Back to announcement
20240328_SRAJ_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31620958_lamp2.pdf
Other Text extracted SRAJSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Lampiran Jawaban atas Permintaan Penjelasan
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (“Perseroan”)
1. Sehubungan dengan Bed Occupation Rate (BOR) per 31 Desember 2023 agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan BOR Perseroan per 31 Desember 2023 (49%) dibandingkan per 30 September 2023
(51,97%).
Tanggapan:
Penurunan BOR per 31 Desember 2023 dibandingkan per 30 September 2023 terutama karena renovasi rumah sakit
Mayapada Bogor yang masih berlangsung sehingga ada bed yang tidak beroperasi. Hal lain yang mempengaruhi
karena adanya seasonality pada industri rumah sakit diimana pada bulan Desember terjadi penurunan BOR karena
terdapat beberapa hari libur nasional, namun secara keseluruhan BOR Perseroan per 31 Des 2023 adalah lebih baik
yaitu sebesar 49% dibanding dengan per 31 Des 2022 yang sebesar 48,4%.
b. Perkiraan/target BOR Perseroan di tahun 2024.
Tanggapan:
Target BOR Perseroan di tahun 2024 adalah 55% - 60%.
2. Sehubungan dengan kinerja entitas anak agar dijelaskan:
a. Latar belakang BOR PT Nirmala Kencana Mas (NKM), PT Sejahtera Inti Sentosa (SIS), PT Sejahtera Abadi Solusi
(SAS) per 31 Desember 2023 masih dibawah 50%.
Tanggapan:
PT Nirmala Kencana Mas menambah 1 (satu) gedung baru yang terdiri dari 16 lantai yaitu Tower 2 yang mulai
beroperasi pada awal tahun 2020 dengan demikian maka jumlah operasional bednya meningkat sebanyak 108 bed
yaitu dari 152 bed menjadi 260 bed dan BOR pada Desember 2023 adalah sekitar 47% jadi BOR NKM masih dibawah
50% karena kapasitas bed di rumah sakitt tersebut adalah yang terbesar dibanding dengan rumah sakit lain.
PT Sejahtera Inti Sentosa (SIS) dan PT Sejahtera Abadi Solusi (SAS) baru mulai beroperasi pada 15 Juli 2020 dan
22 November 2021 dan dalam industri rumah sakit biasanya membutuhkan waktu untuk mencapai BOR di atas 50%.
Manajemen selalu berusaha untuk meningkatkan BOR rumah sakit dengan menambah praktek dokter spesialis di
rumah sakit tersebut.
b. Latar belakang BOR PT Nusa Sejahtera Kharisma (NSK) per 31 Desember 2023 masih relatif rendah di angka
22,73%.
Tanggapan:
PT Nusa Sejahtera Kharisma baru mulai beroperasi pada Maret 2023 sehingga pencapaian BOR 22.73% pada tahun
pertama merupakan pencapaian yang relatif baik pada industri rumah sakit.
c. Perkiraan/target BOR keempat entitas anak tersebut di tahun 2024.
Tanggapan:
No Entitas Perkiraan Target BOR di 2024
1 PT Nirmala Kencana Mas (NKM) 55% - 60%
2 PT Sejahtera Inti Sentosa (SIS) 55%
3 PT Sejahtera Abadi Solusi (SAS) 60%
4 PT Nusa Sejahtera Kharisma (NSK) 40% - 45%
Page 2
3. Sehubungan dengan entitas anak Perseroan yang belum beroperasi agar dijelaskan:
Tanggapan:
No. Entitas Anak Bidang Usaha Latar Belakang Perkiraan
Belum Beroperasi Waktu Mulai
Beroperasi
1 PT Fajar Kharisma Rumah Sakit Masih menunggu pasar di Belum ditentukan
Nusantara (FKN) daerah tersebut untuk
berkembang
2 PT Karya Kharisma Rumah Sakit Dalam tahap 2elative2an Akhir 2025 atau
Sentosa (KKS) 2026
3 PT Anugrah Inti Karya Rumah Sakit Dalam tahap 2024
(AIK) pembangunan
4 PT Mayapada Surabaya Rumah Sakit Masih menunggu pasar di Belum ditentukan
Pratama (MSP) daerah tersebut untuk
berkembang
4. Sehubungan dengan posisi dan kinerja keungan Perseroan per 31 Desember 2023 agar dijelaskan:
a. Kinerja Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 berdasarkan Laporan Keuangan Audited
Tanggapan:
Keterangan 31 Desember 2023 31 Desember 2022 Peningkatan %
Total Aset
5,606,291 5,749,600 (143,309) -2.49%
Total Liabilitas
3,748,834 3,854,462 (105,628) -2.74%
Ekuitas
1,857,457 1,895,138 (37,681) -1.99%
Pendapatan
2,503,174 1,934,164 569,010 29.42%
Beban Pokok Pendapatan
(1,785,154) (1,377,109) (408,045) 29.63%
Laba (Rugi) Bruto
718,020 557,055 160,965 28.90%
Beban Usaha
(611,759) (526,041) (85,718) 16.29%
Laba (Rugi) Usaha
106,261 31,014 75,247 242.62%
Page 3
Penghasilan (beban) lain-lain
(137,552) (73,100) (64,452) 88.17%
Mamfaat (Beban) Pajak
Penghasilan (7,022) (2,101) (4,921) 234.22%
Laba (Rugi) Bersih
(38,313) (44,187) 5,874 -13.29%
b. Latar belakang peningkatan/penurunan total aset per 31 Desember 2023 dibandingkan 31 Desember 2022.
Tanggapan:
Penurunan total asset terutama disebabkan oleh adanya penurunan kas dan setara kas yang digunakan untuk
pembayaran hutang bank baik jangka pendek maupun jangka Panjang dan untuk renovasi rumah sakit Mayapada
Hospital Bogor dan pembangunan rumah sakit baru.
c. Latar belakang peningkatan/penurunan total liabilitas per 31 Desember 2023 dibandingkan 31 Desember 2022.
Tanggapan:
Penurunan total liabilitas per 31 Desember 2023 terutama berasal dari pembayaran hutang bank jangka pendek
dan hutang jangka panjang serta pembayaran hutang kontraktor untuk proyek Mayapada Hospital Bandung,
renovasi Mayapada Hospital Tangerang, dan renovasi Mayapada Hospital Bogor yang mana saat ini proyek
tersebut telah selesai pembangunannya.
d. Latar belakang peningkatan/penurunan pendapatan per 31 Desember 2023 dibandingkan 31 Desember 2022.
Tanggapan:
Peningkatan pendapatan di tahun 2023 terutama disebabkan oleh pendapatan dari Mayapada Hospital Bandung
yang sudah beroperasi sejak bulan Maret 2023 dimana pencapaian pendapatan berarti meningkat 100% dibanding
tahun lalu sebesar Rp124,8 Miliar, selain itu disebabkan karena peningkatan performa rumah sakit eksisting yang
relatif besar yaitu Mayapada Hospital Surabaya meningkat 100% yaitu dari Rp119 Miliar menjadi Rp238 Miliar,
dan Mayapada Hospital Kuningan meningkat sebesar 55,7% yaitu dari Rp228 Miliar menjadi Rp355 Miliar
dibanding dengan pendapatan tahun lalu.
e. Latar belakang peningkatan/penurunan rugi bersih per 31 Desember 2023 dibandingkan 31 Desember 2022.
Tanggapan:
Penurunan rugi bersih Perseroan terutama disebabkan karena pendapatan di tahun 2023 meningkat sebesar
28,9% yang mencapai Rp2,5 Triliun dibanding pendapatan tahun lalu yang hanya Rp1,9 triliun, hal ini karena
performa rumah sakit eksisting yang membaik serta beroperasinya rumah sakit baru sehingga pendapatan
Perseroan meningkat sebesar 28,9% dibanding tahun lalu. Penempatan pendapatan tersebut dapat menutupi
beban operasional, depresiasi dan biaya bunga dengan lebih baik.
f. Latar belakang Perseroan masih membukukan rugi bersih per 31 Desember 2023.
Tanggapan:
Perseroan masih membukukan rugi bersih di tahun 2023 terutama karena Perseroan melakukan ekspansi secara
berkelanjutan sejak tahun 2018 yang diawali merger dengan Bogor Medical Center, dilanjutkan dengan peresmian
Mayapada Hospital Jakarta Selatan Tower 2 pada bulan November 2019 serta, pembukaan Mayapada Hospital
Kuningan pada bulan Juni 2020 dan Mayapada Hospital Surabaya pada bulan November 2021 dan Mayapada
Hospital Tangerang Tower 3 pada bulan Desember 2022 kemudian pembukaan Mayapada Hospital Bandung
Page 4
pada bulan Maret 2023 berhubung investasi dalam industri rumah sakit adalah padat modal, gedung dan peralatan
medis yang relatif mahal, maka pada awal operasional Perseroan ada menanggung beban penyusutan atas
gedung dan peralatan yang relatif besar sedangkan untuk industri rumah sakit peningkatan BOR dan pendapatan
membutuhkan waktu, dengan demikian atas Investasi yang dilakukan maka semakin besar biaya depresiasi
sehingga menyebabkan Perseroan masih membukukan rugi bersih per 31 Desember 2023.
g. Estimasi waktu Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 tersebut akan dirilis oleh Perseroan.
Tanggapan:
Estimasi waktu Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 akan dirilis pada 28 Maret 2024.
5. Informasi / fakta / kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta
kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Tanggapan:
Selain hal-hal yang telah disampaikan oleh Perseroan kepada publik dalam Public Expose Insidentil yang
diselenggarakan pada tanggal 21 Februari 2024, termasuk yang terkait dengan performa kinerja Perseroan dan 2
proyek pembangunan rumah sakit yang baru (Mayapada Hospital Nusantara dan Mayapada Hospital Jakarta Timur),
Perseroan tidak mengetahui kejadian / fakta penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
--------------o-------------
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Nirmala Kencana Mas
p.1 ×3
unresolved
org
PT Sejahtera Inti Sentosa
p.1 ×3
unresolved
org
PT Sejahtera Abadi Solusi
p.1 ×3
unresolved
org
PT Nusa Sejahtera Kharisma
p.1 ×3
unresolved
org
PT Fajar
p.2
unresolved
org
PT Karya
p.2
unresolved
org
PT Anugrah Inti Karya
p.2
unresolved
org
PT Mayapada Surabaya Rumah Sakit
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.