Back to announcement
20240405_BWPT_Laporan Informasi dan Fakta Material_31625773_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review BWPTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 57
Page 1
No. : 023/BWPT/Corsec/IV/2024
5 April 2024
Kepada Yth.
Otoritas Jasa Keuangan
Gedung Sumitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta 10710
Up. : Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building
Jl. Jend.Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190, Indonesia
Up. : Bapak IGD N Yetna Setia
Direktur Penilaian Perusahaan
Hal : Keterbukaan Informasi Perubahan Kegiatan Usaha
Dengan hormat,
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 17/POJK.04/ Tentang
Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) Dan Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), bersama ini kami kirimkan
Keterbukaan Informasi sehubungan dengan rencana Penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan
mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan usaha Perseroan sehubungan dengan telah
berlakunya Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020) dan penambahan KBLI 2020.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
Rizka Dewi Sulistyorini
Corporate Secretary
1/10
Page 2
KETERBUKAAN INFORMASI
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK
(“PERSEROAN”) TERKAIT DENGAN PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PERSEROAN MENGENAI
MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN TELAH
BERLAKUNYA PERATURAN BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG
KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI 2020) DAN PENAMBAHAN KBLI 2020
(“RENCANA PENYESUAIAN & PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA”).
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM (“KETERBUKAAN INFORMASI”) INI
DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (“POJK 17/2020”) DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007
TENTANG PERSEROAN TERBATAS (“UUPT”).
PT Eagle High Plantations Tbk
(“Perseroan”)
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
Kegiatan Usaha Utama :
Bergerak di bidang Industri dan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Crude
Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK)
sebagai produk utama
Alamat Kantor :
Rajawali Place, Lt. 28, Jl. HR Rasuna Said Kav. B/4,
Setiabudi, Jakarta Selatan 12910
Phone: (021) 8665 8828
Email: corsec@eaglehighplantations.com
Website: www.eaglehighplantations.com
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS KEBENARAN
DARI SELURUH INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN
MENEGASKAN BAHWA SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA ATAS INFORMASI-
INFORMASI YANG TERSEDIA SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENYESUAIAN & PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA, DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SEPANJANG PENGETAHUAN DAN
KEYAKINAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN TIDAK ADA INFORMASI YANG
PENTING DAN MATERIAL LAINNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENYESUAIAN &
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA YANG TIDAK DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI
INI YANG DAPAT MENYEBABKAN KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR
DAN/ATAU MENYESATKAN.
Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 5 April 2024.
2/10
Page 3
DATA DAN INFORMASI PERSEROAN
PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan didirikan dengan nama PT BW Plantation
berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000 dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000
serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No.
7449.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai perubahan
beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023 dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris
di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Pemberitahuan Penerimaan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup
berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan Entitas anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi
dan Papua.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan menjalankan usahanya di
Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup meliputi pengembangan perkebunan,
pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit
dan hasil olahan kelapa sawit antara lain produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil
kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).
MAKSUD DAN TUJUAN
Perseroan saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude Palm Oil
(selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama. Total luas
perkebunan BWPT saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Perseroan merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak mentah inti
kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO merupakan produk
turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun pabrik Kernel Crushing Plant
(selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji buah PK yang kemudian akan diambil
minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO, selain itu produk limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel
Meal (selanjutnya disebut PKM) juga dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan
baku dari produk kosmetik dan produk obat-obatan, sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku
pakan ternak, maka dengan melakukan penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari
produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan POJK 17/2020 maka transaksi ini tidak termasuk ke dalam kategori Transaksi
Material, dan tidak mengandung Benturan Kepentingan dan bukan merupakan suatu Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli
2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) akan tetapi
diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai Independen. Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah
menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi
kelayakan atas proyek tersebut dan disampaikan kepada Pemegang Saham Perseroan dan dilaporkan
kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) paling lambat pada saat pengumuman RUPS Perseroan pada
tanggal 5 April 2024.
3/10
Page 4
OBJEK PENILAIAN
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT.
TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE)
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maria Leckzinska
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati, Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan kelayakan
suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan
ANALISIS KELAYAKAN PASAR
1. Kondisi Pasar
Kementerian Pertanian (Kementan) mengestimasikan luas perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai
16,83 juta hektare (ha) pada 2023. Hal ini tertuang dalam laporan Statistik Perkebunan Unggulan Nasional
2021-2023. Riau menjadi provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Luasnya 3,49 juta
ha atau sekitar 20,75% dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional tahun ini. Di posisi kedua ada
Kalimantan Tengah dengan luas perkebunan kelapa sawit 2,03 juta ha. Disusul oleh Sumatera Utara dengan
luas 2,01 juta ha. Di sisi lain, provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit tersempit adalah Maluku Utara.
Provinsi itu hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 5,64 ribu ha. Kemudian, posisinya diikuti
Kepulauan Riau dan Gorontalo dengan luas perkebunan kelapa sawit masing-masing 6,65 ribu ha dan 10,39
ribu ha.
Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti permintaan global,
harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri minyak kelapa sawit secara
keseluruhan.
Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di 2022 menjadi 32,21 juta
ton di 2023. Sedangkan ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami kenaikan masing-masing sebesar
29 ribu ton dan 395 ribu ton.
Dari informasi yang diperoleh elaeis.co bisa diketahui bahwa harga CPKO yang dihasilkan tender tersebut
telah tembus di level Rp 14.100-an per kilogram (Kg). Padahal pada pekan lalu harga CPKO dari hasil tender
PT KPBN statusnya adalah baru mendekati level Rp 14.000 per Kg, tetapi kini malah sudah melejit.
4/10
Page 5
2. Pesaing Usaha
Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis. Pada kegiatan
usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
a. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak perusahaannya
yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI memiliki luas lahan 287.044 hektar
yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah
perkebunan inti sedangkan 72.229 hektar adalah perkebunan plasma.
b. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.659 metrik ton pada
2023. Kenaikan ini ditopang peningkatan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 4,8% dari
840.581 mt pada tahun 2022 menjadi 881.051 metrik ton (mt) pada tahun 2023. Kenaikan produksi TBS
tersebut didorong oleh produktivitas TBS yang lebih tinggi pada tahun 2023 sebesar 20,3 mt/ha,
meningkat 4,4% dari 19,4 mt/ha di tahun 2022. Selain itu, ANJ juga berhasil menjual sebanyak 1.049
mt PKO, meningkat 13,1% secara tahunan.
c. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten
Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pohon kelapa sawit pertama ditanam pada tahun 1990 di Sei Tampang,
Negeri Lama. CSRA juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (POM) di area perkebunan yang mulai
beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam untuk mengolah tandan buah segar (TBS)
menjadi minyak sawit mentah (CPO). CSRA telah memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas
29.000 hektar, dimana sudah ditanami seluas 19.453 hektar dan produksi TBS mencapai 259.948 per
Oktober 2023.
d. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa sawit seluas
40.718,45 hektar. Sepanjang tahun 2022, STAA telah memproses lebih dari 1,9 juta ton tandan buah
segar dan memproduksi lebih dari 403.309 ton minyak sawit mentah (CPO) dan 90.485 ton inti sawit.
Pada periode yang sama, kernel crushing facility telah memproduksi lebih dari 35.047 ton minyak inti
sawit mentah (CPKO) dan menghasilkan 41.736 ton palm kernel meal (PKM).
3. Target Pasar
Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) adalah industri
pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
1. Pangan
a. Bahan baku minyak goreng
b. Cokelat
c. Margarin
d. Kue
e. Mie instan
2. Non Pangan
a. Kosmetik
b. Pupuk
c. Bahan baku biodiesel
d. Sabun, sampo
e. Pelumas
5/10
Page 6
4. Strategi Pemasaran
Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen produk yang
memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT saat ini sudah memproduksi
dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian besar membeli CPO yang sudah
merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk
CPKO-nya.
ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak tahun 2000
dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah + 87.000
hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan Perusahaan
multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga telah mengetahui dan dapat
memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat ini produk
utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk CPKO. Dengan
penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual BWPT saat
ini untuk menangkap peluang yang lebih luas. BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari
penambahan kegiatan usaha, karena dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha
BWPT serta memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat penerapan sistem dan
operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan usaha yang baru.
ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
1. Ketersediaan Tenaga Kerja
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak tahun 2000
dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT. CPKO merupakan
produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan bahan baku utama dari produk
CPKO.
2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek, karena sponsor
proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam mengelola usaha pengolahan
kelapa sawit. Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering, mechanical
engineering dan civil engineering.
6/10
Page 7
3. Manajemen Kekayaan Intelektual
Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT tidak
memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
4. Manajemen Risiko
Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang mungkin terjadi
adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun sebagai pencegahan dan
penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan praktik agronomi yang baik.
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
1. Kapasitas Produksi
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 yang berada di wilayah Desa Kumai Hulu,
Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dimana lahan seluas 7.000
m2 saat ini telah dimiliki BWPT, namun masih diperlukan pembebasan lahan seluas 14.875 m2 agar
kebutuhan lahan telah sesuai dengan yang direncanakan BWPT.
2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun 2022 dan
2023 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 51.862 MT dan 53.407 MT. Dengan
kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per tahun, dengan demikian ketersediaan
bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan mendukung rencana Proyek.
3. Proses Produksi
Proses produksi adalah sebagai berikut :
a. Kernel Intake
Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck / kapal.
b. First Press
First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi PKM dan
minyak CPKO.
c. Second Press
Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar dari First
Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
d. Crude oil Tank 1
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan second press.
e. Vibrating Screen
Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa
PKM yang berukuran besar dari minyak CPKO.
f. Crude oil Tank 2
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
screen untuk umpan filter press.
7/10
Page 8
g. Filter Press
Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
h. Product Tank
Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press
sebelum dipompakan ke storage tank.
i. Oil Storage Tank
CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
pengiriman.
j. CPKO Despatch
CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
k. PKM Store
PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
l. PKM Despatch
PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal.
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 101.730.289 ribu, terdiri dari biaya investasi modal tetap
sebesar Rp 94.400.487 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp 7.329.802 ribu.
Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 25.867.575 ribu.
Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba Kotor/Sales,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 8,00%, 5,04%, 2,16%,
2,16% dan 1,66%.
Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 4,69%.
Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur
proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur
proyeksi berturut-turut adalah 278,60%, 15,47% dan 13,27%.
Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR
sebesar 12,15% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,43% dan NPV sebesar Rp 5.413.802
ribu lebih besar dari nol.
PENDAPAT ATAS KELAYAKAN USAHA
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, Kantor Jasa
Penilaian Publik Iskandar dan Rekan berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha industri minyak
mentah kelapa sawit (crude palm kernel oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk
dilaksanakan. Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan Sehubungan dengan rencana yang akan
dilakukan Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga
tidak dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut,
dengan file File No. 002.1/IDR/DE.2/KFS/IV/2024 LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA INDUSTRI MINYAK MENTAH INTI KELAPA SAWIT (CRUDE PALM KERNEL OIL)
(KBLI 10432) PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK (Laporan Terlampir).
8/10
Page 9
INFORMASI MENGENAI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020, Rencana Perubahan Kegiatan Usaha sebagaimana dijelaskan
dalam Keterbukaan Informasi ini akan dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham Perseroan
melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan pada:
Hari dan Tanggal : Kamis, 16 Mei 2024
Pukul : 14:00 WIB - selesai
Tempat : di Jakarta (akan ditentukan kemudian)
Lebih lanjut, berikut kami informasikan jadwal Pengumuman dan Pemanggilan sehubungan dengan RUPST
dan RUPSLB :
1. Pengumuman RUPST : 5 April 2024
2. Pemanggilan RUPST : 24 April 2024
Adapun mata acara adalah sebagai berikut :
RUPST
1. Persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawasan
Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2023;
2. Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2023;
3. Penentuan gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi serta penetapan gaji atau honorarium dan tunjangan
bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan;
4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan Perseroan untuk
tahun buku 2024 dan penetapan honorarium bagi Akuntan Publik tersebut serta persyaratannya.
Dengan penjelasan Mata Acara Rapat sebagai berikut:
Mata acara Rapat ke-1 sampai ke-4 merupakan agenda rutin dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan untuk memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas.
RUPSLB
1. Persetujuan atas rencana pembelian kembali saham Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No.29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Perusahaan
Terbuka;
2. Persetujuan atas penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta
Kegiatan Usaha Perseroan sehubungan dengan telah berlakunya Peraturan Badan Pusat Statistik
Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020) dan
penambahan KBLI 2020 serta pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak
substitusi untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penyesuaian
ketentuan Anggaran Dasar Perseroan tersebut.
9/10
Page 10
Dengan penjelasan Mata Acara Rapat sebagai berikut:
• Mata acara Rapat ke-1 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan pembelian kembali
atas saham Perseroan.
• Mata acara Rapat ke-2 dalam rangka menyesuaikan pasal 3 anggaran dasar Perseroan dengan
Peraturan Badan Pusat Statistik No. 2 Tahun 2020 tanggal 24 September 2020 tentang KBLI Tahun
2020.
TAMBAHAN INFORMASI
Bagi para pemegang saham yang memerlukan informasi tambahan dapat menghubungi Perseroan dalam
jam kerja dengan alamat:
Corporate Secretary
PT Eagle High Plantations Tbk
Rajawali Place, Lt. 28, Jl. HR Rasuna Said Kav. B/4,
Setiabudi, Jakarta Selatan 12910
Phone: (021) 8665 8828
Email: corsec@eaglehighplantations.com
Website: www.eaglehighplantations.com
10/10
Page 11
File No. 002.1/IDR/DE.2/KFS/IV/2024
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
INDUSTRI MINYAK MENTAH INTI KELAPA SAWIT
(CRUDE PALM KERNEL OIL)
(KBLI 10432)
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
JAKARTA
2024
Page 12
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT
File No. 002.1/IDR/DE.2/KFS/IV/2024 Jakarta, 4 April 2024
Kepada Yth,
PT Eagle High Plantations Tbk
Rajawali Place, Lantai 28
Jalan HR Rasuna Said Kav. B/4
Jakarta 12910
Dengan Hormat,
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti
Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan atau
Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan Crude
Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai produk utama.
Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah +87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan,
dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak mentah
inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO merupakan
produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun pabrik Kernel
Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji buah PK yang
kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO, selain itu produk
limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga dapat dimanfaatkan dan
memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk kosmetik dan produk obat-obatan,
sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020, tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha dari Penilai
Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan
Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
Berdasarkan surat proposal penawaran/perjanjian kerja antara IDR dan BWPT No.
040.1/IDR/DE.2/Pr-FS/III/2024 tanggal 4 Maret 2024, IDR telah melaksanakan Studi Kelayakan sesuai
dengan perihal surat tersebut diatas seperti yang disajikan dalam laporan ini.
Page 13
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
Maksud dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau proyek
dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau proyek terkait
dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maria Leckzinska
dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati, Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis atas:
• Kelayakan pasar
• Kelayakan pola bisnis
• Kelayakan model manajemen
• Kelayakan teknis
• Kelayakan keuangan
Kesimpulan
a. Analisis Kelayakan Pasar
• Kondisi Pasar
Kementerian Pertanian (Kementan) mengestimasikan luas perkebunan kelapa sawit
Indonesia mencapai 16,83 juta hektare (ha) pada 2023. Hal ini tertuang dalam laporan
Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023. Riau menjadi provinsi dengan
perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Luasnya 3,49 juta ha atau sekitar 20,75% dari
total luas perkebunan kelapa sawit nasional tahun ini. Di posisi kedua ada Kalimantan
Tengah dengan luas perkebunan kelapa sawit 2,03 juta ha. Disusul oleh Sumatera Utara
dengan luas 2,01 juta ha. Di sisi lain, provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit tersempit
adalah Maluku Utara. Provinsi itu hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 5,64 ribu
ha. Kemudian, posisinya diikuti Kepulauan Riau dan Gorontalo dengan luas perkebunan
kelapa sawit masing-masing 6,65 ribu ha dan 10,39 ribu ha.
Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
permintaan global, harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri
minyak kelapa sawit secara keseluruhan.
Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di 2022
menjadi 32,21 juta ton di 2023. Sedangkan ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami
kenaikan masing-masing sebesar 29 ribu ton dan 395 ribu ton.
Dari informasi yang diperoleh elaeis.co bisa diketahui bahwa harga CPKO yang dihasilkan
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk ii
Page 14
tender tersebut telah tembus di level Rp 14.100-an per kilogram (Kg). Padahal pada pekan
lalu harga CPKO dari hasil tender PT KPBN statusnya adalah baru mendekati level Rp 14.000
per Kg, tetapi kini malah sudah melejit.
• Pesaing Usaha
Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
hektar adalah perkebunan plasma.
2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.659 metrik
ton pada 2023. Kenaikan ini ditopang peningkatan volume produksi Tandan Buah Segar
(TBS) sebesar 4,8% dari 840.581 mt pada tahun 2022 menjadi 881.051 metrik ton (mt)
pada tahun 2023. Kenaikan produksi TBS tersebut didorong oleh produktivitas TBS yang
lebih tinggi pada tahun 2023 sebesar 20,3 mt/ha, meningkat 4,4% dari 19,4 mt/ha di
tahun 2022. Selain itu, ANJ juga berhasil menjual sebanyak 1.049 mt PKO, meningkat
13,1% secara tahunan.
3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit di
Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pohon kelapa sawit pertama ditanam pada
tahun 1990 di Sei Tampang, Negeri Lama. CSRA juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (POM)
di area perkebunan yang mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per
jam untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO). CSRA
telah memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 29.000 hektar, dimana sudah
ditanami seluas 19.453 hektar dan produksi TBS mencapai 259.948 per Oktober 2023.
4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
sawit seluas 40.718,45 hektar. Sepanjang tahun 2022, STAA telah memproses lebih dari
1,9 juta ton tandan buah segar dan memproduksi lebih dari 403.309 ton minyak sawit
mentah (CPO) dan 90.485 ton inti sawit. Pada periode yang sama, kernel crushing facility
telah memproduksi lebih dari 35.047 ton minyak inti sawit mentah (CPKO) dan
menghasilkan 41.736 ton palm kernel meal (PKM).
• Target Pasar
Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel
oil) adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
1. Pangan
a. Bahan baku minyak goreng
b. Cokelat
c. Margarin
d. Kue
e. Mie instan
2. Non Pangan
a. Kosmetik
b. Pupuk
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk iii
Page 15
c. Bahan baku biodiesel
d. Sabun, sampo
e. Pelumas
• Strategi Pemasaran
Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga
sebagian besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga
akan memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar
dan strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek
adalah layak.
b. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
• Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
• Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
• Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat
penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan
usaha yang baru.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek
adalah layak.
c. Analisis Kelayakan Model Manajemen
• Ketersediaan Tenaga Kerja
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
bahan baku utama dari produk CPKO.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk iv
Page 16
• Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
mechanical engineering dan civil engineering.
• Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
dari pengelola (manajemen).
• Manajemen Kekayaan Intelektual
Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
• Manajemen Risiko
Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
praktik agronomi yang baik.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek
oleh sponsor proyek adalah layak.
d. Analisis Kelayakan Teknis
• Kapasitas Produksi
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 yang berada di wilayah Desa
Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah,
dimana lahan seluas 7.000 m2 saat ini telah dimiliki BWPT, namun masih diperlukan
pembebasan lahan seluas 14.875 m2 agar kebutuhan lahan telah sesuai dengan yang
direncanakan BWPT.
• Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
2022 dan 2023 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 51.862 MT dan
53.407 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
mendukung rencana Proyek.
• Proses Produksi
Proses produksi adalah sebagai berikut:
a. Kernel Intake
Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
kapal.
b. First Press
First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
PKM dan minyak CPKO.
c. Second Press
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk v
Page 17
Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
d. Crude oil Tank 1
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
second press.
e. Vibrating Screen
Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa
PKM yang berukuran besar dari minyak CPKO.
f. Crude oil Tank 2
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
screen untuk umpan filter press.
g. Filter Press
Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
h. Product Tank
Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press
sebelum dipompakan ke storage tank.
i. Oil Storage Tank
CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
pengiriman.
j. CPKO Despatch
CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
k. PKM Store
PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
l. PKM Despatch
PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal.
Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.
e. Analisis Kelayakan Keuangan
Jumlah Biaya investasi adalah sebesar Rp 101.730.289 ribu, terdiri dari biaya investasi modal
tetap sebesar Rp 94.400.487 ribu dan perkiraan biaya investasi modal kerja sebesar Rp
7.329.802 ribu. Sumber pembiayaan seluruhnya berasal dari modal sendiri.
Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 25.867.575
ribu.
Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi yang diukur menggunakan Margin Laba
Kotor/Sales, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales berturut-turut adalah 8,00%,
5,04%, 2,16%, 2,16% dan 1,66%.
Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 4,69%.
Berdasarkan proyeksi posisi keuangan, Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama
umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio
selama umur proyeksi berturut-turut adalah 278,60%, 15,47% dan 13,27%.
Berdasarkan perhitungan kelayakan, IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan
IRR sebesar 12,15% lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,43% dan NPV sebesar Rp
5.413.802 ribu lebih besar dari nol.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk vi
Page 18
Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
proyek layak.
Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.
Pendapat Atas Kelayakan Usaha
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, pola bisnis, model manajemen, teknis dan keuangan, kami
berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha industri minyak mentah kelapa sawit (crude palm
kernel oil) (KBLI 10432) PT Eagle High Plantations Tbk adalah layak untuk dilaksanakan.
Pendapat kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan rencana yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat kelayakan ini juga tidak
dimaksudkan memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana tersebut.
Hormat kami,
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
"J~
S.E. M.Ec.Dev
Reka
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No.: P-1.13.00355
NIPP Menkeu No.: 8-1.18.00520
5TTO OJK No: 5TTO.PP8-33/PJ-l/PM.02/2023
L(Jporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk vii
Page 19
PERNYATAAN PENILAI
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak mana pun.
2. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan pada tanggal penilaian.
3. Bahwa analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
Kelayakan.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku .
5. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan
sebagai kesimpulan .
6. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8. Bahwa penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.
9. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Radithe Pramudito. S.E .. M.Ec.Dev. MAPPI (Cert.)
MAPPI No. : 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No .: P-1.13.00355
NIPP Menkeu No. : 8-1.18.00520
STTD OJK No : STTD.PP8-33/PJ-1/PM.02/2023
Reviuer,
Adhitya Anindito. S.I.Kom .. S.H .• M.M .• MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 11-5-03079
RMK-2017.00547
Penilai,
Sigit E. Purnomo. SE.
MAPPI No.: 19-T-09657
RMK-2020.03575
Ryan Suradireja
MAPPI No. : 19-P-09941
RMK-2021 .03692
Syafika Firdausha. A.Md.Ak.
MAPPI No.: 21-P-ll013
RMK- 2022.04256
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 20
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN RINGKAS YANG BERISI KESIMPULAN DAN PENDAPAT ...........................................................I
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................................. VIII
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................... IX
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. I-1
1.1. LATAR BELAKANG ..................................................................................................................................... I-1
1.2. IDENTITAS PEMBERI TUGAS ........................................................................................................................ I-1
1.3. DASAR PENUGASAN.................................................................................................................................. I-1
1.4. OBJEK PENILAIAN ..................................................................................................................................... I-2
1.5. MAKSUD DAN TUJUAN ............................................................................................................................. I-2
1.6. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) ......................................................................................................... I-2
1.7. RUANG LINGKUP PENILAIAN ....................................................................................................................... I-2
1.8. PENDEKATAN DAN METODOLOGI ................................................................................................................ I-2
1.9. PERNYATAAN INDEPENDENSI ...................................................................................................................... I-2
1.10. URAIAN MENGENAI PENILAI BISNIS DAN/ATAU PENILAI PROPERTI SERTA HASIL PENILAIAN OLEH PENILAI BISNIS
DAN/ATAU PENILAI PROPERTI YANG MENJADI DASAR DALAM STUDI KELAYAKAN. .............................................. I-3
1.11. SUMBER DATA......................................................................................................................................... I-3
1.12. INFORMASI MENGENAI IDENTITAS DAN JABATAN PIHAK-PIHAK YANG TELAH DIWAWANCARAI DAN
HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENILAIAN ................................................................................................. I-3
1.13. ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................................. I-3
BAB II DATA DAN INFORMASI PROYEK ........................................................................................................ II-1
2.1. SPONSOR PROYEK ................................................................................................................................... II-1
2.2. PROFIL PROYEK....................................................................................................................................... II-2
2.3. PRODUK/JASA ........................................................................................................................................ II-2
2.4. KINERJA KEUANGAN PROYEK ..................................................................................................................... II-2
2.5. TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................................. II-2
2.6. LATAR BELAKANG EKONOMI...................................................................................................................... II-2
2.7. KEBUTUHAN PRODUKSI ATAU OPERASI ........................................................................................................ II-6
2.8. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ............................................................................................................ II-7
2.9. PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT ............................................................................. II-7
2.10. ASPEK LINGKUNGAN ................................................................................................................................ II-8
2.11. PERSYARATAN MODAL DAN STRATEGI FINANSIAL .......................................................................................... II-8
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................................................... III-1
3.1. KONDISI PASAR ...................................................................................................................................... III-1
3.2. PESAING USAHA .................................................................................................................................... III-3
3.3. TARGET PASAR ...................................................................................................................................... III-4
3.4. STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................................ III-4
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................. IV-1
4.1. KEUNGGULAN KOMPETITIF KARENA KEUNIKAN DARI POLA BISNIS ...................................................................IV-1
4.2. KEMAMPUAN PESAING UNTUK MENIRU PRODUK.........................................................................................IV-1
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk ix
Page 21
4.3. KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI.................................................................................................IV-1 BAB V ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ..................................................................................... V-1 5.1. KETERSEDIAAN TENAGA KERJA ...................................................................................................................V-1 5.2. KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN.................................................................................................V-1 5.3. KESESUAIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN ................................................................................................V-1 5.4. MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL ........................................................................................................V-4 5.5. MANAJEMEN RISIKO ................................................................................................................................V-4 BAB VI ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ......................................................................................................... VI-1 6.1. KAPASITAS PRODUKSI..............................................................................................................................VI-1 6.2. KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA .............................................................................................VI-1 6.3. PROSES PRODUKSI ..................................................................................................................................VI-1 BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................ VII-1 7.1. BIAYA INVESTASI ...................................................................................................................................VII-1 7.2. SUMBER PEMBIAYAAN ...........................................................................................................................VII-2 7.3. PERSYARATAN KREDIT ............................................................................................................................VII-2 7.4. BIAYA OPERASIONAL..............................................................................................................................VII-2 7.5. BIAYA BAHAN BAKU MENTAH .................................................................................................................VII-2 7.6. ASUMSI – ASUMSI DALAM PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................VII-3 7.7. ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALYSIS) ..................................................................................VII-6 7.8. ANALISIS PROFITABILITAS ........................................................................................................................VII-7 7.9. ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) ..................................................................................................VII-7 7.10. ANALISIS LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS ....................................................................................................VII-7 7.11. ANALISIS KELAYAKAN PROYEK..................................................................................................................VII-8 7.12. ANALISIS SENSITIVITAS ...........................................................................................................................VII-9 LAMPIRAN Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk x
Page 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Eagle High Plantations Tbk (selanjutnya disebut BWPT atau Perseroan atau Perusahaan
atau Sponsor Proyek) saat ini bergerak di bidang industri dan perkebunan kelapa sawit dengan
Crude Palm Oil (selanjutnya disebut CPO) dan Palm Kernel (selanjutnya disebut PK) sebagai
produk utama. Total luas perkebunan BWPT saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di
Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
BWPT merencanakan menambah kegiatan usaha yang dimilikinya dibidang industri minyak
mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) (selanjutnya disebut Proyek atau CPKO). CPKO
merupakan produk turunan dari PK. Proses pengolahan PK menjadi CPKO dengan membangun
pabrik Kernel Crushing Plant (selanjutnya disebut KCP) yang berfungsi untuk memecahkan biji
buah PK yang kemudian akan diambil minyak inti sawitnya atau lebih dikenal sebagai CPKO,
selain itu produk limbah sisa CPKO yaitu Palm Kernel Meal (selanjutnya disebut PKM) juga
dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. CPKO merupakan bahan baku dari produk
kosmetik dan produk obat-obatan, sedangkan PKM dapat digunakan sebagai bahan baku
pakan ternak, maka dengan melakukan penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai
tambah dari produk yang telah dijual saat ini.
Untuk itu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020,
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, diperlukan studi kelayakan usaha
dari Penilai Independen.
Sehubungan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
dan Rekan selaku Penilai Independen untuk melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang
dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset
dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Eagle High Plantations Tbk
Alamat : Rajawali Place, Lantai 28, Jalan HR Rasuna Said Kav. B/4 Jakarta
12910
Bidang Usaha : Agriculture Plantation
No. Telepon/Fax : (021) 8665 8828
Email : corsec@eaglehighplantations.com
Website : www.eaglehighplantations.com
1.3. Dasar Penugasan
Proposal/surat perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP Iskandar dan Rekan
(Penerima Tugas) dan PT Eagle High Plantations Tbk (Pemberi Tugas) No. 040.1/IDR/DE.2/Pr-
FS/III/2024 tanggal 4 Maret 2024.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-1
Page 23
1.4. Objek Penilaian
Objek penilaian adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) BWPT
(selanjutnya disebut Proyek).
1.5. Maksud Dan Tujuan
Maksud penilaian adalah untuk memberikan pendapat atas kelayakan suatu usaha atau
proyek dengan tujuan penilaian untuk menyatakan layak atau tidak layak atas usaha atau
proyek terkait dengan perubahan/penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
Laporan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya selain tersebut diatas.
1.6. Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maria
Leckzinska dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris yang terdaftar di Otoritas
Jasa Keuangan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
1.7. Ruang Lingkup Penilaian
Ruang lingkup penilaian adalah:
a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian dan tanggal
penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
1.8. Pendekatan dan Metodologi
Pendapat yang diberikan Penilai berupa penilaian kelayakan usaha adalah untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
Pendapat mengenai kelayakan suatu usaha atau proyek diberikan setelah melakukan analisis
atas:
a. Kelayakan pasar
b. Kelayakan pola bisnis
c. Kelayakan model manajemen
d. Kelayakan teknis
e. Kelayakan keuangan
1.9. Pernyataan Independensi
a. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami tidak ada benturan kepentingan
dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
b. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-2
Page 24
c. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap kelayakan proyek. Kompensasi dan honorarium kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai
akibat dari laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Bisnis Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Studi Kelayakan.
Dalam studi kelayakan ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis dan/atau
Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti
serta hasil penilaian oleh Penilai Bisnis dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar dalam
studi kelayakan atas proyek tidak ada.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu,
atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a. Copy legalitas dan perizinan Perseroan.
b. Rencana anggaran biaya proyek yang mencakup kebutuhan biaya investasi dan operasional
proyek.
c. Proyeksi keuangan proyek.
d. Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah
diaudit oleh Akuntan Publik Maria Leckzinska dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati
Sensi Idris dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e. Hasil wawancara dengan pihak manajemen mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
lain yang terkait dengan rencana proyek.
f. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
lain yang kami anggap relevan.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 7
Maret – 21 Maret 2024. Identitas yang kami wawancarai adalah Bapak Erick H. Ambarita
sebagai Head Mill Operations & Engineering BWPT.
1.13. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas
1.13.1. Asumsi dan Asumsi Khusus
• Legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian adalah benar
dan tidak menyesatkan.
• Data dan informasi yang relevan yang diperoleh dari sumber yang layak adalah
benar dan tidak menyesatkan.
• Pemberi Tugas telah memberikan informasi yang lengkap mengenai objek
penilaian dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan yang dapat berpengaruh
secara signifikan terhadap kesimpulan nilai.
• Penilai beranggapan bahwa bagian-bagian properti yang tidak diinspeksi tidak
memiliki kerusakan yang berarti dan tidak menyebabkan perubahan nilai.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-3
Page 25
• Objek penilaian diasumsikan tidak dibangun dengan material ataupun mengandung
material yang bersifat merusak dan berbahaya yang dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kesimpulan nilai.
• Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya pada
tanggal penilaian. Jika terdapat asumsi khusus akan diungkapkan dalam laporan
penilaian.
1.13.2. Kondisi dan Syarat Pembatas
• Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Penilai melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
• Penilai melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
• Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas/status hukum dokumen-
dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. Adalah bukan tugas Penilai
untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum atas catatan publik
serta catatan kepemilikan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuiakan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (Fiduaciary Duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan.
• Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Jika penilaian diperuntukan untuk kepentingan Pasar Modal, data dan informasi
dalam penilaian bersumber dari atau divalidasi oleh Asosiasi Profesi Penilai
(MAPPI).
• Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan tujuan/kepentingan dari laporan
penilaian.
• Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar
dan dapat dipertanggung jawabkan, antara lain termasuk penunjukkan letak lokasi
tempat, spesifikasi jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan
informasi tersebut tidak benar maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari
tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan
tersebut.
• Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang telah
disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai
tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
• Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan Pemimpin Rekan/Rekan dan
stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggung
jawabkan bilamana pemberi tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan
penilaian ini.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-4
Page 26
• Pemberi Tugas adalah orang atau badan yang memberi instruksi kepada Penilai
termasuk di dalamnya direksi perusahaan atau pejabatnya, atau penasihat
profesionalnya, contact person ataupun yang ditugaskan mewakilinya.
• Laporan ini bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan atau tidak melakukan
suatu transaksi sesuai dengan tujuan dalam laporan ini, dan laporan ini tidak
terikat dengan transaksi yang dilakukan dan transaksi yang dilakukan adalah
mutlak keputusan dari pihak-pihak yang bertransaksi.
• Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan waktu
penggunaan hasil penilaian dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap
kebutuhan pengguna hasil penilaian, dikarenakan adanya perbedaan akses data
dan informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna hasil penilaian
menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan
reviu terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan
dibutuhkan, Penilai dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali
prosedur penilaian yang sebelumnya dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan
prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan yang berdiri sendiri dan
berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
• Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan penilaian.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk I-5
Page 27
BAB II
DATA DAN INFORMASI PROYEK
2.1. Sponsor Proyek
Sponsor proyek adalah PT Eagle High Plantations Tbk berkedudukan di Jakarta Selatan,
didirikan dengan nama PT BW Plantation berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 November 2000
dari Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat
pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C-25665.HT.01.01.Th.2000 tanggal 22 Desember 2000 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No. 7449.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai
perubahan beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, diaktakan pada Akta No. 2 tanggal 8 Mei 2023
dari Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pemberitahuan Penerimaan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320 tanggal 11 Mei 2023.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004.
Pabrik pengolahan kelapa sawit Grup berada di Kalimantan dan Papua dan perkebunan entitas
anak berlokasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama meliputi bidang industri dan pertanian. Perusahaan dan entitas anak didirikan dan
menjalankan usahanya di Indonesia dan Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup
meliputi pengembangan perkebunan, pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan lain-
lain. Bidang usaha meliputi perkebunan kelapa sawit dan hasil olahan kelapa sawit antara lain
produk perkebunan. Produk tersebut mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak
kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
Desember 2023 (audit) adalah sebagai berikut:
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
Jumlah Jumlah
No. Pemegang Saham (%)
Saham (Rp)
1 PT Rajawali Capital International 11.886.121.516 37,70% 1.188.612.000.000
2 FIC Properties Sdn Bhd 11.664.357.670 37,00% 1.166.436.000.000
3 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 7.974.811.814 25,30% 797.481.000.000
Jumlah 31.525.291.000 100,00% 3.152.529.000.000
Sumber: Laporan Keuangan tahun 2023 (audit)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31
Desember 2023 (audit) adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-1
Page 28
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Abed Nego
Komisaris : Mohammad Prianto Madelar
Komisaris Independen : Yohanes Wahyu Saronto
Direksi
Direktur Utama : Henderi Djunaidi
Direktur : Andrew Haryono
Direktur : Yeoh Lean Khai
Perizinan
Perizinan yang dimiliki adalah:
- Izin Usaha Industri No. 805/T/INDUSTRI/2008 yang diterbitkan oleh Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal 6 Agustus 2008.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120310110629.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.882.908.5-054.000.
- Ijin Usaha Pengolahan (IUP-P) No. 525/002/Ek yang diterbitkan oleh Bupati Kotawaringin
Barat pada tanggal 14 Januari 2016.
- Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor: 01 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan
Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 27 Agustus 2002.
- Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor: 0007 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor
Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 11 Desember 2013.
2.2. Profil Proyek
Rencana proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
mencakup usaha pengolahan inti kelapa sawit menjadi minyak mentah inti (crude palm kernel
oil/CPKO) yang masih perlu diolah lebih lanjut dan biasanya produk ini dipakai oleh industri
lain.
Kegiatan usaha tersebut merupakan kegiatan usaha baru BWPT, namun BWPT telah memiliki
personil yang berpengalaman dibidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm
kernel oil) sehingga diharapkan tidak terdapat kendala dalam melakukan kegiatan usaha
tersebut.
2.3. Produk/Jasa
Produk proyek industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) adalah CPKO
dan PKM.
2.4. Kinerja Keuangan Proyek
Proyek adalah industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) yang
merupakan bidang usaha baru yang akan dikembangkan, sehingga kinerja keuangan historis
proyek tidak ada.
2.5. Teknologi yang Digunakan
Dalam menghasilkan CPKO dan PKM, teknologi yang digunakan yaitu proses Kernel Crushing
Plant (KCP).
2.6. Latar Belakang Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-2
Page 29
dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing
tumbuh sebesar 1,30% dan 4,85%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
64,58%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar
5,04%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh
signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar
10,15%; dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki
peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-3
Page 30
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%;
diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar
8,66%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-4
Page 31
2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
terkontraksi sebesar 1,65%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
memiliki peran sebesar 19,57%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-
y). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti
Komponen PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar
2,81%; serta Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-5
Page 32
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
2.7. Kebutuhan Produksi atau Operasi
Kegiatan usaha industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) memerlukan
investasi modal tetap dan modal kerja serta tenaga ahli dalam bidang kelapa sawit. Investasi
modal tetap berupa pembelian tanah, pabrik kernel crushing plant yang terdiri dari
earthworks & site development, civil & building structural works, kernel crushing plant,
electrical works, dust & fume collecting system, others dan additional. Tenaga ahli dalam
bidang kelapa sawit telah dimiliki oleh Perseroan.
Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude
palm kernel oil) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian operasional
kernel crushing plant. Selain itu Proyek juga membutuhkan modal tetap sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Uraian Satuan
Satuan (Rp.000)
Tanah m2 14.875 3.718.750
Pabrik Kernel Crushing Plant
Earthworks & Site Development Unit Ls 1.100.000
Civil & Building Structural Works Unit Ls 30.840.720
Kernel Crushing Plant Unit Ls 32.030.380
Electrical Works Unit Ls 9.190.200
Dust & Fume Collecting System Unit Ls 1.815.600
Others Unit Ls 8.500.000
Additional Unit Ls 7.204.837
Jumlah 94.400.487
Fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut:
a. Tanah merupakan tambahan area yang diperlukan Proyek yang berada di dekat Pabrik
CPO BWPT saat ini.
b. Earthworks & Site Development merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah
untuk membentuk layout tapak pabrik sesuai dengan desain yang diperlukan yang
meliputi pekerjaan topografi, uji tanah, galian, timbunan, pemadatan dan finishing.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-6
Page 33
c. Civil & Building Structural Works merupakan pekerjaan sipil bangunan utama sebagai
penopang yang meliputi pondasi Jalan akses, drainase, pondasi mesin, struktur dan
bangunan pendukung (kantor, pos security, toilet).
d. Kernel Crushing Plant merupakan pemasangan mesin-mesin dan peralatan mekanikal
sehingga menjadi satu kesatuan yang berurutan dan terintegrasi yang berfungsi untuk
mengolah pengepresan biji kernel menjadi produk Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan
Palm Kernel Meal (PKM).
e. Electrical Works merupakan pekerjaan Listrik yang meliputi pemasangan panel control
motor starter, sub main cabling, motor & remote control cabling, lighting & power
socket, earthing & lightning protection system.
f. Dust & Fume Collecting System merupakan sistem exhaust untuk menghisap debu dan
uap akibat pengepresan biji kernel pada mesin press sehingga tidak bertabur di sekitar
mesin-mesin di dalam area KCP.
g. Others merupakan biaya license & legal permit dan unexpected cost.
h. Additional merupakan biaya tambahan selain disebutkan diatas yaitu, pembuatan PKO
Tank Cap. 2 x 2000 MT dan pembuatan pondasi dan pancang untuk 2 unit tangki PKO.
Berdasarkan informasi manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri
dengan jangka waktu pembangunan Proyek 12 bulan.
2.8. Hak Atas Kekayaan Intelektual
Sponsor proyek maupun Proyek tidak memiliki hak atas kekayaan intelektual atas proyek.
2.9. Peraturan dan Perundang-Undangan yang Terkait
Peraturan dan perundangan-undangan yang terkait adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4756);
2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran
Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);
3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5170);
4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5360);
5. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 131, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5433);
6. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
7. Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 Tentang Perindustrian;
8. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan;
9. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa
Sawit Berkelanjutan Indonesia;
10. Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pengembangan
Industri Nasional 2015 – 2035;
11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Perubahan atas Peraturan
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-7
Page 34
Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia,
Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan
Kelapa Sawit.
2.10. Aspek Lingkungan
Berikut adalah daftar kegiatan uji kualitas lingkungan yang akan dilakukan:
1. Pengukuran Emisi Gas: Melakukan pengukuran gas buang dari proses penghancuran
kernel untuk menilai tingkat polutan yang dihasilkan.
2. Analisis Kualitas Air: Mengambil contoh air dari sumber air di sekitar unit untuk
menganalisis kandungan zat-zat kimia yang berpotensi mencemari air.
3. Pengukuran Kebisingan: Mengukur tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin dan
peralatan operasional di unit kernel crushing plant untuk menilai dampaknya terhadap
lingkungan dan masyarakat sekitar.
4. Evaluasi Limbah Padat: Menganalisis jenis dan jumlah limbah padat yang dihasilkan
selama proses penghancuran kernel untuk menilai dampaknya terhadap lingkungan.
5. Pemantauan Kualitas Udara Ambien: Melakukan pemantauan terhadap kualitas udara
Ambien yang dihasilkan selama proses penghancuran untuk mengukur tingkat
pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.
6. Evaluasi Dampak Lingkungan: Menganalisis hasil dari seluruh kegiatan uji kualitas
lingkungan untuk mengevaluasi dampak keseluruhan dari operasi unit kernel crushing
plant terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
2.11. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Tidak ada modal dan strategi finansial khusus dalam menjalankan kegiatan usaha proyek.
Kebutuhan modal diperlukan untuk memenuhi investasi yang diperlukan untuk kegiatan usaha
industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil). Dalam usaha minyak mentah
inti kelapa sawit (crude palm kernel oil) hasil produksi tergantung dari yang akan digunakan.
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 dengan kapasitas pengolahan 200
MT per hari atau sekitar 60.000 MT per tahun yang berada di wilayah Desa Kumai Hulu,
Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Perseroan akan memperoleh bahan baku berupa PK dari internal BWPT dengan tetap
memperhatikan kualitas dan harga.
Strategi finansial yang digunakan adalah menyiapkan anggaran biaya operasional untuk
proyek dan memperoleh margin dari penjualan CPKO dan PKM. Berdasarkan informasi
manajemen sumber pembiayaan proyek seluruhnya dari modal sendiri dengan jangka waktu
pembangunan Proyek 12 bulan.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk II-8
Page 35
BAB III
ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1. Kondisi Pasar
Produksi minyak inti sawit
Kementerian Pertanian (Kementan) mengestimasikan luas perkebunan kelapa sawit Indonesia
mencapai 16,83 juta hektare (ha) pada 2023. Hal ini tertuang dalam laporan Statistik
Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023. Riau menjadi provinsi dengan perkebunan kelapa
sawit terluas di Indonesia. Luasnya 3,49 juta ha atau sekitar 20,75% dari total luas perkebunan
kelapa sawit nasional tahun ini. Di posisi kedua ada Kalimantan Tengah dengan luas
perkebunan kelapa sawit 2,03 juta ha. Disusul oleh Sumatera Utara dengan luas 2,01 juta ha.
Di sisi lain, provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit tersempit adalah Maluku Utara.
Provinsi itu hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 5,64 ribu ha. Kemudian, posisinya
diikuti Kepulauan Riau dan Gorontalo dengan luas perkebunan kelapa sawit masing-masing
6,65 ribu ha dan 10,39 ribu ha.
Grafik 1. Perkembangan Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Tahun 2017-2023
Sumber: Laporan Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023
Keterangan:
PR = Perkebunan Rakyat; PBN = Perkebunan Besar Negara; PBS = Perkebunan Besar Swasta; LAD = Luas akan
Dikonfirmasi; *) Angka Sementara; **) Angka Estimasi
Produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) mencapai 4,77 juta ton atau naik 5,66% dari
tahun sebelumnya (2022) yakni sebesar 4,52 juta ton.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan, kenaikan
produksi dari tahun 2022 ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal. Antara lain harga
minyak sawit menjelang akhir 2021 dan sepanjang 2022 relatif tinggi. Sehingga mendorong
pelaku usaha untuk mengelola kebunnya dengan baik, termasuk pemberian pupuk.
Faktor pendorong lainnya adanya perluasan areal yang telah menghasilkan di 2023. Hal ini
sesuai dengan data Kementerian Pertanian (Kementan) di periode 2017-2020 terdapat
perluasan 540.000 hektare (ha) dan diperkirakan pada 2023 akan ada penambahan areal
tanaman yang sudah menghasilkan (TM) seluas 260.000 ha.
Menurut GAPKI, musim kemarau yang berkepanjangan (el nino) yang semula diperkirakan
akan melanda Indonesia, ternyata tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa
sawit, karena melanda di sebagian besar Indonesia bagian selatan.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-1
Page 36
Untuk konsumsi dalam negeri menunjukkan kenaikan dari 21,24 juta ton pada 2022 menjadi
23,13 juta ton atau kenaikan sekitar 8,90%. Implementasi kebijakan biodiesel (B35) yang
secara efektif dilakukan pada Juli 2022 telah meningkatkan konsumsi minyak sawit sebesar
17,68% yakni dari 9,048 juta ton pada 2022 menjadi 10,65 juta ton di 2023. Dengan
diimplementasikannya B35, konsumsi biodiesel selama 2023 telah melampaui konsumsi untuk
pangan dalam negeri.
Pasar Ekspor minyak inti sawit
Perkembangan pasar ekspor minyak inti sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
permintaan global, harga minyak nabati lainnya, regulasi perdagangan serta kinerja industri
minyak kelapa sawit secara keseluruhan.
Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di 2022 menjadi
32,21 juta ton di 2023. Sedangkan ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami kenaikan
masing-masing sebesar 29 ribu ton dan 395 ribu ton.
Penurunan ekspor yang besar terjadi untuk tujuan Uni Eropa yakni 11,6%% dari 4,13 juta ton
di 2022 menjadi 3,70 juta ton di 2023. Sebaliknya ekspor untuk tujuan Afrika naik sebesar 33%
dari 3.183 ribu ton menjadi 4.232 ribu ton, Tiongkok naik 23% dari 6.280 ribu ton menjadi
7.736 ribu ton, India naik 8% dari 5.536 ribu ton menjadi 5.966 ribu ton, dan Amerika Serikat
naik 10% dari 2.276 ribu ton menjadi 2.512 ribu ton.
Turunnya harga rata-rata kelapa sawit selama 2023 dibanding 2022 di pasar Ciff Rotterdam
sebesar 28,7%. Rata-rata harga pada 2023 ialah US$964 per ton atau jauh lebih rendah
dibanding tahun sebelumnya dengan rata-rata US$1.352 per ton. Ini menyebabkan penurunan
nilai ekspor kelapa sawit Indonesia yang cukup signifikan dari US$39,07 miliar pada 2022
menjadi US$30,32 miliar pada 2023.
Perkembangan harga minyak inti sawit
Berbeda dengan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang mengalami
penurunan, harga minyak inti sawit mentah atau crude palm kernel oil (CPKO) justru semakin
meningkat. Hal ini bisa diketahui berdasarkan hasil tender harga CPKO yang diselenggarakan
oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) untuk periode Selasa (19/3/2024).
Dari informasi yang diperoleh elaeis.co bisa diketahui bahwa harga CPKO yang dihasilkan
tender tersebut telah tembus di level Rp 14.100-an per kilogram (Kg). Padahal pada pekan lalu
harga CPKO dari hasil tender PT KPBN statusnya adalah baru mendekati level Rp 14.000 per
Kg, tetapi kini malah sudah melejit.
Kebutuhan minyak inti sawit
Kebutuhan minyak inti sawit di dalam negeri dan luar negeri dapat bervariasi tergantung pada
sejumlah faktor termasuk industri yang menggunakannya, tren konsumsi global dan kebijakan
pemerintah terkait. Kebutuhan minyak inti sawit tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Kebutuhan di dalam negeri:
a. Industri Makanan dan Minuman
Minyak inti sawit (CPKO) digunakan dalam industri makanan dan minuman untuk
berbagai produk, seperti margarin, cokelat, es krim, dan makanan olahan lainnya.
Permintaan CPKO di sektor ini terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan populasi,
perubahan gaya hidup, dan preferensi konsumen.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-2
Page 37
b. Industri Kosmetik dan Personal Care
CPKO sering digunakan sebagai bahan baku dalam produk-produk kosmetik dan
perawatan pribadi seperti sabun, krim, dan produk perawatan kulit. Pertumbuhan
industri kosmetik dan perawatan pribadi di Indonesia dapat meningkatkan permintaan
akan CPKO.
c. Industri Farmasi
CPKO juga memiliki aplikasi dalam industri farmasi sebagai bahan baku dalam produksi
obat-obatan dan suplemen kesehatan tertentu.
d. Industri Kimia
Di sektor industri kimia, CPKO dapat digunakan dalam pembuatan berbagai produk
seperti pelarut, deterjen, dan bahan baku kimia lainnya.
2. Kebutuhan di luar negeri:
a. Industri Makanan dan Minuman
Permintaan CPKO di pasar internasional terutama didorong oleh industri makanan dan
minuman global yang menggunakannya dalam pembuatan produk seperti margarin,
cokelat, dan makanan ringan.
b. Industri Kosmetik dan Personal Care Global
Permintaan global untuk produk-produk kosmetik dan perawatan pribadi yang
menggunakan CPKO sebagai bahan baku juga dapat memengaruhi kebutuhan di pasar
internasional.
c. Industri Biodiesel
Beberapa negara menggunakan CPKO sebagai bahan baku dalam produksi biodiesel,
terutama di Eropa dan Amerika Utara, di mana peraturan mengenai bahan bakar
nabati semakin ketat.
d. Industri Farmasi Global
Seperti di Indonesia, CPKO juga digunakan dalam industri farmasi di berbagai negara
untuk pembuatan obat-obatan dan suplemen kesehatan.
3.2. Pesaing Usaha
Pihak-pihak yang menjadi pesaing adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis.
Pada kegiatan usaha kelapa sawit diantaranya adalah sebagai berikut:
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki pengolahan minyak inti sawit melalui anak
perusahaannya yaitu PT Tanjung Bina Lestari yang berlokasi di Sulawesi Barat. AALI
memiliki luas lahan 287.044 hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan
Sulawesi. Dari luasan tersebut, 214.815 hektar adalah perkebunan inti sedangkan 72.229
hektar adalah perkebunan plasma.
2. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO sebesar 283.659 metrik ton
pada 2023. Kenaikan ini ditopang peningkatan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS)
sebesar 4,8% dari 840.581 mt pada tahun 2022 menjadi 881.051 metrik ton (mt) pada
tahun 2023. Kenaikan produksi TBS tersebut didorong oleh produktivitas TBS yang lebih
tinggi pada tahun 2023 sebesar 20,3 mt/ha, meningkat 4,4% dari 19,4 mt/ha di tahun 2022.
Selain itu, ANJ juga berhasil menjual sebanyak 1.049 mt PKO, meningkat 13,1% secara
tahunan.
3. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit di
Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Pohon kelapa sawit pertama ditanam pada
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-3
Page 38
tahun 1990 di Sei Tampang, Negeri Lama. CSRA juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (POM) di
area perkebunan yang mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam
untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO). CSRA telah
memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 29.000 hektar, dimana sudah ditanami
seluas 19.453 hektar dan produksi TBS mencapai 259.948 per Oktober 2023.
4. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) memiliki lahan yang telah ditanam kelapa
sawit seluas 40.718,45 hektar. Sepanjang tahun 2022, STAA telah memproses lebih dari 1,9
juta ton tandan buah segar dan memproduksi lebih dari 403.309 ton minyak sawit mentah
(CPO) dan 90.485 ton inti sawit. Pada periode yang sama, kernel crushing facility telah
memproduksi lebih dari 35.047 ton minyak inti sawit mentah (CPKO) dan menghasilkan
41.736 ton palm kernel meal (PKM).
3.3. Target Pasar
Target pasar yang dituju untuk industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil)
adalah industri pangan dan non pangan antara lain sebagai berikut:
3. Pangan
f. Bahan baku minyak goreng
g. Cokelat
h. Margarin
i. Kue
j. Mie instan
4. Non Pangan
f. Kosmetik
g. Pupuk
h. Bahan baku biodiesel
i. Sabun, sampo
j. Pelumas
3.4. Strategi Pemasaran
Pemasaran produk CPKO yang akan dilakukan adalah menjual kepada beberapa produsen
produk yang memerlukan CPKO, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya.
Berdasarkan analisis kelayakan pasar yang mencakup kondisi pasar, pesaing usaha, target pasar dan
strategi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa aspek pasar proyek oleh sponsor proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk III-4
Page 39
BAB IV
ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan CPO dan PK sebagai produk utama BWPT. Total luas perkebunan BWPT
saat ini adalah + 87.000 hektar dan berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, sehubungan BWPT
saat ini sudah memproduksi dan menjual produk CPO, yang mana pembeli CPKO juga sebagian
besar membeli CPO yang sudah merupakan pelanggan BWPT saat ini, sehingga akan
memudahkan BWPT untuk memasarkan produk CPKO-nya, maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk yang telah dijual
BWPT saat ini.
4.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk sangat besar, namun sponsor proyek merupakan
Perusahaan multinasional yang telah berpengalaman dalam industri kelapa sawit sehingga
telah mengetahui dan dapat memenuhi standar mutu yang diharapkan oleh pasar.
Dari proses penanaman, panen dan pasca panen akan dilakukan Perseroan secara integrasi
sehingga biaya akan lebih efisien. Sedangkan kebanyakan kompetitor membeli PK dari petani
atau perusahaan yang kemudian di proses menjadi PKM dan CPKO sehingga kepastian supply
PK dari petani atau perusahaan kurang sustainable dikarenakan tergantung harga yang
ditawarkan dari petani atau perusahaan tersebut.
4.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Keunggulan BWPT adalah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana saat
ini produk utama BWPT adalah CPO dan PK yang merupakan bahan baku utama dari produk
CPKO. Dengan penambahan kegiatan usaha ini BWPT akan memiliki nilai tambah dari produk
yang telah dijual BWPT saat ini untuk menangkap peluang yang lebih luas.
BWPT dapat menciptakan nilai dan keunggulan dari penambahan kegiatan usaha, karena
dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha BWPT serta
memaksimalkan potensi bisnis BWPT. Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha,
BWPT akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba serta peluang untuk
keberlangsungan kegiatan usaha BWPT. Pengalaman yang dimiliki BWPT membuat penerapan
sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk kegiatan usaha yang
baru.
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan
dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai
dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis proyek oleh sponsor proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk IV- 1
Page 40
BAB V
ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
BWPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan kelapa sawit sejak
tahun 2000 dengan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sebagai produk utama BWPT.
CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah BWPT jual saat ini yang merupakan
bahan baku utama dari produk CPKO.
Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
5.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Sponsor proyek memiliki kapasitas dan kemampuan manajemen dalam mengelola Proyek,
karena sponsor proyek mempunyai tenaga kerja yang kompeten yang diperlukan dalam
mengelola usaha pengolahan kelapa sawit.
Perseroan memiliki tenaga ahli dalam bidang pengolahan kelapa sawit dengan pengalaman
lebih dari 20 tahun dengan bidang keahlian meliputi mill controller, electrical engineering,
mechanical engineering dan civil engineering.
5.3. Kesesuaian Organisasi dan Manajemen
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, salah satu faktor yang penting adalah kemampuan
dari pengelola (manajemen). Adapun struktur organisasi Perusahaan adalah sebagai berikut:
sumber: manajemen BWPT
a) Berikut tugas dan tanggung jawab dari setiap personil adalah sebagai berikut:
No. Nama Jabatan Tugas & Tanggung Jawab
1 Erick H. Ambarita Head Mill Ops & Eng Pengawasan Operasional 7 unit Mill & 1
unit KCP
2 Bahara Tua Tobing Mill Controller Pengawasan Operasional 3 unit Mill area
Kalteng & 1 unit KCP
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-1
Page 41
3 Sahat T. Sihotang Mill Manager Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
4 Zimmi Ardi Sr. Mill Asst Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
5 Fajri Risky Wahyudi Asst. Sortasi Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
6 Tri Syahputra S. Asst. Lab Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
7 Romanro Silalahi Asst. Maintenance Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
8 Risman Kornelius Sirait Asst. Proses 1 Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
9 Jami Jayri Mubaki Asst. Proses 2 Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
10 Suryanto Asst. Electrical Pekerjaan masih di Palm Oil Mill BWPT
b) Pekerjaan, jabatan, uraian pengalaman kerja, sertifikasi yang dimiliki dan seminar yang
pernah diikuti dari setiap personil adalah sebagai berikut:
No. Nama Jabatan Uraian
1 Erick H. Ambarita Head Mill Ops & Eng Pengalaman Kerja : 1992 - 2024 di
bidang pengolahan kelapa sawit (2
tahun Project & Operasional KCP)
Masa Kerja : 32 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : Seminar
Percepatan Pemanfaatan Biogas di
Jakarta 2024
2 Bahara Tua Tobing Mill Controller Pengalaman Kerja : 2004 - 2024
bekerja di pengolahan PKS, Rubber
Factory dan Pengawasan di Bulking
Kapasitas 17.000 Ton
Masa Kerja : 20 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : Sertifikasi
Manager Energi
Seminar yang pernah diikuti : Mill
Maintenance Training, Pelatihan AK3
Umum, More Precious Than Gold
Batch II, Seminar Nasional
'Implementasi Standar Terbaru SMK 3
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012
3 Sahat T. Sihotang Mill Manager Pengalaman Kerja : 2005 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 19 Tahun
Sertifikasi yang dimiliki : AK3 Umum,
di Cipanas
Seminar yang pernah diikuti : More
Presticious Than Gold (palembang)
4 Zimmi Ardi Sr. Mill Asst Pengalaman Kerja : 2007 - 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-2
Page 42
dibidang pengolahan kelapa sawit dan
turunan nya
Masa Kerja : 17 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : Total
Quality Management, Roundtable on
Sustainable Palm Oil, Indonesian
Sustainable Palm Oil dan International
Sustainability and Carbon Certification
5 Fajri Risky Wahyudi Asst. Sortasi Pengalaman Kerja : 2024 dibidang
pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 1 bulan
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch XII
6 Tri Syahputra S. Asst. Lab Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 5,5 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MT,
ASF, Training Pengendalian
Pencemaran Air
7 Romanro Silalahi Asst. Maintenance Pengalaman Kerja : 2019 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 5,5 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
Batch IV, ASF, Training Pegendalian
Pencemaran Udara
8 Risman Kornelius Sirait Asst. Proses 1 Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit.
Masa Kerja : 1 tahun
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch X, ASF
9 Jami Jayri Mubaki Asst. Proses 2 Pengalaman Kerja : 2023 - 2024
dibidang pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 8 Bulan
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch XI, ASF
10 Suryanto Asst. Electrical Pengalaman Kerja : 2024 dibidang
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-3
Page 43
pengolahan kelapa sawit
Masa Kerja : 1 bulan
Sertifikasi yang dimiliki : n/a
Seminar yang pernah diikuti : MDP
EHP Batch XII
5.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
Dalam menjalankan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), BWPT
tidak memerlukan manajemen kekayaan intelektual.
5.5. Manajemen Risiko
Dalam kegiatan industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil), risiko yang
mungkin terjadi adalah risiko cuaca, hama penyakit, suhu, kekeringan dan banjir. Adapun
sebagai pencegahan dan penanggulangan terhadap risiko - risiko di atas BWPT menerapkan
praktik agronomi yang baik.
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga kerja,
kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi, manajemen kekayaan
intelektual dan manajemen risiko dapat disimpulkan bahwa aspek model manajemen proyek oleh
sponsor proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk V-4
Page 44
BAB VI
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
6.1. Kapasitas Produksi
Perseroan akan membangun pabrik KCP seluas 21.875 m2 yang berada di wilayah Desa Kumai
Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dimana
lahan seluas 7.000 m2 saat ini telah dimiliki BWPT, namun masih diperlukan pembebasan lahan
seluas 14.875 m2 agar kebutuhan lahan telah sesuai dengan yang direncanakan BWPT.
Pabrik KCP yang akan dibangun BWPT memiliki kapasitas pengolahan 200 MT per hari atau
sekitar 60.000 MT per tahun. Hasil utama produk yang akan dihasilkan dari pabrik KCP berupa
CPKO dan PKM dengan rendemen masing-masing yang diasumsikan sebesar 45,00% dan
50,00% dari total produksi.
6.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Produk CPKO merupakan produk turunan dari PK yang telah dijual BWPT saat ini, pada tahun
2022 dan 2023 grup BWPT telah memproduksi PK masing-masing sebesar 51.862 MT dan
53.407 MT. Dengan kapasitas pengolahan KCP yang diasumsikan sebesar 60.000 MT per
tahun, dengan demikian ketersediaan bahan baku diperkirakan dapat mencukupi dan
mendukung rencana Proyek.
Tenaga kerja untuk Proyek telah tersedia sebanyak 10 orang yang telah berpengalaman dalam
berbagai bidang termasuk dalam melakukan operasional KCP.
6.3. Proses Produksi
Proses produksi adalah sebagai berikut:
m. Kernel Intake
Kernel intake adalah tempat penerimaan dan penampungan material kernel dari truck /
kapal.
n. First Press
First Press adalah mesin screw press pertama yang berfungsi untuk memeras PK menjadi
PKM dan minyak CPKO.
o. Second Press
Second Press adalah mesin screw press kedua, berfungsi untuk memeras PKM yang keluar
dari First Press untuk mengambil minyak masih tersisa.
p. Crude oil Tank 1
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil first press dan
second press.
q. Vibrating Screen
Vibrating Screen adalah alat untuk menyaring non oil solid (NOS) yang terdiri dari sisa PKM
yang berukuran besar dari minyak CPKO.
r. Crude oil Tank 2
Crude oil tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO setelah melewati vibrating
screen untuk umpan filter press.
s. Filter Press
Pressure Filter adalah alat untuk memisahkan minyak dari sisa pengotor halus yang masih
terikut yaitu dengan prinsip filtrasi untuk mendapatkan minyak bersih.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VI-1
Page 45
t. Product Tank
Product tank adalah wadah untuk menampung minyak CPKO dari hasil filter press sebelum
dipompakan ke storage tank.
u. Oil Storage Tank
CPKO Storage Tank adalah tempat penyimpanan produk dari KCP yang sebelum dilakukan
pengiriman.
v. CPKO Despatch
CPKO Despatch adalah kegiatan pengiriman CPKO Storage ke truk tangki / kapal.
w. PKM Store
PKM Storage adalah tempat penyimpanan produk PKM sebelum dilakukan pengiriman.
x. PKM Despatch
PKM despatch adalah kegiatan pengiriman PKM store ke truk / kapal
Alur proses produksi digambarkan sebagai berikut:
Berdasarkan analisis kelayakan teknis, dapat disimpulkan bahwa aspek teknis proyek oleh sponsor
proyek adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VI-2
Page 46
BAB VII
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Proyek diasumsikan sebagai entitas operasional yang lengkap tersendiri sebagai penambahan
kegiatan usaha Perusahaan.
7.1. Biaya Investasi
7.1.1. Modal Tetap
Investasi modal tetap meliputi tanah dan pabrik kernel crushing plant dengan rincian sebagai
berikut:
Tabel 7.1
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Biaya Investasi Modal Tetap
Jumlah Jumlah
Uraian Satuan
Satuan (Rp.000)
Tanah m2 14.875 3.718.750
Pabrik Kernel Crushing Plant
Earthworks & Site Development Unit Ls 1.100.000
Civil & Building Structural Works Unit Ls 30.840.720
Kernel Crushing Plant Unit Ls 32.030.380
Electrical Works Unit Ls 9.190.200
Dust & Fume Collecting System Unit Ls 1.815.600
Others Unit Ls 8.500.000
Additional Unit Ls 7.204.837
Jumlah 94.400.487
Keterangan : Berdasarkan informasi manajemen, pada tanggal penilaian biaya investasi tersebut belum ada, sehingga biaya
investasi tersebut diperlukan pada awal tahun proyeksi sebelum proyek beroperasi.
Sumber : Manajemen Perseroan.
7.1.2. Modal Kerja
Perkiraan Investasi modal kerja pada awal produksi, perinciannya adalah sebagai berikut:
Tabel 7.2
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perkiraan Biaya Modal Kerja Turnover 1 Siklus
(Rp.000)
Turnover
Uraian (Siklus) Jumlah
(bulan)
Beban Pokok Penjualan 1 7.166.225
Beban penjualan 1 66.210
Beban maintenance 1 58.420
Beban overhead 1 38.947
Jumlah 7.329.802
Keterangan : Beban pokok penjualan terdiri dari pembelian palm kernel dan biaya processing
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Beban pokok penjualan terdiri dari :
- Pembelian palm kernel yang diasumsikan sebesar 91,00% dari penjualan tahun ke-1.
- Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari penjualan tahun ke 1.
Beban penjualan diasumsikan sebesar 0,85% dari penjualan tahun ke-1.
Beban maintenance diasumsikan sebesar 0,75% dari penjualan tahun ke-1.
Beban overhead diasumsikan sebesar 0,50% dari penjualan tahun ke-1.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-1
Page 47
7.1.3. Kebutuhan Biaya Investasi
Kebutuhan biaya investasi proyek adalah sebagai berikut:
(Rp.000)
- Modal Tetap 94.400.487
- Modal Kerja 7.329.802
Jumlah Investasi 101.730.289
7.2. Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan proyek untuk modal tetap dan modal kerja seluruhnya dari modal sendiri,
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7.3
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Sumber Pembiayaan
(Rp.000)
Sumber Pembiayaan
Uraian Total
Modal Sendiri Kredit
A.Modal Tetap 94.400.487 - 94.400.487
B.Modal Kerja 7.329.802 - 7.329.802
Jumlah 101.730.289 - 101.730.289
Struktur Pembiayaan 100,00% 0,00% 100,00%
Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
Dengan demikian perbandingan kredit terhadap modal sendiri (Debt/Equity) proyek tersebut
adalah 0 : 100, atau seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri.
7.3. Persyaratan Kredit
Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, seluruhnya dibiayai oleh modal sendiri, sehingga
tidak ada persyaratan kredit.
7.4. Biaya Operasional
Biaya operasional terdiri dari Beban Pokok Penjualan dan Beban Penjualan. Beban Pokok
Penjualan dan Beban Penjualan tahun pertama adalah sebagai berikut:
Tabel 7.4
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perkiraan Biaya Operasional Tahun Pertama Operasi
(Rp.000)
Uraian Jumlah
Beban Pokok Penjualan 85.994.700
Beban Usaha 1.962.923
Beban penjualan 794.516
Beban maintenance 701.044
Beban overhead 467.363
Jumlah 87.957.623
Sumber: Manajemen Perseroan, disesuaikan
7.5. Biaya Bahan Baku Mentah
Proyek adalah usaha minyak mentah inti kelapa sawit yang membutuhkan palm kernel untuk
proses pengolahan menjadi minyak mentah inti kelapa sawit yang telah diperhitungkan dalam
beban pokok penjualan. Kebutuhan palm kernel untuk proyek Perseroan diperkirakan sebesar
91,00% dari penjualan.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-2
Page 48
7.6. Asumsi – Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
Proyeksi disajikan selama 5 tahun dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
7.6.1. Proyeksi Laba Rugi
- Proyeksi penjualan diasumsikan sebagai berikut:
o Kapasitas pengolahan diasumsikan sebesar 60.000 MT/Tahun dengan asumsi akan
dijalankan pada kuartal ke 2 di tahun pertama dan selanjutnya diasumsikan kapasitas
pengolahan sebesar 60.000 MT/Tahun.
o Utilitas pengolahan tahun pertama diasumsikan sebesar 55,00%, tahun kedua
diasumsikan sebesar 65,00%, dan selanjutnya diasumsikan 75,00% setiap tahun.
o Rendemen CPKO diasumsikan sebesar 45,00% setiap tahun.
o Harga jual CPKO diasumsikan sebesar Rp 10.000.000/MT dengan kenaikan 3,00% per
tahun.
o Rendemen PKM diasumsikan sebesar 50,00% setiap tahun.
o Harga jual PKM diasumsikan sebesar Rp 2.000.000/MT dengan kenaikan 3,00% per
tahun.
Proyeksi penjualan disajikan sebagai berikut :
Tabel 7.5
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
0 1 2 3 4 5
Kapasitas Pengolahan Kernel Crushing Plant (MT/Tahun) 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Utilitas (%) 55,00% 65,00% 75,00% 75,00% 75,00%
Produksi (MT) 16.500 39.000 45.000 45.000 45.000
Rendemen (%) 45,00% 45,00% 45,00% 45,00% 45,00%
Produksi Palm Kernel Oil (PKO) (MT) 7.425 17.550 20.250 20.250 20.250
Kenaikan harga jual (%) 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Harga jual (MT/Rp.000) 10.000,00 10.300,00 10.609,00 10.927,27 11.255,09 11.592,74
Penjualan PKO 76.477.500 186.187.950 221.277.218 227.915.534 234.753.000
Rendemen (%) 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00%
Produksi Palm Kernel Meal (PKM) (MT) 8.250 19.500 22.500 22.500 22.500
Kenaikan harga jual (%) 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Harga jual (MT/Rp.000) 2.000,00 2.060,00 2.121,80 2.185,45 2.251,02 2.318,55
Penjualan PKM 16.995.000 41.375.100 49.172.715 50.647.896 52.167.333
TOTAL PENJUALAN 93.472.500 227.563.050 270.449.933 278.563.430 286.920.333
- Proyeksi beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut:
o Biaya pembelian palm kernel diasumsikan sebesar 91,00% dari total penjualan setiap
tahun.
o Biaya processing diasumsikan sebesar 1,00% dari total penjualan setiap tahun.
- Proyeksi beban pokok penjualan disajikan sebagai berikut :
Tabel 7.6
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Pokok Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Palm Kernel Purchase 91,00% 85.059.975 207.082.376 246.109.439 253.492.722 261.097.503
Processing cost 1,00% 934.725 2.275.631 2.704.499 2.785.634 2.869.203
Beban Pokok Penjualan 85.994.700 209.358.006 248.813.938 256.278.356 263.966.707
- Proyeksi beban penjualan diasumsikan sebesar 0,85% dari total penjualan setiap tahun
disajikan sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-3
Page 49
Tabel 7.7
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Penjualan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Beban penjualan 0,85% 794.516 1.934.286 2.298.824 2.367.789 2.438.823
Beban penjualan 794.516 1.934.286 2.298.824 2.367.789 2.438.823
- Proyeksi beban maintenance tahun ke-1 diasumsikan sebesar 0,75% dari total penjualan
dan tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan sebagai berikut:
Tabel 7.8
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Maintenance
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Kenaikan beban maintenance 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban maintenance 0,75% ke pendapatan 701.044 722.075 743.737 766.049 789.031
Beban maintenance 701.044 722.075 743.737 766.049 789.031
- Proyeksi beban overhead tahun ke-1 diasumsikan sebesar 0,50% dari total penjualan dan
tahun selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap tahun disajikan sebagai berikut:
Tabel 7.9
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Beban Overhead
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Kenaikan beban overhead 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban overhead 0,50% ke pendapatan 467.363 481.383 495.825 510.700 526.021
Beban overhead 467.363 481.383 495.825 510.700 526.021
- Penyusutan
Perhitungan beban penyusutan disajikan pada lampiran 1.
- Bunga
Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit, sehingga beban bunga diasumsikan tidak ada
(nol).
- Pajak
Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% laba sebelum pajak dengan menerapkan tax loss
carry forward.
Proyeksi Laba Rugi disajikan pada Tabel 7.10.
7.6.2. Proyeksi Posisi Keuangan
- Piutang Usaha
Piutang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari penjualan.
- Persediaan
Persediaan diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari beban pokok penjualan.
- Aset Tetap
Perhitungan nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku aset tetap disajikan pada
lampiran 1.
- Utang Usaha
Utang usaha diasumsikan dengan turnover 1 bulan dari biaya operasional.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-4
Page 50
- Utang Bank
Proyek tidak menggunakan fasilitas kredit dari bank, sehingga utang bank diasumsikan tidak
ada (nol).
- Modal sendiri
Modal sendiri pada tahun ke-1 adalah sebesar biaya investasi modal tetap dan biaya
investasi modal kerja serta tahun selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan tahun ke-1.
- Saldo laba (rugi)
Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan dengan
saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Proyeksi Posisi Keuangan disajikan pada Tabel 7.11.
7.6.3. Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas disajikan pada Tabel 7.12.
Berdasarkan proyeksi arus kas tersebut, terlihat akumulasi kas selalu positif setiap tahun dan
saldo kas bersih kumulatif pada akhir tahun ke-5 adalah Rp 26.389.374 ribu.
Tabel 7.10
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Laba Rugi
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
PENJUALAN #### 93.472.500 227.563.050 270.449.933 278.563.430 286.920.333
BEBAN POKOK PENJUALAN (85.994.700) (209.358.006) (248.813.938) (256.278.356) (263.966.707)
LABA KOTOR 7.477.800 18.205.044 21.635.995 22.285.074 22.953.627
Beban Usaha (1.962.923) (3.137.744) (3.538.387) (3.644.538) (3.753.874)
Beban penjualan (794.516) (1.934.286) (2.298.824) (2.367.789) (2.438.823)
Beban maintenance (701.044) (722.075) (743.737) (766.049) (789.031)
Beban overhead (467.363) (481.383) (495.825) (510.700) (526.021)
EBITDA 3.551.955 11.929.555 14.559.221 14.995.998 15.445.878
Penyusutan (4.534.087) (5.259.541) (5.984.995) (6.710.449) (7.435.902)
EBIT (982.132) 6.670.015 8.574.227 8.285.549 8.009.975
Beban Bunga - - - - -
EBT (982.132) 6.670.015 8.574.227 8.285.549 8.009.975
Tarif Pajak % EBT -22,00% -22,00% -22,00% -22,00% -22,00%
Pajak - (1.251.334) (1.886.330) (1.822.821) (1.762.195)
EAT (982.132) 5.418.680 6.687.897 6.462.729 6.247.781
Rasio Profitabilitas Rata-rata
Margin Laba Kotor 8,00% 8,00% 8,00% 8,00% 8,00% 8,00%
Margin EBITDA 5,04% 3,80% 5,24% 5,38% 5,38% 5,38%
Margin EBIT 2,16% -1,05% 2,93% 3,17% 2,97% 2,79%
Margin EBT 2,16% -1,05% 2,93% 3,17% 2,97% 2,79%
Margin EAT 1,66% -1,05% 2,38% 2,47% 2,32% 2,18%
Return of Investment 4,69% -0,97% 5,33% 6,57% 6,35% 6,14%
Keterangan :
- Perhitungan penyusutan disajikan pada Lampiran 1
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-5
Page 51
Tabel 7.11
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Posisi Keuangan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar 21.766.732 39.097.959 51.431.575 61.599.518 72.296.628
Kas dan Setara Kas 6.811.132 2.687.871 8.159.586 17.029.369 26.389.374
Piutang Usaha 1 bulan 7.789.375 18.963.588 22.537.494 23.213.619 23.910.028
Persediaan 1 bulan 7.166.225 17.446.501 20.734.495 21.356.530 21.997.226
Aset Tidak Lancar 86.147.650 84.515.379 82.157.654 79.074.475 75.265.842
Aset Tetap
Nilai Perolehan 90.681.737 94.309.007 97.936.276 101.563.546 105.190.815
Akumulasi Penyusutan 4.534.087 9.793.628 15.778.622 22.489.071 29.924.973
Nilai Buku 86.147.650 84.515.379 82.157.654 79.074.475 75.265.842
JUMLAH ASET 107.914.382 123.613.338 133.589.229 140.673.993 147.562.470
LIABILITAS 7.166.225 17.446.501 20.734.495 21.356.530 21.997.226
Liabilitas Jangka Pendek 7.166.225 17.446.501 20.734.495 21.356.530 21.997.226
Utang Usaha 1 bulan 7.166.225 17.446.501 20.734.495 21.356.530 21.997.226
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Utang bank - - - - -
EKUITAS 100.748.157 106.166.838 112.854.734 119.317.463 125.565.244
Modal Sendiri 101.730.289 101.730.289 101.730.289 101.730.289 101.730.289
Saldo Laba (982.132) 4.436.548 11.124.445 17.587.174 23.834.955
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 107.914.382 123.613.338 133.589.229 140.673.993 147.562.470
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Rata-rata
Current Ratio 278,60% 303,74% 224,10% 248,05% 288,43% 328,66%
Debt to Equity Ratio 15,47% 7,11% 16,43% 18,37% 17,90% 17,52%
Debt to Assets Ratio 13,27% 6,64% 14,11% 15,52% 15,18% 14,91%
Keterangan : Perhitungan Aset Tetap penyusutan disajikan pada Lampiran 1
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Tabel 7.12
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Arus Kas
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Laba Bersih (982.132) 5.418.680 6.687.897 6.462.729 6.247.781
Penyusutan 4.534.087 5.259.541 5.984.995 6.710.449 7.435.902
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha (7.789.375) (11.174.213) (3.573.907) (676.125) (696.409)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (7.166.225) (10.280.276) (3.287.994) (622.035) (640.696)
Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha 7.166.225 10.280.276 3.287.994 622.035 640.696
Jumlah Perubahan Modal Kerja (7.789.375) (11.174.213) (3.573.907) (676.125) (696.409)
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Operasi (4.237.420) (495.991) 9.098.985 12.497.052 12.987.275
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset Tetap (Nilai Perolehan) (90.681.737) (3.627.269) (3.627.269) (3.627.269) (3.627.269)
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Investasi (90.681.737) (3.627.269) (3.627.269) (3.627.269) (3.627.269)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Modal Sendiri 101.730.289 - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank - - - - -
Jumlah Arus Kas yang diperoleh (digunakan) Dari Kegiatan Pendanaan 101.730.289 - - - -
KAS DAN SETARA KAS TAHUN BERJALAN 6.811.132 (4.123.261) 5.471.715 8.869.783 9.360.005
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN - 6.811.132 2.687.871 8.159.586 17.029.369
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 6.811.132 2.687.871 8.159.586 17.029.369 26.389.374
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
7.7. Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
𝐹𝐶
𝐵𝐸𝑃 =
𝑉𝐶
1 − 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-6
Page 52
Dimana :
FC : Biaya tetap
VC : Biaya variabel
𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒 : Penjualan
Dalam perhitungan Break Even Point (BEP), beban maintenance dan beban overhead
digolongkan sebagai biaya tetap (fixed cost) dan beban pokok penjualan dan beban penjualan
sebagai biaya variabel (variable cost). Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh
BEP dalam Rupiah untuk masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan penjualan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk
penjualan adalah sebagai berikut:
Tabel 7.13
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Analisis Break Even Point (BEP)
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
Rata-rata 1 2 3 4 5
Penjualan 93.472.500 227.563.050 270.449.933 278.563.430 286.920.333
Beban pokok penjualan (Variable Cost ) 85.994.700 209.358.006 248.813.938 256.278.356 263.966.707
Beban penjualan (Variable Cost ) 794.516 1.934.286 2.298.824 2.367.789 2.438.823
Beban maintenance (Fixed Cost ) 701.044 722.075 743.737 766.049 789.031
Beban overhead (Fixed Cost) 467.363 481.383 495.825 510.700 526.021
BEP Penjualan (Rp.000) 25.867.575 16.341.346 24.178.574 28.735.305 29.597.364 30.485.285
Rata-rata BEP penjualan dalam Rupiah selama umur proyeksi adalah sebesar Rp 25.867.575
ribu.
7.8. Analisis Profitabilitas
Analisis Profitabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba Rugi dalam Tabel
7.10.
Rata-rata rasio profitabilitas selama umur proyeksi adalah sebagai berikut:
Tahun Proyeksi
Rasio Profitabilitas Rata-rata
1 2 3 4 5
Pendapatan (a) Rp.000 93.472.500 227.563.050 270.449.933 278.563.430 286.920.333
Laba kotor (b) Rp.000 7.477.800 18.205.044 21.635.995 22.285.074 22.953.627
EBITDA (c) Rp.000 3.551.955 11.929.555 14.559.221 14.995.998 15.445.878
EBIT (d) Rp.000 - 982.132 6.670.015 8.574.227 8.285.549 8.009.975
EBT (e) Rp.000 - 982.132 6.670.015 8.574.227 8.285.549 8.009.975
EAT (f) Rp.000 - 982.132 5.418.680 6.687.897 6.462.729 6.247.781
Margin Laba Kotor (b/a) 8,00% 8,00% 8,00% 8,00% 8,00% 8,00%
Margin EBITDA (c/a) 3,80% 5,24% 5,38% 5,38% 5,38% 5,04%
Margin EBIT (d/a) -1,05% 2,93% 3,17% 2,97% 2,79% 2,16%
Margin EBT (e/a) -1,05% 2,93% 3,17% 2,97% 2,79% 2,16%
Margin EAT (f/a) -1,05% 2,38% 2,47% 2,32% 2,18% 1,66%
7.9. Analisis Return on Investment (ROI)
Analisis Return on Invetment (ROI) selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Laba
Rugi dalam Tabel 7.10.
Tahun
Return on Invesment Rata-rata
1 2 3 4 5
Laba bersih/EAT (a) Rp.000 - 982.132 5.418.680 6.687.897 6.462.729 6.247.781
Jumlah investasi (b) Rp.000 101.730.289 101.730.289 101.730.289 101.730.289 101.730.289
ROI (a/b) -0,97% 5,33% 6,57% 6,35% 6,14% 4,69%
Rata-rata ROI selama umur proyeksi adalah sebesar 4,69%.
7.10. Analisis Likuiditas dan Solvabilitas
Analisis Likuiditas dan Solvabilitas selama umur proyeksi, dapat dilihat pada Proyeksi Posisi
Keuangan dalam Tabel 7.11.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-7
Page 53
Likuiditas dan solvabilitas proyek cukup tinggi selama umur proyeksi. Rata-rata nilai indikator
current ratio, debt to equity ratio dan debt to asset ratio selama umur proyeksi, adalah sebagai
berikut:
Tahun
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Rata-rata
1 2 3 4 5
Aset lancar (a) Rp.000 21.766.732 39.097.959 51.431.575 61.599.518 72.296.628
Total aset (b) Rp.000 107.914.382 123.613.338 133.589.229 140.673.993 147.562.470
Liabilitas jangka pendek (c) Rp.000 7.166.225 17.446.501 20.734.495 21.356.530 21.997.226
Total liabilitas (d) Rp.000 7.166.225 17.446.501 20.734.495 21.356.530 21.997.226
Ekuitas (e) Rp.000 100.748.157 106.166.838 112.854.734 119.317.463 125.565.244
Current Ratio (a/c) 303,74% 224,10% 248,05% 288,43% 328,66% 278,60%
Debt to Equity Ratio (d/e) 7,11% 16,43% 18,37% 17,90% 17,52% 15,47%
Debt to Asset Ratio (d/b) 6,64% 14,11% 15,52% 15,18% 14,91% 13,27%
7.11. Analisis Kelayakan Proyek
Penentuan Tingkat Diskonto
Feasibilitas kelayakan proyek ditentukan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya ekuitas
(Cost of Equity, Ke), yang dihitung dengan formula sebagai berikut :
Biaya ekuitas dihitung dengan formula :
Ke = Rf + ß.Rpm - CDS
Dimana :
Ke = Biaya Ekuitas
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko
ß = Beta, yaitu faktor yang meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas
Rpm = Premi Risiko Ekuitas
CDS = Credit Default Spread
Dari hasil perhitungan parameter-parameter tersebut diatas, maka tingkat diskonto industri
sejenis yaitu industri Farming/Agriculture adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai Sumber Keterangan
Penilai Harga Efek Tenor 30 Tahun Per 29
Rf = 6,89%
Indonesia Desember 2023
RPm = 7,38% Damodaran Publikasi Januari 2024
Credit Default Spread (CDS) = 2,07% Damodaran Publikasi Januari 2024
Farming/Agriculture
Unleverage Beta = 0,50 Damodaran
Publikasi Januari 2024
Tax 22,00% PPh Badan
Farming/Agriculture
DER Industri = 66,97% Damodaran
Publikasi Januari 2024
Beta Releverage = 0,760 Hasil Perhitungan Bu x (1+((1-Tax)*DER))
Cost of Equity (Ke) = 10,43% Hasil Perhitungan (Rf+(Beta * RPm) - CDS
Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas dan Terminal Value
Nilai Terminal (Terminal Value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
setelah akhir tahun proyeksi dengan capitalization rate sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam
hal ini, asumsi yang digunakan terhadap subyek penilaian adalah perusahaan yang bersifat
going concern, dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada
pemilik atau manajemen perusahaan.
Terminal Value dihitung dengan formula:
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-8
Page 54
𝑖(1+𝑔)
𝑇𝑉 =
𝑟−𝑔
Dimana :
TV : Terminal Value
𝑖 : Free Cash Flow
𝑔 : Tingkat Pertumbuhan
𝑟 : Tingkat diskonto, Ke
Dalam perhitungan ini kami menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,00% sehingga
capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,43% - 3,00% = 7,43%.
Internal Rate of Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
Perhitungan IRR dan NPV proyek selama umur proyeksi menghasilkan IRR sebesar 12,15%
lebih besar dari tingkat diskonto Ke sebesar 10,43% dan NPV sebesar Rp 5.413.802 ribu lebih
besar dari nol.
Dengan nilai indikator kelayakan tersebut, dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa
proyek layak.
Perhitungan IRR dan NPV adalah sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Perhitungan Kelayakan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian Kini
1 2 3 4 5
Free Cash Flow to Equity
EAT - (982.132) 5.418.680 6.687.897 6.462.729 6.247.781
(+) Penyusutan - 4.534.087 5.259.541 5.984.995 6.710.449 7.435.902
(+/-) Net debt - - - - - -
(+/-) Perubahan Modal Kerja - (7.789.375) (11.174.213) (3.573.907) (676.125) (696.409)
(-) Capex - (90.681.737) (3.627.269) (3.627.269) (3.627.269) (3.627.269)
Jumlah Arus Kas Bersih - (94.919.157) (4.123.261) 5.471.715 8.869.783 9.360.005
Terminal Value
Discount Rate 10,43%
Growth 3,00%
Terminal Caprate 7,43%
Terminal Value 129.768.576
Jumlah - (94.919.157) (4.123.261) 5.471.715 8.869.783 139.128.581
Discount Rate 10,43% 10,43% 10,43% 10,43% 10,43% 10,43%
Discount Factor 1,000 0,906 0,820 0,743 0,672 0,609
Present Value - (85.954.740) (3.381.215) 4.063.229 5.964.538 84.721.989
NPV 5.413.802
IRR Ke 10,43% 12,15%
7.12. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan penjualan dan kenaikan beban
pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
Analisis Sensitivitas
IRR (%) Penurunan Penjualan
Kenaikan BPP 0,00% 0,07% 0,14% 0,21% 0,22%
0,00% 12,15% 11,59% 11,04% 10,47% 10,39%
0,08% 11,56% 11,00% 10,44% 9,86%
0,16% 10,97% 10,40%
0,23% 10,44% 9,87%
0,24% 10,37%
Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas (Ke) 10,43%, apabila IRR > biaya
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-9
Page 55
ekuitas maka investasi layak.
Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan penjualan dengan
BPP (tetap) maka investasi layak dengan penurunan penjualan sampai 0,21% (IRR = 10,47%),
jika penjualan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga 0,23%
(IRR = 10,44%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP, maka investasi layak
dengan penurunan pendapatan hingga 0,14% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 0,08%
(IRR = 10,44%).
Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan BPP.
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII-10
Page 56
LAMPIRAN Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
Page 57
LAMPIRAN 1
Kegiatan Usaha Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (KBLI 10432)
Proyeksi Nilai Perolehan, Penyusutan, Akumulasi Penyusutan dan Nilai Buku Aset Tetap
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
1 2 3 4 5
Nilai Perolehan 90.681.737 94.309.007 97.936.276 101.563.546 105.190.815
Tanah 3.718.750 3.718.750 3.718.750 3.718.750 3.718.750
Pabrik Kernel Crushing Plant 90.681.737 90.681.737 90.681.737 90.681.737 90.681.737
Capex tahun Ke-1 3.627.269 3.627.269 3.627.269 3.627.269
Capex tahun Ke-2 3.627.269 3.627.269 3.627.269
Capex tahun Ke-3 3.627.269 3.627.269
Capex tahun Ke-4 3.627.269
Capex tahun Ke-5
Penyusutan 4.534.087 5.259.541 5.984.995 6.710.449 7.435.902
Pabrik Kernel Crushing Plant 20 tahun 4.534.087 4.534.087 4.534.087 4.534.087 4.534.087
Capex tahun Ke-1 5 tahun - 725.454 725.454 725.454 725.454
Capex tahun Ke-2 5 tahun - - 725.454 725.454 725.454
Capex tahun Ke-3 5 tahun - - - 725.454 725.454
Capex tahun Ke-4 5 tahun - - - - 725.454
Capex tahun Ke-5 5 tahun - - - - -
Akumulasi Penyusutan 4.534.087 9.793.628 15.778.622 22.489.071 29.924.973
Nilai Buku 86.147.650 84.515.379 82.157.654 79.074.475 75.265.842
Sumber : Manajemen Perseroan, disesuaikan
Laporan Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk VII- 2
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building
p.1
unresolved
person
IGD N Yetna Setia
p.1
unresolved
org
Pusat Statistik
p.1 ×5
unresolved
person
Rizka Dewi Sulistyorini
· Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
PT BW Plantation
p.3 ×2
unresolved
person
Paulus Widodo Sugeng Haryono
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
person
Novita Puspitarini
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.3 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.3 ×3
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3 ×3
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.4 ×4
unresolved
org
PT KPBN
p.4 ×3
unresolved
org
PT Tanjung Bina Lestari
p.5 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilaian Publik Iskandar dan Rekan
p.8
unresolved
org
Plantations Tbk
p.12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.12 ×2
unresolved
org
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.18 ×3
unresolved
—
Telepon/Fax
p.22
unresolved
org
Studi Kelayakan PT Eagle High Plantations Tbk
p.22
unresolved
person
Erick H. Ambarita
· Head Mill Ops & Eng
p.24 ×2
unresolved
person
H. Ambarita
p.24 ×3
unresolved
—
MAPPI
· Penilai
p.25
unresolved
org
Menteri
p.27
unresolved
org
PT Rajawali Capital International
p.27
unresolved
org
FIC Properties Sdn Bhd
p.27
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.29 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.30
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.33 ×2
unresolved
org
PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara
p.36
unresolved
—
Bahara Tua Tobing
· Mill Controller
p.40 ×2
unresolved
—
Sahat T. Sihotang
· Mill Manager
p.41
unresolved
—
Zimmi Ardi
· Sr. Mill Asst
p.41
unresolved
org
Farming
p.53
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
3826 ms
12 Sep 2026 23:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}