Back to announcement
20240426_ISAT_Laporan Informasi dan Fakta Material_31630229_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted ISATSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
30 April 2024
Triwulan Pertama 2024
Total Pendapatan sebesar Rp13.835,3 miliar, +15,8% YoY.
EBITDA sebesar Rp6.509,3 miliar, +22,1% YoY. Laba Bersih sebesar Rp1.294,8 miliar
PT Indosat Tbk. (“Perusahaan”) memulai tahun keuangan 2024 dengan kuat, menunjukkan kinerja yang
luar biasa pada kuartal pertama dan melanjutkan momentum pertumbuhan dua digit. Total pendapatan
meningkat sebesar 15,8% YoY menjadi Rp13.835,3 miliar, sementara EBITDA tumbuh lebih cepat daripada
pendapatan, naik sebesar 22,1% YoY menjadi Rp6.509,3 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh kombinasi
pertumbuhan pendapatan dan optimasi biaya. Margin EBITDA berada pada 47,0% pada TW 1 2024. Laba
Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp1.294,8 miliar berkat
kinerja keuangan yang luar biasa, karena Perusahaan terus memberikan nilai bagi para pemangku
kepentingan.
Pelanggan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 2,3 juta pelanggan menjadi 100,8 juta
dibandingkan dengan TW 1 2023. ARPU untuk pelanggan seluler meningkat pada TW 1 2024 menjadi
Rp37,5 ribu, naik 13.9% atau Rp4,6 ribu lebih tinggi dibandingkan dengan TW 1 2023.
Pertumbuhan trafik data yang kuat sebesar 14,3% YoY pada TW 1 2024. Selain itu, cakupan jaringan
Perusahaan juga meningkat seiring peningkatan jumlah BTS 4G yang mencapai 184 ribu, sehingga
mampu menangani peningkatan trafik yang tinggi dan memberikan pengalaman pelanggan terbaik
bagi penggunanya.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Perusahaan mengumumkan kolaborasi bersejarah dengan NVIDIA seiring ditunjuknya NVIDIA sebagai
Mitra Penyedia Cloud NVIDIA di Indonesia. Sebagai Mitra Penyedia Cloud NVIDIA pertama di Indonesia,
Perusahaan dan entitas anak, Lintasarta, akan menghadirkan platform AI full-stack NVIDIA ke
perusahaan-perusahaan di seluruh wilayah dan menawarkan akses tak tertandingi ke teknologi GPU
mutakhir NVIDIA. Kolaborasi antar pihak bertujuan untuk memposisikan Indonesia sebagai pemimpin AI
Cloud global, yang mendorong kemajuan teknologi dan inovasi. Dengan kekuatan AI dalam ekosistem
cloud, Perusahaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, menciptakan
landasan yang kuat bagi sektor digital yang berkembang.
Perusahaan juga menandatangani perjanjian kolaborasi penting dengan Cisco dan Mastercard di
bidang keamanan siber. Dengan Cisco, kolaborasi ini akan menghadirkan solusi keamanan siber
mutakhir bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), untuk
meningkatkan ketahanan digital dan postur keamanan mereka. Bersamaan dengan
Mastercard, Perseroan mengumumkan peluncuran Indosat-Mastercard Cybersecurity
Center of Excellence (CoE). Pusat ini akan mengembangkan dan meningkatkan sumber
daya manusia di bidang keamanan siber, mengupayakan inovasi di bidang keamanan
siber dan kepercayaan digital, serta kolaborasi seluruh industri dalam bidang deteksi
dan mitigasi penipuan.
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
TRIWULAN PERTAMA 2024
Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk
Triwulan Pertama 2024 (“TW 1 2024”). Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini
disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) TW1 2024 TW1 2023 %Tumbuh TW1 2024 TW4 2023 %Tumbuh
Pendapatan 13.835,3 11.945,0 15,8 13.835,3 13.766,4 0,5
• Selular 11.656,8 10.258,0 13,6 11.656,8 11.576,5 0,7
• MIDI 1.971,3 1.454,9 35,5 1.971,3 1.934,5 1,9
• Telekomunikasi Tetap 207,2 232,1 (10,7) 207,2 255,4 (18,9)
Beban - beban (11.069,3) (9.585,8) 15,5 (11.069,3) (10.405,5) 6,4
Laba Operasi 2.766,0 2.359,2 17,2 2.766,0 3.360,9 (17,7)
Beban Lain-lain - Bersih (997,1) (1.201,9) (17,0) (997,1) (1.031,5) (3,3)
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 1.294,8 929,1 39,4 1.294,8 1.719,3 (24,7)
EBITDA* 6.509,3 5.329,1 22,1 6.509,3 6.471,1 0,6
Marjin EBITDA 47,0% 44,6% 2,4 47,0% 47,0% 0,0
Rasio-rasio Keuangan
Formula TW1 2024 TW1 2023
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 15.69 16.22
Total Utang Bersih terhadap (Utang - Kas & Setara Kas)/Total 0.27 0.33
EBITDA*** EBITDA
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan
pajak penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai
dengan PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran
likuiditas dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perusahaan untuk
menghitung EBITDA dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat
dibandingkan dengan EBITDA perusahaan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2023 dan 2024.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp13.835,3 miliar pada TW 1 2024, meningkat sebesar Rp1.890,3 miliar
atau naik sebesar 15,8% dibandingkan TW 1 2023. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 84,3%, 14,2%, dan 1,5% terhadap
pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024.
• Pendapatan Selular meningkat sebesar 13,6% dibandingkan TW 1 2023, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan Data yang diimbangi penurunan pendapatan Telepon dan Jasa Nilai
Tambah.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 35,5% dibandingkan TW 1 2023, disebabkan oleh peningkatan
pendapatan Layanan IT, Internet Tetap dan Konektivitas Tetap.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap menurun sebesar 10,7% dibandingkan TW 1 2023 dikontribusi oleh
penurunan pendapatan Telepon Internasional.
Beban - beban sebesar Rp11.069,3 miliar pada TW 1 2024, naik sebesar Rp1.483,5 miliar atau 15,5% lebih
tinggi dibandingkan TW 1 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan Beban
Penyelenggaraan Jasa, Beban Penyusutan dan Amortisasi, Beban Karyawan, Beban Pemasaran dan
Beban Umum dan Administrasi .
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp385,1 miliar atau 7,4% lebih tinggi
dibandingkan TW 1 2023, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban sewa, beban
jasa, beban kemitraan, beban interkoneksi, dan instalasi yang diimbangi dengan
penurunan beban frekuensi.
Page 3
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp28,1 miliar atau 0,8% lebih tinggi
dibandingkan TW 1 2023 terutama disebabkan oleh dampak penyusutan dari tambahan aset tetap
dan aset hak-guna yang berasal dari penggelaran jaringan.
• Beban Karyawan: meningkat sebesar Rp36,9 miliar atau 4,0% lebih tinggi dibandingkan TW 1 2023,
terutama disebabkan oleh kenaikan gaji karyawan, biaya pengobatan dan pajak penghasilan
karyawan.
• Beban Pemasaran: meningkat sebesar Rp215,8 miliar atau 69,3% lebih tinggi dibandingkan TW 1
2023, utamanya dikarenakan peningkatan biaya akuisisi pelanggan dengan perluasan distribusi
pedesaan, agensi pemasaran, pameran dan beban loyalitas pelanggan sebagai dampak dari
peningkatan aktivitas untuk mendukung pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan
penurunan dalam jaringan pemasaran.
• Beban Umum dan Administrasi: meningkat sebesar Rp72,3 miliar atau 47,1% lebih tinggi
dibandingkan TW 1 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan beban jasa profesional, beban
hubungan masyarakat, dan beban sewa.
• Beban Operasional Lain-lain: meningkat sebesar Rp745,3 miliar atau 101,6% lebih tinggi
dibandingkan TW 1 2023, utamanya disebabkan oleh penurunan keuntungan bersih satu-kali dari
jual dan sewa balik aset di tahun 2023.
Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban sebesar Rp997,1 miliar, turun sebesar Rp 204,8
miliar atau 17,0% lebih rendah dibandingkan TW 1 2023. Penurunan ini disebabkan oleh biaya keuangan
yang lebih turun sebesar Rp103,8 miliar, terutama karena turunnya bunga pinjaman dan keuntungan
yang lebih tinggi pada nilai tukar mata uang asing sebesar Rp106,8 miliar, yang diimbangi oleh
penurunan pendapatan bunga sebesar Rp5,8 miliar.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan
laba bersih sebesar Rp 1.294,8 miliar atau naik sebesar Rp 365,7 miliar, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan yang diimbangi oleh peningkatan beban penyelenggaraan jasa, beban
penyusutan dan amortisasi, beban karyawan, beban pemasaran, dan beban umum dan administrasi
dan beban (penghasilan) operasional lain-lain - bersih.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) TW1 2024 2023 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 17.052,9 15.479,7 10,2
Aset Tidak Lancar 98.561,2 99.242,5 (0,7)
JUMLAH ASET 115.614,1 114.722,2 0,8
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 33.343,1 34.134,3 (2,3)
Liabilitas Jangka Panjang 47.231,7 46.879,1 0,8
JUMLAH LIABILITAS 80.574,8 81.013,4 (0,5)
JUMLAH EKUITAS 35.039,3 33.708,8 3,9
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 115.614,1 114.722,2 0,8
• Aset lancar meningkat sebesar 10,2% menjadi Rp17.052,9 miliar, terutama karena kenaikan kas dan
setara kas yang diimbangi dengan peningkatan piutang usaha dan persediaan.
• Aset tidak lancar menurun sebesar 0,7% menjadi Rp98.561,2 miliar terutama diakibatkan karena
penurunan aset tetap dan asset tak berwujud yang diimbangi oleh penurunan beban dibayar di
muka jangka panjang.
• Liabilitas jangka pendek menurun sebesar 2,3% menjadi Rp33.343,1 miliar yang utamanya
disebabkan oleh penurunan utang pengadaan, beban akrual, dan bagian jangka pendek dari sukuk
dan obligasi, yang diimbangi oleh kenaikan utang usaha dan utang pajak.
• Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 0,8% menjadi Rp47.231,7 miliar diakibatkan kenaikan
kewajiban sewa pembiayaan yang diimbangi dengan penurunan dalam pinjaman jangka panjang.
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) TW1 2024 TW1 2023 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 6.279,5 5.032,5 24,8
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (2.688,2) (773,5) 247,5
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (947,9) (1.785,7) (46,9)
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas 16,5 (118,1) 113,9
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 2.659,9 2.355,2 12,9
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 5.189,6 9.507,9 (45,4)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 7.849,5 11.863,1 (33,8)
Pengeluaran belanja modal pada TW 1 2024 sebesar Rp2.133,9 miliar (tidak termasuk Rp1.001,1 miliar Aset
Hak Guna). Sekitar 88,8% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan TI.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya
transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp14.569,0 miliar. Posisi kas Perusahaan
per tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp7.849,5 miliar dengan utang bersih sebesar Rp6.719,5 miliar.
Komposisi utang pokok Perusahaan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) TW1 2024 2023 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 7.400,0 7,420.0 (0,3)
Obligasi dalam miliar Rupiah 7.169,0 7,383.0 (2,9)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar Rp2.453 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,5 tahun pada 31 Maret 2024.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
TW1 2024 TW1 2023 %Perubahan TW1 2024 TW4 2023 %Perubahan
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 1,6 1,6 (2,3) 1.6 1,6 (0,9)
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 99,3 96,9 2,4 99,3 97,2 2,1
Jumlah Pelanggan (juta) 100,8 98,5 2,3 100,8 98,8 2,1
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 85,9 68,4 25,5 85,9 80,8 6,3
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 36,7 32,4 13,5 36,7 37,8 (2,9)
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 37,5 32,9 13,9 37,5 38,5 (2,6)
MoU (menit) 6,1 7,9 (22,6) 6,1 6,9 (12,1)
Trafik Data (PB) 3.858 3.376 14.3 3.858 3.716 3,8
Trafik SMS (miliar) 0,7 0,6 3.1 0,7 0,6 9,3
Persentase dapat berubah karena pembulatan
Pada TW1 2024, pelanggan Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 2,3 juta pelanggan menjadi
100,8 juta dibandingkan dengan TW1 2023.
Sebagai hasilnya, ARPU untuk pelanggan seluler meningkat pada TW1 2024 menjadi Rp37,5 ribu, naik
13.9% atau Rp4,6 ribu lebih tinggi dibandingkan dengan TW1 2023.
Rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 6,1 menit atau turun 22,6%
dibandingkan TW1 2023, seiring dengan tren di industri atas penurunan layanan suara.
Page 5
JARINGAN
Pada 31 Maret 2024, Perusahaan mengoperasikan secara total ~184 ribu BTS 4G (bertambah sebesar
~32 ribu BTS 4G di 2024) dan 90 5G BTS.
Indikator Utama Tahunan
TW1 2024 TW1 2023 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 51.269 46,087 11,2
3G - 425 (100,0)
4G 183.760 152,155 20,8
5G 90 90 -
LAPORAN KEBERLANGUSAN 2023
Pada 5 April 2024, Perusahaan menerbitkan laporan keberlanjutan 2023. Laporan ini menunjukkan
bahwa Perusahaan telah membangun fondasi yang kuat untuk komitmennya terhadap lingkungan,
sosial dan tanggung jawab melalui penerapan berbagai inisiatif keberlanjutan yang signifikan.
Point penting laporan keberlanjutan Perusahaan:
1. Kerangka Kerja ESG
Pada tahun 2023, Perusahaan mengembangkan strategi keberlanjutan yang holistik. Melalui
kerangka kerja ESG-nya, Perusahaan mengonfirmasi komitmennya terhadap 3 pilar utama,
yaitu peduli terhadap lingkungan, peluang digital untuk memberdayakan masyarakat, dan
bisnis yang bertanggung jawab dan etis. Kerangka kerja ini memberikan panduan bagi
Perusahaan dalam menerapkan praktik berkelanjutan di seluruh operasinya.
Page 6
2. Matriks materialitas ESG
Perusahaan menyusun matriks materialitas yang merupakan alat penting dalam
mengidentifikasi dan mengelola isu-isu yang paling relevan dan signifikan bagi Perusahaan
dan pemangku kepentingannya. Oleh karena itu, Perusahaan dapat fokus pada aspek-aspek
yang paling mempengaruhi kinerja keberlanjutan Perusahaan dan merespons dengan strategi
yang tepat.
3. Pelaporan multi-standar
Laporan keberlanjutan 2023 disiapkan menggunakan berbagai standar, termasuk regulasi
Keamanan Keuangan Indonesia No. 51/POJK.03/2017, Inisiatif Pelaporan Global (GRI) dan
Dewan Standar Akuntansi Keberlanjutan (SASB).
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp11.175; Kapitalisasi Pasar: Rp90,1 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AA+(idn) (Positive);
Page 7
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi 2024 2023
(%) (1)
PENDAPATAN
Selular 11.656,8 10.258,0 13,6
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 1.971,3 1.454,9 35,5
Telekomunikasi Tetap 207.2 232,1 (10,7)
JUMLAH PENDAPATAN 13.835,3 11.945,0 15,8
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (5.612,0) (5.226,9) 7,4
Penyusutan dan Amortisasi (3.731,8) (3.703,7) 0,8
Karyawan (961,5) (924,6) 4,0
Pemasaran (526,9) (311,1) 69,3
Umum dan Administrasi (225,6) (153,3) 47,1
Bagian atas (Rugi) Laba Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama (51,0) 17,3 (394,4)
(Kerugian) Keuntungan Selisih Kurs - Bersih (2,5) 11,7 (121,4)
Keuntungan Bersih dari Jual dan Sewa Balik Aset - 722,4 (100,0)
Lain-Lain – Bersih 42,0 (17,6) 338,5
JUMLAH BEBAN (11.069,3) (9.585,8) 15,5
LABA USAHA 2.766,0 2.359,2 17,2
Penghasilan Bunga 90,7 96,5 (6.0)
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih 6,2 (100,6) 106.2
Biaya Keuangan (1.094,0) (1.197,8) (8.7)
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (997,1) (1.201,9) (17,0)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.768,9 1.157,3 52.8
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (377,3) (163,3) 131.0
LABA PERIODE BERJALAN 1.391,6 994,0 40.0
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 1.294,8 929,1 39.4
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 96,8 64,9 49.3
TOTAL 1.391,6 994,0 40.0
(1) Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.