Skip to content
Back to announcement

20240402_IKAI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31623114_lamp1.pdf

Financial statement Text extracted IKAI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
   IKAI: Laba FY23 Membaik, Bersiap Untuk Momen Terbaik

JAKARTA, 1 April 2024 – PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (Kode Saham Bloomberg:
IKAI IJ), telah mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 (FY23). Dalam tahun fiskal (FY) 2022,
perusahaan mengalami Rugi Komprehensif sebesar Rp 36,4 miliar, tetapi pada FY23,
perusahaan berhasil membalikkan kinerjanya menjadi Laba Komprehensif sebesar Rp 7,0
miliar. Selain itu, terjadi perubahan signifikan dalam kinerja Laba Sebelum Beban Bunga
& Pajak (EBITDA). EBITDA tahun 2023 sedikit menurun dibandingkan dengan tahun
2022, tahun 2022 sebesar 31,05 miliar sedangkan 2023 sebesar 26,65 miliar. Secara
persen gross profit FY23 membaik sebesar 48,57% sedangkan FY22 sebesar 44,71%.

Secara operasional IKAI tetap bergerak dengan dua lini bisnis andalannya yaitu bisnis
manufaktur dan pemasaran keramik dengan merek dagang Ezenza dan bisnis hospitality
(properti hotel), dengan satu hilir platform industri yaitu properti. Bisnis keramik,
merupakan pendukung sektor properti residensial, hotel dan perkantoran, sedangkan
bisnis properti hotel mendukung properti pariwisata. Keduanya memiliki model
pendapatan dan struktur biaya yang berbeda namun bagi IKAI sebagai holding memiliki
efek profitabilitas yang saling melengkapi. Hal ini sudah dibuktikan selama 5 tahun
terakhir, di mana 2 tahun diantaranya terdampak penuh oleh pandemi, IKAI tetap
mencatat pertumbuhan CAGR pendapatan usaha positif sebesar 79,2% dengan rata-rata
total gross margin sebesar 48,57%. Peran kedua segmen dalam berkontribusi kepada
total pendapatan usaha juga semakin seimbang, segmen hotel yang selepas pandemi di
FY22 berkontribusi 34% kepada total pendapatan, di periode FY23, mampu
berkontribusi 43% dari total pendapatan usaha.

Segmen Manufaktur Keramik: Bersiap Sejalan Dengan Momen di sektor Properti

Segmen keramik, mencatatkan pertumbuhan CAGR pendapatan 91,86% selama 5 tahun
terakhir, dengan rerata gross margin sebesar 24%. Bisnis ini sedang menunggu momen
terbaiknya di sektor properti yang terdampak pandemi dan masih dalam masa pemulihan
hingga saat ini. Pendapatan usaha segmen keramik pada FY23 tercatat Rp 118,9 miliar,
mengalami penurunan dari Rp 151,5 miliar di FY22. Kenaikan harga gas industri,
kenaikan upah tenaga kerja sesuai UMK dan kenaikan tarif listrik industri berpengaruh
besar terhadap struktur biaya. Survey industri juga mengindikasikan terjadinya
perubahan perilaku investasi dan juga pola konsumsi. Masyarakat masih dalam posisi
wait & see untuk kembali berinvestasi di sektor properti, baik residensial, apartemen,
maupun perkantoran. Ditambah, persaingan harga ketat karena maraknya pasokan
keramik luar negeri berkualitas sama dengan harga sangat bersaing di pasar.


                                                                          Halaman 1 | 4
Page 2
Dengan karakteristik segmen manufaktur yang gross margin-nya memang tidak sebesar
segmen layanan jasa, segmen ini bertumpu pada skala. Dengan skala yang mumpuni,
brand recognition yang kuat, dan penguasaan saluran distribusi di outlet modern dan
pasar ekspor, Homogenous Tile Essenza dapat bersaing di pasar lokal maupun
internasional. Apabila sektor properti bergerak naik, dengan strategi pemasaran yang
tepat, segmen ini akan langsung terkerek naik. Strategi pengelolaan mutu dan adaptasi
terhadap perkembangan teknologi berkelanjutan menjadi kuncinya.

Segmen Hospitality: Fokus Pada Customer Experience dengan konsep hotel menarik

Sebaliknya, segmen hospitality/properti hotel, mencatatkan pertumbuhan CAGR
pendapatan sebesar 5,05% selama 5 tahun terakhir dengan rerata gross margin lebih
tinggi yaitu 81,64%. Segmen hotel menjadi jangkar pendukung sektor pariwisata, yang
setelah pandemi kembali menjadi primadona. Di FY23, segmen ini mencatatkan
pendapatan usaha sebesar Rp 89,5 miliar, meningkat 17% dari Rp 76,47 miliar di FY22,
dengan gross margin sebesar 82%. Segmen hotel berhasil menopang IKAI selepas
pandemi dengan rerata pertumbuhan 25,94% selama 3 tahun terakhir, setelah
terdampak pandemi di tahun 2020. Portofolio tiga hotel, yakni Hotel Swissbel Bogor,
Hotel Swissbel-Inn Medan, dan Hotel Saka, cepat menjadi acuan wisatawan karena
berlokasi strategis di kawasan wisata. Dengan model bisnis MICE (Meetings, Incentives,
Conferences and Exhibitions) dan FIT (Free and Independent Traveller), yang berfokus
pada customer experience, segmen ini menjadi penyeimbang segmen keramik yang
menarik.

Profitabilitas FY23: Rasio Profitabilitas Membaik, Sejalan Dengan Efisiensi
Operasional dan Efek Positif Restrukturisasi Perbankan.

Secara keseluruhan, profitabilitas IKAI mengalami perbaikan. Di sisi top-line, Margin
Kotor, meningkat dari 44,71% di FY22 menjadi 48,57% di FY23. Di sisi bottom-line,
berbalik arah menjadi positif dari negatif 14,9% menjadi 8,4%. Sedangkan Margin Laba
Bersih meningkat dari negatif 15% menjadi 3%. Selain dari efisiensi operasional di
semua lini operasi yang berhasil efektif dilakukan, perbaikan margin ini juga dipengaruhi
oleh hasil restrukturisasi fasilitas hutang bank yang mempengaruhi beberapa pos dalam
laba/rugi IKAI. Adanya penghasilan lain-lain dari hasil laba restrukturisasi utang bank,
penghapusan akrual bunga bank dan penghapusan utang PKPU, membuat Laba tahun
berjalan FY23 sebesar 6,75 miliar dibandingkan dengan posisi FY22 dengan rugi tahun
berjalan sebesar 35,29 miliar. Laba Komprehensif FY23 menjadi sebesar 6,98 miliar
berbanding FY22 Rugi Komprehensif sebesar 36,44 miliar.




                                                                           Halaman 2 | 4
Page 3
Posisi Keuangan FY23: Dipertahankan Tetap Solid Disertai Relaksasi Likuiditas

Dari sisi Posisi Keuangan, Total Asset IKAI per posisi FY23 tercatat sebesar Rp 1,184
Triliun, turun 2,3% dari FY22 karena turunnya saldo piutang usaha pada pihak ketiga
sebesar 17,46% sejalan dengan efektifitas pengelolaan tagihan, dan turunnya nilai buku
aktiva tetap sebesar 3%, karena akumulasi penyusutan normal. Total Liabilitas per posisi
FY23, tercatat sebesar Rp 430,1 miliar, turun 7% sejalan dengan keberhasilan
restrukturisasi kredit perbankan yang membuat relaksasi bagian utang bank jangka
panjang yang jatuh tempo di tahun ini dan penyesuaian jumlah hutang bank jangka
panjang, sejalan dengan perubahan dan keringanan beberapa term perjanjian fasilitas
yang direstrukturisasi. Hal di atas membuat Rasio Likuiditas tahun 2023 jauh lebih baik
0,47x dibandingkan tahun 2022 yaitu 0,35x.

IKAI KE DEPAN: Memperbaiki Diri dan Bertumbuh Berkelanjutan

Dalam kacamata bisnis, model bisnis IKAI menarik, karena mempertahankan segmen
bisnis di dua industri yang berbeda; tetap mempunyai irisan, tetapi dengan model
pendapatan, struktur biaya dan pola investasi yang berbeda. Bila dikelola dengan baik,
melalui penerapan manajemen risiko yang efektif, akan menghasilkan sinergi saling
topang di tengah dinamika lingkungan bisnis yang terus berubah. Hal ini sejalan dengan
fokus bisnis IKAI untuk investasi berkelanjutan (Sustainable Investment), dan penciptaan
nilai bagi pemegang saham (Creating Shareholders Value).

Di dalam keterangannya, Direktur Utama IKAI, Teuku Yohas Raffli, memaparkan bahwa
pertumbuhan bisnis IKAI ke depan akan bertumpu kepada efektifitas model bisnis yang
saling topang, fokus pada customer dan bersaing dengan sehat disertai manajemen
risiko yang efektif. Lebih lanjut, Yohas mengatakan bahwa IKAI sebagai holding terus
mendorong segmen bisnisnya untuk berkembang, kreatif dan mandiri dengan filosofi
IKAI way, yaitu Teamwork, Integritas, Akuntabilitas, Kebinekaan dan Keunggulan.
Persaingan sehat terjadi dengan sendirinya karena memang tidak ada saling kanibal dan
bahkan harus bekerjasama untuk mencapai total efisiensi. Terbukti ketika awal pandemi,
saat sektor pariwisata stagnan, segmen bisnis keramik menjadi penyelamat IKAI karena
mampu bertahan sejalan dengan pengenalan merek yang tinggi. Namun pasca pandemi,
justru segmen bisnis hotel mampu berkontribusi seimbang, di tengah kondisi segmen
keramik yang terimbas kenaikan biaya produksi secara umum di industrinya.

Diakuinya, IKAI perlu terus berbenah diri, pasca kondisi pandemi, tetapi ia yakin bahwa
ke depan IKAI akan tumbuh dengan sehat, baik secara organik dan tidak menutup
kemungkinan, bila ada kesempatan, bertumbuh secara inorganik. Demikian disampaikan
Yohas, dalam keterangannya.



                                                                          Halaman 3 | 4
Page 4
                             Tentang PT Intikeramik Alamasri Industri
                             PT. Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) didirikan pada tanggal 26 Juni 1991, yang merupakan
                             salah satu produsen ubin porselen terbesar di Indonesia. Perusahaan memulai operasi komersial
                             pada Mei 1993, dengan merek dagang "Essenza". Pada bulan Mei 2019, Perusahaan
                             menambahkan industri pariwisata, restoran dan hotel ke dalam kegiatan bisnis mereka. IKAI
                             terdaftar secara publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, yang sekarang menjadi Bursa
                             Efek Indonesia pada tanggal 4 Juni 1997.

                             Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
                             Coorate Secretary / Sekretaris Perusahaan
                             Tel: (62-21) 8370 0435
                             Email : cosecretary_legal@intikeramik.com
                             Website : www.intikeramik.com

Siaran pers ini telah disiapkan oleh PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. ("IKAI") dan diedarkan hanya untuk tujuan informasi
umum. Hal ini tidak diperuntukkan untuk individu atau tujuan tertentu dan bukan merupakan rekomendasi perihal saham IKAI.
Tidak ada jaminan (tersurat maupun tersirat) yang dibuat demi keakuratan atau kelengkapan informasi. Semua pendapat dan
estimasi yang dimuat dalam siaran pers ini merupakan penilaian kami per tanggal hari ini dan dapat berubah tanpa
pemberitahuan sebelumnya. IKAI tidak bertanggung jawab atas hal apa pun atas konsekuensi atas individu ataupun orang lain
sebagai akibat dari ketergantungan pada keseluruhan atau sebagian dari isi siaran pers ini dan baik IKAI maupun perusahaan
afiliasinya dan karyawannya masing-masing dan agen tidak menerima tanggung jawab atas segala kesalahan, kelalaian, atau
sebaliknya, dalam siaran pers ini dan setiap ketidakakuratan di sini atau kelalaian di sini yang mungkin timbul.

Forward-Looking Statements
Pernyataan tertentu dalam rilis ini adalah atau mungkin merupakan pernyataan yang mengedepankan wawasan ke depan..
Pernyataan-pernyataan ini biasanya mengandung kata-kata seperti "akan", "mengharapkan" dan "mengantisipasi" dan kata-
kata yang serupa. Berdasarkan sifatnya, pernyataan berwawasan ke depan mengandung sejumlah risiko dan ketidakpastian
yang dapat menyebabkan kejadian atau hasil actual yang berbeda secara material dari yang dijelaskan dalam rilis ini. Faktor-
faktor yang dapat menyebabkan hasil aktual yang berbeda termasuk, tetapi tidak terbatas pada, kondisi ekonomi, sosial dan
politik di Indonesia; keadaan industri gas di Indonesia; kondisi pasar yang berlaku; peningkatan beban regulasi di Indonesia,
termasuk peraturan lingkungan dan biaya kepatuhan; fluktuasi nilai tukar mata uang asing; tren suku bunga, biaya modal dan
ketersediaan modal; permintaan dan harga jual yang diantisipasi untuk perkembangan kami dan belanja modal dan investasi
terkait; biaya konstruksi; ketersediaan properti real estat; persaingan dari perusahaan dan tempat lain; pergeseran dalam
permintaan pelanggan; perubahan dalam biaya operasi, termasuk upah karyawan, tunjangan dan pelatihan, perubahan
kebijakan pemerintah dan publik; kemampuan kita untuk menjadi dan tetap kompetitif; kondisi keuangan kami, strategi bisnis
serta rencana dan remediasi. Jika satu atau lebih dari ketidakpastian atau risiko ini, antara lain, terwujud, hasil aktual dapat
bervariasi secara material dari yang diperkirakan, diantisipasi atau diproyeksikan. Khususnya, tetapi tanpa batasan, biaya modal
dapat meningkat, proyek dapat tertunda dan perbaikan yang diantisipasi dalam produksi, kapasitas atau kinerja mungkin tidak
sepenuhnya terwujud. Meskipun kami percaya bahwa harapan manajemen kami sebagaimana tercermin oleh pernyataan
berwawasan ke depan tersebut adalah wajar berdasarkan informasi yang saat ini tersedia bagi kami, tidak ada jaminan yang
dapat diberikan bahwa harapan tersebut akan terbukti benar. Anda tidak harus terlalu bergantung pada pernyataan seperti itu.
Bagaimanapun, pernyataan-pernyataan ini hanya berbicara pada tanggal perjanjian ini, dan kami tidak berkewajiban
memperbarui atau merevisi salah satu dari konten material kami, baik sebagai hasil dari informasi terkini, kejadian di masa
depan atau sebaliknya.




                                                                                                             Halaman 4 | 4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.42 MB
Published3 Apr 2024
Pages4
Characters12,994
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Intikeramik Alamasri Industri Tbk p.1 ×10
possible org Bursa Efek Indonesia p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result