Skip to content
Back to announcement

20260506_MSIN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32078129_lamp1.pdf

Other Text extracted MSIN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 17

Page 1
Nomor: 154/MDE-CORSEC/V/2026                                                        Jakarta, 6 Mei 2026


Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Lantai 6
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190

Perihal: Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Merujuk pada surat No. S-04776/BEI.PP2/04-2026 yang diterima oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk
(“Perseroan”) melalui aplikasi IDXnet pada tanggal 4 Mei 2026 dengan perihal tersebut di atas, bersama ini
dapat kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:

1. Kami menghimbau Perseroan untuk senantiasa mengikuti dan menerapkan standar pelaporan keuangan
   yang berlaku secara konsisten, termasuk namun tidak terbatas pada kepatuhan terhadap prinsip akuntansi
   yang berlaku umum, ketentuan regulator terkait, serta praktik terbaik dalam penyajian dan pengungkapan
   informasi keuangan. Hal ini penting guna memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun
   mencerminkan kondisi keuangan dan kinerja Perseroan secara wajar, andal, dan transparan, sehingga
   dapat mendukung pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan serta menjaga kepercayaan
   pasar.

    Tanggapan Perseroan:
    Perseroan senantiasa mengikuti dan menerapkan standar pelaporan keuangan yang berlaku secara
    konsisten, termasuk namun tidak terbatas pada kepatuhan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum,
    ketentuan regulator terkait, serta praktik terbaik dalam penyajian dan pengungkapan informasi keuangan.
    Perseroan senantiasa melakukan hal ini guna memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun
    mencerminkan kondisi keuangan dan kinerja Perseroan secara wajar, andal, dan transparan, sehingga
    dapat mendukung pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan serta menjaga kepercayaan
    pasar.

2. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengingatkan kembali bahwa berdasarkan Lampiran Keputusan
   Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 atau Peraturan nomor VIII.G.7
   perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, Materialitas
   untuk tujuan agregasi dalam Peraturan ini adalah sebagai berikut:
   a. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh aset untuk pos-pos Aset;
   b. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos Liabilitas;
   c. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas;
   d. 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan untuk pos-pos laba rugi komprehensif; atau
   e. 10% (sepuluh perseratus) dari laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak untuk pengaruh suatu
       peristiwa atau transaksi.

    Tanggapan Perseroan:
    Berdasarkan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
    2012 atau Peraturan nomor VIII.G.7 perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
    Perusahaan Publik, Materialitas untuk tujuan agregasi dalam Peraturan ini adalah sebagai berikut:
    a. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh aset untuk pos-pos Aset = Rp421,62 miliar, sehingga
        Perseroan telah memenuhi.
Page 2
   b. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos liabilitas = Rp79,01 miliar, sehingga
      Perseroan telah memenuhi.
   c. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas = Rp342,60 miliar sehingga
      Perseroan telah memenuhi.
   d. 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan untuk pos-pos laba rugi komprehensif = Rp89,98 miliar
      sehingga Perseroan telah memenuhi.
   e. 10% (sepuluh perseratus) dari laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak untuk pengaruh suatu
      peristiwa atau transaksi = Rp104,93 miliar sehingga Perseroan telah memenuhi.
   Dengan demikian Perseroan telah menerapkan materialitas dalam laporan keuangan konsolidasian sesuai
   dengan ketentuan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-347/BL/2012 (Peraturan No.
   VIII.G.7).

Perbedaan Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 yang disampaikan Perseroan
3. Sehubungan dengan penyajian kembali laporan keuangan konsolidasian periode 31 Desember 2023 yang
   disampaikan Perseroan tanggal 8 April 2026 dan sebelum penyajian Kembali tanggal 18 Maret 2025,
   mohon penjelasan:
   a. Klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya yang
       timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong.

       Tanggapan Perseroan:
       Berikut klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya
       yang timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong:
       • Perlakuan akuntansi atas goodwill.
       • Perlakuan akuntansi atas aset keuangan

   b. Berdasarkan penelaahan kami, berdasarkan Peraturan VIII.G.7, terdapat beberapa pos material setelah
      restatement Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2023. Agar dijelaskan:
      • Liabilitas: Liabilitas lancar sebesar Rp984,97 miliar, 61,06% lebih tinggi dibandingkan Rp611,56
          miliar. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan atas liabilitas tidak lancar. Total liabilitas memiliki
          pada penyajian kembali laporan keuangan 2023 (8 April 2026) 38,00% lebih tinggi dibandingkan
          sebelum penyajian kembali (18 Maret 2025). Discrepancies ini lebih dari 5% dari jumlah seluruh
          liabilitas sehingga dianggap material berdasarkan peraturan VIII.G.7.
      • Ekuitas: Saldo ekuitas sebesar Rp5,17 triliun, 10,16% lebih rendah dibandingkan Rp5,76 trilun.
          Discrepancies ini lebih dari 5% dari jumlah seluruh ekuitas sehingga dianggap material
          berdasarkan peraturan VIII.G.7.

       Tanggapan Perseroan:
       Berikut penjelasan atas beberapa pos material setelah restatement Laporan Keuangan Periode 31
       Desember 2023:
       • Liabilitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos liabilitas = Rp67,80
           miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos liabilitas ≥ Rp67,80 miliar sehingga
           Perseroan telah memenuhi.
       • Ekuitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas = Rp258,59
           miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos ekuitas ≥ Rp258,59 miliar sehingga
           Perseroan telah memenuhi.
Page 3
c. Penjelasan/latar belakang terhadap rincian akun-akun periode 31 Desember 2023 yang disajikan
   kembali 8 April 2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:

   Tanggapan Perseroan:
   Latar belakang terhadap akun-akun periode 31 Desember 2023 yang disajikan kembali 8 April 2026
   dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:
                         Penyampaian Penyampaian 18
     Laporan Posisi    8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
        Keuangan          31 Desember    31 Desember       Selisih
     (Dalam Rp Juta)          2023           2023         (A) – (B)   % Selisih   Penjelasan atas selisih
     Aset
     Piutang usaha -             916.945        663.961    252.984      38,10% Penyesuaian penyajian dan
     pihak berelasi                                                            klasifikasi
     Piutang usaha -             201.158        201.896       (738)     -0,37% Penyesuaian penyajian dan
     pihak ketiga                                                              klasifikasi
     Piutang lain-lain            37.499          8.919     28.580     320,44% Penyesuaian penyajian dan
                                                                               klasifikasi
     Biaya dibayar            142.152          141.627         525       0,37% Penyesuaian penyajian dan
     di muka dan                                                               klasifikasi
     Pajak dibayar di           5.611           21.242     (15.631)    -73,59% Penyesuaian penyajian dan
     muka                                                                      klasifikasi
     Persediaan                     -          918.486    (918.486)   -100,00% Penyesuaian penyajian dan
                                                                               klasifikasi
     Aset tetap - neto      1.248.496          443.569     804.927     181,47% Penyesuaian penyajian dan
                                                                               klasifikasi
     Aset pajak                 8.125           72.213     (64.088)    -88,75% Penyesuaian penyajian dan
     tangguhan                                                                 klasifikasi
     Aset keuangan            277.887          379.157    (101.270)    -26,71% Penyesuaian penyajian dan
     tidak lancar                                                              klasifikasi
     lainnya
     Liabilitas
     Utang usaha              463.142          225.407     237.735    105,47% Penyesuaian penyajian dan
     pihak berelasi                                                           klasifikasi
     Utang usaha              132.056           69.072      62.984     91,19% Penyesuaian penyajian dan
     pihak ketiga                                                             klasifikasi
     Utang lain-lain           39.968           18.825      21.143    112,31% Penyesuaian penyajian dan
                                                                              klasifikasi
     Biaya yang               215.549          167.220      48.329     28,90% Penyesuaian penyajian dan
     Masih harus                                                              klasifikasi
     Unearned                  12.649            9.427       3.222     34,18% Penyesuaian penyajian dan
     revenues                                                                 klasifikasi
     Ekuitas
     Tambahan modal         4.060.395         2.994.709   1.065.686     35,59% Penyesuaian penyajian dan
     disetor                                                                   klasifikasi
     Laba ditahan –         1.163.930         1.499.345   (335.415)    -22,37%
                                                                               Penyesuaian penyajian dan
     belum
                                                                               klasifikasi
     dicadangkan
Page 4
                       Penyampaian Penyampaian 18
        Laporan      8 April 2026 A) Maret 2025 (B)
       Laba Rugi       31 Desember    31 Desember          Selisih
     (Dalam Rp Juta)       2023           2023           (A) – (B)   % Selisih   Penjelasan atas selisih
     Pendapatan             2.905.591      2.952.629      (47.038)    -1,59% Cut-off pendapatan
     Laba kotor               778.639        824.642      (46.003)    -5,58% Cut-off pendapatan,
                                                                               penelahaan kembali
                                                                               amortisasi aset konten dan
                                                                               aset takberwujud.
     Laba usaha              246.276          294.649    (48.373)    -16,42% Cut-off pendapatan,
                                                                               penelahaan kembali
                                                                               amortisasi aset konten dan
                                                                               asset takberwujud, dan
                                                                               pencadangan penurunan
                                                                               nilai piutang usaha.
     Laba sebelum            231.782          301.988    (70.306)    -23,25% Cut-off pendapatan,
     pajak                                                                     penelahaan kembali
                                                                               amortisasi aset konten dan
                                                                               asset takberwujud, dan
                                                                               pemulihan cadangan
                                                                               piutang usaha.
     Laba /periode           184.718          264.822    (80.104)    -30,25% Cut-off pendapatan,
     berjalan                                                                  penelahaan kembali
                                                                               amortisasi aset konten dan
                                                                               asset takberwujud, dan
                                                                               pemulihan cadangan
                                                                               piutang usaha.

         Laporan       Penyampaian Penyampaian 18
         Arus Kas    8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
        (Dalam Rp      31 Desember     31 Desember        Selisih
           Juta)           2023            2023          (A) – (B)   % Selisih    Penjelasan atas selisih
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
     Pembayaran            (1.837.937)     (2.362.860)    524.923     -22,22% Penyesuaian penyajian dan
     kepada pemasok                                                           klasifikasi
     Pembayaran               (37.905)          21.339   (59.244)    -277,63% Penyesuaian penyajian dan
     bunga                                                                    klasifikasi
     Bunga       dan          (38.124)        (52.335)     14.211     -27,15% Penyesuaian penyajian dan
     pajak                                                                    klasifikasi
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
     Perolehan aset           (65.245)        (71.415)      6.170      -8,64% Di klasifikasi sebagai
     tetap                                                                    pembayaran kepada
                                                                              pemasok
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
     Pembayaran               -      (3.018)                3.018    -100,00% Di klasifikasi sebagai utang
     sewa                                                                     jangka panjang dan lainnya

d. Penjelasan/latar belakang rincian perbedaan akun-akun material lainnya periode 31 Desember 2023
   yang disajikan kembali (8 April 2026) dan 18 Maret 2025 dengan template sebagai berikut:

   Tanggapan Perseroan:
   Tidak ada perbedaan akun-akun material lainnya periode 31 Desember 2023 yang disajikan kembali
   (8 April 2026) dan 18 Maret 2025.
Page 5
Perbedaan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 yang disampaikan Perseroan
Perbedaan LKT 31 Desember 2024 yang disampaikan pada 8 April 2026 dan 31 Maret 2026
4. Sehubungan dengan penyampaian Ringkasan Risalah Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa
    pada tanggal 8 April 2026, di mana Perseroan melakukan koreksi atas laporan keuangan tahunan untuk
    periode yang berakhir pada 31 Desember 2024, serta penyampaian Laporan Keuangan Tahunan pada
    tanggal 31 Maret 2026 untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang turut memuat informasi
    keuangan tahun 2024, kami mencermati adanya perbedaan data keuangan tahun 2024 pada kedua
    penyampaian tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon Perseroan dapat memberikan penjelasan
    sebagai berikut:
    a. Penjelasan mengenai adanya perbedaan informasi keuangan periode 31 Desember 2024 yang terjadi
        dalam rentang waktu yang relatif singkat (±1 minggu).

       Tanggapan Perseroan:
       Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang
       disajikan kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja Suhartono
       atas laporan audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja melakukan
       audit atas laporan keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31 Maret 2026,
       dimana komparasi laporan keuangan 2024 disajikan sesuai dengan laporan keuangan 2025.

   b. Berdasarkan penelaahan kami dengan merujuk kepada Peraturan VIII.G.7, tidak terdapat selisih
      material dari kedua penyampaian laporan keuangan. Namun, mempertimbangkan kedua informasi
      keuangan 31 Desember 2024 disampaikan pada waktu yang berdekatan, agar dijelaskan perbedaan
      atas akun-akun di bawah ini:

       Tanggapan Perseroan:
       Penjelasan perbedaan atas akun-akun dibawah ini sebagai berikut:
                          Penyampaian Penyampaian 31
         Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2026 (B)
            Keuangan      31 Desember     31 Desember        Selisih
         (Dalam Rp Juta)      2024            2024          (A) – (B)     % Selisih    Penjelasan atas selisih
         Aset
         Piutang usaha         1.201.603      1.272.396      (70.793)      -5,56%     Total aset lancar adalah
         - pihak berelasi                                                             sama yaitu Rp2,31 triliun.
                                                                                      Angka piutang usaha pihak
                                                                                      berelasi adalah
                                                                                      Rp1.201.7603 juta sesuai
                                                                                      dengan rincian pada CALK
                                                                                      6. Angka Rp1.272.396 juta
                                                                                      ini adalah Rp1.272.396 juta
                                                                                      dikurangi penyisihan
                                                                                      piutang Rp70.793 juta.
         Piutang usaha -         207.946         232.759     (24.813)     -10,66%     Total aset lancar adalah
         pihak ketiga                                                                 sama yaitu Rp2,31 triliun.
                                                                                      Angka piutang usaha pihak
                                                                                      ketiga adalah Rp207.946
                                                                                      juta sesuai dengan rincian
                                                                                      pada CALK 6. Angka
                                                                                      Rp207.946 juta ini adalah
                                                                                      Rp232.759 juta dikurangi
                                                                                      penyisihan piutang
                                                                                      Rp24.813 juta.
Page 6
                         Penyampaian Penyampaian 31
     Laporan Posisi    8 April 2026 (A) Maret 2026 (B)
       Keuangan          31 Desember     31 Desember       Selisih
     (Dalam Rp Juta)         2024            2024         (A) – (B)   % Selisih   Penjelasan atas selisih
     Aset tetap - neto        1.247.696      1.254.787     (7.091)     -0,57% Merupakan reklasifikasi
                                                                                asset hak guna menjadi
                                                                                asset tetap.
     Aset                      13.383            7.657       5.726     74,78% Merupakan penyesuaian
     pajak tangguhan                                                            saling hapus atas asset
                                                                                pajak tangguhan dan
                                                                                liabilitas pajak tangguhan
                                                                                yang berasal dari entitas
                                                                                yang sama.
     Liabilitas
     Utang usaha              505.580          508.003      (2.423)    -1,59%    Merupakan reklasifikasi
     pihak berelasi                                                              dari akun utang usaha
                                                                                 pihak ketiga.
     Utang usaha              154.382          151.959       2.423      1,59%    Merupakan reklasifikasi ke
     pihak ketiga                                                                akun utang usaha pihak
                                                                                 berelasi.
     Liabilitas               162.630          156.904       5.726      3,65%    Merupakan penyesuaian
     pajak tangguhan                                                             saling hapus atas asset
                                                                                 pajak tangguhan dan
                                                                                 liabilitas pajak tangguhan
                                                                                 yang berasal dari entitas
                                                                                 yang sama.

c. Penjelasan Perseroan atas perbedaan dalam penyajian total aset lancar pada informasi keuangan per
   31 Desember 2024 yang disampaikan pada tanggal 31 Maret 2026, dimana total yang disajikan sebesar
   Rp2,31 triliun tidak sesuai dengan hasil penjumlahan seluruh akun aset lancar sebesar Rp2,41 triliun.
   Mohon klarifikasi atas penyebab perbedaan tersebut serta konfirmasi angka yang seharusnya disajikan.

    Tanggapan Perseroan:
    Total aset lancar adalah sama yaitu Rp2,31 triliun. Angka piutang usaha adalah Rp1,41 triliun sesuai
    dengan rincian pada CALK 6. Angka Rp1,41 triliun ini adalah Rp1,51 triliun dikurangi penyisihan
    piutang Rp95,61 miliar.

d. Konfirmasi angka laporan keuangan tahun 2024 yang digunakan sebagai dasar pembanding (baseline)
   dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2025, serta dampaknya terhadap analisis kinerja Perseroan

    Tanggapan Perseroan:
    Perseroan mengonfirmasi bahwa angka laporan keuangan tahun 2024 yang digunakan sebagai dasar
    pembanding (baseline) dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2025, serta dampak terhadap
    analisis kinerja Perseroan adalah angka yang telah disajikan kembali sesuai standar akuntansi yang
    berlaku.
Page 7
Perbedaan LKT 31 Desember 2024 yang disampaikan pada 8 April 2026 dan 18 Maret 2025

5. Sehubungan dengan penyajian kembali laporan keuangan konsolidasian periode 31 Desember 2024 yang
   disampaikan Perseroan tanggal 8 April 2026 dan sebelum penyajian kembali tanggal 18 Maret 2025,
   mohon penjelasan:
   a. Klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya yang
       timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong.

       Tanggapan Perseroan:
       Berikut klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya
       yang timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong:
       • Perlakuan akuntansi atas goodwill.
       • Perlakuan akuntansi atas aset keuangan

   b. Berdasarkan penelaahan kami, berdasarkan Peraturan VIII.G.7, terdapat beberapa pos material setelah
      restatement Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2024. Agar dijelaskan:
      • Liabiltias: Liabilitas lancar senilai Rp1,04 triliun, 84,85% lebih tinggi dibandingkan penyampaian
          18 Maret 2025 sebesar Rp561,53 miliar. Sementara itu, liabilitas tidak lancar hanya menunjukkan
          discrepancies yang sangat kecil, yakni sebesar Rp1,00 juta. Meskipun demikian, total liabilitas
          tetap mengalami discrepancies material yang didorong oleh discrepancies pada liabilitas lancar.
          Adapun nilai total liabilitas sebesar Rp1,42 triliun, lebih tinggi 50,53% dibandingkan Rp942,9
          miliar atau lebih dari 5%.
      • Ekuitas: Nilai ekuitas sebesar Rp5,95 miliar atau 10,75% atau lebih dari 5% lebih rendah
          dibandingkan Rp6,69 triliun.

       Tanggapan Perseroan:
       Berikut penjelasan atas beberapa pos material setelah restatement Laporan Keuangan Periode 31
       Desember 2024:
       • Liabilitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos liabilitas = Rp70,68
           miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos liabilitas ≥ Rp70,68 miliar sehingga
           Perseroan telah memenuhi.
       • Ekuitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas = Rp297,61
           miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos ekuitas ≥ Rp297,61 miliar sehingga
           Perseroan telah memenuhi.

   c. Penjelasan/latar belakang terhadap rincian akun-akun periode 31 Desember 2024 yang disajikan
      kembali 8 April 2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:

       Tanggapan Perseroan:
       Latar belakang terhadap rincian akun-akun periode 31 Desember 2024 yang disajikan kembali 8 April
       2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:
                          Penyampaian Penyampaian 18
        Laporan Posisi  8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
           Keuangan       31 Desember     31 Desember         Selisih
        (Dalam Rp Juta)       2024            2024           (A) – (B)   % Selisih   Penjelasan atas selisih
        Aset
        Piutang usaha -         1.201.603        275.292       926.311    336,48% Penyesuaian penyajian dan
        pihak berelasi                                                            klasifikasi
        Piutang usaha -           207.946        835.123     (627.177)    -75,10% Penyesuaian penyajian dan
        pihak ketiga                                                              klasifikasi
Page 8
                    Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Posisi    8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
   Keuangan         31 Desember     31 Desember        Selisih
(Dalam Rp Juta)         2024            2024         (A) – (B) % Selisih   Penjelasan atas selisih
Piutang lain-lain            73.982          9.159      64.823 707,75% Penyesuaian penyajian dan
                                                                         klasifikasi
Aset tetap - neto      1.247.696          453.912     793.784 174,88% Penyesuaian penyajian dan
                                                                         klasifikasi
Aset pajak                13.383           25.729     (12.346)  -47,98% Penyesuaian penyajian dan
tangguhan                                                                klasifikasi
Aset keuangan            445.547          939.101    (493.554)    -52,56% Penyesuaian penyajian dan
tidak lancar                                                              klasifikasi
lainnya
Liabilitas
Utang usaha              505.580           73.897     431.683    584,17% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi                                                           klasifikasi
Utang usaha              154.382          226.377     (71.995)   -31,80% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga                                                             klasifikasi
Utang lain-lain           67.184           19.958      47.226    236,63% Penyesuaian penyajian dan
                                                                         klasifikasi
Biaya yang               222.445          164.776      57.669     35,00% Penyesuaian penyajian dan
Masih harus                                                              klasifikasi
Unearned                  19.562            7.708      11.854    153,79% Penyesuaian penyajian dan
revenues                                                                 klasifikasi
Ekuitas
Tambahan               4.060.395         2.994.709   1.065.686     35,59% Penyesuaian penyajian dan
modal disetor                                                             klasifikasi
Penghasilan              567.544          (91.412)    658.956    -720,86% Penyesuaian penyajian dan
Komprehensif                                                              klasifikasi
lain
Transaksi               (843.760)         404.347 (1.248.107)    -308,67% Penyesuaian penyajian dan
ekuitas dan                                                               klasifikasi
perubahan
ekuitas anak
Cadangan nilai          (244.843)                -   (244.843)   -100,00% Penyesuaian penyajian dan
wajar atas aset                                                           klasifikasi
keuangan
diukur pada
nilai wajar
melalui
penghasilan
komprehensif
lain
Kepentingan              239.572          119.490     120.082    100,50% Penyesuaian penyajian dan
non-pengendali                                                           klasifikasi
Page 9
                           Penyampaian Penyampaian 18
             Laporan     8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
           Laba Rugi       31 Desember     31 Desember        Selisih
         (Dalam Rp Juta)       2024            2024         (A) – (B)   % Selisih  Penjelasan atas selisih
         Pendapatan              3.238.780      3.470.199   (231.419)    -6,67%  Cut-off pendapatan
         Laba kotor              1.008.327        965.255      43.072     4,46%  Cut-off pendapatan
         Laba usaha                401.543        436.321    (34.778)    -7,97%  Cut-off pendapatan
         Laba sebelum              463.111        450.741      12.370     2,74%  Cut-off pendapatan,
         pajak                                                                   penelahaan kembali
                                                                                 amortisasi aset konten,
                                                                                 asset takberwujud dan
                                                                                 pemulihan/pencadangan
                                                                                 piutang usaha
         Laba /periode           410.758          399.380      11.378      2,85% Cut-off pendapatan,
         berjalan                                                                penelahaan kembali
                                                                                 amortisasi aset konten,
                                                                                 asset takberwujud dan
                                                                                 pemulihan/pencadangan
                                                                                 piutang usaha



Permintaan Penjelasan atas Kinerja Keuangan Periode 31 Desember 2025

6. Mempertimbangkan terdapat restatement atas Laporan Keuangan Tahunan periode 31 Desember 2024 dan
   2023 yang disampaikan Perseroan pada tanggal 8 April 2026, penelaahan atas laporan keuangan periode
   31 Desember 2025 menggunakan data keuangan yang disampaikan pada tanggal 31 Maret 2026, dengan
   baseline analisis mengacu pada data keuangan periode 31 Desember 2024 yang disampaikan pada tanggal
   8 April 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon klarifikasi/konfirmasi strategi dan/atau aktivitas
   yang dilakukan Perseroan atas pergerakan akun-akun material sebagai berikut:
   a. Piutang usaha – pihak ketiga: Berdasarkan CALK No. 6, tercatat sebesar Rp284 miliar per 31
       Desember 2025, meningkat Rp76 miliar (32,93%) dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar
       Rp207 miliar. Mohon penjelasan atas:
       • Faktor pendorong peningkatan piutang.
       • Kebijakan kredit dan penagihan yang diterapkan.
       • Kualitas piutang (aging) serta potensi risiko tidak tertagih.

       Tanggapan Perseroan:
       • Faktor peningkatan saldo piutang usaha pihak ketiga dari Rp207 miliar per 31 Desember 2024
          menjadi Rp284 miliar per 31 Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan
          Perseroan, perubahan komposisi pelanggan dengan termin pembayaran yang relatif lebih panjang,
          serta faktor cut-off transaksi pada akhir periode.
       • Kebijakan kredit dan penagihan yang diterapkan Perseroan adalah dengan melakukan penagihan
          piutang secara berkala kepada pelanggan dan proses penagihan yang terstruktur.
       • Kualitas piutang (aging) dan potensi risiko tidak tertagih, berdasarkan pemantauan manajemen,
          mayoritas piutang Perseroan berada dalam kategori belum jatuh tempo dan hingga 90 hari.
          Adapun untuk piutang yang telah melewati jatuh tempo, Perseroan secara aktif melakukan upaya
          penagihan dan pemantauan secara intensif. Perseroan juga telah membentuk cadangan kerugian
          penurunan nilai secara memadai sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sehingga risiko
          tidak tertagih dinilai tetap terkendali
Page 10
b. Piutang lain-lain: Berdasarkan CALK No. 7, tercatat sebesar Rp250 miliar per 31 Desember 2025,
   meningkat Rp176 miliar (237,61%) dibandingkan Rp74 miliar pada 31 Desember 2024. Mohon
   penjelasan atas:
   • Rincian komponen serta nature dari piutang lain-lain.
   • Alasan peningkatan signifikan dalam periode berjalan.

   Tanggapan Perseroan:
   • Komponen serta nature dari piutang lain-lain adalah piutang Grup yang sebagian besar merupakan
      piutang tidak terkait kegiatan usaha Perseroan.
   • Alasan peningkatan signifikan dalam periode berjalan piutang lain-lain dari Rp74 miliar per 31
      Desember 2024 menjadi Rp250 miliar per 31 Desember 2025 terutama disebabkan oleh adanya
      peningkatan transaksi yang bersifat non-operasional pada periode berjalan dalam rangka
      mendukung aktivitas usaha Perseroan yang masih dalam proses penyelesaian pada akhir periode
      pelaporan. Perseroan secara aktif melakukan pemantauan dan evaluasi atas penyelesaian saldo
      piutang lain-lain tersebut, termasuk menelaah kolektibilitasnya secara berkala.

c. Biaya dibayar di muka dan uang muka (lancar): Berdasarkan CALK No. 8, tercatat sebesar Rp423
   miliar per 31 Desember 2025, meningkat Rp235 miliar (125,26%) dibandingkan Rp188 miliar pada
   31 Desember 2024. Mohon penjelasan atas:
   • Rincian penggunaan uang muka program dan keterkaitannya dengan strategi produksi konten.
   • Timeline realisasi menjadi beban/biaya.
   • Pertimbangan manajemen dalam peningkatan saldo secara signifikan.

   Tanggapan Perseroan:
   • Rincian penggunaan uang muka program dan keterkaitannya dengan strategi produksi konten
      merupakan pembayaran kepada pihak ketiga terkait produksi program/konten, termasuk jasa
      produksi, kerja sama konten, serta aktivitas pendukung lainnya yang merupakan bagian dari
      strategi pengembangan dan penguatan konten Perseroan. Pembayaran uang muka dilakukan
      sesuai dengan perjanjian kerja sama dan tahapan pekerjaan (milestone), dengan tujuan untuk
      mengamankan kapasitas produksi dan memastikan ketersediaan pipeline konten sesuai rencana
      bisnis Perseroan.
   • Timeline realisasi menjadi beban/biaya setelah progres pekerjaan selesai dilakukan dan diterima
      Perseroan
   • Pertimbangan manajemen dalam peningkatan saldo secara signifikan dari Rp188 miliar per 31
      Desember 2024 menjadi Rp423 miliar per 31 Desember 2025 mencerminkan intensifikasi
      aktivitas produksi konten sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan. Peningkatan tersebut
      juga merupakan bagian dari siklus industri yang mensyaratkan pembayaran di muka kepada mitra
      produksi untuk mengamankan kapasitas dan jadwal produksi. Manajemen secara berkala
      melakukan monitoring atas realisasi uang muka, termasuk evaluasi progres pekerjaan dan
      penyesuaian dengan rencana produksi.

d. Aset tetap – neto: Berdasarkan CALK No. 9, tercatat sebesar Rp1,75 triliun per 31 Desember 2025,
   meningkat Rp500,56 miliar (39,9%) dibandingkan Rp1,25 triliun pada 31 Desember 2024. Mohon
   penjelasan atas:
   • Latar belakang dan tujuan strategis penambahan aset tetap, khususnya pembelian tanah sebesar
       Rp571,25 miliar.
   • Sumber pendanaan atas penambahan aset tetap tersebut.
   • Kesesuaian investasi dengan rencana bisnis Perseroan.
   • Pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap.
Page 11
   Tanggapan Perseroan:
   • Latar belakang dan tujuan strategis penambahan aset tetap, terutama berasal dari pembelian tanah
      sebesar Rp571,25 miliar yang dilakukan dalam rangka mendukung rencana pengembangan jangka
      panjang Perseroan, termasuk kebutuhan ekspansi kegiatan operasional dan penguatan
      infrastruktur bisnis di masa mendatang.
   • Sumber pendanaan atas penambahan aset tetap tersebut bersumber dari kas internal Perseroan.
   • Kesesuaian investasi dengan rencana bisnis Perseroan atas penambahan aset tetap dilakukan
      sejalan dengan rencana bisnis dan strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan, khususnya
      dalam mendukung pengembangan kapasitas dan keberlanjutan operasional, termasuk rencana
      Perseroan menjadi Global Player dalam industri Digital Media.
   • Berdasarkan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap, termasuk tanah
      yang diperoleh. Penilaian dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi pasar,
      rencana penggunaan aset, serta proyeksi manfaat ekonomis di masa mendatang.

e. Aset konten: Berdasarkan CALK No. 11, aset konten Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
   Rp838 miliar, meningkat Rp172 miliar (25,92%) dibandingkan Rp666 miliar pada 31 Desember 2024.
   Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
   • Latar belakang peningkatan signifikan aset konten, termasuk strategi Perseroan dalam
      pengembangan program konten dan lisensi.
   • Dasar pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset konten.
   • Kebijakan Perseroan yang tidak mengasuransikan aset konten serta mitigasi risiko yang
      diterapkan.
   • Rincian aset konten yang dijaminkan, termasuk jenis aset, nilai tercatat, serta identitas bank
      pemberi pinjaman dan ketentuan utama terkait penjaminan tersebut.

   Tanggapan Perseroan:
   • Latar belakang peningkatan signifikan aset konten terutama mencerminkan intensifikasi investasi
      Perseroan dalam pengembangan program dan lisensi konten sejalan dengan strategi pertumbuhan
      bisnis. Investasi dilakukan secara selektif dan bertahap untuk mendukung ketersediaan konten,
      optimalisasi monetisasi, serta keberlanjutan produksi sesuai rencana bisnis Perseroan, termasuk
      rencana Perseroan menjadi Global Player dalam industri Digital Media.
   • Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset konten.
      Manajemen melakukan penelaahan secara berkala dengan mempertimbangkan performa konten,
      tingkat konsumsi/penayangan, realisasi pendapatan, serta proyeksi manfaat ekonomis. Aset
      konten juga diamortisasi sesuai masa manfaatnya, sehingga nilai tercatat mencerminkan sisa
      manfaat ekonomis yang diharapkan dapat direalisasikan.
   • Aset konten tidak diasuransikan karena tidak memiliki karakteristik risiko fisik yang dapat
      diasuransikan secara konvensional. Risiko mitigasi dilakukan melalui pengendalian proses
      produksi dan evaluasi mitra kerja, struktur perjanjian yang jelas termasuk hak ekonomi atas
      konten, serta diversifikasi portofolio untuk mengurangi ketergantungan pada konten tertentu.
   • Sebagian aset konten digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pembiayaan bank. Aset yang
      dijaminkan merupakan bagian dari portofolio aset konten dengan nilai tercatat tertentu sesuai
      perjanjian kredit. Fasilitas tersebut diberikan oleh PT Bank Victoria International Tbk dengan
      ketentuan jaminan yang lazim di industri, termasuk pemenuhan covenant tertentu, namun tidak
      membatasi secara material kegiatan operasional maupun pengembangan konten Perseroan.
Page 12
f.   Piutang lain-lain (tidak lancar): Berdasarkan CALK No. 7, piutang lain-lain (tidak lancar) per 31
     Desember 2025 tercatat sebesar Rp217,58 miliar, meningkat Rp121,45 miliar (126,34%)
     dibandingkan Rp96,13 miliar pada 31 Desember 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon
     penjelasan:
     • Rincian komponen serta nature dari piutang lain-lain.
     • Alasan peningkatan signifikan dalam periode berjalan.

     Tanggapan Perseroan:
     • Komponen serta nature dari piutang lain-lain (tidak lancar) adalah piutang grup merupakan
        piutang kepada pihak ketiga di luar kegiatan usaha utama Perseroan yang bersifat jangka panjang
     • Alasan peningkatan saldo dari Rp96,13 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp217,58 miliar
        per 31 Desember 2025 terutama disebabkan reklasifikasi dari piutang lain-lain (dari kelompok
        aset lancar ke aset tidak lancar).

g. Aset keuangan tidak lancar lainnya: Berdasarkan CALK No. 5, aset keuangan tidak lancar lainnya per
   31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp361,84 miliar, menurun Rp83,7 miliar (18,79%) dibandingkan
   Rp445,54 miliar pada 31 Desember 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
   • Faktor penyebab penurunan nilai investasi, termasuk apakah terdapat pelepasan, penurunan nilai,
       atau perubahan nilai wajar.
   • Dasar penentuan nilai wajar atas investasi pada instrumen ekuitas, baik yang memiliki kuotasi
       maupun tidak.

     Tanggapan Perseroan:
     • Faktor penyebab penurunan aset keuangan tidak lancar lainnya terutama disebabkan oleh adanya
        perubahan nilai wajar atas investasi pada instrumen ekuitas. Tidak terdapat pelepasan investasi
        pada periode berjalan dan penurunan nilai.
     • Dasar penentuan nilai wajar investasi atas instrumen ekuitas yang memiliki kuotasi adalah nilai
        wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang tersedia pada tanggal pelaporan. Sementara untuk
        instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi adalah nilai wajar ditentukan menggunakan
        pendekatan penilaian yang sesuai, antara lain teknik valuasi berbasis arus kas terdiskonto, nilai
        aset bersih, dan/atau referensi transaksi terakhir yang tersedia, dengan mempertimbangkan kondisi
        pasar dan informasi yang relevan pada tanggal pelaporan.

h. Utang usaha pihak ketiga: Utang usaha pihak ketiga Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
   Rp273,88 miliar, meningkat Rp119,50 miliar (78,65%) dibandingkan Rp154,38 miliar pada 31
   Desember 2024. Perseroan menyampaikan bahwa tidak terdapat beban bunga karena pembayaran
   masih dalam periode kredit normal, namun tidak terdapat penjelasan atas peningkatan material
   tersebut, Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
   • Faktor utama yang menyebabkan peningkatan signifikan utang usaha.
   • Rincian pemasok utama serta kontribusinya terhadap kenaikan saldo.
   • Kesesuaian peningkatan utang usaha dengan aktivitas operasional Perseroan.

     Tanggapan Perseroan:
     • Faktor utama peningkatan utang usaha dari Rp154,38 miliar menjadi Rp273,88 miliar terutama
        disebabkan oleh meningkatnya aktivitas operasional Perseroan, khususnya pembelian jasa
        produksi, konten, dan jasa pendukung lainnya sejalan dengan penguatan kegiatan usaha pada
        periode berjalan, termasuk rencana Perseroan menjadi Global Player dalam industri Digital
        Media.
     • Pemasok utama berasal dari peningkatan transaksi dengan beberapa bidang jasa produksi dan
        penyediaan konten yang mendukung operasional Perseroan.
Page 13
     •   Kesesuaian dengan operasional atas peningkatan utang usaha tersebut masih dalam pola normal
         siklus usaha Perseroan dan mencerminkan pengelolaan modal kerja yang wajar, dengan seluruh
         kewajiban timbul dari transaksi operasional dan masih dalam termin pembayaran yang telah
         disepakati.

i.   Utang bank: Berdasarkan CALK No. 17, utang bank per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp241,13
     miliar, meningkat Rp70,3 miliar (41,16%) dibandingkan Rp170,83 miliar pada 31 Desember 2024.
     Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
     • Tujuan penambahan fasilitas pinjaman.
     • Penggunaan dana pinjaman dan keterkaitannya dengan kebutuhan operasional atau strategi bisnis
         Perseroan.

     Tanggapan Perseroan:
     • Tujuan penambahan fasilitas pinjaman untuk mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan, baik
        modal kerja maupun penguatan struktur pendanaan sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha.
     • Penggunaan dana pinjaman untuk mendukung kebutuhan operasional, termasuk modal kerja dan
        pembiayaan aktivitas produksi konten, serta selaras dengan strategi pengembangan bisnis
        Perseroan. Seluruh dana dikelola secara prudent untuk menjaga likuiditas dan keberlanjutan usaha.

j.   Liabilitas pajak tangguhan: Liabilitas pajak tangguhan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
     Rp183,71 miliar, meningkat Rp21,01 miliar (12,96%) dibandingkan Rp162,63 miliar pada 31
     Desember 2024. Namun demikian, Perseroan menyajikan saldo awal (baseline) liabilitas pajak
     tangguhan tahun 2024 yang berbeda antara penyampaian pada tanggal 31 Maret 2026 dan 8 April
     2026. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
     • Rekonsiliasi perbedaan saldo awal liabilitas pajak tangguhan tahun 2024.
     • Dasar perhitungan liabilitas pajak tangguhan tahun 2025, termasuk asumsi dan komponen utama
         perbedaan tersebut.

     Tanggapan Perseroan:
     • Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang
        disajikan kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja
        Suhartono atas laporan audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja
        melakukan audit atas laporan keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31
        Maret 2026, dimana komparasi laporan keuangan 2024 disajikan sesuai dengan laporan keuangan
        2025.
     • Dasar perhitungan liabilitas pajak tangguhan 2025 berdasarkan perbedaan temporer antara nilai
        tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar fiskal perpajakan, dengan
        menggunakan tarif pajak yang berlaku. Komponen utama terutama berasal dari perbedaan
        temporer atas aset tetap, aset takberwujud penyisihan piutang usaha, liabilitas imbalan kerja dan
        akumulasi rugi fiskal.
Page 14
k. Cadangan nilai wajar atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
   komprehensif lain: Cadangan nilai wajar Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar -Rp328,44
   miliar, mengalami penurunan sebesar Rp83,60 miliar (34,15%) dibandingkan saldo per 31 Desember
   2024 sebesar -Rp244,84 miliar. Mohon penjelasan:
   • Faktor utama yang menyebabkan penurunan signifikan cadangan nilai wajar.
   • Rincian instrumen keuangan yang berkontribusi material terhadap penurunan tersebut.
   • Metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penentuan nilai wajar.
   • Kebijakan manajemen dalam mengelola risiko atas fluktuasi nilai wajar ke depan.

     Tanggapan Perseroan:
     • Faktor utama penurunan cadangan nilai wajar disebabkan oleh perubahan nilai wajar atas
        instrumen keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
        lain.
     • Instrumen yang berkontribusi material berasal dari beberapa investasi pada instrumen ekuitas,
        yang nilainya dipengaruhi oleh pergerakan harga pasar pada akhir periode pelaporan.
     • Metodologi penentuan nilai wajar untuk instrumen yang memiliki kuotasi ditentukan berdasarkan
        harga pasar pada tanggal pelaporan, sedangkan untuk instrumen yang tidak memiliki kuotasi
        digunakan teknik valuasi yang sesuai, termasuk referensi transaksi terakhir, pendekatan aset
        bersih, dan/atau model arus kas terdiskonto dengan asumsi yang wajar dan dapat
        dipertanggungjawabkan sesuai standar akuntansi yang berlaku.
     • Perseroan mengelola risiko fluktuasi nilai wajar melalui pemantauan berkala terhadap kinerja
        investasi, evaluasi portofolio secara periodik, serta diversifikasi investasi.

l.   Pendapatan dan beban pokok penjualan: Pendapatan Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
     Rp3,84 triliun, meningkat Rp594 miliar (18,35%) dibandingkan Rp3,24 triliun pada 31 Desember
     2024. Sejalan dengan hal tersebut, beban pokok penjualan meningkat sebesar Rp503,02 miliar
     (22,55%) menjadi Rp2,73 triliun dari sebelumnya Rp2,23 triliun. Sehubungan dengan hal tersebut,
     mohon penjelasan:
     • Faktor/strategi utama peningkatan pendapatan, khususnya pada segmen bisnis konten, IP, dan
         lainnya.
     • Sehubungan dengan key audit matters mengenai pendapatan konten, mohon dijelaskan (i)
         kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam pengakuan pendapatan konten, termasuk kriteria
         penentuan waktu pengakuan pendapatan dan (ii) proses dan pengendalian internal yang dilakukan
         Perseroan untuk memastikan pendapatan diakui pada periode yang tepat (cut-off), termasuk
         mekanisme verifikasi atas transaksi di akhir periode pelaporan.
     • Rincian komponen pendapatan pada segmen tersebut serta keberlanjutan (sustainability) dari
         pertumbuhan pendapatan yang terjadi.
     • Alasan peningkatan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan
         pendapatan, khususnya pada segmen konten, IP, dan lainnya.
     • Strategi manajemen dalam menjaga efisiensi dan profitabilitas ke depan.

     Tanggapan Perseroan:
     • Faktor peningkatan pendapatan terutama pada segmen konten, IP, dan lainnya sejalan dengan
        peningkatan volume produksi, monetisasi konten, serta optimalisasi distribusi dan lisensi. Hal ini
        merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat portofolio konten dan memperluas
        sumber pendapatan, seiring dengan rencana Perseroan menjadi Global Player dalam industri
        Digital Media.
     • Kebijakan akuntansi dan pengakuan pendapatan konten berdasarkan pemenuhan kewajiban
        pelaksanaan sesuai dengan PSAK yang berlaku, yaitu pada saat kendali atas konten dialihkan
        kepada pelanggan atau ketika manfaat ekonomis telah diterima Perseroan. Perseroan menerapkan
Page 15
       pengendalian internal yang memadai, termasuk proses review kontrak, verifikasi realisasi
       penayangan/penyerahan konten, serta prosedur cut-off di akhir periode untuk memastikan
       pengakuan pendapatan dilakukan pada periode yang tepat.
   •   Komponen pendapatan segmen konten, IP, dan lainnya berasal dari produksi, lisensi, distribusi,
       serta monetisasi aset konten yang dimiliki Perseroan. Pertumbuhan pendapatan bersifat
       berkelanjutan seiring dengan penguatan pipeline konten dan pengembangan portofolio IP yang
       terus dilakukan Perseroan.
   •   Peningkatan beban pokok penjualan sejalan dengan peningkatan aktivitas produksi konten,
       termasuk biaya produksi, pembelian lisensi, dan biaya langsung lainnya yang merupakan
       konsekuensi langsung dari ekspansi kegiatan usaha dan sifat industri yang berbasis investasi
       konten.
   •   Strategi efisiensi dan profitabilitas, Perseroan berfokus pada optimalisasi margin melalui
       peningkatan efisiensi produksi, seleksi proyek konten yang lebih selektif, penguatan monetisasi
       IP, serta pengelolaan biaya secara disiplin. Selain itu, Perseroan terus melakukan diversifikasi
       sumber pendapatan untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas ke depan.

m. Beban umum dan administrasi: Berdasarkan CALK nomor 25, beban umum dan administrasi
   Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp453,46 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar
   Rp153,29 miliar (-25,27%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp606,78
   miliar. Meskipun demikian, nilai beban umum dan administrasi pada data keuangan periode 31
   Desember 2024 yang disampaikan 31 Maret 2026 adalah Rp593,099 miliar, sehingga pergerakan pada
   beban umum dan administrasi per 31 Desember 2025 tidak dapat diidentifikasi. Sehubungan dengan
   hal tersebut, mohon penjelasan:
   • Rekonsiliasi perbedaan nilai beban umum dan administrasi tahun 2024 yang disampaikan pada
        tanggal 31 Maret 2026 dan 8 April 2026.
   • Dasar penggunaan angka pembanding (baseline) dalam analisis kinerja tahun 2025.
   • Rincian komponen utama yang menyebabkan penurunan beban umum dan administrasi pada
        tahun 2025.

   Tanggapan Perseroan:
   • Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang
      disajikan kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja
      Suhartono atas laporan audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja
      melakukan audit atas laporan keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31
      Maret 2026, dimana komparasi laporan keuangan 2024 disajikan sesuai dengan laporan keuangan
      2025.
   • Penggunaan angka pembanding (baseline) dalam analisis kinerja tahun 2025, Perseroan
      menggunakan angka yang telah direstatement sebagai basis perbandingan, sehingga dapat
      mencerminkan perbandingan yang lebih tepat dan konsisten antar periode.
   • Penurunan beban umum dan administrasi 2025 terutama disebabkan oleh efisiensi biaya
      operasional, termasuk optimalisasi beban tenaga kerja, pengendalian biaya jasa profesional, serta
      efisiensi pada beban operasional lainnya, sejalan dengan upaya Perseroan dalam meningkatkan
      efektivitas biaya secara berkelanjutan.
Page 16
n. Divestasi entitas anak: Perseroan mencatatkan laba atas penjualan entitas anak per 31 Desember 2025
   sebesar Rp388,49 miliar. Berdasarkan CALK No. 32 mengenai divestasi entitas anak, terdapat
   informasi sebagai berikut: (i) Pada tahun 2024, Grup menjual 100% kepemilikan pada PT MNC Portal
   Indonesia (beserta entitas terkait) dengan imbalan kas sebesar Rp161.294 juta kepada pihak ketiga,
   namun informasi tersebut tidak diungkapkan dalam laporan keuangan tahun 2024 yang disampaikan
   pada tanggal 8 April 2026; (ii) Pada tahun 2025, Grup kembali menjual 100% kepemilikan pada PT
   MNC Portal Indonesia (MPI) dengan imbalan kas sebesar Rp586.762 juta kepada pihak ketiga.
   Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
   • Klarifikasi atas transaksi divestasi tahun 2024 yang tidak diungkapkan pada laporan keuangan
       sebelumnya.
   • Penjelasan kronologis transaksi penjualan PT MNC Portal Indonesia pada tahun 2024 dan 2025,
       mengingat terdapat indikasi penjualan atas entitas yang sama pada dua periode berbeda.
   • Alasan strategis dilakukannya divestasi pada PT MNC Portal indonesia.
   • Identitas pihak pembeli pada masing-masing transaksi serta hubungan dengan Perseroan (pihak
       ketiga atau berelasi).
   • Dampak transaksi divestasi tersebut terhadap kinerja operasional dan keberlanjutan usaha
       Perseroan.

   Tanggapan Perseroan:
   • Klarifikasi transaksi divestasi 2024 bahwa transaksi yang terjadi pada tahun 2024 telah dicatat
      sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku dan merupakan bagian dari proses penyelesaian
      transaksi divestasi yang kemudian diselesaikan secara final pada tahun 2025. Pengungkapan
      secara lebih lengkap telah disajikan dalam catatan atas laporan keuangan tahun 2025 sebagai
      bagian dari penyajian informasi yang komprehensif atas rangkaian transaksi tersebut.
   • Kronologi transaksi divestasi PT MNC Portal Indonesia dan entitas anaknya merupakan satu
      rangkaian proses transaksi yang dilakukan secara bertahap, di mana tahap awal pada tahun 2024
      dan penyelesaian akhir pada tahun 2025 sesuai dengan ketentuan perjanjian dengan pembeli.
      Dengan demikian, kedua periode tersebut merupakan bagian dari satu transaksi yang sama secara
      substansi ekonomi.
   • Alasan strategis divestasi dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi portofolio bisnis Grup untuk
      fokus pada pengembangan lini usaha inti serta meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya dan
      penguatan struktur keuangan.
   • Identitas pembeli merupakan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
      Perseroan maupun entitas anak, sehingga transaksi dilakukan secara wajar.
   • Dampak transaksi divestasi tersebut terhadap kinerja operasional dan keberlanjutan usaha
      memberikan dampak positif terhadap penguatan posisi keuangan Perseroan, termasuk
      peningkatan likuiditas dan fleksibilitas keuangan, tanpa memberikan dampak material yang
      mengganggu keberlanjutan kegiatan operasional Perseroan, yang tetap berjalan secara normal
      sesuai strategi bisnis.

o. Divestasi entitas anak: Berdasarkan CALK No. 32 mengenai divestasi entitas anak, Perseroan
   menyampaikan laba atas penjualan entitas anak sebesar Rp388,49 miliar, dari jumlah imbalan
   Rp586,76 miliar. Agar dijelaskan:
   • Mohon penjelasan apakah penentuan nilai transaksi entitas anak telah menggunakan jasa profesi
      penunjang (KJPP) atau pihak independen lainnya, serta metodologi penilaian yang digunakan.
   • Mohon konfirmasi apakah transaksi tersebut telah dilaksanakan secara arm’s length, termasuk
      penjelasan dasar penentuan harga jual.
   • Mohon penjelasan apakah terdapat asumsi, penyesuaian, atau kondisi tertentu (misalnya valuasi,
      revaluasi, atau kesepakatan khusus) yang mempengaruhi besaran laba yang diakui.
Page 17
       Tanggapan Perseroan:
       • Perseroan menyampaikan bahwa nilai transaksi divestasi entitas anak ditetapkan berdasarkan
          kesepakatan para pihak, yaitu antara Perseroan dan pihak pembeli, dengan mempertimbangkan
          kondisi usaha dan prinsip kewajaran transaksi.

       •   Transaksi telah dilakukan secara arm’s length dengan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan
           afiliasi dengan Perseroan. Harga jual ditentukan berdasarkan hasil negosiasi antara para pihak.

       •   Laba atas divestasi mencerminkan selisih antara nilai imbalan yang diterima dengan nilai tercatat
           investasi sesuai laporan keuangan. Tidak terdapat penyesuaian atau perlakuan khusus di luar
           ketentuan akuntansi yang berlaku yang mempengaruhi pengakuan laba, dan seluruh perhitungan
           dilakukan sesuai standar akuntansi yang relevan.

Lainnya

7. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memastikan konsistensi dan keandalan penyajian laporan
   keuangan ke depan.

   Tanggapan Perseroan:
   Perseroan menjaga konsistensi dan keandalan laporan keuangan melalui penerapan standar akuntansi yang
   berlaku, penguatan pengendalian internal, serta review dan rekonsiliasi berjenjang. Perseroan juga
   melibatkan auditor eksternal independen dan memastikan setiap penyesuaian dilakukan sesuai ketentuan
   untuk menjaga kualitas dan keterbandingan laporan keuangan.

8. Apakah saat ini Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU
   atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor
   perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

   Tanggapan Perseroan:
   Sampai dengan penyampaian surat ini, Perseroan tidak memiliki perkara hukum (termasuk terkait
   perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan.

9. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan
   serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

   Tanggapan Perseroan:
   Sampai dengan penyampaian surat ini, tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang
   material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
   diungkapkan kepada publik.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Hormat Kami,
PT MNC Digital Entertainment Tbk




Ahmad Alhafiz
Corporate Secretary

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.65 MB
Published6 May 2026
Pages17
Characters60,107
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MNC Digital Entertainment Tbk p.1 ×5
linked org Bank Victoria International Tbk p.11 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible person Kanaka Puradiredja p.5 ×3
unresolved org Bapepam p.1 ×6
unresolved org Kanaka Puradiredja Suhartono p.5 ×3
unresolved org Purwanto Susanti p.5 ×3
unresolved org PT MNC Portal Indonesia p.16 ×4
unresolved org PT MNC Portal p.16
unresolved person Ahmad Alhafiz · Corporate Secretary p.17

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result