Skip to content
Back to announcement

Penjelasan Aset dan Liabilitas.pdf

Financial statement Text extracted MASB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
Bersama ini kami kirimkan penjelasan kenaikan dan penurunan Aset dan Liabilitas posisi
31 Maret 2026 sebagai berikut :
Total Aset per 31 Maret 2026 meningkat sebesar 3,02%                       dari   posisi   per
31 Desember 2025, dimana peningkatan tersebut terjadi pada :

   1. Giro pada bank lain
      Giro pada bank lain dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar
      Rp. 73,216 Miliar. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan akibat transaksi pemakaian
      dari nasabah.
   2. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
      Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dibandingkan posisi 31 Desember 2025
      mengalami penurunan sebesar Rp. 1,081 Triliun. Hal ini terjadi karena adanya fasilitas
      penempatan dana jangka pendek dalam bentuk term deposit dan deposit facility Bank
      Indonesia serta interbank call money pada bank lain yang jatuh tempo.
   3. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
      Efek    yang    dibeli   dengan    janji dijual    kembali    dibandingkan posisi
      31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp. 313,283 Miliar. Kenaikan tersebut
      disebabkan karena adanya pembelian RR SUN di awal tahun 2026.


Total Liabilitas per 31 Maret 2026 meningkat dibanding per 31 Desember 2025 sebesar
3,38%, dimana peningkatan ini terjadi pada :


   4. Liabilitas segera
      Liabilitas segera dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar
      Rp. 70,441 Miliar. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya
      kewajiban Bank yang berasal dari transaksi pada jaringan ATM Prima dan BI-FAST.

   5. Utang pajak
      Utang Pajak dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar
      Rp. 12,405 Miliar. Peningkatan tersebut didominasi oleh jumlah pajak penghasilan (PPh)
      pasal 21 dan pasal 4 ayat 2 atas deposito yang harus dibayar/terhutang untuk masa Maret
      2026. Peningkatan PPh pasal 21 disebabkan karena adanya pembayaran gaji dan THR
      sekaligus, sedangkan untuk peningkatan PPh pasal 4 ayat 2 atas deposito dikarenakan
      adanya peningkatan pada simpanan nasabah dalam bentuk deposito.
Page 2
   6. Biaya yang masih harus dibayar
      Biaya yang masih harus dibayar dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami
      peningkatan sebesar Rp. 12,075 Miliar. Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan oleh
      adanya cadangan atas tagihan barang dan jasa terkait IT serta cadangan premi OJK Q1 tahun
      2026.

   7. Liabilitas lain-lain
      Liabilitas lain-lain dibandingkan posisi 31 Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar
      Rp. 35,104 Miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pembentukan cadangan TAT
      periode 2026 dan cadangan atas bonus karyawan. Selain itu, terdapat peningkatan beban
      bunga deposito yang masih harus dibayar sejalan dengan peningkatan simpanan nasabah
      dalam bentuk deposito.


Demikian penjelasan atas peningkatan Total Aset dan Total Liabilitas posisi 31 Maret 2026
dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.2 MB
Published29 Apr 2026
Pages2
Characters3,043
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved org Bank Indonesia p.1 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2026-I-MASB.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result