Back to announcement
20260430_BSSB_Laporan Informasi dan Fakta Material_32075658_lamp2.pdf
Other Text extracted BSSBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 165
Page 1
SINERGI UNTUK
MASA DEPAN
BERKELANJUTAN
Synergy for Sustainable Future
Laporan Keberlanjutan
Sustainablility Report
2025
Page 2
Page 3
SINERGI UNTUK
MASA DEPAN
BERKELANJUTAN
Synergy for Sustainable Future
Masa depan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui
kerja sama yang solid antara seluruh pemangku kepentingan.
Dengan semangat “Tumbuh dan Bersinergi”, Bank Sulselbar
menempatkan kolaborasi sebagai landasan utama dalam
menghadapi tantangan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Bank
percaya bahwa keberlanjutan bukan sekadar tujuan, melainkan
sebuah perjalanan panjang yang harus ditempuh bersama. Melalui
program-program ramah lingkungan, penguatan tata kelola yang
transparan, serta dukungan terhadap masyarakat lokal, Bank
Sulselbar berkomitmen menciptakan dampak positif yang nyata.
Sinergi ini menjadi energi untuk mewujudkan masa depan yang
hijau, inklusif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi
daerah secara berkesinambungan.
A sustainable future can only be realized through solid collaboration
between all stakeholders. With the spirit of “Grow and Synergize,”
Bank Sulselbar places collaboration as a key foundation in addressing
environmental, social, and governance challenges. The bank believes
that sustainability is not just a goal, but a long journey that must be
undertaken together. Through environmentally friendly programs,
strengthening transparent governance, and supporting local
communities, Bank Sulselbar is committed to creating a tangible
positive impact. This synergy is the energy to realize a green, inclusive
future that can sustain regional economic growth.
Page 4
Pendahuluan
Introduction
DAFTAR ISI
Table of Content
Profil Perusahaan
Company Profile 34
Visi, Misi, dan Nilai Vision, Mission, and
36
Keberlanjutan Sustainability Values
Tentang Laporan
About the Report 4 Identitas Bank Sulselbar
Wilayah Operasional dan
Bank Sulselbar Identity
Operational Areas and Served
36
41
Pasar yang Dilayani Markets
Produk, Layanan dan
Penjelasan Tema Theme Explanation 1 Products, Services, and Business
Kegiatan Usaha yang 42
Activities
Daftar Isi Table of Content 2 Dijalankan
Tentang Laporan About This Report 4 Rantai Pasok Supply Chain 43
Penggunaan Jasa Asuransi Use of Sustainability Report Keanggotaan Asosiasi Association Memberships 44
5
Laporan Keberlanjutan Assurance Services
Perubahan Perusahaan yang
Significant Organizational
Proses Penentuan Topik Material Topic Determination Bersifat Signifikan Pada 45
6 Changes
Material Process Organisasi
Daftar Topik Material List of Material Topics 10
Pengelolaan Topik Material Management of Material Topics 12
Penjelasan Direksi
BoD's Statement 49
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy 14 Kebijakan dalam Merespons Policies in Responding to
Tantangan Strategi Keuangan Sustainable Finance Strategy 50
Berkelanjutan Challenges
Rencana Aksi Keuangan Penerapan Keuangan Implementation of Sustainable
Annual Sustainable Finance 51
Berkelanjutan (RAKB) 1 16 Berkelanjutan Finance
Action Plan (RAKB) 2025
Tahun (2025)
Strategi Pencapaian Target Strategy for Achieving Targets 52
Rencana Aksi Keuangan Five-Year Sustainable Finance
Berkelanjutan (Rakb) 5 Action Plan (RAKB) 2025– 19 Tanggung Jawab Laporan Responsibility For The
55
Tahunan (2025 – 2029) 2029 Keberlanjutan Sustainability Report
Policy Commitment Policy Commitment 22
Proses Untuk Memulihkan Process for Remediating
23
Dampak Negatif Negative Impacts
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance 56
Ikhtisar Kinerja Berkelanjutan
Sustainability Performance
Highlights
26 Struktur Dan Komposisi Tata
Kelola
Governance Structure and
Composition
58
Pengelolaan Benturan
Conflict of Interest Management 61
Kepentingan
Kinerja Aspek Ekonomi Economic Performance 28
Nomination and Selection of the
Kinerja Aspek Lingkungan Nominasi Dan Seleksi Dewan
Environmental Performance 30 Board of Commissioners and 64
Hidup Komisaris Dan Direksi
Board of Directors
Kinerja Aspek Sosial Social Performance 32 Penilaian Kinerja Dewan Performance Assessment of the
65
Komisaris Dan Direksi BoC’s and BoD’s
Kebijakan Remunerasi Remuneration Policy for the
Dewan Komisaris Dan Board of Commissioners and 66
Direksi Board of Directors
2 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
Penanggung Jawab
Person in Charge of Sustainable
Penerapan Keuangan 68 Aspek Energi Energy Aspects 98
Finance Implementation
Berkelanjutan
Aspek Air Water Aspects 101
Pengembangan Kompetensi
Competency Development Aspek Keanekaragaman Hayati Biodiversity Aspects 102
Terkait Keuangan 70
Related to Sustainable Finance
Berkelanjutan Aspek Emisi Emission Aspects 104
Penilaian Risiko Atas Aspek LImbah dan Efluen Waste and Effluent Aspects 107
Risk Assessment of Sustainable
Penerapan Keuangan 71
Finance Implementation
Berkelanjutan
Cakupan Dan Frekuensi
Audit Scope and Frequency 72
Audit
Hubungan Dengan
Pemangku Kepentingan
Permasalahan Terhadap
Stakeholder Engagement 73
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance 110
Issues in the Implementation of
Penerapan Keuangan 74
Sustainable Finance
Berkelanjutan
Literasi dan Keuangan Financial Literacy and Inclusion 112
Aspek Ketenagakerjaan Employment Aspects 114
Aspek Sosial Social Aspects 126
76
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tanggung Jawab Pengembangan
Kinerja Ekonomi Economic Performance 79
Produk/Jasa Keberlanjutan
Responsibility For Sustainable 132
Perbandingan Target dan Comparison of Targets and Product/Service Development
Kinerja Produksi, Portofolio, Performance of Production,
Target Pembiayaan, atau Portfolio, Financing/Investment 79
Inovasi Dan Pengembangan Innovation and Development of
Investasi, Pendapatan dan Targets, Revenue, and Profit/
Produk/Jasa Keuangan Sustainable Financial Products/ 134
Laba Rugi Loss
Berkelanjutan Services
Perbandingan Target
Comparison of Targets and Produk/Jasa Yang Sudah
dan Kinerja Portofolio, Products/Services Evaluated for
Portfolio Performance, Dievaluasi Keamanannya 136
Target Pembiayaan, atau Customer Safety
Financing/Investment Targets Bagi Nasabah
Investasi Pada Instrumen 80
in Financial Instruments
Keuangan atau Proyek yang Survei Kepuasan Nasabah
or Projects Aligned with Customer Satisfaction Survey on
Sejalan dengan Keuangan terhadap Produk dan/atau 138
Sustainable Finance Products and/or Services
Berkelanjutan Jasa
Nilai Ekonomi Langsung yang Direct Economic Value
82
Dihasilkan dan Didistribusikan Generated and Distributed
Implikasi Finansial serta Risiko Financial Implications, Risks,
dan Peluang Akibat Perubahan
Iklim
Kewajiban Program Pensiun
and Opportunities Due to
Climate Change
Defined Benefit Pension
83 Lain-Lain
Others 140
Manfaat dan Program Obligations and Other Pension 84
Pensiun Lainnya Programs
Verifikasi Oleh Pihak Independen Independent Verification 140
Bantuan Finansial yang Financial Assistance Received
85
Diterima dari Pemerintah from the Government Lembar Umpan Balik Feedback Form 141
Portofolio Kredit Loan Portfolio 85 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Response to Sustainability
142
Laporan Keberlanjutan 2025 Report 2025 Feedback
Anti Korupsi Anti-Corruption 89
Daftar Pengungkapan sesuai Disclosure Index in accordance
Pajak Tax 91 POJK No. 51/17 139 with POJK No. 51/2017
143
Indeks Konten Gri Universal GRI Universal Standards 2021
146
Standards 2021 Content Index
Linkage of GRI Standards with
Kinerja Lingkungan Hidup
94
Tautan Standar Gri Dengan Sdgs 152
SDGs
Environmental Performance
Aspek Umum General Aspects 96
Aspek Material Material Aspects 97
BANK SULSELBAR 3
Sustainability Report 2025
Page 6
Pendahuluan
Introduction
TENTANG LAPORAN (GRI 2-2, 2-3, 2-4)
About The Report
Laporan Keberlanjutan Bank Sulselbar Tahun 2025 disusun The 2025 Bank Sulselbar Sustainability Report was prepared in
dengan mengacu pada ketentuan nasional, yaitu Peraturan accordance with national regulations, namely Financial Services
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/POJK.03/2017 Authority Regulation (POJK) No. 51/POJK.03/2017 concerning
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga the Implementation of Sustainable Finance for Financial
Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, beserta Services Institutions, Issuers, and Public Companies, along with
ketentuan turunannya yaitu Surat Edaran Otoritas Jasa its derivative provisions, namely Circular Letter of the Financial
Keuangan Republik Indonesia Nomor 16/SEOJK.04/2021 Services Authority of the Republic of Indonesia Number 16/
tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of Annual
Perusahaan Publik. Selain itu, laporan ini juga disusun Reports of Issuers or Public Companies. Furthermore, this report
sesuai (“in accordance with”) dengan standar internasional was prepared in accordance with the international standard, the
Consolidated GRI Standards 2021 serta mempertimbangkan Consolidated GRI Standards 2021, and considers the GRI G4
GRI G4 Sector Disclosures – Financial Services. Sector Disclosures – Financial Services.
Laporan Keberlanjutan Bank Sulselbar Tahun 2025 memuat The 2025 Bank Sulselbar Sustainability Report contains
informasi dan data manajemen yang mencakup aspek management information and data covering the economic,
ekonomi, lingkungan, dan sosial atas seluruh kegiatan environmental, and social aspects of all operational activities
operasional yang dilaksanakan di Kantor Pusat dan seluruh carried out at the Head Office and throughout the Bank Sulselbar
jaringan kantor Bank Sulselbar. Pendekatan pengumpulan office network. The data collection approach was carried out
data dilakukan melalui mekanisme konsolidasi dari seluruh through a consolidation mechanism from all work units to ensure
unit kerja guna memastikan keterpaduan, konsistensi, dan the integration, consistency, and completeness of the information
kelengkapan informasi yang disajikan secara komprehensif. presented comprehensively.
Dalam Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 ini, terdapat This 2025 Sustainability Report may include a restatement (*)
kemungkinan penyajian kembali (*) atas beberapa data of some data from previous years if corrections or adjustments
tahun sebelumnya apabila diperlukan perbaikan atau are needed to improve reporting accuracy. This restatement
penyesuaian guna meningkatkan akurasi pelaporan. is made solely to maintain transparency and reliability of the
Penyajian kembali tersebut dilakukan semata-mata untuk information. Any adjustments are clearly communicated in the
menjaga transparansi dan keandalan informasi. Setiap relevant section of this report.
penyesuaian disampaikan secara jelas pada bagian terkait
dalam laporan ini.
Laporan ini diterbitkan secara tahunan untuk periode This report is published annually for the reporting period January
pelaporan 1 Januari hingga 31 Desember 2025, yang 1 to December 31, 2025, which aligns with Bank Sulselbar’s
selaras dengan periode pelaporan keuangan tahunan Bank annual financial reporting period. This Sustainability Report was
Sulselbar. Laporan Keberlanjutan ini diterbitkan pada 15 published on April 15, 2026.
April 2026.
Bagi para pemangku kepentingan yang memerlukan Stakeholders requiring further information regarding this
informasi lebih lanjut mengenai Laporan Keberlanjutan ini, Sustainability Report may contact:
dapat menghubungi:
4 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
GEDUNG KANTOR PUSAT BANK SULSELBAR
Divisi Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 16 Makassar 90125
Sekretaris Telp : +62411-859171
Perusahaan
Corporate Secretary
Fax : +62411-859464
Division
PENGGUNAAN JASA ASURANS LAPORAN
KEBERLANJUTAN (GRI 2-5 | OJK G.1)
Use of Assurance Services for Sustainability Reports
Pada periode pelaporan Tahun 2025, Bank Sulselbar belum As of the 2025 reporting period, Bank Sulselbar has not yet
menggunakan jasa assurans eksternal dalam proses verifikasi engaged external assurance services in the Sustainability
Laporan Keberlanjutan. Keputusan tersebut diambil dengan Report verification process. This decision was made after
mempertimbangkan kesiapan internal dalam pengumpulan considering internal readiness for data collection and validation,
dan validasi data, penguatan sistem pengendalian mutu strengthening the reporting quality control system, and the
pelaporan, serta efektivitas biaya dalam pengembangan cost-effectiveness of the gradual development of sustainability
pelaporan keberlanjutan secara bertahap. reporting.
Meskipun belum melibatkan pihak independen untuk Although it has not yet engaged an independent party to provide
memberikan tingkat assurans formal, Bank Sulselbar formal assurance, Bank Sulselbar continues to uphold the
tetap menjunjung tinggi prinsip akurasi, transparansi, dan principles of accuracy, transparency, and accountability in all
akuntabilitas dalam setiap pengungkapan informasi yang information disclosed. The data validation process is conducted
disampaikan. Proses validasi data dilakukan secara internal internally by the relevant work units and coordinated by the
oleh unit kerja terkait dan dikoordinasikan oleh Divisi Corporate Secretary Division to ensure the quality and integrity
Sekretaris Perusahaan untuk memastikan kualitas dan of the information.
integritas informasi.
Ke depan, sejalan dengan meningkatnya kompleksitas Going forward, in line with the increasing complexity of
pengungkapan dan ekspektasi pemangku kepentingan disclosures and stakeholder expectations regarding the quality
terhadap kualitas pelaporan keberlanjutan, Bank Sulselbar of sustainability reporting, Bank Sulselbar is committed to
berkomitmen untuk mempertimbangkan penggunaan jasa considering the use of independent assurance services to enhance
assurans independen guna meningkatkan kredibilitas serta credibility and strengthen public trust in its published reports.
memperkuat kepercayaan publik terhadap laporan yang
diterbitkan.
BANK SULSELBAR 5
Sustainability Report 2025
Page 8
Pendahuluan
Introduction
PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL (GRI 3-1)
The Process Of Selecting Material Topics
TAHAP 1: STAGE 1:
MEMAHAMI KONTEKS UNDERSTANDING THE
PERUSAHAAN COMPANY CONTEXT
Pada tahap awal penentuan topik material, Bank Sulselbar At the initial stage of determining material topics, Bank
melakukan pemahaman konteks perusahaan dengan Sulselbar develops an understanding of its organizational
mengidentifikasi aktivitas usaha, hubungan bisnis, serta context by identifying its business activities, business
pemangku kepentingan yang relevan dalam perspektif relationships, and relevant stakeholders from a sustainability
keberlanjutan. Tujuan dari proses ini adalah untuk perspective. The objective of this process is to ensure that the
memastikan isu-isu keberlanjutan yang diidentifikasi selaras identified sustainability issues are aligned with the Bank’s
dengan karakteristik bisnis, peran, dan tanggung jawab Bank business characteristics, role, and responsibilities as a Regional
Sulselbar sebagai Bank Pembangunan Daerah. Development Bank.
Tahapan ini melibatkan pemangku kepentingan internal, This stage involves internal stakeholders, particularly the
terutama Divisi Sekretaris Perusahaan dan unit kerja Corporate Secretary Division and other relevant working units
lainnya yang memiliki fungsi dan kompetensi di bidang tata with functions and competencies in corporate governance, risk
kelola perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan, serta management, compliance, and sustainability. The involvement
keberlanjutan. Keterlibatan unit kerja ini penting untuk of these working units is essential to obtain a comprehensive
mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang understanding of the Bank’s operational conditions, regulatory
kondisi operasional Bank, dinamika regulasi, serta konteks dynamics, as well as the social and economic context within Bank
sosial dan ekonomi di wilayah operasional Bank Sulselbar. Sulselbar’s operational areas.
Dengan melakukan kajian internal terhadap aktivitas Through internal assessments of business activities, policy
usaha, dokumen kebijakan, dan profil risiko perusahaan, documents, and the Bank’s risk profile, Bank Sulselbar
Bank Sulselbar mengidentifikasi faktor-faktor internal dan identifies internal and external factors that may affect business
eksternal yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan sustainability. This stage results in an initial mapping of
bisnis. Tahapan ini menghasilkan pemetaan awal peluang sustainability-related opportunities and challenges that may
dan tantangan keberlanjutan yang dapat berdampak pada impact long-term performance, business resilience, and the
kinerja jangka panjang, ketahanan usaha, serta pencapaian achievement of the Bank’s strategic objectives.
tujuan strategis Bank.
Hasil pemahaman konteks perusahaan pada tahap ini The outcome of this stage serves as the foundation for the
menjadi dasar untuk proses penentuan topik material subsequent materiality determination process. By adopting a
selanjutnya. Dengan pendekatan yang sistematis dan systematic and context-based approach, Bank Sulselbar ensures
berbasis konteks, Bank Sulselbar memastikan bahwa proses that the materiality process is conducted in a structured, relevant
materialitas dilaksanakan secara terstruktur, relevan, dan manner and in accordance with GRI 3-1 requirements as well as
sesuai dengan ketentuan GRI 3-1 serta praktik tata kelola prevailing sustainability governance and reporting practices.
dan pelaporan keberlanjutan yang berlaku.
6 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
TAHAP 2: STAGE 2:
MENGIDENTIFIKASI IDENTIFYING ACTUAL AND
DAMPAK AKTUAL DAN POTENTIAL IMPACTS
POTENSIAL
Bank Sulselbar mengidentifikasi dampak aktual dan Bank Sulselbar identifies actual and potential impacts arising
potensial yang timbul dari aktivitas usaha, produk, dan from its business activities, products, and banking services on
layanan perbankan terhadap aspek ekonomi, sosial, dan economic, social, and environmental aspects. This process aims
lingkungan. Proses ini bertujuan untuk memastikan isu to ensure that the identified sustainability issues reflect the most
keberlanjutan yang diidentifikasi mencerminkan dampak significant impacts on both the Bank and its stakeholders.
yang paling signifikan bagi perusahaan dan para pemangku
kepentingan.
Identifikasi dilakukan melalui kajian internal lintas fungsi The identification process is conducted through a cross-
yang melibatkan unit kerja terkait, termasuk manajemen functional internal review involving relevant working units,
risiko, kepatuhan, tata kelola, sumber daya manusia, including risk management, compliance, governance, human
operasional, dan keberlanjutan. Setiap aktivitas utama resources, operations, and sustainability functions. Each key
dianalisis untuk menilai skala, cakupan, serta potensi dampak activity is analyzed to assess the scale, scope, and potential
jangka pendek, menengah, dan panjang terhadap pemangku short-, medium-, and long-term impacts on stakeholders and
kepentingan dan keberlanjutan usaha. business sustainability.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, Bank Sulselbar Based on this assessment, Bank Sulselbar identifies several
mengidentifikasi sejumlah topik keberlanjutan yang sustainability topics covering economic aspects (economic
mencakup aspek ekonomi (kinerja ekonomi, keberadaan performance, market presence, indirect economic impacts, and
pasar, dampak ekonomi tidak langsung, dan praktik procurement practices), governance aspects (anti-corruption
pengadaan), tata kelola (anti-korupsi dan pajak), lingkungan and taxation), environmental aspects (energy, emissions, and
(energi, emisi, dan limbah), serta sosial (kepegawaian, waste), and social aspects (employment, occupational health and
kesehatan dan keselamatan kerja, pelatihan dan pendidikan, safety, training and education, diversity and equal opportunity,
keberagaman dan kesempatan setara, non-diskriminasi, non-discrimination, local communities, customer privacy, and
masyarakat lokal, privasi nasabah, dan praktik keamanan). security practices).
Hasil identifikasi dampak aktual dan potensial ini menjadi The results of identifying actual and potential impacts serve as
dasar untuk tahap selanjutnya, yaitu asesmen signifikansi the basis for the next stage, namely the assessment of impact
dampak dan penetapan topik material, guna memastikan significance and the determination of material topics, to ensure
pengelolaan dan pengungkapan keberlanjutan yang relevan, that sustainability management and disclosures are relevant,
terfokus, dan selaras dengan ketentuan GRI 3-1 serta focused, and aligned with GRI 3-1 requirements as well as OJK
regulasi OJK. regulations.
BANK SULSELBAR 7
Sustainability Report 2025
Page 10
Pendahuluan
Introduction
TAHAP 3: STAGE 3:
ASESMEN SIGNIFIKANSI IMPACT SIGNIFICANCE
DAMPAK ASSESSMENT
Pada Tahap 3, Bank Sulselbar melakukan asesmen signifikansi In Stage 3, Bank Sulselbar conducts an assessment of impact
dampak untuk menentukan tingkat materialitas setiap significance to determine the materiality level of each previously
topik keberlanjutan yang telah diidentifikasi sebelumnya. identified sustainability topic. This assessment aims to ensure that
Asesmen ini bertujuan memastikan bahwa topik-topik yang the topics classified as material truly reflect the most significant
ditetapkan sebagai material benar-benar mencerminkan impacts on business sustainability, stakeholder interests, and the
dampak yang paling signifikan terhadap keberlanjutan Bank’s economic, social, and environmental performance.
usaha, kepentingan pemangku kepentingan, serta kinerja
ekonomi, sosial, dan lingkungan Bank.
Penilaian signifikansi dilakukan dengan mempertimbangkan The assessment of significance is carried out by considering both
tingkat keparahan dampak (severity) dan kemungkinan the severity of impact and the likelihood of occurrence, for both
terjadinya dampak (likelihood), baik yang bersifat aktual actual and potential impacts. The evaluation process is conducted
maupun potensial. Proses penilaian dilaksanakan melalui through a cross-functional internal review involving relevant
kajian internal lintas fungsi yang melibatkan unit kerja working units in risk management, compliance, governance,
terkait di bidang manajemen risiko, kepatuhan, tata kelola, human resources, operations, and sustainability. The results of
sumber daya manusia, operasional, dan keberlanjutan. Hasil this assessment are then used to classify sustainability topics into
penilaian kemudian digunakan untuk mengelompokkan three levels of materiality: high, medium, and low.
topik keberlanjutan ke dalam tiga tingkat materialitas: tinggi,
sedang, dan rendah.
1. Topik Material dengan Signifikansi Tinggi 1. Material Topics with High Significance
Topik dengan signifikansi tinggi merupakan isu yang Topics with high significance represent issues with the
memiliki dampak paling besar dan berpotensi langsung greatest impact and those that have the potential to directly
memengaruhi keberlanjutan bisnis serta kepercayaan influence business sustainability and stakeholder trust.
pemangku kepentingan. Kategori ini mencakup Kinerja This category includes Economic Performance and Market
Ekonomi dan Keberadaan Pasar. Dalam aspek tata kelola, Presence. From a governance perspective, Anti-Corruption
Anti-Korupsi dan Pajak dinilai memiliki signifikansi and Taxation are considered highly significant due to their
tinggi karena berkaitan langsung dengan integritas dan direct relation to integrity and regulatory compliance.
kepatuhan hukum. Selain itu, Kepegawaian, Pelatihan dan In addition, Employment, Training and Education, and
Pendidikan, serta Privasi Nasabah juga termasuk dalam Customer Privacy are also included in this category, as they
kategori ini karena berpengaruh langsung terhadap directly affect human capital quality and customer trust.
kualitas sumber daya manusia dan kepercayaan nasabah.
2. Topik Material dengan Signifikansi Sedang 2. Material Topics with Medium Significance
Topik dengan signifikansi sedang merupakan isu yang Topics with medium significance represent issues that have
memiliki dampak penting namun relatif dapat dikelola important impacts but can be relatively managed through
melalui kebijakan dan pengendalian internal yang efektif. effective policies and internal controls. This category includes
Kategori ini mencakup Dampak Ekonomi Tidak Langsung Indirect Economic Impacts and Procurement Practices. From
dan Praktik Pengadaan. Dari aspek lingkungan, Energi an environmental perspective, Energy and Emissions fall
dan Emisi termasuk dalam kategori ini karena berkaitan into this category, as they relate to operational efficiency
dengan efisiensi operasional dan dampak lingkungan. and environmental impact. From a social perspective,
Pada aspek sosial, Kesehatan dan Keselamatan Occupational Health and Safety, Diversity and Equal
8 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
Kerja, Keberagaman dan Kesempatan Setara, Non- Opportunity, Non-Discrimination, Local Communities,
Diskriminasi, Masyarakat Lokal, serta Praktik Keamanan and Security Practices are also classified under medium
juga berada dalam tingkat signifikansi sedang. significance.
3. Topik Material dengan Signifikansi Rendah 3. Material Topics with Low Significance
Topik dengan signifikansi rendah merupakan isu yang Topics with low significance represent issues with relatively
dampaknya relatif terbatas atau telah dikelola secara limited impacts or those that have been adequately managed
memadai melalui prosedur operasional yang berjalan. through existing operational procedures. In this category,
Dalam kategori ini, Limbah diklasifikasikan sebagai Waste is classified as a low-significance topic, considering
topik dengan signifikansi rendah mengingat dampak that the environmental impact arising from Bank Sulselbar’s
lingkungan yang timbul dari aktivitas operasional Bank operational activities is relatively limited and has been
Sulselbar berskala terbatas dan telah dikelola sesuai managed in accordance with applicable regulations.
ketentuan yang berlaku.
Hasil asesmen ini menjadi dasar dalam penetapan Topik The results of this assessment form the basis for determining Bank
Material Bank Sulselbar yang selanjutnya dipetakan dalam Sulselbar’s Material Topics, which are subsequently mapped into
Matriks Materialitas dan dijadikan fokus utama dalam a Materiality Matrix and serve as the primary focus in developing
penyusunan strategi keberlanjutan, pengelolaan risiko, serta sustainability strategies, risk management, and performance
pengungkapan kinerja dalam Laporan Keberlanjutan. disclosures in the Sustainability Report.
TAHAP 4: STAGE 4:
PRIORITISASI DAMPAK PRIORITIZING THE MOST
YANG PALING SIGNIFIKAN SIGNIFICANT IMPACTS FOR
UNTUK PELAPORAN REPORTING
Pada Tahap 4, Bank Sulselbar melakukan prioritisasi dampak In Stage 4, Bank Sulselbar prioritizes sustainability impacts
keberlanjutan untuk menetapkan fokus pengungkapan to determine the focus of disclosures in the Sustainability
dalam Laporan Keberlanjutan. Prioritisasi dilakukan Report. This prioritization is based on the results of the impact
berdasarkan hasil asesmen signifikansi dampak dan Matriks significance assessment and the Materiality Matrix, with primary
Materialitas, dengan perhatian utama pada topik dengan attention given to topics with high significance.
tingkat signifikansi tinggi.
Topik prioritas diungkapkan secara komprehensif, mencakup Priority topics are disclosed comprehensively, covering policies,
kebijakan, struktur tata kelola, strategi, pengelolaan governance structures, strategies, risk management, as well as
risiko, serta kinerja dan capaian selama periode pelaporan. performance and achievements during the reporting period.
Dalam proses ini, Bank Sulselbar juga mempertimbangkan In this process, Bank Sulselbar also considers stakeholder
ekspektasi pemangku kepentingan, kepatuhan terhadap expectations, compliance with GRI Standards and OJK
standar GRI dan ketentuan OJK, serta keterkaitannya regulations, and alignment with the Bank’s business strategy and
dengan strategi bisnis dan Rencana Aksi Keuangan Sustainable Finance Action Plan (RAKB).
Berkelanjutan (RAKB).
Melalui prioritisasi ini, ruang lingkup pelaporan disusun Through this prioritization, the scope of reporting is structured
secara terfokus dan berbasis dampak, sehingga Laporan in a focused and impact-based manner, ensuring that Bank
Keberlanjutan Bank Sulselbar tersaji secara konsisten, Sulselbar’s Sustainability Report is presented consistently,
relevan, transparan, dan mendukung pengambilan keputusan relevantly, transparently, and supports long-term strategic
strategis jangka panjang. decision-making.
BANK SULSELBAR 9
Sustainability Report 2025
Page 12
Pendahuluan
Introduction
DAFTAR TOPIK MATERIAL (GRI 3-2)
List Of Material Topics
Sebagai puncak dari proses penentuan topik material As the culmination of a structured, well-documented, and impact-
yang dilaksanakan secara terstruktur, terdokumentasi, dan based materiality determination process, Bank Sulselbar has
berbasis dampak, Bank Sulselbar menetapkan sejumlah established several material topics with a high level of significance
topik material dengan tingkat signifikansi tinggi yang that are considered most critical to business sustainability and
dinilai paling menentukan keberlanjutan usaha serta relevant to stakeholders’ expectations. This determination was
relevan terhadap ekspektasi para pemangku kepentingan. carried out through a comprehensive assessment of actual and
Penetapan ini dilakukan melalui kajian komprehensif atas potential impacts, significance evaluation, and prioritization
dampak aktual dan potensial, asesmen signifikansi, serta of disclosures in accordance with the GRI Standards 2021 and
prioritisasi pengungkapan sesuai dengan GRI Standards 2021 Chapter F of SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021.
dan Bab F SEOJK No.16/SEOJK.04/2021.
Topik material tersebut mencerminkan isu-isu strategis yang These material topics reflect strategic issues that directly
memiliki pengaruh langsung terhadap stabilitas keuangan, influence financial stability, governance integrity, organizational
integritas tata kelola, daya saing organisasi, serta tingkat competitiveness, and the level of public trust. By adopting
kepercayaan publik. Dengan menjadikan topik material material topics as the foundation for policy formulation and
sebagai fondasi perumusan kebijakan dan strategi, Bank strategic planning, Bank Sulselbar ensures that sustainability
Sulselbar memastikan bahwa pengelolaan keberlanjutan management is integrated with the Bank Business Plan (RBB)
terintegrasi dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan Rencana and the Sustainable Finance Action Plan (RAKB), and aligned
Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), serta selaras dengan with long-term value creation principles.
prinsip penciptaan nilai jangka panjang.
Tabel Daftar Topik Material dengan Signifikansi Tinggi | Table of High-Significance Material Topics (GRI 3-2)
Keterkaitan dengan
Pemangku SDGs (TPB)
Topik Material Isu Utama Alasan Bersifat Material
Kepentingan Alignment with the
Material Topic Key Issue Reason for Materiality
Stakeholders Sustainable Development
Goals (SDGs)
Menjadi fondasi keberlanjutan usaha
Pemegang Saham, serta menentukan kapasitas Bank
Stabilitas keuangan TPB 8 – Pekerjaan
Pemerintah Daerah, dalam menciptakan nilai ekonomi
Kinerja Ekonomi dan pertumbuhan Layak dan Pertumbuhan
Regulator jangka panjang
Economic usaha Ekonomi
Shareholders, Regional Serves as the foundation of business
Performance Financial stability and SDG 8 – Decent Work and
Governments, sustainability and determines the Bank’s
business growth Economic Growth
Regulators capacity to generate long-term economic
value
Menggambarkan peran strategis Bank
dalam mendorong pembangunan
Inklusi dan akses
Masyarakat, UMKM, ekonomi daerah dan pemerataan TPB 8, TPB 10 –
Keberadaan layanan keuangan
Pemerintah akses keuangan Mengurangi Kesenjangan
Pasar Financial inclusion
Communities, MSMEs, Reflects the Bank’s strategic role in SDG 8, SDG 10 – Reduced
Market Existence and access to financial
Government driving regional economic development Inequalities
services
and expanding equitable access to
financial services
10 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
Tabel Daftar Topik Material dengan Signifikansi Tinggi | Table of High-Significance Material Topics (GRI 3-2)
Keterkaitan dengan
Pemangku SDGs (TPB)
Topik Material Isu Utama Alasan Bersifat Material
Kepentingan Alignment with the
Material Topic Key Issue Reason for Materiality
Stakeholders Sustainable Development
Goals (SDGs)
Menentukan integritas, reputasi,
Pencegahan korupsi, TPB 16 – Perdamaian,
Regulator, Pemegang serta keberlangsungan usaha melalui
fraud, dan benturan Keadilan, dan
Saham, Pegawai penerapan tata kelola yang kuat
Anti Korupsi kepentingan Kelembagaan yang
Regulators, Determines integrity, reputation,
Anti-Corruption revention of corruption, Tangguh
Shareholders, and business continuity through the
fraud, and conflicts of SDG 16 – Peace, Justice and
Employees implementation of strong governance
interest Strong Institutions
practices
Mencerminkan kontribusi nyata
terhadap pembangunan nasional dan
Kepatuhan dan
Pemerintah, daerah serta komitmen kepatuhan TPB 17 – Kemitraan untuk
transparansi
Pajak Regulator regulasi Mencapai Tujuan
perpajakan
Tax Government, Reflects tangible contributions to SDG 17 – Partnerships for
Tax compliance and
Regulators national and regional development, the Goals
transparency
as well as a commitment to regulatory
compliance
Menentukan produktivitas, loyalitas,
Pengelolaan dan
dan kesinambungan organisasi dalam
kesejahteraan SDM
Kepegawaian Pegawai jangka panjang TPB 8
Human capital
Employment Employees Determines productivity, employee SDG 8
management and
loyalty, and long-term organizational
employee welfare
sustainability
Mendukung kesiapan organisasi dalam
Pengembangan
menghadapi transformasi digital dan
Pelatihan dan kompetensi dan TPB 4 – Pendidikan
dinamika industri perbankan
Pendidikan kapabilitas SDM Pegawai Berkualitas; TPB 8
Supports organizational readiness in
Training and Human capital Employees SDG 4 – Quality Education;
addressing digital transformation and
Education competency and SDG 8
the evolving dynamics of the banking
capability development
industry
Berpengaruh langsung terhadap
Perlindungan data
kepercayaan publik, kepatuhan
dan keamanan
Privasi Nasabah Nasabah, Regulator regulasi, serta reputasi institusi TPB 16
informasi
Customer Privacy Customers, Regulators Directly influences public trust, SDG 16
Data protection and
regulatory compliance, and institutional
information security
reputation
Topik-topik material tersebut menjadi fokus utama dalam The above material topics constitute the primary focus of
pengungkapan Laporan Keberlanjutan Bank Sulselbar disclosures in the 2025 Sustainability Report of Bank Sulselbar
Tahun 2025 dan diuraikan secara komprehensif, mencakup and are presented comprehensively, covering policies, governance
kebijakan, struktur tata kelola, pendekatan pengelolaan, structures, management approaches, targets, and measurable
target, serta capaian kinerja yang terukur. performance achievements.
Melalui pendekatan yang terintegrasi ini, Bank Sulselbar Through this integrated approach, Bank Sulselbar reaffirms
menegaskan komitmennya untuk mengelola aspek its commitment to managing sustainability aspects in an
keberlanjutan secara akuntabel, transparan, dan berorientasi accountable, transparent, and value-driven manner, while
pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku strengthening its position as a resilient, trusted, and competitive
kepentingan, sekaligus memperkuat posisi Bank sebagai regional financial institution.
institusi keuangan daerah yang tangguh, terpercaya, dan
berdaya saing.
BANK SULSELBAR 11
Sustainability Report 2025
Page 14
Pendahuluan
Introduction
PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL (GRI 3-3; GRI 201, 205, 207, 404, 418)
Management Of Material Topics
Pengelolaan Topik Material merupakan bagian integral dari The management of Material Topics constitutes an integral
strategi keberlanjutan Bank Sulselbar dalam menciptakan part of Bank Sulselbar’s sustainability strategy in creating long-
nilai jangka panjang yang berkesinambungan. Setiap topik term and sustainable value. Each material topic is managed
material dikelola melalui pendekatan yang terintegrasi through an integrated approach that encompasses policies, risk
antara kebijakan, sistem manajemen risiko, pengendalian management systems, internal controls, as well as measurable
internal, serta pemantauan kinerja yang terukur dan and well-documented performance monitoring.
terdokumentasi.
Seluruh pengelolaan Topik Material diselaraskan dengan All Material Topic management is aligned with the Sustainable
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), Rencana Finance Action Plan (RAKB), the Bank Business Plan (RBB),
Bisnis Bank (RBB), serta penerapan Tata Kelola Perusahaan and the implementation of Good Corporate Governance (GCG).
yang Baik (Good Corporate Governance). Pendekatan ini This approach ensures that risks and opportunities related to
memastikan bahwa risiko dan peluang yang berkaitan dengan economic, social, and governance aspects are properly identified,
aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola telah teridentifikasi, mitigated, and continuously monitored.
dimitigasi, dan dipantau secara berkelanjutan.
Pengungkapan berikut disusun sesuai dengan ketentuan GRI The following disclosures are prepared in accordance with GRI
3-3 mengenai pengelolaan dampak material, serta mengacu 3-3 regarding the management of material impacts and refer to
pada standar topik spesifik yang relevan. relevant topic-specific standards.
Tabel Pengelolaan Topik Material | Material Topic Management Table (GRI 3-3)
Topik Kode GRI Topic Pendekatan
Program/Tindakan Utama Indikator Kinerja
Material Standards Pengelolaan
Key Programs/Actions Performance Indicators
Material Topic GRI Topic Standard Management Approach
Penerapan prinsip - Pengelolaan portofolio kredit
kehati-hatian dan secara prudent - Pertumbuhan aset dan
manajemen risiko - Penguatan permodalan dan laba
terintegrasi untuk likuiditas - Rasio NPL
Kinerja GRI 201: Economic
menjaga stabilitas - Pemantauan kinerja keuangan - CAR dan rasio likuiditas
Ekonomi Performance
keuangan berkala - Asset and profit growth
Economic GRI 201: Economic
Implementation of - Prudent loan portfolio management - Non-Performing Loan (NPL)
Performance Performance
prudential principles - Strengthening capital adequacy ratio
and integrated risk and liquidity - Capital Adequacy Ratio
management to maintain - Periodic monitoring of financial (CAR) and liquidity ratios
financial stability performance
- Jumlah pelatihan anti
- Kebijakan anti korupsi dan korupsi
Penguatan budaya benturan kepentingan - Jumlah laporan
GRI 205: Anti- integritas dan sistem - Pelatihan integritas pelanggaran
Anti Korupsi corruption pengendalian internal - Whistleblowing System - Tindak lanjut kasus
Anti Corruption GRI 205: Anti- Strengthening integrity - Anti-corruption and conflict of - Number of anti-corruption
corruption culture and internal interest policies training sessions
control systems - Integrity training program - Number of reported
- Whistleblowing System violations
- Case follow-up actions
12 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
Tabel Pengelolaan Topik Material | Material Topic Management Table (GRI 3-3)
Topik Kode GRI Topic Pendekatan
Program/Tindakan Utama Indikator Kinerja
Material Standards Pengelolaan
Key Programs/Actions Performance Indicators
Material Topic GRI Topic Standard Management Approach
Kepatuhan dan
- Pelaporan dan pembayaran pajak - Kepatuhan pelaporan
transparansi
tepat waktu pajak
pengelolaan kewajiban
- Evaluasi kepatuhan pajak - Tidak adanya sanksi
Pajak GRI 207: Tax perpajakan
- Koordinasi dengan otoritas pajak material
Tax GRI 207: Tax Compliance and
- Timely tax reporting and payment - Tax reporting compliance
transparency in the
- Tax compliance evaluation - Absence of material
management of tax
- Coordination with tax authorities sanctions
obligations
- Pelatihan teknis dan manajerial
- Rata-rata jam pelatihan
- Program sertifikasi
Pengembangan per pegawai
- Pelatihan keuangan
Pelatihan dan GRI 404: Training kompetensi SDM - Persentase pegawai
berkelanjutan dan digitalisasi
Pendidikan and Education secara berkelanjutan mengikuti pelatihan
- Technical and managerial training
Training and GRI 404: Training Continuous human - Average training hours per
programs
Education and Education capital competency employee
- Certification programs
development - Percentage of employees
- Sustainable finance and
participating in training
digitalization training
- Jumlah insiden
- Kebijakan keamanan informasi
Perlindungan data dan pelanggaran data
- Penguatan sistem TI
keamanan informasi - Kepatuhan terhadap
Privasi GRI 418: Customer - Sosialisasi perlindungan data
sesuai regulasi regulasi perlindungan
Nasabah Privacy - Information security policies
Data protection and data
Customer GRI 418: Customer - Strengthening IT systems (atau:
information security - Number of data breach
Privacy Privacy enhancement of IT systems)
in compliance with incidents
- Data protection awareness and
applicable regulations - Compliance with data
socialization programs
protection regulations
Melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berbasis standar Through integrated management based on the GRI Topic
GRI Topic Standards tersebut, Bank Sulselbar memastikan Standards, Bank Sulselbar ensures that each material impact
bahwa setiap dampak material dikelola secara akuntabel is managed in an accountable and transparent manner. Each
dan transparan. Setiap topik tidak hanya dipantau dari topic is not only monitored from a compliance perspective but
sisi kepatuhan, tetapi juga diukur kontribusinya terhadap also assessed based on its contribution to business stability,
stabilitas usaha, penguatan tata kelola, serta peningkatan governance strengthening, and service quality improvement for
kualitas layanan kepada nasabah dan masyarakat. customers and the community.
Pendekatan ini mempertegas komitmen Bank Sulselbar This approach reinforces Bank Sulselbar’s commitment to
dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan implementing sustainability principles comprehensively,
secara menyeluruh, memperkuat ketahanan usaha, serta strengthening business resilience, and enhancing stakeholder
meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan melalui trust through disclosures that are relevant, measurable, and
pengungkapan yang relevan, terukur, dan selaras dengan aligned with best practices in sustainability reporting.
praktik terbaik pelaporan keberlanjutan.
BANK SULSELBAR 13
Sustainability Report 2025
Page 16
STRATEGI KEBERLANJUTAN Sustainability Strategy
Page 17
Page 18
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
STRATEGI KEBERLANJUTAN (OJK A.1 | GRI 2-22 | GRI FS1)
Sustainability Strategy
Strategi keberlanjutan Bank Sulselbar merupakan bagian Bank Sulselbar’s sustainability strategy is an integral part of
integral dari arah pengembangan usaha yang berorientasi its business development direction, which focuses on healthy
pada pertumbuhan sehat, tata kelola yang kuat, dan growth, strong governance, and long-term value creation.
penciptaan nilai jangka panjang. Implementasi strategi Implementation of this strategy in 2025 is carried out through
tersebut pada tahun 2025 dijalankan melalui Rencana Aksi the Sustainable Finance Action Plan (RAKB), which is integrated
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang terintegrasi dengan with the Bank’s Business Plan and risk management system.
Rencana Bisnis Bank dan sistem manajemen risiko.
Dalam jangka pendek, Bank memprioritaskan penguatan In the short term, the Bank prioritizes strengthening sustainability
tata kelola keberlanjutan, integrasi risiko lingkungan governance, integrating environmental and social risks into the
dan sosial dalam proses pembiayaan, serta peningkatan financing process, and increasing credit distribution to productive
penyaluran kredit pada sektor produktif dan UMKM guna sectors and MSMEs to encourage inclusive regional economic
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. growth. The Bank’s business model is geared towards preventing
Model bisnis Bank diarahkan untuk mencegah dampak negative impacts through the application of prudential principles
negatif melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan seleksi and risk-based portfolio selection, while simultaneously
portofolio berbasis risiko, sekaligus menciptakan dampak creating positive impacts through financing priority sectors and
positif melalui pembiayaan sektor prioritas dan penguatan strengthening inclusive digital services.
layanan digital yang inklusif.
RENCANA AKSI KEUANGAN SUSTAINABLE FINANCE ACTION PLAN
BERKELANJUTAN (RAKB) 1 TAHUN (RAKB) 1 YEAR (2025)
(2025)
Prioritas Pertama : First Priority:
Pengembangan Produk dan/atau Jasa Development of Sustainable Financial Products
Keuangan Berkelanjutan and/or Services
Bulan Uraian Aktivitas Tujuan Aktivitas Indikator Pencapaian
Month Activity Description Activity Objectives Achievement Indicators
Kredit Berkelanjutan sebesar Sustainable Credit represents
10% dari total portofolio 10% of the total credit and
kredit & pembiayaan, antara financing portfolio, including
Mendukung pertumbuhan ekonomi yang lain melalui produk : the following products:
inklusif dan ramah lingkungan, dengan 1. Kredit KPR Tapera 1. Tapera Housing Savings
Kredit/Pembiayaan tetap mempertimbangkan aspek sosial, (Tabungan Perumahan (KPR Tapera)
Inklusif Berkelanjutan ekonomi, dan lingkungan Rakyat) 2. People’s Business Credit
Jan - Des 2. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Sustainable Inclusive Supporting inclusive and environmentally (KUR)
Credit/Financing friendly economic growth, while still 3. Sharia People’s Business
3. Kredit Usaha Rakyat Credit (KURS)
considering social, economic and Syariah (KURS)
environmental aspects. 4. MSME Credit
4. Kredit UMKM 5. Green Portfolio Credit/
5. Kredit/Pembiayaan Financing for the
Portofolio Hijau Corporate Segment
Segmen Korporasi
16 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
Bulan Uraian Aktivitas Tujuan Aktivitas Indikator Pencapaian
Month Activity Description Activity Objectives Achievement Indicators
Pembiayaan Kendaraan Meningkatkan kontribusi pada
Bermotor Listrik (PKBL) pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan
Minimal debitur KKBL 10 NoA
Jan - Des ramah lingkungan.
Electric Motor Vehicle Minimum KKBL debtor 10 NoA
Increase contribution to sustainable and
Financing (PKBL) environmentally friendly economic growth.
Penguatan Program Menciptakan ekosistem halal yang kuat dan Portofolio pembiayaan syariah Bank minimal sebesar 5%
Halal Business Cycle berkelanjutan. disalurkan bagi pelaku usaha halal
Jan - Des
Strengthening the Halal Creating a strong and sustainable halal The Bank’s minimum sharia financing portfolio of 5% is distributed
Business Cycle Program ecosystem. to halal business actors.
Enhancement produk
pembiayaan bagi Meningkatkan akses masyarakat Pembiayaan atas 5 perumahan subsidi baru atau total 250 unit
developer perumahan berpenghasilan rendah terhadap rumah subsidi yang dibangun oleh developer yang dibiayai
Jan - Des subsidi perumahan yang layak dan terjangkau. Bank.
Enhancement of fi-nancing Increasing low-income communities' access to Financing for 5 new subsi-dized housing estates or a to-tal of 250
products for subsidized decent and affordable housing. subsidized housing units built by developers fi-nanced by the Bank.
housing developers
1. Implementasi fitur 1. Implementation of the
Inquiry Portfolio Inquiry Portfolio Account
Meningkatkan layanan produk digital
Account feature
Enhancement mobile eksisting yaitu Mobile Banking yang sesuai
2. Implementasi new mobile 2. Implementation of new
banking dengan prinsip Keuangan Berkelanjutan
Jan - Des banking dengan engine mobile banking with the
Mobile banking Improving existing digital product services,
terbaru latest engine
enhancement namely Mobile Banking, in accordance with
3. Implementasi fitur 3. Implementation of the
Sustainable Finance principles
Registrasi Online Mobile Mobile Banking Online
Banking Registration feature
Fitur pengajuan kredit Meningkatkan layanan mobile banking dan
melalui mobile banking perluasan kanal pengajuan kredit Pengembangan Digital Loan
Maret - Des
Credit application fea-ture Improving mobile banking services and Digital Loan Development
via mobile banking expanding credit application channels
Peningkatan layanan
eksisting yaitu Virtual
Account Debit Meningkatkan layanan Virtual Account Bank Implementasi VA Debit
Maret - Des
Improvement of existing Improving Bank Virtual Account services VA Debit Implementation
services, namely Virtual
Account Debit
Penambahan kanal
layanan Tarik Tunai
Tanpa Kartu melalui Memperluas kanal Layanan Tarik Tunai Implementasi Cardless Cash Withdrawal pada jaringan ATM
jaringan ATM Switching Tanpa Kartu Switching
Maret - Des
Addition of Cardless Expanding Cardless Cash With-drawal service Implementation of Cardless Cash Withdrawal on ATM Switching
Cash Withdrawal service channels networks
channels via ATM
Switching net-works
Memperluas inklusi keuangan dengan
Inklusi keuangan Open kolaborasi antar industri yang sesuai
API dengan prinsip Keuangan Berkelanjutan Implementasi Open API berbasis SNAP
Jan – Des
Financial inclusion Open Expanding financial inclusion through cross- Implementation of SNAP-based Open API
API industry collaboration in accordance with
Sustainable Fi-nance principles
Peningkatan layanan 1. Penambahan produk
1. Addition of Sharia products
Pembukaan Rekening Meningkatkan layanan pembukaan syariah
2. Implementation of a new
Jan – Sept secara Online rekening secara online 2. Implementasi alur proses
process flow for Online
Improvement of Online Improving online account opening services baru untuk layanan
Onboarding services
Account Open-ing services Online Onboarding
BANK SULSELBAR 17
Sustainability Report 2025
Page 20
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Bulan Uraian Aktivitas Tujuan Aktivitas Indikator Pencapaian
Month Activity Description Activity Objectives Achievement Indicators
Meningkatkan layanan kanal pembayaran
dan memperluas jaringan transaksi Tarik,
Peningkatan layanan
Setor, dan Transfer tanpa pembukaan
kanal pembayaran
jaringan kantor/delivery channel. Implementasi QRIS Tuntas
Maret –Okt esksisting
Improving payment channel services and Implementation of QRIS Tuntas
Improvement of exist-ing
expanding the transaction net-work for
payment channel services
Withdrawals, Deposits, and Transfers without
opening office networks/delivery channels.
Kedua : Second:
Pengembangan Kapasitas Intern Internal Capacity Development
Bulan Uraian Aktivitas Tujuan Aktivitas Indikator Pencapaian
1. Refreshment bagi senior executive
1. Meningkatkan pemahaman dan
(pemimpin divisi dan pemimpin cabang).
komitmen terhadap keuangan
2. Refreshment bagi Analis Kredit Kantor
berkelanjutan.
Peningkatan wawasan Pusat dan Kantor Cabang.
2. Membangun kapasitas untuk
Jan – Des keuangan berkelanjutan/ESG 3. Pelatihan Keuangan Berkelanjutan/
mengelola risiko keuangan
bagi seluruh pegawai ESG bagi Pemimpin Seksi Operasional/
berkelanjutan.
Pemimpin Seksi Umum.
3. Meningkatkan kinerja keuangan
4. Pelatihan Keuangan Berkelanjutan/ESG
secara berkelanjutan.
bagi AO/RO Cabang.
Menyediakan informasi mengenai
1. Tersedia (satu) segmen/rubrik dalam
keuangan berkelanjutan
Majalah Saoraja yang membahas tentang
menggunakan media informasi
keuangan berkelanjutan/ESG.
Jan – Des Literasi Lingkungan internal, agar Bank dapat berperan
2. Campaign/news Keuangan Berkelanjutan
signifikan terhadap peningkatan
melalui Official Instagram paling kurang 1
literasi dan kesadaran tentang isu
(satu) kali satu bulan.
lingkungan
Ketiga : Third:
Tata Kelola Bank Bank Governance
Bulan Uraian Aktivitas Tujuan Aktivitas Indikator Pencapaian
Merancang strategi jangka panjang
Penyusunan Dokumen
yang mendukung penerapan prinsip Dokumen Roadmap Keuangan Berkelanjutan
Maret – Sept Roadmap
keuangan berkelanjutan dalam Bank
Keuangan Berkelanjutan
operasional Bank.
Memberikan pedoman dan arah yang
jelas dalam mengimplementasikan
Penyusunan Kebijakan
Maret – Sept prinsip-prinsip keuangan Kebijakan Keuangan Berkelanjutan Bank
Keuangan Berkelanjutan Bank
berkelanjutan di seluruh aspek
operasional Bank.
Penyusunan kebijakan
Mengintegrasikan aspek lingkungan,
internal (BPP/SOP/SE) yang
sosial dan tata kelola dalam strategi Minimal 5 (lima) kebijakan internal (BPP/SOP/
Jan – Des selaras dan terintegrasi
bisnis, operasional, pengambilan SE)
dengan keuangan
keputusan.
berkelanjutan.
18 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
Bulan Uraian Aktivitas Tujuan Aktivitas Indikator Pencapaian
Kolaborasi dengan mitra Membangun image Bank yang peduli
Juni yang memiliki komitmen dan bertanggung jawab terhadap Kerjasama dengan Mall Sampah
berkelanjutan. lingkungan dan masyarakat.
Menciptakan lingkungan kerja
yang sehat, nyaman, dan produktif 1. Pengelolaan limbah berkelanjutan : daur
Pengelolaan lingkungan
bagi karyawan dan nasabah, serta ulang limbah anorganik kerjasama dengan
Jan – Des internal yang ramah
untuk meningkatkan peran dalam penyedia jasa daur ulang.
lingkungan
mengurangi dampak negatif terhadap 2. BSSB Eco Living
lingkungan dan sekitar.
Meningkatkan kesadaran lingkungan melalui
Pengelolaan lingkungan Menunjukkan komitmen Bank
Program Daur Ulang : Reverse Vending
Juni – Des eksternal yang ramah terhadap lingkungan dan
Machine (pada public space seperti pusat
lingkungan keberlanjutan.
perbelanjaan atau pasar)
Dalam jangka menengah (3–5 tahun), Bank menargetkan In the medium term (3–5 years), the Bank targets increasing
peningkatan proporsi pembiayaan berkelanjutan, penguatan the proportion of sustainable financing, strengthening internal
kapasitas internal ESG, serta efisiensi operasional yang lebih ESG capacity, and achieving more environmentally friendly
ramah lingkungan. Strategi ini selaras dengan POJK tentang operational efficiency. This strategy aligns with the OJK
Keuangan Berkelanjutan, Undang-Undang P2SK, serta Regulation on Sustainable Finance and the P2SK Law, and
mendukung pencapaian SDGs, khususnya pertumbuhan supports the achievement of the SDGs, particularly economic
ekonomi, inklusi keuangan, dan transisi menuju ekonomi growth, financial inclusion, and the transition to a low-carbon
rendah karbon. economy.
RENCANA AKSI KEUANGAN SUSTAINABLE FINANCE ACTION PLAN
BERKELANJUTAN (RAKB) (RAKB) 5-YEAR (2025–2029)
5 TAHUNAN (2025 – 2029)
Prioritas Pertama : First Priority:
Pengembangan Produk dan/atau Jasa Development of Sustainable Financial Products
Keuangan Berkelanjutan and/or Services
Periode Target Kegiatan Prioritas Indikator Pencapaian
Kredit Berkelanjutan sebesar 10% dari total portofolio kredit & pembiayaan,
antara lain melalui produk :
1. Kredit KPR Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat)
Kredit/Pembiayaan Inklusif
2025 2. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Berkelanjutan
3. Kredit Usaha Rakyat Syariah (KURS)
4. Kredit UMKM
5. Kredit/Pembiayaan Portofolio Hijau Segmen Korporasi
Pembiayaan Kendaraan Bermotor
2025 Minimal debitur KKBL 10 NOA
Listrik (PKBL)
Penguatan Program Halal Business Portofolio pembiayaan syariah Bank minimal sebesar 5% disalurkan bagi
2025
Cycle pelaku usaha halal
Enhancement produk pembiayaan Pembiayaan atas 5 perumahan subsidi baru atau total 250 unit rumah subsidi
2025
bagi developer perumahan subsidi yang dibangun oleh developer yang dibiayai Bank.
BANK SULSELBAR 19
Sustainability Report 2025
Page 22
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Periode Target Kegiatan Prioritas Indikator Pencapaian
1. Implementasi fitur Inquiry Portfolio Account
2025 Enhancement mobile banking 2. Implementasi new mobile banking dengan engine terbaru
3. Implementasi fitur Registrasi Online Mobile Banking
Fitur pengajuan kredit melalui mobile
2025 Pengembangan Digital Loan
banking
Peningkatan layanan eksisting yaitu
2025 Virtual Account Implementasi VA Debit
Debit
Penambahan kanal layanan Tarik Tunai
Implementasi Cardless Cash Withdrawal pada
2025 Tanpa Kartu
jaringan ATM Switching
melalui jaringan ATM Switching
2025 Inklusi keuangan Open API Implementasi Open API berbasis SNAP
Peningkatan layanan Pembukaan
1. Penambahan produk Syariah
2025 Rekening secara
2. Implementasi alur proses baru untuk layanan Online Onboarding
Online
Peningkatan layanan kanal
2025 Implementasi QRIS Tuntas
pembayaran esksisting
2026 Ekosistem Halal Bank memiliki/membentuk minimal 3 ekosistem halal
Peningkatan portofolio kredit menengah sebesar 5% dari
Peningkatan penyaluran kredit untuk
2026 pencapaian kredit menengah
UMKM segmen kredit menengah
tahun sebelumnya
2027 Filantropi Business Cycle Bank dimandat sebagai Pengelola Ziswaf
Penyaluran kredit korporasi bagi para
pelaku bisnis dengan industri sektor
2028 Minimal 5% dari total kredit yang disalurkan
ekonomi atau teknologi ramah
lingkungan.
Integrasi Aplikasi Sistem Informasi
2026 - 2029 Manajemen Kredit & Pembiayaan ke Implementasi integrasi ke Core Banking System BSSB
Core Banking System BSSB
2029 PAYLATER untuk UMKM Minimal Debitur Paylater UMKM 100 NOA
Desain/pengembangan/Inovasi Bank memiliki paling kurang 1 (satu) produk kredit/pembiayaan yang
produk dan/atau layanan yang selaras berwawasan lingkungan yang pemanfaatannya untuk pengelolaan air bersih,
2029
dengan kriteria/prinsip keuangan transportasi ramah lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati darat & air,
berkelanjutan Bank dan energi terbarukan.
Kedua : Second:
Pengembangan Kapasitas Intern Internal Capacity Development
Periode Target Kegiatan Prioritas Indikator Pencapaian
1. Refreshment bagi senior executive (pemimpin divisi dan pemimpin cabang).
Peningkatan wawasan keuangan 2. Refreshment bagi Analis Kredit Kantor Pusat dan Kantor Cabang.
2025 berkelanjutan/ESG bagi seluruh 3. Pelatihan Keuangan Berkelanjutan/ESG bagi Pemimpin Seksi Operasional/
pegawai Pemimpin Seksi Umum.
4. Pelatihan Keuangan Berkelanjutan/ESG bagi AO/RO Cabang.
20 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
Periode Target Kegiatan Prioritas Indikator Pencapaian
1. Tersedia 1 (satu) segmen/rubrik dalam Majalah Saoraja yang membahas
tentang keuangan berkelanjutan/ESG.
2025 Literasi Lingkungan
2. Campaign/news Keuangan Berkelanjutan melalui Official Instagram paling
kurang 1 (satu) kali satu bulan.
Peningkatan wawasan keuangan
2026 - 2029 berkelanjutan/ESG bagi seluruh Minimal 100 pegawai yang mengikuti pelatihan ESG setiap tahun
pegawai
Ketiga : Third:
Tata Kelola Bank Governance
Periode Target Kegiatan Prioritas Indikator Pencapaian
Penyusunan Dokumen Roadmap
2025 Dokumen Roadmap Keuangan Berkelanjutan Bank
Keuangan Berkelanjutan
Penyusunan Kebijakan Keuangan
2025 Kebijakan Keuangan Berkelanjutan Bank
Berkelanjutan Bank
Penyusunan kebijakan internal (BPP/
2025 SOP/SE) yang selaras dan terintegrasi Minimal 5 (lima) kebijakan internal (BPP/SOP/SE)
dengan keuangan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan mitra yang
2025 Kerjasama dengan Mall Sampah
memiliki komitmen berkelanjutan.
1. Pengelolaan limbah berkelanjutan : daur ulang limbah anorganik kerjasama
Pengelolaan lingkungan internal yang
2025 dengan penyedia jasa daur ulang.
ramah lingkungan
2. BSSB Eco Living
Meningkatkan kesadaran lingkungan melalui Program Daur Ulang : Reverse
Pengelolaan lingkungan eksternal
2025 Vending Machine (pada public space seperti pusat
yang ramah lingkungan
perbelanjaan atau pasar)
1. Penggunaan sumber daya alam yang efesien : Penanaman pohon di sekitar
Pengelolaan lingkungan eksternal gedung kantor bank untuk penghijauan dan penyerapan air hujan
2026 - 2029
yang ramah lingkungan 2. Pemeliharaan lingkungan : penanaman pohon atau tanaman hijau di sekitar
kantor Bank untuk menambah ruang terbuka hijau.
1. Penggunaan sumber daya alam yang efesien : kendaraan operasional kantor
Pengelolaan lingkungan internal yang menggunakan kendaraan hybrid dan/atau listrik.
2026 – 2029
ramah lingkungan 2. Pemeliharaan lingkungan : 30% supply kelistrikan back office bersumber
dari panel surya.
Sepanjang periode pelaporan, Bank melakukan evaluasi atas Throughout the reporting period, the Bank evaluated its
kinerja topik material, termasuk kinerja ekonomi, integritas performance on material topics, including economic performance,
tata kelola, pengembangan SDM, dan perlindungan data governance integrity, human resource development, and
nasabah. Ke depan, fokus diarahkan pada penguatan customer data protection. Going forward, the focus will be on
manajemen risiko ESG, peningkatan pembiayaan strengthening ESG risk management, increasing sustainable
berkelanjutan, serta optimalisasi struktur pendanaan untuk financing, and optimizing the funding structure to strengthen
memperkuat ketahanan usaha secara berkelanjutan. business resilience on an ongoing basis.
BANK SULSELBAR 21
Sustainability Report 2025
Page 24
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
POLICY COMMITMENT (GRI 2-23 | GRI 2-24)
Policy Commitment
Bank Sulselbar menetapkan komitmen kebijakan sebagai Bank Sulselbar has established policy commitments as the
landasan pelaksanaan bisnis yang bertanggung jawab foundation for responsible and sustainable business operations.
dan berkelanjutan. Komitmen tersebut dituangkan dalam These commitments are outlined in its Corporate Governance
Kebijakan Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Risiko Policy, Integrated Risk Management, Sustainable Finance, Anti-
Terintegrasi, Keuangan Berkelanjutan, Anti Korupsi dan Corruption and Conflict of Interest, and Ethics and Conduct
Benturan Kepentingan, serta Pedoman Etika dan Perilaku. Guidelines. These policies refer to OJK Regulation No. 51/
Kebijakan ini mengacu pada POJK No.51/POJK.03/2017 POJK.03/2017 concerning Sustainable Finance, the P2SK Law,
tentang Keuangan Berkelanjutan, Undang-Undang P2SK, the Sustainable Development Goals (SDGs), and international
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta prinsip governance principles.
tata kelola internasional.
Sejalan dengan UN Guiding Principles on Business and In line with the UN Guiding Principles on Business and Human
Human Rights (UNGPs), Bank Sulselbar berkomitmen Rights (UNGPs), Bank Sulselbar is committed to respecting
untuk menghormati hak asasi manusia melalui penerapan human rights through the implementation of policies that
kebijakan yang mencakup non-diskriminasi, kebebasan cover non-discrimination, freedom of association, protection of
berserikat, perlindungan hak pekerja, serta perlindungan workers’ rights, and protection of customer data and privacy.
data dan privasi nasabah. Komitmen ini merujuk pada This commitment refers to the Universal Declaration of Human
Universal Declaration of Human Rights (UDHR) dan standar Rights (UDHR) and International Labour Organization (ILO)
ketenagakerjaan International Labour Organization (ILO). labor standards.
Dalam implementasinya, Bank menerapkan uji tuntas (due In its implementation, the Bank applies due diligence to its
diligence) pada proses pembiayaan dan hubungan bisnis guna financing processes and business relationships to identify,
mengidentifikasi, mencegah, dan memitigasi risiko ekonomi, prevent, and mitigate economic, social, and environmental risks,
sosial, dan lingkungan, termasuk risiko pelanggaran HAM. including the risk of human rights violations. The precautionary
Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) diterapkan principle is applied in credit decision-making to avoid significant
dalam pengambilan keputusan kredit untuk menghindari negative impacts.
dampak negatif yang signifikan.
Seluruh kebijakan telah disetujui oleh Direksi dan Dewan All policies have been approved by the Board of Directors and the
Komisaris dan berlaku untuk seluruh aktivitas operasional Board of Commissioners and apply to all operational activities
serta hubungan bisnis melalui klausul kontraktual dan kode and business relationships through contractual clauses and
etik vendor. Kebijakan dikomunikasikan melalui pelatihan vendor codes of conduct. Policies are communicated through
internal, sosialisasi berkala, dan Whistleblowing System. internal training, regular socialization, and a Whistleblowing
Dokumen kebijakan utama tersedia melalui situs resmi Bank, System. Key policy documents are available on the Bank’s official
sementara kebijakan strategis tertentu bersifat internal website, while certain strategic policies are kept internal to
untuk menjaga kerahasiaan informasi. maintain information confidentiality.
22 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
Area Komitmen Substansi Utama Referensi Regulasi/Instrumen
Tata Kelola & Integritas Anti korupsi, benturan kepentingan, whistleblowing POJK GCG, GRI 205
Keuangan Berkelanjutan Integrasi ESG & due diligence pembiayaan POJK 51/2017, SDGs
Manajemen Risiko Prinsip kehati-hatian & mitigasi risiko UU P2SK, Basel Principles
Hak Asasi Manusia Non-diskriminasi, hak pekerja, perlindungan data UNGPs, UDHR, ILO
Perlindungan Data Privasi dan keamanan informasi nasabah UU PDP, GRI 418
PROSES UNTUK MEMULIHKAN
DAMPAK NEGATIF (GRI 2-25 | GRI 3-3 | OJK B.3)
The Process of Recovering from Negative Impacts
Sebagai bagian dari pengelolaan Topik Material sebagaimana As part of its management of Material Topics as disclosed
diungkapkan pada GRI 3-3, Bank Sulselbar tidak hanya in GRI 3-3, Bank Sulselbar not only establishes policies and
menetapkan kebijakan dan pendekatan pengelolaan, management approaches but also ensures the availability of
tetapi juga memastikan tersedianya mekanisme pemulihan recovery mechanisms in the event of negative impacts caused or
apabila terjadi dampak negatif yang diakibatkan atau turut contributed to by the Bank’s business activities.
dikontribusikan oleh aktivitas usaha Bank.
Pendekatan pemulihan dilakukan secara proporsional The recovery approach is implemented proportionally based
berdasarkan tingkat risiko dan materialitas dampak, melalui on the level of risk and materiality of the impact, through
mekanisme korektif, mitigasi, kompensasi sesuai ketentuan, corrective mechanisms, mitigation, compensation as required,
hingga perbaikan sistem pengendalian internal. Proses and improvements to the internal control system. This process
ini terintegrasi dalam fungsi Manajemen Risiko Bank, is integrated within the Bank’s Risk Management, Compliance,
Kepatuhan, Audit Internal, serta mekanisme pengaduan Internal Audit, and customer complaint mechanisms and
nasabah dan Whistleblowing System (WBS). Whistleblowing System (WBS).
Pengelolaan dan pemulihan dampak negatif atas masing- The management and recovery of negative impacts for each
masing Topik Material dijabarkan sebagai berikut: Material Topic are outlined as follows:
Pengelolaan Dampak Negatif atas Managing Negative Impacts on Material
Topik Material Topics
Topik Material (GRI 3-2) Potensi Dampak Negatif Mekanisme Pemulihan & Mitigasi (GRI 3-3 & 2-25)
Risiko kredit meningkat, tekanan Restrukturisasi kredit, penguatan pencadangan, monitoring
Kinerja Ekonomi (GRI 201)
likuiditas, penurunan kualitas aset NPL, evaluasi portofolio berkala
Praktik suap, fraud, benturan Investigasi independen, sanksi disiplin, pelaporan kepada
Anti Korupsi (GRI 205)
kepentingan regulator, perbaikan SOP dan pengendalian internal
BANK SULSELBAR 23
Sustainability Report 2025
Page 26
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Topik Material (GRI 3-2) Potensi Dampak Negatif Mekanisme Pemulihan & Mitigasi (GRI 3-3 & 2-25)
Ketidaksesuaian pelaporan atau Rekonsiliasi dan koreksi administrasi, penguatan kontrol
Pajak (GRI 207)
kepatuhan pajak internal perpajakan
Kepegawaian &
Perselisihan hubungan kerja, Mekanisme penyelesaian internal, mediasi, evaluasi kebijakan
Pengembangan SDM (GRI
ketidakadilan, diskriminasi SDM, pelatihan etika
404)
Privasi & Perlindungan Data Kebocoran data, penyalahgunaan Respons insiden TI, notifikasi sesuai regulasi, penguatan sistem
(GRI 418) informasi nasabah keamanan dan audit keamanan berkala
Seluruh mekanisme pemulihan dipantau efektivitasnya The effectiveness of all recovery mechanisms is monitored
melalui evaluasi berkala, analisis tren pengaduan, serta through regular evaluations, complaint trend analysis, and
pelaporan kepada manajemen dan Dewan Komisaris. Hasil reporting to management and the Board of Commissioners.
evaluasi menjadi dasar penyempurnaan kebijakan dan Evaluation results serve as the basis for policy refinements
penguatan sistem pengendalian sebagai bagian dari siklus and strengthening control systems as part of a continuous
perbaikan berkelanjutan. improvement cycle.
Melalui pendekatan ini, Bank Sulselbar memastikan bahwa Through this approach, Bank Sulselbar ensures that the
pengelolaan Topik Material tidak berhenti pada identifikasi management of Material Topics extends beyond identification
dan pengungkapan, tetapi juga mencakup tanggung and disclosure to include responsibility for remediating negative
jawab atas pemulihan dampak negatif secara transparan, impacts in a transparent, accountable, and equitable manner.
akuntabel, dan berkeadilan.
24 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
BANK SULSELBAR 25 Sustainability Report 2025
Page 28
IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN Sustainability Performance Highlights
Page 29
Page 30
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
KINERJA ASPEK EKONOMI (OJK B.1)
Economic Aspect Performance
100
75
50
57 57 57
25
10
0
2023 2024 2025
B.1.B ; B.1.C ; B.1.E
2025 2024 2023
Pendapatan Operasional (Rp Juta) 3.029.441 2.956.056 2.877.488 Operating Income (Rp Million)
Laba/Rugi Bersih (Rp Juta) 571.104 657.659 666.905 Net Income/Loss (Rp Million)
Pelibatan Pemasok Lokal/Luar Negeri 218 218 218 Local/Foreign Supplier Engagement
Produk Ramah Lingkungan (B.1.D) Environmentally Friendly Products (B.1.D)
Persentase total Portofolio KKUB terhadap total portofolio Percentage of Total Sustainable Business Activity Portfolio
(KKUB) to Total Portfolio
Tahun Porsentase
2025 23,45%
2024 10,93%
2023 14,54%
Nominal Produk dan/atau Jasa yang Nominal Amount of Products and/or Services
Memenuhi Kriteria Kegiatan Usaha that Meet the Criteria for Sustainable Business
Berkelanjutan (KKUB) Activities (KKUB)
Jenis 2025 2024 2023 Type
Penghimpunan Dana (Rp milar) N/A N/A N/A Fundraising (Rp billion)
Jumlah Jumlah Jumlah
rekening: rekening: rekening:
Penyaluran Dana(Rp miliar) 34.138 25.068, 15.988, Fund Disbursement (Rp billion)
Nominal: Nominal: Nominal:
Rp5,508 triliun Rp3,01 triliun Rp3,05 triliun
28 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
Kuantitas Produksi Production Volume
Uraian 2025 2024 2023 Remark
Pembiayaan UMKM (Rp Juta) 2.955.533 2.710.483 2.542.433 MSME Financing (Rp Million)
Dana Pihak Ketiga (Rp Juta) 20.023.176 19-.398.473 18.969.497 Third Party Funds (Rp Million)
Nilai PenyaluranKredit (Rp Juta) 18.070.349 16.856.338 15.576.050 Credit Disbursement Value (Rp Million)
Jasa Lainnya (Rp Juta) 108.599 103.973 93.801 Other Services (Rp Million)
Jumlah Agen Laku Pandai Number of Laku Pandai Agents
Tahun Agen
2025 622
2024 453
2023 352
Nominal Produk dan/atau Jasa yang Nominal Amount of Products and/or Services
Disediakan oleh Agen Provided by Agents
Tahun Nilai (Rupiah)
2025 2.932.778.684
2024 916.946.198
2023 52.504.470
BANK SULSELBAR 29
Sustainability Report 2025
Page 32
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP (OJK B2)
Environmental Aspects Performance
Penggunaan Energi (B.2.A) Energy Consumption (B.2.A)
Penggunaan BBM Fuel Consumption
Tahun Liter (+/-) Gigajoule (+/-)
2025 91.483 61.464 3.110 2.090
2024 30.019 24.050 1.021 818
2023 5.969 1.086 202,95 37
Penggunaan Listrik (Kantor Pusat) Electricity Consumption (Head Office)
Tahun KWh (+/-) Gigajoule (+/-)
2025 224.816 80.602 809,34 290
2024 144.214 11.014 519,17 40
2023 133.200 5.560 479,52 20
Penggunaan Air (Kantor Pusat) Water Consumption (Head Office)
Tahun m3 (+/-)
2025 15.394 1.600
2024 13.794 (4.795)
2023 18.589 8.337
Pengurangan Emisi yang Dihasilkan Emission Reduction (B.2.B)
(B.2.B)
Pengurangan Intensitas Emisi (Ton Co2-eq) Reduction in Emission Intensity (tCO²-eq)
Tahun Ton CO2 (+/-)
2025 1.549,42 78
2024 1.471,09 N/A
2023 N/A N/A
Pengurangan limbah (Ton) Waste Reduction (tons)
Tahun Rp (+/-)
2025 105.000.000 0
2024 105.000.000 0
2023 105.000.000 0
30 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
Pengaduan lingkungan Environmental Complaints
Tahun Jumlah
2025 Nihil
2024 Nihil
2023 Nihil
Biaya Lingkungan Environmental Costs
Tahun Jumlah (Rp)
2025 1.424.700.000
2024 199.000.000
2023 1.842.862.600
Tabel Kegiatan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Kegiatan Deskripsi Pelaksanaan Lokasi Tujuan Keanekaragaman Hayati
Penanaman pohon secara berkala bekerja
Wilayah Meningkatkan tutupan vegetasi, menyerap
sama dengan Pemerintah Daerah dan
Penanaman Pohon operasional dan emisi karbon, menjaga keseimbangan
komunitas lokal sebagai bagian dari program
area publik ekosistem darat.
penghijauan dan rehabilitasi lahan.
Distribusi bibit pisang cavendish kepada Wilayah kerja Mendukung penghijauan sekaligus
Pembagian Benih
masyarakat sebagai tanaman produktif yang sama dengan meningkatkan ketahanan ekonomi berbasis
Pisang Cavendish
ramah lingkungan. Pemprov agro.
Dukungan terhadap program pelestarian
Perlindungan dan
dan perlindungan satwa di habitat alaminya Area konservasi Menjaga kelangsungan spesies dan
Penyelamatan Satwa
melalui kolaborasi dengan komunitas/ lokal keseimbangan rantai makanan.
Liar
instansi terkait.
Wilayah
Pemanfaatan kembali lahan terdegradasi
Rehabilitasi Lahan terdampak Memulihkan fungsi ekologis lahan dan
agar menjadi lahan produktif dan bernilai
Produktif aktivitas meningkatkan daya dukung lingkungan.
ekologis.
ekonomi
Pemanfaatan mesin ATM tidak terpakai Mendukung regenerasi ekosistem bawah
ATM sebagai Rumah Perairan
sebagai struktur buatan untuk habitat laut dan meningkatkan keanekaragaman
Terumbu Karang Bulukumba
terumbu karang dan ikan laut. biota laut.
BANK SULSELBAR 31
Sustainability Report 2025
Page 34
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
KINERJA ASPEK SOSIAL (OJK B3)
Social Aspect Performance
Jumlah Pegawai Number of Employees
Tahun Jumlah Pria Wanita
2025 1.484 743 741
2024 1.465 758 707
2023 1.370 728 642
Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Average Employee Training Hours
Tahun Jumlah Peserta Jam Pertahun
2025 3.823 3.000
2024 3.664 2.344
2023 2.162 1.064
Jumlah Pendidikan/Pelatihan Number of Education/Training Programs
Tahun
2025 371
2024 213
2023 177
Biaya Pengembangan Kompetensi Competency Development Costs
Tahun Rp juta
2025 24.300
2024 13.383
2023 22.790
Jumlah Penyaluran Dana TJSL Total Distribution TJSL Fund
Tahun Rp (Miliar)
2025 18,133
2024 14,663
2023 32,686
Jumlah Kecelakaan Kerja Number of Work Accidents
Tahun
2025 Zero Accident
2024 Zero Accident
2023 Zero Accident
32 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
Kelompok Penerima
No Aspek Dampak Sosial Uraian Dampak Positif Bentuk Program / Aktivitas
Manfaat
Peningkatan akses masyarakat
Masyarakat umum, pelaku Pengembangan jaringan layanan, digital banking,
1 Inklusi keuangan terhadap layanan keuangan
UMKM produk simpanan & pembiayaan
formal
Dukungan permodalan dan UMKM dan pelaku usaha Penyaluran kredit UMKM/KUR, pendampingan
2 Pemberdayaan UMKM
pendampingan usaha mikro usaha, literasi keuangan
Peningkatan pemahaman
Edukasi literasi keuangan, sosialisasi produk &
3 Literasi & edukasi keuangan masyarakat terhadap produk Nasabah, pelajar, komunitas
perlindungan konsumen
dan risiko keuangan
Penciptaan lapangan kerja dan
Rekrutmen pegawai, pelatihan &
4 Penyerapan tenaga kerja peningkatan kompetensi SDM Tenaga kerja lokal
pengembangan kompetensi
lokal
Kontribusi terhadap
Dukungan pembangunan Pemerintah daerah & Intermediasi keuangan daerah, layanan kas &
5 pertumbuhan ekonomi dan
daerah masyarakat transaksi pemerintah
stabilitas keuangan daerah
Peningkatan kesejahteraan
Program TJSL bidang sosial, pendidikan, dan
6 Program TJSL sosial dan kualitas hidup Komunitas lokal
lingkungan
masyarakat
Peningkatan rasa aman dan Standar layanan, mekanisme pengaduan,
Perlindungan konsumen Nasabah
kepercayaan masyarakat perlindungan data nasabah
Keterbatasan akses layanan
perbankan di wilayah terpencil Masyarakat di wilayah rural Perluasan layanan digital, mobilisasi layanan
Akses layanan keuangan
atau dengan infrastruktur dan terpencil keuangan, dan penguatan literasi keuangan
terbatas
Terbatasnya akses pembiayaan
bagi pelaku usaha mikro yang UMKM mikro dan pelaku Pendampingan UMKM, penyaluran kredit
Akses pembiayaan
belum memenuhi kriteria usaha informal program, dan peningkatan literasi keuangan
kelayakan perbankan
Risiko kesalahpahaman
Nasabah dan masyarakat Program literasi dan edukasi keuangan
Literasi keuangan masyarakat terhadap produk
umum berkelanjutan
dan layanan perbankan
Potensi ketidaknyamanan
Pengaturan jam operasional, tata kelola
Aktivitas operasional sosial berskala kecil (lalu lintas,
Masyarakat sekitar kantor fasilitas, dan komunikasi dengan masyarakat
kantor aktivitas operasional) di sekitar
sekitar
kantor
Potensi ketidakpuasan
Penguatan standar layanan, survei kepuasan,
Kualitas layanan masyarakat atas kualitas Nasabah dan masyarakat
dan mekanisme pengaduan masyarakat
layanan
BANK SULSELBAR 33
Sustainability Report 2025
Page 36
PROFIL PERUSAHAAN Company Profile
Page 37
Page 38
Profil Perusahaan
Company Profile
VISI, MISI, DAN NILAI KEBERLANJUTAN [OJK C.1]
Vision, Mission, and Sustainability Values
Menjadi Bank Kebanggaan
VISI yang peduli dan bertanggung
Vision jawab terhadap lingkungan
dan komunitas.
Keberlanjutan
Mendorong pertumbuhan
ekonomi yang inklusif,
berkeadilan, dan berwawasan MISI
lingkungan melalui produk
dan layanan perbankan yang
Vision
ramah lingkungan, sosial, dan Keberlanjutan
tata kelola.
IDENTITAS BANK SULSELBAR
Bank Sulselbar Identity
NAMA PT Bank Pembangunan
PERUSAHAAN Daerah Sulawesi Selatan &
Company name Sulawesi Barat
NAMA
Bank PANGGILAN
Sulselbar Nickname
36 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
Bidang Usaha [GRI 2-6, 207-4] Modal Dasar
Jasa Perbankan Rp4.000.000.000.000
(Empat Triliun Rupiah)
Tanggal Pendirian
Modal Ditempatkan dan Disetor
13 Januari 1961 Penuh
Rp2.219.636.000.000
Wilayah Operasional dan Jaringan (Dua Triliun Dua Ratus Sembilan Belas Miliar Enam Ratus Tiga
Layanan (GRI 2-1] [GRI 2-6] [OJK C.3.D) Puluh Enam Juta Rupiah)
Hingga akhir tahun 2025, Bank Sulselbar memiliki:
• 1 Kantor Pusat Jumlah Pegawai [GRI 2-7, 207-4]
• 31 Kantor Cabang Konvensional 1.484 orang
• 4 Kantor Cabang Syariah
• 13 Kantor Cabang Pembantu
• 54 Kantor Fungsional Negara Tempat Beroperasi [GRI 2-1]
• 86 Payment Point Indonesia
• 588 ATM/CRM
• 15 Mobil Kas
• 97 Layanan Syariah
Dasar Hukum Pendirian Legal Basis for Establishment
• Akta Notaris Raden Kadiman di Jakarta No. 95 tanggal • Notarial Deed of Raden Kadiman in Jakarta No. 95 dated
23 Januari 1961 January 23, 1961
• Akta Notaris Raden Kadiman No. 67 tanggal 13 Juli 1961 • Notarial Deed of Raden Kadiman No. 67 dated July 13,
1961
• Pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia • Approval from the Minister of Law and Human Rights of the
RI Surat Keputusan No. C-31541.HT.01.01 TH 2004 Republic of Indonesia, Decree No. C-31541.HT.01.01 TH
tanggal 29 Desember 2004 2004 dated December 29, 2004
• Persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi • Approval from the Ministry of Law and Human Rights, Decree
Manusia dengan nomor AHU-11765.AH.01.02 No. AHU-11765.AH.01.02
• Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor: 13/32/ • Decree of the Governor of Bank Indonesia No. 13/32/KEP.
KEP. GBI/2011 GBI/2011
• Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa • Decree of the Members of the Board of Commissioners of the
Keuangan Nomor: KEP-197/D.03/2019 Tanggal 25 Financial Services Authority No. KEP-197/D.03/2019 dated
Oktober 2019 October 25, 2019
BANK SULSELBAR 37
Sustainability Report 2025
Page 40
Profil Perusahaan
Company Profile
Kepemilikan [GRI 2-1] [OJK C.3.C] Ownership
Saham Seri A Series A Shares
• Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan 32,43% • South Sulawesi Provincial Government 32.43%
• Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat 2,01% • West Sulawesi Provincial Government 2.01%
• Pemerintah kota/Kabupaten se Sulawesi Selatan 59,83% • City/Regency Governments throughout South Sulawesi
• Pemerintah Kota/Kabupaten se Sulawesi Barat 5,01% 59.83%
• City/Regency Governments throughout West Sulawesi
5.01%
Saham Seri B Series B Shares
• Koperasi Jasa Kesejahteraan Warga PT. Bank Sulselbar • PT. Bank Sulselbar Community Welfare Services Cooperative
0,73% 0.73%
Akses Informasi [OJK C.2, GRI 2-1] Access to Information [OJK C.2, GRI 2-1]
Kantor Pusat Head Office
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 16 Makassar – 90125
Telepon : +62411-859171
Email : corporate.secretary@banksulselbar.co.id
Call Center : 1500855
Skala Perusahaan [GRI 2-6 |OJK C.3] Company Scale
Keterangan 2025 2024 2023 Information
Jumlah Karyawan 1.484 1.465 1.370 Number of employees
Total Pendapatan Operasional - Bersih (Rp Total Operating Income - Net (Rp million)
1.593.227 1.551.168 1.579.009
juta) [OJK B.1.b] [OJK B.1.b]
Modal dasar (Rp juta) 4.000.000 4.000.000 4.000.000 Basic capital (Rp million)
Modal ditempatkan (Rp juta) 2.227.963 2.213.136 2.187.068 Capital invested (Rp million)
Total kapitalisasi (Rp juta) [OJK C.3.a] Total capitalization (Rp million) [OJK C.3.a]
Dana pihak ke 3 20.780.047 20.132.164 20.138.623 3rd party funds
Pinjaman yang diterima 2.877.389 1.581.966 843.322 Loans received
Ekuitas 5.281.082 5.127.785 4.802.834 Equity
Asset total 33.264.823 32.509.221 30.799.458 Total assets
192 Kantor 192 Kantor 151 Kantor
Jumlah jaringan kantor Number of office networks
588 ATM 588 ATM 589 ATM
Jumlah produk pendanaan [OJK B.1.a] 25 25 25 Number of funding products [OJK B.1.a]
Jumlah produk pembiayaan [OJK B.1.a] 19 19 19 Number of financing products [OJK B.1.a]
Jumlah jasa/layanan [OJK B.1.a] 13 13 13 Number of services [OJK B.1.a]
38 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
Informasi Mengenai Karyawan Employee Information
[OJK C.3, GRI 2-7, 2-8, 207-4]
Komposisi pegawai selengkapnya disajikan dalam tabel- The complete employee composition is presented in the
tabel berikut: following tables:
Berdasarkan Status Kepegawaian By Employment Status
Growth (+/-)
Status Pegawai 2025 2024 2023 2025 - 2024 Employee Status
Orang %
Pegawai Organik 975 944 964 31 3,28% Organic Employees
Calon Pegawai Organik 71 72 29 (1) (1,39%) Organic Prospective Employees
Pegawai Pro Hire 0 0 0 0 0,00% Pro Hire Employees
Kontrak Langsung 196 224 159 (28) (12,50%) Direct Contract
Peserta Pelatihan Kerja 242 224 218 18 8,04% Job Training Participants
Total 1484 1464 1370 20 1,37% Total
Berdasarkan Jenis Kelamin By Gender
Growth (+/-)
Jenis Kelamin 2025 2024 2023 2025 - 2024 Gender
(Orang) (%)
Pria 743 758 728 (15) (1,98%) Male
Wanita 741 707 642 34 4,81% Female
Jumlah 1.484 1.465 1.370 19 1,30% Total
Berdasarkan Usia By Age
Growth (+/-)
Usia 2025 2024 2023 2025 - 2024 Age
(Orang) (%)
>51 tahun 120 110 107 10 9,09% >51 Years
>46-50 tahun 133 144 148 (11) (7,64%) >46-50 Years
>41-45 tahun 199 168 161 31 18,45% >41-45 Years
>36-40 tahun 233 258 251 (25) (9,69%) >36-40 Years
>31-35 tahun 210 230 240 (20) (8,70%) >31-35 Years
>26-30 tahun 265 208 165 57 27,40% >26-30 Years
<25 tahun 324 347 298 (23) (6,63%) <25 Years
Jumlah 1.484 1.465 1.370 19 1,30% Total
BANK SULSELBAR 39
Sustainability Report 2025
Page 42
Profil Perusahaan
Company Profile
Berdasarkan Tingkat Pendidikan By Education Level
Growth (+/-)
Tingkat Pendidikan 2025 2024 2023 2025 - 2024 Education Level
(Orang) (%)
Doktoral 0 1 1 (1) (100,00%) Doctoral
Pasca Sarjana 20 18 17 2 11,11% Postgraduate
Sarjana 147 1.032 878 (885) (85,76%) Bachelor
Diploma 52 54 53 (2) (3,70%) Diploma
SMA 173 344 404 (171) (49,71%) Senior High School
SMP 7 10 11 (3) (30,00%) Junior High School
SD 5 6 6 (1) (16,67%) Elementary
Jumlah 1.484 1.465 1.370 19 1,30% Total
Berdasarkan Level Jabatan By Position Level
Growth (+/-)
Level Jabatan 2025 2024 2023 2025 - 2024 Grade Job
(Orang) (%)
PNA 1, PNA 2, PNA 3, PNA 4 30 36 37 (6) (16,67%) PNA 1, PNA 2, PNA 3, PNA 4
CL & SCL 270 216 176 54 25,00% CL & SCL
OFR & SOFR 230 258 277 (28) (10,85%) OFR & SOFR
AMGR & SAGMR 259 295 331 (36) (12,20%) AMGR & SAGMR
MGR & SMGR 229 181 148 48 26,52% MGR & SMGR
AVP & SAVP 26 29 23 (3) (10,34%) AVP & SAVP
VP & SPV 2 2 1 0 0,00% VP & SPV
Kontrak & Pengurus 438 448 377 (10) (2,23%) Contract & Management
Jumlah 1.484 1.465 1.370 19 1,30% Total
Kesetaraan Gender Gender Equality
Laki-Laki Perempuan
LeveI Jabatan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Entry level 312 41,99% 426 57,49%
Mid leveI 273 36,74% 216 29,15%
Senior level 156 21,00% 99 13,36%
Executive level 2 0,27% - -
Total PegawaI 743 100,00% 741 100,00%
40 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
Wilayah Operasional dan Pasar yang Operational Areas and Markets Served
Dilayani [OJK C.2, C.3, GRI 2-1, 2-6]
Cabang Bank Sulselbar terdiri dari Kantor Cabang, Kantor Bank Sulselbar’s branches consist of Branch Offices, Sub-Branch
Cabang Pembantu, Kantor Kas, Kas Mobil, dan ATM. Offices, Cash Offices, Mobile Cash, and ATMs. All Bank Sulselbar
Seluruh kantor Bank Sulselbar tersebar di berbagai wilayah offices are located throughout Indonesia. Information regarding
di Indonesia. Informasi mengenai alamat, nomor telepon, Branch Office addresses, telephone numbers, email addresses,
alamat email, dan situs web Kantor Cabang dapat ditemukan and websites can be found in the Company Profile section of the
di bab Profil Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2025. 2025 Annual Report.
Perseroan melayani berbagai segmen pasar sebagai berikut: The Company serves various market segments as follows:
1. Wilayah Operasional 1. Operational Areas
Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jakarta, serta wilayah South Sulawesi, West Sulawesi, Jakarta, and Eastern
Indonesia Timur. Indonesia.
2. Segmen Individu 2. Individual Segment
PNS/ASN, Pensiunan, Pelajar, Mahasiswa, Profesional, PNS/ASN, Retirees, Students, Professionals, Farmers, and
Petani, Nelayan. Fishermen.
3. Segmen UMKM 3. MSME Segment
Pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi. Micro, small, and medium enterprises, and cooperatives.
4. Segmen Korporasi 4. Corporate Segment
BUMD, kontraktor, developer, dan perusahaan swasta. BUMD, contractors, developers, and private companies.
5. Segmen Pemerintah Daerah 5. Regional Government Segment
Pengelolaan kas daerah dan pembiayaan program Regional cash management and development program
pembangunan melalui Kredit PEMDA. financing through Regional Government Credit.
6. Segmen Syariah 6. Sharia Segment
Individu dan pelaku usaha yang membutuhkan layanan Individuals and businesses requiring Sharia-compliant
berbasis prinsip syariah. services.
Jaringan Bank Sulselbar dan Bank Sulselbar Network and Its
Perkembangannya Development
Unit Kantor 2025 2024 2023 2022 2021 Office Units
Kantor Pusat 1 1 1 1 1 Headquarters
Kantor Cabang Utama 5 5 5 5 5 Main Branch Office
Kantor Cabang
31 31 26 26 26 Conventional Branch Office
Konvensional
Kantor Cabang Syariah 4 4 4 4 4 Sharia Branch Office
Kantor Cabang Pembantu 13 12 12 6 6 Sub Branch Office
Kantor Fungsional 54 54 54 61 61 Functional Office
Payment Point 86 85 49 43 34 Payment Points
ATM/CRM 588 588 589 581 551 ATM/CRM
Mobil Kas 15 18 19 19 19 Cash Mobile
Office Channeling 97 96 96 25 25 Office Channeling
Total 889 889 856 772 732 Total
BANK SULSELBAR 41
Sustainability Report 2025
Page 44
Profil Perusahaan
Company Profile
Produk, Layanan dan Kegiatan Products, Services, and Business
Usaha yang Dijalankan [OJK C.4, GRI 2-6] Activities
Sesuai dengan Anggaran Dasar terakhir, Perseroan In accordance with the latest Articles of Association, the Company
menjalankan kegiatan usaha sebagai Bank Umum yang operates as a Commercial Bank operating conventionally and
beroperasi secara konvensional dan berdasarkan prinsip based on Sharia principles. All core business activities were
syariah. Seluruh kegiatan usaha utama telah dijalankan actively implemented in the 2025 financial year and reflect a
secara aktif pada tahun buku 2025 dan mencerminkan comprehensive intermediary function in supporting regional
fungsi intermediasi yang komprehensif dalam mendukung development.
pembangunan daerah.
1. Segmen Perbankan Konvensional 1. Conventional Banking Segment
a. Penghimpunan Dana (Funding) a. Funding
Perseroan menghimpun dana masyarakat dalam The Company collects public funds in the form of Demand
bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, Deposits, time deposits, certificates of deposit, savings
tabungan (Simpeda, Tapemda, TabunganKu, Tampan, (Simpeda, Tapemda, TabunganKu, Tampan, SimPel), and
SimPel), serta produk simpanan lainnya yang other comparable savings products.
dipersamakan. b. Credit Distribution (Lending)
b. Penyaluran Kredit (Lending) Credit distribution includes:
Penyaluran kredit meliputi: • Consumer Credit (KUL, KMG, KPR, KPM)
• Kredit Konsumtif (KUL, KMG, KPR, KPM) • Productive Credit (KUR, KUM, SUP 005, PUNDI,
• Kredit Produktif (KUR, KUM, SUP 005, PUNDI, PUR)
PUR) • Corporate and Syndicated Credit
• Kredit Korporasi dan Sindikasi • Construction and Regional Government Credit
• Kredit Konstruksi dan Kredit PEMDA • Cooperative Credit
• Kredit Koperasi
2. Unit Usaha Syariah (UUS) 2. Sharia Business Unit (UUS)
Unit Usaha Syariah menyediakan layanan pendanaan The Sharia Business Unit provides funding and financing
dan pembiayaan berbasis prinsip syariah, antara lain: services based on Sharia principles, including:
• Giro Wadiah dan Giro Mudharabah • Wadiah and Mudharabah Demand Deposits
• Tabungan Syariah dan Deposito Mudharabah • Sharia Savings and Mudharabah Deposits
• Graha Berkah iB • Graha Berkah iB
• Modal Kerja Berkah iB • Berkah iB Working Capital
• Oto Berkah iB • Oto Berkah iB
• Gadai Emas Berkah iB • Gadai Emas Berkah iB
3. Treasury, Trade Finance dan Devisa 3. Treasury, Trade Finance, and Foreign Exchange
Kegiatan treasury dan trade finance mencakup: Treasury and trade finance activities include:
• Transaksi Surat Berharga Negara dan instrumen • Transactions in Government Securities and market
pasar uang instruments Money
• Letter of Credit (LC) dan SKBDN • Letter of Credit (LC) and SKBDN
• Documentary Collection • Documentary Collection
• Shipping Guarantee • Shipping Guarantee
• Financing Against Trust Receipt (FATR) • Financing Against Trust Receipt (FATR)
42 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
• Remittance valas (incoming & outgoing) • Foreign Currency Remittances (incoming & outgoing)
• Money Changer • Money Changer
• Produk DPK Valas (Tabungan, Giro, Deposito Valas) • Foreign Currency Deposit Products (Savings, Demand
Deposits, Foreign Currency Deposits)
4. Layanan Digital dan Fee Based Income 4. Digital Services and Fee-Based Income
Dalam mendukung transformasi digital, Perseroan To support digital transformation, the Company provides:
menyediakan:
• Sulselbar Mobile & Internet Banking • Sulselbar Mobile & Internet Banking
• QRIS • QRIS
• Virtual Account • Virtual Account
• Cash Management System (CMS) • Cash Management System (CMS)
• Laku Pandai • Laku Pandai
• Uang Ta’ Card (GPN) • Uang Ta’ Card (GPN)
• SKN-BI & BI-RTGS • SKN-BI & BI-RTGS
Rantai Pasok (GRI 2-6) Supply Chain
Model bisnis Perseroan terintegrasi dengan pengelolaan The Company’s business model is integrated with the
topik material yang telah ditetapkan melalui proses management of material topics that have been determined
materialitas. through the materiality process.
Tahapan Rantai Nilai Aktivitas Utama Pemangku Kepentingan Terkait
Penghimpunan dana masyarakat, dana pemerintah daerah, interbank
Input Nasabah, Pemda, Bank Lain
borrowing
Proses Inti Analisis kredit, manajemen risiko, treasury, operasional perbankan Debitur, Regulator (OJK, BI), LPS
Nasabah individu, UMKM,
Distribusi Layanan Kantor Cabang, Agen Laku Pandai, Mobile & Internet Banking
Korporasi
Output Kredit konsumtif & produktif, pembiayaan syariah, layanan transaksi ASN, UMKM, Korporasi, Pemda
Dampak (Outcome) Pertumbuhan ekonomi daerah, inklusi keuangan, peningkatan literasi Masyarakat Sulsel & Sulbar
Selama tahun 2025, Bank Sulselbar menjalin kerjasama During 2025, Bank Sulselbar will collaborate with several
dengan beberapa pemasok barang dan jasa sebagai beriut : suppliers of goods and services as follows:
Jumlah Pemasok
Keterangan Description
2025 2024 2023
Lokal (Indonesia) 218 218 218 Local (Indonesia)
Luar Negeri 0 0 0 Overseas
Total 218 218 218 Total
Sampai dengan 31 Desember 2025, Bank Sulselbar tidak Until December 31, 2025, Bank Sulselbar does not have any
memiliki relasi/hubungan bisnis lainnya dalam bentuk Joint other business relations/connections in the form of Joint Ventures
Venture dan sebagainya. and so on.
BANK SULSELBAR 43
Sustainability Report 2025
Page 46
Profil Perusahaan
Company Profile
Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5, GRI 2-28] Association Memberships
Sebagai lembaga jasa keuangan, Bank Sulselbar aktif As a financial services institution, Bank Sulselbar actively
bergabung dalam berbagai asosiasi dan lembaga yang participates in various associations and institutions relevant to
relevan dengan bisnis utamanya. Hal ini memungkinkan its core business. This allows the bank to stay abreast of current
bank untuk mengikuti perkembangan terkini, isu, dan topik developments, issues, and topics, as well as exchange information
terbaru, serta bertukar informasi dan memberikan saran and provide advice for mutual progress. By 2025, Bank Sulselbar
untuk kemajuan bersama. Pada tahun 2025, Bank Sulselbar had joined the following national associations, associations, and
telah bergabung dengan asosiasi, perhimpunan, dan lembaga institutions:
nasional berikut:
Tingkat Status
Nama Asosiasi Association Name
Asosiasi Keanggotaan
National Commercial Banks Association
Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (PERBANAS) Nasional Anggota
(PERBANAS)
Asbanda (Association of Regional
Asbanda (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah) Nasional Anggota
Development Banks)
Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Nasional Indonesian Alternative Banking Dispute
Anggota
Indonesia (LAPSPI) Resolution Institute (LAPSPI)
Communication Forum of the Boards of
Forum Komunikasi Dewan Komisaris/Pengawas Bank Commissioners/Supervisors of Regional
Nasional Anggota
Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Development Banks Throughout Indonesia
(FKDK BPDSI)
Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan Communication Forum of Banking
Nasional Anggota
(FKDKP) Compliance Directors (FKDKP)
Association Cambiste International (ACI) Nasional Anggota Association Cambiste International (ACI)
Indonesian Payment Systems Association
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Nasional Anggota
(ASPI)
Debt Securities Traders Association
Perhimpunan Pedagang Surat Utang (HIMDASUN) Nasional Anggota
(HIMDASUN)
Financial Services Industry Communication
Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Nasional Anggota
Forum (FKIJK)
Regional Banking Consultative Body
Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Nasional Anggota
(BMPD)
Keanggotaan Bank Sulselbar pada organisasi/asosiasi Bank Sulselbar’s membership in organizations/associations is
mempunyai arti strategis. Bank Sulselbar menyelaraskan strategic. Bank Sulselbar aligns with the latest developments in
perkembangan dunia perbankan terkini serta turut the banking world and contributes knowledge and experience
berkontribusi dengan pengetahuan dan pengalaman to its members. Bank Sulselbar does not make financial
kepada anggota organisasi/asosiasi. Bank Sulselbar tidak contributions beyond regular membership dues, nor does it
memberikan kontribusi secara finansial di luar iuran contribute to politics or politicians.
keanggotaan rutin, termasuk tidak berkontribusi pada
politik maupun politisi.
44 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
Perubahan Perusahaan yang Bersifat Significant Changes to the Company’s
Signifikan Pada Organisasi Organization
[OJK C.6, GRI 2-6]
Selama tahun buku 2025, tidak terdapat perubahan yang During the 2025 financial year, there were no significant
bersifat signifikan terhadap struktur organisasi, kegiatan changes to the Company’s organizational structure, core
usaha utama, maupun model bisnis Perseroan sebagaimana business activities, or business model as stated in the Articles of
tercantum dalam Anggaran Dasar dan Rencana Bisnis Bank Association and Bank Business Plan (RBB).
(RBB).
Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha sebagai Bank The Company continues to operate as a Commercial Bank
Umum yang beroperasi secara konvensional dan berdasarkan operating conventionally and based on Sharia principles, with
prinsip syariah, dengan fokus pada penghimpunan dana, a focus on fundraising, credit/financing distribution, and the
penyaluran kredit/pembiayaan, serta penyediaan layanan provision of banking and digital banking services. All business
jasa perbankan dan digital banking. Seluruh segmen usaha segments continue to operate consistently without any
tetap berjalan secara konsisten tanpa adanya perubahan fundamental changes to business lines, operational areas, or
fundamental pada lini bisnis, wilayah operasional, maupun markets served.
pasar yang dilayani.
Meskipun tidak terdapat perubahan yang bersifat material, Although there are no material changes, the Company
Perseroan tetap melakukan penyempurnaan berkelanjutan continues to make continuous improvements to governance,
(continuous improvement) pada aspek tata kelola, risk management, and strengthen its information technology
manajemen risiko, dan penguatan sistem teknologi informasi system to enhance operational effectiveness and service quality
guna meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas to customers. These adjustments are operational in nature and
layanan kepada nasabah. Penyesuaian tersebut bersifat do not significantly alter the Company’s organizational structure
operasional dan tidak mengubah struktur organisasi secara or business model.
signifikan maupun model bisnis Perseroan.
Perseroan memastikan bahwa stabilitas organisasi tetap The Company ensures that organizational stability is maintained
terjaga melalui: through:
• Konsistensi penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan • Consistent application of Good Corporate Governance (GCG)
yang Baik (GCG); principles;
• Penguatan pengawasan internal; • Strengthening internal oversight;
• Evaluasi berkala terhadap struktur dan efektivitas • Periodic evaluation of organizational structure and
organisasi; effectiveness;
• Penyelarasan strategi dengan dinamika regulasi dan • Alignment of strategy with regulatory dynamics and industry
kondisi industri. conditions.
BANK SULSELBAR 45
Sustainability Report 2025
Page 48
PEJELASAN DIREKSI Explanation of the Board of Directors
Page 49
Page 50
Pejelasan Direksi
Explanation of the Board of Directors
YULIS SUANDI
Direktur Utama
President Director
48 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
PENJELASAN DIREKSI OJK D.1
Directors’ Explanation
Bismillahirrahmanirrahim, Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua, Peace be upon us all,
Yang kami hormati para Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Respected Shareholders, Board of Commissioners, regulators,
regulator, mitra bisnis, seluruh insan Bank Sulselbar, serta business partners, all Bank Sulselbar employees, and the
masyarakat yang senantiasa memberikan kepercayaan dan community for their continued trust and support.
dukungan kepada kami.
Tahun 2025 merupakan fase penting bagi Bank Sulselbar 2025 is a crucial year for Bank Sulselbar in strengthening its
dalam memperkuat peran sebagai bank pembangunan role as an adaptive, resilient, and long-term-oriented regional
daerah yang adaptif, resilien, dan berorientasi jangka development bank. In an increasingly complex economic
panjang. Dalam dinamika ekonomi yang semakin kompleks environment and with increasing expectations for responsible
serta meningkatnya ekspektasi terhadap praktik bisnis business practices, we have established sustainability as a
yang bertanggung jawab, keberlanjutan telah kami tetapkan strategic corporate agenda integrated into the Bank’s Action Plan
sebagai agenda strategis perusahaan yang terintegrasi and Work Plan.
dalam Rencana Aksi dan Rencana Kerja Anggaran Bank.
Tema “Sinergi untuk Masa Depan Berkelanjutan” The theme “Synergy for a Sustainable Future” reflects our belief
merefleksikan keyakinan kami bahwa pertumbuhan yang that quality growth can only be achieved through solid and
berkualitas hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang harmonious collaboration among stakeholders. Bank Sulselbar
solid dan harmonis antar pemangku kepentingan. Bank views sustainability not merely as a performance target, but
Sulselbar memandang keberlanjutan bukan sekadar as a long-term commitment realized through strengthened
target kinerja, melainkan komitmen jangka panjang yang governance, prudent risk management, digital transformation,
diwujudkan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko and the development of financing that supports productive and
yang pruden, transformasi digital, serta pengembangan environmentally friendly sectors.
pembiayaan yang mendukung sektor-sektor produktif dan
ramah lingkungan.
Kami terus memperluas implementasi prinsip keuangan We continue to expand the implementation of sustainable
berkelanjutan dengan mendorong pembiayaan kepada finance principles by encouraging financing to MSMEs and
UMKM dan sektor unggulan daerah, meningkatkan efisiensi leading regional sectors, improving operational efficiency, and
operasional, serta menjalankan program tanggung jawab implementing social and environmental responsibility programs
sosial dan lingkungan yang berdampak nyata. Pada saat yang that have a real impact. At the same time, strengthening a culture
sama, penguatan budaya risiko, kepatuhan, dan transparansi of risk, compliance, and transparency is a priority to ensure every
menjadi prioritas untuk memastikan setiap langkah strategis strategic step is executed accountably.
dijalankan secara akuntabel.
BANK SULSELBAR 49
Sustainability Report 2025
Page 52
Pejelasan Direksi
Explanation of the Board of Directors
Direksi meyakini bahwa sinergi adalah energi utama untuk The Board of Directors believes that synergy is the primary
menciptakan nilai bersama. Dengan dukungan seluruh driving force for creating shared value. With the support of all
pemangku kepentingan, kami optimis Bank Sulselbar mampu stakeholders, we are optimistic that Bank Sulselbar will be able
menghadirkan pertumbuhan yang inklusif, memperkuat daya to deliver inclusive growth, strengthen regional competitiveness,
saing daerah, dan berkontribusi secara berkelanjutan bagi and contribute sustainably to the economic development of
pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. South Sulawesi and West Sulawesi.
Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih atas Finally, we express our gratitude for the trust and ongoing
kepercayaan dan kerja sama yang terus terjalin. Semoga cooperation. May Allah SWT continue to bless our shared
Allah SWT senantiasa meridhai ikhtiar kita bersama dalam endeavors in realizing a greener, more resilient, and more
mewujudkan masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan sustainable future.
berkelanjutan.
Kebijakan dalam Merespons Policies Responding to the Challenges of
Tantangan Strategi Keuangan a Sustainable Finance Strategy
Berkelanjutan
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sulselbar As a regional development bank, Bank Sulselbar defines
memaknai keberlanjutan sebagai fondasi pertumbuhan sustainability as the foundation for long-term growth. The value
jangka panjang. Nilai keberlanjutan bagi kami bukan sekadar of sustainability for us goes beyond regulatory compliance,
kepatuhan terhadap regulasi, melainkan komitmen moral but rather a moral and strategic commitment to ensuring that
dan strategis untuk memastikan bahwa setiap keputusan every business decision creates balanced economic, social, and
bisnis menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan environmental value. Sustainability is how we maintain public
secara seimbang. Keberlanjutan adalah cara kami menjaga trust, strengthen business resilience, and ensure the Bank’s role
kepercayaan publik, memperkuat resiliensi usaha, dan remains relevant for future generations.
memastikan peran Bank tetap relevan bagi generasi
mendatang.
Dalam merespons isu penerapan Keuangan Berkelanjutan, In responding to the issue of implementing Sustainable Finance,
Bank telah mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, the Bank has integrated Environmental, Social, and Governance
and Governance (ESG) ke dalam Rencana Aksi Keuangan (ESG) principles into its Sustainable Finance Action Plan (RAKB).
Berkelanjutan (RAKB). Berdasarkan Laporan Monitoring Based on the RAKB Monitoring Report for Quarter IV 2025,
RAKB Triwulan IV 2025 , total Kredit dan Pembiayaan total Sustainable Credit and Financing reached IDR 4.73 trillion
Berkelanjutan mencapai Rp4,73 triliun atau 20,11% dari or 20.11% of the Bank’s total portfolio of IDR 23.54 trillion. This
total portofolio Bank sebesar Rp23,54 triliun. Portofolio portfolio includes MSME loans, People’s Business Credit (KUR),
tersebut mencakup kredit UMKM, KUR, KPR subsidi, subsidized mortgages (KPR), sharia financing, and industrial
pembiayaan syariah, hingga pembiayaan sektor industri yang sector financing, which are included in the green portfolio
masuk kategori portofolio hijau. Di sisi tata kelola, Bank juga category. In terms of governance, the Bank has also established
telah menetapkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2026– a 2026–2030 Sustainable Finance Roadmap and RAKB Policies
2030 serta Kebijakan dan SOP RAKB sebagai pedoman and SOPs as integrated operational guidelines.
operasional yang terintegrasi.
Komitmen pimpinan Perusahaan diwujudkan melalui The Company’s leadership commitment is demonstrated
penguatan kebijakan strategis, pembentukan struktur through strengthening strategic policies, establishing a cross-
50 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
pengampu lintas divisi, serta peningkatan kapasitas internal. divisional leadership structure, and increasing internal capacity.
Sepanjang 2025, Direksi memastikan pelatihan ESG bagi Throughout 2025, the Board of Directors will ensure ESG
pimpinan divisi, analis kredit, hingga Account Officer bekerja training for division leaders, credit analysts, and Account Officers
sama dengan lembaga profesional. Ini menegaskan bahwa in collaboration with professional institutions. This emphasizes
keberlanjutan tidak berhenti pada dokumen kebijakan, that sustainability does not stop at policy documents, but is
tetapi diturunkan menjadi kompetensi dan budaya kerja. translated into competencies and work culture.
Dari sisi kinerja, capaian positif terlihat pada penyaluran In terms of performance, positive achievements are evident in the
Kredit UMKM sebesar Rp2,425 triliun (posisi Desember distribution of MSME loans of IDR 2.425 trillion (as of December
2025), realisasi KUR Rp782 miliar, serta portofolio hijau 2025), the realization of KUR (People’s Business Credit) of IDR
korporasi sebesar Rp618,80 miliar. Pembiayaan syariah 782 billion, and the corporate green portfolio of IDR 618.80
berkelanjutan juga menunjukkan tren solid, termasuk billion. Sustainable Sharia financing also shows a solid trend,
dukungan terhadap ekosistem halal dan pembiayaan including support for the halal ecosystem and subsidized
perumahan subsidi. Implementasi digitalisasi—seperti housing financing. The implementation of digitalization—such
pengembangan Open API, Digital Loan, dan kanal pembayaran as the development of Open APIs, Digital Loans, and QRIS-
berbasis QRIS—menjadi bagian dari strategi efisiensi dan based payment channels—is part of the financial efficiency and
inklusi keuangan. inclusion strategy.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Fluktuasi kurs, However, challenges remain. Exchange rate fluctuations,
pelunasan dipercepat pada debitur portofolio hijau, accelerated repayment for green portfolio borrowers, low interest
rendahnya minat kendaraan listrik, serta kebutuhan in electric vehicles, and the need for regulatory adjustments and
penyesuaian regulasi dan perizinan produk digital menjadi licensing for digital products are dynamics that must be managed
dinamika yang harus dikelola secara adaptif. Selain itu, adaptively. Furthermore, disciplined reporting of the green sector
disiplin pelaporan sektor hijau di kantor cabang serta at branch offices and improving the quality of the sustainable
peningkatan kualitas pipeline pembiayaan berkelanjutan financing pipeline require consistent internal strengthening.
memerlukan konsistensi penguatan internal.
Direksi meyakini bahwa keberlanjutan adalah perjalanan The Board of Directors believes that sustainability is a collective
kolektif. Dengan tata kelola yang semakin kuat, inovasi journey. With strengthened governance, inclusive product
produk yang inklusif, serta sinergi seluruh pemangku innovation, and synergy across stakeholders, Bank Sulselbar is
kepentingan, Bank Sulselbar optimis mampu menjaga optimistic about maintaining a balance between business growth
keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung and socio-environmental responsibility. This is our commitment
jawab sosial-lingkungan. Inilah komitmen kami untuk to delivering responsible growth that has a real impact on
menghadirkan pertumbuhan yang bertanggung jawab dan regional development.
berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
Penerapan Keuangan Berkelanjutan Implementation of Sustainable Finance
Sebagai bagian dari strategi korporasi, Bank Sulselbar As part of its corporate strategy, Bank Sulselbar positions
menempatkan Keuangan Berkelanjutan sebagai pilar Sustainable Finance as a growth pillar integrated with risk
pertumbuhan yang terintegrasi dengan manajemen management and governance. The implementation of ESG
risiko dan tata kelola. Implementasi prinsip ESG telah principles has been internalized in the Sustainable Finance
diinternalisasi dalam RAKB, kebijakan pembiayaan, serta Plan (RAKB), financing policies, and credit analysis processes, to
proses analisis kredit, guna memastikan pertumbuhan yang ensure healthy and responsible growth.
sehat dan bertanggung jawab.
BANK SULSELBAR 51
Sustainability Report 2025
Page 54
Pejelasan Direksi
Explanation of the Board of Directors
Sepanjang 2025, portofolio Kredit dan Pembiayaan Through 2025, the Sustainable Credit and Financing portfolio
Berkelanjutan mencapai sekitar Rp4,73 triliun atau lebih reached approximately IDR 4.73 trillion, or more than 20%
dari 20% total kredit, selaras dengan target RAKB. Dari of total credit, in line with the RAKB target. From an economic
sisi ekonomi, pembiayaan UMKM dan KUR tetap menjadi perspective, MSME financing and the People’s Business Credit
kontributor utama, memperkuat inklusi keuangan dan (KUR) remain key contributors, strengthening financial inclusion
mendorong sektor produktif daerah. Pada aspek sosial, and boosting the regional productive sector. On the social side, the
pengembangan layanan digital, perluasan QRIS, serta development of digital services, the expansion of QRIS (Qualified
pembiayaan perumahan subsidi dan syariah meningkatkan Credit System), and subsidized and sharia housing financing have
akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Sementara increased public access to banking services. Meanwhile, on the
pada dimensi lingkungan, peningkatan portofolio hijau environmental side, the enhancement of the green portfolio and
dan integrasi penilaian risiko ESG dalam proses kredit the integration of ESG risk assessments into the credit process
memperkuat disiplin pembiayaan berkelanjutan. have strengthened sustainable financing discipline.
Periode pelaporan juga ditandai dengan penyempurnaan The reporting period also saw the refinement of the 2026–2030
Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2026–2030, penguatan Sustainable Finance Roadmap, strengthening RAKB Standard
SOP RAKB, serta peningkatan kompetensi SDM melalui Operating Procedures (SOPs), and enhancing human resource
pelatihan ESG. Transformasi digital menjadi katalis efisiensi competency through ESG training. Digital transformation has
dan perluasan jangkauan layanan. become a catalyst for efficiency and expanded service reach.
Adapun tantangan yang dihadapi meliputi dinamika pasar The challenges faced include market dynamics in the green
sektor hijau, fluktuasi nilai tukar, percepatan pelunasan sector, exchange rate fluctuations, accelerated repayment of
debitur tertentu, serta peningkatan literasi ESG di tingkat certain debtors, and increased ESG literacy at the branch level.
cabang. Direksi memandang tantangan tersebut sebagai The Board of Directors views these challenges as opportunities
ruang konsolidasi untuk memperkuat fondasi keberlanjutan. for consolidation to strengthen the foundation of sustainability.
Dengan tata kelola yang semakin solid dan sinergi bersama With increasingly solid governance and synergy with
pemangku kepentingan, Bank Sulselbar optimistis menjaga stakeholders, Bank Sulselbar is optimistic about maintaining
keseimbangan antara kinerja keuangan, dampak sosial, dan a balance between financial performance, social impact, and
tanggung jawab lingkungan secara berkelanjutan. environmental responsibility in a sustainable manner.
Strategi Pencapaian Target Target Achievement Strategy
Dalam memastikan tercapainya target Keuangan To ensure the achievement of its Sustainable Finance
Berkelanjutan, Bank Sulselbar menerapkan strategi yang targets, Bank Sulselbar implements an integrated strategy
terintegrasi antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan that encompasses business growth, risk management, and
risiko, serta penguatan tata kelola. Direksi meyakini bahwa strengthened governance. The Board of Directors believes that
keberlanjutan hanya dapat dicapai apabila ekspansi usaha sustainability can only be achieved if business expansion is
berjalan seimbang dengan disiplin manajemen risiko dan balanced with disciplined risk management and sensitivity to
sensitivitas terhadap dinamika eksternal. external dynamics.
Pertama, pengelolaan risiko. First, risk management.
Bank mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and The Bank integrates Environmental, Social, and Governance
Governance (ESG) ke dalam kebijakan pembiayaan dan proses (ESG) principles into its financing policies and credit analysis
analisis kredit. Penilaian risiko tidak hanya mencakup risiko processes. Risk assessments encompass not only credit and
kredit dan likuiditas, tetapi juga risiko lingkungan, sosial, dan liquidity risks, but also environmental, social, and reputational
52 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
reputasi. Portofolio pembiayaan hijau dan inklusif dipantau risks. The green and inclusive financing portfolio is regularly
secara berkala untuk menjaga kualitas aset, sementara monitored to maintain asset quality, while exposure to high-
eksposur terhadap sektor berisiko tinggi dikelola secara risk sectors is managed selectively and prudently. Internally,
selektif dan pruden. Di sisi internal, penguatan kapasitas strengthening human resource capacity, refining RAKB SOPs,
SDM, penyempurnaan SOP RAKB, serta monitoring berkala and regular monitoring are key mitigation instruments.
menjadi instrumen mitigasi utama.
Kedua, pemanfaatan peluang dan prospek usaha. Second, exploiting business opportunities and prospects.
Transformasi digital membuka peluang perluasan layanan Digital transformation opens up opportunities for more efficient
yang lebih efisien dan inklusif, termasuk pengembangan and inclusive service expansion, including the development of
digital loan, QRIS, dan integrasi sistem pembayaran. digital loans, QRIS, and payment system integration. The growth
Pertumbuhan UMKM, sektor halal, pembiayaan perumahan of MSMEs, the halal sector, subsidized housing financing, and
subsidi, serta potensi pembiayaan proyek ramah lingkungan the potential for financing environmentally friendly projects
menjadi ruang ekspansi yang strategis. Bank memanfaatkan represent strategic areas for expansion. The Bank is leveraging
momentum kebijakan pemerintah dan tren pembiayaan the momentum of government policies and sustainable financing
berkelanjutan untuk memperkuat positioning sebagai bank trends to strengthen its position as an adaptive and relevant
pembangunan daerah yang adaptif dan relevan. regional development bank.
Ketiga, respons terhadap situasi eksternal. Third, responding to external conditions.
Direksi mencermati dinamika ekonomi global, fluktuasi nilai The Board of Directors is closely monitoring global economic
tukar, tekanan inflasi, serta perubahan kebijakan fiskal dan dynamics, exchange rate fluctuations, inflationary pressures, and
moneter yang berpotensi memengaruhi kualitas pembiayaan changes in fiscal and monetary policies that could potentially
dan permintaan kredit. Pada dimensi sosial, peningkatan impact financing quality and credit demand. On the social
ekspektasi publik terhadap transparansi dan tanggung jawab front, increasing public expectations for transparency and social
sosial mendorong penguatan tata kelola. Sementara itu, isu responsibility are driving stronger governance. Meanwhile,
perubahan iklim dan transisi energi menuntut penyesuaian climate change and the energy transition require adjustments
strategi portofolio pembiayaan agar selaras dengan prinsip to the financing portfolio strategy to align with low-carbon
rendah karbon. principles.
Dengan pendekatan yang adaptif dan terukur, Bank Sulselbar With an adaptive and measured approach, Bank Sulselbar is
optimistis mampu menjaga trajektori pertumbuhan yang optimistic about maintaining a healthy growth trajectory while
sehat sekaligus memastikan implementasi Keuangan ensuring the consistent implementation of Sustainable Finance
Berkelanjutan berjalan konsisten dan berdampak jangka and its long-term impact.
panjang.
Penutup Conclusion
Sebagai penutup, Direksi Bank Sulselbar menegaskan In closing, the Board of Directors of Bank Sulselbar reiterates
kembali bahwa perjalanan menuju keberlanjutan adalah that the journey towards sustainability is a long-term
komitmen jangka panjang yang menuntut konsistensi, commitment that requires consistency, integrity, and synergy
integritas, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. from all stakeholders. Every transformation step, every strategic
Setiap langkah transformasi, setiap kebijakan strategis, dan policy, and every business decision is aimed at ensuring that the
setiap keputusan bisnis diarahkan untuk memastikan bahwa Bank’s growth is not only financially strong but also socially and
pertumbuhan Bank tidak hanya kuat secara finansial, tetapi environmentally responsible.
juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
BANK SULSELBAR 53
Sustainability Report 2025
Page 56
Pejelasan Direksi
Explanation of the Board of Directors
Kami menyadari bahwa dinamika eksternal akan terus We recognize that external dynamics will continue to present
menghadirkan tantangan. Namun dengan fondasi tata kelola challenges. However, with a solid foundation of governance,
yang solid, manajemen risiko yang disiplin, serta semangat disciplined risk management, and a strong spirit of collaboration,
kolaborasi yang kokoh, kami optimistis mampu menjaga we are optimistic that we can maintain healthy performance
kinerja yang sehat sekaligus menciptakan nilai tambah yang while creating sustainable added value for the community and
berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah. the region.
Direksi menyampaikan apresiasi yang tulus kepada The Board of Directors expresses its sincere appreciation to the
Pemegang Saham, Dewan Komisaris, regulator, mitra Shareholders, Board of Commissioners, regulators, business
usaha, serta seluruh insan Bank Sulselbar atas dedikasi partners, and all Bank Sulselbar employees for their continued
dan kepercayaan yang terus terjaga. Sinergi dan dukungan dedication and trust. This synergy and support are the key
tersebut menjadi energi utama dalam menapaki masa depan drivers in moving towards a greener, more inclusive, and more
yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing. competitive future.
Dengan ikhtiar yang berkesinambungan dan komitmen yang With continuous efforts and unwavering commitment, Bank
teguh, Bank Sulselbar akan terus melangkah maju sebagai Sulselbar will continue to move forward as a resilient and trusted
pilar pembangunan daerah yang resilien dan terpercaya, pillar of regional development, delivering meaningful growth for
menghadirkan pertumbuhan yang bermakna bagi generasi today’s and future generations.
hari ini dan yang akan datang.
Makassar, April 2026
Atas Nama Direksi
on behalf of Board of Director
Yulis Suandi
Direktur Utama
President Director
54 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
TANGGUNG JAWAB LAPORAN
KEBERLANJUTAN [GRI 2-14]
Sustainability Report Responsibilities
Kami yang bertandatangan di bawah ini telah meninjau dan menyetujui informasi yang dilaporkan dalam Laporan Keberlanjutan
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan & Barat Tahun 2025, termasuk di dalamnya mencakup informasi topik material
Perseroan. Kami bertanggungjawab penuh atas kebenaran isi laporan ini sesuai dengan POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
We, the undersigned, have reviewed and approved the information reported in the 2025 Sustainability Report of PT Bank Pembangunan
Daerah Sulawesi Selatan & Barat, including information on the Company’s material topics. We are fully responsible for the accuracy
of the contents of this report in accordance with POJK No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance
for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies.
Makassar, April 2026
Direksi
Board of Director
Dirhamsyah Kadir Yulis Suandi Iswadi Ayub
Direktur Pemasaran & Syariah Direktur Utama Direktur Operasional & TI
Marketing & Sharia Director President Director Banking Operation & IT Director
Dwi Zulkarnain Rakhmat Nur Kadir
Direktur Kredit & UMKM Direktur Kepatuhan
Credit and MSMEs Director Compliance Director
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Huswan Husain Jufri Rahman Andi Fadly Ferdiansyah
Komisaris Independen Komisaris Utama Komisaris Independen
Independent Commissioner President Commissioner Independent Commissioner
BANK SULSELBAR 55
Sustainability Report 2025
Page 58
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN Sustainability Governance
Page 59
Page 60
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
STRUKTUR DAN KOMPOSISI TATA KELOLA
(GRI 2-9, GRI 2-11, 2-12, 2-13, 2-14, SDG 16)
Governance Structure and Composition
Sejalan dengan pengungkapan pada Laporan Tahunan, Bank In line with the disclosures in the Annual Report, Bank Sulselbar
Sulselbar menerapkan struktur tata kelola perusahaan implements a two-tier corporate governance structure, consisting
dengan sistem dua tingkat (two-tier system), yang terdiri atas of the General Meeting of Shareholders (GMS), the Board of
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Commissioners, and the Board of Directors. This structure is
dan Direksi. Struktur ini dirancang untuk memastikan adanya designed to ensure a clear, effective, and accountable separation
pemisahan fungsi pengawasan dan fungsi pengurusan secara of supervisory and management functions, in accordance with
jelas, efektif, dan akuntabel, sesuai dengan Anggaran Dasar the Company’s Articles of Association and applicable laws and
Perseroan dan ketentuan peraturan perundang-undangan regulations.
yang berlaku.
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris In carrying out its supervisory function, the Board of Commissioners
didukung oleh komite-komite di bawah Dewan Komisaris, is supported by committees under the Board of Commissioners,
yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite namely the Audit Committee, the Risk Monitoring Committee,
Remunerasi dan Nominasi. Keberadaan komite-komite and the Remuneration and Nomination Committee. The existence
tersebut memperkuat efektivitas pengawasan terhadap of these committees strengthens the effectiveness of oversight
kinerja keuangan, manajemen risiko, kepatuhan, serta of financial performance, risk management, compliance, and the
penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk implementation of good corporate governance, including oversight
pengawasan atas aspek keberlanjutan. of sustainability aspects.
Direksi dalam menjalankan fungsi pengurusan didukung oleh The Board of Directors in carrying out its management functions
berbagai komite dan satuan kerja, antara lain Komite Asset is supported by various committees and work units, including
& Liability Committee (ALCO)., Komite Manajemen Risiko., the Asset & Liability Committee (ALCO), Risk Management
Komite Pengarah Teknologi Informasi, Komite Manajemen Committee, Information Technology Steering Committee,
Sumber Daya Manusia, Komite Etik dan Disiplin, Komite Human Resources Management Committee, Ethics and
Manajemen Efisiensi, Komite Produk, Jaringan, dan Saluran Discipline Committee, Efficiency Management Committee,
Pengiriman, dan Komite Kebijakan Perkreditan/Pembiayaan, Product, Network, and Delivery Channel Committee, and
serta fungsi Kepatuhan dan Pengawasan Intern. Struktur ini Credit/Financing Policy Committee, as well as the Compliance
memastikan bahwa kebijakan dan keputusan strategis Bank and Internal Supervision function. This structure ensures that
Sulselbar, termasuk yang berkaitan dengan keberlanjutan, Bank Sulselbar’s strategic policies and decisions, including those
dapat diimplementasikan secara terkoordinasi dan konsisten related to sustainability, can be implemented in a coordinated
di seluruh jenjang organisasi. and consistent manner across all levels of the organization.
58 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Prinsip
Tata Kelola Penanggung Independensi
Transparansi Akuntabilitas Jawab Kewajaran
Perusahaan
Rapat Umum
Pemegang
Saham
Organ
Utama Dewan
Komisaris
Direksi
Komite di Bawah
Dewan Komisaris
Komite Pemantau Komite di Bawah Divisi Kepatuhan
Komite Audit Risiko Direksi & APU PPT
Komite Remunerasi Komite Manajemen
& Nominasi Komite ALCO Divisi Manajemen
Risiko Risiko
Organ
Pendukung Komite Manajemen Corporate Security
Kepegawaian Komite TI
Komite Kebijakan Divisi Audit
Komite Kredit Kredit Internal
Komite Produk &
Jaringan
Pemangku
Kepentingan Nasabah Pegawai Komunitas
Hubungan Bank Sulselbar dengan pemangku kepentingan Bank Sulselbar’s relationship with key stakeholders—including
utama — meliputi nasabah, pegawai, dan komunitas customers, employees, and the South Sulawesi community—
masyarakat Sulselbar — menjadi bagian integral dari sistem is an integral part of its governance system. Through active
tata kelola. Melalui keterlibatan aktif dan komunikasi engagement and transparent communication, Bank Sulselbar
yang transparan, Bank Sulselbar berupaya membangun strives to build trust and ensure that every policy delivers long-
kepercayaan dan memastikan setiap kebijakan membawa term benefits for all parties.
manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak.
Profil Direksi dan Dewan Komisaris yang meliputi informasi Profiles of the Board of Directors and Board of Commissioners,
Komisaris Independen, masa jabatan, jenis kelamin, including information on Independent Commissioners, their
kompetensi, dan rangkap jabatan telah disajikan dalam terms of office, gender, competencies, and concurrent positions,
Laporan Tahunan Bank Sulselbar Tahun 2025 bagian Profil are presented in the Company Profile section of Bank Sulselbar’s
Perusahaan. Sedangkan profil komite, tugas dan tanggung 2025 Annual Report. Committee profiles, along with the duties
jawab badan tata kelola tertinggi dapat dilihat di dalam and responsibilities of the highest governance body, can be found
Laporan Tahunan Bank Sulselbar Tahun 2025 bagian Tata in the Corporate Governance section of Bank Sulselbar’s 2025
Kelola Perusahaan. Annual Report.
BANK SULSELBAR 59
Sustainability Report 2025
Page 62
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Peran Dewan Komisaris dan Direksi The Role of the BoC's and Directors in
dalam Agenda Keberlanjutan the Sustainability Agenda
Dewan Komisaris berperan aktif dalam mengawasi arah The Board of Commissioners plays an active role in overseeing the
strategis Perseroan, termasuk strategi keberlanjutan dan Company’s strategic direction, including sustainability strategies
manajemen risiko ESG. Pengawasan dilakukan melalui: and ESG risk management. Oversight is carried out through:
1. Penelaahan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan strategi 1. Reviewing the Bank’s Business Plan (RBB) and medium-term
jangka menengah. strategy.
2. Evaluasi implementasi manajemen risiko, termasuk 2. Evaluating the implementation of risk management,
risiko lingkungan dan sosial. including environmental and social risks.
3. Penelaahan kinerja keuangan dan non-keuangan. 3. Reviewing financial and non-financial performance.
4. Pengawasan pelaksanaan kebijakan keberlanjutan. 4. Oversight of the implementation of sustainability policies.
Peran dalam Pengembangan dan Role in Sustainability Report
Persetujuan Laporan Keberlanjutan Development and Approval
Direksi bertanggung jawab atas penyusunan dan validasi The Board of Directors is responsible for the preparation and
laporan keberlanjutan sebelum disampaikan kepada Dewan validation of the sustainability report before it is submitted to the
Komisaris untuk ditelaah. Dewan Komisaris memberikan Board of Commissioners for review. The Board of Commissioners
pandangan dan rekomendasi strategis atas isi laporan, provides strategic insights and recommendations on the report’s
termasuk keselarasan dengan visi jangka panjang dan content, including alignment with the long-term vision and risk
manajemen risiko. management.
Proses ini memastikan bahwa laporan keberlanjutan This process ensures that the sustainability report reflects actual
mencerminkan kinerja aktual, akurat, dan sesuai standar GRI performance, is accurate, and complies with GRI standards and
serta regulasi yang berlaku. applicable regulations.
Kontribusi terhadap SDG 16 Contribution to SDG 16
Struktur Tata Kelola Perseroan mendukung pencapaian SDG The Company’s Governance Structure supports the achievement
16: Peace, Justice and Strong Institutions, melalui: of SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions, through:
• Penguatan institusi yang transparan dan akuntabel. • Strengthening transparent and accountable institutions.
• Penerapan prinsip anti-korupsi dan kepatuhan regulasi. • Implementation of anti-corruption principles and regulatory
• Mekanisme pengawasan independen. compliance.
• Sistem pengendalian internal yang efektif. • Independent oversight mechanisms.
• Effective internal control systems.
Dengan struktur tata kelola yang solid dan komposisi organ With a solid governance structure and a professional corporate
perusahaan yang profesional, Perseroan memastikan bahwa structure, the Company ensures that business growth is aligned
pertumbuhan usaha berjalan selaras dengan prinsip kehati- with the principles of prudence, integrity, and long-term
hatian, integritas, dan keberlanjutan jangka panjang. sustainability.
60 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
PENGELOLAAN BENTURAN KEPENTINGAN (GRI 2-15)
Conflict of Interest Management
Perseroan menerapkan kebijakan pengelolaan benturan The Company implements a conflict of interest management
kepentingan sebagai bagian integral dari prinsip Tata policy as an integral part of the principles of Good Corporate
Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance). Governance. This policy aims to ensure that every decision made
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap by the Board of Commissioners, the Board of Directors, and all
keputusan yang diambil oleh Dewan Komisaris, Direksi, Company personnel is made objectively and independently, and
dan seluruh insan Perseroan dilakukan secara objektif, prioritizes the best interests of the company and its stakeholders.
independen, dan mengutamakan kepentingan terbaik
perusahaan serta pemangku kepentingan.
Benturan kepentingan didefinisikan sebagai situasi di mana A conflict of interest is defined as a situation where personal,
kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak terkait lainnya family, or other related party interests have the potential to
berpotensi mempengaruhi independensi dan objektivitas affect the independence and objectivity in carrying out duties
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Perseroan and responsibilities. The Company strictly prohibits any form of
secara tegas melarang setiap bentuk penyalahgunaan abuse of office, misuse of internal information, or influence in
jabatan, informasi internal, maupun pengaruh dalam decision-making for personal or party gain.
pengambilan keputusan untuk keuntungan pribadi atau
pihak tertentu.
Kerangka Pengelolaan Management Framework
Pengelolaan benturan kepentingan dilakukan melalui Conflicts of interest are managed through the following
mekanisme sebagai berikut: mechanisms:
1. Kebijakan Tertulis dan Kode Etik 1. Written Policy and Code of Conduct
Perseroan memiliki Pedoman Perilaku (Code of Conduct) The Company has a Code of Conduct and a Conflict of Interest
dan Kebijakan Benturan Kepentingan yang wajib Policy that must be adhered to by all organs and employees.
dipatuhi oleh seluruh organ dan pegawai.
2. Kewajiban Pengungkapan (Disclosure 2. Disclosure Requirement
Requirement) Each member of the Board of Commissioners and the Board
Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi wajib of Directors is required to disclose in writing any potential
mengungkapkan secara tertulis apabila terdapat potensi conflict of interest in a transaction or strategic decision. This
benturan kepentingan dalam suatu transaksi atau disclosure is recorded in the minutes of the meeting.
keputusan strategis. Pengungkapan tersebut dicatat
dalam risalah rapat.
BANK SULSELBAR 61
Sustainability Report 2025
Page 64
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
3. Pembatasan Partisipasi dalam Pengambilan 3. Restrictions on Participation in Decision-Making
Keputusan Parties with a conflict of interest are not permitted to
Pihak yang memiliki benturan kepentingan tidak participate in the discussion or decision-making process.
diperkenankan terlibat dalam proses pembahasan
maupun pengambilan keputusan terkait.
4. Pengawasan oleh Komite dan Satuan Kerja 4. Oversight by the Committee and Compliance Work
Kepatuhan Unit
Komite Audit dan Satuan Kerja Kepatuhan melakukan The Audit Committee and Compliance Work Unit monitor
pemantauan terhadap transaksi yang berpotensi transactions that have the potential to give rise to a conflict
menimbulkan benturan kepentingan, termasuk transaksi of interest, including transactions with related parties.
dengan pihak berelasi.
5. Whistleblowing System (WBS) 5. Whistleblowing System (WBS)
Perseroan menyediakan mekanisme pelaporan The Company provides a confidential and independent
pelanggaran secara rahasia dan independen untuk whistleblowing mechanism to detect potential conflicts of
mendeteksi potensi konflik kepentingan. interest.
Implementasi dan Pengendalian Implementation and Control
Selama periode pelaporan, setiap transaksi material dan During the reporting period, every material transaction and
transaksi dengan pihak berelasi telah melalui proses evaluasi transaction with related parties underwent an evaluation process
sesuai prinsip kewajaran (arm’s length principle) dan regulasi in accordance with the arm’s length principle and applicable
yang berlaku. Tidak terdapat penyimpangan yang berdampak regulations. There were no deviations that had a material impact
material terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. on the Company’s performance and reputation.
Melalui sistem pengendalian internal yang kuat serta budaya Through a robust internal control system and a continuously
integritas yang terus diperkuat, Perseroan memastikan strengthened culture of integrity, the Company ensures that
bahwa pengelolaan benturan kepentingan berjalan efektif, conflicts of interest management is effective, transparent, and
transparan, dan akuntabel. accountable.
Pendekatan ini tidak hanya memenuhi ketentuan GRI 2-15, This approach not only meets the requirements of GRI 2-15 but
tetapi juga memperkuat kepercayaan pemegang saham dan also strengthens shareholder and stakeholder confidence in the
pemangku kepentingan terhadap integritas pengambilan integrity of decision-making within the Company.
keputusan di Perseroan.
Kasus Benturan Kepentingan Tahun Conflict of Interest Cases in the Current
Berjalan Year
Perseroan menerapkan kebijakan pengelolaan benturan The Company implements a conflict of interest management
kepentingan sebagai bagian dari penerapan Good policy as part of its Good Corporate Governance implementation
Corporate Governance untuk memastikan setiap keputusan to ensure that every decision is made objectively, independently,
diambil secara objektif, independen, dan mengutamakan and prioritizes the Company’s interests. A conflict of interest is
kepentingan Perseroan. Benturan kepentingan didefinisikan defined as a situation where personal interests or those of related
sebagai situasi di mana kepentingan pribadi atau pihak parties have the potential to affect independence in carrying out
berelasi berpotensi memengaruhi independensi dalam their duties.
pelaksanaan tugas.
62 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
Seluruh anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan pegawai All members of the Board of Commissioners, Board of Directors,
wajib mengungkapkan potensi konflik serta tidak and employees are required to disclose potential conflicts of
diperkenankan terlibat dalam proses pengambilan interest and are not permitted to be involved in the related
keputusan terkait. Pengawasan dilakukan oleh Satuan Kerja decision-making process. Oversight is carried out by the
Kepatuhan dan Komite Audit, serta didukung mekanisme Compliance Unit and the Audit Committee, and is supported by a
Whistleblowing System. Whistleblowing System.
Selama tahun buku berjalan, tidak terdapat kasus benturan During the current fiscal year, there were no cases of conflicts of
kepentingan maupun pelanggaran terkait yang berdampak interest or related violations that had a material impact on the
material terhadap Perseroan, dan seluruh transaksi pihak Company, and all related party transactions were conducted in
berelasi telah dilaksanakan sesuai prinsip kewajaran dan accordance with fairness principles and applicable regulatory
ketentuan regulasi yang berlaku. provisions.
Tabel Hubungan Afiliasi Direksi | Table of Directors’ Affiliation Relationships
Hubungan Keluarga Dengan Hubungan Keuangan Dengan
Direksi Pemegang Pemegang
Dewan Dewan
Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Komisaris
Pengendali Pengendali
Yulis Suandi Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Dirhamsyah Kadir Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Iswadi Ayub Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Dian Anggriani Utina* Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Dwi Zulkarnain Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Rakhmat Nur Kadir** Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
* Masa jabatan sebagai Direktur Kepatuhan berakhir pada tanggal 26 Januari 2025.
** Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan sejak 14 Mei 2025, berdasarkan RUPS LB 14 Mei 2025.
* Term of office as Director of Compliance ended on January 26, 2025.
** Serves as Director of Compliance since May 14, 2025, based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) held on May 14,
2025.
Tabel Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris | Table of Board of Commissioners’ Affiliation Relationships
Hubungan Keluarga Dengan Hubungan Keuangan Dengan
Direksi Pemegang Pemegang
Dewan Dewan
Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Komisaris
Pengendali Pengendali
Muhammad Idris* Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Jufri Rahman** Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Andi Fadly Ferdiansyah** Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Huswan Husain ** Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
* Telah berakhir masa jabatannya pada tanggal 14 Juli 2025
** Berdasaran RUPSLB tanggal 14 Mei 2025
* Term of office ended on July 14, 2025
** Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) held on May 14, 2025
BANK SULSELBAR 63
Sustainability Report 2025
Page 66
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
NOMINASI DAN SELEKSI DEWAN
KOMISARIS DAN DIREKSI (GRI 2-10)
Nomination and Selection of the Board of Commissioners and Directors
Perseroan menerapkan proses nominasi dan seleksi The Company implements a transparent, objective, and
Dewan Komisaris dan Direksi secara transparan, objektif, competency-based nomination and selection process for the
dan berbasis kompetensi guna memastikan tersedianya Board of Commissioners and Board of Directors to ensure the
kepemimpinan yang profesional dan berintegritas. Proses availability of professional leadership with integrity. This process
ini dilaksanakan melalui mekanisme yang terstruktur is implemented through a structured mechanism involving the
dengan melibatkan Komite Remunerasi dan Nominasi serta Remuneration and Nomination Committee and adhering to the
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan provisions of laws and regulations and the Financial Services
dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan. Authority (OJK).
Proses nominasi dilakukan melalui tahapan identifikasi The nomination process involves identifying competency needs,
kebutuhan kompetensi, evaluasi kualifikasi dan rekam jejak evaluating the candidates’ qualifications and track records, and
calon, serta penilaian kesesuaian (fit and proper test) sesuai conducting a fit and proper test in accordance with regulatory
ketentuan regulator. Kriteria seleksi mencakup integritas, requirements. Selection criteria include integrity, technical
kompetensi teknis, pengalaman di industri keuangan, competence, experience in the financial industry, managerial
kemampuan manajerial, pemahaman manajemen risiko, serta ability, understanding of risk management, and commitment to
komitmen terhadap prinsip tata kelola dan keberlanjutan. governance and sustainability principles.
Dalam proses tersebut, Perseroan juga mempertimbangkan
aspek keberagaman latar belakang, keahlian, dan During this process, the Company also considers the diversity
pengalaman untuk mendukung pengambilan keputusan of backgrounds, expertise, and experience to support more
yang lebih komprehensif dan efektif. Hasil rekomendasi comprehensive and effective decision-making. The Remuneration
Komite Remunerasi dan Nominasi disampaikan kepada and Nomination Committee’s recommendations are submitted to
Dewan Komisaris untuk ditelaah, kemudian diajukan kepada the Board of Commissioners for review, which is then submitted
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memperoleh to the General Meeting of Shareholders (GMS) for approval in
persetujuan sesuai kewenangan. accordance with its authority.
Melalui mekanisme ini, Perseroan memastikan bahwa
komposisi Dewan Komisaris dan Direksi mencerminkan Through this mechanism, the Company ensures that the
keseimbangan fungsi pengawasan dan pengurusan serta composition of the Board of Commissioners and Board
mampu mendukung pencapaian strategi jangka panjang of Directors reflects a balance between supervisory and
secara berkelanjutan. management functions and is able to sustainably support the
achievement of its long-term strategy.
Tabel Keberagaman Manajemen dan lndependensi | Table of Management Diversity and Independence
Jumlah Pihak
Tipe Manajemen Perusahaan Laki-laki Perempuan
lndependen
Komisaris 3 0 2
Direksi 5 0 0
64 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS
DAN DIREKSI (GRI 2-18)
Performance Assessment of the Board of Commissioners and Directors
Bagi Bank Sulselbar, penilaian kinerja Dewan Komisaris For Bank Sulselbar, the performance assessment of the Board of
dan Direksi merupakan bagian penting dari upaya menjaga Commissioners and Board of Directors is a crucial part of efforts to
kualitas kepemimpinan, efektivitas pengawasan, serta maintain leadership quality, effective oversight, and sustainable
keberlanjutan tata kelola perusahaan. Penilaian ini tidak corporate governance. This assessment is not viewed merely as
dipandang semata sebagai instrumen administratif, an administrative instrument, but rather as a means of reflection
melainkan sebagai sarana refleksi dan perbaikan and continuous improvement to ensure each governance organ
berkelanjutan guna memastikan setiap organ tata kelola carries out its role optimally, professionally, and responsibly.
menjalankan perannya secara optimal, profesional, dan
bertanggung jawab.
Performance assessments are conducted in a structured and
Penilaian kinerja dilakukan secara terstruktur dan sistematis systematic manner, adhering to the principles of Good Corporate
dengan mengacu pada prinsip Good Corporate Governance, Governance, the Company’s Articles of Association, the Bank’s
Anggaran Dasar Perseroan, Rencana Bisnis Bank (RBB), Business Plan (RBB), and the provisions of the Financial
serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Proses evaluasi Services Authority (OJK). The evaluation process is designed to
dirancang untuk mengukur efektivitas pelaksanaan tugas, measure the effectiveness of the implementation of the duties,
tanggung jawab, dan fungsi masing-masing organ dalam responsibilities, and functions of each organ in supporting the
mendukung pencapaian tujuan strategis Bank, termasuk achievement of the Bank’s strategic objectives, including financial
target keuangan, manajemen risiko, kepatuhan, transformasi targets, risk management, compliance, digital transformation,
digital, dan aspek keberlanjutan. and sustainability aspects.
Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan efektivitas The performance of the Board of Commissioners is evaluated
fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. based on the effectiveness of its supervisory function and its
Aspek yang dinilai meliputi pelaksanaan fungsi pengawasan advisory role to the Board of Directors. Aspects assessed include
dan rekomendasi strategis, partisipasi aktif dalam rapat dan the implementation of strategic oversight and recommendations,
pengambilan keputusan, kepatuhan terhadap regulasi dan active participation in meetings and decision-making,
kebijakan internal, serta kualitas komunikasi dan koordinasi compliance with regulations and internal policies, and the quality
dengan Direksi dan pemangku kepentingan utama. Penilaian of communication and coordination with the Board of Directors
Dewan Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham melalui and key stakeholders. The Board of Commissioners is assessed
RUPS dengan mempertimbangkan laporan dan rekomendasi by Shareholders through the General Meeting of Shareholders
Komite Remunerasi dan Nominasi. (GMS), taking into account the reports and recommendations of
the Remuneration and Nomination Committee.
Sementara itu, penilaian kinerja Direksi diarahkan Meanwhile, the Board of Directors’ performance assessment
pada efektivitas pengelolaan Bank secara menyeluruh, focuses on the effectiveness of the Bank’s overall management,
mencakup pencapaian kinerja keuangan dan non-keuangan, encompassing financial and non-financial performance,
implementasi strategi bisnis, penerapan manajemen risiko, business strategy implementation, risk management, regulatory
kepatuhan terhadap peraturan, serta penguatan sistem compliance, and strengthening of the internal control system.
pengendalian internal. Dalam konteks keberlanjutan, Within the context of sustainability, the evaluation also considers
BANK SULSELBAR 65
Sustainability Report 2025
Page 68
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
evaluasi juga mempertimbangkan pelaksanaan Rencana Aksi the implementation of the Sustainable Finance Action Plan
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dan kemampuan Direksi (RAKB) and the Board of Directors’ ability to manage ESG-related
dalam mengelola risiko serta peluang terkait aspek ESG. risks and opportunities.
Proses evaluasi dilakukan melalui mekanisme internal The evaluation process is conducted through a documented
yang terdokumentasi, melibatkan Dewan Komisaris internal mechanism, involving the Board of Commissioners
serta didukung Komite Remunerasi dan Nominasi dalam and supported by the Remuneration and Nomination
penyusunan rekomendasi. Hasil penilaian disampaikan Committee in developing recommendations. The assessment
kepada Pemegang Saham melalui RUPS sebagai wujud results are communicated to Shareholders through the GMS
akuntabilitas dan transparansi, serta menjadi dasar dalam as a demonstration of accountability and transparency, and
penetapan remunerasi, pengembangan kompetensi, dan serve as the basis for determining remuneration, competency
kebijakan tata kelola ke depan. development, and future governance policies.
Rata-rata persentase Kehadiran direksi/
Jumlah Rapat Gabungan
Uraian komisaris dalam rapat dewan (di tahun
Dekom & Direksi
pelaporan)
Jumlah kehadiran direksi ke rapat Gabungan 4 100%
Jumlah kehadiran komisaris ke rapat Gabungan 4 100%
KEBIJAKAN REMUNERASI DEWAN
KOMISARIS DAN DIREKSI [GRI 2-19, GRI 2-10, GRI 2-2]
Remuneration Policy for the Board of Commissioners and Directors
Dalam industri perbankan yang semakin dinamis, kualitas In the increasingly dynamic banking industry, leadership
kepemimpinan menjadi salah satu penentu utama quality is a key determinant of strategic success and business
keberhasilan strategi dan keberlanjutan usaha. Bank sustainability. Bank Sulselbar understands that an appropriate
Sulselbar memahami bahwa sistem remunerasi yang tepat remuneration system is not simply financial compensation, but
bukan sekadar kompensasi finansial, melainkan instrumen rather a strategic instrument to ensure accountability, maintain
strategis untuk memastikan akuntabilitas, menjaga integrity, and encourage sustainable performance. Therefore,
integritas, dan mendorong kinerja berkelanjutan. Karena itu, the remuneration policy for the Board of Commissioners and
kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi disusun Directors is formulated in a transparent, measurable manner,
secara transparan, terukur, dan selaras dengan prinsip Good and in line with Good Corporate Governance principles and
Corporate Governance serta ketentuan regulator. regulatory requirements.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan keseimbangan This policy is designed to ensure a balance between short-
antara pencapaian kinerja jangka pendek dan kesinambungan term performance achievement and long-term sustainability.
jangka panjang. Remunerasi tidak hanya mempertimbangkan Remuneration takes into account not only financial results but
hasil finansial, tetapi juga kualitas pengelolaan risiko, also the quality of risk management, regulatory compliance,
kepatuhan terhadap regulasi, efektivitas pengawasan, serta effective oversight, and the implementation of sustainability
implementasi strategi keberlanjutan termasuk aspek ESG. strategies, including ESG aspects.
66 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
Indikator Penerapan Remunerasi Remuneration Implementation Indicators
Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi The remuneration of the Board of Commissioners and Board of
didasarkan pada indikator yang komprehensif dan terukur, Directors is determined based on comprehensive and measurable
antara lain: indicators, including:
• Pencapaian target kinerja keuangan sesuai Rencana • Achievement of financial performance targets in accordance
Bisnis Bank (RBB); with the Bank’s Business Plan (RBB);
• Kualitas penerapan manajemen risiko dan pengendalian • Quality of risk management and internal control
internal; implementation;
• Kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip tata kelola; • Compliance with regulations and governance principles;
• Implementasi transformasi bisnis dan digitalisasi; • Implementation of business transformation and
• Pelaksanaan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan digitalization;
(RAKB) dan pengelolaan risiko ESG; • Implementation of the Sustainable Finance Action Plan
• Efektivitas fungsi pengawasan (untuk Dewan Komisaris) (RAKB) and ESG risk management;
dan pengurusan (untuk Direksi). • Effectiveness of the supervisory function (for the BoC’s) and
management (for the BoD’s).
Pendekatan ini memastikan bahwa remunerasi tidak This approach ensures that remuneration does not encourage
mendorong pengambilan risiko yang berlebihan, melainkan excessive risk-taking, but rather strengthens a culture of prudence
memperkuat budaya kehati-hatian dan pertumbuhan yang and healthy growth.
sehat.
Struktur Remunerasi Remuneration Structure
Struktur remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi terdiri The remuneration structure for the Board of Commissioners and
atas komponen tetap dan variabel. Komponen tetap Board of Directors consists of fixed and variable components. The
mencakup gaji atau honorarium, tunjangan tetap, serta fixed component includes salary or honorarium, fixed allowances,
fasilitas sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, and facilities in accordance with applicable regulations.
komponen variabel berupa tantiem atau insentif kinerja Meanwhile, the variable component, in the form of bonuses
diberikan berdasarkan capaian kinerja kolektif dan or performance incentives, is awarded based on collective and
individual yang telah melalui proses evaluasi terstruktur. individual performance achievements that have undergone a
structured evaluation process.
Penetapan remunerasi dilakukan melalui mekanisme Remuneration is determined through a mechanism involving
yang melibatkan Komite Remunerasi dan Nominasi, yang the Remuneration and Nomination Committee, which
memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris dan provides recommendations to the Board of Commissioners
selanjutnya kepada Rapat Umum Pemegang Saham sesuai and subsequently to the General Meeting of Shareholders, in
kewenangan masing-masing. accordance with their respective authorities.
Dengan kebijakan remunerasi yang berbasis kinerja dan tata With a performance-based remuneration policy and strong
kelola yang kuat, Bank Sulselbar memastikan bahwa setiap governance, Bank Sulselbar ensures that every strategic decision
keputusan strategis yang diambil oleh Dewan Komisaris made by the Board of Commissioners and Board of Directors
dan Direksi senantiasa berorientasi pada penciptaan nilai is consistently oriented towards creating long-term value for
jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh shareholders, customers, and all stakeholders.
pemangku kepentingan.
BANK SULSELBAR 67
Sustainability Report 2025
Page 70
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Tabel Jumlah Nominal Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi | Table of Total Remuneration Amount for the BoC’s and BoD’s
Komisaris Direksi
Jenis Penerimaan Jumlah
Jumlah (org) Nominal (Rp) Nominal (Rp)
(Org)
Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, penghasilan
5 6.581.453.770,- 6 24.542.881.673,-
tetap lainnya dan fasilitas lain dalam bentuk non-natura
Fasilitas lain dalam bentuk Natura (perumahan, transportasi,
perawatan kesehatan, dsb)
Jumlah Penerimaan 5 6.581.453.770,- 6 24.542.881.673,-
Pengelompokan Tingkat Penghasilan untuk Dewan Income Level Grouping for the Board of Commissioners and
Komisaris dan Direksi Directors
Jumlah Remunerasi dalam 1 tahun Jumlah Komisaris Jumlah Direksi
Diatas Rp2 miliar 2 5
Diatas Rp1 miliar s.d 2 miliar
Diatas Rp500 juta s.d Rp1 miliar
Rp500 juta ke bawah 3 1
Jumlah 5 6
Konsultan Ekstern Terkait Kebijakan External Consultants Regarding
Remunerasi Remuneration Policy
Bank Sulselbar tidak mengunakan konsultan ekstern dalam Bank Sulselbar will not use external consultants to determine
penentuan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi tahun the remuneration of the Board of Commissioners and Directors
2025. in 2025.
PENANGGUNG JAWAB PENERAPAN KEUANGAN
BERKELANJUTAN (OJK E.1, GRI 2-9, GRI 2-12, GRI 2-13)2-2]
Person in Charge of Sustainable Finance Implementation
Bagi Bank Sulselbar, penerapan Keuangan Berkelanjutan For Bank Sulselbar, implementing Sustainable Finance is
bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bagian integral not simply a matter of regulatory compliance, but rather an
dari strategi bisnis dan tata kelola perusahaan. Kesadaran integral part of its business strategy and corporate governance.
inilah yang mendorong Bank Sulselbar membangun struktur This awareness has driven Bank Sulselbar to establish a clear,
tanggung jawab yang jelas, terkoordinasi, dan lintas fungsi, coordinated, and cross-functional responsibility structure,
sehingga agenda keberlanjutan dapat dijalankan secara ensuring that the sustainability agenda can be implemented
konsisten, terukur, dan berdampak nyata bagi perekonomian consistently, measurably, and have a tangible impact on the
daerah serta lingkungan sosial dan alam sekitarnya. regional economy, as well as the surrounding social and natural
environment.
68 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Tim RAKB: Dasar Penunjukan dan RAKB Team: Basis for Appointment and
Susunan Keanggotaan Membership
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap implementasi As a concrete commitment to implementing Sustainable Finance,
Keuangan Berkelanjutan, Bank Sulselbar telah membentuk Bank Sulselbar has established a Sustainable Finance Action Plan
Tim Implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Implementation Team through Board of Directors Decree
(RAKB) melalui Surat Keputusan Direksi Nomor: SK/201/ Number: SK/201/DIR/XI/2024 concerning the Establishment of
DIR/XI/2024 tentang Penetapan Tim Implementasi RAKB the RAKB Implementation Team of PT Bank Sulselbar.
PT Bank Sulselbar.
Pembentukan tim ini memastikan bahwa pelaksanaan RAKB The formation of this team ensures that RAKB implementation
berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan strategi jangka is effective, measurable, and aligned with the Bank’s long-
panjang Bank. Tim RAKB berperan sebagai counterpart term strategy. The RAKB Team acts as an internal counterpart,
internal yang mengoordinasikan implementasi lintas fungsi, coordinating cross-functional implementation, monitoring, and
melakukan monitoring, serta mengevaluasi capaian program periodically evaluating program achievements.
secara berkala.
Keanggotaan tim bersifat lintas unit strategis, mencakup The team’s membership spans across strategic units,
fungsi Manajemen Risiko, Kredit, Kepatuhan, Perencanaan encompassing Risk Management, Credit, Compliance, Corporate
Korporasi, Human Capital, serta unit terkait lainnya. Untuk Planning, Human Capital, and other related units. The Social and
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), Environmental Responsibility (TJSL/CSR) program is managed by
pengelolaannya berada pada Departemen Humas dan CSR di the Public Relations and CSR Department under the Corporate
bawah Divisi Corporate Secretary. Struktur ini mencerminkan Secretary Division. This structure reflects the integration of
integrasi antara strategi bisnis dan tanggung jawab sosial business strategy and corporate social responsibility.
perusahaan.
Tim RAKB memiliki tugas utama antara lain: merumuskan The RAKB Team’s primary duties include: formulating strategies
strategi dan program kerja, menetapkan tujuan dan and work programs, establishing RAKB goals and objectives,
sasaran RAKB, mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan, identifying needs and challenges, conducting monitoring and
melakukan monitoring dan evaluasi, merumuskan tindakan evaluation, formulating corrective actions, and effectively
korektif, serta melakukan koordinasi dan komunikasi yang coordinating and communicating with stakeholders.
efektif dengan para pemangku kepentingan.
Peran Badan Tata Kelola dalam The Governance Body’s Role in
Pengelolaan Isu Ekonomi, Sosial, dan Managing Economic, Social, and
Lingkungan Environmental Issues
Di tingkat tata kelola, Dewan Komisaris menjalankan fungsi At the governance level, the Board of Commissioners performs
pengawasan strategis atas arah dan implementasi Keuangan strategic oversight over the direction and implementation of
Berkelanjutan (GRI 2-12). Dewan melakukan penelaahan Sustainable Finance (GRI 2-12). The Board reviews policies,
kebijakan, memantau risiko ESG, serta memastikan bahwa monitors ESG risks, and ensures that material economic, social,
topik ekonomi, sosial, dan lingkungan yang material telah and environmental issues are adequately managed.
dikelola secara memadai.
BANK SULSELBAR 69
Sustainability Report 2025
Page 72
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Direksi bertanggung jawab penuh atas integrasi aspek The Board of Directors is fully responsible for integrating
keberlanjutan dalam strategi dan operasional Bank (GRI sustainability aspects into the Bank’s strategy and operations
2-13). Melalui Tim RAKB, Direksi memastikan proses (GRI 2-13). Through the RAKB Team, the Board of Directors
identifikasi topik dilakukan melalui pemetaan risiko, analisis ensures that topic identification is carried out through risk
dampak, serta dialog dengan pemangku kepentingan. Topik mapping, impact analysis, and dialogue with stakeholders. Topics
yang dinilai signifikan kemudian diterjemahkan ke dalam deemed significant are then translated into targets, performance
target, indikator kinerja, serta mekanisme monitoring yang indicators, and clear monitoring mechanisms.
jelas.
Sinergi antara Dewan Komisaris, Direksi, dan Tim RAKB The synergy between the Board of Commissioners, the Board
menjadikan Keuangan Berkelanjutan bukan sekadar of Directors, and the RAKB Team makes Sustainable Finance
kewajiban regulasi, melainkan bagian integral dari strategi not merely a regulatory obligation but an integral part of Bank
pertumbuhan Bank Sulselbar—menghubungkan kinerja Sulselbar’s growth strategy—linking business performance with
bisnis dengan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi, tangible contributions to economic development, social welfare,
kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan. and environmental sustainability.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT
KEUANGAN BERKELANJUTAN (OJK E.2, GRI 2-17, FS4)
Competency Development Related to Sustainable Finance
Bagi Bank Sulselbar, implementasi Keuangan Berkelanjutan For Bank Sulselbar, implementing Sustainable Finance is not just
bukan hanya persoalan kebijakan, melainkan transformasi a policy issue, but a transformation in thinking and acting across
cara berpikir dan bertindak di seluruh organisasi. Karena the organization. Therefore, competency building is the primary
itu, penguatan kompetensi menjadi fondasi utama agar foundation for ensuring that every Bank employee understands
setiap insan Bank memahami bahwa risiko dan peluang that sustainability risks and opportunities are an integral part of
keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari business strategy.
strategi bisnis.
Sepanjang periode pelaporan, Bank menyelenggarakan Throughout the reporting period, the Bank conducted various
berbagai program peningkatan kapasitas, di antaranya: capacity-building programs, including:
1. Pelatihan RAKB berbasis ESG dan Workshop Risk 1. ESG-Based RAKB Training and Risk Awareness
Awareness Workshop
Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman This program was designed to strengthen employee
pegawai terhadap integrasi aspek environmental, social, understanding of the integration of environmental, social,
and governance (ESG) dalam Rencana Aksi Keuangan and governance (ESG) aspects into the Sustainable Finance
Berkelanjutan (RAKB). Melalui workshop risk awareness, Action Plan (RAKB). Through the risk awareness workshop,
peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi, participants were equipped with the skills to identify,
mengukur, dan memitigasi risiko lingkungan dan sosial measure, and mitigate environmental and social risks in
dalam proses bisnis, khususnya pembiayaan. Kegiatan ini business processes, particularly financing. This activity also
juga disertai sosialisasi ketentuan internal serta pelatihan included socialization of internal regulations and technical
70 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
teknis implementasi RAKB agar kebijakan tidak berhenti training on RAKB implementation so that policies are not
di tataran dokumen, tetapi terimplementasi secara limited to documents but are implemented operationally.
operasional.
2. Penguatan RAKB berbasis Environmental, Social, 2. Strengthening Environmental, Social, and
and Governance (ESG) Governance (ESG)-Based RAKB
Pelatihan ini menekankan pentingnya integrasi prinsip This training emphasized the importance of integrating ESG
ESG dalam perencanaan strategis, analisis portofolio principles into strategic planning, credit portfolio analysis,
kredit, serta pengelolaan risiko jangka panjang. Pejabat and long-term risk management. Credit and risk management
kredit dan manajemen risiko didorong untuk memahami officers are encouraged to understand how environmental,
bagaimana faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola social, and governance factors can impact the bank’s asset
dapat memengaruhi kualitas aset dan keberlanjutan quality and sustainable performance.
kinerja Bank.
Sejalan dengan GRI 2-17 dan indikator FS4, In line with GRI 2-17 and FS4 indicators, competency
pengembangan kompetensi juga menjangkau Dewan development also reaches the Board of Commissioners and
Komisaris dan Direksi melalui forum strategis dan Board of Directors through strategic forums and the latest
pembaruan regulasi terkini. Dengan pendekatan ini, regulatory updates. With this approach, the bank ensures
Bank memastikan bahwa Keuangan Berkelanjutan that sustainable finance is not just a regulatory agenda, but
bukan hanya agenda regulator, tetapi menjadi budaya an organizational culture deeply embedded in all decision-
organisasi yang tertanam kuat dalam setiap pengambilan making.
keputusan.
Melalui investasi berkelanjutan pada pengembangan Through continuous investment in human resource capacity
kapasitas SDM, Bank Sulselbar mempertegas posisinya development, Bank Sulselbar strengthens its position as a
sebagai institusi keuangan daerah yang adaptif, regional financial institution that is adaptive, responsible,
bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan and ready to face the challenges of a future green economy.
ekonomi hijau masa depan.
PENILAIAN RISIKO ATAS PENERAPAN
KEUANGAN BERKELANJUTAN (OJK E.3, FS2)
Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation
Bank Sulselbar mengintegrasikan penilaian risiko Keuangan Bank Sulselbar integrates Sustainable Finance risk assessment
Berkelanjutan ke dalam kerangka Enterprise Risk Management into its Enterprise Risk Management (ERM) framework as part
(ERM) sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian. of its prudent implementation. In line with OJK regulation
Sejalan dengan ketentuan OJK E.3, Bank melakukan E.3, the Bank identifies and evaluates risks arising from the
identifikasi dan evaluasi risiko yang timbul dari implementasi implementation of its Sustainable Finance Action Plan (RAKB),
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), termasuk including credit, reputational, legal, and environmental and
risiko kredit, reputasi, hukum, serta risiko lingkungan dan social risks.
sosial.
BANK SULSELBAR 71
Sustainability Report 2025
Page 74
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Dalam proses pembiayaan, Bank menerapkan mekanisme During the financing process, the Bank applies an environmental
environmental and social screening (FS2) terhadap calon and social screening (FS2) mechanism to prospective borrowers,
debitur, khususnya pada sektor dengan potensi dampak particularly in sectors with significant potential environmental
lingkungan dan sosial yang signifikan. Analisis mencakup and social impacts. The analysis includes compliance with
kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, potensi dampak environmental regulations, potential social impacts, and
sosial, serta risiko transisi dan fisik terkait perubahan iklim. transition and physical risks related to climate change. For high-
Untuk sektor berisiko tinggi, dilakukan penelaahan lebih risk sectors, a more in-depth review is conducted to ensure asset
mendalam guna memastikan kualitas aset dan keberlanjutan quality and portfolio sustainability.
portofolio.
Pendekatan ini memastikan bahwa penerapan Keuangan This approach ensures that the implementation of Sustainable
Berkelanjutan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, Finance not only meets compliance requirements but also
tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis, menjag strengthens business resilience and maintains
CAKUPAN DAN FREKUENSI AUDIT (FS9)
Audit Scope and Frequency
Bank Sulselbar memastikan bahwa penerapan kebijakan dan Bank Sulselbar ensures that environmental and social policies
prosedur lingkungan serta sosial dalam aktivitas pembiayaan and procedures are consistently implemented in financing
dilaksanakan secara konsisten melalui mekanisme audit activities through a structured, risk-based audit mechanism. The
yang terstruktur dan berbasis risiko. Cakupan audit audit scope includes evaluating compliance with internal policies,
meliputi evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan internal, the implementation of environmental and social screening, the
implementasi environmental and social screening, kualitas quality of ESG risk analysis, and the effectiveness of internal
analisis risiko ESG, serta efektivitas sistem pengendalian control systems in business units and support functions.
internal pada unit bisnis dan fungsi pendukung.
Proses audit dilaksanakan oleh Divisi Audit Internal & Anti The audit process is carried out by the Internal Audit & Anti-Fraud
Fraud dengan pendekatan risk-based audit, sehingga unit Division using a risk-based audit approach, ensuring that work
kerja atau portofolio dengan eksposur risiko lingkungan dan units or portfolios with higher exposure to environmental and
sosial yang lebih tinggi memperoleh prioritas pemeriksaan. social risks receive audit priority. In addition to annual routine
Selain audit rutin tahunan sesuai Rencana Kerja Audit audits in accordance with the Risk-Based Audit Work Plan, the
Berbasis Risiko, Bank juga melakukan audit tematik atau Bank also conducts thematic audits or special audits when there
pemeriksaan khusus apabila terdapat peningkatan risiko, are increased risks, significant findings, or regulatory changes.
temuan signifikan, atau perubahan regulasi.
Frekuensi audit disesuaikan dengan kompleksitas dan The audit frequency is adjusted to the complexity and risk
profil risiko masing-masing unit kerja, dengan pemantauan profile of each work unit, with follow-up monitoring conducted
tindak lanjut dilakukan secara berkala melalui mekanisme periodically through internal monitoring mechanisms. This
monitoring internal. Pendekatan ini memastikan approach ensures that the implementation of Sustainable
implementasi Keuangan Berkelanjutan berjalan efektif, Finance is effective, measurable, and aligned with the principles
terukur, dan selaras dengan prinsip tata kelola yang prudent of prudent and integrated governance.
dan berintegritas.
72 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU
KEPENTINGAN (OJK E4, GRI 2-29, FS5)
Stakeholder Relations
Bagi Bank Sulselbar, keberlanjutan bukanlah perjalanan For Bank Sulselbar, sustainability is not a solitary journey. It grows
yang ditempuh sendiri. Ia tumbuh dari dialog, kolaborasi, from dialogue, collaboration, and trust built with stakeholders. In
dan kepercayaan yang dibangun bersama para pemangku the dynamic regional banking ecosystem, healthy relationships
kepentingan. Dalam ekosistem perbankan daerah yang with shareholders, regulators, customers, employees, business
dinamis, hubungan yang sehat dengan pemegang saham, partners, and the community are the foundation of responsible
regulator, nasabah, pegawai, mitra usaha, hingga masyarakat growth.
menjadi fondasi utama pertumbuhan yang bertanggung
jawab.
Sejalan dengan prinsip GRI 2-29, Bank secara sistematis In line with GRI 2-29 principles, the Bank systematically
mengidentifikasi dan memetakan pemangku kepentingan identifies and maps key stakeholders and develops structured
utama serta mengembangkan mekanisme pelibatan yang engagement mechanisms. Dialogue is conducted through various
terstruktur. Dialog dilakukan melalui berbagai kanal formal formal and informal channels, including the General Meeting
maupun informal, mulai dari RUPS, forum koordinasi dengan of Shareholders (GMS), coordination forums with regulators,
regulator, survei kepuasan nasabah, hingga pertemuan customer satisfaction surveys, and community meetings.
komunitas. Dalam konteks pembiayaan berkelanjutan (FS5), In the context of sustainable financing (FS5), interactions
interaksi dengan debitur juga diarahkan untuk memastikan with borrowers are also directed at ensuring the effective
penerapan kebijakan lingkungan dan sosial berjalan efektif. implementation of environmental and social policies.
Hubungan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut: These relationships can be summarized as follows:
Tabel Hubungan dengan Pemangku Kepentingan | Table of Relationships with Stakeholders
Pemangku Metode Pelibatan &
Respon Perusahaan Topik Bahasan
Kepentingan Frekuensi
RUPS Tahunan & Luar Biasa
Penyampaian kinerja transparan, tindak Kinerja keuangan, strategi bisnis,
Pemegang Saham (minimal 1x setahun), Paparan
lanjut arahan strategis dividen, tata kelola
Publik, Laporan Berkala
Laporan rutin, pertemuan Kepatuhan regulasi, penyesuaian Manajemen risiko, permodalan,
OJK & Regulator
koordinasi, supervisi berkala kebijakan internal RAKB, kepatuhan
Survei kepuasan (tahunan),
Perbaikan layanan, penguatan Kualitas layanan, perlindungan
Nasabah forum nasabah, layanan
keamanan transaksi konsumen, digital banking
pengaduan harian
Town hall meeting (triwulanan), Pengembangan kompetensi, Budaya kerja, remunerasi, ESG
Pegawai
survei internal, pelatihan peningkatan kesejahteraan awareness
Monitoring pembiayaan,
Debitur & Mitra Pendampingan, penerapan Kepatuhan lingkungan, risiko sosial,
kunjungan lapangan, evaluasi
Usaha environmental & social screening keberlanjutan usaha
berkala
Rapat koordinasi, forum Sinkronisasi program pembiayaan dan UMKM, ekonomi hijau, inklusi
Pemerintah Daerah
pembangunan daerah pembangunan keuangan
Masyarakat & Program TJSL/CSR (tahunan & Pendidikan, lingkungan,
Penyaluran program sosial & lingkungan
Komunitas tematik), dialog komunitas pemberdayaan ekonomi
BANK SULSELBAR 73
Sustainability Report 2025
Page 76
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Melalui pendekatan yang terbuka dan responsif, Bank Through an open and responsive approach, Bank Sulselbar not
Sulselbar tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga only listens to aspirations but also translates them into concrete
menerjemahkannya menjadi kebijakan dan tindakan policies and actions. Dialogue serves as a space for shared
nyata. Dialog menjadi ruang pembelajaran bersama— learning—connecting business strategy with community needs
menghubungkan strategi bisnis dengan kebutuhan and ensuring that the Bank’s growth aligns with the interests of
masyarakat, serta memastikan bahwa pertumbuhan Bank the region and future generations.
berjalan selaras dengan kepentingan daerah dan generasi
mendatang.
Hubungan yang terjaga dengan baik inilah yang memperkuat This well-maintained relationship strengthens the Bank’s
reputasi dan ketahanan Bank dalam menghadapi tantangan reputation and resilience in facing industry challenges, while
industri, sekaligus menegaskan komitmen terhadap also affirming its commitment to inclusive and long-term
keberlanjutan yang inklusif dan berorientasi jangka panjang. sustainability.
PERMASALAHAN TERHADAP PENERAPAN
KEUANGAN BERKELANJUTAN (OJK E5)
Problems in the Implementation of Sustainable Finance
Berikut narasi versi ARA-ready dengan permasalahan The following is an ARA-ready version of the narrative, with the
disusun secara bernomor, tetap dalam gaya mengalir ala issues arranged in numbered columns, maintaining the flowing
Majalah Infobank / Ekonomi & Bisnis dan selaras dengan style of Infobank Magazine / Economy & Business and aligning
OJK E.5: with OJK E.5:
Permasalahan terhadap Penerapan Issues in the Implementation of
Keuangan Berkelanjutan (OJK E.5) Sustainable Finance
Sepanjang tahun 2025, implementasi Rencana Aksi Throughout 2025, the implementation of the Sustainable
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) di Bank Sulselbar Finance Action Plan (RAKB) at Bank Sulselbar has been
berlangsung dalam proses pembelajaran yang dinamis. a dynamic learning process. The transformation towards
Transformasi menuju praktik perbankan berkelanjutan tidak sustainable banking practices has faced a number of challenges
terlepas dari sejumlah tantangan yang menjadi perhatian that management is addressing and requiring systematic
manajemen untuk terus diperbaiki secara sistematis. improvement.
Beberapa permasalahan utama yang dihadapi antara lain: Some of the main issues faced include:
1. Keterbatasan Pipeline Pembiayaan Hijau 1. Limited Green Financing Pipeline
Ketersediaan proyek hijau yang layak dan siap dibiayai The availability of viable green projects ready for financing
di wilayah operasional Bank masih terbatas. Dinamika in the Bank’s operational areas remains limited. Market
pasar dan kesiapan sektor riil memengaruhi percepatan dynamics and the readiness of the real sector influence the
realisasi pembiayaan berkelanjutan. acceleration of sustainable financing realization.
74 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
2. Fluktuasi Portofolio dan Pelunasan Dipercepat 2. Portfolio Fluctuations and Accelerated Repayments
Beberapa debitur korporasi melakukan pelunasan Several corporate borrowers have made early repayments,
lebih awal, sehingga memengaruhi stabilitas komposisi impacting the stability of the sustainable financing portfolio
portofolio pembiayaan berkelanjutan dan memerlukan composition and requiring adjustments to the acquisition
penyesuaian strategi akuisisi. strategy.
3. Kesiapan Ekosistem Kendaraan Listrik dan 3. Readiness of the Electric Vehicle Ecosystem and
Ekonomi Hijau Green Economy
Minat pasar terhadap kendaraan listrik dan proyek Market interest in electric vehicles and environmentally
ramah lingkungan masih berkembang secara bertahap, friendly projects is still developing gradually, influenced by
dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur dan literasi infrastructure readiness and public literacy.
masyarakat.
4. Penguatan Metodologi Pengukuran Risiko Iklim 4. Strengthening Climate Risk Measurement Methodology
Pengukuran risiko transisi dan risiko fisik perubahan Measuring transition risks and the physical risks of climate
iklim masih memerlukan pengembangan metodologi change still requires the development of more comprehensive
yang lebih komprehensif serta dukungan data lingkungan methodologies and the support of standardized
yang terstandarisasi. environmental data.
5. Keterbatasan Data dan Literasi ESG Debitur 5. Limited Data and ESG Literacy of Debtors
Sebagian pelaku usaha, khususnya di sektor UMKM dan Some business actors, particularly in the MSME and regional
daerah, belum memiliki pelaporan lingkungan dan sosial sectors, do not yet have adequate environmental and social
yang memadai, sehingga membutuhkan pendampingan reporting, requiring more intensive assistance.
lebih intensif.
6. Penyesuaian Timeline Digitalisasi Layanan 6. Adjusting the Timeline for Digitalizing Sustainable
Berkelanjutan Services
Beberapa pengembangan sistem dan fitur layanan Several sustainability-based service system and feature
berbasis keberlanjutan masih memerlukan integrasi developments still require infrastructure integration and
infrastruktur serta proses perizinan regulator. regulatory licensing processes.
Bank memandang berbagai tantangan tersebut sebagai The Bank views these challenges as part of the transformation
bagian dari proses transformasi menuju praktik process toward more resilient and responsible banking
perbankan yang lebih resilien dan bertanggung jawab. practices. Through regular evaluations, policy strengthening,
Melalui evaluasi berkala, penguatan kebijakan, serta and strategic collaboration, Bank Sulselbar continues to
kolaborasi strategis, Bank Sulselbar terus memperkuat strengthen the foundations of Sustainable Finance in a
fondasi Keuangan Berkelanjutan secara berkelanjutan sustainable and adaptive manner.
dan adaptif.
BANK SULSELBAR 75
Sustainability Report 2025
Page 78
KINERJA KEBERLANJUTAN Sustainability Performance
Page 79
Page 80
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
KINERJA KEBERLANJUTAN
Sustainability Performance
Kegiatan Membangun Budaya Activities to Build a Culture of
Keberlanjutan (OJK F1) Sustainability
Bagi Bank Sulselbar, keberlanjutan bukan sekadar kewajiban For Bank Sulselbar, sustainability is not simply a regulatory
regulasi sebagaimana diamanatkan dalam POJK 51/2017, obligation as mandated by POJK 51/2017, but rather a cultural
melainkan sebuah gerakan transformasi budaya. Tahun transformation movement. The year 2025 is a crucial momentum
2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat to strengthen the internalization of Environmental, Social, and
internalisasi prinsip Environmental, Social, and Governance Governance (ESG) principles into the Bank’s operational pulse
(ESG) ke dalam denyut operasional dan strategi bisnis Bank. and business strategy.
Budaya keberlanjutan dibangun dari dalam. Melalui program A culture of sustainability is built from within. Through the
Peningkatan Wawasan Keuangan Berkelanjutan/ESG, Bank Sustainable Finance/ESG Insight Enhancement program, the
menyelenggarakan refreshment dan pelatihan bagi jajaran Bank provides refresher courses and training for the Board of
Direksi, Pemimpin Divisi, Pemimpin Cabang, analis kredit, Directors, Division Heads, Branch Managers, credit analysts,
hingga Account Officer. Pendekatan ini memastikan bahwa and Account Officers. This approach ensures that every decision
setiap keputusan pembiayaan, pengembangan produk, regarding financing, product development, and risk management
hingga pengelolaan risiko telah mempertimbangkan dimensi takes into account economic, social, and environmental
ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. dimensions in a balanced manner.
Literasi lingkungan juga diperkuat melalui rubrik khusus Environmental literacy is also strengthened through a special ESG
ESG pada Majalah internal Saoraja serta kampanye rutin column in the internal Saoraja magazine and regular campaigns
di kanal digital resmi Bank. Komunikasi ini menjadi sarana on the Bank’s official digital channels. This communication serves
membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan adalah as a means of building collective awareness that sustainability is
tanggung jawab bersama. a shared responsibility.
Di sisi tata kelola, pembentukan Tim Implementasi RAKB On the governance side, the establishment of the RAKB
melalui SK Direksi menjadi bukti komitmen struktural. Tim Implementation Team through a Board of Directors Decree
ini mengoordinasikan monitoring, evaluasi, serta integrasi demonstrates structural commitment. This team coordinates
kebijakan internal agar selaras dengan prinsip keuangan the monitoring, evaluation, and integration of internal policies to
berkelanjutan. ensure alignment with sustainable finance principles.
Budaya ramah lingkungan pun diwujudkan melalui program An environmentally friendly culture is also realized through the
BSSB Eco Living, optimalisasi aplikasi E-Document BSSB Eco Living program, optimizing the E-Document application
untuk mendukung paperless, serta pengelolaan limbah to support paperlessness, and sustainable waste management in
berkelanjutan bekerja sama dengan mitra daur ulang. collaboration with recycling partners.
Seluruh inisiatif ini mempertegas posisi Bank Sulselbar All of these initiatives reinforce Bank Sulselbar’s position as a
sebagai bank kebanggaan daerah yang tidak hanya mengejar regionally recognized bank that not only pursues growth but
pertumbuhan, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan also instills sustainability as its corporate identity—building
sebagai identitas korporasi—membangun kolaborasi, collaboration, strengthening resilience, and delivering tangible
memperkuat resiliensi, dan menghadirkan dampak nyata impacts for South and West Sulawesi.
bagi Sulawesi Selatan dan Barat.
78 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
KINERJA EKONOMI OJK D.1
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Comparison of Production, Portfolio,
Produksi, Portofolio, Target Financing, or Investment Targets,
Pembiayaan, atau Investasi, Revenue, and Profit and Loss Targets
Pendapatan dan Laba Rugi (OJK F2)
Selama periode 2023–2025, Bank Sulselbar menunjukkan During the 2023–2025 period, Bank Sulselbar demonstrated a
tren pertumbuhan yang konsisten dengan pendekatan consistent growth trend with an increasingly prudent approach.
semakin prudent. Tahun 2023 menjadi fase pemulihan dan 2023 marked a recovery and expansion phase, followed by 2024
ekspansi, diikuti 2024 sebagai periode penajaman portofolio as a period of portfolio sharpening and efficiency strengthening.
dan penguatan efisiensi. Pada 2025, kinerja tetap tumbuh In 2025, performance continued to grow, although realization
meskipun realisasi berada sedikit di bawah target RBB was slightly below the Bank’s Business Plan (RBB) target due
sebagai dampak strategi kehati-hatian menghadapi dinamika to a prudent strategy to address liquidity dynamics and margin
likuiditas dan tekanan margin. pressures.
Kredit konvensional mencatat pencapaian relatif kuat, Conventional lending recorded relatively strong performance,
sementara pembiayaan syariah menjadi area yang masih while Sharia financing was an area that still required
memerlukan akselerasi. Dana Pihak Ketiga tetap stabil di acceleration. Third-party funds remained stable amidst intense
tengah kompetisi pasar yang ketat. Pendapatan terjaga, dan market competition. Revenue was maintained, and cost control
pengendalian biaya semakin disiplin, meskipun laba sebelum became more disciplined, although pre-tax profit was impacted
pajak terdampak oleh peningkatan pencadangan berbasis by increased risk-management-based reserves.
manajemen risiko.
Secara keseluruhan, tren tiga tahun terakhir mencerminkan Overall, the trends of the past three years reflect business
resiliensi bisnis, keseimbangan antara ekspansi dan kualitas resilience, a balance between expansion and asset quality,
aset, serta komitmen Bank Sulselbar dalam menjaga and Bank Sulselbar’s commitment to maintaining healthy and
pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. sustainable growth.
Tabel Perbandingan Target Dan Kinerja Produksi | Table of Comparison Between Production Targets and Actual Performance
2023 2024 2025
Indikator
% % %
Target Realisasi* Target Realisasi* Target Realisasi**
Pencapaian Pencapaian Pencapaian
Aset 31.143.365 30.799.458 98,90% 32.803.505 32.509.221 99,10% 35.397.140 33.469.340 94,55%
Kredit &
23.985.600 22.403.128 93,40% 24.870.493 23.441.939 94,26% 24.630.864 23.545.620 95,59%
Pembiayaan
Kredit 21.591.411 20.977.471 97,16% 22.706.455 21.906.807 96,48% 22.361.412 21.585.609 96,53%
Pembiayaan 2.394.189 1.425.657 59,55% 2.164.038 1.535.131 70,94% 2.269.452 1.960.011 86,36%
DPK 21.514.722 20.138.627 93,60% 22.374.165 20.167.466 90,14% 24.013.091 22.596.280 94,10%
Pendapatan 3.235.847 3.105.274 95,96% 3.305.105 3.129.477 94,69% 3.411.011 3.271.012 95,90%
Biaya 2.347.528 2.237.787 95,33% 2.414.412 2.350.953 97,37% 2.563.811 2.509.202 97,87%
Laba Rugi
888.319 867.487 97,65% 890.693 778.524 87,41% 847.200 761.810 89,92%
sebelum Pajak
BANK SULSELBAR 79
Sustainability Report 2025
Page 82
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Comparison of Portfolio Targets and
Portofolio, Target Pembiayaan, atau Performance, Financing Targets, or
Investasi Pada Instrumen Keuangan Investments in Financial Instruments
atau Proyek yang Sejalan dengan or Projects Aligned with Sustainable
Keuangan Berkelanjutan (OJK F3, FS7, FS8) Finance
Sepanjang 2025, Bank Sulselbar secara konsisten Throughout 2025, Bank Sulselbar consistently directed portfolio
mengarahkan pertumbuhan portofolio pada sektor-sektor growth toward sectors aligned with sustainable finance principles
yang sejalan dengan prinsip keuangan berkelanjutan as outlined in the Sustainable Finance Action Plan (RAKB).
sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Aksi Keuangan Sustainable financing targets focused on productive sectors,
Berkelanjutan (RAKB). Target pembiayaan berkelanjutan MSMEs, regional infrastructure, and projects with positive social
difokuskan pada sektor produktif, UMKM, infrastruktur and environmental impacts.
daerah, serta proyek yang memiliki dampak sosial dan
lingkungan positif.
Realisasi portofolio menunjukkan komitmen Bank dalam Portfolio realization demonstrates the Bank’s commitment to
menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas maintaining a balance between expansion and asset quality,
aset, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian while adhering to prudent principles and environmental and
serta penilaian risiko lingkungan dan sosial dalam proses social risk assessments in the financing process. Targets and
pembiayaan. Evaluasi terhadap target dan capaian dilakukan achievements are evaluated periodically to ensure that financing
secara berkala untuk memastikan kontribusi pembiayaan contributions not only drive economic growth but also create
tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga long-term value for society and the environment.
menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan
lingkungan.
Dalam konteks FS7 dan FS8, pencapaian ini mencerminkan In the context of FS7 and FS8, this achievement reflects the
besaran alokasi pembiayaan pada proyek-proyek substantial financing allocation to sustainable projects and the
berkelanjutan serta dampak positif yang dihasilkan. resulting positive impacts. This measured approach affirms Bank
Pendekatan yang terukur ini menegaskan peran Bank Sulselbar’s role as a responsible intermediary institution oriented
Sulselbar sebagai institusi intermediasi yang bertanggung towards inclusive and sustainable regional growth.
jawab dan berorientasi pada pertumbuhan daerah yang
inklusif dan berkelanjutan.
Jumlah Produk yang memenuhi kriteria kegiatan
2025 2024 2023
usaha berkelanjutan
Jumlah rekening: Jumlah rekening: N/A, Jumlah rekening: N/A,
a. Penghimpunan Dana
N/A Nominal: N/A Nominal: N/A Nominal: N/
Jumlah rekening:
Jumlah rekening: 25.068, Jumlah rekening: 15.988,
b. Penyaluran Dana 34.138 Nominal:
Nominal: Rp3,01 triliun Nominal: Rp3,05 triliun
Rp5,508 triliun
Total Aset Produktif Kegiatan Usaha Berkelanjutan
(Rp)
a. Total Kredit / Pembiayaan Usaha Berkelanjutan
Rp5,508 triliun Rp3,01 triliun Rp3.05 triliun
(Rp)
b. Total Non-Kredit / Pembiayaan Non Kegiatan
Rp23,54 triliun Rp24,56 triliun Rp 17.92 triliun
Usaha Berkelanjutan (Rp)
80 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
Jumlah Produk yang memenuhi kriteria kegiatan
2025 2024 2023
usaha berkelanjutan
Persentase total kredit/pembiayaan kegiatan Usaha
Berkelanjutan terhadap total kredit/pembiayaan 23,45% 10,93% 14,54%
bank (%)
Jumlah dan kualitas kredit/pembiayaan berdasarkan
- - -
kategori kegiatan Usaha Berkelanjutan
a. Energi Terbarukan -
b. Efesiensi Energi Rp324,81 Miliar Rp272,34 Miliar Rp220 miliar
c. Pencegahan dan Pengendalian Polusi -
d. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan
- - -
Penggunaan Lahan yang berkelanjutan
e. Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan
- - -
Air
f. Transportasi Ramah Lingkungan - - -
g. Pengelolaan Air dan Air Limbah yang
- - Rp250 miliar
berkelanjutan
h. Adaptasi Perubahan Iklim - - -
i. Produk yang dapat mengurangi penggunaan
sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit Rp293,90 miliar Rp235,28 miliar -
polusi (eco-efficient)
j. Bangunan berwawasan lingkungan yang
memenuhi standar atau sertifikasi yang diakui - - -
secara nasional, regional atau internasional
k. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang
- - -
berwawasan lingkungan lainnya
l. Kegiatan UMKM Rp3.207 miliar Rp2.506,69 miliar Rp2.580 miliar
Penyaluran Kredit Sektor Perkebunan/ Pertanian/ Credit Distribution for the Plantation/Agriculture/Livestock
Peternakan Skim Kredit Divisi Korporasi & Komersial Sector Corporate & Commercial Division Credit Scheme
Sektor NOA Plafond (Rp Juta) Outstanding (Rp Juta)
Jasa Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan 6.714 1.003.523 707.952
Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lain 1 350 215
Perkebunan Tanaman Obat / Bahan Farmasi 1 213 186
Perkebunan Kelapa 27 3.089 2.131
Perkebunan Kelapa Sawit 766 144.237 97.608
Perkebunan Tanaman Kopi 4 277 215
Perkebunan Tanaman Coklat (Kakao) 168 19.811 13.409
Total 7.681 1.171.500 821.716
BANK SULSELBAR 81
Sustainability Report 2025
Page 84
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Nilai Ekonomi Langsung yang Direct Economic Value Generated and
Dihasilkan dan Didistribusikan Distributed
(GRI 201-1)
Sepanjang tahun pelaporan, Bank Sulselbar menghasilkan Throughout the reporting year, Bank Sulselbar generated
nilai ekonomi melalui aktivitas intermediasi, jasa layanan, economic value through prudently managed intermediation,
dan pengelolaan investasi yang dikelola secara prudent. service, and investment activities. This generated economic
Nilai ekonomi yang dihasilkan tersebut selanjutnya value was then distributed to stakeholders in the form of
didistribusikan kepada para pemangku kepentingan dalam employee remuneration and benefits, payments to suppliers,
bentuk remunerasi dan manfaat karyawan, pembayaran tax contributions to the government, dividend distribution
kepada pemasok, kontribusi pajak kepada pemerintah, to shareholders, including the Regional Government, and the
distribusi dividen kepada pemegang saham termasuk implementation of social and environmental responsibility
Pemerintah Daerah, serta pelaksanaan program tanggung programs.
jawab sosial dan lingkungan.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, distribusi dividen As a Regional Development Bank, dividend distribution has
memiliki arti strategis karena berkontribusi langsung strategic significance because it directly contributes to regional
terhadap pendapatan daerah dan mendukung pembiayaan revenue and supports regional development financing. This
pembangunan regional. Struktur distribusi nilai ekonomi ini economic value distribution structure reflects a balance between
mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan usaha business growth and social responsibility.
dan tanggung jawab sosial.
Tabel Ekonomi Yang Dihasilkan Dan Distribusikan | Table of Economic Value Generated and Distributed
Nilai Ekonomi Bank Sulselbar (dalam Rp juta) | Economic Value of Bank Sulselbar (in Rp million)
Tahun
Uraian Description
2025 2024 2023
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan Direct Economic Value Generated
Pendapatan Bunga dan pendapatan syariah 2.608.095 2.555.661 Interest Income and sharia income
Pendapatan Operasional Lainnya (Bersih) 347.961 321.827 Other Operating Income (Net)
Pendapatan (Beban) Non Operasional Bersih (13.247) (13.420) Net Non-Operational Income (Expenses)
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung yang
2.942.809 2.864.068 Amount of Direct Economic Value Generated
Dihasilkan
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan Distributed Economic Value
Beban Bunga dan Beban Syariah 1.056.926 976.652 Interest Expense and Sharia Expense
Beban Operasional Lainnya 1107358 1.019.930 Other Operating Expenses
Pengeluaran untuk Pemerintah (Beban Pajak) 120864 200.581 Expenditure on Government (Tax Expenses)
Pembayaran Dividen kepada Pemegang Saham 400143 392.234 Dividend Payment to Shareholders
Pengeluaran untuk Investasi Sosial Expenditure for Community Social Investment
14.663 32.686
Masyarakat (Dana CSR) (CSR Fund)
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan 2.699.954 2.622.083 Total of Economic Value Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan 242.855 241.985 Retained Economic Value
82 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
Tabel produktivitas, pendapatan dan profibilitas segmen geografis | Table of Productivity, Revenue, and Profitability by Geographic Segment
2025 (Rp Juta)
Uraian Sulselbar Luar Sulselbar Total Description
Aset 25.308.158 8.161.182 33.469.340 Assets
Total Kredit 22.305.825 1.239.795 23.545.620 Total Credit
Tota DPK 14.582.818 8.013.462 22.596.280 Total Third Party Funds
Pendapatan operasional 2.629.407 641.605 3.271.012 Operating Income
2024 (Rp Juta)
Uraian Sulselbar Luar Sulselbar Total Description
Aset 25.358.767 7.150.454 32.509.221 Assets
Total Kredit 22.151.854 1.290.085 23.441.939 Total Credit
Tota DPK 13.155.593 7011873 20.167.466 Total Third Party Funds
Pendapatan operasional 2.712.260 417.217 3.129.477 Operating Income
2023 (Rp Juta)
Uraian Sulselbar Luar Sulselbar Total Description
Aset 25.350.311 5.449.147 30.799.458 Assets
Total Kredit 21.148.288 1.254.840 22.403.128 Total Credit
Tota DPK 14.841.309 5.297.318 20.138.627 Total Third Party Funds
Pendapatan operasional 2.631.449 473.825 3.105.274 Operating Income
Implikasi Finansial serta Risiko dan Financial Implications and Risks and
Peluang Akibat Perubahan Iklim Opportunities Due to Climate Change
(GRI 201-2)
Perubahan iklim menghadirkan implikasi finansial yang Climate change presents increasingly relevant financial
semakin relevan bagi industri perbankan. Bagi Bank implications for the banking industry. For Bank Sulselbar, these
Sulselbar, risiko tersebut diklasifikasikan ke dalam risiko fisik risks are classified into physical risks and transition risks, which
dan risiko transisi yang berpotensi memengaruhi kualitas have the potential to impact asset quality, operational stability,
aset, stabilitas operasional, serta profil risiko portofolio. and portfolio risk profiles.
Risiko fisik terutama berdampak pada sektor-sektor Physical risks primarily impact sectors sensitive to extreme
yang sensitif terhadap cuaca ekstrem seperti pertanian, weather events, such as agriculture, fisheries, and natural
perikanan, dan UMKM berbasis sumber daya alam, resource-based MSMEs, which can reduce borrowers’ repayment
yang dapat menurunkan kapasitas pembayaran debitur. capacity. Meanwhile, transition risks arise from changes in
Sementara itu, risiko transisi muncul dari perubahan regulations, environmental standards, and shifts in market
regulasi, standar lingkungan, serta pergeseran preferensi preferences toward low-carbon business practices, which can
pasar menuju praktik usaha rendah karbon yang dapat impact the feasibility of financing in certain sectors.
memengaruhi kelayakan pembiayaan pada sektor tertentu.
BANK SULSELBAR 83
Sustainability Report 2025
Page 86
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Bank Sulselbar mengantisipasi risiko tersebut melalui Bank Sulselbar anticipates these risks by integrating
integrasi aspek lingkungan dalam analisis kredit, pemantauan environmental aspects into credit analysis, sectoral portfolio
portofolio sektoral, serta penguatan pembiayaan pada monitoring, and strengthening financing for sustainable
sektor produktif berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan productive sectors. This approach ensures that the implications
bahwa implikasi perubahan iklim dapat dikelola secara of climate change can be managed measurably, while also
terukur, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pada opening up growth opportunities in the more resilient and long-
segmen ekonomi hijau yang lebih resilien dan berorientasi term-oriented green economy segment.
jangka panjang.
Klasifikasi Risiko Perubahan Iklim (GRI 201-2) Climate Change Risk Classification
Jenis Risiko Deskripsi Risiko Dampak Finansial Potensial Strategi Mitigasi Bank
Risiko Fisik Banjir, cuaca ekstrem, kenaikan suhu Penurunan kemampuan bayar Penilaian risiko lingkungan dalam
yang memengaruhi sektor pertanian, debitur, peningkatan NPL, gangguan analisis kredit, monitoring sektoral,
perikanan, UMKM operasional cabang diversifikasi portofolio
Risiko Transisi Perubahan regulasi lingkungan, Penurunan nilai aset sektor intensif Integrasi ESG scoring, pembiayaan
kebijakan rendah karbon, karbon, risiko kredit meningkat, hijau, penyesuaian risk appetite
peningkatan standar ESG tekanan margin sektoral
Risiko Reputasi Persepsi negatif atas pembiayaan Penurunan kepercayaan investor & Transparansi pelaporan, penguatan
sektor tidak ramah lingkungan stakeholder portofolio berkelanjutan
Kewajiban Program Pensiun Manfaat Defined Benefit Pension Plan
Pasti dan Program Pensiun Lainnya Obligations and Other Pension Plans
(GRI 201-3)
Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen pada As a financial institution committed to sustainability, Bank
keberlanjutan, Bank Sulselbar memandang kesejahteraan Sulselbar views employee welfare as a long-term investment
karyawan sebagai investasi jangka panjang yang tak integral to business stability. One concrete manifestation of this
terpisahkan dari stabilitas usaha. Salah satu wujud nyata commitment is the implementation of a pension program, both
komitmen tersebut adalah penyelenggaraan program in the form of a Defined Benefit Pension Plan and other pension
pensiun, baik dalam bentuk Program Pensiun Manfaat programs in accordance with statutory regulations.
Pasti maupun program pensiun lainnya sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Program Pensiun Manfaat Pasti memberikan kepastian The Defined Benefit Pension Plan provides certainty of benefits to
manfaat bagi karyawan setelah memasuki masa purna tugas, employees upon retirement, calculated based on length of service
yang dihitung berdasarkan masa kerja dan formula tertentu. and a specific formula. The actuarial liabilities for this program
Kewajiban aktuaria atas program ini dihitung secara berkala are calculated periodically by an independent actuary to ensure
oleh aktuaris independen untuk memastikan kecukupan adequate funding and measurable risk management. Using a
pendanaan dan pengelolaan risiko yang terukur. Dengan prudent approach, the Bank ensures that post-employment
pendekatan yang prudent, Bank memastikan bahwa liabilitas benefit liabilities are adequately provided for in the financial
imbalan pascakerja telah dicadangkan secara memadai statements, so as not to pose significant pressure on future cash
dalam laporan keuangan, sehingga tidak menimbulkan flow.
tekanan signifikan terhadap arus kas di masa depan.
Selain itu, Bank juga mengikutsertakan karyawan dalam Furthermore, the Bank enrolls employees in the national social
program jaminan sosial nasional serta skema pensiun lainnya security program and other relevant pension schemes to provide
yang relevan, guna memberikan perlindungan komprehensif comprehensive protection for their long-term well-being. This
bagi kesejahteraan jangka panjang. Pendekatan ini approach reflects a balance between social responsibility and the
mencerminkan keseimbangan antara tanggung jawab sosial company’s financial health.
dan kesehatan finansial perusahaan.
84 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
Bantuan Finansial yang Diterima dari Financial Assistance Received from the
Pemerintah (GRI 201-4) Government
Sepanjang tahun 2025, Bank Sulselbar tidak menerima Throughout 2025, Bank Sulselbar received no financial
bantuan finansial dalam bentuk subsidi, hibah, insentif assistance in the form of subsidies, grants, special tax incentives,
pajak khusus, maupun dukungan keuangan langsung or direct financial support from the government. All operations
dari pemerintah. Seluruh operasional dan ekspansi and business expansion are supported by a solid capital structure,
usaha didukung oleh struktur permodalan yang solid, the accumulation of third-party funds, and sustainable profit
penghimpunan Dana Pihak Ketiga, serta pengelolaan laba management.
yang berkelanjutan.
Kondisi ini menegaskan independensi finansial serta This situation confirms the financial independence and resilience
ketahanan model bisnis Bank. Dari perspektif investor of the Bank’s business model. From an investor and stakeholder
dan pemangku kepentingan, tidak adanya ketergantungan perspective, the absence of dependence on government assistance
terhadap bantuan pemerintah mengeliminasi risiko state aid, eliminates the risk of state aid, ensuring that performance fully
sehingga kinerja yang dicapai sepenuhnya mencerminkan reflects business fundamentals and governance quality.
fundamental usaha dan kualitas tata kelola.
Hubungan dengan Pemerintah Daerah tetap terjalin sebagai The relationship with the Regional Government remains intact
pemegang saham, namun tanpa intervensi dukungan as a shareholder, but without financial intervention. This
finansial. Independensi ini memperkuat persepsi kredibilitas independence strengthens the perception of market credibility,
pasar, mendukung stabilitas peringkat, serta berkontribusi supports rating stability, and positively contributes to the
positif terhadap penilaian tata kelola dan kepercayaan assessment of governance and long-term trust in Bank Sulselbar.
jangka panjang terhadap Bank Sulselbar.
Portofolio Kredit (FS6, FS7) Credit Portfolio
Komitmen Bank Sulselbar terhadap penguatan sektor UMKM Bank Sulselbar’s commitment to strengthening the MSME
tetap selaras dengan kebijakan inklusi keuangan Otoritas Jasa sector remains aligned with the Financial Services Authority’s
Keuangan (OJK), yang menempatkan UMKM sebagai tulang (OJK) financial inclusion policy, which positions MSMEs as the
punggung pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Pada backbone of national and regional economic growth. In 2025,
tahun 2025, total penyaluran kredit UMKM tercatat sebesar total MSME lending was recorded at IDR 2.43 trillion, a slight
Rp2,43 triliun, sedikit menurun dibandingkan Rp2,54 triliun decrease from IDR 2.54 trillion in 2024, with a ratio to total
pada tahun 2024, dengan rasio terhadap total kredit produktif productive credit of 11.24% (2024: 11.59%).
sebesar 11,24% (2024: 11,59%).
Penyesuaian ini mencerminkan strategi yang lebih selektif This adjustment reflects a more selective and prudent strategy in
dan prudent dalam menjaga kualitas aset, khususnya di maintaining asset quality, particularly amidst liquidity dynamics
tengah dinamika likuiditas dan tekanan biaya dana. Bank and funding cost pressures. The Bank prioritizes financing to
memprioritaskan pembiayaan kepada debitur UMKM MSME borrowers with healthy cash flow, resilient productive
dengan arus kas sehat, sektor produktif resilien, serta sectors, and sustainable business prospects.
prospek usaha berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan This approach demonstrates that MSME growth is not solely
UMKM tidak hanya berorientasi pada volume, tetapi oriented toward volume, but also toward business sustainability
pada keberlanjutan usaha dan pengelolaan risiko yang and measurable risk management. By strengthening literacy,
terukur. Dengan penguatan literasi, pendampingan, dan mentoring, and access to inclusive financing, Bank Sulselbar
akses pembiayaan inklusif, Bank Sulselbar terus berperan continues to play an active role in supporting the financial
aktif dalam mendukung agenda inklusi keuangan dan inclusion agenda and regional economic development.
pembangunan ekonomi daerah.
BANK SULSELBAR 85
Sustainability Report 2025
Page 88
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Penyaluran Kredit Pelaku UMKM | Table of Loan Disbursements to MSME Operators
Total Kredit Total Kredit UMKM Rasio Kredit UMKM
Tahun terhadap Total Kredit
(Rp Juta) (Rp Juta) Produktif
2025 21.585.609 2.425.113 11,24%
2024 21.906.804 2.538.754 11,59%
2023 20.977.317 2.577.680 12,29%
Pada tahun 2025, portofolio kredit korporasi Bank Sulselbar In 2025, Bank Sulselbar’s corporate loan portfolio showed
menunjukkan dinamika yang terukur. Jumlah debitur measurable dynamics. The number of borrowers increased
meningkat signifikan menjadi 118 debitur dibandingkan 93 significantly to 118 borrowers compared to 93 borrowers in
debitur pada tahun 2024, mencerminkan perluasan basis 2024, reflecting an expanding customer base and diversification
nasabah dan diversifikasi eksposur pembiayaan. Namun of financing exposure. However, the value of loan disbursement
demikian, nilai penyaluran kredit tercatat sebesar Rp1,64 was recorded at IDR 1.64 trillion, a slight decrease from IDR 1.74
triliun, sedikit menurun dibandingkan Rp1,74 triliun pada trillion in the previous year.
tahun sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan pergeseran strategi dari konsentrasi This condition indicates a strategic shift from a concentration on
pada pembiayaan bernilai besar menuju distribusi portofolio large-value financing to a more dispersed portfolio distribution
yang lebih tersebar dengan ticket size yang lebih moderat. with more moderate ticket sizes. This approach aligns with
Pendekatan tersebut sejalan dengan penguatan manajemen strengthened risk management, particularly in controlling
risiko, khususnya dalam mengendalikan risiko konsentrasi borrower and business sector concentration risk.
debitur dan sektor usaha.
Melalui diversifikasi portofolio dan pemantauan eksposur Through portfolio diversification and regular monitoring of sector
sektoral secara berkala, Bank memastikan kualitas aset exposures, the Bank ensures that asset quality is maintained
tetap terjaga serta risiko kredit terkendali dalam koridor risk and credit risk is controlled within the established risk appetite
appetite yang ditetapkan. Strategi ini memperkuat resiliensi corridor. This strategy strengthens the resilience of the corporate
portofolio korporasi sekaligus menjaga keseimbangan antara portfolio while maintaining a balance between business growth
pertumbuhan bisnis dan stabilitas keuangan jangka panjang. and long-term financial stability.
Tabel Penyaluran Kredit Korporasi [FS7] | Corporate Loan Disbursement Table
2025 2024 2023
Nilai Nilai Nilai
Jumlah Debitur Debitur Debitur
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
118 1,639,814 93 1,735,026 44 1,590,121
Penyaluran Kredit Sindikasi Syndicated Credit Distribution
Nama Debitur Sektor Ekonomi Outstanding Kredit (Rp Juta)
PT. PEMALANG BATANG TOL ROAD Konstruksi 73.252
PT. PALAPA TIMUR TELEMATIK Konstruksi 34.166
PT. JASAMARGA MANADO BITUNG Konstruksi 153.229
86 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
Nama Debitur Sektor Ekonomi Outstanding Kredit (Rp Juta)
PT. INDAH KIAT PULP & PAPER Industri Pengolahan 88.505
PT. JAKARTA TOLL ROAD JAYA PRATAMA Konstruksi 639
PT. WIJAYA KARYA SERANG PANIMBANG Konstruksi 185.547
PT. OKI PULP & PAPER Industri Pengolahan 45.650
PT. RADANA BHASKARA FINANCE Aktivitas Keuangan Dan Asuransi 23.197
PT. PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS Industri Pengolahan 158.000
PT. HIDROGEN PEROXIDA INDONESIA Industri Pengolahan 50.000
TIRTA RINDANG UNGGUL EKA Aktivitas Keuangan Dan Asuransi 10.030
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas
MERAK ENERGI INDONESIA 78.157
Dan Udara Dingin
MEGA CENTRAL FINANCE Aktivitas Keuangan Dan Asuransi 57.625
DARMA HENWA TBK Pertambangan Dan Penggalian 74.859
Literasi dan Inklusi Keuangan (FS13, Financial Literacy and Inclusion
FS14, FS16)
Sepanjang tahun 2025, Bank Sulselbar memperkuat Throughout 2025, Bank Sulselbar will strengthen its commitment
komitmennya terhadap literasi dan inklusi keuangan sebagai to financial literacy and inclusion as part of its strategic role
bagian dari peran strategis dalam mendukung pembangunan in supporting regional economic development. Educational
ekonomi daerah. Program edukasi dilaksanakan secara programs are implemented in a structured manner through
terstruktur melalui berbagai inisiatif, antara lain Gerakan various initiatives, including the National Financial Intelligence
Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Hari Indonesia Movement (GENCARKAN), Indonesia Savings Day, financial
Menabung, edukasi pengelolaan keuangan dan investasi management and investment education for students, digital
bagi mahasiswa, literasi produk digital dan perlindungan data product literacy and personal data protection, and outreach
pribadi, serta sosialisasi pembiayaan UMKM dan Agen Laku for MSME financing and Laku Pandai Agents through Village-
Pandai melalui BUMDes. Owned Enterprises (BUMDes).
Kegiatan ini menjangkau beragam segmen, termasuk pelajar, These activities reach various segments, including schoolchildren,
mahasiswa, pelaku UMKM, petani, pekerja informal, dan MSME owners, farmers, informal workers, and people with
kaum disabilitas, sehingga memperluas akses terhadap disabilities, thereby expanding access to formal financial services.
layanan keuangan formal. Pendekatan tersebut tidak hanya This approach not only increases public understanding of banking
meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk products but also encourages responsible use of services.
perbankan, tetapi juga mendorong penggunaan layanan
secara bertanggung jawab.
Sepanjang 2023–2025, Bank Sulselbar menunjukkan Throughout 2023–2025, Bank Sulselbar demonstrated
akselerasi signifikan dalam memperluas inklusi keuangan significant acceleration in expanding financial inclusion through
melalui transformasi digital dan penguatan jaringan Agen digital transformation and strengthening the Laku Pandai Agent
Laku Pandai. Jumlah pengguna Sulselbar Mobile meningkat network. The number of Sulselbar Mobile users is projected
konsisten hingga mencapai 359.451 pengguna pada 2025, to increase consistently, reaching 359,451 by 2025, with
dengan lonjakan transaksi menjadi lebih dari 20,6 juta transactions surging to over 20.6 million. This growth reflects
transaksi. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan the increasing adoption of digital services and a shift in customer
adopsi layanan digital serta pergeseran perilaku nasabah behavior toward cashless transactions.
menuju transaksi non-tunai.
BANK SULSELBAR 87
Sustainability Report 2025
Page 90
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Pertumbuhan e Channel | Table of e-Channel Growth
2025
Produk dan Layanan Products and Services
Jumlah Pengguna Jumlah Transaksi
New CMS 12.706 4.634.222 New CMS
Sulselbar Mobile 359.451 20.647.869 Sulselbar Mobile
QRIS 9.157 1.525.754 QRIS
Virtual Account 397 48.220 Virtual Account
2024
New CMS 9.410 3.958.105 New CMS
Sulselbar Mobile 284.701 5.979.821 Sulselbar Mobile
QRIS 7.711 1.335.606 QRIS
Virtual Account 379 41.329 Virtual Account
2023
New CMS 5.277 1.173.283 New CMS
Sulselbar Mobile 197.490 4.469.245 Sulselbar Mobile
QRIS 7.193 755.985 QRIS
Virtual Account 337 21.633 Virtual Account
Penguatan akses juga didukung oleh ekspansi Agen Laku Strengthening access is also supported by the expansion of
Pandai yang bertambah menjadi 622 agen pada 2025, naik Laku Pandai Agents, which will increase to 622 agents in 2025,
signifikan dibandingkan 352 agen pada 2023. Nominal a significant increase compared to 352 agents in 2023. The
transaksi melalui agen meningkat tajam menjadi Rp2,93 nominal transaction value through agents increased sharply to
miliar, menunjukkan efektivitas strategi penetrasi layanan IDR 2.93 billion, demonstrating the effectiveness of the service
hingga wilayah non-perkotaan dan daerah 3T. penetration strategy to non-urban and 3T areas.
Tabel agen laku pandai Bank Sulselbar [FS14] | Table of Laku Pandai Agents of Bank Sulselbar
Uraian Satuan 2025 2024 2023 Description
Jumlah Agen Agen 622 453 352 Number of Agents
Nominal Produk dan/atau jasa Nominal value of products and/or
Rupiah 2.932.778.684 916.946.198 52.504.470
yang disediakan oleh agen services provided by the agent
Tabel Agen Laku Pandai di Daerah 3T | Table of Laku Pandai Agents in 3T Regions
Daerah Jumlah Agen Area
Jeneponto 22 Jeneponto
Pangkep 10 Pangkep
Selayar 8 Selayar
Mamasa 23 Mamasa
Pasangkayu 19 Pasangkayu
Polman 5 Polman
Topoyo 9 Topoyo
88 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
Sinergi digitalisasi dan perluasan jaringan agen memastikan The synergy of digitalization and agent network expansion
layanan perbankan semakin inklusif, mudah diakses, dan ensures that banking services are increasingly inclusive,
merata, sekaligus memperkuat peran Bank Sulselbar dalam accessible, and equitable, while strengthening Bank Sulselbar’s
mendukung agenda inklusi keuangan dan pemerataan role in supporting the financial inclusion and regional economic
ekonomi daerah. equality agenda.
Anti Korupsi (GRI 205-1, GRI 205-2) Anti-Corruption
Integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga Integrity is the primary foundation for maintaining public trust
kepercayaan publik terhadap industri perbankan. Bagi in the banking industry. For Bank Sulselbar, the commitment
Bank Sulselbar, komitmen terhadap pencegahan korupsi to corruption prevention is manifested not only through formal
tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan formal, tetapi policies, but also through an internal control system, an ethical
melalui sistem pengendalian internal, budaya etika, serta culture, and ongoing supervision. This approach ensures that
pengawasan yang berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan every operational activity is conducted within the framework of
bahwa setiap aktivitas operasional berjalan dalam koridor good governance and prudent principles.
tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian.
Operasi yang Dinilai Memiliki Risiko Terkait Korupsi Operations Assessed to Pose Corruption-Related Risks
[GRI 205-1]
Sebagai lembaga intermediasi yang mengelola dana As an intermediary institution that manages public funds and
masyarakat dan pembiayaan sektor strategis, Bank secara financing strategic sectors, the Bank periodically assesses
berkala melakukan penilaian risiko korupsi pada area corruption risks in operational areas with potential high
operasional yang memiliki potensi eksposur tinggi. Penilaian exposure. This assessment is conducted through an integrated
tersebut dilakukan melalui mekanisme risk assessment risk assessment mechanism within the risk management and
terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko dan internal control framework.
pengendalian internal.
Area yang menjadi perhatian utama antara lain proses Areas of primary concern include the procurement of goods and
pengadaan barang dan jasa, pemberian kredit dan services, the provision of credit and financing, the management
pembiayaan, pengelolaan dana pihak ketiga, serta aktivitas of third-party funds, and activities involving external interactions
yang melibatkan interaksi eksternal dengan pihak ketiga. with third parties. Risk evaluation is conducted by considering
Evaluasi risiko dilakukan dengan mempertimbangkan potential conflicts of interest, abuse of authority, and the risk of
potensi konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, bribery. Through a risk-based approach, the Bank ensures that all
hingga risiko gratifikasi. Melalui pendekatan berbasis risiko, work units with potential exposure are equipped with adequate
Bank memastikan bahwa seluruh unit kerja yang memiliki controls, clear separation of functions, and multi-layered
potensi eksposur telah dilengkapi dengan pengendalian oversight. This strategy not only mitigates the risk of financial
memadai, pemisahan fungsi yang jelas, serta pengawasan loss but also protects the institution’s reputation and credibility.
berlapis. Strategi ini tidak hanya memitigasi risiko kerugian
finansial, tetapi juga melindungi reputasi dan kredibilitas
institusi.
Komunikasi dan Pelatihan Kebijakan serta Prosedur Communication and Training of Anti-Corruption Policies
Anti Korupsi [GRI 205-2] and Procedures
Upaya pencegahan korupsi diperkuat melalui komunikasi Corruption prevention efforts are strengthened through
yang konsisten dan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh consistent communication and ongoing training for all Bank
insan Bank. Kebijakan anti korupsi, kode etik, serta pedoman employees. The anti-corruption policy, Code of Conduct, and
BANK SULSELBAR 89
Sustainability Report 2025
Page 92
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
benturan kepentingan disosialisasikan secara berkala conflict of interest guidelines are regularly disseminated through
melalui pelatihan tatap muka maupun e-learning, termasuk face-to-face and e-learning training, including in new employee
dalam program orientasi karyawan baru. orientation programs.
Bank juga memastikan bahwa Dewan Komisaris, Direksi, The Bank also ensures that the Board of Commissioners,
pejabat eksekutif, dan seluruh pegawai memahami kewajiban Directors, executive officers, and all employees understand the
pelaporan gratifikasi serta mekanisme whistleblowing system obligation to report bribery and the whistleblowing system,
yang dijalankan secara independen dan rahasia. Komunikasi which is operated independently and confidentially. This
ini diperluas kepada mitra kerja dan pemasok sebagai bagian communication is extended to business partners and suppliers as
dari komitmen tata kelola yang bertanggung jawab. part of the commitment to responsible governance.
Komitmen pencegahan korupsi diperkuat melalui The commitment to corruption prevention is strengthened
implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) through the implementation of the Anti-Bribery Management
yang dikoordinasikan oleh Divisi Kepatuhan. Sosialisasi dan System (ABMS), coordinated by the Compliance Division. ABMS
pelatihan SMAP dilaksanakan secara berkala kepada pegawai socialization and training are conducted periodically for new and
baru maupun pegawai lama guna memastikan pemahaman existing employees to ensure a comprehensive understanding of
menyeluruh terhadap kebijakan anti penyuapan, gratifikasi, the anti-bribery, bribery, and conflict of interest policies.
dan benturan kepentingan.
Tabel Pelatihan dan Sosialisasi Anti Korupsi | Table of Anti-Corruption Training and Socialization
Tanggal Tempat Nama Kegiatan Activity Name
Sosialisasi Budaya Kepatuhan dan Sistem Socialization of Compliance Culture and Anti-
15 September 2025 KC. Polman
Manajemen Anti Penyuapan Bribery Management Systems
Sosialisasi Budaya Kepatuhan dan Sistem Socialization of Compliance Culture and Anti-
16 September 2025 KC. Majene
Manajemen Anti Penyuapan Bribery Management Systems
Sosialisasi Budaya Kepatuhan dan Sistem Socialization of Compliance Culture and Anti-
17 September 2025 KC. Topoyo
Manajemen Anti Penyuapan Bribery Management Systems
Sosialisasi Budaya Kepatuhan dan Sistem Socialization of Compliance Culture and Anti-
18 September 2025 KC. Pasangkayu
Manajemen Anti Penyuapan Bribery Management Systems
Sosialisasi Budaya Kepatuhan dan Sistem
Socialization of Compliance Culture and Anti-
Manajemen Anti Penyuapan Kepada
14 Oktober 2025 Hotel Melia Bribery Management Systems for PT. Bank
Peserta Pegawai Magang PT. Bank
Sulselbar Internship Participants
Sulselbar
Insiden Korupsi yang Terbukti dan Proven Corruption Incidents and
Tindakan yang Diambil (GRI 205-3) Actions Taken
Sepanjang tahun 2025, Bank Sulselbar tidak mencatat Throughout 2025, Bank Sulselbar recorded no proven corruption
adanya insiden korupsi yang terbukti melibatkan pengurus incidents involving management or employees. This reflects the
maupun pegawai. Hal ini mencerminkan efektivitas effective implementation of the Anti-Bribery Management System
implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), (SMAP), the strengthening of internal controls, and the consistent
penguatan pengendalian internal, serta konsistensi budaya implementation of a culture of integrity across the board.
integritas yang diterapkan secara menyeluruh.
Meskipun demikian, terdapat beberapa kasus internal However, there were several cases of internal fraud involving
fraud yang terjadi pada level pegawai tetap maupun pihak both permanent employees and external parties. All cases
eksternal. Seluruh kasus telah ditindaklanjuti melalui proses were followed up through investigations in accordance with
90 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
investigasi sesuai ketentuan, dengan sebagian diselesaikan regulations, with some resolved internally and others processed
secara internal dan sebagian lainnya diproses melalui jalur through legal channels. Each deviation is evaluated to strengthen
hukum. Setiap penyimpangan menjadi bahan evaluasi untuk the oversight and risk mitigation systems.
memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi risiko.
Pendekatan tegas dan transparan ini menegaskan prinsip This firm and transparent approach affirms the principle of
zero tolerance terhadap korupsi dan fraud, sekaligus zero tolerance for corruption and fraud, while maintaining
menjaga reputasi, kredibilitas, serta kepercayaan pemangku the reputation, credibility, and trust of stakeholders in Bank
kepentingan terhadap tata kelola Bank Sulselbar. Sulselbar’s governance.
Tabel penyimpangan fraud | Table of Fraud Irregularities
Jumlah Kasus yang Dilakukan
Internal Fraud dalam 1 Pegawai Tidak Tetap/Pihak
Pengurus Pegawai Tetap
tahun Eksternal
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
Total Fraud - - - 3 1 6 7 5 5
Telah diselesaikan - - - 3 1 3 6 4 2
Dalam proses penyelesaian di
- - - - - 2 1 1 1
internal bank
Telah ditindaklanjuti melalui
- - - - - 1 - - 2
proses hukum
Pajak Tax
Sebagai lembaga intermediasi yang tumbuh bersama As an intermediary institution that grows alongside regional
pembangunan daerah, Bank Sulselbar memandang pajak development, Bank Sulselbar views taxes not simply as a fiscal
bukan sekadar kewajiban fiskal, melainkan kontribusi obligation, but as a strategic contribution to economic stability
strategis terhadap stabilitas ekonomi dan pembangunan and national development. The Bank’s tax management
nasional. Pendekatan pengelolaan pajak Bank dilandaskan approach is based on the principles of compliance, transparency,
pada prinsip kepatuhan, transparansi, serta tata kelola yang and prudent governance, in line with national tax regulations and
prudent, sejalan dengan regulasi perpajakan nasional dan the governance principles set by the Financial Services Authority
prinsip tata kelola yang diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (OJK).
1. Strategi Pengelolaan Pajak (GRI 207-1) 1. Tax Management Strategy
Strategi pengelolaan pajak Bank Sulselbar berfokus Bank Sulselbar’s tax management strategy focuses on full
pada kepatuhan penuh terhadap ketentuan perpajakan compliance with applicable tax regulations in Indonesia,
yang berlaku di Indonesia, termasuk Undang-Undang including the Law on General Provisions and Tax Procedures
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan serta and other technical regulations. The Bank does not employ
regulasi teknis lainnya. Bank tidak menerapkan praktik aggressive tax planning practices that could potentially pose
perencanaan pajak agresif yang berpotensi menimbulkan legal or reputational risks.
risiko hukum maupun reputasi.
Pendekatan yang diambil bersifat konservatif dan The approach adopted is conservative and based on legal
berbasis kepastian hukum (tax compliance oriented), certainty (tax compliance-oriented), ensuring that all tax
dengan memastikan bahwa setiap kewajiban pajak obligations are calculated accurately, paid on time, and
BANK SULSELBAR 91
Sustainability Report 2025
Page 94
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
dihitung secara akurat, dibayarkan tepat waktu, reported transparently. In the context of sustainability, taxes
dan dilaporkan secara transparan. Dalam konteks are viewed as part of the direct economic value distributed
keberlanjutan, pajak dipandang sebagai bagian dari nilai to the state, supporting the financing of development,
ekonomi langsung yang didistribusikan kepada negara, infrastructure, education, and public services.
mendukung pembiayaan pembangunan, infrastruktur,
pendidikan, dan layanan publik.
2. Tata Kelola, Kontrol, dan Risiko Pengelolaan 2. Governance, Control, and Tax Management Risks
Pajak (GRI 207-2)
Pengelolaan pajak berada dalam kerangka tata kelola Tax management is within the framework of good corporate
perusahaan yang baik (GCG). Tanggung jawab strategis governance (GCG). Strategic responsibility rests with
berada pada Direksi, dengan pengawasan oleh Dewan the Board of Directors, with oversight by the Board of
Komisaris melalui Komite Audit. Secara operasional, Commissioners through the Audit Committee. Operationally,
fungsi keuangan dan kepatuhan memastikan proses the finance and compliance functions ensure that tax
perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak berjalan calculation, payment, and reporting processes are carried out
sesuai prosedur. in accordance with procedures.
Bank menerapkan pengendalian internal berlapis untuk The Bank implements multi-layered internal controls to
memitigasi risiko perpajakan, termasuk risiko kesalahan mitigate tax risks, including the risk of miscalculation,
perhitungan, ketidaksesuaian pelaporan, serta potensi reporting discrepancies, and potential tax disputes. Tax
sengketa pajak. Evaluasi risiko pajak menjadi bagian dari risk evaluation is part of operational and compliance
manajemen risiko operasional dan kepatuhan, selaras risk management, in line with the risk-based supervision
dengan prinsip pengawasan berbasis risiko yang dianut principles adopted by the Financial Services Authority (OJK).
OJK.
Selain itu, audit internal dan audit eksternal secara In addition, internal and external audits periodically review
berkala melakukan penelaahan atas kepatuhan pajak, tax compliance to ensure accuracy and adherence to
guna memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap applicable accounting standards and fiscal regulations.
standar akuntansi serta regulasi fiskal yang berlaku.
3. Stakeholder Engagement and Tax Issue Management
3. Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan
Manajemen Isu Pajak (GRI 207-3)
Bank Sulselbar builds a professional and transparent
Bank Sulselbar membangun hubungan profesional dan
relationship with the tax authorities as fiscal regulators.
transparan dengan otoritas perpajakan sebagai regulator
Any tax issues that arise are managed through an open
fiskal. Setiap isu perpajakan yang muncul dikelola melalui
communication mechanism, based on data clarification and
mekanisme komunikasi yang terbuka, berbasis klarifikasi
compliance with legal provisions.
data dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum.
Dalam konteks pemangku kepentingan yang lebih luas,
In a broader stakeholder context, tax contribution disclosure
pengungkapan kontribusi pajak menjadi bagian dari
is part of the transparency of the annual report and
transparansi laporan tahunan dan laporan keberlanjutan,
sustainability report, so that investors, local governments,
sehingga investor, pemerintah daerah, dan masyarakat
and the public can objectively understand the Bank’s fiscal
dapat memahami kontribusi fiskal Bank secara objektif.
contributions.
Pendekatan dialogis dan berbasis kepatuhan ini
This dialogic and compliance-based approach ensures that
92 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
memastikan bahwa setiap potensi perbedaan any potential differences in interpretation or tax risks can be
interpretasi atau risiko perpajakan dapat dikelola secara managed constructively, maintaining reputational stability
konstruktif, menjaga stabilitas reputasi serta mendukung and supporting long-term business sustainability.
kesinambungan usaha jangka panjang.
Tabel Kontribusi Bank Sulselbar terhadap Negara | Table of Bank Sulselbar’s Contribution to the State
Keterangan 2025 2024 2023 Description
Pajak Dibayar Dimuka Prepaid Tax
SKPKB Tahun Fiskal 2016 - - 47.253 SKPKB fiscal year 2016
SKPKB Tahun Fiskal 2017 - - 1.309 SKPKB fiscal year 2017
SKPKB Tahun Fiskal 2020 - 9.462 - SKPKB fiscal year 2020
Lebih Bayar Tahun Fiskal 2023 - 30.931 30.931 Overpaid fiscal year 2023
STP PPN tahun fiskal 2023 28.658 - - STP VAT fiscal year 2023
SKPKB PPN Tahun Fiskal 2023 1.649 - - SKPKB VAT fiscal year 2023
Lebih bayar PPh 21 tahun fiskal 2025 4.698 - - Overpaid PPh 21 fiscal year 2025
Jumlah Pajak Dibayar Dimuka 35.006 40.393 79.494 Total Prepaid Tax
Utang Pajak Tax Payable
PPh Pasal 4 ayat 2 3.678 5.159 5.548 Income Tax Article 4 Paragraph 2
PPh pasal 21 - 529 6.382 Income Tax Article 21
PPh pasal 23 620 400 319 Income Tax Article 23
PPh pasal 25 4.276 14.499 11.901 Income Tax Article 25
PPh pasal 29 9.103 5.868 - Income Tax Article 29
Pajak Pertambahan Nilai 137 175 476 Value Added Tax
Jumlah 17.817 26.632 24.629 Total
Estimasi Beban Pajak Penghasilan Estimated Income Tax Expense
Beban Pajak Kini (160.193) (182.383) 166.601 Current Income Tax Expense
Beban (Manfaat) Pajak Tangguhan (11.131) 64.853 33.980 Deferred Tax Expense (Benefit)
Tax Expense Related to Tax Assessment Letter
Beban pajak sehubungan dengan SKP (449) (3.334) -
(SKP)
Jumlah (171.774) (120.864) 200.581 Total
BANK SULSELBAR 93
Sustainability Report 2025
Page 96
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP Environmental Performance
Page 97
Page 98
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
ASPEK UMUM
General Aspects
Biaya Lingkungan Hidup (OJK F4) Environmental Costs
Komitmen terhadap keberlanjutan tidak hanya tercermin Commitment to sustainability is reflected not only in policies and
dalam kebijakan dan program, tetapi juga dalam keberanian programs, but also in the boldness of concrete resource allocation.
mengalokasikan sumber daya secara konkret. Sepanjang Throughout 2025, the Company recorded Environmental Costs
tahun 2025, Perseroan mencatatkan Biaya Lingkungan of IDR 1.42 billion, a significant increase compared to IDR 199
Hidup sebesar Rp1,42 miliar, meningkat signifikan million in 2024. This increase demonstrates a strengthened
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp199 juta. commitment and expansion of more structured and impactful
Peningkatan ini menunjukkan penguatan komitmen dan environmental management programs.
ekspansi program pengelolaan lingkungan yang lebih
terstruktur dan berdampak.
Jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai Compared to IDR 1.84 billion in 2023, the 2025 realization
Rp1,84 miliar, realisasi 2025 menunjukkan pola pengelolaan demonstrates a more measured and priority-based management
yang lebih terukur dan berbasis prioritas. Fluktuasi biaya pattern. These cost fluctuations reflect the dynamics of
tersebut mencerminkan dinamika kebutuhan program, mulai program needs, ranging from energy and water efficiency,
dari efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah operasional, operational waste management, strengthening environmental
penguatan sistem dokumentasi lingkungan, hingga inisiatif documentation systems, to green office initiatives and internal
green office dan edukasi internal. education.
Alokasi biaya lingkungan tidak dipandang sebagai beban The allocation of environmental costs is not viewed solely
operasional semata, melainkan sebagai strategic investment as an operational expense, but as a strategic investment to
untuk memperkuat reputasi, mengurangi risiko ESG, serta strengthen reputation, mitigate ESG risks, and enhance long-
meningkatkan daya saing jangka panjang. Pendekatan ini term competitiveness. This approach aligns with the principle
sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan implementasi of prudence and the implementation of Sustainable Finance as
Keuangan Berkelanjutan sebagaimana diamanatkan OJK. mandated by the OJK.
Melalui konsistensi penganggaran dan pengawasan yang Through consistent budgeting and disciplined oversight, the
disiplin, Perseroan memastikan bahwa setiap rupiah yang Company ensures that every rupiah allocated makes a real
dialokasikan menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan, contribution to the environment, while creating added value for
sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemangku stakeholders and business sustainability.
kepentingan dan keberlanjutan usaha.
Tabel Biaya Lingkungan Hidup | Table of Environmental Costs
Uraian 2025 2024 2023 Description
Biaya CSR Lingkungan (Rp) 1.424.700.000 199.000.000 1.842.862.600 Environmental CSR Cost (IDR)
96 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
ASPEK MATERIAL
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Use of Environmentally Friendly
Lingkungan OJK F5 Materials
ransformasi menuju praktik bisnis berkelanjutan tidak Transformation towards sustainable business practices doesn’t
selalu dimulai dari langkah besar. Justru, perubahan nyata always begin with major steps. Instead, real change often stems
kerap lahir dari pengelolaan hal-hal mendasar, termasuk from managing fundamental aspects, including the use of
penggunaan material operasional. Sepanjang tiga tahun operational materials. Over the past three years, the Company
terakhir, Perseroan menunjukkan komitmen kuat dalam has demonstrated a strong commitment to controlling paper
mengendalikan konsumsi kertas sebagai bagian dari strategi consumption as part of its business process efficiency and
efisiensi dan digitalisasi proses bisnis. digitalization strategy.
Pada tahun 2025, penggunaan kertas tercatat sebanyak In 2025, paper usage was recorded at 1,871 reams, down from
1.871 rim, menurun dibandingkan tahun 2024 sebesar 2,222 reams in 2024 and significantly lower than the 4,870
2.222 rim dan jauh lebih rendah dari 4.870 rim pada tahun reams in 2023. This consistent downward trend reflects the
2023. Tren penurunan yang konsisten ini mencerminkan effectiveness of the paperless office policy, the optimization of
efektivitas kebijakan paperless office, optimalisasi dokumen electronic documents, and the increased use of digital signatures
elektronik, serta peningkatan pemanfaatan tanda tangan in various operational activities.
digital dalam berbagai aktivitas operasional.
Pengurangan penggunaan kertas bukan semata upaya Reducing paper use is not merely a cost-effective measure,
efisiensi biaya, melainkan bagian dari langkah strategis but also part of a strategic effort to reduce the environmental
untuk menekan jejak lingkungan, mengurangi konsumsi footprint, reduce natural resource consumption, and support the
sumber daya alam, serta mendukung agenda dekarbonisasi gradual decarbonization agenda.
secara bertahap.
Uraian/Tahun 2025 2024 2023 Description/Year
Penggunaan Kertas (Rim) 1.871 2.222 4.870 Paper Usage (Rim)
BANK SULSELBAR 97
Sustainability Report 2025
Page 100
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
ASPEK ENERGI
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Amount and Intensity of Energy Used
Digunakan (OJK F6, GRI 302-1, 302-2, 302-3)
Pengelolaan energi merupakan salah satu indikator penting Energy management is a key indicator in assessing a company’s
dalam menilai komitmen perusahaan terhadap praktik commitment to responsible operational practices. Throughout
operasional yang bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2025, the Company’s total energy consumption was recorded at
2025, total konsumsi energi Perseroan tercatat sebesar 809.34 Gigajoules, a significant decrease compared to 1,539.82
809,34 Gigajoules, menurun signifikan dibandingkan tahun Gigajoules in 2024. This decrease was primarily driven by fuel
2024 yang mencapai 1.539,82 Gigajoules. Penurunan ini optimization and efficiency improvements in office operational
terutama dipengaruhi oleh optimalisasi penggunaan BBM systems.
serta efisiensi sistem operasional kantor.
Konsumsi listrik pada 2025 tercatat sebesar 224.816 kWh Electricity consumption in 2025 was recorded at 224,816
atau setara 809,338 Gigajoules, meningkat dibandingkan kWh, equivalent to 809,338 Gigajoules, an increase compared
144.214 kWh pada 2024. Kenaikan ini sejalan dengan to 144,214 kWh in 2024. This increase is in line with increased
peningkatan aktivitas operasional dan ekspansi layanan. operational activities and service expansion. However, overall
Namun demikian, secara total konsumsi energi tetap energy consumption remained low due to the absence of
menurun karena tidak terdapat penggunaan BBM yang significant fuel consumption, unlike the previous year.
signifikan seperti tahun sebelumnya.
Yang lebih menggembirakan adalah capaian intensitas More encouraging is the achievement in energy intensity. Energy
energi. Intensitas energi per karyawan turun menjadi 0,545 intensity per employee decreased to 0.545 Gigajoules/employee
Gigajoules/karyawan dari 1,051 Gigajoules/karyawan pada from 1.051 Gigajoules/employee in 2024. Meanwhile, energy
2024. Sementara itu, intensitas energi terhadap produksi intensity for production also showed improvement, reflecting
juga menunjukkan perbaikan, mencerminkan efisiensi yang greater efficiency in generating economic value.
semakin baik dalam menghasilkan nilai ekonomi.
Capaian ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas This achievement confirms that increased business activity does
bisnis tidak selalu identik dengan peningkatan konsumsi not always equate to increased energy consumption. Through
energi. Melalui digitalisasi, optimalisasi sistem, dan disiplin digitalization, system optimization, and disciplined operational
pengendalian operasional, Perseroan membuktikan bahwa controls, the Company demonstrates that growth can go hand in
pertumbuhan dapat berjalan beriringan dengan efisiensi dan hand with efficiency and environmental responsibility.
tanggung jawab lingkungan.
Tabel Intensitas Pemakaian Energi Kantor Pusat | Table of Head Office Energy Consumption Intensity
Energi Satuan 2025 2024 2023 Piece Energy
BBM Liter 91.483 30.019 5.969 Liter Fuel
konversi 0,034 0,034 0,034 Conversion
98 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
Tabel Intensitas Pemakaian Energi Kantor Pusat | Table of Head Office Energy Consumption Intensity
Energi Satuan 2025 2024 2023 Piece Energy
Gigajoules 0,00 1.020,65 202,95 Gigajoules
Listrik kWh 224.816 144.214 133.200 kWh Electricity
konversi 0,0036 0,0036 0,0036 conversion
Gigajoules 809,338 519,170 479,520 Gigajoules
Total Gigajoules 3.919,76 1.539,82 682,47 Gigajoules Total
Jumlah Karyawan Karyawan 1.484 1.465 1.370 Employees Number of Employees
Total Produksi Juta Rupiah 2.690.298 2.956.056 2.877.488 Million Rupiah Total Production
Intensitas Pemakaian Gigajoules / Energy Intensity/
2,641 1,051 0,498 Gigajoules/Employee
Energi/Karyawan Karyawan Employee
Intensitas Pemakaian Gigajoules/Million Energy Intensity/
Gigajoules/Juta Rp 0,0015 0,5209 0,2372
Energi/Produksi Rupiah Production
Pengelolaan energi di luar organisasi, khususnya dari perjalanan Energy management outside the organization, particularly from
dinas menggunakan pesawat udara, menunjukkan tren yang business travel by air, shows an increasingly efficient trend. In
semakin efisien. Pada tahun 2025, konsumsi energi tercatat 2025, energy consumption was recorded at 16,092 Gigajoules,
sebesar 16.092 Gigajoules, menurun dibandingkan tahun 2024 down from 17,907 Gigajoules in 2024. This decrease also
sebesar 17.907 Gigajoules. Penurunan ini turut mendorong contributed to an improvement in energy intensity per employee,
perbaikan intensitas energi per karyawan dari 12,22 menjadi from 12.22 to 10.84 Gigajoules per employee. Meanwhile, energy
10,84 Gigajoules/karyawan. Sementara itu, intensitas energi intensity for production remained stable at 0.006 Gigajoules per
terhadap produksi tetap stabil pada level 0,006 Gigajoules billion rupiah. This achievement reflects more selective mobility
per miliar rupiah. Capaian ini mencerminkan pengendalian control and the optimization of digital technology to support
mobilitas yang lebih selektif serta optimalisasi penggunaan business activities.
teknologi digital dalam mendukung aktivitas bisnis.
Tabel intensitas pemakaian energi di luar organisasi | Table of Energy Consumption Intensity Outside the Organization
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023 Piece
Realisasi anggaran
Budget realization for
perjalanan dinas Rupiah 6.605.295.315 7.350.255.000 NA Rupiah
official travel by plane
dengan pesawat
Harga Avtur/Liter Rupiah 14.736 14.736 NA Rupiah Avtur Price/Liter
Volume Energi Kiloliter 448 499 NA Kiloliter Energy Volume
konversi 35,9 35,9 NA Conversion
Giga Joules 16.092 17.907 NA Giga Joules
Jumlah Karyawan Karyawan 1.484 1.465 NA Employees Number of Employees
Total Produksi Miliar Rupiah 2.690.298 2.956.056 NA Billion Rupiah Total Production
Intensitas
Energy Intensity/
Pemakaian Energi/ Gigajoules 10,84 12,22 NA Gigajoules
Employee
Karyawan
Intensitas
Gigajoules/Miliar Gigajoules/Billion Energy Intensity/
Pemakaian Energi/ 0,006 0,006 NA
Rp Rupiah Production
Produksi
BANK SULSELBAR 99
Sustainability Report 2025
Page 102
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energy Efficiency Efforts and
Energi serta Penggunaan Energi Achievements and Renewable Energy
Terbarukan Utilization
(OJK F7, F12, GRI 302-1, 302-4, 302-5)
Di tengah tuntutan transisi menuju ekonomi rendah Amidst the demands of the transition to a low-carbon economy,
karbon, Perseroan menempatkan efisiensi energi sebagai the Company places energy efficiency as the foundation of
fondasi operasional berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya sustainable operations. These efforts are oriented not only
berorientasi pada pengendalian konsumsi, tetapi juga pada toward controlling consumption but also toward creating value
penciptaan nilai melalui produktivitas yang lebih hemat through more energy-efficient productivity.
energi.
Sepanjang tahun 2025, berbagai inisiatif penghematan Throughout 2025, various energy-saving initiatives have
berhasil menekan total konsumsi energi secara signifikan. significantly reduced total energy consumption. Optimizing
Optimalisasi penggunaan listrik melalui pengaturan beban electricity use through managing operational loads, replacing
operasional, penggantian perangkat dengan teknologi hemat equipment with energy-efficient technology, and strengthening
energi, serta penguatan budaya hemat listrik di seluruh unit a culture of energy conservation across all work units are key
kerja menjadi faktor utama pencapaian tersebut. Digitalisasi factors in this achievement. Digitalization of business processes
proses bisnis dan pembatasan perjalanan dinas turut and restrictions on business travel have also contributed to the
berkontribusi terhadap penurunan konsumsi energi secara overall reduction in energy consumption.
menyeluruh.
Efisiensi ini tercermin dalam membaiknya intensitas This efficiency is reflected in the improvement in energy intensity
energi per karyawan dan stabilnya rasio energi terhadap per employee and the stability of the energy-to-production
output produksi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa output ratio. These achievements demonstrate that business
pertumbuhan usaha dapat berjalan selaras dengan growth can be aligned with controlling the energy footprint.
pengendalian jejak energi.
Di sisi lain, Perseroan mulai mengarahkan strategi pada Furthermore, the Company has begun directing its strategy
pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih melalui kajian toward utilizing cleaner energy sources through a study of
penggunaan energi terbarukan pada fasilitas kantor serta renewable energy use in office facilities and the use of digital-
pemanfaatan sistem berbasis digital untuk mengurangi based systems to reduce reliance on fossil fuels. This step is part
ketergantungan pada energi fosil. Langkah ini menjadi bagian of a long-term roadmap towards greener, more adaptive and
dari roadmap jangka panjang menuju operasional yang lebih resilient operations to the risks of climate change.
hijau, adaptif, dan tangguh terhadap risiko perubahan iklim.
100 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
ASPEK AIR
Water Aspect
Penggunaan Air (OJK F8) Water Use
Air merupakan sumber daya vital yang mendukung Water is a vital resource that supports the continuity of the
keberlangsungan aktivitas operasional Perseroan, khususnya Company’s operational activities, particularly at the Head Office.
di Kantor Pusat. Sepanjang tahun 2025, penggunaan air Throughout 2025, water usage was recorded at 15,394 m³, an
tercatat sebesar 15.394 m³, meningkat dibandingkan increase compared to 13,794 m³ in 2024. This increase is in line
13.794 m³ pada tahun 2024. Kenaikan ini sejalan dengan with increased operational activities and the growing number of
meningkatnya aktivitas operasional serta jumlah pegawai employees.
yang bertambah.
Namun jika ditarik dalam perspektif jangka menengah, However, from a medium-term perspective, water consumption
konsumsi air 2025 masih lebih rendah dibandingkan tahun in 2025 is still lower than the 18,589 m³ in 2023. This
2023 yang mencapai 18.589 m³. Hal ini menunjukkan bahwa demonstrates that the efficiency and control policies for water
kebijakan efisiensi dan pengendalian penggunaan air tetap use remain effective.
berjalan efektif.
Perseroan terus memperkuat budaya hemat air melalui The Company continues to strengthen its water-saving culture
pemantauan rutin, perawatan instalasi, serta penggunaan through routine monitoring, installation maintenance, and the
perangkat sanitasi yang lebih efisien. Dengan pendekatan use of more efficient sanitation equipment. With this approach,
ini, setiap peningkatan aktivitas bisnis tetap diimbangi every increase in business activity is balanced with an awareness
dengan kesadaran konservasi sumber daya, memastikan of resource conservation, ensuring operational sustainability
keberlanjutan operasional yang selaras dengan tanggung aligned with environmental responsibility.
jawab lingkungan.
Konsumsi Air | Water Consumption
Uraian/Tahun 2025 2024 2023 Description/Year
Penggunaan Air (Liter) 15.394 13.794 18.589 Water Usage (Liters)
BANK SULSELBAR 101
Sustainability Report 2025
Page 104
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI (OJK F9)
Biodiversity Aspects
Sebagai institusi yang beroperasi di berbagai wilayah As an institution operating in various strategic areas, the
strategis, Perseroan menyadari pentingnya memastikan Company recognizes the importance of ensuring that all business
bahwa seluruh aktivitas usaha tidak menimbulkan dampak activities do not significantly impact conservation areas or
signifikan terhadap kawasan konservasi maupun wilayah areas with high biodiversity value. As of the reporting period, no
yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Hingga operational offices were located directly within core conservation
periode pelaporan, tidak terdapat kantor operasional yang areas or protected areas that pose a risk of causing material
berada langsung di dalam kawasan konservasi inti atau ecological disruption.
wilayah lindung yang berisiko menimbulkan gangguan
ekologis material.
Namun demikian, kesadaran lingkungan tidak berhenti pada However, environmental awareness does not stop at compliance.
aspek kepatuhan. Perseroan secara proaktif menggalakkan The Company proactively promotes reforestation programs as
program penghijauan sebagai bagian dari kontribusi nyata part of its concrete contribution to environmental preservation.
terhadap pelestarian lingkungan. Bersama Pemerintah In collaboration with the Provincial Government, the Company
Provinsi, Perseroan melaksanakan program penanaman implemented a tree planting program and distributed Cavendish
pohon serta pembagian benih pisang cavendish kepada banana seeds to the community. This initiative not only supports
masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya mendukung rehabilitasi the rehabilitation of green cover but also provides economic
tutupan hijau, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi value to the community through productive plants.
masyarakat melalui tanaman produktif.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen bahwa This step reflects the commitment that business growth must
pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan upaya be in harmony with efforts to maintain ecosystem balance,
menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat ketahanan strengthen environmental resilience, and support the sustainable
lingkungan, serta mendukung agenda pembangunan development agenda in operational areas.
berkelanjutan di daerah operasional.
Usaha Konservasi Keanekaragaman Biodiversity Conservation Efforts
Hayati (OJK F10)
Komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan The Company’s commitment to environmental preservation is
diwujudkan melalui berbagai inisiatif konservasi manifested through various biodiversity conservation initiatives
keanekaragaman hayati yang berdampak nyata. Upaya that have a tangible impact. These efforts include tree planting
tersebut mencakup program penanaman pohon, programs, wildlife protection and rescue, and support for land
perlindungan dan penyelamatan satwa liar, serta dukungan rehabilitation to restore productivity and ecological value. This
terhadap rehabilitasi lahan agar kembali produktif dan step not only contributes to ecosystem restoration but also
bernilai ekologis. Langkah ini tidak hanya berkontribusi strengthens the environmental balance in the operational area.
pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memperkuat
keseimbangan lingkungan di wilayah operasional.
102 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
Inovasi konservasi juga diwujudkan melalui pendekatan Conservation innovation is also realized through unique and
yang unik dan berkelanjutan. Salah satu bentuk kepedulian sustainable approaches. One form of environmental concern
terhadap lingkungan hidup adalah pemanfaatan mesin ATM is the utilization of unused ATM machines to create coral reefs
yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan rumah terumbu and marine fish habitats in Bulukumba waters. This initiative
karang dan habitat ikan laut di perairan Bulukumba. Inisiatif supports the regeneration of underwater ecosystems while
ini mendukung regenerasi ekosistem bawah laut sekaligus reducing material waste.
mengurangi limbah material.
Melalui program darat dan laut yang terintegrasi, Perseroan Through integrated land and sea programs, the Company
menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen emphasizes that sustainability is not merely an administrative
administratif, melainkan aksi nyata menjaga warisan hayati commitment, but a concrete action to preserve biological heritage
untuk generasi mendatang. for future generations.
Tabel Kegiatan Pelestarian Keanekaragaman Hayati | Table of Biodiversity Conservation Activities
Kegiatan Deskripsi Pelaksanaan Lokasi Tujuan Keanekaragaman Hayati
Penanaman pohon secara berkala bekerja sama
Wilayah Meningkatkan tutupan vegetasi,
dengan Pemerintah Daerah dan komunitas lokal
Penanaman Pohon operasional dan menyerap emisi karbon, menjaga
sebagai bagian dari program penghijauan dan
area publik keseimbangan ekosistem darat.
rehabilitasi lahan.
Distribusi bibit pisang cavendish kepada Wilayah kerja Mendukung penghijauan sekaligus
Pembagian Benih
masyarakat sebagai tanaman produktif yang sama dengan meningkatkan ketahanan ekonomi
Pisang Cavendish
ramah lingkungan. Pemprov berbasis agro.
Perlindungan dan Dukungan terhadap program pelestarian dan
Area konservasi Menjaga kelangsungan spesies dan
Penyelamatan Satwa perlindungan satwa di habitat alaminya melalui
lokal keseimbangan rantai makanan.
Liar kolaborasi dengan komunitas/instansi terkait.
Wilayah
Rehabilitasi Lahan Pemanfaatan kembali lahan terdegradasi agar terdampak Memulihkan fungsi ekologis lahan dan
Produktif menjadi lahan produktif dan bernilai ekologis. aktivitas meningkatkan daya dukung lingkungan.
ekonomi
Pemanfaatan mesin ATM tidak terpakai sebagai Mendukung regenerasi ekosistem bawah
ATM sebagai Rumah Perairan
struktur buatan untuk habitat terumbu karang laut dan meningkatkan keanekaragaman
Terumbu Karang Bulukumba
dan ikan laut. biota laut.
BANK SULSELBAR 103
Sustainability Report 2025
Page 106
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
ASPEK EMISI
Emission Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Amount and Intensity of Emissions
Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya Generated by Type
(OJK F11, GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4)
Pengelolaan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi bagian Management of Greenhouse Gas (GHG) emissions is an integral
integral dari strategi keberlanjutan Perseroan. Penghitungan part of the Company’s sustainability strategy. Emissions are
emisi dilakukan berdasarkan tiga kategori utama, yakni calculated based on three main categories: Scope 1 (direct
Scope 1 (emisi langsung) dari penggunaan bahan bakar emissions) from operational fuel use, Scope 2 (indirect emissions
operasional, Scope 2 (emisi tidak langsung dari listrik), serta from electricity), and Scope 3 (other indirect emissions) such as
Scope 3 (emisi tidak langsung lainnya) seperti perjalanan business travel and support activities.
dinas dan aktivitas pendukung.
Sepanjang tahun 2025, total emisi GRK menunjukkan tren Throughout 2025, total GHG emissions showed a more
yang lebih terkendali dibandingkan tahun 2024. Penurunan manageable trend compared to 2024. This decrease was
ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya konsumsi primarily driven by reduced fuel consumption and optimized
bahan bakar dan optimalisasi mobilitas pegawai, meskipun employee mobility, despite increased electricity use due to
terdapat peningkatan penggunaan listrik seiring ekspansi business expansion. Overall, the energy efficiency implemented
aktivitas usaha. Secara keseluruhan, efisiensi energi yang has successfully reduced the total operational carbon footprint.
diterapkan berhasil menekan total jejak karbon operasional.
Dari sisi intensitas, emisi per karyawan dan emisi In terms of intensity, emissions per employee and emissions per
terhadap output produksi juga menunjukkan perbaikan, production output also showed improvements, reflecting the
mencerminkan kemampuan Perseroan meningkatkan Company’s ability to increase productivity without increasing the
produktivitas tanpa meningkatkan beban lingkungan secara environmental burden proportionally.
proporsional.
Pendekatan berbasis pengukuran dan evaluasi berkala This measurement-based approach and periodic evaluation
ini memastikan bahwa pengendalian emisi tidak bersifat ensure that emissions control is not sporadic but integrated into
sporadis, melainkan terintegrasi dalam tata kelola operational governance. With disciplined energy and mobility
operasional. Dengan disiplin pengelolaan energi dan management, the Company continues to move toward lower-
mobilitas, Perseroan terus bergerak menuju operasional carbon operations and aligns with the green economy transition
yang lebih rendah karbon dan selaras dengan agenda transisi agenda.
menuju ekonomi hijau.
104 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
Tabel jumlah emisi GRK Scope 1 BBM Yang dihasilkan | Table of Total Scope 1 GHG Emissions from Fuel Consumption
GHG Emission
Sumber Emisi GRK Satuan 2025 2024 2023 Piece
Sources
Liter 224.816 144.214 133.200 Liter
Faktor Emisi (kg Emission Factor (kg
0,85 0,85 0,85
Scope 1 (Pertamax) CO2/L)* CO2/L)* Scope 1 (Pertamax)
Kg Co2-eq 191.094 122.582 113.220 Kg CO2-eq
Ton Co2-eq 191 123 113 Ton CO2-eq
* IPCC 2006 Guidelines
Tabel jumlah emisi GRK Scope 2 (Listrik) | Table of Total Scope 2 GHG Emissions (Electricity)
GHG Emission
Sumber Emisi GRK Satuan 2025 2024 2023 Piece
Sources
KWh 224.816 133.200 KWh
144.214
Faktor Emisi (kg C02 Emission Factor (kg
per KWh)* 0,85 0,85 0,85 CO2 per KWh)*
Scope 2 (Listrik) Scope 2 (Electricity)
Kg Co2-eq Kg CO2-eq
191.094 122.582 113.220
Ton Co2-eq Ton CO2-eq
191 123 113
* Grid Emission Factor PLN
Tabel jumlah emisi GRK Scope 3 (Perjalanan Dinas) | Table of Total Scope 3 GHG Emissions (Business Travel)
Sources of GHG
Sumber Emisi GRK Satuan 2025 2024 2023 Piece
Emissions
Biaya Perjalanan
6.605.295.315 7.350.255.000 NA Travel Costs for 1 Year
selama 1 tahun
Aviation Fuel Price/
Harga Avtur/Liter 14.736 14.736 NA
Liter
Volume Energi (K Energy Volume (K
448,24 498,80 NA
Liter) Liter)
Scope 3 (Perjalanan
Scope 3 (Business
Dinas Menggunakan Faktor Emisi (GJ/ Emission Factor (GJ/K
35,9 35,9 NA Travel by Airplane)
Pesawat Terbang) Kliter) Liter)
Gigajoule 16.092 17.907 NA Gigajoules
Faktor Emisi ( Kg Emission Factor (Kg
71,5 71,5 NA
CO2/GJ)* CO2/GJ)*
GHG Emissions in
Emisi GRK ton CO2 1.151 1.280 NA
tons of CO2
*Berdasarkan KLHK 2022
BANK SULSELBAR 105
Sustainability Report 2025
Page 108
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Tabel jumlah emisi GRK scope 1, 2, dan 3 yang dihasilkan | Table of Total GHG Emissions for Scope 1, Scope 2, and Scope 3
Deskripsi Satuan 2025 2024 2023 Piece Description
Total Emisi Scope Total Emissions for
Ton Co2-eq 1.549,42 1.471,09 N/A Tons of CO2-eq
1,2,3 Scope 1, 2, and 3
Total Karyawan Karyawan 1.484 1.465 1.370 Employees Total Employees
Total Produksi Rp Miliar 2.690.298 2.956.056 2.877.488 Rp Billion Total Production
Intensitas Emisi GRK/ Ton Co2-eq/ Tons of CO2-eq/ GHG Emission
1,04 1,00 N/A
Karyawan Karyawan Employee Intensity/Employee
Intensitas Emisi GRK/ GHG Emission
Ton Co2-eq/Juta 0,58 0,50 N/A Tons of CO2-eq/Million
Produksi Intensity/Production
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emission Reduction Efforts and
Emisi yang Dilakukan (OJK F12, GRI 305-5, Achievements
305-6, 305-7)
Komitmen Perseroan dalam mengurangi emisi Gas Rumah The Company’s commitment to reducing Greenhouse Gas (GHG)
Kaca (GRK) tidak berhenti pada pengukuran, tetapi berlanjut emissions does not stop at measurement, but continues through
pada langkah pengurangan yang terstruktur dan terintegrasi structured reduction measures integrated into operational
dalam kebijakan operasional. Pengendalian konsumsi energi, policies. Energy consumption control, business process
digitalisasi proses bisnis, pembatasan perjalanan dinas, serta digitalization, business travel restrictions, and optimizing the use
optimalisasi penggunaan perangkat hemat energi menjadi of energy-efficient devices are key instruments in reducing Scope
instrumen utama dalam menekan emisi Scope 1, Scope 2, 1, Scope 2, and Scope 3 emissions.
dan Scope 3.
Sebagai bagian dari roadmap keberlanjutan, Perseroan As part of its sustainability roadmap, the Company has set a
menetapkan target penurunan intensitas emisi GRK target to gradually reduce GHG emissions intensity by 2030,
secara bertahap hingga tahun 2030, dengan baseline tahun using the previous year’s baseline as a reference point. This target
sebelumnya sebagai titik acuan. Target ini difokuskan pada focuses on reducing emissions intensity per employee and per
penurunan intensitas emisi per karyawan dan per unit unit of business output, ensuring that business growth remains
output usaha, sehingga pertumbuhan bisnis tetap berjalan aligned with carbon efficiency.
selaras dengan efisiensi karbon.
Pengawasan risiko iklim dilakukan melalui integrasi aspek Climate risk monitoring is carried out through the integration of
perubahan iklim dalam manajemen risiko dan Rencana Aksi climate change aspects into risk management and the Sustainable
Keuangan Berkelanjutan (RAKB). Evaluasi dilakukan secara Finance Action Plan (RAKB). Evaluations are conducted
berkala untuk memastikan capaian penurunan emisi tetap periodically to ensure that emission reduction achievements
on track serta responsif terhadap dinamika regulasi dan remain on track and responsive to regulatory dynamics and
risiko transisi energi. energy transition risks.
Dalam jangka panjang, Perseroan menegaskan komitmennya In the long term, the Company affirms its commitment to
untuk berkontribusi pada agenda Net Zero Emission, dengan contributing to the Net Zero Emissions agenda by developing a
menyusun strategi transisi menuju operasional yang lebih transition strategy towards more efficient operations, increasing
efisien, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, serta the use of renewable energy, and strengthening its green
penguatan pembiayaan portofolio hijau. Melalui pendekatan financing portfolio. Through a phased approach and disciplined
bertahap dan disiplin tata kelola, pengurangan emisi menjadi governance, emission reductions are part of the transformation
bagian dari transformasi menuju bank yang tangguh, adaptif, towards a resilient, adaptive, and low-carbon bank.
dan rendah karbon.
106 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN
Waste and Effluent Aspects
Jumlah Limbah dan Efluen yang Amount of Waste and Effluent
Dihasilkan Berdasarkan Jenis (OJK F13) Generated by Type
Sebagai institusi jasa keuangan, karakteristik limbah As a financial services institution, the Company’s waste is
Perseroan didominasi oleh limbah domestik perkantoran, predominantly domestic office waste, such as paper, plastic,
seperti kertas, plastik, dan limbah non-B3 lainnya. Sepanjang and other non-hazardous and toxic waste. Throughout 2025,
tahun 2025, alokasi biaya pengelolaan dan pengurangan the allocation for waste management and reduction costs was
limbah tercatat sebesar Rp105 juta, stabil dibandingkan recorded at IDR 105 million, stable compared to 2024 and
tahun 2024 dan 2023. Konsistensi ini mencerminkan 2023. This consistency reflects the sustainability of the material
keberlanjutan program efisiensi material serta optimalisasi efficiency program and the continued strengthening of document
digitalisasi dokumen yang terus diperkuat. digitalization optimization.
Efluen yang dihasilkan berasal dari aktivitas domestik kantor The effluent generated comes from domestic office activities and
dan berada dalam kategori limbah non-industri. falls into the non-industrial waste category.
2024 2023
Jenis 2025 Type
(Ton) (Ton)
Limbah non B3 (Rp) 105.000.000 105.000.000 105.000.000 Non-B3 waste (Rp)
Mekanisme Pengolahan Limbah dan Waste and Effluent Treatment
Efluen (OJK F14) Mechanism
Pengelolaan limbah dilakukan melalui pemilahan sejak Waste management is carried out through sorting at source,
sumbernya dengan memisahkan sampah plastik dan sampah separating plastic waste from other waste before being handed
lainnya sebelum diserahkan kepada pihak berwenang. Proses over to the authorities. The subsequent waste and effluent
penanganan limbah dan efluen selanjutnya diserahkan management process is fully entrusted to the government and
sepenuhnya kepada pemerintah dan dikelola oleh Dinas managed by the Makassar City Environmental and Sanitation
Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Makassar sesuai Agency in accordance with applicable regulations.
dengan ketentuan yang berlaku.
Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh limbah This approach ensures that all waste is processed through
diproses melalui sistem resmi dan terstandarisasi, sehingga an official and standardized system, minimizing the risk of
meminimalkan risiko pencemaran serta menjamin kepatuhan pollution and ensuring compliance with regional environmental
terhadap regulasi lingkungan daerah. regulations.
BANK SULSELBAR 107
Sustainability Report 2025
Page 110
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Tumpahan yang Terjadi (OJK F15) Spills that Have Occurred
Sebagai perusahaan di sektor jasa keuangan, Perseroan tidak As a company in the financial services sector, the Company does
memiliki aktivitas produksi yang melibatkan bahan kimia, oli, not have any production activities involving chemicals, oils, or
atau zat berbahaya. Oleh karena itu, tidak terdapat insiden hazardous substances. Therefore, there were no incidents of
tumpahan bahan kimia maupun limbah berbahaya lainnya chemical spills or other hazardous waste during the reporting
selama periode pelaporan. period.
Melalui tata kelola yang disiplin dan kolaborasi dengan Through disciplined governance and collaboration with regional
otoritas daerah, Perseroan memastikan bahwa dampak authorities, the Company ensures that the environmental impact
lingkungan dari aktivitas operasional tetap minimal, of its operational activities remains minimal, controlled, and
terkendali, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan. aligned with sustainability principles.
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Environmental Complaints
Hidup (OJK F16)
Sebagai bagian dari tata kelola keberlanjutan, Perseroan As part of its sustainability governance, the Company provides a
menyediakan mekanisme pengaduan yang terbuka bagi complaint mechanism that is open to all stakeholders, including
seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengaduan complaints related to environmental aspects. This channel is
yang berkaitan dengan aspek lingkungan hidup. Saluran integrated into the company’s complaint management system
ini terintegrasi dalam sistem pengelolaan pengaduan and is transparently accessible and well-documented.
perusahaan dan dapat diakses secara transparan serta
terdokumentasi dengan baik.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan terkait Throughout 2025, no complaints related to environmental
isu lingkungan hidup yang diterima maupun yang perlu issues were received or required resolution. This indicates that
diselesaikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas the Company’s operational activities comply with applicable
operasional Perseroan telah berjalan sesuai ketentuan environmental regulations and have not had a significant impact
lingkungan yang berlaku dan tidak menimbulkan dampak on the surrounding community or environment.
signifikan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Meskipun tidak terdapat aduan, Perseroan tetap menjaga Despite the absence of complaints, the Company maintains
kesiapsiagaan melalui pemantauan berkala dan evaluasi preparedness through regular monitoring and internal
internal guna memastikan bahwa potensi risiko lingkungan evaluations to ensure that potential environmental risks are
dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini. Pendekatan identified and mitigated early. This preventative approach is
preventif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan part of its ongoing commitment to maintaining its reputation,
untuk menjaga reputasi, kepatuhan, serta kepercayaan compliance, and stakeholder trust.
pemangku kepentingan.
108 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
BANK SULSELBAR 109 Sustainability Report 2025
Page 112
KINERJA SOSIAL Social Performance
Page 113
Page 114
Kinerja Sosial
Social Performance
KINERJA SOSIAL
Social Performance
Komitmen untuk Memberikan Commitment to Providing Equal
Layanan atas Produk dan/atau Jasa Product and/or Service to Consumers
yang Setara kepada Konsumen
(OJK F17, FS15)
Perseroan berkomitmen memberikan layanan atas seluruh The Company is committed to providing fair, equal, and
produk dan/atau jasa secara adil, setara, dan transparan transparent service to all consumers without discrimination, in
kepada seluruh konsumen tanpa diskriminasi, sejalan accordance with OJK Regulation No. 22 of 2023 concerning
dengan ketentuan POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Consumer and Community Protection in the Financial Services
Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Sector. This commitment is realized through the application
Keuangan. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan of the principles of information transparency, honest and
prinsip transparansi informasi, perlakuan yang jujur responsible treatment, and the protection of customer data and
dan bertanggung jawab, serta perlindungan data dan interests at every stage of the service cycle—from product design
kepentingan nasabah pada setiap tahapan siklus layanan— and marketing to offerings and through to complaint resolution.
mulai dari perancangan produk, pemasaran, penawaran,
hingga penyelesaian pengaduan.
Seluruh produk disertai penjelasan yang jelas mengenai fitur, All products are accompanied by clear explanations of features,
manfaat, risiko, biaya, dan hak serta kewajiban konsumen. benefits, risks, costs, and consumer rights and obligations. The
Perseroan memastikan kesetaraan akses layanan melalui Company ensures equal access to services through its network
jaringan kantor, layanan digital, serta kanal pengaduan yang of offices, digital services, and responsive and documented
responsif dan terdokumentasi. Mekanisme penanganan complaint channels. The complaint handling mechanism is
pengaduan dilaksanakan sesuai standar waktu penyelesaian implemented according to standard resolution times and is
dan dimonitor secara berkala oleh manajemen guna regularly monitored by management to ensure service quality.
menjamin kualitas layanan.
Penguatan budaya pelayanan prima juga dilakukan melalui The culture of excellent service is also strengthened through
pelatihan berkala bagi frontliner dan unit kerja terkait agar regular training for frontline employees and related work units to
senantiasa mengedepankan integritas, profesionalisme, ensure they consistently prioritize integrity, professionalism, and
dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan pendekatan compliance with regulations. With this approach, the Company
ini, Perseroan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan not only meets compliance requirements but also strengthens
(compliance), tetapi juga memperkuat kepercayaan dan consumer trust and loyalty as the foundation for business
loyalitas konsumen sebagai fondasi keberlanjutan usaha. sustainability.
Literasi dan Inklusi Keuangan (FS16) Financial Literacy and Inclusion
Literasi dan inklusi keuangan bukan sekadar agenda Financial literacy and inclusion are not merely annual agendas,
tahunan, melainkan komitmen jangka panjang Perseroan but rather the Company’s long-term commitment to expanding
112 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
dalam memperluas akses dan meningkatkan pemahaman access and improving public understanding of financial products
masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Sejalan and services. In line with the national strategy for financial
dengan strategi nasional literasi dan inklusi keuangan serta literacy and inclusion and in support of the Financial Services
dukungan terhadap program Otoritas Jasa Keuangan, Authority’s programs, the Company has developed a structured,
Perseroan menyusun Rencana Aksi Literasi dan Edukasi inclusive, and needs-based 2025–2027 Literacy and Education
2025–2027 yang terstruktur, inklusif, dan berbasis Action Plan.
kebutuhan masyarakat
Perseroan juga memperkuat inklusi melalui edukasi The Company also strengthens inclusion through digital product
produk digital, online onboarding, literasi investasi syariah education, online onboarding, Sharia investment literacy such as
seperti murabahah emas dan gadai, serta perlindungan gold murabahah and pawnshops, and personal data protection
data pribadi guna meningkatkan kepercayaan masyarakat to increase public trust in digital transactions. Special programs
dalam bertransaksi secara digital. Program khusus bagi for people with disabilities and informal workers demonstrate
kaum disabilitas dan pekerja informal menjadi wujud nyata this commitment to limitless inclusivity.
komitmen inklusivitas tanpa batas.
Melalui pendekatan edukatif yang komunikatif, kolaboratif, Through a communicative, collaborative, and sustainable
dan berkelanjutan, Perseroan percaya bahwa peningkatan educational approach, the Company believes that improving
literasi akan mendorong keputusan keuangan yang lebih literacy will encourage wiser financial decisions, expand public
bijak, memperluas partisipasi masyarakat dalam sistem participation in the formal financial system, and strengthen
keuangan formal, serta memperkuat fondasi pertumbuhan the foundation for inclusive and sustainable regional economic
ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. growth.
Tabel Program Literasi & Inklusi Keuangan 2025 | Table of Financial Literacy & Inclusion Programs 2025
No Program Literasi Target Peserta Tujuan/Deskripsi Kegiatan
Edukasi Bisnis & Layanan Ekspor Impor Peningkatan literasi perbankan internasional dan
1 Mahasiswa
Perbankan potensi funding
Pemahaman instrumen pembiayaan proyek
2 Sosialisasi Produk SKBDN Kontraktor & Developer
domestik
Seminar Bijak Mengelola Keuangan & Edukasi pengelolaan keuangan dan pemilihan
3 Mahasiswa
Investasi investasi
4 Hari Indonesia Menabung (HIM) SD–SMA/SMK Edukasi budaya menabung sejak dini
5 GENCARKAN 2025 Berbagai Profesi Dukungan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan
6 Field Trip SIMPEL SD–SMA/SMK Pengenalan produk tabungan pelajar
7 Edukasi Keuangan Inklusif Kaum Disabilitas Akses literasi keuangan yang setara dan inklusif
Dukungan pembiayaan agribisnis (Pisang
8 Sosialisasi Pembiayaan Sektor Pertanian Petani
Cavendish)
Edukasi kepemilikan rumah melalui pembiayaan
9 Sosialisasi Program KPR Sejahtera Masyarakat Umum
terjangkau
10 Sosialisasi Kredit Pekerja Migran Indonesia Pekerja Migran Akses pembiayaan bagi tenaga kerja luar negeri
Edukasi Investasi Syariah (Murabahah Emas Literasi investasi syariah & peningkatan fee-based
11 Masyarakat/Nasabah
& Gadai) income
12 Edukasi Produk Digitalisasi Masyarakat/Nasabah Peningkatan literasi transaksi digital
13 Edukasi Perlindungan Data Pribadi Masyarakat/Nasabah Kesadaran keamanan data (OTP, PIN, CCV, dll.)
BANK SULSELBAR 113
Sustainability Report 2025
Page 116
Kinerja Sosial
Social Performance
Tabel Program Literasi & Inklusi Keuangan 2025 | Table of Financial Literacy & Inclusion Programs 2025
No Program Literasi Target Peserta Tujuan/Deskripsi Kegiatan
14 Sosialisasi Agen Laku Pandai ke BUMDes Masyarakat Desa Perluasan inklusi layanan keuangan di desa
15 Edukasi Perencanaan Keuangan Masa Pensiun Masyarakat/Nasabah Literasi DPLK & perencanaan hari tua
16 Literasi Produk Digital & Akses Kredit UMKM UMKM Perluasan pembiayaan & digitalisasi UMKM
Peningkatan akuisisi nasabah dan transaksi mobile
17 Sosialisasi Online Onboarding Masyarakat/Nasabah
banking
Edukasi Perlindungan Data Pribadi (Digital
18 Masyarakat/Nasabah Penguatan keamanan transaksi digital
Awareness)
Sosialisasi Cerdas Mengelola Keuangan
19 Pekerja Informal Edukasi perencanaan finansial jangka panjang
Pensiun
Edukasi keuangan dengan pendekatan kreatif dan
20 Financial Edutainment Masyarakat Umum
interaktif
ASPEK KETENAGAKERJAAN
Employment Aspects
Kesetaraan Kesempatan Bekerja Equal Employment Opportunity
(OJK F18, GRI 406-1 – Versi Penilaian ARA dengan Data
Gender)
Perseroan berkomitmen menjamin kesetaraan kesempatan The Company is committed to ensuring equal employment
bekerja tanpa diskriminasi, sejalan dengan SEOJK opportunities without discrimination, in line with OJK Circular
No.16/2021 (OJK F18) dan pengungkapan GRI 406-1. Letter No. 16/2021 (OJK F18) and GRI 406-1 disclosures.
Kebijakan rekrutmen, promosi, dan pengembangan karier Recruitment, promotion, and career development policies are
dilaksanakan berbasis kompetensi dan kinerja, didukung implemented based on competency and performance, supported
Kode Etik serta mekanisme Whistleblowing System untuk by a Code of Conduct and a Whistleblowing System mechanism
memastikan pengelolaan yang adil dan akuntabel. to ensure fair and accountable management.
Komitmen tersebut tercermin dalam komposisi gender yang This commitment is reflected in the relatively balanced gender
relatif seimbang. Dari total 1.484 pegawai, terdapat 743 composition. Of the total 1,484 employees, there are 743 male
pegawai laki-laki dan 741 pegawai perempuan. Pada level employees and 741 female employees. At the entry-level, women
entry, perempuan mendominasi dengan 426 orang (57,49%) predominate, with 426 employees (57.49%) compared to 312
dibandingkan 312 laki-laki (41,99%). Pada level menengah, men (41.99%). At the mid-level, there are 273 men (36.74%)
terdapat 273 laki-laki (36,74%) dan 216 perempuan and 216 women (29.15%), while at the senior level, there are
(29,15%), sementara pada level senior tercatat 156 laki-laki 156 men (21.00%) and 99 women (13.36%). At the executive
(21,00%) dan 99 perempuan (13,36%). Pada level eksekutif, level, there are 2 male officials (0.27%).
terdapat 2 pejabat laki-laki (0,27%).
Selama periode pelaporan tidak terdapat insiden diskriminasi During the reporting period, there were no incidents of material
yang material. Struktur ini menunjukkan komitmen discrimination. This structure demonstrates the Company’s
Perseroan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif commitment to building an inclusive and equitable work
114 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
dan berkeadilan, sekaligus memperkuat keberlanjutan environment, while strengthening business sustainability
usaha melalui pengelolaan talenta yang profesional dan through professional and transparent talent management.
transparan.
Tabel Jumlah Pegawai berdasarkan Jenis Kelamin | Table of Number of Employees by Gender
2025 2024 2023
Jenis Kelamin Gender
Total % Total % Total %
Pria 743 50,07% 484 56,28% 450 57,17% Male
Wanita 741 49,93% 376 43,72% 337 42,83% Female
Jumlah 1.484 860 787 Number
Tabel Kesetaraan Gender | Gender Equality Table
Laki-Laki Perempuan
LeveI Jabatan Jumlah Persentase Jumlah Persentase Position Level
pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%)
Entry level 312 41,99% 426 57,49% Entry level
Mid leveI 273 36,74% 216 29,15% Mid levelI
Senior level 156 21,00% 99 13,36% Senior level
Executive level 2 0,27% - . Executive level
Total PegawaI 743 741 Total Employees
Tabel Pegawai Berdasarkan Gender dan KeIompok Umur | Employee Table Based on Gender and Age Group
Level Jabatan
Rentang Usia
Entry-level Mid-level Senior-level Executive- level
(tahun)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
18-25 81 243 - - - - - -
25-35 139 178 86 72 - - - -
35-45 35 5 145 105 88 54 - -
45-55 57 - 42 39 68 45 2 -
>55 - - - - - - - -
Total 312 426 273 216 156 99 2 -
Rekrutmen dan Turnover (GRI 401-1) Recruitment and Turnover
Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin Amidst the increasingly competitive dynamics of the banking
kompetitif, Perseroan terus memperkuat fondasi organisasi industry, the Company continues to strengthen its organizational
melalui strategi rekrutmen yang selektif dan terencana. foundation through a selective and planned recruitment strategy.
Sepanjang 2025, Perseroan merekrut 196 pegawai baru, Throughout 2025, the Company recruited 196 new employees,
BANK SULSELBAR 115
Sustainability Report 2025
Page 118
Kinerja Sosial
Social Performance
meningkat dibandingkan 178 pegawai pada 2024 dan an increase compared to 178 employees in 2024 and 94
94 pegawai pada 2023. Peningkatan ini mencerminkan employees in 2023. This increase reflects accelerated business
akselerasi ekspansi bisnis serta kebutuhan penguatan expansion and the need to strengthen service capacity across
kapasitas layanan di berbagai unit kerja. various work units.
Dari sisi tenaga kerja kontrak, rekrutmen dilakukan secara Regarding contract workers, recruitment is carried out in a
terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional. measured manner, taking operational needs into account. In
Pada 2025 tercatat 2 tenaga kerja kontrak, seluruhnya pria, 2025, two contract workers were hired, all male, with placements
dengan penempatan di cabang wilayah Sulawesi Selatan in branches in South and West Sulawesi. Demographically, the
dan Barat. Secara demografis, komposisi usia menunjukkan age composition shows a balance between the 30-50 age group
keseimbangan antara kelompok 30–50 tahun dan di atas 50 and those over 50, reflecting a combination of experience and
tahun, mencerminkan perpaduan antara pengalaman dan productivity.
produktivitas.
Seiring pertumbuhan tersebut, tingkat turnover pada 2025 In line with this growth, the turnover rate in 2025 was recorded
tercatat sebesar 11,93%, meningkat dibandingkan 5,67% at 11.93%, an increase compared to 5.67% in 2024 and 4.96%
pada 2024 dan 4,96% pada 2023. Sepanjang tahun, 177 in 2023. Throughout the year, 177 employees left the Company,
pegawai meninggalkan Perseroan, baik karena pengunduran either due to resignation or other reasons. Despite this increase,
diri maupun sebab lainnya. Meskipun terjadi peningkatan, the number of employees at the end of the year remained at
jumlah pegawai akhir tahun tetap tumbuh menjadi 1.484 1,484, compared to 1,465 in 2024 and 1,370 in 2023.
orang, dibandingkan 1.465 pada 2024 dan 1.370 pada 2023.
Perseroan memandang dinamika rekrutmen dan turnover The Company views recruitment and turnover dynamics as
sebagai bagian dari siklus organisasi yang sehat. Evaluasi part of a healthy organizational cycle. Continuous evaluation
berkelanjutan terhadap strategi retensi, pengembangan of retention strategies, competency development, and
kompetensi, serta penguatan budaya kerja terus dilakukan strengthening of work culture are carried out to ensure the best
agar talenta terbaik dapat tumbuh bersama perusahaan, talent can grow with the company, while ensuring long-term
sekaligus memastikan kesinambungan kinerja dan daya performance sustainability and competitiveness.
saing jangka panjang.
Tabel Perekrutan Tenaga kerja kontrak per jenis kelamin, wilayah, usia | Contract Labor Recruitment Table by gender, region, age
Jenis Kelamin 2025 2024 2023 Gender
Pria 2 3 4 Men
Wanita - - - Women
Total 2 3 4 Total
Wilayah Kerja 2025 2024 2023 Working area
Kantor Pusat - 2 1 Head Office
Cabang di Sulselbar 2 1 3 Branches in Sulselbar
Cabang di Luar Sulselbar - - - Branches Outside Sulselbar
Total 2 3 4 Total
116 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
Usia 2025 2024 2023
<30 Tahun - 1 - <30 Years
30-50 Tahun 1 - 1 30-50 Years
>50 Tahun 1 2 3 >50 Years
Tabel pegawai yang meninggal | Table of deceased employees
Jenis Kelamin 2025 2024 2023 Gender
Pria 2 3 4 Men
Wanita - - - Women
Total 2 3 4 Total
Wilayah Kerja 2025 2024 2023 Working area
Kantor Pusat - 2 1 Head Office
Cabang di Sulselbar 2 1 3 Branches in Sulselbar
Cabang di Luar Sulselbar - - - Branches Outside Sulselbar
Total 2 3 4 Total
Usia 2025 2024 2023 Age
<30 Tahun - 1 - <30 Years
30-50 Tahun 1 - 1 30-50 Years
>50 Tahun 1 2 3 >50 Years
Total 2 3 4 Total
Tabel Pegawai Yang Resign | Table of employees who resigned
Uraian 2025 2024 2023 Description
Pensiun 22 27 20 Retirement
Meninggal dunia 2 3 4 Death
Mengundurkan diri 16 24 24 Resignation
Diberhentikan 10 5 7 Dismissal
Total 50 59 55 Total
Tabel Turn Over | Turnover table
Uraian 2025 2024 2023 Description
Jumlah pegawai baru 196 178 94 Number of new employees
Jumlah pegawai meninggalkan
Number of employees leaving BSSB
BSSB (mengundurkan diri dan 177 83 68
(resigning and being dismissed)
diberhentikan)
Number of employees at the
Jumlah pegawai awal tahun 1.465 1.370 1.344
beginning of the year
BANK SULSELBAR 117
Sustainability Report 2025
Page 120
Kinerja Sosial
Social Performance
Tabel Turn Over | Turnover table
Uraian 2025 2024 2023 Description
Number of employees at the end of
Jumlah pegawai akhir tahun 1.484 1.465 1.370
the year
Tingkat Turnover 11,93% 5,67% 4,96% Turnover rate
Pelatihan dan Pengembangan Training and Competency Developmen
Kompetensi (OJK F22, GRI 404-1, GRI 404-2)
Perseroan menempatkan pelatihan dan pengembangan The Company places training and competency development as
kompetensi sebagai bagian integral dari strategi penguatan an integral part of its human resource development strategy.
sumber daya manusia. Setiap karyawan memperoleh Every employee has an equal opportunity to participate in
kesempatan yang setara untuk mengikuti program capacity building programs tailored to job requirements and the
peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan jabatan dan arah company’s business direction.
bisnis perusahaan.
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pengembangan More than simply transferring knowledge, competency
kompetensi diposisikan sebagai investasi jangka panjang. development is positioned as a long-term investment. Through
Melalui kombinasi pelatihan tatap muka, e-learning, sertifikasi a combination of face-to-face training, e-learning, professional
profesi, hingga program talent development, Perseroan certification, and talent development programs, the Company is
membangun organisasi pembelajar (learning organization) building a learning organization capable of responding to change
yang mampu merespons perubahan secara cepat dan tepat. quickly and appropriately. With a strong competency foundation,
Dengan fondasi kompetensi yang kuat, Perseroan optimistis the Company is optimistic about delivering superior service while
dapat menghadirkan layanan yang unggul sekaligus menjaga maintaining sustainable business growth in the future.
keberlanjutan pertumbuhan usaha di masa depan.
Tabel Jumlah Pelatihan Dan Biaya Yang Dikeluarkan | Table of number of trainings and costs incurred
Keterangan 2025 2024 2023 Description
Jumlah Program Pelatihan 371 213 177 Number of Training Programs
Jumlah Peserta Pelatihan (Orang) 3.828 2.378 782 Number of Training Participants (People)
Total Mandays (Hari) 3.522 2.222 713 Total Man-Days (Days)
Rata-rata Mandays/Orang 0,92 0,93 0,91 Average Man-Days/Person
Total Biaya (Rp juta) 13.383 22.790 Total Cost (Rp million)
Tabel Jenis Pelatihan Karyawan Dan Tatakelola Bank | Table of types of employee training and bank governance
Jumlah Jumlah Rata-rata pelatihan
Jenis Pelatihan Durasi (jam) Type of Training
Pelatihan Peserta (jam/orang)
2025
Inhouse Training 191 1.383 11.064 8,00 In-house Training
Eksternal Dalam Negeri 180 2.445 17.115 7,00 External Training
Eksternal Luar Negeri 0 0 0 0 External Training
118 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
Tabel Jenis Pelatihan Karyawan Dan Tatakelola Bank | Table of types of employee training and bank governance
Jumlah Jumlah Rata-rata pelatihan
Jenis Pelatihan Durasi (jam) Type of Training
Pelatihan Peserta (jam/orang)
2024
Inhouse Training 37 1.129 9.032 8,00 In-house Training
Eksternal Dalam Negeri 174 1.245 8.715 7,00 External Training
Eksternal Luar Negeri 2 4 32 8,00 External Training
2023
Inhouse Training 43 222 1.776 8,00 In-house Training
Eksternal Dalam Negeri 133 556 3.892 7,00 External Training
Eksternal Luar Negeri 1 4 32 8,00 External Training
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas insan As a token of appreciation for the dedication and loyalty of
perusahaan, Perseroan secara konsisten menyelenggarakan its employees, the Company consistently holds an annual
Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) setiap tahun bagi Retirement Preparation Program (MPP) for employees
pegawai yang memasuki masa purna bakti, tepatnya dua approaching retirement, specifically two years before retirement.
tahun sebelum pensiun. Program ini dirancang sebagai fase This program is designed as a structured transition phase,
transisi yang terstruktur, agar para calon purnabakti memiliki ensuring that prospective retirees are fully prepared—mentally,
kesiapan menyeluruh—baik secara mental, kesehatan, health-wise, and financially.
maupun finansial.
Melalui Program MPP, Perseroan memastikan bahwa masa Through the MPP Program, the Company ensures that retirement
pensiun dipersiapkan secara matang dan bermartabat. is prepared thoroughly and with dignity. This commitment affirms
Komitmen ini menegaskan bahwa hubungan perusahaan that the company’s relationship with its employees does not
dengan karyawan tidak berhenti pada masa kerja aktif, end with active service but continues through concrete support
melainkan berlanjut dalam bentuk dukungan nyata menuju towards a productive, healthy, and prosperous retirement.
kehidupan purnabakti yang produktif, sehat, dan sejahtera.
Tabel pelatihan menjelang Pensiun/Program Bantuan Peralihan Tahun 2025
Training table for Retirement/Transitional Assistance Program 2025
Komponen Lokasi &
No Materi Pelatihan Tujuan Peserta
Program Waktu
Mempersiapkan kesiapan emosional Pegawai yang memasuki
Mental Spiritual dan
1 Mental & Spiritual dan perubahan peran menuju masa Bandung, 2025 masa pensiun (2 tahun
Psikologi
purnabakti sebelum purnabakti)
Manajemen Hidup
Menjaga kualitas hidup dan
2 Kesehatan Sehat, Pola Makan Bandung, 2025 Pegawai MPP
kebugaran pasca pensiun
& Aktivitas Sehat
Manajemen Meningkatkan kesiapan finansial
3 Keuangan Bandung, 2025 Pegawai MPP
Keuangan Pensiun dan pengelolaan dana pensiun
Manajemen Memberikan pemahaman
4 Keuangan Bandung, 2025 Pegawai MPP
Keuangan Bisnis pengelolaan keuangan usaha
Motivasi & Mendorong kesiapan berwirausaha
5 Kewirausahaan Bandung, 2025 Pegawai MPP
Perencanaan Bisnis secara terencana
BANK SULSELBAR 119
Sustainability Report 2025
Page 122
Kinerja Sosial
Social Performance
Tabel pelatihan menjelang Pensiun/Program Bantuan Peralihan Tahun 2025
Training table for Retirement/Transitional Assistance Program 2025
Komponen Lokasi &
No Materi Pelatihan Tujuan Peserta
Program Waktu
Kewirausahaan Kunjungan & Memberikan pengalaman langsung
6 Bandung, 2025 Pegawai MPP
(Praktik) Praktik Bisnis dan inspirasi usaha
Tinjauan Rutin Pegawai dan Jenjang Regular Employee Reviews and Career
Karir (GRI 404-3) Paths
Dalam memastikan pengelolaan sumber daya manusia yang To ensure targeted and sustainable human resource management,
terarah dan berkelanjutan, Perseroan mengintegrasikan the Company integrates its employee performance assessment
sistem penilaian kinerja pegawai dengan Human Capital system with the 2021–2025 Human Capital Balance Scorecard
Balance Score Card (BSC) 2021–2025 yang terdiri atas 13 (BSC), which consists of 13 strategic Key Performance Indicators
Key Performance Indicators (KPI) strategis . Pendekatan (KPIs). This approach aligns individual performance with the
ini menempatkan kinerja individu selaras dengan sasaran company’s strategic objectives through four main perspectives:
strategis perusahaan melalui empat perspektif utama: Financial, External Stakeholders, Internal Process, and Learning
Financial, External Stakeholders, Internal Process, serta Learning & Growth.
& Growth.
Pada perspektif Financial, pengelolaan SDM diarahkan From the Financial perspective, HR management focuses on
pada efektivitas penggunaan sumber daya serta penguatan the effective use of resources and strengthening capabilities
kapabilitas dan manajemen talenta. Perspektif External and talent management. The External Stakeholder perspective
Stakeholders menekankan peningkatan kapabilitas emphasizes improving employee management capabilities
pengelolaan pegawai dan kepuasan terhadap layanan Divisi and satisfaction with the Human Capital Division’s services.
Human Capital. Sementara itu, perspektif Internal Process Meanwhile, the Internal Process perspective encourages
mendorong optimalisasi desain organisasi, internalisasi optimization of organizational design, internalization of
budaya kerja “Prioritas Prima”, pengembangan sistem the “Prioritas Prima” work culture, development of talent
manajemen talenta, manajemen kinerja, hingga sistem management systems, performance management, and a fair
remunerasi yang adil dan menarik. Adapun pada perspektif and attractive remuneration system. The Learning & Growth
Learning & Growth, fokus diarahkan pada pengembangan perspective focuses on developing work unit competencies and
kompetensi unit kerja dan sistem informasi pegawai yang an integrated employee information system.
terintegrasi.
Sistem penilaian kinerja dilakukan secara periodik berbasis The performance assessment system is conducted periodically
KPI yang terukur, objektif, dan transparan. Hasil evaluasi based on measurable, objective, and transparent KPIs. Evaluation
menjadi dasar dalam promosi, rotasi, talent pool, serta results form the basis for promotions, rotations, talent pools,
rencana suksesi jabatan strategis. Dengan pendekatan and strategic succession plans. With this Balanced Scorecard-
berbasis Balanced Scorecard ini, Perseroan membangun based approach, the Company builds a strong meritocratic
budaya meritokrasi yang kuat—di mana kinerja, kompetensi, culture—where performance, competence, and integrity are the
dan integritas menjadi fondasi utama pengembangan karier primary foundations of career development and organizational
dan keberlanjutan organisasi. sustainability.
120 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
Perseroan menerapkan jenjang jabatan yang terstruktur The Company implements a structured, competency-based
dan berbasis kompetensi guna memastikan kesinambungan hierarchy to ensure leadership continuity and organizational
kepemimpinan dan efektivitas organisasi. Struktur karier effectiveness. The career structure starts at entry level, middle
dimulai dari level entry, middle management, senior management, senior management, and up to executive level,
management, hingga eksekutif, dengan mekanisme promosi with promotion mechanisms determined through performance
yang ditentukan melalui penilaian kinerja, kapabilitas, serta assessments, capabilities, and talent readiness. Each level has
kesiapan talenta. Setiap jenjang memiliki standar kompetensi clear competency standards and responsibilities, providing
dan tanggung jawab yang jelas, sehingga memberikan arah measurable development direction for employees. Through a
pengembangan yang terukur bagi pegawai. Melalui sistem transparent, meritocratic system, the Company encourages every
yang transparan dan berbasis meritokrasi, Perseroan employee to develop professionally and contribute optimally to
mendorong setiap insan perusahaan untuk berkembang achieving long-term business strategies.
secara profesional dan berkontribusi optimal terhadap
pencapaian strategi bisnis jangka panjang.
Tabel Jenjang Jabatan | Job Level Table
Jenjang Jabatan 2025 2024 2023 Job Level
PNA 1, PNA 2, PNA 3, PNA 4 30 36 37 PNA 1, PNA 2, PNA 3, PNA 4
CL & SCL 270 216 176 CL & SCL
OFR & SOFR 230 258 277 OFR & SOFR
AMGR & SAGMR 259 295 331 AMGR & SAGMR
MGR & SMGR 229 181 148 MGR & SMGR
AVP & SAVP 26 29 23 AVP & SAVP
VP & SPV 2 2 1 VP & SPV
Kontrak & Pengurus 438 448 377 Contracts & Management
Jumlah 1484 1.465 1.370 Total
Cuti Melahirkan (GRI 401-3) Maternity Leave
Perseroan meyakini bahwa keseimbangan antara peran The Company believes that a balance between professional roles
profesional dan kehidupan keluarga merupakan fondasi and family life is an essential foundation for building a healthy
penting dalam membangun organisasi yang sehat dan and sustainable organization. Therefore, the maternity leave
berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan cuti melahirkan policy demonstrates a concrete commitment to supporting the
diberikan sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung well-being of employees, especially women, during this crucial
kesejahteraan karyawan, khususnya perempuan, pada fase phase of life.
kehidupan yang krusial.
Sesuai ketentuan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, In accordance with applicable labor regulations, female
karyawan perempuan berhak memperoleh cuti melahirkan employees are entitled to maternity leave while still receiving
dengan tetap menerima hak normatifnya. Kebijakan ini tidak their standard rights. This policy not only ensures the protection
hanya memastikan perlindungan hak maternitas, tetapi juga of maternity rights but also reflects a company culture that
mencerminkan budaya perusahaan yang menghargai peran values the role of family and the health of mothers and children.
keluarga dan kesehatan ibu serta anak.
BANK SULSELBAR 121
Sustainability Report 2025
Page 124
Kinerja Sosial
Social Performance
Perseroan memandang dukungan terhadap karyawan yang The Company views support for employees during pregnancy
menjalani masa kehamilan dan persalinan sebagai investasi and childbirth as a long-term investment in building loyalty,
jangka panjang dalam membangun loyalitas, keterikatan engagement, and productivity. A supportive work environment
(engagement), dan produktivitas. Lingkungan kerja yang provides a sense of security for employees to return to work
suportif memberikan rasa aman bagi karyawan untuk optimally after the leave period ends.
kembali berkarya secara optimal setelah masa cuti berakhir.
Tabel cuti | Leave table
Tahun Wanita Laki-Laki
2025 580 688
2024 611 693
2023 684 719
Kebebasan Berserikat (GRI 2-30) Freedom of Association
Perseroan menjunjung tinggi kebebasan berserikat sebagai The Company upholds freedom of association as part of its
bagian dari komitmen dalam membangun hubungan commitment to building harmonious, transparent, and equitable
industrial yang harmonis, transparan, dan berkeadilan. industrial relations. Every employee has the right to voluntarily
Setiap karyawan memiliki hak untuk membentuk dan/atau form and/or join a labor union in accordance with applicable laws
menjadi anggota serikat pekerja secara sukarela sesuai and regulations.
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Saat ini terdapat 2 (dua) organisasi serikat pekerja di Bank Currently, there are two labor union organizations at Bank
Sulselbar, yaitu Serikat Pegawai (SEKAWAN) yang berdiri Sulselbar: the Employees Union (SEKAWAN), established in 2013,
pada tahun 2013 dan Serikat Pekerja Bank Sulselbar yang and the Bank Sulselbar Workers Union, established in 2012.
berdiri pada tahun 2012, dengan sistem keanggotaan yang Both organizations serve as strategic partners for management
bersifat sukarela. Kehadiran kedua organisasi tersebut in conveying aspirations and maintaining constructive two-way
menjadi mitra strategis manajemen dalam menyampaikan communication.
aspirasi dan menjaga komunikasi dua arah yang konstruktif.
Bank Sulselbar bersama SEKAWAN telah menyusun Bank Sulselbar, together with SEKAWAN, has drafted the
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Bank Sulselbar No: Collective Labor Agreement (PKB) for PT Bank Sulselbar No.
042/PKB-BSSB/II/2019 dan No: 001/PKB-SEKAWAN/ 042/PKB-BSSB/II/2019 and No. 001/PKB-SEKAWAN/II/2019.
II/2019. PKB tersebut telah didaftarkan di Kementerian The PKB has been registered with the Ministry of Manpower
Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan disahkan melalui of the Republic of Indonesia and ratified through Decree of the
Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Director General of Industrial Relations and Social Security for
Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. KEP.125/ Workers No. KEP.125/PHIJSK-PK/PKB/V/2019 dated May 21,
PHIJSK-PK/PKB/V/2019 tanggal 21 Mei 2019. 2019.
Melalui kemitraan yang dilandasi musyawarah dan saling Through a partnership based on deliberation and mutual respect,
menghormati, Perseroan memastikan bahwa setiap the Company ensures that all employment policies are formulated
kebijakan ketenagakerjaan disusun secara partisipatif, guna in a participatory manner, to create a stable, productive, and
menciptakan lingkungan kerja yang stabil, produktif, dan sustainable work environment.
berkelanjutan.
122 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Child Labor and Forced Labor
Paksa (OJK F.19)
Perseroan menempatkan penghormatan terhadap hak The Company places respect for human rights as a fundamental
asasi manusia sebagai prinsip fundamental dalam seluruh principle in all business activities. The Company affirms its
aktivitas usaha. Perseroan menegaskan komitmen untuk commitment to not employing child labor or forced labor, both in
tidak mempekerjakan tenaga kerja anak maupun tenaga internal operations and in the supply chain.
kerja paksa, baik dalam operasional internal maupun dalam
rantai pasok (supply chain).
Kebijakan ketenagakerjaan Perseroan secara tegas The Company’s employment policy strictly requires compliance
mensyaratkan pemenuhan batas usia kerja sesuai peraturan with the legal working age requirements and ensures that all
perundang-undangan serta menjamin bahwa setiap employment relationships are based on voluntary agreement
hubungan kerja dilandasi persetujuan sukarela tanpa adanya without any coercion, pressure, or exploitation of any kind. This
unsur paksaan, tekanan, atau praktik eksploitasi dalam principle is also applied in the selection and evaluation process
bentuk apa pun. Prinsip ini juga diterapkan dalam proses for business partners, where compliance with labor standards
seleksi dan evaluasi mitra kerja, di mana kepatuhan terhadap and business ethics is part of the criteria for collaboration.
standar ketenagakerjaan dan etika bisnis menjadi bagian
dari kriteria kerja sama.
Melalui pengawasan internal, komitmen kontraktual kepada Through internal oversight, contractual commitments to
pemasok, serta budaya kepatuhan yang kuat, Perseroan suppliers, and a strong culture of compliance, the Company
memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan secara ensures that all business activities are conducted responsibly
bertanggung jawab dan bermartabat. Pendekatan ini tidak and with dignity. This approach not only reflects regulatory
hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi compliance but also demonstrates the company’s integrity in
juga wujud integritas perusahaan dalam mendukung praktik supporting sustainable and equitable business practices.
usaha yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Upah Minimum Regional Regional Minimum Wage
(OJK F.20, GRI 401-2)
Perseroan meyakini bahwa kesejahteraan karyawan The Company believes that employee welfare is the primary
merupakan fondasi utama dalam membangun kinerja foundation for building sustainable performance. Therefore, the
yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan remunerasi remuneration policy is formulated with consideration for the
disusun dengan memperhatikan prinsip keadilan, daya saing, principles of fairness, competitiveness, and compliance with the
dan kepatuhan terhadap ketentuan Upah Minimum Regional Regional Minimum Wage (UMR/UMP) provisions applicable in
(UMR/UMP) yang berlaku di setiap wilayah operasional. each operational area.
Upah Minimum Provinsi di Indonesia Tahun 2025| Provincial Minimum Wages in Indonesia in 2025 - Year 2025
No Provinsi UMP 2024 (Rp) Upah Entry level BSSB Rasio
1 Sulawesi Selatan 3.434.298,00 Rp.6.616.211 1 : 1,9
2 Sulawesi Barat 3.393.500,00 Rp.7.720.750 1 : 2,27
3 DKI Jakarta 5.067.381,00 Rp.8.578.172 1 : 1,69
Sumber: Kemnaker RI
BANK SULSELBAR 123
Sustainability Report 2025
Page 126
Kinerja Sosial
Social Performance
Perseroan memastikan bahwa seluruh pegawai menerima The Company ensures that all employees receive wages above
upah di atas standar minimum yang ditetapkan pemerintah, the minimum standards set by the government, adjusted for their
disesuaikan dengan jenjang jabatan, kompetensi, dan position level, competency, and responsibilities. In addition to the
tanggung jawab. Selain gaji pokok, karyawan juga base salary, employees also receive various additional benefits,
memperoleh berbagai manfaat tambahan seperti : such as:
1. Gaji rutin setiap bulan. 1. A regular monthly salary.
2. Uang makan untuk setiap hari kerja sesuai kehadiran. 2. Meal allowance for each workday based on attendance.
3. Uang lembur dan Makan Lembur apabila bekerja 3. Overtime pay and overtime meal allowance for working
melebihi jam kerja. beyond working hours.
4. Tunjangan Hari Raya (THR). 4. Holiday Allowance (THR).
5. Ongkos Perjalanan Cuti 5. Travel and Leave Expenses.
6. Pakaian Sandang (pakaian seragam, ongkos jahit baju, 6. Clothing (uniforms, tailoring costs, shoe allowance).
uang sepatu). 7. Bonuses (depending on the Company’s capabilities).
7. Bonus (tergantung kemampuan Perusahaan).
Pendekatan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk This approach reflects the Company’s commitment to creating
menciptakan lingkungan kerja yang adil dan kompetitif. a fair and competitive work environment. By providing fair
Dengan memberikan remunerasi yang layak dan berdaya and competitive remuneration, the Company not only meets
saing, Perseroan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, compliance requirements but also strengthens employee loyalty,
tetapi juga memperkuat loyalitas, motivasi, dan kinerja motivation, and performance, which serve as pillars of long-term
karyawan sebagai pilar pertumbuhan usaha jangka panjang. business growth.
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Decent and Safe Working Environment
Aman (OJK F.21)
Bagi Perseroan, lingkungan kerja yang layak dan aman bukan For the Company, a decent and safe working environment is not
sekadar kewajiban normatif, melainkan fondasi utama dalam merely a normative obligation, but a fundamental foundation
menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha. Perseroan for maintaining productivity and business sustainability.
terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan dan The Company continues to strengthen its commitment to
kesehatan kerja melalui penerapan standar operasional, occupational safety and health through the implementation
pengelolaan risiko, serta budaya kepatuhan yang konsisten of operational standards, risk management, and a consistent
di seluruh unit kerja. culture of compliance across all work units.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas These efforts are realized through the provision of adequate work
kerja yang memadai, pengaturan ruang kerja yang ergonomis, facilities, ergonomic workspace arrangements, an integrated
sistem keamanan gedung yang terintegrasi, serta sosialisasi building security system, and regular dissemination of emergency
prosedur tanggap darurat secara berkala. Selain itu, aspek response procedures. Furthermore, employee health is a priority,
kesehatan karyawan juga menjadi perhatian, termasuk including access to healthcare services and promotional
akses terhadap layanan kesehatan dan program promotif programs that encourage healthy lifestyles.
yang mendorong pola hidup sehat.
Hasilnya, sepanjang tahun 2025 tidak terdapat kejadian As a result, the Company achieved zero workplace accidents
kecelakaan kerja di lingkungan Perseroan. Capaian ini throughout 2025. This achievement reflects the effectiveness
mencerminkan efektivitas sistem pengendalian internal dan of the internal control system and the collective awareness of all
kesadaran kolektif seluruh insan perusahaan dalam menjaga company employees in maintaining safety.
keselamatan bersama.
124 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
Tabel kinerja K3 | K3 performance table
Tingkat Kecelakaan Kerja
Tahun
Ringan Sedang Berat Fatal/Kematian
2025 Zero Accident Zero Accident Zero Accident Zero Accident
2024 Zero Accident Zero Accident Zero Accident Zero Accident
2023 Zero Accident Zero Accident Zero Accident Zero Accident
BANK SULSELBAR 125
Sustainability Report 2025
Page 128
Kinerja Sosial
Social Performance
ASPEK SOSIAL
Social Aspects
Dampak Operasi terhadap Impact of Operations on the Community
Masyarakat (OJK F.23)
Sebagai bank pembangunan daerah, Perseroan menyadari As a regional development bank, the Company recognizes that
bahwa setiap aktivitas operasional tidak hanya menghasilkan every operational activity not only generates economic value
nilai ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial yang but also has a broad social impact on the community. Therefore,
luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dampak managing the impact of operations on the community is an
operasi terhadap masyarakat menjadi bagian integral dari integral part of its sustainability strategy.
strategi keberlanjutan.
Operasional Perseroan dirancang untuk mendorong The Company’s operations are designed to stimulate regional
pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit economic growth through productive credit distribution, MSME
produktif, pembiayaan UMKM, serta dukungan terhadap financing, and support for strategic sectors. The presence of a
sektor-sektor strategis. Kehadiran jaringan kantor dan network of offices and digital services helps expand financial
layanan digital turut memperluas akses keuangan hingga ke access to previously underserved areas, thereby promoting
wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal, economic inclusion and equity.
sehingga mendorong inklusi dan pemerataan ekonomi.
Selain dampak positif, Perseroan juga secara proaktif In addition to positive impacts, the Company also proactively
mengidentifikasi dan memitigasi potensi risiko sosial, identifies and mitigates potential social risks, including through
termasuk melalui mekanisme pengaduan masyarakat, a public complaints mechanism, the application of prudent
penerapan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan, serta principles in financing, and active involvement in social and
keterlibatan aktif dalam program tanggung jawab sosial environmental responsibility programs. This approach ensures
dan lingkungan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap that every business decision takes into account social aspects
keputusan bisnis mempertimbangkan aspek sosial dan and long-term sustainability.
keberlanjutan jangka panjang.
Tabel Dampak Positif | Positive Impact Table
Aspek Dampak Kelompok Penerima
Uraian Dampak Positif Bentuk Program / Aktivitas
Sosial Manfaat
Pengembangan jaringan layanan, digital
Peningkatan akses masyara-kat terhadap Masyarakat umum, pelaku
Inklusi keuangan banking, produk simpanan & pem-
layanan keu-angan formal UMKM
biayaan
Pemberdayaan Dukungan permodalan dan UMKM dan pelaku usaha Penyaluran kredit UMKM/KUR,
UMKM pendampingan usaha mikro pendamp-ingan usaha, literasi keu-angan
Literasi & edukasi Peningkatan pemahaman masyarakat Nasabah, pela-jar, Edukasi literasi keu-angan, sosialisasi
keu-angan terhadap produk dan risiko keuangan komunitas produk & perlindungan kon-sumen
Penyerapan tenaga Penciptaan lapangan kerja dan Rekrutmen pegawai, pelatihan &
Tenaga kerja lokal
kerja peningkatan kompetensi SDM lokal pengem-bangan kompetensi
Dukungan pem- Kontribusi terhadap pertum-buhan Pemerintah dae-rah & Intermediasi keuangan daerah, layanan
bangunan daerah ekonomi dan stabili-tas keuangan daerah masyara-kat kas & transaksi pemerintah
Peningkatan kesejahteraan sosial dan Program TJSL bidang sosial, pendidikan,
Program TJSL Komunitas lokal
kualitas hidup masyarakat dan lingkungan
126 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
Tabel Dampak Positif | Positive Impact Table
Aspek Dampak Kelompok Penerima
Uraian Dampak Positif Bentuk Program / Aktivitas
Sosial Manfaat
Perlindungan Peningkatan rasa aman dan kepercayaan Standar layanan, mekanisme pengaduan,
Nasabah
konsumen masyarakat perlindungan data nasa-bah
Keterbatasan akses layanan perbankan Perluasan layanan digi-tal, mobilisasi
Akses layanan Masyarakat di wilayah
di wilayah terpen-cil atau dengan layanan keuangan, dan penguatan literasi
keuangan rural dan terpencil
infrastruktur terbatas keuangan
Terbatasnya akses pem-biayaan Pendampingan UMKM, penyaluran
UMKM mikro dan pelaku
Akses pem-biayaan bagi pelaku usaha mikro yang belum kredit pro-gram, dan peningkatan literasi
usaha informal
memenuhi kriteria kelayakan perbankan keuangan
Risiko kesalahpahaman masyarakat Nasabah dan masyarakat Program literasi dan edukasi keuangan
Literasi keu-angan
terhadap produk dan layanan perbankan umum berke-lanjutan
Potensi ketidaknyamanan sosial berskala Pengaturan jam operasional, tata
Aktivitas Masyarakat seki-tar
kecil (lalu lintas, aktivitas operasional) di kelola fasilitas, dan komunikasi dengan
operasional kan-tor kantor
sekitar kantor masyarakat seki-tar
Penguatan standar layanan, survei
Potensi ketidakpuasan masyarakat atas
Kualitas layanan Nasabah dan masyarakat kepuasan, dan mekanisme pen-gaduan
kualitas layanan
masyarakat
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Social and Environmental Responsibility
Lingkungan (TJSL) (OJK F.25) (TJSL) Activities
Sebagai bank pembangunan daerah, Perseroan memastikan As a regional development bank, the Company ensures that every
bahwa setiap program Tanggung Jawab Sosial dan Social and Environmental Responsibility (TJSL) program makes a
Lingkungan (TJSL) memberikan kontribusi nyata terhadap tangible contribution to achieving the Sustainable Development
pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui Goals (SDGs). Through health assistance programs, medical
program bantuan kesehatan, dukungan fasilitas medis, dan facility support, and healthy lifestyle education, the Company
edukasi pola hidup sehat, Perseroan berkontribusi pada contributes to improving the quality of life of the community
peningkatan kualitas hidup masyarakat (SDG 3). Dukungan (SDG 3). Supporting MSME financing, financial literacy, and local
pembiayaan UMKM, literasi keuangan, dan pemberdayaan economic empowerment are part of efforts to create inclusive
ekonomi lokal menjadi bagian dari upaya menciptakan and sustainable economic growth (SDG 8), while simultaneously
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan reducing the gap in financial access between regions and
(SDG 8), sekaligus mengurangi kesenjangan akses keuangan community groups (SDG 10).
antarwilayah dan kelompok masyarakat (SDG 10).
Pada aspek lingkungan, Perseroan mendorong praktik usaha Regarding the environmental aspect, the Company encourages
yang bertanggung jawab melalui edukasi pengelolaan sumber responsible business practices through education on resource
daya, efisiensi operasional, serta dukungan terhadap kegiatan management, operational efficiency, and support for
ramah lingkungan (SDG 12). Komitmen terhadap pembiayaan environmentally friendly activities (SDG 12). Its commitment
berkelanjutan dan kesadaran mitigasi risiko perubahan iklim to sustainable financing and awareness of climate change risk
turut mendukung agenda aksi iklim (SDG 13). mitigation also supports the climate action agenda (SDG 13).
Melalui integrasi TJSL dengan SDGs, Perseroan menegaskan By integrating TJSL with the SDGs, the Company emphasizes
bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan that business growth must go hand in hand with improving social
peningkatan kesejahteraan sosial dan pelestarian welfare and environmental preservation, for a more resilient and
lingkungan, demi masa depan daerah yang lebih tangguh dan sustainable regional future.
berkelanjutan.
BANK SULSELBAR 127
Sustainability Report 2025
Page 130
Kinerja Sosial
Social Performance
No Bidang TJSL Program TJSL Tujuan Program SDGs Terkait Penerima Manfaat
Meningkatkan kapasitas,
kemandirian, dan kreativitas Penyandang disabilitas
Pemberdayaan Penyandang
penyandang disabilitas agar SDG 8, SDG 10 dan komunitas
Disabilitas
memiliki peran sosial dan pendukung
1 Sosial ekonomi yang lebih inklusif
Meningkatkan kualitas
Kehidupan Sehat dan kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat di wilayah
SDG 3
Sejahtera masyarakat melalui penguatan operasional
kesadaran hidup sehat
Mendorong pengelolaan
sampah yang berkelanjutan
Konsumsi dan Produksi yang serta meningkatkan kesadaran Masyarakat sekitar dan
2 Lingkungan SDG 12
Bertanggung Jawab masyarakat terhadap komunitas lokal
lingkungan yang bersih dan
sehat
Mendukung peningkatan
kualitas lingkungan hidup
Masyarakat dan
Penanganan Perubahan Iklim dan kesadaran mitigasi serta SDG 13
lingkungan sekitar
adaptasi terhadap perubahan
Lingkungan iklim
3
Mendorong penggunaan
produk ramah lingkungan serta
Merchandise/Corporate Gift SDG 12, SDG Mitra, masyarakat, dan
memperkuat citra Bank sebagai
Ramah Lingkungan 13 pemangku kepentingan
institusi yang mendukung
pembangunan berkelanjutan
Realisasi dana TJSL tahun 2025 mencapai Rp18,13 miliar, The realization of the 2025 CSR fund reached IDR 18.13 billion,
meningkat dibandingkan 2024 sebesar Rp14,66 miliar, an increase compared to IDR 14.66 billion in 2024, although
meskipun masih di bawah 2023 sebesar Rp21,61 miliar. still below the IDR 21.61 billion in 2023. This increase reflects
Peningkatan ini mencerminkan penguatan komitmen sosial the Company’s strengthened social commitment, which is more
Perseroan yang lebih terarah dan berdampak. targeted and impactful.
Alokasi terbesar pada 2025 difokuskan pada Sarana The largest allocations in 2025 were focused on Public
Prasarana Publik (Rp9,06 miliar) dan Kesehatan (Rp5,61 Infrastructure (IDR 9.06 billion) and Health (IDR 5.61 billion),
miliar), menunjukkan prioritas pada pembangunan fasilitas demonstrating a priority on developing public facilities and
umum dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. improving the community’s quality of life. Support for the
Dukungan terhadap Lingkungan Hidup juga meningkat Environment also increased to IDR 1.42 billion.
menjadi Rp1,42 miliar.
Secara keseluruhan, penyaluran TJSL 2025 mencerminkan Overall, the 2025 CSR distribution reflects a strategy that
strategi yang lebih fokus pada pembangunan berkelanjutan focuses more on sustainable development and strengthens the
dan penguatan peran Perseroan sebagai agen pembangunan Company’s role as a responsible regional development agent.
daerah yang bertanggung jawab.
128 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
Tabel Penyaluran TJSL | TJSL Distribution Table
Nilai Penyaluran (Rp)
No. Bidang Sector
2.025 2024 2023
1 Sosial / Bencana 1.219.930.000 6.895.944.975 6.442.533.925 Social / Disaster
2 Sarana Prasarana Publik 9.064.130.000 5.363.825.400 11.291.681.176 Public Infrastructure
3 Kesehatan 5.614.557.075 273.553.500 710.356.500 Health
4 Lingkungan Hidup 1.424.700.000 199.000.000 1.842.862.600 Environment
5 Pendidikan dan Budaya 198.053.000 166.727.500 284.590.000 Education and Culture
6 Olahraga dan Pemuda 171.000.000 108.000.000 150.500.000 Sports and Youth
7 Pembinaan UMKM 440.376.100 1.656.105.589 883.679.000 MSME Development
TOTAL 18.132.746.175 14.663.156.964 21.606.203.201 TOTAL
Kepatuhan terhadap Hukum dan Compliance with Laws and Regulations
Peraturan (GRI 2-27)
Sepanjang periode Januari–Desember 2025, Perseroan Throughout the period January–December 2025, the Company
tetap menjalankan kegiatan usaha sesuai prinsip kehati- continued to conduct its business activities in accordance with
hatian dan tata kelola yang baik. Namun demikian, pada the principles of prudence and good governance. However, during
tahun pelaporan masih terdapat sanksi administratif berupa the reporting year, there were still administrative sanctions in the
denda yang dikenakan oleh regulator. form of fines imposed by regulators.
Tabel jumlah denda yang telah dibayarkan | Table of fines paid
Pemberian Denda Periode Januari - Desember 2025 | Fines for the January-December 2025 period
No Perihal Denda Nominal Denda Pemberi Sanksi Regarding Fines
Sanksi Administratif berupa Denda Administrative Sanctions in the Form of
1 atas Hasil Pemeriksaan Umum Tahun Rp.25.400.000,- OJK Fines Based on the Results of the 2025
2025 terhadap Bank Saudara General Audit of Bank Saudara
Pelanggaran Ketentuan Giro Wajib Violation of the Minimum Reserve
2 Rp.10.182.408,- BI
Minimum (GWM) Requirement (GWM) Provisions
Total Denda Rp. 35.582.408,- Total Fine
Perseroan memandang pengenaan sanksi tersebut sebagai The Company views the imposition of these sanctions as part of
bagian dari proses pengawasan yang konstruktif dalam a constructive oversight process within the banking industry. All
industri perbankan. Seluruh temuan telah ditindaklanjuti findings have been followed up through corrective measures and
melalui langkah perbaikan dan penguatan pengendalian strengthened internal controls to prevent similar incidents from
internal guna mencegah terulangnya kejadian serupa occurring in the future. The Company’s commitment to improving
di masa mendatang. Komitmen terhadap peningkatan compliance quality continues to be reinforced through regular
kualitas kepatuhan terus diperkuat melalui evaluasi evaluations, capacity building of the compliance function, and
berkala, peningkatan kapasitas fungsi kepatuhan, serta refinement of operational procedures.
penyempurnaan prosedur operasional.
BANK SULSELBAR 129
Sustainability Report 2025
Page 132
Kinerja Sosial
Social Performance
Dengan pendekatan perbaikan berkelanjutan, Perseroan With a continuous improvement approach, the Company strives
berupaya memastikan bahwa kepatuhan tidak hanya to ensure that compliance is not merely administrative, but
bersifat administratif, tetapi menjadi budaya organisasi becomes a deeply rooted organizational culture that is oriented
yang mengakar dan berorientasi pada keberlanjutan jangka towards long-term sustainability.
panjang.
Pengaduan Nasabah (OJK F.24, GRI 2-16) Customer Complaint
Bagi Perseroan, suara masyarakat dan nasabah merupakan For the Company, the voice of the public and customers is
bagian penting dari mekanisme tata kelola yang sehat dan an essential part of a healthy and transparent governance
transparan. Perseroan menyediakan saluran pengaduan mechanism. The Company provides an easily accessible,
yang mudah diakses, responsif, dan akuntabel sebagai responsive, and accountable complaints channel as a
wujud komitmen terhadap perlindungan konsumen dan manifestation of its commitment to consumer protection and
peningkatan kualitas layanan. improving service quality.
Setiap pengaduan, masukan, maupun informasi terkait Any complaints, input, or information regarding alleged violations
dugaan pelanggaran dapat disampaikan melalui: can be submitted through:
Corporate Secretary Corporate Secretary
Bank Sulselbar Bank Sulselbar
E-mail: corporate.secretary@banksulselbar.co.id E-mail: corporate.secretary@banksulselbar.co.id
Website: www.banksulselbar.co.id Website: www.banksulselbar.co.id
Call Center: 1500855 Call Center: 1500855
Seluruh laporan yang diterima akan dicatat, diverifikasi, dan All reports received will be recorded, verified, and followed
ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, dengan tetap up according to applicable procedures, while maintaining the
menjaga kerahasiaan pelapor. Mekanisme ini memastikan confidentiality of the reporter. This mechanism ensures that each
bahwa setiap isu dapat dikelola secara objektif dan tepat issue can be managed objectively and in a timely manner, while
waktu, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan also serving as evaluation material for continuous improvement.
berkelanjutan.
Melalui sistem pengaduan yang terbuka dan terstruktur, Through an open and structured complaints system, the Company
Perseroan memperkuat budaya akuntabilitas dan strengthens a culture of accountability and builds public trust.
membangun kepercayaan publik. Bagi Perseroan, For the Company, complaints are not merely complaints, but
pengaduan bukan sekadar keluhan, melainkan peluang opportunities to improve service quality and strengthen long-
untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkokoh term relationships with the community.
hubungan jangka panjang dengan masyarakat.
Praktik Keamanan (GRI 410-1) Security Practices
Dalam menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku To maintain the trust of customers and stakeholders, the
kepentingan, Perseroan menerapkan praktik keamanan Company implements professional, standardized security
yang profesional, terstandar, dan menjunjung tinggi hak asasi practices that uphold human rights. All security personnel are
manusia. Seluruh personel keamanan dibekali pemahaman
equipped with an understanding of security procedures, service
mengenai prosedur pengamanan, etika pelayanan, serta
ethics, and the principle of respect for human rights in carrying
prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam
out their duties.
menjalankan tugasnya.
130 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
Pendekatan ini memastikan bahwa fungsi keamanan tidak This approach ensures that security functions focus not only
hanya berfokus pada perlindungan aset dan keselamatan, on asset protection and safety, but are also implemented
tetapi juga dilaksanakan secara proporsional dan humanis. proportionally and humanely. Throughout 2025, there will be no
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat praktik pengamanan security practices that violate human rights within the Company.
yang melanggar Hak Asasi Manusia di lingkungan Perseroan.
Komitmen ini mencerminkan upaya Perseroan dalam This commitment reflects the Company’s efforts to build a security
membangun sistem keamanan yang tidak hanya efektif, system that is not only effective but also maintains integrity and
tetapi juga berintegritas dan selaras dengan prinsip tata aligns with the principles of good corporate governance and long-
kelola perusahaan yang baik serta keberlanjutan jangka term sustainability.
panjang.
Privasi dan Keamanan Data Nasabah Customer Data Privacy and Security
(GRI 418-1)
Di era digital yang semakin terhubung, kepercayaan nasabah In this increasingly connected digital era, customer trust is the
menjadi aset paling berharga bagi industri perbankan. banking industry’s most valuable asset. The Company recognizes
Perseroan menyadari bahwa perlindungan data pribadi that protecting personal data is not merely a legal obligation
bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan komitmen etis but also an ethical commitment to maintaining the institution’s
dalam menjaga integritas dan reputasi institusi. Perseroan integrity and reputation. The Company ensures that customer
memastikan pengelolaan data nasabah dilakukan secara data is managed securely, responsibly, and in accordance with
aman, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan yang applicable regulations.
berlaku.
Implementasi perlindungan data mengacu pada Undang- Data protection implementation refers to Law Number 27
Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan of 2022 concerning Personal Data Protection (PDP Law)
Data Pribadi (UU PDP) serta berbagai ketentuan Otoritas and various Financial Services Authority (POJK) regulations
Jasa Keuangan (POJK) terkait perlindungan konsumen regarding consumer protection and information system security
dan keamanan sistem informasi di sektor jasa keuangan. in the financial services sector. Internal policies are designed to
Kebijakan internal dirancang untuk menjamin kerahasiaan, ensure data confidentiality, integrity, and availability through
integritas, dan ketersediaan data melalui penguatan sistem strengthening information technology security systems,
keamanan teknologi informasi, pembatasan hak akses, restricting access rights, encrypting data, and regularly
enkripsi data, serta pemantauan berkala terhadap potensi monitoring potential cyber risks.
risiko siber.
Perseroan juga melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada The Company also conducts outreach and training for employees
karyawan mengenai tata kelola data pribadi dan keamanan on personal data governance and information security to
informasi, guna memastikan budaya perlindungan data ensure a culture of data protection is embedded throughout the
tertanam di seluruh lini organisasi. Mekanisme respons organization. A comprehensive incident response mechanism is
insiden disiapkan secara komprehensif untuk mengantisipasi in place to anticipate and address potential breaches quickly and
dan menangani potensi pelanggaran secara cepat dan transparently.
transparan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi antara regulasi, With an integrated approach between regulations, technology,
teknologi, dan kesadaran sumber daya manusia, Perseroan and human resource awareness, the Company is committed to
berkomitmen menjaga privasi dan keamanan data nasabah safeguarding customer data privacy and security as a foundation
sebagai fondasi kepercayaan dan keberlanjutan usaha di era for trust and business sustainability in the era of digital
transformasi digital. transformation.
BANK SULSELBAR 131
Sustainability Report 2025
Page 134
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK DAN/ ATAU JASA KEBERLANJUTAN Responsibility For Sustainable Product/Service Development
Page 135
Page 136
Tanggung Jawab Pengembangan Produk
dan/atau Jasa Keberlanjutan
Responsibility For Sustainable Product/Service Development
INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK/JASA
KEUANGAN BERKELANJUTAN (OJK F.26)
Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services
Sepanjang tahun pelaporan, Bank terus mengembangkan Throughout the reporting year, the Bank continued to develop a
portofolio produk yang selaras dengan prinsip keberlanjutan, product portfolio aligned with sustainability principles, including
mencakup pembiayaan untuk sektor energi terbarukan, financing for the renewable energy sector, sustainable agriculture,
pertanian berkelanjutan, UMKM hijau, hingga proyek green MSMEs, and eco-friendly infrastructure projects. Credit
infrastruktur ramah lingkungan. Skema kredit dirancang schemes are designed using an environmental and social risk
dengan pendekatan berbasis risiko lingkungan dan sosial assessment approach, ensuring business growth continues while
(ESG risk assessment), sehingga pertumbuhan bisnis tetap mitigating negative impacts on the environment and society.
berjalan seiring dengan mitigasi dampak negatif terhadap
lingkungan dan masyarakat.
Lebih dari sekadar peluncuran produk baru, inovasi keuangan More than just launching new products, sustainable financial
berkelanjutan dibangun melalui kolaborasi strategis dengan innovation is built through strategic collaboration with local
pemerintah daerah, regulator, pelaku usaha, dan komunitas. governments, regulators, business actors, and communities.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap produk yang This approach ensures that each product developed is not only
dikembangkan tidak hanya feasible secara finansial, financially feasible but also has a tangible impact on regional
tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan economic development, job creation, and environmental
ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan pelestarian preservation.
lingkungan.
Dengan semangat adaptif dan progresif, Bank menegaskan With an adaptive and progressive spirit, the Bank affirms
bahwa masa depan perbankan adalah masa depan yang hijau, that the future of banking is one that is green, inclusive, and
inklusif, dan bertanggung jawab. Melalui inovasi yang terukur responsible. Through measured and targeted innovation, the
dan terarah, Perseroan optimistis dapat memperkuat daya Company is optimistic about strengthening its competitiveness
saing sekaligus menjadi mitra pembangunan yang relevan and becoming a relevant development partner in Indonesia’s
dalam ekosistem ekonomi berkelanjutan Indonesia. sustainable economic ecosystem.
Pemetaan Inovasi Produk dan Jasa Mapping of Sustainable Financial
Keuangan Berkelanjutan Bank Product and Service Innovation at Bank
Sulselbar Tahun 2025 Sulselbar in 2025
Target
Produk/Jasa Keuangan Keterkaitan Segmen/Target
Deskripsi dan Nilai Tambah Portofolio Aspek ESG
Berkelanjutan SDGs Pengguna
2025 (%)
Pembiayaan sektor produktif
Kredit/Pembiayaan
dan perumahan rakyat untuk ≥ 10% dari total UMKM, MBR,
Inklusif Berkelanjutan SDG 1, SDG 8,
memperluas akses keuangan portofolio kredit Social (S) pelaku usaha
(KUR, KURS, UMKM, SDG 10, SDG 11
serta mendukung ekonomi & pembiayaan mikro & kecil
KPR Tapera)
daerah dan inklusi sosial.
134 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
Target
Produk/Jasa Keuangan Keterkaitan Segmen/Target
Deskripsi dan Nilai Tambah Portofolio Aspek ESG
Berkelanjutan SDGs Pengguna
2025 (%)
Pembiayaan proyek energi
Bagian Korporasi
terbarukan, efisiensi energi,
Pembiayaan Portofolio dari target SDG 7, SDG 9, sektor energi
dan infrastruktur rendah Environmental (E)
Hijau Segmen Korporasi 10% kredit SDG 13 & infrastruktur
emisi untuk mendukung
berkelanjutan hijau
transisi ekonomi hijau.
Kredit kendaraan listrik guna
Individu &
Pembiayaan Kendaraan mendukung pengurangan
Minimal 10 NOA SDG 7, SDG 13 Environmental (E) pelaku usaha
Bermotor Listrik (PKBL) emisi karbon dan program
transportasi
elektrifikasi nasional.
Penyaluran pembiayaan
≥ 5% dari UMKM halal,
Penguatan Halal Business kepada pelaku usaha
portofolio Social (S), industri
Cycle (Pembiayaan halal untuk memperkuat SDG 8, SDG 9
pembiayaan Governance (G) makanan &
Syariah) ekosistem ekonomi syariah
syariah fashion halal
berkelanjutan.
Pembiayaan pembangunan
Enhancement 5 proyek baru atau ±250 Developer
Target 250 unit
Pembiayaan Developer unit rumah subsidi untuk SDG 11 Social (S) perumahan
rumah subsidi
Perumahan Subsidi meningkatkan akses hunian subsidi
layak.
Fitur pengajuan kredit digital
Digital Loan (Pengajuan
untuk mempercepat proses, Implementasi Nasabah ritel &
Kredit via Mobile SDG 9, SDG 8 Governance (G)
meningkatkan efisiensi, dan 2025 UMKM
Banking)
memperluas inklusi keuangan.
Integrasi layanan perbankan
dengan ekosistem digital
Implementasi Fintech & mitra
Open API berbasis SNAP melalui standar open SDG 9 Governance (G)
2025 digital
banking untuk meningkatkan
interoperabilitas.
Penguatan transaksi non-
tunai dan paperless untuk Environmental
QRIS Tuntas & Virtual Implementasi UMKM &
mendukung efisiensi SDG 9, SDG 12 (E), Governance
Account Debit 2025 merchant
dan transparansi sistem (G)
pembayaran.
Pembukaan rekening digital
Online Onboarding Generasi muda
dengan proses lebih cepat Implementasi Social (S),
Rekening (termasuk SDG 8, SDG 10 & masyarakat
dan inklusif, termasuk produk 2025 Governance (G)
Syariah) unbanked
syariah.
BANK SULSELBAR 135
Sustainability Report 2025
Page 138
Tanggung Jawab Pengembangan Produk
dan/atau Jasa Keberlanjutan
Responsibility For Sustainable Product/Service Development
PRODUK/JASA YANG SUDAH DIEVALUASI
KEAMANANNYA BAGI NASABAH (OJK F.27)
Products/Services That Have Been Evaluated for Safety for Customers
Sepanjang tahun 2025, Bank memastikan seluruh produk Throughout 2025, the Bank ensured that all banking products
dan jasa perbankan—baik konvensional maupun berbasis and services—both conventional and digital—had undergone
digital—telah melalui proses evaluasi keamanan yang a comprehensive security evaluation process, including system
komprehensif, mencakup uji kelayakan sistem, asesmen due diligence, operational and information technology risk
risiko operasional dan teknologi informasi, serta pengujian assessments, and cybersecurity testing (penetration testing and
keamanan siber (penetration testing dan vulnerability vulnerability assessment). Every new feature development for
assessment). Setiap pengembangan fitur baru pada mobile mobile banking, digital payment services, and financing products
banking, layanan pembayaran digital, maupun produk was conducted based on secure-by-design principles and
pembiayaan dilakukan dengan prinsip secure by design dan layered internal controls, including data encryption, multi-factor
pengendalian internal berlapis, termasuk enkripsi data, authentication, and real-time transaction monitoring.
multi-factor authentication, serta pemantauan transaksi
secara real time.
Selain itu, transparansi informasi produk, kejelasan hak dan Furthermore, transparency of product information, clarity of
kewajiban nasabah, serta kesesuaian dengan ketentuan customer rights and obligations, and compliance with consumer
perlindungan konsumen menjadi bagian integral dalam protection regulations were integral parts of the evaluation
proses evaluasi. Hingga akhir periode pelaporan 2025, tidak process. As of the end of the 2025 reporting period, there were
terdapat insiden material yang berkaitan dengan keamanan no material incidents related to the security of banking products
produk dan jasa perbankan yang berdampak signifikan and services that significantly impacted customers or the Bank›s
terhadap nasabah maupun operasional Bank. Hal ini operations. This reflects the effectiveness of the Bank›s control
mencerminkan efektivitas sistem pengendalian, manajemen and risk management systems, as well as its commitment to
risiko, serta komitmen Bank dalam menjaga kepercayaan maintaining customer trust and protection on an ongoing basis.
dan perlindungan nasabah secara berkelanjutan.
Dampak Produk/Jasa (OJK F28) Product/Service Impact
Bagi Bank, setiap produk dan jasa yang diluncurkan bukan For the Bank, every product and service launched is not simply
sekadar instrumen finansial, melainkan katalis pembangunan a financial instrument, but a development catalyst that has
yang membawa dampak nyata bagi masyarakat dan a real impact on society and the environment. Amidst the
lingkungan. Di tengah dinamika ekonomi 2025, Bank economic dynamics of 2025, the Bank is positioning its financing
memposisikan portofolio pembiayaan dan layanan sebagai and service portfolio as a driver of inclusive, sustainable, and
penggerak pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan responsible growth.
bertanggung jawab.
Pada sisi sosial, produk pembiayaan UMKM, KUR, KPR On the social side, MSME financing products, People’s Business
subsidi, hingga pembiayaan syariah telah memperluas Credit (KUR), subsidized mortgages (KPR), and Sharia financing
akses keuangan bagi segmen yang sebelumnya terbatas have expanded financial access for segments that previously had
136 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
aksesnya. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan limited access. The impact is not only seen in increased business
kapasitas usaha dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga capacity and job creation, but also in strengthening more
pada penguatan ekonomi daerah yang lebih resilien. Akses resilient regional economies. Access to adequate housing through
terhadap hunian layak melalui pembiayaan perumahan subsidized housing financing has also improved the quality of life
subsidi turut mendorong peningkatan kualitas hidup for lower-middle-income communities.
masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Dari perspektif lingkungan, pengembangan portofolio hijau From an environmental perspective, the development of a
dan pembiayaan kendaraan listrik berkontribusi terhadap green portfolio and electric vehicle financing contribute to
pengurangan emisi serta percepatan transisi menuju reducing emissions and accelerating the transition to a low-
ekonomi rendah karbon. Sementara itu, digitalisasi layanan— carbon economy. Meanwhile, the digitalization of services—from
mulai dari mobile banking, QRIS, hingga pembukaan rekening mobile banking and QRIS (Qualifying Transactions), to online
online—mengurangi penggunaan kertas dan mendorong account opening—reduces paper use and encourages more
efisiensi operasional yang lebih ramah lingkungan. environmentally friendly operational efficiency.
Bank juga menyadari bahwa setiap produk memiliki potensi The Bank also recognizes that every product carries the potential
risiko dampak negatif, seperti risiko over-indebtedness atau risk of negative impacts, such as the risk of over-indebtedness
penyalahgunaan layanan digital. Oleh karena itu, mitigasi or misuse of digital services. Therefore, mitigation is carried
dilakukan melalui penerapan prinsip kehati-hatian, asesmen out through the application of prudential principles, customer
profil risiko nasabah, edukasi literasi keuangan, serta risk profile assessments, financial literacy education, and
penguatan sistem keamanan dan perlindungan konsumen. strengthening consumer security and protection systems.
Dengan pendekatan yang seimbang antara pertumbuhan With a balanced approach between growth and responsibility,
dan tanggung jawab, Bank memastikan bahwa setiap the Bank ensures that every product innovation not only
inovasi produk tidak hanya menghasilkan kinerja finansial, generates financial performance but also creates shared value for
tetapi juga menciptakan nilai bersama (shared value) bagi stakeholders. Ultimately, the true success of the banking industry
pemangku kepentingan. Karena pada akhirnya, keberhasilan is measured not only by profit, but by the breadth of its positive
sejati industri perbankan bukan hanya diukur dari besarnya impact on society and the environment in a sustainable manner.
laba, tetapi dari luasnya dampak positif yang dirasakan
masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali Number of Recalled Products
(OJK F.29)
Sepanjang tahun 2025, Bank tidak melakukan penarikan Throughout 2025, the Bank did not recall any banking products or
kembali (recall) atas produk maupun jasa perbankan yang services marketed to customers. No products were discontinued
telah dipasarkan kepada nasabah. Tidak terdapat produk due to design defects, regulatory non-compliance, or risks
yang dihentikan karena cacat desain, ketidaksesuaian that materially impacted consumer protection. This reflects
regulasi, maupun risiko yang berdampak material terhadap the effectiveness of the comprehensive product governance
perlindungan konsumen. Kondisi ini mencerminkan process, implemented from the planning stage, due diligence, risk
efektivitas proses product governance yang diterapkan secara assessment, and post-implementation evaluation.
menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, uji kelayakan,
asesmen risiko, hingga evaluasi pasca implementasi.
BANK SULSELBAR 137
Sustainability Report 2025
Page 140
Tanggung Jawab Pengembangan Produk
dan/atau Jasa Keberlanjutan
Responsibility For Sustainable Product/Service Development
Tidak adanya produk yang ditarik kembali selama periode The absence of recalled products during the reporting period
pelaporan menjadi indikator kuat bahwa standar kehati- is a strong indicator that the Bank’s prudential standards,
hatian, manajemen risiko, serta prinsip transparansi risk management, and transparency principles are effective.
yang diterapkan Bank berjalan efektif. Lebih dari itu, hal Furthermore, this confirms the Bank’s commitment to providing
ini menegaskan komitmen Bank dalam menghadirkan safe, reliable products and services that are oriented toward the
produk dan layanan yang aman, andal, serta berorientasi long-term interests of customers and stakeholders.
pada kepentingan jangka panjang nasabah dan pemangku
kepentingan.
Survei Kepuasan Nasabah terhadap Customer Satisfaction Survey on
Produk dan/atau Jasa (OJK F.30) Products and/or Services
Bagi Bank Sulselbar, suara nasabah bukan sekadar umpan For Bank Sulselbar, customer feedback is not simply feedback,
balik, melainkan kompas strategis dalam menyempurnakan but a strategic compass for improving the quality of products
kualitas produk dan layanan. Sepanjang tahun 2025, Bank and services. Throughout 2025, the Bank consistently measured
secara konsisten melakukan pengukuran kepuasan melalui customer satisfaction through various structured, customer-
berbagai instrumen survei yang terstruktur dan berorientasi centric survey instruments to ensure that every innovation and
pada customer centricity, guna memastikan setiap inovasi dan service offered truly meets market needs.
layanan yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan
pasar.
Sepanjang tahun 2025, Bank Sulselbar secara konsisten Throughout 2025, Bank Sulselbar consistently measured
melaksanakan pengukuran kepuasan nasabah melalui customer satisfaction through various survey instruments,
berbagai instrumen survei, antara lain Customer Satisfaction including the Customer Satisfaction Index (CSI), Mystery
Index (CSI), Mystery Shopping, serta survei Satisfaction, Shopping, and Satisfaction, Loyalty, and Engagement surveys.
Loyalty, and Engagement. Hasil CSI terhadap layanan walk-in The CSI results for walk-in channel services reached 99.90%,
channel mencapai 99,90%, mencerminkan tingkat kepuasan reflecting a very high level of satisfaction with the quality of
yang sangat tinggi atas kualitas pelayanan frontliner dan frontline service and transaction processes. Meanwhile, Mystery
proses transaksi. Sementara itu, Mystery Shopping mencatat Shopping recorded a score of 62.93% and the Satisfaction,
skor 62,93% dan survei Satisfaction, Loyalty, and Engagement Loyalty, and Engagement survey a score of 72.11%, which serve
sebesar 72,11%, yang menjadi dasar evaluasi peningkatan as the basis for evaluating improvements in service standards and
standar layanan dan pengalaman nasabah. Seluruh customer experience. All survey results are followed up through a
hasil survei ditindaklanjuti melalui program perbaikan continuous improvement program to strengthen service quality,
berkelanjutan guna memperkuat kualitas layanan, loyalitas customer loyalty, and the implementation of customer-centric
nasabah, dan implementasi prinsip customer centricity. principles.
Seluruh hasil survei tersebut ditindaklanjuti melalui program
peningkatan kualitas layanan, pelatihan sumber daya All survey results are followed up through service quality
manusia, optimalisasi sistem digital, serta penguatan budaya improvement programs, human resource training, digital system
layanan berbasis empati dan profesionalisme. Dengan optimization, and strengthening a service culture based on
pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan, Bank empathy and professionalism. With a systematic and sustainable
Sulselbar memastikan bahwa kepuasan nasabah tidak hanya approach, Bank Sulselbar ensures that customer satisfaction
menjadi indikator kinerja, tetapi juga fondasi pertumbuhan is not only a performance indicator but also the foundation for
jangka panjang yang berkelanjutan. sustainable long-term growth.
138 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
Waktu Hasil Survey/Tingkat
Jenis Survey Tujuan Survey Dampak terhadap Bank
pelaksanaan Kepuasan Nasabah
Untuk mengetahui Tingkat
Customer Sebagai bahan perbaikan layanan
kepuasa nasabah atas
Satisfaction Index Tahun 2025 99,90% Bank Sulselbar khususnya pada
pelayanan walk-in channel
(CSI) aspek people
(tradisional) Bank Sulselbar
Untuk mengetahui performa Sebagai bahan perbaikan layanan
Mystery Shopping layanan bank yang disesuaikan Tahun 2025 62,93% Bank sulselbar pada layanan walk-in
dengan standar industri terkini channel dan e-channel
Sebagai bahan perbaikan layanan
Satisfaction, Untuk mengetahui performa
bank sulselbar yang disesuaikan
Loyalty, dan layanan bank berdasarkan Tahun 2025 72,11%
dengan kebutuhan dan pengalaman
Engagement perspektif nasabah
nasabah (customer centricity)
Untuk tingkat Satisfaction, Loyalty, dan Engagement nasabah Customer satisfaction, loyalty, and engagement reached
mencapai 72,11%, meningkat dibandingkan tahun 2024 72.11%, up from 64.5% in 2024 and 65.9% in 2023. This
sebesar 64,5% dan tahun 2023 sebesar 65,9%. Peningkatan increase reflects the effectiveness of strategies to improve service
ini mencerminkan efektivitas strategi peningkatan kualitas quality, strengthen the customer experience, and optimize
layanan, penguatan pengalaman nasabah (customer digital channels to make them more responsive and accessible.
experience), serta optimalisasi kanal digital yang lebih This achievement is a positive indicator of the successful
responsif dan mudah diakses. Capaian tersebut menjadi implementation of customer centricity principles and the Bank’s
indikator positif atas keberhasilan implementasi prinsip commitment to building sustainable, long-term relationships
customer centricity dan komitmen Bank dalam membangun with customers.
hubungan jangka panjang yang berkelanjutan dengan
nasabah.
Tahun
Keterangan Description
2025 2024 2023
Tingkat Satisfaction, Loyalty, dan Satisfaction, Loyalty, and Engagement
72,11% 64,5% 65,9%
Engagement (Skor) Levels (Scores)
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan As part of its commitment to continuously improving service
secara berkelanjutan, Bank menerapkan metode Mystery quality, the Bank implements a Mystery Shopping method to
Shopping untuk mengukur konsistensi standar pelayanan measure the consistency of service standards across its entire
di seluruh jaringan kantor dan kanal layanan. Metode network of offices and service channels. This method is conducted
ini dilakukan melalui kunjungan anonim oleh evaluator through anonymous visits by independent evaluators posing as
independen yang berperan sebagai nasabah, guna menilai customers, to objectively assess aspects of service from Security
secara objektif aspek pelayanan Satpam, Customer Service, Guards, Customer Service, Tellers, and the Banking Hall, as well
Teller, Banking Hall, hingga kesesuaian prosedur operasional as the compliance of operational procedures with established
dengan standar layanan yang telah ditetapkan. service standards.
Sepanjang tahun 2025, hasil Survei Kualitas Layanan (Mystery Throughout 2025, the Service Quality Survey (Mystery
Shopping) mencatat skor 62,93%. Hasil ini menjadi cerminan Shopping) recorded a score of 62.93%. This result reflects areas
area yang perlu diperkuat, khususnya dalam konsistensi that need to be strengthened, particularly in the consistency of
pelayanan frontliner dan pengalaman nasabah pada layanan frontline service and the customer experience across both walk-
walk-in channel maupun e-channel. Dibandingkan tahun in and e-channel channels. Compared to the previous year, this
BANK SULSELBAR 139
Sustainability Report 2025
Page 142
Tanggung Jawab Pengembangan Produk
dan/atau Jasa Keberlanjutan
Responsibility For Sustainable Product/Service Development
sebelumnya, capaian ini menjadi bahan evaluasi strategis achievement serves as a strategic evaluation tool for improving
dalam penyempurnaan pelatihan, penguatan budaya training, strengthening service culture, and standardizing
layanan, serta standarisasi proses operasional. operational processes.
Bank memandang Mystery Shopping bukan sekadar alat The Bank views Mystery Shopping not simply as a measuring tool,
ukur, tetapi instrumen manajemen mutu yang efektif untuk but as an effective quality management instrument to ensure
memastikan setiap titik layanan menghadirkan pengalaman that every service point delivers a professional, responsive, and
yang profesional, responsif, dan berorientasi pada customer-centric experience. All survey findings are followed up
kebutuhan nasabah. Seluruh temuan survei ditindaklanjuti through a structured improvement program to strengthen the
melalui program perbaikan terstruktur guna memperkuat implementation of service excellence and customer centricity
implementasi prinsip service excellence dan customer centricity principles across all operational lines.
di seluruh lini operasional.
Metode Mysteri Shopping Mystery Shopping Method
No Aspek 2025 2024 2023 Aspect
1 Satpam 82,34% 84,0% 80,9% Security Guard
2 Customer Service 44,86% 82,0% 84,3% Customer Service
3 Teller 68,40% 83,0% 83,4% Teller
4 Banking Hall 97,14% 81,3% 83,5% Banking Hall
5 ATM 98,46% 82,7% 80,5% ATM
6 Mobile Banking 82,28% 81,3% 83,8% Mobile Banking
7 CSI 99,90% 80,6% 79,5% CSI
8 SQI BSEM N/A N/A 80,23% SQI BSEM
Survei Kualitas Layanan (Mystery
9 62,93% 86,14% 86,60% Service Quality Survey (Mystery Shopping)
Shopping)
VERIFIKASI OLEH PIHAK INDEPENDEN (OJK G.1)
Independent Verification
Pada tahun 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi In 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan
Selatan dan Sulawesi Barat belum menggunakan jasa pihak dan Sulawesi Barat has not engaged an independent party to
independen untuk melakukan verifikasi atau assurance conduct verification or assurance of its Sustainability Report.
atas Laporan Keberlanjutan. Penyusunan laporan telah The preparation of this report has been carried out through
melalui mekanisme pengendalian internal yang memadai adequate internal control mechanisms to ensure the reliability
guna memastikan keandalan dan akurasi informasi. Ke and accuracy of the information disclosed. Going forward, the
depan, Bank mempertimbangkan penggunaan assurance Bank is considering the engagement of independent assurance
independen sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan as part of strengthening its governance practices and enhancing
peningkatan kredibilitas pengungkapan keberlanjutan the credibility of its sustainability disclosures, in line with best
sesuai praktik terbaik dan ekspektasi regulator. practices and regulatory expectations.
140 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
LEMBAR UMPAN BALIK [OJK G.2 GRI 2-26]
Feedback Form
Setelah membaca Laporan Keberlanjutan PT Bank After reading the 2025 Sustainability Report of PT Bank
Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Tahun Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, we ask
2025, kami mohon kesediaan para pemangku kepentingan that stakeholders provide feedback via email or other available
untuk memberikan umpan balik dengan melalui email atau media.
media lain yang tersedia.
1. Mohon beri tanda ceklis ( ️) ✔ pada kolom setuju atau ✔
1. Please mark ( ) in the agree or disagree column
tidak setuju
Tidak
Pertanyaan Setuju Question
Setuju
Laporan ini telah memberikan informasi yang This report provides useful information regarding
bermanfaat mengenai kinerja ekonomi, sosial, the Company’s economic, social, and environmental
dan lingkungan Perusahaan. performance
Data dan informasi yang diungkapkan mudah The data and information disclosed are easy to
dipahami, lengkap, transparan, dan berimbang understand, complete, transparent, and balanced
Data dan informasi yang disajikan berguna The data and information presented are useful for
dalam pengambilan keputusan decision-making
Laporan ini menarik dan mudah dibaca This report is attractive and easy to read
2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang 2. Please rate the material topics presented in this Sustainability
terdapat dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 = paling Report (1 = most important, 2 = important, 3 = less important,
penting, 2 = penting, 3 = tidak penting, 4 = sangat tidak 4 = not important)
penting).
( ...... ) Privasi Nasabah / Customer Privacy
( ...... ) Anti Korupsi / Anti-Corruption
( ...... ) Pajak / tax
( ...... ) Praktik Keamanan / Security Practices
( ...... ) Kinerja Ekonomi / Economic Performance
( ...... ) Non Diskriminasi / Non-Discrimination
3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini. 3. Please provide comments/suggestions/recommendations for
this report
..............................................................................................................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................................................
Page 144
Identitas Pemangku Kepentingan / Stakeholder Identity
Nama : ..........................................................................................................................................................................................
Name
Pekerjaan : ..........................................................................................................................................................................................
Occupation
Institusi/Perusahaan : ..........................................................................................................................................................................................
Institution/Company
Kontak (telepon, email) : ..........................................................................................................................................................................................
Contact (phone/email)
Kategori Pemangku Kepentingan Stakeholder Category
• Nasabah • Customer
• Investor • Investor
• Pekerja • Employee
• Masyarakat • Community
• Regulator • Regulator
• Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) • Non-Governmental Organization (NGO)
• Lain-lain, sebutkan ………………………………… • Others, please specify: ....................................
Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang Feedback and responses regarding this Sustainability Report may
disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada: be submitted to:
Jl. DR. Ratulangi No.16, Mangkura,
Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90114
Telepon : (0411) 859171
Sekretaris E-mail : corporate.secretary@banksulselbar.co.id
Perusahaan Situs Web/ Website : www.banksulselbar.co.id
Bank Sulselbar
Call Center : 1500855
Corporate Secretary
Bank Sulselbar
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Response to Feedback on the 2025
Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 Sustainability Report
[OJK G.3]
Atas Laporan Keberlanjutan tahun 2025, Bank Sulselbar For the 2025 Sustainability Report, Bank Sulselbar did not receive
tidak mendapatkan umpan balik dari pemangku kepentingan, any feedback from stakeholders; therefore, there is no information
sehingga tidak terdapat informasi terkait tindak lanjut regarding follow-up actions. Nevertheless, Bank Sulselbar continues
yang dilakukan. Namun demikian, Bank Sulselbar terus to improve the quality of its reporting to comply with established
menyempurnakan kualitas laporan sehingga memenuhi guidelines, including the Consolidated Set of GRI Standards 2021,
panduan, yaitu Consolidated Set of GRI Standard 2021, POJK POJK No. 51/POJK.03/2017, and SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021.
No.51/POJK.03/2017, dan SEOJK No.16/SEOJK.04/2021.
Page 145
DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI POJK
NO.2017/51 [OJK G.4]
List of Disclosures According to POJK No. 51/2017
HALAMAN
NAMA INDEKS INDEX NAME
PAGE
BAB 1 : STRATEGI KEBERLANJUTAN 14 CHAPTER 1: SUSTAINABILITY STRATEGY
A.1 Penjelasan strategi keberlanjutan 14 A.1 Explanation of Sustainability Strategy
BAB 2: IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN 26 CHAPTER 2: SUSTAINABILITY PERFORMANCE HIGHLIGHTS
B.1Ikhtisar kinerja ekonomi 26 B.1 Economic Performance Highlights
B.1.a Kuantitas produksi atau jasa yang dijual 26 B.1.a Quantity of products or services delivered
B.1.b Pendapatan atau penjualan 26 B.1.b Revenue or sales
B.1.c Laba atau rugi bersih 26 B.1.c Net Income or loss
B.1.d Produk ramah lingkungan 26 B.1.d Environmentally friendly products
Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis B.1.e Engagement of local stakeholders in sustainable finance
B.1.e 26
keuangan berkelanjutan business processes
B.2 Ikhtisar kinerja lingkungan hidup 28 B.2 Environmental Performance Highlights
B.2.a Penggunaan energi 28 B.2.a Energy consumption
B.2.b Pengurangan emisi yang dihasilkan 28 B.2.b Reduction of emissions generated
B.2.c Pengurangan limbah dan efluen 28 B.2.c Reduction of waste and effluents
B.2.d Pelestarian keanekaragaman hayati 29 B.2.d Biodiversity conservation
Ikhtisar kinerja sosial yang merupakan uraian mengenai B.3 Social Performance Highlights
B.3 dampak positif dan negative dari penerapan keuangan 30 A description of the positive and negative impacts of sustainable
berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan finance implementation on society and the environment
BAB 3 : PROFIL PERUSAHAAN 32 CHAPTER 3: COMPANY PROFILE
C.1 Visi, misi, dan nilai keberlanjutan 32 C.1 Sustainability Vision, Mission, and Values
C.2 Alamat perusahaan 34 C.2 Company Address
C.3 Skala perusahaan 35 C.3 Company Scale
C.3.a Total aset atau kapitalisasi aset, dan total kewajiban 34 C.3.a Total assets or asset capitalization and total liabilities
Jumlah karyawan menurut gender, jabatan, usia, pendidikan, C.3.b Total workforce by gender, position, age, education, and
C.3.b 34
dan status employment status
C.3.c Persentase kepemilikan saham 34 C.3.c Share ownership composition
C.3.d Wilayah operasional 33 C.3.d Operational areas
C.4 Produk, layanan, dan kegiatan usaha yang dijalankan 38 C.4 Products, Services, and Business Activities
C.5 Keanggotaan pada asosiasi 40 C.5 Membership in Associations
C.6 Perubahan organisasi yang bersifat signifikan 41 C.6 Significant Organizational Changes
BAB 4 : PENJELASAN DIREKSI 45 CHAPTER 4: BOARD OF DIRECTORS’ STATEMENT
D.1 Penjelasan direksi 45 D.1 Board of Directors’ Statement
Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan D.1.a Policies in responding to challenges in achieving sustainability
D.1.a 46
strategi keberlanjutan strategy
BANK SULSELBAR 143
Sustainability Report 2025
Page 146
Lain-lain
Others
HALAMAN
NAMA INDEKS INDEX NAME
PAGE
D.1.b Penerapan keuangan berkelanjutan 47 D.1.b Implementation of sustainable finance
D.1.c Strategi pencapaian target 48 D.1.c Strategies to achieve targets
BAB 5 : TATA KELOLA KEBERLANJUTAN CHAPTER 5: SUSTAINABILITY GOVERNANCE
E.1 Penanggungjawab penerapan keuangan berkelanjutan 64 E.1 Responsibility for Sustainable Finance Implementation
E.2 Pengembangan kompetensi terkait keuangan berkelanjutan 66 E.2 Competency Development Related to Sustainable Finance
E.3 Penilaian risiko atas penerapan keuangan berkelanjutan 67 E.3 Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation
E.4 Hubungan dengan pemangku kepentingan 69 E.4 Stakeholder Engagement
E.5 Permasalahan terhadap penerapan keuangan berkelanjutan 70 E.5 Challenges in Implementing Sustainable Finance
BAB 6 : KINERJA KEBERLANJUTAN CHAPTER 6: SUSTAINABILITY PERFORMANCE
F.1 Kegiatan membangun budaya keberlanjutan 74 F.1 Activities to Build a Sustainability Culture
Kinerja ekonomi Economic Performance
Perbandingan target dan kinerja produksi, portofolio, target F.2 Comparison of Targets and Performance of Production, Portfolio,
F.2 75
pembiayaan, atau investasi, pendapatan dan laba rugi Financing/Investment Targets, Revenue, and Profit/Loss
Perbandingan target dan kinerja portofolio, target F.3 Comparison of Targets and Portfolio Performance, Financing/
F.3 pembiayaan, atau investasi pada instrumen keuangan atau 76 Investment Targets in Sustainability-Aligned Financial Instruments
proyek yang sejalan dengan keberlanjutan or Projects
Aspek Umum General Aspect
F.4 Biaya lingkungan hidup 92 F.4 Environmental Costs
Aspek Material Material Aspect
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 93 F.5. Use of environmentally friendly materials in operations
Aspek Energi Energy Aspect
F.6 Jumlah dan intensitas energi yang digunakan 94 F.6 Total and intensity of energy consumption
Upaya dan pencapaian efisiensi energi dan penggunaan F.7 Initiatives and achievements in energy efficiency and renewable
F.7 96
energi terbarukan energy utilization
Aspek Air Water Aspect
F.8 Penggunaan Air 97 F.8 Water Usage
Aspek Keanakaragaman Hayati Biodiversity Aspect
F.9 Aspek Keanakaragaman Hayati 98 F.9 Biodiversity Aspect
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 98 F.10 Biodiversity Conservation Effort
Aspek Emisi Emissions Aspect
Jumlah dan intensitas emisi yang dihasilkan berdasarkan
F.11 100 F.11 Total and intensity of emissions by type
jenisnya
F.12 Upaya dan pencapaian pengurangan emisi yang dilakukan 96,102 F.12 Initiatives and achievements in emission reduction
Aspek Limbah dan Efluen Waste and Effluents Aspect
F.13 Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan berdasarkan jenis 103 F.13 Total waste and effluents generated by type
F.14 Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen 103 F.14 Waste and effluent management mechanisms
F.15 Tumpahan yang Terjadi 104 F.15 Spill Incident
Tanggung Jawab Produk dan Jasa Responsibility for Products and Services
F.16 Literasi dan Inklusi Keuangan 108 F.16 Environmental Complaint Aspect
Kinerja Sosial Social Performance
144 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 147
HALAMAN
NAMA INDEKS INDEX NAME
PAGE
Komitmen LJK, emiten, atau perusahaan publik untuk F.17 Commitment of the financial services institution, issuer, or
F.17 memberikan layanan atas produk dan/ atau jasa yang setara 108 public company to provide equal access to products and/or services
kepada konsumen for customers
Aspek Ketenagakerjaan Employment Aspect
F.18 Kesetaraan kesempatan bekerja 110 F.18 Equal employment opportunity
F.19 Tenaga kerja anak dan tenaga kerja paksa 119 F.19 Child labor and forced labor
F.20 Upah minimum regional 119 F.20 Regional minimum wage compliance
F.21 Lingkungan bekerja yang layak dan aman 120 F.21 Decent and safe working environment
F.22 Pelatihan dan pengembangan kemampuan pegawai 114 F.22 Employee training and development
Aspek Sosial Social Aspect
F.23 Dampak operasi terhadap masyarakat sekitar 122 F.23 Impact of operations on surrounding communities
F.24 Pengaduan masyarakat 126 F.24 Public complaints
F.25 Kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) 123 F.25 Corporate Social and Environmental Responsibility (CSER)
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan Sustainable Product/Service Responsibility
Inovasi dan pengembangan produk/jasa keuangan F.26 Innovation and development of sustainable financial products/
F.26 130
berkelanjutan services
Produk/jasa yang sudah dievaluasi keamanannya bagi
F.27 132 F.27 Products/services evaluated for customer safety
pelanggan
F.28 Dampak produk/jasa 132 F.28 Impact of products/services
F.29 Jumlah produk yang ditarik kembali 133 F.29 Number of products recalled
Survei kepuasan pelanggan terhadap produk dan/atau jasa F.30 Customer satisfaction survey on sustainable financial products/
F.30 134
keuangan berkelanjutan services
BAB 7 : LAIN-LAIN CHAPTER 7: OTHER DISCLOSURES
G.1 Verifikasi tertulis dari pihak independen, jika ada 137 G.1 Independent assurance statement (if any)
G.2 Lembar umpan balik 138 G.2 Feedback form
Tanggapan terhadap umpan balik laporan keberlanjutan
G.3 139 G.3 Response to prior year sustainability report feedback
tahun sebelumnya
Daftar pengungkapan sesuai pojk 51/2017 tentang G.4 Disclosure index in accordance with POJK 51/2017 on
G.4 penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa 140 sustainable finance implementation for financial services institutions,
keuangan, emiten, dan perusahaan publik issuers, and public companies
BANK SULSELBAR 145
Sustainability Report 2025
Page 148
Lain-lain
Others
INDEKS KONTEN GRI UNIVERSAL
STANDARDS 2021
GRI Universal Standards Content Index 2021
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan
Selatan dan Sulawesi Barat telah melaporkan dan Sulawesi Barat has reported the information
informasi yang dikutip dalam indeks konten cited in this GRI Content Index for the period
Pernyataan Penggunaan
GRI ini untuk periode 1 Januari 2025-31 from 1 January 2025 to 31 December 2025 in
Desember 2025 “Sesuai dengan Standard accordance with the GRI Standards.
GRI.”
GRI 1 GRI 1: Landasan 2021 GRI 1: Foundation for 2021
GRI Sektor Standards Sektor Jasa Keuangan Financial Services Sector
HALAMAN
STANDAR PENGUNGKAPAN GRI 2021 GRI DISCLOSURE STANDARDS 2021
PAGE
GRI 2: GENERAL DISCLOSURES
GRI 2: ORGANISASI DAN PRAKTIK PELAPORAN
ORGANIZATION AND REPORTING PRACTICES
2-1 Detail organisasi 33,34,37 2-1 Organizational details
2-2 Entitas yang termasuk dalam laporan keberlanjutan 12 2-2 Entities included in the sustainability reporting
2-3 Periode pelaporan, frekuensi dan poin kontak 12 2-3 Reporting period, frequency and contact point
2-4 Pernyataan kembali 12 2-4 Restatements of information
2-5 Assurans eksternal 13 2-5 External assurance
AKTIVITAS DAN PEKERJA ACTIVITIES AND WORKERS
2-6 Aktivitas, rantai nilai dan hubungan bisnis lainnya 33,34,37,38 2-6 Activities, value chain and other business relationships
2-7 Karyawan 33,35 2-7 Employees
2-8 Pekerja yang bukan karyawan 35 2-8 Workers who are not employees
TATA KELOLA GOVERNANCE
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 54,64 2-9 Governance structure and composition
2-10 Nomination and selection of the highest governance
2-10 Nominasi dan seleksi dewan tata kelola tertinggi 60,62
body
2-11 Pimpinan dari dewan tata kelola tertinggi 54 2-11 Chair of the highest governance body
Peran dewan tata kelola tertinggi dalam mengawasi 2-12 Role of the highest governance body in overseeing the
2-12 54,64,65
dampak manajemen management of impacts
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak 54,64,66 2-13 Delegation of responsibility for managing impacts
Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan 2-14 Role of the highest governance body in sustainability
2-14 51,54
keberlanjutan reporting
2-15 Konflik kepentingan 57,58 2-15 Conflicts of interest
2-16 Mengomunikasikan hal-hal kritis 126 2-16 Communication of critical concerns
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 66.67 2-17 Collective knowledge of the highest governance body
2-18 Evaluation of the performance of the highest
2-18 Mengevaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi 61
governance body
146 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
HALAMAN
STANDAR PENGUNGKAPAN GRI 2021 GRI DISCLOSURE STANDARDS 2021
PAGE
2-19 Kebijakan remunerasi 62 2-19 Remuneration policies
2-20 Proses untuk menentapkan remunerasi 63 2-20 Process to determine remuneration
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 64 2-21 Annual total compensation ratio
STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PRAKTIK STRATEGY, POLICIES AND PRACTICES
Pernyataan tentang strategi pengembangan
2-22 14 2-22 Statement on sustainable development strategy
keberlanjutan
2-23 Komitmen kebijakan 20 2-23 Policy commitments
2-24 Komitmen kebijakan yang termasuk 20 2-24 Embedding policy commitments
2-25 Proses untuk mengelola dampak 21,22 2-25 Processes to remediate negative impacts
2-26 Mekanisme untuk saran dan masalah etika 137 2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns
2-27 Kepatuhan pada peraturan dan perundangan 125 2-27 Compliance with laws and regulations
2-28 Keanggotaan asosiasi 40 2-28 Membership associations
KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN STAKEHOLDER ENGAGEMENT
Pendekatan terhadap keterlibatan pemangku
2-29 69 2-29 Approach to stakeholder engagement
kepentingan
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 118 2-30 Collective bargaining agreements
GRI 3:TOPIK MATERIAL /TENTANG LAPORAN
GRI 3: MATERIAL TOPICS
KEBERLANJUTAN
3-1 Proses penetapan topik material 4 3-1 Process to determine material topics
3-2 Daftar topik material 8,9,21,22 3-2 List of material topics
3-3 Manajemen topik material 10,11,21 3-3 Management of material topics
KINERJA EKONOMI ECONOMIC PERFORMANCE
GRI 201: Kinerja ekonomi 2016 GRI 201: Economic Performance 2016
Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
201-1 78 201-1 Direct economic value generated and distributed
didistribusikan
Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain 201-2 Financial implications and other risks and
201-2 79,80
akibat dari perubahan iklim financial opportunities due to climate change
Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan 201-3 Defined benefit plan obligations and other retirement
201-3 80
program pensiun lainnya plans
Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah
201-4 81 201-4 Financial assistance received from government
financial assistance received from government
KEBERADAAN PASAR MARKET PRESENCE
GRI 202: Keberadaan pasar 2016 GRI 202: Market Presence 2016
Rasio upah karyawan entry-level standar
202-1 Ratios of standard entry level wage by gender
202-1 berdasarkan jenis kelamin terhadap upah minimum N/A
compared to local minimum wage
regional
Proporsi manajemen senior yang berasal dari 202-2 Proportion of senior management hired from the
202-2 N/A
masyarakat lokal local community
DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG INDIRECT ECONOMIC IMPACTS
BANK SULSELBAR 147
Sustainability Report 2025
Page 150
Lain-lain
Others
HALAMAN
STANDAR PENGUNGKAPAN GRI 2021 GRI DISCLOSURE STANDARDS 2021
PAGE
GRI 203: Indirect Economic Impacts 2016
GRI 203: Dampak ekonomi tidak langsung 2016
203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan N/A 203-1 Infrastructure investments and services supported
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan N/A 203-2 Significant indirect economic impacts
PRAKTIK PENGADAAN PROCUREMENT PRACTICES
GRI 204: Praktik pengadaan 2016 GRI 204: Procurement practices 2016
204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal 39 204-1 Proportion of spending on local suppliers
ANTI KORUPSI ANTI-CORRUPTION
GRI 205: Anti korupsi 2016 GRI 205: Anti-corruption 2016
Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait
205-1 85 205-1 Operations assessed for risks related to corruption
korupsi
Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan 205-2 Communication and training about anti-corruption
205-2 85
prosedur anti korupsi policies and procedures
Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang
205-3 86 205-3 Confirmed incidents of corruption and actions taken
diambil
PAJAK TAX
GRI 207: Pajak 2019 GRI 207: Tax 2019
207-1 Pendekatan terhadap pajak 87 207-1 Approach to tax
Tata kelola, pengendalian, dan manajemen risiko
207-2 88 207-2 Tax governance, control, and risk management
pajak
Keterlibatan pemangku kepentingan dan 207-3 Stakeholder engagement and management of
207-3 88
pengelolaan perhatian yang berkaitan dengan pajak concerns related to tax
207-4 Laporan per negara 33,35 207-4 Country-by-country reporting
LINGKUNGAN ENVIRONMENT
GRI 302: Energi 2016 Energy – GRI 302: Energy 2016
302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 94,96 302-1 Energy consumption within the organization
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 94 302-2 Energy consumption outside the organization
302-3 Intensitas energi 94 302-3 Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi 96 302-4 Reduction of energy consumption
Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk 302-5 Reductions in energy requirements of products and
302-5 96
produk dan jasa services
GRI 305: Emisi 2016 Emissions – GRI 305: Emissions 2016
305-1 Emisi GRK (cakupan 1) langsung 100 305-1 Direct (Scope 1) GHG emissions
305-2 Emisi energi GRK (cakupan 2) tidak langsung 100 305-2 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
305-3 Emisi GRK (cakupan 3) tidak langsung lainnya 100 305-3 Other indirect (Scope 3) GHG emissions
305-4 Intensitas emisi GRK 100 305-4 GHG emissions intensity
305-5 Pengurangan emisi GRK 102 305-5 Reduction of GHG emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 102 305-6 Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
148 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 151
HALAMAN
STANDAR PENGUNGKAPAN GRI 2021 GRI DISCLOSURE STANDARDS 2021
PAGE
Nitrogen oksida (nox), sulfur oksida (sox), dan emisi 305-7 Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
305-7 102
udara signifikan lainnya significant air emissions
SOSIAL SOCIAL
GRI 401: Kepegawaian 2016 Employment – GRI 401: Employment 2016
Perekrutan karyawan baru dan perputaran
401-1 111 401-1 New employee hires and employee turnover
karyawan
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
401-2 Benefits provided to full-time employees that are not
401-2 purnawaktu yang tidak diberikan kepada karyawan 119
provided to temporary or part-time employees
sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 117 401-3 Parental leave
GRI 402:Hubungan tenaga kerja/manajemen 2016 GRI 402: Labor/Management Relations 2016
Periode pemberitahuan minimum terkait perubahan 402-1 Minimum notice periods regarding operational
402-1 N/A
operasional changes
GRI 404:Pelatihan dan pendidikan 2016 GRI 404: Training and Education 2016
404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan 114 404-1 Average hours of training per year per employee
Program untuk meningkatkan keterampilan 404-2 Programs for upgrading employee skills and
404-2 114
karyawan dan program bantuan peralihan transition assistance programs
Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin 404-3 Percentage of employees receiving regular
404-3 116
terhadap kinerja dan pengembangan karier performance and career development reviews
GRI 405: Keberagaman dan kesetaraan 2016 GRI 405: Diversity and Equal Opportunity 2016
405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan N/A 405-1 Diversity of governance bodies and employees
Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan 405-2 Ratio of basic salary and remuneration of women to
405-2 N/A
dibandingkan laki-laki men
GRI 406: Non-diskriminasi 2016 GRI 406: Non-discrimination 2016
Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang 406-1 Incidents of discrimination and corrective actions
406-1
dilakukan 110 taken
GRI 408: Pekerja anak 2016 GRI 408: Child Labor 2016
Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan 408-1 Operations and suppliers at significant risk for
408-1 119
terhadap insiden pekerja anak incidents of child labor
GRI 409: Kerja paksa atau wajib kerja 2016 GRI 409: Forced or Compulsory Labor 2016
Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan 409-1 Operations and suppliers at significant risk for
409-1 119
terhadap insiden kerja paksa atau wajib kerja incidents of forced or compulsory labor
GRI 410: Praktik-praktik keamanan 2016 GRI 410: Security Practices 2016
Petugas keamanan yang dilatih mengenai kebijakan 410-1 Security personnel trained in human rights policies or
410-1 126
atau prosedur hak asasi manusia procedures
GRI 413: Masyarakat lokal 2016 GRI 413: Local Communities 2016
Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, 413-1 Operations with local community engagement,
413-1 N/A
penilaian dampak, dan program pengembangan impact assessments, and development programs
Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi
413-2 Operations with significant actual and potential
413-2 memiliki dampak negatif signifikan terhadap N/A
negative impacts on local communities
masyarakat lokal
GRI 415: Kebijakan publik 2016 GRI 415: Public Policy 2016
BANK SULSELBAR 149
Sustainability Report 2025
Page 152
Lain-lain
Others
HALAMAN
STANDAR PENGUNGKAPAN GRI 2021 GRI DISCLOSURE STANDARDS 2021
PAGE
415-1 Kontribusi politik N/A 415-1 Political contributions
GRI 417: Pemasaran dan pelabelan 2016 GRI 417: Marketing and Labeling 2016
Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk 417-1 Requirements for product and service information
417-1 N/A
dan jasa and labeling
417- Insiden ketidakpatuhan terhadap pelabelan dan 417-2 Incidents of non-compliance concerning product and
N/A
2 informasi produk dan jasa service information and labeling
Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi 417-3 Incidents of non-compliance concerning marketing
417-3 N/A
pemasaran communications
GRI 418: Privasi pelanggan 2016 GRI 418: Customer Privacy 2016
Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran 418-1 Substantiated complaints concerning breaches of
418-1 terhadap privasi pelanggan dan hilangnya data 127 customer privacy and losses of customer data
pelanggan
GRI 419:Kepatuhan sosial ekonomi 2016 GRI 419: Socioeconomic Compliance 2016
419-1 Non-compliance with laws and regulations in the
Ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan
419-1 125 social and economic area
peraturan di bidang sosial dan ekonomi
GRI g4: disclosure sektor jasa keuangan FINANCIAL SERVICES SECTOR DISCLOSURES (GRI G4)
PRODUK PORTOFOLIO Product Portfolio
Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial FS1 Policies with specific environmental and social
FS1
yang spesifik yang diaplikasikan pada lini bisnis 14 components applied to business lines
Prosedur untuk memeriksa dan menyaring risiko FS2 Procedures for assessing and screening environmental
FS2 67,68
lingkungan dan sosial pada lini bisnis and social risks in business lines
Proses untuk memonitor implementasi dan
FS3 Processes for monitoring clients’ implementation of and
FS3 kepatuhan klien terhadap persyaratan lingkungan N/A
compliance with environmental and social requirements
dan sosial
Proses untuk meningkatkan kompetensi staf dalam
mengimplementasikan kebijakan lingkungan dan FS4 Processes to improve staff competency in implementing
FS4 66,67
sosial serta prosedur yang diaplikasikan pada lini environmental and social policies and procedures
bisnis
Interaksi dengan klien/penanam modal/mitra bisnis
FS5 Interactions with clients/investees/business partners
FS5 terkait risiko serta kesempatan terkait lingkungan 69
regarding environmental and social risks and opportunities
dan sosial
Persentase dari portfolio untuk lini bisnis menurut
FS6 Percentage of the portfolio for business lines by region,
FS6 wilayah, menurut ukuran (contoh: mikro/sme/ 81
size (e.g., micro/SME/large), and sector
besar), dan menurut sektor
Nilai moneterdari produk dan layanan yang
FS7 Monetary value of products and services designed to
FS7 dirancang untuk memberikan keuntungan sosial 76,81
deliver specific social benefits
yang spesifik untuk setiap lini bisnis
Nilai moneterdari produk dan layanan yang
FS8 Monetary value of products and services designed to
FS8 dirancang untuk memberikan keuntungan 76
deliver specific environmental benefits
lingkungan yang spesifik untuk setiap lini bisnis
AUDIT Audit
Cakupan dan frekuensi audit serta prosedur FS9 Coverage and frequency of audits and risk assessment
FS9 68
penilaian risiko procedures
150 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
HALAMAN
STANDAR PENGUNGKAPAN GRI 2021 GRI DISCLOSURE STANDARDS 2021
PAGE
KEPEMILIKAN AKTIF Active Ownership
Persentase dan jumlah perusahaan dalam FS10 Percentage and number of companies in the portfolio
FS10 porfolio institusi dengan mana organisasi pelapor N/A with which the reporting organization has interacted on
berinteraksi dalam isu lingkungan atau sosial environmental or social issues
Persentase aset di mana dilakukan penyaringan FS11 Percentage of assets subject to positive and negative
FS11 N/A
lingkungan atau sosial secara positif dan negative environmental or social screening
KOMUNITAS LOKAL Local Communities
Titik akses pada wilayah dengan populasi
FS13 Access points in low-populated or economically
FS13 penduduk rendah atau keadaan ekonomi yang 83
disadvantaged areas
kurang menguntungkan
Inisiatif untuk meningkatkan akses layanan FS14 Initiatives to improve access to financial services for
FS14 83,84
finansial bagi para penyandang cacat people with disabilities
TANGGUNG JAWAB PRODUK Product Responsibility
Kebijakan untuk rancangan dan penjualan produk FS15 Policies for fair design and sale of financial products
FS15 108
dan layanan yang adil and services
Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan FS16 Initiatives to enhance financial literacy by type of
FS16 83,108
menurut tipe penerima beneficiary
Topik dalam GRI sector standard Topics in the GRI sector standards are
yang ditetapkan tidak material not material.
F12 Kebijakan pemungutan suara yang diaplikasikan F12 Voting policies applied to environmental or social issues
pada isu lingkungan atau sosial untuk saham di mana for shares in which the Company has the right to vote or
perusahaan memiliki hak untuk memberikan suara provide voting advice.
atau nasihat melalui pemungutan suara.
Tidak relevan karena dalam peraturan perusahaan, Not applicable, as based on the Company’s internal
bank mandiri tidak memiliki skema pemungutan policies, PT Bank Mandiri does not have a voting policy
suara untuk isu lingkungan dan sosial. framework related to environmental and social issues.
BANK SULSELBAR 151
Sustainability Report 2025
Page 154
Lain-lain
Others
TAUTAN STANDAR GRI DENGAN SDGS [OJK G.3]
GRI Standards link with SDGs
Bank Sulselbar berkomitmen untuk berkontribusi dalam Bank Sulselbar is committed to contributing to the achievement
pencapaian TPB/SDGs di Indonesia. Dukungan disampaikan of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. This
melalui tautan antara program/kegiatan yang dilakukan commitment is demonstrated through the alignment of programs
Bank Jatim dengan GRI Standard dan SDGs, sesuai panduan and initiatives implemented by the Bank with the GRI Standards
SDG Compass yang diterbitkan oleh GRI, United Nations and the SDGs, in accordance with the SDG Compass guidelines
Global Compact, dan World Business Council for Sustainable issued by the Global Reporting Initiative (GRI), the United Nations
Development (WBCSD), sebagaimana tabel di bawah ini: Global Compact, and the World Business Council for Sustainable
Development (WBCSD), as presented in the table below:
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
1. MENGHAPUS GRI 202: 202-1 Rasio upah karyawan entry-
Keberadaan pasar
01 KEMISKINAN
(2016)
level standar berdasarkan jenis
kelamin terhadap upah minimum
NO POVERTY Mengakhiri kemiskinan
dalam segala bentuk Market Presence regional
dimanapun Ratio of standard entry-level
wage by gender compared to local
1. NO POVERTY minimum wage
End poverty in all its forms GRI 203: 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung
everywhere Dampak ekonomi tidak yang signifikan
Langsung (2016) Significant indirect economic
Indirect Economic impacts
Impacts
GRI 207: 207-1 Pendekatan terhadap pajak
Pajak (2019) Approach to tax
Tax
207-2 Tata kelola, pengendalian, dan
manajemen risiko pajak
Tax governance, control, and risk
management
207-3 Keterlibatan pemangku
kepentingan dan pengelolaan
perhatian yang berkaitan dengan
pajak
Stakeholder engagement and
management of concerns related
to tax
207-4 Laporan per negara
Country-by-country reporting
GRI 413: 413-2 Operasi yang secara aktual
Masyarakat lokal (2016) dan yang berpotensi memiliki
Local Communities dampak negatif signifikan
terhadap masyarakat lokal
Operations with significant actual
and potential negative impacts on
local communities
152 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 155
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
2. MENGHILANGKAN GRI 201: 201-1 Nilai ekonomi langsung yang
KELAPARAN Kinerja ekonomi (2016) dihasilkan dan didistribusikan
02 Menghilangkan kelaparan,
Economic Performance Direct economic value generated
ZERO HUNGER
mencapai ketahanan and distributed
pangan dan nutrisi yang GRI 203: 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung
lebih baik dan mendukung Dampak ekonomi tidak yang signifikan
pertanian berkelanjutan langsung (2016) Direct economic value generated
Indirect Economic and distributed
2. ZERO HUNGER Impacts
End hunger, achieve food GRI 413: 413-2 Operasi yang secara aktual
security and improved Masyarakat lokal (2016) dan yang berpotensi memiliki
nutrition, and promote Local Communities dampak negatif signifikan
sustainable agriculture terhadap masyarakat lokal
Operations with significant actual
and potential negative impacts on
local communities
3. KESEHATAN YANG BAIK GRI 203: 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung
DAN KESEJAHTERAAN Dampak ekonomi tidak yang signifikan
03 langsung (2016)
GOOD HEALTH Memastikan Kehidupan Direct economic value generated
& WELL-BEING yang sehat dan Indirect Economic and distributed
mendukung kesejahteraan Impacts
bagi semua untuk semua GRI 305: 305-1 Emisi GRK (cakupan 1)
usia Emisi (2016) langsung
Emissions Direct (Scope 1) GHG emissions
3. GOOD HEALTH AND WELL-
BEING 305-2 Emisi energi GRK (cakupan 2)
Ensure healthy lives and tidak langsung
promote well-being for all at Energy indirect (Scope 2) GHG
all ages emissions
305-3 Emisi GRK (cakupan 3) tidak
langsung lainnya
Other indirect (Scope 3) GHG
emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS )
Emissions of ozone-depleting
substances (ODS)
305-7 Nitrogen oksida (nox), sulfur
oksida (sox), dan emisi udara
yang signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides
(SOx), and other significant air
emissions
GRI 401: 401-2 Tunjangan yang diberikan kepada
Kepegawaian (2016) karyawan purnawaktu yang
Employment tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
Benefits provided to full-time
employees not provided to
temporary or part-time employees
BANK SULSELBAR 153
Sustainability Report 2025
Page 156
Lain-lain
Others
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
4. PENDIDIKAN BERMUTU GRI 404: 404-1 Rata-rata jam pelatihan per
Memastikan pendidikan Pelatihan dan tahun per karyawan
yang inklusif dan pendidikan (2016) Average hours of training per year
04 berkualitas setara, juga Training and Education per employee
QUALITY mendukung kesempatan
404-2 Program untuk meningkatkan
EDUCATION belajar seumur hidup bagi
keterampilan karyawan dan
semua
program bantuan peralihan
Programs for upgrading employee
4. QUALITY EDUCATION
skills and transition assistance
Ensure inclusive and
programs
equitable quality education
and promote lifelong
learning opportunities for all
5. KESETARAAN GENDER GRI 2: pengungkapan 2-9 Struktur dan komposisi tata
Mencapai kesetaraan umum (2021) kelola
05 gender dan General Disclosures Governance structure and
GENDER memberdayakan semua composition
EQUALITY perempuan dan anak
2-10 Menominasikan dan memilih
perempuan
badan tata kelola tertinggi
Nomination and selection of the
5. GENDER EQUALITY
highest governance body
Achieve gender equality and
empower all women and GRI 405: 202-1 Rasio upah karyawan entry-
girls Keberagaman dan level standar berdasarkan jenis
kesetaraan (2016) kelamin terhadap upah minimum
Diversity and Equal regional
Opportunity Ratio of standard entry-level
wage by gender compared to local
minimum wage
GRI 203: 203-1 Investasi infrastruktur dan
Dampak ekonomi tidak dukungan layanan
langsung (2016) Infrastructure investments and
Indirect Economic services supported
Impacts
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan
Kepegawaian (2016) pergantian karyawan
Employment New employee hires and employee
turnover
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada
karyawan purnawaktu yang
tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
Benefits provided to full-time
employees that are not provided to
temporary or part-time employees
154 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 157
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
401-3 Cuti melahirkan
Parental leave
GRI 404: 404-3 Persentase karyawan
Pelatihan dan yang menerima tinjauan
pendidikan (2016) rutin terhadap kinerja dan
Training and Education pengembangan karier
Percentage of employees receiving
regular performance and career
development reviews
GRI 405: 405-1 Keberagaman badan tata kelola
Keberagaman dan dan karyawan
kesetaraan (2016) Diversity of governance bodies and
Diversity and Equal employees
Opportunity
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
perempuan dibandingkan laki-
laki
Ratio of basic salary and
remuneration of women to men
GRI 406: 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan
Non-diskriminasi (2016) perbaikan yang dilakukan
Non-discrimination Incidents of discrimination and
corrective actions taken
6. AKSES AIR BERSIH DAN GRI 203 : Dampak 203-2 Dampak Ekonomi Tidak
SANITASI ekonomi tidak langsung Langsung/ Program CSR
06 Memastikan ketersediaan Indirect Economic Impact/ CSR
CLEAN WATER dan manajemen Air bersih programs
AND SANITATION yang berkelanjutan dan
sanitasi bagi semua
6. CLEAN WATER AND
SANITATION
Ensure availability and
sustainable management of
water and sanitation for all
BANK SULSELBAR 155
Sustainability Report 2025
Page 158
Lain-lain
Others
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
7. ENERGI BERSIH GRI 302: 302-1 Konsumsi energi dalam
DAN TERJANGKAU Energi (2016) organisasi
07 Memastikan akses Energy Energy consumption within the
AFFORDABLE terhadap energi yang organization
AND CLEAN ENERGY terjangkau, dapat
302-2 Konsumsi energi di luar
diandalkan, berkelanjutan
organisasi
dan modern bagi semua
Energy consumption outside the
organization
7. AFFORDABLE AND CLEAN
ENERGY Ensure 302-3 Intensitas energi
access to affordable, reliable, Energy intensity
sustainable and modern
302-4 Pengurangan konsumsi energi
energy for all
Reduction of energy consumption
302-5 Pengurangan pada energi yang
dibutuhkan untuk produk dan
jasa
Reductions in energy requirements
of products and services
8. PEKERJAAN LAYAK GRI 2: pengungkapan 2-7 Karyawan
DAN PERTUMBUHAN umum (2021) Employees
08 EKONOMI General Disclosures
DECENT WORK Mendukung pertumbuhan GRI 201: 201-1 Nilai ekonomi langsung yang
AND ECONOMIC ekonomi yang inklusif dan
CROWTH Kinerja ekonomi (2016) dihasilkan dan didistribusikan
berkelanjutan, tenaga Economic Performance Direct economic value generated
kerja penuh dan produktif
and distributed
dan pekerjaan yang layak
bagi semua GRI 202: 202-1 Rasio upah karyawan entry-
Keberadaan pasar level standar berdasarkan jenis
(2016) kelamin terhadap upah minimum
8. DECENT WORK AND
Market Presence regional
ECONOMIC GROWTH
Ratio of standard entry-level
Promote sustained, inclusive
wage by gender compared to local
and sustainable economic
minimum wage
growth, full and productive
employment and decent 202-2 Proporsi manajemen senior yang
work for all berasal dari masyarakat lokal
Proportion of senior management
hired from the local community
GRI 203: 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung
Dampak ekonomi tidak yang signifikan
langsung (2016) Significant indirect economic
Indirect Economic impacts
Impacts
GRI 204: 204-1 Proporsi pengeluaran untuk
Praktik pengadaan pemasok lokal
(2016) Proportion of spending on local
Procurement Practices suppliers
GRI 302: 302-1 Konsumsi energi dalam
Energi (2016) organisasi
Energy Energy consumption within the
organization
156 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 159
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
302-2 Konsumsi energi di luar
organisasi
Energy consumption outside the
organization
302-3 Intensitas energi
Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi
Reduction of energy consumption
302-5 Pengurangan pada energi yang
dibutuhkan untuk produk dan
jasa
Reductions in energy requirements
of products and services
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan
Kepegawaian (2016) pergantian karyawan
Employment New employee hires and employee
turnover
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada
karyawan purnawaktu yang
tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
Benefits provided to full-time
employees that are not provided to
temporary or part-time employees
401-3 Cuti melahirkan
Parental leave
GRI 402: 402-1 Periode pemberitahuan
Hubungan tenaga minimum terkait perubahan
kerja/manajemen operasional
(2016) Minimum notice periods regarding
Labor/Management operational changes
Relations
GRI 404: 404-1 Rata-rata jam pelatihan per
Pelatihan dan tahun per karyawan
pendidikan (2016)
404-2 Program untuk meningkatkan
Training and Education
keterampilan karyawan dan
program bantuan peralihan
404-3 Persentase karyawan
yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata
Keberagaman dan kelola dan karyawan
kesetaraan (2016)
405-2 Remunerasi pria dan wanita
Diversity and Equal
Opportunity
GRI 406: 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan
Non-diskriminasi (2016) perbaikan yang dilakukan
Non-discrimination
BANK SULSELBAR 157
Sustainability Report 2025
Page 160
Lain-lain
Others
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
GRI 408: 408-1 Operasi dan pemasok yang
Pekerja anak (2016) berisiko signifikan terhadap
Child Labor insiden pekerja anak
GRI 409: 409-1 Operasi dan pemasok yang
Kerja paksa atau wajib berisiko signifikan terhadap
kerja (2016) insiden kerja paksa atau wajib
Forced or Compulsory kerja
Labor
9. INFRASTRUKTUR, GRI 201: 201-1 Nilai ekonomi langsung yang
INDUSTRI DAN INOVASI Kinerja ekonomi (2016) dihasilkan dan didistribusikan
09 Membangun infrastruktur Economic Performance
INDUSTRY, INNOVATION
yang tangguh, mendukung
AND INFRASTRUCTURE GRI 203: 203-1 Dampak ekonomi tidak langsung
industrialisasi yang
Dampak ekonomi tidak
Inklusif dan berkelanjutan
langsung (2016)
dan membantu
Indirect Economic
perkembangan inovasi
Impacts
9. INDUSTRY, INNOVATION
AND INFRASTRUCTURE
Build resilient infrastructure,
promote inclusive and
sustainable industrialization
and foster innovation
10. MENGURANGI GRI 2: pengungkapan 2-7 Karyawan
KETIMPANGAN umum (2021)
10 Mengurangi ketimpangan General Disclosures
REDUCED didalam dan antar negara GRI 207: 207-1 Pendekatan terhadap pajak
INEQUALITIES Pajak (2019)
207-2 Tata kelola, pengendalian, dan
10. REDUCED INEQUALITIES Tax
manajemen risiko pajak
Reduce inequality within
and among countries 207-3 Keterlibatan pemangku
kepentingan dan pengelolaan
perhatian yang berkaitan dengan
pajak
207-4 Laporan per negara
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan
Kepegawaian (2016) pergantian karyawan
Employment
GRI 404: 404-1 Rata-rata jam pelatihan per
Pelatihan dan tahun per karyawan
pendidikan (2016)
404-3 Persentase karyawan
Training and Education
yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
GRI 405: 405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi
Keberagaman dan perempuan dibandingkan laki-
kesetaraan (2016) laki
Diversity and Equal
Opportunity
158 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 161
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
11. KOTA DAN KOMUNITAS GRI 203: 203-1 Dampak ekonomi tidak langsung
YANG BERKELANJUTAN Dampak ekonomi tidak
11 Membangun kota dan langsung (2016)
SUSTAINABLE CITIES pemukiman yang inklusif, Indirect Economic
AND COMMUNITIES aman, tangguh dan Impacts
berkelanjutan
11. SUSTAINABLE CITIES
AND COMMUNITIES
Make cities and human
settlements inclusive, safe,
resilient and sustainable
12. KONSUMSI DAN GRI 302: 302-1 Konsumsi energi dalam
PRODUKSI YANG Energi (2016) organisasi
12 BERTANGGUNG-JAWAB Energy Energy consumption within the
RESPONSIBLE
CONSUMPTION AND
Memastikan pola organization
PRODUCTION konsumsi dan produksi
302-3 Intensitas energi
yang berkelanjutan
Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi
12. RESPONSIBLE
Reduction of energy consumption
CONSUMPTION AND
PRODUCTION 302-5 Pengurangan pada energi yang
Ensure sustainable dibutuhkan untuk produk dan
consumption and production jasa
patterns Reductions in energy requirements
of products and services
GRI 305: 305-1 Emisi GRK (cakupan 1)
Emisi (2016) langsung
Emissions Reductions in energy requirements
of products and services
305-2 Emisi energi GRK (cakupan 2)
Energy indirect (Scope 2) GHG
emissions tidak langsung
305-3 Emisi GRK (cakupan 3) tidak
langsung lainnya
Other indirect (Scope 3) GHG
emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS )
Emissions of ozone-depleting
substances
305-7 Nitrogen oksida (nox), sulfur
oksida (sox), dan emisi udara
yang signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides
(SOx), and other significant air
emissions
GRI 417: 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan
Pemasaran dan informasi produk dan jasa
pelabelan (2016)
Marketing and Labeling
BANK SULSELBAR 159
Sustainability Report 2025
Page 162
Lain-lain
Others
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
13. PENANGANAN GRI 201: 201-1 Nilai ekonomi langsung yang
PERUBAHAN IKLIM Kinerja ekonomi (2016) dihasilkan dan didistribusikan
13 Mengambil aksi segera Economic Performance Direct economic value generated
CLIMATE ACTION untuk memerangi and distributed
perubahan iklim dan
dampaknya GRI 302: 302-1 Konsumsi energi dalam
Energi (2016) organisasi
Energy Energy consumption within the
13. CLIMATE ACTION organization
Take urgent action to
combat climate change and 302-2 Konsumsi energi di luar
its impacts organisasi
Energy consumption outside the
organization
302-3 Intensitas energi
Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi
Reduction of energy consumption
302-5 Pengurangan pada energi yang
dibutuhkan untuk produk dan
jasa
Reductions in energy requirements
of products and services
GRI 305: 305-1 Emisi GRK (cakupan 1)
Emisi (2016) langsung
Emissions Direct (Scope 1) GHG emissions
305-2 Emisi energi GRK (cakupan 2)
tidak langsung
Energy indirect (Scope 2) GHG
emissions
305-3 Emisi GRK (cakupan 3) tidak
langsung lainnya
Energy indirect (Scope 2) GHG
emissions
305-4 Intensitas emisi GRK
GHG emissions intensity
305-5 Pengurangan emisi GRK
Reduction of GHG emissions
160 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 163
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
14. MENJAGA EKOSISTEM GRI 305: 305-1 Emisi GRK (cakupan 1)
LAUT Emisi (2016) langsung
14 Mengkonservasi dan Emissions Reduction of GHG emissions
LIFE BELLOW memanfaatkan secara
WATER 305-2 Emisi energi GRK (cakupan 2)
berkelanjutan sumber
tidak langsung
daya laut, samudra
Energy indirect (Scope 2) GHG
dan maritim untuk
emissions
pembangunan yang
berkelanjutan 305-3 Emisi GRK (cakupan 3) tidak
langsung lainnya
14. LIFE BELOW WATER Other indirect (Scope 3) GHG
Conserve and sustainably emissions
use the oceans, seas and
305-4 Intensitas emisi GRK
marine resources for
GHG emissions intensity
sustainable development
305-5 Pengurangan emisi GRK
Reduction of GHG emissions
305-7 Nitrogen oksida (nox), sulfur
oksida (sox), dan emisi udara
yang signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides
(SOx), and other significant air
emissions
15. MENJAGA EKOSISTEM GRI 305: 305-1 Emisi GRK (cakupan 1)
DARAT Emisi 2016 langsung
15 Melindungi, memulihkan Emissions Reduction of GHG emissions
LIFE ON LAND dan mendukung
305-2 Emisi energi GRK (cakupan 2)
penggunaan yang
tidak langsung
berkelanjutan terhadap
Energy indirect (Scope 2) GHG
ekosistem daratan,
emissions
mengelola hutan
Secara berkelanjutan, 305-3 Emisi GRK (cakupan 3) tidak
memerangi desertifikasi langsung lainnya
(penggurunan), Other indirect (Scope 3) GHG
Dan menghambat emissions
dan membalikkan
305-4 Intensitas emisi GRK
degradasi tanah dan
GHG emissions intensity
Menghambat hilangnya
keanekaragaman hayati 305-5 Pengurangan emisi GRK
Reduction of GHG emissions
15. LIFE ON LAND Protect,
305-7 Nitrogen oksida (nox), sulfur
restore and promote
oksida (sox), dan emisi udara
sustainable use of terrestrial
yang signifikan lainnya
ecosystems, sustainably
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides
manage forests, combat
(SOx), and other significant air
desertification, and halt and
emissions
reverse land degradation
and biodiversity loss
BANK SULSELBAR 161
Sustainability Report 2025
Page 164
Lain-lain
Others
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
16. PERDAMAIAN, GRI 2: pengungkapan 2-23 Komitmen kebijakan
KEADILAN DAN umum (2021) Policy commitments
16 KELEMBAGAAN YANG General Disclosures
2-26 Mekanisme untuk saran dan
PEACE, JUSTICE AND KUAT
STRONG INSTITUTIONS masalah
Mendukung masyarakat
Mechanisms for seeking advice and
yang damai dan inklusif
raising concerns
untuk pembangunan
berkelanjutan, 2-9 Struktur dan komposisi tata
menyediakan akses kelola
terhadap keadilan Governance structure and
Bagi semua dan composition
membangun institusi-
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi
institusi yang efektif,
Chair of the highest governance
akuntabel dan inklusif di
body
semua level
2-10 Menominasikan dan memilih
badan tata kelola tertinggi
16. PEACE, JUSTICE
Nomination and selection of the
AND STRONG
highest governance body
INSTITUTIONS Promote
peaceful and inclusive 2-15 Konflik kepentingan
societies for sustainable Conflicts of interest
development, provide access
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata
to justice for all and build
kelola tertinggi
effective, accountable and
Conflicts of interest
inclusive institutions at all
levels 2-12 Peran badan tata kelola tertinggi
dalam mengawasi pengelolaan
dampak
Role of the highest governance
body in overseeing the
management of impacts
2-20 Proses penetapan remunerasi
Process to determine remuneration
GRI 205: 205-1 Operasi-operasi yang dinilai
Anti korupsi (2016) memiliki risiko terkait korupsi
Anti-corruption Operations assessed for risks
related to corruption
205-2 Komunikasi dan pelatihan
tentang kebijakan dan prosedur
anti korupsi
Communication and training
on anti-corruption policies and
procedures
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan
tindakan yang diambil
Confirmed incidents of corruption
and actions taken
GRI 408: 408-1 Operasi dan pemasok yang
Pekerja anak (2016) berisiko signifikan terhadap
Child Labor insiden pekerja anak
Operations and suppliers at
significant risk for incidents of child
labor
162 BANK SULSELBAR
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
Kesesuaian GRI
Standard Judul Indikator
Logo SDG’S Disclosure
Alignment with GRI Indicator Topic
Standards
GRI 410: 410-1 Petugas keamanan yang dilatih
Praktik keamanan mengenai kebijakan atau
(2016) prosedur hak asasi manusia
Security Practices Security personnel trained in
human rights policies or procedures
GRI 415: 415-1 Kontribusi politik
Kebijakan publik (2016) Political contributions
Public Policy
GRI 417: 417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait
Pemasaran dan informasi dan pelabelan produk
pelabelan (2016) dan jasa
Marketing and Labeling Incidents of non-compliance
concerning product and service
information and labeling
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait
komunikasi pemasaran
Incidents of non-compliance
concerning marketing
communications
GRI 418: 418-1 Pengaduan yang berdasar
Privasi pelanggan mengenai pelanggaran terhadap
(2016) privasi pelanggan dan hilangnya
Customer Privacy data pelanggan
Substantiated complaints
concerning breaches of customer
privacy and losses of customer data
GRI 419: 419-1 Ketidakpatuhan terhadap
Kepatuhan sosial undang-undang dan peraturan di
ekonomi (2016) bidang sosial dan ekonomi
Socioeconomic Non-compliance with laws and
Compliance regulations in the social and
economic area
GRI 205: 205-1 Operasi-operasi yang dinilai
Anti korupsi (2016) memiliki risiko terkait korupsi
Anti-corruption Operations assessed for risks
related to corruption
17. KEMITRAAN UNTUK GRI 207: 207-1 Pendekatan terhadap pajak
MENCAPAI TUJUAN Pajak (2019) Approach to tax
17 Menguatkan ukuran Tax
207-2 Tata kelola, pengendalian, dan
PARTNERSHIPS implementasi dan
FORTHE GOALS manajemen risiko pajak
merevitalisasi
Tax governance, control, and risk
kemitraan global untuk
management
pembangunan yang
berkelanjutan 207-3 Keterlibatan pemangku
kepentingan dan pengelolaan
perhatian yang berkaitan dengan
17. PARTNERSHIPS FOR THE
pajak
GOALS
Stakeholder engagement and
Strengthen the means
management of concerns related
of implementation and
to tax
revitalize the global
partnership for sustainable 207-4 Laporan per negara
development Country-by-country reporting
BANK SULSELBAR 163
Sustainability Report 2025
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Sulselbar
p.3 ×160
unresolved
org
Bank Sulselbar Wilayah Operasional
p.4
unresolved
org
Bank Sulselbar Identity Operational Areas
p.4
unresolved
org
Bank Sulselbar Tahun
p.6 ×5
unresolved
org
Bank Sulselbar Sustainability
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Sulselbar. Pendekatan
p.6
unresolved
org
Bank Sulselbar’s
p.6 ×16
unresolved
person
Dr. Sam Ratulangi
p.7 ×2
unresolved
org
Bank Sulselbar Bank Sulselbar
p.8
unresolved
org
Bank Material Bank Sulselbar
p.11
unresolved
org
Bank Keberlanjutan Bank Sulselbar
p.11
unresolved
org
Bank Stabilitas
p.12
unresolved
org
Bank Program Daur Ulang
p.21
unresolved
org
Bank Kebanggaan VISI
p.38
unresolved
org
Bank Sulselbar Identity NAMA
p.38
unresolved
—
Sulselbar
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.39
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.39
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi
p.39
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia
p.39 ×2
unresolved
org
Financial Services Authority
p.39 ×4
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
p.40
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
p.40
unresolved
org
PT. Bank Sulselbar Community Welfare Services Cooperative
p.40
unresolved
org
Bank Sulselbar Seluruh
p.43
unresolved
org
Bank Sulselbar Network
p.43
unresolved
—
PERBANAS
· Anggota
p.46
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Komisaris
p.46 ×2
unresolved
—
FKDKP
· Anggota
p.46
unresolved
org
Association Cambiste International
· Anggota
p.46
unresolved
—
ASPI
· Anggota
p.46
unresolved
—
HIMDASUN
· Anggota
p.46
unresolved
org
Musyawarah Perbankan Daerah
p.46
unresolved
—
BMPD
· Anggota
p.46
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan
p.57 ×2
unresolved
person
Banking Operation
· President Director
p.57 ×2
unresolved
org
Bank Sulselbar Sulselbar
p.60
unresolved
org
Bank Sulselbar’s Perusahaan. Sedangkan
p.61
unresolved
person
Table
· Komisaris
p.65
unresolved
org
For Bank Sulselbar
· Komisaris
p.67
unresolved
org
PT Bank Sulselbar. Pembentukan
p.71
unresolved
org
Departemen Humas dan CSR
p.71
unresolved
org
Tata Kelola
p.71
unresolved
—
lanjut arahan strategis
p.75
unresolved
org
Bank Sulselbar. Portofolio Kredit
p.87
unresolved
org
PT. PEMALANG BATANG TOL ROAD
p.88
unresolved
org
PT. PALAPA TIMUR TELEMATIK
p.88
unresolved
org
PT. INDAH KIAT PULP
p.89
unresolved
org
PT. JAKARTA TOLL ROAD JAYA PRATAMA
p.89
unresolved
org
PT. WIJAYA KARYA SERANG PANIMBANG
p.89
unresolved
org
PT. OKI PULP
p.89
unresolved
org
PT. HIDROGEN PEROXIDA INDONESIA
p.89
unresolved
org
PT. Bank Peserta Pegawai Magang
p.92
unresolved
org
PT. Bank Sulselbar Internship Participants Sulselbar Insiden Korupsi
p.92
unresolved
org
Bank Sulselbar’s Contribution
p.95
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.