Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN
Public Expose Tahunan 2024 PT Prodia Widyahusada Tbk.
Prodia Tower | Kamis, 18 April 2024
RINGKASAN KEGIATAN
Menjawab kebutuhan pasar yang dinamis, PT Prodia Widyahusada Tbk (“Perseroan”) senantiasa
merealisasikan inovasi serta bertransformasi pada pengembangan digital dan layanan dalam mencapai
pertumbuhan bisnis serta mendukung terciptanya paradigma serta pola hidup sehat secara
berkelanjutan di masyarakat. Ketika menghadapi masa normalisasi yang menuntut proses adaptasi,
Prodia pun berhasil menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kinerja yang
positif.
Untuk memaparkan kinerja Perseroan serta berbagai pencapaian, inovasi, tantangan usaha serta
strategi peningkatan kinerja pada tahun 2023, Perseroan menyelenggarakan Public Expose 2024 PT
Prodia Widyahusada Tbk pada Kamis, 18 April 2024 di Prodia Tower.
Pokok-pokok pembahasan tersebut telah tercakup dalam materi presentasi Public Expose yang
sebelumnya telah disampaikan oleh Perseroan melalui Surat Perseroan 040/CORSEC/EKS/IV/2024
Perihal Penyampaian Materi Public Expose dan telah diupload di IDXNet pada tanggal 2 April 2024.
Public Expose Perseroan menghadirkan pembicara kunci Ibu Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia,
serta jajaran Direktur Prodia yang terdiri dari Ibu Liana Kuswandi, Direktur; Ibu Indriyanti Rafi
Sukmawati, Direktur; Bapak Andri Hidayat, Direktur; dan Ibu Ida Zuraida, Direktur.
Kegiatan Public Expose dibuka dengan sambutan dari Ibu Dewi Muliaty dilanjutkan dengan paparan
ringkasan kinerja Perseroan pada tahun 2023, yang mencakup pertumbuhan, rasio keuangan yang
sehat, dan kekuatan manajemen kepemilikan saham. Ibu Dewi Muliaty juga memaparkan strategi-
strategi yang diimplementasikan di sepanjang tahun 2023, serta inisiatif ataupun rencana Prodia di
tahun 2024. Setelahnya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta yang hadir.
Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dalam waktu satu setengah jam. Rekan-rekan media cukup
aktif berpartisipasi terlihat dari sesi tanya jawab dan doorstop interview yang dilakukan. Kegiatan ini
juga berhasil dihadiri oleh 19 jurnalis dari 16 media (dengan target 15-20 media) yang berasal dari
berbagai kategori baik dari media cetak, online, dan TV.
Pelaksanaan Public Expose Perseroan dilakukan dengan format offline. Tayangan pelaksanaan Public
Expose dapat diakses oleh publik melalui akun youtube Laboratorium Klinik Prodia dengan link sebagai
berikut:
https://www.youtube.com/live/pX-9nkiAyug?si=IXwF_2uBI_rAQPxl
Page 1
Page 2
KUTIPAN PEMBICARA
Dewi Muliaty
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk
Market share kami merupakan yang terbesar di Indonesia.
Merujuk dari Analisa IQVIA tahun 2022 untuk tahun 2023, Prodia
memiliki 40,5% pangsar pasar berdasarkan tingkat pendapatan.
Kemudian pertumbuhan kami rata-rata dalam 3 tahun berkisar
7%, dapat dikatakan masih lebih tinggi dibandingkan dengan total
lab independen, kedepannya kami berharap dalam kinerja tahun
ini dapat memperbesar gap ini untuk dapat memperkokoh posisi
Prodia sebagai pemimpin pasar. Selama tahun 2023, aspek
kunjungan, total pendapatan, pendapatan tiap kunjungan, dan
EBITDA yang diperoleh mengalami kenaikan yang signifikan bila
melihat track sejak tahun 2019. Di tahun 2024 akan kami
upayakan secara optimal penerapan ESG melalui Sustainability
Blueprint sebagai bagian dari strategi kami.
Liana Kuswandi
Direktur Keuangan PT Prodia Widyahusada Tbk
Margin laba kotor Prodia dapat dikatakan mengalami minus
0.6%. Hal ini disebabkan oleh beban pendapatan yang
bertumbuh hanya sebesar 1,9%. Selain itu, tahun 2023
merupakan tahun normalisasi. Kemudian jenis tes yang
dipasarkan pada tahun 2023 didominasi oleh tes tes rutin,
berbeda dengan tes tahun 2022 yang didominasi dengan tes
tes esoterik. Penurunan laba bersih juga terjadi dalam kinerja
2023 karena adanya peningkatan biaya operasi, khususnya
untuk keperluan pemasaran karena di tahun 2023 kami
sedang melakukan re-branding dan pemasaran secara luas
dalam rangka merayakan 50 tahun Prodia.
Indriyanti Rafi Sukmawati
Direktur Bisnis & Pemasaran PT Prodia Widyahusada Tbk
Prodia memiliki target meluncurkan 10 tes baru setiap
tahunnya. Adapun di tahun 2023 kami telah meluncurkan 18 tes
baru. Salah satu upaya sebagai bagian dari pelaksanaan model
bisnis customer centric model, kami melakukan berbagai hal
diantaranya: mengembangkan layanan digital, pusat kontak
yang professional, peningkatan fasilitas gedung dan layanan,
memberikan layanan Anywhere Services, serta aktivitas
pemasaran dan edukasi melalui seminar yang kami gelar
secara offline maupun online.
Terkait pengembangan outlet, maka masih kami lakukan
walaupun memang tidak masif. Target kami masih sama
dengan tahun sebelumnya, yaitu pembukaan 1-2 cabang per
tahunnya.
Page 2
Page 3
DAFTAR PERTANYAAN MEDIA & JAWABAN NARASUMBER
PERTANYAAN JAWABAN
Rizqi – Bisnis Indonesia
Dewi Muliaty:
Isu geopolitik memang masih terasa dan menjadi keprihatinan
kita semua, apalagi dengan adanya inflasi yang terjadi. Kami
sudah melakukan diskusi dengan bidang operasional
khususnya logistik, untuk melihat apakah ada dampak jangka
panjang apabila ini terjadi terus-menerus.
Kami menggunakan bahan baku dan alat dengan sistem
1. Nilai tukar Rp sekarang sedang kontrak. Volume juga cukup besar. Alat di-install dan kami akan
melemah, bagaimana dampaknya bayar reagen dengan surcharge alat. Kontrak tersebut selama
ke kinerja Perseroan kedepannya, 5 tahun dan kami biasanya melakukan transaksi dalam Rupiah.
mengingat alat-alat kesehatan Kami menyebutnya sebagai sistem Kontrak Reagen.
mayoritas masih impor? Dan
bagaimana strategi Prodia Ke depannya, kami berharap dapat terus melakukan transaksi
menghadapi pelemahan kurs? dengan rentang kurs yang aman bagi Perseroan saat ini, dan
kami perlu melakukan renegosiasi jika ada penyesuaian harga
pembelian alat dari vendor yang bermitra dengan kami. Saat ini
belum ada vendor yang mengajukan kenaikan harga. Jadi kami
lihat komitmen hingga Q2 untuk kurs yang senilai saat ini, kami
rasa tidak ada perubahan atau pengaruh. Kami juga berharap
hal ini tidak berkepanjangan dan bisa dikendalikan dengan
dukungan pemerintah.
Untuk pembukaan di IKN, sebenarnya kami belum ada rencana
pasti untuk membuka outlet disana. Tapi ada RS yang buka
2. Rencana ekspansi laboratorium. disana dan meminta Prodia menjadi bagian laboratorium
Bagaimana progress mereka. Namun, untuk cabang stand alone, kami akan melihat
pengembangan di IKN dan besaran perkembangannya, yang biasanya kami mulai dari tahap POC
CAPEX dan nilai investasi yang (Point of Collection). Jika sudah memiliki market yang fix, maka
disiapkan? setelah itu akan dikaji kembali kemungkinannya untuk
membuka cabang.
M. Ghafur - Investor Daily
Dewi Muliaty:
1. Target PRDA di tahun 2024. Dari
segi top line dan bottom line, Jika melihat business plan kami, hampir setiap tahun revenue
bagaimana strategi untuk kami target double dari GDP ekonomi Indonesia. Namun, situasi
memperbaiki laba yang terkoreksi? dan dinamika bergerak atau berbeda setiap tahun. Kalau tahun
Bagaiman target top line dan bottom lalu mendapati hasil lebih kecil dari itu, ada beberapa hal yang
line untuk tahun ini? mempengaruhi, sehingga kami perlu melakukan upaya untuk
melakukan koreksi dari tahun lalu. Laba di tahun ini harus
Page 3
Page 4
diperjuangkan karena banyak investasi jangka panjang yang
harus dilakukan untuk layanan cabang dan digital yang
berpengaruh terhadap margin. Untuk revenue growth tahun ini
berharap mencapai double dari GDP Indonesia. Hasil Q1 nanti
akan sedikit berbeda seperti adanya situasi pemilu,
pembayaran THR yang maju di bulan Maret, dan bulan puasa.
Sehingga jika melihat di Q1 akan terjadi perlambatan. Untuk Q2
dan seterusnya masih ada peluang entah dapat bertumbuh di
segmen B2B dan B2C. Rencana-rencana spesifik telah kita
lakukan terkait U by Prodia (UbP), Anywhere Service, dan
penambahan POC. Jadi, kami akan terus memperluas
omnichannel.
Selain itu, kami juga akan meningkatkan tes esoterik. Karena
kemampuan tes next generation laboratory kami yang semakin
bertumbuh. Prodia sudah memulai kelengkapan tes-tes alat
sejak 10 tahun lalu, yang penggunanya adalah dokter anak dan
dokter obgyn, kedepannya akan kami optimalkan untuk
penggunaan preventive & predictive. Kemudian, dalam hal
chronic disease management, tes-tes ini akan menjadi
kebutuhan yang akan kita edukasikan kepada masyarakat.
Untuk segmen B2B kami juga akan gencarkan, terutama
asuransi. Asuransi di Prodia belum diterapkan begitu masif,
untuk sekarang ini akan kita optimalkan secara intensif untuk
membuka peluang agar asuransi dapat bermitra dan
menggunakan jasa kami. Jadi peluangnya masih terbuka dan
banyak, dan mampu mendorong pertumbuhan double untuk
pendapatannya, namun melihat lagi kondisi pertumbuhan
ekonomi nasional kedepannya.
Liana Kuswandi:
CAPEX tahun 2024 masih mirip dengan tahun lalu. Tahun lalu
sekitar 245 Miliar, di tahun ini akan dianggarkan di kisaran 200-
250 Miliar. Alokasinya bangunan 30%, IT dan Development
55%, pembelajan aset lainnya berkisar 15%. Untuk pembukaan
outlet, khususnya pembukaan di rumah sakit, tidak kami
alokasikan CAPEX-nya.
2. Belanja modal yang akan
dianggarkan berapa di tahun 2024?
Tambahan Dewi Muliaty:
Sebenarnya jika dilihat COGS kami tahun lalu seolah-olah
meningkat, sehingga gross profit-nya menurun sedikit. Itu lebih
banyak dari fixed cost yang meningkat, namun untuk raw
material bisa dikendalikan harganya. Jika revenue-nya masih
bisa ditingkatkan, maka gross profit-nya dapat dikatakan bagus.
3. Berapa nilai Investasi yang akan Dewi Muliaty:
dikucurkan oleh Prodia untuk Untuk IKN dalam Business Plan kami belum ada, namun yang
pembangunan cabang di IKN? Dan
Rumah Sakit apa yang meminta mengajak kerjasama ada dan dari rumah sakit. Investasinya ini
Page 4
Page 5
kerjasama dengan Prodia? dapat dikatakan tidak terlalu banyak, karena dapat kami lakukan
kerjasama melalui vendor. Untuk nama rumah sakit belum
dapat kami paparkan.
Sasya - InvestorTrust.id
1. Terkait dengan CAPEX untuk Indriyanti Rafi Sukmawati:
pengembangan outlet, berapa Untuk pembukaan cabang, masih kami targetkan 1-2 cabang
pembukaan outlet baru tahun ini? per tahun. Karena kami masih akan fokus pada layanan digital.
Indriyanti Rafi Sukmawati:
Upaya digitalisasi merupakan salah satu Upaya untuk
meningkatkan aksesibilitas Prodia di masyarakat. Kami juga
punya kriteria untuk pengembangan cabang. Di ibukota provinsi
kami sudah hadir di 34 provinsi. Ada beberapa kota tertentu juga
yang kami lihat masih memiliki potensi, ada kota-kota kecil yang
memang potensinya ternyata cukup besar untuk corporate
client. Konsentrasi saat ini masih kita fokuskan di Jawa, yakni
2. Apa pertimbangan pembukaan di beberapa daerah yang sepertinya harus ada.
outlet yang banyak di tahun ini?
Tambahan Dewi Muliaty:
Untuk pengembangan outlet memang kita tidak rencanakan
masif lagi, karena kita akan memberdayakan outlet existing +
mengembangkan digital channel. Namun untuk satu
lingkungan, khususnya residensial yang sudah berkembang
dengan POC kita dan adanya peningkatan permintaan,
tentunya ini harus kita fasilitasi kenyamanan dan
kemudahannya dengan satu cabang kami. Jadi kami
pertimbangkan secara hati-hati untuk pengembangan outlet ini.
Page 5
Page 6
Indriyanti Rafi Sukmawati:
BPJS berkontribusi terhadap pendapatan tahun 2023 sebesar
8,5%. Prinsip BPJS yang dilaksanakan Prodia berbeda dengan
prinsip BPJS pada umumnya, namun kami juga tetap melayani
pasien BPJS secara walk-in. Prinsip yang dijalankan Prodia
3. Kedatangan pasien di Prodia, untuk BPJS merupakan BPJS Project (Prolanis). Prolanis
berapa yang BPJS dan
adalah project BPJS untuk pasien-pasien chronic diseases
kontribusinya? Biasanya juga
menjadi saran RS, apakah mau management seperti diabetes. Kita estimasi 9,2-9,5% akan naik
ditingkatkan? kedepannya. Kita juga dealing dengan BPJS Prolanis masih
memiliki profit yang baik dan tentunya ada kolaborasi dengan
vendor. Seperti HBA1C kita kerjasama dengan vendor reagen
sehingga adanya ekspektasi partisipasi dari vendor untuk
bersama kita tagihkan kepada BPJS masuk dan profit masih
bisa didapatkan.
Andri Hidayat:
4. Digital UBP: berapa target jumlah U by Prodia target di 2024, kami memiliki target downloader
downloaders dan active users di double dari tahun 2023. Kita mulai dari bulan Februari 2023
tahun 2024? sampai Desember 2023 mencapai hampir 600 ribu lebih
downloader.
Zefanya - CNBC Indonesia
Liana Kuswandi:
Penurunan laba bersih tidak mengurangi dividend payout ratio,
1. Apa alasan pemberian dividen karena kami menghargai para shareholder sehingga kami ingin
sesuai rasio dengan tahun lalu berbagi hasil usaha yang telah kami kelola selama satu tahun
namun ada tren penurunan laba?
ini. Laba ditahan untuk menjaga investasi di anak perusahaan
Apakah ada rencana untuk
mendorong kenaikan pendapatan sekitar 1 Triliun, sementara kami baru menyetorkan sekitar
di tahun ini? Dan laba bersih 30%-nya. Pembagian dividen rasio masih memungkinkan
ditahan dipakai untuk apa? sehingga 60% dividen ratio dapat dibagikan kepada pemegang
saham dan selama ini tidak mengganggu operasional
perusahaan.
Dewi Muliaty:
2. Proyeksi kesehatan di tahun ini Outlook healthcare di Indonesia masih sangat baik dan peluang
bagaimana? Peluang dan banyak. Karena dari data yang kita lihat di ASEAN countries,
tantangannya ditengah Indonesia's healthcare expenditure di tahun 2023 sekitar 2,3%
ketidakpastian ekonomi domestik (terendah), sementara 5 negara lain diatas itu. Selain BPJS
dan global. mengembangkan layanannya yang kami rasa masih bagus,
masih banyak peluang yang dapat dikembangkan, terutama
out-pocket pasien mengingat populasi kita juga banyak, private
Page 6
Page 7
insurance juga masih diharapkan bertumbuh. GDP bertumbuh,
middle class segment naik, dan segmen private yang masih
dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Tantangannya tentu
adalah masalah persaingan harga dan ketersediaan layanan
yang lengkap. Kami tidak bermain di harga namun kami fokus
pada kelengkapan layanan dan kualitas yang menjadi andalan
di Indonesia. Kalau kita bekerja sama dengan healthcare
provider di luar, pasti Prodia yang dicari terlebih dahulu karena
kita sudah diketahui akan kualitas yang berstandar
internasional.
Page 7
Page 8
DOKUMENTASI KEGIATAN Page 8
Page 9
DAFTAR HADIR MEDIA
No. Nama Media
1 Rizqi Rajendra Bisnis Indonesia
2 Zetta Hannany IDNFinancials.com
3 Venny Suryanto Kontan
4 Zefanya Aprilia CNBCIndonesia.com
5 Lany Hevyanti Solopos.com
6 Anggie iNews.id
7 Zsasya Senorita InvestorTrust.id
8 Dicki Antariksa investortrust.id (Fotografer)
9 Yudi Suharso BusinessAsia.id
10 Ayyubi KabarBursa.com
11 Lia Marketing.co.id
12 Eko Wahyudi FortuneIDN.com
13 M. Ghafur BeritaSatu.com
14 Heri Gagarin Investor Daily (Foto)
15 Ave Gunanto Kumparan.com
16 Monique Handa Berita Satu TV
17 Bisma Berita Satu TV
18 Raissa Garuda TV
19 Asep Garuda TV
REKAP KEHADIRAN
Kegiatan Paparan Publik atau Public Expose 2023 dihadiri oleh 19 wartawan dari 16 media yaitu media
nasional dan ekonomi bisnis, baik itu cetak harian, majalah, online bahkan televisi. Kehadiran media di
dominasi oleh media online sebanyak 12 media. Sementara dari sisi peringkat media, 56,3% nya atau
total 9 media berasal dari peringkat 1 dan 43,7% atau total 7 media berasal dari peringkat 2.
Page 9
Page 10
Jenis Media Media Tier
12 10
9
10 8
7
8
6
6 5
4
4 3
2 2
1
0 0
Online Newspaper Magazine Television Radio Tier 1 Tier 2 Tier 3
Page 10
Page 11
Lampiran: Siaran Pers
BERITA PERS
Untuk Diterbitkan Segera
Konsisten Pertahankan Pendapatan di Atas Rp 2 Triliun,
Prodia Lanjutkan Riwayat Rasio Pembagian Dividen 60%
JAKARTA, 18 April 2024 - PT Prodia Widyahusada (Kode saham: PRDA) membukukan pendapatan
sebesar Rp 2,22 Triliun di tahun 2023, naik sekitar 2% Year on Year. Atas pencapaian ini, Prodia akan
melanjutkan riwayat rasio pembagian dividen yang sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebesar
Rp 155.6 miliar atau 60% dari laba bersih Perseroan. Pembagian dividen ini setara dengan nilai
Rp165,97 per lembar sahamnya. Konsistensi rasio pembagian dividen ini merupakan komitmen
manajemen serta apresiasi Perseroan atas kepercayaan para pemangku kepentingan yang telah
diberikan terhadap kinerja Perseroan dalam satu tahun terakhir.
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada, Dewi Muliaty mengatakan, “Prodia berhasil
mempertahankan kinerja positifnya dan membukukan profit di tahun 2023. Pencapaian ini berkat
konsistensi yang dipertahankan yaitu ragam inovasi pengembangan tes laboratorium, peluncuran
aplikasi U by Prodia oleh anak usaha Perseroan, serta upaya ekspansi Prodia dengan terus
melakukan penetrasi pasar dengan penambahan jejaring outletnya.” Ungkap Dewi saat pelaksanaan
Paparan Publik 2024 Prodia.
Sepanjang tahun 2023, jumlah kunjungan mencapai angka lebih dari 2,83 juta, dengan jumlah volume
penjualan yang lebih dari 20,5 juta. Di tahun 2023, Prodia telah mengembangkan 18 tes baru dari
Next-Generation Lab mulai dari tes diagnosis, terapi target, farmakogenomik, serta preventif &
prediktif. Untuk mewujudkan upaya akselerasi digital, Prodia telah terus mengoptimalkan fitur-fitur
yang terdapat dalam aplikasi U by Prodia dan Prodia Mobile for Doctor. Prodia juga telah menjalin
kemitraan strategis dengan Klinik AP&AP di Kota Medan, Komunitas Perempuan Indonesia Maju, PT
Glaxo Wellcome Indonesia atau GSK, serta Bank Mandiri melalui bank digital Livin’ untuk fitur SUKHA.
Dewi menambahkan, “Penerapan bisnis yang mengedepankan prinsip customer centric, pendekatan
edukatif kepada pelanggan dan masyarakat, serta berbagai upaya dalam mempertahankan posisi
sebagai center of excellence laboratorium diagnostik di Indonesia, juga menjadi kunci ketahanan
Prodia dalam menjalankan praktik bisnisnya hingga saat ini.”
Dalam mendorong pertumbuhan pendapatan di tahun kinerja 2024, Prodia akan
mengimplementasikan strategi bisnis dengan mendorong pendekatan kepada pelanggan, baik BtoC
maupun BtoB, mengoptimalkan layanan Prodia Anywhere Services, ekspansi layanan klinik dan outlet
Perseroan, meningkatkan kontribusi transaksi digital melalui pengembangan aplikasi dan fitur-fitur U
by Prodia,dan terus mengedukasi kesehatan pelanggan dan masyarakat, serta mengkokohkan bisnis
Prodia ke arah praktik bisnis berbasis ESG.
***
Page 11
Page 12
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk. Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 31 Desember 2023, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 295 outlet, di 79 Kota, 89 Kabupaten, dan 34 Propinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi: Marina Eka Amalia Mella Melia AVP Legal & Corporate Secretary Investor Relation Manager PT Prodia Widyahusada Tbk. PT Prodia Widyahusada Tbk. Ph. +62-21-3144182 ext 3816 Ph. +62-21 3144182 ext 3775 Email corporate.secretary@prodia.co.id Email investor.relation@prodia.co.id Page 12
Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Rizqi Rajendra
p.9
unresolved
—
Zetta Hannany
p.9
unresolved
—
Venny Suryanto
p.9
unresolved
—
Zefanya Aprilia
p.9
unresolved
—
Lany Hevyanti
p.9
unresolved
—
Anggie
p.9
unresolved
—
Zsasya Senorita
p.9
unresolved
—
Dicki Antariksa
p.9
unresolved
—
Yudi Suharso
p.9
unresolved
—
Ayyubi
p.9
unresolved
—
Lia
p.9
unresolved
—
Eko Wahyudi
p.9
unresolved
—
M. Ghafur
p.9
unresolved
—
Heri Gagarin
p.9
unresolved
—
Ave Gunanto
p.9
unresolved
—
Monique Handa
p.9
unresolved
—
Bisma
p.9
unresolved
—
Raissa
p.9
unresolved
—
Asep
p.9
unresolved
org
PT Glaxo Wellcome Indonesia
p.11
unresolved
person
Investor Relation Manager
· Corporate Secretary
p.12
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.