Skip to content
Back to announcement

20240405_BWPT_Laporan Informasi dan Fakta Material_31625773_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review BWPT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 57

Page 1
No. : 023/BWPT/Corsec/IV/2024

5 April 2024

Kepada Yth.
Otoritas Jasa Keuangan
Gedung Sumitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta 10710

Up. : Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal


Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building
Jl. Jend.Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190, Indonesia

Up. : Bapak IGD N Yetna Setia
      Direktur Penilaian Perusahaan


                 Hal :    Keterbukaan Informasi Perubahan Kegiatan Usaha


Dengan hormat,

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 17/POJK.04/ Tentang
Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) Dan Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), bersama ini kami kirimkan
Keterbukaan Informasi sehubungan dengan rencana Penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan
mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan usaha Perseroan sehubungan dengan telah
berlakunya Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020) dan penambahan KBLI 2020.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.


Hormat Kami,




Rizka Dewi Sulistyorini
Corporate Secretary




                                            1/10
Page 2
                               KETERBUKAAN INFORMASI


KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK
(“PERSEROAN”) TERKAIT DENGAN PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PERSEROAN MENGENAI
MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN TELAH
BERLAKUNYA PERATURAN BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG
KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI 2020) DAN PENAMBAHAN KBLI 2020
(“RENCANA PENYESUAIAN & PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA”).

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM (“KETERBUKAAN INFORMASI”) INI
DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (“POJK 17/2020”) DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007
TENTANG PERSEROAN TERBATAS (“UUPT”).




                                 PT Eagle High Plantations Tbk
                                         (“Perseroan”)

                           Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia


                                    Kegiatan Usaha Utama :
            Bergerak di bidang Industri dan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Crude
          Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK)
                                     sebagai produk utama


                                         Alamat Kantor :

                      Rajawali Place, Lt. 28, Jl. HR Rasuna Said Kav. B/4,
                               Setiabudi, Jakarta Selatan 12910
                                   Phone: (021) 8665 8828

                            Email: corsec@eaglehighplantations.com
                            Website: www.eaglehighplantations.com


DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS KEBENARAN
DARI SELURUH INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN
MENEGASKAN BAHWA SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA ATAS INFORMASI-
INFORMASI YANG TERSEDIA SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENYESUAIAN & PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA, DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SEPANJANG PENGETAHUAN DAN
KEYAKINAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN TIDAK ADA INFORMASI YANG
PENTING DAN MATERIAL LAINNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENYESUAIAN &
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA YANG TIDAK DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI
INI YANG DAPAT MENYEBABKAN KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR
DAN/ATAU MENYESATKAN.


           Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 5 April 2024.




                                               2/10
Page 3
                                 DATA DAN INFORMASI PERSEROAN


PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan didirikan dengan nama PT BW Plantation
berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000 dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000
serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No.
7449.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai perubahan
beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023 dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris
di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Pemberitahuan Penerimaan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup
berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan Entitas anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi
dan Papua.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan menjalankan usahanya di
Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup meliputi pengembangan perkebunan,
pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit
dan hasil olahan kelapa sawit antara lain produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil
kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).


                                        MAKSUD DAN TUJUAN


Perseroan saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude Palm Oil
(selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama. Total luas
perkebunan BWPT saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Perseroan merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak mentah inti
kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO merupakan produk
turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun pabrik Kernel Crushing Plant
(selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji buah PK yang kemudian akan diambil
minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO, selain itu produk limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel
Meal (selanjutnya disebut PKM) juga dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan
baku dari produk kosmetik dan produk obat-obatan, sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku
pakan ternak, maka dengan melakukan penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari
produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan POJK 17/2020 maka transaksi ini tidak termasuk ke dalam kategori Transaksi
Material, dan tidak mengandung Benturan Kepentingan dan bukan merupakan suatu Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli
2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) akan tetapi
diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai Independen. Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah
menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi
kelayakan atas proyek tersebut dan disampaikan kepada Pemegang Saham Perseroan dan dilaporkan
kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) paling lambat pada saat pengumuman RUPS Perseroan pada
tanggal 5 April 2024.




                                                   3/10
Page 4
                                           OBJEK PENILAIAN
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT.



                                TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE)
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maria Leckzinska
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati, Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.


                                   PENDEKATAN DAN METODOLOGI


Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan kelayakan
suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan


                                    ANALISIS KELAYAKAN PASAR


1. Kondisi Pasar
Kementerian Pertanian (Kementan) mengestimasikan luas perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai
16,83 juta hektare (ha) pada 2023. Hal ini tertuang dalam laporan Statistik Perkebunan Unggulan Nasional
2021-2023. Riau menjadi provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Luasnya 3,49 juta
ha atau sekitar 20,75% dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional tahun ini. Di posisi kedua ada
Kalimantan Tengah dengan luas perkebunan kelapa sawit 2,03 juta ha. Disusul oleh Sumatera Utara dengan
luas 2,01 juta ha. Di sisi lain, provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit tersempit adalah Maluku Utara.
Provinsi itu hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 5,64 ribu ha. Kemudian, posisinya diikuti
Kepulauan Riau dan Gorontalo dengan luas perkebunan kelapa sawit masing-masing 6,65 ribu ha dan 10,39
ribu ha.
Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti permintaan global,
harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri minyak kelapa sawit secara
keseluruhan.
Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di 2022 menjadi 32,21 juta
ton di 2023. Sedangkan ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami kenaikan masing-masing sebesar
29 ribu ton dan 395 ribu ton.
Dari informasi yang diperoleh elaeis.co bisa diketahui bahwa harga CPKO yang dihasilkan tender tersebut
telah tembus di level Rp 14.100-an per kilogram (Kg). Padahal pada pekan lalu harga CPKO dari hasil tender
PT KPBN statusnya adalah baru mendekati level Rp 14.000 per Kg, tetapi kini malah sudah melejit.




                                                    4/10
Page 5
2. Pesaing Usaha
Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis. Pada kegiatan
usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
a. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak perusahaannya
   yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI memiliki luas lahan 287.044 hektar
   yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah
   perkebunan inti sedangkan 72.229 hektar adalah perkebunan plasma.
b. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.659 metrik ton pada
   2023. Kenaikan ini ditopang peningkatan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 4,8% dari
   840.581 mt pada tahun 2022 menjadi 881.051 metrik ton (mt) pada tahun 2023. Kenaikan produksi TBS
   tersebut didorong oleh produktivitas TBS yang lebih tinggi pada tahun 2023 sebesar 20,3 mt/ha,
   meningkat 4,4% dari 19,4 mt/ha di tahun 2022. Selain itu, ANJ juga berhasil menjual sebanyak 1.049
   mt PKO, meningkat 13,1% secara tahunan.
c.     PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten
       Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pohon kelapa sawit pertama ditanam pada tahun 1990 di Sei Tampang,
       Negeri Lama. CSRA juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (POM) di area perkebunan yang mulai
       beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam untuk mengolah tandan buah segar (TBS)
       menjadi minyak sawit mentah (CPO). CSRA telah memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas
       29.000 hektar, dimana sudah ditanami seluas 19.453 hektar dan produksi TBS mencapai 259.948 per
       Oktober 2023.
d. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa sawit seluas
   40.718,45 hektar. Sepanjang tahun 2022, STAA telah memproses lebih dari 1,9 juta ton tandan buah
   segar dan memproduksi lebih dari 403.309 ton minyak sawit mentah (CPO) dan 90.485 ton inti sawit.
   Pada periode yang sama, kernel crushing facility telah memproduksi lebih dari 35.047 ton minyak inti
   sawit mentah (CPKO) dan menghasilkan 41.736 ton palm kernel meal (PKM).


3. Target Pasar
Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) adalah industri
pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
1. Pangan
     a. Bahan baku minyak goreng
     b. Cokelat
     c. Margarin
     d. Kue
     e. Mie instan
2. Non Pangan
     a. Kosmetik
     b. Pupuk
     c. Bahan baku biodiesel
     d. Sabun, sampo
     e. Pelumas




                                                     5/10
Page 6
4. Strategi Pemasaran
Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen produk yang
memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT saat ini sudah memproduksi
dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian besar membeli CPO yang sudah
merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk
CPKO-nya.


                                ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS


1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak tahun 2000
dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah + 87.000
hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.


2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan Perusahaan
multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga telah mengetahui dan dapat
memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.


3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat ini produk
utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk CPKO. Dengan
penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual BWPT saat
ini untuk menangkap peluang yang lebih luas. BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari
penambahan kegiatan usaha, karena dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha
BWPT serta memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat penerapan sistem dan
operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan usaha yang baru.



                           ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN


1. Ketersediaan Tenaga Kerja
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak tahun 2000
dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT. CPKO merupakan
produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan bahan baku utama dari produk
CPKO.


2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek, karena sponsor
proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam mengelola usaha pengolahan
kelapa sawit. Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering, mechanical
engineering dan civil engineering.




                                                 6/10
Page 7
3. Manajemen Kekayaan Intelektual
Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT tidak
memerlukan manajemen kekayaan intelektual.


4. Manajemen Risiko
Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang mungkin terjadi
adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun sebagai pencegahan dan
penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan praktik agronomi yang baik.


                                     ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS


1. Kapasitas Produksi
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 yang berada di wilayah Desa Kumai Hulu,
Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dimana lahan seluas 7.000
m2 saat ini telah dimiliki BWPT, namun masih diperlukan pembebasan lahan seluas 14.875 m2 agar
kebutuhan lahan telah sesuai dengan yang direncanakan BWPT.


2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun 2022 dan
2023 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 51.862 MT dan 53.407 MT. Dengan
kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per tahun, dengan demikian ketersediaan
bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan mendukung rencana Proyek.


3. Proses Produksi
Proses produksi adalah sebagai berikut :
a. Kernel Intake
     Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck / kapal.
b. First Press
     First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi PKM dan
     minyak CPKO.
c.   Second Press
     Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar dari First
     Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
d. Crude oil Tank 1
     Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan second press.
e. Vibrating Screen
     Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa
     PKM yang berukuran besar dari minyak CPKO.
f.   Crude oil Tank 2
     Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
     screen untuk umpan filter press.




                                                     7/10
Page 8
g. Filter Press
     Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
     terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
h. Product Tank
     Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press
     sebelum dipompakan ke storage tank.
i.   Oil Storage Tank
     CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
     pengiriman.
j.   CPKO Despatch
     CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
k.   PKM Store
     PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
l.   PKM Despatch
     PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal.



                                      ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN


     Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 101.730.289 ribu, terdiri dari biaya investasi modal tetap
     sebesar Rp 94.400.487 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp 7.329.802 ribu.
     Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
     Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 25.867.575 ribu.
     Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba Kotor/Sales,
     EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 8,00%, 5,04%, 2,16%,
     2,16% dan 1,66%.
     Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 4,69%.
     Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur
     proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur
     proyeksi berturut-turut adalah 278,60%, 15,47% dan 13,27%.
     Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR
     sebesar 12,15% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,43% dan NPV sebesar Rp 5.413.802
     ribu lebih besar dari nol.


                                  PENDAPAT ATAS KELAYAKAN USAHA


Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, Kantor Jasa
Penilaian Publik Iskandar dan Rekan berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha industri minyak
mentah kelapa sawit (crude palm kernel oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk
dilaksanakan. Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan Sehubungan dengan rencana yang akan
dilakukan Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga
tidak dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut,
dengan file File No. 002.1/IDR/DE.2/KFS/IV/2024 LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA INDUSTRI MINYAK MENTAH INTI KELAPA SAWIT (CRUDE PALM KERNEL OIL)
(KBLI 10432) PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK (Laporan Terlampir).




                                                      8/10
Page 9
                    INFORMASI MENGENAI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM


Sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020, Rencana Perubahan Kegiatan Usaha sebagaimana dijelaskan
dalam Keterbukaan Informasi ini akan dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham Perseroan
melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan pada:

 Hari dan Tanggal      : Kamis, 16 Mei 2024
 Pukul                 : 14:00 WIB - selesai
 Tempat                : di Jakarta (akan ditentukan kemudian)

Lebih lanjut, berikut kami informasikan jadwal Pengumuman dan Pemanggilan sehubungan dengan RUPST
dan RUPSLB :


1. Pengumuman RUPST            : 5 April 2024
2. Pemanggilan RUPST           : 24 April 2024


Adapun mata acara adalah sebagai berikut :


RUPST
1. Persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawasan
   Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2023;
2. Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2023;
3. Penentuan gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi serta penetapan gaji atau honorarium dan tunjangan
   bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan;
4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan Perseroan untuk
   tahun buku 2024 dan penetapan honorarium bagi Akuntan Publik tersebut serta persyaratannya.


Dengan penjelasan Mata Acara Rapat sebagai berikut:


Mata acara Rapat ke-1 sampai ke-4 merupakan agenda rutin dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan untuk memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas.


RUPSLB
1. Persetujuan atas rencana pembelian kembali saham Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa
   Keuangan No.29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Perusahaan
   Terbuka;


2. Persetujuan atas penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta
   Kegiatan Usaha Perseroan sehubungan dengan telah berlakunya Peraturan Badan Pusat Statistik
   Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020) dan
   penambahan KBLI 2020 serta pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak
   substitusi untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penyesuaian
   ketentuan Anggaran Dasar Perseroan tersebut.




                                                 9/10
Page 10
Dengan penjelasan Mata Acara Rapat sebagai berikut:


•   Mata acara Rapat ke-1 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan pembelian kembali
    atas saham Perseroan.
•   Mata acara Rapat ke-2 dalam rangka menyesuaikan pasal 3 anggaran dasar Perseroan dengan
    Peraturan Badan Pusat Statistik No. 2 Tahun 2020 tanggal 24 September 2020 tentang KBLI Tahun
    2020.



                                        TAMBAHAN INFORMASI

Bagi para pemegang saham yang memerlukan informasi tambahan dapat menghubungi Perseroan dalam
jam kerja dengan alamat:


                                      Corporate Secretary
                                  PT Eagle High Plantations Tbk

                         Rajawali Place, Lt. 28, Jl. HR Rasuna Said Kav. B/4,
                                  Setiabudi, Jakarta Selatan 12910
                                      Phone: (021) 8665 8828

                              Email: corsec@eaglehighplantations.com
                              Website: www.eaglehighplantations.com




                                                10/10
Page 11
    File No. 002.1/IDR/DE.2/KFS/IV/2024
         LAPORAN STUDI KELAYAKAN
      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
INDUSTRI MINYAK MENTAH INTI KELAPA SAWIT
          (CRUDE PALM KERNEL OIL)
                 (KBLI 10432)
      PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK




        KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                 JAKARTA
                   2024
Page 12
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT
File No. 002.1/IDR/DE.2/KFS/IV/2024                                          Jakarta, 4 April 2024

Kepada Yth,
PT Eagle High Plantations Tbk
Rajawali Place, Lantai 28
Jalan HR Rasuna Said Kav. B/4
Jakarta 12910


Dengan Hormat,

    Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti
             Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan atau
Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude
Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama.
Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan,
dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak mentah
inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO merupakan
produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun pabrik Kernel
Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji buah PK yang
kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO, selain itu produk
limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga dapat dimanfaatkan dan
memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk kosmetik dan produk obat-obatan,
sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai
Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan
Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
Berdasarkan surat proposal penawaran/perjanjian kerja antara IDR dan BWPT No.
040.1/IDR/DE.2/Pr-FS/III/2024 tanggal 4 Maret 2024, IDR telah melaksanakan Studi Kelayakan sesuai
dengan perihal surat tersebut diatas seperti yang disajikan dalam laporan ini.
Page 13
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
Maksud dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maria Leckzinska
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati, Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan
Kesimpulan
a. Analisis Kelayakan Pasar
     • Kondisi Pasar
       Kementerian Pertanian (Kementan) mengestimasikan luas perkebunan kelapa sawit
       Indonesia mencapai 16,83 juta hektare (ha) pada 2023. Hal ini tertuang dalam laporan
       Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023. Riau menjadi provinsi dengan
       perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Luasnya 3,49 juta ha atau sekitar 20,75% dari
       total luas perkebunan kelapa sawit nasional tahun ini. Di posisi kedua ada Kalimantan
       Tengah dengan luas perkebunan kelapa sawit 2,03 juta ha. Disusul oleh Sumatera Utara
       dengan luas 2,01 juta ha. Di sisi lain, provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit tersempit
       adalah Maluku Utara. Provinsi itu hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 5,64 ribu
       ha. Kemudian, posisinya diikuti Kepulauan Riau dan Gorontalo dengan luas perkebunan
       kelapa sawit masing-masing 6,65 ribu ha dan 10,39 ribu ha.
       Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
       permintaan global, harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri
       minyak kelapa sawit secara keseluruhan.
       Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di 2022
       menjadi 32,21 juta ton di 2023. Sedangkan ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami
       kenaikan masing-masing sebesar 29 ribu ton dan 395 ribu ton.
       Dari informasi yang diperoleh elaeis.co bisa diketahui bahwa harga CPKO yang dihasilkan



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              ii
Page 14
       tender tersebut telah tembus di level Rp 14.100-an per kilogram (Kg). Padahal pada pekan
       lalu harga CPKO dari hasil tender PT KPBN statusnya adalah baru mendekati level Rp 14.000
       per Kg, tetapi kini malah sudah melejit.
     • Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
       Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
           perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
           memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
           Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
           hektar adalah perkebunan plasma.
         2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.659 metrik
            ton pada 2023. Kenaikan ini ditopang peningkatan volume produksi Tandan Buah Segar
            (TBS) sebesar 4,8% dari 840.581 mt pada tahun 2022 menjadi 881.051 metrik ton (mt)
            pada tahun 2023. Kenaikan produksi TBS tersebut didorong oleh produktivitas TBS yang
            lebih tinggi pada tahun 2023 sebesar 20,3 mt/ha, meningkat 4,4% dari 19,4 mt/ha di
            tahun 2022. Selain itu, ANJ juga berhasil menjual sebanyak 1.049 mt PKO, meningkat
            13,1% secara tahunan.
         3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit di
            Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pohon kelapa sawit pertama ditanam pada
            tahun 1990 di Sei Tampang, Negeri Lama. CSRA juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (POM)
            di area perkebunan yang mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per
            jam untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO). CSRA
            telah memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 29.000 hektar, dimana sudah
            ditanami seluas 19.453 hektar dan produksi TBS mencapai 259.948 per Oktober 2023.
         4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
            sawit seluas 40.718,45 hektar. Sepanjang tahun 2022, STAA telah memproses lebih dari
            1,9 juta ton tandan buah segar dan memproduksi lebih dari 403.309 ton minyak sawit
            mentah (CPO) dan 90.485 ton inti sawit. Pada periode yang sama, kernel crushing facility
            telah memproduksi lebih dari 35.047 ton minyak inti sawit mentah (CPKO) dan
            menghasilkan 41.736 ton palm kernel meal (PKM).

     • Target Pasar
       Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel
       oil) adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
       1. Pangan
           a. Bahan baku minyak goreng
           b. Cokelat
           c. Margarin
           d. Kue
           e. Mie instan
       2. Non Pangan
           a. Kosmetik
           b. Pupuk



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             iii
Page 15
          c. Bahan baku biodiesel
          d. Sabun, sampo
          e. Pelumas
     • Strategi Pemasaran
         Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
         produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
         saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga
         sebagian besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga
         akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.
    Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar
    dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek
    adalah layak.
b. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
     • Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
       BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
       tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
       saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
     • Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
       Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
       Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
       telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
     • Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
       Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
       ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
       CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
       yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
       BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
       dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
       memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
       BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
       keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat
       penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan
       usaha yang baru.
     Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
     keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
     menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek
     adalah layak.
c. Analisis Kelayakan Model Manajemen
     • Ketersediaan Tenaga Kerja
       BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
       tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
       CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
       bahan baku utama dari produk CPKO.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          iv
Page 16
     • Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
       Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
       karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
       mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
       lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
       mechanical engineering dan civil engineering.
     • Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
       Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
       dari pengelola (manajemen).
     • Manajemen Kekayaan Intelektual
       Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
       tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
     • Manajemen Risiko
       Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
       mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
       sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
       praktik agronomi yang baik.
     Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
     kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
     intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek
     oleh sponsor proyek adalah layak.
d. Analisis Kelayakan Teknis
     • Kapasitas Produksi
         Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 yang berada di wilayah Desa
         Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah,
         dimana lahan seluas 7.000 m2 saat ini telah dimiliki BWPT, namun masih diperlukan
         pembebasan lahan seluas 14.875 m2 agar kebutuhan lahan telah sesuai dengan yang
         direncanakan BWPT.
     • Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
         Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
         2022 dan 2023 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 51.862 MT dan
         53.407 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
         tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
         mendukung rencana Proyek.
     • Proses Produksi
         Proses produksi adalah sebagai berikut:
         a. Kernel Intake
            Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
            kapal.
         b. First Press
            First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
            PKM dan minyak CPKO.
         c. Second Press


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            v
Page 17
            Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
            dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
         d. Crude oil Tank 1
            Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
            second press.
         e. Vibrating Screen
            Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa
            PKM yang berukuran besar dari minyak CPKO.
         f. Crude oil Tank 2
            Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
            screen untuk umpan filter press.
         g. Filter Press
            Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
            terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
         h. Product Tank
            Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press
            sebelum dipompakan ke storage tank.
         i. Oil Storage Tank
            CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
            pengiriman.
         j. CPKO Despatch
            CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
         k. PKM Store
            PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
         l. PKM Despatch
            PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal.
     Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh
     sponsor proyek adalah layak.
e.   Analisis Kelayakan Keuangan
     Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 101.730.289 ribu, terdiri dari biaya investasi modal
     tetap sebesar Rp 94.400.487 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp
     7.329.802 ribu. Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
     Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 25.867.575
     ribu.
     Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba
     Kotor/Sales, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 8,00%,
     5,04%, 2,16%, 2,16% dan 1,66%.
     Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 4,69%.
     Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama
     umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio
     selama umur proyeksi berturut-turut adalah 278,60%, 15,47% dan 13,27%.
     Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan
     IRR sebesar 12,15% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,43% dan NPV sebesar Rp
     5.413.802 ribu lebih besar dari nol.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                  vi
Page 18
     Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
     proyek layak.
     Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
     penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.


Pendapat Atas Kelayakan Usaha
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, kami
berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha industri minyak mentah kelapa sawit (crude palm
kernel oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk dilaksanakan.

Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan rencana yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga tidak
dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut.



Hormat kami,
KJPP ISKANDAR DAN REKAN

          "J~




                     S.E. M.Ec.Dev
Reka
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No.: P-1.13.00355
NIPP Menkeu No.: 8-1.18.00520
5TTO OJK No: 5TTO.PP8-33/PJ-l/PM.02/2023




L(Jporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         vii
Page 19
                                           PERNYATAAN PENILAI

1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
     Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
     mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
     Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     kerugian pada pihak mana pun.
2.   Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan pada tanggal penilaian.
3.   Bahwa analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
     Kelayakan.
4.   Bahwa      penugasan      penilaian    profesional telah   dilaksanakan   sesuai   dengan   peraturan
     perundang-undangan yang berlaku .
5.   Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan
     sebagai kesimpulan .
6.   Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7.   Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8.   Bahwa penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.
9.   Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
     diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan.

     Penilai Publik,
     Radithe Pramudito. S.E .. M.Ec.Dev. MAPPI (Cert.)
     MAPPI No. : 10-5-02670
     RMK-2017.00316
     NIPP Menkeu No .: P-1.13.00355
     NIPP Menkeu No. : 8-1.18.00520
     STTD OJK No : STTD.PP8-33/PJ-1/PM.02/2023


     Reviuer,
     Adhitya Anindito. S.I.Kom .. S.H .• M.M .• MAPPI (Cert.)
     MAPPI No.: 11-5-03079
     RMK-2017.00547


     Penilai,
     Sigit E. Purnomo. SE.
     MAPPI No.: 19-T-09657
     RMK-2020.03575




     Ryan Suradireja
     MAPPI No. : 19-P-09941
     RMK-2021 .03692




     Syafika Firdausha. A.Md.Ak.
     MAPPI No.: 21-P-ll013
     RMK- 2022.04256




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 20
                                                                       DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT ...........................................................I
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................................. VIII
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................... IX
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. I-1
  1.1.   LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................... I-1
   1.2.         IDENTITAS PEMBERI TUGAS ........................................................................................................................ I-1
   1.3.         DASAR PENUGASAN.................................................................................................................................. I-1
   1.4.         OBJEK PENILAIAN ..................................................................................................................................... I-2
   1.5.         MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................................................................................. I-2
   1.6.         TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................................................... I-2
   1.7.         RUANG LINGKUP PENILAIAN ....................................................................................................................... I-2
   1.8.         PENDEKATAN DAN METODOLOGI ................................................................................................................ I-2
   1.9.         PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................................................... I-2
   1.10.        URAIAN MENGENAI PENILAI BISNIS DAN/ATAU PENILAI PROPERTI SERTA HASIL PENILAIAN OLEH PENILAI BISNIS
                DAN/ATAU PENILAI PROPERTI YANG MENJADI DASAR DALAM STUDI KELAYAKAN. .............................................. I-3
   1.11.        SUMBER DATA......................................................................................................................................... I-3
   1.12.        INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH DIWAWANCARAI DAN
                HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ................................................................................................. I-3
   1.13.        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................................. I-3
BAB II DATA DAN INFORMASI PROYEK ........................................................................................................ II-1
  2.1.   SPONSOR PROYEK ................................................................................................................................... II-1
   2.2.         PROFIL PROYEK....................................................................................................................................... II-2
   2.3.         PRODUK/JASA ........................................................................................................................................ II-2
   2.4.         KINERJA KEUANGAN PROYEK ..................................................................................................................... II-2
   2.5.         TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................................. II-2
   2.6.         LATAR BELAKANG EKONOMI...................................................................................................................... II-2
   2.7.         KEBUTUHAN PRODUKSI ATAU OPERASI ........................................................................................................ II-6
   2.8.         HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ............................................................................................................ II-7
   2.9.         PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT ............................................................................. II-7
   2.10.        ASPEK LINGKUNGAN ................................................................................................................................ II-8
   2.11.        PERSYARATAN MODAL DAN STRATEGI FINANSIAL .......................................................................................... II-8
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................................................... III-1
  3.1.    KONDISI PASAR ...................................................................................................................................... III-1
   3.2.         PESAING USAHA .................................................................................................................................... III-3
   3.3.         TARGET PASAR ...................................................................................................................................... III-4
   3.4.         STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................................ III-4
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................. IV-1
  4.1.   KEUNGGULAN KOMPETITIF KARENA KEUNIKAN DARI POLA BISNIS ...................................................................IV-1
   4.2.         KEMAMPUAN PESAING UNTUK MENIRU PRODUK.........................................................................................IV-1


Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                                 ix
Page 21
   4.3.        KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI.................................................................................................IV-1
BAB V ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ..................................................................................... V-1
  5.1.   KETERSEDIAAN TENAGA KERJA ...................................................................................................................V-1
   5.2.        KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN.................................................................................................V-1
   5.3.        KESESUAIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN ................................................................................................V-1
   5.4.        MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL ........................................................................................................V-4
   5.5.        MANAJEMEN RISIKO ................................................................................................................................V-4
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ......................................................................................................... VI-1
  6.1.   KAPASITAS PRODUKSI..............................................................................................................................VI-1
   6.2.        KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA .............................................................................................VI-1
   6.3.        PROSES PRODUKSI ..................................................................................................................................VI-1
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................ VII-1
  7.1.   BIAYA INVESTASI ...................................................................................................................................VII-1
   7.2.        SUMBER PEMBIAYAAN ...........................................................................................................................VII-2
   7.3.        PERSYARATAN KREDIT ............................................................................................................................VII-2
   7.4.        BIAYA OPERASIONAL..............................................................................................................................VII-2
   7.5.        BIAYA BAHAN BAKU MENTAH .................................................................................................................VII-2
   7.6.        ASUMSI – ASUMSI DALAM PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................VII-3
   7.7.        ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALYSIS) ..................................................................................VII-6
   7.8.        ANALISIS PROFITABILITAS ........................................................................................................................VII-7
   7.9.        ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) ..................................................................................................VII-7
   7.10.       ANALISIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS ....................................................................................................VII-7
   7.11.       ANALISIS KELAYAKAN PROYEK..................................................................................................................VII-8
   7.12.       ANALISIS SENSITIVITAS ...........................................................................................................................VII-9
LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                              x
Page 22
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
       PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan
       atau Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan
       Crude Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai
       produk utama. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di
       Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak
       mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO
       merupakan produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun
       pabrik Kernel Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji
       buah PK yang kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO,
       selain itu produk limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga
       dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk
       kosmetik dan produk obat-obatan, sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku
       pakan ternak, maka dengan melakukan penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai
       tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
       Untuk itu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020,
       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha
       dari Penilai Independen.
       Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
       dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
       IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
       772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
       (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
       Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang
       dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset
       dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2.   Identitas Pemberi Tugas
       Nama                  : PT Eagle High Plantations Tbk
       Alamat                : Rajawali Place, Lantai 28, Jalan HR Rasuna Said Kav. B/4 Jakarta
                               12910
       Bidang Usaha          : Agriculture Plantation
       No. Telepon/Fax       : (021) 8665 8828
       Email                 : corsec@eaglehighplantations.com
       Website               : www.eaglehighplantations.com
1.3.   Dasar Penugasan
       Proposal/surat perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP Iskandar dan Rekan
       (Penerima Tugas) dan PT Eagle High Plantations Tbk (Pemberi Tugas) No. 040.1/IDR/DE.2/Pr-
       FS/III/2024 tanggal 4 Maret 2024.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            I-1
Page 23
1.4.   Objek Penilaian
       Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
       (selanjutnya disebut Proyek).
1.5.   Maksud Dan Tujuan
       Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau
       proyek dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau
       proyek terkait dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
1.6.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
       Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan
       yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maria
       Leckzinska dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas
       Jasa Keuangan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
1.7.   Ruang Lingkup Penilaian
       Ruang lingkup penilaian adalah:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan tanggal
          penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
1.8.   Pendekatan dan Metodologi
       Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
       kelayakan suatu usaha atau proyek.
       Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis
       atas:
        a.   Kelayakan pasar
        b.   Kelayakan pola bisnis
        c.   Kelayakan model manajemen
        d.   Kelayakan teknis
        e.   Kelayakan keuangan
1.9.   Pernyataan Independensi
       a. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami tidak ada benturan kepentingan
          dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
          dilakukan Perseroan.
       b. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
          pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
          Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
          penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
          keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              I-2
Page 24
       c. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
          bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
          independen terhadap kelayakan proyek. Kompensasi dan honorarium kami tidak
          bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai
          akibat dari laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Studi Kelayakan.
      Dalam studi kelayakan ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis dan/atau
      Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti
      serta hasil penilaian oleh Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar dalam
      studi kelayakan atas proyek tidak ada.
1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
      atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
      a. Copy legalitas dan perizinan Perseroan.
      b. Rencana anggaran biaya proyek yang mencakup kebutuhan biaya investasi dan operasional
         proyek.
      c. Proyeksi keuangan proyek.
      d. Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah
         diaudit oleh Akuntan Publik Maria Leckzinska dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati
         Sensi Idris dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
      e. Hasil wawancara dengan pihak manajemen mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
         lain yang terkait dengan rencana proyek.
      f. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
         lain yang kami anggap relevan.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 7
      Maret – 21 Maret 2024. Identitas yang kami wawancarai adalah Bapak Erick H. Ambarita
      sebagai Head Mill Operations & Engineering BWPT.
1.13. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas
      1.13.1. Asumsi dan Asumsi Khusus
              • Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar
                 dan tidak menyesatkan.
              • Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari sumber yang layak adalah
                 benar dan tidak menyesatkan.
              • Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek
                 penilaian dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh
                 secara signifikan terhadap kesimpulan nilai.
              • Penilai beranggapan bahwa bagian-bagian properti yang tidak diinspeksi tidak
                 memiliki kerusakan yang berarti dan tidak menyebabkan perubahan nilai.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           I-3
Page 25
               • Objek penilaian diasumsikan tidak dibangun dengan material ataupun mengandung
                  material yang bersifat merusak dan berbahaya yang dapat menyebabkan
                  pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kesimpulan nilai.
               • Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya pada
                  tanggal penilaian. Jika terdapat asumsi khusus akan diungkapkan dalam laporan
                  penilaian.
       1.13.2. Kondisi dan Syarat Pembatas
               • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
               • Penilai melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
                  proses penilaian.
               • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
               • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
               • Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas/status hukum dokumen-
                  dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. Adalah bukan tugas Penilai
                  untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum atas catatan publik
                  serta catatan kepemilikan.
               • Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuiakan yang
                  mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
                  kemampuan pencapaiannya (Fiduaciary Duty).
               • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
                  keuangan.
               • Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
                  rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
               • Jika penilaian diperuntukan untuk kepentingan Pasar Modal, data dan informasi
                  dalam penilaian bersumber dari atau divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai
                  (MAPPI).
               • Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
                  penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan/kepentingan dari laporan
                  penilaian.
               • Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar
                  dan dapat dipertanggung jawabkan, antara lain termasuk penunjukkan letak lokasi
                  tempat, spesifikasi jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan
                  informasi tersebut tidak benar maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari
                  tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan
                  tersebut.
               • Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
                  disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai
                  tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
                  sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
                  kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
               • Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan Pemimpin Rekan/Rekan dan
                  stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggung
                  jawabkan bilamana pemberi tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan
                  penilaian ini.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            I-4
Page 26
                • Pemberi Tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada Penilai
                  termasuk di dalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, atau penasihat
                  profesionalnya, contact person ataupun yang ditugaskan mewakilinya.
                • Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
                  suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak
                  terikat dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah
                  mutlak keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
                • Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
                  penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
                  kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data
                  dan informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
                  menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan
                  reviu terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
                  dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
                  prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
                  prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan
                  berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
                • Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
                  (integral) dari laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             I-5
Page 27
                                            BAB II
                                 DATA DAN INFORMASI PROYEK

2.1.   Sponsor Proyek
       Sponsor proyek adalah PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan,
       didirikan dengan nama PT BW Plantation berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000
       dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat
       pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000 serta diumumkan dalam
       Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No. 7449.
       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai
       perubahan beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
       Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023
       dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
       Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan Penerimaan Perubahan
       Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
       Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004.
       Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan entitas
       anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.
       Kegiatan Usaha
       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
       terutama meliputi bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan
       menjalankan usahanya di Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup
       meliputi pengembangan perkebunan, pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-
       lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit dan hasil olahan kelapa sawit antara lain
       produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak
       kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).
       Susunan Pemegang Saham
       Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
       Desember 2023 (audit) adalah sebagai berikut:
        PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
                                                            Jumlah                     Jumlah
       No.                  Pemegang Saham                                (%)
                                                            Saham                        (Rp)
         1 PT Rajawali Capital International             11.886.121.516 37,70%     1.188.612.000.000
         2 FIC Properties Sdn Bhd                        11.664.357.670 37,00%     1.166.436.000.000
         3 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)         7.974.811.814 25,30%       797.481.000.000
           Jumlah                                        31.525.291.000 100,00%    3.152.529.000.000
       Sumber: Laporan Keuangan tahun 2023 (audit)

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
       Desember 2023 (audit) adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                            II-1
Page 28
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama           : Abed Nego
       Komisaris                 : Mohammad Prianto Madelar
       Komisaris Independen      : Yohanes Wahyu Saronto
       Direksi
       Direktur Utama            : Henderi Djunaidi
       Direktur                  : Andrew Haryono
       Direktur                  : Yeoh Lean Khai

       Perizinan
       Perizinan yang dimiliki adalah:
       - Izin Usaha Industri No. 805/T/INDUSTRI/2008 yang diterbitkan oleh Kepala Badan
           Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal 6 Agustus 2008.
       - Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120310110629.
       - Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.882.908.5-054.000.
       - Ijin Usaha Pengolahan (IUP-P) No. 525/002/Ek yang diterbitkan oleh Bupati Kotawaringin
           Barat pada tanggal 14 Januari 2016.
       - Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor: 01 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan
           Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 27 Agustus 2002.
       - Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor: 0007 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor
           Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 11 Desember 2013.
2.2.   Profil Proyek
       Rencana proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
       mencakup usaha pengolahan inti kelapa sawit menjadi minyak mentah inti (crude palm kernel
       oil/CPKO) yang masih perlu diolah lebih lanjut dan biasanya produk ini dipakai oleh industri
       lain.
       Kegiatan usaha tersebut merupakan kegiatan usaha baru BWPT, namun BWPT telah memiliki
       personil yang berpengalaman dibidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm
       kernel oil) sehingga diharapkan tidak terdapat kendala dalam melakukan kegiatan usaha
       tersebut.
2.3.   Produk/Jasa
       Produk proyek industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) adalah CPKO
       dan PKM.
2.4.   Kinerja Keuangan Proyek
       Proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) yang
       merupakan bidang usaha baru yang akan dikembangkan, sehingga kinerja keuangan historis
       proyek tidak ada.
2.5.   Teknologi yang Digunakan
       Dalam menghasilkan CPKO dan PKM, teknologi yang digunakan yaitu proses Kernel Crushing
       Plant (KCP).
2.6.   Latar Belakang Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
       lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-2
Page 29
       dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
       Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
       memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing
       tumbuh sebesar 1,30% dan 4,85%.




                              Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
                                              Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
       menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
       Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
       Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
       9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
       64,58%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar
       5,04%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
       signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar
       10,15%; dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki
       peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian,
       Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
       Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-3
Page 30
                              Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
                                               Sumber: Badan Pusat Statistik
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
       III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
       Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%;
       diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar
       8,66%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk
       Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
       dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.




                          Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
                                           Sumber: Badan Pusat Statistik

       PDB Menurut Pengeluaran
       Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
       Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
       Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
       9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
       Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-4
Page 31
       2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen
       Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
       terkontraksi sebesar 1,65%.




                       Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
                                           Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
       menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
       Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
       diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
       21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
       Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
       memiliki peran sebesar 19,57%.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-
       y). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti
       Komponen PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar
       2,81%; serta Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen
       Impor Barang dan Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.




                      Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
                                          Sumber: Badan Pusat Statistik




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         II-5
Page 32
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
       Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
       0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
       dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
       Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
       5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.




                            Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
                                                Sumber: Badan Pusat Statistik

2.7.   Kebutuhan Produksi atau Operasi
       Kegiatan usaha industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) memerlukan
       investasi modal tetap dan modal kerja serta tenaga ahli dalam bidang kelapa sawit. Investasi
       modal tetap berupa pembelian tanah, pabrik kernel crushing plant yang terdiri dari
       earthworks & site development, civil & building structural works, kernel crushing plant,
       electrical works, dust & fume collecting system, others dan additional. Tenaga ahli dalam
       bidang kelapa sawit telah dimiliki oleh Perseroan.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude
       palm kernel oil) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian operasional
       kernel crushing plant. Selain itu Proyek juga membutuhkan modal tetap sebagai berikut:
                                                             Jumlah      Jumlah
                         Uraian                    Satuan
                                                             Satuan     (Rp.000)
        Tanah                                           m2    14.875      3.718.750
       Pabrik Kernel Crushing Plant
         Earthworks & Site Development              Unit        Ls      1.100.000
         Civil & Building Structural Works          Unit        Ls     30.840.720
         Kernel Crushing Plant                      Unit        Ls     32.030.380
         Electrical Works                           Unit        Ls      9.190.200
         Dust & Fume Collecting System              Unit        Ls      1.815.600
         Others                                     Unit        Ls      8.500.000
         Additional                                 Unit        Ls      7.204.837
                           Jumlah                                      94.400.487
       Fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
        a. Tanah merupakan tambahan area yang diperlukan Proyek yang berada di dekat Pabrik
           CPO BWPT saat ini.
        b. Earthworks & Site Development merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah
           untuk membentuk layout tapak pabrik sesuai dengan desain yang diperlukan yang
           meliputi pekerjaan topografi, uji tanah, galian, timbunan, pemadatan dan finishing.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                              II-6
Page 33
        c. Civil & Building Structural Works merupakan pekerjaan sipil bangunan utama sebagai
           penopang yang meliputi pondasi Jalan akses, drainase, pondasi mesin, struktur dan
           bangunan pendukung (kantor, pos security, toilet).
        d. Kernel Crushing Plant merupakan pemasangan mesin-mesin dan peralatan mekanikal
           sehingga menjadi satu kesatuan yang berurutan dan terintegrasi yang berfungsi untuk
           mengolah pengepresan biji kernel menjadi produk Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan
           Palm Kernel Meal (PKM).
        e. Electrical Works merupakan pekerjaan Listrik yang meliputi pemasangan panel control
           motor starter, sub main cabling, motor & remote control cabling, lighting & power
           socket, earthing & lightning protection system.
        f. Dust & Fume Collecting System merupakan sistem exhaust untuk menghisap debu dan
           uap akibat pengepresan biji kernel pada mesin press sehingga tidak bertabur di sekitar
           mesin-mesin di dalam area KCP.
        g. Others merupakan biaya license & legal permit dan unexpected cost.
        h. Additional merupakan biaya tambahan selain disebutkan diatas yaitu, pembuatan PKO
           Tank Cap. 2 x 2000 MT dan pembuatan pondasi dan pancang untuk 2 unit tangki PKO.
       Berdasarkan informasi manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri
       dengan jangka waktu pembangunan Proyek 12 bulan.
2.8.   Hak Atas Kekayaan Intelektual
       Sponsor proyek maupun Proyek tidak memiliki hak atas kekayaan intelektual atas proyek.
2.9.   Peraturan dan Perundang-Undangan yang Terkait
       Peraturan dan perundangan-undangan yang terkait adalah sebagai berikut:
       1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara
           Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik
           Indonesia Nomor 4756);
       2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran
           Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);
       3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Republik
           Indonesia Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
           Nomor 5170);
       4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik
           Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
           Nomor 5360);
       5. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
           (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 131, Tambahan Lembaran
           Negara Republik Indonesia Nomor 5433);
       6. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
       7. Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 Tentang Perindustrian;
       8. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan;
       9. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa
           Sawit Berkelanjutan Indonesia;
       10. Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pengembangan
           Industri Nasional 2015 – 2035;
       11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Perubahan atas Peraturan



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           II-7
Page 34
            Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia,
            Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan
            Kelapa Sawit.
2.10. Aspek Lingkungan
      Berikut adalah daftar kegiatan uji kualitas lingkungan yang akan dilakukan:
      1. Pengukuran Emisi Gas: Melakukan pengukuran gas buang dari proses penghancuran
           kernel untuk menilai tingkat polutan yang dihasilkan.
      2. Analisis Kualitas Air: Mengambil contoh air dari sumber air di sekitar unit untuk
           menganalisis kandungan zat-zat kimia yang berpotensi mencemari air.
      3. Pengukuran Kebisingan: Mengukur tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin dan
           peralatan operasional di unit kernel crushing plant untuk menilai dampaknya terhadap
           lingkungan dan masyarakat sekitar.
      4. Evaluasi Limbah Padat: Menganalisis jenis dan jumlah limbah padat yang dihasilkan
           selama proses penghancuran kernel untuk menilai dampaknya terhadap lingkungan.
      5. Pemantauan Kualitas Udara Ambien: Melakukan pemantauan terhadap kualitas udara
           Ambien yang dihasilkan selama proses penghancuran untuk mengukur tingkat
           pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.
      6. Evaluasi Dampak Lingkungan: Menganalisis hasil dari seluruh kegiatan uji kualitas
           lingkungan untuk mengevaluasi dampak keseluruhan dari operasi unit kernel crushing
           plant terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
2.11. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
      Tidak ada modal dan strategi finansial khusus dalam menjalankan kegiatan usaha proyek.
      Kebutuhan modal diperlukan untuk memenuhi investasi yang diperlukan untuk kegiatan usaha
      industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil). Dalam usaha minyak mentah
      inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) hasil produksi tergantung dari yang akan digunakan.
       Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 dengan kapasitas pengolahan 200
       MT per hari atau sekitar 60.000 MT per tahun yang berada di wilayah Desa Kumai Hulu,
       Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
       Perseroan akan memperoleh bahan baku berupa PK dari internal BWPT dengan tetap
       memperhatikan kualitas dan harga.
       Strategi finansial yang digunakan adalah menyiapkan anggaran biaya operasional untuk
       proyek dan memperoleh margin dari penjualan CPKO dan PKM. Berdasarkan informasi
       manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri dengan jangka waktu
       pembangunan Proyek 12 bulan.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          II-8
Page 35
                                             BAB III
                                   ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1.   Kondisi Pasar
       Produksi minyak inti sawit
       Kementerian Pertanian (Kementan) mengestimasikan luas perkebunan kelapa sawit Indonesia
       mencapai 16,83 juta hektare (ha) pada 2023. Hal ini tertuang dalam laporan Statistik
       Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023. Riau menjadi provinsi dengan perkebunan kelapa
       sawit terluas di Indonesia. Luasnya 3,49 juta ha atau sekitar 20,75% dari total luas perkebunan
       kelapa sawit nasional tahun ini. Di posisi kedua ada Kalimantan Tengah dengan luas
       perkebunan kelapa sawit 2,03 juta ha. Disusul oleh Sumatera Utara dengan luas 2,01 juta ha.
       Di sisi lain, provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit tersempit adalah Maluku Utara.
       Provinsi itu hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 5,64 ribu ha. Kemudian, posisinya
       diikuti Kepulauan Riau dan Gorontalo dengan luas perkebunan kelapa sawit masing-masing
       6,65 ribu ha dan 10,39 ribu ha.




                  Grafik 1. Perkembangan Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Tahun 2017-2023
                              Sumber: Laporan Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023
                                                          Keterangan:
          PR = Perkebunan Rakyat; PBN = Perkebunan Besar Negara; PBS = Perkebunan Besar Swasta; LAD = Luas akan
                                    Dikonfirmasi; *) Angka Sementara; **) Angka Estimasi

       Produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) mencapai 4,77 juta ton atau naik 5,66% dari
       tahun sebelumnya (2022) yakni sebesar 4,52 juta ton.
       Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan, kenaikan
       produksi dari tahun 2022 ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal. Antara lain harga
       minyak sawit menjelang akhir 2021 dan sepanjang 2022 relatif tinggi. Sehingga mendorong
       pelaku usaha untuk mengelola kebunnya dengan baik, termasuk pemberian pupuk.
       Faktor pendorong lainnya adanya perluasan areal yang telah menghasilkan di 2023. Hal ini
       sesuai dengan data Kementerian Pertanian (Kementan) di periode 2017-2020 terdapat
       perluasan 540.000 hektare (ha) dan diperkirakan pada 2023 akan ada penambahan areal
       tanaman yang sudah menghasilkan (TM) seluas 260.000 ha.
       Menurut GAPKI, musim kemarau yang berkepanjangan (el nino) yang semula diperkirakan
       akan melanda Indonesia, ternyata tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa
       sawit, karena melanda di sebagian besar Indonesia bagian selatan.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                         III-1
Page 36
       Untuk konsumsi dalam negeri menunjukkan kenaikan dari 21,24 juta ton pada 2022 menjadi
       23,13 juta ton atau kenaikan sekitar 8,90%. Implementasi kebijakan biodiesel (B35) yang
       secara efektif dilakukan pada Juli 2022 telah meningkatkan konsumsi minyak sawit sebesar
       17,68% yakni dari 9,048 juta ton pada 2022 menjadi 10,65 juta ton di 2023. Dengan
       diimplementasikannya B35, konsumsi biodiesel selama 2023 telah melampaui konsumsi untuk
       pangan dalam negeri.
       Pasar Ekspor minyak inti sawit
       Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
       permintaan global, harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri
       minyak kelapa sawit secara keseluruhan.
       Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di 2022 menjadi
       32,21 juta ton di 2023. Sedangkan ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami kenaikan
       masing-masing sebesar 29 ribu ton dan 395 ribu ton.
       Penurunan ekspor yang besar terjadi untuk tujuan Uni Eropa yakni 11,6%% dari 4,13 juta ton
       di 2022 menjadi 3,70 juta ton di 2023. Sebaliknya ekspor untuk tujuan Afrika naik sebesar 33%
       dari 3.183 ribu ton menjadi 4.232 ribu ton, Tiongkok naik 23% dari 6.280 ribu ton menjadi
       7.736 ribu ton, India naik 8% dari 5.536 ribu ton menjadi 5.966 ribu ton, dan Amerika Serikat
       naik 10% dari 2.276 ribu ton menjadi 2.512 ribu ton.
       Turunnya harga rata-rata kelapa sawit selama 2023 dibanding 2022 di pasar Ciff Rotterdam
       sebesar 28,7%. Rata-rata harga pada 2023 ialah US$964 per ton atau jauh lebih rendah
       dibanding tahun sebelumnya dengan rata-rata US$1.352 per ton. Ini menyebabkan penurunan
       nilai ekspor kelapa sawit Indonesia yang cukup signifikan dari US$39,07 miliar pada 2022
       menjadi US$30,32 miliar pada 2023.
       Perkembangan harga minyak inti sawit
       Berbeda dengan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang mengalami
       penurunan, harga minyak inti sawit mentah atau crude palm kernel oil (CPKO) justru semakin
       meningkat. Hal ini bisa diketahui berdasarkan hasil tender harga CPKO yang diselenggarakan
       oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) untuk periode Selasa (19/3/2024).
       Dari informasi yang diperoleh elaeis.co bisa diketahui bahwa harga CPKO yang dihasilkan
       tender tersebut telah tembus di level Rp 14.100-an per kilogram (Kg). Padahal pada pekan lalu
       harga CPKO dari hasil tender PT KPBN statusnya adalah baru mendekati level Rp 14.000 per
       Kg, tetapi kini malah sudah melejit.
       Kebutuhan minyak inti sawit
       Kebutuhan minyak inti sawit di dalam negeri dan luar negeri dapat bervariasi tergantung pada
       sejumlah faktor termasuk industri yang menggunakannya, tren konsumsi global dan kebijakan
       pemerintah terkait. Kebutuhan minyak inti sawit tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
       1. Kebutuhan di dalam negeri:
          a. Industri Makanan dan Minuman
             Minyak inti sawit (CPKO) digunakan dalam industri makanan dan minuman untuk
             berbagai produk, seperti margarin, cokelat, es krim, dan makanan olahan lainnya.
             Permintaan CPKO di sektor ini terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan populasi,
             perubahan gaya hidup, dan preferensi konsumen.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                           III-2
Page 37
          b. Industri Kosmetik dan Personal Care
             CPKO sering digunakan sebagai bahan baku dalam produk-produk kosmetik dan
             perawatan pribadi seperti sabun, krim, dan produk perawatan kulit. Pertumbuhan
             industri kosmetik dan perawatan pribadi di Indonesia dapat meningkatkan permintaan
             akan CPKO.
          c. Industri Farmasi
             CPKO juga memiliki aplikasi dalam industri farmasi sebagai bahan baku dalam produksi
             obat-obatan dan suplemen kesehatan tertentu.
          d. Industri Kimia
             Di sektor industri kimia, CPKO dapat digunakan dalam pembuatan berbagai produk
             seperti pelarut, deterjen, dan bahan baku kimia lainnya.
       2. Kebutuhan di luar negeri:
          a. Industri Makanan dan Minuman
             Permintaan CPKO di pasar internasional terutama didorong oleh industri makanan dan
             minuman global yang menggunakannya dalam pembuatan produk seperti margarin,
             cokelat, dan makanan ringan.
          b. Industri Kosmetik dan Personal Care Global
             Permintaan global untuk produk-produk kosmetik dan perawatan pribadi yang
             menggunakan CPKO sebagai bahan baku juga dapat memengaruhi kebutuhan di pasar
             internasional.
          c. Industri Biodiesel
             Beberapa negara menggunakan CPKO sebagai bahan baku dalam produksi biodiesel,
             terutama di Eropa dan Amerika Utara, di mana peraturan mengenai bahan bakar
             nabati semakin ketat.
          d. Industri Farmasi Global
             Seperti di Indonesia, CPKO juga digunakan dalam industri farmasi di berbagai negara
             untuk pembuatan obat-obatan dan suplemen kesehatan.
3.2.   Pesaing Usaha
       Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
       Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
       1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
          perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
          memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
          Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
          hektar adalah perkebunan plasma.
       2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.659 metrik ton
          pada 2023. Kenaikan ini ditopang peningkatan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS)
          sebesar 4,8% dari 840.581 mt pada tahun 2022 menjadi 881.051 metrik ton (mt) pada
          tahun 2023. Kenaikan produksi TBS tersebut didorong oleh produktivitas TBS yang lebih
          tinggi pada tahun 2023 sebesar 20,3 mt/ha, meningkat 4,4% dari 19,4 mt/ha di tahun 2022.
          Selain itu, ANJ juga berhasil menjual sebanyak 1.049 mt PKO, meningkat 13,1% secara
          tahunan.
       3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit di
          Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pohon kelapa sawit pertama ditanam pada



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                         III-3
Page 38
          tahun 1990 di Sei Tampang, Negeri Lama. CSRA juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (POM) di
          area perkebunan yang mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam
          untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO). CSRA telah
          memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 29.000 hektar, dimana sudah ditanami
          seluas 19.453 hektar dan produksi TBS mencapai 259.948 per Oktober 2023.
       4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
          sawit seluas 40.718,45 hektar. Sepanjang tahun 2022, STAA telah memproses lebih dari 1,9
          juta ton tandan buah segar dan memproduksi lebih dari 403.309 ton minyak sawit mentah
          (CPO) dan 90.485 ton inti sawit. Pada periode yang sama, kernel crushing facility telah
          memproduksi lebih dari 35.047 ton minyak inti sawit mentah (CPKO) dan menghasilkan
          41.736 ton palm kernel meal (PKM).
3.3.   Target Pasar
       Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
       adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
        3. Pangan
            f. Bahan baku minyak goreng
            g. Cokelat
            h. Margarin
            i. Kue
            j. Mie instan
        4. Non Pangan
           f. Kosmetik
           g. Pupuk
           h. Bahan baku biodiesel
           i. Sabun, sampo
           j. Pelumas
3.4.   Strategi Pemasaran
       Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
       produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
       saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
       besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
       memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.

Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar dan
strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             III-4
Page 39
                                            BAB IV
                               ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
     BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
     tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
     saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
       CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, sehubungan BWPT
       saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
       besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
       memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya, maka dengan melakukan
       penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual
       BWPT saat ini.
4.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
     Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
     Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
     telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
       Dari proses penanaman, panen dan pasca panen akan dilakukan Perseroan secara integrasi
       sehingga biaya akan lebih efisien. Sedangkan kebanyakan kompetitor membeli PK dari petani
       atau perusahaan yang kemudian di proses menjadi PKM dan CPKO sehingga kepastian supply
       PK dari petani atau perusahaan kurang sustainable dikarenakan tergantung harga yang
       ditawarkan dari petani atau perusahaan tersebut.
4.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
     Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
     ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
     CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
     yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
       BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
       dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
       memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
       BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
       keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat penerapan
       sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan usaha yang
       baru.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai
dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                      IV- 1
Page 40
                                       BAB V
                       ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
     BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
     tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
     CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
     bahan baku utama dari produk CPKO.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
5.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
     Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
     karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
     mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
       Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
       lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
       mechanical engineering dan civil engineering.
5.3. Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
     Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
     dari pengelola (manajemen). Adapun struktur organisasi Perusahaan adalah sebagai berikut:




       sumber: manajemen BWPT

       a) Berikut tugas dan tanggung jawab dari setiap personil adalah sebagai berikut:

             No.             Nama                       Jabatan              Tugas & Tanggung Jawab

              1     Erick H. Ambarita           Head Mill Ops & Eng   Pengawasan Operasional 7 unit Mill & 1
                                                                      unit KCP

              2     Bahara Tua Tobing           Mill Controller       Pengawasan Operasional 3 unit Mill area
                                                                      Kalteng & 1 unit KCP




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                   V-1
Page 41
              3     Sahat T. Sihotang           Mill Manager          Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              4     Zimmi Ardi                  Sr. Mill Asst         Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              5     Fajri Risky Wahyudi         Asst. Sortasi         Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              6     Tri Syahputra S.            Asst. Lab             Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              7     Romanro Silalahi            Asst. Maintenance     Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              8     Risman Kornelius Sirait     Asst. Proses 1        Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

              9     Jami Jayri Mubaki           Asst. Proses 2        Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

             10     Suryanto                    Asst. Electrical      Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT

       b) Pekerjaan, jabatan, uraian pengalaman kerja, sertifikasi yang dimiliki dan seminar yang
          pernah diikuti dari setiap personil adalah sebagai berikut:

             No.             Nama                           Jabatan                       Uraian

              1     Erick H. Ambarita           Head Mill Ops & Eng      Pengalaman Kerja : 1992 - 2024 di
                                                                         bidang pengolahan kelapa sawit (2
                                                                         tahun Project & Operasional KCP)
                                                                         Masa Kerja : 32 tahun
                                                                         Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                         Seminar yang pernah diikuti : Seminar
                                                                         Percepatan Pemanfaatan Biogas di
                                                                         Jakarta 2024

              2     Bahara Tua Tobing           Mill Controller          Pengalaman Kerja : 2004 - 2024
                                                                         bekerja di pengolahan PKS, Rubber
                                                                         Factory dan Pengawasan di Bulking
                                                                         Kapasitas 17.000 Ton
                                                                         Masa Kerja : 20 tahun
                                                                         Sertifikasi yang dimiliki : Sertifikasi
                                                                         Manager Energi
                                                                         Seminar yang pernah diikuti : Mill
                                                                         Maintenance Training, Pelatihan AK3
                                                                         Umum, More Precious Than Gold
                                                                         Batch    II,    Seminar     Nasional
                                                                         'Implementasi Standar Terbaru SMK 3
                                                                         Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012

              3     Sahat T. Sihotang           Mill Manager             Pengalaman Kerja : 2005 - 2024
                                                                         dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                         Masa Kerja : 19 Tahun
                                                                         Sertifikasi yang dimiliki : AK3 Umum,
                                                                         di Cipanas
                                                                         Seminar yang pernah diikuti : More
                                                                         Presticious Than Gold (palembang)

              4     Zimmi Ardi                  Sr. Mill Asst            Pengalaman Kerja : 2007 - 2024




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                      V-2
Page 42
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit dan
                                                                    turunan nya
                                                                    Masa Kerja : 17 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : Total
                                                                    Quality Management, Roundtable on
                                                                    Sustainable Palm Oil, Indonesian
                                                                    Sustainable Palm Oil dan International
                                                                    Sustainability and Carbon Certification

              5     Fajri Risky Wahyudi         Asst. Sortasi       Pengalaman Kerja : 2024 dibidang
                                                                    pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 1 bulan
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    EHP Batch XII

              6     Tri Syahputra S.            Asst. Lab           Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 5,5 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MT,
                                                                    ASF,     Training   Pengendalian
                                                                    Pencemaran Air

              7     Romanro Silalahi            Asst. Maintenance   Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 5,5 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    Batch IV, ASF, Training Pegendalian
                                                                    Pencemaran Udara

              8     Risman Kornelius Sirait     Asst. Proses 1      Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit.
                                                                    Masa Kerja : 1 tahun
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    EHP Batch X, ASF

              9     Jami Jayri Mubaki           Asst. Proses 2      Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
                                                                    dibidang pengolahan kelapa sawit
                                                                    Masa Kerja : 8 Bulan
                                                                    Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                    Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                    EHP Batch XI, ASF

             10     Suryanto                    Asst. Electrical    Pengalaman Kerja : 2024 dibidang




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                 V-3
Page 43
                                                                pengolahan kelapa sawit
                                                                Masa Kerja : 1 bulan
                                                                Sertifikasi yang dimiliki : n/a
                                                                Seminar yang pernah diikuti : MDP
                                                                EHP Batch XII

5.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
     Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
     tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
5.5. Manajemen Risiko
     Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
     mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
     sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
     praktik agronomi yang baik.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                             V-4
Page 44
                                             BAB VI
                                   ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS


6.1. Kapasitas Produksi
     Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 yang berada di wilayah Desa Kumai
     Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dimana
     lahan seluas 7.000 m2 saat ini telah dimiliki BWPT, namun masih diperlukan pembebasan lahan
     seluas 14.875 m2 agar kebutuhan lahan telah sesuai dengan yang direncanakan BWPT.
       Pabrik KCP yang akan dibangun BWPT memiliki kapasitas pengolahan 200 MT per hari atau
       sekitar 60.000 MT per tahun. Hasil utama produk yang akan dihasilkan dari pabrik KCP berupa
       CPKO dan PKM dengan rendemen masing-masing yang diasumsikan sebesar 45,00% dan
       50,00% dari total produksi.
6.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
     Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
     2022 dan 2023 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 51.862 MT dan
     53.407 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
     tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
     mendukung rencana Proyek.
       Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
       berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
6.3. Proses Produksi
     Proses produksi adalah sebagai berikut:
      m. Kernel Intake
         Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
         kapal.
      n. First Press
         First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
         PKM dan minyak CPKO.
      o. Second Press
         Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
         dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
      p. Crude oil Tank 1
         Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
         second press.
      q. Vibrating Screen
         Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa PKM
         yang berukuran besar dari minyak CPKO.
      r. Crude oil Tank 2
         Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
         screen untuk umpan filter press.
      s. Filter Press
         Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
         terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                          VI-1
Page 45
        t. Product Tank
           Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press sebelum
           dipompakan ke storage tank.
        u. Oil Storage Tank
           CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
           pengiriman.
        v. CPKO Despatch
           CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
        w. PKM Store
           PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
        x. PKM Despatch
           PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal
       Alur proses produksi digambarkan sebagai berikut:




Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh sponsor
proyek adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                       VI-2
Page 46
                                               BAB VII
                                   ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

Proyek diasumsikan sebagai entitas operasional yang lengkap tersendiri sebagai penambahan
kegiatan usaha Perusahaan.
7.1. Biaya Investasi
7.1.1. Modal Tetap
       Investasi modal tetap meliputi tanah dan pabrik kernel crushing plant dengan rincian sebagai
       berikut:
       Tabel 7.1
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Biaya Investasi Modal Tetap
                                                                Jumlah      Jumlah
                           Uraian                  Satuan
                                                                Satuan     (Rp.000)
         Tanah                                       m2          14.875      3.718.750
       Pabrik Kernel Crushing Plant
         Earthworks & Site Development               Unit          Ls        1.100.000
         Civil & Building Structural Works           Unit          Ls      30.840.720
         Kernel Crushing Plant                       Unit          Ls      32.030.380
         Electrical Works                            Unit          Ls        9.190.200
         Dust & Fume Collecting System               Unit          Ls        1.815.600
         Others                                      Unit          Ls        8.500.000
         Additional                                  Unit          Ls        7.204.837
                            Jumlah                                        94.400.487
       Keterangan : Berdasarkan informasi manajemen, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya
       investasi tersebut diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum proyek beroperasi.
       Sumber : Manajemen Perseroan.

7.1.2. Modal Kerja
       Perkiraan Investasi modal kerja pada awal produksi, perinciannya adalah sebagai berikut:
       Tabel 7.2
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Perkiraan Biaya Modal Kerja Turnover 1 Siklus
       (Rp.000)
                                      Turnover
                   Uraian              (Siklus)      Jumlah
                                       (bulan)
       Beban Pokok Penjualan                  1       7.166.225
       Beban penjualan                        1          66.210
       Beban maintenance                      1          58.420
       Beban overhead                         1          38.947
                    Jumlah                            7.329.802
       Keterangan : Beban pokok penjualan terdiri dari pembelian palm kernel dan biaya processing
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan

       Beban pokok penjualan terdiri dari :
       - Pembelian palm kernel yang diasumsikan sebesar 91,00% dari penjualan tahun ke-1.
       - Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari penjualan tahun ke 1.
       Beban penjualan diasumsikan sebesar 0,85% dari penjualan tahun ke-1.
       Beban maintenance diasumsikan sebesar 0,75% dari penjualan tahun ke-1.
       Beban overhead diasumsikan sebesar 0,50% dari penjualan tahun ke-1.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                   VII-1
Page 47
7.1.3. Kebutuhan Biaya Investasi
       Kebutuhan biaya investasi proyek adalah sebagai berikut:
                                             (Rp.000)
         - Modal Tetap                       94.400.487
         - Modal Kerja                        7.329.802
           Jumlah Investasi                 101.730.289

7.2.    Sumber Pembiayaan
        Sumber pembiayaan proyek untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari modal sendiri,
        dengan rincian sebagai berikut:
        Tabel 7.3
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Sumber Pembiayaan
        (Rp.000)
                                        Sumber Pembiayaan
                     Uraian                                           Total
                                       Modal Sendiri    Kredit
        A.Modal Tetap                    94.400.487         -        94.400.487
        B.Modal Kerja                     7.329.802         -         7.329.802
          Jumlah                        101.730.289         -       101.730.289
          Struktur Pembiayaan               100,00%       0,00%         100,00%
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

        Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) proyek tersebut
        adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri.
7.3.    Persyaratan Kredit
        Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri, sehingga
        tidak ada persyaratan kredit.
7.4.    Biaya Operasional
        Biaya operasional terdiri dari Beban Pokok Penjualan dan Beban Penjualan. Beban Pokok
        Penjualan dan Beban Penjualan tahun pertama adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.4
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Perkiraan Biaya Operasional Tahun Pertama Operasi
        (Rp.000)
                        Uraian                       Jumlah
        Beban Pokok Penjualan                        85.994.700
        Beban Usaha                                   1.962.923
          Beban penjualan                               794.516
          Beban maintenance                             701.044
          Beban overhead                                467.363
                        Jumlah                       87.957.623
        Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan

7.5.    Biaya Bahan Baku Mentah
        Proyek adalah usaha minyak mentah inti kelapa sawit yang membutuhkan palm kernel untuk
        proses pengolahan menjadi minyak mentah inti kelapa sawit yang telah diperhitungkan dalam
        beban pokok penjualan. Kebutuhan palm kernel untuk proyek Perseroan diperkirakan sebesar
        91,00% dari penjualan.




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                 VII-2
Page 48
7.6.    Asumsi – Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
        Proyeksi disajikan selama 5 tahun dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
7.6.1. Proyeksi Laba Rugi
        - Proyeksi penjualan diasumsikan sebagai berikut:
           o     Kapasitas pengolahan diasumsikan sebesar 60.000 MT/Tahun dengan asumsi akan
                 dijalankan pada kuartal ke 2 di tahun pertama dan selanjutnya diasumsikan kapasitas
                 pengolahan sebesar 60.000 MT/Tahun.
           o     Utilitas pengolahan tahun pertama diasumsikan sebesar 55,00%, tahun kedua
                 diasumsikan sebesar 65,00%, dan selanjutnya diasumsikan 75,00% setiap tahun.
           o     Rendemen CPKO diasumsikan sebesar 45,00% setiap tahun.
           o     Harga jual CPKO diasumsikan sebesar Rp 10.000.000/MT dengan kenaikan 3,00% per
                 tahun.
           o     Rendemen PKM diasumsikan sebesar 50,00% setiap tahun.
           o     Harga jual PKM diasumsikan sebesar Rp 2.000.000/MT dengan kenaikan 3,00% per
                 tahun.
           Proyeksi penjualan disajikan sebagai berikut :
            Tabel 7.5
            Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
            Proyeksi Penjualan
            (Rp.000)
                                                                                                             Tahun Proyeksi
                                    Uraian
                                                                          0             1                  2             3             4             5
            Kapasitas Pengolahan Kernel Crushing Plant (MT/Tahun)                       30.000             60.000         60.000       60.000        60.000
            Utilitas (%)                                                                55,00%              65,00%        75,00%        75,00%        75,00%
            Produksi (MT)                                                               16.500             39.000         45.000       45.000        45.000

            Rendemen (%)                                                                45,00%          45,00%           45,00%         45,00%        45,00%
            Produksi Palm Kernel Oil (PKO) (MT)                                          7.425          17.550           20.250         20.250        20.250
            Kenaikan harga jual (%)                                                      3,00%           3,00%            3,00%          3,00%         3,00%
            Harga jual (MT/Rp.000)                                    10.000,00      10.300,00       10.609,00        10.927,27      11.255,09     11.592,74
            Penjualan PKO                                                           76.477.500     186.187.950      221.277.218    227.915.534   234.753.000

            Rendemen (%)                                                                50,00%          50,00%           50,00%         50,00%        50,00%
            Produksi Palm Kernel Meal (PKM) (MT)                                         8.250          19.500           22.500         22.500        22.500
            Kenaikan harga jual (%)                                                      3,00%           3,00%            3,00%          3,00%         3,00%
            Harga jual (MT/Rp.000)                                      2.000,00      2.060,00        2.121,80         2.185,45       2.251,02      2.318,55
            Penjualan PKM                                                           16.995.000      41.375.100       49.172.715     50.647.896    52.167.333
            TOTAL PENJUALAN                                                         93.472.500     227.563.050      270.449.933    278.563.430   286.920.333

        - Proyeksi beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut:
           o     Biaya pembelian palm kernel diasumsikan sebesar 91,00% dari total penjualan setiap
                 tahun.
           o     Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari total penjualan setiap tahun.
        - Proyeksi beban pokok penjualan disajikan sebagai berikut :
            Tabel 7.6
            Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
            Proyeksi Beban Pokok Penjualan
            (Rp.000)
                                                                                   Tahun Proyeksi
                             Uraian
                                                           1               2              3                4                      5
            Palm Kernel Purchase       91,00%          85.059.975 207.082.376 246.109.439            253.492.722             261.097.503
            Processing cost             1,00%             934.725       2.275.631      2.704.499        2.785.634              2.869.203
            Beban Pokok Penjualan                      85.994.700 209.358.006 248.813.938 256.278.356                        263.966.707

        - Proyeksi beban penjualan diasumsikan sebesar 0,85% dari total penjualan setiap tahun
          disajikan sebagai berikut:




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                VII-3
Page 49
           Tabel 7.7
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Penjualan
           (Rp.000)
                                                                        Tahun Proyeksi
                      Uraian
                                              1                2               3                4                5
           Beban penjualan       0,85%       794.516        1.934.286       2.298.824        2.367.789        2.438.823
           Beban penjualan                   794.516       1.934.286       2.298.824        2.367.789         2.438.823

       - Proyeksi beban maintenance tahun ke-1 diasumsikan sebesar 0,75% dari total penjualan
         dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan sebagai berikut:
           Tabel 7.8
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Maintenance
           (Rp.000)
                                                                                                   Tahun Proyeksi
                                   Uraian
                                                                         1               2               3                4         5
           Kenaikan beban maintenance      3,00%                                            3,00%          3,00%        3,00%      3,00%
           Proporsi beban maintenance      0,75% ke pendapatan          701.044        722.075          743.737       766.049    789.031
           Beban maintenance                                            701.044        722.075          743.737       766.049    789.031

       - Proyeksi beban overhead tahun ke-1 diasumsikan sebesar 0,50% dari total penjualan dan
         tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan sebagai berikut:
           Tabel 7.9
           Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
           Proyeksi Beban Overhead
           (Rp.000)
                                                                                                   Tahun Proyeksi
                                   Uraian
                                                                         1               2               3            4         5
           Kenaikan beban overhead         3,00%                                            3,00%          3,00%       3,00%      3,00%
           Proporsi beban overhead         0,50% ke pendapatan          467.363        481.383          495.825      510.700    526.021
           Beban overhead                                               467.363        481.383          495.825      510.700    526.021

       - Penyusutan
          Perhitungan beban penyusutan disajikan pada lampiran 1.
       - Bunga
          Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, sehingga beban bunga diasumsikan tidak ada
          (nol).
       - Pajak
          Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss
          carry forward.
       Proyeksi Laba Rugi disajikan pada Tabel 7.10.
7.6.2. Proyeksi Posisi Keuangan
       - Piutang Usaha
          Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari penjualan.
       - Persediaan
          Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok penjualan.
       - Aset Tetap
          Perhitungan nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap disajikan pada
          lampiran 1.
       - Utang Usaha
          Utang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari biaya operasional.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                   VII-4
Page 50
       - Utang Bank
           Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit dari bank, sehingga utang bank diasumsikan tidak
           ada (nol).
       - Modal sendiri
           Modal sendiri pada tahun ke-1 adalah sebesar biaya investasi modal tetap dan biaya
           investasi modal kerja serta tahun selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan tahun ke-1.
       - Saldo laba (rugi)
           Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
           saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
       Proyeksi Posisi Keuangan disajikan pada Tabel 7.11.
7.6.3. Proyeksi Arus Kas
       Proyeksi Arus Kas disajikan pada Tabel 7.12.
       Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, terlihat akumulasi kas selalu positif setiap tahun dan
       saldo kas bersih kumulatif pada akhir tahun ke-5 adalah Rp 26.389.374 ribu.
       Tabel 7.10
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Proyeksi Laba Rugi
       (Rp.000)
                                                                                     Tahun Proyeksi
                          Uraian
                                                             1               2               3            4            5
       PENJUALAN                      ####              93.472.500 227.563.050 270.449.933 278.563.430 286.920.333
       BEBAN POKOK PENJUALAN                           (85.994.700) (209.358.006) (248.813.938) (256.278.356) (263.966.707)
       LABA KOTOR                                         7.477.800     18.205.044      21.635.995   22.285.074   22.953.627
       Beban Usaha                                      (1.962.923)     (3.137.744)      (3.538.387) (3.644.538)  (3.753.874)
         Beban penjualan                                   (794.516)     (1.934.286)     (2.298.824)  (2.367.789)  (2.438.823)
         Beban maintenance                                 (701.044)       (722.075)       (743.737)    (766.049)    (789.031)
         Beban overhead                                    (467.363)       (481.383)       (495.825)    (510.700)    (526.021)
       EBITDA                                             3.551.955     11.929.555      14.559.221   14.995.998   15.445.878
       Penyusutan                                        (4.534.087)     (5.259.541)     (5.984.995)  (6.710.449)  (7.435.902)
       EBIT                                                (982.132)      6.670.015       8.574.227    8.285.549    8.009.975
       Beban Bunga                                               -               -               -            -            -
       EBT                                                 (982.132)      6.670.015       8.574.227    8.285.549    8.009.975
       Tarif Pajak                   % EBT                   -22,00%         -22,00%         -22,00%      -22,00%      -22,00%
       Pajak                                                     -      (1.251.334)      (1.886.330) (1.822.821)  (1.762.195)
       EAT                                                 (982.132)      5.418.680       6.687.897    6.462.729    6.247.781
       Rasio Profitabilitas                 Rata-rata
       Margin Laba Kotor                        8,00%        8,00%         8,00%          8,00%          8,00%          8,00%
       Margin EBITDA                            5,04%        3,80%         5,24%          5,38%          5,38%          5,38%
       Margin EBIT                              2,16%       -1,05%         2,93%          3,17%          2,97%          2,79%
       Margin EBT                               2,16%       -1,05%         2,93%          3,17%          2,97%          2,79%
       Margin EAT                               1,66%       -1,05%         2,38%          2,47%          2,32%          2,18%
       Return of Investment                     4,69%       -0,97%         5,33%          6,57%          6,35%          6,14%
       Keterangan :
       - Perhitungan penyusutan disajikan pada Lampiran 1
       Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                            VII-5
Page 51
        Tabel 7.11
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Proyeksi Posisi Keuangan
        (Rp.000)
                                                                                      Tahun Proyeksi
                              Uraian
                                                             1               2                3           4                        5
        ASET
        Aset Lancar                                      21.766.732      39.097.959      51.431.575   61.599.518                72.296.628
        Kas dan Setara Kas                                6.811.132       2.687.871        8.159.586  17.029.369                26.389.374
        Piutang Usaha                    1 bulan          7.789.375      18.963.588       22.537.494  23.213.619                23.910.028
        Persediaan                       1 bulan          7.166.225      17.446.501       20.734.495  21.356.530                21.997.226
        Aset Tidak Lancar                                86.147.650      84.515.379      82.157.654   79.074.475                75.265.842
        Aset Tetap
           Nilai Perolehan                               90.681.737      94.309.007       97.936.276 101.563.546              105.190.815
           Akumulasi Penyusutan                           4.534.087       9.793.628       15.778.622  22.489.071               29.924.973
           Nilai Buku                                    86.147.650      84.515.379       82.157.654  79.074.475               75.265.842
        JUMLAH ASET                                     107.914.382 123.613.338 133.589.229 140.673.993                       147.562.470
        LIABILITAS                                        7.166.225      17.446.501      20.734.495   21.356.530               21.997.226
        Liabilitas Jangka Pendek                          7.166.225      17.446.501      20.734.495   21.356.530               21.997.226
        Utang Usaha                      1 bulan          7.166.225      17.446.501       20.734.495  21.356.530               21.997.226
        Liabilitas Jangka Panjang                                -              -                -           -                        -
        Utang bank                                               -              -                -           -                        -
        EKUITAS                                         100.748.157 106.166.838 112.854.734 119.317.463                       125.565.244
        Modal Sendiri                                   101.730.289     101.730.289     101.730.289  101.730.289              101.730.289
        Saldo Laba                                         (982.132)      4.436.548       11.124.445  17.587.174               23.834.955
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   107.914.382 123.613.338 133.589.229 140.673.993                       147.562.470
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas    Rata-rata
        Current Ratio                         278,60%         303,74%       224,10%             248,05%          288,43%           328,66%
        Debt to Equity Ratio                   15,47%           7,11%         16,43%             18,37%           17,90%            17,52%
        Debt to Assets Ratio                   13,27%           6,64%         14,11%             15,52%           15,18%            14,91%
        Keterangan : Perhitungan Aset Tetap penyusutan disajikan pada Lampiran 1
        Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan

        Tabel 7.12
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Proyeksi Arus Kas
        (Rp.000)
                                                                                                               Tahun Proyeksi
                                       Uraian
                                                                                     1                 2             3                 4           5
        ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
        Laba Bersih                                                                (982.132)      5.418.680       6.687.897        6.462.729     6.247.781
        Penyusutan                                                                4.534.087       5.259.541       5.984.995        6.710.449     7.435.902
        Perubahan Modal Kerja :
        (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                                       (7.789.375)    (11.174.213)     (3.573.907)        (676.125)     (696.409)
        (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                          (7.166.225)    (10.280.276)     (3.287.994)        (622.035)     (640.696)
        Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                          7.166.225      10.280.276       3.287.994          622.035       640.696
        Jumlah Perubahan Modal Kerja                                             (7.789.375)    (11.174.213)     (3.573.907)        (676.125)     (696.409)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi         (4.237.420)       (495.991)      9.098.985       12.497.052    12.987.275
        ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
        (Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan)                       (90.681.737)     (3.627.269)     (3.627.269)      (3.627.269)   (3.627.269)
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi      (90.681.737)     (3.627.269)     (3.627.269)      (3.627.269)   (3.627.269)
        ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
        Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri                                      101.730.289             -               -                -             -
        Kenaikan (Penurunan) Utang Bank                                                 -               -               -                -             -
        Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan      101.730.289             -               -                -             -
        KAS DAN SETARA KAS TAHUN BERJALAN                                         6.811.132      (4.123.261)      5.471.715        8.869.783     9.360.005
        KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                   -         6.811.132       2.687.871        8.159.586    17.029.369
        KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                            6.811.132       2.687.871       8.159.586       17.029.369    26.389.374
        Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan


7.7.    Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
        Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
        laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
        pendapatan sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
        untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                                                                    𝐹𝐶
                                                                 𝐵𝐸𝑃 =
                                                                                     𝑉𝐶
                                                                               1 − 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒




 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                                  VII-6
Page 52
        Dimana :
           FC                       : Biaya tetap
           VC                       : Biaya variabel
           𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒                  : Penjualan

        Dalam perhitungan Break Even Point (BEP), beban maintenance dan beban overhead
        digolongkan sebagai biaya tetap (fixed cost) dan beban pokok penjualan dan beban penjualan
        sebagai biaya variabel (variable cost). Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh
        BEP dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
        mencerminkan penjualan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk
        penjualan adalah sebagai berikut:
        Tabel 7.13
        Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
        Analisis Break Even Point (BEP)
        (Rp.000)
                                                                                      Tahun Proyeksi
                          Uraian
                                                    Rata-rata       1               2              3                 4               5
          Penjualan                                             93.472.500     227.563.050    270.449.933       278.563.430     286.920.333
          Beban pokok penjualan (Variable Cost )                85.994.700     209.358.006    248.813.938       256.278.356     263.966.707
          Beban penjualan (Variable Cost )                         794.516       1.934.286      2.298.824         2.367.789       2.438.823
          Beban maintenance (Fixed Cost )                          701.044         722.075        743.737           766.049         789.031
          Beban overhead (Fixed Cost)                              467.363         481.383        495.825           510.700         526.021
          BEP Penjualan (Rp.000)                 25.867.575     16.341.346      24.178.574     28.735.305        29.597.364      30.485.285

        Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 25.867.575
        ribu.
7.8.    Analisis Profitabilitas
        Analisis Profitabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi dalam Tabel
        7.10.
        Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi adalah sebagai berikut:
                                                                        Tahun Proyeksi
                 Rasio Profitabilitas                                                                               Rata-rata
                                                    1           2             3            4            5
        Pendapatan (a)                  Rp.000   93.472.500 227.563.050 270.449.933 278.563.430 286.920.333
        Laba kotor (b)                  Rp.000    7.477.800  18.205.044  21.635.995  22.285.074  22.953.627
        EBITDA (c)                      Rp.000    3.551.955  11.929.555  14.559.221  14.995.998  15.445.878
        EBIT (d)                        Rp.000 -    982.132   6.670.015   8.574.227   8.285.549   8.009.975
        EBT (e)                         Rp.000 -    982.132   6.670.015   8.574.227   8.285.549   8.009.975
        EAT (f)                         Rp.000 -    982.132   5.418.680   6.687.897   6.462.729   6.247.781
        Margin Laba Kotor (b/a)                        8,00%      8,00%       8,00%       8,00%       8,00%            8,00%
        Margin EBITDA (c/a)                            3,80%      5,24%       5,38%       5,38%       5,38%            5,04%
        Margin EBIT (d/a)                             -1,05%      2,93%       3,17%       2,97%       2,79%            2,16%
        Margin EBT (e/a)                              -1,05%      2,93%       3,17%       2,97%       2,79%            2,16%
        Margin EAT (f/a)                              -1,05%      2,38%       2,47%       2,32%       2,18%            1,66%

7.9.    Analisis Return on Investment (ROI)
        Analisis Return on Invetment (ROI) selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba
        Rugi dalam Tabel 7.10.
                                                                             Tahun
                Return on Invesment                                                                                   Rata-rata
                                                        1           2             3            4            5
        Laba bersih/EAT (a)             Rp.000 -   982.132   5.418.680   6.687.897   6.462.729   6.247.781
        Jumlah investasi (b)            Rp.000 101.730.289 101.730.289 101.730.289 101.730.289 101.730.289
        ROI (a/b)                                    -0,97%      5,33%       6,57%       6,35%       6,14%                4,69%

        Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 4,69%.
7.10. Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
      Analisis Likuiditas dan Solvabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Posisi
      Keuangan dalam Tabel 7.11.



 Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                        VII-7
Page 53
       Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator
       current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur proyeksi, adalah sebagai
       berikut:
                                                                          Tahun
         Rasio Likuiditas dan Solvabilitas                                                                   Rata-rata
                                                   1           2            3           4            5
       Aset lancar (a)                Rp.000    21.766.732  39.097.959  51.431.575  61.599.518  72.296.628
       Total aset (b)                 Rp.000   107.914.382 123.613.338 133.589.229 140.673.993 147.562.470
       Liabilitas jangka pendek (c)   Rp.000     7.166.225  17.446.501  20.734.495  21.356.530  21.997.226
       Total liabilitas (d)           Rp.000     7.166.225  17.446.501  20.734.495  21.356.530  21.997.226
       Ekuitas (e)                    Rp.000   100.748.157 106.166.838 112.854.734 119.317.463 125.565.244
       Current Ratio (a/c)                         303,74%     224,10%     248,05%     288,43%     328,66%    278,60%
       Debt to Equity Ratio (d/e)                    7,11%      16,43%      18,37%      17,90%      17,52%     15,47%
       Debt to Asset Ratio (d/b)                     6,64%      14,11%      15,52%      15,18%      14,91%     13,27%

7.11. Analisis Kelayakan Proyek
      Penentuan Tingkat Diskonto
      Feasibilitas kelayakan proyek ditentukan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya ekuitas
      (Cost of Equity, Ke), yang dihitung dengan formula sebagai berikut :
       Biaya ekuitas dihitung dengan formula :
                    Ke          = Rf + ß.Rpm - CDS
       Dimana :
                    Ke          = Biaya Ekuitas
                    Rf          = Tingkat pendapatan bebas risiko
                    ß           = Beta, yaitu faktor yang meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas
                    Rpm         = Premi Risiko Ekuitas
                    CDS         = Credit Default Spread
       Dari hasil perhitungan parameter-parameter tersebut diatas, maka tingkat diskonto industri
       sejenis yaitu industri Farming/Agriculture adalah sebagai berikut:
                     Uraian                    Nilai            Sumber                  Keterangan
                                                           Penilai Harga Efek      Tenor 30 Tahun Per 29
       Rf =                                      6,89%
                                                               Indonesia              Desember 2023
       RPm =                                     7,38%        Damodaran             Publikasi Januari 2024
       Credit Default Spread (CDS) =             2,07%        Damodaran             Publikasi Januari 2024
                                                                                     Farming/Agriculture
       Unleverage Beta =                          0,50       Damodaran
                                                                                    Publikasi Januari 2024
       Tax                                     22,00%                        PPh Badan
                                                                                     Farming/Agriculture
       DER Industri =                          66,97%        Damodaran
                                                                                    Publikasi Januari 2024
       Beta Releverage =                        0,760      Hasil Perhitungan       Bu x (1+((1-Tax)*DER))
       Cost of Equity (Ke) =                   10,43%      Hasil Perhitungan       (Rf+(Beta * RPm) - CDS

       Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas dan Terminal Value
       Nilai Terminal (Terminal Value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
       setelah akhir tahun proyeksi dengan capitalization rate sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam
       hal ini, asumsi yang digunakan terhadap subyek penilaian adalah perusahaan yang bersifat
       going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada
       pemilik atau manajemen perusahaan.
       Terminal Value dihitung dengan formula:




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                    VII-8
Page 54
                                                                          𝑖(1+𝑔)
                                                                𝑇𝑉 =
                                                                            𝑟−𝑔
         Dimana :
          TV    : Terminal Value
          𝑖     : Free Cash Flow
          𝑔     : Tingkat Pertumbuhan
          𝑟     : Tingkat diskonto, Ke

       Dalam perhitungan ini kami menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,00% sehingga
       capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,43% - 3,00% = 7,43%.
       Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
       Perhitungan IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR sebesar 12,15%
       lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,43% dan NPV sebesar Rp 5.413.802 ribu lebih
       besar dari nol.
       Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
       proyek layak.
       Perhitungan IRR dan NPV adalah sebagai berikut:
       Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
       Perhitungan Kelayakan
       (Rp.000)
                                                                                               Tahun Proyeksi
                         Uraian                      Kini
                                                                       1             2                3            4              5
       Free Cash Flow to Equity
         EAT                                              -          (982.132)    5.418.680        6.687.897     6.462.729      6.247.781
         (+) Penyusutan                                   -         4.534.087     5.259.541        5.984.995     6.710.449      7.435.902
         (+/-) Net debt                                   -                -              -               -            -              -
         (+/-) Perubahan Modal Kerja                      -        (7.789.375) (11.174.213)       (3.573.907)     (676.125)      (696.409)
         (-) Capex                                        -      (90.681.737)    (3.627.269)      (3.627.269)   (3.627.269)    (3.627.269)
         Jumlah Arus Kas Bersih                           -      (94.919.157)    (4.123.261)       5.471.715     8.869.783      9.360.005
       Terminal Value
         Discount Rate                  10,43%
         Growth                          3,00%
         Terminal Caprate                7,43%
         Terminal Value                                                                                                       129.768.576
       Jumlah                                             -      (94.919.157)    (4.123.261)       5.471.715    8.869.783     139.128.581
       Discount Rate                                  10,43%           10,43%         10,43%           10,43%      10,43%          10,43%
       Discount Factor                                 1,000             0,906          0,820           0,743       0,672           0,609
       Present Value                                      -      (85.954.740)    (3.381.215)       4.063.229    5.964.538      84.721.989
       NPV                                         5.413.802
       IRR                       Ke 10,43%            12,15%

7.12. Analisis Sensitivitas
      Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan penjualan dan kenaikan beban
      pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
      dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
       Analisis Sensitivitas
            IRR (%)                         Penurunan Penjualan
       Kenaikan BPP          0,00%        0,07%    0,14%   0,21%            0,22%
             0,00%           12,15%       11,59% 11,04% 10,47%              10,39%
             0,08%           11,56%       11,00% 10,44%      9,86%
             0,16%           10,97%       10,40%
             0,23%           10,44%         9,87%
             0,24%           10,37%

       Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas (Ke) 10,43%, apabila IRR > biaya



Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                                  VII-9
Page 55
       ekuitas maka investasi layak.
       Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan penjualan dengan
       BPP (tetap) maka investasi layak dengan penurunan penjualan sampai 0,21% (IRR = 10,47%),
       jika penjualan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga 0,23%
       (IRR = 10,44%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP, maka investasi layak
       dengan penurunan pendapatan hingga 0,14% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 0,08%
       (IRR = 10,44%).
       Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
       penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                        VII-10
Page 56
                                                   LAMPIRAN




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 57
LAMPIRAN 1
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
                                                                           Tahun Proyeksi
                    Uraian
                                                   1              2                3             4             5
Nilai Perolehan                               90.681.737      94.309.007     97.936.276 101.563.546       105.190.815
Tanah                                           3.718.750      3.718.750        3.718.750     3.718.750     3.718.750
Pabrik Kernel Crushing Plant                  90.681.737      90.681.737      90.681.737     90.681.737    90.681.737
Capex tahun Ke-1                                               3.627.269        3.627.269     3.627.269     3.627.269
Capex tahun Ke-2                                                                3.627.269     3.627.269     3.627.269
Capex tahun Ke-3                                                                              3.627.269     3.627.269
Capex tahun Ke-4                                                                                            3.627.269
Capex tahun Ke-5
Penyusutan                                      4.534.087      5.259.541       5.984.995      6.710.449     7.435.902
Pabrik Kernel Crushing Plant   20 tahun         4.534.087      4.534.087        4.534.087     4.534.087     4.534.087
Capex tahun Ke-1                5 tahun               -          725.454          725.454       725.454       725.454
Capex tahun Ke-2                5 tahun               -               -           725.454       725.454       725.454
Capex tahun Ke-3                5 tahun               -               -                -        725.454       725.454
Capex tahun Ke-4                5 tahun               -               -                -            -         725.454
Capex tahun Ke-5                5 tahun               -               -                -            -             -
Akumulasi Penyusutan                            4.534.087      9.793.628     15.778.622      22.489.071    29.924.973
Nilai Buku                                    86.147.650      84.515.379     82.157.654      79.074.475    75.265.842
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan




Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk                                                                   VII- 2

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.83 MB
Published5 Apr 2024
Pages57
Characters166,066
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK p.2 ×182
linked org Astra Agro Lestari Tbk p.5 ×8
linked org Austindo Nusantara Jaya Tbk p.5 ×8
linked org Cisadane Sawit Raya Tbk p.5 ×8
linked org Sumber Tani Agung Resources Tbk p.5 ×8
linked org Rajawali Capital p.27
linked person Abed Nego p.28
linked person Mohammad Prianto p.28
linked person Yohanes Wahyu p.28
linked person Henderi Djunaidi p.28
linked person Andrew Haryono p.28
linked person Yeoh Lean Khai p.28
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×15
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
possible org Negara Republik Indonesia p.3 ×10
possible org KJPP Iskandar p.22 ×2
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building p.1
unresolved person IGD N Yetna Setia p.1
unresolved org Pusat Statistik p.1 ×5
unresolved person Rizka Dewi Sulistyorini · Corporate Secretary p.1
unresolved org PT BW Plantation p.3 ×2
unresolved person Paulus Widodo Sugeng Haryono p.3 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved person Novita Puspitarini p.3 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.3 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.3 ×3
unresolved org Rekan · Penilai p.3 ×3
unresolved org Kementerian Pertanian p.4 ×4
unresolved org PT KPBN p.4 ×3
unresolved org PT Tanjung Bina Lestari p.5 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilaian Publik Iskandar dan Rekan p.8
unresolved org Plantations Tbk p.12
unresolved org Menteri Keuangan p.12 ×2
unresolved org KJPP ISKANDAR DAN REKAN p.18 ×3
unresolved — Telepon/Fax p.22
unresolved org Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk p.22
unresolved person Erick H. Ambarita · Head Mill Ops & Eng p.24 ×2
unresolved person H. Ambarita p.24 ×3
unresolved — MAPPI · Penilai p.25
unresolved org Menteri p.27
unresolved org PT Rajawali Capital International p.27
unresolved org FIC Properties Sdn Bhd p.27
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.28
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.29 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- p.30
unresolved org Menteri Pertanian p.33 ×2
unresolved org PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara p.36
unresolved — Bahara Tua Tobing · Mill Controller p.40 ×2
unresolved — Sahat T. Sihotang · Mill Manager p.41
unresolved — Zimmi Ardi · Sr. Mill Asst p.41
unresolved org Farming p.53

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 3826 ms 12 Sep 2026 23:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result