Skip to content
Back to announcement

20240416_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31626334_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
                       Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2024/IV/033 tanggal 16 April 2024
        Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan I Tahun 2024

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Januari, Februari dan Maret (“Triwulan I”)
tahun 2024:

1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
   1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
        pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
        Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
        Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

   1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
        dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
        Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
        Exploration.

   1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini, area West Tapagale masih menjadi target
        penyelidikan, dimana kegiatan yang dilakukan adalah pemetaan geologi
        permukaan dengan pengambilan contoh batuan dengan metode puritan,
        pengambilan contoh tanah, serta kegiatan pengambilan data geofisika. Kegiatan
        tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi sumber daya dan mencari area
        sumber daya baru.

        Seperti yang telah disampaikan pada laporan sebelumnya, metode geologi yang
        digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa geokimia
        bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan menggunakan
        metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana metode tersebut
        bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk menafsirkan kondisi
        geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi target pengeboran.


                                                                                   Page 1 of 6
Page 2
    Analisa spektral dengan metode SWIR (short wave infra red), dimana analisa
    tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis mineral lempung dan oksida besi.

1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini telah dilakukan kegiatan pemetaan seluas
     67 ha dan pengambilan sampel permukaan sebanyak 317 sampel di area West
     Tapagale, meliputi area North Villa dan Air Panas.

    Seperti yang telah dijelaskan pada laporan sebelumnya bahwa berdasarkan
    kegiatan pemetaan dan pengambilan sampel permukaan diketahui bahwa di area
    West Tapagale terdapat dua area yang memiliki style mineralisasi yang berbeda.
    Pada area North Villa secara geologi tersusun oleh litologi TFVDA, TFVAN dan BD
    yang dijumpai di permukaan. North Villa memiliki karakteristik mineralisasi
    endapan emas tipe epitermal sulfidasi tinggi, dengan zona alterasi yang terdiri dari
    silika masif, silika vuggy, argilik lanjut, argilik hingga kloritik, dengan tingkat
    oksidasi yang kuat hingga sangat kuat. Berdasarkan analisis spektral, asosiasi
    mineral lempung yang ditemukan pada alterasi zona silika (silika vuggy dan silika
    massif), yaitu alunit dan alunit +/- dikit yang merupakan mineral lempung dengan
    pH asam, sedangkan pada zona alterasi yang lebih luar berasosiasi dengan (argilik
    lanjut, argilik dan kloritik), yaitu dikit +/- kaolinit, mika putih dan smektit.

    Mineralisasi yang hadir di area North Villa pada umumnya adalah berupa mineral
    pirit dan juga mineral oksida besi seperti hematit-goetit yang mengisi rekahan dan
    tekstur lubang pada batuan. Selain itu, dijumpai juga TFVAN dan BD yang tersebar
    secara setempat di area North Villa. Batuan samping di North Villa secara setempat
    diterobos oleh urat kuarsa (QVN) dengan arah relatif timur laut dengan lebar zona
    ±3m pada permukaan. Struktur geologi yang hadir berupa struktur pasca
    mineralisasi (postmineralization), yaitu zona shear (rekahan gerus) yang berarah
    timur laut - barat daya dan barat laut-tenggara. Secara umum, geometri endapan di
    area North Villa memanjang barat laut-tenggara yang dikontrol oleh keberadaan
    batuan TFVDA dan struktur koridor barat laut-tenggara di area tersebut, sementara
    untuk persebaran mineralisasinya memanjang timur laut-barat daya yang di
    kontrol oleh struktur geologi yang berarah timur laut-barat daya.

    Sementara itu, di area Air Panas secara keseluruhan tersusun oleh litologi SLM
    (sedimentary limestone), TFVAN, VAN, minor TFVDA dan travertine. TFVDA banyak
    ditemukan pada topografi yang lebih tinggi dibandingkan dengan TFVAN dan VAN.
    Alterasi tersusun oleh silika+/-argilik, argilik, dan kloritik. Pada area Air Panas
    dikontrol oleh sistem urat (vein system) dengan tekstur yang menunjukkan tipe
                                                                                Page 2 of 6
Page 3
epitermal sulfidasi rendah seperti kuarsa masif, crustiform-colloform, cockcade,
chalcedony, banded, dan lattice. Mineralisasi yang hadir umumnya mineral black
sulphide dan minor pirit, setempat oksida besi yang hadir seperti hematit-gutit.
Batuan samping yang diterobos oleh urat kuarsa (QVN) berupa SLM (sedimentary
limestone) dengan tren QVN umum berarah barat laut-tenggara, sampai utara-
selatan, setempat berarah barat-timur. Berdasarkan analisis spektral, asosiasi
mineral lempung yang ditemukan pada pusat zona QVN terdiri atas (silika-mineral
lempung mika putih) yang merupakan mineral lempung dengan pH mendekati
netral, sedangkan pada zona alterasi yang lebih luar berasosiasi dengan mika putih,
mika putih +/- smektit, karbonat +/- smektit +/- mika putih.

Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini dilakukan juga kegiatan pengambilan
contoh tanah, dimana sebanyak 699 lokasi titik sampel direncanakan akan
dilakukan pengambilan contoh tanah yang terdiri dari prioritas 1 dengan jarak
pengambilan contoh tanah 100m x 100m dan prioritas 2 dengan jarak pengambilan
contoh tanah sekiatar 50m x 50m.

Berdasarkan data contoh tanah atau soil permukaan yang telah dianalisa diketahui
bahwa secara umum anomali geokimia Au (15ppb) hampir tersebar di seluruh area
West Tapagale. Pola persebaran anomali Au tersebut secara umum berbanding
lurus dengan kehadiran alterasi vuggy quartz, massive quartz dan advanced argillic.
Area West Tapagale bagian utara dicirikan dengan kehadiran unsur anomali Cu, As,
Pb dan Li yang mucul secara bersamaan dengan nilai anomali yang tinggi pada
setiap elemen tersebut. Secara umum anomali Au di area West Tapagale bagian
utara memiliki korelasi positif dengan anomali Cu, Pb, As dan Li, sedangkan untuk
area West Tapagale bagian selatan memiliki korelasi menengah dengan unsur As,
Cu, Pb dan Li.

Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini juga telah diselesaikan pemodelan 3D
ground magnetic dan Reduce to Pole (“RTP”) di area West Tapagale. Nilai respon
magnetik di area Air Panas termasuk rendah, hal ini diartikan bahwa litologi di area
ini dominan telah mengalami perubahan. Pada elevasi yang lebih dalam, terdapat
indikasi adanya batuan intrusif juga terlihat pada zona urat di bagian barat yang
berarah utara-selatan dan zona urat pada bagian tengah yang ditunjukkan dengan
nilai magnetik sedang hingga tinggi. Zona vein kuarsa yang berarah barat laut dan
zona alterasi hidrotermal yang diinterpretasikan dari hasil mapping di area air
panas berkorelasi dengan nilai anomali model RTP. Semua data anomali geofisika
pada area Air Panas mengkonfirmasi adanya zona alterasi dan mineralisasi, serta
adanya struktur geologi yang berkembang di area tersebut.
                                                                            Page 3 of 6
Page 4
    Respon anomali magnetik yang bernilai tinggi dominan ditemukan di area selatan
    singkapan urat kuarsa yang menunjukkan bahwa area tersebut tidak banyak
    mengalami alterasi dan mineralisasi, sehingga menyebabkan berkurangnya area
    yang menarik untuk ditindaklanjuti.

1.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan II tahun 2024 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan program pemetaan geologi permukaan di area West Tapagale, East
        Tanoyan, South Durian, Upper Tobayagan dan Pusian.
      Melanjutkan program geofisika geolistrik-IPDD di area West Tapagale untuk
        menemukan target pengeboran baru di area Bakan.
      Melakukan program pengeboran di area West Tapagale, Main Ridge, South
        Tanoyan (Matali) dan Upper Tobayagan untuk mendapatkan tambahan sumber
        daya.

1.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan I tahun 2024 adalah sebesar
     USD148,577.




                                                                           Page 4 of 6
Page 5
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
   2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
        Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

   2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
        karyawan harian lepas dari PT Tribers.

   2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah
        melakukan studi geometalurgi untuk recovery yang meliputi kegiatan review drill
        core dan re-logging kualitatif data sampel metalurgi tahun 2023. Selain itu,
        dilakukan juga kegiatan analisa dan interpretasi sub domain dari parameter
        kualitatif, serta interpretasi mineralization form pada beberapa type section.

   2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2024 ini dilakukan studi geometalurgi untuk
        recovery, dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi kontrol
        geologi dengan presentase BLEG dan QLT. Kegiatan ini dilakukan dengan mencari
        keterkaitan antara parameter kualitatif pengeboran metalurgi tahun 2023 dengan
        parameter kuantitatif hasil uji metalurgi dari nilai QLT, BLEG dan recovery.
        Parameter kualitatif tersebut berdasarkan hasil re-logging pada sejumlah titik
        pengeboran yang berkaitan dengan uji metalurgi, sedangkan parameter kuantitatif
        diperoleh dari data hasil uji metalurgi di laboratorium.

       Selain itu kegiatan studi geometalurgi untuk recovery untuk mengidentifikasi
       korelasi kontrol geologi dengan presentase BLEG dan QLT, pada periode ini juga
       dilakukan kegiatan penyusunan sub-domain mineralisasi di Proyek Doup. Kegiatan
       ini dilakukan berdasarkan parameter dari data kualitatif dan kuantitatif. Data
       kualitatif sendiri diperoleh dari hasil re-logging dan re-interpretation sampel
       metalurgi tahun 2023 yang dilakukan untuk menentukan data kualitatif terutama
       jenis litologi (hostrock), alterasi, mineralisation form and texture dan juga data yang
       lainnya sebagai data pendukung seperti kandungan clay, total sulphide, kandungan
       basemetal, BOCO/BOMO, serta gold deportment. Sedangkan data kuantitatif
       diperoleh dari hasil pengujian metalurgi sampel tahun 2023, yang terdiri dari data
       primer (QLT/BLEG, base metal, dan head grade gold) dan data sekunder
       (BOCO/BOMO, kandungan Clay-PSD, DLT-size friction, rasio Ag/Au,
       proportion/volume mineralisasi and vein).
                                                                                      Page 5 of 6
Page 6
    Dari hasil analisa dan interpretasi parameter mineralisasi kuantitatif dan kualitatif
    tersebut, akan ditentukan model-model sub-domain yang dituangkan ke dalam
    sebuah section/penampang. Dari domain mineralisasi yang sudah ada akan
    dibuatkan sub-domain berdasarkan hasil uraian interpretasi dari jenis
    mineralisation form and total sulphide. Selanjutnya, dilakukan uraian interpretasi
    berdasarkan komposisi kuantitatifnya seperti nilai QLT, BLEG, GRG-CIL, basemetal,
    dan head grade Au. Hingga akhirnya diperoleh 3 jenis paramater dari
    mineralisation form, yaitu less leachable (potentially refractory), moderate leachable
    (mild to moderate potentially refractory) dan leachable (potentially free milling),
    dan hasil review-nya akan terlihat pada masing-masing section domain dan sub-
    domain. Pada periode ini, kegiatan penyusunan sub-domain mineralisasi telah
    diselesaikan pada section BTG-12 (Benteng) dan PND-17 (Panang).

2.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan II tahun 2024 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan re-logging geometalurgi (lithology, alteration,
         mineralization form, total sulfide, clay proportion, sub domaining).
      Melanjutkan interpretasi dan pengeplotan type section sub-domain.
      Memulai pekerjaan re-loging untuk section berikutnya, yaitu PND-09 dan BTG-
         09.
      Melakukan studi PSD dan XRD representative sampling.

2.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan I tahun 2024 adalah sebesar
     USD112,371.




                                                                                  Page 6 of 6

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.84 MB
Published16 Apr 2024
Pages6
Characters13,734
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org J Resources Asia Pasifik Tbk p.1 ×2
linked org PT Arafura Surya Alam p.5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT J Resources Bolaang Mongondow p.1
unresolved org PT Tribers. p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result