Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk PUBLIC EXPOSE FY 2025 Audited | Kode Saham: RICY Restrukturisasi utang telah selesai melalui homologasi PKPU (15 Desember 2025). Perseroan kini memiliki fondasi hukum yang kuat dan siap memasuki fase pemulihan operasional yang terukur. www.rpg.co.id
Page 2
Pasal Sanggahan Presentasi ini telah disiapkan oleh PT Ricky Putra Globalindo Tbk secara independen dan diedarkan untuk tujuan informasi umum saja. Informasi dalam laporan ini telah diperoleh dari sumber-sumber yang kami anggap terpercaya. Tidak ada jaminan (tersurat maupun tersirat) dibuat untuk keakuratan atau kelengkapan informasi. Semua pendapat dan estimasi di dalamnya merupakan penilaian kami pada tanggal ini dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami melepaskan setiap tanggung jawab atau kewajiban apapun yang timbul yang dapat dibawa atau diderita oleh setiap orang sebagai akibat dari seluruh atau sebagian dari isi laporan ini. Catatan penting mengenai proyeksi di masa mendatang: Laporan ini mungkin berisi pernyataan mengenai usaha PT Ricky Putra Globalindo Tbk dan anak perusahaan di masa mendatang dan didasarkan pada asumsi manajemen tentang proyeksi masa mendatang. Proyeksi masa mendatang melibatkan risiko dan ketidakpastian tertentu. Kami tidak berkewajiban untuk mempublikasikan setiap perubahan atau revisi dari setiap pernyataan proyeksi di masa mendatang.
Page 3
Agenda
Kinerja dan Prospek RICY
01 Perkembangan Terkini dan prospek RICY
Riwayat Singkat Perseroan
02 Profil singkat, visi-misi, dan posisi pasar
Peristiwa Penting 2025 & Restrukturisasi
03 Proses PKPU, homologasi, dan dampaknya ke posisi keuangan
Ikhtisar Data Keuangan 2025
04 Kinerja dengan konteks non-recurring items
Transformasi Posisi Keuangan Pasca-Homologasi
05 Highlight perubahan current ratio, modal kerja, dan ekuitas
Posisi Risiko & Mitigasi
06 Risiko utama dan komitmen terukur manajemen
Outlook & Strategi 2026
07 Target terukur dan prioritas eksekusi
Page 4
Kinerja dan Prospek RICY
Neraca Bertransformasi Fondasi untuk Pemulihan
Risiko PKPU Telah Berakhir
Signifikan Terukur
Homologasi 15 Des 2025 memberikan Current Ratio naik dari 0,87x → 3,62x. Merek kuat (GT Man No.1 underwear pria),
kepastian hukum. Skema restrukturisasi Modal kerja berbalik dari defisit Rp 199 M fasilitas terintegrasi, dan fokus pasar
mengalihkan utang jangka pendek menjadi menjadi surplus Rp 682 M. Ekuitas dari domestik. Tahun 2026 adalah tahun awal
jangka panjang yang terjadwal. Risiko defisit Rp 86,6 M menjadi positif Rp 269,8 pemulihan dengan target yang dapat
kebangkrutan akut sudah dilalui. M. diverifikasi.
Page 5
Riwayat Singkat Perseroan PT Ricky Putra Globalindo Tbk adalah produsen pakaian dalam pria terkemuka di Indonesia dengan merek terkenal seperti GT Man, Ricky, dan Ricsony. Perusahaan mengoperasikan fasilitas terintegrasi di Bogor, Tangerang, dan Bandung (rajut, dyeing, manufaktur garmen) dan tercatat di BEI sejak 1998 (kode: RICY). Tahun Berdiri Kode Saham Karyawan 1987 RICY 2.678 Pasar Utama Industri Merek Unggulan Domestik + Ekspor Garmen & Tekstil GT Man, Ricky, Ricsony *Jumlah karyawan berfluktuasi seiring penyesuaian kapasitas operasional 2025–2026
Page 6
Peristiwa Penting 2025: Perjalanan Restrukturisasi
5 Maret 2025 Mar–Nov 2025 15 Des 2025
Permohonan PKPU Negosiasi & Verifikasi Homologasi
Proses verifikasi tagihan, negosiasi skema
Kreditur mengajukan permohonan PKPU. Putusan homologasi PKPU disahkan.
perdamaian dengan kreditur bank & non-
Manajemen merespons secara kooperatif Skema restrukturisasi memperoleh
bank, serta penyusunan rencana
dan segera memulai proses negosiasi. kekuatan hukum tetap.
restrukturisasi.
Risiko PKPU sudah selesai dan tidak akan berulang. Homologasi memberikan kepastian hukum penuh atas skema restrukturisasi.
Perseroan kini fokus pada implementasi kewajiban dan pemulihan operasional.
Page 7
Dampak Restrukturisasi terhadap Posisi Keuangan Kesepakatan restrukturisasi mengalihkan sebagian besar utang jangka pendek menjadi utang jangka panjang yang terjadwal, memperbaiki struktur likuiditas secara material. SEBELUM HOMOLOGASI SETELAH HOMOLOGASI Per 30 Sep / sebelum Des 2025 Per 31 Desember 2025 • Utang jangka pendek dominan (tekanan likuiditas tinggi) • Utang digeser ke jangka panjang & terjadwal • Current Ratio: 0,87x (di bawah 1x) • Current Ratio: 3,62x (naik 4x lipat) • Modal kerja: defisit ~Rp 199 miliar • Modal kerja: surplus ~Rp 682 miliar • Ekuitas: defisit Rp 86,6 miliar • Ekuitas: positif Rp 269,8 miliar • Risiko PKPU masih terbuka • Risiko PKPU selesai (kepastian hukum)
Page 8
Ikhtisar Data Keuangan 2025
PENJELASAN PENTING: Penurunan penjualan 2025 (~36%) dan rugi yang melebar bersifat non-recurring, terutama didorong oleh proses PKPU sepanjang
tahun, penyesuaian volume operasional, serta biaya restrukturisasi. Dampak positif homologasi baru efektif Desember 2025 dan belum tercermin penuh.
Keterangan (Rp miliar) 2025 2024 2023
Penjualan Bersih 565,6 885,5 868,5
Laba Kotor 75,3 177,7 187,1
Gross Margin % 13,3% 20,1% 21,5%
EBITDA (257,5) (16,1) 41,1
Rugi Bersih (366,4) (116,5) (75,5)
EPS (Rp) (564) (173) (116)
Catatan: Angka dibulatkan. Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan 31 Des 2025.
Page 9
Dekomposisi Kerugian 2025: Operasional vs Non-Recurring
Agar investor tidak salah membaca, kerugian besar 2025 perlu dipisahkan antara komponen operasional murni dan biaya satu kali terkait
restrukturisasi.
Komponen Operasional Biaya Non-Recurring / Restrukturisasi
• Penurunan volume penjualan akibat penyesuaian • Biaya terkait proses PKPU & konsultasi restrukturisasi
kapasitas & ketidakpastian selama PKPU • Beban keuangan sebelum skema baru berlaku penuh
• Tekanan margin kotor (gross margin turun ke 13,3%) • Penyesuaian / impairment yang terkait dengan proses
• Beban bunga yang masih tinggi sebelum restrukturisasi restrukturisasi
efektif • Dampak positif homologasi belum tercermin penuh di
• Efisiensi biaya operasional yang masih dalam proses 2025
Page 10
Komposisi Penjualan: Kekuatan Diversifikasi Divisi
Mengapa Komposisi Ini Merupakan Kekuatan?
Underwear 48%
Inti bisnis dengan merek kuat (GT Man No.1). Margin relatif lebih baik dan
loyalitas merek tinggi.
Fashionwear 34%
Didukung portofolio merek sendiri dan merek internasional, segmen ini
memberikan fleksibilitas volume serta memperluas jangkauan pasar dan
distribusi.
Kain & Lainnya
Integrasi vertikal (bahan baku) mendukung kontrol kualitas dan efisiensi
biaya jangka panjang.
Diversifikasi ini mengurangi ketergantungan pada satu segmen dan
mendukung ketahanan bisnis.
Pakaian dalam Kain
Pakaian luar Lain-lain
Page 11
Transformasi Posisi Keuangan Pasca-Homologasi — Highlight Utama
Current Ratio Modal Kerja Ekuitas
Defisit Defisit
0,87x
Rp 199 M Rp 86,6 M
→ → →
Surplus Positif
3,62x
Rp 682 M Rp 269,8 M
↑ 4x lipat Berbalik positif Berbalik positif
Penjelasan Lonjakan Aset Tidak Lancar (Rp 185 M → Rp 890 M+)
Peningkatan aset tidak lancar terutama berasal dari revaluasi aset tetap (surplus revaluasi signifikan yang juga menjadi sumber utama ekuitas
positif) serta reklasifikasi pinjaman terkait skema restrukturisasi. Ekuitas positif Rp 269,8 miliar per 31 Des 2025 sebagian besar didukung oleh
surplus revaluasi aset tetap (Rp 727 miliar). Investor perlu memahami bahwa kualitas ekuitas ini bergantung pada realisasi nilai aset di masa depan.
Page 12
Rasio Keuangan — Konteks yang Perlu Dipahami Rasio 2025 2024 Catatan Penting Current Ratio (x) 3,62 0,87 Perbaikan material pasca-homologasi Quick Ratio (x) 1,11 0,34 Likuiditas jangka pendek membaik Cash Ratio (x) 0,07 0,01 Masih rendah — fokus pengelolaan kas 2026 Debt to Equity (x) 5,79 (18,07)* *Negatif 2024 karena ekuitas defisit, bukan kondisi baik Debt / Asset 0,85 1,05 Sedikit membaik Catatan Kunci untuk Investor • Debt to Equity negatif di 2024 adalah dampak akuntansi dari ekuitas defisit, bukan indikator leverage yang "baik". Setelah ekuitas kembali positif, DER 5,79x mencerminkan leverage yang masih tinggi namun sudah memiliki struktur yang lebih terjadwal. • Cash Ratio 0,07x masih rendah. Manajemen memprioritaskan pengelolaan arus kas konservatif dan pelaksanaan kewajiban homologasi secara disiplin sebagai fokus utama 2026.
Page 13
Posisi Pasca-Homologasi: Risiko & Mitigasi Pemulihan pendapatan lambat Fokus reaktivasi pelanggan existing, peningkatan utilisasi kapasitas secara bertahap, dan ekspansi selektif. Target utilisasi dipantau setiap kuartal. Persaingan produk impor Penguatan diferensiasi merek (GT Man & lainnya), fokus kualitas, efisiensi biaya produksi, dan positioning di segmen yang lebih resilient. Fluktuasi bahan baku Pengelolaan persediaan lebih disiplin, penyesuaian pembelian sesuai kebutuhan, dan diversifikasi pemasok untuk menjaga stabilitas pasokan dan biaya. Pelaksanaan kewajiban homologasi Monitoring arus kas berkala, komunikasi rutin dengan kreditur, dan prioritas alokasi kas untuk kewajiban terjadwal.
Page 14
Komitmen Terukur yang Dapat Dipantau Investor Manajemen menetapkan indikator yang dapat diverifikasi setiap kuartal agar investor memiliki benchmark yang jelas. Utilisasi Kapasitas Pertumbuhan Pendapatan EBITDA Peningkatan bertahap vs 2025 Stabilisasi lalu pertumbuhan YoY di H2 2026 Perbaikan menuju positif secara bertahap Frekuensi: Kuartalan Frekuensi: Kuartalan Frekuensi: Kuartalan Kepatuhan Homologasi Cash Position Gross Margin Pembayaran sesuai jadwal tanpa default Pengelolaan konservatif, monitoring ketat Perbaikan bertahap dari 13,3% Frekuensi: Bulanan / Kuartalan Frekuensi: Bulanan Frekuensi: Kuartalan
Page 15
Outlook 2026: Tahun Awal Pemulihan dengan Target Terukur
Pendapatan EBITDA Utilisasi Kepatuhan
Stabilisasi di H1 Perbaikan signifikan 100% sesuai jadwal
Peningkatan vs 2025
Pertumbuhan selektif di H2 vs 2025 homologasi
Menuju zona yang lebih sehat secara
Fokus reaktivasi pelanggan existing Pengurangan idle capacity Prioritas utama arus kas
bertahap
Fokus Manajemen 2026
1. Stabilitas operasional & peningkatan utilisasi kapasitas
2. Perbaikan EBITDA dan pengurangan tekanan kerugian
3. Pelaksanaan kewajiban homologasi secara disiplin
4. Pengelolaan arus kas konservatif dan monitoring ketat
5. Reaktivasi pelanggan existing + ekspansi selektif di pasar domestik
Page 16
Strategi 2026 — Empat Pilar dengan Metrik Target Operasional Profitabilitas • Peningkatan utilisasi vs 2025 • Optimalisasi margin produk • Pengurangan idle capacity • Pengendalian biaya produksi • Target: utilisasi naik bertahap setiap kuartal • Target: gross margin membaik dari 13,3% Pasar Keuangan • Reaktivasi pelanggan existing • Pelaksanaan kewajiban homologasi • Ekspansi selektif • Pengelolaan kas konservatif • Target: stabilisasi pendapatan H1, pertumbuhan H2 • Target: zero default, cash monitoring ketat
Page 17
Prioritas Eksekusi 2026
Operasional Profitabilitas Pasar Keuangan
Peningkatan utilisasi Fokus pada pelanggan Pelaksanaan kewajiban
Optimalisasi margin
dibanding 2025 existing homologasi
Pengelolaan arus kas secara
Pengurangan idle capacity Pengendalian biaya produksi Ekspansi selektif
terukur
Page 18
Kesimpulan • Restrukturisasi telah selesai. Risiko PKPU tidak akan berulang. • Posisi Keuangan telah bertransformasi secara material. • 2026 adalah tahun awal pemulihan yang terukur dan dapat dipantau. PT Ricky Putra Globalindo Tbk siap melangkah ke fase berikutnya dengan fondasi hukum yang kuat dan fokus operasional yang jelas. www.rpg.co.id | ir@rpg.co.id | Kode Saham: RICY
Page 19
Hubungi Kami PT Ricky Putra Globalindo Tbk Jl. Sawah Lio II No. 29–37, Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat 11250, Indonesia Telepon: (021) 634-2330 / 632-7770 Email Corporate Secretary: agnes.corsec@rpg.co.id Email Investor Relations: ir@rpg.co.id Website: www.rpg.co.id
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.