Back to announcement
Peningkatan Aset dan Liabilities 31 Mar 2026.pdf
Financial statement Text extracted MEGASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PENJELASAN PERUBAHAN LEBIH DARI 20% PADA ASET DAN LIABILITAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM PER 31 MARET 2026 ASET Kas Jumlah Kas pada akhir Maret 2026 adalah sebesar Rp1.129,33 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp257 miliar atau 29,4% dibandingkan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp872,66 miliar. Peningkatan tersebut terutama dari kas dalam valuta rupiah yang meningkat sebesar 34,1% atau sebesar Rp245,85 miliar. Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Indonesia posisi akhir Maret 2026 adalah sebesar Rp5,93 triliun mengalami penurunan sebesar Rp2,11 triliun atau 26,2% dibandingkan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp8,04 triliun. Penurunan tersebut terutama dari kas dalam valuta rupiah yang mengalami penurunan sebesar 30,0% atau sebesar Rp2,16 triliun. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Pada akhir Maret 2026 saldo penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Perseroan adalah nihil sedangkan pada akhir Desember 2025 adalah sebesar Rp8,04 triliun, sehingga mengalami penurunan sebesar 100%. Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) Jumlah efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) Bank pada akhir Maret 2026 sebesar Rp1,60 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp5,12 triliun atau sebesar 76,2% bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp6,72 triliun. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) merupakan transaksi pembelian obligasi pemerintah yang dibeli dengan janji akan dijual kembali dengan beberapa counterparty yang akan jatuh tempo di bulan April dan Mei 2026. Tagihan Derivatif Jumlah Tagihan derivatif Perseroan pada akhir Maret 2026 sebesar Rp27,6 miliar mengalami penurunan sebesar 37,75% atau sebesar Rp16,76 miliar dibandingkan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp44,39 miliar. Hal ini terutama karena penurunan pada transaksi swap sebesar Rp8,12 miliar atau 23,9%.
Page 2
Tagihan akseptasi Pada akhir Maret 2026, tagihan akseptasi Perseroan adalah sebesar Rp5,80 miliar meningkat sebesar Rp4,81 miliar atau 488,1% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp0,986 miliar. Tagihan akseptasi Perseroan tersebut dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Aset lain-lain Pada akhir Maret 2026 aset lain-lain Perseroan adalah sebesar Rp4,57 triliun, mengalami peningkatan sebesar 44,6% atau sebesar Rp1,41 triliun dibandingkan dengan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp3,16 triliun. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan pada aset lain-lain dalam valuta Rupiah yang meningkat sebesar 47,9% atau sebesar Rp1,44 triliun. LIABILITAS Giro Nasabah Pada akhir Maret 2026 Perseroan mencatat saldo giro nasabah sebesar Rp9,79 triliun menurun Rp2,69 triliun atau 21,5% dibandingkan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp12,47 triliun. Penurunan terutama untuk giro nasabah dalam mata uang Rupiah yang mengalami penurunan sebesar 34,4% atau sebesar Rp3,29 triliun. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) Pada akhir Maret 2026, Perseroan mencatat posisi efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) sebesar Rp4,27 triliun meningkat sebesar Rp3,28 triliun atau 330,1% bila dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp0,99 triliun. Seluruh surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali adalah merupakan obligasi pemerintah yang dimiliki oleh Perseroan dan akan jatuh tempo di bulan April 2026. Liabilitas Derivatif Jumlah liabilitas derivatif Perseroan pada akhir Maret 2026 sebesar Rp89,6 miliar mengalami penurunan sebesar 20,8% atau sebesar Rp23,51 miliar dibandingkan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp113,09 miliar. Hal ini terutama karena penurunan pada transaksi swap sebesar Rp12,52 miliar atau 12,4%. Utang akseptasi Pada akhir Maret 2026, utang akseptasi Perseroan adalah sebesar Rp5,80 miliar meningkat sebesar Rp4,81 miliar atau 488,1% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp0,986 miliar. Tagihan akseptasi Perseroan tersebut dalam mata uang dolar Amerika Serikat.
Page 3
Pinjaman yang diterima Pinjaman yang diterima pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp2,71 triliun, mengalami penurunan sebesar 23,3% dari akhir Desember 2025 yang sebesar Rp3,53 triliun. Penurunan terutama pada pinjaman yang diterima dalam mata uang dolar Amerika Serikat yang sudah jatuh tempo sebesar Rp824 miliar. Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain Jumlah beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain Perseroan pada akhir Maret 2026 sebesar Rp806,75 miliar, meningkat sebesar 140,3% atau Rp470,39 miliar dari akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp335,35 miliar. Peningkatan tersebut bila dibandingkan dengan Desember 2025 terutama karena kewajiban pembelian surat berharga yang meningkat sebesar Rp481,25 miliar.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.