Skip to content
Back to announcement

Checklist ISM DEC 2023_.pdf

Financial statement Text extracted INDF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1 OCR 0.927
Page 1 of 49

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).

2. Tanda (V) diisi pada kolom "Ada" apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka
tanda vV) diisi pada kolom “Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom
keterangan.

4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom "N/A'.

5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Bidang Usaha Manufaktur
Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi
Tahun 2023 Tahun 2022
(Audited) (Audited)

Nama Kantor Akuntan Publik Purwantono, Purwantono,

Sungkoro & Surja Sungkoro & Surja
Nama Partner Sinarta Sinarta
Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa

Pengecualian Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A

“ disesuaikan dengan perlode penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak

Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang "Tanggung Jawab v
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIILA.2 tentang “Independensi v
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal"

Page 2 OCR 0.928
Data Keuangan Penting

Page 2 of 49

(dalam jutaan rupiah)

31 Des 2023 31 Des 2022
Periode laporan keuangan (Audited) (Audited)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 111.703.611 110.830.272
Laba (rugi) bruto 36.050.469 33.971.679
Laba (rugi) usaha/operasional 19,663,598 19.693.110
EBITDA 23.572.308 23.604.354
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 11.493,733 9.192.569
Laba (rugi) komprehensif 10.807.229 10.853.116
Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 928 724
Laba Per saham (dilusian) N/A N/A
Laporan Posisi keuangan 31 Des 2023 31 Des 2022
Jumlah Aset 186.587.957 180.433.300
Jumlah Aset Lancar 63.101.797 54.876.668
Jumlah Aset Tidak Lancar 123.486.160 125.556.632
Jumlah Liabilitas 86.123.066 86.810.262
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 32.914.504 30.725.942
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 53.208.562 56.084.320
Jumlah Ekuitas 100.464.891 93,623.038
Modal Disetor 878.043 878.043
Saldo Laba 47.029.083 41.168.161
Rasio Keuangan”
Rasio Lancar (x) 1,9x 1,8x
ROA 6,3Yo 5,1Ya
ROE 11,8Yo 10,216
Ebitda thd pendapatan 21,1Yo 21,3Yo

“dapat disesualkan berdasarkan Industrinya

Catatan:

1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik wajlb menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan
keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Laporan Keuangan Ter

dari:

Laporan posisi keuangan pada akhir periode

Laporan laba rugi komprehensif selama periode

Laporan perubahan ekuitas selama periode

Laporan arus kas selama periode

KIKI SI

ulalwlnis

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu
kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.

Catatan atas Laporan Keuangan

Page 3 OCR 0.926
Page 3 of 49

No.

Keterangan: :

Keterangan

Ketentuan Umum

Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan

sebagai berikut:

a. gambaran umum Perusahaan)

b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan,

C. Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos: dan

d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:

1) informasl yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan, dan

2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetap! Informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”,

Perusahiaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenal Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan.

Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai
aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:

Pendirian perusahaan

Riwayat ringkas perusahaan:

Catatan 1

Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari
Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara,

Catatan 1

3)

Kegiatan usaha sesual anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada perlode pelaporan:

Catatan 1

9

Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha,

Catatan 1

5)

Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan
pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya)
dan

SIK « SIK

Catatan 1

6)

Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.

Catatan 1

7»

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8)

Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan tol tersebut.

9

Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Kevangan atau Otoritas yang berwenang.

10)

Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

11)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan rneliputi :

Page 4 OCR 0.900
Page 4 of 49

a) Area Eksplorasi, meliputi:

» Nama lokasi:

» Nama pemilik Izin lokasi:

« Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya:

« Persentasi kepemilikan satiam Perseroan pada perusahaan pemilik Izln
lokasi: dan

» Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Mlnyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan:

b) Area Eksploitasl/Pengembangan meliputi:

» Nama lokasi,

« Nama pemilik ijin lokasi,

« Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya:

« Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin
lokasi:

» Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi:

# Jumlah produksi pada tahun berjalan: dan

« Akumulasi jumlah produksi sejak awal keglatan
eksploitasi/pengembangan aleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi
keuangan.

12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan,
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa
manfaat HPHj dan
C) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus dlungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran vV Catatan 1
Efek yang diterbitkan di luar Indonesia,
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan: v Catatan 1
3) Bursa tempat Efek dicatatkan: dan vV Catatan 1
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan v Catatan 1
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampal dengan periode
pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan
(EBK) tidak memiliki
Yang harus diungkapkan antara lain: EBK
1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung vV Catatan 1
maupun tidak langsung:
2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1
3) | Jenis usaha, vV Catatan 1
4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1
5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1
6) | Total Aset, dan v Catatan 1
7) | Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas Induk v Catatan 1

tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak,
lebih dari 5094 (Ilma puluh perseratus) hak suara yang sah,
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih
dari 5094 (iima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
Investee tidak diikuti dengan pengendailan,
akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan
keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolldasian dan tanggal atau perlode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda,
sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak
untuk mentransfer dana Ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka:
suatu rincian yang menunjukkan dampak setlap perubahan bagian
kepemilikan entitas Induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik

c)

d

e

Page 5 OCR 0.933
Page 50f49

entitas Induk: dan
f dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
harus mengungkapkan:

(1) keuntungan atau Kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian:

(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan:

(3) jumlah harga yang diterima,

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan: dan

(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara tain:
1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, Catatan 1
dan komite audit,
2) | Cakupan manajemen kunci: dan Catatan 1
3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata Catatan 1
jumlah karyawan tetap selama perlode yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, dan Catatan 1
Catatan 1

Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan.

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesuai dengan SAK.

Catatan 2

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan

1)

Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis
(historical cost), biaya perolehan Kini (current cost), nilai realisasi neto (net
realizable value), Nilai Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan
berdasarkan SAK yang berlaku,

Catatan 2

2)

Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuall untuk
laporan arus kas.

Catatan 2

3)

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:

a) mata vang fungsional Perusahaan dan entitas anak,

b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan

c) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada).

Catatan 2

4

Alasan perubahan periode pelaporan (jlka ada).

Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen

1)

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui
datam laporan keuangan:

Catatan 3

2)

Perusahaan harls mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesualan material terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabllitas datam periode pelaporan berikutnya: dan

Catatan 3

3)

Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir perlode pelaporan,

Catatan 3

Page 6 OCR 0.900
Page 6 of 49

Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu mellputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai
berikut:

1) | Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolldasian, yang meliputi pos- v Catatan 2
pos entitas induk dan entitas anak:
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan v Catatan 2
keuangan entitas induk,
Cc) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | v Catatan 2
kehifangan Pengendallan atas entitas anak:
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas | / Catatan 2
entitasanak,
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajlan vV Catatan 2
kepentingan nonpengendali, dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang v Catatan 2
dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) | Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode v Catatan 2
yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendall,
b) pengakuan awal untuk goodwills v Catatan 2
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwil/, dan v Catatan 2
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang
ada di Perusahaan, antara lain:
(4) pembelian dengan diskon, v Catatan 2
(2) akuisisi secara bertahap, dan v Catatan 2
(3) Imbalan kontinjensi,
3) | Kas dan setara kas, v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lalnkebijakan dalam menentukan komponen
kas dan setara kas.
4) | Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk v Catatan 2
perlakuan atas biaya transaksi,
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2
kategori,
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan, v Catatan 2
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar Instrumen v Catatan 2
keuangan,
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2
penurunan nilai darl aset kerangan,
v Catatan 2

(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan,
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilal,
selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka
(2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib
ditambahkan penjelasan mengenal,
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai,
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai
atas Instrumen keuangan derivatif, dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi
lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk,
(2)pengakuan awal Sukuk,
(3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(4)Penyajian pendapatan sukuk: dan
(5)penyajian amortisasi biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:

Page 7 OCR 0.917
Page 7 of 49

(L)pengakuan awal Sukuk:
(2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(3)biaya transaksi penerbitan Sukuk:
(4 posisi penyajian Sukuk: dan
(Syakad syariah yang digunakan.
5) | Khusus Industri Perbankan v
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajlan Penempatan pada
Bank Indonesia dan Bank Lain.
6) | Piutang Reverse Repo v
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan pengukurannya.
7) | Khusus Industri Perbankan v
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki:
b) Pengakuan nilai pada Investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintahsdan
C) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) | Khusus Industri Perbankan v
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan:
(2)Dasar penyajian atas kredit,
(3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko
Portofolio kredit,
(4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada):
dan
(5)Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijetaskan antara lain dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasl,
Cc) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara laln:
(1)Dasar penilalan dan penyajian:
(2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang
diberikan dengan saldo plutang/pembiayaan yang tidak dapat
ditagih: dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi
penjualan agunan.
9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian plutang pembiayaan konsumen: dan
b) Dasar penlialan aset jika perusahaan menarik kembati aset pembiayaan
konsurnen dari konsumennya.
10) | Anjak Piutang v
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse),
b) Penyajian transaksi anjak piutang:
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan
jumtah bersih piutang diatihkan: dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) | Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa: Catatan 2
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau Catatan 2
sewa operasi: dan

Page 8 OCR 0.903
Page 80f 49

C) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagal lessee vV Catatan 2
dan/atau !essor.
12) | Persediaan : v Catatan 2
yang harus dijelaskan antara tain mengenai kebljakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan v Catatan 41
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, v Catatan 2
tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan,
(2) Dasar penilaian dan pengukuran: vV Catatan 2
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke | v Catatan 2
tanaman telah menghasilkan:
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan: vV Catatan 2
dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. v Catatan 2
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian:
(b) Metode amortisasi (deplesi): dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika
ada,
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian: dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah
menjadi hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
c) pengelompokan Aset Tetap, v Catatan 2
d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap, v Catatan 2
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, v Catatan 2
9g) penghentian pengakuan, v Catatan 2
h) nilai residu: dan v Catatan 2
I) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi v Catatan 2
umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setlap akhir
periode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
Investasi pada asoslasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dari bentuk kerjasama)

b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul:
dan

c) Sistem pembagian hasil, jika ada.

17

Aset Tak Berwujud

Page 9 OCR 0.919
Page 9 of 49

Yang harus dijelaskan antara lain :

a) pengakuan awal Aset Takberwujud,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud:

Cc) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya,

d) sumber terjadinya Aset Takberwujud:

e) metode amortisasi yang digunakan:

f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan

9) riset dan pengembangan (jika ada).

Sat

SKL

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual.

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi:

C) metade penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya:

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya:
dan

e) penghentian pengakuan Properti Investasi.

Catatan 2

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat
bruto,

b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilal (impairment) dan penilaian
kembali aset (revaluasi):

c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan:

d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan:
dan

@e) Pertanggungan Asuransi.

21)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai: dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya,

Catatan 2

Catatan 2

22)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara laln dasar penyajian Ilabilitas segera.
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan: dan

b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain, dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dan jenls-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui: dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

Catatan 2
Catatan 2

24)

Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.

Page 10 OCR 0.928
Page 10 of 49

25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/

Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan.

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH,

b) Metode arnortisasi atas blaya PLH yang ditangguhkan,

C) Metode penyusutan prasarana PLH, dan

d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Lokasi penambangan,
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum

Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Blaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang
masih berjalan dengan penjelasan mengenal jangka waktu kontrak
untuk Area of Interest yang bersangkutan,

b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas keglatan eksplorasi yang
sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya
produksi,

c) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan
kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksl dan prasarana, dan

d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan
penjelasan jangka waktu perljinan penambangan, taksiran umur
ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/

Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH,

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan, dan

C) Metode penyusutan prasarana PLhH,

27) Pengakuan Pendapatan

a) Yang harus dijelaskan antara laln:

(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar
pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang
ada, dan

(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.

Catatan 2

b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan
metode persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara laln metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesalan suatu kontrak.

c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi

Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:

la) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan:

(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif
dan retroaktif, dan

(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.

(2) Beban Klalm

Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:

(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klalm yang disetujui,
klaim dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesaian ktaim, dan

(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.

d) Khusus Industri Real Estate

Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan
Real Estat

Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat:

Page 11 OCR 0.908
Page Il of 49

(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagal beban proyek:

(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih
rendah dari nilai tercatat proyek,

(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitatisasi Ke setiap unit Real
Estat,

(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar
pada estimasi kini: dan

(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2
asing,
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2
Nabilitas moneter, dan
Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan v Catatan 2
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi, v Catatan 2
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan v Catatan 2
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode
penyajian dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara tain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak. v Catatan 2
tangguhan,
b) ketentuan mengenal saling hapus, v Catatan 2
C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan, dan v Catatan 2
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (Ilabilitas) pajak v Catatan 2
tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis Imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan, v Catatan 2820
b) deskripsi umum mengenal jenis program imbalan pascakerja yang v Catatan 2820
diselenggarakan oleh Perusahaan,
C) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2620
kerugian aktuarial, dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtallment dan v Catatan 2820
penyelesaian.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas
pembellan, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi)
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui Instrumen ekuitas
dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi:
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas: dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya
pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.
38) Segmen Operasi v Catatan 2

Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.

Page 12 OCR 0.905
Page 12 of 49

39)

Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham
Gasar dan laba (rugi) per saham dilusian.

Catatan 2

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

a)
b)

to)

d)

Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:

unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga:
rincian jumlah penempatan dl bank berdasarkan nama bank serta
jenis mata uang asing:

kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama perlode
pelaporan: dan

jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen.

SL.

Catatan 4
Catatan 4

Catatan 4

2)

a)

Khusus Industri Perbankan

Kas
Yang harus dlungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang.

b)

Giro pada Bank Indonesia

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4)RIncian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilai dalam mata uang original): dan

(2)Ketentuan Giro Wajlb Minimum (GWM) menurut BI dan posisi
GWM bank pada saat perlode pelaporan.

c)

Giro pada Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang:
(1)Jumtah penyisihan penurunan nilai,

(2)Perubahan penyisihan selama perlode berjalan untuk masing-
masing giro,

(3)Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan Istimewa dan pihak ketiga,

(4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan

(5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

d)

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(4)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang,

(2)RIincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred),

(3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok):

(4)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan,

(5)Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga,

(6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(7)Jumlah dana yang diblokir dan alasannya,

(8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari
otoritas yang berwenang: dan

(9)pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

3)

a)
b)
9)

d)
e)

Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,

jumlah plutang menurut debitur:
jumlah piutang menurut mata uang,

alasan dan dasar pembentukan cadangan Kerugian penurunan nilai:
jumlah cadangan kerugian penurunan nllal, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan
piutang:

Catatan 6

Catatan 6

Catatan 6

Page 13 OCR 0.918
Page 13 of 49

f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau
keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan:

9) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan:

h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif,
dan
i) Informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,
meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan
ikatan penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan

(2) jaminan yang diberikan (bita ada).

Catatan 6

Catatan 6, tidak ada
plutang yang
dijaminkan

4

Khusus Industri Asuransi

a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas,
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara Jala:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur,
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:
(2) Jumlah piutang menurut jenis Investasi,
(3) Jumlah piutang menurut mata uang, dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

d

5)

Khusus Industri Pembiayaan
8) Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-tain),

(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen:

(3)Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja

(4)sama pembiayaan bersama, penunjukan setaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas:

(5)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui:

(6)Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan
objek pernbiayaan:

(7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(8)Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.

b) Tagihan Anjak Piutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan
recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan (dengan recourse): dan

(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan
jumlah piutang yang diperoleh serta Ikatan penting yang diatur
dalam perjanjlan anjak piutang.

Page 14 OCR 0.903
Page 14 of49

Cc) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara laln:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak beretasi dan pihak ketiga:

(2) Rekonsillasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. DI
samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan
nital kini plutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode
pelaporan, untuk setiap perlode berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun

(3) pendapatan keuangan yang belum diterima,

(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat
lessor,

akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran
sewa minimum,

(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam perlode,
dan

(7) penjelasan umum isl perjanjian sewa lessor yang material.

(5.

d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam
sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode
berikut,

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari Iima tahun

(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada
perlode, dan

(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor.

9)

Khusus Kontrak Konstruksi

Plutang Retensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah plutang dari masing-masing Kontrak konstruksi, dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi.

7

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak

konstruksi.

Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
Yaitu :

U
a) biaya kontrak yang terjadi,
b) laba yang diakul:
Cc) kerugian yang terjadi, dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan,

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kemball
Efek,

Cc) Nama pihak/counterparty:
d) Lokasi Efek Jaminan,

Tingkat bunga piutang reverse repo:
P Cadangan keruglan penurunan nilai (jika ada), dan
9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).

(3)

9)

Agunan Yang Diambil Alih

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilallh,

b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak tertagiti: dan

c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk blaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.

10)

Piutang Dividen dan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain.

Page 15 OCR 0.923
Page 15 of 49

it)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jenis dan jumlah piutang,

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan
Cc) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.

Catatan 31

12)

Aset Keuangan Lainnya

Pengungkapan Ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang

bersifat lancar maupun tidak lancar.

a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian
investasinya,

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan
berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan,

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi,

(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang
belum diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo:

(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).

(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo:

(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori,

(b) alasan reklasifikasi, dan

(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual,

(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan
untuk Llabilitas atau Ilabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi
yang terkait dengan penjaminan tersebut,

Aa aa

Catatan 9, tidak ada
aset keuangan
lainnya ke pihak
berelasi

Catatan 9 dan
laporan posisi
keuangan

Laporan perubahan
ekuitas konsolidasian

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan
nilai yang diakul dalam laba rugi, dan

(10) jumlah amortisasi keuntungan (keruglan) yang belum direalisasi
atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi
menjadi dimiliki hingga jatuh tempo.

Catatan 9 dan 34

13)

Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan:
Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan

d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
tersebut.

St

Catatan 4
Catatan 4
Catatan 4

14)

Khusus Investasi pada Sukuk

Tambahan pengungkapan mengenai antara tain:

2) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah,
b) tujuan model usaha yang digunakan,

C) jumlah investasi yang direktasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya:
dan

d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan.

15)

Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis:
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga:

Cc) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

d) Informasi penting lainnya.

Page 16 OCR 0.909
Page 16 of 49

16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan

b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada

pos pendapatan komprehensif lalunya maupun yang diakui sebagai laba
atau rugi periode berjalan
17) | Khusus Wesel Tagih

Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran

tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan

asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).
18) | Khusus Industri Asuransi

Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) | Pinjaman Polis

Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:

a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang,

b) Tingkat suku bunga.

20) | Khusus Industri Perbankan

Kredit

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi
dan jangka waktu serta kolektibilitas,

b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama
periode berjalan,

c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan:

e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

? Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia,

9) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang
telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankeruglan
penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia,

h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan
kolektibilitas,

» Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi,

ji) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembellan,
jika ada,

k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,

) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.

21) | Tagihan dan Liabilitas Akseptasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang,
dan jatuh tempo:

b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan Kolektibilitas, jumlah
cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan:

c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan
plhak ketiga,

d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai tagihan akseptasi

22) | Persediaan

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat
menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan,

(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar
dikurangi blaya untuk menjual,

(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama perlode
berjalan,

(4) jumlah setiap penurunan nilal yang diakui sebagai pengurang
jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan:

(5) Jumiah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang

diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan:

LK KL

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Page 17 OCR 0.924
Page 17 of 49

(8) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai
persediaan yang diturunkan,

(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk
persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka
dlungkapkan:

(ih jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(li) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.

(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima
jaminan, dan alasan dijaminkan: dan

(9) jenis dan nilai persediaan yang dlasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak dlasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Catatan 7

Catatan 7, tidak ada
persediaan yang
dijaminkan

Catatan 7

b)

Khusus Industri Perhotelan

Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi
yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Makanan dan minuman,

(2) Perlengkapan: dan

(3) Barang Dagangan.

Cc)

Khusus Industri Real Estat

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang,
(b) Unit Bangunan: dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian,

(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual
belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakul,
termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.

9)

Tanah untuk Pengembangan

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan,

(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah
untuk pengembanganj dan

(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.

e)

Khusus Industri Media

Tambahan pengungkapan antara lain:

(Ll) Materi program : lokal, impor (media televisi):

(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak),
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) Bahan persediaan lain yang sesual dengan Industrinya.

Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:

(l) Obat-obatan:

(2) Perlengkapan medis (disposable): dan
(3) Persediaan talnnya

a

Khusus Industri Peternakan

(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut
klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi:

(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:

fa) Total jumtah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi
hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan:

(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap

Page 18 OCR 0.911
Page 18 of 49

kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir,

(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasiikan:

(dj) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang:

(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup:

(Ph Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan kematian atau metode penghapusan langsung:

(9) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan
asuransi, dan

(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.

23)

Pajak Dibayar Di muka

Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya, dan
b) uralan mengenal jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya.

Catatan 18
Catatan 18

24) | Biaya Dibayar Dimuka V | Saldo biaya dibayar
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan Jumlah, dimuka berada di
bawah threshold
yang ditetapkan oleh
peraturan 8 G7
25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual v
Yang harus diungkapkan antara lain:
(4) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan,
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan
(3) kerugian penurunan nilal atau keuntungan pemulihan penurunan
nilai,
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan
dalam satu tahun, dlungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang perlode penyelesalan penjualan menjadi lebih dari
satu tahun:
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang
dimilikl untuk dijual dan kelompck lepasan disajikan sesuai dengan
SAK yang berlaku: dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
1, jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok
lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian
kembali yang telah diakul apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual: dan
It. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual:
(b)uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan
tersebut, dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan
perlode sajian sebelumnya.
26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah plutang: Catatan 31
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan keruglanpenurunan nilai vV
serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut,
Cc) jumlah cadangan kerugian penurunan ailai, beban cadangan kerugian v
penurunan nilai secara individual dan Kolektif, dan penghapusan
piutang: vV
d) pendapat manajemen akan kecukupan Jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai dan v
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
27) | Investasi pada Entitas Asosiasi

Page 19 OCR 0.905
Page 19 of 49

Yang harus diungkapkan antara lain: v Catatan 189
a) nama entitas asosiasi, v Catatan 182
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan,
beserta alasannya,
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang v Catatan 189
kuotasi harganya tersedia: Kuotasi harga tidak
tersedia
d) ringkasan informasi keyangan entitas asoslasi termasuk jumlah V Catatan 9
agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi:
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan
memiliki tebih dari 20Yo (dua puluh perseratus) hak suara atau hak
suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung:
?) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode
ekultas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan,
dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda,
9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan
entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan,
h) bagian rugl entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas
asosiasi, baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut maupun
secara kumulatif,
) bagian atas Itabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-
sama dengan investor lain,
W) Nabilitas Kontinjensi yang terjadi karena Investor berkewajiban
bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi:
dan
k) ringkasan Informasi keuangan entitas asoslasi, secara individual atau
dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau
rugi.
28) | Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan
jurntah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan
adanya jaminan tersebut.
29) | Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI,
yang disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal,
b) Penyisihan periode berjalan,
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan
d) Saldo akhir.
30) | Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal
berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol:
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya,
(c) Perubahan hak bagi hasll tol selama periode berjalan, dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasarna operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi
hasil tot.
31) | Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dlungkapkan antara laln:
@) Untuk tanaman telah menghasilkan v Catatan 12
(1) Rincian nitai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis
tanaman:
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman vV Catatan 12
Untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir: v Catatan 12
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam, Catatan 12

(4) Nilai tanaman telah menghasitkan berdasarkan area/lokasi
penanamanz

Nilai tanaman telah
menghasilkan tidak
dapat dibagi
berdasarkan area
lokasi karena total
nilai tanaman telah
menghasilkan

Page 20 OCR 0.914
Page 20 of 49

termasuk
alokasi
kombinasi bisnis.

nilai
dari

(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling Catatan 12
sediklt 2 tahun: dan

(6) Tanaman yang dijaminkan.

b) Untuk tanaman belum menghasilkan Catatan 12

(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :

(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
It. “Biaya langsung
(b) Jumlah kapitallsasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal
terjadi depresiasi luar biasa
I. Pengurangan tahun berjalan
li, Jumlah yang direklasifikasl ke tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir,

(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Intl Rakyat / Perkebunan Inti
Plasma yang menjadi milik perusahaan (intI) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma):
dan

(3) Cadangan Kerugian yang mungkin timbul pada plasma.

32) | Khusus Industri Peternakan

Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan:

b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir,

Cc) Nilal amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan,

d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan 'okasi/area peternakan,

e) Kondisi hewan ternak:

f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir,

9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup,

h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung,

1) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada,

j)) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika
ada, dan

k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.

33) | Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, Catatan 2
model Nilai Wajar atau model biaya, Catatan 2

(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam
menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi:

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti
pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat
properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat
diperbandingkan:

(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian
terakhir:

(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:

(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi,

(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti
Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut,
dan

(c) perubahan kumulatif dalam Nilal Wajar yang diakui
dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar,

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti
Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan:
dan

(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbalkan,

Page 21 OCR 0.922
Page 21 of 49

pemeliharaan atau peningkatan.

b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai
Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi:

(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penllalan
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan
dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah

ditambahkan kembali: dan
(b) penyesuaian signifikan lain.

c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya,
selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
ditambahkan pengungkapan antara taln:

(Lt) umur manfaat,

(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutanj

(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan
rugi penurunan nilai, selama satu periode sesual SAK yang
berlaku:

(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan
sendiri: dan

(6) Nilai Wajar Properti Investasi,

d) Khusus untuk Properti Investasi dalarn proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan:

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,

(3) estimasi saat penyelesalan:

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian:

(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi blaya pinjaman untuk properti
Investasi yang rnemenuhi kriteria aset kuallfikasian, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan, dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.

34)

Aset Tetap

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah
berdasarkan kepernilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau
aset sewa pembiayaan,

b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan:

d) rugi penurunan nilal dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui
dalam laba rugi dan ekultas (jika ada):

8) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap:

f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nifai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan
dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif,

9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:

(Ll) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan
jumlah revaluasian:

(3) nama Penilai dan tanggal taporan penilaian terakhir:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset:

(S) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandalnya aset tersebut

LL

Catatan 12 (tidak
ada aset sewa
pembiayaan pada
tanggal pelaporan)
Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12
Catatan 32

Page 22 OCR 0.918
Page 22 of 49

dicatat dengan model blaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara tain:

(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan,

Catatan 12
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,
(3) estimasi saat penyelesaian, Catatan 12
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada): vV
(5) jumlah pengeluaran yang diakul dalam jumlah tercatat aset tetap v
dalam pembangunan, dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: Catatan 12
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasl selama periode
berjalan, dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
blaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
) Pengungkapan lainnya antara Jain:
(1) jumtah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara,
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah v
disusutkan penuh dan masih digunakan: Catatan 12
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan
aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual:
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap
apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat:
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset
Tetap yang dihentikan pengakuannya, Catatan 12
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nllai tercatat, dan tanggal perolehan:
(?) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap:
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan
nilai atau pemulihan penurunan nilai: v
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang
menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan Catatan 12
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilal
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup, serta pendapat Catatan 12
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.
35) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi v
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti, operated acreage, unoperated
acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan,
peralatan kantor, kendaraan, sumur dan perafatan serta fasilitas dalam
pengerjaan,
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan,
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak
tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan Kolektabilitas tagihan
tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) | Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi: Catatan 13
b) alokasi jumlah armortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba vV
rugi komprehensif:
C) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasl Aset Catatan 13
Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang v

memenuhi kriteria aset Kualifikasian, maka harus diungkapkan:

(l) jumlah biaya pinjaman yang dikapitallsasi selama periode
berjalan: dan

(2) tarif kapitallsasl yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi:

Page 23 OCR 0.919
Page 23 of 49

8)

Lg)

g.

h

1)
»

Jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan

dan penitaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilat dengan umur

manfaat tidak terbatas,

penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap

Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan

Perusahaan,

Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan

awalnya diakui pada Nilai Wajar sesual SAK yang berlaku,

diungkapkan:

(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut,

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya
atau model revaluasi:

keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang

kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang

menjadi jaminan untuk Liabilitas:

nilai komitmen Kontraktuat untuk akuisisi Aset Takberwujud,

Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penllalan):

(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir:

(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi,

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model biaya, dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

Catatan 13

Catatan 13

37)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum

a)

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi

Lingkungan Hidup Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan
tentang :

(1) Saldo awal:

(2) Penambahan dan pengurangan:

(3) Saldo akhir.

b)

Aset Eksplorasi dan Evaluasi

Yang harus diungkapkanantara lain:

(L)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of
interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir: dan

(2)Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi,
dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.

9

Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah

tambang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

(a) Metode pembebanan blaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) Jumlah Siaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri
dari (1) biaya pengupasan awal, (2) blaya pengupasan lanjutan
dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual
tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya:

(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada),

(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, meliputi penjelasan :

(a) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belur diperhitungkan karena belum dimulainya
produksi, dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya
evaluasi (jlka ada), terhadap blaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.

d)

Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama
tahun berjalan dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan:

Page 24 OCR 0.930
Page 24 of 49

(b) Saldo awal,
(c) Penambahan/pengurangan:
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan
pengembangan yang masih berjalan:
(3) Penjelasan apablla terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan
manajemen tidak dapat dipulihkan:
Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan
dimana terjadl penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan,
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya
produksi, dan
(ce) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi
bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Blaya Eksplorasi yang Ditangguhkan
untuk tiap-tiap Area of Interest.

4

Liabilitas

1)

Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak
berelasi,

b) jumlah utang usaha menurut mata uang: dan

C) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.

Catatan 16 & 31

2)

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan

provisi jangka panjang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) nilai tercatat pada awal dan akhir perlode:

(2) provisi tambahan dalam perlode bersangkutan,

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan,

(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan,

(5S) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai klni,
yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setlap
perubahan tingkat diskonto,

(6) uraian mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi,

(7) Indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hai diperlukan,
Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa depan, dan

(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut.

b,

Catatan 16, 17

3)

Beban akrual

Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.

Catatan 17

4)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.

5)

Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada
transaksi repo,

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali
Efek.

6)

Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos In| antara lain Ilabilitas bruto dari setiap

kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu :

Page 25 OCR 0.919
Page 25 of49

a)
b)
ka
d4

biaya kontrak yang terjadi,

laba yang diakui:

kerugian yang dialami: dan

pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

7

a)

Khusus Industri Perbankan

Simpanan Nasabah

Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang

mengungkapkan:

(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan: dan

(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.

b)

Simpanan dari Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:
dan

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.

8)

3)

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa

Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Rincian berdasarkan program asuransi:

(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan,
(3) Rincian berdasarkan mata uang,

(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

b)

Utang Klaim

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung:

(3) Jumiah utang klaim menurut jenis asuransi: dan

(4) Jumlah utang menurut mata uang.

c)

Estimasi Klaim Retensi Sendiri

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah menurut jenis asuransi,

(2) Jumlah menurut tertanggung:

(3) Jumlah menurut mata uang, dan

(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum
dilaporkan,

d9

Premi yang belum merupakan Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah menurut program asuransi:

(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan:

(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan
kepada pihak berelasi dan pihak ketiga,

(4) Metode perhitungan yang digunakan: dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

8)

f

Utang Koasuransi (rewrite)

Yang harus dlungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga:

(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang: dan

(4) Jumlah menurut umur utang.

Utang Reasuransi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang kialm kepada plhak berelasi dan pihak
ketiga,

Page 26 OCR 0.923
Page 26 of 49

(2) Jurlah berdasarkan reasuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang,

(4) Jumlah menurut umur utang: dan

(5S) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disallnghapuskan.

9) Utang Komisl
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.

h) Titipan Premi

Yang harus diungkapkan antara fain rincian menurut jenis asuransi.
D Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan

Yang harus diungkapkan:

(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham:

(2) Dasar perhitungan: dan

(3) Saldo menurut usia.

9)

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara laln jenis dan jumlahnya.

Catatan 17

10)

Utang Pajak

Yang harus diungkapkan antara Jain:

a) jenis dan jumlahnya: dan

b) Informasi mengenai ketetapan pajak.

Catatan 18

ih)

Khusus Industri Pembiayaan

Kewajiban Anjak Plutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan
recourse: dan

b) Jumlah beban tangguhan, plutang retensi anjak plutang, dan jatuh
tempo serta ikatan penting tainnya yang diatur dalam perjanjian anjak
piutang.

12)

Khusus Kontrak Konstruksi

Uang Muka Kontrak

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang
diterima.

13)

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka
panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checkilst ini,

Catatan 19

14:

Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku
untuk liabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek
dan jangka panjang:

(2) Perusahaan wajlb mengelompokkan sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,

(3) Yang harus diungkapkan antara lain:

(Ca) nilal tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori:
(b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabllitas keuangan: dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesalan utang,

(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasilan yang terkait:

(39 Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset
yang diakul selama pericde tersebut, dan

(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalarn nilai tercatat
utang yang telah direstrukturisasi.

KL

Catatan 15, 16 dan
19

15)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Bagian Liabilitas Pengetolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

16)

Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Page 27 OCR 0.910
Page 27 of 49

Yang harus diwngkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

17) | Llabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk
dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimlllki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) | Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang: v Catatan 31
b) jumlah utang menurut mata vang: dan v Catatan 37
Cc). faminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.
19) | Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan | V Catatan 15 dan 19
jenis mata uang: Catatan 15 dan 19
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan: v Catatan 15 dan 19
Cc) tanggal jatuh tempo: v Catatan 15 dan 19
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19
butan, Catatan 15 dan 19
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19
jumlah dan tujuan perolehannya, v Catatan 15 dan 19
? pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing- Catatan 15 dan 19
masing fasilitas pinjaman,
9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam v
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default),
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v
berhubungan,
) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan V
pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau
pembatasan perolehan utang barus dan
D pengungkapan Informasi sehubungan dengan Ilabilitas berbunga
jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi tetap
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.
20) | Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi
sewa (lessor) pada tanggal taporan posisi keuangan:
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minlmum di masa depan
pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu
wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minlmum di masa
depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk
setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun:
(2) lebih dari satu tahun sampal 5 (lima) tahun: dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
C) pembayaran sewa kontinjen yang diakul sebagal beban pada perlode
tersebut,
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
Giperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatalkan (non-canceltable sublease) pada tanggal laporan posisi
keuangan,
€) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback): dan
RP penjelasan umum Isi perjanjian sewa yang materjal, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-
syaratnya: dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian
sewa,
21) | Khusus Industri Perbankan

a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:

Page 28 OCR 0.907
Page 28 of 49

(l) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu:

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan
pemeringkat,

(S5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan,

(6) Ringkasan perjanjlan yang meliputi tanggai kesepakatan,
jangka waktu perjanjlan, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance),

(7) pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas

surat berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara 'aln:

(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Ringkasan perjanjian yang mellputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo,
nilat Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance):

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance,

(5) Apabila bank menerima dana atau fasllitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbatan yang lebih
rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.

c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensl

Yang harus diungkapkan antara lain:

(L) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan,

(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat perlode pelaporan, dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilal komitmen dan kontinjensi.

22)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:

(1) Saldo awal,

(2) Penyisihan yang dibentuk,
(3) Pengeluaran yang terjadi, dan
(4) Saldo akhir.

b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan:

C) Uabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Itabilltas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan,

d) Apabila dalam pos Ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah,

e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Saldo awal,
(2) Penambahan dan Pengurangan :
(3) Saldo akhir.

23)

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) Imbalan Pasti

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) gambaran umum mengenal jenis program.

(2) rekonsillasi saldo awal dan akhir dari nllal kini kewajiban imbalan
pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama
perlode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
fa) biaya jasa kini:

(b) biaya bunga,

(c) iuran oleh peserta program,

(d) keuntungan dan kerugian aktuariat,

(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang

Catatan 2, 3 dan 20
Catatan 20

Page 29 OCR 0.916
Page 29 of 49

penyajian,

(fp imbalan yang dibayarkan:

(9) biaya jasa lalu:

(h) kombinasi bisnis,

Ci) curtaliment, dan

(j) penyelesaian.

(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai:

(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program
serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah,
dampak selama perlode yang dapat diatribusikan pada setiap:
la) hasil yang diharapkan dari aset program:

(b) keuntungan dan kerugian aktuarial:

(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang
diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian:

(d) iuran oleh pemberi pekerja:

(e) iuran oleh peserta program,

(f) Imbalan yang dibayarkan:

(9g) kombinasi bisnis: dan

(h) penyelesalan:

(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban Imbalan pasti sebagaimana
dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program
sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas
yang diakul dalam laporan posisi keuangan, paling kurang
mengungkapkan:

Ca) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakul
dalam laporan posisi keuangan:

(b) biaya jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi
keuangan:

(c) setiap jumlah yang tidak dlakui sebagai Aset, dikarenakan
Oleh batasan dalam SAK,

(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK:
dan

(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan:

(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut
dan nama pos dimana hal tersebut termasuk:

(a) biaya jasa kini,

(b) blaya bunga,

(c) hasil yang diharapkan dari aset program,

(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang
diakut sebagai Aset sesuai dengan SAK,

(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih
metode koridor 1096 (sepuluh per seratus):

(PM biaya jasa lalu,

(9) dampak dari curtallment terutama terkait dengan
penyelesalannya, dan

(hn) dampak dari batasan dalam SAK,

(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain
yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan

(b) dampak dart batasan dalam SAK:

(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang
diakul pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan
mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain sesuai dengan SAK:

(9) persentase atau jumlah setlap kategori utama yang merupakan
Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari
aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada,
Instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset
lain,

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:

Ca) setiap kategori Instrumen keuangan milik Perusahaan) dan

(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh
Perusahaan,

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama dari aset program,

(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas
setiap hak penggantian yang diaKul sebagai Aset:

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 30 OCR 0.914
Page 30 of 49

(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampal pada akhir
perlode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut
dan tidak hanya sebagai rnarjin antara persentase dan variabel
lainnya, termasuk:
ta) tingkat diskonto:

(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program
untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan,

(c) tingkat Imbal hasll yang diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam laporan keuangan pada setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset:

(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam
Indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program
formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan
Imbalan masa depan):

(e) tingkat tren biaya kesehatan: dan

(PM asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria,

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:

ta) biaya jasa kini agregat dan komponen blaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja periodik neto, dan

(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk blaya
kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan dalam Ilngkungan inflasi
yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase
kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka
persentase dalam Ilngkungan inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat Ini dan perlode empat tahun
sebelumnya dari:

(a) nilai kini kewajiban Imbalan pastl, Nilai Wajar aset program
dan surplus atau defisit pada program, dan

(b) penyesualan yang timbul pada:

(I) Ilabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari Ilabilitas program pada akhir perlode
pelaporan, dan

(I) aset pragram dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari aset program pada akhir perlode
pelaporan:

(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan
secara andal, dari luran yang diharapkan akan dibayar dalam
program selama perlode tahunan dimulai setelah perlade
pelaporan:

(17) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risiko antar
entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
ta) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk

pembebanan biaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak

ada kebijakan seperti Itu:

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya Imbalan pasti
neto sesual SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:

(1) Informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keyangan untuk mengevaluasi sifat pragram Imbalan
pasti dan dampak keuangan atas perubahan program
selarna periode tersebut,

(li) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai
dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik
Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif
termasuk dalam pengukuran kewajiban Imbalan pasti,
dan

iti)jika Perusahaan mencatat luran yang terutang untuk
perlode sesuai SAK informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir
(2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir Ii.

b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program
luran pasti.

c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan
kerja jangka panjang lainnya.

d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 31 OCR 0.921
Page 31 of 49

Yang harus diungkapkanantara Jain:
(1) turan program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja:
dan

(2) penjelasan mengenal liabilitas kontinjen (jika ada).

24)

Utang Obligasl

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenal jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah
dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya,

b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,

Cc) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan:

d) nama Wali Amanat dan Keterkaitan usaha dengan Perusahaan:

e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada,

f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan:

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan datam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default): dan

h) persyaratan penting lainnya.

Catatan 19

Catatan 19
Catatan 19
Catatan 19

Catatan 19

25)

Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah
yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang
digunakan:
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari:
(c) nilai nominat:
(d) besaran Imbalan (untuk Sukuk Ijarah):
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah):
(P)- rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau
pembayaran imbalan atau bagi hasil,
(9) jangka waktu:
(h) tujuan penerbitannya: dan
(I) persyaratan penting lain,
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan:
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan:
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada):
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan, dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).

26)

Utang Subordinasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan
kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan

b) tujuan perolehannya:

c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi,

d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dar kondisi default):

e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwallamanatan,
dan

f) persyaratan penting lainnya.

27)

Obligasi Konversi

Yang harus diungkapkan antara taln:

a) rincian mengenai jenis, nilai nomina! dan nilai tercatat, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat
obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya:

b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio
konyersi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta

Page 32 OCR 0.909
Page 32 of 49

persyaratannya, dan penalti:

c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang
obligasi konversi,
d) jumlah obligasl yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya:
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan:
9) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
Obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada),
I) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default),
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama
pembeli,
k) komponen Liabilitas dari obilgasi konversi,
) keberadaan fitur derivatif melekat, dan
m) persyaratan penting lainnya
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk
1) | Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain: Catatan 21
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode,
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap
jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali atas modal, dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan,
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setlap pos cadangan dalam v
ekultas,
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar Catatan 21
saham dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1)Pemegang saham yang memiliki 596 (Ilma perseratus) atau lebih:
(2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham, dan
(3)Pemegang saham lainnya:
d) Dalam hai terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan: v
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait,
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS):
(2)Sumber peningkatan modal saham, antara faln dari kapitalisasi
agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta
konversi obligasi, dan
(3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka
ekspansi, penyelesatan pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal,
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di v
Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang
tidak dicatatkan pada Bursa Efek.
2) | Tambahan Modal Disetor (Additfonal Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor, Catatan 22
b) Uraian sumber agio saham, Catatan 22
Cc) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas, v
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, v
e) Uraian mengenal sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya, v
f) pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas Catatan 22

sepengendali, antara lain:

(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang
berkombinasi,

(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas
yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara,

Page 33 OCR 0.914
Page 33 of 49

(3) Tanggal efektif transaksi:
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual
atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut:
(5) Kepemilikan entitas atau blsnis yang dialihkan serta jenis dan
jumlah imbalan yang terjadi:
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah Imbalan yang
diserahkan atau diterima, dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan Informasi
antara lain:
fa) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah
dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan
kembali:

(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau
bisnis yang dikombinasikan:

(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi: dan

(d) Ikhtisar angka-angka laporan kevangan setelah disajikan
kembali.

3) | Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Catatan 13, 22
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Uralan transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian
yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan:
(2) Nama entitas anak, dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi:

b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian: dan

c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.

4) | Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor,

b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah tembar dan nilai saham
treasurl yang diperoleh:

C) Tanggal dan Jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai
pengurangan rnodal disetor,

d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta
selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham
treasuri, dan

@) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.

5) | Saido Laba Catatan 23
Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Alasan dan jumlah penyesualan perlode yang lalu (jika ada):

b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan

RUPS yang terkait: dan

Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setlap

pos cadangan.

6) | Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran:

b) dasar penentuan Nilai Wajar waran:

Cc) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadatuwarsa):

d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya,

dan

@) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.

7) | Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan perubahan
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenal perubahan ekultas dan laporan
masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan

penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

8) | Kepentingan Nonpengendali Catatan 24
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendall atas ekultas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
Giatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.

. Laba Rugi Komprehensif

1) | Pendapatan

Page 34 OCR 0.912
Page 34 of 49

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakul selama
periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:

(1) Penjualan barang,

(2) Penjualan jasa,

(3) Bunga,

(4) Royalti: dan/atau

(5) Dividen,

diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

b) Rincian jumtah dari kelompok produk/jasa utama,

c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10Y4
(sepuluh perseratus) dari pendapatan,

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika
ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:

(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
ta) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan
dalam periode berjalan:
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan
kontrak yang diakui dalam periode berjalan, dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap
penyelesaian kontrak,
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode
pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakul
sampal tanggal pelaporan,
(b) Jumlah uang muka yang diterima, dan
(c) Jumlah retensi,
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-
masing sebagai Aset dan Liabilitas,

f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah, antara faln:

(1) Penjualan blasa dan penjualan dari hubungan keagenan,

(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya, dan

(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh
Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara
lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto,
(b) Retur/rabat/diskon terkait, dan
(c) Total pendapatan neto.

Catatan 26

Catatan 36
Catatan 26

2)

Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Dasar ketentuan tarif,

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif,

Cc) Masa berlaku tarif,

d) Besaran tarif, dan

e) Perjanjian lain yang terkait.

3)

Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan ketompok produk/jasa utama antara laln:

a) Pendapatan pembiayaan konsumen,
b) Pendapatan anjak piutang, dan
c) Pendapatan sewa.

4

Khusus Industri Rumah Sakit

Terdiri dari:

Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lalnnya, jasa dokter, rawat inap,
rawat jatan dan penunjang medis,

Rincian pengurang pendapatan, antara fain:

a) Restitusi,

b) Subsidi tidak mampu: dan

Cc) Selisih perhitungan klaim.

5)

Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara laln:

Page 35 OCR 0.922
Page 35 of 49

3) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi,

b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi:

c) Rinclan pendapatan usaha dari jasa ekspedisi:

d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan

e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus,
taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.

6) | Khusus Industri Telekomunikasi

Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi,

jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui

kerjasama dengan plhak lain.
7) | Khusus Industri Asuransi:

Pendapatan Premi

Yang harus dlungkapkan antara laln rincian dan jumlah berdasarkan

kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi

yang belum merupakan pendapatan untuk setlap jenis asuransi.

Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)

8) | Khusus Industri Jalan Tol:

Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian
pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi,

b) Jika perusahaan memiliki hak penyetenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.

9 | Khusus Industri Perbankan

Pendapatan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain:

Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :

a) Obligasi Pemerintah

b) Kradit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
diakui,

C) Efek-efek, dan

d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.

10) | Beban Pokok Penjualan

Yang harus dlungkapkan antara lain:

a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi Catatan 27
yang dirinci:

(1) Biaya bahan baku:

(2) Biaya tenaga kerja, dan

(3) Biaya overhead

ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan:

b) Narna pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10Y4 (sepuluh Catatan 27
perseratus) dari pendapatan, dan

c) Untuk Industri jasa, dlungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa
yang dijual.

11) | Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/Beban Operasional

Yang harus diungkapKan antara lain, rincian beban departementallsasi:

a) Beban bahan:

b) Beban jasa pelayanan:

C) Beban pegawai:

d) Beban penyusutan sarana medis,

€) Beban pemeliharaan sarana:

f) Beban asuransi:

9) Beban langganan daya dan jasa:

h) Beban depresiasi.

12) | Khusus Industri Asuransi:

a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan)
estimasi klalm retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.

b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara laln:

Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat,
dlantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.

Page 36 OCR 0.915
Page 36 of 49

Cc) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenls
asuransi.

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
investasi.

13)

Khusus Industri Perhotelan

Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi,
b) Gajl dan beban pegawal lainnya, dan

c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.

14)

Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori
fungsinya, yaitu antara lain:

a) Beban penjualan:

b) Beban distribusi, dan

Cc) Beban umum dan administrasi.

Catatan 28

15)

Khusus Industri Perbankan

a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rinclan jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

b) Beban Provisi dan Komisi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi
dan komisi berdasarkan ketompok produk/jasa utama.

16)

Khusus Industri Pemblayaan

BebanKerugian Penurunan Nilai

Yang harus diungkapkan antara lain jumtah beban kerugian penurunan nilai
untuk masing-masing akun Plutang Pemblayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Plutang Sewa Pembiayaan.

17)

Pendapatan dan Beban Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rinclan dan jumlah Beban lainnya.

C) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :

(1) biaya pinjaman meliputi:

(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif,

(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesual
SAK yang berlaku, dan

(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang
asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai
penyesualan terhadap bunga:

(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dar transaksi Instrumen
keuangan meliputi:

(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk
dijual,
(b) rugi neto dari Instrumen keuangan yang diakui pada Nilai
Wajar melalui laba rugi: dan
(c) amortisasi premi/diskonto Kontrak berjangka yang bertujuan
untuk lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura

Bersama meliputi :

(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas, dan

(2) bagian laba rugi dari entitas asoslasi dari operasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.

St

Catatan 28
Catatan 28
Catatan 30

Catatan 9

18

Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis
aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-
surat berharga dan Obligasi Rekapitallsasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
&) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi

Page 37 OCR 0.924
Page 37 of 49

Rekapitallsasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

19)

Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)
o
d)
e)

perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud,

keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti:
selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan:

keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual:
bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai
dalam rangka lindung nilai arus kas: dan

bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau
Ventura Bersama.

Laporan Perubahan
Ekuitas  Konsolidasian
dan Laporan laba rugi
dan penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

20)

Pajak Penghasilan
Yang harus dlungkapkan antara lain :

a)

b)

9

d)

e)

9

h)

komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:

(1) beban (penghasilan) pajak kini:

(2) penyesuaian yang dlakul pada periode atas pajak kini yang
berasal dari periode talu,

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari
perbedaan temporer dan pembalikannya:

(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan
perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan
yang baru,

(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui
sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak
tangguhan:
beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan:
dan
jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan
akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan
laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif,
agregat pajak Kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi
yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas:

Jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen

pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau Ventura Bersama:
penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut Ini:

(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian
laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku,
atau

(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak
yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku:

penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode
akuntansi sebelumnya:
jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer
yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang
tidak diakul sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan,
jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi
pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama atas llabilitas pajak tangguhan yang belum
diakui:
rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara
sebagai berikut:

(1) taba sebelum pajak menurut akuntansi:

(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan

(3) laba kena pajak:

(5.

(7.

SK tt

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Page 38 OCR 0.918
Page 38 of 49

»

x

m)

mn)

9)

p

perhitungan beban dan llabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif

pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang

berlaku,

pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasl menjadi dasar

dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan,

setiap jenis perbedaan temporer dan setlap jenis rugi pajak yang

belum dikompensasi:

(1) jumlah aset dan Ilabifitas pajak tangguhan yang diakui pada
laporan posisi keuangan untuk periode sajian: dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam
laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan
jumlah aset atau llabilitas pajak tangguhan yang diakul dalam
laporan posisi keuangan,

beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:

(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian, dan

(2) laba rugi dari keglatan normal atas operasi yang dihentikan
selama perlode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap
periode sajian:

jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada

pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan

sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak
dlakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan,

uralan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak

tangguhan praakuisis! apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi

dalam suatu kombinasi bisnis:

peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak

tangguhan wajib diakul apabila manfaat pajak tangguhan yang

diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakul pada tangga! akulsisi
tetapi diakul setelah tanggal akuisisi: dan

jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung

pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:

(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi
laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan
perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan

(2) entitas mengalami kerugian pada perlode kini atau perlode
sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

21)

Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

c)

d

2)

jumtah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap
laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk
perlode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari
setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai
penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan
rekonsillasi penyebut tersebut. Rekonslillasi tersebut mencakup dampak
Individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba per
saham,

instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen)
yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun
tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena
Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk perlode sajian:

penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi
saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku,
yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan
mengubah jumlah saham biasa atau Instrumen berpotensi saham biasa
yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir perlode pelaporan: dan

laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.

Catatan 25

Catatan 25,
terdapat
diluslan

tidak
efek

22)

Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi,

yang jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu millar rupiah) untuk
transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat,
danfatau

Catatan 31

Page 39 OCR 0.924
Page 39 of 49

(2) lebih dari 0,596 (nol koma lima perseratus) dari modal disetor
untuk transaksi dengan entitas berelasi.

b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga
terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi
serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud:

9 terkait dengan transaksi dengan entitas beretasi meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai Catatan 31
transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total
pendapatan dan beban terkait:

(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau
Liabilitas, termasuk komitmen, dan:
fa) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat

jaminan, dan sifat Imbalan yang akan diberikan, untuk
penyelesalan: dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima,

(3) jumtah cadangan keruglan penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilat secara individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo piutang
usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha, dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan
nilai, jika dilakukan pembentukan,

d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing
kategori berikut: Catatan 31
(1) entitas induk,

(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas,

(3) entitas anak:

(4) entitas asoslasi,

(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer,

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas
Induknya, dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya.

&e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota
atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagal karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing- Catatan 1
masing kategori berikut:

(1) imbalan kerja jangka pendek,

(2) imbalan pascakerja,

(3) Imbalan kerja jangka panjang lainnya,

(4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan

(5) pembayaran berbasis saham.

? untuk entitas berelasi dengan pemerintah :

(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat
hubungannya dengan Perusahaan:

(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual
signifikan: dan

(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara
Individual, signifikan, Indikasi secara Kuantitatif atau kualitatif
atas luasnya transaksi tersebut.

23) | Aset dan Lliabilitas dalam Mata Uang Asing

a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata tang Catatan 37
fungsional.

b) Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 37

(4) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata uang fungsional,

(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing:

(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang
fungsional:

(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk
selisih kurs yang timbul pada instrumen keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui taba rugi: dan

Page 40 OCR 0.903
Page 40 of 49

(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan

diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi sellsih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.

24) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) untuk setiap rugi penurunan ailai yang diakul atau dibalik selama
periode tertentu untuk suatu aset Individual, termasuk goodwilf atau
suatu unit penghasil kas:

1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau

w Pemballktan rugi benuanan bi: peng Catatan 12 dan 13

(2) jumlah rugi penurunan nilai yang dlakui dalam laba rugi selama
perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang Catatan 12 dan 13
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai,

(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakul dalam laba
rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai
yang dibalik:

(4) goodwilt yang telah diakui rugl penurunan nilainya: Catatan 13

(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut:
dan

(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang
diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama periode
tersebut.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan
untuk setiap kelompok aset.

25) | Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Kesalahan Periode Lalu

a) Perubahan Estimasi Akuntansi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi,

(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode
berjalan: dan

(3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal
jumlah dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.

b) Perubahan Kebijakan Akuntansi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi,

(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan
Informasi yang andal dan relevan,

(3) jumlah penyesualan untuk periode berjalan dan setiap periode
lalu sajian:

(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh: dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian:

(4) jumlah penyesualan yang terkait dengan perlode-periode
sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis
dilakukan, maka diungkapkan alasannya: dan

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis
untuk suatu perlode tertentu atau untuk periode-perlode
sebelum perlode-periode tersebut disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan kebijakan akuntansi,

Cc) Kesalahan Periode Lalu

Yang harus diungkapkan antara lain :

(4) sifat dari kesalahan periode lalu,

(2) jumlah koreksi untuk setiap perlode sajian:

(a) bagi settap pos laporan keuangan: dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian:

(3) jumlah koreksi pada awal perlode sajian paling awal, dan

(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis
dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya Koreksl apabila penyajian kembali retrospektif
tidak praktis.

26) | Kombinasi Bisnis

a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap

Page 41 OCR 0.904
Page 41 of 49

kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:

(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi:

(2) tanggal akuisisi:

(3) biaya terkait akuisisi, di luar blaya penerbitan Efek utang dan
Efek ekuitas, perlode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-
masing kombinasi bisnis:

(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh,

(5) alasan utama untuk kombinasi bisnls dan penjelasan tentang
cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas plnak
yang diakuisisi:

(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill
yang diakul:

(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama imbalan,

(83) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:

(a) jumlah yang dlakut pada tanggal akuisisi:

(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan
jumlah pembayaran: dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat dlestimasikan maka fakta dan alasan
mengapa kisaran tersebut tidak dapat dlestimasikan.
Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut:

(9) Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang
diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang
lain, yaitu sebagai berikut:

(a) Nilal Wajar piutang:

(b) jumlah piutang bruto Kontraktual, dan

(c) estimasi terbaik pada tanggal akulsisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih:

(10) jumlah yang dlakul pada tanggal akulsisi untuk setiap kelompok
utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih:

(11) setiap Nlabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:

(8) uralan mengenat karakteristik kewajlban dan perkiraan
saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi,

(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan
peristiwa masa depan, dan

(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakul untuk estimasi
penggantian tersebut,

(12) dalam hat liabilitas kontinjensl tldak diakut karena Nilai
Wajarnya tidak dapat dlukur secara andal, maka pihak
pengakulsisl mengungkapkan:

(a) Informasi sebagaimana dimaksud dalarn angka 33 huruf b)
angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan

(b) alasan Labilitas tidak dapat dlukur secara andal,

(43) dalam hal pembelian dengan diskon:
ta) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam taporan laba

rugl komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui: dan

(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan,

(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki
kurang dari 10096 (seratus perseratus) dari kepentingan
ekultas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi:
ta) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang

diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar
pengukurannya: dan

(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan
dalam penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada
Nilai Wajar,

Page 42 OCR 0.905
Page 42 of 49

(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara

bertahap:

fa) Nilal Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi
segera sebelum tanggal akuisisi: dan

(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil
dari pengukuran kembali Nilal Wajar dari kepentingan
ekuitas pada plnak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam
laporan laba rugi komprehensif untuk mengakul
keuntungan atau kerugian tersebut,

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada perlode sekarang dan
periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi
wajib mengungkapkan Informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis
yang material atau secara kolektif material:

(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai
untuk Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah yang dlakui dalam laporan keuangan
kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan,
maka diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesai:

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekultas atau jenis Imbalan
yang akuntansi awalnya belum selesai, dan

(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesualan periode
pengukuran yang diakui selama periode pelaporan

(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan
Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas
aset Imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan
menyelesaikan liabilitas Imbalan kontinjensi atau liabilitas
tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk
setiap perbedaan yang timbul selama penyelesaian,

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut, dan

(c) teknik penilaian dan Input model utama yang digunakan
untuk mengukur imbalan kontinjensi,

(3) Itabilitas kontinjensi yang diakul dalam kombinasi bisnis, jika
ada,

49 rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir
periode pelaporan,

(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau
kerugianyang diakui pada periode pelaporan yang:

(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau
liabilitas yang diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada
periode pelaporan berjalan atau perlode pelaporan
sebelumnya, dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan
untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan,

Cc) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis, dan

d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unlt bisnis lainnya
selama suatu periode:

(4) jumlah harga yang dibayarkan,

2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan

(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian
diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

27)

Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen:

Page 43 OCR 0.931
Page 43 of49

(1) informasi umurn, yang terdiri dari:

fa) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari
setiap segmen dilaporkan,

(2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan
dan beban tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari
segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya:

(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran taba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur
segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam
laporan keuangan Perusahaan:

b) pengungkapan pada level entitas

(41) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan
jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa,

(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang dlatribusikan

kepada:

1. negara domJsili Perusahaan: dan

Il. semua negara asing secara total dlmana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari
suatu negara asing secara Individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada
negara tersebut secara Individual.

(b) Aset tidak tancar selain Instrumen keuangan, aset pajak
yang ditangguhkan, aset Imbalan pascakerja, dan hak yang
terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:
|. negara domisili Perusahaan, dan
Il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan

memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing
secara individual jumlahnya materlal, maka aset
tersebut diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapal 1096 (sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:

(a) fakta,

(b) total pendapatan dari setiap pelanggan, dan

(c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 26

28

Operasi yang Dihentikan

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) uralan tentang alasan operasi dihentikan:

(2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan Ilabllltas operasi yang dihentikan: dan

(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan
disajikan sesuai SAK yang berlaku.

b) Yang harus diungkapkan atas Informasi terkalt dengan laba (rugi)
Operasi yang dihentikan, antara lain:

(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan taba
rugi komprehensif meliputi:

(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari
operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait, dan

(b) laba atau rugi yang diakut dalam pengukuran ke Nilai
Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait
dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkalt,

(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,
Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan

(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi
yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas
Induk.

Page 44 OCR 0.916
Page 44 of 49

29)

Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat

a) Perusahaan wajib mengelompokkan Instrumen derivatif sesual
dengan tujuannya, yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non
lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi

b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak Instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilai:

(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka
dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau laln-lain,

(2) pihak lawan transaksi (counterparties):

(3) tanggal jatuh tempo:

(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal
laporan posisi keuangan:

(S) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan:

(6) pos Aset dan/atau Liabititas yang dilindung nilai, dan

(7) persyaratan penting lainnya.

c) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi
derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut,

(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung
nilai, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas
dan jenis transaksi yang dilindung nilai, dan

(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung
nilai, disebutkan tujuannya.

30)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan

Nlabilitas keuangan antara lain:

a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabllltas tersebut dengan cara
yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai
tercatat dalam faporan posisi keuangan: dan

b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan ilabilitas keuangan.

Catatan 33

31)

Dividen

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada perlode pelaporan,

b) jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya,

c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah periode pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Llabilitas
kepada pemilik pada akhir periode pelaporan: dan

d) jurntah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

Catatan 23

32)

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari Ilabilitas kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah,

b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari
kornitmen lainnya:

Cc) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
yang signifikan dan bagian partisipasl kepemilikan dalam
pengendalian bersama entitas, dan

d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendallan bersama
entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:

(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya,
dan

(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, Ilabilitas
jangka pendek, Ilabilitas jangka panjang, penghasilan dan
beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama.

33

Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan

Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
fa) perjanjian sewa, keagenan dan distribusl, bantuan
manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, dlungkapkan:

Catatan 31 dan 32

Page 45 OCR 0.915
Page 45 of 49

8 pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:

H. periode berlakunya perikatan:

lil.” dasar penentuan kompensasi dan denda:

Iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan:
dan

Vv.  pembatasan-pembatasan lainnya:

(b) kontrak atau perjanjian yang memeriukan penggunaan
dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian pembelian, ikatan untuk Investasi,
diungkapkan:

I. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:

Ii. periode berlakunya perikatan:

Ji. nila keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah
direalisasi: dan

iv. sanksi-sanksi,

(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk
pihak yang dijamin,

(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan:

(c) periode berlakunya jaminan: dan

(d) nilai jaminan:

(3) fasilitas kredit yang betum digunakan, misalnya fasilitas L/C,
cerukan bank: dan

(4) uraian mengenal sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya,

Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang terkait:

(b) jumlah yang diperkarakan,

(c) latar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum
(legal opinion): dan

(d) dampak keuangan,

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uralan singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya,

(3) kemungkinan llabilitas pajak tambahan:

(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda atau bunganya: dan

(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:

(ta) karakteristik aset atau Ilabilitas kontinjensi,

(b) estimasi dari dampak keuangannya,

(c) Indikasi tentang ketidakpastian yang terkalt dengan jumlah
atau waktu arus keluar sumber daya: dan

(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.

b,

Catatan 32

Catatan 15 dan 20

Catatan 18 dan 31

Catatan 18

34)

Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma,

b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama,

C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan:

@) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama,
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama, dan

f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.

Saat

Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35

35)

Manajemen Risiko Keuangan

a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko
yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai
berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang

Page 46 OCR 0.926
Page 46 of 49

belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilal,

(2) risiko Ilkuiditas, antara lain:

(a) analisis jatuh tempo untuk Iabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang
bertujuan untuk pemaharnan terhadap periode arus kas, dan

(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas,

(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis
risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode
pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada variabel
risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan
ekuitas: dan

(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari
pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap
jenis risiko yang timbul dari Instrumen keuangan.

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

36)

Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada
tanggal laporan posisi keuangan,
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.

b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata
uang pada tanggal laporan posisi keuangan,
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia,
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.

Cc) Jaminan Pemerintah terhadap Labilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi
jaminan atas dana pihak ketiga di bank.

d) Aktivitas Fiduclary
Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas
fiduciaryyang meliputi jasa Kustodian, wall amanat, pengelolaan
investasi dan reksadana.

37)

Kuasi-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenai keglatan kuasi-

reorganisasi yang meliputi:

a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan
dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak
kuasi-reorganisasi:

b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan
prospek usaha di masa mendatang,

c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi-reorganisasi,

d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan
Ilabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan

e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun
saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10
tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.

Page 47 OCR 0.918
38)

Page 47 of 49

Pengelolaan Modal

Yang harus diungkapkan antara lain :

3) Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan
dalam mengelola permodalannya, termasuk:

(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang
disyaratkan oleh pihak eksternal, dan

(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola
permodalannya:

b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya)

d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari
pihak eksternal (jika ada): dan

e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.

Catatan 21

Catatan 21

39)

Transaksi Nonkas

Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas Investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melatut penerbitan saham, dan konversi utang menjadi
modal.

Catatan 12

40)

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jumlah Liabllitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk
Jangka pendek ataupun jangka panjang,

b) penjelasan mengenal setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham
yang ada pada suatu perlode, termasuk syarat dan ketentuan umum
setlap perjanjlan, seperti kondisl vesting, jangka waktu maksimum atas
opsi yang diberikan, dan metode penyelesaian:

c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi saham:

d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama perlode, rata-rata tertimbang
harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan:

e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak
untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode,

f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal
sebagal berikut:

(1) opsi yang diberikan selarna suatu periode, rata-rata tertimbang
Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan Informasi
tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur, dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekultas
tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk instrumen ekuitas lain
yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain opsi saham):

9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi
Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya,

4)

Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan:
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas,
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi:
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapal perusahaan per tanggal pelaporan:
dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Page 48 OCR 0.916
Page 48 of 49

42)

Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah

Hal-hal yang harus diungkapkan:

a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah:

b) Jenis Akad Asuransi Syariah,

c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah, dan

d) Zakat.

43)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:

a) Kontrak reasuransi:

b) Perjanjian penting dan Ikatan lainnya:

c) Rasio keuangan penting,

d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan

e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi Kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.

aa)

Khusus Industri Kehutanan :

a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu):

b) Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan
iuran wajib lalnnya:

c) Realisasi kegiatan dan blaya yang berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan
hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian
alam):

d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan
blayanya,

e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada
periode berjalan dan akumutasinya: dan

f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :

(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya,
dan

(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya.

45)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) dajam hal Perusahaan menerima Informasi setelah perlode pelaporan
tentang Kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka
Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai
dengan informasi terkini: dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas
untuk menyesuaikan jumtah yang dlakul dalam laporan keuangannya,
atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakul:

b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesual yang material setelah perlode
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uralan peristiwa,
misalnya:

(1)tanggal terjadinya,

(2)sifat peristiwa, dan

(3)estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.

46)

Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan

yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan

Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang

terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum

efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:

a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,

b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansl,

c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan dan

d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru
atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.

KK te

Catatan 38
Catatan 38

Catatan 38

Catatan 38

Page 49 OCR 0.934
Pape 49 of 49

47)

Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikaslan pos-
pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) sifat reklasifikasi:
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi: dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan,
maka Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) atasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut: dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.

48)

Hibah Pemerlntah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterlma, Perusahaan harus mengungkapkan

hal-hal sebagai berikut:

a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah diakui.

49)

Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain

a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan
keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk
memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam
rangka penawaran Efek di negara lain.

b) Yang harus dlungkapkan antara lain:

(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain,

(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan
beserta penjelasannya: dan

(3) rekonsitiasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.

c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di
negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan
tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan.

50)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan,
seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.

Jakarta, 25 Maret 2024

Pa

Tjhie Tje Fie

Direktu
Bs

Page 50

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.64 MB
Published25 Mar 2024
Pages50
Characters151,046
Text sourceOCR
OCR confidence0.916

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result