Skip to content
Back to announcement

20240223_FREN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31580453_lamp1.pdf

Other Text extracted FREN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1 OCR 0.910
Al smartfren

INDONESIA

Jakarta, 23 Februari 2024
No. 018/SFTbk-CS/11/2024
Kepada:

PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Gedung Bursa Efek Indonesia

Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-52
Jakarta 12190

Up. 1 Yth. Direktur BEI
Yth. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2

Perihal ! Tanggapan atas Permintaan Penjelasan BEI

Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat BEI nomor S-01387/BEI.PP2/02-2024 tanggal 20 Februari
2024 tentang Permintaan Penjelasan terkait Penambahan Modal Dengan Memberikan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD”) V dan Laporan Keuangan Kuartal 3
2023 PT Smartfren Telecom Tbk (“Perseroan”), bersama ini kami sampaikan tanggapan
Perseroan atas permintaan penjelasan tersebut.

Demikian surat ini kami sampaikan. Terima kasih untuk perhatiannya.

Hormat kami,
PT Smartfren Telecom, Tbk.

Susilo 4

PT Smartfren Telecom, TBK. T 162 21 505 38888 memberof
JL H. Agus Salim No.45 Menteng, «€ F-62 21 319 272880 @ sina
Jakarta Pusat. 10340. Indonesia www.smartfren.com £ communication & technology.

Page 2 OCR 0.932
Lampiran 1
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan
PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN)
Terkait Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (P'MHMETD V)

Dalam keterbukaan informasi tanggal 24 Januari 2024, maka diungkapkan bahwa sekitar
Rp5,45 triliun dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD V, akan digunakan untuk pembayaran utang
dan bunga untuk pinjaman Perseroan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Perincian pinjaman yang akan dilunasi, dengan melengkapi tabel sebagai berikut:

Nama Kreditur Niven Holdings Limited

Perjanjian yang  Mendasari | Perjanjian Kredit tanggal 8 Juni 2017, sebagaimana telah

Pinjaman dilakukan perubahan terakhir kalinya tanggal 26 April 2023

Saldo Pinjaman Terutang (dalam | Rp5.248.600.000.000

ekuivalen Rupiah)

Bunga yang Akan Dibayarkan | Rp238.680.000.000

(dalam ekuivalen Rupiah)

Saldo Pinjaman — Terutang | Rp0 (dilunasi seluruhnya)

Setelah Pembayaran

Sifat Hubungan Afiliasi dengan | Tidak Terafiliasi

Kreditur

Tingkat Bunga SOER 3 bulan # margin tertentu

Jatuh Tempo 25Y dari jumlah pokok pada 31 Desember 2025
25Y dari jumlah pokok pada 31 Desember 2026
254 dari jumlah pokok pada 31 Desember 2027
25X dari jumlah pokok pada 31 Desember 2028

Jaminan Pinjaman Jaminan Perusahaan dari pemegang saham Perseroan yaitu PT
Wahana Inti Nusantara

Penggunaan Dana Pinjaman Untuk membayar utang Perseroan dan/atau Perusahaan Anak,
serta memelihara likuiditas Perseroan dan/atau Perusahaan
Anak untuk biaya-biaya operasional/ modal kerja

b. Timeline pelunasan pinjaman tersebut.

Jawaban:

Pelunasan pinjaman rencananya akan dilakukan setelah dana hasil pelaksanaan PMHMETD V telah
diterima oleh Perseroan, yaitu sekitu ukhh Muret 2024 dau legantung pada diperolehnya pernyalaan
efektif atas PMHMETD V dari OJK.

c. Alasan Perseroan memilih pinjaman tersebut untuk dilunasi, dibandingkan pinjaman atau kewajiban
Perseroan lainnya yang memiliki tanggal jatuh tempo yang lebih dekat atau bunga lebih tinggi.

Jawaban:

Alasan Perseroan memilih melunasi pinjaman dari Niven Holdings Limited adalah dikarenakan
pinjaman tersebut dalam mata uang asing dan oleh karenanya Perseroan akan selalu dihadapkan oleh
resiko fluktuasi nilai tukar terhadap mata uang asing bila pinjaman tersebut belum dilunasi. Adapun
pinjaman dari Niven Holdings Limited ini memiliki jatuh tempo pelunasan yang paling awal/ dekat
dibandingkan dengan pinjaman lainnya yang dimiliki Perseroan.

d. Alasan Perseroan memilih untuk melakukan pelunasan pinjaman, dibandingkan hal lainnya seperti
investasi aset produktif.

Jawaban:
Perseroan memilih untuk melunasi pinjaman dibandingkan membeli investasi aset produktif dengan
tujuan untuk memperkuat struktur permodalan, mengurangi resiko kerugian kurs mata uang asing,
Page 3 OCR 0.945
dan mengurangi beban bunga. Adapun rencana bisnis yang dimiliki Perseroan saat ini belum ada
kebutuhan belanja modal bernilai material, dan untuk belanja modal jangka pendek Perseroan masih
memiliki dana dari kas internal Perseroan dan fasilitas pinjaman yang telah tersedia.

2. Sisa dari penggunaan dana di atas, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Perusahaan
Anak. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Perincian modal kerja yang akan dibiayai menggunakan dana hasil PMHMETD V, dengan
melengkapi tabel sebagai berikut:

Perincian Modal Kerja Timeline Renlisasi
Tt : Penggunaan Dana
Beban ... oleh Perseroan
Beban ... oleh PT ...,
Perusahaan Anak
Jumlah 1000
Jawaban:

Hingga surat ini disampaikan Perseroan belum dapat merinci berapa bagian / persentase penggunaan
dana untuk modal kerja dari hasil PMHMETD V, sebab secara keseluruhan Perseroan perlu
mendapatkan informasi yang jelas tentang besaran dana yang dapat dihasilkan dari PMHMETD V ini,
yang masih memiliki ketergantungan pada berapa banyak saham baru yang ditawarkan yang akan
diambil-bagian oleh para pemegang HMETD.

b. Bagaimana urgensi kebutuhan modal kerja Perseroan? Apakah saat ini Perseroan mengalami
kekurangan modal kerja?

Jawaban:

Untuk kebutuhan modal kerja, hingga saat ini Perseroan masih memiliki kemampuan yang cukup
dari kas internal Perseroan dan dari pendapatan hasil kegiatan operasi, schingga operasional
Perseroan tidak akan terganggu dan akan tetap berjalan dengan baik walaupun dana hasil
PMHMETD V nantinya hanya cukup untuk memenuhi rencana pelunasan pinjaman dan bunga, serta
membayar biaya-biaya emisi.

c. Bagaimana kontrol Perseroan terkait dengan penggunaan dana untuk modal kerja ini? Bagaimana
Perseroan dapat meyakinkan bahwa dana hasil PMHMETD V akan digunakan untuk hal yang telah
diungkapkan di prospektus, dan bukan hal lainnya? Apakah terdapat penyimpanan dana secara
terpisah? Agar dijelaskan.

Jawaban:

Komitmen Perseroan dalam hal penggunaan dana hasil PMHMETD V telah diungkap di dalam
Prospektus dan Perseroan akan senantiasa melaporkan pelaksanaan penggunaan dana tersebut
sebagaimana lazimnya kepada Otoritas Jasa Keuangan, sesuai dengan ketentuan Pasal 2 Peraturan
OJK No.30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
(“POJK 30/2015”).

Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum yang belum direalisasikan, sesuai Pasal 13 POJK.
30/2015, Perseroan akan:

menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid,

mengungkapkan bentuk dan tempat dimana dana tersebut ditempatkan,

mengungkapkan tingkat suku bunga atau imbal hasil yang diperoleh, dan

mengungkapkan ada atau tidaknya hubungan Afiliasi dan sifat hubungan Afiliasi antara Emiten
dengan pihak dimana dana tersebut ditempatkan.

ep
Page 4 OCR 0.950
Sesuai Pasal 14 POJK 30/2015, Perseroan akan menempatkan dana hasil PMTHMETD V yang
belum direalisasikan sesuai rencana penggunaan dana dalam instrumen keuangan atas nama
Perseroan, dan tidak akan menggunakannya sebagai jaminan pelunasan utang Perseroan atau pihak
lainnya.

Apakah terdapat potensi perubahan Pengendali Perseroan setelah terselesaikannya PMHMETD V? Agar
dijelaskan.

Jawaban:

Setelah pelaksanaan PMHMETD V selesai, PT Global Nusa Data, PT Wahana Inti Nusantara dan PT Bali
Media Telekomunikasi yang secara bersama-sama merupakan para pemegang saham utama dan
pengendali Perseroan akan tetap mengendalikan Perseroan melalui kepemilikan saham sekurang-
kurangnya 39,3675 dari total modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan, dan karenanya tetap
merupakan pihak-pihak dengan kepemilikan saham terbesar dalam Perseroan. Dengan kondisi demikian,
tidak akan terdapat perubahan pengendali Perseroan selesai dilaksanakannya PMHMETD V ini.

Agar Perseroan menyampaikan proforma laporan posisi keuangan sehubungan dengan PMHMETD V.

Jawaban:

' Terlampir proforma laporan posisi keuangan sehubungan dengan PMHMETD V.

Terkait Laporan Keuangan Auditan per 30 September 2023

5.

Selama periode 9 bulan yang berakhir per 30 September 2023, Perseroan membukukan rugi bersih
sebesar Rp599,66 miliar. Pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, Perseroan membukukan laba
bersih sebesar Rp1,64 triliun. Adapun Perseroan membukukan saldo defisit sebesar Rp25,53 triliun. Atas
hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Analisa manajemen Perseroan terkait penyebab pembukuan kerugian per 30 September 2023.

Jawaban:

Analisa manajemen Perseroan terkait dengan penyebab dari pembukuan kerugian pada 30 September
2023 sebagian besar diakibatkan oleh adanya rugi investasi saham yang dimiliki Perseroan yaitu
sekitar Rp400 miliar terkait dengan turunnya harga saham PT Mora Telematika Indonesia, Tbk
(“MORA”) di bursa, hal mana berbanding terbalik dengan keuntungan yang diperoleh Perseroan dari
investasi saham di periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan oleh naiknya harga saham
MORA di bursa pada 30 September 2023 paska IPO MORA.

b. Langkah-langkah yang akan Perseroan Jakukan untuk membukukan keuntungan dalam jangka

pendek.

Jawaban:

Perseroan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, dimana sejak 2018-2022, CAGR
pendapatan Perseroan tercatat sebesar 2046, dan marjin EBITDA juga telah meningkat dari 17,846 di
2018 menjadi 44,946 di 2022. Selain meningkatkan pendapatan, Perseroan juga menjaga beban
operasional terutama dari beban bunga. Dengan PMHMETD V ini, Perseroan dapat mengurangi
beban bunga yang berasal dari pinjaman dengan mata uang asing hingga sekitar Rp250 miliar per
tahun, dan juga Perseroan dapat mengurangi resiko kerugian kurs mata uang asing setelah pinjaman
terkait dilunasi.

c. Strategi jangka panjang Perseroan untuk membukukan saldo laba positif di masa depan.

Jawaban:

Perseroan akan fokus pada peningkatan pendapatan, efisiensi biaya dengan melakukan prudent

spending, dan mengelola beban bunga, sehingga ke depannya Perseroan dapat membukukan
keuntungan secara berkesinambungan dan menghasilkan saldo laba positif.
Page 5 OCR 0.948
Dari perhitungan rasio operating profit margin (OPM), Perseroan membukukan OPM sebesar 3,7044 per
30 September 2023, turun dari OPM per 30 September 2022 sebesar 5,27”5. Adapun pada kedua periode
tersebut, Perseroan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 4,13Y6. Agar Perseroan menjelaskan:

a. Ikhtisar kinerja operasional Perseroan seperti jumlah pelanggan, cakupan wilayah, dll.

Jawaban:

Per 30 September 2023, jumlah pelanggan Perseroan telah mencapai 36,4 juta pelanggan, meningkat
sekitar 2,3Y6 dibandingkan dengan jumlah pelanggan pada 30 September 2022 yaitu sebesar 35,5 juta
pelanggan. Jumlah BTS 4G yang dimiliki oleh Perseroan pada 30 September 2023 adalah sebanyak
46 ribu BTS, dari sebelumnya sebanyak 43 ribu BTS per 30 September 2022. ARPU Perseroan pada
30 September 2023 adalah sekitar Rp25.600, atau berada pada kisaran yang sama dengan ARPU per
30 September 2022. Adapun cakupan wilayah layanan jasa telekomunikasi yang diberikan Perseroan
kepada para pelanggannya adalah secara nasional.

b. Penyebab turunnya rasio OPM Perseroan di tahun 2023 ditengah peningkatan penjualan.

Jawaban:

Penurunan rasio OPM Perseroan disebabkan oleh terjadinya peningkatan atas beban operasional
sebagai akibat dari peningkatan biaya depresiasi dan amortisasi terkait dengan penambahan jumlah
aset infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki Perseroan.

c. Strategi peningkatan kinerja operasional Perseroan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Jawaban:

Perseroan memiliki tiga (3) fokus utama untuk meningkatkan kinerja operasional, yaitu (i)
pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan, (ii) meluncurkan
produk-produk yang disesuaikan dengan selera pasar dan memperkuat pemasaran, dan (iii)
meningkatkan akuisisi pelanggan baru dan retensi pelanggan yang sudah ada melalui program loyalti.

Selain itu Perseroan juga mengembangkan strategi “Beyond Telco”, yang bertujuan untuk
menciptakan layanan-layanan digital baru untuk mendukung gaya hidup pelanggan Perseroan,
melalui kerjasama dengan partner-partner global maupun lokal yang terbaik di bidangnya. Strategi
tersebut diharapkan mampu menciptakan arus pendapatan baru bagi Perseroan di luar pendapatan
dari layanan data yang merupakan bisnis inti Perseroan.

Per 30 September 2023, Perseroan membukukan cash ratio dan current ratio masing-masing sebesar
3,78Yo dan 52,09Y2. Atas hal tersebut, agar dijelaskan strategi peningkatan likuiditas keuangan Perseroan,
selain melakukan PMHMETD V.

Jawaban:

Strategi utama Perseroan untuk meningkatkan likuiditas adalah melalui peningkatan pendapatan, yang
dapat dicapai dengan terus meningkatkan jumlah pelanggan. Sejak 2018-2022, pendapatan Perseroan
bertumbuh rata-rata sebesar 20Y4 per tahun (CAGR). Dengan peningkatan pendapatan tersebut, Perseroan
dapat terus memenuhi kewajiban dan membiayai kegiatan usahanya melalui kas internal. Selain itu,
Perseroan juga memiliki sumber pembiayaan lain dalam bentuk Waran Seri III dan/atau pinjaman dari
pihak ketiga.

Nilai rasio debi-to-eguity (DER) Perseroan per 30 September 2023 yaitu sebesar 202,36Y4.
Agar dijelaskan strategi penurunan rasio DER Perseroan sehingga solvabilitas Perseroan menjadi lebih
baik, selain melakukan PMHMETD V.

Jawaban:
Untuk memperbaiki solvabilitas selain dari melakukan PMHMETD, Perseroan akan berusaha
meningkatkan pendapatan dan melakukan efisiensi sehingga Perseroan dapat membukukan keuntungan
Page 6 OCR 0.947
secara berkesinambungan, yang pada akhirnya dapat mengurangi defisit dan meningkatkan ekuitas
Perseroan.

Berdasarkan pengungkapan pada CALK 5 tentang Piutang Usaha, maka Perseroan memiliki porsi piutang
usaha telah jatuh tempo sebesar 42,11Y6 dari total piutang usaha bersih Perseroan
per 30 September 2023. Porsi tersebut meningkat dari periode per 31 Desember 2022 yang nilainya
sebesar 38,9595. Atas hal tersebut, agar Perseroan menjelaskan:

a. Latar belakang tingginya tingkat piutang usaha yang telah jatuh tempo.

Jawaban:

Porsi piutang usaha yang telah jatuh tempo per 31 September 2023 terhadap pendapatan usaha adalah
sebesar 296, sehingga dapat dikatakan nilainya tidak material. Penyebab dari meningkatnya Piutang
Usaha yang telah jatuh tempo utamanya karena terdapat piutang kepada para pelanggan korporasi,
yang memang telah mengalami jatuh tempo namun masih sedang dalam proses rekonsiliasi sebagai
akibat dari ketidaklengkapan dokumen/administrasi.

b. Alasan Perseroan tidak melakukan pencadangan penurunan nilai atas piutang usaha yang telah jatuh
tempo tersebut.

Jawaban:

Pada tanggal 30 September 2023, manajemen Perseroan telah membentuk cadangan penurunan nilai
untuk piutang usaha pihak ketiga sebesar 9644 untuk piutang usaha yang sudah jatuh tempo lebih dari
90 hari, dan cadangan penurunan nilai sebesar 595 untuk piutang usaha yang sudah jatuh tempo 1-90
hari. Manajemen Perseroan meyakini bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan yang timbul
dari piutang usaha yang sudah jatuh tempo 1-90 hari sehingga cadangan ini dinilai masih cukup
untuk menutup kerugian material yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang usaha.
Hingga tanggal 21 Februari 2024, tingkat kolektibilitas terkini untuk piutang usaha pihak ketiga jatuh
tempo 1-90 hari adalah sebesar 87”9 dan untuk piutang usaha jatuh tempo diatas 90 hari adalah
sebesar 37Y2.

Perseroan tidak membentuk cadangan penurunan nilai untuk piutang usaha pihak berelasi karena
manajemen Perseroan yakin bahwa tidak terdapat risiko kredit yang material atas keseluruhan
piutang berelasi. Hal ini didukung dengan tidak terdapat kasus gagal bayar yang signifikan di masa
terdahulu, serta tingkat kolektibilitas yang tinggi atas piutang berelasi yang telah jatuh tempo.
Sampai dengan 21 Februari 2024, 98Y4 dari total piutang pihak berelasi yang telah jatuh tempo,
sudah dilunasi.

c. Bagaimana kesesuaian pencadangan penurunan nilai atas piutang usaha yang telah jatuh tempo
dengan PSAK 71 - Instrumen Keuangan?

Jawaban:

Perseroan mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur untuk piutang usaha. Sesuai
dengan PSAK 71, Instrumen Keuangan paragraf 5.5.15:

“Terlepas dari persyaratan dalam paragraf 5.5.3 dan 5.5.5, entitas selalu mengukur penyisihan
kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya untuk: (a) piutang dagang atau
aset kontrak yang dihasilkan dari transaksi yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 72: Pendapatan
dari Kontrak dengan Pelanggan, dan yang (1) tidak mengandung komponen pendanaan signifikan
(atau ketika entitas menerapkan cara praktis untuk kontrak satu tahun atau kurang) sesuai dengan
PSAK 72 atau .....”

Perhitungan penurunan nilai dilakukan secara kolektif untuk piutang usaha pihak ketiga yang tidak
terdapat indikasi penurunan nilai, sedangkan untuk piutang usaha pihak ketiga yang terdapat indikasi
penurunan nilai dilakukan secara individual mengingat terdapat komitmen dari pelanggan untuk
menyelesaikan secara cicilan.
Page 7 OCR 0.949
Perseroan tidak membentuk cadangan penurunan nilai untuk piutang usaha pihak berelasi karena
manajemen yakin bahwa tidak terdapat risiko kredit yang material atas keseluruhan piutang berelasi.
Hal ini didukung dengan tidak terdapat kasus gagal bayar yang signifikan di masa terdahulu, serta
tingkat kolektibilitas yang tinggi atas piutang berelasi yang telah jatuh tempo. Sampai dengan
21 Februari 2024, 9844 dari total piutang pihak berelasi yang telah jatuh tempo, sudah dilunasi.

d. Bagaimana strategi Perseroan dalam meningkatkan kolektabilitas piutang usaha Perseroan.

Jawaban:

Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang usaha Perseroan adalah dengan cara
memastikan seluruh kebutuhan administrasi yang akan digunakan oleh masing-masing pihak, baik
Perseroan maupun pelanggan untuk proses penagihan telah tersedia secara lengkap dan benar serta
aktif melakukan usaha penagihan secara berkala dalam bentuk tindak lanjut berkesinambungan
melalui telepon ataupun email ke masing-masing pihak terkait hingga tagihan berhasil dilunasi.

10. Perseroan membukukan uang muka jangka panjang dengan nilai sebesar Rp3,64 triliun
per 30 September 2023. Nilai tersebut tidak mengalami penurunan dari periode-periode sebelumnya,
yaitu sebesar Rp3,63 triliun per 31 Desember 2022 dan Rp3,28 triliun per 31 Desember 2021.
Berdasarkan penjelasan CALK 13 tentang Uang Muka Jangka Panjang, sebagian besar uang muka
tersebut merupakan uang muka PT Smart Telecom, Entitas Anak, kepada ZTE Corporation dan PT ZTE
Indonesia, untuk pengadaan atau konstruksi aset tetap. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Penjabaran atas uang muka jangka panjang tersebut.

Jawaban:
Uang muka jangka panjang tersebut terutama terdiri atas uang muka kepada:

3.498.651 Nan 3.416.366 3.088.880
145.616 219.089 191.840
3.644.267 3.635.455 3.280.720

b. Perincian aset tetap yang menjadi objek pengadaan atau konstruksi dengan ZTE Corporation dan PT
ZTE Indonesia tersebut.

Jawaban:

Aset tetap yang menjadi objek pengadaan atau konstruksi dengan PT ZTE Indonesia dan ZTE
Corporation (bersama-sama disebut “ZTE”) terkait dengan pengembangan infrastruktur
telekomunikasi dan peralatan penunjang lainnya dalam rangka ekspansi Grup serta konstruksi
jaringan LTE di beberapa wilayah Indonesia.

c. Status terkini pengadaan atau konstruksi aset tetap tersebut.

Jawaban:

Dari tanggal 1 Oktober 2023 sampai dengan 31 Desember 2023, terdapat uang muka jangka panjang
yang telah terealisasi dan direklasifikasi ke dalam akun aset tetap kategori infrastruktur
telekomunikasi sebesar Rp 113.152 juta.

d. Estimasi waktu terselesaikannya pengadaan atau konstruksi aset tetap dimaksud.
Jawaban:

Estimasi waktu terselesaikannya pengadaan atau konstruksi aset tetap dimaksud adalah pada tahun
2025.
Page 8 OCR 0.945
11. Perseroan memiliki investasi berupa saham PT Mora Telernatika Indonesia Tbk. (MORA), yang sejak
tahun 2022 diklasifikasikan sesuai dengan PSAK. 71 — Instrumen Keuangan, Aset Keuangan dengan
klasifikasi Fair Value through Profit or Losses (FVTPL). Hal tersebut menyebabkan Perseroan
membukukan laba sebesar Rp1,64 triliun per 31 Desember 2022 dan rugi sebesar Rp415,86 milar per 30
September 2023. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

12.

a.

Latar belakang / alasan investasi Perseroan berupa saham MORA.

Jawaban:

Latar belakang awal dilakukannya investasi ke dalam MORA adalah untuk menciptakan sinergi
kerjasama secara operasional antara Perseroan, PT Smart Telecom, dan Moratel. Selain itu,
kerjasama bisnis dengan MORA dapat membantu kegiatan operasi Perseroan dan PT Smart Telecom
menambah layanan yang dapat ditawarkan kepada para pelanggannya.

Rencana Perseroan terkait dengan kepemilikan saham MORA.

Jawaban:

Perseroan saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukan perubahan kepemilikan saham MORA
dalam waktu dekat, namun dalam situasi tertentu, Perseroan dapat mempertimbangkan untuk
melakukan perubahan atas kepemilikan tersebut.

Analisis Solely Payments of Principal and Interest (SPPI) sesuai dengan PSAK 71.

Jawaban:

Perseroan mengklasifikasikan FVTPL dikarenakan Perseroan memiliki investasi pada MORA bukan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (pembayaran pokok dan bunga) melainkan untuk
mendapatkan arus kas dari realisasi nilai wajar. Hal ini sudah sesuai dengan analisis Solely Payments
of Principal and Interest (SPPI) pada PSAK 71.

Dasar pertimbangan Perseroan untuk mengklasifikasikan investasi Perseroan pada MORA melalui
FVTPL sesuai dengan Paragraf 4.1 Klasifikasi Keuangan PSAK 71 - Instrumen Keuangan.

Jawaban:

Pertimbangan Perseroan untuk mengklasifikasikan investasi Perseroan pada MORA melalui FVTPL
dikarenakan Perseroan memiliki saham tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan arus kas dari
realisasi nilai wajar.

Evaluasi pemenuhan kondisi kualitatif terkait investasi Perseroan pada MORA sesuai dengan PSAK
15 — Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, dengan melengkapi tabel berikut

Indikasi Kualitatif Pengaruh Signifikan Penjelasan Perseroai
Keterwakilan dalam Direksi, Dewan ee Tidak ada keterwakilan dalam Direksi, Dewan
atau organ setara Komisaris atau organ setara
Partisipasi proses pembuatan kebijakan, termasuk | Tidak ada partisipasi proses pembuatan
dividen dan distribusi lain kebijakan, termasuk dividen dan distribusi lain
Transaksi material investor dengan investee Transaksi investor dengan investee nilainya

tidak material

Pertukaran personel manajerial Tidak ada pertukaran personel manajerial
Penyediaan informasi teknis pokok Tidak ada penyediaan informasi teknis pokok

Terkait dengan pertanyaan di atas, maka Perseroan melakukan reklasifikasi akun investasi dalam saham
untuk posisi per 31 Desember 2022 agar sesuai dengan penyaian laporan posisi keuangan per 30
September 2023, di mana sebelum reklasifikasi, sebanyak Rp2,50 triliun dicatatkan sebagai aset tidak
lancar, sementara setelah reklasifikasi, sebanyak Rp2,43 triliun dicatatkan sebagai aset lancar dan Rp0,07
Page 9 OCR 0.947
1

w

triliun dicatatkan sebagai aset tidak lancar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan
melakukan reklasifikasi tersebut disertai dengan penjelasan ketentuan akuntansi yang mendasarinya,

Jawaban:

Latar belakang Perseroan melakukan reklasifikasi tersebut dikarenakan oleh tujuan Perseroan untuk
memperoleh keuntungan dari realisasi nilai wajar atas investasi pada MORA dan Perseroan
mengklasifikasikan investasi tersebut melalui FVTPL

Informasi tersebut menunjukkan investasi akan direalisasikan/diperdagangkan dalam siklus operasi
berjalan (dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan). Hal ini memenuhi kriteria asset lancar
sebagaimana yang dinyatakan PSAK 1 par. 66 yaitu:

“Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar, jika:

a) entitas memperkirakan akan merealisasikan aset, atau memiliki intensi untuk menjual atau
menggunakannya, dalam siklus operasi normal:

b) entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan,

c) entitas memperkirakan akan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode
pelaporan, atau

d) aset merupakan kas atau setara kas (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas),

kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas
sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.

Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk dalam kriteria di atas sebagai aset tidak lancar."

. Berdasarkan pengungkapan dalam CALK 16 tentang Utang Usaha dan Utang Lain-Lain, Perseroan belum

mengungkapkan nilai utang usaha berdasarkan umurnya. Agar Perseroan mengungkapkan hal tersebut.
Jika terdapat utang usaha yang berstatus telah jatuh tempo, agar dijelaskan penyebab hal tersebut dan
rencana yang akan dilakukan Perseroan untuk melakukan pelunasan.

Jawaban:
Berikut adalah rincian utang usaha berdasarkan umur , sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah

Utang usaha 30-Sep-23
Belum jatuh tempo 74193
Jatuh tempo

1 - 30 hari 18.344
31 -60 hari 11.545
61 - 90 hari 1.564
91 -120 hari 2.020
2 120 hari 15.425
Jumlah 123.671

Penyebab utang usaha yang berstatus telah jatuh tempo terutama karena Perseroan belum mendapatkan
dokumen pendukung yang lengkap untuk kebutuhan administrasi atas invoice yang sudah dikirimkan oleh
pemasok.

Rencana yang dilakukan Perseroan untuk melakukan pelunasan adalah dengan melakukan
follow-up kepada pemasok atas kekurangan dokumen administrasi. Sampai dengan tanggal
21 Februari 2024, atas utang usaha per 30 September 2023 yang telah jatuh tempo, telah dibayarkan
sebesar 5946.
Page 10 OCR 0.946
14,

15,

16.

17.

Dalam CALK. 21 tentang Utang Pinjaman, Perseroan mengungkapkan besaran tingkat suku bunga kepada
2 kreditur terbesarnya yaitu atas pinjaman kepada Niven Holding Limited yang nilainya sebesar Rp5,25
triliun dan Utang Sindikasi yang nilainya sebesar Rp5,08 triliun, yaitu “SOER tiga (3) bulan ditambah
margin tertentu” untuk utang kepada Niven Holding Limited, dan “JIBOR # margin tertentu” untuk
Utang Sindikasi. Agar diungkapkan besaran margin tersebut.

Jawaban:

Tingkat bunga pinjaman dari Niven Holdings Limited adalah: SOFR tiga bulan # 0,596.

Tingkat bunga Utang Sindikasi pada saat penandatanganan perjanjian adalah JIBOR tiga bulan 4 4,2594,
namun semenjak tanggal 23 Desember 2023 terdapat perubahan margin sehingga tingkat bunga menjadi
JIBOR tiga bulan t 3,255.

Perseroan memiliki utang obligasi senilai Rp1,21 triliun per 30 September 2023, berupa Global Notes
yang telah direstrukturisasi beberapa kali. Berdasarkan CALK 22 tentang Utang Obligasi, maka
restrukturisasi terakhir yaitu pada 26 Desember 2018, di mana tanggal jatah tempo Global Notes menjadi
31 Desember 2023 dan dapat diperpanjang ke 31 Desember 2028 dan 31 Desember 2033. Selain pokok
dan bunga terutang, terdapat juga premi dan biaya restrukturisasi dari Global Notes, serta opsi konversi
ke saham Perseroan. Namun demikian, berdasarkan CALK. 47 tentang Peristiwa Setelah Periode
Pelaporan, Perseroan mengungkapkan bahwa pada tanggal 17 November 2023 telah terdapat perubahan
pada Global Notes yaitu tanggal jatuh tempo menjadi 31 Desember 2028, terdapat pembebasan atas biaya
premi dan biaya restrukturisasi, dan perubahan pada ketentuan bunga. Atas hal tersebut, agar Perseroan
menjelaskan:

a. Alasan dilakukan restrukturisasi berulang kali atas Global Notes, dibandingkan melakukan pelunasan.

Jawaban:
Perseroan berpandangan bahwa dana dari internal kas Perseroan lebih diprioritaskan untuk
pemenuhan modal kerja dan investasi.

b. Elaborasi atas perubahan pada ketentuan bunga setelah restrukturisasi tanggal 17 November 2023.

Jawaban: .
Setelah terjadi restrukturisasi pada tanggal 17 November 2023, maka bunga Global Notes untuk
periode 30 Juni 2018 — 31 Desember 2028 adalah nihil.

c. Nilai keuntungan yang akan dibukukan Perseroan sehubungan dengan pembebasan atas biaya premi
dan biaya restrukturisasi Global Notes.

Jawaban:
Estimasi keuntungan yang akan dibukukan oleh Perseroan sehubungan dengan pembebasan biaya
premi dan biaya restrukturisasi Global Notes adalah senilai Rp561 miliar.

Perseroan membukukan pembelian aset tetap yang dicatat sebagai liabilitas tidak lancar lainnya senilai
Rp728,22 miliar per 30 September 2023. Atas hal tersebut, agar Perseroan menjelaskan aset tetap
dimaksud serta alasannya dicatatkan sebagai liabilitas tidak lancar lainnya.

Jawaban:

Liabilitas tidak lancar lainnya senilai Rp 728,22 miliar merupakan pembelian aset tetap terkait dengan
pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan peralatan penunjang lainnya dalam rangka ekspansi
Grup serta konstruksi jaringan LTE di beberapa wilayah Indonesia yang memiliki jatuh tempo lebih dari
1 tahun.

Informasi atau fakta material lainnya, yang dapat memengaruhi harga saham Perseroan dan keputusan
investor, yang belum diungkapkan oleh Perseroan.

Jawaban:
Page 11 OCR 0.936
Tidak ada informasi atau fakta material lainnya yang dapat memengaruhi harga saham Perseroan dan
keputusan investor yang belum diungkapkan oleh Perseroan.

Sehubungan dengan PMHMETD V, dapat Perseroan informasikan bahwa pada tanggal 20 Februari 2024,
Perseroan telah menyampaikan dokumen tambahan dan tanggapan atas pertanyaan terkait aspek
keterbukaan, akuntansi dan hukum yang diminta oleh OJK terkait dengan registrasi PMIMETD V
Perseroan.

-900-
Page 12 OCR 0.914
LAMPIRAN 2

PROFORMA KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2023

Asumsi:

1. Seluruh Waran Seri III dilaksanakan oleh para pemegangnya sebelum tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak

atas HMETD

2, Seluruh saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD V diambilbagian/dilaksanakan olch para pemegang HMETD

(dalam jutaan Rupiah)

Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha:
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain:
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Persediaan
Pajak dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka
Investasi dalam saham
Aset lancar lain-lain
Jumlah Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan
Aset tetap
Aset takberwujud
Goodwill
Uang muka jangka panjang
Biaya dibayar dimuka jangka panjang
Aset lain-lain
Jumlah Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset

250,612 7,154,122 3,318,776 10,732,510
271,653 277,653
145,500 145,500

913 913

4,061 4,061
103,972 103,972
18,512 18,512
704,159 704,159
2,009,972 2,009,972
49,738 49,738
3,574,092 7,154,122 3,318,776 14,046,990
1,821,636 1,821,636

34,979,159 34,979,159
899,151 899,151
901,765 901,765

3,644,267 3,644,267
30,994 30,994
60,038 60,038

2,337,010 - - 42,337,010

25,911,102 7,154,122 3,318,776 56,384,000

Page 13 OCR 0.924
dalam jutaan Rupiah)

Liabilitas dan Ekuitas

Liabilitas
Liabilitas Lancar
Utang usaha dan utang lain-lain:
Pihak berelasi 3,690 3,690
Pihak ketiga 1,441,713 1,441,713
Utang pajak 112,637 112,637
Akrual 1,354,431 1,354,431
Pendapatan diterima dimuka 808,471 808,471
Uang muka pelanggan 284,116 284,116
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun: -
Utang pinjaman 131,794 131,794
Liabilitas sewa 2,724,250 2,724,250
Jumlah Liabilitas Lancar 6,861,102 - - 6,861,102
Liabilitas Tidak Lancar
Bagian yang jatuh tempo lebih dari satu tahun -
setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang pinjaman 10,248,849 (5,248,600) 5,000,249
Liabilitas sewa 10,304,509 10,304,509
Utang obligasi 1,210,609 1,210,609
Liabilitas derivatif 740,899 740,899
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 209,224 209,224
Liabilitas tidak lancar lainnya 1,151,491 1,151,491
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 23,865,581 - (5,248,600) 18,616,981
Jumlah Liabilitas 30,726,683 - (5,248,600) 25,478,083
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham 39,889,363 7,154,122 8,572,949 55,616,434
Tambahan modal disetor - bersih 826,399 (5,573) 820,826
Saldo laba (defisit) -
Ditentukan penggunaannya 100 100
Tidak ditentukan penggunaannya (25,531,548) (25,531,548)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 15,184,314 7,154,122 8,567,376 30,905,812
Kepentingan Non-Pengendali 105 105
Jumlah Ekuitas 15,184,419 1,154,122 8,567,376 30,905,917
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 45,911,102 1,154,122 3,318,716 56,384,000

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.54 MB
Published23 Feb 2024
Pages13
Characters31,553
Text sourceOCR
OCR confidence0.938

Names mentioned 16 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Smartfren Telecom Tbk p.1 ×9
linked org PT Smart Telecom p.7 ×5
linked org Niven Holding Limited p.10 ×3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible person H. Agus Salim p.1
possible org Wahana Inti Nusantara p.2 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org PT Global Nusa Data p.4
unresolved org Nama Kreditur Niven Holdings Limited p.2
unresolved org PT Wahana Inti Nusantara Penggunaan Dana Pinjaman p.2
unresolved org Niven Holdings Limited p.2 ×3
unresolved org ZTE Corporation p.7 ×3
unresolved org PT ZTE Indonesia p.7 ×3
unresolved org Mora Telernatika Indonesia Tbk. p.8 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result