Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
TANYA JAWAB PUBLIC EXPOSE
PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk
Ballroom 1, Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City,
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 28, Jakarta 11470.
Tanggal 3 April 2024
__________________________________________________________________________________
1. Pertanyaan Bpk. Tito dari Reorg :
a. Pertanyaan pertama terkait keuangan Japfa, apakah bisa dikasih guidance di tahun 2024 untuk
revenue, CAPEX dan EBITDA?
b. Saya ingin zooming utang Japfa yang sekitar Rp. 4 Triliun yang tahun ini akan due, beberapa
jumlahnya lumayan besar, seperti ke Mandiri Rp. 1.5 Triliun, di BNI Rp. 1 Triliun, sementara
cash-nya Japfa hanya sekitar Rp. 1.5 Triliun, rencananya bagaimana untuk utang yang akan
due di tahun ini, apakah ada pembicaraan dengan lenders untuk extend (karena kan setiap
tahun biasanya extend) apakah ada extend lagi setahun-setahun, apakah mungkin lebih
panjang extend-nya?
Jawaban Bpk. Putut Djagiri
Menjawab pertanyaan mengenai guidance 2024 mengenai revenue CAPEX dan EBITDA, kita akan
memberikan secara garis besar mengenai kondisi usaha perusahaan dan kedepannya seperti apa,
akan dibantu oleh Bpk. Budiarto Soebijanto dan mengenai CAPEX akan dibantu oleh Bpk. Erwin
Djohan.
Jawaban Bpk. Budiarto Soebijanto
Bisnis perunggasan ini sebetulnya, sebelum kita bicara tahun 2024 ke depan, sejak beberapa
tahun belakangan memang kita mengalami kondisi yang tidak terlalu kondusif, faktor utamanya
kita semua sudah banyak yang mendengar bahwa terjadi fluktuasi terutama harga live bird, juga
DOC di bidang breeding farm, itu yang menyebabkan beban yang cukup berat bagi banyak
perusahaan yang bergerak di bidang perunggasan. Penyebab utama yang paling jelas adalah
karena memang kasat mata itu adalah over supply, terutama semenjak pandemi Covid-19 yang
lalu, mulai masuk di tahun 2020 yang menyebabkan demand yang menurun sedangkan supply
masih cukup tinggi, itulah yang dikatakan terjadi over supply, hingga harga live bird anjlok begitu
berat sejak beberapa tahun, ada sedikit fluktuasi mengangkat seperti di atas tapi kemudian anjlok
lagi, dan ini yang menyebabkan daya tahan bagi banyak perusahaan perunggasan cukup rentan
terhadap kesulitan.
Apa yang kita lihat dari situasi itu sampai sekarang sebetulnya sampai tahun lalu, tahun 2023,
masih mengalami situasi yang cukup berat, pada kuartal pertama kita tahu bahwa harga live bird
anjlok luar biasa, termasuk DOC-nya, ada sedikit recovery beberapa fluktuasi di pertengahan
tahun, tapi di kuartal keempat mengalami penurunan kembali. Dan itulah yang saya kira
menyebabkan, bukan hanya Japfa tapi banyak industri di bidang ini mengalami penurunan kinerja.
Apa yang kita lakukan untuk mengantisipasi itu? Tentu banyak hal, internal kita melakukan efisiensi
produktifitas dengan banyak melakukan inovasi teknologi, digitalisasi, automation, dan sebagainya,
dan juga bahan baku yang menambah kesulitan, seperti yang tadi disampaikan Pak Putut,
melonjak begitu hebat, karena dampak el nino, harga jagung yang biasanya sekitar Rp. 5.000,-
sampai dengan Rp. 5.500,- pada menjelang akhir tahun dan sampai pada awal tahun kemarin
Page 6
harga jagung mencapai Rp. 9.000,- dan ini beban yang tidak mudah untuk disampaikan langsung kepada peternak karena situasinya sangat berat. Berbagai kondisi ini membuat kita harus melakukan suatu manuver, langkah-langkah yang sangat strategic, yaitu introspeksi ke dalam, konsolidasi ke dalam, efisiensi dilakukan dan inovasi-inovasi penggunaan bahan baku alternatif untuk mencegah kenaikan atau lonjakan bahan baku yang luar biasa berdampak pada cost dari pakan yang mempengaruhi sekitar 70% dari biaya produksi ayam. Ke depannya bagaimana? Saya kira, baik itu faktor makro yang belum selesai sampai hari ini seperti tadi sudah disampaikan, dan faktor-faktor yang teknis di bidang industri kita sendiri juga belum sepenuhnya teratasi. Hari ini memang tampak seperti ada perbaikan harga live bird dan juga DOC beberapa waktu, hal ini memberikan nafas bagi kita di kuartal I ini kelihatannya ada hawa segar, sehingga kita sendiri hari ini agak merasa lega. Kita harapkan setelah lebaran, dan ini juga ditunjang permintaan menjelang lebaran minggu depan. Bagaimana setelah lebaran, kita lihat mudah-mudahan demand-nya tidak terus anjlok. Saya juga melihat hasil pemilu kita lihat situasinya cukup kondusif yang banyak orang khawatir mungkin tadinya apakah akan terjadi ketidaknyamanan tetapi ternyata bisa teratasi dengan baik, selesai dengan baik prosesnya, dan kami melihat ada satu program pemerintah yang cukup menarik, yaitu diantaranya adalah memberikan perbaikan gizi masyarakat umum terutama yang di middle low income, dan juga di dunia pendidikan dan memberikan makan gratis. Program ini akan dilakukan secara massif dan kami yakin ini akan memberikan dampak yang cukup positif kalau memang pelaksanaannya bisa tertib dan rapi, kami sangat mendukung itu, dan ini merupakan salah satu peluang bagi industri, bukan hanya Japfa untuk meningkatkan demand dari daging ayam atau mungkin termasuk produk- produk yang lain. Bagaimana dengan faktor-faktor lain? Mudah-mudahan faktor global tidak menjadi masalah yang menambah kesulitan, lalu di dalam negeri sendiri kami yakin bahwa pemerintah berusaha untuk menstabilkan makro ekonominya, pertumbuhan bisa baik, inflasi terjaga, mudah-mudahan tidak berdampak berat dengan kurs dollar yang perlu kita cermati dengan hati-hati, karena belakangan juga agak meningkat sedikit. Nah semua ini akan kita antisipasi dengan berbagai tindakan internal maupun strategi pemasarannya, seperti yang tadi sudah disampaikan Pak Putut, kita melakukan ekspansi tetap ke pasar-pasar yang masih potensial, dan juga meskipun tidak mudah kita tetap melakukan upaya untuk ekspor, mencari peluang-peluang yang sifatnya membuka celah di masa yang lebih panjang. Apakah tantangan yang berat ini akan bisa kita atasi? Saya tidak yakin sampai hari ini, tapi kami punya rasa optimis sepertinya tahun 2024 ini kondisinya secara umum akan lebih baik dibanding tahun yang lalu, mestinya hasil yang akan kita peroleh di tahun 2024 akan lebih menjanjikan, semoga demikian, terima kasih. Jawaban Bpk. Putut Djagiri Untuk CAPEX dan gambaran tentang EBITDA akan dibantu oleh Bpk. Erwin Djohan. Jawaban Bpk. Erwin Djohan Untuk CAPEX, mungkin untuk rekan-rekan yang sudah observasi CAPEX ke PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk selama 3 (tiga) tahun terkhir, di tahun 2021, 2022 dan 2023 angkanya konsisten di sekitar Rp. 2 Triliun per tahun, dengan segala perencanaan yang dilakukan di akhir tahun 2023 lalu, untuk tahun 2024 besarannya kurang lebih akan sama, jadi kita estimasikan bahwa CAPEX di tahun 2024 akan kurang lebih sekitar Rp. 2 Triliun, jadi mudah-mudahan bisa tercapai, kalau itu tercapai selama kurun waktu kurang lebih 4 (empat) tahun termasuk untuk tahun 2024, angkanya sekitar Rp. 2 Triliun.
Page 7
Pertanyaan berikutnya tentang investasinya kemana? Sampai dengan saat ini tentu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan anak-anak perusahaannya masih fokus di bisnis intinya, yang tadi Pak Putut sudah sampaikan 90% lebih perunggasan akan ada investasi yang cukup signifikan di sana, tapi satu point penting yang disampaikan Pak Putut juga, menyampaikan kilasan terkait strategi 2024 ke depannya adalah bisnis hilir. Jadi di dalam CAPEX yang Rp. 2 Triliun tersebut akan ada alokasi yang cukup signifikan untuk ekspansi kenaikan produktifitas, kapasitas produksi di sektor hilir secara spesifiknya di poultry processing dan di consumer product baik untuk yang ready to eat maupun packaging. Demikian untuk CAPEX. Untuk EBITDA, menyambung yang sudah disampaikan oleh Pak Budiarto, saya tidak bisa menyampaikan persis angkanya yang ada di kantong kita berapa, tapi dengan gambaran yang diberikan oleh Pak Budiarto kita berharap bahwa EBITDA kita yang tahun 2023 sempat drop ke Rp. 3,2 Triliun, apakah di tahun 2024 akan lebih baik? Didorong oleh top line, profitability yang lebih baik harapannya di tahun 2024 pertumbuhan di atas 2023. Jawaban Bpk. Putut Djagiri Untuk pertanyaan tentang loan memang sesuai yang kita sampaikan melalui presentasi adalah kita akan melakukan langkah-langkah di bidang keuangan, cash management maupun menjaga liquidity, itu dilakukan secara prudent. Salah satu yang dilakukan adalah kita mencoba selalu menjaga likuiditas dari perusahaan dan juga menjaga agar repayment prevail atau repayment schedule oleh Perseroan dari tahun ke tahun bisa balance, jadi tidak ada yang tiba-tiba tahun ini harus repayment tinggi, tahun depan tidak, jadi kita mencoba balance. Memang ada beberapa repayment besar seperti loan payment, terutama di bond di tahun 2026, tentunya kita sudah punya langkah-langkah antisipasi atau rencana-rencana yang matang untuk melakukan repayment atau refinancing untuk loan tersebut. Untuk dari tahun ke tahun yang Pak Tito maksudkan adalah adanya working capital, dalam arti pinjaman-pinjaman yang diperlukan untuk modal kerja atau working capital, memang secara umum di Indonesia, bank-bank yang berhubungan dengan Japfa saat ini, mainly, Japfa didukung oleh bank-bank yang boleh dibilang Big 4 (Four), yaitu BCA, BRI, Mandiri dan BNI. Beberapa bank yang overlay bank dengan bank-bank di luar negeri. Tetapi mainly, bank-bank besar adalah BCA, BRI, Mandiri dan BNI, dan memang 4 bank besar ini tentunya kita dengan pertimbangan yang sangat matang melakukan relationship, melakukan hubungan dengan mereka secara bisnis dalam arti mereka men-support dari sisi permodalan, dari sisi pinjaman, dan bank-bank ini sudah berhubungan dengan Japfa cukup lama, bahkan ada yang lebih dari 20, 30 tahun, dan mereka memang bank-bank yang men-support Japfa sampai dengan saat ini. Pertanyaan mengenai jatuh tempo tahun ini dari bank-bank tersebut, itu adalah working capital dan secara dari tahun ke tahun memang selalu diperpanjang, jadi selalu di-extend karena memang karakter dari working capital maksimum 1 tahun, dan memang ada yang 3 tahun dalam bentuk revolving credit facility, dari BCA, BNI maupun Mandiri, ada juga working capital yang masa tenggang atau jangka waktunya sampai dengan 3 tahun, tapi dalam hal ini beberapa fasilitas yang memang jatuh temponya setahun setahun, dengan pertimbangan bahwa dengan mengambil jangka waktu yang lebih pendek kita bisa mendapatkan opportunity dengan biaya bunga yang lebih murah. Jadi secara historis setiap tahun memang akan diperpanjang, dan biasanya memang jauh-jauh hari sudah ngomong, mungkin maksimum 2-3 bulan sebelumnya kita sudah melakukan proses untuk bank-bank itu melakukan review untuk kita memperpanjang.
Page 8
2. Pertanyaan Bpk. Rizqi Razendra dari Bisnis Indonesia:
a. Perseroan sudah melaksanakan RUPS, apakah boleh dipaparkan hasil RUPS seperti apa?
Apakah ada pembagian dividen, kalau ada berapa dividen per share maupun payouts ratio-
nya, perombakan Direksi seperti apa?
b. Terkait rencana delisting induk usaha Japfa yang di Bursa Singapura, memang sebelumnya
Perseroan sudah memberikan keterangan di Keterbukaan Informasi, namun sepertinya rekan-
rekan media juga ingin mengetahui apakah hal tersebut berdampak pada kinerja Perseroan
secara keseluruhan atau tidak?
Jawaban Bpk. Putut Djagiri
Untuk jawaban tentang RUPS akan disampaikan oleh Bpk. Erwin Djohan.
Jawaban Bpk. Erwin Djohan
Untuk menjawab hasil RUPS mungkin untuk detailnya bisa diminta pada panitia RUPS jika
memungkinkan. Point-point utamanya ada 5 (lima), yang pertama seperti biasa persetujuan atas
laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2023, kemudian penetapan laba Perseroan
dari tahun 2023 tersebut, untuk dana cadangan sebesar Rp. 10 Milyar, kemudian sisa dari laba
yang totalnya sebesar kurang lebih Rp. 930 Milyar di tahun 2023 tersebut, untuk kemudian dicatat
sebagai saldo laba, jadi Rp. 10 Milyar untuk dana cadangan, selebihnya dari Rp. 930 Milyar
tersebut sekali lagi untuk dicatat sebagai saldo laba, artinya Perseroan, manajemen memutuskan
untuk tidak membagikan dividen dari tahun buku 2023, itu point yang kedua, point yang ketiga,
empat dan lima, sebenarnya merupakan agenda rutin, itu adalah pemberian wewenang dan kuasa
Dewan Komisaris untuk menentukan Akuntan Publik tahun buku 2024, yang berjalan, kemudian
pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, kemudian yang kelima adalah
pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk penetapan remunerasi Dewan Direksi
kemudian Komisaris Utama untuk remunerasi Dewan Komisaris, kurang lebih untuk RUPS, dan
spesifik tadi untuk pertanyaan terkait dividen ada di point kedua.
Jawaban Bpk. Putut Djagiri
Untuk pertanyaan kedua, kita dari Corporate Secretary sudah menyampaikan Keterbukaan di IDX
tanggal 12 Maret 2024 kemarin, isinya seperti itulah sebagaimana keterbukaan kita, kalau ditanya
apakah ada hubungannya dengan performance Japfa, kami bisa sampaikan bahwa sampai saat ini
Japfa tetap menjalankan rencana-rencana yang telah dilakukan sebagaimana telah disampaikan
oleh Pak Budiarto dan Pak Erwin dan juga dari team yang sudah berjalan, itu tetap berlangsung
dan mungkin kita tetap fokus pada usaha kita yang ada disini.
--------o0o----------
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Tito
p.5 ×2
unresolved
person
Putut Djagiri Menjawab
p.5
unresolved
person
Erwin Djohan. Jawaban Bpk. Budiarto Soebijanto Bisnis
p.5 ×2
unresolved
person
Putut
p.5 ×4
unresolved
person
Putut Djagiri Untuk CAPEX
p.6 ×4
unresolved
person
Erwin Djohan. Jawaban Bpk. Erwin Djohan
p.6 ×2
unresolved
person
Budiarto
p.7 ×3
unresolved
person
Rizqi Razendra
p.8
unresolved
person
Erwin
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.