Back to announcement
20260828_TOBA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32133310_lamp1.pdf
Other Text extracted TOBASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Siaran Pers
TBS Bukukan Laba Kotor Dua Kali Lipat pada Semester I 2026, Bisnis Pengelolaan
Limbah dan Kendaraan Listrik Lampaui Batu Bara
● Laba kotor konsolidasi naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$28,2 juta dari US$13,9 juta
dibandingkan periode yang sama tahun lalu
● Segmen pengelolaan limbah dan kendaraan listrik kini menyumbang 66,5% dari pendapatan
konsolidasi, dibanding 31,4% dari batu bara
● Pengelolaan limbah menyumbang 92% dari EBITDA konsolidasi; pendapatan ekosistem
kendaraan listrik hampir tiga kali lipat secara tahunan
● Arus kas operasi berbalik positif menjadi US$14,6 juta dari negatif US$31,6 juta pada tahun
sebelumnya
● Rugi bersih menyusut lebih dari 83% secara tahunan (YoY) seiring tidak berulangnya
kerugian divestasi anak usaha
JAKARTA, 28 Agustus 2026 – PT TBS Energi Utama ("TBS" atau "Perseroan", IDX: TOBA) hari ini
mengumumkan kinerja keuangan semester I (H1) 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi
portofolio menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan kini tercermin dalam bauran pendapatan,
margin, dan kemampuan Perseroan menghasilkan kas.
Bukti paling jelas ada pada struktur pendapatan Perseroan. Bisnis non-batu bara, dipimpin
pengelolaan limbah dan diikuti ekosistem kendaraan listrik, menghasilkan 66,5% dari pendapatan
konsolidasi sepanjang periode ini, lebih dari dua kali lipat kontribusi bisnis batu bara sebesar 31,4%.
Setahun lalu, portofolio Perseroan masih didominasi batu bara. Pergeseran ini sudah terlihat pada
kuartal pertama dan kontribusi sektor non-batu bara bertambah pada kuartal kedua, menandakan
perubahan yang bersifat struktural, bukan sekadar musiman.
Juli Oktarina, Direktur dan Chief Financial Officer TBS, mengatakan: "Tahun lalu batu bara masih
jadi penyumbang utama pendapatan kami. Hari ini bisnis non-batu bara kami dua kali lipat lebih
besar, dan bisnis inilah yang menghasilkan kas. Inilah transisi yang kami janjikan, dan kuartal kedua
menunjukkan kami berada di jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi bisnis infrastruktur
berkelanjutan."
Dari sisi neraca, Perseroan memasuki semester II 2026 dengan posisi kas US$94,7 juta per 30 Juni
2026. Utang bank jangka pendek turun 30,9% YoY dan total liabilitas jangka pendek turun 13,5%
YoY. Refinancing obligasi Rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III memindahkan US$27,5 juta dari
jatuh tempo jangka pendek, sehingga memperpanjang profil jatuh tempo utang Perseroan. Tingkat
leverage juga membaik, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 5,4x dibanding 5,6x
pada keseluruhan tahun 2025. Langkah-langkah ini memperkuat kapasitas Perseroan untuk
mendanai program transisinya.
Juli menambahkan: "Kami punya likuiditas untuk mendanai rencana pertumbuhan dan tetap berada
di jalur target netralitas karbon 2030. Bisnis-bisnis baru kami sudah menghasilkan kas, utang jangka
pendek kami turun signifikan, dan neraca kami memberi ruang untuk terus berinvestasi. Fondasinya
sudah ada, dan kami akan terus membangun di atasnya."
1
Page 2
Sorotan Utama (Perbandingan antara semester 1-2026 dan semester 1-2025)
TBS Group
● Arus kas operasi bergerak dari negatif US$31,6 juta menjadi positif US$14,6 juta.
● Pendapatan konsolidasi relatif stabil di US$173,0 juta, meski Perseroan sepenuhnya keluar
dari bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara dan memangkas perdagangan batu bara
sekitar dua pertiga sepanjang tahun.
● Laba kotor konsolidasi naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$28,2 juta dari US$13,9 juta,
didorong penurunan beban pokok pendapatan sebesar US$13,5 juta, sehingga margin kotor
naik dari 8,1% menjadi 16,3% YoY.
● EBITDA konsolidasi naik 23,7% sementara total aset turun 3,6% YoY, menunjukkan
Perseroan menghasilkan laba lebih besar dari basis aset yang lebih kecil.
● Rugi Perseroan menyusut signifikan seiring tidak berulangnya kerugian divestasi 2025.
Meski masih mencatat rugi, kerugian tersebut berasal dari langkah-langkah yang diperlukan
untuk transisi bisnis:
○ Rugi non-kas berasal dari depresiasi dan amortisasi terkait akuisisi Cora Environment
○ Rugi berbasis kas berasal dari biaya pendanaan aksi merger dan akuisisi untuk
transisi bisnis menuju infrastruktur berkelanjutan serta pengembangan bisnis
kendaraan listrik
Segmen Pengelolaan Limbah
● Pengelolaan limbah tetap menjadi mesin utama laba Perseroan, menyumbang 61,2% dari
pendapatan konsolidasi dan 92% dari EBITDA konsolidasi, dengan pendapatan segmen
sebesar US$105,9 juta. Bisnis ini terus memberikan pendapatan berulang yang stabil, sejalan
dengan tesis investasi Perseroan saat masuk ke sektor ini.
● Pendapatan segmen tumbuh 77,8% secara tahunan menjadi US$105,9 juta dari US$59,6
juta.
● Laba kotor naik 91,9% secara tahunan menjadi US$17,6 juta dari US$9,2 juta, sehingga
margin segmen naik menjadi 16,6% dari 15,4%.
● EBITDA segmen naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$23,6 juta dibanding periode yang
sama tahun lalu.
● Sorotan operasional segmen ini:
● Cora Environment (Singapura): 752.000 ton limbah dikelola dengan tingkat
ketersediaan pabrik 86%
● Asia Medical Enviro Services (Singapura): 2.100 ton limbah dikelola dengan tingkat
ketersediaan pabrik 90%
● ARAH Environmental (Indonesia): 5.800 ton limbah dikelola dengan tingkat
ketersediaan pabrik 84%
Segmen Ekosistem Kendaraan Listrik
● Di segmen kendaraan listrik, pendapatan Electrum naik 184% secara tahunan menjadi
US$9,1 juta, atau hampir tiga kali lipat dibanding tahun lalu.
2
Page 3
● Laba kotor berbalik positif menjadi US$0,4 juta dari rugi US$0,5 juta dibanding periode yang
sama di tahun lalu.
● EBITDA segmen berbalik positif menjadi US$0,5 juta dari rugi dibanding periode yang sama
di tahun lalu.
● Sorotan operasional segmen ini:
● Hampir 14.000 unit motor listrik dan 550 unit Battery Swapping Station dalam
ekosistem Electrum
● Lebih dari 1,7 juta penukaran baterai per bulan
● Lebih dari 2.500 unit rent-to-own
● Lebih dari 135 juta kilometer jarak tempuh
Segmen Energi Terbarukan
● Kepemilikan Perseroan di segmen energi terbarukan berbentuk entitas asosiasi, sehingga
dicatat sebagai bagian atas laba entitas asosiasi, bukan sebagai pendapatan konsolidasi.
● Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) 6MW telah beroperasi penuh dan menyumbang
US$110.300 pada laporan laba rugi Perseroan.
● Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung 46MWp tetap sesuai jadwal untuk
beroperasi pada kuartal keempat 2026, menambah satu lagi sumber pendapatan non-batu
bara.
Segmen Batu Bara
● Disiplin biaya yang terus dijalankan Perseroan mendorong kenaikan margin kotor
pertambangan sepanjang tahun, didukung perbaikan kinerja biaya produksi setelah
disetujuinya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Perseroan.
● Batu bara tetap menjadi kontributor yang berarti dan bagian portofolio yang dikelola secara
disiplin selama masa transisi.
● Pendapatan segmen turun 4,1% secara tahunan menjadi US$34,9 juta dari US$36,3 juta
● Laba kotor naik menjadi US$9,3 juta dari US$1,3 juta, sehingga margin segmen naik menjadi
26,6% dari 3,5%, didorong penurunan biaya produksi.
● EBITDA segmen membaik menjadi US$1,3 juta dari rugi US$11,1 juta pada periode yang sama
tahun lalu.
-SELESAI-
3
Page 4
Tentang TBS
PT TBS Energi Utama Tbk ("TBS", IDX: TOBA) adalah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia yang tengah
bertransisi dari bisnis batu bara di Indonesia menuju pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Asia. TBS
membangun dan mengoperasikan bisnis di bidang pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan mobilitas listrik,
sembari mengelola sisa operasi batu bara secara bertanggung jawab selama masa transisi. Pada Agustus 2026,
TBS menjadi perusahaan pertama yang menerima predikat Green Equity Transition dari Bursa Efek Indonesia
(BEI), setelah dikaji oleh S&P Global Ratings. Perseroan beroperasi di Singapura dan berbagai wilayah
Indonesia, termasuk Lampung, Batam, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat, dengan lebih dari 1.700 karyawan.
Berpedoman pada strategi jangka panjang Towards a Better Society (TBS2030), TBS mengarahkan modalnya
ke aset rendah karbon yang akan menopang masa depan di kawasan. Perseroan juga mendirikan TBS
Foundation sebagai wadah pengembangan talenta hijau melalui pendidikan berkualitas, kepemimpinan
pemikiran dan advokasi, serta impact capital.
Ikuti perkembangan transformasi kami di www.thisistbs.com
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mirza Hippy Josefhine Chitra
SVP Corporate Finance & Investor Relations SVP Public Affairs & Communications
ir@thisistbs.com corcomm@thisistbs.com
4
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.