Back to announcement
20240430_BUKK_Laporan Informasi dan Fakta Material_31632235_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023 (Diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 31 Maret 2024 Rp. 2.443.054.709
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.940.277.417 502.777.292 25,91%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 31 Maret 2024 Rp. 6.570.706.396
Per 31 Desember 2023 Rp. 6.439.411.113 131.295.283 2,04%
A TOTAL ASET
Per 31 Maret 2024 Rp. 9.013.761.105
Per 31 Desember 2023 Rp. 8.379.688.530 634.072.575 7,57%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 31 Maret 2024 Rp. 2.314.730.093
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.932.999.447 381.730.646 19,75%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 31 Maret 2024 Rp. 1.990.967.239
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.912.561.974 78.405.265 4,10%
B1. Total Liabilitas
Per 31 Maret 2024 Rp. 4.305.697.332
Per 31 Desember 2023 Rp. 3.845.561.421 460.135.911 11,97%
B2. EKUITAS
Per 31 Maret 2024 Rp. 4.708.063.773
Per 31 Desember 2023 Rp. 4.534.127.109 173.936.664 3,84%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 31 Maret 2024 Rp. 9.013.761.105
Per 31 Desember 2023 Rp. 8.379.688.530 634.072.575 7,57%
Page 2
Detail Rasio Per 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo Per 31 Maret 2024
A. Aset Lancar dan Aset tidak lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2023 Per 31 Maret 2024 %
Kas dan Setara Kas 504.103.549 351.232.104 -30,33%
Deposito Dibatasi Penggunaannya 11.642.757 8.517.756 -26,84%
Piutang Usaha 304.405.673 745.112.628 144,78%
Piutang Lain-Lain 1.073.047 1.110.811 3,52%
Persediaan 585.804.951 701.706.364 19,78%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 273.252.776 363.860.051 33,16%
Pajak Dibayar Dimuka 259.994.664 271.514.995 4,43%
1.940.277.417 2.443.054.709 25,91%
Uang Muka 371.603.837 525.900.324 41,52%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 1.750.000 1.750.000 0,00%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 2.689.625 2.697.773 0,30%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.895.575.256 1.889.343.228 -0,33%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 3.234.439.569 3.234.439.569 0,00%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 60.087.828 60.087.828 0,00%
Aset Tetap 865.867.718 849.231.504 -1,92%
Aset Lain-Lain 6.165.003 6.023.893 -2,29%
Goodwill 1.232.277 1.232.277 0,00%
6.439.411.113 6.570.706.396 2,04%
8.379.688.530 9.013.761.105 7,57%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2023 Per 31 Maret 2024 %
Utang Bank 634.065.764 596.398.392 -5,94%
Utang Usaha 441.793.964 433.099.410 -1,97%
Utang Lain-Lain 3.126.140 11.137.872 256,28%
Utang Pajak 46.899.534 26.552.464 -43,38%
Uang Muka Pelanggan 144.489.235 336.636.421 132,98%
Beban Masih Harus Dibayar 562.261.149 811.803.928 44,38%
Utang jatuh tempo kurang dari satu tahun
- Utang Bank 87.514.212 87.514.212 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 12.849.449 11.587.394 -9,82%
1.932.999.447 2.314.730.093 19,75%
Utang kepada Pihak Berelasi 160.388.523 249.457.085 55,53%
Liabilitas Imbalan Kerja 80.090.964 72.001.638 -10,10%
Utang jatuh tempo lebih dari satu tahun
- Pinjaman Bank 1.648.865.993 1.648.865.993 0,00%
- Utang Lain-Lain 9.465.173 9.589.515 1,31%
- Utang Sewa Pembiayaan 13.751.321 11.128.008 -19,08%
1.912.561.974 1.991.042.239 4,10%
3.845.561.421 4.305.772.332 11,97%
Page 3
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas mengalami penurunan sebesar 30,33% dari sebesar Rp. 504,10 Milyar menjadi Rp.
351,23 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pencairan deposito dalam mata uang rupiah pada Bank Mandiri yang
kemudian digunakan untuk membiayai pengerjaan proyek yang saat ini masih berlangsung, membayar utang
usaha yang telah jatuh tempo dan membiayai kegiatan operasional lainnya.
2. Deposito Dibatasi Penggunaannya
Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami penurunan sebesar 26,84% dari sebesar Rp. 11,64
Milyar menjadi Rp. 8,51 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pencairan deposito di Bank Mandiri untuk jaminan
cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional yang baru berlaku di tahun 2024
ini atas perhitungan penggunaan fasilitas KMK Transaksional sesuai dengan Perjanjian Kredit terakhir atas proyek
penggantian atau duplikasi jembatan Callender-Hamilton di Pulau Jawa.
3. Piutang Usaha
Saldo Piutang Usaha mengalami peningkatan sebesar 144,78% yang disebabkan adanya piutang atas penjualan
bulan Maret yang belum jatuh tempo baik konstruksi maupun non konstruksi. Adapun peningkatannya sebesar
Rp. 440.706 Juta dari sebesar Rp. 304.405 Juta menjadi Rp. 745.112 Juta.
4. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Kenaikan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 33,16% dari semula Rp. 273,25 Milyar menjadi
sebesar Rp. 363,86 Milyar karena peningkatan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok dan
uang muka pembelian material untuk penyelesaian Proyek Proyek PLTA Kerinci, Proyek Garbarata, Proyek
transmisi PLN yang saat ini sedang dalam proses pembangunan/pengerjaan, dan beberapa proyek lainnya.
5. Uang Muka
Kenaikan saldo Uang Muka sebesar 41,52% dari semula Rp. 371,60 Milyar menjadi sebesar Rp. 525,90 Milyar
karena adanya penambahan uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak PT Bukaka Mega
Investama kepada PT Kerinci Merangin Hidro sebesar Rp. 60 Milyar dan uang muka investasi entitas asosiasi
kepada PT Bumi Mineral Sulawesi sebesar Rp 90 Milyar serta uang muka pembelian lainnya.
6. Utang Lain-Lain
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 256,28% atau setara dengan Rp. 8,01 Milyar dari sebesar Rp. 3,12 Milyar
menjadi Rp 11,13 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka pendek.
7. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 43,38% atau setara dengan Rp. 20,34 Milyar dari sebesar Rp. 46,90 Milyar
menjadi Rp. 26,55 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya PPPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21 dan pajak
penghasilan lainnya.
8. Uang Muka Pelanggan
Kenaikan Uang Muka Pelanggan sebesar 132,98% atau setara dengan Rp 192,14 Milyar dari sebesar Rp 144,48
Milyar menjadi Rp 336,63 Milyar karena adanya penerimaan pembayaran Uang Muka proyek seperti Proyek PLTA
Kerinci, Proyek Garbarata, Proyek Transmisi PLN dan beberapa proyek lainnya.
11. Beban Masih Harus Dibayar
Kenaikan saldo Beban yang Masih Harus Dibayar sebesar 44,38% atau setara dengan Rp. 249,54 Milyar dari
sebesar Rp. 562,26 Milyar menjadi Rp. 811,80 Milyar dikarenakan adanya kenaikan di beban konstruksi atas
beberapa proyek yang progressnya cukup besar seperti proyek konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan
Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, Proyek PLTA Kerinci, beberapa proyek transmisi, proyek pumping dan
proyek lainnya.
Page 4
12. Utang kepada Pihak Berelasi
Kenaikan saldo Utang kepada Pihak Berelasi sebesar 55,53% atau sebesar Rp. 89,06 Miliar. Hal ini dikarenakan
adanya penambahan penerimaan utang dari pihak berelasi dari PT Malea Energy yang digunakan untuk
penambahan penyertaan saham di PT Bumi Mineral Sulawesi.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 31 Desember 2023 dengan Saldo per 31 Desember
2023 yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.