Back to announcement
20260430_SCNP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32075667_lamp2.pdf
Other Text extracted SCNPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 79
Page 1 OCR 0.956
LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI) BARU PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk
Page 2 OCR 0.909
BJ Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Bisnis (B) (TN Wilayah Kerja : Indonesia Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan Iin Usaha Kantor Jasa Penlai Publik No.2.120109 KMK No. 696/KM.1/2012 Surat BAPEPAM No. S-8154/B/2012 Jakarta, 22 April 2026 Kepada Yth Direksi PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk Jalan Raya Narogong Km 19 Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820 Hal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk No. Laporan: 00194/2.0103-00/BS/04/0121/1/IV/2026 Dengan hormat Sehubungan dengan penugasan yang diberikan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas terbuka yang bergerak di bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices, yang beralamat di Jalan Raya Naragong Km 19, Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820, mengacu pada Proposal Ref. No. 26P-105/R1 tanggal 13 Maret 2026, dari Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan (“KJPP BDR" atau "Kami”) kepada Perseroan, Kami telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) baru dengan kode 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam, dan 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya. Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi pernyataan bahwa penambahaan KBLI baru dengan kode 25992 dan 21015 oleh Perseroan seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah layak atau tidak layak. Dalam Studi Kelayakan ini KJPP BDR mengacu pada (i) POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), (ii) POJK No. 17/POJK.04/2020, (iii) Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII — 2018 (SPI Edisi VII — 2018), dan (iv) SPI Edisi Revisi - 2020. Pusat : Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) Jl. Musi No. 38 Cideng — Gambir Jakarta 10150 Telp. : (021) 3448577, 3518414, 3618235, 3813522, 34832688, 3813146, Fax. : (021) 359618 Website : wwwbdr.co.id, E-mail: info@bdr.co.id Cabang Surabaya : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (031) 8732820, 8782821, 08113481191, 08113471191, E-mall : surabaya@bdr.co.id Makassar : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0411) 4671005, 085100040950, E-mail : makassar@bdr.co.id Medan : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (061) 42566654, E-mal : medan@bdr.co.id Sukoharjo : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0271) 7469143, E-mail : sukoharjo@bdr.co.id Denpasar : Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB), Telp. : 08113838466, E-mail : bali@bdr.co.id, info@bdr-bali.com
Page 3 OCR 0.959
Latar belakang penambahan KBLI baru pada industri manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices didasarkan pada peran strategis kedua sektor tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai bagian dari industri pengolahan, kedua sektor ini secara agregat memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia, dengan total kontribusi sektor manufaktur yang melampaui 18Y4 menurut Badan Pusat Statistik. Dengan karakteristik pasar domestik yang besar serta dukungan kebijakan pemerintah, kedua industri ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Dari sisi Electronic Home Appliances, Indonesia memiliki basis permintaan yang sangat besar dengan lebih dari 70 juta rumah tangga, sehingga menciptakan kebutuhan yang stabil terhadap berbagai produk peralatan rumah tangga, khususnya alat-alat dapur. Pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi, serta perubahan gaya hidup masyarakat turut mendorong peningkatan konsumsi produk-produk yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan teknologi. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memperketat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi faktor penting yang menciptakan peluang bagi pelaku usaha domestik. Regulasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk yang beredar di pasar, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri dari tekanan produk impor, sehingga mendorong tumbuhnya investasi dan kapasitas produksi lokal. Sementara itu, dari sisi industri Medical Devices, Indonesia tengah berada dalam fase transformasi menuju kemandirian industri kesehatan, khususnya pasca pandemi. Tingginya ketergantungan terhadap impor alat kesehatan sebelumnya menjadi perhatian utama pemerintah, sehingga berbagai kebijakan diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri, termasuk melalui peningkatan TKDN. Pemerintah memberikan berbagai insentif bagi perusahaan yang mampu memenuhi persyaratan TKDN tinggi, salah satunya berupa prioritas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal ini menciptakan peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pangsa pasar, terutama dalam pengadaan oleh fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah. Selain itu, perkembangan sektor bioteknologi, peningkatan belanja kesehatan nasional, serta perluasan cakupan layanan kesehatan turut menjadi pendorong utama pertumbuhan industri alat kesehatan. Kebutuhan akan produk-produk seperti alat diagnostik, peralatan laboratorium, hingga perangkat medis berbasis teknologi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Dengan demikian, penambahan KBLI pada kedua sektor ini merupakan langkah strategis untuk menangkap peluang pasar yang besar dan terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem industri yang didukung oleh kebijakan pemerintah. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja dan diversifikasi usaha perusahaan, tetapi juga 2
Page 4 OCR 0.947
berkontribusi dalam mendorong kemandirian industri nasional, peningkatan nilai tambah dalam negeri, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hasil Analisis Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices di Indonesia adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 105 PDB nasional, didorong oleh fundamental ekonomi domestic yang kuat, dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) serta penguatan ekosistem industri dari hulu ke hilir dan transformasi teknologi yang semakin pesat. Pasar manufaktur Electronic Home Appliances ini diproyeksikan tumbuh stabil dengan nilai mencapai USD 19,69 miliar pada 2030 dengan CAGR 6,544 hingga 2030 sementara untuk pasar manufaktur Medical Devices diproyeksikan tumbuh dengan nilai mencapai USD 9,3 miliar pada 2030 dengan CAGR 9Y hingga 2030. Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa fluktuasi nilai kurs yang akan mempengaruhi harga bahan baku yang diimpor, adanya perubahan regulasi dan pepatuhan serta persaingan dengan perusahaan asing dalam memperebutkan pangsa pasar, sehingga perusahaan perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan. Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru yang masih sejalan dengan lini bisnis manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices yang merupakan kegiatan utama Perseroan. Secara proses bisnis, terdapat penambahan produk baru akibat adanya penambahan KBLI baru, namun Perusahaan secara teknis mampu menjalankan penambahan KBLI baru tersebut. Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices, kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah dan dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan. Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan dapat menambahkan KBLI baru dengan tersedianya tenaga ahli yang sudah memiliki sertifikat keahlian dalam setiap bidang penambahan KBLI yang baru, manajemen juga sudah dapat menjelaskan seluruh risiko dari bisnis atau kegiatan usaha perusahaan, serta manajemen juga selalu menerapkan etika dalam mengelola hak kekayaan intektual baik yang dimiliki oleh internal maupun eksternal. Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,99”o menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar Rp43.430.989.238,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah 3
Page 5 OCR 0.921
33,63» lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 9,99”o. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,72. Kesimpulan Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru dengan kode 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari logam, dan 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya untuk Perseroan dapat dilaksanakan dan layak. Surat Pengantar ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP BDR. Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen dan kami tidak mempunyai kepentingan apapun. atas usaha perusahaan yang dianalisa maupun atas hasil studi yang telah dilaporkan. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak menerima manfaat atau keuntungan apapun dari Studi Kelayakan yang kami laporkan, baik saat ini maupun di masa datang. Hormat kami, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan Pimpinan Rekan ane Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert Nomor Izin Penilai Publik — : PB-1.09.00121 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) MAPPI : 94-S-00409 STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/ST TD-P/2017 No. Register : RMK-2017.00108 PA ne D0
Page 6 OCR 0.952
PERNYATAAN PENILAI Terhadap batas kemampuan dan keyakinan Kami sebagai Penilai Independen, Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa: 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah benar sesuai dengan dengan pemahaman terbaik dari Penilai, 2. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap Objek Studi Kelayakan dan Tanggal Studi Kelayakan, 3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini, 4. Nilai yang dihasilkan dalam Penugasan Studi Kelayakan telah disajikan sebagai dasar hasil kesimpulan: 5. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan ini, 6. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang. diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan, 7. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap objek Studi Kelayakan, 8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil opini Studi Kelayakan yang dilaporkan: 9. Pada Studi Kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (KEPI & SPI Edisi VII — 2018) dan SPI Edisi Revisi - 2020. 10.Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah: 11.Penilai memiliki pemahaman mengenai objek dari Studi Kelayakan yang dilakukan: 12. Penilai melakukan inspeksi atas objek dari Studi Kelayakan yang dianalisis, dan 13.Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan bantuan professional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.
Page 7 OCR 0.883
No. Nama Tanda Tangan 1. | Penanggung Jawab: Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) Nomor Izin Penilai Publik — : PB-1.09.00121 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) MAPPI :94-S-00409 » STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017 — No. Register : RMK-2017.00108 2. | Pemeriksa: Timbul Nauli Nainggolan, S.E., MAPPI (Cert) Nomor Izin Penilai Publik : P-1.09.00123 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) # . MAPPI :95-S-00561 (padi U— STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PP-31/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) : 042/NB.122/STTD-P/2017 No. Register : RMK-2017.00116 3. | Penilai: Calvin, S.E. MAPPI 1 24-P-12689 No. Register : RMK-2025.05164
Page 8 OCR 0.809
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR. PERNYATAAN PENILAI. DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN... BAB | PENDAHULUAN 2 11 Status'dan/ Kualifikasi Pena 10 1.2 Pemberi Tugas 1.3 Maksud dan Tujuan Laporan Studi Kelayakan 1.4 Pengguna Laporan Studi Kelayakan sn 1:5 Objek'Studi:dan Kepemilikan. w..i.ooo.oo.ooo.o.ooomooooc.o.o.m. 11 1.6 Metodologi Studi Kelayakan .. 1.7 Tanggal Studi Kelayakan ag 1.8 Independensi Penilai ...............oooooooWoco.WooWo.ooooomaan 1.9 Asumsi-Asumsi 110 Kondisi Pembatas.. 1.11 Data dan Informasi 112 Tingkat Kedalaman Investigasi. 1.13 Jenis Mata Uang.... 1.14 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan 1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk PublikaSi...............Joooco”o— 1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Keterangan Lainnya ..........o.oooocoWoo Wook BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 21. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk.. 22. Struktur Permodalaho amami 2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan ... 2.4. Data Keuangan Historis... BAB III ANALISIS ASPEK PASAR . 0 S1 TinjayantEKOnOM..oocoooomomerneemoeomerssemeceseateeemer 3.2 Analisis Industri Manufaktur Electonic Home Appliances dan Medical Devices 3.2.1 Analisa Industri Manufaktur Electronic Home Appliances. 3.2.2 Analisa Industri Manufaktur Medical Devices Pn 3:3 Prospek/Pernambahan:KBLI Baru.oo.ooooooomooommsssawns id
Page 9 OCR 0.736
3.4 Persaingan Usaha....
3.5 Strategi Pemasaran.. ...
BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS ...........ooooooWoWoWoWooomoo 40
41 Bisnis PT SCNP
42 Rencana Kegiatan Usaha Baru
4.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk..
4.4 Kemampuan Kapasitas Toko dan Tempat Produksi Perusahaan
Setelah Adanya Penambahan KBLI Baru.............oooooWo.oWooWo0oo 43
4.5 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia..................... 44
4.6 Proses Bisnis
BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS... .
5.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Tambah................ooo
5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis
5.3 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk.
5.4 Analisis SWOT an
BAB VI ANALISIS ,ASPEK.MODEL MANAJEMEN .........ico011e ee
6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan sebelum adanya
penambahan KBLI jay. ae» MANA «.Tagien EPA Maan an RIO Aha ve sanaean aan aaKaNea 54
6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya
Penambahan KBLI
6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru.
6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual se
BAB VII: ANALISIS"ASPEK. KEUANGAN svviwsswsssimmusseameess
7A Asumsi Ekonomi Makro
7.2 Asumsi Proyeksi Keuangan ye
7.3 Net Present Value ("NPV") L...oooooooWoWoWooommomomomoo..
7.4 Internal Rate of Return (“IRR”)
7.5 Payback Period...
7.6 Profitability Index (PI)
TT AhaiSiS Sena ANN BN
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN
8.1 Kesimpulan en
B2 SOraN enam
Lampiran Surat Representasi
Page 10 OCR 0.873
Ea SN E N Jia DAFTAR LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Historis-Parent Only Laporan Posisi Keuangan Historis-Parent Only Laporan Laba Rugi Historis-Parent Only Laporan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan KBLI Baru Laporan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan KBLI Baru Laporan Laba Rugi Proyeksi Dengan Penambahan KBLI Baru Arus Kas Terdiskonto Uji Sensitivitas
Page 11 OCR 0.931
14 1.2 BAB | PENDAHULUAN Status dan Kualifikasi Penilai KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP BDR" atau “Kami”) didirikan di Jakarta pada tahun 2008 mengacu pada Surat Keputusan Menteri Keuangan No.125/PMK.01/2008 tanggal 3 September 2008 tentang Jasa Penilai Publik dan telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, No.56/PMK.01/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, dan No.228/PMK.01/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik. KJPP BDR yang berkedudukan di Jalan Musi No. 38, Jakarta Pusat merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal berdasarkan surat No.S-8154/BL/2012 tanggal 29 Juni 2012 dan Keputusan Menteri Keuangan No.696/KM.1/2012 tentang Izin Usaha Kantor. Jasa" Penilai Publik dengan nomor izin: 2.12.0103 tanggal 18 Juni 2012, serta Penilaian Pertanahan berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI No.129/SK-600.PT.01.01/V/2020 tanggal 18 Mei 2020. Penanggung jawab dari Laporan Studi Kelayakan ini adalah Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) dengan nomor anggota MAPPI: 94-S-00409 dengan Nomor Izin Penilai Publik PB-1.09.00121, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 144/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009 dengan klasifikasi Bidang Jasa Penilai Properti dan Bisnis, dan memiliki kualifikasi Penilai sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023, serta sebagai penilai di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan STTD OJK (IKNB) No.050/NB.122/STTD-P/2017, tanggal 7 April 2017. Pemberi Tugas Identitas pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah sebagai berikut: a. Nama : PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk b. NPWP 1 01.962.089.7-436.000 c. Bidang Usaha 1 Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices d. Alamat Jalan Raya Narogong Km 19 Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820 e. Penanggung Jawab : Bapak Djamarwie-Direktur Utama 10
Page 12 OCR 0.956
1.3 14 1.5 1.6 Maksud dan Tujuan Laporan Studi Kelayakan Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi pernyataan bahwa penambahan KBLI dengan kode 25992 dan 21015 yang dilakukan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (“Perseroan”) seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah Layak atau Tidak Layak. Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan usaha ini akan digunakan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk dalam memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi (POJK 17/2020). Pengguna Laporan Studi Kelayakan Laporan Studi Kelayakan usaha sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam penugasan ini akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi POJK 17/2020. Objek Studi dan Kepemilikan Pada Laporan Studi Kelayakan ini yang menjadi objek studi adalah Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh PT SCNP Bangun Persada Tbk, yaitu: a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya. Bentuk kepemilikan atas objek studi kelayakan usaha tersebut di atas akan ditentukan sesuai dengan dokumen kepemilikan yang kami terima dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk dan selanjutnya akan dituangkan dalam laporan studi kelayakan usaha. Metodologi Studi Kelayakan Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, di mana dasar dari pertimbangan- pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil studi tersebut dapat digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Laporan Studi Kelayakan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru dengan kode 25992 dan 21015 oleh Perseroan yaitu: 11
Page 13 OCR 0.955
17 1.8 a. Aspek pasar Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Di samping itu juga melakukan analisis tentang pesaing usaha serta strategi pemasaran. b. Aspek teknis Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses produksi secara umum. Cc. Aspek pola bisnis Melakukan analisis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, dan kemampuan untuk menciptakan nilai. d. Aspek model manajemen Melakukan -analisis yang meliputi: ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen. e. Aspek keuangan Sebagai muara dari keseluruhan aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even point analysis), analisis profitabilitas, serta analisis tingkat timbal balik. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal pembuatan Laporan Studi Kelayakan di atas yaitu pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penugasan serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima yaitu Laporan Keuangan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2025. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan, keuntungan pribadi dan tidak terafiliasi dengan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. 12
Page 14 OCR 0.948
1.9 Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis studi kelayakan ini. Asumsi-Asumsi Penyusunan pendapat independen atas objek Studi Kelayakan mengasumsikan bahwa penugasan yang dilakukan telah didasarkan dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak Perseroan dan para pemegang saham. Asumsi-asumsi yang kami gunakan antara lain: 1. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan- peraturan pemerintah terkait yang berlaku pada tanggal penilaian ini diterbitkan. 2. Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu. kesatuan. dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari penilaian. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. 3. Hasil Laporan Studi Kelayakan ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan data dan kebenaran data serta informasi pendukung yang diperoleh dari pihak manajemen. 4. Pada saat penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak lain yang menggunakan Laporan Studi Kelayakan ini, sesuai dengan yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan atau pihak lain, baik selaku objek studi kelayakan maupun sebagai pemberi tugas. 5. Kami juga mengasumsikan bahwa sampai dengan tanggal laporan Studi Kelayakan ini diterbitkan sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi, tidak terjadi perubahan apapun terhadap asumsi-asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi, selain daripada yang telah disampaikan kepada kami dalam periode sebelum tanggal laporan, yang berpengaruh secara material dalam penyusunan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali, melengkapi, serta memutakhirkan (update) pendapat Kami karena adanya perubahan asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi ataupun disampaikan setelah tanggal laporan. 13
Page 15 OCR 0.959
1.10 Kondisi Pembatas Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini tidak terlepas dari kondisi- kondisi yang membatasi pendapat Studi Kelayakan tersebut. Berikut adalah kondisi-kondisi pembatas tersebut. 1, Saat melaksanakan analisis, Kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada Kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan Kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada Kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Studi kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat Kami secara material. Oleh karenanya, Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan .atas Studi Kelayakan Kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. Kami melakukan wawancara kepada manajamen Perseroan. Selain itu, Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari hasil Laporan Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa yang Kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan penugasan ini hanya merupakan review Studi Kelayakan atas nilai dari objek Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada Kami dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan Kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sesuai penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, Kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis informasi apapun di luar dari yang telah disampaikan kepada Kami, yang mungkin tersedia untuk Perseroan, serta pengaruh dari informasi tersebut atas hasil studi kelayakan ini. Tanggung jawab penilai sehubungan dengan Laporan Studi Kelayakan ini hanya kepada pemberi tugas. Penilai tidak mempunyai tanggung jawab terhadap pihak ketiga. Laporan studi kelayakan usaha akan kami susun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang dipakai semata-mata untuk membantu Perseroan dalam memberikan gambaran mengenai kelayakan usaha atas penambahan Bidang 14
Page 16 OCR 0.894
Usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) dengan kode 25992 dan 21015. Karena pihak lain mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan untuk tujuan lain, perlu ditegaskan bahwa laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan tidak dapat dikutip, direfensikan atau perlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku. 6. Perseroan telah membebaskan KJPP BDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan dan informasi yang disediakan Perseroan, anak Perseroan, perusahaan afiliasi, konsultan, atau pihak ketiga kepada KJPP BDR dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion. 7. Pihak Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan Studi Kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP BDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. 8. Laporan Studi Kelayakan ini tidak berlaku sah apabila tidak dicetak di atas kertas khusus berlogo dan/atau dengan cap huruf timbul KJPP BDR dan ditandatangani oleh rekan yang secara resmi ditunjuk. 1.11 Data dan Informasi Pada pelaksanaan penugasan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan beberapa sumber data dan informasi dari pemberi tugas dan objek Studi Kelayakan yang dapat dilihat sebagai berikut: e Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkuntuk periode 31 Desember 2021 — 31 Desember 2025 dengan rincian sebagai berikut: Nomor dan Periode Kantor fi se ar Mn Ann ani RU Opini Paul No.00379/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, Frendy Susanto 11244-/1111/2022 Hidajat, Arsono, S.E.Ak..CA.CPA Wajar Tanpa Retno, Pengecualian Periode: Palilingan & 31 Desember 2021 Rekan MOKAR12R9 Paul No.00360/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, 11244-2/4111/2023 eat . Frendy Susanto tr el S.E.Ak.. CA. CPA Basa Tanpa Periode: " 2 no, engecualian 31 Desember 2022 Palilingan& No. AP.1244 Rekan 15
Page 17 OCR 0.916
Nomor dan Periode Kantor Laporan Keuangan Akuntan Publik Akuntan Ruplik Opini Paul No.00370/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, | Frendy Susanto | 11244-3/11111/2024 Hidajat, Arsono, | S.E.,Ak.,CA.,CPA | Wajar Tanpa Retno, Pengecualian Periode: Palilingan & No. AP.1244 31 Desember 2023 Rekan Paul — 3 No.00371/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, Frendy Susanto 11244-4/1111/2025 Hidajat, Arsono, | S.E.,Ak.,CA.,CPA | Wajar Tanpa Retno, Pengecualian Periode: Palilingan & No. AP.1244 31 Desember 2024 Rekan | No.00048/3.0351/AU.1/04 Frendy Susanto 11244-5/1/111/2026 Mirawati Sensi | S.E.,Ak..CA.,CPA | Wajar Tanpa Idris Pengecualian Periode: No. AP.1244 31 Desember 2025 e Proyeksi Bisnis dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkdengan periode 2026 - 2030 List Aset Tetap dan Properti Investasi per 31 Desember 2025 Company Profile Perseroan Akta Pendirian Perseroan Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120119210362 NPWP: 01.962.089.7-436.000 Perizinan lainnya Data Damodaran pada 1 Januari 2026 atas Eguity Risk Premium dan Rating-based Default Spread # Data-data riset ekuitas (eguity research) Refinitif Eikon untuk perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2025 e# Data, informasi serta dokumen pendukung lainnya dari pihak manajemen. Mengacu kepada Surat Representasi No.036/SP/SCNP-KJPP/IV/2026 tanggal 21 April 2026 yang dikeluarkan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk, dinyatakan bahwa seluruh data dan informasi yang diterima akurat, valid dan sesuai dengan aslinya, dengan demikian Surat Representasi tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan laporan Studi Kelayakan ini. 1.12 Tingkat Kedalaman Investigasi Kami telah melakukan inspeksi lapangan, wawancara dan diskusi pada tanggal 13-14 April 2026 dengan Perseroan selaku pemberi tugas. Hal ini 16
Page 18 OCR 0.950
dilakukan untuk mengumpulkan beberapa informasi dan dokumen- dokumen pendukung lainnya sehubungan dengan Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada kami. 1.13 Jenis Mata Uang Jenis mata uang yang digunakan dalam Studi Kelayakan adalah mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang yang digunakan pada Laporan Keuangan Perseroan. 1.14 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan Pada studi kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, (“POJK 35/2020”), (ii) POJK 17/2020, (iii) Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (SPI Edisi VII -— 2018), dan SPI Edisi Revisi - 2020. 1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi Setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan Studi Kelayakan ini harus mendapat persetujuan dari KJPP BDR. 1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Keterangan Lainnya Tidak terdapat kejadian — kejadian penting selain yang djabarkan sepanjang proses penilaian ini, sejak penerimaan penugasan sampai dengan diterbitkannya laporan ini.
Page 19 OCR 0.936
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 21. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk(“Perseroan” atau “PT SCNP”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 12 tanggal 24 Januari 2000 dari Sukawaty Sumadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C222840.HT.01.01.TH.2000, tertanggal 20 Oktober 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, tanggal 18 Februari 2020, Tambahan No. 8120. Anggaran dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dengan Akta Notaris No.4 tanggal 5 Maret 2008 yang dibuat oleh Ernie, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-34262.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 18 Juni 2008 Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 30 April 2025 dari Dhyah Madya Ruth, S.N., S.H., M.Kn., Notaris di Bogor, mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi Perseroan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0240211 tanggal 15 Mei 2025. Perusahaan bergerak di bidang manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices. Perusahaan berdomisili di Jalan Raya Narogong Km 19, Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820. Entitas memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2000. Entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sena Dwimakmur yang didirikan di Indonesia 2.2. Struktur Permodalan Berdasarkan susunan kepemilikan pemegang saham dalam Perseroan per 31 Desember 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat adalah sebagai berikut: Pemegang Saham Total Saham Hn Jumlah epemilikan PT Sena Dwimakmur 1.125.005.660 45,000 112.500.566.000 PT Generasi Dua Sukses 666.661.000 26,65Yo 6.666.100.000 Freddy Nursalim 41.666.668 1,67Y9 4.166.666.800 Xaverius Nursalim 41.666.668 1,67Y6 4.166.666.800 Hendrik Nursalim 41.666.668 | 1,674 4.166.666.800 18
Page 20 OCR 0.886
Pemegang Saham Total Saham |. Richard Nursalim | 41.666.668 Willy Nursalim 41.666.668 7 Yo Masyarakatlainnya | 307.665.100 12,31Yo Saham Treasuri 192.334.900 “169! 19.233.490.000 Jumlah 2.500.000.000 | 1004| 250.000.000.000 2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Berdasarkan Akta Nomor 6 tanggal 30 April 2025 yang dibuat di hadapan Dhyah Madya Ruth S.N.,S.H.,S.H.,M.Kn, Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan Persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Nomor AHU-AH.01.09.0240211 Tahun 2025 tertanggal 15 Mei 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Tabel Susunan Komisaris Jabatan Komisaris utama... “es vanna Nursalim Komisaris TA IK WA Hendrik Nursalim Komisaris Independen Liris Suryanto Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025 Tabel Susunan Direksi Jabatan Nama Direktur Utama Djamarwie Direktur O Rajini Kanthan Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025 Tabel Susunan Komite Audit Jabatan Nama Ketua Liris Suryanto Anggota Zulfitry Ramdan Anggota Setiyo Bonorowanto Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025 2.4. Data Keuangan Historis ANALISIS LAPORAN LABA RUGI — PARENT ONLY Analisis laporan laba rugi historis dimulai dengan analisis atas pendapatan, beban pokok pendapatan, laba bruto, rugi usaha, dan rugi tahun berjalan, baik berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya. 19
Page 21 OCR 0.878
Disajikan dalam miliaran Rupiah Deskripsi 2021 2022 2023 2024 2025 Pendapatan 234 151 191 212 237 Beban Pokok 217 140 183 188 204 Pendapatan Ta TE | Laba Bruto 16) N0| 9 | 24 33 Laba/(Rugi) Usaha (23) (28) (28) | (9) 1 Laba/(Rugi) Tahun (5) (12) 19 12 18 Berjalan | AI Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2020 - 2025 Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Pendapatan Perusahaan berasal dari penjualan produk electronic home appliances seperti komponen rice cooker dan peralatan dapur lainnya serta penjualan produk medical devices seperti alat deteksi awal untuk penyakit jantung (NAVA). Pendapatan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar masing-masing -35,57Y”9, 27,06Y4, 11,00Y5, dan 11,72”o pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan Pendapatan Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 3,554. Rata-rata pertumbuhan beban pokok pendapatan sebesar 1,564. Laba Bruto, Laba Usaha dan Laba Tahun Berjalan Secara historis, Perseroan mencatatkan keuntungan di tingkat laba bruto dari tahun 2022 sampai tahun 2025. Laba bruto Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -37,56Y4, -14,32Y9, 178,76Ys dan 36,28Ys masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba bruto Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 24,14Y6. Pada tahun 2021 sampai tahun 2025, Perseroan juga masih mencatatkan keuntungan usaha. Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -22,82Y4, -2Yo, 68,50Y5, 110,49”6 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 38,544. Pada tahun 2021 sampai tahun 2025, Perseroan juga masih mencatatkan keuntungan di tingkat laba tahun berjalan. Laba tahun berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -159,07”4, 258,645, -34,87 4, dan 44,355 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 27,264. 20
Page 22 OCR 0.833
Grafik Pendapatan, Beban Pokok Pendapatan, Laba Bruto, Rugi Usaha, dan Rugi Tahun Berjalan (dalam miliaran Rupiah) PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk 300.000 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 (50.000) s 2021 2022 2023 2024 2025 —— Penjualan Neto 233,702 150,584 191.334 212.385 237.269 —M—Beban Pokok Penjualan | 217.506 140.471 182.669 188.230 204.350 —4— Laba Bruto 16.196 10.113 8.665 24.155 32.919 —— EBIT (22.710) (27.801) (28.449) (8.961) 940 ——EAT (4.685) (12.137) 19.255 12.541 18.103 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 - 2025 ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN - PARENT ONLY Analisis laporan posisi keuangan historis dimulai dengan menganalisis aset, liabilitas, dan ekuitas yang dimiliki oleh Perseroan, baik berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya. Aset Jumlah Aset PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif sebesar 0,272, 6,82Y6, 0,79c, dan 3,39” masing — masing untuk periode 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah aset PT SCNP dari tahun 2021 hingga 2025 sebesar 2,824. Hal ini menunjukkan bahwa aset PT SCNP cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2021 hingga 2025. Selain itu, jumlah aset PT SCNP didominasi oleh aset tidak lancar dengan rata rata porsi sebesar 51,57Y4 dari tahun 2021 hingga 2025. Grafik Pertumbuhan Aset Grafik Komposisi Aset (dalam miliaran Rupiah) (dalam miliaran Rupiah) PT Selaras Citra Nusantara PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Perkasa Tbk Tbk “50000 “sono 350.000 | 1 l i sn Pe 3001000 000 2501000 F 2001000 Kerah 1501000 1001000 50.000 a 2021 2022 2023 2024 2025 2 MAset Lancar 116,501126.46247.54 24224 252.01 aan ga TA Aset Tidak Lancar 265.60 256.67 161.72 169.17 174.09) —btumahAset 382107 BINI MOIIL SI2SI2 426518 l - ne se Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025 21
Page 23 OCR 0.834
Liabilitas dan Ekuitas Jumlah liabilitas PT SCNP mengalami pertumbuhan sebesar -42,67Y2, 36,13Y6, 14,48/9, -14,454o, 60,17”o masing - masing pada pada tahun 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah liabilitas PT SCNP dari tahun 2021 hingga 2025 adalah sebesar 10,73”6, hal ini menunjukkan bahwa liabilitas PT SCNP cenderung meningkat dari tahun 2021 hingga 2025. Liabilitas PT SCNP didominasi oleh liabilitas jangka pendek dengan rata — rata porsi terhadap total liabilitas dan ekuitas sebesar 74Yo dari tahun 2021 hingga 2025. Sementara, untuk jumlah ekuitas PT SCNP mengalami pertumbuhan sebesar -- 3,34Yo, 5,73Y6, 3,13Yo, dan -3,83Y6 masing — masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata - rata pertumbuhan jumlah ekuitas PT SCNP dari tahun 2021 hingga 2025 adalah sebesar 0,424. Ekuitas PT SCNP cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2021 hingga 2025. Bila ditinjau secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa struktur permodalan yang dimiliki PT SCNP pada tanggal 31 Desember 2025 bersumber utama dari ekuitas atau dapat dikatakan struktur permodalan Perseroan didominasi oleh ekuitas. Grafik Komposisi Liabilitas Grafik Liabilitas dan Ekuitas (dalam miliaran Rupiah) PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (dalam miliaran Rupiah) PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk 80.000 | 450000 400.000 50.000 350000 A0.000 300.000 30.000 |. 25000 20.000 200060 10.000 | aso00o 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 100000 50.000 # Lab 2021 gka Ta . 20.480 34.900 43.842 34.367 62.571 2022 2023 2024 2025 abiitan Jang pan) 22 gan! y.s0a 42 207 12.000 mUlabiltas/ 3ag23 | a7sa1 | saaze | asse3 | 72570 sa1|10.5 c Panjang FP Sat) m Ekuitas 347.184 338.602 354.845 365.958 351.939 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025. ANALISIS RASIO KEUANGAN - PARENT ONLY Melalui analisis rasio keuangan dapat diketahui indikasi tentang pertumbuhan historis, likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan memperoleh laba (profitabilitas) atau mengalami kerugian (/oss). Berikut adalah beberapa rasio keuangan Perseroan dari tahun 2021 — 2025. RASIO LIKUIDITAS Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek Perseroan dengan melihat besarnya aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek. 22
Page 24 OCR 0.958
Berikut adalah hasil perhitungan rasio likuiditas Perseroan yang terdiri dari rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas. Disajikan dalam miliaran Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Aset Lancar 117 126 247 243 252 Liabilitas Jangka Pendek 20 35 44 34 62 Rasio Lancar 5,69 3,62 5,65 7,08 4,03 Aset Lancar 117 126 247 243 252 Persediaan 35 78 50 46 56 Liabilitas Jangka Pendek 20 35 44 34 62 Rasio Cepat 3,97 1,38 4,49 5,75 3,14 Kas 15 6 113 137 86 Liabilitas Jangka Pendek 20 35 44 34 62 Rasio Kas 0,74 0,19 2,57 4,00 1,37 Keterangan: Rasio disajikan dalam kali (x) Rasio lancar digunakan untuk mengungkapkan jaminan keamanan (margin of safety) Perseroan terhadap kreditor jangka pendek. Rasio cepat memiliki kegunaan dan cara perhitungan yang sama dengan rasio lancar, hanya saja rasio cepat tidak memperhitungkan persediaan dalam aset lancar Perseroan. Rasio kas digunakan untuk melihat kemampuan Perseroan melunasi liabilitas jangka pendek hanya dengan menggunakan kas yang dimiliki Perseroan. Likuiditas perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Rasio yang bernilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang likuid, di mana perusahaan dapat melunasi liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar ataupun kas dan setara kas yang dimilikinya. Bila ditinjau dari sisi likuiditas, kondisi PT SCNP berada pada kondisi yang liguid dari rasio lancar dan rasio cepat pada tahun 2021 -— 2025 bila dilihat dari rata-rata tahun historis. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa grup Perseroan tidak akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan liabilitas jangka pendek yang dimiliki. RASIO AKTIVITAS Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa efisien penggunaan aset oleh Perseroan. Rasio ini juga melihat seberapa besar dana yang tertanam pada aset Perseroan. Berikut adalah hasil perhitungan rasio aktivitas Perseroan yang terdiri dari rasio perputaran piutang usaha, perputaran persediaan, dan perputaran utang usaha. 23
Page 25 OCR 0.908
1 (Disajikan dalam miliaran Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Pendapatan 234 151 191 212 PsYA Piutang Usaha 33 10 34 45 91 Perputaran Piutang Lisaha 52 24 64 77 139 Beban Pokok Pendapatan 217 140 183 188 204 Persediaan 35 | 78 50 46 56 Perputaran Persediaan | 59 204 101 89 100 Beban Pokok Pendapatan 217 140 183 188 204 Utang Usaha 20 34 33 24 54 Perputaran Utang Usaha 33 88 65 46 97 Keterangan: Rasio disajikan dalam hari Rasio perputaran piutang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara pendapatan dengan piutang usaha. Untuk rasio perputaran persediaan dan utang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara beban pokok pendapatan dengan persediaan atau utang usaha. Tingkat aktivitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang. dihasilkan menunjukkan semakin lama perputaran piutang usaha, aset kontrak, piutang retensi, utang usaha, liabilitas kontrak maupun beban masih harus dibayar Perseroan. Semakin cepat aset dan utang berputar, menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola piutang, aset, utang, dan beban. Sehingga modal akan cepat kembali. RASIO SOLVABILITAS Rasio solvabilitas memberikan gambaran mengenai metode pembiayaan yang digunakan oleh Perseroan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka panjang. Berikut hasil perhitungan rasio solvabilitas Perseroan yang terdiri dari rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas. Disajikan dalam miliaran Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Liabiitas | 35|— A7| 54 46 | 75 “Aset. —— 382 409 ga2| 426 Liabilitas terhadap 914 13,30 11,29 | a7a9 Aset Liabilitas 35 47 54 46 15 Ekuitas 347 336 355 366 | 952 Liabilitassterhadap. 10,06| 4417| 4534| 1272| 2119 Ekuitas Keterangan : Rasio disajikan dalam persentase (Xx) 24
Page 26 OCR 0.898
Tingkat solvabilitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar penggunaan utang dalam pembiayaan Perseroan. Bila ditinjau dari solvabilitas ataupun leverage yang dimiliki oleh Perseroan, maka dapat dilihat, sepanjang tahun historis, struktur permodalan yang dimiliki oleh Perseroan didominasi oleh ekuitas dibandingkan utang, yang tentunya kecil kemungkinan ada risiko gagal bayar utang dan bunga yang ditanggung Perseroan. RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat pendapatan, aset, dan modal saham tertentu. Berikut adalah hasil perhitungan rasio profitabilitas Perseroan yang terdiri dari margin laba bruto, margin laba usaha, margin laba bersih, serta rasio pengembalian atas aset (ROA) dan rasio pengembalian atas ekuitas (ROE). Disajikan dalam miliaran Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Laba Bruto 16 HA 9 24 | 33 Pendapatan 233 150 191 212 237 Marjin Laba Bruto 6,93 6,72 4,53 11,37 13,87 Laba/(Rugi) Usaha Tea. Te3 (ara V2). (9 1 Pendapatan 233 150 191 212 237 Margin Laba Usaha |... -9,72 "18,52. 1.-14,87 |, -4,22 0,40 Laba/(Rugi) Tahun Bean 9) (5) (12) 19 12 18 | Pendapatan 0 234 150 191 212 237 Marjin Laba Bersih -2,00 -8,06 10,06 5,90 7,63 Laba/(Rugi) Tahun at gi) (5) (12) 19 | 12 18 Aset 382 | 383 409 412 426 Return on Asset” | -1,23| — -3,17 4,70 3,04 4,24 | Laba/(Rugi) Tahun | | ma gi) (5) (12 19 | 12 18 | Ekuitas 347 335 355 366 352 | Return on Eguity “1,35 -3,62 5,43 3,43 5,14 Keterangan: rasio disajikan dalam persentase (Xx) Margin dan tingkat balikan Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio- rasio di atas. Margin yang bernilai positif menunjukkan bahwa Perseroan mencatatkan keuntungan pada tingkat laba. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar laba yang diperoleh Perseroan. 25
Page 27 OCR 0.955
Margin Perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar laba yang diperoleh Perusahaan. Margin yang bernilai negatif menunjukkan bahwa Perusahaan mencatatkan kerugian pada tingkat pendapatan tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan, Perusahaan mengalami kerugian pada level laba usaha dan neto dari tahun 2021-2022, sementara pada tahun 2023-2025 Perusahaan mencatatkan kerugian pada level laba usaha tetapi sudah keuntungan pada level laba neto. Rasio pengembalian menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset maupun ekuitas yang dimilikinya. Semakin besar rasio pengembalian yang dihasilkan, maka semakin efisien Perusahaan dalam menggunakan aset dan ekuitas. Sejalan dengan hasil perhitungan di atas pada tahun 2021-2022 Perusahaan masih mencatatkan kerugian pada level laba usaha dan neto sehingga rasio pengembalian atas aset dan ekuitas pada tahun tersebut bernilai negative, sementara pada tahun 2023-2025 Perusahaan sudah mencatatkan keuntungan pada level laba usaha sehingga rasio pengembalian atas aset dan ekuitas pada tahun tersebut bemilai positif. 26
Page 28 OCR 0.954
BAB III ANALISIS ASPEK PASAR Kondisi perekonomian menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam penilaian. Hal ini dikarenakan perekonomian mempunyai pengaruh bagi pihak manajemen dan investor dalam melihat alternatif investasi yang akan dilakukan. 3.1 Tinjauan Ekonomi Perekonomian Global Perekonomian global jangka pendek mulai membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,276 dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM). Perekonomian Domestik Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif. 27
Page 29 OCR 0.959
Neraca Pembayaran Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar 2,4 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang oleh penerbitan global bond Pemerintah dan inflows pada instrumen saham dan SRBI. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi sebesar 150,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Cadangan Devisa Sumber : Bank Indonesia 28
Page 30 OCR 0.895
Neraca Perdagangan Miliar Dolar A Non Mig Neraca Perdagangan siska ' 2 Migas 3 4 12345678 NAN2123456 76 NAM21 234567 INNAM2N 234567891011212345678910M21 2345678 9101 2020 22 2022 2023 2024 2025 Sumber : Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah 29
Page 31 OCR 0.917
Nilai Tukar Rupiah dibanding Negara Lain Sumber : Bank Indonesia Inflasi Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada November 2025 tercatat sebesar 2,72”s (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,364 (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,584 (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,4896 (yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih. Inflasi Administered 16 Prices 135791138791135979113 579113579113 57 91 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber: Bank Indonesia 30
Page 32 OCR 0.923
Likuiditas dan Suku Bunga Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia dan Pemerintah telah menempuh pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan Bl-Rate sebesar 125 bps serta pemanfaatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang secara signifikan menurunkan suku bunga pasar uang seperti INDONIA ke level 4,12”, SRBI ke kisaran 4,90”c-4,98”5, dan imbal hasil SBN tenor 2 tahun menjadi 4,97”o. Meskipun transmisi terhadap suku bunga deposito satu bulan telah turun sebesar 67 bps menjadi 4,14”, penurunan suku bunga kredit perbankan masih berjalan lambat, yakni hanya sebesar 24 bps menjadi 8,96” pada November 2025, yang kemudian berkontribusi pada melambatnya pertumbuhan uang beredar (M2) menjadi 7,72Y4 (yoy) akibat lemahnya permintaan kredit dari pelaku usaha yang masih bersikap wait and see. Kondisi likuiditas perbankan sebenarnya sangat memadai dengan rasio AL/DPK mencapai 29,6796 dan pertumbuhan DPK sebesar 12,039 (yoy), namun pertumbuhan kredit masih terbatas pada angka 7,74Y4 (yoy) dengan undisbursed loan yang mencapai Rp2.509,4 triliun, bahkan sektor UMKM mengalami kontraksi sebesar 0,64Y6 akibat peningkatan risiko kredit. Oleh karena itu, sinergi kebijakan terus diperlukan untuk mendorong percepatan penurunan suku bunga kredit dan efektivitas ekspansi likuiditas guna memastikan dukungan pembiayaan perbankan yang lebih kuat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan PUAB O/N Sumber: Bank Indonesia Suku Bunga Kredit Perbankan 31
Page 33 OCR 0.719
Suku Bunga Kredit 4 Suku Bungo Kredit KMK Ng Suku Bunga Deposito (3 0 43618 45673 3145 Psr 234 sers9inna 1 2 (2 1: Sumber : Bank Indonesia Pertumbuhan Uang Beredar Rp Tniliun & Sumber: Bank Indonesia 32
Page 34 OCR 0.950
3.2 Analisis Industri Manufaktur Electonic Home Appliances dan Medical Devices 3.2.1 Analisa Industri Manufaktur Electronic Home Appliances Prospek industri manufaktur electronic home appliances di Indonesia pada periode 2026-2030 diperkirakan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat serta transformasi teknologi yang semakin pesat, diperkirakan nilai pasar pada tahun 2030 mencapai USD 19,69 miliar dengan CAGR 6,595. Sebagai bagian dari sektor manufaktur nasional, industri ini tetap menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan daya saing global. Pada awal periode proyeksi, yaitu sekitar tahun 2026, industri electronic home appliances diperkirakan mengalami pertumbuhan yang moderat, seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat dan stabilisasi kondisi ekonomi. Permintaan terhadap produk peralatan rumah tangga dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah rumah tangga, urbanisasi, serta peningkatan kelas menengah di Indonesia. Kondisi ini menciptakan pasar domestik yang besar dan relatif stabil bagi produk-produk seperti kulkas, mesin cuci, rice cooker, dan peralatan dapur lainnya. Perkembangan teknologi sangat berkontribusi pada kemajuan industri ini, dan mendominasi jalur distribusi, dengan toko elektronik mendominasi pasar di Indonesia. Hadirnya toko elektronik memungkinkan pelanggan untuk mencari produk dengan lebih mudah serta memperluas jangkauan pasar. Indonesia Household Appliances Market Snare, by Distribution Channel. 2024 (4) Memasuki periode 2026-2030, pertumbuhan industri diproyeksikan akan semakin didorong oleh peningkatan konsumsi domestik dan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan efisiensi dan kenyamanan. Berdasarkan berbagai kajian pasar, pertumbuhan jumlah rumah tangga di Indonesia yang stabil setiap tahunnya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan permintaan terhadap electronic home appliances. 33
Page 35 OCR 0.956
Selain itu, peningkatan penetrasi listrik dan perkembangan infrastruktur juga turut memperluas pasar, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. Dari sisi teknologi, industri ini akan mengalami transformasi signifikan menuju pengembangan smart appliances yang terintegrasi dengan teknologi digital, seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang diferensiasi di tengah persaingan yang semakin ketat. Di samping itu, tren keberlanjutan (sustainability) akan semakin menjadi perhatian utama, di mana konsumen cenderung memilih produk yang hemat energi, ramah lingkungan, dan memiliki efisiensi tinggi. Dukungan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri ini. Melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, pemerintah terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguatan struktur industri hulu-hilir, serta pengembangan industri berbasis teknologi. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Namun demikian, industri electronic home appliances di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketergantungan terhadap impor komponen utama seperti semikonduktor, fluktuasi nilai tukar, serta tingginya tingkat persaingan dengan produk impor. Selain itu, kebutuhan investasi dalam teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri ini. Secara keseluruhan, outlook industri manufaktur electronic home appliances di Indonesia pada periode 2026-2030 dapat dikategorikan positif dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Kombinasi antara pasar domestik yang besar, perkembangan teknologi, serta dukungan kebijakan pemerintah diharapkan mampu mendorong industri ini menjadi salah satu sektor unggulan dalam struktur manufaktur nasional di masa mendatang. 3.2.2 Analisa Industri Manufaktur Medical Devices Industri manufaktur medical devices di Indonesia pada periode 2026-2030 diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan berkelanjutan, didorong oleh peningkatan kebutuhan layanan kesehatan, transformasi sistem kesehatan nasional, serta kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian industri alat kesehatan dalam negeri. Sektor ini menjadi semakin strategis seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta ekspansi program jaminan kesehatan nasional. Berdasarkan berbagai laporan industri, nilai pasar medical devices di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Pada tahun 2025, nilai pasar diperkirakan berada pada kisaran USD2,6-2,8 miliar, dan diproyeksikan mencapai sekitar USD4,0—9,3 miliar pada tahun 2030. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 846-946, 34
Page 36 OCR 0.951
seiring dengan percepatan substitusi impor dan peningkatan kapasitas produksi domestik. Dari sisi permintaan, pertumbuhan industri medical devices sangat dipengaruhi oleh peningkatan belanja kesehatan nasional, pengembangan infrastruktur rumah sakit, serta meningkatnya prevalensi penyakit kronis. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) turut memperluas akses layanan kesehatan, sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap alat diagnostik, alat terapi, serta peralatan medis lainnya. Selain itu, pertumbuhan populasi lanjut usia (aging population) menjadi faktor struktural yang mendorong permintaan jangka panjang terhadap produk alat kesehatan. Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta penguatan ekosistem industri dari hulu hingga hilir. Data menunjukkan bahwa jumlah izin edar alat kesehatan dalam negeri meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan peningkatan kapasitas produksi nasional. Selain itu, tren global seperti digitalisasi layanan kesehatan turut mendorong perkembangan produk berbasis teknologi tinggi, seperti perangkat diagnostik digital, wearable medical devices, serta Internet of Medical Things (loMT). Inovasi ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas pasar ke tingkat regional maupun global. Meskipun memiliki prospek yang sangat positif, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap impor alat kesehatan, terutama untuk produk berteknologi tinggi, serta kebutuhan investasi besar dalam pengembangan teknologi dan sertifikasi (seperti ISO 13485). Selain itu, kompleksitas regulasi serta kebutuhan tenaga kerja terampil juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan industri ini. Secara keseluruhan, outlook industri manufaktur medical devices di Indonesia pada periode 2026-2030 dapat dikategorikan sangat prospektif dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sektor manufaktur lainnya. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, peningkatan permintaan domestik, serta perkembangan teknologi kesehatan, sektor ini berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi industri manufaktur nasional berbasis teknologi dan inovasi. Sumber: Badan Pusat Statistik. (2025).Statistik Industri Manufaktur Indonesia 2023-Jakarta:BPS Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.(2023).Peta Jalan Pengembangan Industri Nasional Jakarta-Kemenperin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.(2024).Perkembangan Ekonomi dan Industri Nasional. SWA.(2025). Proyeksi Industri Elektronik Indonesia 2026. Kontan Insight.(2024).Industri Elektronik Membutuhkan Peta Jalan. Institut Teknologi Indonesia.(2024). Prediksi Pertumbuhan Industri Elektronika Pintar. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2024).Peningkatan Adopsi Teknologi dan Kapasitas Produksi Alat KEsehatan Dalam Negeri. U.S.Department of Commerce.(2025).Indonesia Healthcare Resource Guide Nexdigm.(2024).Indonesia Medical Devices Market Forecast 2020-2030. Healthcare Asia/Research and Markets.(2024).Indonesia Medical Imaging Market Growth. 35
Page 37 OCR 0.955
3.3 Prospek Penambahan KBLI Baru Adanya rencana penambahan KBLI baru memiliki prospek yang baik sejalan dengan sektor yang menjadi tren di perekonomian Indonesia. Sehingga penambahan KBLI Baru memiliki potensi pasar dan proyeksi pertumbuhan sektor — sektor sebagai berikut: a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam. Penambahan KBLI Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam memiliki potensi pasar yang baik, diproyeksikan pada tahun 2030 mencapai USD 2,2 Miliar. Dengan adanya pergeseran gaya hidup sehat dan meningkatnya standar kualitas konsumen mendorong permintaan untuk peralatan dapur dengan bahan material yang berkualitas dan lebih aman bagi kesehatan, alat-alat memasak dan inner pot rice cooker dengan lapisan non-PTFE seperti keramik dan granit yang dinilai lebih aman dan memiliki ketahanan gores lebih tinggi menjadi salah satu produk yang semakin diminati oleh konsumen, seiring naiknya kesadaran akan risiko kesehatan. Selain itu pengetatan standar SNI dan pengawasan untuk produk-produk peralatan dapur import turut mendorong penigkatan kualitas pasar serta menjadi peluang besar bagi produsen lokal di industri tersebut. Hal ini memberikan peluang besar bagi pelaku coating lokal sebagai pemasok komponen bagi produk-produk tersebut. Dengan dorongan pemerintah untuk peningkatan TKDN (target di atas 70Y6 untuk produk- produk elektronik), maka pelaku usaha coating lokal memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan produk impor. Perusahaan menyasar produsen dan pemegang merek elektronik lokal dan internasional serta pasar ekspor. Mengikuti perkembangan global yang mulai bergerak meninggalkan PFOA dan PFAS sehingga nantinya produk dengan sertifikasi PFAS-Free atau Food Grade, serta produk dengan material yang lebih ramah lingkungan akan memiliki keunggulan daya tahan bisnis jangka panjang, oleh karena itu perusahaan melihat adanya kesinambungan dalam KBLI baru ini, Perusahaan menawarkan produk lapisan keramik yang lebih ramah lingkungan dalam proses produksinya dan melakukan inovasi multi layer coating untuk meningkatkan durabilitas dan menjadi kunci sustainability serta pengembangan inner pot yang mampu menghantarkan panas lebih cepat sehingga lebih hemat energy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa industri peralatan dapur dan peralatan meja dari logam memiliki proyeksi berkelanjutan di masa depan b. KBLI 21015 - Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya. Penambahan KBLI Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya memiliki potensi pasar yang sangat besar di Indonesia seiring dengan meningkatnya layanan kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap aspek kesehatan dan higienitas, diproyeksikan dapat 36
Page 38 OCR 0.959
mencapai USD 11,6 miliar pada tahun 2030. Pasar Collection Kit HPV dan Reagen PCR HPV merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi pertumbuhan besar di Indonesia pada tahun 2026, didorong oleh transformasi kebijakan kesehatan nasional yang mengalihkan metode skrining dari IVA/Pap Smear konvensional ke berbasis DNA HPV, program ini sudah menjadi bagian dari Rencana Aksi Nasional (RAN) 2023-2030 dengan sumber anggaran dari APBN/APBD. Adanya kebijakan Pemerintah yang menargetkan skrining bagi 1,5 juta wanita melalui program Free Health Check (CKG) yang terintegrasi dengan JKN/BPJS, menjadi peluang besar bagi para pelaku pasar. Pemerintah sangat mendorong penggunaan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi, sehingga perusahaan lokal yang memproduksi alat kesehatan memiliki prioritas dalam pengadaan barang pemerintah, tentunya hal ini menunjukkan adanya keberlanjutan yang sangat kuat di industri ini karena adanya dukungan regulasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Perusahaan menyasar instansi pemerintah dan sektor public, perusahaan farmasi dan diagnostic nasional, jaringan laboratorium klinik swasta, sektor health-tech dan telemedicine serta pasar ekspor. 3.4 Persaingan Usaha Jumlah perusahaan/usaha Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices di Indonesia cukup banyak dengan dinamika yang berbeda beda pada masing-masing segmen. Pada segmen Electronic Home Appliances, persaingan bersifat sangat ketat karena banyaknya pelaku usaha, baik produsen domestik maupun merek global yang memiliki keunggulan teknologi dan brand awareness. Produk dalam segmen ini cenderung memiliki tingkat diferensiasi yang rendah hingga menengah, sehingga kompetisi lebih banyak didorong oleh faktor harga, inovasi fitur, efisiensi produksi, serta kekuatan distribusi. Selain itu, tekanan dari produk impor, khususnya dari negara dengan biaya produksi rendah seperti Tiongkok, turut meningkatkan intensitas persaingan di pasar domestik. Sementara itu, pada segmen Medical Devices, persaingan cenderung moderat hingga tinggi namun lebih terstruktur. Industri ini mengalami pertumbuhan signifikan, dimana jumlah perusahaan alat kesehatan meningkat dari sekitar 200 sebelum pandemi menjadi lebih dari 800 perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun jumlah pemain meningkat, terdapat hambatan masuk yang relatif tinggi, seperti kewajiban sertifikasi, regulasi ketat, serta kebutuhan standar kualitas dan keamanan produk. Hal ini membuat persaingan tidak hanya berbasis harga, tetapi juga pada aspek teknologi, inovasi, serta kepatuhan terhadap regulasi. Namun demikian, industri alat kesehatan di Indonesia masih menghadapi dominasi produk impor, terutama untuk produk berteknologi tinggi, dengan porsi impor yang masih sekitar 50Y6 dari total pasar. Kondisi ini menciptakan persaingan tambahan bagi produsen lokal, baik dari sisi kualitas maupun teknologi. Di sisi lain, kebijakan pemerintah seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) justru menjadi faktor yang dapat memperkuat daya saing pemain lokal. 37
Page 39 OCR 0.957
Secara keseluruhan, persaingan dalam kedua industri ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu skala ekonomi, efisiensi biaya, akses terhadap teknologi, kepatuhan regulasi, serta kemampuan menjalin kemitraan (khususnya dalam model OEM). Oleh karena itu, perusahaan yang mampu mengoptimalkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kualitas dan inovasi produk akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan di pasar. Berikut merupakan beberapa kompetitor langsung dari PT SCNP yaitu: 1. PT Maspion (Maspion Group). Memiliki divisi alumunium dan coating yang besar di Jawa Timur. Memproduksi inner pot untuk merek sendiri dan menerima pesanan OEM untuk merek lain. 2. PT Indonesia Prima Eguipment. Berfokus pada inovasi material seperti pot stainless steel dan lapisan keramik. 3. PT Whitford Indonesia (PPG Whitford). Merupakan pemain global yang memiliki fasilitas di Indonesia, yang menyediakan teknologi lapisan food- grade berkualitas tinggi. 4. PT Multi Mayaka. Memiliki kapabilitas dalam aplikasi berbagai jenis lapisan teknis untuk peralatan rumah tangga. 5. PT Bio Farma. Memproduksi berbagai alat kesehatan salah satunya kit deteksi berbasis PCR seperti CerviaScan. 6. PT Enseval Medika Prima. Memiliki kapasitas produksi reagen dan kit koleksi dengan standar internasional serta memiliki jaringan laboratorium klinik sebagai pengguna internal. 3.5 Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan PT SCNP yaitu: KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam. 1. Meningkatkan daya saing produk alat-alat memasak anti lengket melalui teknologi lapisan anti lengket yang lebih sehat, kuat serta fokus pada pembangunan kepercayaan teknis, efisiensi rantai pasok dan pemenuhan standar regulasi yang ketat. 2. Memastikan semua material coating memiliki sertifikasi internasional (FDA, LGFB) dan nasional (SNI) untuk menarik merek yang fokus pada segmen kesehatan dan memberikan jaminan kualitas produk selama periode tertentu. 3. Menawarkan berbagai opsi coating seperti ceramic, marble atau diamond coating serta menawarkan jasa pengembangan formula coating khusus yang hanya dimiliki oleh satu klien sehingga klien memiliki nilai jual unik di pasar retail. 4. Aktif mengikuti berbagai pameran manufacturing di Indonesia dengan fokus penekanan pemasaran pada teknologi lapisan pot serta melakukan pendekatan langsung pada product development atau procurement merek-merek besar. 38
Page 40 OCR 0.951
5. Membangun profil perusahaan yang professional dengan membagikan konten inovasi teknologi coating, keberhasilan uji coba durabilitas dan kepatuhan standar lingkungan. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya. 6. Ts 10. TT, Melakukan pendekatan yang sangat terikat dengan regulasi medis, standar laboratorium, dan kebijakan kesehatan publik. Memastikan produk memiliki izin edar AKD (Alat Kesehatan Dalam Negeri). Melakukan kerjasama dengan rumah sakit rujukan nasional untuk uji validasi. Hasil uji yang menunjukkan akurasi tinggi pada populasi lokal di Indonesia akan menjadi bukti teknis. Menawarkan jasa OEM bagi perusahaan farmasi nasional yang ingin memiliki lini produk skrining HPV tanpa harus membangun pabrik sendiri dan memberikan solusi white-label bagi laboratorium besar agar mereka bisa memiliki collection kit dengan merek sendiri yang terintegrasi dengan layanan pemeriksaan mereka. Menawarkan fitur pelacakan (seperti AR code unik di setiap kit) yang memudahkan mitra OEM dalam.mengintegrasikan hasil tes ke platform satu sehat sesuai regulasi digitalisasi kesehatan saat ini. Penggunaan material ramah lingkungan/daur ulang untuk collection kit sehingga menjadi nilai tambah bagi perusahaan mitra yang memiliki komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance). 39
Page 41 OCR 0.951
BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS 44 Bisnis PT SCNP PT SCNP melaksanakan bisnis dengan berfokus pada pelayanan di bidang manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices. 1. Manufaktur Electronic Home Appliances Manufaktur home appliances merupakan core bisnis dari PT SCNP. Perusahaan melakukan produksi rice cooker, blender, kipas angin, kompor dan peralatan dapur lainnya baik untuk dipasarkan dengan merek sendiri maupun melalui kerja sama OEM dengan mitra domestic dan internasional. Model OEM memungkinkan Perseroan untuk memanfaatkan kapasitas produksi secara optimal serta menjalin hubungan jangka panjang dengan berbagai pemilik merek. PT SCNP memproduksi dan memasarkan berbagai peralatan rumah tangga bermerek Turbo, Merdis dan untuk pihak ketiga seperti Oxone. 2. Manufaktur Medical Devices PT SCNP melakukan produksi dan pengembangan produk-produk yang berfokus pada peralatan medis khususnya pada kebutuhan skrining dan penunjang kesehatan termasuk perangkat diagnostic sederhana dan perlengkapan pendukung lainnya. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, system pengendalian kualitas, serta kemampuan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar pasar domestic maupun internasional. Perusahaan memasarkan produk kesehatan dibawah merek NIVA (Non Invasive Vascular Analyzer). PT SCNP berkerjasama dengan PT Selaras Medica Digital Indonesia (PT SMDI) sebagai agen tunggal serta PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) sebagai distributor nasional untuk menjangkau rumah sakit pemerintah dan swasta. Karakteristik Usaha Karakteristik PT SCNP sebagai perusahaan yang fokus pada bisnis manufaktur Electronic Home Appliances dan Medical Devices memiliki sifat spesifik yang ditandai oleh beberapa faktor: - Perseroan mengadopsi model bisnis yang mengkombinasikan OEM dengan pengembangan produk bermerek sendiri sehingga memberikan fleksibilitas dalam menjangkau berbagai segmen pasar serta mengoptimalkan utilitas kapasitas produksi. - Sebagai perusahaan manufaktur, kinerja Perseroan sangat dipengaruhi oleh efisiensi operasional, skala ekonomi serta pengendalian biaya produksi dan kemampuan menjaga kaulitas dengan biaya kompetitif menjadi kunci utama daya saing. 40
Page 42 OCR 0.914
- Pendapatan Perseroan berasal dari segemen B2B dan B2C sehingga memberikan stabilitas pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar. - Produksi sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dan komponen (lokal dan impor) sehingga pengelolaan rantai pasok menjadi factor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. - Pada segmen electronic home appliances, permintaan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, tren gaya hidup dan inovasi produk sementara pada segmen alat kesehatan permintaan lebih dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan kebutuhan layanan kesehatan. Bisnis manufaktur Electronic Home Appliances dan Medical Devices memiliki tingkat kompetitif yang tergolong tinggi, dengan karakter yang berbeda pada masing-masing segmen. Pada segmen Electronic Home Appliances persaingan bersifat ketat karena melibatkan banyak pemain, baik produsen lokal dan internasional dengan produk yang relative serupa sementara untuk segmen medical devices tingkat kompetisi cukup tinggi namun adanya barrier to entry yang signifikan seperti kebutuhan sertifikasi, regulasi yang ketat serta standar kualitas dan keamanan yang tinggi sehingga lebih membatasi jumlah pelaku usaha baru. Selain itu dalam konteks OEM, tingkat kompetitif dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan. dalam. menjalin dan mempertahankan hubungan dengan pemilik merek. Berikut merupakan beberapa produk Electronic Home Appliances dan Medical Devices yang dipasarkan oleh PT SCNP: 1. Electronic Home Appliances hmm hk Bu ... 5 TN O000 APA Busod memamg TNL 41
Page 43 OCR 0.932
2. Electronic Home Appliances LN RN STE-TB - Ph mL e Invasive Vascular Analyzer 4.2 Rencana Kegiatan Usaha Baru Total rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh PT SCNP, yaitu: a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya. 4.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk Seiring berjalannya tahun 2026, Prospek manufaktur Electronic Home Appliances dan Medical Devices di Indonesia juga semakin mengalami perkembangan yang sejalan dengan tren perekonomian Indonesia. Dalam konteks ini, PT SCNP berencana untuk menambah kegiatan usaha baru dengan kode KBLI yang relevan guna untuk meningkatkan daya saing di sektor manufaktur Electronic Home Appliances dan Medical Devices. a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar industri peralatan dapur dan peralatan meja dari logam. Dengan lebih dari 70 juta rumah tangga, permintaan di industri ini selalu stabil setiap tahunnya, Selain itu banyaknya perusahaan dalam industri ini memilih menyerahkan proses spesifik seperti coating kepada pihak ketiga, sehingga menjadi peluang besar bagi Perusahaan dalam lini bisnis tersebut. b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar industri diagnosis media, perban, kasa dan penunjang kesehatan lainnya. Bisnis OEM untuk collection kit dan reagen PCR HPV pada tahun 2026 menunjukkan prospek yang menarik karena Indonesia sedang berada dalam masa transisi besar dari metode konvensional ke berbasis molekuler serta dukungan pemerintah dalam mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk kesehatan. Produk alat kesehatan dengan 42
Page 44 OCR 0.946
nilai TKDN tinggi mendapatkan prioritas mutlak dalam pengadaan barang pemerintah. Sebagai produsen OEM lokal, Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif besar dibandingkan produk impor, serta untuk mendukung pemerintah dalam menekan deficit anggaran kesehatan. 44 Kemampuan Kapasitas Toko dan Tempat Produksi Perusahaan Setelah Adanya Penambahan KBLI Baru Perusahaan sudah mempersiapkan lahan, tempat produksi dan sumber daya manusia guna memastikan kapasitas toko dan tempat produksi terpenuhi dengan adanya KBLI baru tersebut. a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam Perusahaan melakukan penyelarasan efisiensi operasional dengan stratgei akuisisi klien yang agresif. Dalam upaya memaksimalkan kapasitas, Perusahaan mempersiapkan beberapa strategi yaitu: - Diversifikasi portofolio klien agar tidak bergantung pada satu merek besar. - Optimasi lini produksi guna memastikan produk cepat keluar dari lini coating. - Strategi produk pendamping agar ketika permintaan inner pot sedang flutuatif, dapat terpenuhi. - Manajemen shift dan pemeliharaan untuk memenuhi kapasitas maksimal. - Integrasi layanan agarklien lebih terikat dan kapasitas terpenuhi. Perusahaan menawarkan layanan tambahan seperti jasa stamping logam dan lab pengujian internal. b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya Perusahaan berfokus pada efisiensi bioteknologi yang ketat serta pemenuhan volume dari berbagai jalur pengadaan, karena produk alat kesehatan memiliki tingkat kepatuhan terhadap standar ISO 13485 dan cara pembuatan alat kesehatan yang sangat ketat. Dalam upaya mamaksimalkan kapasitas, Perusahaan mempersiapkan beberapa strategi yaitu: - Diversifikasi saluran penyerapan produk agar ketika permintaan sedang fluktuatif dapat terpenuhi. - Optimasi jalur produksi untuk memastikan ketersediaan produk tepat waktu. - Efisiensi perakitan collection kit. - Manajemen operasional dan fasilitas guna memastikan seluruh kepatuhan dan standar terpenuhi. 43
Page 45 OCR 0.933
4.5 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia Saat ini komposisi tenaga kerja Perusahaan didominasi oleh lulusan Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) dengan rincian sebagai berikut: 18 og SLTA MSi @SMP mD3 "SD “S2 Komposisi ini mencerminkan orientasi perusahaan yang masih mengandalkan tenaga kerja dengan latar belakang vokasional dan menengah untuk mendukung kegiatan produksi dan operasional pabrik. Sementara peran strategis dan administrative diisi oleh tenaga kerja dengan latar pendidikan S1 dan S2. Kedepannya perusahaan akan terus mempertahankan proporsi lulusan SLTA untuk lini produksi sambil perlahan menggantikan lulusan SMP/SD demi peningkatan prdouktivitas dan kemampuan teknis dasar, Perusahaan akan meningkatkan jumlah dan peran lulusan S1 sebagai bentuk kesiapan menuju otomatisasi proses, efisiensi serta tata kelola yang lebih komples. Untuk tenaga kerja yang sudah ada, akan didorong untuk menempuh pendidikan lanjutan ke jenjang D3 dan S1 melalui pelatihan, sertifikasi dan beasiswa. Perusahaan akan mengkaji kebutuhan tenaga kerja dengan latar belakang S2 untuk mendukung area R&D, inovasi produk dan ekspansi alat kesehatan yang memerlukan analisis saintifik dan medis lebih kuat. Berdasarkan status kepegawaian, PT SCNP didominasi oleh karyawan tetap, komposisi ini menunjukkan bahwa hampir separuh tenaga kerja merupakan karyawan tetap sedangkan sisanya merupakan tenaga kerja fleksibel untuk menunjang fluktuasi kebutuhan operasional. 44
Page 46 OCR 0.892
W Karyawan tetap M Karyawan harian @ Karyawan kontrak m Outsourcing Berdasarkan jenjang jabatan, posisi terbanyak terdapat pada jenjang operator mencapai 67Ys dari total, hal ini menegaskan posisi Perusahaan sebagai perusahaan berbasis manufaktur yang padat karya. Sementara pada jenjang manajerial dan pengawanan mencapai 12”s dari total menunjukkan struktur organisasi yang tetap ramping namun adaptif dalam kendali mutu dan koordinasi operasional. m Direksi m Senior Manajer 1 Manajer Mm Asisten Manajer m Supervisor @ Staff m Operator Dalam memastikan ketersediaan dan kualitas sumber daya Manusia, Perusahaan sudah menyiapkan beberapa strategi: a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus utama Perusahaan yaitu formulasi kimia dan presisi lapisan, sehingga fokus utama Perusahaan pada bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances menjadi perakitan dan logistik serta formulasi kimia dan 45
Page 47 OCR 0.951
presisi lapisan. Adanya penambahan KBLI ini menambah divisi baru untuk kegiatan usaha baru tersebut yaitu operator produksi dan supervisor lapangan (tenaga ahli kimia dan teknisi robotic) dengan jumlah penambahan sebanyak 150 tenaga kerja sementara untuk jenjang direksi masih tetap sama. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari tenaga kerja lokal namun diprioritaskan yang sudah memiliki pengalaman di lingkungan manufaktur logam dan pengecatan. b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus area kerja Perusahaan yaitu clean room dan laboratorium formulasi sehingga setelah penambahan KBLI maka fokus Perusahaan menjadi gudang dan lini rakit umum serta clean room dan laboratorium formulasi. Adanya penambahan KBLI ini menambah divisi baru untuk kegiatan usaha baru tersebut yaitu operator produksi (tenaga ahli kimia, farmasi dan bioteknologi) dengan jumlah penambahan sebanyak 20 tenaga kerja sementara untuk jenjang direksi masih tetap sama. 4.6 Proses Bisnis PT SCNP merupakan perusahaan bergerak di bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Device. Berikut adalah bagan alur yang menggambarkan proses bisnis PT SCNP. a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam Pada Proses ini terbagi menjadi lima fase utama: Fase Pra-Produksi, Fase Pengadaan dan Persiapan Material, Fase Manufaktur, Fase Pengendalian Kualitas dan Fase Logistik dan Distribusi. Fase 1: Pra-Produksi (R&D dan Integrasi Klien) 1. Spesifikasi dan Formulasi: o Penentuan jenis lapisan (PTFE, keramik atau granit) dan warna sesuai permintaan klien. 2. Pembuatan Sampel: o Produksi samep pot untuk uji daya rekat, ketahanan goresan dan hasilnya. 3. Validasi dan Sertifikasi: o Pengujian sampel di laboratorium pihak ketiga untuk memastikan status food grade dan pemenuhan standar SNI. Fase 2: Pengadaan dan Persiapan Material 1. Sourcing Substrat Logam: o Pengadaan bahan dasar (biasanya alumunium sheet atau circle) dari pemasok impor dan lokal untuk mengejar nilai TKDN. 46
Page 48 OCR 0.944
2. Penyimpanan Bahan Kimia: o Pengadaan resin pelapis dan zat aditif dari vendor kimia tersertifikasi. o Penyimpanan dalam ruangan dengan control suhu guna menjaga kualitas. Fase 3: Manufaktur (Proses Inti) 1. Persiapan Permukaan (Pre-treatment): o Degreasing/pembersihan lemak dan minyak sisa proses stamping. o Sandblasting/Etching yaitu Pengasaran permukaan logam secara mikroskopis agar cairan pelapis memiliki daya rekat yang kuat. 2. Pelapisan (Coating Application): o Spraying yaitu pengaplikasian lapisan dasar dan lapisan atas menggunakan lengan robot untuk menjamin ketebalan yang seragam. o Flash-off yaitu proses penguapan pelarut kimia sebelum pot dimasukkan ke oven. 3. Pematangan (Curing/Baking): o Oven Konveyor yaitu proses menentukan keras atau tidaknya lapisan anti lengket tersebut. Fase 4: Pengendalian Kualitas (@uality Control) 1. Uji Abrasi: o Menggosokan permukaan untuk melihat ketahanan terhadap gesekan sendok nasi. 2. Uji Cross-cut: o Menggores lapisan dan menggunakan isolasi khusus untuk memastikan tidak ada lapisan yang terkelupas. 3. Uji Ketahanan Panas dan Kimia: o Memastikan lapisan tidak bereaksi saat terkena uap panas atau nasi yang bersifat asam/basa. Fase 5: Logistik dan Distribusi 1. Packaging: o Pengemasan pot menggunakan pelindung khusus agar tidak saling bergesekan yang bisa merusak coating 2. Delivery to Client: o Pengiriman hasil jadi ke pabrik perakitan milik klien untuk digabungkan dengan komponen elektronik rice cooker. b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya Pada Proses ini terbagi menjadi lima fase utama: Fase Pengembangan Produk dan Regulasi, Fase Pengadaan Bahan Baku, Fase Manufaktur, Fase Pengendalian Kualitas dan Fase Rantai Dingin. 47
Page 49 OCR 0.941
Fase 1: Pengembangan Produk (R&D to Legal) 1. Desain Sekuens dan Formulasi: o Pengembangan formula Master Mix PCR (enzim, primer, probe) yang mampu mendeteksi genotype HPV risiko tinggi 2. Uji Validasi Klinis: o Pengujian reagen menggunakan sampel klinis asli di laboratorium rujukan untuk mendapatkan data sensitivitas dan spesifisitas. 3. Pendaftaran Izin Edar (AKD): o Pengurusan izin edar Alat Kesehatan Dalam negeri ke Kementerian Kesehatan. 4. Sertifikasi TKDN: o Verifikasi komponen lokaol untuk memastikan produk memiliki prioritas dalam pengadaan pemerintah (E-Katalog). Fase 2: Pengadaan Bahan Baku (Sourcing) 1. Komponen Fisik (kit): o Pengadaan tabung plastic, media transport dan gagang swab. 2. Komponen Biologis (Reagen): o Pengadaan bahan baku kritis seperti enzim DNA Polymerase, dNTPs dan primer sintetik. Bahan-bahan ini harus dikirim menggunakan container pendingin dan pemasok. Fase 3: Manufaktur (Proses Inti) 1. Produksi Collection kit o Filling LTM yaitu pengisian cairan pengawet ke dalam tabung secara otomatis menggunakan mesin robotic filling yang steril. o Assembly dan Sterilization yaitu pengemasan swab dan tabung ke dalam satu kantong kit diikuti dengan proses sterilisasi 2. Produksi Reagen PCR (Formasi Molekuler): o Alikot dan mixing yaitu pencampuran komponen biologis di bawah lingkungan suhu terkendali. o Filling dan Labeling yaitu pengisian reagen ke dalam vial kecil dan pelabelan boks. o Lyophilization (Opsional) yaitu proses pengeringan beku jika produk dirancang sebagai reagen kering agar stabil di suhu ruang. Fase 4: Pengendalian Kualitas (Guality Control) 1. Uji Amplifikasi: & Menjalankan PCR menggunakan reagen hasil produksi terhadap sampel control positif dan negative untuk memastikan akurasi. 2. Uji Stabilitas: o Memastikan reagen tidak rusak selama masa simpan yang ditentukan. 3. Uji Sterilitas: o Memastikan Collection Kit bebas dari kontaminai mikroba. 48
Page 50 OCR 0.948
Fase 5: Distribusi Rantai Dingin (Cold Chain Logistics) 1. Storages: o Proses penyimpanan reagen. 2. Packaging: o Pengemasan menggunakan boks isolasi termal yang dilengkapi dengan dry ice. 3. Delivery: o Pengiriman ke laboratorium klinik, rumah sakit atau gudang klien menggunakan armada logistic. 49
Page 51 OCR 0.951
BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS 5.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Tambah Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (PT SCNP) berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam bidang manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices. PT SCNP memiliki kemampuan untuk masuk dalam industri peralatan dapur dan peralatan meja dari logam serta industri alat diagnosis media, perban, kasa dan penunjang kesehatan lainnya. Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, PT SCNP bertekad untuk menjadi solusi lokal bagi merek-merek yang ingin mengurangi ketergantungan pada komponen impor (terutama dari Tiongkok) yang seringkali terkendala biaya logistic dan fluktuasi kurs mata uang serta berkontribusi dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor reagen PCR dari Negara produsen besar seperti Tiongkok, Amerika, atau Eropa sehingga memperkuat ketahanan kesehatan nasional ketika terjadi gangguan rantai pasok global. Dengan adanya rencana penambahan KBLI- ini akan membantu mendiversifikasi pendapatan Perusahaan dengan menambah aliran pemasukan baru dari sektor jasa manufaktur (B2B) dan mendiversifikasi portofolio high- margin dimana industri bioteknologi dan molekuler memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan alat kesehatan habis pakai seperti masker dan sarung tangan. Selain itu penambahan KBLI menjadi salah satu upaya Perusahaan dalam mengoptimalisasi aset dengan memanfaatkan pabrik/gudang yang sudah ada secara lebih produktif sehingga tingkat pengembalian (ROI) atas infrastruktur menjadi lebih cepat dan ikut berkontribusi pada program nasional untuk mendukung target pemerintah. 5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis Pada dasarnya PT SCNP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices yang di mana penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis PT SCNP yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri eksisting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi PT SCNP dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini. Beberapa langkah atau kebijakan yang dilakukan Perseroan dalam mengembangkannya, yakni: 50
Page 52 OCR 0.952
a. Keahlian PT SCNP memastikan bahwa setiap tenaga kerja di Perusahaan memiliki keterampilan yang baik dan sesuai dengan bidangnya serta memiliki ketelitian yang tinggi sehingga setiap produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang berlaku. b. Standar Nasional dan Internasional Standar nasional dan internasional merupakan hal yang penting dalam perusahaan manufaktur. PT SCNP memastikan bahwa perusahaan sudah mengikuti — Standar Industri (ISO) dan Standar — Kesehatan (FDA/SNI/Kemenkes). c. Diversifikasi Pendapatan Penambahan KBLI baru ini merupakan salah satu upaya PT SCNP untuk melakukan diversifikasi pendapatan guna mengurangi risiko-risiko seperti risiko penurunan permintaan, risiko regulasi, risikp operasional dan risiko siklus industri. d. Inovasi PT SCNP selalu melakukan inovasi produk dan fokus pada pengembangan alat rumah tangga berbasis teknologi digital dengan fitur pintar sederhana, serta pengembangan berkelanjutan alat kesehatan canggih seperti NIVA (Non-invasive Vascular Analyzer) yang memanfaatkan teknologi PPG untuk deteksi dini risiko kardiovaskular. 5.3 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk Kemampuan pesaing untuk meniru produk dalam industri manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices memiliki tingkat yang berbeda pada masing-masing segmen. Pada segmen Electronic Home Appliances tingkat kemudahan meniru relative tinggi dan tingkat diferensiasi produk yang terbatas, serta kemudahan akses terhadap komponen dan desain yang tersedia secara luas di pasar sehingga persaingan didominasi oleh factor harga dan efisiensi produksi. Sebaliknya, pada segmen Medical Devices kemampuan meniru relative lebih rendah karena adanya hambatan berupa regulasi yang ketat serta kebutuhan sertifikasi dan perizinan serta standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Berikut merupakan beberapa strategi yang digunakan PT SCNP agar pesaing tidak mduah meniru sepenuhnya. a. Ingredient branding. Membuat merek untuk teknologi coating, sehingga meskipun pesaing meniru produknya tidak bisa menggunakan merek dagang yang dimiliki Perusahaan. b. Kontrak eksklusif dengan pemasok. Dengan menggunakan bahan kimia khusus dan membuat perjanjian agar pemasok tidak menjual formulasi yang sama persis pada pesaing. 51
Page 53 OCR 0.936
c. Inovasi berkelanjutan seperti lapisan berbasis berlian sintetis yang 1005 bebas bahan kimia (PFAS-Free). d. Kedekatan dengan klien. Melakukan integrasi secara teknis dengan lini perakitan klien sehingga klien akan merasa berisiko untuk pindah ke pesaing lain karena harus melakukan validasi ulang dan uji ketahanan lagi. e. Menggunakan system tertutup (closed loop strategy) dengan mengembangkan reagen yang dioptimasi khusus untuk mesin PCR atau mengembangkan alat pembaca sendiri sehingga klien tidak mudah berpindah ke reagen pesaing. f. Inovasi genotipe lokal. Fokus pada deteksi varian HPV yang paling umum di Indonesia sehingga lebih unggul secara klinis dibandingkan ragen generic buatan luar negeri. 9g. Menggunakan data lock-in. Dengan semakin banyaknya laboratorium yang menggunakan system Perusahaan dan mengintegrasikannya dengan system informasi lab customer maka semakin sulit bagi klien untuk pindah ke pesaing karena tingginya biaya dan kerumitan (high switching cost). 5.4 Analisis SWOT Analisis SWOT merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengevluasi kondisi internal dan eksternal suatu.perusahaan atau industri. Analisis ini bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan serta pelunag dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal. Berikut merupakan analisis SWOT untuk penambahan KBLI baru PT SCNP. KBLI 25992 -— Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam a. Strength (Kekuatan) # Fleksibilitas operasional. Sebagai pemain OEM, kemampuan menerima Minimum Order Auantity (MO@) yang lebih rendah dibandingkan pabrikan besar sehingga memungkinkan Perusahaan menjangkau kliek-klien lebih luas # Lokasi strategis. Berada di dekat basis manufaktur perakitan elektronik (Jabodetabek) sehingga mengurangi biaya logistic dan waktu pengiriman bagi klien. e Kepatuhan TKDN. Memiliki sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri yang tinggi, sehingga menjadi pilihan utama bagi pemegang merek yang menyasar pasar pengadaan pemerintah. b. Weakness (Kelemahan) e Ketergantungan Bahan Baku Impor. Perusahaan masih melakukan impor untuk sebagian besar resin/polimer kimia khusus, sehingga adanya risiko fluktuasi nilai tukar (USD). 52
Page 54 OCR 0.938
c. Opportunity (Peluang) e Regulasi pemerintah terkait pembatasan impor barang salah satunya barang jadi alat-alat dapur sehingga mendorong merek internasional untuk mencari mitra produksi lokal (subtitusi impor). d. Threats (Ancaman) e Perang harga dengan competitor Tiongkok. Masuknya produk inner pot dari Tiongkok dengan harga yang sangat agresif menjadi salah satu ancaman serius bagi manufaktur lokal. KBLI 21015 -— Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Ksa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya a. Strength (Kekuatan) Nilai TKDN yang tinggi. Dibandingkan competitor global, perusahaan memiliki keunggulan mutlak dalam pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri yang menjadi syarat utama masuk ke E-Katalog Pemerintah. Agilitas R&D. lokal. Kemampuan. dalam. memodifikasi reagen agar lebih spesifik terhadap varian genotype HPV yang dominan di Indonesia sehingga memberikan akurasi yang lebih relevan. b. Weakness (Kelemahan) Ketergantungan bahan baku enzim. Bahan inti biologis seperti enzim polymerase dan dNTPs sebagian besar masih harus diimpor sehingga adanya risiko fluktuasi nilai tukar pada biaya biaya produksi. c. Opportunities (Peluang) Program skrining wajib pemerintah. Adanya kebijakan pemerintah yang menargetkan pengurangan kanker serviks hingga 2030, menciptakan permintaan yang stabil untuk industri alat tes kesehatan dan penunjangnya. Utilisasi HPV yang diproduksi Perusahaan merupakan salah satu kandidat terkuat. d. Threats (Ancaman) Perang harga produk impor. Adanya produk reagen murah dari Tiongkok dan India menjadi salah satu ancaman bagi Perusahaan. 53
Page 55 OCR 0.955
BAB VI ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN 6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan sebelum adanya penambahan KBLI Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan, dibutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi perusahaan. PT SCNP telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing yang ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah membentuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam mengatur dan menjaga harmonisasi Perusahaan. Berikut adalah jajaran manajemen PT SCNP saat ini : Tabel Susunan Komisaris Jabatan Nama Komisaris Utama Ivanna Nursalim | Komisaris Hendrik Nursalim | Komisaris Independen Liris Suryanto | Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025 Tabel Susunan Direksi Jabatan Nama Direktur Utama Djamarwie | Direktur O Rajini Kanthan | Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025 Tabel Susunan Komite Audit Jabatan Nama Ketua Liris Suryanto Anggota Zulfitry Ramdan Anggota Setiyo Bonorowanto Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025 Pada tanggal 31 Desember 2025, perusahaan memiliki jumlah karyawan tetap sebanyak 133 (seratus tiga puluh tiga) orang.
Page 56 OCR 0.956
6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya Penambahan KBLI Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, di mana tenaga ahli tersebut berkompeten di bidangnya. a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus utama Perusahaan yaitu formulasi kimia dan presisi lapisan, sehingga fokus utama Perusahaan pada bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances menjadi perakitan dan logistik serta formulasi kimia dan presisi lapisan. Adanya penambahan KBLI ini menambah divisi baru untuk kegiatan usaha baru tersebut yaitu operator produksi dan supervisor lapangan (tenaga ahli kimia dan teknisi robotic) sementara untuk jenjang direksi masih tetap sama. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari tenaga kerja lokal namun diprioritaskan yang sudah memiliki pengalaman di lingkungan manufaktur logam dan pengecatan. b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus area kerja Perusahaan yaitu clean room dan laboratorium formulasi sehingga setelah penambahan KBLI maka fokus Perusahaan menjadi gudang dan lini rakit umum serta clean room dan laboratorium formulasi. Adanya penambahan KBLI ini menambah divisi baru untuk kegiatan usaha baru tersebut yaitu operator produksi (tenaga ahli kimia, farmasi dan bioteknologi) sementara untuk jenjang direksi masih tetap sama. 6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru Sebagai perusahaan terbuka, PT SCNP menerapkan pendekatan manajemen risiko yang sistematis dan terintegrasi dalam proses bisnis Perusahaan. Proses identifikasi, analisis, mitigasi dan pemantauan diawasi secara langsung oleh Direksi dan Dewan Komisaris. Identifikasi risiko dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan konteks organisasi, perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dan ekspetasi para pemangku kepentingan. Risiko yang teridentifikasi kemudian dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampak untuk menentukan prioritas penanganan yang tepat. Salah satu risiko utama yang dihadapi Perusahaan adalah risiko keuangan meliputi risiko mata uang, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko permodalan serta risiko operasional dan pasar: - Risiko mata uang. Perusahaan terekspos risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari aset dan liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional Perusahaan. Perusahaan 55
Page 57 OCR 0.948
memonitor secara ketat fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling ' menguntungkan Perusahaan pada waktu yang tepat. - Risiko kredit. Risiko ini timbul ketika salah satu pihak atas instrument keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugiaan keuangan.Perusahaan yakin terhadap kemampuan untuk mengendalikan dan menjaga eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimal karena telah menilai kualitas kredit uang tunai sebagai kelas tinggi karena disimpan di atau dilakukan dengan bank terkemuka yang memiliki probabilitas rendah kebangkrutan. Untuk mengevaluasi risiko kredit rekanan, Perusahaan menggunakan dua devinisi yaitu tingkat atas (penyelesaian yang diperoleh dari rekanan mengikuti syarat dari kontrak tanpa banyak penagih) dan tingkat standar (rekanan memiliki kemampuan memenuhi kewajiban secara penuh). - Risiko likuiditas. Perusahaan telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menegah, dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan cadangan yang memadai dan dnegan terus memantau rencana dan ralisasi arus ka dengan cara pencocokan prodil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. - Risiko permodalan. Tujuan pengelolaan risiko ini adalah melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan bisnis, sehingga dapat memberikan imbal hasil yang memadai pada para pemegang saham, sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan lainnya. - Risiko permodalan. Dalam mengelola permodalan, Perusahaan memperhatikan rasio modal yang sehat antara jumlah likuiditas dan ekuitas. Penyesuaian terhadap struktur keuangan dilakukan berdasarkan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasar. Kebijakan diarahkan untuk mempertahankan struktur permodalan yang sehat guna mengamankan akses terhadap pendanaan. Dalam memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat mengusahakan pendanaan melalui pinjaman Perusahaan juga menghadapi beberapa risiko utama lain yang perlu dimitigasi. Berikut merupakan beberapa risiko-risiko yang dihadapi Perusahaan serta mitigasinya: a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam 1. Risiko kualitas dan keamanan pangan (Food Safety Risk). Merupakan risiko terbesar karena jika lapisan anti lengket terkelupas dapat membahayakan kesehatan konsumen dan mengancam reputasi perusahaan. Mitigasi: wajib memiliki sertifikasi SNI, audit ketat terhadap pemasok bahan baku kimia dan melakukan uji abrasi serta uji ketahanan suhu secara berkala untuk setiap batch produksi. 56
Page 58 OCR 0.955
2. Risiko Operasional dan teknis. Dalam proses coating menggunkan oven suhu tinggi dan mesin semprot otomatis yang rawan ganguan Mitigasi: penerapan preventive maintenance yang disiplin pada mesin oven dan kompresor, system sensor otomatis untuk mendeteksi ketebalan lapisan secara real time dan protocol K3 yang ketat. b. KBLI 21015 -— Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya 1. Risiko Kualitas. Ketika reagen kehilangan sensitivitas sehingga gagal mendeteksi virus HPV atau terjadi kontaminasi silang dalam proses pengisian dapat menyebabkan hasil false positive. Mitigasi: Implementasi ketat standar ISO 13485, dan melakukan uji validasi klinis berkala menggunakan sampel rujukan terstandarisasi sebelum produk dikirim ke lapangan 2. Risiko regulasi dan kepatuhan. Industri alat kesehatan sangat diatur oleh pemerintah. Risiko perubahan standar regulasi secara mendadak, keterlambatan perpanjangan izin edar atau kegagalan audit sertifikasi CPAKB. Mitigasi: membentuk tim regulatory affair internal yang proaktif menjalin komunikasi dengan regulator, memastikan nilai TKDN selalu di ambang batas minimal agar tetap terdaftar di E-katalog pemerintah, serta melakukan dokumentasi teknis yang lengkap dan selalu diperbarui sesuai standar global. 6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual Kekayaan intelektual merupakan salah satu aset penting yang dimiliki Perusahaan oleh karena itu PT SCNP senantiasa menjunjung tinggi dan melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki yaitu: a. Perlindungan Formula kimia seperti komposisi bahan kimia pelapis (pembanding polimer, penguat keramik dan pigmen) yang dijaga sebagai rahasia dagang Perlindungan paten (inovasi teknik). Paten cocok untuk investasi yang bersifat mekanis atau metode baru yang bisa diidntifikasi secara visual atau teknis oleh pihak luar. Strategi merek dagang (trademark). Merek perusahaan sendiri sebagai penyedia jasa coating terpercaya, jika klien mencantumkan logo teknologi perusahana pad akemasa rice cooker klien maka akan meningkatkan nilai tawar dan loyalitas klien. Kepemilikan inovasi. Dalam kontrak harus ditegaskan jika klien meminta pengembangan warnaffitur khusus maka formula dasar tetap milik klien namun aplikasi spesifik untuk klien bersifat ekslusif. 57
Page 59 OCR 0.929
Ta 7.2 BAB VII ANALISIS ASPEK KEUANGAN Asumsi Ekonomi Makro Kami mengasumsikan bahwa keadaan perekonomian di Indonesia secara berangsur akan segera membaik, seperti yang tercermin dalam variabel- variabel yang diasumsikan sebagai berikut: e Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,3946 (yoy), terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh cukup kuat, peningkatan investasi serta akselerasi belanja pemerintah. » Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada triwulan IV 2025 semakin baik, yang tercermin pada: - Inflasi nasional aktual per Desember 2025 sebesar 2,92Y46 (yoy). Untuk asumsi inflasi yang digunakan dalam proyeksi arus kas dalam Studi Kelayakan mengacu pada Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025 sebesar 2,510 Untuk proyeksi sampai akhir masa proyeksi. e Kondisi politik dan keamanan yang diharapkan lebih stabil. Asumsi Proyeksi Keuangan 1) Proyeksi Pendapatan Pendapatan Perusahaan berasal dari penjualan produk electronic home appliances seperti komponen rice cooker dan peralatan dapur lainnya serta penjualan produk medical devices seperti alat deteksi awal untuk penyakit jantung (NAVA), dengan adanya penambahan KBLI, maka terdapat penambahan sumber pendapatan dari penjualan lapisan anti lengket (coating) untuk alat-alat memasak dan inner pot rice cooker serta penjualan collection kit HPV dan reagen HPV. Proyeksi Pendapatan (dalam miliar Rupiah) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Pendapatan | — 395 475 595 685 860 58
Page 60 OCR 0.960
2) 3) Biaya dan Beban Penambahan KBLI baru tentunya menambah biaya dan beban bagi Perusahaan. Biaya dan beban tersebut terdiri atas beban pokok pendapatan, beban usaha, beban depresiasi dan beban pajak. Proyeksi Biaya & Beban (dalam miliar Rupiah) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Beban Pokok 333 398 495 564 705 Pendapatan Beban Usaha Beban Depresiasi Beban Pajak 32 32 33 36 37 26 16 17 13 12 0,9 6 11 16 23 Modal Kerja Perubahan modal kerja bersih yang kami gunakan adalah akun-akun yang operasional dan bersifat recurring. Sebelum melakukan perhitungan perubahan modal kerja, kami memperhitungkan turnover dari perkiraan yang merupakan bagian dari Working Capital. Perkiraan yang dipakai dalam perhitungan perubahan modal kerja ini adalah piutang usaha dan persediaan dari sisi aset lancar, sedangkan dari Sisi liabilitas jangka pendek adalah utang usaha. Asumsi yang digunakan untuk perputaran piutang, persediaan dan utang masing-masing sebagai berikut: Perputaran piutang usaha selama 54 hari dalam satu tahun. Perputaran persediaan selama 87 hari dalam satu tahun. Perputaran utang usaha selama 74 hari dalam satu tahun. Sehingga perubahan modal kerja merupakan selisih dari Aset Lancar dikurangi Liabilitas Jangka Pendek tahun lalu dengan tahun ini (Working Capital), diperoleh hasil sebagai berikut: Proyeksi Modal Kerja (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 (Kenaikan) | Penurunan Piutang 32 (12) (18) (13) | (26) Usaha 59
Page 61 OCR 0.907
4) 5) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 (Kenaikan) | Penurunan (24) (16) (23) (16) | (34) Persediaan Kenaikan (Penurunan) 13 | 13 20 14 28 | Utang Usaha | Belanja Modal Berikut adalah proyeksi belanja modal atas penambahan KBLI baru dan belanja modal untuk pemeliharaan aset tetap untuk tahun 2026 — 2030. Proyeksi Belanja Modal (dalam miliar Rupiah) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Belanja Modal (25) | (5) (5) (16) | (35) Tingkat Diskonto Biaya Modal Untuk mengkonversi arus kas penyedia modal atau capital selama periode eksplisit menggunakan tingkat diskonto (discount rate) dari biaya kapital rata-rata tertimbang (weighted average cost of capitallNACC), dengan perhitungan sebagai berikut: WACC — (We x Ke) # (Wd x Kd(1— t)) Keterangan: -WACC : Weighted Average Cost of Capital - We Persentase bobot dari cost of eguity - Ke Tingkat pengembalian terhadap eguity - Wd Persentase bobot dari cost of debt - Kd Tingkat pengembalian perusahaan terhadap debt Biaya ekuitas Biaya Ekuitas (cost of eguity) (K.) sebesar 10,5846 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut: Kes RF4# (8 (Rm-— RF))- CDS — Rf : Risk Free - B : Unsystematic Risk — (Rm-RP : Risk Market Premium — CDS : Credit Default Spread 60
Page 62 OCR 0.879
Keterangan: — Risk free rate (Rf) adalah tingkat bunga bebas risiko. Risk free rate diperoleh dari website PT Penilai Harga Efek Indonesia/PHEI (d/h Indonesian Government Bond Yield Curve) per 31 Desember 2025 dengan tenor 30 tahun sebesar 6,704. — Beta (8), mengukur sensitivitas tingkat pendapatan dari suatu perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan. Dalam melakukan perhitungan beta, digunakan indikasi beta dari perusahaan pembanding sebagai berikut: Perusahaan Pembanding Beta No | Nama Perusahaan Rasio D/E (Unlever (Levered) ed) Beta 1 | Midea Group Co Ltd 0,63 | 17,652 0,56 Hangzhou Robam $ 2 | Appiiances Co Ltd 09 0 50010 0,91 3 | Bajaj Electricals Ltd 081..| 46196 0,78 4 | Coway Co Ltd 0,62 22,16Yo 0,53 Guangdong Xinbao 5 | Electrical Appliances 1105 32,96Y6 0,85 Holdings CoLtd Sa RTA Crompton Greaves | 6 | Consumer Electricals 0,60 | 3,07Yo 0,59 Ltd Guangdong Hotata 7 | Technology Group 1,38 2,58Yo 1,31 Co Ltd Bear Electric - 8 Appliance Co Ltd 0,88 29,55Y9 | 0,72 Chengdu Rainbow 9 | Appliance Group 0,47 4,25Yo 0,45 Shares CoLtd '”—— | : — 10 Puckoo Homesys Co 0,62 18,036 0,55 — Levered Beta pada tabel di atas telah menggunakan adjusted beta. Levered Beta dari perusahaan pembanding kemudian di unlevered dengan menggunakan struktur modal dari masing- masing perusahaan kemudian dirata-rata. Rata-rata unlevered beta tersebut kemudian di re-levered dengan menggunakan struktur modal dari perusahaan pembanding yang mewakili pasar industri sebesar 17,3696, dari hasil perhitungan tersebut didapat beta sebesar 0,8222. 61
Page 63 OCR 0.882
— Risk Market Premium (Rm-Rf) adalah selisih antara pengembalian pasar dan tingkat bunga bebas risiko. Risk Market Premium diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan nilai sebesar 6,6944. — Credit Default Spread (CDS) menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, kondisi politik — dan creditworthiness. Creditworthiness merupakan ukuran seberapa besar kemungkinan suatu negara gagal memenuhi kewajiban utangnya. Credit Default Spread diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan nilai sebesar 1,62Y2. Biaya Utang Biaya Utang (Ks) merupakan tingkat bunga utang yang harus dibayar oleh perusahaan setelah pajak, yaitu sebesar 6,58” yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut: Kasix(1-t) Suku Bunga Pinjaman. (i) sebesar 8,44” berdasarkan perkiraan bunga yang dapat disetujui oleh Bank pemberi kredit dan tarif pajak (t) sebesar 2294. Struktur Modal Pada perhitungan cost of capital, struktur modal yang dipakai adalah struktur modal yang merupakan hasil perhitungan menggunakan data Perusahaan yang sejenis dan sebanding, dan dihitung dengan menggunakan rumus: D/E Ratio Wa 5 D/E Ratio #1 We-1-Wad Sehingga diperoleh porsi utang (Wd) sebesar 14,794 dan porsi ekuitas (We) sebesar 85,214. Tabel Biaya Modal Keterangan Informasi Indonesia Goverment Risk free-rate (R9 6,706 Bond Yield, PHEI 31 jaan Desember2025 Eguity beta Beta Perusahaan (proxy) (B) Ois222 Pembanding Eguity risk " Damodaran, 1 Januari premium (Rm: 800. 2026 62
Page 64 OCR 0.897
7.3 7.4 7.5 Keterangan Informasi Rating-based Damodaran, 1 Januari Default Spread (REDS) 1620| 2926 Biaya Ekuitas (Ke) 10,586 ng MEMSR)a Interest Rate IDR Bunga pinjaman (i) 8,449 Investment Loan State Banks, Des 2025 Pajak penghasilan (t) 22Y4 Marginal Tax Rate badan Biaya Utang (i) x (1-t) 6,589 Kd x (1-t) Porsi ekuitas er | 85,219 elletd) Porsi utang do 14,790 d/tetd) Net Present Value (“NPV”) Metode NPV ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax). Apabila NPV lebih besar dari nol atau menunjukkan angka yang positif, maka proyek investasi layak untuk dilaksanakan. Untuk menghitung nilai sekarang perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat diskonto yang digunakan. Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,99”o menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar Rp43.430.989.238,00. Hal ini menunjukan bahwa penambahan KBLI Baru layak untuk dilaksanakan. Internal Rate of Return (“IRR”) Metode IRR ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax). Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat diskonto, maka investasi dikatakan menguntungkan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR proyek adalah 33,63”4 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 9,99Y4. Payback Period Metode ini mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, dalam satuan waktu. Semakin singkat periode payback, maka proyek tersebut semakin menguntungkan. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI Baru membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengembalikan investasi dan rencana 63
Page 65 OCR 0.869
biaya modal selama periode proyeksi yang dikeluarkan sebesar Rp60.020.000.000,00,-. Profitability Index (PI) Metode PI ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax) di masa mendatang dengan nilai sekarang investasi. Bila PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan menguntungkan, bila kurang dari 1 maka dikatakan tidak menguntungkan. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,72. Hal ini menunjukan bahwa rencana penambahan KBLI Baru tersebut adalah layak untuk dilaksanakan. Analisis Sensitivitas Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil sensitivitas menunjukkan bahwa kegiatan usaha untuk KBLI baru dengan kode 25992 dan kode 21015 ini tidak terlalu sensitif atau moderat terhadap penurunan pendapatan dan penurunan Cost of Goods Sales (COGS), seperti terlihat pada tabel berikut: Uraian Kondisi Normal “tan Pond 51 1006 15 2th 25 Penjualan dan COGS - menurun NPV 4430989238 | 51210924268 | 28.081.206540 | 169384221801 7845549020 | (1.247.304740) Proftabilty Indeks 112 185 14 128 118 0981 IRR 38631 39" 25900 2109 15,989 9019) Payback Period 3 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 4 Tahun| 4 Tahun 25 Tahun Hasil dari uji sensitivitas di atas terlihat variabel sensitivitas Penjualan dan COGS yang menurun hingga 25” menjadikan tidak layak dikarenakan hasil NPV bernilai negatif, untuk nilai IRR berada dibawah tingkat diskonto sebesar 9,99Y6 dan Profitability Index menunjukkan hasil dibawah satu, dengan catatan variabel lain tetap (ceteris paribus). 64
Page 66 OCR 0.950
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.1 Kesimpulan Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices di Indonesia adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 10 PDB nasional, didorong oleh fundamental ekonomi domestic yang kuat, dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) serta penguatan ekosistem industri dari hulu ke hilir dan transformasi teknologi yang semakin pesat. Pasar manufaktur Electronic Home Appliances ini diproyeksikan tumbuh stabil dengan nilai mencapai USD 19,69 miliar pada 2030 dengan CAGR 6,54 hingga 2030 sementara untuk pasar manufaktur Medical Devices diproyeksikan tumbuh dengan nilai mencapai USD 9,3 miliar pada 2030 dengan CAGR 946 hingga 2030. Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa fluktuasi nilai kurs yang akan mempengaruhi harga bahan baku yang diimpor, adanya perubahan regulasi dan pepatuhan serta persaingan dengan perusahaan asing dalam memperebutkan pangsa pasar, sehingga perusahaan perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan. Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru yang masih sejalan dengan lini bisnis manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices yang merupakan kegiatan utama Perseroan. Secara proses bisnis, terdapat penambahan produk baru akibat adanya penambahan KBLI baru, namun Perusahaan secara teknis mampu menjalankan penambahan KBLI baru tersebut. Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices, kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah dan dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan. Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan dapat menambahkan KBLI baru dengan tersedianya tenaga ahli yang sudah memiliki sertifikat keahlian dalam setiap bidang penambahan KBLI yang baru, manajemen juga sudah dapat menjelaskan seluruh risiko dari bisnis atau kegiatan usaha perusahaan, serta manajemen juga selalu menerapkan etika dalam mengelola hak kekayaan intektual baik yang dimiliki oleh internal maupun eksternal. Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,99”6 menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar 65
Page 67 OCR 0.949
Rp43.430.989.238,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah 33,63”6 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 9,996. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,72. Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru dengan kode 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari logam, dan 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya untuk Perseroan dapat dilaksanakan dan layak. 8.2 Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, Kami memiliki beberapa saran untuk pihak manajemen. 1. Memperhatikan penguatan manajemen risiko keuangan untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar dikarenakan terdapat bahan baku Perusahaan yang masih bergantung dari impor, hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas biaya produksi dan margin keuntungan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dengan melakukan diversifikasi pemasok bahan baku. 2. Mengantisipasi perubahan regulasi khususnya pada industri alat kesehatan dan manufaktur guna memastikan pemenuhan seluruh regulasi yang berlaku termasuk kebijakan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) yang mungkin dapat berubah sewaktu-waktu. 3. Tetap melakukan inovasi produk dan penguatan daya saing guna menghadapi persaingan khususnya dengan competitor asing, dengan mempertahankan kualitas produk, efisiensi biaya dan inovasi berkelanjutan. 4. Terus melakukan audit secara berkala terhadap aspek kualitas dan keamanan produk guna memastikan produk yang dihasilkan tetap konsisten memenuhi standar yang berlaku. 5. Terus melakukan peningkatan kapasitas dan komptensi sumber daya manusia secara berkelanjutan melalui pelatihan teknis, sertifikasi keahlian dan penguatan kapabilitas manajerial guna mendukung efektivitas implementasi kegiatan usaha baru. 66
Page 68 OCR 0.959
LAMPIRAN
Page 69 OCR 0.307
Iiveigsisocy | Lecsosizsciw |2zsse6ro1z6ov | ceozoezriese | sozeeggo1zee | secaLegoztin LaSv Hviwar oergzeresopzl | p2elarLike9k | ogueegrgcirigl | posupuuugrosz | 2zwr86rroo9's9z | 9bz”Lpb”896'ObZ 489URT Yep! 1OSy Upin PB 149952 0601826'Z9b L9£ 6pe”839 599p 519518 9ecul0osc | | 6rc110584 pnlnwuog yel yasy EvgcerLezooL |zcoseereeg |ecieseriasog Jocorogeszse | rissecrecrtol | serori-L99'og dejay yesy Eb1s8y0966s |iseuiwozoz9 |ezezeeorsc9 |seeescreies |esgesersuuya | o0srz01/010001 6Sp'2h8'9408 TPS EL £0E”L #orees'izo9g Jogsuzgisiei | eiscerueg 60S 620158" ueund5ueg yeled Jasy 000'000'66z» |ooo'ooosezw |ooooooeesi ooosoozogeg |ooosooz99is | o00's00z9918 Wweyes ISeJSehU - 00'009'00£ : - Isejsenur exnw buen Leseega.z, o|enguoxgsia Jezereeseoe | rurloroecre Gri'gezzsrp | oosrzgi-goo'e eled Wrepi UsU/e) ueuisye || NVONYI MVAIL L3SV 1x9 1soGirzsc | Liececweeerc | Lp s60rps"zyc | suz6igpawsci | ozzo6i-9os'9Lt | 266'025-00E'LZL Je9ue1 joSy uelnp ai 060 992 511 96rzee-Lze SppBLL 59 L0C BLP'SLS 95 181908 #ynwp sekegip uegog LesceLcig Joiusrcroc Joosezeicee Jorwizeorogi |oowieortizyi | ocergeg'sore eynw buen s Sp L£VBLL - # 78£ 288898 14178606621 Dinwup sekegip yeleg Gezsezzeoos |11820L091S» |9ogoeeewiwos |19zoseoeee2 |ccwrsgtoese | ssozsgziwee veeiposiog LegezerooLL |soorewisut Jizeezeceiir Jocesegcerwi Iueoscossgi | eoiosgezwei rel - ule| buejnig 0210221906 |9re'icosogwr |eoceoseraee Joseers'sooot |zskoszseees | oroeey9loze eyesn Sueinid z219p1866'58 |soz9oisruel | sesuisesocii | oozuseussg goL099EpLS| | zigpepcrr6z se1 2ejos uep se MVONYT L3SV| Lasv| szoz pzoz ezoz zzoz Izoc Ozoz Isdinysag Sz0z HMIAWASAG L£ - 0z0z YIAWAS3G L£ JGOIMId MAL VSVMUId VAVLNVSNN VALID SVAVIIS Ld ATNO LNIWYI — SIMOLSIH NYONYNAY ISISOd NYVMOdVI (HvIaNY NYNLVS WVIYA) 13SV INVSIdWVI
Page 70 OCR 0.301
Lireireisgcr | bersesiastiw |uzssosoicoow |esozseonises |eoreenaor zee | ecnzeeozt SLINYA NYA SYLIISVII HYIWNT sscyaneceise |ergsutesesae |reeeeowrewse |asaersriogses | cerzusesiupe | eeeogererise Svlinya HW, sozgizse6ez |oskeekosati |serzeggega o(utecrsgorai) Kocgcizscgr) ((o96es1-8c9) (usyap) egg opresi (oor'rzp00'06) | - - & & I- unseay weyes| Grrcsogoocol |erpzeosoocoL |errzeogoozoL |errzs0g00zo1 | 6rzeog00z01 | 6r250800201 JOPSP (EPOW UEyEGLLE || 000000000082 | 000'000'000sz | 000100000082 | 000'000000'08. | 0091000/000082 | 000'000005082 weyes jepon| SvLInN3 Gsesice1swL |asaoeceasap |eegsongzrys | oepuigorsuw— | ozosigzcewe Swarievn HW zeserceooz, |ekcggerci Jengesuresor Jeraisworazi | u0seezrepi Buelueg eybuer seypaeri yejunr zesercgoozL |sizicgosrzL |sogeszeesoL lergisroraz Juoceozrwi Suelued exbuel ebay vejeawi seynaen ONYPNYd VXONYP SVLITEVIT 12629011529 | sewesgoocyc (scoseczreew |ukgsowoosye | eraroeerezwor yapuag exbuer seyngei uekunp. - - - dye jase veyegwad Bueyn -unyey mes tuerep odwag ymel buelued exbuel Gue ubegi grup Jisuces |- : : wenjunbBuegp EMS) seszisosg, |reerigee — Jioveseeia | awoeurees 00519 LP jenuye uegag 119615016 segrigeorz |esroosyoc9 |- 29999027. uejenluad Bynw buen 000219463 — |- 5 te inup ewualp uejedepuad LiSGrotorL |osouigsoz oo |eogiosuure |ooeeus ooreLwce | elotgoooi Deled Buayn Lovzi9zoers |6g6r9rcitc |covgecesice |esesageagee Isiozegewei | seuvacgvewc 'yesn buein 0982651 098 PEBSL z9c120161 — | veooseyec F z ue-uej buen : P 5 6156579666 yapuad eyfuel yueg buein MIGNIS VYONYP SVLSVII ne Scoe pot £z0e L14 Ro ozoz isdiysag HVIdNH NyNLVS WyIya) SVLINMI 8 SVLIMISVIT Sz0z MIAWISAG L£ - 0202 MIAWISIG L£ 3GO1IM3d MAL VSVMAId VUVLNVSNN VELII SVUVTIIS Ld ATNO LNIWYVI — SIMOLSIH NVONVNAY ISISOd NV4OdVI II NVAIdWNYTI
Page 71 OCR 0.328
zivgieeolsl |eisssriraai |soozeewscei (oezrelzelci) (eceocewesy) (looi-zegooer) NY Tr 438 NNHVL VSVI (re9cesyeei) (tosrse9uz0) Neseoeesesu) |eesegocer Jeerrossecp | eogvozuiz JUN - UBIISBUBUOd YelEd LEGO gsLesezeweL | 6or'lvoe9sei | sizeisopo1z |G9egzoeswoi) ((lozpoozzee) (lezozs9veir) 193 IerlI916r3| |ozwirvosscc |sicrioeerss | oewlosceril |18roceoerel | cerzoesoci TENO1 690915199pL Jowrrbi9gl (eceseoocsi |eriserzowtt JasssceozoeL |szieoeeesui UIS)Og - UIE| - UI “3 ha 000 S6Z S08 6£ ka 3 - WBUPS ISEJSSAUI vesedajad EGET (c96'017'8€1) (068”z00'992) (6p1'p89091) (cz6z68”1p) (oz£-109'0z) (01y681'86c1) veSueney uegag IeziSp10p |ozgzooseos — |orogewtus L19p0E”19 SE6 407122 96P8p0P28”L ue6uenay uejedepuag SEL 18'0p6 CLLi'oorioes) |Leeroozewrsc) |(cogoseoeezz) |lercrzgeozcz) |locz6zzercO) TEE - - - - - 2 Iseysulwpe uep wnwn uegog Iseiseidag SEL 18T'0P6 (kLi9orioee) |eeoozerrec) |(cogoseoes'zz) |lerezoeozc2) (lorzezzereOi) VOLI93 EreLigrsole Jiioeocreze |zeseolritus |ecsesorooee | iseozgsosee | L16962'Lobrbt IsejJslulupe uep wnun vegeg 0696159 z6 CpE MP2 5 £ 2 - uesesewod uep uejenfuad efe1g (Rvo1seJado uRgag sogziweLeze |arezewssiya | sescresogg oo ssgglkekkoL |eeZercgelOL | Z692L08SL8Z 10104 2921 OrOz6B6pE yo | sOcbr6GzcBel |16r866899C81 | 195e88OLpOrl | 816€pc90SLIc | pos LI OE9Lic vejedepuad YOOd UEgog| Sozpoce9c1ec | 2ow16esseciz | zeeivebeeiei | seccoovesosi | Lizser'coreea | Loweeigeyeea eyesn vejedepuad szoz coz £zoz zzoz Izoz ozoz Isdjysag (Hvian4 NyNLvS WvIva) Sz0z MAGWASIG L£ — 0z0z MIAWISAG L£ 3GOIM3d MAL VSVMMId VAVLNYSNN VALII SVAVIAS Ld ATNO LNIUYd — SIMOLSIH IONM VAVI NYHOdVI II NYSIJWYI
Page 72 OCR 0.336
N L09LS66069LZ | S6L'L£££6S'S09 | SEE T16POL9ES | 9s/ 79S'ST8'1Lb BEOL2P 916 vb 13SV HVIWNr LI89p€LO9LL | LE0Eb2Owvcsi | 9seir9eicosi | gez8zgz10z9L CEp LLLS9CELL JedURT YEPIL JSY Uejuinf PSB L19 GC PSB L49 GG PSB L19 GGC poB 119 SG PSB L19 GC pninmuag ye) yosy o9s9zveciL |uceceeespe |esuraasace | 9ierceereegres £9L LSG ES VOL dero yeSV ese,eccagwy | 9ogeovester |ec99sb6sorvr | sooce9rseser P9L LL8'GZB YG ISEISONU| IHOdoid| 6Spz78'9108 6Sb'Zp8'9108 652589108 6Sy'Zr8'910'8 6Sy2P8'9108 ueunbbuej yeled yosy 000000662” 000”000'66Z 4 000'000”66Z' 000'000”66Z 4 000"000'66Z 7 weyes ISEJSOAUJ IseJSeAUI EyNW Guen LEG EEBSLCL L6Seeec1cL Legeega1cL Legeesa,cl L6G££8 CL yeled wrepy ueyi6e) ueuisye |. MVONVI MVOIL L3SV 062PO9S6B'OkS | SSL 88sccL Esp | 6rorLee'seg'sae | 996 EL TS1SL£ 909 £p9'0L1 692 JeDURT JaSy Uejunf:| 2 - - - - eynwup JeAegip uegog LsgzelzL1'8 LegzelzLZ8 LeszelziL8 LSGcel LB LescelzIL8 einw buen| - - - - 5 &inwip 4ekegip xeled zcev10c6c'891 |ocoseloszret | oseoseecesil | Lrs'sewool-c6 F80'9Z0 19961 upeipaSJad| LeBecer9oll |icgezergol | Legezewoorll | Legecerrooril 16862£p90'LL ule| - ure| Buegnld Ovr90r'866cL | cewe czs6lol | gag96'9scee 220 6£1 96901 Sp8'6SL 9E8'8S eyesn buejnig ISC L9/ 821 pcc |resereec996l | 6cogeisgacesi |£c290pLIosi SOC 566 '9EF LLL SPM BIEJAS UPP SEY| NVONYI LISV 13sv ogoz 6zoz gzoz 102 9zoz Isduysag 0£0z WIAWISIG L£ - 9z0z MJAWISIG L£ 3gOl43d MAL VSVMMId VAVLNYSNN VELII SVUVTIS Ld (Hvidn4 NynLyS wWyIya) 13SV Nuv3 19X NVHVAWNYNId NYONIG NYONVNAM ISISOd ISM3AOUd NY4OdPI AI NVSIdWVI
Page 73 OCR 0.340
Soo'Ls6r6og'OL2 | sezisecescos | serz6woroece |oszzowezerLiy | ZE012WO16 bb SVIIMYI Wa SVINISVI HVIWAT segrecorsesess | ewagorcuoup | sewesoguzsiw | ereresorg29rO1e 1z019wyoosse SVLINM3 HYAWNP gegosiiesica | seerezeoweri |aroiewruzee | ooeiapuors 7162190002 p) egei opres (0orrrzv0002) Koorwrzrooos) |loorvrarooos) |(oorvrzyoo'os) (oo vyz-y00'02) unsea weyes, Grrz6ogoocoL | Gwrzsosoozo: |evweosoozo: |evezeogo0ozo1 | erir260800201 Jo1esp jepow veyegwei On0-000“000'ose | o00'000'000'osz | on-000-0000sz | o00'000-000-0sz — | 000'000-000062 weyes (pon SvLINY3| Izxcieyistol |oseercozewei | sozeeeozeoci | 20ws0szvitoL | sroooe11616 Svaniava Hvawar zseezgoozL |aseeszsoozi |zceevzsoozi | zeeeversoorzi zE66pTB00ZL Buefueg ex5uer seyigeri uekunr ze6erzgoozL |aseevzgoozi |zeeerzsoozi Jaceeresoozi Z266P2B00C1 Buelued ey6uel elioy uejegwi seujaern - - 2 - - Guelued eybue/ yueg Suein ONVTNYA VAONYP SVLNISVII Gezzo9oosisi |emwesetigzzi | Lurzsoreigreo1 | surescerires PBO'OLL£96'S2 Hapuag e6uer seylgern yepunr) daya 1as2 ueyagwad Suein unyej mes wejep odwaj unjel uelued eySuel Gue ueibeg) gevpugpcv o lewezeuwey Jervezeusay Jerweeusay Sep BL Lt veyun65uenp Bmos| esezisoegi Jesezisosgi Jesezisosor Jesecisos9i 896 2190691 jenne uegog LL96LSOL6 Z19 6LS'OL6 LL9ELSOL6 LL96LS0L6 LL96LS'0L6 vejenluad synw Buen Sanwp ewuaup vejedepuag LLSGpOVOVL LLSGpO'YOVL LIS SpOvOPL LISSkOYOVL LIS SpOYOPL xefed buein sactizasoeri |esezogerewii | LLeiszrossroo1 | siorzos-ozgrog p29816”56919 euesn buein 0982631 098 1261 098 26SL 0982651 o9g'ye6'sL urej-urei buein - - - - - yopuad exbuel hueg Guein| | MIANSA VAONVP SVLNISVAI | Sina O£oz 6zoz gzoz 1 9zoz isdjyisag 1202 (HVIdNM NYNLVS WYIVA) SVLINMI 8 SVLIIGVIT 0£0z HIAWASIG L£ - 9z0z MIAWISIA L£ 3GO1M3d MAL VSVMUId VAVLNVSNN VULLII SVAVTIS Ld Navg I19M NVHVINVNId NYONIG NYONYNAY ISISOd ISMJAOUd NVWOdVT A NYAId NYI
Page 74 OCR 0.374
1yp996 19128 ESL CPO S6P SS TP£ 086665 8£ BE BEGELYLZ 198 S6ES9OE 6L6SLLepeec 956 LpP2S9 SL €p6 1118801 S61990€119 YE8865y98 09£ z20'S0L'90L 60206pZPLLZ 982791 18Y 6 £2S 79998112 20166626 09£ z20'50L90L 60106# PL LL 92 SL 18P 6 £cS 9998212 20166626 295622 OLZLL 099 Lezz8peL p22 02061 LL 586182 9ES9L 96C EBE LE8'S2 226 LOE'S184LL Oz€Ezzz 093 65051178999 BOS 9pp CE bb 866 12£ 19162 000'000'005L£ 000 000'05£9£ 000'000'00z££ 000 0S £9vz£ 6z9pge0zz£ 000 000 00S SE 000 000'00S PE 000 000'00S L£ 000'0S# 91 L€ Trl080E8L LE 0000000002 000 000058 L 000 000 002 | 000”000'00E | 218p pO£cOL uejelag unye| 16ny uejiseySuad yefed (uegeg) peejuen uejisey6uag yefeg wnjagas 16ny uebuenay urgag PAuulej urgog 3) xefeg uep e6ung wnjagos 16ny iseisaidag jejo| iseisaudag 1193) 'sesipowy uep iseiseidog “yefeg “e6ung wnjagas 16ny Isegsiulwpe uep Wnwn uegag ueJesewad uep vejenluad uegag IeuoiseuadO uegog zzeLoe's1e'ssl o|ozecacogeroci | esorszi-pegres 80596898191 | 1297911619 oyrug ege3 szoge9pz9voL |ocgZiZelovos | ireregsilser |zereoreicees | sogoleseeees uejedepuad yoxod uegag G00r000"000ro98g | oogro00r0oorsg9 | ooo'000r000'ses | Oo0r000'000rszp | zez-69'01£”s6t uejedepuag ogoz 6zoz gzoz 102 9zoz vebuesajay 0g0z MIAWIASIG L£ - 9z0z MAIAWASIG L£ 3GOIMId MAL VSVMUId VAVLNVSNN VULII SVUVTIS Ld (Hvidns NynLyS WvIva) NavI I19M NYVHVANYNId NYONIG ISM3AONd IONU VAVI NYHOdVI IA NYUIdWVI
Page 75 OCR 0.259
ITN 3 Toeafeg 1819809622”, ' sege wa SET 6B6OEP EP AdN TPS TSGOSP LL PA COpELI 8181 605662 LEPSI BOrO18171ET ooor0orozoro9) Uisiag sey Snay ul en) Lizgo ze890 sis1'0 992810 28060 9-eoe'0 voysig sopfej 1666'6 266616 166816 1266'6 24666 10666 1uoysia rexBung | 26010 ueungwnyyad 1ex6u!,. 00 00 oo 00z 00 u CEL TG POOBE Sioseesowe 910129 VLVG SES 18011981 Sep BPR EPS (000r000-020-09) Uisiag SY Snay| (Ke (uso'oo9'sogSL) (segoez'see'1z) (Crvsoresi-vi) 199206 GESLZ LSN TEPON USUPONJOd| (ere'cegreverse) (evercesreoxsi) (erereeeerea) (erereeeerea) (evereee'coo'ce) TepOW eluejag - - - - - eoza ebungseg Burn ueyeaniag 298 62201114 O9g LerTerel PL 02016124 906181 ETIL 962 ERP 128 GT isersandag ana ang anal ET ansi Lpp956”19178 ESL TPO'SEPSS Tpe O8666s8c Bze Bes EL9LZ 19856590 vejefsog unye) (1Bnu) 2924| GLGSLLEreec 996 Lb ZS9SL €p6 41 88 OL 561 990E119 VER 863 P9B “releg vegag | o9e'z10's01-901 601/06172p4-42 SET YEL 18P EP Ex5”y09982”17 701/p66'626 yefeg wnjogas (1Bny) ege1 F - PF 3 ” ve5uenay uegag| 092220501901 6027061720112 sezyeL-18pep 25 y0908217 201y686z62 193 295620111 099 LE228PEL P2L 020161 LL S6 181 GOL 962 682 128 C2 iseisaudag TZ6 L0251811LL 012222”029”p8 65052148989 0S 9ppEZE PP 866222”19162 VA11S3| 0001000'005'se 000/009/005 y£ 000'000'005-1£ 0006p E91 1 Tri OBOE8) Is21Suwpe uep wnuwn vegog 000'000'0007z 000'000'068"1 000'000'002" O00'00g'00e-1 48h POR YZO'L Uesesewad uep uejenluad uegogl T26 106 SLE SSL 012 222”086 024 65051788166 20596898291 1297911619 oug ege3 810 B69 29 OZ OEFLLI LO PIS Ww6rcgsiiser | Zereol ice SogoLesereee vejedepuad xoyod Uegeg| 0001000”000'098 000”009'000'589 O00'00g'000ses — | o00-0000001517 26261901 S6C vejedepuag oeoz Gzoz szoz 1zoz 9zoz Uebuelejay (Hvianu NyNLVS WvTIya) 0£0z YIAWASIG L£ - 9z0z MJIAWISIG L£ 3GOMId MAL VSVNAId VUVLNVSNN VELII SVUVTIS Ld OLNOYSIGMIL SVM SNUV INA NVSId NYI
Page 76 OCR 0.379
UNUB| Sx UnUB| p unyej $ unyeI Y unyej £ unyej € polag YoegAed 46106 0695 GL 660 0026 SC 90L66£ KE9EE tete 860 EL sc EPL 'S8'L cl Syapu| Aji ge1yOld (ovzpze1pz 4) | 0z06rS'Sb8"1 08122r8E69L | OrS9ecLcOOc | 99zvc60Lc 1S | 8Ec686'OfbEr AdN uninudu - SD0) uep uejenluag Ie 02 SL YaOL KI IsIpuoy ueyegniag IEWION ISIPUOY uerean (HvIanY NyNLYS WvIya) MAL VSVMUId VUAVLNVSNN VULII SVUVTIS Ld SVLIALLISIS IPN IIA NVSIdWVTI
Page 77 OCR 0.966
LAMPIRAN SURAT REPRESENTASI
Page 78 OCR 0.943
" rkasa Tbk No. 036/SP/SCNP-KJPP/IV/2026 Bogor, 21 April 2026 Kepada Yth. KJPP BENEDICTUS DARMAPUSPITA DAN REKAN Jl. Musi No. 38 Jakarta Pusat 10150 Up. : Yth. Bp. Ir. B Supriyanto D, M.Sc., MAPPI (Cert) Hal : Surat Pernyataan atas penugasan Jasa Konsultansi Studi Kelayakan Penambahan Bidang Usaha (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia / KBLI) sesuai dengan Kontrak Ref. No. BDR 26P - 105/R1 tanggal 13 Maret 2026 yang telah disetujui oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk Dengan hormat, Merujuk pada perihal tersebut di atas, berikut adalah pernyataan dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk atas penugasan dimaksud untuk menunjang keperluan penyusunan studi kelayakan penambahan bidang usaha (klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia) dalam penugasan ini akan digunakan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi, sebagai berikut : a, Kami menyadari tanggung jawab kami untuk menyediakan informasi yang relevan, benar dan selengkap- lengkapnya, yang tersedia bagi kami, termasuk pengungkapan fakta-fakta — material yang dapat mempengaruhi penilaian ini. Untuk mempersiapkan penerbitan laporan penilaian anda, kami telah meyediakan data-data dan informasi yang dibutuhkan sebagai berikut: 1) Company profile Perusahaan 2) List aset tetap per tanggal 31 Desember 2025 3) List property investasi per tanggal 31 Desember 2025 4) List aset takberwujud per tanggal 31 Desember 2025 5) List aset dalam penyelesaian per tanggal 31 Desember 2025 6) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2020 7) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2021 8) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2022 9) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2023 10)Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2024 11)Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2025 12)Proyeksi Bisnis Perusahaan 2026-2030 13)Akta Pendirian PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk 14)Perubahan Anggaran Terakhir PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbi 15)ljin Usaha PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk 16)NPWP PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk b. Bahwa seluruh informasi dan pernyataan baik secara lisan maupun tulisan serta dokumen baik dalam bentuk asli maupun foto kopi dan/atau salinan yang kami sampaikan kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan yang kemudian digunakan dalam analisis dalam pemberian opini nilai adalah benar-benar berasal dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk, lengkap dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada tanggal penilaian sampai dengan dikeluarkannya laporan penilaian.
Page 79 OCR 0.944
| 1 ba antara Perkasa Tbk. Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam penugasan penilaian, kami PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan termasuk di dalamnya anggota rekan dan seluruh staff yang ada dari tuntutan kerugian harta, gugatan dan tanggung jawab (semuanya dalam bentuk apapun juga) baik secara sendiri-sendiri maupun institusi yang timbul secara langsung maupun tidak langsung terhadap pihak manapun juga apabila hal itu diakibatkan oleh kesalahan penyampaian data dan informasi apakah yang disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi, dan/atau salinan dari kami. Bahwa data-data yang diberikan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, bersifat rahasia dan diperuntukkan hanya oleh dan antara pihak-pihak yang terkait dan/atau mempunyai kepentingan di dalamnya berikut akan digunakan sebagaimana mestinya oleh KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan sesuai dengan Kontrak Ref. No. BDR 26P —- 105/R1 tanggal 13 Maret 2026. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk kepentingan penilaian yang dibuat oleh KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan. Hormat Kami, PT SELARAS CITRA NUSANTARA PERKASA, Tbk DJAMARWI LITARA PERKASA Tbk, Direktur Utama
Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indonesia Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita
p.2
unresolved
org
BAPEPAM
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP BDR
p.2 ×12
unresolved
org
Pusat Statistik.
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.5 ×9
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita
p.5 ×9
unresolved
person
Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita
p.5 ×6
unresolved
person
Timbul Nauli Nainggolan
p.7
unresolved
person
Calvin
p.7
unresolved
org
PT SCNP
p.9 ×43
unresolved
org
Kualifikasi Penilai KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.11
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.11 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Menteri
p.11
unresolved
org
Menteri Agraria dan Tata Ruang
p.11
unresolved
org
Pertanahan Nasional RI
p.11
unresolved
person
Djamarwie-Direktur
p.11
unresolved
org
PT SCNP Bangun Persada Tbk
p.12
unresolved
org
Bangun Persada Tbk
p.12
unresolved
org
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkuntuk
p.16
unresolved
person
Arsono
p.16
unresolved
org
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkdengan
p.17
unresolved
person
Sukawaty Sumadi
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.19
unresolved
person
Ernie
· Notaris
p.19
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19 ×3
unresolved
person
Dhyah Madya Ruth S.N.
· Notaris
p.20
unresolved
org
PT Selaras Citra Nusantara
p.22
unresolved
org
Bank Indonesia
p.29 ×12
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.30
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.31
unresolved
org
Bank Indonesia Pertumbuhan Uang Beredar Rp Tniliun
p.33
unresolved
org
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
p.35 ×2
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
p.36 ×2
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
p.36
unresolved
org
PT Indonesia Prima Eguipment. Berfokus
p.39
unresolved
org
PT Whitford Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Multi Mayaka. Memiliki
p.39
unresolved
org
PT Bio Farma. Memproduksi
p.39
unresolved
org
PT Enseval Medika Prima. Memiliki
p.39
unresolved
org
PT SCNP. Perusahaan
p.41
unresolved
org
PT Selaras Medica Digital Indonesia
p.41
unresolved
org
PT SMDI
p.41
unresolved
org
PT Kimia Farma Trading
p.41
unresolved
org
Kementerian Kesehatan.
p.49
unresolved
org
PT SCNP. KBLI
p.53
unresolved
org
Midea Group Co Ltd
p.62
unresolved
org
Appiiances Co Ltd
p.62
unresolved
org
Bajaj Electricals Ltd
p.62
unresolved
org
Coway Co Ltd
p.62
unresolved
org
Co Ltd
p.62
unresolved
org
Appliance Co Ltd
p.62
unresolved
org
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbi
p.78
unresolved
org
Perkasa Tbk.
p.79
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.