Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Bersama ini kami kirimkan penjelasan kenaikan dan penurunan Aset dan Liabilitas posisi
Desember 2023 sebagai berikut :
Total Aset Tahun 2023 meningkat sebesar 28,75% dari Tahun 2022, dimana peningkatan tersebut
terjadi pada :
1. Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Indonesia dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 967,14 Milyar. Hal ini disebabkan meningkatnya rata-rata dana pihak ketiga bank pada
Desember 2023 sehingga Bank menempatkan dana lebih besar untuk memenuhi rasio Giro
Wajib Minimum (GWM).
2. Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga
Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami
kenaikan sebesar Rp. 162,26 Milyar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dana
untuk mendukung kebutuhan transaksi operasional.
3. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain – Pihak ketiga
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank Lain - pihak ketiga dibandingkan posisi
Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 972,50 Milyar. Hal ini terjadi karena
adanya kenaikan atas penempatan FASBI dan Call Money.
4. Tagihan Akseptasi – Pihak ketiga
Tagihan Akseptasi – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami
penurunan sebesar Rp. 13,88 Milyar hal ini terjadi karena adanya penurunan kegiatan atas
transaksi ekspor import dari nasabah.
5. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan mengalami kenaikan sebesar Rp. 8,82 Milyar jika dibandingkan
dengan posisi Desember 2022. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya penyesuaian
pajak tangguhan atas penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan.
Total Liabilitas Tahun 2023 meningkat dibanding Tahun 2022 sebesar 32,77%, dimana peningkatan
ini terjadi pada :
1. Kewajiban Segera
Kewajiban Segera dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 80,27 Milyar. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan
kewajiban atas transaksi ATM Prima sejalan dengan meningkatnya jumlah dan transaksi
nasabah.
2. Simpanan Nasabah
Simpanan nasabah dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 5,66 Trilyun. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan giro sebesar Rp. 1,78 Trilyun.
Hal tersebut sejalan dengan upaya Bank dalam meningkatkan produk pendanaan murah.
Selain giro, deposito juga meningkat sebesar Rp 4,02 Triliun.
Page 2
3. Utang Pajak
Utang Pajak dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 9,59 Milyar. Kenaikan didominasi peningkatan jumlah pajak penghasilan final atas
bunga deposito sebesar Rp. 5,22 Milyar. Hal tersebut sejalan dengan adanya kenaikan
simpanan nasabah dalam bentuk deposito.
4. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Liabilitas imbalan pasca kerja dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 14,64 Milyar. Hal tersebut disebabkan adanya perhitungan kembali imbalan pasca kerja
untuk tahun 2023 oleh aktuari dimana kenaikan tersebut dikarenakan adanya peningkatan
jumlah karyawan.
5. Biaya yang masih harus dibayar
Biaya yang masih harus dibayar dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 10,39 Milyar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya pencadangan biaya sehubungan
adanya pembelian barang dan jasa yang belum ditagihkan.
6. Liabilitas Lain-lain.
Liabilitas Lain-lain dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 92,43 Milyar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan Setoran Jaminan atas
transaksi LC. Selain itu, kenaikan liabilitas lain-lain juga disebabkan adanya kenaikan akru
bunga deposito dimana sejalan dengan adanya kenaikan penempatan deposito dari nasabah.
Demikian penjelasan atas peningkatan Total Aset dan Total liabilitas tahun 2023 dibandingkan
dengan Tahun 2022.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.