Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Des 2023.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023 (diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2022 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.940.277.417
Per 31 Desember 2022 Rp. 2.252.136.247 (311.858.830) -13,85%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 31 Desember 2023 Rp. 6.439.411.113
Per 31 Desember 2022 Rp. 4.007.228.020 2.432.183.093 60,69%
A TOTAL ASET
Per 31 Desember 2023 Rp. 8.379.688.530
Per 31 Desember 2022 Rp. 6.259.364.267 2.120.324.263 33,87%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.932.999.447
Per 31 Desember 2022 Rp. 1.761.592.729 171.406.718 9,73%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.912.561.974
Per 31 Desember 2022 Rp. 669.670.553 1.242.891.421 185,60%
B1. Total Liabilitas
Per 31 Desember 2023 Rp. 3.845.561.421
Per 31 Desember 2022 Rp. 2.431.263.282 1.414.298.139 58,17%
B2. EKUITAS
Per 31 Desember 2023 Rp. 4.534.127.109
Per 31 Desember 2022 Rp. 3.828.100.985 706.026.124 18,44%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 31 Desember 2023 Rp. 8.379.688.530
Per 31 Desember 2022 Rp. 6.259.364.267 2.120.324.263 33,87%
Page 2
Detail Rasio Per 31 Desember 2022 dibandingkan dengan saldo Per 31 Desember 2023
A. Aset Lancar dan Aset tidak lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2022 Per 31 Desember 2023 %
Kas dan Setara Kas 513.535.195 504.103.549 -1,84%
Deposito Dibatasi Penggunaannya 2.267.757 11.642.757 413,40%
Piutang Usaha 400.881.883 304.405.673 -24,07%
Piutang Lain-Lain 1.224.166 1.073.047 -12,34%
Persediaan 763.491.414 585.804.951 -23,27%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 453.468.598 273.252.776 -39,74%
Pajak Dibayar Dimuka 117.267.234 259.994.664 121,71%
2.252.136.247 1.940.277.417 -13,85%
Uang Muka 137.317.782 371.603.837 170,62%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 1.750.000 1.750.000 0,00%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 2.379.973 2.689.625 13,01%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 618.795.386 1.895.575.256 206,33%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 2.294.611.267 3.234.439.569 40,96%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 49.124.351 60.087.828 22,32%
Aset Tetap 894.660.626 865.867.718 -3,22%
Aset Lain-Lain 7.356.358 6.165.003 -16,19%
Goodwill 1.232.277 1.232.277 0,00%
4.007.228.020 6.439.411.113 60,69%
6.259.364.267 8.379.688.530 33,87%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2022 Per 31 Desember 2023 %
Utang Bank 758.977.474 634.065.764 -16,46%
Utang Usaha 449.562.020 441.793.964 -1,73%
Utang Lain-Lain 2.659.721 3.126.140 17,54%
Utang Pajak 36.713.754 46.899.534 27,74%
Uang Muka Pelanggan 127.535.354 144.489.235 13,29%
Beban Masih Harus Dibayar 374.104.912 562.261.149 50,30%
Utang jatuh tempo kurang dari satu tahun
- Utang Bank - 87.514.212 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 12.039.494 12.849.449 6,73%
1.761.592.729 1.932.999.447 9,73%
Utang kepada Pihak Berelasi 2.692.990 160.388.523 5855,78%
Liabilitas Imbalan Kerja 112.074.324 80.090.964 -28,54%
Utang jatuh tempo lebih dari satu tahun
- Pinjaman Bank 538.155.285 1.648.865.993 206,39%
- Utang Lain-Lain 10.942.612 9.465.173 -13,50%
- Utang Sewa Pembiayaan 5.805.342 13.751.321 136,87%
669.670.553 1.912.561.974 185,60%
2.431.263.282 3.845.561.421 58,17%
Page 3
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Deposito Dibatasi Penggunaannya
Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 413,40% dari sebesar Rp. 2,26
Milyar menjadi Rp. 11,64 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penambahan penempatan deposito di Bank
Mandiri untuk jaminan cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional yang
baru berlaku di tahun 2023 ini atas perhitungan penggunaan fasilitas KMK Transaksional sesuai dengan
Perjanjian Kredit terakhir atas proyek penggantian atau duplikasi jembatan Callender-Hamilton di Pulau Jawa.
2. Piutang Usaha
Saldo Piutang Usaha mengalami penurunan sebesar 24,07% yang disebabkan adanya penerimaan piutang
terutama piutang pihak berelasi konstruksi PLTA, Bumi Mineral Sulawesi dan beberapa proyek lainnya. Adapun
penurunannya sebesar Rp. 96.476 Juta dari sebesar Rp. 400.881 Juta menjadi Rp. 304.405 Juta.
3 Persediaan
Penurunan Persediaan sebesar 23,27% atau setara dengan Rp. 177,69 Milyar dari sebesar Rp. 763,49 Milyar
menjadi sebesar Rp. 585,80 Milyar lebih disebabkan karena sudah selesainya beberapa proyek yang yang
nilainya cukup signifikan seperti beberapa proyek pembangunan PLTA, proyek jembatan, proyek garbarata dan
beberapa proyek lainnya.
4. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 39,74% dari semula Rp. 453,47 Milyar
menjadi sebesar Rp. 273,25 Milyar karena penurunan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada
pemasok untuk penyelesaian Proyek Konstruksi PLTA Kerinci, Kontrak Garbarata, Proyek konsesi Penggantian
dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa dan beberapa proyek transmisi lainnya,
dimana sampai dengan periode ini terdapat beberapa proses pembangunan/pengerjaan yang sudah selesai
pengerjaannya.
5. Pajak Dibayar Dimuka
Kenaikan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 121,71% atau setara dengan Rp. 142,73 Milyar dari saldo
per 31 Desember 2022 sebesar Rp. 117,27 Milyar menjadi Rp. 259,99 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan
Nilai.
6. Uang Muka
Kenaikan saldo Uang Muka sebesar 170,62% dari semula Rp. 137,31 Milyar menjadi sebesar Rp. 371,60 Milyar
karena adanya uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak PT Bukaka Mega Investama kepada
PT Kerinci Merangin Hidro sebesar Rp. 310 Milyar dan uang muka pembelian lainnya.
7. Aset keuangan dari kontrak konsesi
Kenaikan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 206,33% atau setara dengan Rp. 1.276,78 Milyar
dari semula sebesar Rp. 618,79 Milyar menjadi Rp. 1.895,57 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk
proyek konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas
Anak – PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah
diklasifikasikan sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 16.
Page 4
8. Penyertaan pada Entitas Asosiasi
Peningkatan saldo Penyertaan pada Entitas Asosiasi sebesar 40,95% atau sebesar Rp.939,83 Milyar karena
adanya peningkatan modal oleh Entitas Anak PT Bukaka Mega Investama di Perusahaan Asosiasi yaitu PT Kerinci
Merangin Hidro sebesar Rp. 190 Milyar sehingga kepemilikan Perusahaan di PT Kerinci Merangin Hidro menjadi
sebesar 49,22%.Perusahaan juga melakukan penambahaan penyertaan saham ke PT Bumi Mineral Sulawesi
sebesar Rp. 316,75 Milyar dengan kepemilikan Perusahaan menjadi sebesar 30,00% serta Perusahaan
melakukan penambahan penyertaan kepada PT Poso Energy Tiga Pamona sebesar Rp. 227,5 Milyar sehingga
kepemilikan perusahaan menjadi sebesar 25%.
9. Pajak Tangguhan
22,32% atau sebesar Rp 10,96 Milyar karena adanya transaksi imbalan kerja dan pemulihan, pencadangan
penghapusan piutang usaha dan penyusutan aset tetap.
10. Utang Pajak
Kenaikan saldo Utang Pajak sebesar 27,74% atau setara dengan Rp. 10,18 Milyar dari sebesar Rp. 36,71 Milyar
menjadi Rp. 46,89 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya Pajak Pertambahan Nilai, PPh 4 ayat 2 final, PPh pasal 23,
PPh pasal 29 dan PPh Pasal 21.
11. Beban Masih Harus Dibayar
Kenaikan saldo Beban yang Masih Harus Dibayar sebesar 50,30% atau setara dengan Rp. 188,15 Milyar dari
sebesar Rp. 374,10 Milyar menjadi Rp. 562,26 Milyar dikarenakan adanya kenaikan di beban konstruksi atas
beberapa proyek yang progressnya cukup besar seperti proyek konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi
Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, Proyek PLTA Kerinci, beberapa proyek transmisi dan proyek
lainnya.
12. Utang kepada Pihak Berelasi
Kenaikan saldo Utang kepada Pihak Berelasi sebesar 5855,78% atau sebesar Rp. 157,69 Miliar. Hal ini
dikarenakan adanya penerimaan utang dari pihak berelasi dari PT Malea Energy yang digunakan untuk
penambahan penyertaan saham di PT Bumi Mineral Sulawesi.
13. Liabilitas Imbalan Kerja
Penurunan saldo Liabilitas Imbalan Kerja sebesar 28,54% atau setara dengan Rp. 31,98 Milyar dari sebesar Rp.
112,07 Milyar menjadi Rp. 80,09 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran pesangon untuk karyawan
yang sudah dalam masa pensiun pada tahun 2023.
14. Pinjaman Bank (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Bank sebesar 206,39% atau setara dengan Rp. 1.110,71 Milyar dari semula sebesar Rp.
538,15 Milyar menjadi Rp. 1.648,86 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman baru dari Entitas
Anak-PT Baja Titian Utama pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk Proyek Jembatan Callender Hamilton.
15. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Kenaikan utang sewa pembiayaan sebesar 136,87% atau setara dengan Rp. 7,94 Milyar karena pembiayaan
baru dari pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak leasing lainnya) atas
pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 31 Desember 2023 dengan Saldo
per 31 Desember 2022 yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro
p.3 ×3
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
p.3
unresolved
org
PT Poso Energy Tiga Pamona
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.