Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 25
Page 1
Nomor Surat 109/ADMF/CS/IV/24
Nama Emiten Adira Dinamika Multi Finance Tbk
Kode Emiten ADMF
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 3 Bulan yang berakhir pada 31/03/2024 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. Adira Dinamika Multi Finance Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
2024-03-31
Informasi umum General information
Nama entitas Adira Dinamika Multi Finance Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir periode laporan sebelumnya Explanation of change in name from the end of the preceding reporting period
Kode entitas ADMF Entity code
Nomor identifikasi entitas AA437 Entity identification number
Industri utama entitas Pembiayaan / Financing Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G2. Financing Service Subsector
Industri G21. Consumer Financing Industry
Subindustri G211. Consumer Financing Subindustry
Informasi pemegang saham pengendali National Corporation Controlling shareholder information
Jenis entitas Local Company - Indonesia Jurisdiction Type of entity
Jenis efek yang dicatatkan Saham dan Obligasi / Stock and Bond Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat entitas tercatat Utama / Main Type of board on which the entity is listed
Apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas Entitas tunggal / Single entity Whether the financial statements are of an individual entity or a group of entities
Periode penyampaian laporan keuangan Kuartal I / First Quarter Period of financial statements submissions
Tanggal Surat Pernyataan Direksi Date Of Board Of Directors' Statement Letter
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2024 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan March 31, 2024 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2023 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2023 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya March 31, 2023 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan jika mata uang penyajian selain rupiah Conversion rate at reporting date if presentation currency is other than rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan Jutaan / In Million Level of rounding used in financial statements
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf pendapat untuk penekanan atas suatu masalah atau paragraf penjelasan lainnya, jika ada Matters disclosed in emphasis-of-matter or other-matter paragraph, if any
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil laporan review Date of auditor's opinion or result of review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing partner
Lama tahun penugasan partner yang menandatangani Number of years served as audit signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan peraturan OJK Nomor: 75/POJK.04/2017 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan Ya / Yes Whether in compliance with OJK rules No. 75/POJK.04/2017 concerning responsibilities of board of directors on financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan independensi akuntan yang memberikan jasa audit di pasar modal sesuai dengan POJK Nomor 13/POJK.03/2017 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dalam Ya / Yes Compliance to the independency of Accountant that provide services in Capital Market as regulated in OJK rules No. 13/POJK.03/2017 concerning The Use of Public Accountant and Auditing Firm in
Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 3
[8220000] Statement of financial position presented using order of liquidity - Financing Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
2024-03-31 2023-12-31
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Aset Assets
Kas dan setara kas 143,970 128,375 Cash and cash equivalents
Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain Current accounts with other banks
Giro pada bank lain pihak ketiga 543,480 570,099 Current accounts with other banks third parties
Giro pada bank lain pihak berelasi 1,029,577 737,017 Current accounts with other banks related parties
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pihak ketiga Placements with Bank Indonesia and other banks third parties
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pihak berelasi 0 0 Placements with Bank Indonesia and other banks related parties
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Financial assets at fair value through profit or loss
Piutang asuransi 20,760 15,018 Insurance receivables
Biaya akuisisi tangguhan Deferred acquisition costs
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Securities purchased under agreement to resale
Wesel ekspor dan tagihan lainnya Bills and other receivables
Tagihan akseptasi Acceptance receivables
Piutang murabahah Murabahah receivables
Piutang murabahah pihak ketiga 5,908,609 5,519,781 Murabahah receivables third parties
Piutang murabahah pihak berelasi 403 281 Murabahah receivables related parties
Piutang istishna Istishna receivables
Piutang istishna pihak ketiga Istishna receivables third parties
Piutang istishna pihak berelasi Istishna receivables related parties
Piutang ijarah Ijarah receivables
Piutang ijarah pihak ketiga Ijarah receivables third parties
Piutang ijarah pihak berelasi Ijarah receivables related parties
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Piutang pembiayaan konsumen pihak ketiga 21,424,176 20,675,293 Consumer financing receivables third parties
Piutang pembiayaan konsumen pihak berelasi 5,707 5,336 Consumer financing receivables related parties
Investasi sewa Lease investments
Investasi sewa pihak ketiga 1,824,864 1,628,384 Lease investments third parties
Investasi sewa pihak berelasi 0 0 Lease investments related parties
Investasi sewa nilai residu yang terjamin 492,633 455,335 Lease investments guaranteed residual value
Investasi sewa pendapatan pembiayaan tangguhan ( 194,338 ) ( 184,084 ) Lease investments deferred financing income
Investasi sewa simpanan jaminan ( 492,633 ) ( 455,335 ) Lease investments guarantee deposits
Investasi sewa pembiayaan Lease investment in finance leases
Pinjaman yang diberikan Loans
Pinjaman yang diberikan pihak ketiga Loans third parties
Pinjaman yang diberikan pihak berelasi Loans related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada pinjaman yang diberikan Allowance for impairment losses for loans
Pinjaman qardh Qardh funds
Pinjaman qardh pihak ketiga Qardh funds third parties
Pinjaman qardh pihak berelasi Qardh funds related parties
Pembiayaan mudharabah Mudharabah financing
Pembiayaan mudharabah pihak ketiga Mudharabah financing third parties
Pembiayaan mudharabah pihak berelasi Mudharabah financing related parties
Pembiayaan musyarakah Musyarakah financing
Pembiayaan musyarakah pihak ketiga Musyarakah financing third parties
Pembiayaan musyarakah pihak berelasi Musyarakah financing related parties
Tagihan anjak piutang Factoring receivables
Tagihan anjak piutang pihak ketiga Factoring receivables third parties
Tagihan anjak piutang pihak berelasi Factoring receivables related parties
Tagihan anjak piutang pada pendapatan anjak piutang tangguhan Factoring receivables on deferred factoring income
Piutang dari pihak berelasi 64,429 67,152 Receivables from related parties
Piutang lainnya 306,160 258,891 Other receivables
Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets or disposal groups classified as held-for-sale
Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk didistribusikan kepada pemilik Non-current assets or disposal groups classified as held-for-distribution to owners
Biaya dibayar dimuka 200,868 143,064 Prepaid expenses
Jaminan Guarantees
Pajak dibayar dimuka 142,987 64,396 Prepaid taxes
Klaim atas pengembalian pajak Claims for tax refund
Aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya 390,568 386,360 Financial assets fair value through other comprehensive income
Aset keuangan biaya perolehan diamortisasi Financial assets amortized cost
Aset keuangan lainnya Other financial assets
Tagihan derivatif 5,537 1,006 Derivative receivables
Investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas Investments accounted for using equity method
Investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi Investments in joint ventures and associates
Investasi pada entitas ventura bersama Investments in joint ventures
Investasi pada entitas asosiasi 876,139 Investments in associates
Aset pajak tangguhan 279,052 354,965 Deferred tax assets
Aset reasuransi Reinsurance assets
Aset takberwujud selain goodwill 149,539 120,659 Intangible assets other than goodwill
Goodwill Goodwill
Properti investasi Investment properties
Aset ijarah Ijarah assets
Aset sewa operasi Operating lease assets
Aset tetap 238,430 229,704 Property, plant, and equipment
Aset hak guna 262,604 262,482 Right of use assets
Agunan yang diambil alih Foreclosed assets
Aset lainnya 71,625 23,043 Other assets
Jumlah aset 33,695,146 31,007,222 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera Obligations due immediately
Efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali Securities sold with repurchase agreement
Liabilitas derivatif 31,740 0 Derivative payables
Utang asuransi 182,366 195,581 Insurance payables
Utang bunga 122,065 109,622 Interest payables
Utang penjaminan Guarantee payables
Utang usaha Accounts payable
Uang muka dan angsuran 23,679 22,287 Advances and installments
Utang dealer 567,787 451,577 Dealer payables
Utang dividen 972,000 0 Dividends payable
Pinjaman yang diterima Borrowings
Pinjaman yang diterima pihak ketiga 8,086,003 6,931,541 Borrowings third parties
Pinjaman yang diterima pihak berelasi 4,120,332 2,381,431 Borrowings related parties
Utang pihak berelasi 24,943 29,193 Due to related parties
Utang pemegang saham Due to stockholders
Liabilitas kontrak asuransi Insurance contract liabilities
Kewajiban imbalan pasca kerja 581,814 561,160 Post-employment benefit obligations
Provisi Provisions
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Pendapatan ditangguhkan 803,290 819,051 Deferred income
Wesel bayar Notes payable
Efek yang diterbitkan Securities issued
Utang obligasi 5,559,129 5,885,106 Bonds payable
Sukuk 0 0 Sukuk
Surat utang jangka menengah 0 0 Medium term notes
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek yang diterbitkan lainnya Others securities issued
Liabilitas sewa pembiayaan 144,108 148,048 Finance lease liabilities
Liabilitas keuangan lainnya Other financial liabilities
Beban akrual 804,599 1,239,265 Accrued expenses
Utang pajak 177,242 180,796 Taxes payable
Liabilitas pajak tangguhan 0 0 Deferred tax liabilities
Liabilitas lainnya 107,535 81,378 Other liabilities
Sukuk mudharabah 827,000 859,000 Mudharabah sukuk
Utang bank Bank loans
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
Jumlah liabilitas 23,135,632 19,895,036 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Equity attributable to equity owners of parent entity
Saham biasa 100,000 100,000 Common stocks
Saham preferen Preferred stocks
Tambahan modal disetor 6,750 6,750 Additional paid-in capital
Saham treasuri Treasury stocks
Uang muka setoran modal Advances in capital stock
Opsi saham Stock options
Penjabaran laporan keuangan 0 Translation adjustment
Cadangan revaluasi Revaluation reserves
Cadangan selisih kurs penjabaran Reserve of exchange differences on translation
Page 4
Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya Reserve for changes in fair value of fair value through other comprehensive income financial assets
Cadangan keuntungan (kerugian) investasi pada instrumen ekuitas Reserve of gains (losses) from investments in equity instruments
Cadangan pembayaran berbasis saham Reserve of share-based payments
Cadangan lindung nilai arus kas ( 13,532 ) ( 748 ) Reserve of cash flow hedges
Cadangan pengukuran kembali program imbalan pasti 16,360 16,360 Reserve of remeasurements of defined benefit plans
Cadangan lainnya Other reserves
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak/Asosiasi Difference Due to Changes of Equity in Subsidiary/Associates
Komponen ekuitas lainnya Other components of equity
Saldo laba (akumulasi kerugian) Retained earnings (deficit)
Saldo laba yang telah ditentukan penggunaanya Appropriated retained earnings
Cadangan umum dan wajib 242,578 223,137 General and legal reserves
Cadangan khusus Specific reserves
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya 10,207,358 10,766,687 Unappropriated retained earnings
Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 10,559,514 11,112,186 Total equity attributable to equity owners of parent entity
Proforma ekuitas Proforma equity
Kepentingan non-pengendali Non-controlling interests
Jumlah ekuitas 10,559,514 11,112,186 Total equity
Jumlah liabilitas dan ekuitas 33,695,146 31,007,222 Total liabilities and equity
Page 5
[8312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI components presented net of tax, by nature - Financing Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income
2024-03-31 2023-03-31
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income
Pendapatan Income
Pendapatan bunga dan keuangan 10,457 4,391 Interest and finance income
Pendapatan dari penjaminan Income from guarantee
Pendapatan dari murabahah dan istishna 402,281 346,817 Income from murabahah and istishna
Pendapatan dari bagi hasil Income from revenue sharing
Pendapatan dari ijarah Income from ijarah
Pendapatan dari pembiayaan Financing income
Pendapatan dari pembiayaan konsumen 1,561,366 1,434,737 Income from consumer financing
Pendapatan dari sewa pembiayaan 53,143 30,993 Income from finance lease
Pendapatan dari anjak piutang Income from factoring
Pendapatan dari sewa operasi Income from operating lease
Premi penjaminan Guarantee premiums
Pendapatan asuransi Insurance income
Pendapatan dari premi asuransi Income from insurance premiums
Premi reasuransi Reinsurance premiums
Premi retrosesi Retrocession premiums
Penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan Decrease (increase) in unearned premiums
Penurunan (kenaikan) pendapatan premi disesikan kepada reasuradur Decrease (increase) in premium income ceded to reinsurancer
Pendapatan komisi asuransi Insurance commission income
Penerimaan ujrah Ujrah received
Keuntungan (kerugian) atas perdagangan aset keuangan yang telah direalisasi Realised gains (losses) on trading of financial assets
Keuntungan (kerugian) atas perdagangan aset keuangan yang belum direalisasi Unrealised gains (losses) on trading of financial assets
Pendapatan administrasi 202,657 155,723 Administration income
Pendapatan dari provisi dan komisi 32,309 19,965 Income from provisions and commissions
Pendapatan dividen 0 0 Dividends income
Keuntungan (kerugian) yang telah direalisasi atas instrumen derivatif Realised gains (losses) from derivative instruments
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 55,267 72,128 Income from recovery of written off assets
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing 144 ( 19 ) Gains (losses) on changes in foreign exchange rates
Keuntungan (kerugian) pelepasan aset tetap 88 85 Gains (losses) on disposal of property and equipment
Keuntungan (kerugian) pelepasan agunan yang diambil alih Gains (losses) on disposal of foreclosed assets
Keuntungan (kerugian) pelepasan aset ijarah Gains (losses) on disposal of ijarah assets
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai Recovery of impairment losses
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas Share of profit (loss) of associates accounted for using equity method
Bagian atas laba (rugi) entitas ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas Share of profit (loss) of joint ventures accounted for using equity method
Pendapatan lainnya 147,545 165,525 Other income
Keuntungan lainnya Other gains
Beban Expenses
Beban bunga dan keuangan ( 275,801 ) ( 190,248 ) Interest and finance costs
Beban bagi hasil ( 17,883 ) ( 6,543 ) Revenue sharing expenses
Beban asuransi Insurance expenses
Beban klaim Claim expenses
Klaim reasuransi Reinsurance claims
Klaim retrosesi Retrocession claims
Kenaikan (penurunan) estimasi liabilitas klaim Increase (decrease) in estimated claims liability
Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan Increase (decrease) in liability for future policy benefit
Kenaikan (penurunan) provisi yang timbul dari tes kecukupan liabilitas Increase (decrease) in provision for losses arising from liability adequacy test
Kenaikan (penurunan) liabilitas asuransi yang disesikan kepada reasuradur Increase (decrease) in insurance liabilities ceded to reinsurers
Kenaikan (penurunan) liabilitas pemegang polis pada kontrak unit-linked Increase (decrease) in liabilities to policyholder in unit-linked contracts
Beban komisi asuransi Insurance commission expenses
Beban underwriting lainnya Other underwriting expenses
Ujrah dibayar Ujrah paid
Beban akuisisi dari kontrak asuransi Acquisition costs of insurance contracts
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai ( 632,918 ) ( 383,848 ) Provision for impairment losses
Beban penjualan (0) (0) Selling expenses
Beban gaji dan tunjangan karyawan ( 550,523 ) ( 633,217 ) Salary and employee benefit (expenses)
Beban umum dan administrasi ( 332,911 ) ( 311,742 ) General and administrative expenses
Beban penyusutan properti investasi, aset sewa, aset tetap, aset yang diambil alih dan aset ijarah ( 12,175 ) ( 12,143 ) Depreciation of investment property, lease assets, property and equipment, foreclosed assets and ijarah assets
Beban lainnya ( 96,349 ) ( 158,026 ) Other expenses
Kerugian lainnya Other losses
Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 546,697 534,578 Total profit (loss) before tax
Pendapatan (beban) pajak ( 114,585 ) ( 117,543 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi yang dilanjutkan 432,112 417,035 Total profit (loss) from continuing operations
Laba (rugi) dari operasi yang dihentikan Profit (loss) from discontinued operations
Jumlah laba (rugi) 432,112 417,035 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya, setelah pajak Other comprehensive income, after tax
Pendapatan komprehensif lainnya yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, setelah pajak Other comprehensive income that will not be reclassified to profit or loss, after tax
Pendapatan komprehensif lainnya atas keuntungan (kerugian) hasil revaluasi aset tetap, setelah pajak Other comprehensive income for gains (losses) on revaluation of property and equipment, after tax
Pendapatan komprehensif lainnya atas pengukuran kembali kewajiban manfaat pasti, setelah pajak Other comprehensive income for remeasurement of defined benefit obligation, after tax
Penyesuaian lainnya atas pendapatan komprehensif lainnya yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, setelah pajak Other adjustments to other comprehensive income that will not be reclassified to profit or loss, after tax
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, setelah pajak Total other comprehensive income that will not be reclassified to profit or loss, after tax
Pendapatan komprehensif lainnya yang akan direklasifikasi ke laba rugi, setelah pajak Other comprehensive income that may be reclassified to profit or loss, after tax
Keuntungan (kerugian) selisih kurs penjabaran, setelah pajak Gains (losses) on exchange differences on translation, after tax
Penyesuaian reklasifikasi selisih kurs penjabaran, setelah pajak Reclassification adjustments on exchange differences on translation, after tax
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar aset keuangan melalui penghasilan komprehensif lain, setelah pajak Unrealised gains (losses) on changes in fair value through other comprehensive income financial assets, after tax
Penyesuaian reklasifikasi atas aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, setelah pajak Reclassification adjustments on fair value through other comprehensive income financial assets, after tax
Keuntungan (kerugian) lindung nilai arus kas, setelah pajak ( 12,784 ) 2,571 Gains (losses) on cash flow hedges, after tax
Penyesuaian reklasifikasi atas lindung nilai arus kas, setelah pajak Reclassification adjustments on cash flow hedges, after tax
Nilai tercatat dari aset (liabilitas) non-keuangan yang perolehan atau keterjadiannya merupakan suatu prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang dilindung nilai, setelah pajak Carrying amount of non-financial asset (liability) whose acquisition or incurrence was hedged on highly probable forecast transaction, adjusted from equity, after tax
Keuntungan (kerugian) lindung nilai investasi bersih kegiatan usaha luar negeri, setelah pajak Gains (losses) on hedges of net investments in foreign operations, after tax
Penyesuaian reklasifikasi atas lindung nilai investasi bersih kegiatan usaha luar negeri, setelah pajak Reclassification adjustments on hedges of net investments in foreign operations, after tax
Bagian pendapatan komprehensif lainnya dari entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, setelah pajak Share of other comprehensive income of associates accounted for using equity method, after tax
Bagian pendapatan komprehensif lainnya dari entitas ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, setelah pajak Share of other comprehensive income of joint ventures accounted for using equity method, after tax
Penyesuaian lainnya atas pendapatan komprehensif lainnya yang akan direklasifikasi ke laba rugi, setelah pajak Other adjustments to other comprehensive income that may be reclassified to profit or loss, after tax
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya yang akan direklasifikasi ke laba rugi, setelah pajak ( 12,784 ) 2,571 Total other comprehensive income that may be reclassified to profit or loss, after tax
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya, setelah pajak ( 12,784 ) 2,571 Total other comprehensive income, after tax
Jumlah laba rugi komprehensif 419,328 419,606 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan Profit (loss) attributable to
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk 432,112 417,035 Profit (loss) attributable to parent entity
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali Profit (loss) attributable to non-controlling interests
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan Comprehensive income attributable to
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke entitas induk 419,328 419,606 Comprehensive income attributable to parent entity
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali Comprehensive income attributable to non-controlling interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk Basic earnings per share attributable to equity owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan 432 417 Basic earnings (loss) per share from continuing operations
Laba (rugi) per saham dasar dari operasi yang dihentikan Basic earnings (loss) per share from discontinued operations
Laba (rugi) per saham dilusian Diluted earnings (loss) per share
Laba (rugi) per saham dilusian dari operasi yang dilanjutkan Diluted earnings (loss) per share from continuing operations
Laba (rugi) per saham dilusian dari operasi yang dihentikan Diluted earnings (loss) per share from discontinued operations
Page 6
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry
Laporan perubahan ekuitas
Reserve for changes in fair value
Reserve of exchange differences of fair value through other Reserve of gains (losses) from Reserve of remeasurements of
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Stock options Translation adjustment Revaluation reserves Reserve of share-based payments Reserve of cash flow hedges Other reserves
on translation comprehensive income financial investments in equity instruments defined benefit plans Equity
assets
Cadangan perubahan nilai wajar aset
Cadangan keuntungan (kerugian) Cadangan pengukuran kembali program Selisih
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Opsi saham Penjabaran laporan keuangan Cadangan revaluasi Cadangan selisih kurs penjabaran keuangan nilai wajar melalui Cadangan pembayaran berbasis saham Cadangan lindung nilai arus kas Cadangan lainnya
investasi pada instrumen ekuitas imbalan pasti
pendapatan komprehensif lainnya
Laporan perubahan ekuitas [baris komponen]
Posisi ekuitas
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 100,000 0 6,750 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 748 ) 16,360 0
Penyesuaian
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi
Perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela
Koreksi kesalahan periode lalu
Penyesuaian lainnya
Posisi ekuitas, awal periode 100,000 0 6,750 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 748 ) 16,360 0
Laba (rugi)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 12,784 ) 0
Penjabaran laporan keuangan
Pembentukan cadangan umum
Pembentukan cadangan khusus
Distribusi dividen kas
Distribusi dividen saham
Penerbitan saham biasa
Penerbitan saham preferen
Biaya emisi efek
Penerbitan instrumen yang dapat dikonversi
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi pembayaran berbasis saham
Pelaksanaan instrumen yang dapat dikonversi
Pelaksanaan waran
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan pemilik ekuitas
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan operasi yang dihentikan
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi lainnya dengan kepentingan non-pengendali
Eliminasi defisit dalam rangka kuasi reorganisasi
Pelaksanaan opsi saham
Dampak penerapan psak no. 70 atas aset pengampunan pajak
Saldo penyesuaian dampak penerapan retrospektif atas PSAK
Transaksi ekuitas lainnya
Posisi ekuitas, akhir periode 100,000 0 6,750 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 13,532 ) 16,360 0
Page 7
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Prior Year
Laporan perubahan ekuitas
Reserve for changes in fair value
Reserve of exchange differences of fair value through other Reserve of gains (losses) from Reserve of remeasurements of
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Stock options Translation adjustment Revaluation reserves Reserve of share-based payments Reserve of cash flow hedges Other reserves
on translation comprehensive income financial investments in equity instruments defined benefit plans Equity
assets
Cadangan perubahan nilai wajar aset
Cadangan keuntungan (kerugian) Cadangan pengukuran kembali program Selisih
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Opsi saham Penjabaran laporan keuangan Cadangan revaluasi Cadangan selisih kurs penjabaran keuangan nilai wajar melalui Cadangan pembayaran berbasis saham Cadangan lindung nilai arus kas Cadangan lainnya
investasi pada instrumen ekuitas imbalan pasti
pendapatan komprehensif lainnya
Laporan perubahan ekuitas [baris komponen]
Posisi ekuitas
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 100,000 0 6,750 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 3,383 ) 80,242 0
Penyesuaian
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi
Perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela
Koreksi kesalahan periode lalu
Penyesuaian lainnya
Posisi ekuitas, awal periode 100,000 0 6,750 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 3,383 ) 80,242 0
Laba (rugi)
Pendapatan komprehensif lainnya 2,571 0
Penjabaran laporan keuangan
Pembentukan cadangan umum
Pembentukan cadangan khusus
Distribusi dividen kas
Distribusi dividen saham
Penerbitan saham biasa
Penerbitan saham preferen
Biaya emisi efek
Penerbitan instrumen yang dapat dikonversi
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi pembayaran berbasis saham
Pelaksanaan instrumen yang dapat dikonversi
Pelaksanaan waran
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan pemilik ekuitas
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan operasi yang dihentikan
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi lainnya dengan kepentingan non-pengendali
Eliminasi defisit dalam rangka kuasi reorganisasi
Pelaksanaan opsi saham
Dampak penerapan psak no. 70 atas aset pengampunan pajak
Saldo penyesuaian dampak penerapan retrospektif atas PSAK
Transaksi ekuitas lainnya
Posisi ekuitas, akhir periode 100,000 0 6,750 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 812 ) 80,242 0
Page 8
[8510000] Statement of cash flows, direct method - Financing Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
2024-03-31 2023-03-31
Laporan arus kas Statement of cash flows
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating activities
Penerimaan kas dari aktivitas operasi Cash receipts from operating activities
Penerimaan dari sewa pembiayaan 290,621 153,614 Receipts from finance leases
Penerimaan dari pembiayaan konsumen 10,688,613 9,379,528 Receipts from consumer financing
Penerimaan dari anjak piutang Receipts from factoring
Pembayaran kas dari aktivitas operasi Cash payments from operating activities
Pembayaran untuk sewa pembiayaan ( 427,844 ) ( 213,111 ) Payments for finance leases
Pembayaran untuk pembiayaan konsumen ( 10,975,460 ) ( 11,240,924 ) Payments for consumer financing
Pembayaran untuk anjak piutang Payments for factoring
Pembayaran beban umum dan administrasi ( 386,092 ) ( 322,559 ) Payments for general and administrative expense
Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi ( 810,162 ) ( 2,243,452 ) Cash generated from (used in) operations
Penerimaan dari kerjasama penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama 5,098,231 4,216,376 Received from loan channeling and joint financing cooperation
Pembayaran untuk kerjasama penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama ( 4,420,192 ) ( 3,743,036 ) Payments for loan channeling and joint financing cooperation
Penerimaan bunga dari aktivitas operasi 8,653 3,477 Interests received from operating activities
Pembayaran bunga dari aktivitas operasi ( 309,267 ) ( 181,498 ) Interests paid from operating activities
Pembayaran pajak penghasilan badan ( 155,922 ) ( 124,106 ) Payments for corporate income tax
Penerimaan pengembalian (pembayaran) pajak penghasilan dari aktivitas operasi ( 80,541 ) ( 64,596 ) Income taxes refunded (paid) from operating activities
Pengembalian (penempatan) uang jaminan Repayment (placement) of refundable deposits
Penerimaan bunga pinjaman diberikan Receipts of interest from loan receivable
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas operasi ( 674,255 ) ( 1,368,820 ) Other cash inflows (outflows) from operating activities
Arus kas sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi ( 1,343,455 ) ( 3,505,655 ) Net cash flows received from (used in) operating activities before changes in assets and liabilities
Penurunan (kenaikan) aset operasi Decrease (increase) from operation assets
Penurunan (kenaikan) efek-efek Decrease (increase) from securities
Penurunan (kenaikan) kredit Decrease (increase) from credit
Penurunan (kenaikan) aset lainnya Decrease (increase) from other assets
Kenaikan (penurunan) liabilitas Increase (decrease) from liabilities
Kenaikan (penurunan) simpanan dan simpanan dari bank lain Increase (decrease) from deposits and deposits from other banks
Kenaikan (penurunan) liabilitas lainnya Increase (decrease) from other liabilities
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi ( 1,343,455 ) ( 3,505,655 ) Total net cash flows received from (used in) operating activities
Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activities
Penerimaan dari penjualan properti investasi Proceeds from disposal of investment properties
Pembayaran untuk perolehan properti investasi Payments for acquisition of investment properties
Penerimaan dari penjualan aset tetap 111 156 Proceeds from disposal of property and equipment
Pembayaran untuk perolehan aset tetap ( 22,822 ) ( 32,116 ) Payments for acquisition of property and equipment
Penerimaan dari penjualan aset agunan yang diambil alih Proceeds from disposal of foreclosed assets
Penerimaan dari penjualan aset non-keuangan lainnya Proceeds from disposal of other non-financial assets
Pembayaran untuk perolehan aset non-keuangan lainnya ( 9,418 ) ( 1,538 ) Payments for acquisition of other non-financial assets
Pencairan (penempatan) aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya ( 4,208 ) 0 Withdrawal (placement) of financial assets fair value through other comprehensive income
Penempatan aset keuangan biaya perolehan diamortisasi Placement of financial assets amotized cost investments
Pencairan aset keuangan biaya perolehan diamortisasi Withdrawal of financial assets amortized cost investments
Penerimaan dari pelepasan entitas anak Proceeds from disposal of subsidiaries
Pembayaran untuk perolehan entitas anak Payments for acquisition of subsidiaries
Penerimaan dari pelepasan kepentingan di entitas anak tanpa hilangnya pengendalian dari kegiatan investasi Proceeds from sales of interests in subsidiaries without loss of control from investing activities
Pembayaran untuk perolehan tambahan kepemilikan pada entitas anak Payments for acquisition of additional interests in subsidiaries
Penerimaan dari pelepasan kepemilikan pada entitas ventura bersama Proceeds from sales of interests in joint ventures
Pembayaran untuk perolehan kepemilikan pada entitas ventura bersama Payments for acquisition of interests in joint ventures
Penerimaan dari pelepasan kepemilikan pada entitas asosiasi Proceeds from sales of interests in associates
Pembayaran untuk perolehan kepemilikan pada entitas asosiasi ( 876,139 ) Payments for acquisition of interests in associates
Penerimaan dari pelepasan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dan operasi yang dihentikan Proceeds from disposal of non-current assets or disposal groups classified as held-for-sale and discontinued operations
Penerimaan dividen dari aktivitas investasi Dividends received from investing activities
Penerimaan bunga dari aktivitas investasi Interests received from investing activities
Pembayaran bunga dari aktivitas investasi Interests paid from investing activities
Penerimaan pengembalian (pembayaran) pajak penghasilan dari aktivitas investasi Income taxes refunded (paid) from investing activities
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas investasi 0 0 Other cash inflows (outflows) from investing activities
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi ( 912,476 ) ( 33,498 ) Total net cash flows received from (used in) investing activities
Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flows from financing activities
Penerimaan wesel bayar Proceeds from notes payable
Pembayaran wesel bayar Payments of notes payable
Penerimaan pinjaman bank 7,866,240 8,650,000 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 4,964,846 ) ( 4,802,192 ) Payments of bank loans
Penerimaan pinjaman dari lembaga keuangan non-bank Proceeds from non-bank financial institution loan
Pembayaran pinjaman kepada lembaga keuangan non-bank Payments of non-bank financial institution loan
Penerimaan pinjaman subordinasi Proceeds from subordinated loans
Pembayaran pinjaman subordinasi Payments of subordinated loans
Penerimaan liabilitas sewa pembiayaan Proceeds from finance lease liabilities
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan ( 3,927 ) ( 6,622 ) Payments of finance lease liabilities
Penerimaan dari surat utang jangka menengah Proceeds from medium term notes
Pembayaran dari surat utang jangka menengah Payments of medium term notes
Penerbitan sukuk mudharabah 0 0 Issuance of mudharabah sukuk
Pembayaran sukuk mudharabah ( 32,000 ) ( 29,000 ) Payments of mudharabah sukuk
Penerimaan surat berharga utang 0 0 Proceeds from debt securities
Pembayaran surat berharga utang ( 328,000 ) ( 162,000 ) Payments of debt securities
Obligasi subordinasi yang diterbitkan Subordinated bonds issued
Pembayaran obligasi subordinasi Payments of subordinated bonds
Pembayaran biaya emisi penerbitan obligasi (0) (0) Payments of bonds issuance costs
Penerimaan pinjaman lainnya Proceeds from other borrowings
Pembayaran pinjaman lainnya Payments of other borrowings
Pembayaran biaya penerbitan surat berharga utang (0) (0) Payments of debt securities issuance costs
Penerimaan dari penerbitan saham biasa Proceeds from issuance of common stocks
Penerimaan dari penerbitan saham preferen Proceeds from issuance of preferred stocks
Penerimaan dari penerbitan instrumen ekuitas lainnya Proceeds from issuing other equity instruments
Pembayaran biaya emisi saham Payments of stock issuance costs
Penerimaan dari pelepasan kepentingan di entitas anak tanpa hilangnya pengendalian dari kegiatan pendanaan Proceeds from sales of interests in subsidiaries without loss of control from financing activities
Penerimaan dari penambahan kepemilikan dari non-pengendali Proceed from increase of non-controlling interest
Pembayaran untuk perolehan kepentingan pihak non-pengendali pada entitas anak Payments for acquisition of non-controlling interests in subsidiaries
Penerimaan bunga dari aktivitas pendanaan Interests received from financing activities
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan Interests paid from financing activities
Penerimaan pengembalian (pembayaran) pajak penghasilan dari aktivitas pendanaan Income taxes refunded (paid) from financing activities
Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan (0) (0) Dividends paid from financing activities
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas pendanaan 0 0 Other cash inflows (outflows) from financing activities
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 2,537,467 3,650,186 Total net cash flows received from (used in) financing activities
Jumlah kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas 281,536 111,033 Total net increase (decrease) in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, awal periode 1,435,491 1,286,362 Cash and cash equivalents cash flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada kas dan setara kas Effect of exchange rate changes on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas dari entitas anak yang didekonsolidasikan Cash and cash equivalent of deconsolidated subsidiaries
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas lainnya Other increase (decrease) in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, akhir periode 1,717,027 1,397,395 Cash and cash equivalents cash flows, end of the period
Page 9
[8610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financing Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2024-03-31
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, disusun atas dasar akrual dan biaya historis, kecuali dinyatakan khusus. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan Basis of preparation of consolidated financial statements
pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali dinyatakan lain. Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: - penerapan kebijakan akuntansi; - jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan; - jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan
selama periode pelaporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara
berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode dimana estimasi tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini
adalah mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional. The financial statements, except the statement of cash flows, were prepared on the accrual basis and the historical cost basis, unless otherwise specified. The statement of cash flows are prepared based
on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. Figures in the financial statements are rounded to and expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated. The preparation of the financial statements in
conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of judgments, estimates and assumptions that affect: - the application of accounting policies; - the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the
date of the financial statements; - the reported amounts of income and expenses during the reporting period. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. Estimates
and underlying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognised in the period in which the estimate is revised and in any future periods affected. The presentation currency used in the financial statements is Rupiah, which is
the functional currency.
Prinsip-prinsip konsolidasi Principles of consolidation
Kas dan setara kas Kas dan kas di bank terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, sepanjang deposito berjangka tersebut tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima, serta tidak Cash and cash equivalents
dibatasi penggunaannya. Cash on hand and in banks consists of cash on hand, cash in banks and time deposits with a maturity period of 3 months or less since the date of placement, as long as these time deposits are not pledged as collaterals for borrowings nor
restricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Lihat kebijakan akuntansi Instrumen Keuangan dan Piutang Pembiayaan Konsumen. Refer to accounting policies Financial Instruments and Consumer Financing Receivables. Trade and other receivables
Aset tetap Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur dengan model biaya, dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Harga perolehan mencakup harga pembelian Fixed assets
dan semua beban yang terkait secara langsung untuk membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk memungkinkan aset tersebut beroperasi sebagaimana ditentukan oleh manajemen. Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak
disusutkan. Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan harga perolehan hingga mencapai nilai sisa sepanjang estimasi masa manfaatnya. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan
laba rugi pada periode dimana beban-beban tersebut terjadi. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi dan disusutkan. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan atau pelepasannya. Apabila aset tetap dihentikan pengakuannya (tidak digunakan lagi atau dijual), maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan. Akumulasi beban konstruksi aset tetap dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Beban tersebut direklasifikasi ke aset tetap pada
saat proses konstruksi selesai dan siap digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama. Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai yang dapat dipulihkan, nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat dipulihkan
kembali, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Pada setiap akhir tahun, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dikaji ulang dan disesuaikan secara prospektif jika diperlukan. Fixed assets are initially recognised at
acquisition cost. After initial measurement, fixed assets are measured using the cost model, carried at cost less any accumulated depreciation and accumulated impairment losses. Acquisition cost includes purchase price and any costs directly attributable to bring the
assets to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Land is stated at cost and not depreciated. Depreciation of fixed assets other than land are calculated on the straight-line method to allocate their cost to
their residual values over their estimated useful lives. Repairs and maintenance are charged to the statement of profit or loss during the period in which they are incurred. Expenditures that extend the future life of assets or provide further economic benefits are capitalised
and depreciated. The carrying amount of fixed assets is derecognised upon disposal or when there is no longer a future economic benefit expected from their use or disposal. When fixed assets are derecognised (retired or disposed of), their carrying values and the related
accumulated depreciation are removed from the statement of financial position, and the resulting gains or losses are recognised in the current period statement of profit or loss. The accumulated costs of the construction of fixed assets are capitalised as construction in
progress. These costs are reclassified to fixed assets when the construction is completed and ready for their intended use. Depreciation is charged from such date. When the carrying amount of fixed assets is greater than its estimated recoverable amount, it is written down
to its recoverable amount which is determined at the higher of net selling price or value in use. At the end of each year, residual values, useful lives and method of depreciation are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perseroan menelaah apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Perseroan akan mengestimasi jumlah terpulihkan aset dan membandingkannya dengan nilai Impairment of non-financial assets
tercatatnya. Aset dianggap mengalami penurunan nilai apabila nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aset adalah sebesar jumlah yang lebih tinggi antara nilai pakainya dan nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
menjual. Dalam mengukur nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai sekarang dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar saat ini terhadap nilai kas kini dan risiko spesifik terhadap aset tersebut. At the
end of each reporting period, the Company review whether there is any impairment indicator exist. If any such indicator exists, the Company will estimate the assets recoverable amount and compare to its carrying value. Assets are considered as impaired when the
carrying value of asset exceed the recoverable amount. The recoverable amount of an asset or cash generating unit is the greater of its value in use or its fair value less costs to sell. In assessing value in use, the estimated future cash flows arediscounted to their present
value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.
Beban tangguhan Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Lihat kebijakan akuntansi Instrumen Keuangan. Refer to accounting policy Financial Instruments. Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan pembiayaan konsumen, marjin murabahah, pendapatan sewa pembiayaan (konvensional), pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan sewa pembiayaan (syariah) yang berasal dari aset ijarah Revenue and expense recognition
muntahiyah bittamlik diakui selama masa akad menggunakan metode garis lurus. Perseroan mendapatkan komisi dari asuransi kendaraan bermotor yang dibayar oleh konsumen. Perlakuan akuntansi untuk pendapatan komisi asuransi tersebut sama seperti perlakuan
akuntansi untuk biaya transaksi yang teratribusi langsung. Pengakuan beban provisi yang dibayar dimuka sehubungan dengan pinjaman yang diterima dan beban emisi efek utang yang diterbitkan ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu pinjaman yang
diterima dan efek utang yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari beban bunga dan keuangan. Pendapatan marjin pembiayaan murabahah diakui berdasarkan metode anuitas selama jangka waktu kontrak.
Pendapatan administrasi adalah pendapatan atas jasa pembiayaan konsumen, pembiayaan murabahah atau sewa pembiayaan yang ditagihkan kepada debitur pada saat fasilitas pembiayaan disetujui dan/atau pada saat jatuh tempo angsuran. Pendapatan administrasi
diakui selama jangka waktu pembiayaan. Pendapatan denda keterlambatan dikenakan kepada konsumen yang menunggak diakui pada saat realisasi. Pendapatan pinalti dikenakan kepada konsumen yang menyelesaikan kontrak sebelum masa pembiayaan berakhir
diakui pada saat realisasi. Consumer financing income, murabahah margin, finance leases income (conventional), interest income and interest expense are recognised using the effective interest method. Finance leases income (sharia) from ijarah muntahiyah bittamlik
assets is recognised over the term of contract using straight line method. The Company earns commissions from the insurance of motor vehicles which is paid by the consumer. The accounting treatment for the insurance commission income is the same as accounting
treatment for transaction costs which are directly attributable. Upfront fees related to the borrowings and issuance costs of debt securities are deferred and amortised over the terms of the related borrowings and debt securities issued using the effective interest method and
are recorded as part of interest expenses and financing charges. Margin income from murabahah financing is recognised using the annuity method over the term of the respective contracts. Administration income is income from consumer financing, murabahah financing or
finance lease services that are charged to consumers when financing facilities are approved and/or installment due date. Administration income are recognised over the term of financing. Late charges income charged to overdue consumers is recognised when realised.
Penalty income charged to consumers who terminated their contracts before financing period ends is recognised when realised.
Penjabaran mata uang asing Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs Foreign currency translation
yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kurs nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Reuters masing-masing sebesar Rp15.855 dan Rp15.397 (nilai penuh) untuk 1 Dolar Amerika Serikat (USD) dan sebesar Rp105 dan Rp109 (nilai penuh) untuk 1 Yen
Jepang (JPY). Transactions denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the exchange rates prevailing at the date of the transaction. At the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah using
the exchange rates prevailing at the statement of financial position date. Exchange gains and losses arising from transactions in foreign currencies and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognised in the current period statement of
profit or loss. As of 31 March 2024 and 31 December 2023, the exchange rates used are Reuters’ middle rate of Rp15,855 and Rp15,397 (full amount) for 1 United States Dollar (USD) and Rp105 and Rp109 (full amount) for 1 Japanese Yen (JPY), respectively.
Transaksi dengan pihak berelasi Perseroan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak yang berelasi adalah orang atau entitas yang berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut: a. Orang atau anggota Transactions with related parties
keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama terhadap entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau iii. personal manajemen kunci entitas pelapor atau
entitas induk pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai berikut: i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan
entitas lain); ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya); iii. kedua entitas tersebut adalah
ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv. suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari suatu entitas
pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor; vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a); vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas atau anggota
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas); viii. Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas
pelapor. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi, yang dilakukan berdasarkan persyaratan usaha pada umumnya dan telah disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan
pihak-pihak yang tidak berelasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. The Company has transactions with related parties. The definition of related parties used is in accordance with the SFAS 224 “Related Party Disclosures”, the meaning of related party is a
person or entity that is related to a reporting entity as follow: a. A person or a close member of that person’s family is related to a reporting entity if that person: i. has control or joint control over the reporting entity; ii. has significant influence over the reporting entity; or iii. is
member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity. b. An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies: i. the entity and the reporting entity are members of the same group (which means that
each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others); ii. one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of member of a company of which the other entity is a member); iii. both entities are joint ventures of the
same third party; iv. one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity; v. the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity; vi. the
entity controlled or jointly controlled by a person identified in (a); vii. a person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity); viii. An entity, or any member of a group of
which it is a part, that provides key management personnel services to the reporting entity or it is parent. The nature of transactions and balances of accounts with related parties which are conducted based on commercial terms and agreed by both parties, whereby such
terms may not be the same as those of the transactions between nonrelated parties, are disclosed in the notes to the financial statements.
Pajak penghasilan Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tangguhan. Beban pajak diakui pada laporan laba rugi kecuali untuk bagian yang langsung diakui di komponen ekuitas lainnya, dimana beban pajak yang terkait dengan bagian tersebut diakui di penghasilan Income taxes
komprehensif lain. Beban pajak kini adalah hutang pajak yang ditentukan berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perseroan
menerapkan metode aset dan liabilitas dalam menghitung beban pajaknya. Dengan metode ini, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui setiap tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporer aset dan liabilitas untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini juga
mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa akan datang, seperti kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa mendatang cukup besar (probable). Tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku pada tahun
realisasi aset dan liabilitas pajak tangguhan, digunakan dalam menentukan pajak penghasilan tangguhan. Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan
temporer yang menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perseroan memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Income tax expense comprises of current and
deferred tax. Income tax expense is recognised in the statement of profit or loss except to the extent it relates to items recognised directly in other equity components, in which case it is recognised in other comprehensive income. Current tax expense is the expected tax
payable on the taxable income for the current year which is calculated using tax rates enacted or substantively enacted at reporting date. The Company adopts the asset and liability method in determining its income tax expense. Under this method, deferred tax assets and
liabilities are recognised at each reporting date for temporary differences between the accounting and tax bases of assets and liabilities. This method also requires the recognition of future tax benefits, such as tax loss carry forwards, to the extent that realisation of such
benefits is probable. Currently enacted or substantially enacted tax rates at the year of deferred tax assets or liabilities realised, are used in the determination of deferred income tax. Deferred tax assets are recognised only if it is probable that future taxable profit will be
available to compensate the temporary differences which resulted in such deferred tax assets. Management periodically evaluates positions taken in annual tax return with respect to situations in which applicable tax regulation is subject to interpretation. Management
establishes provisions where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Current tax assets and current tax liabilities shall be offset and the net amount is presented in the statement of financial position when and only when, the Company
has a legal enforceable right to set off the amounts and intends either to settle on a net basis or to realise the asset and settle the liability simultaneously.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual. Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja, seperti pensiun, uang Employee benefits
pesangon, uang penghargaan dan imbalan lainnya, dihitung berdasarkan “Peraturan Perseroan”. Perseroan menerapkan PSAK 219 "Imbalan Kerja". Kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui di laporan posisi keuangan dihitung berdasarkan nilai kini dari estimasi
kewajiban imbalan pasca-kerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aset neto dana pensiun. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan metode Projected Unit
Credit. Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi. Imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak
karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan atau beban komprehensif lainnya pada
tahun dimana keuntungan/(kerugian) aktuarial terjadi. Perseroan telah memiliki program pensiun imbalan pasti yang mana Perseroan membayar iuran ke dana pensiun lembaga keuangan yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penghasilan tetap yang diterima
karyawan yang sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan Perseroan. Imbalan kerja jangka panjang lainnya Perseroan memberikan imbalan kerja jangka panjang lainnya berupa tunjangan cuti besar yang ditentukan sesuai dengan Peraturan Perseroan. Tunjangan cuti
besar diperkirakan tidak akan diselesaikan seluruhnya dalam waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan dimana karyawan memberikan jasa terkait. Kewajiban ini diukur sebagai nilai kini dari perkiraan pembayaran di masa depan yang akan dibuat
sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh karyawan hingga akhir periode pelaporan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dan dihitung minimum satu tahun sekali oleh aktuaris independen. Pesangon pemutusan kontrak kerja Pesangon pemutusan
kontrak kerja terutang ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal. Perseroan mengakui pesangon ketika Perseroan menunjukkan komitmennya untuk memutuskan kontrak kerja dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci
yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan didiskontokan untuk mencerminkan nilai kini. Short-term employees’ benefits Short-term employees’ benefits are
recognised when they are owed to the employees based on an accrual method. Long-term and post-employment benefits Long-term and post-employment benefits, such as pension, severance pay, service pay and other benefits, are calculated in accordance with
“Company Regulation”. The Company applies SFAS 219 "Employee Benefits". The obligation for post-employment benefits recognised in the statement of financial position is calculated at present value of estimated future benefits that the employees have earned in return
for their services in the current and prior years, deducted by any plan assets. The calculation is performed by an independent actuary using the Projected Unit Credit method. When the post-employment benefits change, the portion of the increased or decreased benefits
relating to past services by employees is charged or credited to the statement of profit or loss. To the extent that the benefits vest immediately, the expense is recognised immediately in the statement of profit or loss. Actuarial gains or losses arising from experience
adjustments and changes in actuarial assumptions are directly fully recognised to other comprehensive income or expense in the year when such actuarial gains/(losses) occur. The Company also has a defined benefit pension program where the Company pays
contributions to a financial institution pension plan which is calculated at a certain percentage of fixed income of employees who meet the Company’s criteria. Other long-term employment benefits The Company provides other long-term employment benefits in the form of
long service leave award which is determined in compliance with the Company’s Regulation. The long service leave award are not expected to be settled wholly within 12 months after the statement of financial position date in which the employees render the related
service. These obligations are measured as the present value of future payments to be made in respect of services provided by employees up to the end of the reporting period using Projected Unit Credit method and are calculated minimum once a year by an independent
actuary. Termination benefits Termination benefits are payable when the employment of an employee is terminated before the normal retirement age. The Company recognises termination benefits when it demonstrates its commitment to terminate the employment of
employees according to a detailed formal plan and the possibility to withdraw the plan is remote. Benefits falling due more than 12 months after the statement of financial position date are discounted to reflect its present value.
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba periode berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah lembar saham yang beredar selama periode berjalan. Laba per saham dilusian adalah sama dengan laba per saham dasar dikarenakan Perseroan tidak memiliki Earnings per share
saham dilusian atau instrumen. Earnings per share are computed by dividing current period net income by the weighted average number of outstanding shares during the current period. Diluted earnings per share are the same with basic earnings per share as the
Company does not have dilutive shares or instrument.
Dividen Dividends
Pelaporan segmen Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil Segment reporting
operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Pengambil keputusan
operasional Perseroan adalah Dewan Direksi. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk bagian yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan dengan basis yang wajar. Perseroan
mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan berdasarkan jenis produk dan wilayah geografis. Perseroan menentukan dan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambil keputusan
operasional. An operating segment is a component of the entity that engages in business activities from which it may earn revenues and incur expenses, including revenues and expenses that relate to transactions with any of the entity’s components, whose operating
Page 10
results are reviewed regularly by the chief operating decision maker to make decisions about resources allocated to the segment and assess its performance, and for which discrete financial information is available. The Company’s chief operating decision maker are Board
of Directors. Segment results that are reported to the chief operating decision maker include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis. The Company manages its business activities and identifies its segments
reported based on product categories and geographic area. The Company determines and presents operating segments based on the information that is internally provided to the chief operating decision maker.
Instrumen keuangan derivatif Seluruh instrumen derivatif yang dimiliki Perseroan digunakan untuk tujuan manajemen risiko. Instrumen derivatif ini digunakan untuk lindung nilai eksposur risiko suku bunga dan risiko mata uang Perseroan. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko diukur pada Derivative financial instruments
nilai wajar dalam laporan posisi keuangan. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai, beberapa kriteria tertentu harus dipenuhi, termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai dan dokumentasi apakah instrumen lindung nilai tersebut efektif dalam
saling hapus antara perubahan nilai wajar atau arus kas dari item lindung nilaian. Pada penetapan awal lindung nilai, Perseroan mendokumentasikan secara formal hubungan antara instrumen lindung nilai dan unsur yang dilindung nilai, termasuk tujuan manajemen risiko
dan strategi dalam melaksanakan transaksi lindung nilai, bersamaan dengan metode yang akan digunakan untuk menilai efektivitas hubungan lindung nilai. Perseroan menilai, pada awal hubungan lindung nilai dan juga secara berkesinambungan, apakah instrumen
lindung nilai diharapkan akan ‘sangat efektif’ dalam rangka saling hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas dari unsur yang dilindung nilai sepanjang periode dimana lindung nilai tersebut ditetapkan. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif diakui
dalam penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak efektif diakui dalam laba rugi. Perseroan menetapkan derivatif sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas di mana instrumen tersebut melindungi variabilitas arus
kas yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan liabilitas yang dapat mempengaruhi laba atau rugi. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas ditangguhkan pada pos
(kerugian)/keuntungan kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas, yang merupakan bagian dari ekuitas. Bagian yang tidak efektif diakui secara langsung pada laporan laba rugi. Jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam laporan
laba rugi dalam periode yang sama dimana arus kas yang dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi, dan pada pos yang sama dalam laporan laba rugi. Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi kriteria
akuntansi lindung nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada pos (kerugian)/keuntungan kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas dan direklasifikasi ke laporan laba rugi ketika unsur yang dilindung nilai
diakui dalam laporan laba rugi. Ketika suatu prakiraan transaksi lindung nilai tidak lagi diharapkan akan terjadi, jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas diakui segera dalam laporan laba rugi. All derivative instruments held by the Company are for risk management
purposes. These derivative instruments are used to hedge the Company’s exposures to interest rate risk and currency risk. Derivative instruments held for risk management are measured at fair value in the statement of financial position. To qualify for hedge accounting,
certain criteria are to be met, including formal documentation to be in place at the inception of the hedge also documentation whether the hedging instrument is effective in offsetting changes in fair values or cash flows of the hedged item attributable to the hedged risk. On
initial designation of the hedge, the Company formally documents the relationship between the hedging instruments and hedged items, including the risk management objective and strategy in undertaking the hedge transaction, together with the method that will be used to
assess the effectiveness of the hedging relationship. The Company makes an assessment, both at the inception of the hedge relationship as well as on an ongoing basis, whether the hedging instruments are expected to be ‘highly effective’ in offsetting the changes in the
fair value or cash flows of the respective hedged items during the period for which the hedge is designated. The effective portion of changes in the fair value of derivatives is recognized in other comprehensive income. The gain or loss relating to the ineffective portion is
recognized in profit or loss. The Company designates derivative as the hedging instruments of cash flows hedges where the instrument hedges the variability in cash flows attributable to a particular risk associated with a recognised liability that could affect profit or loss.
The effective portion of changes in the fair value of derivative designated as hedging instruments of cash flows hedges is deferred to the cumulative (losses)/gains on derivative instruments for cash flows hedges, which forms part of equity. Any ineffective portion is
recognised immediately in the statement of profit or loss. Amounts deferred in equity are reclassified to the statement of profit or loss as a reclassification adjustment in the same period as the hedged cash flows affect profit or loss, and in the same line item in the statement
of profit or loss. When the hedging instrument expires or sold, terminated, exercised, or no longer qualifies for hedge accounting, the cumulative amount deferred in equity remains in the cumulative (losses)/gains on derivative instruments for cash flows hedges, and is
subsequently reclassified to the statement of profit or loss when the hedged item is recognised in the statement of profit or loss. When a forecast hedged transaction is no longer expected to occur, the amount deferred in equity is recognised immediately in the statement of
profit or loss.
Penerapan standar akutansi baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2024 sebagai berikut: • Revisi atas PSAK 409 "Akuntansi Zakat, Infak, The implementation of new statements of accounting standards
dan Sedekah" • Revisi atas PSAK 401 "Penyajian Laporan Keuangan Syariah" • Amandemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" • Amendemen PSAK 116 "Sewa" • Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" • Amandemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perseroan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau periode sebelumnya. Financial Accounting
Standards Board (DSAK) and Sharia Accounting Standards Board (DSAS) have issued the following new standards, amendments and interpretations which are effective as at 1 January 2024 as follows: • Revision on SFAS 409 “Zakat, Infak and Sedekah Accounting" •
Revision on SFAS 401 “Presentation of Sharia Financial Statement" • Amendment to SFAS 201 "Presentation of Financial Statement" • Amendment to SFAS 116 "Lease" • Amendment to SFAS 207 "Statement of Cash Flows" • Amendment to SFAS 107 "Financial
Instruments: Disclosures" The implementation of the above standards did not result in changes to the Company’s accounting policies and had no material impact on the amounts reported for current period or prior period.
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, Determination of fair value
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Perseroan memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya. Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan
menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika pasar untuk
suatu instrumen keuangan tidak aktif, Perseroan menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami, berkeinginan, dan jika tersedia,
referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing model). Teknik penilaian yang dipilih memaksimalkan penggunaan input pasar,
dan meminimalkan penggunaan taksiran yang bersifat spesifik dari Perseroan, memasukkan semua faktor yang akan dipertimbangkan oleh para pelaku pasar dalam menetapkan suatu harga dan konsisten dengan metodologi ekonomi yang diterima dalam penetapan
harga instrumen keuangan. Input yang digunakan dalam teknik penilaian secara memadai mencerminkan ekspektasi pasar dan ukuran atas faktor risiko dan pengembalian (risk-return) yang melekat pada instrumen keuangan. Perseroan mengkalibrasi teknik penilaian dan
menguji validitasnya dengan menggunakan harga-harga dari transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi untuk instrumen yang sama atau atas dasar data pasar lainnya yang tersedia yang dapat diobservasi. Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan perbandingan dengan transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi dari suatu instrumen
yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang), atau berdasarkan suatu teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi. Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal,
maka instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya diperoleh dari model penilaian diakui dalam laporan laba rugi setelah pengakuan awal tergantung pada masing-masing fakta dan keadaaan
dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang
dilakukan untuk memasukkan risiko kredit Perseroan dan pihak lawan, mana yang lebih sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model
penilaian, sepanjang Perseroan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar pihak ketiga akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam penetapan harga suatu transaksi. Perseroan mengukur nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar dengan
menggunakan tingkat hirarki berikut ini: - Tingkat 1: Harga kuotasi di pasar yang aktif untuk instrumen keuangan yang sejenis, - Tingkat 2: Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi, - Tingkat 3: Teknik penilaian menggunakan input signifikan yang tidak
dapat diobservasi. Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date in the principal market or, in its absence, the most advantageous market to which the
Company has access at that date. The fair value of a liability reflects its non-performance risk. When available, the Company measures the fair value of an instrument using quoted prices in an active market for that instrument. A market is regarded as active if quoted prices
are readily and regularly available and represent actual and regularly occurring market transactions on an arm's length basis. If a market for a financial instrument is not active, the Company establishes fair value using a valuation technique. Valuation techniques include
using recent arm's length transactions between knowledgeable and willing parties, and if available, reference to the current fair value of other instruments that are substantially the same, discounted cash flows analysis and option pricing models. The chosen valuation
technique makes maximum use of market inputs, relies as little as possible on estimates specific to the Company, incorporates all factors that market participants would consider in setting a price, and is consistent with accepted economic methodologies for pricing financial
instruments. Inputs to valuation techniques reasonably represent market expectations and measures of the risk-return factors inherent in the financial instrument. The Company calibrates valuation techniques and tests them for validity using prices from observable current
market transactions in the same instrument or based on other available observable market data. The best evidence of the fair value of a financial instrument at initial recognition is the transaction price, i.e., the fair value of the consideration given or received, unless the fair
value of that instrument is evidenced by comparison with the other observable current market transactions in the same instrument (i.e., without modification or repackaging), or based on a valuation technique whose variables include only data from observable markets.
When transaction price provides the best evidence of fair value at initial recognition, the financial instrument is initially measured at the transaction price and any difference between this price and the value initially obtained from a valuation model is subsequently recognised
in the statement of profit or loss depending on the individual facts and circumstances of the transaction but not later than when the valuation is supported wholly by observable market data or the transaction is closed out. Fair values reflect the credit risk of the financial
instruments and include adjustments to take into account the credit risk of the Company and counterparty where appropriate. Fair value estimates obtained from models are adjusted for any other factors, such as liquidity risk or valuation model uncertainties, to the extent
that the Company believes a third-party market participation would take them into account in pricing a transaction. The Company measures fair value for financial instrument recognised at fair values using the following hierarchy level: - Level 1: Quoted market price in an
active market for an identical instrument, - Level 2: Valuation techniques based on observable inputs, - Level 3: Valuation techniques using significant unobservable inputs.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Lihat kebijakan akuntansi Penjabaran mata uang asing. Refer to accounting policy Foreign currency translation. Foreign currency transactions and balances
Efek-efek Securities
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna Pada tanggal insepsi kontrak, Perseroan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama jangka waktu Right of use assets
tertentu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Perseroan harus menilai apakah: - Perseroan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan - Perseroan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Pada tanggal permulaan sewa, Perseroan mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Pada pengakuan awal, aset hak guna diukur sebesar
pengakuan awal liabilitas sewa ditambah total pembayaran sewa yang telah dilakukan Perseroan sampai dengan tanggal insepsi. Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu sewa dan diakui sebagai beban umum dan
administrasi. Liabilitas sewa diukur sebesar nilai kini estimasi biaya sewa yang masih harus dibayar oleh Perseroan kepada pesewa yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga obligasi seri terbaru saat insepsi sewa dengan tenor yang paling mendekati masa
sewa aset pendasar. Untuk aset pendasar yang insepsi sewanya terjadi sebelum 1 Januari 2020, maka Perseroan mendiskontokan liabilitas sewa menggunakan suku bunga obligasi seri yang terdekat 1 Januari 2020 dengan tenor yang paling mendekati sisa masa sewa
aset pendasar. Bunga atas liabilitas sewa diakui sebagai beban bunga dan keuangan untuk satu periode akuntansi dan menambah saldo liabilitas sewa. Perseroan memilih untuk tidak menerapkan PSAK 116 untuk: - Sewa jangka-pendek; dan - Sewa atas aset yang
bernilai rendah dan - Sewa atas aset tak berwujud Untuk sewa jangka pendek, sewa aset yang bernilai rendah dan sewa atas aset tak berwujud, Perseroan menerapkan kebijakan akuntansi untuk beban dibayar dimuka. atau mengakui biaya sewa secara proporsional
selama periode sewa. Beban ini disajikan sebagai bagian dari beban umum dan administrasi. At the inception date of a contract, the Company assesses whether the contract is, or contains a lease. A contract is, or contains a lease if the contract conveys the right to control
the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Company shall assess whether: - The Company has the right to substantially obtain all economic
benefit from use of the indentified asset; and - The Company has a right to determine the use of identified asset. At the leases commencement date, the Company recognises a right of use asset and a lease liability. At initial recognition, the right of use asset is measured at
initial recognition of lease liability plus total lease payment that has been paid until inception date. The right of use asset is amortised using straight line method throughout the lease term and recognised as general and administrative expense. The lease liability is measured
at the present value of lease cost that shall be paid by the Company to lessor which using the latest series of bond interest rate at lease inception with the closest tenor to the lease term of the underlying asset. For underlying assets that the lease inception occurred before
1 January 2020, the Company discounted the lease liability using bond interest rate of latest series that closest to 1 January 2020 with closest tenor to the remaining lease term of the underlying asset. Interest expense from lease liabilites is recognised as interest expense
and financing charge for one accounting period and increase the outstanding lease liability. The Company opted to not apply SFAS 116 for: - Short term lease; and - Lease for low value asset and; - Lease for intangible assets For short term lease, lease for low value asset
and lease for intangible assets the Company applies the accounting policy for prepaid expense. or recognises lease expense proportionally during the lease period. These expenses are presented as part of general and administrative expenses.
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Investment in associates
Aset takberwujud Aset tak berwujud terdiri dari perpanjangan hak atas tanah dan perangkat lunak yang dibeli oleh Perseroan. Perpanjangan hak atas tanah Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi menggunakan Intangible assets
metode garis lurus sepanjang periode hak tanah. Perangkat lunak Perangkat lunak pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud diukur menggunakan model biaya, dicatat sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi
amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran lainnya
dibebankan pada saat terjadinya. Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya, dimulai dari tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. Estimasi masa manfaat perangkat lunak
adalah lima tahun. Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan jika dianggap tepat. Intangible assets consist of extension of land rights and software acquired by the Company. Extension of land
rights The cost of obtaining an extension or renewal of land rights are recognised as intangible assets and amortised using straight-line method over the period of the land right. Software Software is initially recognised at acquisition cost. After initial recognition, intangible
assets are measured using cost model, stated at cost less accumulated amortisation and accumulated impairment losses. Subsequent expenditure on software assets is capitalised only when it increases the future economic benefits embodied in the specific asset to which
it relates. All other expenditures are expensed as incurred. Amortisation is recognised in the statement of profit or loss on a straight-line method over the estimated useful life of the software, from the date that it is available for use. The estimated useful life of software is five
years. Amortisation method, useful lives and residual values are reviewed at each financial year-end and adjusted, if appropriate.
Beban dibayar dimuka Beban dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Beban dibayar dimuka berupa sewa dan renovasi bangunan sewa diamortisasi selama masa sewa. Prepaid expenses are amortised over the period of benefits using the Prepaid expenses
straight-line method. Prepaid expenses for rent and building renovation for rental offices are amortised over the period of rent.
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Piutang pembiayaan konsumen : Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, dan setelah pengakuan awal, dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga Consumer financing receivables
efektif. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok pembiayaan, yang diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak
berdasarkan tingkat suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen. Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan jika terdapat, keuntungan yang timbul diakui dalam
laba rugi periode berjalan. Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima. Restrukturisasi pembiayaan konsumen
berupa modifikasi persyaratan kredit non substantial yang tidak menghasilkan penghentian pengakuan. Pembiayaan yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai kini atas arus kas kontraktual setelah restrukturisasi yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif
awal. Selisih antara jumlah tercatat bruto piutang pembiayaan konsumen pada tanggal restrukturisasi dengan nilai kini arus kas kontraktual setelah restrukturisasi diakui dalam laba rugi. Fee dan biaya yang timbul dari restrukturisasi menyesuaikan nilai tercatat bruto
setelah modifikasi dan diamortisasi sepanjang sisa tenor. Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas kontraktual dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok pembiayaan yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.
Piutang pembiayaan murabahah : Kontrak murabahah adalah akad jual-beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan Perseroan harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada konsumen. Pada saat
akad murabahah, piutang pembiayaan murabahah diakui sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan (marjin). Keuntungan murabahah diakui selama tahun akad berdasarkan pengakuan marjin dari piutang pembiayaan murabahah. Akad murabahah secara substansi
merupakan suatu pembiayaan, sehingga pengakuan marjin dilakukan berdasarkan standar yang mengatur pembiayaan, seperti yang disebutkan di kebijakan pembiayaan konsumen. Piutang pembiayaan murabahah akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari
180 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima. Dalam hal restrukturisasi piutang pembiayaan murabahah dilakukan dengan modifikasi persyaratan pembiayaan non substansial yang tidak
menghasilkan penghentian pengakuan, Perseroan memberikan masa cuti angsuran dan pengunduran jatuh tempo kepada konsumen namun tidak mengubah total sisa piutang pembiayaan murabahah (baik pokok maupun margin) yang harus dibayarkan oleh konsumen.
Perseroan mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif, dengan tidak mengakui amortisasi marjin serta amortisasi biaya perolehan pada saat cuti angsuran. Pendapatan marjin setelah restrukturisasi akan diakui sebesar jumlah marjin yang ditentukan dalam
persyaratan pembiayaan baru yang tidak mengubah total sisa piutang. Piutang sewa pembiayaan (Perseroan sebagai pesewa) : Pembiayaan sewa Perseroan meliputi piutang sewa pembiayaan - konvensional dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik (“IMBT”) - syariah.
Pembiayaan sewa - konvensional : Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan
suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Perseroan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan sebesar jumlah yang sama dengan investasi
sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan penghasilan sewa pembiayaan. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas
investasi neto. Piutang sewa pembiayaan akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima. IMBT - syariah : Perseroan mengakui aset IMBT sebesar
Page 11
harga perolehan aset IMBT pada saat akad IMBT. Setelah pengakuan awal, pokok aset IMBT diamortisasi secara garis lurus sepanjang masa sewa. Pengakuan penghasilan IMBT neto sebesar angsuran IMBT dikurangi dengan amortisasi pokok aset IMBT. Aset terkait
pembiayaan IMBT akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima. Consumer financing receivables : Consumer financing receivables are classified
as financial assets measured at amortised cost, and subsequent to initial recognition, are carried at amortised cost using the effective interest method. Unearned consumer financing income represents the difference between total installments to be received from the
consumer and the principal amount financed, which is recognised as income over the term of the contract based on effective interest rate of the related consumer financing receivable. Early termination of a contract is treated as a cancellation of an existing contract and the
resulting gain, if any, is recognised in the current period profit or loss. Consumer financing receivables will be written-off when they are overdue for more than 180 days. Recoveries from written-off receivables are recognised as other income upon receipt. Restructuring of
consumer financing is a non substantial modification of the terms of the loans which does not result in derecognition. Restructured financing are stated at present value of discounted contractual cash flows after restructuring using initial effective interest rate. Differences
arising from the gross carrying value of the consumer financing receivables at the time of restructuring with present value of contractual cash flows after restructuring are recognized to profit or loss. Fee and cost arising from the restructuring adjust the gross carrying
amount after modification and amortised along remaining tenor. Thereafter, all the contractual cash flows under the new terms shall be accounted for as the repayment of principal and interest income, in accordance with the restructuring scheme. Murabahah financing
receivables : Murabahah contract is sell-buy goods contract with selling price amounting to acquisition cost plus agreed margin, and the Company must disclose the acquisition cost to consumer. When the murabahah contract is signed, murabahah financing receivables
are recognised at acquisition cost plus agreed margin. Murabahah margin is recognised over the year of the contract based on margin of the murabahah financing receivables. Substantially, murabahah contract is a financing transaction, so that margin recognition is based
on standards which regulate financing transaction, as mentioned in consumer financing policy. Murabahah financing receivables will be written-off when they are overdue for more than 180 days. Recoveries from written-off receivables are recognised as other income upon
receipt. In term of restructuring of murabahah financing receivables through non substantial modification of financing terms which does not result in derecognition, the Company provides payment holiday and tenor extention to the consumer but did not change the
outstanding of murabahah financing receivables (both principal and margin) that have to be paid by the consumer. The Company records the impact from restructuring prospectively, by not recognising the amortisation of margin and amortisation of acquisition costs during
the payment holiday. Margin income after restructuring will be recognised at the margin amount stated under the new financing terms which did not change the outstanding receivables. Finance lease receivables (the Company as a lessor) : The Company’s lease financing
consists of finance lease receivables - conventional and Ijarah Muntahiyah Bittamlik (“IMBT”) - sharia. Finance lease - conventional : The determination of whether an arrangement is, or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date and
whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset and the arrangement conveys a right to use the asset. Leases are classified as finance leases if the leases transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the
leased assets. Leases are classified as operating leases if the leases do not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. The Company recognised assets of financial lease receivable at an amount equal to the net investment
in the lease. Lease payment is treated as repayment of principal and financing lease income. The recognition of financing lease income is based on a pattern reflecting a constant periodic rate of return on the Company’s net investment in the financing lease. The Company
acts as a lessor in finance leases. Finance lease receivables will be written-off when they are overdue for more than 180 days. Recoveries from written-off receivables are recognised as other income upon receipt. IMBT - sharia : The Company recognises IMBT asset at
cost to acquire IMBT Assets when the IMBT contract is signed. After initial recognition, principal IMBT asset is amortised on a straight-line basis over the lease term. The recognition of IMBT income, net is based on installment of IMBT less the amortisation of principal
IMBT asset. Asset related to IMBT financing will be written-off when they are overdue for more than 180 days. Recoveries from written-off receivables are recognised as other income upon receipt.
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Deposits from customers and deposits from other banks
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Securities purchased under resell agreements
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Stock issuance cost
Instrumen keuangan 1. Klasifikasi : Perseroan mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan ke dalam klasifikasi aset/liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan aset/liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Aset Financial instruments
keuangan diklasifikasikan berdasarkan model bisnis dimana aset keuangan tersebut dimiliki, dan karakteristik arus kas kontraktualnya. Model bisnis merefleksikan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Aset keuangan hanya
dapat dikategorikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika instrumen dimiliki dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (“hold to collect”), dan dimana arus kas kontraktual tersebut semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI). ‘Pokok’ didefinisikan sebagai
nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal. ‘Bunga’ didefinisikan sebagai: - imbalan untuk nilai waktu atas uang; - risiko kredit yang terkait dengan jumlah pokok yang terutang selama periode waktu tertentu; - risiko dan biaya pinjaman dasar lainnya (misalnya
risiko likuiditas dan biaya administrasi); dan - marjin keuntungan. Dalam menilai apakah arus kas kontraktual adalah SPPI, Perseroan mempertimbangkan ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Hal ini termasuk menilai apakah aset keuangan mengandung ketentuan
kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual sehingga tidak memenuhi kondisi ini. Dalam melakukan penilaian, Perseroan mempertimbangkan ketentuan percepatan perlunasan dan perpanjangan. 2. Pengakuan : Perseroan pada awalnya
mengakui aset keuangan dan liabilitas keuangan pada tanggal perolehan. Perseroan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian ketika mencatat transaksi aset keuangan. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan Perseroan diukur pada nilai
wajar ditambah/dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset keuangan
dan liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila
instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada
awal pengakuan kewajiban. Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan pembiayaan konsumen, marjin murabahah dan sewa pembiayaan untuk biaya transaksi
sehubungan dengan aset keuangan dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas keuangan. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi dicatat sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Sedangkan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat sebesar nilai wajar. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. 3. Penghentian pengakuan : Perseroan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau pada saat Perseroan
mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau kewajiban atas aset
keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perseroan diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah. Perseroan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau
kadaluwarsa. Dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perseroan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perseroan tidak lagi memiliki pengendalian atas
aset tersebut. Hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perseroan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar
keterlibatan berkelanjutan, yang ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset yang ditransfer. Perseroan menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa tidak ada prospek pemulihan yang realistis atas aset keuangan tersebut, contoh saldo
piutang pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan murabahah dan piutang sewa pembiayaan yang telah menunggak lebih dari 180 hari, karena dianggap tidak ada prospek pemulihan yang realistis dan tidak dapat ditagih lagi. Perseroan tetap melakukan usaha
penagihan aset keuangan yang telah dihapuskan sesuai dengan hukum yang berlaku. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi. 4. Saling hapus : Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan
jika, dan hanya jika, Perseroan memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak
yang berkekuatan hukum bukan bersifat kontinjen untuk suatu peristiwa dimasa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum baik dalam situasi bisnis yang normal, atau dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan dari Perseroan atau
pihak lawan. Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi. 5. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi : Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas
keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dikurangi
penyisihan kerugian penurunan nilai. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau, jika lebih tepat, digunakan
periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam
instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian di masa mendatang. Perhitungan suku bunga efektif mencakup seluruh fees dan costs yang diterima atau dibayarkan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, termasuk biaya
transaksi. 6. Pengukuran nilai wajar : Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal
pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Perseroan memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya. Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar
instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi
yang wajar. Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Perseroan menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami,
berkeinginan, dan jika tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing model). Teknik penilaian yang dipilih
memaksimalkan penggunaan input pasar, dan meminimalkan penggunaan taksiran yang bersifat spesifik dari Perseroan, memasukkan semua faktor yang akan dipertimbangkan oleh para pelaku pasar dalam menetapkan suatu harga dan konsisten dengan metodologi
ekonomi yang diterima dalam penetapan harga instrumen keuangan. Input yang digunakan dalam teknik penilaian secara memadai mencerminkan ekspektasi pasar dan ukuran atas faktor risiko dan pengembalian (risk-return) yang melekat pada instrumen keuangan.
Perseroan mengkalibrasi teknik penilaian dan menguji validitasnya dengan menggunakan harga-harga dari transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi untuk instrumen yang sama atau atas dasar data pasar lainnya yang tersedia yang dapat diobservasi. Bukti terbaik
atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan perbandingan dengan transaksi pasar
terkini yang dapat diobservasi dari suatu instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang), atau berdasarkan suatu teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi. Jika harga transaksi memberikan bukti
terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya diperoleh dari model penilaian diakui dalam laporan laba rugi setelah pengakuan awal
tergantung pada masing-masing fakta dan keadaaan dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas
instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang dilakukan untuk memasukkan risiko kredit Perseroan dan pihak lawan, mana yang lebih sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lainnya,
seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model penilaian, sepanjang Perseroan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar pihak ketiga akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam penetapan harga suatu transaksi. Perseroan mengukur nilai wajar untuk instrumen
keuangan yang diakui pada nilai wajar dengan menggunakan tingkat hirarki berikut ini: - Tingkat 1: Harga kuotasi di pasar yang aktif untuk instrumen keuangan yang sejenis, - Tingkat 2: Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi, - Tingkat 3: Teknik
penilaian menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi. 1. Classification : The Company classifies the financial assets and liabilities into financial assets/liabilities measured at amortised cost and financial assets/liabilities measured at fair value through other
comprehensive income. Financial assets are classified based on the business model within which they are held, and their contractual cash flow characteristics. The business model reflects how groups of financial assets are managed to achieve a particular business
objective. Financial assets can only be held at amortized cost if the instruments are held in order to collect the contractual cash flows (“hold to collect”), and where those contractual cash flows are solely payments of principal and interest (SPPI). ‘Principal’ is defined as the
fair value of the financial asset on initial recognition. ‘Interest’ is defined as consideration for: - the time value of money; - credit risk associated with the principal amount outstanding during a particular period of time; - other basic lending risks and costs (e.g. liquidity risk and
administrative costs); and - profit margin. In assessing whether the contractual cash flows are SPPI, the Company considers the contractual terms of the instrument. This includes assessing whether the financial asset contains a contractual term that could change the
timing or amount of contractual cash flows such that it would not meet this condition. In making the assessment, the Company considers prepayment and extension terms. 2. Recognition : The Company initially recognises financial assets and financial liabilities on the date
of origination. The Company uses settlement date accounting when recording financial assets transactions. At initial recognition, the Company’s financial assets or financial liabilities are measured at fair values plus/minus transaction costs that are directly attributable to the
acquisition of financial assets or issuance of financial liabilities. The subsequent measurement of financial assets and financial liabilities depends on their classification. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial
asset or issuance of a financial liability and they are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. In the case of financial assets, transaction costs are added to the amount recognised initially, while for financial
liabilities, transaction costs are deducted from the amount of debt recognised initially. Such transaction costs are amortised over the terms of the instruments based on the effective interest method and are recorded as part of consumer financing, murabahah margin and
finance leases income for transaction costs related to financial assets and as part of interest expenses for transaction costs related to financial liabilities. Subsequent to initial recognition, financial assets classified as amortised cost are measured at amortised cost using the
effective interest method. While financial assets measured at fair value through other comprehensive income are measured at fair value. Subsequent to initial recognition, financial liabilities are measured at amortised cost using the effective interest method. 3.
Derecognition : The Company derecognises a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when the Company transfers the rights to receive the contractual cash flows on the financial asset in a transaction in which substantially all
the risks and rewards of ownership of the financial asset are transferred. Any rights and obligations in transferred financial assets that are created or retained by the Company are recognised as a separate asset or liability. The Company derecognises a financial liability
when its contractual obligations are discharged or cancelled or expired. In transactions where the Company neither retains nor transfers substantially all the risks and rewards of ownership of a financial asset, the Company derecognises the asset if it does not retain control
over the asset. The rights and obligations retained in the transfer are recognised separately as assets and liabilities as appropriate. In transfers where control over the asset is retained, the Company continues to recognise the asset to the extent of its continuing
involvement, determined by the extent to which it is exposed to changes in the value of the transferred asset. The Company writes off a financial asset when there is information indicating that there is no realistic prospect of recovery, e.g. consumer financing receivable,
murabahah financing receivables and finance lease receivables are over 180 days past due, since it is considered there is no realistic prospect of recovery and uncollectible. The Company continues to collect the written off financial asset align with the applicable law. Any
recoveries made are recognized in profit or loss. 4. Offsetting : Financial assets and financial liabilities shall be offset and the net amount is presented in the statement of financial position when and only when, the Company has a legally enforceable right to set off the
amounts and intends either to settle on a net basis or to realise the asset and settle the liability simultaneously. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default,
insolvency or bankruptcy of the Company or the counterparty. Income and expense are presented on a net basis only when permitted by accounting standards. 5. Amortised cost measurement : The amortised cost of a financial asset or financial liability is the amount at
which the financial asset or liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortisation using the effective interest method of any difference between the initial amount and the maturity amount, minus any reduction for
impairment. The effective interest rate is the rate that exactly discounts the estimated future cash payments and receipts through the expected life of the financial asset or financial liability (or, where appropriate, a shorter period) to the carrying amount of the financial asset
or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Company estimates future cash flows considering all contractual terms of the financial instrument, but not future credit losses. The calculation of the effective interest rate includes all fees and costs
received or paid that are an integral part of the effective interest rate, including transaction costs. 6. Fair value measurement : Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at
the measurement date in the principal market or, in its absence, the most advantageous market to which the Company has access at that date. The fair value of a liability reflects its non-performance risk. When available, the Company measures the fair value of an
instrument using quoted prices in an active market for that instrument. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available and represent actual and regularly occurring market transactions on an arm's length basis. If a market for a financial
instrument is not active, the Company establishes fair value using a valuation technique. Valuation techniques include using recent arm's length transactions between knowledgeable and willing parties, and if available, reference to the current fair value of other instruments
that are substantially the same, discounted cash flows analysis and option pricing models. The chosen valuation technique makes maximum use of market inputs, relies as little as possible on estimates specific to the Company, incorporates all factors that market
participants would consider in setting a price, and is consistent with accepted economic methodologies for pricing financial instruments. Inputs to valuation techniques reasonably represent market expectations and measures of the risk-return factors inherent in the financial
instrument. The Company calibrates valuation techniques and tests them for validity using prices from observable current market transactions in the same instrument or based on other available observable market data. The best evidence of the fair value of a financial
instrument at initial recognition is the transaction price, i.e., the fair value of the consideration given or received, unless the fair value of that instrument is evidenced by comparison with the other observable current market transactions in the same instrument (i.e., without
modification or repackaging), or based on a valuation technique whose variables include only data from observable markets. When transaction price provides the best evidence of fair value at initial recognition, the financial instrument is initially measured at the transaction
price and any difference between this price and the value initially obtained from a valuation model is subsequently recognised in the statement of profit or loss depending on the individual facts and circumstances of the transaction but not later than when the valuation is
supported wholly by observable market data or the transaction is closed out. Fair values reflect the credit risk of the financial instruments and include adjustments to take into account the credit risk of the Company and counterparty where appropriate. Fair value estimates
obtained from models are adjusted for any other factors, such as liquidity risk or valuation model uncertainties, to the extent that the Company believes a third-party market participation would take them into account in pricing a transaction. The Company measures fair
value for financial instrument recognised at fair values using the following hierarchy level: - Level 1: Quoted market price in an active market for an identical instrument, - Level 2: Valuation techniques based on observable inputs, - Level 3: Valuation techniques using
significant unobservable.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Events after reporting period
Page 12
Penerapan standar akuntansi baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2024 sebagai berikut: • Revisi atas PSAK 409 "Akuntansi Zakat, Infak, Adoption of new accounting standards
dan Sedekah" • Revisi atas PSAK 401 "Penyajian Laporan Keuangan Syariah" • Amandemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" • Amendemen PSAK 116 "Sewa" • Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" • Amandemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perseroan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau periode sebelumnya. Financial Accounting
Standards Board (DSAK) and Sharia Accounting Standards Board (DSAS) have issued the following new standards, amendments and interpretations which are effective as at 1 January 2024 as follows: • Revision on SFAS 409 “Zakat, Infak and Sedekah Accounting" •
Revision on SFAS 401 “Presentation of Sharia Financial Statement" • Amendment to SFAS 201 "Presentation of Financial Statement" • Amendment to SFAS 116 "Lease" • Amendment to SFAS 207 "Statement of Cash Flows" • Amendment to SFAS 107 "Financial
Instruments: Disclosures" The implementation of the above standards did not result in changes to the Company’s accounting policies and had no material impact on the amounts reported for current period or prior period.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi berikut, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2024 sebagai berikut: • PSAK 117 "Kontrak Asuransi" • PSAK 221 "Pengaruh Accounting standards issued but not yet effective
Perubahan Kurs Valuta Asing" Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2025. Pada saat penerbitan laporan keuangan Perseroan masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut pada laporan keuangan
Perseroan. Financial Accounting Standards Board (DSAK) has issued the following new standards, amendments and interpretations, but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2024 as follows: • SFAS 117 "Insurance Contracts" • SFAS 221 "Effect of
Changes in Foreign Exchange Rates” The above standards will be effective on 1 January 2025. As at the authorisation date of these financial statements, the Company is still evaluating the potential impact of these new and revised standards to the Company’s financial
statements.
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities
Page 13
[8611000_BD] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement (breakdown) - Financing Industry
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 72,050 0 (0) 0 72,050 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 44,546 0 (0) 0 44,546 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung 0 Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung 0 Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung 0 Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 723,096 7,006 ( 8,929 ) 0 721,173 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 1,460 0 (0) 0 1,460 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung 0 Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung 0 BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung 0 Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung 0 Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung 0 Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 0 Others, directly owned
Dimiliki langsung 841,152 7,006 ( 8,929 ) 0 839,229 Directly owned
Mesin, aset hak guna 0 Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna 0 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna 0 Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 0 Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna 0 Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna 0 Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna 0 BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna 0 Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna 0 Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna 0 Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 0 Others, right of use assets
Aset hak guna 0 Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian 19,412 13,918 (0) 0 33,330 Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian 0 Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian 0 Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian 0 Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian 0 Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian 19,412 13,918 (0) 0 33,330 Assets under construction
Aset tetap 860,564 20,924 ( 8,929 ) 0 0 0 0 (0) 872,559 Property, plant, and equipment
Akumulasi depresiasi Tanah, dimiliki langsung 0 Land, directly owned Carrying amount, accumulated depreciation
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 34,247 474 (0) 0 34,721 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung 0 Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung 0 Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung 0 Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 596,171 11,636 ( 8,906 ) 0 598,901 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 442 65 (0) 0 507 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung 0 Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung 0 BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung 0 Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung 0 Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung 0 Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 0 Others, directly owned
Dimiliki langsung 630,860 12,175 ( 8,906 ) 0 634,129 Directly owned
Mesin, aset hak guna 0 Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna 0 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna 0 Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 0 Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna 0 Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna 0 Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna 0 BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna 0 Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna 0 Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna 0 Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 0 Others, right of use assets
Aset hak guna 0 Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian 0 Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian 0 Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian 0 Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian 0 Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian 0 Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian 0 Assets under construction
Aset tetap 630,860 12,175 ( 8,906 ) 0 0 0 0 (0) 634,129 Property, plant, and equipment
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan Nilai perolehan 229,704 8,749 ( 23 ) 238,430 Carrying amount Carrying amount
Page 14
[8611000_BD] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement (breakdown) - Financing Industry - Prior Year
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 72,050 0 (0) 0 72,050 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 44,546 0 (0) 0 44,546 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung 0 Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung 0 Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung 0 Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 647,999 97,875 ( 22,778 ) 0 723,096 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 1,525 0 ( 65 ) 0 1,460 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung 0 Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung 0 BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung 0 Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung 0 Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung 0 Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 0 Others, directly owned
Dimiliki langsung 766,120 97,875 ( 22,843 ) 0 0 0 0 (0) 841,152 Directly owned
Mesin, aset hak guna 0 Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna 0 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna 0 Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 0 Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna 0 Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna 0 Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna 0 BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna 0 Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna 0 Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna 0 Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 0 Others, right of use assets
Aset hak guna 0 Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian 0 19,412 (0) 0 19,412 Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian 0 Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian 0 Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian 0 Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian 0 Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian 0 19,412 (0) 0 19,412 Assets under construction
Aset tetap 766,120 117,287 ( 22,843 ) 0 0 0 0 (0) 860,564 Property, plant, and equipment
Akumulasi depresiasi Tanah, dimiliki langsung 0 Land, directly owned Carrying amount, accumulated depreciation
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 32,274 1,973 (0) 0 34,247 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung 0 Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung 0 Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung 0 Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 571,837 46,467 ( 22,133 ) 0 596,171 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 246 261 ( 65 ) 0 442 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung 0 Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung 0 BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung 0 Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung 0 Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung 0 Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 0 Others, directly owned
Dimiliki langsung 604,357 48,701 ( 22,198 ) 0 0 0 0 (0) 630,860 Directly owned
Mesin, aset hak guna 0 Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna 0 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna 0 Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 0 Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna 0 Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna 0 Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna 0 BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna 0 Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna 0 Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna 0 Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 0 Others, right of use assets
Aset hak guna 0 Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian 0 Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian 0 Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian 0 Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian 0 Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian 0 Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian 0 Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian 0 Assets under construction
Aset tetap 604,357 48,701 ( 22,198 ) 0 0 0 0 (0) 630,860 Property, plant, and equipment
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan Nilai perolehan 161,763 68,586 ( 645 ) 229,704 Carrying amount Carrying amount
Page 15
[8611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
2024-03-31
Pengungkapan Disclosure
Pengungkapan catatan atas aset tetap Seluruh aset tetap Perseroan merupakan aset kepemilikan langsung. All of the Company’s fixed assets are direct ownership assets. Hak atas tanah berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu masa penggunaan akan berakhir antara tahun 2025 Disclosure of notes for property, plant and equipment
sampai dengan tahun 2044. Manajemen berpendapat bahwa hak kepemilikan atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang pada saat jatuh tempo. The land rights are in the form of certificate of Hak Guna Bangunan (HGB), which will be due from 2025 to
2044. Management believes that the land rights can be renewed or extended upon expiration. Laba/(rugi) atas pelepasan aset tetap diakui sebagai bagian dari “Pendapatan Lain-lain” pada laporan laba rugi. Gain/(loss) on disposal of fixed assets is recognised as part of
“Other Income” in the statement of profit or loss. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, pihak berelasi, terhadap risiko kerugian kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya
dengan nilai pertanggungan masing-masing sejumlah Rp190.790 dan Rp149.395. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut sudah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. As of 31 March 2024 and 31
December 2023, fixed assets, except for land, were insured by PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, a related party, against losses arising from fire, flood and other risks with a total insurance coverage amounting to Rp190,790 and Rp149,395, respectively. Management
believes that the coverage is adequate to cover possible losses from such risks. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap dengan harga perolehan masing-masing sebesar Rp500.572 dan Rp498.260 telah disusutkan penuh dan masih digunakan
oleh Perseroan. As of 31 March 2024 and 31 December 2023, fixed assets with acquisition cost amounting to Rp500,572 and Rp498,260 have been fully depreciated and are still being used by the Company, respectively. Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. There were no fixed assets pledged as collateral as of 31 March 2024 and 31 December 2023. Tidak ada beban bunga pinjaman yang dikapitalisasi sebagai aset tetap untuk periode tiga bulan berakhir 31 Maret 2024 dan
2023. There were no interest expenses from borrowings which were capitalised to fixed assets for three-month periods ended 31 March 2024 and 2023. Berdasarkan evaluasi manajemen Perseroan, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan
adanya penurunan nilai aset tetap Perseroan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Based on management’s assessment, there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in value of fixed assets as of 31 March 2024 and
31 December 2023. Estimasi nilai wajar aset tetap Perseroan (tanah dan bangunan berdasarkan nilai jual objek pajak) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp177.970. The estimated fair value of the Company’s fixed assets (land and building
based on tax object sale value) as of 31 March 2024 and 31 December 2023 amounted Rp177,970. Pada tanggal 31 Maret 2024, persentase nilai tercatat bangunan dalam penyelesaian terhadap estimasi nilai kontrak adalah 53,75% dan diperkirakan akan selesai pada
tahun 2024. As of 31 March 2024 the percentage of carrying amount of building in progress to the estimated contract value is 53.75% and estimated to be completed in 2024. Tidak ada aset tetap yang tidak dipakai sementara. There are no fixed assets that are not used
temporarily. Tidak ada aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. There are no fixed assets that have been discontinued from active use and are not classified as held for sale.
Page 16
[8612000_BD] Notes to the financial statements - Right of Use Assets (breakdown) - Financing Industry
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan, kotor Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets Carrying amount, gross
Alat pengangkutan, aset hak guna Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 466,081 25,847 ( 21,422 ) 470,506 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 13,744 0 (0) 13,744 Others, right of use assets
Aset hak guna 479,825 25,847 ( 21,422 ) 0 0 0 0 (0) 484,250 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Mesin, aset hak guna 0 Machinery, right of use assets Carrying amount, accumulated depreciation
Alat pengangkutan, aset hak guna 0 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna 0 Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 211,328 23,710 ( 21,422 ) 213,616 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 6,015 2,015 (0) 8,030 Others, right of use assets
Aset hak guna 217,343 25,725 ( 21,422 ) 0 0 0 0 (0) 221,646 Right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan Aset hak guna 262,482 122 (0) 262,604 Right of use assets Carrying amount
Page 17
[8612000_BD] Notes to the financial statements - Right of Use Assets (breakdown) - Financing Industry - Prior Year
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan, kotor Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets Carrying amount, gross
Alat pengangkutan, aset hak guna Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 445,893 87,777 ( 67,589 ) 466,081 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 22,990 5,482 ( 14,728 ) 13,744 Others, right of use assets
Aset hak guna 468,883 93,259 ( 82,317 ) 0 0 0 0 (0) 479,825 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Mesin, aset hak guna 0 Machinery, right of use assets Carrying amount, accumulated depreciation
Alat pengangkutan, aset hak guna 0 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna 0 Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 186,103 92,814 ( 67,589 ) 211,328 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna 0 Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna 0 Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 13,618 7,125 ( 14,728 ) 6,015 Others, right of use assets
Aset hak guna 199,721 99,939 ( 82,317 ) 0 0 0 0 (0) 217,343 Right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan Aset hak guna 269,162 ( 6,680 ) (0) 262,482 Right of use assets Carrying amount
Page 18
[8634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai dalam mata uang
Nama obligasi Mata uang Jumlah obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
asing
Bonds payable, amount in foreign
Bond name Currency Total bonds payable, gross Due date for bonds payable Interest rate Interest rate type
currency
Nama obligasi 1 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II - IDR 0 30,375 09 November 2028 0.0655 Fixed Bond name 1
Seri C
Nama obligasi 2 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II - IDR 0 385,235 09 November 2026 0.065 Fixed Bond name 2
Seri B
Nama obligasi 3 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II - IDR 0 834,390 19 November 2024 0.061500000000000006 Fixed Bond name 3
Seri A
Nama obligasi 4 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I - IDR 0 885,000 07 Juli 2028 0.0625 Fixed Bond name 4
Seri C
Nama obligasi 5 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I - IDR 0 410,000 07 Juli 2026 0.06 Fixed Bond name 5
Seri B
Nama obligasi 6 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I - IDR 0 405,000 17 Juli 2024 0.055 Fixed Bond name 6
Seri A
Nama obligasi 7 Obligasi Berkelanjutan V Tahap III - IDR 0 250,000 22 Maret 2027 0.0625 Fixed Bond name 7
Seri C
Nama obligasi 8 Obligasi Berkelanjutan V Tahap III - IDR 0 830,000 22 Maret 2025 0.055999999999999994 Fixed Bond name 8
Seri B
Nama obligasi 9 Obligasi Berkelanjutan V Tahap II - IDR 0 741,000 23 Juli 2024 0.055 Fixed Bond name 9
Seri B
Nama obligasi 10 Obligasi Berkelanjutan IV Tahap VI IDR 0 190,000 04 Oktober 2024 0.081 Fixed Bond name 10
- Seri C
Obligasi lainnya Obligasi Lainnya IDR 0 607,750 16 April 2024 0.0915 Fixed Other bonds
Nama obligasi 5,568,750 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
2024-03-31 2023-12-31
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Jumlah obligasi, kotor 5,568,750 5,896,750 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 9,621 ) ( 11,644 ) Unamortized bond issuance cost
Jumlah utang obligasi, bersih 5,559,129 5,885,106 Total bonds payable, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas utang obligasi 3,604,810 3,102,380 Current maturities of bonds payable
Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi 1,954,319 2,782,726 Long-term bonds payable
Page 19
[8634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry - Prior Year
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai dalam mata uang
Nama obligasi Mata uang Jumlah obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
asing
Bonds payable, amount in foreign
Bond name Currency Total bonds payable, gross Due date for bonds payable Interest rate Interest rate type
currency
Nama obligasi 1 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II - IDR 0 30,375 09 November 2028 0.0655 Fixed Bond name 1
Seri C
Nama obligasi 2 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II - IDR 0 385,235 09 November 2026 0.065 Fixed Bond name 2
Seri B
Nama obligasi 3 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II - IDR 0 834,390 19 November 2024 0.061500000000000006 Fixed Bond name 3
Seri A
Nama obligasi 4 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I - IDR 0 885,000 07 Juli 2028 0.0625 Fixed Bond name 4
Seri C
Nama obligasi 5 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I - IDR 0 410,000 07 Juli 2026 0.06 Fixed Bond name 5
Seri B
Nama obligasi 6 Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I - IDR 0 405,000 17 Juli 2024 0.055 Fixed Bond name 6
Seri A
Nama obligasi 7 Obligasi Berkelanjutan V Tahap III - IDR 0 250,000 22 Maret 2027 0.0625 Fixed Bond name 7
Seri C
Nama obligasi 8 Obligasi Berkelanjutan V Tahap III - IDR 0 830,000 22 Maret 2025 0.055999999999999994 Fixed Bond name 8
Seri B
Nama obligasi 9 Obligasi Berkelanjutan V Tahap II - IDR 0 741,000 23 Juli 2024 0.055 Fixed Bond name 9
Seri B
Nama obligasi 10 Obligasi Berkelanjutan IV Tahap VI IDR 0 190,000 04 Oktober 2024 0.081 Fixed Bond name 10
- Seri C
Obligasi lainnya Obligasi Lainnya IDR 0 935,750 16 April 2024 0,0915 - 0,095 Fixed Other bonds
Nama obligasi 5,896,750 Bond name
Page 20
[8695000_BD] Notes to the financial statements - Borrowings, by creditor, by currency (breakdown) - Financing Industry
2024-03-31
Catatan pinjaman Notes for borrowings Catatan pinjaman Notes for borrowings
Catatan pinjaman [baris komponen] Catatan pinjaman [baris komponen]
Pinjaman dalam mata uang asing Pinjaman Pinjaman dalam mata uang asing Pinjaman
Bank Central Asia Tbk IDR 948,438 Bank Central Asia Tbk IDR Bank Central Asia Tbk IDR 0 1,064,698 Bank Central Asia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 948,438 Currency Mata uang 1,064,698 Currency
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR 0 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR 0 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 1,477,463 Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 1,727,299 Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 1,477,463 Currency Mata uang 1,727,299 Currency
Bank Syariah Indonesia Tbk IDR 0 Bank Syariah Indonesia Tbk IDR Bank Syariah Indonesia Tbk IDR 0 Bank Syariah Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR 299,557 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR 0 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 299,557 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Jago Tbk IDR 0 Bank Jago Tbk IDR Bank Jago Tbk IDR 0 Bank Jago Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Permata Tbk IDR 0 Bank Permata Tbk IDR Bank Permata Tbk IDR 0 Bank Permata Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Mega Tbk IDR 0 Bank Mega Tbk IDR Bank Mega Tbk IDR 0 Bank Mega Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Mayapada Internasional Tbk IDR 0 Bank Mayapada Internasional Tbk IDR Bank Mayapada Internasional Tbk IDR 0 Bank Mayapada Internasional Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Danamon Indonesia Tbk IDR 768,333 Bank Danamon Indonesia Tbk IDR Bank Danamon Indonesia Tbk IDR 992,083 Bank Danamon Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
Page 21
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 768,333 Currency Mata uang 992,083 Currency
Bank BTPN Syariah Tbk IDR 0 Bank BTPN Syariah Tbk IDR Bank BTPN Syariah Tbk IDR 0 Bank BTPN Syariah Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Maybank Indonesia Tbk IDR 1,501,990 Bank Maybank Indonesia Tbk IDR Bank Maybank Indonesia Tbk IDR 1,551,605 Bank Maybank Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 1,501,990 Currency Mata uang 1,551,605 Currency
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 2,700,810 Bank Pan Indonesia Tbk IDR Bank Pan Indonesia Tbk IDR 1,931,525 Bank Pan Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 2,700,810 Currency Mata uang 1,931,525 Currency
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 0 Bank Cimb Niaga Tbk IDR Bank Cimb Niaga Tbk IDR 0 Bank Cimb Niaga Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR 0 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR 0 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Btpn Tbk IDR 0 Bank Btpn Tbk IDR Bank Btpn Tbk IDR 0 Bank Btpn Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR 0 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR 0 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 0 Bank OCBC Nisp Tbk IDR Bank OCBC Nisp Tbk IDR 0 Bank OCBC Nisp Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank KB Bukopin Tbk IDR 0 Bank KB Bukopin Tbk IDR Bank KB Bukopin Tbk IDR 0 Bank KB Bukopin Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 0 Currency Mata uang 0 Currency
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR 316,577 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR 181,623 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 316,577 Currency Mata uang 181,623 Currency
Pinjaman sindikasi IDR Syndicated bank loans IDR Pinjaman sindikasi IDR Syndicated bank loans IDR
Page 22
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD 40 634,200 USD USD 0 USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 634,200 Currency Mata uang 0 Currency
Bank asing lainnya IDR 1,853,668 Other foreign banks IDR Bank asing lainnya IDR 1,320,625 Other foreign banks IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY 13,820 1,446,966 JPY JPY 2,160 235,181 JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 3,300,634 Currency Mata uang 1,555,806 Currency
Bank lokal lainnya IDR 258,333 Other local banks IDR Bank lokal lainnya IDR 308,333 Other local banks IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Mata uang 258,333 Currency Mata uang 308,333 Currency
2024-03-31
Catatan pinjaman Notes for borrowings Catatan pinjaman Notes for borrowings
Catatan pinjaman [baris komponen] Catatan pinjaman [baris komponen]
Pinjaman dalam mata uang asing Pinjaman Pinjaman dalam mata uang asing Pinjaman
Kreditur nama bank Mata uang 13,860 12,206,335 Creditor bank name Currency Kreditur nama bank Mata uang 2,160 9,312,972 Creditor bank name Currency
Page 23
[8697000_BD] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity Interest Information (breakdown) - Financing Industry
2024-03-31
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas [baris komponen] Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas [baris komponen]
Utang bank berdasarkan tingkat Utang bank berdasarkan tingkat
Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga
likuiditas, nilai dalam mata uang asing likuiditas, nilai dalam mata uang asing
Bank Central Asia Tbk IDR Bank Central Asia Tbk IDR Bank Central Asia Tbk IDR Bank Central Asia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Syariah Indonesia Tbk IDR Bank Syariah Indonesia Tbk IDR Bank Syariah Indonesia Tbk IDR Bank Syariah Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Jago Tbk IDR Bank Jago Tbk IDR Bank Jago Tbk IDR Bank Jago Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Permata Tbk IDR Bank Permata Tbk IDR Bank Permata Tbk IDR Bank Permata Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Mega Tbk IDR Bank Mega Tbk IDR Bank Mega Tbk IDR Bank Mega Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Mayapada Internasional Tbk IDR Bank Mayapada Internasional Tbk IDR Bank Mayapada Internasional Tbk IDR Bank Mayapada Internasional Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Danamon Indonesia Tbk IDR Bank Danamon Indonesia Tbk IDR Bank Danamon Indonesia Tbk IDR Bank Danamon Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank BTPN Syariah Tbk IDR Bank BTPN Syariah Tbk IDR Bank BTPN Syariah Tbk IDR Bank BTPN Syariah Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
Page 24
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Maybank Indonesia Tbk IDR Bank Maybank Indonesia Tbk IDR Bank Maybank Indonesia Tbk IDR Bank Maybank Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Pan Indonesia Tbk IDR Bank Pan Indonesia Tbk IDR Bank Pan Indonesia Tbk IDR Bank Pan Indonesia Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Cimb Niaga Tbk IDR Bank Cimb Niaga Tbk IDR Bank Cimb Niaga Tbk IDR Bank Cimb Niaga Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Btpn Tbk IDR Bank Btpn Tbk IDR Bank Btpn Tbk IDR Bank Btpn Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank OCBC Nisp Tbk IDR Bank OCBC Nisp Tbk IDR Bank OCBC Nisp Tbk IDR Bank OCBC Nisp Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank KB Bukopin Tbk IDR Bank KB Bukopin Tbk IDR Bank KB Bukopin Tbk IDR Bank KB Bukopin Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Pinjaman sindikasi IDR Syndicated bank loans IDR Pinjaman sindikasi IDR Syndicated bank loans IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank asing lainnya IDR Other foreign banks IDR Bank asing lainnya IDR Other foreign banks IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
Page 25
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
Bank lokal lainnya IDR Other local banks IDR Bank lokal lainnya IDR Other local banks IDR
AUD AUD AUD AUD
CAD CAD CAD CAD
CNY CNY CNY CNY
EUR EUR EUR EUR
HKD HKD HKD HKD
GBP GBP GBP GBP
JPY JPY JPY JPY
SGD SGD SGD SGD
THB THB THB THB
USD USD USD USD
Mata uang lainnya Other currency Mata uang lainnya Other currency
2024-03-31
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas [baris komponen] Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas [baris komponen]
Utang bank berdasarkan tingkat Utang bank berdasarkan tingkat
Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga
likuiditas, nilai dalam mata uang asing likuiditas, nilai dalam mata uang asing
Kreditur nama bank Mata uang Creditor bank name Currency Kreditur nama bank Mata uang Creditor bank name Currency
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
National Corporation
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×8
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.3
unresolved
org
Zurich Asuransi Indonesia Tbk
p.15 ×4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.