Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
Paparan Publik PT Mulia Boga Raya Tbk (“Public Expose Perseroan”) yang diselenggarakan
secara online melalui aplikasi MS TEAMS dan secara offline dengan keterangan sebagai
berikut:
Hari / Tanggal : Selasa, 21 April 2026
Pukul : Pukul 11.10 – 12.00 WIB.
Lokasi : Ballroom Arosa 1 dan 2, Arosa Hotel Jakarta
Jl. RC Veteran No.3 RT.09/RW.09, Pesanggrahan,
Jakarta Selatan, Jakarta 12330.
Manajemen Perseroan yang mengikuti:
Anggota Direksi:
Direktur Utama : Indrasena Patmawidjaja
Direktur dan Sekretaris Perusahaan : Jeffry Halim
Moderator : Nathalie C Lumban Gaol
Public Expose Perseroan untuk tahun 2026 diselenggarakan sesuai dengan ketentuan
Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Jumlah Peserta :
35 peserta (5 peserta menghadiri secara offline dan 30 peserta menghadiri secara online, yang
terdiri dari:
a. 5 peserta dari pemegang saham;
b. 3 peserta dari analis;
c. 1 peserta dari IDX;
d. 3 peserta adalah investor;
e. 15 peserta adalah media;
f. 6 peserta adalah publik;
g. 1 peserta adalah retail;
h. 1 peserta adalah sekuritas.
Materi Pembahasan dalam acara Public Expose Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Gambaran Perseroan;
2. Gambaran Industri;
3. Kinerja Perseroan; dan
4. Sesi Tanya dan Jawab.
Page 2
1. Gambaran Perseroan
Perseroan memiliki 1 (satu) pabrik di Cikarang, 1 (satu) parik di Sumedang yang ditargetkan
akan mulai beroperasional di Semester 2 Tahun 2026), dan 1 (satu) gudang penyimpanan
produk di Cikarang. Perseroan juga memiliki beberapa sertifikasi untuk melaksanakan
usahanya, yaitu sertifikasi FSSC 22000, NKV, ISO 17025, PMR, SMK3, dan Halal.
Untuk bisnis internasional, Perseroan melakukan ekspor ke berbagai negara ASEAN, seperti
Filipina, Brunei, Singapura, Thailand, Vietnam dan lain-lain.
Per 31 Desember 2025, terdapat 29 (dua puluh sembilan) distributor di Indonesia yang
menjangkau channel General Trade, Modern Trade, Food Service dan juga E-Commerce.
Tercatat daftar pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 adalah:
1. PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk sebesar 66,07%
2. Bel S.A sebesar 22,50%
3. Publik sebesar 10,34%
4. Manajemen dan Afiliasi sebesar 1,09%
Adapun portofolio produk Perseroan, yaitu:
1. Keju Blok
a. Prochiz Premium Cheddar;
b. Prochiz Mozzarella;
c. Prochiz Professional Cheddar;
d. Prochiz Gold Cheddar;
e. Prochiz Quick Melt Cheddar;
f. Prochiz Spready; dan
g. Top Chiz.
2. Keju Lembaran
a. Prochiz Premium Cheddar;
b. Prochiz Quick Melt Cheddar; dan
c. Prochiz Gold Cheddar.
3. Produk lainnya
a. Prochiz Mayo; dan
b. Prochiz Cheese Snack.
Jalur distribusi Perseroan terdiri dari beberapa kategori utama. Pada general trade distribusi
dilakukan dari prinsipal ke distributor, kemudian disalurkan ke warung atau toko tradisional
sebelum sampai ke konsumen akhir. Pada modern trade, distribusi berlangsung dari pinsipal
langsung ke toko-roko modern seperti minimarket dan supermarket, selain itu, terdapat food
service, yaitu distribusi B2B yang mencangkup restoran, hotel, kafe toko kue dan roti.
Page 3
Sementara itu, melalui e-commerce, distribusi dilakukan dari prinsipal langsung ke konsumen akhir dengan memanfaatkan platform digital. 2. Gambaran Industri Pada tahun 2025, penjualan produk Perseroan “Prochiz” berhasil menjadi merek keju nomor 1 yang digemari masyarakat Indonesia. 3. Kinerja Perseroan Pada tahun 2025, Perseroan melakukan berbagai insiatif setiap kuartalnya. Pada kuartal satu (Q1), tepatnya pada Lebaran 2025, Perseroan meluncurkan kembali promosi konsumer "Berkah Fantaschiz bersama Prochiz Volume 2". Memasuki kuartal dua (Q2), banyak berbagai tren-tren kuliner yang beredar. Dengan kreasi makanan dan momen viral keju membantu mendongkrak penjualan produk Perseroan. Pada kuartal tiga (Q3), Perseroan memiliki pemegang saham baru dengan bergabungnya Bel S.A sebagai bagian dari pemegang saham Perseroan. Terakhir, pada kuartal empat (Q4), Perseroan memiliki inisiasi produk dan meluncurkan “Cheese Snack” sebagai produk camilan pertama Perseroan. Terkait dengan penjualan bersih dan laba bersih, pada tahun 2025 masing-masing mengalami kenaikan dari tahun 2024, yaitu sebesar 19,1% dan 22,1%.
Page 4
Perseroan juga aktif menyelenggarakan event komersial untuk memperkuat brand dan
mendorong penjualan. Kegiatan ini mencangkup cooking demo yang dilaksanakan di berbagai
kota besar seperti Lampung, Manado, Makassar, dan Yogyakarta. Selain itu, perseroan juga
berpartisipasi dalam berbagai event dan festival lainnya seperti PRJ, Festival Kreachiz, SIAL
Interfood, dan JHIFEX.
Strategi Perseroan di Tahun 2026 difokuskan pada penguatan pasar domestik, ekspansi
internasional, peningkatan branding, dan support operasional.
Terkait dengan penguatan pasar domestik, Perseroan berupaya melakukan hal berikut:
• Meningkatkan penetrasi keju di channel General Trade dan Modern Trade dengan produk-
produk kategori snacking.
• Mempertahankan posisi MBR sebagai keju no. 1 Indonesia.
• Memperkuat partnership di channel Food Service dengan konsep ONEGARUDAFOOD untuk
menjadikan MBR sebagai mitra utama bisnis.
Terkait dengan ekspansi internasional, Perseroan berupaya melakukan hal berikut:
• Mengembangkan pasar fokus di Asia Tenggara.
• Menjelajahi wilayah baru di luar Kawasan Asia Tenggara.
Page 5
Terkait dengan peningkatan branding, Perseroan berupaya melakukan hal berikut:
• Meningkatkan penetrasi keju masyarakat Indonesia serta memperkuat brand equity untuk
meningkatkan pangsa pasar Perseroan.
Terkait dengan support operasional, Perseroan berupaya melakukan hal berikut:
• Memulai operasi pabrik baru di Sumedang.
• Mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia
• Melanjutkan standarisasi sistem, pelaporan, dan analisis sebagai bagian dari
ONEGARUDAFOOD
Adapun tantangan yang dihadapi oleh Perseroan di tahun 2026, yaitu konflik US dengan Iran
yang mengakibatkan Harga minyak meningkat mendorong naiknya harga plastik, minyak
goreng, berbagai kebutuhan pokok, serta biaya transportasi. Melemahnya nilai tukar IDR
menyebabkan peningkatan harga bahan baku dan barang impor. Meski begitu, terdapat
beberapa peluang bagi Perseroan, pertama, pabrik Sumedang ditargetkan akan mulai
beroperasi pada Juli 2026 dan akan meningkatkan kapasitas produksi MBR. Kedua, Program
Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang besar untuk menyediakan protein susu,
termasuk keju. Terakhir, tren kuliner yang menimbulkan momentum kreasi makanan berbasis
keju yang kuat sejak tahun lalu.
4. Sesi Tanya dan Jawab
Setelah paparan dan penjelasan mengenai materi Public Expose Perseroan selesai dilakukan,
moderator memberikan kesempatan kepada para peserta Public Expose Perseroan untuk
mengajukan beberapa pertanyaan.
1. Bapak Tommy, Inverstor KEJU
Pertanyaan:
Bagaimana strategi Perseroan dalam menjaga daya beli konsumen di tengah potensi kenaikan
biaya operasional produksi? Mengingat produk keju di Indonesia masih cenderung diposisikan
sebagai produk tersier, bagaimana upaya Perseroan dalam mempertahankan permintaan dan
memperkuat positioning di pasar?
Jawaban Perseroan:
Perseroan berangkat dari strategi awal untuk menggeser persepsi keju dari produk premium
menjadi produk yang dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat. Kinerja profitabilitas
pada 2025 tercatat positif, dan pada 2026 tantangan utama adalah menjaga pertumbuhan
laba tanpa melakukan penyesuaian harga, dengan tetap melanjutkan momentum
Page 6
permintaan. Dari sisi makro, Perseroan mengantisipasi potensi gangguan rantai pasok akibat
ketergantungan bahan baku impor dari Eropa. Untuk itu, Perseroan telah menyiapkan
kemitraan strategis di berbagai wilayah guna menjaga stabilitas pasokan susu dan keju serta
mendukung keberlanjutan produksi.
2. Ibu Tira, Liputan6.com
Pertanyaan:
a. Bagaimana dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kinerja operasional dan margin
keuntungan PT Mulia Boga Raya, terutama jika terdapat ketergantungan pada bahan baku
impor?
b. Seiring dengan kenaikan harga plastik sebagai salah satu komponen utama kemasan,
sejauh mana hal ini mempengaruhi biaya produksi perusahaan, dan strategi apa yang
disiapkan manajemen untuk menjaga profitabilitas?
Jawaban Perseroan:
a. Salah satu langkah mitigasi pada 2025 dilakukan melalui optimalisasi aktivitas ekspor-
impor guna mengurangi dampak fluktuasi nilai tukar rupiah. Selain itu, peningkatan skala
produksi turut mendorong efisiensi biaya operasional.
b. Perseroan juga melakukan inovasi dalam pengembangan material kemasan yang
lebih optimal guna meningkatkan efisiensi serta menjaga kualitas produk.
3. Bapak Daniel, Analis
Pertanyaan:
a. Mengacu pada slide 13, dengan pelemahan IDR dan kenaikan harga komoditas akibat
konflik AS–Iran, berapa estimasi dampak kenaikan COGS per unit pada FY2026?
b. Mengacu pada slide 3 dan 9, apa bentuk konkret nilai tambah dari Bel S.A. (pemegang
saham 22,5%) selain kepemilikan saham? Apakah mencakup transfer teknologi, co-
branding, atau akses ke jaringan distribusi internasional?
c. Mengacu pada slide 9 dan 12, bagaimana kinerja awal (traction) Prochiz Cheese Snack
sejak peluncuran pada Q4 2025? Apakah produk tersebut telah mencapai titik impas
(breakeven) atau masih berada dalam fase investasi?
Jawaban Perseroan:
a. Fluktuasi nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian utama. Namun, eksposur terhadap
bahan plastik relatif terbatas dan masih terkendali karena bukan merupakan material
utama. Selain itu, Perseroan terus mendorong inovasi efisiensi, tidak hanya pada produk,
tetapi juga pada proses produksi secara keseluruhan.
b. Bel S.A. telah masuk sebagai pemegang saham pengendali pada akhir tahun lalu.
Perseroan memastikan nilai tambah dari kolaborasi ini melalui perencanaan strategis
yang matang, termasuk penyusunan rencana jangka menengah hingga panjang (5–10
Page 7
tahun) yang ditargetkan final pada akhir 2026. Ke depan, kolaborasi dengan Bel S.A juga
akan diwujudkan melalui pengembangan dan peluncuran produk bersama untuk pasar.
c. Peluncuran Prochiz Cheese Snack merupakan langkah awal Perseroan dalam diversifikasi
produk. Saat ini, Perseroan tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan
produk selaras dengan visi merek yang kuat, mudah dijangkau oleh segmen anak-anak,
serta tetap terjangkau secara harga. Proses ini dilakukan agar pengembangan produk ke
depan dapat memenuhi ekspektasi pasar dan tujuan bisnis Perseroan.
4. Ibu Sivana Zahla, investortrust.id
Pertanyaan:
Free float Perseroan masih di bawah 15%, sementara Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek
Indonesia mendorong peningkatan likuiditas pasar, apakah terdapat rencana untuk
meningkatkan porsi kepemilikan publik ke depannya?
Jawaban Perseroan:
Sehubungan dengan kapitalisasi pasar Perseroan yang masih di bawah Rp5 triliun,
Perseroan berkewajiban memenuhi ketentuan free float minimal 15%. Saat ini, porsi
free float berada di kisaran 10%, dan Perseroan berkomitmen untuk memenuhi
ketentuan tersebut sesuai regulasi yang berlaku.
*** selesai ***
Page 8
DOKUMENTASI FOTO PUBLIC EXPOSE PT MULIA BOGA RAYA TBK
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Tommy
p.5
unresolved
person
Tira
p.6
unresolved
person
Daniel
p.6
unresolved
person
Sivana Zahla
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.