerja perekonomian global selama tahun 2023 bergerak sangat fluktuatif dengan ketidakpastian
yang tinggi. Perbaikan ekonomi global pasca pandemi COVID-19 berjalan dengan lambat dan tidak
merata. Pertumbuhan perekonomian di berbagai negara mengalami perbedaan di tengah
perlambatan ekonomi global, inflasi yang tinggi, prospek suku bunga tinggi dalam jangka panjang,
peningkatan tensi geopolitik, serta berbagai permasalahan domestik. Meski sempat menunjukkan
perbaikan pada awal tahun yang didorong oleh peningkatan permintaan pada sektor jasa, namun
kemudian aktivitas ekonomi terus menurun akibat penurunan permintaan global yang dipengaruhi
oleh suku bunga yang tinggi. Di sisi lain, perbaikan ekonomi Euro Area (EA) relatif lambat seiring
tingginya eksposur terhadap konflik geopolitik di Ukraina.
Kondisi sektor manufaktur dunia membaik pada akhir kuartal IV-2023. Purchasing Manager Index
(“PMI”) manufaktur global meningkat menjadi 52,7. Hal ini menunjukkan peningkatan ekspansi
aktivitas manufaktur3. Indikator PMI Manufaktur global tersebut salah satunya tercermin dari kinerja
pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (“AS”). AS mencatatkan pertumbuhan ekonomi menjadi
sebesar 3,1% year on year (yoy) pada kuartal IV-2023, mengalami kenaikan dibandingkan dengan
kuartal III-2023 yang sebesar 3,0% yoy. Peningkatan tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga
dan investasi.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tercatat sebesar 5,2% yoy pada kuartal IV-2023, meningkat dari
kuartal III-2023 yang sebesar 4,9% yoy karena adanya perbaikan pada sektor industri dan jasa serta
peningkatan konsumsi pasca pandemi COVID-19. Perekonomian Korea Selatan juga mengalami
peningkatan pada kuartal IV-2023 yakni sebesar 2,2% yoy terutama disebabkan meningkatnya
sektor konstruksi, investasi fasilitas, dan pengeluaran konsumsi swasta maupun pemerintah.
Sementara perekonomian Jepang mengalami resesi teknis dengan pertumbuhan ekonomi pada
kuartal IV-2023 sebesar negatif 0,4% yoy. Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama
disebabkan inflasi yang tinggi sehingga menghambat permintaan domestik dan konsumsi swasta di
negara tersebut.
Negara-negara ASEAN mencatatkan peningkatan pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi Singapura
pada kuartal IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 2,2% yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan
kuartal III-2023 sebesar 1,0% yoy. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal IV-
2023 mengalami pertumbuhan sebesar 6,7% yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III-2023
yang sebesar 5,5% yoy. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Filipina sebesar 5,6% yoy, lebih rendah
dibandingkan dengan kuartal III-2023 yang sebesar 6,0% yoy. Malaysia dan Thailand masing-masing
mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,0% yoy dan 1,7% yoy.
Kawasan Euro mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1% yoy pada kuartal IV-2023,
meningkat dari kuartal III-2023 yang sebesar 0,0% yoy. Ekonomi Inggris mengalami penurunan
sebesar negatif 0,2% yoy pada kuartal IV-2023.
Bersamaan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat inflasi global berjalan
lambat sehingga level inflasi masih di atas sasaran untuk negara maju. Satu sisi, inflasi global turun
menjadi 6,8% pada Desember 2023 dari level tertinggi pada triwulan II 2022. Penurunan inflasi
tersebut sejalan dengan penurunan harga energi dan pangan, terurainya keketatan pasokan, serta
dampak dari pengetatan kebijakan moneter bank sentral di banyak negara. Namun pada sisi lain,
penurunan inflasi global berlangsung lebih lambat dari prakiraan semula.


3https://www.cbsl.gov.lk/sites/default/files/cbslweb_documents/press/pr/press_20240116_pmi_december_2023_e.pd

    f

                                                                                                          22
Page 38
                                Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi
                                                                               (% year on year - yoy)
                                  2021                   2022                         2023
           Negara
                         I     II     III    IV    I      II     III    IV      I      II     III       IV
      Amerika
      Amerika Serikat    0,4   12,2 4,9 5,5        3,5    1,8     1,9    0,9    1,8     2,4    2,9       3,1
      Argentina          2,9   17,9 11,9 8,9       6,0    6,9     5,9    1,9    1,4    -4,9   -0,8      -1,4
      Brazil             1,7   12,4 4,4 2,1        2,4    3,7     3,6    1,9    4,0     3,5    2,0       2,1
      Chili              0,3   18,1 17,2 12,0      7,2    5,6     0,2   -2,3   -0,8    -1,1    0,6       0,4
      Meksiko           -3,6   19,9 4,5 1,1        1,8    2,0     4,2    3,6    3,7     3,4    3,3       2,4

      Asia Pasifik
      Australia          2,1 10,3      4,1   4,6   3,0 3,1        5,9   2,7     2,3    2,0     2,1       1,5
      Tiongkok          18,3 7,9       4,9   4,0   4,8 0,4        3,9   2,9     4,5    6,3     4,9       5,2
      India              2,5 21,6      9,1   5,2   4,1 13,2       6,3   4,4     6,1    7,8     8,1       8,4
      Jepang            -1,1 7,7       1,8   0,8   0,5 1,7        1,5   0,4     2,0    2,0    -3,3      -0,4
      Korea Selatan      1,9 6,0       4,0   4,2   3,0 2,9        3,1   1,3     0,9    0,9     1,4       2,2
      ASEAN-6
      Indonesia         -0,7 7,1       3,5   5,0   5,0    5,5 5,7       5,0     5,0    5,2     4,9      5,0
      Malaysia          -0,5 16,1     -4,5   3,6   5,0    8,9 14,2      7,1     5,6    2,9     3,3      3,0
      Filipina          -4,2 12,0      6,9   7,7   8,3    7,5 7,6       7,2     6,4    4,3     6,0      5,6
      Singapura          1,3 15,2      7,5   6,1   3,8    4,5 4,4       2,1     0,4    0,5     1,0      2,2
      Thailand          -2,6 7,6      -0,2   1.9   2,3    2,5 4,6       1,4     2,6    1,8     1,4      1,7
      Vietnam            4,5 6,6      -6,0   5,2   5,1    7,7 13,7      5,9     3,3    4,1     5,5      6,7

      Eropa
      Kawasan Euro      -1,3   14,2    4,0   4,6   5,4     4,3    2,4    1,8    1,1    0,5     0,0       0,1
      Inggris           -6,1   23,6    7,0   6.5   8,7     4,4    1,9    0,6    0,2    0,6     0,2      -0,2
      Rusia             -0,7   10,5    4,0   5,0   3,5    -4,1   -3,5   -2,7   -1,8    4,9     5,5       4,9
      Turki              7,0   21,7    7,5   9,1   7,3     7,6    4,0    3,5    4,0    3,9     6,1       4,0

      Afrika
      Afrika Selatan    -3,2 19,3      2,9   1,7   3,0    0,2     4,2   0,9     0,2    1,5    -0,7      1,2
      Sumber: Trading Economics, 2023
Tingkat inflasi AS pada kuartal IV-2023 tercatat sebesar 3,4% yoy menurun dari tingkat inflasi pada
kuartal III-2023 yang sebesar 3,7% disebabkan peningkatan suku bunga Fed Fund Rate (“FFR”). Laju
inflasi Tiongkok tercatat sebesar negatif 0,3% yoy pada kuartal IV-2023. Sementara itu, Korea
Selatan mencatatkan tingkat inflasi sebesar 3,2% yoy pada kuartal IV-2023, menurun dibandingkan
tingkat inflasi pada kuartal III-2023 yang sebesar 3,7%. Hal ini dipengaruhi tekanan harga yang
semakin menurun.
Tingkat inflasi Singapura pada kuartal IV-2023 sebesar 3,7% yoy lebih rendah bila dibandingkan
dengan kuartal III-2023 yang sebesar 4,1% yoy. Tingkat inflasi tertinggi di ASEAN ada pada Filipina
sebesar 3,9% pada kuartal IV-2023 lebih rendah bila dibandingkan dengan kuartal III-2023 sebesar
6,1%. Inflasi di Indonesia dan Malaysia masing-masing mengalami peningkatan dan penurunan
pada kuartal IV-2023 masing-masing sebesar 2,6% dan 1,5%.




                                                                                                               23
Page 39
                                            Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi
                                                                                                       (% yoy)
                                      2021                       2022                    2023
             Negara
                            I      II     III    IV    I      II     III    IV    I       II     III       IV
        Amerika
        Amerika Serikat     2,6 5,4 5,4 7,0 8,5 9,1 8,2 6,5          5,0   3,0   3,7   3,4
        Argentina          42,6 50,2 52,5 50,9 55,1 64,0 83,0 94,8 104,3 115,6 138,3 211,4
        Brazil              6,1 8,4 10,3 10,1 11,3 11,9 7,2 5,9      4,7   3,2   5,2   4,6
        Chili               2,9 3,8 5,3 7,2 9,4 12,5 13,7 12,8 11,1        7,6   5,1   3,9
        Meksiko             4,7 5,9 6,0 7,4 7,5      8,0  8,7  7,8   6,9   5,1   4,5   4,7

        Asia Pasifik
        Australia            1,1    3,8    3,0   3,5    5,1   6,1     7,3   7,8    7,0     6,0    5,4       4,1
        Tiongkok             0,4    1,1    0,7   1,5    1,5   2,5     2,8   1,8    0,7     0,0    0,0      -0,3
        India                5,5    6,3    4,4   5,7    7,0   7,0     7,4   5,7    5,7     4,9    5,0       5,7
        Jepang              -0,5   -0,5    0,1   0,5    2,5   2,6     3,7   4,0    3,2     3,3    3,0       2,6
        Korea Selatan        1,5    2,4    2,5   3,7    4,1   6,0     5,6   5,0    4,2     2,7    3,7       3,2
        ASEAN-6
        Indonesia            1,4   1,3     1,6   1,9    2,6   4,4     6,0   5,5    5,0     3,5    2,3       2,6
        Malaysia             1,7   3,4     2,2   3,2    2,2   3,4     4,5   3,8    3,4     2,4    1,9       1,5
        Filipina             4,5   4,1     4,2   3,2    4,0   6,1     6,9   8,1    7,6     5,4    6,1       3,9
        Singapura            1,3   2,4     2,5   4,0    5,4   6,7     7,5   6,5    5,5     4,5    4,1       3,7
        Thailand            -0,1   1,3     1,7   2,2    5,7   7,7     6,4   5,9    2,8     0,2    0,3      -0,8
        Vietnam              1,2   2,4     2,1   1,8    2,4   3,4     3,9   4,6    3,4     2,0    3,7       3,6

        Eropa
        Kawasan Euro        1,3 1,9 3,4 5,0 7,8 8,6 9,9 9,2                        6,9     5,5    4,3       2,9
        Inggris             0,7 2,5 3,1 5,4 7,0 9,4 10,0 10,5                     10,1     7,9    6,7       4,0
        Rusia              5,78 6,5 7,4 8,4 16,7 15,9 13,7 11,9                    3,5     3,3    6,0       7,4
        Turki              16,2 17,5 19,6 36,1 61,1 78,6 83,5 64,3                50,5    38,2   61,5      64,8

        Afrika
        Afrika Selatan      3,2    4,9     5,0   5,9    5,9   7,4     7,5   7,2    7,1     5,4    5,4       5,1
         Sumber: Trading Economics, 2023

Di Kawasan Euro, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,9% pada kuartal IV-2023. Penurunan inflasi di
Kawasan Euro disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter yang cukup agresif untuk
mengembalikan inflasi sesuai target. Inggris mencatatkan inflasi sebesar 4,0% yoy pada kuartal IV-
2023, turun dari kuartal III-2023 yang sebesar 6,7%. Penurunan tersebut disebabkan pengetatan
kebijakan moneter di Inggris.

3.1.2      Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 dibanding kuartal IV-2022 mengalami pertumbuhan menjadi
sebesar 5,04% year on year (yoy). Peningkatan terjadi pada komponen pengeluaran Konsumsi
Lembaga Non Profit Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang bertumbuh sebesar 18,11% yoy.
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat sebesar 5,02% yoy. Komponen
pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga mengalami peningkatan sebesar 4,47% yoy.
Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,81% yoy.
Di sisi lain, komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB mengalami
kontraksi sebesar negatif 0,15% yoy. Komponen Ekspor Barang dan Jasa juga mengalami
peningkatan sebesar 1,64%.


                                                                                                                  24
Page 40
Nilai ekspor Indonesia pada periode Desember 2023 mencapai sebesar US$22,41 miliar atau naik
sebesar 1,89% dibanding dengan periode November 2023. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia
selama periode Januari hingga Desember 2023 tercatat mencapai sebesar US$258,82 miliar atau
turun sebesar 11,33% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Penurunan ini
disebabkan oleh menurunnya ekspor non migas, terutama disebabkan oleh menurunnya ekspor
lemak dan minyak hewani/ nabati sebesar US$583,7 juta (22,52%).
Nilai impor Indonesia pada periode Desember 2023 mencapai sebesar US$19,11 miliar, turun
sebesar 2,45% dibandingkan dengan periode November 2023. Secara kumulatif, nilai impor
Indonesia selama periode Januari hingga Desember 2023 mengalami penurunan sebesar US$15,56
miliar atau turun sebesar 6,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Penurunan
ini disebabkan oleh berkurangnya impor migas sebesar US$4,59 miliar (11,35%) dan non migas
sebesar US$10,98 miliar (5,57%). Penurunan impor barang nonmigas terbesar periode Desember
2023 dibandingkan periode November 2023 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya
senilai US$252,1 juta (11,42%). Sementara peningkatan terbesar adalah bahan bakar mineral
sebesar US$248,3 juta (89,80%)4.

                      Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran
                                                                                           (% yoy, tahun dasar 2010)
                                                                  2022                              2023
                 Komponen                      2021                            2022
                                                         I    II    III   IV             I       II      III    IV
Konsumsi Rumah Tangga                           2,02    4,34 5,51 5,39 4,48 4,93        4,54 5,22 5,05 4,47
Konsumsi LNPRT*                                 1,59    5,85 5,05 6,09 5,70 5,64        6,17 8,61 6,18 18,11
Konsumsi Pemerintah                             4,17   -7,59 -4,86 -2,88 -4,77 -4,51    3,45 10,57 -3,93 2,81
Konsumsi PMTB**                                 3,80    4,09 3,07 4,96 3,33 3,87        2,11 4,63 5,77 5,02
Ekspor Barang dan Jasa                         24,04   16,69 20,02 21,64 14,93 16,28   12,17 -2,97 -3,91 1,64
Impor Barang dan Jasa                          23,31   15,87 12,37 22,98 6,25 14,75     3,80 -3,06 -6,75 -0,15
Produk Domestik Bruto (PDB)                     3,69    5,01 5,45 5,72 5,01 5,31        5,04 5,17 4,94 5,04
* Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga
** Pembentukan Modal Tetap Bruto
Sumber: Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS), 5 Februari 2024

Dari sisi lapangan usaha, sektor konstruksi serta jasa keuangan dan asuransi masing-masing tumbuh
sebesar 7,68% yoy dan 6,56% yoy. Pertumbuhan sektor konstruksi didukung realisasi belanja modal
pemerintah dan aktivitas pembangunan Ibukota Nusantara (“IKN”). Pertumbuhan sektor jasa
keuangan dan asuransi didukung pertumbuhan pendapatan sektor perbankan sebagai dampak dari
kenaikan suku bunga. Lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial
wajib mengalami peningkatan sebesar 1,61% yoy. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan
sebesar 1,12% yoy. Perlambatan pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan
dipengaruhi faktor el nino.
Sementara itu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian, perdagangan besar dan eceran,
reparasi mobil dan sepeda motor serta industri pengolahan tumbuh masing-masing sebesar 7,46%
yoy, 4,09% yoy dan 4,07% yoy. Pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian didukung
permintaan domestik untuk kebutuhan barang input industri logam dasar terutama olahan nikel.
Pertumbuhan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor didukung
oleh aktivitas perdagangan barang domestik. Pertumbuhan industri pengolahan didukung
permintaan domestik.
Lapangan usaha transportasi dan pergudangan, jasa lainnya serta penyediaan akomodasi dan
makan minum masing-masing bertumbuh sebesar 10,33%, 10,15% dan 7,89% disebabkan oleh
peningkatan mobilitas masyarakat, penyelenggaraan event internasional seperti piala dunia U-17,
pertemuan KTT ASEAN, MotoGP Mandalika dan persiapan pemilihan umum.


4 Berita Resmi Statistik No.6/01/Th.XXVII, 15 Januari 2024



                                                                                                                 25
Page 41
                        Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha
                                                                                          (% yoy, tahun dasar 2010)
                                                             2022                                  2023
                  Sektor                   2021                                   2022
                                                    I      II       III    IV            I      II      III    IV
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan              1,84
                                                    1,19   1,38     1,65   4,512,25      0,43 2,02 1,49 1,12
Pertambangan dan Penggalian                      4,00
                                                    3,82   4,01     3,22   6,644,38      4,92 5,01 6,95 7,46
Industri Pengolahan                              3,39
                                                    5,07   4,01     4,83   5,644,89      4,43 4,88 5,19 4,07
Pengadaan Listrik dan Gas                        5,55
                                                    7,04   9,33     8,05   2,316,61      2,67 3,15 5,06 8,68
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
   Limbah dan Daur Ulang                         4,97 1,29 4,46 4,25 2,84 3,23 5,69 4,78 4,49 4,66
Konstruksi                                       2,81 4,83 1,02 0,63 1,61 2,01 0,32 5,23 6,39 7,68
Perdagangan Besar dan Eceran,
   Reparasi Mobil dan Sepeda Motor               4,65 5,73 4,42 5,35 6,55 5,52 4,92 5,26 5,10 4,09
Transportasi dan Pergudangan                     3,24 15,79 21,27 25,81 16,99 19,87 15,93 15,28 14,74 10,33
Penyediaan Akomodasi dan
   Makan Minum                                   3,89 6,56 9,76 17,83 13,81 11,97 11,55 9,89 10,94 7,89
Informasi dan Komunikasi                         6,81 7,14 8,07 6,88 8,75 7,74 7,13 8,05 8,51 6,74
Jasa Keuangan dan Asuransi                       1,56 1,64 1,50 0,87 3,76 1,93 4,48 2,85 5,24 6,56
Real Estat                                       2,78 3,78 2,16 0,63 0,39 1,72 0,37 0,96 2,21 2,18
Jasa Perusahaan                                  0,73 5,96 7,92 10,79 10,42 8,77 6,37 9,59 9,37 7,62
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
   dan Jaminan Sosial Wajib                     -0,33 -1,45 -1,56 12,42 1,78 2,52 2,09 8,15 -6,24 1,61
Jasa Pendidikan                                  0,11  -1,7 -1,09 4,46 0,42 0,59 1,02 5,43 -2,07 2,63
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial              10,46 4,38 6,49 -1,74 2,47 2,74 4,77 8,27 2,91 3,09
Jasa Lainnya                                     2,12 8,24 9,26 9,13 11,14 9,47 8,90 11,89 11,14 10,15
Produk Domestik Bruto (PDB)                      3,69 5,01 5,45 5,72 5,01 5,31 5,04 5,17 4,94 5,04
Sumber: Berita Resmi Statistik, BPS, 5 Februari 2024

Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), kinerja ekonomi Indonesia diproyeksikan
sebesar 4,95% yoy pada tahun 2024 dengan tingkat inflasi berada pada kisaran sebesar 2,50% yoy.
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 stabil, tak meningkat
ataupun melemah dibanding tahun lalu. Stabilnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia
beriringan dengan kondisi global. IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh stabil di level 3,1%
pada tahun 2024. Menurut IMF, pertumbuhan ekonomi global ditopang adanya perbaikan kondisi
di Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara berkembang5.
Sementara itu, kinerja ekspor dan impor Indonesia pada tahun 2024 diproyeksikan masing-masing
menjadi sebesar 13,16% yoy dan 14,00% yoy. Peningkatan proyeksi kinerja ekspor seiring dengan
adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang akan membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas,
dukungan untuk pembenahan perizinan, dan membuat lebih detail satu per satu komoditas dalam
perjanjian perdagangan baik bilateral maupun multilateral6.




5https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/02/01/proyeksi-imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-stabil-pada-

2024
6https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2023/12/26/perlambatan-ekonomi-dunia-dan-penurunan-harga-diperkirakan-

akan-tekan-kinerja-ekspor-2024

                                                                                                                26
Page 42
                               Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
                                                                                    (% yoy, tahun dasar 2010)
                                Indikator                   2024P     2025P        2026P        2027P       2028P
                Produk Domestik Bruto                       4,95% 4,96%             4,96%         4,95%      4,96%
                Inflasi                                     2,50% 2,50%             2,51%         2,28%      1,62%
                Ekspor barang dan jasa                     13,16% 8,39%             8,11%         7,36%      6,57%
                Impor barang dan jasa                      14,00% 10,76%            9,22%         7,90%      7,16%
                Tingkat pengangguran
                  (dari total tenaga kerja)                  5,20%     5,10%        5,10%         5,10%      5,10%
               Sumber: World Economic Outlook Database, IMF, Oktober 2023

3.2     Tinjauan Industri

3.2.1    Gambaran Umum

Industri mur dan baut (bolt) adalah industri yang mendukung pembuatan komponen-komponen
otomotif sesuai dengan standardisasi teknis dari pemegang merek. Bolt umumnya terbagi dalam
dua kategori, yaitu center bolt atau baut berbentuk lurus dan u-bolt atau baut berbentuk
menyerupai huruf U. Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi cukup
besar terhadap perekonomian nasional.
Pada tahun 2020 hingga 2021 industri mur dan baut mengalami hambatan karena peraturan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (“PSBB”) yang membuat mobilitas masyarakat Indonesia
semakin menurun. Hal ini menyebabkan kebutuhan masyarakat akan kendaraan roda empat
menurun dan berdampak pada jumlah penjualan bolt di Indonesia.
             Gambar 3-1 : Perkembangan Penjualan Mobil dan Truk Tahun 2019 - 2023
                                                                                                             (dalam unit)

                   1.200.000
                                  1.030.126                                            1.048.040
                                                                                                           1.005.802
                   1.000.000                                         887.202

                    800.000
                                                  532.027
                    600.000

                    400.000
                                   228.977                           212.620            242.360
                                                                                                           194.567
                    200.000                        133.413


                          0
                                    2019            2020              2021               2022                2023
                                     Penjualan mobil di Indonesia            Penjualan truk di Indonesia

            Sumber : Gaikindo, 2024

Penjualan mobil di Indonesia selama tahun 2019-2023 mengalami fluktuatif penurunan dihitung
secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,60%. Penurunan penjualan terbesar
terjadi pada tahun 2020 sebesar 48,35% terutama karena penurunan permintaan selama masa
pandemi COVID-19. Peningkatan penjualan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 66,76%
karena meningkatnya permintaan masyarakat seiring kebijakan insentif pajak berupa relaksasi
pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru yang mulai berlaku Maret 20217.


7 https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5376612/meluncur-maret-2021-begini-skema-insentif-pajak-0-

untuk-mobil-baru

                                                                                                                            27
Page 43
Sedangkan untuk penjualan truk selama tahun 2019 – 2023 mengalami fluktuatif penurunan
sebesar 3,99%. Penurunan penjualan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 41,74% terutama
karena penurunan permintaan selama pandemi COVID-19. Peningkatan penjualan tertinggi terjadi
pada tahun 2021 sebesar 59,37% karena meningkatnya permintaan seiring meningkatnya aktivitas
industri jasa pengiriman yang menggunakan truk sebagai alat transportasi dan mulai meningkatnya
daya beli masyarakat.

3.2.2   Kompetisi dan Pangsa Pasar

Dalam melakukan penambahan kegiatan usaha bisnis mur dan baut, persaingan usaha Perseroan
tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Persaingan dalam produk mur dan baut semakin ketat dan
membuat pelaku usaha untuk dapat lebih kompetitif dalam memberikan target harga jual juga
dalam inovasi produk.
 Tabel 3-6 : Kapasitas Produksi Perusahaan yang Bergerak dalam Bidang Industri Mur dan Baut
                            Perusahaan                        Kapasitas Produksi (Ton)
             Perseroan                                                < 16.900
             PT Garuda Metalindo Tbk                                  < 30.000
             PT Indoseiki Metal Utama                                   < 500
             PT Insastama                                              < 2.880
             PT Timur Megah Steel                                     < 36.500
             PT Unison Indonesia Industrial                           < 47.500
            Sumber: Informasi Manajemen Perseroan dan Kementerian Perindustrian

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, kapasitas produksi mur dan baut Perseroan sebesar
< 16.900 ton. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kapasitas produksi mur dan baut
perusahaan lainnya yang menjadi pesaing Perseroan antara lain PT Unison Indonesia Industrial
sebesar < 47.500 ton, PT Timur Megah Steel sebesar < 36.500 ton, PT Garuda Metalindo Tbk sebesar
< 30.000 ton, PT Insastama sebesar < 2.880 ton dan PT Indoseiki Metal Utama sebesar < 500 ton.

3.2.3   Prospek Industri

Untuk meningkatkan kembali produktivitas, penjualan dan daya saing, akibat dampak pandemi
COVID-19, Pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan atau stimulus untuk sektor yang
berkaitan dengan industri mur dan baut. Misalnya, insentif penurunan pajak pertambahan nilai
barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cubicle
centimeter (CC) di bawah 1.500. Langkah ini dilakukan karena pemerintah ingin meningkatkan
kembali pertumbuhan industri otomotif, sehingga tetap menjadi sektor yang memberikan
kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Industri otomotif masih memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. Transportasi umum
masih belum menjadi pilihan utama di PT, sehingga masyarakat masih membutuhkan mobil pribadi.
Selain itu, kebutuhan truk sebagai transportasi angkut dalam industri pertambangan dan kelapa
sawit juga cukup besar. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah seperti jalan
tol trans Jawa, trans Sumatera, trans PT, trans Sulawesi, dan trans Papua, juga dapat mempercepat
perkembangan industri otomotif truk dan mobil pada masa mendatang. Industri mur dan baut ke
depannya diperkirakan akan memiliki prospek yang menjanjikan seiring perkembangan permintaan
truk dan mobil.




                                                                                              28
Page 44
                             Gambar 3-2 : Proyeksi Penjualan Truk di PT
                                                                                               (dalam ribu)
                  98,00                                                                            96,99

                  96,00                                                               95,02

                  94,00

                  92,00                                               90,84
                                          90,22       90,54
                             89,89
                  90,00

                  88,00

                  86,00
                             2024         2025        2026            2027            2028         2029
                                            Proyeksi Penjualan Truck di Indonesia

                Sumber : Statista, 2024

Berdasarkan data Statista, proyeksi penjualan truk di PT selama tahun 2024-2029 mengalami
peningkatan secara CAGR sebesar 1,53%. Pada tahun 2024 penjualan truk diproyeksikan sebesar
89,89 ribu meningkat hingga tahun 2029 menjadi sebesar 96,99 ribu.
Berdasarkan data Statista, proyeksi penjualan mobil di PT selama tahun 2024-2029 mengalami
peningkatan secara CAGR sebesar 1,87%. Pada tahun 2024 penjualan mobil diproyeksikan sebesar
84,53 ribu meningkat hingga tahun 2028 meningkat sebesar 91,03 ribu.
                            Gambar 3-3 : Proyeksi Penjualan Mobil di PT
                                                                                              (dalam ribu)
                   96,00                                                      93,73
                   94,00
                                                                                               91,03
                   92,00                                      90,08
                   90,00
                   88,00
                   86,00      84,53
                                             82,96
                   84,00
                   82,00
                   80,00
                   78,00
                   76,00
                              2024           2025             2026            2027             2028

                                             Proyeksi Penjualan Mobil Indonesia

                Sumber: Statista, 2024

3.3    Analisis SWOT

Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)

•     Perseroan mempunyai pengalaman di dunia otomotif sehingga memahami kebutuhan para
      pelanggan.
•     Perseroan telah memiliki jaringan distribusi yang cukup kuat dalam industri otomotif.

Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
•     Perlunya riset untuk inovasi produk.
•     Banyaknya perusahaan yang bergerak dalam industri bolts.



                                                                                                              29
Page 45
4      ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR, TEKNIS, POLA BISNIS DAN MODEL MANAJEMEN

4.1    Penambahan KBLI Baru

Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha baru yaitu industri barang dari kawat dan
industri mur serta baut (KBLI 25951 dan 25952). Industri barang dari kawat (KBLI 25951) merupakan
industri barang-barang yang terbuat dari kawat logam termasuk industri pegas dan spring. Industri
mur dan baut (KBLI 25952) merupakan industri pembuatan mur dan baut atau barang berulir
sejenis yang terbuat dari besi, baja dan logam lainnya. Perseroan menginisiasi untuk membuka
pabrik mur dan baut karena masih tingginya permintaan mur dan baut untuk industri otomotif
khususnya dan agar perseroan dapat memenuhi kebutuhan mur dan baut untuk mendukung proses
produksi produk Perseroan yaitu spring untuk truk. Bisnis mur dan baut di Indonesia masih
potensial untuk bertumbuh. Saat ini permintaan baut di Indonesia masih lebih tinggi dari pasokan8.
Tidak hanya digunakan untuk industri otomotif, mur dan baut juga banyak dipakai untuk konstruksi
atau bangunan, manufaktur, properti dan infrastruktur. Mur dan baut menjadi salah satu investasi
bisnis yang sangat menjanjikan dalam menopang sektor otomotif dan pembangunan infrastruktur
di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

4.2    Analisis Kelayakan Aspek Pasar

Kondisi dan Potensi Pasar

Bisnis mur dan baut di Indonesia masih berpotensi untuk berekembang. Keduanya merupakan
komponen penting dalam industri seperti konstruksi bangunan, manufaktur, properti hingga
infrastruktur. Mur dan baut merupakan industri yang unik. Sektor ini merupakan bahan baku
pendukung bagi bidang industri manufaktur, konstruksi, otomotif hingga industri gadget. Mur atau
baut berfungsi untuk menyambungkan dan mengencangkan material. Jenis mur dan baut
bermacam-macam ada sekitar 70 ribu jenis mur dan baut.

Bisnis mur dan baut di Indonesia sangat prospektif seiring dengan pembangunan infrastruktur yang
sedang dikerjakan pemerintah maupun pembangunan properti yang dikerjakan sektor swasta dan
perkembangan industri otomotif. Saat ini, banyak produsen mur dan baut kesulitan memenuhi
permintaan pasar karena tingginya kebutuhan. Oleh sebab itu, bisnis ini masih memiliki potensi
untuk berkembang. Mur dan baut digunakan untuk menggabungkan beberapa komponen yang
membuat sebuah barang atau bangunan menjadi lebih ekonomis dan memiliki nilai jual.

Pesaing Usaha

Dalam melakukan penambahan kegiatan usaha, persaingan usaha Perseroan tentunya tidak
terlepas dari kompetitor. Berikut merupakan beberapa pesaing Perseroan yang memproduksi dan
menjual mur dan baut :
- PT Unison Indonesia Industrial
- PT Timur Megah Steel
- PT Garuda Metalindo Tbk
- PT Indoseiki Metal Utama
- PT Insastama sebesar

Persaingan dalam produk mur dan baut semakin ketat dan membuat pelaku usaha untuk dapat
lebih kompetitif dalam memberikan target harga juga dan inovasi produk.




8 https://www.manufacturingindonesia.com/bahan-pokok-industri-manufaktur-bisnis-baut-dan-mur-sangat-prospektif/



                                                                                                            30
Page 46
Strategi Pemasaran

Perseroan merupakan perusahaan yang telah memiliki pengalaman lebih dari 45 tahun di industri
otomotif. Dalam melakukan pemasaran produknya, Perseroan melakukan kerjasama dengan
beberapa perusahaan sebagai distributor center bolt dan u-bolt untuk memenuhi kebutuhan bolt
di pasaran. Perseroan memanfaatkan brand Perseroan yang sudah dikenal oleh pasar after market
(toko-toko spare part di seluruhnya). Perseroan tetap mengandalkan QCD (Cost Quality, Delivery).
Selain itu Perseroan, melakukan penjualan ke PT Sinar Indra Nusa Jaya yang merupakan entitas
anak Perseroan yang bergerak dalam bidang distributor spare part otomotif.

Target Pasar

Perseroan menargetkan pelanggan potensial penjualan bolts kepada commercial vehicles user atau
truk yang terutama digunakan di area perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batubara. Truk
yang menjadi sasaran pasar ini umumnya ada di pulau Kalimantan dan Sumatera. Selain itu,
diperlukan adanya strategi mempromosikan produk Perseroan di berbagai macam sektor serta
menambah opsi baru dengan menawarkan produk secara langsung kepada pelanggan yang
membutuhkan. Hasil produksi bolts juga akan digunakan Perseroan untuk menunjang produksi
bisnis leaf spring yang merupakan salah satu produk Perseroan.

4.3   Analisis Kelayakan Aspek Teknis

Tanah dan bangunan
Untuk pembangunan pabrik center bolt dan u-bolt, Perseroan akan memanfaatkan lahan tanah dan
bangunan yang masih kosong (idle). Perseroan memiliki lahan tanah yang diperlukan untuk pabrik
bolts dengan luas sekitar 5.986 M2. Luas bangunan pabrik untuk produksi bolts sekitar 5.486 M2.
Kapasitas Mesin
Dalam rangka penambahan jenis dan produk baru, Perseroan membutuhkan mesin tambahan
untuk menjalankan bisnis bolts. Mesin yang diperlukan diantaranya center bolt dan u-bolt, utilitas,
alat ukur, dies center bolt dan dies u-bolt. Mesin tersebut rencananya akan dibeli Perseroan dari
Tiongkok. Adapun kapasitas mesin untuk center bolt dan u-bolt adalah masing-masing sebesar
1.900 ton dan 15.000 ton. Pada saat ini Perseroan sudah mencari jenis dan spesifikasi mesin-mesin
yang dibutuhkan untuk rencana perseroan pada bulan September. Jika mesin sudah dibeli dan
sudah dilakukan proses instalasi di lokasi pabrik, maka segera dilanjutkan proses pra-operasi
sebelum produksi komersial selama sebulan.
                                 Gambar 4-1 : Mesin Center Bolt




                                                                                                31
Page 47
                                   Gambar 4-2 : Mesin U-Bolt




Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi center bolt dan u-bolt adalah besi SCM435.
Bahan baku tersedia di pasar lokal dan luar negeri tanpa adanya pembatasan untuk memperoleh
bahan baku tersebut.
Pekerja yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ini diperoleh melalui rekrutmen pekerja di
sekitar wilayah operasi yaitu Gresik dan Surabaya serta dari internal Perseroan apabila dibutuhkan
tenaga kerja tambahan. Tenaga ahli yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ini diperoleh dari
internal Perseroan. Perseroan memiliki tenaga kerja yang telah berpengalaman dalam
memproduksi center bolt dan u-bolt. Perkiraan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk produksi
untuk center bolt dan u-bolt adalah sekitar 118 yang terdiri dari 96 tenaga kerja yang berhubungan
langsung dengan produksi dan 22 tenaga kerja yang tidak secara langsung berhubungan dengan
produksi. Selain itu akan didukung oleh 3 – 5 orang tenaga ahli dari internal Perseroan.




                                                                                               32
Page 48
Proses Produksi
Proses Produksi u-bolt dan center bolt secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut :
                                        Gambar 4-3 : Alur Proses Produksi U-Bolt
                  Flow Process U Bolt                  Flow Process Nut For U Bolt              Flow Process Assy Nut And U Bolt


                       Material                                 Material                        U Bolt and Nut Assembly ( 2 nut )



               Straightener and Cutting                        Nut Former                            Inspection & Packing



             Sizing and Chamfering 2 side                      Nut Tapping



             Thread Rolling Machine 2 side           Heating , quenching Tempering



                  Heating Induction                              Plating



            Power Press For Flatten Process



                U Bolt Bending Machine



                   Heat Treatment



                   Powder Coating



                               Gambar 4-4 : Alur Proses Produksi Center – Bolt
                                                                             Flow Process Nut For
                                        Flow Process Center Bolt
                                                                                 Center Bolt

                                              Raw Material                       Raw Material



                                                Drawing                               Drawing



                                              Bolt Forming                           Nut Forming



                                              Thread Rolling                          Tapping



                                             Heat Treatment                     Heat Treatment



                                          Surface Treatment                   Surface Treatment



                                        Assembly Bolt and Nut                Assembly Bolt and Nut



                                         Inspection & Packing                Inspection & Packing




                                                                                                                                    33
Page 49
4.4         Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis
Keunggulan kompetitif
Dalam menjalankan pengembangan kegiatan usaha baru, Perseroan didukung oleh tenaga ahli yang
memiliki kompetensi, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan
rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, maka Perseroan
diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan kompetitor. Beberapa keunggulan kompetitif
Perseroan adalah :
-        Memiliki rantai distribusi tersebar di seluruh Indonesia meliputi seluruh pulau, provinsi, hingga
         ke daerah.
-        Memiliki biaya produksi yang rendah dikarenakan adanya penerapan sistem produksi hulu ke
         hilir, sehingga memiliki dampak yang efisien.
-        Merupakan sebuah perusahaan yang memiliki pengalaman lebih dari 45 tahun di bidang
         industri otomotif.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana produk yang dihasilkan adalah
produk center bolt dan u-bolt yang umum digunakan dan tidak perlu keahlian khusus, sehingga
sangat mudah bagi pesaing usaha dalam meniru produk yang dihasilkan tersebut. Risiko adanya
barang yang dapat ditiru merupakan risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Namun dengan
adanya pengalaman Perseroan di bidang industri otomotif, produk milik Perseroan memiliki
keunggulan dari segi kualitas.
Kemampuan menciptakan nilai
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang
diantaranya:
-        Pengembangan kegiatan usaha.
-        Menambah sumber pendapatan baru.
Kedua hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan.
-        Menciptakan lapangan kerja.
-        Dengan dijalankannya produksi, maka akan membuka lapangan pekerjaan baru agar dapat
         mengurangi angka pengangIndonesiaIndonesia khususnya di kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Dengan pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan maka diharapkan akan dapat memberikan
nilai tambah bagi Perseroan berupa perluasan jenis-jenis produk yang dapat disediakan bagi
pelanggan.
                                     Tabel 4-1 : Time Table Rencana Perseroan
                                                                         2024                                            2025 dan
                      Kegiatan
                                     Maret   April   Mei   Juni   Juli      Agustus September Oktober November Desember selanjutnya
    Menyusun Rencana dan Perizinan
    Persetujuan Manajemen
    Pelatihan Tenaga Kerja
    Instalasi Mesin
    Trial Production
    Mass Production                                                                                                         dst


4.5         Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen

Ketersediaan Tenaga Kerja
Pada tahun 2023, jumlah karyawan Perseroan adalah sebanyak 2.713 orang. Untuk menjalankan
kegiatan usaha barunya, Perseroan melakukan penambahan tenaga kerja langsung sebanyak 96

                                                                                                                                  34
Page 50
orang, jumlah tenaga kerja tidak langsung sebany–k 22 orang dan 3 - 5 orang tenaga ahli dari
internal Perseroan. Untuk menjalankan kegiatan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
dimiliki oleh tenaga kerja langsung dan tidak langsung adalah lulusan SMK. Keahlian minimum
untuk tenaga ahli adalah lulusan strata 1.
Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
                  Gambar 4-5 : Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha




Sumber : Informasi manajemen Perseroan

Manajemen Risiko
Manajemen Perseroan melakukan identifikasi serta perkiraan kemungkinan munculnya potensi
risiko beserta dampaknya dan diikuti dengan penentuan tingkat risiko tersebut. Kemudian
menelaah kecukupan pengendalian internal dalam mengurangi dampak dari risiko yang sudah
diidentifikasi serta menyusun rencana untuk meningkatkan pengendalian risiko yang dirasakan
belum efektif. Risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan adalah banyaknya pesaing yang
memproduksi center bolt dan u-bolt. Selain itu risiko penurunan permintaan karena kelebihan
pasokan juga salah satu faktor risiko utama yang harus dihadapi oleh Perseroan. Dalam hal ini,
upaya mitigasi risiko yang dilakukan Perseroan di dalam risiko persaingan usaha adalah dengan
berusaha untuk bekerja di bawah pengawasan yang ketat dan terarah, sehingga tercapai tingkat
efisiensi yang maksimal.
Ada beberapa risiko yang mungkin akan dihadapi oleh Perseroan, diantaranya adalah :
1. Risiko Pasar
     Risiko pasar mencakup antara lain situasi ekonomi dan politik yang tidak pasti, biaya adaptasi
     dan hambatan perdagangan lainnya merupakan risiko pasar yang harus dihadapi Perseroan.
     Perseroan memprioritaskan penjualan center bolt dan u-bolt di dalam negeri dibandingkan
     dengan ekspor, karena pasar dan permintaan yang sudah jelas. Penjualan ekspor belum akan
     terjadi, dikarenakan memerlukan proses yang lebih rumit, termasuk antara lain upaya
     pengenalan produk, potensi pasar, pembentukan jaringan distribusi dan strategi pemasaran
     lainnya.
2. Risiko Rantai Pasokan (Supply Chain Risk)
     Risiko Rantai Pasokan (Supply Chain Risk) adalah serangkaian aktivitas dari bahan baku dan
     komponen produksi lainnya sampai menjadi produk akhir yang diserahkan ke konsumen.
     Ketika satu tahapan dari rantai pasokan tersebut tidak dapat berjalan dengan baik, maka
     seluruh rantai pasokan akan terganggu, yang pada akhirnya akan berakibat pada menurunnya
     pendapatan, meningkatnya biaya, dan merusak reputasi bisnis dan kepercayaan konsumen.
3. Risiko Persaingan Usaha
     Risiko persaingan merupakan risiko yang selalu dihadapi di setiap jenis usaha dan mempunyai
     pengaruh yang sangat besar apabila perusahaan tidak melakukan suatu langkah antisipasi.

                                                                                                35
Page 51
     Melihat kondisi persaingan usaha pada analisis industri mengenai persaingan antar
     perusahaan sejenis, Perseroan memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Perseroan diharapkan
     dapat menjaga kualitas produk yang terbaik sehingga dapat meningkatkan daya tarik
     masyarakat terhadap produk yang dihasilkan oleh Perseroan.
4. Risiko Harga Jual
     Perseroan akan memberikan harga jual yang lebih kompetitif yang akan memberikan nilai
     tambah bagi para calon konsumen.
5. Risiko Kondisi Perekonomian, SIndonesia Politik Indonesia
     Risiko perekonomian, sosial dan politik yang berpengaruh pada lingkungan usaha antara lain
     disebabkan oleh adanya perubahan yang signifikan pada kebijakan makro ekonomi, sosial dan
     politik baik nasional maupun internasional, sehingga dapat berakibat terhadap dunia bisnis
     dan keuangan pada umumnya. Risiko politik terkait regulasi pembatasan importasi besi / baja.
     Risiko ekonomi terkait fluktuasi harga steel material. Selain itu, bisnis ini sangat dipengaruhi
     oleh user commercial vehicle terbesar di indonesia seperti pasar kelapa sawit dan
     pertambangan batubara. Dimana user commercial vehicle pada industri tersebut memiliki
     intensitas penggantian spare parts dan bolts yang tinggi.
Pengelolaan risiko-risiko tersebut di atas dapat dilakukan dengan melakukan antisipasi atas risiko-
risiko yang mungkin terjadi, meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dimaksud, serta
merencanakan penanganan yang harus dilakukan apabila risiko yang tidak dikehendaki tersebut
terjadi. Dengan pengelolaan risiko yang baik, kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir.




                                                                                                  36
Page 52
5     ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN

5.1    Kajian Kelayakan Keuangan
Analisis Kajian Kelayakan Keuangan merupakan analisis yang dilakukan dari berbagai aspek yang
saling berkaitan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek Perseroan dan potensi
sinergi yang diperoleh Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari
jumlah investasi yang ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan
operasional serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan
beban usaha, modal kerja dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
      a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
         (present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus
         kas masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek
         dapat dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif.

      b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
         investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
         pengembalian lebih lama; atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
         investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
         even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
         sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati.
      c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
         berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini
         dari investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai
         IRR lebih besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini tingkat
         pengembalian yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital / WACC).
      d. Profitability Indeks (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah
         dari investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
         diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus
         kas yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek. Apabila P/I dihasilkan dari suatu
         proyek sama dengan satu maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai
         tambah, apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
         setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan sedangkan P/I lebih kecil dari
         satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai
         tambah bagi perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka kelayakan dapat
         dinilai apabila nilai P/I lebih dari satu.
Dalam analisis kelayakan kami akan menggunakan empat metode di atas terhadap arus kas bersih
untuk perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang digunakan untuk
perhitungan NPV adalah WACC, sedangkan IRR yang diperoleh akan dibandingkan dengan WACC.

5.2    Biaya Pendirian (Start Up Cost), Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan

Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan memerlukan investasi sekitar Rp51 miliar.
Sumber pendanaan tersebut diperoleh dari pinjaman bank untuk pembelian mesin dan
perlengkapannya, serta dana internal Perseroan untuk kebutuhan investasi selain mesin. Rincian
investasi dan sumber dananya adalah sebagai berikut :




                                                                                                   37
Page 53
      Tabel 5-1 : Estimasi Total Nilai Investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Bolts
                                                 Perseroan
                                                                             (dalam ribu Rupiah)
                           Keterangan                  Nilai        Hutang        Dana Internal
                Aktiva Tetap
                    Mesin Center Bolt                12.664.000      6.332.000         6.332.000
                    Mesin U Bolt                     17.208.000      8.604.000         8.604.000
                    Instalasi dan Lain-lain          10.128.000      5.064.000         5.064.000
                    Investasi Baru                   40.000.000     20.000.000        20.000.000

                    Tanah                             3.549.967               -        3.549.967
                    Gedung                           10.870.580               -       10.870.580
                    Total                            14.420.547               -       14.420.547

                Jumlah investasi                     54.420.547     20.000.000        34.420.547

                Modal Kerja
                   Bahan Baku - Pra Operasi           7.834.375               -        7.834.375
                   Tenaga kerja                       2.290.718               -        2.290.718
                   FOH                                2.703.103               -        2.703.103
                   Persediaan                         3.953.125               -        3.953.125
                   Pajak dibayar dimuka               1.296.625               -        1.296.625
                   Hutang usaha                      (2.180.687)              -       (2.180.687)
                   Dana contigent                     1.102.741               -        1.102.741

                Jumlah Kebutuhan Modal Kerja         17.000.000               -       17.000.000

                Total Investasi                      71.420.547     20.000.000        51.420.547

5.3        Penentuan Tingkat Diskonto
Dalam rangka Studi Kelayakan Batas Rencana Perseroan, tingkat diskonto yang digunakan adalah
rata-rata tertimbang biaya kapital atau Weighted Average Cost of Capital (WACC). WACC dihitung
dengan rumus sebagai berikut:
                              WACC = ((Kd*(1-T)) * % Debt) + (Ke * % Equity)

  WACC          Weighted Average Cost of Capital (tingkat rata-rata tertimbang biaya atas modal/ kapital)
  Kd            Cost of debt (biaya utang)
  Ke            The required rate of return/ cost of equity (biaya ekuitas)
  % Debt        Proportion of Debt in the capital structure (proporsi utang dalam struktur kapital
  % Equity      Proportion of Equity in the capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital)
  T             Tax rate (tarif pajak)


Dalam Studi Kelayakan Bisnis ini, asumsi yang digunakan untuk mengestimasi WACC adalah
sebagai berikut:
Biaya Utang (Cost of Debt)
Biaya utang diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut.
       -     Tingkat suku bunga pinjaman (sebelum pajak) yang digunakan adalah 9,41% berdasarkan
             tingkat suku bunga pinjaman Rupiah untuk jenis pinjaman investasi berdasarkan
             kelompok bank Persero per Desember 2023 (sumber : Bank Indonesia); dan


                                                                                                            38
Page 54
     -     Tarif pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00%, berdasarkan tingkat pajak korporasi di
           Indonesia yang berlaku pada tanggal Studi Kelayakan Bisnis (sumber: Undang-Undang No.
           7 tahun 2021).
Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya ekuitas dihitung dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
                                                    Ke = Rf + (β x ERP)

                            Ke  Cost of equity (biaya ekuitas)
                            Rf  Risk free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
                            β   Relevered Beta
                            ERP Equity Risk Premium
    Biaya ekuitas yang digunakan dalam Studi Kelayakan Bisnis sebesar 11,54% yang dihitung
    dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
o Tingkat imbal hasil bebas risiko (risk free rate)
    Tingkat imbal hasil bebas risiko yang digunakan sebesar 6,89%, yang merupakan yield Surat
    Utang Negara 30 tahun.
    Tingkat imbal hasil bebas risiko kemudian dikurangi default spread Indonesia per Tanggal Studi
    Kelayakan Bisnis sebesar 2,07% (sumber: Damodaran), sehingga tingkat suku bunga bebas
    risiko efektif yang digunakan sebesar 4,81%.
o Relevered Beta
   Relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan Bisnis dihitung dengan menggunakan
   rumus sebagai berikut:
                                              βL = βU x {1+(DER x (1-T))}

     βL                   Relevered beta
     βU                   Unlevered beta
     DER                  Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap ekuitas)
     T                    Marginal tax rate (tarif pajak)
   Relevered beta dihitung dari unlevered beta sebesar 0,79 dan rasio utang terhadap ekuitas
   sebesar 19,57% serta tingkat pajak penghasilan perusahaan yang berlaku pada Tanggal Studi
   Kelayakan Bisnis sebesar 22,00% (sumber: Undang-Undang No. 7 tahun 2021).
          Tabel 5-2 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding
                                               Unlevered Beta Perusahaan Pembanding
                                                   Levered    *Nilai Pasar *Nilai Kapitalisasi   Utang /    Marginal Unlevered
   Perusahaan Pembanding
                                                     Beta        Utang            Pasar          Ekuitas    Tax Rate   Beta

   PT Garuda Metalindo Tbk                              0,47           262               1.723     15,21%     22,00%      0,42
   PT Astra Otoparts Tbk                                0,93           447              11.375      3,93%     22,00%      0,91
   PT Dharma Polimetal Tbk                              1,07           512               6.682      7,66%     22,00%      1,01
   Niterra Co., Ltd.                                    1,09        19.336              74.156     26,07%     30,62%      0,92
   Fortune Parts Industry Public Company Limited        0,66           351               1.694     20,74%     20,00%      0,56
   Sumeeko Industries Co., Ltd.                         0,81           527               2.142     24,61%     20,00%      0,68
   PT Selamat Sempurna Tbk                              0,72           295              11.489      2,57%     22,00%      0,70
   Press Kogyo Co., Ltd.                                1,24           893               6.368     14,03%     30,62%      1,13
   Nilai Rata-Rata                                      0,87                                       19,57%                 0,79
   *) dalam miliar Rupiah

   Unlevered beta yang digunakan untuk menghitung relevered beta diperoleh dari rata-rata

                                                                                                                         39
Page 55
   unlevered beta perusahaan pembanding yang bergerak dalam industri otomotif (sumber: SP
   Capital IQ). Rata-rata rasio utang terhadap ekuitas untuk menghitung relevered beta diperoleh
   dari rata-rata rasio utang terhadap ekuitas perusahaan pembanding yang bergerak dalam
   industri otomotif (sumber: SP Capital IQ).
   Relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan Bisnis ini sebesar 0,91.
o Market risk premium (premi risiko pasar)
   Premi risiko pasar untuk Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis adalah
   sebesar 7,38% yang dihitung dengan formulasi sebagai berikut:
     =   Equity Risk Premium (ERP) AS yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
     +   Default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan x deviasi pasar
         ekuitas dari deviasi rata-rata pasar obligasi AS (relative equity volatility)
     =   Market risk premium
   ERP AS yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis sebesar 4,60%, ditambahkan dengan
   penyesuaian terhadap ERP AS sebesar 2,78%. Penyesuaian terhadap ERP AS diperoleh dari
   default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan Bisni sebesar 2,07% dan
   relative equity volatility sebesar 1,34 (Sumber: Damodaran).
Proporsi Struktur Kapital

Dalam Studi Kelayakan Bisnis ini, proporsi utang dan ekuitas dalam struktur kapital masing-masing
sebesar 16,36% dan 83,64% yang merupakan rata-rata rasio yang diperoleh dari perusahaan
pembanding yang bergerak dalam industri otomotif (sumber: SP Capital IQ).
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya tingkat rata-rata tertimbang biaya kapital (Weighted
Average Cost of Capital - WACC) dalam mengestimasi indikasi Net Present Value (NPV) Rencana
Perseroan adalah sebesar 10,86%.
                                      Tabel 5-3 : Estimasi WACC
                            Biaya Utang
                            Biaya Utang                                9,41%
                            Tingkat Pajak                             22,00%
                            Biaya Utang Setelah Pajak                  7,34%

                            Biaya Ekuitas
                            Yield SUN                                  6,89%
                            Default Spread Indonesia                   2,07%
                            Tingkat Bebas Risiko (Adj)                 4,81%

                            Mean Unlevered Beta                          0,79
                            Target Utang/Ekuitas                      19,57%
                            Target Marginal Tax Rate                  22,00%
                            Relevered Beta                              0,91

                            Equity Risk Premium (ERP) AS               4,60%
                            Default Spread Indonesia                   2,07%
                            Relative Equity Volatility                   1,34
                            Penyesuaian terhadap ERP US                2,78%
                            Premium Risiko Pasar Indonesia             7,38%

                            Biaya Ekuitas                             11,55%

                            Weighted Average Cost of Capital
                                                           Porsi
                            Utang                            16,36%    1,20%
                            Ekuitas                          83,64%    9,66%
                            WACC                                      10,86%



                                                                                                40
Page 56
5.4     Asumsi Proyeksi Keuangan

5.4.1    Penyesuaian Proyeksi Keuangan

Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi keuangan bisnis bolts yang telah disiapkan
oleh manajemen. Penyesuaian yang dilakukan didasarkan kepada data dan wawancara dengan
manajemen Perseroan. Penyesuaian yang kami lakukan terhadap proyeksi keuangan bisnis bolts
adalah sebagai berikut :
Penyesuaian harga jual center bolts dan U-bolt
Kami melakukan penyesuaian terhadap asumsi harga jual center bolt dan U-bolt agar lebih
mencerminkan kewajaran asumsi proyeksi harga jual di masa depan.

5.4.2    Analisis Proyeksi Keuangan

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, bisnis bolts Perseroan memiliki prospek usaha yang baik
karena beberapa faktor sebagai berikut :
1. Prospek industri otomotif nasional diperkirakan semakin meningkat seiring dengan peningkatan
   jumlah permintaan. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan permintaan mur dan baut
   (bolts).
2. Jumlah penjualan akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya optimalisasi utilisasi
   produksi.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, kinerja bisnis bolts di masa yang akan datang diperkirakan
akan semakin meningkat. Proyeksi laporan keuangan bolts tahun 2024-2034 terdapat pada
Lampiran.

                                         Tabel 5-4 : Rasio Proyeksi Keuangan
                              Keterangan              2024       2025     2026     2027     2028     2029

                  Rasio Pertumbuhan*
                  Penjualan                               n.a      n.a   6,38%   6,00%       5,66%   5,36%
                  Beban pokok penjualan                   n.a 922,19% 10,22%     5,69%       5,44%   5,17%
                  Beban penjualan                         n.a      n.a -10,38% -11,58%       2,94%   2,86%
                  Jumlah aset                             n.a 64,72% 17,51% 18,80%          16,80% 15,38%
                  Jumlah liabilitas                       n.a 71,69% -13,02% -7,22%         -9,57% -11,51%
                  Jumlah ekuitas                          n.a 60,96% 35,10% 28,44%          23,86% 20,64%

                  Rasio Profitabilitas
                  Porsi beban pokok penjualan              n.a   78,88%   81,73%   81,49%   81,31%   81,17%
                  Margin laba bruto                        n.a   21,12%   18,27%   18,51%   18,69%   18,83%
                  Margin EBITDA                            n.a   22,61%   19,98%   20,22%   20,28%   20,32%
                  Margin Laba Usaha                        n.a   20,09%   17,41%   17,79%   17,98%   18,14%
                  Laba Setelah Pajak                       n.a   15,06%   13,12%   13,55%   13,82%   14,06%
                  Return On Assets (ROA)              -16,35%    24,03%   18,95%   17,47%   16,11%   14,96%
                  Return On Equity (ROE)              -25,18%    37,87%   25,98%   22,15%   19,27%   17,11%
                  Return On Invested Capital (ROIC)   -16,38%    31,73%   23,70%   21,20%   19,02%   17,23%

                  Rasio Likuiditas (x)
                  Current ratio                          2,71     3,02     4,76     6,01     7,25     8,47
                  Quick ratio                            0,90     2,37     4,14     5,40     6,65     7,85

                  Rasio Solvabilitas (x)
                  Debt to Assets Ratio (DAR)             0,32     0,15     0,10     0,05     0,02      -
                  Debt to Equity Ratio (DER)             0,49     0,24     0,13     0,07     0,03      -
                  Liabilitas terhadap Aset               0,35     0,37     0,27     0,21     0,16     0,13
                  Liabilitas terhadap Ekuitas            0,54     0,58     0,37     0,27     0,20     0,14

                  Rasio Aktivitas
                  Perputaran aset (x)                    -        1,60     1,44     1,29     1,17     1,06
                  Perputaran piutang usaha (hari)        n.a        68       68       68       68       68
                  Perputaran persediaan (hari)           112        32       25       25       25       26
                  Perputaran utang usaha (hari)            62       50       41       41       42       42
                   *CAGR 2024 – 2034

                                                                                                              41
Page 57
                               Tabel 5-5 : Rasio Proyeksi Keuangan (Lanjutan)
                                                                                                   Rata - Rata
                              Keterangan              2030     2031     2032     2033     2034
                                                                                                   2024- 2034
                  Rasio Pertumbuhan*
                  Penjualan                            5,08%    4,84%    4,61%    4,41%    4,23%         5,17%
                  Beban pokok penjualan                4,97%    4,70%    4,54%    4,33%    4,18%         5,46%
                  Beban penjualan                      2,78%    2,70%    2,63%    2,57%    2,50%        -0,50%
                  Jumlah aset                         16,20%   14,71%   13,70%   12,25%   11,39%        15,17%
                  Jumlah liabilitas                    2,22%    2,29%    4,77%    0,48%    0,38%        -3,68%
                  Jumlah ekuitas                      18,20%   16,25%   14,68%   13,42%   12,36%        20,12%

                  Rasio Profitabilitas
                  Porsi beban pokok penjualan         81,08%   80,98%   80,92%   80,86%   80,83%        80,92%
                  Margin laba bruto                   18,92%   19,02%   19,08%   19,14%   19,17%        19,08%
                  Margin EBITDA                       20,32%   20,34%   20,32%   20,32%   20,29%        20,50%
                  Margin Laba Usaha                   18,24%   18,37%   18,44%   18,51%   18,55%        18,35%
                  Laba Setelah Pajak                  14,23%   14,33%   14,38%   14,44%   14,47%        14,15%
                  Return On Assets (ROA)              13,70%   12,60%   11,64%   10,87%   10,20%        15,05%
                  Return On Equity (ROE)              15,40%   13,98%   12,80%   11,83%   11,00%        18,74%
                  Return On Invested Capital (ROIC)   15,40%   13,98%   12,80%   11,83%   11,00%        17,79%

                  Rasio Likuiditas (x)
                  Current ratio                        9,88    11,17    12,52    13,73    14,93           9,18
                  Quick ratio                          9,28    10,57    11,92    13,13    14,33           8,56

                  Rasio Solvabilitas (x)
                  Debt to Assets Ratio (DAR)            -        -        -        -        -             0,03
                  Debt to Equity Ratio (DER)            -        -        -        -        -             0,05
                  Liabilitas terhadap Aset             0,11     0,10     0,09     0,08     0,07           0,16
                  Liabilitas terhadap Ekuitas          0,12     0,11     0,10     0,09     0,08           0,21

                  Rasio Aktivitas
                  Perputaran aset (x)                  0,96     0,88     0,81     0,75     0,70           1,07
                  Perputaran piutang usaha (hari)        68       68       68       68       68             68
                  Perputaran persediaan (hari)           25       25       25       25       25             26
                  Perputaran utang usaha (hari)          42       42       42       42       42             42
                  *CAGR 2024 – 2034

Penjualan
Penjualan diproyeksikan mengalami peningkatan dihitung secara CAGR sebesar 5,17%.
Peningkatan penjualan tertinggi diproyeksikan pada tahun 2026 sebesar 6,38% seiring peningkatan
volume produksi.
Beban pokok penjualan

Porsi beban pokok penjualan selama tahun 2024-2034 diproyeksikan rata-rata sebesar 80,92%.
Laba Bruto
Margin laba Bruto diproyeksikan rata-rata sebesar 19,08%. Margin laba kotor tertinggi
diproyeksikan pada tahun 2025 sebesar 21,12%.
Beban penjualan
Beban penjualan diproyeksikan mengalami fluktuatif penurunan dihitung secara CAGR sebesar
0,50% per tahun. Penurunan beban penjualan tertinggi diproyeksikan pada tahun 2027 sebesar
11,58% terutama karena penurunan beban management fee.
EBITDA
Margin EBITDA diproyeksikan rata-rata sebesar 20,50%. Margin EBITDA terbesar diproyeksikan
pada tahun 2025 sebesar 22,61%.
Laba Usaha
Margin laba usaha diproyeksikan rata-rata sebesar 18,35%. Margin laba usaha tertinggi
diproyeksikan pada tahun 2025 sebesar 20,09%.
Laba Setelah Pajak

                                                                                                                 42
Page 58
Margin laba setelah pajak diproyeksikan rata-rata sebesar 14,15%. Margin laba tahun berjalan
tertinggi diproyeksikan pada tahun 2025 sebesar 15,06%.
Jumlah Aset
Jumlah aset diproyeksikan mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar 15,17%. Peningkatan
tertinggi proyeksi jumlah aset diproyeksikan pada tahun 2025 sebesar 64,72% terutama karena
adanya aset tetap dan piutang usaha.
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas diproyeksikan mengalami fluktuasi penurunan sebesar 3,68% per tahun.
Peningkatan tertinggi proyeksi jumlah liabilitas diproyeksikan pada tahun 2025 sebesar 71,69%
terutama karena adanya pinjaman bank dan utang usaha. Penurunan terbesar terjadi pada tahun
2029 sebesar 13,02% karena penurunan pada pinjaman bank.
Selama tahun 2024-2034, rata-rata liabilitas terhadap aset diproyeksikan sebesar 0,16x dan rata-
rata liabilitas terhadap ekuitas diproyeksikan sebesar 0,21x.
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 20,12% per tahun. Peningkatan
tertinggi proyeksi jumlah ekuitas diproyeksikan pada tahun 2025 sebesar 60,96% terutama karena
adanya peningkatan saldo laba.
Rasio Profitabilitas
Tingkat profitabilitas diproyeksikan sebagai berikut : rata-rata ROA sebesar 15,05%, rata-rata ROE
sebesar 18,74% dan rata-rata ROIC sebesar 17,79%.
Rasio Likuiditas
Rata-rata current ratio dan quick ratio diproyeksikan masing-masing sebesar 9,18x dan 8,56x.
Rasio Solvabilitas
Rata-rata DAR dan DER diproyeksikan masing-masing sebesar 0,03x dan 0,05x.
Rasio Aktivitas
Secara umum, rata-rata rasio aktivitas diproyeksikan sebagai berikut : rasio perputaran aset
sebesar 1,07x, rasio perputaran piutang usaha sebesar 68 hari, rasio perputaran persediaan
sebesar 26 hari dan rasio perputaran utang usaha sebesar 42 hari.

5.5     Analisis Kelayakan Keuangan

Analisis kelayakan keuangan Rencana Transaksi Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode, yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
   (present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
   masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
   dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif.

      NPV dihitung dengan rumus sebagai berikut :
                                              𝑛
                                                        FCFFt
                                  𝑁𝑃𝑉 = ∑
                                                     (1 + WACC)t
                                               𝑡=0
       NPV                      Net Present Value
       FCFFt                    Free Cash Flow to the Firm tahun ke t

                                                                                                 43
Page 59
      WACC                      Weighted Average Cost of Capital
      n                         Jumlah periode waktu


b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
   investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
   pengembalian lebih lama atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
   investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break even
   point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik, sedangkan
   periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati.

    PBP dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                         (𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 − 𝑂𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤)
          𝑃𝐵𝑃 =
                   (𝐶𝑙𝑜𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤 − 𝑜𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤)


c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh berdasarkan
   aliran kas masuk atas investasi yang dilakukan, dimana arus kas masuk tersebut nilainya akan
   sama dengan investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila
   nilai IRR lebih besar dari biaya dana yang dibutuhkan (dalam Rencana Transaksi ini biaya
   pendanaan adalah Weighted Average Cost of Capital, WACC).

    IRR dihitung dengan rumus sebagai berikut :
                                                      n
                                                            FCFFt
                                 0 = 𝑁𝑃𝑉 = ∑
                                                          (1 + IRR)t
                                                    t=0
      NPV                       Net Present Value
      FCFFt                     Free Cash Flow to the Firm tahun ke t
      IRR                       Internal Rate of Return
      n                         Jumlah periode waktu


d. Profitability Index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
   investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
   diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
   yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek. Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek
   sama dengan satu maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
   apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
   menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai arus
   kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
   Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai P/I lebih dari
   satu.

    P/I dihitung dengan rumus sebagai berikut:

                                          (𝑃𝑉 𝑜𝑓 𝑓𝑢𝑡𝑢𝑟𝑒 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤)
                                  𝑃/𝐼 =
                                            (𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡)




                                                                                                  44
Page 60
5.5.1    Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF)

Kajian kelayakan keuangan ini dengan menggunakan FCFF akan didasarkan pada proyeksi keuangan
bolts untuk tahun 2024-2034. Proyeksi tersebut disesuaikan berdasarkan kondisi bisnis saat ini dan
potensi usaha yang dapat dicapai di masa yang akan datang. Berdasarkan proyeksi keuangan yang
diperoleh, dapat dihitung arus kas bersih. Perbedaan-perbedaan antara asumsi yang menjadi dasar
penyusunan proyeksi keuangan dan realisasi yang sebenarnya akan berdampak langsung pada
kajian kelayakan keuangan ini.
Arus Kas bersih yang digunakan menjadi Free Cash Flow to The Firm (FCFF) merupakan arus kas
bersih yang akan diterima para pemegang saham dan pemberi pinjaman, setelah
memperhitungkan adanya perubahan arus kas akibat penambahan/ penurunan modal kerja dan
pengeluaran untuk investasi. Secara garis besar arus kas untuk penyedia kapital yang akan
diaplikasikan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Laba Operasi
– Pajak
= Laba Operasi Setelah Pajak
+ Depresiasi
- Pengeluaran Investasi
-/+ Penambahan/Penurunan Modal Kerja
= Arus Kas Bersih untuk Perusahaan
Bisnis bolts merupakan bisnis yang beroperasi secara berkelanjutan (going concern). Dalam
melakukan kajian kelayakan keuangan, kami tidak hanya mengkuantifikasi arus kas perusahaan
selama masa proyeksi spesifik, tetapi juga arus kas setelah masa proyeksi spesifik yang disebut
dengan periode kekal (continuing value). Proyeksi arus kas bersih spesifik dan periode kekal
(continuing value) kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang
menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of return). Kami
mengasumsikan tingkat pertumbuhan perpetuitas sebesar 3,00%, yang merupakan asumsi tingkat
pertumbuhan jangka panjang dari bisnis bolts.
Berikut adalah proyeksi arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF) :
         Tabel 5-6 : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF)
                                                                                               (dalam ribu Rupiah)
             Keterangan                2024           2025          2026          2027          2028          2029
Penjualan usaha                              -     166.234.657 176.844.131 187.453.604 198.063.079 208.672.555
(-) Beban pokok penjualan            (12.828.196) (131.128.030) (144.527.218) (152.749.367) (161.053.001) (169.378.251)
Laba Bruto                           (12.828.196)   35.106.627    32.316.913    34.704.237    37.010.078    39.294.304

(-) Beban penjualan                          -      (1.705.668)    (1.528.585)   (1.351.502)   (1.391.274)   (1.431.046)
EBIT                                 (12.828.196)   33.400.959     30.788.327    33.352.735    35.618.805    37.863.258

(-) Beban pajak                              -      (7.348.211)    (6.773.432)   (7.337.602)   (7.836.137)   (8.329.917)
NOPAT                                (12.828.196)   26.052.748     24.014.895    26.015.133    27.782.668    29.533.342

(+) penyusutan                               -        4.181.176     4.543.529     4.543.529     4.543.529     4.543.529
(+/-) Perubahan modal kerja bersih    (4.171.804)   (21.512.371)   (2.025.971)   (1.164.424)   (1.646.732)   (1.773.942)
(-) Capex                            (54.420.547)           -             -             -             -             -
Free Cash Flow to Firm (FCFF)        (71.420.547)     8.721.553    26.532.453    29.394.238    30.679.465    32.302.929
Perpetuitas
WACC                                      10,86%        10,86%         10,86%        10,86%        10,86%        10,86%
Periode diskonto                                1             2              3             4             5             6
Faktor diskonto                             0,90          0,81           0,73          0,66          0,60          0,54
Nilai Kini FCFF                      (64.425.864)    7.096.889     19.475.502    19.463.033    18.324.545    17.404.614


  Tabel 5-7 : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF) (Lanjutan)

                                                                                                                     45
Page 61
                                                                                                      (dalam ribu Rupiah)
             Keterangan                  2030          2031          2032          2033          2034      Perpetuitas
Penjualan usaha                       219.282.029 229.891.537 240.501.010 251.110.484 261.719.960 269.571.559
(-) Beban pokok penjualan            (177.803.298) (186.159.863) (194.614.069) (203.046.659) (211.537.790) (217.883.923)
Laba Bruto                             41.478.731    43.731.674    45.886.941    48.063.825    50.182.170    51.687.636

(-) Beban penjualan                   (1.470.817)   (1.510.589)    (1.550.361)     (1.590.133)   (1.629.905)    (1.678.802)
EBIT                                  40.007.913    42.221.085     44.336.580      46.473.692    48.552.266     50.008.834

(-) Beban pajak                       (8.801.741)   (9.288.639)    (9.754.048)    (10.224.212)   (10.681.498)   (11.001.943)
NOPAT                                 31.206.172    32.932.446     34.582.533      36.249.480     37.870.767     39.006.890

(+) penyusutan                         4.543.529     4.543.529      4.543.529       4.543.529     4.543.529      4.543.529
(+/-) Perubahan modal kerja bersih    (1.232.348)   (1.697.282)    (1.445.859)     (1.611.309)   (1.631.827)    (2.619.544)
(-) Capex                                    -             -              -               -             -       (4.543.529)
Free Cash Flow to Firm (FCFF)         34.517.353    35.778.693     37.680.202      39.181.700    40.782.470     36.387.347
Perpetuitas
WACC                                      10,86%        10,86%         10,86%          10,86%        10,86%
Periode diskonto                                7             8              9              10            11
Faktor diskonto                             0,49          0,44           0,40            0,36          0,32
Nilai Kini FCFF                       16.776.334    15.686.322     14.902.083      13.978.292    13.124.460


                             Tabel 5-8 : Parameter Kelayakan Rencana Perseroan
                                                                              (dalam ribu Rupiah)
                               Keterangan
                               Akumulasi nilai kini FCFF                                 91.806.209
                               Arus kas perpetuitas                 36.387.347
                               Tingkat pertumbuhan perpetuitas              3%
                               Terminal value                      463.123.177
                               Faktor diskonto                            0,32
                               Nilai kini terminal value                                149.040.543

                                              Analisa Kelayakan Transaksi
                               NPV                                 Rp ribuan           240.846.753
                               IRR                                     %                    41,07%
                               PBP                                                5 Tahun 0 Bulan
                               P/I                                     Unit                   4,74




Berdasarkan uji kelayakan yang telah dilakukan dengan pendekatan pendapatan, dapat dilihat
bahwa Rencana Perseroan dengan nilai investasi sebesar Rp71,04 miliar merupakan transaksi yang
Layak dilakukan oleh Perseroan, dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif sebesar
Rp240,85 miliar, PBP selama 5 Tahun dan IRR dari investasi sebesar 41,07% yang lebih besar dari
WACC, 10,86% dan P/I sebesar 4,74 lebih besar dari satu.

5.5.2     Analisis Sensitivitas

Untuk menguji kepekaan proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka dilakukan
analisis sensitivitas terhadap harga jual bolts, harga beli bahan baku dan volume penjualan.
Adapun sensitivitas penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :




                                                                                                                         46
Page 62
                                               Tabel 5-9 : Analisis Sensitivitas
           Keterangan                                                               Harga Jual Rp/ Kg
Harga Jual Bolts                   +/-                  4.000            2.000                    -               (2.000)             (4.000)
Net Present Value (NPV)         Rp Ribuan         468.901.728      354.874.238           240.846.753         126.819.264          12.791.777
Internal Rate of Return (IRR)       %                  60,69%           51,15%                 41,07%             29,60%              13,51%
Payback period (PP)              Tahun        3 Tahun 5 Bulan 3 Tahun 12 Bulan       5 Tahun 0 Bulan     7 Tahun 3 Bulan    11 Tahun 7 Bulan
Profitability Index (P/I)          Unit                   8,28             6,51                   4,74               2,97                1,20
WACC                                %                  10,86%           10,86%                 10,86%             10,86%              10,86%
Nilai Investasi                 Rp Ribuan          71.420.547       71.420.547            71.420.547          71.420.547          71.420.547
Kelayakan Rencana Perseroan                             Layak            Layak                  Layak              Layak         Tidak Layak

           Keterangan                                                               Harga Beli Rp/Kg
Harga Beli Besi                    +/-                  4.000              2.000                  -            (2.000)                (4.000)
Net Present Value (NPV)         Rp Ribuan           5.434.152        123.140.453         240.846.753      358.553.052            476.259.351
Internal Rate of Return (IRR)       %                  12,03%             29,19%               41,07%          51,47%                 61,33%
Payback period (PP)              Tahun      11 Tahun 10 Bulan    7 Tahun 4 Bulan     5 Tahun 0 Bulan 3 Tahun 12 Bulan        3 Tahun 5 Bulan
Profitability Index (P/I)          Unit                   1,08               2,91                 4,74            6,57                   8,39
WACC                                %                  10,86%             10,86%               10,86%          10,86%                 10,86%
Nilai Investasi                 Rp Ribuan          71.420.547         71.420.547          71.420.547       71.420.547             71.420.547
Kelayakan Rencana Perseroan                       Tidak Layak              Layak                Layak           Layak                  Layak

           Keterangan                                                                     Ton
Volume U - Bolt                    +/-                  3.000              1.500                 -                (1.500)             (3.000)
Net Present Value (NPV)         Rp Ribuan         379.187.907        310.008.306         240.846.753         171.609.188         102.391.494
Internal Rate of Return (IRR)       %                  51,87%             46,77%              41,07%              34,60%              26,96%
Payback period (PP)              Tahun       3 Tahun 11 Bulan    4 Tahun 4 Bulan     5 Tahun 0 Bulan     6 Tahun 3 Bulan     8 Tahun 8 Bulan
Profitability Index (P/I)          Unit                   6,48               5,64                4,74                3,77                2,72
WACC                                %                  10,86%             10,86%              10,86%              10,86%              10,86%
Nilai Investasi                 Rp Ribuan          71.420.547         71.420.547          71.420.547          71.420.547          71.420.547
Kelayakan Rencana Perseroan                             Layak              Layak               Layak               Layak               Layak

           Keterangan                                                                     Ton
Volume Center - Bolt               +/-                    400              200                   -                  (200)               (400)
Net Present Value (NPV)         Rp Ribuan         270.332.909      255.601.077           240.846.753         226.061.217         211.345.092
Internal Rate of Return (IRR)       %                  43,86%           42,47%                41,07%              39,64%              38,19%
Payback period (PP)              Tahun        4 Tahun 8 Bulan 4 Tahun 10 Bulan       5 Tahun 0 Bulan     5 Tahun 3 Bulan     5 Tahun 6 Bulan
Profitability Index (P/I)          Unit                   5,16             4,95                  4,74                4,53                4,31
WACC                                %                  10,86%           10,86%                10,86%              10,86%              10,86%
Nilai Investasi                 Rp Ribuan          71.420.547       71.420.547            71.420.547          71.420.547          71.420.547
Kelayakan Rencana Perseroan                             Layak            Layak                 Layak               Layak               Layak


Jika harga jual mengalami kenaikan Rp2.000 dan Rp4.000, maka Rencana Perseroan layak dilakukan
dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif masing-masing sebesar Rp354,87 miliar dan
Rp468,90 miliar, PBP masing-masing selama 4 tahun dan 3 tahun 5 bulan, IRR dari investasi masing-
masing sebesar 51,15% dan 60,69% yang keduanya lebih besar dari WACC 10,86% serta P/I masing-
masing sebesar 6,51 dan 8,28, keduanya lebih besar dari satu.
Jika harga jual mengalami penurunan Rp2.000, maka Rencana Perseroan masih tetap layak
dilakukan dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif sebesar Rp126,82 miliar; PBP
selama 7 tahun 3 bulan; IRR dari investasi sebesar 29,60% yang lebih besar dari WACC 10,86% dan
P/I sebesar 2,97 lebih besar dari satu.
Jika harga jual mengalami penurunan Rp4.000, maka Rencana Perseroan tidak layak dilakukan
dilihat dengan satu parameter yaitu PBP selama 11 tahun 7 bulan. PBP lebih dari 10 tahun berarti
pengembalian investasi lebih dari umur mesin yang 10 tahun. Namun, NPV positif sebesar Rp12,79
miliar, IRR dari investasi sebesar 13,51% masih lebih besar dari WACC 10,86% dan P/I sebesar 1,20
lebih besar dari satu.
Jika harga beli mengalami penurunan Rp2.000 dan Rp4.000, maka Rencana Perseroan layak
dilakukan dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif masing-masing sebesar Rp358,55
miliar dan Rp476,26 miliar, PBP masing - masing selama 4 tahun dan 3 tahun 5 bulan, IRR dari
investasi masing – masing sebesar 51,47% dan 61,33% yang keduanya lebih besar dari WACC
10,86% dan P/I masing – masing sebesar 6,57 dan 8,39 yang keduanya lebih besar dari satu.



                                                                                                                                          47
Page 63
Jika harga beli mengalami kenaikan Rp2.000, maka Rencana Perseroan masih layak dilakukan dilihat
dengan empat parameter yaitu NPV yang positif sebesar Rp123,14 miliar; PBP selama 7 tahun 4
bulan; IRR dari investasi sebesar 29,19% yang lebih besar dari WACC 10,86% dan P/I sebesar 2,91
lebih besar dari satu.
Jika harga beli mengalami kenaikan Rp4.000, maka Rencana Perseroan tidak layak dilakukan dilihat
dengan satu parameter PBP selama 11 tahun 10 bulan, berarti payback period lebih lama dari umur
mesin yang 10 tahun. Namun, NPV positif sebesar Rp5,43 miliar, IRR dari investasi sebesar 12,03%
masih lebih besar dari WACC, 10,86% dan P/I sebesar 1,08 lebih besar dari satu.
Jika volume produksi u-bolt mengalami penurunan 1.500 dan 3.000 ton, maka Rencana Perseroan
layak dilakukan dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif masing-masing sebesar
Rp171,61 miliar dan Rp102,39 miliar; PBP masing-masing selama 6 tahun 3 bulan dan 8 tahun 8
bulan; IRR dari investasi masing-masing sebesar 34,60% dan 26,96%, yang keduanya lebih besar
dari WACC 10,86% serta P/I masing-masing sebesar 3,77 dan 2,72, yang keduanya lebih besar dari
satu.
Jika volume produksi u-bolt mengalami kenaikan 1.500 dan 3.000 ton, maka Rencana Perseroan
layak dilakukan dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif masing-masing sebesar
Rp310,01 miliar dan Rp379,19 miliar; PBP masing-masing selama 4 tahun 4 bulan dan 3 tahun 11
bulan; IRR dari investasi masing-masing sebesar 46,77% dan 51,87%, yang keduanya lebih besar
dari WACC 10,86% serta P/I masing-masing sebesar 5,64 dan 6,48, yang keduanya lebih besar dari
satu.
Jika volume produksi center-bolt mengalami penurunan 200 dan 400 ton, maka Rencana Perseroan
layak dilakukan dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif masing-masing sebesar –
Rp226,06 miliar dan Rp211,35 miliar; PBP masing-masing selama 5 tahun 3 bulan dan 5 tahun 6
bulan; IRR dari investasi masing-masing sebesar 39,64% dan 38,19%, yang keduanya lebih besar
dari WACC 10,86% serta P/I masing-masing sebesar 4,53 dan 4,31, yang keduanya lebih besar dari
satu.
Jika volume produksi center-bolt mengalami kenaikan 200 dan 400 ton, maka Rencana Perseroan
layak dilakukan dilihat dengan empat parameter yaitu NPV yang positif masing-masing sebesar
Rp255,60 miliar dan Rp270,33 miliar; PBP masing-masing selama 4 tahun 10 bulan dan 4 tahun 8
bulan; IRR dari investasi masing-masing sebesar 42,47% dan 43,86%, yang keduanya lebih besar
dari WACC 10,86% serta P/I masing-masing sebesar 4,95 dan 5,16, yang keduanya lebih besar dari
satu.
Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha sangat sensitif
terhadap terhadap harga jual bolts dan harga beli besi sebagai bahan baku.

5.5.3   Analisis Titik Impas (Break Even Point)

Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba
dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut

                                          𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝
                               𝐵𝐸𝑃 =         𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
                                        1−(       𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
                                                                  )

Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing
periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang
diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi dengan rencana
Perseroan adalah sebagai berikut :


                                                                                             48
Page 64
                                     Tabel 5-10 : Perhitungan Break Even Point
                                                                                                     (dalam ribu Rupiah)
                      Keterangan            2025           2026          2027          2028          2029            2030
        Break Even Point (BEP)
        Penjualan                         166.234.657    176.844.131   187.453.604   198.063.079   208.672.555     219.282.029
        Variabel cost                     127.568.247    140.644.855   148.906.775   157.250.180   165.615.203     174.080.022
        Fixed cost                          5.265.451      5.410.949     5.194.094     5.194.094     5.194.094       5.194.094
        BEP                                22.637.231     26.434.080    25.258.930    25.206.694    25.172.585      25.197.365
        % BEP terhadap penjualan               13,62%         14,95%        13,47%        12,73%        12,06%          11,49%

                                Tabel 5-11 : Perhitungan Break Even Point (Lanjutan)
                                                                                                                 (dalam ribu Rupiah)
              Keterangan                                  2031            2032            2033              2034         Perpetuitas
Break Even Point (BEP)
Penjualan                                               229.891.537    240.501.010     251.110.484     261.719.960       269.571.559
Variabel cost                                           182.476.358    190.970.336     199.442.698     207.973.600       214.212.808
Fixed cost                                                5.194.094      5.194.094       5.194.094       5.194.094         5.349.917
BEP                                                      25.183.460     25.220.429      25.243.804      25.292.840        26.051.625
% BEP terhadap penjualan                                     10,95%         10,49%          10,05%           9,66%             9,66%
BEP Rata - Rata ( Rp Ribuan )           25.172.640
BEP Rata - Rata ( % )                       11,74%


Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp25,17 miliar atau sebesar 11,74% dari nilai
penjualan.




                                                                                                                                  49
Page 65
6   KESIMPULAN

Berdasarkan analisis atas Rencana Perseroan baik dari aspek pasar, Teknis, Pola Bisnis, maupun
Model Manajemen, Perseroan memiliki kapasitas serta kemampuan yang cukup untuk
melaksanakan Rencana Perseroan. Rencana Perseroan dengan nilai investasi Rp71,42 miliar
merupakan rencana yang bisa dilakukan oleh Perseroan, dilihat dengan empat metode yaitu NPV
sebesar Rp240,85 miliar, PBP selama 5 Tahun dengan IRR sebesar 41,07% yang lebih besar dari
WACC sebesar 10,86% dan P/I sebesar 4,74 lebih besar dari satu.
Berdasarkan hasil analisis kami atas kelayakan pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
keuangan dengan asumsi dan kondisi pembatas yang dijelaskan pada Laporan ini, maka Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah LAYAK.




                                                                                            50
Page 66
LAMPIRAN s
Page 67
Lampiran 1          : Asumsi Penjualan
                                                                                                                                                                (dalam ribu Rupiah)
           PT. Indospring-Tbk                                                                     PROJECTION
             Sales Projection            2025          2026          2027          2028          2029      2030              2031          2032          2033            2034
Sales Volume
 - Center Bolt
   Pc                                    9.263.785     9.778.098    10.292.410    10.806.723    11.321.036    11.835.349    12.349.662    12.863.974    13.378.287      13.892.600
   Ton                                         880           929           978         1.027         1.075         1.124         1.173         1.222         1.271           1.320
 - U-Bolt
   Pc                                    4.183.308     4.457.608     4.731.908     5.006.208     5.280.508     5.554.808     5.829.109     6.103.409     6.377.709       6.652.009
   Ton                                       4.769         5.082         5.394         5.707         6.020         6.332         6.645         6.958         7.271           7.583

Total sales Volume (In Ton)                 5.649          6.011         6.372         6.734         7.095         7.457         7.818         8.180         8.542           8.903
Selling Price / Kg ( Rp.)
 - Center Bolt                             32.846        32.846        32.846        32.846        32.846        32.846        32.846        32.846        32.846          32.846
 - U-Bolt                                  28.796        28.796        28.796        28.796        28.796        28.796        28.796        28.796        28.796          28.796




Sales Value ( In Rp Thousand )
 - Center Bolt                        28.906.363      30.511.205    32.116.045    33.720.888    35.325.731    36.930.573    38.535.416    40.140.256    41.745.098     43.349.941
 - U-Bolt                            137.328.294     146.332.926   155.337.559   164.342.191   173.346.824   182.351.456   191.356.121   200.360.754   209.365.386    218.370.019

Sales Value - OEM                    166.234.657     176.844.131   187.453.604   198.063.079   208.672.555   219.282.029   229.891.537   240.501.010   251.110.484    261.719.960




                                                                                                                                                                                -1-
Page 68
Lampiran 2 : Asumsi Beban Pokok Penjualan
                                                                                                                                                         (dalam ribu Rupiah)
       PT. Indospring-Tbk                                                                                 Projection
      C.O.G.S.- Center Bolt                     2024       2025       2026       2027       2028       2029        2030      2031       2032       2033       2034
   QTY Production (Ton)       in Ton                 77        920        860        980      1.030      1.080       1.120     1.180      1.220      1.280      1.320
Raw Material                  Price in Rp /kg    15.961     14.375     14.668     14.668     14.669     14.668      14.668    14.668     14.668     14.669     14.668
   Material Used                              1.223.705 13.225.000 12.614.329 14.374.549 15.108.956 15.841.169 16.428.043 17.308.673 17.895.102 18.776.168 19.362.158

Direct Labor                                  337.335   1.012.004   1.053.542   1.171.737   1.220.325   1.271.845   1.319.920   1.387.524   1.440.071   1.516.014   1.573.475
                                                         1.100,00    1.225,05    1.195,65    1.184,78    1.177,63    1.178,50    1.175,87    1.180,39    1.184,39    1.192,03
Factory Overheads
    Indirect Materials                          7.354 1.058.920     989.860 1.127.980 1.185.530 1.243.080 1.289.120 1.358.180 1.404.220 1.473.280 1.519.320
    Indirect Labor                             65.521    265.951    258.517    287.644    299.695    312.472    324.405    341.144    354.185    372.985    387.244
    Repair & Maintainance                       9.577 1.379.034 1.289.097 1.468.971 1.543.919 1.618.866 1.678.824 1.768.761 1.828.719 1.918.656 1.978.614
    Depreciation                                    0 1.863.388 2.044.565 2.044.565 2.044.565 2.044.565 2.044.565 2.044.565 2.044.565 2.044.565 2.044.565
    Energy Costs                              357.961 4.295.527 4.015.384 4.575.670 4.809.123 5.042.575 5.229.337 5.509.480 5.696.242 5.976.386 6.163.148
    Other FOH                                 150.000    109.784    102.624    116.944    122.910    128.877    133.650    140.810    145.583    152.743    157.516
    Total F O H                               590.412 8.972.604 8.700.046 9.621.773 10.005.741 10.390.434 10.699.901 11.162.939 11.473.514 11.938.614 12.250.406
                                                7.701      9.753     10.116      9.818      9.714      9.621      9.553      9.460      9.405      9.327      9.281
Total Manufacturing Cost                    2.151.451 23.209.608 22.367.917 25.168.059 26.335.022 27.503.448 28.447.864 29.859.136 30.808.686 32.230.796 33.186.039
                                                                                           67,00%
Cost of Goods Manuf.                        2.151.451 23.209.608 22.367.917 25.168.059 26.335.022 27.503.448 28.447.864 29.859.136 30.808.686 32.230.796 33.186.039

Finished Goods - Begining                           0          0 2.652.154        941.761     986.942 1.068.514 1.178.897 1.065.132 1.232.743 1.177.778 1.402.590
Pembelian                                           0          0         0              0           0           0           0           0           0           0           0
Finished Goods - Ending                             0 (2.652.154) (941.761)      (986.942) (1.068.514) (1.178.897) (1.065.132) (1.232.743) (1.177.778) (1.402.590) (1.405.500)

Cost Of Goods Sold                          2.151.451 20.557.455 24.078.310 25.122.878 26.253.450 27.393.065 28.561.628 29.691.525 30.863.651 32.005.985 33.183.128




                                                                                                                                                                                 -2-
Page 69
Lampiran 3 : Asumsi Beban Pokok Penjualan (Lanjutan)
                                                                                                                                                                               (dalam ribu Rupiah)
         PT. Indospring-Tbk                                                                                                Projection
          C.O.G.S.- U Bolt                        2024         2025          2026          2027          2028          2029          2030          2031        2032        2033        2034
     QTY Production (Ton)     in Ton                   414        4.970         5.080         5.400         5.720         6.040        6.340          6.660       6.970       7.280       7.600
  Raw Material                Price in Rp /kg       15.961       14.375        14.668        14.668        14.669        14.668       14.668         14.668      14.668      14.669      14.668
     Material Used                               6.610.670   71.443.750    74.512.546    79.206.701    83.906.044    88.593.206 92.994.457       97.691.327 102.236.773 106.789.457 111.479.092

  Direct Labor                                   1.822.341    5.467.024     6.223.248     6.456.509     6.776.950     7.112.909    7.471.688      7.831.280    8.227.290     8.622.330     9.059.402
                                                               1.100,00      1.225,05      1.195,65      1.184,78      1.177,63     1.178,50       1.175,87     1.180,39      1.184,39      1.192,03
  Factory Overheads
      Indirect Materials                            24.332   3.503.850   3.581.400   3.807.000   4.032.600   4.258.200   4.469.700   4.695.300   4.913.850   5.132.400   5.358.000
      Indirect Labor                                65.521   1.436.713   1.527.052   1.584.976   1.664.328   1.747.526   1.836.365   1.925.437   2.023.498   2.121.354   2.229.585
      Repair & Maintainance                         51.735   7.449.782   7.614.666   8.094.330   8.573.994   9.053.658   9.503.343   9.983.007 10.447.682 10.912.356 11.392.020
      Depreciation                                       0   2.317.788   2.498.965   2.498.965   2.498.965   2.498.965   2.498.965   2.498.965   2.498.965   2.498.965   2.498.965
      Energy Costs                               1.952.146  23.425.747 23.944.224 25.452.522 26.960.820 28.469.117 29.883.146 31.391.444 32.852.607 34.313.770 35.822.068
      Other FOH                                    150.000     593.072     606.198     644.384     682.570     720.755     756.554     794.740     831.732     868.725     906.911
      Total F O H                                2.243.733  38.726.951 39.772.505 42.082.177 44.413.276 46.748.221 48.948.073 51.288.892 53.568.333 55.847.569 58.207.548
                                                                 7.792       7.829       7.793       7.765       7.740       7.721       7.701       7.686       7.671       7.659
  Total Manufacturing Cost                      10.676.745 115.637.725 120.508.300 127.745.387 135.096.269 142.454.336 149.414.218 156.811.500 164.032.396 171.259.357 178.746.042
                                                                                                    53,55%
  Cost of Goods Manuf.                          10.676.745 115.637.725 120.508.300 127.745.387 135.096.269 142.454.336 149.414.218 156.811.500 164.032.396 171.259.357 178.746.042

  Finished Goods - Begining                             0             0     5.067.150     5.126.542     5.245.439     5.542.158     6.011.308     6.183.856     6.527.018     6.808.996     7.027.678
  Pembelian                                             0             0             0             0             0             0             0             0             0             0             0
  Finished Goods - Ending                               0    (5.067.150)   (5.126.542)   (5.245.439)   (5.542.158)   (6.011.308)   (6.183.856)   (6.527.018)   (6.808.996)   (7.027.678)   (7.419.059)

  Cost Of Goods Sold                            10.676.745 110.570.575 120.448.908 127.626.490 134.799.551 141.985.186 149.241.670 156.468.337 163.750.418 171.040.674 178.354.661




                                                                                                                                                                                                    -3-
Page 70
Lampiran 4 : Asumsi Beban Penjualan
                                                                                                                                            (dalam ribu Rupiah)
            PT. Indospring-Tbk                                                             PROJECTION
          Operational Expenses   2024      2025         2026        2027        2028        2029   2030             2031        2032        2033        2034
     Biaya Penjualan :
       - Ongkos angkut lokal          -     338.942     360.636     382.329     404.023     425.717     447.410     469.104     490.798     512.492     534.185
       - Biaya Pengepakan             -     282.452     300.530     318.608     336.686     354.764     372.842     390.920     408.998     427.076     445.154
       - Biaya Management fee         -   1.084.275     867.420     650.565     650.565     650.565     650.565     650.565     650.565     650.565     650.565
     Total Selling Expenses           -   1.705.668   1.528.585   1.351.502   1.391.274   1.431.046   1.470.817   1.510.589   1.550.361   1.590.133   1.629.905




                                                                                                                                                                  -4-
Page 71
Lampiran 5 : Proyeksi Laba Rugi
                                                                                                                                                                (dalam ribu Rupiah)
          Keterangan         2024           2025          2026          2027          2028          2029          2030          2031          2032          2033          2034
Penjualan                          -     166.234.657 176.844.131 187.453.604 198.063.079 208.672.555 219.282.029 229.891.537 240.501.010 251.110.484 261.719.960
Harga pokok penjualan      (12.828.196) (131.128.030) (144.527.218) (152.749.367) (161.053.001) (169.378.251) (177.803.298) (186.159.863) (194.614.069) (203.046.659) (211.537.790)
Laba Kotor                 (12.828.196)   35.106.627    32.316.913    34.704.237    37.010.078    39.294.304    41.478.731    43.731.674    45.886.941    48.063.825    50.182.170

Beban penjualan                    -      (1.705.668)   (1.528.585)   (1.351.502)   (1.391.274)   (1.431.046)   (1.470.817)   (1.510.589)   (1.550.361)   (1.590.133)    (1.629.905)
EBIT                       (12.828.196)   33.400.959    30.788.327    33.352.735    35.618.805    37.863.258    40.007.913    42.221.085    44.336.580    46.473.692     48.552.266

Beban bunga                   (433.333)   (1.300.000)   (1.040.000)     (780.000)     (520.000)     (260.000)            -             -             -             -              -
EBT                        (13.261.529)   32.100.959    29.748.327    32.572.735    35.098.805    37.603.258    40.007.913    42.221.085    44.336.580    46.473.692     48.552.266

Beban pajak                  2.917.536    (7.062.211)   (6.544.632)   (7.166.002)   (7.721.737)   (8.272.717)   (8.801.741)   (9.288.639)   (9.754.048)   (10.224.212)   (10.681.498)
Laba Bersih                (10.343.993)   25.038.748    23.203.695    25.406.733    27.377.068    29.330.542    31.206.172    32.932.446    34.582.533     36.249.480     37.870.767



Penyusutan                           -     4.181.176     4.543.529     4.543.529     4.543.529     4.543.529     4.543.529     4.543.529     4.543.529     4.543.529      4.543.529
EBITDA                     (12.828.196)   37.582.135    35.331.856    37.896.264    40.162.334    42.406.787    44.551.442    46.764.614    48.880.109    51.017.221     53.095.795




                                                                                                                                                                                -5-
Page 72
Lampiran 6 : Proyeksi Neraca
                                                                                                                                                                              (dalam ribu Rupiah)
             Keterangan                 2024           2025          2026          2027          2028          2029          2030          2031          2032          2033            2034
Aset
Aset lancar
Kas dan bank                             669.408      11.532.034    34.023.287    59.166.625    85.488.615   113.404.837   147.564.261   182.854.507   220.829.367   259.131.067     299.033.537
Piutang usaha                                -        30.753.411    32.716.164    34.678.917    36.641.670    38.604.423    40.567.175    42.529.934    44.492.687    46.455.439      48.418.193
Persediaan                             3.953.125      11.672.429    10.007.053    10.458.631    11.153.172    11.948.330    12.122.113    12.920.386    13.334.274    13.993.393      14.646.435
Pajak dibayar dimuka                   1.296.625             -             -             -             -             -             -             -             -             -               -
Jumlah Aset Lancar                     5.919.158      53.957.874    76.746.504   104.304.173   133.283.456   163.957.590   200.253.549   238.304.827   278.656.328   319.579.899     362.098.165

Aset tidak lancar
Aset tetap                            54.420.547      50.239.371    45.695.842    41.152.313    36.608.784    32.065.255    27.521.726    22.978.197    18.434.668    13.891.139       9.347.610
Aset pajak tangguhan                   2.917.536             -             -             -             -             -             -             -             -             -               -
Jumlah Aset Tidak Lancar              57.338.083      50.239.371    45.695.842    41.152.313    36.608.784    32.065.255    27.521.726    22.978.197    18.434.668    13.891.139       9.347.610
Jumlah Aset                           63.257.241     104.197.245   122.442.346   145.456.486   169.892.240   196.022.845   227.775.275   261.283.024   297.090.996   333.471.038     371.445.775

Liabilitas dan Dana Internal
Liabilitas lancar
Utang usaha                            2.180.687      17.844.406    16.115.812    17.365.719    18.376.281    19.360.250    20.264.437    21.328.187    22.258.969    23.269.531      24.253.500
Jumlah Utang Lancar                    2.180.687      17.844.406    16.115.812    17.365.719    18.376.281    19.360.250    20.264.437    21.328.187    22.258.969    23.269.531      24.253.500

Liabilitas tidak lancar
Pinjaman bank                         20.000.000      16.000.000    12.000.000     8.000.000     4.000.000           -             -             -             -             -               -
Liabilitas pajak tangguhan                   -         4.237.536     5.007.536     5.365.036     5.413.161     5.229.255     4.871.326     4.382.878     4.677.536     3.797.536       2.917.536
Jumlah Utang Tidak Lancar             20.000.000      20.237.536    17.007.536    13.365.036     9.413.161     5.229.255     4.871.326     4.382.878     4.677.536     3.797.536    2.917.536,38
Jumlah Liabilitas                     22.180.687      38.081.942    33.123.348    30.730.755    27.789.442    24.589.505    25.135.763    25.711.065    26.936.505    27.067.067      27.171.036

Dana Internal
Dana Internal                          51.420.547     51.420.547    51.420.547    51.420.547    51.420.547    51.420.547    51.420.547    51.420.547    51.420.547    51.420.547      51.420.547
Saldo laba                            (10.343.993)    14.694.755    37.898.451    63.305.184    90.682.251   120.012.793   151.218.965   184.151.411   218.733.944   254.983.424     292.854.191
Jumlah Dana Internal                   41.076.554     66.115.302    89.318.998   114.725.731   142.102.798   171.433.340   202.639.512   235.571.958   270.154.491   306.403.971     344.274.738
Jumlah Liabilitas dan Dana Internal    63.257.241    104.197.245   122.442.346   145.456.486   169.892.240   196.022.845   227.775.275   261.283.024   297.090.996   333.471.038     371.445.775




                                                                                                                                                                                              -6-
Page 73
Lampiran 7 : Proyeksi Arus Kas
                                                                                                                                                                                        (dalam ribu Rupiah)
                   Keterangan                     2024           2025          2026          2027          2028           2029           2030           2031           2032           2033           2034
 Arus Kas Aktivitas Operasi
 Laba bersih                                    (10.343.993)   25.038.748     23.203.695    25.406.733    27.377.068     29.330.542     31.206.172     32.932.446     34.582.533     36.249.480     37.870.767
 (+) Penyusutan                                         -       4.181.176      4.543.529     4.543.529     4.543.529      4.543.529      4.543.529      4.543.529      4.543.529      4.543.529      4.543.529

 Penyesuaian modal kerja
 (Peningkatan)/ penurunan piutang dagang                -      (30.753.411)   (1.962.753)   (1.962.753)   (1.962.753)    (1.962.753)    (1.962.752)    (1.962.759)    (1.962.753)    (1.962.752)    (1.962.754)
 (Peningkatan)/ penurunan persediaan             (3.953.125)    (7.719.304)    1.665.376      (451.578)     (694.541)      (795.158)      (173.783)      (798.273)      (413.888)      (659.119)      (653.042)
 Peningkatan/ (penurunan) utang usaha             2.180.687     15.663.719    (1.728.594)    1.249.907     1.010.562        983.969        904.187      1.063.750        930.782      1.010.562        983.969
 Peningkatan/ (penurunan) Aset lancar lainnya    (1.296.625)     1.296.625           -             -             -              -              -              -              -              -              -
 Arus Kas Aktivitas Operasi                     (13.413.056)     7.707.553    25.721.253    28.785.838    30.273.865     32.100.129     34.517.353     35.778.693     37.680.202     39.181.700     40.782.470

 Arus Kas Aktivitas Investasi
 Aset tidak lancar lainnya                       (2.917.536)    2.917.536             -             -             -              -              -              -              -              -              -
 Aset tetap                                     (40.000.000)          -               -             -             -              -              -              -              -              -              -
 Arus Kas Aktivitas Investasi                   (42.917.536)    2.917.536             -             -             -              -              -              -              -              -              -

 Arus Kas Aktivitas Pendanaan
 Peningkatan/ (penurunan) pinjaman              20.000.000      (4.000.000)   (4.000.000)   (4.000.000)   (4.000.000)    (4.000.000)           -              -             -               -              -
 Peningkatan/ (penurunan) Modal sendiri         37.000.000             -             -             -             -              -              -              -             -               -              -
 Peningkatan/ (penurunan) liabilitas lainnya           -         4.237.536       770.000       357.500        48.125       (183.906)      (357.930)      (488.447)      294.658        (880.000)      (880.000)
 Arus Kas Aktivitas Pendanaan                   57.000.000         237.536    (3.230.000)   (3.642.500)   (3.951.875)    (4.183.906)      (357.930)      (488.447)      294.658        (880.000)      (880.000)

 Perubahan Bersih Kas                              669.408     10.862.626     22.491.253    25.143.338    26.321.990     27.916.223     34.159.424     35.290.246     37.974.860     38.301.700     39.902.470
 Kas awal                                              -          669.408     11.532.034    34.023.287    59.166.625     85.488.615    113.404.837    147.564.261    182.854.507    220.829.367    259.131.067
 Kas Akhir                                         669.408     11.532.034     34.023.287    59.166.625    85.488.615    113.404.837    147.564.261    182.854.507    220.829.367    259.131.067    299.033.537




                                                                                                                                                                                                        -7-

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.94 MB
Published6 May 2024
Pages73
Characters237,145
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Indoprima Gemilang p.22
linked person Wiranto Nurhadi p.22 ×2
linked person Bob Budiono p.22 ×2
linked person Widjijono Nurhadi p.22
linked person I Gusti Putu Suryawirawan · Komisaris Independen p.22
linked person H. Jan Burhanudin · Komisaris Independen p.22
linked person Teddy Limyanto p.23
linked org Garuda Metalindo Tbk p.43 ×11
linked org Astra Otoparts Tbk p.54 ×2
linked org Dharma Polimetal Tbk p.54 ×2
linked org Selamat Sempurna Tbk p.54 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×4
possible person Hedy p.4 ×6
possible org Negara Republik Indonesia p.22
possible person Lioe Cu Ling · Wakil Direktur Utama p.22 ×3
unresolved org Indospring Tbk p.1 ×16
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved person Izin Penilai Yunus N. Purwono p.2 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×4
unresolved person Stefanus Sindhunatha p.4 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. YA. p.4 ×2
unresolved person Siti Nurul Yuliami p.4 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- AH. p.4 ×2
unresolved org Bambang & Rekan p.4 ×11
unresolved person Zoelkarnain p.4 ×4
unresolved org Tanubrata p.4 ×9
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×3
unresolved org KJPP Ruky p.8
unresolved org Safrudin & Rekan p.8
unresolved person Yunus N.Purwono, MAPPI (Cert.) · Rekan Senior p.8
unresolved person Signing Partner Yunus N. Purwono p.9
unresolved person Reviewer Rudi M. Safrudin p.10
unresolved person Nursatrio p.10
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.22
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.22
unresolved org Pusat Statistik p.40
unresolved org PT Indoseiki Metal Utama p.43 ×3
unresolved org PT Insastama p.43 ×3
unresolved org PT Timur Megah Steel p.43 ×3
unresolved org PT Unison Indonesia Industrial p.43 ×3
unresolved org Kementerian Perindustrian p.43 ×2
unresolved org PT Sinar Indra Nusa Jaya p.46
unresolved org Niterra Co., Ltd. p.54
unresolved org Fortune Parts Industry Public Company Limited p.54
unresolved org Sumeeko Industries Co., Ltd. p.54
unresolved org Press Kogyo Co., Ltd. p.54
unresolved org PT. Indospring-Tbk p.67 ×4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 7247 ms 12 Sep 2026 23:04
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result