Back to announcement
20240430_ADRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31632781_lamp1.pdf
Other Text extracted ADROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK (BEI: ADRO)
NEWS RELEASE – KINERJA KEUANGAN 1Q24
Jakarta, 30 April 2024 – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“AEI”, BEI: “ADRO”) hari ini
mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024 ke BEI/OJK.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Bapak Garibaldi Thohir mengatakan:
“Di tengah ketidakpastian global dan kondisi harga yang melemah, kami mempertahankan
komitmen terhadap efisiensi biaya. Lebih lanjut, posisi neraca dan keuangan secara
keseluruhan tetap sehat, sehingga menyediakan fleksibilitas pada saat ini.”
“Operasi kami memulai tahun ini dengan baik, dan investasi yang kami perluas ke bisnis-
bisnis baru berjalan baik sesuai panduan yang telah kami tetapkan.”
Iktisar
• AEI mencatat laba inti $440 juta pada 1Q24 dan EBITDA operasional $604 juta.
• AEI menghasilkan margin EBITDA operasional 42%.
• AEI mencatat kenaikan 5% pada volume penjualan menjadi 16,48 juta ton. Meskipun
demikian, pendapatan usaha turun 22% karena penurunan 26% pada harga jual rata-rata
(ASP).
• Sejalan dengan rencana investasi, belanja modal naik 56% menjadi $206 juta. Belanja modal
terutama digunakan untuk alat berat, tongkang dan infrastruktur pendukung di rantai pasokan.
AEI juga memulai investasi di smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya.
• Posisi keuangan AEI tetap sehat dengan posisi kas bersih $1,75 miliar pada akhir 1Q24.
1
Page 2
Kinerja Keuangan
($ juta, kecuali dinyatakan berbeda) 1Q24 1Q23 Selisih
Pendapatan usaha bersih 1.443 1.839 -22%
Beban pokok pendapatan (815) (1.075) -24%
Laba kotor 628 763 -18%
Laba usaha 514 625 -18%
Laba inti1 440 538 -18%
EBITDA operasional2 604 726 -17%
Total aset 10.466 9.826 7%
Total liabilitas 2.672 2.776 -4%
Total ekuitas 7.794 7.050 11%
Utang berbunga 1.469 1.519 -3%
Kas dan setara kas 3.164 3.011 5%
Utang (kas) bersih(3) (1.753) (1.578) 11%
Belanja modal(4) 206 132 56%
Arus kas bebas(5) 285 522 -45%
Laba per saham (EPS) dasar dalam $ 0,01247 0,01478 -16%
Rasio Keuangan
1Q24 1Q23 Selisih
Margin laba kotor (%) 44% 42% 2%
Margin usaha (%) 36% 34% 2%
Margin EBITDA operasional (%) 42% 40% 2%
Utang (kas) bersih terhadap ekuitas (x) Kas bersih Kas bersih -
Utang (kas) bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan Kas bersih Kas bersih -
terakhir (x)
Kas dari operasi terhadap belanja modal (x) 2,50 (3,01) -183%
1
Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak (amortisasi properti pertambangan dan penilaian pajak
tahun sebelumnya)
2
EBITDA tidak termasuk penilaian pajak tahun sebelumnya dan penyisihan (pemulihan) piutang usaha tak tertagih
3
Setelah dikurangi kas dan setara kas dan bagian lancar dari investasi lainnya
4
Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap – perolehan dari pelepasan aset tetap + pembayaran untuk
penambahan properti pertambangan + penambahan liabilitas sewa pembiayaan
5
EBITDA operasional – pajak – perubahan piutang usaha, persediaan, dan utang usaha – belanja modal tidak termasuk liabilitas
sewa pembiayaan
Segmen Operasi
Segmen Pendapatan Laba Periode Berjalan
($ juta) 1Q24 1Q23 Selisih 1Q24 1Q23 Selisih
Pertambangan dan
perdagangan batu bara 1.420 1.793 -21% 372 461 -19%
Jasa pertambangan 224 220 2% 13 (8) -257%
Lainnya 176 156 12% 47 75 -37%
Eliminasi (377) (331) 14% (6) (2) 228%
Total 1.443 1.839 -22% 426 526 -19%
2
Page 3
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
31 MARET 2024 (1Q24)
Pendapatan usaha, harga jual rata-rata dan produksi
AEI mencatat pendapatan yang memuaskan sebesar $1.443 juta pada 1Q24, atau turun 22%
dari 1Q23. Volume produksi dan penjualan AEI pada 1Q23 masing-masing mencapai 18,07 juta
ton dan 16,48 juta ton, atau naik 15% dan 5% dari 1Q23. Peningkatan pada kinerja operasional
ini mengimbangi penurunan 24% pada harga jual rata-rata (ASP) seiring berlanjutnya penurunan
harga batu bara.
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan turun 24% y-o-y menjadi $815 juta, terutama karena penurunan beban
royalti, dari angka tahun sebelumnya karena penurunan ASP maupun harga acuan batu bara.
Biaya penambangan naik 10% karena kenaikan volume. AEI mencatat kenaikan 17% pada
pengupasan lapisan penutup menjadi 66,21 juta bcm, dan nisbah kupas 3,66x, atau naik 2% dari
1Q23. Total konsumsi bahan bakar naik 21%, sejalan dengan pertumbuhan volume. Biaya kas
batu bara per ton (tidak termasuk royalti) pada 1Q24 turun 22% y-o-y.
Beban usaha
Beban usaha pada 1Q24 turun 25% y-o-y menjadi $108 juta karena penurunan 39% pada
pendapatan negara bukan pajak (PNBP) porsi pemerintah pusat (4%) dan pemerintah daerah
(6%).
Royalti kepada Pemerintah dan beban pajak penghasilan
Royalti kepada Pemerintah turun 38% menjadi $302 juta dari $486 juta, sementara beban pajak
penghasilan turun 22% menjadi $106 juta dari $136 juta.
EBITDA operasional dan laba inti
EBITDA operasional AEI turun 17% y-o-y menjadi $604 juta dan laba inti turun 18% menjadi $440
juta untuk 1Q24, karena penurunan ASP. Margin EBITDA operasional pada 1Q24 tetap sehat
pada angka 42%. Laba bersih untuk periode ini yang mencapai $426 juta telah meliputi PNBP
untuk pemerintah pusat (porsi 4%) dan pemerintah daerah (porsi 6%).
Total aset
Total aset pada akhir 1Q24 naik 7% menjadi $10.466 juta, dari $9.826 juta pada akhir 1Q23.
Saldo kas pada akhir 1Q24 naik 5% menjadi $3.164 juta. Kas dan setara kas meliputi 30% total
aset.
Aset lancar pada akhir 1Q24 turun 3% menjadi $4.149 juta dibandingkan $4.291 juta pada akhir
1Q23. Aset non lancar pada akhir 1Q24 setara dengan kenaikan 14% dari periode tahun
sebelumnya yang tercatat $6.317 juta karena kenaikan pada aset tetap.
3
Page 4
Aset tetap
Aset tetap pada akhir 1Q24 yang mencapai $1.885 juta setara kenaikan 25% dari akhir 1Q23,
yang dikarenakan oleh kenaikan pengeluaran belanja modal. Belanja modal terutama digunakan
untuk pembelian alat berat, tongkang, infrastruktur, dan investasi pada smelter aluminium beserta
fasilitas pendukungnya. Aset tetap meliputi 18% total aset.
Properti pertambangan
Pada akhir 1Q24, properti pertambangan turun 4% y-o-y menjadi $987 juta, karena amortisasi
berkala. Properti pertambangan meliputi 9% total aset.
Total liabilitas
Total liabilitas pada akhir 1Q24 tercatat sebesar $2.672 juta, atau turun 4% dari periode yang
sama tahun sebelumnya. Liabilitas lancar naik 69% y-o-y menjadi $1.701 juta terutama dari
reklasifikasi senior notes AI menjadi liabilitas lancar karena jatuh tempo pada Oktober 2024.
Liabilitas non lancar turun 45% y-o-y menjadi $971 juta karena pembayaran inisiatif (voluntary
repayment) terhadap pinjaman bank AI sebesar $196 juta pada 4Q23.
Manajemen utang dan likuiditas
Saldo kas AEI pada akhir 1Q24 naik 5% menjadi $3.164 juta dari $3.011 juta y-o-y. AEI juga
memiliki akses terhadap $58 juta pada investasi lainnya dan sejumlah $1.763 juta dalam bentuk
fasilitas pinjaman yang belum ditarik dari berbagai pinjaman outstanding pada 1Q24, sehingga
total likuiditas naik menjadi $4.985 juta pada akhir 1Q24. Utang berbunga turun 3% y-oy menjadi
$1.469 juta.
Ekuitas
Pada akhir 1Q24, total ekuitas tercatat $7.794 juta, yang mencerminkan kenaikan 11% y-o-y
karena peningkatan laba ditahan.
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas operasi pada 1Q24 mencapai $489 juta, atau naik signifikan secara y-o-y
berkat penurunan pembayaran pajak penghasilan badan. Penerimaan dari para pelanggan turun
21% karena penurunan ASP seiring penurunan harga batu bara.
Arus kas dari aktivitas investasi dan belanja modal
Perusahaan melaporkan arus kas keluar bersih yang digunakan pada aktivitas investasi sebesar
$205 juta, atau naik 78% dari 1Q23, terutama karena kenaikan 55% pada pembelian aset tetap
menjadi $201 juta, karena perusahaan terus mengeksekusi rencana investasi.
Belanja modal pada 1Q24 naik 56% menjadi $206 juta dari $132 juta pada periode yang sama
tahun sebelumnya. Pengeluaran belanja modal pada periode ini terutama digunakan untuk
pembelian dan penggantian alat berat dan tongkang, investasi pada smelter aluminium dan
fasilitas pendukungnya, serta investasi pada infrastruktur.
4
Page 5
Arus kas dari aktivitas pembiayaan
Arus kas keluar bersih dari aktivitas pembiayaan pada 1Q24 turun 26% menjadi $417 juta.
Perusahaan membayar $400 juta untuk dividen interim pada bulan Januari 2024.
5
Page 6
PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK (BEI: ADRO)
LAPORAN OPERASIONAL 1Q24
IKTISAR OPERASIONAL 1Q24
• Volume produksi PT Adaro Energy Indonesia Tbk dan anak-anak perusahaan (Grup Adaro)
mencapai 18,07 juta ton pada 1Q24, atau setara kenaikan 15% dari 1Q23. Volume penjualan
periode ini yang mencapai 16,48 juta ton setara kenaikan 5% dari 1Q23.
• Penjualan batu bara metalurgi melalui anak perusahaan, yakni PT Adaro Minerals Indonesia
Tbk (ADMR), naik 24% menjadi 1,05 juta ton pada 1Q24. Perusahaan terus mengembangkan
pengakuan pasar untuk produk Enviromet, dan produk ini diterima baik di pasar domestik
maupun seaborne.
• Pengupasan lapisan penutup mencapai 66,21 juta bcm pada 1Q24, atau naik 17% dari 1Q23.
Nisbah kupas mencapai 3,66x, atau naik 2% dari 1Q23.
• KAI berfokus pada penyelesaian perbaikan tanah, pekerjaan penimbunan, dan pekerjaan
fondasi di area smelter aluminium. KAI telah merampungkan sandaran dermaga kargo berat
dan fase pertama pengerukan di area jetty. Lebih lanjut, KAI juga telah merampungkan
pekerjaan lahan di area mess karyawan.
RINGKASAN KINERJA OPERASIONAL 1Q24 – KONSOLIDASI AEI
1Q24 1Q24
Units 1Q24 4Q23 vs. 1Q23 vs.
4Q23 1Q23
Volume Produksi juta ton 18,07 15,13 19% 15,70 15%
AI juta ton 13,21 1,13 19% 11,81 12%
Balangan Coal Companies juta ton 2,16 1,69 28% 1,90 14%
MIP juta ton 1,14 1,17 -2% 0,77 48%
AMI juta ton 1,56 1,13 38% 1,22 27%
Volume Penjualan juta ton 16,48 16,59 -1% 15,72 5%
Termal - CV menengah juta ton 10,77 10,72 0% 11,03 -2%
Termal - < 4500 GAR juta ton 4,66 4,41 6% 3,84 21%
Batu bara metalurgi juta ton 1,05 1,45 -28% 0,85 24%
Pengupasan Lapisan Penutup juta bcm 66,21 68,92 -4% 56,37 17%
AI juta bcm 49,50 50,80 -3% 44,98 10%
Balangan Coal Companies juta bcm 9,66 9,97 -3% 6,27 54%
MIP juta bcm 1,71 3,27 -48% 1,83 -7%
AMI juta bcm 5,34 4,89 9% 3,30 62%
Nisbah Kupas x 3,66 4,55 -19% 3,60 2%
6
Page 7
Volume Produksi Kuartalan Historis (juta ton)
20.0 18.1
17.417.5 17.717.3
18.0
15.7 15.9 15.7
Volume produksi (juta ton)
16.0 14.915.1 14.7 15.2
13.8 13.914.4 13.813.4 13.613.213.1
14.0 13.1 12.9 12.9
12.1
12.0 11.0
10.0
8.0
6.0
4.0
2.0
-
Volume Penjualan Kuartalan Historis (juta ton)
20.0
18.0 16.7 17.2 16.9 16.5 16.6 16.5
15.5 15.1 15.4 15.9 15.3 15.7
Volume penjualan (juta ton)
16.0 14.5 14.4
13.4 13.6 13.4 13.2 13.1 12.7
14.0 12.9 12.7 12.6 12.2
12.0 10.9
10.0
8.0
6.0
4.0
2.0
-
Volume Pengupasan Lapisan Penutup dan Nisbah Kupas Kuartalan Historis
150.0 5.5 6.0
5.3 5.3
4.9 5.1
4.6 4.5 4.5 4.6
Volume pengupasan lapisan
4.5 4.5 5.0
120.0 4.4
4.1 4.2 4.1 4.0 4.1 4.1
penutup (juta bcm)
3.7 3.5 3.6 3.7 4.0
3.5 3.5 3.4 87.6
90.0 81.3 82.5
71.5 73.4
69.0 69.2 66.0 68.9 66.2 3.0
61.5 62.1 62.7 62.1
54.0 57.7 57.8 53.9 56.5
60.0 49.8 53.2 49.1 52.5 45.9 48.2
2.0
30.0
1.0
- -
1Q18
2Q18
3Q18
4Q18
1Q19
2Q19
3Q19
4Q19
1Q20
2Q20
3Q20
4Q20
1Q21
2Q21
3Q21
4Q21
1Q22
2Q22
3Q22
4Q22
1Q23
2Q23
3Q23
4Q23
1Q24
7
Page 8
PENJUALAN GRUP ADARO PADA 1Q24 BERDASARKAN DESTINASI
Lainnya
India 1%
12%
Indonesia
27%
China
15%
Asia Tenggara
18% Asia Timur Laut
27%
PILAR ADARO ENERGY
1. MINING
PT Adaro Indonesia (AI)
• Volume produksi AI pada 1Q24 mencapai 13,21 juta ton, atau naik 12% dari 1Q23.
Volume penjualan periode ini mencapai 14,05 juta ton, atau tetap sama secara y-o-y.
Total pengupasan lapisan penutup dari AI mencapai 49,50 juta bcm, atau naik 10%
dari 1Q23, sehingga nisbah kupas mencapai 3,75x pada 1Q24.
1Q24 vs. 1Q24 vs.
Units 1Q24 4Q23 1Q23
4Q23 1Q23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 49,50 50,80 -3% 44,98 10%
Volume produksi juta ton 13,21 1,13 19% 1,81 12%
Volume penjualan juta ton 14,05 4,17 -1% 14,06 0%
Balangan Coal Companies (BCC)
• Balangan Coal Companies memproduksi 2,16 juta ton batu bara pada 1Q24, atau naik
14% dari 1Q23. Total pengupasan lapisan penutup sebesar 9,66 juta bcm setara
kenaikan 54% dari 1Q23 dan menghasilkan nisbah kupas 4,46x pada 1Q24.
1Q24 vs. 1Q24 vs.
Units 1Q24 4Q23 1Q23
4Q23 1Q23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 9,66 9,97 -3% 6,27 54%
Volume Transported juta ton 2,16 1,69 28% 1,90 14%
8
Page 9
PT Mustika Indah Permai (MIP)
• MIP mencatat kenaikan 48% pada volume produksi di 1Q24 menjadi 1,14 juta ton.
Volume penjualan 1Q24 mencapai 1,39 juta ton, atau naik 71% dari 1Q23.
• Volume pengupasan lapisan penutup pada 1Q24 yang tercatat 1,71 juta bcm setara
dengan penurunan 7% dari 1Q23, dan nisbah kupas 1Q24 turun 37% menjadi 1,50x.
• India merupakan tujuan penjualan terbesar MIP pada kuartal ini. MIP menjual 28%
dari volumenya ke pasar domestik pada 1Q24.
1Q24 vs. 1Q24 vs.
Units 1Q24 4Q23 1Q23
4Q23 1Q23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 1,71 3,27 -48% 1,83 -7%
Volume produksi juta ton 1,14 1,17 -3% 0,77 48%
Volume penjualan juta ton 1,39 0,97 43% 0,81 71%
Kestrel Mine (Kestrel)
• Pada 1Q24, Kestrel mencatat volume produksi batu bara yang dapat dijual sebesar
0,82 juta ton, dan volume penjualan 0,75 juta ton, atau masing-masing turun 31% dan
34% dari 1Q23.
• Tujuan penjualan Kestrel terdiri dari pelanggan di pasar-pasar utama Asia. Jepang
merupakan tujuan penjualan terbesar Kestrel pada 1Q24, diikuti India dan Korea.
1Q24
1Q24 vs.
Units 1Q24 4Q23 1Q23 vs.
4Q23
1Q23
Produksi yang dapat dijual juta ton 0,82 1,41 -42% 1,19 -31%
Volume penjualan juta ton 0,75 1,55 -52% 1,14 -34%
2. SERVICES
PT Saptaindra Sejati (SIS)
• Pada 1Q24, volume pengupasan lapisan penutup SIS turun 3% y-o-y menjadi 43,38
juta bcm, sedangkan volume produksi naik 11% y-o-y menjadi 16,42 juta ton.
1Q24 vs. 1Q24 vs.
Units 1Q24 4Q23 1Q23
4Q23 1Q23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 43,38 56,24 -23% 44,55 -3%
Volume produksi juta ton 16,42 14,04 17% 14,80 11%
9
Page 10
3. LOGISTICS
PT Maritim Barito Perkasa (MBP)
• Volume angkutan tongkang MBP pada 1Q24 naik 11% menjadi 16,62 juta ton,
dibandingkan 1Q23. Volume Grup Adaro meliputi keseluruhan porsi total volume
angkutan tongkang MBP pada periode ini.
1Q24 vs. 1Q24 vs.
Units 1Q24 4Q23 1Q23
4Q23 1Q23
Angkutan tongkang batu bara juta ton 16,62 15,83 5% 15,00 11%
4. POWER
Pembangkit listrik Grup Adaro terus menunjukkan kinerja yang solid pada 1Q24.
Availability factor (AF) aktual PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) mencapai 99,9% dan
AF PT Tanjung Power Indonesia (TPI) mencapai 84,16% pada 1Q24, sementara AF PT
Bhimasena Power Indonesia mencapai 97,11% pada kuartal ini.
Adaro Power dan PT Adaro Clean Energy Indonesia (ACEI) terus mendukung inisiatif
hijau Grup Adaro. Solar PV MSW memproduksi 212,53 MWh pada kuartal pertama, yang
digunakan untuk memasok daya bagi operasi Grup. Inisiatif pengurangan emisi karbon
lainnya termasuk kelanjutan co-firing biomassa di MSW pada 1Q24 yang setara dengan
pengurangan CO2 ekuivalen sebesar 2.081,64 ton CO2e.
5. WATER
Dipimpin PT Adaro Tirta Mandiri (ATM), Adaro Water terus mencatat kinerja operasional
dan keuangan yang baik di ketiga bidang bisnisnya: pengolahan air bersih, pengolahan
lumpur tambang dan air tambang (melalui manajemen lumpur/slurry dan pengeringan air),
serta pengelolaan air tak berekening. Untuk ketiga bisnis ini, pada 1Q24, Adaro Water
mencatat (i) total pengolahan air bersih sejumlah 8.720.666 m3; (ii) total masing-masing
1.384.601 m3 untuk manajemen slurry dan 8.675.565 m3 untuk volume pengeringan air,
keduanya melampaui target; dan (iii) memperbaiki 1.800 poin kebocoran air, dengan
memproduksi 3.000 smart water meter, dan mengganti 7.542 meteran air pelanggan di
wilayah utara kota Bandung, dimana perusahaan telah membangun 7 (tujuh) zona dengan
55 inlet District Meter Area (DMA).
Proyek-proyek Adaro Water berjalan sesuai rencana, dengan pencapaian berikut sampai
akhir 1Q24:
1. Fasilitas pengolahan air (WTP) berkapasitas 200 liter per detik (lps) di Bekasi, Jawa
Barat: telah memulai proses komisioning dengan PERUMDA.
2. WTP berkapasitas 500 lps di Medan, Sumatera Utara: konstruksi telah mencapai
50,04%, dengan komisioning dan CoD ditargetkan pada bulan Desember 2024.
10
Page 11
3. PT Adaro Tirta Sarana (ATS), anak perusahaan ATM, telah memasok air bersih ke PT
Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan saat ini sedang membangun WTP
dengan total kapasitas 200 lps di Kalimantan Utara – dengan fase pertama (100 lps)
ditargetkan untuk memulai operasi pada bulan Juni 2024.
PILAR ADARO MINERALS
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (AMI, BEI: ADMR)
• Volume produksi batu bara metalurgi AMI pada 1Q24 mencapai 1,56 juta ton, atau naik
27% dari 1Q23, dengan penjualan mencapai 1,05 juta ton, atau naik 24% dari 1Q23.
• Volume pengupasan lapisan penutup mencapai 5,34 juta bcm pada 1Q24, naik 62% dari
1Q23, sehingga nisbah kupas mencapai 3,43x, atau naik 27% dari 1Q23. Peningkatan
signifikan pada volume pengupasan lapisan penutup secara y-o-y dikarenakan oleh
ekspansi area penambangan PT Maruwai Coal dan dimulainya kembali operasi dari PT
Lahai Coal. Kinerja kontraktor yang solid dan kondisi cuaca yang mendukung juga
menunjang kinerja operasional di periode ini.
• Pada 1Q24, ADMR menjual sebagian besar batu bara metalurginya ke pasar ekspor
dengan Jepang sebagai tujuan penjualan terbesar.
1Q24 1Q24
Units 1Q24 4Q23 vs. 1Q23 vs.
4Q23 1Q23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 5,34 4,89 9% 3,30 62%
Maruwai juta bcm 4,27 3,02 42% 3,30 30%
Lahai juta bcm 1,07 1,87 -43% - -
Volume produksi juta ton 1,56 1,13 38% 1,22 27%
Maruwai juta ton 1,45 0,93 56% 1,22 18%
Lahai juta ton 0,11 0,20 -45% - -
Volume penjualan juta ton 1,05 1,45 -28% 0,85 24%
Maruwai juta ton 0,96 1,25 -23% 0,85 13%
Lahai juta ton 0,09 0,20 -55% - -
PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI)
• Pada 1Q24, KAI berfokus pada penyelesaian perbaikan tanah, pekerjaan penimbunan,
dan pekerjaan fondasi di area smelter. KAI telah merampungkan sandaran kargo berat
dan tahap pertama pengerukan di area jetty. Lebih lanjut, KAI juga telah merampungkan
pekerjaan tanah di area mess karyawan.
PILAR ADARO GREEN
11
Page 12
• Pilar Adaro Green dibentuk untuk mengakomodasi aspirasi perusahaan untuk membangun
Adaro yang lebih besar dan lebih hijau dengan menangkap peluang di ekonomi hijau
Indonesia. Melalui PT Adaro Clean Energy Indonesia (ACEI) dan anak-anak perusahaannya,
Grup Adaro sedang melakukan studi kelayakan untuk mengembangkan berbagai sumber
energi terbarukan.
• PT Adaro Sarana Energi Terbarukan (ASET), anak perusahaan ACEI, berencana mengurangi
konsumsi bahan bakar solar yang digunakan di operasi Grup Adaro dan akan terus
mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan di Grup Adaro untuk menunjukkan
komitmen Grup terhadap transformasi hijau.
KESEHATAN, KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN (K3LH)
Pada 1Q24, Grup Adaro mencatat dua insiden lost time injury (LTI) dari seluruh operasinya. Grup
Adaro mencatat lost time injury frequency rate (LTIFR) 0,05 dan severity rate (SR) sebesar 0,61.
Total man-hours pada 1Q24 mencapai 37.835.079, meningkat 27% dari 29.567.209 pada 1Q23.
Kami melanjutkan penerapan Adaro Zero Accident Mindset (AZAM) di seluruh Grup Adaro untuk
meningkatkan budaya keselamatan dan kinerja keselamatan.
AKTIVITAS KORPORASI DAN PENGHARGAAN
Januari 2024
• The Energy and Mining Editor Society menganugerahkan PT Adaro Energy Indonesia Tbk
(AEI) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk sebanyak tiga penghargaan sebagai
pengakuan terhadap peran pimpinan perusahaan dalam memajukan sektor energi dan
sumber daya mineral di Indonesia, sesuai kapasitas masing-masing. Penghargaan yang
didapatkan adalah: Best CEO in Coal Mining untuk PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Best
Corporate Secretary untuk PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, dan Best Spokesperson
untuk PT Adaro Energy Indonesia Tbk.
• AEI menerima tiga penghargaan pada acara the Best Stock Award 2024, yang
diselenggarakan oleh media investortrust.id dan di bawah kolaborasi dengan Infovesta
Utama. AEI menerima peringkat pertama pada kategori Best Stock Award di Sektor Energi
untuk perusahaan berkapitalisasi pasar besar, peringkat kedua di kategori the Highest
Dividend Yield untuk perusahaan berkapitalisasi pasar besar, dan peringkat pertama
kategori the Most Consistent Dividend Yield untuk perusahaan berkapitalisasi pasar
besar.
Februari 2024
• AEI menerima penghargaan di acara Nusantara TV Sustainability Communications Award
untuk kategori the Most Sustainable Communication Company in Energy and Mining
Sector.
###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“Perusahaan”, “AEI”, “ADRO”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung jawab atas
12
Page 13
akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan atau afiliasinya, penasihat
atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari informasi yang tersaji atau terkandung
materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada
jaminan atas akurasinya.
Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-pernyataan tersebut
termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau para pejabatnya sehubungan
dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan
penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,” “estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna
serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan
mengandung risiko dan ketidakpastian, dan hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan
berwawasan ke depan tersebut karena berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk
merevisi pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu penawaran,
permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di dalam wilayah hukum mana
pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan sehubungan dengan kontrak, komitmen
atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan
nasihat profesional sebagaimana mestinya.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Untuk investor
Thomas Coombes | Thomas.Coombes@adaro.com
Untuk media
Febriati Nadira | Febriati.Nadira@adaro.com
13
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mustika Indah Permai
p.9
unresolved
org
PT Saptaindra Sejati
p.9
unresolved
org
PT Maritim Barito Perkasa
p.10
unresolved
org
PT Makmur Sejahtera Wisesa
p.10
unresolved
org
PT Tanjung Power Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Bhimasena Power Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Adaro Tirta Mandiri
p.10
unresolved
org
PT Adaro Tirta Sarana
p.11
unresolved
org
PT Kalimantan Industrial Park Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Maruwai Coal
p.11
unresolved
org
PT Lahai Coal. Kinerja
p.11
unresolved
org
PT Adaro Sarana Energi Terbarukan
p.12
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.