Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
29 April 2026
Triwulan Pertama 2026
Total Pendapatan sebesar Rp15.220,7 miliar.
EBITDA sebesar Rp7.245,4 miliar. Laba Bersih sebesar Rp1.491,3 miliar
PT Indosat Tbk. (“Perseroan”) mencatatkan kinerja yang sangat solid pada kuartal pertama tahun buku
2026 (“TW1 2026”), mencerminkan momentum yang kuat, baik dari sisi pertumbuhan maupun profitabilitas.
Pendapatan konsolidasian meningkat sebesar 12,1% YoY menjadi Rp15.220,7 miliar, sementara EBITDA
tumbuh sebesar 12,9% YoY menjadi Rp7.245,4 miliar, sehingga menghasilkan margin EBITDA yang solid
sebesar 47,6%. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat
sebesar Rp1.491,3 miliar, tumbuh 13,7% YoY. Pencapaian kinerja yang solid ini menegaskan kekuatan model
bisnis Perseroan yang skalabel, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kemampuan berkelanjutan dalam
menghasilkan imbal hasil yang menarik, sehingga menempatkan Perseroan pada posisi yang solid untuk
terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Pada TW1 2026, ARPU Seluler Gabungan tumbuh 15,3% menjadi Rp45 ribu, sementara basis pelanggan
seluler tetap stabil di angka 94 juta, yang mencerminkan fundamental bisnis inti Indosat yang tetap sehat
dan berkualitas.
Perseroan memperluas infrastruktur jaringan dengan meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 212 ribu untuk
mengakomodasi pertumbuhan trafik data dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Trafik
data TW1 2026 meningkat sebesar 25,1% YoY.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Pada 20 Maret 2026 Indosat mengumumkan langkah penting dalam misinya untuk memperluas akses
kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Inisiatif ini diperkenalkan bersama para
pemimpin global di bidang AI dalam ajang GTC NVIDIA 2026 di San Jose, California, Amerika Serikat, di
mana Indosat memaparkan kolaborasinya dengan NVIDIA untuk mengembangkan kapabilitas AI di
Indonesia dengan memanfaatkan model open-source Nemotron.
Indosat bekerja sama dengan Google menghadirkan akses Google Gemini bagi pelanggan IM3 dan Tri
melalui bundling paket data di aplikasi myIM3 dan BIMA+ pada 8 April 2026. Setelah sukses diperkenalkan
kepada pengguna aplikasi myIM3 dan BIMA+ sejak Februari lalu, inisiatif ini kini diperluas untuk
menjangkau seluruh basis pelanggan Indosat dalam beberapa minggu mendatang. Melalui kolaborasi ini,
Indosat dan Google menjalin kemitraan pertama di jenisnya di Indonesia yang menghadirkan akses
Google Gemini AI Plus lewat paket eksklusif bagi pelanggannya.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 www.ioh.co.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62 -21) 3000 3001
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
TRIWULAN PERTAMA 2026
Perseroan telah mengumumkan laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit untuk triwulan
pertama 2026. Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini disusun dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) TW1 2026 TW1 2025 %Tumbuh TW1 2026 TW4 2025 %Tumbuh
Pendapatan 15.220,7 13.577,9 12,1 15.220,7 15.356,5 (0,9)
• Selular 12.702,6 11.421,8 11,2 12.702,6 12.798,3 (0,7)
• MIDI 2.305,3 1.961,4 17,5 2.305,3 2.344,6 (1,7)
• Telekomunikasi Tetap 212,8 194,7 9,3 212,8 213,6 (0,4)
Beban - beban (12.202,6) (10.788,3) 13,1 (12.202,6) (11.923,2) 2,3
Laba Operasi 3.018,1 2.789,6 8,2 3.018,1 3.433,3 (12,1)
Beban Lain-lain - Bersih (1.095,2) (1.030,6) 6,3 (1.095,2) (896,4) 22,2
Laba Tahun Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 1.491,3 1.311,1 13,7 1.491,3 1.922,3 (22,4)
EBITDA* 7.245,4 6.415,1 12,9 7.245,4 7.248,8 Flat
Marjin EBITDA 47,6% 47,2% 0,4 47,6% 47,2% 0,4
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Rasio-rasio Keuangan
Formula TW1 2026 TW1 2025
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 25,50 22,84
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** (Utang - Kas & Setara Kas)/Total EBITDA 0,31 0,36
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan pajak
penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai dengan
PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perseroan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran likuiditas
dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perseroan untuk menghitung EBITDA
dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh Perseroan lain dan karenanya tidak dapat dibandingkan dengan
EBITDA Perseroan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
dan 2025.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp15.220,7 miliar pada TW1 2026, meningkat sebesar Rp1,642,8 miliar atau
naik sebesar 12,1% dibandingkan TW1 2025. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perseroan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83,5%, 15,1%, dan 1,4% terhadap pendapatan
konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
• Pendapatan Selular meningkat sebesar 11,2% dibandingkan TW1 2025, terutama disebabkan
kenaikan data dan jasa nilai tambah yang diimbangi oleh penurunan telepon, SMS dan interkoneksi.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 17,5% dibandingkan TW1 2025, disebabkan kenaikan layanan IT
dan konektivitas tetap yang diimbangi oleh penurunan internet tetap.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap meningkat sebesar 9,3% dibandingkan TW1 2025 dikontribusi oleh
kenaikan pendapatan telepon internasional dan telepon jaringan tetap.
Beban - beban sebesar Rp12.202,6 miliar pada TW1 2026, naik sebesar Rp1,414,3 miliar atau 13,1% lebih
tinggi dibandingkan TW1 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan dan (beban) penghasilan operasional lain-
lain - bersih yang diimbangi dengan penurunan beban pemasaran, beban umum dan
administrasi.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp403,8 miliar atau 7,1% lebih
tinggi dibandingkan TW1 2025, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
instalasi, kemitraan, pemeliharaan, biaya hak penggunaan frekuensi radio,
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 www.ioh.co.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62 -21) 3000 3001
Page 3
utilitas, dan biaya interkoneksi yang diimbangi dengan penurunan sewa dan jasa terkait, paket
perdana dan voucher.
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp187,5 miliar atau 4,8% lebih tinggi
dibandingkan TW1 2025 terutama disebabkan oleh penambahan asset yang berasal dari
penggelaran jaringan dan amortisasi kontrak pelanggan.
• Beban Karyawan: meningkat sebesar Rp419,4 miliar atau 51,9% lebih tinggi dibandingkan TW1 2025,
terutama disebabkan oleh kenaikan komponen kompensasi variabel berbasis kinerja, termasuk
bonus dan insentif.
• Beban Pemasaran: menurun sebesar Rp6,5 miliar atau 1,6% lebih rendah dibandingkan TW1 2025,
utamanya dikarenakan penurunan promosi, iklan, jaringan pemasaran dan agen pemasaran yang
diimbangi dengan kenaikan biaya akuisisi pelanggan, pelayanan pelanggan dan pameran.
• Beban Umum dan Administrasi: menurun sebesar Rp4,2 miliar atau 2,0% lebih rendah dibandingkan
TW1 2025, terutama disebabkan oleh penurunan hubungan masyarakat, pelatihan, pendidikan,
penelitian, asuransi dan transportasi yang diimbangi oleh kenaikan beban provisi penurunan nilai
piutang bersih dan jasa profesional.
• (Beban) Penghasilan operasional lain-lain - bersih: meningkat sebesar Rp414.3 miliar atau 136,9%
lebih tinggi dibandingkan TW1 2025, utamanya disebabkan oleh pembalikan provisi pajak satu-kali,
keuntungan atas penghentian sewa site lebih awal dan pelepasan asset di TW1 2025.
Beban lain-lain - bersih: Perseroan mencatat beban sebesar Rp1.095,2 miliar, meningkat sebesar Rp64,6
miliar atau 6,3% lebih tinggi dibandingkan TW1 2025 disebabkan oleh kenaikan biaya keuangan yang
diimbangi oleh kenaikan penghasilan bunga dan keuntungan selisih kurs – bersih.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perseroan membukukan
laba bersih sebesar Rp1.491,3 miliar atau meningkat sebesar Rp180,2 miliar, terutama disebabkan
kenaikan pendapatan, penurunan pemasaran, umum dan administrasi yang dimbangi oleh kenaikan
beban penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan, (beban) penghasilan operasional
lain-lain–bersih dan beban lain-lain-bersih.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) TW1 2026 2025 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 18.524,0 19.003,9 (2,5)
Aset Tidak Lancar 103.578,0 99.626,0 4,0
JUMLAH ASET 122.102,0 118.629,9 2,9
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 32.894,1 30.499,3 7,9
Liabilitas Jangka Panjang 48.169,6 48.621,5 (0,9)
JUMLAH LIABILITAS 81.063,7 79.120,8 2,5
JUMLAH EKUITAS 41.038,3 39.509,1 3,9
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 122.102,0 118.629,9 2,9
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
• Aset lancar menurun sebesar 2,5% menjadi Rp18.524,0 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan
bagian lancar dari beban frekuensi, lisensi dibayar dimuka dan piutang usaha yang diimbangi oleh
kenaikan kas dan setara kas.
• Aset tidak lancar meningkat sebesar 4,0% menjadi Rp103.578,0 miliar terutama disebabkan oleh
kenaikan aset tetap dan aset tidak lancar lain-lain.
• Liabilitas jangka pendek meningkat sebesar 7,9% menjadi Rp32.894,1 miliar terutama disebabkan oleh
kenaikan bagian lancar utang pengadaan, pinjaman jangka pendek, akrual, utang pajak dan
pendapatan diterima di muka, yang diimbangi oleh penurunan bagian jangka pendek dari pinjaman
jangka panjang, utang usaha, uang muka pelanggan, dan liabilitas jangka pendek lainnya.
• Liabilitas jangka panjang menurun sebesar 0,9% menjadi Rp48.169,6 miliar terutama disebabkan oleh
penurunan pinjaman jangka panjang yang dikompensasi oleh kenaikan liabilitas sewa jangka
panjang.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 www.ioh.co.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62 -21) 3000 3001
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) TW1 2026 TW1 2025 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 6.525,3 6.067,9 7,5
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (3.454,7) (3.573,4) (3,3)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (2.607,5) (2.685,6) (2,9)
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas 26,0 17,4 49,7
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 489,1 (173,7) 381,7
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 5.075,3 4.454,1 13,9
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 5.564,4 4.280,4 30,0
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Pengeluaran belanja modal pada TW1 2026 sebesar Rp4.183,5 miliar (tidak termasuk Rp2.924,5 miliar Aset
Hak Guna). Sekitar 93% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan
Telekomunikasi Tetap.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 31 Maret 2026, Perseroan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transaksi
yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp14.036.5 miliar. Posisi kas Perseroan per tanggal
31 Maret 2026 adalah sebesar Rp5,564.4 miliar dengan utang bersih sebesar Rp8.472,1 miliar. Komposisi
utang pokok Perseroan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) TW1 2026 2025 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 10.547.5 11.850,2 (11.0)
Obligasi dalam miliar Rupiah 3.489,0 3.545,0 (1.6)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perseroan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar IDR3.742,1 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 2,0 tahun pada 31 Maret 2026.
.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
TW1 2026 TW1 2025 TW1 2026 TW4 2025
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 2 2 2 2
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 92 94 92 92
Jumlah Pelanggan (juta) 94 95 94 94
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 97,5 87,8 97,5 90,6
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 44,1 38,4 44,1 43,2
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 45,2 39,2 45,2 44,1
MoU (menit) 4,3 5,2 4,3 4,7
Trafik Data (PB) 4.906 3.922 4.906 4.874
Trafik SMS (miliar) 0,1 0,1 0,1 0,1
ARPU seluler gabungan meningkat 15,3% pada TW1 2026 menjadi Rp45 ribu dibandingkan periode yang
sama di 2025.
Basis pelanggan pada TW1 2026 di angka 94 juta.
Trafik data naik sebesar 25,1% menjadi 4,906 PB seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia
dengan Indosat berperan dalam memberdayakan masyarakat Indonesia dalam dunia digital.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 www.ioh.co.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62 -21) 3000 3001
Page 5
JARINGAN
Pada 31 Maret 2026, Perseroan mengoperasikan ~212 ribu BTS 4G (bertambah sebesar ~10 ribu BTS 4G
pada TW1 2026).
Indikator Utama Tahunan
TW 1 2026 TW 1 2025 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 57.993 54.366 6,7
4G 212.305 202.179 5,0
5G 9.972 107 9.219,6
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi Perseroan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp2.090; Kapitalisasi Pasar: Rp67,4 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AAA(idn) (Stable);
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 www.ioh.co.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62 -21) 3000 3001
Page 6
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi TW1 2026 TW1 2025
(%)
PENDAPATAN
Selular 12.702,6 11.421,8 11,2
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 2.305,3 1.961,4 17,5
Telekomunikasi Tetap 212,8 194,7 9,3
JUMLAH PENDAPATAN 15.220,7 13.577,9 12,1
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (6.121,5) (5.717,7) 7,1
Penyusutan dan Amortisasi (4.115,5) (3.928,0) 4,8
Karyawan (1.227,9) (808,5) 51,9
Pemasaran (415,4) (421,9) (1,6)
Umum dan Administrasi (210,5) (214,7) (2,0)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih (13,8) (14,0) (1,5)
Bagian atas Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 11,2 (5,6) 301,9
Keuntungan Bersih atas Penjualan Aset Tetap 0,2 44,0 (99,5)
Lain-Lain - Bersih (109,4) 278,1 (139,3)
JUMLAH BEBAN (12.202,6) (10.788,3) 13,1
LABA USAHA 3.018,1 2.789,6 8,2
Penghasilan Bunga 56,6 46,9 20,7
Keuntungan Selisih Kurs - Bersih 12,9 12,2 5,1
Biaya Keuangan (1.164,7) (1.089,7) 6,9
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (1.095,2) (1.030,6) 6,3
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.922,9 1.759,0 9,3
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (397,3) (346,8) 14,5
LABA PERIODE BERJALAN 1.525,6 1.412,2 8,0
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 1.491,3 1.311,1 13,7
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 34,3 101,1 (66,1)
TOTAL 1.525,6 1.412,2 8,0
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Head Office
Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 www.ioh.co.id
Jakarta 10110, Indonesia
P: (62 -21) 3000 3001
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.