Back to announcement
20240330_ARKA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31621176_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted ARKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’ ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda
√) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Arkha Jayanti Persada Tbk.
Bidang Usaha Fabrikasi komponen alat berat, Fabrikasi struktur baja, jasa pengangkutan
batu bara dan karoseri dump truck.
Jenis penawaran Umum -
31 Desember 2023 31 Desember 2022
Nama Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan
Nama Partner Ben Ardi, CA, CPA, CLI Ben Ardi, CA, CPA, CLI
Opini Akuntan Wajar Tanpa Pengecualian Wajar Tanpa Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) - -
* disesuaikan dengan tahun penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung
√
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi
√
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
1
Page 2
Data Keuangan Penting (dalam rupiah penuh)
Tahun laporan keuangan 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 183.089.195.342 213.082.547.296
Laba (rugi) bruto 31.269.627177 26.200.010.147
Laba (rugi) usaha/operasional 14.306.913.444 6.949.950.276
EBITDA 29.699.563.326 18,327,048,678
Laba (rugi) Bersih tahun berjalan 10.150.430.443 6.101.148.236
Laba (rugi) komprehensif 10.150.430.443 6.101.148.236
Laba Per saham (dasar) 5,08 3,06
Laba Per saham (dilusian) 5,08 3,06
Tahun laporan keuangan 31 Desember 2023 31 Desember 2022
Jumlah Aset 452.886.922.243 480.584.345.100
Jumlah Aset Lancar 265.854.494.502 270.245.886.791
Jumlah Aset Tidak Lancar 187.032.427.741 210.338.458.308
Jumlah Liabilitas 341.647.064.760 379.494.918.059
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 153.892.317.340 178.847.000.007
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 187.754.747.420 200.647.918.052
Jumlah Ekuitas 111.239.857.483 101.089.427.041
Modal Disetor 200.000.000.000 200.000.000.000
Saldo Laba (89.393.737.932) (99,553,735,000)
Pendapatan komprehensif lain 633.595.415 643.162.041
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 173% 151%
ROA 2.25% 1.27%
ROE 9.12% 6.04%
Ebitda thd pendapatan (%) 16,22% 9%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya. kecuali
pengungkapan tersebut tidak. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan
sesuai dengan karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau
relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini.
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
2
Page 3
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Hal. 1 dan 2
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √ Hal. 3
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Hal. 4
4 Laporan arus kas selama periode √ Hal. 5
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode √
komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-
pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √ Hal. 6 sampai 75
Ketentuan Umum
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan
keuangan dengan urutan sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan; √ CALK 1a – 1c. Hal. 6 - 7
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar √ CALK 2a Hal. 7 - 8
kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan √ CALK 4 sampai 27. Hal 19
dalam laporan posisi keuangan. laporan laba rugi sampai 75
komprehensif. laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas. sesuai dengan urutan penyajian
laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang
√
tidak disajikan di bagian manapun dalam
laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian
√
manapun dalam laporan keuangan. tetapi
informasi tersebut relevan untuk memahami
laporan keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau
persentase untuk menjelaskan adanya bagian dari suatu √
jumlah. tidak menggunakan kata “sebagian”.
3. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan
masing-masing pos mengenai Aset yang dijaminkan. CALK 12 sampai 13 Hal. 32
nama pihak yang menerima jaminan. dan alasan √ sampai 45
dijaminkan.
4. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan. wajib
diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan. √
nilai pertanggungan asuransi. dan risiko yang ditutup CALK 6 dan 8 Hal. 21 - 22 dan
serta pendapat manajemen atas kecukupan 22 - 24
pertanggungan asuransi. apabila tidak diasuransikan
wajib diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan. antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ CALK 1a.1b.1c Hal. 6
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan √ CALK 1a. Hal 6
terakhir. pengesahan dari instansi yang berwenang. dan
nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan √ CALK 1b Hal 6
yang sedang dijalankan pada periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama √ CALK 1b Hal 6
kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara √ CALK 1b. Hal 6
3
Page 4
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi
atau perampingan usaha secara signifikan pada periode
laporan yang disajikan. wajib disebutkan saat
dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
perampingan usaha dan kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir √ CALK 1a hal 6
dalam kelompok usaha (ultimate parent of the group).
Dalam hal tidak dapat diungkapkan. wajib disebutkan
alasannya.
7) Khusus Industri Media √
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol √
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah
yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan √
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas
yang berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan √
Izin usaha sebagai bank umum. sebagai bank devisa
(jika ada). serta izin untuk menjalankan kegiatan
berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan √
Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi
Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi. meliputi:
Nama lokasi;
Nama pemilik izin lokasi;
Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal
jatuh temponya;
Persentasi kepemilikan saham Perseroan
pada perusahaan pemilik izin lokasi; dan
Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan
sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per
tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
Nama lokasi;
Nama pemilik ijin lokasi;
Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta
tanggal jatuh temponya;
Persentasi kepemilikan saham Perseroan
pada perusahaan pemilik ijin lokasi;
Jumlah Cadangan Terbukti (P1). keterangan
tentang pihak yang melakukan sertifikasi. dan
tanggal sertifikasi;
Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
Akumulasi jumlah produksi sejak awal
kegiatan eksploitasi/pengembangan oleh
Perseroan hingga tanggal laporan posisi
keuangan.
4
Page 5
12) Khusus Industri Kehutanan √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola
selama masa sisa manfaat HPH; dan
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek. yang harus diungkapkan
antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum. √
termasuk penawaran Efek yang diterbitkan di luar
Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah √
Efek yang diterbitkan (corporate action) sejak
penawaran umum perdana sampai dengan periode
pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan. entitas anak. dan Entitas
Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan √
baik secara langsung maupun tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √
3) Jenis usaha; √
4) Tahun beroperasi secara komersial; √
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika √
berbeda);
6) Total Aset; dan √
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas √
anak. apabila entitas induk tidak memiliki baik
langsung maupun tidak langsung melalui entitas
anak. lebih dari 50% (lima puluh perseratus) hak
suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun √
tidak langsung lebih dari 50% (lima puluh
perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
investee tidak diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan
√
entitas anak apabila laporan keuangan tersebut
digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari
tanggal laporan keuangan entitas induk. dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam
kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke √
entitas induk dalam bentuk dividen tunai. atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap
perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada √
entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya pengendalian atas entitas anak.
maka entitas induk harus mengungkapkan: √
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang √
diakui dari hilangnya Pengendalian. dan porsi
dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa investasi
pada entitas anak terdahulu dengan Nilai
Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian;
5
Page 6
(2) jumlah persentase kepemilikan yang √
dilepaskan; √
(3) jumlah harga yang diterima; √
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan
Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak √
atau bisnis lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan
√
Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian dilepaskan.
yang diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya.
d. Karyawan. direksi. komisaris. dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota √ CALK 1c Hal. 6 - 7
direksi. dewan komisaris. dan komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ CALK 1c. Hal 6 - 7
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir √ CALK 1c. Hal 7
periode atau rata-rata jumlah karyawan tetap selama
periode yang bersangkutan. secara konsolidasi untuk
Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ CALK 29. Hal 75
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan √ CALK 29. Hal 75
keuangan.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai
berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK √ CALK 2a. Hal 7 - 8
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan
keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan
SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan
keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan √ CALK 2a. Hal 7
biaya historis (historical cost). biaya perolehan kini
(current cost). nilai realisasi neto (net realizable value).
Nilai Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat
dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan. yaitu dasar √ CALK 2a. Hal 7
akrual. kecuali untuk laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang
digunakan. meliputi:
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak; √ CALK 2a. Hal 7
b) fakta dan alasan perubahan. apabila terdapat √
perubahan mata uang fungsional Perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada). √
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √
c. Penggunaan Pertimbangan. Estimasi. dan Asumsi
Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar √ CALK 2a. Hal 8
kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain dari
catatan atas laporan keuangan. pertimbangan yang
telah dibuat manajemen dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang √ CALK 3. Hal 17 sampai 18
asumsi yang dibuat mengenai masa depan. dan sumber
6
Page 7
utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir
periode pelaporan. yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah
tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana √ CALK 26. Hal 54 - 57
dimaksud dalam angka 2). catatan atas laporan
keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan
akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk
memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi
tertentu meliputi. tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian. √
yang meliputi pos-pos entitas induk dan entitas
anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak √
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √
perubahan kepemilikan tanpa kehilangan
Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √
kehilangan Pengendalian atas entitasanak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √
pencatatan dan penyajian kepentingan
nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material √
antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis. √
termasuk metode yang digunakan untuk mengukur
kepentingan nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill; √
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk √
goodwill; dan
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan
kombinasi bisnis yang ada di Perusahaan. antara
lain:
(1) pembelian dengan diskon; √
(2) akuisisi secara bertahap; dan √
(3) imbalan kontinjensi. √
3) Kas dan setara kas; √ CALK 2b. Hal 8
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam
menentukan komponen kas dan setara kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap √ CALK 2k. Hal 12
kategori. termasuk perlakuan atas biaya
transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal √ CALK 2k. Hal 12 - 13
instrumen keuangan setiap kategori;
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen √ CALK 2k. Hal 15
keuangan;
7
Page 8
(4) metode yang digunakan untuk menentukan √ CALK 2k. Hal 15
Nilai Wajar instrumen keuangan;
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk √ CALK 2i. Hal 15
menentukan penurunan nilai dari aset
keuangan;
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen √ CALK 2k. Hal 14
keuangan;
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan
akuntansi lindung nilai. selain penjelasan
sebagaimana dimaksud dalam angka (1).
angka (2). angka (3). angka (4). angka (5).
dan angka (6). wajib ditambahkan penjelasan
mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria √
akuntansi lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan √
akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk √
tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada √
Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk; √
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; √
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan √
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi. √
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk; √
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; √
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk; √
(4) posisi penyajian Sukuk; dan √
(5) akad syariah yang digunakan. √
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum √
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan
mengenai jumlah giro wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank
Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian √
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank
Lain.
6) Piutang Reverse Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang
Reverse Repo. metode pencatatan dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki; √
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap √
kelompok Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan √
keuangan.
8
Page 9
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang √
diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit; √
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan √
pengendalian risiko portofolio kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli √
dari BPPN (jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit. √
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian √
atas tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian; √
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi √
piutang/pembiayaan yang diberikan dengan
saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat
ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan √
(kerugian) dari realisasi penjualan agunan.
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; √
dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik √
kembali aset pembiayaan konsumen dari
konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse √
atau tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga √
pengalihan dan jumlah bersih piutang dialihkan;
dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak √
piutang(ditagihkan kembali ke klien atau
ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung √
suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa √
pembiayaan atau sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak √
sebagai lessee dan/atau lessor.
12) Persediaan : √ CALK 2c. Hal 8
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan
akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya yang
digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan √
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi. antara lain:
kewajiban kepada negara. pemeliharaan sarana
dan pra-sarana.
9
Page 10
HTI Siap Panen √
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan. mutasi pembebanan ke biaya
produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai √
persediaan. tanaman belum menghasilkan.
atau tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
√
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman
belum menghasilkan ke tanaman telah √
menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat √
tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. √
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian; √
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan √
(c) Cadangan kematian atau metode √
penghapusan langsung. jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan √
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk
√
dapat berpindah menjadi hewan ternak
telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √ CALK 2f. Hal 10
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap; √ CALK 2f. Hal 10
c) pengelompokan Aset Tetap; √ CALK 2f. Hal 10
d) metode penyusutan yang digunakan; √ CALK 2f. Hal 10
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap; √ CALK 2f. Hal 10
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan; √ CALK 2f. Hal 10
g) penghentian pengakuan; √ CALK 2f. Hal 10
h) nilai residu; dan √ CALK 2f. Hal 10
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji √ CALK 2f. Hal 10
ulang atas estimasi umur ekonomis. metode
penyusutan. dan nilai residu pada setiap akhir
periode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi √
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
digunakan untuk mencatat investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama √
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama; √
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan √
liabilitas yang timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil. jika ada. √
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Tak berwujud; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset √
Takberwujud;
10
Page 11
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas. dan √
apabila umur manfaat terbatas. diungkapkan tarif
amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Tak berwujud; √
e) metode amortisasi yang digunakan; √
f) penghentian pengakuan Aset Tak berwujud; dan √
g) riset dan pengembangan (jika ada). √
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang
dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu √
aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai aset yang
dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok √
lepasan yang dimiliki untuk dijual.
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti √
Investasi;
c) metode penyusutan yang digunakan. khusus untuk √
model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan √
untuk model biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi.
√
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk √
menentukan jumlah tercatat bruto;
b) Kriteria kapitalisasi biaya. penurunan nilai √
(impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang √
digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi √
yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi. √
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang √
mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai √
aset nonkeuangan dan pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
liabilitas segera.
Simpanan Nasabah √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan √
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori √
simpanan.
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain. √
Surat Berharga yang Diterbitkan √
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang
diterbitkan; dan
11
Page 12
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. √
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan √
b) dasar penentuan nilai provisi. √
24) Utang Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang
Repo. metode pencatatan dan pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang √
ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan √
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan; √
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi; √
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk √
masing-masing lokasi penambangan; dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi √
penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan √
eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan
mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of
Interest yang bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan √
eksplorasi yang sudah menemukan adanya
Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa
amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat
dimulainya produksi; √
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan
konstruksi dan prasarana; dan √
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang
dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu
perijinan penambangan. taksiran umur ekonomis
tambang dan dasar perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan; dan √
c) Metode penyusutan prasarana PLH.
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan √ CALK 2g. Hal 11
serta dasar pengukuran yang digunakan
berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan √
keagenan. kebijakan pengakuan pendapatan
dan penjualan dari hubungan keagenan serta
beban terkait.
12
Page 13
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan √
menggunakan metode persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
diterapkan untuk menentukan tahap penyelesaian
suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara
lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam √
perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi √
reasuransi prospektif dan retroaktif; dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam √
laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara
lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: √
klaim yang disetujui. klaim dalam
proses penyelesaian. klaim yang terjadi
namun belum dilaporkan dan beban
penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan √
laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek
pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek √
pengembangan Real Estat;
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban √
proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada √
masa mendatang lebih rendah dari nilai
tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi √
ke setiap unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat √
perubahan mendasar pada estimasi kini; dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada √
saat terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait √
program loyalitas pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo √ CALK 2e. Hal 9 - 10
dalam mata uang asing;
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari √ CALK 2e. Hal 9 - 10
penjabaran aset dan liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk √ CALK 2e. Hal 9 - 10
menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata uang
asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √ CALK 2p. Hal 22
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan √ CALK 2p. Hal 22
Keuangan; dan
13
Page 14
31) Hibah Pemerintah √
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi
tentang metode penyajian dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak √ CALK 2i. Hal 12
kini dan pajak tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ CALK 2i. Hal 13
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; √ CALK 2i. Hal 13
dan
d) metode yang digunakan dalam menilai aset √ CALK 2i. Hal 13
(liabilitas) pajak tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada √ CALK 2h. Hal 11-12
karyawan;
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan √ CALK 2h. Hal 11-12
pascakerja yang diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui √ CALK 2h. Hal 11-12
keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk √ CALK 2h. Hal 11-12
curtailment dan penyelesaian.
34) Saham Treasuri √
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan
dan pengukuran atas pembelian. penjualan. atau
pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham √
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi
untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang
diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau
diselesaikan melalui Kas. termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi; √
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; √
dan
√
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi
Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum
1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman √
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang
mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan sebagai
bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian.
38) Segmen Operasi √ CALK 2n. Hal 22
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan
oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen
Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham √ CALK 2o. Hal 22
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan
laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham
dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi √ CALK 4. Hal 27
dan pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan √ CALK 4. Hal 27
nama bank serta jenis mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas √ CALK 4. Hal 27
selama periode pelaporan; dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang √
14
Page 15
signifikan yang tidak dapat digunakan oleh
kelompok usaha disertai pendapat manajemen.
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas √
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah
kas berdasarkan jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia √
berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam
mata uang original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) √
menurut BI dan posisi GWM bank pada
saat periode pelaporan.
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan
jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai; √
(2) Perubahan penyisihan selama periode √
berjalan untuk masing-masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain √
berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √
penyisihan penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank
Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan √
jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang √
mengalami penurunan nilai (impaired) dan
tidak mengalami penurunan nilai
(unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok); √
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan √
mutasi selama periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan √
pihak yang mempunyai hubungan istimewa
dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya; √
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan √
pada bank bermasalah. bank beku operasi
atau likuidasi termasuk tingkat
kemungkinan diterimanya kembali dana
tersebut berdasarkan informasi dari otoritas
yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan √
jumlah penyisihan penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga √ CALK 5. Hal 28 - 29
dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur; √ CALK 5. Hal 28 - 29
c) jumlah piutang menurut mata uang; √ CALK 5. Hal 28 - 29
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian √ CALK 5. Hal 28 - 29
penurunan nilai;
15
Page 16
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. beban √ CALK 5. Hal 28 - 29
cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif. dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √ CALK 5. Hal 28 - 29
cadangan atau keyakinan manajemen atas
ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan;
g) piutang yang dijaminkan. nama pihak yang √ CALK 5. Hal 28 - 29
menerima jaminan. dan alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode √
suku bunga efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang
yang ditransfer. meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer. beban bunga. retensi. √
jatuh tempo. dan ikatan penting lain yang
diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada). √
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan √
asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; √
dan
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan √
dalam perhitungan solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang koasuransi yang √
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; √
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang √
disalinghapuskan; dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang √
diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi; √
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan √
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam √
perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek √
pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor.
elektronik. rumah. dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan √
konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank √
sehubungan dengan transaksi kerja sama
(4) Pembiayaan bersama. penunjukan selaku √
pengelola piutang. penerusan pinjaman dan
16
Page 17
pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak
tertagihnya piutang tersebut dengan bank-
bank dalam rangka transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang √
belum diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan √
oleh pelanggan atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan berdasarkan
objek pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang √
dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa √
recourse dan dengan recourse. beserta
jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse)
serta pendapatan anjak piutang tangguhan
(dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga. √
jatuh tempo dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan penting yang diatur
dalam perjanjian anjak piutang.
c) PiutangSewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(2) Rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan
nilai kini piutang pembayaran sewa minimum √
pada akhir periode pelaporan. Di samping
itu. lessor mengungkapkan investasi sewa
bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode pelaporan.
untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun √
(c) lebih dari lima tahun √
(3) Pendapatan keuangan yang belum diterima; √
(4) Nilai residu yang tidak dijamin yang diakru √
sebagai manfaat lessor;
(5) Akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih √
atas pembayaran sewa minimum;
(6) Rental kontinjen yang diakui sebagai √
pendapatan dalam periode; dan
(7) Penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor √
yang material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum
masa depan dalam sewa operasi yang tidak √
dapat dibatalkan untuk setiap periode
berikut;
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun sampai lima √
tahun
(c) lebih dari lima tahun √
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai √
pendapatan pada periode; dan
17
Page 18
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor. √
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak √
konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan √
tertagihnya piutang retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain
tagihan bruto dari setiap kontrak
konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut. juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang √
ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan √
penjualan kembali Efek;
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan; √
e) Tingkat bunga piutang reverse repo; √
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan √
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika √
ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih; √
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan √
yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak
tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul. termasuk biaya-biaya √
yang timbul setelah pengambilalihan agunan
tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan √
jumlah tagihan dividen. bunga. dan denda kepada pihak
lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai √
(CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah √
penyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan
lainnya yang bersifat lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai √
klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap √
kelompok dan rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset √
18
Page 19
keuangan berdasarkan klasifikasi. baik yang
disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui sebagai laba
atau rugi periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang dihitung √
menggunakan metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium √
dan diskonto yang belum diamortisasi. untuk
Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama √
pemeringkat (jika ada).
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan √
menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan.
maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari √
setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan √
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki √
hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia
untuk dijual.
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang √
dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas
atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan
kondisi yang terkait dengan penjaminan
tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan √
(jika ada). termasuk mutasinya. dipisahkan
antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang
tidak mengalami penurunan nilai. serta
dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara kolektif dan individual.
termasuk beban penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang √
belum direalisasi atas investasi yang tersedia
untuk dijual yang direklasifikasi menjadi
dimiliki hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank. dipisahkan antara pihak ketiga dan √
pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode √
pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; √
dan
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas √
pencairan deposito tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad √
syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan. jika ada. √
dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya √
19
Page 20
perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek √
berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran √
bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset √
Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi. baik √
yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain. pihak √
penerbit. kisaran tingkat bunga. jatuh tempo. jenis mata
uang. dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari
transaksi usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang √
menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang; √
b) Tingkat suku bunga. √
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis. mata √
uang. sektor ekonomi dan jangka waktu serta
kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai √
dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit √
yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor √
dan jumlah cadangan penghapusan menurut
ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset √
keuangan dan rasio jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai Aset keuangan yang telah
dibentuk terhadap jumlah minimum
cadangankerugian penurunan nilai Aset
keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi √
berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit √
sindikasi baik selaku pimpinan. agen. atau
anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN √
berdasarkan periode pembelian. jika ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank √
terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit
20
Page 21
(BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √
cadangan kerugian penurunan nilai.
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan √
pihak. mata uang. dan jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan √
kolektibilitas. jumlah cadangan penghapusan dan
mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah √
cadangan kerugian penurunan nilai tagihan
akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah √ CALK 6. Hal 30
nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai
bagi Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat √
dengan Nilai Wajar dikurangi biaya untuk
menjual;
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai √ CALK 18. Hal 61
beban selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui √
sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode
berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap √
penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya √
pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk persediaan yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian. maka
diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang √
dikapitalisasi selama periode berjalan;
dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk √
menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan. nama pihak √ CALK 6. Hal 30
yang menerima jaminan. dan alasan
dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang √
diasuransikan. nilai pertanggungan CALK 6. Hal 30
asuransi. dan risiko yang ditutup serta
pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi. apabila tidak
diasuransikan wajib diungkapkan
alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat
persediaan menurut klasifikasi yang harus
21
Page 22
diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman; √
(2) Perlengkapan; dan √
(3) Barang Dagangan. √
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan
menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang; √
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. √
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat √
yang pengikatan jual belinya telah berlaku
namun penjualannya belum diakui.
termasuk jumlah utang terkait yang akan
dialihkan. bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi. luas tanah. proses perizinan; √
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang √
dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan √
utang.
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal. impor (media √
televisi);
(2) Buku. kertas koran. barang pra cetak √
(media cetak);
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); √
dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan √
industrinya.
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan; √
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan √
(3) Persediaan lainnya √
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai
tercatat menurut klasifikasi tertentu. seperti
hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; √
dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. √
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat √
menurut klasifikasi hewan ternak telah
menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir √
hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan √
ternak telah menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan √
jumlah penyisihan atau penghapusan
persediaan yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan. √
22
Page 23
nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah √
penyakit. perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan
langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan √
nilai pertanggungan asuransi; dan
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan √
nama pihak yang menerima jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing √ CALK 11a. Hal 35
pajaknya; dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang √
diajukan dan statusnya.
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut √ CALK 7. Hal 31
jenis dan jumlah.
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang
Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau √
kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan. atau √
yang mengarah kepada pelepasan yang
diharapkan. serta cara dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan √
pemulihan penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum √
dapat direalisasikan dalam satu tahun.
diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesaian penjualan
menjadi lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan. segmen yang √
dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan
kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK
yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset √
yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan
dihentikan pengklasifikasiannya. diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut. yaitu nilai yang lebih
rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum
aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual. disesuaikan dengan penyusutan.
amortisasi atau penilaian kembali yang
telah diakui apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal
keputusan untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah
kepada keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk
periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Rincian jenis. nama pihak berelasi. dan jumlah √ CALK 24a. Hal 63 - 67
piutang;
23
Page 24
b) Alasan dan dasar pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut; √
c) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. beban
cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif. dan penghapusan piutang; √
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai; dan
e) Dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan √
dalam aset lancar. hal tersebut harus dibuktikan
serta diungkapkan alasannya. √
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harusdiungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi; √
b) Persentase kepemilikan dan penjelasan adanya √
pengaruh signifikan. beserta alasannya;
c) Nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam √
entitas asosiasi yang kuotasi harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi √
termasuk jumlah agregat Aset. Liabilitas.
pendapatan. dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun √
Perusahaan memiliki lebih dari 20% (dua puluh
perseratus) hak suara atau hak suara potensial
investee secara langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan √
entitas asosiasi. ketika laporan keuangan tersebut
digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan
tanggal atau periode yang berbeda dengan
Perusahaan. dan alasan menggunakan tanggal
atau periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan √
atas kemampuan entitas asosiasi untuk
mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan √
alasannya. apabila Perusahaan menghentikan
pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi.
baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut
maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi √
yang terjadi bersama-sama dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor √
berkewajiban bersama-sama untuk semua atau
sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi.
secara individual atau dalam kelompok. yang tidak
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
termasuk total Aset. total Liabilitas. Pendapatan.
dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan
yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta √
kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan
tersebut.
29) Khusus Industri Kehutanan HTI dan HTI dalam
pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan
pembangunan HTI. yang disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal; √
b) Penyisihan periode berjalan; √
24
Page 25
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; √
dan
d) Saldo akhir. √
30) Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus
mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; √
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya; √
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode
berjalan; dan √
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam
pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. √
31) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi
penyusutan menurut jenis tanaman; √
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir
tahun tanaman untuk setiap kelompok selama √
paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam; √
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan
berdasarkan area/lokasi penanaman; √
(5) Perbandingan saldo tanaman belum
menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun; √
dan
(6) Tanaman yang dijaminkan. √
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai
berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan √
ii. Biaya langsung √
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman. dan
rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi luar
biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke √
tanaman telah menghasilkan √
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir; √
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / √
Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik
perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan √
milik perusahaan (perkebunan
rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul
pada plasma. √
32) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Produksi
– Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan
(belum menghasilkan) dan hewan ternak telah √
menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap √
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah √
menghasilkan;
25
Page 26
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan √
lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak; √
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir; √
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan. nilai
pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup; √
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit. perlu
dibuat cadangan kematian atau metode √
penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode √
penghapusan langsung. jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai √
cadangan kematian. jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama √
pihak yang menerima jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal
yang digunakan. model Nilai Wajar atau √
model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang
diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar
dari Properti Investasi; √
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar
didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain karena sifat properti √
tersebut dan keterbatasan data pasar yang
dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai. tanggal penilaian. dan
tanggal laporan penilaian terakhir; √
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
(a) penghasilan sewa dari Properti √
Investasi;
(b) beban operasi langsung yang terjadi √
baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa
selama periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar
yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan √
model biaya ke kelompok aset yang
menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas
realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil
pelepasan; dan √
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli.
membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan. √
pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan
model Nilai Wajar. selain pengungkapan
26
Page 27
sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti
Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan. pengurangan. √
dan reklasifikasi;
(2) suatu penilaian terhadap Properti Investasi
disesuaikan secara signifikan untuk tujuan
pelaporan keuangan. maka Perusahaan harus
mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian √
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan
kewajiban sewa yang telah
ditambahkan kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain. √
(c)
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan
model biaya. selain pengungkapan sebagaimana √
dimaksud dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
b. umur manfaat; √
c. rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan √
akumulasi penyusutan Properti Investasi
pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan. pengurangan.
dan reklasifikasi;
d. jumlah penyusutan untuk masing-masing √
periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan;
e. jumlah rugi penurunan nilai yang diakui. dan √
jumlah pemulihan rugi penurunan nilai.
selama satu periode sesuai SAK yang
berlaku;
f. transfer ke dan dari persediaan dan properti √
yang digunakan sendiri; dan
g. Nilai Wajar Properti Investasi. √
d)Khusus untuk Properti Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan. Yang harus
diungkapkan antara lain:
h. rincian Properti Investasi dalam proses √
pembangunan dan pengembangan;
i. persentase jumlah tercatat terhadap nilai √
kontrak;
j. estimasi saat penyelesaian; √
k. hambatan kelanjutan penyelesaian; √
l. jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah √
tercatat Properti Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan; dan
m. dalam hal terdapat kapitalisasi biaya √
pinjaman untuk properti investasi yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian. maka
wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi selama periode berjalan;
dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
27
Page 28
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan √ CALK 8. Hal 31-33
secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu
aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa
pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi √ CALK 8. Hal 31-33
penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan.
pengurangan. dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode √ CALK 8. Hal 31-33
penyajian dan alokasi beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik √
yang diakui dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset √
Tetap;
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset
Tetap yang mengalami penurunan nilai. hilang. √
atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi.
apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah
revaluasian. yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat
Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap untuk √
perhitungan pajak menggunakan jumlah √
revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan √
dalam mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap √
seandainya aset tersebut dicatat dengan model
biaya; dan √
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai.
yang menunjukkan prubahan selama periode √
dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo
surplus kepada para pemegang saham. √
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses
pembangunan. yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam
pembangunan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai
kontrak; √
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada); √
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah √
tercatat aset tetap dalam pembangunan; dan √
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman √
untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian. maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi
selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk √
menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain: √
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai
sementara;
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap √
yang telah disusutkan penuh dan masih
digunakan;
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan
dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan √
28
Page 29
sebagai tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan. Nilai Wajar
Aset Tetap apabila berbeda secara material √
dari jumlah tercatat;
(5) nilai buku. hasil penjualan neto. keuntungan
(kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan
pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal
dari hibah. agar diungkapkan jenis Aset. nilai √
tercatat. dan tanggal perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau
metode penyusutan menurut jenis Aset Tetap; √
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan
terjadinya penurunan nilai atau pemulihan √
penurunan nilai; CALK 8 Hal 32
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan. √
nama pihak yang menerima jaminan dan
alasan penjaminan; dan CALK 8 Hal 32
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan. √
nilai pertanggungan asuransi. dan risiko yang
ditutup. serta pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan asuransi. apabila
tidak diasuransikan agar diungkapkan
alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi Aset Minyak
dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu
minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya. seperti; operated √
acreage. unoperated acreage. sumur dan
peralatan serta fasilitas yang berhubungan.
peralatan kantor. kendaraan. sumur dan peralatan
serta fasilitas dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan; √
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi; √
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk √
masing-masing lokasi penambangan; dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi √
penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut √
mengandung hak tagih kepada Regulator terkait.
perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut
dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset
Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Tak berwujud ke √
dalam pos laporan laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi √
amortisasi Aset Tak berwujud pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan.
pengurangan. dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman
untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian. maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi √
selama periode berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk √
menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi;
29
Page 30
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang √
mendukung penentuan dan penilaiannya untuk
Aset Tak berwujud yang dinilai dengan umur
manfaat tidak terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode
amortisasi dari setiap Aset Tak berwujud yang
material terhadap laporan keuangan Perusahaan; √
g) Aset Tak berwujud yang diperoleh melalui Hibah
Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai Wajar
sesuai SAK yang berlaku. diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-
aset tersebut; √
(2) jumlah tercatatnya; dan √
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal √
dengan model biaya atau model revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Tak berwujud
yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat
Aset Tak berwujud yang menjadi jaminan untuk √
Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset √
Takberwujud;
j) Aset Tak berwujud disajikan pada jumlah
revaluasian. diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); √
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
terakhir; √
(3) jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang
direvaluasi; √
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan
dalam mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tak √
berwujud seandainya Aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai. √
yang menunjukkan perubahan selama
periode dan pembatasan-pembatasan
distribusi saldo surplus kepada para
pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan
Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang
memuat penjelasan tentang :
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan pengurangan; √
(3) Saldo akhir. √
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian biaya perolehan aset eksplorasi √
dan evaluasi per area of interest yang
mencakup saldo awal. penambahan dan
pengurangan. dan saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset. liabilitas. penghasilan dan
beban. arus kas operasi. dan arus kas √
investasi yang timbul dari eksplorasi dan
evaluasi pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan:
pengupasan tanah tambang.
30
Page 31
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya √
pengupasan tanah. dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata √
Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang √
Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal. (2) biaya pengupasan
lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah
menutup terhadap rasio rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah √
Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang
Ditangguhkan dimana terjadi penundaan
masa produksi. meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan; √
(b) Amortisasi belum diperhitungkan √
karena belum dimulainya produksi.
dan
(c) Jumlah penurunan (write down) √
akibat dilakukannya evaluasi (jika
ada). terhadap biaya yang
ditangguhkan tersebut. serta metode
dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung
penurunan nilai tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
Tangguhan selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan; √
(b) Saldo awal; √
(c) Penambahan/pengurangan; √
(d) Amortisasi. dan √
(e) Saldo akhir. √
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan
atas kegiatan pengembangan yang masih
berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya √
eksplorasi dan pengembangan tangguhan
yang menurut penelaahan manajemen tidak
dapat dipulihkan; √
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan
yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan
masa produksi. meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan; √
(b) Amortisasi belum diperhitungkan √
karena belum dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat √
dilakukannya evaluasi bila ada.
terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut. serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of √
Interest. maka harus diungkapkan rincian dari
Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk
31
Page 32
tiap-tiap Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak √ CALK 9. Hal 33 sampai 34
ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan √
CALK 9. Hal 33 sampai 34
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan. √
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi √
jangka pendek dan provisi jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam periode √
bersangkutan; √
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada
provisi selama periode bersangkutan; √
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode
bersangkutan atas jumlah yang belum √
digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang
bersangkutan. dalam nilai kini. yang terjadi √
karena berlalunya waktu dan dampak dari
setiap perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan
perkiraan saat terjadinya arus keluar √
sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah
arus keluar sebagaimana dimaksud dalam √
angka(6). Dalam hal diperlukan. Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan;
dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan
diterima dengan menyebutkan jumlah Aset √
yang telah diakui untuk estimasi penggantian
tersebut.
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah √ CALK 10. Hal 35
dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan √
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban. √
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang √
dijual Perusahaan pada transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan √
penjualan kembali Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada
Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain
liabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam
penjelasan tagihan tersebut. juga harus dirinci dalam
bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang dialami; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
32
Page 33
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap
jenis simpanan yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang. dan jangka √
waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk √
sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan √
statusnya. misalnya diblokir atau dijaminkan;
dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik √
rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis. mata uang. dan √
jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk √
sertifikat deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan √
jenis dan statusnya. misalnya diblokir atau
dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi; √
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan; √
(3) Rincian berdasarkan mata uang; √
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; √
dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir √
periode yang memperlihatkan penambahan
dan pengurangan.
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan √
tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; √
dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang. √
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; √
(2) Jumlah menurut tertanggung; √
(3) Jumlah menurut mata uang; dan √
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi √
namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program asuransi; √
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan; √
(3) Pemisahan antara premi yang belum √
merupakan pendapatan kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan √
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir √
periode yang memperlihatkan penambahan
33
Page 34
dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(4) Jumlah menurut umur utang. √
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur; √
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; √
(4) Jumlah menurut umur utang; dan √
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang √
disalinghapuskan.
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan √
asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(3) Jumlah menurut jenis asuransi. √
h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian √
menurut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum
Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat √
pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan √
(3) Saldo menurut usia. √
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan √
jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √ CALK 11a. Hal 36
b) informasi mengenai ketetapan pajak. √ CALK 11e. Hal 38
11) Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak
Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak √
piutang dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan. piutang retensi anjak √
piutang. dan jatuh tempo serta ikatan penting
lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka
kontrak yang diterima. √
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas
liabilitas jangka panjang sesuai dengan pengungkapan √ CALK 13. Hal 44
utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang
sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan √
lainnya berlaku untuk liabilitas keuangan
lainnya yang bersifat jangka pendek dan
jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai
34
Page 35
klasifikasi yang dipisahkan antara pihak √
ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk √
setiap kategori;
(b) laba atau rugi neto pada setiap √
liabilitas keuangan; dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain √
kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi
utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan √
persyaratan dan penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang
dan dampak pajak penghasilan yang terkait; √
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas
pengalihan aset yang diakui selama periode
tersebut; dan √
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkann
dalam nilai tercatat utang yang telah
direstrukturisasi. √
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan √
jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan √
jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait √
aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual
sesuai dengan dan dapat digabung dengan
pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan
yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi. jenis. dan jumlah √ CALK 24. Hal 63 sampai 67
utang;
b) jumlah utang menurut mata uang; dan √ CALK 24. Hal 63 sampai 67
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos √
yang berhubungan.
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka
Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama
bank/lembaga keuangan dan jenis mata uang; √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode
pelaporan; √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
c) tanggal jatuh tempo; √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam
waktu 12 (dua belas) bulan; √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang
35
Page 36
diperoleh. termasuk jumlah dan tujuan √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
berjalan untuk masing-masing fasilitas pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default);
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos- √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
pos yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting. seperti adanya √ CALK 13. Hal 44 sampai 57
pembatasan pembagian dividen. pembatasan
rasio tertentu. dan/atau pembatasan perolehan
utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan
liabilitas berbunga jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan
tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang. antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan
jumlahnya; dan √
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru. yang CALK 13. Hal 44 sampai 57
meliputi tanggal kesepakatan. jangka waktu √
pinjaman. tanggal jatuh tempo. dan
persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok √ CALK 12. Hal 39 sampai 44
aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal
laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa Seluruh kewajiban sewa
minimum di masa depan pada tanggal laporan pembiayaan sudah jatuh
posisi keuangan. dengan nilai kininya. Selain itu tempo. dan belum ada
wajib mengungkapkan total pembayaran sewa restrukturisasi atas jadual
minimum di masa depan pada tanggal laporan angsuran.
posisi keuangan. dan nilai kininya. untuk setiap
periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun; √
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; √
dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun. √
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai √
beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) √
masa depan yang diperkirakan akan diterima dari
kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
(non-cancellable sublease) pada tanggal laporan
posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan √
beserta amortisasinya sehubungan dengan
transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang
material. antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen; √
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan √
dengan opsi perpanjangan atau pembelian
dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan √
36
Page 37
dalam perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis. mata uang. dan √
jangka waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan √
perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan; √
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal √
kesepakatan. jangka waktu perjanjian.
tanggal jatuh tempo. kewajiban yang harus
dipenuhi. dan persyaratan penting lainnya
(Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan √
Debt Covenanceatas surat berharga yang
diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak. jenis. dan √
mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi √
tanggal kesepakatan. jangka waktu
perjanjian. tingkat bunga. tanggal jatuh
tempo. nilai Aset bank yang dijaminkan.
dan persyaratan penting lainnya(debt
covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan √
debt covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas √
pinjaman dari pemerintah atau pihak lain
dengan tingkat imbalan yang lebih rendah
dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas
tersebut dan dampaknya terhadap laba
bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis. mata uang. dan √
kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan √
mutasi selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan √
nilai komitmen dan kontinjensi menurut BI
dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan √
jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
37
Page 38
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan
dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal; √
(2) Penyisihan yang dibentuk; √
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan √
(4) Saldo akhir. √
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang √
sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan √
liabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur
dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya √
yang sifatnya material. misalnya beban penutupan
tambang. maka perusahaan dapat menyajikannya
dalam pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan Pengurangan ; √
(3) Saldo akhir. √
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program. √ CALK 14. Hal 57 - 59
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan
secara terpisah. pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(b) biaya bunga; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(c) iuran oleh peserta program; √
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(e) perubahan kurs mata uang asing pada √
program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(g) biaya jasa lalu; √
(h) kombinasi bisnis; √
(i) curtailment; dan √
(j) penyelesaian. √
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap
jumlah yang dihasilkan dari program yang √
seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau
sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai
Wajar aset program serta saldo awal dan
akhir dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK
menunjukkan secara terpisah. dampak
selama periode yang dapat diatribusikan
pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset √
program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial; √
(c) perubahan kurs mata uang asing √
pada program yang diukur dengan
mata uang yang berbeda dengan mata
uang penyajian;
38
Page 39
(d) iuran oleh pemberi pekerja; √
(e) iuran oleh peserta program; √
(f) imbalan yang dibayarkan; √
(g) kombinasi bisnis; dan √
(h) penyelesaian; √
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti
sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan
Nilai Wajar aset program sebagaimana
dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan
Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi
keuangan. paling kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto
yang tidak diakui dalam laporan posisi √ CALK 14. Hal 57 - 59
keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam √ CALK 14. Hal 57 - 59
laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai √ CALK 14. Hal 57 - 59
Aset. dikarenakan oleh batasan dalam
SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode √ CALK 14. Hal 57 - 59
pelaporan dari setiap hak penggantian
yang diakui sebagai Aset sesuai
dengan SAK; dan CALK 14. Hal 57 - 59
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam √
laporan posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk
setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana
hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(b) biaya bunga; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(c) hasil yang diharapkan dari aset √
program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak √
penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial. jika √
Perusahaan memilih metode koridor
10% (sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu; √
(g) dampak dari curtailment terutama √
terkait dengan penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK; √
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain yang akan diakui segera
dalam saldo laba. meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan √
(b) dampak dari batasan dalam SAK; √
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan
kerugian aktuarial yang diakui pada √
pendapatan komprehensif lain. dalam hal
Perusahaan mengakui keuntungan dan
kerugian dalam pendapatan komprehensif
lain sesuai dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama √
yang merupakan Nilai Wajar total aset
program. untuk setiap kategori utama dari
aset program. yang mencakup. namun tidak
terbatas pada. instrumen ekuitas. instrumen
utang. properti. dan seluruh aset lain;
39
Page 40
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset
program untuk:
(a) setiap kategori instrumen keuangan √
milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang √
digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk
menentukan tingkat pengembalian yang √
diharapkan atas Aset secara keseluruhan.
termasuk dampak kategori utama dari aset
program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program. serta √
imbal hasil aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan
sampai pada akhir periode pelaporan dan
diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan
tidak hanya sebagai marjin antara persentase
dan variabel lainnya. termasuk:
(a) tingkat diskonto; √ CALK 14. Hal 57 - 59
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan √
atas setiap aset program untuk periode
yang disajikan dalam laporan
keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan √ CALK 14. Hal 57 - 59
untuk periode yang disajikan dalam
laporan keuangan pada setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan √ CALK 14. Hal 57 - 59
(dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa
program formal atau konstruktif sebagai
dasar untuk kenaikan imbalan masa
depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan √
(f) asumsi material lain yang digunakan √
dalam aktuaria;
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu
angka persentase dalam tingkat tren biaya
kesehatan yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen √
biaya bunga dari biaya kesehatan
pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan √
pascakerja untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan √
dalam lingkungan inflasi yang tinggi.
wajib diungkapkan dampak
persentase kenaikan atau penurunan
tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa
dengan satu angka persentase dalam
lingkungan inflasi yang rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode
empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti. Nilai √
Wajar aset program dan surplus atau
defisit pada program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
40
Page 41
(i) liabilitas program dinyatakan √
sebagai jumlah atau persentase dari
liabilitas program pada akhir periode
pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai √
jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode
pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi kerja. segera setelah √
dapat ditentukan secara andal. dari iuran
yang diharapkan akan dibayar dalam program
selama periode tahunan dimulai setelah
periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang
membagi risiko antar entitas sepengendali.
wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan √
tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa
tidak ada kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat
alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai
SAK. maka Perusahaan
mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan √
pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program
imbalan pasti dan dampak
keuangan atas perubahan program
selama periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum √
jenis program sesuai dengan huruf
a) butir (1) mencakup penjelasan
praktik informal yang menimbulkan
kewajiban konstruktif termasuk
dalam pengukuran kewajiban
imbalan pasti; dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran √
yang terutang untuk periode sesuai
SAK informasi tentang program
secara keseluruhan disyaratkan
sesuai dengan butir (1). butir (2).
butir (3). butir (4). butir (9). butir
(13). butir (14). dan butir (16) serta
butir ii.
b) Iuran Pasti √
Perusahaan yang menyelenggarakan program
iuran pastiharus mengungkapkan jumlah yang
diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan √
jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon √
pemutusan kontrak kerja; dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika √
ada).
41
Page 42
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis. nilai nominal dan nilai √
tercatat dalam rupiah dan mata uang asing.
tanggal jatuh tempo. jadwal pembayaran bunga.
suku bunga. bursa tempat obligasi dicatatkan.
dan tujuan penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat √
Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu √
12 (dua belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan √
Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan √
utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan. jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak √
Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan √
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default); dan
h) persyaratan penting lainnya. √
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk √
berdasarkan akad syariah yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam
penerbitan Sukuk. termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema √
transaksisyariah yang digunakan;
(b) Aset. manfaat. atau aktivitas yang √
mendasari;
(c) nilai nominal; √
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah); √
(e) prinsip pembagian hasil usaha. dasar √
bagi hasil. dan besaran nisbah bagi
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara √
pembagian dan/atau pembayaran
imbalan atau bagi hasil;
(g) jangka waktu; √
(h) tujuan penerbitannya; dan √
(i) persyaratan penting lain; √
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat √
Efek;
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan; √
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam √
waktu 12 (dua belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha √
dengan Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang √
berhubungan (jika ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam √
Kontrak Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain √
kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan
kondisi default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur. sifat ikatan. jangka waktu. jenis √
mata uang. dan kisaran suku bunga kontraktual
selama periode pelaporan
42
Page 43
b) tujuan perolehannya; √
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang √
subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan √
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak √
Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya. √
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis. nilai nominal dan nilai √
tercatat. tanggal jatuh tempo. jadwal pembayaran
bunga. suku bunga. bursa tempat obligasi
konversi dicatatkan. dan tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi. antara √
lain meliputi rasio konversi. harga pelaksanaan.
hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya. dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi √
dikonversikan. dengan memperhatikan tingkat
konversi atau harga pelaksanaan (exercise price)
yang paling menguntungkan dari sudut pandang
pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan √
dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat √
Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu √
12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan √
Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan √
utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan √
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi √
konversi tanpa melalui penawaran umum. wajib
diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi; √
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan √
m) persyaratan penting lainnya √
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham. antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada √
awal dan akhir periode;
(2) Hak. keistimewaan. dan pembatasan yang √
melekat pada setiap jenis saham. termasuk
pembatasan atas dividen dan pembayaran
kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan √
dengan hak opsi dan kontrak penjualan
saham. termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos √
cadangan dalam ekuitas;
43
Page 44
c) Susunan pemegang saham dengan
mengungkapkan jumlah lembar saham dan
persentase kepemilikan. yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima √ CALK 15. Hal 60
perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki √ CALK 24 Hal 64
saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya; √ CALK 15. Hal 60
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham
dalam periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan
perubahan modal saham tersebut. seperti
pengesahan Menteri Hukum dan Hak √ CALK 15 dan 1a. Hal 60 dan 6
Asasi Manusia. persetujuan dan/atau
pemberitahuan Menteri terkait. dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham. antara √
lain dari kapitalisasi agio. saldo laba.
penerbitan saham baru dari Penawaran
Umum dengan dan/atau tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue
dan private placement). pelaksanaan
waran. serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham. antara √ CALK 15 dan 1. Hal 60 dan 6
lain dalam rangka ekspansi. penyelesaian
pinjaman. atau pemenuhan kecukupan
modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan
yang dicatatkan di Bursa Efek. agar disebutkan
jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak √
dicatatkan pada Bursa Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; √
b) Uraian sumber agio saham; √
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan √
penerbitan Efek ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas √
modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal √
disetor lainnya;
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan
entitas sepengendali. antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau √
bisnis yang berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai hubungan √
sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut
tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi; √
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah √
diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat
kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang √
dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan
yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau √
dialihkan serta selisih antara nilai tercatat
tersebut dengan jumlah imbalan yang
44
Page 45
diserahkan atau diterima; dan √
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang
memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan √
yang telah dilaporkan sebelumnya
untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan √
Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan √
akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan √
setelah disajikan kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa
hilangnya Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase √
kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan √
(3) Nama pihak yang bertransaksi; √
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan √
kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan
investasi pada saat hilangnya Pengendalian. √
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham. √
pelepasan. atau pengurangan modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah √
lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang √
digunakan sebagai pengurangan modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang √
dilepaskan kembali serta selisih antara harga
perolehan dengan harga pelepasan saham
treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham √
treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu √
(jika ada);
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan √
dan persetujuan RUPS yang terkait; dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya. sifat. √
dan tujuan setiap pos cadangan.
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing- √
masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; √
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan √
(kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta √
dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran. √
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan √
mengenai perubahan masing-masing komponen
45
Page 46
pendapatan komprehensif lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian √
pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing-
masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan
secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan
yang diakui selama periode. termasuk pendapatan
yang berasal dari:
(1) Penjualan barang; √ CALK 16. Hal 60
(2) Penjualan jasa; √
(3) Bunga; √
(4) Royalti; dan/atau √
(5) Dividen; √
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama; √ CALK 16. Hal 60
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan √ CALK 16. Hal 60
yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran
√
barang atau jasa yang tercakup dalam setiap
kategori signifikan dari pendapatan (jika ada). yang
diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi. diungkapkan
antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui
√
sebagai pendapatan dalam periode
berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk
√
menentukan pendapatan kontrak yang
diakui dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk
√
menentukan tahap penyelesaian
kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada
tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan
√
laba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
√
(c) Jumlah retensi;
√
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada
√
pemberi kerja. masing-masing sebagai Aset
dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi
hubungan keagenan. diungkapkan secara terpisah.
antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan
√
keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh
√
Perusahaan sebagai agen dari transaksi
keagenan dengan pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto
yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal
dari transaksi keagenan. yang antara lain
terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
46
Page 47
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan √
(c) Total pendapatan neto. √
√
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif; √
c) Masa berlaku tarif; √
d) Besaran tarif; dan √
e) Perjanjian lain yang terkait. √
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa
utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen; √
b) Pendapatan anjak piutang; dan √
c) Pendapatan sewa. √
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis. jasa penunjang lainnya. jasa
dokter. rawat inap. rawat jalan dan penunjang medis.
Rincian pengurang pendapatan. antara lain:
a) Restitusi; √
b) Subsidi tidak mampu; dan √
c) Selisih perhitungan klaim. √
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara
lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi; √
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan √
alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi; √
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan √
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan √
jenisnya armada (bus. taksi. feri. tanker dan
pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan √
usaha jasa interkoneksi. jasa telekomunikasi sendiri.
jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah √
berdasarkan kelompok premi bruto. premi reasuransi.
dan penurunan (kenaikan) premi yang belum
merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku
(PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol √
sendiri. rincian pendapatan jasa lain. dan rincian
pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan √
sejumlah ruas jalan tol. maka pendapatan usaha
untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
47
Page 48
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga. yang dapat terdiri dari dan tidak
terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah; √
b) Kredit. dengan pengungkapan tambahan untuk √
provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan √
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. √
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur. diungkapkan beban
pokok produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku; √ CALK 17. Hal 61
(2) Biaya tenaga kerja; dan √ CALK 17. Hal 61
(3) Biaya overhead ditambah dan dikurangi saldo √ CALK 17. Hal 61
awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang
melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari √ CALK 17. Hal 61
pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa. diungkapkan beban pokok √
berdasarkan pada jasa yang dijual.
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain. rincian beban
departementalisasi:
a) Beban bahan; √
b) Beban jasa pelayanan; √
c) Beban pegawai; √
d) Beban penyusutan sarana medis; √
e) Beban pemeliharaan sarana; √
f) Beban asuransi; √
g) Beban langganan daya dan jasa; √
h) Beban depresiasi. √
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan √
jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto. klaim
reasuransi. dan kenaikan (penurunan) estimasi
klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain: √
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan
manfaat. diantaranya : klaim jatuh tempo. klaim nilai
tunai. dan klaim kematian.
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan √
jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi
dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan √
jumlah menurut jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban √
departementalisasi;
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan √
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen √
lainnya.
48
Page 49
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban
berdasarkan kategori fungsinya. yaitu antara lain:
a) Beban penjualan; √ CALK 19. Hal 62
b) Beban distribusi; dan √ CALK 19. Hal 62
c) Beban umum dan administrasi. √ CALK 19. Hal 62
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah √
beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa
utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah √
beban beban provisi dan komisi berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan Beban Kerugian
Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban √
kerugian penurunan nilai untuk masing-masing akun
Piutang Pembiayaan Konsumen. Tagihan Anjak
Piutang. dan Piutang Sewa Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. √ CALK 22. Hal 63
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √ CALK 22. Hal 63
c) Untuk Biaya Keuangan. meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung dengan √
menggunakan metode suku bunga
efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa √
pembiayaan yang diakui sesuai SAK
yang berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman √
dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan
sebagai penyesuaian terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari
transaksi instrumen keuangan meliputi: √
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas
investasi tersedia untuk dijual; √
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang
diakui pada Nilai Wajar melalui laba
rugi; dan √
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak
berjangka yang bertujuan untuk lindung
nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi
dan/atau Ventura Bersama meliputi : √
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas
asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang
dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas; dan √
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari
operasi yang dihentikan. yang diungkapkan
secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset
Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah √
berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan
(penurunan) nilai surat-surat berharga dan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah √
49
Page 50
berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat
Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah √
berdasarkan jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap √
maupun Aset Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program √ Hal 3 Laporan Laba Rugi dan
manfaat pasti; Penghasilan Komprehensif Lain
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan; √
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia √
untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian √
instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai
arus kas; dan
f) bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas √
asosiasi dan/atau Ventura Bersama.
Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri
dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini; √ CALK 11b. Hal 36
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas √ CALK 11c. Hal 36
pajak kini yang berasal dari periode lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak √ CALK 11. Hal 36
tangguhan yang berasal dari perbedaan
temporer dan pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak √
tangguhan terkait dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan peraturan perpajakan
yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi √ CALK 11c. Hal 36
pajak yang tidak diakui sebelumnya atau
perbedaan temporer suatu periode lalu
yang digunakan untuk mengurangi beban
pajak kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan √ CALK 11 Hal 36
oleh penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya atas aset pajak
tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan √ CALK 11. Hal 36
perubahan kebijakan akuntansi dan
kesalahan yang diperhitungkan dalam
laporan laba rugi komprehensif.
dikarenakan tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait √
dengan transaksi yang dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap CALK 11. Hal 36
komponen pendapatan komprehensif lain. kecuali √
untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan)
pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua
bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) √
pajak dan hasil perkalian laba akuntansi
dengan tarif pajak yang berlaku. dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata √
dan tarif pajak yang berlaku. dengan
50
Page 51
mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku;
√
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang √
berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang
berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan. jika ada) √ CALK 11. Hal 36
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak
diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam
laporan keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait √
dengan investasi pada entitas anak. cabang.
entitas asosiasi. dan bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan
yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak
kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi; √ CALK 11c. Hal 36
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif √ CALK 11c. Hal 36
(dirinci); dan
(3) laba kena pajak; √ CALK 11c. Hal 36
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan √
menerapkan tarif pajak sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil √ CALK 11c. Hal 36
rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT
Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis
rugi pajak yang belum dikompensasi: Laporan Posisi Keuangan Hal. 2 &
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan √ CALK 11 Hal 36
yang diakui pada laporan posisi keuangan
untuk periode sajian; dan Lap Laba rugi komprehensif Hal 2 &
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak √ CALK 11d hal 36
tangguhan yang diakui dalam laba rugi.
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari
perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak
tangguhan yang diakui dalam laporan posisi
keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang
dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; √
dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi √
yang dihentikan selama periode. bersama
dengan jumlah terkait untuk setiap periode
sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas √
dividen kepada pemegang saham Perusahaan
yang diusulkan atau diumumkan sebelum
Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit
namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam
laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan √
untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila
Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam
suatu kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang √
menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib
diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada
tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal
akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau
bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak
tangguhan. apabila:
51
Page 52
(1) penggunaan aset pajak tangguhan √
bergantung pada kondisi laba kena pajak CALK 11d. Hal 36
mendatang lebih besar dari laba
pembalikan perbedaan temporer kena
pajak yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini √
atau periode sebelumnya yang CALK 11d Hal 36
mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.
20) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam √ CALK 23. Hal 63
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian.
dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau
rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk
untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham; CALK 23. Hal 63
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang √
digunakan sebagai penyebut dalam penghitungan
laba per saham dasar dan dilusian. dan rekonsiliasi
penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup
dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan
secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per √
saham dasar di masa depan. namun tidak
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham
dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi
instrumen berpotensi saham biasa. selain yang √
dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku. yang
terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara
signifikan mengubah jumlah saham biasa atau
instrumen berpotensi saham biasa yang beredar
pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan;
dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi
yang dihentikan. √
21) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo
dengan pihak berelasi. yang jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000.00 (satu miliar √
rupiah) untuk transaksi dengan orang atau
anggota keluarga terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0.5% (nol koma lima perseratus) √ CALK 24. Hal 64
dari modal disetor untuk transaksi dengan
entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau √ CALK 24. Hal 64
anggota keluarga terdekat meliputi nama. sifat
dan hubungan dengan pihak berelasi serta
informasi tentang transaksi dan saldo dengan
pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi
meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak
berelasi serta informasi mengenai transaksi dan
saldo. termasuk komitmen. yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut
dalam laporan keuangan. paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya √
52
Page 53
terhadap total pendapatan dan beban
terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya CALK 24. Hal 63 sampai 67
terhadap total Aset atau Liabilitas. √
termasuk komitmen. dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya. CALK 24. Hal 63 sampai 67
termasuk apakah terdapat jaminan. √
dan sifat imbalan yang akan
diberikan. untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau √
diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. √
beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif. dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah
saldo piutang usaha dan piutang pihak
berelasi non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan √
kerugian penurunan nilai. jika dilakukan
pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a) dan b) dilakukan
secara terpisah untuk masing-masing kategori
berikut:
(1) entitas induk; √
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau
Pengaruh Signifikan terhadap entitas; √
(3) entitas anak; √
(4) entitas asosiasi; √
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan √
venturer;
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor √
atau entitas induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada √ CALK 24. Hal 63 sampai 67
masing-masing anggota atau kelompok direksi.
komisaris. pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan. dan manajemen kunci lainnya
untuk masing-masing kategori berikut:
(1)imbalan kerja jangka pendek; √
(2)imbalan pascakerja; √
(3)imbalan kerja jangka panjang lainnya; √
(4)pesangon pemutusan kontrak kerja; dan √
(5)pembayaran berbasis saham. √
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah √
dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang √
secara individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara √
kolektif. tetapi tidak secara individual.
signifikan. indikasi secara kuantitatif atau
kualitatif atas luasnya transaksi tersebut.
22) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata
uang selain mata uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam √
mata uang asing serta ekuivalennya dalam
mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter √
dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan √
ekuivalen dalam mata uang fungsional;
53
Page 54
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba √
rugi. kecuali untuk selisih kurs yang timbul
pada instrumen keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan √
komprehensif lain dan diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang terpisah. serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal
dan akhir periode.
23) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau
dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset
individual. termasuk goodwill atau suatu unit
penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan √
pengakuan atau pembalikan rugi penurunan
nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam √
laba rugi selama periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang √
diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang di dalamnya tercakup
rugi penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan √
nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset √
revaluasian yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode tersebut;
dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas √
aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama
periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam √
angka (1) dilakukan untuk setiap kelompok aset.
24) Perubahan Estimasi Akuntansi. Perubahan
Kebijakan Akuntansi. dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi √
akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi yang √
berdampak pada periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode √
mendatang. Dalam hal jumlah dampak
pada periode mendatang tidak praktis. fakta
tersebut harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi; √
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru √
memberikan informasi yang andal dan
relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan
dan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang √
terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian; √
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan √
periode-periode sebelum periode yang
disajikan. Dalam hal tidak praktis
dilakukan. maka diungkapkan alasannya;
dan
(5) keadaan yang membuat penerapan √
54
Page 55
retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-periode
sebelum periode-periode tersebut disajikan
dan tanggal dimulainya perubahan
kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu; √
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan √
(b) laba per saham dasar dan dilusian; √
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian √
paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan √
retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak praktis.
25) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi
selama periode pelaporan. yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang √
diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi; √
(3) biaya terkait akuisisi. di luar biaya penerbitan
Efek utang dan Efek ekuitas. periode berjalan.
dan akumulasinya untuk masing-masing
kombinasi bisnis; √
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara
yang diperoleh; √
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan
penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi
memperoleh Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi; √
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang
membentuk goodwill yang diakui; √
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas
total imbalan yang dialihkan dan Nilai Wajar
tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama √
imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset
indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal
akuisisi; √
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan
dasar penentuan jumlah pembayaran;
dan √
(c) estimasi kisaran hasil (tidak
didiskonto) atau. jika apabila kisaran
tidak dapat diestimasikan maka fakta √
dan alasan mengapa kisaran tersebut
tidak dapat diestimasikan. Dalam hal
jumlah maksimum pembayaran tidak
terbatas. maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang
yang diperoleh berdasarkan kelompok utama
piutang. misalnya pinjaman yang diberikan.
sewa pembiayaan langsung. dan kelompok
piutang lain. yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang; √
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan √
55
Page 56
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi
atas jumlah arus kas kontraktual yang
diperkirakan tidak tertagih; √
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
setiap kelompok utama Aset yang diperoleh
dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada
Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik √
kewajiban dan perkiraan saat arus
keluar sumber daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau √
jumlah arus keluar tersebut. Dalam
hal diperlukan. Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa
depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang √
akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk
estimasi penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui
karena Nilai Wajarnya tidak dapat diukur
secara andal. maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud √
dalam angka 33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur √
secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan
pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan
tersebut diakui; dan √
(b) penjelasan tentang alasan transaksi
tersebut menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak
pengakuisisi memiliki kurang dari 100%
(seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan
nonpengendali pada pihak yang √
diakuisisi. yang diakui pada tanggal
akuisisi dan dasar pengukurannya;
dan
(b) teknik penilaian dan input model
utama yang digunakan dalam √
penentuan nilai tersebut. untuk setiap
kepentingan nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi yang diukur
pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang
dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi √
atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian √
yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari
kepentingan ekuitas pada pihak yang
56
Page 57
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi
bisnis dan pos dalam laporan laba
rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi √
dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan
dalam laporan laba rugi komprehensif
pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari √
entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-
olah tanggal akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang terjadi selama
tahun berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada
periode sekarang dan periode sebelumnya.
Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib
mengungkapkan informasi berikut untuk setiap
kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi √
bisnis belum selesai untuk Aset. Liabilitas.
kepentingan nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan kombinasi bisnis
sehingga ditentukan hanya bersifat
penyisihan. maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk √
kombinasi bisnis belum selesai;
(b) Aset. Liabilitas. kepentingan ekuitas √
atau jenis imbalan yang akuntansi
awalnya belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap √
penyesuaian periode pengukuran
yang diakui selama periode
pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal √
akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan. menjual atau kehilangan hak
atas aset imbalan kontinjensi. atau sampai
dengan Perusahaan menyelesaikan
liabilitas imbalan kontinjensi atau liabilitas
tersebut dibatalkan atau lewat waktu. maka
diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang √
diakui. termasuk setiap perbedaan
yang timbul selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil √
(tidak didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model √
utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam √
kombinasi bisnis. jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill √
pada awal dan akhir periode pelaporan;
57
Page 58
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap
keuntungan atau kerugian yang diakui pada
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi
yang diperoleh atau liabilitas yang √
diambil-alih dalam kombinasi bisnis
pada periode pelaporan berjalan atau
periode pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran. sifat. atau kejadian relevan √
yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan; √
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam
dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi
bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut
secara keseluruhan. sehubungan dengan
perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan; √
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan
Setara Kas; √
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh; dan √
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan
Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh. √
diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya.
26) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum. yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh √ CALK 25. Hal 68 sampai 69
manajemen untuk mengidentifikasi
segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang
menghasilkan pendapatan dari setiap √ CALK 25. Hal 53 sampai 54
segmen dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen.
termasuk pendapatan dan beban tertentu. √ CALK 25. Hal 68 sampai 69
aset segmen. dan liabilitas segmen dari
segmen dilaporkan. serta dasar
pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen. √ CALK 25. Hal 68 sampai 69
ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan.
aset segmen. liabilitas segmen. dan unsur
segmen material lainnya terhadap jumlah
yang terkait dalam laporan keuangan
Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa √
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk
setiap produk dan jasa atau setiap kelompok
produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal
yang diatribusikan kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan √
ii. semua negara asing secara total √
dimana Perusahaan memperoleh
pendapatan. Dalam hal
pendapatan dari suatu negara asing
58
Page 59
secara individual jumlahnya
material. pendapatan tersebut
diungkapkan secara terpisah.
termasuk dasar pengatribusian
pendapatannya kepada negara
tersebut secara individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen
keuangan. aset pajak yang
ditangguhkan. aset imbalan pascakerja.
dan hak yang terjadi akibat kontrak
asuransi yang berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan √
ii. semua negara asing secara total √
dimana Perusahaan memiliki aset.
Dalam hal aset dari suatu negara
asing secara individual jumlahnya
material. maka aset tersebut
diungkapkan secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan
pelanggan eksternal tunggal mencapai 10%
(sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi. Perusahaan harus
mengungkapkan:
√
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan;
dan √
(c) identitas segmen yang melaporkan
pendapatan tersebut. √
27) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan; √
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan. √
atau yang mengarah kepada pelepasan
yang diharapkan. cara. dan waktu
pelepasan dari aset dan liabilitas operasi
yang dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan √
terhadap segmen yang dilaporkan dari aset
tidak lancar atau kelompok lepasan
disajikan sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait
dengan laba (rugi) operasi yang dihentikan. antara
lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan
dalam laporan laba rugi komprehensif
meliputi:
(a) pendapatan. beban. dan laba atau √
rugi sebelum pajak dari operasi yang
dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam √
pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau kelompok
lepasan yang terkait dengan operasi
yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan
pada aktivitas operasi. investasi dan √
pendanaan dari operasi yang dihentikan;
dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang
dilanjutkan dan operasi yang dihentikan √
yang dapat diatribusikan pada pemilik
entitas induk.
59
Page 60
28) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen √
derivatif sesuai dengan tujuannya. yaitu untuk
lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung
nilai). seperti untuk tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan
instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk
setiap kontrak instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok
non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi. berupa √
transaksi berjangka dalam bentuk valuta.
bunga. komoditas atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties); √
(3) tanggal jatuh tempo; √
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar √
pada tanggal laporan posisi keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode √
pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung √
nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya √
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami
tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk √
mencapai tujuan tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap
klasifikasi lindung nilai. termasuk √
penjelasan mengenai Aset dan/atau
Liabilitas dan jenis transaksi yang dilindung
nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan
sebagai suatu lindung nilai. disebutkan √
tujuannya.
29) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset
keuangan dan liabilitas keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas √ CALK 26. Hal 70 dan 71
tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk
dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam
laporan posisi keuangan; dan CALK 26. Hal 70 dan 71
b) hierarki. metode. dan asumsi signifikan yang √
digunakan dalam menentukan Nilai Wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan.
30) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah
dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi
kepada pemilik pada periode pelaporan; √
b) jumlah utang dividen untuk:
(1) periode pelaporan. dan √
(2) periode sebelumnya; √
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang √
diusulkan atau dideklarasikan setelah periode
pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian
laporan keuangan dan tidak diakui sebagai
Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode
pelaporan; dan
60
Page 61
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui. √
31) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan √
jumlah liabilitas kontinjensi lainnya secara
terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait √
dengan bagian partisipasinya dalam Ventura
Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam √
Ventura Bersama yang signifikan dan bagian
partisipasi kepemilikan dalam pengendalian
bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam
pengendalian bersama entitas. agar
ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui √
bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar. aset tidak √
lancar. liabilitas jangka pendek. liabilitas
jangka panjang. penghasilan dan beban
yang terkait dengan bagian partisipasinya
dalam Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa. keagenan dan
distribusi. bantuan manajemen dan
teknis. royalti. dan lisensi. diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam √ CALK 27. Hal 73 - 74
perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan; √ CALK 27. Hal 73 - 74
iii. dasar penentuan kompensasi dan √
denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan √
pada periode pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya; √
(b) kontrak atau perjanjian yang
memerlukan penggunaan dana di masa
yang akan datang. seperti:
pembangunan pabrik. perjanjian
pembelian. ikatan untuk investasi.
diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam √
perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan; √
iii. nilai keseluruhan. mata uang. dan
bagian yang telah direalisasi; dan √
iv. sanksi-sanksi; √
(2) pemberian jaminan atau garansi.
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang √
menerima jaminan. yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga
untuk pihak yang dijamin;
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan; √
(c) periode berlakunya jaminan; dan √
(d) nilai jaminan; √
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan.
misalnya fasilitas L/C. cerukan bank; dan √
(4) uraian mengenai sifat. jenis. jumlah dan
batasan-batasannya. √
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum.
diungkapkan:
61
Page 62
(a) pihak-pihak yang terkait; √ CALK 28 Hal 75
(b) jumlah yang diperkarakan; √ CALK 28. Hal 75
(c) latar belakang. isi dan status √ CALK 28. Hal 75
perkaradan pendapat hukum (legal
opinion); dan
(d) dampak keuangan; √ CALK 28. Hal 75
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak
terhadap Perusahaan. misalnya masalah
lingkungan hidup. diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak √
keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak. √ CALK11d. Hal 37
jenis pajak. tahun pajak serta jumlah
pokok dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan √ CALK11d. Hal 37
atau tagihan pajak (keberatan atau
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya. yang
diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas √
kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya; √
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang
terkait dengan jumlah atau waktu arus √
keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak
ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma; √
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama; √
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan; √
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam √
kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; √
dan
f) Isi perubahan perjanjian. jika ada. √
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang
memungkinkan para pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul
dari instrumen keuangan. serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko. termasuk. namun tidak terbatas
pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit. antara lain ikhtisar analisis umur √ CALK 26a. Hal 70
aset keuangan yang belum jatuh tempo atau
tidak mengalami penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir periode
pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan
nilai;
(2) risiko likuiditas. antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas √ CALK 26c. Hal 72
keuangan derivatif dan nonderivatif
yang menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas;
dan CALK 26c. Hal 72
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan √
mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar. antara lain analisis sensitivitas
untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas
terdampak pada akhir periode pelaporan.
yang menunjukkan dampak perubahan pada
variabel risiko yang relevan pada tanggal
tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas; dan
62
Page 63
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. CALK 26. Hal 69
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam √
huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan
pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko
yang timbul dari instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy
Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio √
kecukupan modal pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank √
Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan √
CAR.
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto √
menurut jenis mata uang pada tanggal
laporan posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan √
peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan √
posisi devisa neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran
Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum √
yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga di
bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing- √
masing aktivitas fiduciaryyang meliputi jasa
kustodian. wali amanat. pengelolaan investasi dan
reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai
kegiatan kuasi-reorganisasi yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam √
laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut
disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-
reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana √
manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-
reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha
di masa mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum. pada √
saat dan sesudah kuasi-reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih √
penilaian Aset dan liabilitas sebelum digunakan
untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi- √
reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan
posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke
depan sejak kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan. kebijakan. dan √
63
Page 64
proses Perusahaan dalam mengelola
permodalannya. termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai
modal;
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam
hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi
persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh
pihak eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam
mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang
dikelola sebagai modal;
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari √
periode sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap √
persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika
ada); dan √
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan
permodalan dari pihak eksternal. apabila terjadi
ketidakpatuhan. √
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang √
tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas
yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset
secara kredit atau sewa pembiayaan. akuisisi melalui
penerbitan saham. dan konversi utang menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran √
berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian √
pembayaran berbasis saham yang ada pada
suatu periode. termasuk syarat dan ketentuan
umum setiap perjanjian. seperti kondisi vesting.
jangka waktu maksimum atas opsi yang
diberikan. dan metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi √
opsi saham untuk setiap kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama √
periode. rata-rata tertimbang harga saham pada
tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang √
sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar
pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan √
paling kurang hal-hal sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode.
rata-rata tertimbang Nilai Wajar opsi
tersebut pada tanggal pengukuran dan
informasi tentang bagaimana Nilai Wajar
tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar
instrumen ekuitas tersebut pada tanggal
pengukuran. dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk
instrumen ekuitas lain yang diberikan
selama suatu periode (yaitu selain opsi
saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham √
64
Page 65
terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu
periode dan terhadap posisi keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat √
Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas;
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan
per tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi
Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi √
Syariah;
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; √
c) Rincian Aset. Liabilitas. Pendapatan. Beban. dan √
Laba Usaha Unit Asuransi Syariah; dan
d) Zakat. √
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat. jenis. jumlah
dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi; √
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √
c) Rasio keuangan penting; √
d) Pendapatan. beban dan hasil underwriting; dan √
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi √
kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu); √
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR. √
IHH. BPPHH. IHPH dan iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan √
dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan
alam (TPTI. pembinaan dan perlindungan hutan.
penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk
kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan √
Bina desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI. diungkapkan realisasi anggaran dan √
penanaman pada periode berjalan dan
akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan √
prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan
serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode
berjalan dan akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi
setelah periode pelaporan tentang kondisi yang √
ada pada akhir periode pelaporan. maka
Perusahaan memutakhirkan pengungkapan
kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini;
dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang
mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangannya. atau
65
Page 66
untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak
diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang
material setelah periode pelaporan. maka √
Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa.
misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan. atau
pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi
Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan
Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK
dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas
Perusahaan. yang telah diterbitkan tetapi belum efektif
berlaku. Yang harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut; √ CALK 2.a Hal 7 sampai 8
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif
atau perubahan kebijakan akuntansi; √ CALK 2.a. Hal 7 sampai 8
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru
tersebut disyaratkan; dan √ CALK 2.a. Hal 7 sampai 8
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal
SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan √ CALK 2.a. Hal 7 sampai 8
atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi
secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau
pengklasifikasian pos-pos dalam laporan
keuangan. maka Perusahaan harus
mengungkapkan antara lain:
(1) sifat reklasifikasi; √
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan √
beberapa pos yang direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi. √
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak
praktis untuk dilakukan. maka Perusahaan harus
mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; √
dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika √
jumlah tersebut direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima. Perusahaan
harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam √
laporan keuangan dan indikasi bentuk lain dari
bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain
yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah √
diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi
di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang
menyusun laporan keuangan dengan √
menggunakan standar akuntansi selain SAK
untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar
modal di negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar
akuntansi di negara lain; √
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk
66
Page 67
laporan posisi keuangan beserta √
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk
laporan laba rugi komprehensif beserta √
penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh
otoritas pasar modal di negara lain untuk √
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut. maka
pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam
laporan keuangan.
50) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat. jenis. jumlah
dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang √
mempengaruhi kinerja perusahaan. seperti
peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan
hidup perusahaan.
Bogor. 29 Maret 2023
PT Arkha Jayanti Persada Tbk
Dwi Hartanto
Direktur Utama
67
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.1 ×2
unresolved
person
Ben Ardi
p.1 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×12
unresolved
org
Menteri
p.44
unresolved
org
Bapepam
p.58 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.