Back to announcement
20260506_MSIN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32078129_lamp1.pdf
Other Text extracted MSINSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
Nomor: 154/MDE-CORSEC/V/2026 Jakarta, 6 Mei 2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Lantai 6
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190
Perihal: Permintaan Penjelasan
Dengan hormat,
Merujuk pada surat No. S-04776/BEI.PP2/04-2026 yang diterima oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk
(“Perseroan”) melalui aplikasi IDXnet pada tanggal 4 Mei 2026 dengan perihal tersebut di atas, bersama ini
dapat kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:
1. Kami menghimbau Perseroan untuk senantiasa mengikuti dan menerapkan standar pelaporan keuangan
yang berlaku secara konsisten, termasuk namun tidak terbatas pada kepatuhan terhadap prinsip akuntansi
yang berlaku umum, ketentuan regulator terkait, serta praktik terbaik dalam penyajian dan pengungkapan
informasi keuangan. Hal ini penting guna memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun
mencerminkan kondisi keuangan dan kinerja Perseroan secara wajar, andal, dan transparan, sehingga
dapat mendukung pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan serta menjaga kepercayaan
pasar.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan senantiasa mengikuti dan menerapkan standar pelaporan keuangan yang berlaku secara
konsisten, termasuk namun tidak terbatas pada kepatuhan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum,
ketentuan regulator terkait, serta praktik terbaik dalam penyajian dan pengungkapan informasi keuangan.
Perseroan senantiasa melakukan hal ini guna memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun
mencerminkan kondisi keuangan dan kinerja Perseroan secara wajar, andal, dan transparan, sehingga
dapat mendukung pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan serta menjaga kepercayaan
pasar.
2. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengingatkan kembali bahwa berdasarkan Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 atau Peraturan nomor VIII.G.7
perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, Materialitas
untuk tujuan agregasi dalam Peraturan ini adalah sebagai berikut:
a. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh aset untuk pos-pos Aset;
b. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos Liabilitas;
c. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas;
d. 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan untuk pos-pos laba rugi komprehensif; atau
e. 10% (sepuluh perseratus) dari laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak untuk pengaruh suatu
peristiwa atau transaksi.
Tanggapan Perseroan:
Berdasarkan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 atau Peraturan nomor VIII.G.7 perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik, Materialitas untuk tujuan agregasi dalam Peraturan ini adalah sebagai berikut:
a. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh aset untuk pos-pos Aset = Rp421,62 miliar, sehingga
Perseroan telah memenuhi.
Page 2
b. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos liabilitas = Rp79,01 miliar, sehingga
Perseroan telah memenuhi.
c. 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas = Rp342,60 miliar sehingga
Perseroan telah memenuhi.
d. 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan untuk pos-pos laba rugi komprehensif = Rp89,98 miliar
sehingga Perseroan telah memenuhi.
e. 10% (sepuluh perseratus) dari laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak untuk pengaruh suatu
peristiwa atau transaksi = Rp104,93 miliar sehingga Perseroan telah memenuhi.
Dengan demikian Perseroan telah menerapkan materialitas dalam laporan keuangan konsolidasian sesuai
dengan ketentuan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-347/BL/2012 (Peraturan No.
VIII.G.7).
Perbedaan Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 yang disampaikan Perseroan
3. Sehubungan dengan penyajian kembali laporan keuangan konsolidasian periode 31 Desember 2023 yang
disampaikan Perseroan tanggal 8 April 2026 dan sebelum penyajian Kembali tanggal 18 Maret 2025,
mohon penjelasan:
a. Klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya yang
timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong.
Tanggapan Perseroan:
Berikut klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya
yang timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong:
• Perlakuan akuntansi atas goodwill.
• Perlakuan akuntansi atas aset keuangan
b. Berdasarkan penelaahan kami, berdasarkan Peraturan VIII.G.7, terdapat beberapa pos material setelah
restatement Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2023. Agar dijelaskan:
• Liabilitas: Liabilitas lancar sebesar Rp984,97 miliar, 61,06% lebih tinggi dibandingkan Rp611,56
miliar. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan atas liabilitas tidak lancar. Total liabilitas memiliki
pada penyajian kembali laporan keuangan 2023 (8 April 2026) 38,00% lebih tinggi dibandingkan
sebelum penyajian kembali (18 Maret 2025). Discrepancies ini lebih dari 5% dari jumlah seluruh
liabilitas sehingga dianggap material berdasarkan peraturan VIII.G.7.
• Ekuitas: Saldo ekuitas sebesar Rp5,17 triliun, 10,16% lebih rendah dibandingkan Rp5,76 trilun.
Discrepancies ini lebih dari 5% dari jumlah seluruh ekuitas sehingga dianggap material
berdasarkan peraturan VIII.G.7.
Tanggapan Perseroan:
Berikut penjelasan atas beberapa pos material setelah restatement Laporan Keuangan Periode 31
Desember 2023:
• Liabilitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos liabilitas = Rp67,80
miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos liabilitas ≥ Rp67,80 miliar sehingga
Perseroan telah memenuhi.
• Ekuitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas = Rp258,59
miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos ekuitas ≥ Rp258,59 miliar sehingga
Perseroan telah memenuhi.
Page 3
c. Penjelasan/latar belakang terhadap rincian akun-akun periode 31 Desember 2023 yang disajikan
kembali 8 April 2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:
Tanggapan Perseroan:
Latar belakang terhadap akun-akun periode 31 Desember 2023 yang disajikan kembali 8 April 2026
dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset
Piutang usaha - 916.945 663.961 252.984 38,10% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Piutang usaha - 201.158 201.896 (738) -0,37% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Piutang lain-lain 37.499 8.919 28.580 320,44% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Biaya dibayar 142.152 141.627 525 0,37% Penyesuaian penyajian dan
di muka dan klasifikasi
Pajak dibayar di 5.611 21.242 (15.631) -73,59% Penyesuaian penyajian dan
muka klasifikasi
Persediaan - 918.486 (918.486) -100,00% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset tetap - neto 1.248.496 443.569 804.927 181,47% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset pajak 8.125 72.213 (64.088) -88,75% Penyesuaian penyajian dan
tangguhan klasifikasi
Aset keuangan 277.887 379.157 (101.270) -26,71% Penyesuaian penyajian dan
tidak lancar klasifikasi
lainnya
Liabilitas
Utang usaha 463.142 225.407 237.735 105,47% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Utang usaha 132.056 69.072 62.984 91,19% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Utang lain-lain 39.968 18.825 21.143 112,31% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Biaya yang 215.549 167.220 48.329 28,90% Penyesuaian penyajian dan
Masih harus klasifikasi
Unearned 12.649 9.427 3.222 34,18% Penyesuaian penyajian dan
revenues klasifikasi
Ekuitas
Tambahan modal 4.060.395 2.994.709 1.065.686 35,59% Penyesuaian penyajian dan
disetor klasifikasi
Laba ditahan – 1.163.930 1.499.345 (335.415) -22,37%
Penyesuaian penyajian dan
belum
klasifikasi
dicadangkan
Page 4
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan 8 April 2026 A) Maret 2025 (B)
Laba Rugi 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Pendapatan 2.905.591 2.952.629 (47.038) -1,59% Cut-off pendapatan
Laba kotor 778.639 824.642 (46.003) -5,58% Cut-off pendapatan,
penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
aset takberwujud.
Laba usaha 246.276 294.649 (48.373) -16,42% Cut-off pendapatan,
penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
asset takberwujud, dan
pencadangan penurunan
nilai piutang usaha.
Laba sebelum 231.782 301.988 (70.306) -23,25% Cut-off pendapatan,
pajak penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
asset takberwujud, dan
pemulihan cadangan
piutang usaha.
Laba /periode 184.718 264.822 (80.104) -30,25% Cut-off pendapatan,
berjalan penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
asset takberwujud, dan
pemulihan cadangan
piutang usaha.
Laporan Penyampaian Penyampaian 18
Arus Kas 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
(Dalam Rp 31 Desember 31 Desember Selisih
Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembayaran (1.837.937) (2.362.860) 524.923 -22,22% Penyesuaian penyajian dan
kepada pemasok klasifikasi
Pembayaran (37.905) 21.339 (59.244) -277,63% Penyesuaian penyajian dan
bunga klasifikasi
Bunga dan (38.124) (52.335) 14.211 -27,15% Penyesuaian penyajian dan
pajak klasifikasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset (65.245) (71.415) 6.170 -8,64% Di klasifikasi sebagai
tetap pembayaran kepada
pemasok
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran - (3.018) 3.018 -100,00% Di klasifikasi sebagai utang
sewa jangka panjang dan lainnya
d. Penjelasan/latar belakang rincian perbedaan akun-akun material lainnya periode 31 Desember 2023
yang disajikan kembali (8 April 2026) dan 18 Maret 2025 dengan template sebagai berikut:
Tanggapan Perseroan:
Tidak ada perbedaan akun-akun material lainnya periode 31 Desember 2023 yang disajikan kembali
(8 April 2026) dan 18 Maret 2025.
Page 5
Perbedaan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 yang disampaikan Perseroan
Perbedaan LKT 31 Desember 2024 yang disampaikan pada 8 April 2026 dan 31 Maret 2026
4. Sehubungan dengan penyampaian Ringkasan Risalah Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa
pada tanggal 8 April 2026, di mana Perseroan melakukan koreksi atas laporan keuangan tahunan untuk
periode yang berakhir pada 31 Desember 2024, serta penyampaian Laporan Keuangan Tahunan pada
tanggal 31 Maret 2026 untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang turut memuat informasi
keuangan tahun 2024, kami mencermati adanya perbedaan data keuangan tahun 2024 pada kedua
penyampaian tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon Perseroan dapat memberikan penjelasan
sebagai berikut:
a. Penjelasan mengenai adanya perbedaan informasi keuangan periode 31 Desember 2024 yang terjadi
dalam rentang waktu yang relatif singkat (±1 minggu).
Tanggapan Perseroan:
Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang
disajikan kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja Suhartono
atas laporan audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja melakukan
audit atas laporan keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31 Maret 2026,
dimana komparasi laporan keuangan 2024 disajikan sesuai dengan laporan keuangan 2025.
b. Berdasarkan penelaahan kami dengan merujuk kepada Peraturan VIII.G.7, tidak terdapat selisih
material dari kedua penyampaian laporan keuangan. Namun, mempertimbangkan kedua informasi
keuangan 31 Desember 2024 disampaikan pada waktu yang berdekatan, agar dijelaskan perbedaan
atas akun-akun di bawah ini:
Tanggapan Perseroan:
Penjelasan perbedaan atas akun-akun dibawah ini sebagai berikut:
Penyampaian Penyampaian 31
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2026 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset
Piutang usaha 1.201.603 1.272.396 (70.793) -5,56% Total aset lancar adalah
- pihak berelasi sama yaitu Rp2,31 triliun.
Angka piutang usaha pihak
berelasi adalah
Rp1.201.7603 juta sesuai
dengan rincian pada CALK
6. Angka Rp1.272.396 juta
ini adalah Rp1.272.396 juta
dikurangi penyisihan
piutang Rp70.793 juta.
Piutang usaha - 207.946 232.759 (24.813) -10,66% Total aset lancar adalah
pihak ketiga sama yaitu Rp2,31 triliun.
Angka piutang usaha pihak
ketiga adalah Rp207.946
juta sesuai dengan rincian
pada CALK 6. Angka
Rp207.946 juta ini adalah
Rp232.759 juta dikurangi
penyisihan piutang
Rp24.813 juta.
Page 6
Penyampaian Penyampaian 31
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2026 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset tetap - neto 1.247.696 1.254.787 (7.091) -0,57% Merupakan reklasifikasi
asset hak guna menjadi
asset tetap.
Aset 13.383 7.657 5.726 74,78% Merupakan penyesuaian
pajak tangguhan saling hapus atas asset
pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan
yang berasal dari entitas
yang sama.
Liabilitas
Utang usaha 505.580 508.003 (2.423) -1,59% Merupakan reklasifikasi
pihak berelasi dari akun utang usaha
pihak ketiga.
Utang usaha 154.382 151.959 2.423 1,59% Merupakan reklasifikasi ke
pihak ketiga akun utang usaha pihak
berelasi.
Liabilitas 162.630 156.904 5.726 3,65% Merupakan penyesuaian
pajak tangguhan saling hapus atas asset
pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan
yang berasal dari entitas
yang sama.
c. Penjelasan Perseroan atas perbedaan dalam penyajian total aset lancar pada informasi keuangan per
31 Desember 2024 yang disampaikan pada tanggal 31 Maret 2026, dimana total yang disajikan sebesar
Rp2,31 triliun tidak sesuai dengan hasil penjumlahan seluruh akun aset lancar sebesar Rp2,41 triliun.
Mohon klarifikasi atas penyebab perbedaan tersebut serta konfirmasi angka yang seharusnya disajikan.
Tanggapan Perseroan:
Total aset lancar adalah sama yaitu Rp2,31 triliun. Angka piutang usaha adalah Rp1,41 triliun sesuai
dengan rincian pada CALK 6. Angka Rp1,41 triliun ini adalah Rp1,51 triliun dikurangi penyisihan
piutang Rp95,61 miliar.
d. Konfirmasi angka laporan keuangan tahun 2024 yang digunakan sebagai dasar pembanding (baseline)
dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2025, serta dampaknya terhadap analisis kinerja Perseroan
Tanggapan Perseroan:
Perseroan mengonfirmasi bahwa angka laporan keuangan tahun 2024 yang digunakan sebagai dasar
pembanding (baseline) dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2025, serta dampak terhadap
analisis kinerja Perseroan adalah angka yang telah disajikan kembali sesuai standar akuntansi yang
berlaku.
Page 7
Perbedaan LKT 31 Desember 2024 yang disampaikan pada 8 April 2026 dan 18 Maret 2025
5. Sehubungan dengan penyajian kembali laporan keuangan konsolidasian periode 31 Desember 2024 yang
disampaikan Perseroan tanggal 8 April 2026 dan sebelum penyajian kembali tanggal 18 Maret 2025,
mohon penjelasan:
a. Klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya yang
timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong.
Tanggapan Perseroan:
Berikut klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya
yang timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong:
• Perlakuan akuntansi atas goodwill.
• Perlakuan akuntansi atas aset keuangan
b. Berdasarkan penelaahan kami, berdasarkan Peraturan VIII.G.7, terdapat beberapa pos material setelah
restatement Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2024. Agar dijelaskan:
• Liabiltias: Liabilitas lancar senilai Rp1,04 triliun, 84,85% lebih tinggi dibandingkan penyampaian
18 Maret 2025 sebesar Rp561,53 miliar. Sementara itu, liabilitas tidak lancar hanya menunjukkan
discrepancies yang sangat kecil, yakni sebesar Rp1,00 juta. Meskipun demikian, total liabilitas
tetap mengalami discrepancies material yang didorong oleh discrepancies pada liabilitas lancar.
Adapun nilai total liabilitas sebesar Rp1,42 triliun, lebih tinggi 50,53% dibandingkan Rp942,9
miliar atau lebih dari 5%.
• Ekuitas: Nilai ekuitas sebesar Rp5,95 miliar atau 10,75% atau lebih dari 5% lebih rendah
dibandingkan Rp6,69 triliun.
Tanggapan Perseroan:
Berikut penjelasan atas beberapa pos material setelah restatement Laporan Keuangan Periode 31
Desember 2024:
• Liabilitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos liabilitas = Rp70,68
miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos liabilitas ≥ Rp70,68 miliar sehingga
Perseroan telah memenuhi.
• Ekuitas: 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas = Rp297,61
miliar. Perseroan telah menyajikan masing-masing pos-pos ekuitas ≥ Rp297,61 miliar sehingga
Perseroan telah memenuhi.
c. Penjelasan/latar belakang terhadap rincian akun-akun periode 31 Desember 2024 yang disajikan
kembali 8 April 2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:
Tanggapan Perseroan:
Latar belakang terhadap rincian akun-akun periode 31 Desember 2024 yang disajikan kembali 8 April
2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta) sebagai berikut:
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset
Piutang usaha - 1.201.603 275.292 926.311 336,48% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Piutang usaha - 207.946 835.123 (627.177) -75,10% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Page 8
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Piutang lain-lain 73.982 9.159 64.823 707,75% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset tetap - neto 1.247.696 453.912 793.784 174,88% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset pajak 13.383 25.729 (12.346) -47,98% Penyesuaian penyajian dan
tangguhan klasifikasi
Aset keuangan 445.547 939.101 (493.554) -52,56% Penyesuaian penyajian dan
tidak lancar klasifikasi
lainnya
Liabilitas
Utang usaha 505.580 73.897 431.683 584,17% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Utang usaha 154.382 226.377 (71.995) -31,80% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Utang lain-lain 67.184 19.958 47.226 236,63% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Biaya yang 222.445 164.776 57.669 35,00% Penyesuaian penyajian dan
Masih harus klasifikasi
Unearned 19.562 7.708 11.854 153,79% Penyesuaian penyajian dan
revenues klasifikasi
Ekuitas
Tambahan 4.060.395 2.994.709 1.065.686 35,59% Penyesuaian penyajian dan
modal disetor klasifikasi
Penghasilan 567.544 (91.412) 658.956 -720,86% Penyesuaian penyajian dan
Komprehensif klasifikasi
lain
Transaksi (843.760) 404.347 (1.248.107) -308,67% Penyesuaian penyajian dan
ekuitas dan klasifikasi
perubahan
ekuitas anak
Cadangan nilai (244.843) - (244.843) -100,00% Penyesuaian penyajian dan
wajar atas aset klasifikasi
keuangan
diukur pada
nilai wajar
melalui
penghasilan
komprehensif
lain
Kepentingan 239.572 119.490 120.082 100,50% Penyesuaian penyajian dan
non-pengendali klasifikasi
Page 9
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Laba Rugi 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Pendapatan 3.238.780 3.470.199 (231.419) -6,67% Cut-off pendapatan
Laba kotor 1.008.327 965.255 43.072 4,46% Cut-off pendapatan
Laba usaha 401.543 436.321 (34.778) -7,97% Cut-off pendapatan
Laba sebelum 463.111 450.741 12.370 2,74% Cut-off pendapatan,
pajak penelahaan kembali
amortisasi aset konten,
asset takberwujud dan
pemulihan/pencadangan
piutang usaha
Laba /periode 410.758 399.380 11.378 2,85% Cut-off pendapatan,
berjalan penelahaan kembali
amortisasi aset konten,
asset takberwujud dan
pemulihan/pencadangan
piutang usaha
Permintaan Penjelasan atas Kinerja Keuangan Periode 31 Desember 2025
6. Mempertimbangkan terdapat restatement atas Laporan Keuangan Tahunan periode 31 Desember 2024 dan
2023 yang disampaikan Perseroan pada tanggal 8 April 2026, penelaahan atas laporan keuangan periode
31 Desember 2025 menggunakan data keuangan yang disampaikan pada tanggal 31 Maret 2026, dengan
baseline analisis mengacu pada data keuangan periode 31 Desember 2024 yang disampaikan pada tanggal
8 April 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon klarifikasi/konfirmasi strategi dan/atau aktivitas
yang dilakukan Perseroan atas pergerakan akun-akun material sebagai berikut:
a. Piutang usaha – pihak ketiga: Berdasarkan CALK No. 6, tercatat sebesar Rp284 miliar per 31
Desember 2025, meningkat Rp76 miliar (32,93%) dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar
Rp207 miliar. Mohon penjelasan atas:
• Faktor pendorong peningkatan piutang.
• Kebijakan kredit dan penagihan yang diterapkan.
• Kualitas piutang (aging) serta potensi risiko tidak tertagih.
Tanggapan Perseroan:
• Faktor peningkatan saldo piutang usaha pihak ketiga dari Rp207 miliar per 31 Desember 2024
menjadi Rp284 miliar per 31 Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan
Perseroan, perubahan komposisi pelanggan dengan termin pembayaran yang relatif lebih panjang,
serta faktor cut-off transaksi pada akhir periode.
• Kebijakan kredit dan penagihan yang diterapkan Perseroan adalah dengan melakukan penagihan
piutang secara berkala kepada pelanggan dan proses penagihan yang terstruktur.
• Kualitas piutang (aging) dan potensi risiko tidak tertagih, berdasarkan pemantauan manajemen,
mayoritas piutang Perseroan berada dalam kategori belum jatuh tempo dan hingga 90 hari.
Adapun untuk piutang yang telah melewati jatuh tempo, Perseroan secara aktif melakukan upaya
penagihan dan pemantauan secara intensif. Perseroan juga telah membentuk cadangan kerugian
penurunan nilai secara memadai sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sehingga risiko
tidak tertagih dinilai tetap terkendali
Page 10
b. Piutang lain-lain: Berdasarkan CALK No. 7, tercatat sebesar Rp250 miliar per 31 Desember 2025,
meningkat Rp176 miliar (237,61%) dibandingkan Rp74 miliar pada 31 Desember 2024. Mohon
penjelasan atas:
• Rincian komponen serta nature dari piutang lain-lain.
• Alasan peningkatan signifikan dalam periode berjalan.
Tanggapan Perseroan:
• Komponen serta nature dari piutang lain-lain adalah piutang Grup yang sebagian besar merupakan
piutang tidak terkait kegiatan usaha Perseroan.
• Alasan peningkatan signifikan dalam periode berjalan piutang lain-lain dari Rp74 miliar per 31
Desember 2024 menjadi Rp250 miliar per 31 Desember 2025 terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan transaksi yang bersifat non-operasional pada periode berjalan dalam rangka
mendukung aktivitas usaha Perseroan yang masih dalam proses penyelesaian pada akhir periode
pelaporan. Perseroan secara aktif melakukan pemantauan dan evaluasi atas penyelesaian saldo
piutang lain-lain tersebut, termasuk menelaah kolektibilitasnya secara berkala.
c. Biaya dibayar di muka dan uang muka (lancar): Berdasarkan CALK No. 8, tercatat sebesar Rp423
miliar per 31 Desember 2025, meningkat Rp235 miliar (125,26%) dibandingkan Rp188 miliar pada
31 Desember 2024. Mohon penjelasan atas:
• Rincian penggunaan uang muka program dan keterkaitannya dengan strategi produksi konten.
• Timeline realisasi menjadi beban/biaya.
• Pertimbangan manajemen dalam peningkatan saldo secara signifikan.
Tanggapan Perseroan:
• Rincian penggunaan uang muka program dan keterkaitannya dengan strategi produksi konten
merupakan pembayaran kepada pihak ketiga terkait produksi program/konten, termasuk jasa
produksi, kerja sama konten, serta aktivitas pendukung lainnya yang merupakan bagian dari
strategi pengembangan dan penguatan konten Perseroan. Pembayaran uang muka dilakukan
sesuai dengan perjanjian kerja sama dan tahapan pekerjaan (milestone), dengan tujuan untuk
mengamankan kapasitas produksi dan memastikan ketersediaan pipeline konten sesuai rencana
bisnis Perseroan.
• Timeline realisasi menjadi beban/biaya setelah progres pekerjaan selesai dilakukan dan diterima
Perseroan
• Pertimbangan manajemen dalam peningkatan saldo secara signifikan dari Rp188 miliar per 31
Desember 2024 menjadi Rp423 miliar per 31 Desember 2025 mencerminkan intensifikasi
aktivitas produksi konten sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan. Peningkatan tersebut
juga merupakan bagian dari siklus industri yang mensyaratkan pembayaran di muka kepada mitra
produksi untuk mengamankan kapasitas dan jadwal produksi. Manajemen secara berkala
melakukan monitoring atas realisasi uang muka, termasuk evaluasi progres pekerjaan dan
penyesuaian dengan rencana produksi.
d. Aset tetap – neto: Berdasarkan CALK No. 9, tercatat sebesar Rp1,75 triliun per 31 Desember 2025,
meningkat Rp500,56 miliar (39,9%) dibandingkan Rp1,25 triliun pada 31 Desember 2024. Mohon
penjelasan atas:
• Latar belakang dan tujuan strategis penambahan aset tetap, khususnya pembelian tanah sebesar
Rp571,25 miliar.
• Sumber pendanaan atas penambahan aset tetap tersebut.
• Kesesuaian investasi dengan rencana bisnis Perseroan.
• Pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap.
Page 11
Tanggapan Perseroan:
• Latar belakang dan tujuan strategis penambahan aset tetap, terutama berasal dari pembelian tanah
sebesar Rp571,25 miliar yang dilakukan dalam rangka mendukung rencana pengembangan jangka
panjang Perseroan, termasuk kebutuhan ekspansi kegiatan operasional dan penguatan
infrastruktur bisnis di masa mendatang.
• Sumber pendanaan atas penambahan aset tetap tersebut bersumber dari kas internal Perseroan.
• Kesesuaian investasi dengan rencana bisnis Perseroan atas penambahan aset tetap dilakukan
sejalan dengan rencana bisnis dan strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan, khususnya
dalam mendukung pengembangan kapasitas dan keberlanjutan operasional, termasuk rencana
Perseroan menjadi Global Player dalam industri Digital Media.
• Berdasarkan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap, termasuk tanah
yang diperoleh. Penilaian dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi pasar,
rencana penggunaan aset, serta proyeksi manfaat ekonomis di masa mendatang.
e. Aset konten: Berdasarkan CALK No. 11, aset konten Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp838 miliar, meningkat Rp172 miliar (25,92%) dibandingkan Rp666 miliar pada 31 Desember 2024.
Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
• Latar belakang peningkatan signifikan aset konten, termasuk strategi Perseroan dalam
pengembangan program konten dan lisensi.
• Dasar pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset konten.
• Kebijakan Perseroan yang tidak mengasuransikan aset konten serta mitigasi risiko yang
diterapkan.
• Rincian aset konten yang dijaminkan, termasuk jenis aset, nilai tercatat, serta identitas bank
pemberi pinjaman dan ketentuan utama terkait penjaminan tersebut.
Tanggapan Perseroan:
• Latar belakang peningkatan signifikan aset konten terutama mencerminkan intensifikasi investasi
Perseroan dalam pengembangan program dan lisensi konten sejalan dengan strategi pertumbuhan
bisnis. Investasi dilakukan secara selektif dan bertahap untuk mendukung ketersediaan konten,
optimalisasi monetisasi, serta keberlanjutan produksi sesuai rencana bisnis Perseroan, termasuk
rencana Perseroan menjadi Global Player dalam industri Digital Media.
• Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset konten.
Manajemen melakukan penelaahan secara berkala dengan mempertimbangkan performa konten,
tingkat konsumsi/penayangan, realisasi pendapatan, serta proyeksi manfaat ekonomis. Aset
konten juga diamortisasi sesuai masa manfaatnya, sehingga nilai tercatat mencerminkan sisa
manfaat ekonomis yang diharapkan dapat direalisasikan.
• Aset konten tidak diasuransikan karena tidak memiliki karakteristik risiko fisik yang dapat
diasuransikan secara konvensional. Risiko mitigasi dilakukan melalui pengendalian proses
produksi dan evaluasi mitra kerja, struktur perjanjian yang jelas termasuk hak ekonomi atas
konten, serta diversifikasi portofolio untuk mengurangi ketergantungan pada konten tertentu.
• Sebagian aset konten digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pembiayaan bank. Aset yang
dijaminkan merupakan bagian dari portofolio aset konten dengan nilai tercatat tertentu sesuai
perjanjian kredit. Fasilitas tersebut diberikan oleh PT Bank Victoria International Tbk dengan
ketentuan jaminan yang lazim di industri, termasuk pemenuhan covenant tertentu, namun tidak
membatasi secara material kegiatan operasional maupun pengembangan konten Perseroan.
Page 12
f. Piutang lain-lain (tidak lancar): Berdasarkan CALK No. 7, piutang lain-lain (tidak lancar) per 31
Desember 2025 tercatat sebesar Rp217,58 miliar, meningkat Rp121,45 miliar (126,34%)
dibandingkan Rp96,13 miliar pada 31 Desember 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon
penjelasan:
• Rincian komponen serta nature dari piutang lain-lain.
• Alasan peningkatan signifikan dalam periode berjalan.
Tanggapan Perseroan:
• Komponen serta nature dari piutang lain-lain (tidak lancar) adalah piutang grup merupakan
piutang kepada pihak ketiga di luar kegiatan usaha utama Perseroan yang bersifat jangka panjang
• Alasan peningkatan saldo dari Rp96,13 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp217,58 miliar
per 31 Desember 2025 terutama disebabkan reklasifikasi dari piutang lain-lain (dari kelompok
aset lancar ke aset tidak lancar).
g. Aset keuangan tidak lancar lainnya: Berdasarkan CALK No. 5, aset keuangan tidak lancar lainnya per
31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp361,84 miliar, menurun Rp83,7 miliar (18,79%) dibandingkan
Rp445,54 miliar pada 31 Desember 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
• Faktor penyebab penurunan nilai investasi, termasuk apakah terdapat pelepasan, penurunan nilai,
atau perubahan nilai wajar.
• Dasar penentuan nilai wajar atas investasi pada instrumen ekuitas, baik yang memiliki kuotasi
maupun tidak.
Tanggapan Perseroan:
• Faktor penyebab penurunan aset keuangan tidak lancar lainnya terutama disebabkan oleh adanya
perubahan nilai wajar atas investasi pada instrumen ekuitas. Tidak terdapat pelepasan investasi
pada periode berjalan dan penurunan nilai.
• Dasar penentuan nilai wajar investasi atas instrumen ekuitas yang memiliki kuotasi adalah nilai
wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang tersedia pada tanggal pelaporan. Sementara untuk
instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi adalah nilai wajar ditentukan menggunakan
pendekatan penilaian yang sesuai, antara lain teknik valuasi berbasis arus kas terdiskonto, nilai
aset bersih, dan/atau referensi transaksi terakhir yang tersedia, dengan mempertimbangkan kondisi
pasar dan informasi yang relevan pada tanggal pelaporan.
h. Utang usaha pihak ketiga: Utang usaha pihak ketiga Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp273,88 miliar, meningkat Rp119,50 miliar (78,65%) dibandingkan Rp154,38 miliar pada 31
Desember 2024. Perseroan menyampaikan bahwa tidak terdapat beban bunga karena pembayaran
masih dalam periode kredit normal, namun tidak terdapat penjelasan atas peningkatan material
tersebut, Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
• Faktor utama yang menyebabkan peningkatan signifikan utang usaha.
• Rincian pemasok utama serta kontribusinya terhadap kenaikan saldo.
• Kesesuaian peningkatan utang usaha dengan aktivitas operasional Perseroan.
Tanggapan Perseroan:
• Faktor utama peningkatan utang usaha dari Rp154,38 miliar menjadi Rp273,88 miliar terutama
disebabkan oleh meningkatnya aktivitas operasional Perseroan, khususnya pembelian jasa
produksi, konten, dan jasa pendukung lainnya sejalan dengan penguatan kegiatan usaha pada
periode berjalan, termasuk rencana Perseroan menjadi Global Player dalam industri Digital
Media.
• Pemasok utama berasal dari peningkatan transaksi dengan beberapa bidang jasa produksi dan
penyediaan konten yang mendukung operasional Perseroan.
Page 13
• Kesesuaian dengan operasional atas peningkatan utang usaha tersebut masih dalam pola normal
siklus usaha Perseroan dan mencerminkan pengelolaan modal kerja yang wajar, dengan seluruh
kewajiban timbul dari transaksi operasional dan masih dalam termin pembayaran yang telah
disepakati.
i. Utang bank: Berdasarkan CALK No. 17, utang bank per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp241,13
miliar, meningkat Rp70,3 miliar (41,16%) dibandingkan Rp170,83 miliar pada 31 Desember 2024.
Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
• Tujuan penambahan fasilitas pinjaman.
• Penggunaan dana pinjaman dan keterkaitannya dengan kebutuhan operasional atau strategi bisnis
Perseroan.
Tanggapan Perseroan:
• Tujuan penambahan fasilitas pinjaman untuk mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan, baik
modal kerja maupun penguatan struktur pendanaan sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha.
• Penggunaan dana pinjaman untuk mendukung kebutuhan operasional, termasuk modal kerja dan
pembiayaan aktivitas produksi konten, serta selaras dengan strategi pengembangan bisnis
Perseroan. Seluruh dana dikelola secara prudent untuk menjaga likuiditas dan keberlanjutan usaha.
j. Liabilitas pajak tangguhan: Liabilitas pajak tangguhan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp183,71 miliar, meningkat Rp21,01 miliar (12,96%) dibandingkan Rp162,63 miliar pada 31
Desember 2024. Namun demikian, Perseroan menyajikan saldo awal (baseline) liabilitas pajak
tangguhan tahun 2024 yang berbeda antara penyampaian pada tanggal 31 Maret 2026 dan 8 April
2026. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon penjelasan:
• Rekonsiliasi perbedaan saldo awal liabilitas pajak tangguhan tahun 2024.
• Dasar perhitungan liabilitas pajak tangguhan tahun 2025, termasuk asumsi dan komponen utama
perbedaan tersebut.
Tanggapan Perseroan:
• Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang
disajikan kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja
Suhartono atas laporan audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja
melakukan audit atas laporan keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31
Maret 2026, dimana komparasi laporan keuangan 2024 disajikan sesuai dengan laporan keuangan
2025.
• Dasar perhitungan liabilitas pajak tangguhan 2025 berdasarkan perbedaan temporer antara nilai
tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar fiskal perpajakan, dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku. Komponen utama terutama berasal dari perbedaan
temporer atas aset tetap, aset takberwujud penyisihan piutang usaha, liabilitas imbalan kerja dan
akumulasi rugi fiskal.
Page 14
k. Cadangan nilai wajar atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain: Cadangan nilai wajar Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar -Rp328,44
miliar, mengalami penurunan sebesar Rp83,60 miliar (34,15%) dibandingkan saldo per 31 Desember
2024 sebesar -Rp244,84 miliar. Mohon penjelasan:
• Faktor utama yang menyebabkan penurunan signifikan cadangan nilai wajar.
• Rincian instrumen keuangan yang berkontribusi material terhadap penurunan tersebut.
• Metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penentuan nilai wajar.
• Kebijakan manajemen dalam mengelola risiko atas fluktuasi nilai wajar ke depan.
Tanggapan Perseroan:
• Faktor utama penurunan cadangan nilai wajar disebabkan oleh perubahan nilai wajar atas
instrumen keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain.
• Instrumen yang berkontribusi material berasal dari beberapa investasi pada instrumen ekuitas,
yang nilainya dipengaruhi oleh pergerakan harga pasar pada akhir periode pelaporan.
• Metodologi penentuan nilai wajar untuk instrumen yang memiliki kuotasi ditentukan berdasarkan
harga pasar pada tanggal pelaporan, sedangkan untuk instrumen yang tidak memiliki kuotasi
digunakan teknik valuasi yang sesuai, termasuk referensi transaksi terakhir, pendekatan aset
bersih, dan/atau model arus kas terdiskonto dengan asumsi yang wajar dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai standar akuntansi yang berlaku.
• Perseroan mengelola risiko fluktuasi nilai wajar melalui pemantauan berkala terhadap kinerja
investasi, evaluasi portofolio secara periodik, serta diversifikasi investasi.
l. Pendapatan dan beban pokok penjualan: Pendapatan Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
Rp3,84 triliun, meningkat Rp594 miliar (18,35%) dibandingkan Rp3,24 triliun pada 31 Desember
2024. Sejalan dengan hal tersebut, beban pokok penjualan meningkat sebesar Rp503,02 miliar
(22,55%) menjadi Rp2,73 triliun dari sebelumnya Rp2,23 triliun. Sehubungan dengan hal tersebut,
mohon penjelasan:
• Faktor/strategi utama peningkatan pendapatan, khususnya pada segmen bisnis konten, IP, dan
lainnya.
• Sehubungan dengan key audit matters mengenai pendapatan konten, mohon dijelaskan (i)
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam pengakuan pendapatan konten, termasuk kriteria
penentuan waktu pengakuan pendapatan dan (ii) proses dan pengendalian internal yang dilakukan
Perseroan untuk memastikan pendapatan diakui pada periode yang tepat (cut-off), termasuk
mekanisme verifikasi atas transaksi di akhir periode pelaporan.
• Rincian komponen pendapatan pada segmen tersebut serta keberlanjutan (sustainability) dari
pertumbuhan pendapatan yang terjadi.
• Alasan peningkatan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan
pendapatan, khususnya pada segmen konten, IP, dan lainnya.
• Strategi manajemen dalam menjaga efisiensi dan profitabilitas ke depan.
Tanggapan Perseroan:
• Faktor peningkatan pendapatan terutama pada segmen konten, IP, dan lainnya sejalan dengan
peningkatan volume produksi, monetisasi konten, serta optimalisasi distribusi dan lisensi. Hal ini
merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat portofolio konten dan memperluas
sumber pendapatan, seiring dengan rencana Perseroan menjadi Global Player dalam industri
Digital Media.
• Kebijakan akuntansi dan pengakuan pendapatan konten berdasarkan pemenuhan kewajiban
pelaksanaan sesuai dengan PSAK yang berlaku, yaitu pada saat kendali atas konten dialihkan
kepada pelanggan atau ketika manfaat ekonomis telah diterima Perseroan. Perseroan menerapkan
Page 15
pengendalian internal yang memadai, termasuk proses review kontrak, verifikasi realisasi
penayangan/penyerahan konten, serta prosedur cut-off di akhir periode untuk memastikan
pengakuan pendapatan dilakukan pada periode yang tepat.
• Komponen pendapatan segmen konten, IP, dan lainnya berasal dari produksi, lisensi, distribusi,
serta monetisasi aset konten yang dimiliki Perseroan. Pertumbuhan pendapatan bersifat
berkelanjutan seiring dengan penguatan pipeline konten dan pengembangan portofolio IP yang
terus dilakukan Perseroan.
• Peningkatan beban pokok penjualan sejalan dengan peningkatan aktivitas produksi konten,
termasuk biaya produksi, pembelian lisensi, dan biaya langsung lainnya yang merupakan
konsekuensi langsung dari ekspansi kegiatan usaha dan sifat industri yang berbasis investasi
konten.
• Strategi efisiensi dan profitabilitas, Perseroan berfokus pada optimalisasi margin melalui
peningkatan efisiensi produksi, seleksi proyek konten yang lebih selektif, penguatan monetisasi
IP, serta pengelolaan biaya secara disiplin. Selain itu, Perseroan terus melakukan diversifikasi
sumber pendapatan untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas ke depan.
m. Beban umum dan administrasi: Berdasarkan CALK nomor 25, beban umum dan administrasi
Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp453,46 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar
Rp153,29 miliar (-25,27%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp606,78
miliar. Meskipun demikian, nilai beban umum dan administrasi pada data keuangan periode 31
Desember 2024 yang disampaikan 31 Maret 2026 adalah Rp593,099 miliar, sehingga pergerakan pada
beban umum dan administrasi per 31 Desember 2025 tidak dapat diidentifikasi. Sehubungan dengan
hal tersebut, mohon penjelasan:
• Rekonsiliasi perbedaan nilai beban umum dan administrasi tahun 2024 yang disampaikan pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 8 April 2026.
• Dasar penggunaan angka pembanding (baseline) dalam analisis kinerja tahun 2025.
• Rincian komponen utama yang menyebabkan penurunan beban umum dan administrasi pada
tahun 2025.
Tanggapan Perseroan:
• Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang
disajikan kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja
Suhartono atas laporan audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja
melakukan audit atas laporan keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31
Maret 2026, dimana komparasi laporan keuangan 2024 disajikan sesuai dengan laporan keuangan
2025.
• Penggunaan angka pembanding (baseline) dalam analisis kinerja tahun 2025, Perseroan
menggunakan angka yang telah direstatement sebagai basis perbandingan, sehingga dapat
mencerminkan perbandingan yang lebih tepat dan konsisten antar periode.
• Penurunan beban umum dan administrasi 2025 terutama disebabkan oleh efisiensi biaya
operasional, termasuk optimalisasi beban tenaga kerja, pengendalian biaya jasa profesional, serta
efisiensi pada beban operasional lainnya, sejalan dengan upaya Perseroan dalam meningkatkan
efektivitas biaya secara berkelanjutan.
Page 16
n. Divestasi entitas anak: Perseroan mencatatkan laba atas penjualan entitas anak per 31 Desember 2025
sebesar Rp388,49 miliar. Berdasarkan CALK No. 32 mengenai divestasi entitas anak, terdapat
informasi sebagai berikut: (i) Pada tahun 2024, Grup menjual 100% kepemilikan pada PT MNC Portal
Indonesia (beserta entitas terkait) dengan imbalan kas sebesar Rp161.294 juta kepada pihak ketiga,
namun informasi tersebut tidak diungkapkan dalam laporan keuangan tahun 2024 yang disampaikan
pada tanggal 8 April 2026; (ii) Pada tahun 2025, Grup kembali menjual 100% kepemilikan pada PT
MNC Portal Indonesia (MPI) dengan imbalan kas sebesar Rp586.762 juta kepada pihak ketiga.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
• Klarifikasi atas transaksi divestasi tahun 2024 yang tidak diungkapkan pada laporan keuangan
sebelumnya.
• Penjelasan kronologis transaksi penjualan PT MNC Portal Indonesia pada tahun 2024 dan 2025,
mengingat terdapat indikasi penjualan atas entitas yang sama pada dua periode berbeda.
• Alasan strategis dilakukannya divestasi pada PT MNC Portal indonesia.
• Identitas pihak pembeli pada masing-masing transaksi serta hubungan dengan Perseroan (pihak
ketiga atau berelasi).
• Dampak transaksi divestasi tersebut terhadap kinerja operasional dan keberlanjutan usaha
Perseroan.
Tanggapan Perseroan:
• Klarifikasi transaksi divestasi 2024 bahwa transaksi yang terjadi pada tahun 2024 telah dicatat
sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku dan merupakan bagian dari proses penyelesaian
transaksi divestasi yang kemudian diselesaikan secara final pada tahun 2025. Pengungkapan
secara lebih lengkap telah disajikan dalam catatan atas laporan keuangan tahun 2025 sebagai
bagian dari penyajian informasi yang komprehensif atas rangkaian transaksi tersebut.
• Kronologi transaksi divestasi PT MNC Portal Indonesia dan entitas anaknya merupakan satu
rangkaian proses transaksi yang dilakukan secara bertahap, di mana tahap awal pada tahun 2024
dan penyelesaian akhir pada tahun 2025 sesuai dengan ketentuan perjanjian dengan pembeli.
Dengan demikian, kedua periode tersebut merupakan bagian dari satu transaksi yang sama secara
substansi ekonomi.
• Alasan strategis divestasi dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi portofolio bisnis Grup untuk
fokus pada pengembangan lini usaha inti serta meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya dan
penguatan struktur keuangan.
• Identitas pembeli merupakan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan maupun entitas anak, sehingga transaksi dilakukan secara wajar.
• Dampak transaksi divestasi tersebut terhadap kinerja operasional dan keberlanjutan usaha
memberikan dampak positif terhadap penguatan posisi keuangan Perseroan, termasuk
peningkatan likuiditas dan fleksibilitas keuangan, tanpa memberikan dampak material yang
mengganggu keberlanjutan kegiatan operasional Perseroan, yang tetap berjalan secara normal
sesuai strategi bisnis.
o. Divestasi entitas anak: Berdasarkan CALK No. 32 mengenai divestasi entitas anak, Perseroan
menyampaikan laba atas penjualan entitas anak sebesar Rp388,49 miliar, dari jumlah imbalan
Rp586,76 miliar. Agar dijelaskan:
• Mohon penjelasan apakah penentuan nilai transaksi entitas anak telah menggunakan jasa profesi
penunjang (KJPP) atau pihak independen lainnya, serta metodologi penilaian yang digunakan.
• Mohon konfirmasi apakah transaksi tersebut telah dilaksanakan secara arm’s length, termasuk
penjelasan dasar penentuan harga jual.
• Mohon penjelasan apakah terdapat asumsi, penyesuaian, atau kondisi tertentu (misalnya valuasi,
revaluasi, atau kesepakatan khusus) yang mempengaruhi besaran laba yang diakui.
Page 17
Tanggapan Perseroan:
• Perseroan menyampaikan bahwa nilai transaksi divestasi entitas anak ditetapkan berdasarkan
kesepakatan para pihak, yaitu antara Perseroan dan pihak pembeli, dengan mempertimbangkan
kondisi usaha dan prinsip kewajaran transaksi.
• Transaksi telah dilakukan secara arm’s length dengan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan
afiliasi dengan Perseroan. Harga jual ditentukan berdasarkan hasil negosiasi antara para pihak.
• Laba atas divestasi mencerminkan selisih antara nilai imbalan yang diterima dengan nilai tercatat
investasi sesuai laporan keuangan. Tidak terdapat penyesuaian atau perlakuan khusus di luar
ketentuan akuntansi yang berlaku yang mempengaruhi pengakuan laba, dan seluruh perhitungan
dilakukan sesuai standar akuntansi yang relevan.
Lainnya
7. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memastikan konsistensi dan keandalan penyajian laporan
keuangan ke depan.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan menjaga konsistensi dan keandalan laporan keuangan melalui penerapan standar akuntansi yang
berlaku, penguatan pengendalian internal, serta review dan rekonsiliasi berjenjang. Perseroan juga
melibatkan auditor eksternal independen dan memastikan setiap penyesuaian dilakukan sesuai ketentuan
untuk menjaga kualitas dan keterbandingan laporan keuangan.
8. Apakah saat ini Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU
atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor
perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Sampai dengan penyampaian surat ini, Perseroan tidak memiliki perkara hukum (termasuk terkait
perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan.
9. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan
serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Tanggapan Perseroan:
Sampai dengan penyampaian surat ini, tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang
material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Hormat Kami,
PT MNC Digital Entertainment Tbk
Ahmad Alhafiz
Corporate Secretary
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bapepam
p.1 ×6
unresolved
org
Kanaka Puradiredja Suhartono
p.5 ×3
unresolved
org
Purwanto Susanti
p.5 ×3
unresolved
org
PT MNC Portal Indonesia
p.16 ×4
unresolved
org
PT MNC Portal
p.16
unresolved
person
Ahmad Alhafiz
· Corporate Secretary
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.