Back to announcement
REPORT FINAL KIK-EBA MANDIRI GIAA01.pdf
Financial statement Text extracted MGIA01Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 40
Page 1
LAPORAN KEUANGAN
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
EFEK BERAGUN ASET MANDIRI GIAA01
SURAT BERHARGA HAK ATAS
PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
(KIK-EBA MANDIRI GIAA01)
PER 31 DESEMBER 2023 DAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Manajer Investasi
Surat Pernyataan Bank Kustodian
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Laporan Posisi Keuangan ...........…...........……………………………………………………… 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain .........................…………………... 2
Laporan Perubahan Aset Bersih …………………………………………………………………. 3
Laporan Arus Kas ........................………………………………….,……………….….….….…. 4
Catatan atas Laporan Keuangan ........................….…………………………………………… 5
Page 3
Page 4
Page 5
Hrr,rlrqroNo & Rnrln Aminta Plaza, ?'o Floor # 704 Jl. TB Sinatupang Kar: 10 Jakarta Selatan 12310 Indonesia
T: (+62 2t) ?66 1348-50 | F: (+62 21) ?66 1351 l: info@heliantonorehan.com l: w'r.heliantonorekan.com
Parker Russell International Branch: Bandung, Sernarang, Suabava, Sidoarjo
Registered Public Ace ountants
Nomor: 00327 12.0459/AU.1 /09/0 469 -21 1 lllll2024
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian
Kontrak lnvestasi Kolektif Efek Beragun Aset
Mandiri GlAA01 Surat Berharga Hak atas Pendapatan Penjualan Tiket
(K!K-EBA MANDTRT G!AA01 )
Opini
Kamitelah mengaudit Laporan Keuangan Kontrak lnvestasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri GlAA01
Surat Berharga Hak atas Pendapatan Penjualan Tiket (KIK-EBA MANDIRI G|AA01) ("Entitas"), yang
terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 3'1 Desember 2023, serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan aset bersih, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi
signifikan.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan Entitas tanggal 31 Desember 2023, serta kinerja keuangan dan arus kasnya
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
lndonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan Publik
lndonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen
terhadap Entitas sesuai dengan ketentuan etika yang relevan dengan audit kami atas laporan keuangan
di lndonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya sesuai ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu
basis bagiopini audit kami.
HalAudit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan
dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini
kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama
tersebut.
Penilaian dan klasifikasi aset keuanqan pada efek bersifat utang
Lihat ke Catatan 2c dan 3 - Kebijakan Akuntansi atas Nilai Wajar lnstrumen Keuangan.
Pada tanggal 31 Desember 2023, nilai wajar underlying assef sebesar Rp613.232.824.669 tersebut
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Kami berfokus pada area ini karena terdapat perubahan kebijakan atas penilai underlying asef dimana
sebelumnya menggunakan harga perolehan diubah menjadi nilai wajar sesuai peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Kontrak
lnvestasi Kolektif (POJK 6512017) perihal kewajiban Manajer lnvestasi (Ml) untuk menyampaikan nilai
pasar wajar kepasa setiap pemegang Efek Beragun Aset (EBA) yang menyebabkan perubahan nilai
List of offices and paftner's name are available atthe above address. Heliantono & Rekan is a Registered PublicAccountants in lndonesia licensed No. KEP-Oq3/KM.6/2001
Heliantono & Rekan is a member of Parker Russell lnternational a worldwide association of independent accounting firms and business advisers. Parker Russell
lnternational refersto the network of independent member firms of Parker Russell lntemationat Limited, each ofwhich is a separated tegal entity.
Page 6
Hnr,rlxroNo & RBr<aN
Parker Russell International
Registered Public Accountants
yang signifikan. Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah
berdasarkan kuotasi harga pasar pada tanggal pelaporan. lnstrumen keuangan seperti ini termasuk
dalam Hirarki lnput Level 1. Proses penentuan harga pasar tersebqt mengacu pada penilaian dari
Manajer lnvestasi dengan memperhatikan rentang harga yang dikeluarkan oleh suatu lembaga
independen, PT Penilai Harga Efek lndonesia (PHEI) pada tanggal 31 Desember 2023.
Bagaimana audit kami merespon hal audit utama:
o Kami memperoleh pemahaman atas perhitungan manajemen atas penilaian dan klasifikasi aset
keuangan u nd erlyi ng assef.
. Melakukan perhitungan ulang nilai wajar tercatat pada laporan keuangan dengan mencocokkan
pada harga pasar yang mengacu pada rentang harga dari laporan PT PHEI tanggal 31 Desember
2023.
. Mencocokkan Rating yang diungkapkan dalam laporan keuangan dengan Rating yang dikeluarkan
oleh PT PHEI serta mendapatkan informasi apakah underlying aset tersebut termasuk dhlam
kategori layak investasi (rnves/ment grade).
Penekanan suatu hal
Kami menekankan pada Catatan 9 atas laporan keuangan terlampir, yang menjelaskan bahwa Entitas
mengalami kerugian berulang sejak tahun sebelumnya dengan akumulasi kerugian tahun 2023 sebesar
Rp428.324.873.783. Hasil kinerja keuangan negatif tersebut telah melemahkan posisi keuangan
Entitas. Berdasarkan Addendum lX Kontrak lnvestasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri GlAA01 Surat
Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 37 tanggal 23 Desember 2022 dijelaskan
bahwa:
1) Sampai dengan ditandatanganinya Akta ini, KIK-EBA Mandiri GIAA01 masih berada dalam Kondisi
Ketidakmampuan Membayar Kl K-EBA.
2) Para Pihak sepakat untuk mengubah dan menyatakan kembali jadwal dan jumlah pembayaran
pelunasan bertahap Pokok lnvestasi dan pembagian Hasil lnvestasi EBA Kelas A sebagaimana
terdapat pada Kontrak, dimana Manajer lnvestasi dapat melakukan penagihan/koleksi atas
Pendapatan Penjualan Tiket selama terjadinya Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA
pada bagian lampiran yang merupakan suatu kesatuan dan tidak terpisahkan dari Kontrak.
Kamitelah melakukan wawancara dan analisis terhadap rencana manajemen untuk melakukan efisiensi
pada sisi operasional. Menurut pendapat kami, rencana yang dilakukan oleh manajemen efektif untuk
menghilangkan keraguan kami terhadap kelangsungan usaha Entitas.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai
dengan StandarAkuntansi Keuangan di lndonesia, dan atas pengendalian internalyang dianggap perlu
oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan
penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Entitas dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuaidengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan
usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Entitas atau menghentikan operasi, atau
tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Page 7
HBr,raNroNo & RBrlu
Parker Russeli International
Registered Public Accountants
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Entitas.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit Atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajlan material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika
hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan
dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara
wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan
keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kamijuga:
. Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik
yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur
audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat
untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material
yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena
kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah,
atau pengabaian pengendalian internal.
. Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Entitas.
o Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan seda kewajaran estimasiakuntansi
dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
o Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
Entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan
auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut
tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami
didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa
atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Entitas tidak dapat mempertahankan kelangsungan
usaha.
e Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain,
ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap
defisiensisignifikan dalam pengendalian internalyang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Page 8
Hnr,rnNroNo & Rrr<lu
Parker Russell International
Registered Public Accourtants
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam hal audit atas laporan keuangan periode kini
dan karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit dalam laporan auditor kami,
kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau
ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh
dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal
tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi
tersebut.
Heliantono & Rekan
Nomor I in Akuntan Publik: AP.0469
22Marel2024
Page 9
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Catatan 2023 2022
Aset
Underlying asset
(aset yang mendasari) 2d,2g,3,15 613.232.824.669 1.051.618.700.217
Kas dan setara kas 2d,2i,4 10.104.322.968 15.600.289.118
Piutang 2d,2g,5,15 323.772.329 15.298.603
Pajak dibayar di muka 14a 90.874.464 1.754.390.492
Aset pajak tangguhan 14d 815.385.952 815.385.952
Total Aset 624.567.180.382 1.069.804.064.382
Liabilitas dan aset bersih
Liabilitas
Beban akrual 2d,2g,6,15 1.567.054.165 1.319.832.643
Utang pajak 2f,14b - 30.291.488
Liabilitas atas penerbitan efek
beragun aset kelas A 2d,7,16 931.325.000.000 935.325.000.000
Total liabilitas 932.892.054.165 936.675.124.131
Nilai aset bersih
Setoran atas penerbitan
efek beragun aset kelas B 2d,2g,8,15 120.000.000.000 120.000.000.000
Total kenaikan nilai aset bersih 2g,9 (428.324.873.783) 13.128.940.251
Total nilai aset bersih (308.324.873.783) 133.128.940.251
Total liabilitas dan nilai aset
bersih 624.567.180.382 1.069.804.064.382
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
1
Page 10
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Catatan 2023 2022
Pendapatan
Pendapatan investasi 2e,2g,10,15 (441.393.351.525) 594.826.759
Pendapatan lain-lain 2e,2g,10,15 3.036.351 1.992.206.938
Total pendapatan (441.390.315.174) 2.587.033.697
Beban
Beban investasi
Beban pengelola investasi 2e,2g,11,15 2.377.963.823 4.049.921.725
Beban kustodian 2e,11 386.565.548 385.706.831
Beban bunga 2e,11 - -
Beban lain-lain 2e,2g,11,15 698.603.943 773.203.955
Beban keuangan 2e, 12 884.700 1.140.300
Beban lainnya 2e,2g,13 147.075.000 614.126.338
Total beban 3.611.093.014 5.824.099.149
Laba (rugi) sebelum pajak (445.001.408.188) (3.237.065.452)
Beban (manfaat) pajak penghasilan
Pajak kini 2f,14c - -
Pajak tangguhan - 437.844.048
Total beban pajak penghasilan - 437.844.048
Laba (rugi) tahun berjalan (445.001.408.188) (3.674.909.500)
Penghasilan komprehensif lain - -
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (445.001.408.188) (3.674.909.500)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
2
Page 11
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Penghasilan Komprehensif Lain
Yang akan
Total Kenaikan Yang tidak akan
Transaksi dengan Direklasifikasi Total Nilai Aset
(Penurunan) Nilai Direklasifikasi Lebih Total
Pemegang EBA Lebih Lanjut ke Bersih
Aset Bersih Lanjut ke Laba Rugi
Laba Rugi
Perubahan aset bersih tahun 2021
Saldo per 1 Januari 2021 120.000.000.000 7.298.865.887 - - - 127.298.865.887
Penyesuaian (Catatan 10) - 9.504.983.864 - - - 9.504.983.864
Saldo per 1 Januari 2021
setelah Penyesuaian 120.000.000.000 16.803.849.751 - - - 136.803.849.751
Rugi tahun berjalan - (3.674.909.500) - - - (3.674.909.500)
Transaksi dengan pemegang
Efek Beragun Aset - - - - - -
Penghasilan Komprehensif Lain - - - - - -
Saldo per 31 Desember 2021 120.000.000.000 13.128.940.251 - - - 133.128.940.251
Perubahan aset bersih pada tahun 2022
Saldo per 1 Januari 2022 120.000.000.000 13.128.940.251 - - - 133.128.940.251
Penyesuaian (Catatan 10) - 3.547.594.154 3.547.594.154
Saldo per 1 Januari 2022
Setelah Penyesuaian 120.000.000.000 16.676.534.405 - - - 136.676.534.405
Rugi tahun berjalan (445.001.408.188) (445.001.408.188)
Transaksi dengan pemegang
Efek Beragun Aset - - - - - -
Distribusi kepada pemegang
Efek Beragun Aset Kelas B - - - - - -
Penghasilan Komprehensif Lain - - - - - -
Saldo per 31 Desember 2022 120.000.000.000 (428.324.873.783) - - - (308.324.873.783)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
3
Page 12
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Catatan 2023 2022
Arus kas dari aktivitas operasi:
Penerimaan pendapatan penjualan tiket - -
Penerimaan dari pendapatan bunga 3.036.351 2.006.721
Penerimaan (pembayaran) pajak 1.660.900.031 (857.420.224)
Penerimaan bunga deposito - -
Pembayaran beban penunjang (2.517.307.849) (4.614.052.352)
Pembayaran lain-lain (1.341.418.489) (506.832.117)
Arus kas bersih yang diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas operasi (2.194.789.956) (5.976.297.972)
Arus kas dari aktivitas investasi
Penerimaan atas underlying assets - -
Penempatan deposito - -
Pencairan deposito - -
Penerimaan bunga deposito 698.823.806 455.292.851
Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi 698.823.806 455.292.851
Arus kas dari aktivitas pendanaan:
Pembayaran Pokok KIK-EBA
Mandiri GIAA01 Kelas A (4.000.000.000) -
Pembayaran Pokok KIK-EBA
Mandiri GIAA01 Kelas B - -
Arus kas bersih digunakan untuk
aktivitas pendanaan (4.000.000.000) -
Penurunan bersih kas dan setara kas (5.495.966.150) (5.521.005.121)
Kas dan setara kas pada awal tahun 15.600.289.118 21.121.294.239
Kas dan setara kas pada akhir tahun 10.104.322.968 15.600.289.118
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
4
Page 13
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
1. GAMBARAN
UMUM
a. Pendirian KIK- Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01
EBA GIAA01 (KIK-EBA Mandiri GIAA01), yang selanjutnya disebut "Entitas" dibentuk oleh
PT Mandiri Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi dan PT Bank
Maybank Indonesia Tbk, sebagai Bank Kustodian berdasarkan Akta
No. 04 Penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket
tanggal 03 Mei 2018 dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito S.H., Notaris di Jakarta, yang terdiri dari Kelas A dan Kelas B. EBA
Kelas A (bersama dengan EBA Kelas B) merupakan efek hasil sekuritisasi atas
Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01 (KIK-EBA Mandiri
GIAA01) yang dibeli dari PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk (Penerbit Surat
Berharga Hak atas Pendapatan Penjualan Tiket) sejumlah
Rp2.615.000.000.000 (dua triliun enam ratus lima belas miliar Rupiah). Kontrak
Investasi Kolektif – EBA Mandiri GIAA01 telah beberapa kali mengalami
perubahan, terakhir dengan Akta Addendum IX Kontrak Investasi Kolektif Efek
Beragun Aset Mandiri GIAA01 - Surat Berharga Hak atas Pendapatan
Penjualan Tiket No. 37 tanggal 23 Desember 2022, dibuat di hadapan Nanette
Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan
jadwal dan jumlah pembayaran pelunasan bertahap atas pokok investasi dan
pembagian hasil investasi EBA Kelas A sehubungan dengan kondisi
Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk
selaku penerbit (Catatan 19.k).
KIK-EBA Mandiri GIAA01 berkedudukan di Menara Mandiri 2 Lantai 15 Jl. Jend.
Sudirman Kav.54-55, Jakarta Selatan.
Investasi dalam KIK-EBA mempunyai tujuan untuk menerima bagian yang
proporsional dari Hasil Koleksi atas Kumpulan Tagihan yang wajib dibayar
kepada para Pemegang EBA yang diperoleh dari penjualan tiket akan
dikumpulkan dan diterima oleh collection agent dan akan diserahkan kepada
Manajer Investasi untuk kepentingan para Pemegang EBA yang diwakili oleh
Bank Kustodian.
b. Penawaran KIK-EBA Mandiri GIAA01 telah mendapatkan Surat Pernyataan Efektif dari
Umum KIK-EBA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala
GIAA01 Eksekutif OJK Nomor: S-693/PM.21/2018 tanggal 2 Juli 2018 untuk ditawarkan
kepada publik. KIK-EBA Mandiri GIIA01 Kelas A merupakan sertifikat tanpa
warkat, kecuali Sertifikat Jumbo KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas A yang
diterbitkan atas nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti
kepesertaan untuk kepentingan pemegang KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 85.190.968.9-012.000.
KIK-EBA Mandiri GIAA01 tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
5
Page 14
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
KIK-EBA Mandiri GIAA01 diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA Kelas A
dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp1.800.000.000.000 (satu triliun delapan
ratus miliar Rupiah) mewakili 90,00% (sembilan puluh koma nol nol persen) dari
keseluruhan nilai Surat Berharga Hak atas Pendapatan Penjualan Tiket yang
diterbitkan oleh Penerbit Surat Berharga Kepada KIK-EBA Mandiri GIAA01
pada Tanggal Emisi dengan imbal hasil investasi sebesar 9,75% (sembilan
koma tujuh lima persen) per tahun, dan EBA Kelas B dengan jumlah nilai
nominal sebesar Rp200.000.000.000 (dua ratus miliar Rupiah) mewakili
10,00% (sepuluh koma nol nol persen) dari keseluruhan nilai Surat Berharga
Hak atas Pendapatan Penjualan Tiket yang diterbitkan oleh Penerbit Surat
Berharga Kepada KIK-Mandiri GIAA01 pada Tanggal Emisi. Tanggal
pelunasan akhir pokok investasi dan pembagian hasil investasi EBA Kelas A
yang terakhir jatuh pada tanggal 27 Juni 2032 sesuai dengan addendum
perpanjangan jangka waktu efektif pengalihan pendapatan penjualan tiket.
Pemegang EBA Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran imbal hasil 3
(tiga) bulan sekali pada tanggal pembagian hasil investasi Kelas A.
Pembayaran pokok atas EBA Kelas A akan dilakukan secara bertahap sesuai
dengan tata urutan pembayaran (Payment Waterfall).
c. Manajer KIK-EBA Mandiri GIAA01 dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi
Investasi dan selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk sebagai
Bank Kustodian Bank Kustodian.
d. Penerbitan Manajer Investasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan
Laporan laporan keuangan KIK-EBA Mandiri GIAA01 yang diterbitkan pada tanggal
Keuangan 22 Maret 2024.
2. IKHTISAR
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
a. Pernyataan Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Kepatuhan Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi
Terhadap Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang
SAK diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No.33/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penyusunan Laporan
Keuangan Produk Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 14/SEOJK.04/2020 tanggal
8 Juli 2020 tentang Pedoman Perlakuan Akuntansi Produk Investasi Berbentuk
Kontrak Investasi Kolektif.
6
Page 15
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
b. Dasar Laporan Keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta
Pengukuran atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.
dan Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalag konsep
Penyusunan biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan
Laporan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
Keuangan masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi, dan
pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), kecuali bila dinyatakan secara khusus.
Sejumlah standar baru berlaku mulai 1 Januari 2023, namun tidak berdampak
material pada laporan keuangan Entitas, antara lain:
1. Penyesuaian Tahunan PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”
2. Penyesuaian Tahunan PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi
Akuntansi, dan Kesalahan – Definisi Estimasi Akuntansi”
3. Amandemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan – Pajak Tangguhan Terkait Aset
dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal”
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan
kebijakan akuntansi Entitas dan tidak memiliki dampak material pada laporan
keuangan Entitas yang dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya.
c. Sumber Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Estimasi Indonesia mengharuskan manajemen menggunakan estimasi dan asumsi yang
Ketidakpastian, mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan
Pertimbangan aset pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban
Akuntansi yang selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang
Penting dan diestimasi.
Asumsi
Signifikan Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama
ketidakpastian estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang
memiliki risiko signifikan menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
Penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian dipelihara pada jumlah yang menurut
manajemen adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya
piutang. Pada setiap tanggal pelaporan, Entitas mengukur penyisihan kerugian
instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal. Jika pada tanggal pelaporan, risiko
kredit instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan
tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Jumlah penyisihan
yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan
7
Page 16
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain
kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang
dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan.
Estimasi yang digunakan dalam pembentuk cadangan kecukupan penurunan
nilai berdasarkan estimasi arus kas di masa depan, dan beberapa faktor
lainnya, seperti berikut:
a) Kumpulan tagihan dikelompokkan berdasarkan RTM (Remaining Term to
Maturity)
b) Suku bunga efektif yang digunakan merupakan suku bunga imbal hasil
pada tanggal cut-off
c) Historis gagal bayar selama tahun berjalan
Probability of Default (PD) berdasarkan rata-rata default sejak
pembentukan sampai dengan tanggal cut-off
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Harga kuotasian di pasar aktif menyediakan bukti paling andal dari nilai wajar
dan digunakan tanpa penyesuaian untuk mengukur nilai wajar apabila tersedia.
Untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan, beberapa dapat dipertukarkan di
beberapa pasar aktif diantaranya pasar utama untuk aset atau liabilitas jika
terdapat pasar utama, pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas dan transaksi untuk aset atau liabilitas pada harga tanggal
pengukuran. Jika entitas memiliki posisi atas aset atau liabilitas tunggal, maka
nilai wajar aset atau liabilitas diukur dalam level 1 (satu) sebagai produk dari
harga kuotasian untuk aset atau liabilitas individual dan kuantitas yang dimiliki
entitas
Pajak Penghasilan
Entitas menentukan provisi perpajakan berdasarkan estimasi atas
kemungkinan adanya tambahan beban pajak. Jika hasil akhir dari hal ini
berbeda dengan jumlah yang dicatat semula, maka perbedaan tersebut akan
berdampak terhadap laba/rugi.
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi KIK-EBA GIAA01 yang memiliki pengaruh paling signifikan
atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menerapkan PSAK 71, dengan demikian aset keuangan dan liabilitas
keuangan diakui sesuai kebijakan akuntansi Entitas seperti diungkapkan dalam
Catatan 2.d.i
8
Page 17
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
d. Kebijakan Instrumen Keuangan
Akuntansi Entitas menerapkan PSAK 71 “Instrumen Keuangan”. PSAK 71 membahas
Tertentu klasifikasi, pengukuran, dan penghentian pengakuan dari aset dan liabilitas
keuangan, akuntansi lindung nilai dan model penurunan nilai untuk aset
keuangan.
d.i. Aset Pengakuan dan Pengukuran Awal
Keuangan Pengukuran aset keuangan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: biaya perolehan
yang diamortisasi, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/Fair Value Through
Profit or Loss (FVTPL), dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain/Fair Value through Other Comprehensive Income (FVOCI).
Klasifikasi aset keuangan tersebut berdasarkan model bisnis dan karakteristik
arus kas kontraktualnya.
Aset keuangan dapat diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika
dimiliki dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (hold to collect) dan
menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang (Solely Payments of Principal and
Interest – SPPI). Jumlah pokok adalah nilai wajar dari aset keuangan saat
pengakuan awal, sedangkan bunga merupakan imbalan untuk nilai waktu atas
uang, risiko kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu,
dan risiko serta biaya peminjaman standar dan marjin laba.
Kategori aset tersebut membutuhkan penilaian persyaratan kontraktual pada
saat pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung
persyaratan yang dapat mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak
konsisten dengan persyaratan SPPI. Penilaian persyaratan kontraktual
mempertimbangkan:
• Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas
• Fitur leverage
• Persyaratan pelunasan dipercepat atau perpanjangan fasilitas
Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terjadi peningkatan risiko
kredit. Penghentian dengan alasan lain diperkenankan dengan frekuensi
penjualan yang tidak signifikan.
Aset keuangan berupa instrumen utang dimana tujuan model bisnis dicapai
dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset (hold to collect
and sell) dan memiliki arus kas SPPI, diklasifikasikan sebagai FVOCI. Laba rugi
yang belum direalisasi ditangguhkan pada pendapatan komprehensif lain
sampai aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi pada awalnya diakui
sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi. Sedangkan
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada awalnya
dicatat sebesar nilai wajar dan biaya transaksinya dibebankan pada laba rugi
9
Page 18
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
(i) Aset Keuangan yang Diukur dengan Biaya Diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate)
(“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang
diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas
biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut.
Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang timbul dari
penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.
(ii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi atau
Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya
disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan
perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.
Sedangkan untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, perubahan nilai wajar aset keuangan ini
dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan
atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya
transaksi menggunakan metode suku bunga efektif), keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari
selisih kurs diakui pada laba rugi
Penghentian Pengakuan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau mana yang berlaku
sebagai bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir; atau
2. Entitas mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset keuangan atau menanggung liabilitas untuk membayar arus kas
yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui
suatu kesepakatan penyerahan (a) secara substansial mentransfer seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut atau (b) secara
substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer
pengendalian atas aset keuangan tersebut.
10
Page 19
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Apabila Entitas mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak
mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan
manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mentransfer pengendalian
atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh
Entitas sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
ditransfer, diukur sebesar jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dan
nilai maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar
kembali oleh Entitas.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan,
maka selisih antara jumlah tercatat dan jumlah dari (a) pembayaran yang
diterima (termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas
baru yang ditanggung) dan (b) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang
telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam laba rugi.
Penurunan Nilai
Dalam mengestimasi kerugian akibat penurunan nilai, Entitas telah
menerapkan PSAK 71 dengan menggunakan model Expected Credit Loss
(ECL). Model ECL berlaku untuk instrumen keuangan yang tidak diukur dengan
FVTPL, yaitu:
• Aset keuangan yang merupakan instrumen utang
• Kontrak jaminan keuangan yang diberikan
• Komitmen pinjaman yang diberikan
Terdapat dua cara pengukuran estimasi menurut model ECL yaitu secara life
time atau selama 12 bulan. Estimasi kerugian penurunan nilai debitur atau
kelompok debitur dihitung menggunakan model ECL life time. Kondisi tertentu
yang dihitung menggunakan model ECL 12 bulan yaitu:
• Efek investasi utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan
• Instrumen keuangan lain (selain piutang sewa guna usaha) yang risiko
kreditnya tidak meningkat signifikan sejak penerbitan awal
Piutang yang dikategorikan mengalami penurunan nilai adalah piutang yang
memiliki hari tunggakan lebih dari 0 hari dan piutang yang direstrukturisasi.
Suatu instrumen dianggap tidak lagi mengalami gagal bayar jika tidak lagi
memenuhi kriteria gagal bayar tersebut. Estimasi membutuhkan informasi lebih
lanjut mengenai kemungkinan terjadinya wanprestasi, dari rasio kerugian yang
terkait dan koreksi gagal bayar antar pihak. Entitas mengukur risiko kredit
menggunakan Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD), dan
Exposure at Default (EAD).
11
Page 20
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
ECL ditentukan dengan memproyeksikan PD, LGD, dan EAD untuk setiap
bulan ke depan dan untuk setiap eksposur individu atau segmen kolektif. Ketiga
komponen dikalikan dengan kemungkinan eksposur selama life time, yang
kemudian didiskontokan kembali ke tanggal pelaporan dan dijumlahkan.
Tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga efektif atau rata-rata suku
bunga efektif.
PD life time ditentukan dengan mempertimbangkan profil jatuh tempo dari titik
pengakuan awal sampai sepanjang umur pinjaman. Profil jatuh tempo
didasarkan pada data historis yang diamati dan diasumsikan sama untuk
semua aset dalam suatu portofolio dan peringkat kreditnya. EAD 12 bulan dan
life time ditentukan berdasarkan profil pembayaran yang diharapkan, yang
bervariasi berdasarkan jenis produk.
d.ii. Liabilitas Pengakuan Awal dan Pengukuran
Keuangan Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Entitas
menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dan dalam hal
utang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
i. Liabilitas Liabilitas Keuangan yang Diukur pada FVTPL
Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas
keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti
mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif
diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan
efektif sebagai instrumen lindung nilai. Pada saat pengakuan awal,
liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diakui pada nilai wajarnya.
Biaya transaksi sehubungan dengan penerbitannya diakui pada laporan
laba rugi periode berjalan. Kenaikan atau penurunan nilai wajar
selanjutnya diakui pada laba rugi.
ii. Liabilitas Keuangan yang Diukur dengan Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur pada FVTPL dikategorikan dan diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai
wajarnya setelah dikurangi biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
12
Page 21
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang
ditetapkan dalam kontrak tersebut dihentikan, dibatalkan, atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan
pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial
berbeda atau bila persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut
dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
d.iii.Saling Saling Hapus Instrumen Keuangan
Hapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya
Instrumen disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak
Keuangan yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat
dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
e. Pengakuan Pendapatan penjualan tiket dan penempatan pada deposito diakui secara
Pendapatan akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang
dan Beban berlaku yang memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
f. Pajak Entitas berbentuk kontrak investasi kolektif adalah subyek pajak yang
Penghasilan diperlakukan sebagai persekutuan, kongsi atau firma. Obyek pajak penghasilan
Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak
No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta
ketentuan pajak yang berlaku. Obyek pajak penghasilan terbatas hanya pada
penghasilan yang diterima oleh Entitas, sedangkan pembayaran imbal hasil
yang dibayarkan Entitas kepada pemegang EBA dengan arus kas tetap
merupakan obyek pajak penghasilan final. Perhitungan pajak penghasilan
Entitas mengikuti norma Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Pasal 29,
sementara pajak atas imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang
Entitas dengan arus kas tidak tetap bukan merupakan objek pajak.
Beban pajak kini terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak kini
ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh
dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara
penghasilan pada periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif
pajak yang berlaku.
13
Page 22
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak
yang telah berlaku atau yang secara substansial telah berlaku pada akhir
periode pelaporan dan diharapkan diterapkan ketika asset/pajak penghasilan
tangguhan diselesaikan. Aset/kewajiban pajak penghasilan tangguhan diakui
hanya jika besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa depan
akan mencukupi untuk dikompensasikan dengan perbedaan temporer yang
masih dapat dimanfaatkan.
g. Transaksi Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak
Pihak berelasi yang dipakai adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 7
Berelasi “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi“. Pihak-pihak berelasi adalah orang atau
entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
1) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan
entitas pelapor jika orang tersebut:
a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas
pelapor.
b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor, atau
c) Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas
pelapor.
2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut:
a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang
sama (entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait
dengan entitas lain).
b) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas
lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang
sama.
d) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas
yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk
imbalan kerja dari salah satu Entitas pelapor atau Entitas yang terkait
dengan Entitas pelapor. Jika Entitas pelapor adalah Entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka Entitas sponsor juga
berelasi dengan Entitas pelapor;
f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam angka 1).
g) Orang yang diidentifikasi dalam angka 1) huruf (a) memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas
(atau entitas induk dari entitas).
14
Page 23
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Jenis transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi,
apakah yang dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi
normal yang sama dengan pihak yang tidak berelasi, diungkapkan dalam
laporan keuangan.
h. Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap
Instrumen tanggal pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada
Keuangan akhir periode pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar
ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian yang diizinkan oleh PSAK 68
seperti dengan mengacu pada transaksi pasar kini yang dilakukan secara wajar
(arm’s length transaction); mengacu kepada nilai wajar kini instrumen lain yang
secara substantial sama; analisa arus kas yang didiskonto atau model penilaian
lainnya.
i. Kas dan Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang
Setara Kas jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang.
3. UNDERLYING Underlying Asset (Aset yang Mendasari) merupakan surat berharga hak atas
ASSET (ASET pendapatan penjualan tiket yang dibeli dari PT Garuda Indonesia (Persero),
YANG Tbk. Berdasarkan Perjanjian Pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket yang
MENDASARI) tercantum dalam Akta No. 04 tanggal 03 Mei 2018 Kontrak Investasi Kolektif
Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01 – Surat Berharga Hak atas Pendapatan
Penjualan Tiket yang dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito S.H. sebagaimana telah diaddendum dengan Akta No. 31 tanggal
21 Desember 2022 antara Manajer Investasi yaitu PT Mandiri Manajemen
Investasi dan Penerbit yaitu PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk yang dibuat
di hadapan notaris yang sama, jangka waktu KIK-EBA GIAA01 adalah sampai
dengan 31 Desember 2032.
Saldo underlying asset (aset yang mendasari) per 31 Desember 2023 dan 2022
sebagai berikut:
2023
Peringkat Tanggal Jatuh
Jenis Efek Jumlah Efek Harga Perolehan
Efek Tempo
KIK EBA GIAA01 (A) IrBBB 935.325.000 935.325.000.000 27 Juni 2032
KIK EBA GIAA01 (B) Non Rated 120.000.000 120.000.000.000 27 Juni 2032
1.055.325.000 1.055.325.000.000
2023
Tingkat Persentase
Bunga per Jumlah Tercatat Nilai Wajar Terhadap Jumlah
Tahun Portofolio Efek
0% 935.325.000.000 569.183.656.669 92,82%
0% 120.000.000.000 44.049.168.000 7,18%
1.055.325.000.000 613.232.824.669 100%
15
Page 24
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2023 2022
Nilai Aset Keuangan, 1 Januari 2023 1.055.325.000.000 -
Penilaian Kembali (442.092.175.331) -
Penurunan (Kenaikan) Nilai Aset Keuangan 613.232.824.669 -
Penilaian kembali merupakan penurunan dan/atau peningkatan efek utang
yang disebabkan oleh perubahan nilai pasar, sehingga nilai efek utang menurut
nilai pasar per 31 Desember 2023 menurun sebesar Rp442.092.175.331.
2023 2022
Investasi Aset Sekuritisasi - 1.055.031.299.783
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian - 3.706.299.783
Total - 1.051.325.000.000
Cadangan kerugian kredit ekspektasian pada tahun 2023 dipulihkan karena
sudah dilakukan penilaian kembali atas efek utang tersebut. Hal ini terjadi
karena manajemen melakukan perubahan penilaian menjadi menggunakan
nilai wajar
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian pada 31 Desember 2023 dan
2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Saldo awal periode 3.706.299.783 5.696.500.000
Dampak Penerapan Awal
PSAK 71 - -
Penambahan/Pengurangan tahun berjalan (3.706.299.783) (1.990.200.217)
Saldo akhir periode - 3.706.299.783
Rincian piutang usaha pada 31 Desember 2023 dan 2022 berdasarkan jatuh
tempo adalah sebagai berikut:
2023 2022
Hingga 1 tahun 4.000.000.000 4.000.000.000
1-2 tahun 78.500.000.000 78.500.000.000
2-3 tahun 223.000.000.000 223.000.000.000
3-4 tahun 258.000.000.000 258.000.000.000
Lebih dari 5 tahun 491.825.000.000 491.825.000.000
1.055.325.000.000 1.055.325.000.000
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian - 3.706.299.783
Penilaian Kembali 442.092.175.331 -
Total 613.232.824.669 1.051.618.700.217
Lihat Catatan 15, Pihak Berelasi.
16
Page 25
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
4. KAS DAN Akun ini merupakan rekening giro dan instrumen pasar uang berupa deposito
SETARA milik Entitas yang dikelola oleh Bank Kustodian per 31 Desember 2023 dan
KAS 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Bank
Pihak Ketiga
PT Bank Maybank
Indonesia, Tbk 314.322.968 60.289.118
Sub Total 314.322.968 60.289.118
Instrumen Pasar Uang
Pihak Ketiga
PT Bank Tabungan Negara
(Persero), Tbk 790.000.000 2.315.000.000
PT Bank Tabungan Negara
Syariah 9.000.000.000 12.500.000.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten, Tbk - 725.000.000
Sub Total 9.790.000.000 15.540.000.000
Total 10.104.322.968 15.600.289.118
Tingkat bunga rata-rata tahunan atas deposito jangka waktu satu bulan dan
dapat diperpanjang otomatis (ARO) adalah sebagai berikut:
2023 2022
Deposito berjangka 2,60% - 6,75% 2,90% - 5,75%
5. PIUTANG Akun Piutang merupakan piutang penjualan tiket dan piutang bunga deposito
per 31 Desember 2023 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Pihak Berelasi
Piutang bunga penjualan tiket - -
Piutang pokok penjualan tiket - -
Pihak Ketiga
Piutang bunga deposito 22.539.452 15.298.603
Piutang lain-lain 301.232.877 -
Total 323.772.329 15.298.603
Piutang lain-lain merupakan pencairan deposito yang belum masuk ke rekening
koran per 31 Desember 2023.
Entitas tidak membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas nilai
piutang bunga karena Manajer Investasi berkeyakinan bahwa piutang tersebut
dapat tertagih.
Lihat Catatan 15, Pihak Berelasi.
17
Page 26
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
6. BEBAN Akun ini merupakan biaya yang telah menjadi liabilitas Entitas, namun belum
AKRUAL dibayar pada 31 Desember 2023 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Biaya Jasa Manajemen 865.610.190 873.383.119
Biaya Jasa Penyedia Jasa 378.016.129 267.016.129
Biaya Jasa Kustodian 137.073.795 72.556.922
Biaya Jasa Audit 66.600.000 68.820.000
Biaya Jasa Register KSEI 84.270.180 38.056.473
Biaya Pendukung Kredit 35.483.871 -
Total 1.567.054.165 1.319.832.643
Lihat Catatan 15, Pihak Berelasi.
7. LIABILITAS Liabilitas atas Penerbitan Efek Beragun Aset Kelas A merupakan instrumen
ATAS keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset
PENERBITAN Kelas A.
EFEK
BERAGUN Rincian utang sertifikat KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas A per
ASET 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
PT Taspen (Asuransi)-AFS 517.402.777.776 519.625.000.000
Reksa Dana Terproteksi Bahana
74.195.558.332
Progessive Protected Fund 178 74.514.225.000
Reksa Dana Terproteksi
Danareksa Proteksi 60 51.740.277.776 51.962.500.000
Reksa Dana Trimegah Dana
Tetap Nusantara 33.113.777.776 33.256.000.000
Reksa Dana Danareksa Melati
Pendapatan Tetap Multi Plus 32.078.972.224 32.216.750.000
Reksa Dana Insight Infra
Development (I-INFRA) 25.870.138.888 25.981.250.000
Reksa Dana Terproteksi Bahana
Progessive Protected Fund 176 21.006.552.776 21.096.775.000
Reksa Dana Insight Tunas Bangsa
Balance Fund 2 (I-Next G2) 19.402.604.168 19.485.937.500
Koperasi Kesehatan Pegawai
dan Pensiunan Bank
Mandiri (Mandiri Healtcare) 18.109.097.224 18.186.875.000
Jumlah dipindahkan 792.919.756.940 796.325.312.500
18
Page 27
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2023 2022
Jumlah pindahan 792.919.756.940 796.325.312.500
Reksa Dana Simas Pendapatan
Tetap Abdi Utama 15.522.083.332 15.588.750.000
PT Jasa Raharja (Persero) 15.522.083.332 15.588.750.000
PT Asabri ( Persero ) 12.935.069.444 12.990.625.000
Dana Pensiun Kompas Gramedia 12.572.887.500 12.626.887.500
Dana Pensiun Garuda Indonesia 10.348.055.556 10.392.500.000
Dana Pensiun Perkebunan 10.348.055.556 10.392.500.000
Johnny Darmawan D 10.348.055.556 10.392.500.000
DP. Telkom 7.761.041.668 7.794.375.000
Reksa Dana Setiabudi Dana
Obligasi Unggulan 5.174.027.780 5.196.250.000
Yayasan Kesehatan Garuda
Indonesia 5.174.027.780 5.196.250.000
Dana Pensiun BNI 5.174.027.780 5.196.250.000
Yayasan Bentara Rakyat 5.174.027.780 5.196.250.000
PT Asuransi Jiwa Tugu
Mandiri-7 -124434015 5.174.027.780 5.196.250.000
Reksadana Guru 3.233.767.362 3.247.656.250
Reksa Dana Insight Benefit
Balanced Fund 3.233.767.362 3.247.656.250
Dana Pensiun BPD NTT 2.587.013.888 2.598.125.000
PT Asuransi Binagriya Upakara 2.587.013.888 2.598.125.000
Yayasan Kesejahteraan
Pegawai Otoritas Jasa
Keuangan (YKP OJK) 2.587.013.888 2.598.125.000
Mohammad Hidayat Hasan 1.034.805.556 1.039.250.000
Meiddy Mandagi 517.402.776 519.625.000
Yayasan Kesejahteraan
Pegawai Perum Perhutani
Jati Sejahtera 517.402.776 519.625.000
Herdian Hendrawidjaja 517.402.776 519.625.000
Santoso Chandra 258.701.388 259.812.500
Andreas Muljadi G 103.480.556 103.925.000
Total 931.325.000.000 935.325.000.000
Liabilitas atas Penerbitan Efek Beragun Aset KIK-EBA Mandiri GIAA01
Pemegang EBA Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran imbal hasil
setiap 3 (tiga) bulan sekali pada tanggal Pembagian Hasil Investasi Kelas A.
Pembayaran pokok atas EBA Kelas A akan dilakukan secara bertahap dengan
memperhatikan tata urutan pembayaran (payment waterfall). Dalam rangka
penerbitan Liabilitas atas Penerbitan Efek Beragun Aset
KIK-EBA Mandiri GIAA01, berdasarkan press release pada tanggal
3 Agustus 2023 PT Kredit Rating Indonesia menyatakan bahwa peringkat
KIK-EBA Mandiri GIAA01 yaitu idBBB dengan prospek stabil dan periode
peringkat sejak tanggal 1 Agustus 2023 sampai 1 Agustus 2024.
19
Page 28
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
8. SETORAN Setoran atas Penerbitan Efek Beragun Aset merupakan instrumen keuangan
ATAS bersifat ekuitas kepada pemegang sertifikat Kontrak Investasi Kolektif Efek
PENERBITAN Beragun Aset kelas B, di mana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran
EFEK penuh atas semua EBA Kelas A menurut tata urutan pembayaran (payment
BERAGUN waterfall).
ASET
Manajer Investasi berwenang sepenuhnya untuk menentukan tanggal
pembagian hasil investasi KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas B dan tanggal
pelunasan bertahap, dan besarnya jumlah pembagian hasil investasi KIK-EBA
Mandiri GIAA01 Kelas B, dengan tetap memperhatikan kesehatan keuangan
KIK-EBA Mandiri GIAA01 dan kemampuan pemenuhan pembayaran pajak
sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku, biaya-biaya KIK-EBA
Mandiri GIAA01 dan jumlah pelunasan bertahap pokok investasi KIK-EBA
Mandiri GIAA01 kelas A, jumlah pelunasan akhir pokok investasi Kelas A dan
jumlah pembagian hasil investasi Kelas A sebagaimana diatur dalam KIK-EBA
Mandiri GIAA01. Pemegang KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas B akan menerima
pembayaran pelunasan bertahap Kelas B yang terakhir setelah pelunasan
bertahap pokok investasi Kelas A dan pembagian hasil investasi Kelas A yang
terakhir.
Pembagian hasil investasi tahunan KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas B
berdasarkan perintah tertulis dari Manajer Investasi, setelah terlebih dahulu
melakukan pembayaran atas pembayaran pajak sesuai dengan ketentuan
perpajakan yang berlaku, dan biaya-biaya KIK-EBA yang merupakan beban
KIK-EBA Bank Kustodian akan melakukan pembayaran dari rekening KIK-EBA
berdasarkan tata urutan sebagai berikut:
a) Jumlah pelunasan bertahap pokok investasi EBA Kelas A secara pro rata
kepada setiap Pemegang EBA hingga pokok investasi EBA Kelas A secara
bertahap berkurang menjadi nol.
b) Jumlah pembagian hasil Investasi EBA Kelas A.
c) Pemenuhan dana cadangan sebagaimana dimaksud dalam perjanjian
KIK-EBA, dalam hal dana cadangan terpakai.
Setoran sertifikat KIK-EBA kelas B kepada PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk
per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah Rp120.000.000.000
dan Rp120.000.000.000.
Lihat Catatan 15, Pihak Berelasi.
20
Page 29
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
9. TOTAL Total kenaikan nilai aset bersih merupakan saldo laba Entitas per 31 Desember
KENAIKAN 2023 dan 2022 yaitu sebagai berikut.
2023 2022
NILAI ASET
Saldo Laba 1 Januari 13.128.940.251 7.298.865.887
BERSIH Penyesuaian 3.547.594.154 9.504.983.864
Laba (Rugi) Bersih Tahun
Berjalan (445.001.408.188) (3.674.909.500)
Saldo Laba 31 Desember (428.324.873.783) 13.128.940.251
Penyesuaian tahun 2023 disebabkan adanya pemulihan cadangan kerugian
kredit ekspektasian karena sudah dilakukan penilaian Kembali atas underlying
assets.
Distribusi kepada pemegang KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas B merupakan
beban bunga yang dibayarkan kepada pemegang sertifikat B. Pemegang
KIK-EBA Kelas B akan menerima pembayaran pokok setelah dilakukan
pembayaran kepada Pemegang EBA Kelas A pada setiap Tanggal Pelunasan
Bertahap Pokok Investasi dan Pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A yang
bersangkutan, menurut tata urutan pembayaran (payment waterfall).
10. PENDAPATAN Akun ini merupakan pendapatan investasi atas penjualan tiket, bunga, jasa giro
INVESTASI dan pendapatan lainnya untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan
2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Pendapatan Investasi
Penjualan Tiket - -
Bunga Deposito 698.823.806 594.826.759
Pendapatan Lain-lain:
Pendapatan lainnya - 1.990.200.217
Pendapatan Jasa Giro 3.036.351 2.006.721
701.860.157 1.992.206.938
Keuntungan (Kerugian) Investasi yang Telah dan
Belum Direalisasi
Keuntungan (Kerugian) Investasi yang Belum (442.092.175.331) -
Direalisasi
Keuntungan (Kerugian) Investasi yang Telah - -
Direalisasi
Jumlah Pendapatan Investasi (441.390.315.174) 2.587.033.697
Berdasarkan Addendum dan Pernyataan Kembali Perjanjian Penunjukan dan
Pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket Rute Penerbangan Jeddah dan
Madinah PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Nomor 32 tanggal
21 Desember 2022 menyatakan bahwa tahun 2023 PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk selaku Penerbit tidak dapat membayarkan hak atas pendapatan
penjualan tiket, sehingga tidak adanya arus kas masuk atas pendapatan tiket
selama tahun tersebut.
Lihat Catatan 15, Pihak Berelasi.
21
Page 30
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
11. BEBAN Akun beban investasi merupakan beban yang berasal dari kegiatan investasi
INVESTASI KIK-EBA Mandiri GIAA01 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan
2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Beban Bunga - -
Beban Pengelolaan Investasi 2.377.963.823 4.049.921.725
Beban Kustodian 386.565.548 385.706.831
Beban Lain-lain:
Listing BEI 228.406.365 226.348.650
Pemeringkat 199.800.000 199.800.000
Penyedia Jasa 111.000.000 110.000.000
Audit 66.600.000 68.820.000
Register KSEI 57.313.707 44.000.000
Pendukung Kredit 35.483.871 -
Cadangan Penurunan Nilai - -
Pajak Bunga Deposito - 124.235.305
698.603.943 773.203.955
Total 3.463.133.314 5.208.832.511
Akun ini merupakan beban jasa penunjang, beban bunga, dan beban
penyisihan atas underlying asset.
Lihat Catatan 15, Pihak Berelasi.
12. BEBAN Akun ini merupakan beban administrasi transfer untuk tahun yang berakhir
KEUANGAN 31 Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp884.700 dan Rp1.140.300.
13. BEBAN Akun ini merupakan beban pajak jasa giro dan pembayaran atas jasa konsultan
LAINNYA hukum untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 sebesar
Rp147.075.000 dan Rp614.126.338.
14. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Akun ini merupakan lebih bayar Pajak Penghasilan (PPh Pasal 28A) per
Di Muka 31 Desember 2023 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Pajak dibayar di muka
PPh Pasal 25 - -
PPh Pasal 28a 90.874.464 1.754.390.492
Total 90.874.464 1.754.390.492
22
Page 31
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Entitas menerima menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak
No. KEP00119/SKPPKP/KPP.3010/2023 tanggal 27 Juni 2023 tentang
Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak atas Pajak Penghasilan Badan
untuk tahun pajak 2022 sebesar Rp733.939.632
Pajak dibayar di muka tahun 2022 tersebut merupaka saldo tahun 2022
sebesar Rp733.939.632 dan tahun 2021 Rp1.020.450.860.
b. Utang Akun ini merupakan angsuran utang pajak penghasilan Pasal 25 per
Pajak 31 Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp0 dan Rp30.291.488.
c. Pajak Kini Taksiran pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
2023 2022
Laba (rugi) bersih sebelum pajak (444.274.808.131) (3.237.065.452)
Beda temporer:
Penyisihan (penghapusan) cadangan
kerugian penurunan nilai - (1.990.200.217)
Beda tetap:
Biaya mendapat, menagih, memelihara
yang pajaknya bersifat final - 124.636.643
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (701.860.157) (596.833.480)
Penghasilan kena pajak (rugi fiskal) (444.976.668.288) (5.699.462.506)
Penghasilan kena pajak (rugi fiskal) -
dibulatkan (444.976.668.000) (5.699.462.000)
Beban pajak penghasilan:
Dengan Fasilitas - -
Tanpa Fasilitas -
Beban pajak penghasilan - -
Dikurangi kredit pajak penghasilan 90.874.464 733.939.632
Taksiran kurang/(lebih) bayar pajak (90.874.464) (733.939.632)
Taksiran pajak penghasilan berdasarkan ketentuan pajak yang berlaku dibagi
dalam 2 jenis berdasarkan jumlah peredaran bruto:
a) Peredaran bruto hingga Rp50.000.000.000
1. Peredaran bruto kurang dari 4.800.000.000
50%x22%x Penghasilan Kena pajak
2. Peredaran bruto lebih dari 4.800.000.000 - 50.000.000.000
(50%x22%x Penghasilan Kena Pajak yang memperoleh fasilitas) +
(22%xPenghasilan Kena Pajak tidak memperoleh fasilitas)
b) Peredaran bruto di atas Rp50.000.000.000
PPh badan terutang dengan peredaran bruto di atas Rp50.000.000.000
dihitung berdasarkan ketentuan umum atau tanpa fasilitas pengurangan
tarif.
23
Page 32
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
d. Pajak Akun ini merupakan aset pajak tangguhan pada 31 Desember 2023 dan 2022
Tangguhan dengan rincian sebagai berikut:
2023
Saldo Awal Laba/Rugi Saldo Akhir
Penyisihan Cadangan
Kerugian Kredit
Ekspektasian 815.385.952 - 815.385.952
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak
Tangguhan 815.385.952 - 815.385.952
2022
Saldo Awal Laba/Rugi Saldo Akhir
Penyisihan Cadangan
Kerugian Kredit
Ekspektasian 1.253.230.000 (437.844.048) 815.385.952
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak
Tangguhan 1.253.230.000 (437.844.048) 815.385.952
15. SALDO DAN
Kepemilikan :KIK-EBA Mandiri GIAA01 berelasi dengan PT Garuda
TRANSAKSI
Indonesia (Persero), Tbk. Namun, secara aktivitas
DENGAN operasional masing-masing pihak bebas mandiri
PIHAK
(independent).
BERELASI
Entitas Asosiasi :PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, PT ASABRI
(Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT Taspen
(Persero).
Jenis Transaksi :
Pihak Berelasi Jenis Transaksi
PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Penerbit
PT Mandiri Manajemen Investasi Penyedia Jasa
24
Page 33
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Saldo akun pada laporan posisi keuangan pada 31 Desember 2023 dan
2022 dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
Underlying Asset 613.232.824.669 1.051.618.700.217
Piutang - 15.298.603
Beban Akrual 1.279.110.190 1.140.399.248
Setoran atas Penerbitan
Efek Beragun Aset 120.000.000.000 120.000.000.000
Saldo akun pada laporan laba/(rugi) dengan pihak berelasi untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Pendapatan Investasi - -
Beban Investasi 2.377.963.823 4.049.921.725
Beban lain-lain 146.483.871 110.000.000
KIK-EBA Mandiri GIAA01 melakukan transaksi-transaksi dengan pihak berelasi
adalah sebagai berikut:
2023 2022
Total % Total %
Underlying Asset
Pihak Berelasi
PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk 613.232.824.669 98,19% 1.051.618.700.217 98,30%
Total 613.232.824.669 98,19% 1.051.618.700.217 98,30%
*) Persentase dengan total aset
2023 2022
Total % Total %
Piutang
Pihak Berelasi
PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk - 0,00% 15.298.603 0,00%
Total - 0,00% 15.298.603 0,00%
*) Persentase dengan total aset
2023 2022
Total % Total %
Beban Akrual
Pihak Berelasi
PT Mandiri
Manajemen
Investasi 865.610.190 0,09% 873.383.119 0,09%
PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk 378.016.129 0,04% 267.016.129 0,03%
Total 1.243.626.319 0,13% 1.140.399.248 0,12%
*) Persentase dengan total liabilitas
25
Page 34
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2023 2022
Total % Total %
Setoran atas
Penerbitan EBA
Pihak Berelasi
PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk 120.000.000.000 12,9% 120.000.000.000 12,8%
Total 120.000.000.000 12,9% 120.000.000.000 12,8%
*) Persentase dengan total liabilitas
2023 2022
Total % Total %
Pendapatan
Investasi
Pihak Berelasi
PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk - 0,0% - 0,0%
Total - 0,0% - 0,0%
*) Persentase dengan total pendapatan
2023 2022
Total % Total %
Beban Investasi
Pihak Berelasi
PT Mandiri
Manajemen
Investasi 2.377.963.823 65,85% 4.049.921.725 69,54%
PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk 111.000.000 3,07% 110.000.000 1,89%
Total 2.488.963.823 68,93% 4.159.921.725 71,43%
*) Persentase dengan total beban
Jumlah fee yang diterima Manajer Investasi atas jasa pengelolaan investasi
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebesar
Rp2.377.963.823 dan Rp4.049.921.725 atau sebesar 65,85% dan 3,07% dari
total beban, dan yang masih menjadi beban akrual per
31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebesar Rp865.610.190 dan
Rp873.383.119.
16. NILAI Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai
WAJAR wajar dari instrumen keuangan yang tercatat per 31 Desember 2023 dan 2022
dengan rincian sebagai berikut:
2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas Keuangan
Liabilitas atas Penerbitan Efek
Beragun Aset 931.325.000.000 565.183.656.669
2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas Keuangan
Liabilitas atas Penerbitan Efek
Beragun Aset 935.325.000.000 1.045.469.021.652
26
Page 35
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Metode dan asumsi yang digunakan pada tahun 2023 dan 2022 dalam
mengestimasi nilai wajar utang sertifikat KIK-EBA GIAA01 Kelas A, dinilai oleh
Lembaga Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) atau biasa dikenal sebagai
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per 31 Desember 2023.
17. MANAJEMEN
RISIKO
KEUANGAN
a. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidakmampuan
(gagal bayar) dari KIK-EBA Mandiri GIAA01 atas pembayaran pokok maupun
imbal hasilnya ataupun keduanya pada saat tanggal pembayaran yang telah
disepakati.
b. Risiko Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang
Likuiditas tunai dalam jangka waktu tertentu, dimana hal ini dapat terjadi jika investor tidak
Efek dapat atau kesulitan dalam menjual kepemilikan EBA kepada pihak lain di pasar
Beragun sekunder, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi
Aset dan pasar.
Rasio Likuiditas entitas diukur dengan menggunakan cash ratio yang dihitung
dengan membandingkan nilai kas setara kas dengan hutang lancar yang
kemudian didapatkan nilai sebesar 644,79%.
c. Risiko yang Risiko hukum adalah risiko yang timbul karena ketidakmampuan KIK-EBA
Berkaitan Mandiri GIAA01 dalam mengelola munculnya permasalahan hukum yang dapat
dengan Segi menimbulkan kerugian atau kebangkrutan bagi Entitas.
Hukum
d. Risiko Risiko operasional (operational risk) adalah risiko kerugian yang diakibatkan
Operasional oleh kegagalan atau tidak memadainya proses internal, manusia, dan sistem,
dalam atau sebagai akibat dari kejadian eksternal.
Pelaksanaan
Kegiatan Risiko Penyedia Jasa PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk sebagai penerbit
Manajer surat berharga memiliki risiko operasional yang dapat terjadi karena tidak
Investasi, lengkapnya dan tidak berfungsinya sistem, prosedur, dan pengawasan dalam
Bank lingkungan PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk sehingga akan menimbulkan
Kustodian dan dampak negatif terhadap kinerja PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
Penyedia Jasa Di samping itu risiko ini juga timbul karena kurang tersedianya tenaga yang
terampil dan berpengalaman serta sarana komunikasi atau infrastruktur yang
kurang menunjang jaringan operasi PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
27
Page 36
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
a. Addendum dan Pernyataan kembali Perjanjian Penerbitan Surat Berharga
18. PERJANJIAN
Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Rute Penerbangan Jeddah dan
PENTING
Madinah PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Nomor: 31 tanggal
21 Desember 2022 antara PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk selaku
penerbit, dan PT Mandiri Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi,
serta PT Bank Maybank Indonesia, Tbk selaku Bank Kustodian. Perjanjian
ini menjelaskan tentang:
1) Penerbit setuju untuk menerbitkan dan menjual Surat Berharga kepada
Pemegang Surat Berharga dengan harga penerbitan
sebanyak-banyaknya sebesar Rp2.000.000.000.000 (dua triliun
Rupiah) untuk jangka waktu lima tahun sejak Tanggal Penerbitan Surat
Berharga dengan nilai hak atas Pendapatan Penjualan Tiket
sebanyak-banyaknya sebesar Rp2.615.000.000.000 (dua triliun enam
ratus lima belas miliar Rupiah), yang haknya dibuktikan dengan
Sertifikat Surat Berharga, dimana penyerahan Pendapatan Penjualan
Tiket dilakukan secara bertahap sesuai dengan Tanggal Penyerahan
Pendapatan Penjualan Tiket.
2) Apabila Collection Agent ternyata lalai untuk menyerahkan Pendapatan
Penjualan Tiket sesuai Tanggal Penyerahan Pendapatan Penjualan
Tiket, maka setelah lewat jatuh tempo Tanggal Penyerahan Pendapatan
Penjualan Tiket yang bersangkutan, Collection Agent harus membayar
denda sebesar 9,75% per anum. Denda tersebut dihitung berdasarkan
hari yang lewat, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus
enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh)
Hari Kalender, sampai dengan penyerahan Pendapatan Penjualan Tiket
berikut pembayaran denda tersebut oleh Collection Agent. Denda yang
dibayarkan secara proporsional berdasarkan besarnya Surat Berharga
yang dimilikinya.
b. Perjanjian Agen Pembayaran, Nomor: 42 Tanggal 13 Juli 2018 antara
Manajer Investasi dan Bank Kustodian dengan KSEI tentang pelaksanaan
pembayaran Pokok Investasi EBA Kelas A dan Hasil Investasi EBA Kelas A
berdasarkan KIK-EBA ini.
c. Perjanjian Pendaftaran EBA Nomor: SP-001/EBAKIK/KSEI/0618 tanggal
5 Juli 2018 dibuat dan ditandatangani oleh PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia dengan Manajer Investasi. Perjanjian ini menerangkan bahwa
Penerbit Efek bermaksud untuk mendaftarkan Efek Beragun Aset yang akan
didaftarkan di KSEI.
d. Addendum dan Pernyataan Kembali Perjanjian Penunjukan dan
Pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket Perjanjian Penerbitan Surat
Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Rute Penerbangan Jeddah
dan Madinah PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Nomor: 32 tanggal
28
Page 37
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
21 Desember 2022 dibuat dan ditandatangani oleh PT Garuda Indonesia
(Persero), Tbk selaku penerbit, PT Mandiri Manajemen Investasi selaku
Manajer Investasi, dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk selaku Bank
Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan tentang:
1) Untuk melaksanakan pengumpulan dan penyerahan Pendapatan
Penjualan Tiket, Pemegang Surat Berharga bermaksud untuk menunjuk
Collection Agent untuk melakukan pengumpulan dan penyerahan atas
Pendapatan Penjualan Tiket selama Jangka Waktu Surat Berharga.
2) Selama jangka waktu Surat Berharga, Penerbit wajib mengirimkan
(transfer) dana sehubungan dengan Pendapatan Penjualan Tiket ke
dalam Rekening Pendapatan Penjualan Tiket pada tanggal
14 (empat belas) dan 28 (dua puluh delapan) setiap bulannya.
3) Selama jangka waktu Surat Berharga, Collection Agent wajib membuat
laporan bulanan atas pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket yang
terkumpul dalam Rekening Pendapatan Penjualan Tiket dan jumlah
yang dibagi untuk diserahkan kepada Pemegang Surat Berharga, dan
menyampaikan laporan tersebut paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari
Kalender setelah periode laporan tersebut (“Laporan Pengumpulan
Pendapatan Penjualan Tiket”). Apabila tanggal penyampaian Laporan
Pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket tersebut jatuh pada bukan
Hari Kerja maka Collection Agent wajib menyampaikan Laporan
Pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket tersebut pada Hari Kerja
berikutnya. Apabila dipandang perlu, Pemegang Surat Berharga dapat
meminta Laporan Pengumpulan Pendapatan Penjualan Tiket sebelum
tanggal penyampaian laporan dengan pemberitahuan tertulis 2 (dua)
Hari Kerja sebelumnya kepada Collection Agent.
e. Surat penunjukan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk sebagai Bank
Kustodian Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
Nomor: 33/MMI.ALT.IV/2018 yang menerangkan bahwa PT Mandiri
Manajemen Investasi menunjuk PT Bank Maybank Indonesia, Tbk sebagai
Bank Kustodian Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
f. Akta Addendum II Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 42
tanggal 26 Agustus 2020 dibuat dan ditanda tangani oleh PT Mandiri
Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank
Indonesia, Tbk selaku Bank Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan tentang:
1) Pada tanggal 24 Agustus 2020 Manajer Investasi dan Bank Kustodian
telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Efek Beragun Aset
(RUPEBA) Mandiri GIAA01 Surat Berharga Hak Atas Pendapatan
Penjualan Tiket dengan agenda Persetujuan para pemegang EBA
Mandiri GIAA01 atas rencana perubahan dan penyesuaian syarat dan
29
Page 38
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
ketentuan KIK-EBA Mandiri GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas
Pendapatan Penjualan Tiket mengenai pelunasan Pokok Investasi EBA
Kelas A dikarenakan Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA
Mandiri GIAA01, yang tertuang dalam Akta Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01 Surat Berharga Hak atas
Pendapatan Penjualan Tiket nomor: 36 pada tanggal 24 Agustus 2020;
2) Mengubah lampiran pada Akta Kontrak Investasi Kolektif EBA Mandiri
GIAA01 mengenai Tanggal Pelunasan Bertahap Pokok Investasi EBA
Kelas A dan Tanggal Pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A.
g. Akta Addendum III Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 45
tanggal 23 Juli 2021 dibuat dan ditanda tangani oleh PT Mandiri Manajemen
Investasi selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk
selaku Bank Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan tentang:
1) Perubahan ketentuan dalam Pasal 18.1. dari Akta Kontrak Investasi
Kolektif EBA Mandiri GIAA01, sehingga ketentuan dalam Pasal 18.1
berbunyi “Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA terjadi apabila KIK-
EBA tidak mampu untuk memenuhi Pembayaran Pokok Investasi EBA
Kelas A pada suatu Tanggal Pelunasan Bertahap Pokok Investasi EBA
Kelas A. Dalam hal terpenuhinya Kondisi Ketidakmampuan Membayar
KIK-EBA maka Manajer Investasi akan mengupayakan penagihan dan
melakukan koleksi atas Pendapatan Penjualan Tiket serta dapat
melakukan upaya lain seperti menjual Kekayaan KIK-EBA atau
membubarkan KIK-EBA sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 34 KIK-
EBA. Manajer Investasi wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis
kepada Lembaga Pemeringkatan Efek tentang keadaan ini selambat-
lambatnya pada Tanggal Pelunasan Bertahap Pokok Investasi yang
bersangkutan”;
2) Menambahkan ketentuan dalam Pasal 24.4 dari Akta KIK-EBA Mandiri
GIAA01, sehingga ketentuan dalam Pasal 24.4 berbunyi “Rapat dapat
diselenggarakan melalui video conference call atau ditempat domisili
Manajer Investasi atau Bank Kustodian atau tempat lain yang disepakati
antara Bank Kustodian dan Manajer Investasi. Manajer Investasi wajib
menyampaikan agenda Rapat kepada OJK terlebih dahulu, selambat-
lambatnya 7 (tujuh) Hari Kerja sebelum pengumuman undangan kepada
Pemegang EBA”; dan
3) Menambahkan jadwal dan jumlah pembayaran pelunasan bertahap
Pokok Investasi dan pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A dalam Hal
Manajer Investasi dapat melakukan penagihan/koleksi atas Pendapatan
Penjualan Tiket selama terjadinya Kondisi Ketidakmampuan Membayar
KIK-EBA pada bagian lampiran Akta dan Manajer Investasi dapat
sewaktu-waktu memperbarui jadwal dan jumlah pembayaran untuk
30
Page 39
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
menyesuaikan dengan koleksi Pendapatan Penjualan Tiket selama
terjadinya Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA.
h. Akta Addendum IV Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 34
tanggal 25 Agustus 2021 dibuat dan ditanda tangani oleh PT Mandiri
Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank
Indonesia, Tbk selaku Bank Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan bahwa:
1) Sampai dengan ditandatanganinya Akta ini, KIK-EBA Mandiri GIAA01
masih berada dalam Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA.
2) Manajer Investasi telah melakukan upaya penagihan/koleksi atas
Pendapatan Penjualan Tiket dan telah berhasil untuk memperoleh
tambahan atas Pendapatan Penjualan Tiket sebesar Rp36.000.000.000
(tiga puluh enam miliar rupiah) dari PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
3) Manajer Investasi memutuskan untuk memperbaharui jadwal dan
jumlah pembayaran pelunasan bertahap Pokok Investasi dan
pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A pada bagian lampiran Kontrak
untuk menyesuaikan dengan hasil koleksi Pendapatan Penjualan Tiket
yang telah diperoleh dan Manajer Investasi dapat sewaktu-waktu
memperbaharui jadwal dan jumlah pembayaran untuk menyesuaikan
dengan koleksi Pendapatan Penjualan Tiket selama terjadinya Kondisi
Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA.
i. Akta Addendum V Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 02
tanggal 1 November 2021 dibuat dan ditanda tangani oleh PT Mandiri
Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank
Indonesia, Tbk selaku Bank Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan bahwa:
1) Sampai dengan ditandatanganinya Akta ini, KIK-EBA Mandiri GIAA01
masih berada dalam Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA.
2) Para Pihak sepakat untuk mengubah dan menyatakan kembali jadwal
dan jumlah pembayaran pelunasan bertahap Pokok Investasi dan
pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A sebagaimana terdapat pada
Kontrak, dimana Manajer Investasi dapat melakukan penagihan/koleksi
atas Pendapatan Penjualan Tiket selama terjadinya Kondisi
Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA pada bagian lampiran yang
merupakan suatu kesatuan dan tidak terpisahkan dari Kontrak.
j. Akta Addendum VI Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 23
tanggal 28 Desember 2021 dihadiri dan ditandatangani oleh PT Mandiri
Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank
Indonesia, Tbk selaku Bank Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan bahwa:
31
Page 40
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
MANDIRI GIAA 01 – SURAT BERHARGA HAK ATAS PENDAPATAN PENJUALAN TIKET
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah)
1) Sampai dengan ditandatanganinya Akta ini, KIK-EBA Mandiri GIAA01
masih berada dalam Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA.
2) Para Pihak sepakat untuk mengubah dan menyatakan kembali jadwal
dan jumlah pembayaran pelunasan bertahap Pokok Investasi dan
pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A sebagaimana terdapat pada
Kontrak, dimana Manajer Investasi dapat melakukan penagihan/koleksi
atas Pendapatan Penjualan Tiket selama terjadinya Kondisi
Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA pada bagian lampiran yang
merupakan suatu kesatuan dan tidak terpisahkan dari Kontrak.
k. Akta Addendum IX Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri
GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket Nomor: 37
tanggal 23 Desember 2022 dihadiri dan ditandatangani oleh PT Mandiri
Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi dan PT Bank Maybank
Indonesia, Tbk selaku Bank Kustodian. Perjanjian ini menjelaskan bahwa:
1) Sampai dengan ditandatanganinya Akta ini, KIK-EBA Mandiri GIAA01
masih berada dalam Kondisi Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA.
2) Para Pihak sepakat untuk mengubah dan menyatakan kembali jadwal
dan jumlah pembayaran pelunasan bertahap Pokok Investasi dan
pembagian Hasil Investasi EBA Kelas A sebagaimana terdapat pada
Kontrak, dimana Manajer Investasi dapat melakukan penagihan/koleksi
atas Pendapatan Penjualan Tiket selama terjadinya Kondisi
Ketidakmampuan Membayar KIK-EBA pada bagian lampiran yang
merupakan suatu kesatuan dan tidak terpisahkan dari Kontrak.
19. PERISTIWA Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa
SETELAH setelah tanggal pelaporan yang signifikan.
PERIODE
PELAPORAN
32
Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Heliantono & Rekan
p.5 ×3
unresolved
org
PT PHEI
p.6 ×2
unresolved
org
PT Mandiri Manajemen Investasi
p.13 ×14
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito S.H.
· Notaris
p.13 ×4
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.13
unresolved
org
PT Mandiri Manajemen Investasi Investasi
p.14
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Syariah
p.25
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.25
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Bahana
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Trimegah Dana Tetap Nusantara
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Danareksa Melati Pendapatan Tetap Multi Plus
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Insight Infra Development
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Bahana Progessive Protected Fund
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Insight Tunas Bangsa Balance Fund
p.26
unresolved
org
Koperasi Kesehatan Pegawai
p.26
unresolved
org
Reksa Dana Simas Pendapatan Tetap Abdi Utama
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Kompas Gramedia
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Garuda Indonesia
p.27
unresolved
org
Reksa Dana Setiabudi Dana Obligasi Unggulan
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesehatan Garuda Indonesia
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun BNI
p.27
unresolved
org
Yayasan Bentara Rakyat
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri-
p.27
unresolved
org
Reksa Dana Insight Benefit Balanced Fund
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun BPD NTT
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Binagriya Upakara
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pegawai Perum Perhutani Jati Sejahtera
p.27
unresolved
org
PT Garuda TRANSAKSI Indonesia (Persero)
p.32
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.36
unresolved
org
Bank Kustodian Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
p.37
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.