Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 49
Page 1
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Pada Tanggal dan Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL DAN PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2026
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1-2
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN 3
LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN 4
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 5
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 6
Page 3
Page 4
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 3g,3i,5,34,35 16.101 28.868
Piutang usaha - neto 3g,6,34,35
Pihak ketiga 63.706 92.675
Aset keuangan lancar lainnya 3g,7,34,35
Pihak ketiga 548 585
Persediaan - neto 3j,8 401.095 386.203
Uang muka pembelian
Pihak ketiga 9 36.470 15.392
Pajak dibayar dimuka 17a 5.598 11.941
Beban dibayar dimuka 3j 997 30
Total Aset Lancar 524.515 535.694
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 3l,10 2.816.801 2.789.652
Aset pajak tangguhan - neto 3u,17e 19.609 19.365
Uang jaminan 3g,34,35 3.100 3.100
Total Aset Tidak Lancar 2.839.510 2.812.117
TOTAL ASET 3.364.025 3.347.811
LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 3g,15,34,35 45.745 43.615
Utang usaha 3g,11,34,35
Pihak ketiga 49.084 50.359
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 3g,12,34,35
Pihak ketiga 1.192 1.077
Utang pajak 17b 950 4.176
Uang muka penjualan
Pihak berelasi 3f,14,33 1.568.584 1.552.620
Pihak ketiga 4.445 4.413
Beban akrual 3g,13,34,35 150.389 143.854
Liabilitas jangka panjang bagian
jatuh tempo dalam satu tahun 3g,34,35
Utang bank 16 50.837 42.695
Total Liabilitas Jangka Pendek 1.871.226 1.842.809
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun 3g,34,35
Utang bank 16 1.712.154 1.709.423
Liabilitas keuangan
jangka panjang lainnya 3g,18,34,35
Pihak berelasi 3f,33 1.282 1.282
Pihak ketiga 14.382 14.382
Liabilitas imbalan kerja 3r,19 46.677 46.677
Liabilitas diestimasi 3g,3p,20,34,35 208.914 206.856
Utang subordinasi - pihak berelasi 3f,3g,21,33,34,35 109.605 108.244
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.093.014 2.086.864
TOTAL LIABILITAS 3.964.240 3.929.673
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
DEFISIENSI MODAL
Defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham
- saham seri A nilai nominal Rp 1.000 (nilai penuh) per saham
- saham seri B nilai nominal Rp 250 (nilai penuh) per saham
- saham seri C nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham
Modal dasar - 15.340.000.000 saham terdiri dari
- 1.040.000.000 saham seri A
- 4.000.000.000 saham seri B
- 10.300.000.000 saham seri C
Modal ditempatkan dan disetor - pada tahun
adalah 7.747.281.949 saham terdiri dari
- 534.666.577 saham seri A
- 932.000.000 saham seri B
- 6.280.615.372 saham seri C 22 1.395.728 1.395.728
Tambahan modal disetor 23 (48.125) (48.125)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 3,24 200.951 200.951
Penghasilan komprehensif lain 1.327.990 1.333.497
Defisit
Ditentukan penggunaannya 2.000 2.000
Belum ditentukan penggunaannya (3.463.668) (3.451.264)
Defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk 3 (585.124) (567.213)
Kepentingan nonpengendali 3,25 (15.091) (14.649)
DEFISIENSI MODAL (600.215) (581.862)
TOTAL LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 3.364.025 3.347.811
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Catatan (3 Bulan) (3 Bulan)
PENJUALAN NETO 3f,3s,26,33 218.335 243.878
BEBAN POKOK PENJUALAN 3f,3s,27,33 (229.154) (245.636)
LABA (RUGI) BRUTO (10.819) (1.758)
Beban penjualan 3s,28 (3.391) (2.771)
Beban umum dan administrasi 3s,29 (3.298) (4.254)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto 3e 17.762 40.485
Penghasilan (beban) lain-lain 3s,30 248 (3.792)
LABA (RUGI) USAHA 502 27.910
Biaya keuangan 3s,31 (13.348) (12.671)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (12.846) 15.239
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - NETO 3u,17c - -
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN (12.846) 15.239
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) dari penjabaran laporan keuangan 3e (5.507) (952)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN - NETO
(5.507) (952)
SETELAH PAJAK
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (18.353) 14.287
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk (12.404) 14.325
Kepentingan nonpengendali (442) 914
TOTAL (12.846) 15.239
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk 3 (17.911) 13.407
Kepentingan nonpengendali 3 (442) 880
TOTAL (18.353) 14.287
Laba (Rugi) per saham - dasar dan dilusian 3q,32 (1,60) 1,85
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Defisiensi Modal yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Penghasilan Komprehensif Lain Defisit
Selisih Kurs
Karena
Selisih transaksi Penjabaran Belum
Tambahan Modal dengan pihak Laporan Ditentukan Ditentukan Kepentingan Total Defisiensi
Modal Saham Disetor nonpengendali Keuangan Surplus Revaluasi Penggunaannya Penggunaannya Total Nonpengendali Modal
Saldo 1 Januari 2026 1.395.728 (48.125) 200.951 68.615 1.264.882 2.000 (3.451.264) (567.213) (14.649) (581.862)
Laba (Rugi) neto tahun berjalan - - - - - - (12.404) (12.404) (442) (12.846)
Rugi komprehensif lain - neto - - - (5.507) - - - (5.507) - (5.507)
Saldo 31 Maret 2026 1.395.728 (48.125) 200.951 63.108 1.264.882 2.000 (3.463.668) (585.124) (15.091) (600.215)
Saldo 1 Januari 2025 1.395.728 (48.125) 200.951 102.814 1.264.882 2.000 (3.399.074) (480.824) (12.723) (493.547)
Laba (Rugi) neto tahun berjalan - - - - - - 18.686 18.686 711 19.397
Rugi komprehensif lain - neto - - - (9.179) - - - (9.179) (338) (9.517)
Saldo 31 Maret 2025 1.395.728 (48.125) 200.951 93.635 1.264.882 2.000 (3.380.388) (471.317) (12.350) (483.667)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 263.300 271.028
Pembayaran kas kepada pemasok (209.617) (240.344)
Pembayaran kas untuk karyawan (44.658) (48.180)
Pembayaran untuk beban operasional (3.261) (4.724)
Pembayaran bunga (6.850) (6.118)
Penerimaan (pembayaran) lain-lain - neto (3.602) 9.674
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (4.688) (18.664)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 10 (1.502) (3.993)
Penerimaan penjualan aset tetap 10 - 1.666
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.502) (2.327)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (Pembayaran) dari utang bank jangka pendek - neto 1.569 (63.825)
Penerimaan (Pembayaran) utang bank jangka panjang - neto (10.582) 68.291
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (9.013) 4.466
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (15.203) (16.525)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 2.436 18.919
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 28.868 31.751
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 5 16.101 34.145
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan
PT Asia Pacific Investama Tbk (dahulu PT Apac Citra Centertex Tbk) (“Perusahaan”) didirikan di Republik
Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 105 tanggal10 Februari 1987 dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta
S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana diperbaharui dengan Akta Notaris No. 561 tanggal 30 April 1987 dibuat di
hadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta, Akta Notaris No. 320 tanggal 25 Juni 1987 dibuat di
hadapan Lieyono, S.H., sebagai notaris pengganti Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta, Akta Notaris No.
250 tanggal 19 Oktober 1987 oleh Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian”). Akta
Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat KeputusannyaNo. C2-
7337.HT.01.01.TH-87 tanggal 17 November 1987 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
76, Tambahan No. 2034 tanggal 22 September 1989.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta NotarisNo. 42
tanggal 26 Juni 2023, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di Kabupaten Tangerang,
mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Perubahan akta tersebut telah diterima
dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.09-0133642 tanggal 27 Juni 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi
industri tekstil dan garmen. Perusahaan melalui entitas anaknya mulai berproduksi secara komersial pada tahun
1987.
Perusahaan didirikan di Indonesia dengan kantor pusat yang terdaftar berlokasi di Jalan Pajajaran 14 No. 62,
Gandasari - Jatiuwung, Tangerang 15137 - Indonesia.
Perusahaan dan entitas anaknya selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”.
PT Indah Jaya Investama adalah entitas induk langsung dan terakhir Perusahaan.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 14 September 1989, Perusahaan mendapat izin dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan atau Bapepam dan LK atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan
penawaran umum atas 2.500.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli 1990, Perusahaan
mencatatkan saham pendiri (company listing) sebanyak 6.000.000 saham pada Bursa Efek Jakarta (“BEJ”),
(sekarang Bursa Efek Indonesia) (“BEI”).
Pada tanggal 15 Agustus 1990, Perusahaan memeroleh surat dari Ketua Bapepam-LK No. S-1197/PM/1990
perihal efektifnya pernyataan pendaftaran penawaran umum terbatas kepada para pemegang saham sebanyak
8.500.000 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 23 Agustus 1990.
Pada tanggal 25 Juni 1996, Perusahaan memeroleh surat dari Ketua Bapepam-LK No. S-1034/PM/1996 perihal
pemberitahuan efektifnya pernyataan pendaftaran emisi saham dalam rangka penawaran umum terbatas II
Perusahaan kepada para pemegang saham sejumlah 408.000.000 saham disertai dengan waran lekat sebanyak
76.500.000 waran yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif. Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI
pada tanggal 26 Juli 1996. Setiap pemegang satu waran berhak membeli satu saham Perusahaan dengan
pelaksanaan sebesar Rp1.000 per saham. Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai
tanggal 16 Januari 1997 sampai dengan tanggal 14 Juli 2001.
Pada tanggal 13 Desember 2018, Perusahaan memeroleh surat dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
(”OJK”) No. S-183/D.04/2018 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan efektif ini
diberikan sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu Perusahaan (“PUT III”) kepada para pemegang saham sejumlah 6.966.666.241 saham. Saham-
saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 11 Januari 2019. Setiap pemegang empat saham berhak
membeli sembilan belas saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp100 per saham (nilai
penuh). Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaanya itu mulai tanggal 31 Desember 2018 sampai
dengan tanggal8 Januari 2019 dan untuk pembayaran pemesanan saham tambahan dilakukan pada tanggal 11
Januari 2019.
6
Page 10
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan laporan kepemilikan efek dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora pada
tanggal 11 Januari 2019 dalam suratnya nomor OPR/060/AJK/012019 perihal komposisi kepemilikan saham
Perusahaan, telah diterbitkan saham Seri C sebanyak 6.280.615.372 saham.
Periode perdagangan PUT III Perusahaan dilaksanakan dari tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan tanggal
8 Januari 2019 dan untuk pembayaran dari pembeli siaga pada tanggal 11 Januari 2019. Jumlah dana yang
diterima seluruhnya sebesar Rp628.061 untuk 6.280.615.372 saham seri C dengan nilai nominal Rp100 (nilai
penuh) per saham.
Penambahan saham seri C dengan nominal Rp100 per saham (nilai penuh) dilakukan melalui:
- Inbreng saham oleh PT World Harvest Textile (“WHT”) di dalam PT Apac Inti Corpora (“AIC”) kepada
Perusahaan sebesar Rp245.000 (nilai penuh);
- Konversi utang PT Indah Jaya Investama (“IJI”) menjadi saham sebesar USD2.000.000 (nilai penuh);
- Setoran tunai IJI untuk melunasi utang Perusahaan kepada IJI yang merupakan pengalihan utang WHT ke IJI
sebesar USD3.063.871 (nilai penuh);
- Setoran tunai IJI untuk melunasi utang Perusahaan kepada IJI yang berasal dari pembayaran utang Bank
Mandiri sebesar USD18.000.000 (nilai penuh);
- Setoran tunai PT Prima Graha Hiburan (“PGH”) untuk melunasi utang Perusahaan kepada PT Prima Graha
Hiburan yang merupakan pengalihan utang dari WHT ke PGH sebesar USD1.644.776 (nilai penuh).
Pada tanggal 27 Agustus 2021, seluruh saham Perusahaan sejumlah 7.747.281.949 saham terdiri dari
534.666.577 saham seri A, 932.000.000 saham seri B dan 6.280.615.372 saham seri C telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Mar 2026 dan 31 Des 2025
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johnny Pesik
Komisaris : Benny Soetrisno
Komisaris Independen : Sintong Panjaitan
Direksi
Presiden Direktur : Ivan Pesik
Direktur : Kristina Bay Maca
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
31 Mar 2026 dan 31 Des 2025
Komite Audit
Ketua : Sintong Panjaitan
Anggota : Rakiyo Wibowo
Anggota : Gatot Hidayat
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi. Ruang lingkup Presiden
Direktur mencakup bidang hukum, sumber daya manusia, pemasaran dan operasional, sementara ruang lingkup
Direktur Keuangan mencakup bidang keuangan dan akuntansi.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki masing-masing sebanyak 2.969 dan 2.876
orang karyawan (tidak diaudit).
7
Page 11
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Struktur Entitas Anak
Tahun Awal Persentase Kepemilikan Total Aset Sebelum
Entitas Anak Domisili Kegiatan Usaha
Operasi 31 Mar 26 31 Des 25 31 Mar 26 31 Des 25
Kepemilikan langsung
PT Apac Inti Corpora (“AIC”) Jakarta 1995 Penenunan dan pemintalan 96,44% 96,44% 3.500.916 3.484.301
AIC mendapatkan status badan hukum pada tanggal24 Juli 1995, berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juli
1995 oleh Popie Savitri Martosuharjo Pharmanto, S.H., Notaris di Serang. Akta pendirian ini disahkan oleh
Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-8905.HT.01.01.TH 95 tanggal
24 Juli 1995 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 12 September 1995,
Tambahan No. 7571.
Anggaran Dasar AIC telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 22 tanggal 28
Agustus 2020 oleh Edi Priyono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta ini memuat kedudukan serta alamat Perusahaan;
dan juga memuat persetujuan atas perubahan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar AIC mengenai maksud dan
tujuan serta kegiatan usaha AIC. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0066527.AH.01.02. Tahun 2020 tanggal 26
September 2020. Perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.03-0391365 tanggal 26 September 2020.
Pada tanggal 24 Januari 2019, Perusahaan menggadaikan saham yang dimiliki oleh Perusahaan dalam AIC
sebanyak 8.326.294.136 saham kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) berdasarkan Akta
Perjanjian Gadai Saham No. 29, tanggal 24 Januari 2019, oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., Notaris di
Jakarta. Gadai saham ini diberikan untuk menjamin kewajiban utang AIC kepada Bank Mandiri berdasarkan
Perjanjian Restrukturisasi. Dalam hal ini, Perusahaan menggantikan kedudukan WHT yang sebelumnya
merupakan pemberi gadai atas Saham yang Dialihkan.
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
a. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)
yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif dalam Tahun Berjalan
Dalam periode berjalan, Grup telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan
penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(“DSAK-IAI”) yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan memengaruhi laporan keuangan
konsolidasian berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025.
PSAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku efektif
dalam periode berjalan adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Amendemen tentang kekurangan
ketertukaran. Amendemen ini memperjelas pengaturan terkait kondisi ketika suatu mata uang tidak
tertukarkan serta pengungkapannya.
- PSAK 117 memperkenalkan Pendekatan Block Building, yang dimodifikasi untuk kontrak asuransi dengan
fitur partisipasi langsung, yang digambarkan sebagai Pendekatan Biaya Variabel. Terdapat penyederhanaan
jika kriteria tertentu terpenuhi dengan menggunakan Pendekatan Alokasi Premi.
- Amendemen PSAK 117: Kontrak Asuransi – Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109 - Informasi
Komparatif, berlaku efektif ketika entitas pertama kali menerapkan PSAK 117.
b. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)
yang Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif dalam Tahun Berjalan
- PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan terkait Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan. Amandemen ini menambahkan dan mengklarifikasi ketentuan dalam
8
Page 12
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PSAK 109 mengenai penghentian pengakuan liabilitas keuangan dan mengklarifikasi penilaian karakteristik
arus kas untuk aset keuangan dengan fitur terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST), aset keuangan
dengan fitur non-recourse, dan instrumen terkait kontraktual seperti tranche. Amandemen ini juga
memodifikasi ketentuan dalam PSAK 107 terkait persyaratan pengungkapan untuk investasi dalam instrumen
ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan menambahkan ketentuan
terkait instrumen keuangan dengan persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah arus kas
kontraktual. Tanggal efektif1 Januari 2026 dan penerapan dini diperkenankan.
- PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan. PSAK 118 menggantikan PSAK 201,
mempertahankan banyak prinsip yang ada tetapi secara signifikan mengubah cara entitas melaporkan "laba
rugi operasi". PSAK 118 menetapkan struktur yang jelas untuk laporan laba rugi, mengkategorikan pos-pos
menjadi operasi, investasi, pendanaan, pajak penghasilan, dan operasi yang dihentikan. Standar ini
mengamanatkan pengungkapan spesifik, termasuk ukuran kinerja yang ditentukan manajemen (MPM), yang
harus direkonsiliasi dengan subtotal yang paling mirip dalam laba rugi PSAK. Tanggal efektif 1 Januari 2027
dan penerapan dini diperkenankan.
Beberapa dari PSAK dan ISAK termasuk amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun
berjalan dan relevan dengan kegiatan Grup telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam “Ikhtisar Informasi
Kebijakan Akuntansi Material”.
Beberapa PSAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Grup atau mungkin akan memengaruhi
kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak yang mungkin timbul
dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali bagi
penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025, yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia ("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang
diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan,
kecuali jika dinyatakan lain.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali
laporan arus kas konsolidasian yang menggunakan dasar kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan
(historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp) yang juga
merupakan mata uang fungsional Grup.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Grup menerapkan PSAK 110 "Laporan Keuangan Konsolidasian". PSAK ini mensyaratkan entitas induk (entitas
yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Investor
menentukan apakah investor merupakan entitas induk dengan menilai apakah investor mengendalikan satu atau
lebih investee. Investor mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan ketika menilai apakah
investor mengendalikan investee.
9
Page 13
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika, investor memiliki seluruh hal berikut ini:
a. kekuasaan atas investee (misalnya hak yang ada saat ini yang memberi investor tersebut kemampuan kini
untuk mengarahkan aktivitas relevan investee);
b. eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil.
Pada umumnya, mayoritas hak suara menghasilkan pengendalian. Ketika Grup memiliki kurang dari mayoritas
hak suara, atau serupa atas investee, investor mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam
menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
a. pengaturan kontraktual dengan pemegang suara lainnya dari investee;
b. hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual;
c. hak suara dan hak suara potensial investor.
Investor menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Laporan keuangan konsolidasian:
- menggabungkan item sejenis seperti aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dari entitas induk
dengan entitas anaknya;
- menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian
entitas induk pada ekuitas setiap entitas anak;
mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra Grup
yang berkaitan dengan transaksi antara entitas-entitas dalam Grup.
Entitas pelapor memasukkan penghasilan dan beban entitas anak dalam laporan keuangan konsolidasian dari
tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika entitas kehilangan pengendalian atas entitas
anak. Penghasilan dan beban entitas anak didasarkan pada jumlah aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian pada tanggal akuisisi.
Entitas induk dan entitas anak disyaratkan untuk mempunyai kebijakan akuntansi dan tanggal pelaporan yang
sama, atau konsolidasian berdasarkan informasi keuangan tambahan yang dibuat entitas anak.
d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
(a) Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Mata uang fungsional AIC adalah Dolar Amerika Serikat. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan
konsolidasian, aset dan liabilitas AIC pada tanggal laporan dijabarkan menggunakan kurs penutup yang
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan
menggunakan kurs rata-rata. Selisih kurs yang dihasilkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
(b) Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang
diukur berdasarkan nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-
pos moneter dan penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 dan 31 Desember 2025 kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia
adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025 31 Mar 2025
1 Euro (“EUR”) 19.538 19.753 17.893
1 Dolar Amerika Serikat (“USD”) 16.993 16.782 16.588
1 Franc Swiss (“CHF”) 21.245 21.274 18.771
10
Page 14
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 224, “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, suatu pihak yang dianggap berelasi jika salah
satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan langsung maupun tidak
langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan
operasional) selama pihak lain berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 33 atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset
keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok
dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dan
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”)
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, investasi saham, dan
uang jaminan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika
tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Grup mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan
untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku
bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan
yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang
merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi.. Kerugian yang timbul
dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.
Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, dan uang
jaminan.
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Grup mengukur instrumen utang pada FVOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan yang
dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2)
persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang
semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada FVOCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan kerugian atau
pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam
OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang
menjadi laba rugi.
Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVOCI.
11
Page 15
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak
dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK
232: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan
berdasarkan instrumen per instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba rugi. Dividen diakui
sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup
memeroleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam
hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI tidak
tunduk pada penilaian penurunan nilai.
Kelompok aset keuangan ini meliputi investasi saham.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Aset keuangan pada FVTPL termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan
yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib
diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka
diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat
yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan
diukur pada FVTPL, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan
diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVOCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen
utang dapat ditetapkan pada FVTPL pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara
signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk
biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, utang
bank, liabilitas keuangan jangka panjang lainnya, liabilitas sewa, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi -
pihak berelasi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12
bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga)
selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan
dalam laba rugi.
Kelompok liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban
akrual, utang bank, liabilitas keuangan jangka panjang lainnya, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi -
pihak berelasi.
12
Page 16
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Liabilitas keuangan yang diukur pada (FVTPL) termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan
liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada (FVTPL).
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif
yang diambil Grup yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai
sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai
kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laba rugi.
Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari
suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan
liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui
dalam laba rugi.
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan model kerugian kredit ekspetasian (“ECL”) untuk pengukuran dan pengakuan kerugian
penurunan nilai.
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal
bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam
melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal
dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat
tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap piutang usaha dan aset
keuangan lancar lainnya tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Grup menilai ECL terhadap instrumen utang yang diukur dengan FVOCI berdasarkan basis forward-looking.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara
signifikan.
g. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar yang paling
menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah
harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain
pada tanggal pengukuran.
13
Page 17
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market) untuk
aset atau liabilitas tersebut.
Grup mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest and best use)
atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan
apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input
level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Grup menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan liabilitas, dan
level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
h. Kas dan Bank
Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Grup. Kas dan bank
tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
i. Persediaan
Persediaan diakui sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto (lower of cost and net
realizable value).
Biaya untuk memproses sampai dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap digunakan atau
dijual, dicatat sebagai berikut:
Bahan baku: Biaya pembelian dengan metode rata-rata (average method).
Barang jadi dan barang dalam proses: Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja dan proporsi biaya overhead
manufaktur berdasarkan kapasitas operasi normal, tidak termasuk biaya pinjaman.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya
penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
j. Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus (straight-line method).
14
Page 18
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
k. Aset Tetap
Aset tetap awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri harga pembelian dan biaya
lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke kondisi kerja dan lokasi untuk
digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai.
Efektif tanggal 31 Desember 2017, manajemen memutuskan untuk mengubah pengukuran selanjutnya atas aset
tetap - tanah yang awalnya dari model biaya menjadi model revaluasi. Aset tetap tersebut diukur pada nilai
wajar, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen eksternal yang terdaftar di OJK.
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi dieleminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai netonya
disajikan kembali sebesar jumlah revaluasi aset. Kenaikan nilai tercatat beberapa aset tetap tersebut dikreditkan
pada “Surplus revaluasi aset tetap” sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain. Penurunan yang
menghapus nilai kenaikan yang sebelumnya atas aset yang sama dibebankan terhadap “Surplus revaluasi aset
tetap” sebagai bagian dari penghasilan komprehensif; penurunan lainnya dibebankan pada laba rugi.
Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
berbeda secara material dari yang akan ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
pelaporan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana
yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset
tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang
diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan selama
estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20 - 30
Mesin dan peralatan 5 - 20
Peralatan kantor 4-5
Kendaraan 4–5
Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap periode pelaporan dan pengaruh dari
setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.
Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha
(“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi untuk masing-
masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar
kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara
substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216 “Aset tetap”.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap)
diakui dalam laba rugi pada periode aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
l. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan,
maka perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
15
Page 19
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah terpulihkan suatu aset atau Cash Generating Unit (CGU) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai
tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera
dalam laba rugi, kecuali berkaitan dengan aset revaluasian dimana rugi penurunan nilai diperlakukan sebagai
penurunan revaluasi di penghasilan komprehensif lain.
Jika jumlah terpulihkan adalah nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, tingkat hirarki nilai wajar dimana
pengukuran nilai wajar dikategorikan, teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur nilai wajar dikurangi
biaya pelepasan dan asumsi utama yang digunakan dalam pengukuran nilai wajar pengukuran dikategorikan
dalam “level 2” dan “level 3” dari hirarki nilai wajar adalah dengan mengacu pada PSAK 113 “Pengukuran Nilai
Wajar”.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika,
dan hanya jika, terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui sebagai keuntungan dalam laba rugi kecuali terkait dengan
aset revaluasian dimana pembalikan diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi dalam penghasilan komprehensif
lain.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan dalam periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset revisian, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa
umur manfaatnya.
m. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif), sebagai akibat
peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Ketika Grup mengharapkan sebagian atau seluruh provisi diganti, maka penggantian tersebut diakui sebagai aset
yang terpisah tetapi hanya pada saat timbul keyakinan pengantian pasti diterima. Beban yang terkait dengan
provisi disajikan secara neto pada laba rugi setelah dikurangi jumlah yang diakui sebagai penggantiannya.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling
kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
menyelesaikan liabilitas tersebut, maka provisi dibatalkan.
n. Laba (Rugi) per Saham
Jumlah laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada
periode yang bersangkutan.
o. Liabilitas Imbalan Kerja
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya
sesuai dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
(Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-
Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto,
hasil yang diharapkan atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset program (tidak
termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui penghasilan komprehensif lain dengan tujuan agar aset atau
liabilitas pensiun neto diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari
defisit dan surplus program. Pengukuran kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/ kurtailmen terjadi atau ketika
biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
16
Page 20
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
jasa terdiri dari biaya jasa kini dan biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian tidak
rutin, jika ada. Beban atau pendapatan bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba rugi.
p. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang dapat
dipaksakan.
2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kontrak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau sekumpulan
barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa bersifat dapat dibedakan
yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada pelanggan. Bersifat dapat
dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi secara terpisah.
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Grup dalam pertukaran untuk
mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga
(misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel
Grup mengestimasi jumlah imbalan yang diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar
selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif
dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan jumlah yang
secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan sebagai imbalan atas
barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada apakah pengalihan diselesaikan
sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali diperhitungkan.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Grup mengharapkan
untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan
kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi semua
kriteria berikut:
a) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat diidentifikasi
oleh Grup;
b) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Grup yang akan digunakan untuk memenuhi (atau terus
memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan biaya diharapkan dapat dipulihkan
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang timbul dalam
memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya tersebut diperhitungkan sesuai
dengan Pernyataan lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
17
Page 21
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
q. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk-produk
tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan dieliminasi sebagai bagian dari proses
konsolidasi.
r. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan, kecuali pajak
yang timbul dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan pos yang diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan pajak terkait dengan
pos yang diakui langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas.
Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda dari laba yang
dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain perusahaan dalam Grup
karena tidak termasuk pos-pos dari pendapatan atau beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di
tahun-tahun lainnya dan selanjutnya tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan
dari pajak. Liabilitas pajak kini masing-masing perusahaan di dalam Grup dihitung dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal periode pelaporan.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan
(“SPT”) terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi dan, jika
diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Aset pajak
tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal belum
dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat
dikurangkan, dan rugi fiskal belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak
tangguhan tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengompensasi sebagian
atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak
tangguhan yang tidak diakui. Grup mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar
kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada
tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta
liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan
yang sama.
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen Grup untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan
atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
18
Page 22
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya
diungkapkan di bawah ini.
Grup mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi diluar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Grup beroperasi. Manajemen
mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok penjualan dan indikator lainnya
dalam menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi yang mendasari transaksi, peristiwa dan
kondisi.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 109 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas
keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga
(“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Grup menentukan model bisnis pada tingkat yang
mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian
ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi
dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Grup memantau aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan
Grup tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai
apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi
aset keuangan tersebut.
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL
sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah meningkat
secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung secara
kualitatif dan kuantitatif.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur ECL, Grup menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung, yang
didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong
ini akan saling memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan pada
perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi pinjaman,
dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default) adalah estimasi
kemungkinan gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis,
asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.
19
Page 23
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Menentukan Nilai Wajar dan Menghitung Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan yang
diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran
nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti
objektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi
penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan tersebut dapat memengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup.
Penurunan Nilai Persediaan
Grup telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan perputarannya lambat berdasarkan perkiraan
persediaan
yang akan dijual di masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan tersebut.
Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu dimana persediaan tersebut
diharapkan akan terjual dan tingkat harga dimana persediaan dapat dijual. Ketidakpastian yang terkait dengan faktor-
faktor ini mengakibatkan jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah tercatat persediaan yang dilaporkan.
Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 sampai dengan 30 tahun, suatu kisaran
yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa
depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi.
Liabilitas Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Sementara manajemen Grup berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan
signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material dapat
memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja karyawan.
Menentukan Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Grup mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Dalam situasi tertentu, Grup tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau
masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait
dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di
masa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Grup menerapkan
pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai
dengan PSAK 237 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi”. Grup membuat analisis untuk
semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang
belum diakui harus diakui.
Grup menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada
kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.
Grup juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan
pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai.
20
Page 24
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN BANK
31 Mar 2026 31 De s 2025
Kas
Dolar Amerika Serikat 69 68
Rupiah 26 31
Sub-total 95 99
Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) T bk 7.598 15.505
PT Bank Central Asia T bk 4.548 11.819
PT Bank Artha Graha International T bk 1.571 355
Sub-total 13.717 27.679
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia T bk 953 268
PT Bank Mandiri (Persero) T bk 656 313
PT Bank Artha Graha International T bk 319 152
Sub-total 1.928 733
Euro
PT Bank Mandiri (Persero) T bk 361 357
Total 16.101 28.868
Seluruh saldo Bank Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 ditempatkan di rekening Bank pihak
ketiga.
6. PIUTANG USAHA – NETO
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pihak Ketiga
PT Whtex Hendra Lestari 15.515 14.467
PT Bina Karya Trimakmur 11.373 16.178
PT Hendratex Indah Lestari 10.500 13.991
CV Gemilang Textile 3.341 6.175
PT Asia Multi Kreasi 2.259 4.417
PT Ria Indah Mandiri Abadi - 5.338
PT Bintang Asahi Textil Industri - 4.745
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp3.000) 29.993 36.524
Sub-total 72.981 101.835
Penyisihan penurunan nilai (9.275) (9.160)
Neto 63.706 92.675
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 34.763 61.003
Jatuh tempo
1 - 30 hari 25.606 31.063
31 - 60 hari 2.069 799
61 - 90 hari 2.045 131
91 - 120 hari 202 310
> 120 hari 8.296 8.529
Sub-total 72.981 101.835
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (9.275) (9.160)
Neto 63.706 92.675
21
Page 25
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Rupiah 71.823 100.418
Dolar Amerika Serikat 1.158 1.417
Sub-total 72.981 101.835
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (9.275) (9.160)
Neto 63.706 92.675
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Saldo awal tahun 9.160 23.398
Selisih kurs 115 (14.238)
Saldo akhir 9.275 9.160
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, piutang usaha digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan
fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 15 dan 16).
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha - pihak
ketiga.
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan lancar lainnya dari pihak ketiga tercatat sebesar
Rp548 dan Rp585.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset keuangan lancar lainnya.
8. PERSEDIAAN - NETO
31 Mar 2026 31 Des 2025
Barang jadi (Catatan 27) 248.023 243.427
Barang dalam proses (Catatan 27) 87.709 84.388
Bahan baku dan bahan pembantu 71.835 65.073
Suku cadang 23.753 23.255
Lain-lain 2.367 2.247
Sub-total 433.687 418.390
Dikurangi:
Penyisihan penurunan nilai (32.592) (32.187)
Neto 401.095 386.203
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Saldo awal tahun 32.187 34.361
Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 30) - (779)
Selisih kurs 405 (1.395)
Saldo akhir 32.592 32.187
22
Page 26
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Grup membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang digunakan pada masa
mendatang.
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian persediaan.
Persediaan telah diasuransikan kepada PT Lippo General Insurance Tbk, terhadap segala risiko kebakaran, kehilangan
dan kerusakan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar USD50.000.000 (nilai penuh) atau setara dengan
Rp849.650 dan Rp839.100 masing-masing pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas
kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 15 dan 16).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
yang dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersih dari persediaan
pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
9. UANG MUKA PEMBELIAN
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pihak ketiga
Olam Global Agri Pte Ltd 23.150 1.257
Pt Indo Bharat Rayon 4.416 -
Xuzhou Yinyu Textile Co., Ltd 3.544 584
Thai Polyester Co, Ltd 1.124 -
Mei Sheng Textiles Vietnam Co., Ltd 793 -
A.Monforts Textilmaschinen Gmb 748 809
Pt Kalam Leverage Mulia - 905
Cargill Cotton Ltd - 9.654
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500) 2.695 2.183
Total 36.470 15.392
Uang muka pembelian merupakan uang muka pembelian bahan baku, mesin produksi dan lain-lain kepada pihak ketiga.
10. ASET TETAP
31 Mar 2026
Penyesuaian
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Translasi
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung:
Tanah 2.369.902 29.797 - - 2.399.699
Bangunan dan prasarana 719.594 9.047 1.472 - 730.113
Mesin dan peralatan 2.611.032 32.841 30 - 2.643.903
Peralatan kantor 68.674 864 - - 69.538
Kendaraan 13.384 168 - - 13.552
Total Biaya Perolehan 5.782.586 72.717 1.502 - 5.856.805
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Bangunan dan prasarana 555.696 7.010 3.022 - 565.728
Mesin dan peralatan 2.249.160 28.329 6.241 - 2.283.730
Peralatan kantor 68.448 863 27 - 69.338
Kendaraan 12.528 158 73 - 12.759
Total 2.885.832 36.360 9.363 - 2.931.555
Penurunan nilai 107.102 1.347 - - 108.449
Total Akumulasi Penyusutan dan Kerugian Penurunan Nilai 2.992.934 37.707 9.363 - 3.040.004
Nilai Buku Neto 2.789.652 2.816.801
23
Page 27
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Des 2025
Penyesuaian
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Translasi
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung:
Tanah 2.287.898 87.662 - (5.658) 2.369.902
Bangunan dan prasarana 689.369 26.515 3.710 - 719.594
Mesin dan peralatan 2.516.681 96.503 3.131 (5.283) 2.611.032
Peralatan kantor 66.116 2.536 22 - 68.674
Kendaraan 13.089 498 - (203) 13.384
Total Biaya Perolehan 5.573.153 213.714 6.863 (11.144) 5.782.586
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Bangunan dan prasarana 523.618 20.306 11.771 - 555.695
Mesin dan peralatan 2.146.248 77.839 25.073 - 2.249.160
Peralatan kantor 65.795 2.525 129 - 68.449
Kendaraan 11.985 461 285 (203) 12.528
Total 2.747.646 101.131 37.258 (203) 2.885.832
Penurunan nilai 103.145 3.957 - - 107.102
Total Akumulasi Penyusutan dan Kerugian Penurunan Nilai 2.850.791 105.088 37.258 (203) 2.992.934
Nilai Buku Neto 2.722.362 2.789.652
AIC, entitas anak, melakukan penghapusan aset hak-guna sehubungan dengan pengakhiran perjanjian sewa sesuai dengan
Akta Notaris No. 86 tanggal 27 Juni 2024 oleh Notaris Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum.
Beban penyusutan pada tahun 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 dialokasikan pada akun-akun sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Mar 2025
( 3 bulan ) ( 3 bulan )
Beban pokok penjualan (Catatan 27) 9.278 9.024
Beban penjualan (Catatan 28) 13 12
Beban umum dan administrasi (Catatan 29) 72 71
Total 9.363 9.107
AIC memiliki beberapa bidang tanah seluas ±1.030.912 m 2 yang terletak di Bawen, Semarang dengan hak kepemilikan
atas tanah berupa Hak Guna Bangunan (“HGB”) yang akan jatuh tempo antara tahun 2027 dan 2050. AIC juga memiliki
beberapa bidang tanah seluas ±33.742 m2 dengan status Hak Milik atas nama pihak ketiga, yang mana seluruhnya masih
dalam proses balik nama ke AIC. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah
karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tanah, bangunan, mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan
sehubungan dengan fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Artha Graha International Tbk dan PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (Catatan 15 dan 16).
Seluruh aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap segala risiko kebakaran, kehilangan dan kerusakan kepada
PT Lippo General Insurance Tbk dengan jumlah pertanggungan sebesar USD250.200.000 (nilai penuh) atau setara
dengan Rp4.251.649 dan Rp4.198.856 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
yang dipertanggungkan.
Pada laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020, tanah AIC dicatat berdasarkan nilai revaluasi dengan tanggal pisah
batas 31 Desember 2020 telah direviuw oleh manajemen dan didukung dengan penilai independen yang terdaftar di OJK,
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dalam laporannya tertanggal 25 Mei 2021. Metode penilaian yang
digunakan adalah dengan pendekatan pasar dan kerugian atas revaluasi sebesar Rp170.473 telah dikreditkan pada
penghasilan komprehensif lainnya dan disajikan sebagai “Surplus Revaluasi” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2025, nilai penjualan pajak tanah adalah sebesar Rp2.489.851. NJOP
ditentukan oleh pemerintah daerah. Nilai ini termasuk dalam kategori pengukuran nilai wajar tingkat 2.
24
Page 28
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki aset tetap dengan total biaya masing-masing sebesar
Rp2.838.422dan Rp3.280.250 yang telah sepenuhnya disusutkan tetapi masih digunakan.
11. UTANG USAHA
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pihak ketiga
PT Laju Samudra Perkasa 12.879 17.722
PT Tja Maju Indonesia 10.423 5.246
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp5.000) 25.782 27.391
Total 49.084 50.359
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Rupiah 47.350 47.923
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 1.666 2.425
Euro 68 11
Total 49.084 50.359
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun
luar negeri berkisar 14 sampai 180 hari.
12. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya merupakan BPJS
Ketenagakerjaan masing-masing sebesar Rp1.192 dan Rp1.077.
13. BEBAN AKRUAL
31 Mar 2026 31 Des 2025
Bunga 128.936 122.438
Listrik 4.180 4.855
Pengangkutan 964 444
Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp 100) 16.309 16.117
Total 150.389 143.854
Rincian beban akrual berdasarkan mata uang:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Dolar Amerika Serikat 125.064 114.100
Rupiah 25.325 29.754
Total 150.389 143.854
25
Page 29
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UANG MUKA PENJUALAN
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pihak berelasi (Catatan 33)
PT Indah Jaya Textile Industry 788.003 768.675
PT Spinmill Indah Industry 780.581 783.945
Sub-total 1.568.584 1.552.620
Pihak ketiga
PT Industri Sandang Nusantara 665 665
CV Cassandra Textile 161 622
Lain-lain (masing masing dibawah Rp 500) 3.619 3.126
Sub-total 4.445 4.413
Total 1.573.029 1.557.033
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Rincian utang bank berdasarkan kreditur adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas Non-Cash Loan 45.745 43.615
PT Apac Inti Corpora (“AIC” entitas anak)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)
AIC memeroleh fasilitas Non-Cash Loan untuk penerbitan L/C Impor/SKBDN sebesar USD20.000.000 (nilai penuh)
dari penurunan pokok fasilitas Tranche 2 yang merupakan initial payment tahap II. Fasilitas ini berjangka waktu 180
hari terhitung sejak tanggal B/L atau tanggal pengiriman barang. Fasilitas ini dikenakan bunga sesuai counter rate yang
berlaku di Bank Mandiri.
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/TFW.SPPK/101/2024 tanggal 6 November 2024, fasilitas Non-Cash Loan sebesar
USD20.000.000 menjadi USD3.000.000. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 30 Juni 2025.
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/TFW.SPPK/091/2025 tanggal 20 Juni 2025, fasilitas Non-Cash Loan sebesar
USD10.000.000 (nilai penuh) menjadi USD3.000.000 (nilai penuh). Jangka waktu fasilitas sampai dengan
30 Juni 2026.
Saldo pinjaman bank pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar USD2.692.016 (nilai
penuh) dan USD2.598.923 (nilai penuh) atau setara dengan Rp45.745 dan Rp43.615.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah bunga yang dibayarkan oleh AIC adalah masing-masing
sebesar Rp931 dan Rp3.761.
26
Page 30
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK
31 Mar 2026 31 Des 2025
Utang bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
LTL Tranche 1 313.096 310.719
LTL Tranche 2 1.038.345 1.027.969
LTL Tranche 3 278.345 276.399
PT Bank Artha Graha International Tbk
Pinjaman Tetap - 1 (FL 1) 95.107 97.413
Pinjaman Tetap - 2 (FL 2) 38.098 39.618
Sub-total 1.762.991 1.752.118
Bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
LTL Tranche 1 7.137 6.042
LTL Tranche 2 10.706 10.069
LTL Tranche 3 7.137 6.042
PT Bank Artha Graha International Tbk
Pinjaman Tetap - 1 (FL 1) 17.707 13.947
Pinjaman Tetap - 2 (FL 2) 8.150 6.595
Bagian jangka pendek 50.837 42.695
Bagian jangka panjang 1.712.154 1.709.423
PT Apac Inti Corpora (“AIC”, Entitas Anak)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/TFW.SPPK/101/2024 tanggal 6 November 2024, Bank Mandiri menyetujui
restrukturisasi fasilitas Kredit Investasi (“KI”) dan Kredit Modal Kerja Non Revolving (”KMK”) menjadi sebagai
berikut:
1. Tranche 1
Fasilitas KI sebesar USD20.000.000 menjadi USD19.025.003. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 23 Desember
2028.
2. Tranche 2
Fasilitas KMK sebesar USD63.969.092,45 menjadi USD62.671.941,31. Jangka waktu fasilitas sampai dengan
23 Desember 2033.
3. Tranche 3
Fasilitas KMK sebesar USD17.000.000. Fasilitas ini merupakan peralihan sebagian fasilitas Non-Cash Loan
dengan tujuan penyelesaian kredit. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 23 Desember 2028.
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/TFW.SPPK/101/2024 tanggal 6 November 2024, menyatakan bahwa perubahan
angsuran pokok dan tingkat suku bunga menjadi sebagai berikut:
a. Tranche 1, Kredit Investasi sebesar USD19.025.003 dengan tingkat bunga:
• 3,56%/ tahun untuk periode tanggal 23 April 2021 sampai dengan 23 Maret 2023.
• 4%/ tahun untuk periode 23 April 2023 sampai dengan 23 Desember 2024.
• 4,5%/ tahun untuk periode 23 Januari 2025 sampai dengan 23 Desember 2028.
Angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi:
• Oktober 2024 s.d. Desember 2024 sebesar USD150.000/ tahun
• Januari 2025 s.d. Desember 2025 sebesar USD360.000/ tahun
• Januari 2026 s.d. Desember 2026 sebesar USD360.000/ tahun
• Januari 2027 s.d. Desember 2027 sebesar USD600.000/ tahun
• Januari 2028 s.d. November 2028 sebesar USD550.000/ tahun
• Desember 2028 sebesar USD17.005.003,01/ tahun.
27
Page 31
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Tranche 2, Kredit Modal Kerja sebesar USD62.671.941,31 dengan tingkat bunga:
• 2%/ tahun untuk periode tanggal 23 April 2021 sampai dengan 23 Desember 2026.
• 4,5%/ tahun untuk periode 23 Januari 2027 sampai dengan 23 Desember 2033.
Angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi:
• Oktober 2024 s.d. Desember 2024 sebesar USD179.113,47/ tahun
• Januari 2025 s.d. Desember 2025 sebesar USD600.000/ tahun
• Januari 2026 s.d. Desember 2026 sebesar USD600.000/ tahun
• Januari 2027 s.d. Desember 2027 sebesar USD720.000/ tahun
• Januari 2028 s.d. Desember 2028 sebesar USD720.000/ tahun
• Januari 2029 s.d. Desember 2029 sebesar USD3.960.000/ tahun
• Januari 2030 s.d. Desember 2030 sebesar USD13.680.000/ tahun
• Januari 2031 s.d. Desember 2031 sebesar USD13.680.000/ tahun
• Januari 2032 s.d. Desember 2032 sebesar USD13.680.000/ tahun
• Januari 2033 s.d. November 2033 sebesar USD12.540.000/ tahun
• Desember 2033 sebesar USD2.312.827,84/ tahun.
c. Tranche 3, Kredit Modal Kerja sebesar USD17.000.000 dengan tingkat bunga sampai dengan 23 Desember 2028
sebesar 2%/ tahun.
Angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi:
• Mei 2025 s.d Desember 2025 sebesar USD240.000/ tahun
• Januari 2026 s.d. Desember 2026 sebesar USD360.000/ tahun
• Januari 2027 s.d. Desember 2027 sebesar USD600.000/ tahun
• Januari 2028 s.d. November 2028 sebesar USD550.000/ tahun
• Desember 2028 sebesar USD15.250.000/ tahun.
Seluruh fasilitas kredit Bank Mandiri dijamin dengan:
a. Agunan tanah bangunan, mesin, piutang dan persediaan sesuai pengikatan
b. Corporate Guarantee dari PT World Harvest Textile dan PT Asia Pasific lnvestama Tbk (dahulu PT Apac Citra
Centertex)
c. Gadai saham AIC yang dimiliki PT Asia Pacific lnvestama Tbk sejumlah 8.326.294.136 lembar
Atas pinjaman tersebut, tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mandiri, AIC tidak diperbolehkan untuk:
a. Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, termasuk di dalamnya mengubah struktur modal, mengubah
susunan pengurus dan/atau pemegang saham kecuali peningkatan modal tanpa mengubah komposisi kepemilikan
saham.
b. Membagikan dividen.
c. Melakukan investasi dalam rangka pengembangan dan/atau ekspansi usaha diluar core business.
d. Meminjamkan dan atau mengalihkan barang jaminan
e. Memeroleh fasilitas kredit dari kreditur lain
f. Menjual agunan
Selain itu atas fasilitas pinjaman tersebut, AIC diharuskan antara lain:
a. Melakukan upaya konkrit untuk memperbaiki kondisi keuangan dengan parameter sebagai berikut:
• EBITDA positif, yang tercermin sejak laporan keuangan Desember 2025 dan seterusnya.
• Ending cashflow tetap positif, baik dengan melalui hasil operasional, bantuan Group Usaha ataupun bantuan
pemegang saham.
b. Melakukan pelunasan sebagian /seluruhnya yang utamanya bersumber dari penjualan agunan termasuk namun tidak
terbatas pada penjualan asset non agunan, dana group usaha, dan investor dengan ketentuan sebagai berikut:
• Minimal penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan paling lambat 30
Juni 2025 sebesar Rp5.580.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31
Desember 2026 sebesar Rp16.216.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31
Desember 2027 minimal sebesar Rp28.775.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet dilar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31
Desember 2028 minimal sebesar Rp64.024.
28
Page 32
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31
Desember 2029 minimal sebesar Rp86.862.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31
Desember 2030 minimal sebesar Rp236.862.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet per 31 Desember 2031 minimal sebesar Rp386.862.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet per 31 Desember 2032 minimal sebesar Rp536.862.
• Total akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet per 31 Desember 2033 minimal sebesar Rp.1.994.102.
Khusus penurunan/pelunasan sebagian baki debet yang bersumber dari luar operasional perusahaan tmt 2030 dapat
dialokasikan untuk pembayaran kewajiban angsuran pokok pada tahun berjalan ataupun pembayaran angsuran pokok
paling belakang.
Saldo pinjaman bank pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar USD95.909.231
(nilai penuh) dan USD 96.239.231 (nilai penuh) atau setara dengan Rp1.629.786 dan Rp1.615.087.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah beban bunga yang dibayarkan oleh AIC adalah masing-
masing sebesar Rp4.084dan Rp16.395.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, akta notaris untuk perubahan tersebut masih
dalam proses.
PT Bank Artha Graha International Tbk (BAG)
Pada tanggal 4 Oktober 2019, BAG dan AIC menandatangani beberapa perjanjian dengan mengacu pada Surat BAG
No. SK/0012/DKK2/IX/2019 tanggal 20 September 2019 perihal Penawaran Perpanjangan Plafond Fasilitas Kredit. Dalam
hal ini, BAG menyetujui permohonan AIC atas perpanjangan dan perubahan fasilitas kredit dengan ketentuan dan syarat
antara lain sebagai berikut:
1. Perubahan fasilitas Revolving Loan 2 Menurun Sublimit Sight/Usance/Upas Letter of Credit dan Surat Kredit
Berdokumen Dalam Negeri (RL 2 Menurun Sublimit Sight/Usance/Upas LC dan SKBDN) menjadi fasilitas Fixed Loan
1 sebesar USD9.199.250 (nilai penuh), dengan jangka waktu sampai dengan 7 (tujuh) tahun termasuk Grace Period
sampai dengan Juni 2021 yang tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Kredit (FL 1) No. 1, tanggal 4 Oktober 2019,
dibuat di hadapan Aubertus Nugroho Satria, S.H., sebagai pengganti Nyonya Herlina Tobing Manullang, S.H.,
Notaris/PPAT di Jakarta berkedudukan di Jakarta Selatan;
2. Perubahan fasilitas Revolving Loan 3 Sublimit Sight/Usance/Upas Letter of Credit dan Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri menjadi fasilitas Fixed Loan 2 sebesar Rp68.000 dengan jangka waktu sampai dengan 7 (tujuh) tahun
termasuk Grace Period sampai dengan Juni 2021 yang tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Kredit (FL 2) No. 2,
tanggal 4 Oktober 2019, dibuat di hadapan Aubertus Nugroho Satria, S.H., sebagai pengganti Nyonya Herlina Tobing
Manullang, S.H., Notaris/PPAT di Jakarta berkedudukan di Jakarta Selatan.
Atas pinjaman tersebut, tanpa persetujuan tertulis dari Bank Artha Graha Internasional, AIC tidak diperbolehkan untuk:
a. Menerima kredit dalam bentuk apapun dari bank lain atau pihak lain.
b. Mengikatkan diri sebagai penjamin/penanggung terhadap utang pihak lain.
c. Menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
d. Menyewakan Perusahaan kepada pihak lain.
e. Merubah susunan direksi, dewan komisaris dan pemegang saham.
f. Membagikan deviden tanpa pemberitahuan kepada bank minimal 1 bulan (30 hari) sebelum dilakukan pembagian.
g. Membayar utang kepada para pemegang saham sebelum pinjaman di bank dibayar lunas.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, AIC telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman yang ditetapkan
bank
Saldo utang bank pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp133.205 dan Rp137.030.
Pembayaran yang dilakukan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
masing-masing sebesar Rp5.021 dan Rp11.190.
Seluruh fasilitas kredit BAG dijamin dengan tanah beserta bangunan dan mesin di atasnya (Catatan 10).
29
Page 33
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Mar 2026 31 Des 2025
Perusahaan
Pajak Penghasilan Pasal 21 - 3
Pajak Pertambahan Nilai 647 647
Entitas Anak
Pajak dibayar dimuka 2.234 10.648
Pajak Penghasilan Pasal 22 2.318 576
Pajak Penghasilan Pasal 23 399 67
Total 5.598 11.941
b. Utang Pajak
31 Mar 2026 31 Des 2025
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 23 24 2
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) - 2
Pasal 21 254 63
Pasal 22 41 20
Pasal 23 67 168
Pajak Pertambahan Nilai 564 3.921
Total 950 4.176
c. Beban Pajak
Beban pajak Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pajak tangguhan
Entitas anak 12.846 3.478
Total 12.846 3.478
d. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian dan taksiran rugi fiskal untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan laporan menurut laba
(12.846) 21.251
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak 12.423 (22.407)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (423) (1.156)
Beda temporer - -
Beda tetap - -
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan - Perusahaan (423) (1.156)
Akumulasi rugi fiskal:
2021 (1.982) (1.982)
2020 (3.731) (3.731)
Akumulasi rugi fiskal Perusahaan (6.136) (6.869)
Akumulasi rugi fiskal Entitas Anak (1.872) (1.872)
Akumulasi rugi fiskal Grup (8.008) (8.741)
30
Page 34
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dan jumlah pajak teoritis atas rugi sebelum pajak adalah sebagai
berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan laporan menurut laba
(12.846) 21.251
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak 12.423 (22.407)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (423) (1.156)
Pajak dihitung dengan tarif yang berlaku (Catatan 17g) - 254
Rugi fiskal yang tidak digunakan - (254)
Beban pajak penghasilan – Perusahaan - -
Beban pajak penghasilan - Entitas anak - (3.478)
Beban Pajak Penghasilan - Neto - (3.478)
Perusahaan tidak mengakui beban pajak kini pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 karena Perusahaan
masih mengalami rugi fiskal.
Besarnya pajak terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri (self-assessment).
Berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
dalam jangka waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
e. Aset Pajak Tangguhan
31 Mar 2026
Dikredit
Manfaat Pajak
Penghasilan
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Selisih kurs Saldo Akhir
Komprehensif
(Beban)
Lain
AIC
Imbalan kerja 10.269 - - - 129 10.398
Penurunan nilai piutang 2.015 - - - 25 2.040
Penurunan nilai persediaan 7.081 - - - 90 7.171
Total 19.365 - - - 244 19.609
31 Des 2025
Dikredit
Manfaat Pajak
Penghasilan
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Selisih kurs Saldo Akhir
Komprehensif
(Beban)
Lain
AIC
Imbalan kerja 8.391 545 981 - 352 10.269
Penurunan nilai piutang 5.148 (3.269) - - 136 2.015
Penurunan nilai persediaan 7.560 (754) - - 275 7.081
Total 21.099 (3.478) 981 - 763 19.365
Pada tanggal 31 Maret 2026, AIC, entitas anak, tidak mengakui aset pajak tagguhan atas rugi fiskal. Manajemen
AIC, entitas anak, berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan tersebut tidak akan terpulihkan di masa mendatang.
f. Surat Ketetapan Pajak
Apac Inti Corpora (AIC)
Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (“STP”) untuk tahun pajak 2023, 2024 dan 2025 dengan rincian sebagai
berikut:
Tahun pajak Obje k pajak Nomor Tanggal Pajak kurang bayar Rp ‘000
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00135/101/23/505/24 03 April 2024 1.366
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00137/101/23/505/24 03 April 2024 1.432
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00136/101/23/505/24 03 April 2024 1.352
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00134/101/23/505/24 03 April 2024 802
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00133/101/23/505/24 03 April 2024 939
2024 Pajak Penghasilan Pasal 21 00194/101/24/415/25 11 Februari 2025 1.625
2024 Pajak Penghasilan Pasal 21 00195/101/24/415/25 11 Februari 2025 1.438
2024 Pajak Penghasilan Pasal 21 00196/101/24/415/25 11 Februari 2025 12
2024 Pajak Penghasilan Pasal 23 00008/103/24/415/25 5 Agustus 2025 720
2024 Pajak Penghasilan Pasal 21 01034/101/24/415/25 5 Agustus 2025 52
2024 Pajak Penghasilan Pasal 21 01033/101/24/415/25 5 Agustus 2025 242
2024 Pajak Penghasilan Pasal 21 01035/101/24/415/25 5 Agustus 2025 1.842
2025 Pajak Pertambahan Nilai 00843/107/25/415/CT/25 27 November 2025 3.000
2025 Pajak Pertambahan Nilai 00844/107/25/415/CT/25 27 November 2025 1.044
2025 Pajak Pertambahan Nilai 00847/107/25/415/CT/25 27 November 2025 500
2025 Pajak Pertambahan Nilai 00849/107/25/415/CT/25 27 November 2025 500
31
Page 35
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 6 Mei 2024, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang berasal dari surat tagihan pajak
tanggal 3 April 2024, atas pajak penghasilan Pasal 21 untuk Masa Pajak Januari, Februari, Maret, Mei dan Juni 2024
sebesar Rp5.891 (nilai penuh). Pembayaran tersebut dicatat sebagai beban pajak pada laporan laba rugi.
Pada tanggal 26 Februari 2025, 15 Agustus 2025 dan 13 Januari 2026, Perusahaan telah membayar pajak kurang
bayar yang berasal dari surat tagihan pajak tanggal 11 Februari 2025, 05 Agustus 2025, dan 27 November 2025 atas
pajak penghasilan Pasal 21, Pasal 23, dan PPN untuk Masa Pajak April 2024, Mei 2024, September 2024, Oktober
2024, November 2024, Desember 2024, Mei 2025, Juni 2025, dan Juli 2025 sebesar Rp10.975 (nilai penuh).
Pembayaran tersebut dicatat sebagai beban pajak pada laporan laba rugi..
g. Perubahan Peraturan Pajak
Perubahan Tarif Pajak
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan (RUU HPP) menjadi UU Nomor 7 Tahun 2021 yang menetapkan, antara lain, kenaikan tarif Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) dari semula 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022 dan 12% mulai tanggal 1
Januari 2025. Selain itu, membatalkan penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk
usaha tetap dari semula turun ke 20% menjadi tetap sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022.
Pada bulan Desember 2024, Pemerintah Indonesia mengesahkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
No. 131 Tahun 2024 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Impor Barang Kena Pajak, Penyerahan Barang
Kena Pajak, Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari Luar Daerah
Pabean di Dalam Daerah Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah
Pabean yang mengubah cara perhitungan pajak pertambahan nilai yang terutang dihitung dengan cara mengalikan
tarif 12% dengan dasar pengenaan pajak berupa nilai lain sebesar 11/12 (sebelas per dua belas) dari harga jual mulai
tanggal 1 Januari 2025.
18. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PANJANG LAINNYA
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pihak berelasi (Catatan 35)
Nation Soul Limited 677 677
PT Apac Century Corporation 320 320
PT Inti Sukses Garmindo 216 216
PT Apac Pavindo Lestari 69 69
Sub-total 1.282 1.282
Pihak ketiga
PT Lippo Pacific Finance 14.342 14.342
Savore 40 40
Sub-total 14.382 14.382
Total 15.664 15.664
Seluruh liabilitas keuangan jangka panjang lainnya adalah dalam mata uang rupiah.
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Imbalan kerja jangka Panjang
AIC membukukan imbalan kerja jangka panjang untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.
6 Tahun 2023. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan kerja tersebut adalah 1.274 dan 1.274 pada tanggal 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025 (tidak diaudit).
Saldo liabilitas program imbalan kerja sampai pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 mengacu pada hasil
perhitungan Aktuaria Independen KKA Tubagus Syafrial dan Amran Nangasan dalam laporannya tertanggal 13
Januari 2025 dan 8 Januari 2024 sesuai dengan penerapan PSAK 24 (Revisi 2013) mengenai Imbalan Kerja, dengan
menggunakan Projected Unit Credit Method.
32
Page 36
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Tingkat diskonto per tahun 6,41% 6,41%
Kenaikan gaji rata-rata per tahun 5,00% 5,00%
Usia pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years
Tingkat pengunduran diri 10% 10%
Tingkat kematian TMI IV-2019 TMI IV-2019
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Saldo awal 46.677 38.146
Beban imbalan kerja karyawan (Catatan 29) - 6.268
Pembayaran tahun berjalan - (2.196)
Pengukuran kembali:
Dampak perubahan asumsi keuangan - 4.459
Total 46.677 46.677
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Biaya jasa kini - 3.556
Biaya bunga - 2.712
Total Beban Imbalan Kerja Karyawan - 6.268
Program imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko tingkat bunga dan risiko gaji, sebagai berikut:
Risiko tingkat bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko kenaikan gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian,
kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Analisis sensitivitas
Sensitivitas dari liabilitas imbalan pascakerja lainnya terhadap perubahan asumsi aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Perubahan Asumsi Dampak pada Liabilitas
Tingkat diskonto
Naik 1% (4.445)
Turun -1% 4.911
Tingkat gaji
Naik 1% (4.940)
Turun -1% 4.415
33
Page 37
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS DIESTIMASI
31 Mar 2026 31 Des 2025
Bunga yang ditangguhkan 165.709 163.651
Utang bunga 43.205 43.205
Total 208.914 206.856
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/SPPK /LWO3.105/ 2016 tanggal 28 Oktober 2016, pihak Bank Mandiri menyetujui
menjadwalkan kembali kewajiban tunggakan bunga yang ditangguhkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Perusahaan harus menambah modalnya sebesar USD 4 juta (nilai penuh) dan diperpanjang sampai dengan 23
Januari 2017;
b. Menyetujui keringanan Tunggakan Bunga Dijadwal Kembali (“TBYD) yang belum efektif sampai dengan akhir
2013 dan TBYD dapat diimplementasikan sebesar Rp43.205 (setara dengan USD2.673.253 (nilai penuh) di
tahun 2024 dan USD2.802.615 (nilai penuh) di tahun 2023) dan selanjutnya penghapusan TBYD dapat
dilaksanakan sepanjang persyaratan pemenuhan modal telah terpenuhi dan tidak terdapat tunggakan kewajiban
atas angsuran terjadwal; dan
c. Keringanan penghapusan TBYD dapat dilakukan secara proporsional dengan penurunan baki debit kredit,
keringanan diefektifkan pada setiap akhir tahun berjalan.
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/SPPK/LWO3.15/2017 tanggal 12 Mei 2017 berlaku ketentuan sebagai berikut:
1. Atas tunggakan bunga/denda/TBYD/BYDT dan bunga serta denda berjalan sampai dengan efektif restrukturisasi
atas fasilitas KI, KMK Aflopend, KMK Post Fin 1 dan KMK Post Fin 2 dan KJPOS serta TBYD fasilitas kredit
Tranche 1 digabungkan menjadi TBYD fasiltas Kredit Tranche 2 (ex rekening KMK Aflopend);
2. TBYD fasilitas KJPOS Rupiah dikonversi menjadi TBYD valuta USD dan digabungkan kedalam TBYD fasilitas
kredit Tranche 2;
2. Atas TBYD diberikan keringanan/dihapuskan dan akan berlaku efektif setelah seluruh pokok fasilitas kredit
Tranche 1 dan Tranche 2 lunas.
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/LWO3.210/2017 tanggal 21 Juni 2017 besarnya TBYD fasilitas Tranche 2 adalah
sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Saldo awal 163.651 157.605
Selisih Kurs 2.058 6.046
Total 165.709 163.651
21. UTANG SUBORDINASI - PIHAK BERELASI
Pada tanggal 28 Desember 2018, AIC dan PT Indah Jaya Textile Industry (“IJTI”) menandatangani Perjanjian
Pinjaman Subordinasi No. 22 oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta.
Perjanjian tersebut dibuat sehubungan dengan Perjanjian Restrukturisasi dengan Bank Mandiri, yang mensyaratkan
AIC untuk melakukan modernisasi mesin yang dapat berasal dari modal disetor dan/atau pinjaman subordinasi yang
dapat berasal dari pemegang saham ataupun grup usaha.
IJTI setuju untuk memberikan pinjaman subordinasi kepada AIC sebesar USD6.450.000 (nilai penuh) dengan bunga
sebesar 4,2% per tahun. Pinjaman tersebut berlaku mulai tanggal 28 Desember 2018 dan berakhir saat Perjanjian
Restrukturisasi berakhir, kecuali terjadinya perpanjangan waktu akibat tidak dapatnya AIC memenuhi pengembalian
Utang Subordinasi.
Pada tahun 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 total utang subordinasi masing-masing adalah sebesar Rp109.605
dan Rp108.244 (Catatan 33).
34
Page 38
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham sesuai dengan registrasi Biro Administrasi Efek Perusahaan dan PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Jumlah saham Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Total
Disetor Kepemilikan
Saham seri A
PT Indah Jaya Investama 178.871.966 2,31 178.872
PT Prima Graha Hiburan 96.315.674 1,24 96.316
PT Inti Perkasa Wira Sentosa 17.339.400 0,22 17.339
PT Krida Bumi Raya 14.783.500 0,19 14.784
PT Apac Century Corporation 50.000 - 50
Masyarakat lainnya 227.306.037 2,94 227.306
Saham seri B
PT Indah Jaya Investama 560.300.000 7,23 140.075
PT Prima Graha Hiburan 301.700.000 3,89 75.425
Masyarakat lainnya 70.000.000 0,91 17.500
Saham seri C
PT Indah Jaya Investama 5.075.202.836 65,51 507.520
PT Prima Graha Hiburan 1.048.667.280 13,54 104.867
Masyarakat lainnya 156.745.256 2,02 15.674
Total 7.747.281.949 100,00 1.395.728
Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada akhir dan awal tahun pelaporan adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Saldo awal 7.747.281.949 7.747.281.949
Penawaran umum terbatas III - -
Total 7.747.281.949 7.747.281.949
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal yang
sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan untuk
memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan perubahan
kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisis gearing ratio (rasio utang terhadap modal),
yakni membagi utang bersih terhadap jumlah modal.
Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Total pinjaman yang dikenakan bunga 1.808.736 1.795.733
Dikurangi: kas dan bank (16.101) (28.868)
Pinjaman neto 1.792.635 1.766.865
Defisiensi modal neto (600.215) (581.862)
Rasio utang neto terhadap ekuitas (2,99) (3,04)
35
Page 39
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Mar 2026 31 Des 2025
Pengeluaran 2.500.000 saham Perusahaan pada penawaran
umum tahun 1989 25.000 25.000
Pengeluaran 8.500.000 saham melalui penawaran umum
terbatas kepada para pemegang saham tahun 1990 62.050 62.050
Kapitalisasi agio saham ke saham
1994 (51.000) (51.000)
1995 (34.000) (34.000)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
2013 14.044 14.044
2017 (9.062) (9.062)
2018 (51.552) (51.552)
Biaya emisi saham - PUT III (3.605) (3.605)
Total (48.125) (48.125)
24. SELISIH TRANSAKSI DENGAN PIHAK NON PENGENDALI
Dampak dari perubahan kepemilikan di entitas anak tanpa kehilangan pengendalian
31 Mar 2026 31 Des 2025
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor:
2003 184.352 184.352
2006 57.837 57.837
2008 9.528 9.528
2013 (50.766) (50.766)
Total 200.951 200.951
Pada tahun 2003, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang mengakibatkan persentase kepemilikan
Perusahaan atas saham AIC terdilusi dari 94,12% menjadi 51%.
Pada tahun 2006, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang merupakan hasil dari konversi utang AIC
kepada Nation Soul Limited (“NSL”), salah satu pemegang saham entitas anak, yang mengakibatkan persentase
kepemilikan Perusahaan atas saham AIC terdilusi dari 51% menjadi 42,69%.
Pada tanggal 8 Agustus 2008 saldo utang restrukturisasi milik NSL sejumlah Rp33.000 dikonversi menjadi saham AIC.
Sehingga kepemilikan Perusahaan di AIC turun dari 42,69% menjadi 41,68%.
Pada tanggal 22 Oktober 2013, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang merupakan hasil dari konversi
utang AIC kepada Perusahaan dan NSL, salah satu pemegang saham entitas anak, yang mengakibatkan persentase
kepemilikan Perusahaan atas saham AIC meningkat dari 41,68% menjadi 45,16%.
25. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aset neto dan rugi neto AIC dengan rincian sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Saldo awal tahun (14.649) (15.158)
Rugi neto tahun berjalan (442) 633
Rugi komprehensif lain - (124)
Total (15.091) (14.649)
36
Page 40
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. PENJUALAN NETO
Rincian dari penjualan bersih Grup menurut kelompok produk utama adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Denim 103.949 101.075
Benang 41.927 36.525
Greige 26.026 39.831
Makloon 16.123 18.220
Finished fabrics 12.757 12.703
Garment 11.948 10.124
Lain-lain 8.590 27.873
Sub Total 221.320 246.351
Retur (2.963) (2.398)
Diskon (22) (75)
Penjualan Neto 218.335 243.878
Rincian pembelian yang melebihi 10% jumlah penjualan Perusahaan sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Pihak berelasi (Catatan 33)
PT Indah Jaya Textile Industry 52.375 58.797
PT Spinmill Indah Industry 10.297 24.483
Total 62.672 83.280
Persentase dari Total Penjualan 28,70% 34,15%
Tidak terdapat penjualan ke pihak ketiga dengan nilai lebih besar dari 10% dari total penjualan.
27. BEBAN POKOK PENJUALAN
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Pemakaian bahan baku 56.082 143.717
Upah langsung 36.321 28.368
Biaya overhead produksi 72.823 73.556
Total biaya produksi 165.226 245.641
Barang dalam proses
Saldo awal 84.388 77.142
Saldo akhir (Catatan 8) (87.709) (77.878)
Harga pokok produksi 161.905 244.905
Barang jadi
Saldo awal 243.427 271.909
Pembelian 71.845 29.033
Saldo akhir (Catatan 8) (248.023) (300.211)
Beban pokok penjualan 229.154 245.636
37
Page 41
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian biaya overhead produksi adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Biaya listrik dan utilitas 23.105 13.518
Barang konsumsi 20.229 24.516
Penyusutan (Catatan 10) 9.278 9.024
Perbaikan dan pemeliharaan 5.518 1.276
Gaji dan upah 4.995 4.593
Asuransi 1.765 1.713
Material Pembungkus 1.271 1.165
Air 1.213 1.188
Lain-lain 5.449 16.563
Biaya overhead produksi 72.823 73.556
Rincian pemasok dengan jumlah pembelian yang melebihi 10% dari penjualan adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Pihak berelasi (Catatan 33)
PT Indah Jaya Textile Industry 39.014 21.725
PT Spinmill Indah Industry 30.592 33.322
Total 69.606 55.047
Persentase dari Total Beban Pokok Penjualan 30,38% 22,41%
Pada tahun 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025, Grup memiliki pembelian ke pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp69.606 dan Rp55.047(Catatan 33).
28. BEBAN PENJUALAN
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Pengangkutan 2.222 1.531
Gaji dan tunjangan 862 766
Iklan dan promosi 96 134
Perjalanan dinas 85 125
Asuransi 69 47
Komisi dan administrasi penjualan lokal dan ekspor 42 152
Penyusutan (Catatan 10) 13 12
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp38) 2 4
Total 3.391 2.771
38
Page 42
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Gaji dan tunjangan 2.675 2.456
Jasa profesional 293 428
Sewa kantor 90 90
Penyusutan (Catatan 10) 72 71
Keanggotaan 20 3
Administrasi bank 10 905
Lain-lain 138 179
TOTAL 3.298 4.254
30. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Penjualan produk sisa 133 326
Penghasilan bunga 40 95
Keuntungan penjualan aset tetap (Catatan 10) - 5.766
Lain-lain 75 (9.979)
Total 248 (3.792)
31. BIAYA KEUANGAN
Biaya keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp13.348
dan Rp12.671.
32. LABA (RUGI) PER SAHAM
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk:
a. PT Indah Jaya Investama merupakan pemegang saham terakhir Grup.
b. PT Prima Graha Hiburan merupakan pemegang saham Perusahaan.
31 Mar 2026 31 Mar 2025
(3 bulan) (3 bulan)
Jumlah rugi neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk (12.404) 14.325
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan
laba neto per saham - dasar dan dilusian 7.747.281.949 7.747.281.949
Rugi per saham - dasar dan dilusian (1,60) 1,85
Tidak ada saham yang memiliki potensi fitur dilusi. Dengan demikian, laba (rugi) per saham sama dengan laba (rugi) per
saham dilusian.
39
Page 43
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. INFORMASI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan beberapa transaksi dengan pihak-pihak berelasi yang dilakukan pada
tingkat harga dan persyaratan tertentu. Rangkuman transaksi dan saldo dari transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai
berikut:
31 Mar 26 31 Des 25
Uang Muka Penjualan (Catatan 14)
PT Indah Jaya Textile Industry 788.003 768.675
PT Spinmill Indah Industry 780.581 783.945
Total 1.568.584 1.552.620
Persentase dari Total Liabilitas 39,57% 39,51%
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lainnya (Catatan 18)
Nation Soul Limited 677 677
PT Apac Century Corporation 320 320
PT Inti Sukses Garmindo 216 216
PT Apac Pavindo Lestari 69 69
Total 1.282 1.282
Persentase dari Total Liabilitas 0,03% 0,03%
Utang Subordinasi (Catatan 21)
PT Indah Jaya Textile Industry 109.605 108.244
Persentase dari Total Liabilitas 2,76% 2,75%
31 Mar 26 31 Mar 25
(3 bulan) (3 bulan)
Penjualan (Catatan 26)
PT Indah Jaya Textile Industry 52.375 58.797
PT Spinmill Indah Industry 10.297 24.483
Total 62.672 83.280
Persentase dari Total Penjualan 28,70% 34,15%
Pembelian Bahan Baku (Catatan 27)
PT Indah Jaya Textile Industry 39.014 21.725
PT Spinmill Indah Industry 30.592 33.322
Total 69.606 55.047
Persentase dari Total Beban Pokok Penjualan 30,38% 22,41%
Sifat transaksi pihak berelasi di atas adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Sifat Hubungan Sifat Transaksi
PT Inti Sukses Garmindo Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
PT Indah Jaya Textile Entitas Sepengendali Utang usaha, uang muka penjualan, utang subordinasi,
Industry penjualan dan pembelian bahan baku
PT Spinmill Indah Industry Entitas Sepengendali Uang muka penjualan, penjualan dan pembelian bahan
baku
PT Apac Century Corporation Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
PT Apac Pavindo Lestari Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Nation Soul Limited Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Jumlah imbalan yang diberikan Perusahaan untuk Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
masing-masing sebesar Rp796 dan Rp597.
40
Page 44
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INSTRUMEN KEUANGAN
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, investasi saham dan uang
jaminan. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual,
utang bank jangka pendek¸ liabilitas diestimasi, liabilitas keuangan jangka panjang lainnya, utang bank jangka panjang
dan utang subordinasi.
Aset dan liabilitas keuangan lancar
Karena instrumen keuangan tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan
lancar telah mendekati estimasi nilai wajarnya.
Aset dan liabilitas keuangan tidak lancar
1. Instrumen keuangan tanpa kuotasi harga di pasar
Investasi saham tanpa kuotasi harga pasar dengan kepemilikan kurang dari 20% dan nilai wajarnya tidak dapat
ditentukan dengan pasti, maka dinyatakan pada biaya perolehan yang dianggap mendekati nilai wajarnya.
2. Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel
Terdiri dari utang bank, liabilitas jangka panjang lainnya, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi. Nilai
wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari
transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.
3. Uang jaminan, piutang dan utang pihak berelasi yang tidak memiliki masa jatuh tempo
Grup memiliki uang jaminan yang tidak dikenakan bunga dan tanpa periode jatuh tempo yang pasti tetapi
dibayarkan sesuai permintaan.
35. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan
risiko suku bunga. Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan
risiko-risiko ini dan meminimalisasi pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan Grup.
Manajemen meriviu dan menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko, yang diringkas dibawah ini, dan juga
memantau risiko harga pasar dari semua instrumen keuangan.
Direksi Grup menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen melakukan evaluasi atas kondisi keuangan
pelanggan dalam hal pemenuhan kewajiban pelanggan kepada Grup. Berdasarkan evaluasi tersebut pihak
Manajemen Grup akan menentukan perkiraan jumlah yang tidak dapat ditagih atas aset keuangan tersebut.
Berikut adalah eksposur maksimal Grup pada laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
31 Mar 2026 31 Des 2025
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Kas dan bank
Piutang usaha - neto - Pihak ketiga 16.101 28.868
Aset keuangan lancar lainnya - neto - Pihak ketiga 63.706 92.675
Uang jaminan 548 585
Aset keuangan yang diukur pada FVOCI 3.100 3.100
Total 83.455 125.228
41
Page 45
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel di bawah ini menunjukkan analisis umur aset keuangan Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025:
31 Maret 2026
Belum jatuh Jatuh tempo
tempo maupun tetapi tidak ada Penyisihan
penurunan nilai penurunan nilai Penurunan nilai Total
Kas dan bank 16.101 - - 16.101
Piutang usaha
Pihak ketiga 34.763 38.218 (9.275) 63.706
Aset keuangan lancar lainnya
Pihak ketiga - 548 - 548
Uang jaminan - 3.100 - 3.100
Total 50.864 41.866 (9.275) 83.455
31 Desember 2025
Belum jatuh Jatuh tempo
tempo maupun tetapi tidak ada Penyisihan
penurunan nilai penurunan nilai Penurunan nilai Total
Kas dan bank 28.868 - - 28.868
Piutang usaha
Pihak ketiga 61.003 40.832 (9.160) 92.675
Aset keuangan lancar lainnya
Pihak ketiga - 585 - 585
Uang jaminan - 3.100 - 3.100
Total 89.871 44.517 (9.160) 125.228
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup tidak dapat memenuhi liabilitas jangka pendek pada saat jatuh tempo.
Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk dan kas keluar untuk memastikan
tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan
dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang diperoleh dari penjualan kepada pelanggan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontraktual
yang tidak didiskontokan:
31 Maret 2026
Kurang dari 1
1-2 tahun 3-5 tahun Lebih dari 5 tahun Total
tahun
Utang usaha
Pihak ketiga 49.084 - - - 49.084
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
Pihak ketiga 1.192 - - - 1.192
Beban akrual 150.389 - - - 150.389
Utang bank jangka pendek 45.745 - - - 45.745
Utang bank 50.837 73.384 624.378 1.014.392 1.762.991
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Pihak berelasi - 1.282 - - 1.282
Pihak ketiga - - - 14.382 14.382
Liabilitas diestimasi - - - 208.914 208.914
Utang subordinasi – pihak berelasi - - - 109.605 109.605
Total 297.247 74.666 624.378 1.347.293 2.343.584
42
Page 46
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2025
Kurang dari 1 Lebih dari 5
1-2 tahun 3-5 tahun Total
tahun tahun
Utang usaha
Pihak ketiga 50.359 - - - 50.359
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
Pihak ketiga 1.077 - - - 1.077
Beban akrual 143.854 - - - 143.854
Utang bank jangka pendek 43.615 - - - 43.615
Utang bank 42.695 72.625 607.305 1.029.493 1.752.118
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Pihak berelasi - 1.282 - - 1.282
Pihak ketiga - - - 14.382 14.382
Liabilitas diestimasi - - - 206.856 206.856
Utang subordinasi – pihak berelasi - - - 108.244 108.244
Total 281.600 73.907 607.305 1.358.975 2.321.787
c. Risiko Mata Uang
Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Grup memiliki eksposur yang terpengaruh risiko nilai
tukar. Eksposur akan timbul apabila transaksi dilakukan dalam berbagai mata uang asing dibandingkan jika
menggunakan mata uang fungsional untuk operasional Perusahaan atau transaksi kepada pihak ketiga.
Berikut adalah posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing.
31 Maret 2026
Mata uang asli (Nilai Penuh)
Dolar Amerika Serikat Euro Total setara Rupiah
Aset Keuangan
Kas dan bank 117.519 15.559 2.358
Piutang usaha 68.146 - 1.158
Total 185.665 15.559 3.516
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 98.040 3.480 1.734
Beban akrual 7.359.736 - 125.064
Utang bank 2.692.016 - 45.745
Utang bank jangka panjang 101.506.066 - 1.724.893
Liabilitas diestimasi 12.294.121 - 208.914
Utang subordinasi 6.450.000 - 109.605
Total 130.399.979 3.480 2.215.955
Aset (liabilitas) keuangan didenominasi dalam mata uang asing -neto (130.214.314) 12.079 (2.212.439)
31 Desember 2025
Mata uang asli (Nilai Penuh)
Dolar Amerika Serikat Euro Total setara Rupiah
Aset Keuangan
Kas dan bank 46.362 18.072 1.158
Piutang usaha 84.421 - 1.417
Total 130.783 18.072 2.575
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 144.483 547 2.436
Beban akrual 6.798.932 - 114.100
Utang bank 2.598.923 - 43.615
Utang bank jangka panjang 102.043.834 - 1.712.500
Liabilitas diestimasi 9.751.583 - 163.651
Utang subordinasi 6.450.000 - 108.244
Total 127.787.755 547 2.144.546
Aset (liabilitas) keuangan didenominasi dalam mata uang asing -neto (127.656.972) 17.525 (2.141.971)
43
Page 47
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jika mata uang melemah/menguat sebesar 1% terhadap Dolar
Amerika Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun berjalan akan lebih tinggi/rendah
sebesar Rp17.198 dan Rp16.711, terutama diakibatkan keuntungan/(kerugian) serta keuntungan/(kerugian)
penjabaran pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
d. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan
berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko ini sebagian besar timbul dari pinjaman bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, manajeman menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur
untuk mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum melakukan perikatan utang.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga pinjaman bank.
Dengan semua variabel lainnya dianggap tetap, laba Grup setelah pajak dipengaruhi dampak atas utang dengan
suku bunga mengambang. Tidak ada dampak lain pada ekuitas Grup selain yang sudah memengaruhi laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Kenaikan Kenaikan
Dampak Laba Setelah Dampak Laba Setelah
(Penurunan) Dalam (Penurunan) Dalam
Pajak Pajak
Basis Poin Basis Poin
Utang bank jangka panjang -1% 13.751 -1% 14.788
36. INFORMASI SEGMEN USAHA
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja masing-
masing segmen tersebut. Grup dibagi kelompok segmen, masing-masing sesuai dengan kegiatan usahanya, yaitu (a)
pemintalan, (b) penenunan, (c) garmen, dan (d) makloon.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
31 Maret 2026 (3 Bulan) (Tidak Diaudit)
Kantor Pusat Pemintalan Penenunan Garmen Makloon Eliminasi Jumlah
PENJUALAN - 49.891 140.373 11.948 16.123 - 218.335
BEBAN POKOK PENJUALAN - (56.676) (135.768) (17.861) (18.849) - (229.154)
RUGI BRUTO - (6.785) 4.605 (5.913) (2.726) - (10.819)
Beban penjualan - (1.390) (1.952) - (49) - (3.391)
Beban umum dan administrasi (422) (579) (2.139) - (158) - (3.298)
Keuntungan selisih kurs - 3.497 11.907 993 1.365 - 17.762
Penghasilan lain-lain - neto - 48 167 14 19 - 248
LABA US AHA (422) (5.209) 12.588 (4.906) (1.549) - 502
Biaya keuangan (1) (2.628) (8.947) (746) (1.026) - (13.348)
LABA S EBELUM PAJAK PENGHAS ILAN (423) (7.837) 3.641 (5.652) (2.575) - (12.846)
BEBAN PAJAK PENGHAS ILAN -NETO - - - - - - -
RUGI NETO TAHUN BERJALAN (423) (7.837) 3.641 (5.652) (2.575) - (12.846)
LABA (RUGI) KOMPREHENS IF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Kerugian dari penjabaran laporan keuangan - - - - - (5.507) (5.507)
RUGI KOMPREHENS IF LAIN NETO - S ETELAH PAJAK - - - - - (5.507) (5.507)
TOTAL RUGI KOMPREHENS IF TAHUN BERJALAN (423) (7.837) 3.641 (5.652) (2.575) (5.507) (18.353)
AS ET 773 737.083 2.077.135 173.205 238.165 137.663 3.364.025
LIABILITAS 152.724 839.517 2.365.797 197.276 271.263 137.663 3.964.240
44
Page 48
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 (3 Bulan) (Tidak Diaudit)
Kantor Pusat Pemintalan Penenunan Garmen Lainnya Eliminasi Jumlah
PENJUALAN - 63.697 156.235 10.124 13.822 - 243.878
BEBAN POKOK PENJUALAN - (68.226) (144.274) (15.191) (17.945) - (245.636)
RUGI BRUTO - (4.529) 11.961 (5.067) (4.123) - (1.758)
Beban penjualan - (1.270) (1.405) - (96) - (2.771)
Beban umum dan administrasi (448) (635) (2.886) - (285) - (4.254)
Keuntungan selisih kurs - 6.907 28.983 1.976 2.619 - 40.485
Penghasilan lain-lain - neto - (991) (2.429) (157) (215) - (3.792)
LABA USAHA (448) (518) 34.224 (3.248) (2.100) - 27.910
Biaya keuangan (1) (3.309) (8.117) (526) (718) - (12.671)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (449) (3.827) 26.107 (3.774) (2.818) - 15.239
BEBAN PAJAK PENGHASILAN -NETO - - - - - - -
RUGI NETO TAHUN BERJALAN (449) (3.827) 26.107 (3.774) (2.818) - 15.239
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Kerugian dari penjabaran laporan keuangan - - - - - (952) (952)
RUGI KOMPREHENSIF LAIN NETO - SETELAH PAJAK - - - - - (952) (952)
TOTAL RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (449) (3.827) 26.107 (3.774) (2.818) (952) 14.287
ASET 761 914.289 2.242.554 145.317 198.397 (136.524) 3.364.794
LIABILITAS 151.585 1.022.642 2.508.321 162.539 221.909 (136.524) 3.930.472
Grup berdomisili di Indonesia dan tidak ada aktivitas signifikan di luar negeri sehingga tidak ada pendapatan dan
pengeluaran modal dari aktivitas luar negeri.
37. PERJANJIAN PENTING
1. AIC dengan IJTI menandatangani adendum kedua perjanjian sewa menyewa tertanggal 30 September 2023
dimana dalam hal ini IJTI menyewa lahan bangunan milik AIC yang berada di Jl. Soekarno Hatta KM 32, Kel.
Harjosari, Kecamatan Bawen, Semarang, untuk keperluan operasional IJTI dengan nilai sewa sebesar
Rp5.000.000/tahun dan untuk jangka waktu 2 tahun terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2023 sampai dengan tanggal
30 September 2025.
2. Perusahaan menyewa ruang kantor seluas 489,7 m2 milik IJTI untuk jangka waktu 10 tahun berdasarkan
Perjanjian Sewa Menyewa No. 01/LEG/AIC- IJTI/II/2020 tanggal 28 Februari 2020. Ruang kantor ini digunakan
Perusahaan untuk melaksanakan kegiatan usahanya dan sebagai kantor pusat.
38. KELANGSUNGAN USAHA
Grup telah mencatat Rugi neto, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12,8 miliar, yang
mengakibatkan defisit pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp3,46 miliar dan defisiensi modal sebesar Rp600 miliar.
Pada tanggal tersebut, total liabilitas jangka pendek telah melebihi total aset lancarnya sebesar Rp1.347 miliar. Kondisi
tersebut mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas
kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Untuk menghadapi faktor-faktor ekonomi yang merugikan tersebut, Grup mempersiapkan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Grup menciptakan peluang pasar bagi produk-produk Grup, peningkatan kualitas dan efisiensi produksi, melakukan
diversifikasi dan inovasi produk sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan keuntungan;
b. Grup selalu memantau eksposur dalam mata uang dan memberlakukan kebijakan yang tepat untuk mengurangi
risiko yang merugikan Grup;
c. Grup melakukan langkah-langkah untuk mengurangi biaya operasional yang tidak memberikan nilai tambah bagi
produk serta berupaya untuk terus meningkatkan keuntungan;
Pemegang saham senantiasa mendukung kegiatan operasional AIC dengan memberikan bantuan yang memadai dan
memastikan proses produksi berjalan lancar.
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa AIC mampu untuk melanjutkan operasinya dengan dukungan penuh dari para
pemegang saham. Manajemen juga berpendapat rencana ini mampu terlaksana secara efektif namun faktor eksternal
lainnya, seperti peraturan pemerintah, kebijakan fiskal, iklim usaha dan lain-lain berada diluar kendali Grup
sebagaimana tersebut dalam suratnya tertanggal 18 Februari 2026.
45
Page 49
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
31 Mar 2026 31 Des 2025
Penjualan aset tetap melalui uang muka - 17.881
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan:
31 Maret 2026
Arus Kas- Selisih Mata
Saldo Awal neto Uang Asing Lain-lain Saldo Akhir
Utang bank jangka pendek 43.615 1.569 561 - 45.745
Utang bank jangka panjang 1.752.118 (10.582) 21.455 - 1.762.991
31 Desember 2025
Arus Kas- Selisih Mata
Saldo Awal neto Uang Asing Lain-lain Saldo Akhir
Utang bank jangka pendek 101.487 17.633 3.894 (79.399) 43.615
Utang bank jangka panjang 1.660.863 (55.086) 61.834 84.507 1.752.118
40. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini yang telah diotorisasi
oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 24 April 2026.
46
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Apac Citra Centertex Tbk
p.9 ×3
unresolved
person
Misahardi Wilamarta S.H.
· Notaris
p.9 ×3
unresolved
person
Lieyono
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Joko Hanggono
p.9 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.9
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×4
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.10
unresolved
org
PT World Harvest Textile
p.10 ×2
unresolved
org
PT Apac Inti Corpora
p.10 ×4
unresolved
org
PT Prima Graha Hiburan
p.10 ×6
unresolved
person
Popie Savitri Martosuharjo Pharmanto
· Notaris
p.11
unresolved
org
Kementerian Kehakiman Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Edi Priyono
· Notaris
p.11
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.11
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.11
unresolved
person
Sri Hidianingsih Adi Sugijanto
· Notaris
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13
unresolved
org
PT Bank Artha Graha International T
p.24 ×2
unresolved
org
PT Whtex Hendra Lestari
p.24
unresolved
org
PT Bina Karya Trimakmur
p.24
unresolved
org
PT Hendratex Indah Lestari
p.24
unresolved
org
PT Asia Multi Kreasi
p.24
unresolved
org
PT Ria Indah Mandiri Abadi
p.24
unresolved
org
PT Bintang Asahi Textil Industri
p.24
unresolved
org
Olam Global Agri Pte Ltd
p.26
unresolved
org
Xuzhou Yinyu Textile Co., Ltd
p.26
unresolved
org
Sheng Textiles Vietnam Co., Ltd
p.26
unresolved
org
Cargill Cotton Ltd
p.26
unresolved
org
Bank Artha Graha International Tbk
p.27 ×8
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.27
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.27
unresolved
org
PT Laju Samudra Perkasa
p.28
unresolved
org
PT Tja Maju Indonesia
p.28
unresolved
org
PT Indah Jaya Textile Industry
p.29 ×8
unresolved
org
PT Spinmill Indah Industry
p.29 ×7
unresolved
org
PT Industri Sandang Nusantara
p.29
unresolved
org
Bank Mandiri. Berdasarkan Surat No. CMB.
p.29
unresolved
org
PT Asia Pasific
p.31
unresolved
org
PT Asia Pacific
p.31
unresolved
person
Aubertus Nugroho Satria
p.32 ×2
unresolved
person
Herlina Tobing Manullang
p.32 ×3
unresolved
org
Nation Soul Limited
p.35 ×4
unresolved
org
PT Apac Century Corporation
p.35 ×4
unresolved
org
PT Inti Sukses Garmindo
p.35 ×3
unresolved
org
PT Apac Pavindo Lestari
p.35 ×3
unresolved
org
PT Lippo Pacific Finance
p.35
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.38
unresolved
org
PT Inti Perkasa Wira Sentosa
p.38
unresolved
org
PT Krida Bumi Raya
p.38
unresolved
org
PT Indah Jaya Textile
p.43
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.