Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
LAPORAN HASIL PAPARAN PUBLIK
(Public Expose)
PT PELAT TIMAH NUSANTARA, Tbk
Hari/Tanggal : Kamis, 25 April 2024
Waktu : 13.00 WIB – 13.37 WIB
Tempat : Dilakukan Melalui Aplikasi
Video Konferensi Zoom
Dengan Melakukan Registrasi
Pihak Manajemen : - Jetrinaldi (Direktur Utama)
Yang Hadir - Herman Arifin (Direktur Komersial)
- Irvan Muhson Jauhari (Direktur Keuangan)
Acara dibuka oleh Bapak Jetrinaldi selaku Direktur Utama Perusahaan dan dilanjutkan
dengan presentasi PT Pelat Timah Nusantara, Tbk., disingkat PT Latinusa, Tbk.
(“Perseroan”). Setelah Direktur Utama, Direktur Keuangan dan Direktur Komersial selesai
menyampaikan presentasi, diberikan sesi tanya jawab untuk para pemegang saham & media
untuk bertanya.
Selengkapnya sesi tanya jawab diuraikan sebagai berikut:
1. Achmad Sahid / IQ Plus
Pertanyaan :
a. Berapa target pendapatan pada tahun ini ?
b. Apa langkah dan strategi yang akan dilakukan Latinusa untuk mencapai
pertumbuhan kinerja atau pendapatan pada tahun ini?
c. Berapa nilai belanja modal yang dianggarkan Latinusa pada tahun ini, sumber
dana darimana dan alokasinya untuk apa saja?
d. Ekspansi apa yang akan dilakukan Latinusa pada tahun ini ?
e. Adakah rencana aksi korporasi yang akan dilakukan Latinusa pada tahun ini?
Jawaban :
Jetrinaldi
a. Target pendapatkan Latinusa yang telah ditetapkan untuk tahun 2024 jika
dibandingkan dengan target sebelumnya ditahun 2023 naik sekitar 15% atau
pendapatan Latinusa ditargetkan diangka kurang lebih USD
190.000.000 (seratus sembilan puluh juta dollar Amerika Serikat).
b. Strategi yang coba dilakukan oleh Latinusa yaitu berkompetisi dengan sedikit
mungkin barang impor, oleh karenanya Latinusa berharap pada Pembina
Industri agar dapat memberikan kebijakan yang melindungi industri dalam
negeri sehingga Latinusa dapat menaikan volume penjualan dan
mendapatkan margin yang lebih besar daripada pencapaian yang telah
didapatkan ditahun 2023.
c. Capex yang ditetapkan oleh Latinusa kurang lebih USD 2.300.000 (dua juta
tiga ratus ribu dollar Amerika Serikat), yang mana peruntukannya untuk
belanja modal dalam rangka memperbaiki produktifitas dan kuatlitas produk,
Page 2
guna menjawab tuntutan dari konsumen yang semakin kesini semakin tinggi.
Modal yang akan digunakan adalah modal sendiri.
d. Latinusa tidak melakukan ekspansi yang spesifik tapi lebih kepada
pengeluaran modal yang rencanakan untuk Capex, yaitu kurang lebih USD
2.300.000 (dua juta tiga ratus ribu dollar Amerika Serikat), peruntukannya
untuk belanja modal dalam rangka memperbaiki produktifitas dan kuatlitas
produk.
e. Untuk tahun 2024, tidak ada rencana Latinusa untuk melakukan aksi
korporasi karena pada kondisi saat ini Latinusa fokus pada pembenahan
kinerja agar kembali dapat hasil positif, sesuai harapan dari pemegang saham.
Pada tahun 2022 Latinusa sebenarnya berhasil mendapatkan keuntungan,
namun dikarenakan pada saat itu Latinusa fokus memperbaiki struktur
permodalan akhirnya diputuskan dalam RUPS tidak dilakukan pembagian
dividen. Sementara di tahun 2023 dengan kinerja yang dicapai tidak baik
maka Latinusa tidak dapat membagikan dividen. Oleh karenanya sejalan
dengan harapan para pemegang saham, ditahun 2024 maka Manajemen akan
berusaha mencapai kinerja yang untung bagi Perusahaan.
2. Ghafur / Investor Daily
Pertanyaan :
a. Bagaimana upaya perseroan memperbaiki kinerja pada 2024 dan berapa
target pendapatan dan laba pada 2024?
b. Apa saja rencana ekspansi Perseroan pada 2024, dan berapa modal
investasinya?
c. Berapa capex perseroan pada 2024, bersumber darimana dan untuk apa saja?
d. Apakah pelemahan rupiah berdampak pada Perseroan, bila iya, seperti apa
mitigasi yang dilakukan Perseroan?
e. Seperti apa hasil RUPST, apakah ada pembagian dividen?
Jawaban
Jetrinaldi
a. Sudah dijawab pada jawab pada pertanyaan sebelumnya.
b. Sudah dijawab pada jawab pada pertanyaan sebelumnya.
c. Sudah dijawab pada jawab pada pertanyaan sebelumnya.
d. Betul sekali, sebagaimana kita ketahui pembukuan Latinusa itu functional
currency dalam USD, sedangkan kita ketahui sesuai PBI tahun 2016,
transaksi dalam negeri diwajibkan menggunakan Rupiah (tidak ada dalam
USD). Sehingga terdapat 2 (dua) risiko pada saat pelemahan Rupiah.
Pertama, pendapatan Latinusa otomatis menjadi lebih turun, yang mana
pendapatan Latinusa dalam Rupiah pada saat dibukukan dalam USD
sementara nilai Rupiah melemah otomatis pendapatan juga menjadi
menurun.
Kedua, treatment akuntansi, sebagaimana kita ketahui setiap akhir periode
neraca ada monitory item yang menyebabkan juga adanya perbedaan activa
vallas dan passiva vallas. Dalam menghadapi ini terdapat hal yang dilakukan
antara lain mengontrol activa vallas dan passiva vallas yang terlalu jomplang
karena Latinusa mempunyai piutang Rupiah yang cukup besar karena
penjualan dalam Rupiah sementara utang Rupiah Latinusa sangat kecil
karena unsur terbesar hutang adalah pembelian bahan bahu sementara
pembelaian bahan baku kita sudah dalam USD, oleh karena itu Latinusa
mencoba meningkatkan hutang Rupiah, sehingga minimal Latinusa dapat
mengurangi dan memitigasi kerugian karena pelemahan Rupiah ini.
e. Latinusa, hanya menyelenggarakan RUPS dengan 4 (empat) agenda, yaitu :
Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2023 termasuk di dalamnya
Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris serta
Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023.
Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan
Perseroan Tahun Buku 2024.
Penetapan Gaji dan Honorarium, serta Tunjangan Lainnya untuk Anggota
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Tahun Buku 2024.
Page 3
Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Dikarenakan pada tahun ini Latinusa mengalami kerugian, maka tidak ada
agenda pembagian dividen. Kami mohon doa bapak dan ibu pada tahun 2024
Latinusa dapat merealisasikan harapan dari para pemegang saham.
3. Rian / Aneka Tambang
Pertanyaan :
a. Berapa banyak produksi tinplate yang dihasilkan perusahaan? Dan berapa
target di tahun 2024?
b. Berapa jumlah tinplate yang diserap pasar domestik dan ekspor?
c. Apakah kasus korupsi timah beberapa waktu lalu mempengaruhi kinerja
perusahaan khususnya di bidang penyediaan bahan baku?
Jawaban
Jetrinaldi
a. Target tahun 2024 produk yang dihasilkan ingin kembali mengulangi
pencapaian ditahun 2022, yaitu kurang lebih 147 ribu ton, sementara tahun
2023 Latinusa hanya dapat memproduksi kurang lebih 126 ribu ton. Jadi
Manajemen ingin mencapai pencapaian produksi di tahun 2022.
b. Market share nasional kurang lebih 65,48%, jadi walaupun pada tahun 2023
penjualan Latinusa kelihatan turun akan tetapi tinplate impor juga
mengalami penurunan sehingaa bukan berarti penjualan Latinusa juga
digantikan oleh impor tetapi impor juga menurun sehingga market share
Latinusa menjadi naik.
c. Terkait kasus korupsi PT Timah, Latinusa tidak merasakan hambatan karena
ini lebih pada penambang ilegal yang dilakukan dan kasus ini kasus lama
terjadi, sementara Latinusa selalu berhubungan dengan PT Timah sehingga
tidak ada gangguan yang menganggu Latinusa.
4. Abdul / Pasardana
Pertanyaan :
Bagaimana langkah perseroan keluar dari papan pemantauan khusus?
Jawaban
Jetrinaldi
Kurang lebih ada 11 kriteria saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus,
sementara itu Latinusa kemungkinan masuk dalam kriteria 10 (dikenakan
penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) hari bursa yang
disebabkan oleh aktivitas perdagangan). Hal tersebut dikarenakan adanya
peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham Perseroan dan Manajemen
tidak mengetahui aktifitas yang dilakukan para pemegang saham tersebut.
Berdasarkan ketentuan bursa untuk perusahaan yang masuk dalam pemantauan
khusus dengan kriteria 10 akan kembali dengan sendirinya ke Papan Utama setelah
1 bulan.
Jakarta, 30 April 2024
PT Pelat Timah Nusantara, Tbk.
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Latinusa
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.