Skip to content
Back to announcement

20260430_SCNP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32075667_lamp2.pdf

Other Text extracted SCNP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 79

Page 1 OCR 0.956
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KLASIFIKASI BAKU
LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI) BARU

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk
Page 2 OCR 0.909
BJ Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Bisnis (B)
(TN Wilayah Kerja : Indonesia

Kantor Jasa Penilai Publik
Benedictus Darmapuspita dan Rekan
Iin Usaha Kantor Jasa Penlai Publik No.2.120109
KMK No. 696/KM.1/2012
Surat BAPEPAM No. S-8154/B/2012

Jakarta, 22 April 2026

Kepada Yth

Direksi

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk
Jalan Raya Narogong Km 19

Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004
Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820

Hal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk

No. Laporan: 00194/2.0103-00/BS/04/0121/1/IV/2026

Dengan hormat

Sehubungan dengan penugasan yang diberikan oleh PT Selaras Citra
Nusantara Perkasa Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas terbuka yang
bergerak di bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan
Medical Devices, yang beralamat di Jalan Raya Naragong Km 19, Dusun Pasar
Angin, RT/RW 003/004 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820, mengacu pada
Proposal Ref. No. 26P-105/R1 tanggal 13 Maret 2026, dari Kantor Jasa Penilai
Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan (“KJPP BDR" atau "Kami”) kepada
Perseroan, Kami telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) baru dengan kode 25992
— Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam, dan 21015 —
Industri Alat Diagnosis Media, Perban, kasa, dan Penunjang Kesehatan
Lainnya.

Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi
pernyataan bahwa penambahaan KBLI baru dengan kode 25992 dan 21015
oleh Perseroan seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK 17/2020”) adalah layak atau tidak layak.

Dalam Studi Kelayakan ini KJPP BDR mengacu pada (i) POJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35/2020”), (ii) POJK No. 17/POJK.04/2020, (iii) Kode Etik
Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII — 2018
(SPI Edisi VII — 2018), dan (iv) SPI Edisi Revisi - 2020.

Pusat :

Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) Jl. Musi No. 38 Cideng — Gambir Jakarta 10150

Telp. : (021) 3448577, 3518414, 3618235, 3813522, 34832688, 3813146, Fax. : (021) 359618

Website : wwwbdr.co.id, E-mail: info@bdr.co.id
Cabang
Surabaya : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (031) 8732820, 8782821, 08113481191, 08113471191, E-mall : surabaya@bdr.co.id
Makassar : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0411) 4671005, 085100040950, E-mail : makassar@bdr.co.id
Medan : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (061) 42566654, E-mal : medan@bdr.co.id
Sukoharjo : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0271) 7469143, E-mail : sukoharjo@bdr.co.id
Denpasar : Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB), Telp. : 08113838466, E-mail : bali@bdr.co.id, info@bdr-bali.com
Page 3 OCR 0.959
Latar belakang penambahan KBLI baru pada industri manufaktur (produksi)
Electronic Home Appliances dan Medical Devices didasarkan pada peran
strategis kedua sektor tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
nasional. Sebagai bagian dari industri pengolahan, kedua sektor ini secara
agregat memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia, dengan total
kontribusi sektor manufaktur yang melampaui 18Y4 menurut Badan Pusat
Statistik. Dengan karakteristik pasar domestik yang besar serta dukungan
kebijakan pemerintah, kedua industri ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan
jangka panjang yang kuat.

Dari sisi Electronic Home Appliances, Indonesia memiliki basis permintaan
yang sangat besar dengan lebih dari 70 juta rumah tangga, sehingga
menciptakan kebutuhan yang stabil terhadap berbagai produk peralatan rumah
tangga, khususnya alat-alat dapur. Pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi,
serta perubahan gaya hidup masyarakat turut mendorong peningkatan
konsumsi produk-produk yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan
teknologi. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memperketat penerapan
Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mendorong peningkatan Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi faktor penting yang menciptakan
peluang bagi pelaku usaha domestik. Regulasi ini tidak hanya meningkatkan
kualitas produk yang beredar di pasar, tetapi juga memberikan perlindungan
terhadap industri dalam negeri dari tekanan produk impor, sehingga mendorong
tumbuhnya investasi dan kapasitas produksi lokal.

Sementara itu, dari sisi industri Medical Devices, Indonesia tengah berada
dalam fase transformasi menuju kemandirian industri kesehatan, khususnya
pasca pandemi. Tingginya ketergantungan terhadap impor alat kesehatan
sebelumnya menjadi perhatian utama pemerintah, sehingga berbagai kebijakan
diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri, termasuk melalui
peningkatan TKDN. Pemerintah memberikan berbagai insentif bagi perusahaan
yang mampu memenuhi persyaratan TKDN tinggi, salah satunya berupa
prioritas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal ini menciptakan
peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan
pangsa pasar, terutama dalam pengadaan oleh fasilitas layanan kesehatan
milik pemerintah.

Selain itu, perkembangan sektor bioteknologi, peningkatan belanja kesehatan
nasional, serta perluasan cakupan layanan kesehatan turut menjadi pendorong
utama pertumbuhan industri alat kesehatan. Kebutuhan akan produk-produk
seperti alat diagnostik, peralatan laboratorium, hingga perangkat medis
berbasis teknologi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan.

Dengan demikian, penambahan KBLI pada kedua sektor ini merupakan
langkah strategis untuk menangkap peluang pasar yang besar dan terus
berkembang, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem
industri yang didukung oleh kebijakan pemerintah. Langkah ini diharapkan tidak
hanya meningkatkan kinerja dan diversifikasi usaha perusahaan, tetapi juga

2
Page 4 OCR 0.947
berkontribusi dalam mendorong kemandirian industri nasional, peningkatan nilai
tambah dalam negeri, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hasil Analisis

Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri manufaktur
(produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices di Indonesia
adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 105 PDB nasional, didorong
oleh fundamental ekonomi domestic yang kuat, dukungan pemerintah dalam
mendorong peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri
melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) serta penguatan
ekosistem industri dari hulu ke hilir dan transformasi teknologi yang semakin
pesat. Pasar manufaktur Electronic Home Appliances ini diproyeksikan tumbuh
stabil dengan nilai mencapai USD 19,69 miliar pada 2030 dengan CAGR 6,544
hingga 2030 sementara untuk pasar manufaktur Medical Devices diproyeksikan
tumbuh dengan nilai mencapai USD 9,3 miliar pada 2030 dengan CAGR 9Y
hingga 2030. Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan
signifikan berupa fluktuasi nilai kurs yang akan mempengaruhi harga bahan
baku yang diimpor, adanya perubahan regulasi dan pepatuhan serta
persaingan dengan perusahaan asing dalam memperebutkan pangsa pasar,
sehingga perusahaan perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi
kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan.

Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru
yang masih sejalan dengan lini bisnis manufaktur (produksi) Electronic Home
Appliances dan Medical Devices yang merupakan kegiatan utama Perseroan.
Secara proses bisnis, terdapat penambahan produk baru akibat adanya
penambahan KBLI baru, namun Perusahaan secara teknis mampu
menjalankan penambahan KBLI baru tersebut.

Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki
keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang manufaktur (produksi)
Electronic Home Appliances dan Medical Devices, kemampuan Perseroan
dalam menciptakan nilai tambah dan dapat memitigasi risiko persaingan,
sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.

Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan
dapat menambahkan KBLI baru dengan tersedianya tenaga ahli yang sudah
memiliki sertifikat keahlian dalam setiap bidang penambahan KBLI yang baru,
manajemen juga sudah dapat menjelaskan seluruh risiko dari bisnis atau
kegiatan usaha perusahaan, serta manajemen juga selalu menerapkan etika
dalam mengelola hak kekayaan intektual baik yang dimiliki oleh internal
maupun eksternal.

Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan
menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,99”o menunjukkan bahwa nilai NPV
dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar
Rp43.430.989.238,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah

3
Page 5 OCR 0.921
33,63» lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 9,99”o. Berdasarkan
perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 3
tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami
lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan
tersebut adalah 1,72.

Kesimpulan

Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di
antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru dengan
kode 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari logam, dan
21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang
Kesehatan Lainnya untuk Perseroan dapat dilaksanakan dan layak.

Surat Pengantar ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
Laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP BDR.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan
penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen dan kami tidak
mempunyai kepentingan apapun. atas usaha perusahaan yang dianalisa
maupun atas hasil studi yang telah dilaporkan. Kami tegaskan pula bahwa kami
tidak menerima manfaat atau keuntungan apapun dari Studi Kelayakan yang
kami laporkan, baik saat ini maupun di masa datang.

Hormat kami,
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
Pimpinan Rekan

ane

Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert
Nomor Izin Penilai Publik — : PB-1.09.00121

Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB)
MAPPI : 94-S-00409

STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/ST TD-P/2017

No. Register : RMK-2017.00108

PA ne D0
Page 6 OCR 0.952
PERNYATAAN PENILAI

Terhadap batas kemampuan dan keyakinan Kami sebagai Penilai Independen,
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Studi Kelayakan
ini adalah benar sesuai dengan dengan pemahaman terbaik dari Penilai,

2. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap Objek Studi
Kelayakan dan Tanggal Studi Kelayakan,

3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang
dilaporkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,

4. Nilai yang dihasilkan dalam Penugasan Studi Kelayakan telah disajikan
sebagai dasar hasil kesimpulan:

5. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam
laporan Studi Kelayakan ini,

6. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari
berbagai sumber yang. diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan,

7. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap objek Studi Kelayakan,

8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil opini Studi Kelayakan
yang dilaporkan:

9. Pada Studi Kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada POJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Kode Etik Penilaian Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (KEPI & SPI Edisi VII —
2018) dan SPI Edisi Revisi - 2020.

10.Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang
ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang
diakui Pemerintah:

11.Penilai memiliki pemahaman mengenai objek dari Studi Kelayakan yang
dilakukan:

12. Penilai melakukan inspeksi atas objek dari Studi Kelayakan yang dianalisis,
dan

13.Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah
menyediakan bantuan professional dalam menyiapkan Laporan Studi
Kelayakan ini.
Page 7 OCR 0.883
No. Nama Tanda Tangan

1. | Penanggung Jawab:
Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert)
Nomor Izin Penilai Publik — : PB-1.09.00121
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB)
MAPPI :94-S-00409 »
STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017 —
No. Register : RMK-2017.00108

2. | Pemeriksa:
Timbul Nauli Nainggolan, S.E., MAPPI (Cert)
Nomor Izin Penilai Publik : P-1.09.00123
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) # .
MAPPI :95-S-00561 (padi U—
STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PP-31/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK (IKNB) : 042/NB.122/STTD-P/2017
No. Register : RMK-2017.00116

3. | Penilai:
Calvin, S.E.
MAPPI 1 24-P-12689

No. Register : RMK-2025.05164

Page 8 OCR 0.809
DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR.
PERNYATAAN PENILAI.
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN...
BAB | PENDAHULUAN 2
11 Status'dan/ Kualifikasi Pena 10
1.2 Pemberi Tugas
1.3 Maksud dan Tujuan Laporan Studi Kelayakan

1.4 Pengguna Laporan Studi Kelayakan sn
1:5 Objek'Studi:dan Kepemilikan. w..i.ooo.oo.ooo.o.ooomooooc.o.o.m. 11
1.6 Metodologi Studi Kelayakan ..
1.7 Tanggal Studi Kelayakan ag
1.8 Independensi Penilai ...............oooooooWoco.WooWo.ooooomaan
1.9  Asumsi-Asumsi
110 Kondisi Pembatas..
1.11 Data dan Informasi
112 Tingkat Kedalaman Investigasi.
1.13 Jenis Mata Uang....
1.14 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan
1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk PublikaSi...............Joooco”o—

1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan
Keterangan Lainnya ..........o.oooocoWoo Wook

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
21. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk..
22. Struktur Permodalaho amami
2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan ...
2.4. Data Keuangan Historis...

BAB III ANALISIS ASPEK PASAR . 0
S1 TinjayantEKOnOM..oocoooomomerneemoeomerssemeceseateeemer

3.2 Analisis Industri Manufaktur Electonic Home Appliances dan
Medical Devices

3.2.1 Analisa Industri Manufaktur Electronic Home Appliances.
3.2.2 Analisa Industri Manufaktur Medical Devices Pn
3:3 Prospek/Pernambahan:KBLI Baru.oo.ooooooomooommsssawns

id

Page 9 OCR 0.736
3.4 Persaingan Usaha....

3.5 Strategi Pemasaran.. ...
BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS ...........ooooooWoWoWoWooomoo 40
41 Bisnis PT SCNP
42 Rencana Kegiatan Usaha Baru
4.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk..

4.4 Kemampuan Kapasitas Toko dan Tempat Produksi Perusahaan
Setelah Adanya Penambahan KBLI Baru.............oooooWo.oWooWo0oo 43

4.5 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia..................... 44
4.6 Proses Bisnis
BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS... .
5.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Tambah................ooo
5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis
5.3 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk.
5.4 Analisis SWOT an
BAB VI ANALISIS ,ASPEK.MODEL MANAJEMEN .........ico011e ee

6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan sebelum adanya
penambahan KBLI jay. ae» MANA «.Tagien EPA Maan an RIO Aha ve sanaean aan aaKaNea 54

6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya
Penambahan KBLI

6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru.
6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual se
BAB VII: ANALISIS"ASPEK. KEUANGAN svviwsswsssimmusseameess
7A Asumsi Ekonomi Makro
7.2 Asumsi Proyeksi Keuangan ye
7.3 Net Present Value ("NPV") L...oooooooWoWoWooommomomomoo..
7.4 Internal Rate of Return (“IRR”)
7.5  Payback Period...
7.6  Profitability Index (PI)
TT  AhaiSiS Sena ANN BN
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN
8.1 Kesimpulan en
B2 SOraN enam
Lampiran Surat Representasi

Page 10 OCR 0.873
Ea SN E  N Jia

DAFTAR LAMPIRAN

Laporan Posisi Keuangan Historis-Parent Only

Laporan Posisi Keuangan Historis-Parent Only

Laporan Laba Rugi Historis-Parent Only

Laporan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan KBLI Baru
Laporan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan KBLI Baru
Laporan Laba Rugi Proyeksi Dengan Penambahan KBLI Baru

Arus Kas Terdiskonto

Uji Sensitivitas
Page 11 OCR 0.931
14

1.2

BAB |

PENDAHULUAN

Status dan Kualifikasi Penilai

KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
BDR" atau “Kami”) didirikan di Jakarta pada tahun 2008 mengacu pada
Surat Keputusan Menteri Keuangan No.125/PMK.01/2008 tanggal
3 September 2008 tentang Jasa Penilai Publik dan telah memenuhi
persyaratan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, No.56/PMK.01/2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai
Publik, dan No.228/PMK.01/2019 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Menteri Keuangan No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik.

KJPP BDR yang berkedudukan di Jalan Musi No. 38, Jakarta Pusat
merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal berdasarkan surat No.S-8154/BL/2012 tanggal
29 Juni 2012 dan Keputusan Menteri Keuangan No.696/KM.1/2012
tentang Izin Usaha Kantor. Jasa" Penilai Publik dengan nomor izin:
2.12.0103 tanggal 18 Juni 2012, serta Penilaian Pertanahan berdasarkan
Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
RI No.129/SK-600.PT.01.01/V/2020 tanggal 18 Mei 2020.

Penanggung jawab dari Laporan Studi Kelayakan ini adalah Ir. Benedictus
Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) dengan nomor anggota
MAPPI: 94-S-00409 dengan Nomor Izin Penilai Publik PB-1.09.00121,
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 144/KM.1/2009,
tanggal 10 Februari 2009 dengan klasifikasi Bidang Jasa Penilai Properti
dan Bisnis, dan memiliki kualifikasi Penilai sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal dengan STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023, serta sebagai
penilai di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan STTD OJK (IKNB)
No.050/NB.122/STTD-P/2017, tanggal 7 April 2017.

Pemberi Tugas

Identitas pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini
adalah sebagai berikut:

a. Nama : PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk

b. NPWP 1 01.962.089.7-436.000

c. Bidang Usaha 1 Manufaktur (produksi) Electronic Home
Appliances dan Medical Devices

d. Alamat Jalan Raya Narogong Km 19

Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004
Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820
e. Penanggung Jawab : Bapak Djamarwie-Direktur Utama

10
Page 12 OCR 0.956
1.3

14

1.5

1.6

Maksud dan Tujuan Laporan Studi Kelayakan

Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk
memberi pernyataan bahwa penambahan KBLI dengan kode 25992 dan
21015 yang dilakukan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk
(“Perseroan”) seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah Layak atau Tidak Layak.

Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan usaha ini akan digunakan oleh
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk dalam memenuhi Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan
Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi (POJK 17/2020).

Pengguna Laporan Studi Kelayakan

Laporan Studi Kelayakan usaha sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam
penugasan ini akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi
POJK 17/2020.

Objek Studi dan Kepemilikan

Pada Laporan Studi Kelayakan ini yang menjadi objek studi adalah
Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) oleh PT SCNP Bangun Persada Tbk, yaitu:

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam
b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan
Penunjang Kesehatan Lainnya.

Bentuk kepemilikan atas objek studi kelayakan usaha tersebut di atas
akan ditentukan sesuai dengan dokumen kepemilikan yang kami terima
dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk dan selanjutnya akan
dituangkan dalam laporan studi kelayakan usaha.

Metodologi Studi Kelayakan

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan
ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di
dalam memulai suatu bisnis, di mana dasar dari pertimbangan-
pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap
berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan,
sehingga hasil studi tersebut dapat digunakan untuk memutuskan apakah
sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan
dibatalkan.

Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Laporan Studi
Kelayakan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru dengan
kode 25992 dan 21015 oleh Perseroan yaitu:

11
Page 13 OCR 0.955
17

1.8

a. Aspek pasar

Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi
nilai pasar. Di samping itu juga melakukan analisis tentang pesaing
usaha serta strategi pemasaran.

b. Aspek teknis

Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta
memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan
ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses produksi secara
umum.

Cc. Aspek pola bisnis

Melakukan analisis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk,
dan kemampuan untuk menciptakan nilai.

d. Aspek model manajemen

Melakukan -analisis yang meliputi: ketersediaan tenaga kerja,
manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen
risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian
struktur organisasi dan manajemen.

e. Aspek keuangan

Sebagai muara dari keseluruhan aspek yang dikaji, maka aspek
keuangan akan mengkaji meliputi rencana investasi, sumber
pembiayaan, biaya operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis
titik impas (break even point analysis), analisis profitabilitas, serta
analisis tingkat timbal balik.

Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal pembuatan Laporan Studi Kelayakan di atas yaitu pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penugasan serta dari data keuangan Perseroan
yang kami terima yaitu Laporan Keuangan PT Selaras Citra Nusantara
Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2025.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, KJPP Benedictus
Darmapuspita dan Rekan, bertindak secara independen tanpa adanya

benturan kepentingan, keuntungan pribadi dan tidak terafiliasi dengan
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk.

12
Page 14 OCR 0.948
1.9

Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima
adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan
dari proses analisis studi kelayakan ini.

Asumsi-Asumsi

Penyusunan pendapat independen atas objek Studi Kelayakan
mengasumsikan bahwa penugasan yang dilakukan telah didasarkan
dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta tidak merugikan
kepentingan-kepentingan pihak Perseroan dan para pemegang saham.
Asumsi-asumsi yang kami gunakan antara lain:

1. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-
peraturan pemerintah terkait yang berlaku pada tanggal penilaian ini
diterbitkan.

2. Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa
mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu. kesatuan. dapat menyebabkan pandangan dan
kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari penilaian.
Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit
dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.

3. Hasil Laporan Studi Kelayakan ini sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan data dan kebenaran data serta informasi pendukung
yang diperoleh dari pihak manajemen.

4. Pada saat penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, Kami
menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan dan semua pihak lain yang menggunakan
Laporan Studi Kelayakan ini, sesuai dengan yang diungkapkan oleh
manajemen Perseroan atau pihak lain, baik selaku objek studi
kelayakan maupun sebagai pemberi tugas.

5. Kami juga mengasumsikan bahwa sampai dengan tanggal laporan
Studi Kelayakan ini diterbitkan sampai dengan tanggal terjadinya
rencana aksi korporasi, tidak terjadi perubahan apapun terhadap
asumsi-asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi, selain
daripada yang telah disampaikan kepada kami dalam periode sebelum
tanggal laporan, yang berpengaruh secara material dalam
penyusunan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali, melengkapi, serta memutakhirkan (update)
pendapat Kami karena adanya perubahan asumsi, kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi ataupun disampaikan setelah tanggal
laporan.

13
Page 15 OCR 0.959
1.10 Kondisi Pembatas

Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini tidak terlepas dari kondisi-
kondisi yang membatasi pendapat Studi Kelayakan tersebut. Berikut
adalah kondisi-kondisi pembatas tersebut.

1,

Saat melaksanakan analisis, Kami mengasumsikan dan bergantung
pada keakuratan, keandalan, dan kelengkapan dari semua informasi
keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada Kami
oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan Kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada
jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada Kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Studi kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat Kami
secara material. Oleh karenanya, Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan .atas Studi Kelayakan Kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Kami melakukan wawancara kepada manajamen Perseroan. Selain
itu, Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
hasil Laporan Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa yang Kami berikan
kepada Perseroan dalam kaitan dengan penugasan ini hanya
merupakan review Studi Kelayakan atas nilai dari objek Studi
Kelayakan yang ditugaskan kepada Kami dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan.

Pekerjaan Kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sesuai
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selain itu, Kami tidak mempunyai kewenangan
dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis
informasi apapun di luar dari yang telah disampaikan kepada Kami,
yang mungkin tersedia untuk Perseroan, serta pengaruh dari informasi
tersebut atas hasil studi kelayakan ini.

Tanggung jawab penilai sehubungan dengan Laporan Studi
Kelayakan ini hanya kepada pemberi tugas. Penilai tidak mempunyai
tanggung jawab terhadap pihak ketiga. Laporan studi kelayakan
usaha akan kami susun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang
dipakai semata-mata untuk membantu Perseroan dalam memberikan
gambaran mengenai kelayakan usaha atas penambahan Bidang

14
Page 16 OCR 0.894
Usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI)
dengan kode 25992 dan 21015. Karena pihak lain mungkin
bermaksud untuk menggunakan laporan studi kelayakan usaha yang
akan kami terbitkan untuk tujuan lain, perlu ditegaskan bahwa laporan
studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan tidak dapat dikutip,
direfensikan atau perlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari KJPP
Benedictus Darmapuspita dan Rekan terlebih dahulu kecuali
diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku.

6. Perseroan telah membebaskan KJPP BDR dari setiap klaim yang
dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam
bahan dan informasi yang disediakan Perseroan, anak Perseroan,
perusahaan afiliasi, konsultan, atau pihak ketiga kepada KJPP BDR
dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini bersifat non-disclaimer
opinion.

7. Pihak Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi
material yang menyangkut penugasan Studi Kelayakan telah
diungkapkan seluruhnya kepada KJPP BDR dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

8. Laporan Studi Kelayakan ini tidak berlaku sah apabila tidak dicetak di
atas kertas khusus berlogo dan/atau dengan cap huruf timbul KJPP
BDR dan ditandatangani oleh rekan yang secara resmi ditunjuk.

1.11 Data dan Informasi

Pada pelaksanaan penugasan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan
beberapa sumber data dan informasi dari pemberi tugas dan objek Studi
Kelayakan yang dapat dilihat sebagai berikut:

e Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa
Tbkuntuk periode 31 Desember 2021 — 31 Desember 2025 dengan
rincian sebagai berikut:

Nomor dan Periode Kantor fi se
ar Mn Ann ani RU Opini
Paul
No.00379/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, Frendy Susanto
11244-/1111/2022 Hidajat, Arsono, S.E.Ak..CA.CPA Wajar Tanpa
Retno, Pengecualian
Periode: Palilingan &
31 Desember 2021 Rekan MOKAR12R9
Paul
No.00360/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata,
11244-2/4111/2023 eat . Frendy Susanto
tr el S.E.Ak.. CA. CPA Basa Tanpa
Periode: " 2 no, engecualian
31 Desember 2022 Palilingan& No. AP.1244
Rekan

15
Page 17 OCR 0.916
Nomor dan Periode Kantor

Laporan Keuangan Akuntan Publik Akuntan Ruplik Opini
Paul
No.00370/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, | Frendy Susanto |
11244-3/11111/2024 Hidajat, Arsono, | S.E.,Ak.,CA.,CPA | Wajar Tanpa
Retno, Pengecualian
Periode: Palilingan & No. AP.1244
31 Desember 2023 Rekan
Paul — 3
No.00371/2.1133/AU.1/04 Hadiwinata, Frendy Susanto
11244-4/1111/2025 Hidajat, Arsono, | S.E.,Ak.,CA.,CPA | Wajar Tanpa
Retno, Pengecualian
Periode: Palilingan & No. AP.1244
31 Desember 2024 Rekan
|
No.00048/3.0351/AU.1/04 Frendy Susanto
11244-5/1/111/2026 Mirawati Sensi | S.E.,Ak..CA.,CPA | Wajar Tanpa
Idris Pengecualian
Periode: No. AP.1244
31 Desember 2025

e Proyeksi Bisnis dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkdengan

periode 2026 - 2030

List Aset Tetap dan Properti Investasi per 31 Desember 2025

Company Profile Perseroan

Akta Pendirian Perseroan

Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir

Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120119210362

NPWP: 01.962.089.7-436.000

Perizinan lainnya

Data Damodaran pada 1 Januari 2026 atas Eguity Risk Premium dan

Rating-based Default Spread

# Data-data riset ekuitas (eguity research) Refinitif Eikon untuk
perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2025

e# Data, informasi serta dokumen pendukung lainnya dari pihak
manajemen.

Mengacu kepada Surat Representasi No.036/SP/SCNP-KJPP/IV/2026
tanggal 21 April 2026 yang dikeluarkan PT Selaras Citra Nusantara
Perkasa Tbk, dinyatakan bahwa seluruh data dan informasi yang diterima
akurat, valid dan sesuai dengan aslinya, dengan demikian Surat
Representasi tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan laporan Studi Kelayakan ini.

1.12 Tingkat Kedalaman Investigasi

Kami telah melakukan inspeksi lapangan, wawancara dan diskusi pada
tanggal 13-14 April 2026 dengan Perseroan selaku pemberi tugas. Hal ini

16
Page 18 OCR 0.950
dilakukan untuk mengumpulkan beberapa informasi dan dokumen-
dokumen pendukung lainnya sehubungan dengan Studi Kelayakan yang
ditugaskan kepada kami.

1.13 Jenis Mata Uang

Jenis mata uang yang digunakan dalam Studi Kelayakan adalah mata
uang Rupiah sesuai dengan mata uang yang digunakan pada Laporan
Keuangan Perseroan.

1.14 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan

Pada studi kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, (“POJK 35/2020”), (ii)
POJK 17/2020, (iii) Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Edisi VII — 2018 (SPI Edisi VII -— 2018), dan SPI Edisi Revisi -
2020.

1.15 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

Setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan Studi
Kelayakan ini harus mendapat persetujuan dari KJPP BDR.

1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan
Keterangan Lainnya

Tidak terdapat kejadian — kejadian penting selain yang djabarkan
sepanjang proses penilaian ini, sejak penerimaan penugasan sampai
dengan diterbitkannya laporan ini.
Page 19 OCR 0.936
BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

21. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk(“Perseroan” atau “PT SCNP”)
didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 12 tanggal 24 Januari 2000 dari
Sukawaty Sumadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
C222840.HT.01.01.TH.2000, tertanggal 20 Oktober 2000 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, tanggal 18 Februari 2020,
Tambahan No. 8120. Anggaran dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan
undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dengan Akta
Notaris No.4 tanggal 5 Maret 2008 yang dibuat oleh Ernie, S.H., Notaris di
Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-34262.AH.01.02
Tahun 2008 tanggal 18 Juni 2008

Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 30 April 2025 dari Dhyah Madya Ruth,
S.N., S.H., M.Kn., Notaris di Bogor, mengenai perubahan susunan komisaris
dan direksi Perseroan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.09-0240211 tanggal 15 Mei 2025.

Perusahaan bergerak di bidang manufaktur (produksi) Electronic Home
Appliances dan Medical Devices. Perusahaan berdomisili di Jalan Raya
Narogong Km 19, Dusun Pasar Angin, RT/RW 003/004 Cileungsi, Bogor, Jawa
Barat 16820.

Entitas memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2000. Entitas induk
terakhir Perusahaan adalah PT Sena Dwimakmur yang didirikan di Indonesia

2.2. Struktur Permodalan
Berdasarkan susunan kepemilikan pemegang saham dalam Perseroan per

31 Desember 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat adalah
sebagai berikut:

Pemegang Saham Total Saham Hn Jumlah
epemilikan
PT Sena Dwimakmur 1.125.005.660 45,000 112.500.566.000
PT Generasi Dua Sukses 666.661.000 26,65Yo 6.666.100.000
Freddy Nursalim 41.666.668 1,67Y9 4.166.666.800
Xaverius Nursalim 41.666.668 1,67Y6 4.166.666.800
Hendrik Nursalim 41.666.668 | 1,674 4.166.666.800

18

Page 20 OCR 0.886
Pemegang Saham Total Saham

|. Richard Nursalim | 41.666.668
Willy Nursalim 41.666.668 7 Yo

Masyarakatlainnya | 307.665.100 12,31Yo

Saham Treasuri 192.334.900 “169! 19.233.490.000
Jumlah 2.500.000.000 | 1004| 250.000.000.000

2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Berdasarkan Akta Nomor 6 tanggal 30 April 2025 yang dibuat di hadapan
Dhyah Madya Ruth S.N.,S.H.,S.H.,M.Kn, Notaris di Jakarta yang telah
mendapatkan Persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sesuai dengan Surat Nomor AHU-AH.01.09.0240211 Tahun
2025 tertanggal 15 Mei 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat
susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Tabel Susunan Komisaris

Jabatan
Komisaris utama... “es vanna Nursalim
Komisaris TA IK WA Hendrik Nursalim
Komisaris Independen Liris Suryanto

Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025
Tabel Susunan Direksi

Jabatan Nama
Direktur Utama Djamarwie

Direktur O Rajini Kanthan
Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025

Tabel Susunan Komite Audit

Jabatan Nama

Ketua Liris Suryanto
Anggota Zulfitry Ramdan
Anggota Setiyo Bonorowanto

Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025

2.4. Data Keuangan Historis

ANALISIS LAPORAN LABA RUGI — PARENT ONLY

Analisis laporan laba rugi historis dimulai dengan analisis atas pendapatan,
beban pokok pendapatan, laba bruto, rugi usaha, dan rugi tahun berjalan, baik
berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya.

19
Page 21 OCR 0.878
Disajikan dalam miliaran Rupiah

Deskripsi 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 234 151 191 212 237

Beban

Pokok 217 140 183 188 204

Pendapatan Ta TE |

Laba Bruto 16) N0| 9 | 24 33

Laba/(Rugi)

Usaha (23) (28) (28) | (9) 1

Laba/(Rugi)

Tahun (5) (12) 19 12 18

Berjalan | AI

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2020 - 2025
Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan

Pendapatan Perusahaan berasal dari penjualan produk electronic home
appliances seperti komponen rice cooker dan peralatan dapur lainnya serta
penjualan produk medical devices seperti alat deteksi awal untuk penyakit
jantung (NAVA). Pendapatan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar
masing-masing -35,57Y”9, 27,06Y4, 11,00Y5, dan 11,72”o pada tahun 2022, 2023,
2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan Pendapatan Perseroan dari tahun
2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 3,554. Rata-rata
pertumbuhan beban pokok pendapatan sebesar 1,564.

Laba Bruto, Laba Usaha dan Laba Tahun Berjalan

Secara historis, Perseroan mencatatkan keuntungan di tingkat laba bruto dari
tahun 2022 sampai tahun 2025. Laba bruto Perseroan mengalami pertumbuhan
sebesar -37,56Y4, -14,32Y9, 178,76Ys dan 36,28Ys masing-masing pada tahun
2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba bruto Perseroan dari
tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 24,14Y6.

Pada tahun 2021 sampai tahun 2025, Perseroan juga masih mencatatkan
keuntungan usaha. Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -22,82Y4, -2Yo,
68,50Y5, 110,49”6 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025.
Rata-rata pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2021 sampai
dengan tahun 2025 adalah sebesar 38,544.

Pada tahun 2021 sampai tahun 2025, Perseroan juga masih mencatatkan
keuntungan di tingkat laba tahun berjalan. Laba tahun berjalan Perseroan
mengalami pertumbuhan sebesar -159,07”4, 258,645, -34,87 4, dan 44,355
masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata
pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan
tahun 2025 adalah sebesar 27,264.

20
Page 22 OCR 0.833
Grafik Pendapatan, Beban Pokok Pendapatan,
Laba Bruto, Rugi Usaha, dan Rugi Tahun Berjalan
(dalam miliaran Rupiah)

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk
300.000

250.000
200.000
150.000

100.000
50.000
(50.000) s
2021 2022 2023 2024 2025
—— Penjualan Neto 233,702 150,584 191.334 212.385 237.269
—M—Beban Pokok Penjualan | 217.506 140.471 182.669 188.230 204.350
—4— Laba Bruto 16.196 10.113 8.665 24.155 32.919
—— EBIT (22.710) (27.801) (28.449) (8.961) 940
——EAT (4.685) (12.137) 19.255 12.541 18.103

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 - 2025

ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN - PARENT ONLY

Analisis laporan posisi keuangan historis dimulai dengan menganalisis aset,
liabilitas, dan ekuitas yang dimiliki oleh Perseroan, baik berdasarkan porsi
maupun pertumbuhannya.

Aset

Jumlah Aset PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk mengalami pertumbuhan
yang berfluktuatif sebesar 0,272, 6,82Y6, 0,79c, dan 3,39” masing — masing
untuk periode 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah
aset PT SCNP dari tahun 2021 hingga 2025 sebesar 2,824. Hal ini
menunjukkan bahwa aset PT SCNP cenderung mengalami kenaikan dari tahun
2021 hingga 2025. Selain itu, jumlah aset PT SCNP didominasi oleh aset tidak
lancar dengan rata rata porsi sebesar 51,57Y4 dari tahun 2021 hingga 2025.

Grafik Pertumbuhan Aset Grafik Komposisi Aset
(dalam miliaran Rupiah) (dalam miliaran Rupiah)
PT Selaras Citra Nusantara PT Selaras Citra Nusantara Perkasa
Perkasa Tbk Tbk
“50000 “sono
350.000 | 1 l i sn Pe
3001000 000
2501000 F
2001000 Kerah
1501000
1001000
50.000 a
2021 2022 2023 2024 2025 2
MAset Lancar 116,501126.46247.54 24224 252.01 aan ga TA

Aset Tidak Lancar 265.60 256.67 161.72 169.17 174.09) —btumahAset 382107 BINI MOIIL  SI2SI2 426518
l - ne se

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025

21
Page 23 OCR 0.834
Liabilitas dan Ekuitas

Jumlah liabilitas PT SCNP mengalami pertumbuhan sebesar -42,67Y2, 36,13Y6,
14,48/9, -14,454o, 60,17”o masing - masing pada pada tahun 2021, 2022,
2023, 2024 dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah liabilitas PT SCNP dari
tahun 2021 hingga 2025 adalah sebesar 10,73”6, hal ini menunjukkan bahwa
liabilitas PT SCNP cenderung meningkat dari tahun 2021 hingga 2025.
Liabilitas PT SCNP didominasi oleh liabilitas jangka pendek dengan rata — rata
porsi terhadap total liabilitas dan ekuitas sebesar 74Yo dari tahun 2021 hingga
2025.

Sementara, untuk jumlah ekuitas PT SCNP mengalami pertumbuhan sebesar --
3,34Yo, 5,73Y6, 3,13Yo, dan -3,83Y6 masing — masing pada tahun 2022, 2023,
2024, dan 2025. Rata - rata pertumbuhan jumlah ekuitas
PT SCNP dari tahun 2021 hingga 2025 adalah sebesar 0,424. Ekuitas
PT SCNP cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2021 hingga 2025.

Bila ditinjau secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa struktur
permodalan yang dimiliki PT SCNP pada tanggal 31 Desember 2025
bersumber utama dari ekuitas atau dapat dikatakan struktur permodalan
Perseroan didominasi oleh ekuitas.

Grafik Komposisi Liabilitas Grafik Liabilitas dan Ekuitas

(dalam miliaran Rupiah)

PT Selaras Citra Nusantara
Perkasa Tbk

(dalam miliaran Rupiah)

PT Selaras Citra Nusantara Perkasa
Tbk

80.000 | 450000

400.000

50.000 350000

A0.000 300.000

30.000 |. 25000

20.000 200060

10.000 | aso00o

2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 100000

50.000

# Lab
2021

gka Ta .
20.480 34.900 43.842 34.367 62.571 2022 2023 2024 2025

abiitan Jang pan) 22 gan! y.s0a 42 207 12.000 mUlabiltas/ 3ag23 | a7sa1 | saaze | asse3 | 72570
sa1|10.5 c
Panjang FP Sat) m Ekuitas 347.184 338.602 354.845 365.958 351.939

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025.

ANALISIS RASIO KEUANGAN - PARENT ONLY

Melalui analisis rasio keuangan dapat diketahui indikasi tentang pertumbuhan
historis, likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan memperoleh laba (profitabilitas)
atau mengalami kerugian (/oss). Berikut adalah beberapa rasio keuangan
Perseroan dari tahun 2021 — 2025.

RASIO LIKUIDITAS

Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek Perseroan
dengan melihat besarnya aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek.

22
Page 24 OCR 0.958
Berikut adalah hasil perhitungan rasio likuiditas Perseroan yang terdiri dari rasio

lancar, rasio cepat, dan rasio kas.
Disajikan dalam miliaran Rupiah

Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 117 126 247 243 252
Liabilitas Jangka Pendek 20 35 44 34 62
Rasio Lancar 5,69 3,62 5,65 7,08 4,03
Aset Lancar 117 126 247 243 252
Persediaan 35 78 50 46 56
Liabilitas Jangka Pendek 20 35 44 34 62
Rasio Cepat 3,97 1,38 4,49 5,75 3,14
Kas 15 6 113 137 86
Liabilitas Jangka Pendek 20 35 44 34 62
Rasio Kas 0,74 0,19 2,57 4,00 1,37

Keterangan: Rasio disajikan dalam kali (x)

Rasio lancar digunakan untuk mengungkapkan jaminan keamanan (margin of
safety) Perseroan terhadap kreditor jangka pendek. Rasio cepat memiliki
kegunaan dan cara perhitungan yang sama dengan rasio lancar, hanya saja
rasio cepat tidak memperhitungkan persediaan dalam aset lancar Perseroan.
Rasio kas digunakan untuk melihat kemampuan Perseroan melunasi liabilitas
jangka pendek hanya dengan menggunakan kas yang dimiliki Perseroan.

Likuiditas perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas.
Rasio yang bernilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi
yang likuid, di mana perusahaan dapat melunasi liabilitas jangka pendeknya
dengan menggunakan aset lancar ataupun kas dan setara kas yang dimilikinya.

Bila ditinjau dari sisi likuiditas, kondisi PT SCNP berada pada kondisi yang
liguid dari rasio lancar dan rasio cepat pada tahun 2021 -— 2025 bila dilihat dari
rata-rata tahun historis. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa grup
Perseroan tidak akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan liabilitas
jangka pendek yang dimiliki.

RASIO AKTIVITAS
Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa efisien penggunaan aset
oleh Perseroan. Rasio ini juga melihat seberapa besar dana yang tertanam

pada aset Perseroan.

Berikut adalah hasil perhitungan rasio aktivitas Perseroan yang terdiri dari rasio
perputaran piutang usaha, perputaran persediaan, dan perputaran utang usaha.

23

Page 25 OCR 0.908
1 (Disajikan dalam miliaran Rupiah
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025

Pendapatan 234 151 191 212 PsYA
Piutang Usaha 33 10 34 45 91

Perputaran Piutang

Lisaha 52 24 64 77 139
Beban Pokok Pendapatan 217 140 183 188 204
Persediaan 35 | 78 50 46 56
Perputaran Persediaan | 59 204 101 89 100
Beban Pokok Pendapatan 217 140 183 188 204
Utang Usaha 20 34 33 24 54

Perputaran Utang Usaha 33 88 65 46 97

Keterangan: Rasio disajikan dalam hari

Rasio perputaran piutang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam
setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara pendapatan dengan piutang usaha.
Untuk rasio perputaran persediaan dan utang usaha dihitung dengan membagi
jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara beban pokok
pendapatan dengan persediaan atau utang usaha.

Tingkat aktivitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di
atas. Semakin besar rasio yang. dihasilkan menunjukkan semakin lama
perputaran piutang usaha, aset kontrak, piutang retensi, utang usaha, liabilitas
kontrak maupun beban masih harus dibayar Perseroan. Semakin cepat aset
dan utang berputar, menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola
piutang, aset, utang, dan beban. Sehingga modal akan cepat kembali.

RASIO SOLVABILITAS

Rasio solvabilitas memberikan gambaran mengenai metode pembiayaan yang
digunakan oleh Perseroan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka panjang.

Berikut hasil perhitungan rasio solvabilitas Perseroan yang terdiri dari rasio
liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas.

Disajikan dalam miliaran Rupiah

Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Liabiitas | 35|— A7| 54 46 | 75
“Aset. —— 382 409 ga2| 426

Liabilitas terhadap 914 13,30 11,29 | a7a9
Aset
Liabilitas 35 47 54 46 15
Ekuitas 347 336 355 366 | 952

Liabilitassterhadap. 10,06| 4417| 4534| 1272| 2119
Ekuitas

Keterangan : Rasio disajikan dalam persentase (Xx)

24

Page 26 OCR 0.898
Tingkat solvabilitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di
atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar
penggunaan utang dalam pembiayaan Perseroan.

Bila ditinjau dari solvabilitas ataupun leverage yang dimiliki oleh Perseroan, maka
dapat dilihat, sepanjang tahun historis, struktur permodalan yang dimiliki oleh
Perseroan didominasi oleh ekuitas dibandingkan utang, yang tentunya kecil
kemungkinan ada risiko gagal bayar utang dan bunga yang ditanggung
Perseroan.

RASIO PROFITABILITAS

Rasio profitabilitas mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
keuntungan (profit) pada tingkat pendapatan, aset, dan modal saham tertentu.

Berikut adalah hasil perhitungan rasio profitabilitas Perseroan yang terdiri dari
margin laba bruto, margin laba usaha, margin laba bersih, serta rasio
pengembalian atas aset (ROA) dan rasio pengembalian atas ekuitas (ROE).

Disajikan dalam miliaran Rupiah
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025

Laba Bruto 16 HA 9 24 | 33
Pendapatan 233 150 191 212 237
Marjin Laba Bruto 6,93 6,72 4,53 11,37 13,87
Laba/(Rugi) Usaha Tea. Te3 (ara V2). (9 1
Pendapatan 233 150 191 212 237
Margin Laba Usaha |... -9,72 "18,52. 1.-14,87 |, -4,22 0,40
Laba/(Rugi) Tahun
Bean 9) (5) (12) 19 12 18
| Pendapatan 0 234 150 191 212 237
Marjin Laba Bersih -2,00 -8,06 10,06 5,90 7,63
Laba/(Rugi) Tahun
at gi) (5) (12) 19 | 12 18
Aset 382 | 383 409 412 426
Return on Asset” | -1,23| — -3,17 4,70 3,04 4,24 |
Laba/(Rugi) Tahun | |
ma gi) (5) (12 19 | 12 18 |
Ekuitas 347 335 355 366 352 |
Return on Eguity “1,35 -3,62 5,43 3,43 5,14

Keterangan: rasio disajikan dalam persentase (Xx)

Margin dan tingkat balikan Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-
rasio di atas. Margin yang bernilai positif menunjukkan bahwa Perseroan
mencatatkan keuntungan pada tingkat laba. Semakin besar rasio yang dihasilkan
menunjukkan semakin besar laba yang diperoleh Perseroan.

25
Page 27 OCR 0.955
Margin Perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas.
Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar laba yang
diperoleh Perusahaan. Margin yang bernilai negatif menunjukkan bahwa
Perusahaan mencatatkan kerugian pada tingkat pendapatan tersebut.

Berdasarkan hasil perhitungan, Perusahaan mengalami kerugian pada level laba
usaha dan neto dari tahun 2021-2022, sementara pada tahun 2023-2025
Perusahaan mencatatkan kerugian pada level laba usaha tetapi sudah
keuntungan pada level laba neto.

Rasio pengembalian menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam
menghasilkan laba dari aset maupun ekuitas yang dimilikinya. Semakin besar
rasio pengembalian yang dihasilkan, maka semakin efisien Perusahaan dalam
menggunakan aset dan ekuitas. Sejalan dengan hasil perhitungan di atas pada
tahun 2021-2022 Perusahaan masih mencatatkan kerugian pada level laba
usaha dan neto sehingga rasio pengembalian atas aset dan ekuitas pada tahun
tersebut bernilai negative, sementara pada tahun 2023-2025 Perusahaan sudah
mencatatkan keuntungan pada level laba usaha sehingga rasio pengembalian
atas aset dan ekuitas pada tahun tersebut bemilai positif.

26
Page 28 OCR 0.954
BAB III

ANALISIS ASPEK PASAR

Kondisi perekonomian menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan
dalam penilaian. Hal ini dikarenakan perekonomian mempunyai pengaruh
bagi pihak manajemen dan investor dalam melihat alternatif investasi yang
akan dilakukan.

3.1 Tinjauan Ekonomi
Perekonomian Global

Perekonomian global jangka pendek mulai membaik namun dengan
ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia
2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,276 dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi
Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang
konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Sementara
itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak temporary
government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi
Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap
lemah. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada
Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke
depan. Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung
bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi
sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini
menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap
terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM).

Perekonomian Domestik

Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar
sesuai dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan
IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan
rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan
kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya
penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya
nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku
usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI)
manufaktur. Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan
dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya
frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok
dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha
(LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan
Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.

27
Page 29 OCR 0.959
Neraca Pembayaran

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025
sebesar 2,4 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis
sumber daya alam seperti batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO),
serta ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja. Dari transaksi modal
dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV 2025 (hingga 15
Desember 2025) mencatat net inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang
oleh penerbitan global bond Pemerintah dan inflows pada instrumen saham
dan SRBI. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025
meningkat menjadi sebesar 150,1 miliar dolar AS, setara dengan
pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang
luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor.

Cadangan Devisa

Sumber : Bank Indonesia

28
Page 30 OCR 0.895
Neraca Perdagangan

Miliar Dolar A

Non Mig

Neraca Perdagangan

siska

'
2
Migas 3
4

12345678 NAN2123456 76 NAM21 234567 INNAM2N 234567891011212345678910M21 2345678 9101
2020 22 2022 2023 2024 2025
Sumber : Bank Indonesia

Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia
dan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar
Rupiah pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS,
relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir November 2025.
Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata
uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila
dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan
ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar
NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan
pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI.
Selain itu, tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari
peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan
penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA),
juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah

29
Page 31 OCR 0.917
Nilai Tukar Rupiah dibanding Negara Lain

Sumber : Bank Indonesia
Inflasi

Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK
pada November 2025 tercatat sebesar 2,72”s (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,364 (yoy), sejalan
pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung
konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam
menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported
inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP)
terjaga rendah sebesar 1,584 (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile
food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,4896 (yoy) disumbang terutama oleh
komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan
cuaca dan kenaikan harga benih.
Inflasi

Administered 16
Prices

135791138791135979113 579113579113 57 91

2020 2021 2022 2023 2024 2025

Sumber: Bank Indonesia

30
Page 32 OCR 0.923
Likuiditas dan Suku Bunga

Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia dan Pemerintah telah menempuh
pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan Bl-Rate sebesar 125 bps
serta pemanfaatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang secara
signifikan menurunkan suku bunga pasar uang seperti INDONIA ke level
4,12”, SRBI ke kisaran 4,90”c-4,98”5, dan imbal hasil SBN tenor 2 tahun
menjadi 4,97”o. Meskipun transmisi terhadap suku bunga deposito satu
bulan telah turun sebesar 67 bps menjadi 4,14”, penurunan suku bunga
kredit perbankan masih berjalan lambat, yakni hanya sebesar 24 bps
menjadi 8,96” pada November 2025, yang kemudian berkontribusi pada
melambatnya pertumbuhan uang beredar (M2) menjadi 7,72Y4 (yoy) akibat
lemahnya permintaan kredit dari pelaku usaha yang masih bersikap wait
and see.

Kondisi likuiditas perbankan sebenarnya sangat memadai dengan rasio
AL/DPK mencapai 29,6796 dan pertumbuhan DPK sebesar 12,039 (yoy),
namun pertumbuhan kredit masih terbatas pada angka 7,74Y4 (yoy) dengan
undisbursed loan yang mencapai Rp2.509,4 triliun, bahkan sektor UMKM
mengalami kontraksi sebesar 0,64Y6 akibat peningkatan risiko kredit. Oleh
karena itu, sinergi kebijakan terus diperlukan untuk mendorong percepatan
penurunan suku bunga kredit dan efektivitas ekspansi likuiditas guna
memastikan dukungan pembiayaan perbankan yang lebih kuat terhadap
pertumbuhan ekonomi nasional

Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan PUAB O/N

Sumber: Bank Indonesia

Suku Bunga Kredit Perbankan
31
Page 33 OCR 0.719
Suku Bunga Kredit 4

Suku Bungo Kredit KMK Ng

Suku Bunga Deposito (3

0
43618 45673 3145 Psr 234 sers9inna
1 2 (2 1:
Sumber : Bank Indonesia
Pertumbuhan Uang Beredar
Rp Tniliun &

Sumber: Bank Indonesia

32
Page 34 OCR 0.950
3.2 Analisis Industri Manufaktur Electonic Home Appliances dan
Medical Devices

3.2.1 Analisa Industri Manufaktur Electronic Home Appliances

Prospek industri manufaktur electronic home appliances di Indonesia pada
periode 2026-2030 diperkirakan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif
dan berkelanjutan, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat
serta transformasi teknologi yang semakin pesat, diperkirakan nilai pasar pada
tahun 2030 mencapai USD 19,69 miliar dengan CAGR 6,595. Sebagai bagian
dari sektor manufaktur nasional, industri ini tetap menjadi salah satu pilar
penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan upaya
pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan
daya saing global.

Pada awal periode proyeksi, yaitu sekitar tahun 2026, industri electronic home
appliances diperkirakan mengalami pertumbuhan yang moderat, seiring dengan
pemulihan daya beli masyarakat dan stabilisasi kondisi ekonomi. Permintaan
terhadap produk peralatan rumah tangga dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah
rumah tangga, urbanisasi, serta peningkatan kelas menengah di Indonesia.
Kondisi ini menciptakan pasar domestik yang besar dan relatif stabil bagi
produk-produk seperti kulkas, mesin cuci, rice cooker, dan peralatan dapur
lainnya. Perkembangan teknologi sangat berkontribusi pada kemajuan industri
ini, dan mendominasi jalur distribusi, dengan toko elektronik mendominasi
pasar di Indonesia. Hadirnya toko elektronik memungkinkan pelanggan untuk
mencari produk dengan lebih mudah serta memperluas jangkauan pasar.

Indonesia Household Appliances Market

Snare, by Distribution Channel. 2024 (4)

Memasuki periode 2026-2030, pertumbuhan industri diproyeksikan akan
semakin didorong oleh peningkatan konsumsi domestik dan perubahan gaya
hidup masyarakat yang semakin mengutamakan efisiensi dan kenyamanan.
Berdasarkan berbagai kajian pasar, pertumbuhan jumlah rumah tangga di
Indonesia yang stabil setiap tahunnya menjadi salah satu faktor utama yang
mendorong peningkatan permintaan terhadap electronic home appliances.

33
Page 35 OCR 0.956
Selain itu, peningkatan penetrasi listrik dan perkembangan infrastruktur juga
turut memperluas pasar, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa.

Dari sisi teknologi, industri ini akan mengalami transformasi signifikan menuju
pengembangan smart appliances yang terintegrasi dengan teknologi digital,
seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan. Inovasi ini tidak hanya
meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang diferensiasi di
tengah persaingan yang semakin ketat. Di samping itu, tren keberlanjutan
(sustainability) akan semakin menjadi perhatian utama, di mana konsumen
cenderung memilih produk yang hemat energi, ramah lingkungan, dan memiliki
efisiensi tinggi.

Dukungan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam mendorong
pertumbuhan industri ini. Melalui Kementerian Perindustrian Republik
Indonesia, pemerintah terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN), penguatan struktur industri hulu-hilir, serta pengembangan
industri berbasis teknologi. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi
ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan daya saing industri dalam
negeri.

Namun demikian, industri electronic home appliances di Indonesia masih
menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketergantungan terhadap impor
komponen utama seperti semikonduktor, fluktuasi nilai tukar, serta tingginya
tingkat persaingan dengan produk impor. Selain itu, kebutuhan investasi dalam
teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial
dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri ini.

Secara keseluruhan, outlook industri manufaktur electronic home appliances di
Indonesia pada periode 2026-2030 dapat dikategorikan positif dengan potensi
pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Kombinasi antara pasar domestik yang
besar, perkembangan teknologi, serta dukungan kebijakan pemerintah
diharapkan mampu mendorong industri ini menjadi salah satu sektor unggulan
dalam struktur manufaktur nasional di masa mendatang.

3.2.2 Analisa Industri Manufaktur Medical Devices

Industri manufaktur medical devices di Indonesia pada periode 2026-2030
diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan berkelanjutan,
didorong oleh peningkatan kebutuhan layanan kesehatan, transformasi sistem
kesehatan nasional, serta kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian
industri alat kesehatan dalam negeri. Sektor ini menjadi semakin strategis
seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta
ekspansi program jaminan kesehatan nasional.

Berdasarkan berbagai laporan industri, nilai pasar medical devices di Indonesia
menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Pada tahun 2025, nilai pasar
diperkirakan berada pada kisaran USD2,6-2,8 miliar, dan diproyeksikan
mencapai sekitar USD4,0—9,3 miliar pada tahun 2030. Pertumbuhan tersebut
didorong oleh tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 846-946,

34
Page 36 OCR 0.951
seiring dengan percepatan substitusi impor dan peningkatan kapasitas produksi
domestik.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan industri medical devices sangat dipengaruhi
oleh peningkatan belanja kesehatan nasional, pengembangan infrastruktur
rumah sakit, serta meningkatnya prevalensi penyakit kronis. Program Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) turut memperluas akses layanan kesehatan,
sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap alat diagnostik, alat terapi, serta
peralatan medis lainnya. Selain itu, pertumbuhan populasi lanjut usia (aging
population) menjadi faktor struktural yang mendorong permintaan jangka
panjang terhadap produk alat kesehatan.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia mendorong peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam
negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta
penguatan ekosistem industri dari hulu hingga hilir. Data menunjukkan bahwa
jumlah izin edar alat kesehatan dalam negeri meningkat signifikan dalam
beberapa tahun terakhir, mencerminkan peningkatan kapasitas produksi
nasional.

Selain itu, tren global seperti digitalisasi layanan kesehatan turut mendorong
perkembangan produk berbasis teknologi tinggi, seperti perangkat diagnostik
digital, wearable medical devices, serta Internet of Medical Things (loMT).
Inovasi ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan nilai
tambah produk serta memperluas pasar ke tingkat regional maupun global.

Meskipun memiliki prospek yang sangat positif, industri ini masih menghadapi
sejumlah tantangan, antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap impor alat
kesehatan, terutama untuk produk berteknologi tinggi, serta kebutuhan
investasi besar dalam pengembangan teknologi dan sertifikasi (seperti ISO
13485). Selain itu, kompleksitas regulasi serta kebutuhan tenaga kerja terampil
juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan industri ini.

Secara keseluruhan, outlook industri manufaktur medical devices di Indonesia
pada periode 2026-2030 dapat dikategorikan sangat prospektif dengan tingkat
pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sektor manufaktur lainnya. Dengan
dukungan kebijakan pemerintah, peningkatan permintaan domestik, serta
perkembangan teknologi kesehatan, sektor ini berpotensi menjadi salah satu
pilar utama dalam transformasi industri manufaktur nasional berbasis teknologi
dan inovasi.

Sumber: Badan Pusat Statistik. (2025).Statistik Industri Manufaktur Indonesia 2023-Jakarta:BPS
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.(2023).Peta Jalan Pengembangan Industri Nasional
Jakarta-Kemenperin
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.(2024).Perkembangan Ekonomi
dan Industri Nasional.

SWA.(2025). Proyeksi Industri Elektronik Indonesia 2026.

Kontan Insight.(2024).Industri Elektronik Membutuhkan Peta Jalan.

Institut Teknologi Indonesia.(2024). Prediksi Pertumbuhan Industri Elektronika Pintar.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2024).Peningkatan Adopsi Teknologi dan Kapasitas
Produksi Alat KEsehatan Dalam Negeri.

U.S.Department of Commerce.(2025).Indonesia Healthcare Resource Guide
Nexdigm.(2024).Indonesia Medical Devices Market Forecast 2020-2030.

Healthcare Asia/Research and Markets.(2024).Indonesia Medical Imaging Market Growth.

35
Page 37 OCR 0.955
3.3 Prospek Penambahan KBLI Baru

Adanya rencana penambahan KBLI baru memiliki prospek yang baik sejalan
dengan sektor yang menjadi tren di perekonomian Indonesia. Sehingga
penambahan KBLI Baru memiliki potensi pasar dan proyeksi pertumbuhan
sektor — sektor sebagai berikut:

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam.

Penambahan KBLI Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam memiliki potensi pasar yang baik, diproyeksikan pada tahun 2030
mencapai USD 2,2 Miliar. Dengan adanya pergeseran gaya hidup sehat
dan meningkatnya standar kualitas konsumen mendorong permintaan
untuk peralatan dapur dengan bahan material yang berkualitas dan lebih
aman bagi kesehatan, alat-alat memasak dan inner pot rice cooker dengan
lapisan non-PTFE seperti keramik dan granit yang dinilai lebih aman dan
memiliki ketahanan gores lebih tinggi menjadi salah satu produk yang
semakin diminati oleh konsumen, seiring naiknya kesadaran akan risiko
kesehatan. Selain itu pengetatan standar SNI dan pengawasan untuk
produk-produk peralatan dapur import turut mendorong penigkatan kualitas
pasar serta menjadi peluang besar bagi produsen lokal di industri tersebut.
Hal ini memberikan peluang besar bagi pelaku coating lokal sebagai
pemasok komponen bagi produk-produk tersebut. Dengan dorongan
pemerintah untuk peningkatan TKDN (target di atas 70Y6 untuk produk-
produk elektronik), maka pelaku usaha coating lokal memiliki keunggulan
kompetitif dibandingkan produk impor. Perusahaan menyasar produsen dan
pemegang merek elektronik lokal dan internasional serta pasar ekspor.

Mengikuti perkembangan global yang mulai bergerak meninggalkan PFOA
dan PFAS sehingga nantinya produk dengan sertifikasi PFAS-Free atau
Food Grade, serta produk dengan material yang lebih ramah lingkungan
akan memiliki keunggulan daya tahan bisnis jangka panjang, oleh karena
itu perusahaan melihat adanya kesinambungan dalam KBLI baru ini,
Perusahaan menawarkan produk lapisan keramik yang lebih ramah
lingkungan dalam proses produksinya dan melakukan inovasi multi layer
coating untuk meningkatkan durabilitas dan menjadi kunci sustainability
serta pengembangan inner pot yang mampu menghantarkan panas lebih
cepat sehingga lebih hemat energy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
industri peralatan dapur dan peralatan meja dari logam memiliki proyeksi
berkelanjutan di masa depan

b. KBLI 21015 - Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang
Kesehatan Lainnya.

Penambahan KBLI Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan
Penunjang Kesehatan Lainnya memiliki potensi pasar yang sangat besar di
Indonesia seiring dengan meningkatnya layanan kesehatan dan kesadaran
masyarakat terhadap aspek kesehatan dan higienitas, diproyeksikan dapat

36
Page 38 OCR 0.959
mencapai USD 11,6 miliar pada tahun 2030. Pasar Collection Kit HPV dan
Reagen PCR HPV merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi
pertumbuhan besar di Indonesia pada tahun 2026, didorong oleh
transformasi kebijakan kesehatan nasional yang mengalihkan metode
skrining dari IVA/Pap Smear konvensional ke berbasis DNA HPV, program
ini sudah menjadi bagian dari Rencana Aksi Nasional (RAN) 2023-2030
dengan sumber anggaran dari APBN/APBD. Adanya kebijakan Pemerintah
yang menargetkan skrining bagi 1,5 juta wanita melalui program Free
Health Check (CKG) yang terintegrasi dengan JKN/BPJS, menjadi peluang
besar bagi para pelaku pasar. Pemerintah sangat mendorong penggunaan
produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi, sehingga
perusahaan lokal yang memproduksi alat kesehatan memiliki prioritas
dalam pengadaan barang pemerintah, tentunya hal ini menunjukkan
adanya keberlanjutan yang sangat kuat di industri ini karena adanya
dukungan regulasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan
kesehatan. Perusahaan menyasar instansi pemerintah dan sektor public,
perusahaan farmasi dan diagnostic nasional, jaringan laboratorium klinik
swasta, sektor health-tech dan telemedicine serta pasar ekspor.

3.4 Persaingan Usaha

Jumlah perusahaan/usaha Manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances
dan Medical Devices di Indonesia cukup banyak dengan dinamika yang
berbeda beda pada masing-masing segmen. Pada segmen Electronic Home
Appliances, persaingan bersifat sangat ketat karena banyaknya pelaku usaha,
baik produsen domestik maupun merek global yang memiliki keunggulan
teknologi dan brand awareness. Produk dalam segmen ini cenderung memiliki
tingkat diferensiasi yang rendah hingga menengah, sehingga kompetisi lebih
banyak didorong oleh faktor harga, inovasi fitur, efisiensi produksi, serta
kekuatan distribusi. Selain itu, tekanan dari produk impor, khususnya dari
negara dengan biaya produksi rendah seperti Tiongkok, turut meningkatkan
intensitas persaingan di pasar domestik. Sementara itu, pada segmen Medical
Devices, persaingan cenderung moderat hingga tinggi namun lebih terstruktur.
Industri ini mengalami pertumbuhan signifikan, dimana jumlah perusahaan alat
kesehatan meningkat dari sekitar 200 sebelum pandemi menjadi lebih dari 800
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun jumlah pemain
meningkat, terdapat hambatan masuk yang relatif tinggi, seperti kewajiban
sertifikasi, regulasi ketat, serta kebutuhan standar kualitas dan keamanan
produk. Hal ini membuat persaingan tidak hanya berbasis harga, tetapi juga
pada aspek teknologi, inovasi, serta kepatuhan terhadap regulasi. Namun
demikian, industri alat kesehatan di Indonesia masih menghadapi dominasi
produk impor, terutama untuk produk berteknologi tinggi, dengan porsi impor
yang masih sekitar 50Y6 dari total pasar. Kondisi ini menciptakan persaingan
tambahan bagi produsen lokal, baik dari sisi kualitas maupun teknologi. Di sisi
lain, kebijakan pemerintah seperti peningkatan penggunaan produk dalam
negeri (TKDN) justru menjadi faktor yang dapat memperkuat daya saing
pemain lokal.

37
Page 39 OCR 0.957
Secara keseluruhan, persaingan dalam kedua industri ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor utama, yaitu skala ekonomi, efisiensi biaya, akses terhadap
teknologi, kepatuhan regulasi, serta kemampuan menjalin kemitraan
(khususnya dalam model OEM). Oleh karena itu, perusahaan yang mampu
mengoptimalkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kualitas dan inovasi
produk akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan di pasar.

Berikut merupakan beberapa kompetitor langsung dari PT SCNP yaitu:

1. PT Maspion (Maspion Group). Memiliki divisi alumunium dan coating yang
besar di Jawa Timur. Memproduksi inner pot untuk merek sendiri dan
menerima pesanan OEM untuk merek lain.

2. PT Indonesia Prima Eguipment. Berfokus pada inovasi material seperti pot
stainless steel dan lapisan keramik.

3. PT Whitford Indonesia (PPG Whitford). Merupakan pemain global yang
memiliki fasilitas di Indonesia, yang menyediakan teknologi lapisan food-
grade berkualitas tinggi.

4. PT Multi Mayaka. Memiliki kapabilitas dalam aplikasi berbagai jenis lapisan
teknis untuk peralatan rumah tangga.

5. PT Bio Farma. Memproduksi berbagai alat kesehatan salah satunya kit
deteksi berbasis PCR seperti CerviaScan.

6. PT Enseval Medika Prima. Memiliki kapasitas produksi reagen dan kit
koleksi dengan standar internasional serta memiliki jaringan laboratorium
klinik sebagai pengguna internal.

3.5 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dilakukan PT SCNP yaitu:
KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam.

1. Meningkatkan daya saing produk alat-alat memasak anti lengket melalui
teknologi lapisan anti lengket yang lebih sehat, kuat serta fokus pada
pembangunan kepercayaan teknis, efisiensi rantai pasok dan
pemenuhan standar regulasi yang ketat.

2. Memastikan semua material coating memiliki sertifikasi internasional
(FDA, LGFB) dan nasional (SNI) untuk menarik merek yang fokus pada
segmen kesehatan dan memberikan jaminan kualitas produk selama
periode tertentu.

3. Menawarkan berbagai opsi coating seperti ceramic, marble atau
diamond coating serta menawarkan jasa pengembangan formula coating
khusus yang hanya dimiliki oleh satu klien sehingga klien memiliki nilai
jual unik di pasar retail.

4. Aktif mengikuti berbagai pameran manufacturing di Indonesia dengan
fokus penekanan pemasaran pada teknologi lapisan pot serta melakukan
pendekatan langsung pada product development atau procurement
merek-merek besar.

38
Page 40 OCR 0.951
5.

Membangun profil perusahaan yang professional dengan membagikan
konten inovasi teknologi coating, keberhasilan uji coba durabilitas dan

kepatuhan standar lingkungan.

KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang
Kesehatan Lainnya.

6.

Ts

10.

TT,

Melakukan pendekatan yang sangat terikat dengan regulasi medis,
standar laboratorium, dan kebijakan kesehatan publik.

Memastikan produk memiliki izin edar AKD (Alat Kesehatan Dalam
Negeri).

Melakukan kerjasama dengan rumah sakit rujukan nasional untuk uji
validasi. Hasil uji yang menunjukkan akurasi tinggi pada populasi lokal
di Indonesia akan menjadi bukti teknis.

Menawarkan jasa OEM bagi perusahaan farmasi nasional yang ingin
memiliki lini produk skrining HPV tanpa harus membangun pabrik
sendiri dan memberikan solusi white-label bagi laboratorium besar agar
mereka bisa memiliki collection kit dengan merek sendiri yang
terintegrasi dengan layanan pemeriksaan mereka.

Menawarkan fitur pelacakan (seperti AR code unik di setiap kit) yang
memudahkan mitra OEM dalam.mengintegrasikan hasil tes ke platform
satu sehat sesuai regulasi digitalisasi kesehatan saat ini.

Penggunaan material ramah lingkungan/daur ulang untuk collection kit
sehingga menjadi nilai tambah bagi perusahaan mitra yang memiliki
komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance).

39
Page 41 OCR 0.951
BAB IV

ANALISIS ASPEK TEKNIS

44 Bisnis PT SCNP

PT SCNP melaksanakan bisnis dengan berfokus pada pelayanan di bidang
manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices.

1. Manufaktur Electronic Home Appliances

Manufaktur home appliances merupakan core bisnis dari PT SCNP.
Perusahaan melakukan produksi rice cooker, blender, kipas angin, kompor dan
peralatan dapur lainnya baik untuk dipasarkan dengan merek sendiri maupun
melalui kerja sama OEM dengan mitra domestic dan internasional. Model OEM
memungkinkan Perseroan untuk memanfaatkan kapasitas produksi secara
optimal serta menjalin hubungan jangka panjang dengan berbagai pemilik
merek. PT SCNP memproduksi dan memasarkan berbagai peralatan rumah
tangga bermerek Turbo, Merdis dan untuk pihak ketiga seperti Oxone.

2. Manufaktur Medical Devices

PT SCNP melakukan produksi dan pengembangan produk-produk yang
berfokus pada peralatan medis khususnya pada kebutuhan skrining dan
penunjang kesehatan termasuk perangkat diagnostic sederhana dan
perlengkapan pendukung lainnya. Dalam menjalankan kegiatan usahanya,
Perseroan didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, system
pengendalian kualitas, serta kemampuan riset dan pengembangan untuk
menghasilkan produk yang sesuai dengan standar pasar domestic maupun
internasional. Perusahaan memasarkan produk kesehatan dibawah merek
NIVA (Non Invasive Vascular Analyzer). PT SCNP berkerjasama dengan
PT Selaras Medica Digital Indonesia (PT SMDI) sebagai agen tunggal serta
PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) sebagai distributor nasional
untuk menjangkau rumah sakit pemerintah dan swasta.

Karakteristik Usaha

Karakteristik PT SCNP sebagai perusahaan yang fokus pada bisnis manufaktur

Electronic Home Appliances dan Medical Devices memiliki sifat spesifik yang

ditandai oleh beberapa faktor:

- Perseroan mengadopsi model bisnis yang mengkombinasikan OEM dengan
pengembangan produk bermerek sendiri sehingga memberikan fleksibilitas
dalam menjangkau berbagai segmen pasar serta mengoptimalkan utilitas
kapasitas produksi.

- Sebagai perusahaan manufaktur, kinerja Perseroan sangat dipengaruhi oleh
efisiensi operasional, skala ekonomi serta pengendalian biaya produksi dan
kemampuan menjaga kaulitas dengan biaya kompetitif menjadi kunci utama
daya saing.

40
Page 42 OCR 0.914
- Pendapatan Perseroan berasal dari segemen B2B dan B2C sehingga
memberikan stabilitas pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada
satu segmen pasar.

- Produksi sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dan komponen
(lokal dan impor) sehingga pengelolaan rantai pasok menjadi factor penting
dalam menjaga keberlangsungan usaha.

- Pada segmen electronic home appliances, permintaan dipengaruhi oleh daya
beli masyarakat, tren gaya hidup dan inovasi produk sementara pada
segmen alat kesehatan permintaan lebih dipengaruhi oleh kebijakan
pemerintah dan kebutuhan layanan kesehatan.

Bisnis manufaktur Electronic Home Appliances dan Medical Devices memiliki
tingkat kompetitif yang tergolong tinggi, dengan karakter yang berbeda pada
masing-masing segmen. Pada segmen Electronic Home Appliances persaingan
bersifat ketat karena melibatkan banyak pemain, baik produsen lokal dan
internasional dengan produk yang relative serupa sementara untuk segmen
medical devices tingkat kompetisi cukup tinggi namun adanya barrier to entry
yang signifikan seperti kebutuhan sertifikasi, regulasi yang ketat serta standar
kualitas dan keamanan yang tinggi sehingga lebih membatasi jumlah pelaku
usaha baru. Selain itu dalam konteks OEM, tingkat kompetitif dipengaruhi oleh
kemampuan perusahaan. dalam. menjalin dan mempertahankan hubungan
dengan pemilik merek.

Berikut merupakan beberapa produk Electronic Home Appliances dan Medical
Devices yang dipasarkan oleh PT SCNP:
1. Electronic Home Appliances

hmm hk Bu

...

5 TN O000 APA
Busod memamg

TNL

41
Page 43 OCR 0.932
2. Electronic Home Appliances

LN RN
STE-TB -

Ph
mL e

Invasive
Vascular
Analyzer

4.2 Rencana Kegiatan Usaha Baru

Total rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
oleh PT SCNP, yaitu:
a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam
b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan
Penunjang Kesehatan Lainnya.

4.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk

Seiring berjalannya tahun 2026, Prospek manufaktur Electronic Home
Appliances dan Medical Devices di Indonesia juga semakin mengalami
perkembangan yang sejalan dengan tren perekonomian Indonesia. Dalam
konteks ini, PT SCNP berencana untuk menambah kegiatan usaha baru
dengan kode KBLI yang relevan guna untuk meningkatkan daya saing di sektor
manufaktur Electronic Home Appliances dan Medical Devices.

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam
Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar industri peralatan
dapur dan peralatan meja dari logam. Dengan lebih dari 70 juta rumah
tangga, permintaan di industri ini selalu stabil setiap tahunnya, Selain itu
banyaknya perusahaan dalam industri ini memilih menyerahkan proses
spesifik seperti coating kepada pihak ketiga, sehingga menjadi peluang
besar bagi Perusahaan dalam lini bisnis tersebut.

b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan
Penunjang Kesehatan Lainnya
Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar industri diagnosis
media, perban, kasa dan penunjang kesehatan lainnya. Bisnis OEM
untuk collection kit dan reagen PCR HPV pada tahun 2026 menunjukkan
prospek yang menarik karena Indonesia sedang berada dalam masa
transisi besar dari metode konvensional ke berbasis molekuler serta
dukungan pemerintah dalam mendorong Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN) untuk produk kesehatan. Produk alat kesehatan dengan

42
Page 44 OCR 0.946
nilai TKDN tinggi mendapatkan prioritas mutlak dalam pengadaan
barang pemerintah. Sebagai produsen OEM lokal, Perusahaan memiliki
keunggulan kompetitif besar dibandingkan produk impor, serta untuk
mendukung pemerintah dalam menekan deficit anggaran kesehatan.

44 Kemampuan Kapasitas Toko dan Tempat Produksi Perusahaan
Setelah Adanya Penambahan KBLI Baru

Perusahaan sudah mempersiapkan lahan, tempat produksi dan sumber daya
manusia guna memastikan kapasitas toko dan tempat produksi terpenuhi
dengan adanya KBLI baru tersebut.

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam
Perusahaan melakukan penyelarasan efisiensi operasional dengan
stratgei akuisisi klien yang agresif. Dalam upaya memaksimalkan
kapasitas, Perusahaan mempersiapkan beberapa strategi yaitu:
- Diversifikasi portofolio klien agar tidak bergantung pada satu merek
besar.
- Optimasi lini produksi guna memastikan produk cepat keluar dari
lini coating.
- Strategi produk pendamping agar ketika permintaan inner pot
sedang flutuatif, dapat terpenuhi.
- Manajemen shift dan pemeliharaan untuk memenuhi kapasitas
maksimal.
- Integrasi layanan agarklien lebih terikat dan kapasitas terpenuhi.
Perusahaan menawarkan layanan tambahan seperti jasa stamping
logam dan lab pengujian internal.

b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan
Penunjang Kesehatan Lainnya

Perusahaan berfokus pada efisiensi bioteknologi yang ketat serta
pemenuhan volume dari berbagai jalur pengadaan, karena produk alat
kesehatan memiliki tingkat kepatuhan terhadap standar ISO 13485 dan
cara pembuatan alat kesehatan yang sangat ketat. Dalam upaya
mamaksimalkan kapasitas, Perusahaan mempersiapkan beberapa
strategi yaitu:
- Diversifikasi saluran penyerapan produk agar ketika permintaan
sedang fluktuatif dapat terpenuhi.
- Optimasi jalur produksi untuk memastikan ketersediaan produk
tepat waktu.
- Efisiensi perakitan collection kit.
- Manajemen operasional dan fasilitas guna memastikan seluruh
kepatuhan dan standar terpenuhi.

43
Page 45 OCR 0.933
4.5 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Saat ini komposisi tenaga kerja Perusahaan didominasi oleh lulusan Sekolah Lanjut
Tingkat Atas (SLTA) dengan rincian sebagai berikut:

18 og

SLTA
MSi
@SMP
mD3
"SD
“S2

Komposisi ini mencerminkan orientasi perusahaan yang masih mengandalkan
tenaga kerja dengan latar belakang vokasional dan menengah untuk
mendukung kegiatan produksi dan operasional pabrik. Sementara peran
strategis dan administrative diisi oleh tenaga kerja dengan latar pendidikan S1
dan S2. Kedepannya perusahaan akan terus mempertahankan proporsi lulusan
SLTA untuk lini produksi sambil perlahan menggantikan lulusan SMP/SD demi
peningkatan prdouktivitas dan kemampuan teknis dasar, Perusahaan akan
meningkatkan jumlah dan peran lulusan S1 sebagai bentuk kesiapan menuju
otomatisasi proses, efisiensi serta tata kelola yang lebih komples. Untuk tenaga
kerja yang sudah ada, akan didorong untuk menempuh pendidikan lanjutan ke
jenjang D3 dan S1 melalui pelatihan, sertifikasi dan beasiswa. Perusahaan
akan mengkaji kebutuhan tenaga kerja dengan latar belakang S2 untuk
mendukung area R&D, inovasi produk dan ekspansi alat kesehatan yang
memerlukan analisis saintifik dan medis lebih kuat.

Berdasarkan status kepegawaian, PT SCNP didominasi oleh karyawan tetap,
komposisi ini menunjukkan bahwa hampir separuh tenaga kerja merupakan
karyawan tetap sedangkan sisanya merupakan tenaga kerja fleksibel untuk
menunjang fluktuasi kebutuhan operasional.

44
Page 46 OCR 0.892
W Karyawan tetap
M Karyawan harian
@ Karyawan kontrak

m Outsourcing

Berdasarkan jenjang jabatan, posisi terbanyak terdapat pada jenjang operator
mencapai 67Ys dari total, hal ini menegaskan posisi Perusahaan sebagai
perusahaan berbasis manufaktur yang padat karya. Sementara pada jenjang
manajerial dan pengawanan mencapai 12”s dari total menunjukkan struktur
organisasi yang tetap ramping namun adaptif dalam kendali mutu dan
koordinasi operasional.

m Direksi

m Senior Manajer
1 Manajer

Mm Asisten Manajer
m Supervisor

@ Staff

m Operator

Dalam memastikan ketersediaan dan kualitas sumber daya Manusia,
Perusahaan sudah menyiapkan beberapa strategi:

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam
Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus utama
Perusahaan yaitu formulasi kimia dan presisi lapisan, sehingga fokus
utama Perusahaan pada bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home
Appliances menjadi perakitan dan logistik serta formulasi kimia dan

45
Page 47 OCR 0.951
presisi lapisan. Adanya penambahan KBLI ini menambah divisi baru
untuk kegiatan usaha baru tersebut yaitu operator produksi dan
supervisor lapangan (tenaga ahli kimia dan teknisi robotic) dengan
jumlah penambahan sebanyak 150 tenaga kerja sementara untuk
jenjang direksi masih tetap sama. Tenaga kerja yang digunakan berasal
dari tenaga kerja lokal namun diprioritaskan yang sudah memiliki
pengalaman di lingkungan manufaktur logam dan pengecatan.

b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan
Penunjang Kesehatan Lainnya
Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus area kerja
Perusahaan yaitu clean room dan laboratorium formulasi sehingga
setelah penambahan KBLI maka fokus Perusahaan menjadi gudang dan
lini rakit umum serta clean room dan laboratorium formulasi. Adanya
penambahan KBLI ini menambah divisi baru untuk kegiatan usaha baru
tersebut yaitu operator produksi (tenaga ahli kimia, farmasi dan
bioteknologi) dengan jumlah penambahan sebanyak 20 tenaga kerja
sementara untuk jenjang direksi masih tetap sama.

4.6 Proses Bisnis

PT SCNP merupakan perusahaan bergerak di bidang Manufaktur (produksi)
Electronic Home Appliances dan Medical Device. Berikut adalah bagan alur
yang menggambarkan proses bisnis PT SCNP.

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam

Pada Proses ini terbagi menjadi lima fase utama: Fase Pra-Produksi, Fase
Pengadaan dan Persiapan Material, Fase Manufaktur, Fase Pengendalian
Kualitas dan Fase Logistik dan Distribusi.

Fase 1: Pra-Produksi (R&D dan Integrasi Klien)
1. Spesifikasi dan Formulasi:
o Penentuan jenis lapisan (PTFE, keramik atau granit) dan warna
sesuai permintaan klien.
2. Pembuatan Sampel:
o Produksi samep pot untuk uji daya rekat, ketahanan goresan dan
hasilnya.
3. Validasi dan Sertifikasi:
o Pengujian sampel di laboratorium pihak ketiga untuk memastikan
status food grade dan pemenuhan standar SNI.

Fase 2: Pengadaan dan Persiapan Material
1. Sourcing Substrat Logam:
o Pengadaan bahan dasar (biasanya alumunium sheet atau circle)
dari pemasok impor dan lokal untuk mengejar nilai TKDN.

46
Page 48 OCR 0.944
2. Penyimpanan Bahan Kimia:
o Pengadaan resin pelapis dan zat aditif dari vendor kimia
tersertifikasi.
o Penyimpanan dalam ruangan dengan control suhu guna menjaga
kualitas.

Fase 3: Manufaktur (Proses Inti)
1. Persiapan Permukaan (Pre-treatment):

o Degreasing/pembersihan lemak dan minyak sisa proses
stamping.

o Sandblasting/Etching yaitu Pengasaran permukaan logam secara
mikroskopis agar cairan pelapis memiliki daya rekat yang kuat.

2. Pelapisan (Coating Application):

o Spraying yaitu pengaplikasian lapisan dasar dan lapisan atas
menggunakan lengan robot untuk menjamin ketebalan yang
seragam.

o Flash-off yaitu proses penguapan pelarut kimia sebelum pot
dimasukkan ke oven.

3. Pematangan (Curing/Baking):

o Oven Konveyor yaitu proses menentukan keras atau tidaknya

lapisan anti lengket tersebut.

Fase 4: Pengendalian Kualitas (@uality Control)
1. Uji Abrasi:
o Menggosokan permukaan untuk melihat ketahanan terhadap
gesekan sendok nasi.
2. Uji Cross-cut:
o Menggores lapisan dan menggunakan isolasi khusus untuk
memastikan tidak ada lapisan yang terkelupas.
3. Uji Ketahanan Panas dan Kimia:
o Memastikan lapisan tidak bereaksi saat terkena uap panas atau
nasi yang bersifat asam/basa.

Fase 5: Logistik dan Distribusi
1. Packaging:
o Pengemasan pot menggunakan pelindung khusus agar tidak
saling bergesekan yang bisa merusak coating
2. Delivery to Client:
o Pengiriman hasil jadi ke pabrik perakitan milik klien untuk
digabungkan dengan komponen elektronik rice cooker.

b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan
Penunjang Kesehatan Lainnya

Pada Proses ini terbagi menjadi lima fase utama: Fase Pengembangan Produk
dan Regulasi, Fase Pengadaan Bahan Baku, Fase Manufaktur, Fase
Pengendalian Kualitas dan Fase Rantai Dingin.

47
Page 49 OCR 0.941
Fase 1: Pengembangan Produk (R&D to Legal)
1. Desain Sekuens dan Formulasi:
o Pengembangan formula Master Mix PCR (enzim, primer, probe)
yang mampu mendeteksi genotype HPV risiko tinggi
2. Uji Validasi Klinis:
o Pengujian reagen menggunakan sampel klinis asli di laboratorium
rujukan untuk mendapatkan data sensitivitas dan spesifisitas.
3. Pendaftaran Izin Edar (AKD):
o Pengurusan izin edar Alat Kesehatan Dalam negeri ke
Kementerian Kesehatan.
4. Sertifikasi TKDN:
o Verifikasi komponen lokaol untuk memastikan produk memiliki
prioritas dalam pengadaan pemerintah (E-Katalog).

Fase 2: Pengadaan Bahan Baku (Sourcing)
1. Komponen Fisik (kit):
o Pengadaan tabung plastic, media transport dan gagang swab.
2. Komponen Biologis (Reagen):
o Pengadaan bahan baku kritis seperti enzim DNA Polymerase,
dNTPs dan primer sintetik. Bahan-bahan ini harus dikirim
menggunakan container pendingin dan pemasok.

Fase 3: Manufaktur (Proses Inti)
1. Produksi Collection kit
o Filling LTM yaitu pengisian cairan pengawet ke dalam tabung
secara otomatis menggunakan mesin robotic filling yang steril.
o Assembly dan Sterilization yaitu pengemasan swab dan tabung ke
dalam satu kantong kit diikuti dengan proses sterilisasi
2. Produksi Reagen PCR (Formasi Molekuler):
o Alikot dan mixing yaitu pencampuran komponen biologis di bawah
lingkungan suhu terkendali.
o Filling dan Labeling yaitu pengisian reagen ke dalam vial kecil dan
pelabelan boks.
o Lyophilization (Opsional) yaitu proses pengeringan beku jika
produk dirancang sebagai reagen kering agar stabil di suhu ruang.

Fase 4: Pengendalian Kualitas (Guality Control)
1. Uji Amplifikasi:
& Menjalankan PCR menggunakan reagen hasil produksi terhadap
sampel control positif dan negative untuk memastikan akurasi.
2. Uji Stabilitas:
o Memastikan reagen tidak rusak selama masa simpan yang
ditentukan.
3. Uji Sterilitas:
o Memastikan Collection Kit bebas dari kontaminai mikroba.

48
Page 50 OCR 0.948
Fase 5: Distribusi Rantai Dingin (Cold Chain Logistics)
1. Storages:
o Proses penyimpanan reagen.
2. Packaging:
o Pengemasan menggunakan boks isolasi termal yang dilengkapi
dengan dry ice.
3. Delivery:
o Pengiriman ke laboratorium klinik, rumah sakit atau gudang klien
menggunakan armada logistic.

49
Page 51 OCR 0.951
BAB V

ANALISIS ASPEK POLA BISNIS

5.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai Tambah

Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
yang baru, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (PT SCNP) berkomitmen
untuk memperluas kegiatan usahanya dalam bidang manufaktur (produksi)
Electronic Home Appliances dan Medical Devices. PT SCNP memiliki
kemampuan untuk masuk dalam industri peralatan dapur dan peralatan meja
dari logam serta industri alat diagnosis media, perban, kasa dan penunjang
kesehatan lainnya.

Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, PT SCNP bertekad untuk
menjadi solusi lokal bagi merek-merek yang ingin mengurangi ketergantungan
pada komponen impor (terutama dari Tiongkok) yang seringkali terkendala
biaya logistic dan fluktuasi kurs mata uang serta berkontribusi dalam upaya
pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor reagen PCR dari Negara
produsen besar seperti Tiongkok, Amerika, atau Eropa sehingga memperkuat
ketahanan kesehatan nasional ketika terjadi gangguan rantai pasok global.

Dengan adanya rencana penambahan KBLI- ini akan membantu
mendiversifikasi pendapatan Perusahaan dengan menambah aliran pemasukan
baru dari sektor jasa manufaktur (B2B) dan mendiversifikasi portofolio high-
margin dimana industri bioteknologi dan molekuler memiliki margin keuntungan
yang lebih tinggi dibandingkan alat kesehatan habis pakai seperti masker dan
sarung tangan.

Selain itu penambahan KBLI menjadi salah satu upaya Perusahaan dalam
mengoptimalisasi aset dengan memanfaatkan pabrik/gudang yang sudah ada
secara lebih produktif sehingga tingkat pengembalian (ROI) atas infrastruktur
menjadi lebih cepat dan ikut berkontribusi pada program nasional untuk
mendukung target pemerintah.

5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis

Pada dasarnya PT SCNP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
manufaktur (produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices yang
di mana penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis
PT SCNP yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di
industri eksisting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi
PT SCNP dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan
usaha utama ini.

Beberapa langkah atau kebijakan yang dilakukan Perseroan dalam
mengembangkannya, yakni:

50
Page 52 OCR 0.952
a. Keahlian
PT SCNP memastikan bahwa setiap tenaga kerja di Perusahaan memiliki
keterampilan yang baik dan sesuai dengan bidangnya serta memiliki
ketelitian yang tinggi sehingga setiap produk yang dihasilkan sesuai dengan
standar yang berlaku.

b. Standar Nasional dan Internasional
Standar nasional dan internasional merupakan hal yang penting dalam
perusahaan manufaktur. PT SCNP memastikan bahwa perusahaan sudah
mengikuti — Standar Industri (ISO) dan Standar — Kesehatan
(FDA/SNI/Kemenkes).

c. Diversifikasi Pendapatan
Penambahan KBLI baru ini merupakan salah satu upaya PT SCNP untuk
melakukan diversifikasi pendapatan guna mengurangi risiko-risiko seperti
risiko penurunan permintaan, risiko regulasi, risikp operasional dan risiko
siklus industri.

d. Inovasi
PT SCNP selalu melakukan inovasi produk dan fokus pada pengembangan
alat rumah tangga berbasis teknologi digital dengan fitur pintar sederhana,
serta pengembangan berkelanjutan alat kesehatan canggih seperti NIVA
(Non-invasive Vascular Analyzer) yang memanfaatkan teknologi PPG untuk
deteksi dini risiko kardiovaskular.

5.3 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

Kemampuan pesaing untuk meniru produk dalam industri manufaktur (produksi)
Electronic Home Appliances dan Medical Devices memiliki tingkat yang
berbeda pada masing-masing segmen. Pada segmen Electronic Home
Appliances tingkat kemudahan meniru relative tinggi dan tingkat diferensiasi
produk yang terbatas, serta kemudahan akses terhadap komponen dan desain
yang tersedia secara luas di pasar sehingga persaingan didominasi oleh factor
harga dan efisiensi produksi. Sebaliknya, pada segmen Medical Devices
kemampuan meniru relative lebih rendah karena adanya hambatan berupa
regulasi yang ketat serta kebutuhan sertifikasi dan perizinan serta standar
kualitas dan keamanan yang tinggi.

Berikut merupakan beberapa strategi yang digunakan PT SCNP agar pesaing
tidak mduah meniru sepenuhnya.

a. Ingredient branding. Membuat merek untuk teknologi coating, sehingga
meskipun pesaing meniru produknya tidak bisa menggunakan merek
dagang yang dimiliki Perusahaan.

b. Kontrak eksklusif dengan pemasok. Dengan menggunakan bahan kimia
khusus dan membuat perjanjian agar pemasok tidak menjual formulasi
yang sama persis pada pesaing.

51
Page 53 OCR 0.936
c. Inovasi berkelanjutan seperti lapisan berbasis berlian sintetis yang 1005
bebas bahan kimia (PFAS-Free).

d. Kedekatan dengan klien. Melakukan integrasi secara teknis dengan lini
perakitan klien sehingga klien akan merasa berisiko untuk pindah ke
pesaing lain karena harus melakukan validasi ulang dan uji ketahanan lagi.

e. Menggunakan system tertutup (closed loop strategy) dengan
mengembangkan reagen yang dioptimasi khusus untuk mesin PCR atau
mengembangkan alat pembaca sendiri sehingga klien tidak mudah
berpindah ke reagen pesaing.

f. Inovasi genotipe lokal. Fokus pada deteksi varian HPV yang paling umum
di Indonesia sehingga lebih unggul secara klinis dibandingkan ragen
generic buatan luar negeri.

9g. Menggunakan data lock-in. Dengan semakin banyaknya laboratorium yang
menggunakan system Perusahaan dan mengintegrasikannya dengan
system informasi lab customer maka semakin sulit bagi klien untuk pindah
ke pesaing karena tingginya biaya dan kerumitan (high switching cost).

5.4 Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan salah satu metode yang digunakan untuk
mengevluasi kondisi internal dan eksternal suatu.perusahaan atau industri.
Analisis ini bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal
perusahaan serta pelunag dan ancaman yang berasal dari lingkungan
eksternal. Berikut merupakan analisis SWOT untuk penambahan KBLI baru
PT SCNP.

KBLI 25992 -— Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam
a. Strength (Kekuatan)

# Fleksibilitas operasional. Sebagai pemain OEM, kemampuan menerima
Minimum Order Auantity (MO@) yang lebih rendah dibandingkan pabrikan
besar sehingga memungkinkan Perusahaan menjangkau kliek-klien lebih
luas

# Lokasi strategis. Berada di dekat basis manufaktur perakitan elektronik
(Jabodetabek) sehingga mengurangi biaya logistic dan waktu pengiriman
bagi klien.

e Kepatuhan TKDN. Memiliki sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri
yang tinggi, sehingga menjadi pilihan utama bagi pemegang merek yang
menyasar pasar pengadaan pemerintah.

b. Weakness (Kelemahan)
e Ketergantungan Bahan Baku Impor. Perusahaan masih melakukan impor

untuk sebagian besar resin/polimer kimia khusus, sehingga adanya risiko
fluktuasi nilai tukar (USD).

52
Page 54 OCR 0.938
c. Opportunity (Peluang)

e Regulasi pemerintah terkait pembatasan impor barang salah satunya

barang jadi alat-alat dapur sehingga mendorong merek internasional
untuk mencari mitra produksi lokal (subtitusi impor).

d. Threats (Ancaman)

e Perang harga dengan competitor Tiongkok. Masuknya produk inner pot

dari Tiongkok dengan harga yang sangat agresif menjadi salah satu
ancaman serius bagi manufaktur lokal.

KBLI 21015 -— Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Ksa, dan Penunjang
Kesehatan Lainnya

a. Strength (Kekuatan)

Nilai TKDN yang tinggi. Dibandingkan competitor global, perusahaan
memiliki keunggulan mutlak dalam pemenuhan regulasi Tingkat
Komponen Dalam Negeri yang menjadi syarat utama masuk ke
E-Katalog Pemerintah.

Agilitas R&D. lokal. Kemampuan. dalam. memodifikasi reagen agar lebih
spesifik terhadap varian genotype HPV yang dominan di Indonesia
sehingga memberikan akurasi yang lebih relevan.

b. Weakness (Kelemahan)

Ketergantungan bahan baku enzim. Bahan inti biologis seperti enzim
polymerase dan dNTPs sebagian besar masih harus diimpor sehingga
adanya risiko fluktuasi nilai tukar pada biaya biaya produksi.

c. Opportunities (Peluang)

Program skrining wajib pemerintah. Adanya kebijakan pemerintah yang
menargetkan pengurangan kanker serviks hingga 2030, menciptakan
permintaan yang stabil untuk industri alat tes kesehatan dan
penunjangnya.

Utilisasi HPV yang diproduksi Perusahaan merupakan salah satu
kandidat terkuat.

d. Threats (Ancaman)

Perang harga produk impor. Adanya produk reagen murah dari Tiongkok
dan India menjadi salah satu ancaman bagi Perusahaan.

53
Page 55 OCR 0.955
BAB VI

ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN

6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan sebelum adanya
penambahan KBLI

Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan, dibutuhkan
sumber daya manusia dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai
dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi perusahaan. PT
SCNP telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen
Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan
pengalaman di bidang masing-masing yang ditempatkan dalam posisi strategis
Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah
membentuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang
berperan penting dalam mengatur dan menjaga harmonisasi Perusahaan.

Berikut adalah jajaran manajemen PT SCNP saat ini :

Tabel Susunan Komisaris

Jabatan Nama

Komisaris Utama Ivanna Nursalim |
Komisaris Hendrik Nursalim |
Komisaris Independen Liris Suryanto |

Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025

Tabel Susunan Direksi

Jabatan Nama
Direktur Utama Djamarwie |
Direktur O Rajini Kanthan |

Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025

Tabel Susunan Komite Audit

Jabatan Nama
Ketua Liris Suryanto
Anggota Zulfitry Ramdan
Anggota Setiyo Bonorowanto

Sumber: Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025

Pada tanggal 31 Desember 2025, perusahaan memiliki jumlah karyawan tetap
sebanyak 133 (seratus tiga puluh tiga) orang.
Page 56 OCR 0.956
6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya
Penambahan KBLI

Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang
berkompeten di bidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat
ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI
Baru tersebut, di mana tenaga ahli tersebut berkompeten di bidangnya.

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam
Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus utama
Perusahaan yaitu formulasi kimia dan presisi lapisan, sehingga fokus
utama Perusahaan pada bidang Manufaktur (produksi) Electronic Home
Appliances menjadi perakitan dan logistik serta formulasi kimia dan
presisi lapisan. Adanya penambahan KBLI ini menambah divisi baru
untuk kegiatan usaha baru tersebut yaitu operator produksi dan
supervisor lapangan (tenaga ahli kimia dan teknisi robotic) sementara
untuk jenjang direksi masih tetap sama. Tenaga kerja yang digunakan
berasal dari tenaga kerja lokal namun diprioritaskan yang sudah memiliki
pengalaman di lingkungan manufaktur logam dan pengecatan.

b. KBLI 21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan
Penunjang Kesehatan Lainnya
Dengan adanya penambahan KBLI ini menambah fokus area kerja
Perusahaan yaitu clean room dan laboratorium formulasi sehingga
setelah penambahan KBLI maka fokus Perusahaan menjadi gudang dan
lini rakit umum serta clean room dan laboratorium formulasi. Adanya
penambahan KBLI ini menambah divisi baru untuk kegiatan usaha baru
tersebut yaitu operator produksi (tenaga ahli kimia, farmasi dan
bioteknologi) sementara untuk jenjang direksi masih tetap sama.

6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru

Sebagai perusahaan terbuka, PT SCNP menerapkan pendekatan manajemen risiko
yang sistematis dan terintegrasi dalam proses bisnis Perusahaan. Proses
identifikasi, analisis, mitigasi dan pemantauan diawasi secara langsung oleh Direksi
dan Dewan Komisaris. Identifikasi risiko dilakukan secara berkala dengan
mempertimbangkan konteks organisasi, perubahan regulasi, perkembangan
teknologi, serta kebutuhan dan ekspetasi para pemangku kepentingan. Risiko yang
teridentifikasi kemudian dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampak
untuk menentukan prioritas penanganan yang tepat.

Salah satu risiko utama yang dihadapi Perusahaan adalah risiko keuangan meliputi

risiko mata uang, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko permodalan serta risiko
operasional dan pasar:

- Risiko mata uang. Perusahaan terekspos risiko nilai tukar mata uang asing

yang timbul dari aset dan liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang

yang berbeda dengan mata uang fungsional Perusahaan. Perusahaan

55
Page 57 OCR 0.948
memonitor secara ketat fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing sehingga
dapat mengambil langkah-langkah yang paling ' menguntungkan
Perusahaan pada waktu yang tepat.

- Risiko kredit. Risiko ini timbul ketika salah satu pihak atas instrument
keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain
mengalami kerugiaan keuangan.Perusahaan yakin terhadap kemampuan
untuk mengendalikan dan menjaga eksposur risiko kredit pada tingkat yang
minimal karena telah menilai kualitas kredit uang tunai sebagai kelas tinggi
karena disimpan di atau dilakukan dengan bank terkemuka yang memiliki
probabilitas rendah kebangkrutan. Untuk mengevaluasi risiko kredit
rekanan, Perusahaan menggunakan dua devinisi yaitu tingkat atas
(penyelesaian yang diperoleh dari rekanan mengikuti syarat dari kontrak
tanpa banyak penagih) dan tingkat standar (rekanan memiliki kemampuan
memenuhi kewajiban secara penuh).

- Risiko likuiditas. Perusahaan telah membentuk kerangka kerja manajemen
risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menegah, dan
jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Perusahaan
mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan cadangan yang
memadai dan dnegan terus memantau rencana dan ralisasi arus ka dengan
cara pencocokan prodil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

- Risiko permodalan. Tujuan pengelolaan risiko ini adalah melindungi
kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan bisnis,
sehingga dapat memberikan imbal hasil yang memadai pada para
pemegang saham, sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku
kepentingan lainnya.

- Risiko permodalan. Dalam mengelola permodalan, Perusahaan
memperhatikan rasio modal yang sehat antara jumlah likuiditas dan ekuitas.
Penyesuaian terhadap struktur keuangan dilakukan berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasar.
Kebijakan diarahkan untuk mempertahankan struktur permodalan yang
sehat guna mengamankan akses terhadap pendanaan. Dalam memelihara
dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman

Perusahaan juga menghadapi beberapa risiko utama lain yang perlu dimitigasi.
Berikut merupakan beberapa risiko-risiko yang dihadapi Perusahaan serta
mitigasinya:

a. KBLI 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari
Logam

1. Risiko kualitas dan keamanan pangan (Food Safety Risk). Merupakan risiko
terbesar karena jika lapisan anti lengket terkelupas dapat membahayakan
kesehatan konsumen dan mengancam reputasi perusahaan.

Mitigasi: wajib memiliki sertifikasi SNI, audit ketat terhadap pemasok bahan
baku kimia dan melakukan uji abrasi serta uji ketahanan suhu secara berkala
untuk setiap batch produksi.

56
Page 58 OCR 0.955
2. Risiko Operasional dan teknis. Dalam proses coating menggunkan oven

suhu tinggi dan mesin semprot otomatis yang rawan ganguan

Mitigasi: penerapan preventive maintenance yang disiplin pada mesin oven
dan kompresor, system sensor otomatis untuk mendeteksi ketebalan lapisan
secara real time dan protocol K3 yang ketat.

b. KBLI 21015 -— Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan

Penunjang Kesehatan Lainnya

1. Risiko Kualitas. Ketika reagen kehilangan sensitivitas sehingga gagal

mendeteksi virus HPV atau terjadi kontaminasi silang dalam proses
pengisian dapat menyebabkan hasil false positive.

Mitigasi: Implementasi ketat standar ISO 13485, dan melakukan uji validasi
klinis berkala menggunakan sampel rujukan terstandarisasi sebelum produk
dikirim ke lapangan

2. Risiko regulasi dan kepatuhan. Industri alat kesehatan sangat diatur oleh

pemerintah. Risiko perubahan standar regulasi secara mendadak,
keterlambatan perpanjangan izin edar atau kegagalan audit sertifikasi
CPAKB.

Mitigasi: membentuk tim regulatory affair internal yang proaktif menjalin
komunikasi dengan regulator, memastikan nilai TKDN selalu di ambang
batas minimal agar tetap terdaftar di E-katalog pemerintah, serta melakukan
dokumentasi teknis yang lengkap dan selalu diperbarui sesuai standar
global.

6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual merupakan salah satu aset penting yang dimiliki
Perusahaan oleh karena itu PT SCNP senantiasa menjunjung tinggi dan
melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki yaitu:

a.

Perlindungan Formula kimia seperti komposisi bahan kimia pelapis
(pembanding polimer, penguat keramik dan pigmen) yang dijaga sebagai
rahasia dagang

Perlindungan paten (inovasi teknik). Paten cocok untuk investasi yang
bersifat mekanis atau metode baru yang bisa diidntifikasi secara visual atau
teknis oleh pihak luar.

Strategi merek dagang (trademark). Merek perusahaan sendiri sebagai
penyedia jasa coating terpercaya, jika klien mencantumkan logo teknologi
perusahana pad akemasa rice cooker klien maka akan meningkatkan nilai
tawar dan loyalitas klien.

Kepemilikan inovasi. Dalam kontrak harus ditegaskan jika klien meminta
pengembangan warnaffitur khusus maka formula dasar tetap milik klien
namun aplikasi spesifik untuk klien bersifat ekslusif.

57
Page 59 OCR 0.929
Ta

7.2

BAB VII

ANALISIS ASPEK KEUANGAN

Asumsi Ekonomi Makro

Kami mengasumsikan bahwa keadaan perekonomian di Indonesia secara
berangsur akan segera membaik, seperti yang tercermin dalam variabel-
variabel yang diasumsikan sebagai berikut:

e Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai
5,3946 (yoy), terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga yang
tumbuh cukup kuat, peningkatan investasi serta akselerasi belanja
pemerintah.

» Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada triwulan IV 2025
semakin baik, yang tercermin pada:

- Inflasi nasional aktual per Desember 2025 sebesar 2,92Y46 (yoy).

Untuk asumsi inflasi yang digunakan dalam proyeksi arus kas dalam
Studi Kelayakan mengacu pada Nota Keuangan Beserta Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025 sebesar
2,510 Untuk proyeksi sampai akhir masa proyeksi.

e Kondisi politik dan keamanan yang diharapkan lebih stabil.
Asumsi Proyeksi Keuangan

1) Proyeksi Pendapatan

Pendapatan Perusahaan berasal dari penjualan produk electronic home
appliances seperti komponen rice cooker dan peralatan dapur lainnya
serta penjualan produk medical devices seperti alat deteksi awal untuk
penyakit jantung (NAVA), dengan adanya penambahan KBLI, maka
terdapat penambahan sumber pendapatan dari penjualan lapisan anti
lengket (coating) untuk alat-alat memasak dan inner pot rice cooker serta
penjualan collection kit HPV dan reagen HPV.

Proyeksi Pendapatan
(dalam miliar Rupiah)

Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan | — 395 475 595 685 860

58
Page 60 OCR 0.960
2)

3)

Biaya dan Beban

Penambahan KBLI baru tentunya menambah biaya dan beban bagi
Perusahaan. Biaya dan beban tersebut terdiri atas beban pokok
pendapatan, beban usaha, beban depresiasi dan beban pajak.

Proyeksi Biaya & Beban
(dalam miliar Rupiah)

Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Beban
Pokok 333 398 495 564 705
Pendapatan
Beban

Usaha
Beban
Depresiasi
Beban

Pajak

32 32 33 36 37

26 16 17 13 12

0,9 6 11 16 23

Modal Kerja

Perubahan modal kerja bersih yang kami gunakan adalah akun-akun
yang operasional dan bersifat recurring. Sebelum melakukan
perhitungan perubahan modal kerja, kami memperhitungkan turnover
dari perkiraan yang merupakan bagian dari Working Capital. Perkiraan
yang dipakai dalam perhitungan perubahan modal kerja ini adalah
piutang usaha dan persediaan dari sisi aset lancar, sedangkan dari
Sisi liabilitas jangka pendek adalah utang usaha.

Asumsi yang digunakan untuk perputaran piutang, persediaan dan
utang masing-masing sebagai berikut:

Perputaran piutang usaha selama 54 hari dalam satu tahun.
Perputaran persediaan selama 87 hari dalam satu tahun.
Perputaran utang usaha selama 74 hari dalam satu tahun.

Sehingga perubahan modal kerja merupakan selisih dari Aset Lancar
dikurangi Liabilitas Jangka Pendek tahun lalu dengan tahun ini
(Working Capital), diperoleh hasil sebagai berikut:

Proyeksi Modal Kerja
(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030

(Kenaikan) |

Penurunan
Piutang 32 (12) (18) (13) | (26)

Usaha

59
Page 61 OCR 0.907
4)

5)

Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
(Kenaikan) |
Penurunan (24) (16) (23) (16) | (34)
Persediaan

Kenaikan
(Penurunan) 13 | 13 20 14 28
| Utang Usaha |

Belanja Modal

Berikut adalah proyeksi belanja modal atas penambahan KBLI baru
dan belanja modal untuk pemeliharaan aset tetap untuk tahun 2026 —
2030.

Proyeksi Belanja Modal
(dalam miliar Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030

Belanja
Modal (25) | (5) (5) (16) | (35)

Tingkat Diskonto

Biaya Modal

Untuk mengkonversi arus kas penyedia modal atau capital selama
periode eksplisit menggunakan tingkat diskonto (discount rate) dari
biaya kapital rata-rata tertimbang (weighted average cost of
capitallNACC), dengan perhitungan sebagai berikut:

WACC — (We x Ke) # (Wd x Kd(1— t))

Keterangan:
-WACC : Weighted Average Cost of Capital
- We Persentase bobot dari cost of eguity
- Ke Tingkat pengembalian terhadap eguity
- Wd Persentase bobot dari cost of debt
- Kd Tingkat pengembalian perusahaan terhadap debt

Biaya ekuitas

Biaya Ekuitas (cost of eguity) (K.) sebesar 10,5846 yang diperoleh
dari perhitungan sebagai berikut:

Kes RF4# (8 (Rm-— RF))- CDS

— Rf : Risk Free

- B : Unsystematic Risk

— (Rm-RP : Risk Market Premium
— CDS : Credit Default Spread

60
Page 62 OCR 0.879
Keterangan:

— Risk free rate (Rf) adalah tingkat bunga bebas risiko. Risk free
rate diperoleh dari website PT Penilai Harga Efek Indonesia/PHEI
(d/h Indonesian Government Bond Yield Curve) per 31 Desember
2025 dengan tenor 30 tahun sebesar 6,704.

— Beta (8), mengukur sensitivitas tingkat pendapatan dari suatu
perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar
secara keseluruhan. Dalam melakukan perhitungan beta,
digunakan indikasi beta dari perusahaan pembanding sebagai
berikut:

Perusahaan Pembanding

Beta

No | Nama Perusahaan Rasio D/E (Unlever
(Levered) ed)

Beta

1 | Midea Group Co Ltd 0,63 | 17,652 0,56
Hangzhou Robam $

2 | Appiiances Co Ltd 09 0 50010 0,91

3 | Bajaj Electricals Ltd 081..| 46196 0,78

4 | Coway Co Ltd 0,62 22,16Yo 0,53
Guangdong Xinbao

5 | Electrical Appliances 1105 32,96Y6 0,85
Holdings CoLtd Sa RTA
Crompton Greaves |

6 | Consumer Electricals 0,60 | 3,07Yo 0,59
Ltd
Guangdong Hotata

7 | Technology Group 1,38 2,58Yo 1,31
Co Ltd
Bear Electric -

8 Appliance Co Ltd 0,88 29,55Y9 | 0,72
Chengdu Rainbow

9 | Appliance Group 0,47 4,25Yo 0,45
Shares CoLtd '”—— | : —

10 Puckoo Homesys Co 0,62 18,036 0,55

— Levered Beta pada tabel di atas telah menggunakan adjusted
beta. Levered Beta dari perusahaan pembanding kemudian di
unlevered dengan menggunakan struktur modal dari masing-
masing perusahaan kemudian dirata-rata. Rata-rata unlevered
beta tersebut kemudian di re-levered dengan menggunakan
struktur modal dari perusahaan pembanding yang mewakili pasar
industri sebesar 17,3696, dari hasil perhitungan tersebut didapat
beta sebesar 0,8222.

61
Page 63 OCR 0.882
— Risk Market Premium (Rm-Rf) adalah selisih antara pengembalian
pasar dan tingkat bunga bebas risiko. Risk Market Premium
diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan
nilai sebesar 6,6944.

— Credit Default Spread (CDS) menggambarkan kondisi ekonomi
suatu negara, kondisi politik — dan creditworthiness.
Creditworthiness merupakan ukuran seberapa besar kemungkinan
suatu negara gagal memenuhi kewajiban utangnya. Credit Default
Spread diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran,
dengan nilai sebesar 1,62Y2.

Biaya Utang

Biaya Utang (Ks) merupakan tingkat bunga utang yang harus dibayar
oleh perusahaan setelah pajak, yaitu sebesar 6,58” yang diperoleh
dari perhitungan sebagai berikut:

Kasix(1-t)

Suku Bunga Pinjaman. (i) sebesar 8,44” berdasarkan perkiraan
bunga yang dapat disetujui oleh Bank pemberi kredit dan tarif pajak (t)
sebesar 2294.

Struktur Modal

Pada perhitungan cost of capital, struktur modal yang dipakai adalah
struktur modal yang merupakan hasil perhitungan menggunakan data
Perusahaan yang sejenis dan sebanding, dan dihitung dengan
menggunakan rumus:

D/E Ratio

Wa 5
D/E Ratio #1

We-1-Wad

Sehingga diperoleh porsi utang (Wd) sebesar 14,794 dan porsi
ekuitas (We) sebesar 85,214.

Tabel Biaya Modal

Keterangan Informasi

Indonesia Goverment
Risk free-rate (R9 6,706 Bond Yield, PHEI 31
jaan Desember2025
Eguity beta Beta Perusahaan
(proxy) (B) Ois222 Pembanding
Eguity risk " Damodaran, 1 Januari
premium (Rm: 800. 2026

62
Page 64 OCR 0.897
7.3

7.4

7.5

Keterangan Informasi

Rating-based Damodaran, 1 Januari
Default Spread (REDS) 1620| 2926
Biaya Ekuitas (Ke) 10,586 ng MEMSR)a

Interest Rate IDR
Bunga pinjaman (i) 8,449 Investment Loan State
Banks, Des 2025

Pajak

penghasilan (t) 22Y4 Marginal Tax Rate
badan

Biaya Utang (i) x (1-t) 6,589 Kd x (1-t)

Porsi ekuitas er | 85,219 elletd)

Porsi utang do

14,790 d/tetd)

Net Present Value (“NPV”)

Metode NPV ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan
nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax). Apabila
NPV lebih besar dari nol atau menunjukkan angka yang positif, maka
proyek investasi layak untuk dilaksanakan. Untuk menghitung nilai
sekarang perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat diskonto yang
digunakan.

Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar
9,99”o menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih
selama 5 tahun adalah sebesar Rp43.430.989.238,00. Hal ini menunjukan
bahwa penambahan KBLI Baru layak untuk dilaksanakan.

Internal Rate of Return (“IRR”)

Metode IRR ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai
sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak
(earning after tax). Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat
diskonto, maka investasi dikatakan menguntungkan.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR proyek adalah 33,63”4 lebih
besar daripada tingkat diskonto sebesar 9,99Y4.

Payback Period

Metode ini mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, dalam satuan
waktu. Semakin singkat periode payback, maka proyek tersebut semakin
menguntungkan.

Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI Baru
membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengembalikan investasi dan rencana

63
Page 65 OCR 0.869
biaya modal selama periode proyeksi yang dikeluarkan sebesar
Rp60.020.000.000,00,-.

Profitability Index (PI)

Metode PI ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang dari
keuntungan sesudah pajak (earning after tax) di masa mendatang dengan
nilai sekarang investasi. Bila PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan
menguntungkan, bila kurang dari 1 maka dikatakan tidak menguntungkan.

Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari
investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,72. Hal ini
menunjukan bahwa rencana penambahan KBLI Baru tersebut adalah
layak untuk dilaksanakan.

Analisis Sensitivitas

Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap
berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil sensitivitas
menunjukkan bahwa kegiatan usaha untuk KBLI baru dengan kode 25992
dan kode 21015 ini tidak terlalu sensitif atau moderat terhadap penurunan
pendapatan dan penurunan Cost of Goods Sales (COGS), seperti terlihat
pada tabel berikut:

Uraian Kondisi Normal “tan Pond
51 1006 15 2th 25
Penjualan dan COGS - menurun
NPV 4430989238 | 51210924268 | 28.081.206540 | 169384221801 7845549020 | (1.247.304740)
Proftabilty Indeks 112 185 14 128 118 0981
IRR 38631 39" 25900 2109 15,989 9019)
Payback Period 3 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 4 Tahun| 4 Tahun 25 Tahun

Hasil dari uji sensitivitas di atas terlihat variabel sensitivitas Penjualan dan
COGS yang menurun hingga 25” menjadikan tidak layak dikarenakan
hasil NPV bernilai negatif, untuk nilai IRR berada dibawah tingkat diskonto
sebesar 9,99Y6 dan Profitability Index menunjukkan hasil dibawah satu,
dengan catatan variabel lain tetap (ceteris paribus).

64
Page 66 OCR 0.950
BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
8.1 Kesimpulan

Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri manufaktur
(produksi) Electronic Home Appliances dan Medical Devices di Indonesia
adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 10 PDB nasional, didorong
oleh fundamental ekonomi domestic yang kuat, dukungan pemerintah dalam
mendorong peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri
melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) serta penguatan
ekosistem industri dari hulu ke hilir dan transformasi teknologi yang semakin
pesat. Pasar manufaktur Electronic Home Appliances ini diproyeksikan tumbuh
stabil dengan nilai mencapai USD 19,69 miliar pada 2030 dengan CAGR 6,54
hingga 2030 sementara untuk pasar manufaktur Medical Devices diproyeksikan
tumbuh dengan nilai mencapai USD 9,3 miliar pada 2030 dengan CAGR 946
hingga 2030. Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan
signifikan berupa fluktuasi nilai kurs yang akan mempengaruhi harga bahan
baku yang diimpor, adanya perubahan regulasi dan pepatuhan serta
persaingan dengan perusahaan asing dalam memperebutkan pangsa pasar,
sehingga perusahaan perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi
kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan.

Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru
yang masih sejalan dengan lini bisnis manufaktur (produksi) Electronic Home
Appliances dan Medical Devices yang merupakan kegiatan utama Perseroan.
Secara proses bisnis, terdapat penambahan produk baru akibat adanya
penambahan KBLI baru, namun Perusahaan secara teknis mampu
menjalankan penambahan KBLI baru tersebut.

Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki
keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang manufaktur (produksi)
Electronic Home Appliances dan Medical Devices, kemampuan Perseroan
dalam menciptakan nilai tambah dan dapat memitigasi risiko persaingan,
sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.

Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan
dapat menambahkan KBLI baru dengan tersedianya tenaga ahli yang sudah
memiliki sertifikat keahlian dalam setiap bidang penambahan KBLI yang baru,
manajemen juga sudah dapat menjelaskan seluruh risiko dari bisnis atau
kegiatan usaha perusahaan, serta manajemen juga selalu menerapkan etika
dalam mengelola hak kekayaan intektual baik yang dimiliki oleh internal
maupun eksternal.

Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan
menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,99”6 menunjukkan bahwa nilai NPV
dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar

65
Page 67 OCR 0.949
Rp43.430.989.238,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah
33,63”6 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 9,996. Berdasarkan
perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 3
tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami
lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan
tersebut adalah 1,72.

Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di
antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru dengan
kode 25992 — Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari logam, dan
21015 — Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang
Kesehatan Lainnya untuk Perseroan dapat dilaksanakan dan layak.

8.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, Kami memiliki beberapa saran untuk pihak
manajemen.

1. Memperhatikan penguatan manajemen risiko keuangan untuk
mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar dikarenakan terdapat bahan
baku Perusahaan yang masih bergantung dari impor, hal ini bertujuan
untuk menjaga stabilitas biaya produksi dan margin keuntungan. Salah
satu strategi yang dapat diterapkan dengan melakukan diversifikasi
pemasok bahan baku.

2. Mengantisipasi perubahan regulasi khususnya pada industri alat
kesehatan dan manufaktur guna memastikan pemenuhan seluruh
regulasi yang berlaku termasuk kebijakan Tingkat Komponen Dalam
negeri (TKDN) yang mungkin dapat berubah sewaktu-waktu.

3. Tetap melakukan inovasi produk dan penguatan daya saing guna
menghadapi persaingan khususnya dengan competitor asing, dengan
mempertahankan kualitas produk, efisiensi biaya dan inovasi
berkelanjutan.

4. Terus melakukan audit secara berkala terhadap aspek kualitas dan
keamanan produk guna memastikan produk yang dihasilkan tetap
konsisten memenuhi standar yang berlaku.

5. Terus melakukan peningkatan kapasitas dan komptensi sumber daya
manusia secara berkelanjutan melalui pelatihan teknis, sertifikasi
keahlian dan penguatan kapabilitas manajerial guna mendukung
efektivitas implementasi kegiatan usaha baru.

66
Page 68 OCR 0.959
LAMPIRAN
Page 69 OCR 0.307
Iiveigsisocy | Lecsosizsciw |2zsse6ro1z6ov | ceozoezriese | sozeeggo1zee | secaLegoztin LaSv Hviwar
oergzeresopzl | p2elarLike9k | ogueegrgcirigl | posupuuugrosz | 2zwr86rroo9's9z | 9bz”Lpb”896'ObZ 489URT Yep! 1OSy Upin
PB 149952 0601826'Z9b L9£ 6pe”839 599p 519518 9ecul0osc | | 6rc110584 pnlnwuog yel yasy
EvgcerLezooL |zcoseereeg |ecieseriasog Jocorogeszse | rissecrecrtol | serori-L99'og dejay yesy
Eb1s8y0966s |iseuiwozoz9 |ezezeeorsc9 |seeescreies |esgesersuuya | o0srz01/010001
6Sp'2h8'9408 TPS EL £0E”L #orees'izo9g Jogsuzgisiei | eiscerueg 60S 620158" ueund5ueg yeled Jasy
000'000'66z»  |ooo'ooosezw  |ooooooeesi  ooosoozogeg |ooosooz99is | o00's00z9918 Wweyes ISeJSehU
- 00'009'00£ : - Isejsenur exnw buen
Leseega.z, o|enguoxgsia Jezereeseoe | rurloroecre Gri'gezzsrp | oosrzgi-goo'e eled Wrepi UsU/e) ueuisye ||
NVONYI MVAIL L3SV
1x9 1soGirzsc | Liececweeerc | Lp s60rps"zyc | suz6igpawsci | ozzo6i-9os'9Lt | 266'025-00E'LZL Je9ue1 joSy uelnp
ai 060 992 511 96rzee-Lze SppBLL 59 L0C BLP'SLS 95 181908 #ynwp sekegip uegog
LesceLcig Joiusrcroc Joosezeicee Jorwizeorogi |oowieortizyi | ocergeg'sore eynw buen
s Sp L£VBLL - # 78£ 288898 14178606621 Dinwup sekegip yeleg
Gezsezzeoos |11820L091S» |9ogoeeewiwos |19zoseoeee2 |ccwrsgtoese | ssozsgziwee veeiposiog
LegezerooLL |soorewisut Jizeezeceiir Jocesegcerwi Iueoscossgi | eoiosgezwei rel - ule| buejnig
0210221906 |9re'icosogwr |eoceoseraee Joseers'sooot |zskoszseees | oroeey9loze eyesn Sueinid
z219p1866'58 |soz9oisruel | sesuisesocii | oozuseussg goL099EpLS| | zigpepcrr6z se1 2ejos uep se
MVONYT L3SV|
Lasv|
szoz pzoz ezoz zzoz Izoc Ozoz Isdinysag

Sz0z HMIAWASAG L£ - 0z0z YIAWAS3G L£ JGOIMId
MAL VSVMUId VAVLNVSNN VALID SVAVIIS Ld
ATNO LNIWYI — SIMOLSIH NYONYNAY ISISOd NYVMOdVI

(HvIaNY NYNLVS WVIYA)

13SV

INVSIdWVI

Page 70 OCR 0.301
Lireireisgcr | bersesiastiw |uzssosoicoow |esozseonises |eoreenaor zee | ecnzeeozt SLINYA NYA SYLIISVII HYIWNT
sscyaneceise |ergsutesesae |reeeeowrewse |asaersriogses | cerzusesiupe | eeeogererise Svlinya HW,
sozgizse6ez |oskeekosati |serzeggega o(utecrsgorai) Kocgcizscgr) ((o96es1-8c9) (usyap) egg opresi
(oor'rzp00'06) | - - & & I- unseay weyes|
Grrcsogoocol |erpzeosoocoL |errzeogoozoL |errzs0g00zo1 | 6rzeog00z01 | 6r250800201 JOPSP (EPOW UEyEGLLE ||
000000000082 | 000'000'000sz | 000100000082 | 000'000000'08. | 0091000/000082 | 000'000005082 weyes jepon|
SvLInN3

Gsesice1swL |asaoeceasap |eegsongzrys | oepuigorsuw— | ozosigzcewe Swarievn HW
zeserceooz, |ekcggerci Jengesuresor Jeraisworazi | u0seezrepi Buelueg eybuer seypaeri yejunr
zesercgoozL |sizicgosrzL |sogeszeesoL lergisroraz Juoceozrwi Suelued exbuel ebay vejeawi seynaen
ONYPNYd VXONYP SVLITEVIT

12629011529 | sewesgoocyc (scoseczreew |ukgsowoosye | eraroeerezwor yapuag exbuer seyngei uekunp.
- - - dye jase veyegwad Bueyn
-unyey mes
tuerep odwag ymel buelued exbuel Gue ubegi
grup Jisuces |- : : wenjunbBuegp EMS)
seszisosg, |reerigee — Jioveseeia | awoeurees 00519 LP jenuye uegag
119615016 segrigeorz |esroosyoc9 |- 29999027. uejenluad Bynw buen
000219463 — |- 5 te inup ewualp uejedepuad

LiSGrotorL |osouigsoz oo |eogiosuure |ooeeus ooreLwce | elotgoooi Deled Buayn
Lovzi9zoers |6g6r9rcitc |covgecesice |esesageagee Isiozegewei | seuvacgvewc 'yesn buein
0982651 098 PEBSL z9c120161 — | veooseyec F z ue-uej buen
: P 5 6156579666 yapuad eyfuel yueg buein

MIGNIS VYONYP SVLSVII

ne

Scoe pot £z0e L14 Ro ozoz isdiysag

HVIdNH NyNLVS WyIya)
SVLINMI 8 SVLIMISVIT
Sz0z MIAWISAG L£ - 0202 MIAWISIG L£ 3GO1IM3d
MAL VSVMAId VUVLNVSNN VELII SVUVTIIS Ld
ATNO LNIWYVI — SIMOLSIH NVONVNAY ISISOd NV4OdVI

II NVAIdWNYTI

Page 71 OCR 0.328
zivgieeolsl |eisssriraai |soozeewscei (oezrelzelci) (eceocewesy) (looi-zegooer) NY Tr 438 NNHVL VSVI
(re9cesyeei) (tosrse9uz0) Neseoeesesu) |eesegocer Jeerrossecp | eogvozuiz JUN - UBIISBUBUOd YelEd LEGO
gsLesezeweL | 6or'lvoe9sei | sizeisopo1z |G9egzoeswoi) ((lozpoozzee) (lezozs9veir) 193
IerlI916r3| |ozwirvosscc |sicrioeerss | oewlosceril |18roceoerel | cerzoesoci TENO1
690915199pL Jowrrbi9gl (eceseoocsi |eriserzowtt JasssceozoeL |szieoeeesui UIS)Og - UIE| - UI
“3 ha 000 S6Z S08 6£ ka 3 - WBUPS ISEJSSAUI vesedajad EGET
(c96'017'8€1) (068”z00'992) (6p1'p89091) (cz6z68”1p) (oz£-109'0z) (01y681'86c1) veSueney uegag
IeziSp10p  |ozgzooseos — |orogewtus L19p0E”19 SE6 407122 96P8p0P28”L ue6uenay uejedepuag
SEL 18'0p6 CLLi'oorioes) |Leeroozewrsc) |(cogoseoeezz) |lercrzgeozcz) |locz6zzercO) TEE
- - - - - 2 Iseysulwpe uep wnwn uegog
Iseiseidag
SEL 18T'0P6 (kLi9orioee) |eeoozerrec) |(cogoseoes'zz) |lerezoeozc2) (lorzezzereOi) VOLI93
EreLigrsole Jiioeocreze |zeseolritus |ecsesorooee | iseozgsosee | L16962'Lobrbt IsejJslulupe uep wnun vegeg
0696159 z6 CpE MP2 5 £ 2 - uesesewod uep uejenfuad efe1g
(Rvo1seJado uRgag
sogziweLeze |arezewssiya | sescresogg oo ssgglkekkoL |eeZercgelOL | Z692L08SL8Z 10104 2921
OrOz6B6pE yo | sOcbr6GzcBel |16r866899C81 | 195e88OLpOrl | 816€pc90SLIc | pos LI OE9Lic vejedepuad YOOd UEgog|
Sozpoce9c1ec | 2ow16esseciz | zeeivebeeiei | seccoovesosi | Lizser'coreea | Loweeigeyeea eyesn vejedepuad
szoz coz £zoz zzoz Izoz ozoz Isdjysag

(Hvian4 NyNLvS WvIva)

Sz0z MAGWASIG L£ — 0z0z MIAWISAG L£ 3GOIM3d
MAL VSVMMId VAVLNYSNN VALII SVAVIAS Ld
ATNO LNIUYd — SIMOLSIH IONM VAVI NYHOdVI

II NYSIJWYI
Page 72 OCR 0.336
N

L09LS66069LZ | S6L'L£££6S'S09 | SEE T16POL9ES | 9s/ 79S'ST8'1Lb BEOL2P 916 vb 13SV HVIWNr
LI89p€LO9LL | LE0Eb2Owvcsi | 9seir9eicosi | gez8zgz10z9L CEp LLLS9CELL JedURT YEPIL JSY Uejuinf
PSB L19 GC PSB L49 GG PSB L19 GGC poB 119 SG PSB L19 GC pninmuag ye) yosy
o9s9zveciL |uceceeespe |esuraasace | 9ierceereegres £9L LSG ES VOL dero yeSV
ese,eccagwy | 9ogeovester |ec99sb6sorvr | sooce9rseser P9L LL8'GZB YG ISEISONU| IHOdoid|
6Spz78'9108 6Sb'Zp8'9108 652589108 6Sy'Zr8'910'8 6Sy2P8'9108 ueunbbuej yeled yosy
000000662” 000”000'66Z 4 000'000”66Z' 000'000”66Z 4 000"000'66Z 7 weyes ISEJSOAUJ
IseJSeAUI EyNW Guen
LEG EEBSLCL L6Seeec1cL Legeega1cL Legeesa,cl L6G££8 CL yeled wrepy ueyi6e) ueuisye |.
MVONVI MVOIL L3SV
062PO9S6B'OkS | SSL 88sccL Esp | 6rorLee'seg'sae | 996 EL TS1SL£ 909 £p9'0L1 692 JeDURT JaSy Uejunf:|
2 - - - - eynwup JeAegip uegog
LsgzelzL1'8 LegzelzLZ8 LeszelziL8 LSGcel LB LescelzIL8 einw buen|
- - - - 5 &inwip 4ekegip xeled
zcev10c6c'891 |ocoseloszret | oseoseecesil | Lrs'sewool-c6 F80'9Z0 19961 upeipaSJad|
LeBecer9oll |icgezergol | Legezewoorll | Legecerrooril 16862£p90'LL ule| - ure| Buegnld
Ovr90r'866cL | cewe czs6lol | gag96'9scee 220 6£1 96901 Sp8'6SL 9E8'8S eyesn buejnig
ISC L9/ 821 pcc |resereec996l | 6cogeisgacesi |£c290pLIosi SOC 566 '9EF LLL SPM BIEJAS UPP SEY|
NVONYI LISV
13sv

ogoz 6zoz gzoz 102 9zoz Isduysag

0£0z WIAWISIG L£ - 9z0z MJAWISIG L£ 3gOl43d
MAL VSVMMId VAVLNYSNN VELII SVUVTIS Ld

(Hvidn4 NynLyS wWyIya)

13SV

Nuv3 19X NVHVAWNYNId NYONIG NYONVNAM ISISOd ISM3AOUd NY4OdPI
AI NVSIdWVI

Page 73 OCR 0.340
Soo'Ls6r6og'OL2 | sezisecescos | serz6woroece |oszzowezerLiy | ZE012WO16 bb SVIIMYI Wa SVINISVI HVIWAT
segrecorsesess | ewagorcuoup | sewesoguzsiw | ereresorg29rO1e 1z019wyoosse SVLINM3 HYAWNP
gegosiiesica | seerezeoweri |aroiewruzee | ooeiapuors 7162190002 p) egei opres
(0orrrzv0002) Koorwrzrooos) |loorvrarooos) |(oorvrzyoo'os) (oo vyz-y00'02) unsea weyes,
Grrz6ogoocoL | Gwrzsosoozo: |evweosoozo: |evezeogo0ozo1 | erir260800201 Jo1esp jepow veyegwei
On0-000“000'ose | o00'000'000'osz | on-000-0000sz | o00'000-000-0sz — | 000'000-000062 weyes (pon
SvLINY3|
Izxcieyistol |oseercozewei | sozeeeozeoci | 20ws0szvitoL | sroooe11616 Svaniava Hvawar
zseezgoozL |aseeszsoozi |zceevzsoozi | zeeeversoorzi zE66pTB00ZL Buefueg ex5uer seyigeri uekunr
ze6erzgoozL |aseevzgoozi |zeeerzsoozi Jaceeresoozi Z266P2B00C1 Buelued ey6uel elioy uejegwi seujaern
- - 2 - - Guelued eybue/ yueg Suein
ONVTNYA VAONYP SVLNISVII
Gezzo9oosisi |emwesetigzzi | Lurzsoreigreo1 | surescerires PBO'OLL£96'S2 Hapuag e6uer seylgern yepunr)

daya 1as2 ueyagwad Suein
unyej mes
wejep odwaj unjel uelued eySuel Gue ueibeg)
gevpugpcv o lewezeuwey Jervezeusay  Jerweeusay Sep BL Lt veyun65uenp Bmos|
esezisoegi Jesezisosgi Jesezisosor Jesecisos9i 896 2190691 jenne uegog
LL96LSOL6 Z19 6LS'OL6 LL9ELSOL6 LL96LS0L6 LL96LS'0L6 vejenluad synw Buen
Sanwp ewuaup vejedepuag
LLSGpOVOVL LLSGpO'YOVL LIS SpOvOPL LISSkOYOVL LIS SpOYOPL xefed buein
sactizasoeri |esezogerewii | LLeiszrossroo1 | siorzos-ozgrog p29816”56919 euesn buein
0982631 098 1261 098 26SL 0982651 o9g'ye6'sL urej-urei buein
- - - - - yopuad exbuel hueg Guein|
| MIANSA VAONVP SVLNISVAI
| Sina

O£oz 6zoz gzoz 1 9zoz isdjyisag

1202
(HVIdNM NYNLVS WYIVA)

SVLINMI 8 SVLIIGVIT
0£0z HIAWASIG L£ - 9z0z MIAWISIA L£ 3GO1M3d

MAL VSVMUId VAVLNVSNN VULLII SVAVTIS Ld
Navg I19M NVHVINVNId NYONIG NYONYNAY ISISOd ISMJAOUd NVWOdVT

A NYAId NYI

Page 74 OCR 0.374
1yp996 19128 ESL CPO S6P SS TP£ 086665 8£ BE BEGELYLZ 198 S6ES9OE
6L6SLLepeec 956 LpP2S9 SL €p6 1118801 S61990€119 YE8865y98
09£ z20'S0L'90L 60206pZPLLZ 982791 18Y 6 £2S 79998112 20166626
09£ z20'50L90L 60106# PL LL 92 SL 18P 6 £cS 9998212 20166626
295622 OLZLL 099 Lezz8peL p22 02061 LL 586182 9ES9L 96C EBE LE8'S2
226 LOE'S184LL Oz€Ezzz 093 65051178999 BOS 9pp CE bb 866 12£ 19162
000'000'005L£ 000 000'05£9£ 000'000'00z££ 000 0S £9vz£ 6z9pge0zz£
000 000 00S SE 000 000'00S PE 000 000'00S L£ 000'0S# 91 L€ Trl080E8L LE
0000000002 000 000058 L 000 000 002 | 000”000'00E | 218p pO£cOL

uejelag unye| 16ny
uejiseySuad yefed (uegeg) peejuen
uejisey6uag yefeg wnjagas 16ny

uebuenay urgag
PAuulej urgog

3) xefeg uep e6ung wnjagos 16ny

iseisaidag jejo|
iseisaudag

1193) 'sesipowy uep iseiseidog
“yefeg “e6ung wnjagas 16ny

Isegsiulwpe uep Wnwn uegag
ueJesewad uep vejenluad uegag
IeuoiseuadO uegog

zzeLoe's1e'ssl o|ozecacogeroci | esorszi-pegres 80596898191 | 1297911619 oyrug ege3

szoge9pz9voL |ocgZiZelovos | ireregsilser |zereoreicees | sogoleseeees uejedepuad yoxod uegag

G00r000"000ro98g | oogro00r0oorsg9 | ooo'000r000'ses | Oo0r000'000rszp | zez-69'01£”s6t uejedepuag
ogoz 6zoz gzoz 102 9zoz vebuesajay

0g0z MIAWIASIG L£ - 9z0z MAIAWASIG L£ 3GOIMId
MAL VSVMUId VAVLNVSNN VULII SVUVTIS Ld

(Hvidns NynLyS WvIva)

NavI I19M NYVHVANYNId NYONIG ISM3AONd IONU VAVI NYHOdVI

IA NYUIdWVI

Page 75 OCR 0.259
ITN

3 Toeafeg
1819809622”, '
sege wa
SET 6B6OEP EP AdN
TPS TSGOSP LL PA COpELI 8181 605662 LEPSI BOrO18171ET ooor0orozoro9) Uisiag sey Snay ul en)
Lizgo ze890 sis1'0 992810 28060 9-eoe'0 voysig sopfej
1666'6 266616 166816 1266'6 24666 10666 1uoysia rexBung |
26010 ueungwnyyad 1ex6u!,.
00 00 oo 00z 00 u
CEL TG POOBE Sioseesowe 910129 VLVG SES 18011981 Sep BPR EPS (000r000-020-09) Uisiag SY Snay|
(Ke (uso'oo9'sogSL) (segoez'see'1z) (Crvsoresi-vi) 199206 GESLZ LSN TEPON USUPONJOd|
(ere'cegreverse) (evercesreoxsi) (erereeeerea) (erereeeerea) (evereee'coo'ce) TepOW eluejag
- - - - - eoza ebungseg Burn ueyeaniag
298 62201114 O9g LerTerel PL 02016124 906181 ETIL 962 ERP 128 GT isersandag
ana ang anal ET ansi
Lpp956”19178 ESL TPO'SEPSS Tpe O8666s8c Bze Bes EL9LZ 19856590 vejefsog unye) (1Bnu) 2924|
GLGSLLEreec 996 Lb ZS9SL €p6 41 88 OL 561 990E119 VER 863 P9B “releg vegag
| o9e'z10's01-901 601/06172p4-42 SET YEL 18P EP Ex5”y09982”17 701/p66'626 yefeg wnjogas (1Bny) ege1
F - PF 3 ” ve5uenay uegag|
092220501901 6027061720112 sezyeL-18pep 25 y0908217 201y686z62 193
295620111 099 LE228PEL P2L 020161 LL S6 181 GOL 962 682 128 C2 iseisaudag
TZ6 L0251811LL 012222”029”p8 65052148989 0S 9ppEZE PP 866222”19162 VA11S3|
0001000'005'se 000/009/005 y£ 000'000'005-1£ 0006p E91 1 Tri OBOE8) Is21Suwpe uep wnuwn vegog
000'000'0007z 000'000'068"1 000'000'002" O00'00g'00e-1 48h POR YZO'L Uesesewad uep uejenluad uegogl
T26 106 SLE SSL 012 222”086 024 65051788166 20596898291 1297911619 oug ege3
810 B69 29 OZ OEFLLI LO PIS Ww6rcgsiiser | Zereol ice SogoLesereee vejedepuad xoyod Uegeg|
0001000”000'098 000”009'000'589 O00'00g'000ses — | o00-0000001517 26261901 S6C vejedepuag
oeoz Gzoz szoz 1zoz 9zoz Uebuelejay
(Hvianu NyNLVS WvTIya)

0£0z YIAWASIG L£ - 9z0z MJIAWISIG L£ 3GOMId

MAL VSVNAId VUVLNVSNN VELII SVUVTIS Ld

OLNOYSIGMIL SVM SNUV

INA NVSId NYI

Page 76 OCR 0.379
UNUB| Sx UnUB| p unyej $ unyeI Y unyej £ unyej € polag YoegAed
46106 0695 GL 660 0026 SC 90L66£ KE9EE tete
860 EL sc EPL 'S8'L cl Syapu| Aji ge1yOld
(ovzpze1pz 4) | 0z06rS'Sb8"1 08122r8E69L | OrS9ecLcOOc | 99zvc60Lc 1S | 8Ec686'OfbEr AdN
uninudu - SD0) uep uejenluag

Ie 02 SL YaOL KI

IsIpuoy ueyegniag

IEWION ISIPUOY

uerean

(HvIanY NyNLYS WvIya)

MAL VSVMUId VUAVLNVSNN VULII SVUVTIS Ld
SVLIALLISIS IPN
IIA NVSIdWVTI

Page 77 OCR 0.966
LAMPIRAN
SURAT REPRESENTASI

Page 78 OCR 0.943
" rkasa Tbk

No. 036/SP/SCNP-KJPP/IV/2026
Bogor, 21 April 2026

Kepada Yth.

KJPP BENEDICTUS DARMAPUSPITA DAN REKAN
Jl. Musi No. 38

Jakarta Pusat 10150

Up. : Yth. Bp. Ir. B Supriyanto D, M.Sc., MAPPI (Cert)

Hal : Surat Pernyataan atas penugasan Jasa Konsultansi Studi Kelayakan Penambahan Bidang
Usaha (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia / KBLI) sesuai dengan Kontrak Ref. No.
BDR 26P - 105/R1 tanggal 13 Maret 2026 yang telah disetujui oleh PT Selaras Citra Nusantara
Perkasa, Tbk

Dengan hormat,

Merujuk pada perihal tersebut di atas, berikut adalah pernyataan dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk
atas penugasan dimaksud untuk menunjang keperluan penyusunan studi kelayakan penambahan bidang usaha
(klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia) dalam penugasan ini akan digunakan oleh PT Selaras Citra Nusantara
Perkasa, Tbk dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan
Perusahaan Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi, sebagai berikut :

a, Kami menyadari tanggung jawab kami untuk menyediakan informasi yang relevan, benar dan selengkap-
lengkapnya, yang tersedia bagi kami, termasuk pengungkapan fakta-fakta — material yang dapat
mempengaruhi penilaian ini. Untuk mempersiapkan penerbitan laporan penilaian anda, kami telah
meyediakan data-data dan informasi yang dibutuhkan sebagai berikut:

1) Company profile Perusahaan

2) List aset tetap per tanggal 31 Desember 2025

3) List property investasi per tanggal 31 Desember 2025

4) List aset takberwujud per tanggal 31 Desember 2025

5) List aset dalam penyelesaian per tanggal 31 Desember 2025

6) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2020
7) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2021
8) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2022
9) Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2023
10)Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2024
11)Laporan Keuangan Audited PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk per tanggal 31 Desember 2025
12)Proyeksi Bisnis Perusahaan 2026-2030

13)Akta Pendirian PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk

14)Perubahan Anggaran Terakhir PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbi

15)ljin Usaha PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk

16)NPWP PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk

b. Bahwa seluruh informasi dan pernyataan baik secara lisan maupun tulisan serta dokumen baik dalam
bentuk asli maupun foto kopi dan/atau salinan yang kami sampaikan kepada KJPP Benedictus
Darmapuspita dan Rekan yang kemudian digunakan dalam analisis dalam pemberian opini nilai adalah
benar-benar berasal dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk, lengkap dan sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya pada tanggal penilaian sampai dengan dikeluarkannya laporan penilaian.

Page 79 OCR 0.944
| 1 ba antara Perkasa Tbk.

Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam penugasan penilaian,
kami PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan termasuk di dalamnya anggota rekan dan seluruh staff
yang ada dari tuntutan kerugian harta, gugatan dan tanggung jawab (semuanya dalam bentuk apapun juga)
baik secara sendiri-sendiri maupun institusi yang timbul secara langsung maupun tidak langsung terhadap
pihak manapun juga apabila hal itu diakibatkan oleh kesalahan penyampaian data dan informasi apakah
yang disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi, dan/atau salinan dari kami.

Bahwa data-data yang diberikan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa, Tbk kepada KJPP Benedictus
Darmapuspita dan Rekan, bersifat rahasia dan diperuntukkan hanya oleh dan antara pihak-pihak yang terkait
dan/atau mempunyai kepentingan di dalamnya berikut akan digunakan sebagaimana mestinya oleh KJPP
Benedictus Darmapuspita dan Rekan sesuai dengan Kontrak Ref. No. BDR 26P —- 105/R1 tanggal 13 Maret
2026.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk kepentingan penilaian yang dibuat oleh
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan.

Hormat Kami,
PT SELARAS CITRA NUSANTARA PERKASA, Tbk

DJAMARWI

LITARA PERKASA Tbk,

Direktur Utama

File

File Open PDF
Source IDX
Size12.91 MB
Published30 Apr 2026
Pages79
Characters140,684
Text sourceOCR
OCR confidence0.863

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Generasi Dua Sukses p.19
linked — Freddy Nursalim p.19
linked — Xaverius Nursalim p.19
linked person Hendrik Nursalim p.19 ×3
linked — Richard Nursalim p.20
linked — Willy Nursalim p.20
linked person Liris Suryanto p.20 ×4
linked person Zulfitry Ramdan p.20 ×2
linked person Setiyo Bonorowanto p.20 ×2
linked org Selaras Citra p.22
linked org Kimia Farma p.41
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.19
possible org PT Sena Dwimakmur p.19 ×3
possible org PT Maspion p.39
possible — Bio Farma. p.39
possible person Ir. B Supriyanto D p.78 ×2
unresolved org Indonesia Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita p.2
unresolved org BAPEPAM p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.2
unresolved org KJPP BDR p.2 ×12
unresolved org Pusat Statistik. p.3 ×2
unresolved org KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.5 ×9
unresolved org KJPP Benedictus Darmapuspita p.5 ×9
unresolved person Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita p.5 ×6
unresolved person Timbul Nauli Nainggolan p.7
unresolved person Calvin p.7
unresolved org PT SCNP p.9 ×43
unresolved org Kualifikasi Penilai KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.11
unresolved org Menteri Keuangan p.11 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.11
unresolved org Menteri p.11
unresolved org Menteri Agraria dan Tata Ruang p.11
unresolved org Pertanahan Nasional RI p.11
unresolved person Djamarwie-Direktur p.11
unresolved org PT SCNP Bangun Persada Tbk p.12
unresolved org Bangun Persada Tbk p.12
unresolved org PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkuntuk p.16
unresolved person Arsono p.16
unresolved org PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbkdengan p.17
unresolved person Sukawaty Sumadi p.19
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.19
unresolved person Ernie · Notaris p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×3
unresolved person Dhyah Madya Ruth S.N. · Notaris p.20
unresolved org PT Selaras Citra Nusantara p.22
unresolved org Bank Indonesia p.29 ×12
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai p.30
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi p.31
unresolved org Bank Indonesia Pertumbuhan Uang Beredar Rp Tniliun p.33
unresolved org Kementerian Perindustrian Republik Indonesia p.35 ×2
unresolved org Kementerian Kesehatan Republik Indonesia p.36 ×2
unresolved org Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. p.36
unresolved org PT Indonesia Prima Eguipment. Berfokus p.39
unresolved org PT Whitford Indonesia p.39
unresolved org PT Multi Mayaka. Memiliki p.39
unresolved org PT Bio Farma. Memproduksi p.39
unresolved org PT Enseval Medika Prima. Memiliki p.39
unresolved org PT SCNP. Perusahaan p.41
unresolved org PT Selaras Medica Digital Indonesia p.41
unresolved org PT SMDI p.41
unresolved org PT Kimia Farma Trading p.41
unresolved org Kementerian Kesehatan. p.49
unresolved org PT SCNP. KBLI p.53
unresolved org Midea Group Co Ltd p.62
unresolved org Appiiances Co Ltd p.62
unresolved org Bajaj Electricals Ltd p.62
unresolved org Coway Co Ltd p.62
unresolved org Co Ltd p.62
unresolved org Appliance Co Ltd p.62
unresolved org PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbi p.78
unresolved org Perkasa Tbk. p.79

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result