Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 52
Page 1
SATRIA
MEGA
KENCANA
SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN REVISI 2
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
30 SEPTEMBER 20023
PT SATRIA MEGA KENCANA, TBK DAN ENTITAS ANAK
Kami yang bertandatangan dibawah ini :
1. Nama : Martinelly
Alamat Kantor :J1. Panglima Polim Raya No. 28,
Pulo, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan,
DKI Jakarta
Jabatan : Direktur Utama
2. Nama :Floreta Tane
Alamat Kantor :JI. Panglima Polim Raya No. 28,
Pulo, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan,
DKI Jakarta
Jabatan :Direktur
Menyatakan bahwa :
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perseroan,
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK)yang berlaku umum di Indonesia,
3. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan telah dimuat secara lengkap
dan benar,
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tidak mengandung informasi atau fakta material yang
tidak benar,dan tidak menghilangkan informasi atau factor material,
5. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.
Jakarta, 14 Maret 2024
Atas nama dan mewakili Direksi,
SATRIA
MEÇA
KENNANP
CMartinely floreta Tane
Direktur Utama Direktur
Page 2
SATRIA
MEGA
KENCANA
Berikut adalah daftar revisipada laporan keuangan kuartal 3 tahun 2023 revisi 2 :
1. Reklasifikasi pada laba rugi penjualan asset tetap dan lain-lain bersih. (halaman 4)
2. Reklasifikasipada laporan arus kas antara Arus kas investasidan arus kas operasiterkait
penghapusan asset tetap yang masuk ke arus kas investasi. (halaman 7)
3. Reklasifikasipada laporan arus kas pendanaan antara Pembayaran utang bank dengan
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan. (halaman 7)
4. Revisi jumlah karyawan tetap pada CALK 1.d. (halaman 10)
5. Penambahan informasi tingkat kolektibilitas Piutang pada CALK 4 (halaman 27)
6. Penambahan informasi asset yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan pada CALK 9
(halaman 33)
7. Revisisifat hubungan pihak berelasi HHA 8& SRA dengan Perseroan pada CALK 11 (halaman 34)
8. Revisi kesalahan tahun pada CALK 11 note PT DGE (halaman 35)
9. Penambahan informasi lebih lengkap pada CALK 11 note PT SHM (halaman 37)
10. Penambahan informasi lebih lengkap pada CALK 11 note PT DIB (halaman 38)
11. Penambahan informasi klasifikasi utang usaha berdasarkan umur pada CALK 12 (halaman 39)
12. Penambahan informasi rasio yang dipantau oleh BNI dan dimilikioleh entitas anak PT DMW
pada CALK 16 (halaman 43)
13. Revisi padaCALK 26 terkait penjualan asset tetap dan lain lain bersih (halaman 49)
Page 3
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASET
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2c, 3 11.253.749.360 11.831.391.813
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2d, 4 294.306.632 292.955.084
Piutang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2d, 5 53.420.353 101.438.067
- Pihak Berelasi 2d, 2j, 5, 11 - 770.148.841
Persediaan 2f, 6 381.575.848 334.370.499
Perlengkapan 2f, 7 1.522.999.225 1.370.102.235
Pajak Dibayar Di Muka 2l, 14 4.772.126.689 4.763.313.702
Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka: 2g, 8 1.172.097.904 280.231.894
Jumlah Aset Lancar 19.450.276.011 19.743.952.135
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 2d, 2j, 11 3.306.465.972 3.306.465.972
Biaya Dibayar di Muka 2g, 8 14.144.236 6.152.762
Aset Tetap - Bersih 2i, 9 371.915.533.196 374.792.277.037
Aset Pajak Tangguhan 2l, 14 3.101.360.020 3.101.360.020
Other Non Current Assets 10 4.066.434.141 4.066.434.141
Jumlah Aset Tidak Lancar 382.403.937.565 385.272.689.932
JUMLAH ASET 401.854.213.576 405.016.642.067
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 4
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2,12 479.358.692 570.324.403
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2, 13 - 1.772.500
- Pihak Berelasi 2j, 11, 13 2.959.843.675 2.476.356.174
Utang Pajak 2l, 14 1.010.802.923 1.123.789.106
Beban Akrual 2, 15 2.126.816.795 1.973.473.479
Jaminan Pelanggan 300.209.844 455.051.735
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
tempo dalam Waktu Satu Tahun:
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2, 17 60.445.000 -
- Utang Bank 2, 16 7.547.466.600 7.094.726.012
Jumlah Liabiltas Jangka Pendek 14.484.943.529 13.695.493.409
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 2j, 11 94.354.966.409 81.824.966.409
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2, 17 109.900.000 -
- Utang Bank 2, 16 60.512.625.814 66.286.019.109
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2p, 21 1.440.231.155 1.440.231.155
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 156.417.723.378 149.551.216.673
Jumlah Liabilitas 170.902.666.907 163.246.710.082
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
EKUITAS
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 100 per saham
Modal Dasar 2.400.000.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.000.000.075 lembar saham 18 100.000.007.500 100.000.007.500
Tambahan Modal Disetor 1, 2, 19 14.489.466.870 14.489.466.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 198.532.390.144 198.532.390.144
Komponen Ekuitas Lainnya 1.705.037.444 1.705.037.444
Saldo Laba (95.615.883.631) (84.871.097.518)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 219.111.018.327 229.855.804.440
Kepentingan Non-Pengendali 20 11.840.528.342 11.914.127.545
Jumlah Ekuitas 230.951.546.669 241.769.931.985
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 401.854.213.576 405.016.642.067
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
PENDAPATAN
Hotel 16.099.922.284 13.005.360.176
Spa 111.789.669 88.298.760
Jumlah Pendapatan 2o, 22 16.211.711.953 13.093.658.936
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Hotel 5.633.100.470 4.631.589.109
Spa 65.817.868 43.724.791
Jumlah Pokok Pendapatan 2o, 23 5.698.918.338 4.675.313.900
LABA KOTOR 10.512.793.615 8.418.345.036
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2o, 24 529.032.095 441.483.136
Beban Umum dan Administrasi 2o, 25 14.661.242.429 17.030.967.382
Jumlah Beban Usaha 15.190.274.524 17.472.450.518
RUGI USAHA (4.677.480.909) (9.054.105.482)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Jasa Giro 119.775.262 84.958.208
Beban Keuangan (5.912.479.937) (6.044.967.668)
Beban Pajak (457.949.649) (632.659.247)
Laba Rugi Penjualan Aset Tetap 106.770.000 -
Lain-Lain - Bersih 2.979.917 1.287.196.264
Beban Lain-lain Bersih 2o, 26 (6.140.904.407) (5.305.472.443)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK (10.818.385.316) (14.359.577.925)
PENGHASILAN
Pajak Final - -
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (10.818.385.316) (14.359.577.925)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - -
RUGI TAHUN BERJALAN (10.818.385.316) (14.359.577.925)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
Laba Rugi:
Surplus Revaluasi Aset Tetap - -
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - -
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait - -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan - -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (10.818.385.316) (14.359.577.925)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (10.744.786.113) (14.298.998.626)
Kepentingan Non-Pengendali 20 (73.599.203) (60.579.299)
Jumlah (10.818.385.316) (14.359.577.925)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (10.744.786.113) (14.298.998.626)
Kepentingan Non-Pengendali 20 (73.599.203) (60.579.299)
Jumlah (10.818.385.316) (14.359.577.925)
RUGI PER SAHAM DASAR 27 (10,82) (14,36)
RUGI PER SAHAM DILUSINKAN 27 (11,56) (15,35)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Ekuitas Saldo Laba Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Lainnya (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 31 DESEMBER 2021 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.473.991.117 (68.435.166.457) 246.060.689.174 11.997.120.473 258.057.809.647
Rugi Tahun Berjalan - - - - (14.298.998.626) (14.298.998.626) (60.579.299) (14.359.577.925)
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - - - -
SALDO PER 30 SEPTEMBER 2022 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.473.991.117 (82.734.165.083) 231.761.690.548 11.936.541.174 243.698.231.722
Rugi Tahun Berjalan - - - - (2.136.932.450) (2.136.932.450) (82.992.928) (2.219.925.378)
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - 231.046.327 15 231.046.342 60.579.299 291.625.641
SALDO PER 31 DESEMBER 2022 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.705.037.444 (84.871.097.518) 229.855.804.440 11.914.127.545 241.769.931.985
Rugi Tahun Berjalan - - - - (10.744.786.113) (10.744.786.113) (73.599.203) (10.818.385.316)
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 30 SEPTEMBER 2023 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.705.037.444 (95.615.883.631) 219.111.018.327 11.840.528.342 230.951.546.669
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 SEPTEMBER 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 16.233.397.015 13.108.759.495
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (9.230.764.912) (8.813.952.718)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (8.083.669.570) (8.053.991.389)
Penerimaan (Pembayaran):
Penghasilan Bunga 119.775.262 84.958.208
Pajak Penghasilan (107.136.087) (81.666.344)
Pengembalian (penempatan) uang jaminan (154.841.891) (1.438.188.335)
Pajak Final (457.949.649) (632.659.247)
Beban Keuangan (5.229.865) (14.173.607)
Kegiatan Operasional Lainnya 227.366.330 2.992.961.225
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (1.459.053.367) (2.847.952.712)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Uang Muka Aset Tetap (542.345.067) -
Perolehan Aset Tetap (1.409.092.582) (175.528.994)
Penjualan Aset Tetap 106.770.000 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.844.667.649) (175.528.994)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penurunan (Peningkatan) Piutang Lain-Lain - Pihak Berelasi 770.148.841 275.289.191
Penerimaan (Pembayaran) Liabilitas Sewa Pembiayaan 170.345.000 (1.216.899.300)
Pembayaran Utang Bank (5.400.000.000) (4.868.910.234)
Peningkatan Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi 13.013.487.501 14.400.720.795
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan (5.827.902.779) (6.030.794.061)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 2.726.078.563 2.559.406.391
PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (577.642.453) (464.075.315)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 2c, 3 11.831.391.813 15.453.245.009
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 2c, 3 11.253.749.360 14.989.169.694
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo, SH
No. 62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-10271 HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
berdasarkan Akta Notaris No. 37 tanggal 4 Agustus 2021 oleh Ferry Sanjaya, S.H., Notaris pengganti Christina
Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(“RUPSLB”), antara lain tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan
menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum
kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0437921 tertanggal 18 Agustus 2021.
Sejak tanggal 9 Mei 2018, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, dimana kegiatan
usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, kawasan pariwisata, kawasan
industri dan real estate atas dasar jasa (fee) atau kontrak. Kemudian Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan
tersebut terakhir telah diubah dan disesuaikan dengan KBLI 2017 sebagaimana dimuat dalam Akta No. 306
tanggal 28 Mei 2019 sehingga untuk selanjutnya kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang
dimiliki sendiri atau disewa; kawasan pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee) atau
kontrak; dan aktivitas perusahaan holding. Perubahan dan penyesuaian terakhir tersebut telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
AHU-0032673.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 25 Juni 2019.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No. 28, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No. 097/SMK-DIR/VII/2018
serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal 28 November
2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah
400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 165 per saham.
Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-171/D.04/2018,
Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang
diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 21.299.134.834 dicatat dalam akun
“Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp 4.700.865.166 (catatan 17). Pada
tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum,
dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut. Rincian
waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 30 September 2023 dengan mengisi
tabel sebagai berikut:
Jumlah (Rp)
Harga
Lembar Nilai Nominal (lembar saham x
Nama Waran Tanggal Konversi Pelaksanaan
Saham (Rp) harga
(Rp)
pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
c. Entitas Anak
Per tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak
berikut ini:
Nama Entitas Tahun
dan Aktivitas Beroperasi Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eleminasi
Utama Domisili Komersial 2023 2022 2023 2022
Belum beroperasi
PT Tanjung
Karoso Permai Jakarta - 90% 90% 128.131.489.106 128.238.616.613
Perhotelan
PT Dwimukti
Mitra Wisata Jakarta 2013 99% 99% 94.551.938.536 86.556.949.194
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari
Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau
sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam
DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan
sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai
buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp 5.000.000.000 dan tidak ada
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
9
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
ii. Pembelian Saham Entitas Anak (lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW)
dengan harga beli Rp 1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp 2.450.000.000. Setelah
pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny
Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi
nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp 6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian
Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 30 September 2023
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Stevano Rizki Adranacus Herman Herry Adranacus
Komisaris Independen : Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama : Martinelly Stevano Rizki Adranacus
Direktur : Floreta Tane Floreta Tane
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 7 Juni 2023, para pemegang saham menyetujui
pengunduran diri Tuan Stevano Rizki Adranacus selaku Direktur Utama, dan mengangkat Martinelly sebagai
Direktur Utama. Lalu pengunduran diri Herman Herry Adranacus selaku Komisaris Utama Perseroan, dan
mengangkat Stevano Rizki Adranacus sebagai Komisaris Utama. Perubahan ini diaktakan dengan akta notaris
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No. 74 tanggal 7 Juni 2023 dan telah dicatatkan oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09-0132187 tanggal 27
Juni 2023.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Ketua : Husni Heron Husni Heron
Anggota : Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan : Yovita Wuryanto Julia P. S. Daoriwoe
Kepala Audit Internal : Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan
masing-masing 13 karyawan tetap.
10
Page 13
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
Panglima Polim Raya No. 28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas lahan
246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, kawasan
pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggungjawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 20 Oktober 2023.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Peraturan No. VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang
diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical
Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area
yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 2w.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022 namun tidak berdampak material terhadap laporan keuangan
adalah sebagai berikut:
• Amandemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang kontrak memberatkan -
biaya memenuhi kontrak;
• Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang acuan kerangka konseptual pelaporan keuangan;
• Penyesuaian tahunan atas PSAK No. 71 "Instrumen Keuangan";
• Penyesuaian tahunan atas PSAK No. 73 "Sewa".
11
Page 14
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)
Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah sebagai
berikut:
Efektif 1 Januari 2023
• Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang kewajiban diklasifikasikan antara lancar dan
tidak lancar;
• Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
• Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan tentang
definisi estimasi akuntansi;
• PSAK No. 74 "Kontrak Asuransi".
Efektif 1 Januari 2025
• PSAK 74 “Kontrak Asuransi”
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen sedang mempelajari dampak yang mungkin
timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan
Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian meliputi Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan dan Entitas-entitas
yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.
Laporan Keuangan Entitas Anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian telah diterapkan
secara konsisten oleh Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali dinyatakan lain.
Pengendalian didapat ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investee .
Secara spesifik, Perusahaan mengendalikan investee jika dan hanya jika Perusahaan memiliki seluruh hal
berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan
aktivitas relevan investee ).
b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee .
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
investor.
Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua
fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee tersebut:
a. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain.
b. Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
c. Hak suara dan hak suara potensial Perusahaan.
12
Page 15
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Perusahaan menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas-entitas anak dikonsolidasi
secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan
tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.
Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada Kepentingan Non
Pengendali (KNP) bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.
Transaksi antar perusahaan, saldo dan keuntungan antar entitas Perusahaan yang belum direalisasi
dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Kebijakan akuntansi entitas anak diubah jika
diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi Perusahaan.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Perusahaan menghentikan pengakuan
aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan komponen ekuitas lainnya serta mengakui keuntungan atau
kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian. Saldo investasi yang masih dimiliki diakui pada nilai wajarnya.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang diatribusikan pada
kepentingan ekuitas yang tidak dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang
masing-masing disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian dan
Ekuitas dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk.
c. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank serta deposito berjangka yang berjangka waktu tidak lebih dari
satu bulan, yang tidak digunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
d. Piutang
Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada Biaya Perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif, kecuali apabila dampak pendiskontoan tidak material,
dikurangi penyisihan penurunan nilai.
Penurunan nilai piutang diakui berdasarkan atas kolektibilitas dari saldo piutang di akhir tahun. Penurunan nilai
piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut tidak tertagih.
e. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan liabilitas
keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan
pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset
keuangan dan akuntansi lindung nilai.
13
Page 16
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
(i) Aset keuangan
Pengakuan Awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1. Aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi;
2. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan
tidak bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya
transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang
lainnya, uang jaminan dan aset keuangan tidak lancar lainnya (instrumen keuangan yang memiliki
kuotasi harga).
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak
maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
1. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate ) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga
diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari
kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain - lain.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain selanjutnya
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan
nilai wajar yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki aset keuangan
yang diukur melalui penghasilan komprehensif lain.
14
Page 17
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
(i) Aset keuangan (lanjutan)
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1. Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2. Perusahaan dan Entitas Anak telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through” dan salah satu
diantara (a) Perusahaan dan Entitas Anak telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan dan Entitas Anak tidak mentransfer atau
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah
mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas keuangan
Pengakuan Awal
Tidak terdapat perubahan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
2. Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan
awal.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan dan Entitas Anak hanya memiliki
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi terdiri dari utang usaha, beban akrual,
utang pihak berelasi, dan utang bank.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan dan Entitas Anak
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya Ketika liabilitas keuangan telah dilunasi.
(iii) Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi
keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak
boleh tergantung pada kejadian di masa yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi
bisnis yang normal dan dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan perusahaan atau
pihak lawan.
15
Page 18
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
(iv) Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah risiko kredit dari
instrument keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrument keuangan.
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pendekatan umum PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua
piutang dagang dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan dan Entitas Anak membandingkan antara risiko gagal bayar
yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait
dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang
mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
f. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the lower
of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan dinilai dengan menggunakan metode Rata-rata
(Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan ditentukan untuk
menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
g. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran di muka adalah biaya yang dibayar di muka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan.
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar di muka. Uang muka pembelian merupakan
pembayaran di muka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran di
muka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan laba
rugi saat terjadinya. Pembayaran di muka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12
bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset
tidak lancar.
h. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian
berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen harus
berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan pengakuan
sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
16
Page 19
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Aset Tetap
Pemilikan Langsung
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan perubahan kebijakan akuntansi aset tetap untuk kelompok tanah dan
bangunan pada tahun 2017, semula dicatat berdasarkan metode biaya perolehan, menjadi metode revaluasi,
yang dihitung oleh penilai independen. Perubahan kebijakan akuntansi ini dilakukan dengan tujuan agar
Laporan Keuangan Konsolidasian dapat menggambarkan investasi Perusahaan dan Entitas Anak dalam aset
tetap kelompok tanah dan bangunan dan perubahan dalam investasi tersebut sesuai dengan nilai pasar pada
periode Laporan Keuangan Konsolidasian (Catatan 9).
Aset tetap tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada
tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah
tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah
tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada
tanggal pelaporan.
Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif lain dan
terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset
tetap yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga sebesar
penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi. Penurunan jumlah tercatat berasal
dari revaluasi dibebankan dalam laba rugi apabila penurunan tersebut melebihi nilai saldo surplus revaluasi
aset yang bersangkutan, jika ada.
Surplus revaluasi tanah dan bangunan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba
pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset tetap tanah tidak disusutkan. Sedangkan aset tetap bangunan disusutkan dengan metode Garis Lurus
selama masa manfaat aset tersebut, yaitu 20 tahun.
Aset tetap yang tidak direvaluasi disajikan dengan menggunakan model Biaya. Aset tetap pemilikan langsung
kecuali tanah dan bangunan disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai aset dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line ) dengan taksiran
masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Kendaraan 4 - 8 tahun
Perabotan dan Peralatan 4 - 8 tahun
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biayabiaya tersebut,
sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada jumlah
tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Nilai residu, umur manfaat serta metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
17
Page 20
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Aset Tetap (lanjutan)
Aset Tetap dalam Pembiayaan
Aset tetap dalam pembiayaan adalah aset yang dibeli melalui pembayaran liabilitas sewa pembiayaan.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
j. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika:
(a) Orang atau anggota keluarga dekat orang tersebut berhubungan dengan Perusahaan dan Entitas Anak
jika orang tersebut:
(i) memiliki kendali atau pengendalian bersama atas Perusahaan dan Entitas Anak;
(ii) memiliki dampak signifikan terhadap Perusahaan dan Entitas Anak; atau
(iii) merupakan anggota dari personel manajemen kunci dari Perusahaan dan Entitas Anak atau dari
Perusahaan Induk.
(b) Suatu entitas terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika salah satu kondisi berikut berlaku:
(i) Perusahaan dan Entitas Anak adalah anggota dari perusahaan yang sama (yang berarti bahwa
setiap entitas induk, entitas anak dan entitas anak perusahaan sesama berhubungan dengan
entitas lain).
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota dari sebuah perusahaan di mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
(v) Entitas adalah pasca-kerja manfaat pasti untuk kepentingan karyawan Perusahaan dan Entitas
Anak maupun entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak. Apabila Perusahaan
dan Entitas Anak menyelenggarakan program tersebut, para pengusaha sponsor juga terkait
dengan Perusahaan dan Entitas Anak.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam (a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau anggota
dari personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas tersebut).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan atau kepada entitas induk dari
Perusahaan.
k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan atas
penurunan nilai aset tertentu diperlukan, maka Perusahaan dan Entitas Anak membuat estimasi atas jumlah
terpulihkan aset tersebut.
18
Page 21
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
atau unit penghasil kas dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai
tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan
nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik aset.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan model penilaian
yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh pengali penilaian
atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi aset
yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk menentukan apakah terdapat indikasi
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset dibalik hanya
jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga
jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan,
seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset
tersebut disesuikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi
nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
l. Pajak Penghasilan
Efektif 1 Januari 2018, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 46 (Amandemen), ”Pajak
Penghasilan - Pengakuan Aset Pajak Tangguhan Untuk Rugi yang Belum Direalisasi. Amandemen ini
mengklarifikasi persyaratan untuk mengakui aset pajak tangguhan atas kerugian yang belum direalisasi.
Amandemen tersebut mengklarifikasi akuntansi untuk pajak tangguhan di mana suatu aset diukur pada nilai
wajar dan bahwa nilai wajarnya di bawah basis pajak aset. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi aspek-
aspek tertentu lainnya dari akuntansi untuk pajak tangguhan.
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak Kini
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan taksiran laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan.
19
Page 22
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua pengaruh pajak atas beda waktu antara pelaporan
komersial dan fiskal atas aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa mendatang,
seperti rugi fiskal yang belum digunakan juga diakui apabila realisasi atas manfaat pajak tersebut
memungkinkan pada masa mendatang.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak
tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan melalui pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika mengajukan
keberatan/banding pada saat keputusan atas keberatan/banding tersebut ditetapkan.
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan penyesuaian atas pajak penghasilan dari tahun lalu, jika ada,
sebagai bagian dari “Taksiran Pajak Penghasilan” dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain Konsolidasian.
Berdasarkan UU No 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, terdapat perubahan tarif pajak
penghasilan badan untuk tahun 2022 dan selanjutnya menjadi 22%.
m. Pajak Final
Untuk pendapatan yang menjadi objek pajak penghasilan final, beban pajak penghasilan final diakui secara
proporsional dengan pendapatan yang diakui pada periode berjalan. Perbedaan antara jumlah pajak final
terutang dan jumlah yang dicatat sebagai pajak kini untuk penghitungan keuntungan atau kerugian beban
pajak final diakui sebagai pajak dibayar di muka atau pajak yang masih harus dibayar.
n. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur
pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP
pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas
yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi
dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk
KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill. Jika
imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui dalam
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan. Transaksi
kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan perubahan pemilikan
dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok
usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan
jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan
dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
20
Page 23
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan penerapan PSAK 72 yang
mensyaratkan
1. pengakuan
Identifikasi pendapatan
kontrak dengan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan
dan Entitas Anak membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak
diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi
jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan
ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
1. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
2. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Perusahaan dan Entitas Anak memilih ukuran kemajuan
yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah tercatat
dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima di muka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui sesuai dengan dasar Akrual (Accrual basis ).
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
21
Page 24
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
p. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual.
Jangka Panjang dan Imbalan Pascakerja
Manfaat jangka panjang dan pascakerja diakrual dan diakui sebagai beban pada saat jasa diberikan oleh
karyawan. Imbalan tersebut ditentukan berdasarkan persyaratan di dalam UU CIPTA KERJA No. 11/2020.
Program pensiun imbalan pasti merupakan program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang
akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, yang biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih, seperti
umur, masa kerja dan jumlah kompensasi.
Kewajiban untuk imbalan pascakerja yang diakui dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian dihitung
dengan nilai sekarang dari estimasi manfaat bahwa karyawan telah mendapatkan imbalan untuk jasa mereka
dalam tahun berjalan dan sebelumnya, dikurangi dengan aset program (jika ada) dan penyesuaian jasa lalu
yang belum diakui. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Proyeksi
Kredit Unit.
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan
menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan
dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan liabilitas imbalan pensiun yang bersangkutan.
Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi
aktuarial diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan dalam saldo laba.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
pada saat terjadinya. Keuntungan atau kerugian dari kurtailmen dan penyelesaian program manfaat pasti
diakui ketika kurtailmen dan penyelesaian tersebut terjadi.
Imbalan atas Pemutusan Kontrak Kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika karyawan dihentikan sebelum usia pensiun normal.
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja ketika menunjukkan komitmennya
untuk memutuskan kontrak kerja dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal yang rinci dan
kemungkinan untuk menarik rencana tersebut sangat kecil. Pesangon yang akan dibayarkan lebih dari 12
bulan setelah tanggal Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian didiskontokan untuk mencerminkan nilai
sekarang.
q. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan
oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya
yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam
Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
22
Page 25
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
q. Informasi Segmen (lanjutan)
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: (lanjutan)
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
r. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak diharuskan
menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
s. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
t. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Manajemen
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-
jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian
yang sebenarnya dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan Entitas Anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam Laporan Keuangan
Konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi. Mata uang fungsional adalah mata uang yang mempengaruhi
pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan bahwa mata uang
fungsionalnya adalah Rupiah.
23
Page 26
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
t. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Manajemen (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Piutang
Perusahaan dan Entitas Anak menilai penurunan nilai pada aset keuangan dengan biaya perolehan yang
diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat
dalam laba rugi, manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia
tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan
perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pendekatan yang
disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan discounted
cash flow untuk menilai piutang usaha dan piutang lain-lain. Nilai tercatat aset keuangan telah diungkapkan
dalam Catatan 4, 5 dan 11.
Estimasi dan Asumsi
Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat
Laporan Keuangan Konsolidasian yang disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan,
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas Anak. Perubahan
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Informasi tentang asumsi utama yang dibuat
mengenai masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini.
Penurunan Nilai Persediaan
Dalam menentukan penyisihan penurunan nilai persediaan, manajemen menggunakan estimasi mengenai
tingkat penjualan serta permintaan pasar di masa datang atas persediaannya.
Perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak secara material terhadap hasil usaha.
Estimasi Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang
diharapkan. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Perusahaan dan
Entitas Anak atas aset sejenis.
Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi
sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun, terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat dipengaruhi
secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena faktor
yang disebutkan diatas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tetap.
Tidak ada perubahan atas estimasi masa manfaat aset tetap selama tahun berjalan.
24
Page 27
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
t. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Manajemen (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penurunan Nilai Aset
Reviu atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai pakai aset
memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari penggunaan aset dan
penjualan aset tersebut. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang
tercermin dalam Laporan Keuangan Konsolidasian dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan
signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan
akibatnya kerugian penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Pemulihan Aset Pajak Tangguhan
Nilai tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan apabila besar
kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk memulihkan sebagian atau seluruh aset
pajak tangguhan. Namun, tidak terdapat kepastian bahwa laba fiskal akan dihasilkan untuk memulihkan
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Perusahaan dan Entitas Anak diakumulasi dan
diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta laibilitas
yang diakui dimasa mendatang. Walaupun asumsi Perusahaan dan Entitas Anak dianggap tepat dan wajar,
namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan
dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan dan Entitas Anak.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Penentuan nilai wajar instrumen keuangan memerlukan adanya estimasi-estimasi tertentu. Dalam pasar yang
tidak aktif, manajemen menggunakan teknik penilaian tertentu untuk menentukan nilai wajar. Manajemen
memilih teknik penilaian yang dapat memaksimumkan penggunaan parameter yang dapat diamati dan
meminimalkan penggunaan yang tidak dapat diamati dalam menentukan nilai wajar.
Ketika menentukan nilai wajar dengan cara tersebut di atas, manajemen juga memasukkan unsur kondisi
pasar saat ini serta membuat penyesuaian risiko yang dianggap tepat akan dibuat oleh pelaku pasar.
3. KAS DAN SETARA KAS
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kas 1.331.816.088 1.823.778.023
25
Page 28
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Bank (dalam Mata Uang Rupiah) 30 September 2023 31 Desember 2022
PT Bank Central Asia Tbk 2.314.827.018 3.923.813.119
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2.621.699.500 1.249.668.360
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 534.848.836 481.482.572
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 160.069.383 159.111.291
PT Bank CIMB Niaga Tbk 73.195.500 34.442
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.691.340 16.871.269
Jumlah Bank 5.721.331.577 5.830.981.053
Deposito Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.130.000.000 -
PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.070.601.695 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 3.130.000.000
PT Bank Mega Tbk - 1.046.632.737
Jumlah Deposito 4.200.601.695 4.176.632.737
Jumlah Kas dan Setara Kas 11.253.749.360 11.831.391.813
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 4 - 4,25% per
tanggal 30 September 2023, dan 2,25% - 3% per tanggal 31 Desember 2022.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
4. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
dengan rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pelanggan yang Telah Check Out :
Kepolisian Negara Republik Indonesia 98.649.350 -
PT Mitra Global Holiday 58.570.000 12.650.000
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 54.770.000 -
Bank Bukopin 45.000.000 -
Kementerian Agraria dan Tata Ruang Indonesia 35.776.400 -
Kementerian Agama 30.650.000 -
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI 26.426.000 4.945.000
Kementerian Pemuda dan Olahraga 25.000.000 -
Asuransi Tri Pakarta 25.000.000 -
Online Travel Agent 23.921.100 74.799.796
Pegadaian Persero 14.757.650 -
Rumah Sakit Pelni - 35.000.000
New Bali Tour & Travel - 12.802.000
PT Global Systech Medika - 40.266.710
Lain-lain (Saldo masing-masing di bawah Rp 10.000.000) 19.227.150 183.671.023
Jumlah 457.747.650 364.134.529
26
Page 29
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
4. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Pelanggan yang Belum Check Out 23.979.215 111.224.322
Kartu Debit 17.723.597 10.481.570
Kartu Kredit 4.700.700 19.167.473
QRIS 2.208.280 -
Jumlah 506.359.442 505.007.894
Dikurangi: Penurunan Nilai Piutang (212.052.810) (212.052.810)
Jumlah - bersih 294.306.632 292.955.084
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
0 - 30 hari 289.733.142 282.736.266
31 - 60 hari 145.451.500 11.750.000
61 - 90 hari 71.174.800 -
> 90 hari - 210.521.628
Jumlah 506.359.442 505.007.894
Perubahan atas penyisihan penurunan nilai piutang per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal 212.052.810 233.171.407
Penambahan (Pengurangan) Penyisihan - (21.118.597)
Penghapusan Piutang - -
Saldo Akhir 212.052.810 212.052.810
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah per 30
September 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha memadai untuk menutupi risiko kerugian
yang akan timbul di kemudian hari.
Tingkat Kolektibilitas Piutang per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah 6,61 hari dan 6,92 hari
27
Page 30
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG LAIN - LAIN
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jangka Pendek
Pihak Berelasi (catatan 11) - 770.148.841
Pihak ketiga:
Karyawan 52.481.743 86.781.266
Piutang Bunga 938.610 795.595
Lain - lain - 13.861.206
Jumlah 53.420.353 101.438.067
Total Piutang Lain-lain Jangka Pendek 53.420.353 871.586.908
Jangka Panjang
Pihak Berelasi (Catatan 11) 3.306.465.972 3.306.465.972
6. PERSEDIAAN
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Makanan 68.303.932 72.721.525
Minuman 58.531.862 47.895.571
Lain-lain 254.740.054 213.753.403
Jumlah 381.575.848 334.370.499
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan pada tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan tidak mengasuransikan persediaan terhadap
risiko kebakaran, kehilangan dan risiko lainnya.
7. PERLENGKAPAN
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Linen 1.134.680.434 1.028.213.068
Barang Pecah Belah 151.763.942 151.646.039
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 140.208.854 116.478.132
Perangkat Makan Perak 26.540.748 15.864.597
Seragam 9.516.795 8.904.047
Lain-lain 60.288.452 48.996.352
Jumlah 1.522.999.225 1.370.102.235
28
Page 31
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset Lancar
Pihak Ketiga
Uang Muka:
Uang Muka Pembelian Aset Tetap 542.345.067 -
Uang Muka Pembelian 51.843.902 -
Uang Jaminan 28.380.000 28.380.000
Lain-lain - 66.118.764
Biaya Dibayar di Muka:
Biaya Renovasi Tangguhan 168.884.090
Sewa 84.538.165 300.417
Asuransi 60.449.030 29.482.883
Lain-lain 235.657.650 155.949.830
Jumlah Pihak Ketiga 1.172.097.904 280.231.894
Jumlah Aset Lancar 1.172.097.904 280.231.894
Aset Tidak Lancar
Biaya Dibayar di Muka
Asuransi 10.392.543 -
Sewa 3.751.693 6.152.762
Jumlah 14.144.236 6.152.762
Biaya Renovasi Tangguhan adalah biaya renovasi Sotis Hotel Falatehan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama
12 bulan kedepan.
9. ASET TETAP
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Model Biaya 53.715.961.522 54.475.938.534
Model Revaluasi 318.199.571.674 320.316.338.503
Jumlah 371.915.533.196 374.792.277.037
29
Page 32
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Model Biaya
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30-Sep-23
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 23.048.428.933 - - - 23.048.428.933
Bangunan 36.051.464.608 - - - 36.051.464.608
Bangunan sewa guna usaha 4.503.363.000 - (4.503.363.000) - -
Kendaraan 8.535.840.022 - (162.500.000) - 8.373.340.022
Perabotan dan Peralatan 15.380.185.969 292.853.682 - 488.927.787 16.161.967.438
Jumlah Pemilikan Langsung 87.519.282.532 292.853.682 (4.665.863.000) 488.927.787 83.635.201.001
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan - 282.600.000 - - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 373.051.834 833.638.900 (254.124.047) (488.927.787) 463.638.900
Jumlah 87.892.334.366 1.409.092.582 (4.919.987.047) - 84.381.439.901
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 6.632.045.103 1.351.929.922 - - 7.983.975.025
Bangunan sewa guna usaha 4.503.363.000 - (4.503.363.000) - -
Kendaraan 7.766.719.969 178.628.003 (162.500.000) - 7.782.847.972
Perabotan dan Peralatan 12.800.615.025 369.668.872 - - 13.170.283.897
Jumlah Pemilikan Langsung 31.702.743.097 1.900.226.797 (4.665.863.000) - 28.937.106.894
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan - 14.718.750 - - 14.718.750
Jumlah Akumulasi Penyusutan 31.702.743.097 1.914.945.547 (4.665.863.000) - 28.951.825.644
Penyisihan Penurunan Nilai (1.713.652.735) - - (1.713.652.735)
Jumlah Tercatat 54.475.938.534 53.715.961.522
30
Page 33
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 23.048.428.933 - - - 23.048.428.933
Bangunan 36.051.464.608 - - - 36.051.464.608
Bangunan sewa guna usaha 4.503.363.000 - - - 4.503.363.000
Kendaraan 8.535.840.022 - - - 8.535.840.022
Perabotan dan Peralatan 15.049.671.167 330.514.802 - - 15.380.185.969
Jumlah Pemilikan Langsung 87.188.767.730 330.514.802 - - 87.519.282.532
Aset Tetap dalam
Pembangunan 79.002.000 373.051.834 79.002.000 - 373.051.834
Jumlah 87.267.769.730 703.566.636 79.002.000 - 87.892.334.366
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 4.829.471.872 1.802.573.231 - - 6.632.045.103
Bangunan sewa guna usaha 3.152.354.100 1.351.008.900 - - 4.503.363.000
Kendaraan 7.442.195.746 324.524.223 - - 7.766.719.969
Perabotan dan Peralatan 12.399.107.900 401.507.125 - - 12.800.615.025
Jumlah Pemilikan Langsung 27.823.129.618 3.879.613.479 - - 31.702.743.097
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan - - - - -
Jumlah 27.823.129.618 3.879.613.479 - - 31.702.743.097
Penyisihan Penurunan Nilai (1.713.652.735) - - - (1.713.652.735)
Jumlah Tercatat 57.730.987.377 54.475.938.534
1 Pengurangan aset tetap dalam pembangunan pada tahun 2022 sebesar Rp79.002.000 adalah pembebanan biaya
legalitas atas rencana pembangunan sotis villa canggu. Karena belum ada rencana tindak lanjut, maka pada
tahun 2022 dibiayakan.
2 Penambahan Aset Tetap Pembangunan pada tahun 2023 adalah Renovasi Sotis Hotel Falatehan Jakarta dan
Sotis Residence Pejompongan Jakarta. Pengurangan Aset Tetap dalam Pembangungan pada tahun 2023 adalah
biaya renovasi Sotis Hotel Falatehan Jakarta yang sebelumnya dicatat pada Aset Tetap dalam Pembangunan.
Sementara Reklasifikasinya adalah Aset Tetap Sotis Hotel Falatehan Jakarta yang sudah resmi digunakan pada
tahun 2023.
3 Pengurangan Aset Sewa Guna Usaha adalah penghapusan Aset Sewa Guna Kantor Senayan City dimana aset
tersebut sudah bukan dimiliki oleh SMK lagi karena periode sewanya sudah habis.
31
Page 34
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Model Revaluasi
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023
Saldo Awal Surplus Revaluasi Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 284.750.152.000 - - - 284.750.152.000
Bangunan 48.572.167.117 - - - 48.572.167.117
333.322.319.117 - - - 333.322.319.117
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 13.005.980.614 - 2.116.766.829 - 15.122.747.443
320.316.338.503 318.199.571.674
31 Desember 2022
Saldo Awal Surplus Revaluasi Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 284.750.152.000 - - - 284.750.152.000
Bangunan 48.572.167.117 - - - 48.572.167.117
333.322.319.117 - - - 333.322.319.117
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 10.183.624.843 - 2.822.355.771 - 13.005.980.614
323.138.694.274 320.316.338.503
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Beban Umum dan Administrasi (catatan 25) 4.031.712.376 6.701.969.250
Jumlah 4.031.712.376 6.701.969.250
Jika tanah dan bangunan dicatat sebesar harga perolehan, jumlahnya adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Harga Perolehan 178.228.519.981 178.228.519.981
Akumulasi Penyusutan (12.484.155.225) (11.132.225.303)
Jumlah 165.744.364.756 167.096.294.678
32
Page 35
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET
Selain TETAP
tanah (lanjutan)
dan bangunan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar aset tetap dengan nilai
tercatatnya.
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp18.308.311.565 dan
Rp22.967.683.211 masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan), Jakarta
Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total
area seluas masing-masing seluas 1.175.063 m2 pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh aset tetap digunakan
dalam operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual.
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tertanggal 8
Mei 2015 dengan PT Setiautama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas 1.500 m2 yang
berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp 15.800.000.000. Aset tersebut telah
diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT Setiautama Island. Sampai
saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena harus menunggu proses pemecahan sertifikat induk oleh penjual.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kesulitan untuk menyelesaikan proses akta jual beli, karena aset
tersebut diperoleh secara sah dan didukung oleh bukti kepemilikan yang memadai.
Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak atas tanah berupa Hak
Guna Bangunan yang berlokasi di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Bali dan NTT (Tanjung Karoso) dengan total luas
area masing-masing sebesar 1.173.563 dan 1.173.563 m2. Manajemen berkeyakinan bahwa hak atas tanah tersebut
diperoleh secara sah dan didukung oleh bukti kepemilikan yang cukup dan berkeyakinan bahwa hak atas tanah akan
dapat diperbaharui apabila telah habis masa berlakunya.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No. 21-22, Melawai, Jakarta
Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh PT
Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 2022 dan 2021,
tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman bank yang
diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 16).
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam, kebakaran dan
risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 84.010.598.023 pada Tahun
2023 dan 2022. Manajemen akan meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin
terjadi.
10. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Uang Muka Pembelian Tanah 2.866.434.141 2.866.434.141
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 4.066.434.141 4.066.434.141
Uang muka merupakan uang muka atas pembelian tanah yang terletak di Jalan Pinang Kuningan I, Jakarta seluas
3.239 m2 atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
Kas yang dibatasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI, yang
dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
33
Page 36
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-pihak
berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Sifat Pihak Berelasi adalah sebagai berikut:
Sifat Hubungan Pihak Berelasi
Pemegang Saham Herman Herry Adranacus
Perusahaan serta Komisaris
Pemegang Saham PerusahaanUtama
dan di Entitas
Entitas Anak
Anak Vonny Kristiani
serta Komisaris
Pemegang SahamEntitas Anak
Perusahaan Cindy Angelina Adranacus
Investasi Perusahaan dalam Kelompok Aset Lepasan dan salah satu PT Satria Mega Perkasa
pemegang sahamnyayang
Di bawah pengendali samasama
dengan pemegang saham Perusahaan dan
dengan PT Dwimukti Graha Elektrindo
Perusahaan dan Entitas
Komisaris Utama Anak
Perusahaan PT Dwimukti
Stevano RizkiInti Boga
Adranacus
Transaksi dan Saldo Pihak Berelasi
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Piutang Lain-lain
Aset Lancar
PT Sotis Hotel Manajemen - 770.148.841
Aset Tidak Lancar
PT Sungai Mas Propertindo 1.595.447.266 1.595.447.266
Herman Herry Adranacus 1.000.000.000 1.000.000.000
Vonny Kristiani 424.939.606 424.939.606
PT Dwimukti Inti Boga 230.046.000 230.046.000
Cindy Angelina Adranacus 50.000.000 50.000.000
PT Dwimukti Graha Elektrindo 6.033.100 6.033.100
Jumlah 3.306.465.972 3.306.465.972
Uang Muka
PT Dwimukti Graha Elektrindo 2.866.434.141 2.866.434.141
Jumlah 2.866.434.141 2.866.434.141
Liabilitas jangka pendek
Utang Lain-lain
Stevano Rizki Adranacus 1.380.000.000 1.380.000.000
PT Sotis Hotel Manajemen 675.862.501 592.225.000
PT Dwimukti Inti Boga 590.750.000 190.900.000
Vonny Kristiani 242.192.995 242.192.995
Cindy Angelina Adranacus 71.038.179 71.038.179
Jumlah 2.959.843.675 2.476.356.174
34
Page 37
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Pihak Berelasi
PT Dwimukti Graha Elektrindo 87.727.267.926 75.197.267.926
Herman Herry Adranacus 6.627.698.483 6.627.698.483
Jumlah 94.354.966.409 81.824.966.409
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Sepanjang tahun 2023, Perusahaan dan entitas anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk operasional
sehingga saldo utang per 30 September 2023 menjadi sebesar Rp87.727.267.926 terdiri dari saldo utang PT SMK
sebesar Rp10.441.864.479, PT DMW sebesar Rp75.174.886.899 dan saldo utang PT TKP sebesar Rp
2.110.516.548.
a. SMK
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2022 sisa saldo pinjaman Perusahaan kepada
DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam Addendum
Perjanjian Utang Piutang No. 289/PHP/XII/2023 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan
dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
Perusahaan.
b. DMW
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE untuk
melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk hal sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp 2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp 51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam Perjanjian
terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian, tetap berlaku
sebagaimana adanya.
c. DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas pinjaman
tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2022 sisa saldo pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah
sebesar Rp62.644.886.899. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian
Utang Piutang No. 282/PPPS/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan
secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.
d. DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE pada periode Januari sampai dengan
September2023. Sehingga saldo hutang dari DMW ke DGE per tanggal 30 September 2023 adalah
Rp75.174.886.899.
35
Page 38
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Transaksi dan Saldo Pihak Berelasi (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No. 284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022 TKP
(entitas anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
TKP.
Vonny Kristiani ("VK")
a. SMK
Saldo piutang lain-lain VK per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar
Rp424.939.606 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi pinjaman yang diberikan dari waktu ke waktu.
Atas saldo sisa pinjaman tersebut telah dinyatakan dalam Perjanjian Pinjaman kepada Pemegang Saham No.
182A/PPPS/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen)
per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
b. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No. 183A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 TKP
mengakui dan menerima pinjaman dari VK sebesar Rp242.192.995. Pinjaman tersebut diberikan dengan
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan
secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No. 041/PPS/I/2015 tanggal 5 Januari 2015 antara DMW
dengan HHA (Pihak pertama), dimana pihak pertama setuju untuk memberikan pinjaman sebanyak-banyaknya
Rp 4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap. Atas pinjaman tersebut tidak
dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
keuangan DMW. Saldo utang DMW per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali, dan yang berlaku terakhir adalah sebagai berikut:
1 Penegasan Perjanjian Utang Piutang No. 285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp 6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember
2022 sebesar Rp 6.627.698.483.
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali dengan nominal yang disesuaikan
dengan keuangan DMW.
36
Page 39
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. TKP
Berdasarkan perjanjian utang piutang tertanggal 31 Desember 2018, PT Tanjung Karoso Permai (Entitas
Anak) memberikan pinjaman kepada HHA sebesar Rp1.000.000.000. Pinjaman tersebut tidak dikenakan
bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti. Berdasarkan perjanjian, pihak peminjam akan
membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan arus
kas pihak peminjam. Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp1.000.000.000 yang dicatat
sebagai bagian dari piutang lain-lain dan dinyatakan dalam Penegasan Perjanjian Hutang Piutang No.
184A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen)
per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Cindy Angelina Adranacus ("CAA")
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Kepada Pemegang Saham No. 180A/PPPS/XII/2021 tertanggal 31
Desember 2021 CAA mengakui dan menerima pinjaman dari Perusahaan sebesar Rp50.000.000. Pinjaman
tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow pihak peminjam.
Piutang lain-lain dari CAA per 30 September 2023 adalah sebesar Rp50.000.000 merupakan piutang atas
penjualan kelompok aset lepasan dalam PT Satria Mega Perkasa.
b. DMW
Berdasarkan Pernyataan Pengalihan dan Pengelolaan Sotis Villa Canggu tanggal 21 Mei 2018 antara Entitas
Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan CAA, bahwa CAA akan menyerahkan operasional atau pengelolaan
Sotis Villa Canggu kepada Entitas Anak selambat-lambatnya tanggal 31 Mei 2018, termasuk dan tidak terbatas
pada penyerahan segala sesuatu yang berkaitan dengan kas, piutang usaha, jaminan, persediaan dan utang
usaha sehingga terhitung sejak tanggal 1 Juni 2018, segala sesuatu yang timbul atas kegiatan
pengelolaan/operasional baik keuntungan/kerugian menjadi hak dan beban Entitas Anak.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 181A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 DMW
mengakui dan menerima pinjaman dari CAA sebesar Rp71.038.179. Pinjaman tersebut diberikan dengan
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan
secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Per 30 September 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SHM sebesar Rp0. Sementara Per 31
Desember 2022 saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SHM adalah Rp770.148.841 terdiri dari saldo
piutang PT SMK Rp761.131.384 dan PT DMW Rp9.017.457.
a. SMK
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No. 283/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022 SHM
mengakui dan menerima pinjaman dari Perusahaan sebesar Rp761.131.384. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Per 30 September 2023 piutang tersebut sudah dibayarkan sebagian sehingga saldo piutang menjadi Rp0.
37
Page 40
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. DMW
Per 31 Desember 2022, saldo piutang kepada SHM adalah senilai Rp9.017.457, sementara pada 30
September 2023 piutang tersebut sudah dilunasi dan menjadi 0.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 288/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022 DMW telah
menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat perjanjian pada saat perjanjian ditandatangani total
pinjaman adalah sebesar Rp 592.225.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 142.225.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel sebesar
Rp450.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan biaya
tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
DMW.
Sampai dengan 30 September 2023, terdapat penambahan utang kepada Sotis Hotel Manajemen atas Biaya
Jasa Manajemen sehingga saldo per 30 September 2023 adalah Rp675.862.501
Stevano Rizki Adranacus ("SRA")
DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 194a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 DMW mengakui dan
menerima pinjaman dari SRA sebesar Rp1.380.000.000. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional
DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 089A/PHP/V/2018 tertanggal 31 Mei 2018 Perusahaan telah
menerima pinjaman dari DIB dari waktu ke waktu dan saat perjanjian pada saat perjanjian ditandatangani total
pinjaman adalah sebesar Rp230.046.000.
Pada tahun 2021 telah dibuatkan Penegasan Perjanjian Hutang Piutang No. 186A/PPHP/XII/2021 tertanggal
31 Desember 2021 DIB mengakui dan menerima pinjaman dari Perusahaan sebesar Rp230.046.000.
Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional DIB dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Per 31 Desember 2022 PT SMK menerima pinjaman sebesar Rp900.000 dan sudah lunas menjadi Rp0 pada
30 September 2023.
b. DMW
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No. 281/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022 DMW
mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp187.000.000. Pinjaman tersebut diberikan untuk
keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow pihak peminjam. Pada 30 September 2023, Utang tersebut menjadi Rp186.750.000.
c. TKP
Per 31 Desember 2022, PT TKP menerima pinjaman sebesar Rp3.000.000 dan per 30 September 2023
menjadi senilai Rp404.000.000.
38
Page 41
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sungai Mas Propertindo ("SMP") (lanjutan)
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No. 287/PHP/XII/2023 tertanggal 30 Desember 2022 SMP
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.595.447.266. Pinjaman tersebut diberikan untuk
keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
cash flow pihak peminjam.
12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Sari Alam Supplier 107.294.800 104.534.475
Jeng Rince Kitchen 23.534.500 20.846.000
PT Sentral Sari Prima Sentosa 19.321.000 14.492.375
Rumah Duta Pangan 16.862.155 -
Makmur Stand Buah 16.546.500 -
PT Fitra Food International 15.685.690 15.806.369
CV Jasa Boga Niaga 14.443.000 41.565.700
Maleo Pastry 14.284.830 14.284.830
Booking.com 11.750.633 14.942.383
Pratama Laundry & Dry Cleaning 10.256.700 13.693.800
PT Cikarang Primatex - 48.707.865
Bintang Jaya - 19.425.000
Sumber Gizi Utama - 12.273.350
PT Menara Andalan Mitra - 11.125.000
Sukanda Djaya - 10.908.677
Rico, Toko Plastik - 10.326.000
PT Eden Pangan Indonesia - 10.307.050
Lain-lain (Saldo masing-masing dibawah Rp10.000.000) 229.378.884 207.085.529
Jumlah 479.358.692 570.324.403
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per 30
September 2023 dan 31 Desember 2022. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari dan
tanpa jaminan.
Rincian utang usaha berdasarkan umur piutang per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
0 - 30 hari 272.892.324 320.454.700
31 - 60 hari 89.938.010 154.377.448
61 - 90 hari 34.221.081 21.786.077
> 90 hari 79.144.277 73.706.178
Jumlah 476.195.692 570.324.403
39
Page 42
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
13. UTANG LAIN-LAIN
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga - 1.772.500
Jumlah Pihak Ketiga - 1.772.500
Pihak Berelasi (Catatan 11) 2.959.843.675 2.476.356.174
Jumlah 2.959.843.675 2.478.128.674
14. PERPAJAKAN
Pajak Dibayar di Muka
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pajak Pertambahan Nilai 4.760.160.037 4.762.302.050
Pajak Penghasilan Pasal 21 11.966.652 1.011.652
Jumlah 4.772.126.689 4.763.313.702
Utang Pajak
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pajak Pembangunan 1 248.106.533 253.956.629
Pajak Penghasilan Pasal 21 30.688.420 128.162.549
Pajak Penghasilan Pasal 23 9.561.410 19.223.368
Pajak Penghasilan Pasal 29 722.446.560 722.446.560
Jumlah 1.010.802.923 1.123.789.106
Aset Pajak Tangguhan
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset Pajak Tangguhan 3.101.360.020 3.101.360.020
Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan pajak.
Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada
Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas
pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
40
Page 43
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
Pengampunan Pajak (lanjutan)
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam Saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
Jumlah 65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak
telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp 197.500.000 pada tahun 2017 dan dicatat
sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
15. BEBAN AKRUAL
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jasa Pelayanan 598.505.177 626.085.228
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 365.718.863 199.087.418
Kerusakan dan Penggantian 262.461.687 214.350.551
Listrik & Air 99.462.945 118.561.033
Komisi 242.710.788 157.619.831
Gaji dan Tunjangan 56.320.333 56.435.873
Kontrak Service 30.308.583 26.488.355
Jasa Profesional - 95.000.000
Lain-lain 471.328.419 479.845.190
Jumlah 2.126.816.795 1.973.473.479
41
Page 44
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. UTANG BANK
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 68.500.000.000 73.900.000.000
Dikurangi: Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (439.907.586) (519.254.879)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (7.547.466.600) (7.094.726.012)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 60.512.625.814 66.286.019.109
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra Wisata
(Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi
dengan maksimum kredit sebesar Rp 100.000.000.000 untuk keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis
Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran pokok
setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000 - Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu kredit.
Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023 dan 2022 adalah sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No. 21 dan 22, Jakarta
Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1256/bendunganhilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No. 10B, Jakarta
Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp5.400.000.000 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 30 September 2023.
Saldo utang pinjaman per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp68.060.092.414
dan Rp 73.380.745.121.
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction ;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
42
Page 45
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. UTANG BANK (lanjutan)
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada diluar kebiasaan yang wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
1. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
2. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
3. Debt Service Coverage minimal 100%.
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No. JRM/1/365/R terkait batasan yang
tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat tersebut, Entitas
Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi financial convenant yang
ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
Per tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Anak belum dapat memenuhi semua batasan yang
dipersyaratkan oleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yaitu atas syarat Debt Service
Coverage.
Berikut adalah rasio-rasio yang dimiliki oleh entitas anak PT DMW :
Current Ratio (Rasio Lancar) per 30 September 2023 adalah 95,5%, dan per 31 Desember 2022 adalah
1. 77,55%
2. Debt to Equity Ratio per 30 September 2023 adalah -248,99% dan per 31 Desember 2022 adalah -248,76%
3. Debt Service Coverage per 30 September 2023 adalah 23,13% dan per 31 Desember 2022 adalah 15,84%
17. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
Saldo liabilitas sewa pembiayaan per tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Liabilitas Sewa Guna Jangka Pendek 60.445.000 -
Jumlah Liabilitas Sewa Guna Jangka Panjang 109.900.000 -
Total Liabilitas Sewa Guna 170.345.000 -
Liabilitas sewa pembiayaan adalah pembiayaan untuk pembelian aset tetap kendaraan untuk unit Sotis Hotel
Falatehan Jakarta.
18. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000
yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp 60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam
simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000, seluruhnya diambil
bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
43
Page 46
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. MODAL SAHAM (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No. 27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0010551.AH.01.02.Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris Christina
Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No. 49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui
untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan ditawarkan/dijual
ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000 saham baru menjadi
sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 100,
dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan
Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia serta
mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan Kustodian Sentral
Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 59 tanggal 21 September 2018 dan Akta Hibah
Saham No. 60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para pemegang
saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman Herry Adranacus
kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-
AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 30
September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 & 31 Desember 2022
Jumlah Ditempatkan dan Disetor Penuh
Persentase
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah
Saham dengan Sertifikat Kolektif
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00% 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 240.000.000 24,00% 24.000.000.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90% 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10% 100.000.000
Saham dalam Penitipan Kolektif PT KSEI
Pemegang Saham Sendiri
Stevano Rizki Adranacus 7.967.600 0,80% 796.760.000
Masyarakat
Indjun 143.975.700 14,40% 14.397.570.000
Masyarakat Lainnya 248.056.775 24,80% 24.805.677.500
TOTAL MODAL SAHAM 1.000.000.075 100,00% 100.000.007.500
44
Page 47
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. MODAL SAHAM (lanjutan)
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 30 September 2023, jumlah saham yang telah dikeluarkan oleh
Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 30 September 2023, adalah sebanyak 75 (tujuh
puluh lima) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp7.500 (tujuh ribu lima ratus rupiah), sehingga jumlah
seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.000.075 (satu milyar tujuh puluh lima)
saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.007.500 (seratus milyar tujuh ribu lima ratus rupiah).
19. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
Agio Saham - Saham Waran 2.500 2.500
Total - Neto 21.299.137.334 21.299.137.334
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.489.466.870 14.489.466.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar
saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul
selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar
Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
20. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
30 September 2023 31 Desember 2022
Vonny Kristiani 11.840.528.342 11.914.127.545
Jumlah 11.840.528.342 11.914.127.545
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
30 September 2023 31 Desember 2022
Vonny Kristiani (73.599.203) (60.579.299)
Jumlah (73.599.203) (60.579.299)
45
Page 48
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
20. KEPENTINGAN NON PENGENDALI (lanjutan)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal 11.914.127.545 11.997.120.473
Rugi Tahun Berjalan (73.599.203) (82.992.928)
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah
Pajak - -
Jumlah 11.840.528.342 11.914.127.545
21. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pascakerja sesuai UU CIPTA KERJA No. 11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam laporannya
tertanggal 14 Maret 2023 dan 18 April 2022 untuk perhitungan per 31 Desember 2022 dengan menggunakan metode
Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat Kenaikan Upah Tahunan - 10%
Tingkat Bunga Diskonto - 6,37% - 5,85%
Tingkat Kematian - TMI IV
Tingkat Cacat - 10% dari tingkat kematian
Usia Pensiun Normal - 55 Tahun
Namun Perseroan tidak menghitung liabilitas imbalan masa kerja per 30 September 2023.
Rincian dibawah merupakan ringkasan komponen beban imbalan kerja - bersih yang diakui pada Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian dan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian adalah sebagai
berikut:
46
Page 49
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
21. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
a. Mutasi Liabilitas Imbalan Pascakerja
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal Tahun 1.440.231.155 1.600.744.554
Beban Imbalan Kerja - 150.399.862
Realisasi Pembayaran Manfaat - (14.700.000)
Koreksi saldo awal - -
Komponen Imbalan Pasti yang Diakui dalam -
Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian - (296.213.261)
Saldo Akhir Tahun 1.440.231.155 1.440.231.155
b. Beban imbalan kerja yang diakui pada Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Biaya Jasa Kini - 247.221.929
Biaya Bunga - 95.866.242
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - (192.688.309)
Beban Imbalan Kerja Karyawan Tahun Berjalan - 150.399.862
c. Nilai tercatat pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai Kini atas Liabilitas Imbalan Pasti 1.440.231.155 1.440.231.155
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari tahun
sebelumnya.
Sehingga Liabilitas imbalan pascakerja per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp1.440.231.155 dan Rp1.440.231.155 .
Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan pascakerja per 30 September 2023
dan 31 Desember 2022 adalah cukup memadai untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
47
Page 50
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
22. PENDAPATAN
Rincian yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan Hotel
Kamar 10.998.994.244 8.864.486.377
Makanan dan Minuman 5.038.750.641 4.018.946.690
Lain-lain 62.177.399 121.927.109
Jumlah 16.099.922.284 13.005.360.176
Pendapatan Spa 111.789.669 88.298.760
JUMLAH 16.211.711.953 13.093.658.936
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan
dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022
23. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 30 September 2022
Gaji dan Tunjangan 2.484.494.376 2.173.269.252
Makanan dan Minuman 1.518.857.909 1.130.204.327
Lain-lain 1.629.748.185 1.328.115.530
Jumlah 5.633.100.470 4.631.589.109
Beban Operasional Spa
Spa 65.817.868 43.724.791
JUMLAH 5.698.918.338 4.675.313.900
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat
transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
konsolidasian.
48
Page 51
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
24. BEBAN PENJUALAN
Rincian yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 30 September 2022
Gaji dan Tunjangan 396.242.782 345.956.591
Iklan dan Promosi 41.882.601 3.527.136
Entertainment 40.669.690 18.747.075
Transportasi dan Perjalanan Dinas 37.320.645 32.821.780
Lain-lain 12.916.377 40.430.554
Jumlah 529.032.095 441.483.136
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 30 September 2022
Gaji dan Tunjangan 5.095.159.974 5.465.383.208
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 9) 4.031.712.376 5.386.344.672
Jasa Manajemen 1.350.000.000 1.350.000.000
Listrik, Solar, Air 1.048.617.605 997.575.975
Perbaikan dan Pemeliharaan 803.196.184 485.950.361
Keamanan dan Kebersihan 433.314.000 81.080.000
Perijinan dan Legalitas 399.205.521 924.245.549
Transportasi 195.445.264 112.007.229
Asuransi 164.048.585 185.250.624
Jasa Profesional 125.330.000 394.977.273
Lain-lain 1.015.212.920 1.648.152.491
Jumlah 14.661.242.429 17.030.967.382
26. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Rincian yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan Lain-lain
Penjualan Aset Tetap 106.770.000 -
Jasa Giro 119.775.262 84.958.208
Lain-lain (Bersih) 2.979.917 1.287.196.264
Total Pendapatan Lain-lain 229.525.179 1.372.154.472
49
Page 52
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (lanjutan)
Beban Lain-lain
Beban Bunga Pinjaman Bank 5.907.250.072 6.030.794.061
Beban Pajak 457.949.649 632.659.247
Administrasi Bank 5.229.865 14.173.607
Beban Lain-lain 6.370.429.586 6.677.626.915
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain (6.140.904.407) (5.305.472.443)
27. RUGI PER SAHAM DASAR
Rincian perhitungan rugi per saham adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (10.818.385.316) (14.359.577.925)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.999.925 199.999.925
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 935.516.373 935.516.373
Rugi per Saham:
- Dasar (10,82) (14,36)
- Dilusian (11,56) (15,35)
28. LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas bersyarat pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022.
50
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.