Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
PT Astra Agro Lestari Tbk
1
Berita Acara Pelaksanaan Public Expose 2024
PT Astra Agro Lestari Tbk
Waktu dan tempat
Hari, tanggal : Selasa, 23 April 2024
Waktu : 11.00 – 12.15 WIB
(Public Expose & Press Conference)
Tempat : Menara Astra – Catur Dharma Hall
Jl. Jenderal Sudirman No. Kav. 5-6, Jakarta Pusat 10220
Hadir
• Direksi PT Astra Agro Lestari Tbk
• Publik (daftar terlampir)
Agenda Acara
I. Pembukaan
II. Paparan Kinerja Operasional, Kinerja Keuangan, serta Astra Agro Sustainability Aspiration
2030.
III. Tanya Jawab Sesi 1 “Institusional / Individual Investor”
IV. Tanya Jawab Sesi 2 “Konferensi Pers”
V. Penutup
Jalannya Acara:
I. Pembukaan
Acara Public Expose 2024, PT Astra Agro Lestari Tbk dibuka oleh moderator Fenny Sofyan,
pada pukul 11.00 WIB dan disampaikan antara lain hal-hal sebagai berikut:
Kepada hadirin diperkenalkan perwakilan PT Astra Agro Lestari Tbk yang hadir:
Bapak Santosa selaku Presiden Direktur Perseroan
Bapak Mario C. Surung Gultom
Selanjutnya moderator menyampaikan hasil dari pelaksanaan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari yang sama dengan 4 agenda, yaitu:
1) Mata Acara Rapat I
Pemegang saham perseroan telah menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan
Perseroan untuk tahun buku 2023, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan
Komisaris Perseroan, dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
untuk tahun buku 2023.
2) Mata Acara Rapat II
Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yakni sebesar Rp 1.055.897.912.966,- untuk pembayaran
dividen baik interim maupun final dengan total sebesar Rp 247 per lembar saham.
Pembagian saham tersebut terdiri dari dividen interim sebesar Rp 82 per lembar saham
yang telah dibayarkan pada tanggal 24 Oktober 2023 sedangkan sisanya yakni sebesar
Rp 165 per lembar saham akan dibayarkan pada tanggal 22 Mei 2024 kepada Pemegang
Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per
tanggal 6 Mei 2024 pukul 16.00 WIB. Rapat juga menyepakati pemberian wewenang
kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan3untuk
melakukan semua tindakan yang diperlukan.
2
PT Astra Agro Lestari Tbk Jl Pulo Ayang Raya Blok OR-1 Phone : (021) 4616555 (Hunting)
Kawasan Industri Pulogadung astra-agro.co.id
Jakarta Timur, Jakarta 13930
Page 2
3) Mata Acara Rapat III
a. Perubahan Susunan Anggota Direksi Perseroan.
b. Penentuan gaji dan tunjangan Anggota Direksi Perseroan serta penetapan
honorarium dan/atau tunjangan Anggota Dewan Komisaris Perseroan.
4) Mata Acara Rapat IV
Menunjuk kantor akuntan publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, anggota
jaringan firma PricewaterhouseCoopers, yang merupakan kantor akuntan publik yang
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk melakukan audit Laporan Keuangan
Perseroan Tahun Buku 2024; dan menetapkan honorariumnya.
Selanjutnya moderator mempersilahkan Direktur Perseroan untuk menyampaikan
paparannya. Agenda paparan terdiri dari:
1) Penyampaian Kinerja Operasional Perseroan
2) Penyampaian Kinerja Keuangan Perseroan
3) Penyampaian Kinerja Keberlanjutan termasuk Astra Agro Sustainability Aspiration 2030
II. Paparan Kinerja Operasional Perseroan, Kinerja Keuangan Perseroan, dan Laporan
Keberlanjutan serta Astra Agro Sustainability Aspiration 2030
Kinerja Operasional Perseroan tahun 2023 disampaikan oleh Presiden Direktur Perseroan,
Bapak Santosa dengan penjelasan sebagai berikut:
1) Hingga saat ini, Perseroan mengelola perkebunan kelapa sawit dengan total area
tertanam seluas 285.387 ha yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Perseroan juga konsisten dalam melaksanakan program replanting, dimana pada tahun
2023 telah mencapai 4.713 ha.
Saat ini Perseroan memiliki pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 32 unit
dengan total kapasitas 1.570 ton TBS per jam. Perseroan juga memiliki dua unit CPO
refinery dengan kapasitas sebesar 3.000 ton CPO per hari. Refinery Perseroan tersebut
berlokasi di Sulawesi Barat, yaitu PT Tanjung Sarana Lestari, serta refinery yang
merupakan joint venture bersama Kuala Lumpur Kepong Berhad yaitu PT Kreasijaya
Adhikarya yang berlokasi di Dumai Provinsi Riau.
Selain itu, Perseroan memiliki pabrik Kernel Crusher sebanyak 14 unit dengan total
kapasitas 1.500 ton Kernel per hari. Dalam mengelola produk turunannya, Perseroan
memiliki satu unit Palm Kernel Oil refinery dengan kapasitas 400 ton PKO per hari. Guna
memenuhi kebutuhan pupuk internal, Perseroan juga memiliki Fertilizer Blending Plant
sebanyak dua unit yang berlokasi di Kalimantan dan Sulawesi.
2) Dari total luasan perkebunan kelapa sawit tertanam yang dimiliki Perseroan, terdapat
105.300 ha atau 37% di area Sumatra, 129.804 ha atau 45% di area Kalimantan, dan
50.282 ha atau 18% di area Sulawesi.
Apabila kita melihat komposisi perkebunan kelapa sawit tertanam berdasarkan
kepemilikan, maka sebesar 213.158 ha atau 75% merupakan perkebunan Inti dan
72.229 ha atau 25% merupakan perkebunan Plasma/KKPA.
3) Bapak dan Ibu sekalian, kita ketahui bersama Industri kelapa sawit Indonesia kini tengah
menghadapi tantangan produktivitas yang salah satunya disebabkan oleh usia rata-rata
tanaman nasional yang menua. Astra Agro sebagai salah satu pioneer dalam industri ini
tak luput dari tantangan tersebut di tengah siklus el nino yang juga harus dihadapi di
Page 3
tahun 2023 lalu. Meskipun demikian Perseroan masih bisa menjalankan operational excellent dengan mengutamakan ketuntasan panen sehingga kinerja operasional Perseroan tetap positif. Pada tahun 2023, Perseroan memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun inti sebesar 3,31 juta ton atau naik 4,8% dibandingkan dengan tahun 2022 yakni 3,16 juta ton. Kenaikan produksi ini disebabkan oleh pemulihan produktivitas tanaman dampak kemarau panjang di tahun 2019 lalu. Namun berbeda dengan kebun inti Perseroan, produksi TBS plasma mengalami penurunan sebesar 6,5% dari 1,11 juta ton di tahun 2022 menjadi 1,04 Juta ton di tahun 2023. Secara keseluruhan produksi TBS inti dan plasma Perseroan masih mengalami kenaikan menjadi 4,35 juta ton atau sekitar 1,9% dari tahun sebelumnya yakni 4,27 juta ton. Disisi lain pembelian TBS petani mitra mengalami penurunan sebesar 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya yakni dari 2,59 juta ton di tahun 2022 menjadi 2,4 juta ton di tahun 2023. Sebagai hasilnya, produksi CPO Perseroan turun sebesar 2,2% dari 1,3 Juta ton pada tahun 2022 menjadi 1,28 Juta ton pada tahun 2023. Walaupun produksi CPO mengalami penurunan di tahun 2023, produk turunan CPO mengalami kenaikan sebesar 21,1% menjadi 598,5 ribu ton dari 494,2 ribu ton pada tahun 2022. Kenaikan ini merupakan salah satu strategi Perseroan dalam mengambil peluang pasar dimana tren permintaan produk turunan CPO mengalami peningkatan di tahun 2023. 4) Seperti yang kita ketahui bersama, ekonomi dunia pasca Covid-19 hingga kini belum sepenuhnya pulih. Memasuki tahun 2022, ekonomi global dihadapkan dengan berbagai tantangan baru diantaranya eskalasi geopolitik global yang memanas. Dua kondisi utama tersebut menyebabkan kesulitan beberapa negara dalam mengimplementasikan kebijakan dalam negerinya sehingga menyebabkan eskalasi yang lebih tinggi yakni perlambatan ekonomi serta fluktuasi harga komoditas global. Pada tahun 2022, harga berbagai komoditas mengalami lonjakan yang bisa dikatakan sebagai anomali. Hal ini utamanya disebabkan oleh supply minyak nabati yakni minyak bunga matahari ke pasar global terhambat yang disebabkan oleh ditutupnya jalur transportasi akibat sanksi politik atas invasi Rusia ke Ukraina. Harga CPO di pasar global tahun 2022 lalu tercatat sebagai harga tertinggi sepanjang sejarah industri yakni mencapai 1,813 USD/ton. Seiring dengan ditandatanganinya black sea grain initiatives yang membuka jalur transportasi di laut hitam, pasokan minyak bunga matahari ke pasar global kembali dibuka dan mengakibatkan supply minyak nabati melimpah sehingga terjadi keseimbangan baru yang membawa harga minyak nabati kembali normal. Namun kenormalan ini menyebabkan terjadinya gap yang cukup tinggi antara harga minyak nabati di tahun 2022 dan 2023. Rata-rata harga kelapa sawit di pasar Ciff Rotterdam tahun 2022 adalah 1,352 USD/ton dibandingkan tahun 2023 sebesar 964 USD/ton dimana mengalami penurunan 13,9%. Tajamnya penurunan harga ini menimbulkan terkoreksinya kinerja keuangan industri kelapa sawit Indonesia termasuk Perseroan. 5) Program digitalisasi yang telah dijalankan selama beberapa tahun kebelakang secara konsisten terus dikembangkan melalui lahirnya berbagai aplikasi yang membantu pencapaian operational excellence. Pada tahun 2023, Perseroan terus melakukan pengembangan terkait data analytic dan penggunaan Artificial Intelligence untuk pengambilan keputusan bisnis secara lebih efektif dan efisien.
Page 4
Sentralisasi data yang terdapat di Plantation Information Management System 2.0
(PIMS 2.0) dan didukung oleh Operation Center of Astra Agro (OCA) menjadikan
Perseroan mampu memperoleh data-data yang akurat mengenai operasional kebun
secara actual sehingga manajemen dapat melakukan analisa dalam pengambilan
keputusan yang cepat, tepat, dan akurat maupun melakukan prescription dan
prediction operational.
Kinerja Keuangan Perseroan tahun 2023 disampaikan oleh Bapak Mario C. Surung Gultom
dengan penjelasan sebagai berikut:
1) Secara keuangan, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 21,8 triliun di
tahun 2023 atau mengalami penurunan sebesar 5% dibandingkan dengan tahun 2022.
Sebagaimana telah bapak Santosa jelaskan sebelumnya, gap harga yang terjadi di tahun
2022 ke 2023 menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan.
Harga rata-rata minyak kelapa sawit Perseroan turun sebesar 13,9% menjadi
Rp 11.142/kg dari Rp 12.948/kg pada tahun 2022 serta penurunan harga rata-rata
kernel sebesar 38,4% menjadi Rp 5,279/kg dari Rp 8,571/kg tahun buku 2022.
Penurunan harga pada tahun 2023 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap
laba operasional Perseroan sehingga mengalami penurunan sebesar 47% menjadi
Rp 1,25 triliun dari Rp 2,36 triliun pada tahun 2022. Perseroan membukukan laba bersih
yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan menjadi Rp 1,06 triliun atau turun
sebesar 38,8% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 1,73 triliun.
2) Performa pembelanjaan modal Perseroan atau capital expenditure tahun 2023
mengalami penurunan sebesar 10,4% menjadi Rp 1,24 triliun dari Rp 1,38 triliun di
tahun 2022. Pada tahun 2023, capital expenditure digunakan untuk plantation sebesar
Rp 521 miliar dan non-plantation sebesar Rp 445 miliar, serta mills & port sebesar
Rp 271 miliar.
Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 serta Public Contribution Roadmap disampaikan
oleh Bapak Mario C. Surung Gultom dengan penjelasan sebagai berikut:
1) Sejak tahun 2015, Perseroan telah memiliki komitmen keberlanjutan yang diperkuat
dengan dibentuknya Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 di tahun 2022.
Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 diimplementasikan melalui Triple-P Roadmap
Strategy yang terdiri dari Portfolio, People, serta Public Contribution dengan Good
Corporate Governance sebagai key enabler.
Portfolio Roadmap
Upaya dalam mempertegas komitmen keberlanjutan terhadap lingkungan yang dimiliki
Perseroan, yaitu tidak membuka lahan baru (no deforestation), konservasi lahan
gambut (conservation of peatland), tidak ada eksploitasi (no exploitation) maka
diperkuat dengan terbentuknya Portfolio Roadmap. Perseroan melakukan pencegahan
terjadinya kebakaran lahan di dalam area maupun sekitar area operasional Perseroan.
Selain itu Perseroan juga mengikutsertakan masyarakat dengan membentuk
Masyarakat Peduli Api (MPA).
Selain itu, Perseroan juga melakukan Penurunan Gas Rumah Kaca melalui berbagai
inisiatif penggunaan bioenergi serta penggunaan limbah kelapa sawit untuk pengganti
energi batu bara dalam operasional Perseroan. Penggunaan limbah kelapa sawit juga
Page 5
dapat digunakan sebagai pupuk tanaman, sehingga Perseroan telah menerapkan nihil limbah. Perseroan juga memegang teguh dalam menyeleksi pihak-pihak yang akan bekerjasama dimana memegang teguh komitmen dalam keberlanjutan. People Roadmap Penguatan komitmen dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja telah dicerminkan dalam People Roadmap. Perseroan senantiasa berkomitmen memberikan pengembangan bagi karyawan sehingga berimbang antara kompetensi dan karakter, serta memiliki budaya kerja yang kuat. Bentuk keseriusan komitmen Perseroan dalam menerapkan zero fatal accident di lingkungan kerja, maka dibentuklah tim Inspektur Operational Golden Rules (OGR) yang berperan dalam mengawasi serta menumbuhkan kesadaran karyawan akan perilaku tidak aman di semua proses operasional dan di area Perkebunan Perseroan. Membentuk lingkungan yang aman dan nyaman untuk seluruh karyawan merupakan bagian penting bagi Perseroan, sehingga dibentuk Komite Keberagaman dan Inklusif (D&I) dengan perwakilan Women Champion di setiap area operasional Perseroan. Seperti Bapak dan Ibu ketahui, pada pelaksanaan RUPS pada pagi hari ini telah diangkat Ibu Tingning Sukowignjo sebagai Direktur perempuan Perseroan yang mana menandakan komitmen Perseroan dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan baik laki-laki maupun perempuan untuk berkarir di Perseroan. 2) Selanjutnya dalam Public Contribution Roadmap, Perseroan terus berupaya menumbuh-kembangkan kepedulian terhadap masyarakat yang hidup disekitar perkebunan Perseroan melalui kegiatan empat pilar CSR, yaitu pilar Pendidikan, pilar Kesehatan, pilar Pengembangan Ekonomi, dan pilar Lingkungan Hidup. Pada pilar pendidikan, Perseroan telah menyediakan fasilitas pendidikan mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Yayasan Astra Agro Lestari memiliki sebanyak 60 sekolah yang terdiri dari 37 TK, 13 Sekolah Dasar, dan 10 Sekolah Menengah Pertama. Perseroan juga memberikan jaminan pengobatan kepada karyawan dan keluarganya, pengelolaan dan pembangunan fasilitas kesehatan sebanyak 31 Poliklinik Kebun (Polibun) dengan peralatan dan pelayanan yang sangat memadai. Secara total, polibun Perseroan telah dilengkapi dengan 28 dokter, 68 bidan, dan 73 perawat. Sampai dengan tahun 2023, sebanyak 1.884 kader posyandu binaan telah mendapatkan training serta pendampingan secara intens bekerjasama dengan tenaga kesehatan dari puskesmas. Sampai tahun 2023, pada pilar pengembangan ekonomi Perseroan telah memiliki 649 jejaring Mitra dengan kurang lebih 47.300 Petani Pemasok. Dalam memitigasi perubahan iklim, Perseroan melakukan rehabilitas pada sempadan sungai, area mangrove, dan area konservasi seluas lebih dari 284,43 hektar dengan jumlah 55.743 pohon.
Page 6
III. Tanya Jawab Sesi 1 “Institusional / Individual Investor”
1) China memiliki pertumbuhan perekonomian yang lebih cepat dengan prediksi 4,8%
menjadi 5,5%, namun pada saat yang sama China merupakan pasar utama CPO dari
Indonesia, Pakistan juga ikut membaik bahkan India juga ikut membaik. Disisi lain,
rupiah melemah karena beberapa alasan mengakibatkan pasar ekspor CPO notaben
nya akan lebih menarik. Dari Perseroan, apakah melihat peluang ini untuk kuartal 2
maupun sampai akhir tahun?
2) Dikabarkan oleh kemendag bahwa ekspor CPO saat ini masih rendah, jadi realisasi DMO
juga turun dari September 2023 sampai saat ini. Kalau dari perusahaan CPO sendiri,
kendala apa yang dihadapi sehingga terus mengalami penurunan?
3) Kondisi stock CPO Perseroan pada saat ramadan dan lebaran kemarin seperti apa? Lalu
apakah ada peningkatan penjualan maupun permintaan selama ramadan dan lebaran?
Serta kira-kira kontribusinya kepada hasil kuartal pertama berapa?
Jawaban untuk nomer 1, 2, dan 3:
Bapak Santosa
Tentunya Perseroan akan melakukan evaluasi terkait dengan isu tersebut. Kondisi saat
ini masih terlalu dini, namun secara produksi Indonesia dan Malaysia masih pada low
crop season. Biasanya di kuartal ke tiga akan mengalami pick crop yang selesai sampai
dengan pertengahan kuartal keempat dimana setelah itu benar-benar tidak ada
produksi yang signifikan. Hal yang masih belom bisa kita pastikan apakah keadaan ini
seasonal normal atau efek el nino akan berkepanjangan dimana membutuhkan waktu
1-2 tahun walau tidak pasti sehingga untuk saat ini masih susah untuk menentukan.
Kalau tahun lalu masih bisa lebih jelas karena pada tahun 2022 proses produksi kita
keganggu semua, serta untuk tahun lalu pun juga masih bisa lebih pasti karena
prosesnya telah kita perbaiki dimana ada peningkatan. Tahun lalu sudah mengalami
proses yang cukup normal hingga saat ini, dimana sekarang tidak ada pergerakan yang
signifikan secara proses juga cukup rapih namun untuk cuaca yang belum bisa kita
assess.
Yang Anomali di pasar, secara pribadi kalau saya bergerak di kelapa sawit dari 2007 itu
jarang sekali terjadi harga kedelai berada di bawah harga kelapa sawit. Tahun lalu
sempat ada dibeberapa periode namun tidak panjang dimana harga kedelai dibawah
harga kelapa sawit tapi kita bisa jelaskan bahwa pada saat itu kondisi dimana bunga
matahari tidak ada dan juga kelapa sawit lumayan tinggi/banjir produksi karena lebih
baik dari tahun sebelumnya. Dari awal tahun, saya juga mendapatkan laporan dari
Direktur komersial, bahwa walaupun sudah menipis namun kecenderungan harga
kedelai masih dibawah kelapa sawit dan kita semua sebagai pemain kelapa sawit ini
juga tidak terlalu favorable, kita berharap harga kedelai itu di atas harga kelapa sawit
karena pasar-pasar kita biasanya Timur Tengah, Asia Selatan, dimana relative negara-
negara yang berkembang cenderung mencari minyak nabati sehat tetapi harganya lebih
kompetitif. Hal ini yang agak mengkhawatirkan, seperti China dimana stock CPO nya
relatively di bawah dari biasanya namun China tidak membeli CPO berlebihan juga dan
malah biasanya saat imlek mereka memborong cukup besar. Memang sempat terjadi
di kuartal empat tahun lalu untuk mempersiapkan imlek namun juga tidak signifikan
dimana belum kembali kedalam kondisi normal, padahal untuk bahan makanan disana
dari segi masyarakatnya tidak menurun kalaupun turun tidak signifikan. Lebaran ini pun
juga tidak terlalu bergejolak walaupun produksinya tidak terlalu tinggi. Tadinya saya
Page 7
khawatir pada lebaran ini harga akan bergejolak namun sepertinya Pemerintah bisa melakukan stabilisasi dengan baik. Permintaan dari India juga tidak terlalu besar, malah tim analisis kami melihat bahwa mudah-mudahan festival Dee Pavali di kuartal tiga tapi kalau harga kedelai seperti ini walaupun tidak perfect substitute namun merupakan substitusi yang dekat antara kedelai dengan kelapa sawit. Hal ini masih kita lihat terlebih dahulu dan memang itu merupakan berries factor dimana kita merasa itu bisa menekan harga tapi kita juga melihat apakah ada potensi dengan kenaikan harga minyak karena ada keterkaitan juga dengan Timur Tengah apabila ada gejolak seperti itu. Tapi on the other hand, walaupun ada bullish factor karena ada gejolak di Timur Tengah, tiga komponen cost paling besar di perkebunan adalah pertama di tenaga kerja pastinya, kedua di pupuk, dan terakhir di bahan bakar dimana apabila terdapat kenaikan harga dikomponen ini namun harga CPO tidak naik sebesar bahan bakar maka akan berdampak kurang baik juga. Ini merupakan faktor-faktor yang terlalu dini untuk dilihat sampai kita bisa melihat dengan benar apa yang sedang terjadi dan apabila sudah setengah tahun mungkin kita sudah bisa melihat dan prediksi India akan seperti apa di kuarta tiga saat pertengahan tahun nanti. 4) Kemendag ingin merevisi HET Minyakita, berarti akan ada perubahan peraturan DMO maupun DPO. Menurut Perseroan, bagian DMO dan DPO mana sajakah yang lebih baik untuk dikulik agar lebih menarik buat perusahaan CPO? Dan pada waktu yang bersamaan juga menjaga persediaan minyak goreng agar seimbang, sedangkan pada saat ini porsi penjualan lokal masih lebih besar. Jawaban: Bapak Santosa Ini merupakan langkah-langkah yang menurut saya tidak seekstrim larangan ekspor, ini merupakan langkah yang diambil Pemerintah untuk merespon gejolak harga yang cukup liar di tahun 2022. Apakah diperlukan DMO dan DPO, sebagai alat kontrol mungkin dibutuhkan tetapi kita lihat kalau itu sebenernya dilakukan distribusi dengan baik sebelum kejadian 2022 tidak ada DMO dan DPO namun tetap bisa dikendalikan dengan baik. Seperti yang sudah disampaikan oleh mba Widya, banyak perusahaan yang akhirnya DMO nya tidak dipenuhin serta harga minyak goreng tidak terlalu bergejolak karena distribusi lancar. Namun saya ingin confirm di sini kalau yang tidak memenuhi itu Industri, tapi untuk AAL sendiri tetap commit dan selalu menjalankan tugas Pemerintah sesuai dengan yang diminta, hal ini yang selalu saya tekankan kepada tim commercial kalau kita harus memenuhi apapun persyaratan untuk memenuhi ekspor. Faktor positive dari DMO dan DPO adalah membantu pengendalian apabila terjadi keliaran produksi tapi apabila tidak dilakukan dengan berhati-hati, dimana harga minyak goreng di retail cukup tinggi yang membuat disparitas harga dimana terjadi disparitas harga maka disitulah apabila tidak hati-hati maka akan banyak kenakalan speculative. Kalau anda lihat minyak goreng pernah sempat menyentuh harga Rp 22.000/liter di tahun 2022 untuk pelajaran, harga yang dipatok Pemerintah ada Rp 14.000/liter dan bukannya tambah stabil harganya namun barang makin hilang di pasaran. Hal ini kalau tidak dilakukan dengan baik dan rapih maka akan menjadi permasalahan. Pelajaran dengan sebelum adanya DMO, pelajaran di tahun 2023 dimana distribusi kepada masyarakat itu lancar sebenernya selama distribusi dijaga maka tidak akan ada issue karena pada tahun-tahun sebelum 2022 itu tidak ada
Page 8
keributan yang berlebihan selama lebaran. Keributan harga biasanya temporer karena
supply dan demand, kalau kita bisa mengantisipasi dengan baik sebenernya tidak
diperlukan namun kembali lagi bukan kompetensi saya untuk memberikan advice. Kami
sebagai pelaku hanya mengikuti dimana yang penting ada keputusan Pemerintah maka
kita ikuti. Berapa harga HET yang terbaik, dipersilahkan kepada ahli-ahlinya
menentukan maka kita akan mengikuti saja. Hanya kita tahu bahwa kalau tidak
dilakukan dengan hati-hati, disparitas harga itu menimbulkan persoalan tersendiri baik
dalam negeri maupun sampai dengan ekspor dimana hal ini tidak hanya terjadi pada
kelapa sawit namun juga pernah terjadi di bahan bakar dimana disparitas harga malah
tidak ada barang di dalam negeri.
5) Berapakah target kinerja Perseroan tahun ini? Serta berapakah alokasi capex yang
digunakan dan untuk apa saja?
Jawaban:
Bapak Santosa
Sebenernya untuk kuartal pertama tahun 2024 sudah close, namun karena Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan baru dilaksanakan pada hari yang sama dengan Public
Expose, belum di evaluasi oleh Komite Audit dan dibicarakan dengan Komisaris sehingga
belum di publikasi oleh Perseroan. Rencananya, Perseroan akan mempublikasikan pada
26 April 2024.
Untuk capex, tahun ini kita targetkan sekitar Rp 1,3-1,4 triliun dimana komponen
terbesarnya berada di replanting sekitar 600-700 milliar tergantung scenario yang
digunakan namun kalau harga pupuk naik, mungkin saja bisa terjadi kenaikan, bahan
bakar naik maka program replanting kita pasti akan lebih mahal, dan komponen kedua
terbesar untuk perawatan rutin pabrik maupun supporting facility serta pergantian
transportasi untuk pengangkutan dan lain-lain.
6) Kejadian seperti tahun lalu saat bunga matahari flush out kemudian stock melimpah di
India dan China bisa terjadi lagi dan kemudian ekspor kita tidak favorable untuk kelapa
sawit karena minyak nabati lain lebih murah.
Jawaban:
Bapak Santosa
Analisa kita kan dengan adanya dolarisasi kedelai di Amerika Latin bersama Argentina
dan Brazil itu yang membuat terjadinya banjir kedelai. Kedelai itu agak berbeda dengan
kelapa sawit dimana kalau kelapa sawit sudah ditanam maka tidak bisa diapa-apain lagi
sedangkan kedelai itu seasonal. Maka kita dari waktu ke waktu harus melakukan evaluasi
lagi karena mereka saja bisa pada periode ini empat bulan menanam besar-besaran
namun di periode berikutnya dikurangin dimana hal ini yang mesti kita monitor.
Khusus untuk bunga matahari karena yang terbesar di laut hitam dengan kondisi masih
ada ketegangan seperti saat ini rasanya efeknya tidak akan berlebihan kecuali kalau
mereka dump lagi seperti tahun 2022 yang sempet dibuka dan membajiri pasar.
Biasanya CPO itu kalau di edible oil atau di minyak nabati kan harganya paling
competitive tapi tahun lalu harganya sempet di atas bunga matahari lalu sempet
sebentar di atas kedelai. Nah hampir sepanjang kuartal pertama ini harga kedelai berada
di atas harga CPO ini yang juga untungnya kita lagi di low crop namun kalau lagi pick crop
maka bisa sengsara kita.
Page 9
7) Bagaimana dengan komposisi ekspor Astra Agro? Berapa besar untuk 2023?
Jawaban:
Bapak Santosa
Untuk angka 2023 kita ekspor sekitar 1/3 dan dalam negeri sekitar 2/3, namun angka ini
bukanlah target dan hanya menjadi sebuah referensi. Apabila ada yang bertanya kepada
kami, Astra Agro terlalu besar untuk diabaikan oleh pasar tetapi terlalu kecil untuk
menggerakkan pasar. Jadi Indonesia ekuivalen di 51 juta dimana Astra Agro hanya 2 juta.
Maka dari itu, strategi Perseroan saat ini adalah opportunistic, kalau harga domestik
lebih baik maka kita jual di domestik dan kalau harga ekspor lebih baik maka kita akan
jual ekspor. Apabila lebih baik harga CPO maka akan menjual CPO dan apabila lebih baik
harga refinery maka akan jual refinery. Jadi, Perseroan itu opportunistic dengan fasilitas
yang ada kita memanfaatkan advantage posisi kita, kalau China refine product maka dari
Sulawesi gak perlu dibawa ke barat sehingga logistik kita akan lebih murah. Apabila ada
disparitas harga CPO antara barat dan timur maka kita melakukan fleksibilitas di sana
dan karena tangki kita jauh lebih besar dari kapasitas produksi dan kita sudah
menyiapkan diri untuk itu maka pabrik kita lebih besar daripada produksi inti jadi kita
juga bermain dengan segala cara supaya mendapatkan hasil terbaik untuk stakeholders
tidak hanya shareholders namun juga petani di sekitar kebun kita. Kalau anda masih
ingat pas saya ditanya tahun 2022, dimana banyak PKS yang tutup pun kita tetap
menampung petani-petani sekitar pabrik karena kita tidak mau hanya kita sendiri yang
hidup namun masyarakat sekitar kita tetap diakomodasi sehingga kesejahterahan
masyarakat walau terganggu tp tidak keterlaluan karena kita terganggu bersama.
IV. Tanya Jawab Sesi 2 “Konferensi Pers”
1) Untuk saat ini di kuartal satu untuk cuaca di kebun apakah akan mempengaruhi
produksi AALI? Apakah full year di tahun 2024 akan menurun?
Setelah el nino di tahun 2023, BMKG memprediksi akan ada la nina maka bagaimana
antisipasi perusahaan akan cuaca ini?
Jawaban:
Bapak Santosa
Kalau dampak cuaca, sampai saat ini kita masih belom mengetahui secara jelas. Kalau
saya melihat data statistika perkebunan kita yaitu per blok dan apabila di tanya apakah
ada yang naik blok nya saat el nino ternyata ada baik itu karena soil atau karena bibitnya
berbeda atau usia tanamannya jadi dampaknya tidak sesederhana itu. Kalau kita lihat
secara umum, seluruh Indonesia maka akan terasa, namun kalau ditanya satu per satu
saya gak punya exact science nya makanya adanya digitalisasi mudah-mudahan AI
namun perlu waktu untuk develop machine learning-nya.
8) Tahun 2023 kan laba dan revenue nya turun, apakah di tahun 2024 akan ada
improvement? Walau agak sedikit sulit memperkirakan harga, namun apakah harga di
tahun 2024 akan ada prospek?
Perkiraan range harga CPO AALI di tahun 2024 seperti apa? Atau bagaimana pandangan
AALI apakah optimis atau pesimis?
Jawaban:
Bapak Santosa
Agak sulit untuk meramal harga, memang seperti yang dikatakan oleh mba Fatyah di
bursa Malaysia menembus RM 4.000 namun apakah ini karena nilai tukar atau karena
apa? Dan belum tentu itu reflected akan baik kepada perusahaan, karena perlu diingat
Page 10
bahwa pungutan ekspor kita itu step up. Jadi apabila ada di per 49 atau naiknya 51, saya
lebih memilih 49 karena masih di bracket yang sama dan kalau pindah ke 51 akan kena
pajak yang lebih gede. Sekarang sudah bulanan lagi, waktu 2 mingguan lebih pusing lg
karena terlalu pendek dan kalau dilihat trader-trader harian kita itu tarik-ulur dengan
buyer ambil posisi karena perpindahan bracket pajak dan ini untuk jangka panjang
kurang sehat karena kita sudah tidak lihat lagi fundamental namun kita masih melihat
kesana. Apakah itu akan bisa di tangkap Pemerintah namun kita hanya bisa berharap
mudah-mudahan. Jadi kalau harga terlalu ekstrim juga gak terlalu sehat juga, balik lagi
ke pengalaman 2022 mungkin gak banyak yang tahu bahwa saya was-was harga di Rp
14.000 dimana harga seperti ini bisa terjadi kepanikan dan benar saja akhirnya
Pemerintah mengambil langkah yang sangat ekstrim dan hasilnya kurang bagus karena
harusnya pada saat itu secara Industri menjadi kesempatan yang baik. Bayangkan pada
saat itu tidak diambil tindakan ekstrim dan kita memanfaatkan momentum nya itu
pungutan ekspornya menggratiskannya saja bisa minyak goreng untuk 20 juta keluarga
miskin bisa di gratiskan. Saya pernah membuat paper yang didiskusikan di GAPKI dan
kita sampaikan melalui GAPKI ke Pemerintah dimana pada hari itu memberikan gratis
tidak ada masalah, kalau itu benar dan tidak di spekulasiin lagi.
9) Capex tahun ini dominasi replanting, target replanting tahun 2024 berapa?
Jawaban:
Bapak Santosa
Kita mengambil acuan sekitar 4.500 ha dan kalau bisa di 5.000 ha, karena ini juga
bergerak policy di perusahaan supaya yield/ha kita tidak menurun. Apabila anda
menghitung umur rata-rata perusahaan berada di 16 tahun, namun hati-hati saya juga
beberapa kali ditanya oleh pemegang saham pengendali kalau perusahaan 16 tahun
dan perusahaan lain 12 tahun dan ada yang 17 tahun tp yield-nya bisa bervariasi besar.
Kalau kita menanam 10 ribu ha 11 tahun lalu dan 10 ribu ha 12 tahun yang lalu serta 10
ribu ha di 13 tahun yang lalu diusia masing-masing yang kita tanam tersebut sekarang
produksinya bisa 22 dengan usia rata-rata 12 tahun. Kalau Astra Agro 25 tahun yang lalu
menanam 10 ribu ha dan 7 tahun yang lalu menanam 10 tahun yang lalu sehingga rata-
ratanya 13 tahun, tapi yang satu produksinya 20 ton dan yang satunya 7 ton lalu di bagi
hanya 14 ton rata-ratanya jadi rata-rata yield itu tergantung kurva nya.
Dalam prakteknya kalau Astra Agro itu hampir 1/3 kita tanam sebelum IPO, kemudian
pada saat krisis asia kita masuk restrukturisasi sehingga tidak bisa mengeluarkan capex
berlebihan kecuali untuk maintenance rutin itu kita baru selesai dari krisis pada 2005
sehingga restrukturisasi kita selesai dan bebas lagi jadi baru melakukan penanaman lagi
di 2007 dan berakhir di tahun 2015 karena non-deforestasi, karena strukturnya seperti
itu maka rata-rata umur 16 tahun tetapi spread nya itu mulai dari produksi yang 7 ton
per ha dan ada juga yg 30 ton per ha, namun distribusinya seperti itu ada yang 7 ton,
ada yang 10 ton, ada yang 12 ton, ada juga yang 20 ton dan 28 ton juga ada. Kurva
normalnya itu mayoritasnya saat ini ada di 16-18 ton/ha karena masalah dari profile
dari usia tanaman dan karena yang tua harus di replanting maka kehilangan produksi
selama 3 tahun dan tahun ke 4-7 baru sedikit sehingga terjadi stagnansi. Tidak hanya
Astra Agro, semua yang sudah melewati satu siklus pasti akan seperti itu dan persoalan
Indonesia terutama 40% dari produksi Indonesia dari petani mandiri mayoritas di
Sumatra sudah lebih dari 25 tahun dimana hal itu membuat produksi di Indonesia
mengalami stagnansi. Tanaman semakin tua sensitifitasnya semakin tinggi dan
produktifitas nya lebih sulit.
Page 11
10) Beberapa waktu lalu dari kantor staf kepresidenan sempat mengusulkan apakah DMO
nanti diubah based line nya, sejauh ini izin export berdasarkan volume DMO yang
disalurkan sehingga kalau market lesu DMO nya juga rendah karena tidak ada kebutuhan
PE. Dari KSP waktu itu ada ide bagaimana kalau DMO nya porsi dari output, menurut
perusahaan bagaimana kalau pemerintah nanti ingin mengaitkan DMO ini dengan
output perusahaan?
Jawaban:
Bapak Santosa
Kalau kita lihat yang benar, biodiesel itu jelas antara 11-12 juta tergantung ekonomi lalu
ekspor kita 30 juta, jadi bahan makanan itu tidak lebih dari 8 juta dimana gak terlalu
banyak dengan produksi Indonesia 51 juta terjadi kekurangan terkecuali ada dispalitas
harga. Kalau DMO dan DPO tetap dilakukan makanya banyak persyaratan yang harus di
pertimbangkan karena yang namanya pengusaha dimana orang-orang ekonomi semua
apabila ada celah pasti di manfaatkan, perusahaan ada yang punya idealisme namun
perusahaan by nature di design untuk profit oriented bahwa sebagaian profitnya
dibentuk dalam CSR itu urusan lain.
Kalau dibayangkan by output, namun kalau Pemerintah mengeluarkan kebijakan by
output DMO nya pasti akan ada celah yang di cari walau sekarang belum namun menjadi
masalah juga kalau tidak dipertimbangkan secara matang. Sebenernya sudah terbukti
the most efficient adalah market grievant, tinggal bagaimana memanfaatkan market
grievant ini tetapi tetap ada faktor-faktor tidak dilepas secara keseluruhan.
Apabila dilihat produksi sebelum pandemi kita sempet 52-53 juta ton kan turun terus
bahkan sempet 54 juta ton, pada kondisi seperti itu pun tidak ada DMO dan DPO bahkan
ekspor bisa diatas 30 juta ton, gak pernah ribut tetapi antisipasinya dilakukan dengan
lebih rapih tanpa ada agenda-agenda lain dan memang situasi politik lebih stabil dan itu
dilakukan dengan lebih baik. Sebelum lebaran sudah disiapkan, ditata dengan rapih,
inflasi dijaga dengan baik dan itu bisa di lakukan, namun apabila harus ada DMO dan
DPO kita ikut saja maupun pake output boleh ekspor juga boleh nanti juga akan ketemu
jalannya.
Kalau output based pasti akan ada konsekuensi, mendefinisikan output based aja kita
bingung apakah hanya inti atau termasuk buah plasma/KKPA atau termasuk buah luar
juga. Kalau output based berarti kita harus ada di gradasi harga, misalkan signifikan nih
pasar Rp 13.000/liter kemudian harus dijual dengan Rp 10.000 ya pasti yang akan teriak
masyarakat yang gak punya pabrik, kalau output-nya hanya inti maka siapa yang tahu
intinya berapa karena tidak mungkin dihitung ulang produksi intinya. Produksi buah
masyarakat dan intinya kan tidak ada perbedaannya, kalaupun di audit apakah harus
dihitung per tahun. Maka banyak faktor yang harus dipertimbangkan, namun kalau itu
tidak menarik dan industri ini merasa sudah tidak di support akhirnya orang tidak akan
bermain di industri ini dan akhirnya industri ini akan sunset dan apabila sunset maka kita
akan kehilangan komoditas yang menjadi andalan, kalau tidak ada investasi yang masuk
maka produktifitas akan menurun.
Harapannya kedepan, karena Astra Agro sudah mengumumkan 2 tahun lalu kalau
memiliki bibit unggul diharapkan dengan ha yang tetap dapat memproduksi yang lebih
tinggi karena bibit lebih unggul, lebih tahan Ganoderma, pertumbuhannya tidak lagi ke
atas (lebih pelan) dan itu kita lakukan terus dengan research breeding kita.
Page 12
11) Seberapa jauh program digitalisasi ini memberikan dampak terhadap kinerja Astra Agro?
Apakah program digitalisasi ini akan di teruskan dan inovasi apa lagi yang akan di lakukan
Astra Agro pada tahun 2024?
Jawaban:
Bapak Santosa
Kita akan explore terus, karena mau tidak mau AI tidak mungkin dihindarkan. Kita
sempat stagnasi dengan digitalisasi tapi mekanisasi akan terus dikembangkan, mau tidak
mau saat Indonesia emas diharapkan tidak manual lagi namun udh masuk mekanis
sehingga digitalisasi menjadi faktor penting dimana dengan digitalisasi kita bisa
melakukan prediktif maintenance sehingga akan meningkatkan efisiensi. Saat ini kita
fokus di data analytic karena akan menjadi pengambilan keputusan yang membantu
sekali, tidak lagi berdasarkan intuisi. Dampaknya agak intangible, namun kita mengalami
sendiri saat covid-19 di 2020 sampai awal 2023, kita tidak bisa melakukan control tanpa
digitalisasi namun diharapkan bersama dengan kebun sawit yang lain, kita tidak hampir
pernah mendengar lagi ada kebakaran yang luar biasa dan mudah-mudahan kita semua
tetap disiplin khususnya di Astra Agro. Saat ini kita selalu kerja sama dengan masyarakat
maupun pemda dan kepolisian setempat untuk melakukan deteksi dini api di musim
kemarau menggunakan drone dimana penanganannya lebih cepat dengan masyarakat
peduli api biar tidak membesar. Tanpa digitalisasi ini mungkin akan sulit dan dampak ini
agak sulit dihitung dengan rupiah, tapi efeknya saya yakin cukup besar termasuk juga
fatility kita turun drastis dimana 5 tahun terakhir sudah turun drastis karena kita benar-
benar memastikan karyawan memiliki waktu istirahat yang cukup dan kalau kurang fit
maka tidak diizinkan bekerja. Kalau untuk barang ready to work dan untuk manusia itu
fit to work, kemudian disiplin dalam bekerja dan dipantau melalui cctv. Hal-hal seperti
ini yang digunakan supaya cita-cita di sustainability aspiration dapat tercapai.
V. Penutup
Public Expose dan Konferensi Pers tahun 2024 PT Astra Agro Lestari Tbk ditutup pada pukul
12.15 WIB.
PT Astra Agro Lestari Tbk
Page 13
LAMPIRAN
Names mentioned 16 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Mario C. Surung Gultom Selanjutnya
p.1 ×5
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.2
unresolved
org
PT Tanjung Sarana Lestari
p.2
unresolved
org
PT Kreasijaya Adhikarya
p.2
unresolved
org
Yayasan Astra Agro Lestari
p.5
unresolved
person
Santosa Tentunya
p.6
unresolved
person
Santosa Ini
p.7
unresolved
person
Santosa Sebenernya
p.8
unresolved
person
Santosa Analisa
p.8
unresolved
person
Santosa Kalau
p.9 ×2
unresolved
person
Santosa Agak
p.9
unresolved
person
Santosa Kita
p.10 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.