Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
No. : ABM-CSC/020/BGP/V/2026 Jakarta, 5 Mei 2026
Lampiran : Laporan Public Expose
Kepada Yth,
Direktur Penilaian Perusahaan
PT Bursa Efek Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building, Tower I Lt.4
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Up. : Adi Pratomo Aryanto
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Perihal: Laporan Pelaksanaan Paparan Publik PT ABM Investama Tbk (“Perseroan“)
Dengan hormat,
Merujuk kepada surat Perseroan Nomor ABM-CSC/016/BGP/IV/2026 tanggal 14 April 2026, perihal
Rencana Penyelenggaraan Public Expose PT ABM Investama Tbk., dan Surat Nomor ABM-
CSC/017/BGP/IV/2026 tanggal 23 April 2026 perihal Penyampaian Materi Paparan Publik untuk
Hasil Kinerja Perseroan Tahun Buku 2025, dengan ini Perseroan menyampaikan laporan
pelaksanaan Paparan Publik sebagaimana dimaksud yang telah diselenggarakan pada jadwal
sebagai berikut:
Hari/Tanggal : Rabu, 29 April 2026
Waktu : Pukul 16.00 – 17.15 WIB
Tempat : Live Streaming/Hybrid (Pandawa Ballroom, Lantai 2, RA Suites Simatupang,
Cilandak Barat, Jakarta Selatan & Zoom Webinar)
Adapun isi Paparan Publik seperti Daftar Hadir, Sesi Tanya Jawab, dan Siaran Pers sebagaimana
tercantum dalam Lampiran.
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT ABM Investama Tbk.
Boogee Garystho Priyono
Sekretaris Perusahaan
Page 2
Laporan Public Expose PT ABM Investama Tbk (ABMM) 2026
PT ABM Investama Tbk (ABMM) menyelenggarakan kegiatan Public Expose sebagai wujud
komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas kepada publik, terutama
bagi para pemegang saham, investor, dan rekan-rekan media. Acara ini dilaksanakan pada hari
Rabu, 29 April 2026, bertempat di Pandawa Ballroom, RA Suites Simatupang, Lantai 2, Cilandak
Barat, Jakarta.
Kegiatan Public Expose tersebut berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Acara ini
dihadiri oleh tiga narasumber utama dari manajemen ABMM, yaitu Bapak Hans Manoe selaku
Direktur, Bapak Boogee Garystho Priyono selaku Sekretaris Perusahaan, serta Bapak Moh Ditto
Ananta Nugraha selaku Group Head of Corporate Finance Treasury and Investor Relation.
Sesi pemaparan dibuka dengan penjelasan mengenai perjalanan strategis ABMM yang menyoroti
pencapaian tahun 2025 sebagai periode krusial untuk stabilisasi neraca dan penguatan aset
strategis ABMM. Meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan normalisasi harga batu
bara global, ABMM tetap konsisten memperkuat dua pilar bisnis utamanya, yakni konsesi
pertambangan dan jasa kontraktor pertambangan, yang terintegrasi secara menyeluruh dalam
ekosistem Mining Value Chain (MVC).
A. Daftar Hadir
Kegiatan Public Expose ini dihadiri oleh 20 media nasional dan 3 investor ritel yang berpartisipasi
baik secara offline maupun online. Berikut adalah daftar jurnalis dan investor yang berpartisipasi
dalam kegiatan Public Expose ABMM 2026:
No Nama Entitas
1 Hafiyyan Media Bisnis Indonesia
2 Anto Media Industry.co.id
3 Fachry Latief Media Petrominer
4 Yurika Media Dunia Energi
5 Lucky Ginting Media Petromindo
6 Indah Handayani Media Investor Daily
7 Irma Media Rakyat Merdeka
8 Ayesha Putri Media Viva.co.id
9 Nurul Fitriani Media Jawapos
10 Dwi Aditya Putra Media Warta Ekonomi
11 Nur Hana Putri Media Katadata
12 Sidik Pramono Media Media Indonesia
13 Rizki Meirino Media Cobisnis
14 Darandono Media SWA
15 Eric Media Marketeers
16 Rama Media JPNN
Page 3
17 Laurent Nabila Media CNN Indonesia
18 Dimas Andi Sadewo Media Kontan (online)
19 Muawwan Daelani Media Investor Daily (online)
20 Tangguh Media Okezone.com (online)
21 Sunyoto Investor Ritel
22 Insan Nur Muhammad Investor Publik (online)
23 Zidni Mubarok Investor Ritel
B. Sesi Tanya Jawab
1. Pertanyaan dari Haffiyan (Media Bisnis Indonesia)
- Untuk target NCN, berapa kapasitas produksi per tahun dan target di 2026? Untuk PJU
sendiri, berapa kapasitasnya per tahun?
Jawaban:
Untuk NCN, target kami di 2026 adalah 2 juta ton, dengan kapasitas maksimal bisa
mencapai 2 hingga 2,5 juta ton. Ini akan kami lakukan secara bertahap. Sedangkan
untuk PJU, saat ini masih dalam tahap perizinan. Target peak production PJU dapat
mencapai 5 juta ton per tahun.
- Strategi diversifikasi, kira-kira sektor apa lagi yang dilihat?
Jawaban:
Untuk saat ini, ABM masih fokus pada pengembangan aset eksisting kita, yaitu NCN
dan PJU, serta peningkatan produktivitas di kontraktor tambang kami, PT Cipta
Kridatama. Terkait diversifikasi di sektor baru, kami mengevaluasi semua potensi bisnis
yang ada dan tidak menutup kemungkinan untuk masuk di sektor lain. Namun, hal itu
harus melalui due diligence internal dan memastikan sektor yang dimasuki memiliki
value added terhadap bisnis eksisting kami, sehingga ekosistem kami tetap berjalan.
Kami sangat terbuka untuk industri apapun selama memiliki value added terhadap aset
eksisting kami dan kami akan memulai dari minority share, kemudian strategic
partnership, dan terakhir konsolidasi sebagai bagian dari manajemen risiko
Perusahaan.
2. Pertanyaan dari Anto (Media Industry.co.id)
- Terkait dengan pembagian deviden berapa besarannya?
Jawaban
Besaran deviden kami berada di angka USD 15,5 juta atau Rp267,05 miliar.
- Capex 2025 sekitar USD 131 juta, untuk tahun ini (2026) berapa dan untuk apa saja?
Jawaban:
Capex 2025 sebesar USD 131 juta terdiri dari dua capex utama, yaitu akuisisi tambang
Piranti Jaya Utama (PJU) senilai USD 57 juta, dan sebagian besar untuk penambahan
heavy equipment di kontraktor tambang kami. Untuk tahun 2026, kami menganggarkan
capex senilai USD 85 juta, yang utamanya tetap untuk heavy equipment di kontraktor
Page 4
tambang. Untuk capex di luar itu, kami akan melihat situasi dan kondisi ke depannya.
Jika ada opportunity yang bagus, pasti akan kami pertimbangkan, dengan
mempertimbangkan risiko.
- Kenapa Capex tahun ini lebih rendah dari 2025?
Jawaban:
Alokasi Capex pada tahun 2025 mencakup nilai akuisisi tambang. Namun, jika meninjau
di luar nilai akuisisi tersebut, kami sangat optimis terhadap prospek bisnis perusahaan,
di mana alokasi untuk alat berat (heavy equipment) pada tahun 2026 justru tercatat
relatif lebih tinggi. ABMM juga tetap membuka peluang untuk melakukan aksi korporasi
serupa di tahun 2026 apabila terdapat kesempatan strategis. Hal ini sejalan dengan
strategi preservasi kas perusahaan, di mana posisi kas ABMM tercatat cukup kuat di
angka USD 200 juta pada akhir tahun 2025.
3. Pertanyaan dari Dimas (Media Kontan)
- Berapa target pendapatan dan laba bersih ABMM pada 2026? Lini usaha mana yang
bakal berkontribusi besar terhadap pendapatan ABMM pada 2026?
Jawaban:
Untuk tahun 2026, kami menargetkan pendapatan yang relatif sama di 2025, yakni di
kisaran 1 miliar dolar, dengan target laba bersih (net income) di angka USD 80 juta
hingga USD 90 juta. Kontributor utama pendapatan tetap berasal dari segmen jasa
pertambangan dan tambang batubara melalui kombinasi kontraktor tambang serta IUP
kami, yaitu Nirmala.
- Apakah ekspansi NCN memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kinerja
keuangan ABMM 2026?
Jawaban:
Ekspansi NCN memberikan dampak yang sangat positif. Dalam beberapa bulan
terakhir, NCN telah memberikan kontribusi yang positif terhadap laporan keuangan
bulanan kami, sehingga diharapkan pada akhir tahun 2026 kontribusinya akan semakin
signifikan. Sementara untuk PJU, karena baru ditargetkan beroperasi pada akhir 2026,
dampaknya belum akan terasa secara instan namun diproyeksikan menjadi lokomotif
pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang (10 tahun ke depan).
- Bagaimana strategi ABM dalam mengoptimalkan kinerja di tengah tren kenaikan harga
batu bara global?
Jawaban:
Strategi utama kami adalah melanjutkan efisiensi biaya yang telah berjalan sejak dua
tahun lalu dengan memangkas biaya non-mandatori. Selain itu, kami fokus pada
peningkatan produktivitas operasional melalui transformasi bisnis pada mining
contractor untuk menjaga biaya rata-rata tetap rendah. Kami juga menerapkan
digitalisasi berbasis teknologi AI untuk mendukung optimalisasi kinerja di seluruh lini
perusahaan tambang kami.
Page 5
4. Pertanyaan dari Lucky (Media Petromindo)
- PT NCN dengan kalori 3.300, alokasi penjualan dalam negeri berapa persen dan ekspor
berapa persen? Nama perusahaan pelanggan ekspor?
Jawaban:
Untuk penjualannya, kami akan memenuhi keperluan DMO (Domestic Market
Obligation) terlebih dahulu sekitar 25-30%, sisanya pasti akan kami ekspor. Kebetulan
secara geografis, lokasi Aceh sangat menarik untuk India. Ini sudah terbukti di tambang
kami di Mifa, ekspornya bisa dibilang 100% dijual ke India. Karena batunya sama
tipenya dan kalori yang sama, kami juga bisa menjual ke India. Secara logistik, India
lebih dekat karena lokasi power plant di India kebanyakan di sisi timur, sedangkan Aceh
berada di sisi barat Indonesia.
- Untuk PJU, perkiraan waktu first sales?
Jawaban:
Harapan kami, di kuartal 1 2027 sudah ada first sales. Jadi, targetnya selama perizinan
bisa sesuai jadwal sampai akhir tahun kami bisa operasional, di 2027 Q1 kami sudah
mendapatkan first sales.
- Terkait PT Nagata Bio Energi (NBE) dan IDX Carbon, harapan ke depannya seperti apa?
Jawaban:
Terkait IDX Carbon, kami ingin melaksanakan penjualan perdana. Sekarang sudah
tercatat, jadi langkah selanjutnya adalah melakukan transaksi. Kami masih berdiskusi
dengan calon pembeli, namun dengan terdaftar di sana, peluangnya jauh lebih besar.
5. Pertanyaan dari Dono (Media SWA)
- Pencapaian Q1 ABMM seperti apa?
Jawaban:
Alhamdulillah, on track. Untuk Q1 dengan estimasi laba, kami masih on track. Meskipun
Q1 memiliki seasonality dengan curah hujan yang cukup tinggi, kami tetap on track.
Kami cukup optimis bisa mengejar target kami pada paruh kedua tahun 2026.
- Target di 2026 dan pendapatan?
Jawaban:
Untuk target 2026, kami menargetkan revenue yang relatif sama dengan 2025, yaitu
sekitar USD 1 miliar. Untuk net income, kami targetkan sekitar USD 80-90 juta.
Kontributor utama kami tetap dari jasa pertambangan dan pertambangan, yaitu
kombinasi dari kontraktor tambang dan IUP kami, Nirmala.
6. Pertanyaan dari Sunyoto (Investor Retail)
- Terkait pemotongan RKAB untuk klien-klien besar dari ABMM seperti GEMS atau MHU,
apakah ada amendemen kontrak?
Jawaban:
Alhamdulillah, klien kami, termasuk GEMS, mendapatkan RKAB sesuai target (as
Page 6
applied). Semua yang diajukan oleh klien-klien kami as applied. Walaupun beberapa
bulan lalu ada berita tentang pemotongan, yang terjadi adalah kami tetap mendapatkan
sesuai target. Itulah mengapa kami cukup optimis dengan target revenue dan
pencapaian laba bersih kami di 2026.
C. Resume Public Expose ABMM 2026
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam Public Expose ABMM 2026, antara lain:
- Keputusan RUPS Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar USD 15,5
juta (setara Rp 267 miliar) yang akan dibayarkan pada 26 Mei 2026. Laba bersih konsolidasian
ABMM yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk ABMM tahun 2025 tercatat
sebesar USD 70,6 juta.
- ABMM berhasil menjaga posisi kas yang kuat di akhir 2025 sebesar kurang lebih USD 200 juta.
Hal ini memberikan fleksibilitas bagi ABMM untuk melakukan investasi strategis dan menjaga
stabilitas keuangan.
- Belanja Modal (Capex) untuk tahun 2026, ABMM mengalokasikan Capex sebesar USD 85 juta,
yang sebagian besar diperuntukkan bagi peremajaan dan pemeliharaan alat berat di unit
kontraktor pertambangan.
- Melalui anak usahanya, ABMM telah mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) di
Sumatra (Meulaboh) dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) di Kalimantan Tengah. NCN telah
memulai penjualan perdana pada Februari 2026, sementara PJU ditargetkan mulai beroperasi
komersial pada akhir 2026.
- Melalui PT Nagata Bio Energi, ABMM terus mengembangkan proyek biogas dan telah resmi
bergabung dengan IDX Carbon untuk menawarkan kredit karbon. Atas dedikasi ini, ABMM
meraih penghargaan Fortune “Change the World 2025”.
- ABMM optimis mencapai target pendapatan sekitar USD 1 miliar dan laba bersih USD 80-90
juta pada tahun 2026, didukung oleh permintaan yang stabil dari klien-klien utama dan
peningkatan produktivitas operasional.
Page 7
D. Siaran Pers
Judul ABMM Perkuat Kinerja Operasional dan Portofolio Tambang di Tengah
Tantangan 2025
Waktu Publikasi 29 – 30 April 2026
Bentuk Artikel Berita
ABMM Perkuat Kinerja Operasional dan Portofolio Tambang di Tengah Tantangan 2025
Jakarta, 29 April 2026 – PT ABM Investama Tbk (ABMM) menegaskan komitmennya terhadap
pertumbuhan berkelanjutan dan inovasi dengan memperkuat posisinya sebagai perusahaan
energi terintegrasi melalui ekspansi strategis di sektor pertambangan. Sepanjang 2025, ABMM
telah merealisasikan sejumlah langkah strategis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan
jangka panjang, termasuk pengembangan dan ekspansi usaha pertambangan di Sumatra dan
Kalimantan.
“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di sektor pertambangan, kami telah
mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024 dan PT Piranti
Jaya Utama (PJU) pada 2025,” jelas Direktur Utama ABMM, Achmad Ananda Djajanegara.
PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), melalui anak usahanya PT Nagata Dinamika Hidro
Pongko (NDHP), mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024. Langkah strategis
ini bertujuan menambah kapasitas produksi batu bara dan memperkuat portofolio tambang di
Sumatra. Tambang yang berlokasi di Meulaboh, Aceh Barat, ini memiliki potensi cadangan batu
bara sebesar 31 juta ton dengan kalori 3.000-3.100 kcal/kg. Bisnis baru tersebut siap
memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio produksi ABMM di masa depan.
NCN sukses melaksanakan first sales pada Februari 2026. Dengan total luas area 3.198 hektare
(ha) dan potensi sumber daya mencapai 87,34 juta ton (kalori 3.000-3.100 kcal/kg), NCN siap
menjadi salah satu motor penggerak stabilitas pasokan energi. Selain NCN, Reswara juga
mengakuisisi Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025. Tambang batu bara yang terletak di Kapuas,
Kalimantan Tengah, tersebut memiliki luas konsesi 4.800 ha. Dengan target operasi komersial
pada akhir 2026, PJU diharapkan menambah cadangan batu bara berkualitas tinggi dengan
kalori 4.800-5.100 kcal/kg.
“Untuk mengantisipasi kebutuhan pasar Asia yang terus berkembang, ABMM tengah
mempersiapkan operasionalisasi PJU. Dengan potensi sumber daya sebesar 83,4 juta ton dan
cadangan 34 juta ton, PJU ditargetkan untuk memulai operasi komersial pada akhir 2026 dan
diproyeksikan menjadi aset bernilai tinggi dalam ekosistem grup perusahaan,” jelas Andi,
sapaan akrab Achmad Ananda Djajanegara.
Di tengah tantangan eksternal sepanjang 2025, keberhasilan ABMM dalam melakukan efisiensi
operasional memungkinkan perusahaan menjaga kinerja operasional dengan volume
overburden removal mencapai 235,5 juta BCM. “Pencapaian ini menegaskan kemampuan
perusahaan dalam mengoptimalkan aset dan sumber daya di tengah kondisi pasar yang
menantang untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan,” lanjut Andi.
ABMM terus memperluas jejak bisnisnya melalui diversifikasi dan penguatan layanan logistik.
Anak perusahaan di sektor logistik dan fabrikasi, CKB Logistics dan Sanggar Sarana Baja
Page 8
(SSB), mencatat peningkatan kinerja yang impresif. CKB Logistics berhasil meningkatkan on- time delivery secara signifikan. Sementara itu, SSB berhasil melakukan ekspansi pasar ekspor ke Mongolia dengan pengiriman side dump truck. Selain itu, kemitraan strategis dengan klien utama seperti Freeport Indonesia terus dipertahankan. Kerja sama strategis tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas layanan perusahaan. Komitmen Terhadap Energi Terbarukan dan Keberlanjutan ABMM menunjukkan komitmen kuat terhadap transisi energi dan praktik bisnis berkelanjutan. Melalui anak usahanya, PT Nagata Bio Energi (NBE), ABMM secara resmi bergabung dengan IDX Carbon, menawarkan kredit karbon yang dihasilkan dari proyek biogas berbasis limbah cair sawit. Pencapaian ini diakui secara global dengan penghargaan Fortune “Change the World 2025”. Penghargaan ini merupakan sebuah bukti dedikasi ABMM dalam mendukung transisi energi nasional dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Penghargaan Change the World 2025 merupakan bukti nyata atas dedikasi perusahaan terhadap inovasi energi terbarukan dan komitmen ABMM dalam mendukung transisi energi nasional. Ke depan kami akan terus mendorong komitmen ini untuk menciptakan energi yang lebih bersih,” jelas Andi. Meskipun pasar global terus bergejolak, ketegangan geopolitik di beberapa wilayah diprediksi bakal mengguncang stabilitas harga energi, termasuk batu bara. Dengan strategi operasional yang tangguh, ekspansi proyek yang terencana, sinergi dalam ekosistem anak usaha, dan diversifikasi bisnis yang kuat, ABMM optimistis dapat memanfaatkan peluang pasar dan terus menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan. Tentang ABM Investama PT ABM Investama Tbk (ABMM) adalah perusahaan energi terintegrasi melalui investasi strategis di sektor pertambangan, logistik, dan jasa teknik industri untuk mendukung seluruh rantai nilai industri energi seperti pengelolaan sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, dan infrastruktur. ABM Investama memiliki beberapa anak perusahaan, yaitu PT Reswara Minergi Hartama, PT Cipta Kridatama (CK), PT Cipta Krida Bahari (CKB), PT Sanggar Sarana Baja (SSB), PT Anzara Janitra Nusantara (AJN), dan PT Prima Wiguna Parama (PWP). Informasi lengkap mengenai PT ABM Investama Tbk (ABMM) dapat diakses melalui https://www.abm-investama.com/
Page 9
E. Dokumentasi Kegiatan
Page 10
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building
p.1
unresolved
person
Hans Manoe
· Direktur
p.2
unresolved
person
Moh Ditto Ananta Nugraha
p.2
unresolved
—
Hafiyyan
p.2
unresolved
—
Anto
p.2
unresolved
—
Fachry Latief
p.2
unresolved
—
Yurika
p.2
unresolved
—
Lucky Ginting
p.2
unresolved
—
Indah Handayani
p.2
unresolved
—
Irma
p.2
unresolved
—
Ayesha Putri
p.2
unresolved
person
Nurul Fitriani
p.2
unresolved
—
Dwi Aditya Putra
p.2
unresolved
—
Nur Hana Putri
p.2
unresolved
—
Sidik Pramono
p.2
unresolved
—
Rizki Meirino
p.2
unresolved
—
Darandono
p.2
unresolved
—
Eric
p.2
unresolved
—
Rama
p.2
unresolved
org
PT Cipta Kridatama. Terkait
p.3
unresolved
org
PT NCN
p.5
unresolved
org
PT Nagata Bio Energi
p.5 ×3
unresolved
org
PT Nirmala Coal Nusantara
p.6 ×3
unresolved
org
PT Piranti Jaya Utama
p.6 ×2
unresolved
org
PT Reswara Minergi Hartama
p.7 ×2
unresolved
org
PT Nagata Dinamika Hidro Pongko
p.7
unresolved
org
PT Cipta Kridatama
p.8
unresolved
org
PT Cipta Krida Bahari
p.8
unresolved
org
PT Sanggar Sarana Baja
p.8
unresolved
org
PT Anzara Janitra Nusantara
p.8
unresolved
org
PT Prima Wiguna Parama
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.