Skip to content
Back to announcement

20260507_ASPR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32078875_lamp1.pdf

Other Text extracted ASPR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1
No: 06.581/AP-COSC/V/2026                                                                        Surabaya, 7 Mei 2026



Kepada Yth.
PT BURSA EFEK INDONESIA
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt – 4
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190


Perihal: Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Merujuk pada surat No. S-05214/BEI.PP3/05-2026 yang diterima oleh PT Asia Pramulia Tbk (“Perseroan”) melalui
aplikasi IDXnet pada tanggal 5 Mei 2026, bersama ini dapat kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:


Laporan Keuangan Perseroan


   1. Berdasarkan CaLK nomor 6 tentang piutang usaha, Perseroan membukukan piutang usaha yang telah jatuh
       tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp202 juta per 31 Desember 2025 sedangkan pada periode sebelumnya tidak
       dibukukannya akun tersebut. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: Latar belakang terdapat piutang usaha yang
       telah jatuh tempo lebih dari 90 hari.

       Based on Note 6 of the Notes to the Financial Statements regarding trade receivables, the Company recorded
       trade receivables past due more than 90 days amounting to IDR 202 million as of 31 December 2025, whereas
       no such balance was recorded in the previous period. In this regard, please explain the background of the
       existence of trade receivables past due more than 90 days.

        a. Upaya penagihan yang telah dilakukan Perseroan untuk menjaga umur piutang usaha Perseroan lebih sehat.

              The Company’s collection efforts to maintain a healthier trade receivable aging profile.

              Tanggapan Perseroan:

              Saldo piutang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari merupakan piutang usaha yang timbul dari
              penjualan kemasan makanan ke PT Varia Baru Mandiri pada bulan Februari – Maret 2025 yang belum
              terlunasi hingga 31 Desember 2025. Perseroan telah melakukan penagihan secara intensif kepada PT Varia
              Baru Mandiri tersebut untuk mengupayakan adanya pembayaran pada tahun 2026. Piutang usaha tersebut
              tidak bersifat material terhadap total piutang usaha Perseroan dan tidak mencerminkan tren peningkatan
              risiko kredit. Perseroan tetap menjaga pengendalian internal yang memadai dalam pengelolaan piutang
              usaha dan melakukan penilaian atas potensi risiko kredit secara berkala, termasuk pembentukan cadangan
              apabila diperlukan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Page 2
        Company’s Response:

        Trade receivables past due more than 90 days represent receivables arising from the sale of food packaging
        to PT Varia Baru Mandiri in February until March 2025, which remain outstanding as of 31 December
        2025. The Company has carried out intensive collection efforts to PT Varia Baru Mandiri to secure
        payment in 2026. These trade receivables are not material to the Company’s total trade receivables and
        do not indicate an increasing credit risk trend. The Company continues to maintain adequate internal
        controls in managing trade receivables and performs periodic assessments of potential credit risk,
        including the recognition of allowances when it necessary in accordance with applicable accounting
        standards.

        Perseroan secara aktif melakukan upaya penagihan untuk menjaga kualitas piutang usaha, antara lain
        melalui: / The Company actively undertakes collection efforts to maintain the quality of its trade
        receivables, including:

            •   Pemantauan umur piutang secara berkala, / Regular monitoring of receivables aging,

            •   Pengiriman pengingat (reminder) dan konfirmasi kepada pelanggan, serta / Sending payment
                reminders and confirmations to customers, and

            •   Komunikasi intensif dengan pelanggan terkait jadwal pembayaran / Intensive communication with
                customers regarding payment schedules.



    b. Latar belakang terdapat pemulihan piutang usaha sebesar Rp122,49 juta.

        Background of the recovery of trade receivables amounting to IDR 122.49 million.

        Tanggapan Perseroan:

        Pemulihan piutang usaha sebesar Rp122,49 juta merupakan hasil dari penerimaan pembayaran atas piutang
        yang sebelumnya telah dicadangkan berdasarkan metode kerugian kredit ekspektasian (expected credit
        loss). Seiring dengan realisasi pembayaran dari pelanggan, Perseroan melakukan pemulihan sebagian
        cadangan tersebut.

        Company’s Response:

        The recovery of trade receivables amounting to IDR 122.49 million represents receipts from receivables
        that were previously provided for under the expected credit loss (ECL) method. Following the realization
        of payments from customers, the Company recognized a partial reversal of the related allowance

2. Agar dijelaskan latar belakang peningkatan nilai persediaan per 31 Desember 2025 mengalami peningkatan
   menjadi sebesar Rp75,25 miliar dari periode sebelumnya hanya Rp51,39 miliar.
   The increase in inventory as of 31 December 2025 to IDR 75.25 billion from IDR 51.39 billion in the previous
   period is mainly driven by higher production output and sales demand during 2025. The increase is also
   attributable to the Company’s preparation to support projected sales in early 2026, resulting in higher safety
   stock levels of raw materials and finished goods. In addition, the Company secured raw materials in advance
Page 3
   to obtain more favorable pricing and to mitigate potential price increases in 2026 amid prevailing economic
   conditions.
   Tanggapan Perseroan:

   Peningkatan saldo persediaan per 31 Desember 2025 dibandingkan per 31 Des 2024 disebabkan karena terdapat
   peningkatan penjualan dari hasil produksi dari sebesar Rp56,5 Milyar di kuartal IV tahun 2024 menjadi sebesar
   sebesar Rp72,2 Milyar pada kuartal IV tahun 2025, selain itu untuk pemenuhan pada penjualan kuartal I tahun
   2026 yang mencapai sebesar Rp78,2 Milyar, sehingga untuk menunjang peningkatan penjualan tersebut,
   Perseroan juga meningkatkan level aman (buffer stock) persediaan bahan baku dan memperoleh harga bahan
   baku yang lebih baik karena adanya kekhawatiran kenaikan harga bahan baku di 2026 seiring dengan dengan
   kondisi perekonomian saat ini.

       Company’s Response:

   The increase in inventory balance as of 31 December 2025 compared to 31 December 2024 is due to higher
   sales from production output, which increased from IDR 56.5 billion in the fourth quarter of 2024 to IDR 72.2
   billion in the fourth quarter of 2025. In addition, this increase is also intended to support sales in the first
   quarter of 2026, which are projected to reach IDR 78.2 billion. To support the increase in sales, the Company
   also raised its safety stock (buffer stock) level of raw materials and secured more favorable raw material prices
   due to concerns over potential price increases in 2026 in line with current economic conditions.

3. Sehubungan dengan uang muka tidak lancar yaitu uang muka pembelian mesin sebesar Rp28,61 miliar. Agar
   disampaikan:
   In relation to non-current advances, namely advances for the purchase of machinery amounting to IDR 28.61
   billion, please provide the following:
    a. Latar belakang uang muka pembelian mesin tersebut dikategorikan dalam tidak lancar.

       Background      for   classifying    advances   for    the   purchase   of   machinery     as   non-current.
       Tanggapan Perseroan:

       Uang muka pembelian mesin diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar karena merupakan bagian dari
       perolehan aset tetap. Hal ini sesuai dengan PSAK 216, uang muka untuk perolehan aset tetap merupakan
       bagian dari biaya perolehan aset tetap.

       Company’s Response:

       Advances for the purchase of machinery are classified as non-current assets as they form part of the
       acquisition of property, plant, and equipment. In accordance with PSAK 216, advances for the acquisition
       of fixed assets are included as part of the cost of such assets.

    b. Rincian dari uang muka pembelian mesin tersebut.

       The details of the advances for the purchase of machinery.
Page 4
       Tanggapan Perseroan/ Company’s Response:

       Berikut terlampir rincian Uang Muka Pembelian Mesin.

       The following are the details of advances for the purchase of machinery:

                                                                                                        Nominal/
                        Nama Supplier/                              Nama Mesin/
         No                                                                                             Amount
                        Supplier Name                               Machine Name
                                                                                                        (Rupiah)
         1    Liuzhou Jingye Machinery Co., Ltd      Mesin Injection Kemasan Makanan                  3.393.945.781
         2    Yizumi Precision Machinery (HK)
                                                     Mesin Injection Kemasan Cat                      3.919.931.400
              Co., Ltd
         3    Huayan Precision Machinery (HK)
                                                     Mesin Injection Kemasan Minuman              16.594.939.032
              Co.,Ltd.
         4    Taizhou Waton Machinery Co., Ltd       Mesin Blow Galon 15 liter                        3.859.015.034
         5    Yuyao Jinqiu Plastic Mould Co.,Ltd     Mold kemasan minuman                              517.894.448
         6    Ningbo Lianda Machinery Technology
                                                     Utility pendukung mesin                           310.368.855
              Co.,Ltd
         7    Chumpower Machinery Corp.              Utility pendukung mesin                          18.790.784
                                                     TOTAL                                        28.614.885.334



    c. Target settlement dari uang muka pembelian mesin tersebut.

       Target settlement of the advances for the purchase of machinery.

       Tanggapan Perseroan:

       Target uang muka pembelian mesin diatas akan terealisasi pada bulan Juli sd. Agustus tahun 2026.

       Company’s Response:

       The advances for the purchase of machinery are expected to be realized in July to August 2026.

4. Agar disampaikan penggunaan satu unit kendaraan wing box dimana masa sewa 4 tahun sampai dengan 29
   Agustus 2029 sehingga dibukukan aset hak guna sebesar Rp943 juta.

   Tanggapan Perseroan:

   Perseroan melakukan sewa pembiayaan (financial lease) satu unit kendaraan wing box dengan masa sewa 4
   tahun sampai dengan 29 Agustus 2029 yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, khususnya
   distribusi produk kemasan minuman. Berdasarkan perjanjian sewa tersebut, Perseroan mengakui aset hak guna
   sebesar Rp943 juta dan liabilitas sewa sesuai dengan ketentuan PSAK 116 dan diperkenankan oleh PSAK 116
   untuk mencatat aset yang diperoleh finance lease terpisah dari aset tetap menjadi aset hak guna.

   Company’s Reponse:

   The Company entered into a finance lease arrangement for one unit wing box vehicle with a lease term of four
   years until 29 August 2029, which is used to support operational activities, particularly the distribution of
   beverage packaging products. Based on the lease agreement, the Company recognized a right-of-use asset
   amounting to Rp943 million and a corresponding lease liability in accordance with PSAK 116, under which the
   right-of-use asset is recognized at the present value of lease payments over the lease term.
Page 5
5. Sehubungan dengan dibukukannya kewajiban lembaga keuangan bukan bank sebesar Rp391,1 juta merupakan
   utang pembiayaan atas kendaraan mobil Cherry Omoda E5, Chery SUV, dan Toyota All New Avanza pada
   tahun 2025. Atas hal tersebut agar disampaikan:

    a. Latar belakang dan tujuan dilakukan pembelian kendaraan tersebut.

        Tanggapan Perseroan/Company Response:

        Kewajiban lembaga keuangan bukan bank sebesar Rp391,1 juta merupakan utang pembiayaan atas
        pengadaan kendaraan operasional, yaitu Chery Omoda 5 EV dan Toyota All New Avanza. Pembiayaan
        tersebut dilakukan melalui skema kredit kendaraan dari lembaga keuangan bukan bank dengan jadwal
        pembayaran angsuran sesuai perjanjian, dan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan.

        The liability to non-bank financial institutions amounting to Rp391.1 million represents financing payables
        for the acquisition of operational vehicles, namely the Chery Omoda 5 EV and Toyota All New Avanza.
        The financing was obtained through a vehicle credit scheme from a non-bank financial institution with
        installment payments in accordance with the agreement, and the vehicles are used to support the
        Company’s operational activities.

    b. Sumber dana dalam perolehan kendaraan tersebut.
        Tanggapan Perseroan/Company Response:
        Perolehan kendaraan operasional tersebut didanai melalui fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan
        bukan bank untuk sebagian besar nilai transaksi, sedangkan sisanya, termasuk uang muka bersumber dari
        aktivitas operasional.
        The acquisition of the operational vehicles was primarily financed through a financing facility from a non-
        bank financial institution, while the remaining portion, including the down payment, was funded from the
        Company’s operating activities.


6. Berdasarkan CaLK nomor 17, disampaikan bahwa biaya yang masih harus dibayar yaitu gaji Perseroan per 31
   Desember 2025 sebesar Rp3,06 miliar dimana meningkat signifikan dari periode sebelumnya per 31 Desember
   2024 dibukukan sebesar Rp1,22 miliar. Atas hal tersebut agar disampaikan latar belakang peningkatan tersebut.
   Tanggapan Perseroan:
   Kenaikan biaya yang masih harus dibayar – gaji disebabkan oleh penyesuaian upah minimum dan THR sesuai
   ketentuan yang berlaku serta penambahan tenaga kerja seiring dengan perluasan fasilitas produksi Perseroan,
   yang terletak di Pasuruan.
   Company’s Response:
   The increase in accrued expenses – salaries was due to adjustments in the minimum wage in accordance with
   applicable regulations, as well as an increase in headcount in line with the expansion of the Company’s
   production facilities located in Pasuruan.


7. Agar dijelaskan latar belakang penurunan deposit dari pelanggan untuk pembelian barang per 31 Desember
   2025 menjadi Rp2,1 miliar sedangkan periode sebelumnya per 31 Desember 2024 dibukukan sebesar Rp18,76
Page 6
   miliar.
   Tanggapan Perseroan/Company Response:
   Berikut rincian utang lain-lain:




   Berdasarkan tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa utang lain-lain – titipan pelanggan mengalami penurunan dari
   Rp4,04 miliar menjadi Rp2,10 miliar pada tahun 2025. Adapun penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa
   jaminan yang dikembalikan pada pelanggan karena telah memenuhi kuantitas minimum produksi.
   Based on the table above, it can be explained that other payables – customer deposits decreased from Rp4.04
   billion to Rp2.10 billion in 2025. This decrease was mainly due to the return of certain deposits to customers
   as they had fulfilled the minimum production quantity requirements.



8. Per 31 Desember 2025, Perseroan membukukan akun beban pengiriman pada beban penjualan sebesar Rp6,8
   miliar atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya per 31 Desember 2024 sebesar
   56,4%. Atas hal tersebut agar disampaikan:

    a. Latar belakang peningkatan tersebut.

       Tanggapan Perseroan:

       Beban pengiriman pada tahun 2025 sebesar Rp6,8 miliar mengalami peningkatan sebesar 56,4%
       dibandingkan tahun 2024, yang terutama disebabkan oleh peningkatan volume dan area penjualan sehingga
       meningkatkan aktivitas distribusi barang kepada pelanggan.

       Company Response:

       Freight expenses in 2025 amounting to Rp6.8 billion increased by 56.4% compared to 2024, primarily due
       to higher sales volume, which led to increased product distribution activities to customers.

   b. Rincian dari beban pengiriman per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024.

       Tanggapan Perseroan/Company Response:

       Pada tahun 2025 dan 2024, beban pengiriman terdiri dari beban yang dikeluarkan atas pembayaran jasa
       ekspedisi kepada pihak ketiga dan pembayaran upah sopir borongan untuk kegiatan pengantaran barang.
       In 2025 and 2024, freight expenses consist of costs incurred for third-party logistics and courier services,
       as well as payments for outsourced driver wages for goods delivery activities.
Page 7
        Berikut terlampir rincian atas beban pengiriman pada 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024:
        The detailed breakdown of freight expenses as of 31 December 2025 and 31 December 2024 is attached
        herewith.
                 Keterangan                     2025                   2024
          Upah Sopir Borongan                 1.925.792.240          1.850.157.400
          Jasa Ekspedisi                      4.816.014.203          2.446.805.800
          Bahan Bakar                           100.037.515             54.595.251
          TOTAL                               6.841.843.959          4.351.558.451




9. Agar dijelaskan latar belakang peningkatan beban gaji dan tunjangan sebesar 22,9% dan beban jamsostek
   sebesar 40,7%.


   Tanggapan Perseroan:
   Beban gaji dan tunjangan serta beban jamsostek yang tercatat pada beban umum dan administrasi mengalami
   peningkatan karena terdapat oleh penyesuaian upah minimum sesuai ketentuan yang berlaku serta penambahan
   tenaga kerja seiring dengan perluasan fasilitas produksi Perseroan, yang berada di Pasuruan.


   Company Response:
   Salaries and benefits expense as well as social security (JAMSOSTEK) expense recorded under general and
   administrative expenses increased due to adjustments to the minimum wage in accordance with applicable
   regulations and an increase in headcount in line with the expansion of the Company’s production facilities
   located in Pasuruan.


10. Latar belakang terdapat reklasifikasi akun untuk periode 31 Desember 2024 yaitu reklasifikasi akun beban
   umum dan administrasi menjadi akun beban penjualan sehubungan dengan beban pengiriman sebesar Rp4,3
   miliar dan penyusutan aset tetap sebesar Rp395 juta sebagaimana pada CaLK nomor 41.


   Tanggapan Perseroan:
   Biaya pengiriman, termasuk upah sopir dan jasa ekspedisi, diklasifikasikan sebagai beban penjualan karena
   secara substansi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan produk kepada pelanggan setelah
   barang selesai diproduksi. Sesuai dengan PSAK, biaya tersebut tidak termasuk dalam beban umum dan
   administrasi, melainkan bagian dari aktivitas pemasaran dan distribusi yang mendukung realisasi penjualan.
   Beban penyusutan aset tetap merupakan penyusutan atas kendaraan yang digunakan dalam pengiriman barang,
   sehingga secara substansi sama seperti biaya pengiriman dan diklasifikasikan dalam beban penjualan.


   Company’s Response:
   Freight expenses, including driver wages and third-party logistics services, are classified as selling expenses
   as they substantively represent costs incurred to distribute products to customers after production is completed.
Page 8
       In accordance with PSAK, such costs are not part of production costs but rather form part of marketing and
       distribution activities that support revenue realization. Depreciation expense of fixed assets relates to vehicles
       used in goods delivery activities. Therefore, in substance, it is similar to freight costs and is also classified under
       selling expenses.


Lain-Lain

    1. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 (dua belas) bulan ke depan (jika ada).


       Tanggapan Perseroan:
       Sampai dengan tanggapan ini disampaikan Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam periode
       12 (dua belas) bulan ke depan.


       Company’s Response:
       Corporate action plan for the next 12 (twelve) months (if any).


    2. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang
       belum diungkapkan kepada publik.


       Tanggapan Perseroan:
       Dapat dijelaskan bahwa tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
       mempengaruhi harga efek Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.


       Company’s Response:
       It can be explained that there is no other material information, fact, or significant event that may affect the
       Company’s securities price which has not been disclosed to the public.

Demikian dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Asia Pramulia Tbk




Arif
Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.59 MB
Published7 May 2026
Pages8
Characters21,028
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Asia Pramulia Tbk p.1 ×5
possible org PT BURSA EFEK INDONESIA p.1 ×2
unresolved org PT Varia Baru Mandiri p.1 ×4
unresolved org Liuzhou Jingye Machinery Co., Ltd p.4
unresolved org Taizhou Waton Machinery Co., Ltd p.4
unresolved org Yuyao Jinqiu Plastic Mould Co.,Ltd p.4
unresolved org Chumpower Machinery Corp. p.4
unresolved person Arif · Direktur p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result