Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2026-GIAA-att2.pdf

Other Text extracted GIAA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 234

Page 1
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                 Tata Kelola     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors      Governance    Sustainability Performance




 2025 Sustainability Report
      Laporan Keberlanjutan




                                     Berakar pada Nilai, Berkelanjutan dalam Aksi




                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Sustainability Report 2025
                                                                                                                       1
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 2
                                                       Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                         Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




TEMA DAN ARTI TEMA
THEME AND ITS MEANING




                                              ROOTED IN VALUES,
                      SUSTAINABILITY IN ACTION
                             Berakar pada Nilai, Berkelanjutan dalam Aksi




Keberlanjutan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (yang                 The sustainability of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
selanjutnya disebut Garuda Indonesia atau Perseroan)                  (hereinafter referred to as Garuda Indonesia or the Company)
berlandaskan pada nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam              is grounded in values that guide every business and operational
setiap keputusan bisnis dan operasional. Melalui penguatan tata       decision. Through strengthening governance, ensuring flight
kelola, perlindungan keselamatan penerbangan, pengelolaan             safety, managing environmental impacts, and developing human
lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia, insan             resources, Garuda Indonesia personnel continue to fulfill their
Garuda terus menjalankan perannya sebagai pejuang angkasa             role as “pejuang angkasa” (aviation pioneers) and unifiers of
dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)               the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), acting
yang profesional, jujur, disiplin, dan berintegritas, sehingga        professionally, honestly, with discipline, and integrity. As a result,
keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen, tetapi terwujud           sustainability is not only a commitment but is also reflected in
dalam tindakan nyata di setiap lini operasional.                      tangible actions across all operational lines.




                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
2
                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 3
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                         Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors              Governance                      Sustainability Performance




                                    SUSTAINABILITY ACHIEVEMENT OF 2025



                    SOCIAL


    •    Sertifikasi IOSA (IATA Operational Safety Audit)
    •    Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
    •    Perolehan Stellar Workplace Award 2025 (kategori Recognition in Employee Commitment dan Recognition in Employee Satisfaction)
    •    Perolehan Investortrust CSR Awards 2025 (kategori Pendidikan)
    •    Freddie Awards 2025 untuk program loyalitas penumpang GarudaMiles (Kategori Program of the Year, Best Customer Service, dan Best
         Redemption Ability untuk wilayah Middle East & Asia/Oceania)
    •    Sertifikasi Pharmaceutical Good Distribution Practice (GDP) untuk Pengiriman Kargo Farmasi.
    •    SkyTeam Joint Declaration on Anti-Human Trafficking
    •    Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam mendukung penegakan HAM
    •    Penandatanganan Kerja Sama Strategis dalam skema “Corporate Account” dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
         (KP2MI) untuk meningkatkan dukungan terhadap pelindungan serta mobilitas Pekerja Migran Indonesia (PMI)

    •    IOSA Certification (IATA Operational Safety Audit)
    •    Occupational Health and Safety Management System (SMK3) Certification
    •    2025 Stellar Workplace Award Achievement (Categories: Recognition in Employee Commitment and Recognition in Employee Satisfaction)
    •    2025 Investortrust CSR Awards Achievement (Education Category)
    •    2025 Freddie Awards for GarudaMiles Passenger Loyalty Program (Categories: Program of the Year, Best Customer Service, and Best
         Redemption Ability for the Middle East & Asia/Oceania Regions)
    •    Pharmaceutical Good Distribution Practice (GDP) Certification for Pharmaceutical Cargo Shipments
    •    SkyTeam Joint Declaration on Anti-Human Trafficking
    •    Signing of a Memorandum of Understanding with the Ministry of Human Rights of the Republic of Indonesia to Support Human Rights
         Enforcement
    •    Signing of a Strategic Cooperation Agreement under the “Corporate Account” scheme with the Ministry for the Protection of Indonesian
         Migrant Workers (KP2MI) to enhance support for the protection and mobility of Indonesian Migrant Workers (PMI)




                                                                                                           ENVIRONMENTAL



           •   Verifikasi CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) atas Emisi Tahun 2024
           •   Persiapan implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 (dalam proses)
           •   Sertifikasi IATA CEIV Live Animals

           •   CORSIA Verification (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) for 2024 Emissions
           •   Preparation for ISO 14001 Environmental Management System Implementation (in progress)
           •   IATA CEIV Live Animals Certification




                 GOVERNANCE



•       Peringkat Platinum pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT)
•       Peringkat kredit “idBBB” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
•       Finalis Penganugerahan Annual Report Award (ARA) 2024
•       Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (ISO 37001)
•       Penghargaan Best ESG Reporting & Transparency (ESG Initiative Awards) serta Outstanding ESG Policy & Advocacy Institution dari Katadata

•       Platinum Rating in the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT)
•       “idBBB” Credit Rating from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
•       Finalist of the 2024 Annual Report Award (ARA)
•       Anti-Bribery Management System (ISO 37001) Certification
•       Best ESG Reporting & Transparency Award (ESG Initiative Awards) and Outstanding ESG Policy & Advocacy Institution from Katadata




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     3
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 4
                                                         Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                           Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




DAFTAR ISI
TABLE OF CONTENTS




    ROOTED IN VALUES, SUSTAINABILITY IN ACTION                2           KEANGGOTAAN ASOSIASI
                                                                                                                                             68
                                                                          MEMBERSHIP ASSOCIATIONS
    SUSTAINABILITY ACHIEVEMENT OF 2025                        3
    DAFTAR ISI
    TABLE OF CONTENTS                                         4           PENJELASAN DIREKSI
                                                                                                                                            69
    TENTANG LAPORAN                                                       EXPLANATION OF THE BOARD OF DIRECTORS
    ABOUT THE REPORT                                          6
    PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL
    PROCESS TO DETERMINE MATERIAL TOPICS                      6           KEBIJAKAN UNTUK MERESPON TANTANGAN DALAM PEMENUHAN
                                                                          STRATEGI KEBERLANJUTAN
    PENGELOLAAN TOPIK MATERIAL                                            POLICIES TO ADDRESS CHALLENGES IN IMPLEMENTING                     71
    MATERIAL TOPIC MANAGEMENT                                11           SUSTAINABILITY STRATEGIES
                                                                          PENERAPAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
                                                                          IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT                          73
    STRATEGI KEBERLANJUTAN
                                                             17           STRATEGI PENCAPAIAN TARGET
                                                                                                                                             74
    SUSTAINABILITY STRATEGY                                               STRATEGIES FOR ACHIEVING TARGETS
                                                                          TANGGUNG JAWAB LAPORAN KEBERLANJUTAN
                                                                          RESPONSIBILITY FOR SUSTAINABILITY REPORTING                       80
    PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN
    EXPLANATION OF THE SUSTAINABILITY STRATEGY               18
    POLICY COMMITMENT                                        30           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
                                                                                                                                             82
    PROSES UNTUK MEMULIHKAN DAMPAK NEGATIF                                SUSTAINABILITY GOVERNANCE
    PROCESSES TO REMEDIATE NEGATIVE IMPACTS                  34

                                                                          STRUKTUR DAN KOMPOSISI GOVERNANCE
                                                                                                                                             83
    IKHTISAR KINERJA KEBERLANJ`UTAN                                       GOVERNANCE STRUCTURE AND COMPOSITION
                                                             37
    SUSTAINABILITY PERFORMANCE HIGHLIGHTS                                 KODE ETIK
                                                                                                                                             85
                                                                          CODE OF CONDUCT

                                                                          CONFLICT OF INTEREST                                               86
    KINERJA ASPEK EKONOMI
    ECONOMIC PERFORMANCE                                     39           NOMINASI DAN SELEKSI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

    KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP
                                                                          NOMINATION AND SELECTION OF THE BOARD OF                           88
    ENVIRONMENTAL PERFORMANCE                                40           COMMISSIONERS AND THE BOARD OF DIRECTORS
                                                                          PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
    KINERJA ASPEK SOSIAL
    SOCIAL PERFORMANCE                                       41           PERFORMANCE EVALUATION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS               89
                                                                          AND THE BOARD OF DIRECTORS
                                                                          KEBIJAKAN REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

    PROFIL PERUSAHAAN
                                                                          REMUNERATION POLICY FOR THE BOARD OF COMMISSIONERS                90
                                                             43           AND THE BOARD OF DIRECTORS
    COMPANY PROFILE                                                       RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
                                                                          MEETINGS OF THE BOARD OF COMMISSIONERS AND THE BOARD               93
                                                                          OF DIRECTORS
    VISI, MISI, DAN NILAI KEBERLANJUTAN
                                                             44           PENANGGUNG JAWAB PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
    VISION, MISSION, AND CULTURE OF COMPANY
                                                                          PERSON IN CHARGE OF SUSTAINABLE FINANCE IMPLEMENTATION            95
    IDENTITAS PERUSAHAAN
    COMPANY IDENTY                                           46           PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT KEUANGAN
                                                                          BERKELANJUTAN                                                     99
    SKALA PERUSAHAAN                                                      COMPETENCY DEVELOPMENT RELATED TO SUSTAINABLE FINANCE
    COMPANY SCALE                                            48
                                                                          PENILAIAN RISIKO ATAS PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
    INFORMASI MENGENAI KARYAWAN                                           RISK ASSESSMENT ON SUSTAINABLE FINANCE IMPLEMENTATION             104
    EMPLOYEE INFORMATION                                     49
                                                                          HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN
    WILAYAH OPERASIONAL                                                   RELATIONSHIP WITH STAKEHOLDERS                                    106
    OPERATIONAL AREA                                         54
                                                                          PERMASALAHAN TERHADAP PENERAPAN KEUANGAN
    KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN
                                                             58
                                                                          BERKELANJUTAN                                                     108
    BUSINESS ACTIVITIES CONDUCTED                                         PROBLEMS ON SUSTAINABLE FINANCE IMPLEMENTATION

    RANTAI NILAI DAN HUBUNGAN BISNIS LAINNYA
    VALUE CHAIN AND OTHER BUSINESS RELATIONSHIPS             58
                                                                          KINERJA KEBERLANJUTAN
    RANTAI NILAI
                                                             58                                                                             109
    VALUE CHAIN                                                           SUSTAINABILITY PERFORMANCE
    HUBUNGAN BISNIS LAIN YANG RELEVAN
    OTHER RELEVANT BUSINESS RELATIONSHIPS                    60
                                                                          KEGIATAN MEMBANGUN BUDAYA KEBERLANJUTAN
    PERUBAHAN PERUSAHAAN YANG BERSIFAT SIGNIFIKAN PADA                    ACTIVITIES IN BUILDING SUSTAINABILITY CULTURE                     110
    ORGANISASI                                               66
    SIGNIFICANT ORGANIZATIONAL CHANGES




                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
4
                                                                                                                PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 5
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                  Governance                     Sustainability Performance




 KINERJA EKONOMI                                                              KINERJA SOSIAL
                                                                     114                                                                      156
 ECONOMIC PERFORMANCE                                                         SOCIAL PERFORMANCE

 KINERJA PRODUKSI, PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN, ATAU                        KOMITMEN UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN ATAS PRODUK DAN/
 INVESTASI, PENDAPATAN DAN LABA RUGI                                          ATAU JASA YANG SETARA KEPADA KONSUMEN
 PERFORMANCE IN PRODUCTION, PORTFOLIO, FINANCING,                    114      COMMITMENT OF LJK (FINANCIAL SERVICES INSTITUTION),             156
 REVENUES, AND PROFIT & LOSS                                                  ISSUER, OR PUBLIC COMPANY TO PROVIDING EQUAL SERVICES OF
                                                                              PRODUCTS AND/OR SERVICES TO CONSUMERS
 PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA PORTOFOLIO, TARGET
 PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI PADA INSTRUMEN KEUANGAN                           ASPEK KETENAGAKERJAAN
 ATAU PROYEK YANG SEJALAN DENGAN KEUANGAN                                     EMPLOYMENT ASPECT                                               156
 BERKELANJUTAN
 COMPARISON OF TARGET AND PERFORMANCE OF PORTFOLIO,                  115      ASPEK MASYARAKAT
                                                                                                                                              189
                                                                              COMMUNITY ASPECT
 FINANCING TARGET, OR INVESTMENT IN FINANCIAL INSTRUMENTS
 OR PROJECTS IN LINE WITH THE SUSTAINABLE FINANCE                             PRIVASI PELANGGAN
 IMPLEMENTATION                                                               CUSTOMER PRIVACY                                                203
 NILAI EKONOMI LANGSUNG YANG DIHASILKAN DAN                                   TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK DAN/ATAU JASA
 DIDISTRIBUSIKAN                                                     116      KEBERLANJUTAN
 DIRECT ECONOMIC VALUE GENERATED AND DISTRIBUTED                              RESPONSIBILITY FOR THE DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE               205
                                                                              PRODUCTS AND/OR SERVICES
 KEWAJIBAN PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI DAN PROGRAM
 PENSIUN LAINNYA                                                              INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK/JASA KEUANGAN
 DEFINED BENEFIT PLAN OBLIGATIONS AND OTHER RETIREMENT               117      BERKELANJUTAN
 PLANS                                                                        INNOVATION AND DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE FINANCIAL             205
                                                                              PRODUCTS AND SERVICES
 BANTUAN FINANSIAL DARI PEMERINTAH
 FINANCIAL ASSISTANCE FROM THE GOVERNMENT                            119      PRODUK/JASA YANG SUDAH DIEVALUASI KEAMANANNYA BAGI
 DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG
                                                                              NASABAH                                                         206
 INDIRECT ECONOMIC IMPACTS                                          120       EVALUATED PRODUCTS/SERVICES FOR CUSTOMER SAFETY
                                                                              DAMPAK PRODUK/JASA
 PRAKTIK PENGADAAN BARANG DAN JASA
                                                                    122       IMPACT OF PRODUCTS AND SERVICES                                 212
 PRACTICES IN THE PROCUREMENT OF GOODS AND SERVICES
                                                                              JUMLAH PRODUK YANG DITARIK KEMBALI
 ANTI KORUPSI
                                                                    126       NUMBER OF RECALLED PRODUCTS                                     212
 ANTI-CORRUPTION
                                                                              SURVEI KEPUASAN NASABAH TERHADAP PRODUK DAN/ATAU
 PAJAK
 TAX                                                                129       JASA
                                                                                                                                              212
                                                                              CUSTOMER SATISFACTION SURVEY ON SUSTAINABLE FINANCE
                                                                              PRODUCTS AND/OR SERVICES
                                                                              VERIFIKASI TERTULIS DARI PIHAK INDEPENDEN
 KINERJA LINGKUNGAN HIDUP                                                                                                                     215
                                                                    133       WRITTEN VERIFICATION FROM INDEPENDENT PARTY
 ENVIRONMENTAL PERFORMANCE
                                                                              LEMBAR UMPAN BALIK
                                                                              FEEDBACK SHEET                                                  216
 ASPEK UMUM                                                                   TANGGAPAN TERHADAP UMPAN BALIK LAPORAN
 GENERAL ASPECTS                                                    133       KEBERLANJUTAN TAHUN 2023                                        218
                                                                              RESPONSE TO FEEDBACK ON THE 2023 SUSTAINABILITY REPORT
 ASPEK MATERIAL
 MATERIAL ASPECTS                                                   134       DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI PERATURAN OTORITAS JASA
                                                                              KEUANGAN NOMOR 51/POJK.03/2017
 ASPEK ENERGI
 ENERGY ASPECTS                                                     136       LIST OF DISCLOSURE ACCORDING TO FINANCIAL SERVICES
                                                                                                                                              219
                                                                              AUTHORITY REGULATION (POJK) NO. 51 OF 2017 ON THE
 ASPEK AIR                                                                    IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE FINANCE FOR FINANCIAL
 WATER ASPECTS                                                      139       SERVICES INSTITUTIONS, ISSUERS, AND PUBLIC COMPANIES

 ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI                                                  INDEKS ISI CONSOLIDATED GRI STANDARD 2021
 BIODIVERSITY ASPECTS                                                141      GRI STANDARD 2021 CONTENT INDEX                                 222
 ASPEK EMISI                                                                  INDEKS SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARD BOARD (SASB)
 EMISSIONS ASPECTS                                                  142       STANDARDS AIRLINES
                                                                              SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARDS BOARD (SASB) INDEX          226
 ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN
 WASTE AND EFFLUENT ASPECTS                                         148       AIRLINES STANDARDS
                                                                              INDEKS SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARD BOARD (SASB)
 ASPEK PENGADUAN TERKAIT LINGKUNGAN HIDUP
 ENVIRONMENTAL COMPLAINTS ASPECTS                                   154       STANDARDS AIR FREIGHT AND LOGISTICS
                                                                                                                                              228
                                                                              SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARDS BOARD (SASB) INDEX
                                                                              STANDARDS FOR AIR FREIGHT AND LOGISTICS
                                                                              TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
                                                                              LINK BETWEEN GRI STANDARDS AND SDGS                             230




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    5
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 6
                                                        Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                          Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




TENTANG LAPORAN [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
ABOUT THE REPORT [GRI 2-2, 2-3, 2-4]



Laporan keberlanjutan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk                The Sustainability Report of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
(Garuda Indonesia) tahun 2024 disusun dengan mengacu pada              of 2024 is compiled in accordance with the Financial Services
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017            Authority Regulation (POJK) No. 51/POJK.03/2017 on the
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa             Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik, Surat Edaran Otoritas          Institutions, Issuers, and Public Companies, Circular Letter of
Jasa Keuangan Nomor 16/SEOJK.04/2021 Tentang Bentuk dan Isi            the Financial Services Authority No. 16/SEOJK.04/2021 on the
Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, serta Standar           Form and Content of the Annual Report for Issuers or Public
Pengungkapan Keberlanjutan 1 dan 2 (IFRS S1 dan S2). Laporan           Companies, and Sustainability Disclosure Standards 1 and 2
keberlanjutan ini juga disusun sesuai dengan (“in accordance           (IFRS S1 and S2). This Sustainability Report was also prepared
with ”) Consolidated Set of GRI Standards. Laporan Keberlanjutan       in accordance with the Consolidated Set of GRI Standards. This
ini juga disusun dengan mengacu pada Sustainability Accounting         Sustainability Report was also prepared with reference to the
Standards Board (SASB) Standard Airlines dan Air Freight &             Sustainability Accounting Standards Board (SASB) Standards
Logistics.                                                             for Airlines and Air Freight & Logistics.

Entitas yang termasuk ke dalam Laporan Keberlanjutan Garuda            Entities included in the Sustainability Report of PT Garuda
Indonesia tahun 2025 yaitu informasi yang berasal dari seluruh         Indonesia of 2025 are information from all operational areas
wilayah operasional Garuda Indonesia dan seluruh entitas               of Garuda Indonesia and its subsidiaries in accordance with the
anak sesuai dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Garuda               Consolidated Financial Statement of Garuda Indonesia audited by
Indonesia yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik, kecuali pada        a public accounting firm, except for specific sections as indicated in
bagian tertentu sesuai keterangan pada masing-masing bagian.           each section. Therefore, there is no difference between the entities
Oleh karenanya, tidak terdapat perbedaan antara entitas yang           reported in this Sustainability Report and the Consolidated
disampaikan dalam Laporan Keberlanjutan ini dengan entitas yang        Financial Statement. Garuda Indonesia combines all information
dilaporkan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian. Metode yang           from its subsidiaries along with ones within the scope of Garuda
digunakan Garuda Indonesia dalam mengumpulkan informasi yaitu          Indonesia.
dengan menggabungkan seluruh informasi yang disampaikan
oleh entitas anak dengan informasi di lingkup Garuda Indonesia.

Laporan Keberlanjutan ini mencakup periode sejak 1 Januari             This Sustainability Report covers the period from January 1 to
sampai 31 Desember 2025 sesuai dengan periode Laporan                  December 31, 2025, in accordance with the Consolidated Financial
Keuangan Konsolidasian. Laporan ini disampaikan secara tahunan         Statements period. This report is published annually alongside
bersamaan dengan Laporan Tahunan Garuda Indonesia tahun                the 2025 Garuda Indonesia Annual Report. This Sustainability
2025. Pada Laporan Keberlanjutan ini, tidak terdapat informasi         Report does not contain any restated information. This report
yang disajikan kembali. Laporan ini dipublikasikan pada tanggal        was published on April 25, 2026.
25 April 2026.

Informasi lebih lanjut terkait Laporan Keberlanjutan ini, dapat        For further information related to this report, please contact:
menghubungi:

Harsya Denny Suryo                                                     Harsya Denny Suryo
Corporate communication & Investor Relations Group Head                Corporate communication & Investor Relations Group Head
Gedung Manajemen Garuda Indonesia                                      Garuda Indonesia's Management Office
Lantai Dasar Garuda City, Bandar Udara Internasional                   Ground Floor, Garuda City, Soekarno-Hatta International Airport,
Soekarno-Hatta, Tangerang, 15111, Indonesia.                           Tangerang, 15111, Indonesia.
Telp : (+62 21)2560 1001                                               Phone : (+62 21)2560 1001
Email : investor@garuda-indonesia.com                                  Email : investor@garuda-indonesia.com
Website: www.garuda-indonesia.com                                      Website: www.garuda-indonesia.com

PROSES PENENTUAN TOPIK                                                 PROCESS TO DETERMINE MATERIAL
MATERIAL [GRI 3-1, 3-2, 2-14]                                          TOPICS [GRI 3-1, 3-2, 2-14]

Perseroan secara berkala melaksanakan proses penentuan topik           The Company periodically conducts a process to identify material
material dengan melakukan serangkaian tahapan yang mencakup            topics through a series of steps, including the identification and
identifikasi serta analisis terhadap aktivitas operasional dan         analysis of its operational activities and business relationships,
hubungan bisnis yang dimiliki, dengan mempertimbangkan                 taking into account the relevant sustainability context. The
konteks keberlanjutan yang relevan. Selain itu, Perseroan juga         Company also analyzes its stakeholders affected by its activities,
melakukan analisis terhadap para pemangku kepentingan                  both from the perspective of the impact the Company has on
                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
6
                                                                                                                PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 7
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




yang terdampak oleh aktivitas Perseroan, baik dari perspektif                 stakeholders (inside-out) and from the perspective of the impact
dampak yang ditimbulkan oleh Perseroan kepada para pemangku                   stakeholders have on the Company’s condition and performance,
kepentingan (inside out), maupun dari perspektif dampak yang                  particularly regarding financial materiality (outside-in). All these
diberikan oleh para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan                 processes are conducted in alignment with the risk identification
kinerja Perseroan, khususnya dalam aspek materialitas finansial               mechanisms implemented by the Company. In the process
(outside in). Seluruh proses tersebut dilaksanakan secara                     of determining and identifying risks, the Company involves
selaras dengan mekanisme identifikasi risiko yang diterapkan                  various internal units and engages external stakeholders to
oleh Perseroan. Dalam proses penentuan dan identifikasi risiko                gain comprehensive insights and ensure that the identified risks
tersebut, Perseroan melibatkan berbagai unit kerja internal                   reflect all relevant perspectives.
serta turut melibatkan pemangku kepentingan eksternal guna
memperoleh pandangan yang komprehensif serta memastikan
bahwa risiko yang diidentifikasi telah mempertimbangkan
berbagai perspektif yang relevan.

Unit kerja dilibatkan melalui kegiatan Focus Group Discussion                 Work units were engaged through Focus Group Discussions
(FGD). Adapun unit kerja yang terlibat dalam penentuan risiko                 (FGDs). The units involved in the Company’s risk determination
Perseroan di antaranya BOD-BOC, Human Capital Management,                     process include the BOD-BOC, Enterprise Risk Management,
Enterprise Risk Management, Enterprise Risk Management,                       Corporate Secretary & TJSL, Business Support & General Affairs,
Corporate Secretary & TJSL, Business Support & General Affairs,               Corporate Quality, Safety & Sustainability, Financial Accounting,
Corporate Quality, Safety & Sustainability, Financial Accounting,             Marketing, Learning & Development, Corporate Strategy & Service
Marketing, Learning & Development, Corporate Strategy & Service               Standards, and Cargo. Meanwhile, the external stakeholders
Standards, dan Cargo. Sedangkan, stakeholder eksternal yang                   involved in the Company’s risk identification process include
terlibat dalam identifikasi risiko Perseroan yaitu Pemerintah,                the Government, Danantara, BP BUMN, Customers/Passengers,
Danantara, BP BUMN, Pelanggan/Penumpang, Lessor, Kreditur,                    Lessors, Creditors, Investors/Shareholders, the Indonesia Stock
Pemegang Saham, Bursa Efek Indonesia, GMF, Gapura, PT Aviasi                  Exchange (IDX), GMF, Gapura, PT Aviasi Pariwisata Indonesia
Pariwisata Indonesia (Injourney), Ditjen Perhubungan Udara, Investor,         (Injourney), the Directorate General of Civil Aviation, the Financial
Otoritas Jasa Keuangan, Produsen Pesawat (Airbus/Boeing), Mitra               Services Authority (OJK), Aircraft Manufacturers (Airbus/Boeing),
Bisnis, dan Pertamina.                                                        Business Partners, and Pertamina.

Perseroan selanjutnya melakukan analisis terhadap dampak                      The Company then analyzes the actual and potential impacts
yang bersifat aktual maupun potensial untuk setiap risiko yang                of each identified risk across all operational activities and
teridentifikasi di seluruh aktivitas operasional serta hubungan               business relationships. This analysis is conducted to gain a more
bisnis Perseroan. Analisis tersebut dilakukan sebagai upaya untuk             comprehensive understanding of the potential impacts that may
memahami secara lebih komprehensif berbagai kemungkinan                       arise, enabling the Company to prepare appropriate mitigation
dampak yang dapat timbul, sehingga Perseroan dapat menyiapkan                 measures to minimize possible future risks. In analyzing these
langkah-langkah mitigasi yang tepat dalam rangka meminimalkan                 impacts, the Company utilizes and considers information from
potensi dampak yang mungkin terjadi di kemudian hari. Dalam                   various relevant sources, ensuring that the analysis provides a
proses menganalisis dampak tersebut, Perseroan memanfaatkan                   comprehensive overview and supports more informed decision-
serta mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari berbagai                 making in risk management.
sumber yang relevan, sehingga hasil analisis yang dilakukan dapat
memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan mendukung
pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan risiko.

Setelah menyelesaikan analisis terhadap dampak yang bersifat                  After completing the analysis of actual and potential impacts,
aktual maupun potensial, Perseroan kemudian melakukan                         the Company then assesses the significance of those impacts.
asesmen terhadap signifikansi dampak. Perseroan menilai                       The Company evaluates the significance of the identified
signifikansi dampak yang sudah teridentifikasi dalam risiko                   impacts to prioritize sustainability issues. This process enables
Perseroan untuk dilakukan prioritasi isu keberlanjutan. Proses ini            the Company to determine appropriate measures and actions
dilakukan agar Perseroan dapat menentukan langkah-langkah                     to address emerging impacts, while ensuring that the material
dan tindakan yang tepat dalam menangani dampak yang muncul,                   topics selected for the reporting year are truly relevant and
sekaligus memastikan bahwa topik material yang dipilih untuk                  reflect the issues most important to the Company’s sustainability
tahun pelaporan benar-benar relevan dan mencerminkan isu-                     and its stakeholders.
isu yang paling penting bagi keberlanjutan Perseroan serta para
pemangku kepentingannya.

Langkah selanjutnya yaitu Perseroan melakukan prioritasi topik                The next step is for the Company to prioritize material topics
material berdasarkan tingkat scale and scope/severity dan                     based on their scale and scope/severity as well as their likelihood.
likelihood. Threshold yang ditetapkan oleh Perseroan yaitu High,              The thresholds established by the Company are High, Moderate
Moderate to High, dan Moderate. Risiko atau isu keberlanjutan                 to High, and Moderate. Priority sustainability risks or issues were
yang menjadi prioritas kemudian diselaraskan dengan topik                     then aligned with material topics in accordance with the GRI
material sesuai dengan GRI Standard, SASB Standards Airlines,                 Standards, SASB Standards for Airlines, and SASB Standards for


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     7
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 8
                                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                  Sustainability Strategy and Policy                      Sustainability Performance Highlights




dan SASB Stadard Air Freight and Logistics. Perseroan kemudian                                 Air Freight and Logistics. The Company subsequently engaged
melibatkan pemangku kepentingan eksternal serta ahli/expert                                    external stakeholders and experts to validate the selected topics
untuk melakukan konfirmasi terhadap topik yang telah dipilih,                                  and gather input and feedback to ensure their relevance and
menerima masukan dan feedback guna memastikan relevansi                                        significance, through the distribution of questionnaires starting
dan kepentingannya dengan menyebarkan kuesioner sejak 16                                       from February 16 to March 9, 2026.. External stakeholders
Februari sampai 9 Maret 2026. Pemangku kepentingan eksternal                                   provided input identifying energy as a material topic, and this
memberikan masukkan topik material energi dan topik tersebut                                   topic was prioritized for inclusion as a material topic in 2025.
diprioritaskan untuk menjadi topik material 2025. Selanjutnya topik                            The selected material topics were then presented to the Board of
material yang terpilih disampaikan kepada Direksi untuk dibahas di                             Directors for discussion at the highest management level and to
tingkat manajemen tertinggi hingga memperoleh persetujuan resmi                                obtain formal approval for disclosure in the 2025 Sustainability
agar dapat dicantumkan dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2025.                                 Report.

Topik material yang telah diidentifikasi oleh Garuda                                           The material topics identified by Garuda Indonesia serve as the
Indonesia digunakan sebagai landasan dalam merancang dan                                       foundation for designing and developing sustainability programs,
mengembangkan program keberlanjutan, baik untuk jangka                                         both short-term and long-term. This ensures that sustainability
pendek maupun jangka panjang. Hal ini memastikan bahwa                                         disclosures reflect priority issues and support risk management,
pengungkapan keberlanjutan mencerminkan isu prioritas                                          strategic decision-making, and the achievement of measurable
serta mendukung pengelolaan risiko, pengambilan keputusan                                      sustainability performance.
strategis, dan pencapaian kinerja keberlanjutan secara terukur.

Proses penentuan topik material telah melewati tahapan-tahapan                                 The process of determining material topics has gone through
yaitu:                                                                                         the following stages:



                                                         Identifikasi dampak aktual dan
                                                       potensial (ekonomi, lingkungan,
                                                      sosial termasuk hak asasi manusia)
         Penelaahan isu keberlanjutan                   terkait aktivitas dan relasi bisnis
          (ekonomi, lingkungan, sosial                  Perseroan (inside out), maupun
         termasuk hak asasi manusia)                    dampak yang ditimbulkan oleh
                                                                                                                                                 Melakukan prioritasi dampak
      terhadap aktivitas dan relasi bisnis                eksternal terhadap Perseroan
                                                                                                       Penilaian signifikansi dampak.          signifikan yang akan dilaporkan
                     Perseroan                                      (outside in).
                                                                                                       Assess the significance of the            dalam laporan keberlanjutan
        An assessment of sustainability              Identify actual and potential impacts
                                                                                                                   impacts                       Prioritize the most significant
       issues (economic, environmental,                  (economic, environmental, and
                                                                                                                                                     impacts for reporting
      and social, including human rights)                social, including human rights)
      related to the Company’s business               related to the Company’s business
           activities and relationships               activities and relationships (inside-
                                                      out), as well as the impacts caused
                                                     by external factors on the Company
                                                                    (outside-in).




                                                                                      Pemangku
      Topik                                                                          Kepentingan
     Material                                Isu Utama                                   yang                  Alasan Bersifat Material                          TPB
      Material                               Main Issues                              Terdampak                        Material Reasons                         SDGs
       Topics                                                                          Affected
                                                                                     Stakeholders
                        •     Nilai ekonomi langsung yang
                              dihasilkan dan didistribusikan oleh
                                                                                                         Kinerja ekonomi mencerminkan
                              Perusahaan
                                                                                                         komitmen Garuda Indonesia dalam
                        •     Implikasi finansial serta risiko dan
                                                                                 •    Pemegang           mengelola dan menjaga aspek
                              peluang lain akibat dari perubahan
                                                                                      Saham dan          ekonomi Perseroan. Komitmen
                              iklim
                                                                                      Investor           Perseroan dalam mengelola aspek
                        •     Kewajiban program pensiun manfaat
                                                                                 •    Pemerintah         ekonomi memberikan dampak
                              pasti dan program pensiun lainnya
                                                                                 •    Pegawai            positif berupa peningkatan reputasi
    Kinerja             •     Bantuan keuangan yang diterima
                                                                                 •    Mitra Kerja        Perseroan.
    Ekonomi                   Perusahaan dari Pemerintah
    Economic
                                                                                 •    Shareholders       The economic performance reflects
    Performance         •     Direct economic value generated and
                                                                                      and Investors      Garuda Indonesia's commitment
                              distributed by the Company
                                                                                 •    Government         in managing and maintaining the
                        •     Financial implications and other risks
                                                                                 •    Employees          economic aspects of the Company. The
                              and opportunities resulting from
                                                                                 •    Working            Company's commitment in managing
                              climate change
                                                                                      Partners           the economic aspects has a positive
                        •     Obligations of defined benefit
                                                                                                         impact in the form of improving the
                              pension and other retirement plans
                                                                                                         Company's reputation.
                        •     Financial assistance received by the
                              Company from the Government




                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
8
                                                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 9
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                  Governance                         Sustainability Performance




                                                                          Pemangku
    Topik                                                                Kepentingan
   Material                         Isu Utama                                yang           Alasan Bersifat Material                         TPB
    Material                        Main Issues                           Terdampak               Material Reasons                          SDGs
     Topics                                                                Affected
                                                                         Stakeholders

                                                                                        Di tahun 2025 terdapat peningkatan
                                                                                        penggunaan energi Perseroan. Hal
                    •   Konsumsi energi Perseroan                    •    Karyawan      ini menjadikan energi isu yang
                    •   Upaya Perseroan dalam melakukan              •    Masyarakat    signifikan dalam aspek environmental
                        efisiensi energi dan penggunaan              •    Pemerintah    (ESG), karena berpengaruh terhadap
                        energi baru terbarukan                       •    Mitra kerja   komitmen pengurangan emisi.
 Energi
 Energy
                    •   The Company’s energy consumption             •    Employees     In 2025, the Company recorded an
                    •   The Company’s efforts to improve             •    Community     increase in energy consumption. This
                        energy efficiency and utilize                •    Government    makes energy a significant issue within
                        renewable energy                             •    Partners      the environmental (ESG) aspect, as
                                                                                        it affects the Company’s emissions
                                                                                        reduction commitments.

                                                                                        Penggunaan energi yang tidak
                    •   Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                        efektif akan berdampak negatif pada
                    •   Emisi GRK Tidak Langsung (Cakupan
                                                                                        peningkatan emisi yang dihasilkan.
                        2)
                                                                                        Di tahun 2025, emisi GRK yang
                    •   Emisi GRK tidak langsung lainnya
                                                                                        dihasilkan meningkat dibandingkan
                        (Cakupan 3)
                                                                                        tahun 2024. Oleh karenanya,
                    •   Intensitas Emisi GRK
                                                                                        Perseroan senantiasa melakukan
                    •   Pengurangan Emisi GRK
                                                                                        upaya reduksi emisi di antaranya
                    •   Pengendalian Emisi Penipis Lapisan
                                                                     •    Karyawan      melalui Program Fuel Conservation.
                        Ozon
                                                                     •    Masyarakat    Melalui program tersebut, Perseroan
                    •   Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur
                                                                     •    Pemerintah    telah menurunkan emisi GRK yang
                        Oksida (SOx), dan Emisi Udara
                                                                     •    Mitra kerja   yang dihasilkan dari penggunaan avtur
 Emisi                  Signifikan Lainnya
                                                                                        di 2025.
 Emission
                                                                     •    Employees
                    •   Direct GHG Emissions (Scope 1)
                                                                     •    Community     Ineffective energy use can have
                    •   Indirect GHG emissions (Scope 2)
                                                                     •    Government    a negative impact by increasing
                    •   Other indirect GHG emissions (Scope
                                                                     •    Partners      emissions. In 2025, the Company’s
                        3)
                                                                                        GHG emissions increased compared
                    •   GHG Emission Intensity
                                                                                        to 2024. Therefore, the Company
                    •   GHG Emission Reduction
                                                                                        continues to implement emission
                    •   Control of Ozone Layer Depleting
                                                                                        reduction initiatives, including the Fuel
                        Emissions
                                                                                        Conservation Program. Through this
                    •   Nitrogen Oxides (NOx), Sulfur
                                                                                        program, the Company has reduced
                        Oxides (SOx), and Other Significant
                                                                                        GHG emissions generated from jet fuel
                        Air Emissions
                                                                                        consumption in 2025.
                    •   Sistem manajemen keselamatan dan
                        kesehatan kerja
                    •   Pengidentifikasian bahaya, penilaian
                        risiko, dan investigasi insiden
                    •   Layanan kesehatan yang dimiliki
                        Perseroan
                    •   Partisipasi, konsultasi, dan
                        komunikasi pekerja pada kesehatan                               Perseroan senantiasa memastikan
                        dan keselamatan kerja                        •    Pemegang      bahwa seluruh karyawan memiliki
                    •   Pelatihan pekerja tentang kesehatan               Saham dan     rasa aman dan nyaman dalam bekerja.
 Kesehatan              dan keselamatan kerja                             Investor      Perseroan juga memastikan bahwa
 dan                •   Peningkatan kualitas kesehatan               •    Pegawai       karyawan dapat mengidentifikasi
 Keselamatan            pekerja                                      •    Penumpang     bahaya yang akan terjadi, sehingga
 Kerja              •   Pencegahan dan mitigasi dampak-              •    Mitra Kerja   terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.
                        dampak keselamatan dan kesehatan             •    Masyarakat    pengelolaan aspek K3 yang efektif
                        kerja yang secara langsung terkait           •    Pemerintah    akan berdampak pada peningkatan
                        hubungan bisnis                                                 produktivitas karyawan Perseroan.
                    •   Pekerja yang tercakup dalam sistem
                        manajemen keselamatan dan
                        kesehatan kerja
                    •   Kecelakaan kerja yang terjadi pada
                        periode pelaporan
                    •   Penyakit akibat kerja yang dialami
                        oleh karyawan Perseroan




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                            9
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 10
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                  Sustainability Strategy and Policy                      Sustainability Performance Highlights




                                                                     Pemangku
       Topik                                                        Kepentingan
      Material                     Isu Utama                            yang                  Alasan Bersifat Material                         TPB
       Material                    Main Issues                       Terdampak                         Material Reasons                       SDGs
        Topics                                                        Affected
                                                                    Stakeholders
                     •   Occupational safety and health
                         management system
                     •   Hazard identification, risk
                         assessment, and incident
                         investigation
                     •   Company-owned health services
                     •   Worker participation, consultation,
                                                                                         The Company always ensures that all
                         and communication on occupational
                                                                                         employees have a sense of security
                         health and safety                      •    Shareholders
                                                                                         and comfort at work. The Company
                     •   Worker training on occupational             and Investors
                                                                                         also ensures that employees are
     Occupational        health and safety                      •    Employees
                                                                                         able to identify potential hazards,
     Health and      •   Worker health quality improvement      •    Passengers
                                                                                         thereby avoiding the risk of workplace
     Safety          •   Prevention and mitigation of           •    Work Partners
                                                                                         accidents. Effective management
                         occupational health and safety         •    Community
                                                                                         of OHS aspects will contribute to
                         impacts directly related to business   •    Government
                                                                                         improving the productivity of the
                         relationships
                                                                                         Company’s employees.
                     •   Workers covered by the occupational
                         health and safety management
                         system
                     •   Occupational accidents that occurred
                         in the reporting period
                     •   Occupational diseases experienced
                         by the Company's employees

                                                                                         Penurunan tingkat kepuasan
                                                                                         pelanggan pada Garuda Indonesia
                                                                                         menjadi perhatian penting karena
     Kepuasan                                                                            dapat berdampak langsung pada
     Pelanggan                                                                           menurunnya loyalitas, kepercayaan,
     Terhadap                                                                            serta minat penggunaan ulang
                                                                •    Pemegang
     Produk dan/                                                                         layanan, terutama terkait produk dan/
                                                                     Saham dan
     atau Jasa                                                                           atau jasa keuangan berkelanjutan.
                     Informasi mengenai nilai kepuasan               Investor
     Pembangunan                                                                         Kondisi ini juga berpotensi
                     pelanggan                                  •    Karyawan
     Berkelanjutan                                                                       memengaruhi reputasi perusahaan
                                                                •    Pelanggan
     Customer                                                                            dan kinerja bisnis secara keseluruhan
                     Information on customer satisfaction
     Satisfaction
                     levels                                     •    Shareholder
     on                                                                                  The decline in customer satisfaction
                                                                     and Investors
     Sustainable                                                                         at Garuda Indonesia is a key concern,
                                                                •    Employees
     Development                                                                         as it can directly affect loyalty, trust,
                                                                •    Customers
     Products                                                                            and the intention to reuse services,
     and/or                                                                              particularly in relation to sustainable
     Services                                                                            financial products and/or services.
                                                                                         This condition also has the potential to
                                                                                         impact the Company’s reputation and
                                                                                         overall business performance.



 Beberapa topik material tahun 2024 yang tidak diprioritaskan                  Some of the material topics in 2024 that are not prioritized to
 untuk dilaporkan pada Laporan Keberlanjutan tahun 2025 beserta                be reported in the 2025 Sustainability Report and the reasons
 alasannya dijelaskan sebagai berikut.                                         are explained below.


            Topik Material                                                                  Alasan
             Material Topics                                                                Reasons
                                       Perseroan telah melakukan pengukuran Social Return on Investment (SROI) atas aktivitas TJSL yang telah
                                       dilaksanakan. Hasil pengukuran SROI menunjukkan bahwa Perseroan telah memberikan manfaat yang tinggi
     Dampak Ekonomi Tidak
                                       kepada masyarakat.
     Langsung
                                       The Company has conducted a Social Return on Investment (SROI) measurement of the TJSL activities that
     Indirect Economic Impacts
                                       have been implemented. The SROI measurement results show that the Company has provided high benefits
                                       to the community.
                                       Perseroan telah memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan untuk mengikuti pelatihan dan
                                       pendidikan guna meningkatkan kompetensi, sebagaimana diatur dalam Human Capital Manual pasal 3.2.4.3.
                                       Oleh karenanya, pelatihan dan pendidikan bagi karyawan senantiasa dikelola secara memadai dan tidak
     Pelatihan dan Pendidikan          menimbulkan risiko signifikan terhadap keberlanjutan atau kinerja utama Perseroan.
     Training and Education            The Company has provided equal opportunities for all employees to participate in training and education to
                                       enhance their competencies, as stipulated in the Human Capital Manual Article 3.2.4.3. Therefore, employee
                                       training and education are consistently managed adequately and do not pose a significant risk to the Company’s
                                       sustainability or core performance.


                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
10
                                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 11
Profil Perusahaan                              Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                         Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                     Explanation from the Board of Directors                    Governance                        Sustainability Performance




          Topik Material                                                                 Alasan
           Material Topics                                                               Reasons
                                    Garuda Indonesia senantiasa memenuhi tanggung jawab kepada konsumen sebagai bentuk kepatuhan dan
                                    pemenuhan hak konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun
                                    2009 tentang Penerbangan, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta dalam
                                    Etika Bisnis & Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Garuda Indonesia telah menetapkan sasaran
 Kesehatan dan Keselamatan          dan indikator kinerja keselamatan yang terukur, serta secara berkala mengevaluasi hasil operasional untuk
 Penumpang                          menetapkan target-target keselamatan di masa mendatang.
 Customer Health and Safety         Garuda Indonesia also consistently fulfils its responsibilities to consumers as a form of compliance with and
                                    fulfilment of consumer rights, as stipulated in Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2009 concerning
                                    Aviation, Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection, as well as in the Business Ethics & Work Ethics
                                    of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Garuda Indonesia has established measurable safety performance
                                    objectives and indicators, and periodically evaluates operational outcomes to set safety targets for the future.
                                    Perseroan secara konsisten mematuhi ketentuan pasal 127 ayat 2 Undang-Undang Penerbangan Republik
                                    Indonesia tentang Perlindungan Konsumen, yang menegaskan bahwa perlindungan konsumen mencakup upaya
                                    melindungi konsumen dari penerapan tarif tinggi oleh badan usaha angkutan udara niaga, serta melindungi
                                    konsumen dari informasi atau iklan tarif penerbangan yang berpotensi merugikan atau menyesatkan, dengan
                                    menetapkan tarif batas atas. Perseroan juga telah menetapkan Kebijakan Niaga dan Layanan Nomor MKS.06
 Pemasaran dan Pelabelan            Tahun 2024 yang mengatur secara menyeluruh kegiatan pemasaran, marketing, dan penjualan di Perusahaan.
 Marketing and Labelling            The Company consistently complies with Article 127 paragraph (2) of the Aviation Law of the Republic of
                                    Indonesia concerning Consumer Protection, which stipulates that consumer protection includes efforts to protect
                                    consumers from the imposition of high fares by commercial air transport operators, as well as from airfare
                                    information or advertising that may be misleading or detrimental, through the establishment of fare ceilings.
                                    The Company has also established Commercial and Service Policy No. MKS.06 of 2024, which comprehensively
                                    governs marketing and sales activities within the Company.
                                    Perseroan menghormati dan menjamin hak kebebasan berserikat serta perundingan kolektif bagi seluruh
                                    karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketentuan tersebut telah diatur
                                    secara jelas dalam Manual Kebijakan Human Capital (MKH) serta Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang
                                    menjadi acuan dalam hubungan industrial di Perseroan. Melalui pengaturan tersebut, Perseroan memastikan
 Kebebasan Berserikat dan           terciptanya hubungan kerja yang harmonis, adil, dan transparan antara manajemen dan karyawan, sehingga
 Perundingan Kolektif               tidak menimbulkan risiko signifikan terhadap keberlangsungan operasional maupun kinerja Perseroan.
 Freedom of Association and         The Company respects and guarantees the rights to freedom of association and collective bargaining for all
 Collective Bargaining              employees in accordance with applicable laws and regulations. These provisions are clearly outlined in the
                                    Human Capital Policy Manual (MKH) and the Collective Labor Agreement (PKB), which serve as the framework
                                    for industrial relations within the Company. Through these provisions, the Company ensures the establishment
                                    of harmonious, fair, and transparent working relationships between management and employees, thereby
                                    preventing significant risks to the Company’s operational continuity and performance.
                                    Garuda Indonesia telah melakukan proses pengadaan berkelanjutan secara konsisten. Garuda Indonesia telah
                                    menyusun daftar kontraktor, pemasok atau pihak ketiga lainnya yang diklasifikasikan berdasarkan risiko dalam
 Praktik Pengadaan                  mengelola pekerjaan, yaitu berisiko tinggi, menengah, dan rendah.
 Procurement Practices              Garuda Indonesia has consistently implemented sustainable procurement processes. Garuda Indonesia has
                                    compiled a list of contractors, suppliers, and other third parties classified based on the risk involved in managing
                                    tasks, which includes high, medium, and low-risk categories.
                                    Penerapan keberagaman di Garuda Indonesia diwujudkan melalui Respectful Workplace Policy yang tertuang
                                    dalam Surat Keputusan JKDZ/SKEP/50132/2024 tanggal 24 Juli 2024. Dalam kebijakan tersebut, ditegaskan
                                    bahwa seluruh insan Garuda Indonesia dilarang melakukan diskriminasi atau perlakuan berbeda terhadap
                                    perbedaan jenis kelamin, agama, etnis, ras, status sosial, status perkawinan, status ekonomi, usia, kebangsaan,
 Keberagaman dan Kesempatan         warna kulit, golongan, bahasa, maupun disabilitas, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan
 Setara                             setara bagi semua karyawan.
 Diversity and Equal Opportunity    The implementation of diversity at Garuda Indonesia is reflected in the Respectful Workplace Policy as stipulated
                                    in Decree JKDZ/SKEP/50132/2024 dated July 24, 2024. The policy emphasizes that all Garuda Indonesia
                                    personnel are prohibited from engaging in discrimination or differential treatment based on gender, religion,
                                    ethnicity, race, social status, marital status, economic status, age, nationality, skin color, group, language, or
                                    disability, thereby fostering an inclusive and equitable work environment for all employees.


MANAJEMEN TOPIK MATERIAL [GRI 3-3]                                             MANAGEMENT OF MATERIAL TOPICS [GRI 3-3]

KINERJA EKONOMI                                                                ECONOMIC PERFORMANCE
Perseroan secara konsisten melaksanakan pengelolaan kinerja                    The Company consistently manages its economic performance in
ekonomi secara optimal dan terarah, karena kinerja ekonomi memiliki            an optimal and well-directed manner, as economic performance
peran penting dalam merepresentasikan berbagai capaian yang                    plays a crucial role in representing various achievements related
berkaitan dengan operasional maupun kondisi keuangan Perseroan.                to the Company’s operations and financial condition. Effective
Pengelolaan kinerja ekonomi yang dilakukan secara efektif tersebut             management of economic performance has a positive impact,
memberikan dampak positif, antara lain meningkatkan reputasi                   including enhancing the Company’s reputation, strengthening
perusahaan, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan,                  stakeholder trust, and driving overall value creation.
serta mendorong peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                           11
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 12
                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                             Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




 Komitmen Perseroan dalam mengelola kinerja ekonomi diwujudkan            The Company’s commitment to managing economic performance
 melalui penyusunan Rencana Keuangan dan Anggaran Perusahaan              is reflected in the preparation of the Company’s Financial Plan
 yang menjadi bagian integral dari Rencana Jangka Panjang Perseroan.      and Budget, which forms an integral part of the Company’s Long-
 Dalam dokumen tersebut, Perseroan menetapkan berbagai target             Term Plan. Within this document, the Company has established
 kinerja ekonomi yang direncanakan untuk dicapai sepanjang tahun          various economic performance targets to be achieved throughout
 2025. Adapun efektivitas pengelolaan kinerja ekonomi dievaluasi          2025. The effectiveness of economic performance management
 dengan cara membandingkan antara realisasi kinerja yang dicapai          is evaluated by comparing actual performance results with the
 dengan target yang telah ditetapkan dalam RKAP.                          targets set in the RKAP.

 Selain itu, Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi            In addition, the Company continuously evaluates the effectiveness
 terhadap efektivitas kinerja ekonomi dengan mengacu pada                 of its economic performance based on the level of RKAP
 tingkat ketercapaian RKAP. Realisasi RKAP tersebut kemudian              achievement. The realization of the Company’s RKAP is then
 disampaikan kepada para pemegang saham sebagai bahan                     submitted to shareholders as a basis for consideration in
 pertimbangan dalam penyusunan RKAP untuk tahun berikutnya.               preparing the RKAP for the following year. The Company also
 Di samping itu, Perseroan juga secara rutin melaksanakan audit           conducts annual audits of its Financial Statements to ensure
 atas Laporan Keuangan setiap tahunnya guna memastikan                    transparency and accountability.
 transparansi dan akuntabilitas.

 Selama tahun 2025, Garuda Indonesia berhasil mencapai target             In 2025, Garuda Indonesia successfully achieved its cargo
 kinerja produksi katergori kargo pada Garuda Indonesia Domestik          production performance targets, reaching 100.6% for Garuda
 sebesar 100,6% dan Garuda Indonesia Internasional sebesar                Indonesia Domestic and 102.7% for Garuda Indonesia International.
 102,7%.

 ENERGI                                                                   ENERGY
 Di tahun 2025, penggunaan energi Perseroan mengalami                     In 2025, the Company’s energy consumption increased to
 peningkatan menjadi sebesar 39.696.228,48 gigajoule, meningkat           39,696,228.48 gigajoules, compared to 35,873,580 gigajoules
 dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 35.873.580 gigajoule.               in 2024. This has had a negative impact by contributing to higher
 Hal ini tentunya berdampak negatif pada peningkatan emisi                emissions. The actual impact is an increase in GHG emissions.
 dihasilkan. Dampak aktual yang terjadi yaitu peningkatan emisi           However, the Company continues to strive to improve energy
 GRK yang dihasilkan. Namun demikian, Perseroan terus berupaya            efficiency across all its operational activities. These efforts include
 untuk melakukan upaya efisiensi penggunaan energi dari seluruh           the use of alternative fuel, CGK runway optimization, compliance
 aktivitas operasionalnya. upaya Perseroan dalam melakukan                with flight plans, implementation of engine taxi procedures,
 efisiensi penggunaan energi yaitu melalu pemanfaatan bahan               optimal flap settings, and route optimization.
 bakar alternatif (alternate fuel usage), optimalisasi landasan di
 CGK (CGK runway optimization), kepatuhan terhadap rencana
 penerbangan (compliance with flight plan), penerapan prosedur
 engine taxi, pengaturan flap yang optimal (optimal flap setting),
 serta optimalisasi rute penerbangan (route optimization).

 Komitmen Perseroan dalam melakukan efisiensi penggunaan                  The Company’s commitment to improving energy efficiency is
 energi tertuang dalam Occupational Safety, Health, and                   reflected in the Occupational Safety, Health, and Environment
 Environment (OSHE) Policy yang menjadi pedoman utama dalam               (OSHE) Policy, which serves as the primary guideline for
 menjalankan operasional perusahaan secara berkelanjutan.                 conducting sustainable operations. The policy stipulates that
 dalam kebijakan tersebut mengatur bahwa Garuda Indonesia                 Garuda Indonesia must actively and continuously reduce
 harus senantiasa secara aktif mengurangi emisi dan dampak                emissions and other environmental impacts arising from its
 lingkungan lainnya yang timbul dari kegiatan operasional. Upaya          operational activities. Efforts to improve energy efficiency are
 efisiensi penggunaan energi juga merupakan tanggung jawab                also the responsibility of all Company personnel, coordinated
 dari seluruh insan Perseroan yang dikoordinir oleh unit kerja            by the Safety & Sustainability work unit.
 Safety & Sustainability.

 Evaluasi efektivitas penerapan OSH&E Policy tercermin dari               The effectiveness of the OSH&E Policy implementation is reflected
 telah dimilikinya sertifikat IATA Operational Safety Audit. Di           in the Company’s attainment of the IATA Operational Safety Audit
 samping itu, evaluasi efektivitas efisiensi penggunaan energi            certification. Furthermore, the effectiveness of energy efficiency
 dapat dilakukan dengan membandingkan penggunaan energi                   efforts can be evaluated by comparing energy consumption
 di tahun 2025 dengan tahun 2024. Di tahun 2025, Perseroan                in 2025 with that of 2024. n 2025, the Company successfully
 berhasil menurunkan penggunaan energi yang berasal dari                  reduced energy usage through its fuel optimization program
 program fuel optimization yaitu sebesar 14.675.704 liter.                by 14,675,704 liters.

 Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program efisiensi energi,               Based on an evaluation of the energy efficiency program’s
 Perseroan mengidentifikasi bahwa efektivitas pengurangan                 implementation, the Company has identified that the effectiveness
 konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh konsistensi                 of fuel consumption reduction is significantly influenced by


                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
12
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 13
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




kepatuhan terhadap prosedur operasional penerbangan,                          consistent adherence to flight operational procedures, optimized
optimalisasi perencanaan rute, serta koordinasi lintas fungsi                 route planning, and cross-functional coordination in flight
dalam operasional penerbangan. Oleh karena itu, komitmen                      operations. Therefore, this commitment must be integrated into
tersebut harus diintegrasikan ke dalam kebijakan dan prosedur                 the Company’s policies and operational procedures through
operasional Perseroan melalui penguatan implementasi OSHE                     strengthened implementation of the OSHE Policy, enhanced
Policy, peningkatan pengawasan terhadap kepatuhan flight                      monitoring of flight plan compliance, and refinement of
plan, serta penyempurnaan standar operasional terkait fuel                    operational standards related to fuel optimization, engine taxi,
optimization, engine taxi, optimal flap setting, dan route                    optimal flap settings, and route optimization, supported by
optimization, yang didukung oleh penguatan peran unit Safety &                strengthening the role of the Safety & Sustainability unit in
Sustainability dalam memastikan keberlanjutan praktik efisiensi               ensuring the sustainability of energy efficiency practices across
energi di seluruh lini operasional.                                           all operational lines.

EMISI                                                                         EMISSION
Penggunaan energi yang berlebihan berpotensi menimbulkan                      Excessive energy use has the potential to generate negative
dampak negatif berupa peningkatan emisi yang dihasilkan,                      impacts in the form of increased emissions, thereby contributing
sehingga turut berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dampak                 to climate change. The actual impact is an increase in Scope 1,
aktual yang timbul yaitu adanya peningkatan emisi GRK cakupan                 Scope 2, and Scope 3 GHG emissions. Therefore, the Company
1, cakupan 2, dan cakupan 3. Oleh karena itu, Perseroan secara                consistently implements various emission reduction efforts in
konsisten melakukan berbagai upaya pengurangan emisi                          line with improving energy efficiency. These measures include
yang selaras dengan peningkatan efisiensi penggunaan                          the use of alternative fuel, CGK runway optimization, compliance
energi. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain melalui                    with flight plans, implementation of engine taxi procedures,
pemanfaatan bahan bakar alternatif (alternate fuel usage),                    optimal flap settings, and route optimization. Moreover, Garuda
optimalisasi landasan di CGK (CGK runway optimization),                       Indonesia has implemented the Garuda Indonesia Green Airline
kepatuhan terhadap rencana penerbangan (compliance with                       concept, which aims to achieve airline operations that are aligned
flight plan), penerapan prosedur engine taxi, pengaturan flap                 with the community and the environment.
yang optimal (optimal flap setting), serta optimalisasi rute
penerbangan (route optimization). Selain itu, Garuda Indonesia
juga telah mengimplementasikan konsep Garuda Indonesia
Green Airline yang bertujuan untuk mewujudkan operasional
maskapai yang selaras dengan masyarakat dan lingkungan.

Garuda Indonesia menegaskan komitmennya dalam pengurangan                     Garuda Indonesia emphasizes its commitment to emission
emisi melalui penerapan Occupational Safety, Health, and                      reduction through the implementation of the Occupational
Environment (OSHE) Policy yang menjadi pedoman utama dalam                    Safety, Health, and Environment (OSHE) Policy, which serves
menjalankan operasional perusahaan secara berkelanjutan.                      as the main guideline for conducting the Company’s operations
Kebijakan ini mencerminkan tanggung jawab Garuda Indonesia                    in a sustainable manner. This policy reflects Garuda Indonesia’s
kepada para pemegang saham, pelanggan, karyawan, dan                          responsibility to shareholders, customers, employees, and the
lingkungan global untuk mengedepankan aspek kesehatan                         global environment by prioritizing occupational health and
kerja dan perlindungan lingkungan sebagai nilai utama. Dalam                  environmental protection as core values. In practice, Garuda
implementasinya, Garuda Indonesia berupaya menciptakan                        Indonesia strives to create a safe and healthy working environment,
lingkungan kerja yang aman dan sehat, mencegah kecelakaan                     prevent work accidents and occupational diseases, control noise
kerja dan penyakit akibat kerja, mengendalikan tingkat kebisingan             levels at acceptable limits, and actively reduce emissions and
pada level yang dapat diterima, serta secara aktif mengurangi                 other environmental impacts arising from operational activities.
emisi dan dampak lingkungan lainnya yang timbul dari kegiatan                 Emission reduction efforts are the responsibility of all Company
operasional. Upaya reduksi emisi merupakan tanggung jawab                     personnel, coordinated by the Safety & Sustainability work unit.
dari seluruh insan Perseroan yang dikoordinir oleh unit kerja
Safety & Sustainability

Sebagai wujud komitmen manajemen puncak, Presiden Direktur                    As a demonstration of top management’s commitment, the
& CEO Garuda Indonesia memastikan ketersediaan sumber                         President Director & CEO of Garuda Indonesia ensures the
daya yang memadai guna mendukung pencapaian berbagai                          availability of adequate resources to support the achievement
target sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kebijakan                  of various targets in accordance with laws and regulations,
internal, serta praktik terbaik di industri penerbangan. Meskipun             internal policies, and best practices in the aviation industry.
demikian, kebijakan ini menegaskan bahwa pencapaian tujuan                    However, this policy emphasizes that achieving the objectives of
Occupational Safety, Health, and Environment (OSHE) Policy                    the Occupational Safety, Health, and Environment (OSHE) Policy
tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi merupakan                 is not solely the responsibility of management but a shared
kewajiban bersama seluruh insan Garuda Indonesia. Setiap                      obligation of all Garuda Indonesia personnel. Every individual
individu di dalam perusahaan diharapkan berperan aktif dalam                  within the Company is expected to play an active role in fostering
membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berwawasan                       a safe, healthy, and environmentally conscious work culture.
lingkungan.



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    13
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 14
                                                         Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                           Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 Selain itu, Garuda Indonesia mendorong partisipasi aktif karyawan      In addition, Garuda Indonesia encourages the active participation
 dalam pengawasan lingkungan kerja dan lingkungan hidup melalui         of employees in monitoring the work environment and the
 pelaporan menggunakan media yang telah disediakan. Kebijakan           broader environment through reporting using the media
 ini memberikan perlindungan kepada pelapor sebagai bagian dari         provided. This policy offers protection to whistleblowers as part
 komitmen terhadap transparansi dan perbaikan berkelanjutan,            of the Company’s commitment to transparency and continuous
 kecuali dalam hal terdapat tindakan yang melanggar hukum,              improvement, except in cases where actions violate the law,
 dilakukan secara sengaja dan sadar, atau merupakan kelalaian           are committed intentionally and knowingly, or constitute gross
 berat yang tidak dapat ditoleransi. Melalui kebijakan ini, Garuda      negligence that cannot be tolerated. Through this policy, Garuda
 Indonesia menegaskan bahwa keselamatan, kesehatan kerja, dan           Indonesia emphasizes that occupational safety, health, and
 perlindungan lingkungan hidup merupakan bagian tak terpisahkan         environmental protection are integral to the Company’s long-
 dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.                 term sustainability strategy.

 Evaluasi efektivitas pengelolaan emisi di Perseroan dilakukan          Evaluation of the effectiveness of emission management in the
 dengan membandingkan emisi yang dihasilkan dengan baseline             Company is carried out by comparing the emissions produced
 emisi GRK yang telah ditetapkan yaitu di tahun 2019. Di tahun          with the GHG emission baseline established in 2019. In 2025,
 2025, tidak terdapat penurunan emisi GRK dibandingkan                  there was no decrease in GHG emissions compared to the
 dengan baseline. Namun demikian, Perseroan juga menjalankan            baseline. However, the Company also implements the Fuel
 Program Fuel Conservation untuk mengurangi penggunaan avtur.           Conservation Program to reduce jet fuel consumption. Throughout
 Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah mereduksi emisi yang             2025, the Company reduced emissions from lower jet fuel usage
 dihasilkan atas pengurangan avtur sebesar 1.805.846 kgCO2.             by 1,805,846 kgCO2.

 Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program pengelolaan                   Based on an evaluation of the implementation of the emissions
 emisi dan efisiensi energi, Perseroan mengidentifikasi bahwa           management and energy efficiency program, the Company
 keberhasilan pengurangan konsumsi bahan bakar sangat                   identified that the success of fuel consumption reduction is
 dipengaruhi oleh konsistensi kepatuhan terhadap prosedur               significantly influenced by consistent adherence to flight
 operasional penerbangan, optimalisasi perencanaan rute,                operational procedures, optimized route planning, and cross-
 serta koordinasi lintas fungsi dalam operasional penerbangan;          functional coordination in flight operations; these lessons were
 pelajaran tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam kebijakan          subsequently integrated into policies and operational procedures
 dan prosedur operasional melalui penguatan implementasi                through the strengthened implementation of the OSHE Policy.
 OSHE Policy.

 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA                                        OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY

 Garuda Indonesia menyadari bahwa kesehatan dan keselamatan             Garuda Indonesia recognizes that occupational health and safety
 kerja (K3) menempatkan terciptanya lingkungan kerja yang aman,         (OHS), along with a safe and healthy working environment
 sehat, serta perlindungan lingkungan berkelanjutan sebagai             and sustainable environmental protection, is one of the
 salah satu nilai utama Perseroan. Komitmen tersebut diwujudkan         Company’s core values. This commitment is realized through the
 melalui penerapan Occupational Safety, Health & Environment            implementation of an Occupational Safety, Health & Environment
 Management System (OSHE-MS) yang melibatkan seluruh                    Management System (OSHE-MS) that involves all employees,
 karyawan, anak perusahaan, mitra usaha, kontraktor, dan pemasok.       subsidiaries, business partners, contractors, and suppliers.
 Manajemen perusahaan, melalui CEO selaku Accountable                   Company management, through the CEO as the Accountable
 Executive, memastikan ketersediaan sumber daya yang diperlukan         Executive, ensures the availability of the necessary resources to
 guna mencapai target lingkungan kerja yang aman dan sehat              achieve the targets for a safe and healthy working environment
 serta perlindungan lingkungan yang berkelanjutan, dengan               and sustainable environmental protection, in accordance with
 tetap mengacu pada ketentuan hukum, regulasi, standar internal         laws, regulations, internal company standards, and industry best
 perusahaan, dan praktik terbaik di industri. Meskipun demikian,        practices. However, responsibility for achieving this performance
 tanggung jawab atas pencapaian kinerja tersebut merupakan              is a shared obligation of all individuals within the organization.
 kewajiban bersama seluruh individu dalam organisasi.

 Dampak positif dari pengelolaan aspek K3 secara efektif                The positive impact of effective OHS management is an increased
 adalah meningkatnya rasa aman dan nyaman bagi karyawan                 sense of safety and comfort for employees while performing
 saat melaksanakan tugas, yang pada gilirannya berkontribusi            their duties, which in turn contributes to higher productivity.
 pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, jika pengelolaan           Conversely, if OHS management is not effective, there is a
 K3 tidak berjalan efektif, terdapat potensi terjadinya insiden         potential for work-related accidents involving Garuda Indonesia
 kecelakaan kerja bagi karyawan Garuda Indonesia, yang dapat            employees, which could harm the Company’s reputation. The
 menurunkan reputasi perusahaan. Upaya Perseroan dalam                  Company’s efforts in implementing OHS include creating a
 menerapkan K3 meliputi penciptaan lingkungan kerja yang                conducive work environment, preventing work accidents and
 kondusif, pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja,             occupational diseases, reducing emissions, controlling noise,
 pengurangan emisi, pengendalian kebisingan, serta mitigasi             and mitigating other environmental impacts that may arise from
 dampak lingkungan lainnya yang mungkin timbul dari aktivitas           operational activities. Garuda Indonesia is also committed to



                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
14
                                                                                                              PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 15
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                      Sustainability Performance




operasional. Selain itu, Garuda Indonesia berkomitmen untuk                   providing a safe working environment not only for employees
menyediakan lingkungan kerja yang aman tidak hanya bagi                       but also for visitors and other parties affected by the Company’s
karyawan, tetapi juga bagi pengunjung dan pihak lain yang                     operations.
terdampak oleh kegiatan operasional perusahaan.

Komitmen Perseroan dalam pengelolaan K3 tertuang dalam                        The Company’s commitment to OHS management is outlined in
OSHE Policy. Dalam kebijakan tersebut menyebutkan bahwa                       the OSHE Policy. The policy states that the Company encourages
Perseroan mendorong pelaporan segala isu terkait kesehatan,                   the reporting of all issues related to health, safety, and the
keselamatan kerja, dan lingkungan melalui jalur komunikasi yang               environment through designated communication channels,
telah ditentukan, tanpa kekhawatiran akan adanya konsekuensi                  without fear of negative consequences. However, intentional
negatif. Namun, pelanggaran hukum yang disengaja, tindakan                    violations of the law, illegal actions, or gross negligence will not be
ilegal, maupun kelalaian berat tidak akan ditoleransi. Dalam                  tolerated. To achieve continuous improvement, the Company sets
rangka perbaikan berkelanjutan, perusahaan menetapkan sasaran                 measurable targets and performance indicators and evaluates
dan indikator kinerja yang terukur, serta mengevaluasi pencapaian             their achievement to continuously enhance safety, health, and
untuk terus mendorong peningkatan standar keselamatan,                        environmental protection standards. These measures not only
kesehatan, dan perlindungan lingkungan. Pada Langkah-langkah                  ensure protection for employees but also have a positive impact
ini tidak hanya menjamin perlindungan bagi karyawan, tetapi juga              on passenger safety through safer operations, a workforce more
memberikan dampak positif terhadap keselamatan penumpang                      aware of risks, and a work environment that fully supports safety.
melalui operasional yang lebih aman, tenaga kerja yang lebih                  The Company will continue to strengthen compliance processes in
sadar terhadap risiko, dan lingkungan kerja yang mendukung                    hazard identification, risk assessment and mitigation, assurance,
keselamatan secara menyeluruh. Perseroan akan terus berupaya                  and promotion of safety, health, and environmental protection.
untuk meningkatkan proses kepatuhan dalam melakukan
identifikasi bahaya, penilaian dan mitigasi risiko, jaminan, dan
promosi keselamatan, kesehatan & lingkungan kerja.

Perseroan telah membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan                     The Company has also established the Occupational Safety and
Kesehatan Kerja (P2K3) sebagai penanggung jawab di bidang                     Health Advisory Committee (P2K3) as the body responsible for
K3. kedudukan P2K3 berada di bawah wewenang Group Head                        OHS. P2K3 operates under the authority of the Group Head of
Corporate Quality, Safety and Environment Management.                         Corporate Quality, Safety, and Environment Management. The
Keberadaan P2K3 diatur dalam Penetapan Keputusan Kepala Dinas                 establishment of P2K3 is regulated under the Decree of the
Tenaga dan Transmigrasi Provinsi Banten Nomor:566/2289-                       Head of the Banten Province Manpower and Transmigration
DTKT/BINWAS/P2K3/IX/2024 tentang Penetapan Panitia                            Office Number 566/2289-DTKT/BINWAS/P2K3/IX/2024
Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan PT                      concerning the Establishment of the Occupational Safety and
Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Melalui P2K3, karyawan dan                    Health Advisory Committee at PT Garuda Indonesia (Persero)
manajemen dapat mengoptimalkan partisipasi, konsultasi, dan                   Tbk. Through P2K3, employees and management can optimize
komunikasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Evaluasi                  participation, consultation, and communication regarding
efektivitas penerapan sistem manajemen K3 tercermin dari telah                occupational safety and health. Evaluation of the effectiveness
dimilikinya sertifikat IATA Operational Safety Audit.                         of the OHS management system implementation is reflected
                                                                              in the IATA Operational Safety Audit certificate.

KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP                                                   CUSTOMER SATISFACTION ON
PRODUK DAN/ATAU JASA                                                          SUSTAINABLE DEVELOPMENT
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN                                                     PRODUCTS AND/OR SERVICES

Pada tahun 2025, Perseroan mencatat penurunan tingkat                         In 2025, the Company recorded a decline in customer satisfaction
kepuasan pelanggan, khususnya pada touchpoint Delay Handling,                 levels, particularly at the touchpoints of Delay Handling, In-Flight
In-Flight Entertainment (IFE) Seatback, dan Internet on Board.                Entertainment (IFE) Seatback, and Internet on Board. The main
Tantangan utama yang dihadapi terkait ketiga touchpoint tersebut              challenges faced regarding these three touchpoints are the need
adalah kebutuhan investasi dalam pembaruan armada serta                       for investment in fleet renewal and the modernization of in-flight
modernisasi sistem hiburan di dalam pesawat. Khusus pada aspek                entertainment systems. Specifically regarding delay handling,
delay handling, Perseroan memahami bahwa keterlambatan                        the Company recognizes that delays are one of the factors that
merupakan salah satu hal yang paling berdampak pada                           most significantly impact customer comfort. Various conditions
kenyamanan pelanggan. Berbagai kondisi dapat memengaruhi                      can affect flight punctuality, including operational factors,
ketepatan waktu penerbangan, mencakup faktor operasional,                     fleet technical readiness, weather, and airport infrastructure
kesiapan teknis armada, cuaca, maupun kapabilitas infrastruktur               capabilities. Therefore, the Company continues to strengthen
bandara. Oleh karena itu, Perseroan terus memperkuat kapabilitas              internal capabilities and cross-stakeholder coordination as part
internal dan koordinasi lintas pemangku kepentingan sebagai                   of its efforts toward continuous service improvement, which is
bagian dari upaya peningkatan layanan yang berkelanjutan,                     also reflected in the gradual and sustained improvement of the
yang juga terepresentasi melalui perbaikan OTP Perseroan secara               Company’s OTP.
bertahap dan berkesinambungan.



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      15
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 16
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 Perseroan memiliki komitmen menyelenggarakan survei                     The Company is committed to conducting regular customer
 kepuasan pelanggan secara rutin. Survei yang diselenggarakan            satisfaction surveys. The survey conducted by Garuda Indonesia
 oleh Garuda Indonesia dikenal sebagai Post Flight Survey                is known as the Post-Flight Survey (PFS). The PFS is an online
 (PFS). PFS merupakan survei daring yang dikirimkan kepada               survey sent to passengers immediately after arriving at the
 penumpang sesaat setelah tiba di bandara tujuan dan                     destination airport and is fully managed internally by Garuda
 sepenuhnya dikelola secara internal oleh Garuda Indonesia.              Indonesia. The implementation of the PFS reflects the company’s
 Pelaksanaan PFS mencerminkan komitmen perusahaan dalam                  commitment to driving continuous improvement processes across
 menjalankan proses perbaikan berkelanjutan pada seluruh titik           all customer touchpoints, while also supporting sustainability
 interaksi pelanggan (touchpoints), sekaligus mendukung prinsip          principles through the adoption of a paperless approach.
 keberlanjutan melalui penerapan konsep paperless.

 Pengelolaan serta analisis hasil PFS menjadi tanggung jawab             The management and analysis of PFS results is the responsibility
 JKTDBI sebagai sub-unit Consumer and Business Insight, sementara        of JKTDBI, a sub-unit of Consumer and Business Insight, while
 pengoperasian sistem survei didukung oleh unit JKTDX selaku unit        the operation of the survey system is supported by JKTDX,
 Teknologi Informasi. Pengelolaan PFS mengacu pada tujuan strategis      the Information Technology unit. PFS management aligns with
 perusahaan dalam mengukur Customer Satisfaction Index (CSI) dan         the company’s strategic objectives to measure the Customer
 Net Promoter Score (NPS), sebagaimana telah ditetapkan dalam            Satisfaction Index (CSI) and Net Promoter Score (NPS), as
 Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Rencana              established in the Company Work Plan and Budget (RKAP)
 Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).                                       and the Company Long-Term Plan (RJPP).

 Dalam melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan, Perseroan           In evaluating service quality, the Company uses the Customer
 menggunakan parameter Customer Satisfaction Index (CSI)                 Satisfaction Index (CSI) parameter, measured on a one-to-five
 yang diukur melalui skala Likert satu hingga lima, di mana              Likert scale, where a score of one represents “very dissatisfied”
 nilai satu merepresentasikan tingkat kepuasan “sangat tidak             and a score of five indicates “very satisfied.” Passengers are
 puas” dan nilai lima menunjukkan “sangat puas”. Penumpang               asked to rate 22 touchpoints that reflect all stages of the
 diminta memberikan penilaian terhadap 22 touchpoint yang                journey, ranging from pre-journey, pre-flight, in-flight, to
 mencerminkan seluruh tahapan perjalanan, mulai dari pre-                post-flight. JKTDBI routinely conducts monthly evaluations of
 journey, pre-flight, in-flight, hingga post-flight. JKTDBI              the CSI assessment results for all these touchpoints. In addition
 secara rutin melakukan evaluasi bulanan atas hasil penilaian            to CSI, Garuda Indonesia also uses the Net Promoter Score
 CSI untuk seluruh touchpoint tersebut. Selain CSI, Garuda               (NPS) as an additional indicator to measure customer loyalty,
 Indonesia juga menggunakan Net Promoter Score (NPS) sebagai             which represents the extent to which customers are willing to
 indikator tambahan untuk mengukur loyalitas pelanggan,                  recommend the Company’s products and services to family,
 yang merepresentasikan tingkat kesediaan pelanggan dalam                colleagues, or peers.
 merekomendasikan produk dan layanan Perseroan kepada
 keluarga, kolega, maupun rekan.

 Pada tahun 2025, nilai CSI tercatat sebesar 83,9, mengalami             In 2025, the CSI score stood at 83.9, marking a decline compared
 penurunan dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 84,1.                 to the 2024 figure of 84.1. A similar decline occurred in the
 Penurunan serupa juga terjadi pada indikator NPS, yang tercatat         NPS indicator, which stood at 54.7% in 2025, lower than the
 sebesar 54,7% pada tahun 2025, lebih rendah dibandingkan 65,2%          65.2% recorded the previous year. These results indicate that
 pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut mengindikasikan                 the Company still faces significant challenges in its efforts to
 bahwa Perseroan masih menghadapi tantangan signifikan dalam             continuously improve and enhance service quality.
 upaya peningkatan dan penyempurnaan mutu layanan secara
 berkelanjutan.

 Berdasarkan hasil evaluasi penurunan CSI dan NPS pada tahun             Based on the evaluation of the decline in CSI and NPS in 2025,
 2025, Perseroan mengidentifikasi bahwa penurunan tingkat                the Company identified that the decline in customer satisfaction
 kepuasan pelanggan terutama dipengaruhi oleh keterbatasan               levels was primarily influenced by fleet capacity constraints,
 kapasitas armada, kebutuhan pembaruan sistem IFE, serta                 the need to update the IFE system, and challenges in managing
 tantangan dalam penanganan keterlambatan penerbangan;                   flight delays; these lessons were subsequently integrated into
 pelajaran tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam kebijakan           policies and operational procedures through a strengthened
 dan prosedur operasional melalui penguatan fokus perbaikan              focus on improvements at priority touchpoints in Customer
 pada touchpoints prioritas dalam Customer Experience                    Experience Management, enhanced cross-unit coordination in
 Management, peningkatan koordinasi lintas unit dalam                    managing operational delays, and the development of a phased
 penanganan operasional delay, serta pengembangan rencana                improvement plan for service infrastructure such as the fleet and
 peningkatan bertahap terhadap infrastruktur layanan seperti             in-flight entertainment systems, all of which were incorporated
 armada dan sistem hiburan dalam pesawat, yang seluruhnya                into the Company’s strategic planning process through the
 dimasukkan dalam proses perencanaan strategis Perseroan                 Annual Work Plan and Budget (RKAP) and the Medium-Term
 melalui RKAP dan RJPP serta dimonitor secara berkelanjutan              Business Plan (RJPP) and are continuously monitored through
 melalui hasil PFS..                                                     PFS results.



                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
16
                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 17
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                     Tata Kelola       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors          Governance      Sustainability Performance




                                                                          STRATEGI DAN KEBIJAKAN
                                                                                  KEBERLANJUTAN
                                                                              SUSTAINABILITY STRATEGY AND POLICY




Sustainability Report 2025
                                                                                                                             17
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 18
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                             Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




      PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN [OJK A.1, GRI 2-22]
      EXPLANATION OF SUSTAINABILITY STRATEGY [OJK A.1, GRI 2-22]




      Strategi keberlanjutan Garuda Indonesia mengacu pada                   Garuda Indonesia’s sustainability strategy refers to the global
      komitmen global industri penerbangan melalui International Civil       aviation industry’s commitment through the International Civil
      Aviation Organization (ICAO) dalam mendukung pencapaian net            Aviation Organization (ICAO) to support the achievement of net
      zero emissions pada tahun 2050. Strategi ini diimplementasikan         zero emissions by 2050. This strategy is implemented through
      melalui integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance        the integration of Environmental, Social, and Governance (ESG)
      ke dalam proses bisnis, manajemen risiko, serta pengambilan            principles into business processes, risk management, and strategic
      keputusan strategis. Dalam mengelola dampak lingkungan dari            decision-making. In managing the environmental impacts of
      operasional penerbangan yang berkelanjutan, Garuda Indonesia           sustainable flight operations, Garuda Indonesia adopts an
      mengadopsi pendekatan yang selaras dengan ICAO Four-Pillar             approach aligned with the ICAO Four-Pillar Strategy. The four
      Strategy. Empat pilar strategy tersebut antara lain:                   pillars of the strategy include:

      1.   Aircraft Technology and Standards                                 1.   Aircraft Technology and Standards
           Garuda Indonesia secara bertahap melaksanakan program                  Garuda Indonesia is gradually modernizing its fleet by
           modernisasi armada dengan mengoptimalkan komposisi                     optimizing the composition of newer aircraft equipped with
           pesawat yang berusia lebih muda dan dilengkapi dengan                  more efficient technology. As of 2025, the average age of
           teknologi yang lebih efisien. Hingga tahun 2025, rata-rata             Garuda Indonesia’s fleet is 12.98 years.
           usia armada Garuda Indonesia tercatat sebesar 12,98 tahun

      2. Operational Improvements                                            2. Operational Improvements
         Garuda Indonesia terus mengoptimalkan operasional                      Garuda Indonesia continues to optimize flight operations
         penerbangan guna meningkatkan efisiensi penggunaan                     to improve fuel efficiency and reduce emissions. These
         bahan bakar serta menurunkan emisi. Upaya ini dilaksanakan             efforts are implemented through various Fuel Optimization
         melalui berbagai program Fuel Optimization, antara lain:               programs, including optimizing the use of Alternate Fuel;
         optimisasi penggunaan Alternate Fuel; optimisasi Soekarno-             optimizing operations on Soekarno-Hatta Airport (CGK)
         Hatta Airport (CGK) North Runway; kesesuaian dengan Flight             North Runway; aligning with the Flight Plan (Altitude);
         Plan (Altitude); Engine Taxi Procedure; Optimal Flap Setting           Engine Taxi Procedures; Optimal Flap Settings; and Route
         serta Route Optimization.                                              Optimization.

      3. Sustainable Aviation Fuels (SAF)                                    3. Sustainable Aviation Fuels (SAF)
         Sustainable Aviation Fuel (SAF) memiliki peran strategis               Sustainable Aviation Fuel (SAF) plays a strategic role in
         dalam menurunkan emisi karbon dari sektor penerbangan                  reducing carbon emissions in the aviation sector, offering
         melalui potensi pengurangan emisi siklus hidup yang                    the potential for significant life-cycle emission reductions
         signifikan dibandingkan bahan bakar konvensional.                      compared to conventional fuels. Garuda Indonesia also
         Garuda Indonesia juga mendukung penerapan mandat                       supports the implementation of SAF mandates in its
         penggunaan SAF di berbagai negara tujuan operasionalnya                destination countries by ensuring compliance with local
         dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi otoritas                 regulatory authorities. Throughout 2025, Garuda Indonesia
         setempat. Sepanjang tahun 2025 Garuda Indonesia telah                  has used SAF with a 2% blending rate on the Amsterdam–
         menggunakan SAF dengan tingkat blending sebesar 2%                     Jakarta (AMS–CGK) route to comply with the ReFuelEU
         pada rute Amsterdam–Jakarta (AMS–CGK) guna memenuhi                    Aviation mandate.
         mandat ReFuelEU Aviation.

      4. Market-Based Measures (MBMs)                                        4. Market-Based Measures (MBMs)
         Garuda Indonesia senantiasa mematuhi ICAO Annex 16                     Garuda Indonesia consistently complies with ICAO Annex
         Environmental Protection Volume IV tentang Carbon                      16 Environmental Protection Volume IV regarding the
         Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation             Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International
         (CORSIA) dengan melaksanakan proses Monitoring,                        Aviation (CORSIA) by conducting Monitoring, Reporting,
         Reporting, dan Verification untuk setiap emisi CO2 yang                and Verification processes for all CO2 emissions from
         dihasilkan dari operasional penerbangan internasional sejak            international flight operations from 2019 through 2025.
         tahun 2019 sampai dengan tahun 2025.

      Selanjutnya, Garuda Indonesia menempatkan tanggung jawab               Furthermore, Garuda Indonesia places social responsibility as a
      sosial sebagai fondasi dalam menjaga keberlanjutan operasional.        fundamental element in maintaining operational sustainability.
      Komitmen ini diwujudkan melalui pengelolaan sistem                     This commitment is realized through the management of


                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
  18
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 19
Profil Perusahaan                                     Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                            Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




keselamatan melalui implementasi Safety Management System                             safety systems by consistently implementing the Safety
(SMS) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan                                Management System (SMS) and the Occupational Health and
Kerja secara konsisten. Sejalan dengan upaya tersebut, Garuda                         Safety Management System. Alongside these efforts, Garuda
Indonesia juga menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,                            Indonesia also fosters an inclusive, supportive, and productive
kondusif, dan produktif dengan menjunjung tinggi hak asasi                            work environment by upholding human rights through the
manusia melalui penerapan kebijakan Respectful Workplace.                             implementation of the Respectful Workplace policy. Beyond
Selain berfokus pada internal organisasi, Garuda Indonesia                            focusing on the internal organization, Garuda Indonesia also
turut meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat melalui                            enhances its contribution to society through the implementation
pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.                               of social and community empowerment programs.

Garuda Indonesia juga menetapkan Sustainability Strategy                              Garuda Indonesia has also established the Sustainability
Onwards, sebagai kelanjutan kebijakan dan strategi keberlanjutan                      Strategy Onwards as a continuation of its previously developed
yang telah dibangun sebelumnya, dengan menekankan integrasi                           sustainability policies and strategies, emphasizing the integration
aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam                            of Environmental, Social, and Governance (ESG) aspects into
strategi korporasi. Sustainability Strategy Onwards Garuda                            corporate strategy. Garuda Indonesia’s Sustainability Strategy
Indonesia adalah sebagai berikut:                                                     Onwards is as follows:


         Tahun                                                                            Strategi
           Year                                                                          Strategies
                            •       Aktivasi Komite Sustainability untuk memperkuat tata kelola keberlanjutan
                            •       Penyusunan laporan keberlanjutan berbasis standar global guna membuka akses pembiayaan dari investor dan
                                    meningkatkan ekuitas perusahaan
          2025
                            •       Activation of the Sustainability Committee to strengthen sustainability governance
                            •       Preparation of a sustainability report based on global standards to facilitate access to investor financing and
                                    enhance the Company’s equity
                            •       Pembuatan ESG Roadmap
                            •       Penyelarasan tujuan keberlanjutan dengan seluruh anak perusahaan dalam ekosistem Garuda Indonesia
                            •       Pemanfaatan peluang pendanaan dan ancillary revenue dari inisiatif keberlanjutan
          2026              •       Development of an ESG Roadmap
                            •       Preparation for formal ESG assessment
                            •       Alignment of sustainability objectives across all subsidiaries within the Garuda Indonesia ecosystem
                            •       Leveraging funding opportunities and ancillary revenue from sustainability initiatives
                            •       Kontribusi aktif terhadap pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca tingkat nasional dan global
                            •       Perluasan cakupan dan dampak program keberlanjutan sesuai kerangka Sustainable Development Goals (SDGs)
       2027-2030            •       Active contribution to achieving national and global greenhouse gas reduction targets
                            •       Expanding the scope and impact of sustainability programs in line with the Sustainable Development Goals
                                    (SDGs) framework
                            •       Penyesuaian roadmap menuju Net Zero Emission berdasarkan perkembangan terkini dari ICAO, target Nationally
                                    Determined Contributions (NDC), dan komitmen global pasca-SDGs
                            •       Integrasi tujuan keberlanjutan jangka panjang sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang adaptif
                                    dan berkelanjutan
       2030-2060
                            •       Adjustment of the roadmap toward Net Zero Emissions based on the latest developments from ICAO, Nationally
                                    Determined Contributions (NDC) targets, and post-SDGs global commitments
                            •       Integration of long-term sustainability goals as part of the Company’s adaptive and sustainable business
                                    transformation

Di tahun 2025, Perseroan berhasil melakukan aktivasi Komite                           In 2025, the Company successfully established a Sustainability
Sustainability untuk memperkuat tata kelola keberlanjutan dan                         Committee to strengthen sustainability governance and the
penyusunan laporan keberlanjutan berbasis standar global.                             preparation of sustainability reports based on global standards.

Selain itu, Garuda Indonesia juga telah menetapkan inisiatif                          In addition, Garuda Indonesia has also established short-term
strategis jangka pendek (1 tahun) yang tertuang dalam Rencana                         (1-year) strategic initiatives outlined in the 2025 Corporate
Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025 yang telah                            Work Plan and Budget (RKAP), which has been approved by the
disahkan oleh Direksi Perseroan yang merupakan bagian dari                            Company’s Board of Directors and forms part of the 2025–2029
RJPP 2025-2029. Perseroan telah menetapkan inisiatif strategis                        Long-Term Strategic Plan (RJPP). The Company has established
yang meliputi nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi                       strategic initiatives covering economic and social value for
model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi,                          Indonesia, business model innovation, technological leadership,
dan pengembangan talenta.                                                             increased investment, and talent development.

Pada nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, Perseroan telah                        Regarding economic and social value for Indonesia, the Company
menetapkan target finansial, operasional, dan sosial. Dalam                           has set financial, operational, and social targets. In terms of
target finansial, Perseroan berhasil mencapai target net income                       financial targets, the Company successfully achieved 91.6% of
sebesar 91,6% dan total operating revenue sebesar 98,6%.                              its net income target and 98.6% of its total operating revenue
Perseroan berhasil mencapai target total operating revenue                            target. The Company successfully achieved its total operating
sebesar 98,6%. Target operasional Perseroan mencakup target                           revenue target of 98.6%. The Company’s operational targets


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                           19
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 20
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                               Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      revenue/employee dan on time performance. Perseroan berhasil             include revenue per employee and on-time performance. The
      mencapai target revenue/employee sebesar 103% dan target on              Company achieved a revenue per employee target of 103% and
      time performance sebesar 97,7%. Target sosial mencakup seat              an on-time performance target of 97.7%. Social targets include
      offered dengan pencapaian target 99,9%.                                  seats offered, with a target achievement of 99.9%.

      Pada inovasi model bisnis, Perseroan telah mencapai target               In business model innovation, the Company achieved a risk
      risk maturity index (RMI) sebesar 101,6%. Perseroan berhasil             maturity index (RMI) of 101.6%. The Company successfully
      mencapai target operating expense realization sebesar 100%.              achieved its operating expense realization target of 100%. It also
      Pada target margin per available seat kilometer (MASK) sebesar           achieved a margin per available seat kilometer (MASK) of 31.1%
      31,1% dan implementasi perbaikan manajemen risiko sebesar                and implemented risk management improvements at 69.45%.
      69,45%.

      Pada kepemimpinan teknologi, Perseroan berhasil mencapai                 In terms of technological leadership, the Company successfully
      target IT Maturity Level sebesar 104,9% dan aircraft serviceability      achieved its IT Maturity Level target of 104.9% and an aircraft
      ratio (exclude owned aircraft) sebesar 96,7%. Pada peningkatan           serviceability ratio (excluding owned aircraft) of 96.7%. Regarding
      investasi, Perseroan berhasil mencapai target kontribusi laba            investment growth, the Company successfully achieved its target
      perusahaan anak sebesar 121,5% dan perbaikan nilai ekuitas               for subsidiary profit contribution of 121.5% and an equity value
      dengan ketercapaian sebesar 97,5%. Pada pengembangan                     improvement of 97.5%. In talent development, the Company
      talenta, Perseroan berhasil mencapai target rasio top talent             successfully achieved a target ratio of young top talent (≤42
      muda (<=42 tahun) dalam nominated talent sebesar 147,9%                  years old) among nominated talent of 147.9% and a ratio of
      dan rasio perempuan dalam nominated talent sebesar 131,3%.               women among nominated talent of 131.3%.

      STRATEGI DALAM PENGELOLAAN RISIKO                                        STRATEGIES IN MANAGING RISKS
      DAN PELUANG TERKAIT KEBERLANJUTAN                                        AND OPPORTUNITIES RELATED TO
      [IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC                      SUSTAINABILITY [IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY,
      AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK                      IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS
      MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT, GRI 201-2]                          S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT, GRI 201-2]


      Dalam menjalankan aktivitasnya operasionalnya, Garuda                    In performing its operational activities, Garuda Indonesia is aware
      Indonesia menyadari bahwa terdapat beragam risiko yang                   that there are still various risks that could potentially affect the
      berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas operasionalnya.              flow of its operational activities. These risks include economic,
      Risiko tersebut meliputi risiko pada aspek ekonomi, lingkungan           environmental, and social risks, as well as climate change risks.
      dan sosial, serta risiko perubahan iklim. Sebagai bagian dari            As part of its efforts to mitigate these risks, Garuda Indonesia
      upaya mitigasi atas berbagai risiko tersebut, Garuda Indonesia           develops a risk profile to identify, monitor, and manage risks
      menyusun profil risiko untuk mengidentifikasi, memantau, dan             that could affect the achievement of the Company’s objectives.
      mengelola risiko-risiko yang dapat memengaruhi pencapaian                The identification of these risks is conducted using a strategic
      tujuan perusahaan. Identifikasi risiko tersebut dilakukan                objective–based approach and reflects potential challenges
      berdasarkan pendekatan berbasis sasaran strategis Perusahaan             the Company may face across strategic, operational, financial,
      serta mencerminkan potensi tantangan yang akan dihadapi                  reputational, and ESG aspects.
      Perusahaan, baik dari sisi strategis, operasional, finansial,
      reputasi, hingga ESG.

      Garuda Indonesia senantiasa mempertimbangkan risiko dan                  Garuda Indonesia always considers sustainability risks and
      peluang keberlanjutan yang mencakup perubahan iklim                      opportunities, including climate change, in developing the
      dalam mengembangkan strategi keberlanjutan Perseroan.                    Company’s sustainability strategy. The Company also has a
      Garuda Indonesia telah memiliki pihak penanggungjawab                    sustainability finance officer, as presented in the Sustainability
      keuangan berkelanjutan yang disajikan pada bagian Tata Kelola            Governance section. In addition, Garuda Indonesia has established
      Keberlanjutan. Perseroan juga telah menetapkan metrik dan                sustainability metrics and targets, which are presented in the
      target keberlanjutan yang disajikan dalam kinerja keberlanjutan.         sustainability performance section.

      Di samping itu, dalam mengantisipasi isu keberlanjutan termasuk          In addition, to anticipate sustainability issues, including climate
      perubahan iklim, Garuda Indonesia juga senantiasa melakukan              change, Garuda Indonesia consistently selects and evaluates
      pemilihan dan evaluasi pemasok yang ramah lingkungan                     environmentally friendly suppliers as part of its value chain
      sebagai bagian dari pengelolaan rantai nilai (value chain).              management. Procurement integrates sustainability criteria
      Pengadaan telah mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke                  into vendor selection, where suppliers are assessed based on
      dalam kriteria pemilihan vendor, di mana pemasok dinilai                 environmental and social standards. To support sustainable
      berdasarkan kriteria lingkungan dan sosial. Dalam mendukung              business practices, Garuda Indonesia also encourages all suppliers
      praktik bisnis berkelanjutan, Garuda Indonesia juga mendorong            to comply with ethical and responsible labor standards, including
      seluruh pemasok untuk memenuhi standar ketenagakerjaan                   the protection of workers’ rights, prevention of forced labor and
      yang beretika dan bertanggung jawab, termasuk perlindungan               child labor, and adherence to occupational health and safety
      hak pekerja, pencegahan kerja paksa dan pekerja di bawah umur,           (OHS) standards. Suppliers are also expected to implement


                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
  20
                                                                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 21
Profil Perusahaan                                      Penjelasan Direksi                                          Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                             Explanation from the Board of Directors                               Governance                         Sustainability Performance




serta penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3).                              proper waste management practices to prevent environmental
Pemasok juga diharapkan menerapkan pengelolaan limbah yang                                 pollution.
baik guna mencegah pencemaran lingkungan.

Garuda Indonesia telah memiliki upaya dalam mengelola risiko yang                          Garuda Indonesia has established measures to manage the risks
dihadapi. Garuda Indonesia juga senantiasa memanfaatkan peluang                            it faces and consistently leverages sustainability opportunities,
keberlanjutan termasuk perubahan iklim. Namun demikian, Garuda                             including those related to climate change. However, the Company
Indonesia belum melakukan pengukuran implikasi finansial terkait                           has not yet measured the financial implications of climate-related
risiko dan peluang perubahan iklim. Adapun risiko dan peluang                              risks and opportunities. The risks and opportunities identified by
yang telah diidentifikasi Perseroan sebagai berikut.                                       the Company are as follows.

                                                                         Tabel Risiko Keberlanjutan
                                                                         Table of Sustainability Risks

                                                         Potensi
                                                        Dampak
      Risiko                   Deskripsi                Finansial       Dampak terhadap Prospek Bisnis              Rentang Waktu              Pengelolaan Risiko
      Risks                   Description               Potential         Impact on Business Prospects                  Period                  Risk Management
                                                         Finance
                                                         Impacts

 Ekonomi
 Economic
                                                                      Penurunan profitabilitas rute dan
                                                                      potensi kerugian signifikan akibat
                                                                      kenaikan biaya operasional (khususnya
                                                                      avtur dan kurs USD) berpotensi
                                                                      mendorong penyesuaian kapasitas,
                                                                      pengurangan frekuensi penerbangan,
                                                                      hingga penghentian rute yang tidak
                                                                      menguntungkan.                                                Garuda          Indonesia            telah
                                                                                                                                    mengimplementasikan hedging terhadap
                                                                      Kondisi ini dapat menghambat ekspansi                         fluktuasi mata uang sesuai Peraturan
                                                                      bisnis, menurunkan daya saing                                 Bank Indonesia Nomor 18/4/PBI/2016
                                                                      perusahaan di pasar domestik maupun                           Tahun 2016 tentang Penerapan Prinsip
                                                                      internasional, serta meningkatkan risiko                      Kehati-Hatian dalam Pengelolaan
                                                                      tekanan likuiditas dan ketergantungan                         Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank,
                                                                      pada pendanaan eksternal. Dalam                               mengoptimalkan struktur pembiayaan
                    Risiko yang diakibatkan oleh       Penurunan
                                                                      jangka panjang, apabila tidak dikelola                        terutama pembiayaan perawatan pesawat
                    fluktuasi nilai tukar mata uang,   pendapatan
                                                                      secara optimal, dapat mempengaruhi                            dan mesin, serta meningkatkan efisiensi
                    fluktuasi bahan bakar avtur,       Garuda
                                                                      keberlanjutan operasional dan                                 operasional guna memperkuat kondisi
 Risiko Finansial   serta likuiditas perusahaan.       Indonesia
                                                                      pertumbuhan usaha perusahaan.                 Long Term       keuangan perusahaan.
 Financial Risk     Risks arising from currency        A Decline
                                                                                                                                    Garuda Indonesia has implemented
                    exchange rate fluctuations,        in Garuda
                                                                      Declining route profitability and the                         hedging against currency fluctuations in
                    aviation fuel price volatility,    Indonesia's
                                                                      potential for significant losses due to                       accordance with Bank Indonesia Regulation
                    and the Company's liquidity.       revenue
                                                                      increases in operating costs (particularly                    Number 18/4/PBI/2016 of 2016 on the
                                                                      aviation fuel and USD exchange rates)                         Application of Prudential Principles in
                                                                      may lead to capacity adjustments,                             the Management of External Debt of
                                                                      reduced flight frequencies, and even the                      Non-Bank Corporations, optimized its
                                                                      suspension of unprofitable routes.                            financing structure, particularly for aircraft
                                                                                                                                    and engine maintenance, and enhanced
                                                                      This condition may hinder business                            operational efficiency to strengthen the
                                                                      expansion, reduce the Company’s                               Company’s financial position.
                                                                      competitiveness in both domestic and
                                                                      international markets, and increase
                                                                      the risk of liquidity pressure and
                                                                      reliance on external financing. In the
                                                                      long term, if not managed optimally, it
                                                                      may affect the Company’s operational
                                                                      sustainability and business growth.
 Lingkungan
 Environmental




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                     21
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 22
                                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                              Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                                               Sustainability Strategy and Policy                           Sustainability Performance Highlights




                                                                               Tabel Risiko Keberlanjutan
                                                                               Table of Sustainability Risks

                                                              Potensi
                                                             Dampak
            Risiko                  Deskripsi                Finansial         Dampak terhadap Prospek Bisnis           Rentang Waktu                Pengelolaan Risiko
            Risks                  Description               Potential           Impact on Business Prospects               Period                    Risk Management
                                                              Finance
                                                              Impacts

                                                                          1.     Gangguan operasional
                                                                                 penerbangan akibat cuaca
                                                                                 ekstrem yang berdampak pada                              1.   Perseroan terus melaksanakan
                                                                                 keterlambatan (delay) dan                                     program efisiensi bahan bahar dan
                                                                                 pembatalan (cancelation).                                     mulai menggunakan bahan bakar
                                                                          2.     Peningkatan biaya perawatan                                   terbarukan seperti Sustainable
                                                                                 pesawat dan infrastruktur akibat                              Aviation Fuel (SAF)
                                                                                 paparan kondisi lingkungan                               2.   Melaksanakan program carbon
                                                                                 ekstrem.                                                      offset melalui penukaran mileage
                                                                          3.     Penurunan kepuasan pelanggan                                  pelanggan dan serta penawaran
                                                                                 dan potensi kehilangan                                        pembelian pohon bagi penumpang
                         Risiko yang berasal dari
                                                            Peningkatan          pendapatan akibat ketidakstabilan                             melalui website Garuda Indonesia
                         terjadinya cuaca ekstrim,
                                                            biaya                jadwal penerbangan.                                           sebagai upaya carbon offsetting atas
                         bencana banjir dan angin
       Risiko Fisik                                         operasional   4.     Disrupsi terhadap perencanaan          Short to Medium        jejak emisi dari perjalanan yang akan
                         kencang
       Physical Risk                                        Increase in          jaringan dan efisiensi operasional.    Term                   atau telah dilakukan.
                         Risks arising from extreme
                                                            operational   1.     Operational disruptions to                               1.   The Company continues to implement
                         weather, such as floods and
                                                            cost                 flights caused by extreme                                     fuel efficiency programs and has
                         strong winds
                                                                                 weather, resulting in delays and                              begun using renewable fuels, such
                                                                                 cancellations.                                                as Sustainable Aviation Fuel (SAF).
                                                                          2.     Increased maintenance costs                              2.   Implementing a carbon offset program
                                                                                 for aircraft and infrastructure                               through the redemption of customer
                                                                                 due to exposure to extreme                                    mileage and offering passengers
                                                                                 environmental conditions.                                     the option to purchase trees via the
                                                                          3.     Decreased customer satisfaction                               Garuda Indonesia website as a means
                                                                                 and potential loss of revenue due                             of offsetting emissions from flights
                                                                                 to flight schedule instability.                               they have taken or will take.
                                                                          4.     Disruption to network planning and
                                                                                 operational efficiency.
                                                                                                                                          Perseroan mengelola risiko ESG melalui
                                                                                                                                          integrasi prinsip keberlanjutan ke
                                                                                                                                          dalam strategi dan operasional bisnis,
                                                                                                                                          termasuk penguatan tata kelola melalui
                                                                                                                                          penyusunan kebijakan dan roadmap
                                                                                                                                          sustainability yang selaras dengan standar
                                                                                                                                          global, serta integrasi risiko ESG dalam
                         Risiko kerugian akibat dampak                    1.     Penurunan daya tarik investasi dan
                                                                                                                                          kerangka Enterprise Risk Management
                         negatif yang timbul dari                                akses terhadap pendanaan akibat
                                                                                                                                          (ERM). Selain itu, Perseroan menjalankan
                         faktor lingkungan, sosial                               rendahnya kinerja ESG.
                                                                                                                                          inisiatif pengelolaan lingkungan seperti
                         dan tata kelola Perusahaan                       2.     Potensi penurunan reputasi
                                                                                                                                          efisiensi operasional, pengurangan
                         yang mempengaruhi kinerja,                              perusahaan di mata stakeholder
                                                                                                                                          emisi, pemanfaatan Sustainable Aviation
                         reputasi, atau keberlanjutan                            (investor, regulator, pelanggan,
                                                                                                                                          Fuel (SAF), dan program carbon offset,
                         Perusahaan. Risiko ESG                                  dan mitra bisnis).
                                                                                                                                          disertai penguatan aspek sosial melalui
                         meliputi strategic risk,                         3.     Risiko peningkatan biaya
                                                                                                                                          stakeholder engagement dan program
                         market risk, financial risk,                            kepatuhan terhadap regulasi ESG
                                                                                                                                          TJSL. Seluruh upaya tersebut didukung
                         credit/counterparty risk,                               yang semakin ketat.
                                                                                                                                          oleh komitmen terhadap kepatuhan regulasi
       Risiko ESG        operational risk, investment/                    4.     Potensi kehilangan peluang
                                                                                                                                          serta transparansi melalui penyusunan
       (Environment,     project risk, reputational risk,                        bisnis, termasuk kerja sama
                                                            Peningkatan                                                                   sustainability report secara berkala, guna
       Social,           dan regulatory, legal and                               strategis dengan mitra global
                                                            biaya                                                                         memastikan keberlanjutan bisnis dan
       Governance)       compliance risk                                         yang mensyaratkan standar ESG
                                                            operasional                                                 Medium to Long    peningkatan nilai jangka panjang.
       ESG               ESG (Environmental, Social, and                         tertentu.
                                                            Increase in                                                 Term              The Company manages ESG risks by
       (Environmental,   Governance) risk refers to the                   1.     Reduced investment appeal and
                                                            operational                                                                   integrating sustainability principles into
       Social, and       potential losses arising from                           access to funding due to poor ESG
                                                            cost                                                                          its business strategies and operations,
       Governance)       negative impacts related to                             performance.
                                                                                                                                          including strengthening governance
       Risks             the Company’s environmental,                     2.     Potential damage to the company’s
                                                                                                                                          through the development of sustainability
                         social, and governance factors                          reputation among stakeholders
                                                                                                                                          policies and roadmaps aligned with global
                         that may affect its performance,                        (investors, regulators, customers,
                                                                                                                                          standards, as well as integrating ESG risks
                         reputation, or sustainability.                          and business partners).
                                                                                                                                          into the Enterprise Risk Management (ERM)
                         ESG risks include strategic                      3.     Risk of increased compliance costs
                                                                                                                                          framework. Additionally, the Company
                         risk, market risk, financial                            due to increasingly stringent ESG
                                                                                                                                          implements environmental management
                         risk, credit/counterparty risk,                         regulations.
                                                                                                                                          initiatives such as operational efficiency,
                         operational risk, investment/                    4.     Potential loss of business
                                                                                                                                          emissions reduction, the use of Sustainable
                         project risk, reputational risk,                        opportunities, including strategic
                                                                                                                                          Aviation Fuel (SAF), and carbon offset
                         and regulatory, legal, and                              partnerships with global partners
                                                                                                                                          programs, alongside strengthening social
                         compliance risk.                                        that require specific ESG standards.
                                                                                                                                          aspects through stakeholder engagement
                                                                                                                                          and TJSL programs. All these efforts are
                                                                                                                                          supported by a commitment to regulatory
                                                                                                                                          compliance and transparency through the
                                                                                                                                          regular preparation of sustainability reports,
                                                                                                                                          to ensure business sustainability and long-
                                                                                                                                          term value creation.
       Sosial
       Social




                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
  22
                                                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 23
Profil Perusahaan                                       Penjelasan Direksi                                            Tata Kelola                            Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                              Explanation from the Board of Directors                                 Governance                           Sustainability Performance




                                                                            Tabel Risiko Keberlanjutan
                                                                            Table of Sustainability Risks

                                                          Potensi
                                                         Dampak
      Risiko                   Deskripsi                 Finansial          Dampak terhadap Prospek Bisnis             Rentang Waktu                Pengelolaan Risiko
      Risks                   Description                Potential            Impact on Business Prospects                 Period                    Risk Management
                                                          Finance
                                                          Impacts

                                                                       1.     Potensi gangguan operasional                               Garuda Indonesia menerapkan standar
                                                                              penerbangan yang berdampak                                 keselamatan tinggi dengan memenuhi
                                                                              pada penurunan on-time                                     standar IATA Operational Safety Audit
                                                                              performance dan reliability.                               (IOSA) dan regulasi Keselamatan dan
                                                                       2.     Penurunan tingkat kepercayaan                              Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, Perseroan
                                                                              pelanggan dan reputasi                                     meningkatkan kapabilitas teknologi
                    Risiko terkait infrastruktur
                                                                              Perusahaan apabila terjadi insiden                         keamanan siber guna melindungi data
                    sistem keselamatan dan
                                                                              keselamatan atau keamanan                                  pelanggan dan sistem operasional
                    keamanan (misalnya
                                                                       3.     Risiko sanksi regulator serta                              perusahaan dari ancaman digital melalui
                    pelanggaran kebijakan,
                                                                              peningkatan biaya kepatuhan                                kerjasama dengan Badan Siber dan
                    pelanggaran pengukuran
                                                                              terhadap standar keselamatan dan                           Sandi Negara (BSSN) dalam melakukan
                    keselamatan dan keamanan).
                                                                              keamanan                                                   pengawasan dan perlindungan aset digital
                    Risiko dalam aspek ini meliputi
                                                                       4.     Potensi kehilangan peluang bisnis,                         Perseroan untuk menjaga keberlanjutan
                    potensi kecelakaan, insiden         Peningkatan
 Risiko                                                                       termasuk pembatasan rute atau                              bisnis serta memastikan layanan
                    keamanan, serta ancaman             biaya
 Keselamatan                                                                  kerja sama internasional akibat                            penerbangan yang aman, nyaman, dan
                    siber yang dapat mengganggu         operasional                                                    Short to Long
 dan Keamanan                                                                 penurunan safety rating                                    andal bagi seluruh pelanggan.
                    operasional penerbangan.            Increase in                                                    Term
 Safety and                                                            1.     Potential operational disruptions                          Garuda Indonesia has implemeted high
                    Risks related to safety and         operational
 Security Risks                                                               that could lead to a decline in on-                        safety standards by complying with the
                    security system infrastructure      cost
                                                                              time performance and reliability.                          IATA Operational Safety Audit (IOSA)
                    (e.g., policy violations,
                                                                       2.     A decline in customer trust and the                        standards and Occupational Health and
                    breaches of safety and security
                                                                              Company’s reputation in the event                          Safety (OHS) regulations. In addition, the
                    measures). These risks include
                                                                              of a safety or security incident                           Company has enhanced its cybersecurity
                    the potential for accidents,
                                                                       3.     The risk of regulatory sanctions                           capabilities to protect customer data and
                    security incidents, and cyber
                                                                              and increased compliance costs                             operational systems from digital threats
                    threats that could disrupt flight
                                                                              related to safety and security                             through collaboration with the National
                    operations.
                                                                              standards                                                  Cyber and Crypto Agency (BSSN)
                                                                       4.     Potential loss of business                                 in monitoring and safeguarding the
                                                                              opportunities, including restrictions                      Company’s digital assets. These efforts
                                                                              on routes or international                                 aim to ensure business continuity and
                                                                              partnerships due to a decline in                           provide safe, comfortable, and reliable
                                                                              safety ratings                                             flight services for all customers.
                                                                       a.     Penurunan Load Factor: Efisiensi
                                                                              operasional terganggu karena
                                                                              jumlah kursi terjual tidak optimal
                                                                              akibat beralihnya penumpang ke                             Perseroan telah melakukan beberapa
                                                                              kompetitor.                                                program terobosan untuk meningkatkan
                                                                       b.     Disrupsi Yield Management:                                 pendapatan dan keterisian penumpang,
                    Risiko yang terjadi akibat                                Proses penentuan harga (pricing                            salah satunya melalui kerja sama strategis
                    preferensi pelanggan terhadap                             strategy) menjadi tidak stabil                             bersama airline partners dengan skema
                    maskapai yang menawarkan                                  karena harus terus menyesuaikan                            codeshare; serta menyelenggarakan
                    harga lebih kompetitif dan                                dengan harga pasar yang agresif.                           program-program penawaran seperti travel
                    fleksibilitas tinggi dalam          Menurunkan     c.     Penurunan Loyalitas: Efektivitas                           fair dan ajang-ajang promosi seasonal
                    kebijakan tiket dapat               pendapatan            layanan premium menurun dalam                              lainnya. Selain itu, Perseroan juga secara
                    mengurangi daya tarik layanan       Garuda                mempertahankan segmen pasar                                berkala mengkaji serta mengintegrasikan
 Risiko Strategis   premium yang ditawarkan oleh        Indonesia             utama.                                   Short to Medium   rute dan jaringan penerbangannya
 Strategic Risk     Garuda Indonesia.                   A decline                                                      Term              bersama anak usaha.
                    The risk arising from customer      in Garuda                                                                        The Company has implemented several
                    preferences for airlines offering   Indonesia's    a.     Declining Load Factor: Operational                         breakthrough programs to increase
                    competitive prices and greater      revenue               efficiency is affected due to                              revenue and passenger load, including
                    flexibility in ticket policies                            suboptimal seat occupancy as                               strategic partnerships with airline partners
                    may reduce the appeal of the                              passengers shift to competitors.                           through codeshare schemes, as well as
                    premium services provided by                       b.     Disruption in Yield Management:                            organizing promotional programs such as
                    Garuda Indonesia.                                         Pricing strategy becomes unstable                          travel fairs and other seasonal campaigns.
                                                                              as it continuously adjusts to                              Furthermore, the Company periodically
                                                                              aggressive market pricing.                                 reviews and integrates its flight routes and
                                                                       c.     Declining Loyalty: The                                     network in coordination with its subsidiaries.
                                                                              effectiveness of premium services
                                                                              in retaining key market segments
                                                                              decreases segments decreases.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                      23
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 24
                                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                                         Sustainability Strategy and Policy                      Sustainability Performance Highlights




                                                      Tabel Peluang Keberlanjutan dan Perubahan Iklim
                                                       Table of Sustainability Opportunities and Climate Change

                                                          Peluang                                                      Potensi Dampak Finansial
          Type
                                                       Opportunities                                                      Potential Finance Impacts
       Ekonomi
       Economic
       Produktivitas   Peningkatan jumlah penumpang                                                         Peningkatan Pendapatan Perseroan
       Productivity    Increase in number of passengers                                                     Increase in company revenue
                       Garuda Indonesia telah memiliki kebijakan Sistem Manajemen Anti                      Minimalisasi risiko munculnya biaya pemulihan reputasi
       Anti Bribery
                       Penyuapan serta Sertifikat ISO 37001 2016                                            Perusahaan
       & Anti
                       Garuda Indonesia has an Anti-Bribery Management System policy and holds              Minimizing the risk of incurring costs for restoring the
       Corruption
                       the ISO 37001:2016 certification                                                     Company’s reputation
       Lingkungan
       Environmental
                       Adopsi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dapat mengurangi emisi karbon hingga
                       80% dibandingkan bahan bakar konvensional, dan kemitraan dengan produsen
                       SAF lokal dapat mengurangi biaya bahan bakar jangka panjang hingga 15-20%.
                                                                                                            Program carbon offset yang ditawarkan kepada
                       Pada aspek material pesawat, penggunaan material ringan dan daur ulang dalam
                                                                                                            penumpang dapat menjadi sumber pendapatan ancillary
                       kabin dapat mengurangi berat pesawat hingga 1%, menghasilkan penghematan
       Resource                                                                                             baru, dengan potensi partisipasi 5-10% penumpang.
                       bahan bakar tahunan sebesar 0,8%
       Efficiency                                                                                           The carbon offset program offered to passengers can
                       The adoption of Sustainable Aviation Fuel (SAF) can reduce carbon emissions
                                                                                                            serve as a new source of ancillary revenue, with a
                       by up to 80% compared to conventional fuels, and partnerships with local SAF
                                                                                                            potential participation rate of 5-10% of passengers.
                       producers can lower long-term fuel costs by 15-20%. Regarding aircraft materials,
                       the use of lightweight and recycled materials in the cabin can reduce aircraft
                       weight by up to 1%, resulting in annual fuel savings of 0.8%.
                       Garuda Indonesia bekerja sama dengan pihak vendor dalam pengadaan material           Terdapat pendapatan dari kerjasama dengan pihak ketiga
                       inflight yang ramah lingkungan (wooden cutleries, paper cup, dan reusable carpet).   dalam penggunaan material ramah lingkungan
                       Garuda Indonesia cooperates with vendors in procuring environmentally friendly       Revenue is generated from cooperation with third parties
                       inflight materials (wooden cutleries, paper cups, and reusable carpet).              regarding the use of eco-friendly materials
       Product and     Inovasi Teknologi (Chatbot berbasis AI untuk layanan pelanggan dapat
       Services        mengurangi biaya customer service hingga 30%. Implementasi IoT pada bandara
                       untuk pelacakan bagasi dapat mengurangi kasus kehilangan bagasi hingga 70%)          Peningkatan pendapatan Garuda Indonesia
                       Technology Innovation (AI-based chatbots for customer service can reduce             Increase in Garuda Indonesia's revenue
                       customer service costs by up to 30%, and IoT implementation at airports for
                       baggage tracking can decrease lost baggage cases by up to 70%).
                                                                                                            Peningkatan fungsionalitas aplikasi mobile dapat
                       Pengembangan digital marketplace yang menawarkan layanan travel terkait
                                                                                                            mendorong 30% lebih banyak pembelian ancillary
                       (hotel, sewa mobil, tur) dapat pula dimanfaatkan untuk meningkatkan revenue
                                                                                                            melalui saluran digital
                       ancillary
                                                                                                            Improving mobile app functionality has the potential to
                       The development of a digital marketplace offering related travel services (hotels,
                                                                                                            increase ancillary purchases via digital channels by more
                       car rentals, tours) can also be leveraged to increase ancillary revenue
                                                                                                            than 30%
                       Kolaborasi Ekosistem Airlines melalui penguatan aliansi dan kemitraan strategis.
                       Strategi kolaborasi dapat meliputi peningkatan kerja sama codeshare dengan
                       maskapai mitra untuk memperluas jangkauan ke pasar Eropa dan Amerika, kerja          Code-sharing dan interline agreements dapat
                       sama dalam program loyalitas bersama untuk meningkatkan retensi pelanggan,           meningkatkan load factor hingga 15% pada rute-rute
                       sinergi operasional untuk optimalisasi biaya dan peningkatan layanan                 tertentu
       Market
                       Kolaborasi Ekosistem Airlines melalui penguatan aliansi dan kemitraan strategis.     Code-sharing and interline agreements can increase
                       Collaboration strategies may include expanding codeshare partnerships with           load factor by up to 15% on certain routes
                       partner airlines to extend reach into European and American markets, cooperating
                       on joint loyalty programs to enhance customer retention, and operational
                       synergies to optimize costs and improve service
                       Penggunaan energi terbarukan dan penerapan langkah-langkah efisiensi energi          Penurunan biaya operasional carbon offsetting
       Resilience
                       Use of renewable energy and implementation of energy efficiency measures             Decrease in operating costs of carbon offsetting




                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
  24
                                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 25
Profil Perusahaan                                     Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                            Explanation from the Board of Directors                     Governance                      Sustainability Performance




                                                    Tabel Peluang Keberlanjutan dan Perubahan Iklim
                                                    Table of Sustainability Opportunities and Climate Change

                                                       Peluang                                                        Potensi Dampak Finansial
     Type
                                                    Opportunities                                                      Potential Finance Impacts
                                                                                                       Terdapat pendapatan dari pengelolaan lahan milik
                    Garuda Indonesia memiliki program pengelolaan sampah yang dihasilkan dari          perusahaan dan/atau revenue sharing serta penurunan
                    aktivitas perkantoran di area Garuda City Center dan Garuda Indonesia Training     biaya operasional dalam pengangkutan limbah padat
 Waste              Center (GITC) dengan menggunakan skema kolaborasi bersama pihak ketiga             non-B3
 Management         Garuda Indonesia has a waste management program generated from office              A revenue from the management of company owned
                    activities in the Garuda City Center and Garuda Indonesia Training Center (GITC)   land and/or revenue sharing as well as a decrease in
                    areas based on collaboration with third parties                                    operating costs in the transportation of non-B3 solid
                                                                                                       waste
 Sosial
 Social
 Safety and         Garuda Indonesia memiliki program occupational safety, health, and environment
 Security           management dan security management system untuk mempersiapkan dan
 Management         merespon kecelakaan dari non-penerbangan dalam aspek safety dan security.          Penurunan biaya operasional
 for non-           Garuda Indonesia has an occupational safety, health, and environment               Decrease in operating costs
 aviation           management program and a security management system to prepare for and
 aspect             respond to non-aviation accidents in the aspects of safety and security
                    Garuda Indonesia memiliki program safety management system dan security
 Safety and
                    management system untuk mempersiapkan dan merespon kecelakaan
 Security
                    penerbangan dalam aspek safety dan security.                                       Penurunan biaya operasional
 Management
                    Garuda Indonesia has a safety management system and security management            Decrease in operating costs
 for aviation
                    system program to prepare for and respond to aviation accidents in the aspects
 aspect
                    of safety and security.
                    Garuda Indonesia telah memiliki program keamanan informasi yang tersertifikasi
 Data               ISO 27001. Selain itu, Perseroan juga telah menerapkan kebijakan perlindungan      Penurunan Biaya Operasional
 Protection         data pribadi.                                                                      Reduction in Operating Costs
                    Garuda Indonesia has an ISO 27001-certified information security program. The
                    Company has also implemented a personal data protection policy.


STRATEGI KINERJA EKONOMI                                                              ECONOMIC PERFORMANCE STRATEGY
Garuda Indonesia terus memperkuat strategi kinerja ekonomi                            Garuda Indonesia continues to strengthen its economic performance
melalui penerapan manajemen risiko keuangan yang prudent,                             strategy through the implementation of prudent financial risk
termasuk implementasi lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi                      management, including the application of hedging against foreign
mata uang asing sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor                          exchange fluctuations in accordance with Bank Indonesia Regulation
18/4/PBI/2016. Selain itu, Perseroan mengoptimalkan struktur                          No. 18/4/PBI/2016. In addition, the Company optimizes its financing
pembiayaan, khususnya pada pembiayaan perawatan pesawat dan                           structure, particularly for aircraft and engine maintenance, while
mesin, serta secara konsisten meningkatkan efisiensi operasional di                   consistently improving operational efficiency across all business
seluruh lini bisnis. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memperkuat                   lines. These initiatives are implemented to strengthen the Company’s
kondisi keuangan Perseroan agar tetap resilien dalam menghadapi                       financial position and maintain resilience amid the dynamic and
dinamika industri penerbangan yang kompetitif dan penuh tantangan.                    highly competitive aviation industry.

Perseroan secara berkelanjutan melaksanakan pengelolaan kinerja                       The Company continuously manages its economic performance
ekonomi secara optimal dan terarah, mengingat peran strategisnya                      in an optimal and well-directed manner, considering its strategic
dalam merepresentasikan capaian operasional maupun kondisi                            role in reflecting both operational achievements and the
keuangan perusahaan. Pengelolaan yang efektif tidak hanya                             Company’s financial condition. Effective management not only
mendukung stabilitas finansial, tetapi juga memberikan dampak positif                 supports financial stability but also generates positive impacts,
berupa peningkatan reputasi perusahaan, penguatan kepercayaan                         including enhancing the Company’s reputation, strengthening
para pemangku kepentingan, serta penciptaan nilai jangka panjang                      stakeholder trust, and creating long-term value. As a result,
bagi Perseroan. Dengan demikian, kinerja ekonomi menjadi salah satu                   economic performance serves as one of the key pillars in
pilar utama dalam mendukung keberlanjutan usaha.                                      supporting the Company’s business sustainability.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan Rencana                               That commitment is reflected in the preparation of the Company’s
Keuangan dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang terintegrasi                             Financial Plan and Budget (RKAP), which is integrated with the
dengan Rencana Jangka Panjang Perseroan, di mana berbagai                             Company’s Long-Term Plan. Within this framework, various
target kinerja ekonomi ditetapkan untuk dicapai sepanjang tahun                       economic performance targets are established to be achieved
2025. Efektivitas implementasinya dievaluasi secara berkala                           throughout 2025. The effectiveness of its implementation is
melalui perbandingan antara realisasi dan target yang telah                           evaluated periodically by comparing actual results against the
ditetapkan, serta pengukuran tingkat ketercapaian RKAP. Hasil                         predetermined targets, as well as by measuring the overall level
evaluasi ini kemudian dilaporkan kepada pemegang saham                                of RKAP achievement. The results of these evaluations are then
sebagai dasar dalam penyusunan RKAP tahun berikutnya. Di                              reported to shareholders as a basis for formulating the RKAP for
samping itu, Perseroan juga secara rutin melaksanakan audit                           the following year. Furthermore, the Company regularly conducts
atas laporan keuangan tahunan guna memastikan transparansi,                           audits of its annual financial statements to ensure transparency,
akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap standar yang berlaku.                         accountability, and compliance with applicable standards.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                               25
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 26
                                                                     Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                                    Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




      STRATEGI PERUBAHAN IKLIM                                                      CLIMATE CHANGE STRATEGY
      Garuda Indonesia menetapkan strategi perubahan iklim sebagai                  Garuda Indonesia has established its climate change strategy
      bagian integral dari arah bisnis berkelanjutan dengan merespons               as an integral part of its sustainable business direction, in
      risiko peningkatan emisi akibat kenaikan penggunaan energi pada               response to the risk of increased emissions driven by higher
      tahun 2025. Perseroan menyadari bahwa peningkatan konsumsi                    energy consumption in 2025. The Company recognizes that
      energi tersebut berimplikasi langsung terhadap kenaikan emisi                 rising energy use has a direct impact on greenhouse gas
      gas rumah kaca, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang                     emissions, necessitating structured and sustainable mitigation
      terstruktur dan berkelanjutan. Dalam merespons hal tersebut,                  measures. To address this, the Company has integrated climate
      Perseroan mengintegrasikan pengelolaan perubahan iklim ke                     change management into its Occupational Safety, Health,
      dalam kebijakan Occupational Safety, Health, and Environment                  and Environment (OSHE) policy, which emphasizes emissions
      (OSHE) yang menekankan pengurangan emisi dan dampak                           reduction and environmental impact mitigation as strategic
      lingkungan sebagai prioritas strategis. Selain itu, inisiatif                 priorities. Moreover, the Garuda Indonesia Green Airline
      Garuda Indonesia Green Airline menjadi kerangka utama                         initiative serves as the primary framework for driving more
      dalam mendorong transformasi operasional yang lebih ramah                     environmentally friendly operational transformation, while also
      lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan perusahaan                        strengthening the Company’s resilience to transition risks in the
      terhadap risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon.                        shift toward a low-carbon economy.

      Sebagai bagian dari implementasi strategi, Perseroan secara aktif             As part of its strategic implementation, the Company actively
      menjalankan berbagai program efisiensi energi dan pengurangan                 carries out various energy efficiency and emissions reduction
      emisi, antara lain melalui penggunaan bahan bakar alternatif (alternate       programs. These include the use of alternative fuels, runway
      fuel usage), optimalisasi landasan di Bandara Internasional Soekarno-         optimization at Soekarno-Hatta International Airport (CGK),
      Hatta (CGK runway optimization), kepatuhan terhadap rencana                   compliance with flight plans, implementation of engine taxi
      penerbangan (compliance with flight plan), penerapan prosedur                 procedures, optimal flap settings, and route optimization. These
      engine taxi, pengaturan konfigurasi sayap yang optimal (optimal               efforts have delivered positive results, including fuel savings of
      flap setting), serta optimalisasi rute penerbangan (route optimization).      14,675,704 liters and a reduction of 1,805,846 kgCO2 in emissions
      Upaya tersebut telah menunjukkan hasil positif, antara lain melalui           from fuel conservation programs throughout 2025. All of these
      penghematan bahan bakar sebesar 14.675.704 liter serta penurunan              initiatives are coordinated by the Safety & Sustainability unit,
      emisi sebesar 1.805.846 kgCO2 dari program fuel conservation                  with the active participation of all Company personnel, and
      sepanjang tahun 2025. Seluruh inisiatif ini dikoordinasikan oleh unit         are supported by top management’s commitment to ensuring
      kerja Safety & Sustainability dengan melibatkan partisipasi aktif             resource availability and compliance with industry standards
      seluruh insan Perseroan, serta didukung oleh komitmen manajemen               such as the IATA Operational Safety Audit (IOSA).
      puncak dalam memastikan ketersediaan sumber daya dan kepatuhan
      terhadap standar industri seperti IATA Operational Safety Audit (IOSA).

      Evaluasi dan pengambilan keputusan strategis Perseroan                        The Company conducted periodic evaluations and strategic
      secara berkala menilai efektivitas pengelolaan emisi dengan                   decision-making processes to assess the effectiveness of its
      membandingkan realisasi kinerja terhadap baseline emisi gas                   emissions management by comparing actual performance against
      rumah kaca tahun 2019. Meskipun pada tahun 2025 belum                         the 2019 greenhouse gas emissions baseline. Although emission
      tercapai penurunan emisi dibandingkan baseline, Perseroan                     reductions relative to the baseline had not yet been achieved
      tetap menunjukkan progres melalui berbagai inisiatif efisiensi                in 2025, the Company has demonstrated progress through
      energi yang terukur. Ke depan, strategi perubahan iklim akan                  various measurable energy efficiency initiatives. Going forward,
      terus difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional,                      the climate change strategy will continue to focus on enhancing
      inovasi teknologi, serta penguatan budaya sadar lingkungan                    operational efficiency, advancing technological innovation, and
      di seluruh lini organisasi. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan              strengthening an environmentally conscious culture across all
      untuk menekan emisi, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan                  levels of the organization. This approach is aimed not only at
      usaha, meningkatkan reputasi perusahaan, serta memenuhi                       reducing emissions, but also at ensuring business sustainability,
      ekspektasi pemangku kepentingan terhadap kinerja lingkungan                   enhancing the Company’s reputation, and meeting stakeholder
      yang bertanggung jawab.                                                       expectations for responsible environmental performance.




                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
  26
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 27
Profil Perusahaan                               Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                      Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




STRATEGI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA                                        OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY STRATEGY
Garuda Indonesia menempatkan kesehatan dan keselamatan                          Garuda Indonesia places occupational health and safety (OHS) as
kerja (K3) sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan                  an integral part of its sustainability strategy, directly influencing
yang secara langsung memengaruhi pengambilan keputusan                          the Company’s decision-making and business direction, in line
dan arah bisnis Perseroan, sejalan dengan prinsip pengungkapan                  with the disclosure principles set out in the IFRS Sustainability
dalam IFRS Sustainability Disclosure Standards. Perseroan                       Disclosure Standards. The Company addresses OHS-related risks
merespons risiko dan peluang terkait K3 melalui penerapan                       and opportunities through the implementation of the Occupational
Occupational Safety, Health & Environment Management System                     Safety, Health & Environment Management System (OSHE-
(OSHE-MS) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan                          MS), which involves both internal and external stakeholders.
internal maupun eksternal. Implementasi ini diperkuat dengan                    This implementation is reinforced by the commitment of top
komitmen manajemen puncak melalui CEO selaku Accountable                        management, with the CEO serving as the Accountable Executive
Executive dalam memastikan kecukupan sumber daya, kepatuhan                     to ensure adequate resources, regulatory compliance, and the
terhadap regulasi, serta penerapan praktik terbaik industri.                    adoption of industry best practices. In addition, compliance with
Selain itu, pemenuhan standar keselamatan global seperti IATA                   global safety standards such as the IATA Operational Safety Audit
Operational Safety Audit (IOSA) serta penguatan keamanan                        (IOSA), as well as the strengthening of cybersecurity through
siber melalui kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara                    collaboration with the National Cyber and Crypto Agency, form
menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko operasional dan                    part of the Company’s strategy to mitigate operational risks
perlindungan aset digital, yang sekaligus membuka peluang                       and safeguard digital assets, while also creating opportunities
peningkatan kepercayaan pelanggan dan daya saing perusahaan.                    to enhance customer trust and the Company’s competitiveness.

Dalam aspek implementasi dan kemajuan, Perseroan secara                         In terms of implementation and progress, the Company
konsisten melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap kinerja                    consistently measures and evaluates its OHS performance
K3 melalui indikator yang terukur, baik secara kuantitatif maupun               using measurable indicators, both quantitative and qualitative.
kualitatif. Upaya tersebut mencakup pencegahan kecelakaan kerja                 These efforts include the prevention of workplace accidents and
dan penyakit akibat kerja, pengendalian dampak lingkungan seperti               occupational illnesses, the control of environmental impacts
emisi dan kebisingan, serta peningkatan budaya keselamatan                      such as emissions and noise, and the strengthening of a safety
melalui pelaporan terbuka tanpa rasa takut (no-blame culture).                  culture through open, no-blame reporting. The establishment
Pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja                     of the Occupational Health and Safety Committee (P2K3) in
(P2K3) berdasarkan ketentuan regulator memperkuat tata kelola                   accordance with regulatory requirements further strengthens
K3 melalui peningkatan partisipasi, komunikasi, dan konsultasi                  OHS governance by enhancing participation, communication,
antara karyawan dan manajemen. Hasil evaluasi kinerja ini menjadi               and consultation between employees and management. The
dasar dalam menilai progres atas rencana yang telah ditetapkan                  results of these performance evaluations serve as the basis for
pada periode sebelumnya, sekaligus menjadi acuan dalam                          assessing progress against plans set in previous periods, while
penyempurnaan strategi ke depan. Dengan demikian, pengelolaan                   also guiding the refinement of future strategies. Accordingly,
K3 tidak hanya berdampak pada perlindungan tenaga kerja, tetapi                 OHS management not only contributes to workforce protection,
juga meningkatkan produktivitas, keandalan operasional, serta                   but also enhances productivity, operational reliability, and the
kualitas layanan kepada penumpang.                                              quality of services provided to passengers.

Perseroan juga senantiasa mempertimbangkan trade-off terkait                    The Company also consistently considers OHS-related trade-
dengan K3. Perseroan menyadari adanya keseimbangan yang perlu                   offs. It recognizes the need to balance investment in OHS with
dikelola antara investasi pada aspek K3 dan efisiensi biaya operasional.        operational cost efficiency. Enhancing safety standards, procuring
Peningkatan standar keselamatan, pengadaan teknologi pendukung,                 supporting technologies, and implementing stricter monitoring
serta implementasi sistem pengawasan yang lebih ketat berpotensi                systems may increase short-term costs. However, these strategic
meningkatkan beban biaya jangka pendek. Namun demikian,                         decisions are made with careful consideration of their long-term
keputusan strategis ini diambil dengan mempertimbangkan manfaat                 benefits, including reduced accident risks, avoidance of potential
jangka panjang berupa penurunan risiko kecelakaan, penghindaran                 financial losses from incidents, protection of the Company’s
potensi kerugian finansial akibat insiden, perlindungan reputasi                reputation, and increased stakeholder trust. Furthermore, there is
perusahaan, serta peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan.                 a trade-off between operational expansion and compliance with
Selain itu, terdapat trade-off antara ekspansi operasional dan                  stringent OHS standards. In this regard, the Company prioritizes
pemenuhan standar K3 yang ketat, di mana Perseroan memilih                      safety and operational sustainability over short-term growth
untuk memprioritaskan keselamatan dan keberlanjutan operasional                 that may pose higher risks.
dibandingkan pertumbuhan jangka pendek yang berisiko.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      27
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 28
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                              Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




      STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN                                             CUSTOMER SATISFACTION STRATEGY
      Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan              Garuda Indonesia is committed to continuously improving service
      standar layanan serta memastikan kepuasan dan pengalaman                standards and ensuring passenger satisfaction and a positive
      terbang bagi penumpang. Untuk tetap relevan dan kompetitif              flying experience. To remain relevant and competitive in today’s
      dalam industri penerbangan saat ini, Perseroan menerapkan 4             aviation industry, the Company has implemented four strategic
      (empat) pilar strategi guna meningkatkan pengalaman terbang             pillars to enhance the customer flying experience, including:
      pelanggan, di antaranya:

      1.   Leveraging Customer Insights for Data-Driven Customer              1.   Leveraging Customer Insights for a Data-Driven Customer
           Experience Strategy                                                     Experience Strategy
           Perseroan menekankan pentingnya analisis data pelanggan                 The Company emphasizes the importance of analyzing
           untuk mengidentifikasi tren, ketidaknyamanan (pain points),             customer data to identify trends, pain points, preferences,
           preferensi, dan ekspektasi pelanggan. Melalui Post-Flights              and customer expectations. Through Post-Flight Surveys, the
           Survey, Perseroan mengumpulkan umpan balik (feedback)                   Company collects direct, real-time feedback from passengers
           secara langsung dan real-time dari penumpang mengenai                   regarding their flying experience with Garuda Indonesia. This
           pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia. Hal ini                    enables the Company to formulate strategies and prioritize
           bertujuan agar Perseroan agar dapat merumuskan strategi                 service improvement programs that align with passenger
           serta prioritas program peningkatan layanan yang selaras                needs.
           dengan kebutuhan penumpang.

      2. Service Products Innovations                                         2. Service Product Innovations
         Garuda terus berupaya meningkatkan pengalaman                           Garuda continues to strive to enhance the passenger
         penumpang selama dengan meluncurkan inovasi-inovasi                     experience by launching strategic innovations in its service
         strategis pada produk layanan. Salah satunya adalah                     offerings. One such initiative is the implementation of the
         dengan implementasi layanan gueridon pada beberapa                      gueridon service on several international routes (AMS,
         rute internasional (AMS, HND, NRT), dengan pramugari                    HND, NRT), where flight attendants prepare and serve
         menyiapkan dan menyajikan makanan langsung kepada                       meals directly to passengers using a cart to provide a more
         penumpang menggunakan cart untuk memberikan                             exclusive and personalized dining experience. The Company
         pengalaman bersantap yang lebih eksklusif dan personal.                 has also improved the quality of food and beverage menus
         Perseroan juga melakukan peningkatan kualitas menu                      (meal improvement) in business and economy classes, using
         makanan dan minuman (meal improvement) pada kelas bisnis                the finest ingredients to serve delicious dishes that reflect
         dan ekonomi, dengan menggunakan bahan-bahan terbaik                     Indonesia’s culinary heritage.
         untuk menyuguhkan hidangan lezat yang mencerminkan
         warisan kuliner Indonesia.

           Selain itu, Garuda Indonesia juga telah meningkatkan layanan            Additionally, Garuda Indonesia has enhanced its in-flight
           sistem hiburan dalam penerbangan (in-flight entertainment)              entertainment system, which now features a rotating content
           yang saat ini akan menampilkan rotasi konten setiap dua                 lineup every two months. Through this initiative, the Company
           bulan. Dengan inisiatif ini Perseroan berkomitmen untuk                 is committed to providing better entertainment content
           menyediakan konten hiburan yang lebih baik sesuai dengan                tailored to customer preferences. The Company has also
           preferensi pelanggan. Perseroan juga melakukan peremajaan               renovated the Garuda Executive Lounges at CGK (Jakarta)
           Garuda Executive Lounge di station CGK (Jakarta) dan DPS                and DPS (Bali) as part of Garuda Indonesia’s commitment
           (Bali) sebagai bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk              to ensuring customer satisfaction and a superior flying
           memastikan kepuasan dan pengalaman terbang pelanggan.                   experience.




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
  28
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 29
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




3. Digital Experience Enhancement                                             3. Digital Experience Enhancement
   Menjawab perkembangan kebutuhan dan perubahan                                 In response to evolving customer needs and changing habits
   kebiasaan pelanggan seiring dengan perubahan zaman,                           as times change, the Company continues to enhance the
   Perseroan juga terus meningkatkan pengalaman pelanggan                        customer experience in the digital realm. One of the digital
   pada aspek digital. Salah satu inovasi layanan digital                        service innovations launched is an update to the Garuda
   yang diluncurkan yaitu pembaharuan sistem website                             Indonesia website system, aimed at providing a better user
   Garuda Indonesia yang bertujuan untuk memberikan user                         interface (UI) and user experience (UX) for passengers
   interface (UI) dan User Experience (UX) yang lebih baik                       wishing to purchase tickets online. Garuda Indonesia has
   pada penumpang yang ingin melakukan pembelian tiket                           also revitalized its self-check-in kiosks to improve process
   secara daring. Garuda Indonesia juga melakukan revitalisasi                   efficiency and reduce check-in wait times, thereby enhancing
   mesin self-checkin kiosk yang bertujuan untuk meningkatkan                    the ground-level customer experience prior to the flight.
   efisiensi proses serta mengurangi waktu antri check-in
   sehingga meningkatkan pengalaman pelanggan di darat
   sebelum penerbangan.

4. Sustainable Service Initiatives                                            4. Sustainable Service Initiatives
   Perseroan konsisten menerapkan praktik ramah lingkungan                       The Company consistently implements eco-friendly practices
   untuk menciptakan pengalaman penerbangan berkelanjutan,                       to create a sustainable flight experience, including the use of
   di antaranya dengan penggunaan alat makan (cutlery) dari                      cutlery made from biodegradable materials on all Economy
   material biodegradable untuk seluruh rute penerbangan                         Class flights and switching from plastic to paper sleeves for
   kelas Economy dan mengganti penggunaan kemasan roti                           bread packaging.
   dari sebelumnya menggunakan plastik menjadi kertas (paper
   sleeve).




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                  29
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 30
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                             Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      POLICY COMMITMENT [GRI 2-23, GRI 2-24]



      Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Garuda Indonesia                In conducting its business activities, Garuda Indonesia consistently
      senantiasa mematuhi berbagai regulasi nasional maupun                  complies with both national and international regulations,
      internasional sebagai bentuk komitmen terhadap praktik                 reflecting its commitment to responsible and sustainable business
      usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kepatuhan              practices. This compliance includes standards and requirements
      tersebut mencakup standar dan ketentuan yang ditetapkan oleh           set by global aviation regulators such as the International Civil
      regulator penerbangan global seperti International Civil Aviation      Aviation Organization (ICAO) and the International Air Transport
      Organization dan International Air Transport Association, serta        Association (IATA), as well as the applicable laws and regulations
      peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.                in Indonesia. Garuda Indonesia consistently complies with various
      Garuda Indonesia senantiasa mematuhi berbagai aturan                   international regulations, including:
      internasional yang meliputi:
      1. ICAO Doc 7192-AN/857, tentang pedoman pelatihan                     1.   ICAO Doc 7192-AN/857, on training guidelines for airport
          personel bandar udara.                                                  personnel.
      2. ICAO Doc 11.3.12, tentang pedoman dan prosedur terkait              2.   ICAO Doc 11.3.12, on guidelines and procedures for flight
          pengelolaan data penerbangan yang meliputi penyimpanan,                 data management, including data storage, collection, and
          pengumpulan, dan penggunaan data.                                       utilization.
      3. ⁠ICAO Doc 9481 dan ICAO Doc 9284, tentang pedoman                   3.   ICAO Doc 9481 and ICAO Doc 9284, on guidelines for the
          pengangkutan barang-barang berbahaya (seperti bahan                     transportation of dangerous goods (such as chemicals,
          kimia, bahan radioaktif, dan bahan beracun lainnya).                    radioactive materials, and other toxic substances).
      4. ICAO Doc 9432, tentang Instruksi Teknis ICAO (International         4.   ICAO Doc 9432, on the ICAO (International Civil Aviation
          Civil Aviation Organization) untuk pengangkutan Barang                  Organization) Technical Instructions for the air transport of
          Berbahaya melalui udara.                                                dangerous goods.
      5. ICAO Doc 10147, tentang pedoman persyaratan kecakapan               5.   ICAO Doc 10147, on language proficiency requirements
          Bahasa yang ditetapkan oleh ICAO untuk komunikasi udara.                established by ICAO for air communication.
      6. Annex 17, 18, 19, tentang pedoman yang mengatur berbagai            6.   Annexes 17, 18, 19, concerning guidelines governing various
          aspek penting didalam penerbangan, diantaranya Security,                important aspects of aviation, including Security, Dangerous
          Dangerous Goods, dan Safety.                                            Goods, and Safety.
      7. Annex 1, tentang pedoman dan standard international untuk           7.   Annex 1, concerning guidelines and international standards
          penerbitan lisensi dan sertifikasi bagi personel penerbangan.           for the issuance of licenses and certification for aviation
                                                                                  personnel.

      Selanjutnya, Garuda Indonesia juga mematuhi berbagai aturan            Furthermore, Garuda Indonesia also complies with various
      nasional yang meliputi:                                                national regulations, including:
      1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang                           1. Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection
         Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;                          and Management;
      2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007                2. Law of the Republic of Indonesia No. 30 of 2007 concerning
         tentang Energi;                                                         Energy;
      3. Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang                       3. Law No. 6 of 2023 concerning the Stipulation of Government
         Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang                  Regulation in Lieu of Law No. 2 of 2022 concerning Job
         Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-                  Creation into Law;
         Undang;
      4. Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan                 4. Law No. 18 of 2008 concerning Waste Management;
         Sampah;
      5. Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang                       5. Law No. 1 of 2009 concerning Aviation;
         Penerbangan;
      6. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang                      6. Government Regulation No. 22 of 2021 concerning
         Penyelenggaraan Perlindungan Lingkungan Hidup;                         the Implementation of Environmental Protection and
                                                                                Management;
      7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 5 Tahun 2021            7. Government Regulation of the Republic of Indonesia No.
         tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko;            5 of 2021 concerning the Implementation of Risk-Based
                                                                                Business Licensing;
      8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2020           8. Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 27
         tentang Pengelolaan Sampah Spesifik;                                   of 2020 concerning Specific Waste Management;
      9. Permenlhk No. P.14/MENLHK/SETJEN/KUM 1.7/2020                       9. Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.14/
         tentang Indeks Standar Pencemaran Udara;                               MENLHK/SETJEN/KUM.1.7/2020 concerning the Air Pollution
                                                                                Standard Index;
                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
  30
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 31
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                     Governance                      Sustainability Performance




10. Permenlhk No. P38/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2019                                   10. Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.38/
    tentang Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Memiliki                              MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2019 concerning Business
    Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;                                               and/or Activity Plans that Require an Environmental Impact
                                                                                       Analysis;
11. Permenlhk No. P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018                                  11. Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.26/
    tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Serta                                     MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 concerning Guidelines for
    Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup dalam Pelaksanaan                             the Preparation, Evaluation, and Examination of Environmental
    Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik;                       Documents in the Implementation of Electronically Integrated
                                                                                       Business Licensing Services;
12. Permenlhk No. P.25/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018                                  12. Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.25/
    tentang Pedoman Penetapan Jenis Rencana Usaha dan/                                 MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 concerning Guidelines
    atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Upaya Pengelolaan                                for Determining Types of Business and/or Activity Plans
    Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan                                   Required to Have Environmental Management and Monitoring
    Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan                                 Efforts, and a Statement of Commitment to Environmental
    dan Pemantauan Lingkungan Hidup;                                                   Management and Monitoring;
13. Permenlhk No. P.23/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018                                  13. Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.23/
    tentang Kriteria Perubahan Usaha dan/atau Kegiatan dan                             MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 concerning Criteria for
    Tata Cara Perubahan Izin Lingkungan;                                               Changes in Business and/or Activity and Procedures for
                                                                                       Amending Environmental Permits;
14. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.                           14. Minister of Environment and Forestry Regulation No. 68 of
    68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik;                               2016 concerning Domestic Wastewater Quality Standards;
15. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No. 5 Tahun 2014                         15. Minister of Environment of the Republic of Indonesia
    tentang Baku Mutu Air Limbah;                                                      Regulation No. 5 of 2014 concerning Wastewater Quality
                                                                                       Standards;
16. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 3 Tahun                          16. Regulation of the Minister of Environment No. 3 of 2008
    2008 tentang Tata Cara Pemberian Simbol dan Label Bahan                            concerning Procedures for the Assignment of Symbols and
    Berbahaya dan Beracun.                                                             Labels for Hazardous and Toxic Substances.
17. Civil Aviation Safety Regulations part 142, tentang                            17. Civil Aviation Safety Regulations part 142, concerning
    standarisasi dan persyaratan organisasi yang menyediakan                           standardization and requirements for organizations providing
    pelatihan bagi personel penerbangan.                                               training for aviation personnel.
18. Civil Aviation Safety Regulations part 61 dan 63 , tentang                     18. Civil Aviation Safety Regulations part 61 and 63, concerning
    sertifikasi dan kualifikasi untuk Pilot dan Instruktur                             certification and qualifications for pilots and flight instructors,
    Penerbangan, serta kru penerbangan lainnya.                                        as well as other flight crew members.
19. Civil Aviation Safety Regulations part 60, tentang pedoman                     19. Civil Aviation Safety Regulations part 60, concerning
    pengaturan Flight Simulation Training Devices (FTSDs)                              guidelines for the regulation of Flight Simulation Training
    dan penggunaan perangkat simulasi penerbangan untuk                                Devices (FTSDs) and the use of flight simulation devices for
    pelatihan personel penerbangan.                                                    the training of aviation personnel.
20. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor                         20. Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of
    38 Tahun 2015, tentang penyelenggaraan Pendidikan dan                              Indonesia Number 38 of 2015, concerning the implementation
    Pelatihan Penerbangan SIpil.                                                       of Civil Aviation Education and Training.
21. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor                         21. Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of
    32 Tahun 2022, tentang penyelenggaraan Keamanan                                    Indonesia Number 32 of 2022, concerning the implementation
    Penerbangan Sipil.                                                                 of Civil Aviation Security.
22. Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor                         22. Decree of the Minister of Transportation of the Republic of
    546 Tahun 2015, tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem                             Indonesia Number 546 of 2015, concerning Guidelines for
    Manajemen Keselamatan Penerbangan.                                                 the Implementation of Aviation Safety Management Systems.

Garuda Indonesia juga senantiasa memastikan bahwa proses                           Garuda Indonesia also ensures that its business processes
bisnis yang dijalankan telah sesuai dengan standar internasional                   comply with international standards, as reflected in the following
yang tercermin dengan telah dimilikinya sertifikasi sebagai                        certifications.
berikut.


                                                                                      Tanggal
                                                                                                            Berlaku
                    Nama Sertifikasi              Regulasi/Standard                  Perolehan                                 Badan Sertifikasi
  No.                                                                                                       Sampai
                Name of Certification             Regulations/Standard                Date of                                   Certification Body
                                                                                                           Valid Until
                                                                                     Acquisition
                                                                                  11 Juni 2021         11 Juni 2026         Kementerian Perhubungan
 1.       Air Operator Certificate              CASR 119
                                                                                  June 11, 2021        June 11, 2026        Ministry of Transportation
          Sistem Manajemen Keselamatan
                                                PP 50 Tahun 2012                                                            Kementerian
          dan Kesehatan Kerja
 2.                                             Government Regulation             2026                 2029                 Ketenagakerjaan
          Occupational Health and Safety
                                                No. 50 of 2012                                                              Ministry of Manpower
          Management System

Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                            31
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 32
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                          Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                                Sustainability Strategy and Policy                       Sustainability Performance Highlights




                                                                                    Tanggal
                                                                                                           Berlaku
                       Nama Sertifikasi          Regulasi/Standard                 Perolehan                                     Badan Sertifikasi
       No.                                                                                                 Sampai
                    Name of Certification        Regulations/Standard               Date of                                         Certification Body
                                                                                                           Valid Until
                                                                                   Acquisition
              IATA Operational Safety Audit                                    22 Januari 2025          30 April 2027
       3.                                       IOSA Standards Manual                                                        IATA
              (IOSA)                                                           January 22, 2025         April 30, 2027
                                                                               17 September             17 September
                                                                               2025                     2026
       4.     IATA CEIV Live Animal             IOSA Standards                                                               IATA
                                                                               September 17,            September 17,
                                                                               2025                     2026
              Anti-Bribery Management                                          8 Maret 2024             7 Maret 2027
       5.                                       ISO 37001:2016                                                               TUV NORD
              System                                                           March 8, 2024            March 7, 2027

              Information Security                                             17 Juli 2025             16 Juli 2028
       6.                                       ISO 27001:2022                                                               TUV SUD
              Management System                                                July 17, 2025            July 16, 2028

                                                Peraturan BPOM Nomor 6
              Pharmaceutical Good
                                                Tahun 2020                     11 April 2025            10 April 2028        Sucofindo
       7.     Distribution
                                                BPOM Regulation No. 6 of       April 11, 2025           April 10, 2028
              Practice (GDP)
                                                2020




      Peraturan dan standar yang relevan tersebut kemudian dijadikan            These relevant regulations and standards are then used as a
      acuan dalam merumuskan kebijakan internal Perusahaan. Setiap              reference in formulating the Company’s internal policies. Each of
      kebijakan internal tersebut senantiasa dilengkapi dengan                  these internal policies is always accompanied by a due diligence
      mekanisme uji tuntas guna memastikan efektivitas penerapannya.            mechanism to ensure their effective implementation. The internal
      Adapun kebijakan internal beserta pelaksanaan uji tuntas yang             policies and due diligence owned by Garuda Indonesia are as
      dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut.                                follows.


                         Kebijakan                                    Uji Tuntas                                        Penanggung Jawab
                           Policy                                    Due Diligence                                        Person in charge
       Kebijakan Tata Kelola Perusahaan             Asesmen Tata Kelola Perusahaan                       Unit Corporate Secretary
       Corporate Governance Policies                Corporate Governance Assessment                      Corporate Secretary Unit
                                                    Efektivitas pengelolaan risiko dievaluasi
       Kebijakan Manajemen Risiko                   secara rutin (per kuartal)                           Unit Enterprise Risk Management
       Risk Management Policy                       Risk management effectiveness is evaluated           Enterprise Risk Management Unit
                                                    regularly (quarterly)
       Kebijakan Sistem Manajemen Anti              SNI ISO 37001:2016 Anti Bribery-
                                                                                                         Unit Corporate Legal & Compliance
       Penyuapan                                    Management System
                                                                                                         Corporate Legal & Compliance Unit
       Anti-Bribery Management System Policy
       Kebijakan Vendor                             SNI ISO 37001:2016 Anti Bribery-                     Unit Business Support & General Affairs
       Vendor Policy                                Management System                                    Business Support & General Affairs Unit
                                                                                                         Unit Corporate Quality, Safety &
                                                                                                         Sustainability
       Safety Policy                                IATA Operational Safety Audit
                                                                                                         Corporate Quality, Safety & Sustainability
                                                                                                         Unit
                                                                                                         Unit Corporate Quality, Safety &
                                                                                                         Sustainability
       Quality Policy                               IATA Operation Safety Audit
                                                                                                         Corporate Quality, Safety & Sustainability
                                                                                                         Unit
                                                                                                         Unit Corporate Quality, Safety &
                                                    IATA Operation Safety Audit                          Sustainability
       Security Policy
                                                                                                         Corporate Quality, Safety & Sustainability
                                                                                                         Unit
                                                                                                         Unit Corporate Quality, Safety &
                                                    IATA Operation Safety Audit                          Sustainability
       OSH&E Policy
                                                                                                         Corporate Quality, Safety & Sustainability
                                                                                                         Unit
       Kebijakan Respectful Workplace (RWP)         Survei Kepuasan Karyawan                             Unit Human Capital Management
       Respectful Workplace (RWP) Policy            Employee Satisfaction Survey                         Human Capital Management Unit
       Kebijakan Career Management                  Survei Kepuasan Karyawan                             Unit Human Capital Management
       Career Management Policy                     Employee Satisfaction Survey                         Human Capital Management Unit
       Kebijakan Equal Employment Opportunity       Survei Kepuasan Karyawan                             Unit Human Capital Management
       Equal Employment Opportunity Policy          Employee Satisfaction Survey                         Human Capital Management Unit




                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
  32
                                                                                                                              PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 33
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




Selain memiliki mekanisme uji tuntas, Garuda Indonesia juga                   In addition to having a due diligence mechanism, Garuda Indonesia
menerapkan prinsip kehati-hatian sebagai wujud komitmen                       also applies the precautionary principle as a demonstration of
dalam mengambil langkah pencegahan dan mitigasi terhadap                      its commitment to preventing and mitigating potential negative
potensi dampak negatif yang timbul dari aktivitas operasional                 impacts arising from the Company’s operational activities. If
Perseroan. Apabila terjadi kondisi kerja yang tidak aman,                     employees encounter unsafe working conditions, they are
karyawan dapat menyampaikan laporan melalui sistem                            encouraged to report them through the Integrated Electronic
Integrated Electronic Safety Database (IESD) maupun melalui                   Safety Database (IESD) system or the Hazard Reporting Form
Form Pelaporan Bahaya yang telah disediakan Perseroan. Laporan                provided by the Company. These reports are then followed up
tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Corporate                 by the Corporate Quality, Safety & Sustainability Unit and other
Quality, Safety & Sustainability bersama departemen terkait                   relevant departments. According to the Stop Working Authority
lainnya. Selain itu, karyawan didorong untuk meninggalkan atau                policy, employees are also encouraged to stop or leave work if
menghentikan pekerjaan sesuai dengan kebijakan Stop Working                   they believe the activity poses a safety risk.
Authority apabila menilai bahwa aktivitas yang dilakukan
berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Terkait dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia telah                  Respect for human rights is enshrined in the Respectful Workplace
tertuang dalam Respectful Workplace Policy yang tertuang dalam                Policy contained in JKTDZ/SKEP/50132/2024 dated July 24,
Surat Keputusan JKDZ/SKEP/50132/2024 pada tanggal 24 Juli                     2024. The policy states that all operational activities of Garuda
2024. Dalam kebijakan tersebut menyatakan bahwa seluruh                       Indonesia shall always apply the following principles: No
aktivitas operasional Garuda Indonesia senantiasa menerapkan                  Discrimination, No Bullying, No Harassment, No Violence, and
prinsip-prinsip No Discrimination, No Bullying, No Harrasment, No             Equality. In its effort to uphold its commitment to human rights,
Violence, dan Equality. Dalam upaya untuk mewujudkan komitmen                 Garuda Indonesia integrates human rights principles into various
terhadap penghormatan hak asasi manusia, Garuda Indonesia                     company policies, covering governance, employment, health,
mengintegrasikan prinsip-prinsip HAM ke dalam berbagai kebijakan              safety, security, and consumer protection.
perusahaan yang mencakup aspek tata kelola, ketenagakerjaan,
kesehatan, keselamatan, keamanan, serta perlindungan konsumen.

Garuda Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap segala                   Garuda Indonesia does not tolerate any form of discrimination,
bentuk diskriminasi, perundungan, pelecehan, maupun kekerasan                 bullying, harassment, or violence committed by employees
yang dilakukan oleh Insan Garuda Indonesia. Setiap Insan Garuda               of Garuda Indonesia. All employees of Garuda Indonesia who
Indonesia yang mengalami, menyaksikan, mendengar, dan/atau                    experience, witness, hear, or become aware of any acts or
mengetahui adanya tindakan atau dugaan Pelanggaran RWP                        suspected acts of RWP violations are required to report them
wajib melaporkannya melalui sistem Penanganan Pengaduan                       through the Whistleblowing System. The Company provides
Dugaan Pelanggaran (Whistleblowing System). Perseroan                         protection and confidentiality for whistleblowers.
menjamin perlindungan serta kerahasiaan identitas pelapor.

Adapun dalam kategori hak konsumen dan masyarakat,                            In the category of consumer and community rights, the Company
Perusahaan memiliki Customer Care Policy menjadi pedoman                      has a Customer Care Policy that serves as a guideline for
dalam memberikan layanan yang aman, andal, serta menghormati                  providing safe, reliable services while respecting customers’
hak pelanggan atas informasi dan penanganan keluhan. Secara                   rights to information and complaint handling. Overall, these
keseluruhan, kebijakan-kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh                policies apply to all of the Company’s operational activities and
aktivitas operasional Perusahaan serta menjadi rujukan dalam                  serve as a reference in relationships with business partners,
hubungan dengan mitra usaha, sehingga penghormatan terhadap                   resulting in respect for human rights is fully integrated into
hak asasi manusia terintegrasi secara menyeluruh dalam sistem                 the Company’s management system and corporate culture. As
manajemen dan budaya kerja Perusahaan. Sebagai bentuk komitmen                a demonstration of its commitment to upholding human rights
dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia di seluruh aktivitas                across all operational activities, the Company was not involved in
operasional, sepanjang tahun 2025 Perseroan tidak terlibat dalam              any incidents related to human rights violations throughout 2025.
insiden yang berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia.

Berbagai kebijakan yang dimiliki telah ditandatangani oleh Direksi            Applied policies have been signed by the Board of Directors
dan berlaku untuk seluruh karyawan. Kebijakan internal Garuda                 and effective to all employees. Garuda Indonesia's internal
Indonesia telah disosialisasikan melalui website resmi Garuda                 policies have been disseminated through the official website
Indonesia yaitu www.garuda-Indonesia.com. Namun demikian,                     of Garuda Indonesia, www.Garuda-Indonesia.com. However,
masih terdapat beberapa kebijakan yang belum diunggah ke dalam                there are still some policies that have not been uploaded to
website resmi Garuda Indonesia dikarenakan lingkup kebijakan                  the official website of Garuda Indonesia due to the internal
yang bersifat internal. Untuk kebijakan yang tidak diunggah,                  nature of their scope. For policies that are not uploaded, they
disosialisasikan kepada karyawan melalui Document Management                  are communicated to employees through the Garuda Indonesia
System Garuda Indonesia (DMSGA). Khusus untuk sosialisasi                     Document Management System (DMSGA). Policies for business
kebijakan bagi mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya, juga            partners and other stakeholders are disseminated through the
disosialiasikan melalui website Garuda Indonesia serta pertemuan              Garuda Indonesia website, such as meetings with business
dengan mitra bisnis serta melalui dokumen kontrak kerja.                      partners and contractual documents.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                  33
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 34
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                              Sustainability Strategy and Policy                          Sustainability Performance Highlights




      Kebijakan internal yang dimiliki oleh Garuda Indonesia digunakan        The internal policies owned by Garuda Indonesia serve as the
      sebagai landasan dalam Standar Operasional Prosedur                     foundation for the Standard Operating Procedures (SOP),
      (SOP) yang telah terintegrasi dengan strategi perusahaan                which are integrated with the company's strategy and act as
      yang merupakan pedoman bagi seluruh karyawan Garuda                     guidelines for all Garuda Indonesia employees in conducting
      Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Dalam              their operational activities In optimizing the implementation of
      mengoptimalkan penerapan kebijakan internal, Garuda Indonesia           internal policies, Garuda Indonesia has provided trainings to all
      telah memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan di                   employees, these include Anti-Bribery Management System
      antaranya pelatihan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP),             (ABMS) training, leadership training (structural level), culture
      pelatihan terkait leadership (struktural level), culture (termasuk      (including diversity), compliance (all employees), data protection
      diversity), compliance (semua pegawai), data protection (Semua          (all employees), and inclusivity (women's development).
      pegawai), dan inclusivity (women development).

      Dalam mengoptimalkan penerapan kebijakan internal, Garuda               In optimizing the implementation of internal policies, Garuda
      Indonesia telah memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan            Indonesia has conducted 4,194 training sessions for all employees,
      dengan total pelatihan 4.194 pelatihan yang diikuti 22.157 peserta      with a total of 22,157 participants and 678,902 training hours.
      dari Internal perusahaan dengan total jumlah pelatihan 678.902          The following is detailed information about the training program
      Jam. Berikut adalah informasi detail tentang Program training           of the Company:
      dari yaitu :


                         Program Pelatihan                 Total Jumlah Pelatihan             Total Jumlah Peserta                  Total Jam Pelatihan
        No.
                           Training Program                      Total Training                       Total Participants             Total Training Hours
         1.    Pilot                                                                 2.257                            8.233                             111.463
         2     Flight Attendant                                                        715                            9.877                            488.070
         3     FOO & Ground Support                                                   696                             1.026                              23.427
         4     Maintenance and Engineering                                              28                                 408                            7.304
         5     Airline Business                                                       353                             1.620                              18.219
         6     Management and Development Training                                     145                                 993                           30.419
               TOTAL                                                                4.194                            22.157                          678.902


      Informasi pelatihan dan pengembangan kompetensi lainnya                 The Training and Competency Development section of this
      disampaikan pada bagian Pelatihan dan Pengembangan                      Sustainability Report provides information on other training
      Kompetensi pada Laporan Keberlanjutan ini.                              and competency development.




      PROSES UNTUK MEMULIHKAN DAMPAK NEGATIF [GRI 2-25]
      PROCESSES TO REMEDIATE NEGATIVE IMPACTS [GRI 2-25]



      Garuda Indonesia memiliki komitmen untuk memberikan                     Garuda Indonesia is committed to positively impacting the
      dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui aktivitas         environment and society through its operational activities.
      operasionalnya. namun demikian, aktivitas operasional Garuda            However, its operations are not without potential negative
      Indonesia tidak terlepas dari adanya potensi dampak negatif             impacts, including air pollution. Garuda Indonesia's efforts to
      berupa timbulnya polusi udara. Upaya Garuda Indonesia dalam             mitigate potential negative impacts include switching from
      memtigasi potensi dampak negatif yaitu dengan mengganti                 environmentally harmful fuels to Sustainable Aviation Fuels
      bahan bakar yang tidak ramah lingkungan menjadi menggunakan             (SAF), implementing carbon offset programs through mileage
      Sustainable Aviation Fuels (SAF), mengadakan program carbon             exchanges, corporate social and environmental responsibility
      offset melalui penukaran, mileage pelanggan maupun melalui              programs, and participating in the purchase of Greenhouse Gas
      program tanggung jawab sosial dan lingkungan, dan ikut serta            Emission Reduction Certificates (SPE-GRK) on the Indonesia
      dalam pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca             Carbon Exchange.
      (SPE GRK) di Bursa Karbon Indonesia.



                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
  34
                                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 35
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




Garuda Indonesia juga telah menyediakan saluran pengaduan                     Garuda Indonesia also provides complaint channels for affected
bagi pihak terdampak atas aktivitas operasional Garuda Indonesia.             parties regarding its operational activities. There are 8 (eight)
Garuda Indonesia menyediakan 8 (delapan) saluran pengaduan                    complaint channels to accommodate aspirations, complaints,
untuk menampung aspirasi, pengaduan, pencarian informasi,                     and information inquiries, namely email, telephone service,
yaitu e-mail, layanan telfon, media sosial, whatsapp, live chat,              social media, WhatsApp, live chats, customer feedback forms,
customer feedback form, eksternal (LAPOR Kemenhub, BPKN,                      external channels (LAPOR Kemenhub, BPKN, YLKI), and direct
YLKI), pelaporan di kantor penjualan Garuda Indonesia.                        reports to Garuda Indonesia sales offices.

Garuda Indonesia melibatkan Divisi Ground Service, In-flight                  Garuda Indonesia involves the Ground Service Division, In-flight
Service, Cabin Crew Management, Legal dan Corporate Secretary                 Service, Cabin Crew Management, and Legal and Corporate
dalam merancang, meninjau, melaksanakan, dan meningkatkan                     Secretary in designing, reviewing, implementing, and improving
kualitas mekanisme pengaduan.                                                 the quality of the complaint mechanisms.

Mekanisme penanganan pengaduan senantiasa dievaluasi                          The complaint handling mechanism is regularly evaluated
secara berkala melalui monitoring harian, pelaporan kinerja                   through daily monitoring and weekly and monthly performance
mingguan dan bulanan, selain itu penanganan pengaduan diukur                  reporting which then would be measured using case completion
menggunakan case completion rate, CSI & NPS. Diluar evaluasi                  rate, CSI, and NPS. Additionally, the customer care unit will hold
dan monitoring rutin, unit customer care akan mengadakan rapat                coordination meetings with relevant units to expedite complaint
koordinasi penyelesaian pengaduan dengan unit terkait untuk                   resolution.
percepatan penyelesaian.

Potensi dampak negatif lainnya yaitu terkait dengan potensi                   Another potential negative impact is the risk of workplace
terjadinya kecelakaan kerja. upaya Garuda Indonesia dalam                     accidents. To prevent health and safety risks in the workplace,
mencegah potensi terjadinya dampak kesehatan dan keselamatan                  the company has established the Occupational Safety and
kerja yaitu dengan membentuk Panitia Pembina Keselamatan                      Health Advisory Committee (P2K3), which is responsible for
dan Kesehatan Kerja (P2K3) sebagai penanggung jawab di                        OHS sector. The establishment of P2K3 is regulated in the
bidang K3. Keberadaan P2K3 diatur dalam Penetapan Keputusan                   Decree of the Head of Manpower and Transmigration Office
Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi Provinsi Banten                          of the Banten Province No. 560/1507-DTKT/BINWAS/P2K3/
Nomor:566/2289-DTKT/BINWAS/P2K3/IX/2024 tentang                               VII/2019 on the Establishment of the Occupational Safety and
Penetapan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja di                  Health Advisory Committee at PT Garuda Indonesia (Persero)
Perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Garuda Indonesia                Tbk. Garuda Indonesia has also prepared for and responded to
juga telah mempersiapkan dan merespons keadaan darurat                        emergency situations such as aviation accidents, bomb threats,
berupa kecelakaan penerbangan, ancaman bom, pembajakan,                       hijackings, kidnappings, war/civil unrest, pandemics, and natural
penculikan, perang/kekacauan sipil, pandemik, dan bencana                     disasters/fires that may impact its flight operations.
alam/kebakaran yang dapat berpengaruh terhadap operasional
penerbangan Garuda Indonesia.

Dalam hal terjadi insiden kecelakaan kerja, Garuda Indonesia                  In the event of a workplace accident, Garuda Indonesia implements
memiliki upaya remediasi yaitu melalui pelaporan kepada                       remedial measures, including reporting the incident to the
internal unit yang membidangi fasilitas kesehatan, unit yang                  internal units responsible for healthcare facilities, quality and
membidangi quality & safety serta Unit Human Capital berkaitan                safety, and Human Capital unit, particularly regarding workers’
dengan klaim asuransi kecelakaan kerja serta menerbitkan dan                  compensation claims, as well as issuing and publishing safety
mempublikasikan safety information terkait dengan situational                 information related to situational awareness, sharing lessons
awareness, menyampaikan sebagai lesson learn pada setiap                      learned during training sessions, and others.
akitivitas training dan sebagainya.

Garuda Indonesia juga telah memberikan pelatihan terkait K3                   Garuda Indonesia has also provided occupational health and
kepada karyawan Perseroan untuk mewujudkan kecelakaan kerja                   safety (OHS) training to its employees to achieve zero workplace
nihil dan tidak adanya penyakit akibat kerja. Sepanjang tahun                 accidents and prevent work-related illnesses. Throughout
2025, kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perseroan                  2025, the Company’s Occupational Safety and Health (OSH)
menunjukkan hasil yang positif dan berada di bawah target yang                performance showed positive results and remained below the
telah ditetapkan. di mana target Lost Time Injury Frequency Rate              set targets. The Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) target
(LTIFR) ditetapkan sebesar 3,0 per satu juta jam kerja, dengan                was set at 3.0 per million working hours, with an actual rate of
realisasi sebesar 0,48. Sementara itu, target Lost Time Injury                0.48. Meanwhile, the target for the Lost Time Injury Severity
Severity Rate (LTISR) ditetapkan sebesar 50,0 dengan realisasi                Rate (LTISR) was set at 50.0, with an actual rate of 14.83. On the
sebesar 14,83, Di sisi lain, Perseroan tidak menerima laporan                 other hand, the Company received no reports of work-related
adanya penyakit akibat kerja sepanjang tahun 2025.                            illnesses throughout 2025.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                  35
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 36
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                                              Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




      MEKANISME KONSULTASI DAN
      PENYAMPAIAN MASUKAN [GRI 2-26]
      CONSULTATION AND FEEDBACK MECHANISM [GRI 2-26]



      Dalam membuat dan mengembangkan kebijakan, Perseroan                    In formulating and developing policies, the Company involves
      melibatkan seluruh pemangku kepentingan internal sesuai                 all internal stakeholders in accordance with the relevant policies
      dengan kebijakan yang relevan pada unit kerja. Perseroan juga           of each business unit. The Company also involves external
      melibatkan pemangku kepentingan eksternal melalui konsultasi            stakeholders through consultations with other state-owned
      dengan BUMN lain, KPK, PT Danantara, Kementerian BUMN, OJK,             enterprises, the Corruption Eradication Commission (KPK), PT
      IDX, dan Kementerian Investasi.                                         Danantara, the Ministry of State-Owned Enterprises, the Financial
                                                                              Services Authority (OJK), the Indonesia Stock Exchange (IDX),
                                                                              and the Ministry of Investment.

      Garuda Indonesia menyediakan berbagai mekanisme untuk                   Garuda Indonesia provides various mechanisms for passengers,
      penumpang, calon penumpang, karyawan, mitra usaha,                      prospective passengers, employees, business partners, and other
      serta pemangku kepentingan lainnya, untuk menyampaikan                  stakeholders to submit feedback or raise concerns regarding the
      masukan maupun perhatian terkait penerapan kebijakan dan                implementation of policies and responsible business practices.
      praktik perilaku bisnis yang bertanggung jawab. Mekanisme               This mechanism serves as a channel for stakeholders to provide
      ini menjadi sarana bagi para pemangku kepentingan untuk                 feedback on the Company’s policies, as well as to raise concerns
      memberikan umpan balik atas kebijakan perusahaan, sekaligus             related to business conduct, ethics, and sustainability matters.
      menyampaikan perhatian terhadap isu-isu yang berkaitan                  Through this mechanism, the Company ensures that every policy
      dengan perilaku bisnis, etika, maupun aspek keberlanjutan.              implemented undergoes a comprehensive review, takes into
      Melalui mekanisme tersebut, Perseroan memastikan bahwa                  account input from stakeholders, and supports responsible and
      setiap kebijakan yang diterapkan telah melalui proses kajian            sustainable business practices.
      yang komprehensif, mempertimbangkan berbagai masukan
      dari pemangku kepentingan, serta mendukung praktik bisnis
      yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

      Selain itu, Garuda Indonesia juga menyediakan berbagai                  In addition, Garuda Indonesia provides various communication
      saluran komunikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat              channels that can be used by the public and stakeholders
      maupun pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi,                 to obtain information, ask questions, and submit complaints
      menyampaikan pertanyaan, serta mengajukan pengaduan                     related to the Company’s services or operations. These include
      terkait layanan maupun operasional perusahaan, antara lain              the Garuda Indonesia Contact Center at 021 2351 9999, which
      melalui layanan Contact Center Garuda Indonesia di nomor 021            is accessible 24 hours a day for customers to obtain flight
      2351 9999 yang dapat diakses 24 jam oleh pelanggan untuk                information, customer service assistance, or to submit complaints
      memperoleh informasi penerbangan, layanan pelanggan, maupun             and feedback. Furthermore, the Company provides a reporting
      menyampaikan keluhan dan masukan. Di samping itu, Perseroan             mechanism through the Whistleblowing System (WBS), which
      menyediakan mekanisme pelaporan melalui sistem Whistleblowing           can be used by employees and other stakeholders to report
      System (WBS) yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan maupun               suspected violations of the code of ethics, company regulations,
      pemangku kepentingan lainnya untuk melaporkan dugaan                    or indications of fraudulent activity. All reports received through
      pelanggaran terhadap kode etik, peraturan perusahaan, maupun            this mechanism are followed up by the internal oversight function
      indikasi tindakan kecurangan. Setiap laporan yang diterima melalui      and communicated to management in accordance with applicable
      mekanisme tersebut ditindaklanjuti oleh fungsi pengawasan internal      procedures, while ensuring the confidentiality of the reporter’s
      dan dikomunikasikan kepada manajemen sesuai dengan prosedur             identity and providing protection for whistleblowers. To enhance
      yang berlaku, dengan tetap menjamin kerahasiaan identitas serta         the effectiveness of the WBS, the Company continuously
      perlindungan bagi pelapor. Untuk meningkatkan efektivitas               implements various dissemination methods to increase
      penerapan WBS, Perseroan secara berkelanjutan melakukan                 understanding and awareness among all individuals, including
      berbagai metode sosialisasi guna meningkatkan pemahaman dan             employees and external parties collaborating with the Company.
      kesadaran setiap individu, baik karyawan maupun pihak eksternal         These efforts are implemented by refining internal regulations
      yang bekerja sama dengan Perseroan. Upaya ini dilakukan melalui         and policies and ensuring that the available WBS reporting
      penyempurnaan ketentuan peraturan dan kebijakan internal serta          channels are adequate and can be used optimally. All feedback,
      memastikan bahwa saluran pelaporan WBS yang tersedia telah              complaints, and reports received through these channels are
      memadai dan dapat digunakan secara optimal. Setiap masukan,             analyzed and followed up by the relevant units and reported to
      keluhan, maupun laporan yang diterima melalui berbagai                  management as part of the process for policy evaluation, service
      saluran tersebut dianalisis dan ditindaklanjuti oleh unit terkait,      quality improvement, and strengthening the management of
      serta dilaporkan kepada manajemen sebagai bagian dari proses            environmental, social, and governance (ESG) issues.
      evaluasi kebijakan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan
      pengelolaan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
  36
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 37
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                Tata Kelola        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors     Governance       Sustainability Performance




                                                                                IKHTISAR KINERJA
                                                                              KEBERLANJUTAN [OJK B]
                                                                               SUSTAINABILITY PERFORMANCE
                                                                                            HIGHLIGHTS [OJK B]




Sustainability Report 2025
                                                                                                                        37
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 38
                                      Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan       Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
01.                                     Sustainability Strategy and Policy    Sustainability Performance Highlights




      IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN [OJK B]
      SUSTAINABILITY PERFORMANCE HIGHLIGHTS [OJK B]




                                     Peringkat ASRRAT
                                         ASRRAT Rating


               2025                                                          2024
       93,68%                                                            92,02%
           PLATINUM                                                          GOLD




                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
  38
                                                                                PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 39
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                     Governance                         Sustainability Performance




                             KINERJA ASPEK EKONOMI [OJK B.1, TR-AL- 000.A, TR-
                                AL-000.B, TR-AL-000.C, TR-AL-000.D, TR-AL-000.E, TR-AL-000.F, TR-
                                                                                                                    AF-000.A, TR-AF-000.B]
                                                           ECONOMIC PERFORMANCE [OJK B.1, TR-AL- 000.A, TR-AL-000.B, TR-
                                                              AL-000.C,TR-AL-000.D, TR-AL-000.E, TR-AL-000.F, TR-AF-000.A, TR-AF-000.B]


               Uraian                       Satuan                                2025                   2024                            2023
              Description                     Unit

 Kuantitas Produk Garuda
 Indonesia Group                    Kegiatan Usaha
                                                                                               9                        9                                    9
 Product Quantity Garuda            Business Activities
 Indonesia Group
 Jumlah Penumpang Garuda
                                    Dalam Juta
 Indonesia Group
                                    Penumpang                                                21,2                    23,7                                20,0
 Number of Passengers Garuda
                                    In Million Passengers
 Inonesia Group
 Available seat kilometres
                                    Dalam Miliar Rupiah
 (ASK) Garuda Indonesia                                                                     38,9                    39,6                                 32,8
                                    In Billion Rupiah
 Group
 Seat load factor Garuda
                                    %                                                       79,7                     78,9                                72,4
 Indonesia Group
 Cargo Load Factor (CLF)
                                    %                                                       39,6                     37,3                                 31,4
 Garuda Indonesia Group
 Revenue passenger kilometres Dalam Miliar USD
                                                                                            31,0                     31,3                                24,6
 (RPK) Garuda Indonesia Group In Billion USD
 Available Tonne Kilometers
                                    Dalam Miliar Rupiah
 Cargo (ATK) Garuda Indonesia                                                             1.136,5                  1.213,7                             989,0
                                    In Billion Rupiah
 Group
 Revenue Tonne Kilometers
                                    Dalam Miliar Rupiah
 Cargo (RTK) Garuda Indonesia                                                              449,7                    452,7                               310,3
                                    In Billion Rupiah
 Group
                                    Jumlah penerbangan
 Number of departures Garuda        (ref. RP)
                                                                                         147.648                  163.269                           145.500
 Indonesia Group                    Number of flights
                                    (ref. RP)
 Average age of fleet
                                    Tahun
   Garuda Indonesia                                                                         13,5                     12,9                                 11,8
                                    Year
                                    Tahun
   Citilink                                                                                 13,2                      11,9                               10,9
                                    Year
 Total Fleet                                                                                 142
                                    Armada
   Garuda Indonesia                                                                           78                       73                                   71
                                    Fleet
                                    Armada
   Citilink                                                                                   64                      66                                   66
                                    Fleet
                                                                      119 (jumlah penerbangan
                                                                                                                             2 (recycle in-flight material &
                                                                     menggunakan Sustainable
 Produk ramah lingkungan            Unit produk                                                     6 (recycle in-flight                   uji coba bioavtur)
                                                                                 Aviation Fuel)
 Eco-friendly products              Product Unit                                                              material)        2 (recycle in-flight material
                                                                        119 (total flights using
                                                                                                                                          and bioavtur trial)
                                                                    Sustainable Aviation Fuel)
 Pendapatan Usaha                   Dalam Jutaan USD
                                                                                         3.216,6                  3.416,5                            2.936,6
 Operating Revenue                  In Million USD
 Laba/Rugi bersih Tahun
 Berjalan                           Dalam Jutaan USD
                                                                                         (319,4)                   (69,8)                              252,0
 Net Profit/Loss for the Current    In Million USD
 Year
 Pelibatan pemasok lokal                                                                                    121 dari 176                        125 dari 165
 (barang dan jasa                   Perusahaan/ mitra                      103 dari 142 (72,54%)              (68,75%)                             (75,75%)
 Involvement of Local (Products     Companies/Partners                       103 of 142 (72.54%)              121 of 176                          125 of 165
 and Services) Suppliers                                                                                      (68,75%)                             (75,75%)




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                              39
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 40
                                                                                     Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
02.                                                                                    Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP [OJK B.2]
      ENVIRONMENTAL PERFORMANCE [OJK B.2]



                                    Uraian                                              Satuan                      2025               2024                   2023
                                 Description                                               Unit

       Penggunaan Listrik
                                                                               Gigajoule                                    55.562,5      56.743,5                25.578,2*
       Electricity Consumption
       Penggunaan BBM
       Oil Fuel Consumption
            Avtur
                                                                               Gigajoule                              39.558.232        35.765.437               27.365.741
            Jet fuel
            Solar
                                                                               Gigajoule                                     3.251,4       2.508,0                   1.038,4
            Diesel
            Bensin
                                                                               Gigajoule                                    79.182,7    105.635,0                   77.733,4
            Gasoline
       Penggunaan Air (area Kantor Pusat Garuda City
       Centre)                                                                 Meter kubik
                                                                                                                             47.367        46.472                    20.464
       Water Consumption (Head Office of Garuda City                           Cubic Meter
       Centre)
       Pengurangan limbah elektronik, AC bekas, baterai/
       accu bekas, lampu                                                       Ton
                                                                                                                                 3,1              -                    1.556
       Reduction of electronics, used AC, used battery, and                    Tons
       lamp wastes
       Air Limbah dari Kantor Pusat
                                                                               m3                                            37.894        37.398                 13.932,16
       Wastewater from Head Office
       Pengurangan efluen
                                                                               m3                                                  -              -                         -
       Effluent reduction
       Emisi GRK Cakupan 1
                                                                               Ton CO2-eq                             2.834.141,4      2.564.735,4               1.962.114,2
       GHG Emission of Scope 1
       Emisi GRK Cakupan 2
                                                                               Ton CO2-eq                                   14.415,4       9.457,3                   6.636,1
       GHG Emission of Scope 2
       Emisi GRK Cakupan 3
                                                                               Ton CO2-eq                                    1.016,5        1.164,2                    272,5
       GHG Emission of Scope 3
       Pengurangan emisi yang dihasilkan pada Program
       Fuel Conservation
                                                                               kgCO2                                    1.805.846                 -               4.943.422
       Reduction of produced emissions from the Fuel
       Conservation Program
       Pelestarian keanekaragaman hayati                                       Batang pohon
                                                                                                                              2.000           7.800                   6.059
       Biodiversity conservation                                               Trees
       Repatriasi Tumbuhan dan Satwa Liar                                      Tumbuhan/ Satwa Liar
                                                                                                                             83.749           2.450                         -
       Repatriation of Plants and Wildlife                                     Plants/Wildlife
       Keterangan:
       *) Penggunaan listrik 2023 hanya berasal dari Kantor Pusat Garuda City Centre
       Description:
       *) Electricity consumption in 2023 was solely from the Garuda City Centre Headquarters



      PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI                                                             BIODIVERSITY CONSERVATION
      Sebagai bagian dari wujud komitmen terhadap upaya pelestarian                                 As part of its commitment to biodiversity conservation, Garuda
      keanekaragaman hayati, Garuda Indonesia turut ambil bagian                                    Indonesia participates in a collaborative Mangrove Planting
      dalam program kolaborasi Penanaman Mangrove yang                                              program carried out together with several state-owned
      direalisasikan bersama sejumlah BUMN. Program yang diinisiasi                                 enterprises (SOEs). The program, initiated in December 2025,
      sejak Desember 2025 tersebut berhasil menambah luas area                                      successfully expanded the coastal green area in the Raja Ampat
      hijau pesisir di wilayah Raja Ampat hingga 400 meter persegi.                                 region by up to 400 square meters.

      Bersama program tersebut, upaya kolaboratif juga diwujudkan dalam                             Alongside this program, collaborative efforts are also carried
      program Rehabilitasi Terumbu Karang, yang hingga akhir tahun                                  out through the Coral Reef Rehabilitation program, which by
      2025 berhasil memulihkan area terumbu karang seluas 225 meter                                 the end of 2025 successfully restored 225 square meters of
      persegi di wilayah Raja Ampat. Tak hanya bertujuan memulihkan                                 coral reef in the Raja Ampat region. In addition to restoring the
      alam dari kerusakan, kedua program tersebut juga diharapkan                                   environment from damage, both programs are also expected to
      mampu mendukung keberlanjutan biota perairan dan pariwisata—                                  support the sustainability of marine life and tourism, creating
      yang mampu menjadi atraksi bagi wisatawan sekaligus menekan                                   attractions for visitors while helping to reduce the risk of erosion
      potensi abrasi di salah satu destinasi wisata super prioritas tersebut.                       in this super-priority tourist destination.
                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
  40
                                                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 41
Profil Perusahaan                                       Penjelasan Direksi                                  Tata Kelola                         Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                              Explanation from the Board of Directors                       Governance                        Sustainability Performance




                                                                              KINERJA ASPEK SOSIAL [OJK B.3]
                                                                                                              SOCIAL PERFORMANCE [OJK B.3]




Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Perseroan                                      In conducting its operational activities, the Company consistently
senantiasa berupaya memberikan dampak positif kepada                                       strives to create a positive impact for its stakeholders. The positive
pemangku kepentingannya. Dampak positif yang diberikan                                     impact on the community is achieved through the Company’s
kepada masyarakat yaitu dilakukan melalui berbagai aktivitas                               various social and environmental responsibility activities.
tanggung jawab sosial dan lingkungan Perseroan. Selain itu,                                Furthermore, the Company consistently provides a positive
Perseroan senantiasa memberikan dampak positif karyawan                                    impact on employees by offering opportunities to develop their
berupa kesempatan dalam mengembangkan kompetensinya.                                       competencies.


                                 Uraian                                             Satuan                 2025               2024                     2023
                              Description                                               Unit

 Pengelolaan Sumber Daya Manusia
 Human Capital Management
 Rata-Rata Jam Pelatihan Pegawai                                              Jam/Pegawai
                                                                                                                    20                  19                         16
 Average Employee Training Hours                                              Hours/Employee
 Biaya Pengembangan Kompetensi Per Tahun                                      Dalam USD
                                                                                                            10.875.845            8.241.159               6.715.333
 Annual Competency Development Costs                                          In USD
 Biaya Pengembangan Kompetensi Per Pegawai                                    Dalam USD
                                                                                                               490,85                  385                       263
 Employee Competency Development Cost                                         In USD
                                                                              Skala Likert
 Employee Engagement                                                                                                83                  86                         82
                                                                              Likert Scale
                                                                              Skala Likert
 Employee Satisfaction                                                                                              73                  73                         72
                                                                              Likert Scale
 Pengelolaan Pelanggan
 Customer Management
 Indeks Kepuasan Pelanggan                                                    Skala Likert
                                                                                                                  83,9                 84,1                     84,0
 Customer Satisfaction Index                                                  Likert Scale
 Net Promotor Score                                                           %                                   54,7                65,2                       74,5
 Pengelolaan Masyarakat
 Community Management
 Pengeluaran untuk masyarakat (CSR)                                           Dalam USD
                                                                                                              256.397              931.107                 366.649
 Community Expenditure (CSR)                                                  In USD
 Keterangan:
 *)Konversi dari Rupiah ke USD merujuk APBN 2024, kurs 1USD = Rp16.000
 Description:
 *)Conversion from Rupiah to USD according to APBN 2024, 1 USD = IDR 16,000


Namun demikian, aktivitas operasional Garuda Indonesia tidak                               Regardless, Garuda Indonesia’s operational activities are not
terlepas dari terjadinya dampak negatif berupa adanya potensi                              without negative impacts, including the potential occurrence
timbulnya kecelakaan kerja. Upaya mitigasi yang dilakukan                                  of workplace accidents. Mitigation efforts include reporting
yaitu dengan melakukan pelaporan kepada internal unit yang                                 incidents to the internal units responsible for health services, the
membidangi fasilitas Kesehatan, unit yang membidangi quality &                             Quality & Safety unit, and the Human Capital unit for workplace
safety serta Unit Human Capital berkaitan dengan klaim asuransi                            accident insurance claims, as well as issuing and publishing safety
kecelakaan kerja serta menerbitkan dan mempublikasikan safety                              information on situational awareness and integrating lessons
information terkait dengan situational awareness, menyampaikan                             learned into all training activities. During the reporting period,
sebagai lesson learn pada setiap akitivitas training dan sebagainya.                       the Company recorded 4 (four) workplace safety incidents. None
Sepanjang periode pelaporan, Perusahaan mencatat 4 (empat)                                 of these incidents resulted in fatalities, but they were classified




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                     41
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 42
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
02.                                                              Sustainability Strategy and Policy             Sustainability Performance Highlights




      kejadian insiden keselamatan kerja. Seluruh insiden tersebut tidak      as Lost Time Injuries (LTI) because they temporarily prevented
      mengakibatkan fatalitas, namun termasuk dalam kategori Lost             the affected workers from performing their duties.
      Time Injury (LTI) karena menyebabkan pekerja yang terdampak
      tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk sementara waktu.


                                Uraian                                  Satuan                   2025        2024                    2023
                              Description                                  Unit

       Jumlah kecelakaan kerja                                          Kejadian
                                                                                                        4                3                       11
       Total Occupational Accidents                                     Incident




                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
  42
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 43
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi              Tata Kelola                Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors   Governance               Sustainability Performance




                                                                                      PROFIL
                                                                              PERUSAHAAN [OJK C]
                                                                                            COMPANY PROFILE [OJK C]




Sustainability Report 2025
                                                                                                                              43
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 44
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                               Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      VISI, MISI, DAN NILAI KEBERLANJUTAN [OJK C.1]
      VISION, MISSION, AND SUSTAINABILITY VALUES [OJK C.1]



   Garuda Indonesia telah menetapkan visi dan misi yang selaras                Garuda Indonesia has established a vision and mission aligned
   dengan prinsip keberlanjutan. Dalam pernyataan visinya,                     with sustainability principles. In its vision statement, Garuda
   tercermin bahwa Garuda Indonesia memiliki tujuan sebagai                    Indonesia expresses its goal of becoming a sustainable aviation
   grup aviasi yang bekerlanjutan. Sejalan dengan itu, misi yang               group. In line with this, its mission also reflects sustainability
   diemban juga telah merepresentasikan nilai-nilai dan konsep                 values and concepts across all aspects of its operations.
   keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya.




                    Visi                     “TO BECOME A SUSTAINABLE AVIATION GROUP BY CONNECTING
                                             INDONESIA ARCHIPELAGO AND BEYOND WHILE PASSIONATELY DELIVER
                    Vision
                                             INDONESIAN HOSPITALITY TO THE WORLD”




                     “BUILDING A PROFITABLE AVIATION GROUP THROUGH STRONG BUSINESS
                     FUNDAMENTALS WHILE DELIVERING SERVICE EXCELLENCE AND FOCUSING ON                                          Misi
                     HIGH STANDARD OF SAFETY AND SECURITY BY PROFESSIONAL AND PASSIONATE                                       Mission
                     EMPLOYEES”




      NILAI KEBERLANJUTAN                                                      SUSTAINABILITY VALUES

      Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara, Perseroan memiliki         As part of a State-Owned Enterprise, the Company bears a
      tanggung jawab yang besar dalam mendukung pertumbuhan                    significant responsibility in supporting national economic growth,
      ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta               enhancing social welfare, and creating extensive employment
      menciptakan lapangan pekerjaan yang luas. Oleh karenanya,                opportunities. Hence, strengthening the values of integrity and
      penguatan nilai-nilai integritas dan profesionalisme menjadi sangat      professionalism is crucial in driving excellent and sustainable
      penting dalam mendorong kinerja yang unggul dan berkelanjutan.           performance. The Company adheres to the core values of
      Perseroan telah menganut dan menanamkan nilai-nilai utama                SOEs human capital, the AKHLAK, an acronym for Trustworthy,
      sumber daya manusia BUMN yang terdiri dari Amanah, Kompeten,             Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Collaborative
      Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK). Dengan                By implementing the AKHLAK values, the Company strives
      menerapkan nilai AKHLAK, Perseroan berupaya memperkuat                   to strengthen the role of SOEs as the main driver of economic
      peran BUMN sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi,                  growth, the achievement of social welfare, job creation, and talent
      pencapaian kesejahteraan sosial, penyedia lapangan pekerjaan, serta      development. The AKHLAK values are not only the company’s
      pengembang talenta. Nilai AKHLAK tidak hanya menjadi identitas           identity but also a unifying work culture that drives a sustainable
      perusahaan, tetapi juga pengikat budaya kerja yang mendorong             and continuously evolving performance.
      kinerja yang berkelanjutan dan terus berkembang.

      Nilai-nilai utama AKHLAK selaras dengan nilai-nilai                      AKHLAK core values align with sustainability principles, as
      keberlanjutan dengan penjelasan sebagai berikut.                         explained below.

      1.   Amanah                                                              1.   Amanah (Trustworthy)
           Memiliki definisi “memegang teguh kepercayaan yang                       Defined as "holding firmly to the trust given," with behavioral
           diberikan” dengan panduan perilaku:                                      guidelines:
           • Memenuhi janji dan komitmen;                                           • Fulfilling promises and commitments;
           • Bertanggungjawab atas tugas, keputusan, dan tindakan                   • Taking responsibility for tasks, decisions, and actions;
              yang dilakukan;
           • Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika.                          •    Holding steadfast to moral and ethical values.


                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
  44
                                                                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 45
Profil Perusahaan                                  Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                            Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                         Explanation from the Board of Directors                   Governance                           Sustainability Performance




2. Kompeten                                                                        2. Kompeten (Competent)
   Memiliki definisi “terus belajar dan mengembangkan                                 Defined as “continuously learning and developing
   kapabilitas” dengan panduan perilaku:                                              capabilities” with the following behavioral guidelines:
   • Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan                            • Enhancing personal competence to meet ever-changing
      yang selalu berubah;                                                                challenges;
   • Membantu orang lain belajar;                                                     • Helping others to learn;
   • Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.                                     • Completing tasks in the best quality.
3. Harmonis                                                                        3. Harmonis (Harmonious)
   Memiliki definisi “saling peduli dan menghargai perbedaan”                         Defined as “caring and respecting differences” with the
   dengan panduan perilaku:                                                           following behavioral guidelines:
   • Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya;                                • Respecting every person regardless of their background;
   • Suka menolong orang lain;                                                        • Willing to help others;
   • Membangun lingkungan kerja yang kondusif.                                        • Creating a conducive work environment.
4. Loyal                                                                           4. Loyal
   Memiliki definisi “berdedikasi dan mengutamakan                                    Defined as “dedicated and prioritizing the interests of the
   kepentingan bangsa dan negara” dengan panduan perilaku:                            nation and state” with the following behavioral guidelines:
   • Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN,                               • Protecting the reputation of colleagues, leaders, SOEs,
      dan Negara;                                                                         and the country;
   • Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar;                           • Willing to sacrifice for a greater goal;
   • Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan                               • Obeying leaders as long as they do not conflict with
      dengan hukum dan etika.                                                             law and ethics.
5. Adaptif                                                                         5. Adaptif (Adaptive)
   Memiliki definisi “terus berinovasi dan antusias dalam                             Defined as “continuously innovating and being enthusiastic
   menggerakkan ataupun menghadapi perubahan” dengan                                  in driving or facing changes” with the following behavioral
   panduan perilaku:                                                                  guidelines:
   • Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik;                                • Quickly adjusting to be better;
   • Terus-menerus melakukan perbaikan mengikuti                                      • Continuously improving in line with technological
      perkembangan teknologi;                                                             developments;
   • Bertindak proaktif.                                                              • Being proactive.
6. Kolaboratif                                                                     6. Kolaboratif (Collaborative)
   Memiliki definisi “mendorong kerja sama yang sinergis”                             Defined as “encouraging synergistic cooperation” with the
   dengan panduan perilaku:                                                           following behavioral guidelines:
   • Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk                                   • Providing opportunities for various parties to contribute;
      berkontribusi;
   • Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai                              •   Being open to collaborate to generate added value;
      tambah;
   • Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya                                    •   Mobilizing the utilization of various resources for common
      untuk tujuan bersama.                                                               goals.




                                             Sebagai Core Values BUMN dan Garuda Indonesia
                                                 As The Core Values of Soes and Garuda Indonesia


                               SEBAGAI CORE VALUES BUMN DAN GARUDA                                               Kami Berdedikasi dan Mengutamakan
         AKHLAK                INDONESIA                                                   LOYAL                 Kepentingan Bangsa dan Negara
                               AS THE CORE VALUES OF SOEs AND                                                    We Are Dedicated and Prioritize Mutual
                               GARUDA INDONESIA                                                                  Interests
                                                                                                                 Kami Terus Berinovasi dan Antusias Dalam
                               Kami Memegang Teguh Kepercayaan yang                       ADAPTIF                Menggerakkan ataupun Menghadapi
        AMANAH                 Diberikan                                                                         Perubahan
                               We Firmly Uphold the Trust Given                                                  We Continuously Innovate and are
                                                                                                                 Enthusiastic about Driving or Facing Changes
                               Kami Terus Belajar dan Mengembangkan                                              Kami Membangun Kerja Sama yang Sinergis
       KOMPETEN                Kapabilitas                                             KOLABORATIF               We Build Synergistic Collaboration
                               We Continuously Learn and Develop
                               Capabilities

                               Kami Saling Peduli dan Menghargai
       HARMONIS                Perbedaan
                               We Care for Others and Respect Differences



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                45
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 46
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                                Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




      IDENTITAS PERUSAHAAN [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]
      COMPANY IDENTITY [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]




                Nama Perusahaan [GRI 2-1]
                Company Name [GRI 2-1]             PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

                Nama Merek
                Brand Name                         Garuda Indonesia

                                                   Jasa Angkutan Udara Niaga                                Tanggal Pendirian           31 Maret 1950
                Bidang Usaha [GRI 2-6]                                                                                                  March 31, 1950
                                                                                                            Establishment Date
                Business Line [GRI 2-6]            Commercial Air Transportation
                                                   Services



                Dasar Hukum Pendirian              Akta No. 137 tanggal 31 Maret 1950 dibuat di hadapan Raden Kadiman, Notaris di Jakarta, yang
                Legal Basis of Establishment       telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia Serikat sebagaimana tertuang
                                                   dalam Keputusan No. J.A.5/12/10 tanggal 31 Maret 1950 dan diumumkan pada Berita Negara
                                                   Republik Indonesia Serikat No. 30 tanggal 12 Mei 1950, tambahan No. 136.
                                                   Deed No. 137, dated March 31, 1950, passed before Raden Kadiman, a Notary in Jakarta, which
                                                   was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia based on Decree No.
                                                   J.A.5/12/10, dated March 31, 1950, and announced in the State Gazette of the Republic of
                                                   Indonesia No. 30, dated May 12, 1950, Supplement No. 136

                Status dan Bentuk Badan
                Hukum                              Perusahaan Tercatat
                Legal Status and Corporate         Listed Company
                Form

                Kepemilikan [GRI 2-1]              •   Negara Republik Indonesia 1 lembar               •    Republic of Indonesia: 1 share of A
                Ownership [GRI 2-1]                    saham A Dwiwarna (0,00%)                              Dwiwarna (0.00%)
                                                   •   PT Danantara Asset Management                    •    PT Danantara Asset Management
                                                       (Persero) (92,03%)
                                                                                                             (Persero) (92.03%)
                                                   •   Publik (7,92%)
                                                                                                        •    Public (7.92%)

                Modal Dasar                        Modal Dasar Perseroan berjumlah Rp100.000.000.000.000 yang terbagi atas 907.382.928.511
                Authorized Capital                 saham yang terdiri dari:
                                                   1. 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal sebesar Rp459
                                                   2. 25.886.576.253 Saham Seri B dengan nominal sebesar Rp459 dengan nilai nominal
                                                       seluruhnya sebesar Rp11.881.938.500.127
                                                   3. 181.866.405.621 Saham Seri C dengan nilai nominal saham sebesar Rp196 per lembar
                                                       saham dan nilai seluruhnya sebesar Rp35.645.815.501.716
                                                   4. 699.629.946.636 Saham Seri D dengan nilai nominal saham sebesar Rp75 per lembar
                                                       saham dan nilai seluruhnya sebesar Rp52.472.245.997.700
                                                   The Company’s authorized capital amounts to IDR100,000,000,000,000, divided into
                                                   907,382,928,511 shares, consisting of:
                                                   1. 1 Series A Dual-Class Share with a par value of IDR459
                                                   2. 25,886,576,253 Series B Shares with a par value of IDR459, totaling IDR11,881,938,500,127
                                                   3. 181,866,405,621 Series C Shares with a par value of IDR196 per share and a total par value
                                                       of Rp35,645,815,501,716
                                                   4. 699,629,946,636 Series D Shares with a par value of IDR75 per share and a total par value
                                                       of Rp52,472,245,997,700




            Pencatatan di Bursa              11 Februari 2011                                  Kode Saham              GIAA
            Efek Indonesia                   February 11, 2011                                 Ticker Code
            Listing on the Indonesia
            Stock Exchange



                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
  46
                                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 47
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                         Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                   Governance                        Sustainability Performance




                    Modal Ditempatkan dan                Dari modal tersebut telah ditempatkan dan disetor 44,86% atau sejumlah 407.091.703.837
                    Disetor Penuh                        saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp48.409.222.186.854 yang terdiri dari:
                    Issued and Paid-up Capital           1. 1 Saham Seri A Dwiwarna, dengan nilai nominal sebesar Rp459
                                                         2. 25.886.576.253 Saham Seri B dengan nominal sebesar Rp459 dengan nilai nominal
                                                             seluruhnya sebesar Rp11.881.938.500.127
                                                         3. 65.594.207.583 Saham Seri C dengan nominal seluruhnya sebesar Rp12.856.464.686.286
                                                         4. 315.610.920.000 Saham Seri D dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
                                                             Rp23.670.819.000.000
                                                         Of the authorized capital, 44.86% or 407,091,703,837 shares have been issued and fully paid,
                                                         with a total nominal value of IDR 48,409,222,186,854, consisting of:
                                                         1. 1 Series A Dwiwarna Share with a nominal value of IDR 459
                                                         2. 25,886,576,253 Series B Shares with a nominal value of IDR 459 per share, with a total
                                                             nominal value of IDR 11,881,938,500,127
                                                         3. 65,594,207,583 Series C Shares with a total nominal value of IDR 12,856,464,686,286
                                                         4. 315,610,920,000 Series D Shares with a total nominal value of IDR 23,670,819,000,000

                    Jumlah Armada                        142 armada (78 armada dioperasikan oleh Garuda Indonesia Main Brand dan 64 armada
                    Total Fleets                         dioperasikan oleh Citilink)
                                                         142 fleets (78 were operated by Garuda Indonesia Main Brand and the other 64 were operated
                                                         by Citilink)

                    Jumlah Destinasi                     •    19 Internasional (41 Rute)                  •   19 International (41 routes)
                    Penerbangan                          •    38 Domestik (102 Rute)                      •   38 Domestic (102 routes)
                    Number of Flight Destinations

                    Entitas Anak                         •    PT Aero Wisata                              •   PT Aero Systems Indonesia
                    Subsidiaries                         •    PT Sabre Travel Network Indonesia           •   PT Citilink Indonesia
                                                         •    PT Garuda Maintenance Facility Aero         •   Garuda Indonesia Holiday France S.A.S.
                                                              Asia Tbk

                    Jumlah Pegawai [OJK C.3]             5.154 Pegawai per 31 Desember 2025 (Garuda Indonesia).
                    Total Employees [OJK C.3]            5,154 Employees as of December 31, 2025 (Garuda Indonesia).

                    Akses Informasi [GRI 2-1]            Alamat Kantor Pusat                              Head Office Address
                    Contact Address [GRI 2-1]            Gedung Garuda Indonesia                          Garuda Indonesia Building
                                                         Jl. Kebon Sirih No. 46A                          Jl. Kebon Sirih No. 46A
                                                         Jakarta – 10110, Indonesia                       Jakarta – 10110, Indonesia

                                                         Alamat Kantor Manajemen:                         Management Office Address:
                                                         Gedung Manajemen Garuda                          Garuda Management Building
                                                         Garuda City, Bandar Udara Internasional          Garuda City, Soekarno Hatta International
                                                         Soekarno - Hatta                                 Airport
                                                         Tangerang - 15111, Indonesia                     Tangerang - 15111, Indonesia
                                                         PO BOX 1004 TNG BUSH                             PO BOX 1004 TNG BUSH

                                                         Corporate Secretary & TJSL Group Head            Corporate Secretary & TJSL Group Head
                                                         Andreas Tumpal H. Hutapea                        Andreas Tumpal H. Hutapea
                                                         Corporate Secretary & TJSL Group Head            Corporate Secretary & TJSL Group Head
                                                         Email: andreas.hutapea@garuda-indonesia.         Email: andreas.hutapea@garuda-indonesia.
                                                         com                                              com
                                                         Telp: 021-25601935                               Phone: 021-25601935

                                                         Corporate Communication & Investor               Corporate Communication & Investor Relations
                                                         Relations Group Head                             Group Head
                                                         Harsya Denny Suryo                               Harsya Denny Suryo
                                                         Email: Denny.suryo@garuda-indonesia.com          Email: Denny.suryo@garuda-indonesia.com
                                                         Telp: 021-25601201                               Phone: 021-25601201

                                                         Contact Center:                                  Contact Center:
                                                         0804 1 807 807/021 2351 9999                     0804 1 807 807/021 2351 9999
                                                         Layanan Contact Center tersedia selama 24        Contact Center services are available 24 hours
                                                         jam sehari dan 7 hari seminggu serta dapat       a day and 7 days a week and can be accessed
                                                         diakses dari seluruh dunia (International Toll   from all over the world (International Toll-Free
                                                         Free Service/ITFS)                               Service/ITFS)
                                                         Email:                                           Email:
                                                         customer@garuda-indonesia.com                    customer@garuda-indonesia.com
                                                         Situs Web:                                       Website:
                                                         www.garuda-indonesia.com                         www.garuda-indonesia.com

                                                         Media Sosial                                     Social Media
                                                         X (Twitter): @IndonesiaGaruda                    X (Twitter): @IndonesiaGaruda
                                                         Facebook: Garuda Indonesia                       Facebook: Garuda Indonesia
                                                         Instagram: garuda.indonesia                      Instagram: garuda.indonesia
                                                         YouTube Channel: Garuda Indonesia                YouTube Channel: Garuda Indonesia
                                                         TikTok: garuda.indonesia                         TikTok: garuda.indonesia
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                              47
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 48
                                                                  Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                          Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                                 Sustainability Strategy and Policy                       Sustainability Performance Highlights




      SKALA PERUSAHAAN [OJK C.3]
      COMPANY SCALE [OJK C.3]




      Rincian terkait skala perusahaan disajikan pada tabel di bawah ini:        Details regarding the company's scale are presented in the table
                                                                                 below: As of the end of the reporting period, Garuda

                           Uraian                      Satuan                    2025                            2024                         2023
                       Description                         Unit

       Pendapatan Usaha                            Dalam Juta USD
                                                                                           3.216,6                       3.416,5                       2.936,6
       Operating revenues                          In Million USD
       Total Aset                                  Dalam Juta USD
                                                                                           7.431,6                       6.618,6                        6.727,6
       Total Assets                                In Million USD
       Total Liabilitas                            Dalam Juta USD
                                                                                           7.339,7                      7.970,5                         8.010,4
       Total Liabilities                           In Million USD
       Total Ekuitas                               Dalam Juta USD
                                                                                               91,9                     (1.351,9)                     (1.282,7)
       Total Equity                                In Million USD
                                                                       •   Negara Republik
                                                                           Indonesia 1 lembar
                                                                           saham A Dwiwarna              •   Pemerintah Negara      •   Pemerintah Negara
                                                                           (0,00%)                           Republik Indonesia         Republik Indonesia
                                                                       •   PT Danantara                      (64,54%)                   (64,54%)
                                                                           Asset Management              •   PT Trans Airways       •   PT Trans Airways
                                                                           (Persero) (92,03%)                (8,00%)                    (8,00%)
       Nama Pemegang Saham dan Persentase                              •   Publik (7,97%)                •   Publik (27,46%)        •   Publik (27,46%)
       Names of Shareholders and Their
       Percentage                                                      •   Republic of                   •   Government of          •   Government of
                                                                           Indonesia: 1 share                the Republic of            the Republic of
                                                                           of A Dwiwarna                     Indonesia (64.54%)         Indonesia (64.54%)
                                                                           (0.00%)                       •   PT Trans Airways       •   PT Trans Airways
                                                                       •   PT Danantara                      (8.00%)                    (8.00%)
                                                                           Asset Management              •   Public (27.46%)        •   Public (27.46%)
                                                                           (Persero) (92.03%)
                                                                       •   Public (7.97%)
       Jumlah Pegawai (Garuda Indonesia)           Orang
                                                                                             5.154                        4.502                           4.401
       Total Employees (Garuda Indonesia           Employees
       Jumlah Anak Perusahaan (Garuda
       Indonesia)                                  Entitas Anak
                                                                                                  6                            6                               6
       Number of Subsidiaries (Garuda              Subsidiaries
       Indonesia)
       Jumlah Strategic Business Unit
       (Garuda Indonesia)                          Unit
                                                                                                  2                            2                               2
       Number of Strategic Business Units          Units
       (Garuda Indonesia)
       Jumlah Kantor Perwakilan (Kantor
       Cabang Domestik, Internasional, Sales
       Office dan Airport Tickecting Office)
       (Garuda Indonesia)                          Kantor Perwakilan
       Number of Representative Offices            Representative                               82                           121                             115
       (Domestic & International Branch Offices,   Offices
       Sales Offices, and Airport Ticketing
       Offices)
       (Garuda Indonesia)
       Jumlah Armada
       (Garuda Indonesia & Entitas anak
                                                   Armada
       Indonesia)                                                                              142                           139                             137
                                                   Fleets
       Total Fleets
       (Garuda Indonesia & Subsidiaries)




                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
  48
                                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 49
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                      Governance                    Sustainability Performance




                                                                                    INFORMATION ON EMPLOYEES
INFORMASI MENGENAI PEGAWAI                                                          [OJK C.3, GRI 2-7, 2-8, TR-AF-000.C]
[OJK C.3, GRI 2-7, 2-8, TR-AF-000.C]
                                                                                    As of the end of the reporting period, Garuda Indonesia had a total
Hingga akhir periode pelaporan, jumlah pegawai Garuda Indonesia                     of 5,154 employees, consisting of 3,983 permanent employees,
sebanyak 5.154 orang pegawai yang terdiri dari 3.983 orang                          835 contract employees (16.2%), and 336 interns (6.52%). A
pegawai tetap, 835 orang pegawai kontrak (16,2%) dan 336 orang                      permanent employee is an individual who has completed a
siswa (6,52%). Pegawai tetap merupakan seseorang yang telah                         probationary period, met the required job qualifications, and
melalui masa percobaan dan memenuhi persyaratan jabatan yang                        has been appointed through an official decision letter. A contract
ditentukan serta diangkat dalam suatu surat Keputusan, Pegawai                      employee is an individual who works under an employment
kontrak merupakan seseorang yang bekerja di dalam hubungan                          agreement for a specified period with the Company. Meanwhile,
kerja berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tertentu dengan                      a student refers to someone undergoing education and training
Perusahaan Sedangkan, siswa yang dimaksud adalah seseorang                          within the Company. Garuda Indonesia does not classify
yang menjalankan proses pendidikan dan pelatihan di Perusahaan.                     employees based on working hours, such as full-time and
Garuda Indonesia tidak membagi pegawai berdasarkan waktu kerja                      part-time employees, and does not have nonguaranteed hours
yaitu penuh waktu dan paruh waktu serta tidak memiliki pegawai                      employees. Therefore, all employees of the Company are full-
non-guaranteed hours employees, sehingga seluruh pegawai                            time employees
Perseroan merupakan karyawan penuh waktu.
                                                                                    In addition, Garuda Indonesia manages an internship program
Selain itu, Garuda Indonesia memiliki program magang sebagai                        as part of the Company's commitment to society, providing
salah satu komitmen Perseroan kepada masyarakat dalam                               opportunities for students or fresh graduates to build
memberikan kesempatan kepada mahasiswa ataupun lulusan baru                         competencies, expand their knowledge, and gain real-world
untuk dapat membangun kompetensi, memperluas wawasan dan                            work experience. The Company actively participates in the
mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja. Perseroan secara                       Certified Student Internship Program (PMMB) organized by
aktif berpartisipasi dalam Program Magang Mahasiswa Bersertifikat                   the Indonesian Human Capital Forum (FHCI) of State-Owned
(PMMB) dari FHCI BUMN serta program magang Garuda Indonesia.                        Enterprises and the Garuda Indonesia internship program. In
Pada tahun 2025, Garuda Indonesia telah menerima 336 orang                          2025, Garuda Indonesia accepted 336 interns, most of whom
pekerja magang yang mayoritas di tempatkan Head Office.                             were placed at the Head Office.

                                                                                    This report used the headcount method as of December 31, 2023,
Metode penyusunan laporan ini menggunakan in head count per 31                      2024, and 2025. There were no significant fluctuations in the
Desember 2023, 2024, dann 2025. Tidak terdapat fluktuasi jumlah                     number of employees during the reporting period or between
karyawan yang signifikan selama peiode pelaporan maupun antar                       reporting periods. The employee demographics are as follows:
periode pelaporan. Demografi karyawan adalah sebagai berikut.
                                                                                    EMPLOYEE COMPOSITION BY GENDER
KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN JENIS
KELAMIN
                                          Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
                                                       Table of Employee Composition by Gender
                                                                                                                                      (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                (in person)


                Jenis Kelamin                                    2025                               2024                            2023
                     Gender

 Pria
                                                                                 2.383                            2.278                            2.283
 Male
 Wanita
                                                                                  2.771                           2.224                             2.118
 Female
 Jumlah
                                                                                 5.154                            4.502                           4.401
 Total




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                          49
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 50
                                                                    Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                                   Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




      KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN LEVEL                                          EMPLOYEE COMPOSITION BY ORGANIZATIONAL
      ORGANISASI DAN JENIS KELAMIN                                                 LEVEL AND GENDER
                                   Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Level Organisasi dan Jenis Kelamin
                                           Table of Employee Composition by Organizational Level and Gender
                                                                                                                                             (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                       (in person)


               Level Organisasi                        2025                                     2024                                    2023
           Organizational Level

                                          Pria        Wanita                       Pria       Wanita                       Pria       Wanita
                                                                    Total                                      Total                                   Total
                                          Male         Female                     Male         Female                      Male        Female

       Direksi
                                                  8             -           8             5                1           6          6             -               6
       Board of Directors
       Vice President                            25           6           31            32                 6       38          30               7             37
       Senior Manager                        138             61          199           144            58          202         138             52             190
       Manager                               115            114          229           279           226          505         307            226            533
       Staf
                                           2.097          2.590        4.687          1.818        1.933         3.751      1.802          1.833          3.635
       Staff
       Jumlah
                                           2.383          2.771       5.154         2.278         2.224         4.502       2.283          2.118         4.401
       Total


      KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN USIA DAN                                       EMPLOYEE COMPOSITION BY AGE AND GENDER
      JENIS KELAMIN
                                        Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
                                                      Table of Employee Composition by Age and Gender
                                                                                                                                             (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                       (in person)


                    Usia                               2025                                     2024                                    2023
                     Age

                                          Pria        Wanita                       Pria       Wanita                       Pria       Wanita
                                                                    Total                                      Total                                   Total
                                          Male         Female                     Male         Female                      Male        Female
       >50 tahun
                                             392           300           692           412           295          707         454            289             743
       >50 years old
       41 – 50 tahun
                                             398            157         555            368            137         505         355            163             518
       41 - 50 years old
       31 – 40 tahun
                                            1.151         1.390        2.541          1.127        1.229        2.356       1.096          1.104          2.200
       31 - 40 years old
       21 – 30 tahun
                                             442           924         1.366           371           563          934         378           562             940
       21 – 30 years old
       Jumlah
                                           2.383          2.771       5.154         2.278         2.224         4.502       2.283          2.118         4.401
       Total


      KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN TINGKAT                                        EMPLOYEE COMPOSITION BY EDUCATIONAL LEVEL
      PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN                                                 AND GENDER
                               Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
                                            Table of Employee Composition by Educational Level and Gender

                                                                                                                                             (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                       (in person)


          Tingkat Pendidikan                           2025                                     2024                                    2023
               Educational Level

                                          Pria        Wanita                       Pria       Wanita                       Pria       Wanita
                                                                    Total                                      Total                                   Total
                                          Male         Female                     Male         Female                      Male        Female
       S3
                                                  -             2           2             3                3           6          3             3               6
       Doctorate Degree
       S2
                                             153            89           242           139            79          218         144             72             216
       Master’s Degree




                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
  50
                                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 51
Profil Perusahaan                               Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                      Explanation from the Board of Directors                      Governance                     Sustainability Performance




                             Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
                                         Table of Employee Composition by Educational Level and Gender

                                                                                                                                      (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                (in person)


     Tingkat Pendidikan                            2025                                     2024                                 2023
          Educational Level

                                      Pria        Wanita                        Pria        Wanita                      Pria     Wanita
                                                                   Total                                  Total                                 Total
                                      Male        Female                        Male        Female                      Male     Female
 S1
                                          897           1.281         2.178       784           877              1661      714         741          1.455
 Bachelor’s Degree
 Sarjana Muda Diploma
                                          714            263            977        711          192              903       737         193           930
 Diploma
 SMA
                                          619          1.136          1.755        641         1073              1714     685        1.109          1.794
 Senior High school
 Jumlah
                                       2.383          2.771          5.154       2.278        2.224        4.502         2.283      2.118         4.401
 Total


KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN STATUS                                            EMPLOYEE COMPOSITION BY EMPLOYMENT
KEPEGAWAIAN DAN JENIS KELAMIN                                                   STATUS AND GENDER
                            Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
                                       Table of Employee Composition by Employment Status and Gender
                                                                                                                                      (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                (in person)


    Status Kepegawaian                             2025                                     2024                                 2023
         Employment Status

                                      Pria        Wanita                        Pria        Wanita                      Pria     Wanita
                                                                   Total                                  Total                                 Total
                                      Male        Female                        Male        Female                      Male     Female
 Pegawai Tetap
                                        2.015          1.968          3.983      2.090        2.017          4.107       2.129      2.032           4.161
 Permanent Employee
 Pegawai Kontrak
                                          270            565            835        171          154              325       59           45            104
 Contract Employee
 Siswa
                                             98          238            336            17       53                70       95           41            136
 Student
 Jumlah
                                       2.383          2.771          5.154       2.278        2.224        4.502         2.283      2.118         4.401
 Total


KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN WILAYAH                                           EMPLOYEE COMPOSITION BY WORKING AREAS
KERJA DAN JENIS KELAMIN                                                         AND GENDER
                                Tabel Komposisi Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin
                                          Table of Employee Composition by Working Areas and Gender
                                                                                                                                      (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                (in person)


          Wilayah Kerja                            2025                                     2024                                 2023
             Work Area

                                      Pria        Wanita                        Pria        Wanita                      Pria     Wanita
                                                                   Total                                  Total                                 Total
                                      Male        Female                        Male        Female                      Male     Female
 Dalam Negeri
                                        2.292          2.681          4.973      2.195        2.143          4338         2216       2051           4267
 Domestic
 Luar Negeri
                                             91           90             181           83        81              164       67           67            134
 International
 Jumlah
                                       2.383          2.771          5.154       2.278        2.224        4.502         2.283      2.118         4.401
 Total




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                          51
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 52
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                            Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                               Sustainability Strategy and Policy                         Sustainability Performance Highlights




      KOMPOSISI PEGAWAI TETAP BERDASARKAN                                      PERMANENT EMPLOYEE COMPOSITION BY
      WILAYAH KERJA DAN JENIS KELAMIN                                          WORKING AREAS AND GENDER

                              Tabel Komposisi Pegawai Tetap Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin
                                     Table of Permanent Employee Composition by Working Areas and Gender
                                                                                                                                              (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                        (in person)


               Wilayah Kerja                        2025                                    2024                                         2023
                 Work Area

                                       Pria        Wanita                      Pria        Wanita                          Pria        Wanita
                                                                Total                                       Total                                       Total
                                       Male        Female                     Male         Female                         Male          Female
       Dalam Negeri
                                         1.938        1.890        3.828         2.015         1.944          3.959         2.068           1.968          4.036
       Domestic
       Luar Negeri
                                              77         78          155            75             73              148            61           64             125
       International
       Jumlah
                                        2.015        1.968       3.983 2.090               2.017           4.107         2.129         2.032         4.161
       Total


      KOMPOSISI PEGAWAI KONTRAK BERDASARKAN                                    CONTRACT EMPLOYEE COMPOSITION BY WORKING
      WILAYAH KERJA DAN JENIS KELAMIN                                          AREAS AND GENDER

                             Tabel Komposisi Pegawai Kontrak Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin
                                       Table of Contract Employee Composition by Working Areas and Gender
                                                                                                                                              (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                        (in person)


               Wilayah Kerja                        2025                                    2024                                         2023
                 Work Area

                                       Pria        Wanita                      Pria        Wanita                          Pria        Wanita
                                                                Total                                       Total                                       Total
                                       Male        Female                     Male         Female                         Male          Female
       Dalam Negeri
                                          256           553         809            163             146         309               59            45             104
       Domestic
       Luar Negeri
                                              14         12           26              8                8            16            0              0               0
       International
       Jumlah
                                          270          565          835            171           154           325               59            45            104
       Total


      KOMPOSISI SISWA BERDASARKAN WILAYAH                                      INTERN COMPOSITION BY WORKING AREAS AND
      KERJA DAN JENIS KELAMIN                                                  GENDER

                                   Tabel Komposisi Siswa Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin
                                               Table of Intern Composition by Working Areas and Gender
                                                                                                                                              (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                        (in person)


               Wilayah Kerja                        2025                                    2024                                         2023
                 Work Area

                                       Pria        Wanita                      Pria        Wanita                          Pria        Wanita
                                                                Total                                       Total                                       Total
                                       Male        Female                     Male         Female                         Male          Female
       Dalam Negeri
                                              98        238         336               17           53              70            89            38             127
       Domestic
       Luar Negeri
                                               -            -           -             0                0            0             6              3               9
       International
       Jumlah
                                           98          238          336               17           53              70            95            41            136
       Total




                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
  52
                                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 53
Profil Perusahaan                              Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                     Explanation from the Board of Directors                    Governance                         Sustainability Performance




KOMPOSISI PEKERJA NON PEGAWAI LANGSUNG                                         ON-STAFF WORKERS COMPOSITION BY WORKING
BERDASARKAN WILAYAH KERJA DAN JENIS                                            AREAS AND GENDER [GRI 2-8]
KELAMIN [GRI 2-8]

                          Tabel Komposisi Pekerja Non Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin
                                    Table of Non-Staff Workers Composition by Working Areas and Gender
                                                                                                                                       (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                 (in person)


              Pekerja                             2025                                   2024                                     2023
           Non Pegawai

                                    Pria         Wanita                        Pria     Wanita                        Pria        Wanita
                                                                  Total                                Total                                     Total
                                    Male         Female                        Male     Female                        Male        Female
 Pekerja Magang
                                           98           238            336        33          36               69            37          24              61
 Interns
 Pekerja Alih Daya
                                            -              -              -       851       560               1.411     866             512          1.378
 Outsourced Employee
 Jumlah
                                         98            238            336        884        596          1.480          903            536          1.439
 Total


WILAYAH OPERASIONAL [OJK C.2, C.3, GRI 2-1]                                    OPERATIONAL AREAS [OJK C.2, C.3, GRI 2-1]

Sampai dengan akhir tahun 2025, Garuda Indonesia memiliki                      By the end of 2025, Garuda Indonesia will operate 41 branch
41 Kantor Cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia                    offices across Indonesia and internationally, along with various
dan Internasional serta memiliki berbagai Kantor Layanan                       other service offices. The number of Garuda Indonesia's
lainnya. Jumlah destinasi Garuda Indonesia per akhir tahun                     destinations by the end of 2025 was 102 flight routes to 38
2025 berjumlah 102 rute penerbangan ke 38 destinasi domestik                   domestic destinations and 41 flight routes to 19 international
serta 41 rute penerbangan ke 19 destinasi internasional.                       destinations.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                           53
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 54
                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                              Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




                                                                                      Alamat lengkap kantor cabang domestik,
                                                                                      kantor cabang internasional, Passenger
                                                                                      Agent (PSA), Garuda Indonesia Cargo
                                                                                      Regional, dan Cargo Service Centre (CSC)
                                                                                      disampaikan di Laporan Tahunan Garuda
                                                                                      Indonesia Tahun 2025.



                                                                                      The addresses of domestic branch offices,
                                                                                      international branch offices, Passenger
                                                                                      Sales Agents (PSA), Garuda Indonesia
                                                                                      Cargo Regional offices, and Cargo Service
                                                                                      Centers (CSC) are presented in the
              Destinasi Domestik                                                      Company's 2025 Annual Report.
             Domestic Destinations




       BTJ




                 MES
                                         BTH
                                                      TNJ




                             PKU
                       PDG

                                                                                            PNK                                                   BPN

                                               DJB                PGK
                                                                                                                                                      SRI
                                                                                                                               PKY


                                                            PLM
                                                                                                                                     BTJ
                                   BKS


                                                            TKG

                                                                            CGK

                                                                                              SRG
                                                                              HLP
                                                                                        MLG
                                                                                                    SOC
                                                                                                                 SUB
                                                                                                                                                AMI
                                                                                                  YIA

                                                                                                                                       DPS




                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
  54
                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 55
      Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                         Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
       Company Profile                        Explanation from the Board of Directors              Governance                      Sustainability Performance




                      Jenis                   Kantor Cabang                               Gerai              General Sales Agent
                      Type                     Branch Office                              Branch

          Domestik
                                                     45                                     15                         -
          Domestic

               Sumatera
                                                      11                                    1                          -
               Sumatra

               Jawa
                                                     13                                     10                         -
               Java
               Bali, NTT dan NTB
               Bali, East Nusa
                                                      5                                     -                          -
               Tenggara, and West
               Nusa Tenggara
               Kalimantan                             5                                     -                          -
               Sulawesi                               5                                     -                          -
               Papua dan Maluku
                                                      6                                     4                          -
               Papua and Maluku
          Internasional
                                                     17                                     -                          18
          International
          Jumlah
                                                     62                                     15                         18
          Total




         38           Destinasi Domestik
                      Domestic Destination                    44         Rute Domestik
                                                                         Domestic Route




                                        MDC

                            GTO                                TTE




  PLW                                                                               SOQ




                                                      AMQ
                                                                                                                                         DJJ
                      KDI


UPG
                                                                                                                 TIM




  LBJ

                                                                                                                                     MKQ

                                  KOE




      Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                          55
      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 56
                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                         Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




        Destinasi Internasional
       International Destinations




                                    AMS




                                                                                             DOH
                                                                                 MED




                                                                                       JED




                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
  56
                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 57
  Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                       Tata Kelola     Kinerja Keberlanjutan
   Company Profile                          Explanation from the Board of Directors            Governance    Sustainability Performance




  20        Rute Penerbangan
            Flight Routes                                15        Destinasi Internasional
                                                                   Internasional Destination




                                      ICN

                                                         HND
                                                   NRT
                            PVG




           CAN
                      HKG




BKK




 KUL


          SIN




                                                                         SYD

                                                                 MEL




  Sustainability Report 2025
                                                                                                                                    57
  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 58
                                                                  Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                                 Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN [OJK C.4, GRI 2-6]
      BUSINESS ACTIVITIES PERFORMED [OJK C.4, GRI 2-6]



      Garuda Indonesia menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai                Garuda Indonesia conducts its operations in accordance with
      dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana termuat                Article 3 of the Company’s Articles of Association as set forth
      dalam Akta No. 37 tanggal 20 Januari 2026 yang dibuat di                   in Deed No. 37 dated January 20, 2026, executed before Aulia
      hadapan Aulia Taufani, S.H.,, Notaris di Kota Administrasi Jakarta         Taufani, S.H., a Notary in the Administrative City of South Jakarta,
      Selatan, yang penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran                  whose notification of amendments to the Articles of Association
      dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi           has been received and recorded in the Legal Entity Administration
      Badan Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui                   System of the Ministry of Law of the Republic of Indonesia via
      Surat No. AHU-AH.01.03-0035480 tanggal 9 Februari 2026,                    Letter No. AHU-AH.01.03-0035480 dated February 9, 2026;
      ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan mencakup kegiatan                   the scope of the Company’s business activities encompasses
      usaha utama dan pendukung sesuai ketentuan dan peraturan                   primary and supporting business activities in accordance with
      perundang-undangan yang berlaku. Penjelasan kegiatan usaha                 applicable laws and regulations. A detailed explanation of the
      utama dan pendukung menurut Anggaran Dasar serta kegiatan                  primary and supporting business activities as stipulated in the
      yang sudah dijalankan secara lengkap telah disampaikan pada                Articles of Association, as well as the activities already carried
      Laporan Tahunan bagian Profil Perusahaan tahun 2025.                       out, has been provided in the 2025 Annual Report under the
                                                                                 Company Profile section.


      RANTAI NILAI DAN HUBUNGAN BISNIS LAINNYA
      VALUE CHAIN AND OTHER BUSINESS RELATIONSHIPS



      RANTAI NILAI                                                               VALUE CHAIN

      AKTIVITAS ORGANISASI, PRODUK, LAYANAN DAN                                  ORGANIZATIONAL ACTIVITIES, PRODUCTS,
      PASAR YANG DILAYANI [C.4, GRI 2-6]                                         SERVICES, AND SERVED MARKETS [C.4, GRI 2-6]
      Penyediaan produk dan layanan Perseroan telah memenuhi standar             The Company’s products and services have complied with
      internasional yang dikemas dalam konsep Garuda Indonesia                   international standards, encapsulated in the Garuda Indonesia
      Experience, yakni pengalaman perjalanan yang terintegrasi mulai            Experience concept—an integrated travel experience spanning
      dari tahap pre-flight, in-flight, hingga post-flight, yang dirancang       the pre-flight, in-flight, and post-flight stages, designed to cater
      untuk memanjakan kelima panca indra penumpang.                             to passengers’ five senses.


          Slight       Pengalaman visual yang memanjakan mata penumpang
                       A visually appealing experience for passengers


          Sound        Menghadirkan Garuda Indonesia Experience melalui perangkat mutakhir Audio & Video on Demand (AVOD).
                       Advanced Audio & Video on Demand (AVOD) technology to enhance immersive in-flight entertainment experience.

                       Membawa aroma yang menyegarkan sekaligus menenangkan di kantor
          Scent        penjualan dan lounge.
                       Refreshing and calming fragrances are present around sales offices
                       and lounges.

           Taste       Menyuguhkan cita rasa makanan dan minuman khas nusantara.
                       A culinary journey featuring authentic Indonesian flavors.


          Touch        Menghadirkan konsep touch yang tercermin dalam layanan tulus dan bersahabat.
                       Genuine and attentive service, reflecting the warmth and hospitality of Indonesia.



      Produk dan jasa yang dimiliki oleh Perseroan antara lain Jasa              The Company's portfolio includes Aviation Services, Aircraft
      Penerbangan, Jasa Pemeliharaan Pesawat, Jasa Lainnya dan                   Maintenance Services, Other Services, and Fleet Development. A
      Pengembangan Armada. Penjelasan lengkap terkait produk dan                 detailed description of these products and services is provided in
      jasa telah disampaikan pada Laporan Tahunan Garuda Indonesia               the Garuda Indonesia 2025 Annual Report under the Company
      tahun 2025 bagian Profil Perusahaan.                                       Profile section.



                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
  58
                                                                                                                         PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 59
Profil Perusahaan                              Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                     Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




RANTAI PASOK [GRI 2-6]                                                         SUPPLY CHAIN [GRI 2-6]
Dalam rangka menunjang aktivitas bisnisnya, Garuda Indonesia                   To support its business operations, Garuda Indonesia collaborates
telah melibatkan berbagai pemasok barang dan jasa yang                         with various suppliers, including providers of fuel, ground
meliputi pemasok penyedia fuel, ground handling, catering,                     handling, catering, consultancy, and other essential services.
konsultan, dan lainnya. Sepanjang tahun 2025, Garuda                           Throughout 2025, the Company has partnered with 126 local
Indonesia telah bekerja sama dengan 126 pemasok lokal dan                      and 42 international suppliers. Further details regarding utilizing
42 pemasok yang berasal dari luar negeri. Informasi penggunaan                 local suppliers are provided in the Procurement of Goods and
pemasok lokal lebih lengkap telah disampaikan pada Laporan                     Services section of the Sustainability Report.
Keberlanjutan ini bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Penerapan rantai pasokan terhadap penyediaan pesawat terbang                   The implementation of the supply chain to the provision of aircraft
berdasarkan Keputusan Fleet Plan yang terdapat dalam Rencana                   is based on the Fleet Plan Decision contained in the Basic Production
Pokok Produksi (RPP). Proses penyediaan pesawat telah terdapat                 Plan (RPP). The aircraft provisioning process is contained in the
di dalam Manual Penyediaan dan Pengelolaan Pesawat. Dalam hal                  Aircraft Supply and Management Manual. In terms of performance
peningkatan kualitas kinerja, Perseroan telah memperbarui prosedur             quality improvement, the Company has updated the procedures
agar lebih sesuai dengan perkembangan terkini. Penetapan indikator             to be more in line with the latest developments. The determination
keberhasilan dalam penerapan program penyediaan pesawat                        of success indicators in the implementation of the aircraft supply
terbang telah tercantum dalam Key Performance Indicator (KPI)                  program has been stated in the Key Performance Indicator (KPI),
yaitu perbandingan antara kebutuhan pesawat yang direncanakan                  namely the comparison between the planned aircraft requirements
dan jumlah pesawat yang berhasil didatangkan. Monitoring kinerja               and the number of aircrafts successfully delivered. Monitoring of
rantai pasokan dilakukan secara berkala, seiring dengan pelaporan              supply chain performance is done regularly, along with monthly
bulanan pencapaian KPI pemenuhan pesawat.                                      reporting on the achievement of aircraft fulfillment KPIs.

Selain itu, Garuda Indonesia telah melakukan evaluasi atau                     Moreover, Garuda Indonesia has evaluated or assessed the
penilaian terhadap para lessor (pihak penyewa pesawat) yang                    lessors involved in Hajj flight operations through a lessor
terlibat dalam operasional penerbangan haji melalui proses                     assessment process. This assessment is conducted to ensure
lessor assessment. Penilaian ini dilakukan untuk memastikan                    that the services and cooperation of the lessors are in line with the
bahwa layanan dan kerja sama dari lessor sesuai dengan standar                 expected standards. The indicators used in the lessor assessment
yang diharapkan. Adapun indikator-indikator yang digunakan                     include: punctuality, quality of communication and cooperation
dalam lessor assessor antara lain: ketepatan waktu, kualitas                   of personnel and technical problems, cargo, accommodation,
komunikasi dan kerja sama personil dan technical problem, cargo,               personnel capabilities, flexibility and proactive attitude, an
akomodasi, kemampuan personil, fleksibilitas dan sikap proaktif,               exhaustive set of cabin equipment, as well as documentation
kelengkapan cabin equipment, serta dokumentasi dan pelaporan.                  and reporting.

ENTITAS HILIR [GRI 2-6]                                                        DOWNSTREAM ENTITIES [GRI 2-6]
Garuda Indonesia senantiasa meningkatkan sinergi bisnis dengan                 Garuda Indonesia continuously strengthens business synergies
Entitas Anak. Sinergi tersebut adalah sebagai berikut.                         with its subsidiaries, as detailed below:


          ENTITAS ANAK                                                                    SINERGI
            SUBSIDIARIES                                                                 SYNERGY
                                      Perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi
                                      dan berdaya saling kuat di bidang usaha pariwisata dan jasa pendukung angkutan udara dengan tujuan
 PT Aero Wisata                       menjadi penyedia layanan terdepan pada industri hospitality dan wisata nasional.
                                      Provides high-quality and mutually reinforcing goods and/or services in tourism and air transportation
                                      support industries to become a leading service provider in the national hospitality and tourism sector.
                                      Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa sistem reservasi perjalanan.
 PT Sabre Travel Network Indonesia
                                      Specializes in travel reservation system services.
                                      Perusahaan yang bergerak di bidang maintenance, repair, overhaul (MRO), pembuatan dan perawatan
                                      sarana pendukung, jasa engineering, jasa layanan material, logistik, pergudangan dan konsinyasi serta
 PT Garuda Maintenance Facility       jasa konsultan, pelatihan dan penyediaan tenaga ahli di bidang perawatan pesawat, komponen dan mesin
 Aero Asia Tbk                        pesawat udara.
                                      Engages in maintenance, repair, and overhaul (MRO) services, including manufacturing and maintenance
                                      of supporting facilities, engineering services, logistics, warehousing, and consultancy.
                                      Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi untuk berbagai industri seperti transportasi,
                                      travel dan industri terkait.
 PT Aero Systems Indonesia
                                      Operates in information technology, serving industries such as transportation, travel, and other related
                                      sectors.
                                      Perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan udara.
 PT Citilink Indonesia
                                      Specializes in air transportation services.
                                      Perusahaan yang bergerak di bidang Biro Perjalanan Wisata, Penjualan Tiket, dan Jasa Penyewaan
 Garuda Indonesia Holiday France
                                      Pesawat.
 (GIH)
                                      Engages in travel agency operations, ticket sales, and aircraft leasing services.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     59
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 60
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                                Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




      HUBUNGAN BISNIS LAIN                                                      OTHER RELEVANT BUSINESS
      YANG RELEVAN [GRI 2-6]                                                    RELATIONSHIPS [GRI 2-6]

      Garuda Indonesia menjalin kerja sama marketing berupa                     Garuda Indonesia has established a marketing partnership in
      kemitraan Frequent Flyer Program (FFP) dengan Scandinavian                the form of a Frequent Flyer Program (FFP) partnership with
      Airlines (SAS). Anggota GarudaMiles dapat memperoleh                      Scandinavian Airlines (SAS). GarudaMiles members can earn
      dan menukarkan miles pada penerbangan SAS. Kemitraan ini                  and redeem miles on SAS flights. This partnership enhances
      meningkatkan aspek kepuasan anggota GarudaMiles dengan                    the member satisfaction aspect of GarudaMiles with more
      semakin bertambahnya opsi penerbangan dan penggunaan                      flight options and miles usage. The Company also conducts the
      miles. Di samping itu, Perseroan juga melaksanakan Kerja Sama             following Operating Cooperation.
      Operasi sebagai berikut.


         Nama Perusahaan                                                        Kerja Sama Operasi
           Company Name                                                          Operating Partnership
                                  •   Mengamankan pendapatan yang konsisten dan dapat diprediksi untuk Garuda Indonesia, mendukung keberlanjutan
                                      keuangan jangka panjang.
                                  •   Memperkuat jejak Garuda Indonesia di Timur Tengah, Afrika, dan sekitarnya, sehingga meningkatkan daya
                                      saing global.
                                  •   Meningkatkan konektivitas ke pasar Eropa melalui SPA di luar Doha (DOH) dan block space pada rute CGK-DOH
                                      untuk meningkatkan statusnya sebagai pusat transit global utama
                                  •   Menghadirkan konektivitas global yang tak tertandingi dan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi penumpang
       Qatar Airways (QR)
                                      di seluruh dunia
                                  •   Securing consistent and predictable revenue for Garuda Indonesia, supporting long-term financial sustainability.
                                  •   Strengthening Garuda Indonesia's footprint in the Middle East, Africa and beyond, thereby enhancing global
                                      competitiveness.
                                  •   Enhancing connectivity to European markets through SPA beyond Doha (DOH), enhancing its status as a key
                                      global transit hub.
                                  •   Delivering unrivaled global connectivity and an enhanced travel experience for passengers around the world.
                                  •   Mengamankan stabilitas pendapatan sepanjang tahun dengan memanfaatkan kerja sama strategis dengan
                                      Korean Air untuk menyeimbangkan fluktuasi permintaan musiman
                                  •   Memperkuat kehadiran Garuda Indonesia di pasar Asia Timur
                                  •   Memaksimalkan keunggulan strategis aliansi SkyTeam untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan
                                      konektivitas global di seluruh jaringan kedua maskapai.
                                  •   Meningkatkan konektivitas ke pasar Korea melalui SPA domestic korea dan soft block pada rute DPS-ICN untuk
                                      meningkatkan statusnya sebagai pusat transit global Utama
       Korean Air (KE)
                                  •   Securing revenue stability throughout the year by leveraging strategic cooperation with Korean Air to balance
                                      seasonal demand fluctuations.
                                  •   Strengthening Garuda Indonesia's presence in the East Asian market.
                                  •   Maximizing the strategic advantages of the SkyTeam alliance to strengthen collaboration and enhance global
                                      connectivity across both airlines' networks.
                                  •   Enhancing connectivity to the Korean market through a domestic Korea SPA and soft block on the DPS–ICN
                                      route, enhancing its status as a key global transit hub.
                                  •   Mengamankan stabilitas pendapatan sepanjang tahun dengan memanfaatkan kerja sama strategis dengan
                                      Korean Air untuk menyeimbangkan fluktuasi permintaan musiman
                                  •   Memperkuat kehadiran garuda Indonesia di pasar Eropa
                                  •   Memaksimalkan keunggulan strategis aliasti SkyTeam untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan
                                      konektivitas global di seluruh jaringan kedua maskapai.
       KLM Royal Dutch Airlines   •   Meningkatkan konektivitas ke pasar Eropa melalui kerjasama SPA dan seat swap.
       (KLM)                      •   Securing revenue stability throughout the year by leveraging strategic cooperation with Korean Air to balance
                                      seasonal demand fluctuations.
                                  •   Strengthening Garuda Indonesia's presence in the European market.
                                  •   Maximizing the strategic advantages of the SkyTeam alliance to strengthen collaboration and enhance global
                                      connectivity across both airlines' networks.
                                  •   Enhancing connectivity to European markets through SPA cooperation and seat swap arrangements.
                                  •   Mengamankan stabilitas pendapatan sepanjang tahun dengan memanfaatkan kerja sama strategis melalui
                                      codeshare dengan Japan Airlines untuk menyeimbangkan fluktuasi permintaan musiman
                                  •   Meningkatkan fleksibilitas jaringan dengan memungkinkan GA menjangkau destinasi yang belum terlayani
                                      dan memberikan opsi tambahan bagi penumpang melalui kerja sama Joint Venture
                                  •   Memaksimalkan keunggulan strategis aliansi SkyTeam untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan
                                      konektivitas global di seluruh jaringan kedua maskapai.
       Singapore Airlines (SQ)
                                  •   Securing revenue stability throughout the year by leveraging strategic cooperation through a codeshare
                                      partnership with Japan Airlines to balance seasonal demand fluctuations.
                                  •   Enhancing network flexibility by enabling Garuda Indonesia to reach unserved destinations and provide additional
                                      options for passengers through Joint Venture cooperation.
                                  •   Maximizing the strategic advantages of the SkyTeam alliance to strengthen collaboration and enhance global
                                      connectivity across both airlines' networks.




                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
  60
                                                                                                                         PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 61
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                    Governance                       Sustainability Performance




   Nama Perusahaan                                                                   Kerja Sama Operasi
      Company Name                                                                   Operating Partnership
                                    •   Mengamankan stabilitas pendapatan sepanjang tahun dengan memanfaatkan kerja sama strategis melalui
                                        codeshare dengan Japan Airlines untuk menyeimbangkan fluktuasi permintaan musiman
                                    •   Meningkatkan fleksibilitas jaringan dengan memungkinkan GA menjangkau destinasi yang belum terlayani
                                        dan memberikan opsi tambahan bagi penumpang melalui kerja sama Joint Business
                                    •   Memaksimalkan keunggulan strategis aliansi SkyTeam untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan
                                        konektivitas global di seluruh jaringan kedua maskapai.
 Japan Airlines (JL)
                                    •   Securing revenue stability throughout the year by leveraging strategic cooperation through a codeshare
                                        partnership with Japan Airlines to balance seasonal demand fluctuations.
                                    •   Enhancing network flexibility by enabling Garuda Indonesia to reach unserved destinations and provide additional
                                        options for passengers through Joint Business cooperation.
                                    •   Maximizing the strategic advantages of the SkyTeam alliance to strengthen collaboration and enhance global
                                        connectivity across both airlines' networks.
                                    •   Meningkatkan strategi jaringan yang sinergis di mana Garuda Indonesia dan QG saling memanfaatkan kekuatan
                                        rute masing-masing untuk memaksimalkan cakupan keseluruhan
                                    •   Meningkatkan fleksibilitas jaringan dengan memungkinkan GA menjangkau destinasi yang belum terlayani
                                        dan memberikan opsi tambahan bagi penumpang
                                    •   Memperkuat keberadaan merek dan pengalaman pelanggan di bawah identitas Garuda Indonesia Group yang
 Citilink (QG)                          terpadu.
                                    •   Enhancing a synergistic network strategy where Garuda Indonesia and QG leverage each other's route strengths
                                        to maximize overall coverage.
                                    •   Increasing network flexibility by enabling GA to reach underserved destinations and provide additional options
                                        for passengers.
                                    •   Strengthening brand presence and customer experience under a unified Garuda Indonesia Group identity.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 AccesRail (9B)                     kerja sama antara maskapai dan rail.
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through airline and rail cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Aeromexico (AM)                    kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air Astana (KC)                    kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air Baltic (BT)                    kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air Caledonie (SB)                 kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air Canada (AC)                    kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air China (CA)                     kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air Europe (UX)                    kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Air France (AF)                    kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                              61
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 62
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




         Nama Perusahaan                                                      Kerja Sama Operasi
            Company Name                                                       Operating Partnership
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Air India (AI)            kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Air Mauritius (MK)        kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Air New Zealand (NZ)      kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       All Nippon Airways (NH)   kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       APG Airlines (GP)         kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Asiana Airlines (OZ)      kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Bangkok Airways (PG)      kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Biman Bangladesh          kerja sama Codeshare dan SPA
       Airlines (BG)             Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through Codeshare and SPA
                                 cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       British Airways (BA)      kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Cathay Pacific (CX)       kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                 kerja sama codeshare dan SPA
       China Airlines (CI)
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                 cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       China Eastern Airlines    kerja sama codeshare dan SPA
       (MU)                      Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                 cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       China Southern Airlines
                                 kerja sama SPA
       (CZ)
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.


                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
  62
                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 63
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                   Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                  Governance                  Sustainability Performance




   Nama Perusahaan                                                                   Kerja Sama Operasi
      Company Name                                                                   Operating Partnership
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Delta Airlines (DL)                kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Egypt Air (MS)                     kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                    kerja sama codeshare dan SPA
 Emirates (EK)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                    cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Ethiopian Airlines (ET)            kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                    kerja sama codeshare dan SPA
 Etihad Airways (EY)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                    cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Eva Airways (BR)                   kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Fiji Airways (FJ)                  kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Finn Air (AY)                      kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Gulf Air (GF)                      kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                    kerja sama Multilateral Interline Traffic Agreement (MITA)
 Hahn Airlines (HR)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through cooperation under the
                                    Multilateral Interline Traffic Agreement (MITA).
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Hainan Airlines (HU)               kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                    kerja sama codeshare dan SPA
 Hong Kong Airlines (HX)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                    cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                    kerja sama codeshare dan SPA
 IndiGo (6E)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                    cooperation.
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                       63
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 64
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                               Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




         Nama Perusahaan                                                       Kerja Sama Operasi
           Company Name                                                         Operating Partnership
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Jeju Air (7C)              kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Jetstar (JQ)               kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Jetstar Japan (GK)         kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Kenya Airways (KQ)         kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Kuwait Airways (KU)        kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Lao Airlines (QV)          kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Lot Polish (LO)            kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Lufthansa Group (LX, LH,
                                  kerja sama SPA
       OS, AZ)
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                  kerja sama codeshare dan SPA
       Malaysian Airline (MH)
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                  cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Myanmar Airways (8M)       kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Myanmar National
                                  kerja sama SPA
       Airlines (UB)
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Nepal Airlines (RA)        kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                  Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                  melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Oman Air (WY)              kerja sama SPA
                                  Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                  airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.




                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
  64
                                                                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 65
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                   Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                  Governance                  Sustainability Performance




   Nama Perusahaan                                                                   Kerja Sama Operasi
      Company Name                                                                   Operating Partnership
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Philipine Airlines (PR)            kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Qantas Airways (QF)                kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Royal Brunei Airlines (BI)         kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Royal Jordanian (RJ)               kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Saudi Arabian Airlines             kerja sama codeshare dan SPA
 (SV)                               Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                    cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Scandinavian Airlines
                                    kerja sama SPA
 (SK)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Srilankan Airlines (UL)            kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Starlux Airlines (JX)              kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Swiss International
                                    kerja sama SPA
 Airlines (LX)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Thai Airways (TG)                  kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                    kerja sama codeshare dan SPA
 Turkish Airlines (TK)
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                    cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 United Airlines (UA)               kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                    Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                    melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
 Uzbekistan Airways (HY)            kerja sama SPA
                                    Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                    airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                       65
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 66
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




         Nama Perusahaan                                                      Kerja Sama Operasi
            Company Name                                                       Operating Partnership
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                 kerja sama codeshare dan SPA
       Vietnam Airlines (VN)
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                 cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
       Virgin Australia (VA)     kerja sama SPA
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through SPA cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                 kerja sama codeshare dan SPA
       Xiamen Airlines (MF)
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                 cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                 kerja sama codeshare dan SPA
       ITA Airways (AZ)
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                 cooperation.
                                 Meningkatkan fleksibilitas jaringan dan potensi pendapatan dengan memungkinkan maskapai menjual rute beyond
                                 melalui mitra kerja sama, serta memberikan kepastian pembagian prorate dan struktur tarif yang kompetitif melalui
                                 kerja sama codeshare dan SPA
       Air India (AI)
                                 Enhancing network flexibility and revenue potential by enabling the airline to sell beyond routes through partner
                                 airlines, while ensuring prorate sharing certainty and a competitive fare structure through codeshare and SPA
                                 cooperation.


      Sampai dengan 31 Desember 2025, Garuda Indonesia tidak                  As of December 31, 2025, Garuda Indonesia has no other
      memiliki hubungan bisnis lainnya termasuk dengan Perusahaan             business relationships, including partnerships with Joint Venture
      Ventura Bersama.                                                        Companies.

      PERUBAHAN PERUSAHAAN YANG BERSIFAT                                      CHANGES IN THE COMPANY
      SIGNIFIKAN PADA ORGANISASI [OJK C.6, GRI 2-6]                           THAT ARE SIGNIFICANT TO THE
                                                                              ORGANIZATION [OJK C.6, GRI 2-6]

      Sampai dengan 31 Desember 2025, Perseroan mengalami                     Through December 31, 2025, the Company underwent significant
      perubahan signifikan sebagai bagian dari program restrukturisasi        changes as part of a financial restructuring program through
      keuangan melalui berbagai aksi korporasi strategis yang                 various strategic corporate actions aimed at strengthening its
      bertujuan untuk memperkuat struktur ekuitas serta meningkatkan          equity structure and improving its overall financial health.
      kesehatan keuangan secara keseluruhan.

      Inisiatif utama meliputi penyelesaian kewajiban pada entitas            Key initiatives include settling liabilities with entities within
      di dalam Garuda Indonesia Group untuk memperbaiki posisi                the Garuda Indonesia Group to improve the financial position
      keuangan dan meningkatkan efisiensi beban pendanaan,                    and enhance funding cost efficiency, as well as the contribution
      serta pelaksanaan inbreng lahan kepada entitas GMF dalam                of land to the GMF entity within the Garuda Indonesia Group
      Garuda Indonesia Group guna memperkuat struktur ekuitas                 to strengthen the equity structure and support improved
      dan mendukung peningkatan profitabilitas secara konsolidasi.            consolidated profitability.




                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
  66
                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 67
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




Selain itu, Perseroan juga melakukan penguatan struktur                       Additionally, the Company is strengthening its capital structure
permodalan melalui penambahan modal dan penataan                              through capital increases and debt restructuring, which support
kewajiban, yang mendukung kebutuhan pendanaan operasional,                    operational funding needs, including fleet maintenance and the
termasuk pemeliharaan armada serta penyelesaian kewajiban                     settlement of obligations within the Garuda Indonesia Group. As
di lingkungan Garuda Indonesia Group. Sebagai Badan Usaha                     a State-Owned Enterprise, these steps are also accompanied by
Milik Negara, langkah-langkah tersebut juga diikuti dengan                    adjustments to the shareholding structure as part of an ongoing
penyesuaian struktur kepemilikan saham sebagai bagian dari                    transformation process.
proses transformasi yang berkelanjutan.

Di tahun 2025, terdapat penutupan 39 kantor perwakilan yang                   By 2025, there will be a reduction in the number of representative
semula ada 121 di tahun 2024, menjadi 82 di tahun 2025.                       offices from 121 in 2024 to 82 in 2025.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                  67
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 68
                                                                       Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
03.                                                                      Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




      KEANGGOTAAN ASOSIASI [OJK C.5, GRI 2-28]
      ASSOCIATION MEMBERSHIP [OJK C.5, GRI 2-28]




      Garuda Indonesia telah tergabung dalam keanggotaan asosiasi                     Garuda Indonesia actively participates in both national and
      di lingkup nasional maupun internasional. Keterlibatan                          international associations. Garuda Indonesia’s involvement in
      Garuda Indonesia di organisasi atau asosiasi bertujuan untuk                    these organizations or associations aims to foster Indonesia's
      meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mendorong                        economic growth and promote the advancement of the national
      kemajuan industri penerbangan nasional. Hingga akhir tahun                      aviation industry. As of the end of 2025, Garuda Indonesia is
      2025, Garuda Indonesia tercatat sebagai anggota maupun                          officially listed as a member or holds a position in the following
      kepengurusan dalam organisasi atau asosiasi sebagai berikut.                    organizations and associations:



                          Nama Organisasi/Asosiasi                                           Lingkup               Jabatan di Organisasi/ Asosiasi
                        Name of Organization/Association                                       Scope               Position in Organization/Association
       Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA)                    Nasional                   Anggota
       Indonesian National Airlines Association (INACA)                              National                   Member
       Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)                              Nasional                   Anggota
       Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)                              National                   Member
       Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)                                               Nasional                   Anggota
       Indonesian Issuers Association (AEI)                                          National                   Member
       Kamar Dagang Indonesia (DGI)                                                  Nasional                   Anggota
       Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN)                           National                   Member
       International Air Transport Association (IATA)                                Internasional              Anggota
       International Air Transport Association (IATA)                                International              Member
       Aliansi Maskapai Penerbangan (SkyTeam)                                        Internasional              Anggota
       Airline Alliance (SkyTeam)                                                    International              Member
       Association of Asia Pacific Airlines (AAPA)                                   Internasional              Anggota
       Association of Asia Pacific Airlines (AAPA)                                   International              Member
       ASEAN Airlines Sustainability Working Group (AASWG)                           Internasional              Anggota
       ASEAN Airlines Sustainability Working Group (AASWG)                           International              Member
                                                                                     Internasional              Anggota
       The International Air Cargo Association (TIACA)
                                                                                     International              Member



                                                          Skyteam The Aviation Challenge 2025

       SkyTeam merupakan aliansi maskapai penerbangan global yang beranggotakan berbagai maskapai internasional terkemuka yang bekerja sama
       untuk meningkatkan konektivitas, kualitas layanan, serta keunggulan operasional. Sebagai bagian dari SkyTeam, Garuda Indonesia secara aktif
       berpartisipasi dalam berbagai inisiatif kolaboratif yang bertujuan memperkuat inovasi, efisiensi, dan kinerja keberlanjutan di industri penerbangan.
       Salah satu inisiatif tersebut adalah The Aviation Challenge (TAC) 2025, sebuah program kolaboratif yang dirancang untuk mendorong implementasi
       solusi nyata yang teruji dan menghasilkan dampak yang terukur dalam mendukung keberlanjutan sektor aviasi.

       Melalui partisipasinya dalam TAC 2025, Garuda Indonesia menunjukkan komitmen untuk menerjemahkan prinsip keberlanjutan ke dalam aksi
       konkret dan berdampak. Perusahaan melaksanakan sejumlah program unggulan, antara lain Program Plastic Recycle bekerja sama dengan PlasticPay
       untuk mendukung praktik ekonomi sirkular melalui pengelolaan dan daur ulang sampah plastik, Program Carbon Offset berkolaborasi dengan
       Jejakin yang memungkinkan penumpang menghitung dan mengimbangi emisi karbon dari penerbangan, serta pelaksanaan Showcase Flight yang
       menampilkan berbagai praktik layanan penerbangan yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan perlengkapan yang dapat digunakan kembali
       dan material yang lebih berkelanjutan. Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan upaya Garuda Indonesia dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor,
       meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan, serta mendorong inovasi operasional menuju industri penerbangan yang lebih berkelanjutan.

       SkyTeam is a global airline alliance comprising leading international carriers that collaborate to enhance connectivity, service quality, and operational
       excellence. As a member of SkyTeam, Garuda Indonesia actively participates in various collaborative initiatives aimed at strengthening innovation,
       efficiency, and sustainability performance in the aviation industry. One of these initiatives is The Aviation Challenge (TAC) 2025, a collaborative
       program designed to promote the implementation of practical, tested solutions that deliver measurable impact in supporting the sustainability of
       the aviation sector.

       Through its participation in TAC 2025, Garuda Indonesia demonstrates its commitment to translating sustainability principles into concrete and
       impactful actions. The Company implements several flagship programs, including the Plastic Recycle Program in collaboration with PlasticPay to
       support circular economy practices through plastic waste management and recycling; the Carbon Offset Program in partnership with Jejakin, which
       allows passengers to calculate and offset carbon emissions from their flights; and the Showcase Flight, which highlights environmentally friendly
       aviation practices, such as the use of reusable equipment and more sustainable materials. These initiatives reflect Garuda Indonesia’s efforts to
       strengthen cross-sector collaboration, enhance stakeholder engagement, and drive operational innovation toward a more sustainable aviation industry.


                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
  68
                                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 69
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                   Tata Kelola           Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors        Governance          Sustainability Performance




                                                                                              PENJELASAN
                                                                                            DIREKSI [OJK D.1, 2-22]
                                                                                           EXPLANATION FROM
                                                                              THE BOARD OF DIRECTORS [OJK D.1, 2-22]




Sustainability Report 2025
                                                                                                                              69
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 70
                                    Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
04.                                   Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




                                                            PENJELASAN
                                                            DIREKSI [OJK D.1, 2-22]
                                                            EXPLANATION FROM THE BOARD
                                                            OF DIRECTORS [OJK D.1, 2-22]



                                                            Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
                                                            Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, Perseroan
                                                            mampu menghadapi berbagai tantangan sepanjang
                                                            tahun 2025. Garuda Indonesia tetap berkomitmen untuk
                                                            mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam
                                                            seluruh proses bisnis, baik dari aspek lingkungan, sosial,
                                                            maupun tata kelola, dengan keyakinan bahwa penerapan
                                                            prinsip keberlanjutan akan memberikan dampak positif
                                                            jangka panjang bagi Perseroan.

                                                            Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan
                                                            kebijakan Garuda Indonesia dalam merespon tantangan
                                                            dalam pemenuhan strategi keberlanjutan, penerapan
                                                            pembangunan berkelanjutan, serta strategi pencapaian
                                                            target yang telah dijalankan selama tahun 2025.

                                                            We would like to express our deepest gratitude to
                                                            the Almighty God, whose grace and blessings have
                                                            enabled the Company to navigate various challenges
                                                            throughout 2025. Garuda Indonesia remains steadfast in
                                                            its commitment to integrating sustainability values across
                                                            all business processes, encompassing environmental,
                                                            social, and governance aspects, with the belief that the
                                                            implementation of sustainability principles will deliver
                                                            long-term positive impacts for the Company.

                                                            On this occasion, allow us to present Garuda Indonesia’s
                                                            policies in response to the challenges in fulfilling
                                                            sustainability strategies, implementing sustainable
                                                            development, and achieving the targets set for 2025.




       Glenny Kairupan
       Direktur Utama
       President Director and CEO




                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
  70
                                                                                           PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 71
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




KEBIJAKAN UNTUK MERESPON TANTANGAN                                            POLICY TO RESPOND TO CHALLENGES IN FULFILLING
DALAM PEMENUHAN STRATEGI KEBERLANJUTAN                                        THE SUSTAINABILITY STRATEGY

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Garuda                    As a State-Owned Enterprise (SOEs), Garuda Indonesia is
Indonesia memiliki tanggung jawab penting dalam mendorong                     responsible for supporting national economic growth, improving
pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan                      social welfare, and creating ample employment opportunities.
masyarakat, serta menyediakan kesempatan kerja yang luas.                     Garuda Indonesia has therefore established sustainability
Garuda Indonesia telah memiliki nilai-nilai keberlanjutan yang                values that underpin all its business activities. The Company
mendasari seluruh aktivitas usahanya. Perseroan telah menganut                has adopted and instilled the core values of SOEs human capital,
dan menanamkan nilai-nilai utama sumber daya manusia BUMN                     which comprise Trustworthy (Amanah), Competent (Kompeten),
yang terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif                  Harmonious (Harmonis), Loyal (Loyal), Adaptive (Adaptif), and
dan Kolaboratif (AKHLAK).                                                     Collaborative (Kolaboratif) — known as AKHLAK.

Dengan menginternalisasi nilai AKHLAK, Perseroan berkomitmen                  By integrating the AKHLAK values, the Company is committed to
untuk memperkuat peran Perseroan sebagai pendorong                            strengthening its role as a driver of economic growth, improvement
pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial,                        of social welfare, provision of employment opportunities, and
penyediaan lapangan kerja, serta pengembangan talenta.                        talent development. The AKHLAK values are not merely the
Nilai AKHLAK tidak hanya menjadi identitas perusahaan, tetapi                 Company’s identity, but also serve as a binding force of a work
juga menjadi pengikat budaya kerja yang mendorong kinerja                     culture that encourages sustainable performance. This principle of
berkelanjutan. Prinsip keberlanjutan ini senantiasa menjadi                   sustainability consistently serves as a guideline for all employees
pedoman bagi seluruh pegawai dalam melaksanakan kegiatan                      in conducting operational activities in a sustainable manner
operasional secara berkelanjutan di seluruh tingkatan organisasi.             across all levels of the organization.

Dalam menerapkan keberlanjutan, Perseroan masih menghadapi                    In implementing sustainability initiatives, the Company continues
isu keberlanjutan yang berdampak terhadap implementasi                        to face sustainability-related issues that impact the execution
keberlanjutan Perseroan. Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang                 of its sustainability agenda. Sustainable Aviation Fuel (SAF),
masih lebih tinggi dibandingkan bahan bakar konvensional,                     which remains significantly more expensive than conventional
ditambah dengan perbedaan kebijakan dan mekanisme                             fuel, along with differences in policies and carbon cost allocation
pembebanan biaya dekarbonisasi di berbagai negara, juga                       mechanisms across countries, may also exert pressure on the
berpotensi menimbulkan tekanan terhadap struktur biaya                        Company’s operating cost structure and increase the complexity
operasional serta meningkatkan kompleksitas perencanaan                       of business planning. Variations in market characteristics and
bisnis. Variasi karakteristik pasar dan regulasi lintas yurisdiksi            cross-jurisdictional regulations may further affect the consistency
juga berpotensi memengaruhi konsistensi pencapaian target                     of achieving decarbonization targets. To mitigate these risks,
dekarbonisasi. Untuk memitigasi risiko tersebut, Garuda                       Garuda Indonesia promotes the implementation of a measured
Indonesia mendorong penerapan skema cost-sharing yang                         and transparent cost-sharing scheme with stakeholders,
terukur dan transparan bersama para pemangku kepentingan,                     optimizes a gradual and adaptive carbon management strategy,
mengoptimalkan strategi manajemen karbon secara bertahap                      and strengthens collaboration with regulators and industry
dan adaptif, serta memperkuat kolaborasi dengan regulator                     partners. These efforts aim to support the development of a
dan mitra industri. Langkah ini ditujukan untuk mendukung                     conducive policy ecosystem, ensuring that the transition toward
terciptanya ekosistem kebijakan yang kondusif, sehingga transisi              low-carbon aviation proceeds in alignment with the Company’s
menuju penerbangan rendah karbon dapat berjalan selaras                       business performance sustainability.
dengan keberlanjutan kinerja bisnis Perseroan.

Nilai-nilai AKHLAK juga mendorong Perseroan untuk terus                       The AKHLAK values also encourage the Company to remain
berkomitmen dalam menerapkan serta mengembangkan aktivitas                    committed to implementing and developing business activities
bisnis yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.                 aligned with the principles of sustainable development. The
Perseroan memiliki komitmen untuk berkontribusi terhadap Tujuan               Company is committed to contributing to the Sustainable
Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Perseroan turut berkontribusi                Development Goals (SDGs). The Company also contributes to
pada TPB 7 Affordable and Clean Energy melalui penggunaan SAF                 SDG 7 Affordable and Clean Energy through the use of SAF,
yang merupakan bagian dari komitmen Perseroan terhadap transisi               which is part of the Company’s commitment to energy transition
energi dan pengurangan emisi karbon.                                          and carbon emission reduction.

Perseroan senantiasa mendukung TPB 8 Decent Work and                          The Company consistently supports SDG 8 Decent Work and
Economic Growth melalui praktik pengadaan barang dan jasa                     Economic Growth through procurement practices that prioritize
yang mengedepankan pemasok lokal termasuk belanja kepada                      local suppliers, including spending with MSEs. This reflects
UMKM. Hal ini menunjukkan komitmen Garuda Indonesia dalam                     Garuda Indonesia’s commitment to supporting the growth of
mendukung pertumbuhan industri lokal dan memperkuat daya                      local industries and strengthening national competitiveness.
saing nasional.

Garuda Indonesia juga senantiasa mendukung TPB 3 Good Health                  Garuda Indonesia also consistently supports SDG 3 Good Health
and Wellbeing melalui penerapan K3 di Perseroan. Perseroan                    and Wellbeing through the implementation of Occupational


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    71
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 72
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
04.                                                             Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




      telah mengimplementasikan Safety Management System (SMS)               Safety and Health (OSH) within the Company. The Company
      yang difokuskan pada keselamatan operasional penerbangan               has implemented a Safety Management System (SMS) focused
      yang mengacu pada ICAO (Annex 19, Safety Management) dan               on flight operational safety, in accordance with ICAO (Annex
      CASR Part 19. Selanjutnya, Perseroan juga menerapkan Sistem            19, Safety Management) and CASR Part 19. Furthermore, the
      Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang                  Company also implements an Occupational Safety and Health
      merupakan sistem terstruktur yang menjamin keselamatan dan             Management System (SMK3), which is a structured system
      kesehatan kerja di lingkungan kerja secara menyeluruh, tidak           ensuring comprehensive workplace safety and health, not limited
      terbatas pada operasional penerbangan saja, tapi juga mencakup         to flight operations but also covering other working areas such
      area kerja lainnya seperti hanggar, kantor, gudang, dan lainnya.       as hangars, offices, warehouses, and others. The Company also
      Perseroan juga turut berkontribusi terhadap TPB lainnya yang           contributes to other SDGs that are aligned with its business
      sejalan dengan aktivitas bisnis Perseroan.                             activities.

      Selain kontribusi terhadap pencapaian TPB, komitmen                    In addition to contributing to the achievement of the SDGs, the
      Perseroan dalam menerapkan nilai keberlanjutan memberikan              Company’s commitment to implementing sustainability values
      dampak positif pada pencapaian Perseroan di tahun 2025.                has had a positive impact on the Company’s performance in
      Pada aspek ekonomi, Perseroan telah meningkatkan produk                2025. In the economic aspect, the Company has increased its
      ramah lingkungan menjadi sebesar 119 penerbangan yang                  eco-friendly operations to 119 flights using sustainable aviation
      menggunakan sustainable aviation fuel (SAF), yang merupakan            fuel (SAF), marking the first year the Company utilized a 2%
      tahun pertama Perseroan menggunakan dengan tingkat blending            blend on the Amsterdam–Jakarta (AMS–CGK) route to meet the
      sebesar 2% pada rute Amsterdam–Jakarta (AMS–CGK) guna                  ReFuelEU Aviation mandate. There was an increase in the number
      memenuhi mandat ReFuelEU Aviation. Terdapat peningkatan                of Garuda International passengers to 2.9 million, up from 2.6
      jumlah penumpang Garuda Internasional menjadi sebesar 2,9              million in 2024. The volume of Garuda Indonesia Domestic cargo
      juta penumpang meningkat dibandingkan tahun 2024 yang                  increased to 87,915.8 tons, up from 81,347.5 tons in 2024.
      sebesar 2,6 juta penumpang. Peningkatan jumlah kargo Garuda
      Indonesia Domestik menjadi sebesar 87,915,8 ton meningkat
      dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 81.347,5 ton

      Pada aspek lingkungan, Perseroan berhasil menurunkan penggunaan        On the environmental aspect, the Company successfully reduced
      listrik menjadi sebesar 55.562,5 gigajoule menurun dibandingkan        electricity consumption to 55,562.5 gigajoules, a decrease
      tahun 2024 yang sebesar 56.743,5 gigajoule. Perseroan berhasil         compared to 2024 which amounted to 56,743.5 gigajoules.
      menurunkan penggunaan emisi yang dihasilkan pada program               The Company also succeeded in reducing emissions generated
      fuel conservation sebesar 1.805.846 kgco2. Perseroan juga telah        through the fuel conservation program by 1,805,846 kgCO2. In
      meningkatkan repatriasi tumbuhan dan satwa liar menjadi sebesar        addition, the Company increased the repatriation of flora and
      83.749 tumbuhan/satwa liar, meningkat dibandingkan tahun 2024          fauna to 83,749, an increase compared to 2024 which amounted
      yang sebesar 2.450.                                                    to 2,450.

      Pada aspek sosial, Perseroan berhasil meningkatkan rata-rata jam       On the social aspect, the Company successfully increased the
      pelatihan pegawai menjadi sebesar 20 jam/pegawai meningkat             average employee training hours to 20 hours per employee, an
      dibandingkan tahun 2024 yang sebesa 19 jam/pegawai.                    increase from 19 hours per employee in 2024. The Company also
      Perseroan juga telah meningkatkan biaya pengembangan                   increased competency development expenditure per employee
      kompetensi per pegawai menjadi sebesar USD 490,85, meningkat           to USD 490.85, compared to USD 385 in 2024.
      dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 385.

      Perseroan menyadari bahwa berbagai pencapaian keberlanjutan            The Company recognizes that the various sustainability
      yang diraih tidak terlepas dari berbagai tantangan yang                achievements attained cannot be separated from the challenges
      dihadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal. Dari sisi          encountered, both internally and externally. On the external
      eksternal, kewajiban pemenuhan skema Carbon Offsetting and             side, the obligation to comply with the Carbon Offsetting and
      Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA). Selain           Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA). In addition,
      itu, perbedaan kebijakan dan mekanisme pembebanan biaya                differences in policies and carbon pricing mechanisms across
      dekarbonisasi di berbagai negara juga menjadi tantangan dalam          countries also pose challenges in maintaining the consistency
      menjaga konsistensi pencapaian target dekarbonisasi Perseroan.         of the Company’s decarbonization targets.

      Dari sisi internal, penerapan standar pelaporan keberlanjutan          On the internal side, the implementation of global sustainability
      global seperti IFRS S1 dan IFRS S2 menuntut peningkatan                reporting standards such as IFRS S1 and IFRS S2 requires
      kualitas, konsistensi, serta keterlacakan data ESG, sekaligus          improved quality, consistency, and traceability of ESG data, as
      penyesuaian proses bisnis dan sistem pelaporan internal. Dalam         well as adjustments to business processes and internal reporting
      menghadapi tantangan tersebut, Perseroan terus memperkuat              systems. In addressing these challenges, the Company continues
      tata kelola data keberlanjutan, melakukan harmonisasi kebijakan        to strengthen its sustainability data governance, harmonize
      dan prosedur internal, serta mengintegrasikan risiko dan               internal policies and procedures, and integrate climate-related
      peluang terkait perubahan iklim ke dalam kerangka Enterprise           risks and opportunities into the Enterprise Risk Management
      Risk Management (ERM) guna mendukung pencapaian target                 (ERM) framework to support the achievement of Sustainable
      Keuangan Berkelanjutan secara berkelanjutan.                           Finance targets in a sustainable manner.
                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
  72
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 73
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                      Sustainability Performance




PENERAPAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN                                           IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT

Komitmen Perseroan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan                    The Company’s commitment to upholding sustainability principles
pada seluruh kegiatan operasional tercermin dari pencapaian                   across all operational activities is reflected in the achievement
target kinerja pada aspek ekonomi, lingkungan, sosial, serta                  of performance targets in economic, environmental, social, and
tata kelola. Perseroan berhasil mencapai target revenue/                      governance aspects. The Company successfully achieved its
employee sebesar 103,0%. Perseroan berhasil mencapai target                   revenue-per-employee target of 103.0%. The Company successfully
Risk Maturity Index (RMI) sebesar 101,6%. Perseroan berhasil                  achieved its Risk Maturity Index (RMI) target of 101.6%. The Company
mencapai target IT Maturity Level 104,9%. Perseroan berhasil                  successfully achieved its IT Maturity Level target of 104.9%. The
mencapai target kontribusi laba perusahaan anak sebesar                       Company successfully achieved its target for the profit contribution
121,5%. Perseroan berhasil mencapai target rasio top talent                   of subsidiaries at 121.5%. The Company successfully achieved its target
muda sebesar 147,9. Perseroan berhasil mencapai target on                     for the ratio of young top talent at 147.9%. The Company successfully
time performance sebesar 101,5%. Perseroan berhasil mencapai                  achieved its on-time performance target of 101.5%. The Company
target operating expense realization sebesar 100%. Perseroan                  successfully achieved its operating expense realization target of 100%.
berhasil mencapai target rasio perempuan dalam nominated                      The Company successfully achieved its target for the ratio of women
talent sebesar 131,3%. Perseroan berhasil mencapai target dalam               among nominated talent at 131.3%. The Company successfully met
melakukan aktivasi Komite Sustainability untuk memperkuat tata                its target of activating the Sustainability Committee to strengthen
kelola keberlanjutan dan penyusunan laporan keberlanjutan                     sustainability governance and the preparation of sustainability reports
berbasis standar global.                                                      based on global standards.

Komitmen Perseroan dalam menerapkan keberlanjutan di                          The Company’s commitment to implementing sustainability
seluruh aktivitas operasionalnya memiliki dampak positif berupa               across all its operational activities has had a positive impact, as
diperolehnya berbagai penghargaan baik secara nasional maupun                 reflected in the receipt of various awards at both national and
internasional sepanjang tahun 2025. Adapun penghargaan yang                   international levels throughout 2025. The sustainability-related
diperoleh terkait keberlanjutan meliputi:                                     awards obtained include:
1. Best Frequent-Flyer Programs Readers Choice Awards 2025                    1. Best Frequent-Flyer Programs, Readers’ Choice Awards 2025
2. Top Airlines by Absolute Passengers Growth kategori Asia                   2. Top Airlines by Absolute Passenger Growth in Southeast
    Tenggara pada acara Changi Airline Awards 2025 yang                           Asia at the Changi Airline Awards 2025 organized by Changi
    diselenggarakan oleh Changi International Airport                             International Airport
3. Program of the Year kategori Middle East & Asia/Oceania                    3. Program of the Year, Middle East & Asia/Oceania Region at
    Area pada acara Freddie Awards yang diselenggarakan oleh                      the Freddie Awards organized by the Freddie Awards
    Freddie Awards
4. Best Customer Service kategori Middle East & Asia/Oceania                  4.   Best Customer Service, Middle East & Asia/Oceania Region
    Area pada acara Freddie Awards yang diselenggarakan oleh                       at the Freddie Awards organized by the Freddie Awards
    Freddie Awards
5. Best Redemption Ability kategori Middle East & Asia/Oceania                5. Best Redemption Ability, Middle East & Asia/Oceania Region
    Area pada acara Freddie Awards yang diselenggarakan oleh                     at the Freddie Awards organized by the Freddie Awards
    Freddie Awards
6. Peringkat 104 pada acara Fortune Southeast Asia 500 yang                   6. Ranked 104th in the Fortune Southeast Asia 500 organized
    diselenggarakan oleh Fortune                                                 by Fortune
7. 3rd Place YouGov’s Most Recommended Brands 2025 in                         7. 3rd Place, YouGov’s Most Recommended Brands 2025 in
    Indonesia yang diselenggarakan oleh YouGov                                   Indonesia organized by YouGov
8. Best Airline Earning and Redemption Ability – Asia Pacific                 8. Best Airline Earning and Redemption Ability – Asia Pacific
    (Garuda Miles) pada acara Frequent Traveler Awards yang                      (GarudaMiles) at the Frequent Traveler Awards organized
    diselenggarakan oleh Frequent Traveler Events                                by Frequent Traveler Events
9. Social Winner Transportation & Logistics Sector pada acara                 9. Social Winner, Transportation & Logistics Sector at the
    Katadata ESG Index Awards 2025 yang diselenggarakan                          Katadata ESG Index Awards 2025 organized by Katadata
    oleh Katadata
10. Stellar Workplace Recognition in Employee Commitment pada                 10. Stellar Workplace Recognition in Employee Commitment
    acara Stellar Workplace Award 2025 yang diselenggarakan                       at the Stellar Workplace Award 2025 organized by Kontan
    oleh Kontan
11. Stellar Workplace Recognition in Employee Satisfaction pada               11. Stellar Workplace Recognition in Employee Satisfaction at
    acara Stellar Workplace Award 2025 yang diselenggarakan                       the Stellar Workplace Award 2025 organized by Kontan
    oleh Kontan
12. Gold Rating Best ESG Reporting & Transparency pada acara                  12. Gold Rating, Best ESG Reporting & Transparency at the ESG
    ESG Initiative Award 2025 yang diselenggarakan oleh                           Initiative Award 2025 organized by SustainLife Today (PT
    SustainLife Today (PT Eftu Sarana Media)                                      Eftu Sarana Media)
13. Platinum Rating pada acara Asia Sustainability Reporting                  13. Platinum Rating at the Asia Sustainability Reporting Rating
    Rating (ASRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National                       (ASRRAT) 2025 organized by the National Center for
    Center for Corporate Reporting (NCCR) dan Institute of                        Corporate Reporting (NCCR) and the Institute of Certified
    Certified Sustainability Practitioners (ICSP)                                 Sustainability Practitioners (ICSP)


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      73
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 74
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
04.                                                                Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




      14. Finalis Annual Report Award (ARA) 2024 pada acara Annual              14. Finalist of the Annual Report Award (ARA) 2024 organized
          Report Award yang diselenggarakan oleh Komite Nasional                    by the National Committee on Governance Policy (KNKG)
          Kebijakan Gobernansi (KNKG).

      STRATEGI PENCAPAIAN TARGET                                                STRATEGY FOR ACHIEVING TARGETS
      Seluruh pencapaian Garuda Indonesia sepanjang tahun 2025                  Garuda Indonesia’s achievements throughout 2025 were
      tidak terlepas dari penerapan pengelolaan risiko yang efektif.            inseparable from the implementation of effective risk
      Selama tahun tersebut, Perseroan menghadapi berbagai risiko               management. Throughout the year, the Company faced various
      yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Namun,               risks covering economic, environmental, and social aspects.
      Perseroan telah menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk                 However, the Company had implemented mitigation measures
      mengelola risiko-risiko tersebut.                                         to manage these risks.

      Perseroan menegaskan bahwa pengelolaan risiko merupakan                   The Company affirms that risk management is a strategic
      tanggung jawab strategis yang dilaksanakan secara terintegrasi            responsibility implemented in an integrated manner to ensure
      guna memastikan keberlangsungan usaha Perseroan. Direksi                  the continuity of its business operations. The Board of Directors
      Perseroan telah menetapkan kebijakan dan strategi manajemen               has established risk management policies and strategies that
      risiko yang mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-                refer to the Minister of State-Owned Enterprises Regulation No.
      2/MBU/03/2023 serta praktik terbaik industri, yang kemudian               PER-2/MBU/03/2023 and industry best practices, which are then
      diimplementasikan melalui Enterprise Risk Management Manual               implemented through the Enterprise Risk Management (ERM)
      (ERM Manual). Kerangka ini mencakup penetapan kapasitas risiko,           Manual. This framework includes the establishment of risk capacity,
      selera risiko, toleransi risiko, dan batasan risiko sebagai dasar         risk appetite, risk tolerance, and risk limits as the basis for business
      dalam pengambilan keputusan bisnis. Direksi juga memastikan               decision-making. The Board of Directors also ensures the integration
      integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke            of Environmental, Social, and Governance (ESG) aspects into the
      dalam sistem manajemen risiko melalui risk register dan matriks           risk management system through risk registers and risk matrices,
      risiko, termasuk pelaksanaan penilaian risiko ESG secara berkala.         including the conduct of periodic ESG risk assessments. In addition,
      Selain itu, Direksi mengarahkan pelaksanaan risk profiling berbasis       the Board of Directors directs the implementation of risk profiling
      delapan taksonomi risiko utama yang dimonitor secara sistematis           based on eight main risk taxonomies, which are systematically
      untuk memastikan setiap potensi risiko dapat diidentifikasi, diukur,      monitored to ensure that all potential risks can be identified,
      dipantau, dan dikendalikan secara efektif.                                measured, monitored, and controlled effectively.

      Dalam mengelola risiko finansial dan strategis, Direksi berperan          In managing financial and strategic risks, the Board of Directors
      aktif dalam menetapkan langkah mitigasi yang adaptif terhadap             plays an active role in establishing mitigation measures that are
      dinamika industri penerbangan. Perseroan menghadapi risiko                adaptive to the dynamics of the aviation industry. The Company
      fluktuasi nilai tukar, tekanan biaya operasional, serta tantangan         faces risks related to foreign exchange fluctuations, operational
      dalam meningkatkan pendapatan dan keterisian penumpang.                   cost pressures, as well as challenges in increasing revenue and
      Untuk itu, Direksi menginstruksikan implementasi kebijakan                passenger load factors. To address these, the Board of Directors has
      lindung nilai (hedging) sesuai ketentuan regulator, optimalisasi          instructed the implementation of hedging policies in accordance
      struktur pembiayaan khususnya pada pembiayaan perawatan                   with regulatory requirements, the optimization of the financing
      pesawat dan mesin, serta penguatan efisiensi operasional                  structure, particularly for aircraft and engine maintenance financing,
      di seluruh lini bisnis. Di sisi strategis, Direksi mendorong              and the strengthening of operational efficiency across all business
      pengembangan kerja sama codeshare dengan mitra maskapai,                  lines. On the strategic side, the Board of Directors encourages the
      pelaksanaan program pemasaran seperti travel fair dan promosi             development of codeshare partnerships with airline partners, the
      musiman, serta evaluasi dan integrasi jaringan rute penerbangan           implementation of marketing programs such as travel fairs and
      bersama entitas anak. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk            seasonal promotions, as well as the evaluation and integration
      menjaga daya saing Perseroan sekaligus memperkuat kinerja                 of flight route networks with subsidiaries. These measures are
      keuangan secara berkelanjutan.                                            undertaken to maintain the Company’s competitiveness while
                                                                                strengthening its financial performance in a sustainable manner.

      Direksi juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko                     The Board of Directors also emphasizes the importance of
      lingkungan dan sosial sebagai bagian dari komitmen terhadap               environmental and social risk management as part of its commitment
      pembangunan berkelanjutan. Dalam aspek lingkungan, Direksi                to sustainable development. From an environmental perspective,
      mengarahkan implementasi program efisiensi bahan bakar serta              the Board of Directors directs the implementation of fuel efficiency
      inisiatif penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF), serta               programs and initiatives on the use of Sustainable Aviation Fuel
      pelaksanaan program carbon offset melalui penukaran mileage               (SAF), as well as the execution of carbon offset programs through
      dan penawaran penanaman pohon kepada pelanggan. Pada aspek                mileage redemption schemes and tree-planting offerings to
      sosial, Direksi memastikan penerapan standar keselamatan                  customers. On the social aspect, the Board of Directors ensures
      penerbangan yang tinggi melalui pemenuhan standar IATA                    the implementation of high aviation safety standards through
      Operational Safety Audit (IOSA) dan regulasi Keselamatan                  compliance with the IATA Operational Safety Audit (IOSA) standards
      dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, Direksi memperkuat                  and Occupational Safety and Health (OSH) regulations. In addition,
      pengelolaan risiko teknologi dengan meningkatkan kapabilitas              the Board of Directors strengthens technology risk management
      keamanan siber melalui kerja sama dengan Badan Siber dan                  by enhancing cybersecurity capabilities in collaboration with the


                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
  74
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 75
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                     Governance                    Sustainability Performance




Sandi Negara untuk melindungi data dan sistem operasional                     National Cyber and Crypto Agency (BSSN) to protect the Company’s
Perseroan. Direksi secara konsisten melakukan evaluasi atas                   data and operational systems. The Board of Directors consistently
efektivitas sistem manajemen risiko melalui peninjauan berkala                evaluates the effectiveness of the risk management system through
terhadap kebijakan, profil risiko, serta laporan yang disampaikan             periodic reviews of policies, risk profiles, and reports submitted to
kepada Dewan Komisaris dan pemangku kepentingan, sehingga                     the Board of Commissioners and stakeholders, thereby ensuring
memastikan bahwa seluruh risiko yang berpotensi memengaruhi                   that all risks that may potentially affect business sustainability are
keberlanjutan usaha dapat dimitigasi secara tepat dan terukur.                properly and measurably mitigated.

Di samping risiko yang dihadapi, Perseroan senantiasa                         In addition to the risks faced, the Company consistently leverages
memanfaatkan peluang dan prospek usaha melalui keunggulan                     business opportunities and prospects by utilizing its inherent
yang dimiliki Perseroan. Di samping risiko yang dihadapi, Perseroan           strengths. These opportunities include the potential growth of
senantiasa memanfaatkan peluang dan prospek usaha melalui                     tourism and the business industry in domestic routes, the potential
keunggulan yang dimiliki Perseroan. Peluang yang dimiliki meliputi            increase in international tourism and premium passengers, brand
potensi pertumbuhan pariwisata dan bisnis industri untuk rute                 collaborations to enhance brand positioning, expansion of the
domestik, potensi peningkatan wisata internasional dan premium                GarudaMiles market and ancillary revenue, optimization of sales
passengers, brand kolaborasi untuk meningkatkan brand positioning,            channels, potential growth in cargo and logistics, advancement
memperluas market garuda miles dan ancillary, optimalisasi channel            in digitalization and technological innovation, airline ecosystem
penjualan, potensi peningkatan kargo dan logistik, peningkatan                collaboration, the use of sustainable fuel, the competitive
digitalisasi dan inovasi teknologi, kolaborasi ekosistem airline,             advantage of a full-service airline model, the development of
penggunaan sustainable fuel, keunggulan komparatif maskapai                   international airports in Indonesia, as well as synergy among
full service, pengembangan bandara internasional di Indonesia,                State-Owned Enterprises (SOEs) and government institutions
serta sinergi BUMN dan instansi pemerintah dalam kolaborasi                   in aviation and tourism collaboration.
aviasi dan pariwisata.

Berbagai peluang tersebut akan mendorong prospek positif bagi                 These opportunities are expected to drive positive prospects for
Garuda Indonesia di masa depan. Hal ini semakin diperkuat oleh                Garuda Indonesia in the future. This is further strengthened by the
berbagai kekuatan internal yang dimiliki oleh Garuda Indonesia,               various internal strengths owned by Garuda Indonesia, including:
antara lain:
1. Brand Image yang Sangat Kuat                                               1.   Strong Brand Image
   Garuda Indonesia memiliki brand image yang sangat                               Garuda Indonesia has a very strong brand image, reflected in its
   kuat yang tercermin dari kualitas layanan, prestasi, serta                      service quality, achievements, and effective branding strategies.
   strategi branding mendukung. Garuda Indonesia merupakan                         Garuda Indonesia is an airline with exceptional service standards
   maskapai yang memiliki standar pelayanan yang sangat                            and has received numerous prestigious awards at least 23
   baik serta memperoleh banyak penghargaan bergengsi                              awards from various national and international institutions
   setidaknya 23 penghargaan dari berbagai institusi baik                          throughout 2025. Additionally, collaborations with a wide range
   nasional dan internasional sepanjang tahun 2025. Selain                         of brands and partners have further strengthened Garuda
   itu, kolaborasi dengan berbagai macam brand dan partner                         Indonesia’s brand image within the industry.
   mendukung brand image Garuda Indonesia menjadi semakin
   kuat di industrinya.

2. Safety, Service and Secure                                                 2. Safety, Service and Secure
   Garuda Indonesia berhasil memperpanjang sertifikasi                           Garuda Indonesia has successfully extended its operational
   keselamatan operasional dari IATA dengan memperoleh                           safety certification from IATA by obtaining IOSA Renewal
   IOSA Renewal Certification untuk periode 2025-2027 yang                       Certification for the 2025–2027 period, demonstrating
   menunjukan bahwa maskapai telah memenuhi standar                              that the airline has met the international aviation safety
   keselamatan penerbangan internasional yang ditetapkan oleh                    standards set by the International Air Transport Association
   International Air Transport Association (IATA). Hal tersebut                  (IATA). This is evidenced by an extremely low incident rate,
   dibuktikan melalui tingkat insiden yang sangat rendah yang                    reflecting the implementation of strict and effective systems
   mencerminkan implementasi sistem yang ketat dan efektif di                    across all operational aspects. This operational excellence is
   seluruh aspek operasional. Keunggulan operasional ini didukung                supported by a comprehensive monitoring and evaluation
   oleh sistem pemantauan dan evaluasi yang komprehensif,                        system, covering pre-flight, in-flight, and post-flight aspects,
   mencakup aspek pre-flight, in-flight, hingga post-flight serta                as well as continuous training programs for all operational
   program pelatihan berkelanjutan untuk seluruh personel                        personnel, ensuring consistency in the implementation of
   operasional menjamin konsistensi dalam pelaksanaan standar                    standard operating procedures.
   operasional prosedur.

    Garuda Indonesia juga memberikan layanan full service dengan                   Garuda Indonesia also provides full-service with the
    ciri khas “Indonesia Hospitality” kepada penumpang yang                        distinctive “Indonesia Hospitality” to passengers, which can be
    dapat dirasakan melalui “Garuda Indonesia Experience” yang                     experienced through the “Garuda Indonesia Experience” that
    mengedepankan Indonesian Hospitality didukung dengan                           prioritizes Indonesian Hospitality, supported by the 5 (five)
    5 (five) Sense yang dimiliki Garuda Indonesia, terdiri dari                    Senses unique to Garuda Indonesia—Sight, Touch, Scent,
    Sight, Touch, Scent, Sound and Taste, serta Garuda Indonesia                   Sound, and Taste. Additionally, Garuda Indonesia consistently
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     75
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 76
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
04.                                                                Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




          juga konsisten melakukan survei kepuasan pelanggan                         conducts customer satisfaction surveys, demonstrating the
          yang menunjukan bahwa komitmen Perseroan untuk dapat                       Company’s commitment to providing the best service to every
          memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpang,                      passenger, supported by On-Time Performance (OTP), which
          didukung dengan On Time Performance (OTP) yang menjadi                     remains a key strength of Garuda Indonesia.
          keunggulan Garuda Indonesia.

          Sistem keamanan terus ditingkatkan melalui cyber security                  Security systems are continuously enhanced through
          untuk melindungi data penumpang dan meningkatkan safety                    cybersecurity measures to protect passenger data and
          management system maskapai. Sehingga penumpang merasa                      improve the airline’s safety management system. This
          aman dan nyaman menggunakan maskapai Garuda Indonesia.                     ensures that passengers feel safe and comfortable flying
          Ketiga hal tersebut (safety, service dan security) merupakan               with Garuda Indonesia. These three elements (safety, service,
          hal secara langsung akan menjamin keselamatan, kenyamanan                  and security) directly ensure the safety, comfort, and security
          dan keamanan penumpang selama terbang bersama Garuda                       of passengers during their flights with Garuda Indonesia,
          Indonesia dan akan menjadi pengalaman yang positif bagi                    creating a positive experience for passengers and, it is hoped,
          penumpang dan diharapkan akan berdampak pada peningkatan                   contributing to an increase in Garuda Indonesia’s revenue.
          pendapatan Garuda Indonesia.

      3. Sumber Daya Manusia yang Kompeten dan Professional                     3. Competent and Professional Human Capital
         Garuda Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia                    Garuda Indonesia boasts a professional workforce with
         yang profesional dengan kompetensi teknis dan keahlian                    strong technical competencies and expertise in the aviation
         tinggi di industri penerbangan, didukung program                          industry, supported by comprehensive development
         pengembangan menyeluruh yang mencakup pelatihan                           programs that include technical training, soft skills, and
         teknis, soft skills, dan kepemimpinan. Budaya kerja yang                  leadership training. An innovative and high-performing
         inovatif dan unggul menjadi kekuatan Perseroan, seperti                   work culture is a key strength of the Company, exemplified
         program “Innovation Competition” yang dapat diikuti oleh                  by the “Innovation Competition” program, which is open to
         semua pihak internal Perseroan untuk memberikan ide                       all internal employees to showcase their innovative ideas
         inovatif dan kemampuan terbaik dari setiap insan. Selain                  and best capabilities. Additionally, the Company employs
         itu, dengan sistem manajemen talenta yang efektif untuk                   an effective talent management system to develop future
         mengembangkan pemimpin masa depan dan SDM yang                            leaders and high-quality human resources. Garuda Indonesia
         berkualitas. Garuda Indonesia juga berinvestasi untuk                     also invests in employee development through coaching,
         mengembangkan karyawan dilakukan melalui coaching,                        mentoring, challenging assignments, and practical knowledge
         mentoring, challenging assignment dan practical knowledge                 training to support and ensure the sustained competence
         training untuk mendukung dan menjamin kompetensi SDM                      of its workforce, thereby driving the growth of Garuda
         secara berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan                       Indonesia’s business and enabling it to compete in a highly
         bisnis Garuda Indonesia dan bersaing di industri yang                     competitive industry.
         kompetitif.

      4. Aliansi dengan SkyTeam                                                 4. Alliance with SkyTeam
         SkyTeam sebagai aliansi terbesar kedua didunia memperkuat                 As the world’s second-largest airline alliance, SkyTeam
         posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai kelas dunia                      reinforces Garuda Indonesia’s position as a world-class
         dengan reputasi global yang baik, membantu memperluas                     airline with a strong global reputation, helping to expand its
         jaringan penerbangan secara global dan memungkinkan                       global flight network and enabling Garuda Indonesia to offer
         Garuda Indonesia untuk menawarkan kepada penumpang                        passengers premium-class service that meets international
         layanan kelas premium dengan standar internasional. Aliansi               standards. The SkyTeam alliance also helps Garuda develop
         SkyTeam juga membantu Garuda untuk mengembangkan                          international markets and strengthens Garuda Indonesia’s
         pasar di dunia internasional serta memperkuat posisi Garuda               position as a premium-class airline in the eyes of global
         Indonesia sebagai maskapai berkelas premium di mata                       customers.
         pelanggan global.

      5. Penghargaan Global Skytrax 4-Star Airline                              5. Skytrax Global 4-Star Airline Award
         Garuda Indonesia tersertifikasi sebagai 4 Star Airline untuk              Garuda Indonesia is certified as a 4 Star Airline for airport
         kualitas airport, onboard product dan staff services. Penilaian           quality, onboard products, and staff services. Skytrax's
         Skytrax meliputi first class, business class, economy class,              assessment covers first class, business class, economy class,
         airport services, lounge, onboard product dan cabin staff service         airport services, lounges, onboard products, and cabin staff
         membantu Garuda Indonesia untuk memperoleh pengakuan                      service, helping Garuda Indonesia gain international recognition
         internasional atas kualitas layanan, reputasi maskapai yang               for its service quality and airline reputation, which can increase
         dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperkuat                   customer trust and strengthen its positive image as a full-service
         citra positif sebagai maskapai full services di pasar global.             airline in the global market.




                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
  76
                                                                                                                        PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 77
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




6. Interkoneksi Rute Domestik dan Internasional                               6. Domestic and International Route Interconnectivity
   Garuda Indonesia memiliki rute yang cukup luas secara                         Garuda Indonesia operates an extensive global route network,
   global dengan total 45 destinasi domestik yang terbagi                        serving a total of 45 domestic destinations, 25 in the western
   menjadi 25 domestic west region dan 20 domestic east region                   region and 20 in the eastern region, as well as 20 international
   serta 20 destinasi internasional. Interkoneksi rute yang luas                 destinations. This extensive route network plays a strategic role
   berperan strategis dalam memperkuat konektivitas nasional                     in strengthening national connectivity while opening up greater
   sekaligus membuka akses lebih ke pasar global salah satunya                   access to global markets, including through existing codeshare
   melalui codeshare yang telah berjalan. Garuda Indonesia                       agreements. Garuda Indonesia also operates a Hub-and-Spoke
   juga memiliki sistem Hub-and-Spoke yang berpusat di                           system centered at Soekarno-Hatta International Airport and
   Bandara Soekarno-Hatta dan secara bersamaan sedang                            is simultaneously developing Secondary Hubs in major cities
   mengembangkan Secondary Hubs di kota-kota besar di                            across Indonesia to optimize domestic and international flight
   Indonesia yang bertujuan untuk optimalisasi koneksi                           connections.
   penerbangan domestik dan internasional.

7. Peningkatan produktivitas operasional                                      7. Improved Operational Productivity
   Aspek operasional Garuda Indonesia terus ditingkatkan secara                  Garuda Indonesia’s operational aspects continue to be
   berkelanjutan, termasuk penambahan rute baru, optimalisasi                    improved on a sustainable basis, including the addition of
   rute eksisting, dan peningkatan frekuensi penerbangan                         new routes, optimization of existing routes, and increased
   domestik maupun internasional. Upaya ini berkontribusi                        flight frequencies on both domestic and international routes.
   pada peningkatan pendapatan, jumlah penumpang naik 3,7                        These efforts contribute to revenue growth and passenger
   juta atau 19% pada 2024, serta peningkatan Available Seat                     volume, which increased by 3.7 million passengers or 19% in
   Kilometer (ASK) dan Seat Load Factor (SLF) menjadi 78,90%                     2024, as well as improvements in Available Seat Kilometers
   dari 74,88% di 2023, menunjukkan produktivitas operasional                    (ASK) and Seat Load Factor (SLF) to 78.90% from 74.88% in
   yang semakin optimal.                                                         2023, reflecting increasingly optimal operational productivity.

8. Alliance and Partnership                                                   8. Alliance and Partnership
   Tercatat pada 2025 Garuda Indonesia memiliki sebanyak 70+                     As of 2025, Garuda Indonesia recorded more than 70 Special
   SPA (Special Prorate Agreements) termasuk 21 Codeshare                        Prorate Agreements (SPAs), including 21 codeshare partners,
   partners, 2 Joint Venture (JV) Partners dan bergabung dalam                   2 Joint Venture (JV) partners, and membership in a global
   aliansi global.                                                               airline alliance.

9. Sinergi Entitas Anak                                                       9. Subsidiary Synergy
   Ekosistem terintegrasi Garuda Indonesia Group memberikan                      The integrated ecosystem of the Garuda Indonesia Group
   kontribusi strategis melalui kinerja anak perusahaan yang                     provides a strategic contribution through the measurable
   terukur. Citilink meningkatkan market share domestik dengan                   performance of its subsidiaries. Citilink increases domestic
   strategi multi brand, GMF AeroAsia mendukung pemeliharaan                     market share through a multi-brand strategy, GMF AeroAsia
   armada secara handal, dan Aerowisata Group memperkuat                         supports reliable fleet maintenance, and the Aerowisata Group
   layanan pariwisata. Sinergi ini menciptakan competitive                       strengthens tourism services. This synergy creates a competitive
   advantage melalui efisiensi biaya, diversifikasi pendapatan,                  advantage through cost efficiency, revenue diversification, and
   dan peningkatan daya tawar di industri penerbangan.                           enhanced bargaining power in the aviation industry.

10. Corporate Social Responsibility yang Kuat                                 10. Strong Corporate Social Responsibility
    Garuda Indonesia berkomitmen untuk memberikan dampak                          Garuda Indonesia is committed to making a positive impact,
    positif terutama pada empat pilar utama, diantaranya: sosial,                 particularly across four key pillars: social, environmental,
    lingkungan, ekonomi serta hukum dan tata kelola secara                        economic, and legal and governance—all in a sustainable
    berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen berkelanjutan                          manner. In line with its sustainability commitment, Garuda
    Garuda Indonesia membuat program “More passengers                             Indonesia launched the “More Passengers, More Trees” program,
    More Trees”, membantu renovasi 2 (dua) taman baca dan                         which helped renovate two reading gardens and donated 1,000
    memberikan 1.000 buku, memberikan bantuan dana serta                          books, provided financial assistance, and offered skills training
    memberikan pelatihan kompetensi dan bimbingan belajar.                        and academic tutoring. Garuda Indonesia actively collaborates
    Garuda Indonesia aktif bekerja sama untuk mengurangi                          to reduce carbon footprints, including through the Waste
    dampak karbon diantaranya Program Waste Management                            Management Program with Plasticpay, which successfully
    dengan Plasticpay berhasil mengurangi 248 kg jejak karbon                     reduced 248 kg of carbon footprint during December 2024; the
    selama bulan Desember 2024, Program Garuda Waste                              Garuda Waste Management Program, which reduced 12,926 kg
    Management berhasil mengurangi 12.926 kg CO2 serta                            of CO2; and the Recycle Paper Program, which recycled 50 tons
    Program Recycle Paper berhasil mendaur ulang 50 ton kertas                    of used paper. Garuda Indonesia also provided mentoring and




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    77
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 78
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
04.                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




         bekas. Garuda Indonesia juga memberikan pembinaan dan                     distributed financial assistance to micro and small businesses,
         menyalurkan bantuan dana untuk usaha mikro dan kecil                      with a total of 518 partners recorded by the end of 2024.
         yang tercatat hingga akhir 2024 sebanyak 518 mitra. Hal                   This demonstrates that Garuda Indonesia’s commitment to
         tersebut menunjukan bahwa komitmen Garuda Indonesia                       supporting Corporate Social Responsibility is significant and
         untuk mendukung Corporate Social Responsibility sangat                    impactful.
         besar dan berdampak.

      Dalam menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya secara                In conducting all of its operational activities on a sustainable
      berkesinambungan, Garuda Indonesia senantiasa berupaya                  basis, Garuda Indonesia consistently seeks to ensure business
      menjaga keberlangsungan usahanya dengan memperhatikan                   continuity by taking into account current conditions as well as
      berbagai kondisi yang dihadapi saat ini maupun potensi yang             potential developments in the future. External factors that may
      dapat terjadi di masa mendatang. Adapun faktor eksternal                affect such sustainability include global and national economic
      yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan tersebut meliputi             conditions, the dynamics of the aviation industry, as well as
      kondisi perekonomian global, nasional, serta dinamika industri          environmental and social aspects.
      penerbangan, termasuk aspek lingkungan hidup dan sosial.

      Analisis perekonomian global di sepanjang tahun 2025 masih              The analysis of the global economy throughout 2025 continues
      dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang tinggi akibat               to be characterized by a high level of uncertainty due to ongoing
      berlanjutnya dinamika geopolitik, termasuk konflik Rusia–               geopolitical dynamics, including the Russia–Ukraine conflict and
      Ukraina dan ketegangan di kawasan Timur Tengah, serta                   tensions in the Middle East, as well as increasing fragmentation in
      meningkatnya fragmentasi perdagangan dan investasi global.              global trade and investment. These conditions have contributed to
      Kondisi tersebut berdampak pada perlambatan pertumbuhan                 a moderation in global economic growth and increased volatility
      ekonomi dunia yang cenderung moderat dan meningkatnya                   in international financial markets. This situation may affect the
      volatilitas pasar keuangan internasional. Situasi ini berpotensi        Company’s performance, particularly through fluctuations in
      memengaruhi kinerja perusahaan, terutama melalui fluktuasi              exchange rates, fuel prices, and international travel demand,
      nilai tukar, harga bahan bakar, serta permintaan perjalanan             thereby requiring vigilance and adaptive responses to maintain
      internasional, sehingga memerlukan kewaspadaan dan respons              business sustainability.
      yang adaptif dalam menjaga keberlanjutan usaha.

      Namun demikian, di tingkat nasional, perekonomian Indonesia             However, at the national level, Indonesia’s economy has
      menunjukkan ketahanan yang solid dengan pertumbuhan sebesar             demonstrated solid resilience, with growth of 5.11% in 2025,
      5,11% pada tahun 2025, didukung oleh konsumsi domestik,                 supported by domestic consumption, government spending,
      belanja pemerintah, serta investasi yang tetap terjaga. Stabilitas      and sustained investment. This macroeconomic stability has
      makroekonomi ini memberikan dampak positif terhadap industri            had a positive impact on the aviation industry, particularly in
      penerbangan, khususnya dalam menjaga permintaan perjalanan              maintaining domestic travel demand. Nevertheless, the Company
      domestik. Perseroan masih tetap perlu mencermati potensi risiko         still needs to closely monitor potential risks arising from changes
      yang berasal dari perubahan daya beli masyarakat, dinamika              in purchasing power, price dynamics, and social factors that
      harga, serta faktor sosial yang memengaruhi mobilitas dan               influence mobility and travel preferences, which may ultimately
      preferensi perjalanan, yang pada akhirnya dapat berdampak               affect operational performance and business sustainability.
      terhadap kinerja dan keberlanjutan operasional.

      Dari sisi industri, sektor penerbangan menunjukkan tren                 From an industry perspective, the aviation sector shows signs
      pemulihan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah                      of recovery, reflected in the increasing number of international
      penumpang internasional serta stabilnya kinerja domestik,               passengers and stable domestic performance, although certain
      meskipun masih terdapat tekanan pada segmen tertentu.                   segments remain under pressure. These developments present
      Perkembangan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan               both opportunities and challenges in maintaining competitiveness
      dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan usaha. Untuk                 and business sustainability. To address these dynamics, the
      merespons dinamika tersebut, perusahaan memperkuat posisinya            Company strengthens its position as a full-service carrier by
      sebagai maskapai layanan penuh (full-service carrier) dengan            optimizing its value-added route network and engaging in
      mengoptimalkan jaringan rute yang memberikan nilai tambah               strategic synergies with its subsidiaries to enhance efficiency
      serta melakukan sinergi strategis bersama entitas anak guna             and service reach.
      meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan.




                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
  78
                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 79
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




Berdasarkan analisis komprehensif terhadap proyeksi makro                     Based on a comprehensive analysis of global and national
ekonomi global dan nasional, dinamika pasar serta pertumbuhan                 macroeconomic projections, market dynamics and air traffic
trafik penerbangan, dan evaluasi menyeluruh atas peluang                      growth, as well as a thorough evaluation of available external
eksternal yang tersedia serta kekuatan internal yang dimiliki                 opportunities and the Company’s internal strengths, Garuda
Perseroan, Garuda Indonesia menunjukkan optimisme yang                        Indonesia demonstrates strong optimism in improving its future
kuat dalam meningkatkan kinerja usaha ke depan. Indikator                     business performance. Indicators of economic recovery, increasing
pemulihan ekonomi, peningkatan mobilitas masyarakat, serta                    public mobility, and a more positive trend in air travel demand
tren permintaan perjalanan udara yang semakin positif menjadi                 provide a solid foundation for the Company to strengthen its
landasan yang kokoh bagi Perseroan untuk memperkuat daya                      competitiveness and expand its market share.
saing dan memperluas pangsa pasar.

APRESIASI                                                                     APPRECIATION
Seluruh tantangan yang berhasil dilalui oleh Perseroan                        All challenges faced by the Company in 2025 were overcome
sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi             through the hard work and dedication of all employees, and
seluruh insan perusahaan yang didukung oleh kepercayaan                       with the support of stakeholders. These achievements reflect the
dari para pemangku kepentingan. Capaian tersebut menjadi                      Company’s commitment to integrating sustainability principles
bukti komitmen Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip                       into all of its business and operational activities.
keberlanjutan ke dalam setiap aktivitas bisnis dan operasionalnya.

Perseroan berharap dukungan dan kepercayaan dari seluruh                      The Company hopes that stakeholders will continue to support
pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik,                        and trust the Company, enabling Garuda to maintain positive
sehingga Perseroan mampu mempertahankan kinerja positif                       performance and achieve further accomplishments in the
serta meraih berbagai pencapaian di masa mendatang. Atas                      future. On behalf of Management, we would like to express our
nama Manajemen, kami menyampaikan apresiasi dan terima                        appreciation and gratitude to all parties who have supported
kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan                     the Company’s journey.
terhadap perjalanan Perseroan.




                                                           Jakarta, 25 April 2026
                                                           Jakarta, April 25, 2026




                                                                GLENNY KAIRUPAN
                                                                   Direktur Utama
                                                               President Director & CEO




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                  79
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 80
                                                        Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
04.                                                       Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




      TANGGUNG JAWAB LAPORAN
      KEBERLANJUTAN [GRI 2-14]
      RESPONSIBILITY FOR THE SUSTAINABILITY REPORT [GRI 2-14]


      Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa          We, the undersigned, hereby declare that all information
      semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Garuda            disclosed in the 2025 Sustainability Report of PT Garuda
      Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 termasuk di dalamnya          Indonesia (Persero) Tbk, including material topic information,
      mencakup informasi topik material telah dimuat secara            is presented in its entirety. We bear full responsibility for the
      lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi           accuracy of the contents of the Sustainability Report in accordance
      Laporan Keberlanjutan perusahaan sesuai dengan POJK No.          with POJK No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation
      51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan         of Sustainable Finance for Financial Service Institutions, Issuers,
      bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.       and Public Companies.




                                                       Jakarta, 25 April 2026
                                                       Jakarta, April 25, 2026

                                                              DIREKSI
                                                         Board of Directors




                                                        GLENNY KAIRUPAN
                                                           Direktur Utama
                                                      President Director & CEO




       BALAGOPAL KUNDUVARA                              THOMAS OENTORO                                       REZA AULIA HAKIM
         Direktur Keuangan dan                         Wakil Direktur Utama                                     Direktur Niaga
            Manajemen Risiko                           Vice President Director                              Director of Commercial
       Director of Finance and Risk
              Management




         DANI HAIKAL IRIAWAN                 MUKHTARIS                    EKSITARINO IRIANTO               NEIL RAYMOND MILLS
            Direktur Operasi               Direktur Teknik               Direktur Human Capital             Direktur Transformasi
          Director of Operation        Director of Maintenance            dan Corporate Service           Director of Transformation
                                                                        Director of Human Capital
                                                                          and Corporate Service




                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
  80
                                                                                                              PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 81
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




                                                              TANGGUNG JAWAB LAPORAN
                                                                   KEBERLANJUTAN [GRI 2-14]
                                                RESPONSIBILITY FOR THE SUSTAINABILITY REPORT [GRI 2-14]


Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa                       We, the undersigned, hereby declare that all information
semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Garuda                         disclosed in the 2025 Sustainability Report of PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 termasuk di dalamnya                       Indonesia (Persero) Tbk, including material topic information,
mencakup informasi topik material telah dimuat secara                         is presented in its entirety. We bear full responsibility for the
lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi                        accuracy of the contents of the Sustainability Report in accordance
Laporan Keberlanjutan perusahaan sesuai dengan POJK No.                       with POJK No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation
51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan                      of Sustainable Finance for Financial Service Institutions, Issuers,
bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.                    and Public Companies.




                                                               Jakarta, 25 April 2026
                                                               Jakarta, April 25, 2026

                                                              DEWAN KOMISARIS
                                                             Board of Commissioners




                                                        FADJAR PRASETYO
                                          Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
                                    President Commissioner, concurrently Independent Commissioner




       CHAIRAL TANJUNG                                         MAWARDI YAHYA                                      FRANS DICKY TAMARA
           Komisaris                                          Komisaris Independen                                     Komisaris
         Commissioner                                      Independent Commissioner                                  Commissioner




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    81
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 82
                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                             Sustainability Strategy and Policy   Sustainability Performance Highlights




  TATA KELOLA
  KEBERLANJUTAN
  SUSTAINABILITY GOVERNANCE




                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
  82
                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 83
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




                                                                      STRUKTUR DAN KOMPOSISI
                                                                         TATA KELOLA [GRI 2-9, GRI 2-11]
                                            GOVERNANCE STRUCTURE AND COMPOSITION [GRI 2-9, GRI 2-11]


Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang                         In accordance with Law No. 40 of 2007 on Limited Liability
Perseroan Terbatas, struktur tata kelola Garuda Indonesia                     Companies, Garuda Indonesia's governance structure consists
terdiri dari organ utama, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham                     of three main governing bodies: the General Meeting of
(RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi. Organ Perseroan tersebut                Shareholders (GMS), the Board of Commissioners, and the Board
memainkan peran kunci dalam keberhasilan pelaksanaan Good                     of Directors. These entities play a crucial role in ensuring the
Corporate Governance (GCG). Di Garuda Indonesia, Direksi                      successful implementation of Good Corporate Governance (GCG).
sekaligus merupakan eksekutif senior yang dipilih langsung                    At Garuda Indonesia, the Board of Directors, elected directly
oleh RUPS dan memikul tanggung jawab terhadap jalannya                        by shareholders, assumes full responsibility for the overall
perusahaan secara keseluruhan. Dalam pelaksanaannya, masing-                  management and operations of the Company. Each governing
masing organ Perseroan tersebut menjalankan tugas, fungsi                     body performs its respective duties, functions, and responsibilities
dan tanggung jawabnya secara independen untuk kepentingan                     independently, prioritizing the Company’s best interests while
Perseroan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,                         adhering to prevailing laws, the Company’s Articles of Association,
Anggaran Dasar Perseroan, dan ketentuan lain yang berlaku.                    and other applicable regulations. Meanwhile, the Chairman of
Sedangkan, ketua badan tata kelola tertinggi yaitu Komisaris                  the highest governing body, the President Commissioner, is not
Utama bukan merupakan eksekutif senior. Komisaris Utama                       part of senior management. The President Commissioner of
Garuda Indonesia memiliki peran murni pengawasan dan                          Garuda Indonesia has a purely supervisory and strategic role,
strategis, sedangkan pelaksanaan operasional sehari-hari                      while day-to-day operations are handled by the President &
dijalankan oleh Direktur Utama dan anggota Direksi lainnya                    CEO and other members of the Board of Directors in accordance
sesuai dengan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.                         with the Company’s Articles of Association.

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris                    To support the duties and responsibilities of the Board of
dan Direksi, Perseroan telah membentuk organ-organ pendukung                  Commissioners and the Board of Directors, the Company
GCG di bawah Dewan Komisaris terdiri dari Komite Audit, Komite                has established GCG supporting bodies. Under the Board of
Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko, Komite Nominasi                     Commissioners, these include the Audit Committee, the Business
dan Remunerasi, Komite Tata Kelola Terintegrasi, dan Sekretaris               Development and Risk Monitoring Committee, the Nomination
Dewan Komisaris. Sedangkan, organ pendukung GCG di bawah                      and Remuneration Committee, the Integrated Governance
Direksi terdiri dari Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawas                   Committee, and the Secretary of the Board of Commissioners
Internal (SPI), Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan unit kerja                   Meanwhile, under the Board of Directors, the supporting bodies
lainnya.                                                                      comprise the Corporate Secretary, Internal Audit Unit (SPI), Risk
                                                                              Management, and other relevant work units.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing organ Perseroan                           Each governing body performs its respective duties, functions,
tersebut menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya                      and responsibilities independently, prioritizing the Company’s
secara independen untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan                   best interests while adhering to prevailing laws, the Company’s
ketentuan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan,                       Articles of Association, and other applicable regulations.
dan ketentuan lain yang berlaku.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    83
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 84
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                           Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




                                                                 Organ Utama
                                                                 Main Organs


                                 Dewan Komisaris                      RUPS                               Direksi
                              Board of Commissioners                  GMS                           Board of Directors


                                                               Organ Pendukung
                                                               Supporting Organs


                                                                 Komite Audit
        Sekretaris Dewan Komisaris                              Audit Committee                                   •      Corporate Secretary
         The Secretary of the Board                                                                                      Corporate Secretary
             of Commissioners
                                                                                                                  •      Internal Audit
                                                               Komite Nominasi
                                                                                                                         Internal Audit
                                                               dan Remunerasi
                                                                Nomination and
                                                                                                                  •      Manajemen Risiko
                                                            Remuneration Committee
                                                                                                                         Risk Management

                                                                                                                  •      Kepatuhan
                                                                                                                         Work Unit Compliance
                                                          Komite Pengembangan Usaha
                                                             dan Pemantauan Risiko                                •      Unit Kerja Lainnya
                                                           Business Development and                                      Others
                                                           Risk Monitoring Committee



                                                              Komite Tata Kelola
                                                                  Terintegrasi
                                                                   Integrated
                                                             Governance Committee




      Profil Dewan Komisaris dan Direksi termasuk Komisaris                The profile of the Board of Commissioners and Board of
      Independen, jenis kelamin, masa jabatan dan kompetensi               Directors, including Independent Commissioners, gender, terms
      yang dimiliki disajikan di dalam Laporan Tahunan bagian Profil       of office, and competencies, are presented in the Company
      Perusahaan. Di samping itu, profil komite di bawah Dewan             Profile section of the Annual Report. Additionally, the profiles
      Komisaris dan Direksi berserta tugas dan tanggung jawab Dewan        of committees under the Board of Commissioners and Board of
      Komisarisn dan Direksi juga telah disampaikan pada Laporan           Directors, as well as their duties and responsibilities, have been
      Tahunan Garuda Indonesia bagian Tata Kelola Perusahaan.              included in the Corporate Governance Section of the Garuda
                                                                           Indonesia Annual Report.




                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
  84
                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 85
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




                                                                                                                     KODE ETIK
                                                                                                                 CODE OF CONDUCT




Garuda Indonesia senantiasa mendukung kepatuhan terhadap                      Garuda Indonesia consistently upholds compliance with the
Etika Bisnis dan Etika Kerja Perseroan serta berkomitmen                      Company’s Business Ethics and Work Ethics and is committed
untuk mengimplementasikannya secara konsisten di seluruh                      to implementing them across all levels of the organization. All
lini organisasi. Seluruh Pejabat Eksekutif pada setiap jenjang                executive officers at every level are required to ensure that the
diwajibkan bertanggung jawab dalam memastikan bahwa Kode                      Business Ethics and Work Ethics are understood, observed, and
Etik Bisnis dan Etika Kerja dipahami, dipatuhi, dan dijalankan                properly implemented by all Company personnel. Furthermore,
dengan baik oleh seluruh insan Perseroan. Selain itu, setiap                  all employees are required to sign an annual statement
karyawan diwajibkan menandatangani pernyataan komitmen                        confirming their commitment to comply with the Business Ethics
kepatuhan terhadap Kode Etik Bisnis dan Etika Kerja secara                    and Work Ethics, as a way to reinforce integrity and accountability.
berkala setiap tahun sebagai bentuk penguatan integritas dan
akuntabilitas.

Kode Etik Bisnis dan Etika Kerja Perusahaan senantiasa ditinjau               The Company’s Business Ethics and Work Ethics are regularly
dan disesuaikan dengan perkembangan hukum, sosial, norma,                     reviewed and updated in line with legal developments, social
regulasi, serta dinamika bisnis Perseroan. Pembaruan tersebut                 norms, regulations, and the Company’s evolving business
dikomunikasikan secara internal agar seluruh elemen organisasi                dynamics. These updates are communicated internally to ensure
memahami dan secara aktif mendukung implementasi pedoman                      that all elements of the organization understand and actively
etika yang berlaku. Seluruh insan Perseroan berkewajiban                      support the implementation of the applicable ethical guidelines.
menerapkan Kode Etik Bisnis dan Etika Kerja sehingga nilai-                   All Company personnel are required to uphold the Business
nilai moral yang dianut Perusahaan tercermin dalam sikap,                     Ethics and Work Ethics so that the Company’s moral values
perilaku, dan tindakan sehari-hari. Untuk memperjelas                         are reflected in their daily attitudes, behavior, and actions. To
implementasinya, pedoman ini dilengkapi dengan contoh                         provide clearer guidance, this code is complemented by examples
perilaku yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan sebagai                   of acceptable and unacceptable behavior as a reference for
acuan dalam menjaga standar etika Perseroan.                                  maintaining the Company’s ethical standards.

Informasi terkait Kode Etik Perseroan telah dibahas secara rinci              Further information on the Company’s Code of Conduct is
pada Laporan Tahunan Garuda Indonesia tahun 2025 bagian                       presented in detail in Garuda Indonesia’s 2025 Annual Report,
Tata Kelola Perusahaan.                                                       under the Corporate Governance section.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    85
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 86
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                              Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




      CONFLICT OF INTEREST [GRI 2-15]
      CONFLICT OF INTEREST [GRI 2-15]




      Sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan                 According to the provisions of the Financial Services Authority
      Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan                    Regulation Number 42/POJK.04/2020 concerning Affiliated
      Transaksi Benturan Kepentingan (POJK 42/2020), benturan                 Transactions and Conflict of Interest Transactions, a conflict of
      kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis                interest refers to a divergence between the economic interests
      Perusahaan Terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi                  of a public company and the personal economic interests of
      Anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham                members of the Board of Directors, Board of Commissioners,
      Utama, atau Pengendali yang dapat merugikan perusahaan                  Major or Controlling Shareholders, which could potentially harm
      terbuka dimaksud. Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen               the Company. Garuda Indonesia is committed to preventing any
      untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan yang               form of conflict of interest that may arise. In managing the Board
      mungkin terjadi. Dalam mengelola benturan kepentingan pada              of Commissioners and Board of Directors' conflict of interest,
      Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan telah memiliki Board             Garuda Indonesia has prepared a Board manual that prohibits the
      Manual yang di dalamnya telah mengatur tentang Anggota                  members of the Board of Commissioners and Board of Directors
      Dewan Komisaris dan Direksi dilarang melakukan tindakan yang            from taking actions that have elements of conflict of interest
      mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan                 and taking personal benefits from decision-making and/or the
      pribadi dari pengambilan keputusan dan/atau pelaksanan                  implementation of the Company's related activities, other than
      kegiatan Perseroan yang bersangkutan, selain penghasilan yang           legal income. If all members of the Board of Directors have a
      sah. Apabila seluruh anggota Direksi mempunyai benturan                 conflict of interest with the Company, the Board of Commissioners
      kepentingan dengan Perseroan, maka Dewan Komisaris dapat                can represent the Company. Furthermore, if any member of the
      mewakili Perseroan. Lebih lanjut, dalam hal setiap anggota Direksi      Board of Directors or the Board of Commissioners is involved
      dan Dewan Komisaris terlibat dalam proses hukum tersebut dan/           in the legal process and/or has a conflict of interest with the
      atau memiliki benturan kepentingan dengan Perseroan, maka               Company, the General Meeting of Shareholders will appoint
      Rapat Umum Pemegang Saham akan menunjuk pihak lain untuk                another party to represent the Company.
      mewakili Perseroan.

      Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang secara                  Each member of the Board of Commissioners and Board of
      pribadi dengan cara apapun, baik secara langsung maupun                 Directors who personally in any way, directly or indirectly, has
      secara tidak langsung, mempunyai kepentingan dalam suatu                an interest in a proposed transaction or contract in which the
      transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan dalam mana               Company serves as one of the parties, shall declare the nature
      Perseroan menjadi salah satu pihaknya, harus dinyatakan sifat           of their interest in the Board of Commissioners Meeting and
      kepentingannya dalam suatu Rapat Dewan Komisaris dan tidak              shall not reserve the right to participate in voting on matters
      berhak untuk ikut dalam pengambilan suara mengenai hal yang             concerning the transaction or contract. In addition, the Board
      berhubungan dengan transaksi atau kontrak tersebut. Selain              of Commissioners and Board of Directors must consider the
      itu, Dewan Komisaris dan Direksi juga wajib memperhatikan               Company's applicable provisions on the guidelines for handling
      ketentuan terntang pedoman penanganan benturan kepentingan              conflicts of interest.
      yang berlaku di Perseroan.

      Sebagai upaya pencegahan benturan kepentingan, Perseroan                As an effort to prevent conflicts of interest, the Company has
      telah menetapkan Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja, yang             established Business Ethics and Work Ethics, which includes
      di dalamnya telah mengatur terkait kebijakan pencegahan dan             policies on anti-fraud prevention and control, as well as a
      pengendalian anti-fraud, termasuk komitmen untuk tetap bebas            commitment to remain free from political involvement and
      dari keterlibatan politik dan kegiatan lobi kebijakan. Kentuan          policy lobbying activities. Provisions regarding the prohibition
      terkait larangan benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam          of conflicts of interest are set out in the Conflict-of-Interest
      Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan yang tertuang                   Handling Guidelines as stipulated in Board of Directors Decree
      dalam Surat Keputusan Direksi JKTDZ/SKEP/50150/2024.                    No. JKTDZ/SKEP/50150/2024. To reinforce compliance with
      Sebagai bentuk komitmen kepatuhan atas Pedoman Etika Bisnis             the Business Ethics and Work Ethics, including the conflict of
      dan Etika Kerja, termasuk di dalamnya kebijakan benturan                interest policy, all employees are required to periodically sign
      kepentingan, seluruh pegawai Perseroan diwajibkan untuk                 a statement confirming their commitment to these policies.
      menandatangani surat pernyataan sebagai komitmen untuk
      mematuhi kebijakan tersebutsecara berkala.

      Selama tahun 2025, tidak terdapat hubungan afiliasi (mencakup           In 2025, there were no affiliations, whether financial, family,
      hubungan keuangan, keluarga dan kepengurusan) anggota                   or management relationships, of members of the Board of
      Dewan Komisaris dan Direksi dengan anggota Dewan Komisaris              Commissioners and Board of Directors with other members of the
      dan Direksi lainnya serta dengan pemegang saham utama dan               Board of Commissioners and Board of Directors, as well as with


                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
  86
                                                                                                                    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 87
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




pengendali. Pemegang Saham Pengendali Garuda Indonesia                        majority and controlling shareholders. The controlling shareholder
adalah PT Danantara Asset Management. Dalam hal kepemilikan                   of Garuda Indonesia is PT Danantara Asset Management. With
saham Dewan Komisaris dan Direksi, Anggota Direksi dan                        regard to share ownership, members of the Company’s Board
Dewan Komisaris Perseroan, secara berkala setiap tahunnya                     of Directors and Board of Commissioners annually submit
menyampaikan informasi mengenai kepemilikan saham atas                        information on their shareholdings in the Company, which is
saham Perseroan yang didokumentasikan dalam bentuk Daftar                     documented in a Special Register maintained by the Corporate
Khusus yang dikelola oleh Unit Corporate Secretary. Sampai                    Secretary Unit. Until the end of 2025, all members of the Board
dengan akhir tahun 2025, seluruh anggota Dewan Komisaris dan                  of Commissioners and Board of Directors do not own shares in
Direksi tidak memiliki saham perusahaan lain termasuk pemasok.                other companies, including suppliers. Information related to the
Informasi terkait hubungan afiliasi Dewan Komisaris dan Direksi               affiliations between the Board of Commissioners and the Board
telah disampaikan secara rinci pada Laporan Tahunan Garuda                    of Directors has been presented in detail in the Company Profile
Indonesia tahun 2025 bagian Profil Perusahaan. Informasi                      section of Garuda Indonesia’s 2025 Annual Report. Detailed
kepemilikan saham Garuda Indonesia oleh Dewan Komisaris                       information regarding the shareholdings of Garuda Indonesia’s
dan Direksi telah disampaikan secara rinci pada Laporan                       Board of Commissioners and Board of Directors is provided
Tahunan Garuda Indonesia tahun 2025 bagian Profil Perusahaan.                 in the “Company Profile” section of Garuda Indonesia’s 2025
Sedangkan, informasi kepemilikan saham Dewan Komisaris dan                    Annual Report. Meanwhile, detailed information regarding the
Direksi telah disampaikan secara rinci pada Laporan Tahunan                   shareholdings of the Board of Commissioners and Board of
Garuda Indonesia tahun 2025 bagian Tata Kelola Perusahaan.                    Directors is provided in the “Corporate Governance” section of
                                                                              Garuda Indonesia’s 2025 Annual Report.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                  87
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 88
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                           Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




      NOMINASI DAN SELEKSI DEWAN
      KOMISARIS DAN DIREKSI [GRI 2-10]
      NOMINATION AND SELECTION OF THE BOARD OF
      COMMISSIONERS AND THE BOARD OF DIRECTORS [GRI 2-10]


      Proses nominasi dan seleksi Dewan Komisaris mengacu pada             The nomination and selection process for the Board of
      Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/03/2023 tentang                Commissioners adheres to the Regulation of the Minister of SOEs
      Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN dan Peraturan OJK                 Number PER-03/MBU/03/2023 on State-Owned Enterprise
      No. 33/POJK.04.2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris              Organs and Human Capital and Financial Services Authority
      Emiten atau Perusahaan Publik di mana kandidat anggota               Regulation No. 33/POJK.04.2014 on the Board of Directors and
      Dewan Komisaris harus memenuhi sejumlah kriteria persyaratan         Board of Commissioners of Issuers or Public Companies, under
      formal, materiil, dan persyaratan lainnya. Calon anggota             which candidates for the Board of Commissioners must meet a
      Dewan Komisaris diangkat jika calon anggota telah memenuhi           number of formal, substantive, and other requirements. Prospective
      persyaratan formal, persyaratan materiil, dan persyaratan lain       members of the Board of Commissioners are appointed if they
      dengan prosedur berikut ini:                                         meet the formal requirements, material requirements, and other
                                                                           requirements under the following procedures:
      1. Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS;                       1. The GMS appoints members of the Board of Commissioners;
      2. Bagi BUMN tertentu yang berdasarkan peraturan perundang-          2. For certain SOEs, based on the prevailing laws and regulations,
         undangan pengangkatan anggota Dewan Komisaris                        the appointment of members of the Board of Commissioners
         memerlukan penilaian oleh regulator selaku pemangku                  requires assessment by the regulator as a stakeholder of
         kepentingan Perseroan;                                               the Company;
      3. Anggota Dewan Komisaris wajib mengikuti uji kelayakan dan         3. Members of the Board of Commissioners must undergo the
         kepatutan yang dilakukan oleh lembaga profesional yang               fit and proper test conducted by a professional institution
         ditunjuk oleh Menteri untuk melakukan uji kelayakan dan              appointed by the Minister to conduct fit and proper tests on
         kepatutan terhadap calon Direksi;                                    candidates for the Directors;
      4. Anggota Dewan Komisaris mulai menjabat secara efektif             4. Members of the Board of Commissioners start the position
         terhitung sejak tanggal penyerahan keputusan atau tanggal            effectively from the date of such resolution or the date set in
         yang ditetapkan dalam keputusan Menteri/RUPS/seluruh                 the circular resolution of the Minister/GMS/all shareholders;
         pemegang saham secara sirkuler;
      5. Pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dilakukan            5. The reappointment of members of the Board of Commissioners
         berdasarkan penilaian Deputi Teknis dan Sekretaris atas              is based on the assessment performed by the Technical Deputy
         kemampuan yang bersangkutan melaksanakan tugasnya                    and the Secretary, evaluating the concerned members’ ability
         dengan baik selama masa jabatannya. Penyajian hasil                  to fulfill their duties during their term of office. The assessment
         penilaian dilakukan dalam bentuk narasi kualitatif.                  results are presented in the form of a qualitative narrative;
      6. Anggota Dewan Komisaris yang jabatannya berakhir dapat            6. Members of the Board of Commissioners whose term of
         diangkat kembali, dengan memperhatikan ketentuan                     office expires may be reappointed, with due regard to the
         yang berlaku termasuk penilaian atas kemampuan yang                  applicable provisions, including an assessment of the ability
         bersangkutan melaksanakan tugasnya dengan baik selama                of the relevant members to fulfill their duties properly during
         masa jabatannya.                                                     their term of office.

      Seperti halnya, nominasi dan seleksi Direksi mengacu pada            Similarly, the nomination and selection of the Board of
      Peraturan Menteri BUMN RI Nomor: PER-3/MBU/03/2023                   Directors are governed by Regulation of the Minister of State-
      tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. Untuk                    Owned Enterprises of the Republic of Indonesia No. PER-3/
      diangkat sebagai Direksi Perseroan, maka calon anggota Direksi       MBU/03/2023 concerning the Organizational Structure and
      harus memenuhi persyaratan formal dan material. Informasi            Human Resources of State-Owned Enterprises. To be appointed
      mengenai nominasi Dewan Komisaris dan Direksi, kompetensi            as a member of the Company’s Board of Directors, a candidate
      serta Kebijakan Keberagaman Direksi dan Dewan Komisaris,             must meet both formal and material requirements. Information
      Independensi serta implementasinya telah disajikan pada Bab          regarding the nomination of the Board of Commissioners and the
      Tata Kelola Perusahaan dalam Laporan Tahunan Garuda Indonesia        Board of Directors, their competencies, as well as the Diversity
      tahun 2025.                                                          Policy for the Board of Directors and the Board of Commissioners,
                                                                           Independence, and its implementation has been presented in
                                                                           the Corporate Governance Chapter of Garuda Indonesia’s 2025
                                                                           Annual Report.




                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
  88
                                                                                                                    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 89
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




                                                             PENILAIAN KINERJA DEWAN
                                                           KOMISARIS DAN DIREKSI [GRI 2-18]
                                                 COMMISSIONERS AND THE BOARD OF DIRECTORS [GRI 2-18]


Penilaian kinerja Direksi secara kolegial maupun individu                     Performance assessment is conducted collectively and individually
dilakukan melalui Key Performance Indicator (KPI) yang evaluasi               through Key Performance Indicators, which are then evaluated
oleh Dewan Komisaris dan disampaikan kepada Pemegang                          by the Board of Commissioners and submitted to Shareholders
Saham dalam RUPS. Setiap tahun, Direksi wajib menyusun                        at the GMS. Each year, the Board of Directors is required to
Kontrak Manajemen Tahunan yang memuat KPI Direksi                             prepare an Annual Management Contract outlining the Directors’
yang merupakan penjabaran dari RKAP. Kontrak Manajemen                        Key Performance Indicators (KPIs) derived from the RKAP.
memuat KPI Direksi secara kolegial dan Individu yang disetujui                The Management Contract includes collective and individual
oleh Dewan Komisaris setelah terlebih dahulu berkonsultasi                    KPIs for the Directors and must be approved by the Board of
dengan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Penilaian kinerja                      Commissioners following prior consultation with the Series A
Direksi telah mempertimbangkan aspek ESG yang ditunjukkan                     Dwiwarna Shareholders. The Board of Directors' performance
dalam pencapaian target kinerja yang terkait dengan topik                     assessment has considered the ESG aspect as demonstrated
ESG seluruhnya telah termasuk ke dalam indikator KPI Direksi.                 by the achievement of performance targets related to ESG, all
Perseroan telah memiliki kriteria dalam menghubungkan KPI                     of which are included in the Board of Directors' performance
manajemen ke topik ESG yang tertuang di kontrak manajemen.                    indicators. The Company has established criteria for linking
Perseroan juga memiliki fungsi monitoring terhadap kinerja dari               management KPI to the ESG topic as outlined in the management
Direksi, baik kolegial ataupun perseorangan, serta Group Head                 contract. The Company also monitors the performance of the
juga melakukan pemantauan terhadap program strategis pada                     Board of Directors, both collectively and individually, while Group
setiap bulan. Penilaian kinerja Direksi dilakukan Dewan Komisaris             Heads conduct monthly monitoring of strategic programs. The
dan dievaluasi oleh Pemegang Saham dalam RUPS setiap tahun.                   performance assessment of the Board of Directors is conducted by
                                                                              the Board of Commissioners and evaluated by the Shareholders
                                                                              at the GMS annually.

Sedangkan, penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan                        Meanwhile, the Board of Commissioners’ performance assessment
sekali dalam 1 (satu) tahun, dengan menggunakan metode self                   is carried out once a year using the self-assessment method. The
assessment. Pengukuran keberhasilan kinerja Dewan Komisaris                   measurement of the Board of Commissioners’ performance
merupakan hasil kerja kolegial dari seluruh Dewan Komisaris                   success is the collegial work product of the entire Board, reflected
yang tercermin dalam satu kesatuan pada realisasi Rencana                     as a unified whole in the implementation of the Company’s
Bisnis Perseroan. Pengukuran keberhasilan kinerja Dewan                       Business Plan. The measurement of the Board of Commissioners’
Komisaris merupakan hasil kerja kolegial dari seluruh Dewan                   performance success is the collegial work product of the entire
Komisaris yang tercermin dalam satu kesatuan pada realisasi                   Board, reflected as a unified whole in the implementation of the
Rencana Bisnis Perseroan. Penilaian kinerja Dewan Komisaris                   Company’s Business Plan. The performance evaluation of the
juga mencakup pengawasan kinerja Direksi dalam pencapaian                     Board of Commissioners also includes oversight of the Board
target ESG.                                                                   of Directors’ performance in achieving ESG targets.

Hasil penilaian kinerja Direksi dan Dewan Komisaris merupakan                 The results of the performance evaluations of the Board of
aspek yang tak terpisahkan dari skema remunerasi serta menjadi                Directors and the Board of Commissioners are an integral
dasar pertimbangan untuk penunjukkan kembali. Informasi                       aspect of the remuneration scheme and serve as the basis for
lengkap terkait penilaian kinerja Direksi dan Dewan Komisaris                 consideration for reappointment. Detailed information on the
telah disampaikan pada Laporan Tahunan bagian Tata Kelola                     performance evaluations of the Board of Directors and the Board
Perusahaan.                                                                   of Commissioners has been provided in the Corporate Governance
                                                                              section of the Annual Report.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    89
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 90
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                           Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




      KEBIJAKAN REMUNERASI [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
      REMUNERATION POLICY [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]




      Dalam menerapkan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi         In implementing remuneration for the Board of Commissioners
      Perseroan mengacu pada ketentuan ketentuan sebagaimana               and the Board of Directors, the Company refers to the provisions
      termuat dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.         stipulated in the Regulation of the Minister of State-Owned
      Per-3/MBU/03/2023 Organ dan Sumber Daya Manusia Badan                Enterprises No. PER-3/MBU/03/2023 concerning the Organs
      Usaha Milik Negara, serta ketentuan sesuai Surat Menteri Badan       and Human Resources of State-Owned Enterprises, as well as
      Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor SR-52/MBU/               the provisions set out in the Letter of the Minister of State-
      Wk.K/02/2024 tanggal 07 Februari 2024 perihal Penetapan              Owned Enterprises of the Republic of Indonesia Number SR-52/
      Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia          MBU/Wk.K/02/2024 dated February 7, 2024, concerning the
      (Persero) Tbk Tahun 2024. Selanjutnya, Direksi Perseroan yang        Determination of the Remuneration of the Board of Directors and
      merupakan Direksi Ekspatriat yang diangkat pada RUPS tanggal         Board of Commissioners of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
      15 Oktober 2025, pemberian remunerasi Direksi Ekspatriat             for 2024. Furthermore, for members of the Board of Directors
      mengacu pada surat PT Danantara Asset Management (Persero)           who are expatriates and were appointed at the General Meeting
      dengan nomor SR.029/DI-DAM/HC/2026 Perihal Informasi                 of Shareholders (GMS) on October 15, 2025, the remuneration
      Penetapan Remunerasi Penugasan Direksi Dalam Rangka                  arrangement for expatriate directors refers to the letter of PT
      Transformasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.                      Danantara Asset Management (Persero) Number SR.029/DI-
                                                                           DAM/HC/2026 concerning the Information on the Determination
                                                                           of Remuneration for Director Assignments in the Context of the
                                                                           Transformation of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

      Kebijakan dan prosedur penetapan remunerasi bagi Dewan               The policy and procedure for setting remuneration for the Board
      Komisaris dan Direksi terdiri dari beberapa tahapan yang             of Commissioners and the Board of Directors include several
      mencakup proses penyusunan, analisa, pengajuan, dan penetapan.       stages: preparation, analysis, submission, and determination. The
      Prosedur penetapan gaji bagi Direksi dan honorarium Dewan            procedure for determining the salaries of the Board of Directors
      komisaris diawali dengan pembahasan oleh Komite Nominasi dan         and the honorarium of the Board of Commissioners begins with
      Remunerasi mengenai ketentuan yang mengatur penghasilan              discussions by the Nomination and Remuneration Committee
      gaji bagi Direksi dan honorarium bagi Dewan Komisaris, kinerja       regarding the provisions governing the remuneration of the Board
      Perusahaan tahun berjalan, capaian Indikator Kinerja Utama           of Directors and the honorarium of the Board of Commissioners,
      Direksi dan Dewan Komisaris dan posisi gaji Direktur Utama           the Company’s performance in the current year, the achievement
      dibandingkan dengan data gaji Direktur Utama perusahaan              of the Directors’ and Commissioners’ Key Performance Indicators
      yang lainnya yang memiliki skala usaha yang sama dengan              (KPI), and the salary position of the President & CEO compared to
      Perusahaan. Dalam membahas posisi gaji Direktur Utama                salary data of President & CEO of other companies with a similar
      Perusahaan terhadap perusahaan pembanding lainnya dengan             business scale to the Company. In discussing the salary position of
      skala usaha yang sama (peer group), Komite Nominasi dan              the Company’s President & CEO against comparable companies
      Remunerasi dapat menggunakan konsultan independen yang               with a similar business scale (peer group), the Nomination and
      berkompeten di bidangnya.                                            Remuneration Committee may engage an independent consultant
                                                                           with relevant expertise in the field.

      Komite Nominasi dan Remunerasi akan memberikan rekomendasi           The Nomination and Remuneration Committee provides
      gaji Direktur Utama kepada Dewan Komisaris untuk dibahas dan         recommendations on the President & CEO’s salary to the Board
      dimintakan persetujuan ke RUPS. Hasil kajian disampaikan oleh        of Commissioners for review and for submission to the General
      Dewan Komisaris sebagai bahan usulan penetapan remunerasi            Meeting of Shareholders (GMS) for approval. The results of the
      kepada Pemegang Saham, berdasarkan aturan remunerasi yang            assessment are then presented by the Board of Commissioners as
      berlaku di Kementerian BUMN. Dewan komisaris selanjutnya             a proposal for remuneration determination to the Shareholders,
      berkonsultasi dengan Menteri BUMN selaku pemegang saham              in accordance with the remuneration regulations applicable within
      mayoritas Perusahaan mengenai usulan gaji Direktur Utama.            the Ministry of State-Owned Enterprises (SOEs). The Board
      Hasil konsultasi akan dibawa ke RUPS untuk dibahas dan               of Commissioners subsequently consults with the Minister of
      mendapatkan persetujuan. Setelah mendapatkan persetujuan             SOEs as the majority shareholder of the Company regarding
      RUPS, selanjutnya Direksi melaksanakan keputusan RUPS                the proposed salary of the President & CEO. The results of this
      mengenai penetapan gaji Direksi dan honorarium Dewan                 consultation are then brought to the GMS for discussion and
      Komisaris. Pelaksanaan gaji baru dilakukan sejak Januari tahun       approval. Upon approval by the GMS, the Board of Directors
      yang bersangkutan.                                                   implements the GMS resolution regarding the determination of
                                                                           the salaries of the Board of Directors and the honorarium of the
                                                                           Board of Commissioners. The implementation of the approved
                                                                           remuneration takes effect starting in January of the relevant year.


                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
  90
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 91
Profil Perusahaan                              Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                     Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




Penetapan tantiem bagi Dewan Komisaris dan Direksi dapat                       The determination of performance bonus for the Board of
diberikan berdasarkan penetapan RUPS/ Menteri dalam                            Commissioners and the Board of Directors may be granted
pengesahan Laporan Tahunan apabila:                                            based on the GMS/Minister’s approval of the Annual Report if:
1. Opini yang diterbitkan oleh auditor adalah paling sedikit                   1. The opinion issued by the auditor is at least a “Qualified
   Wajar Dengan Pengecualian (WDP);                                               Opinion” (WDP);
2. Realisasi tingkat kesehatan paling rendah dengan nilai 70                   2. The lowest health score was 70 (seventy). This score does not
   (tujuh puluh). Pencapaian dimaksud tidak memperhitungkan                       take into account the impact of the Board of Directors’ prior
   beban/keuntungan akibat tindakan direksi sebelumnya dan/                       actions and/or factors beyond the Board’s control;
   atau faktor di luar pengendalian Direksi;
3. Capaian KPI paling rendah sebesar 80% (delapan puluh                        3. The minimum KPI achievement is 80% (eighty percent). The
   persen). Pencapaian dimaksud tidak memperhitungkan faktor                      achievement in question does not take into account factors
   di luar pengendalian Direksi; dan                                              beyond the Board of Directors’ control; and
4. Kondisi Perseroan tidak semakin merugi dari tahun                           4. The Company’s condition does not show further losses
   sebelumnya untuk Perseroan dalam kondisi rugi, atau                            compared to the previous year if it was already in a loss
   Perseroan tidak menjadi rugi dari sebelumnya dalam kondisi                     position, or the Company does not incur a loss if it was
   untung. Kerugian tersebut tidak memperhitungkan faktor di                      previously profitable. Such losses do not take into account
   luar pengendalian Direksi.                                                     factors beyond the Board of Directors’ control.
5. Hal-hal di luar pengendalian Direksi sebagaimana dimaksud                   5. Matters beyond the Board of Directors’ control, as referred to
   pada angka 2, angka 3, dan angka 4 di atas, dinyatakan dalam                   in points 2, 3, and 4 above, are disclosed in the SOE Annual
   Laporan Tahunan BUMN dan disetujui oleh RUPS/Menteri.                          Report and approved by the GMS/Minister.

Struktur komponen remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi                       The remuneration structure consists of the following components:
terdiri atas:


                             Dewan Komisaris                                                                  Direksi
                          Board of Commissioners                                                        Board of Directors
                                                                                 1.   Gaji
                                                                                 1.   Salary
     1.   Honorarium
                                                                                 2.   Tunjangan yang terdiri atas
     2.   Tunjangan yang terdiri atas :                                               I. Tunjangan Hari Raya (THR).
          I. Tunjangan Hari Raya (THR).                                               II. Asuransi Purna Jabatan.
          II. Tunjangan Transportasi.                                                 III. Tunjangan Perumahan.
          III. Asuransi Purna Jabatan.                                           2.   Benefits, including:
     2.   Benefits, including:                                                        I. Religious Holiday Allowance (THR).
          I. Religious Holiday Allowance (THR).                                       II. Post-Service Insurance.
          II. Transportation Allowance.                                               III. Housing Allowance.
          III. Post-Service Insurance.
                                                                                 3.   Fasilitas yang terdiri atas;
     3.   Fasilitas yang terdiri atas                                                 I. Fasilitas Kendaraan.
          I. Fasilitas Kesehatan;                                                     II. Fasilitas Kesehatan.
          II. Fasilitas Bantuan Hukum.                                                III. Fasilitas Bantuan Hukum.
          III. Tantiem/Insentif                                                  3.   Facilities, including:
     3.   Facilities, including:                                                      I. Vehicle Facilities.
          I. Health Facilities.                                                       II. Health Facilities.
          II. Legal Aid Facilities.                                                   III. Legal Aid Facilities.
          III. Bonus/ Incentives
                                                                                 4.   Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus
                                                                                 4.   Performance Bonus/Incentive/Special Incentive



Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi                               The determination of remuneration for the Board of
mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut:                                    Commissioners and the Board of Directors takes into account
                                                                               the following:
1.   Faktor skala usaha, faktor kompleksitas usaha, tingkat inflasi,           1. Business scale factors, business complexity, inflation rate,
     kondisi dan kemampuan keuangan perusahaan, dan faktor                         the Company’s financial condition and capability, and other
     lain yang relevan, serta tidak boleh bertentangan dengan                      relevant factors, and must not conflict with applicable laws
     peraturan perundang-undangan.                                                 and regulations.
2.   Capaian kinerja Perusahaan ;                                              2. Company performance achievement.
3.   Capaian indikator kinerja utama (key Performance Indicator)               3. Achievement of the Key Performance Indicators (KPIs) of
     Direktur Utama ;                                                              the President & CEO.
4.   Posisi gaji Direktur Utama terhadap gaji Direktur Utama                   4. The salary position of the President & CEO compared to the
     pada peer group ;                                                             President & CEO’s salary within the peer group.
5.   Tingkat inflasi pada tahun berjalan ; dan                                 5. The inflation rate in the current year.
6.   Kemampuan Perusahaan.                                                     6. The Company’s financial capability.



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     91
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 92
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                            Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




      Perseroan tidak memberikan sign-on bonus atau insentif                The Company does not provide sign-on bonuses or recruitment
      perekrutan sebagai bagian dari kebijakan remunerasi bagi              incentives as part of its remuneration policy for members of the
      anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Terkait dengan pembayaran        Board of Directors and the Board of Commissioners. Regarding
      pemutusan hubungan kerja dan manfaat pensiun, Perseroan               severance payments and pension benefits, the Company provides
      menyediakan manfaat dalam bentuk Asuransi Purna Jabatan               benefits in the form of Post-Employment Insurance, which is paid
      yang dibayarkan melalui premi tahunan dan dapat diklaim               through annual premiums and can be claimed upon the end of the
      pada saat berakhirnya masa jabatan atau apabila pejabat yang          term of office or in the event of the relevant officer’s death, and is
      bersangkutan meninggal dunia, sehingga dikategorikan sebagai          therefore classified as a benefit. Meanwhile, the Company does
      tunjangan. Sementara itu, Perseroan tidak menerapkan kebijakan        not implement a clawback policy in its remuneration structure,
      clawback dalam struktur remunerasi, mengingat penarikan               as the recovery of previously paid bonuses is not included as
      kembali tantiem yang telah dibayarkan tidak termasuk sebagai          part of the applicable remuneration policy.
      bagian dari kebijakan remunerasi yang berlaku.

      Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi juga telah           The determination of remuneration for the Board of
      mempertimbangkan kinerja terkait pencapaian target kinerja            Commissioners and Board of Directors has also considered
      ESG yang terlihat dari KPI Direksi.                                   performance related to ESG aspects, as reflected in the Directors’
                                                                            KPIs.

      Hasil pemungutan suara pemangku kepentingan dalam                     The results of the stakeholders’ vote on the remuneration
      penetapan remunerasi menunjukkan bahwa 67.339.436.684                 determination show that 67,339,436,684 votes, or 99.185% of
      suara atau 99,185% bagian dari seluruh saham setuju, 91.522.021       total shares, were in favor, 91,522,021 votes, or 0.135% of total
      suara atau 0,135% bagian dari seluruh saham tidak setuju, dan         shares, were against, and 461,746,979 votes, or 0.68% of total
      461.746.979 suara atau 0,68% bagian dari seluruh saham                shares, abstained. The results of the stakeholders’ vote on the
      abstain. Hasil pemungutan suara pemangku kepentingan dalam            determination of remuneration (salary/honorarium, facilities,
      penetapan remunerasi (gaji/honorarium, fasilitas, tunjangan dan       allowances, and other incentives) for 2025 Fiscal Year, and the
      insentif lainnya) untuk Tahun Buku 2025, dan Tantiem/Insentif         Bonus/Performance Incentives for 2024 Fiscal Year for the
      Kinerja Tahun Buku 2024 bagi Dewan Komisaris Perseroan telah          Company’s Board of Commissioners, have been presented in
      disampaikan pada Laporan Tahunan Garuda Indonesia bagian              the Corporate Governance section of Garuda Indonesia’s Annual
      Tata Kelola Perusahaan.                                               Report.




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
  92
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 93
Profil Perusahaan                                             Penjelasan Direksi                                  Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                                    Explanation from the Board of Directors                       Governance                   Sustainability Performance




                                          RAPAT DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
                                         BOARD OF DIRECTORS AND BOARD OF COMMISSIONERS MEETINGS




Dewan Komisaris juga wajib mengadakan rapat bersama Direksi                                      The Board of Commissioners is also required to hold joint
secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat)                                       meetings with the Board of Directors regularly, at least once every
bulan. Sedangkan, rapat Direksi wajib diadakan secara berkala                                    four months. Meanwhile, meetings of the Board of Directors are
sekurangnya sekali dalam setiap bulan. Selain itu, Rapat Direksi                                 required to be held regularly, at least once a month. Furthermore,
bersama Dewan Komisaris juga wajib diadakan sekurangnya 1                                        a joint meeting between the Board of Directors and the Board of
(satu) kali dalam 4 (empat) bulan.                                                               Commissioners shall also be held at least once every four months.



                                                                                               Rapat Dewan Komisaris dengan
                                                                                                       Direksi Bulanan
                                                Rapat Dewan Komisaris                                                                            RUPS
                                                                                               Monthly Meetings Between the
                                            Board of Commissioners Meetings                                                                      GMS
                                                                                               Board of Commissioners and the
                                                                                                      Board of Directors
                                             Jumlah dan Persentasi Kehadiran                   Jumlah dan Persentasi Kehadiran      Jumlah dan Persentasi Kehadiran
    Nama               Jabatan
                                                Number and Percentage of                          Number and Percentage of             Number and Percentage of
    Name               Position
                                                       Attendance                                        Attendance                           Attendance
                                          Jumlah                                              Jumlah                               Jumlah
                                                            Jumlah                                        Jumlah                               Jumlah
                                           Rapat                                               Rapat                                Rapat
                                                          Kehadiran        Persentase                    Kehadiran    Persentase              Kehadiran     Persentase
                                          Number                                              Number                               Number
                                                             Total         Percentage                       Total     Percentage                 Total      Percentage
                                             of                                                  of                                   of
                                                          Attendance                                     Attendance                           Attendance
                                          Meetings                                            Meetings                             Meetings
 Marsekal          Komisaris
 TNI (Purn)        Utama/
 Fadjar            Komisaris
 Prasetyo          Independen
                                               9               9               100%              12          12          100%         5           5             100%
 Air Marshal       President
 (Ret.) TNI        Commissioner/
 Fadjar            Independent
 Prasetyo          Commissioner
 Chairal           Komisaris
                                               9               9               100%              12          10           83%         5           5             100%
 Tanjung           Commissioner
                   Komisaris
 Timur             Independen
                                               5               5               100%              6           6           100%         2           1              50%
 Sukirno           Independent
                   Commissioner
                   Komisaris
 Mawardi           Independen
                                               4               4               100%              6           6           100%         3           3             100%
 Yahya*            Independent
                   Commissioner
 Letjen TNI
 (Purn)
 Glenny
 Kairupan**
                   Komisaris
 Lieutenant                                    7               7               100%              9           7            78%         3           3             100%
                   Commissioner
 General
 (Ret.) TNI
 Glenny
 Kairupan**
 Brigjen
 TNI (Purn)
 Frans Dicky
 Tamara***
                   Komisaris
 Brigadier                                     2               2               100%              3           3           100%         2           2             100%
                   Commissioner
 General
 (Ret.) TNI
 Frans Dicky
 Tamara***
 Keterangan:
 *Menjabat sejak 30 Juni 2025
 **Menjabat sejak 15 Agustus 2024 hingga 15 Oktober 2025
 ***Menjabat sejak 15 Oktober 2025
 Description:
 *Has served since June 30, 2025
 **Has served since August 15, 2024, until October 15, 2025
 ***Has served since October 15, 2025




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                       93
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 94
                                                                                     Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                          Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                                                    Sustainability Strategy and Policy                       Sustainability Performance Highlights




                                                                      Tabel Frekuensi dan Kehadiran Rapat Direksi
                                                               Frequency and Attendance Table for Board of Directors Meetings
                                                                                                    Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
                                                                     Rapat Direksi                       Meetings of the Board of
                                                                                                                                                            RUPS
                                                              Board of Directors Meetings            Commissioners and the Board of
                                                                                                                Directors
                                                           Jumlah dan Persentasi Kehadiran                                                    Jumlah dan Persentasi Kehadiran
                                                                                                    Jumlah dan Persentasi Kehadiran
          Nama                    Jabatan                     Number and Percentage of                                                           Number and Percentage of
                                                                                                   Number and Percentage of Attendance
          Name                    Position                           Attendance                                                                         Attendance
                                                          Jumlah                                   Jumlah                                    Jumlah
                                                                       Jumlah                                    Jumlah                                  Jumlah
                                                           Rapat                                    Rapat                                     Rapat
                                                                     Kehadiran     Persentase                  Kehadiran        Persentase              Kehadiran       Persentase
                                                          Number                                   Number                                    Number
                                                                        Total      Percentage                     Total         Percentage                 Total        Percentage
                                                             of                                       of                                        of
                                                                     Attendance                                Attendance                               Attendance
                                                          Meetings                                 Meetings                                  Meetings
       Wamildan            Direktur Utama
                                                               45             44            98%            9                8         89%           3              3          100%
       Tsani *             President & CEO
       Glenny              Direktur Utama
                                                                 7             7            100%           3                3        100%           2               1          50%
       Kairupan**          President & CEO
                           Wakil Direktur
       Thomas              Utama
                                                                 7             7            100%           3                3        100%           2              2          100%
       Oentoro**           Vice President
                           Director
                           Direktur Keuangan
                           dan Manajemen
                           Risiko
       Prasetio***                                              25            22            88%            6                6        100%           2              2          100%
                           Director of
                           Finance and Risk
                           Management
       Tumpal              Direktur Operasi
       Manumpak            Director of                          25            19            76%            6                3         50%           2              2          100%
       Hutapea***          Operations
                           Direktur Niaga
       Ade R.
                           Director of                          25            19            76%            6                6        100%           2              2          100%
       Susardi***
                           Commercial
                           Direktur Teknik
       Rahmat
                           Director of                          25            24            96%            6                3         50%           2              2          100%
       Hanafi***
                           Maintenance
                           Direktur Human
                           Capital & Corporate
       Enny                Service
                                                                25            24            96%            6                6        100%           2              2          100%
       Kristiani***        Director of Human
                           Capital & Corporate
                           Service
                           Direktur Niaga
       Reza Aulia
                           Director of                          27            27            100%           6                5         83%           3              3          100%
       Hakim****
                           Commercial
                           Direktur Operasi
       Dani Haikal
                           Director of                          27            22             81%           6                6        100%           3              3          100%
       Iriawan****
                           Operations
                           Direktur Teknik
       Mukhtaris****       Director of                          27            27            100%           6                6        100%           3              3          100%
                           Maintenance
                           Direktur Human
                           Capital dan
       Eksitarino          Corporate Service
                                                                27           26             96%            6                6        100%           3              3          100%
       Irianto****         Director of Human
                           Capital and
                           Corporate Service
                           Direktur Keuangan
                           dan Manajemen
       Balagopal           Risiko
                                                                 7             7            100%           3                3        100%           2              2          100%
       Kunduvara**         Director of
                           Finance and Risk
                           Management
                           Direktur
       Neil
                           Transformasi
       Raymond                                                   7             7            100%           3                2         67%           2              2          100%
                           Director of
       Mills**
                           Transformation
       Keterangan:
       *Berhenti menjabat sejak tanggal 15 Oktober 2025
       **Mulai menjabat sejak tanggal 15 Oktober 2025
       ***Berhenti menjabat sejak tanggal 30 Juni 2025
       ****Mulai menjabat sejak tanggal 30 Juni 2025
       Description:
       *No longer serving since October 15, 2025
       **Started serving since October 15, 2025
       *** No longer serving since June 30, 2025
       ****Started serving since June 30, 2025




                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
  94
                                                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 95
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




                          PENANGGUNG JAWAB PENERAPAN
                    PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.1, GRI 2-9,
                    GRI 2-12, GRI 2-13, GRI 2-14, IFRS S1-GOVERNANCE, IFRS S2- GOVERNANCE]
                            RESPONSIBILITY FOR IMPLEMENTING SUSTAINABLE DEVELOPMENT
                                        [OJK E.1, GRI 2-9, GRI 2-12, GRI 2-13, GRI 2-14, IFRS S1-GOVERNANCE, IFRS S2- GOVERNANCE]




PERAN BADAN TATA KELOLA TERTINGGI                                             ROLE OF THE HIGHEST GOVERNING
DALAM MENGAWASI MANAJEMEN                                                     BODY IN SUPERVISING IMPACT
DAMPAK [OJK E.1, GRI 2-9, 2-12, 2-14]                                         MANAGEMENT [OJK E.1, GRI 2-9, 2-12, 2-14]

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, Perseroan telah                    To strengthen governance, the Company established a
membentuk Sustainability Committee berdasarkan Surat                          Sustainability Committee in 2025 based on Board of Directors
Keputusan Direksi Nomor SK JKTDZ-SKEP-50050-2025                              Decree No. SK JKTDZ-SKEP-50050-2025. The Sustainability
pada tahun 2025. Sustainability Committee bertugas                            Committee is responsible for coordinating the planning,
mengoordinasikan perencanaan, implementasi, pemantauan,                       implementation, monitoring, and evaluation of sustainability
serta evaluasi inisiatif keberlanjutan secara lintas fungsi. Komite           initiatives across functions. This committee operates under
ini berada di bawah koordinasi Direktur Utama dan dibentuk                    the coordination of the President & CEO and was established
untuk memastikan bahwa Program Keberlanjutan/Sustainability                   to guarantee that the Company's Sustainability Program is
Perusahaan dijalankan secara terarah dan terkoordinasi dengan                 implemented in a focused and coordinated manner, taking into
memperhatikan 4 (empat) aspek utama, yaitu aspek lingkungan                   account four key aspects: environmental, social, governance,
(Environmental), aspek sosial (Social), aspek tata kelola                     and financial, as outlined in the aforementioned Decree.
(Governance), dan aspek finansial (Financial), sebagaimana                    The establishment of this committee affirms management's
disebutkan dalam Surat Keputusan tersebut. Pembentukan komite                 commitment to integrating sustainability considerations into
ini menegaskan komitmen manajemen dalam mengintegrasikan                      decision-making processes and the management of business
pertimbangan keberlanjutan ke dalam proses pengambilan                        operations.
keputusan dan pengelolaan kegiatan usaha.

Dalam struktur yang ditetapkan melalui Surat Keputusan tersebut,              Under the structure established by the Decree, the Sustainability
Sustainability Committee menjalankan fungsi koordinatif dan                   Committee executes and coordinates the implementation of
pengendalian atas implementasi program keberlanjutan di                       sustainability programs across the various work units. The
berbagai unit kerja. Komite bertanggung jawab untuk memastikan                Committee is responsible for ensuring that the initiatives it
bahwa inisiatif yang dijalankan selaras dengan kebijakan dan arah             implements align with the Company’s policies and strategic
strategis perusahaan, serta memperhatikan keseimbangan antara                 direction, while also balancing environmental, social, governance,
kepentingan lingkungan, sosial, tata kelola, dan keberlanjutan                and financial sustainability considerations. The Board of Directors
finansial perusahaan. Direksi berperan dalam memberikan                       provides guidance and approves strategic policies related to
arahan dan persetujuan atas kebijakan strategis yang berkaitan                sustainability, including reviewing and approving sustainability
dengan keberlanjutan termasuk meninjau dan menyetujui isu                     issues identified as the Company’s material topics. Meanwhile, the
keberlanjutan yang diangkat sebagai topik material Perseroan.                 Board of Commissioners monitors the implementation of these
Sedangkan, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan                      policies, including sustainability-related risks and opportunities
atas pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk pengawasan                      within its authority. The Board of Directors and the Board of
terhadap risiko dan peluang keberlanjutan sesuai dengan                       Commissioners consistently engage stakeholders in the process
kewenangannya. Direksi dan Dewan Komisaris secara konsisten                   of managing impacts. The accountability of the Sustainability
melibatkan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan                        Committee includes:
proses pengelolaan dampak. Adapun akuntabilitas Sustainability
Committee meliputi:
1. Komite bertanggungjawab dalam menyusun dan                                 1. The Committee is responsible for formulating and
    mengimplementasikan strategi keberlanjutan Perseroan serta                   implementing the Company’s sustainability strategy and
    memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.                        ensuring compliance with applicable regulations.
2. Komite wajib menyampaikan laporan kinerja keberlanjutan                    2. The Committee is required to submit periodic sustainability
    secara berkala kepada Direksi Perseroan dan pemangku                         performance reports to the Company’s Board of Directors
    kepentingan terkait.                                                         and relevant stakeholders.
3. Komite bertanggungjawab dalam mengevaluasi peluang                         3. The Committee is responsible for evaluating green financing
    pendanaan hijau, termasuk penerbitan instrument keuangan                     opportunities, including the issuance of sustainable financial
    berkelanjutan seperti green bond, sustainability linked                      instruments such as green bonds, sustainability-linked loans,
    loan, carbon credit financing, serta investasi dalam inisiatif               carbon credit financing, and investments in sustainability
    keberlanjutan seperti Sutainable Aviation Fuel (SAF). Evaluasi               initiatives such as Sustainable Aviation Fuel (SAF). This
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   95
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 96
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                              Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




         tersebut dilakukan untuk memastikan keselarasan antara                    evaluation is conducted to ensure alignment between the
         strategi keberlanjutan dan kebijakan keuangan Perseroan.                  Company’s sustainability strategy and financial policies.

      Program Keberlanjutan Perseroan dirancang untuk mengelola               The Company’s Sustainability Program is designed to responsibly
      dampak kegiatan usaha terhadap lingkungan dan sosial secara             manage the environmental and social impacts of its business
      bertanggung jawab, memperkuat praktik tata kelola perusahaan            activities, strengthen good corporate governance practices, and
      yang baik, serta menjaga ketahanan dan kinerja finansial                maintain the Company’s financial resilience and performance in
      perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.                   both the short and long term. The environmental aspect includes
      Aspek lingkungan mencakup pengelolaan dan pengendalian                  the management and control of operational impacts on the
      dampak operasional terhadap lingkungan hidup. Aspek sosial              natural environment. The social aspect focuses on the Company’s
      berfokus pada hubungan dan kontribusi perusahaan terhadap               relationships with and contributions to employees, customers, and
      karyawan, pelanggan, serta masyarakat. Aspek tata kelola                the community. The governance aspect emphasizes transparency,
      menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan         accountability, and compliance with applicable regulations.
      terhadap ketentuan yang berlaku. Sementara itu, aspek finansial         Meanwhile, the financial aspect ensures that sustainability
      memastikan bahwa inisiatif keberlanjutan dijalankan dengan              initiatives are implemented with consideration for business
      mempertimbangkan keberlanjutan usaha dan pengelolaan risiko             continuity and risk management affecting the Company’s financial
      yang berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.                        condition.

      Evaluasi efektivitas Pelaksanaan program keberlanjutan dilakukan        The effectiveness of the Sustainability Program is periodically
      secara berkala melalui mekanisme internal yang telah ditetapkan,        evaluated through established internal mechanisms, and
      dan hasil pelaksanaannya menjadi bagian dari proses pelaporan           the results are incorporated into the reporting process to the
      kepada Direktur Utama. Dengan pendekatan ini, keberlanjutan             President & CEO. With this approach, sustainability is positioned
      diposisikan sebagai bagian integral dari tata kelola dan strategi       as an integral part of the Company’s governance and business
      bisnis perusahaan, bukan sebagai program terpisah, sehingga             strategy, rather than as a separate program, ensuring that every
      setiap keputusan strategis mempertimbangkan implikasinya                strategic decision takes into account its implications on the four
      terhadap keempat aspek yang telah ditetapkan dalam Surat                aspects established in the Board of Directors’ Decree.
      Keputusan Direksi.

      Direksi dan Dewan Komisaris juga senantiasa memastikan bahwa            The Board of Directors and the Board of Commissioners also
      hasil keterlibatan pemangku kepentingan, masukan karyawan,              ensure that the outcomes of stakeholder engagement, employee
      serta arahan regulator dan standar industri penerbangan, menjadi        feedback, as well as regulatory guidance and aviation industry
      bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan                    standards are taken into consideration in the Company’s strategic
      strategis Perseroan, khususnya dalam penetapan prioritas                decision-making process, particularly in setting sustainability
      program keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan.                 program priorities and enhancing service quality. The effectiveness
      Efektivitas Sustainability Committee akan dievaluasi sekurang-          of the Sustainability Committee is evaluated at least twice a
      kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun oleh Pembina dan            year by the Supervisory and Advisory Body to assess target
      Pengawas guna menilai pencapaian target, efektivitas peran,             achievement, role effectiveness, and the Committee’s contribution
      serta kontribusi Sustainability Committee dalam mendukung               to supporting the Company’s sustainability strategy.
      strategi keberlanjutan Perseroan.

      DELEGASI TANGGUNG JAWAB UNTUK                                           DELEGATION OF RESPONSIBILITY FOR
      MENGELOLA DAMPAK [OJK E.1, GRI 2-13]                                    MANAGING IMPACTS [OJK E.1, GRI 2-13]

      Sebagai bagian dari tata kelola keberlanjutan, Perseroan                As part of its sustainability governance, the Company delegates
      mendelegasikan tanggung jawab pengelolaan dampak terhadap               responsibility for managing economic, environmental, and social
      ekonomi, lingkungan, dan manusia kepada Sustainability                  impacts to the Sustainability Committee, which operates under
      Committee, yang berada di bawah koordinasi Direktur Utama               the coordination of the President & CEO, based on Board of
      berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor SK JKTDZ/                     Directors’ Decree No. SK JKTDZ/SKEP/50050/2025 issued
      SKEP/50050/2025 pada tahun 2025. Komite Keberlanjutan                   in 2025. The Sustainability Committee is accountable to the
      bertanggungjawab kepada Direktur Utama selaku eksekutif                 President & CEO, the senior executive directly responsible
      senior yang bertanggung jawab langsung atas implementasi                for the implementation of the Sustainability Program and the
      program keberlanjutan dan pengelolaan dampak dari seluruh               management of impacts from all of the Company’s operational
      aktivitas operasional Perseroan.                                        activities.

      Sustainability Committeee senantiasa melakukan evaluasi                 The Sustainability Committee continuously evaluates the
      penerapan keberlanjutan di seluruh aktivitas operasional                implementation of sustainability across all of the Company’s
      Perseroan yang kemudian disampaikan kepada Direktur Utama               operational activities, and submits the results to the President
      untuk pertimbangan dan pengambilan keputusan strategis.                 & CEO for consideration and strategic decision-making.
      Selanjutnya, Direksi melaporkan kepada Dewan Komisaris melalui          Furthermore, the Board of Directors reports to the Board of
      rapat pengawasan secara rutin, termasuk isu keberlanjutan               Commissioners through regular supervisory meetings, including
      material dan risiko terkait ESG. Dengan dibentuknya Sustainability      material sustainability issues and related ESG risks. With the


                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
  96
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 97
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




Committee, Garuda Indonesia memastikan bahwa pengelolaan                      establishment of the Sustainability Committee, Garuda Indonesia
dampak terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia dijalankan                   ensures that the management of economic, environmental, and
secara terintegrasi, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan                  social impacts is conducted in an integrated, accountable manner,
serta arah strategis Perseroan. Adapun keanggotaan dalam                      and aligned with the Company’s policies and strategic direction.
Sustainability Committee sebagai berikut:                                     The composition of the Sustainability Committee is as follows:

                                               1.   Direktur Utama
 Pembina                                       2.   Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
 Advisor                                       1.   President & CEO
                                               2.   Director of Finance and Risk Management
                                               1.   Direktur Operasi
                                               2.   Direktur Niaga
                                               3.   Direktur Teknik
 Pengawas                                      4.   Direktur Human Capital & Corporate Service
 Supervisor                                    1.   Director of Operations
                                               2.   Director of Commercial
                                               3.   Director of Maintenance
                                               4.   Director of Human Capital & Corporate Service
 Ketua                                         Group Head yang membidangi fungsi Corporate Sustainability
 Chairman                                      Group Head in charge of Corporate Sustainability function
 Sekretaris                                    Group Head yang membidangi fungsi Investor Relations & Financial Analysis
 Secretary                                     Group Head in charge of Investor Relations & Financial Analysis function
                                               Group Head yang membidangi fungsi:
                                               1. HC Operation, Government relations & TJSL
                                               2. Organization Transformation
                                               3. Corporate Quality & Safety Management
                                               4. Corporate Secretary
                                               5. Corporate Legal & Compliance
                                               6. Business Support & General Affairs
                                               7. IT & Digital Transformation
                                               8. Corporate Security
                                               9. Entreprise Risk Management
                                               10. Financial Accounting
                                               11. Corporate Strategy
                                               12. Internal Audit
 Anggota                                       13. Treasury Management
 Members                                       Group Head in charge of the following functions:
                                               1. HC Operation, Government relations & TJSL
                                               2. Organization Transformation
                                               3. Corporate Quality & Safety Management
                                               4. Corporate Secretary
                                               5. Corporate Legal & Compliance
                                               6. Business Support & General Affairs
                                               7. IT & Digital Transformation
                                               8. Corporate Security
                                               9. Entreprise Risk Management
                                               10. Financial Accounting
                                               11. Corporate Strategy
                                               12. Internal Audit
                                               13. Treasury Management



Sustainability Committee dibentuk berdasarkan peran dan                       The Sustainability Committee is established based on specific
fungsi khusus. Adapun tugas dan tanggung jawab Sustainability                 roles and functions. Its duties and responsibilities are as follows:
Committee sebagai berikut.
1. Pembina Komite:                                                            1.   Committee Advisor:
   a. Memberikan arahan strategis terhadap kebijakan                               a. Providing strategic direction on the Company’s
        keberlanjutan Perusahaan;                                                     sustainability policies;
   b. Memastikan penerapan prinsip Environtmental, Social,                         b. Ensuring the implementation of Environmental, Social,
        Governance (ESG) selaras dengan visi, misi, dan strategi                      and Governance (ESG) principles is aligned with the
        bisnis Perusahaan; dan                                                        Company’s vision, mission, and business strategy; and
   c. Mengawasi pelaksanaan kebijakan keberlanjutan dan                            c. Monitoring the implementation of sustainability policies
        emberikan dukungan dalam pengambilan keputusan                                and providing support in the Company’s strategic
        strategis perusahaan.                                                         decision-making process.

2. Pengawas Komite:                                                           2. Committee Supervisor:
   a. Memastikan kebijakan dan program keberlanjutan                             a. Ensuring that sustainability policies and programs are
      dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta                        implemented in accordance with applicable regulations


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    97
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 98
                                                                  Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                                 Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




             standar industri;                                                           and industry standards;
          b. Mengawasi pencapaian target keberlanjutan, termasuk                      b. Monitoring the achievement of sustainability targets,
             implementasi program lingkungan, social, tata Kelola,                       including the implementation of environmental, social,
             dan finansial;                                                              governance, and financial programs;
          c. Mengevaluasi efektivitas kebijakan dan inisiatif                         c. Evaluating the effectiveness of sustainability policies
             keberlanjutan, serta memberikan rekomdasi perbaikan                         and initiatives, and providing recommendations for
             kepada manajemen; dan                                                       improvement to management; and
          d. Memberikan laporan berkala kepada Pembina Komite                         d. Providing periodic reports to the Committee’s Advisory
             mengenai implementasi kebijakan keberlanjutan dan                           Body on the implementation of sustainability policies
             tantangan yang dihadapi.                                                    and the challenges encountered.

      3. Ketua Komite:                                                           3. Committee Chairman
         a. Memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan Program                       a. Leading and coordinating the implementation of the
            Keberlanjutan/Sustainability Perusahaan;                                   Company’s Sustainability Program;
         b. Melakukan evaluasi berkala terhadap inisiatif                           b. Conducting periodic evaluations of sustainability
            keberlanjutan dan memberikan rekomendasi kepada                            initiatives and providing recommendations to the
            Pembina Komite dan Pengawas Komite; dan                                    Committee’s Advisory Body and Supervisory Body; and
         c. Menyusun laporan kinerja keberlanjutan Perusahaan                       c. Preparing the Company’s sustainability performance
            serta mengomunikasikannya kepada pemangku                                  reports and communicating them to internal and external
            kepentingan internal dan eksternal.                                        stakeholders.

      4. Sekretaris Komite:                                                      4. Committee Secretary:
         a. Menyusun jadwal dan agenda rapat Komite Keberlanjutan                   a. Preparing the schedule and agenda of Sustainability
            (Sustainability Committee);                                                Committee meetings;
         b. Mencatat dan mendokumentasikan keputusan serta hasil                    b. Recording and documenting the decisions and outcomes
            rapat Komite Keberlanjutan (Sustainability Committee);                     of Sustainability Committee meetings;
         c. Mengelola distribusi laporan serta komunikasi dengan                    c. Managing the distribution of reports and communications
            pemangku kepentingan terkait Program Keberlanjutan/                        with relevant stakeholders regarding the Company’s
            Sustainability Perusahaan; dan                                             Sustainability Program; and
         d. Membantu tugas Ketua Komite dalam mengoordinasikan                      d. Assisting the Committee Chair in coordinating the
            pelaksanaan Program Keberlanjutan/Sustainability                           implementation of the Company’s Sustainability Program.
            Perusahaan.

      5. Anggota Komite:                                                         5. Committee Members:
         a. Melaksanakan tugas sesuai dengan peran dan fungsi                       a. Performing duties in accordance with their roles and
            dalam mendukung inisiatif Program Keberlanjutan/                           functions in supporting the Company’s Sustainability
            Sustainability Perusahaan;                                                 Program initiatives;
         b. Berkontribusi dalam pengembangan dan implementasi                       b. Contributing to the development and implementation of
            kebijakan serta Program Keberlanjutan/Sustainability                       the Company’s sustainability policies and programs; and
            Perusahaan; dan
         c. Mengusulkan perbaikan atau inovasi dalam Program                          c. Proposing improvements or innovations to the Company’s
            Keberlanjutan/Sustainability Perusahaan sesuai dengan                        Sustainability Program in line with industry developments
            perkembangan industri dan regulasi.                                          and regulatory requirements.

      Sustainability Committee senantiasa mengadakan rapat resmi                 The Sustainability Committee holds formal meetings regularly,
      secara rutin minimal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun serta               at least twice a year, and additional meetings may be convened
      jika diperlukan karena suatu hal yang penting dan mendesak                 as needed in the event of important or urgent matters. The
      dapat diadakan pertemuan tambahan. Efektivitas Sustainability              effectiveness of the Sustainability Committee is evaluated at
      Committee akan dievaluasi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali                 least once a year by the Advisor and the Supervisor to assess
      dalam 1 (satu) tahun oleh Pembina dan Pengawas guna menilai                target achievement, role effectiveness, and the Committee’s
      pencapaian target, efektivitas peran, serta kontribusi Sustainability      contribution to supporting the Company’s sustainability strategy.
      Committee dalam mendukung strategi keberlanjutan Perseroan.




                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
  98
                                                                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 99
Profil Perusahaan                                  Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                   Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                         Explanation from the Board of Directors                   Governance                  Sustainability Performance




                                    PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT
                                     PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.2,
                                                   GRI 2-17, IFRS S1-GOVERNANCE, IFRS S2- GOVERNANCE]
                                                  DEVELOPMENT COMPETENCIES RELATED TO SUSTAINABLE
                                                 DEVELOPMENT [OJK E.2, GRI 2-17, IFRS S1-GOVERNANCE, IFRS S2- GOVERNANCE]


Perseroan berkomitmen untuk memastikan Dewan Komisaris dan                         The Company is committed to ensuring that the Board of
Direksi memiliki kompetensi yang relevan dan mutakhir dalam                        Commissioners and the Board of Directors possess relevant
menjalankan fungsi pengawasan dan pengelolaan perusahaan.                          and up-to-date competencies in carrying out their supervisory
Sejalan dengan komitmen tersebut, Perseroan menerapkan                             and management functions. In line with this commitment, the
kebijakan pengembangan kapasitas melalui program pelatihan                         Company implements a capacity-building policy through
yang dirancang secara berkelanjutan.                                               continuously designed training programs.

Program pelatihan bagi Dewan Komisaris dan Direksi mencakup                        Training programs for the Board of Commissioners and the
berbagai aspek strategis, antara lain tata kelola perusahaan                       Board of Directors cover various strategic aspects, including
yang baik (Good Corporate Governance), manajemen risiko,                           Good Corporate Governance (GCG), risk management,
keberlanjutan (ESG), perkembangan industri penerbangan,                            sustainability (ESG), developments in the aviation industry, as
serta transformasi digital dan bisnis. Dalam pelaksanaannya,                       well as digital and business transformation. In implementing
Perseroan juga menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder,                    these programs, the Company also collaborates with various
antara lain Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP                          stakeholders, including the Ministry of State-Owned Enterprises
BUMN), Danantara, serta lembaga atau penyelenggara pelatihan                       (BP BUMN), Danantara, and professional training institutions or
profesional, guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan                           providers, to ensure alignment with strategic needs and industry
strategis dan perkembangan industri. Pelatihan bagi Dewan                          developments. Training for the Board of Commissioners and the
Komisaris dan Direksi telah diatur dalam Board Manual Perseroan                    Board of Directors is outlined in the Company’s Board Manual,
yang diterbitkan pada 9 Desember 2024.                                             which was issued on December 9, 2024.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah memberikan pelatihan                         Throughout 2025, the Company has provided training for the
kepada Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan keuangan                         Board of Commissioners and Board of Directors on sustainable
berkelanjutan. Pelatihan yang diikuti adalah sebagai berikut:                      finance. The following table outlines the training programs
                                                                                   attended:
                                                          Materi Pengembangan                      Waktu dan Tempat
     Nama                    Jabatan                      Kompetensi/Pelatihan                       Pelaksanaan               Penyelenggara
      Name                    Position             Competency Development/Training                    Time and Place of             Organizer
                                                              Material                                 Implementation
                                                                                               Jakarta,26-27 Februari 2025     BUMN School of
                                                  Onboarding Commssioner
                                                                                               Jakarta, February 26–27, 2025   Excellence

                     Komisaris Utama              .Closing meeting dan Pemaparan
                                                                                                                               PT Garuda
                     merangkap Komisaris          Laporan Hasil ACGS                           Jakarta,5 Maret 2025
                                                                                                                               Indonesia (Persero)
                     Independen                   Closing Meeting and Presentation of the      Jakarta, March 5, 2025
 Fadjar                                                                                                                        Tbk
                     President Commissioner,      ACGS Results Report
 Prasetyo
                     concurrently serving         Townhall meeting BUMN dengan                                                 PT Danantara
                     as Independent                                                            Jakarta,28 April 2025
                                                  Danantara                                                                    Asset Management
                     Commissioner                                                              Jakarta, April 28, 2025
                                                  SOE Town Hall Meeting with Danantara                                         (Persero)
                                                  Executive Briefing Workshop- Network         25 September 2025
                                                                                                                               PT Hexa Daya Nalar
                                                  Planning & Scheduling Perspectives           September 25, 2025
                                                                                               Jakarta,26-27 Februari 2025     BUMN School of
                                                  Onboarding Commssioner
                                                                                               Jakarta, February 26–27, 2025   Excellence
                                                  .Closing meeting dan Pemaparan
                                                                                                                               PT Garuda
                                                  Laporan Hasil ACGS                           Jakarta,5 Maret 2025
                                                                                                                               Indonesia (Persero)
                                                  Closing Meeting and Presentation of the      Jakarta, March 5, 2025
 Chairal             Komisaris                                                                                                 Tbk
                                                  ACGS Results Report
 Tanjung             Commissioner
                                                  Townhall meeting BUMN dengan                                                 PT Danantara
                                                                                               Jakarta,28 April 2025
                                                  Danantara                                                                    Asset Management
                                                                                               Jakarta, April 28, 2025
                                                  SOE Town Hall Meeting with Danantara                                         (Persero)
                                                  Executive Briefing Workshop- Network         25 September 2025
                                                                                                                               PT Hexa Daya Nalar
                                                  Planning & Scheduling Perspectives           September 25, 2025
                     Komisaris Independen
                                                                                               Jakarta,26-27 Februari 2025     BUMN School of
 Timur Sukirno*      Independent                  Onboarding Commssioner
                                                                                               Jakarta, February 26–27, 2025   Excellence
                     Commissioner


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      99
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 100
                                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                           Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                                            Sustainability Strategy and Policy                        Sustainability Performance Highlights




                                                                 Materi Pengembangan                                Waktu dan Tempat
          Nama                       Jabatan                     Kompetensi/Pelatihan                                 Pelaksanaan                    Penyelenggara
           Name                       Position            Competency Development/Training                            Time and Place of                   Organizer
                                                                     Material                                         Implementation
      Glenny               Komisaris                                                                       Jakarta,26-27 Februari 2025             BUMN School of
                                                         Onboarding Commssioner
      Kairupan**           Commissioner                                                                    Jakarta, February 26–27, 2025           Excellence
      Keterangan:                                        Description:
      *Mulai Menjabat sejak 30 Juni 2025                 *Started serving since June 30, 2025
      **Berhenti Menjabat sejak 15 Oktober 2025          **No longer serving since October 15, 2025


                                           Tabel Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan bagi Direksi
                                          Table of Continuous Financial Competency Development for the Board of Directors

                                       Jenis Pendidikan
            Nama dan
                                         dan Pelatihan             Materi Pendidikan dan Pelatihan                        Pelaksanaan              Penyelenggara
             Jabatan                                                  Education and Training Materials                   Implementation                 Organizer
                                       Types of Education
        Name and Position
                                          and Training
                                                                                                                                                         Eksternal
                                                                B777-300ER TR/PC Simulator                                    2025
                                     Pilot Training                                                                                                      External
      Dani Haikal                                                                                                                                         Internal
                                                                B777-300ER Recurrent Ground                                   2025
      (Operation Director)                                                                                                                                Internal
                                     Management                                                                                                           Internal
                                                                Cyber Security Basic Knowledge Training                       2025
                                     Development Training                                                                                                 Internal
                                                                                                                                                          Internal
                                                                Airworthiness Inspector Modul 1                               2025
                                                                                                                                                          Internal
      Mukhtaris
                                     Maintenance &                                                                                                        Internal
      (Maintenance                                              Airworthiness Inspector Modul 2                               2025
                                     Engineering Training                                                                                                 Internal
      Director)
                                                                                                                                                          Internal
                                                                Airworthiness Inspector Modul 3                               2025
                                                                                                                                                          Internal
      Enny Kristiani (Direktur                                                                                                                       Badan Nasional
      Human Capital &                Pelatihan dan                                                                                                  Sertifikasi Profesi &
                                                                Pelatihan & Sertifikasi Konsultasi Hukum
      Corporate Service)             Sertifikasi: Keuangan                                                                                        Justitia Training Center
                                                                Perpajakan                                                    2025
      Enny Kristiani (Director       Training and                                                                                                  National Professional
                                                                Training & Certification: Tax Law Consulting
      of Human Capital &             Certification: Finance                                                                                       Certification Agency &
      Corporate Services)                                                                                                                         Justitia Training Center
                                                                                                                          10 Januari 2025,
                                                                                                                        Gedung Nawasena
                                                                                                                        Mandiri Corporate
                                                                Pembicara dalam Business Essential
                                     Pembicara                                                                          University, Jakarta          BUMN school of
                                                                Program
                                     Speaker                                                                             January 10, 2025,             excellence
                                                                Speaker in the Business Essential Program
                                                                                                                        Nawasena Building,
                                                                                                                        Mandiri Corporate
                                                                                                                        University, Jakarta
                                                                Kepemimpinan Strategis dalam                             8 Februari 2025,
                                                                MengelolaPerusahaan BUMN berdasarkan                    Universitas Mercu           Universitas Mercu
                                     Pembicara                  Prinsip Business Judgement Rule                           Buana, Jakarta                 Buana
      Prasetio* (Direktur            Speaker                    Strategic Leadership in Managing State-                 February 8, 2025,             Mercu Buana
      Keuangan dan                                              Owned Enterprises Based on the Business                 Universitas Mercu              University
      Manajemen Risiko)                                         Judgment Rule Principle                                   Buana, Jakarta
      Prasetio* (Director
                                                                Workshop Risk Register and Kick Off Risk                 19 Februari 2025,
      of Finance and Risk
                                                                2025                                                       GITC Kosambi
      Management)                    Workshop                                                                                                       Garuda Indonesia
                                                                Risk Register Workshop and 2025 Risk                    February 19, 2025,
                                                                Kickoff                                                    GITC Kosambi
                                                                Pemateri Financial Fluency for Non-                       23 Mei 2025,
                                     Pembicara                  Financial Executives Batch 1                            Auditorium 1, GMB
                                                                                                                                                    Garuda Indonesia
                                     Speaker                    Speaker for the Financial Fluency for Non-               May 23, 2025,
                                                                Financial Executives Batch 1                            Auditorium 1, GMB

                                                                Pemateri Financial Fluency for Non-                       20 Juni 2025,
                                     Pembicara                  Financial Executives Batch 2                            Auditorium 1, GMB
                                                                                                                                                    Garuda Indonesia
                                     Speaker                    Speaker for the Financial Fluency for Non-               June 20, 2025,
                                                                Financial Executives Batch 2                            Auditorium 1, GMB

      Mukhtaris (Direktur            Pelatihan: Risiko
      Teknik)                        Bisnis/Enterprise Risk     Risk Based Business Strategic Planning and
                                                                                                                              2025                    GMF AeroAsia
      Mukhtaris (Director of         Training: Business         Budgeting
      Maintenance)                   Risk/Enterprise Risk




                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
  100
                                                                                                                                           PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 101
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                      Governance                      Sustainability Performance




                                    Tabel Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan bagi Direksi
                                    Table of Continuous Financial Competency Development for the Board of Directors

                               Jenis Pendidikan
       Nama dan
                                 dan Pelatihan                Materi Pendidikan dan Pelatihan                    Pelaksanaan            Penyelenggara
        Jabatan                                                  Education and Training Materials               Implementation              Organizer
                               Types of Education
  Name and Position
                                  and Training
 Reza Aulia Hakim
                             Pelatihan: Bisnis/
 (Direktur Niaga)
                             Niaga/Pemasaran               BOD-1 Top Talent Program (TOP GUN)                                           BUMN School of
 Reza Aulia Hakim                                                                                                     2025
                             Training: Business/           Cohort III                                                                     Excellence
 (Director of
                             Commerce/Marketing
 Commercial)
 Glenny Kairupan             Pelatihan: Komisaris          Onboarding Comissioner Program Angkatan
 (Direktur Utama)            Training:                     9                                                                            BUMN School of
                                                                                                                      2025
 Glenny Kairupan             Commissioners                 Onboarding Commissioner Program Cohort                                         Excellence
 (President & CEO)                                         9


Selain itu, Perseroan juga melibatkan karyawan yang bertanggung                      In addition, the Company also involves employees who are
jawab atas penerapan pembangunan berkelanjutan dalam                                 responsible for the implementation of sustainable development
berbagai pelatihan terkait pembangunan berkelanjutan. Langkah                        in various trainings related to sustainable development. This step
ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam                             aims to improve their competence in supporting the effective
mendukung implementasi keuangan berkelanjutan secara efektif.                        implementation of sustainable finance.


                     Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit Penanggungjawab
                                    Table of Sustainable Development Competency Development for Responsible Units

                                           Jenis Pendidikan/
                                                                               Materi Pendidikan/
       Nama & Jabatan                          Pelatihan                                                      Waktu Pelaksanaan           Penyelenggara
         Name & Position
                                                                                   Pelatihan                           Date                    Organizer
                                           Types of Education/
                                                                           Education/Training Materials
                                                Training
                                                                           IATA Design a Sustainability      16-19 Juni 2025
                                        Training                                                                                          IATA
                                                                           Strategy - Intermediate           June 16 - 19, 2025
 Muhammad Oki Zuheimi
                                                                                                             12-14 Agustus 2025
 (Environment Management                Certified Training                 Certified GRI Standard                                         NCCR
                                                                                                             August 12 - 14, 2025
 System Div. Head)
                                                                                                             29 Agustus 2025
                                        Training                           ISO 14001:2015 awareness                                       GITC
                                                                                                             August 29, 2025
                                                                           Sustainable Aviation Fuels        14-15 April 2025
                                        Training                                                                                          IATA
                                                                           (SAF)                             April 14 - 15, 2025
                                                                           Sustainability Communication      11 Agustus 2025
                                        Training                                                                                          IATA
                                                                           Strategies                        August 11, 2025
                                                                           Carbon Offsetting and                                          Kementerian
                                                                           Reduction Scheme for              3-5 November 2025            Perhubungan
 Kurniasiwi Rahmawati                   Training
                                                                           International Aviation            November 3 - 5, 2025         Ministry of
 (Sustainability Operations Div.
                                                                           (CORSIA)                                                       Transportation
 Head)
                                                                                                                                          Kementerian
                                                                           State Action Plan on
                                                                                                             6-7 November 2025            Perhubungan
                                        Training                           Environmental on CO2
                                                                                                             November 6 - 7, 2025         Ministry of
                                                                           Emissions Reductions
                                                                                                                                          Transportation
                                                                                                             29 Agustus 2025
                                        Training                           ISO 14001:2015 awareness                                       GITC
                                                                                                             August 29, 2025
                                                                                                             17-19 Juni 2025
                                        Certified Training                 Certified GRI Standard                                         NCCR
                                                                                                             June 17 - 19, 2025
 Triananda Ufuk Agung
                                                                           Sustainability Communication      11 Agustus 2025
 Nugroho (Mgr. Environmental            Training                                                                                          IATA
                                                                           Strategies                        August 11, 2025
 Sustainability)
                                                                                                             29 Agustus 2025
                                        Training                           ISO 14001:2015 awareness                                       GITC
                                                                                                             August 29, 2025
                                                                                                             Jakarta, 20 – 08 s/d 22-
 Vita Noer Qomaria/ Lead                                                   Introduction to Carbon            12- 2025
                                        Training
 Professional                                                              Emission                          Jakarta, August 20, 2025
                                                                                                             – December 22, 2025




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                               101
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 102
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                       Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                              Sustainability Strategy and Policy                    Sustainability Performance Highlights




                       Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit Penanggungjawab
                                   Table of Sustainable Development Competency Development for Responsible Units

                                         Jenis Pendidikan/
                                                                      Materi Pendidikan/
           Nama & Jabatan                    Pelatihan                                                 Waktu Pelaksanaan             Penyelenggara
            Name & Position
                                                                          Pelatihan                             Date                       Organizer
                                         Types of Education/
                                                                  Education/Training Materials
                                              Training
                                                                  Sosialisasi Draf Eksposur
                                                                  Standar Pengungkapan
                                                                  Keberlanjutan
                                                                                                      21 April 2025
                                      Training                    Public Consultation on                                             AEI
                                                                                                      April 21, 2025
                                                                  the Exposure Draft of the
                                                                  Sustainability Disclosure
                                                                  Standards
                                                                  Seminar IDX-GRI-AEI : GRI
                                                                  102 & GRI 103 : Climate             3 September 2025
                                      Seminar                                                                                        IDX
                                                                  Change and Energy Topic             September 3, 2025
                                                                  Standards Confirmation
                                                                  IFRS S2 Governance : The
                                                                                                      19 September 2025
                                      Training                    Strategic Role of ESG                                              CESGS
                                                                                                      September 19, 2025
                                                                  Committees
                                                                  Bersama Menuju Masa Depan
      Ade Reizalina/ Capital Market                               Berkelanjutan : Investasi,                                         Indonesia
      Communication Division Head                                 Inovasi, dan Inklusivitas       10-11 Oktober 2025                 International
                                      Training
                                                                  Together Toward a Sustainable October 10-11, 2025                  Sustainability
                                                                  Future: Investment, Innovation,                                    Forum (ISF)
                                                                  and Inclusivity
                                                                  Strategizing for a Sustainable                                     Karisman
                                                                  Future: IFRS Sustainability         14 Oktober 2025                Learning &
                                      Training
                                                                  Standards and Digital               October 14, 2025               Consulting dan
                                                                  Platforms                                                          PRESGO
                                                                  Panel Rated for Growth:
                                                                  Rating, Reputasi, dan
                                                                  Daya Saing Emiten di Era
                                                                  Keberlanjutan
                                                                                                      7 November 2025
                                      Seminar                     Panel on Growth Potential:                                         AEI
                                                                                                      November 7, 2025
                                                                  Ratings, Reputation, and
                                                                  Competitiveness of Listed
                                                                  Companies in the Era of
                                                                  Sustainability
                                                                  Sosialisasi Draf Eksposur
                                                                  Standar Pengungkapan
                                                                  Keberlanjutan
                                                                                                      21 April 2025
                                      Training                    Public Consultation on                                             AEI
                                                                                                      April 21, 2025
                                                                  the Exposure Draft of the
                                                                  Sustainability Disclosure
                                                                  Standards
                                                                  IFRS S2 Governance : The
                                                                                                      19 September 2025
                                      Training                    Strategic Role of ESG                                              CESGS
                                                                                                      September 19, 2025
      Dyah Madu Brancti/ Analyst                                  Committees
      Investor Relations                                          Bersama Menuju Masa Depan
                                                                  Berkelanjutan : Investasi,                                         Indonesia
                                                                  Inovasi, dan Inklusivitas       10-11 Oktober 2025                 International
                                      Training
                                                                  Together Toward a Sustainable October 10-11, 2025                  Sustainability
                                                                  Future: Investment, Innovation,                                    Forum (ISF)
                                                                  and Inclusivity
                                                                  Strategizing for a Sustainable                                     Karisman
                                                                  Future: IFRS Sustainability         14 Oktober 2025                Learning &
                                      Training
                                                                  Standards and Digital               October 14, 2025               Consulting dan
                                                                  Platforms                                                          PRESGO




                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
  102
                                                                                                                         PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 103
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                 Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                     Governance                Sustainability Performance




                     Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit Penanggungjawab
                                    Table of Sustainable Development Competency Development for Responsible Units

                                          Jenis Pendidikan/
                                                                              Materi Pendidikan/
       Nama & Jabatan                         Pelatihan                                                     Waktu Pelaksanaan      Penyelenggara
         Name & Position
                                                                                  Pelatihan                          Date                Organizer
                                          Types of Education/
                                                                          Education/Training Materials
                                               Training
                                                                          Sosialisasi Draf Eksposur
                                                                          Standar Pengungkapan
                                                                          Keberlanjutan
                                                                                                           21 April 2025
                                       Training                           Public Consultation on                                   AEI
                                                                                                           April 21, 2025
                                                                          the Exposure Draft of the
                                                                          Sustainability Disclosure
                                                                          Standards
 Josua Rolamdo/ Associate
 Professional                                                             IFRS S2 Governance : The
                                                                                                           19 September 2025
                                       Training                           Strategic Role of ESG                                    CESGS
                                                                                                           September 19, 2025
                                                                          Committees
                                                                          Ready for Tomorrow: Copilot-
                                                                          Powered Innovation in            10 September 2025       Microsoft
                                       Tranining
                                                                          Finance and Supply Chain         September 10, 2025      Indonesia
                                                                          Management




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                       103
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 104
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                                Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




      MANAJEMEN RISIKO ATAS PENERAPAN
      PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.3, IFRS
      S1, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT]
      RISK MANAGEMENT IN THE IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE
      DEVELOPMENT [OJK E.3, IFRS S1, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT]



      Garuda Indonesia telah menerapkan sistem manajemen risiko                 Garuda Indonesia has implemented an integrated risk
      yang terintegrasi di Perseroan dan Anak Perusahaan yang                   management system across the Company and its Subsidiaries
      berpedoman pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara                based on the Regulation of the Minister of State-Owned
      Nomor PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023 tentang Pedoman                        Enterprises No. PER-2/MBU/03/2023 Year 2023 on Guidelines
      Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik           for Corporate Governance and Significant Corporate Activities
      Negara dan Best Practice Industry. Perseroan telah menetapkan             of State-Owned Enterprises and Industry Best Practices. The
      Strategi Risiko yang terdiri dari pernyataan selera risiko dan nilai      Company has established a Risk Strategy comprising risk appetite
      ambang batas risiko (Risk capacity, Risk Appetite, Risk Tolerance,        statements and risk threshold values (Risk Capacity, Risk Appetite,
      Risk limit dan metrik strategi risiko). Melalui sistem manajemen          Risk Tolerance, Risk Limit, and risk strategy metrics). Through the
      risiko, Perseroan telah mengidentifikasi, mengukur, memantau              risk management system, the Company has identified, measured,
      dan mengendalikan risiko. Perseroan menetapkan kebijakan                  monitored, and controlled risks. The Company establishes
      dan petunjuk umum sebagai acuan bagi unit kerja dan seluruh               policies and general guidelines as references for all work units
      karyawan dalam mengelola risiko yang dituangkan dalam                     and all employees in managing risks outlined in the Enterprise
      dokumen Enterprise Risk Management Manual (ERM Manual).                   Risk Management Manual (ERM Manual). The ERM Manual
      ERM Manual mengatur pengelompokan risiko Perseroan, peran                 regulates the categorization of the Company's risks, roles and
      dan tanggung jawab organ pengelola risiko, kapasitas risiko,              responsibilities of risk management organs, risk capacity, risk
      selera risiko, toleransi risiko, batasan risiko dan proses ERM.           appetite, risk tolerance, risk limits, and the ERM process.

      Perseroan telah dimasukkan aspek ESG ke dalam ERM manual,                 The Company has integrated ESG aspects into the ERM Manual
      dalam bentuk risk register yang berkaitan dengan lingkungan               through an environmental risk register, in compliance with
      (acuan PER.02/MBU/03/2023). Secara implementasi, Garuda                   PER.02/MBU/03/2023. In practice, Garuda Indonesia has
      Indonesia telah memasukkan parameter yang berkaitan dengan                included parameters linked to environmental risks in its risk
      risiko lingkungan dalam matriks risiko (parameter "peningkatan            matrix (e.g., the "improvement of corporate ESG" parameter
      ESG perusahaan" pada aspek compliance). Perseroan juga telah              under compliance aspects). The Company has also conducted
      melakukan penilaian risiko atas faktor ESG.                               risk assessments on ESG factors.

      Risiko ESG adalah risiko kerugian akibat dampak negatif yang              ESG risk is the risk of loss arising from the negative impacts
      timbul dari faktor lingkungan, sosial dan tata kelola Perusahaan          of environmental, social, and governance factors that affect
      yang mempengaruhi kinerja, reputasi, atau keberlanjutan                   a company’s performance, reputation, or sustainability.
      Perusahaan. Selanjutnya pada tahun 2025, dengan terbentuknya              Furthermore, in 2025, following the establishment of PT
      PT Danantara Aset Management (Persero) (DAM) maka DAM                     Danantara Aset Management (Persero) (DAM), DAM issued a
      menyampaikan Pedoman Strategis terkait manajemen risiko                   Strategic Guideline on risk management, as outlined in SR.122/
      yang tercantum dalam SR.122/DI-DAM/DO/2025 terkait                        DI-DAM/DO/2025 concerning the Strategic Guidelines for the
      Pedoman Strategis Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran                   Preparation of the 2026 Company Work Plan and Budget for
      Perusahaan 2026 Anak Perusahaan DAM. Atas pedoman strategis               DAM Subsidiaries. In response to these strategic guidelines,
      yang disampaikan, Perusahaan sejak Agustus 2025 melakukan                 since August 2025 the Company has conducted risk profiling
      profiling risiko dengan mendefinisikan parameter risiko sesuai            by defining risk parameters based on eight (8) Risk Taxonomies.
      dengan 8 (delapan) Taksonomi Risiko untuk dimonitor statusnya             These risks are monitored according to threshold status,
      berdasarkan threshold apakah dalam posisi Aman, Alert, atau               categorized as Safe, Alert, or Critical, as follows:
      Critical, sebagai berikut:

      1.   Strategic Risk                                                       1.   Strategic Risk
           Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi ini                    The parameters measured and monitored under this taxonomy
           antara lain namun tidak terbatas pada passenger yield, cargo              include, but are not limited to, passenger yield, cargo yield, seat
           yield, seat load factor (SLF), cargo load factor (CLF), average           load factor (SLF), cargo load factor (CLF), average domestic
           fare pax domestic, average fare pax international.                        passenger fare, and average international passenger fare.

      2. Market Risk                                                            2. Market Risk
         Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi                        The parameters measured and monitored under this
         ini antara lain namun tidak terbatas pada jetfuel, foreign                taxonomy include, but are not limited to, jet fuel, foreign
         exchange (USD/IDR), foreign exchange deficit.                             exchange (USD/IDR), and foreign exchange deficit.
                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
  104
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 105
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                     Sustainability Performance




3. Financial Risk                                                             3. Financial Risk
   Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi ini                        The parameters measured and monitored under this
   antara lain namun tidak terbatas pada net working capital,                    taxonomy include, but are not limited to, net working capital,
   Revenue per ASK (RASK), Cost per ASK (CASK), Variable                         Revenue per Available Seat Kilometer (RASK), Cost per
   Cost per ASK, Fixed Cost per ASK, Margin per ASK (MASK).                      Available Seat Kilometer (CASK), variable cost per ASK,
                                                                                 fixed cost per ASK, and Margin per ASK (MASK).

4. Credit/Counterparty Risk                                                   4. Credit/Counterparty Risk
   Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi ini antara                 The parameters measured and monitored under this taxonomy
   lain namun tidak terbatas pada account receivable (aging >                    include, but are not limited to, accounts receivable (aging over 90
   90 days), subsidiaries account receivable (aging > 90 days)                   days) and subsidiaries’ accounts receivable (aging over 90 days).

5. Operational Risk                                                           5. Operational Risk
   Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi ini                        The parameters measured and monitored under this taxonomy
   antara lain namun tidak terbatas pada number of aircraft                      include, but are not limited to, number of aircraft in service,
   ini service, aircraft utilization, flight completion factor, fleet            aircraft utilization, flight completion factor, fleet serviceable
   serviceable ratio, tactical flight cancellation, average daily                ratio, tactical flight cancellations, average daily frequency per
   frequency per aircraft, average stage length, available seat                  aircraft, average stage length, Available Seat Kilometers (ASK),
   kilometer (ASK), revenue per kilometer (RPK), revenue                         Revenue Passenger Kilometers (RPK), Revenue Ton Kilometers
   ton kilometer (RTK), ASK/aircraft A320, Departure OTP,                        (RTK), ASK per A320 aircraft, departure on-time performance
   Arrival OTP, Incident Rate, Dispatch Reliability, Cockpit Crew                (OTP), arrival OTP, incident rate, dispatch reliability, cockpit
   Productivity, Cabin Crew Productivity.                                        crew productivity, and cabin crew productivity

6. Investment/Project Risk                                                    6. Investment/Project Risk
   Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi ini antara                 The parameters measured and monitored under this taxonomy
   lain namun tidak terbatas pada new aircraft delivery delay                    include, but are not limited to, new aircraft delivery delays.

7. Reputational Risk                                                          7. Reputational Risk
   Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi ini                        The parameters measured and monitored under this
   antara lain namun tidak terbatas pada customer satisfaction                   taxonomy include, but are not limited to, customer satisfaction
   index, net promoter score.                                                    index and net promoter score.

8. Regulatory, Legal and Compliance Risk                                      8. Regulatory, Legal and Compliance Risk
   Parameter yang diukur dan dimonitor pada taksonomi                            The parameters measured and monitored under this
   ini antara lain namun tidak terbatas pada internal audit                      taxonomy include, but are not limited to, internal audit
   recommendation completion, external audit recommendation                      recommendation completion, external audit recommendation
   completion, number of active legal case.                                      completion, and number of active legal cases.

Direksi melakukan evaluasi atas efektivitas sistem manajemen                  The Board of Directors evaluates the effectiveness of the Company’s
risiko Perseroan melalui peninjauan secara berkala atas kebijakan             risk management system through periodic reviews of risk policies
dan strategi risiko, proses penilaian risiko, proses penetapan                and strategies, risk assessment processes, strategic planning
perencanaan strategis (RKAP dan RJPP), manual enterprise risk                 (RKAP and RJPP), the ERM Manual, and integrated monthly and
management dan laporan profil risiko terintegrasi secara bulanan              quarterly risk profile reports. These reports are submitted to
dan triwulanan yang dilaporkan kepada Dewan Komisaris serta                   the Board of Commissioners and the Ministry of State-Owned
Kementrian Badan Usaha Milik Negara sesuai Keputusan Deputi                   Enterprises following the Decree of the Deputy for Finance and
Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementrian Badan Usaha                   Risk Management of the Ministry of State-Owned Enterprises
Milik Negara Republik Indonesia Nomor SK-7/DKU.MBU/10/2023                    of the Republic of Indonesia No. SK-7/DKU.MBU/10/2023 on
tentang Petunjuk Teknis Pelaporan Manajemen Risiko Badan Usaha                Technical Guidelines for Risk Management Reporting of State-
Milik Negara. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pengembangan                Owned Enterprises. The Board of Commissioners, assisted by the
Usaha dan Pemantau Risiko melakukan pengawasan serta evaluasi                 Business Development and Risk Monitoring Committee, oversees
terhadap penerapan sistem manajemen risiko yang telah dilakukan               and evaluates the implementation of the risk management
oleh Direksi. Dalam pengelolaan sistem manajemen risiko, Perseroan            system conducted by the Board of Directors. In managing the
memiliki acuan terkait prinsip dasar untuk mendukung implementasi             risk management system, the Company has a reference related
praktik manajemen risiko yang baik dan berkelanjutan dalam                    to fundamental principles to support the implementation of good
bentuk Piagam Manajemen Risiko yang ditandatangani oleh                       and sustainable risk management practices in the form of a Risk
Komisaris dan Direksi terkait. Piagam Manajemen Risiko tersebut               Management Charter signed by the relevant Commissioners and
menjadi pedoman bagi seluruh Unit Kerja di Perseroan agar dalam               Directors. This Charter serves as a guideline for all Company work
pelaksanaan tugasnya mengacu pada Anggaran Dasar, semua                       units to ensure that their operations align with the Articles of
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip                 Association, all applicable laws and regulations, and the principles
tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/                  of Good Corporate Governance (GCG). A comprehensive discussion
GCG). Pembahasan sistem manajemen risiko telah disajikan secara               of the risk management system is provided in the Annual Report’s
lengkap pada Laporan Tahunan bagian Tata Kelola Perusahaan.                   Corporate Governance section.
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     105
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 106
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU
      KEPENTINGAN [OJK E.4, GRI 2-29]
      STAKEHOLDER ENGAGEMENT [OJK E.4, GRI 2-29]



      Pemangku kepentingan adalah pihak-pihak yang terlibat atau              Stakeholders are parties involved in or affected by the Company’s
      terdampak oleh kegiatan perusahaan, sekaligus berperan                  activities, and they play a critical role in determining the success
      penting dalam menentukan keberhasilan strategi dan pencapaian           of Garuda Indonesia’s strategy and in achieving its objectives.
      tujuan Garuda Indonesia. Oleh karena itu, Garuda Indonesia              Therefore, Garuda Indonesia is committed to fostering close
      berkomitmen untuk membangun hubungan yang erat dan                      and mutually beneficial relationships with its stakeholders. The
      saling menguntungkan dengan para pemangku kepentingan.                  Company also emphasizes sustained communication and active
      Perseroan juga menekankan komunikasi yang berkelanjutan                 engagement with stakeholder groups in accordance with their
      serta keterlibatan kelompok-kelompok pemangku kepentingan               needs and expectations.
      sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

      Pemangku kepentingan Garuda Indonesia mencakup penumpang,               Garuda Indonesia’s stakeholders include passengers, shareholders
      pemegang saham dan investor, pegawai, pemerintah, mitra                 and investors, employees, the government, business partners,
      kerja dan lembaga swadaya masyarakat. Pemetaan pemangku                 and non-governmental organizations (NGOs). Stakeholder
      kepentingan perusahaan dilakukan berdasarkan hubungan                   mapping is conducted based on established relationships
      yang telah terjalin, yang bersifat saling memengaruhi, aktif,           characterized by mutual influence, active collaboration, and
      dan responsif. Garuda Indonesia telah mengidentifikasi dengan           responsiveness. The Company has meticulously identified
      cermat kelompok-kelompok pemangku kepentingan utama,                    its primary stakeholder groups, considering their significant
      berdasarkan pengaruh signifikan mereka terhadap kelangsungan            impact on operational sustainability across economic, social, and
      operasional perusahaan, baik dalam aspek ekonomi, sosial,               environmental dimensions. In addressing existing issues and
      maupun lingkungan. Dalam menghadapi isu-isu dan tantangan               challenges, Garuda Indonesia prioritizes a consultative approach
      yang ada, Garuda Indonesia mengedepankan pendekatan                     to reach mutually agreed solutions.
      musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama.


                                  Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
                                          Stakeholder Engagement, Key Topics, and Company Responses

         Pemangku
                                    Metode Pelibatan                                 Frekuensi                          Topik Utama
        Kepentingan                Engagement Methods                                 Frequency                            Key Topics
         Stakeholders
       Penumpang          Ajang Komersial                              Sewaktu-waktu                         Hubungan Komersial
       Passengers         Commercial Events                            As needed                             Commercial Relations
                                                                                                             Laporan Tahunan, Usulan
                                                                                                             Penggunaan Laba Bersih/
                                                                       Tahunan (RUPS Tahunan)/
                                                                                                             Pembagian Dividen, Penetapan
                                                                       Sewaktu-waktu Jika Diperlukan
                                                                                                             Kantor Akuntan Publik, Penetapan
                                                                       (RUPS Luar Biasa)
                          •   RUPS (Baik RUPS Tahunan maupun                                                 Remunerasi Pengurus, Perubahan
                              Luar Biasa)                                                                    Pengurus, Perubahan Anggaran
       Pemegang Saham                                                  Earnings Call/Investor Call (Satu
                          •   Earnings Call/Investor Call                                                    Dasar, Aksi Korporasi
       dan Investor                                                    tahun 4 (empat) kali)
                                                                                                             Annual Report, Net Profit
       Shareholders and
                          •   General Meetings of Shareholders                                               Allocation/Dividend Distribution,
       Investors                                                       Annually (Annual GMS)/As
                              (Annual and Extraordinary)                                                     Appointment of Public Accounting
                                                                       needed (Extraordinary GMS)
                          •   Earnings Call/Investor Call                                                    Firm, Management Remuneration,
                                                                                                             Management Changes, Articles
                                                                       Earnings Calls/Investor Calls (4
                                                                                                             of Association Amendments,
                                                                       (four) times per year)
                                                                                                             Corporate Actions, Sustainability
                                                                                                             Material Issue
                                                                                                             •   Ketenagakerjaan
                                                                                                             •   Kesejahteraan
                                                                                                             •   Kinerja Perseroan
       Pegawai            Rapat Kerja dengan Serikat Pegawai           6 sampai 12 kali dalam satu tahun     •   Isi-Isu Terkini
       Employees          Meetings with Employee’s Union               6 to 12 times per year                •   Employment
                                                                                                             •   Welfare
                                                                                                             •   Corporate Performance
                                                                                                             •   Current Issues




                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
  106
                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 107
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                      Governance                   Sustainability Performance




                                    Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
                                            Stakeholder Engagement, Key Topics, and Company Responses

    Pemangku
                                      Metode Pelibatan                                    Frekuensi                          Topik Utama
   Kepentingan                       Engagement Methods                                   Frequency                            Key Topics
    Stakeholders
                          •    Pelaporan Kinerja atau Isu-isu
                                                                                                                   •   Pengembangan Masyarakat
                          •    Penting Lainnya
                                                                                                                   •   Investasi Lokal
                          •    Koordinasi dan Pelaporan
                                                                                                                   •   Kepatuhan GCG
                          •    Kepatuhan Peraturan Perundang-
                                                                                                                   •   Pelaporan dan Koordinasi
                               undangan
 Pemerintah                                                                   Setiap saat jika diperlukan              Pelaksanaan Program TJSL
                          •    Program TJSL
 Government                                                                   As needed                            •   Community Development
                          •    Performance Reporting and Other
                                                                                                                   •   Local Investment
                          •    Critical Issues
                                                                                                                   •   GCG Compliance
                          •    Coordination
                                                                                                                   •   TJSL Program Reporting and
                          •    Compliance with Laws and Regulations
                                                                                                                       Coordination
                          •    TJSL Program
                                                                                                                   •   Media komunikasi dua arah
                                                                                                                       dalam rangka penyampaian
                                                                                                                       strategi & kebijakan perseroan
                                                                                                                       termasuk dalam hal pengadaan
                          •    Vendor Gathering                                                                        barang dan jasa
                          •    Koordinasi Operasional                                                              •   Hubungan Komersial
 Mitra Kerja              •    Survei Kepuasan Pemasok                        Setiap saat jika diperlukan          •   Evaluasi Kinerja
 Business Partners        •    Vendor Gatherings                              As needed                            •   Two-way communication for
                          •    Operational Coordination                                                                corporate strategy & policy
                          •    Supplier Satisfaction Surveys                                                           dissemination, including in
                                                                                                                       the procurement of goods and
                                                                                                                       services
                                                                                                                   •   Commercial Relations
                                                                                                                   •   Performance Evaluation
                                                                                                                   •   Informasi pelaksanaan TJSL
                                                                                                                   •   Informasi terkait penerbangan
 Masyarakat               Pelaksanaan TJSL                                    Setiap Tahun Bila Diperlukan
                                                                                                                   •   Information on the
 Community                Implementation of TJSL                              Annually As needed
                                                                                                                       implementation of TJSL
                                                                                                                   •   Flight related information
                                                                                                                   Pengembangan sosial
 Lembaga Swadaya
                                                                                                                   kemasyarakatan dan program
 Masyarakat       Program TJSL                                                Setiap tahun bila diperlukan
                                                                                                                   lingkungan
 Non-Governmental TJSL Program                                                Annually As needed
                                                                                                                   Development of social community
 Organizations
                                                                                                                   and environmental programs




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                         107
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 108
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
05.                                                             Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      PERMASALAHAN TERHADAP PENERAPAN
      PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.5]
      CHALLENGES IN THE IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT [OJK E.5]



      Dalam mengimplementasikan Keuangan Berkelanjutan di seluruh            In implementing sustainable finance across its operational
      aktivitas operasional, Garuda Indonesia menghadapi sejumlah            activities, Garuda Indonesia faces several challenges, both internal
      tantangan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Dari           and external. On the external side, fulfilling the requirements of
      sisi eksternal, kewajiban pemenuhan skema Carbon Offsetting            the Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International
      and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA)               Aviation (CORSIA) may pose several challenges. These challenges
      yang berpotensi menimbulkan tantangan berupa potensi                   include potential non-compliance with international obligations,
      ketidakpatuhan terhadap kewajiban internasional, peningkatan           increased operational costs due to the need to purchase carbon
      biaya operasional akibat kebutuhan pembelian carbon credits,           credits, and uncertainty over medium- and long-term cost
      serta ketidakpastian beban biaya jangka menengah dan panjang           burdens resulting from price volatility and limited carbon credit
      akibat volatilitas harga dan keterbatasan pasokan kredit karbon.       supply. As a strategy to address these challenges, Garuda
      Sebagai strategi untuk mengatasi hal tersebut, Garuda Indonesia        Indonesia periodically projects its offset requirements and
      melakukan proyeksi kebutuhan offset secara periodik dan                develops a carbon credit procurement strategy that meets the
      menyusun strategi pengadaan carbon credits yang memenuhi               criteria for CORSIA Eligible Emissions Units (EEUs). The Company
      kriteria CORSIA Eligible Emissions Units (EEUs); kemudian              also actively coordinates with regulators and independent
      melakukan koordinasi secara aktif dengan regulator dan lembaga         verification bodies, and conducts financial feasibility studies
      verifikator independen; serta melaksanakan kajian kelayakan            on various compliance options in line with its decarbonization
      finansial atas berbagai opsi pemenuhan kewajiban yang selaras          roadmap.
      dengan roadmap dekarbonisasi Perseroan.

      Dari sisi internal, kesiapan penerapan standar pelaporan               From the internal perspective, readiness to implement global
      keberlanjutan global, termasuk IFRS S1 dan S2, menghadirkan            sustainability reporting standards, including IFRS S1 and
      tantangan dalam bentuk kebutuhan peningkatan kualitas,                 S2, presents challenges in terms of the need to improve the
      konsistensi, dan keterlacakan data ESG, serta penyesuaian proses       quality, consistency, and traceability of ESG data. It also requires
      bisnis dan sistem pelaporan internal agar sejalan dengan praktik       adjustments to business processes and internal reporting
      terbaik internasional. Sebagai respons, Perseroan memperkuat           systems to align with international best practices. In response, the
      tata kelola data keberlanjutan, melakukan harmonisasi kebijakan        Company strengthens sustainability data governance, harmonizes
      dan prosedur internal, serta mengintegrasikan risiko dan peluang       internal policies and procedures, and integrates climate-related
      terkait iklim ke dalam kerangka Enterprise Risk Management             risks and opportunities into the Enterprise Risk Management
      (ERM) guna memastikan kesiapan organisasi dalam memenuhi               (ERM) framework to ensure organizational readiness in meeting
      tuntutan transparansi dan akuntabilitas.                               transparency and accountability requirements.




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
  108
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 109
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                   Tata Kelola        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors        Governance       Sustainability Performance




                                                                                         KINERJA
                                                                               KEBERLANJUTAN [OJK F]
                                                                              SUSTAINABILITY PERFORMANCE [OJK F]




Sustainability Report 2025
                                                                                                                           109
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 110
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 KEGIATAN MEMBANGUN BUDAYA
 KEBERLANJUTAN [OJK F.1]
 ACTIVITIES TO BUILD A CULTURE OF SUSTAINABILITY [OJK F.1]



 Kegiatan membangun budaya keberlanjutan diwujudkan melalui              Efforts to build a culture of sustainability are carried out through
 berbagai program komunikasi, edukasi, dan engagement yang               various communication, education, and engagement programs
 bertujuan menumbuhkan budaya keberlanjutan di lingkungan                aimed at fostering a sustainability-oriented mindset within
 internal serta memperkuat pemahaman dan partisipasi pemangku            the organization, while also strengthening the understanding
 kepentingan eksternal, termasuk mitra dan vendor. Sepanjang             and participation of external stakeholders, including partners
 tahun pelaporan, Garuda Indonesia melaksanakan berbagai                 and vendors. Throughout the reporting year, Garuda Indonesia
 inisiatif yang mendukung penguatan budaya keberlanjutan                 implemented a range of initiatives to reinforce a culture of
 pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola:                         sustainability across environmental, social, and governance (ESG)
                                                                         aspects.
 1.   Surat Edaran Direktur JKTDI Nomor: JKTDI/SE/70001/2025             1. Circular Letter of the Director of JKTDI No. JKTDI/
      tentang "Partisipasi Seluruh Karyawan Garuda Indonesia                 SE/70001/2025 on “Employee Participation Across
      dalam Mendukung Program Sustainability yang Berdampak                  Garuda Indonesia in Supporting Sustainability Programs
      Terhadap Efisiensi Perusahaan”                                         that Contribute to Company Efficiency”
      Surat Edaran ini mengimbau partisipasi aktif seluruh pegawai           This Circular Letter calls for the active participation of all
      Garuda Indonesia dalam mendukung program sustainability                Garuda Indonesia employees in supporting sustainability
      yang berdampak langsung terhadap peningkatan efisiensi                 programs that directly contribute to improving company
      perusahaan. Melalui penghematan energi, optimalisasi                   efficiency. Through energy conservation, optimization of
      penggunaan sumber daya, serta pengurangan sampah plastik,              resource use, and reduction of plastic waste, employees
      setiap pegawai diharapkan berkontribusi dalam menciptakan              are encouraged to help foster a sustainable work culture in
      budaya kerja yang berkelanjutan dalam keseharian.                      their daily activities.

 2. SMK3 Awareness Training & Workshop                                   2. SMK3 Awareness Training & Workshop
    Garuda Indonesia melaksanakan SMK3 Awareness Training                   Garuda Indonesia conducted an SMK3 Awareness Training
    and Workshop pada tanggal 18 Februari 2025, yang bertujuan              and Workshop on February 18, 2025, aimed at enhancing
    untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan                     employees’ understanding and awareness, particularly
    khususnya kepada core team dari perwakilan unit yang                    among the core team representing units involved in the
    terlibat dalam persiapan sertifikasi SMK3. Kegiatan tersebut            SMK3 certification preparation. The program was intended to
    bertujuan untuk memperkuat peran aktif seluruh insan                    strengthen the active role of all personnel in risk management
    perusahaan dalam pengendalian risiko dan pembangunan                    and in fostering a safe and sustainable workplace culture.
    budaya kerja yang aman dan berkelanjutan.

 3. Earth Hour Campaign 2025 “Satu Jam untuk Bumi”                       3. Earth Hour Campaign 2025: “One Hour for the Earth”
    Garuda Indonesia melaksanakan kampanye global Earth Hour                Garuda Indonesia implemented the global Earth Hour
    2025 yang dilaksanakan pada 22 Maret 2025 pukul 20.30                   2025 campaign on March 22, 2025, at 20:30 local time as
    waktu setempat sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan               a demonstration of its commitment to raising awareness of
    kesadaran terhadap perubahan iklim dan penghematan energi.              climate change and promoting energy conservation. Under
    Mengusung tema “Give an Hour for Earth Doing Something                  the theme “Give an Hour for Earth Doing Something You
    You Love”, kegiatan ini juga melibatkan insan Garuda Indonesia          Love”, the campaign involved all members of the Garuda
    Group, seperti PT Citilink Indonesia, PT GMF AeroAsia, Group            Indonesia Group, including PT Citilink Indonesia, PT GMF
    dari PT Aerowisata, dan PT Aero System Indonesia untuk                  AeroAsia, the Aerowisata Group, and PT Aero Systems
    berpartisipasi dengan mematikan lampu dan melakukan                     Indonesia, who took part by switching off lights and engaging
    aktivitas ramah lingkungan selama satu jam. Dalam kegiatan              in environmentally friendly activities for one hour. Through
    ini, jumlah energi yang dihemat sejumlah 3,667.38 kWh atau              this initiative, a total of 3,667.38 kWh of energy was saved,
    setara penghematan emisi sebesar 3,425.33 KgCO2e.                       equivalent to an emissions reduction of 3,425.33 kgCO2e.

 4. Training Petugas Damkar Kelas D Sertifikasi Kemnaker                 4. Class D Firefighting Officer Training with Certification from
    Sebagai bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk memastikan               the Ministry of Manpower
    tersedianya personel yang kompeten dan tersertifikasi dalam             As part of Garuda Indonesia’s commitment to ensuring the
    pencegahan serta penanggulangan kebakaran di lingkungan                 availability of competent and certified personnel in fire
    kerja, dilaksanakan Training Petugas Damkar Kelas D Sertifikasi         prevention and response within the workplace, a Class D
    Kemnaker yang melibatkan 18 Perwakilan pegawai Garuda                   Firefighting Officer Training with Ministry of Manpower
    Indonesia dari 3 area (GCC, GITC & Cargo CGK) pada tanggal              certification was conducted on May 14 – 16, 2025. The training
    14 – 16 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan                   involved 18 Garuda Indonesia employee representatives from


                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
110
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 111
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




    kesiapsiagaan, kemampuan respons darurat, serta kepatuhan                     three areas (GCC, GITC, and Cargo CGK). The program aimed to
    terhadap regulasi keselamatan kebakaran, guna mendukung                       enhance preparedness, emergency response capabilities, and
    terciptanya lingkugan kerja yang aman dan terkendali.                         compliance with fire safety regulations, thereby supporting the
                                                                                  creation of a safe and well-controlled working environment.

5. Training Petugas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan                       5. First Aid Officer Training (P3K) with Certification from the
   (P3K) Sertifikasi Kemnaker                                                    Ministry of Manpower
   Sebagai bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk memastikan                     As part of Garuda Indonesia’s commitment to ensuring the
   ketersediaan personel yang kompeten dan tersertifikasi dalam                  availability of competent and certified personnel capable of
   memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat di                      providing prompt and appropriate first aid in the workplace,
   lingkungan kerja, dilaksanakan Training Petugas P3K Sertifikasi               a First Aid Officer (P3K) Training with Ministry of Manpower
   Kemnaker yang melibatkan 18 Perwakilan pegawai Garuda                         certification was conducted on May 19 – 21, 2025. The training
   Indonesia dari 3 area (GCC, GITC & Cargo CGK) pada tanggal 19 –               involved 18 Garuda Indonesia employee representatives from
   21 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan                three areas (GCC, GITC, and Cargo CGK). The program aimed to
   dalam penanganan keadaan darurat medis, meminimalkan                          enhance preparedness in responding to medical emergencies,
   dampak cedera, serta mendukung kepatuhan terhadap peraturan                   minimize the impact of injuries, and support compliance with
   keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.                                 applicable occupational safety and health regulations.

6. Emergency Response Plan (ERP) Training                                     6. Emergency Response Plan (ERP) Training
   Garuda Indonesia menyelenggarakan Emergency Response                          Garuda Indonesia conducted Emergency Response Plan (ERP)
   Plan (ERP) Training yang dilaksanakan secara beratahap                        Training in three phases: May 26 – 27, 2025 (Batch I), June 2 –
   sebanyak 3 batch pada tanggal 26 – 27 Mei 2025 (Batch I),                     3, 2025 (Batch II), and June 4 – 5, 2025 (Batch III), with a total
   2 – 3 Juni 2025 (Batch II), 4 – 5 Juni 2025 (Batch III) dengan                of 90 employee representatives participating. The training
   total 90 perwakilan pegawai, training ini dilaksanakan untuk                  was designed to enhance employee preparedness and
   meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi karyawan,                           competencies, particularly among the Emergency Response
   khususnya Emergency Response Team (ERT), dalam                                Team (ERT), in responding to emergency situations in a swift,
   merespons kondisi darurat secara cepat, terkoordinasi, dan                    coordinated, and effective manner. The program aimed to
   efektif. Kegiatan ini bertujuan memastikan pemahaman                          ensure a comprehensive understanding of emergency
   yang komprehensif terhadap prosedur tanggap darurat,                          response procedures, strengthen team roles and coordination,
   memperkuat peran dan koordinasi tim respons, serta                            and minimize potential risks to personnel, assets, and the
   meminimalkan dampak risiko terhadap pekerja, aset, dan                        continuity of the Company’s operations.
   keberlangsungan operasional perusahaan.

7. Talkshow & Workshop Plastic Waste Management                               7. Talkshow & Workshop on Plastic Waste Management
   Garuda Indonesia menyelenggarakan Plastic Waste Management                    Garuda Indonesia held the Plastic Waste Management
   Talkshow & Workshop pada 29 Oktober 2025 bekerja sama                         Talkshow & Workshop on October 29, 2025, in collaboration
   dengan PlasticPay untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas                  with PlasticPay to raise awareness and build employees’
   karyawan dalam pengelolaan limbah plastik secara bertanggung                  capacity in responsible plastic waste management, as well
   jawab serta mendorong penerapan praktik ekonomi sirkular di                   as to encourage the adoption of circular economy practices
   lingkungan kerja. Acara talkshow interaktif tersebut dilanjutkan              in the workplace. The interactive talkshow was followed by
   dengan workshop pembuatan travel wallet dengan berbahan dasar                 a workshop on making travel wallets from plastic waste,
   limbah plastik dari hasil pengumpulan botol plastik di Reverse                using fabric produced from plastic bottles collected through
   Vending Machine (RVM) Plasticpay, yang telah diolah menjadi kain.             PlasticPay’s Reverse Vending Machines (RVMs).

8. Smart Farming Garuda Indonesia                                             8. Garuda Indonesia Smart Farming Program
   Dalam semangat memperingati Hari Bumi 2025, Garuda                            In commemoration of 2025 Earth Day, Garuda Indonesia held
   Indonesia menggelar acara Panen Perdana Hidroponik yang                       its inaugural hydroponic harvest event on April 25, 2025, at
   dilaksanakan pada 25 April 2025 di rooftop Gedung Garuda                      the rooftop of the Garuda Operations Center building. The
   Sentra Operasi. Acara ini menjadi tonggak penting dalam                       event marked an important milestone in the company’s efforts
   upaya perusahaan mewujudkan tanggung jawab sosial dan                         to advance social and environmental responsibility, as well
   lingkungan serta praktik keberlanjutan untuk memperkuat                       as sustainable practices, while strengthening a green culture
   semangat green culture di lingkungan kerja. Berlokasi di                      within the workplace. Located on the rooftop of the Garuda
   rooftop Gedung Garuda Sentra Operasi, fasilitas ini dibangun                  Operations Center building, the facility was developed on a
   di area seluas 7 x 11 meter dengan instalasi pipa hidroponik                  7 x 11 meter area and features a hydroponic piping system
   yang mampu menampung hingga 900 bibit tanaman.                                capable of accommodating up to 900 plant seedlings.

9. Talkshow Srikandi Garuda Indonesia Wellness at Work                        9. Srikandi Garuda Indonesia “Wellness at Work” Talk Show
   Sebagai forum perempuan karyawan yang berperan dalam                          As a forum for female employees that promotes women’s
   mendorong pemberdayaan Perempuan di lingkungan kerja,                         empowerment in the workplace, Srikandi Garuda Indonesia
   Srikandi Garuda Indonesia menyelenggarakan kegiatan                           organized a 'Wellness at Work' Talkshow and Pilates session
   Talkshow dan Pilates bertema Wellness at Work bekerja                         in collaboration with NPURE on July 21, 2025. The event aimed


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    111
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 112
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




      sama dengan NPURE pada 21 Juli 2025 untuk meningkatkan                  to raise employees’ awareness of the importance of holistic
      kesadaran karyawan terhadap pentingnya kesehatan holistik               health through education on healthy lifestyles, self-care,
      melalui edukasi gaya hidup sehat, perawatan diri, nutrisi,              nutrition, and physical activity to support productivity and
      dan aktivitas fisik guna mendukung produktivitas dan                    work-life balance.
      keseimbangan kerja.

 10. State Owned Enterprises (SOEs) Tumbler Donation                     10. State Owned Enterprises (SOEs) Tumbler Donation
     Sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hijau, Garuda Indonesia               As part of the Green SOEs initiative, Garuda Indonesia
     menyelenggarakan kegiatan SOE’s Tumbler Donation 2025                   organized the 2025 SOEs Tumbler Donation Program to
     untuk menumbuhkan budaya keberlanjutan di lingkungan                    foster a culture of sustainability within the Company. The
     perusahaan. Program ini mengajak insan Garuda Indonesia                 program encouraged Garuda Indonesia personnel to donate
     mendonasikan tumbler layak pakai guna mendorong                         reusable tumblers in good condition, promoting reuse
     kebiasaan penggunaan ulang (reuse) dan pengurangan                      practices and reducing single-use plastic consumption. The
     plastik sekali pakai. Tumbler yang terkumpul kemudian                   collected tumblers were then distributed to school students,
     disalurkan kepada siswa sekolah, santri di pesantren dan                Islamic boarding school students, and orphanages, as well
     panti asuhan, serta lembaga pendidikan dan komunitas sosial             as educational institutions and social communities, serving
     sebagai sarana edukasi gaya hidup ramah lingkungan sejak                as a means to promote environmentally friendly lifestyles
     dini. Kegiatan pengumpulan dilaksanakan pada 7 Juli–5                   from an early age. The collection period was held from July
     Agustus 2025 dan ditutup dengan aksi bersama pada                       7 to August 5, 2025, and concluded with a joint action on
     16 Agustus 2025 sebagai wujud kontribusi perusahaan                     August 16, 2025, as part of the Company’s contribution to
     dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di internal dan                 raising environmental awareness both internally and in the
     masyarakat.                                                             wider community.

 11. Occupational Safety and Health (OSH) Training                       11. Occupational Safety and Health (OSH) Training (September
                                                                             30, 2025)
      Garuda Indonesia menyelenggarakan Occupational Safety                  Garuda Indonesia held an Occupational Safety and
      and Health (OSH) Training pada 30 September 2025 yang                  Health (OSH) Training on September 30, 2025, attended
      diikuti oleh karyawan dari berbagai unit kerja. Kegiatan               by employees from various work units. The training was
      ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan                     conducted to enhance employees’ competence and awareness
      kesadaran karyawan dalam penerapan prinsip keselamatan                 in applying occupational safety and health principles, aiming
      dan kesehatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja                  to create a safe, healthy, and productive work environment.
      yang aman, sehat, dan produktif. Pelatihan ini mencakup                The training covers understanding the identification of
      pemahaman terkait identifikasi potensi bahaya, penilaian dan           potential hazards, as well as the assessment and control of
      pengendalian risiko di tempat kerja. Selain itu, peserta juga          workplace risks. In addition, participants were also provided
      dibekali pengetahuan mengenai prosedur tanggap darurat                 with knowledge regarding emergency response procedures
      dan pentingnya peran aktif karyawan dalam membangun                    and the importance of employees playing an active role in
      budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.                           fostering a culture of sustainable workplace safety.

 12. Safety Management System (SMS) Training (berkelanjutan              12. Safety Management System (SMS) Training (ongoing
     sepanjang tahun)                                                        throughout the year)
     Garuda Indonesia secara konsisten melaksanakan pelatihan                Garuda Indonesia consistently conducts Safety Management
     Safety Management System (SMS) sebagai bagian dari                      System (SMS) training as part of the Company’s commitment
     komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya                             to strengthening a safety culture across all operational lines.
     keselamatan di seluruh lini operasional. Program ini bertujuan          The program aims to enhance personnel competence in
     meningkatkan kompetensi personel dalam identifikasi                     hazard identification, risk assessment, safety reporting, and
     bahaya, penilaian risiko, pelaporan keselamatan, serta                  the proactive implementation of mitigation measures to
     penerapan langkah mitigasi secara proaktif guna memastikan              achieve flight operations that are safe, reliable, and compliant
     operasional penerbangan yang aman, andal, dan sesuai                    with national and international safety standards. Throughout
     dengan standar keselamatan nasional dan internasional.                  2025, the SMS Training was attended by …………… cockpit
     Sepanjang tahun 2025, pelatihan tersebut telah diikuti oleh             personnel, …………… cabin personnel, …………… ground handling
     6.862 personel, yang terdiri dari personel cockpit, personel            personnel,…………… maintenance personnel, …………… cargo
     cabin, personel FOO, personel ground handling, personel                 personnel, and ……………other ground personnel.
     maintenance, personil cargo, dan personel darat.

 13. Kickoff & Awareness Session ESG Roadmap Garuda                      13. Garuda Indonesia ESG Roadmap Kickoff and Awareness
     Indonesia                                                               Session
     Garuda Indonesia menyelenggarakan Kickoff & Awareness                   Garuda Indonesia held the ESG Roadmap Kickoff & Awareness
     Session ESG Roadmap Pada 20 November 2025 sebagai                       Session on November 20, 2025, marking the first step in
     langkah awal dalam penyusunan peta jalan keberlanjutan                  developing an integrated corporate sustainability roadmap.
     perusahaan yang terintegrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk              This activity aims to build understanding and awareness
     membangun pemahaman dan kesadaran seluruh unit                          across all business units regarding the direction of ESG


                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
112
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 113
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




    kerja mengenai arah transformasi ESG, peran strategis                         transformation, the strategic role of each function, and
    masing-masing fungsi, serta pentingnya integrasi aspek                        the importance of integrating environmental, social, and
    lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi bisnis                  governance aspects into the company’s business strategy and
    dan operasional perusahaan. Sesi ini menandai komitmen                        operations. This session marks management’s commitment
    manajemen dalam memperkuat tata kelola keberlanjutan,                         to strengthening sustainability governance, enhancing
    meningkatkan kesiapan organisasi terhadap tuntutan regulasi                   organizational readiness for regulatory requirements
    dan ekspektasi pemangku kepentingan, serta mendorong                          and stakeholder expectations, and promoting cross-unit
    kolaborasi lintas unit dalam penyusunan ESG Roadmap yang                      collaboration in developing an ESG Roadmap aligned with
    selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang dan praktik                       long-term business objectives and global best practices.
    terbaik global.

14. Talkshow Building Sustainable Future through Responsible                  14. Building a Sustainable Future through Responsible
    Consumption pada Garuda Indonesia Culture Fest 2025                           Consumption Talkshow at Garuda Indonesia Culture Fest
                                                                                  2025
    Garuda Indonesia menyelenggarakan talkshow Building                           Garuda Indonesia held the Building a Sustainable Future
    Sustainable Future through Responsible Consumption                            through Responsible Consumption talkshow as part of the
    sebagai salah satu rangkaian acara Culture Fest pada 4                        Culture Fest series on December 4, 2025. The event was
    Desember 2025. Acara ini diselenggarakan sebagai upaya                        organized to raise employee awareness of the importance
    meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya                           of sustainable lifestyles through mindful and responsible
    gaya hidup berkelanjutan melalui konsumsi yang bijak                          consumption. This activity aims to encourage behavioral
    dan bertanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan mendorong                       change toward more mindful, efficient, and environmentally
    perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih mindful,                      friendly lifestyles, while strengthening the role of individuals
    efisien, dan ramah lingkungan, serta memperkuat peran                         in supporting a culture of sustainability at work and in daily
    individu dalam mendukung budaya keberlanjutan di                              life.
    lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari.

15. Talkshow Financial Risk Building Financial Security Through               15. Building Financial Security Through Investment Talkshow
    Investment pada Garuda Indonesia Culture Fest 2025                            at Garuda Indonesia Culture Fest 2025
    Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan literasi                          To enhance employee well-being and financial literacy,
    keuangan karyawan, Garuda Indonesia menyelenggarakan                          Garuda Indonesia held the Financial Risk: Building Financial
    talkshow Financial Risk: Building Financial Security Through                  Security Through Investment talkshow as part of the Culture
    Investment pada sebagai salah satu rangkaian acara Culture                    Fest series on December 4, 2025. The activity provides insights
    Fest pada 4 Desember 2025. Kegiatan ini memberikan                            into personal financial risk management, long-term financial
    pemahaman mengenai pengelolaan risiko keuangan pribadi,                       planning, and prudent investment strategies to support
    perencanaan keuangan jangka panjang, serta strategi investasi                 employees’ financial resilience and promote sustainable
    yang bijak guna mendukung ketahanan finansial karyawan dan                    well-being.
    meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

16. Vendor Gathering: Strengthening Vendor Governance                         16. Vendor Gathering: Strengthening Vendor Governance
    Partnerships for a Sustainable Future                                         Partnerships for a Sustainable Future
    Garuda Indonesia menyelenggarakan Vendor Gathering                            Garuda Indonesia held the Vendor Gathering with the
    dengan tema Strengthening Vendor Governance Partnerships                      theme Strengthening Vendor Governance Partnerships
    for a Sustainable Future pada 17 Desember 2025 sebagai                        for a Sustainable Future on December 17, 2025. The event
    forum komunikasi dan kolaborasi dengan mitra usaha.                           served as a forum for communication and collaboration with
    Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman vendor                            business partners. The activity aims to strengthen vendors’
    terhadap prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan, serta                      understanding of good governance principles, compliance,
    penerapan aspek ESG dalam rantai pasok, sekaligus                             and the integration of ESG aspects in the supply chain. It
    membangun kemitraan yang transparan, akuntabel, dan                           also seeks to build transparent, accountable, and sustainable
    berkelanjutan guna mendukung kinerja operasional dan                          partnerships to support operational performance and create
    penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku                         long-term value for all stakeholders.
    kepentingan.

    Melalui berbagai kegiatan tersebut, Garuda Indonesia                          Through these various activities, Garuda Indonesia continues
    terus memperkuat internalisasi nilai-nilai keberlanjutan di                   to strengthen the internalization of sustainability values
    seluruh lini organisasi, guna membangun budaya kerja yang                     across the organization, aiming to build a work culture
    selaras dengan prinsip ESG serta mendorong partisipasi aktif                  aligned with ESG principles and to encourage active employee
    insan perusahaan dalam mendukung transformasi menuju                          participation in supporting the transformation toward more
    operasional yang lebih bertanggung jawab, tangguh, dan                        responsible, resilient, and sustainable operations.
    berkelanjutan.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    113
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 114
                                                                  Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                            Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                    Sustainability Strategy and Policy                         Sustainability Performance Highlights




 KINERJA EKONOMI
 ECONOMIC PERFORMANCE




 KINERJA PRODUKSI, PORTOFOLIO,                                                   PERFORMANCE IN PRODUCTION,
 TARGET PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI,                                              PORTFOLIO, FINANCING, REVENUES, AND
 PENDAPATAN DAN LABA RUGI [OJK F.2]                                              PROFIT & LOSS [OJK F.2]

                                                Tabel Kinerja Finansial, Operasional, dan Investasi
                                               Table of Financial, Operational, and Investment Performance

                                                                           2025                            2024                                2023
              Uraian                        Satuan
             Description                       Unit                     Realisasi                        Realisasi                           Realisasi
                                                                        Realization                      Realization                        Realization

  Finansial
  Finance

  Pendapatan usaha                 Dalam Juta USD
                                                                                      3.216,6                          3.416,5                                2.936,6
  Operating revenue                In million USD

  Laba (Rugi) tahun berjalan       Dalam Juta USD
                                                                                      (319,4)                          (69,78)                                252,00
  Profit (Loss) for the Year       In million USD

  Operasional
  Operational
  Available Seat Kilometers/       Dalam Miliar Rupiah
                                                                                         38,9                               39,6                                 32,8
  ASK (milliar)                    In Billion Rupiah
  Revenue Pax-Kilometer/RPK        Dalam Miliar Rupiah
                                                                                         31,0                               31,3                                 24,6
  (milliar)                        In Billion Rupiah
  Jumlah penumpang                 Dalam Juta Penumpang
                                                                                          21,2                              23,7                                20,0
  Number of passengers             In Million Passengers
  Jumlah kargo                     Ton
                                                                                     226.546                           229.518                                170.939
  Total Cargo                      Tons
  Investasi Flight dan NonFlight
  Equipment                        Dalam Juta USD
                                                                                        523,7                           233,6                                   169,7
  Investment in Flight and Non-    In million USD
  Flight Equipment

                                                                    Kinerja Produksi
                                                                  Production Performance

                                                                                    2025                       2024                              2023
                    Uraian                               Satuan
                   Description                             Unit                    Realisasi                   Realisasi                         Realisasi
                                                                                  Realization                 Realization                       Realization

  Jumlah Penumpang
  Number of Passengers
  Garuda Indonesia
                                              Juta
  Domestik                                                                                        8,5                              8,8                            6,6
  Garuda Indonesia Domestic                   Million

  Garuda Indonesia
                                              Juta
  Internasional                                                                                  2,9                               2,6                             1,7
  Garuda Indonesia International              Million

                                              Juta
  Citilink                                                                                       9,7                           12,3                               11,7
                                              Million
                                              Juta
  Garuda Indonesia Group                                                                         21,2                          23,7                             20,0
                                              Million




                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
114
                                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 115
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                                      Tata Kelola                         Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                           Governance                        Sustainability Performance




                                                                  Kinerja Produksi
                                                                Production Performance

                                                                                   2025                             2024                      2023
                     Uraian                       Satuan
                    Description                      Unit                       Realisasi                        Realisasi                   Realisasi
                                                                               Realization                      Realization                 Realization

 Jumlah Kargo
 Total Cargo
 Garuda Indonesia Domestik              Ton
                                                                                             87.915                            81.347                     64.404
 Garuda Indonesia Domestic              Tons
 Garuda Indonesia
                                        Ton
 Internasional                                                                               52.887                            61.775                      41.101
 Garuda Indonesia International         Tons

                                        Ton
 Citilink                                                                                    85.743                           86.395                      65.433
                                        Tons
 Garuda
                                        Ton
 Indonesia                                                                                226.546                             229.518                     170.939
 Group                                  Tons



PEMBIAYAAN, ATAU INVESTASI                                                    FINANCING, OR INVESTMENTS
PADA INSTRUMEN KEUANGAN ATAU                                                  IN FINANCIAL INSTRUMENTS
PROYEK YANG SEJALAN DENGAN                                                    OR PROJECTS ALIGNED WITH
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK F.3]                                           SUSTAINABLE DEVELOPMENT [OJK F.3]

Tahun 2025 merupakan tahun kelima bagi Garuda Indonesia                       The year 2025 marks the fifth year of Garuda Indonesia’s
menerapkan POJK No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan                          implementation of POJK No. 51/POJK.03/2017 on the Application
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,                    of Sustainable Finance for Financial Service Institutions, Issuers,
dan Perusahaan Publik. Peraturan tersebut antara lain mengatur                and Public Companies. This regulation stipulates that public
tentang perlunya perusahaan publik menyelenggarakan program                   companies must implement financing or investment programs
pembiayaan atau investasi pada instrumen atau proyek yang                     in instruments or projects consistent with sustainable finance/
sejalan dengan keuangan/kegiatan berkelanjutan. Sesuai                        activities. Following the regulation, such programs must meet
peraturan tersebut, kriteria program pembiayaan atau investasi                the following criteria:
yang sejalan dengan keuangan/kegiatan berkelanjutan adalah
sebagai berikut:
1. mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan                    1. prioritizing sustainable efficiency and effectiveness in natural
    sumber daya alam secara berkelanjutan;                                       resource utilization;
2. mencegah/membatasi/mengurangi/memperbaiki kerusakan                        2. preventing/limiting/reducing/repairing environmental
    lingkungan hidup, peningkatan polusi, limbah, kerusakan                      damage, increased pollution, waste, ecosystem damage,
    ekosistem, dan ketidakadilan/kesenjangan sosial; atau                        and social inequality/inequity; or
3. memberikan solusi bagi masyarakat yang menghadapi                          3. providing solutions for communities affected by climate
    dampak perubahan iklim.                                                      change.

Berdasarkan kriteria tersebut, Perseroan telah menyelenggarakan               In line with these criteria, the Company has implemented
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).                         the Micro and Small Enterprises Funding Program (PUMK/
Program ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab                      MSEs Funding), which forms part of its Corporate Social and
Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program Pendanaan UMK adalah                    Environmental Responsibility (TJSL) Program. The MSEs Funding
program untuk meningkatkan kemampuan usaha mikro dan                          aims to enhance the capabilities of micro and small businesses/
usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Perseroan telah                 enterprises to become resilient and independent. The Company
menetapkan target Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha                     has set specific MSEs Funding targets within its Corporate Work
Kecil (PUMK) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan                      Plan and Budget (RKAP).
(RKAP).




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                115
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 116
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                 Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




                                                   2025                                         2024                                 2023
              Uraian
             Description                         Realisasi                                   Realisasi                            Realisasi
                                                 Realization                                 Realization                         Realization

  Program Pendanaan Usaha
  Mikro dan Usaha Kecil
                                                               750.000.000                            800.000.0000                      1.000.000.000
  Micro and Small Enterprises
  Funding Program


 NILAI EKONOMI LANGSUNG YANG                                                  DIRECT ECONOMIC VALUE GENERATED
 DIHASILKAN DAN DIDISTRIBUSIKAN [GRI 201-1]                                   AND DISTRIBUTED [GRI 201-1]

 Garuda Indonesia telah mendistribusikan nilai ekonomi yang                   Garuda Indonesia has distributed economic value derived from
 berasal dari nilai ekonomi yang dihasilkan. Nilai ekonomi yang               the value it generated. The generated economic value comes from
 dihasilkan berasal dari pendapatan usaha, bagian atas hasil bersih           operating revenue, share of profit from associates, finance income,
 entitas asosiasi, pendapatan keuangan, dan manfaat/beban pajak.              and tax benefits/expenses. Meanwhile, the distributed economic
 Sedangkan nilai ekonomi yang didistribusikan, Garuda Indonesia               value is tracked through budget line items submitted by each
 memiliki penandaan untuk setiap mata anggaran yang diajukan                  Technical Division via cost elements. This distributed economic
 oleh setiap Divisi Teknis melalui cost element. Nilai ekonomi yang           value reflects Garuda Indonesia’s obligations to fulfill stakeholder
 didistribusikan menggambarkan kewajiban Garuda Indonesia                     entitlements. The retained economic value is calculated as the
 terhadap hak para pemangku kepentingan. Jumlah ekonomi yang                  generated economic value minus the distributed economic value.
 ditahan berasal dari nilai ekonomi yang dihasilkan dikurangi
 dengan nilai ekonomi yang ditahan.


                                         Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
                                               Table of Economic Value Generated and Distributed
                                                                                                                                         (dalam USD penuh)
                                                                                                                                               (in full USD)


                  Uraian                                2025                                     2024                                2023
                Description

  Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
  Economic Value Generated
  Pendapatan Usaha
                                                                3.216.604.484                          3.416.526.383                      2.936.631.094
  Operating Revenue
  Pendapatan/(Beban) usaha lainnya
                                                                   30.417.642                              55.189.342                       371.753.907
  Other operating Incomes/(Expenses)
  Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi
                                                                    5.642.040                               7.377.798                         3.690.203
  Share of net income of associates
  Pendapatan keuangan
                                                                   22.726.087                              9.207.260                          6.068.038
  Financial income
  Manfaat/(Beban) pajak
                                                                   34.950.728                              11.687.426                         17.407.435
  Tax Benefits/(Expenses)
  Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan
                                                                3.310.340.981                         3.499.988.209                       3.335.550.677
  Total Economic Value Generated
  Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
  Distributed Economic Value




                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
116
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 117
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                   Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                     Governance                  Sustainability Performance




                                        Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
                                               Table of Economic Value Generated and Distributed
                                                                                                                                  (dalam USD penuh)
                                                                                                                                        (in full USD)


                     Uraian                                2025                                2024                           2023
                    Description

 Beban Usaha (meliputi Beban
 Operasional Penerbangan, Beban
 Pemeliharaan dan Perbaikan, Beban
 Bandara, Beban Tiket, Penjualan dan
 Promosi, Beban Pelayanan Penumpang,
 Beban Administrasi dan Umum, Beban
 Operasional Hotel, Beban Operasional
 Transportasi, serta Beban Operasional
 Jaringan)
                                                                  3.102.736.013                       3.107.911.287                2.626.771.457
 Operating Expenses (including Aviation
 Operating Expenses, Maintenance
 and Repair Expenses, Airport
 Expenses, Ticketing Expenses, Sales
 and Promotion, Passenger Service
 Expenses, Administration and General
 Expenses, Hotel Operating Expenses,
 Transportation Operating Expenses, and
 Network Operating Expenses)
 Kerugian selisih kurs-bersih
                                                                       1.206.291                                   -                               -
 Net foreign exchange loss
 Beban keuangan
                                                                    525.790.126                       479.897.933                   456.782.640
 Financial expenses
 Pembayaran dividen
                                                                               -                                   -                               -
 Payment of dividends
 Pengeluaran untuk masyarakat (TJSL)
                                                                         303.271                              931.107                    366.649
 Cost for the Community (TJSL)
 Jumlah Nilai Ekonomi Didistribusikan
                                                                  3.630.035.701                     3.588.740.327                 3.083.920.746
 Total Economic Value Distributed
 Nilai Ekonomi yang Ditahan
                                                                  (319.694.720)                        (85.752.118)                  251.629.931
 Retained Economic Value


KEWAJIBAN PROGRAM PENSIUN                                                      OBLIGATION OF DEFINED BENEFIT
MANFAAT PASTI DAN PROGRAM                                                      PENSION PROGRAM AND OTHER
PENSIUN LAINNYA [GRI 201-3]                                                    PENSION PROGRAMS [GRI 201-3]

Garuda Indonesia Grup menyelenggarakan program iuran                           The Garuda Indonesia Group provides a defined contribution
pasti, program imbalan pasti, dan imbalan kerja jangka panjang                 program, defined benefit program, and other long-term
lain untuk semua karyawan yang memenuhi persyaratan.                           employee benefits for all eligible employees, as outlined below:
sebagaimana uraian berikut:

A. Imbalan Pascakerja                                                          A. Post-Employment Benefits

    1.   Program Iuran Pasti                                                       1.   Defined Contribution Program
         Garuda Indonesia dan entitas anak tertentu (GMFAA,                             Garuda Indonesia and certain subsidiaries (GMFAA,
         ASI, dan CI) menyelenggarakan program pensiun iuran                            ASI, and CI) administer a defined contribution pension
         pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Program pensiun                         program for all permanent employees. This pension
         tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Garuda Indonesia                           program is managed by the Garuda Indonesia Pension
         (DPGA). yang akta pendiriannya telah disahkan oleh                             Fund (DPGA), established under a deed ratified by the
         Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat                               Minister of Finance of the Republic of Indonesia through
         Keputusan No. KEP-403/KM.17/1999 tanggal 15                                    Decree No. KEP 403/KM.17/1999 dated November 15,
         November 1999.                                                                 1999.

         Sesuai ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Kerja                      As stated in the 2018 Collective Labor Agreement (PKB)
         Bersama (PKB) tahun 2018 dan Peraturan Perusahaan                              and the 2016 Company Regulation (PP), the pension
         (PP) tahun 2016, dinyatakan jika skema manfaat pensiun                         benefit scheme may take into account the balance of the
         berdasarkan PKB dapat mempertimbangkan saldo Dana                              Garuda Indonesia Pension Fund (DPGA). To complement
         Pensiun Garuda Indonesia (DPGA) dan sebagai penyeimbang                        these provisions, the Company enrolls employees in a
         atas ketentuan tersebut Perusahaan mengikutsertakan                            defined contribution pension program, with contributions
         pegawai dalam program pensiun iuran pasti yang iurannya                        fully covered by the Company through the DPLK BNI
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    117
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 118
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




            sepenuhnya dibayarkan oleh Perusahaan melalui program                     and DPLK BRI programs. Payment of pension plan
            DPLK BNI dan DPLK BRI. Pembayaran iuran program pensiun                   contributions is made proportionally, with a portion of 7%
            dilakukan secara proporsional, dengan porsi 7% ditanggung                 borne by the Company and 4% by the Employee, based
            oleh Perusahaan dan 4% oleh Karyawan, berdasarkan                         on income which is the basis for calculating contributions.
            penghasilan yang menjadi dasar perhitungan iuran.

            Adapun beban iuran pasti Garuda Indonesia yang                            Garuda Indonesia’s defined contribution expense
            diakui dalam beban operasi tahun 2024 adalah sebesar                      recognized in 2024 operating expenses amounted to
            USD11.378.240, meningkat dibandingkan tahun 2023                          USD 11,378,240, an increase compared to the 2023 figure
            yang mencapai USD10.732.232.                                              of USD 10,732,232.

        2. Program Imbalan Pasti                                                  2. Defined Benefit Programi
           Sementara itu, AWS menyelenggarakan program pensiun                       Meanwhile, AWS administers a defined benefit pension
           imbalan pasti untuk seluruh karyawan tetap yang berhak                    program for all eligible permanent employees,
           yang dikelola oleh Dana Pensiun Aero Wisata yang akta                     managed by the Aero Wisata Pension Fund. This fund
           pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan                         was established under a deed ratified by the Minister of
           Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. KEP-                        Finance of the Republic of Indonesia through Decree No.
           03/KM.10/2012 tanggal 3 Januari 2012.                                     KEP-03/KM.10/2012 dated January 3, 2012.

            Garuda Indonesia dan entitas anak tertentu (GMFAA,                        Garuda Indonesia and certain subsidiaries (GMFAA, STNI,
            STNI, ASI, AWS dan CI) juga memberikan imbalan                            ASI, AWS, and CI) provide benefits to employees who
            kepada karyawan yang memenuhi persyaratan sesuai                          meet eligibility criteria under the Company Regulations,
            dengan Peraturan Perusahaan yang didasarkan pada                          which are based on Labor Law No. 13 of 2003. However,
            Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.                          there is no funding allocated for these employment
            Tidak terdapat pendanaan terkait dengan imbalan kerja                     benefits. The Company, GMFAA, and ASI calculate the
            ini. Perusahaan, GMFAA dan ASI memperhitungkan                            accumulated contributions paid to DPGA and DPLK as
            akumulasi iuran yang dibayar kepada DPGA dan DPLK                         a reduction of liabilities for the accrued defined benefit
            sebagai pengurang liabilitas program imbalan pasti yang                   plan, in accordance with the Government Regulations.
            dicadangkan sesuai dengan PP. Garuda Indonesia, GMFAA                     Garuda Indonesia, GMFAA, and ASI only recognize the
            dan ASI hanya mengakui kekurangan antara imbalan                          shortfall between the benefits available in DPGA and
            yang tersedia dalam DPGA dan DPLK dan imbalan                             DPLK, and the post-employment benefits required under
            pascakerja sesuai dengan PP.                                              the Government Regulations.

        3. Imbalan Kesehatan Pasca Kerja                                          3. Post-Employment Healthcare Benefits
           Garuda Indonesia menyelenggarakan program kesehatan                       Garuda Indonesia administers a healthcare program
           untuk karyawan yang sudah pensiun dan keluarganya sesuai                  for retired employees and their families following
           dengan peraturan Perusahaan. Perusahaan telah menghentikan                the Company Regulations. However, the Company
           imbalan kesehatan atas karyawan yang pensiun setelah 31                   discontinued healthcare benefits for employees who
           Desember 2013. Program kesehatan Perusahaan dikelola                      retired after December 31, 2013 This healthcare program is
           oleh Yayasan Kesehatan Garuda (“Yankesga”).                               managed by the Garuda Health Foundation (“Yankesga”).

 B. Imbalan kerja jangka panjang lain                                        B. Other Long-Term Employee Benefits

        Garuda Indonesia, GMFAA, STNI, dan AWS memberikan                         Garuda Indonesia, GMFAA, STNI, and AWS grant longservice
        penghargaan masa bakti kepada karyawan yang telah bekerja                 awards to employees who have completed 20 years of
        selama 20 tahun sesuai dengan kebijakan perusahaan. Tidak                 service, as stipulated in the Company policy. These longterm
        terdapat pendanaan terkait dengan imbalan kerja jangka                    employment benefits are unfunded. The calculation of benefits
        panjang ini. Perhitungan imbalan kerja program imbalan                    under the defined benefit plan, along with other long-term
        pasti dan imbalan kerja jangka panjang lain dihitung oleh                 employment benefits, is performed by the independent
        aktuaris independen, KKA Riana & Rekan.                                   actuarial firm KKA Riana & Rekan (Actuaries).


                                      Jumlah Karyawan yang Diikutsertakan Dalam Program Pensiun
                                             Number of Employees Participating In The Pension Program

                              Program                                         2025                      2024                        2023
                               Program

      Program Pensiun Iuran Pasti
                                                                                          1.788                   1.917                        2,036
      Defined Contribution Pension Program
  Program Jaminan Hari Tua
                                                                                          4.875                  4.382                         4.034
  Old-Age Security Program




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
118
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 119
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




BANTUAN FINANSIAL DARI                                                        FINANCIAL ASSISTANCE FROM
PEMERINTAH [GRI 201-4]                                                        THE GOVERNMENT [GRI 201-4]

Pada Tahun 2025, Garuda Indonesia berhasil melakukan                          In 2025, Garuda Indonesia successfully completed a Financial
Restrukturisasi Penyehatan Keuangan. Garuda Indonesia                         Restructuring and Recovery. On June 24, 2025, Garuda
menandatangani Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham (SHL)                       Indonesia signed a Shareholder Loan Agreement (SHL) with PT
antara PT Garuda Indonesia (Persero) sebagai Debitur, PT                      Garuda Indonesia (Persero) as the Debtor, PT Danantara Asset
Danantara Asset Management (Persero) sebagai Kreditur, dan PT                 Management (Persero) as the Creditor, and PT Citilink Indonesia
Citilink Indonesia sebagai Obligor pada 24 Juni 2025. Kemudian                as the Obligor. By September 2025, all funds had been fully
per bulan September 2025, seluruh dana telah berhasil dicairkan               disbursed and paid to the MRO to support aircraft maintenance
dan dibayarkan kepada MRO untuk kebutuhan perawatan pesawat.                  requirements.

Sejalan dengan restrukturisasi tersebut dan melalui dukungan                  In line with the restructuring and with the support of Danantara,
Danantara, Garuda Indonesia memperoleh Penambahan                             Garuda Indonesia received an Additional Capital Injection (PPM)
Penyertaan Modal (PPM) yakni sebesar Rp23.670.819.000.000                     amounting to IDR 23,670,819,000,000 (equivalent to USD 1,431
(atau setara dengan USD 1.431 juta) yang terdiri dari:                        million), consisting of:
1. Konversi Jumlah Pokok yang sudah dicairkan berdasarkan                     1. Conversion of Principal Amount already disbursed under the
    Perjanjian SHL sebesar Rp6,6 triliun (atau setara dengan                       SHL Agreement, totaling IDR 6.6 trillion (equivalent to USD 405
    USD 405 juta) atas Perjanjian SHL tanggal 24 Juni 2025.                        million) based on the SHL Agreement dated June 24, 2025.
2. Penambahan Modal Tunai sebesar Rp17,0 triliun (atau setara                 2. Cash Capital Injection of IDR 17.0 trillion (equivalent to USD
    dengan US$ 1.026 juta) melalui mekanisme penerbitan                            1,026 million) through the issuance of new shares in Garuda
    saham baru di Garuda Indonesia yang digunakan untuk:                           Indonesia, which was used for:
    • Kebutuhan pendanaan maintenance untuk Garuda                                 • Maintenance funding for Garuda Indonesia and Citilink
        Indonesia dan Citilink sebesar Rp13,3 triliun (atau setara                     amounting to IDR 13.3 trillion (equivalent to USD 801
        dengan US$ 801 juta);                                                          million);
    • Kebutuhan pendanaan penyelesaian hutang Citilink                             • Settlement of Citilink’s debt to PT Pertamina (Persero)
        kepada PT Pertamina (Persero) sebesar Rp3,7 triliun                            amounting to IDR 3.7 trillion (equivalent to USD 225
        (atau setara dengan US$ 225 juta).                                             million).

Selain itu, pada Oktober 2025 telah disepakati skema penguatan                In addition, in October 2025, the Company agreed on a capital
permodalan melalui penyertaan modal non-kas berupa lahan                      strengthening scheme through a non-cash capital contribution
milik PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Garuda                        in the form of land owned by PT Angkasa Pura Indonesia (API) to
Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia). Penyertaan                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia).
tersebut dilakukan melalui pemanfaatan hak atas tanah dalam                   The contribution is structured through the utilization of land
bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) yang akan di-inbreng-kan                       rights in the form of a Right to Build (Hak Guna Bangunan/HGB),
oleh API kepada GMF AeroAsia. Aksi korporasi ini bertujuan untuk              which will be contributed (inbreng) by API to GMF AeroAsia.
memperkuat struktur ekuitas serta meningkatkan profitabilitas                 This corporate action aims to strengthen the equity structure
GMF AeroAsia dan Garuda Indonesia secara konsolidasi.                         and enhance the profitability of GMF AeroAsia and Garuda
                                                                              Indonesia on a consolidated basis.

Sebagai bagian dari rangkaian proses tersebut, Perseroan                      As part of this process, the Company also conducted an
juga telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar                        Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) of
Biasa (RUPSLB) GMF AeroAsia pada 24 Oktober 2025 guna                         GMF AeroAsia on 24 October 2025 to obtain approval for the
memperoleh persetujuan atas transaksi dimaksud. Selanjutnya,                  transaction. The subsequent stages of this corporate action are
tahapan lanjutan dari aksi korporasi ini direncanakan akan                    planned to be completed in 2026.
diselesaikan pada tahun 2026.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    119
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 120
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG                                               INDIRECT ECONOMIC IMPACTS

 INVESTASI INFRASTRUKTUR DAN DUKUNGAN                                        INFRASTRUCTURE INVESTMENT AND SERVICE
 LAYANAN                                                                     SUPPORT
 Pada tahun 2025, Perseroan tidak melakukan investasi infrastruktur.         In 2025, the Company did not make any infrastructure
 Namun melalui penambahan modal yang diterima oleh Perseroan                 investments. However, through the capital injection received
 dari DAM, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya                     by the Company from DAM, which was used to cover the
 pesawat Garuda Indonesia dan Citilink, terdapat peningkatan jumlah          aircraft costs of Garuda Indonesia and Citilink, the number of
 pesawat serviceable menjadi sebanyak 58 pesawat untuk Garuda                serviceable aircraft increased to 58 for Garuda and 40 for Citilink
 dan 40 pesawat untuk Citilink, sampai dengan periode Desember               by December 2025. The infrastructure investments made are
 2025. Investasi infrastruktur yang dilakukan bersifat komersial,            commercial in nature, aimed at supporting revenue growth and
 dengan tujuan untuk mendukung peningkatan pendapatan serta                  strengthening the Company’s competitiveness in the aviation
 memperkuat daya saing Perseroan di industri penerbangan.                    industry.

 Hal ini memberikan dampak kepada masyarakat berupa                          This benefits the public by increasing the availability of air
 penambahan ketersediaan moda transportasi udara, guna                       transportation, thereby supporting connectivity between
 mendukung konektivitas antar daerah baik domestik maupun                    regions—both domestically and internationally. Additionally,
 internasional. Selain itu terdapat peningkatan frekuensi jumlah             there is an increase in flight frequency, in line with the growing
 penerbangan, seiring dengan bertambahnya jumlah pesawat yang                number of aircraft in operation. Furthermore, as flight frequency
 beroperasi. Lebih lanjut dengan bertambahnya frekuensi dan rute             and the number of routes served increase, the dominance of
 yang dijangkau, maka dominasi maskapai tertentu di pasar dapat              certain airlines in the market can be reduced, leading to more
 ditekan, dan harga jual tiket pesawat menjadi lebih bersaing, dan           competitive ticket prices that are more affordable for the public.
 lebih terjangkau bagi masyarakat.

 Disamping itu, dengan perawatan pesawat yang sebagian besar                 Furthermore, since aircraft maintenance is largely carried out
 dilaksanakan di GMF AeroAsia, aksi korporasi ini juga berdampak             at GMF AeroAsia, this corporate initiative also contributes to
 terhadap peningkatan ekosistem aviasi dan MRO nasional melalui              the enhancement of the national aviation and MRO ecosystem
 peningkatan daya saing dari sisi keselamatan dan kinerja layanan            by improving competitiveness in terms of safety and service
 dikarenakan perawatan pesawat meningkatkan keselamatan                      performance; this is because aircraft maintenance enhances the
 operator, crew, dan penumpang, memperpanjang umur pakai                     safety of operators, crew, and passengers, extends the service
 fasilitas, serta menjaga keefektifan fasilitas ketika dioperasikan          life of aircraft, and ensures their operational effectiveness
 (Pradnyandari & Purnawati, 2019) dan perawatan pesawat sangat               (Pradnyandari & Purnawati, 2019), and aircraft maintenance is
 terkait dengan kejadian kecelakaan: Landing Gear, Tail Strike, Loss         closely linked to accident occurrences: Landing Gear, Tail Strike,
 of Control Inflight, Controlled Flight into Terrain, In-flight Damage,      Loss of Control In-flight, Controlled Flight into Terrain, In-flight
 Human Factor (IATA, 2024).                                                  Damage, and Human Factors (IATA, 2024).

 Secara tidak langsung peningkatan jumlah serviceable pesawat ini            Indirectly, an increase in the number of serviceable aircraft
 juga meningkatkan traffic dan pendapatan dari sektor pariwisata,            also boosts traffic and revenue from the tourism sector, both
 baik domestik maupun internasional. Pendapatan yang diterima                domestically and internationally. The revenue generated can take
 dapat berupa peningkatan pendapatan negara melalui pajak dan                the form of increased state revenue through taxes and revenue
 pendapatan pelaku sektor pariwisata domestik.                               for domestic tourism sector operators.




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
120
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 121
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                     Governance                     Sustainability Performance




DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG YANG                                                   SIGNIFICANT INDIRECT ECONOMIC IMPACT
SIGNIFIKAN

                                       Pemangku
                                                                                                                                   Hasil Evaluasi SROI
                                    Kepentingan yang                           Dampak                 Signifikansi Dampak
         Program                                                                                                                      SROI Evaluation
                                       Terdampak                                 Impact                  Impact Significance
                                                                                                                                         Results
                                    Affected Stakeholders
                                                                  •    Melalui pengumpulan
                                                                       sampah botol plastik oleh
                                                                       pegawai di lingkungan
                                                                       kerja PT Garuda Indonesia,
                                                                       maka pegawai tersebut
                                                                       akan memperoleh
                                                                       rewards secara digital dari
                                                                       Plasticpay
                                                                  •    Memberikan dampak
                                                                       ekonomi kepada pelaku          Menciptakan ekonomi
                                                                       UMKM untuk dapat               sirkuler dan perlahan-
                                                                       mendaur ulang sampah           lahan dapat mengubah
                                                                       botol plastik tersebut         perilaku masyarakat akan
                                                                       menjadi produk upcycle         pentingnya penggunaan
                                                                       yang lebih bernilai            produk plastik secara
                                                                  •    Memberikan dampak              lebih bertanggungjawab.
                                                                       ekonomi bagi masyarakat        Program ini memberikan
                                                                                                                                   Melalui program
                                                                       karena melalui program         signifikansi dampak
                                                                                                                                   kolaborasi antara PT
                                                                       ini tercipta lapangan          yang besar terhadap
                                                                                                                                   Garuda Indonesia
                                                                       pekerjaan bagi tim             lingkungan, sosial –
                                                                                                                                   dengan Plasticpay
                                                                       penjemputan sampah, tim        ekonomi berkelanjutan.
                                                                                                                                   menghasilkan nilai
                                                                       pemilahan sampah, dan
                                                                                                                                   SROI 1 : 5.31 yang
                                                                       tim pemeliharaan Reverse       Program ini mendukung
                                                                                                                                   dapat diterjemahkan
                                                                       Vending Machine (RVM)          keberlanjutan pada:
                                                                                                                                   bahwa setiap Rp 1,-
                               •      Pegawai Perseroan           •    Memberikan dampak              SDGs no. 12
 Program Plastic Waste                                                                                                             yang diinvestasikan
                               •      Mitra pelaku usaha               lingkungan yang positif        SDGs no. 14
 Management Bersama                                                                                                                pada program ini maka
                               •      Masyarakat                       karena dapat mengurangi        SDGs no. 17
 Plasticpay                                                                                                                        menghasilkan dampak
                               •      Company employees                produksi limbah yang
 Plastic Waste                                                                                                                     Rp 5.31,-.
                               •      Business partners                dapat mencemari                Creating a circular
 Management Program
                               •      Public                           lingkungan.                    economy can gradually
 in Partnership with                                                                                                               Through a collaborative
                                                                                                      change public behavior
 Plasticpay                                                                                                                        program between PT
                                                                  •    By collecting plastic bottle   regarding the importance
                                                                                                                                   Garuda Indonesia and
                                                                       waste in the workplace         of using plastic products
                                                                                                                                   Plasticpay, an SROI of
                                                                       at PT Garuda Indonesia,        more responsibly. This
                                                                                                                                   1:5.31 was achieved,
                                                                       employees will receive         program has a significant
                                                                                                                                   meaning that every
                                                                       digital rewards from           impact on environmental,
                                                                                                                                   Rp 1 invested in this
                                                                       Plasticpay                     social, and economic
                                                                                                                                   program generates an
                                                                  •    Generating economic            sustainability.
                                                                                                                                   impact of IDR5.31.
                                                                       benefits for small and
                                                                       medium-sized enterprises       This program supports
                                                                       (SMEs) by enabling them        sustainability in relation
                                                                       to recycle plastic bottle      to:
                                                                       waste into higher-value        - SDG 12
                                                                       upcycled products              - SDG 14
                                                                  •    Generating economic            - SDG 17
                                                                       benefits for the community
                                                                       by creating jobs for waste
                                                                       collection teams, waste
                                                                       sorting teams, and Reverse
                                                                       Vending Machine (RVM)
                                                                       maintenance teams (RVM)
                                                                  •    Generating a positive
                                                                       environmental impact by
                                                                       reducing the production of
                                                                       waste that can pollute the
                                                                       environment.

Selain itu, Garuda Indonesia juga telah melakukan pengukuran                         In addition, Garuda Indonesia has also assessed the economic
atas dampak dan manfaat ekonomi atas dana PMN yang                                   impacts and benefits of the PMN funds received by the Company
diterima oleh Perseroan pada tahun 2022. Pengukuran dan                              in 2022. The measurement and calculation of the realization
perhitungan realisasi dampak dan manfaat ekonomi dibantu oleh                        of economic impacts and benefits is assisted by a third-party
asesor pihak ketiga yaitu Pusat Studi Transportasi dan Logistik,                     assessor, namely the Center for Transportation and Logistics
Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM). Berdasarkan laporan                           Studies, Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM). Based on the
Pustral UGM tersebut, dampak dari investasi sektor riil seperti                      Pustral UGM report, the impact of real sector investments, such
layanan penerbangan dapat berpengaruh pada sektor-sektor                             as flight services, can influence related sectors, including tourism,


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                             121
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 122
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                               Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




 terkait, seperti sektor pariwisata, jasa, perdagangan, hotel dan           services, trade, hotels, and restaurants. On the production side,
 restoran. Di sisi faktor produksi, layanan penerbangan juga                flight services also drive aircraft leasing services, maintenance,
 menggerakkan layanan persewaan pesawat, perawatan, catering                catering, and fuel supply. Activities in these other sectors will
 dan bahan bakar. Dari adanya kegiatan pada sektor lain tersebut            increase household income, which in turn boosts the output of
 akan meningkatkan pendapatan rumah tangga yang akhirnya                    those sectors. This increased sector output will also drive broader
 meningkatkan output sektor tersebut. Peningkatan output sektor             economic growth.
 akan meningkatkan pula perekonomian secara luas.

 Pustral UGM mengawali alur kegiatan dengan identifikasi                    Pustral UGM started the process by identifying the input, which
 input, yaitu besaran restrukturisasi PMN Garuda sebesar Rp7,5              was the amount of Garuda's PMN restructuring funds of IDR
 trilyun. Selanjutnya diidentifikasi manfaat penyelamatan yang              7.5 trillion. The next step was to determine the benefits of the
 ditunjukkan oleh pendapatan operasional yang bersumber dari                rescue, reflected in operating income derived from the Company's
 laporan keuangan perusahaan. Berdasarkan hasil pengolahan,                 financial statements. Based on the results of the processing,
 dihitung besaran multiplier effect yang mencerminkan                       the multiplier effect was calculated to reflect its impact on the
 dampaknya terhadap perekonomian secara luas melalui                        entire economy through an increase in GDP. By considering
 peningkatan PDB. Dengan memperhatikan besaran Biaya                        the development costs (Capex) and operating costs (Opex)
 Pengembangan (Capex) dan Biaya Operasional (Opex) pada                     over a 5-year period (2022-2026), the economic benefits
 rentang waktu 5 tahun (2022-2026), selanjutnya manfaat                     were combined with financial benefits to generate an economic
 ekonomi dikombinasikan dengan manfaat finansial menghasilkan               feasibility level, represented by the Economic Net Present Value
 tingkat kelayakan ekonomi yang ditunjukkan dengan besaran                  (ENPV) and Economic Internal Rate of Return (EIRR).
 Economic Net Present Value (ENPV) dan Economic Internal Rate
 of Return (EIRR).

 Analisis manfaat dan dampak ekonomi pada periode tahun 2025                The economic benefits and impacts analysis for 2025, conducted
 yang dilakukan oleh Pustral UGM menghasilkan pencapaian                    by Pustral UGM, resulted in an economic impact performance
 kinerja dampak ekonomi sebesar 119,7% dari target, capaian                 of 119.7% of the target. The ENPV achievement reached 115.2%
 ENPV adalah sebesar 115,2% dibanding target, sementara capaian             of the target, while the EIRR achievement reached 106.5% of the
 EIRR sebesar 106,5% dibanding target. Hasil perhitungan ini                target. These calculations indicate that Garuda Indonesia had a
 menunjukkan bahwa Garuda Indonesia memiliki kinerja yang                   relatively good performance in 2025, successfully achieving the
 relatif baik pada tahun 2025 sehingga mampu mencapai target                KPI targets set for macroeconomic indicators.
 KPI yang ditetapkan pada indikator ekonomi secara makro.

 PRAKTIK PENGADAAN BARANG DAN JASA                                          PROCUREMENT PRACTICES OF
                                                                            GOODS AND SERVICES

 Dalam rangka mendukung penerapan Good Corporate                            To support the implementation of Good Corporate Governance
 Governance (GCG), proses pengadaan barang dan jasa di PT                   (GCG), the procurement of goods and services at PT Garuda
 Garuda Indonesia (Persero) Tbk dilaksanakan berdasarkan                    Indonesia (Persero) Tbk is conducted in accordance with the
 Surat Keputusan Direktur Utama tentang Pedoman Pelaksanaan                 President & CEO’s Decree concerning the Guidelines for the
 Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Perusahaan serta                   Implementation of Goods and Services Procurement within the
 Procurement Manual. Kebijakan dan pedoman tersebut menjadi                 Company and the Procurement Manual. These policies and
 landasan bagi Perseroan dalam memastikan bahwa seluruh                     guidelines serve as the foundation for the Company to ensure
 aktivitas pengadaan dilaksanakan secara transparan, akuntabel,             that all procurement activities are conducted transparently,
 adil, kompetitif, dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip-             accountably, fairly, competitively, and responsibly, in accordance
 prinsip pengadaan yang baik, serta senantiasa mematuhi                     with good procurement principles. They also comply with
 ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,                       applicable laws and regulations, including adherence to quality
 termasuk pemenuhan standar sistem manajemen mutu dan                       management and anti-bribery standards.
 anti-penyuapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 Garuda Indonesia melakukan pengadaan barang dan jasa secara                Garuda Indonesia conducts its procurement of goods and services
 efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar, terbuka dan      efficiently, effectively, competitively, transparently, fairly, and
 ekonomis. Hal ini berarti memastikan bahwa setiap pengadaan                economically. This means ensuring that each procurement
 yang dijalankan memberikan Value for Money bagi Perusahaan,                provides Value for Money for the Company, where procurement
 pelaksanaan Pengadaan bukan hanya sekedar mengenai harga                   is not just about the lowest price but also includes the social,
 terendah namun juga mencakup manfaat sosial, lingkungan,                   environmental, and economic benefits of selected products or
 dan ekonomi yang dihasilkan dari produk atau layanan yang                  services. With this approach, Garuda Indonesia not only ensures
 dipilih. Dengan pendekatan ini, Garuda Indonesia tidak hanya               cost efficiency but also contributes to sustainability and the
 memastikan efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi pada                 well-being of society as a whole.
 keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.




                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
122
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 123
Profil Perusahaan                                       Penjelasan Direksi                                       Tata Kelola                            Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                              Explanation from the Board of Directors                            Governance                           Sustainability Performance




Garuda Indonesia terus berinovasi dalam proses pengadaan                                  Garuda Indonesia continues to innovate in its procurement
dengan menerapkan digitalisasi pengadaan, yang bertujuan                                  process by implementing a digital procurement system to
untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas                             improve efficiency, transparency, and accountability at every
dalam setiap tahapan. Melalui penerapan sistem berbasis                                   stage. Implementing the digital-based system has made the
digital, proses pengadaan kini menjadi lebih cepat, akurat, dan                           procurement process faster, more accurate, and well-documented
terdokumentasi dengan baik, sekaligus memastikan kepatuhan                                while achieving compliance with good governance principles.
terhadap prinsip tata kelola yang baik. Dalam Pengadaan di tahun                          In procurement for 2025, the Company successfully achieved
2025 telah berhasil mendapatkan saving senilai Rp3,46 triliun.                            savings amounting to IDR 3.46 trillion.

Garuda Indonesia berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan                                  Garuda Indonesia is committed to supporting national economic
ekonomi nasional dengan mengutamakan praktik pengadaan                                    growth by prioritizing procurement practices that involve local
yang melibatkan pemasok lokal serta meningkatkan penggunaan                               suppliers and increasing the use of Domestic Products (PDN).
Produk Dalam Negeri (PDN). Langkah ini sejalan dengan                                     These steps align with the government’s policy to encourage the
kebijakan pemerintah dalam mendorong Tingkat Komponen                                     Domestic Component Level (TKDN), aiming to support the growth
Dalam Negeri (TKDN), yang bertujuan untuk upaya mendukung                                 of local industries and strengthen national competitiveness.
pertumbuhan industri lokal dan memperkuat daya saing                                      Additionally, Garuda Indonesia actively encourages the
nasional. Selain itu, Garuda Indonesia juga berperan aktif dalam                          participation of national business actors, including Micro and
mendorong partisipasi pelaku usaha nasional, termasuk Usaha                               Small Enterprises, to help them grow and compete in broader
Mikro dan Usaha Kecil, agar semakin berkembang dan mampu                                  markets. In 2025, the realization of Domestic Product spending
bersaing di pasar yang lebih luas. Untuk tahun 2025, Realisasi                            (PDN) reached IDR 10.859 trillion, including IDR 67.44 billion
belanja Produk Dalam Negeri (PDN) mencapai Rp10,859 miliar                                spent on MSMEs, or 74.7% of the total procurement of IDR 14.529
termasuk belanja kepada UMKM sebesar Rp 67.44 miliar atau                                 trillion. In the future, Garuda Indonesia will continue to strengthen
74.7% dari total Pengadaan Rp14,529 miliar. Ke depan, Garuda                              collaborations with local suppliers and expand the use of PDN
Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemasok                                 in every aspect of procurement as part of its strategy to build a
lokal dan memperluas penggunaan PDN dalam setiap aspek                                    high-competitiveness business ecosystem.
pengadaan, sebagai bagian dari strategi untuk membangun
ekosistem bisnis yang berdaya saing tinggi.


       Proporsi Pelibatan Pemasok, Jumlah Produk, Anggaran dan Realisasi Nilai Pengadaan untuk Pemasok Tahun 2025
              Proportion of Supplier Involvement, Product Quantity, Budget, and Procurement Value Realization for Suppliers in 2025
                                                Proporsi Pelibatan Pemasok
                                                    dan Jumlah Produk                                      Proporsi Anggaran dan Realisasi Nilai Pengadaan
                                             Proportion of Supplier Involvement                          Proportion of Budget and Procurement Value Realization
                                                   and Product Quantity
          Keterangan
          Description                                                                                                  Realisasi                                    Saving
                                     Jumlah                       Jumlah                 Anggaran (Rp                                           Pencapaian
                                                                                                                       (Rp Juta)                                   (Rp Juta)
                                    Pemasok                       Produk                     Juta)                                                  (%)
                                                        %                          %                         %        Realization       %                           Saving
                                    Number of                     Product                 Budget (in                                            Achievement
                                                                                                                      (in Million                                 (in Million
                                    Suppliers                     Quantity                Million IDR)                                              (%)
                                                                                                                          IDR)                                        IDR)

 Pemasok Barang
 Supplier
 Nasional
                                       27            100%            35           100%     198.933         100%        144.232        100%         138%            54.701
 National
 Internasional
                                       -                -            -             -          -              -             -            -            -                -
 International
 Total                                 27            100%            35           100%     198.933        100%         144.232        100%         138%            54.701

 Pemasok Jasa
 Service Provider
 Nasional
                                       76             66%            91           68%    10,680.832        60%        8.752.361       61%          122%           1.928.472
 National
 Internasional
                                       39             34%            42           32%      7.113.746       40%        5.633.262       39%          126%           1.480.484
 International
 Total                                 115           100%           133           100%    17.794.578      100%        14.385.623      100%         124%           3.408.956




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                123
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 124
                                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                                       Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                   Sustainability Strategy and Policy                                    Sustainability Performance Highlights




        Proporsi Pelibatan Pemasok, Jumlah Produk, Anggaran dan Realisasi Nilai Pengadaan untuk Pemasok Tahun 2024
              Proportion of Supplier Involvement, Product Quantity, Budget, and Procurement Value Realization for Suppliers in 2024
                                                  Proporsi Pelibatan Pemasok
                                                      dan Jumlah Produk                                              Proporsi Anggaran dan Realisasi Nilai Pengadaan
                                               Proportion of Supplier Involvement                                  Proportion of Budget and Procurement Value Realization
                                                     and Product Quantity
          Keterangan
          Description                                                                                                              Realisasi                                      Saving
                                       Jumlah                         Jumlah                      Anggaran (Rp                                                Pencapaian
                                                                                                                                   (Rp Juta)                                     (Rp Juta)
                                      Pemasok                         Produk                          Juta)                                                       (%)
                                                          %                              %                             %          Realization        %                            Saving
                                      Number of                       Product                      Budget (in                                                 Achievement
                                                                                                                                  (in Million                                   (in Million
                                      Suppliers                       Quantity                     Million IDR)                                                   (%)
                                                                                                                                      IDR)                                          IDR)

  Pemasok Barang
  Supplier
  Nasional
                                         34             100%              42            100%          215.979         100%          171.004      100%             79%             44.975
  National
  Internasional
                                          -               -               -              -               -              -               -        100%               -
  International
  Total                                  34             100%              42            100%          215.979         100%          171.004      100%             79%            44.975

  Pemasok Jasa
  Service Provider
  Nasional
                                          87            61%               115           67%        10.268.733         59%         9.968.058       18%             97%            300.675
  National
  Internasional
                                         55             39%               56            33%        7.206.719           41%         4.311.866     82%              60%           2.894.853
  International
  Total                                  142            100%              171           100%       17.475.452         100%        14.279.924     100%             82%           3.195.528




        Proporsi Pelibatan Pemasok, Jumlah Produk, Anggaran dan Realisasi Nilai Pengadaan untuk Pemasok Tahun 2023
                  Proportion of Supplier Involvement, Product Quantity, Budget, and Procurement Value Realization for Suppliers in 2023
                                         Proporsi Pelibatan Pemasok
                                             dan Jumlah Produk                                                    Proporsi Anggaran dan Realisasi Nilai Pengadaan
                                      Proportion of Supplier Involvement                                        Proportion of Budget and Procurement Value Realization
                                            and Product Quantity
       Keterangan
       Description                                                                                                                                                                Saving
                              Jumlah                           Jumlah                        Anggaran (Rp                        Realisasi
                                                                                                                                                            Pencapaian (%)       (Rp Juta)
                             Pemasok                           Produk                            Juta)                           (Rp Juta)
                                                   %                              %                               %                              %           Achievement          Saving
                             Number of                         Product                        Budget (in                       Realization
                                                                                                                                                                 (%)            (in Million
                             Suppliers                         Quantity                       Million IDR)                   (in Million IDR)
                                                                                                                                                                                    IDR)

  Pemasok
  Barang
  Nasional
                                34               100%            38              100%          112.358          100%            107.008         100%             95%              5.350
  National
  Internasional
                                 -                  -             -               -               -               -                 -            -                 -
  International
  Total                         34               100%            38              100%          112.358          100%            107.008         100%             95%              5.350

  Pemasok
  Jasa
  Nasional
                                91                69%            129             76%          13.833.271        72%           12.063.329        74%              87%            1.769.942
  National
  Internasional
                                40                31%            41              24%          5.342.878         28%            4.334.922        26%              81%            1.007.956
  International
  Total                         131              100%            170             100%         19.176.149        100%          16.398.251        100%             86%            2.777.898




 PENGADAAN BERKELANJUTAN                                                                           SUSTAINABLE PROCUREMENT
 Pengadaan Garuda Indonesia telah mengintegrasikan aspek                                           Garuda Indonesia's procurement process integrates sustainability
 keberlanjutan ke dalam kriteria pemilihan vendor, memastikan                                      aspects into the vendor selection criteria, ensuring that suppliers
 bahwa pemasok dinilai berdasarkan kriteria lingkungan dan sosial.                                 are evaluated based on environmental and social criteria. In
 Dalam mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan tersebut,                                       support of sustainable business practices, Garuda Indonesia
 Garuda Indonesia mendorong seluruh pemasok untuk memenuhi                                         encourages all suppliers to adhere to ethical and responsible
 standar ketenagakerjaan yang beretika dan bertanggung jawab,                                      labor standards, guaranteeing the protection of workers’ rights
 dengan menjamin perlindungan hak-hak pekerja, mencegah praktik                                    and preventing forced labor and child labor. Suppliers are
 kerja paksa dan pekerja dibawah umur. Pemasok juga diharapkan                                     also expected to implement adequate occupational health and
 menerapkan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang                                      safety (OHS) standards in accordance with applicable laws and
 memadai sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna                                           regulations to minimize workplace accident risks, as well as proper
 meminimalkan risiko kecelakaan kerja, serta pengelolaan limbah                                    waste management practices to prevent environmental pollution.
 guna mencegah pencemaran lingkungan.
                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
124
                                                                                                                                                           PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 125
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




Dalam rangka peningkatan kapabilitas dan kesadaran tata                       To enhance supplier governance capabilities and awareness,
kelola pemasok, Garuda Indonesia secara berkelanjutan                         Garuda Indonesia continuously conducts virtual vendor gatherings
menyelenggarakan kegiatan virtual vendor gathering sebagai                    as a platform to strengthen competencies, integrity, and strategic
sarana penguatan kompetensi, integritas, dan kemitraan                        partnerships. The event featured speakers from the Corruption
strategis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komisi                   Eradication Commission (KPK) on the topic “Implementing
Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan topik “Penerapan Integritas                Integrity in the Procurement Process by Strengthening the Role of
dalam Proses Pengadaan melalui Penguatan Peran Vendor                         Vendors as Anti-Corruption Partners to Prevent Fraud,” as well as
sebagai Mitra Antikorupsi untuk Mencegah Terjadinya Fraud”,                   speakers from the Indonesian ESG Professional Association with
serta pembicara dari Indonesian ESG Professional Association                  the theme “Strengthening Vendor Governance Partnerships for
dengan tema “Strengthening Vendor Governance Partnerships                     a Sustainable Future.” In addition, internal representatives from
for a Sustainable Future”. Selain itu, perwakilan internal Garuda             Garuda Indonesia conveyed information on the 2026 procurement
Indonesia turut menyampaikan informasi terkait rencana                        plans and the use of Garuda Indonesia’s e-Procurement system to
pengadaan tahun 2026 serta pemanfaatan sistem e-Procurement                   enhance transparency, efficiency, and accessibility for suppliers.
Garuda Indonesia guna meningkatkan transparansi, efisiensi,
dan kemudahan akses bagi para pemasok

Berkaitan dengan pengelolaan rantai pasok dalam pengadaan                     Regarding supply chain management in the procurement of
barang dan jasa, pada tahun 2024, Garuda Indonesia telah                      goods and services, in 2024, Garuda Indonesia compiled a list
menyusun daftar kontraktor, pemasok atau pihak ketiga lainnya                 of contractors, suppliers, and other third parties classified based
yang diklasifikasikan berdasarkan risiko dalam mengelola                      on the risk involved in managing tasks, which includes high,
pekerjaan, yaitu berisiko tinggi, menengah, dan rendah.                       medium, and low-risk categories.

Selain itu, untuk mengukuhkan transparansi dan menghindari                    Furthermore, to uphold transparency and avoid conflicts of
benturan kepentingan, Perseroan menghindari pemasok yang                      interest, the Company avoids suppliers whose owners and/
memiliki benturan kepentingan antara pemasok yang pemilik                     or management have relations with Garuda Indonesia's
dan atau pengurusnya memiliki hubungan dengan pegawai                         employees and management. Additionally, all parties involved
dan manajemen Garuda Indonesia. Selain itu, setiap pihak                      must avoid corruption, collusion, nepotism, and any form of
diwajibkan untuk menghindari korupsi, kolusi dan nepotisme,                   gratuity during the procurement process of goods and services.
serta gratifikasi dalam bentuk apapun pada proses pengadaan                   The requirements for partners/suppliers involved in Garuda
barang dan jasa. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi mitra/                Indonesia’s procurement process of goods and services are as
pemasok yang terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa di                   follows:
Garuda Indonesia adalah sebagai berikut:
• Diutamakan memiliki badan hukum;                                            •   Preferably being registered as a legal entity;
• Memenuhi aspek legalitas sesuai dengan bidang usahanya;                     •   Complying with legal aspects in accordance with their
                                                                                  business sector;
•   Memiliki keahlian, pengalaman dan kemampuan teknis dan                    •   Possessing the expertise, experience, and technical and
    manajemen sesuai bidang usahanya;                                             management capabilities in accordance with their business
                                                                                  sector;
•   Memiliki sumber daya yang diperlukan sesuai dengan bidang                 •   Having the necessary resources in accordance with their
    usaha untuk menunjang kegiatan operasional Perusahaan;                        business sector to support the operational activities of the
                                                                                  Company;
•   Tidak terlibat atau sedang menjalani sanksi pidana, serta                 •   Not being involved in or undergoing criminal sanctions,
    tidak merupakan vendor yang masuk dalam kategori Black                        nor being included in the blacklist of other institutions or
    List oleh Lembaga dan/atau Perusahaan lainnya.                                companies.

Di sisi lain, Perseroan juga memastikan bahwa mitra kerja wajib               On the other hand, the Company also ensures that business
memenuhi standar K3 yang setara dengan standar internal                       partners are required to comply with Occupational Safety
perusahaan serta regulasi yang berlaku dalam proses pengadaan,                and Health (OSH) standards equivalent to the Company’s
kontrak kerja, dan evaluasi kinerja mitra. Sebelum penunjukan,                internal standards and applicable regulations throughout the
mitra/kontraktor melalui proses evaluasi K3. Hanya mitra                      procurement, contracting, and partner performance evaluation
yang memenuhi kriteria K3 yang diperkenankan untuk bekerja.                   processes. Prior to appointment, partners/contractors undergo an
Kemudian selama pelaksanaan pekerjaan, dilakukan penerapan                    OSH evaluation process, and only those who meet the required
Penerapan Permit to Work untuk pekerjaan berisiko tinggi dan                  OSH criteria are permitted to perform work. During the execution
melakukan pengawasan langsung oleh personel terkait.                          of work, a Permit to Work system is implemented for high-risk
                                                                              activities, along with direct supervision by designated personnel.

SUPPLIER FEEDBACK SURVEY                                                      SUPPLIER FEEDBACK SURVEY
Dalam rangka mewujudkan hubungan rasa saling percaya,                         To build relations based on mutual trust, Garuda Indonesia acts
Garuda Indonesia bertindak terbuka, adil, dan transparan serta                openly, fairly, and transparently, providing equal opportunities
memberikan kesempatan dan informasi yang sama kepada                          and information to all suppliers. Additionally, the Company


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   125
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 126
                                                        Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                          Sustainability Strategy and Policy                          Sustainability Performance Highlights




 seluruh pemasok. Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk              is committed to fulfilling the agreements made with its
 memenuhi kesepakatan yang dibuat dengan mitra/pemasok.                partners/suppliers. To measure supplier satisfaction regarding
 Dalam rangka mengukur tingkat kepuasan pemasok terkait                transparency and fairness in the procurement of goods and
 transparansi, dan fairness pengadaan barang dan jasa, Perseroan       services, the Company conducts periodic Supplier Feedback
 melalui Supplier Feedback Survey secara berkala. Hasil survei         Surveys. In 2025, the survey indicates that the procurement
 tahun 2025 menunjukkan proses pengadaan serta kerja sama              process and collaboration between Garuda Indonesia and its
 antara Garuda Indonesia dengan pemasok sudah berjalan secara          suppliers have been carried out transparently, fairly, seamlessly,
 transparan dan fairness dengan baik dan lancar.                       and efficiently.


                                                 External Satisfaction Level 2025

                                                                               Very Dissatisfied 0%




                                                                                                      Satisfied 30%

                            Very Satisfied 65%




                                                                                                      Dissatisfied 5%




 Garuda Indonesia menetapkan Sistem Penilaian Kinerja                  Garuda Indonesia has established a Supplier Performance
 Pemasok untuk memastikan mutu dan perbaikan berkelanjutan             Evaluation System to ensure quality and continuous improvement
 dalam hubungan antara pemasok dengan Perseroan. Untuk                 in the relations between suppliers and the Company. Thus, the
 itu, Perseroan secara periodik mengevaluasi kinerja pemasok           Company periodically evaluates supplier performance based
 berdasarkan kriteria yang ditetapkan, meliputi aspek kualitas,        on established criteria, including quality, service, and delivery,
 service dan delivery termasuk penilaian atas Service Level            as well as assessments of Service Level Agreements (SLA)
 Agreement (SLA) sesuai dengan pemenuhan kewajiban Pemasok             in line with the suppliers' fulfillment of obligations based on
 berdasarkan Perjanjian Kerja Sama yang merujuk pada ketentuan         Cooperation Agreements, referencing Internal Management
 Internal Manajemen atau badan regulator/pemerintah. Hasil             or regulatory/government institution provisions. Performance
 evaluasi kinerja akan menjadi dasar dalam penetapan reward            evaluation results form the basis for determining rewards and
 dan consequences bagi pemasok, serta menjadi dasar dalam              consequences for the suppliers and serve as the foundation
 evaluasi Daftar Rekanan Garuda (AVL).                                 for evaluating Garuda Indonesia's Approved Vendor List (AVL).

 ANTI KORUPSI                                                          ANTI-CORRUPTION

 OPERASI-OPERASI YANG DINILAI MEMILIKI RISIKO                          OPERATIONS CONSIDERED TO HAVE CORRUPTION-
 TERKAIT KORUPSI                                                       RELATED RISKS
 Garuda Indonesia meyakini bahwa korupsi merupakan                     Garuda Indonesia believes that corruption is a common
 musuh bersama, sekaligus menjadi penghambat bagi lajunya              enemy and a barrier to the progress of development, which is
 pembangunan yang saat ini sedang dilakukan secara sungguh-            currently being conducted thoughtfully and sustainably. This
 sungguh dan berkelanjutan. Sikap dan komitmen Perseroan               stance and commitment of the Company reflect its support for
 tersebut merupakan dukungan dan implementasi Undang-                  and implementation of Law No. 20 of 2001 on Amendments
 Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-               to Law No. 31 of 1999 on the Eradication of the Criminal Act
 Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana          of Corruption, the Letter of the Ministry of SOEs No. S-35/
 Korupsi, Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor S-35/           MBU/01/2020, dated January 10, 2020, on the Implementation
 MBU/01/2020 tanggal 10 Januari 2020 tentang Implementasi              of an Anti-Bribery Management System in SOEs as the executor
 Sistem Manajemen Anti Suap di BUMN sebagai Pelaksana                  of Presidential Regulation No. 54 of 2018 on the National
 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi               Strategy for Corruption Prevention, and the Secretary Letter of
 Nasional Pencegahan Korupsi, serta Surat Sekretaris Kementerian       the Ministry of SOEs No. S-17/S.MBU/02/2020, dated February
 BUMN Nomor S-17/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020                17, 2020, on ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management System
 tentang Sertifikasi ISO 37001:2016 perihal Sistem Manajemen           (SMAP) Certification in SOEs. Anticorruption, anti-fraud, and
 Anti Penyuapan (SMAP) di BUMN. Pengelolaan anti korupsi, dan          ethics enforcement initiatives are coordinated by the Corporate
 penegakkan etika dikoordinasikan oleh Unit yang membidangi            Secretary and Governance Division.
 yaitu Corporate Secretary dan Governance.


                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
126
                                                                                                                        PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 127
Profil Perusahaan                               Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                      Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




Untuk mengukuhkan komitmen antikorupsi dan mengantisipasi                       To reinforce its anti-corruption commitment and timely
secara tepat, Garuda Indonesia telah melakukan pemetaan                         anticipation, Garuda Indonesia has conducted a mapping and
dan mitigasi terhadap proses bisnis yang berisiko besar terjadi                 mitigation of business processes that are at high risk of corruption/
korupsi/penyuapan antara lain dalam proses pengadaan barang                     bribery, including the processes of general procurement of
dan jasa umum, proses pengadaan pesawat, proses rekrutmen                       goods and services, aircraft procurement, employee recruitment,
karyawan, pengelolaan keuangan, dan proses penyediaan layanan                   financial management, and customer service provision. Regarding
kepada pelanggan. Adapun terhadap potensi terjadinya tindakan                   the potential for corruption/bribery, the Company has prepared
korupsi/penyuapan, Perseroan telah mempersiapkan mitigasi                       the necessary mitigation measures, including the implementation
yang diperlukan di antaranya menerapkan program pengendalian                    of a gratuity control program, the obligation for reporting
gratifikasi, kewajiban penyampaian Laporan Harta Kekayaan                       State Officials’ Wealth Reports (LHKPN) for Garuda Indonesia
Penyelenggara Negara (LHKPN oleh insan Garuda Indonesia                         personnel classified as mandatory reporters, and ISO 37001:2016
yang diklasifikasikan sebagai wajib lapor), dan sertifikasi Sistem              Anti-Bribery Management System (SMAP) certification.
Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.

Pengelolaan risiko penyuapan di Perseroan dilakukan melalui                     The Company manages bribery risk through a process of
proses identifikasi, penilaian, dan penetapan pengendalian dalam                identification, assessment, and control determination within
Bribery Risk & Opportunities Identifications, Risk Assessment and               the Bribery Risk & Opportunities Identification, Risk Assessment,
Determining Control (BRIRADC). Saat ini telah teridentifikasi 33 risiko         and Control Determination (BRIRADC) framework. Currently,
penyuapan dari 10 unit lingkup SMAP dengan profil Risiko Awal                   33 bribery risks have been identified across 10 units within the
berdasarkan matriks risiko yakni Tinggi 22 risiko, Sedang 3 risiko,             SMAP scope, with an Initial Risk Profile based on the risk matrix
dan Rendah 8 risiko. Setelah mempertimbangkan pengendalian                      as follows: High (22 risks), Medium (3 risks), and Low (8 risks).
yang ada, Risiko Sisa yang telah ditetapkan menunjukkan Tinggi                  After considering existing controls, the Residual Risks identified
8 risiko dan Sedang 17 risiko, sementara 8 risiko tidak memerlukan              show 8 High risks and 17 Medium risks, while 8 risks do not
pengendalian lebih lanjut dikarenakan risiko awal telah rendah.                 require further controls because the initial risk was already low.
Secara umum, pengendalian dinilai masih berjalan efektif karena                 In general, controls are assessed as still effective because the risk
profil risiko menunjukkan penurunan/tidak meningkat setelah                     profile shows a decrease or no increase after considering controls.
mempertimbangkan pengendalian.

Dalam memperkuat praktik tata kelola yang transparan dan                        To strengthen transparent and accountable governance practices,
akuntabel, Perseroan juga mengimplementasikan Whistleblowing                    the Company also implements a Whistleblowing System as a
System sebagai sarana pelaporan pelanggaran yang menjamin                       channel for reporting violations, ensuring confidentiality and
kerahasiaan dan perlindungan pelapor. Komitmen terhadap                         protection for whistleblowers. The commitment to business
integritas bisnis juga diwujudkan melalui penerapan Sistem                      integrity is also demonstrated through the implementation
Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001, serta penguatan                             of the ISO 37001 Anti-Bribery Management System and the
perlindungan informasi melalui Sistem Manajemen Keamanan                        strengthening of information protection through the ISO 27001
Informasi ISO 27001.                                                            Information Security Management System.

Perseroan telah memiliki instrument sistem penanganan                           The Company has established a system for handling complaints of
pengaduan dugaan pelanggaran (WBS) melalui Surat Keputusan                      alleged violations (Whistleblowing System) through the President
Direktur Utama nomor JKTDZ/SKEP/50004/2024. Kebijakan ini                       & CEO’s Decree No. JKTDZ/SKEP/50004/2024. This policy covers
mencakup pelaporan mengenai pengungkapan pelanggaran kode                       the reporting of disclosures of ethical violations received through
etik yang diterima melalui WBS, yang akan dilaporkan setiap 3                   the WBS, which will be reported every 3 (three) months to the
(tiga) bulan kepada Direktur GCG, Dewan Komisaris (termasuk                     Director of GCG, the Board of Commissioners (including the type and
jenis dan jumlah pelanggaran), dan Tim Fungsi Kepatuhan Anti                    number of violations), and the Anti-Bribery Compliance Function
Penyuapan (FKAP) (khusus untuk kasus penyuapan). Selain itu,                    Team (FKAP) specifically for bribery cases. Furthermore, reports
laporan jumlah pelanggaran akan disampaikan setiap 6 (enam)                     on the number of violations will be submitted every 6 (six) months
bulan kepada Bapan Pengaturan BUMN (BP BUMN).                                   to the SOE Regulatory Agency (BP BUMN).

KOMUNIKASI DAN PELATIHAN TENTANG                                                COMMUNICATION AND TRAINING ON ANTI-
KEBIJAKAN DAN PROSEDUR ANTI-KORUPSI                                             CORRUPTION POLICIES AND PROCEDURES
Dalam rangka menanamkan budaya anti korupsi di seluruh                          To instill an anti-corruption culture across all levels of the
tingkatan organisasi, Garuda Indonesia telah melaksanakan                       organization, Garuda Indonesia has conducted dissemination and
sosialisasi dan pelatihan anti korupsi kepada Dewan Komisaris,                  training on anti-corruption for the Board of Commissioners, the
Direksi, mitra bisnis, serta karyawan di seluruh wilayah                        Board of Directors, business partners, and employees across all
operasional. Sosialisasi kepada mitra bisnis dilakukan melalui                  operational areas. Dissemination for business partners is conducted
acara vendor/customer gathering atau kegiatan serupa lainnya.                   through vendor/customer gatherings or other similar activities.

Perseroan melibatkan pemangku kepentingan dalam program                         The Company engages stakeholders in its anti-corruption
anti korupsi, termasuk program pengendalian gratifikasi, yang                   programs, including the gratuity control program, covering
mencakup mitra usaha, pelaku usaha/rekanan, dan masyarakat                      business partners, contractors, and other members of the public.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      127
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 128
                                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                   Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




 lainnya. Keterlibatan ini dilakukan melalui penerapan ketentuan                                    This engagement is conducted through the implementation
 anti gratifikasi dalam proses pemilihan vendor atau mitra kerja,                                   of anti-gratuity provisions in the vendor or partner selection
 pencantuman klausul anti bribery & corruption dalam kontrak                                        process, the inclusion of anti-bribery and corruption clauses in
 atau perjanjian, serta sosialisasi terkait pengendalian gratifikasi                                contracts or agreements, and dissemination related to gratuity
 melalui acara vendor/customer gathering atau kegiatan serupa.                                      control through vendor/customer gatherings or similar activities.

 Perseroan telah melaksanakan sosialisasi anti korupsi dalam                                        On November 17, 2025, the Company disseminated an
 acara vendor gathering pada tanggal 17 November 2025. Dalam                                        anti-corruption campaign at a vendor gathering. During this
 sosialisasi tersebut, Perseroan menyampaikan informasi terkait                                     dissemination, the Company shared information on the gratuity
 ketentuan pengendalian gratifikasi dan sistem manajemen anti                                       control provisions and the Anti-Bribery Management System
 penyuapan yang berlaku di Perseroan. Pada kesempatan ini,                                          applied within the Company. Vendors also signed a Statement
 vendor menandatangani Pernyataan Komitmen Penerapan                                                of Commitment to Implementing Anti-Corruption and Anti-
 Program Anti Korupsi dan Anti Penyuapan sebagai komitmen                                           Bribery Programs, affirming their dedication to ethical business
 untuk menjalankan proses bisnis yang bersih dari tindakan                                          practices free from corruption. Furthermore, business partners
 korupsi. Selanjutnya, bagi mitra bisnis juga disampaikan                                           were provided with explanations of the procurement process,
 penjelasan proses pengadaan yang di dalamnya juga mengatur                                         which also includes measures to prevent corrupt practices.
 penghindaran tindakan korupsi.


      Tabel Jumlah Dewan Komisaris dan Direksi yang telah mengikuti sosialisasi tentang Kebijakan dan Prosedur Anti-Korupsi
      Table of Number of the Board of Commissioners and the Board of Directors who have attended dissemination on Anti-Corruption Policies and
                                                                   Procedures


                         Wilayah                                                         Jumlah                                        Persentase
                        Work Area                                                           Total                                       Percentage
                                                                                         9 orang
  Garuda Head Office                                                                                                                          90%
                                                                                         9 people


                                                     Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Karyawan
                                                       Table of Anti-Corruption Policy Dissemination for Employees

                                 Kategori Karyawan                                                                             Persentase
                                  Employee Category                                                                            Percentage
  Seluruh pegawai di Head Office
                                                                                                  100%
  All employees at the Head Office



              Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi/Pengendalian Gratifikasi Secara Langsung Berdasarkan Unit Kerja
                                    Table of Direct Anti-Corruption/Gratuity Control Policy Dissemination Based on Work Unit

                Unit Kerja                                   Wilayah Kerja                                Jumlah Karyawan                        Persentase
                 Work Unit                                       Work Area                                   Total Employees                      Percentage
  Unit Operational Support                                                                                        32 orang
                                                           Garuda Head Office                                                                         42%
  Operational Support Unit                                                                                        32 people



                                                    Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja
                                                   Table of Anti-Corruption Policy Dissemination for Business Partners

                      Relasi Bisnis                                                        Jumlah                                       Persentase
                    Business Relation                                                        Total                                          Percentage
  Pemasok Barang dan Jasa
                                                                                              222                                             100%
  Suppliers of Goods and Services
  Keterangan:
  Proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara terpusat, sehingga seluruhnya berasal dari Kantor Pusat.
  Notes:
  The procurement of goods and services is conducted centrally, with all processes managed entirely by the Head Office.




                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
128
                                                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 129
Profil Perusahaan                                         Penjelasan Direksi                                               Tata Kelola                              Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                                Explanation from the Board of Directors                                    Governance                             Sustainability Performance




                                                            Tabel Pelatihan Anti Korupsi untuk Karyawan
                                                               Table of Anti-Corruption Training for Employees

                      Keterangan                                            UiC Tim SMAP* (Orang)                                                     Persentase
                       Description                                       UiC of the SMAP Team* (people)                                                Percentage
 Pelatihan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
 (SMAP)
                                                                                              17                                                           100%
 Anti-Bribery Management System (SMAP)
 Training
 Keterangan:
 *UiC Tim SMAP terdiri dari Unit Pengadaan Barang & Jasa Umum, Unit Pengadaan Pesawat, Unit Corporate Secretary, Unit Corporate Security, Unit Internal Audit, Unit HC Management,
 Government Relations & TJSL, Unit Training & Development, Unit Enterprise Risk Management, Unit Treasury Management dan Unit Legal & Compliance.
 Notes:
 *The UiC of the SMAP Team consists of the General Goods & Services Procurement Unit, Aircraft Procurement Unit, Corporate Secretary Unit, Corporate Security Unit, Internal Audit Unit, HC
 Management, Government Relations & TJSL Unit, Training & Development Unit, Enterprise Risk Management Unit, Treasury Management Unit, and Legal & Compliance Unit



                                           Tabel Pelatihan Kebijakan Anti Korupsi Berdasarkan Wilayah Kerja
                                                           Table of Anti-Corruption Policy Training by Work Area

                    Wilayah Kerja                                                Jumlah Karyawan                                                      Persentase
                        Work Area                                                   Total Employees                                                    Percentage
                                                                                         32 orang
 Garuda Head Office                                                                                                                                         42%
                                                                                         32 people



                                 Pelatihan Anti Korupsi untuk Direksi dan Dewan Komisaris pada Program Induksi
                       Anti-Corruption Training for the Board of Directors and the Board of Commissioners at the Induction Program

                 Tanggal                                        Wilayah                                          Jumlah                                       Persentase
                    Date                                        Work Area                                           Total                                       Percentage
 15 Juni 2025
                                                          Garuda Head Office                                           1                                            100%
 June 15, 2025
 20 Oktober 2025
                                                          Garuda Head Office                                           1                                            100%
 Ocober 20, 2025
 31 Oktober 2025
                                                          Garuda Head Office                                           1                                            100%
 Ocober 31, 2025
 5 November 2025
                                                          Garuda Head Office                                          6                                             100%
 November 5, 2025


INSIDEN KORUPSI YANG TERBUKTI DAN TINDAKAN                                                         PROVEN CORRUPTION INCIDENTS AND ACTIONS
YANG DIAMBIL                                                                                       TAKEN
Atas komitmen dan kesungguhan Garuda Indonesia dalam                                               Garuda Indonesia’s commitment and determination to implement
menerapkan budaya anti korupsi di seluruh lini bisnisnya,                                          an anti-corruption culture throughout its business operations
memberikan dampak positif berupa tidak terdapat insiden korupsi                                    resulted in no corruption incidents in 2025. As a result, no
yang terbukti selama tahun 2025. Dengan demikian, tidak terdapat                                   employees were terminated or penalized for corruption, no
karyawan yang diberhentikan atau dihukum karena korupsi, kontrak                                   business partner contracts were terminated due to corruption,
mitra bisnis diakhiri karena korupsi, serta tidak terdapat kasus hukum                             and no legal cases related to corruption were filed by the public
terkait korupsi yang diajukan oleh publik terhadap Garuda Indonesia.                               against Garuda Indonesia.

PAJAK                                                                                              TAX

PENDEKATAN PAJAK                                                                                   TAX APPROACH
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan terhadap pembangunan                                        As part of the Company's commitment to sustainable
berkelanjutan, Perseroan senantiasa memastikan bahwa praktik                                       development, the Company always ensures that its tax practices
perpajakan selalu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan                                       are in accordance with the prevailing tax laws and regulations. The
perpajakan yang berlaku. Strategi dalam pengelolaan dan                                            Company internally handles strategies for tax management and
pengendalian pajak telah dilakukan secara internal oleh Perseroan.                                 control. The Company has developed tax policies and strategies
Perseroan telah membangun kebijakan dan strategi pajak yang                                        approved and reviewed by the Director of Finance. Several tax
disetujui dan ditinjau oleh Direktur Keuangan. Beberapa strategi                                   strategies have been implemented, including the submission of
pajak telah dijalankan, diantaranya pengajuan Surat Keterangan                                     an Income Tax Exemption Certificate (SKB PPh) to improve the
Bebas Pajak Penghasilan (SKB PPh) sehingga Perseroan dapat                                         Company’s cash control. Additionally, the Company has created
lebih baik dalam mengontrol kas. Selain itu Perseroan juga telah                                   monthly tax payment projections as part of its financial planning
membuat proyeksi pembayaran setiap bulannya sebagai analisis                                       analysis. The Company has also established tax procedures to
dalam perencanaan keuangan Perseroan. Selanjutnya Perseroan                                        support compliance with applicable tax provisions.
telah membuat prosedur perpajakan guna mendukung kepatuhan
dalam penerapan ketentuan perpajakan yang berlaku.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                              129
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 130
                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                             Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 Strategi perpajakan disetujui dan ditinjau secara berkala oleh           The tax strategy is approved and reviewed regularly by the
 Direktur Keuangan, termasuk terkait penyetoran dan pelaporan             Director of Finance, including in relation to tax remittance and
 pajak. Peninjauan dilakukan setiap tahun pada saat pelaporan SPT         reporting. The review is conducted annually at the time of filing
 PPh Badan tahunan. Sementara itu, terkait dengan penyetoran pajak        the annual Corporate Income Tax Return. Meanwhile, related to
 bulanan, akan ditinjau oleh Direktur Keuangan melalui pemantauan         monthly tax deposits, it will be reviewed by the Director of Finance
 aliran kas (cash flow) yang tercermin dalam Manajemen Report,            through cash flow monitoring as reflected in the Management
 yang kemudian disampaikan dalam Rapat Direksi.                           Report, which is then presented at the Board of Directors Meeting.

 TATA KELOLA, KONTROL, DAN RISIKO PENGELOLAAN                             TAX GOVERNANCE, CONTROL, AND RISK
 PAJAK                                                                    MANAGEMENT
 Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Perseroan senantiasa              In conducting its business activities, the Company consistently
 mematuhi seluruh peraturan yang relevan bagi aktivitas                   adheres to all relevant regulations, especially in taxation. The
 bisnisnya, khususnya dalam aspek perpajakan. Pendekatan                  approach taken by the Company is based on compliance with
 yang dilakukan oleh Perseroan didasarkan dengan kepatuhan                all applicable tax regulations. In managing its tax activities, the
 Perseroan terhadap seluruh peraturan perpajakan yang berlaku.            Company has established the following.
 Dalam pengelolaan pelaksanaan kegiatan perpajakan, Perseroan
 telah menetapkan sebagai berikut.

 Pengelolaan pajak di Garuda Indonesia dilakukan oleh Divisi              The Tax & Customs Compliance Division conducts tax management
 Tax & Customs Compliance, di bawah Direktur Keuangan dan                 at Garuda Indonesia under the Director of Finance and Risk
 Manajemen Risiko yang sekaligus merupakan badan tata kelola              Management, the highest governance body that officially reviews
 tertinggi yang secara resmi meninjau dan menyetujui strategi             and approves the Company’s tax strategy. As a taxpayer, the
 pajak Perusahaan. Sebagai wajib pajak, Perseroan berkomitmen             Company is committed to avoiding violations of tax regulations
 untuk menghindari pelanggaran peraturan perpajakan agar tidak            to prevent administrative penalties, including fines, interest,
 terkena saksi administrasi, baik berupa sanksi denda administrasi,       surcharges, and criminal sanctions or imprisonment.
 sanksi bunga, sanksi kenaikan, serta sanksi pidana atau kurungan.

 Penerapan strategi pajak tidak lepas dari proses monitoring dan          The implementation of tax strategies is continuously monitored
 reviu. Perseroan melakukan pengelolaan risiko pajak melalui              and reviewed. The Company manages tax risks through
 monitoring dan rekonsiliasi yang dilakukan oleh Accounting               monitoring and reconciliation conducted by the Accounting
 Group dan unit kerja terkait serta reviu berkala oleh Internal           Group and relevant work units, along with periodic reviews by the
 Auditor dan Eksternal Auditor (Kantor Akuntan Publik).                   Internal Auditor and External Auditor (Public Accounting Firm).

 Perseroan telah memiliki pedoman perpajakan yang digunakan               The Company has established tax guidelines to fulfill its tax
 untuk pemenuhan kewajiban perpajakan. Kebijakan perpajakan               obligations. The tax policy refers to the Company’s tax procedures,
 mengacu pada prosedur perpajakan di Perseroan yang dibuat                which are established under current tax laws and regulations.
 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang               These tax procedures are implemented to enhance tax compliance.
 berlaku saat ini. Adapun prosedur perpajakan dibuat untuk dapat
 meningkatkan kepatuhan perpajakan.

 Di samping itu, sebagai salah satu bagian dari perencanaan pajak,        Additionally, as part of tax planning, the Tax & Customs
 Divisi Tax & Customs Compliance melakukan sosialisasi tentang            Compliance Division conducted a dissemination about tax risk
 manajemen risiko pajak kepada seluruh insan Garuda Indonesia.            management to all Garuda Indonesia personnel. In 2025, the
 Pada tahun 2025, sosialisasi dilakukan melalui melalui sarana email      dissemination was delivered via the Company’s email system. A
 Perusahaan. Terdapat kebijakan perpajakan baru yang akan diterapkan      new tax policy would be implemented in 2025, and employees
 pada tahun 2025, sehingga pegawai yang menangani pajak Perseroan         responsible for the Company’s tax matters would be required
 diikutsertakan dalam training atau sosialisasi yang diselenggarakan      to participate in training or dissemination organized by the
 oleh Direktorat Jenderal Pajak. Namun demikian, Perseroan belum          Directorate General of Taxes. However, the Company had not
 memiliki skema remunerasi dan insentif khusus yang ditujukan untuk       yet established specific remuneration or incentive schemes for
 orang-orang yang bertanggung jawab menerapkan strategi pajak.            individuals tasked with implementing tax strategies.

 Pada awal tahun 2025, terdapat ketentuan implementasi Core               At the beginning of 2025, the Core Tax Administration System
 Tax Administration System (CTAS) yang merupakan sistem                   (CTAS) was introduced as a new integrated tax administration
 administrasi perpajakan baru yang terintegrasi di Indonesia untuk        system in Indonesia to modernize tax services. Tax administration
 memodernisasi layanan. Proses pelayanan pajak dilaksanakan               processes are conducted digitally through a dedicated application
 dalam bentuk digital melalui aplikasi khusus yang dikeluarkan            issued by the Directorate General of Taxes. This system aims to
 oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sistem ini bertujuan untuk               improve efficiency, voluntary compliance, and fairness in tax
 meningkatkan efisiensi, kepatuhan sukarela, dan keadilan dalam           administration in Indonesia. The Company has implemented
 administrasi perpajakan di Indonesia. Saat ini, Perseroan telah          CTAS starting from the January 2025 tax period.
 menerapkan implementasi CTAS sejak masa pajak Januari 2025.


                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
130
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 131
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                     Governance                   Sustainability Performance




KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM                                               STAKEHOLDER ENGAGEMENT IN ADDRESSING TAX
MENGATASI PERMASALAHAN TERKAIT PAJAK                                                  ISSUES
Stakeholder utama Perseroan dalam aspek perpajakan adalah                             The Company's main stakeholder in the taxation aspect is
Otoritas Pajak. Garuda Indonesia senantiasa membina hubungan                          the Tax Authority. Garuda Indonesia always maintains a good
baik dengan Otoritas Pajak, yang ditunjukkan dengan penerapan                         relationship with the Tax Authority, which is demonstrated by the
kepatuhan pada seluruh peraturan perpajakan yang berlaku termasuk                     implementation of compliance with all applicable tax regulations
dalam hal pembayaran dan pelaporan pajak. Dalam keterlibatannya                       including tax payments and reporting. In its engagement with
dengan Otoritas Pajak, Perseroan tidak memiliki pendekatan advokasi                   the Tax Authority, the Company does not have an advocacy
dalam bidang perpajakan. Garuda Indonesia menjalankan proses                          approach in taxation. Garuda Indonesia implements a process
pengumpulan dan evaluasi masukan dari pemangku kepentingan                            of collecting and evaluating input from stakeholders on taxation
terkait isu perpajakan, termasuk melalui keterlibatan dalam seminar                   issues, including through involvement in seminars and training
dan pelatihan yang melibatkan pihak eksternal.                                        involving external parties.

PELAPORAN PAJAK                                                                       TAX REPORTING
Berkaitan dengan laporan pajak, Perseroan hanya beroperasi                            Regarding tax reporting, the Company operates solely in
di Indonesia dan tidak memiliki cabang atau kantor operasional                        Indonesia and does not have branches or operational offices
di luar negeri, Dengan demikian, laporan perpajakan hanya                             abroad. Therefore, tax reporting is only conducted in Indonesia.
dilakukan untuk Indonesia. Adapun pajak yang dibayarkan                               The taxes paid by the Company in 2025 are as follows:
Perseroan tahun 2025 selengkapnya adalah sebagai berikut:


                                                         Tabel Pembayaran dan Pelaporan Pajak
                                                              Table of Tax Payments and Reporting
                                                                                                                                               (dalam USD)
                                                                                                                                                   (in USD)


                        Uraian Pajak                                            2025                        2024                       2023
                        Tax Description

 PPh Pasal 25
                                                                                               -                             -                   203.551
 Article 25 Income Tax
 PPh Pasal 21
                                                                                      43.364.915                    58.272.964               30.767.762
 Article 21 Income Tax
 PPh Pasal 22
                                                                                         101.051                       114.247                   139.696
 Article 22 Income Tax
 PPh Pasal 23
                                                                                       5.904.580                    6.427.669                15.390.527
 Article 23 Income Tax
 PPh Pasal 26
                                                                                       7.207.024                    18.551.339                  206.598
 Article 26 Income Tax
 PPh Pasal 4 ayat 2
                                                                                       1.073.654                      446.838                  1.893.640
 Article 4, paragraph 2 Income Tax
 PPh Pasal 15
                                                                                           3.525                           691                     69.124
 Article 15 Income Tax
 PPh Pasal 29
                                                                                               -                             -                   939.451
 Article 29 Income Tax
 PPN
                                                                                      86.624.420                    135.181.237             172.350.654
 VAT
 Pajak Daerah, Bea Cukai dan Pajak Lainnya
                                                                                        448.350                        422.214                12.413.382
 Local Taxes, Customs, and Other Taxes
 Total                                                                              144.727.519                 219.417.199               234.374.386




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                          131
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 132
                                       Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                         Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




                                   Tabel Dasar Pehitungan Pajak
                                    Table of Tax Calculation Basis
                                                                                                             (dalam Jutaan USD)
                                                                                                                 (in million USD)


                    Keterangan                  2025                          2024                          2023
                     Description

  Pendapatan
                                                           3.216,6                   3.416,5                          2.936,6
  Revenue
  Laba/Rugi Sebelum Pajak
                                                           (354,3)                    (81,5)                             234,6
  Profit/Loss Before Tax




                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
132
                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 133
Profil Perusahaan                                          Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                  Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                                 Explanation from the Board of Directors                    Governance                 Sustainability Performance




                                                                            KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
                                                                                                       ENVIRONMENTAL PERFORMANCE




ASPEK UMUM                                                                                 GENERAL ASPECT

BIAYA LINGKUNGAN HIDUP [OJK F.4]                                                           ENVIRONMENTAL COSTS [OJK F.4]

Garuda Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga                                 Garuda Indonesia is strongly committed to protecting and
dan melestarikan lingkungan hidup. Sepanjang tahun 2025,                                   preserving the environment. Throughout 2025, the Company
Perseroan telah mengalokasikan biaya lingkungan hidup dengan                               has allocated a total of IDR15,860,897,850 for environmental
total sebesar Rp15.860.897.850. Pengeluaran tersebut merupakan                             expenses. These expenditures represent the Company’s tangible
bentuk kontribusi nyata Perseroan terhadap lingkungan, yang                                contribution to the environment, realized through various social
diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan tanggung                                  and environmental responsibility programs and activities carried
jawab sosial serta lingkungan yang dilaksanakan selama tahun                               out during 2025. The breakdown of these environmental expenses
2025. Adapun rincian dari biaya lingkungan hidup tersebut                                  is as follows.
adalah sebagai berikut.


                                                                  Tabel Rincian Biaya Lingkungan
                                                              Table of Details of the Environmental Costs
                                                                                                                                      (Dalam Rupiah Penuh)
                                                                                                                                            (In Full Rupiah)

                                                              Keterangan                                                              Biaya
                                                                Description                                                            Cost
 Biaya Verifikasi Emisi Penerbangan Internasional skema ICAO CORSIA
                                                                                                                                           85.000.000
 International Flight Emissions Verification Costs under the ICAO CORSIA Scheme
 Biaya Jasa Pendampingan Implementasi ISO 14001
                                                                                                                                            46.950.000
 ISO 14001 Implementation Support Service Costs
 Environmental Fee SAF Reguler Flight (AMS-CGK)*
                                                                                                                                       15.554.896.500
 Environmental Fee for SAF on Regular Flights (AMS-CGK)*
 Program River Cleanup dan Pembangunan MCK di Bantaran Sungai Ciliwung bersama Alkesa Bumi Belajar
 River Cleanup Program and Construction of Communal Sanitation Facilities along the Ciliwung Riverbank in                                  60.000.000
 collaboration with Alkesa Bumi Belajar
 Bantuan Sarana Pra sarana Pembangunan Sumur Bor Wilayah Kodim 0101/KBA Tahun 2025 Banda Aceh
 Assistance for Infrastructure Development for Bore Well Construction in the Kodim 0101/KBA Area, Banda                                    40.000.000
 Aceh, 2025
 Talkshow & Workshop Plastic Waste Management with Plasticpay & Pandawara Group
                                                                                                                                             24.051.350
 Talk Show and Workshop on Plastic Waste Management with Plasticpay and Pandawara Group
 Program Kolaborasi Bersama 14 BUMN TJSL - Konservasi Kepulauan Raja Ampat
                                                                                                                                           50.000.000
 Joint TJSL Collaboration Program of 14 State-Owned Enterprises (SOEs) – Raja Ampat Islands Conservation
 TOTAL                                                                                                                               15.860.897.850
 Note: *Conversion rate USD 1 yakni IDR 16.500
 Note: *The conversion rate for USD 1 is IDR 16,500




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                               133
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 134
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 ASPEK MATERIAL                                                          MATERIAL ASPECT

 PENGGUNAAN MATERIAL YANG RAMAH                                          USE OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY MATERIALS
 LINGKUNGAN [OJK F.5]                                                    [OJK F.5]
 Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia             In conducting its operational activities, Garuda Indonesia has
 telah memanfaatkan SAF atau Bioavtur sebagai bahan bakar                utilized SAF (Sustainable Aviation Fuel) or bio aviation turbine
 pendukung operasional penerbangan. Selain itu, Perseroan secara         fuel as a supporting fuel for flight operations. In addition, the
 konsisten mengoptimalkan penggunaan teknologi digital sebagai           Company consistently optimizes the use of digital technology
 sarana pertukaran informasi di seluruh lokasi operasional. Selain       as a means of information exchange across all operational
 itu, Perseroan juga menerapkan penggunaan berbagai material             sites. Furthermore, the Company also implements the use of
 yang ramah lingkungan sebagai berikut:                                  the following environmentally friendly materials:

 1.   Sustainable Aviation Fuel (SAF) pada Rute Amsterdam –              1.   Sustainable Aviation Fuel (SAF) on the Amsterdam–Jakarta
      Jakarta                                                                 Route
      Sejak 1 Januari 2025, Garuda Indonesia mengimplementasikan              Since January 1, 2025, Garuda Indonesia has been regularly
      penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) secara reguler               using Sustainable Aviation Fuel (SAF) on the Amsterdam–
      pada rute Amsterdam – Jakarta (AMS – CGK), dengan                       Jakarta (AMS–CGK) route, with a blending ratio of 2 percent.
      blended ratio sebesar 2 persen. Sepanjang periode pelaporan,            During the reporting period, the Company operated 119 flights
      Perusahaan mengoperasikan 119 penerbangan pada rute                     on this route, with total SAF usage reaching approximately
      tersebut dengan total penggunaan SAF mencapai ±903.583                  903,583 liters. In addition to serving as a key pillar in
      liter. Selain menjadi pilar penting integrasi bahan bakar               integrating low-emission fuel into long-haul flight operations,
      rendah emisi ke dalam operasional penerbangan jarak jauh,               this step demonstrates Garuda Indonesia’s commitment and
      langkah ini menunjukkan komitmen dan kesiapan Garuda                    readiness to adopt the use of more environmentally friendly
      Indonesia dalam mengadopsi penggunaan energi terbarukan                 renewable energy in a gradual and measured manner.
      yang lebih ramah lingkungan secara bertahap dan terukur.

 2. Headrest Cover Multiuse (on specific aircraft)                       2. Multi-Purpose Headrest Covers (on select aircraft)
    Garuda Indonesia menerapkan prinsip sirkularitas dalam                  Garuda Indonesia applies the principle of circularity in its
    desain interior kabin dengan menggunakan sarung kursi                   cabin interior design by using seat covers made from recycled
    dari bahan daur ulang, berupa kombinasi virgin wool dan                 materials—a blend of virgin wool and recycled wool. This
    recycled wool. Langkah ini tidak hanya mengurangi limbah                initiative not only reduces textile waste but also lowers the
    tekstil, namun juga menurunkan konsumsi bahan mentah                    consumption of new raw materials. These seat covers have
    baru. Sarung kursi ini terbukti mampu menghemat konsumsi                been proven to save 7.722 kg of fuel per 200 flight hours
    bahan bakar sebesar 7,722 kg per 200 jam terbang serta                  and reduce carbon emissions by approximately 24.4 kgCO2e.
    menurunkan emisi karbon sekitar 24,4 kgCO2e. Inisiatif yang             Launched in 2024, this initiative has been implemented on
    diinisiasi sejak tahun 2024 ini telah diaplikasikan pada 150            150 economy class seats and 12 business class seats on one
    kursi kelas ekonomi dan 12 kursi bisnis di salah satu pesawat           of Garuda Indonesia’s B737-800 NG aircraft..
    B737-800 NG Garuda Indonesia.




 3. Wooden Cutleries and Paper cup (only on several flight)              3. Wooden Cutleries and Paper cup (only on several flight)
    Dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai                  In an effort to reduce the use of single-use plastics in the
    di kabin, Garuda Indonesia memperkenalkan alat makan                    cabin, Garuda Indonesia introduced halal-certified, foodgrade,
    kayu dan wadah makanan/minuman berbasis kertas yang                     compostable and PFAS-free wooden cutlery and paper-
    bersertifikasi halal, food grade, compostable, dan bebas PFAS.          based food containers. This initiative is proven to accelerate
    Inisiatif ini terbukti mempercepat proses penguraian limbah             the decomposition process of inflight catering waste; wood


                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
134
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 135
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                          Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors               Governance                   Sustainability Performance




    catering inflight; material kayu terurai dalam 3 (tiga) bulan             decomposes in 3 (three) months and paper containers in 2
    dan wadah kertas dalam 2 (dua) hingga 5 (lima) bulan, jauh                (two) to 5 (five) months, much faster than plastic.
    lebih cepat dibanding plastik.
    • Eco-friendly Cutleries Domestic                                         •   Eco-friendly Cutleries Domestic
        Sudah diimplementasikan di kelas ekonomi pada seluruh                     This has been implemented in Economy Class on all
        rute Domestik yang menyajikan hot meals (airtime ≥                        domestic routes serving hot meals (flight duration ≥
        1.30’) dan di kelas bisnis yang menyajikan warm snack                     1 hour and 30 minutes) and in Business Class serving
        (airtime ≤ 1.29’). Eco-friendly Cutleries yang digunakan                  warm snacks (flight duration ≤ 1 hour and 29 minutes).
        dalam penerbangan Domestik terdiri dari wooden spoon,                     The eco-friendly cutlery used on domestic flights consists
        dan wooden fork.                                                          of a wooden spoon and a wooden fork.




    •    Eco-friendly Cutleries International                                 •   Eco-friendly Cutleries International
         Sudah diimplementasikan di kelas ekonomi pada seluruh                    Already implemented in Economy Class on all
         rute Internasional. Eco-friendly Cutleries International                 international routes. The Eco-friendly Cutlery Set for
         terdiri dari wooden spoon, wooden fork, wooden knife,                    International Flights includes a wooden spoon, a wooden
         dan wooden dessert spoon.                                                fork, a wooden knife, and a wooden dessert spoon.




    •    Eco-friendly Paper Cup                                               •   Eco-friendly Paper Cup
         Dipakai di kelas ekonomi pada semua rute (domestik dan                   Used in economy class on all routes (domestic and
         internasional) penyajian hot meals                                       international) serving hot meals.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                              135
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 136
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 ASPEK ENERGI                                                              ENERGY ASPECT

 JUMLAH DAN INTENSITAS ENERGI YANG                                         TOTAL ENERGY CONSUMPTION AND INTENSITY
 DIGUNAKAN [OJK F.6, GRI 302-1, 302-2, 302-3, TR-AL-110a.3,                [OJK F.6, GRI 302-1, 302-2, 302-3, TR-AL-110a.3, TR-AF-110a.3]
 TR-AF-110a.3]


 Dalam laporan ini, penggunaan listrik merujuk pada penggunaan             In this report, electricity usage refers to consumption at Garuda
 di area perkantoran milik Garuda Indonesia yang tersebar di               Indonesia’s office locations across the Greater Jakarta area,
 area Jabodetabek, yakni area perkantoran Garuda City, area                namely Garuda City offices, Garuda Indonesia Training Center
 perkantoran Garuda Indonesia Training Center, area perkantoran            offices, Gunung Sahari offices, Management Building Kebon
 Gunung Sahari, area perkantoran Gedung Management Kebon                   Sirih offices, Garuda Sentra Medika offices, and Garuda Cargo
 Sirih, area perkantoran Garuda Sentra Medika, dan Area                    Warehouse offices. The data is sourced from kWh meter readings
 perkantoran Garuda Cargo Warehouse. Data penggunaannya                    provided by PT PLN (Persero).
 bersumber dari pencatatan kWh meter yang dikeluarkan oleh
 PT PLN (Persero).

 Garuda Indonesia memerlukan avtur sebagai energi dan sumber               Garuda Indonesia requires aviation turbine fuel (avtur) as
 penggerak mesin pesawat. Avtur adalah bahan bakar jenis khusus            the energy source and engine power for its aircraft. Avtur is a
 berbasis dari minyak bumi, yang kualitasnya lebih tinggi dari             specialized petroleum-based fuel with a quality higher than
 bahan bakar yang digunakan dalam moda transportasi lain.                  that used in other modes of transportation. Since it is derived
 Oleh karena bersumber dari minyak bumi, maka avtur termasuk               from petroleum, avtur is classified as a non-renewable energy
 dalam kategori energi tak terbarukan, yang ketersediaannya kian           source, with increasingly limited availability. As of the end of
 terbatas. Sampai dengan akhir 2025, Garuda Indonesia tidak                2025, Garuda Indonesia neither consumed nor sold heating
 mengonsumsi dan menjual energi pemanas, pending dan uap                   energy, cooling energy, or steam, and did not sell electricity.
 serta tidak menjual energi listrik.
                                                     Tabel Intensitas Pemakaian Energi
                                                     Table of Energy Consumption Intensity

                Energi                    Satuan                           2025                     2024                          2023
                Energy                        Unit

  Listrik
  Electricity
  Listrik
                                 kWh                                             15.434.016            15.762.094,4                     7.105.068
  Electricity
                                 Gigajoules                                        55.562,5                56.743,6                       25.578,2
  BBM
  Fuel Oil
                                 Dalam Juta Liter
  Avtur                                                                                984,1                  889,7                          680,8
                                 In Million Liters
                                 Gigajoules                                     39.558.232               35.765.437                    27.365.741
  Solar
                                 Liter                                             80.884,6                62.391,2                         28.844
  Diesel
                                 Gigajoules                                          3.251,4                2.508,0                       1.038,38
  Bensin
                                 Liter                                            1.969.834               2.627.891                     2.355.558
  Gasoline
                                 Gigajoules                                         79.182,7              105.635,0                       77.733,4




                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
136
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 137
Profil Perusahaan                                         Penjelasan Direksi                                             Tata Kelola                            Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                                Explanation from the Board of Directors                                  Governance                           Sustainability Performance




                                                                     Tabel Intensitas Pemakaian Energi
                                                                     Table of Energy Consumption Intensity

                 Energi                                    Satuan                                2025                                2024                          2023
                 Energy                                      Unit

 Total Penggunaan BBM
                                               Gigajoules                                           39.640.666,0                          35.873.580                  27.470.091,0
 Total Fuel Oil Consumption
 Total Penggunaan Energi
                                               Gigajoules                                            39.696.228,5                       35.930.323,5                  27.495.669,3
 Total Energy Consumption
 Total Pendapatan                              Dalam Juta USD
                                                                                                             3.216,6                            3.416,5                     2.936,6
 Total Revenue                                 In Million USD
 Total Penumpang                               Dalam Juta Penumpang
                                                                                                                 21,2                               23,7                        24,8
 Total Revenue                                 In Million Passengers
 Total Karyawan                                Dalam Orang
                                                                                                               5.154                             4.502                         4.401
 Total Employees                               In People
 Intensitas Pemakaian Energi
 BBM / Pendapatan
                                               Gigajoule/ USD                                                  0,012                              0,011                       0,009
 Fuel Oil Energy Consumption
 Intensity/Revenue
 Intensitas Pemakaian Energi/                  Gigajoules /Juta
 Produksi                                      penumpang
                                                                                                                  1,9                                 1,5                          1,1
 Energy Consumption Intensity/                 Gigajoule/Million
 Production                                    Passengers
 Intensitas Pemakaian Energi/
 Karyawan                                      Gigajoules / Orang
                                                                                                            7.702,0                             7.981,0                      6.247,6
 Energy Consumption per                        Gigajoules / People
 Employee
 keterangan:
 Konversi kWh ke Gigajoule: https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule
 Konversi liter/kiloliter ke Gigajoule merujuk pada https://www.unitconverters.net/energy/fuel-oil-equivalent-kiloliter-to-gigajoule.htm
 Nilai kalor atau faktor energi berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional, Buku II – Volume 1, KemenLH Tahun 2012
 Description:
 Conversion from kWh to Gigajoules: https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule
 Conversion from liter/kiloliter to Gigajoule: https://www.unitconverters.net/energy/fuel-oil-equivalent-kiloliter-to-gigajoule.htm
 Calorific value or energy factor based on the National Greenhouse Gas Inventory Guidelines, Book II – Volume 1, Ministry of Environment and Forestry, 2012


Garuda Indonesia melakukan pengukuran konsumsi energi di luar                                     Garuda Indonesia measures energy consumption outside the
organisasi yang digunakan pemasok atau mitra, karena dalam                                        organization used by suppliers or partners, as the cooperation
perjanjian kerja sama dengan pemasok tidak terdapat ketentuan                                     agreements with suppliers do not include provisions regarding
mengenai pencatatan volume energi yang digunakan oleh mitra.                                      the recording of energy consumption volumes used by partners.
Namun demikian, sesuai dengan Standar Akuntansi dan Pelaporan                                     However, in accordance with the Corporate Value Chain (Scope
Rantai Nilai Korporat (Cakupan 3) Protokol GRK (Gas Rumah Kaca),                                  3) Accounting and Reporting Standard of the GHG Protocol,
Garuda Indonesia melakukan identifikasi konsumsi energi yang                                      Garuda Indonesia identifies relevant out-of-organization energy
relevan di luar organisasi, yaitu kategori hulu berupa perjalanan                                 consumption, specifically upstream categories in the form of
bisnis, terkhusus perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang.                                  business travel, particularly travel by aircraft.

Dalam laporan ini, perjalanan dinas dengan pesawat terbang                                        In this report, business travel by aircraft refers to flights for
untuk tahun 2024 dan 2023 merujuk pada penerbangan Dewan                                          the Board of Commissioners, the Board of Directors, and all
Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan, sedangkan tahun 2022                                     employees. The volume of energy or fuel consumed from
hanya merujuk pada penerbangan Dewan Komisaris dan Direksi.                                       business travel by aircraft is as follows:
Volume energi atau bahan bakar yang dikonsumsi dari perjalanan
dinas dengan pesawat terbang.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                     137
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 138
                                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                  Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




          Keterangan                               Satuan                                  2025                              2024                         2023
           Description                                Unit

  Total Perjalanan                     Perjalanan
                                                                                                         3.579                      4.432                             1.358
  Total Travel                         Travel
  Total Jarak
                                       Kilometer                                                  10.465.004                    12.306.982                        4.104.361
  Total Distance
  Total BBM
                                       Liter                                                      75.597.352                    91.535.754                      41.026.294
  Total Fuel Oil
  Total Energi
                                       Gigajoule                                                 2.585.429                      3.130.522                       1.649.188
  Total Energy
  Keterangan:
  Konversi liter ke Gigajoules: https://www.unitconverters.net/energy/fuel-oil-equivalent-kiloliter-to-gigajoule.htm
  Description:
  Conversion from liter to Gigajoule: https://www.unitconverters.net/energy/fuel-oil-equivalent-kiloliter-to-gigajoule.htm




 UPAYA DAN PENCAPAIAN EFISIENSI ENERGI DAN                                                        EFFORTS AND ACHIEVEMENTS IN ENERGY
 PENGGUNAAN ENERGI TERBARUKAN [OJK F.7, F.12,                                                     EFFICIENCY AND RENEWABLE ENERGY
 GRI 302-4, 302-5]                                                                                CONSUMPTION [OJK F.7, F.12, GRI 302-4, 302-5]
 Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa melakukan                                          Garuda Indonesia is committed to continuously pursuing energy
 upaya efisiensi energi sebagaimana tertuang dalam OSH&E                                          efficiency efforts, as outlined in its OSH&E Policy. In achieving
 Policy. Dalam mencapai efisiensi energi, Garuda Indonesia                                        energy efficiency, Garuda Indonesia has adopted a policy to
 mengambil kebijakan untuk melakukan penghematan                                                  optimize the use of avtur without disrupting flight operations
 penggunaan avtur tanpa mengganggu operasional dan layanan                                        and services. In achieving energy efficiency, Garuda Indonesia
 penerbangan. Program tersebut yaitu program fuel optimization.                                   has implemented policies to optimize the use of aviation turbine
 Melalui program ini, selama tahun 2025, Perseroan berhasil                                       fuel (avtur) without compromising flight operations and service
 menghemat penggunaan avtur sebanyak 14.675.704 liter atau                                        quality. This program is called the fuel optimization program.
 setara dengan pengurangan emisi sebesar 37.100.180 kgCO2.                                        Through this program, in 2025, the Company successfully saved
 Pengurangan energi per kuantitas produksi Garuda Indonesia                                       14,675,704 liters of avtur, equivalent to a reduction of 37,100,180
 yaitu sebesar 2,5 gigajoule/juta penumpang. Penghematan avtur                                    kgCO2 in emissions. The energy reduction per quantity produced
 melalui program fuel optimization dilakukan Garuda Indonesia                                     by Garuda Indonesia is 2.5 gigajoules per million passengers.
 melalui berbagai langkah dan Perseroan terus berupaya agar                                       The saving in avtur usage through the fuel optimization program
 pencapaiannya terus meningkat. Langkah-langkah tersebut                                          is achieved through several efforts, and the Company continues
 adalah sebagai berikut:                                                                          to strive for further improvements. The efforts are as follows:
 1. Alternate Fuel Usage                                                                          1. Alternate Fuel Usage
     Garuda Indonesia meningkatkan pemanfaatan penerbangan                                             Garuda Indonesia is increasing the use of alternate flights
     alternatif dari Palembang (PLM) ke Kertajati (KJT) untuk                                          from Palembang (PLM) to Kertajati (KJT) for all aircraft types
     semua tipe pesawat, sebagai alternatif yang lebih efisien                                         as a more fuel-efficient alternative to Soekarno-Hatta (CGK).
     bahan bakar dibanding ke Soekarno-Hatta (CGK).
 2. CGK Runway Optimization (North Runway only)                                                   2. CGK Runway Optimization (North Runway only)
     Perusahaan melakukan optimalisasi keberangkatan ataupun                                         The company is optimizing departures and landings using the
     pendaratan menggunakan landasan utara di CGK yang                                               north runway at CGK in order to streamline traffic flow and
     bertujuan memperlancar pergerakan dan mengurangi                                                reduce fuel consumption during taxiing and takeoff queues.
     konsumsi bahan bakar saat taxi in/out dan antrian take-off.
 3. Compliance with Flight Plan (Altitude)                                                        3. Compliance with Flight Plan (Altitude)
     Perencanaan penerbangan yang lebih akurat—terutama                                              More accurate flight planning—particularly in determining
     dalam penentuan zero fuel weight (ZFW), beban bahan                                             zero fuel weight (ZFW), fuel load, and optimal cruising
     bakar, dan ketinggian jelajah optimal—dapat menghasilkan                                        altitude—can result in fuel efficiency and cost savings.
     efisiensi konsumsi bahan bakar dan penghematan biaya
 4. Engine Taxi Procedure (Airbus only)                                                           4. Engine Taxi Procedure (Airbus only)
     Kami memperkuat penerapan prosedur taxi menggunakan                                             We are strengthening the implementation of single-engine
     satu mesin untuk pesawat Airbus guna mengurangi konsumsi                                        taxi procedures for Airbus aircraft to reduce fuel consumption
     bahan bakar saat pergerakan di darat.                                                           during ground movements.
 5. Optimal Flap Setting (Airbus only)                                                            5. Optimal Flap Setting (Airbus only)
     Penerapan prosedur pendaratan dengan flap yang dikurangi                                        The implementation of landing procedures with reduced
     membantu mengurangi hambatan udara, sehingga                                                    flaps helps reduce air resistance, thereby improving fuel
     meningkatkan efisiensi bahan bakar saat pendekatan dan                                          efficiency during approach and landing.
     pendaratan.
 6. Route Optimization (Flight to/from Korea Region, Japan                                        6. Route Optimization (Flights to/from Korea Region, Japan
     Region, Australia Region, Saudi of Arabia Region, and Europe                                    Region, Australia Region, Saudi Arabia Region, and Europe
     Region)                                                                                         Region)



                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
138
                                                                                                                                             PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 139
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




    Sistem perencanaan penerbangan kami ditingkatkan agar                            Our flight planning system has been enhanced to dynamically
    dapat secara dinamis mengidentifikasi dan menggunakan jalur                      identify and utilize the most efficient routes, particularly for
    rute paling efisien, terutama untuk penerbangan internasional                    international flights.

Upaya pengurangan emisi yang dihasilkan lainnya telah sejalan                     Other efforts to reduce emissions are also aligned with the energy
dengan upaya efisiensi penggunaan energi yang telah disampaikan                   efficiency efforts outlined in the Energy Aspect section of this
pada bagian Aspek Energi pada Laporan Keberlanjutan ini.                          Sustainability Report.

Hingga akhir tahun 2025, Garuda Indonesia belum menetapkan                        As of the end of 2025, Garuda Indonesia has not yet established
baseline pengukuran emisi GRK. Namun demikian, dalam                              a baseline for GHG emissions measurement. However, to assess
mengukur efektivitas upaya reduksi emisi yang dihasilkan,                         the effectiveness of its emission reduction efforts, the Company
Garuda Indonesia membandingkan emisi yang dihasilkan pada                         compares the emissions generated in 2025 with those in 2024.
tahun 2025 dengan tahun 2024. Adapun hasil penghematan                            The results of aviation turbine fuel savings from the fuel
penggunaan avtur dari program fuel optimization sampai dengan                     optimization program until 2025 are as follows:
tahun 2025 adalah sebagai berikut.


                                    Tahun                                                                        Liter
                                    Year
                                    2025                                                                       14.675.704
                                    2024                                                                       15.390.042
                                    2023                                                                       8.643.389

                                                          Pengurangan Penggunaan Avtur
                                                    Reduction in Aviation Turbine Fuel Consumption
                                                                                                                                      (Dalam Gigajoule)
                                                                                                                                          (In Gigajoule)


                    Uraian                               2025                                 2024                              2023
               Description

 Avtur                                                                  507.779                          533.043                           10.112.919


ASPEK AIR                                                                         WATER ASPECT

PENGGUNAAN AIR [OJK F.8]                                                          WATER USAGE [OJK F.8]

Garuda Indonesia memahami bahwa sumber daya air memiliki                          Garuda Indonesia recognizes that access to clean water is vital
peranan yang sangat penting bagi kehidupan serta kesejahteraan                    for human life and well-being, and is recognized by the United
manusia. Hal ini juga telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa                Nations (UN) as a fundamental human right. In line with this
(PBB) sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sejalan dengan                       recognition, Sustainable Development Goal (SDG) 6 emphasizes
pengakuan tersebut, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)                        the importance of ensuring the availability and sustainable
ke-6 menegaskan pentingnya menjamin ketersediaan serta                            management of water and sanitation for all. In alignment with the
pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan bagi seluruh                      global commitments established by the UN and the SDGs, Garuda
masyarakat. Berdasarkan komitmen global yang dicanangkan                          Indonesia strives to manage water consumption optimally to avoid
oleh PBB dan TPB tersebut, Garuda Indonesia berupaya mengelola                    adverse impacts on both the environment and the communities
penggunaan air secara optimal agar tidak menimbulkan dampak                       surrounding the Company’s operational areas.
negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar wilayah
operasional perusahaan.

Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Garuda Indonesia                      In its operational activities, Garuda Indonesia utilizes clean/
menggunakan air bersih atau air tawar (≤1.000 mg/l Total                          freshwater (≤1,000 mg/l Total Dissolved Solids [TDS]) supplied
Padatan Terlarut) yang dipasok oleh pihak ketiga yaitu Perusahaan                 by a third party, the Regional Drinking Water Company (PDAM).




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      139
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 140
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                               Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 Daerah Air Minum (PDAM). Selain air tawar, dalam menjalankan               Beyond freshwater, the Company does not source other types
 usaha, Perseroan tidak mengambil air lainnya (>1.000 mg/l                  of water (>1,000 mg/l TDS) for its operations.
 Total Padatan Terlarut).

 Air tersebut dialokasikan untuk keperluan wudhu, dapur, toilet,            This water is allocated for ablutions (wudhu), kitchen, restroom,
 dan penyiram tanaman. Selain itu, air tersebut juga digunakan              and plant watering. In addition, the water is also used to satisfy
 untuk mencukupi kebutuhan penumpang dan awak kabin dalam                   passenger and cabin crew needs during flights. The Company is
 setiap penerbangan. Perseroan berkomitmen untuk senantiasa                 committed to efficiency in water usage and implementing sound
 melakukan efisiensi penggunaan air. Perseroan juga berkomitmen             water management practices.
 untuk melakukan pengelolaan air dengan baik.

 Dalam laporan ini, penggunaan air merujuk pada penggunaan                  In this report, water usage refers to the consumption at the Garuda
 di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Garuda City, Bandar                  Indonesia Management Building, Garuda City, Soekarno-Hatta
 Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Saat ini,           International Airport, Tangerang, Banten. Currently, the Company
 Perseroan mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM. Dengan                 obtains its clean water supply from PDAM. Therefore, the volume
 demikian, volume penggunaan air diperoleh dari pencatatan                  of water usage is recorded from PDAM’s water meter readings,
 meter air milik PDAM sehingga akurasinya terjaga. Adapun                   ensuring accuracy. The water usage for the past three years is
 penggunaan air selama 3 (tiga) tahun terakhir, sebagai berikut.            as follows.


                                                             Tabel Konsumsi Air
                                                          Table of Water Consumption
                                                                                                                                    Pemakaian Air (M3)
                                                                                                                                Water Consumption (M3)


                          Sumber                                         2025                       2024                           2023
                          Source

  Air dari Pihak Ketiga                                                           47.367                     46.472                          20.464
  Total                                                                          47.367                     46.472                          20.464

 Pengelolaan air di pesawat dilakukan melalui Water Service                 Onboard water management is performed through Water
 (WST) dan Lavatory Service (LST) berdasarkan ruang lingkup                 Service (WST) and Lavatory Service (LST) based on our scope
 kami di CGX3 yaitu memastikan secara kontraktual ruang                     in CGX3, which is to contractually confirm the scope of work
 lingkup pekerjaan yang dibutuhkan dari pihak GHA. Terdapat 2               required from the GHA. There are 2 (two) service providers in
 (dua) penyedia jasa dalam memasukkan air ke pesawat (airport               entering water into the aircraft (airport & ground handling). In the
 & ground handling). Pada perjanjian kerjasama dengan pihak                 cooperation agreement with the ground handling party, where
 ground handling, dimana saat ini GA menggunakan Standard                   GA currently uses the Standard Ground Handling Agreement
 Ground Handling Agreement (Perjanjian SGHA) dari IATA, ruang               (SGHA Agreement) from IATA, the scope of work of Water Service
 lingkup pekerjaan Water Service (WST) dan Lavatory Service (LST)           (WST) and Lavatory Service (LST) is contained in SECTION 3/
 tertuang di dalam SECTION 3/RAMP SERVICES Perjanjian IATA                  RAMP SERVICES of the IATA SGHA Agreement. The details of
 SGHA. Adapun detail dari klausulnya adalah, sebagai berikut:               the clause are as follows:
 1. Toilet service                                                          1. Toilet service
      Provide for servicing (empty, clean, flush toilets and replenish           Provide for servicing (empty, clean, flush toilets and replenish
      fluids) dan trituator/disposal service.                                    fluids) dan trituator/disposal service.
 2. Water Service                                                           2. Water Service
      Provide for draining water tanks dan replenish of water tanks              Provide for draining water tanks and replenish of water tanks
      with drinking water.                                                       with drinking water.
 Upaya Garuda Indonesia dalam melakukan penghematan                         Garuda Indonesia’s efforts to conserve water resources across all
 penggunaan sumber daya air di seluruh area kerjanya yaitu dengan           its operational areas include issuing appeals about the importance
 menerbitkan himbauan tentang pentingnya menggunakan air                    of using water wisely and not wastefully, as well as regulating
 secara bijaksana/tidak boros dan mengatur debit air keran. Garuda          the water flow from taps. The Company also optimizes the use of
 Indonesia juga mengoptimalkan pemanfaatan hand wash detector               hand wash detectors in toilets and conducts regular maintenance
 di toilet, pipa-pipa air bersih di seluruh perkantoran juga dilakukan      of clean water pipes across all office areas. Furthermore, potable
 pemeliharaan secara rutin, serta menggunakan uplift potable water          water uplift is managed based on souls on board and flight
 berdasarkan soul on board dan flight time GOM/OM-A. Pada setiap            time in accordance with GOM/OM-A. The office building asset
 tahunnya, pihak pengelola aset gedung perkantoran melakukan                management team annually inspects the clean water pipes to
 pemeriksaan pada pipa-pipa air bersih sehingga kebocoran-                  minimize leaks. Hand wash detectors are automatic sensors that
 kebocoran air di pipa tersebut dapat diminimalkan. Handwash                detect the presence of a person's hands in a specific area. Upon
 detector merupakan sensor otomatis yang mendeteksi keberadaan              detection, the sensor activates the water dispenser and regulates
 tangan seseorang di area tertentu. Setelah mendeteksi tangan,              the time for handwashing according to proper procedures.
 sensor ini dapat mengaktifkan dispenser air, serta mengatur waktu
 untuk mencuci tangan sesuai dengan prosedur yang benar.


                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
140
                                                                                                                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 141
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




BIOPORI                                                                       BIOPORE

Sejak tahun 2012, Garuda Indonesia telah membuat lubang resapan               Since 2012, Garuda Indonesia has created biopore infiltration
biopori sebagai upaya mengurangi bencana banjir, meningkatkan                 holes to reduce flood disasters, increase groundwater reserves,
cadangan air tanah, serta mempercepat terjadinya penyerapan air               and accelerate rainwater absorption. Biopore holes are naturally
hujan. Secara alami lubang biopori merupakan lubang-lubang di                 occurring in the soil due to the activity of organisms such as
dalam tanah yang terbentuk akibat adanya aktivitas organisme di               earthworms, plant roots, ants, termites, and other soil organisms.
dalamnya, seperti cacing, pengakaran tanaman, semut, rayap, dan               These holes fill with air and allow water to pass through the soil.
organisme tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan                    When a large number of these holes are created, the ability of
terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.                the soil to absorb water increases, reducing the likelihood of
Apabila lubang-lubang seperti ini dibuat dalam jumlah banyak maka             surface runoff. This helps reduce the risk of flooding.
kemampuan sebidang batang untuk meresap air akan meningkat
yang akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan
tanah. Hal ini akan mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi.

Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, lubang biopori                  For more optimal benefits, biopore holes can be filled with organic
dapat diisi dengan sampah organik yang berasal dari dedaunan                  waste, such as leaf litter, grass clippings from lawns, or kitchen
pangkasan rumput dari halaman, ataupun sampah dapur yang                      waste, which functions as compost. By creating biopore holes
berfungsi sebagai kompos. Dengan pembuatan lubang biopori                     in the office areas, Garuda Indonesia hopes the employees will
di area perkantoran, hal ini diharapkan akan turut mendorong                  also be encouraged to create biopore holes in their homes as a
para karyawan Garuda Indonesia untuk dapat turut membuat                      simple step in environmental protection.
lubang biopori di rumahnya masing-masing sebagai salah satu
langkah sederhana dalam perlindungan lingkungan.

Per 31 Desember 2025, Garuda Indonesia memiliki sebanyak 783                  As of December 31, 2025, Garuda Indonesia has created 783
titik biopori di Area Garuda City Tangerang, Garuda Indonesia                 biopore points in the Garuda City Tangerang area, Garuda
Training Centre (GITC) Duri Kosambi, Garuda Sentra Medika                     Indonesia Training Centre (GITC) Duri Kosambi, Garuda Sentra
Kemayoran dan beberapa aset lainnya yang terletak di Jakarta. Pada            Medika Kemayoran, and several other assets in Jakarta. In the
tahun pelaporan, Perseroan menambah lubang biopori sebanyak                   reporting year, the Company has added 47 new biopore points.
47 titik. Selain membuat biopori baru, Perseroan juga melakukan               In addition to creating new biopores, the Company also conducts
perawatan secara rutin titik-titik biopori yang sudah ada.                    routine maintenance on the existing biopore points.

ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI                                                   BIODIVERSITY ASPECT

DAMPAK DARI WILAYAH OPERASIONAL YANG                                          IMPACT OF OPERATIONAL AREAS THAT ARE IN THE
DEKAT ATAU BERADA DI DAERAH KONSERVASI                                        VICINITY OF OR IN A CONSERVATION AREA OR
ATAU MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN                                       AREAS WITH BIODIVERSITY AND BIODIVERSITY
USAHA KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI                                        CONSERVATION EFFORTS [OJK F.9, F.10]
[OJK F.9, F.10]
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat wilayah operasional                      Throughout 2025, there were no Garuda Indonesia operational
Garuda Indonesia yang berada di daerah konservasi atau memiliki               areas located in conservation areas or areas with high biodiversity.
keanekaragaman hayati. Namun demikian, Garuda Indonesia                       However, Garuda Indonesia is committed to making a positive
berkomitmen untuk memberikan dampak positif dengan                            impact by consistently preserving and conserving biodiversity
senantiasa menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati                     as outlined in its OSH&E Policy.
sebagaimana tertuang dalam OSH&E Policy.

Garuda Indonesia turut ambil bagian dalam program kolaborasi                  Garuda Indonesia also participates in a collaborative mangrove
Penanaman Mangrove yang direalisasikan bersama sejumlah                       planting program conducted in collaboration with several state-
BUMN. Program yang diinisiasi sejak Desember 2025 tersebut                    owned enterprises (SOEs). The program, initiated in December
berhasil menambah luas area hijau pesisir di wilayah Raja Ampat               2025, successfully expanded the coastal green area in the Raja
hingga 400 meter persegi.                                                     Ampat region by up to 400 square meters.

Bersama program tersebut, upaya kolaboratif juga diwujudkan                   Alongside this program, collaborative efforts are also carried
dalam program Rehabilitasi Terumbu Karang, yang hingga akhir                  out through the Coral Reef Rehabilitation program, which, by
tahun 2025 berhasil memulihkan area terumbu karang seluas                     the end of 2025, successfully restored 225 square meters of
225 meter persegi di wilayah Raja Ampat. Tak hanya bertujuan                  coral reef in the Raja Ampat region. In addition to restoring the
memulihkan alam dari kerusakan, kedua program tersebut juga                   environment from damage, both programs are also expected to
diharapkan mampu mendukung keberlanjutan biota perairan                       support the sustainability of marine life and tourism, creating
dan pariwisata—yang mampu menjadi atraksi bagi wisatawan                      attractions for visitors while helping to reduce the risk of erosion
sekaligus menekan potensi abrasi di salah satu destinasi wisata               in this super-priority tourist destination.
super prioritas tersebut.
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    141
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 142
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 ASPEK EMISI                                                               EMISSION ASPECT

 JUMLAH DAN INTENSITAS EMISI YANG DIHASILKAN                               THE TYPE-BASED AMOUNT AND INTENSITY OF
 BERDASARKAN JENISNYA [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, 305-3,                  EMISSIONS PRODUCED [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, 305-3,
 305-4, TR-AF-110a.1, TR-AL-110a.1, TR-AF-430a.2]                          305-4, TR-AF-110a.1, TR-AL-110a.1, TR-AF-430a.2]


 Sebagai Perseroan yang bergerak dalam industri aviasi,                    As a company operating in the aviation industry, Garuda
 Garuda Indonesia menyadari bahwa aktivitas operasionalnya                 Indonesia acknowledges that its operational activities generate
 menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK), terutama dari                    greenhouse gas (GHG) emissions, primarily from the use of
 penggunaan avtur dalam kegiatan penerbangan. Selain itu,                  aviation turbine fuel (avtur) in flight operations. Furthermore,
 emisi juga timbul dari penggunaan listrik untuk mendukung                 emissions also arise from electricity usage to support office
 operasional perkantoran serta konsumsi bahan bakar minyak                 operations, as well as fuel consumption in the form of gasoline
 berupa bensin dan solar bagi kendaraan operasional. Dalam                 and diesel for operational vehicles. In this report, the Company
 laporan ini, Perseroan menyampaikan emisi GRK langsung                    presents emissions data covering direct GHG emissions (Scope 1)
 (Cakupan 1) yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil                from the consumption of fossil fuels (avtur, gasoline, and diesel),
 (avtur, bensin, dan solar), serta emisi GRK tidak langsung                as well as indirect GHG emissions (Scope 2) from electricity
 (Cakupan 2) yang bersumber dari penggunaan listrik. Sementara             consumption. Meanwhile, for Scope 3 GHG emissions, Garuda
 itu, untuk emisi GRK Cakupan 3, Garuda Indonesia saat ini masih           Indonesia is currently in the inventory stage as part of its efforts
 berada dalam tahap inventarisasi sebagai bagian dari upaya                to enhance emissions measurement across the entire value chain.
 penyempurnaan pengukuran emisi di seluruh rantai nilai.

 Perhitungan emisi yang dilakukan oleh Garuda Indonesia hanya atas         The emissions calculation conducted by Garuda Indonesia
 operasional entitas PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Perhitungan        covers only the operations of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
 emisi pada anak dan/atau cucu perusahaan menjadi tanggung                 Emissions calculations for subsidiaries and/or sub-subsidiaries
 jawab masing-masing perusahaan. Emisi GRK dominan yang                    are the responsibility of each respective entity. Across Scopes 1
 dihasilkan, baik cakupan 1 dan 2 adalah karbon dioksida (CO2). Emisi      and 2, the dominant GHG emissions produced are carbon dioxide
 dari penggunaan avtur dihitung sesuai dengan penggunaan fuel              (CO2). Emissions from the use of avtur are calculated based
 burn setiap penerbangan. Standar, metodologi, dan asumsi yang             on fuel burn for each flight. The standards, methodology, and
 digunakan Perseroan dalam menghitung emisi GRK merujuk kepada             assumptions used by the Company in calculating GHG emissions
 The Monitoring and Reporting Regulation – Guidance Document               refer to The Monitoring and Reporting Regulation – Guidance
 No. 1 versi 27 November 2017. Dokumen ini merupakan bagian dari           Document No. 1, November 27, 2017 version. This document
 serangkaian dokumen dari rancangan undang-undang (Commission              is part of a series of documents from the Commission services
 services) untuk mendukung pelaksanaan peraturan Komisi (UE)               supporting the implementation of Commission Regulation (EU)
 No. 601/2012 tanggal 21 Juni 2012 tentang pemantauan dan                  No. 601/2012 of June 21, 2012, on the monitoring and reporting of
 pelaporan emisi gas rumah kaca sesuai dengan petunjuk 2003/87/            greenhouse gas emissions in accordance with Directive 2003/87/
 EC parlemen Eropa dan Dewan.                                              EC of the European Parliament and of the Council.

 Sementara itu, untuk menghitung emisi GRK [Cakupan 1] langsung            Meanwhile, to calculate direct GHG emissions [Scope 1] straight
 dari penggunaan solar dan bensin, metode yang dipakai di                  from the use of diesel and gasoline, the method used in Indonesia
 Indonesia dan negara-negara non-Annex 1 (negara berkembang)               and non-Annex 1 countries (developing countries) is Tier-1. It is
 adalah Tier-1, yaitu berdasarkan data konsumsi energi dikalikan           based on energy consumption data multiplied by the IPCC 2019
 faktor emisi default IPCC 2019 (Intergovernmental Panel on                (Intergovernmental Panel on Climate Change) default emission
 Climate Change/Panel Antarpemerintah tentang Perubahan                    factor by the following formula:
 Iklim) dengan rumus sebagai berikut:




                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
142
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 143
Profil Perusahaan                                    Penjelasan Direksi                                   Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                           Explanation from the Board of Directors                        Governance                         Sustainability Performance




                                                  Tabel Emisi GRK Cakupan 1 (BBM) yang digunakan
                                                         Table of Used GHG Emissions (Fuel) of Scope 1

  Sumber                                                                                                        Total Emisi CO2 yang Dihasilkan
                             Konsumsi Energi (Terajoule)                              FE Default
 Emisi GRK                   Energy Consumption (Terajoule)
                                                                                                                          (TonCO2eq)
     GHG                                                                              IPCC 2006            Total CO2 Emissions Generated (TonCO2eq)
   Emission                                                                          CtO2 (Kg/TJ)
    Source              2025                 2024                   2023                                     2025                 2024                 2023
 Solar
                                    3,3                2,5                    1,0             74.100                240,8                186,0                  77,1
 Diesel
 Bensin
                                79,2                105,6                    77,7            69.300               5.487,2               7.320,4             3.868,3
 Gasoline
 Avtur
 Aviation                  39.558,2              35.765,4              27.365,7               71.500          2.828.413,4        2.557.229,0           1.956.650,4
 Turbine Fuel
 Total                   39.640,7               35.873,6              27.444,5                              2.834.141,4        2.564.735,4            1.962.114,2


Emisi gas rumah kaca tidak langsung (cakupan 2) yaitu yang                             Indirect greenhouse gas emissions (scope 2, those originating
bersumber dari energi dari luar berupa listrik) diperoleh dengan                       from external energy in the form of electricity) are obtained by
mengalikan konsumsi listrik (dalam Kwh per tahun) dengan                               multiplying electricity consumption (in Kwh per year) by the
average grid emission factor yang dikeluarkan Kementerian                              average grid emission factor, issued by the Ministry of Energy
ESDM merujuk RUPTL PLN 2015-2024 yaitu sebesar 0,934                                   and Mineral Resources referring to the 2015–2024 PLN RUPTL,
kgCO2/Kwh (2017). Berdasarkan perhitungan itu, emisi gas                               which is 0.934 kgCO2/Kwh (2017). Based on these calculations,
rumah kaca tidak langsung (cakupan 2) adalah sebagai berikut:                          indirect greenhouse gas emissions (scope 2) are as follows:


                                                Tabel Emisi GRK Cakupan 2 (Listrik) yang dihasilkan
                                                 Table of Generated GHG Emissions (Electricity) of Scope 2

      Sumber Emisi GRK                           Satuan                              2025                        2024                             2023
      GHG Emission Source                           Unit

 Listrik
                                          kWh                                           15.434.016                      15.762.094                      7.105.068
 Electricity
                                          Ton Co2eq                                         14.415,4                        9.457,3                        6.636,1



Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya dari perjalanan                           The Company calculates other indirect GHG emissions (Scope
dinas dengan pesawat terbang, Perseroan menghitung dengan                              3) from business travel by aircraft using the carbon calculator
menggunakan kalkulator karbon dari ICAO (International Civil                           provided by the International Civil Aviation Organization (ICAO).
Aviation Organization/Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).                     In this report, business travel by aircraft refers to flights for
Dalam laporan ini, perjalanan dinas dengan pesawat terbang                             the Board of Commissioners, the Board of Directors, and all
untuk tahun 2024 dan 2023 merujuk pada penerbangan Dewan                               employees. Based on business travel data with this scope, GHG
Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan, sedangkan tahun 2022                          emissions from business travel by aircraft are presented in the
hanya merujuk pada penerbangan Dewan Komisaris dan Direksi.                            following table:
Berdasarkan data perjalanan dinas dengan cakupan tersebut emisi
GRK dari perjalanan dinas dengan pesawat terbang disampaikan
dalam tabel berikut:
                                                    Tabel Emisi GRK Cakupan 3 (Perjalanan Dinas)
                                                      Table of GHG Emissions (Business Travel) of Scope 3

            Sumber Emisi GRK                               Satuan                      2025                         2024                          2023
            GHG Emission Source                              Unit

                                                   Perjalanan                                    3.579                         4.432                          1.358
 Jumlah Penggunaan Pesawat Terbang
                                                   Ton CO2-eq                                   1.016,5                       1.164,2                        272,5




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                    143
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 144
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                               Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




                                         Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2
                                           Table of GHG Emission Intensity of Scope 1 and Scope 2

            Keterangan                         Satuan                        2025                      2024                        2023
             Description                          Unit

  Emisi GRK Cakupan 1
                                      Ton CO2-eq                                   2.834.141,4           2.564.735,4                    1.962.114,2
  GHG Emission of Scope 1
  Emisi GRK Cakupan 2
                                      Ton CO2-eq                                      14.415,4                9.457,3                       6.636,1
  GHG Emission of Scope 2
  Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
  Total Scope 1 and Scope 2 GHG       Ton CO2-eq                                  2.848.556,8            2.574.192,6                   1.968.750,3
  Emissions
  Jumlah Pendapatan                   Dalam Juta USD
                                                                                       3.216,6                3.416,5                       2.936,6
  Total Revenue                       In Million USD
  Jumlah Penumpang                    Dalam Juta Penumpang
                                                                                           21,2                  23,7                           24,8
  Number of Passengers                In Million Passengers
                                      Ton CO2-eq/Ribu USD
  Intensitas Emisi GRK/Pendapatan
                                      Ton CO2-eq/Thousand                                  0,9                    0,8                            0,7
  GHG Emission Intensity/Revenue
                                      USD
  Intensitas Emisi GRK/Produksi       Ton CO2-eq/Penumpang
                                                                                          0,13                   0,11                          0,08
  GHG Emission Intensity/Production   Ton CO2-eq/Passenger


                                                 Tabel Intensitas Emisi GRK dan Cakupan 3
                                                   Table of GHG Emission Intensity of Scope 3

            Keterangan                         Satuan                         2025                     2024                        2023
             Description                          Unit

  Emisi GRK Cakupan 3
                                      Ton CO2-eq                                      1.016,45                1.164,23                       272,45
  GHG Emission of Scope 3
  Total Karyawan di Kantor Pusat      Orang
                                                                                         1.053                  1.082                          1.072
  Total Employees at Head Office      People
  Intensitas Emisi GRK/Orang          Ton CO2-eq/Orang
                                                                                            1,0                    1,1                           0,3
  GHG Emission Intensity/Person       Ton CO2-eq/Person

                                               Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1,2, dan 3
                                               Table of GHG Emissions Intensity of Scope 1, 2, and 3

          Keterangan                           Satuan                           2025                    2024                         2023
           Description                           Unit

  Emisi GRK Cakupan 1
                                    Ton CO2-eq                                       2.834.141,4          2.564.735,4                     1.962.114,2
  GHG Emission of Scope 1
  Emisi GRK Cakupan 2
                                    Ton CO2-eq                                          14.415,3               9.457,3                        6.636,1
  GHG Emission of Scope 2
  Emisi GRK Cakupan 3
                                    Ton CO2-eq                                           1.016,5                1.164,2                         272,5
  GHG Emission of Scope 3
  Total Emisi GRK
                                    Ton CO2-eq                                      2.849.573,3           2.575.356,9                    1.968.750,3
  Total GHG Emissions
  Jumlah Pendapatan                 Dalam Juta USD
                                                                                         3.216,6                3.416,5                       2.936,6
  Total Revenue                     In Million USD
  Jumlah Penumpang                  Dalam Juta Penumpang
                                                                                             21,2                  23,7                           24,8
  Number of Passengers              In Million Passengers
  Intensitas Emisi GRK/
  Pendapatan                        Ton CO2-eq/Ribu USD
                                                                                             0,9                    0,8                            0,7
  GHG Emission Intensity/           Ton CO2-eq/Thousand USD
  Revenue
  Intensitas Emisi GRK/Produksi
                                    Ton CO2-eq/Penumpang
  GHG Emission Intensity/                                                                     0,1                   0,1                             0,1
                                    Ton CO2-eq/Passenger
  Production




                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
144
                                                                                                                    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 145
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




UPAYA DAN PENCAPAIAN PENGURANGAN EMISI                                        EFFORTS AND ACHIEVEMENTS OF EMISSION
YANG DILAKUKAN [OJK F.12, GRI 305-5, TR-AF-110a.2, TR-                        REDUCTION [OJK F.12, GRI 305-5, TR-AF-110a.2, TR-AL-110a.2]
AL-110a.2]
Perseroan telah mengidentifikasi perubahan iklim sebagai suatu isu            The Company has identified climate change as a key issue within
di Perusahaan. Dalam upaya mendukung pengendalian perubahan                   the organization. In an effort to support global climate change
iklim global, Garuda Indonesia menetapkan target penurunan                    control, Garuda Indonesia sets Greenhouse Gas (GHG) emission
emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang selaras dengan pendekatan                     reduction targets in line with the approach and provisions of the
dan ketentuan ICAO Carbon Offsetting and Reduction Scheme for                 ICAO Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International
International Aviation (CORSIA). Berdasarkan ketetapan ICAO, tahun            Aviation (CORSIA). Based on ICAO provisions, the baseline year
dasar (baseline year) untuk penghitungan emisi CORSIA adalah                  for calculating CORSIA emissions is the average emissions from
rata-rata emisi dari tahun 2019 dan 2020. Namun, sehubungan                   2019 and 2020. However, due to the significant impact of the
dengan dampak pandemi COVID-19 yang signifikan terhadap                       COVID-19 pandemic on global aviation volumes in 2020, ICAO
volume penerbangan global pada tahun 2020, ICAO melalui resolusi              through a recent resolution set 2019 as the only baseline used in
terkini menetapkan tahun 2019 sebagai satu-satunya baseline                   the initial phase of CORSIA (pilot phase and first phase) 2021-
yang digunakan dalam fase awal CORSIA (pilot phase dan first                  2026.
phase) 2021-2026.

Mengacu pada baseline emisi tahun 2019 tersebut, Garuda Indonesia             Referring to the 2019 emissions baseline, Garuda Indonesia is
secara bertahap berkomitmen untuk menurunkan tingkat emisi                    gradually committed to reducing the level of GHG emissions
GRK dari operasional penerbangan internasional melalui berbagai               from international flight operations through various efficiency
strategi efisiensi, optimalisasi bahan bakar, dan penggunaan                  strategies, fuel optimization, and the use of more environmentally
teknologi yang lebih ramah lingkungan. Target pengurangan emisi               friendly technology. This emission reduction target is directed
ini diarahkan untuk mencapai stabilisasi emisi pada tingkat baseline          to achieve stabilization of emissions at the baseline level by
hingga 2035, serta mendorong pencapaian net zero emissions pada               2035, and encourage the achievement of net zero emissions
tahun 2050 sesuai dengan peta jalan Fly Net Zero yang digariskan              by 2050 in accordance with the Fly Net Zero roadmap outlined
oleh IATA dan didukung ICAO. Penerapan offsetting terhadap emisi              by IATA and supported by ICAO. Offsetting of emissions that
yang melebihi baseline dilakukan sesuai skema CORSIA yang                     exceed the baseline will be carried out in accordance with the
berlaku, termasuk melalui mekanisme pengadaan kredit karbon                   applicable CORSIA scheme, including through a carbon credit
yang diakui oleh ICAO.                                                        procurement mechanism recognized by ICAO.

Sementara itu, untuk sektor domestik dan aktivitas non-                       Meanwhile, for the domestic sector and non-operational flight
operasional penerbangan, Garuda Indonesia mengadopsi                          activities, Garuda Indonesia adopts an approach that refers to
pendekatan yang mengacu pada standar nasional dan praktik                     national standards and best practices as outlined in Indonesia’s
terbaik yang tertuang dalam dokumen Nationally Determined                     Nationally Determined Contributions (NDC) document. The
Contributions (NDC) Indonesia. NDC sendiri merupakan bentuk                   NDC itself represents Indonesia’s commitment adopted from
komitmen Indonesia yang diadopsi dari Paris Agreement,                        the Paris Agreement, an international agreement that aims
sebuah kesepakatan internasional yang bertujuan untuk                         to limit the global temperature increase to below 2°C and to
membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C dan berupaya                      pursue efforts to restrict it to 1.5°C compared to pre-industrial
menekannya hingga 1,5°C dibandingkan era pra-industri.                        levels. In this context, Garuda Indonesia integrates sustainability
Dalam konteks tersebut, Garuda Indonesia mengintegrasikan                     aspects into various operational support activities, such as energy
aspek keberlanjutan ke dalam berbagai kegiatan penunjang                      management, waste reduction, and strengthening other efficiency
operasional, seperti pengelolaan energi, pengurangan limbah,                  and environmental conservation programs. These efforts not only
serta penguatan program efisiensi dan konservasi lingkungan                   support the achievement of the national emission reduction target
lainnya. Upaya ini tidak hanya mendukung pencapaian target                    of 31.89% independently and up to 43.20% with international
penurunan emisi nasional sebesar 31,89% secara mandiri dan                    support by 2030, but also emphasize Garuda Indonesia's position
hingga 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030,                  as an industry player that actively contributes to the energy
tetapi juga mempertegas posisi Garuda Indonesia sebagai pelaku                transition and low carbon development as mandated by the
industri yang aktif berkontribusi terhadap transisi energi dan                Paris Agreement.
pembangunan rendah karbon sesuai amanat Paris Agreement.

Upaya reduksi emisi yang dilakukan Perseroan sejalan dengan                   The Company’s emission reduction efforts are aligned with its
upaya efisiensi penggunanan energi. Sepanjang tahun 2025,                     energy efficiency initiatives. Throughout 2025, the Company
Perseroan berhasil menurunkan emisi GRK cakupan 3 menjadi                     successfully reduced Scope 3 GHG emissions to 1,016.5 metric
sebesar 1.016,5 Ton CO2-eq dibandingkan dengan tahun                          tons of CO2-eq compared to 1,164.2 metric tons of CO2-eq in
2024 yang sebesar 1.164,2 Ton CO2-eq. Selain itu Perseroan                    2024. Additionally, the Company also successfully reduced GHG
juga berhasil menurunkan emisi GRK melalui program Fuel                       emissions through the Fuel Conservation program by 1,805,846
Conservation sebesar 1.805.846 kgCO2.                                         kgCO2.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   145
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 146
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




                                        Pengurangan Avtur pada Program Fuel Conservation
                                            Avtur Reduction Through Fuel Conservation Program

                        Tahun                                  Emisi GRK (kgCO2)                      Reduksi Emisi GRK (kgCO2)
                         Year                                 GHG Emissions (kgCO2)                  GHG Emission Reduction (kgCO2)
  2025                                                                                37.100.180                                       1.805.846
  2024                                                                               38.906.026                                                  -
  2023                                                                                21.850.740                                      4.943.422
  2022                                                                                26.794.162                                      5.274.935
  2021                                                                               32.069.097                                       17.427.106
  2020                                                                               49.496.203                                      40.482.826
  2019                                                                               89.979.029                                                  -
  2018                                                                               86.589.000                                      12.951.000
  2017                                                                               99.540.000                                      4.670.000



 STRATEGI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM                                     CLIMATE CHANGE MANAGEMENT STRATEGY

 Perusahaan menyadari bahwa perubahan iklim merupakan                    The Company recognizes that climate change is a critical issue that
 isu penting yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha                 can impact the sustainability of the aviation industry, particularly
 industri penerbangan, khususnya terkait dengan emisi gas rumah          in relation to greenhouse gas emissions, operational efficiency,
 kaca, efisiensi operasional, kepatuhan regulasi, serta ekspektasi       regulatory compliance, and stakeholder expectations. Therefore,
 pemangku kepentingan. Oleh karena itu, perubahan iklim telah            climate change has been identified as one of the sustainability
 diidentifikasi sebagai salah satu isu keberlanjutan yang relevan        issues relevant to the Company.
 bagi Perusahaan.

 Dalam mengidentifikasi dan mengelola isu perubahan iklim,               In identifying and managing climate change issues, the Company
 Perusahaan mengacu pada panduan dan kerangka kerja yang                 refers to guidelines and frameworks issued by the International
 dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO),      Civil Aviation Organization (ICAO), including the principles
 termasuk prinsip pengembangan penerbangan berkelanjutan                 of sustainable aviation development and efforts to reduce the
 dan upaya pengurangan dampak lingkungan dari kegiatan                   environmental impact of aviation activities. These references serve
 penerbangan. Acuan tersebut digunakan sebagai dasar dalam               as the basis for the development of the Company’s environmental
 penyusunan kebijakan dan program operasional Perusahaan di              policies and operational programs.
 bidang lingkungan.

 Lebih lanjut, secara kebijakan, Perusahaan menetapkan                   Furthermore, as a matter of policy, the Company has established
 komitmen untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim                 a commitment to support climate change mitigation efforts
 melalui pengelolaan dampak lingkungan operasional, antara               through the management of operational environmental impacts,
 lain dengan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar,              including by improving fuel efficiency, optimizing flight planning,
 mengoptimalkan perencanaan penerbangan, dan mematuhi                    and complying with applicable environmental regulations, as well
 ketentuan lingkungan yang berlaku, serta mengacu pada ICAOS’s           as referring to ICAO’s Basket of Measures in efforts supporting
 Basket of Measures dalam upaya-upaya yang mendukung                     the achievement of the Net Zero Emission target.
 pencapaian target Net Zero Emission.




                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
146
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 147
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                   Governance                       Sustainability Performance




                                                        Penggunaan SAF Garuda Indonesia
                                                            Usage of SAF by Garuda Indonesia

                                    Tahun                                                          Penggunaan SAF (liter)
                                    Year                                                              Usage of SAF (liters)
                                    2025                                                                       903.583




                                                               Sustainable Aviation Fuels

 Sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi dan pengurangan emisi karbon, Garuda Indonesia telah mengimplementasikan penggunaan
 Sustainable Aviation Fuel (SAF) secara reguler pada rute Amsterdam menuju Jakarta (AMS-CGK). Penggunaan SAF dilakukan dengan blended ratio
 sebesar 2% dan sepanjang periode pelaporan telah terealisasi sebesar kurang lebih 903.583 liter. Implementasi ini menjadi pilar penting dalam integrasi
 bahan bakar rendah emisi ke dalam operasional penerbangan jarak jauh sekaligus mendukung upaya penurunan emisi penerbangan internasional di
 sektor airlines. Penerapan ini juga menunjukkan komitmen dan kesiapan operasional perusahaan dalam mengadopsi penggunaan energi terbarukan
 secara bertahap dan terukur.

 Garuda Indonesia memandang pemanfaatan SAF sebagai bagian integral dari strategi dekarbonisasi jangka panjang dan penguatan ketahanan bisnis di
 tengah dinamika regulasi sustainability global. Perusahaan secara aktif memantau perkembangan kebijakan di berbagai negara yang mulai memberlakukan
 mandat penggunaan SAF untuk rute reguler, termasuk rencana implementasi penggunaan SAF pada penerbangan dari Singapura dengan blended
 ratio 1% pada tahun Semester-II 2026. Pendekatan proaktif ini memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi ketentuan internasional sekaligus
 menjaga daya saing pada pasar global. Ke depan, Garuda Indonesia akan terus mengeksplorasi peluang peningkatan pemanfaatan SAF sejalan dengan
 ketersediaan pasokan, dampak ekonomi, dan perkembangan regulasi yang berlaku.



 As part of its commitment to energy transition and carbon emissions reduction, Garuda Indonesia has implemented the regular use of Sustainable
 Aviation Fuel (SAF) on the Amsterdam–Jakarta (AMS–CGK) route. SAF is used at a blended ratio of 2%, with approximately 903,583 liters realized
 throughout the reporting period. This implementation represents a key pillar in integrating low-emission fuels into long-haul flight operations,
 while also supporting efforts to reduce emissions from international aviation in the airline sector. This initiative also demonstrates the Company’s
 commitment and operational readiness to gradually and systematically adopt the use of renewable energy.

 Garuda Indonesia views the utilization of SAF as an integral part of its long-term decarbonization strategy and efforts to strengthen business
 resilience amid evolving global sustainability regulations. The Company actively monitors policy developments in various countries that have begun
 implementing SAF usage mandates for scheduled routes, including the planned implementation of SAF usage on flights from Singapore with a
 1% blended ratio in the second half of 2026. This proactive approach ensures the Company’s readiness to comply with international requirements
 while maintaining its competitiveness in the global market. Going forward, Garuda Indonesia will continue to explore opportunities to increase the
 utilization of SAF in line with supply availability, economic considerations, and evolving regulatory developments.




PENGENDALIAN EMISI PENIPIS LAPISAN OZON                                          OZONE DEPLETION EMISSION CONTROL [GRI 305-6]
[GRI 305-6]
Garuda Indonesia senantiasa memerhatikan penggunaan                              Garuda Indonesia consistently monitors the use of materials
berbagai material yang digunakan sebagai penunjang aktivitas                     supporting its operational activities. The Company strictly avoids
operasionalnya. Perseroan menghindari penggunaan Bahan                           the use of Ozone-Depleting Substances (ODS), which include
Perusak Ozon (BPO) yang meliputi senyawa kimia yang potensial                    chemical compounds that potentially react with ozone molecules
dapat bereaksi dengan molekul ozon di lapisan stratosfer.                        in the stratospheric ozone layer.

Garuda Indonesia menyadari adanya berbagai risiko lingkungan                     Garuda Indonesia is aware of the various environmental risks
akibat penggunaan BPO. Garuda Indonesia mendukung penuh                          associated with the use of Ozone-Depleting Substances (ODS).
kebijakan pemerintah untuk memperketat, melarang, dan                            The Company fully supports government policies to tighten
penggunaan BPO. Garuda Indonesia telah melakukan pemetaan                        regulations, prohibit, and phase out ODS. The Company conducts
untuk mengetahui ada atau tidaknya penggunaan zat perusak                        a mapping exercise to identify any potential ODS usage in its
ozon. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tidak ada penggunaan                      operations. The results of the mapping show that there is no
BPO pada seluruh aktivitas operasional Garuda Indonesia. Garuda                  use of ODS in any of Garuda Indonesia's operational activities.
Indonesia juga tidak memproduksi, mengimpor dan mengekspor                       Garuda Indonesia also does not manufacture, import, or export
bahan perusak ozon.                                                              ozone-depleting substances.

BEBAN EMISI NON GRK [GRI 305-7, TR-AF-120a.1]                                    NON-GHG EMISSION LOAD [GRI 305-7, TR-AF-120a.1]
Sampai dengan akhir 2025, Perseroan belum melakukan                              As of the end of 2025, the Company has not measured its non-
pengukuran beban emisi non GRK. Namun demikian, sebagai                          GHG emissions. However, as part of compliance with safety and
bagian dari pemenuhan ketentuan keselamatan dan perlindungan                     environmental protection requirements in flight operations,
lingkungan dalam operasional penerbangan, setiap tipe pesawat                    every type of aircraft operating in the territory of the Republic
udara yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia wajib                        of Indonesia must meet noise certification requirements as
memenuhi persyaratan sertifikasi kebisingan (aircraft noise                      stipulated in Civil Aviation Safety Regulation (CASR) Part 36.
certification) sebagaimana diatur dalam Civil Aviation Safety                    These regulations refer to international standards set out in



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                         147
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 148
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                  Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




 Regulation (CASR) Part 36. Regulasi ini mengacu pada standar                  ICAO Annex 16 Volume 1 on noise control, specifically Stage 3
 internasional yang ditetapkan dalam ICAO Annex 16 Volume                      Noise Standard or equivalent.
 1 mengenai pengendalian kebisingan, khususnya persyaratan
 Tahap 3 (Stage 3 Noise Standard) atau yang setara.

 Proses sertifikasi kebisingan dilakukan bersamaan dengan                      The noise certification process is conducted concurrently with
 sertifikasi tipe (type certification) pesawat udara. Sertifikat               the aircraft type certification. The noise certificate has no specific
 kebisingan ini tidak memiliki masa berlaku tertentu dan tetap                 validity period and remains valid as long as there are no changes
 sah selama tidak ada perubahan pada desain, konfigurasi,                      to the aircraft's design, configuration, or systems that could affect
 atau sistem pesawat yang dapat mempengaruhi karakteristik                     its noise characteristics. If modifications are made that impact
 kebisingannya. Apabila terjadi modifikasi yang berdampak pada                 noise levels, a recertification process is required to comply with
 tingkat kebisingan, maka diperlukan proses sertifikasi ulang                  applicable standards.
 untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.

 Informasi mengenai tingkat kebisingan pesawat dicantumkan                     Information regarding aircraft noise levels is included in official
 dalam dokumen resmi seperti Type Certificate Data Sheet (TC                   documents such as the Type Certificate Data Sheet (TC Data
 Data Sheet) dan Airplane Flight Manual (AFM). Sesuai dengan                   Sheet) and the Airplane Flight Manual (AFM). In accordance with
 ketentuan dalam CASR Part 91, salinan dokumen ini wajib dibawa                the provisions of CASR Part 91, copies of these documents must
 dan disimpan di dalam pesawat setiap saat sebagai bagian dari                 be carried and stored on board the aircraft at all times as part of
 dokumen penerbangan yang harus tersedia untuk keperluan                       the flight documents that must be available for inspection and
 pemeriksaan dan verifikasi oleh otoritas yang berwenang.                      verification by the competent authority.

 Dalam hal ini, seluruh armada pesawat Garuda Indonesia telah                  In this regard, the entire fleet of Garuda Indonesia aircraft has
 memenuhi ketentuan tersebut dan telah memiliki sertifikat                     met these requirements and holds valid noise certificates in
 kebisingan yang sah dan berlaku, sesuai standar nasional                      accordance with both national and international standards.
 maupun internasional. Pemenuhan persyaratan ini merupakan                     Compliance with these requirements is part of Garuda Indonesia's
 bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam menjamin                          commitment to achieving safe, reliable, and environmentally
 operasional yang aman, andal, dan ramah lingkungan.                           friendly operations.

 ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN                                                       WASTE AND EFFLUENT ASPECTS

 JUMLAH LIMBAH DAN EFLUEN YANG DIHASILKAN                                      AMOUNT OF WASTE AND EFFLUENT PRODUCED
 BERDASARKAN JENIS [OJK F.13]                                                  BASED ON THEIR TYPES [OJK F.13]
 Kegiatan operasional Garuda Indonesia menghasilkan beragam jenis              Garuda Indonesia’s operations generate various types of waste,
 limbah, baik dalam bentuk padat maupun cair, serta mencakup limbah            both solid and liquid, including hazardous and toxic waste (B3) as
 B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) maupun non-B3. Jenis serta                   well as non-hazardous waste. The types and sources of this waste
 sumber limbah tersebut dapat dipetakan, antara lain berasal dari              include waste from office activities such as paper, bottles, and plastic;
 aktivitas perkantoran seperti kertas, botol, dan plastik; limbah domestik     domestic waste such as toilet waste, rainwater, and similar items;
 seperti buangan dari toilet, air hujan, dan sejenisnya; limbah kantin         cafeteria waste in the form of food scraps; plant waste from pruning
 berupa sisa makanan; limbah tanaman dari kegiatan pemangkasan;                activities; and medical waste such as syringes and medications.
 serta limbah klinik seperti jarum suntik dan obat-obatan. Sementara           The hazardous waste generated from the Company’s operational
 itu, limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan operasional Perseroan            activities includes electronic waste, used air conditioning units,
 meliputi limbah elektronik, unit AC bekas, baterai atau accu bekas,           used batteries, used lamps, and used oil. Non-hazardous waste
 lampu, serta oli bekas. Adapun limbah non-B3 mencakup sampah                  includes domestic trash, plastic, cans, food scraps, and liquid waste
 domestik, plastik, kaleng, sisa makanan, serta limbah cair yang berasal       from restroom and office kitchen facilities. The details of the waste
 dari fasilitas toilet maupun dapur kantor. Rincian jumlah limbah yang         generated are as follows.
 dihasilkan adalah sebagai berikut.




                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
148
                                                                                                                         PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 149
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




                                                                    Jumlah Limbah B3
                                                               Amount of Hazardous Waste

                    Jenis                    Metode Pengelolaan                        Satuan        2025             2024             2023
                    Type                      Management Method                          Unit

 Limbah elektronik, AC bekas,
 baterai/accu bekas, lampu
                                        Bekerja sama dengan pihak ketiga          Ton
 Electronic waste, used air                                                                                     3,1          988                522
                                        In collaboration with third parties       Tons
 conditioners, used batteries, used
 lamps
                                        Diangkut dan ditampung oleh
                                        pihak ketiga yang berizin dan
 Oli Bekas
                                        bersertifikat                             Kg                            257       433.5                   0
 Used oil
                                        Transported and collected by
                                        licensed and certified third parties
                                        Diserahkan kepada otoritas
 Aerosol, oli, lavatory                 bandara tujuan                            Pcs (kaleng)
                                                                                                           5.654         15.609             13.069
 Aerosols, oil, lavatory waste          Handed over to the destination            Pcs (cans)
                                        airport authorities
                                        Diserahkan kepada pihak ketiga
                                        yang bekerjasama dengan
 Medis                                  Pengelola Gedung
                                                                                  Kg                            245       2.398                 988
 Medical                                Handed over to a third party
                                        cooperating with the Building
                                        Manager


                                                                Jumlah Limbah Non-B3
                                                                Total Non-Hazardous Waste

                     Jenis                     Metode Pengelolaan                      Satuan        2025             2024             2023
                     Type                       Management Method                        Unit

 Sampah domestik, plastik, kaleng,         Bekerja sama dengan pihak
 sisa makanan                              ketiga
                                                                                  Kg                      247.211          1.080              2.825
 Household waste, plastic, cans, food      In collaboration with third
 scraps                                    parties
 Air Limbah dari Kantor Pusat              Sewage Treatment Plant (STP)
                                                                                  M3                      37.894         37.398           13.932,2
 Wastewater from Headquarters


MEKANISME PENGELOLAAN LIMBAH DAN EFLUEN                                           WASTE AND EFFLUENT MANAGEMENT
[OJK F.14]                                                                        MECHANISM [OJK F.14]
Pengelolaan limbah menjadi salah satu fokus utama Garuda Indonesia                Waste management is one of Garuda Indonesia’s key priorities
dalam upaya meminimalkan potensi dampak negatif terhadap                          in its efforts to minimize potential negative impacts on the
lingkungan. Dalam pelaksanaannya, limbah padat yang dihasilkan                    environment. In its implementation, solid waste generated is
terlebih dahulu ditempatkan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS),                 first placed in a Temporary Waste Storage Site (TPS) before being
sebelum selanjutnya diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan                     transported and disposed of at a Final Disposal Site (TPA) with
Akhir (TPA) dengan dukungan pihak ketiga, yaitu Pemerintah Daerah.                the support of a third party, namely the local government. On the
Sementara itu, limbah cair diolah melalui sistem Sewage Treatment                 other hand, liquid waste is treated through a Sewage Treatment
Plant (STP) yang berlokasi di Garuda Sentra Operasi (GSO), kemudian               Plant (STP) located at Garuda Sentra Operasi (GSO), and the
hasil olahan tersebut dialirkan ke saluran kota.                                  treated effluent is then discharged into the city's sewage system.

Perseroan juga telah memiliki standar minim terkait kualitas                      The Company has also established minimum standards regarding
pembuangan air limbah. Standar minimum untuk kualitas                             wastewater discharge quality. These minimum standards ensure
pembuangan air limbah ditentukan agar air limbah yang dibuang                     that wastewater discharged into the environment does not pollute




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      149
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 150
                                                         Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                           Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 ke lingkungan tidak mencemari dan merusak ekosistem serta              or damage ecosystems and does not endanger human health.
 tidak membahayakan kesehatan manusia. Di Indonesia, standar            In Indonesia, these standards are regulated by the Minister of
 ini diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan                Environment and Forestry Regulation (Permen LHK), based on
 Kehutanan (Permen LHK), dengan dasar hukum sebagai berikut:            the following legal framework:
 • Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021 tentang                  • Government Regulation (PP) No. 22 of 2021 concerning
     Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan                 the Implementation of Environmental Protection and
     Hidup.                                                                  Management.
 • Permen LHK No. P.68/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2016                       • Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.68/
     tentang Baku Mutu Air Limbah.                                           MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2016 on Wastewater Quality
                                                                             Standards.

 Dampak dari limbah perusahaan bisa sangat luas dan serius,             The impacts of industrial waste can be extensive and serious,
 tergantung pada jenis limbahnya (cair, padat, gas, B3, dan             depending on the type of waste (liquid, solid, gas, hazardous,
 lainnya). Berikut ini adalah beberapa dampak utama yang                and others). The following are some of the main impacts resulting
 dihasilkan dari limbah perusahaan:                                     from industrial waste:
 1. Dampak Terhadap Lingkungan:                                         1. Environmental Impact:
     a. Pencemaran Air                                                     a. Water Pollution
         • Limbah cair yang dibuang ke sungai atau laut tanpa                  • Liquid waste discharged into rivers or the ocean
            pengolahan dapat mencemari air.                                        without treatment can pollute the water.
         • Mengurangi kadar oksigen terlarut, mematikan ikan                   • Reduces dissolved oxygen levels, killing fish and
            dan biota air lainnya.                                                 other aquatic life.
         • Meningkatkan kadar logam berat, menyebabkan                         • Increases heavy metal levels, causing bioaccumulation
            bioakumulasi dalam rantai makanan.                                     in the food chain.
     b. Pencemaran Udara                                                   b. Air Pollution
         • Emisi gas beracun (CO2, SO2, NOx, VOC, dan lainnya)                 • Emissions of toxic gases (CO2, SO2, NOx, VOCs, and
            menyebabkan polusi udara.                                              others) cause air pollution.
         • Berkontribusi pada efek rumah kaca dan perubahan                    • Contribute to the greenhouse effect and climate
            iklim.                                                                 change.
         • Menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu                             • Causes unpleasant odors, disturbing the comfort of
            kenyamanan warga sekitar.                                              nearby residents.
     c. Pencemaran Tanah                                                   c. Soil Pollution
         • Limbah padat atau cair yang dibuang sembarangan                     • Improperly disposed of solid or liquid waste can
            dapat merusak struktur dan kesuburan tanah.                            damage soil structure and fertility.
         • Menghambat pertumbuhan tanaman.                                     • Inhibits plant growth.
         • Dapat menyebabkan keracunan pada organisme                          • May cause poisoning in soil organisms.
            tanah.
     d. Kerusakan Ekosistem                                                d. Ecosystem Damage
         • Kehilangan keanekaragaman hayati.                                  • Loss of biodiversity.
         • Gangguan pada rantai makanan.                                      • Disruption of the food chain.
         • Eutrofikasi (ledakan alga) akibat limbah kaya nutrisi              • Eutrophication (algal blooms) caused by nutrient-rich
            seperti nitrogen dan fosfor.                                          waste such as nitrogen and phosphorus.
 2. Dampak Terhadap Kesehatan Manusia:                                  2. Impacts on Human Health:
     a. Penyakit kulit, saluran pernapasan, dan pencernaan akibat          a. Skin, respiratory, and digestive diseases resulting from
         kontak atau konsumsi air yang tercemar.                              contact with or consumption of contaminated water.
     b. Keracunan logam berat (seperti merkuri, timbal) dapat              b. Heavy metal poisoning (such as mercury and lead) can
         menyebabkan gangguan sistem saraf dan kerusakan                      cause nervous system disorders and organ damage.
         organ.
     c. Penyakit kronis dan kanker karena paparan zat kimia                  c. Chronic diseases and cancer due to exposure to hazardous
         berbahaya.                                                             chemicals.
     d. Wabah penyakit dari limbah organik yang tidak terkelola              d. Disease outbreaks from unmanaged organic waste
         (menjadi tempat berkembang biaknya binatang                            (which becomes a breeding ground for pests such as
         pengganggu seperti lalat, nyamuk, tikus).                              flies, mosquitoes, and rats).




                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
150
                                                                                                              PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 151
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




3. Dampak Sosial-Ekonomi:                                                     3. Socio-Economic Impacts:
   a. Menurunnya kualitas hidup masyarakat sekitar.                              a. Decline in the quality of life for surrounding communities.
   b. Menurunnya nilai properti dan tanah di daerah terdampak.                   b. Declining property and land values in affected areas.
   c. Biaya besar untuk perbaikan lingkungan dan pengobatan                      c. Significant costs for environmental remediation and
      kesehatan.                                                                    healthcare.
   d. Potensi konflik sosial antara masyarakat dan perusahaan.                   d. Potential for social conflict between the community and
                                                                                    the company.

Oleh karena itu, Garuda Indonesia secara berkelanjutan                        Therefore, Garuda Indonesia continuously monitors the waste it
melakukan pemantauan terhadap limbah yang dihasilkan.                         generates. Waste monitoring is a critical activity to guarantee that
Kegiatan pemantauan limbah merupakan aktivitas penting untuk                  Garuda Indonesia’s waste disposal does not exceed the quality
memastikan bahwa proses pembuangan limbah oleh Garuda                         standards established by the government. This monitoring is
Indonesia tidak melampaui baku mutu yang telah ditetapkan                     conducted on a routine, systematic, and well-documented basis.
oleh pemerintah. Pemantauan tersebut umumnya dilaksanakan
secara rutin, sistematis, serta terdokumentasi dengan baik.

Berikut adalah poin-poin penting terkait pemantauan limbah                    The following are key points regarding the waste monitoring
yang dilakukan oleh Perusahaan:                                               conducted by the Company:
a. Pemantauan Limbah Cair                                                     a. Liquid Waste Monitoring
   • Pengukuran PH dan logam berat menggunakan TDS                               • Measurement of pH and heavy metals using TDS (Total
       (Total Dissolved Solids) atau alat ukur untuk menghitung                      Dissolved Solids) or measuring instruments to calculate
       jumlah zat yang terlarut dalam air.                                           the amount of substances dissolved in water.
b. Pemantauan Limbah Padat                                                    b. Solid Waste Monitoring
   • Volume limbah yang dihasilkan (organik, anorganik, B3).                     • Volume of waste generated (organic, inorganic,
                                                                                     hazardous).
    •    Cara penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan                          • Methods of storage, transportation, and final disposal.
         akhir.
    •    Dokumentasi pengelolaan limbah B3 (manifest limbah).                     •   Documentation of Hazardous waste management (waste
                                                                                      manifest).

Garuda Indonesia juga secara konsisten melaksanakan                           Garuda Indonesia also consistently manages waste in accordance
pengelolaan limbah sebagaimana diatur dalam Prosedur                          with the Medical and Non-Medical Hazardous Waste Management
Pengelolaan Limbah B3 Medis dan Non Medis Revisi 00 yang                      Procedure Revision 00, effective as of February 1, 2023. The
mulai berlaku sejak 1 Februari 2023. Dalam implementasinya,                   Company stores Medical Hazardous Waste in the available
Perseroan melakukan penyimpanan limbah B3 medis pada                          freezer waste storage points (TPS) and Non-Medical Hazardous
TPS freezer yang telah disediakan, sedangkan limbah B3 non                    Waste in the Hazardous Waste Warehouse (TPS Gudang B3)
medis disimpan di TPS Gudang B3 secara harian. Selanjutnya,                   on a daily basis. Furthermore, the Company arranges for the
pengangkutan limbah B3 medis maupun non medis dilakukan                       transportation of medical and non-medical hazardous waste
oleh PT Jalan Hijau dengan jangka waktu maksimal setiap 3                     by PT Jalan Hijau at intervals of no more than 3 (three) months.
(tiga) bulan.

Terkait limbah B3 medis, petugas sanitarian menerima limbah                   Regarding medical hazardous waste, sanitation officers receive
medis dari masing masing penghasil limbah yaitu Ruang                         medical waste from each waste generator, namely the Laboratory,
Laboratorium, Ruang IGD, Ruang Tindakan dan Ruang Gigi:                       Emergency Room, Procedure Room, and Dental Room:
1. Menerima limbah medis dari penghasil limbah                                1. Receiving medical waste from waste generators
2. Petugas melakukan pemilahan sampah medis yang sudah                        2. Staff sort the medical waste, which is then placed in yellow
    dilakukan ditempatkan dalam kantong plastik kuning                           plastic bags
3. Limbah medis berupa jarum suntik dimasukan ke dalam                        3. Medical waste in the form of syringes is placed in a safety box.
    safety box.
4. Limbah medis berupa perban bekas, kapas bekas dimasukan                    4. Medical waste such as used bandages and cotton is placed
    ke kantong plastik berwarna kuning.                                          in yellow plastic bags.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    151
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 152
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                          Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                               Sustainability Strategy and Policy                       Sustainability Performance Highlights




 5. Limbah medis yang sudah dipilah lalu disimpan pada freezer                 5. The sorted medical waste is then stored in a freezer as a
    sebagai TPS limbah medis dan setelah 3 (tiga) bulan paling                    temporary medical waste storage site and, after a maximum
    lama diambil oleh PT JALAN HIJAU yang merupakan pihak                         of 3 (three) months, is collected by PT JALAN HIJAU, a
    ke 2 yang nantinya diserahkan ke pihak pemusnah yaitu PT                      second-party contractor, which subsequently handed
    WASTEC INTERNASIONAL.                                                         over to a licensed waste disposal company, PT WASTEC
                                                                                  INTERNASIONAL.

 Terkait limbah B3 non medis adalah limbah padat dan cair yang                 Non-medical hazardous waste (B3) consists of solid and liquid
 dihasilkan oleh bagian engineering seperti oli, lampu TL, battery             waste generated by the engineering department, such as oil,
 dan elektronik. Prosedur pengelolaan limbah B3 non medis                      fluorescent lamps, batteries, and electronics. The procedure
 sebagai berikut:                                                              for managing non-medical hazardous waste (B3) is as follows:
 1. Menerima limbah non medis dari penghasil limbah                            1. Receiving non-medical waste from waste generators
 2. Petugas melakukan pemilahan limbah padat non medis                         2. Staff sort the non-medical solid waste, such as fluorescent
     seperti lampu TL, battery dan elektronik yang sudah dilakukan                 lamps, batteries, and electronics, and place them in plastic
     ditempatkan dalam wadah plastik atau kardus.                                  containers or cardboard boxes.
 3. Limbah cair non medis berupa oli ditempatkan pada derigen                  3. Liquid non-medical waste, such as oil, is placed in plastic
     plastik.                                                                      drums.
 4. Limbah Non Medis yang sudah dipilah lalu disimpan di                       4. The sorted non-medical waste is then stored in the Hazardous
     Gudang limbah B3 TPS limbah Non Medis dan setelah 3                           Waste (B3) Warehouse at the Non-Medical Waste Transfer
     (tiga) bulan paling lama diambil oleh PT Jalan Hijau yang                     Station (TPS), and after a maximum of 3 (three) months, it
     merupakan pihak ke 2 (dua) yang nantinya diserahkan ke                        is collected by PT Jalan Hijau, the second-party contractor,
     pihak pemusnah yaitu PT Wastec Internasional.                                 which subsequently transfers it to the disposal contractor,
                                                                                   PT Wastec International.

 Adapun proses pengelolaan limbah B3 dan non B3 di Perseroan                   The waste management process for hazardous and non-
 dapat disimpulkan sebagai berikut.                                            hazardous waste at the Company is summarized as follows.



                                        Jenis Limbah                                                   Metode Pengelolaan
                                          Waste Type                                                    Management Method
                    Limbah elektronik, AC bekas, baterai/accu bekas,
                    lampu                                                         Bekerja sama dengan pihak ketiga
                    Electronic waste, used air conditioners, used batteries,      In collaboration with third parties
                    lamps
                                                                                  Diangkut dan ditampung oleh pihak ketiga yang berizin dan
                    Oli Bekas
                                                                                  bersertifikat
                    Used Oil
                                                                                  Transported and collected by licensed and certified third parties
                                                                                  Pembuangan limbah aerosol (B3) setelah digunakan untuk
                                                                                  operasional penerbangan internasional kemudian diserahkan
  B3                Aerosol, oli, lavatory                                        kepada Authority setempat
  Hazardous         Aerosols, oil, lavatory waste                                 Disposal of aerosol waste (Hazardous waste) after use in
                                                                                  international flight operations is subsequently handed over to the
                                                                                  local authority
                    Perusahaan mengidentifikasi jenis limbah B3 yaitu
                    oli & medis di GSM (Garuda Sentra Medika), GITC
                                                                                  Pengelolaan dengan vendor yang bekerjasama dengan Pengelola
                    (Garuda Indonesia Training Center), dan GSO (Garuda
                                                                                  Gedung
                    Setra Operasi)
                                                                                  Management handled by vendors in collaboration with the
                    The Company identifies hazardous waste types,
                                                                                  Building Manager
                    namely oil and medical waste, at GSM (Garuda Sentra
                    Medika), GITC (Garuda Indonesia Training Center), and
                    GSO (Garuda Setra Operasi)




                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
152
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 153
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                                  Tata Kelola                        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                       Governance                       Sustainability Performance




                                           Jenis Limbah                                                     Metode Pengelolaan
                                             Waste Type                                                      Management Method
                        Sampah domestik, plastik, kaleng, sisa makanan                Bekerja sama dengan pihak ketiga
                        Domestic waste, plastic, cans, and food waste                 In collaboration with third parties
                        Air Limbah dari Kantor Pusat
 Non B3                                                                               Sewage Treatment Plant (STP)
                        Effluent from the Head Office
 Non-Hazardous
                                                                                      Pengelolaan dengan vendor yang bekerjasama dengan Pengelola
                        Limbah non-B3 di GSM, GITC, GSO
                                                                                      Gedung
                        Non-Hazardous waste at GSM, GITC, GSO
                                                                                      In collaboration with third parties




                                          Program Reuse & Recycle Bersama Plasticpay
                                       Reuse & Recycle Program in Partnership with Plasticpay


 Sebagai bentuk implementasi dari ISO 26000:2010 Guidance on                     As part of the implementation of ISO 26000:2010 Guidance on Social
 Social Responsibility, dimana salah satu subject intinya adalah The             Responsibility, where one of the core subjects is The Environment, which
 Environment yang memiliki isu Mitigate and Adapt to Climate Change              addresses the issue of Mitigating and Adapting to Climate Change,
 meliputi pengurangan limbah, penggunaan ulang produk, dan recycle.              including waste reduction, product reuse, and recycling. This is also
 Hal tersebut juga sejalan dengan pencapaian Net Zero Emission (NZE)             in line with the 2060 Net Zero Emission (NZE) target and serves as
 tahun 2060 dan sebagai implementasi Sustainable Development Goals               an implementation of Sustainable Development Goal 12: Responsible
 nomor 12, yaitu Responsible Consumption and Production.                         Consumption and Production.

 Sejak tahun 2024, Garuda Indonesia bekerjasama dengan Plasticpay                Since 2024, Garuda Indonesia has partnered with Plasticpay to install
 merealisasikan penempatan Reverse Vending Machine (RVM) di                      Reverse Vending Machines (RVMs) in office environments, aiming to
 lingkungan perkantoran yang bertujuan mengurangi limbah penggunaan              reduce plastic bottle waste and increase employee participation, thereby
 botol plastik dan meningkatkan partisipasi karyawan sehingga terbentuk          fostering a habit of using plastic materials more wisely. Under this
 habit dalam penggunaan material plastik dengan lebih bijak. Adapun              program, plastic bottle waste disposed of in the RVMs will be processed
 pada program ini, sampah botol plastik yang dibuang pada RVM nantinya           into economically valuable items that can be reused by the public, thereby
 akan diolah kembali menjadi barang-barang bernilai ekonomis yang                boosting the economy of small and medium-sized enterprises (SMEs).
 dapat dipergunakan kembali oleh masyarakat, dan kemudian dapat
 meningkatkan perekonomian UMKM.

 Pada Oktober 2025, Perseroan mengadakan Talkshow dan Workshop                   In October 2025, the Company held a talk show and workshop for
 bagi para pegawai yang bertajuk “Every Bottle Recycled is a Step                employees titled “Every Bottle Recycled is a Step Toward a Cleaner
 toward Cleaner Skies”. Selain bertujuan untuk salah satu campaign               Sky and a Cleaner Environment.” In addition to serving as a campaign
 terkait plastic waste management kepada pegawai, pada kegiatan                  on plastic waste management for employees, the event also announced
 tersebut juga diumumkan pemenang kompetisi Plastic Hero yang telah              the winners of the Plastic Hero competition, which was held during the
 dilaksanakan pada periode triwulan sebelumnya untuk meningkatkan                previous quarter to encourage employee participation in addressing
 peran serta pegawai dalam menanggulangi sampah botol plastic melalui            plastic bottle waste through the use of RVMs. Each Plastic Hero winner
 pemanfaatan RVM. Adapun masing-masing pemenang Plastic Hero                     received upcycled products made from recycled plastic bottles collected
 memperoleh produk upcycle dari daur ulang sampah botol plastik yang             via RVMs at Garuda Indonesia.
 telah dikumpulkan pada RVM di Garuda Indonesia.

 Selama tahun 2025, Garuda Indonesia telah berhasil mengurangi jejak             Throughout 2025, Garuda Indonesia has successfully reduced its carbon
 karbon sebesar 4.915,15 Kg Co2 dengan jumlah pengguna mencapai                  footprint by 4,915.15 kg of CO2, with the number of users reaching 258.
 258 user. Adapun rincian pemanfaatan RVM Plasticpay di perkantoran              The details of Plasticpay RVM usage at Garuda Indonesia’s offices are
 Garuda Indonesia adalah sebagai berikut:                                        as follows:




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                             153
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 154
                                                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                                                                          Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                             Sustainability Strategy and Policy                                                                       Sustainability Performance Highlights




                                                                                                               Botol Plastik Terkumpul (kg)                                               Botol Plastik Terkumpul (pcs)
                    Collection Points                                                                          Plastic Bottles Collected (kg)                                             Plastic Bottles Collected (pcs)
                    2                                                                                          928,42                                                                     49.648
                    Jumlah Masyarakat Partisipasi                                                              Jumlah Transaksi                                                           Jumlah Poin Terkirim’
                     Number of Participants                                                                     Number of Transactions                                                     Total Points Sent
                    258                                                                                        4.413                                                                      2.780.291
                    Jejak Karbon yang berhasil dikurangi (gram)                                                Lahan yang terselamatkan (m3)
                     Carbon Footprint Reduced (grams)                                                           Land Preserved (m³)
                    4.915.152                                                                                  784,44

                          Botol Plastik (pcs) / Bulan                                                                                                         Transaksi / Hari
                          Plastic Bottles (pcs) / Month                                                                                                       Transactions / Day

                            8k




                                                                                                                                                                                          768
                                                                                                                                                                                    842
                                                                                                                                                                              840




                                                                                                                                                                                                766
                                                                                                           5.774                                5.749




                                                                                                                                                                        748
                           6k                                                                                      5.404       7.073   7.304
                                                                                               3.873




                                                                                                                                                                  192




                                                                                                                                                                                                      257
                            4k                   3.243
                                     2.506                                 2.292      2.176
                                                          1.652 1.835
                            2k 747

                             0
                             Dec      Jan        Feb      Mar      Apr     May        Jun          Jul     Aug      Sept       Oct     Nov      Dec




                                                                                                                                                              M ay

                                                                                                                                                            W ues y
                                                                                                                                                               ne y
                                                                                                                                                                ur y
                                                                                                                                                                Fr y
                                                                                                                                                                tu y
                                                                                                                                                                    ay
                                                                                                                                                             Th sda
                                                                                                                                                                    a
                                                                                                                                                              T da
                                                                                                                                                             ed da




                                                                                                                                                             Sa ida
                             2024     2025       2025     2025     2025    2025       2025         2025    2025     2025       2025    2025     2025




                                                                                                                                                                  sd
                                                                                                                                                                  nd




                                                                                                                                                                  rd
                                                                                                                                                                 on
                                                                                                                                                               Su
                          User / Bulan                                                                             Transaksi / Bulan
                          Transactions / Day                                                                       Transactions / Month
                          100                                                                                       100
                                                                          84                                                                                                                    499
                                                                                77    76            98                                                                                    468
                                          73                                                  92          93                         446                                 448                           400
                           70                                                                                       70                                                              411
                                                                    62                                                                                            373
                                                  55          58
                                     50                  50                                                                    287
                           50 44                                                                                    50                                      274
                                                                                                                                                      229
                                                                                                                         173                202 203
                           20                                                                                       20

                            0                                                                                        0
                            Dec           Feb          Apr         Jun         Aug         Oct            Dec        Dec             Feb       Apr          Jun          Aug              Oct          Dec
                            2024          2025         2025        2025        2025        2025           2025       2024            2025      2025         2025         2025             2025         2025



  Gambar 4. Overview Pemanfaatan Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay periode hingga Desember 2025
  Image4 . Overview of Plasticpay Reverse Vending Machine (RVM) Usage through December 2025

 TUMPAHAN YANG TERJADI [OJK F.15]                                                                                    SPILLS INCIDENT [OJK F.15]
 Garuda Indonesia melakukan pengelolaan berbagai bahan atau                                                          Garuda Indonesia carefully manages various materials or
 zat seperti bahan kimia, minyak, dan bahan bakar, atau zat-zat                                                      substances such as chemicals, oil, and fuel, or other substances
 lainnya berpotensi memengaruhi kualitas tanah, air, udara,                                                          that have the potential to affect the quality of soil, water, air,
 keragaman hayati, dan kesehatan manusia yang memiliki risiko                                                        biodiversity, and human health and pose a risk of spillage.
 untuk tumpah dengan hati-hati.

 Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat tumpahan atau kebocoran                                                        Throughout 2025, there were no spills or leaks of chemicals, oil,
 bahan kimia, minyak, dan bahan bakar di lingkungan area                                                             or fuel in the vicinity of Garuda Indonesia’s office areas.
 perkantoran Garuda Indonesia.

 ASPEK PENGADUAN TERKAIT                                                                                             ENVIRONMENT-RELATED
 LINGKUNGAN HIDUP                                                                                                    COMPLAINTS ASPECT

 JUMLAH DAN MATERI PENGADUAN LINGKUNGAN                                                                              NUMBER AND CONTENT OF ENVIRONMENTAL
 HIDUP YANG DITERIMA DAN DISELESAIKAN [OJK F.16]                                                                     COMPLAINTS RECEIVED AND RESOLVED [OJK F.16]
 Garuda Indonesia senantiasa mematuhi seluruh regulasi di bidang                                                     Garuda Indonesia consistently complies with all environmental
 lingkungan hidup. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan dampak                                                       regulations. This is aimed at minimizing the negative impact of
 negatif atas aktivitas bisnis yang dijalankan. Namun demikian,                                                      its business operations. Nevertheless, Garuda Indonesia provides
 Garuda Indonesia menyediakan sarana bagi masyarakat untuk                                                           a mechanism for the public to submit environmental complaints
 menyampaikan pengaduan terkait lingkungan hidup melalui                                                             through the Whistleblowing System. Throughout 2025, there
 Whistleblowing System. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat                                                         were no environmental complaints.
 pengaduan lingkungan hidup.




                                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
154
                                                                                                                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 155
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi              Tata Kelola     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors   Governance    Sustainability Performance




Sustainability Report 2025
                                                                                                                   155
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 156
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 KINERJA SOSIAL
 SOCIAL PERFORMANCE




 KOMITMEN UNTUK MEMBERIKAN                                                 COMMITMENT TO PROVIDING EQUAL
 LAYANAN ATAS PRODUK DAN/ATAU JASA                                         SERVICE FOR PRODUCTS AND/OR
 YANG SETARA KEPADA KONSUMEN [OJK F.17]                                    SERVICES TO CONSUMERS [OJK F.17]

 Dalam perspektif pemasaran, Garuda Indonesia berkomitmen untuk            From a marketing perspective, Garuda Indonesia is committed
 memastikan bahwa setiap produk dan layanan yang ditawarkan                to ensuring that all products and services offered are accessible
 dapat diakses serta dinikmati secara setara oleh seluruh konsumen.        and can be enjoyed equally by all consumers. This commitment is
 Komitmen ini diwujudkan melalui strategi komunikasi yang inklusif,        realized through an inclusive, transparent, and customer-centric
 transparan, dan berbasis kebutuhan pelanggan, sehingga setiap             communication strategy, ensuring that every market segment
 segmen pasar memperoleh informasi, akses, dan manfaat yang                receives the same information, access, and benefits without
 sama tanpa diskriminasi (tidak membedakan suku, agama, ras, warna         discrimination (regardless of ethnicity, religion, race, skin color,
 kulit, dan status sosial). Komitmen Perseroan dalam memberikan            or social status). The Company’s commitment to providing equal
 layanan setara pada pelanggan merupakan kepatuhan Perseroan               service to customers reflects its compliance with Article 7(c) of
 terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen pasal 7, huruf               the Consumer Protection Law, which requires businesses to treat
 c, yang mewajibkan pelaku usaha memperlakukan atau melayani               or serve consumers fairly, honestly, and without discrimination.
 konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Dalam          The explanation of that article states, “Business entities are
 penjelasan pasal tersebut disebutkan, “Pelaku usaha dilarang              prohibited from discriminating against consumers in the provision
 membedabedakan konsumen dalam memberikan pelayanan.                       of services. Business entities are prohibited from differentiating
 Pelaku usaha dilarang membeda-bedakan mutu pelayanan kepada               the quality of service provided to consumers.”
 konsumen."

 Melalui pendekatan berbasis insight dan segmentasi yang tepat,            Through an insight-driven approach and precise segmentation,
 produk dan layanan dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan             products and services are designed to meet a wide range of
 pelanggan mulai dari perjalanan bisnis, leisure, umrah hajj, hingga       customer needs—from business travel, leisure, and Umrah and
 kebutuhan korporasi dengan standar kualitas yang konsisten.               Hajj to corporate requirements—while maintaining consistent
 Fungsi marketing berperan dalam memastikan bahwa proposisi                quality standards. The marketing function plays a role in ensuring
 nilai yang dikomunikasikan mencerminkan prinsip kesetaraan                that the communicated value proposition reflects the principle of
 layanan, sekaligus memperkuat positioning Garuda Indonesia                service equality, while reinforcing Garuda Indonesia’s positioning
 sebagai maskapai full-service premium yang responsif terhadap             as a premium full-service airline that is responsive to the diversity
 keberagaman preferensi dan ekspektasi konsumen. Implementasi              of consumer preferences and expectations. The implementation
 layanan yang setara juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai           of equitable service is also realized through the provision of
 akses layanan yang dapat digunakan oleh seluruh pelanggan                 various service access points available to all customers, including
 termasuk penumpang dengan berkebutuhan tertentu seperti lansia            passengers with specific needs such as the elderly and people
 dan penyandang disabilitas.                                               with disabilities.

 ASPEK KETENAGAKERJAAN                                                     EMPLOYMENT ASPECT

 KESETARAAN KESEMPATAN BEKERJA [OJK F.18]                                  EQUAL EMPLOYMENT OPPORTUNITIES [OJK F.18]
 Garuda Indonesia secara konsisten menjunjung tinggi nilai kesetaraan      Garuda Indonesia consistently upholds the principle of equality
 serta prinsip non-diskriminasi terhadap seluruh karyawan, mulai           and non-discrimination toward its employees throughout the
 dari tahap proses rekrutmen, pengembangan kompetensi dan                  recruitment process, in competency and career development,
 jenjang karier, pemberian remunerasi, hingga aspek lainnya.               remuneration, and other areas. Based on this principle, the
 Berlandaskan prinsip tersebut, Perseroan memastikan bahwa setiap          Company provides equal opportunities for employees to work
 karyawan memperoleh kesempatan yang setara untuk bekerja serta            and fill positions or roles in accordance with their capabilities
 menempati posisi atau jabatan yang sesuai dengan kapasitas dan            and competencies. The principle of equality applied by the
 kompetensi yang dimiliki. Prinsip kesetaraan yang diterapkan oleh         Company reflects compliance with Law No. 13 of 2003 and Law
 Perseroan merupakan wujud kepatuhan terhadap Undang-Undang                No. 6 of 2023, and upholds equal opportunity in employment
 No. 13 tahun 2003 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023,                   in accordance with Law No. 21 of 1999 on the Ratification of ILO
 penghormatan terhadap kesetaraan kesempatan dalam bekerja                 Convention No. 111 Concerning Discrimination in Respect of
 selaras dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1999 tentang                  Employment and Occupation (ILO Convention on Discrimination
 Pengesahan ILO Convention No. 111 Concerning Discrimination in            in Employment and Occupation), Presidential Instruction of the




                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
156
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 157
Profil Perusahaan                                       Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                              Explanation from the Board of Directors                     Governance                      Sustainability Performance




Respect of Employment and Occupation (Konvensi ILO Mengenai                             Republic of Indonesia No. 9 of 2000 on Gender Mainstreaming
Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan), Instruksi Presiden                           in National Development, and the Guidelines on Equality and
Republik Indonesia No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan                             Non-Discrimination in the Workplace in Indonesia (Ministry of
Gender dalam Pembangunan Nasional, serta Panduan Kesetaraan                             Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia).
dan Non Diskriminasi di Tempat Kerja di Indonesia (Kementerian                          Specifically, this principle of equality is also regulated in Garuda
Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI). Secara spesifik, kesetaraan itu                      Indonesia’s Business Ethics.
juga telah diatur dalam Etika Bisnis Garuda Indonesia.

Komitmen Garuda Indonesia untuk menciptakan kesetaraan dan                              Garuda Indonesia’s commitment to promoting equality and
menghindari diskriminasi dengan memberikan kesempatan                                   preventing discrimination by providing equal opportunities to
yang setara kepada seluruh pegawai baik pria maupun Wanita                              all employees, both male and female, to work and hold various
untuk bekerja dan menduduki berbagai posisi, termasuk posisi                            positions, including top management roles, has yielded positive
manajemen puncak, telah membuahkan hasil tanpa adanya                                   results, with no incidents of discrimination reported during the
insiden diskriminasi selama tahun pelaporan. Oleh karena itu,                           reporting year. Therefore, Garuda Indonesia does not need to take
Garuda Indonesia tidak perlu mengambil langkah perbaikan                                corrective actions regarding these equality or non-discrimination
terkait kebijakan kesetaraan atau non-diskriminasi tersebut.                            policies.

Adapun komposisi keberagaman manajemen dan pegawai adalah                               The composition of management and employee diversity is as
sebagai berikut.                                                                        follows.


                                    Tabel Keberagaman Manajemen dan Pegawai berdasarkan Level Organisasi
                                              Table of Management and Employee Diversity by Organizational Level
                                                                                                                                                      (Dalam Orang)
                                                                                                                                                          (In People)


     Level                                Jenis Kelamin                                                          Kelompok Usia
    Jabatan                                     Gender                                                                  Age Range
    Position          Pria                      Wanita
     Level                            %                           %         Total       <30        %        30-50           %       >51         %         Total
                     Male                        Female
 Manajemen
 Management
 Direktur
                             8        0,3%               0        0,0%              8         0    0,0%            4        0,1%          4      0,6%            8
 Director
 Pegawai
 Employee
 Vice
 President
                          25           1,1%              6        0,2%             31         0    0,0%           27        0,9%          4      0,6%           31
 Vice
 President
 Senior
                         138          5,8%              61        2,2%           199          3    0,2%          175        5,7%      21         3,0%         199
 Manager
 Manager                  115         4,8%             114         4,1%         229           7    0,5%         200         6,5%      22         3,2%         229
 Staf
                       2097          88,0%          2590         93,5%         4687      1356     99,3%        2690        86,8%     641       92,6%        4687
 Staff
 Jumlah
                      2.383          100%           2.771       100%          5.154     1.366     100%       3.096         100%      692       100%        5.154
 Total


Selain itu, Perseroan turut membuka peluang kerja bagi calon                            The Company also offers employment opportunities to
pegawai penyandang disabilitas melalui proses rekrutmen                                 prospective employees with disabilities through its ground staff
pegawai darat. Adapun persyaratan yang wajib dipenuhi oleh                              recruitment process. The requirements that must be met by
calon pegawai disabilitas adalah melampirkan surat keterangan                           prospective employees with disabilities are to attach an official
resmi yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Pemerintah, yang                                certificate issued by a Government Hospital, which explains
menjelaskan jenis serta tingkat disabilitas dengan batas maksimal                       the type and level of disability with a maximum degree of 2, in
derajat 2, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri                              accordance with the provisions of Regulation of the Minister of
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 104/MENKES/PER/II/1999                               Health of the Republic of Indonesia Number 104/MENKES/PER/
tentang Rehabilitasi Medik, khususnya pada Pasal 7.                                     II/1999 concerning Medical Rehabilitation, specifically Article 7.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                  157
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 158
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




 REKRUTMEN DAN TURNOVER PEGAWAI                                              EMPLOYEE RECRUITMENT AND TURNOVER
 Pada tahun 2025, Perseroan berusaha untuk memenuhi kebutuhan                In 2025, the Company aimed to meet its business needs and maintain
 bisnis Perseroan dan mempertahankan posisi Perseroan sebagai                its position as a profitable enterprise. In response to the post-COVID-19
 Perusahaan yang profitable. Menghadapi kondisi pasca pandemi                global pandemic environment, and in line with the Company’s growth
 global COVID-19, seiring dengan pertumbuhan Perusahaan serta                and production plans, the Company is recruiting cabin crew for
 rencana produksi Perusahaan Perseroan melakukan rekrutmen bagi              scheduled airline services as well as for Hajj flights.
 awak kabin penerbangan berjadwal serta awak kabin penerbangan haji.

 Perseroan berkomitmen untuk melakukan perekrutan secara transparan          The Company is committed to conducting recruitment transparently
 dan memberikan kesempatan yang sama bagi pelamar terlepas dari              and providing equal opportunities to applicants regardless of gender
 jenis kelamin dan SARA. Beberapa upaya dilakukan baik dengan                as well as ethnicity, religion, race, and inter-group differences (SARA).
 pengembangan IT sebagai sarana dalam melakukan proses seleksi               Several initiatives have been implemented, including the use of IT as a
 terhadap pegawai baru, melakukan evaluasi terhadap alat tes yang            tool for the selection process of new employees, the evaluation of the
 digunakan, serta memastikan asesor internal memiliki kualifikasi yang       assessment tools used, and ensuring that internal assessors possess
 baik dan professional. Proses rekrutmen dilakukan secara transparan         the necessary qualifications and professionalism. The recruitment
 dan independen melalui website karir Perseroan http://career.garuda-        process is conducted transparently and independently through the
 indonesia.com & Corporate Information dan juga secara aktif mencegah        Company’s career website at http://career. garuda-indonesia.com
 terjadinya penipuan-penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan                 & Corporate Information, and the Company also actively prevents
 Garuda Indonesia dengan melakukan sosialisasi infografis Waspada            recruitment scams perpetrated in the name of Garuda Indonesia by
 Penipuan melalui media sosial Instagram (@garuda.indonesia),                sharing the “Beware of Scams” infographic via social media platforms
 Facebook (Garuda Indonesia), LinkedIn (Garuda Indonesia).                   such as Instagram (@garuda.indonesia), Facebook (Garuda Indonesia),
                                                                             and LinkedIn (Garuda Indonesia).

 Selain pelaksanaan rekrutmen di lingkungan Perseroan, program               In addition to its internal recruitment efforts, the internship program
 pemagangan merupakan salah satu komitmen Perseroan kepada                   is part of the Company’s commitment to the community to provide
 masyarakat dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa                     students and recent graduates with opportunities to build their skills,
 ataupun lulusan baru untuk dapat membangun kompetensi,                      expand their knowledge, and gain real-world work experience. The
 memperluas wawasan dan mendapatkan pengalaman nyata di dunia                Company actively participates in the National Internship Program
 kerja. Perseroan secara aktif berpartisipasi dalam, Program Pemagangan      (Maganghub) organized by the Ministry of Manpower of the Republic
 Nasional (Maganghub) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik              of Indonesia, as well as Garuda Indonesia’s regular internship programs.
 Indonesia, serta program magang reguler Garuda Indonesia. eiring            With the advancement of technology, the demand for outstanding,
 dengan perkembangan teknologi, tuntutan akan sumber daya                    skilled, and competent human capital continues to rise. Therefore,
 manusia yang unggul, terampil, dan kompeten semakin meningkat.              to address the need for human capital, the Company conducts
 Oleh karenanya, dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber daya                 recruitment for ground staff through the Management Development
 manusia, Perseroan melakukan rekrutmen bagi pegawai darat melalui           Program (MDP). The Company is committed to conducting recruitment
 Management Development Program (MDP). Perseroan berkomitmen                 transparently and providing equal opportunities to applicants
 untuk melakukan perekrutan secara transparan dan memberikan                 regardless of gender and ethnicity, religion, race, and inter-group
 kesempatan yang sama bagi pelamar terlepas dari jenis kelamin               differences (SARA). The recruitment process is conducted in accordance
 dan SARA. Pelaksanaan rekrutmen mengacu pada Manual Kebijakan               with the Human Capital Policy Manual, Edition 9, Amendment 0, dated
 Human Capital Terbitan 9 Amandemen 0 Tanggal 21 Mei 2024.                   May 21, 2024.

 Pada tahun 2025, proses rekrutmen aktif dalam pemenuhan                     In 2025, active recruitment efforts focused on meeting the workforce
 kekuatan manpower untuk pegawai udara. Selama tahun 2025,                   requirements for flight crew. Throughout 2025, recruitment was
 rekrutmen dilakukan sebanyak 7 kali yang meliputi Rekrutmen                 conducted seven times, including Phase I in February 2025, Phase II
 Fase I pada bulan Februari 2025, Fase II pada bulan Juli 2025,              in July 2025, roadshows in Bali, Bandung, and Medan in October 2025,
 Roadshow di Kota Bali, Bandung, dan Medan pada Oktober 2025,                Phase III in October 2025, and the fulfillment of cabin crew needs for
 Fase III pada Oktober 2025, dan pemenuhan kebutuhan awak kabin              the Hajj season in December 2025. As a result of these recruitment
 haji pada Desember 2025. Dari hasil rekrutmen yang dijalankan,              efforts, a total of 562 new cabin crew members were recruited and
 didapatkan sejumlah 562 Awak Kabin Initial telah direkrut dan               underwent in-class and in-flight training.
 mengikuti pelatihan in-class training dan in-flight training.


                                         Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia
                                                    New Employee Recruitment by Age Group
                                                                                                                                          (Dalam Orang)


              Kelompok Usia                                 2025                                 2024                             2023
                  Age Group

  18-20 tahun
                                                                               0                                0                                     0
  18-20 years old
  21-30 tahun
                                                                            537                               229                                    113
  21-30 years old


                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
158
                                                                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 159
Profil Perusahaan                               Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                  Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                      Explanation from the Board of Directors                     Governance                 Sustainability Performance




                                         Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia
                                                      New Employee Recruitment by Age Group
                                                                                                                                       (Dalam Orang)


               Kelompok Usia                                    2025                            2024                           2023
                    Age Group

 31-40 tahun
                                                                                 12                                   55                           0
 31-40 years old
 41-50 tahun
                                                                                  2                                   10                           0
 41-50 years old
 >50 tahun
                                                                                 11                                    8                            2
 >50 years old
 Total                                                                          562                               302                            115


                                          Komposisi Karyawan Baru Berdasarkan Jenis Kelamin
                                                      Composition of New Employees by Gender
                                                                                                                                       (Dalam Orang)
                                                                                                                                           (In People)


              Uraian                               2025                                    2024                              2023
            Description

 Pria
                                                                         171                                    125                               43
 Male
 Wanita
                                                                        391                                     177                               72
 Female
 Total                                                                 562                                      302                              115


                                         Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
                                                     New Employee Recruitment by Work Region
                                                                                                                                       (Dalam Orang)
                                                                                                                                           (In People)


             Wilayah                               2025                                    2024                              2023
            Work Area

 Jakarta (Kantor Pusat)
                                                                        561                                     302                              115
 Jakarta (Head Office)
 Di Luar Jakarta
                                                                           1                                     0                                  0
 Outside Jakarta
 Total                                                                 562                                      302                              115

Karyawan yang berhenti bekerja merupakan hal yang wajar                          Employee turnover is a natural part of a company’s dynamics,
dalam dinamika sebuah perusahaan, namun tetap menjadi                            yet it remains a challenge for organizations. An employee’s
tantangan bagi organisasi. Keputusan seorang karyawan untuk                      decision to resign can be influenced by various factors, ranging
mengundurkan diri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai                  from personal reasons and career changes to dissatisfaction
dari alasan pribadi, perubahan karier, hingga ketidakpuasan                      with working conditions. In 2025, a total of 203 employees left
terhadap kondisi kerja. Pada tahun 2025, terdapat 203 orang                      the company.
karyawan berhenti bekerja.
                                    Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
                                      Composition of Employees Leaving the Company Based on Age Group
                                                                                                                                       (Dalam Orang)
                                                                                                                                           (In People)


         Kelompok Usia                             2025                                    2024                              2023
            Age Group

 18-20 tahun
                                                                           0                                     0                                  0
 18-20 years old
 21-30 tahun
                                                                         33                                      57                               36
 21-30 years old
 31-40 tahun
                                                                          41                                     86                               58
 31-40 years old




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    159
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 160
                                                       Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                         Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




                              Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
                                 Composition of Employees Leaving the Company Based on Age Group
                                                                                                                                (Dalam Orang)
                                                                                                                                    (In People)


          Kelompok Usia                     2025                                   2024                              2023
            Age Group

  41-50 tahun
                                                              9                                    22                                      23
  41-50 years old
  >50 tahun
                                                            120                                   114                                      73
  >50 years old
  Total                                                    203                                    279                                    190



                              Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
                                       Composition of Employees Leaving the Company by Gender

                                                                                                                                (Dalam Orang)
                                                                                                                                    (In People)


               Uraian                       2025                                   2024                              2023
            Description

  Pria
                                                            120                                   133                                      96
  Male
  Wanita
                                                             83                                   146                                      94
  Female
  Total                                                    203                                    279                                    190



                              Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
                                   Composition of Employees Leaving the Company by Work Region
                                                                                                                                (Dalam Orang)
                                                                                                                                    (In People)


            Wilayah                         2025                                   2024                              2023
            Work Area

  Jakarta (Kantor Pusat)
                                                            181                                   223                                      20
  Jakarta (Head Office)
  Di Luar Jakarta
                                                             22                                    56                                     170
  Outside Jakarta
  Total                                                    203                                    279                                    190

 Berbagai alasan karyawan karyawan meninggalkan Perseroan             Various reasons why employees leave the Company include
 di antaranya sebagai berikut.                                        the following.


                           Tabel Penyebab Karyawan Meninggalkan Perseroan dan Tingkat Turnover
                                  Table of Reasons Employees Leave the Company and Turnover Rates
                                                                                                                                (Dalam Orang)
                                                                                                                                    (In People)


                           Wilayah                                          2025                   2024                     2023
                           Work Area

  Pensiun
                                                                                        104                 87                             42
  Retirement
  Pensiun Dini
                                                                                              6             55                             89
  Early Retirement
  Meninggal
                                                                                              9               1                              5
  Death
  Mengundurkan Diri
                                                                                         46                  14                             13
  Resignation
  Diberhentikan
                                                                                          38               122                              41
  Dismissal




                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
160
                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 161
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                     Governance                   Sustainability Performance




                                    Tabel Penyebab Karyawan Meninggalkan Perseroan dan Tingkat Turnover
                                           Table of Reasons Employees Leave the Company and Turnover Rates
                                                                                                                                             (Dalam Orang)
                                                                                                                                                 (In People)


                                    Wilayah                                                 2025                     2024                 2023
                                    Work Area

 Jumlah karyawan meninggalkan Perseroan (mengundurkan diri dan
 alasan lainnya)
                                                                                                    203                      279                        42
 Number of employees leaving the Company (resignation and other
 reasons)
 Jumlah karyawan awal tahun
                                                                                                   4.535                    4502                    4.459
 Number of employees at the start of the year
 Jumlah karyawan akhir tahun
                                                                                                   5.154                    4413                    4.401
 Number of employees at the end of the year
 (Jumlah karyawan awal tahun + akhir tahun) x 1/2
 (Number of employees at the start of the year + at the end of the                                 4.844                    4458                    4.430
 year) x 1/2
 Tingkat Turnover
                                                                                                     4%                      6%                         4%
 Turnover Rate



                    Tabel Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Usia
                                                   Table of Employee Turnover Due to Resignation by Age

           Keterangan                                  2025                                    2024                                2023
             Description

 18-20 tahun
                                                                          0,0%                                       0                                    0
 18-20 years old
 21-30 tahun
                                                                          10,8%                                     6%                                  4%
 21-30 years old
 31-40 tahun
                                                                          11,3%                                     4%                                  3%
 31-40 years old
 41-50 tahun
                                                                          0,0%                                      4%                                  4%
 41-50 years old
 >50 tahun
                                                                           0,5%                                     16%                               10%
 >50 years old


              Tabel Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Jenis Kelamin
                                                 Table of Employee Turnover Due to Resignation by Gender

           Keterangan                                  2025                                    2024                                2023
             Description

 Pria
                                                                            10%                                     6%                                  4%
 Male
 Wanita
                                                                            12%                                     7%                                  4%
 Female


              Tabel Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Wilayah Kerja
                                              Table of Employee Turnover Due to Resignation by Work Region

           Keterangan                                  2025                                    2024                                2023
             Description

 Jakarta (Kantor Pusat)
                                                                            21%                                     5%                                  4%
 Jakarta (Head Office)
 Di Luar Jakarta
                                                                             2%                                     34%                               15%
 Outside Jakarta


PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI                                               TRAINING AND COMPETENCY DEVELOPMENT [OJK
[OJK F.22]                                                                          F.22]
Sebagai perusahaan penerbangan nasional yang terus                                  As a continuously growing national airline, Garuda Indonesia
berkembang, Garuda Indonesia menghadapi berbagai tantangan                          faces various challenges in maintaining its position as a market
untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar                               leader in the highly dynamic and competitive aviation industry.
dalam industri penerbangan yang sangat dinamis dan kompetitif.                      To ensure operational sustainability and the company’s long-
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                           161
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 162
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




 Untuk memastikan keberlanjutan operasional serta keberhasilan             term success, Garuda Indonesia recognizes that managing a
 perusahaan dalam jangka panjang, Garuda Indonesia menyadari               high-quality workforce with competencies aligned with the
 bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas              times is a critical factor. Therefore, the company has launched
 dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman             a competency development program aimed at enhancing
 merupakan faktor yang sangat penting. Oleh karena itu, perusahaan         the quality of its human capital in line with rapid changes in
 meluncurkan program pengembangan kompetensi yang bertujuan                technological advancements, aviation industry policies, and rising
 untuk meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki, sejalan dengan             customer expectations regarding the quality of service provided.
 perubahan yang berlangsung cepat dalam perkembangan teknologi,            As part of its efforts to realize the company’s vision of becoming
 kebijakan di industri penerbangan, serta meningkatnya harapan             a leading airline, Garuda Indonesia is also committed to creating
 pelanggan terhadap kualitas layanan yang diberikan. Sebagai               a work environment that supports the continuous development
 bagian dari upaya mewujudkan visi perusahaan untuk menjadi                of employees’ capabilities and skills, both in technical and non-
 maskapai penerbangan yang terdepan, Garuda Indonesia juga                 technical aspects. This development encompasses various key
 berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung             competencies such as managerial skills, leadership, effective
 pengembangan kemampuan dan keterampilan karyawan secara                   communication, and technical skills specifically required in
 berkelanjutan, baik dalam aspek teknis maupun non-teknis.                 the aviation industry, so that employees are expected to adapt
 Pengembangan tersebut mencakup berbagai kompetensi penting                to changes and make optimal contributions to the company’s
 seperti kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi yang               progress.
 efektif, serta keterampilan teknis yang secara khusus dibutuhkan
 dalam industri penerbangan, sehingga para karyawan diharapkan
 mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dan
 memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan perusahaan.

 Dalam memberikan program pengembangan kompetensi, Garuda                  In delivering competency development programs, Garuda
 Indonesia menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dengan memastikan          Indonesia upholds the principle of equality by ensuring that every
 bahwa setiap pegawai, tanpa memandang latar belakang, posisi, atau        employee, regardless of background, position, or gender, has
 gender, memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan           equal opportunities to participate in training and development
 dan pengembangan yang dapat meningkatkan keterampilan serta               that can enhance their skills and capabilities. Training program
 kemampuan pegawai. Pengelolaan program pelatihan dibagi                   management is divided into 8 (eight) categories: Pilot Training,
 menjadi 8 (delapan) kategori, yaitu Pilot Training Flight Attendant       Flight Attendant Training, Flight Operations Officer and Ground
 Training, Flight Operation Officer dan Ground Operational Support         Operational Support Training, Sales and Marketing Training,
 Training, Sales and Marketing Training, Maintenance and Engineering       Maintenance and Engineering Training, Ground-Service Training,
 Training, Ground Service Training, Cargo Training, Leadership             Cargo Training, Leadership Training, and General Training.
 Training, dan General Training.

 Perseroan telah melakukan program pengembangan kompetensi                 The Company has implemented competency development
 di tahun 2025, terkait leadership (struktural level), culture             programs in 2025, such as leadership (structural level), culture
 (termasuk diversity), compliance (semua pegawai), data protection         (including diversity), compliance (all employees), data protection
 (Semua pegawai), dan inclusivity (women development). Pada                (all employees), and inclusivity (women’s development). In 2025,
 tahun 2025, Perseroan telah menyelenggarakan 4.194 pelatihan              the Company conducted 4,194 training sessions attended by
 yang diikuti 22.157 peserta dari Internal perusahaan. Berikut             22,157 participants from within the company. The following is
 adalah informasi detail tentang Program training dari yaitu:              detailed information about the training programs:


                                   Tabel Realisasi Program Pengembangan Kompetensi Tahun 2025
                                     Table of Competency Development Program Implementation in 2025

                                                           Realisasi 2025
                                                           2025 Realization                                    Tempat
          Nama Pelatihan                                                                                                         Penyelenggara
           Training Name                Jumlah                                         Jumlah Jam             Pelatihan               Organizer
                                                         Jumlah Peserta                                      Training Place
                                       Pelatihan         Total Participants
                                                                                        Pelatihan
                                     Total Training                               Total Training Hours
                                                                                                                GITC
                                                                                                             Boeing (SIN)
  Pilot                                         2.257                    8.233                     111.463                              Internal
                                                                                                              CAE (SIN)
                                                                                                             ANA (HND)
  Flight Attendant                                 715                   9.877                     488.070       GITC                   Internal
  FOO & Ground Support                           696                     1.026                      23.427       GITC                   Internal
                                                                                                                 GITC
  Maintenance and Engineering                      28                     408                        7.304                              Internal
                                                                                                                 GMF




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
162
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 163
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                                       Tata Kelola                         Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                            Governance                        Sustainability Performance




                                     Tabel Realisasi Program Pengembangan Kompetensi Tahun 2025
                                        Table of Competency Development Program Implementation in 2025

                                                                   Realisasi 2025
                                                                   2025 Realization                                          Tempat
         Nama Pelatihan                                                                                                                        Penyelenggara
           Training Name                  Jumlah                                                Jumlah Jam                  Pelatihan                Organizer
                                                                Jumlah Peserta                                             Training Place
                                         Pelatihan              Total Participants
                                                                                                 Pelatihan
                                       Total Training                                        Total Training Hours
                                                                                                                                GITC
 Airline Business                                      353                         1.620                       18.219                                 Internal
                                                                                                                           Terminal Cargo
 Management and Development
                                                       145                           993                       30.419          GITC                   Internal
 Training
 TOTAL                                              4.194                        22.157                    678.902


                                     Tabel Realisasi Program Pengembangan Kompetensi Tahun 2024
                                           Table of Competency Development Program Realization in 2024

                                                                   Realisasi 2024
                                                                   2024 Realization                                          Tempat
         Nama Pelatihan                                                                                                                        Penyelenggara
                                          Jumlah                                                Jumlah Jam                  Pelatihan
         Training Name                                          Jumlah Peserta                                                                       Organizer
                                         Pelatihan                                               Pelatihan                 Training Place
                                                                Total Participants
                                       Total Training                                        Total Training Hours
                                                                                                                               GITC
                                                                                                                            Boeing (SIN)
 Pilot                                               2.166                        10.322                       98.758                                 Internal
                                                                                                                             CAE (SIN)
                                                                                                                            ANA (HND)
 Flight Attendant                                      596                          7.761                    240.813           GITC                   Internal
 FOO & Ground Support                                  160                           917                       16.054          GITC                   Internal
                                                                                                                               GITC
 Maintenance and Engineering                            38                           393                        7.736                                 Internal
                                                                                                                               GMF
                                                                                                                                GITC
 Airline Business                                      136                           863                       10.412                                 Internal
                                                                                                                           Terminal Cargo
 Management and Development
                                                        116                         1142                      28.605           GITC                   Internal
 Training
 TOTAL                                              3.212                        21.398                    402.378



                                     Tabel Perkembangan Jumlah Peserta Pengembangan Kompetensi
                                          Table of Competency Development Program Realization in 2024

           Keterangan                               2025                                           2024                                     2023
            Description

 Peserta Pelatihan (orang)
                                                                      22.157                                      21.398                                    21.415
 Training Participants (people)


Selama tahun 2025, jumlah peserta yang memperoleh pelatihan                          During 2025, the number of employees who received training was
adalah 22.157 orang dengan jumlah jam pelatihan 678.902 jam.                         22,157 people with a total of 678,902 training hours. The average
Rata-rata jam pelatihan setiap karyawan adalah 20 jam per                            training hours per employee were 20 hours per employees. The
karyawan. Perseroan telah mengikutsertakan seluruh karyawan                          Company has involved all employees (100%) in training and
(100%) dalam pelatihan dan pengembangan kompetensi.                                  competency development.


                                                 Tabel Rata-Rata Jam Pelatihan Pegawai [OJK F.22]
                                                   Table of Average Employee Training Hours [OJK F.22]

                         Jumlah Karyawan yang                                                                           Rata-rata Jam Pelatihan Setiap
                       Memperoleh Pelatihan (Orang)                              Jam Pelatihan (Jam)                       Karyawan (Jam/Orang)
     Uraian              Number of Employees Receiving                           Training Hours (Hours)                 Average Training Hours Per Employee
   Description                Training (People)                                                                                   (Hours/Person)
                         2025         2024            2023             2025                 2024          2023             2025         2024             2023
 Keseluruhan
                            22.157      21.398            21.415         678.902            402.378        332.981                20            19               16
 Overall
 Berdasarkan Jenis Kelamin
 Based on Gender



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                   163
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 164
                                                                    Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                      Sustainability Strategy and Policy                      Sustainability Performance Highlights




                                                    Tabel Rata-Rata Jam Pelatihan Pegawai [OJK F.22]
                                                     Table of Average Employee Training Hours [OJK F.22]

                         Jumlah Karyawan yang                                                                        Rata-rata Jam Pelatihan Setiap
                       Memperoleh Pelatihan (Orang)                          Jam Pelatihan (Jam)                        Karyawan (Jam/Orang)
         Uraian            Number of Employees Receiving                     Training Hours (Hours)                  Average Training Hours Per Employee
       Description              Training (People)                                                                              (Hours/Person)
                           2025         2024            2023           2025            2024                2023        2025             2024            2023
  Pria
                             12.173       14.052           11.109        245.242         180.380           146.255            11                13              13
  Male
  Wanita
                             9.984         7.346          10.306        433.660          221.998           186.726            14               30               18
  Female
  Berdasarkan Kategori Jabatan
  Based on Position Category
  Vice President               100           194             102           1.099           2.662              998             11                14              10
  Senior
                               341           621             339           4.636           9.735             4.440            14                16              13
  Manager
  Manager                      791          1.617          2.529          13.955          26.015            32.103            18                16              13
  Duty Manager/
                                  4            9             134               16            206             1.697            4                23               13
  Supervisor
  Staff                       1.854       18.957           18.311         52.688        363.760            293.743            28                19              16



 Untuk menunjang peningkatan karir pegawai, Perseroan telah                         To support employee career advancement, the Company has
 melakukan pelatihan-pelatihan sebagai berikut.                                     conducted the following training programs


                                               Pelatihan Program Bantuan Peralihan Tahun 2025
                                                        2025 Transition Assistance Program Training

                                                                                                                              Waktu dan               Jumlah
  Materi Pelatihan                                                   Tujuan                                                    Tempat                 Peserta
      Training Materials                                            Objectives                                                 Date and              Number of
                                                                                                                               Location              Participants
                            Membekali para Department Head Perusahaan dengan:
                            A. Leadership Foundation
                               Memahami dasar-dasar kepemimpinan serta memperoleh wawasan langsung
                               dari pimpinan untuk memperkuat peran sebagai pemimpin.
                            B. Personal Capacity                                                                           15-17 Jan 25 –
  Basic Leadership             Meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah serta mengelola                          GITC
  for Junior Officer           waktu secara efektif untuk mendukung produktivitas.                                                                       20
                                                                                                                           January 15–17,
  Batch 1                   C. Giving Assignment                                                                           2025 – GITC
                               Menguasai cara memberikan tugas secara tepat dan menyelenggarakan rapat
                               yang efisien serta berorientasi pada hasil.
                            D. Developing Others
                               Mengembangkan keterampilan membimbing dan melatih orang lain guna
                               mendukung pertumbuhan individu dan tim.
                            E. Interpersonal Skills
                               Membangun hubungan kerja yang positif dan meningkatkan citra diri sebagai
                               pemimpin melalui penampilan dan sikap yang profesional

                            Equipping the Company’s Department Heads with:
                            A. Leadership Foundation
                                Understanding the fundamentals of leadership and gaining direct insights from
                                senior leaders to strengthen their role as leaders.
  Basic Leadership          B. Personal Capacity                                                                           29 – 31 Okt 25
  for Junior Officer            Improving problem-solving skills and effectively managing time to support                  – GITC
                                                                                                                                                         19
  Batch 2                       productivity.                                                                              October 29–31,
                            C. Delegating Tasks                                                                            2025 – GITC
                                Mastering how to assign tasks appropriately and conduct efficient, results-
                                oriented meetings.
                            D. Developing Others
                                Developing skills in mentoring and coaching others to support individual and
                                team growth.
                            E. Interpersonal Skills
                                Building positive working relationships and enhancing one’s image as a leader
                                through professional appearance and demeanor




                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
164
                                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 165
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




                                               Pelatihan Program Bantuan Peralihan Tahun 2025
                                                       2025 Transition Assistance Program Training

                                                                                                                     Waktu dan           Jumlah
 Materi Pelatihan                                                     Tujuan                                          Tempat             Peserta
  Training Materials                                                Objectives                                         Date and        Number of
                                                                                                                       Location        Participants
                           Membekali para Division Head Perusahaan dengan:
                           1. Memberikan pemahaman dan keterampilan memimpin dan membangun kinerja
                              terbaik dalam organisasi
                           2. Memberikan keterampilan cara mengelola orang dan organisasi secara tepat dan
                              adaptif
                           3. Memberikan pemahaman tentang pentingnya inovasi dalam menghadapi bisnis
                              yang semakin dinamis
                           4. Memberikan pemahaman pengetahuan dan keterampilan kepada para pemimpin
                              dalam hal pemecahan masalah yang kreatif dan pengambilan keputusan yang
                              tepat dengan berbagai teknik dan pendekatan
                           5. Memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk dapat
                                                                                                                    22 – 24
 Garuda Emerging              mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dalam merumuskan masalah,
                                                                                                                    Jan 25
 Leadership Program           menemukan akar permasalahan, hingga menghasilkan alternatif solusi dan
                                                                                                                    GITC                     21
 Batch                        memilih solusi terbaik untuk dilakukan
                                                                                                                    January 22–24,
                                                                                                                    2025 – GITC
                           Equipping the Company’s Division Heads with:
                           1. Providing understanding and skills to lead and build optimal performance within
                               the organization
                           2. Providing skills for managing people and organizations effectively and adaptively
                           3. Providing an understanding of the importance of innovation in dealing with an
                               increasingly dynamic business environment
                           4. Providing leaders with the knowledge and skills for creative problem-solving and
                               sound decision-making using various techniques and approaches
                           5. Providing practical knowledge and skills to develop critical thinking abilities in
                               formulating problems, identifying root causes, generating alternative solutions,
                               and selecting the best solution to implement


Perseroan juga memberikan program pelatihan prapensiun                            The Company also provides pre-retirement training programs to
kepada karyawan yang akan memasuki masa prapensiun.                               employees approaching retirement. This training aims to prepare
Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan pegawai yang akan                        employees for retirement so that upon retirement, they possess
memasuki masa pensiun sehingga pada saat pensiun memiliki                         the mindset and concepts needed to start their own businesses
pola pikir dan konsep untuk membuka usaha secara mandiri                          and maintain their well-being. However, following the pandemic,
dan tetap sejahtera. Namun sejak pasca pandemi program ini                        this program has been temporarily suspended until further notice.
dihentikan sementara hingga pemberitahuan selanjutnya.

Dalam upaya pencapian kinerja Perseroan, program                                  In pursuit of the Company’s performance goals, career
pengembangan karir dilandasi prinsip equality dan fairness                        development programs are based on the principles of equality
dengan tetap memperhatikan kinerja atau pemenuhan KPI pegawai,                    and fairness, while taking into account employee performance
tingkat pendidikan, serta kompetensi tiap individu. Seluruh pegawai               or KPI fulfillment, educational background, and individual
didukung untuk seluruh memberikan kinerja terbaiknya agar dapat                   competencies. All employees are encouraged to give their best
menduduki posisi yang lebih tinggi. Segala bentuk pengembangan                    performance so they can advance to higher positions. All forms
yang dilakukan oleh pegawai direncanakan, dimonitor, dan                          of employee development are planned, monitored, and evaluated
dievaluasi menggunakan Individual Development Plan (IDP).                         using an Individual Development Plan (IDP). Forms of human
Bentuk pengembangan SDM dapat disesuaikan dengan kebutuhan                        capital development are tailored to employee development
pengembangan pegawai melalui coaching dan mentoring antara                        needs through coaching and mentoring between supervisors and
atasan dan subordinat, challenging assignment, maupun practical                   subordinates, challenging assignments, and practical knowledge
knowledge training. Kebutuhan pengembangan pegawai dilakukan                      training. Employee development needs are determined based on
berdasarkan kompetensi/persyaratan jabatan, aspirasi pegawai                      job competencies/requirements, employee aspirations validated
yang telah divalidasi oleh atasan dan yang utama didasarkan                       by supervisors, and primarily based on the Company’s priorities
pada prioritas dan kebutuhan Perseroan.                                           and needs.

Guna mendukung transformasi bisnis dan/atau restrukturisasi                       To support the increasingly urgent business transformation and/
dan revitalisasi/peningkatan skala usaha yang semakin                             or restructuring and revitalization/scaling up of operations, as
mendesak, serta sebagai salah satu bentuk experientcial learning                  well as serving as a form of experiential learning in employee
dalam pengembangan pegawai adalah mengikuti program Talent                        development, the Company implements the Talent Mobility
Mobility. Tahun 2025, Perseroan telah melaksanakan Program                        Program. In 2025, the Company implemented the Talent Mobility
Talent Mobility tercatat terdapat 252 pegawai dari level Junior                   Program, with 252 employees from Junior Officer to Senior
Officer sampai dengan level Senior Officer yang mengikuti                         Officer levels participating in the program, which was conducted
program dimaksud, yang dilakukan baik dalam Group Perseroan,                      within the Company’s Group, the Ministry of State-Owned
Kementerian BUMN, Intra Klaster maupun lintas klaster BUMN.                       Enterprises, intra-cluster, and across SOE clusters.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      165
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 166
                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                             Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 Perseroan juga memetakan kandidat suksesor untuk posisi                  The Company also maps out successor candidates for structural
 struktural di masing-masing direktorat untuk melihat tingkat             positions within each directorate to assess their readiness levels
 kesiapan dan kebutuhan pengembangan dari kandidat suksesor.              and development needs. This Succession Planning mapping also
 Pemetaan dari Perencanaan Suksesi ini juga memudahkan untuk              facilitates the identification of positions that have a direct impact
 melihat posisi-posisi yang memiliki dampak langsung kepada               on the Company’s business continuity or positions requiring
 kelangsungan bisnis Perseroan ataupun posisi dengan kualifikasi          specialized qualifications that necessitate a lengthy preparation
 khusus yang memerlukan waktu lama untuk menyiapkan                       period for successor candidates. Through both assessments and
 kandidat suksesor. Baik melalui asesmen maupun perencanaan               succession planning, 130 individuals were promoted.
 suksesi tercatat 130 orang yang mengalami promosi jabatan.

 Pada tahun 2025, telah dilakukan proses asesmen kompetensi               In 2025, a competency assessment process was conducted to
 untuk melihat kesesuaian kompetensi pegawai tersebut terhadap            evaluate the alignment of employees’ competencies with the
 posisi yang akan dituju. Pelaksanaan asesmen kompetensi                  positions to which they were being promoted. The implementation
 internal naik sebesar 6,5% dengan total peserta sejumlah 246             of internal competency assessments increased by 6.5%, with
 pegawai. Selain kegiatan assessment internal, untuk mengisi              a total of 246 employees participating. In addition to internal
 posisi lowong di jajaran Direksi Entitas Anak, telah dilaksanakan        assessment activities, to fill vacant positions on the Boards
 fit and proper test dan asesmen dengan standar yang ditetapkan           of Directors of Subsidiary Entities, fit and proper tests and
 oleh Kementerian BUMN kepada kandidat internal dan eksternal             assessments were conducted in accordance with standards set
 Perseroan.                                                               by the Ministry of State-Owned Enterprises for both internal
                                                                          and external candidates of the Company.


                                       Tabel Tinjauan Rutin Pegawai Tetap dan Jenjang Karir
                                    Table of Regular Reviews of Permanent Employees and Career Paths

                                                                                         Hasil Penilaian dan Relevansi Pengembangan
                                                                                                             Karier
      Tahun         Jumlah Pegawai yang Mendapatkan Peninjauan                               Assessment Results and Career Development
      Year                 Number of Employees Receiving Reviews                                            Relevance
                                                                                           Promosi       Mutasi/Rotasi              Demosi
                                                                                         Promotions      Transfer/Rotation         Demotion
               4.014 (100% dari total karyawan tetap)
  2025                                                                                             235                3.779                       -
               4,014 (100% of total permanent employees)
               4.107 (100% dari total karyawan tetap)
  2024                                                                                             523                3.575                       -
               4,107 (100% of total permanent employees)
               4.161 (100% dari total karyawan tetap)
  2023                                                                                             194                   718                      -
               4,161 (100% of total permanent employees)


 KEBEBASAN BERSERIKAT [GRI 2-30, TR-AL-310a.1, TR-AL-                     FREEDOM OF ASSOCIATION [GRI 2-30, TR-AL-310a.1, TR-
 310a.2]                                                                  AL-310a.2]
 Perseroan senantiasa membangun hubungan industrial                       The Company consistently fosters harmonious industrial relations.
 yang harmonis. Hubungan industrial yang harmonis antara                  Harmonious industrial relations between the company and its
 perusahaan dengan pegawai merupakan faktor penting untuk                 employees are a key factor in ensuring sustainable business
 terselenggaranya operasional usaha yang berkelanjutan.                   operations. The Company consistently guarantees the right to
 Perseroan senantiasa menjamin hak kebebasan berserikat                   freedom of association for all employees across all operational
 seluruh pegawai di seluruh wilayah operasional. Sesuai dengan            regions. In accordance with Law No. 13 of 2003 on Manpower, as
 Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,                  well as the Decree of the Minister of Manpower and Transmigration
 serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep            No. Kep 255/Men/2003 on Procedures for the Formation and
 255/Men/2003 tentang Tatacara Pembentukan dan Susunan                    Composition of Membership of the Bipartite Labor Relations
 Keanggotaan LKS Bipartit, Garuda Indonesia telah memiliki                Committee (LKS Bipartit), Garuda Indonesia has a Collective Labor
 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disusun manajemen                    Agreement (CLA) drafted by management in collaboration with the
 bersama dengan Serikat Pekerja. Dalam hal ini, Perseroan                 Labor Union. In this regard, the Company states that 100% of its
 menyampaikan bahwa 100% karyawan telah tercakup dalam                    employees are covered by the current Collective Labor Agreement
 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku. Cakupan penuh ini           (PKB) . This full coverage reflects the Company’s commitment
 mencerminkan komitmen Perseroan dalam memastikan seluruh                 to ensuring that all employment relationships are managed
 hubungan kerja diatur secara transparan, adil, dan selaras dengan        transparently, fairly, and in accordance with applicable laws and
 ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.                     regulations.

 Pengelolaan hubungan industrial dilakukan Perseroan dengan               The Company manages industrial relations by committing to
 berkomitmen menjalankan ketentuan-ketentuan dalam                        implement the provisions of the Collective Labor Agreement
 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2018-2020 beserta                 (CLA) for the 2018–2020 period and its extensions to ensure
 perpanjangannya agar tetap diimplementasikan dengan baik                 they are properly implemented in coordination with the Labor
 dengan berkoordinasi bersama Serikat Pekerja sampai dengan               Union until the latest CLA is established, as the Company is


                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
166
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 167
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




PKB terbaru ditetapkan mengingat hingga saat ini Perseroan                    currently still in the process of negotiating the renewal of the
masih dalam proses perundingan pembaharuan PKB bersama                        CLA with the Labor Union. The Company maintains open channels
Serikat Pekerja. Perseroan membuka ruang komunikasi baik                      of communication with both the Labor Union and employees
kepada Serikat Pekerja maupun pekerja sebagai sarana untuk                    as a means for conveying rights, obligations, grievances, and
menyampaikan hak, kewajiban, keluh-kesah, dan ide-ide yang                    ideas aimed at fostering a harmonious working relationship
bertujuan untuk menciptakan suasana hubungan kerja yang                       between employees and Company management. The Company
harmonis antara pekerja dan manajemen Perseroan. Perseroan                    actively undertakes efforts to resolve any industrial disputes in
secara aktif melakukan upaya-upaya dalam rangka penyelesaian                  accordance with the CLA and applicable laws.
setiap perselisihan industrial dengan mengacu kepada PKB dan
Undang-undang yang berlaku.

Seiring dengan kebijakan manajemen untuk tetap menjaga                        In line with management’s policy to maintain communication
komunikasi antara manajemen dan pekerja, Perseroan tetap                      between management and employees, the Company continues
meningkatkan intensitas komunikasi dengan serikat pekerja,                    to enhance the intensity of communication with the labor union,
termasuk dengan pekerja secara langsung sebagai sarana untuk                  including direct communication with employees, as a means for
menyampaikan hak, kewajiban, keluh kesah, termasuk ide-ide                    employees to express their rights, obligations, grievances, and
dari pegawai yang bertujuan untuk menciptakan hubungan kerja                  ideas aimed at fostering harmonious labor relations and achieving
yang harmonis serta tercapainya tujuan Perseroan. Berkaca pada                the Company’s objectives. Reflecting on the various activities
berbagai kegiatan antara manajemen dan serikat pekerja di atas                between management and labor unions as described above
membuktikan bahwa Garuda Indonesia menjamin kebebasan                         demonstrates that Garuda Indonesia guarantees its employees’
karyawannya untuk berserikat, sebagaimana diatur dalam                        freedom of association, as stipulated in Law of the Republic of
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2000                          Indonesia No. 21 of 2000 on Labor Unions, Law of the Republic
tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Undang-Undang Republik                 of Indonesia No. 13 of 2003 on Manpower, and ILO Convention
Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta                  No. 87/1948 on Freedom of Association and Protection of the
Konvensi ILO No.: 87/1948 tentang Kebebasan Berserikat dan                    Right to Organize. During 2025, there were no work strikes by
Perlindungan atas Hak Berorganisasi (Freedom of Association                   employees. Consequently, no workdays were lost due to strikes
and Protection of Right to Organize). Selama tahun 2025, tidak                during that period.
terdapat penghentian kerja (pemogokan kerja) yang dilakukan
oleh pegawai. Dengan demikian, tidak terdapat hari kerja yang
hilang akibat aksi mogok selama periode tersebut.

TENAGA KERJA ANAK DAN TENAGA KERJA PAKSA                                      CHILD LABOR AND FORCED LABOR [OJK F.19]
[OJK F.19]
Garuda Indonesia berkomitmen untuk mendukung penuh                            Garuda Indonesia is fully committed to supporting the elimination
penghapusan pekerja anak dan praktik kerja paksa. Upaya                       of child labor and forced labor practices. A concrete effort to
nyata untuk mengukuhkan dukungan tersebut adalah Perseroan                    reinforce this commitment is that the Company has clear policies
memiliki kebijakan yang jelas tentang usia minimal karyawan                   regarding the minimum age of employees and their working
maupun jam kerja karyawan. Usia minimal karyawan adalah 18                    hours. The minimum age for employees is 18 years, while the
tahun, sedangkan jam kerja yang disepakati adalah 8 (delapan)                 agreed working hours are 8 (eight) hours per day and 40 (forty)
jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk              hours per week for a 5 (five)-day workweek, in accordance with
5 (five) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, sesuai dengan pasal 77             Article 77 of Law No. 13 of 2003 on Manpower.
Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Selain itu, Garuda Indonesia juga memberlakukan sistem sistem                 Additionally, Garuda Indonesia implements a shift work system,
kerja bergiliran (shift work), yang pengaturannya disesuaikan                 the arrangements for which are tailored to the operational
dengan kondisi lapangan pekerjaan pada beberapa unit kerja dan                conditions of specific work units and employee levels. Under
level karyawan tertentu. Dengan pengaturan tersebut, apabila                  these arrangements, any excess working hours are counted as
terdapat kelebihan waktu kerja, hal itu akan diperhitungkan                   overtime, and the compensation rates have been established
sebagai kerja lembur yang besaran kompensasinya telah                         by the Company to ensure employees are not disadvantaged.
ditetapkan Perseroan sehingga tidak merugikan karyawan. Tak                   Furthermore, Garuda Indonesia provides employees with
hanya itu, Garuda Indonesia juga memberikan kesempatan                        opportunities to rest during specific hours.
kepada karyawan untuk beristirahat pada jam-jam tertentu.

Penetapan batasan yang jelas tentang usia dan jam kerja karyawan              The establishment of clear limits on the age and working hours
merupakan implementasi undang-undang ketenagakerjaan dan                      of employees constitutes the implementation of labor laws and
beberapa regulasi yang lain, seperti Undang-Undang Republik                   several other regulations, such as Law of the Republic of Indonesia
Indonesia No. 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention                 No. 20 of 1999 on the Ratification of ILO Convention No. 138
No. 138 Concerning Minimum Age for Admission to Employment                    Concerning the Minimum Age for Admission to Employment,
(Konvensi ILO Mengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan                       and the Law of the Republic of Indonesia No. 1 of 2000 on the
Bekerja), dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun                    Ratification of ILO Convention No. 182 Concerning the Prohibition
2000 tentang Pengesahan ILO Convention No. 182 Concerning                     and Immediate Action for the Elimination of the Worst Forms of


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   167
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 168
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                 Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 The Prohibition And Immediate Action for The Elimination of The              Child Labor. Furthermore, clear policies regarding working hours,
 Worst Forms of Child Labour (Konvensi ILO No. 182 mengenai                   including regulations on overtime to prevent forced labor, are in
 Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk                     line with Law of the Republic of Indonesia No. 19 of 1999 on the
 Pekerjaan Terburuk untuk Anak). Adapun kebijakan tentang jam                 Ratification of ILO Convention No. 105 Concerning the Abolition
 kerja yang jelas, termasuk pengaturan tentang lembur sehingga                of Forced Labor.
 tidak terjadi kerja paksa, sejalan dengan Undang-Undang
 Republik Indonesia No. 19 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO
 Convention No. 105 Concerning The Abolition of Forced Labour
 (Konvensi ILO Mengenai Penghapusan Kerja Paksa).

 UPAH MINIMUM REGIONAL [OJK F.20]                                             REGIONAL MINIMUM WAGE [OJK F.20]
 Jumlah dan besaran remunerasi Perseroan ditentukan                           The amount and level of the Company’s remuneration are
 berdasarkan prinsip keadilan internal (internal equity) dan daya             determined based on the principles of internal equity and
 saing (external competitiveness) dengan mempertimbangkan                     external competitiveness, considering the position, competencies,
 posisi jabatan, kompetensi, tingkat tanggung jawab, serta                    level of responsibility, and accountability of each employee.
 akuntabilitas masing-masing pegawai. Penetapan remunerasi                    Remuneration is determined based on objective, measurable, and
 dilakukan berdasarkan kriteria yang objektif, terukur, dan                   transparent criteria, and is adjusted to the Company’s financial
 transparan, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan                      capacity and position in the labor market.
 dan posisi Perseroan di pasar tenaga kerja.

 Struktur penggajian di Perseroan dikelompokkan berdasarkan                   The Company’s pay structure is categorized by profession,
 kategori profesi, yaitu penerbang, awak kabin, dan pegawai darat             namely pilots, cabin crew, and ground staff, which includes the
 (ground staff) yang mencakup unit Head Office dan Branch                     Head Office and Branch Office (HOBO) units. Remuneration
 Office (HOBO). Komponen remunerasi terdiri atas fixed pay dan                components consist of fixed pay and variable pay in accordance
 variable pay sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                           with applicable regulations.

 Peninjauan dan penyesuaian penggajian bagi seluruh pegawai                   Reviews and adjustments to salaries for all employees are
 dilakukan secara berkala berdasarkan ketentuan dalam Perjanjian              conducted periodically in accordance with the provisions of the
 Kerja Bersama (PKB) dengan memperhatikan tingkat inflasi,                    Collective Labor Agreement (PKB) while paying attention to
 kemampuan finansial Perseroan dan pencapaian kinerja individu                the inflation rate, the Company’s financial capacity, and the
 dan Perusahaan                                                               performance achievements of both the individual and the
                                                                              Company

 Strategi remunerasi Perseroan disusun dengan mengacu pada                    The Company’s remuneration strategy is formulated based
 prinsip MMC (Market, Meritocracy, dan Company Capability),                   on the MMC principles (Market, Meritocracy, and Company
 yaitu:                                                                       Capability), namely:
 1. Market, dengan memperhatikan standar remunerasi yang                      1. Market, by considering prevailing remuneration standards
     berlaku di industri dan pasar tenaga kerja;                                 in the industry and the labor market;
 2. Meritocracy, dengan mengaitkan remunerasi pada kinerja,                   2. Meritocracy, by correlating remuneration with employee
     kontribusi, dan produktivitas pegawai;                                      performance, contributions, and productivity;
 3. Company Capability, dengan mempertimbangkan                               3. Company Capability, by considering the Company’s financial
     keberlanjutan dan kemampuan keuangan Perseroan, baik                        sustainability and capacity, both for the current year and
     pada tahun berjalan maupun proyeksi masa mendatang.                         future projections.

 Perseroan memberikan penghargaan kepada Pegawai yang telah                   The Company recognizes employees who have contributed and
 berkontribusi dan memberikan loyalitas selama masa kerja                     demonstrated loyalty over specific tenure periods—specifically
 tertentu yaitu untuk masa kerja 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun,                for 10, 20, 30, and 35 years of service—in accordance with
 dan 35 tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                           applicable regulations.

 Pada tahun 2025, Perseroan berkomitmen untuk terus                           In 2025, the Company is committed to continuing to optimize
 mengoptimalkan kinerja pegawai melalui penerapan kebijakan                   employee performance through the implementation of a
 remunerasi yang kompetitif dan berkeadilan, meliputi besaran gaji            competitive and equitable remuneration policy, including basic
 pokok, tunjangan, FATA (Flight Allowance & Travel Allowance), fasilitas      salary amounts, allowances, FATA (Flight Allowance & Travel
 perangkat kerja, fasilitas Kesehatan, dan benefit lainnya dengan             Allowance), work equipment, healthcare, and other benefits
 tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan            while adhering to the principles of prudence, good corporate
 yang baik (Good Corporate Governance), dan keberlanjutan usaha.              governance, and business sustainability.

 Berkaitan dengan kebijakan remunerasi, Garuda Indonesia                      Regarding its compensation policy, Garuda Indonesia has also
 juga telah menerapkan standar penggajian berdasarkan                         implemented a pay scale based on employee rankings and job
 pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Untuk                             levels. To ensure competitive compensation, Garuda Indonesia
 memberikan remunerasi yang kompetitif, Garuda Indonesia                      conducts compensation surveys within the industry while


                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
168
                                                                                                                    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 169
Profil Perusahaan                              Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                     Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




mengikuti remuneration survey pada industri sejenis dengan                     adhering to labor laws and Regional Minimum Wage (UMR)
memperhatikan dan mematuhi undang-undang ketenagakerjaan                       regulations. All permanent and non-permanent employees
dan peraturan Upah Minimum Regional (UMR). Seluruh pegawai                     (excluding outsourced staff) at the lowest level of Garuda
tetap maupun tidak tetap (selain outsource) level terendah                     Indonesia receive remuneration above the Regional Minimum
Garuda Indonesia menerima remunerasi di atas ketentuan Upah                    Wage (UMR) applicable at the Head Office in DKI Jakarta, with
Minimum Regional (UMR) yang berlaku di Head Office yaitu di                    the lowest wage ratio received by employees in 2025 compared
DKI Jakarta dengan Rasio terendah upah yang diterima karyawan                  to the UMR being 1:1.25. Furthermore, for fixed-term contract
pada tahun 2025 dibandingkan dengan UMR adalah 1 : 1,25.                       (PKWT) employees in the outsourced category (contract workers)
Selanjutnya bagi pegawai PKWT kategori Outsource (Tenaga Alih                  at the lowest level, remuneration is set at the same value as the
Daya) untuk level terendah menerima remunerasi dengan nilai                    applicable Regional Minimum Wage (UMR) in each respective
sama dengan ketentuan Upah Minimum Regional (UMR) yang                         region, with the following details:
berlaku di masing-masing daerah dengan rincian sebagai berikut:


                                                                                                 Imbal Jasa Karyawan
                                                                                                                                  Persentase
    Kota/Provinsi/ Daerah Branch Office                 Upah Minimum Provinsi (Rp)               Tingkat Terendah (Rp)
      City/Province/Region of Branch Office              Provincial Minimum Wage (IDR)
                                                                                                                                     (%)
                                                                                               Compensation of Lowest-Level
                                                                                                                                 Percentage (%)
                                                                                                     Employee (Rp)
 DKI Jakarta
                                                                                Rp5.396.761                       Rp5.396.761                  100
 Special Capital Region of Jakarta
 Kota Medan
                                                                                Rp4.014.072                       Rp4.014.072                  100
 City of Medan
 Kota Bengkulu
                                                                               Rp2.930.669                       Rp2.930.669                   100
 City of Bengkulu
 Kota Batam
                                                                               Rp4.989.600                       Rp4.989.600                   100
 City of Batam
 Kota Banda Aceh
                                                                                Rp3.898.856                       Rp3.898.856                  100
 City of Banda Aceh
 Kota Jambi
                                                                                Rp3.607.223                       Rp3.607.223                  100
 City of Jambi
 Kota Padang
                                                                                Rp2.994.193                       Rp2.994.193                  100
 City of Padang
 Kota Pangkalpinang
                                                                                Rp3.876.600                       Rp3.876.600                  100
 City of Pangkalpinang
 Kota Pekanbaru
                                                                                Rp3.675.938                       Rp3.675.938                  100
 City of Pekanbaru
 Kota Palembang
                                                                                Rp3.916.635                       Rp3.916.635                  100
 City of Palembang
 Kabupaten Belitung
                                                                               Rp3.867.600                       Rp3.867.600                   100
 Belitung Regency
 Kota Bandar Lampung
                                                                                Rp3.305.367                       Rp3.305.367                  100
 City of Bandar Lampung
 Kota Tanjung Pinang
                                                                                Rp3.623.654                       Rp3.623.654                  100
 City of Tanjung Pinang
 Kota Bandung
                                                                                Rp4.482.914                       Rp4.482.914                  100
 City of Bandung
 Kabupaten Bima
                                                                                Rp2.637.147                       Rp2.637.147                  100
 Bima Regency
 Kabupaten Banyuwangi
                                                                                Rp2.810.139                       Rp2.810.139                  100
 Banyuwangi Regency
 Kota Yogyakarta
                                                                               Rp2.655.024                       Rp2.655.024                   100
 City of Yogyakarta
 Kabupaten Malang
                                                                               Rp3.553.530                        Rp3.553.530                  100
 Malang Regency
 Kota Surakarta
                                                                                Rp2.416.560                       Rp2.416.560                  100
 City of Surakarta
 Kota Semarang
                                                                                Rp3.454.827                       Rp3.454.827                  100
 City of Semarang
 Kota Surabaya
                                                                                Rp4.961.753                       Rp4.961.753                  100
 City of Surabaya
 Kabupaten Badung
                                                                                Rp3.534.339                       Rp3.534.339                  100
 Badung Regency



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   169
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 170
                                                     Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                       Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




                                                                                            Imbal Jasa Karyawan
                                                                                                                             Persentase
      Kota/Provinsi/ Daerah Branch Office      Upah Minimum Provinsi (Rp)                   Tingkat Terendah (Rp)
       City/Province/Region of Branch Office   Provincial Minimum Wage (IDR)
                                                                                                                                (%)
                                                                                        Compensation of Lowest-Level
                                                                                                                           Percentage (%)
                                                                                              Employee (Rp)
  Kabupaten Jember
                                                                         Rp2.838.642                      Rp2.838.642                     100
  Jember Regency
  Kota Kupang
                                                                      Rp2.396.696                        Rp2.396.696                      100
  City of Kupang
  Kota Mataram
                                                                     Rp2.859.620                         Rp2.859.620                      100
  City of Mataram
  Kabupaten Manokwari
                                                                      Rp3.615.000                        Rp3.615.000                      100
  Manokwari Regency
  Kota Samarinda
                                                                         Rp3.724.437                      Rp3.724.437                     100
  City of Samarinda
  Kabupaten Manggarai Barat
                                                                      Rp2.328.969                         Rp2.328.969                     100
  West Manggarai Regency
  Kota Ambon
                                                                         Rp3.185.733                      Rp3.185.733                     100
  City of Ambon
  Kota Banjarmasin
                                                                         Rp3.599.182                      Rp3.599.182                     100
  City of Banjarmasin
  Kabupaten Berau
                                                                         Rp4.081.396                      Rp4.081.396                     100
  Berau Regency
  Kabupaten Biak Numfor
                                                                      Rp4.285.850                        Rp4.285.850                      100
  Biak Numfor Regency
  Kota Balikpapan
                                                                      Rp3.701.509                         Rp3.701.509                     100
  City of Balikpapan
  Kota Jayapura
                                                                      Rp4.285.850                        Rp4.285.850                      100
  City of Jayapura
  Kota Gorontalo
                                                                         Rp3.405.144                      Rp3.405.144                     100
  City of Gorontalo
  Kota Kendari
                                                                         Rp3.314.389                      Rp3.314.389                     100
  City of Kendari
  Kota Manado
                                                                         Rp3.775.425                      Rp3.775.425                     100
  City of Manado
  Kabupaten Mamuju
                                                                         Rp3.122.680                      Rp3.122.680                     100
  Mamuju Regency
  Kabupaten Merauke
                                                                      Rp4.285.850                        Rp4.285.850                      100
  Merauke Regency
  Kabupaten Nabire
                                                                      Rp4.285.850                        Rp4.285.850                      100
  Nabire Regency
  Kota Palangka Raya
                                                                         Rp3.525.154                      Rp3.525.154                     100
  City of Palangka Raya
  Kota Palu
                                                                      Rp3.386.588                         Rp3.386.588                     100
  City of Palu
  Kota Pontianak
                                                                     Rp3.205.220                         Rp3.205.220                      100
  City of Pontianak
  Kota Sorong
                                                                      Rp3.614.000                        Rp3.614.000                      100
  City of Sorong
  Kabupaten Mimika
                                                                     Rp5.005.678                         Rp5.005.678                      100
  Mimika Regency
  Kota Tarakan
                                                                     Rp4.460.405                         Rp4.460.405                      100
  City of Tarakan
  Kota Ternate
                                                                         Rp3.461.250                      Rp3.461.250                     100
  City of Ternate
  Kota Makassar
                                                                         Rp3.880.137                      Rp3.880.137                     100
  City of Makassar

  Selain memberikan remunerasi kepada karyawan, Garuda              In addition to providing compensation to employees, Garuda
 Indonesia juga memberikan penyediaan berbagai fasilitas            Indonesia also offers various support facilities to enhance
 penunjang guna meningkatkan motivasi serta produktivitas           motivation and work productivity. The facilities provided include:
 kerja. Adapun fasilitas yang diberikan di antaranya:
 1. Penghargaan kinerja, sesuai dengan kinerja dan kontribusi       1.     Performance awards, based on the performance and
     dari masing-masing pegawai;                                           contributions of each employee;


                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
170
                                                                                                             PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 171
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




2. Insentif Sales untuk memastikan pencapaian revenue dan                     2. Sales incentives to ensure the company’s revenue and sales
    sales perseroan;                                                              targets are achieved;
3. Jaminan kesehatan pegawai dan keluarganya termasuk                         3. Health insurance for employees and their families, including
    fasilitas kacamata dan persalinan;                                            eyewear and maternity benefits;
4. Jaminan sosial tenaga kerja (BPJS);                                        4. Social security for employees (BPJS);
5. Asuransi Personal Accident;                                                5. Personal Accident Insurance;
6. Tunjangan Hari Raya (THR);                                                 6. Holiday Allowance (THR);
7. Tunjangan cuti tahunan;                                                    7. Annual leave allowance;
8. Tunjangan Tengah Tahun;                                                    8. Mid-Year Allowance;
9. Tunjangan Shift;                                                           9. Shift Allowance;
10. Fasilitas pindah bagi pegawai yang mutasi;                                10. Relocation benefits for transferred employees;
11. Fasilitas Konsesi;                                                        11. Concession benefits;
12. Program pensiun;                                                          12. Pension program;
13. Fasilitas kegiatan seni dan olahraga bagi Pegawai.                        13. Arts and sports activity benefits for employees.

Selain itu, Perseroan juga memberikan hak cuti melahirkan kepada              In addition, the Company also provides maternity leave benefits to
karyawan. Garuda Indonesia telah memiliki program cuti melahirkan             employees. Garuda Indonesia has a maternity leave program for
baik bagi karyawan laki-laki maupun perempuan yang tercantum                  both male and female employees, as stipulated in the Collective
dalam Perjanjian Kerja Bersama untuk karyawan tetap dan Kontrak               Labor Agreement for permanent employees and the Employment
Kepegawaian dengan Pihak Ketiga untuk karyawan outsource.                     Contract with Third Parties for outsourced employees.

Terkait dengan program pensiun, Perseroan telah memiliki                      Regarding the pension program, the Company has provisions
ketentuan yang mengatur pemberian hak kesejahteraan                           governing the provision of employee welfare benefits upon the
karyawan setelah berakhirnya masa kerja (usia pensiun) baik                   end of employment (retirement age), whether mandatory or
yang bersifat mandatory ataupun ketentuan internal perusahaan,                internal company regulations, as set forth in the Human Capital
yang tertuang dalam Human Capital Manual chapter 8.3.5.8 dan                  Manual, Chapter 8.3.5.8, and the Cooperation Agreement (PKS)
Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Perusahaan dan Pihak Ketiga.                between the Company and Third Parties.

LINGKUNGAN BEKERJA YANG LAYAK DAN AMAN                                        A DECENT AND SAFE WORKING ENVIRONMENT
[OJK F.21, TR-AL-540a.1, TR-AF-540a.1]                                        [OJK F.21, TR-AL-540a.1, TR-AF-540a.1]
Perseroan menyadari bahwa lingkungan kerja yang layak dan                     The Company recognizes that a safe and decent work environment
aman sesuai kaidah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) akan                  in accordance with Occupational Safety and Health (OSH)
memberikan dampak positif pada meningkatkan produktivitas                     standards will have a positive impact on increasing employee
karyawan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja                         productivity, which will ultimately improve the Company’s
perusahaan. Oleh karenanya, Perseroan senantiasa berkomitmen                  performance. Therefore, the Company remains committed to
untuk mewujudkan lingkungan kerja terbaik dengan mematuhi                     creating the best possible work environment by complying with
regulasi yang berlaku, baik yang berkaitan dengan keselamatan                 applicable regulations, including those related to workplace
kerja, kesehatan, maupun penyakit akibat kerja.                               safety, health, and work-related illnesses.

Kesehatan Kerja menjadi perhatian utama Perseroan sebagai                     Occupational Health is a primary concern for the Company
bentuk kepatuhan terhadap Pasal 98, Undang-Undang Republik                    as a form of compliance with Article 98 of Law of the Republic
Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur                of Indonesia Number 17 of 2023 on Health, which stipulates
bahwa pemberi kerja bertanggung jawab melaksanakan upaya                      that employers are responsible for implementing occupational
kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem keselamatan dan               health efforts integrated with the Occupational Safety and Health
kesehatan kerja. Sejalan dengan itu, Perseroan juga berkomitmen               system. As a result, the Company is also committed to complying
untuk mematuhi peraturan terkait Keselamatan Kerja yaitu                      with regulations related to Occupational Safety, namely Law of
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang                   the Republic of Indonesia No. 1 of 1970 on Occupational Safety,
Keselamatan Kerja, yaitu setiap tenaga kerja berhak mendapat                  which states that every worker has the right to protection of their
perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan                    safety while performing work for the sake of their well-being
untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta                     and to enhance national production and productivity, and that
produktivitas nasional, dan setiap orang lainnya yang berada di               the safety of every other person present at the workplace must
tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya.                              also be ensured.

Dalam upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang layak dan                 In an effort to create a decent and safe work environment, the
aman, Perusahaan mengelola dan menerapkan Sistem Manajemen                    Company manages and implements the Occupational Health and
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Safety Management                  Safety Management System (SMK3) and the Safety Management
System (SMS). Penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja               System (SMS). The application of Occupational Safety and Health
tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi                 principles is not only focused on regulatory compliance but also
juga mencerminkan komitmen manajemen dan seluruh karyawan                     reflects the commitment of Garuda Indonesia’s management and
Garuda Indonesia untuk bekerja sama dalam mengimplementasikan                 all employees to collaborate in implementing these provisions
ketentuan tersebut secara disiplin dan berkelanjutan.                         in a disciplined and sustainable manner.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   171
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 172
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 Terciptanya lingkungan yang layak juga didukung oleh penyediaan           The creation of a decent environment is also supported by the
 fasilitas kerja yang aman, bersih dan nyaman. Perseroan telah             provision of safe, clean, and comfortable work facilities. The
 menyediakan fasilitas seperti toilet, ruang makan, ruang menyusui,        Company has provided facilities such as restrooms, dining areas,
 penitipan anak, alat deteksi asap, fasilitas pemadam kebakaran,           nursing rooms, childcare facilities, smoke detectors, fire safety
 tempat ibadah, tempat parkir, fasilitas kesehatan berupa klinik dan       equipment, places of worship, parking lots, healthcare facilities
 ruang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta fasilitas          including clinics and First Aid stations, as well as other amenities
 lainnya untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan karyawan               to support employee comfort and safety while performing their
 dalam menjalankan pekerjaannya.                                           duties.


                                                     Garuda Indonesia KidsLounge
                                                       Operated by PlayTime Daycare




  Sebagai upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan produktivitas karyawan serta untuk memberikan rasa tenang dan nyaman bagi karyawan,
  khususnya yang memiliki anak berusia balita, Perseroan telah menghadirkan fasilitas “Garuda Indonesia Kids Lounge” (Operated by PlayTime
  Daycare), yang berlokasi di Gedung Manajemen Garuda Indonesia. Fasilitas daycare bertujuan untuk mendukung kesejahteraan karyawan dengan
  menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak karyawan selama jam kerja, sehingga karyawan dapat lebih fokus dan produktif,
  sambil menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga. Hal ini tidak hanya menguntungkan karyawan tetapi juga perusahaan, dalam bentuk
  kepuasan, loyalitas, dan peningkatan kinerja.

  As part of Garuda Indonesia’s efforts to enhance employee productivity and provide peace of mind and comfort for employees—particularly
  those with toddlers—the Company has introduced the “Garuda Indonesia Kids Lounge” (Operated by PlayTime Daycare), located in the Garuda
  Indonesia Management Building. The daycare facility aims to support employee well-being by providing a safe and comfortable place for
  employees’ children during working hours, so that employees can be more focused and productive, while maintaining a work-life balance. This
  benefits not only employees but also the company, in the form of satisfaction, loyalty, and improved performance.




 SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA [GRI                               OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH SYSTEM [GRI
 403-1,403-8, TR-AL-540a.1]                                                403-1, 403-8, TR-AL-540a.1]
 Garuda Indonesia berkomitmen untuk menciptakan lingkungan                 Garuda Indonesia is committed to creating a safe, healthy, and
 kerja yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh pekerja                 conducive work environment for all employees through the
 melalui penerapan sistem manajemen keselamatan dan                        implementation of an integrated Occupational Safety and Health
 kesehatan kerja (K3) yang terintegrasi. Penerapan sistem K3               (OSH) management system. The implementation of this OHS
 tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada berbagai ketentuan              system is done in accordance with various applicable laws and
 peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia                    regulations in Indonesia as well as international safety standards
 serta standar keselamatan internasional yang relevan dengan               relevant to the aviation industry.
 industri penerbangan.

 Secara regulatif, penerapan K3 di lingkungan Perseroan                    In terms of regulatory, the implementation of OHS within
 berpedoman pada sejumlah peraturan perundang-undangan,                    the Company is guided by a number of laws and regulations,
 antara lain:                                                              including:
 1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan                     1. Law No. 1 of 1970 on Occupational Safety;
    Kerja;


                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
172
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 173
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




2.  Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan;                        2.   Law No. 23 of 1992 on Health;
3.  Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;                        3.   Law No. 36 of 2009 on Health;
4.  Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;                  4.   Law No. 13 of 2003 on Labor;
5.  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009                       5.   Law of the Republic of Indonesia No. 1 of 2009 on Aviation;
    tentang Penerbangan;
6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011                       6. Law of the Republic of Indonesia No. 24 of 2011 on the Social
    tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial;                                  Security Administration Agency;
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023                       7. Law of the Republic of Indonesia No. 17 of 2023 on Health;
    tentang Kesehatan;
8. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan                         8. Law No. 6 of 2023 on the Enactment of Government Regulation
    Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2                         in Lieu of Law No. 2 of 2022 on Job Creation into Law
    Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
9. Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit                      9. Presidential Decree No. 22 of 1993 on Occupational Diseases;
    yang Timbul Akibat Hubungan Kerja;
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019                  10. Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 7 of
    tentang Penyakit Akibat Kerja;                                                2019 on Occupational Diseases;
11. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan                  11. Government Regulation No. 50 of 2012 on the Implementation
    Sistem Manajemen K3;                                                          of the Occupational Safety and Health (OSH) Management
                                                                                  System;
12. Permenaker RI No. PER.02/MEN/1992 tentang Tata Cara                       12. Ministry of Manpower Regulation No. PER.02/MEN/1992
    Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli K3;                                    on Procedures for Designating the Duties and Authorities
                                                                                  of Occupational Safety and Health Experts;
13. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1987 tentang                 13. Regulation of the Minister of Manpower No. 4 of 1987
    Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3);                       concerning the Occupational Safety and Health Advisory
                                                                                  Committee (P2K3);
14. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 1996 tentang                   14. Regulation of the Minister of Manpower No. 5 of 1996
    Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja                              concerning the Occupational Safety and Health Management
    (SMK3);                                                                       System (SMK3);
15. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 26 Tahun 2014                     15. Regulation of the Minister of Manpower No. 26 of 2014
    tentang Penyelenggaraan Penilaian Penerapan Sistem                            concerning the Implementation of the Assessment of
    Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;                                    the Application of the Occupational Safety and Health
                                                                                  Management System;
16. Etika Bisnis & Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk              16. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Business Ethics & Work
    Tahun 2017.                                                                   Ethics 2017.

Dalam implementasinya, Perseroan menerapkan dua sistem                        In its implementation, the Company applies two complementary
manajemen keselamatan yang saling melengkapi, yaitu Safety                    safety management systems, namely the Safety Management
Management System (SMS) dan Sistem Manajemen Keselamatan                      System (SMS) and the Occupational Safety and Health
dan Kesehatan Kerja (SMK3). Keduanya memiliki peran yang                      Management System (SMK3). Both play complementary roles.
saling melengkapi. Berikut penjabaran masing-masing:                          The following is a description of each:

Safety Management System (SMS) adalah pendekatan sistematis                   The Safety Management System (SMS) is a systematic approach
untuk mengelola keselamatan penerbangan, termasuk struktur                    to managing aviation safety, including organizational structure,
organisasi, tanggung jawab, kebijakan, dan prosedur. SMS                      responsibilities, policies, and procedures. The SMS focuses on
difokuskan pada keselamatan operasional penerbangan yang                      aviation operational safety in accordance with the ICAO (Annex
mengacu pada ICAO (Annex 19, Safety Management) dan CASR                      19, Safety Management) and CASR Part 19. The management
Part 19. Pengelolaan SMS diawasi oleh otoritas penerbangan sipil              of the SMS is overseen by the national civil aviation authority
nasional (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara). Terdapat 4                  (Directorate General of Civil Aviation). There are 4 (four) Main
(empat) Pilar Utama SMS: Safety Policy (Kebijakan Keselamatan),               Pillars of the SMS: Safety Policy, Safety Risk Management, Safety
Safety Risk Management (Manajemen Risiko Keselamatan),                        Assurance, and Safety Promotion.
Safety Assurance (Penjaminan Keselamatan), Safety Promotion
(Promosi Keselamatan).

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                       The Occupational Safety and Health Management System (SMK3)
adalah sistem terstruktur yang menjamin keselamatan dan                       is a structured system that ensures Occupational Safety and
kesehatan kerja di lingkungan kerja secara menyeluruh, tidak                  Health throughout the workplace, not limited to flight operations
terbatas pada operasional penerbangan saja, tapi juga mencakup                alone, but also covering other work areas such as hangars, offices,
area kerja lainnya seperti hanggar, kantor, gudang, dan lainnya.              warehouses and others. The management of the SMK3 is based
Pengelolaan SMK3 mengacu pada ketentuan PP No. 50 Tahun 2012                  on the provisions of Government Regulation No. 50 of 2012 on the
tentang SMK3 dan berdasarkan standar internasional seperti ISO                SMK3 and international standards such as ISO 45001:2018. The
45001:2018. SMK3 diawasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.                    SMK3 is supervised by the Ministry of Manpower.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   173
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 174
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




 Elemen Utama SMK3 meliputi Kebijakan, Perencanaan,                        The key elements of SMK3 include Policy, Planning,
 Implementasi dan Operasi, Evaluasi dan Tindakan Perbaikan,                Implementation and Operations, Evaluation and Corrective
 Tinjauan Manajemen. Perusahaan penerbangan yang baik akan                 Actions, and Management Review. A responsible airline will
 senantriasa mengintegrasikan SMS dan SMK3 agar tidak hanya                consistently integrate the Safety Management System (SMS)
 aman dalam penerbangan, tetapi juga menjamin kesejahteraan                and the Occupational Safety and Health Management System
 seluruh pegawainya. Misalnya, seorang teknisi pesawat tidak               (SMK3) to ensure not only flight safety but also the well-being of
 hanya dilindungi dari kesalahan operasional (SMS) tapi juga               all its employees. For example, an aircraft technician is protected
 dari bahaya kerja seperti bahan kimia berbahaya (SMK3).                   not only from operational errors (SMS) but also from workplace
                                                                           hazards such as hazardous chemicals (SMK3).

 Pada tahun 2025, untuk mendukung komitmen Garuda Indonesia                In 2025, to support Garuda Indonesia’s commitment to
 dalam penguatan tata kelola keselamatan semakin diperkuat                 strengthening safety governance, efforts were further reinforced
 melalui perolehan sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan                through the attainment of Occupational Safety and Health
 dan Kesehatan Kerja (SMK3), dibuktikan dengan pelaksanaan Audit           Management System (SMK3) certification, evidenced by
 Eksternal Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja                the conduct of an External Audit of the Occupational Safety
 (SMK3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012,            and Health Management System (SMK3) in accordance with
 dengan ruang lingkup evaluasi terhadap 166 kriteria penilaian. Audit      Government Regulation No. 50 of 2012, with an evaluation scope
 tersebut memperoleh capaian sebesar 93,37%, sehingga Perseroan            including 166 criteria. The audit achieved a score of 93.37%,
 berhak mendapatkan Sertifikat dan Bendera Emas SMK3 oleh                  thereby entitling the Company to receive the SMK3 Certificate
 Kementerian Ketenagekerjaan Republik Indonesia. Hal ini sebagai           and Gold Flag from the Ministry of Manpower of the Republic
 bentuk pengakuan bahwa sistem pengelolaan K3 Perusahaan telah             of Indonesia. This serves as recognition that the Company’s
 memenuhi ketentuan regulasi nasional dan diterapkan secara efektif        OHS management system has fulfilled national regulatory
 di lingkungan kerja.                                                      requirements and is effectively implemented in the workplace.

 Perseroan memberlakukan OSH&EMS yang memuat satu set                      The Company has implemented an OSH& EMS that sets forth
 ekspektasi dan persyaratan yang harus dipatuhi atau dijadikan             a set of expectations and requirements that must be complied
 persyaratan minimum oleh seluruh (100%) insan Garuda                      with or adopted as minimum requirements by all (100%) Garuda
 Indonesia, rekan bisnis, kontraktor, pemasok, dan seluruh                 Indonesia personnel, business partners, contractors, suppliers,
 (100%) pihak lain yang terlibat dalam proses bisnis Garuda                and all (100%) other parties involved in Garuda Indonesia’s
 Indonesia termasuk di dalamnya semua karyawan dan pekerja                 business processes, including all employees and non-employee
 yang bukan karyawan tetapi pekerjaannya dan/atau tempat                   workers whose work and/or workplace is controlled by Garuda
 kerjanya dikendalikan oleh Garuda Indonesia.                              Indonesia.

 Selain itu, pada tahun yang sama Garuda Indonesia juga                    Additionally, in the same year, Garuda Indonesia successfully
 berhasil mempertahankan sertifikasi IATA Operational Safety               maintained its IATA Operational Safety Audit (IOSA) certification
 Audit (IOSA) yang diterbitkan oleh International Air Transport            issued by the International Air Transport Association (IATA). This
 Association (IATA). Sertifikasi IOSA tersebut menegaskan bahwa            IOSA certification confirms that the Company’s aviation safety
 sistem manajemen dan operasional keselamatan penerbangan                  management and operational systems have fulfilled stringent
 Perseroan telah memenuhi standar keselamatan internasional                international safety standards recognized globally.
 yang ketat dan diakui secara global.

 PEMETAAN RISIKO KERJA [GRI 403-2, TR-AF-430a.3]                           OCCUPATIONAL RISK ASSESSMENT [GRI 403-2, TR-AF-
                                                                           430a.3]
 IDENTIFIKASI BAHAYA DAN MANAJEMEN RISIKO                                  HAZARD IDENTIFICATION AND SAFETY RISK MANAGEMENT
 KESELAMATAN
 Garuda Indonesia melaksanakan proses identifikasi bahaya secara           Garuda Indonesia conducts a comprehensive hazard identification
 menyeluruh pada seluruh aktivitas baik operasional penerbangan            process across all activities, including both flight operations and
 maupun lingkungan kerja. Identifikasi bahaya merupakan tanggung           the work environment. Hazard identification is the responsibility
 jawab setiap insan Perusahaan sesuai ruang lingkup tugasnya               of every employee within the scope of their respective duties. The
 masing-masing. Proses identifikasi bahaya dilakukan secara                hazard identification process is conducted continuously through
 berkelanjutan melalui pendekatan reaktif dan proaktif serta untuk         both reactive and proactive approaches, covering both regular
 aktivitas penerbangan reguler maupun non-reguler. Proses ini              and non-regular flight operations. This process is carried out via
 dijalankan melalui mekanisme pelaporan yang bersifat non-punitif          a non-punitive and confidential reporting mechanism managed
 dan confidential yang dikelola oleh Unit yang membidangi fungsi           by the unit responsible for safety functions. Hazard identification
 keselamatan. Laporan identifikasi bahaya akan menjadi perhatian           reports are reviewed by management as a reference for the
 manajemen sebagai acuan dalam proses perbaikan berkelanjutan.             continuous improvement process.

 Garuda Indonesia mendorong dan memfasilitasi seluruh karyawan             Garuda Indonesia encourages and facilitates all employees at
 di semua tingkat organisasi untuk menyampaikan laporan terkait            all organizational levels to submit reports related to hazard
 identifikasi bahaya. Perseroan memfasilitasi pelaporan identifikasi       identification. The Company facilitates the reporting of potential


                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
174
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 175
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




potensi bahaya melalui platform electronic report (e-report) yang             hazards through an electronic reporting (e-report) platform
dapat diakses melalui website https://safety.garuda-indonesia.com.            accessible via the website https://safety.garuda-indonesia.com.
Setiap laporan identifikasi bahaya dianalisis untuk menentukan                Each hazard identification report is analyzed to determine the
tingkat risiko kemudian langkah mitigasi dilaksanakan oleh Unit               risk level, after which mitigation measures are implemented by
terkait untuk memastikan risiko tersebut dikendalikan hingga                  the relevant unit to ensure the risk is controlled to an acceptable
tingkat risiko yang diterima atau As Low as Reasonably Practicable            level or As Low as Reasonably Practicable (ALARP). The reporter
(ALARP). Adapun pelapor akan memperoleh umpan balik mengenai                  will receive feedback regarding the progress of follow-up actions
perkembangan tindak lanjut atas laporan tersebut.                             on the report.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 3.136 laporan                         Throughout 2025, a total of 3,136 hazard identification reports
identifikasi bahaya yang diterima, dengan rate 38,5 per 1.000                 were received, at a rate of 38.5 per 1,000 departures. This is a
departures. Hal ini merupakan indikasi positif atas kontribusi                positive sign of employees’ contributions to identifying hazards
pegawai dalam mengidentifikasi bahaya untuk kemudian dapat                    so that they can be mitigated quickly and effectively.
dimitigasi secara cepat dan tepat.

INVESTIGASI                                                                   INVESTIGATION
Garuda Indonesia melaksanakan investigasi insiden untuk                       Garuda Indonesia conducts incident investigations to identify
mengidentifikasi akar masalah (root cause) yang berkontribusi                 the root causes contributing to the incident, to prevent similar
terhadap insiden tersebut, guna mencegah terulangnya kejadian                 occurrences from recurring. The investigation process adheres
serupa. Pelaksanaan investigasi mengacu pada ketentuan baik                   to both international and national regulations, including ICAO
internasional dan nasional, antara lain ICAO Annex 13 tentang                 Annex 13 on Aircraft Accident and Incident Investigation, as well
Aircraft Accident and Incident Investigation, serta regulasi                  as national regulations such as CASR 830. All personnel involved
nasional seperti CASR 830. Seluruh personel yang terlibat dalam               in the investigation are required to understand these standards
investigasi wajib memahami standar dan pedoman tersebut                       and guidelines as a minimum reference. The investigation results
sebagai acuan minimum. Hasil investigasi menjadi dasar untuk                  serve as the basis for risk management and mitigation, as well as
pengelolaan risiko dan mitigasi serta perbaikan berkelanjutan                 continuous improvement in the Occupational Safety and Health
dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja                        Management System and flight operational safety.
serta keselamatan operasional penerbangan.

Investigasi dari sisi SMK3 mengacu pada Permenaker No.03                      From the OHS perspective, investigations are guided by Ministry
Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan                        of Manpower Regulation No. 03 of 1998 on Procedures for
Kecelakaan serta SK Kpedirjen Binwasnaker No. KEP.84/bw/1998                  Reporting and Investigating Accidents, as well as Director General
tentang Cara Pengisian Formulir Laporan dan Analisis Statistik                of Occupational Safety and Health Decision Letter No. KEP.84/
K3, regulasi tersebut telah disadur ke dalam prosedur internal                bw/1998 on the Method for Filling Out OHS Report Forms and
perusahaan. Dalam implementasinya, pelaksanaan investigasi                    Statistical Analysis; these regulations have been incorporated
dilakukan oleh personel yang kompeten.                                        into the company’s internal procedures. In practice, investigations
                                                                              are conducted by competent personnel.

Garuda Indonesia melakukan identifikasi risiko kerja untuk menilai            Garuda Indonesia conducts workplace risk assessments to evaluate
potensi terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan Perseroan.                  the potential for workplace accidents within the Company. These
Identifikasi risiko kerja dilakukan karena kegiatan usaha di                  assessments are conducted because the company’s business
Perseroan memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Meskipun               operations carry a risk of workplace accidents. Although this risk
risiko tersebut kecil, setiap potensi kecelakaan kerja harus                  is low, every potential workplace accident must be anticipated. In
diantisipasi. Selain menimbulkan kerugian secara langsung bagi                addition to causing direct harm to the victim, workplace accidents
korban, kecelakaan kerja juga berpotensi menimbulkan dampak                   also have the potential to cause far greater impacts, such as
yang jauh lebih besar, seperti menurunnya reputasi perusahaan,                damage to the company’s reputation, loss of work hours and days,
hilangnya jam dan hari kerja, menimbulkan tuntutan hukum                      legal claims, and so on. Based on the results of this identification,
dan sebagainya. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, Garuda               Garuda Indonesia takes steps to minimize risks, as well as follows
Indonesia mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan                        up and implements improvements if such risks occur, as outlined
risiko, serta melakukan tindak lanjut dan perbaikan apabila risiko            in the following table:
tersebut terjadi sebagaimana disampaikan dalam tabel berikut:




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    175
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 176
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                   Sustainability Strategy and Policy                      Sustainability Performance Highlights




                                 Tabel Pemetaan Risiko Kecelakaan Kerja Garuda Indonesia Tahun 2025
                                          Table of Garuda Indonesia Workplace Accident Risk Mapping in 2025

                Risiko Kecelakaan/                 Upaya                     Insiden
    Jenis
                   Penyakit yang                Meminimalkan                  Tahun
  Pekerjaan                                                                                         Upaya yang Dilakukan Atas Insiden
      Type of
                Timbul Akibat Kerja                Risiko                     2025                      Actions Taken Regarding the Incident
                     Work-Related                  Measures to           Incidents in
       Work
                  InjuriesIllness Risks           Minimize Risks            2025
                                              Pemeriksaan paska
                                              KLL di RS dan                               •    Investigasi mendalam oleh investigator PT Aerotrans
                                              dilakukan penanganan                        •    Permintaan keterangan inves
                                              emergensi. Diberikan                        •    Me-refresh kembali training DDT kepada seluruh
                                              penatalaksanaan                                  pengemudi dan menambahkan materi observasi dan trik
                                              sesuai dengan kondisi                            berkendara yang aman
                                              dan konsultasi dokter                       •    Perlu lebih intense dalam meningkatkan kewaspadaan
                                              spesialis.                                       pengemudi melalui safety campaign, leasson learn, dan
                Injury on ground due to
  Cabin Crew                                  Post-accident              1                     safety meeting/P5H
                transport crew incident
                                              examination at the                          •    In-depth investigation by PT Aerotrans investigators
                                              hospital, followed                          •    Request for information from the investigator
                                              by emergency                                •    Refresh DDT training for all drivers and adding material on
                                              treatment. Treatment                             observation and safe driving techniques
                                              is provided based on                        •    Need to be more proactive in enhancing driver awareness
                                              the patient’s condition                          through safety campaigns, lessons learned, and safety
                                              and consultation with                            meetings/P5H
                                              a specialist.
                                              Pertolongan pertama                         •    Mengeluarkan Safety Advisory No: SA 032025 -
                                              pada kecelakaan,                                 Waspada Tuberlensi dan Prosedur Penanganan dalam
                                              Rawat jalan dan Long                             Penerbangan (SA di distribusi ke all Pilot & Cabin crew)
                                              sick diberikan sebagai                      •    Koordinasi Departemental Quality Safety Manager
                Injury in flight due to       langkah pemulihan.                               (DQSM) Meeting
  Cabin Crew                                                             1
                aircraft bumping              First aid for accidents,                    •    Issue Safety Advisory No. SA 032025 - Be Aware of
                                              outpatient care, and                             Turbulence and In-Flight Procedures (SA distributed to all
                                              long-term sick leave                             pilots and cabin crew)
                                              are provided as                             •    Departmental Coordination Meeting of Quality and Safety
                                              recovery measures.                               Managers (DQSM)
                                                                                          •    Meninjau kebijakan operasional untuk mewajibkan bahwa
                                                                                               tanda sabuk pengaman (seat belt sign) diaktifkan setiap
                                                                                               kali pesawat memasuki lapisan awan yang terkait dengan
                                                                                               pantulan radar, termasuk indikasi cuaca primer dan
                                                                                               sekunder di sepanjang jalur penerbangan.
                                                                                          •    Menegakkan protokol standar bagi awak penerbangan
                                                                                               untuk memberikan briefing kepada awak kabin sebelum
                                                                                               dan selama setiap deviasi cuaca, serta memastikan bahwa
                                                                                               layanan kabin dihentikan ketika turbulensi diperkirakan
                                                                                               atau ketika tanda sabuk pengaman menyala.
                                                                                          •    Menerapkan pengendalian yang lebih ketat untuk
                                                                                               memastikan bahwa setiap kejadian turbulensi berat dicatat
                                              Pertolongan pertama
                                                                                               dengan benar dalam Aircraft Maintenance Log (AML),
                                              pada kecelakaan,
                                                                                               sesuai dengan Boeing FCTM Bagian 1.4.
                                              Rawat jalan dan Long
                                                                                          •    Memperkuat kepatuhan terhadap OM-A Bab 23.4.12,
                                              sick diberikan sebagai
                                                                                               yang mewajibkan awak untuk melaporkan cedera serius
                Injury in flight due to       langkah pemulihan.
  Cabin Crew                                                             1                     pada penumpang atau awak kepada Operations Control
                turbulunce                    First aid for accidents,
                                                                                               Center (OCC), mencari nasihat medis, dan menilai
                                              outpatient care, and
                                                                                               kebutuhan untuk melakukan pengalihan penerbangan
                                              long-term sick leave
                                                                                               dengan menggunakan semua sumber daya yang tersedia.
                                              are provided as
                                                                                          •    Menggunakan bagan kondisi turbulensi selama briefing
                                              recovery measures
                                                                                               gabungan (Awak Penerbangan dan FOO), yang merinci
                                                                                               kondisi turbulensi yang diharapkan berdasarkan waypoint
                                                                                               atau sektor untuk membantu pengambilan keputusan
                                                                                               terkait aktivasi tanda sabuk pengaman dan keselamatan
                                                                                               kabin.
                                                                                          •    Menetapkan dan menegakkan protokol dalam saluran
                                                                                               komunikasi perusahaan untuk memastikan bahwa
                                                                                               setiap laporan kejadian signifikan—termasuk namun
                                                                                               tidak terbatas pada cedera awak, masalah medis
                                                                                               penumpang, gangguan operasional, atau kejadian terkait
                                                                                               keselamatan—segera diekskalasi ke Operations Control
                                                                                               Center (OCC).




                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
176
                                                                                                                             PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 177
Profil Perusahaan                                       Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                              Explanation from the Board of Directors                      Governance                       Sustainability Performance




                                     Tabel Pemetaan Risiko Kecelakaan Kerja Garuda Indonesia Tahun 2025
                                              Table of Garuda Indonesia Workplace Accident Risk Mapping in 2025

                    Risiko Kecelakaan/                    Upaya                         Insiden
   Jenis
                       Penyakit yang                   Meminimalkan                      Tahun
 Pekerjaan                                                                                                Upaya yang Dilakukan Atas Insiden
    Type of
                    Timbul Akibat Kerja                   Risiko                         2025                Actions Taken Regarding the Incident
                         Work-Related                     Measures to              Incidents in
     Work
                      InjuriesIllness Risks              Minimize Risks               2025
                                                                                                  •   Review operational policies to require that the seat belt
                                                                                                      sign be activated whenever an aircraft enters a cloud layer
                                                                                                      associated with radar reflections, including primary and
                                                                                                      secondary weather indications along the flight path.
                                                                                                  •   Enforce standard protocols for flight crew to brief cabin
                                                                                                      crew before and during any weather deviation, and ensure
                                                                                                      that cabin service is paused when turbulence is anticipated
                                                                                                      or when the seat belt sign is turned on.
                                                                                                  •   Implement stricter controls to ensure that every
                                                                                                      occurrence of severe turbulence is properly recorded in
                                                                                                      the Aircraft Maintenance Log (AML), in accordance with
                                                                                                      Boeing FCTM Section 1.4.
                                                                                                  •   Strengthen compliance with OM-A Chapter 23.4.12, which
                                                                                                      requires crew to report serious injuries to passengers
                                                                                                      or crew to the Operations Control Center (OCC), seek
                                                                                                      medical advice, and assess the need to divert the flight
                                                                                                      using all available resources.
                                                                                                  •   Use turbulence condition charts during joint briefings
                                                                                                      (Flight Crew and FOO), which detail expected turbulence
                                                                                                      conditions based on waypoints or sectors to aid decision-
                                                                                                      making regarding seatbelt sign activation and cabin
                                                                                                      safety. Establish and enforce protocols within company
                                                                                                      communication channels to ensure that any significant
                                                                                                      incident report—including but not limited to crew injuries,
                                                                                                      passenger medical issues, operational disruptions, or
                                                                                                      safety-related incidents—is immediately escalated to the
                                                                                                      Operations Control Center (OCC).
                                                                                                  •   Investigasi Korporat Awal Dan Tindakan Keselamatan
                                                                                                  •   Mandatory Occurrence Report disampaikan kepada KNKT
                                                                                                      dan DKUPPU.
                                                                                                  •   Koordinasi dengan Pilot in Command (PIC) untuk
                                                                                                      memperoleh kronologi awal kejadian, termasuk kondisi
                                                                                                      penerbangan, tindakan awak pesawat, dan situasi kabin.
                                                                                                  •   Koordinasi dengan Station Manager Sydney dilakukan
                                                                                                      untuk mendukung penanganan pasca penerbangan,
                                                                                                      kesejahteraan awak, bantuan medis, serta tindak lanjut
                                                                                                      operasional.
                                                                                                  •   Pemberitahuan dan koordinasi telah dilakukan dengan
                                                    Pertolongan pertama                               Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai
                                                    pada kecelakaan,                                  dengan ketentuan pelaporan yang berlaku.
                                                    Rawat jalan dan Long                          •   Koordinasi dengan Australian Transport Safety Bureau
                                                    sick diberikan sebagai                            (ATSB) dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap
                    Injury in flight due to         langkah pemulihan.                            •   Prosedur investigasi dan pelaporan internasional.
 Cabin Crew                                                                        1
                    turbulunce                      First aid for accidents,                      •   Initial Corporate Investigation and Safety Measures
                                                    outpatient care, and                          •   A Mandatory Occurrence Report was submitted to the
                                                    long-term sick leave                              National Transportation Safety Committee (KNKT) and the
                                                    are provided as                                   Directorate General of Civil Aviation (DKUPPU).
                                                    recovery measures.                            •   Coordination with the Pilot in Command (PIC) to obtain
                                                                                                      an initial chronology of the incident, including flight
                                                                                                      conditions, crew actions, and the cabin situation.
                                                                                                  •   Coordination with the Sydney Station Manager was
                                                                                                      conducted to support post-flight handling, crew welfare,
                                                                                                      medical assistance, and operational follow-up.
                                                                                                  •   Notification and coordination have been carried out with
                                                                                                      the National Transportation Safety Committee (KNKT) in
                                                                                                      accordance with applicable reporting regulations.
                                                                                                  •   Coordination with the Australian Transport Safety
                                                                                                      Bureau (ATSB) was conducted to ensure compliance with
                                                                                                      international investigation and reporting procedures.



Dalam pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan, sesuai                                 In the course of their field operations, in accordance with the
SMK3 dan SMS, karyawan dapat melapor kondisi kerja yang tidak                              Occupational Health, Safety, and Environmental Management
aman maupun tindakan tidak aman pada saat bekerja melalui                                  System (SMK3) and the Safety Management System (SMS),
sistem Integrated Electronic Safety Database (IESD) maupun Form                            employees may report unsafe working conditions or unsafe
Pelaporan Bahaya yang telah disediakan oleh Perseroan, yang                                acts while on the job through the Integrated Electronic Safety


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                   177
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 178
                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                             Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




 selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Corporate Quality,            Database (IESD) or the Hazard Reporting Form provided
 Safety & Sustainability serta departemen terkait lainnya. Perseroan      by the Company, which will then be followed up by the
 senantiasa memberikan perlindungan kepada karyawan yang                  Corporate Quality, Safety & Sustainability Unit and other
 melaporkan kejadian bahaya.                                              relevant departments. The Company consistently provides
                                                                          protection to employees who report hazardous incidents.

 Selain itu, Perseroan telah mempersiapkan dan merespons                  Furthermore, the Company has prepared for and responds
 keadaan darurat berupa kecelakaan penerbangan, ancaman                   to emergency situations such as aviation accidents, bomb
 bom, pembajakan, penculikan, perang/kekacauan sipil, pandemik,           threats, hijackings, kidnappings, war/civil unrest, pandemics,
 dan bencana alam/kebakaran yang dapat berpengaruh terhadap               and natural disasters/fires that may impact Garuda Indonesia’s
 operasional penerbangan Garuda Indonesia. Kebijakan untuk                flight operations. These policies for emergency preparedness
 persiapan dan tanggap darurat ini tertuang dalam Emergency               and response are outlined in the Emergency Response Plan
 Response Plan (ERP) Manual. Untuk menjaga aspek kesiapsiagaan            (ERP) Manual. To maintain the readiness of all personnel and
 seluruh personil dan fasilitas yang digunakan untuk merespons            facilities used to respond to emergencies that may occur at any
 keadaan darurat yang bisa terjadi kapanpun, Garuda Indonesia.            time, Garuda Indonesia conducted an ERP tabletop exercise in
 telah melakukan ERP table top exercise yang dilaksanakan pada            December 2024.
 Desember 2024.

 Perseroan juga memiliki program contigency plan, khusus                  The Company also has a contingency plan program specifically
 untuk tindakan melawan hukum terhadap penerbangan sipil                  for illegal acts against civil aviation, such as hijacking, bomb
 seperti Hijacking, Bomb Threat, Sabotage, dan lainnya. Program           threats, sabotage, and others. These programs are also outlined
 tersebut juga tertuang dalam AOSP dan SeMS. Untuk menjaga                in the AOSP and SeMS. To maintain personnel competence
 kompetensi dan ketanggapan personil saat menghadapi keadaan              and responsiveness when facing emergencies, the Company
 darurat, Perusahaan melakukan security exercise baik table top           conducts security exercises, both tabletop (exercises conducted
 (pelaksanaan exercise dilakukan secara parsial per case) maupun          in phases per scenario) and full-scale (exercises conducted
 full scale (pelaksanaan exercise dilakukan secara keseluruhan            comprehensively involving all stakeholders and company assets,
 dengan melibatkan seluruh stakeholder dan asset perusahaan,              such as aircraft, aircrew, stations, and others).
 seperti pesawat, aircrew, station, dan lainnya).

 INSPEKSI DAN PENGAWASAN [GRI 403-7]                                      INSPECTION AND SUPERVISION [GRI 403-7]
 Garuda Indonesia menerapkan pendekatan sistematis untuk                  Garuda Indonesia implements a systematic approach to prevent
 mencegah dan memitigasi dampak keselamatan dan kesehatan                 and mitigate Occupational Safety and Health impacts directly
 kerja yang secara langsung terkait dengan hubungan bisnis                related to business relationships through the implementation of
 melalui pelaksanaan program quality assurance yang                       a quality assurance program conducted on a regular basis. This
 dilaksanakan secara berkala. Program ini mencakup kegiatan               program includes audit, surveillance, and inspection activities
 audit, surveillance dan inspeksi sebagai evaluasi terhadap               as evaluations of business partners, contractors, and service
 mitra kerja, kontraktor, dan penyedia jasa yang terlibat dalam           providers involved in flight operations, such as ground handling,
 operasional penerbangan, seperti ground handling, maintenance,           maintenance, cargo handling, catering, and other operational
 cargo handling, catering dan fungsi operasional lainnya.                 functions.

 Audit, surveillance dan inspeksi dilakukan untuk memastikan              Audits, surveillance, and inspections are conducted to ensure
 kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, standar operation              compliance with applicable regulations, internal standard operating
 procedure internal, serta penerapan SMS dan SMK3. Audit,                 procedures, and the implementation of the Safety Management
 surveillance dan inspeksi kepada mitra bisnis dilaksanakan baik          System (SMS) and Occupational Safety and Health Management
 di Head Office ataupun Area Operasional di Stasiun Bandar                System (SMK3). Audits, surveillance, and inspections of business
 Udara. Pada tahun 2025, Garuda telah melaksanakan kegiatan               partners are conducted both at the Head Office and at Operational
 audit, surveillance dan inspeksi sebagai berikut:                        Areas at Airport Stations. In 2025, Garuda has carried out the
                                                                          following audit, surveillance, and inspection activities:


                                         Tabel Audit dan Surveillance Area Usaha Tahun 2025
                                          Table of Audits and Surveillance by Business Area in 2025

                     Jenis Kegiatan                                                     Jumlah Kegiatan
       No.
                      Type of Activity                                                 Number of Activities
                                                28 Audit mencakup Audit di:
                                                • 5 International Station
                                                • 23 Domestic Station
  1.         Station Safety and OSH&E Audit
                                                28 audits covering audits at:
                                                • 5 International Stations
                                                • 23 Domestic Stations




                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
178
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 179
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                   Governance                   Sustainability Performance




                                               Tabel Audit dan Surveillance Area Usaha Tahun 2025
                                                 Table of Audits and Surveillance by Business Area in 2025

                       Jenis Kegiatan                                                         Jumlah Kegiatan
   No.
                       Type of Activity                                                       Number of Activities
                                                        5 Audit ke Head Office Service Provider:
                                                        • Gapura Angkasa (Ground Handling Provider)
                                                        • Aerofood ACS (Catering Provider)
                                                        • Integrasi Aviasi Solusi IAS (Cargo Provider)
                                                        • Pertamina Patra Niaga (Fuel Provider)
                                                        • Garuda Maintenance Facility (Maintenance Provider)
            External Service Provider Audit
 2.
            External Service Provider Audit
                                                        5 Audits of Service Provider Head Offices:
                                                        • Gapura Angkasa (Ground Handling Provider)
                                                        • Aerofood ACS (Catering Provider)
                                                        • Integrasi Aviasi Solusi IAS (Cargo Provider)
                                                        • Pertamina Patra Niaga (Fuel Provider)
                                                        • Garuda Maintenance Facility (Maintenance Provider)
                                                        2 Surveillance telah dilaksanakan pada area:
                                                        • Ground Support Equipment Surveillance
                                                        • Maintenance Surveillance
 3.         Surveillance
                                                        2 Surveillance has been conducted in the following areas:
                                                        • Ground Support Equipment Surveillance
                                                        • Maintenance Surveillance
                                                        2 Inspeksi telah dilaksanakan pada:
                                                        • Security Operation Center (SOC) Room (Aero System Indonesia)
                                                        • Inspeksi armada bus dalam rangka mudik bersama GA Group (PT Aerotrans Services
                                                            Indonesia)
 4.         OSH&E Inspection
                                                        2 inspections were conducted at:
                                                        • Security Operations Center (SOC) Room (Aero System Indonesia)
                                                        • Bus fleet inspection in conjunction with the GA Group’s annual homecoming program (PT
                                                            Aerotrans Services Indonesia)



Selain itu, Perseroan memberikan safety induction kepada pihak                      In addition, the Company provides safety induction to both
internal maupun eksternal melalui berbagai metode, seperti                          internal and external parties through various methods, such
penayangan safety video untuk penumpang di pesawat, program                         as showing safety videos to passengers on aircraft, conducting
basic indoctrination untuk pegawai baru Perseroan, serta safety                     basic indoctrination programs for new employees, and providing
briefing bagi tamu atau pengunjung di kantor, guna memastikan                       safety briefings for guests or visitors at the office, to ensure a
pemahaman yang optimal tentang prosedur keselamatan di                              thorough understanding of safety procedures at every level.
setiap level.

PENGELOLA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                           OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH
[GRI 403-4]                                                                         MANAGEMENT [GRI 403-4]
Pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di Perseroan                            Occupational Safety and Health management at the Company
dilaksanakan oleh unit yang membidangi fungsi keselamatan                           is conducted by the unit responsible for safety functions by
dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan                                  implementing the Occupational Safety and Health Management
Kesehatan Kerja (SMK3) dan Safety Management System (SMS).                          System (SMK3) and the Safety Management System (SMS).
Dalam penerapan SMS, Garuda Indonesia menyelenggarakan                              In implementing the SMS, Garuda Indonesia conducts periodic
safety management review secara berkala melalui berbagai forum                      safety management reviews through various coordination forums
koordinasi yang melibatkan unsur manajemen serta perwakilan                         involving management and representatives from operational units.
unit operasional. Forum tersebut berfungsi untuk meninjau                           These forums serve to review the company’s safety performance,
kinerja keselamatan perusahaan, mengevaluasi efektivitas                            evaluate the effectiveness of the safety management system,
sistem manajemen keselamatan, serta membahas berbagai isu                           and discuss various safety issues arising in operations. Through
keselamatan yang muncul dalam operasional. Melalui mekanisme                        this mechanism, employees and representatives of operational
ini, pekerja dan perwakilan unit operasional turut berpartisipasi                   units participate in the process of developing, implementing, and
dalam proses pengembangan, implementasi, dan evaluasi sistem                        evaluating the safety management system within the Company.
manajemen keselamatan di lingkungan Perseroan.

Proses safety management review dilaksanakan melalui beberapa                       The safety management review process is conducted through
forum berjenjang, yaitu Corporate Safety Committee (CSC)                            several tiered forums, namely the Corporate Safety Committee
sebagai forum tertinggi yang beranggotakan Board of Directors                       (CSC) as the highest-level forum comprising the Board of
dan dipimpin oleh President & CEO sebagai Accountable                               Directors and chaired by the President & CEO as the Accountable
Executive. Forum ini kemudian diikuti oleh Joint Safety Board                       Executive. This forum is followed by the Joint Safety Board (JSB),
(JSB) yang beranggotakan Group Head Unit Operasional dan                            which consists of Group Heads of Operational Units and is led by


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                        179
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 180
                                                        Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                          Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 dipimpin oleh Group Head yang membidangi fungsi keselamatan.          the Group Head responsible for safety functions. Additionally,
 Selain itu terdapat Departmental Quality & Safety Manager             there is the Departmental Quality & Safety Manager (DQSM)
 (DQSM) Meeting sebagai forum diskusi di tingkat manajerial            Meeting as a discussion forum at the managerial level, as well
 serta Business Unit Safety Meeting sebagai forum koordinasi           as the Business Unit Safety Meeting as a safety coordination
 keselamatan dengan anak usaha.                                        forum with subsidiaries.

 Pertemuan-pertemuan tersebut dilaksanakan secara berkala              These meetings are held periodically as needed by the
 sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk membahas hasil               organization to discuss safety analysis results, identify
 analisis keselamatan, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta       opportunities for improvement, and establish mitigation measures
 menetapkan langkah mitigasi terhadap risiko keselamatan.              for safety risks. Through this mechanism, safety information flows
 Melalui mekanisme ini, arus informasi keselamatan mengalir            in both directions, that is from top management to operational
 secara dua arah, baik dari tingkat manajemen puncak ke unit           units and vice versa. It is ensuring that safety issues arising at
 operasional maupun sebaliknya, sehingga isu keselamatan yang          the operational level can be raised, discussed, and addressed at
 muncul pada tingkat operasional dapat diangkat, didiskusikan,         higher management levels as part of ongoing efforts to improve
 dan ditindaklanjuti pada tingkat manajemen yang lebih tinggi          safety performance.
 sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja keselamatan
 secara berkelanjutan.


                                            Corporate Safety Committee (Annually)




                                                Joint Safety Board (Twice a year)



                                             Department Quality % Safety Meeting
                                                    (Schedule or Non-Schedule)



                                                 Business Unit Safety Meeting
                                                    (Schedule or Non-Schedule)



 Dari sisi SMK3, Garuda Indonesia telah membentuk Panitia              From an SMK3 perspective, Garuda Indonesia has established
 Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sebagai                the Occupational Safety and Health Advisory Committee (P2K3)
 penanggung jawab di bidang K3. P2K3 adalah badan pembantu             as the body responsible for OSH matters. P2K3 is an auxiliary
 di Perseroan yang merupakan wadah kerja sama antara pengusaha         body within the Company that serves as a forum for cooperation
 dan tenaga kerja atau pekerja/buruh untuk mengembangkan kerja         between employers and employees or workers to foster mutual
 sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan        understanding and effective participation in the implementation
 keselamatan dan kesehatan kerja. Keberadaan P2K3 diatur dalam         of Occupational Safety and Health. The existence of the P2K3
 Penetapan Keputusan Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi              is regulated by the Decree of the Head of the Banten Province
 Provinsi Banten Nomor: 566/0157-DTKT/BINWAS/P2K3/II/2025              Manpower and Transmigration Office No. 566/0157-DTKT/
 tentang Penetapan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan           BINWAS/P2K3/II/2025 regarding the Establishment of the
 Kerja di Perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.                Occupational Safety and Health Advisory Committee at PT
                                                                       Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

 Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan karyawan            The P2K3 membership consists of representatives from both
 yang susunannya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota.           management and employees, comprising a Chairperson, Secretary,
 Organisasi ini mempunyai tugas memberikan saran dan                   and Members. This organization is tasked with providing advice and
 pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau          recommendations, whether solicited or unsolicited, to management
 pengurus mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja.            regarding Occupational Safety and Health issues. Through the
 Melalui P2K3, karyawan dan manajemen dapat mengoptimalkan             P2K3, employees and management can optimize participation,
 partisipasi, konsultasi, dan komunikasi tentang keselamatan dan       consultation, and communication regarding Occupational Safety
 kesehatan kerja.                                                      and Health.

 Sesuai dengan Safety Policy Garuda Indonesia, keselamatan             In accordance with Garuda Indonesia’s Safety Policy, safety is
 merupakan tanggung jawab seluruh karyawan Garuda Indonesia.           the responsibility of all Garuda Indonesia employees. Therefore,
 Oleh karena itu, Perseroan mendorong dan memfasilitasi seluruh        the Company encourages and facilitates all employees at
 karyawan di semua tingkat organisasi untuk menyampaikan               all organizational levels to submit reports regarding hazard
 laporan terkait identifikasi bahaya melalui platform electronic       identification through the electronic reporting (e-report)
 report (e-report) yang dapat diakses melalui https://safety.          platform, accessible via https://safety.garuda-indonesia.com.
                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
180
                                                                                                             PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 181
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




garuda-indonesia.com. Selain itu, Perseroan mengkomunikasikan                    In addition, the Company communicates relevant information
informasi yang relevan mengenai keselamatan melalui Publikasi                    regarding safety through Safety Publications. Throughout 2025,
Keselamatan. Sepanjang 2025, publikasi keselamatan yang telah                    the safety publications issued were as follows:
dilakukan adalah sebagai berikut:
                                                             Publikasi Keselamatan 2025
                                                                  Safety Publications 2025

                                                                                                                                Jumlah
  No.                                                      Program
                                                                                                                                Number
                                                                                                                                         14 Publikasi
 1.        Quality & Safety Insight (QSI) Info
                                                                                                                                      14 Publications
                                                                                                                                          8 Publikasi
 2.        Safety Advisory (SA)
                                                                                                                                       8 Publications
                                                                                                                                         31 Publikasi
 3.        Safety Poster (SP)
                                                                                                                                      31 Publications
                                                                                                                                          2 Majalah
 4.        Flight Safety Publication (FSP) Magazine
                                                                                                                                        2 Magazines
                                                                                                                                             1 Banner
 5.        Safety Banner
                                                                                                                                             1 Banner
                                                                                                                                             11 Video
 6.        Safety Video
                                                                                                                                            11 Videos




Melalui berbagai mekanisme partisipasi, konsultasi, dan                          Through these various mechanisms for participation, consultation,
komunikasi tersebut, Perseroan memastikan bahwa pekerja                          and communication, the Company ensures that employees have
memiliki akses terhadap informasi keselamatan yang relevan                       access to relevant safety information and can actively contribute
serta dapat berkontribusi secara aktif dalam pengembangan,                       to the development, implementation, and evaluation of the
implementasi, dan evaluasi sistem manajemen keselamatan                          Occupational Safety and Health Management System within
dan kesehatan kerja di lingkungan Garuda Indonesia.                              Garuda Indonesia.

PELATIHAN K3 [GRI 403-5]                                                         OHS TRAINING [GRI 403-5]
Sebagai bagian dari penerapan sistem manajemen keselamatan                       As part of the implementation of the Occupational Safety and
dan kesehatan kerja, Garuda Indonesia menyelenggarakan berbagai                  Health Management System, Garuda Indonesia conducts various
program pelatihan keselamatan. Di sisi operasional penerbangan,                  safety training programs. In terms of the flight operations, Safety
pelatihan Safety Management System (SMS) mencakup pelatihan                      Management System (SMS) training includes basic safety
keselamatan dasar bagi seluruh karyawan, termasuk karyawan                       training for all employees, including new hires and contract
baru dan tenaga kerja kontrak atau alih daya. Adapun utamanya,                   or outsourced workers. Primarily, SMS training is intended for
pelatihan SMS diperuntukkan kepada personel operasional yang                     operational personnel with critical functions related to aircraft
memiliki fungsi kritikal terhadap keselamatan pesawat udara, seperti             safety, such as cockpit personnel, cabin crew, operational
personil cockpit, personil kabin, personil operasional, personil                 personnel, ground handling personnel, cargo handling personnel,
ground handling, personil cargo handling, teknisi pemeliharaan                   aircraft maintenance technicians, and personnel in units managing
pesawat, serta personil di Unit yang mengelola fungsi keselamatan.               safety functions.

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam                           The training material includes various important aspects of
pengelolaan keselamatan, antara lain konsep dan elemen SMS,                      safety management, including SMS concepts and elements,
kebijakan dan tujuan keselamatan, manajemen risiko keselamatan,                  safety policies and objectives, safety risk management, safety
safety assurance, promosi budaya keselamatan, pelaporan isu                      assurance, promotion of a safety culture, reporting of safety
keselamatan, serta cara pelaporan identifikasi bahaya yang                       issues, and methods for reporting hazard identifications related
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                      181
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 182
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




 berkaitan dengan aktivitas operasional penerbangan. Pada                to aviation operational activities. Essentially, this SMS training
 intinya, pada pelatihan SMS ini menekankan peran dan tanggung           emphasizes the roles and responsibilities of each personnel
 jawab masing-masing personel dalam menjaga keselamatan                  member in maintaining safety by implementing SMS in their
 dengan menerapkan SMS di area operasional kerja.                        operational work areas.

 Dalam rangka mempersiapkan penanganan keadaan darurat                   To prepare for emergency response in aviation operations, the
 pada operasional penerbangan, Perseroan menerapkan program              Company implements an Emergency Response Plan (ERP)
 Emergency Response Plan (ERP) yang mencakup kegiatan ERP                program, which includes ERP Training, ERP Exercises, and ERP
 Training, ERP Exercise, dan ERP Table Top. Program ini bertujuan        Table-Top exercises. This program aims to provide personnel with
 untuk memberikan pemahaman kepada personel terkait dalam                the necessary understanding to handle emergency situations,
 menghadapi situasi darurat, baik secara teori maupun praktik. ERP       both theoretically and practically. ERP Training is conducted
 Training dilaksanakan untuk membekali personel yang memiliki            to equip personnel with critical roles in emergency response
 peran penting dalam penanganan keadaan darurat dengan                   with foundational knowledge regarding emergency procedures.
 pengetahuan dasar terkait prosedur tanggap darurat. Sementara           Meanwhile, ERP Exercises are conducted at airport stations
 itu, ERP Exercise dilaksanakan di stasiun bandar udara guna             to prepare operational personnel to respond to emergency
 mempersiapkan personil operasional dalam merespons kondisi              conditions on the ground. Additionally, ERP Table-Top exercises
 darurat di lapangan. Kemudian, ERP Table Top diselenggarakan di         are held at the Head Office to train management personnel in
 Kantor Pusat untuk melatih kesiapsiagaan personel manajemen             decision-making and coordination during emergency situations.
 dalam pengambilan keputusan dan koordinasi selama situasi
 darurat.

 Di sisi keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja, Garuda              In terms of workplace safety and health, Garuda Indonesia
 Indonesia senantiasa meningkatkan kompetensi dan keahlian               continuously enhances its employees’ competencies and
 karyawan melalui pelatihan K3. Kegiatan yang diadakan Perseroan         expertise through Occupational Safety and Health (OSH)
 terkait pelatihan K3 antara lain SMK3 Awareness training kepada         training. The Company’s OHS training initiatives include SMK3
 semua anggota P2K3, HIRADC Workshop, Occupational Safety                Awareness training for all members of the P2K3 committee,
 & Health (OSH) and Drugs & Alcohol Management Program                   the HIRADC Workshop, and the Occupational Safety & Health
 (DAMP) Training, Pelatihan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat                (OSH) and Drugs & Alcohol Management Program (DAMP)
 untuk petugas evakuasi darurat atau Emergency Response Team             Training, and Emergency Response Readiness Training for
 (ERT), yang terdiri dari petugas Floor Warden, Fire Fighter, First      emergency evacuation personnel or the Emergency Response
 Aider, Security, Team Facility & Communication. Pelatihan yang          Team (ERT), which consists of Floor Wardens, Firefighters, First
 sudah diselenggarakan sejak tahun 2013 ini bertujuan untuk              Aiders, Security personnel, and the Facility & Communication
 membekali ERT dengan pengetahuan dan keterampilan terkait               Team. This training, which has been conducted since 2013, aims to
 prosedur tanggap darurat di perkantoran Garuda Indonesia.               equip the ERT with the knowledge and skills related to emergency
                                                                         response procedures at Garuda Indonesia’s offices.

 Selain itu, Perseroan juga memberikan pelatihan pemadaman               Additionally, the Company conducts annual firefighting drills to
 kebakaran (Firefighting Drill) yang dilakukan setiap tahunnya           prepare firefighters, employee representatives, housekeeping
 untuk mempersiapkan petugas pemadam kebakaran serta                     staff, cafeteria employees, and tenants to handle fire situations.
 perwakilan karyawan, house keeping, karyawan kantin dan tenant          Furthermore, training is extended to all employees to ensure they
 dalam menghadapi situasi kebakaran. Selanjutnya, pelatihan              understand their respective procedures and responsibilities so
 diteruskan kepada seluruh karyawan untuk memahami prosedur              that, in the event of an emergency, emergency evacuation can
 dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga apabila terjadi            be executed in accordance with established procedures.
 satu kondisi darurat, evakuasi darurat dapat dijalankan sesuai
 dengan prosedur sebagaimana mestinya.


                                                  Daftar Pelatihan Keselamatan 2025
                                                     Safety Training Schedule in 2025

                                    Kegiatan                                                     Lokasi                           Jumlah
  No.
                                      Activity                                                   Location                            Total
        Pelatihan Safety Management System (SMS)                                                                             2.689 Peserta
  1.                                                                             Garuda Indonesia Training Center (GITC)
        Safety Management System (SMS) Training                                                                              2,689 Participants
        Pelatihan Emergency Response Plan (ERP)                                                                              33 Peserta
  2.                                                                             Garuda Indonesia Training Center (GITC)
        Emergency Response Plan (ERP) Training                                                                               33 Participants
                                                                                 Stasiun Bandar Udara                        34 Stasiun
  3.    Emergency Response Plan (ERP) Exercise
                                                                                 Airport Station                             34 Stations
                                                                                                                             1 Kegiatan
  4.    Emergency Response Plan (ERP) Table Top                                  Garuda Management Building (GMB)
                                                                                                                             1 Activity
        SMK3 Awareness Training & Workshop                                                                                   30 Peserta
  5.                                                                             Garuda Indonesia Training Center (GITC)
        SMK3 Awareness Training & Workshop                                                                                   30 Participants



                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
182
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 183
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                    Governance                       Sustainability Performance




                                                        Daftar Pelatihan Keselamatan 2025
                                                             Safety Training Schedule in 2025

                                        Kegiatan                                                        Lokasi                            Jumlah
 No.
                                         Activity                                                       Location                            Total
                                                                                      Gedung Sistem Informasi                        10 Peserta
 6.      HIRADC Workshop
                                                                                      Information Systems Building                   10 Participants
         Petugas Peran Kebakaran (Kelas D) Sertifikasi Kemnaker                                                                      18 Peserta
 7.                                                                                   Garuda Indonesia Training Center (GITC)
         Fire Safety Officer (Class D) Certification by the Ministry of Manpower                                                     18 Participants
         Petugas P3K Sertifikasi Kemnaker                                                                                            18 Peserta
 8.                                                                                   Garuda Management Building (GMB)
         First Aid Officer, Ministry of Manpower Certification                                                                       18 Participants
         Pelatihan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Batch 1 & 3                                                                         60 Peserta
 9.                                                                                   Garuda Indonesia Training Center (GITC)
         Emergency Response Preparedness Training Batches 1 & 3                                                                      60 Participants
         Pelatihan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Batch 2                                                                             30 Peserta
 10.                                                                                  Garuda Management Building (GMB)
         Emergency Response Preparedness Training Batch 2                                                                            30 Participants
                                                                                                                                     45 Peserta
 11.     Occupational Safety & Health & DAMP Training for ERT Personnel               Garuda Management Building (GMB)
                                                                                                                                     45 Participants
         Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker                                                                                           6 Peserta
 12.                                                                                  Online Training
         General OSH Expert Certification by the Ministry of Manpower                                                                6 Participants
         Pelatihan pemadaman api menggunakan APAR (fire fighting drill)                                                              56 Peserta
 13.                                                                                  Garuda Indonesia Training Center (GITC)
         Fire Extinguisher Training (Fire Fighting Drill)                                                                            56 Participants
         Pelatihan pemadaman api menggunakan APAR (fire fighting drill)                                                              61 Peserta
 14                                                                                   Garuda City Center
         Fire Extinguisher Training (Fire Fighting Drill)                                                                            61 Participants




 Pada 30 Oktober 2025, Tim Emergency Response Plan (ERP) Garuda Indonesia menyelenggarakan Corporate ERP Table Top
 Exercise dengan skenario pesawat mengalami Ditching di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ditching merupakan
 kondisi darurat ketika pesawat harus melakukan pendaratan di permukaan air akibat situasi tertentu karena tidak memungkinkan
 pesawat mendarat di darat. Skenario ini dipilih untuk menguji kesiapsiagaan Perusahaan dalam menghadapi situasi darurat
 berisiko tinggi yang memerlukan koordinasi cepat antara berbagai fungsi operasional, keselamatan, dan manajemen. Kegiatan
 ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam Garuda Indonesia ERP Manual serta dihadiri oleh para Group
 Head dari unit-unit terkait sebagai representasi manajemen lintas fungsi.

 Dalam pelaksanaan table top exercise, para peserta melakukan simulasi terstruktur berdasarkan alur skenario keadaan darurat.
 Setiap tahap skenario mengharuskan peserta untuk mengidentifikasi langkah respons yang tepat, termasuk proses pengambilan
 keputusan, koordinasi antarunit, komunikasi krisis, serta aktivasi prosedur tanggap darurat sesuai peran dan tanggung jawab
 masing-masing. Melalui simulasi ini, Garuda Indonesia dapat mengevaluasi efektivitas koordinasi organisasi, kesiapan prosedur,
 serta memperkuat kapasitas manajemen dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Latihan ini
 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan darurat dan menjaga keselamatan
 operasional penerbangan.

 On October 30, 2025, Garuda Indonesia’s Emergency Response Plan (ERP) Team conducted a Corporate ERP Table Top Exercise with a scenario
 involving an aircraft performing a ditching at I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bali. Ditching is an emergency situation where an aircraft must
 land on water due to specific circumstances that prevent it from landing on land. This scenario was chosen to test the Company’s preparedness in
 handling high-risk emergency situations requiring rapid coordination among various operational, safety, and management functions. The activity
 was conducted in accordance with the procedures outlined in the Garuda Indonesia ERP Manual and was attended by Group Heads from relevant
 units representing cross-functional management.

 During the table-top exercise, participants conducted a structured simulation based on the emergency scenario flowchart. Each stage of the scenario
 required participants to identify appropriate response steps, including decision-making processes, inter-unit coordination, crisis communication,
 and the activation of emergency response procedures in accordance with their respective roles and responsibilities. Through this simulation, Garuda
 Indonesia can evaluate the effectiveness of organizational coordination and procedural readiness, as well as strengthen management’s capacity
 to respond to emergency situations quickly, accurately, and in a coordinated manner. This exercise is part of the Company’s ongoing efforts to
 enhance emergency preparedness and maintain flight operational safety.




FASILITAS KESEHATAN YANG DITERIMA [GRI 403-3, 403-                               HEALTHCARE FACILITIES RECEIVED [GRI 403-3, 403-6,
6, 403-10, TR-AL-540a.3]                                                         403-10, TR-AL-540a.3]
Selaras dengan komitmen Garuda Indonesia dalam menjamin                          In line with Garuda Indonesia’s commitment to ensuring safety,
keselamatan, kesehatan, serta perlindungan kerja, Perseroan telah                health, and workplace protection, the Company has introduced
menghadirkan berbagai program dan fasilitas kesehatan bagi para                  various health programs and benefits for its employees as a
pegawai sebagai wujud kepedulian dan dukungan perusahaan                         demonstration of the company’s care and support for their well-
terhadap kesejahteraan karyawan. Adapun program pemberian                        being. The health benefit programs are as follows.
fasilitas Kesehatan adalah sebagai berikut.
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                          183
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 184
                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                             Sustainability Strategy and Policy                  Sustainability Performance Highlights




 1.   Program Jaminan Sosial dengan mendaftarkan seluruh                  1.   Social Security Program: Enrolling all eligible employees as
      karyawan yang memenuhi persyaratan sebagai peserta                       participants in Administration Agency for Health (BPJS Kesehatan)
      BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk Jaminan                    and Social Security Administration Agency for Employment (BPJS
      Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan (JKK), Jaminan Kematian               Ketenagakerjaan) for Old Age Security (JHT), Accident Security
      (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP);                                         (JKK), Death Security (JKM), and Pension Security (JP)
 2.   Selain BPJS yang merupakan program wajib diberikan                  2.   In addition to BPJS, which is a mandatory program provided
      kepada pegawai sesuai peraturan pemerintah, Perusahaan                   to employees in accordance with government regulations,
      juga memberikan program jaminan asuransi kesehatan                       the Company also provides a health insurance program
      yang memberikan jaminan kesehatan kepada karyawan                        that offers health coverage to employees and their families,
      dan keluarga yang mencakup manfaat utama berupa layanan                  comprising key benefits such as outpatient and inpatient
      rawat jalan, rawat inap, serta sejumlah manfaat tambahan                 care, as well as additional benefits including reimbursement
      berupa penggantian biaya kacamata, alat bantu dengar,                    for eyeglasses, hearing aids, primary infertility treatment,
      infertility primer, bantuan Special Need Children (SNC),                 assistance for Special Needs Children (SNC), prosthetics
      protesa anggota gerak, perawatan gigi, alat bantu kesehatan,             for limbs, dental care, medical devices, immunizations for
      Imunisasi bagi anak dan vaksin tertentu bagi dewasa.                     children, and certain vaccines for adults.
 3.   Program Mental Health yang bertujuan untuk mendukung                3.   The Mental Health program, aimed at supporting employees’
      Kesehatan mental pegawai, seperti konseling offline maupun               mental health, such as offline and online counseling, as
      online serta sejumlah kegiatan webinar dan seminar untuk                 well as various webinar and seminar activities to help
      membantu pegawai mengelola kesehatan mental yang                         employees manage their mental health, which may impact
      mungkin akan mempengaruhi kinerja dan Kesehatan pegawai.                 their performance and overall well-being.
 4.   Program Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan,                4.   Occupational Safety, Health, and Environment Program, which
      dengan menyediakan fasilitas dan alat proteksi/pelindung                 provides safety equipment and personal protective gear,
      diri, pembentukan Panitia Pembinaan Keselamatan dan                      establishes an Occupational Safety and Health Committee,
      Kesehatan Kerja, dan penyediaan perlengkapan kerja;                      and supplies work equipment;
 5.   Program Asuransi Personel Accident (PA) bagi karyawan               5.   Personnel Accident (PA) Insurance Program for employees,
      yang diberikan sebagai asuransi kecelakaan diri pada saat                providing personal accident coverage both on duty and off
      on duty maupun offduty dengan nilai pertanggungan sesuai                 duty, with coverage amounts based on employee category.
      dengan kategori pegawai.

 Untuk memastikan kesehatan yang optimal bagi karyawan Garuda             To optimize the health of Garuda Indonesia employees, the
 Indonesia, Perseroan mengadakan berbagai program kesehatan               Company implements various health programs focused on
 yang berfokus pada isu-isu kesehatan terkini. Selain itu, Perseroan      current health issues. Furthermore, the Company provides
 juga menyediakan perlindungan kesehatan melalui pemeriksaan              health coverage through annual health checkups and health
 kesehatan tahunan dan fasilitas pemeliharaan kesehatan bagi              maintenance facilities for employees and their families. The
 karyawan beserta keluarganya. Tak hanya itu, Perseroan mengelola         Company also manages Garuda Sentra Medika to support the
 Garuda Sentra Medika untuk mendukung kelayakan personel                  fitness of flight personnel and ensure adequate healthcare
 penerbangan serta ketersediaan layanan kesehatan yang                    services. This management contributes to the Company’s efforts
 memadai. Pengelolaan ini juga berkontribusi pada upaya Perseroan         to achieve established productivity targets, in accordance with
 untuk mencapai sasaran produktivitas yang telah ditetapkan,              applicable laws and regulations, internal company policies, and
 dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang                    the principles of Good Corporate Governance.
 berlaku, peraturan internal perusahaan, dan prinsip-prinsip tata
 kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

 Selain itu, komitmen Garuda Indonesia terkait K3 juga diwujudkan         Additionally, Garuda Indonesia’s commitment to Occupational
 melalui pemberian tunjangan bahaya radiasi sesuai dengan                 Safety and Health (OSH) is demonstrated through the provision
 tingkat risiko bahaya radiasi yang diterima oleh pekerja. Mengacu        of radiation hazard allowances based on the level of radiation risk
 Peraturan Menteri Kesehatan RI No. HK.03.03. MENKES/604/2015             faced by workers. This is in accordance with Indonesian Ministry
 tanggal 30 November 2015 Tentang Tunjangan Bahaya Radiasi                of Health Regulation No. HK.03.03. MENKES/604/2015 dated
 Bagi Pekerja Radiasi di Bidang Kesehatan. Besarnya Tunjangan             November 30, 2015, regarding Radiation Hazard Allowances
 Bahaya Radiasi sesuai dengan tingkat risiko bahaya radiasi yang          for Radiation Workers in the Health Sector. The amount of the
 diterima oleh pekerja radiasi tersebut.                                  Radiation Hazard Allowance corresponds to the level of radiation
                                                                          hazard risk faced by the radiation worker.

 KINERJA K3 [GRI 403-9, 403-10, TR-AF-320a.1, TR-AL-540a.2,               OHS PERFORMANCE [GRI 403-9, 403-10, TR-AF-320a.1, TR-
 TR-AF-540a.2, TR-AF-540a.3]                                              AL-540a.2, TR-AF-540a.2, TR-AF-540a.3]
 Sepanjang tahun 2025, kinerja Keselamatan dan Kesehatan                  Throughout 2025, the Company’s Occupational Safety and
 Kerja (K3) Perseroan menunjukkan hasil yang positif dan berada           Health (OSH) performance showed positive results and remained
 di bawah target yang telah ditetapkan. Target Lost Time Injury           below the established targets. The Lost Time Injury Frequency
 Frequency Rate (LTIFR) ditetapkan sebesar 3,0 per satu juta jam          Rate (LTIFR) target was set at 3.0 per million working hours,
 kerja, dengan realisasi sebesar 0,48. Sementara itu, target Lost         with an actual rate of 0.48. Meanwhile, the Lost Time Injury
 Time Injury Severity Rate (LTISR) ditetapkan sebesar 50,0 dengan         Severity Rate (LTISR) target was set at 50.0, with an actual rate


                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
184
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 185
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




realisasi sebesar 14,83, Di sisi lain, Perseroan tidak menerima               of 14.83. On the other hand, the Company received no reports
laporan adanya penyakit akibat kerja pada tahun pelaporan.                    of work-related illnesses during the reporting year. These
Capaian tersebut mencerminkan efektivitas implementasi                        achievements reflect the effectiveness of the implementation
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                       of the Occupational Safety and Health Management System
serta konsistensi Perseroan dalam melakukan pengendalian                      (SMK3) as well as the Company’s consistency in managing the
risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Hasil ini                  risks of workplace accidents and work-related illnesses. These
sekaligus menunjukkan komitmen berkelanjutan Perseroan                        results also demonstrate the Company’s ongoing commitment
dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan                      to creating a safe, healthy, and sustainable work environment
berkelanjutan bagi seluruh pekerja.                                           for all employees.

Selain itu, Garuda Indonesia juga menghitung tingkat insiden                  Additionally, Garuda Indonesia calculates the incident rate as
(incident rate) sebagai salah satu indikator kinerja keselamatan              one of the aviation safety performance indicators, which reflects
penerbangan yang menunjukkan tingkat keselamatan yang dicapai                 the safety level achieved by commercial flights. In 2025, the
oleh penerbangan komersial. Pada tahun 2025, tingkat insiden per              incident rate per 1,000 departures was recorded at 0.210. This
1.000 keberangkatan tercatat sebesar 0,210. Angka ini dibawah                 figure is below the maximum allowable rate of 0.375. Overall,
maximum allowance rate sebesar 0.375. Secara umum, pada tahun                 the Company’s safety performance in 2025 was at an acceptable
2025 safety performance Perseroan berada pada acceptable level.               level.

Garuda Indonesia memastikan implementasi SMS secara efektif                   Garuda Indonesia ensures the effective implementation of the
di seluruh lini organisasi, secara khusus di aktivitas operasional            Safety Management System (SMS) across all organizational
penerbangan, dengan mengacu pada rencana pelaksanaan SMS                      levels, particularly in-flight operations, in accordance with the
yang telah disusun, meliputi:                                                 established SMS implementation plan, which includes:
1. Melakukan pengelolaan risiko proaktif dari potensi bahaya                  1. Conducting proactive risk management of potential hazards
    yang ditemukenali melalui setiap laporan potensi bahaya                       identified through every hazard report received, and
    atau hazard report yang diterima, dan melakukan analisis                      analyzing aircraft data downloaded from the black box via
    terhadap rekam-data-pesawat yang diunduh dari black box                       the Flight Data Monitoring (FDM) program
    dalam program Flight Data Monitoring (FDM)
2. Melakukan pengelolaan risiko prediktif dari potensi bahaya                 2. Conducting predictive risk management of potential hazards
    yang teridentifikasi dalam kokpit pesawat melalui program                    identified in the aircraft cockpit through the Line Operations
    Line Operations Assessment System (LOAS). Untuk mengelola                    Assessment System (LOAS) program. To manage these risks,
    risiko ini, seorang observer dengan kualifikasi tertentu                     a qualified observer is scheduled to sit in the aircraft cockpit
    dijadwalkan duduk di dalam kokpit pesawat di penerbangan                     during specific flights, observe the behavior of both cockpit
    tertentu, mengamati perilaku kedua awak kokpit pesawat terkait               crew members regarding human factors, record the results
    human factors, menuliskan hasil pengamatan dalam checklist                   of their observations in the provided checklist items, and
    item yang tersedia, dan melaporkan hasil pengamatan untuk                    reporting the results for analysis, as well as identifying
    dianalisis, serta identifikasi potensi bahaya dan pengelolaan                potential hazards and managing risks for new processes,
    risiko untuk proses/alat kerja/sistem baru atau manajemen                    tools, or systems—or change management initiatives—to
    perubahan yang akan diimplementasikan di Garuda Indonesia                    be implemented at Garuda Indonesia in relation to safety
    dalam kaitannya dengan aspek keselamatan.                                    aspects.
3. Melakukan pengelolaan risiko reaktif dari potensi bahaya                   3. Implementing reactive risk management of identified
    yang teridentifikasi dari kejadian incident (kecelakaan)                     potential hazards arising from incidents (accidents) or serious
    maupun serious incident (kecelakaan serius) melalui                          incidents (major accidents) through investigation, reporting,
    investigasi, pelaporan, hingga memberikan rekomendasi untuk                  and providing recommendations to identify root causes to
    menemukenali akar masalah/penyebab untuk menghindari                         prevent similar occurrences from recurring in the future.
    kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
4. Melaksanakan SMS records and documentation dengan                          4. Implementing SMS records and documentation by developing
    mengembangkan dan memelihara sistem pelaporan                                and maintaining Garuda Indonesia’s Integrated Electronic
    terintegrasi basis data keselamatan Garuda Indonesia                         Safety Database (IESD) to store all identified potential
    atau Integrated Electronic Safety Database (IESD) untuk                      hazards and risk management activities, analyze data, monitor
    menyimpan setiap identifikasi potensi bahaya dan                             trends, and generate periodic safety performance reports.
    pengelolaan risiko, menganalisa, memonitor tren, dan
    menghasilkan pelaporan kinerja keselamatan secara periodik.
5. Melakukan pengawasan pelaksanaan keselamatan dalam                         5. Conducting safety oversight to maintain safety assurance
    rangka memelihara jaminan keselamatan dan juga sebagai                       and as a proactive risk management effort through the
    upaya pengelolaan risiko proaktif melalui pelaksanaan dan                    implementation and management of safety audits in
    pengelolaan audit keselamatan di departemen atau unit kerja                  departments or operational units directly involved, as well as
    operasional yang terkait langsung dan seluruh kantor cabang                  all Garuda Indonesia operational branches both domestically
    operasional Garuda Indonesia dalam maupun luar negeri.                       and internationally.
6. Meningkatkan dan memelihara kesadaran keselamatan (safety                  6. Enhancing and maintaining safety awareness among all
    awareness) seluruh pegawai Garuda Indonesia maupun pihak                     Garuda Indonesia employees and external parties involved in
    luar yang terlibat dalam aktivitas operasional melalui program               operational activities through safety communication, training,
    komunikasi, pelatihan, dan edukasi keselamatan.                              and education programs.
Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   185
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 186
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 7. Mengelola Corporate Safety Committee (CSC) Review dan                7. Managing the Corporate Safety Committee (CSC) Review and
    Joint Safety Board (JSB) Review sebagai bentuk management               Joint Safety Board (JSB) Review as forms of management
    review terhadap pelaksanaan SMS yang dilakukan secara                   review of the SMS implementation conducted periodically.
    periodik. CSC dan JSB merupakan alat kontrol manajemen                  The CSC and JSB are the highest-level management
    tertinggi yang memfasilitasi evaluasi terhadap pelaksanaan              control bodies that facilitate periodic evaluations of the
    SMS Garuda Indonesia secara berkala, seperti menetapkan                 implementation of Garuda Indonesia’s SMS, such as setting
    target tingkat keselamatan setiap tahun, melakukan review               annual safety targets, reviewing efficiency and effectiveness,
    atas efisiensi dan efektivitas, isu-isu terbaru, kemungkinan            addressing current issues, assessing the likelihood of meeting
    pencapaian target, kebutuhan tambahan sumber daya, dsb.                 targets, identifying additional resource needs, and more.
    CSC terdiri atas CEO sebagai pimpinan umum (chairman),                  The CSC consists of the CEO as the chairperson, the Group
    Group Head CQSS sebagai sekretaris, dan seluruh Direktur                Head of CQSS as the secretary, and all Company Directors
    Perusahaan sebagai anggota. Sedangkan JSB terdiri atas Group            as members. Meanwhile, the JSB consists of the Group Head
    Head CQSS sebagai pimpinan umum (chairman), Division                    of CQSS as the chairperson, the Division Head of Safety
    Head Safety Information Management sebagai sekretaris, dan              Information Management as the secretary, and several
    beberapa pejabat setingkat Group Head yang terkait langsung             officials at the Group Head level who are directly involved
    dengan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan                       in aviation safety and security aspects.
 8. Mengelola Corporate Safety Committee (CSC) Review dan                8. Managing the Corporate Safety Committee (CSC) Review and
    Joint Safety Board (JSB) Review sebagai bentuk management               Joint Safety Board (JSB) Review as forms of management
    review terhadap pelaksanaan SMS yang dilakukan secara                   review of the SMS implementation conducted periodically.
    periodik. CSC dan JSB merupakan alat kontrol manajemen                  The CSC and JSB are the highest-level management
    tertinggi yang memfasilitasi evaluasi terhadap pelaksanaan              control bodies that facilitate periodic evaluations of the
    SMS Garuda Indonesia secara berkala, seperti menetapkan                 implementation of Garuda Indonesia’s SMS, such as setting
    target tingkat keselamatan setiap tahun, melakukan review               annual safety targets, reviewing efficiency and effectiveness,
    atas efisiensi dan efektivitas, isu-isu terbaru, kemungkinan            addressing current issues, assessing the likelihood of meeting
    pencapaian target, kebutuhan tambahan sumber daya, dsb.                 targets, identifying additional resource needs, and more.
    CSC terdiri atas CEO sebagai pimpinan umum (chairman),                  The CSC consists of the CEO as the chairperson, the Group
    Group Head CQSS sebagai sekretaris, dan seluruh Direktur                Head of CQSS as the secretary, and all Company Directors
    Perusahaan sebagai anggota. Sedangkan JSB terdiri atas                  as members. Meanwhile, the JSB consists of the Group Head
    Group Head CQSS sebagai pimpinan umum (chairman),                       of CQSS as the chairperson, the Division Head of Safety
    Division Head Safety Information Management sebagai                     Information Management as the secretary, and several
    sekretaris, dan beberapa pejabat setingkat Group Head yang              officials at the Group Head level who are directly involved
    terkait langsung dengan aspek keselamatan dan keamanan                  in aviation safety and security aspects.
    penerbangan.
 9. Melakukan pengelolaan risiko reaktif dari kejadian                   9. Implementing reactive risk management for fatal accidents
    kecelakaan fatal (accident) dan/ atau kejadian darurat                  and/or emergencies through emergency response planning
    melalui perencanaan penanganan tanggap darurat atau                     (ERP), including periodic ERP drills/exercises, to ensure the
    Emergency Response Planning (ERP) berupa ERP drill/                     readiness of all personnel and relevant work units in the
    exercise secara berkala untuk memastikan kesiapan seluruh               event of an accident and/or emergency. This emergency
    personel dan unit kerja terkait jika accident dan/atau kejadian         management planning is intended to minimize risks that
    darurat terjadi. Perencanaan pengelolaan situasi darurat ini            may arise when an unexpected accident occurs, while Garuda
    dimaksudkan untuk meminimalkan risiko yang mungkin                      Indonesia must continue its business and operational activities
    timbul saat accident yang tidak diharapkan terjadi, sementara           safely at the same time.
    Garuda Indonesia tetap harus melanjutkan bisnis dan aktivitas
    operasional secara aman di saat yang bersamaan.

 Adapun kinerja K3 selama tahun 2025 sebagai berikut.                    The OHS performance for the year 2025 is as follows.


                                            Tabel Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)
                                              Table of Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)

                               Tahun
                                                                                                     LTIFR
                                 Year
                                2025                                                                  0,48




                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
186
                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 187
Profil Perusahaan                                                         Penjelasan Direksi                                   Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                                                Explanation from the Board of Directors                        Governance                      Sustainability Performance




Di tahun 2025, perhitungan kinerja kesehatan dan keselamatan                                                   In 2025, occupational health and safety performance metrics will
kerja menggunakan Lost Time Injury Frequency Rate dan tidak                                                    be calculated using the Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)
lagi berdasarkan Man-hour Without Lost Time Injury. Hal ini                                                    and will no longer be based on the Man-hour Without Lost Time
merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas,                                                       Injury (MWLTI) metric. This is a strategic step to improve the
akurasi, dan kredibilitas pelaporan K3 yang selaras dengan                                                     quality, accuracy, and credibility of OHS reporting in alignment
standar internasional dan praktik terbaik ESG. Dengan                                                          with international standards and ESG best practices. By adopting
mengadopsi LTIFR dan LTISR, Perseroan dapat menyajikan data                                                    LTIFR and LTISR, the Company can present data that is more
yang lebih terukur, objektif, dan dapat dibandingkan secara                                                    measurable, objective, and globally comparable, while supporting
global, sekaligus mendukung evaluasi kinerja K3 yang lebih                                                     more effective OSH performance evaluation in accordance with
efektif sesuai prinsip continuous improvement dalam SMK3                                                       the principle of continuous improvement in SMK3 and ISO 45001.
dan ISO 45001.


                                                           Tabel Man-Hour Without Lost Time Injury Frequency Rate (MWLTI)
                                                                 Table Man-Hour Without Lost Time Injury Frequency Rate (MWLTI)

             Tahun                                                                 Air Crew
                                                                                                                                Ground Staff                       Total
             Tahun                                               Cockpit                              Cabin
              2025                                                           503.344                            1.765.976                    1.746.387                     4.015.707
              2024                                                           453.628                           1.620.506                     1.594.127                     3.668.261
              2023                                                            374.816                           1.244.622                    1.069.880                     2.689.318
 Keterangan:
 Man-Hour without Lost Time Injury merupakan jumlah kumulatif jam kerja seluruh karyawan tanpa adanya cedera akibat kerja yang mengakibatkan kehilangan waktu kerja, yang berfungsi
 sebagai salah satu indikator utama kinerja keselamatan kerja.
 Keterangan:
 Man-Hour without Lost Time Injury merupakan jumlah kumulatif jam kerja seluruh karyawan tanpa adanya cedera akibat kerja yang mengakibatkan kehilangan waktu kerja, yang berfungsi
 sebagai salah satu indikator utama kinerja keselamatan kerja.




                                                                              Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)
                                                                                   Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)



                                                                                             LTIFR 2025
                             (PER MILLION WORKING HOUR)




                                                          3,5
                                                          3,0
                                                          2,5
                                                          2,0     1,4        1,5
                                                                                                                                                         1,4
                                         RATE




                                                          1,5                                                       1,1
                                                          1,0
                                                          0,5                       0,0                    0,0               0,0 0,0
                                                                                           0,0     0,0                                   0,0 0,0
                                                          0,0
                                                                                         ri l




                                                                                                          ne
                                                                          y




                                                                                                                             Oc r
                                                                                                                  ly
                                                                         ry




                                                                                                                                      r
                                                                                                 ay




                                                                                                                                      t



                                                                                                                          No ber
                                                                         ch




                                                                                                                                     r
                                                                                                                                   be
                                                                                                                                  be
                                                                                                                                   be
                                                                                                                                   us
                                                                       ar




                                                                                                                 Ju
                                                                      ua




                                                                                                M
                                                                                      Ap
                                                                      ar




                                                                                                          Ju




                                                                                                                                 m
                                                                                                                         g
                                                             nu




                                                                                                                                 m
                                                                                                                                to
                                                                                                                               em
                                                                   M




                                                                                                                      Au
                                                                   br




                                                                                                                              ce
                                                                                                                              ve
                                                           Ja




                                                                                                                             pt
                                                                Fe




                                                                                                                           De
                                                                                                                          Se




                                                                                              Series12              Series14
                                                                                           YTD LTIFR                  MAX LTIFR



Keterangan:                                                                                                    Keterangan:
Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) merupakan indikator                                                    Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) merupakan indikator
kinerja keselamatan kerja yang diakui secara internasional untuk                                               kinerja keselamatan kerja yang diakui secara internasional untuk
mengukur frekuensi cedera akibat kerja yang mengakibatkan                                                      mengukur frekuensi cedera akibat kerja yang mengakibatkan
kehilangan waktu kerja, yang dinyatakan per satu juta jam kerja.                                               kehilangan waktu kerja, yang dinyatakan per satu juta jam kerja.
Target kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada tahun 2025                                                 Target kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada tahun 2025
ditetapkan sebesar 3,0, dengan realisasi LTIFR sebesar 0,48.                                                   ditetapkan sebesar 3,0, dengan realisasi LTIFR sebesar 0,48.
Hal ini menunjukkan bahwa kinerja K3 PT Garuda Indonesia                                                       Hal ini menunjukkan bahwa kinerja K3 PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk berada di bawah target yang telah ditetapkan serta                                               (Persero) Tbk berada di bawah target yang telah ditetapkan serta
mencerminkan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan                                                         mencerminkan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang efektif, serta pengendalian                                                    dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang efektif, serta pengendalian
yang baik terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.                                                 yang baik terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                      187
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 188
                                                                                     Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                       Sustainability Strategy and Policy                          Sustainability Performance Highlights




                                                                          Lost Time Injury Severity Rate (LTISR)
                                                                            Lost Time Injury Severity Rate (LTISR)



                                                                                     LTISR 2025
                                       100,0
                                        90,0
                                                                                                                                                                78,6
            PER MILLION WORKING HOUR




                                        80,0
                                        70,0
                                        60,0                                                                  52,3
                       RATE




                                        50,0
                                        40,0
                                        30,0
                                               13,7       18,4
                                        20,0
                                        10,0                                                     0,0
                                         0,0                              0,0 0,0      0,0                          0,0        0,0           0,0     0,0




                                                                                                                                                       …


                                                                                                                                                               …
                                                                                                                                …
                                                                                                ne




                                                                                                                                                      m
                                                                                                                              te
                                                 y




                                                                                                                                                              m
                                                                                                           ly
                                                            y




                                                                                                                      t
                                                                              ri l
                                                                     ch




                                                                                                                                       er
                                                                                      ay




                                                                                                                   us
                                               ar


                                                          ar




                                                                                                         Ju




                                                                                                                                                   ve
                                                                                                                               p


                                                                                                                                         b




                                                                                                                                                             ce
                                                                           Ap
                                                                  ar




                                                                                     M


                                                                                              Ju
                                                            u




                                                                                                                   g
                                             nu




                                                                                                                                      to
                                                                                                                            Se




                                                                                                                                                           De
                                                                                                                                              No
                                                                 M




                                                                                                                Au
                                                         br




                                                                                     YTD LTISR           MAX LTISR




                                                                                                                                   Oc
                                           Ja

                                                      Fe




 Keterangan:                                                                                         Keterangan:
 Lost Time Injury Severity Rate (LTISR) merupakan indikator                                          Lost Time Injury Severity Rate (LTISR) merupakan indikator
 formal yang digunakan untuk mengukur tingkat keparahan                                              formal yang digunakan untuk mengukur tingkat keparahan
 kecelakaan kerja dengan menghitung jumlah hari kerja yang                                           kecelakaan kerja dengan menghitung jumlah hari kerja yang
 hilang akibat cedera yang menyebabkan karyawan tidak dapat                                          hilang akibat cedera yang menyebabkan karyawan tidak dapat
 bekerja, dibandingkan dengan total jam kerja karyawan yang                                          bekerja, dibandingkan dengan total jam kerja karyawan yang
 terpapar risiko dalam periode tertentu. Target kinerja keselamatan                                  terpapar risiko dalam periode tertentu. Target kinerja keselamatan
 dan kesehatan kerja pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 50,0,                                        dan kesehatan kerja pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 50,0,
 dengan realisasi LTISR sebesar 14,83. Hal ini menunjukkan bahwa                                     dengan realisasi LTISR sebesar 14,83. Hal ini menunjukkan bahwa
 kinerja K3 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berada di bawah                                        kinerja K3 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berada di bawah
 target yang telah ditetapkan serta mencerminkan implementasi                                        target yang telah ditetapkan serta mencerminkan implementasi
 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                                             Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
 yang efektif, serta pengendalian yang baik terhadap kecelakaan                                      yang efektif, serta pengendalian yang baik terhadap kecelakaan
 kerja dan penyakit akibat kerja.                                                                    kerja dan penyakit akibat kerja.

 Sepanjang periode pelaporan, Perusahaan mencatat 4 (empat)                                          During the reporting period, the Company recorded 4 (four)
 kejadian insiden keselamatan kerja. Seluruh insiden tersebut tidak                                  workplace safety incidents. None of these incidents resulted
 mengakibatkan fatalitas, namun termasuk dalam kategori Lost                                         in fatalities, but they were classified as Lost Time Injuries (LTI)
 Time Injury (LTI) karena menyebabkan pekerja yang terdampak                                         because they temporarily prevented the affected workers from
 tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk sementara waktu.                                            performing their duties.




                                                            Tabel Perkembangan Kasus Kecelakaan Tiga Tahun Terakhir
                                                                Table of Development of Accident Cases in the Last Three Years:

                                         Keterangan                                           2025                            2024                                2023
                                          Description

  Kecelakaan Kerja
                                                                                                 4                                 3                                 11
  Occupational Accident


 SURVEI KETERIKATAN PEGAWAI                                                                          EMPLOYEE ENGAGEMENT SURVEY
 Garuda Indonesia senantiasa berupaya menciptakan suasana                                            Garuda Indonesia consistently strives to create a comfortable work
 dan lingkungan kerja yang nyaman bagi pegawai. Secara rutin,                                        atmosphere and environment for its employees. On a regular
 Perseroan melakukan survei keterikatan pegawai (employee                                            basis, the Company conducts an employee engagement survey
 engagement) dan survei kepuasan pegawai (employee satisfaction)                                     and an employee satisfaction survey, both of which are conducted
 yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Pengukuran employee                                        once a year. The employee engagement survey aims to determine
 engagement bertujuan untuk untuk mengetahui seberapa besar                                          the extent to which employees feel involved, enthusiastic, and


                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
188
                                                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 189
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                      Governance                    Sustainability Performance




pegawai merasa dilibatkan, antusias dan memiliki komitmen dalam                     committed to their work. Meanwhile, the employee satisfaction
pekerjaannya. Sedangkan, pengukuran employee satisfaction adalah                    survey is designed to measure employees’ level of satisfaction
untuk mengetahui tingkat kepuasan pegawai terhadap Perseroan.                       with the Company.

Pada tahun 2025, nilai employee engagement sebesar 83 dengan                        In 2025, the employee engagement score was 83, categorized
kategori engagement “Engaged” Nilai dari employee satisfaction                      as “Engaged.” The employee satisfaction score was 73, which
adalah 73 yang dapat dikategorikan “satisfied”.                                     would be categorized as “satisfied.”


                                           Tabel Hasil Survei Keterikatan dan Kepuasan Pegawai
                                          Table of Employee Engagement and Satisfaction Survey Results


                           Uraian                                            Satuan                    2025              2024               2023
                         Description                                             Unit

 Employee Engagement                                            Skala Likert                                      83             86                   82
 Employee Satisfaction                                          Skala Likert                                      73             73                    72


Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat                            As part of the company’s commitment to strengthening its work
budaya kerja dan meningkatkan pengalaman karyawan, Perseroan                        culture and enhancing the employee experience, the Company
melaksanakan siklus survei tahunan yang terstruktur dan                             conducts a structured and ongoing annual survey cycle. In the
berkelanjutan. Pada tahap awal, Perseroan menyusun kerangka                         initial phase, the Company develops a comprehensive survey
survei secara komprehensif yang mencakup metodologi pengukuran,                     framework that includes measurement methodology, rating
skala penilaian, rentang skor, metode pengambilan sampel, serta                     scales, score ranges, sampling methods, and questionnaire
penyusunan kuesioner. Seluruh materi komunikasi dan publikasi survei                design. All survey communication materials and publications
dipersiapkan dan diluncurkan pada minggu pertama Desember 2025                      are prepared and launched during the first week of December
guna memastikan kesiapan pelaksanaan yang optimal.                                  2025 to optimize implementation readiness.

Survei kemudian dilaksanakan selama periode tiga minggu                             The survey is then conducted over a three-week period via the
melalui platform internal korporasi yaitu email blast corporate                     company’s internal platform, specifically through corporate
information serta pengiriman undangan partisipasi secara                            information email blasts and direct invitations to participate
langsung kepada Group Head di unit kerja masing-masing, guna                        sent to Group Heads in their respective work units, to ensure a
memastikan cakupan responden yang luas dan representatif.                           broad and representative respondent pool. Survey results were
Hasil survei selanjutnya diolah dan dianalisis secara menyeluruh,                   subsequently processed and analyzed comprehensively, focusing
dengan fokus pada perhitungan skor favorable, skor rata-rata,                       on calculating favorable scores, average scores, and correlation
serta analisis korelasi antar dimensi penilaian. Laporan disusun                    analysis across evaluation dimensions. Reports were compiled
dalam bentuk gambaran umum perusahaan serta analisis rinci                          in the form of an overview of the company and detailed analysis
per unit untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.                       by unit to support data-driven decision-making.

Sebagai tindak lanjut, laporan didistribusikan kepada unit                          As a follow-up, the report is distributed to relevant units and all
terkait dan seluruh Group Head sebagai dasar penyusunan                             Group Heads as the basis for developing improvement action
rencana aksi perbaikan. Perseroan juga melakukan monitoring                         plans. The Company also conducts monthly monitoring and
dan tindak lanjut bulanan terhadap implementasi rencana aksi                        follow-up on the implementation of action plans until the next
hingga memasuki siklus survei berikutnya, guna memastikan                           survey cycle begins, to ensure continuous improvement and
perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kinerja organisasi                          consistent organizational performance enhancement.
secara konsisten.

ASPEK MASYARAKAT                                                                    COMMUNITY ASPECTS

DAMPAK OPERASI TERHADAP MASYARAKAT                                                  IMPACT OF OPERATIONS ON THE SURROUNDING
SEKITAR [OJK F.23]                                                                  COMMUNITY [OJK F.23]
Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Garuda Indonesia                        In conducting its operational activities, Garuda Indonesia remains
senantiasa berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi                         committed to creating a positive impact for all its stakeholders,
seluruh pemangku kepentingannya termasuk masyarakat adat.                           including indigenous communities. This positive impact is
Dampak positif diberikan melalui berbagai program pelibatan                         achieved through various community engagement programs,
masyarakat termasuk masyarakat adat. Oleh karenanya,                                including those involving indigenous communities. Consequently,
sepanjang tahun 2025 tidak terdapat insiden pelanggaran terkait                     throughout 2025, no reported incidents of violations related to
hak-hak masyarakat adat yang dilaporkan.                                            the rights of indigenous communities occurred.

Pada tahun 2025, Garuda Indonesia telah melaksanakan berbagai                       In 2025, Garuda Indonesia implemented various Social and
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan didasarkan pada                        Environmental Responsibility programs based on four main
4 (empat) Pilar Utama yaitu Pilar Sosial, Lingkungan, Ekonomi,                      pillars: Social, Environmental, Economic, and Legal & Governance,


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                         189
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 190
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                              Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                Sustainability Strategy and Policy                           Sustainability Performance Highlights




 dan Hukum & Tata Kelola sesuai dengan Tujuan Pembangunan                    in accordance with the Sustainable Development Goals (SDGs).
 Berkelanjutan (TPB). Program Tanggung Jawab Sosial dan                      State-Owned Enterprise (SOE) Social and Environmental
 Lingkungan BUMN atau Program TJSL BUMN adalah kegiatan                      Responsibility Programs, or SOE SER Programs, are initiatives that
 yang merupakan komitmen perusahaan terhadap pembangunan                     reflect the company’s commitment to sustainable development
 yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat pada ekonomi,                  by delivering benefits to the economy, society, the environment,
 sosial, lingkungan serta hukum dan tata kelola dengan prinsip               as well as legal and governance aspects, guided by principles
 yang lebih terintegrasi, terarah, terukur dampaknya serta dapat             that are more integrated, targeted, measurable in impact, and
 dipertanggungjawabkan dan merupakan bagian dari pendekatan                  accountable, and form part of the company’s business approach.
 bisnis perusahaan. Program TJSL BUMN dilaksanakan dengan                    The SOE TJSL Program is implemented by applying the principles
 menerapkan prinsip: terintegrasi, terarah, terukur dampaknya,               of integration, focus, measurable impact, and accountability.
 dan akuntabilitas.

 Adapun program-program TJSL yang telah dilaksanakan adalah                  The TJSL programs that have been implemented are as follows.
 sebagai berikut.

 PROGRAM GARUDA PEDULI PEREKONOMIAN MASYARAKAT                               GARUDA PEDULI FOR THE COMMUNITY’S ECONOMY
                                                                             PROGRAM
 Kemajuan perekonomian masyarakat menjadi salah satu                         The advancement of the community’s economy is one of the
 indikator keberhasilan sebuah program Tanggung Jawab                        indicators of the success of a Corporate Social and Environmental
 Sosial Lingkungan (TJSL). Melalui Program Pendanaan Usaha                   Responsibility (TJSL) program. Through the Micro and Small
 Mikro dan Kecil (PUMK) dan Program Pembinaan UMK, Garuda                    Enterprises Funding Program (MSEs Funding) and the MSEs
 Indonesia menyalurkan pinjaman modal untuk Usaha Mikro                      Development Program, Garuda Indonesia provides capital loans to
 dan Kecil (UMK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Bantuan                 Micro and Small Enterprises (MSEs) across Indonesia. This capital
 permodalan itu diberikan kepada UMK binaan untuk mendukung                  assistance is provided to supported MSEs to support their growth
 potensi berkembang dan mengelola usaha mereka dengan baik.                  potential and help them manage their businesses effectively.
 Penyaluran dana bisa diberikan melalui sinergi antar BUMN,                  Funding disbursement can be facilitated through collaboration
 Non Govermental Organization dan Lembaga Penyalur lain.                     among state-owned enterprises (SOEs), non-governmental
                                                                             organizations (NGOs), and other disbursing institutions.

 PROGRAM PENDANAAN USAHA MIKRO DAN KECIL                                     MICRO AND SMALL BUSINESS FINANCING PROGRAM
 Hingga tahun 2025, Garuda Indonesia memiliki 774 mitra binaan               As of 2025, Garuda Indonesia has 774 partner MSEs, consisting
 yang terdiri dari 669 UMK binaan Garuda Indonesia dan 105                   of 669 MSEs directly supported by Garuda Indonesia and 105
 UMK binaan hasil sinergi dengan BUMN/Lembaga penyalur                       MSEs supported through collaborations with other state-owned
 lain yang tersebar di 15 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah              enterprises (SOEs) and distribution agencies, spread across 15
 dan sebaran UKM mitra binaan itu akan terus bertambah seiring               provinces throughout Indonesia. The number and distribution
 tumbuh kembangnya sektor usaha informal di masyarakat.                      of these partner MSEs will continue to grow alongside the
 Selama tahun 2025, Garuda Indonesia menyalurkan bantuan                     growth and development of the informal business sector in the
 PUMK melalui sinergi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang                community. Throughout 2025, Garuda Indonesia has distributed
 telah disalurkan kepada beberapa UMK binaan yang tersebar di                MSEs Funding assistance through a partnership with Bank Rakyat
 wilayah Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan               Indonesia (BRI), which has been disbursed to several supported
 Barat, Maluku, dan Yogyakarta.                                              MSEs located in Bali, West Java, Central Java, East Java, West
                                                                             Kalimantan, Maluku, and Yogyakarta.

                                                                                   Fisheries 3,74%
                                                    Livestock 1,28%
                                                                                        Service 4,45%
                                         Plantation 8,21%
                                                                                             Others 1,03%




                                                                                                         Industrial 31,60%
                            Agricultural 40,96%




                                                                                           Trade 8,74%




                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
190
                                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 191
Profil Perusahaan                                           Penjelasan Direksi                                       Tata Kelola                                 Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                                  Explanation from the Board of Directors                            Governance                                Sustainability Performance




Hingga 2025, secara akumulasi penyaluran PUMK pada                                             As of 2025, Cumulatively, MSEs Funding disbursements to the
sektor pertanian mendapat porsi terbesar, yaitu mencapai                                       agricultural sector accounted for the largest share, reaching
40,96%. Diikuti dengan bidang industri (31,6%), perkebunan                                     40.96%. This is followed by the industrial sector (31.6%),
(8,21%), perdagangan (8,74%), jasa (4,45%), perikanan (3,74%),                                 plantations (8.21%), trade (8.74%), services (4.45%), fisheries
peternakan (1,28%), dan lainnya (1,03%). Hal tersebut sejalan                                  (3.74%), livestock (1.28%), and others (1.03%). This aligns with
dengan komitmen Garuda Indonesia untuk turut mensukseskan                                      Garuda Indonesia’s commitment to supporting the success of
program pemerintah, khususnya pengembangan UMKM.                                               government programs, particularly the development of MSEs.

PROMOSI PRODUK UMK                                                                             PROMOTION OF MSEs PRODUCTS
Tidak sekadar membantu permodalan, upaya pemberdayaan                                          In addition to providing financial assistance, these efforts to empower
UMK itu juga diiringi dengan program pendidikan dan pelatihan                                  MSEs are complemented by education and training programs as well as
hingga kegiatan promosi demi mengoptimalkan hasil karya dan                                    promotional activities aimed at maximizing the value of their products
meningkatkan pangsa pasar produk UMK binaan. Pada tahun                                        and increasing the market share of the supported MSEs’ products. In
2025, Garuda Indonesia mempromosikan produk UMK binaan di                                      2025, Garuda Indonesia promoted the products of the supported MSEs
melalui keikutsertaan pada Pameran Pangan Kasih di DKI Jakarta.                                through its participation in the Pangan Kasih food exhibition in Jakarta.


                                                            Penyaluran PUMK ke UMK Binaan per Sektor
                                                             Distribution of PUMK to Supported SMEs by Sector

                                                                                                                                                                       (Dalam Rupiah Penuh)
                                                                                                                                                                             (In Full Rupiah)


                                                  Sektor                                                                            Jumlah Penyaluran
                                                   Sector                                                                               Total Disbursement
 Sektor Industri
                                                                                                                                                                      15.732.413.199
 Industrial Sector
 Sektor Jasa
                                                                                                                                                                       1.843.458.583
 Service Sector
 Sektor Perdagangan
                                                                                                                                                                       3.877.569.762
 Trade Sector
 Sektor Perikanan
                                                                                                                                                                         1.812.151.043
 Fisheries Sector
 Sektor Perkebunan
                                                                                                                                                                        623.180.000
 Plantation Sector
 Sektor Pertanian
                                                                                                                                                                      17.240.093.471
 Agriculture Sector
 Sektor Peternakan
                                                                                                                                                                        3.118.662.886
 Livestock Sector
 Sektor Lainnya
                                                                                                                                                                         319.070.664
 Other Sectors
 TOTAL                                                                                                                                                           44.566.599.608


                                               Penyaluran PUMK ke UMK Binaan per Wilayah dan per Sektor
                                                  Distribution of MSEs Funding to Fostered MSEs by Region and Sector

                                                                                                                                                                                 Jumlah
  Wilayah/
                                                                                                                                                              Jumlah per          Mitra
   Sektor           Industri         Jasa              Lainnya       Perdagangan      Perikanan        Perkebunan     Pertanian           Perternakan
                                                                                                                                                                wilayah         Number
  Region/           Industry        Services            Others           Trade         Fisheries        Plantation    Agriculture           Livestock
                                                                                                                                                            Total by region        of
   Sector
                                                                                                                                                                                Partners

 Bali                                                                                                                                                                                    72
                1.677.092.808       77.873.600        25.999.036      667.875.307                  -             -       97.338.477                     -    2.546.179.228

 Bangka
                               -                                 -                                 -             -                                      -                                 6
 Belitung                          20.000.000                         10.000.000                                       125.000.000                            155.000.000

 Banten                                                          -                                 -             -                                      -                                23
                365.000.000        50.000.000                        684.000.000                                       645.581.625                            1.744.581.625

 DI
 Yogyakarta
 Special                                                         -                                               -                                                                       58
                 800.704.319        184.891.802                       215.465.568       18.972.479                      59.493.440          53.662.886        1.333.190.494
 Region of
 Yogyakarta

 DKI Jakarta                                                     -                                 -             -                  -                   -                                14
                558.000.000        207.000.000                        29.000.000                                                                              794.000.000

 Jawa Barat
 Special
                                   407.378.454                                       1.165.455.330     158.680.000    1.049.093.375                     -                                82
 Region of      6.180.500.000                         50.000.000      454.955.180                                                                           9.466.062.339
 Yogyakarta

 Jawa Tengah
                                   160.000.000        243.071.628                                  -   60.000.000         8.878.011      1.000.000.000        2.842.308.218              91
 Central Java   1.034.500.000                                         335.858.579


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                                           191
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 192
                                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                                 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                 Sustainability Strategy and Policy                              Sustainability Performance Highlights




                                                Penyaluran PUMK ke UMK Binaan per Wilayah dan per Sektor
                                                    Distribution of MSEs Funding to Fostered MSEs by Region and Sector

                                                                                                                                                                               Jumlah
      Wilayah/
                                                                                                                                                             Jumlah per         Mitra
       Sektor       Industri          Jasa             Lainnya       Perdagangan      Perikanan        Perkebunan      Pertanian         Perternakan
                                                                                                                                                               wilayah        Number
      Region/       Industry         Services           Others           Trade         Fisheries        Plantation     Agriculture         Livestock
                                                                                                                                                           Total by region       of
       Sector
                                                                                                                                                                              Partners

  Jawa Timur
                   639.741.072      157.500.000                  -    313.902.091                  -                                     2.035.000.000        4.211.143.163          81
  East Java                                                                                             65.000.000    1.000.000.000

  Kalimantan
  Barat
                 1.150.000.000        20.314.727                 -     47.013.037      97.723.234                     9.208.656.543                         10.523.707.541          51
  West
  Kalimantan

  Kalimantan
  Selatan
                               -                -                -    39.000.000                   -             -                   -                 -      39.000.000             3
  South
  Kalimantan

  Nanggroe
  Aceh             83.275.000       48.000.000                   -    57.500.000                   -             -                   -                 -      188.775.000            18
  Darussalam

  Nusa
  Tenggara
  Barat                            443.500.000                   -   706.500.000                       220.500.000        3.500.000                         3.481.000.000          155
                 2.107.000.000
  West Nusa
  Tenggara

  Nusa
  Tenggara
  Timur           277.100.000       27.000.000                   -   145.000.000                   -             -                   -                 -     449.100.000            26
  East Nusa
  Tenggara

  Sulawesi
  Selatan
                  155.000.000                   -                -              -    500.000.000                 -                   -                 -     655.000.000             7
  South
  Sulawesi

  Sulawesi
  Utara
                   25.000.000                   -                -    50.000.000                   -             -    3.031.552.000                    -    3.106.552.000            4
  North
  Sulawesi

  Sumatera
  Barat
                 679.500.000        40.000.000                        121.500.000     30.000.000       119.000.000    2.011.000.000        30.000.000      3.031.000.000             71
  West
  Sumatra

  Maluku                       -                                 -              -     118.779.360                -                   -                 -      163.702.366           12
                                     44.923.006

  Total          15.732.413.199    1.843.458.583      319.070.664    3.877.569.762   1.812.151.043     623.180.000    17.240.093.471      3.118.662.886    44.566.599.608          774




 PROGRAM KOLABORASI TJSL                                                                       TJSL COLLABORATION PROGRAM

 PROGRAM REUSE RECYCLE BERSAMA PLASTICPAY                                                      REUSE RECYCLE PROGRAM IN PARTNERSHIP WITH PLASTICPAY
 Sebagai bentuk implementasi dari ISO 26000:2010 Guidance                                      As part of the implementation of ISO 26000:2010 Guidance on
 on Social Responsibility, salah satu subject intinya adalah The                               Social Responsibility, one of its core subjects is The Environment,
 Environment yang memiliki isu Mitigate and Adapt to Climate                                   which addresses the issue of Mitigate and Adapt to Climate
 Change meliputi pengurangan limbah, penggunaan ulang produk,                                  Change, including waste reduction, product reuse, and recycling.
 dan recycle. Hal tersebut juga sejalan dengan pencapaian Net                                  This is also in line with the achievement of Net Zero Emissions
 Zero Emmission (NZE) tahun 2060 dan sebagai implementasi                                      (NZE) by 2060 and as an implementation of Sustainable
 Sustainable Development Goals nomor 12, yaitu Responsible                                     Development Goal number 12, namely Responsible Consumption
 Consumption and Production.                                                                   and Production.

 Sejak tahun 2024, Garuda Indonesia bekerjasama dengan                                         Since 2024, Garuda Indonesia partnered with Plasticpay to install
 Plasticpay merealisasikan penempatan Reverse Vending Machine                                  Reverse Vending Machines (RVMs) in office environments, with
 (RVM) di lingkungan perkantoran yang bertujuan mengurangi                                     the aim of reducing plastic bottle waste and increasing employee
 limbah penggunaan botol plastik dan meningkatkan partisipasi                                  participation to foster a habit of using plastic more wisely. Under
 karyawan sehingga terbentuk habit dalam penggunaan material                                   this program, plastic bottle waste disposed of in the RVMs will
 plastik dengan lebih bijak. Adapun pada program ini, sampah                                   be recycled into economically valuable items that can be reused
 botol plastik yang dibuang pada RVM nantinya akan diolah                                      by the community, thereby boosting the economy of micro and
 kembali menjadi barang-barang bernilai ekonomis yang dapat                                    small enterprises (MSEs).
 dipergunakan kembali oleh masyarakat, dan kemudian dapat
 meningkatkan perekonomian UMKM.




                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
192
                                                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 193
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                     Governance                    Sustainability Performance




PROGRAM KOLABORASI BUMN: KONSERVASI LINGKUNGAN                                   SOE COLLABORATION PROGRAM: ENVIRONMENTAL
DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KEPULAUAN RAJA                                    CONSERVATION AND COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE
AMPAT, PAPUA BARAT DAYA                                                          RAJA AMPAT ISLANDS, SOUTHWEST PAPUA

Pada tahun 2025, Garuda Indonesia bersama dengan 15 BUMN                         In 2025, Garuda Indonesia, in collaboration with 15 state-
melaksanakan program kolaborasi konservasi lingkungan dan                        owned enterprises, implemented a program for environmental
pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan Raja Ampat,                         conservation and community empowerment in the Raja Ampat
Papua Barat Daya. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Perseroan                    Islands, South West Papua. This initiative reflects the Company’s
terhadap lingkungan dan kemajuan ekonomi masyarakat di                           commitment to environmental protection and the economic
wilayah pesisir sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                   advancement of coastal communities, in alignment with the
(TPB) pilar social, ekonomi, dan lingkungan.                                     Sustainable Development Goals (SDGs) across the social,
                                                                                 economic, and environmental pillars.

Adapun program yang dilaksanakan adalah rehabilitasi terumbu                     The programs implemented include coral reef rehabilitation,
karang, penanaman mangrove, bantuan daya listrik, renovasi                       mangrove planting, electricity assistance, school renovations
sekolah dan bantuan koneksi internet, pendampingan kelompok                      and internet connectivity support, mentoring for conservation
konservasi, pendampingan BUMDes, dan renovasi gereja.                            groups, mentoring for Village-Owned Enterprises (BUMDes),
Program ini dilaksanakan di 2 (dua) desa yaitu Desa Mutus                        and church renovations. These programs are being implemented
dan Desa Manyaifun, distrik Waigeo Barat.                                        in two villages: Mutus Village and Manyaifun Village, in the
                                                                                 West Waigeo District.

Melalui program ini harapannya dapat meningkatkan pendidikan                     It is hoped that through this program, education and the economy
dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut, serta dapat                     of the local community in the area will improve, and the coastal
melestarikan lingkungan pesisir sebagai Kawasan pariwisata.                      environment can be preserved as a tourism area.

Adapun realisasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan                    The overall implementation of the Social and Environmental
(TJSL) secara keseluruhan sampai dengan 31 Desember 2025                         Responsibility Program (TJSL) through December 31, 2025, is
sebagai berikut:                                                                 as follows:


                            Keterangan                                           2025                        2024                     2023
                             Description

 TJSL (Non Pendanaan UMK)
                                                                                   4.102.347.219                 5.624.109.247          4.591.405.275
 TJSL (Non-MSEs Funding)
 Pinjaman Kemitraan (Pendanaan UMK)
                                                                                   750.000.000                   800.000.000          1.000.000.000
 Partnership Loans (MSEs Funding)
 Pembinaan Kemitraan
                                                                                              -                             -                          -
 Partnership Development
 Jumlah
                                                                                 4.852.347.219              6.424.109.247            5.591.405.275
 Total


Atas berbagai program yang dilaksanakan, Garuda Indonesia                        Through various programs implemented, Garuda Indonesia
memastikan bahwa kegiatan operasionalnya tidak memberikan                        ensures that its operational activities do not have a negative
dampak negatif terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.               impact on communities in the areas surrounding its operations.

KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL                                                   ENVIRONMENTAL AND SOCIAL RESPONSIBILITY
LINGKUNGAN (TJSL) [OJK F.25]                                                     ACTIVITIES (TJSL) [OJK F.25]
Tuntutan atas implementasi TJSL bagi emiten dan perusahaan                       The requirements for TJSL implementation by issuers and
publik semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa                     public companies have become increasingly stringent with the
Keuangan (POJK) No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan                             issuance of Financial Services Authority Regulation (POJK) No.
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan                    51/POJK.03/2017 on the Application of Sustainable Finance for
Perusahaan Publik atau POJK Keuangan/Kegiatan Berkelanjutan,                     Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies,
per 1 Januari 2021. Pasal 8 peraturan ini menyatakan perusahaan                  or the POJK on Sustainable Finance/Activities, effective
publik yang diwajibkan melaksanakan TJSL dapat mengalokasikan                    January 1, 2021. Article 8 of this regulation states that public
sebagian dana TJSL untuk mendukung kegiatan penerapan keuangan                   companies required to implement TJSL may allocate a portion
berkelanjutan. Sesuai dengan pedoman teknis peraturan ini, dalam                 of their TJSL funds to support sustainable finance activities.
arti luas, keuangan berkelanjutan bagi emiten dan perusahaan                     In accordance with the technical guidelines of this regulation,
publik dapat dimaknai sebagai kegiatan berkelanjutan (sustainable                in a broad sense, sustainable finance for issuers and public
operation), yaitu kegiatan operasi perusahaan yang dijalankan                    companies can be interpreted as sustainable operations—that is,
dengan memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial.                company operations conducted with consideration for economic,
                                                                                 environmental, and social aspects.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                        193
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 194
                                                            Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                              Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 Program TJSL BUMN PT. Garuda Indonesia (Persero) pada tahun               PT Garuda Indonesia (Persero)’s TJSL program for 2025 focused
 2025 lebih diprioritaskan kepada program yang sejalan dengan              on programs that align with the Sustainable Development Goals
 program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan sejalan                (SDGs) and the Company’s core business, specifically addressing
 dengan Core Bisnis Perusahaan, yaitu sesuai dengan prioritas sosial,      social, environmental, and economic priorities, as well as legal
 lingkungan, ekonomi, serta hukum dan tata kelola. Pelaksanaan TJSL        and governance issues. The implementation of TJSL at Garuda
 di Garuda Indonesia merujuk pada sejumlah regulasi antara lain            Indonesia is governed by a number of regulations, including the
 Undang-Undang Perseroan Terbatas, Undang-Undang No.25 Tahun               Limited Liability Companies Act, Law No. 25 of 2007 on Investment,
 2007 tentang Penanaman Modal, serta Surat Edaran Otoritas Jasa            and the Circular Letter of the Financial Services Authority of the
 Keuangan Republik Indonesia Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang                Republic of Indonesia No. 16/SEOJK.04/2021 regarding the Form
 Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik              and Content of Annual Reports of Issuers or Public Companies as
 sebagai pedoman teknis pelaksanaan POJK Keuangan Berkelanjutan.           technical guidelines for the implementation of the Financial Services
 Secara spesifik, SEOJK menegaskan perlunya kegiatan TJSL dikaitkan        Authority’s Regulation on Sustainable Finance. Specifically, the
 dengan 17 (tujuh belas) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/                 SEOJK emphasizes the need for TJSL activities to be aligned with
 TPB (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. Tautan             the 17 (seventeen) Sustainable Development Goals (SDGs) in
 implementasi program tersebut disampaikan melalui Laporan                 Indonesia. The link between the implementation of these programs
 Keberlanjutan.                                                            and the SDGs is communicated through the Sustainability Report.

 Sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara                  In accordance with Regulation of the Minister of State-Owned
 Republik Indonesia Nomor PER-1/MBU/03/2023, Garuda                        Enterprises of the Republic of Indonesia Number PER-1/
 Indonesia melaksanakan TJSL melalui Program Pendanaan Usaha               MBU/03/2023, Garuda Indonesia implements TJSL through
 Mikro dan Usaha Kecil (Program Pendanaan UMK, serta Program               the Micro and Small Enterprises Funding Program (MSEs Funding
 Pemberian Bantuan dan/atau Kegiatan lainnya, termasuk                     Program), as well as the Grant Assistance Program and/or other
 Pembinaan. Pelaksanaan Program TJSL BUMN berorientasi pada                activities, including capacity building. The implementation of the
 pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) serta                   SOE TJSL Program is oriented toward achieving the Sustainable
 berpedoman kepada ISO 26000 sebagai panduan pelaksanaan                   Development Goals (SDGs) and guided by ISO 26000 as a
 program, dengan harapan pelaksanaan Program TJSL BUMN                     framework for program implementation, with the aim of ensuring
 yang lebih terukur, berdampak dan berkelanjutan. Adapun                   that the SOE TJSL Program is more measurable, impactful, and
 program TJSL BUMN bertujuan untuk:                                        sustainable. The objectives of the SOE TJSL Program are to:
 1. memberikan kemanfaatan bagi pembangunan ekonomi,                       1. provide benefits for economic development, social
     pembangunan sosial, pembangunan lingkungan serta                          development, environmental development, as well as legal
     pembangunan hukum dan tata kelola bagi perusahaan;                        and governance development for the company;
 2. memberikan kontribusi pada penciptaan nilai tambah bagi                2. contribute to the creation of added value for the company
     perusahaan dengan prinsip yang terintegrasi, terarah dan                  based on principles that are integrated, targeted, measurable
     terukur dampaknya serta akuntabel; dan                                    in their impact, and accountable; and
 3. membina usaha mikro dan usaha kecil agar lebih tangguh                 3. foster micro and small enterprises to become more resilient
     dan mandiri, serta masyarakat sekitar perusahaan.                         and self-reliant, as well as the communities surrounding
                                                                               the company.

 Realisasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)             The overall implementation of the Social and Environmental
 secara keseluruhan sampai dengan 31 Desember 2025 sebagai                 Responsibility Program (TJSL) through December 31, 2025, is
 berikut:                                                                  as follows:

 a. Hingga Triwulan IV tahun 2025, realisasi Program Pendanaan             a. As of the fourth quarter of 2025, the implementation of
    Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) melalui sinergi dengan                 the Micro and Small Enterprise Funding Program (PUMK)
    BRI adalah sebesar Rp750 juta atau 75% dari RKA PUMK                      through collaboration with BRI amounts to IDR 750 million,
    tahun 2025 yaitu Rp1 miliar dan 32,4% dari dana tersedia                  representing 75% of the 2025 PUMK Budget Allocation (RKA)
    PUMK tahun 2025.                                                          of IDR 1 billion and 32.4% of the available 2025 PUMK funds.
 b. Realisasi Program TJSL BUMN Community Involved                         b. The realization of the SOE TJSL Community Involved
    Development (CID) sebesar Rp1,1 miliar atau 17,5% dari                    Development (CID) Program amounted to IDR 1.1 billion, or
    anggaran TJSL CID tahun 2025 yaitu Rp6,2 Miliar. Namun                    17.5% of the 2025 CID TJSL budget of IDR 6.2 billion. However,
    dikarenakan adanya penyesuaian anggaran tahun 2025,                       due to budget adjustments for 2025, the implementation of
    maka realisasi TJSL BUMN CID adalah sebesar 56,7% dari                    the BUMN CID TJSL program has been revised to 56,7% of
    anggaran TJSL CID tahun 2025 setelah penyesuaian yaitu                    the adjusted 2025 CID TJSL budget, which is equivalent to
    Rp1,9 Miliar.                                                             IDR 1.9 billion.
 c. Realisasi Program TJSL BUMN Non Community Involved                     c. The realization of the SOE TJSL Non-Community Involved
    Development (Non CID) sebesar Rp3,4 miliar atau 28,1%                     Development (Non-CID) program amounted to IDR 3.4 billion,
    dari anggaran TJSL Non CID tahun 2025 yaitu Rp12,0 Miliar.                or 28.1% of the 2025 Non-CID TJSL budget of IDR 12.0 billion.
    Namun dikarenakan adanya penyesuaian anggaran tahun                       However, due to the 2025 budget adjustment, the realization
    2025, maka realisasi TJSL BUMN Non CID adalah sebesar                     of the non-CID TJSL program for SOEs is 73.7% of the 2025
    73,7% dari anggaran TJSL Non CID tahun 2025 setelah                       Non-CID TJSL budget after reallocation, amounting to IDR
    realokasi yaitu Rp4,6 Miliar. Adapun anggaran Program                     4.6 billion. The budget for the Non-CID TJSL program is not


                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
194
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 195
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                      Governance                         Sustainability Performance




     TJSL Non CID tidak hanya bersumber dari unit pengelola TJSL                          only sourced from the TJSL Management unit but also from
     Management saja, namun juga unit Corporate Secretary &                               the Corporate Secretary & Governance unit, specifically under
     Governance yaitu pada Pilar Hukum dan Tata Kelola.                                   the Legal and Governance Pillar.

Sehingga realisasi keseluruhan Program Tanggung Jawab Sosial                          Thus, the total budget for the Social and Environmental Responsibility
dan Lingkungan (TJSL), termasuk Program Community Involved                            Program (TJSL), including the Community Involved Development
Development (CID), Program Non CID, dan Program Pendanaan                             (CID) Program, non-CID programs, and the Micro and Small
Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) adalah sebesar Rp5.192 juta                        Enterprise Funding Program (PUMK) amounted to IDR 5.192 billion,
atau 69,6% dari anggaran keseluruhan TJSL tahun 2025 setelah                          or 69.6% of the total 2025 TJSL budget after adjustments—which
penyesuaian yaitu Rp7,5 Miliar dengan rincian sebagai berikut:                        totaled IDR 7.5 billion—with the following details:
a) Realisasi program yang dikelola oleh unit TJSL Management:                         a) Program implementation managed by the TJSL
                                                                                          Management unit:
     •Program TJSL BUMN: Rp4,1 Miliar                                                     • SOE TJSL Program: IDR 4.1 billion
     •Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK):                                     • Micro and Small Enterprise Funding Program (PUMK):
      Rp750 Juta                                                                            IDR 750 million
b) Realisasi program yang dikelola oleh unit Non-TJSL                                 b) The realization of programs managed by non-TJSL
   Management adalah sebesar Rp340,6 Juta                                                Management units amounted to IDR 340.6 million.

Adapun kegiatan TJSL yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025                           The TJSL activities conducted throughout 2025 are as follows:
sebagai berikut:
                                          Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                                                Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals

                                                                                                   Provinsi/
                    Nama Program                     Pilar                           Kota           Negara                           Capaian
 No                                                                 SDGs
                    Program Name                     Pillar                          Cities        Provinces/                      Achievement
                                                                                                    Country
 TOTAL REALISASI SDGs 1
 TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 1
                                                                                                                     Penyaluran kebutuhan pokok
                                                                                                                     sejumlah 405 paket berupa makanan,
                                                                                                                     perlengkapan pakaian bayi dan dewasa,
         Garuda Indonesia Peduli Korban
                                                                                                                     perlengkapan mandi, dan perlengkapan
         Bencana Kebakaran DKI Jakarta           Sosial                        Jakarta Pusat
 1                                                                     1                          DKI Jakarta        sholat.
         Garuda Indonesia Peduli Supports        Social                        Central Jakarta
         Victims of the Jakarta Fire Disaster                                                                        Distribution of 405 packages of basic
                                                                                                                     necessities, including food, baby and
                                                                                                                     adult clothing, toiletries, and prayer
                                                                                                                     supplies.
                                                                                                                     Penyaluran sembako sejumlah 335 paket
         Penyaluran Sembako HUT GA ke-                                                                               berupa beras, gula pasir dan minyak
         76 bagi TAD Non Skill PT Garuda
                                                                                                                     goreng kepada TAD non skill PT Garuda
         Indonesia                                                             Kab. Tangerang
                                                 Sosial                                                              Indonesia
 2       Distribution of Food Packages                                 1       Tangerang          Banten
                                                 Social                                                              Distribution of 335 food packages
         for Garuda Indonesia’s 76th                                           Regency
         Anniversary to Non-Skilled TAD                                                                              containing rice, granulated sugar, and
         Employees of PT Garuda Indonesia                                                                            cooking oil to non-skilled TAD employees
                                                                                                                     at PT Garuda Indonesia
         Bantuan Sosial kepada 3 Panti                                         •    Kota
         Asuhan:                                                                    Tangerang                        Pemberian bantuan sosiak kepada 3 panti
         • Panti Asuhan Sahabat Yatim                                          •    Kab.                             asuhan di Kab. Tangerang berupa 22
         • Yayasan Majelis Silahturahmi                                             Tangerang                        paket sembako (beras, minyak, gula, mie
         • Panti Asuhan Amanah As                                              •    Kab.                             kering, tehh dan kopi) dan bantuan tunai
             Sodiqiyah                           Sosial                             Tangerang                        masing-masing senilai Rp 5.000.000,-
 3                                                                     1                          Banten
         Social Assistance to 3 Orphanages:      Social                        •    Tangerang                        Social assistance was provided to three
         • Sahabat Yatim Orphanage                                                  Regency                          orphanages in Tangerang Regency in the
         • Majelis Silahturahmi                                                •    Tangerang                        form of 22 food packages (rice, cooking
             Foundation                                                             Regency                          oil, sugar, dried noodles, tea, and coffee)
         • Amanah As Sodiqiyah                                                 •    Tangerang                        and cash assistance of Rp 5,000,000 each
             Orphanage                                                              Regency
                                                                                                                     Bantuan penyediaan makanan sahur,
                                                                                                                     ta'jil, dan buka puasa oleh ROHIS GA di
         Bantuan Kegiatan Ramadhan 1446                                                                              lingkungan perkantoran bagi pegawai
         H di lingkungan Garuda Indonesia
                                                                               Kab. Tangerang                        (pegawai tetap dan TAD).
         bersama ROHIS GA                        Sosial
 4                                                                     1       Tangerang          Banten             Assistance with the provision of pre-dawn
         Support for Ramadan 1446 H              Social
                                                                               Regency                               meals, pre-sunset snacks, and breaking-
         Activities at Garuda Indonesia in
         Collaboration with ROHIS GA                                                                                 of-fast meals by ROHIS GA in the office
                                                                                                                     environment for employees (permanent
                                                                                                                     staff and temporary staff).




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                 195
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 196
                                                                Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                  Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




                                       Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                                              Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals

                                                                                              Provinsi/
               Nama Program                       Pilar                        Kota            Negara                         Capaian
  No                                                         SDGs
                Program Name                      Pillar                       Cities          Provinces/                  Achievement
                                                                                                Country
                                                                                                            Bantuan 25 paket sembako, peralatan
       GA Peduli Tanggap Darurat Banjir
                                                                                                            kebersihan dan obat-obatan kepada
       di Bekasi
                                              Sosial                    Kota Bekasi          Jawa Barat     pegawai terdampak banjir di Bekasi.
  5    Garuda Indonesia Peduli:                                 1
                                              Social                    Bekasi City          West Java      Donation of 25 food packages, hygiene
       Emergency Flood Response in
       Bekasi                                                                                               supplies, and medications to employees
                                                                                                            affected by the flood in Bekasi.
                                                                                                            Penyediaan 5 bus mudik yang diikuti
       Mudik Gratis BUMN: Mudik Aman                                                                        oleh 220 orang pemudik ke wilayah Jawa
       Sampai Tujuan                                                                                        Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Lampung.
                                              Sosial                    Jakarta Barat
  6    Free Homecoming Trip Program                             1                            DKI Jakarta    The provision of 5 buses for the annual
                                              Social                    West Jakarta
       by SOEs: Safe Travel to Your                                                                         homecoming season, carrying 220
       Destination                                                                                          travelers to East Java, Central Java,
                                                                                                            Yogyakarta, and Lampung
                                                                                                            Partisipasi pada acara Falcons Cup 2025,
       Dukungan Sosial Acara Falcons                                                                        dalam mendukung Program Charity
       Cup 2025                               Sosial                    Jakarta Timur                       senilai Rp 50 Juta.
  7                                                             1                            DKI Jakarta
       Social Support for the 2025 Falcons    Social                    East Jakarta                        Participation in the 2025 Falcons Cup, in
       Cup Event                                                                                            support of a charity program worth Rp 50
                                                                                                            million.
                                                                                                            Bantuan sedekah 2 ekor sapi untuk
       Dukungan Program Kegiatan Idul
                                                                                                            kurban bagi masyarakat di wilayah
       Adha 1446 H / 2025 Garuda Group        Sosial                    Kota Tangerang
  8                                                             1                            Banten         perkantoran.
       Garuda Group’s Support for Eid al-     Social                    Tangerang City
       Adha 1446 H / 2025 Activities                                                                        Donation of two cows for the Eid al-Adha
                                                                                                            sacrifice for residents in the office district.
       Bantuan Kurban kepada Sahabat                                                                        Bantuan sedekah kurban kambing untuk
       Yatim                                  Sosial                    Kota Tangerang                      anak-anak yatim di Sahabat Yatim.
  9                                                             1                            Banten
       Donations for Qurbani to Sahabat       Social                    Tangerang City                      Goat sacrifice donations for orphans at
       Yatim                                                                                                Sahabat Yatim
                                                                                                            Bantuan 500 paket sembako dalam
                                                                                                            rangka HUT TNI yang diberikan kepada
       HUT TNI: Bantuan 500 paket
                                                                                                            masyarakat.
       Sembako                                Sosial                    Jakarta Pusat
  10                                                            1                            DKI Jakarta    Distribution of 500 food packages to
       TNI Anniversary: Donation of 500       Social                    Central Jakarta
       packages of basic food                                                                               the community in celebration of the
                                                                                                            Indonesian National Armed Forces’
                                                                                                            anniversary
                                                                                                            Bantuan berupa kebutuhan pokok dan
                                                                                                            rumah tangga kepada 20 pegawai dan
                                                                                                            200 masyarkat terdampak bencana, serta
                                                                                                            bantuan peralatan usaha bagi UKM yang
       GA Peduli: Bantuan Bencana Banjir                                                                    terdampak banjir.
                                              Sosial
  11   di Bali                                                  1       Denpasar             Bali           Aid in the form of basic necessities and
                                              Social
       GA Peduli: Flood Relief in Bali                                                                      household supplies was provided to 20
                                                                                                            employees and 200 disaster-affected
                                                                                                            residents, as well as business equipment
                                                                                                            for flood-affected small and medium-
                                                                                                            sized enterprises.
       Dukungan Kegiatan Sosial Pada
       Perayaan Natal PT Garuda
                                                                                                            Bantuan kebutuhan pokok bagi 14 panti di
       Indonesia (Persero) Tbk Tahun
                                              Sosial                                                        8 (delapan) wilayah branch office.
  12   2025                                                     1       8 BO                 8 BO
                                              Social                                                        Basic necessities assistance for 14 shelters
       Support for Social Activities During
       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk’s                                                                  in 8 (eight) branch office regions
       2025 Christmas Celebration




                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
196
                                                                                                                           PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 197
Profil Perusahaan                                  Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                           Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                         Explanation from the Board of Directors                     Governance                          Sustainability Performance




                                         Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                                                Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals

                                                                                                Provinsi/
                    Nama Program                    Pilar                           Kota         Negara                            Capaian
 No                                                                SDGs
                    Program Name                    Pillar                          Cities       Provinces/                      Achievement
                                                                                                  Country
        GA Peduli: Pemberian Sembako,                                                                              Penyaluran bantuan sembako, peralatan
                                                                              •    Aceh         •   Aceh
        Peralatan Kebersihan Peralatan                                                                             kebersihan, peralatan mandi, dan selimut
                                                                              •    Sumatera     •   Sumatera
        Mandi, dan Selimut Untuk Bantuan                                                                           bagi korban bencana banjir di Aceh,
                                                                                   Barat            Barat
        Bencana Alam di Provinsi Aceh,
                                                                              •    Sumatera     •   Sumatera       Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
        Sumatera Barat & Sumatera Utara
                                                Sosial                             Utara            Utara          dengan total bantuan sebesar Rp 134,2
 13     GA Peduli: Distribution of Basic                              1
                                                Social                        •    Aceh         •   Aceh           Juta.
        Food Packages, Hygiene and
                                                                              •    West         •   West           Distribution of food aid, cleaning supplies,
        Toiletries, and Blankets for Natural
                                                                                   Sumatra          Sumatra        toiletries, and blankets to flood victims in
        Disaster Relief in Aceh, West
                                                                              •    North        •   North          Aceh, West Sumatra, and North Sumatra,
        Sumatra, and North Sumatra
                                                                                   Sumatra          Sumatra        with a total value of Rp 134.2 million.
        Provinces
                                                                              •    Aceh         •   Aceh
                                                                              •    Sumatera     •   Sumatera       Bantuan pengiriman cargo untuk bantuan
        Bantuan Pengiriman Logistik                                                Barat            Barat          bencana alam dari BUMN lain dan
        Bencana Alam di Padang, Medan                                         •    Sumatera     •   Sumatera
                                                                                                                   pegawai senilai Rp 608,7 Juta.
        dan Aceh Tahap 1                        Sosial                             Utara            Utara
 14                                                                   1                                            Cargo shipping assistance for natural
        Phase 1 of Natural Disaster Logistics   Social                        •    Aceh         •   Aceh
        Aid Distribution in Padang, Medan,                                    •    West         •   West           disaster relief from other state-owned
        and Aceh                                                                   Sumatra          Sumatra        enterprises and employees totaling Rp
                                                                              •    North        •   North          608.7 million.
                                                                                   Sumatra          Sumatra
                                                                              •    Aceh         •   Aceh
                                                                              •    Sumatera     •   Sumatera
        Bantuan Pengiriman Logistik                                                Barat            Barat          Bantuan pengiriman cargo untuk bantuan
        Bencana Alam di Padang, Medan                                         •    Sumatera     •   Sumatera       bencana alam dari BUMN lain senilai Rp
        dan Aceh Tahap 2                        Sosial                             Utara            Utara          319,03 Juta.
 15                                                                   1
        Phase 2 of Natural Disaster             Social                        •    Aceh         •   Aceh           Cargo shipping assistance for natural
        Logistics Aid Distribution in Padang,                                 •    West         •   West           disaster relief from other state-owned
        Medan, and Aceh                                                            Sumatra          Sumatra        enterprises totaling Rp 319.03 million.
                                                                              •    North        •   North
                                                                                   Sumatra          Sumatra
 TOTAL REALISASI SDGs 3
 TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 3
                                                                                                                   Melalui program ini telah berhasil
        Sosialisasi/ Penyuluhan                                                                                    melakukan penyuluhan terkait
        Penyalahgunaan Narkoba pada                                                                                Penyalahgunaan Narkoba kepada 240
        Remaja di SMA Negeri 70 Jakarta         Sosial                        Jakarta Selatan                      orang siswa/i SMA.
 1                                                                    3                         DKI Jakarta
        Awareness Campaign/Education on         Social                        South Jakarta                        Through this program, we have
        Drug Abuse Among Teenagers at                                                                              successfully conducted drug abuse
        State High School 70 Jakarta                                                                               prevention education for 240 high school
                                                                                                                   students.
                                                                                                                   Partisipasi dalam Peluncuran Program
        Peluncuran Program Makanan                                                                                 Makan Bergizi GA Group di Tangerang,
        Bergizi GA Group                        Sosial                        Tangerang                            Banten.
 2                                                                    3                         Banten
        Launch of GA Group’s Nutritious         Social                        Tangerang                            Participation in the Launch of the GA
        Food Program                                                                                               Group’s Nutritious Meals Program in
                                                                                                                   Tangerang, Banten.
                                                                                                                   Penyediaan jasa khitan bagi anak-anak
                                                                                                                   TAD & anak-anak kurang mampu di
                                                                                                                   sekitar lingkungan perkantoran dengan
        Garuda Peduli: Khitan Massal 2025                                                                          jumlah peserta 150 anak.
                                                Sosial                        Jakarta Pusat
 3      Garuda Peduli: Mass Circumcision                              3                         DKI Jakarta        Provision of circumcision services for
                                                Social                        Central Jakarta
        2025                                                                                                       children from the TAD community and
                                                                                                                   underprivileged children in the vicinity
                                                                                                                   of the office complex, with a total of 150
                                                                                                                   participants.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                197
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 198
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                 Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




                                      Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                                             Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals

                                                                                             Provinsi/
              Nama Program                       Pilar                       Kota             Negara                         Capaian
  No                                                        SDGs
                Program Name                     Pillar                      Cities           Provinces/                  Achievement
                                                                                               Country
       Bantuan Sosial kepada Panti Werda
       Joglosemar:
       • Rumah Pelayanan Sosial
           Wening Wardoyo, Semarang                                                                         Bantuan sosial berupa kebutuhan pokok
       • Panti Wreda Aisyiyah, Solo                                                                         kepada 3 panti wreda di Semarang, Solo,
       • Panti Wreda Hanna, Jogja                                                                           dan Yogyakarta masing-masing senilai
                                                                       Jogja
       Social Assistance to Joglosemar       Sosial                                         Jawa Tengah     Rp 50 Juta.
  4                                                            3       Solo
       Senior Care Home:                     Social                                         Central Java    Social assistance in the form of basic
                                                                       Semarang
       •    Wening Wardoyo Social                                                                           necessities was provided to three
           Service Center, Semarang                                                                         nursing homes in Semarang, Solo, and
       • Aisyiyah Senior Care Home,                                                                         Yogyakarta, each receiving Rp 50 million.
           Solo
       • Hanna Senior Care Home,
           Yogyakarta
                                                                       •   Aceh             •    Aceh       Penyaluran bantuan obat-obatan dan
       GA Peduli: Pemberian Bantuan                                        Sumatera         •    Sumatera   kebutuhan pokok bagi korban bencana
       Obat-Obatan Untuk Bencana Alam                                      Barat                 Barat      banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan
       di Provinsi Aceh, Sumatera Barat &                                  Sumatera         •    Sumatera
                                                                                                            Sumatera Utara dengan total bantuan
       Sumatera Utara                        Sosial                        Utara                 Utara
  5                                                            3                                            sebesar Rp 65,6 Juta.
       Social Community GA Peduli:           Social                    •   Aceh             •    Aceh
       Providing Medicines for Natural                                 •   West             •    West       Distribution of medical supplies and basic
       Disasters in the Provinces of Aceh,                                 Sumatra               Sumatra    necessities to flood victims in Aceh, West
       West Sumatra, and North Sumatra                                 •   North            •    North      Sumatra, and North Sumatra, with a total
                                                                           Sumatra               Sumatra    value of Rp 65.6 million.
  TOTAL REALISASI SDGs 4
  TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 4

       Pembangunan Ruang Sidang                                                                             Pembangunan 1 ruang sidang program
       Program Doktor Ilmu Hukum                                                                            doktor Ilmu Hukum di Universitas
       Universitas Borobudur Jakarta         Sosial                    Jakarta Timur                        Borobudur.
  1                                                            4                            DKI Jakarta
       Construction of the Lecture Hall      Social                    East Jakarta                         Construction of one classroom for the
       for the Doctoral Program in Law at                                                                   Doctor of Law program at Borobudur
       Borobudur University, Jakarta                                                                        University.
       Dukungan Pendidikan bagi Siswa/i                                                                     Bantuan dana pendidikan bagi siswa/I
       SMK Farmasi Putra Bangsa,
                                                                                                            SMK Farmasi Putra Bangsa sebanyak 18
       Salatiga, Jawa Tengah
                                             Sosial                    Kab. Salatiga        Jawa Tengah     orang.
  2    Educational Support for Students                        4
                                             Social                    Salatiga Regency     Central Java    Educational grants for 18 students at
       at Putra Bangsa Vocational High
       School of Pharmacy, Salatiga,                                                                        Putra Bangsa Vocational High School of
       Central Java                                                                                         Pharmacy.

       Pemberdayaan Anak Jalanan                                                                            Pemberdayaan terhadap 20 anak
       Menuju Indonesia Emas 2045                                                                           mendapatkan alat pendukung proses
       Bersama Garuda Indonesia dan                                                                         belajar dan inspirasi karir di dunia
       Ikatan Istri Karyawan Garuda                                                                         penerbang melalui kunjungan education
       Indonesia ("IIKGA")                   Sosial                    Jakarta Pusat                        trip aviasi ke Hanggar GMF AeroAsia.
  3                                                            4                            DKI Jakarta
       Empowering Street Children Toward     Social                    Central Jakarta                      Twenty children were empowered
       Indonesia Emas 2045 in Partnership                                                                   by receiving learning aids and career
       with Garuda Indonesia and the                                                                        inspiration in the aviation industry
       Association of Garuda Indonesia                                                                      through an educational aviation trip to the
       Employees’ Wives (“IIKGA”)                                                                           GMF AeroAsia hangar.
                                                                                                            Pemberian beasiswa sarjana terapan di
       Bantuan Dana Pendidikan Siswa/I                                                                      Universitas Nurtanio Bandung kepada 4
       SMA Taruna Nusantara Magelang                                                                        orang siswa siswi SMA Taruna Nusantara
       di Universitas Nurtanio                                                                              Magelang.
                                             Sosial                                         Jawa Barat
  4    Educational Funding Assistance for                      4       Bandung                              The awarding of applied bachelor’s
                                             Social                                         West Java
       Students of Taruna Nusantara High                                                                    degree scholarships at Nurtanio
       School in Magelang at Nurtanio                                                                       University in Bandung to four students
       University                                                                                           from Taruna Nusantara High School in
                                                                                                            Magelang.
  TOTAL REALISASI SDGs 6
  TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 6




                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
198
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 199
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                                   Tata Kelola                           Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                        Governance                          Sustainability Performance




                                       Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                                              Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals

                                                                                                Provinsi/
                    Nama Program                   Pilar                           Kota          Negara                              Capaian
 No                                                               SDGs
                    Program Name                   Pillar                          Cities        Provinces/                        Achievement
                                                                                                  Country
                                                                                                                     Pembangunan 3 unit MCK umum
                                                                                                                     di bantaran sungai Ciliwing dan
        Program River Cleanup Ciliwung
                                                                                                                     pelaksanaan kegiatan bersih-bersih
        bersama Alkesa Bumi Belajar
                                               Lingkungan                                       Jawa Barat           sungai.
 1      Ciliwung River Cleanup Program                               6       Bogor
                                               Environmental                                    West Java            Construction of three public restrooms
        in Collaboration with Alkesa Bumi
        Belajar                                                                                                      along the Ciliwing River and the
                                                                                                                     implementation of a river cleanup
                                                                                                                     campaign.
        Bantuan Sarana Pra sarana
        Pembangunan Sumur Bor Wilayah
        Kodim 0101/KBA Tahun 2025                                                                                    Pembangunan 1 sumur bor di wilayah
                                                                                                DI Aceh
        Banda Aceh                             Lingkungan                                                            Banda Aceh.
 2                                                                   6       Banda Aceh         Aceh Special
        Assistance for Facilities and          Environmental                                                         Construction of 1 borehole in the Banda
                                                                                                Region
        Infrastructure for the Construction                                                                          Aceh area.
        of Drilled Wells in the Kodim 0101/
        KBA Area in 2025, Banda Aceh
 TOTAL REALISASI SDGs 8
 TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 8
                                                                                                                     Keikutsertaan 2 mitra binaan GA: tenun
        Program Pengembangan UMK:                                                                                    sambas & mutiara lombok pada Pameran
        Pameran Pangan Kasih Bazar 2025                                                                              Pangan Kasih Bazar 2025.
                                               Ekonomi                       Jakarta Pusat
 1      MSEs Business Development                                    8                          DKI Jakarta          Participation of two GA-supported
                                               Economy                       Central Jakarta
        Program Assistance: Kasih Pangan                                                                             partners—Sambas Weaving and Lombok
        Bazzar 2025                                                                                                  Pearls—in the Kasih Bazar Food Fair
                                                                                                                     2025.
        Dukungan Pelestarian Budaya
        Orkestra Indonesia pada Perayaan                                                                             Dukungan operasional 50 tiket pesawat
        HUT RI ke-80 di IKN                                                                     Kalimantan
                                                                                                                     pulang pergi anggota Twilite Orkestra.
        Support for Cultural Preservation:     Ekonomi                       Kutai              Timur
 2                                                                   8                                               Operational support for 50 round-trip
        Indonesian Orchestra at the 80th       Economy                       Kartanegara        East
        Indonesian Independence Day                                                             Kalimantan           airline tickets for members of the Twilite
        Celebration in the Nusantara                                                                                 Orchestra.
        Capital City (IKN)
        Dukungan Pelestarian Budaya -                                                                                Dukungan pada Festival Pacu Jalur dan
        Festival Pacu Jalur Tradisional        Ekonomi                                                               pengecatan 10 perahu dari 10 desa.
 3                                                                           Kuantan Singingi   Riau
        Support for Cultural Preservation -    Economy               8                                               Support for the Pacu Jalur Festival and the
        Traditional Pacu Jalur Festival                                                                              painting of 10 boats from 10 villages.
 TOTAL REALISASI SDGs 12
 TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 12
                                                                                                                     Campaign Plasic Waste Management
        Talkshow & Workshop Plastic                                                                                  melalui Challenge Plastic hero kepada
        Waste Management with Plasticpay                                                                             pegawai, dan pelaksanaan Talkshow &
        & Pandawara Group                      Lingkungan                    Tangerang                               Workshop tentang sampah plastik.
 1                                                                   12                         Banten
        Talkshow & Workshop on Plastic         Environmental                 Tangerang                               A plastic waste management campaign
        Waste Management with Plasticpay                                                                             through the “Plastic Hero Challenge” for
        & Pandawara Group                                                                                            employees, and the organization of a talk
                                                                                                                     show and workshop on plastic waste.
 TOTAL REALISASI SDGs 14
 TOTAL ACHIEVEMENT OF SDG 14
                                                                                                                     •   Renovasi sarana pendidikan untuk
                                                                                                                         1 sekolah
                                                                                                                     •   Penanaman 2.000 bibit mangrove
                                                                             •    Kampung                                pada 400m2 area hijau pesisir
        Program Kolaborasi Bersama 14
                                                                                  Manyaifun                          •   Pemulihan ekosisitem terumbu
        BUMN TJSL - Konservasi Kepulauan
                                                                                  Kampung
        Raja Ampat                                                                              Papua Barat              karang pada 3 lokasi utama seluas
                                                                                  Mutus
        Joint Collaboration Program            Lingkungan                                       Daya                     225m2
 1                                                                   14
        Involving 14 State-Owned               Environmental                                    Southwest            •   Renovation of educational facilities
                                                                             •    Manyaifun
        Enterprises (SOEs) in TJSL -                                                            Papua                    at 1 school
                                                                                  Village
        Conservation of the Raja Ampat                                                                               •   Planting of 2,000 mangrove
                                                                             •    Mutus
        Islands                                                                                                          seedlings in a 400 m2 coastal green
                                                                                  Village
                                                                                                                         area
                                                                                                                     •   Restoration of coral reef ecosystems
                                                                                                                         at 3 main locations covering 225 m2




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                  199
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 200
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN                                      COMPLIANCE WITH LAWS AND REGULATIONS [GRI
 [GRI 2-27, TR-AL-520a.1, TR-AF-310a.2]                                      2-27, TR-AL-520a.1, TR-AF-310a.2]
 Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Garuda Indonesia                     In conducting its business activities, Garuda Indonesia always
 senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan yang                       complies with applicable laws and regulations. As a result of this
 berlaku. Atas komitmen tersebut, sepanjang tahun 2025, tidak                commitment, there were no cases of non-compliance throughout
 terdapat kasus ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan.                 2025.

 PENGADUAN PELANGGAN DAN MASYARAKAT                                          CUSTOMER AND PUBLIC COMPLAINTS [OJK F.24, GRI
 [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]                                              2-16, GRI 2-26]
 Dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal, Garuda                      To Provide optimal service, Garuda Indonesia continuously strives
 Indonesia senantiasa berupaya meningkatkan kualitas produk dan              to improve the quality of its products and services by providing
 layanan melalui penyediaan berbagai saluran pengaduan yang dapat            various complaint channels accessible to customers. These
 diakses oleh pelanggan. Fasilitas ini memberikan kesempatan bagi            channels give customers the opportunity to share feedback,
 pelanggan untuk menyampaikan masukan, keluhan, maupun saran                 complaints, or suggestions regarding their flight experience
 terkait pengalaman penerbangan bersama Garuda Indonesia. Dengan             with Garuda Indonesia. With the availability of easily accessible
 tersedianya kanal pengaduan yang mudah dijangkau, perusahaan                complaint channels, the company can respond to issues more
 dapat merespons permasalahan secara lebih cepat, melakukan                  quickly, make improvements to service aspects that still need
 perbaikan terhadap aspek layanan yang masih perlu ditingkatkan,             enhancement, and maintain customer satisfaction levels on an
 serta menjaga tingkat kepuasan pelanggan secara berkelanjutan. Selain       ongoing basis. Additionally, this complaint mechanism serves
 itu, mekanisme pengaduan ini juga menjadi sarana bagi perusahaan            as a means for the company to gain a deeper understanding
 untuk memahami kebutuhan dan harapan pelanggan secara lebih                 of customers’ needs and expectations, while strengthening the
 mendalam, sekaligus memperkuat hubungan antara maskapai dan                 relationship between the airline and its passengers. Through
 pengguna jasa. Melalui proses tersebut, Garuda Indonesia berkomitmen        this process, Garuda Indonesia is committed to continuous
 untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, menghadirkan                 improvement, delivering a better flight experience, and ensuring
 pengalaman penerbangan yang lebih baik, serta memastikan setiap             every customer feels heard, valued, and that their needs are
 pelanggan merasa didengar, dihargai, dan terpenuhi kebutuhannya.            met. Customer complaints can be submitted through various
 Pengaduan pelanggan dapat disampaikan melalui berbagai kanal,               channels, including the Call Center, email, website, Facebook,
 antara lain Call Center, email, website, Facebook, Twitter, suggestion      Twitter, suggestion forms, customer service, and customer
 form, customer service, serta customer feedback form yang tersedia          feedback forms available at airports and sales offices.
 di bandara maupun kantor penjualan.

 Garuda Indonesia juga secara aktif memantau saluran                         Garuda Indonesia also actively monitors consumer complaint
 pengaduan konsumen yang disediakan oleh lembaga atau                        channels provided by government agencies or institutions in
 instansi pemerintah yang sesuai dengan fungsi dan perannya                  accordance with its functions and role as part of public service.
 sebagai bagian dari layanan publik. Sejalan dengan itu, Perseroan           Accordingly, the Company also optimizes its Global Contact
 juga mengoptimalkan fasilitas Global Contact Center guna                    Center facilities to make it easier for passengers both domestically
 memudahkan penumpang di dalam negeri maupun luar negeri                     and internationally to receive better service, including social
 untuk memperoleh pelayanan yang lebih baik, termasuk layanan                media support, handling complaints, and answering passenger
 untuk media sosial hingga menangani keluhan dan menjawab                    inquiries. This service operates 24 hours a day at 0804 1 807 807
 pertanyaan penumpang. Layanan ini beroperasi selama 24 jam                  or 021 2351 9999. Through this service, passengers can easily
 di nomor 0804 1 807 807 atau 021 2351 9999. Melalui layanan                 and quickly obtain services tailored to their needs, ranging from
 ini, penumpang dapat dengan mudah dan cepat memperoleh                      product information and ticket purchasing services to handling
 layanan sesuai kebutuhan, mulai dari informasi terkait produk,              customer complaints.
 layanan pembelian tiket hingga penanganan keluhan pelanggan.

 Merujuk data dari berbagai kanal yang tersedia, periode Januari             Based on data from various available channels for the period
 - Desember 2025, jumlah customer feedback yang masuk ke                     January–December 2025, the breakdown of customer feedback
 Customer Care dan Contact Centre Garuda Indonesia terdiri                   received by Garuda Indonesia’s Customer Care and Contact
 dari 0,2%% Compliment, 0,02% Suggestion, 10,5% complaint,                   Center consists of 0.2% compliments, 0.02% suggestions, 10.5%
 25,5% inquiry, 62,8% information. Dari semua customer feedback              complaints, 25.5% inquiries, and 62.8% requests for information.
 telah ditangani sesuai dengan Tingkat Layanan (Service Level                All customer feedback has been handled in accordance with the
 Agreement atau SLA) yang ditentukan oleh Perseroan dan                      Service Level Agreement (SLA) established by the Company,
 pelanggan telah memperoleh tanggapan yang akurat dan cepat                  and customers have received accurate and prompt responses as
 sesuai dengan yang diharapkan. Terkhusus berkaitan dengan                   expected. Specifically regarding complaints, the topics or issues
 complaint, topik atau bahasan yang disampaikan konsumen                     raised by customers include Schedule Change Experience, Off-
 antara lain terkait Schedule Change Experience, Off Airport Check           Airport Check-in Experience, Process & Handling Experience,
 in Experience, Process & Handling Experience, Delay Handling                Delay Handling Experience, and Baggage Irregularity.
 Experience and Bagagge Irregularity.




                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
200
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 201
Profil Perusahaan                              Penjelasan Direksi                                   Tata Kelola                    Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                     Explanation from the Board of Directors                        Governance                   Sustainability Performance




                                                  Tabel Pengaduan Masyarakat Tahun 2025
                                                          Table of Public Complaints in 2025

                      Jenis Pengaduan                                     Jumlah Keluhan yang Diterima                             Status
                       Type of Complaint                                       Number of Complaints Received
 Schedule Change Experience                                                               106.140                                On Progress
 Off Airport Check in Experience                                                           30.077                                On Progress
 Process and Handling Time Experience                                                      13.978                                On Progress
 Delay Handling Experience                                                                 7.643                                 On Progress
 Baggage Irregularity                                                                      6.830                                 On Progress
 Total                                                                                    164.668


Selain itu, Perseroan memiliki pencatatan melalui customer                         Additionally, the Company maintains records through a customer
voice management system (omni-x) yang digunakan untuk                              voice management system (Omni-X) used to record, follow up
mencatat, menindaklanjuti, dan monitoring setiap keluhan yang                      on, and monitor every complaint received by Garuda from all
masuk ke Garuda dari semua kanal pelaporan yang disediakan.                        available reporting channels. Through this system, in 2025,
Melalui sistem ini, pada tahun 2025, Garuda Indonesia menerima                     Garuda Indonesia received 2,052,411 (complaints, suggestions,
2.052.411 (complain, suggestion, compliment, information, and                      compliments, information, and inquiries) regarding the use of
enquiry) pertanyaan dan keluhan konsumen atas penggunaan                           its products and services. The ratio of customer feedback to total
produk dan jasa. Rasio voice terhadap total penumpang sebesar                      passengers was 18.5% and the completion rate for handling
18,5% dan nilai completion rate penanganan voice yang masuk                        incoming feedback was 99.0%.
sebesar 99,0%.

Perseroan memiliki sistem pelaporan Whistleblowing yang                            The Company has a whistleblowing reporting system called
bernama Speak Up Bravely for Better Garuda Indonesia (yang                         Speak Up Bravely for Better Garuda Indonesia (known as SKY
dikenal dengan SKY Garuda). SKY Garuda merupakan sistem                            Garuda). SKY Garuda is a reporting system for violations that
pelaporan pelanggaran yang memungkinkan setiap orang                               allows any individual and/or entity within the Company, including
dan/atau unsur Perseroan, termasuk Dewan Komisaris, Dewan                          the Board of Commissioners, the Board of Directors, employees,
Direksi, maupun pegawai serta pihak ketiga untuk melaporkan                        and third parties, to report suspected fraud, legal and ethical
adanya dugaan kecurangan, pelanggaran hukum dan etika,                             violations, and other misconduct known to have occurred and
serta misconduct lainnya yang diketahui terjadi dan dilakukan                      been committed by Garuda Indonesia personnel within the
oleh Insan Garuda Indonesia di lingkungan Perusahaan. Adanya                       Company. Any conduct that appears to be a violation can be
perbuatan yang berindikasi pelanggaran dapat dilaporkan                            reported via: the website https://whistleblowing.tips/wbs/@
melalui: website https://whistleblowing.tips/wbs/@skygaruda;                       skygaruda; emailskywbsgaruda@rsm.id ; SMS and WhatsApp
e-mail skywbsgaruda@rsm.id; SMS dan aplikasi Whatsapp                              at +628111397807; or PO BOX 1020 JKS 10210.
+628111397807; atau PO BOX 1020 JKS 10210.

Dalam penerapan WBS, Perseroan memiliki kebijakan yang                             In implementing the WBS, the Company has a policy that
menjamin perlindungan dan kerahasiaan pelapor yang                                 guarantees the protection and confidentiality of whistleblowers
berasaskan pada penghargaan atas harkat dan martabat manusia,                      based on respect for human dignity, a sense of security, justice,
rasa aman, keadilan, tidak diskriminatif, dan kepastian hukum.                     non-discrimination, and legal certainty. The Company also
Perseroan juga menjamin perlindungan atas identitas pelapor dan                    guarantees the protection of the reporter’s identity and employs
menggunakan berbagai cara untuk menjaga kerahasiaan identitas                      various methods to maintain the confidentiality of the reporter’s
pelapor. Perseroan juga mengakomodir kebutuhan bagi pelapor                        identity. The Company also accommodates the needs of reporters
yang ingin menyampaikan laporan secara anonim melalui SKY                          who wish to submit reports anonymously through SKY Garuda,
Garuda dan pelaporan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang                         and such reports are followed up in accordance with applicable
berlaku.                                                                           regulations.

Jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui sistem                       The types of violations that can be reported through the WBS
WBS diantaranya sebagai berikut:                                                   system include the following:
1. Korupsi, Kolusi, Nepotisme;                                                     1. Corruption, Collusion, Nepotism;
2. Kecurangan (Fraud);                                                             2. Fraud;
3. Penyuapan namun tidak terbatas pada percobaan, kecurigaan                       3. Bribery, including but not limited to attempts, suspicions,
    dan penyuapan aktual, atau setiap pelanggaran kebijakan                           and actual bribery, or any violation of anti-bribery policies
    anti penyuapan atau sistem manajemen anti penyuapan;                              or the anti-bribery management system;
4. Perbuatan melanggar hukum (termasuk pencurian,                                  4. Illegal acts (including theft, use of violence against employees
    penggunaan kekerasan terhadap karyawan atau pimpinan,                             or management, extortion, drug use, harassment, and other
    pemerasan, penggunaan narkoba, pelecehan, perbuatan                               criminal acts);
    kriminal lainnya);


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                        201
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 202
                                                                 Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                           Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                   Sustainability Strategy and Policy                        Sustainability Performance Highlights




 5. Pelanggaran etika Perseroan (termasuk dalam hal ini                              5. Violations of the Company’s ethics (including, in this context,
    penerimaan gratifikasi sebagaimana dilarang oleh                                    the acceptance of gratuities as prohibited by the Company)
    Perusahaan) atau pelanggaran norma-norma kesopanan                                  or violations of general standards of decency;
    pada umumnya;
 6. Perbuatan yang membahayakan keamanan dan keselamatan                             6. Acts that endanger aviation safety and security, Occupational
    penerbangan, keamanan dan kesehatan kerja, atau                                     Safety and Health, or endanger the Company’s security;
    membahayakan keamanan Perseroan; dan/atau                                           and/or
 7. Pelanggaran prosedur operasi standar (SOP) Perseroan,                            7. Violations of the Company’s standard operating procedures
    diantaranya namun tidak terbatas pada prosedur pengadaan                            (SOPs), including but not limited to procurement procedures
    barang dan jasa.                                                                    for goods and services.

 Pengelolaan sistem WBS di Perseroan dilakukan sesuai tata cara                      The Company manages its WBS system in accordance with
 dan prosedur pelaporan yang telah ditetapkan. Pengelolaan                           established reporting procedures and guidelines. WBS
 WBS meliputi kegiatan penanganan laporan, investigasi laporan,                      management encompasses activities ranging from report
 hingga penindakan terhadap terlapor apabila terbukti terjadi                        handling and investigation to disciplinary action against the
 pelanggaran etika bisnis dan etika kerja.                                           reported party if a violation of business ethics or workplace
                                                                                     ethics is proven.

                                                                                                                                  Update Hasil Investigasi
                                                                                                              Terbukti            kepada WBS Officer dan
                                                                                                                Proven
                                                                                                                                  Penyampaian informasi
                                                                   Dugaan                                                          status laporan kepada
                                                                                            Investigasi
                                                                 pelanggaran                                                               pelapor
                                                                                            Investigation                          Update the investigation result
       Laporan                                                   Alleged Violation
                                                                                                            Tidak Terbukti
        Report                                Ringkasan                                                                            for the WBS Officer and notify
                                                                                                              Not Proven          the case status to the informant
                        Laporan                  dan
                        Lengkap              Rekomendasi
                         Complete             Summary and
                        Information          Recommendation
                                                                    Bukan                    Laporan
       Analisa                                                   Pelanggaran                 ditutup
       Analysis                                                  Non-Violation              Case Closed
                      Laporan Tidak
                        Lengkap
                         Incomplete      Pelapor diminta
                        Information        melengkapi
                                            informasi
                                             The informant has
                                              to complete the
                                                information




                               WBS Officer                                                                     Garuda Indonesia




 Pengelolaan SKY Garuda dilakukan oleh pihak independen yang                         The management of SKY Garuda is conducted by an independent
 ditunjuk oleh Perseroan. Pihak independen sebagai WBS Officer                       party appointed by the Company. The independent party, acting
 melakukan pengelolaan laporan WBS yang masuk ke sistem WBS,                         as the WBS Officer, manages WBS reports submitted to the
 termasuk untuk menerima dan menanggapi setiap laporan yang                          WBS system, including receiving and responding to every report
 masuk ke sistem WBS, untuk kemudian ditelaah dan dilakukan                          submitted to the WBS system, which is then reviewed and analyzed
 analisis untuk menilai suatu laporan memuat dugaan pelanggaran.                     to assess whether a report contains allegations of violations.
 Selanjutnya, WBS Officer menyampaikan laporan tersebut kepada                       Subsequently, the WBS Officer forwards the report to the unit
 unit yang membidangi fungsi Corporate Legal & Compliance untuk                      responsible for Corporate Legal & Compliance for follow-up. If a
 ditindaklanjuti. Apabila terdapat dugaan pelanggaran, maka unit                     suspected violation is identified, the unit responsible for Corporate
 yang membidangi fungsi Corporate Legal & Compliance akan                            Legal & Compliance will notify the unit responsible for Internal
 menyampaikan kepada unit yang membidangi fungsi Internal                            Audit and/or the unit responsible for Corporate Security to conduct
 Audit dan/atau unit yang membidangi fungsi Corporate Security                       an investigation in accordance with the Company’s applicable
 untuk dilakukan investigasi sesuai dengan prosedur yang berlaku di                  procedures. The WBS Officer updates the status of each report
 Perseroan. WBS Officer menyampaikan perkembangan status dari                        so that the whistleblower can track its progress through the WBS
 setiap laporan sehingga dapat diketahui oleh pelapor melalui sistem                 system. WBS reports at Garuda Indonesia are periodically submitted
 WBS. Laporan WBS di Garuda Indonesia secara berkala dilaporkan                      to the Director responsible for GCG, the Board of Commissioners,
 kepada Direktur yang membidangi GCG, Dewan Komisaris, tim                           the Anti-Bribery Compliance Function (FKAP) team, and the State-
 Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP), dan BP BUMN.                                Owned Enterprises Regulatory Body (BP BUMN).




                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
202
                                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 203
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                    Sustainability Performance




Perseroan terus berupaya untuk membenahi dan memperbaiki                      The Company continues to strive to improve and refine the WBS
sistem WBS agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.                    system so that it can operate effectively and efficiently. Various
Berbagai metode sosialisasi terus digaungkan guna meningkatkan                dissemination methods are continuously promoted to enhance
pemahaman dan kesadaran setiap individu, baik karyawan                        understanding and awareness among all individuals, including
Perseroan maupun pihak eksternal yang bekerja sama dengan                     both Company employees and external parties collaborating
Perseroan. Upaya ini dilakukan dengan menyempurnakan                          with the Company. These efforts involve refining the Company’s
ketentuan peraturan dan kebijakan Perseroan serta memastikan                  regulations and policies, as well as ensuring that the reporting
saluran pelaporan yang digunakan untuk WBS telah memadai                      channels used for the WBS are adequate and function smoothly.
dan dapat dipergunakan dengan lancar.

Selama tahun 2025 terdapat 75 (tujuh puluh lima) pengaduan                    During 2025, there were 75 (seventy-five) complaints regarding
atas WBS. Adapun dari 75 (tujuh puluh lima) pengaduan                         WBS. Out of the 75 (seventy-five) complaints, 36 (thirty-six)
tersebut, terdapat 36 (tiga puluh enam) laporan yang berindikasi              reports indicated violations, while 39 (thirty-nine) reports did
pelanggaran dan 39 (tiga puluh sembilan) laporan yang tidak                   not indicate violations. From the 36 (thirty-six) reports indicating
berindikasi pelanggaran. Dari 36 (tiga puluh enam) laporan                    violations, 17 (seventeen) reports were followed up on and
yang berindikasi pelanggaran tersebut, sejumlah 17 (tujuh belas)              have been closed, while 19 (nineteen) reports are still under
laporan ditindaklanjuti dan sudah ditutup (closed), sedangkan                 investigation (open).
19 (sembilan belas) laporan masih berstatus dalam proses
investigasi (open).

PRIVASI PELANGGAN                                                             CUSTOMER PRIVACY

Garuda Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga                         Garuda Indonesia reaffirms its commitment to maintaining
kerahasiaan serta melindungi data pelanggan dengan                            confidentiality and protecting customer data by issuing a Decree
menerbitkan Surat Keputusan mengenai Pedoman Perlindungan                     regarding Guidelines for Personal Data Protection within PT
Data Pribadi di lingkungan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk                  Garuda Indonesia (Persero) Tbk in 2020, as well as Procedures
pada tahun 2020, serta Prosedur Penghapusan Data Pribadi yang                 for the Deletion of Personal Data issued in 2024. In its efforts
dikeluarkan pada tahun 2024. Dalam upayanya melindungi data                   to protect customer data, the Company has established the
pelanggan, Perseroan menerapkan Perseroan telah menetapkan                    Information Technology Governance Manual (MTI) as the primary
Manual Tata Kelola Teknologi Informasi (MTI) sebagai pedoman                  guideline for IT governance and has implemented the Information
utama dalam pengelolaan tata kelola TI serta menerapkan                       Security Manual (MKI), which governs the principles, policies, and
Manual Keamanan Informasi (MKI) yang mengatur prinsip,                        mechanisms for information protection. The MKI is reviewed every
kebijakan, serta mekanisme perlindungan informasi. MKI direviu                two years to ensure alignment with the dynamics of cybersecurity
setiap dua tahun untuk memastikan kesesuaian dengan dinamika                  threats, changes in organizational structure, and technological
ancaman keamanan siber, perubahan struktur organisasi, serta                  advancements.
perkembangan teknologi.

Selain MTI dan MKI, Perseroan juga memiliki kebijakan terkait                 In addition to the MTI and MKI, the Company also has policies
pemulihan bencana TI yang dituangkan dalam IT Disaster                        regarding IT disaster recovery, which are outlined in the IT Disaster
Recovery Plan (IT DRP) dan Emergency Response Plan (ERP).                     Recovery Plan (IT DRP) and the Emergency Response Plan (ERP).
Kebijakan ini mengatur prosedur penanganan gangguan atau                      These policies govern procedures for handling IT disruptions or
bencana TI, termasuk mekanisme pemulihan layanan kritis                       disasters, including mechanisms for restoring critical services
serta alur pelaporan insiden hingga kepada Direksi dan Dewan                  and incident reporting procedures up to the Board of Directors
Komisaris. Melalui kebijakan tersebut, Perseroan memastikan                   and the Board of Commissioners. Through these policies, the
bahwa respons terhadap insiden atau bencana TI dapat dilakukan                Company ensures that responses to IT incidents or disasters can
secara cepat, terstruktur, dan terkoordinasi.                                 be carried out quickly, in a structured and coordinated manner.

Perseroan telah melakukan Identifikasi risiko teknologi informasi             The Company has conducted an identification of information
(TI) yang dilakukan sesuai kebijakan manajemen risiko Perseroan.              technology (IT) risks in accordance with the Company’s risk
Berdasarkan hasil identifikasi, register risiko TI menyoroti                  management policies. Based on the identification results, the IT
beberapa risiko utama, yaitu:                                                 risk register highlights several key risks, namely:
• Risiko pemenuhan proyek TI,                                                 • IT project delivery risk,
• Risiko kepatuhan terhadap tata kelola TI,                                   • IT governance compliance risk,
• Risiko gangguan sistem termasuk ancaman keamanan siber                      • System disruption risk, including cybersecurity threats and
     dan pemulihan bencana.                                                       disaster recovery.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    203
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 204
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 Seluruh risiko tersebut dikelola dan diintegrasikan ke dalam            All of these risks are managed and integrated into the Enterprise
 kerangka Enterprise Risk Management (ERM). Proses registrasi,           Risk Management (ERM) framework. The risk registration,
 pelaporan, dan pemantauan risiko dilakukan melalui Enterprise           reporting, and monitoring processes are carried out through the
 Risk Management Portal, sehingga pelaksanaannya menjadi                 Enterprise Risk Management Portal, making their implementation
 lebih terstruktur, transparan, dan terdokumentasi.                      more structured, transparent, and well-documented.

 Adapun pendekatan komprehensif dalam pengelolaan insiden                A comprehensive approach to cybersecurity incident
 keamanan siber. Insiden dapat berasal dari gangguan layanan TI          management. Incidents may stem from IT service disruptions or
 maupun temuan kelemahan (weakness) dalam sistem keamanan.               the identification of weaknesses in security systems. Information
 Pengelolaan Insiden Keamanan Informasi dilakukan melalui                Security Incident Management is carried out through incident
 pelaporan insiden, analisis penyebab, tindakan perbaikan dan            reporting, root cause analysis, corrective and preventive actions,
 pencegahan, dan pemantauan tindak lanjut hingga penyelesaian.           and monitoring of follow-up measures until resolution.

 Pengelolaan Teknologi Informasi (TI) PT Garuda Indonesia                Information Technology (IT) management at PT Garuda Indonesia
 (Persero) Tbk dijalankan oleh unit kerja Digital Transformation         (Persero) Tbk is carried out by the Digital Transformation unit,
 yang disupervisi oleh Direktur Transformasi. Unit Digital               supervised by the Director of Transformation. The Digital
 Transformation menyusun rencana strategis hingga tersedianya            Transformation unit develops strategic plans to ensure the
 solusi TI yang selaras dengan kebutuhan di sisi bisnis. Tren            availability of IT solutions aligned with business needs. Technology
 teknologi dan prinsip GCG juga diperhatikan dalam membuat               trends and GCG principles are also considered when developing
 rencana solusi TI. Penerapan transformasi digital di seluruh aspek      IT solution plans. Digital transformation is implemented across
 bisnis guna mempercepat proses khususnya yang berhubungan               all business aspects to accelerate processes, particularly those
 dengan layanan terhadap customer serta monitoring day to day            related to customer service, as well as to monitor day-to-day
 operation untuk memastikan seluruh layanan IT dapat ter-deliver         operations to ensure all IT services are delivered effectively. This
 dengan baik. Uraian ini mengacu dan disampaikan lebih rinci             description is referenced and detailed further in the Information
 pada bagian Teknologi Informasi di laporan Tahunan Perseroan            Technology section of the Company’s 2025 Annual Report.
 tahun 2025.

 Efektivitas pengelolaan tata kelola TI dan keamanan siber, pada         Regarding the effectiveness of IT governance and cybersecurity
 tahun 2025, perusahaan berhasil memperoleh Sertifikasi ISO              management, in 2025, the company successfully obtained ISO
 27001:2022 dari TUV‑SUD dengan akreditasi Nasional (KAN)                27001:2022 certification from TÜV SÜD with national (KAN)
 dan Internasional (SAC) yang menunjukkan pengakuan resmi atas           and international (SAC) accreditation, demonstrating official
 efektivitas penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi               recognition of the effectiveness of the Information Security
 (SMKI) yang diimplementasikan di perusahaan. Perseroan                  Management System (ISMS) implemented within the company.
 memperoleh Level 4.26 – Implementasi Terkelola, yang berada             The company achieved Level 4.26 – Managed Implementation,
 pada rentang indeks 3.51 hingga <4.50 yang menunjukkan                  falling within the index range of 3.51 to <4.50, indicating that
 keamanan siber telah terorganisir dan terdokumentasi dengan             cybersecurity is well-organized and documented, formalized
 baik, diformalkan dan dijalankan secara konsisten, dan dilengkapi       and consistently executed, and supported by mechanisms for
 dengan mekanisme review, pemantauan, dan peningkatan                    review, monitoring, and continuous improvement. IT Maturity
 berkelanjutan. Self‑Assessment IT Maturity – Nilai 3.67                 Self-Assessment – Score 3.67 (Defined Level), indicating that the
 (Level Defined) yang menunjukkan bahwa proses dan perilaku              processes and behaviors of the IT organization have been defined,
 organisasi TI telah terdefinisikan, distandarkan, dan diterapkan        standardized, and consistently applied, thereby minimizing
 secara konsisten, sehingga mampu meminimalkan potensi                   potential issues in IT governance.
 permasalahan dalam tata kelola TI.

 Atas upaya Garuda Indonesia dalam menjaga kerahasiaan data              Garuda Indonesia’s efforts to maintain customer data
 pelanggan memberikan dampak positif yaitu tidak terdapat                confidentiality have had a positive impact, as there were no
 laporan pelanggaran privasi pelanggan terkait kebocoran,                reports of customer privacy breaches related to leaks, theft, or
 pencurian, atau kehilangan data pelanggan selama tahun 2025.            loss of customer data during 2025.




                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
204
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 205
Profil Perusahaan                               Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                      Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




            TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK
                     DAN/ATAU JASA KEBERLANJUTAN
                                               RESPONSIBILITY FOR THE DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE
                                                                        PRODUCTS AND/OR SERVICES



INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK/                                                INNOVATIONS AND DEVELOPMENT
JASA KEUANGAN BERKELANJUTAN [OJK F.26]                                          OF SUSTAINABLE FINANCE
                                                                                PRODUCTS/SERVICES [OJK F.26]

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, Perseroan                  As part of its commitment to sustainability, the Company
terus mengembangkan strategi pemasaran yang lebih ramah                         continues to develop marketing strategies that are more
lingkungan, efisien, dan berbasis digital. Salah satu inisiatif                 environmentally friendly, efficient, and digital-based. One of
utama yang dijalankan adalah percepatan digitalisasi komunikasi                 the key initiatives being implemented is the acceleration of the
pemasaran, dengan mengurangi ketergantungan pada media cetak                    digitalization of marketing communications, by reducing reliance
serta memaksimalkan pemanfaatan platform digital seperti media                  on print media and maximizing the use of digital platforms such
sosial, email marketing, dan digital advertising. Langkah ini bertujuan         as social media, email marketing, and digital advertising. This
untuk meningkatkan efektivitas komunikasi sekaligus menekan                     step aims to improve communication effectiveness while reducing
jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas promosi konvensional.               the carbon footprint generated by conventional promotional
Adapun inovasi dan pengembangan yang dilakukan oleh Garuda                      activities. The innovations and developments implemented by
Indonesia pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:                               Garuda Indonesia in 2025 are as follows:

Paperless Marketing/Promotion                                                   Paperless Marketing/Promotion
SEO Optimization yang dilakukan dengan mengintegrasikan                         SEO Optimization achieved by integrating informative articles
artikel informatif pada setiap halaman rute di website resmi.                   on every route page of the official website. This strategy not
Strategi ini tidak hanya meningkatkan visibilitas pencarian dan                 only boosts organic search visibility and customer engagement
engagement pelanggan secara organik, tetapi juga mengurangi                     but also reduces reliance on brochures, flyers, and paper-based
ketergantungan pada brosur, flyer, dan materi promosi berbasis                  promotional materials. By strengthening digital channels as the
kertas. Dengan memperkuat kanal digital sebagai sumber                          primary information source, the Company can minimize the
informasi utama, Perseroan mampu menekan produksi materi                        production of physical communication materials while enhancing
komunikasi fisik sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi                    the efficiency of real-time information distribution.
informasi secara real-time.

Sementara itu, optimalisasi EDM (Electronic Direct Mail)                        Meanwhile, optimizing EDM (Electronic Direct Mail) results in
menghasilkan kampanye email yang lebih personal dan menarik,                    more personalized and engaging email campaigns; this step also
langkah ini juga mendukung praktik paperless marketing.                         supports paperless marketing practices. This approach contributes
Pendekatan ini berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dari                 to reducing the carbon footprint from the production, distribution,
proses produksi, distribusi, dan logistik materi promosi konvensional.          and logistics of conventional promotional materials.

Melalui penguatan SEO dan EDM sebagai kanal komunikasi,                         By strengthening SEO and EDM as communication channels,
Garuda Indonesia tidak hanya meningkatkan efektivitas                           Garuda Indonesia not only enhances the effectiveness of data-
pemasaran berbasis data, tetapi juga secara nyata mendukung                     driven marketing but also tangibly supports sustainability
agenda sustainability dengan mengurangi konsumsi kertas,                        initiatives by reducing paper consumption, promotional waste,
limbah promosi, serta dampak lingkungan dari aktivitas                          and the environmental impact of the company’s communication
komunikasi perusahaan.                                                          activities.

SkyTeam The Aviation Challenge (Sustainable Aviation)                           SkyTeam The Aviation Challenge (Sustainable Aviation)
Garuda Indonesia juga secara konsisten mengintegrasikan                         Garuda Indonesia also consistently integrates Environmental,
prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam                    Social, and Governance (ESG) principles into its operational
proses operasional dan budaya perusahaan. Upaya tersebut                        processes and corporate culture. These efforts have garnered
memperoleh pengakuan di tingkat global melalui partisipasi aktif                global recognition through active participation in SkyTeam The
dalam SkyTeam The Aviation Challenge (TAC), di mana Perseroan                   Aviation Challenge (TAC), where the Company received the
meraih penghargaan Best Team Collaboration atas implementasi                    Best Team Collaboration award for the implementation of a
program keberlanjutan yang kolaboratif dan berdampak nyata.                     collaborative and impactful sustainability program.

Partisipasi dalam TAC menjadi wujud komitmen Perseroan dalam                    Participation in TAC demonstrates the Company’s commitment
mendukung percepatan transformasi industri penerbangan                          to supporting the acceleration of the aviation industry’s
menuju operasional yang lebih ramah lingkungan. Melalui                         transformation toward more environmentally friendly operations.


Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     205
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 206
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 inisiatif bertajuk “Zero Waste to Zero Emissions”, Perseroan            Through the initiative titled “Zero Waste to Zero Emissions,” the
 mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas fungsi dalam                Company prioritizes a cross-functional, collaborative approach
 pengelolaan limbah operasional dan perkantoran. Program ini             to managing operational and office waste. This program includes
 mencakup optimalisasi pemilahan limbah, peningkatan tingkat             optimizing waste sorting, increasing recycling rates, and raising
 daur ulang, serta penguatan kesadaran karyawan terhadap                 employee awareness of carbon emission reduction practices.
 praktik pengurangan emisi karbon.

 Sepanjang periode implementasi, program tersebut berhasil               Throughout the implementation period, the program successfully
 mengelola lebih dari 14.600 kilogram limbah dengan tingkat daur         managed over 14,600 kilograms of waste with a recycling rate
 ulang mencapai 99 persen. Capaian ini berkontribusi terhadap            of 99 percent. This achievement contributed to a reduction in
 pengurangan emisi karbon hampir 13 ton CO₂, yang setara                 carbon emissions of nearly 13 tons of CO₂, equivalent to the
 dengan manfaat penyerapan karbon dari ratusan pohon dalam               long-term carbon absorption benefits of hundreds of trees. These
 jangka panjang. Hasil ini mencerminkan efektivitas integrasi            results reflect the effectiveness of integrating internal policies,
 kebijakan internal, partisipasi aktif karyawan, serta penerapan         active employee participation, and the implementation of more
 praktik operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.               efficient and sustainable operational practices.
 Penghargaan Best Team Collaboration yang diraih tidak hanya             The Best Team Collaboration award not only represents the
 merepresentasikan keberhasilan teknis program, tetapi juga              program’s technical success but also demonstrates the strength
 menunjukkan kuatnya budaya kolaborasi internal sebagai fondasi          of the internal collaboration culture as the foundation of the
 transformasi keberlanjutan Perseroan. Inisiatif ini menegaskan          Company’s sustainability transformation. This initiative affirms
 bahwa pencapaian target lingkungan tidak dapat dilepaskan dari          that achieving environmental targets requires the involvement
 keterlibatan seluruh insan perusahaan, mulai dari perumusan             of everyone in the company, from policy formulation to on-the-
 kebijakan hingga implementasi di lapangan.                              ground implementation.

 Pengolahan Limbah bersama Plasticpay                                    Waste Management with Plasticpay
 Melalui kolaborasi bersama dengan Plasticpay, Garuda Indonesia          Through collaboration with Plasticpay, Garuda Indonesia not only
 tidak hanya mengelola limbah internal secara lebih efisien, tetapi      manages internal waste more efficiently but also drives positive
 juga mendorong dampak positif terhadap lingkungan melalui               environmental impact through a structured and measurable
 pendekatan yang terstruktur dan terukur.                                approach.

 Dalam kerja sama tersebut, Plasticpay bertindak sebagai mitra           In this partnership, Plasticpay acts as a strategic partner in the
 strategis dalam pengembangan dan implementasi mekanisme                 development and implementation of a systematic plastic waste
 pengelolaan limbah plastik yang sistematis. Garuda Indonesia            management mechanism. Garuda Indonesia integrates this
 mengintegrasikan program ini dalam aktivitas operasional                program into the operational activities of its offices and support
 kantor dan fasilitas pendukung, dengan fokus pada pemilahan,            facilities, with a focus on the sustainable sorting, collection, and
 pengumpulan, dan pengolahan limbah plastik secara                       processing of plastic waste. Plasticpay assists the Company in
 berkelanjutan. Plasticpay membantu Perseroan dalam mengukur,            measuring, monitoring, and maximizing the plastic recycling rate
 memantau, dan memaksimalkan tingkat daur ulang plastik yang             generated from Garuda Indonesia’s work environment
 dihasilkan dari lingkungan kerja Garuda Indonesia.

 Kolaborasi ini tidak hanya mencakup aspek teknis pengelolaan            This collaboration encompasses not only the technical aspects
 limbah plastik, tetapi juga edukasi dan kesadaran terkait               of plastic waste management but also education and awareness
 pentingnya praktik daur ulang dan pengurangan sampah plastik.           regarding the importance of recycling practices and reducing
 Plasticpay memberikan dukungan berupa sistem, teknologi,                plastic waste. Plasticpay provides support in the form of
 serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas internal dalam             systems, technology, and training to enhance internal capacity
 menjalankan program zero waste secara efektif. Program bersama          in effectively implementing the zero-waste program. This joint
 ini memperkuat posisi Perseroan sebagai maskapai yang tidak             program strengthens the Company’s position as an airline that
 hanya berfokus pada layanan pelanggan, tetapi juga pada                 focuses not only on customer service but also on environmental
 pelestarian lingkungan dan kontribusi terhadap pembangunan              conservation and contributing to sustainable development.
 berkelanjutan.

 PRODUK/JASA YANG SUDAH DIEVALUASI                                       EVALUATED PRODUCTS/SERVICES
 KEAMANANNYA BAGI PELANGGAN [OJK F.27]                                   FOR CUSTOMER SAFETY [OJK F.27]

 Garuda Indonesia menempatkan keselamatan dan kesehatan                  Garuda Indonesia places the safety and health of its customers
 konsumen atau penumpang sebagai prioritas utama, sehingga               and passengers as its top priority; therefore, the Company has
 Perseroan menerapkan langkah-langkah mitigasi khusus melalui            implemented specific mitigation measures through the adoption
 implementasi Sistem Manajemen Keselamatan (SMS – Safety                 of a Safety Management System (SMS) that aligns with best
 Management System) yang mengacu pada praktik terbaik                    practices in the aviation industry. In addition, the Company also
 dalam industri penerbangan. Selain itu, Perseroan juga memiliki         has a Safety Policy that encourages all employees to actively
 kebijakan keselamatan (Safety Policy) yang mendorong seluruh            report potential hazards and incidents related to safety, while
 pegawai untuk secara aktif melaporkan potensi bahaya maupun             upholding the principle of propriety. These various systems,


                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
206
                                                                                                                 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 207
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




kejadian yang berkaitan dengan aspek keselamatan, dengan tetap                programs, and policies serve as the foundation for Garuda
menjunjung tinggi asas kepatutan. Berbagai sistem, program,                   Indonesia in ensuring passenger health and safety, as follows:
dan kebijakan tersebut menjadi landasan bagi Garuda Indonesia
dalam mewujudkan kesehatan dan keselamatan penumpang,
sebagai berikut:

Safety Management System (SMS)                                                Safety Management System (SMS)
Safety Management System (SMS) atau Sistem Manajemen                          The Safety Management System (SMS) is a systematic and
Keselamatan merupakan langkah pendekatan sistematis dan                       comprehensive approach to managing safety aspects. The SMS is
komprehensif untuk mengelola aspek keselamatan. SMS                           an integral part of the organization’s overall management system,
merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi secara                      designed to assess, develop, implement, achieve, and maintain the
keseluruhan yang dibutuhkan untuk mengkaji, mengembangkan,                    Occupational Safety and Health of all employees and all external
menerapkan, mencapai, dan memelihara keselamatan dan                          personnel involved in the Company’s business activities. Through
kesehatan kerja seluruh pegawai dan seluruh personel di                       the SMS, Garuda Indonesia strives to control risks associated with
luar organisasi yang terlibat dalam aktivitas usaha Perseroan.                work activities to create a safe work environment that supports
Melalui SMS, Garuda Indonesia berupaya untuk mengendalikan                    efficient and productive work performance. Through the safety
risiko yang berkaitan dengan aktivitas kerja guna terciptanya                 management system, the safety of all products and services
lingkungan kerja yang aman dan mendukung pencapaian                           offered by the Company has been evaluated.
kerja yang efisien dan produktif. Melalui sistem manajemen
keselamatan, seluruh produk dan jasa yang ditawarkan Perseroan
telah dievaluasi keamanannya.

Perseroan menerapkan 2 (dua) sistem manajemen keselamatan                     The Company implements 2 (two) safety management systems
berdasarkan regulasi dan standar yang berlaku baik di negara                  based on applicable national and international regulations and
dan internasional, yaitu:                                                     standards, namely:
1. Safety Management System (SMS)                                             1. Safety Management System (SMS)
2. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                    2. Occupational Safety and Health Management System
                                                                                  (SMK3)

Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Berikut                       The two have complementary roles. The following is a description
penjabaran masing-masing:                                                     of each safety management systems:

Safety Management System (SMS) adalah pendekatan sistematis                   A Safety Management System (SMS) is a systematic approach
untuk mengelola keselamatan penerbangan, termasuk struktur                    to managing aviation safety, including organizational structure,
organisasi, tanggung jawab, kebijakan, dan prosedur. SMS difokuskan           responsibilities, policies, and procedures. The SMS focuses on
pada keselamatan operasional penerbangan. Direkomendasikan                    operational aviation safety. It is recommended by ICAO (Annex
oleh ICAO (Annex 19, Safety Management) dan Diterapkan melalui                19, Safety Management) and implemented through regulations
peraturan otoritas penerbangan sipil nasional (Direktorat Jenderal            issued by the national civil aviation authority (Directorate General
Perhubungan Udara). Terdapat 4 (empat) Pilar Utama SMS:                       of Civil Aviation). There are 4 (four) Main Pillars of SMS: Safety
Safety Policy (Kebijakan Keselamatan), Safety Risk Management                 Policy, Safety Risk Management, Safety Assurance, and Safety
(Manajemen Risiko Keselamatan), Safety Assurance (Penjaminan                  Promotion.
Keselamatan), Safety Promotion (Promosi Keselamatan).

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                       The Occupational Safety and Health Management System
adalah sistem terstruktur yang menjamin keselamatan dan                       (SMK3) is a structured system that ensures Occupational Safety
kesehatan kerja di lingkungan kerja secara menyeluruh, tidak                  and Health in the workplace comprehensively, not limited to
terbatas pada operasional penerbangan saja, tapi juga mencakup                flight operations alone, but also covering other work areas
area kerja lainnya seperti hanggar, kantor, gudang, dll. Di                   such as hangars, offices, warehouses, and others. In Indonesia:
Indonesia: PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3, Berdasarkan                     Government Regulation No. 50 of 2012 on SMK3, based on
standar internasional seperti ISO 45001:2018. Diawasi oleh                    international standards such as ISO 45001:2018. Supervised
Kementerian Ketenagakerjaan.                                                  by the Ministry of Manpower.

Elemen Utama SMK3 meliputi Kebijakan K3, Perencanaan,                         Key elements of SMK3 include OSH Policy, Planning,
Implementasi dan Operasi, Evaluasi dan Tindakan Perbaikan,                    Implementation and Operations, Evaluation and Corrective
Tinjauan Manajemen. Perusahaan penerbangan yang baik akan                     Actions, and Management Review. A good aviation company will
senantriasa mengintegrasikan SMS dan SMK3 agar tidak hanya                    consistently integrate SMS and SMK3 to ensure not only flight
aman dalam penerbangan, tetapi juga menjamin kesejahteraan                    safety but also the well-being of all its employees. For example,
seluruh pegawainya. Misalnya, seorang teknisi pesawat tidak                   an aircraft technician is not only protected from operational
hanya dilindungi dari kesalahan operasional (SMS) tapi juga                   errors (SMS) but also from workplace hazards such as hazardous
dari bahaya kerja seperti bahan kimia berbahaya (SMK3).                       chemicals (SMK3).



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    207
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 208
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




 Safety Policy                                                           Safety Policy
 SMS dibangun berlandaskan kebijakan keselamatan (Safety                 The SMS is built upon a Safety Policy established by the highest
 Policy) yang ditetapkan oleh pimpinan tertinggi Garuda Indonesia        leadership of Garuda Indonesia (the CEO). In this regard,
 (CEO). Dalam hal ini, CEO Garuda Indonesia melalui Corporate            the CEO of Garuda Indonesia, through the Corporate Safety
 Safety Policy menyatakan komitmen tertinggi manajemen                   Policy, expresses the organization’s management’s highest
 organisasi terhadap keselamatan sebagai core element business           commitment to safety as a core business element, expecting all
 yang mengharapkan seluruh pegawai, mitra kerja, kontraktor,             employees, business partners, contractors, and all stakeholders
 dan seluruh pihak ikut berpartisipasi dalam pencapaian SMS              to participate in achieving an effective SMS. This commitment
 yang efektif. Komitmen tersebut memperlihatkan dukungan                 demonstrates the full support of the CEO, who also serves as
 penuh CEO. yang sekaligus sebagai Accountable Executive,                the Accountable Executive, to provide all necessary resources
 untuk menyediakan segala sumber daya yang dibutuhkan guna               to achieve the desired safety targets, encourage all employees
 mencapai target keselamatan yang diinginkan, mendorong                  to report potential hazards and safety issues, and establish
 seluruh pegawai untuk melaporkan potensi bahaya dan isu-                clear standards for acceptable behavior as well as actions to be
 isu keselamatan, pembentukan standar jelas untuk tingkah laku           taken against violations. The commitment to set specific targets,
 yang dapat diterima maupun tindakan terhadap pelanggaran.               measure safety performance indicators, and conduct reviews is
 Komitmen untuk menetapkan target spesifik, pengukuran                   explicitly communicated to Garuda Indonesia employees across
 terhadap indikator-indikator kinerja keselamatan, serta                 all organizational levels, reviewed, and updated at least once
 melakukan tinjauan secara eksplisit disampaikan kepada                  every two years.
 pegawai Garuda Indonesia di seluruh lini organisasi, ditinjau
 dan diperbaharui sedikitnya setiap dua tahun sekali.

 Sebagai bentuk konsistensi terhadap pemenuhan hak konsumen,             As a demonstration of consistency in fulfilling consumer
 Garuda Indonesia memastikan implementasi SMS secara efektif             rights, Garuda Indonesia ensures the effective implementation
 di seluruh lini organisasi, secara khusus di aktivitas operasional      of the SMS across all levels of the organization, particularly
 penerbangan, dengan mengacu pada rencana pelaksanaan SMS                in flight operations, in accordance with the established SMS
 yang telah disusun, yang meliputi:                                      implementation plan, which includes:
 1. Melakukan pengelolaan risiko proaktif dari potensi bahaya            1. Conducting proactive risk management of potential hazards
     yang ditemukenali melalui setiap laporan potensi bahaya                 identified through every hazard report received, and
     atau hazard report yang diterima, dan melakukan analisis                analyzing aircraft data records downloaded from the black
     terhadap rekam-data-pesawat yang diunduh dari black box                 box via the Flight Data Monitoring (FDM) program
     dalam program Flight Data Monitoring (FDM)
 2. Melakukan pengelolaan risiko prediktif dari potensi bahaya           2. Conducting predictive risk management of potential hazards
     yang teridentifikasi dalam kokpit pesawat melalui program              identified in the aircraft cockpit through the Line Operations
     Line Operations Assessment System (LOAS). Untuk                        Assessment System (LOAS) program. To manage these risks,
     mengelola risiko ini, seorang observer dengan kualifikasi              a qualified observer is scheduled to sit in the aircraft cockpit
     tertentu dijadwalkan duduk di dalam kokpit pesawat di                  on specific flights, observe the behavior of both cockpit crew
     penerbangan tertentu, mengamati perilaku kedua awak kokpit             members regarding human factors, record the observation
     pesawat terkait human factors, menuliskan hasil pengamatan             results in the available checklist items, and reporting the
     dalam checklist item yang tersedia, dan melaporkan hasil               observation results for analysis, as well as identifying
     pengamatan untuk dianalisis, serta identifikasi potensi                potential hazards and managing risks for new processes/
     bahaya dan pengelolaan risiko untuk proses/alat kerja/                 tools/systems or change management to be implemented
     sistem baru atau manajemen perubahan yang akan                         at Garuda Indonesia in relation to safety aspects.
     diimplementasikan di Garuda Indonesia dalam kaitannya
     dengan aspek keselamatan.
 3. Melakukan pengelolaan risiko reaktif dari potensi bahaya             3. Conducting reactive risk management of identified potential
     yang teridentifikasi dari kejadian incident (kecelakaan)               hazards arising from incidents (accidents) or serious incidents
     maupun serious incident (kecelakaan serius) melalui                    (major accidents) through investigation, reporting, and
     investigasi, pelaporan, hingga memberikan rekomendasi                  providing recommendations to identify root causes to prevent
     untuk menemukenali akar masalah/penyebab untuk                         similar occurrences from recurring in the future.
     menghindari kejadian serupa terulang kembali di kemudian
     hari.
 4. Melaksanakan SMS records and documentation dengan                    4. Implementing SMS records and documentation by developing
     mengembangkan dan memelihara sistem pelaporan                          and maintaining Garuda Indonesia’s Integrated Electronic
     terintegrasi basis data keselamatan Garuda Indonesia                   Safety Database (IESD) to store all identified potential
     atau Integrated Electronic Safety Database (IESD) untuk                hazards and risk management activities, analyze data, monitor
     menyimpan setiap identifikasi potensi bahaya dan                       trends, and generate periodic safety performance reports.
     pengelolaan risiko, menganalisa, memonitor tren, dan
     menghasilkan pelaporan kinerja keselamatan secara periodik.
 5. Melakukan pengawasan pelaksanaan keselamatan dalam                   5. Conducting safety supervision to maintain safety assurance
     rangka memelihara jaminan keselamatan dan juga sebagai                 and as a proactive risk management effort through the
     upaya pengelolaan risiko proaktif melalui pelaksanaan dan              implementation and management of safety audits in


                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
208
                                                                                                                PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 209
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                    Governance                     Sustainability Performance




   pengelolaan audit keselamatan di departemen atau unit kerja                   departments or operational units directly involved, as well as
   operasional yang terkait langsung dan seluruh kantor cabang                   all Garuda Indonesia operational branches both domestically
   operasional Garuda Indonesia dalam maupun luar negeri.                        and internationally.
6. Meningkatkan dan memelihara kesadaran keselamatan                          6. Enhancing and maintaining safety awareness among all
   (safety awareness) seluruh pegawai Garuda Indonesia                           Garuda Indonesia employees and external parties involved in
   maupun pihak luar yang terlibat dalam aktivitas operasional                   operational activities through safety communication, training,
   melalui program komunikasi, pelatihan, dan edukasi                            and education programs.
   keselamatan.
7. Mengelola Corporate Safety Committee (CSC) Review dan                      7. Managing the Corporate Safety Committee (CSC) Review and
   Joint Safety Board (JSB) Review sebagai bentuk management                     Joint Safety Board (JSB) Review as forms of management
   review terhadap pelaksanaan SMS yang dilakukan secara                         review of the SMS implementation conducted periodically.
   periodik. CSC dan JSB merupakan alat kontrol manajemen                        CSC and JSB are the highest-level management control tools
   tertinggi yang memfasilitasi evaluasi terhadap pelaksanaan                    that facilitate periodic evaluations of the implementation of
   SMS Garuda Indonesia secara berkala, seperti menetapkan                       Garuda Indonesia’s SMS on a regular basis, such as setting
   target tingkat keselamatan setiap tahun, melakukan review                     annual safety targets, reviewing efficiency and effectiveness,
   atas efisiensi dan efektivitas, isu-isu terbaru, kemungkinan                  addressing current issues, assessing target achievement
   pencapaian target, kebutuhan tambahan sumber daya, dsb.                       potential, identifying additional resource needs, and others.
   CSC terdiri atas CEO sebagai pimpinan umum (chairman), Vice                   The CSC consists of the CEO as the chairperson, the Vice
   President (VP) CQSEM sebagai sekretaris, dan seluruh Direktur                 President (VP) of CQSEM as the secretary, and all Company
   Perusahaan sebagai anggota. Sedangkan JSB terdiri atas VP                     Directors as members. Meanwhile, the JSB consists of the
   CQSM sebagai pimpinan umum (chairman), Senior Manager                         VP of CQSM as the chairperson, the Senior Manager (SM)
   (SM) Safety Information Management sebagai sekretaris, dan                    of Safety Information Management as the secretary, and
   beberapa pejabat setingkat VP yang terkait langsung dengan                    several VP-level officials directly involved in aviation safety
   aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.                                   and security aspects.
8. Melakukan pengelolaan risiko reaktif dari kejadian                         8. Conducting reactive risk management for fatal accidents
   kecelakaan fatal (accident) dan/ atau kejadian darurat                        and/or emergencies through Emergency Response Planning
   melalui perencanaan penanganan tanggap darurat atau                           (ERP), including periodic ERP drills and exercises, to ensure
   Emergency Response Planning (ERP) berupa ERP drill/                           the readiness of all personnel and relevant work units
   exercise secara berkala untuk memastikan kesiapan seluruh                     should an accident and/or emergency occur. This emergency
   personel dan unit kerja terkait jika accident dan/atau kejadian               management planning is intended to minimize risks that
   darurat terjadi. Perencanaan pengelolaan situasi darurat ini                  may arise when unexpected accidents occur, while Garuda
   dimaksudkan untuk meminimalkan risiko yang mungkin                            Indonesia must continue its business and operational activities
   timbul saat accident yang tidak diharapkan terjadi, sementara                 safely at the same time.
   Garuda Indonesia tetap harus melanjutkan bisnis dan aktivitas
   operasional secara aman di saat yang bersamaan.

Quality Policies                                                              Quality Policies
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. senantiasa menjaga komitmen                PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. consistently upholds its
kepada para pemegang saham, pelanggan, karyawan, dan                          commitment to shareholders, customers, employees, and the
lingkungan global, serta mengutamakan mutu sebagai inti                       global community, and prioritizes quality as the core of our
dari bisnis kami. Seluruh personel Garuda Indonesia, mitra                    business. All Garuda Indonesia personnel, business partners,
bisnis, kontraktor, dan pemasok dituntut untuk turut serta                    contractors, and suppliers are required to participate in prioritizing
memprioritaskan hal ini melalui partisipasi mereka dalam Sistem               this through their involvement in an effective Company Quality
Manajemen Mutu Perusahaan yang efektif guna mencapai visi                     Management System to achieve our vision of delivering the
kami untuk memberikan kinerja mutu setinggi-tingginya.                        highest possible quality performance.

Sebagai Accountable Executive dan President & Chief Executive                 As the Accountable Executive and President & Chief Executive
Officer (CEO), saya akan senantiasa memastikan ketersediaan                   Officer (CEO), I will consistently ensure the availability of
sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mutu                        the necessary resources to achieve our quality objectives in
kami sesuai dengan hukum, peraturan, standar perusahaan, dan                  accordance with applicable laws, regulations, company standards,
praktik terbaik industri yang berlaku. Namun, tanggung jawab                  and industry best practices. However, the responsibility for quality
atas hasil mutu berada di tangan kita semua.                                  outcomes rests with all of us.

Tindakan ini akan menghasilkan personel yang kompeten,                        These actions will foster competent personnel, optimize the
mengoptimalkan lingkungan operasional dan kerja, serta                        operational and work environment, and enable our employees
memungkinkan karyawan kami untuk sepenuhnya mengembangkan                     to fully develop their quality system awareness. We will further
kesadaran sistem mutu mereka. Kami selanjutnya akan memastikan                ensure that the quality system is reviewed periodically to ensure
bahwa sistem mutu ditinjau secara berkala untuk memastikan                    continuous improvement, safe and reliable operations, and the
peningkatan berkelanjutan, operasi yang aman dan terjamin, dan                airworthiness of Garuda Indonesia aircraft.
kelaikan udara pesawat Garuda Indonesia.



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    209
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 210
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                               Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 Untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dari sistem                     To ensure the continuous improvement of our quality management
 manajemen mutu kami, kami akan menetapkan tujuan dan                       system, we will establish measurable goals and objectives, define
 sasaran yang terukur, menetapkan indikator kinerja mutu tertentu,          specific quality performance indicators, analyze any undesirable
 menganalisis setiap hasil operasional yang tidak diinginkan, dan           operational outcomes, and measure our success against these
 mengukur keberhasilan kami terhadap target tersebut. Ketika kami           targets. Once we have achieved these targets, we will review them
 telah mencapai target tersebut, kami akan meninjaunya untuk                to set more challenging targets for the future.
 menetapkan target yang lebih menantang di masa mendatang.

 Perseroan berkomitmen dalam penerapan safety dan quality yang              The Company is committed to implementing safety and quality
 diimplementasikan dalam safety policies dan quality policies.              standards, which are incorporated into our safety policies and
 Selain menerapkan safety policies, setiap tahun, Perseroan                 quality policies. In addition to implementing safety policies, the
 juga melakukan proses quality assurance terhadap internal dan              Company conducts annual quality assurance processes for both
 eksternal. Pelaksanaan proses quality assurance mengacu pada               internal and external operations. The implementation of the
 peraturan nasional seperti CASR 119, CASR 121, CASR 91, serta              quality assurance process adheres to national regulations such
 peraturan internasional yang meliputi regulasi global, regulasi            as CASR 119, CASR 121, and CASR 91, as well as international
 regional, dan International Civil Aviation Authority (ICAO)                regulations—which include global regulations, regional
 Regulations. Selain itu, standar IATA (International Air Transport         regulations, and International Civil Aviation Organization (ICAO)
 Association) yang diakui secara internasional juga dijadikan               regulations. Additionally, the internationally recognized IATA
 acuan untuk memastikan bahwa seluruh proses quality assurance              (International Air Transport Association) standards are used as
 berjalan sesuai dengan best practices di industri penerbangan.             a reference to ensure that all quality assurance processes align
                                                                            with best practices in the aviation industry.

 Kinerja Kesehatan dan Keselamatan Konsumen                                 Consumer Health and Safety Performance
 Dalam upaya memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan                  In an effort to monitor and evaluate customer safety performance,
 pelanggan, Garuda Indonesia menggunakan indikator incident                 Garuda Indonesia uses the incident rate as one of the key
 rate sebagai salah satu parameter utama dalam mengukur                     parameters for measuring the safety level of commercial flight
 tingkat keselamatan operasional penerbangan komersial.                     operations. Based on the company’s data, the incident rate per
 Berdasarkan data yang dimiliki perusahaan, tingkat insiden                 1,000 departures in 2025 was recorded at 0.210, compared to
 per 1.000 keberangkatan pada tahun 2025 tercatat sebesar                   0.127 per 1,000 departures in 2024. Overall, the Company’s
 0,210, dibandingkan dengan 0,127 per 1.000 keberangkatan                   safety performance in 2025 remains within the acceptable level
 pada tahun 2024. Secara umum, kinerja keselamatan (safety                  category. The Company remains committed to continuously
 performance) Perseroan pada tahun 2025 masih berada dalam                  evaluating and strengthening its safety management system to
 kategori acceptable level. Perusahaan tetap berkomitmen untuk              maintain and improve safety performance on an ongoing basis.
 terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem manajemen
 keselamatan guna menjaga dan meningkatkan kinerja
 keselamatan secara berkelanjutan.

 Adapun data Incident Rate Garuda Indonesia selama tiga tahun               The following are Garuda Indonesia’s incident rate data for the
 terakhir adalah sebagai berikut:                                           past three years:



                                                   Tabel Incident Rate Garuda Indonesia
                                                     Table of Garuda Indonesia Incident Rate

                            Uraian                                          2025                     2024                        2023
                          Description

  Incident Rate (%)                                                                      0,21         0,13                        0,23



 Adapun hazard report pada tahun 2025 tercatat sebanyak 3.136               In 2025, a total of 3,136 hazard reports were recorded, with a
 laporan, dengan rate 38,5 per 1.000 departures yang meliputi               rate of 38.5 per 1,000 departures, comprising 1,794 occurrences,
 1.794 Occurrence, 1.733 hazard report, 152 Safety info dan 17              1,733 hazard reports, 152 safety information reports, and 17
 incident or mandatory occurrence report. Tingkat hazard report             incident or mandatory occurrence reports. The rate of hazard
 yang terkumpul pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar                 reports collected in 2025 decreased by 13% from 44.4 per
 13% dari 44,4 per 1.000 departure,dan sebesar 5% dari 3.315                1,000 departures and by 5% from 3,315 reports in 2024. The
 laporan pada tahun 2024. Total penyampaian hazard report pada              total number of hazard reports submitted in 2025 remains 15%
 tahun 2025 masih berada 15% di bawah target dibandingkan                   below the target compared to the established minimum target
 dengan target minimal yang ditetapkan, yaitu sebesar 45 per 1.000          of 45 per 1,000 departures. The decrease in hazard reports in
 departures. Penurunan hazard report pada tahun 2025 antara lain            2025 may indicate improvements in the implementation of risk
 dapat mengindikasikan adanya perbaikan dalam implementasi                  mitigation measures as well as enhanced operational stability.
 mitigasi risiko serta peningkatan stabilitas operasional. Peningkatan      The number of departures increased to 80,989, representing a
 jumlah keberangkatan menjadi 80.989 keberangkatan, atau naik
                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
210
                                                                                                                  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 211
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                     Sustainability Performance




sebesar 2,7% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak                   2.7% rise compared to 2024, which recorded 78,885 departures.
78.885 keberangkatan. Selain itu,Data hazard report diperoleh                 Additionally, the hazard report data is obtained from Garuda
dari Unit Safety Information Management Garuda Indonesia, yang                Indonesia’s Safety Information Management Unit, which operates
berada di bawah Divisi Corporate Quality, Safety & Sustainability.            under the Corporate Quality, Safety & Sustainability Division. In
Selain hazard report, unit yang sama menangani seluruh laporan                addition to the hazard report, the same unit handles all incident
incident and accident yang terjadi di lingkungan Perusahaan, baik             and accident reports occurring within the Company’s environment,
secara internal maupun eksternal.                                             both internally and externally.

Atas komitmen Garuda Indonesia dalam mengupayakan                             Garuda Indonesia’s commitment to ensuring the health and safety
kesehatan dan keselamatan konsumen membawa hasil dengan                       of its customers has resulted in no incidents of non-compliance
tidak adanya insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan                         related to the health and safety impacts of its products and
dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa. Oleh                   services. Consequently, during the reporting year, the Company
karenanya, selama tahun pelaporan, Perseroan tidak mendapat                   did not receive any warnings, fines, or penalties resulting from
peringatan, denda, atau hukuman akibat ketidakpatuhan tersebut.               such non-compliance.

INFORMASI PRODUK DAN LAYANAN                                                  PRODUCT AND SERVICE INFORMATION

Garuda Indonesia menjamin pemenuhan hak konsumen untuk                        Garuda Indonesia guarantees the fulfillment of consumers’ rights
memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur sebagaimana                 to receive accurate, clear, and truthful information as mandated
diamanatkan dalam Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999                      by Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. This
tentang Perlindungan Konsumen. Komitmen tersebut juga                         commitment is also in line with Garuda Indonesia’s Business
sejalan dengan Etika Bisnis Garuda Indonesia, yang menekankan                 Ethics, which emphasizes the provision of relevant, transparent,
penyampaian informasi produk dan layanan secara relevan,                      and accurate product and service information to customers.
transparan, dan akurat kepada pelanggan.

Untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan dalam                          To improve accessibility and make it easier to obtain the
memperoleh informasi terkini, Perseroan mengoptimalkan                        latest information, the Company is optimizing various digital
berbagai kanal komunikasi digital, antara lain:                               communication channels, including:

1. Website resmi (www.garuda-indonesia.com) yang                              1. The official website (www.garuda-indonesia.com), which
   menyediakan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan,                     provides the latest information on flight schedules, additional
   layanan tambahan, program loyalitas GarudaMiles, hingga                       services, the GarudaMiles loyalty program, and travel policies
   kebijakan perjalanan yang mendukung keberlanjutan.                            that support sustainability.
2. Garuda Indonesia Mobile App yang tersedia di Apple App                     2. The Garuda Indonesia Mobile App, available on the Apple
   Store dan Google Play, menghadirkan pengalaman digital                        App Store and Google Play, offers a more seamless digital
   yang lebih seamless melalui fitur e-boarding pass, digital                    experience through features such as e-boarding passes,
   ticketing, pembaruan status penerbangan secara langsung,                      digital ticketing, real-time flight status updates, and paperless
   serta layanan paperless guna mendukung perjalanan yang                        services to support more eco-friendly travel.
   lebih ramah lingkungan.
3. Akun media sosial resmi di platform seperti YouTube,                       3. Official social media accounts on platforms such as YouTube,
   Facebook, X (Twitter), Instagram, LinkedIn, dan TikTok, yang                  Facebook, X (Twitter), Instagram, LinkedIn, and TikTok, used
   dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi promosi,                            to share promotional information, service updates, and
   pembaruan layanan, serta kampanye edukasi terkait                             educational campaigns related to sustainability.
   keberlanjutan.
4. WhatsApp Communication Center, sebagai kanal layanan                       4. The WhatsApp Communication Center, as the latest service
   terbaru yang memungkinkan pelanggan memperoleh informasi                      channel, enables customers to obtain information and
   dan bantuan secara cepat dan efisien, sekaligus mengurangi                    assistance quickly and efficiently, while reducing reliance
   ketergantungan pada tiket maupun materi cetak fisik.                          on physical tickets and printed materials.

Melalui optimalisasi kanal-kanal komunikasi tersebut, Garuda                  Through the optimization of these communication channels,
Indonesia memastikan pelanggan memperoleh akses informasi                     Garuda Indonesia ensures customers have access to
yang komprehensif, terpercaya, dan mudah dijangkau, sejalan                   comprehensive, reliable, and easily accessible information, in
dengan komitmen Perseroan dalam meningkatkan transparansi,                    line with the Company’s commitment to enhancing transparency,
kualitas layanan, dan kenyamanan pelanggan.                                   service quality, and customer comfort.

Selama tahun 2025, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan                      During 2025, there were no incidents of non-compliance
terhadap regulasi terkait dengan pelabelan dan informasi produk               with regulations regarding product and service labeling and
dan jasa. Tidak terdapat pula insiden ketidakpatuhan terhadap                 information. There were also no incidents of non-compliance
regulasi terkait komunikasi pemasaran, termasuk periklanan,                   with regulations regarding marketing communications, including
promosi, dan pensponsoran.                                                    advertising, promotions, and sponsorships.



Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                    211
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 212
                                                              Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                    Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                Sustainability Strategy and Policy                 Sustainability Performance Highlights




 DAMPAK PRODUK/JASA [OJK F.28]                                               IMPACT OF PRODUCTS/SERVICES [OJK F.28]

 Sebagai maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia                     As the national airline, Garuda Indonesia plays a strategic
 memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan konektivitas               role in enhancing connectivity and mobility for the public,
 serta mobilitas masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap                while contributing to economic growth, the development of
 pertumbuhan ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan                    the tourism sector, and trade activities—both domestically
 aktivitas perdagangan, baik di tingkat nasional maupun internasional,       and internationally—including supporting efficient logistics
 termasuk mendukung efisiensi distribusi logistik serta mendorong            distribution and promoting the adoption of environmentally
 penerapan inovasi yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan                 friendly innovations such as the use of biofuel and more eco-
 bioavtur dan penggunaan kemasan in-flight yang lebih eco-friendly;          friendly in-flight packaging; on the other hand, aviation operations
 di sisi lain, kegiatan operasional penerbangan juga menghadapi              also face various challenges, including carbon emissions, noise
 berbagai tantangan, antara lain emisi karbon, tingkat kebisingan,           levels, and the use of natural resources that have the potential
 serta penggunaan sumber daya alam yang berpotensi memberikan                to impact the environment; therefore, Garuda Indonesia is
 dampak terhadap lingkungan, sehingga Garuda Indonesia                       committed to consistently complying with applicable regulations
 berkomitmen untuk senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku                 and global sustainability standards, while implementing various
 serta standar keberlanjutan global, sekaligus mengimplementasikan           mitigation measures to minimize the negative impacts resulting
 berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak negatif                 from these operational activities.
 yang ditimbulkan dari aktivitas operasional tersebut.

 Untuk memitigasi dampak tersebut, Garuda Indonesia menerapkan               To mitigate these impacts, Garuda Indonesia implements
 berbagai strategi keberlanjutan, termasuk penggunaan bioavtur,              various sustainability strategies, including the use of biofuel,
 optimalisasi rute penerbangan untuk efisiensi bahan bakar, serta            flight route optimization for fuel efficiency, and regular fleet
 perawatan berkala armada guna mengurangi kebisingan. Selain itu,            maintenance to reduce noise. Additionally, initiatives such as eco-
 inisiatif seperti in-flight eco-friendly packaging, digital ticketing,      friendly in-flight packaging, digital ticketing, and the WhatsApp
 serta WhatsApp Communication Center juga dikembangkan untuk                 Communication Center have been developed to reduce waste
 mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi layanan. Garuda                and enhance service efficiency. Garuda Indonesia is committed
 Indonesia berkomitmen untuk mematuhi regulasi lingkungan serta              to complying with environmental regulations and conducting
 menjalankan bisnis yang bertanggung jawab guna memastikan                   responsible business operations to ensure a balance between the
 keseimbangan antara pertumbuhan industri penerbangan dan                    growth of the aviation industry and environmental sustainability.
 keberlanjutan lingkungan.

 Selain itu, Perseroan juga telah melakukan pemetaan terhadap risiko         Furthermore, the Company has conducted a risk assessment
 atas dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari produk dan jasa             regarding the potential negative impacts arising from the
 yang diberikan kepada konsumen, yakni risiko pemberitaan negatif            products and services provided to consumers, specifically the
 (reputasi). Pada tahun 2025, telah diidentifikasi potensi-potensi           risk of negative publicity (reputation). In 2025, potential issues
 yang dapat menimbulkan risiko terhadap reputasi perusahaan,                 that could pose risks to the company’s reputation were identified,
 terutama yang berkaitan dengan produk dan jasa yang diberikan               particularly those related to products and services provided
 kepada konsumen, seperti penerbangan haji dan lainnya. Atas                 to consumers, such as Hajj flights and others. In response to
 potensi tersebut, Perseroan telah melakukan langkah mitigasi                these potential risks, the Company has implemented mitigation
 dengan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, melakukan                   measures by collaborating with third parties, conducting public
 edukasi publik mengenai industri penerbangan, dan lainnya.                  education on the aviation industry, and other initiatives.

 JUMLAH PRODUK YANG                                                          NUMBER OF RECALLED PRODUCTS [OJK F.29]
 DITARIK KEMBALI [OJK F.29]

 Sepanjang tahun 2025, Garuda Indonesia tidak melakukan                      Throughout 2025, Garuda Indonesia did not issue any recalls
 penarikan kembali (recall) terhadap produk atau layanan yang                for the products or services it offered.
 ditawarkan.

 SURVEI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP                                          CUSTOMER SATISFACTION SURVEY
 PRODUK DAN/ATAU JASA [OJK F.30]                                             ON SUSTAINABLE FINANCE PRODUCTS
                                                                             AND/OR SERVICES [OJK F.30]

 Garuda Indonesia, sebagai maskapai penerbangan nasional,                    As the national airline, Garuda Indonesia plays a vital role in
 memegang peranan penting dalam memastikan kenyamanan                        ensuring passenger comfort and safety during travel. In its
 dan keselamatan penumpang selama perjalanan. Dalam upaya                    efforts to continuously improve service and the quality of the
 untuk terus meningkatkan layanan serta kualitas pengalaman                  flight experience, Garuda Indonesia relies heavily on customer
 penerbangan, Garuda Indonesia sangat mengandalkan umpan                     feedback. Customer satisfaction surveys serve as one of the
 balik yang diberikan oleh pelanggan. Survei kepuasan pelanggan              primary tools for evaluating the company’s performance while
 menjadi salah satu instrumen utama dalam mengevaluasi                       gaining insight into consumer needs and expectations. Garuda
 kinerja perusahaan sekaligus memahami kebutuhan dan                         Indonesia has also conducted risk mapping related to customer
 ekspektasi konsumen. Garuda Indonesia juga telah melakukan                  satisfaction levels, including potential increases or decreases in
                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
212
                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 213
Profil Perusahaan                                Penjelasan Direksi                               Tata Kelola                        Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                       Explanation from the Board of Directors                    Governance                       Sustainability Performance




pemetaan risiko terkait tingkat kepuasan pelanggan, termasuk                      the Customer Satisfaction Index (CSI) scores for service aspects,
potensi peningkatan maupun penurunan nilai indeks Customer                        both on the ground and in-flight. These risks have been identified
Satisfaction Index (CSI) pada aspek layanan, baik di area ground                  as part of the Company’s risks and are monitored on a regular
maupun inflight. Risiko tersebut telah diidentifikasi sebagai                     basis. Therefore, the Company consistently conducts routine
bagian dari risiko Perseroan yang dipantau secara berkala. Oleh                   customer satisfaction surveys.
karena itu, Perseroan secara konsisten melaksanakan survei
kepuasan pelanggan secara rutin.

Garuda Indonesia telah melakukan survei kepuasan pelanggan                        Garuda Indonesia has conducted customer satisfaction surveys
dengan metode Achievement Customer Satisfaction Index                             using the Customer Satisfaction Index (CSI) and Net Promoter
(CSI) dan Net Promoter Score (NPS). Survei dilakukan dengan                       Score (NPS) methods. The surveys were conducted by inviting
mengundang penumpang Garuda Indonesia mengisi survei                              Garuda Indonesia passengers to complete an online survey sent
online yang dikirimkan melalui email setelah menyelesaikan                        via email after completing their flight, with a total of 55,443
penerbangan dengan total responden pada periode Januari                           passengers responding during the period from January to
sampai dengan Desember 2025 sebanyak 55.443 penumpang.                            December 2025.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, tingkat kepuasan                         Based on the survey results, the customer satisfaction level
pelanggan (Customer Satisfaction Index atau CSI) mencapai 83,9.                   (Customer Satisfaction Index or CSI) reached 83.9. These results
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan 2025                     indicate that the 2025 satisfaction level decreased compared
turun dibandingkan dengan 2024. Namun dibalik penurunan nilai                     to 2024. However, despite the decline in the satisfaction score,
kepuasan, masih ada tiga atribut yang mencapai nilai tertinggi                    there were still three attributes that achieved the highest scores
pada 2025, ketiga atribut tersebut adalah Flight Attendant                        in 2025: Flight Attendant Service, Ticket Purchase Experience,
Service, Purchasing Ticket Experience dan Check-in Service.                       and Check-in Service.


                                                         Tabel Indeks Kepuasan Pelanggan
                                                           Table of Customer Satisfaction Index

                                                                                     Kepuasan Pelanggan (Skala Likert)
                       Keterangan                                                       Customer Satisfaction (Likert Scale)
                        Description
                                                                           2025                         2024                                2023
 Indeks Kepuasan Pelanggan
                                                                                       83,9                            84,1                          84,0
 Customer Satisfaction Index



                                           Tabel Tingkat Kepuasan Penumpang Garuda Indonesia
                                               Table of Garuda Indonesia Passenger Satisfaction Levels

                                                                                                                   Mean Satisfaction
            Touch Point                                         Attributes
                                                                                                         FY 2025              FY 2024         FY 2023
                                      Website Service                                                              -               81,6               86,1
                                      Mobile App Service                                                           -               79,9              84,5
                                      Sales Office Service                                                         -               86,6               87,1
 Pre Journey                          Purchasing Ticket                                                         88,6                    -                -
                                      Managing Booking                                                          86,9                    -                -
                                      Loyalty Program                                                           85,2               83,3               81,6
                                      Contact Centre Service                                                    84,2               81,2              85,0
                                      Check-in Service                                                          88,5               88,4              88,9
                                      Customer Service                                                          88,2               88,2              88,2
                                      Garuda Indonesia Lounge                                                   77,5               79,4              84,4
 Pre Flight
                                      Boarding Management                                                       85,8               86,2              86,2
                                      On Time Performance                                                       86,3               87,3               89,1
                                      Delay Management                                                          71,2               80,6               82,1




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                          213
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 214
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                 Sustainability Strategy and Policy                   Sustainability Performance Highlights




                                          Tabel Tingkat Kepuasan Penumpang Garuda Indonesia
                                              Table of Garuda Indonesia Passenger Satisfaction Levels

                                                                                                                Mean Satisfaction
              Touch Point                                    Attributes
                                                                                                      FY 2025         FY 2024              FY 2023
                                      Flight Attendant Services                                              91,2               93,9                93,8
                                      Passenger Announcement                                                 86,6                   -                   -
                                      Cabin Interior                                                         86,0               89,1                89,5
                                      Seat Comfort                                                           83,6               86,2                87,5
                                      Lavatory (Cleanliness & Function)                                      86,2               88,3                88,9
  In Flight
                                      Food & Beverages (Quality & Quantity)                                  80,6               83,5                83,5
                                      In Flight Entertainment – Seatback                                     74,6               75,6                77,8
                                      In Flight Entertainment – Wireless                                     80,0                   -                   -
                                      Internet on Board                                                      75,5                   -                   -
                                      Ancillaries Products                                                   83,3               82,5                82,7
                                      Baggage Service                                                        85,2               85,6                86,7
  Post Flight Journey
                                      Service Recovery                                                       84,0               83,4                83,5



 Selain angka kepuasan konsumen/penumpang, Garuda Indonesia                   In addition to customer/passenger satisfaction scores, Garuda
 juga mengukur Net Promotor Score (NPS) sebagai indikator lain                Indonesia also measures the Net Promoter Score (NPS) as another
 mengenai kepuasan pelanggan. Angka NPS tersebut mewakili                     indicator of customer satisfaction. The NPS score represents the
 seberapa besar pelanggan akan merekomendasikan produk atau                   extent to which customers would recommend the Company’s
 layanan Perseroan kepada keluarga, kolega, atau teman. Pada                  products or services to family, colleagues, or friends. In 2024,
 tahun 2024, Perseroan berhasil meraih nilai NPS sebesar 65,2                 the Company achieved an NPS score of 65.2 The 2024 NPS score
 Nilai NPS tahun 2024 menandakan bahwa jumlah promotor                        indicates that the number of customer promoters still exceeds
 customer masih lebih banyak dari detractor customer.                         the number of customer detractors.


                                                             Tabel Net Promotor Score
                                                             Table of Net Promoter Score

                                                                                       Nilai NPS (Dalam Persentase)
                      Keterangan                                                             NPS Score (Percentage)
                        Description
                                                                      2025                            2024                              2023
  Net Promotor Score                                                               54,7%                        65,2%                             74,5%




                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
214
                                                                                                                        PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 215
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                              Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                   Governance                    Sustainability Performance




                                                    VERIFIKASI TERTULIS DARI PIHAK
                                                            INDEPENDEN [OJK G.1, GRI 2-5]
                                    WRITTEN VERIFICATION FROM INDEPENDENT PARTY [OJK G.1, GRI 2-5]



Laporan Keberlanjutan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk’s 2025 Sustainability Report
Tahun 2025 saat ini sedang dalam proses verifikasi oleh pihak                 is currently undergoing verification by an independent party with
independen yang kompeten di bidangnya. Perseroan telah                        expertise in the field. The Company has appointed PT Kharisma
menunjuk PT Kharisma Integrasi Manajemen (KIM Consult) untuk                  Integrasi Manajemen (KIM Consult) to verify this sustainability
melakukan verifikasi laporan keberlanjutan ini. Penunjukkan pihak             report. The appointment of an independent party prioritizes
independen mengutamakan penggunaan produk lokal/dalam                         the use of local/domestic products. The Company consistently
negeri. Perseroan senantiasa memastikan bahwa tidak terdapat                  ensures that there are no conflicts of interest in the verification
benturan kepentingan dalam proses verifikasi laporan ini. Proses              process of this report. The verification process is conducted using
verifikasi dilakukan dengan menggunakan tipe 2 Moderate Level                 Type 2 Moderate Level in accordance with the AA1000 Assurance
berdasarkan standar AA1000 Assurance Standard v.3.                            Standard v.3.




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                   215
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 216
                                                           Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                             Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 LEMBAR UMPAN BALIK [OJK G.2 GRI 2-26]
 FEEDBACK SHEET [OJK G.2 GRI 2-26]




 Setelah membaca Laporan Keberlanjutan PT Garuda Indonesia                After reading the PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Sustainability
 (Persero) Tbk Tahun Buku 2025, kami mohon kesediaan para                 Report for Fiscal Year 2025, we kindly request that stakeholders
 pemangku kepentingan untuk memberikan umpan balik dengan                 provide feedback by sending an email or submitting this form
 mengirim email atau mengirim formulir ini melalui fax/pos.               via fax or mail.

 1.   Mohon beri tanda ceklis (√) pada kolom setuju atau tidak            1.   Please check the box (√) in the “Agree” or “Disagree”
      setuju                                                                   column
                                                                  1
                                                                                                                                   4
                                                            (Sangat Tidak                 2                 3
                          Pertanyaan                                                                                            (Sangat
                                                               Setuju)              (Tidak Setuju)       (Setuju)
                             Question
                                                                                       (Disagree)        (Agree)
                                                                                                                                Setuju)
                                                                (Strongly
                                                                                                                                 (Agree)
                                                                Disagree)
       Laporan ini telah memberikan informasi yang
       bermanfaat mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan
       lingkungan Perusahaan.
       This report has provided useful information
       regarding the Company’s economic, social, and
       environmental performance.
       Data dan informasi yang diungkapkan mudah
       dipahami, lengkap, transparan, dan berimbang.
       The data and information disclosed are easy to
       understand, comprehensive, transparent, and
       balanced.
       Data dan informasi yang disajikan berguna dalam
       pengambilan keputusan.
       The data and information presented are useful for
       decision-making.
       Laporan ini menarik dan mudah dibaca.
       This report is engaging and easy to read.


 2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat             2. Please rate the material topics included in this Sustainability
    dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 = sangat tidak                  Report (1 = very unimportant, 2 = not important, 3
    penting, 2 = tidak penting, 3 = penting, 4 = sangat penting).            =important, 4 = most important).

                Kinerja Ekonomi
       (…..)
                Economic Performance
                Energi
       (…..)
                Energy
                Emisi
       (…..)
                Emissions
                Kesehatan dan Keselamatan Kerja
       (…..)
                Occupational Health and Safety
                Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Pembangunan Berkelanjutan
       (…..)
                Customer Satisfaction on Sustainable Development Products and/or Services



 3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini.                 3. Please provide comments, suggestions, or feedback on
                                                                             this report.




                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
216
                                                                                                                PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 217
Profil Perusahaan                             Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                   Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                    Explanation from the Board of Directors                  Governance                  Sustainability Performance




Identitas Pemangku Kepentingan                                                Stakeholder Identity

 Nama
                               :
 Name
 Pekerjaan
                               :
 Occupation
 Institusi/Perusahaan
                               :
 Institution/Company
 Kontak (telepon, email)
                               :
 Contact (phone, email)


Kategori Pemangku Kepentingan

 o    Penumpang
      Passengers
 o    Pemegang Saham dan Investor
      Shareholders and Investors
 o    Pegawai
      Employees
 o    Pemerintah
      Government
 o    Mitra Kerja
      Business Partners
 o    Lainnya..................
      Others..................

Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang                     Please send any suggestions or feedback regarding the
disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada:                          information presented in this report to:

Investor Relations                                                            Investor Relations
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Gedung Manajemen Garuda Indonesia                                             Garuda Indonesia Management Building
Lantai Dasar Garuda City, Bandar Udara Internasional                          Ground Floor, Garuda City, Soekarno-Hatta International Airport
Soekarno-Hatta, Tangerang, 15111, Indonesia.                                  Soekarno-Hatta, Tangerang, 15111, Indonesia.
Telp : (+62 21)2560 1001                                                      Phone : (+62 21) 2560 1001
Email : investor@garuda-indonesia.com                                         Email : investor@garuda-indonesia.com
Website: www.garuda-indonesia.com                                             Website: www.garuda-indonesia.com




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                217
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 218
                                                       Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                         Sustainability Strategy and Policy               Sustainability Performance Highlights




 TANGGAPAN TERHADAP UMPAN BALIK
 LAPORAN KEBERLANJUTAN TAHUN 2024 [OJK G.3]
 RESPONSES TO FEEDBACK OF PREVIOUS YEAR'S SUSTAINABILITY REPORT [OJK G.3]



 Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima umpan balik           Throughout 2025, the Company did not receive any feedback
 atas Laporan Keberlanjutan tahun 2024 sehingga tidak terdapat        on the 2024 Sustainability Report; therefore, no follow-up
 tindak lanjut yang dilakukan dalam laporan keberlanjutan tahun       actions were taken in this year’s sustainability report. However,
 ini. Namun demikian, Garuda Indonesia senantiasa berupaya            Garuda Indonesia continuously strives to improve its reporting
 untuk meningkatkan pelaporan sesuai dengan peraturan yang            in accordance with applicable regulations, including meeting the
 berlaku, termasuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh              standards set by relevant authorities and adhering to principles
 otoritas terkait dan prinsip-prinsip pelaporan yang transparan       of transparent and sustainable reporting. The Company continues
 serta berkelanjutan. Perseroan terus melakukan evaluasi dan          to evaluate and improve every step of the process to ensure that
 perbaikan dalam setiap tahapan untuk memastikan laporan yang         the reports submitted reflect our performance and commitment
 disampaikan mencerminkan kinerja dan komitmen kami terhadap          to sustainability, as well as to meet stakeholder expectations.
 keberlanjutan, serta untuk memenuhi ekspektasi pemangku
 kepentingan.




                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
218
                                                                                                            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 219
    Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                  Tata Kelola     Kinerja Keberlanjutan
     Company Profile                          Explanation from the Board of Directors       Governance    Sustainability Performance




                                          DAFTAR PENGUNGKAPAN SESUAI
                                    PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
                                            NOMOR 51/POJK.03/2017 [OJK G.4]
      LIST OF DISCLOSURE ACCORDING TO FINANCIAL SERVICES AUTHORITY REGULATION
         (POJK) NO. 51 OF 2017 ON THE IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE FINANCE FOR
            FINANCIAL SERVICES INSTITUTIONS, ISSUERS, AND PUBLIC COMPANIES [OJK G.4]



     No Indeks
                                                                             Nama Indeks                          Halaman
          Index
                                                                               Index Name                             Page
         Number
                        STRATEGI KEBERLANJUTAN
     A
                        Sustainability Strategy
                        Penjelasan Strategi Keberlanjutan
     A.1                                                                                                             18-20
                        Explanation of Sustainability Strategy
                        IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
     B
                        Performance Highlights of Sustainability Aspects
                        Aspek Ekonomi
     B.1                                                                                                               39
                        Economic Aspect
                        Aspek Lingkungan Hidup
     B.2                                                                                                               40
                        Environmental Aspects
                        Aspek Sosial
     B.3                                                                                                              41-42
                        Social Aspect
                        PROFIL PERUSAHAAN
     C
                        Company Profile
                        Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
     C.1                                                                                                             44-45
18-20                   Vision, Mission, and Sustainability Values
                        Alamat Perusahaan
     C.2                                                                                                         46-47, 53-57
                        Company Address
                        Skala Usaha                                                                                48, 49-53,
     C.3
                        Business Scale                                                                               53-57
                        Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
     C.4                                                                                                                58
                        Products, Services, and Business Activities Performed
                        Keanggotaan Asosiasi
     C.5                                                                                                               68
                        Membership Associations
                        Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
     C.6                                                                                                             66-67
                        Significant Changes of Issuer and Public Company
                        PENJELASAN DIREKSI
     D
                        Explanation from the Board of Directors
                        Penjelasan Direksi
     D.1                                                                                                             69-79
                        Explanation from the Board of Directors
                        TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
     E
                        Sustainability Governance
                        Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
     E.1                                                                                                             95-98
                        Person in Charge of Sustainable Finance Implementation
                        Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
     E.2                                                                                                             99-103
                        Competency Development Related to Sustainable Finance
                        Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
     E.3                                                                                                            104-105
                        Risk Assessment on Sustainable Finance Implementation
                        Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
     E.4                                                                                                            106-107
                        Relationship with Stakeholders
                        Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
     E.5                                                                                                               108
                        Problems on Sustainable Finance Implementation
                        KINERJA KEBERLANJUTAN
     F
                        Sustainability Performance
                        Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
     F.1                                                                                                             110-113
                        Activities In Building Sustainability Culture


    Sustainability Report 2025
                                                                                                                                 219
    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 220
                                                             Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                   Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                               Sustainability Strategy and Policy                Sustainability Performance Highlights




  No Indeks
                                                               Nama Indeks                                                           Halaman
       Index
                                                                 Index Name                                                              Page
      Number
               KINERJA EKONOMI
               ECONOMIC PERFORMANCE
               Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba
               Rugi
  F.2                                                                                                                                  114-115
               Comparison of Target and Performance of Production, Portfolio, Financing Target, or Investment, Revenues, and
               Profit or Loss
               Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau
               Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
  F.3                                                                                                                                  115-116
               Comparison of Target and Performance of Portfolio, Financing Target, or Investment in Financial Instruments or
               Projects in line with the Sustainable Finance Implementation
               KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
               Environmental Performance
               Aspek Umum
               General Aspect
               Biaya Lingkungan Hidup
  F.4                                                                                                                                     133
               Environmental Costs
               Aspek Material
               Material Aspect
               Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
  F.5                                                                                                                                  134-135
               Use of Environmentally-Friendly Materials
               Aspek Energi
               Energy Aspect
               Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
  F.6                                                                                                                                  136-138
               Amount and Intensity of Energy Used
               Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
  F.7                                                                                                                                  138-139
               Efforts and Achievements of Energy Efficiency and the Use of Renewable energy
               Aspek Air
               Water Aspect
               Penggunaan Air
  F.8                                                                                                                                  139-141
               Water Usage
               Aspek Keanekaragaman Hayati
               Biodiversity Aspect
               Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
  F.9          Keanekaragaman Hayati                                                                                                      141
               Impact of Operational Areas that are Near or In a Conservation Area or Areas with Biodiversity
               Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
  F.10                                                                                                                                    141
               Biodiversity Conservation Efforts
               Aspek Emisi
               Emission Aspect
               Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
  F.11                                                                                                                                 142-144
               Amount and Intensity of Emissions Produced Based on Their Types
               Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                                               138-139, 145-
  F.12
               Efforts and Achievement of Emission Reduction Efforts Performed                                                          147
               Aspek Limbah dan Efluen
               Waste And Effluent Aspects
               Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
  F.13                                                                                                                                 148-149
               Amount of Waste and Effluent Produced Based on Their Types
               Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
  F.14                                                                                                                                 149-154
               Waste and Effluent Management Mechanism
               Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
  F.15                                                                                                                                   154
               Spills Incident (If Any)
               Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
               Environment-Related Complaints Aspect
               Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
  F.16                                                                                                                                   154
               Number and Content of Environmental Complaints Received and Resolved




                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
220
                                                                                                                   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 221
Profil Perusahaan                                      Penjelasan Direksi                       Tata Kelola                     Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                             Explanation from the Board of Directors            Governance                    Sustainability Performance




 No Indeks
                                                                            Nama Indeks                                               Halaman
      Index
                                                                              Index Name                                                  Page
     Number
                       KINERJA SOSIAL
                       Social Performance
                       Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
 F.17                                                                                                                                      156
                       Commitment to providing equal service for products and/or services to consumers
                       Aspek Ketenagakerjaan
                       Employment Aspect
                       Kesetaraan Kesempatan Bekerja
 F.18                                                                                                                                   156-157
                       Equal Employment Opportunity
                       Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
 F.19                                                                                                                                   167-168
                       Child Labor and Forced Labor
                       Upah Minimum Regional
 F.20                                                                                                                                    168-171
                       Regional Minimum Wage
                       Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
 F.21                                                                                                                                    171-172
                       Decent and Safe Working Environment
                       Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
 F.22                                                                                                                                   161-166
                       Employee Skill Training and Development
                       Aspek Masyarakat
                       Community Aspect
                       Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
 F.23                                                                                                                                   189-193
                       Impact of Operations on Surrounding Communities
                       Pengaduan Masyarakat
 F.24                                                                                                                                  200-203
                       Community Complaints
                       Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
 F.25                                                                                                                                   193-199
                       Activities of Environmental Social Responsibility (TJSL)
                       TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK/JASA BERKELANJUTAN
                       Responsibility for Sustainable Product/Service Development
                       Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
 F.26                                                                                                                                  205-206
                       Innovations and Development of Sustainable Finance Products/Services
                       Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
 F.27                                                                                                                                   206-211
                       Evaluated Products/Services for Customer Safety
                       Dampak Produk/Jasa
 F.28                                                                                                                                      212
                       Impact of Products/Services
                       Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
 F.29                                                                                                                                      212
                       Number of Recalled Products
                       Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
 F.30                                                                                                                                   212-214
                       Customer Satisfaction Survey on Sustainable Finance Products and/or Services
                       LAIN-LAIN:
 G
                       Others:
                       Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
 G.1                                                                                                                                       215
                       Written Verification from Independent Party (if any)
                       Lembar Umpan Balik
 G.2                                                                                                                                    216-217
                       Feedback Sheet
                       Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
 G.3                                                                                                                                       218
                       Responses to Feedback of Previous Year's Sustainability Report
                       Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
                       Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
 G.4                                                                                                                                    219-221
                       List of Disclosure According to Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 51 of 2017 on the
                       Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies
 *) N/A : Not Applicable




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                     221
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 222
                                                                    Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                      Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




 INDEKS ISI CONSOLIDATED GRI STANDARD 2021
 GRI STANDARD 2021 CONTENT INDEX




                                                                                                           YANG TIDAK DICANTUMKAN                     NO.
                                                                                                                   OMISSION                        RUJUKAN
                                                                                                                                                  STANDAR
        INDEKS ISI                                                                                                                                  SEKTOR
       STANDAR GRI                        PENGUNGKAPAN                                HAL        PERSYARATAN                                          GRI
       GRI STANDARD                         DISCLOSURE                                PAGE        YANG TIDAK       ALASAN      PENJELASAN             GRI
      CONTENT INDEX                                                                                                 Reason      Explanation         SECTOR
                                                                                                DICANTUMKAN
                                                                                                                                                  STANDARD
                                                                                                 Requirements
                                                                                                                                                  REFERENCE
                                                                                                                                                      NO.
                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari 2025 hingga
  Pernyataan
                      31 Desember 2025 sesuai dengan (“in accordance”) pada Consolidated GRI Standard 2021.
  Penggunaan
                      PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk has reported the information cited in the GRI content index for the period from January 1, 2025, to
  Statement of Use
                      December 31, 2025, in accordance with the Consolidated GRI Standard 2021.
                      GRI 1: LANDASAN 2021
  GRI
                      GRI 1: FOUNDATION 2021
                      Organisasi dan Praktik Pelaporan
                      Organization and Reporting Practices
                                    Detail organisasi                                 46-47,
                      GRI 2-1
                                    Organizational Details                            53-57
                                    Entitas yang termasuk dalam pelaporan
                                    keberlanjutan
                      GRI 2-2                                                           6
                                    Entities included in the Organization’s
                                    Sustainability Reporting
                                    Periode pelaporan, frekuensi dan titik kontak
                      GRI 2-3       Reporting period, frequency, and contact            6
                                    points
                                    Informasi tentang penyajian Kembali
                      GRI 2-4                                                           6
                                    Restatement of Information
                                    Jaminan Eksternal
                      GRI 2-5                                                          215
                                    External Assurance
                      Aktivitas dan Pekerja
                      Activities and Workers
                                    Aktivitas, rantai pasok, dan relasi bisnis
                                    lainnya                                           46-47,
                      GRI 2-6
                                    Activities, value chain and other business        58-67
                                    relationships
  GRI 2:
                                    Karyawan
  PENGUNGKAPAN        GRI 2-7                                                         49-53
                                    Employees
  UMUM 2021
  GRI 2: GENERAL                    Pekerja yang bukan karyawan
                      GRI 2-8                                                         49-53
  DISCLOSURES                       Workers who are not employees
  2021
                      Tata Kelola
                      Governance
                                    Struktur dan komposisi tata Kelola                83-84,
                      GRI 2-9
                                    Governance structure and composition              95-96
                                    Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
                                    tertinggi
                      GRI 2-10                                                          88
                                    Nomination and selection of the highest
                                    governance body
                                    Ketua badan tata kelola tertinggi
                      GRI 2-11                                                        83-84
                                    Chair of the highest governance body
                                    Peran badan tata kelola tertinggi dalam
                                    mengawasi pengelolaan dampak
                      GRI 2-12                                                        95-96
                                    Role of the highest governance body in
                                    overseeing impact management
                                    Pendelegasian tanggung jawab untuk
                                    mengelola dampak
                      GRI 2-13                                                        96-98
                                    Delegation of responsibility for managing
                                    impacts
                                    Peran badan tata kelola tertinggi dalan
                                                                                       6-11,
                                    pelaporan keberlanjutan
                      GRI 2-14                                                        80-81,
                                    Role of the highest governance body in
                                                                                      95-96
                                    sustainability reporting




                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
222
                                                                                                                               PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 223
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                  Governance                     Sustainability Performance




                                                                                                   YANG TIDAK DICANTUMKAN                      NO.
                                                                                                           OMISSION                         RUJUKAN
                                                                                                                                           STANDAR
    INDEKS ISI                                                                                                                               SEKTOR
   STANDAR GRI                             PENGUNGKAPAN                              HAL      PERSYARATAN                                      GRI
   GRI STANDARD                              DISCLOSURE                              PAGE      YANG TIDAK        ALASAN    PENJELASAN          GRI
  CONTENT INDEX                                                                                                   Reason    Explanation      SECTOR
                                                                                              DICANTUMKAN
                                                                                                                                           STANDARD
                                                                                               Requirements
                                                                                                                                           REFERENCE
                                                                                                                                               NO.
                                     Benturan kepentingan
                       GRI 2-15                                                     86-87
                                     Conflict of interest
                                     Komunikasi hal-hal penting                      200-
                       GRI 2-16
                                     Communication of critical concerns               203
                                     Pengetahuan kolektif dari badan tata kelola
                                     tertinggi
                       GRI 2-17                                                     99-103
                                     Collective knowledge of the highest
                                     governance body
                                     Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
                       GRI 2-18      Evaluation of the performance of the highest     89
                                     governance body
                                     Kebijakan remunerasi
                       GRI 2-19                                                     90-92
                                     Remuneration policies
                                     Proses untuk menentukan remunerasi
                       GRI 2-20                                                     90-92
                                     Process for determining remuneration
                                     Rasio kompensasi total tahunan
                       GRI 2-21                                                     90-92
                                     Annual total compensation ratio
                       Strategi, Kebijakan dan Praktik
                       Strategy, Policy, and Practice
                                     Pernyataan tentang strategi pembangunan
                                     berkelanjutan                                  18-20,
                       GRI 2-22
                                     Statement on sustainable development           69-79
                                     strategy
                                     Komitmen kebijakan
                       GRI 2-23                                                     30-34
                                     Policy commitments^
                                     Menanamkan komitmen kebijakan
                       GRI 2-24                                                     30-34
                                     Embedding policy commitments
                                     Proses untuk memulihkan dampak negative
                       GRI 2-25      Processes to remediate negative                34-35
                                     impacts
                                     Mekanisme pemberian umpan balik/saran
                                                                                      36,
                                     dan menyampaikan kekhawatiran
                       GRI 2-26                                                      200-
                                     Mechanisms for seeking advice and
                                                                                      203
                                     raising concerns
                                     Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
                       GRI 2-27                                                      200
                                     Compliance with laws and regulations
                                     Keanggotaan asosiasi
                       GRI 2-28      Membership associations                          68


                       Keterlibatan Pemangku Kepentingan
                       Stakeholder Engagement
                                     Pendekatan keterlibatan pemangku
                       GRI 2-29      kepentingan                                    106-107
                                     Approach to stakeholder engagement
                                     Perjanjian kerja Bersama
                       GRI 2-30                                                     166-167
                                     Collective bargaining agreements
                                     Proses menentukan topik material
                       GRI 3-1                                                       6-11
                                     Process to determine material topics
 GRI 3: TOPIK
 MATERIAL 2021                       Daftar topik material
                       GRI 3-2                                                       6-11
 GRI 3: MATERIAL                     List of material topics
 TOPICS 2021
                                     Manajemen topik material
                       GRI 3-3                                                       11-16
                                     Management of material topics




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                         223
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 224
                                                                   Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                     Sustainability Strategy and Policy                     Sustainability Performance Highlights




                                                                                                          YANG TIDAK DICANTUMKAN                     NO.
                                                                                                                  OMISSION                        RUJUKAN
                                                                                                                                                 STANDAR
        INDEKS ISI                                                                                                                                 SEKTOR
       STANDAR GRI                       PENGUNGKAPAN                                HAL        PERSYARATAN                                          GRI
       GRI STANDARD                        DISCLOSURE                                PAGE        YANG TIDAK       ALASAN      PENJELASAN             GRI
      CONTENT INDEX                                                                                                Reason      Explanation         SECTOR
                                                                                               DICANTUMKAN
                                                                                                                                                 STANDARD
                                                                                                Requirements
                                                                                                                                                 REFERENCE
                                                                                                                                                     NO.
  TOPIK EKONOMI
  ECONOMIC TOPIC
  KINERJA EKONOMI
  ECONOMIC PERFORMANCE
                                   Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
                                   didistribusikan
                       GRI 201-1                                                    116-117
                                   Direct economic value generated and
                                   distributed
                                   Implikasi finansial serta risiko dan peluang
                                   lain akibat perubahan iklim
                       GRI 201-2                                                     20-29
  GRI 201: Kinerja                 Financial implications and other risks and
  Ekonomi 2016                     opportunities due to climate change
  GRI 201: Economic                Kewajiban program pensiun manfaat pasti
  Performance 2016                 dan program pensiun lainnya
                       GRI 201-3                                                    117-118
                                   Defined benefit plan obligations and other
                                   retirement plans
                                   Bantuan finansial yang diberikan dari
                                   pemerintah
                       GRI 201-4                                                      119
                                   Financial assistance received from the
                                   government
  TOPIK LINGKUNGAN
  ENVIRONMENTAL TOPIC
  ENERGI
  ENERGY
                                   Konsumsi energi di dalam organisasi
                       GRI 302-1                                                    136-138
                                   Energy consumption within the organization
                                   Konsumsi energi di luar organisasi
                       GRI 302-2                                                    136-138
                                   Energy consumption outside the organization
  GRI 302: Energi                  Intensitas energi
                       GRI 302-3                                                    136-138
  2016                             Energy intensity
  GRI 302: Energy
                                   Reduksi konsumsi energi
  2016                 GRI 302-4                                                    138-139
                                   Reduction of energy consumption
                                   Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                   dan jasa
                       GRI 302-5                                                    138-139
                                   Reduction in energy requirements of products
                                   and services
  EMISI
  EMISSIONS
                                   Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                       GRI 305-1                                                    142-144
                                   Direct (Scope 1) GHG emissions
                                   Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                       GRI 305-2                                                    142-144
                                   Energy indirect (scope 2) GHG emissions
                                   Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung
                       GRI 305-3   lainnya                                          142-144
                                   Other indirect (scope 3) GHG emissions
  GRI 305: Emisi
                                   Intensitas Emisi GRK
  2016                 GRI 305-4                                                    142-144
                                   GHG Emissions Intensity
  GRI 305: Emissions
  2016                             Pengurangan emisi GRK
                       GRI 305-5                                                    145-147
                                   Reduction of GHG emissions
                                   Emisi zat perusak ozon (BPO)
                       GRI 305-6                                                      147
                                   Ozone-depleting substance (ODS) emissions
                                   Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                   dan emisi udara signifikan lainnya
                       GRI 305-7                                                    147-148
                                   Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx),
                                   and other significant air emissions




                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
224
                                                                                                                              PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 225
Profil Perusahaan                                 Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                      Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                        Explanation from the Board of Directors                      Governance                     Sustainability Performance




                                                                                                     YANG TIDAK DICANTUMKAN                      NO.
                                                                                                             OMISSION                         RUJUKAN
                                                                                                                                             STANDAR
    INDEKS ISI                                                                                                                                 SEKTOR
   STANDAR GRI                            PENGUNGKAPAN                                 HAL      PERSYARATAN                                      GRI
   GRI STANDARD                             DISCLOSURE                                 PAGE      YANG TIDAK        ALASAN    PENJELASAN          GRI
  CONTENT INDEX                                                                                                     Reason    Explanation      SECTOR
                                                                                                DICANTUMKAN
                                                                                                                                             STANDARD
                                                                                                 Requirements
                                                                                                                                             REFERENCE
                                                                                                                                                 NO.
 TOPIK SOSIAL
 SOCIAL TOPICS
 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
 OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY


                                    Sistem manajemen kesehatan dan
                                    keselamatan kerja
                       GRI 403-1                                                      172-174
                                    Occupational health and safety management
                                    system


                                    Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan
                                    investigasi insiden
                       GRI 403-2                                                      174-178
                                    Hazard identification, risk assessment, and
                                    incident investigation
                                    Layanan kesehatan kerja
                       GRI 403-3                                                      183-184
 GRI 403: Kesehatan                 Occupational health services
 dan Keselamatan
                                    Partisipasi pekerja, konsultasi, dan komunikasi
 Kerja 2018
                                    tentang kesehatan dan keselamatan kerja
 GRI 403:
                       GRI 403-4    Worker participation, consultation, and           179-181
 Occupational
                                    communication regarding occupational health
 Health and Safety
                                    and safety
 2018
                                    Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan
                                    keselamatan kerja
                       GRI 403-5                                                      181-185
                                    Worker training on occupational health and
                                    safety
                                    Peningkatan kualitas kesehatan kerja
                       GRI 403-6                                                      181-185
                                    Promotion of worker health
                                    Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak
                                    keselamatan dan kesehatan kerja yang secara
                                    langsung terkait dengan hubungan bisnis
                       GRI 403-7                                                      178-179
                                    Prevention and mitigation of occupational
                                    health and safety impacts directly linked by
                                    business relationships
                                    Pekerja yang tercakup dalam sistem
                                    manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
                       GRI 403-8                                                      172-174
                                    Workers covered by an occupational health
                                    and safety management system
                                    Kecelakaan kerja
                       GRI 403-9                                                      184-188
                                    Work-related injuries


                       GRI 403-     Penyakit akibat kerja
                                                                                      184-188
                       10           Work-related ill health




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                           225
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 226
                                                          Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                            Sustainability Strategy and Policy                          Sustainability Performance Highlights




 INDEKS SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARD
 BOARD (SASB) STANDARDS AIRLINES
 SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARDS BOARD
 (SASB) INDEX AIRLINES STANDARDS

                                                                                                      JAWABAN                                HALAMAN
      TOPIC                    METRIC                       INDEX
                                                                                                       ANSWER                                  PAGE
  SUSTAINABILITY DISCLOSURE TOPICS & METRICS
               Gross global Scope 1 emissions            TR-AL-110a.1           2.834.141,43 TonCO2eq                                           142-144
                                                                                Garuda Indonesia menetapkan target penurunan
                                                                                emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang selaras dengan
                                                                                pendekatan dan ketentuan ICAO Carbon Offsetting
                                                                                and Reduction Scheme for International Aviation
                                                                                (CORSIA). Target pengurangan emisi yaitu terhadap
                                                                                baseline 2019. Garuda Indonesia secara bertahap
                                                                                berkomitmen untuk menurunkan tingkat emisi GRK
                                                                                dari operasional penerbangan internasional melalui
                                                                                berbagai strategi efisiensi, optimalisasi bahan
                                                                                bakar, dan penggunaan teknologi yang lebih ramah
                                                                                lingkungan.
               Discussion of long- and short-term
               strategy or plan to manage Scope 1
                                                                                Informasi lebih lanjut telah disampaikan pada Aspek
               emissions, emissions reduction targets,   TR-AL-110a.2                                                                           145-147
                                                                                Emisi.
               and an analysis of performance against
               those targets
                                                                                Garuda Indonesia has set greenhouse gas (GHG)
                                                                                emission reduction targets aligned with the approach and
                                                                                provisions of the ICAO Carbon Offsetting and Reduction
  Greenhouse                                                                    Scheme for International Aviation (CORSIA). The emission
  Gas                                                                           reduction target is based on the 2019 baseline. Garuda
  Emissions                                                                     Indonesia is gradually committed to reducing GHG
                                                                                emissions from international flight operations through
                                                                                various efficiency strategies, fuel optimization, and the
                                                                                use of more environmentally friendly technologies.

                                                                                Further information is provided in the Emissions section.
                                                                                Total fuel consumed: 39.640.666,0 gigajoule
                                                                                Percentage alternative: Penggunaan SAF dilakukan
                                                                                dengan blended ratio sebesar 2% dan sepanjang periode
                                                                                pelaporan telah terealisasi sebesar kurang lebih 903.583
                                                                                liter
                                                                                Informasi lebih lanjut telah disampaikan pada Aspek
               (1) Total fuel consumed, (2) percentage
                                                                                Energi dan Aspek Emisi.
               alternative and (3) percentage            TR-AL-110a.3                                                                           136-138
               sustainable
                                                                                Total fuel consumed: 39,640,666.0 gigajoules
                                                                                Percentage of alternative: SAF was used at a blended ratio
                                                                                of 2%, and approximately 903,583 liters were utilized
                                                                                during the reporting period
                                                                                Further information has been provided in the Energy
                                                                                and Emissions sections.
                                                                                100% karyawan telah tercakup dalam Perjanjian Kerja
               Percentage of active workforce employed                          Bersama (PKB)
                                                         TR- AL-310a.1                                                                         166-167
               under collective agreements                                      100% of employees are covered by the Collective
                                                                                Bargaining Agreement (CBA)

  Labour                                                                        Selama tahun 2025, tidak terdapat penghentian kerja
  Practices                                                                     (pemogokan kerja) yang dilakukan oleh pegawai. Dengan
                                                                                demikian, tidak terdapat hari kerja yang hilang akibat
               (1) Number of work stoppages and (2)
                                                         TR- AL-310a.2          aksi mogok selama periode tersebut                             166-167
               total days idle
                                                                                During 2025, there were no work strikes initiated by
                                                                                employees. Consequently, no workdays were lost due
                                                                                to strikes during that period




                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
226
                                                                                                                          PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 227
Profil Perusahaan                                     Penjelasan Direksi                             Tata Kelola                          Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                            Explanation from the Board of Directors                  Governance                         Sustainability Performance




                                                                                                             JAWABAN                              HALAMAN
     TOPIC                          METRIC                                 INDEX
                                                                                                              ANSWER                                PAGE
                                                                                       Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus
                    Total amount of monetary losses as a                               ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan.
 Competitive        result of legal proceedings associated                             During 2025, there were no work stoppages (strikes)
                                                                        TR-AL-520a.1                                                                  200
 Behaviour          with anti-competitive behaviour                                    initiated by employees. Consequently, no workdays were
                    regulations                                                        lost due to strikes during that period


                                                                                       DIsampaikan secara rinci pada bagian Sistem Keselamatan
                    Description of implementation and
                                                                                       dan Kesehatan Kerja                                        171-172, 172-
                    outcomes of a Safety Management                     TR-AL-540a.1
                                                                                       Detailed in the Occupational Health and Safety System           174
                    System
                                                                                       section
 Accident                                                                              4 kejadian
                    Number of aviation accidents                       TR-AL-540a.2                                                                 184-188
 & Safety                                                                              4 incidents
 Management
                                                                                       Tidak terdapat tindakan penegakan hukum oleh
                                                                                       pemerintah terkait peraturan keselamatan penerbangan
                    Number of governmental enforcement
                                                                       TR-AL-540a.3    selama periode pelaporan.                                    181-185
                    actions of aviation safety regulations
                                                                                       There were no government enforcement actions regarding
                                                                                       aviation safety regulations during the reporting period.
 ACTIVITY METRIC
                                                                                       Rp38,9 miliar
                    Available seat kilometres (ASK)                     TR-AL-000.A                                                                    39
                                                                                       IDR38.9 billion
                    Passenger load factor                               TR-AL-000.B    79,7%                                                           39
                                                                                       Rp31,0 miliar
                    Revenue passenger kilometres (RPK)                  TR-AL-000.C                                                                    39
                                                                                       IDR31.0 billion
                                                                                       Rp449,7 Miliar
                    Revenue tonne-kilometres (RTK)                     TR-AL-000.D                                                                     39
                                                                                       IDR449.7 billion
                    Number of departures                               TR-AL-000.E     147.648                                                         39
                                                                                       Garuda Indonesia: 13,5 Tahun
                    Average age of fleet                               TR-AL-000.F     Citilink: 13,2 Tahun                                            39
                                                                                       Garuda Indonesia: 13,5 Years
                                                                                       Citilink: 13,2 Years




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                               227
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 228
                                                                     Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                       Sustainability Strategy and Policy                          Sustainability Performance Highlights




 INDEKS SUSTAINABILITY ACCOUNTING
 STANDARD BOARD (SASB) STANDARDS
 AIR FREIGHT AND LOGISTICS
 SUSTAINABILITY ACCOUNTING STANDARDS BOARD (SASB)
 INDEX STANDARDS FOR AIR FREIGHT AND LOGISTICS




                                                                                                      JAWABAN                                       HALAMAN
      TOPIC                       METRIC                      INDEX
                                                                                                       ANSWER                                         PAGE
  SUSTAINABILITY DISCLOSURE TOPICS & METRICS
                     Gross global Scope 1 emissions        TR-AF-110a.1    2.834.141,4 TonCO2eq                                                         142-144
                                                                           Garuda Indonesia menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah
                                                                           Kaca (GRK) yang selaras dengan pendekatan dan ketentuan ICAO
                                                                           Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation
                                                                           (CORSIA). Target pengurangan emisi yaitu terhadap baseline 2019.
                                                                           Garuda Indonesia secara bertahap berkomitmen untuk menurunkan
                                                                           tingkat emisi GRK dari operasional penerbangan internasional
                                                                           melalui berbagai strategi efisiensi, optimalisasi bahan bakar, dan
                                                                           penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
                     Discussion of long- and short-
                     term strategy or plan to manage
                                                                           Informasi lebih lanjut telah disampaikan pada Aspek Emisi.
                     Scope 1 emissions, emissions
                                                           TR-AF-110a.2                                                                                 145-147
                     reduction targets, and an analysis
                                                                           Garuda Indonesia has set greenhouse gas (GHG) emission
                     of performance against those
                                                                           reduction targets aligned with the approach and provisions of the
                     targets
                                                                           ICAO Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International
                                                                           Aviation (CORSIA). The emission reduction target is based on
                                                                           the 2019 baseline. Garuda Indonesia is gradually committed to
                                                                           reducing GHG emissions from international flight operations through
                                                                           various efficiency strategies, fuel optimization, and the use of more
                                                                           environmentally friendly technologies.

  Greenhouse                                                               Further information is provided in the Emissions section.
  Gas Emissions
                                                                           (1) road transport, percentage:
                                                                           (a) natural gas: -
                                                                           (b) renewable: -

                                                                           (2) air transport, percentage
                                                                           (a) alternative: Penggunaan SAF dilakukan dengan blended ratio
                                                                           sebesar 2% dan sepanjang periode pelaporan telah terealisasi
                                                                           sebesar kurang lebih 903.583 liter
                                                                           (b) sustainable: Penggunaan SAF dilakukan dengan blended ratio
                     Fuel consumed by (1) road
                                                                           sebesar 2% dan sepanjang periode pelaporan telah terealisasi
                     transport, percentage (a) natural
                                                                           sebesar kurang lebih 903.583 liter
                     gas and (b) renewable, and (2)        TR-AF-110a.3                                                                                 136-138
                     air transport, percentage (a)
                                                                           (1) road transport, percentage:
                     alternative and (b) sustainable
                                                                           (a) natural gas: -
                                                                           (b) renewable: -

                                                                           (2) air transport, percentage
                                                                           (a) alternative: SAF is used at a blended ratio of 2% and, throughout
                                                                           the reporting period, approximately 903,583 liters have been utilized
                                                                           (b) sustainable: SAF is used at a blending ratio of 2%, and
                                                                           approximately 903,583 liters have been utilized during the reporting
                                                                           period
                     Air emissions of the following                        Sampai dengan akhir 2025, Perseroan belum melakukan pengukuran
                     pollutants: (1) NOx (excluding                        beban emisi non GRK.
  Air Quality                                              TR-AF-120a.1                                                                                 147-148
                     N2O), (2) SOx, and (3) particulate                    As of the end of 2025, the Company has not yet measured its non-
                     matter (PM10)                                         GHG emissions.
                                                                           Perseroan melibatkan 2 (dua) pemasok sebagai driver Perseroan.
                     Percentage of drivers classified as                   Adapun besaran presentasenya 0,17% dari pemasok jasa.
                                                           TR-AF-310a.1                                                                                    -
                     independent contractors                               The Company has engaged two suppliers as its drivers. These account
                                                                           for 0.17% of its service providers.
  Labour Practices
                     Total amount of monetary losses                       Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus ketidakpatuhan
                     as a result of legal proceedings                      terhadap undang-undang dan peraturan.
                                                           TR-AF-310a.2                                                                                   200
                     associated with labour law                            Throughout 2025, there were no cases of non-compliance with
                     violations                                            laws and regulations.




                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
228
                                                                                                                                     PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 229
Profil Perusahaan                                     Penjelasan Direksi                                    Tata Kelola                       Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                            Explanation from the Board of Directors                         Governance                      Sustainability Performance




                                                                                                           JAWABAN                                HALAMAN
     TOPIC                       METRIC                         INDEX
                                                                                                            ANSWER                                  PAGE
                    (1) Total recordable incident rate
 Workforce          (TRIR) and (2) fatality rate for (a)                        Disampaikan pada bagian Kinerja K3
                                                            TR-AF-320a.1                                                                             147-148
 Health & Safety    direct employees and (b) contract                           Reported in the OHS Performance section
                    employees
                    Total greenhouse gas (GHG)
                                                            TR-AF-430a.2        2.834.141,4 TonCO2eq                                                 142-144
                    footprint across transport modes

 Supply Chain       Discussion of policies and
 Management         strategies to identify, assess and                          DIsampaikan secara rinci pada bagian Sistem Keselamatan dan
                    manage business disruption risks        TR-AF-430a.3        Kesehatan Kerja                                                      174-178
                    associated with contract carrier                            Detailed in the Occupational Safety and Health section
                    safety
                    Description of implementation and                           DIsampaikan secara rinci pada bagian Sistem Keselamatan dan
                    outcomes of a Safety Management         TR-AF-540a.1        Kesehatan Kerja                                                      171-172
                    System                                                      Detailed in the Occupational Safety and Health System section
 Accident
                                                                                4 kejadian
 & Safety           Number of aviation accidents            TR-AF-540a.2                                                                             184-188
                                                                                4 incidents
 Management
                                                                                DIsampaikan secara rinci pada bagian Sistem Keselamatan dan
                    Number of road accidents and
                                                            TR-AF-540a.3        Kesehatan Kerja                                                      184-188
                    incidents
                                                                                Detailed in the Occupational Safety and Health section
 ACTIVITY METRIC
                    (Revenue tonne-kilometres (RTK)
                                                                                Revenue passenger kilometres (RPK): 31
                    for: (1) road transport and (2) air     TR-AF-000.A                                                                                 39
                                                                                Revenue Tonne Kilometers Cargo (RTK): 449,7
                    transport
                    Load factor for: (1) road transport                         Seat load factor: 79,7%
                                                            TR-AF-000.B                                                                                 39
                    and (2) air transport                                       Cargo Load Factor: 39,6%
                                                                                Number of employees: 5.154 orang
                                                                                number of truck drivers:
                    Number of employees, number of
                                                            TR-AF-000.C         Branch office: 134 driver                                               49
                    truck drivers
                                                                                Home office: 185 driver
                                                                                Garuda Crew: 518 driver




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                   229
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 230
                                                               Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                 Sustainability Strategy and Policy                      Sustainability Performance Highlights




 TAUTAN STANDAR GRI DENGAN TPB
 LINK BETWEEN GRI STANDARDS AND SDGS




 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk                           PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk is committed to supporting
 berkontribusi dalam pencapaian TPB/SDGs di Indonesia.                         the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs)
 Dukungan disampaikan melalui tautan antara program/                           in Indonesia. This commitment is demonstrated through the
 kegiatan yang dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk                     alignment of the company’s programs and activities with the
 dengan GRI Standard dan SDGs, sesuai panduan SDG Compass                      GRI Standards and relevant SDGs. The linkage follows the
 yang diterbitkan oleh GRI, United Nations Global Compact, dan                 SDG Compass guidelines published by the Global Reporting
 World Business Council for Sustainable Development (WBCSD),                   Initiative (GRI), the United Nations Global Compact, and the
 sebagaimana tabel di bawah ini:                                               World Business Council for Sustainable Development (WBCSD),
                                                                               as shown in the table below:

                                  Tujuan                    Relevansi GRI Standard                                      Judul Indikator
        Logo                                                                             Disclosure
                                 Objectives                Relevant GRI Standards                                        Indicator Title


                    Mengakhiri kemiskinan dalam
                    segala bentuk di mana pun.
                    Eradicating poverty in all its forms
                    everywhere



                    Mengakhiri kelaparan, mencapai
                    ketahanan pangan, memperbaiki
                    nutrisi dan mempromosikan
                    pertanian yang berkelanjutan.
                    Eliminating hunger, achieving food
                    security, improving nutrition, and
                    promoting sustainable agriculture

                                                                                                      Emisi GRK (Cakupan 1) langsung
                                                                                         305-1
                                                                                                      Direct (Scope 1) GHG emissions
                                                                                                      Emisi Energi GRK (Cakupan 2) Tidak Langsung
                                                                                         305-2
                                                                                                      Energy indirect (scope 2) GHG emissions
                                                                                                      Emisi GRK (Scope 3) tidak langsung lainnya
                                                                                         305-3
                                                           GRI 305: Emisi 2016                        Other indirect (scope 3) GHG emissions
                                                           GRI 305: Emissions 2016
                    Menjamin kehidupan yang sehat                                                     Emisi zat perusak ozon (ODS)
                                                                                         305-6
                    dan mendorong kesejahteraan bagi                                                  Ozone-depleting substance (ODS) emissions
                    semua orang di segala usia.                                                       Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOX), dan emisi
                    Ensuring a healthy life and                                                       udara yang signifikan lainnya
                    promoting the welfare of people of                                   305-7
                                                                                                      Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
                    all ages                                                                          significant air emissions
                                                                                                      Peningkatan kualitas kesehatan kerja
                                                                                         403-6
                                                                                                      Promotion of worker health
                                                           GRI 403: Kesehatan dan
                                                           Keselamatan Kerja 2018                     Kecelakaan kerja
                                                                                         403-9
                                                           GRI 403: Occupational                      Work-related injuries
                                                           Health and Safety 2018
                                                                                                      Penyakit akibat kerja
                                                                                         403-10
                                                                                                      Work-related ill health
                    Menjamin kualitas pendidikan
                    yang inklusif dan merata serta
                    meningkatkan kesempatan belajar
                    sepanjang hayat untuk semua pada
                    tahun 2030.
                    Ensuring the quality of inclusive
                    and equitable education and
                    promoting lifelong learning
                    opportunities for all by 2030
                                                                                                      Struktur dan komposisi tata kelola
                                                                                         2-9
                                                                                                      Governance structure and composition
                    Mencapai kesetaraan gender
                                                           GRI 2: Pengungkapan Umum
                    dan memberdayakan semua
                                                           2021
                    perempuan dan anak perempuan.                                                     Nominasi dan pemilihan badan tata kelola tertinggi
                                                           GRI 2: General Disclosures
                    Achieving gender equality and                                        2-10         Nomination and selection of the highest governance
                                                           2021
                    empowering all women and girls                                                    body




                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
230
                                                                                                                              PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 231
Profil Perusahaan                                     Penjelasan Direksi                                Tata Kelola                              Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                            Explanation from the Board of Directors                     Governance                             Sustainability Performance




                                     Tujuan                    Relevansi GRI Standard                                       Judul Indikator
     Logo                                                                                  Disclosure
                                    Objectives                Relevant GRI Standards                                         Indicator Title


                     Memastikan masyarakat mencapai
                     akses universal air bersih dan
                     sanitasi.
                     Ensuring universal access to clean
                     water and sanitation for all


                                                                                                        Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                                           302-1
                                                                                                        Energy consumption within the organization
                                                                                                        Konsumsi energi di luar organisasi
                     Menjamin akses energi yang                                            302-2
                                                                                                        Energy consumption within the organization
                     terjangkau, andal, berkelanjutan,
                     dan modern untuk semua lapisan                                                     Intensitas energi
                                                              GRI 302: Energi 2016         302-3
                     masyarakat.                                                                        Energy intensity
                                                              GRI 302: Energy 2016
                     Ensuring access to affordable,
                                                                                                        Reduksi konsumsi energi
                     reliable, sustainable, and modern                                     302-4
                                                                                                        Reduction of energy consumption
                     energy for all
                                                                                                        Pengurangan kebutuhan energi dari produk dan jasa
                                                                                           302-5        Reduction in energy requirements of products and
                                                                                                        services
                                                                                                        Karyawan
                                                                                           2-7
                                                                                                        Employees
                                                              GRI 2: Pengungkapan Umum
                                                              2021                                      Pekerja yang bukan karyawan
                                                                                           2-8
                                                              GRI 2: General Disclosures                Workers who are not employees
                                                              2021
                                                                                                        Perjanjian kerja bersama
                                                                                           2-30
                                                                                                        Collective bargaining agreements
                     Berusaha meningkatkan
                                                              GRI 201: Kinerja Ekonomi
                     pertumbuhan ekonomi yang                                                           Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
                                                              2016
                     inklusif dan berkelanjutan,                                           201-1        didistribusikan
                                                              GRI 201: Economic
                     kesempatan kerja yang produktif                                                    Direct economic value generated and distributed
                                                              Performance 2016
                     dan menyeluruh serta pekerjaan
                     yang layak untuk semua.                                                            Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                                           302-1
                     Promoting inclusive and sustainable                                                Energy consumption within the organization
                     economic growth, productive and
                                                                                                        Konsumsi energi di luar organisasi
                     comprehensive employment                                              302-2
                                                                                                        Energy consumption within the organization
                     opportunities, and decent work
                     for all                                                                            Intensitas energi
                                                              GRI 302: Energi 2016         302-3
                                                                                                        Energy intensity
                                                              GRI 302: Energy 2016
                                                                                                        Reduksi konsumsi energi
                                                                                           302-4
                                                                                                        Reduction of energy consumption
                                                                                                        Pengurangan kebutuhan energi dari produk dan jasa
                                                                                           302-5        Reduction in energy requirements of products and
                                                                                                        services

                     Membangun infrastruktur yang
                     tangguh, meningkatkan industri
                                                              GRI 201: Kinerja Ekonomi
                     inklusif dan berkelanjutan, serta                                                  Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
                                                              2016
                     mendorong inovasi.                                                    201-1        didistribusikan
                                                              GRI 201: Economic
                     Building resilient infrastructure,                                                 Direct economic value generated and distributed
                                                              Performance 2016
                     promoting inclusive and sustainable
                     industry, and fostering innovation




                     Mengurangi Kesenjangan Intra dan         GRI 2: Pengungkapan Umum
                     Antar Negara                             2021                                      Karyawan
                                                                                           2-7
                     Reducing intra-country and inter-        GRI 2: General Disclosures                Employees
                     country disparities                      2021




                     Menjadikan kota dan pemukiman
                     inklusif, aman, tangguh dan
                     berkelanjutan
                     Making cities and settlements
                     inclusive, safe, resilient, and
                     sustainable




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                      231
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 232
                                                         Strategi dan Kebijakan Keberlanjutan                           Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                           Sustainability Strategy and Policy                        Sustainability Performance Highlights




                          Tujuan                     Relevansi GRI Standard                                         Judul Indikator
      Logo                                                                         Disclosure
                         Objectives                 Relevant GRI Standards                                           Indicator Title
                                                                                                Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                                   302-1
                                                                                                Energy consumption within the organization
                                                                                                Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                   302-2
                                                                                                Energy consumption within the organization
             Menjamin pola produksi dan
                                                                                                Intensitas energi
             konsumsi yang bertanggungjawab         GRI 302: Energi 2016           302-3
                                                                                                Energy intensity
             Ensuring responsible production        GRI 302: Energy 2016
             and consumption patterns                                                           Reduksi konsumsi energi
                                                                                   302-4
                                                                                                Reduction of energy consumption
                                                                                                Pengurangan kebutuhan energi dari produk dan jasa
                                                                                   302-5        Reduction in energy requirements of products and
                                                                                                services
                                                    GRI 201: Kinerja Ekonomi                    Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat
                                                    2016                                        perubahan iklim
                                                                                   201-2
                                                    GRI 201: Economic                           Financial implications and other risks and
                                                    Performance 2016                            opportunities due to climate change
             Mengambil aksi segera untuk                                                        Konsumsi energi di dalam organisasi
             memerangi perubahan iklim dan                                         302-1
                                                                                                Energy consumption within the organization
             dampaknya karena perubahan
             iklim adalah tantangan global yang                                                 Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                   302-2
             memengaruhi setiap orang.                                                          Energy consumption within the organization
             Taking urgent actions to address                                                   Intensitas energi
             climate change and its impacts         GRI 302: Energi 2016           302-3
                                                                                                Energy intensity
             as climate change is a global          GRI 302: Energy 2016
             challenge that affects everyone                                                    Reduksi konsumsi energi
                                                                                   302-4
                                                                                                Reduction of energy consumption
                                                                                                Pengurangan kebutuhan energi dari produk dan jasa
                                                                                   302-5        Reduction in energy requirements of products and
                                                                                                services
                                                                                                Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                   305-1
                                                                                                Direct (Scope 1) GHG emissions
                                                                                                Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                   305-2
                                                                                                Energy Indirect GHG Emissions (Scope 2)
             Melestarikan dan memanfaatkan                                                      Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
             secara berkelanjutan sumber daya                                      305-3
                                                                                                Other indirect (scope 3) GHG emissions
             kelautan dan samudera untuk
                                                    GRI 305: Emisi 2016                         Intensitas Emisi GRK
             pembangunan berkelanjutan                                             305-4
                                                    GRI 305: Emissions 2016                     GHG Emissions Intensity
             Sustainably preserving and utilizing
             marine and oceanic resources for                                                   Pengurangan emisi GRK
             sustainable development                                               305-5
                                                                                                Reduction of GHG emissions
                                                                                                Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan emisi
                                                                                                udara signifikan lainnya
                                                                                   305-7
                                                                                                Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
                                                                                                significant air emissions
                                                                                                Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                   305-1
             Melindungi, Merestorasi dan                                                        Direct (Scope 1) GHG emissions
             Meningkatkan Pemanfaatan
             Berkelanjutan Ekosistem Daratan,                                                   Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                   305-2
             Mengelola Hutan Secara Lestari,                                                    Energy indirect ( scope 2) GHG emissions
             Menghentikan Penggurunan,                                                          Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
             Memulihkan Degradasi lahan,                                           305-3
                                                                                                Other Indirect GHG Emissions (Scope 3)
             serta Menghentikan Kehilangan
                                                    GRI 305: Emisi 2016                         Intensitas Emisi GRK
             Keanekaragaman Hayati                                                 305-4
                                                    GRI 305: Emissions 2016                     GHG Emissions Intensity
             Protecting, restoring, and promoting
             the sustainable utilization of                                                     Pengurangan emisi GRK
             terrestrial ecosystems, managing                                      305-5
                                                                                                Reduction of GHG emissions
             forests sustainably, halting
             desertification, reversing land                                                    Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan emisi
             degradation, and stopping                                                          udara signifikan lainnya
                                                                                   305-7
             biodiversity loss                                                                  Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
                                                                                                significant air emissions




                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
232
                                                                                                                       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 233
Profil Perusahaan                                   Penjelasan Direksi                                 Tata Kelola                         Kinerja Keberlanjutan
 Company Profile                          Explanation from the Board of Directors                      Governance                        Sustainability Performance




                                       Tujuan                     Relevansi GRI Standard                                     Judul Indikator
         Logo                                                                                 Disclosure
                                      Objectives                 Relevant GRI Standards                                       Indicator Title
                                                                                                           Struktur dan komposisi tata kelola
                                                                                              2-9
                                                                                                           Governance structure and composition
                                                                                                           Nominasi dan pemilihan badan tata kelola tertinggi
                                                                                              2-10         Nomination and selection of the highest governance
                                                                                                           body
                                                                                                           Ketua badan tata kelola tertinggi
                                                                                              2-11
                                                                                                           Chair of the highest governance body
                                                                                                           Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi
                                                                                                           pengelolaan dampak
                                                                                              2-12
                                                                                                           Role of the highest governance body in overseeing
                                                                                                           impact management

                         Menguatkan Masyarakat yang              GRI 2: Pengungkapan Umum                  Benturan kepentingan
                                                                 2021                         2-15
                         Inklusif dan Damai untuk                                                          Conflict of interest
                         Pembangunan Berkelanjutan,              GRI 2: General Disclosures
                                                                 2021                                      Komunikasi hal-hal penting
                         Menyediakan Akses Keadilan                                           2-16
                                                                                                           Communication of critical concerns
                         untuk Semua, dan Membangun
                         Kelembagaan yang Efektif,                                                         Komitmen kebijakan
                                                                                              2-23
                         Akuntabel, dan Inklusif di Semua                                                  Policy commitments
                         Tingkatan
                                                                                                           Proses untuk memulihkan dampak negative
                         Enhancing inclusive and
                                                                                              2-25         Processes to remediate negative
                         peaceful society for sustainable
                                                                                                           impacts
                         development, providing access
                         to justice for all, and building                                                  Mekanisme pemberian umpan balik/saran dan
                         effective, accountable, and inclusive                                2-26         menyampaikan kekhawatiran
                         institutions at all levels                                                        Mechanisms for seeking advice and raising concerns
                                                                                                           Pendekatan keterlibatan pemangku kepentingan
                                                                                              2-29
                                                                                                           Approach to stakeholder engagement
                                                                                                           Partisipasi pekerja, konsultasi, dan komunikasi
                                                                                                           tentang kesehatan dan keselamatan kerja
                                                                                              403-4        Worker participation, consultation, and
                                                                 GRI 403: Kesehatan dan                    communication regarding occupational health and
                                                                 Keselamatan Kerja 2018                    safety
                                                                 GRI 403: Occupational
                                                                                                           Kecelakaan kerja
                                                                 Health and Safety 2018       403-9
                                                                                                           Work-related injuries
                                                                                                           Penyakit akibat kerja
                                                                                              403-10
                                                                                                           Work-related ill health

                         Menguatkan Sarana Pelaksanaan
                         dan Merevitalisasi Kemitraan
                         Global untuk Pembangunan
                         Berkelanjutan
                         Improving implementation facilities
                         and revitalizing global partnerships
                         for sustainable development




Sustainability Report 2025
                                                                                                                                                                233
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Page 234
2025 Sustainability Report
     LaporanKeberlanjutan




Rooted In Values,
Sustainability In Action
Berakar pada Nilai, Berkelanjutan dalam Aksi




PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Management Building, Garuda City
Soekarno-Hatta International Airport
Tangerang 15111, Indonesia




 www.garuda-indonesia.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.03 MB
Published26 Apr 2026
Pages234
Characters1,594,597
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Garuda Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×613
linked org PT Danantara Asset Management p.46 ×6
linked org PT Aero Wisata p.47 ×3
linked person Andreas Tumpal H. Hutapea p.47 ×2
linked org PT Trans Airways p.48 ×7
linked person GLENNY KAIRUPAN p.79
linked person FADJAR PRASETYO p.81
linked person CHAIRAL TANJUNG p.81
linked person MAWARDI YAHYA p.81
linked person FRANS DICKY TAMARA p.81
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.5 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.7
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.30 ×2
possible org PT Danantara p.36 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.46 ×3
unresolved org Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3
unresolved org Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia p.3
unresolved org Ministry of Human Rights p.3
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.3 ×2
unresolved person NOMINASI DAN SELEKSI · KOMISARIS p.4
unresolved org Financial Services Authority p.6 ×4
unresolved org PT Aviasi p.7
unresolved org PT Aviasi Pariwisata Indonesia Pariwisata Indonesia p.7
unresolved org Directorate General of Civil Aviation p.7
unresolved org Bank Indonesia p.21 ×4
unresolved org Bank Indonesia Regulation p.21 ×2
unresolved org Bank Corporations p.21
unresolved org Siber p.23 ×2
unresolved org Siber dan Sandi Negara p.27
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.31
unresolved org Minister of Environment and Forestry Regulation p.31
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup RI p.31
unresolved org Minister of Environment p.31 ×2
unresolved org Menteri Negara Lingkungan Hidup p.31
unresolved org Menteri Perhubungan Republik Indonesia p.31 ×3
unresolved org Minister of Transportation p.31 ×3
unresolved org Sertifikasi p.31 ×2
unresolved org Kementerian Perhubungan p.31
unresolved org Ministry of Transportation Sistem Manajemen Keselamatan PP p.31
unresolved org Ministry of Manpower Management System Sustainability p.31
unresolved org Kementerian BUMN p.36
unresolved org Kementerian Investasi. p.36
unresolved org Ministry of State-Owned Enterprises p.36
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.36 ×2
unresolved org Ministry of Investment. Garuda Indonesia p.36
unresolved org Milik Negara p.44 ×2
unresolved person Raden Kadiman · Notaris p.46 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia Serikat p.46
unresolved org Minister of Justice p.46
unresolved org PT Aero Systems Indonesia Subsidiaries p.47
unresolved org PT Sabre Travel Network Indonesia p.47
unresolved org PT Citilink Indonesia p.47
unresolved org PT Garuda Maintenance Facility Aero p.47
unresolved org Garuda Indonesia Holiday France S.A.S. Asia Tbk p.47
unresolved person H. Hutapea p.47 ×2
unresolved org Danantara | (8.00%) | (8.00%) Asset Management p.48
unresolved person Aulia Taufani p.58
unresolved person Taufani p.58
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.58
unresolved org Ministry of Law p.58
unresolved org PT Sabre Travel Network Indonesia Specializes p.59
unresolved org PT Garuda Maintenance Facility p.59
unresolved org Aero Asia Tbk p.59
unresolved org PT Aero Systems Indonesia Operates p.59
unresolved org PT Citilink Indonesia Specializes p.59
unresolved org PT SustainLife Today p.73
unresolved org PT Eftu Sarana Media p.73
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.74
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises Regulation p.74
unresolved org PT Garuda p.81
unresolved org Indonesia (Persero) Tbk p.81
unresolved person Committee · Komisaris p.84
unresolved org PT Danantara Asset Management. With p.87
unresolved org Menteri BUMN No. PER- p.88
unresolved org Minister of SOEs Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN p.88
unresolved person Organs · Komisaris p.88
unresolved org Menteri BUMN RI p.88
unresolved org Minister of State-tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. p.88

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 3

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result