Skip to content
Back to announcement

YPAS Report Keuangan 31 Maret 2026.pdf

Financial statement Text extracted YPAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 53

Page 1
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Page 2
                   PT. YANAPRIMA HASTAPERSADA TbK.
                               GEDONC GRAHT     If, M I,ANI I i E
       l                       JL. E, N- RASUNA SAID BLOX X . I XAV. I.1 I(UNINGAN TIMIJR
                               JAXARTA1299.INDONf,SIA'
                               Tf,LP(021)52611?2-3,51613?rl-5r X-(02D5161417
                                                                                                 rso                HACCP
       I                       JL. PAIIL.TWAN. DESA CEMENGX LANC
                               SIDOARJO 6I25I, JATIM, INOONESIA
                               TELL(0!t)t9696t&20r X.(Olr)lr6Trrt
                               EMAIL il.@yrnrpriDl@n                                        36359/eL/0001/UK/En 36359/B/OOO1/UICEi
                                       nn-td.@y.!.p.,m....r




                                SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                  TENTANG TANGCUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
                      PI YANAPRIMA TLCSTAPERSADA TBK. ("Persermn")
                               TANCCAL 3l Maret 2026 DAN 2025
           UNTUK PERIODE 3 (TICA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

Kami, yang b€nanda-targa.n di bawah ini

I          Naina               JAP IRWAN SUSANTO
                               Gedung Craha lram4 Lantai 2-E
                               Jl. H.R. Rasuna Said Blok x-1. Kav. 0l/02
                               Jalarta I 2950
           Alam.t Rumah        Bi ang Graha Family v, Blok Gl35
                               RT.003 RW.ol l. Babstar\ Wiyung, Sumbaya
           Jabalan             Drcktur Utsma

           Nama                RINAWATI
           Alamat Kantor       Gedung Craha lrama. Lantai 2-E
                               Jl H.R. R$una Said Blok X-1. Kav.0l/02
                               Jakartr 12950
           Alamal Rumah        Babatan Pratama 28/VV-80
                               RT. 006 RW.00E. Babatan. wivung, Sumbava
           Jabalan             Direklur Keuangan

Menyatakn bshws:
l. Kami berlanggung jawab atas p€nyusunan dan penyajian laporan kewmgan Perseroan'
2- Lapolrln keuangan Peneroan telah disusun dan disajika,t sesuai denga,l Standar Akuntansi
    Keuangan di lndonesia.
3. a. Semua informasi dalam lapomn keuangan PeNeroan telah dimuat secam lengkap    dan b€nar;

   b. taporan keuangan Perseroan ridak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar
               dan tidak menghilangkan informasi arau faka marerial'
4.         Karni bertanggungjawab atas sistem pengendalian intemal dalam
                                                                         Persercan'


    Demikian Pemyataan ini dibuat dengan sebenamya'

                                               Jakart4
                                                     27 APril 2026




                                                                  93397


                                   l{ INAWATI                          JAP I WAN S       NTO
                                Direktur Keuahgon                          Direklur Ulama
Page 3
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)




                                      DAFTAR ISI

                                                                    Halaman


Laporan Posisi Keuangan …………………………………………………………………….                    1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …………………………………         3

Laporan Perubahan Ekuitas …………………………………………………………………..                     4

Laporan Arus Kas ………………………………………………………………………………                           5

Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………………………………..               6 - 50



                                 **************************
Page 4
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan          31 Maret 2026        31 Desember 2025
ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                                      5           3.119.414.320        9.051.219.908
Piutang usaha
    Pihak berelasi                                        6, 7, 13            1.140.652.374        2.676.718.745
    Pihak ketiga                                             6, 13           78.544.607.120       80.736.967.770
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                                253.561.400          156.620.884
Persediaan                                                     8, 13         59.531.924.336       59.047.165.204
Pajak dibayar dimuka                                              15          1.403.754.521          312.982.684
Biaya dibayar di muka                                                           204.580.341           13.790.721
Uang muka pembelian                                               9          24.347.958.854        6.549.589.695
Jumlah Aset Lancar                                                         168.546.453.266       158.545.055.611

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih                                     15          2.317.872.641        2.346.015.808
Aset tetap - bersih                                           10, 13         92.586.483.180       95.866.311.468
Taksiran klaim pajak penghasilan                                  15          6.406.121.735        5.912.396.899
Aset hak-guna - bersih                                            11            121.930.306          152.851.520
Aset tidak lancar lain-lain                                       12            200.000.000          200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                   101.632.407.862       104.477.575.695
JUMLAH ASET                                                                270.178.861.128       263.022.631.306




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                            yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                          1
Page 5
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                        Catatan          31 Maret 2026        31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                       13           61.600.000.000       59.600.000.000
Utang usaha
    pihak ketiga                                                14          11.504.124.405        7.122.923.044
    pihak berelasi                                           7, 14           1.026.113.572        1.301.720.300
Utang pajak                                                     15             174.846.126           15.107.309
Beban harus dibayar                                             16           2.650.693.712        2.815.221.014
Uang muka dari pelanggan                                        20           2.829.639.641          921.996.367
Liabilitas sewa jangka pendek                                   11              39.158.746           78.317.492
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          16           6.703.028.749        6.892.959.682
Utang pembelian aset tetap                                      10              47.175.000           73.895.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             86.574.779.951       78.822.140.208

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                            7           50.000.000.000       50.000.000.000
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan                24            4.289.385.924        4.246.659.398
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            54.289.385.924       54.246.659.398
Jumlah Liabilitas                                                         140.864.165.875       133.068.799.606


EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal dasar - 2.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan disetor penuh -
        668.000.089 saham                                      17           66.800.008.900       66.800.008.900
Tambahan modal disetor - bersih                                18           28.054.021.637       28.054.021.637
Penghasilan komprehensif lain                                                2.685.947.273        2.609.873.180
Saldo laba
    Telah ditentukan penggunaannya
        untuk dana cadangan umum                                            14.000.000.000       14.000.000.000
    Belum ditentukan penggunaannya                                          17.774.717.443       18.489.927.983
Jumlah Ekuitas                                                            129.314.695.253       129.953.831.700
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             270.178.861.128       263.022.631.306




                             Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                           yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                         2
Page 6
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                              2026                    2025
                                                      Catatan             (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
PENJUALAN BERSIH                                             7, 20          86.418.815.228        86.863.802.303

BEBAN POKOK PENJUALAN                                        7, 21         (80.465.506.505 )      (83.305.116.412)
LABA BRUTO                                                                   5.953.308.723          3.558.685.891
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                                22           (1.917.855.077 )       (2.811.139.445)
Beban umum dan administrasi                                    22           (4.607.661.098 )       (4.503.407.782)
Jumlah beban usaha                                                          (6.525.516.175 )       (7.314.547.227)
RUGI USAHA                                                                    (572.207.452 )       (3.755.861.336)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan                                                 23             (343.288.685 )         (683.041.457)
Pemulihan (penyisihan) atas kerugian
    kredit ekspetasian                                          6                79.483.159          (173.085.081)
Laba penjualan aset tetap                                      10                40.540.541            84.375.000
Selisih kurs - bersih                                                            66.262.760           128.164.911
Pendapatan bunga                                                                 10.289.470             2.712.537
Lain-lain - bersih                                                               10.396.038           (66.263.132)
Beban lain-lain - bersih                                                      (136.316.717 )         (707.137.222)
RUGI SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN                                                             (708.524.169 )       (4.462.998.558)
MANFAAT (BEBAN )PAJAK PENGHASILAN                              15
Pajak tangguhan                                                                  (6.686.371 )        116.428.091
Manfaat (beban) Pajak Penghasilan                                                (6.686.371 )        116.428.091
RUGI PERIODE BERJALAN                                                         (715.210.540 )       (4.346.570.467)
LABA KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi
    ke Laba Rugi
Keuntungan aktuarial
    atas program imbalan pasti                                                   97.530.889           22.156.010
Pajak penghasilan atas keuntungan
    aktuarial atas program imbalan pasti                                        (21.456.796 )          (4.874.322)
Laba Komprehensif Lain - Setelah Pajak                                           76.074.093           17.281.688
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN                                                              (639.136.447 )       (4.329.288.779)

RUGI PER SAHAM                                                 28                       (1,07 )              (6,5)




                             Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                           yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                         3
Page 7
 q




PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                                                                                 Saldo Laba
                                                                Tambahan                  Penghasilan
                                                               Modal Disetor -           Komprehensif          Belum Ditentukan          Telah Ditentukan
                                        Modal Saham               Bersih                     Lain               Penggunaannya            Penggunaannya          Jumlah Ekuitas


Saldo 31 Desember 2024                    66.800.008.900          28.054.021.637            2.305.576.805              12.988.720.710         14.000.000.000      124.148.328.052

Rugi periode berjalan                                   -                        -                       -             (4.346.570.467)                      -       (4.346.570.467)

Laba komprehensif lain
  periode berjalan - setelah pajak                      -                        -             17.281.688                           -                       -          17.281.688

Saldo 31 Maret 2025                       66.800.008.900          28.054.021.637            2.322.858.493               8.642.150.243         14.000.000.000      119.819.039.273


Saldo 31 Desember 2025                    66.800.008.900          28.054.021.637            2.609.873.180              18.489.927.983         14.000.000.000      129.953.831.700

Rugi periode berjalan                                   -                        -                       -               (715.210.540)                      -        (715.210.540)

Laba komprehensif lain
  periode berjalan - setelah pajak                      -                        -             76.074.093                           -                       -          76.074.093

Saldo 31 Maret 2026                       66.800.008.900          28.054.021.637            2.685.947.273              17.774.717.443         14.000.000.000      129.314.695.253




                                                      Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                                                    yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                                                     4
Page 8
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN ARUS KAS
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                               2026                2025
                                                      Catatan              (Tiga Bulan)        (Tiga Bulan)
Penerimaan kas dari pelanggan                                              92.054.885.523       83.035.685.424
Pembayaran kas kepada pemasok                                             (75.100.245.477 )    (67.494.270.091)
Pembayaran kas kepada karyawan                                            (18.732.240.224 )    (20.907.905.553)
Pembayaran beban usaha                                                     (3.957.191.526 )     (5.779.856.888)
Kas yang digunakan untuk operasi                                           (5.734.791.704 )    (11.146.347.108)
Pembayaran beban keuangan                                                    (347.530.352 )       (712.664.508)
Penerimaan (pembayaran) pajak penghasilan
     dan pajak pertambahan nilai                                           (1.424.757.856 )      2.017.149.942
Pendapatan bunga                                                               10.289.470            2.712.537
Lain-lain - bersih                                                            (16.779.043 )        173.808.976
Kas Bersih yang Digunakan untuk
     Aktivitas Operasi                                                     (7.513.569.485 )     (9.665.340.161)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                          10             (389.395.223 )     (1.957.497.260)
Hasil penjualan aset tetap                                    10               40.540.541           84.375.000
Kas Bersih yang Digunakan untuk
    Aktivitas Investasi                                                      (348.854.682 )     (1.873.122.260)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek                   13           36.000.000.000       36.661.326.130
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                        13          (34.000.000.000 )    (27.000.000.000)
Pembayaran liabilitas sewa                                    11              (39.158.746 )        (36.794.860)
Pembayaran utang pembelian aset tetap                                         (26.720.000 )                  -
Kas Bersih yang Diperoleh dari
    Aktivitas Pendanaan                                                     1.934.121.254        9.624.531.270
PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK                                              (5.928.302.913 )     (1.913.931.151)

DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN BANK                                                                    (3.502.675 )          (360.158)

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                   9.051.219.908        6.289.218.331

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                  3.119.414.320        4.374.927.022




                            Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                          yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                       5
Page 9
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   UMUM

     a. Pendirian Perusahaan

        PT Yanaprima Hastapersada Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
        14 Desember 1995 berdasarkan akta Notaris Emmy Hartati Yunizar, S.H., No. 38. Akta pendirian
        tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
        No. C2-3253.HT.01.01.TH.1996 tanggal 1 MARET 1996 dan telah diumumkan dalam Berita
        Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Maret 1996, Tambahan No. 4599. Anggaran Dasar
        Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Rusnaldy,
        S.H., No. 8 tanggal 15 Maret 2015, sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
        untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014. Akta perubahan
        tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0939930 tanggal 11 Juni 2015.

        Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
        bergerak dalam bidang industri karung plastik dan yang sejenisnya.

        Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Graha Irama
        Lantai 15G, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, sedangkan pabriknya,
        saat ini berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya
        pada bulan Juli 1997.

        PT Hastagraha Bumipersada adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan.

     b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan

        Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
        Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) (sekarang Otoritas Jasa
        Keuangan/OJK) dengan suratnya No. S-1109/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas
        68.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 545 per
        saham serta penerbitan 68.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 680 setiap waran
        yang menyertai saham biasa atas nama Perusahaan kepada masyarakat. Perusahaan telah
        mencatatkan seluruh sahamnya beserta waran terkait pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
        tanggal 5 Maret 2008 (lihat Catatan 18).

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

        Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Komisaris
        Komisaris Utama                       :   Alexander Tanzil
        Komisaris                             :   Santoso Wijaya
        Komisaris Independen                  :   Sri Wahjuningsih

        Direksi
        Direktur Utama                        :   Jap Irwan Susanto
        Direktur Keuangan
            (Direktur Independen)             :   Rinawati




                                                  6
Page 10
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   U M U M (lanjutan)

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

        Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
        adalah sebagai berikut:

        Ketua                                   :   Sri Wahjuningsih
        Anggota                                 :   Rinna Yohana
        Anggota                                 :   Patricia Sulistya Riani

        Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-
        masing sejumlah 16 orang dan 17 orang (tidak diaudit).

     d. Penyelesaian Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
        tanggal 27 April 2026.


2.   PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI

     a. Amandemen/penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan

        Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan sejumlah amendemen PSAK yang relevan
        dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
        2026. Penerapan atas PSAK amendemen tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan
        akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada
        tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.

        •   Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
            Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
        •   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”,
            PSAK 109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan konsolidasian” dan PSAK
            207, “Laporan Arus Kas

     b. Standar dan Amandemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan

        Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, amendemen/penyesuaian atas PSAK yang relevan
        bagi Perusahaan, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini
        diijinkan, adalah sebagai berikut:

        Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027

        •   PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”

        Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar dan
        amendemen/penyesuaian tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau
        diestimasi oleh manajemen.




                                                    7
Page 11
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
     a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
        Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
        yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
        Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
        Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
        Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
        dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan posisi
        Perusahan pada tanggal 31 Desember 2025 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
        tanggal 31 Maret 2026, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti
        diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi
        yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2026.
        Perusahan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahan akan terus
        mempertahankan kelangsungan usaha.
        Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
        menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
        pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
        Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
        kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
        mata uang fungsional Perusahaan.

     b. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
        Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
        lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang.

        Suatu aset disajikan lancar bila:
        i. diperkirakan akan direalisasi atau diintensikan untuk dijual atau digunakan dalam siklus
             operasi normal,
        ii. untuk diperdagangkan,
        iii. diperkirakan akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara
             kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas
             dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
        i. diperkirakan akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
        ii. untuk diperdagangkan,
        iii. telah jatuh tempo dan akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
        iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan
             setelah periode pelaporan.

        Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

        Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan
        diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.


                                                      8
Page 12
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     c. Kas dan Bank

          Kas dan bank terdiri dari kas dan penempatan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan
          tanpa terjadi perubahan nilai yang signifikan, dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
          dan perjanjian fasilitas kredit lainnya.

     d. Piutang Usaha

          Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
          piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
          Catatan 2k.

     e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

          Perusahaan menerapkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

          Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
          catatan atas laporan keuangan.

     f.   Persediaan

          Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
          Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan
          penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
          pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

          Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
          estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     g. Biaya Dibayar di Muka

          Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
          dengan menggunakan metode garis lurus.

     h. Aset Tetap

          Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
          biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
          kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

          Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
          penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

          Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap
          ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
          Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
          maksud penggunaannya dan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
          manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:




                                                    9
Page 13
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     h. Aset Tetap (lanjutan)
                                                                                                    Tahun
          Bangunan dan prasarana                                                                      20
          Mesin dan peralatan                                                                       4 - 20
          Perlengkapan pabrik                                                                       4-8
          Peralatan kantor                                                                          4-8
          Kendaraan                                                                                 4-8

          Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
          berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
          pada saat jatuh tempo.

          Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
          Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
          bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
          biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU,
          HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
          pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.

          Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
          memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat aset atau yang
          memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
          dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan
          laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
          periode yang bersangkutan.

     i.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
          mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
          untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
          maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasilan Kas (UPK) yang mana aset
          tercakup (aset dari UPK).

          Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
          tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
          aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
          penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi
          penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai
          pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
          diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
          spesifik atas aset.

          Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
          terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
          penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini di dikuatkan
          oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.




                                                      10
Page 14
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)

          Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
          konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

          Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
          penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
          lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
          terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
          untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
          menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

          Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
          maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
          untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
          rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
          di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
          sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

     j.   Aset Dalam Penyelesaian

          Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap” pada laporan posisi
          keuangan) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
          direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
          digunakan.

     k.   Instrumen Keuangan

          Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
          liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

          1. Aset Keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi.

             Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
             tidak lancar lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
             diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
             laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

             Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
             model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
             kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).




                                                    11
Page 15
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Pengujian SPPI

             Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
             keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

             Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
             pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
             pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

             Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
             nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
             menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
             dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

             Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
             risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
             pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
             seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
             (“FVTPL”).

             Penilaian model bisnis

             Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
             bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
             bisnisnya.

             Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
             tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
             dapat diamati seperti:

             •   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
                 tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
             •   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
                 model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
             •   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
                 nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
             •   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
                 dari penilaian Perusahaan.

             Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
             mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
             pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
             Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
             bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
             keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.




                                                   12
Page 16
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penilaian model bisnis (lanjutan)

             Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
             dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
             arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
             tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
             jumlah pokok terutang.

             Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
             diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

             Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
             dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
             Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
             dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
             penurunan nilai”.

             Penurunan Nilai Aset Keuangan

             Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen
             utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa, aset
             kontrak maupun kontrak jaminan keuangan.

             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss
             given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
             bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang
             disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas
             gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal
             pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada
             tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan
             sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman
             Perusahaan mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan
             informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.

             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak
             dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan
             menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
             mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk
             kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12
             bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami
             peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
             sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang
             umurnya).

                                                   13
Page 17
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

             Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan,
             Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh
             karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
             mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
             pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
             masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
             spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.

             Penghentian Pengakuan

             Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
             kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

             a.   hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
             b.   Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
                  aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima
                  tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
                  penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
                  kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                  tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
                  tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

             Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
             menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial
             tidak mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
             maupun tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
             berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.

             Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
             sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
             diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

             Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas
             terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan
             Perusahaan.

             Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
             perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui
             dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang
             yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
             diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada
             penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada
             pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
             sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
             tetapi dipindahkan ke saldo laba.


                                                    14
Page 18
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
     k.   Instrumen Keuangan (lanjutan)
          2. Liabilitas Keuangan
             Pengakuan dan pengukuran awal
             Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
             menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
             Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
             liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
             Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban
             harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan utang pihak berelasi,
             diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
             Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
             Pengukuran selanjutnya
             Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
             Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
             terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
             laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
             SBE.
             Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
             atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
             Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
             Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
             diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
             periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
             mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk
             lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku
             bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
             liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
             memperoleh nilai tercatat neto pada saat pengakuan awal.
             Penghentian pengakuan

             Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
             dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

             Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
             pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
             dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
             persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
             pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
             keuangan tersebut diakui pada laba rugi.


                                                    15
Page 19
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

             Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
             jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
             tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

             Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
             operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
             Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
             eksternal.

             Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
             dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
             pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
             keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

          4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

             Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
             laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
             untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
             menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
             secara simultan.

             Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
             peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
             normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.

     l.   Pengukuran Nilai Wajar

          Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
          pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
          pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non- keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
          pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
          tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
          menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

          Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
          tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
          (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
          (unobservable).

          Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
          dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
          signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:




                                                   16
Page 20
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

          i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
               identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
          ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
               signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
               langsung atau tidak langsung.
          iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
               signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
               langsung atau tidak langsung.

          Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
          menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
          ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
          terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

     m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

          Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan“ yang
          mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

          1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
          2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
             janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
             ke pelanggan.
          3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
             pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
             diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
          4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
             jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
             Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
             berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
          5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
             barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
             barang atau jasa tersebut).

          Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
          pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

          Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi
          kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ”Uang Muka dari Pelanggan” dalam
          laporan posisi keuangan.

          Pengakuan beban

          Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).

     n. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

          Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
          dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
          asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada
          tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
          periode berjalan.

                                                     17
Page 21
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    n. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

       Pada tanggal laporan posisi keuangan, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
       adalah sebagai berikut:

       Mata Uang Asing                                          31 Maret 2026        31 Desember 2025
       Dolar Amerika Serikat (US$) 1                                   16.993,00              16.782,00
       Euro Eropa (EUR) 1                                              19.537,71              19.753,26

    o. Imbalan Kerja Karyawan

       Imbalan kerja jangka pendek

       Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
       dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
       tersebut diberikan.

       Imbalan pascakerja

       Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 219 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
       dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode "Project Unit Credit”.

       Perusahan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan
       Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan
       Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang
       kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 6 tahun 2023. Beban pensiun berdasarkan
       program dana pensiun manfaat pasti Perusahan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
       periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
       diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

       Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan
       posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
       penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
       ke laba rugi periode berikutnya.

       Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
       i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
       ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.

       Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
       imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada
       laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
       i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
           penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
       ii) Beban atau penghasilan bunga neto.




                                                  18
Page 22
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    p. Pajak Penghasilan

       Pajak kini

       Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
       direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
       digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
       telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
       pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
       Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
       membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
       diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

       Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
       beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

       Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak
       lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap
       sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

       Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
       Perusahan mengajukan keberatan, Perusahan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
       otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
       perpajakan Perusahan.

       Pajak tangguhan

       Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
       pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir
       periode pelaporan.

       Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.

       Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
       fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan
       tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
       belum dikompensasi dapat dimanfaatkan.

       Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
       diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
       memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
       Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
       diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
       kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
       berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
       peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.




                                                 19
Page 23
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    p. Pajak Penghasilan (lanjutan)

         Pajak Pertambahan Nilai

         Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
         kecuali:
         •  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
            pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
            bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
         •  Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

         Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
         bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.

    q. Rugi per Saham

         Pada periode 2026 dan 2025, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham yang bersifat
         dilutif, oleh karena itu, rugi per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi
         dan penghasilan komprehensif lain.

         Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi periode berjalan dengan jumlah
         rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan yaitu sejumlah
         668.000.089 saham.

    r.   Biaya Emisi Efek Ekuitas

         Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada
         masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor -
         Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 1b dan 18).

    s. Informasi Segmen

         Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
         jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
         tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

         Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
         keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
         kepada segmen dan menilai kinerjanya.

         Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
         langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
         kepada segmen tersebut.

    t.   Sewa

         Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
         jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset terindentifikasi untuk suatu
         periode waktu sebagai imbalan untuk dipertukarkan.




                                                     20
Page 24
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     t.   Sewa (lanjutan)

          Sebagai Penyewa

          Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
          kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
          sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
          menggunakan aset pendasarnya.

          Aset hak-guna

          Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
          guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
          disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
          ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan
          dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset
          pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang
          diterima.

          Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan
          hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

          Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
          perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
          menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
          dengan PSAK 236 “Penurunan Nilai Aset“.

          Liabilitas sewa

          Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
          pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
          pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
          pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau arif, dan jumlah yang diharapkan
          akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
          dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran
          denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan melaksanakan opsi
          untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
          sebagai beban (kecuai terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa
          atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

          Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
          inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga implisit dalam sewa tidak
          dapat segera ditentukan. Setelah tanggal pemulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
          mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
          itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa
          (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang
          digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan peniliaian opsi untuk membeli aset yang
          mendasarinya.




                                                     21
Page 25
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     t.   Sewa (lanjutan)

          Sebagai Penyewa (lanjutan)

          Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai - Rendah

          Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
          pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai, rendah.
          Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
          garis lurus selama masa sewa.

     u. Provisi

          Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
          konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
          mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
          andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

          Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
          estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumberdaya yang mengandung
          manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

4.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
     yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
     dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
     dengan jumlah estimasi yang dibuat.
     Pertimbangan
     Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
     Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:
     Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
     Penyewa
     Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
     bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
     wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
     secara wajar dan pasti.
     Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
     mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
     opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
     pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk mengeksekusi
     opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap perubahan yang
     diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal pengekesekusian opsi
     tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya dimasukkan dalam
     persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak
     mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang
     signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam kendali penyewa, maka penilaian diatas
     akan ditelaah kembali.

                                                     22
Page 26
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


4.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
     pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
     dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
     asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
     situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
     diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Penurunan Nilai Piutang Usaha

     Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
     didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
     memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
     Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
     pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
     ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
     default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
     pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi
     ke depan dianalisa kembali.

     Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
     dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
     taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
     ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.

     Estimasi Umur Ekonomis Aset Tetap

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Umur ekonomis setiap item aset tetap milik Perusahaan diperkirakan
     berdasarkan periode di mana aset tersebut diperkirakan akan tersedia untuk digunakan.

     Perkiraan tersebut didasarkan pada evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset serupa.
     Umur ekonomis diperkirakan dari setiap aset dievaluasi secara berkala dan diperbarui jika perkiraan
     sebelumnya berbeda akibat keausan fisik, obsolesensi teknis atau komersial, serta batasan hukum
     atau lainnya terhadap penggunaan aset. Namun, kemungkinan hasil operasi di masa depan dapat
     terpengaruh secara material oleh perubahan jumlah dan waktu pengeluaran yang dicatat akibat
     perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.

     Perubahan dalam perkiraan umur ekonomis suatu aset tetap, bangunan, dan peralatan akan
     mempengaruhi beban penyusutan yang dicatat, masing-masing, dan mengurangi nilai buku aset-aset
     tersebut. Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
     2025, masing-masing adalah sebesar Rp 92.586.483.180 dan Rp 95.866.311.468. Penjelasan lebih
     rinci diungkapkan dalam Catatan 10.

     Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

     Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik yang tersedia,
     termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
     estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
     kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
     diestimasi. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 8.

                                                    23
Page 27
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


4.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)
     Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
     Imbalan Kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
     oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
     lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
     tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi
     tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
     Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing adalah sebesar
     Rp 4.289.385.924 dan Rp 4.246.659.398. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 24.
     Pajak Penghasilan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
     transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
     kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
     estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
     Aset Pajak Tangguhan
     Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan semua kerugian
     pajak yang belum digunakan sejauh kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk
     digunakan sebagai dasar pengurangan atas perbedaan sementara dan kerugian yang dapat
     dikurangkan.
     Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang
     dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
     perencanaan pajak masa depan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 15.

 5. KAS DAN BANK
     Akun ini terdiri dari:
                                                               31 Maret 2026       31 Desember 2025
     Kas                                                           185.334.850            176.771.348
     Bank
     Pihak ketiga
     Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                                 2.586.309.198         1.424.940.902
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               51.338.885            30.149.949
         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                      43.145.285            39.679.627
     Dolar Amerika Serikat
         PT Bank Central Asia Tbk
             (US$ 13.825 pada tanggal 31 Maret 2026 dan
             US$ 439.120 pada tanggal 31 Desember 2025)            234.932.303          7.369.323.252
         PT Mandiri (Persero) Tbk
             (US$ 1.080 pada tanggal 31 Maret 2026 dan
             US$ 617 pada tanggal 31 Desember 2025)                  18.353.799            10.354.830
     Jumlah Kas dan Bank                                          3.119.414.320         9.051.219.908

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
     dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.

                                                 24
Page 28
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


6.   PIUTANG USAHA

     Rincian piutang usaha terdiri dari:

                                                                                31 Maret 2026               31 Desember 2025
     Pihak Berelasi (Catatan 7)
     Rupiah                                                                        1.142.613.043                2.742.395.381
     Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian                                     (1.960.669 )                (65.676.636)
     Jumlah pihak berelasi - bersih                                                1.140.652.374                2.676.718.745
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                                      73.775.068.056                78.776.004.523
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 481.784 pada tanggal 31 Maret 2026 dan
         US$ 320.580 pada tanggal 31 Desember 2025)                                7.626.703.012                4.833.894.387
     Jumlah                                                                      81.401.771.068                83.609.898.910
     Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian                                  (2.857.163.948 )            (2.872.931.140)
     Jumlah pihak ketiga - bersih                                                78.544.607.120                80.736.967.770
     Piutang Usaha - Bersih                                                      79.685.259.494                83.413.686.515

     Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
     sebagai berikut:
                                                                          Mata Uang Asing

                                                                                         Ekuivalen                 Jumlah
     31 Maret 2026                         Rupiah                Jumlah (US$)          dalam Rupiah             dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                     51.118.479.165                242.440            4.147.440.331          55.265.919.496
     Lewat jatuh tempo:
         1 - 30 hari                       12.894.179.624                172.138            2.897.490.930          15.791.670.554
         31 - 60 hari                       2.728.275.879                      -                        -           2.728.275.879
         61 - 90 hari                       2.105.312.502                      -                        -           2.105.312.502
         >90 hari                           6.071.433.929                 67.206              581.771.751           6.653.205.680

     Jumlah                                74.917.681.099                481.784            7.626.703.012          82.544.384.111



                                                                          Mata Uang Asing

                                                                                         Ekuivalen                 Jumlah
     31 Desember 2025                      Rupiah                Jumlah (US$)          dalam Rupiah             dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                     46.376.859.272                253.374            4.252.122.636          50.628.981.908
     Lewat jatuh tempo:

         1 - 30 hari                       13.735.043.441                      -                       -           13.735.043.441
         31 - 60 hari                       6.563.017.789                      -                       -            6.563.017.789
         61 - 90 hari                       2.596.982.503                      -                       -            2.596.982.503
         >90 hari                          12.246.496.899                 67.206             581.771.751           12.828.268.650

     Jumlah                                81.518.399.904                320.580            4.833.894.387          86.352.294.291




                                                            25
Page 29
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


6.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     Mutasi penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                                     2026                     2025
                                                                                 (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)
     Saldo awal periode                                                            2.938.607.776            2.765.499.545
     Perubahan selama periode berjalan                                               (79.483.159)             173.085.081
     Saldo akhir periode                                                           2.859.124.617            2.938.584.626


     Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.

     Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
     pada piutang usaha.
     Pada tanggal 31 Maret 2026, piutang usaha Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan
     penyerahan hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana
     yang dijelaskan dalam Catatan 13.


7.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
     Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian
     saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
                                                                                            Persentase Terhadap
                                                         Jumlah                               Jumlah Aset (%)
                                         31 Maret 2026       31 Desember 2025         31 Maret 2026      31 Desember 2025
     Piutang Usaha

     PT Forindoprima Perkasa               1.123.024.651             491.083.214                0,4157               0,1867
     PT Yanasurya Bhaktipersada               19.588.392           2.251.312.167                0,0073               0,8559

     Jumlah                                1.142.613.043           2.742.395.381                0,4230               1,0426


                                                                                            Persentase Terhadap
                                                         Jumlah                             Jumlah Liabilitas (%)
                                         31 Maret 2026       31 Desember 2025         31 Maret 2026      31 Desember 2025

     Utang Usaha
     PT Forindoprima Perkasa               1.026.113.572           1.301.720.300                  0,73                 0,98

     Utang Pihak Berelasi (Catatan 26)
     PT Hastagraha Bumipersada            50.000.000.000          50.000.000.000                 35,50                37,57


                                                                                            Persentase Terhadap
                                                                                             Jumlah Akun yang
                                                         Jumlah                              Bersangkutan (%)
                                             2026                     2025                2026                  2025
                                         (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)        (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)

     Penjualan Bersih
     PT Forindoprima Perkasa               1.349.025.810                       -                  1,56                    -
     PT Yanasurya Bhaktipersada              474.519.560             702.487.500                  0,55                 0,81
     Jumlah                                1.823.545.370             702.487.500                  2,11                 0,81


                                                            26
Page 30
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


7.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

                                                                                             Persentase Terhadap
                                                                                              Jumlah Akun yang
                                                        Jumlah                                Bersangkutan (%)
                                             2026                     2025                 2026                   2025
                                         (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)           (Tiga Bulan)

     Pembelian
     PT Forindoprima Perkasa                 1.656.541.567         6.492.241.068                   1,92                   7,79

     Beban Umum dan Administrasi -
     Beban Sewa (Catatan 26)
     Alexander Tanzil                           1.250.000              1.250.000                  50,00                  50,00
     Santoso Wijaya                             1.250.000              1.250.000                  50,00                  50,00

     Jumlah                                     2.500.000              2.500.000                 100,00                 100,00


     Rincian transaksi dan saldo berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai
     berikut:

       No.        Pihak-pihak Berelasi                       Sifat Relasi                             Jenis Transaksi
       1.      PT Hastagraha Bumipersada        Pemegang saham Perusahaan                   Transaksi keuangan
       2.      PT Yanasurya Bhakti Persada      Entitas dengan pengendalian bersama         Transaksi usaha
       3.      PT Forindoprima Perkasa          Entitas dengan pengendalian bersama         Transaksi usaha
       4.      Alexander Tanzil                 Pemegang saham Perusahaan                   Transaksi sewa
       5.      Santoso Wijaya                   Pemegang saham Perusahaan                   Transaksi sewa

     Jumlah kompensasi personil manajemen kunci (komisaris dan direksi) dalam Perusahaan:

                                                                                      2026                       2025
                                                                                  (Tiga Bulan)               (Tiga Bulan)
     Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah)                                        423                            416


     Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
     sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.

     Manajemen kunci Perusahaan meliputi semua anggota komisaris dan direksi.


8.   PERSEDIAAN
     Persediaan terdiri dari:
                                                                                 31 Maret 2026            31 Desember 2025
     Barang jadi                                                                  13.866.107.574             16.531.598.795
     Barang dalam proses                                                          20.344.289.031             17.625.636.090
     Bahan baku dan bahan pembantu                                                25.520.047.031             25.088.449.619
     Jumlah                                                                       59.730.443.636             59.245.684.504
     Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan                                (198.519.300 )             (198.519.300)
     Bersih                                                                       59.531.924.336             59.047.165.204




                                                             27
Page 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


8.   PERSEDIAAN (lanjutan)
     Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
                                                                             2026                         2025
                                                                         (Tiga Bulan)                 (Tiga Bulan)
     Saldo awal periode                                                         198.519.300             193.372.177
     Perubahan selama periode berjalan:
         Penyisihan periode berjalan                                                       -                              -
     Saldo akhir periode                                                        198.519.300             193.372.177

     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.
     Pada tanggal 31 Maret 2026, persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
     hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
     dijelaskan dalam Catatan 13.
     Pada tanggal 31 Maret 2026, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
     kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar
     US$ 5.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
     kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

9.   UANG MUKA PEMBELIAN
     Akun ini merupakan uang muka pembelian kepada pihak ketiga atas pembelian bahan baku dan
     bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2026             31 Desember 2025
     Pihak Ketiga
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 1.183.496 pada tanggal 31 Maret 2026 dan
         US$ 128.594 pada tanggal 31 Desember 2025)                      19.963.953.430                2.136.241.126
     Rupiah                                                               4.177.968.819                4.413.348.569
     Euro Eropa
         (EUR 10.545 pada tanggal 31 Desember 2025)                             206.036.605                               -
     Jumlah                                                              24.347.958.854                6.549.589.695



10. ASET TETAP

     Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2026
                               Saldo Awal       Penambahan      Pengurangan          Reklasifikasi      Saldo Akhir
     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                     35.817.601.419                                                            35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana    65.872.621.865               -                   -                 -      65.872.621.865
     Mesin dan peralatan      185.191.471.626     302.311.225                            17.400.000     185.511.182.851
     Perlengkapan pabrik        3.288.712.275      75.250.376                 -                   -       3.363.962.651
     Peralatan kantor           2.129.005.358      11.833.622                 -                   -       2.140.838.980
     Kendaraan                  3.789.703.594               -       136.500.000                           3.653.203.594
     Jumlah Nilai Tercatat    296.089.116.137     389.395.223       136.500.000          17.400.000     296.359.411.360



                                                        28
Page 32
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET TETAP (lanjutan)
                                                                   31 Maret 2026
                               Saldo Awal       Penambahan          Pengurangan        Reklasifikasi         Saldo Akhir
    Aset dalam Penyelesaian
    Mesin dan peralatan            17.400.000                 -                    -      (17.400.000 )                    -

    Jumlah Nilai Tercatat     296.106.516.137     389.395.223           136.500.000                    -     296.359.411.360

    Akumulasi Penyusutan
    Pemilikan Langsung
    Bangunan dan prasarana     47.500.423.845      721.704.911                    -                    -      48.222.128.756
    Mesin dan peralatan       144.870.425.095    2.875.635.645                    -                    -     147.746.060.740
    Perlengkapan pabrik         3.217.932.295        9.862.053                    -                    -       3.227.794.348
    Peralatan kantor            1.972.142.408       20.752.192                    -                    -       1.992.894.600
    Kendaraan                   2.679.281.026       41.268.710          136.500.000                    -       2.584.049.736
    Jumlah Akumulasi
         Penyusutan           200.240.204.669    3.669.223.511          136.500.000                    -     203.772.928.180
    Nilai Buku                 95.866.311.468                                                                 92.586.483.180


                                                                  31 Desember 2025
                               Saldo Awal       Penambahan          Pengurangan        Reklasifikasi         Saldo Akhir

    Nilai Tercatat
    Pemilikan Langsung
    Tanah                      35.817.601.419               -                     -                 -         35.817.601.419
    Bangunan dan prasarana     65.872.621.865               -                     -                 -         65.872.621.865
    Mesin dan peralatan       180.460.956.308     792.748.043         3.469.956.951     7.407.724.226        185.191.471.626
    Perlengkapan pabrik         3.275.383.552      13.328.723                     -                 -          3.288.712.275
    Peralatan kantor            2.048.546.029      80.459.329                     -                 -          2.129.005.358
    Kendaraan                   3.038.655.339     882.889.892           131.841.637                 -          3.789.703.594

    Jumlah                    290.513.764.512    1.769.425.987        3.601.798.588     7.407.724.226        296.089.116.137

    Aset dalam Penyelesaian
    Mesin dan peralatan          146.303.800     7.278.820.426                     -   (7.407.724.226 )           17.400.000

    Jumlah Nilai Tercatat     290.660.068.312    9.048.246.413        3.601.798.588                    -     296.106.516.137

    Akumulasi Penyusutan
    Pemilikan Langsung
    Bangunan dan prasarana     44.613.604.200    2.886.819.645                    -                    -      47.500.423.845
    Mesin dan peralatan       136.937.984.827   11.378.181.153        3.445.740.885                    -     144.870.425.095
    Perlengkapan pabrik         3.197.200.569       20.731.726                    -                    -       3.217.932.295
    Peralatan kantor            1.878.406.372       93.736.036                    -                    -       1.972.142.408
    Kendaraan                   2.655.660.112      155.462.551          131.841.637                    -       2.679.281.026

    Jumlah Akumulasi
         Penyusutan           189.282.856.080   14.534.931.111        3.577.582.522                    -     200.240.204.669

    Nilai Buku                101.377.212.232                                                                 95.866.311.468



    Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
    sebesar Rp 3.669.223.511 dan Rp 3.564.226.504, masing-masing untuk periode 2026 dan 2025 yang
    dibebankan sebagai berikut:

                                                                               2026                            2025
                                                                           (Tiga Bulan)                    (Tiga Bulan)
    Beban pabrikasi (Catatan 21)                                              3.494.239.855                 3.397.489.904
    Beban umum dan administrasi (Catatan 22)                                    174.983.656                   166.736.600
    Jumlah                                                                    3.669.223.511                 3.564.226.504




                                                         29
Page 33
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian penjualan aset tetap pada periode 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                      2026                          2025
                                                                  (Tiga Bulan)                  (Tiga Bulan)
    Nilai tercatat                                                      136.500.000               131.841.637
    Akumulasi penyusutan                                                136.500.000               131.841.637
    Nilai buku                                                                    -                          -
    Harga jual                                                           40.540.541                 84.375.000
    Laba penjualan aset tetap                                            40.540.541                 84.375.000


    Pada periode 2026 dan 2025, laba penjualan aset tetap disajikan sebagai akun “Laba Penjualan Aset
    Tetap” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

    Pada tanggal 31 Maret 2026, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
    kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 95 milyar dan US$ 11.000.000
    Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
    kerugian atas risiko tersebut.

    Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan,
    sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki utang pembelian aset
    tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 47.175.000 dan Rp 73.895.000 yang
    merupakan utang retensi atas pembangunan bangunan dan prasarana.

    Pada tanggal 31 Maret 2026, aset tetap berupa tanah dan bangunan pabrik dijadikan sebagai jaminan
    atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang dijelaskan dalam
    Catatan 13.

    Hak atas tanah diperoleh berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dapat diperbaharui
    dengan masa yang akan berakhir antara tahun 2028 sampai 2047. Perusahaan berkeyakinan bahwa
    hak atas tanah tersebut dapat diperbarui berdasarkan praktik historis.


11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA

    Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2026

                                          Saldo Awal       Penambahan         Penghapusan          Saldo Akhir

    Biaya Perolehan
    Bangunan Kantor                          321.054.563                -                   -         321.054.563

    Akumulasi penyusutan
    Bangunan Kantor                          168.203.043       30.921.214                   -         199.124.257

    Nilai tercatat - bersih                  152.851.520                                              121.930.306




                                                    30
Page 34
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)
                                                                    31 Desember 2025

                                            Saldo Awal       Penambahan         Penghapusan          Saldo Akhir

    Biaya Perolehan
    Bangunan Kantor                            221.054.563      100.000.000                   -         321.054.563

    Akumulasi penyusutan
    Bangunan Kantor                             73.684.856       94.518.187                   -         168.203.043

    Nilai tercatat - bersih                    147.369.707                                              152.851.520



    Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2026           31 Desember 2025
    Liabilitas sewa
    Bagian jangka pendek                                                  39.158.746                  78.317.492
    Bagian jangka panjang                                                          -                           -

    Jumlah                                                                39.158.746                  78.317.492


    Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                        2026                          2025
                                                                    (Tiga Bulan)                  (Tiga Bulan)
    Jumlah kas keluar untuk
       Pembayaran liabilitas sewa                                         39.158.746                  36.794.860
       Pembayaran bunga                                                    2.515.754                   4.879.640
    Jumlah                                                                41.674.500                  41.674.500


    Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
    berikut:

                                                                        2026                          2025
                                                                    (Tiga Bulan)                  (Tiga Bulan)
    Bunga liabilitas sewa                                                  2.515.754                   4.879.640
    Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 22)                           30.921.214                  18.421.214

    Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2026           31 Desember 2025
    Saldo awal                                                             78.317.492                151.907.213
    Penambahan                                                                      -                100.000.000
    Arus kas                                                              (39.158.746 )             (173.589.721)
    Saldo akhir                                                           39.158.746                  78.317.492




                                                      31
Page 35
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


12. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tidak lancar lain-lain merupakan uang
    jaminan untuk proyek tender masing-masing sebesar Rp 200.000.000

13. UTANG BANK JANGKA PENDEK

    Utang bank terdiri dari:

                                                                 31 Maret 2026        31 Desember 2025
    Utang bank jangka pendek
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
       Kredit Modal Kerja                                          56.000.000.000          55.000.000.000
    PT Mandiri (Persero) Tbk
       Kredit Agunan Surat Berharga                                  5.600.000.000          4.600.000.000
    Jumlah                                                         61.600.000.000          59.600.000.000

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI)

    Pada tanggal 4 Oktober 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja - cash collateral
    dari Bank BRI dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 85.000.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah
    diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 4 Oktober 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat
    bunga per tahun sebesar 2,90%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

    Pada tanggal 7 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Agunan Surat Berharga dari
    Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 43.600.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan, sampai dengan
    tanggal 6 Januari 2027. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 1,50% di atas
    tingkat suku bunga counter tertinggi deposito Rupiah di Bank Mandiri.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

    PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

    Pada tanggal 7 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal dan time loan revolving
    dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 75.000.000.000 dan
    Rp 100.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu
    selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 April 2024.
    Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

    Pada tanggal 14 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit dari bank BCA
    berupa fasilitas kredit investasi I dan fasilitas kredit investasi II dengan jumlah fasilitas maksimum,
    masing-masing sebesar Rp 8.500.000.000 dan Rp 16.500.000.000, yang ditujukan untuk membiayai
    pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki
    jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan sampai dengan tanggal 7 April 2024. Fasilitas tersebut
    dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

                                                   32
Page 36
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


13. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

    PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)

    Pada tanggal 19 Maret 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit dari bank BCA
    berupa fasilitas kredit lokal, time loan revolving, kredit investasi I, fasilitas kredit investasi II dan bank
    garansi dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 75.000.000.000,
    Rp 100.000.000.000, Rp 8.500.000.000, Rp 16.500.000.000 dan Rp 5.000.000.000, yang ditujukan
    untuk membiayai pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas
    kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang kembali
    sampai dengan tanggal 7 Juni 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar
    7,5%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Perusahaan, piutang usaha, persediaan dan
    jaminan perusahaan dari PT Hastagraha Bumipersada (pemegang saham Perusahaan).

    Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu
    seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio EBITDA per (interest ditambah installment) lebih dari 1
    kali, current ratio lebih dari 1 kali dan Debt per Equity kurang dari 3 kali. Pada tanggal
    31 Maret 2026, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

    Pada tanggal 31 Maret 2026, tidak terdapat saldo terutang atas fasilitas kredit tersebut.


14. UTANG USAHA

    Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan
    rincian sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2026         31 Desember 2025
    Pihak berelasi (lihat Catatan 7)
    PT Forindoprima Perkasa                                              1.026.113.572            1.301.720.300

    Pihak ketiga - lokal
    Rupiah                                                              10.908.575.152            6.655.687.830
    Dolar Amerika Serikat
        (US$ 35.047 pada tanggal 31 Maret 2026 dan
        US$ 27.841 pada tanggal 31 Desember 2025)                          595.549.253              467.235.214
    Jumlah pihak ketiga                                                 11.504.124.405            7.122.923.044
    Jumlah                                                              12.530.237.977            8.424.643.344


    Pemasok utama Perusahaan adalah PT PCM Kimia Indonesia.

15. PERPAJAKAN

    a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak

        Pajak dibayar di muka

        Pajak dibayar di muka pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 merupakan pajak
        pertambahan nilai - bersih, masing-masing sebesar Rp 1.403.754.521 dan Rp 312.982.684.


                                                      33
Page 37
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


15. PERPAJAKAN (lanjutan)

    a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak (lanjutan)

       Utang pajak

       Utang pajak terdiri dari:

                                                             31 Maret 2026         31 Desember 2025
       Pajak Penghasilan:
           Pasal 21                                               155.028.032                 17.544
           Pasal 23                                                19.818.094             15.089.765
       Jumlah                                                     174.846.126             15.107.309

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan

       Rekonsiliasi antara rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
       dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran rugi fiskal untuk periode yang berakhir pada
       tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                  2026                    2025
                                                              (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
       Rugi sebelum manfaat (beban)
          pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                      (708.524.169 )       (4.462.998.558)
       Beda temporer:
          Penyusutan aset tetap                                    66.938.884             87.603.588
          Transaksi sewa                                               99.717              2.463.604
          Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan         140.257.415            126.934.680
          Penyisihan (pemulihan) atas
             kerugian kredit ekspektasian                          (79.483.159 )         173.085.081
          Kompensasi PKWT                                           45.317.604           139.131.644
       Beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                    12.527.000            23.766.830
          Penyusutan                                                26.343.750
          Sumbangan dan representasi                                 6.424.300            30.097.610
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final                 (10.289.470 )          (2.712.537)
          Lain-lain - bersih                                        19.729.562            25.039.753
       Taksiran rugi fiskal - periode berjalan                   (480.658.566 )       (3.857.588.305)
       Akumulasi taksiran rugi fiskal pada tahun:
          2024                                                                -       (2.290.945.802)
          2021                                                                -       (5.480.006.867)
       Penyesuaian taksiran rugi fiskal atas:
          2021                                                                -        2.652.537.445
          2022                                                                -           24.117.500
          2023                                                                -           34.220.000
       Akumulasi taksiran rugi fiskal
          akhir periode                                          (480.658.566 )       (8.917.666.029)



                                                    34
Page 38
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


15. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)

       Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan secara tahunan.
       Laporan keuangan tanggal 31 Maret 2026 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
       tanggal tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.

       Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran penghasilan kena pajak untuk periode tiga bulan
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 didasarkan atas perhitungan sementara. Jumlah
       tersebut mungkin berbeda dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam Surat
       Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) pajak penghasilan badan.

       Beban pajak penghasilan (periode berjalan) dan perhitungan taksiran klaim pajak penghasilan
       adalah sebagai berikut:

                                                                  2026                    2025
                                                              (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
       Taksiran rugi fiskal (dibulatkan)                          (480.658.000 )      (8.917.666.000)
       Beban pajak penghasilan - periode berjalan                             -                      -
       Pajak penghasilan dibayar di muka:
           Pasal 22                                               493.724.836            795.608.735
       Taksiran klaim pajak penghasilan                           493.724.836            795.608.735


       Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan terdiri dari klaim untuk
       tahun pajak sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2026         31 Desember 2025
       Taksiran klaim pajak penghasilan:
          Periode 2026                                            493.724.836                      -
          Tahun 2025                                            2.730.204.979          2.730.204.979
          Tahun 2024                                            3.182.191.920          3.182.191.920
       Jumlah                                                   6.406.121.735          5.912.396.899


       Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
       penghasilan No. 00022/406/23/054/24 tertanggal 19 Desember 2024 atas pajak penghasilan
       badan tahun pajak 2023 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
       Rp 2.880.397.282. Pada tanggal 16 Januari 2025, Perusahaan telah menerima pembayaran atas
       pajak yang dinyatakan lebih bayar tersebut.

       Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif
       pajak yang berlaku dari rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat pajak
       penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
       untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah sebagai
       berikut:




                                                35
Page 39
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


15. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
                                                                 2026                  2025
                                                             (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)
       Rugi sebelum manfaat (beban) pajak
          penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                     (708.524.169 )      (4.462.998.558)

       Manfaat pajak penghasilan dengan
          tarif pajak yang berlaku                              (155.875.317 )        (981.859.683)
       Pengaruh pajak atas beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                   2.755.940             5.228.703
          Penyusutan                                               5.795.625                     -
          Sumbangan dan representasi                               1.413.346             6.621.474
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final                (2.263.683 )            (596.758)
          Lain-lain - bersih                                       4.340.503             5.508.746
          Penyesuaian pajak tangguhan                             44.775.072                     -
          Rugi fiskal yang pajak
              tangguhannya tidak diakui                          105.744.885           848.669.427
       Beban (manfaat) pajak penghasilan
          menurut laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain                            6.686.371          (116.428.091)


    c. Aset pajak tangguhan - bersih

       Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
       komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025
       Aset (liabilitas) pajak tangguhan
       Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan           943.664.903           934.265.067
       Penyisihan atas penurunan nilai persediaan                 43.674.248            43.674.248
       Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian
           piutang usaha                                         629.007.415           646.493.710
       Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian
           piutang lain-lain                                     115.133.326          115.133.326
       Aset hak guna                                             (26.824.667 )        (33.627.334)
       Kompensasi PKWT                                           636.673.698          626.703.825
       Liabilitas sewa                                             8.614.924            17.190.248
       Penyusutan aset tetap                                     (32.071.206 )          (3.817.282)
       Aset pajak tangguhan - bersih                           2.317.872.641         2.346.015.808


    d. Administrasi

       Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
       membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
       (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
       saat terutangnya pajak.


                                                  36
Page 40
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


16. BEBAN AKRUAL

    Akun ini terdiri dari:

                                                                 31 Maret 2026       31 Desember 2025
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                          6.703.028.749         6.892.959.682

    Beban harus dibayar
    Listrik, air dan telepon                                       1.454.288.653         1.625.778.512
    Pengangkutan                                                     817.985.002         1.031.575.462
    Bunga                                                             26.855.278            31.096.945
    Lain-lain                                                        351.564.779           126.770.095
    Jumlah                                                         2.650.693.712         2.815.221.014



17. MODAL SAHAM

    Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
    sebagai berikut:

                                                                      Persentase
    Pemegang Saham                           Jumlah Saham             Pemilikan           Jumlah
    PT Hastagraha Bumipersada                    597.650.500               89,469%       59.765.050.000
    Alexander Tanzil (Komisaris Utama)             1.174.750                0,176%          117.475.000
    Santoso Wijaya (Komisaris)                     1.174.750                0,176%          117.475.000
    Lain-lain (masing-masing dengan
       pemilikan di bawah 5%)                     68.000.089               10,179%        6.800.008.900
    Jumlah                                       668.000.089              100,000%       66.800.008.900


    Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham
    Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:

                                                                      Persentase
    Pemegang Saham                           Jumlah Saham             Pemilikan           Jumlah
    Komisaris
    Alexander Tanzil                                 1.174.750              0,176%         117.475.000
    Santoso Wijaya                                   1.174.750              0,176%         117.475.000
    Jumlah                                           2.349.500              0,352%         234.950.000


    Pengelolaan Modal

    Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
    yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

    Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
    menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
    dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
    permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
    Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.

                                                37
Page 41
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


17. MODAL SAHAM (lanjutan)

    Pengelolaan Modal (lanjutan)

    Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
    kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
    menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
    mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
    maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

    Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
    akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
    menggunakan rasio debt to equity dan rasio gearing.


18. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
    Rincian tambahan modal disetor pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
    berikut:

    Agio saham sehubungan penawaran umum saham (Catatan 1b)                       30.260.000.000
    Biaya emisi efek ekuitas (Catatan 1b dan 3r)                                  (2.206.029.983)
    Agio saham sehubungan - pelaksanaan Waran Seri I                                      51.620
    Bersih                                                                        28.054.021.637



19. DIVIDEN TUNAI

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
    26 Juni 2025, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
    pemegang saham.


20. PENJUALAN BERSIH
    Akun ini terdiri dari:
                                                                2026                  2025
                                                            (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)
    Pihak berelasi (Catatan 7)
        Lokal                                                 1.823.545.370          702.487.500
    Pihak ketiga
        Lokal                                                66.037.071.155       80.907.744.249
        Ekspor                                               18.558.198.703        5.253.570.554
    Jumlah                                                   86.418.815.228       86.863.802.303

    Sebagian penjualan, yaitu sekitar 2,11% dan 0,81%, masing-masing pada periode 2026 dan 2025,
    dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 7).




                                               38
Page 42
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


20. PENJUALAN BERSIH (lanjutan)

    Pada periode 2026 dan 2025, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10%
    dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:

                                                                                                  Persentase
                                                                                               Terhadap Jumlah
                                                            Jumlah                            Penjualan Bersih (%)

                                                 2026                    2025              2026                  2025
                                             (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)      (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)

    Penjualan Bersih
    Lucky Star Weaving Co. Ltd               16.410.242.662           2.951.094.860              18,99                  3,40
    PT Conch International Trade Indonesia                -          18.356.188.405                  -                 21,13

    Jumlah                                   16.410.242.662          21.307.283.265              18,99                 24,53



    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki uang muka dari pelanggan
    (pihak ketiga) sebesar Rp 2.829.639.641 dan Rp 921.996.367.


21. BEBAN POKOK PENJUALAN

    Akun ini terdiri dari:

                                                                                 2026                        2025
                                                                             (Tiga Bulan)                (Tiga Bulan)
    Bahan baku yang digunakan                                                 41.322.686.204             42.931.296.171
    Upah buruh langsung                                                        9.857.011.013              9.855.942.498
    Beban pabrikasi
       Pemakaian bahan pembantu                                               12.522.220.673             15.606.676.365
       Upah buruh tidak langsung                                               6.191.543.818              6.271.157.346
       Listrik                                                                 4.767.469.025              4.553.903.010
       Penyusutan (Catatan 10)                                                 3.494.239.855              3.397.489.904
       Perawatan dan pemeliharaan                                              2.112.902.771              1.771.210.854
       Lain-lain                                                                  45.119.000                119.552.363
    Jumlah Beban Produksi                                                     80.313.192.359             84.507.228.511
    Persediaan barang dalam proses
        Awal periode                                                          17.625.636.090              22.882.301.357
        Akhir periode                                                        (20.344.289.031)            (22.262.409.561)
    Beban Pokok Produksi                                                      77.594.539.418             86.127.120.307
    Persediaan barang jadi
        Awal periode                                                          16.531.598.795              14.899.576.784
        Pembelian                                                                554.511.130                 501.621.622
        Pemakaian sendiri                                                       (349.035.264)             (1.509.849.717)
        Akhir periode                                                        (13.866.107.574)            (16.713.352.584)
    Beban Pokok Penjualan                                                     80.465.506.505             83.305.116.412


    Sebagian pembelian, yaitu sekitar 1,92% dan 7,79% pada periode 2026 dan 2025, dilakukan dengan
    pihak berelasi (Catatan 7).




                                                       39
Page 43
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


21. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan)

    Pada periode 2026 dan 2025, tidak ada pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah
    pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.

                                                                                                 Persentase
                                                                                              Terhadap Jumlah
                                                        Jumlah                               Penjualan Bersih (%)

                                             2025                    2024                 2025                  2024
                                         (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)

    Pembelian
    PT PCM Kimia Indonesia               11.907.225 .000           7.754.175.000                13,78                  8,93




22. BEBAN USAHA
    Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:

                                                                              2026                          2025
                                                                          (Tiga Bulan)                  (Tiga Bulan)
    Beban Penjualan
    Pengangkutan dan transportasi                                           1.544.226.294                2.426.765.417
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                                     224.200.000                  251.562.500
    Lain-lain                                                                 149.428.783                  132.811.528
    Jumlah                                                                  1.917.855.077                2.811.139.445
    Beban Umum dan Administrasi
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                                   2.409.811.875                2.218.178.913
    Beban kantor                                                            1.538.233.956                1.554.191.327
    Asuransi                                                                  218.756.568                  213.835.049
    Penyusutan aset tetap (Catatan 10)                                        174.983.656                  166.736.600
    Perjalanan dinas                                                           70.512.232                   53.600.614
    Penyusutan aset hak-guna (Catatan 11)                                      30.921.214                   18.421.214
    Lain-lain                                                                 164.441.597                  278.444.065
    Jumlah                                                                  4.607.661.098                4.503.407.782
    Jumlah Beban Usaha                                                      6.525.516.175                7.314.547.227



23. BEBAN KEUANGAN
    Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                             2026                           2025
                                                                          (Tiga Bulan)                  (Tiga Bulan)
    Bunga pinjaman bank                                                         316.650.343                657.263.551
    Provisi dan administrasi bank                                                26.638.342                 25.777.906
    Jumlah                                                                      343.288.685                683.041.457




                                                   40
Page 44
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


24. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
    Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
    31 Desember 2025. Pada laporan keuangan tahun 2025, berdasarkan perhitungan aktuaria yang
    dilakukan oleh KKA Tumpal Marbun, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal
    10 Februari 2026 untuk tahun 2025, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
    Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
    Tingkat diskonto                               :    5,52% per tahun
    Tingkat kenaikan gaji                          :    10%
    Referensi tingkat mortalitas                   :    TMI-2019
    Tingkat cacat tahunan                          :    5% dari tingkat mortalitas
    Umur pensiun                                   :    55 tahun
    Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
    atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
    31 Desember 2025, masing-masing adalah sebesar Rp 4.289.385.924 dan Rp 4.246.659.398.
    Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
    yang berlaku.

25. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter
    dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
                                                                              31 Maret 2026
                                                                                          Ekuivalen
                                                                 Mata Uang Asing        Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                                US$          14.905             253.286.102
    Piutang usaha                                               US$         481.784           7.626.703.012
    Jumlah                                                                                    7.879.989.114
    Liabilitas
    Utang usaha                                                 US$           35.047           595.549.253
    Aset - Bersih                                                                             7.284.439.861

                                                                            31 Desember 2025
                                                                                          Ekuivalen
                                                                 Mata Uang Asing        Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                                US$         439.737           7.379.678.082
    Piutang usaha                                               US$         320.580           4.833.894.387
    Jumlah                                                                                12.213.572.469
    Liabilitas
    Utang usaha                                                 US$           27.841           467.235.214
    Aset - Bersih                                                                         11.746.337.255


                                                   41
Page 45
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


26. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI

    a. Pada tanggal 17 Desember 2018, Perusahaan memiliki perjanjian sewa ruangan kantor dengan
       Yuandala Kolopaking untuk kantor pusat Perusahaan yang berlokasi di Gedung Graha Irama
       Lantai 2E, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, yang berlaku untuk
       periode 2 (dua) tahun, dari tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan tanggal 20 Januari 2022,
       dengan nilai sewa sebesar Rp 185.220.000, terakhir telah diperpanjang kembali untuk 3 (tiga)
       tahun sampai dengan tanggal 20 Januari 2027 dengan nilai sewa sebesar Rp 277.830.000.
       Jumlah beban sewa pada periode 2026 dan 2025 sebesar Rp 23.152.500 dan 23.152.500.

    b. Pada tanggal 21 Maret 2022, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas sebagian ruangan kantor
       di Rukan Golden Palace Blok A No. 21-23, Surabaya dengan Alexander Tanzil dan Santoso
       Wijaya (pemegang saham Perusahaan) untuk kantor pemasaran Perusahaan, yang berlaku untuk
       periode 21 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan nilai sewa sebesar
       Rp 10.000.000. Perjanjian sewa tersebut, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan
       tanggal 31 Desember 2026. Jumlah beban sewa pada periode 2026 dan 2025 adalah sebesar
       Rp 2.500.000 (Catatan 7).

    c.    Pada tanggal 7 Agustus 2025, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas bangunan Gudang di
          Desa Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik dengan Lion Djajono
          untuk Gudang Persediaan Bahan Baku, yang berlaku untuk periode 15 Agustus 2025 sampai
          dengan tanggal 14 Agustus 2027, dengan nilai sewa sebesar Rp 100.000.000 yang sudah
          dibayarkan sepenuhnya pada 24 agustus 2025.

    d. Pada tanggal 3 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Hastagraha
       Bumipersada (pemegang saham Perusahaan) dengan jumlah pinjaman maksimum Rp
       50.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga, tidak
       dijamin, dan memiliki jangka waktu 12 (dua belas) bulan. Berdasarkan perjanjian perpanjangan
       tanggal 3 Agustus 2024, jangka waktu pinjaman diperpanjang hingga 3 Agustus 2025.
       Selanjutnya, berdasarkan perjanjian perpanjangan lain tanggal 3 Agustus 2025, jangka waktu
       pinjaman diperpanjang kembali hingga 3 Agustus 2026.


27. INFORMASI SEGMEN

    Segmen Usaha

    Kegiatan usaha Perusahaan dikelompokkan dalam 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu Karung
    Plastik, Kantong Semen, Roll Sheet dan Sandwich Sheet dan Lain-lain. Segmen ini digunakan
    sebagai dasar pelaporan informasi segmen usaha. Pembebanan harga antar segmen, jika ada,
    didasarkan pada harga pokok segmen (at cost).

    Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
                                      Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Maret 2026                     Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain        Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                 33.546.991.248     25.939.199.140        25.994.442.454      938.182.386    86.418.815.228

    BEBAN POKOK PENJUALAN            (30.617.235.101)   (24.036.789.334)     (24.878.769.410)    (932.712.660)   (80.465.506.505 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)         2.929.756.147      1.902.409.806         1.115.673.044        5.469.726     5.953.308.723

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                   (6.525.516.175 )

    Rugi usaha                                                                                                      (572.207.452 )




                                                                  42
Page 46
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


27. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
    Segmen Usaha (lanjutan)
                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Maret 2026                       Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain        Jumlah

    Beban keuangan                                                                                                    (343.288.685 )
    Lain-lain - bersih                                                                                                 206.971.968

    Rugi sebelum beban pajak
      penghasilan                                                                                                     (708.524.169 )

    Beban pajak penghasilan                                                                                             (6.686.371 )

    Rugi periode berjalan                                                                                             (715.210.540 )

    Laba komprehensif lain -
       - setelah pajak                                                                                                  76.074.093

    Jumlah rugi komprehensif
       periode berjalan                                                                                               (639.136.447 )

    Aset segmen Persediaan             24.128.338.708     18.507.067.762        16.896.517.866                -     59.531.924.336

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                     210.646.936.792

    Jumlah aset                                                                                                    270.178.861.128

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                               140.864.165.875

    Jumlah liabilitas                                                                                              140.864.165.875

    Penambahan aset tetap                                                                                             389.395.223

    Penyusutan                                                                                                       3.669.223.511


                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Maret 2025                       Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain        Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                   33.379.478.388     43.087.983.200         9.906.777.990      489.562.725     86.863.802.303

    BEBAN POKOK PENJUALAN              (32.587.946.702)   (40.744.727.820)      (9.484.883.090)    (487.558.800)   (83.305.116.412 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)             791.531.686      2.343.255.380           421.894.900        2.003.925      3.558.685.891

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                     (7.314.547.227 )

    Rugi usaha                                                                                                      (3.755.861.336 )

    Beban keuangan                                                                                                   (683.041.457)
    Lain-lain - bersih                                                                                                (24.095.765)

    Rugi sebelum manfaat pajak
      penghasilan                                                                                                  (4.462.998.558)

    Manfaat pajak penghasilan                                                                                         116.428.091

    Rugi periode berjalan                                                                                          (4.346.570.467)

    Laba komprehensif lain -
       - setelah pajak                                                                                                  17.281.688

    Jumlah laba komprehensif
       periode berjalan                                                                                             (4.329.288.779 )


                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Desember 2025                    Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain        Jumlah

    Aset segmen Persediaan             30.038.486.902     15.042.198.195        13.966.480.107                -     59.047.165.204

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                     203.997.466.101

    Jumlah aset                                                                                                    263.044.631.305

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                               133.068.799.606

    Jumlah liabilitas                                                                                              133.068.799.606

    Penambahan aset tetap                                                                                            9.048.246.413

    Penyusutan                                                                                                      14.534.931.111




                                                                    43
Page 47
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


27. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

    Segmen Geografis

    Aset utama Perusahaan berlokasi di Sidoarjo, Surabaya. Analisis penjualan bersih berdasarkan
    wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:
                                                                       2026                     2025
                                                                   (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)

    Lokal                                                           67.860.616.525          81.610.231.749
    Ekspor
       Asia                                                         18.558.198.703           4.451.959.225
       Amerika Selatan                                                           -             801.611.329

    Jumlah                                                          86.418.815.228          86.863.802.303



28. RUGI PER SAHAM

    Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi periode berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah
    saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

                                                                       2026                     2025
                                                                   (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)
    Rugi periode berjalan                                             (715.210.540 )        (4.346.570.467)
    Jumlah rata-rata tertimbang saham
       yang beredar                                                    668.000.089             668.000.089
    Rugi per saham                                                             (1,07 )                 (6,5)


29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Risiko utama dari instrumen keuangan adalah risiko pasar (termasuk risiko fluktuasi harga bahan
    baku, risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko
    likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari
    fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang
    dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.

    Faktor-faktor Risiko Keuangan

    a. Risiko Pasar

        Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku

        Risiko usaha utama yang dihadapi oleh Perusahaan adalah fluktuasi harga bahan baku biji plastik
        Polypropylene (PP). PP merupakan produk komoditas yang mana harga pasarnya ditentukan oleh
        permintaan dan penawaran di dunia. Harga PP dapat diklasifikasikan menjadi 2 area yaitu harga
        PP nasional dan regional. Secara regional, PP di Indonesia diimpor dari Asia Tenggara, Asia
        Selatan, Asia Timur dan Negara Timur Tengah. Harga pasar yang terbentuk di Indonesia
        merupakan ekuilibrium dari harga PP nasional, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur dan
        Negara Timur Tengah.


                                                    44
Page 48
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    a. Risiko Pasar (lanjutan)

       Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku (lanjutan)

       Walaupun secara umum, harga PP dipengaruhi oleh harga minyak karena PP merupakan produk
       turunan dari minyak, namun korelasi antara harga PP dan harga minyak ini cukup kecil dan faktor
       yang paling dominan adalah permintaan dan penawaran.

       Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing

       Pembelian bahan baku adalah dalam mata uang asing (Dolar Amerika Serikat). Seiring dengan
       meningkatnya harga minyak dunia, nilai kurs mata uang dunia selalu berubah. Untuk mengatasi
       hal ini, Perusahaan mengadakan pembelian bahan baku yang terjadwal dengan memperhatikan
       fluktuasi kurs dolar setiap saat dan juga dengan memperkuat pasar ekspor, dimana harga jual
       juga dalam valuta asing (Dolar Amerika Serikat) sehingga gejolak nilai tukar dapat diminimalisasi.

       Risiko Tingkat Bunga

       Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
       berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
       tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

       Risiko tingkat bunga Perusahaan terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan.
       Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga untuk mengelola
       risiko suku bunga.

       Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang
       terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:

                                                                     31 Maret 2026
                                                 Kurang                Lebih
                                               dari 1 tahun         dari 1 tahun             Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                               2.934.079.470                       -         2.934.079.470

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                (61.600.000.000)                      -       (61.600.000.000 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                    (39.158.746)                      -           (39.158.746 )
       Bersih                                  (58.705.079.276)                          -   (58.705.079.276 )




                                                  45
Page 49
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    a. Risiko Pasar (lanjutan)

       Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)

                                                                 31 Desember 2025
                                                 Kurang                  Lebih
                                               dari 1 tahun           dari 1 tahun       Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                                8.874.448.560                      -       8.874.448.560

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                  (59.600.000.000)                    -     (59.600.000.000 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                       (78.317.492)                   -         (78.317.492 )

       Bersih                                    (50.803.868.932)                    -     (50.803.868.932 )


       Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan yang tidak dimasukkan pada tabel di atas
       adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat
       bunga.

    b. Risiko Kredit

       Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
       kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan
       reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
       berkala atas kredit pelanggan yang ada.

    c. Risiko Likuiditas

       Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
       untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan
       usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan bank yang memadai dan
       ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.

       Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
       likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
       pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
       dianggap perlu.




                                                 46
Page 50
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan
    Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
    posisi keuangan tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                          31 Maret 2026

                                                               Nilai tercatat         Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                  3.119.414.320         3.119.414.320
    Piutang usaha
        Pihak berelasi                                           1.140.652.374         1.140.652.374
        Pihak ketiga                                            78.544.607.120        78.544.607.120
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                               253.561.400           253.561.400
    Jumlah aset keuangan lancar                                 83.058.235.214        83.058.235.214

    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                    200.000.000            200.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                        83.258.235.214        83.258.235.214
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                    61.600.000.000        61.600.000.000
    Utang usaha
        pihak ketiga                                            11.504.124.405        11.504.124.405
        pihak berelasi                                           1.026.113.572         1.026.113.572
    Beban harus dibayar                                          2.650.693.712         2.650.693.712
    Liabilitas sewa jangka pendek                                   39.158.746            39.158.746
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                       6.703.028.749         6.703.028.749
    Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek                    83.523.119.184        83.523.119.184
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Utang pihak berelasi                                        50.000.000.000        50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                   50.000.000.000        50.000.000.000
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                 133.523.119.184       133.523.119.184


                                                                        31 Desember 2025
                                                               Nilai tercatat         Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                 9.051.219.908          9.051.219.908
    Piutang usaha
        Pihak berelasi                                           2.676.718.745         2.676.718.745
        Pihak ketiga                                            80.736.967.770        80.736.967.770
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                               156.620.884           156.620.884
    Jumlah aset keuangan lancar                                 92.621.527.307        92.621.527.307




                                                 47
Page 51
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
                                                                          31 Desember 2025
                                                                 Nilai tercatat           Nilai wajar
    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                       200.000.000            200.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                           92.821.527.307         92.821.527.307
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                       59.600.000.000         59.600.000.000
    Utang usaha
        pihak ketiga                                                7.122.923.044          7.122.923.044
        pihak berelasi                                              1.301.720.300          1.301.720.300
    Beban harus dibayar                                             2.815.221.014          2.815.221.014
    Liabilitas sewa jangka pendek                                      78.317.492             78.317.492
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          6.892.959.682          6.892.959.682
    Jumlah liabilitas keuangan
       jangka pendek                                               77.811.141.532         77.811.141.532
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Utang pihak berelasi                                           50.000.000.000         50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                      50.000.000.000         50.000.000.000

    Jumlah Liabilitas Keuangan                                   127.811.141.532         127.811.141.532

    Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
    dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
    bukan merupakan penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.
    Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
    disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
    atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
    Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
    instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
    Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek
    Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang terdiri dari kas dan
    bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban harus dibayar
    dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.
    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas jangka pendek diasumsikan sama
    dengan nilai tercatatnya karena akan jatuh tempo dalam waktu singkat.
    Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang
    Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku
    bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang yang tidak
    memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal (aset
    tidak lancar lain-lain) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.

                                                   48
Page 52
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


30. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

    Aktivitas non-kas

                                                                       2026                       2025
                                                                   (Tiga Bulan)               (Tiga Bulan)
    Penambahan aset tetap dari reklasifikasi
       uang muka pembelian aset tetap                                             -            2.540.040.998

    Penambahan aset tetap dari utang pembelian
       aset tetap                                                                 -            2.329.940.800

    Rekonsiliasi utang neto

    Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
    berikut:

                                                                              Transaksi
                                         1 Januari 2026      Arus Kas         Non Kas           31 Maret 2026

    Utang bank jangka pendek              59.600.000.000    2.000.000.000                 -     61.600.000.000
    Liabilitas sewa                           78.317.492      (39.158.746 )               -         39.158.746


                                                                              Transaksi
                                         1 Januari 2025      Arus Kas         Non Kas           31 Maret 2025

    Utang bank jangka pendek              91.046.236.271    9.661.326.130                 -    100.707.562.401
    Liabilitas sewa                          151.907.213      (36.794.860 )               -        115.112.353




31. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
    Perkembangan geopolitik di Timur Tengah

    Setelah tanggal pelaporan, dinamika geopolitik global dan konflik yang terjadi di kawasan Timur
    Tengah, menyebabkan ketidakpastian geopolitik dan volatilitas di pasar keuangan dan energi global.
    Perusahaan menilai potensi dampak terhadap operasi Perusahaan yang dapat timbul atas dinamika
    geopolitik tersebut melalui beberapa faktor, antara lain volatilitas harga bahan baku dan biaya energi,
    gangguan rantai pasokan dan logistik.

    Manajemen secara aktif memantau perkembangan situasi geopolitik tersebut serta melakukan
    evaluasi terhadap potensi dampaknya terhadap kegiatan operasional, biaya produksi, dan kinerja
    keuangan Perusahaan.

    Pada tanggal otorisasi atas laporan keuangan ini, tidak memungkinkan untuk mengestimasi secara
    andal dampak keuangan yang mungkin timbul akibat potensi eskalasi lanjutan dari konflik tersebut
    pada laporan keuangan Perusahaan.

    Manajemen akan terus memonitor perkembangan terkait konflik ini dan setiap dampak signifikan lebih
    lanjut, apabila ada, akan diungkapkan dalam pelaporan keuangan Perusahaan pada periode
    berikutnya.




                                                    49
Page 53
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


31. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN (lanjutan)

    Surat Ketetapan Pajak (SKP)

    Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak penghasilan
    No. 00020/406/24/054/26 tertanggal 10 April 2026 atas pajak penghasilan badan tahun pajak 2024
    yang     menetapkan       klaim     atas     pajak     penghasilan      Perusahaan     sebesar
    Rp 3.182.191.918.




                                               50

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.7 MB
Published27 Apr 2026
Pages53
Characters179,994
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK p.1 ×160
linked person Alexander Tanzil p.9 ×9
linked person Santoso Wijaya p.9 ×9
linked person Sri Wahjuningsih p.9 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.27 ×20
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.27 ×10
possible person IRWAN SUSANTO p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.27 ×8
unresolved — Alamal Rumah p.2
unresolved — Jabalan p.2
unresolved — Keuahgon p.2
unresolved person Direklur Ulama · Direktur Keuahgon p.2
unresolved person Emmy Hartati Yunizar p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Rusnaldy p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org PT Hastagraha Bumipersada p.9 ×6
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org BAPEPAM p.9
unresolved org Bank Indonesia p.20
unresolved org Mandiri (Persero) Tbk p.27 ×4
unresolved org PT Forindoprima Perkasa p.29 ×6
unresolved org PT Yanasurya Bhaktipersada p.29 ×2
unresolved org PT Yanasurya Bhakti Persada p.30
unresolved org Bank BRI p.35 ×2
unresolved org Bank Mandiri. Fasilitas p.35
unresolved org Bank BCA p.35 ×3
unresolved org PT PCM Kimia Indonesia. p.36 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.39
unresolved — pemilikan di bawah 5%) p.40
unresolved org Penjualan Bersih Lucky Star Weaving Co. Ltd p.42
unresolved org PT Conch International Trade Indonesia p.42

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 4

FinancialStatement-2026-I-YPAS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result