Skip to content
Back to announcement

20240419_PRDA_Public Expose_31627459_lamp1.pdf

Other Text extracted PRDA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 12

Page 1
LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN

Public Expose Tahunan 2024 PT Prodia Widyahusada Tbk.
Prodia Tower | Kamis, 18 April 2024


RINGKASAN KEGIATAN

Menjawab kebutuhan pasar yang dinamis, PT Prodia Widyahusada Tbk (“Perseroan”) senantiasa
merealisasikan inovasi serta bertransformasi pada pengembangan digital dan layanan dalam mencapai
pertumbuhan bisnis serta mendukung terciptanya paradigma serta pola hidup sehat secara
berkelanjutan di masyarakat. Ketika menghadapi masa normalisasi yang menuntut proses adaptasi,
Prodia pun berhasil menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kinerja yang
positif.

Untuk memaparkan kinerja Perseroan serta berbagai pencapaian, inovasi, tantangan usaha serta
strategi peningkatan kinerja pada tahun 2023, Perseroan menyelenggarakan Public Expose 2024 PT
Prodia Widyahusada Tbk pada Kamis, 18 April 2024 di Prodia Tower.

Pokok-pokok pembahasan tersebut telah tercakup dalam materi presentasi Public Expose yang
sebelumnya telah disampaikan oleh Perseroan melalui Surat Perseroan 040/CORSEC/EKS/IV/2024
Perihal Penyampaian Materi Public Expose dan telah diupload di IDXNet pada tanggal 2 April 2024.

Public Expose Perseroan menghadirkan pembicara kunci Ibu Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia,
serta jajaran Direktur Prodia yang terdiri dari Ibu Liana Kuswandi, Direktur; Ibu Indriyanti Rafi
Sukmawati, Direktur; Bapak Andri Hidayat, Direktur; dan Ibu Ida Zuraida, Direktur.

Kegiatan Public Expose dibuka dengan sambutan dari Ibu Dewi Muliaty dilanjutkan dengan paparan
ringkasan kinerja Perseroan pada tahun 2023, yang mencakup pertumbuhan, rasio keuangan yang
sehat, dan kekuatan manajemen kepemilikan saham. Ibu Dewi Muliaty juga memaparkan strategi-
strategi yang diimplementasikan di sepanjang tahun 2023, serta inisiatif ataupun rencana Prodia di
tahun 2024. Setelahnya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta yang hadir.

Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dalam waktu satu setengah jam. Rekan-rekan media cukup
aktif berpartisipasi terlihat dari sesi tanya jawab dan doorstop interview yang dilakukan. Kegiatan ini
juga berhasil dihadiri oleh 19 jurnalis dari 16 media (dengan target 15-20 media) yang berasal dari
berbagai kategori baik dari media cetak, online, dan TV.

Pelaksanaan Public Expose Perseroan dilakukan dengan format offline. Tayangan pelaksanaan Public
Expose dapat diakses oleh publik melalui akun youtube Laboratorium Klinik Prodia dengan link sebagai
berikut:
https://www.youtube.com/live/pX-9nkiAyug?si=IXwF_2uBI_rAQPxl




     Page 1
Page 2
KUTIPAN PEMBICARA

                    Dewi Muliaty
                    Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk

                    Market share kami merupakan yang terbesar di Indonesia.
                    Merujuk dari Analisa IQVIA tahun 2022 untuk tahun 2023, Prodia
                    memiliki 40,5% pangsar pasar berdasarkan tingkat pendapatan.
                    Kemudian pertumbuhan kami rata-rata dalam 3 tahun berkisar
                    7%, dapat dikatakan masih lebih tinggi dibandingkan dengan total
                    lab independen, kedepannya kami berharap dalam kinerja tahun
                    ini dapat memperbesar gap ini untuk dapat memperkokoh posisi
                    Prodia sebagai pemimpin pasar. Selama tahun 2023, aspek
                    kunjungan, total pendapatan, pendapatan tiap kunjungan, dan
                    EBITDA yang diperoleh mengalami kenaikan yang signifikan bila
                    melihat track sejak tahun 2019. Di tahun 2024 akan kami
                    upayakan secara optimal penerapan ESG melalui Sustainability
                    Blueprint sebagai bagian dari strategi kami.

                    Liana Kuswandi
                    Direktur Keuangan PT Prodia Widyahusada Tbk

                    Margin laba kotor Prodia dapat dikatakan mengalami minus
                    0.6%. Hal ini disebabkan oleh beban pendapatan yang
                    bertumbuh hanya sebesar 1,9%. Selain itu, tahun 2023
                    merupakan tahun normalisasi. Kemudian jenis tes yang
                    dipasarkan pada tahun 2023 didominasi oleh tes tes rutin,
                    berbeda dengan tes tahun 2022 yang didominasi dengan tes
                    tes esoterik. Penurunan laba bersih juga terjadi dalam kinerja
                    2023 karena adanya peningkatan biaya operasi, khususnya
                    untuk keperluan pemasaran karena di tahun 2023 kami
                    sedang melakukan re-branding dan pemasaran secara luas
                    dalam rangka merayakan 50 tahun Prodia.

                    Indriyanti Rafi Sukmawati
                    Direktur Bisnis & Pemasaran PT Prodia Widyahusada Tbk

                    Prodia memiliki target meluncurkan 10 tes baru setiap
                    tahunnya. Adapun di tahun 2023 kami telah meluncurkan 18 tes
                    baru. Salah satu upaya sebagai bagian dari pelaksanaan model
                    bisnis customer centric model, kami melakukan berbagai hal
                    diantaranya: mengembangkan layanan digital, pusat kontak
                    yang professional, peningkatan fasilitas gedung dan layanan,
                    memberikan layanan Anywhere Services, serta aktivitas
                    pemasaran dan edukasi melalui seminar yang kami gelar
                    secara offline maupun online.

                    Terkait pengembangan outlet, maka masih kami lakukan
                    walaupun memang tidak masif. Target kami masih sama
                    dengan tahun sebelumnya, yaitu pembukaan 1-2 cabang per
                    tahunnya.




   Page 2
Page 3
DAFTAR PERTANYAAN MEDIA & JAWABAN NARASUMBER

            PERTANYAAN                                               JAWABAN

                                      Rizqi – Bisnis Indonesia
                                          Dewi Muliaty:
                                          Isu geopolitik memang masih terasa dan menjadi keprihatinan
                                          kita semua, apalagi dengan adanya inflasi yang terjadi. Kami
                                          sudah melakukan diskusi dengan bidang operasional
                                          khususnya logistik, untuk melihat apakah ada dampak jangka
                                          panjang apabila ini terjadi terus-menerus.

                                           Kami menggunakan bahan baku dan alat dengan sistem
  1. Nilai tukar Rp sekarang sedang        kontrak. Volume juga cukup besar. Alat di-install dan kami akan
      melemah, bagaimana dampaknya         bayar reagen dengan surcharge alat. Kontrak tersebut selama
      ke kinerja Perseroan kedepannya,     5 tahun dan kami biasanya melakukan transaksi dalam Rupiah.
      mengingat alat-alat kesehatan        Kami menyebutnya sebagai sistem Kontrak Reagen.
      mayoritas masih impor? Dan
      bagaimana strategi Prodia            Ke depannya, kami berharap dapat terus melakukan transaksi
      menghadapi pelemahan kurs?           dengan rentang kurs yang aman bagi Perseroan saat ini, dan
                                           kami perlu melakukan renegosiasi jika ada penyesuaian harga
                                           pembelian alat dari vendor yang bermitra dengan kami. Saat ini
                                           belum ada vendor yang mengajukan kenaikan harga. Jadi kami
                                           lihat komitmen hingga Q2 untuk kurs yang senilai saat ini, kami
                                           rasa tidak ada perubahan atau pengaruh. Kami juga berharap
                                           hal ini tidak berkepanjangan dan bisa dikendalikan dengan
                                           dukungan pemerintah.

                                           Untuk pembukaan di IKN, sebenarnya kami belum ada rencana
                                           pasti untuk membuka outlet disana. Tapi ada RS yang buka
  2. Rencana ekspansi laboratorium.        disana dan meminta Prodia menjadi bagian laboratorium
      Bagaimana progress                   mereka. Namun, untuk cabang stand alone, kami akan melihat
      pengembangan di IKN dan besaran      perkembangannya, yang biasanya kami mulai dari tahap POC
      CAPEX dan nilai investasi yang       (Point of Collection). Jika sudah memiliki market yang fix, maka
      disiapkan?                           setelah itu akan dikaji kembali kemungkinannya untuk
                                           membuka cabang.

                                      M. Ghafur - Investor Daily
                                          Dewi Muliaty:
  1. Target PRDA di tahun 2024. Dari
     segi top line dan bottom line, Jika melihat business plan kami, hampir setiap tahun revenue
     bagaimana         strategi    untuk kami target double dari GDP ekonomi Indonesia. Namun, situasi
     memperbaiki laba yang terkoreksi? dan dinamika bergerak atau berbeda setiap tahun. Kalau tahun
     Bagaiman target top line dan bottom lalu mendapati hasil lebih kecil dari itu, ada beberapa hal yang
     line untuk tahun ini?                mempengaruhi, sehingga kami perlu melakukan upaya untuk
                                          melakukan koreksi dari tahun lalu. Laba di tahun ini harus




   Page 3
Page 4
                                       diperjuangkan karena banyak investasi jangka panjang yang
                                       harus dilakukan untuk layanan cabang dan digital yang
                                       berpengaruh terhadap margin. Untuk revenue growth tahun ini
                                       berharap mencapai double dari GDP Indonesia. Hasil Q1 nanti
                                       akan sedikit berbeda seperti adanya situasi pemilu,
                                       pembayaran THR yang maju di bulan Maret, dan bulan puasa.
                                       Sehingga jika melihat di Q1 akan terjadi perlambatan. Untuk Q2
                                       dan seterusnya masih ada peluang entah dapat bertumbuh di
                                       segmen B2B dan B2C. Rencana-rencana spesifik telah kita
                                       lakukan terkait U by Prodia (UbP), Anywhere Service, dan
                                       penambahan POC. Jadi, kami akan terus memperluas
                                       omnichannel.

                                       Selain itu, kami juga akan meningkatkan tes esoterik. Karena
                                       kemampuan tes next generation laboratory kami yang semakin
                                       bertumbuh. Prodia sudah memulai kelengkapan tes-tes alat
                                       sejak 10 tahun lalu, yang penggunanya adalah dokter anak dan
                                       dokter obgyn, kedepannya akan kami optimalkan untuk
                                       penggunaan preventive & predictive. Kemudian, dalam hal
                                       chronic disease management, tes-tes ini akan menjadi
                                       kebutuhan yang akan kita edukasikan kepada masyarakat.

                                       Untuk segmen B2B kami juga akan gencarkan, terutama
                                       asuransi. Asuransi di Prodia belum diterapkan begitu masif,
                                       untuk sekarang ini akan kita optimalkan secara intensif untuk
                                       membuka peluang agar asuransi dapat bermitra dan
                                       menggunakan jasa kami. Jadi peluangnya masih terbuka dan
                                       banyak, dan mampu mendorong pertumbuhan double untuk
                                       pendapatannya, namun melihat lagi kondisi pertumbuhan
                                       ekonomi nasional kedepannya.

                                       Liana Kuswandi:
                                       CAPEX tahun 2024 masih mirip dengan tahun lalu. Tahun lalu
                                       sekitar 245 Miliar, di tahun ini akan dianggarkan di kisaran 200-
                                       250 Miliar. Alokasinya bangunan 30%, IT dan Development
                                       55%, pembelajan aset lainnya berkisar 15%. Untuk pembukaan
                                       outlet, khususnya pembukaan di rumah sakit, tidak kami
                                       alokasikan CAPEX-nya.
2. Belanja   modal     yang     akan
   dianggarkan berapa di tahun 2024?
                                       Tambahan Dewi Muliaty:
                                       Sebenarnya jika dilihat COGS kami tahun lalu seolah-olah
                                       meningkat, sehingga gross profit-nya menurun sedikit. Itu lebih
                                       banyak dari fixed cost yang meningkat, namun untuk raw
                                       material bisa dikendalikan harganya. Jika revenue-nya masih
                                       bisa ditingkatkan, maka gross profit-nya dapat dikatakan bagus.

3. Berapa nilai Investasi yang akan    Dewi Muliaty:
   dikucurkan oleh Prodia untuk        Untuk IKN dalam Business Plan kami belum ada, namun yang
   pembangunan cabang di IKN? Dan
   Rumah Sakit apa yang meminta        mengajak kerjasama ada dan dari rumah sakit. Investasinya ini




 Page 4
Page 5
    kerjasama dengan Prodia?              dapat dikatakan tidak terlalu banyak, karena dapat kami lakukan
                                          kerjasama melalui vendor. Untuk nama rumah sakit belum
                                          dapat kami paparkan.

                                      Sasya - InvestorTrust.id
1. Terkait dengan CAPEX untuk            Indriyanti Rafi Sukmawati:
   pengembangan outlet, berapa           Untuk pembukaan cabang, masih kami targetkan 1-2 cabang
   pembukaan outlet baru tahun ini?      per tahun. Karena kami masih akan fokus pada layanan digital.

                                          Indriyanti Rafi Sukmawati:
                                          Upaya digitalisasi merupakan salah satu Upaya untuk
                                          meningkatkan aksesibilitas Prodia di masyarakat. Kami juga
                                          punya kriteria untuk pengembangan cabang. Di ibukota provinsi
                                          kami sudah hadir di 34 provinsi. Ada beberapa kota tertentu juga
                                          yang kami lihat masih memiliki potensi, ada kota-kota kecil yang
                                          memang potensinya ternyata cukup besar untuk corporate
                                          client. Konsentrasi saat ini masih kita fokuskan di Jawa, yakni
2. Apa pertimbangan pembukaan             di beberapa daerah yang sepertinya harus ada.
   outlet yang banyak di tahun ini?
                                          Tambahan Dewi Muliaty:
                                          Untuk pengembangan outlet memang kita tidak rencanakan
                                          masif lagi, karena kita akan memberdayakan outlet existing +
                                          mengembangkan digital channel. Namun untuk satu
                                          lingkungan, khususnya residensial yang sudah berkembang
                                          dengan POC kita dan adanya peningkatan permintaan,
                                          tentunya ini harus kita fasilitasi kenyamanan dan
                                          kemudahannya dengan satu cabang kami. Jadi kami
                                          pertimbangkan secara hati-hati untuk pengembangan outlet ini.




 Page 5
Page 6
                                        Indriyanti Rafi Sukmawati:
                                        BPJS berkontribusi terhadap pendapatan tahun 2023 sebesar
                                        8,5%. Prinsip BPJS yang dilaksanakan Prodia berbeda dengan
                                        prinsip BPJS pada umumnya, namun kami juga tetap melayani
                                        pasien BPJS secara walk-in. Prinsip yang dijalankan Prodia
3. Kedatangan pasien di Prodia,         untuk BPJS merupakan BPJS Project (Prolanis). Prolanis
   berapa yang BPJS dan
                                        adalah project BPJS untuk pasien-pasien chronic diseases
   kontribusinya? Biasanya juga
   menjadi saran RS, apakah mau         management seperti diabetes. Kita estimasi 9,2-9,5% akan naik
   ditingkatkan?                        kedepannya. Kita juga dealing dengan BPJS Prolanis masih
                                        memiliki profit yang baik dan tentunya ada kolaborasi dengan
                                        vendor. Seperti HBA1C kita kerjasama dengan vendor reagen
                                        sehingga adanya ekspektasi partisipasi dari vendor untuk
                                        bersama kita tagihkan kepada BPJS masuk dan profit masih
                                        bisa didapatkan.




                                        Andri Hidayat:
4. Digital UBP: berapa target jumlah    U by Prodia target di 2024, kami memiliki target downloader
   downloaders dan active users di      double dari tahun 2023. Kita mulai dari bulan Februari 2023
   tahun 2024?                          sampai Desember 2023 mencapai hampir 600 ribu lebih
                                        downloader.

                                  Zefanya - CNBC Indonesia
                                       Liana Kuswandi:
                                       Penurunan laba bersih tidak mengurangi dividend payout ratio,
1. Apa alasan pemberian dividen        karena kami menghargai para shareholder sehingga kami ingin
   sesuai rasio dengan tahun lalu      berbagi hasil usaha yang telah kami kelola selama satu tahun
   namun ada tren penurunan laba?
                                       ini. Laba ditahan untuk menjaga investasi di anak perusahaan
   Apakah ada rencana untuk
   mendorong kenaikan pendapatan       sekitar 1 Triliun, sementara kami baru menyetorkan sekitar
   di tahun ini? Dan laba bersih       30%-nya. Pembagian dividen rasio masih memungkinkan
   ditahan dipakai untuk apa?          sehingga 60% dividen ratio dapat dibagikan kepada pemegang
                                       saham dan selama ini tidak mengganggu operasional
                                       perusahaan.

                                        Dewi Muliaty:
2. Proyeksi kesehatan di tahun ini      Outlook healthcare di Indonesia masih sangat baik dan peluang
   bagaimana? Peluang dan               banyak. Karena dari data yang kita lihat di ASEAN countries,
   tantangannya ditengah                Indonesia's healthcare expenditure di tahun 2023 sekitar 2,3%
   ketidakpastian ekonomi domestik      (terendah), sementara 5 negara lain diatas itu. Selain BPJS
   dan global.                          mengembangkan layanannya yang kami rasa masih bagus,
                                        masih banyak peluang yang dapat dikembangkan, terutama
                                        out-pocket pasien mengingat populasi kita juga banyak, private




 Page 6
Page 7
         insurance juga masih diharapkan bertumbuh. GDP bertumbuh,
         middle class segment naik, dan segmen private yang masih
         dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Tantangannya tentu
         adalah masalah persaingan harga dan ketersediaan layanan
         yang lengkap. Kami tidak bermain di harga namun kami fokus
         pada kelengkapan layanan dan kualitas yang menjadi andalan
         di Indonesia. Kalau kita bekerja sama dengan healthcare
         provider di luar, pasti Prodia yang dicari terlebih dahulu karena
         kita sudah diketahui akan kualitas yang berstandar
         internasional.




Page 7
Page 8
DOKUMENTASI KEGIATAN




   Page 8
Page 9
      DAFTAR HADIR MEDIA

No.                        Nama                                                  Media
1     Rizqi Rajendra                                     Bisnis Indonesia

2     Zetta Hannany                                      IDNFinancials.com

3     Venny Suryanto                                     Kontan

4     Zefanya Aprilia                                    CNBCIndonesia.com

5     Lany Hevyanti                                      Solopos.com

6     Anggie                                             iNews.id

7     Zsasya Senorita                                    InvestorTrust.id

8     Dicki Antariksa                                    investortrust.id (Fotografer)

9     Yudi Suharso                                       BusinessAsia.id

10    Ayyubi                                             KabarBursa.com

11    Lia                                                Marketing.co.id

12    Eko Wahyudi                                        FortuneIDN.com

13    M. Ghafur                                          BeritaSatu.com

14    Heri Gagarin                                       Investor Daily (Foto)

15    Ave Gunanto                                        Kumparan.com

16    Monique Handa                                      Berita Satu TV

17    Bisma                                              Berita Satu TV

18    Raissa                                             Garuda TV

19    Asep                                               Garuda TV


      REKAP KEHADIRAN

      Kegiatan Paparan Publik atau Public Expose 2023 dihadiri oleh 19 wartawan dari 16 media yaitu media
      nasional dan ekonomi bisnis, baik itu cetak harian, majalah, online bahkan televisi. Kehadiran media di
      dominasi oleh media online sebanyak 12 media. Sementara dari sisi peringkat media, 56,3% nya atau
      total 9 media berasal dari peringkat 1 dan 43,7% atau total 7 media berasal dari peringkat 2.




              Page 9
Page 10
                    Jenis Media                                      Media Tier
12                                                     10
                                                        9
10                                                      8
                                                        7
8
                                                        6
6                                                       5
                                                        4
4                                                       3
2                                                       2
                                                        1
0                                                       0
     Online    Newspaper Magazine Television   Radio        Tier 1       Tier 2   Tier 3




     Page 10
Page 11
 Lampiran: Siaran Pers
                                           BERITA PERS

                                                                         Untuk Diterbitkan Segera

                    Konsisten Pertahankan Pendapatan di Atas Rp 2 Triliun,
                    Prodia Lanjutkan Riwayat Rasio Pembagian Dividen 60%


JAKARTA, 18 April 2024 - PT Prodia Widyahusada (Kode saham: PRDA) membukukan pendapatan
sebesar Rp 2,22 Triliun di tahun 2023, naik sekitar 2% Year on Year. Atas pencapaian ini, Prodia akan
melanjutkan riwayat rasio pembagian dividen yang sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebesar
Rp 155.6 miliar atau 60% dari laba bersih Perseroan. Pembagian dividen ini setara dengan nilai
Rp165,97 per lembar sahamnya. Konsistensi rasio pembagian dividen ini merupakan komitmen
manajemen serta apresiasi Perseroan atas kepercayaan para pemangku kepentingan yang telah
diberikan terhadap kinerja Perseroan dalam satu tahun terakhir.

Direktur Utama PT Prodia Widyahusada, Dewi Muliaty mengatakan, “Prodia berhasil
mempertahankan kinerja positifnya dan membukukan profit di tahun 2023. Pencapaian ini berkat
konsistensi yang dipertahankan yaitu ragam inovasi pengembangan tes laboratorium, peluncuran
aplikasi U by Prodia oleh anak usaha Perseroan, serta upaya ekspansi Prodia dengan terus
melakukan penetrasi pasar dengan penambahan jejaring outletnya.” Ungkap Dewi saat pelaksanaan
Paparan Publik 2024 Prodia.

Sepanjang tahun 2023, jumlah kunjungan mencapai angka lebih dari 2,83 juta, dengan jumlah volume
penjualan yang lebih dari 20,5 juta. Di tahun 2023, Prodia telah mengembangkan 18 tes baru dari
Next-Generation Lab mulai dari tes diagnosis, terapi target, farmakogenomik, serta preventif &
prediktif. Untuk mewujudkan upaya akselerasi digital, Prodia telah terus mengoptimalkan fitur-fitur
yang terdapat dalam aplikasi U by Prodia dan Prodia Mobile for Doctor. Prodia juga telah menjalin
kemitraan strategis dengan Klinik AP&AP di Kota Medan, Komunitas Perempuan Indonesia Maju, PT
Glaxo Wellcome Indonesia atau GSK, serta Bank Mandiri melalui bank digital Livin’ untuk fitur SUKHA.

Dewi menambahkan, “Penerapan bisnis yang mengedepankan prinsip customer centric, pendekatan
edukatif kepada pelanggan dan masyarakat, serta berbagai upaya dalam mempertahankan posisi
sebagai center of excellence laboratorium diagnostik di Indonesia, juga menjadi kunci ketahanan
Prodia dalam menjalankan praktik bisnisnya hingga saat ini.”

Dalam mendorong pertumbuhan pendapatan di tahun kinerja 2024, Prodia akan
mengimplementasikan strategi bisnis dengan mendorong pendekatan kepada pelanggan, baik BtoC
maupun BtoB, mengoptimalkan layanan Prodia Anywhere Services, ekspansi layanan klinik dan outlet
Perseroan, meningkatkan kontribusi transaksi digital melalui pengembangan aplikasi dan fitur-fitur U
by Prodia,dan terus mengedukasi kesehatan pelanggan dan masyarakat, serta mengkokohkan bisnis
Prodia ke arah praktik bisnis berbasis ESG.

                                                 ***




 Page 11
Page 12
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi.
Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik
dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of
American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016,
dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan
demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 31 Desember 2023, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 295 outlet, di 79 Kota, 89 Kabupaten, dan 34 Propinsi di
seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized
medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia
Senior Health Centre (PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA)
yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia:
www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.


Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

 Marina Eka Amalia                                                     Mella Melia
 AVP Legal & Corporate Secretary                                       Investor Relation Manager
 PT Prodia Widyahusada Tbk.                                            PT Prodia Widyahusada Tbk.
 Ph.    +62-21-3144182 ext 3816                                        Ph. +62-21 3144182 ext 3775
 Email corporate.secretary@prodia.co.id                                Email investor.relation@prodia.co.id




Page 12

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.82 MB
Published19 Apr 2024
Pages12
Characters28,248
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Prodia Widyahusada Tbk. p.1 ×30
linked person Dewi Muliaty p.1 ×13
linked person Liana Kuswandi p.1 ×4
linked person Indriyanti Rafi Sukmawati p.1 ×5
linked person Andri Hidayat p.1 ×2
linked person Ida Zuraida p.1
linked org Bank Mandiri p.11
linked person Dr. Andi Widjaja p.12 ×2
linked person Marina Eka Amalia p.12
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
unresolved — Rizqi Rajendra p.9
unresolved — Zetta Hannany p.9
unresolved — Venny Suryanto p.9
unresolved — Zefanya Aprilia p.9
unresolved — Lany Hevyanti p.9
unresolved — Anggie p.9
unresolved — Zsasya Senorita p.9
unresolved — Dicki Antariksa p.9
unresolved — Yudi Suharso p.9
unresolved — Ayyubi p.9
unresolved — Lia p.9
unresolved — Eko Wahyudi p.9
unresolved — M. Ghafur p.9
unresolved — Heri Gagarin p.9
unresolved — Ave Gunanto p.9
unresolved — Monique Handa p.9
unresolved — Bisma p.9
unresolved — Raissa p.9
unresolved — Asep p.9
unresolved org PT Glaxo Wellcome Indonesia p.11
unresolved person Investor Relation Manager · Corporate Secretary p.12

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result