Back to announcement
20260828_BEBS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32133187_lamp1.pdf
Other Text extracted BEBSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Nomor : 079/BBS-DIR/VIII/2026 Subang, 27 Agustus 2026 Lampiran : 1 Kepada Yth. PT Bursa Efek Indonesia Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Up : Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Pemberitaan di media masa Dengan Hormat, Merujuk kepada Surat Bursa Efek Indonesia (“Bursa”) yang PT Berkah Beton Sadaya Tbk (“Perseroan”) terima pada tanggal 26 Agustus 2026 dengan nomor No. S-10913/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 24 Agustus 2026 perihal Permintaan Penjelasan, Berikut Perseroan sampaikan penjelasan dimaksud. Demikian hal ini disampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih Hormat Kami, PT Berkah Beton Sadaya Tbk Firdaus Direktur Utama
Page 2
Lampiran 1
Penjelasan PT Berkah Beton Sadaya Tbk
Atas Permintaan Penjelasan Bursa
1. Terkait dengan aktivitas operasional Perseroan, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal
sebagai berikut.
a. Kondisi terkini kegiatan operasional dan perkembangan aktivitas usaha Perseroan selama 2
(dua) tahun ke belakang.
Penjelasan:
kegiatan operasional Perseroan tetap berlangsung secara berkelanjutan, meskipun tingkat
aktivitas dan utilisasi belum mencapai tingkat yg optimal sebagaimana kegiatan operasional
Perseroan pada umumnya, Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan
kegiatan usaha dan perizinan yang dimiliki Perseroan. Sampai dengan tanggal surat ini, tidak
terdapat penghentian kegiatan operasional secara sebagian maupun seluruhnya.
b. Informasi mengenai perkembangan realisasi kontrak, proyek, atau sumber pendapatan utama
Perseroan yang sedang berjalan dan prospek keberlanjutannya.
Penjelasan:
Sumber pendapatan Perseroan tetap berasal dari kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan
sesuai dengan kegiatan usahanya, diantaranya:
1).Existing project, merupakan proyek yang statusnya telah dan sedang berjalan
No Customer Project tahun 2026 Nilai Kontrak Progres Penyelesaian
1 PT Acset Indonusa Pelebaran Jalan Tol Cipali Rp 1.391.940.000 100% 3 Bln
Tbk.
2 PT Astra Toll Rekonstruksi Jalan Tol Rp 4.517.490.477 100% 1 Bln
Nusantara
3 PT Waskita Karya Rehabilitasi Bendungan Rp 1.212.205.995 100% 8 Bln
Tbk. Salamdarma
4 PT Roket Jaya Abadi Pembangunan Pabrik Rp 1.214.557.503 100% 2 Bln
5 CV Widya Duta Rekonstruksi Jalan Daerah Rp 1.575.956.537 100% 2 Bln
Pratiwi
6 APBN Dana Desa Rekonstruksi Jalan Daerah Rp 16.550.904.418 100% 12 Bln
7 CV Bangun Sarana Rekonstruksi Jalan Daerah Rp 1.647.954.876 100% 2 Bln
8 PT PLN Nusantara Pembangunan PLTU Rp 1.180.400.000 100% 1 Bln
Indramayu
9 PT Nindya Karya Rehabilitasi Bendungan Rp 1.094.216.911 100% 3 Bln
Salamdarma
10 PT Jete Berkah Pembangunan Pabrik Dahana Rp 1.331.891.758 100% 3 Bln
Segara
11 APBN Dana Desa Rekonstruksi Jalan Daerah Rp 11.815.695.378 100% 12 Bln
12 CV Eva Relina Pelebaran Jalan Provinsi Rp 1.303.828.705 90% 3 Bln
13 PT Citramasjaya Pengadaan beton Pondasi Rp 983.481.081 90% 3 Bln
Teknik
14 PT Cisco Sinar jaya Pembangunan Gudang Bulog Rp 986.154.171 80% 3 Bln
Page 3
2).Pipeline, merupakan proyek dalam proses negosiasi
Pelanggan Project Nilai
1 Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Kalijati –
CV. Rafandra Nusantara Gemilang 9,121,750,000
Sukamandi
CV. Situ Panjalu Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor Ulang 194,292,700
CV. Citra Karya Mandiri Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor 90,086,200
PT. Panca Dharma Wiralodra Rekonstruksi Jalan Sukra – Wanguk 79,500,000
CV. Pembaharuan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor 222,725,000
CV. Dwisula Daya Astasena Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor 222,725,000
CV. Dezzyra Berkah Mulia Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor 177,000,000
Peningkatan Ruas Jalan Tanjungsari – Cikaum Barat
CV. Maha Agung Sentosa 846,000,000
Desa Cikaum Barat
Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha secara normal
dan akan terus melakukan upaya untuk menjaga keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan.
Perseroan saat ini terus melakukan upaya untuk memperoleh dan mengembangkan sumber
pendapatan yang sejalan dengan bidang usaha dan arah strategis Perseroan.
Keberlanjutan pendapatan Perseroan akan sangat bergantung pada keberhasilan realisasi
proyek-proyek yang sedang dikembangkan serta optimalisasi kegiatan usaha Perseroan ke
depan.
Proyek-proyek pipeline tersebut masih berada pada tahap penjajakan, negosiasi, dan/atau
proses pengadaan sesuai dengan kondisi masing-masing proyek. Sampai dengan tanggal
surat ini, belum seluruh pipeline tersebut telah dituangkan dalam perjanjian yang mengikat.
Oleh karena itu, realisasi proyek dan kontribusi pendapatan dari pipeline tsb belum dapat
dipastikan.
c. Tingkat utilisasi fasilitas pabrik Perseroan.
Penjelasan:
Berdasarkan data operasional management accounts berikut utilisai fasilitas pabrik Perseroan
Keterangan Produksi/Kapasitas
Kapasitas mesin 90 m³/jam
Kapasitas per hari 720 m³
Kapasitas maksimal per bulan 18.000 m³
Rata-rata produksi bulanan 2.444 m³/bulan
Utilisasi berdasarkan rata-rata produksi 13,58%
Produksi tertinggi perbulan 3.100 m³/bulan
Utilisasi pada produksi tertinggi 17,22%
kapasitas mesin produksi yang dimiliki Perseroan, batching plant memiliki kapasitas produksi
sebesar 90 m³ per jam atau sekitar 720 m³ per hari. Dengan asumsi 25 hari operasional per
bulan, kapasitas maksimal produksi mencapai sekitar 18.000 m³ per bulan. Rata-rata produksi
Perseroan mencapai sekitar 2.444 m³ per bulan, sehingga tingkat utilisasi rata-rata sebesar
13,58%, dengan tingkat produksi tertinggi sebesar 3.100 m³ per bulan atau tingkat utilisasi
sebesar 17,22%.
Sampai dengan tanggal surat ini, tingkat utilisasi fasilitas produksi Perseroan belum berada
pada tingkat optimal dibandingkan dengan kapasitas terpasang. Hal ini dipengaruhi oleh belum
optimalnya realisasi proyek dan volume permintaan yang dapat mendukung penggunaan
kapasitas produksi secara maksimal, serta proses penyesuaian dan pengembangan kegiatan
usaha Perseroan.
d. Prospek usaha dan rencana strategis Perseroan ke depannya.
Penjelasan:
Page 4
1) Jangka Pendek (0–3 bulan)
• Perseroan akan memfokuskan kegiatan pada:
• Penyelesaian dan penyampaian laporan keuangan;
• Optimalisasi pengelolaan arus kas dan modal kerja;
• Optimalisasi utilisasi fasilitas produksi;
• Peningkatan efektivitas penagihan piutang (collection); dan
• Pengendalian dan efisiensi biaya operasional.
2) Jangka Menengah (3–12 bulan)
• Perseroan akan melakukan:
• Peningkatan realisasi dan pengembangan proyek;
• Pengembangan strategic partnership untuk mendukung kegiatan usaha;
• Optimalisasi struktur dan sumber pendanaan sesuai kebutuhan Perseroan; dan
• Peningkatan utilisasi fasilitas produksi sejalan dengan pertumbuhan volume proyek.
3) Jangka Panjang (>12 bulan)
• Perseroan akan berfokus pada:
• Diversifikasi dan pengembangan lini usaha secara selektif;
• Penguatan struktur permodalan dan balance sheet; dan
• Pencapaian pertumbuhan usaha dan profitabilitas yang berkelanjutan.
e. Kondisi atau peristiwa material yang memengaruhi kegiatan operasional (jika ada).
Jawaban:
Berdasarkan penelaahan internal yang dilakukan Perseroan dan sepanjang pengetahuan
manajemen Perseroan sampai dengan tanggal surat ini, tidak terdapat informasi atau fakta
material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
2. Terkait dengan terbatasnya informasi keuangan dan belum disampaikannya laporan keuangan
Perseroan sejak Laporan Keuangan Triwulan III Tahun 2024, Bursa meminta penjelasan mengenai
hal-hal sebagai berikut.
a. Perkembangan proses penyusunan dan/atau penyelesaian laporan keuangan serta estimasi
waktu penyampaiannya kepada publik.
Penjelasan:
Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan belum menyampaikan laporan keuangan sejak
Laporan Keuangan Interim Triwulan III Tahun 2024. Saat ini Perseroan sedang melakukan
proses penyelesaian laporan keuangan periode-periode berikutnya, termasuk laporan
keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Keterlambatan tersebut terutama berkaitan dengan adanya kebutuhan untuk melakukan
penelaahan, rekonsiliasi, dan koreksi atas pencatatan akuntansi pada periode sebelumnya.
Berdasarkan hasil penelaahan Perseroan, diperlukan penyajian kembali (restatement) atas
laporan keuangan periode yang terdampak, yang selanjutnya akan dilakukan melalui proses
audit sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan ketentuan yang berlaku.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan saat ini sedang melakukan pengumpulan dan
rekonsiliasi data keuangan, penyiapan dokumen pendukung, serta penyusunan data dan
informasi yang diperlukan untuk proses audit dan penyajian kembali laporan keuangan.
Perseroan juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa Kantor Akuntan Publik (KAP)
Page 5
dalam rangka persiapan pelaksanaan audit atas laporan keuangan dan proses penyajian
kembali tersebut.
Selanjutnya, Perseroan akan menyelesaikan proses penunjukan KAP dan melanjutkan proses
audit serta finalisasi laporan keuangan yang disajikan kembali. Setelah proses audit dan
finalisasi selesai, Perseroan akan menyampaikan laporan keuangan kepada publik sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Perseroan menargetkan penyelesaian proses penunjukan KAP dan persiapan audit pada akhir
tahun 2026. Selanjutnya, penyelesaian dan penyampaian laporan keuangan akan dilakukan
secara bertahap sesuai dengan urutan periode pelaporan yang berlaku dan hasil proses audit
serta penyajian kembali. Dengan mempertimbangkan kompleksitas proses rekonsiliasi, audit,
dan penyajian kembali, Perseroan menargetkan penyampaian laporan keuangan yang
tertunda mulai dilakukan pada Kuartal I tahun 2027. Target tersebut merupakan estimasi dan
dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan proses audit dan penyelesaian data
pendukung.
b. Kondisi atau peristiwa material yang memengaruhi kondisi keuangan, maupun kemampuan
Perseroan dalam memenuhi kewajibannya sejak laporan keuangan terakhir yang telah
dipublikasikan.
Penjelasan:
Perseroan menyadari perlunya pengelolaan keuangan dan likuiditas secara ketat sehubungan
dengan struktur kewajiban perseroan sejak laporan keuangan terakhir yang telah
dipublikasikan . Oleh karena itu, manajemen memprioritaskan optimalisasi penagihan piutang,
pengelolaan modal kerja, pengendalian pengeluaran, evaluasi jadwal pembayaran kewajiban
sesuai dengan kondisi dan perjanjian yang berlaku, serta penjajakan alternatif pendanaan dan
kerja sama strategis.
c. Perkembangan kinerja operasional dan keuangan terkini, termasuk kondisi pendapatan,
profitabilitas, arus kas, serta posisi likuiditas Perseroan.
Penjelasan:
Indilator 2024 2025
Revenue 43.514.281.567 27.983.491.076
Gross Profit 20.984.416.627 8.412.567.265
EBITDA 14.394.896.342 2.301.782.055
Net Profit / (Loss) 2.837.986.426 4.540.231.869
Cash & Cash Equivalent 5.331.682.884 4.489.964.997
Current Liabilities 56.050.820.634 58.398.768.869
Berdasarkan data keuangan internal (management accounts) Perseroan yg msh dlm proses
penelaahan dan dpt mengalami penyesuaian dlm proses audit dan/atau penyajian kembali,
pendapatan tahun 2025 tercatat sebesar Rp27,98 miliar, menurun dibandingkan tahun 2024
sebesar Rp43,51 miliar. Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bruto menurun dari
Rp20,98 miliar menjadi Rp8,41 miliar, sedangkan EBITDA menurun dari Rp14,39 miliar
menjadi Rp2,30 miliar.
Namun demikian, Perseroan masih membukukan laba bersih sebesar Rp4,54 miliar pada
tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2,83 miliar. Dari sisi kas, kas dan setara kas
menurun dari Rp5,33 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp4,49 miliar pada tahun 2025,
sementara liabilitas jangka pendek meningkat dari Rp56,05 miliar menjadi Rp58,40 miliar.
Perbedaan antara perkembangan EBITDA dan laba bersih tersebut terutama dipengaruhi oleh
komponen pendapatan dan/atau beban di luar kegiatan operasional, yang rinciannya masih
Page 6
dalam proses penelaahan dan dapat mengalami penyesuaian dalam proses audit dan
penyajian kembali
3. Jelaskan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan
kegiatan operasional dan memperbaiki kinerja keuangan Perseroan
Penjelasan:
1) Optimalisasi Operasional
Perseroan melakukan optimalisasi kegiatan operasional, pemanfaatan fasilitas produksi,
peningkatan produktivitas, dan upaya memperoleh pekerjaan sesuai dengan kegiatan usaha
Perseroan.
2) Peningkatan Pendapatan
Perseroan mengoptimalkan kegiatan usaha yang berjalan serta berupaya memperoleh
pelanggan, pekerjaan, dan kontrak baru untuk meningkatkan pendapatan agar meningkatkan
perolehan proyek yang memiliki siklus konversi kas yang lebih pendek dan margin yang sesuai
dengan parameter kelayakan Perseroan.
3) Pengelolaan Arus Kas dan Modal Kerja
Perseroan melakukan optimalisasi penagihan piutang, pengelolaan modal kerja, pengendalian
biaya, dan evaluasi pengeluaran operasional.
4) Struktur Keuangan dan Pendanaan
Perseroan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pendanaan dan struktur keuangan serta
mempertimbangkan alternatif pendanaan dan/atau kerja sama strategis sesuai kebutuhan
Perseroan.
5) Tata Kelola dan Kepatuhan
Perseroan mempercepat penyelesaian laporan keuangan, proses audit, memperkuat
pengendalian internal, serta memenuhi kewajiban penyelenggaraan RUPS dan ketentuan
sebagai Perusahaan Terbuka.
6) Monitoring dan Evaluasi
Manajemen melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kegiatan operasional,
pendapatan, arus kas, kondisi keuangan, dan tindak lanjut atas hasil pengawasan internal.
4. Apakah terdapat rencana Aksi Korporasi dalam 3 (tiga) bulan ke depan? Jelaskan.
Penjelasan:
Sampai dengan tanggal surat ini, belum terdapat Aksi Korporasi yang telah diputuskan atau
ditetapkan oleh organ Perseroan.
5. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum diungkapkan
kepada masyarakat.
Penjelasan:
Berdasarkan informasi yang diketahui oleh manajemen Perseroan dan sepanjang
pengetahuan Perseroan setelah melakukan penelaahan internal yang wajar, sampai
dengan tanggal surat ini, tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang
Page 7
bersifat material yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup Perseroan dan/atau harga
saham Perseroan yang belum diungkapkan kepada Masyarakat.
***
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bln Tbk.
p.2 ×2
unresolved
org
PT Roket Jaya Abadi
p.2
unresolved
org
PT PLN Nusantara
p.2
unresolved
org
PT Nindya Karya
p.2
unresolved
org
PT Cisco Sinar
p.2
unresolved
org
PT. Panca Dharma Wiralodra
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.