Skip to content
Back to announcement

20240220_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31579151_lamp2.pdf

Other Text extracted SMFP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 320

Page 1
Nomor    : S-0432/DIR/SMF/II/2024                                           20 Februari 2024
Lampiran : 1 (satu) set

Kepada Yth
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun,
Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Otoritas Jasa Keuangan
Jalan Gatot Subroto Nomor 42
Jakarta Selatan 12710


U.p     : Direktur Perizinan IKNB dan Inovasi Keuangan Digital
Perihal : Laporan Penambahan Modal Disetor

Dengan hormat,

     Berdasarkan Pasal 32 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.05/2018
tentang Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.05/2022 tentang Perubahan Atas
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.05/2018 tentang Perusahaan Pembiayaan
Sekunder Perumahan, dan sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105 Tahun 2024
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham
dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial, Dengan ini melaporkan bahwa telah dilakukan perubahan anggaran dasar PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) mengenai penambahan modal disetor, sebagai berikut:

Permodalan         Sebelum Perubahan               Setelah Perubahan
Modal Saham        12.800.000 (dua belas juta      14.330.000 (empat belas juta
                   delapan ratus ribu) lembar      tiga ratus tiga puluh ribu) lembar
                   saham                           saham

dengan komposisi pemegang saham sebagai berikut:

Nama Pemegang Saham       Total Nilai Saham            Total Nilai Saham Setelah
                          Sebelum Perubahan (Rp)       Perubahan (Rp)
Negara Republik Indonesia Rp12.800.000.000.000,00      Rp14.330.000.000.000,00
c.q. Kementerian Keuangan (dua belas triliun delapan   (empat belas triliun tiga
Republik Indonesia        ratus miliar rupiah).        ratus tiga puluh miliar
                                                       rupiah).


Sebagai kelengkapan data, terlampir bersama ini kami sampaikan:

1. Fotokopi akta perubahan anggaran dasar tertanggal 15 Februari 2024 Nomor 02, dibuat
   dihadapan Vita Cahyojati, S.H.,Hum., Notaris di Jakarta dan Surat Penerimaan
Page 2
   Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi
   Manusia Republik Indonesia, tertanggal 16 Februari 2024 Nomor AHU-AH.01.03-0039093,
   yang surat penerimaan pemberitahuannya kami terima pada tanggal 16 Februari 2024;
2. Fotokopi Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105 Tahun 2024 tentang Penambahan
   Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham dan Perubahan
   Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;
3. Bukti penambahan modal disetor;
4. Fotokopi rekening koran PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) periode Oktober sampai
   dengan Desember 2023 yang telah dilegalisir pihak bank dan menunjukkan adanya
   penerimaan setoran modal;
5. Rencana bisnis (business plan) dan langkah-langkah Perusahaan dalam penggunaan
   penambahan modal disetor;


Demikian disampaikan, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero )




Ditandatangani secara elektronik oleh :
Ananta Wiyogo
Direktur Utama
Page 3
    PERNYATAAN KEPUTUSAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM DI LUAR RAPAT
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
        Disingkat PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
                                  Nomor : 02


----- Pada hari ini, Kamis, tanggal 15-02-2024 (lima belas
Februari tahun dua ribu dua puluh empat).--------------------
Pukul : 14.00 (Waktu Indonesia Barat).-----------------------
----- Berhadapan dengan saya, VITA CAHYOJATI, Sarjana Hukum,
Magister Humaniora, Notaris di Jakarta, berkedudukan di Jakarta
Selatan, dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris,
kenal dan nama-namanya akan disebutkan pada bagian akhir akta
ini :--------------------------------------------------------
-     Tuan ANANTA WIYOGO, lahir di Roma, pada tanggal 14-08-1957
      (empat belas Agustus tahun seribu sembilan ratus lima puluh
      tujuh),    Direktur     Utama   PT     SARANA    MULTIGRIYA   FINANSIAL
      (PERSERO) tersebut dibawah ini, Warga Negara Indonesia,
      bertempat tinggal di jalan Pejaten Mas III Blok G Nomor I,
      Rukun Tetangga 011, Rukun Warga 002, Kelurahan Pasar Minggu,
      Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, pemegang kartu
      Tanda     Penduduk     dengan   Nomor    Induk     Kependudukan   (NIK)
      3174041408570003, Warga Negara Indonesia.-----------------
-menurut keterangannya dalam hal ini bertindak:---------------
a. dalam jabatannya tersebut di atas dari dan karenanya sah ---
      mewakili Direksi PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA
      MULTIGRIYA FINANSIAL atau disingkat PT SARANA MULTIGRIYA
      FINANSIAL (PERSERO), berkedudukan di Jakarta Selatan, dan
      berkantor di Graha SMF, Jalan Panglima Polim Nomor 1, yang
      perubahan seluruh anggaran             dasarnya untuk     disesuaikan
      dengan Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2007 (dua ribu tujuh)
      tentang Perseroan Terbatas sebagaimana termaktub dalam akta
      tertanggal 13-08-2008 (tiga belas Agustus tahun dua ribu
      delapan) Nomor: 114, dibuat dihadapan SUTJIPTO, Sarjana
      Hukum, pada waktu itu Notaris di Jakarta, akta perubahan
      mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
      Asasi   Manusia      Republik   Indonesia,      sebagaimana   termaktub
      dalam   Surat     Keputusannya        tertanggal    05-12-2008    (lima
      Desember tahun dua ribu delapan) Nomor:-------------------


                                        1
Page 4
AHU-94053.AH.01.02. Tahun 2008 dan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia Nomor: 53 tertanggal 03-
07-2009 (tiga Juli tahun dua ribu sembilan) Tambahan Nomor:
17294. Anggaran dasar mana kemudian diubah dengan akta-
akta:-----------------------------------------------------
-   Akta tertanggal 23-07-2012 (dua puluh tiga Juli tahun dua
    ribu dua belas), Nomor : 40, dibuat dihadapan Nyonya
    POERBANINGSIH ADI WARSITO, Sarjana Hukum, pada waktu itu
    Notaris di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan
    dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
    Hukum   dan   Hak   Asasi       Manusia   Republik    Indonesia
    sebagaimana   termaktub     dalam     surat   pemberitahuannya
    tertanggal 14-08-2012 (empat belas Agustus tahun dua ribu
    dua belas) Nomor AHU-AH.01.10-30395.--------------------
-   Akta tertanggal 23-03-2015 (dua puluh tiga Maret tahun--
    dua ribu lima belas) Nomor: 49, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
    perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
    Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
    surat pemberitahuannya tertanggal 27-03-2015 (dua puluh
    tujuh Maret tahun dua ribu lima belas)        Nomor :---------
    AHU-AH.01.03-0019713.----------------------------------
-   Akta tertanggal 03-06-2015 (tiga Juni tahun dua ribu----
    lima belas) Nomor : 02A, dibuat dihadapan Insinyur ------
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
    perubahan mana telah mendapat persetujuan dari Menteri
    Hukum   dan   Hak   Asasi       Manusia   Republik   Indonesia,
    sebagaimana ternyata dari Surat Keputusannya tertanggal
    delapan Juli dua ribu lima belas (08-07-2015) Nomor :
    AHU-0938942.AH.01.02.TAHUN 2015, serta telah diterima dan
    dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
    Hukum   dan   Hak   Asasi       Manusia   Republik    Indonesia
    sebagaimana   termaktub     dalam     surat   pemberitahuannya
    tertanggal 08-07-2015 (delapan Juli tahun dua ribu lima
    belas) Nomor : AHU-AH.01.03-0949339 dan Nomor:----------
    AHU-AH.01.03-0949340.----------------------------------
-   Akta tertanggal 19-04-2016 (sembilan belas April tahun--


                                2
Page 5
    dua   ribu   enam   belas),       Nomor:   36,    dibuat   dihadapan
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
    di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
    dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
    dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
    termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal-------
    25-04-2016 (dua puluh lima April tahun dua ribu enam
    belas) Nomor: AHU-AH.01.03-0042954.---------------------
-   Akta tertanggal 29-06-2016 (dua puluh sembilan Juni tahun
    dua   ribu   enam   belas),       Nomor:   166,   dibuat   dihadapan
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
    di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
    dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
    dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
    termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal------
    29-06-2016 (dua puluh sembilan Juni tahun dua ribu enam
    belas) Nomor : AHU-AH.01.03-0062615.--------------------
-   Akta tertanggal 22-02-2017 (dua puluh dua Februari tahun
    dua ribu tujuh belas) Nomor: 33, dibuat dihadapan-------
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
    di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
    dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
    dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
    termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal-------
    23-02-2017 (dua puluh tiga Februari tahun dua ribu tujuh
    belas) Nomor: AHU-AH.01.03-0081980.---------------------
-   Akta tertanggal 13-06-2017 (tiga belas Juni tahun dua---
    ribu tujuh belas) Nomor: 70, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
    perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
    Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
    surat pemberitahuannya tertanggal 04-07-2017 (empat Juli
    tahun dua ribu tujuh belas) Nomor: AHU-AH.01.03-0149891.-
-   Akta tertanggal 24-04-2018 (dua puluh empat April tahun
    dua ribu delapan belas) Nomor : 72, dibuat dihadapan
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
    di Jakarta, perubahan mana telah mendapat persetujuan


                                  3
Page 6
    dari   Menteri    Hukum    dan    Hak   Asasi     Manusia    Republik
    Indonesia, sebagaimana ternyata dari Surat Keputusannya
    tertanggal 27-04-2018 (dua puluh tujuh April tahun dua
    ribu delapan belas ) Nomor : AHU-0009489.AH. 01.02.TAHUN
    2018, serta      telah    diterima   dan    dicatat dalam     Sistem
    Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
    surat pemberitahuannya tertanggal 27-04-2018 (dua puluh
    tujuh April tahun dua ribu delapan belas) Nomor :-------
    AHU-AH.01.03-0168433.----------------------------------
-   Akta tertanggal 21-05-2018 (dua puluh satu Mei tahun dua
    ribu   delapan    belas),    Nomor      :   51,   dibuat    dihadapan
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
    di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
    dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
    dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
    termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal-------
    22-05-2018 (dua puluh dua Mei tahun dua ribu delapan
    belas) Nomor : AHU-AH.01.03-0208306.--------------------
-   Akta tertanggal 04-07-2018 (empat Juli tahun dua ribu---
    delapan belas), Nomor : 16, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
    perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
    Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
    surat pemberitahuannya tertanggal 05-07-2018 (lima Juli
    tahun dua ribu delapan belas) Nomor :-------------------
    AHU-AH.01.03-0218737.----------------------------------
-   Akta tertanggal 08-11-2018 (delapan Nopember tahun dua--
    ribu delapan belas), Nomor: 20, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
    perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
    Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
    surat pemberitahuannya tertanggal 09-11-2018 (sembilan
    Nopember tahun dua ribu delapan belas) Nomor :----------
    AHU-AH.01.03-0262214.----------------------------------
-   Akta tertanggal 16-01-2019 (enam belas Januari tahun dua


                                  4
Page 7
    ribu sembilan belas ), Nomor : 16, dibuat dihadapan
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
    di Jakarta, perubahan data perseroan mana telah diterima
    dan    dicatat    dalam     Sistem         Administrasi          Badan     Hukum
    Kementerian      Hukum     dan       Hak     Asasi       Manusia       Republik
    Indonesia        sebagaimana            termaktub              dalam       surat
    pemberitahuannya         tertanggal          17-01-2019        (tujuh      belas
    Januari tahun dua ribu sembilan belas) Nomor:-----------
    AHU-AH.01.03-0033129.----------------------------------
-   Akta tertanggal 30-07-2019 (tiga puluh Juli tahun dua---
    ribu   sembilan     belas),          Nomor       :    56 dibuat        dihadapan
    Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana
    Hukum, Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana
    telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
    Badan Hukum      Kementerian         Hukum       dan    Hak    Asasi     Manusia
    Republik    Indonesia       sebagaimana termaktub                 dalam surat
    pemberitahuannya         tertanggal        05-08-2019          (lima     Agustus
    tahun dua ribu sembilan belas) Nomor :------------------
    AHU-AH.01.03.0308495.----------------------------------
-   Akta tertanggal 22-01-2020 (dua puluh dua Januari tahun
    dua ribu dua puluh), Nomor : 19 dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE     CAHYANIE        HANDARI           ADI       WARSITO,         Sarjana
    Hukum,Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana
    telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
    Badan Hukum      Kementerian         Hukum       dan    Hak    Asasi     Manusia
    Republik    Indonesia       sebagaimana termaktub                 dalam surat
    pemberitahuannya tertanggal 23-01-2020 (dua puluh tiga
    Januari tahun dua ribu dua puluh) Nomor :---------------
    AHU-AH.01.03-0040819.----------------------------------
-   Akta tertanggal 13-07-2020 (tiga belas Juli tahun dua---
    ribu dua puluh), Nomor : 17, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum,
    Notaris di Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah
    mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
    Manusia     Republik         Indonesia,                berdasarkan         Surat
    Keputusannya tertanggal 20-07-2020 (dua puluh Juli tahun
    dua ribu dua puluh) Nomor : AHU-0049283.AH.01.02.TAHUN
    2020   serta     telah    diterima         dan       dicatat    dalam     Sistem


                                     5
Page 8
    Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
    Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
    tertanggal       20-07-2020    (dua          puluh    Juli    dua    ribu   dua
    puluh)    Nomor : AHU-AH.01.03-0296050.-------------------
-   Akta tertanggal 26-08-2020 (dua puluh enam Agustus tahun
    dua ribu dua puluh) Nomor : 20, dibuat dihadapan Insinyur
    KRISTANTI SURYANI, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
    Notaris di Kota Jakarta Pusat, perubahan data perseroan
    mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
    Badan Hukum       Kementerian          Hukum    dan    Hak    Asasi   Manusia
    Republik     Indonesia       sebagaimana termaktub               dalam Surat
    Penerimaan              Pemberitahuan                 Perubahan             Data
    Perseroan tertanggal 23-09-2020 (dua puluh tiga September
    tahun dua ribu dua puluh) Nomor: AHU-AH.01.03.0389879.--
-   Akta tertanggal 11-11-2020 (sebelas November tahun dua--
    ribu dua puluh), Nomor : 15, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum,
    Notaris di Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah
    mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
    Manusia         Republik      Indonesia,              berdasarkan       Surat
    Keputusannya tertanggal 20-11-2020 (dua puluh November
    tahun dua ribu dua puluh) Nomor :--------------------
    AHU-0077820.AH.Ol.02.TAHUN 2020 serta telah diterima dan
    dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
    Hukum     dan     Hak      Asasi       Manusia        Republik       Indonesia
    sebagaimana         termaktub            dalam        Surat         Penerimaan
    Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar tertanggal-------
    20-07-2020 (dua puluh Juli tahun dua ribu dua puluh)
    Nomor: HU·AH.O1.03·0410003.-----------------------------
-   Akta tertanggal 06-08-2021 (enam Agustus tahun dua ribu
    dua puluh       satu)    Nomor:        11,   dibuat    dihadapan       NANETTE
    CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
    Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah mendapat
    persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    Republik     Indonesia,       berdasarkan             Surat    Keputusannya
    tertanggal 12-08-2021 (dua belas Desember tahun dua ribu
    dua puluh satu) Nomor : AHU-AH.01.03-0436566.-----------


                                       6
Page 9
-   Akta tertanggal 30-11-2021 (tiga puluh November tahun dua
    ribu dua puluh satu) Nomor: 62, dibuat dihadapan NANETTE
    CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
    Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah mendapat
    persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    Republik    Indonesia,        berdasarkan         Surat      Keputusannya
    tertanggal 01-12-2021 (satu Desember tahun dua ribu dua
    puluh satu) Nomor : AHU-AH.01.03-0480013.—--------------
-   Akta tertanggal 15-11-2022 (lima belas November tahun dua
    ribu dua puluh dua), Nomor : 16, dibuat dihadapan Insinyur
    NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum,
    Notaris di Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah
    mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
    Manusia         Republik      Indonesia,          berdasarkan       Surat
    Keputusannya tertanggal 17-11-2022 (tujuh belas November
    tahun dua ribu dua puluh dua) Nomor :-------------------
    AHU-0083465.AH.01.02.TAHUN 2022 serta telah diterima dan
    dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
    Hukum     dan     Hak      Asasi       Manusia    Republik      Indonesia
    sebagaimana         termaktub           dalam      Surat       Penerimaan
    Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar tertanggal-------
    17-11-2022 (tujuh belas November tahun dua ribu dua puluh
    dua)    Nomor : AHU-AH.01.03-0314601.---------------------
Sedangkan     susunan       Direksi,        Dewan    Komisaris    dan   Dewan
Pengawas Syariah terakhir sebagaimana tersebut dalam :-----
-   Akta tertanggal 14-06-2022 (empat belas Juni tahun dua--
    ribu dua puluh dua) Nomor: 24, dibuat dihadapan NANETTE
    CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
    Jakarta, perubahan data perseroan mana telah diterima dan
    dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
    Hukum     dan     Hak      Asasi       Manusia    Republik      Indonesia
    sebagaimana termaktub                  dalam      Surat       Penerimaan
    Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal-------
    15-06-2022 (lima belas Juni tahun dua ribu dua puluh dua)
    Nomor: AHU-AH.01.09.022233.----------------------------
-   Akta tertanggal 11-08-2022 (sebelas Agustus tahun dua---
    ribu dua puluh dua) Nomor: 21, dibuat dihadapan NANETTE
    CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di


                                       7
Page 10
       Jakarta, perubahan data perseroan mana telah diterima dan
       dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
       Hukum   dan   Hak   Asasi       Manusia     Republik   Indonesia
       sebagaimana termaktub           dalam       Surat      Penerimaan
       Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal------
       12-08-2022 (dua belas Agustus tahun dua ribu dua puluh
       Nomor: AHU-AH.01.09.0043627.---------------------------
   -   Akta tertanggal 17-07-2023 (tujuh belas Juli tahun dua--
       ribu dua puluh tiga) Nomor: 05, dibuat dihadapan saya,
       Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana telah
       diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
       Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
       Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal-----
       18-07-2023 (delapan belas Juli tahun dua ribu dua puluh
       tiga) Nomor: AHU-AH.01.09.0141369.---------------------
   -   Akta tertanggal 26-07-2023 (dua puluh enam Juli tahun dua
       ribu dua puluh tiga) Nomor: 11, dibuat dihadapan saya,
       Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana telah
       diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
       Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
       Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
       Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal-------
       27-07-2023 (dua puluh tujuh Juli tahun dua ribu dua puluh
       tiga) Nomor: AHU-AH.01.09.0144902.----------------------
   -dengan catatan bahwa setelah akta-akta tersebut tidak ada-
   dilakukan   perubahan   Anggaran       Dasar,    perubahan    susunan
   pemegang saham, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris
   maupun anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan;----------
b. yang dalam hal ini diwakilinya atas kuasa yang tercantum---
   dalam Keputusan Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang
   Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
   Finansial, tertanggal 09-02-2024 (sembilan Februari tahun
   dua ribu dua puluh empat) Nomor 105 Tahun 2024 tentang
   Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke
   dalam Modal Saham Dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial, yang
   asli salinan resminya diperlihatkan kepada saya, Notaris dan


                                   8
Page 11
   fotokopi sesuai aslinya dilekatkan pada minuta akta ini.---
-Penghadap telah dikenal oleh saya, Notaris.------------------
-Penghadap bertindak dalam jabatannya tersebut terlebih dahulu
 menerangkan:-------------------------------------------------
-Bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023---
 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
 ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
 Multigriya Finansial, telah dilakukan penambahan penyertaan
 modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan
 Perseroan   (Persero)   PT     Sarana     Multigriya    Finansial    yang
 berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
 Anggaran 2023 sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian
 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023.--
-Bahwa sehubungan dengan penambahan penyertaan modal Negara---
 Republik Indonesia sebagaimana dimaksud diatas, perlu adanya
 perubahan atas Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
 PT Sarana Multigriya Finansial.------------------------------
-Bahwa Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham------
 Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
 berwenang untuk menyetujui dilakukannya perubahan Anggaran
 Dasar   Perusahaan   Perseroan    (Persero)    PT    Sarana   Multigriya
 Finansial sebagaimana dimaksud diatas.-----------------------
-Bahwa memperhatikan Surat Direksi PT Sarana Multigriya-------
 Finansial (Persero) Nomor S-2899/DIR/SMF/XII/2023 tanggal----
 28-12-2023 (dua puluh delapan Desember tahun dua ribu dua puluh
 tiga) perihal Permohonan Perubahan Anggaran Dasar PT Sarana
 Multigriya Finansial (Persero).------------------------------
-Bahwa Penghadap menjalani jabatannya sebagaimana tersebut di-
 atas dengan mempergunakan kuasa yang tercantum dalam Keputusan
 Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham             tertanggal
 09-02-2024 (sembilan Februari tahun dua ribu dua puluh empat)
 Nomor 105 Tahun 2024, hendak menyatakan kembali hal-hal yang
 telah diputuskan Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang
 Saham Perseroan dalam bentuk otentik di hadapan Notaris;-----
-Sehubungan dengan hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka-
 sekarang    penghadap   Tuan     ANANTA    WIYOGO,     tersebut     dengan
 senantiasa bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut
 di atas, menerangkan dengan ini sebagai berikut:-------------


                                   9
Page 12
 Menyatakan kembali Keputusan Menteri Keuangan selaku Rapat-
  Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
  Multigriya Finansial tentang Penambahan Penyertaan Modal
  Negara Republik Indonesia Ke dalam Modal Saham Dan Perubahan
  Anggaran   Dasar Perusahaan Perseroan         (Persero) PT Sarana
  Multigriya   Finansial   sebagaimana    telah    ditetapkan    dalam
  Keputusan Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham
  tertanggal 09-02-2024 (sembilan Februari tahun dua ribu dua
  puluh empat)      Nomor 105    Tahun 2024 (dua ribu dua        puluh
  empat).----------------------------------------------------
  KESATU : Menyetujui penambahan penyertaan modal Negara----
             Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan
             Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
             sebesar Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima
             ratus tiga puluh miliar Rupiah) dengan setoran
             tunai sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun
             2023 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara
             Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan
             Perseroan     (Persero)     PT     Sarana      Multigriya
             Finansial.---------------------------------------
  KEDUA   : Menyetujui pengeluaran/penempatan saham dalam----
             simpanan (portepel) sebanyak 1.530.000 (satu juta
             lima ratus tiga puluh) lembar saham, masing-masing
             dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000,00 (satu
             juta     Rupiah),     sehingga     berjumlah       sebesar
             Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus
             tiga puluh miliar Rupiah) yang seluruhnya diambil
             bagian oleh Negara Republik Indonesia.-----------
  KETIGA : Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan---
             Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
             sebagaimana    tercantum     dalam      Lampiran     yang
             merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan
             Menteri ini.-------------------------------------
  KEEMPAT : Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada-------
             Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
             Multigriya    Finansial    untuk     menyatakan    segala
             sesuatu yang diputuskan dalam Keputusan Menteri
             ini dalam bentuk otentik di hadapan Notaris atau


                                  10
Page 13
           pejabat yang berwenang.--------------------------
KELIMA : Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana-
           Multigriya Finansial melaporkan hasil pelaksanaan
           Keputusan    Menteri       ini    kepada    Menteri    Keuangan
           selaku    Rapat     Umum     Pemegang       Saham    Perusahaan
           Perseroan     (Persero)           PT     Sarana      Multigriya
           Finansial.---------------------------------------
KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada---------
           tanggal ditetapkan.------------------------------
sehingga terhitung sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 105 Tahun 2024 (dua ribu dua puluh empat),
Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan selanjutnya
menjadi berbunyi dan tertulis sebagai berikut:-------------
------------------------- MODAL ---------------------------
------------------------ Pasal 4 --------------------------
2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan diambil
   bagian oleh Negara Republik Indonesia sebanyak 14.330.000
   (empat belas juta tiga ratus tiga puluh ribu) lembar
   saham   atau     dengan    nilai    nominal       seluruhnya    sebesar
   Rp14.330.000.000.000,00 (empat belas triliun tiga ratus
   tiga puluh miliar Rupiah).------------------------------
3. Sebesar 100% (seratus persen) dari nilai nominal setiap-
   saham yang ditempatkan sebagaimana dimaksud pada ayat
   (2), atau seluruhnya berjumlah Rp14.330.000.000.000,00
   (empat belas triliun tiga ratus tiga puluh miliar Rupiah)
   telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia dengan
   cara sebagai berikut:----------------------------------
   a. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
      telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
      sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005
      tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
      Untuk    Pendirian      Perusahaan      Perseroan       (Persero)   di
      Bidang      Pembiayaan    Sekunder          Perumahan    sebagaimana
      telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
      Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua
      atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang
      Penyertaan      Modal    Negara       Republik    Indonesia    untuk
      Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang


                                 11
Page 14
   Pembiayaan   Sekunder       Perumahan   (Lembaran     Negara
   Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 229);-----------
b. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
   telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
   sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011
   tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
   Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
   (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
c. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
   telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
   sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2014
   tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
   Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
   (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
d. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
   telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
   sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015
   tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
   Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
   (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
e. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
   telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
   sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016
   tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
   Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
   (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
f. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
   telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
   sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2017
   tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
   Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
   (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
g. sebesar Rp800.000.000.000,00 (delapan ratus miliar---
   Rupiah)   telah   disetor    penuh   oleh   Negara   Republik
   Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58
   Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara
   Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-


                         12
Page 15
        h. sebesar Rp1.750.000.000.000,00 (satu triliun tujuh---
           ratus lima puluh miliar Rupiah) telah disetor penuh
           oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan
           Pemerintah Nomor 45 Tahun 2020 tentang Penambahan
           Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam
           Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
           Multigriya Finansial;-------------------------------
        i. sebesar Rp2.250.000.000.000,00 (dua triliun dua ratus
           lima puluh miliar Rupiah) telah disetor penuh oleh
           Negara   Republik   Indonesia     sesuai    dengan   Peraturan
           Pemerintah Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penambahan
           Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam
           Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
           Multigriya Finansial;-------------------------------
        j. sebesar Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun Rupiah)--
           telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
           sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2022
           tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
           Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
           (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; dan-------
        k. sebesar Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima----
           ratus tiga puluh miliar Rupiah) telah disetor penuh
           oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan
           Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023 tentang Penambahan
           Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam
           Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
           Multigriya Finansial.-------------------------------
----- Selanjutnya Penghadap menerangkan dengan ini memberikan
kuasa   dengan   hak   substitusi       kepada    saya,   Notaris    untuk
mengajukan permohonan sehubungan dengan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Diluar Rapat tentang pernyataan kembali Keputusan
Menteri Keuangan Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan
mengenai   Perubahan    Anggaran    Dasar        Perseroan   ini    kepada
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
untuk keperluan tersebut penghadap dengan ini menyatakan bahwa:-
1. Informasi dan data yang disampaikan dalam permohonan yang --
   disampaikan oleh Notaris kepada Kementerian Hukum dan Hak


                                   13
Page 16
   Asasi Manusia Republik Indonesia, adalah yang sebenarnya
   tidak lain dari yang sebenarnya;---------------------------
2. Permohonan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia--
   Republik Indonesia tersebut telah memenuhi syarat dan tidak
   melanggar larangan apapun sesuai dengan ketentuan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku;---------------------------
3. Perseroan mengerti, mematuhi dan siap melaksanakan Peraturan
   Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018;-----------
4. Siap menerima segala bentuk sanksi, termasuk tetapi tidak--
   terbatas sanksi pidana, perdata, dan/atau administratif----
   sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;-
Dengan menyetujui pernyataan ini, berarti siap bertanggung jawab
penuh dalam mengajukan permohonan kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan dengan ini menyatakan
bahwa pernyataan ini adalah merupakan pernyataan yang sah dan
membebaskan saya, Notaris dari segala tuntutuan berupa apapun
juga.---------------------------------------------------------
----- Penghadap menyatakan dengan ini menjamin akan kebenaran
identitasnya sesuai tanda pengenal yang disampaikan kepada saya,
Notaris dan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal tersebut dan
selanjutnya penghadap menyatakan telah mengerti dan memahami
isi akta ini.-------------------------------------------------
----- Maka saya, Notaris membuat Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Diluar Rapat ini untuk diketahui dan dipergunakan
sebagaimana bukti bilamana perlu.-----------------------------
------ Akta ini diselesaikan pada pukul : 14.15 WIB (Waktu
Indonesia Barat).---------------------------------------------
----------------------- DEMIKIAN AKTA INI --------------------
----- Dibuat dan diresmikan di Jakarta pada hari dan tanggal
seperti   yang   disebut   pada   bahagian   awal   akta   ini,   dengan
dihadiri oleh :-----------------------------------------------
1. Tuan WICAKSONO ARIF PRASETYO, yang tersebut dalam Kartu----
   Tanda Penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) :-----
   3174040407980005., Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal
   di Jalan Swadaya I Nomor 19, Rukun Tetangga 006, Rukun Warga
   009, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota
   Jakarta Selatan;-------------------------------------------
2. Nyonya ANNIS SHOLEKAH, yang tersebut dalam Kartu Tanda-----


                                   14
Page 17

          
Page 18
                                       KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
                                                       REPUBLIK INDONESIA
                                     DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM
                                       Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan
                                                    Telp. (021) 5202387 - Hunting




 Nomor     : AHU-AH.01.03-0039093                                      Kepada Yth.
                                                                       Notaris VITA CAHYOJATI
 Lampiran :
                                                                       S.H., M.HUM..
 Perihal   : Penerimaan Pemberitahuan                                  Jl. Jati Padang V No. 17C
             Perubahan Anggaran Dasar                                  Kec. Pasar Minggu Kel. Jati
             PT PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT.                     Padang - Jakarta Selatan
             SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL                               JAKARTA SELATAN



      Sesuai dengan data dalam format Isian Perubahan yang disimpan di dalam sistem Administrasi

Badan Hukum berdasarkan Akta Notaris Nomor 02 Tanggal 15 Februari 2024 yang dibuat oleh Notaris

VITA CAHYOJATI S.H., M.HUM., berkedudukan di JAKARTA SELATAN, beserta dokumen pendukungnya,

yang diterima tanggal 16 Februari 2024, mengenai perubahan Peningkatan Modal

Ditempatkan/disetor, PT PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. SARANA MULTIGRIYA

FINANSIAL disingkat PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO), berkedudukan di

JAKARTA SELATAN, telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum.




                                                Diterbitkan di Jakarta, Tanggal 16 Februari 2024.

                                                a.n. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
                                                            REPUBLIK INDONESIA
                                              DIREKTUR JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM,




                                                    Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LLM.
                                                         19690918 199403 1 001
DICETAK PADA TANGGAL 16 Februari 2024
DAFTAR PERSEROAN NOMOR AHU-0033379.AH.01.11.TAHUN 2024 TANGGAL 16 Februari
2024
Pemberitahuan ini hanya merupakan keterangan, bukan produk Tata Usaha Negara
Page 19
               PERUM PERCETAKAN NEGARA RI
                             Telah menerbitkan nomor :

                          BERITA NEGARA No. 014
                   TAMBAHAN BERITA NEGARA RI No. 005370
                       Tanggal Terbit 16 Februari 2024

                      Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar

  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL disingkat PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)



Berkedudukan di : JAKARTA SELATAN sesuai dengan Akta No. 02, Tanggal 15 Februari
2024. Yang dibuat oleh Notaris VITA CAHYOJATI, S.H, M.Hum.




                                                  Jakarta, 16 Februari 2024
                                  a,n Direksi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia
                                               Ast. Manager Berita Negara RI




                                                   EFAN HASBULLAH
                                                      NRK. 3050




    Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam pemberitahuan ini maka akan
    diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Page 20

          
Page 21

          
Page 22

          
Page 23

          
Page 24

          
Page 25

          
Page 26
Nomor        : S-0879/DIR/SMF/V/2023                                           Jakarta, 9 Mei 2023
Lampiran     : 1 (satu) dokumen

Kepada Yth.
Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Wisma Mulia 2, Lantai 15
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 42
Jakarta

U.b: Bapak Agus Maiyo, Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus

Perihal    : Penyampaian Penyesuaian Rencana Bisnis PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tahun
2023

Dengan hormat,

Sesuai dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-374/NB.212/2023 tanggal 11 April 2023
perihal Permintaan Penyesuaian Rencana Bisnis PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tahun 2023
kepada Perseroan, terdapat 2 (dua) hal yang perlu disesuaikan pada Rencana Bisnis Perseroan yaitu:

1. Penyesuaian pada bagian Ringkasan Eksekutif dengan mencantumkan rencana dan langkah-
   langkah strategis yang akan ditempuh dalam jangka panjang periode 5 (lima) tahun sesuai
   ketentuan Romawi II SEOJK 12/2020; dan
2. Penambahan asumsi Proyeksi NPL Gross dan NPL Netto pada Form 8-Proyeksi Rasio dan Pos
   Tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, maka melalui surat ini kami sampaikan Rencana Bisnis Perseroan Tahun
2023 yang telah kami sesuaikan.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero )




Ditandatangani secara elektronik oleh :

Ananta Wiyogo
Direktur Utama
Page 27
V 30.10.09 - Final




RENCANA KERJA & ANGGARAN
PERUSAHAAN TAHUN 2023

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Page 28
V                   30.10.09 - Fin
                                               LEMBAR PERSETUJUAN

                                      Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP)

                                         PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

                                                       Tahun 2023

                                                    Jakarta, Mei 2023




                                                         DIREKSI




                    Ananta Wiyogo                       Heliantopo                  Bonai Subiakto

                    Direktur Utama                        Direktur                     Direktur




                                                   DEWAN KOMISARIS




                Nufransa Wira Sakti             Rina W. Wahyuningdyah           Dedy Supriadi Priatna

                  Komisaris Utama                      Komisaris                     Komisaris




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   i
Page 29
V                      30.10.09 - Fin
                                                                      DAFTAR ISI

       LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................................................ i
       DAFTAR ISI… ............................................................................................................................... ii
       DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................... v
       DAFTAR TABEL............................................................................................................................vi
       RINGKASAN EKSEKUTIF .............................................................................................................. vii
       BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................ 1




       BAB 2 EVALUASI DAN KINERJA PERSEROAN TAHUN 2022 .......................................................... 19

       2.1.1.           Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2022 ...............................................................................19
       2.1.2.           Pasar Obligasi Tahun 2022...............................................................................................21
       2.1.3.           Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2022 ....................................................................22

       2.2.1.           Realisasi Kegiatan Utama.................................................................................................25
       2.2.1.1.         Sekuritisasi .......................................................................................................................26
       2.2.1.2.         Penyaluran Pinjaman .......................................................................................................28
       2.2.1.3.         Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan yang telah Dialirkan Perseroan ......................30
       2.2.1.4.         Pendanaan Perseroan......................................................................................................31
       2.2.2.           Penugasan Khusus ...........................................................................................................33
       2.2.2.1.         Program Penurunan Beban Fiskal....................................................................................33
       2.2.2.2.         Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ...........................................................34
       2.2.2.2.1.       Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh ...............................................34
       2.2.2.2.2.       Program Pembiayaan Homestay .....................................................................................36
       2.2.2.3.         Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham...........38
       2.2.3.           Realisasi Kegiatan Pendukung Sesuai Indikator Kinerja Utama Perseroan .....................38
       2.2.3.1.         Pemenuhan Pendanaan Bagi Perseroan .........................................................................38
       2.2.3.2.         Kajian Alternatif Model Bisnis Perseroan ........................................................................38
       2.2.3.3.         Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan .............39
       2.2.3.4.         Asesmen GCG ..................................................................................................................39
       2.2.3.5.         Pengembangan SDM Melalui Strategic Human Capital ..................................................39
       2.2.4.           Realisasi Kegiatan Korporasi Lainnya...............................................................................41
       2.2.4.1.         EBA-SP Retail....................................................................................................................41
       2.2.4.2.         Program Pendidikan & Pelatihan Kepada Penyalur KPR .................................................41
       2.2.4.3.         Perluasan Sumber Dana Perseroan .................................................................................45
       2.2.4.4.         Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Internasional .............45
       2.2.4.5.         Sinergi dengan berbagai Pihak ........................................................................................46
       2.2.4.6.         Greenship Associates .......................................................................................................46


    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                            RKAP 2023         ii
Page 30
V                       30.10.09 - Fin
       2.3.1.            Posisi Keuangan ...............................................................................................................48
       2.3.2.            Laporan Laba Rugi............................................................................................................50
       2.3.3.            Laporan Arus Kas .............................................................................................................52
       2.3.4.            Capaian Rasio Keuangan Perseroan ................................................................................53

       BAB 3 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2023 ....................................... 57


       3.2.1.            Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2023 ...............................................................................59
       3.2.2.            Sektor Perbankan Tahun 2023 ........................................................................................61
       3.2.3.            Prospek Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2023 ......................................................62

       3.3.1.      Rencana Pengembangan Kegiatan Usaha di Tahun 2023 ...............................................63
       3.3.2.      Sasaran Usaha..................................................................................................................72
       3.3.3.      Kebijakan Perseroan ........................................................................................................74
       3.3.4.      Program Kegiatan ............................................................................................................74
       3.3.4.1.    Kegiatan Utama ...............................................................................................................74
       3.3.4.1.1.  Sekuritisasi .......................................................................................................................74
       3.3.4.1.2.  Penyaluran pinjaman .......................................................................................................76
       3.3.4.1.3.  Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan.........................................................................79
       3.3.4.1.4.  Rencana Pendanaan ........................................................................................................79
       3.3.4.2.    Kegiatan Penugasan Khusus ............................................................................................81
       3.3.4.2.1.  Program Penurunan Beban Fiskal (KPR FLPP) .................................................................81
       3.3.4.2.2.  Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ...........................................................82
       3.3.4.3.    Kegiatan Pendukung ........................................................................................................84
       3.3.4.3.1.  Implementasi atas Perluasan Mandat Perseroan............................................................84
       3.3.4.3.2.  Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan .............86
       3.3.4.3.3.  SDM yang Berkualitas dan Berkinerja Tinggi ...................................................................88
       3.3.4.3.4.  Pelaksanaan Asesmen GCG .............................................................................................89
       3.3.4.3.5.  Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
                    Internasional ...................................................................................................................89
       3.3.4.4.    Kegiatan Perseroan Lainnya ............................................................................................90
       3.3.4.4.1. Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham...........90
       3.3.4.4.2. Perluasan Sumber Dana Perseroan .................................................................................91
       3.3.4.4.3. Penyusunan Kajian-kajian Bisnis Perseroan ....................................................................91
       3.3.4.4.4. Optimalisasi Pendapatan Perseroan Melalui Investasi pada Efek BUMN Lain................92
       3.3.4.4.5. Sinergi Dengan Berbagai Pihak ........................................................................................92
       3.3.4.4.6. Greenship Associate.........................................................................................................92
       3.3.4.4.7. Kontribusi Perseroan terhadap Ibu Kota Negara.............................................................93
       3.3.4.4.8. Komunikasi Pencapaian Perseroan kepada Masyarakat .................................................93
       3.3.4.4.9. Melakukan Penjajakan Skema Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam
                    Pengembangan Pembiayaan Mikro Perumahan ............................................................93
       3.3.4.4.10. Rencana Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi .........................................94
       3.3.5.      Program Kerja Organisasi ................................................................................................94
       3.3.5.1.    Divisi Sekuritisasi dan Penugasan Khusus ........................................................................94
       3.3.5.2.    Divisi Pembiayaan Korporat dan Ritel .............................................................................94



    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                        RKAP 2023         iii
Page 31
V                     30.10.09 - Fin
       3.3.5.3.        Divisi Tresuri dan Hubungan Investor..............................................................................95
       3.3.5.4.        Riset dan Ekonomi ...........................................................................................................95
       3.3.5.5.        Divisi Teknologi Informasi ................................................................................................96
       3.3.5.6.        Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Perubahan..............................................96
       3.3.5.7.        Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan ........................................................................97
       3.3.5.8.        Satuan Pengawasan Internal ...........................................................................................97
       3.3.5.9.        Sekretariat Perusahaan ...................................................................................................98
       3.3.5.10.       Divisi Keuangan dan Penyelesaian Transaksi...................................................................98
       3.3.5.11.       Divisi Sumber Daya Manusia & Umum ............................................................................98
       3.3.5.12.       Bagian Hukum ..................................................................................................................99
       3.3.5.13.       Unit Pengadaan ...............................................................................................................99
       3.3.5.14.       Bagian Operasional Kredit .............................................................................................100

       3.4.1.          Asumsi Keuangan...........................................................................................................100
       3.4.2.          Anggaran Operasional ...................................................................................................102
       3.4.3.          Anggaran Non Operasional............................................................................................102
       3.4.4.          Anggaran Pengadaan .....................................................................................................102
       3.4.5.          Anggaran Teknologi Informasi .......................................................................................103
       3.4.6.          Anggaran Penelitian dan Pengembangan......................................................................103
       3.4.7.          Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia ........................................................103
       3.4.8.          Anggaran Investasi.........................................................................................................104
       3.4.9.          Anggaran Kegiatan Lainnya ...........................................................................................104

       3.5.1.          Laporan Posisi Keuangan ...............................................................................................105
       3.5.2.          Laporan Laba Rugi Komprehensif ..................................................................................108
       3.5.3.          Laporan Arus Kas ...........................................................................................................110
       3.5.4.          Indikator Rasio Keuangan Perseroan .............................................................................111

       3.6.1.          Rencana Strategis Penerapan Manajemen Risiko Perseroan ........................................113
       3.6.2.          Profil Risiko ....................................................................................................................114
       3.6.3.          Monitoring Risiko...........................................................................................................117
       3.6.4.          Proyeksi Risiko Perseroan ..............................................................................................118


       BAB 4 UNIT USAHA SYARIAH .................................................................................................... 130


       4.2.1.          Penyaluran Pembiayaan Syariah ...................................................................................130
       4.2.2.          Sumber Pendanaan Perseroan ......................................................................................131




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                          RKAP 2023         iv
Page 32
V                      30.10.09 - Fin
                                                             DAFTAR GAMBAR

       Gambar 1.1 Struktur Organisasi Perseroan........................................................................................... 7
       Gambar 1.2 Model Bisnis Perseroan ................................................................................................... 14
       Gambar 1.3 Skema Dukungan SMF terhadap KPR Program FLPP....................................................... 15
       Gambar 2.1 Indikator Makro Ekonomi................................................................................................ 21
       Gambar 2.2 Imbal Hasil SUN ............................................................................................................... 22
       Gambar 2.3 Pertumbuhan Kredit Properti (%YoY) ............................................................................. 23
       Gambar 2.4 Pertumbuhan KPR berdasarkan Tipe (% yoy) .................................................................. 24
       Gambar 2.5 Pertumbuhan Indeks Harga Rumah (%, yoy) .................................................................. 25
       Gambar 2.6 Akumulasi Aliran Dana Sekuritisasi ................................................................................. 27
       Gambar 2.7 Aliran Dana Penyaluran Pinjaman per Tahun ................................................................. 29
       Gambar 2.8 Aliran Dana Kumulatif Perseroan .................................................................................... 30
       Gambar 2.9 Distribusi Aliran Dana Perseroan..................................................................................... 31
       Gambar 2.10 Tren Penerbitan Surat Utang per Tahun ....................................................................... 31
       Gambar 2.11 Daftar Pemegang Obligasi Perseroan ............................................................................ 32
       Gambar 2.12 Skema Peningkatan Kualitas Rumah Kumuh ................................................................. 34
       Gambar 2.13 Skema Pembiayaan Homestay ...................................................................................... 37
       Gambar 3.1 Rata-rata Pertumbuhan KPR Tahunan ............................................................................ 62
       Gambar 3.2 Analisis SWOT SMF .......................................................................................................... 64
       Gambar 3.3 Perluasan Peran Perseroan ............................................................................................. 68
       Gambar 3.4 Indikasi Timeline Rencana Perluasan Mandat ................................................................. 68
       Gambar 3.5 Perubahan Lingkungan Strategis Perseroan terkait KPBU dan KSPI ............................... 70
       Gambar 3.6 Indikasi Skema KPBU Perumahan.................................................................................... 71
       Gambar 3.7 Aliran Dana Per Tahun Melalui Sekuritisasi & Penyaluran Pinjaman .............................. 79
       Gambar 3.8 Pengajuan PMN 2023 ...................................................................................................... 81
       Gambar 3.9 Strategi SDM Tahun 2023 ................................................................................................ 88
       Gambar 3.10 Action Plan untuk PT SEG .............................................................................................. 91
       Gambar 3.11 Pertumbuhan Inflasi YoY hingga September 2022 ...................................................... 119
       Gambar 3.12 Cadangan Devisa Tahun 2019-2022 ............................................................................ 120
       Gambar 3.13 Pergerakan BI 7DRR Rate Tahun 2018-2022 ............................................................... 121
       Gambar 4.1 Struktur Organisasi Unit Usaha Syariah ........................................................................ 132
       Gambar 4.2 Outstanding KPR Nasional per Juli 2022 ....................................................................... 132
       Gambar 4.3 Pertumbuhan PPR Syariah (YoY) ................................................................................... 133




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                    RKAP 2023       v
Page 33
V                        30.10.09 - Fin
                                                                      DAFTAR TABEL

       Tabel 1.1 Susunan Dewan Komisaris..................................................................................................... 8
       Tabel 1.2 Susunan Dewan Pengawas Syariah ....................................................................................... 8
       Tabel 1.3 Susunan Direksi ..................................................................................................................... 8
       Tabel 1.4 Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Jabatan & Umur................... 9
       Tabel 1.5 Area Utama Perseroan ........................................................................................................ 10
       Tabel 1.6 Fokus Utama Perseroan ...................................................................................................... 13
       Tabel 2.1 Akumulasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh.................................. 36
       Tabel 2.2 Akumulasi Program Pembiayaan Homestay ....................................................................... 37
       Tabel 2.3 Daftar Program Pendidikan dan Pelatihan Perseroan......................................................... 42
       Tabel 2.4 Tahap Terkini Proses Sertifikasi Green Building .................................................................. 46
       Tabel 2.5 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Keuangan Terhadap RKAP 2022 .................. 48
       Tabel 2.6 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Laba/Rugi Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022 ........ 50
       Tabel 2.7 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Arus Kas Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022 . 52
       Tabel 2.8 Realisasi Rasio Keuangan ..................................................................................................... 53
       Tabel 2.9 Matriks Pencapaian Kinerja Prognosa Desember 2022 ...................................................... 55
       Tabel 3.1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ........................................................................ 61
       Tabel 3.2 Target Penyaluran Pinjaman dan Outstanding 2023 .......................................................... 77
       Tabel 3.3 Target Aliran Dana Tahun 2023 ........................................................................................... 79
       Tabel 3.4 Rencana Penggunaan PMN Tahun 2023 ............................................................................. 81
       Tabel 3.5 Anggaran dan Penggunaan Dana TJSL Tahun 2023 ............................................................. 83
       Tabel 3.6 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023............................................... 105
       Tabel 3.7 Proyeksi Laporan Laba/Rugi Komprehensif Tahun 2023................................................... 108
       Tabel 3.8 Proyeksi Arus Kas Tahun 2023 ........................................................................................... 110
       Tabel 3.9 Rasio Keuangan Prognosa 2022 dan Proyeksi RKAP 2023 ................................................ 111
       Tabel 3.10 Matriks Tugas dan Tanggung Jawab Organ-organ Perseroan dalam Proses Manajemen
       Risiko ................................................................................................................................................. 116
       Tabel 3.11 Proyeksi Risiko Utama Tahun 2023 ................................................................................. 118
       Tabel 3.12 Proyeksi Risiko Lainnya Tahun 2023 ................................................................................ 123
       Tabel 4.1 Target Pembiayaan Syariah Tahun 2023 ........................................................................... 133




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                RKAP 2023          vi
Page 34
V                   30.10.09 - Fin
                                               RINGKASAN EKSEKUTIF

       1. Berdasarkan maksud dan tujuannya, pemerintah mendirikan PT Sarana Multigriya Finansial
           (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara untuk membangun dan mengembangkan pasar
           pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan
           pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat, dengan penerbitan Peraturan
           Presiden (PerPres) Nomor 100 tahun 2020 juncto Perpres No. 19/2005 perihal Pembiayaan
           Sekunder Perumahan sebagai landasannya. Perseroan didirikan pada tanggal 22 Juli 2005 dengan
           Anggaran Dasar akta No. 59/2005, diubah dengan akta No. 114/2008 yang merupakan
           penyesuaian UU PT No. 40 tahun 2007, diubah dengan akta No. 72 tertanggal 24 April 2018
           tentang Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, diubah dengan akta No. 17 tertanggal 13 Juli 2020
           tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan dan Tata Cara Pengangkatan Dewan Komisaris, dan
           terakhir diubah dengan akta No. 21 tertanggal 11 Agustus 2022 tentang Perubahan Direksi dan
           Komisaris Perseroan.

       2. Kegiatan Perseroan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan sumber pendanaan jangka
           menengah/panjang bagi penyalur kredit perumahan dengan memfasilitasi transaksi sekuritisasi
           dan penyaluran pinjaman. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung penguatan pasar
           pembiayaan primer, sehingga jumlah dana yang dialirkan ke pasar pembiayaan primer
           perumahan melalui penyalur KPR menjadi salah satu ukuran kinerja utama Perseroan.

       3. Dalam kegiatan memfasilitasi sekuritisasi tagihan KPR menjadi Efek Beragun Aset (EBA), sampai
           dengan RKAP ini disusun, Perseroan telah berperan sebagai, (1) Penerbit, (2) Penata Sekuritisasi,
           (3) Pendukung Kredit, dan (4) Investor. Perseroan memperoleh peran sebagai Penerbit EBA Surat
           Partisipasi (EBA-SP) setelah diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
           20/POJK.04/2017 jo. No. 23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek
           Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan
           tertanggal 19 November 2014. Perseroan berperan sebagai Investor sesuai dengan penjelasan
           Perpres No. 100 Tahun 2020 juncto Perpres No. 1 Tahun 2016 juncto Perpres No. 19 Tahun 2005
           Pasal 9A yang menyebutkan bahwa PPSP dapat melakukan pembelian EBA yang berkaitan dengan
           KPR dalam rangka menggerakkan pasar. Selain itu Perseroan dapat melakukan menerbitkan EBA
           Syariah sesuai dengan POJK No. 20/POJK.04/2015 tentang penerbitan dan persyaratan Efek
           Beragun Aset Syariah.




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   vii
Page 35
V                   30.10.09 - Fin
       4. Dalam kegiatan penyaluran pinjaman, Perseroan menyalurkan pinjaman dengan menggunakan
           dana bridging terlebih dahulu, kemudian digantikan dengan sumber dana dari penerbitan surat
           utang atau pinjaman, sehingga diperoleh kelipatan volume penyaluran. Hal ini dilaksanakan
           untuk meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan termasuk pendanaan porsi
           bank penyalur KPR, sehingga menambah jumlah masyarakat yang dapat memiliki rumah.

       5. Penyusunan RKAP 2023 ini didasarkan pada asumsi eksternal dan internal yang memengaruhi
           operasional Perseroan, prognosa kegiatan tahun 2022 serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan
           2022-2026 sebagai salah satu pertimbangan dalam penyusunannya.

       6. Terdapat beberapa Fokus Utama yang menjadi dasar penyusunan RKAP 2023 yang telah
           dituangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2022 – 2026, yaitu:
            i.   perubahan Visi dan Misi perusahaan;
            ii. sumber pendanaan jangka panjang;
            iii. pengembangan kegiatan usaha;
            iv. teknologi informasi;
            v. manajemen risiko dan tata kelola yang baik;
            vi. SDM dan struktur organisasi.
       7. Penyesuaian Visi Perseroan adalah menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem
           pembiayaan perumahan yang mendukung penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang
           layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga Indonesia. Kemudian untuk penyesuaian Misi
           Perseroan adalah (1) melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle Pemerintah dan agent
           of development dalam pembiayaan perumahan, (2) membangun dan mengembangkan Pasar
           Pembiayaan Sekunder Perumahan secara berkelanjutan, (3) menyediakan sumber pendanaan
           dalam pembiayaan penyediaan dan kepemilikan rumah, (4) mendukung Program Sustainable
           Development Goals Pemerintah, dan (5) mengembangkan sinergi dengan stakeholder
           pembiayaan perumahan dan memberikan pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang baik.

       8. Untuk mencapai sararan yang telah ditetapkan, strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan
           dalam 5 (lima) tahun ke depan meliputi business strategy yang berfokus pada (1) transformasi
           bisnis, (2) manajemen likuiditas, (3) pertumbuhan usaha, dan (4) sinergi dengan pemangku
           kepentingan serta enabler & functional strategy yang berfokus pada (5) SDM & struktur
           organisasi, (6) teknologi & informasi, (7) manajemen keuangan & akuntansi, serta (8) tata kelola
           yang baik.


    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   viii
Page 36
V                   30.10.09 - Fin
       9. Kedelapan fokus strategi tersebut dituangkan dalam detail strategi jangka panjang yang terdiri
           dari:
           i.   Pengembangan kegiatan usaha yang sejalan dengan perluasan mandat;
           ii. Menjaga likuiditas keberlangsungan usaha Perseroan, perluasan akses terhadap sumber
                dana jangka panjang & murah serta peran Perseroan sebagai fiscal tools;
           iii. Meningkatkan sinergi dalam rangka pengembangan usaha & membantu Pemerintah;
           iv. Melakukan penguatan SDM & struktur organisasi untuk meningkatkan sinergi & mendukung
                kinerja Perseroan;
           v. Optimalisasi penggunaan IT dalam mendukung proses bisnis Perseroan;
           vi. Menjaga efisiensi biaya, anggaran perpajakan;
           vii. Monitoring ALMA serta pelaporan secara akurat;
           viii. Memperkuat penerapan manajemen risiko;
           ix. Meningkatkan budaya risk awareness pada seluruh fungsi di Perseroan untuk mewujudkan
                penerapan tata kelola yang baik.

       10. Di Tahun 2023, tema RKAP yang diangkat adalah “Optimalisasi Perluasan Mandat dalam
           Ekosistem Perumahan dengan Mengedepankan Prinsip Kehati-hatian”. Sesuai dengan tema
           tersebut, maka sasaran strategis Perseroan akan berfokus kepada mengembangkan pasar
           pembiayaan        sekunder perumahan, meningkatkan        tersedianya   sumber    dana    jangka
           menengah/Panjang, meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para
           stakeholder dan lembaga luar negeri, serta transformasi digital, SDM yang berkualitas,
           manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

       11. Dari sisi Ekonomi Makro, Ancaman resesi global semakin nyata dengan adanya kenaikan tingkat
           inflasi dan perlambatan ekonomi di berbagai negara di dunia. Kenaikan inflasi masih berlanjut
           pada triwulan II tahun 2022, dimana kenaikan inflasi tertinggi terjadi di negara Inggris (9,17%
           yoy), Amerika Serikat (8,67% yoy) dan Jerman (8,2% yoy). Isu inflasi menjadi salah satu tantangan
           dalam negeri ditandai dengan pencapaian inflasi di Indonesia tertinggi dalam tujuh tahun terakhir
           pada bulan September 2022, yaitu sebesar 5,95% yoy. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga BBM
           pada bulan September. Inflasi bahan makanan bulan September juga tercatat lebih tinggi
           mencapai 8,69% yoy dibandingkan 8,55% yoy pada bulan Agustus 2022. Kenaikan harga bahan
           makanan ini dapat meningkatkan angka kemiskinan dan berdampak pada program pengentasan
           backlog perumahan, khususnya kelompok masyarakat miskin dan rentan.



    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   ix
Page 37
V                   30.10.09 - Fin
       12. Untuk mengendalikan laju inflasi, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan pada bulan
           Agustus 2022 sebesar 25 bps menjadi 3,75% dan masih berlanjut pada bulan September 2022
           sebesar 50 bps menjadi 4,25%. Kebijakan moneter yang kontraktif ini akan berdampak pada
           kenaikan imbal hasil SUN dimana kenaikan imbal hasil SUN akan berdampak pada cost of fund
           Perseroan dalam hal kupon penerbitan obligasi serta berdampak pada kenaikan cost of fund
           perbankan yang mungkin bisa menjadi hal positif bagi kegiatan bisnis Perseroan. Namun,
           kenaikan cost of fund perbankan menjadi tidak berpengaruh terhadap kegiatan bisnis Perseroan
           apabila likuiditas perbankan masih sangat besar. Selain itu Kebijakan yang hawkish dari Bank
           Indonesia membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan akan tertahan karena permintaan
           kredit akan turun.

       13. Di tengah banyaknya ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2023
           berada di kisaran 5,1%, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional. Indonesia masih
           dalam trajektori yang relatif bagus jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan PDB negara
           lain. Namun, angka proyeksi tersebut bisa berubah ketika isu geopolitik meningkat.

       14. Dari sisi Perbankan, Meski pertumbuhan kredit sudah lebih tinggi daripada pertumbuhan DPK
           sejak Juni 2022, namun secara historis kinerja intermediasi perbankan belum berjalan normal.
           Sejak bulan Juni 2020 terdapat gap yang besar antara DPK dan kredit, dimana pertumbuhan DPK
           jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit. Kemampuan bank dalam
           menjalankan kinerja intermediasinya sangat berpengaruh terhadap kinerja penyaluran pinjaman
           Perseroan. Berdasarkan perhitungan internal SMF, proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 8% ±
           1% dan proyeksi pertumbuhan DPK sebesar 9% ± 1% pada tahun 2022.

       15. Pertumbuhan KPR nasional pada akhir tahun 2022 dan 2023 diperkirakan bergerak sideways. Hal
           ini sejalan dengan prediksi terganggunya intermediasi perbankan akibat kebijakan moneter yang
           kontraktif sejak bulan Agustus 2022. Berdasarkan perhitungan internal SMF, rata-rata
           pertumbuhan KPR nasional diproyeksikan sebesar 9.76% (yoy). Sedangkan di tahun 2023, rata-
           rata pertumbuhan KPR nasional sebesar 8.69% (yoy).

       16. Untuk prognosa kinerja Perseroan hingga akhir tahun 2022, Perseroan memproyeksikan
           pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR di tahun 2022 sebesar Rp500 Miliar dari 1 kreditur asal.
           Sementara jumlah investor baru pada EBA-SP retail hingga September 2022 sudah mencapai
           1.091 investor baru. Kondisi tersebut sudah melampaui target RKAP 2022 sebanyak 770 investor




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   x
Page 38
V                   30.10.09 - Fin
           baru. Prognosa penyaluran pinjaman KPR hingga akhir tahun 2022 adalah sebesar Rp8.868 miliar
           atau 71,46% dari anggaran 2022. Sumber dana penyaluran pinjaman sebagian berasal dari
           penerbitan surat utang dan Pinjaman lainnya dengan prognosa sebesar Rp3.900 miliar atau
           118,18% dari anggaran sebesar Rp3.300 miliar.
       17. Total akumulasi dana yang dialirkan Perseroan ke penyalur KPR sejak tahun 2006 sampai dengan
           30 September 2022 adalah Rp84.844 miliar terdiri dari (1) sekuritisasi sebesar Rp12.787 miliar
           dan (2) penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp72.057 miliar. Selanjutnya realisasi
           total aset Perseroan per 30 September 2022 sebesar Rp32.871 miliar atau mencapai 102,54%
           dari anggaran 2022 sebesar Rp32.057 miliar, total liabilitas sebesar Rp16.687 miliar atau
           mencapai 106,81% dari anggaran 2022 sebesar Rp15.623 miliar dan total ekuitas sebesar
           Rp16.184 miliar atau mencapai 98,48% dari anggaran 2022 sebesar Rp16.434 miliar. Untuk laba
           bersih setelah pajak dan CKPN tahun 2022 sampai dengan 30 September 2022 sebesar Rp291
           miliar atau mencapai 59,96% dari anggaran 2022 sebesar Rp486 miliar.

       18. Sesuai dengan perluasan mandat yang diajukan, Perseroan tetap melanjutkan kegiatan
           penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi dan Kredit Mikro Perumahan di tahun 2023. Selain itu,
           Perseroan juga akan mencoba merealisasikan penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR
           Sewa/Beli. Di samping itu, Perseroan juga akan melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha,
           penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program KPBU Perumahan, penjajakan penerbitan
           Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage yang sesuai indikasi timeline perluasan
           mandat dan kegiatan Perseroan.

       19. Beberapa penugasan khusus Perseroan di tahun 2022, akan dilanjutkan di tahun 2023 seperti
           program Penurunan Beban Fiskal, Program Pembiayaan Homestay, dan Program Peningkatan
           Kualitas Rumah di Daerah Kumuh, serta Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program PEN pada
           Perusahaan Umum Perusahaan Umum Pembangunan Nasional (Perumnas).

       20. Target bisnis Perseroan di tahun 2023, yaitu (i) Sekuritisasi sebesar Rp750 miliar, (ii) Pinjaman
           Komersial baik konvensional maupun syariah sebesar Rp5,08 triliun, (iii) KPR FLPP sebesar Rp5,32
           triliun yang terdiri dari konvensional dan syariah, (iv) penerbitan Surat Utang dan Pinjaman
           lainnya sebesar Rp5,30 triliun.

       21. Selain kegiatan utama dan penugasan khusus, di tahun 2023 Perseroan juga akan menginisiasi
           inisiatif diantaranya memperluas keterjangkauan kepemilikan hunian melalui pengembangan




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   xi
Page 39
V                   30.10.09 - Fin
           skema pembiayaan perumahan, melakukan perluasan peran Perseroan pada pembiayaan
           perumahan melalui penambahan anak usaha, mendukung terbentuknya sektor Perumahan yang
           Inklusif dengan optimalisasi peran Perseroan pada Ekosistem Perumahan, mendukung
           peningkatan akses bagi masyarakat miskin dan rentan dengan pengembangan pembiayaan
           Perumahan dalam rangka peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni, meningkatkan
           awareness masyarakat terhadap Perseroan dalam mengembangkan sektor Perumahan dengan
           digital campaign yang dilakukan Perseroan, menyediakan rate yang kompetitif sebagai strategi
           penetrasi pasar melalui blended financing dari sumber dana yang dimiliki Perseroan, Kerja Sama
           dengan lembaga internasional sebagai salah satu sarana pertukaran informasi dan potensi kerja
           sama antara Perseroan dengan negara lain, Pelaksanaan pencapaian Sustainable Development
           Goals (SDGs) dengan pengembangan pembiayaan berkonsep ESG (Environment, Social, dan
           Governance), Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Tingkat Komponen
           Dalam Negeri (TKDN) sebagai bentuk pemberdayaan produk dan jasa dalam negeri, Sinergi antar
           BUMN dalam meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional salah satunya
           untuk mendorong sektor perumahan dan siap melakukan inisiatif lainnya sesuai arahan dan
           persetujuan Pemegang Saham.

       22. Aliran dana Perseroan kepada perusahaan pembiayaan primer perumahan dengan target
           sekuritisasi dan penyaluran pinjaman tahun 2023 adalah sebesar Rp11.147 miliar sehingga target
           aliran dana mengalami peningkatan sebesar 19,00% dari prognosa tahun 2022. Dengan target
           tersebut, maka jumlah akumulasi dana yang dialirkan Perseroan sejak tahun 2006 sampai dengan
           2023 diproyeksikan sebesar Rp98.474 miliar.

       23. Asumsi yang digunakan untuk perhitungan RKAP 2023 adalah rata-rata suku bunga penempatan
           deposito sebesar 5,00% (gross) dan spread atau net interest margin penyaluran pinjaman dengan
           surat utang rata-rata 0,30%.

       24. Pada tahun 2023, sebagaimana telah dilaksanakan sejak tahun 2020, Perseroan telah
           mencadangkan CKPN atas pinjaman yang disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur KPR.

       25. Proyeksi rasio keuangan Perseroan pada akhir tahun 2022 adalah rasio Primary Market Financing
           to Capital (PMFC) mencapai 7,43 kali modal disetor, profit margin 21,27%, ROE sebesar 2,53%,
           DER sebesar 1,37 kali, BOPO (biaya bunga dan operasional) sebesar 78,73%, dan current ratio
           sebesar 210,41%.




    PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   xii
Page 40
                                              1    BAB 1
                                             PENDAHULUAN

   Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
   selanjutnya disebut Perseroan, disusun sesuai ketentuan pasal 14 ayat (2) huruf b anggaran dasar
   Perseroan dan Peraturan Menteri Keuangan No. 28/PMK.06/2013 tentang Penyusunan,
   Penyampaian dan Pengubahan Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja dan Anggaran
   Perusahaan Perseroan (Persero) di Bawah Pembinaan dan Pengawasan Menteri Keuangan.


   1.1.           Latar Belakang

   Dalam pelaksanaan kegiatan bisnis pembiayaan perumahan untuk perbankan di Indonesia, Perseroan
   memandang selain tingkat backlog yang masih sangat tinggi di Indonesia, juga masih terdapat
   kesenjangan jangka waktu (maturity mismatch) dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
   antara sumber dana dan penyaluran KPR. Hal ini dikarenakan KPR merupakan pembiayaan berjangka
   panjang, sedangkan sumber pembiayaannya adalah dana berjangka pendek seperti dana pihak ketiga
   yang terdiri atas giro, tabungan dan deposito yang sehingga berpotensi timbulnya risiko likuiditas bila
   terjadi krisis. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan transaksi melalui penjualan tagihan KPR
   secara putus sehingga penyalur KPR dapat memberikan menyalurkan KPR baru tanpa harus
   menunggu jatuh tempo tagihan. Tagihan KPR yang dijual tersebut distruktur menjadi efek berbasis
   KPR yang likuid di Pasar Modal, dan proses ini selanjutnya disebut dengan sekuritisasi. Dengan
   penerbitan dan penjualan efek berbasis KPR ini, diharapkan dapat meningkatkan aliran dana jangka
   panjang ke sektor riil perumahan melalui penyalur KPR sehingga terbentuk pasar yang disebut Pasar
   Pembiayaan Sekunder Perumahan. Program di atas juga didasarkan pada suatu kondisi bahwa
   industri perumahan termasuk industri properti, melibatkan banyak sektor industri, sehingga akan
   menjadi bagian dari motor penggerak sektor riil lainnya yang pada akhirnya dapat diperoleh
   multiplier effect dalam kegiatan perekonomian.


   Berdasarkan pertimbangan di atas, pada tanggal 22 Juli 2005 Pemerintah melalui Peraturan Presiden
   (Perpres) No. 19 Tahun 2005 perihal Pembiayaan Sekunder Perumahan, mendirikan PT Sarana
   Multigriya Finansial (Persero) atau “Perseroan”, yang bergerak dalam Pembiayaan Sekunder
   Perumahan atau Secondary Mortgage Facility, memiki kegiatan utama untuk memfasilitasi
   sekuritisasi tagihan KPR atau sebagai alternatif untuk mengatasi missmatch dalam Industri
   Perbankan. Dalam PerPres dimaksud juga dimuat, bahwa untuk mendukung tersedianya KPR yang
   memenuhi persyaratan sekuritisasi, Perseroan dapat menyalurkan pinjaman sampai dengan akhir



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023   1
Page 41
   tahun ketiga yang berarti sampai dengan tahun 2008. Dengan pertimbangan kondisi pasar dan minat
   Penyalur KPR terhadap sekuritisasi, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2008
   sebagai perubahan Perpres 19 tahun 2005. Dengan penerbitan Perpres tersebut Perseroan dapat
   melakukan kegiatan penyaluran pinjaman selama 10 (sepuluh) tahun terhitung dari penerbitan
   peraturan, yang berarti sampai dengan tahun 2018 dengan jangka waktu pinjaman maksimum 15
   tahun. Pada tahun 2016, melihat kondisi dimana penyaluran pinjaman tetap diperlukan untuk
   mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan, maka diterbitkan Peraturan Presiden No.
   101/2016 yang salah satunya menghilangkan batas waktu penyaluran pinjaman oleh Perseroan,
   sehingga Penyaluran Pinjaman menjadi kegiatan utama dalam pengembangan Perusahaan
   Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP) di Indonesia. Dalam rangka mendukung industri perbankan
   syariah khususnya KPR Syariah di Indonesia, pada tanggal 23 Juli 2018, Perseroan mendirikan Unit
   Usaha Syariah (UUS) dan telah memperoleh izin persetujuan prinsip dari OJK pada tanggal 19 Juli
   2018. Selanjutnya di tahun 2020, dalam rangka mendorong dan optimalisasi peran Perseroan pada
   sektor perumahan, telah diterbitkan Perpres No. 100/2020 dan Peraturan Pemerintah No. 57/2020.


   Berdasarkan Perpres No. 100/2020 dan PP No. 57/2020 dan dalam mendukung pertumbuhan sektor
   Perumahan, Perseroan telah dapat melaksanakan kegiatan diluar pembiayaan untuk rumah siap
   huni, diantaranya seperti KPBU Perumahan, Kredit Konstruksi, KPR PPJB, Kredit Mikro Perumahan,
   KPRumah Usaha, KPR Sewa Beli, Reverse Mortgage, Housing Finance Guarantee, Covered Bond,
   Securitization Guarantee, Penugasan Khusus, dan Penyertaan Langsung. Selain itu, Perseroan juga
   dapat melakukan kegiatan lain terkait sektor Perumahan sesuai persetujuan dari Pemegang Saham.
   Dari beberapa kegiatan usaha tersebut, di tahun 2023 Perseroan memprioritaskan pengembangan
   beberapa kegiatan usaha baru, antara lain penjajakan keterlibatan Perseroan dalam pengembangan
   produk untuk KPRumah usaha, KPR PPJB (KPR Inden), KPR Sewa Beli, Reverse Mortgage, kegiatan
   KPBU serta penerbitan Covered Bond. Selain itu Perseroan juga akan tetap melanjutkan pemasaran
   produk Kredit Konstruksi dan Kredit Mikro Perumahan yang sudah berjalan di tahun sebelumnya.


   Selain pelaksanaan kegiatan di atas, dalam rangka mendukung sektor Perumahan di Indonesia,
   Perseroan juga tetap menjalankan beberapa penugasan khusus dari Pemerintah berupa Program KPR
   Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bekerja sama dengan BP Tapera, Program
   Pembiayaan Homestay bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah 10 (sepuluh) destinasi wisata
   prioritas/daerah wisata berpotensi lainnya, serta Program Peningkatan Kualitas Rumah di daerah
   Kumuh di seluruh wilayah di Indonesia.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023    2
Page 42
   1.2.            Landasan Hukum Kegiatan Perseroan

   a. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2021, tanggal 30 Agustus 2021 tentang Penambahan
          Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.

   b. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020, tanggal 12 Oktober 2020 tentang Perubahan
          Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyertaan Modal Negara
          Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan
          Sekunder Perumahan.

   c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2020, tanggal 8 Oktober 2020 tentang
          Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder
          Perumahan.

   d. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2017, tanggal 27 Desember 2017 tentang Penambahan
          Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.

   e. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016, tanggal 30 Desember 2016 tentang Penambahan
          Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.

   f.     Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015, tanggal 12 Agustus 2015 tentang Penambahan
          Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.

   g. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2014, tanggal 17 Oktober 2014 tentang Penambahan
          Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.

   h. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011, tanggal 29 Desember 2011 tentang Penambahan
          Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.

   i.     Anggaran dasar dan perubahan-perubahannya telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
          Indonesia tertanggal 30 Agustus 2005 nomor 69, Tambahan nomor 9263, Berita Negara Republik
          Indonesia tertanggal 3 Juli 2009 nomor 53, Tambahan nomor 17294, dan telah diubah dengan
          akta tertanggal 3 Juni 2015 nomor 02A, dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   3
Page 43
          Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, sebagaimana Keputusan Menteri Hukum dan HAM
          RI Nomor AHU-0938942.AH.01.02 Tahun 2015 tertanggal 08 Juli 2015 dan telah masuk dalam
          Daftar Perseroan Nomor AHU-3530421.AH.01.11.Tahun 2015 tertanggal 08 Juli 2015, dan diubah
          dengan akta tertanggal 6 Agustus 2021 Nomor 11, dibuat dihadapan Ir Nanette Cahyanie Handari
          Adi Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan diberitahukan kepada
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebagaimana Surat Nomor AHU-AH.01.03.0436566
          tanggal 12 Agustus 2021, dan terakhir diubah dengan akta tertanggal 11 Agustus 2022 Nomor 21,
          dibuat di hadapan Ir Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta,
          yang telah diterima dan diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,
          sebagaimana dinyatakan dalam Surat Nomor AHU-AH.01.09-0043627 tanggal 12 Agustus 2022.


   1.3.            Visi dan Misi
   Visi

   Menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan yang mendukung
   penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga
   Indonesia.


   Misi

     1.       Melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle Pemerintah dan agent of development
              dalam pembiayaan perumahan.

     2.       Membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan secara
              berkelanjutan.

     3.       Menyediakan sumber pendanaan dalam pembiayaan penyediaan dan kepemilikan rumah.

     4.       Mendukung Program Sustainable Development Goals Pemerintah.

     5.       Mengembangkan sinergi dengan stakeholder pembiayaan perumahan dan memberikan
              pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang baik.


   Nilai-Nilai SMF (I-SMF)

   a. Integrity
          Prinsip Perseroan dalam menjalankan setiap aktivitas dengan berpegang kepada prinsip-prinsip
          etika moral dan etika bisnis yang baik.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   4
Page 44
   b. Synergy
          Proses yang dijalankan untuk menghasilkan nilai tambah maksimal dalam setiap interaksi dengan
          menciptakan kerjasama yang kreatif.

   c. Motivation
          Komitmen Perseroan dalam mencapai hasil terbaik dan terbuka menerima ide-ide baru yang
          didukung oleh energi yang datang dari diri sendiri.

   d. Focus
          Merupakan cara Perseroan dalam mengidentifikasi, memahami, dan memberikan prioritas untuk
          memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan.

   Etos kerja

   Komitmen manajemen dan karyawan Perseroan adalah:

   a. Menjaga nama baik Perseroan;

   b. Menjaga rahasia Perseroan;

   c. Menjaga dan menggunakan harta/kekayaan Perseroan dengan jujur, baik dan benar;

   d. Melakukan pencatatan dan/atau pembukuan data Perseroan serta penyusunan Laporan
          Keuangan dengan jujur, baik dan benar;

   e. Menghindarkan diri dari konflik kepentingan pribadi dengan Perseroan;

   f.     Tidak menyalahgunakan posisi/kedudukan di Perseroan untuk kepentingan pribadi;

   g. Tidak memberikan isyarat untuk meminta dan/atau menerima suap, imbalan, dan cinderamata;

   h. Tidak menggunakan dan/atau membawa dan menyimpan obat terlarang atau sesuatu yang
          memabukkan di dalam dan di luar Perseroan;

   i.     Tidak merugikan keuangan Perseroan seperti menggelapkan harta/kekayaan Perseroan.

   1.4.            Maksud dan Tujuan

   Sesuai pasal 2 ayat (1) pada Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020, Perseroan mempunyai
   maksud dan tujuan untuk:

   a. membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka
          meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan kepemilikian, kepenghunian, dan
          ketersediaan perumahan dan permukiman yang terjangkau oleh masyarakat;




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   5
Page 45
   b. melaksanakan pembiayaan primer perumahan dan permukiman berdasarkan penugasan
          Pemerintah.

   1.5.           Jenis dan Kegiatan Usaha

   Sesuai pasal 3 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan, untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di
   atas, Perseroan melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

   a. membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh
          dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan Efek Beragun
          Aset berbentuk Surat Partisipasi;

   b. menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan Surat Partisipasi apabila pasar belum
          kondusif;

   c. menunjuk Special Purpose Vehicle (SPV) untuk membeli aset keuangan dari Kreditor Asal dan
          menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Utang.


   Selain kegiatan usaha tersebut pada ayat (2), Perseroan dapat pula melakukan kegiatan lain, sebagai
   berikut:

   1. Memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk
          membiayai KPR yang memenuhi persyaratan Perseroan;

   2. Menerbitkan Surat Utang;

   3. Mengeluarkan jaminan dan dukungan kredit (credit enhancement);

   4. Melaksanakan fungsi sebagai Koordinator Global;

   5. Melaksanakan fungsi sebagai Penata Sekuritisasi;

   6. Melakukan penyertaan langsung pada perusahaan yang kegiatan usahanya terkait langsung
          dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan;

   7. Menempatkan dana dalam bentuk Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito dan
          instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan;

   8. Melakukan pembelian Efek Beragun Aset;

   9. Kegiatan usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   6
Page 46
   Atas dasar perluasan mandat yang berlandaskan Perpes 100/2020, Perseroan juga telah melakukan
   penyesuaian terhadap anggaran dasar Perseroan. Pada tahun 2023, Perseroan juga akan
   menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan perluasan mandat, dan kegiatan-kegiatan usaha yang
   dimaksud akan dicantumkan pada perubahan anggaran dasar Perseroan yang saat ini sedang dalam
   proses penyusunan.


   1.6.           Struktur Organisasi

   Pada tahun 2022, Perseroan menetapkan perubahan Struktur Organisasi Perseroan untuk Tahun
   2022 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 022/SKD/DIR/SMF/VIII/2022 yang berlaku sejak
   tanggal 1 September 2022 sebagai berikut:
                                    Gambar 1.1 Struktur Organisasi Perseroan




   Sejalan dengan rencana implementasi perluasan mandat, Perseroan sedang melakukan penyusunan
   Kajian Struktur Organisasi yang sedang dalam proses untuk penyesuaian struktur organisasi
   Perseroan kedepannya.


   Susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi
   1. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239/KMK.06/2022 tentang Pengangkatan
          Kembali Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
          Finansial tertanggal 31 Mei 2022, maka susunan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   7
Page 47
                                           Tabel 1.1 Susunan Dewan Komisaris
                               Jabatan                                           Nama
         Komisaris Utama                                      Nufransa Wira Sakti
         Komisaris                                            Rina Widiyani Wahyuningdyah
         Komisaris Independen                                 Dedy Supriadi Priatna


       Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 460/KMK.06/2018 tentang Pengangkatan
       Bapak Hasanudin selaku Dewan Pengawas Syariah Unit Usaha Syariah Perseroan (Persero) PT
       Sarana Multigriya Finansial tertanggal 28 Juni 2018, susunan Dewan Pengawas Syariah adalah
       sebagai berikut:
                                   Tabel 1.2 Susunan Dewan Pengawas Syariah
                        Jabatan                                                Nama
        Dewan Pengawas Syariah                                Hasanudin


       Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 290/KMK.06/2021 tanggal 22 Juli 2021 dan
       284/KMK.06/2022 tanggal 27 Juli 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota
       Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial, susunan Direksi
       Perseroan adalah sebagai berikut:
                                               Tabel 1.3 Susunan Direksi
                               Jabatan                                         Nama
        Direktur Utama                                        Ananta Wiyogo
        Direktur                                              Heliantopo
        Direktur                                              Bonai Subiakto


   Jumlah karyawan
   Jumlah karyawan tetap dan kontrak Perseroan sampai dengan 30 September 2022, yaitu 113 orang,
   dengan komposisi karyawan tetap menurut jenjang pendidikan, jabatan dan umur adalah sebagai
   berikut.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023   8
Page 48
          Tabel 1.4 Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Jabatan & Umur
                                                        31 Desember                                 30 September
                                    2019                     2020                    2021               2022
    Tingkat Pendidikan
                             Jumlah                   Jumlah                  Jumlah              Jumlah
                                          %                        %                       %                  %
                              Orang                    Orang                   Orang               Orang
    Doktoral/S3                    0     0,00%              0     0,00%             1     0,96%         1    0,88%
    Master/S2                      21      26,25%            23      26,74%        31   29,81%         31   27,43%
    Sarjana/S1                     56      70,00%            60      69,77%        68   65,38%         77   68,14%
    Sarjana Muda/D3                 1       1,25%                1    1,16%         2    1,92%          2    1.77%
    SMU                             2       2,50%                2    2,33%         2    1,92%          2    1.77%
    Jumlah                         80       100%             86        100%       104     100%       113     100%


                                                         31 Desember                                30 September
                                     2019                    2020                   2021                2022
    Tingkat Kepangkatan
                               Jumlah                  Jumlah                 Jumlah              Jumlah
                                           %                       %                      %                   %
                                Orang                   Orang                  Orang               Orang
    Senior Vice President            3    3,75%              3    3,49%             5    4,81%          2    1.77%
    Vice President                   6    7,50%              7    8,14%             6    5,77%          8    7.08%
    Ass. Vice President              8 10,00%                8    9,30%            12 11,54%           13 11.50%
    Senior Manager                   5    6,25%              5    5,81%             8    7,69%         10    8.85%
    Manager                         19 23,75%               20 23,26%              15 14,42%           31 27.43%
    Senior Associate                35 43,75%               37 43,02%              53 50,96%           43 38.05%
    Associate                        4    5,00%              6    6,98%             5    4,81%          6    5.31%
    Jumlah                          80    100%              86    100%            104    100%         113    100%


                                                      31 Desember                                  30 September
                               2019                          2020                   2021                2022
    Tingkat Umur
                        Jumlah                      Jumlah                    Jumlah              Jumlah
                                    %                                 %                   %                   %
                         Orang                       Orang                     Orang               Orang
    55 tahun >                 0    0,00%                    0        0,00%         2    1,92%          1    0,88%
    51-55 Tahun                3        3,75%                4        4,65%        2     1,92%         2     1.77%
    46-50 Tahun                7        8,75%                6        6,98%        7     6,73%         5     4.42%
    41-5 Tahun                 6        7,50%                6        6,98%       12    11,54%        13    11.50%
    36-40 Tahun               14     17,50%              15          17,44%       18    17,31%        18    15.93%
    31-35 Tahun               16     20,00%              17          19,77%       24    23,08%        28    24.78%
    24-30 Tahun               34     42,50%              38          44,19%       39    37,50%        46    40.71%
    Jumlah                    80        100%             86           100%       104     100%        113     100%




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                            RKAP 2023     9
Page 49
   1.7.            Kerangka Kerja

   Dalam rangka mengemban misi untuk merealisasikan peran sebagai SMV melalui penguatan model
   bisnis Perseroan, maka arah perjalanan Perseroan dimasa datang senantiasa tetap fokus pada misi
   yang diamanahkan Pemegang Saham hal ini juga sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perseroan
   2022-2026. Terdapat beberapa area utama yang menjadi perhatian manajemen dan menjadi
   pertimbangan dalam rangka pengembangan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan. Beberapa
   area utama yang menjadi pertimbangan dan perhatian manajemen meliputi:
          1. Aspek Likuiditas (Liquidity)
          2. Aspek Produk dan Pengembangan Usaha
          3. Aspek Informasi Teknologi
          4. Aspek Operasional, dan
          5. Aspek SDM dan Struktur Organisasi
   Selanjutnya dari masing-masing area utama tersebut dirinci mengenai pertimbangan-pertimbangan
   atas permasalahan yang dihadapi Perseroan serta diberikan rekomendasi awal. Berikut rincian dari
   area utama, pertimbangan dan rekomendasi awal.


                                            Tabel 1.5 Area Utama Perseroan

           Area Utama                      Pertimbangan                        Rekomendasi Awal
            Likuiditas     ▪    Terbatasnya          ketersediaan ▪    Masih diperlukannya PMN sebagai salah
            (Liquidity)         sumber dana jangka panjang             satu sumber pendanaan jangka panjang.
                                (liquidity provider)
                                                                  ▪    Menjajaki penerbitan global bond untuk
                                                                       ditawarkan ke negara negara tertentu
                           ▪    Tingkat bunga yang relatif masih       (misal Jepang). Dengan rating dilakukan
                                tinggi.                                oleh rating agency luar negeri.

                                                               ▪       Bekerja sama dengan Tapera untuk
                           ▪    Pendanaan dari luar negeri
                                                                       kerja sama pendanaan jangka panjang
                                dalam bentuk mata uang rupiah
                                                                       (Saving Subscription Loan).
                                masih terbatas. Apabila dalam
                                bentuk mata uang asing
                                                               ▪       Bekerja sama dengan Taspen untuk
                                terbentur pada perbedaan kurs.
                                                                       pendanaan       jangka    Panjang
                                                                       (pemanfaatan dana dari Akumulasi
                           ▪    Biaya hedging masih tinggi             Iuran Pensiun).
                                sehingga pricingnya tidak masuk.
                                                                   ▪   Pendanaan dari luar negeri melalui two-
                                                                       step loan (Kerja sama dengan Bappenas
                            ▪   Surat utang yang diterbitkan           dan Kemenkeu).
                                Perseroan ataupun EBA belum
                                dapat di repo kan oleh para ▪          Pendekatan ke OJK menyangkut sudut
                                investor sebagai salah satu            pandang bahwa Perseroan tidak hanya
                                likuiditas perbankan.                  diposisikan sebagai penerbit produk



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                          RKAP 2023      10
Page 50
         Area Utama                        Pertimbangan                          Rekomendasi Awal
                                                                         EBA SP namun lebih pada liquidity
                                                                         provider yang peranannya lebih luas
                                                                         sebagai pendukung penyediaan dana
                                                                         jangka panjang bagi penyalur KPR.


          Produk dan       ▪    Terbatasnya market untuk EBA- ▪          Pengembangan kegiatan usaha untuk
        Pengembangan            SP, saat ini maksimal hanya Rp1          pembiayaan     dari    sisi supply
            Usaha               triliun.                                 (pembiayaan sekunder).


                           ▪    BPD-BPD yang menjadi salah ▪             Kerja sama dengan beberapa LKNB
                                satu mitra penyaluran KPR,               dalam penyaluran KPR dengan ukuran
                                kurang     optimal   dalam               kriteria sesuai kebijakan Perseroan.
                                pelaksanaannya.

                                                                     ▪   Investasi   pada    LKNB    untuk
                           ▪    Lembaga Keuangan Non-Bank                pengembangan pembiayaan KPR (Kerja
                                yang menjadi salah satu mitra            sama dengan Jepang)
                                dalam penyaluran KPR masih
                                sangat terbatas.
                                                                     ▪   Investasi pada perusahaan penjaminan
                                                                         (jaminan atas terselesainya proyek
                           ▪    Keterbatasan                 dana        hunian) – kerja sama dengan Korea.
                                pengembangan perumahan dari
                                sisi developer (supply side)


           Informasi       ▪    Monitoring atas kualitas aktiva ▪        Pengembangan aplikasi host-to-host
           Teknologi            produktif (underlying asset) baik        antara Perseroan dengan pihak
                                yang berasal dari EBA ataupun            penyalur KPR sehingga monitoring
                                pembiayaan sekunder belum                kolektibilitas underlying asset-nya lebih
                                optimal.                                 update.


                                                                     ▪   Data yang ada dapat digunakan untuk
                                                                         analisis lebih lanjut bagi pengembangan
                                                                         produk Perseroan. Namun demikian
                                                                         investasi untuk data warehouse (big
                                                                         data) agar di perhatikan cost vs benefit-
                                                                         nya, mengingat ruang lingkup kegiatan
                                                                         Perseroan sudah regulated tidak bisa ke
                                                                         end user sehingga utilitas dari big data
                                                                         nantinya akan terbatas.

         Operasional       ▪    Peningkatan pelayanan dan ▪              Proses sekuritisasi lebih dipercepat.
                                kepercayaan         terhadap
                                pemangku         kepentingan
                                (stakeholders).              ▪           Perlu adanya kreativitas dalam mencari
                                                                         sumber pendanaan dan pembuatan
                                                                         produk baru.
                           ▪    Efisiensi terhadap tingkat bunga
                                (biaya dana) selalu harus terjaga,
                                mengingat spread margin yang



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                             RKAP 2023       11
Page 51
         Area Utama                        Pertimbangan                     Rekomendasi Awal
                                diterima atas pembiayaan relatif ▪   Monitoring    terhadap    kualitas
                                tipis (sekitar 30 basis poin).       underlying asset sangat penting,
                                                                     mengingat peningkatan NPL akan
                                                                     menyebabkan naiknya BOPO.
                           ▪    Operasional saat ini lebih
                                ditekankan   pada    kegiatan
                                pembiayaan sekunder dari sisi
                                demand.            Diperlukan
                                penyesuaian dengan adanya
                                rencana perusahaan masuk ke
                                pembiayaan sekunder supply
                                side dan adanya rencana
                                perluasan mandat.

          SDM dan          ▪    Pengembangan kompetensi dan ▪        Penyesuaian roadmap SDM dan
           Struktur             kapabilitas SDM, diantaranya         Struktur Organisasi 2022-2026 agar
          Organisasi            untuk             pengembangan       sejalan dengan rencana perluasan
                                pembiayaan sekunder supply           kegiatan usaha perusahaan.
                                side, risk management, analisis
                                data      underlying   portfolio,
                                penciptaan aliansi dengan pihak
                                lain.
                           ▪    Pertimbangan          terhadap
                                perubahan struktur organisasi
                                untuk 5 tahun kedepan.


   Berdasarkan area utama yang menjadi pertimbangan manajemen di atas, maka langkah selanjutnya
   menentukan beberapa fokus utama yang menjadi prioritas dalam menentukan arah pengembangan
   usaha Perseroan tahun 2022-2026. Adapun fokus utama yang menjadi prioritas tersebut sebagai
   berikut:
       1. Penyesuaian visi dan misi Perseroan
       2. Sumber pendanaan jangka panjang
       3. Pengembangan kegiatan usaha
       4. Teknologi informasi
       5. Manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik
       6. SDM dan struktur organisasi




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023     12
Page 52
                                            Tabel 1. 6 Fokus Utama Perseroan

       No.         Fokus Utama                                    Arah Pengembangan Usaha
        1.    Penyesuaian Visi dan         Sehubungan dengan adanya perubahan lingkungan strategis, dan
              Misi Perseroan
                                           perluasan kegiatan perusahaan, maka perlu dilakukan perumusan visi
                                           dan misi yang baru. Selanjutnya visi dan misi baru tersebut akan menjadi
                                           dasar dalam menetapkan sasaran, strategi dan program kerja bagi
                                           seluruh unit kerja di dalam Perseroan.
        2.    Sumber Pendanaan             ▪ Masih diperlukannya PMN sebagai salah satu sumber pendanaan
              Jangka Panjang
                                              jangka panjang.
                                           ▪ Mencari alternatif sumber dana jangka panjang dari luar negeri dan
                                              tingkat bunga yang relatif rendah.
                                           ▪ Bekerja sama dengan pemilik dana jangka panjang dalam negeri
                                              (Tapera, Taspen, BPJS TK, BPJS Kesehatan, Perusahaan Asuransi Jiwa).
                                           ▪ Bekerjasama dengan Kemenkeu dan Bappenas dalam rangka
                                              mendapatkan Two Step Loan.
        3.    Pengembangan                 ▪ Perluasan kegiatan usaha untuk pembiayaan sekunder dari sisi
              Kegiatan Usaha
                                              supply.
                                           ▪ Sinergi dengan LKNB yang dalam penyaluran KPR sejalan kriterianya
                                              dengan kebijakan Perseroan.
                                           ▪ Sinergi dengan Kementerian/Pemda/Desa untuk melaksanakan
                                              penugasan penugasan khusus dari Pemerintah.
                                           ▪ Aliansi strategis untuk pembentukan anak usaha baru untuk
                                              penjaminan atas selesainya proyek hunian (Kerja sama dengan
                                              Korea).
                                           ▪ Pendirian atau pembentukan anak usaha baru yang bergerak dalam
                                              bidang pembiayaan KPR.
                                           ▪ Aliansi strategis untuk pembentukan anak usaha baru maupun
                                              melalui akuisisi.
        4.    Teknologi Informasi      ▪      Pengembangan aplikasi host to host dengan penyalur KPR, untuk
                                              memonitor secara update kualitas (kolektibilitas) underlying potfolio
                                              dari EBA maupun pembiayaan yang diberikan.
                                       ▪      Pengembangan manfaat (utilitas) dari data base underlying portfolio
        5.    Manajemen Risiko             ▪ Pengembangan kebijakan, risk manajemen dan mitigasi risiko atas
              dan Tata Kelola
                                              rencana perluasan kegiatan usaha.
              Perusahaan yang
              Baik




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                              RKAP 2023       13
Page 53
       No.         Fokus Utama                                   Arah Pengembangan Usaha
                                           ▪ Pengembangan early warning system sebagai upaya mitigasi risiko
                                              atas kualitas underlying portfolio atas EBA maupun pembiayaan yang
                                              diberikan, maupun investasi anak usaha oleh Perseroan.

          6.   SDM dan Struktur            ▪ Pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM disesuaikan dengan
               Organisasi
                                              arah pengembangan perusahaan.
                                           ▪ Perubahan struktur organisasi, dan pemantapan budaya kerja untuk
                                              tahun 2022-2026.



   1.8.           Model Bisnis Saat Ini

   Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan sesuai dengan tujuannya yakni
   mengalirkan dana ke sektor pembiayaan perumahan melalui penyalur KPR dengan cara sekuritisasi
   dan penyaluran pinjaman secara konvensional maupun syariah, tampak pada Gambar 1.2 berikut:


                                           Gambar 1.2 Model Bisnis Perseroan




   Untuk meningkatkan pertumbuhan volume KPR yang berkesinambungan dan memenuhi kriteria KPR
   untuk disekuritisasi, SMF menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR yang dananya berasal dari
   penerbitan surat utang di pasar modal ataupun pinjaman. Penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR
   dilakukan melalui skema refinancing tagihan KPR, dimana tagihan KPR sebagai underlying pinjaman
   SMF. Dana yang diperoleh dari SMF, selanjutnya dapat dipergunakan penyalur KPR untuk
   meningkatkan kapasitas pembiayaan KPR.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                               RKAP 2023   14
Page 54
   Setelah volume KPR telah cukup dan memenuhi kriteria tertentu, penyalur KPR dapat melakukan
   sekuritisasi dengan menjual putus (true sale) aset tagihan KPRnya. Melalui transaksi sekuritisasi, aset
   tagihan KPR yang tadinya tidak likuid diubah menjadi efek yakni Efek Beragun Aset (EBA) yang likuid
   dan dapat diperdagangkan dipasar modal. Dana hasil penjualan EBA akan diterima oleh penyalur KPR
   yang dapat dipergunakan kembali untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan KPR.

   Perseroan, sejak tahun 2019, juga mulai mengembangkan program pembelian KPR untuk mendukung
   pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR. Melalui kerjasama pembelian KPR, penyalur KPR dapat
   menjual tagihan KPR yang sesuai dengan kriteria seleksi Perseroan. Perseroan selanjutnya dapat
   mencatatkan tagihan KPR tersebut dalam neracanya dan menjadikan tagihan KPR yang telah dibeli
   sebagai underlying penerbitan EBA-SP ataupun efek Perseroan lainnya.


   1.9.           Penugasan Khusus Perseroan dalam Program Pemerintah Saat Ini

   Dalam rangka menjalankan perannya mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan di
   Indonesia, Perseroan senantiasa mendukung pelaksanaan program Pemerintah, khususnya di sektor
   pembiayaan perumahan.


   Program Penurunan Beban Fiskal dalam KPR FLPP

   Pada tahun 2018, Pemerintah memberikan arahan kepada Perseroan sebagai Special Mission Vehicle
   (SMV) dan fiscal tools untuk mendukung penurunan beban APBN di bidang pembiayaan perumahan.
   Realisasi dari arahan Pemerintah tersebut berupa implementasi Program Penurunan Beban APBN
   pada program KPR FLPP. Berikut ini adalah skema mekanisme penurunan porsi APBN pada KPR FLPP:


                        Gambar 1.3 Skema Dukungan SMF terhadap KPR Program FLPP




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023   15
Page 55
   Dalam skema di atas, BP Tapera (pengelolaan dana pendamping porsi Pemerintah dialihkan dari BLU
   PPDPP ke BP Tapera pada tahun 2022) bersama Perseroan menjadi penyedia dana untuk memenuhi
   sumber pendanaan penyaluran KPR FLPP oleh Bank Pelaksana. Melalui skema ini, Perseroan
   mempunyai wewenang untuk menetapkan tingkat suku bunga sumber dana porsi Bank Pelaksana,
   karena adanya penugasan yang diberikan Pemerintah. Untuk menjalankan program tersebut
   Perseroan membutuhkan sumber dana murah (salah satunya melalui penambahan Penyertaan
   Modal Negara (PMN) karena untuk memperoleh dana murah tersebut tidak dapat dilakukan hanya
   menggunakan mekanisme pasar.


   Peran Perseroan dalam Program Penurunan Beban Fiskal dengan menurunkan porsi Pemerintah pada
   program KPR FLPP, dimana porsi Pemerintah sebelumnya sebesar 90% dapat diturunkan menjadi
   75% dengan tetap mempertahankan bunga KPR FLPP yang diberikan kepada MBR sebesar 5%. Untuk
   melaksanakan program tersebut, Perseroan menggunakan dana yang berasal dari setoran modal
   Pemerintah, ekuitas yang dimiliki, serta ditambah dengan dana yang diperoleh dari penerbitan surat
   utang di pasar modal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penyalur KPR dengan biaya yang
   lebih rendah apabila dibandingkan bank mengakses sendiri dana jangka panjang ke pasar modal.


   Dengan kemampuan Perseroan untuk melakukan leveraging atas dana modal yang diberikan
   Pemerintah dan menurunnya porsi Pemerintah dalam KPR FLPP, maka dana yang dapat disalurkan
   dalam program KPR FLPP juga akan semakin meningkat. Meningkatnya jumlah dana yang tersedia
   untuk KPR FLPP tersebut, pada akhirnya akan meningkatkan jumlah rumah yang dapat dibiayai
   melalui KPR FLPP bila dibandingkan tanpa keterlibatan Perseroan.


   Sampai dengan saat ini, tidak semua bank penyalur yang menyalurkan KPR FLPP memanfaatkan porsi
   25% yang telah disediakan oleh Perseroan dikarenakan suku bunga yang ditawarkan Perseroan masih
   dinilai cukup tinggi oleh bank penyalur. Di samping itu, karena dampak dari pandemi, tingkat likuiditas
   bank juga tinggi sehingga menurunkan pemanfaatan porsi 25% yang disediakan Perseroan.


   Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh

   Selain program penurunan beban fiskal, Perseroan juga menginisiasi beberapa program untuk
   mendukung program Pemerintah, diantaranya program peningkatan kualitas rumah di daerah
   kumuh. Melalui program perbaikan perumahan di daerah kumuh, Perseroan bersinergi kedalam
   program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (Dit.
   PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR. Program tersebut merupakan bagian dari



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023   16
Page 56
   menurunkan salah satu indikator daerah kumuh dari 7 (tujuh) indikator yang telah ditetapkan oleh
   Kementerian PUPR, yaitu Bangunan Gedung, dimana bangunan merupakan salah satu indikasi suatu
   wilayah dinyatakan sudah tidak kumuh.


   Pembiayaan Homestay di Destinasi Wisata

   Dalam program pembiayaan Homestay di destinasi wisata, Perseroan bersinergi dengan Kementerian
   Pariwisata untuk mengembangkan mekanisme pembiayaan yang dibutuhkan pemilik Homestay
   dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi. Dengan meningkatkan kualitas
   pelayanan akomodasi diharapkan akan meningkatkan tingkat hunian wisatawan di destinasi wisata.
   Pelaksanaan program ini juga direncanakan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
   atau lembaga masyarakat lainnya sebagai lembaga penyalur sehingga selain memenuhi kebutuhan
   pembiayaan Perseroan juga bermaksud mendayagunakan lembaga yang ada di masyarakat.


   Kepemilikan Saham Minoritas pada Perusahaan Real Estate PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan
   Entitas Anak

   Pada tahun 2020, Perseroan mendapatkan penugasan dari Pemegang Saham untuk melakukan
   rencana aksi korporasi berupa pengambilalihan saham minoritas pada perusahaan real estat PT
   Sejahtera Eka Graha (SEG) beserta dua entitas anak perusahaannya, yaitu PT Sarana Kilap Mas (SKM)
   dan PT Taman Kuring Raya (TKR) dengan terlebih dahulu melakukan kajian kelayakan bisnis dan legal
   due diligence (LDD) dalam rangka mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Aksi
   korporasi tersebut sudah terlaksana pada triwulan IV tahun 2020 sehingga Perseroan telah memiliki
   kepemilikan saham sebesar 3,47% pada SEG, sebesar 1,01% pada SKM, dan sebesar 1,33% pada TKR.


   Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program PEN pada Perusahaan Umum Perusahaan Umum
   Pembangunan Nasional (Perumnas)

   Dalam rangka pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN), dan sesuai
   ketentuan Pasal 15 A PP Nomor 43/2020, pemerintah mengatur pemberian dukungan kepada BUMN
   dalam bentuk investasi langsung kepada BUMN Penerima Investasi yang dilaksanakan oleh
   Pemerintah atau BUMN dan/atau lembaga untuk menumbuhkan kemampuan ekonomi BUMN.
   Terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah tersebut, Pemerintah menugaskan SMV
   Kementerian Keuangan sebagai Pelaksana Investasi Pemerintah pada BUMN dengan kondisi khusus,
   diantaranya melalui Perseroan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   17
Page 57
   Merujuk ke Keputusan Menteri Keuangan No. 503/KMK.06/2020 tanggal 9 November 2020 perihal
   Penugasan Kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial Persero sebagai
   Pelaksana Investasi untuk Melaksanakan Investasi Pemerintah Dalam Rangka Program Pemulihan
   Ekonomi Nasional (PEN), Perseroan sebagai Pelaksana Investasi Pemerintah telah melakukan
   pencarian investasi Pemerintah dalam rangka pelaksanaan Program PEN kepada Perumnas dalam 2
   (dua) tahap, yang dilaksanakan pada bulan November 2020 dan pada bulan Juli 2021 masing-masing
   sebesar Rp200 miliar dan Rp450 miliar. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan monitoring dan
   evaluasi atas dana yang telah dicairkan kepada Perumnas dan melaporkannya kepada Kementerian
   Keuangan secara berkala.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                           RKAP 2023   18
Page 58
                                                 2 BAB 2
                                EVALUASI DAN KINERJA PERSEROAN TAHUN 2022

   2.1.           Gambaran Umum
   2.1.1.        Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2022
   Ancaman resesi global semakin nyata dengan adanya kenaikan tingkat inflasi dan perlambatan
   ekonomi di berbagai negara di dunia. Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang,
   Inggris dan China mengalami kenaikan inflasi sejak triwulan II tahun 2021. Kenaikan inflasi masih
   berlanjut sepanjang tahun 2022, dimana kenaikan inflasi tertinggi terjadi di negara Inggris (10,7%
   yoy), Jerman (10 % yoy), dan Amerika Serikat (7,1% yoy) pada bulan November 2022. Pada saat yang
   sama, pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut justru bergerak turun.


   Di tengah ancaman resesi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2022
   berhasil tumbuh 5,72% yoy. Ekonomi Indonesia pada triwulan III 2022 tumbuh lebih baik dari triwulan
   sebelumnya sebesar 5,44% yoy. Seluruh sektor usaha tumbuh positif pada triwulan III 2022, kecuali
   sektor jasa kesehatan yang terkontraksi sebesar -1,74% yoy. Adapun sektor transportasi dan
   pergudangan tumbuh paling tinggi mencapai 25,81% yoy karena adanya pelonggaran mobilitas.
   Sektor real estate masih konsisten tumbuh positif sebesar 0,63% yoy, meskipun pertumbuhannya
   lebih rendah daripada triwulan sebelumnya sebesar 2,16% yoy.


   Kinerja ekonomi di triwulan III 2022 semakin meyakinkan bahwa Indonesia mampu untuk tumbuh di
   atas angka 5% pada tahun 2022 dan 2023. Namun, dengan kinerja ekonomi yang baik di triwulan III
   2022, tidak berarti Indonesia sudah lepas dari ancaman resesi. Secara siklus ekonomi, kinerja
   perekonomian triwulan III selalu lebih baik dari triwulan II. Dengan adanya kebijakan Pemerintah
   untuk mengurangi subsidi BBM dan tingginya inflasi baik di level produsen maupun konsumen, sangat
   mungkin kinerja perekonomian pada triwulan IV 2022 tidak sebaik di triwulan III. Menjaga daya beli
   dan kepercayaan masyarakat akan kinerja ekonomi nasional dalam menghadapi ancaman resesi
   global menjadi krusial untuk Indonesia bisa keluar dari ketidakpastian saat ini.


   Isu inflasi turut menjadi tantangan bagi perekonomian dalam negeri. Indonesia menghadapi inflasi
   tertinggi dalam tujuh tahun, dimana inflasi per November 2022 sebesar 5,42% atau lebih tinggi dari
   target inflasi pemerintah yaitu 3±1%. Namun, inflasi November 2022 lebih rendah dibandingkan
   bulan Oktober 2022 (5,71% yoy). Hal tersebut juga tercermin oleh inflasi energi bulan November 2022
   menurun 16,87% yoy dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 16,84% yoy. Inflasi bahan makanan



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   19
Page 59
   bulan November juga tercatat lebih rendah mencapai 2,62% yoy dibandingkan 3,88% yoy pada bulan
   Oktober 2022. Hal tersebut akibat pengaruh dari dampak lanjutan penyesuaian harga BBM terhadap
   inflasi inti yang terbatas dan tekanan inflasi dari sisi permintaan yang belum kuat.


   Untuk mengendalikan laju inflasi, Bank Indonesia menerapkan kebijakan moneter kontraktif dengan
   menaikkan suku bunga acuan. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan pada bulan Agustus 2022
   sebesar 25 bps menjadi 3,75%. Kenaikan tersebut merupakan pertama kalinya sejak Desember 2018.
   Kenaikan suku bunga acuan masih berlanjut pada bulan November 2022 sebesar 50 bps menjadi
   5,25%. Kebijakan moneter yang kontraktif akan berdampak pada kenaikan imbal hasil SUN. Kenaikan
   imbal hasil SUN akan berdampak pada cost of fund Perseroan dalam hal kupon penerbitan obligasi.
   Selain itu, kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan juga berdampak
   pada kenaikan cost of fund perbankan yang mungkin bisa menjadi hal positif bagi kegiatan bisnis
   Perseroan. Namun, kenaikan cost of fund perbankan menjadi tidak berpengaruh terhadap kegiatan
   bisnis Perseroan apabila likuiditas perbankan masih sangat besar. Di sisi lain, kenaikan suku bunga
   acuan 7-Days Reverse Repo sejak bulan Agustus lalu belum terlihat dampaknya dalam meredam
   inflasi. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum berkurang dan aliran modal asing masih keluar
   SUN. Apabila depresiasi rupiah dan aliran modal keluar lebih lanjut, maka sangat dimungkinkan Bank
   Indonesia akan mengambil posisi yang lebih agresif. Kebijakan yang hawkish dari Bank Indonesia
   membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan akan tertahan karena permintaan kredit akan turun.


   Dari sektor perbankan, perbaikan kinerja intermediasi perbankan dapat terganggu dengan kebijakan
   Bank Indonesia. Meskipun pertumbuhan kredit sudah lebih tinggi daripada pertumbuhan DPK pada
   November 2022, namun secara historis kinerja intermediasi perbankan belum berjalan normal. Sejak
   bulan Juni 2020 terdapat gap yang besar antara DPK dan kredit, dimana pertumbuhan DPK jauh lebih
   tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit. Kemampuan bank dalam menjalankan kinerja
   intermediasinya sangat berpengaruh terhadap kinerja penyaluran pinjaman Perseroan. Namun,
   intermediasi perbankan akan terganggu dengan kebijakan kontraktif Bank Indonesia. Ketika suku
   bunga acuan Bank Indonesia naik diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga deposito dan tingkat
   suku bunga kredit, maka intermediasi perbankan cenderung bergerak turun. Bank Indonesia perlu
   untuk melakukan pengetatan jumlah uang beredar dengan kenaikan tingkat suku bunga acuannya.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   20
Page 60
                                       Gambar 2.1 Indikator Makro Ekonomi




   Seluruh data bersumber dari CEIC


   2.1.2.         Pasar Obligasi Tahun 2022
   Sentimen positif pasar obligasi domestik pada bulan November 2022 didorong oleh kondisi
   perekonomian global. Hal tersebut dipengaruhi oleh inflasi Amerika Serikat dan sinyal perlambatan
   laju kenaikan suku bunga The Fed. Inflasi Amerika Serikat turun menjadi 7,1% (yoy) pada bulan
   November 2022 yang mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mulai memperlambat
   kebijakan moneter ketat. Ekspektasi tersebut didukung paska FOMC pada bulan November 2022 yang
   disebutkan bahwa akan terjadi perlambatan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Lalu,
   perekonomian Indonesia yang naik pada Q3 2022 dan perlambatan inflasi yang terjadi pada bulan
   Oktober 2022 menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi domestik. Maraknya sentimen positif baik
   di tingkat global maupun domestik kemudian mendorong ekspektasi risiko SBN menurun, tercermin
   dari penurunan CDS Indonesia tenor 10 tahun sebesar -54,27 bps mom ke level 159,92.


   Imbal hasil SBN Pemerintah berpola bullish di akhir bulan November 2022. Penurunan yield terjadi
   pada seluruh tenor dengan rata-rata -43,32 bps (mom). Kelompok tenor pendek (<5 tahun) memiliki
   penurunan secara rata-rata sebesar -48,54 bps (mom), begitu pula dengan kelompok tenor panjang
   (>7 tahun) yang juga mengalami penurunan secara rata-rata sebesar -41,02 bps (mom). Sementara



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   21
Page 61
   itu, kelompok tenor menengah (5-7 tahun) mengalami penurunan yield paling besar dengan rata-rata
   -54,01 bps (mom).
                                           Gambar 2.2 Imbal Hasil SUN




                                                  Sumber: PHEI


   2.1.3.        Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2022
   Pemulihan ekonomi nasional tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan I-2022
   (5,01% yoy), triwulan II-2022 (5,44% yoy), dan triwulan III-2022 (5,72% yoy). Namun, pertumbuhan
   kredit properti justru mengalami tren penurunan. Salah satu penyebabnya adalah sinyal kebijakan
   moneter kontraktif yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk menekan laju inflasi nasional dan
   mengurangi efek tapering dari The Fed. Kebijakan tersebut memengaruhi sektor pembiayaan
   perumahan di Indonesia, salah satunya adalah penurunan pertumbuhan kredit properti pada sektor
   konstruksi dan KPR/KPA. Pertumbuhan kredit konstruksi tercatat sebesar turun menjadi 0,56% (yoy)
   pada bulan September yang menjadi satu-satunya angka positif dari tiga bulan terakhir. Sedangkan
   pertumbuhan KPR/KPA menunjukkan pola sideways yang cenderung naik, tercatat pada bulan
   September menjadi 7,92% (yoy). Sementara itu, peningkatan pertumbuhan kredit properti terjadi
   pada sektor real estate dengan pertumbuhan sebesar 17,26% (yoy).




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   22
Page 62
                              Gambar 2.3 Pertumbuhan Kredit Properti (%YoY)

                33
                30
                27
                24
                21
                18
                15
                12
                 9
                 6
                 3
                 0
                -3
                     Jan-20
                     Feb-20



                       Jul-20




                      Jan-21
                     Feb-21



                       Jul-21




                      Jan-22
                     Feb-22



                       Jul-22
                     Aug-21
                     Mar-19




                     May-20

                     Aug-20




                     Mar-21




                     Aug-22
                     Oct-19



                     Mar-20




                      Oct-21




                     May-22
                     May-19




                     Oct-20
                     Dec-20
                      Jun-19




                     Dec-19




                     May-21




                     Mar-22
                     Jun-20




                      Jun-21




                     Dec-21
                     Sep-19
                     Nov-19




                      Jun-22
                     Sep-20
                     Nov-20




                     Sep-21
                     Nov-21




                     Sep-22
                     Apr-20




                     Apr-22
                      Jan-19
                     Feb-19
                     Apr-19

                       Jul-19
                     Aug-19




                     Apr-21
                        Total kredit properti     Kredit konstruksi         Kredit real estate   KPR/KPA


                                                Sumber: Bank Indonesia, diolah

   Penyaluran kredit properti masih didominasi oleh bank Himbara dengan outstanding sebesar
   Rp560.7 triliun pada bulan September 2022. Pertumbuhan total kredit properti, yang meliputi jenis
   KPR/KPA, real estate, dan konstruksi, yang disalurkan oleh bank Himbara menunjukkan pola sideways
   yang cenderung naik, meski belum bisa menembus angka pada bulan Mei di mana tren menurun
   dimulai. Pertumbuhan KPR/KPA dan kredit real estate yang tertinggi pada bulan September
   disalurkan oleh bank Swasta Nasional, masing-masing sebesar 15,7% yoy dan 25,04 % yoy. Sedangkan
   pertumbuhan kredit konstruksi yang tertinggi pada bulan September disalurkan oleh Bank Asing,
   yaitu sebesar 5.24% yoy.


   Outstanding KPR perbankan pada bulan November 2022 mencapai Rp581,1 triliun. Berdasarkan tipe
   rumah, porsi KPR terbesar adalah rumah tipe menengah (22-70 m2) dengan outstanding Rp391,5
   triliun. Kemudian dikuti oleh KPR rumah tipe besar (>70 m2) dan rumah tipe kecil (≤ 21 m2) dengan
   outstanding masing-masing sebesar Rp171,2 triliun dan Rp18,5 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi
   pada KPR rumah tipe menengah (22-70m2) mencapai 9,47% (yoy), diikuti rumah bertipe besar (>70
   m2) sebesar 5,88% (yoy). Sementara itu, KPR rumah tipe kecil (≤ 21 m2) masih mengalami
   perlambatan sebesar -5,21% (yoy).




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                              RKAP 2023   23
Page 63
                            Gambar 2.4 Pertumbuhan KPR berdasarkan Tipe (% yoy)




                                           Sumber: Bank Indonesia, diolah

   Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, indeks harga properti residensial
   pada triwulan III-2022 cenderung menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara triwulanan,
   harga properti residensial pada triwulan III-2022 tumbuh 0,54% (qoq), lebih tinggi dibandingkan
   0,35% (qoq) pada triwulan sebelumnya. Sedangkan secara tahunan, harga properti residensial pada
   triwulan III-2022 tumbuh sebesar 1,53% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan 1,72% (yoy) pada
   triwulan II-2022. Penurunan IHPR di triwulan III-2022 disebabkan oleh permintaan KPR yang
   mengalami penurunan di periode tersebut. Jika diamati lebih jauh, pertumbuhan indeks harga rumah
   ukuran medium lebih tinggi dibandingkan dengan tipe rumah lainnya pada triwulan II dan III 2022,
   yaitu sebesar 2,36% (yoy), dan 2,92% (yoy). Hal ini dapat mengindikasikan bahwa masyarakat kelas
   menengah mulai aktif melakukan konsumsi barang tahan lama. Masyarakat juga cenderung untuk
   menahan diri dan masih bersikap wait and see terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia. Selain
   itu, isu geopolitik menjadi salah satu penyebab konsumen menahan diri untuk melakukan pembelian
   rumah, sehingga pasar perumahan lesu yang menyebabkan pertumbuhan harga rumah menjadi
   terkoreksi.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   24
Page 64
                              Gambar 2.5 Pertumbuhan Indeks Harga Rumah (%, yoy)




                                             Sumber: Bank Indonesia, diolah

   2.2.           Realisasi Kegiatan Usaha
   Kegiatan Perseroan berpedoman kepada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun
   2022, dimana pada strategi yang dijalankan hingga penghujung tahun 2022, Perseroan tetap
   melakukan kegiatan sekuritisasi, penyaluran pinjaman dan mengembangkan program penjaminan
   terhadap KPR maupun surat berharga dengan underlying tagihan KPR. Selain itu, Perseroan juga
   memperkuat perannya sebagai fiscal tools melalui penugasan khusus dari Pemerintah dan juga
   pengembangan bisnis lainnya.


   2.2.1.        Realisasi Kegiatan Utama
   Sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya, Perseroan berperan dalam membangun dan
   mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan
   kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat dengan mengalirkan dana
   jangka menengah/panjang ke sektor pembiayaan perumahan. Dengan percepatan aliran dana serta
   volume yang semakin besar akan membentuk mekanisme pasar yang efisien, penyaluran dana
   tersebut secara bertahap akan mendorong turunnya tingkat bunga KPR. Disamping itu, dengan
   menyediakan dana jangka menengah/panjang bagi penyalur KPR, fasilitas pembiayaan ini diharapkan
   dapat mengatasi kesenjangan jatuh tempo (maturity mismatch) dalam pembiayaan KPR.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                            RKAP 2023   25
Page 65
   Kegiatan mengalirkan dana oleh Perseroan dilakukan dengan cara (1) memfasilitasi sekuritisasi; (2)
   menyediakan fasilitas pembiayaan dengan menggunakan dana ekuitas terlebih dahulu (bridging)
   baru kemudian digantikan dengan dana dari penerbitan surat utang..


   2.2.1.1.      Sekuritisasi
   Sampai dengan September 2022, Perseroan telah melakukan pendekatan kepada beberapa penerbit
   potensial seperti BTN dan Bank Syariah Indonesia. Dalam proses sekuritisasi dengan BTN, Perseroan
   telah mengikuti pertemuan antara Fitch dan BTN terkait rencana break up perjanjian jasa lembaga
   pemeringkat (Fitch) sehingga terdapat kemungkinan lembaga pemeringkat akan dialihkan ke Pefindo.
   Struktur awal juga sudah disampaikan kepada BTN dan saat ini sedang menunggu tanggapan.
   Sedangkan untuk proses sekuritisasi dengan BSI, proses uji tuntas (due dilligence) AUP (agreed upon
   procedure) di 7 (tujuh) wilayah sedang berlangsung. Ketua DPS Perseroan telah menyetujui draft opini
   syariah atas produk EBAS-SP PT SMF, untuk memenuhi permintaan BSI. Secara paralel, kelengkapan
   dokumen legal, baik dari sisi perusahaan juga dari sisi produk EBAS SP, sedang dipersiapkan. Dari
   kedua transaksi sekuritisasi ini, Perseroan memperkirakan hanya 1 kreditur asal saja yang akan
   terealisasi dengan nilai Rp500 Miliar, namun Perseroan tetap berupaya untuk merealisasikan
   keduanya hingga akhir 2022.


   Dalam transaksi EBA-SP, selain sebagai Penata Sekuritisasi (Arranger) dan Penerbit, Perseroan juga
   berperan sebagai Pendukung Kredit atau Credit Enhancer, dengan menyediakan dana rekening
   cadangan (cash reserve). Rekening cadangan ini digunakan untuk menutupi kekurangan pembayaran
   kepada Investor EBA kelas A dengan jumlah maksimum satu kali pembayaran bunga serta senior
   expense.


   Perseroan juga dapat berperan sebagai Investor, sesuai dengan penjelasan Perpres No. 100 Tahun
   2020 juncto Perpres No. 1 Tahun 2016 juncto Perpres No. 19 Tahun 2005 Pasal 9A yang menyebutkan
   bahwa PPSP dapat melakukan pembelian Efek Beragun Aset yang berkaitan dengan KPR dalam rangka
   menggerakkan pasar. Berikut ini regulasi-regulasi terkait penerbitan efek hasil sekuritisasi antara lain:

   (1) Dalam melaksanakan sekuritisasi sesuai Perpres No. 19 Tahun 2005, pada tanggal 5 Oktober 2012
       Perseroan telah menerima surat dari Bapepam dan LK No. S-11663/BL/2012 tanggal 3 Oktober
       2012 perihal Penetapan EBA-Surat Partisipasi Sebagai Efek.

   (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 23/POJK.04/2014 tentang Penerbitan dan
       Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   26
Page 66
       Sekunder Perumahan telah diterbitkan oleh OJK pada tanggal 19 November 2014. Dalam
       peraturan ini Perseroan memiliki peran sebagai Penerbit EBA Surat Partisipasi (EBA-SP). POJK ini
       kemudian diubah dengan POJK No. 20/POJK.04/2017 yang menghilangkan batasan pembelian
       EBA-SP oleh Penerbit di pasar perdana.

   (3) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 20/POJK.04/2015 tentang penerbitan dan
       persyaratan efek Beragun Aset Syariah.

   (4) Fatwa No. 121/DSN-MUI/II/2018 tanggal 22 Februari 2018 tentang Efek Beragun Aset Syariah
       berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP)

   Berikut ini disajikan tren Perseroan dalam memfasilitasi transaksi sekuritisasi sejak tahun 2009
   sampai dengan bulan September 2022 dan proyeksinya sampai dengan akhir tahun 2022:

                                     Gambar 2.6 Akumulasi Aliran Dana Sekuritisasi

                                             AKUMULASI ALIRAN DANA SEKURITISASI
                                                                    (Rp Miliar)
                                                                                                                                  13.287
                                                                                                           12.787 12.787 12.787
                                                                                                  12.156

                                                                                         10.156

                                                                              8.156
                                                                      7.156

                                                      5.456 5.656

                                              3.956
                                     2.956
                             1.956
                     1.252
              502

              2009   2010    2011    2012     2013    2014   2015      2016       2017    2018     2019     2020   2021 Sept '22 Proyeksi
                                                                                                                                   2022



   Dalam pelaksanaan transaksi sekuritisasi terdapat isu strategis serta kegiatan yang telah dilakukan
   untuk meningkatkan sekuritisasi, yaitu:

   Isu Strategis
   Terkait Penyalur KPR sebagai Seller:
   1. Ketertarikan bank terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui sekuritisasi aset rendah, bank
       lebih cenderung mengandalkan Dana Pihak Ketiga.
   2. Bank cenderung tidak mau melepas portofolio KPR untuk disekuritisasi.
   3. Belum ada standarisasi kontrak perjanjian kredit.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                          RKAP 2023   27
Page 67
   Terkait Investor sebagai Buyer:

   1. Pasar Sekunder EBA yang belum maksimal karena volume yang terbatas.
   2. Persepsi negatif dari para pihak (khususnya investor) terhadap sekuritisasi aset karena pernah
        terjadinya krisis ekonomi yang disebabkan oleh sekuritisasi subprime mortgage.
   3. Bagi Investor Perbankan, diwajibkan memiliki informasi terkait Kinerja dan Kualitas dari
        kumpulan aset yang mendasari EBA-SP sehingga Risk-Weight investasi pada EBA-SP sama dengan
        Investasi pada Obligasi.
   4. Belum ada insentif bagi investor seperti tax incentive (sebagaimana halnya Reksadana).
   5. Investor masih terbatas pada beberapa institusi saja dengan volumenya masih sedikit jika
        dibandingkan dengan total portofolio Investasi.
   6. EBA-SP masih diperlakukan seperti instrumen lainnya (obligasi) dengan rating sejenis meskipun
        memiliki underlying.

   Kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan sekuritisasi:
   1. Melakukan diskusi dan presentasi terkait sekuritisasi kepada Perbankan.
   2. Menyampaikan penawaran kerja sama kepada Bank yang memiliki portofolio KPR besar dengan
        menawarkan struktur transaksi yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dari perbankan.
   3. Melakukan penguatan Pasar Pembiayaan Primer dengan mendorong standardisasi SOP KPR serta
        keg. pendidikan & pelatihan KPR.
   4. Memperoleh dukungan penuh dari Pemegang Saham dalam melakukan pendekatan kepada
        regulator untuk meningkatkan transaksi sekuritisasi.
   5.   Mendirikan atau melakukan akuisisi anak usaha dalam pembiayaan perumahan agar dapat bersinergi
        dalam melakukan sekuritisasi, namun hal ini tergantung atas persetujuan dari Pemegang Saham atas Kajian
        Tahap 1 di tahun 2022.


   2.2.1.2.      Penyaluran Pinjaman
   Realisasi penyaluran pinjaman sampai dengan September 2022 sebesar Rp6.884 Miliar. Sampai
   dengan akhir tahun 2022, Perseroan memproyeksikan kegiatan penyaluran pinjaman menjadi
   sebesar Rp8.868 miliar atau 71,46% dari anggaran 2022. Posisi outstanding penyaluran pinjaman per
   30 September 2022 sebesar Rp24.016 miliar. Berikut grafik penyaluran pinjaman per tahun dan
   proyeksi sampai akhir tahun 2022:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                       RKAP 2023    28
Page 68
                                Gambar 2.7 Aliran Dana Penyaluran Pinjaman per Tahun

                                 ALIRAN DANA PENYALURAN PINJAMAN PER TAHUN
                                                               (Rp Miliar)
                                                                                                       12.455



                                                                                               9.894
                                                                                                                        8.820           8.868

                                                                                       7.241
                                                                                                                                6.884
                                                                                                                6.425
                                                                               5.641


                                                                       3.487
                                                               3.000
                                                       2.500
                                               2.100
                                       1.404
                  544            700
           305           400
    100

    2006   2007   2008   2009   2010   2011    2012    2013    2014    2015    2016    2017    2018     2019    2020    2021 Sept '22Proyeksi
                                                                                                                                       2022



   Tantangan yang Dihadapi dalam Penyaluran Pinjaman

   Dalam hal penyaluran pinjaman, Perseroan masih menghadapi tantangan, yakni lembaga keuangan
   cenderung membandingkan suku bunga pinjaman jangka panjang dari Perseroan dengan suku bunga
   dana pihak ketiga (DPK) jangka pendek yang relatif lebih rendah. Likuiditas perbankan masih sangat
   bagus sehingga perbankan lebih memilih menggunakan DPK sendiri dibandingkan menggunakan
   pinjaman jangka panjang dari Perseroan. Ditambah lagi dengan adanya dana PEN yang diberikan
   kepada Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan BPD, sehingga Cost of Fund lembaga keuangan
   cenderung semakin turun. Disamping hal tersebut, pinjaman Perseroan yang diterima oleh lembaga
   keuangan dikenakan kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM), hal ini menyebabkan total Cost of Fund
   pinjaman yang harus ditanggung oleh lembaga keuangan dari Perseroan semakin tinggi dan kurang
   menarik.

   Terkait dengan penyaluran FLPP di Tahun 2022, Perseroan fokus pada optimalisasi target terhadap
   mitra lembaga keuangan eksiting serta beberapa mitra lembaga keuangan baru sehingga target yang
   telah ditetapkan dapat tercapai. Adapun penawaran kepada lembaga keuangan penyalur FLPP
   lainnya terkendala tingkat suku bunga 4,45% yang dinilai Lembaga Keuangan cukup tinggi saat ini
   (lembaga keuangan lebih memilih menggunakan DPK sendiri) dan adanya dana PEN yang diberikan
   kepada lembaga keuangan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                        RKAP 2023       29
Page 69
   Dalam hal pembiayaan perumahan kepada segmen MBR yang termasuk kedalam informal income,
   Perseroan menghadapi tantangan, yaitu keengganan lembaga keuangan untuk menyalurkan kepada
   segmen tersebut dikarenakan profil risiko yang cenderung lebih tinggi.


   2.2.1.3.      Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan yang telah Dialirkan Perseroan
   Dengan aliran dana yang disalurkan Perseroan per tahun melalui fasilitas transaksi sekuritisasi dan
   penyaluran pinjaman dari pasar modal ke penyalur KPR, maka akumulasi dana yang dialirkan ke
   sektor pembiayaan perumahan sejak tahun 2006 sampai dengan 30 September 2022 adalah
   Rp84.844 miliar terdiri dari (1) sekuritisasi sebesar Rp12.787 miliar dan (2) penyaluran pinjaman dan
   pembelian KPR sebesar Rp72.057 miliar.


   Sementara itu, sampai dengan akhir tahun 2022, diproyeksikan aliran dana kumulatif adalah
   Rp87.327 miliar terdiri dari (1) sekuritisasi sebesar Rp13.287 miliar dan (2) penyaluran pinjaman dan
   pembelian KPR sebesar Rp74.040 miliar, sebagaimana ditunjukan pada gambar di bawah ini.


                                  Gambar 2.8 Aliran Dana Kumulatif Perseroan




   Dana yang disalurkan oleh Perseroan kepada penyalur KPR melalui transaksi sekuritisasi maupun
   penyaluran pinjaman telah digunakan penyalur KPR untuk mendukung kegiatan penyaluran KPR
   kepada 1.406.952 debitur dengan rincian dari penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebanyak
   809.544 debitur, sebanyak 242.599 debitur dari sekuritisasi, dan sebanyak 354.809 dari FLPP.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   30
Page 70
                                      Gambar 2.9 Distribusi Aliran Dana Perseroan




                              83,86%
                                                                                                                  0,63%
                                                                                15,51%

   Secara keseluruhan, distribusi aliran dana Perseroan tertinggi pada wilayah barat dengan 83,86%,
   sementara di wilayah tengah sebesar 15,51% dan timur sebesar 0,63%.


   2.2.1.4.      Pendanaan Perseroan
   Realisasi penerbitan surat utang (obligasi, MTN dan Term Loan) Perseroan selama tahun 2022, sampai
   dengan 30 September 2022 adalah sebesar Rp3.900 miliar, terdiri dari penerbitan Obligasi PUB VI
   Tahap III sebesar Rp3.000 miliar serta penerbitan Term Loan sebesar Rp900 miliar.


   Sampai dengan akhir tahun 2022, penerbitan surat utang diproyeksikan menjadi Rp3.900 miliar atau
   atau 118,2% dari anggaran sebesar Rp3.300 miliar.


                                Gambar 2.10 Tren Penerbitan Surat Utang per Tahun

                                               Penerbitan Surat Utang per Tahun
                                                                  (Rp Miliar)
                                                                                              9.604

                                                                                                      8.447
                                                                                                              7.601


                                                                                      5.551

                                                                              4.177                                   3.900 3.900

                                      2.580           2.816           2.751
                                              2.139
                              1.518                           1.572
                      1.115
                551


               2009   2010    2011    2012    2013    2014    2015    2016    2017    2018    2019    2020    2021 Sept '22 Prog
                                                                                                                            2022




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                    RKAP 2023   31
Page 71
   Per 30 September 2022, tiga jenis investor pemegang surat utang (obligasi) Perseroan terbesar adalah
   Bank Domestik sebesar Rp4.768 miliar (37,25%); DJS Ketenagakerjaan Rp2.102 miliar (16,42%); dan
   Dana Pensiun sebesar Rp1.740 miliar (13,59%).


                                  Gambar 2.11 Daftar Pemegang Obligasi Perseroan
               Yayasan NPWP            Goverment of   Koperasi   Individu Domestik
                    0,30%               Indonesia      1,73%           0,19%         Badan Usaha Tetap
                          Perusahaan      0,62%                             Broker      Non Tax Lain
                       Terbatas NPWP                                         0,02%         0,16%
                             0,29%
               Institusi Asing
                   2,53%
                                                                                          Bank Domestik
                Mutual Fund                                                                  37,25%
                  4,43%
                   Goverment of
                     Malaysia
                      6,21%

                   PT Taspen
                     6,87%

                    Asuransi                                                               DJS
                     9,39%                                                           Ketenagakerjaan
                    Dana Pensiun                                                         16,42%
                      13,59%


   Tantangan yang Dihadapi dalam Penerbitan Surat Utang

   Untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan surat utang, biaya dana yang
   harus dikeluarkan Perseroan sangat tergantung dari kondisi pasar pada saat surat utang diterbitkan.
   Dengan keadaan keuangan Perseroan yang likuid dan realisasi pembiayaan FLPP, Perseroan
   menerbitkan surat utang pada triwulan 3 tahun 2022.


   Tantangan yang dihadapi Perseroan dalam penerbitan surat utang pada tahun 2022 adalah tren suku
   bunga yang fluktuatif yang disebabkan gejolak pasar yang terjadi serta ekspektasi tingkat suku bunga
   yang diminta oleh investor yang menginginkan suku bunga yang relatif tinggi sehingga pemilihan
   waktu penerbitan surat utang menjadi tantangan tersendiri bagi Perseroan.


   Investor institusional pada umumnya telah menetapkan target imbal hasil pada awal tahun sehingga
   dalam kondisi suku bunga yang meningkat, investor meminta suku bunga surat utang yang relatif
   tinggi. Dengan rating idAAA, investor masih meminta spread margin yang cukup tinggi dibandingkan
   investasi di surat utang Pemerintah. Hal ini secara langsung akan memengaruhi tingkat suku bunga
   pinjaman yang dapat disalurkan Perseroan kepada lembaga keuangan penyalur KPR mengingat dana
   yang dihimpun oleh Perseroan berasal dari pasar modal.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                         RKAP 2023   32
Page 72
   Per 30 September 2022, rata-rata tingkat bunga surat utang Perseroan mencapai 6,63% berada di
   bawah rata-rata bunga penyaluran pinjaman sebesar 7,16% sehingga Perseroan tidak mengalami
   negative spread.


   Dengan mempertimbangkan misi pendirian Perseroan, maka diperlukan dukungan pemerintah untuk
   menurunkan premi surat utang yang diterbitkan oleh Perseroan. Dengan turunnya premi surat utang
   tersebut, diharapkan Perseroan dapat menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR dengan tingkat
   suku bunga yang lebih kompetitif sehingga diharapkan suku bunga KPR di pasar dapat berangsur-
   angsur menurun mengikuti mekanisme pasar.


   Dengan mempertimbangkan misi pendirian Perseroan, maka diperlukan dukungan pemerintah untuk
   menurunkan premi obligasi Perseroan. Dengan turunnya premi obligasi Perseroan, Perseroan dapat
   menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR dengan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif
   sehingga diharapkan suku bunga KPR di pasar dapat berangsur-angsur menurun mengikuti
   mekanisme pasar.


   2.2.2.        Penugasan Khusus

   2.2.2.1.      Program Penurunan Beban Fiskal
   Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 463/KPTS/M/2018 terkait perubahan porsi KPR FLPP,
   maka porsi pokok yang akan ditanggung oleh Perbankan menjadi sebesar 25%, sedangkan sisanya
   sebesar 75% akan dibiayai oleh Pemerintah melalui BP TAPERA untuk tahun 2022 dan seterusnya.
   Untuk mendukung pendanaan pembiayaan KPR FLPP, Perseroan telah memperoleh PMN sebesar
   Rp2.000 miliar pada tahun 2022. Selanjutnya PMN tersebut akan ditambah dengan ekuitas yang
   dimiliki, yang selanjutnya di-leverage dengan menerbitkan surat utang sebanyak 1,18x dari jumlah
   PMN yang diterima. Kemampuan Leveraging yang dapat dilakukan Perseroan sangat tergantung dari
   kondisi suku bunga pasar pada saat akan menerbikan obligasi Perseroan.


   Untuk melaksanakan program Penurunan Beban Fiskal, Perseroan menggunakan dana PMN yang
   diterima tahun 2022 sebesar Rp2.000 miliar dan leverage melalui penerbitan surat utang sebesar
   Rp4,160 miliar kemudian di-blended untuk menentukan cost of fund sebesar 4,45%.


   Per 30 September 2022, Perseroan telah mencairkan pinjaman terkait porsi bank di KPR FLPP dengan
   total sebesar Rp3.519 miliar, terdiri atas pembiayaan kepada Bank BTN Rp2.613 miliar, Bank BTN




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   33
Page 73
   Syariah Rp521 miliar, Bank BJB Rp210 miliar, Bank BJB Syariah Rp41 miliar, BPD NTB Syariah Rp13
   miliar, BPD Kaltimtara Rp11 miliar, dan BPD Kalteng Rp78 Juta.


   Tantangan yang dihadapi Perseroan dalam penyaluran pinjaman KPR FLPP adalah perbankan,
   khususnya dengan target KPR FLPP relatif kecil, masih merasa mampu menggunakan DPK yang
   dimilikinya sendiri untuk menutupi porsi 25% KPR FLPP yang disalurkan. Meskipun terdapat risiko
   maturity missmatch dengan jangka waktu KPR FLPP yang maksimum sampai dengan 20 tahun.


   2.2.2.2.      Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

   2.2.2.2.1.    Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh
   Penugasan khusus lainnya yang diperoleh Perseroan di tahun 2018 adalah Program Peningkatan
   Kualitas Rumah di Daerah Kumuh. Program ini merupakan sinergi antara Perseroan dan Dit. PKP,
   Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR melalui programnya yang bernama KOTAKU (Kota Tanpa
   Kumuh), dimana bangunan merupakan salah satu indikasi suatu wilayah dinyatakan sudah tidak
   kumuh.
                           Gambar 2.12 Skema Peningkatan Kualitas Rumah Kumuh




   Program peningkatan rumah di daerah kumuh Perseroan menggunakan dana Bina Lingkungan yang
   bersifat hibah sebagai pendorong dalam mewujudkan hasil perencanaan partisipatif masyarakat dan
   prioritas penanganan kegiatan oleh Pemerintah Kelurahan/BKM.


   Dana ini diharapkan mampu menggerakan Pemerintah, masyarakat dan swasta untuk memanfaatkan
   APBD, program bina lingkungan/CSR swasta maupun dana swadaya masyarakat dalam pengentasan
   wilayah kumuh. Dana Bina Lingkungan untuk kegiatan renovasi rumah Perseroan diserahkan
   sepenuhnya dan dikelola sebagai Dana Pinjaman Bergulir oleh BKM/LKM agar dapat digulirkan untuk
   calon pemanfaat RTLH lainnya di Kelurahan/Desa.


   Hingga akhir September 2022, Perseroan telah melakukan pencairan dana peningkatan kualitas
   rumah tidak layak huni sebesar Rp3.437 juta pada 2 (dua) lokasi, yaitu Semanggi di Surakarta dan
   Fatubenao di Belu. Perseroan telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah
   Kota Medan dan pencairan tahap pertama di kota tersebut pada bulan Oktober 2022. Selain itu



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   34
Page 74
   proses finalisasi DED dan persiapan signing juga telah direncanakan untuk dapat merealisasikan
   peningkatan kualitas rumah kumuh di daerah Cirebon dan Mataram. Dengan demikian pada akhir
   tahun 2022 target penyaluran pada 5 lokasi diproyeksikan dapat tercapai seluruhnya.


   Dari awal penyaluran program hingga akhir September 2022, Perseroan telah meningkatkan kualitas
   rumah pada 299 RTLH di 13 Kota/Kabupaten dengan rincian sebagai berikut.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   35
Page 75
                Tabel 2.1 Akumulasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh
                                                                                Jumlah Rumah
        No.                                 Lokasi
                                                                         Renovasi         Bangun Baru
         1.   Purwokinanti, Yogyakarta                                      -                  14
         2.   Mlatibaru dan Rejomulyo, Semarang                            40                  -
         3.   Pakan Kurai dan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Bukittinggi     12                  -
         4.   Siantan Hulu, Pontianak                                      25                  -
         5.   Bira, Makassar                                                -                  14
         6.   Krapyak, Pekalongan                                           -                  16
         7.   Mauk, Tangerang                                               -                  17
         8.   Rahma, Lubuklinggau                                           -                  31
         9.   Kampung Bugis, Tanjungpinang                                  3                  15
        10.   Tongkeina, Manado                                             -                  18
        11.   Alalak Selatan, Banjarmasin                                   -                  18
        12.   Fatubenao, Belu                                               -                  29
        13.   Semanggi, Surakarta                                           -                  47
                                            Total                                   299


   2.2.2.2.2.    Program Pembiayaan Homestay

   Memenuhi permintaan Menteri Keuangan agar Perseroan memberikan dukungan kepada program
   pemerintah di bidang pariwisata, Perseroan telah mengembangkan Progam Pembiayaan Homestay
   pada destinasi wisata prioritas di Indonesia.


   Untuk melaksanaan Program pembiayaan Homestay ini, Perseroan didukung penuh oleh
   Kementerian Pariwisata, dengan pelaksanaan penandatanganan MOU antara Perseroan dengan
   Kementerian Pariwisata pada akhir tahun 2018. Mempertimbangkan tujuan pembiayaan homestay
   umumnya untuk perbaikan homestay ataupun pembangunan kamar homestay, sebagai pilot project
   Perseroan melakukan kegiatan ini melalui Program Kemitraan Perseroan. Pelaksanaan melalui
   Program Kemitraan juga dimaksudkan untuk menekan suku bunga yang dibebankan penerima kredit
   homestay.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023    36
Page 76
                                   Gambar 2.13 Skema Pembiayaan Homestay




   Perseroan melaksanakan penyaluran kredit homestay bekerjasama dengan BUMDes dan
   POKDARWIS setempat, yang dimaksudkan juga untuk mendorong peningkatan kapasitas BUMDes
   dalam penyaluran kredit kepada masyarakat.


   Hingga September 2022, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan ke 5 (lima) desa wisata yaitu Desa
   Wringin Putih di Banyuwangi, Desa Tetebatu di Lombok Timur, Desa Paputungan dan Desa Palaes di
   Minahasa Utara, serta Desa Pahawang di Pesawaran. Dengan demikian target Pembiayaan Homestay
   tahun 2022 telah tercapai. Sejak awal program hingga September 2022, Perseroan telah menyalurkan
   pembiayaan ke 152 Homestay pada 16 Desa Wisata dengan rincian sebagai berikut.


                                  Tabel 2.2 Akumulasi Program Pembiayaan Homestay
                   No.                                 Lokasi              Jumlah Debitur
                    1.     Nglanggeran, Gunungkidul                             24
                    2.     Samiran, Boyolali                                    20
                    3.     Kuta, Lombok Tengah                                  19
                    4.     Pagerharjo, Kulonprogo                                5
                    5.     Kemuning, Karanganyar                                15
                    6.     Mertak, Lombok Tengah                                 5
                    7.     Sarongan, Banyuwangi                                  1
                    8.     Tamansari, Banyuwangi                                14
                    9.     Sukajaya, Sumedang                                    2
                    10.    Sembalun Lawang, Lombok Timur                         6
                    11.    Bangsring, Banyuwangi                                 4
                    12.    Wringin Putih, Banyuwangi                             2
                    13.    Tetebatu, Lombok Timur                                5
                    14.    Paputungan, Minahasa Utara                           10
                    15.    Palaes, Minahasa Utara                               10
                    16.    Pahawang, Pesawaran                                  10
                                                       Total                    152




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   37
Page 77
   2.2.2.3.      Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham
   Di tahun 2022, Perseroan tetap menjalankan kewajibannya selaku Pelaksana Investasi Pemerintah
   sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 189/PMK.06/2021 tentang
   Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.06/2020 tentang Investasi
   Pemerintah Dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Adapun kegiatan utama yang
   dilakukan Perseroan di antaranya adalah:


   1. melakukan monitoring kepada kegiatan serta analisis terhadap laporan keuangan Perumnas
      secara berkala dan disampaikan kepada DJKN; dan

   2. melakukan analisis dan memberikan rekomendasi kepada DJKN atas tindakan yang diperlukan
      dalam hal pelaksanaan program PEN Perumnas.

   Sedangkan untuk anak perusahaan, yaitu PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan Entitas Anak, Perseroan
   senantiasa berkoordinasi dengan Pemegang Saham Mayoritas dalam setiap kegiatan yang akan
   dilaksanakan oleh PT SEG dan Entitas Anak. Perseroan juga turut mendukung kegiatan usaha dan
   bisnis PT SEG dan Entitas Anak dengan menunjuk Konsultan Properti yaitu PT Colliers International
   untuk melakukan penyusunan Kajian Market and Feasibility Study terhadap pengembangan proyek
   Bogor Heritage Ecopark oleh SEG. Perseroan juga turut mendampingi PT SEG dalam pengawasan
   proyek yang dijalankan di tahun 2022.


   2.2.3.        Realisasi Kegiatan Pendukung Sesuai Indikator Kinerja Utama Perseroan

   2.2.3.1.      Pemenuhan Pendanaan Bagi Perseroan
   Dalam rangka fungsi monitoring pada penyediaan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan
   penyaluran pinjaman baik konvensional, syariah, maupun KPR FLPP, sebagaimana tahun-tahun
   sebelumnya, di tahun 2022 Perseroan kembali menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) rasio
   perhitungan pemenuhan pendanaan Perseroan. Target Perseroan untuk tahun 2022 atas IKU
   tersebut adalah antara 50,0% sampai dengan 70,0%. Rasio ini digunakan selain untuk memonitor
   kondisi keuangan Perseroan juga sebagai pengukur likuiditas Perseroan sehingga tetap terjaga.
   Hingga September 2022, pemenuhan rasio ini tetap dijaga di angka 68,76%.


   2.2.3.2.      Kajian Alternatif Model Bisnis Perseroan
   Sebagai salah satu upaya Perseroan dalam mengembangkan bisnisnya sesuai perluasan mandat yang
   telah diperoleh Perseroan, di tahun 2022 Perseroan telah menyusun sebanyak 4 (empat) kajian
   dengan bekerjasama dengan konsultan independen, yaitu kajian Kredit Pemilikan Rumah Siap



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   38
Page 78
   Bangun, kajian Kredit Kepemilikan Rumah Usaha, dan kajian peran Perseroan dalam proyek KPBU.
   Selain itu, Perseroan juga telah menyusun kajian internal terkait Kredit Pemilikan Rumah Sewa Beli,
   serta sedang dalam proses penyusunan kajian Kredit Pemilikan Homestay bekerjasama dengan
   konsultan dan juga proses penyusunan kajian Reverse Mortgage secara internal.


   2.2.3.3.      Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan
   Untuk mendukung proses bisnis, Perseroan menargetkan melaksanakan 6 (enam) pengembangan
   sistem maupun infrastruktur teknologi informasi pada tahun 2022.


   Sampai dengan 30 September 2022, progres penyelesaian pemenuhan kebutuhan TI sebesar 83%
   berupa optimalisasi Website Perseroan, aplikasi Contract Management System, Sistem Verifikasi
   Host-to-Host SMF PNM, Active Directory, pembangunan Data Center untuk Data Recovery Center
   (DRC). Di akhir tahun 2022, diproyeksikan Perseroan dapat memenuhi target Perseroan pada RKAP
   2022. Di tahun 2022, Perseroan memiliki IKU IT Maturity Level dengan target skor adalah 2, hingga
   September 2022, Perseroan masih dalam tahap penilaian dan diharapkan skor tersebut akan keluar
   di akhir tahun 2022.


   2.2.3.4.      Asesmen GCG
   Dalam rangka meningkatkan penerapan pengelolaan perusahaan yang baik atau Good Corporate
   Governance (GCG), Perseroan telah memiliki pedoman standard GCG yang dimiliki perusahaan,
   utamanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk mengetahui tingkat efektifitas penerapan GCG
   diperusahaan, dapat dilakukan melalui assessment oleh lembaga independen secara periodik setiap
   tahun.


   Evaluasi GCG tahun 2022 akan dilakukan oleh Tim GCG Perseroan dan Asesor GCG 2022 masih
   menunggu arahan dari Pemegang Saham. Untuk dapat memenuhi target skor GCG sebesar 86,
   Perseroan terus melakukan monitoring atas Area of Improvement hasil asesmen GCG tahun
   sebelumnya, serta akan melaksanakan shadow scoring untuk mengetahui gambaran awal hasil
   asesmen GCG.


   2.2.3.5.      Pengembangan SDM Melalui Strategic Human Capital
   Perseroan menggunakan road map Human Capital Management System (HCMS) sejak tahun 2016
   sebagai acuan pengembangan dan pengelolaan SDM Perseroan. Cakupan Road map HCMS meliputi
   Strategic HC (Distinct Job Profile, Competency Management, Organization Development, Culture
   Internalization, Human Capital plan), HC Process (Recruit & Selection, Learning Management,



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   39
Page 79
   Performance Management, Industrial Relation, Career & Talent Management, Reward Management,
   Termination) dan HC Information System. Dimana road map tersebut dilakukan monitoring dan
   evaluasi secara berkala agar dapat selalu sejalan dengan strategi pencapaian bisnis Perseroan. Di
   tahun 2022, Perseroan memiliki IKU Organization Health Index (OHI) dengan target skor adalah 68,
   di bulan September 2022, Perseroan telah selesai melakukan penilaian dengan hasil skor 72,62 atau
   lebih tinggi dari targetnya sebesar 68, sehingga tercapai 106,79%.


   Hingga September 2022, implementasi road map HCMS adalah sebagai berikut:
   •    Talent Development Program 80%, telah mengembangkan program pelatihan dan
        pengembangan yang terstruktur dan komprehensif sesuai kebutuhan Talent Perseroan
        melalui (1) Talent On boarding dan Penyusunan IDP oleh Talent dan Mentor, (2) Gap
        Indentification melalui asesmen baik untuk kompetensi teknikal maupun prilaku, (3)
        Pengembangan kompetensi dengan berbagai metode a.l quarterly business insight, knowledge
        & theory, experiential learning, benchmark, dll, (4) Strengthening & Evaluating dengan coaching
        & mentoring secara berkala.

    •   People Analytics 85%, Perseroan mengidentifikasi faktor pendorong performa dan engagement
        karyawan sehingga menjadi lebih baik ke depan melalui: (1) identifikasi masalah yang ingin
        dijawab oleh organisasi dan database yang dimiliki oleh SDM, (2) Melakukan pengolahan data
        dan analisis untuk menjawab pertanyaan yang ada.

    •   Innovation Culture 100%, telah membangun budaya inovasi dengan peningkatan kapabilitas
        inovasi dari seluruh karyawan melalui (1) Innovation activation program dengan meningkatkan
        awareness dan mindset karyawan melalui workshop design thinking, (2) Idea submission &
        selection yaitu karyawan diminta mapping ide ke dalam lean canvas dan menemukan objective
        suatu ide dengan didampingi Mentor, (3) Validasi masalah dan solusi untuk memastikan ide
        dapat diimplementasikan dengan melakukan presentasi kepada Direksi Perseroan. Saat ini ide
        yang dihasilkan telah dimonitoring bagian PMO untuk proses implementasinya.

    •   Performance Management 80%, Perseroan telah memastikan pencapaian organisasi tepat
        sasaran dan dilakukan secara konsisten agar efektif dan efisien sehingga diperoleh hasil yang
        maksimal melalui: (1) Perbaruan ketentuan dan process re-engineering penilaian kinerja, (2)
        Alignment target kinerja korporasi hingga level Individu, (3) Kalibrasi realisasi pencapaian target
        dari level Pimpinan Unit Kerja.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023   40
Page 80
    •   Flexible Working System 100% dengan Mewujudkan budaya kerja yang adaptif, berbasis digital
        dan berintegritas guna meningkatkan produktivitas dan kinerja melalui (1) Reviu kebijakan yang
        mendukung optimalisasi Flexible Working System, (2) Optimalisasi sistem FWS untuk
        perencanaan dan pencatatan aktivitas selama WFH, (3) Pengukuran dan pengembangan
        dashboard produktivitas karyawan, (4) Penyusunan proses bisnis dan kalibrasi analisis beban
        kerja.

   2.2.4.        Realisasi Kegiatan Korporasi Lainnya

   2.2.4.1.      EBA-SP Retail
   Dalam rangka mendukung kegiatan utama Perseroan yaitu Sekuritisasi, Perseroan berinovasi untuk
   meluncurkan produk EBA-SP kepada pasar retail pada tahun 2018 dalam bentuk EBA-SP Ritel atau
   biasa disebut EBA Ritel. Dengan adanya EBA-SP Ritel, produk EBA-SP dapat ditawarkan kepada
   investor individu secara lebih luas, tidak terbatas hanya kepada investor institusi.


   Untuk mendukung pengembangan pasar EBA-SP Ritel, Perseroan melakukan berbagai kegiatan
   sosialisasi baik secara online maupun offline kepada masyarakat yang memiliki minat melakukan
   investasi di pasar modal. Kondisi pandemi yang menunjukkan perbaikan pada tahun 2022 membuat
   Perseroan dapat kembali melakukan sosialisasi secara offline bekerjasama dengan stakeholder.
   Namun demikian, sosialisasi secara online masih kerap dilakukan dalam bentuk webinar hasil
   kerjasama dengan BNI Sekuritas, influencer, atau komunitas yang memiliki interest di bidang investasi
   atau finansial. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan memanfaatkan platform media sosial milik
   Perseroan khusus untuk EBA-SP Ritel, yaitu akun Instagram @inveseries. Kendala utama yang
   dihadapi oleh Perseroan dalam mengembangkan dan mendorong pertumbuhan EBA-SP Ritel adalah
   masih sedikitnya perusahaan sekuritas yang memiliki platform perdagangan untuk efek fixed income.


   Sampai dengan September 2022, tercatat jumlah investor baru EBA-SP Ritel mencapai 1.091 investor
   dari target sebanyak 770 orang investor atau mencapai 120% pencapaian maksimal IKU dari target
   2022.


   2.2.4.2.      Program Pendidikan & Pelatihan Kepada Penyalur KPR
   Dalam rangka mendukung kegiatan utama Perseroan dalam penyaluran pinjaman dan sekuritisasi
   KPR, Perseroan secara rutin menyediakan/menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan
   kepada Penyalur KPR baik untuk penyelenggaraan kelas publik (regular) maupun secara inhouse




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   41
Page 81
   training sebagai bentuk program capacity building bagi para penyalur KPR dalam menghasilkan
   produk KPR yang berkualitas.


   Sampai dengan September 2022, Perseroan telah menyelenggarakan program pendidikan dan
   pelatihan kepada penyalur KPR sebanyak 28 kali kepada 480 peserta sebagai berikut.


                           Tabel 2.3 Daftar Program Pendidikan dan Pelatihan Perseroan

     No.                                                                                                             Waktu
                    Tema Pendidikan dan Pelatihan                    Peserta                    Kategori
                                                                                                                  Pelaksanaan

                                                     BPRS HIK Cibitung
      1.   MORTGAGE PARTNERSHIP                      Reliance                                Public training        31-Jan-22
                                                     BPR Hariarta Sedana
                                                     BPR Bank Klaten Perseroda
                                                     Perumda BPR Bank Daerah Kab. Madiun
                                                     Perumda BPR Bank Lumajang
                                                     PT BPR Surya Artha Utama
                                                     BKK Jateng
                                                     BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda)
                                                     PT BPR Permata Dhanawira
      2.   PENILAIAN AGUNAN KPR                                                              Public training       16-Jun-22
                                                     BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                     PT BPR Jawa Timur
                                                     PT BPR Bank Jombang Perseroda
                                                     Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak
                                                     BPRS Bahari Berkesan
                                                     PD BPR Bahteramas Konawe
                                                     PT BPR Hasa Mitra Makassar
      3.   MORTGAGE SPECIALIST SYARIAH               BPRS Saruma Sejahtera
      4.   MORTGAGE BASIC SELLING SKILL              BPRS Bobato Lestari
      5.   MORTGAGE BASIC COLLECTION                 BPRS Arta Leksana
           BASIC LEGAL & MORTGAGE DOCUMENTATION
      6.                                             BPRS Bandar Lampung
           ADMINISTRATION                                                                    Public training     20-28 Juni 2022
      7.   MORTGAGE BASIC APPRAISAL                  PT Dana Syariah Indonesia
                                                     PT Gadai Syariah Indonesia
      8.   MORTGAGE BASIC CREDIT ANALYST             BPRS Hijra Alami
                                                     PT BPRS Muamalat Harkat
      9.   PENILAIAN AGUNAN KPR                      BPR Tulungaggung                        Inhouse training       02-Jul-22
     10.   PENILAIAN AGUNAN KPR                      BPR Nusamba Cepiring                    Inhouse training       07-Jul-22
                                                     BPR Serang
                                                     BPR Kerta Raharja
                                                     BPR Eka
     11.   PENILAIAN AGUNAN KPR                                                              Public training        05-Jul-22
                                                     BPR Lebak Sejahtera
                                                     BPR Tegal Gotong Royong
                                                     SBI Indonesia
     12.   PENILAIAN AGUNAN KPR                      BPD KALBAR                              Inhouse training      05-Agu-22
                                                     BPR Hariarta Sedana
     13.   MORTGAGE BASIC ONLINE TRAINING PACKAGES   BPR DjokoTingkir                        Public training     8-12 Agst 2022
                                                     BPR Bank TGR
                                                     PT Dana Syariah Indonesia
                                                     Bank Kalbar Sintang
     14.   KMK KP                                    SMF                                     Public training     23-24 Agst 2022
                                                     Bank Jambi
                                                     PT BPR SERANG (Perseroda)
                                                     PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (PERSERODA)
                                                     PT BPR Modern Express
     15.   PENILAIAN AGUNAN KPR                      PERUMDA BPR KHATULISTIWA PONTIANAK      Public training       22-Sep-22
                                                     BPR Modern Express Maluku Utara
                                                     BPR INTIDANA SUKSES MAKMUR
                                                                                                Inhouse
     16.   PENILAIAN AGUNAN KPR                      BPD Kalteng                                                 26-27 Sept 2022
                                                                                                Training
                                                     BPRS Amanah Rabbaniah
                                                     BPRS Magetan (Perseroda)
                                                     BPRS Hikmah Wakilah
     17.   MORTGAGE SPECIALIST SYARIAH                                                       Public training       01-Mar-22
                                                     BPR Rizky Barokah
                                                     BPRS Baiturridha Pusaka
                                                     BPRS Bina Amwalul Hasanah




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                        RKAP 2023          42
Page 82
     No.                                                                                                       Waktu
                   Tema Pendidikan dan Pelatihan                    Peserta                Kategori
                                                                                                            Pelaksanaan

                                                   BPRS Dinar Ashri
                                                   BPRS Bogor Tegar Beriman
                                                   BPRS Mulia Berkah Abadi
                                                   BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                   BPRS PNM Mentari
                                                   BPRS Sukowati Sragen
                                                   BPRS Bahari Berkesan
                                                   BPRS Al Salaam Amal Salman
                                                   BPRS Taman Indah Darussalam
                                                   BPRS Artha Madani
                                                   BPRS Haji Miskin
                                                   BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
                                                   BPRS PNM Patuh Beramal
                                                   BPRS Bhakti Sumekar
                                                   BPRS HIK Parahyangan
                                                   BPRS HIK Cibitung
                                                   BPRS Buana Mitra Perwira
                                                   PT Fistlight Indonesia
                                                   BPRS Amanah Rabbaniah
                                                   BPRS Magetan (Perseroda)
                                                   BPRS Hikmah Wakilah
                                                   BPR Rizky Barokah
                                                   BPRS Baiturridha Pusaka
                                                   BPRS Bina Amwalul Hasanah
                                                   BPRS Dinar Ashri
                                                   BPRS Bogor Tegar Beriman
                                                   BPRS Mulia Berkah Abadi
                                                   BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                   BPRS PNM Mentari
                                                   BPRS Sukowati Sragen
     18.   MORTGAGE BASIC SELLING SKILL                                                 Public training      02-Mar-22
                                                   BPRS Bahari Berkesan
                                                   BPRS Al Salaam Amal Salman
                                                   BPRS Taman Indah Darussalam
                                                   BPRS Artha Madani
                                                   BPRS Haji Miskin
                                                   BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
                                                   BPRS PNM Patuh Beramal
                                                   BPRS Bhakti Sumekar
                                                   BPRS HIK Parahyangan
                                                   BPRS HIK Cibitung
                                                   BPRS Buana Mitra Perwira
                                                   PT Fistlight Indonesia
                                                   BPRS Amanah Rabbaniah
                                                   BPRS Magetan (Perseroda)
                                                   BPRS Hikmah Wakilah
                                                   BPR Rizky Barokah
                                                   BPRS Baiturridha Pusaka
                                                   BPRS Bina Amwalul Hasanah
                                                   BPRS Dinar Ashri
                                                   BPRS Bogor Tegar Beriman
                                                   BPRS Mulia Berkah Abadi
                                                   BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                   BPRS PNM Mentari
                                                   BPRS Sukowati Sragen
     19.   MORTGAGE BASIC COLLECTION                                                    Public training      04-Mar-22
                                                   BPRS Bahari Berkesan
                                                   BPRS Al Salaam Amal Salman
                                                   BPRS Taman Indah Darussalam
                                                   BPRS Artha Madani
                                                   BPRS Haji Miskin
                                                   BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
                                                   BPRS PNM Patuh Beramal
                                                   BPRS Bhakti Sumekar
                                                   BPRS HIK Parahyangan
                                                   BPRS HIK Cibitung
                                                   BPRS Buana Mitra Perwira
                                                   PT Fistlight Indonesia
                                                   BPRS Amanah Rabbaniah
           BASIC LEGAL & MORTGAGE DOCUMENTATION    BPRS Magetan (Perseroda)
     20.                                                                                Public training      07-Mar-22
           ADMINISTRATION                          BPRS Hikmah Wakilah
                                                   BPR Rizky Barokah




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                  RKAP 2023       43
Page 83
     No.                                                                                                       Waktu
                   Tema Pendidikan dan Pelatihan                    Peserta                Kategori
                                                                                                            Pelaksanaan

                                                   BPRS Baiturridha Pusaka
                                                   BPRS Bina Amwalul Hasanah
                                                   BPRS Dinar Ashri
                                                   BPRS Bogor Tegar Beriman
                                                   BPRS Mulia Berkah Abadi
                                                   BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                   BPRS PNM Mentari
                                                   BPRS Sukowati Sragen
                                                   BPRS Bahari Berkesan
                                                   BPRS Al Salaam Amal Salman
                                                   BPRS Taman Indah Darussalam
                                                   BPRS Artha Madani
                                                   BPRS Haji Miskin
                                                   BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
                                                   BPRS PNM Patuh Beramal
                                                   BPRS Bhakti Sumekar
                                                   BPRS HIK Parahyangan
                                                   BPRS HIK Cibitung
                                                   BPRS Buana Mitra Perwira
                                                   PT Fistlight Indonesia
                                                   BPRS Amanah Rabbaniah
                                                   BPRS Magetan (Perseroda)
                                                   BPRS Hikmah Wakilah
                                                   BPR Rizky Barokah
                                                   BPRS Baiturridha Pusaka
                                                   BPRS Bina Amwalul Hasanah
                                                   BPRS Dinar Ashri
                                                   BPRS Bogor Tegar Beriman
                                                   BPRS Mulia Berkah Abadi
                                                   BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                   BPRS PNM Mentari
                                                   BPRS Sukowati Sragen
     21.   MORTGAGE BASIC APPRAISAL                                                     Public training      08-Mar-22
                                                   BPRS Bahari Berkesan
                                                   BPRS Al Salaam Amal Salman
                                                   BPRS Taman Indah Darussalam
                                                   BPRS Artha Madani
                                                   BPRS Haji Miskin
                                                   BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
                                                   BPRS PNM Patuh Beramal
                                                   BPRS Bhakti Sumekar
                                                   BPRS HIK Parahyangan
                                                   BPRS HIK Cibitung
                                                   BPRS Buana Mitra Perwira
                                                   PT Fistlight Indonesia
                                                   BPRS Amanah Rabbaniah
                                                   BPRS Magetan (Perseroda)
                                                   BPRS Hikmah Wakilah
                                                   BPR Rizky Barokah
                                                   BPRS Baiturridha Pusaka
                                                   BPRS Bina Amwalul Hasanah
                                                   BPRS Dinar Ashri
                                                   BPRS Bogor Tegar Beriman
                                                   BPRS Mulia Berkah Abadi
                                                   BPRS Dana Amanah Surakarta
                                                   BPRS PNM Mentari
                                                   BPRS Sukowati Sragen
     22.   MORTGAGE BASIC CREDIT ANALYST                                                Public training    9-10 Mar 2022
                                                   BPRS Bahari Berkesan
                                                   BPRS Al Salaam Amal Salman
                                                   BPRS Taman Indah Darussalam
                                                   BPRS Artha Madani
                                                   BPRS Haji Miskin
                                                   BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
                                                   BPRS PNM Patuh Beramal
                                                   BPRS Bhakti Sumekar
                                                   BPRS HIK Parahyangan
                                                   BPRS HIK Cibitung
                                                   BPRS Buana Mitra Perwira
                                                   PT Fistlight Indonesia
                                                   BPR Jwalita Perseroda (Trenggalek)
     23.   BASIC CREDIT ANALYST                                                         Public training      13-Apr-22
                                                   BPR Modern Express Ambon




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                  RKAP 2023        44
Page 84
     No.                                                                                                                   Waktu
                    Tema Pendidikan dan Pelatihan                              Peserta                 Kategori
                                                                                                                        Pelaksanaan

                                                            BPR BKK Jateng
                                                            BPR Djoko Tingkir Perseroda (Sragen)
                                                            BPR Waway Perseroda (Lampung)
                                                            BPR Khatulistiwa Pontianak
                                                            BPR Bahteramas Konawe
                                                            BPR Modern Express Ternate
                                                            BPR Mojokerto
                                                            BPR Bank Kota Bogor
                                                            BPR Jwalita Perseroda (Trenggalek)
                                                            BPR Modern Express Ambon
                                                            BPR BKK Jateng
                                                            BPR Djoko Tingkir Perseroda (Sragen)
                                                            BPR Waway Perseroda (Lampung)
     24.   MONITORING PORTOFOLIO KPR                                                                Public training      31-Mei-22
                                                            BPR Khatulistiwa Pontianak
                                                            BPR Bahteramas Konawe
                                                            BPR Modern Express Ternate
                                                            BPR Mojokerto
                                                            BPR Bank Kota Bogor
           Originasi, Collection, Monitoring dan Strategi
     25.                                                    BPR Bank Jombang Perseroda              Public training     8-9 Jun 2022
           Penyelamatan Kredit Mikro Perumahan
                                                            PT BPR BKK Jateng (Perseroda)
                                                            PT.BPR JWALITA TRENGGALEK (PERSERODA)
           Originasi, Collection, Monitoring dan Strategi
     26.                                                    PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (PERSERODA)   Public training      26-Jul-22
           Penyelamatan Kredit Mikro Perumahan
                                                            PT BPR DELTA ARTHA PERSERODA
                                                            PT BPR Agung Sejahtera
     26.   Mortgage Specialist Sharia                                                                                    03-Sep-22
                                                                                                       Inhouse
     27.   Mortgage Credit Analyst                          BANK DKI SYARIAH                                             04-Sep-22
                                                                                                       Training
     28.   Mortgage Appraisal                                                                                            10-Sep-22


   2.2.4.3.       Perluasan Sumber Dana Perseroan
   Dalam rangka mendukung kegiatan bisnis saat ini, Perseroan secara rutin menerbitkan Surat Utang
   sebagai salah satu sumber dana Perseroan selain dari PMN yang diterima. Perseroan juga
   memperoleh fasilitas pendanaan dari Perbankan. Pada tahun 2022, Perseroan mulai menjajaki
   sumber dana jangka panjang lainnya yang sejalan dengan amanat dan arahan Pemerintah untuk
   menerapkan kegiatan yang berbasis lingkungan dalam rangka mengatasi kondisi perubahan iklim.
   Perseroan akan mencoba mengimplentasikan ESG framework secara bertahap ditahun 2023 dan
   berencana menerbitkan Sustainability Bonds dalam hal ini termasuk Green Bonds dan Social Bonds
   (tergantung pada ketersediaan underlying aset/proyek dan regulasi). Saat ini kajian awal terkait green
   housing financing beserta pedoman lingkungan dan sosial (Environmental and Social Safeguard)
   sedang dalam proses penyusunan dan ditargetkan selesai di tahun 2022. Selain itu, seiring dengan
   upaya perluasan sumber pendaanaan, Perseroan telah menjajaki pendanaan luar negeri dari lembaga
   multilateral. Perseroan akan mengkaji terkait pengelolaan eksposur risiko valuta asing dan strategi
   hedging untuk memitigasi risiko pinjaman dalam valuta asing.

   2.2.4.4.       Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Internasional
   Dalam menjaga hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Internasional, Perseroan telah
   bergabung dan secara aktif turut serta dalam kegiatan rapat triwulanan maupun tahunan yang




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                              RKAP 2023        45
Page 85
   diselenggarakan oleh Asian Secondary Mortgage Market Association (ASMMA) dan International
   Secondary Mortgage Market Association (ISMMA).


   Sampai dengan Oktober 2022 ini, Perseroan telah mengadakan acara knowledge sharing dengan
   Cagamas (Malaysia), Japan Housing Finance Agency (Jepang) dan secara berkala melakukan small
   group discussion dengan lembaga internasional sebagai media brainstorming dan juga benchmarking
   untuk produk-produk yang memiliki prospek dikembangkan di Indonesia.


   2.2.4.5.      Sinergi dengan berbagai Pihak
   Kegiatan Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) atau yang telah diubah penamaannya menjadi
   Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), merupakan kesempatan untuk meningkatkan visibilitas
   dan mempromosikan isu perumahan kepada publik. TJSL merupakan investasi dalam strategi
   branding perusahaan dan promosi isu perumahan.


   Pada tahun 2022, Perseroan menargetkan penyaluran dana bina lingkungan sosial yang dikaitkan
   dengan perumahan/infrastruktur dan bantuan sosial lainnya sebesar Rp2,55 miliar. Sampai dengan
   September 2022, telah tersalurkan dana bina lingkungan sosial sebesar Rp1,89 miliar atau mencapai
   74,11% dari anggaran 2022. Kedepannya, Perseroan akan melakukan monitoring dan evaluasi
   program penghijauan di DAS Citarum. Selain itu akan melaksanakan join program bersama SMV dan
   DJKN dengan mengusung bantuan pelestarian alam, yaitu Program Akuakultur Secure daan Ekowisata
   Mangrove Berkelanjutan di Berau-Kalimantan Timur, serta program Kemenkeu Mengajar 7.


   Selain penyaluran bina lingkugan terkait kegiatan sosial, Perseroan juga menggunakan dana Bina
   Lingkungan untuk peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh. Sementara untuk Program
   Kemitraan, Perseroan menggunakannya untuk menyalurkan Pembiayaan Homestay.


   2.2.4.6.      Greenship Associates
   Saat ini Perseroan dalam proses pemenuhan Sertifikasi Green Building untuk Gedung SMF 1 dan
   Gedung SMF 3. Adapun progress terkini sampai dengan tanggal 1 Oktober 2022 adalah sebagai
   berikut.
                            Tabel 2.4 Tahap Terkini Proses Sertifikasi Green Building
                                             Sertifikasi Green Building –     Sertifikasi Green Building –
                                                    Gedung SMF 1                     Gedung SMF 3
    Rating Tools                           Interior Space                   Interior Space
    Target Peringkat                       Gold Level (59 Point)            Gold Level (59 Point)



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                      RKAP 2023      46
Page 86
    Target Point                           66 Point                  74 Point

   Untuk Gedung SMF 1, Saat ini target poin sudah terpenuhi (66 poin), kemudian akan dilanjutkan
   dengan proses workshop pra-audit oleh konsultan. Setelah itu akan dilakukan audit oleh Sucofindo 2
   minggu setelah pelaksanaan workshop. Target audit oleh Sucofindo di bulan Oktober minggu ke-4.
   Sedangkan untuk Gedung SFM 3, sudah dilakukan penjajakan oleh Konsultan untuk menentukan
   target poin yang akan dicapai, yaitu 74 poin. Kemudian akan dilakukan workshop untuk memulai
   proses pemenuhan tolak ukur dari masing-masing kriteria Green Building. Target penyelesaian di
   bulan Desember minggu ke 3.

   Kegiatan lainnya adalah Program Rumah Hijau dimana program ini bertujuan untuk menilai rumah
   karyawan apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai Green Building. Dari 14 orang yang mendaftar untuk
   dilakukan penilaian, terpilih 5 (lima) orang sebagai pemenang.


   2.3.           Laporan Keuangan
   Penyelesaian laporan keuangan tahun 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
   Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernst & Young (EY)) yang digunakan untuk menetapkan saldo awal
   pembukuan tahun 2022. Realisasi pembukuan penggunaan Laba Bersih Perseroan atas Tahun Buku
   2021 adalah untuk:

   (1) Pembagian dividen sebesar Rp91.985 juta;

   (2) Cadangan modal sebesar Rp183.969 juta;

   (3) Laba ditahan sebesar Rp183.969 juta.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   47
Page 87
   Posisi Keuangan per 30 September 2022

   Total aset Perseroan per 30 September 2022 sebesar Rp32.871 miliar atau mencapai 102,54% dari
   anggaran 2022 sebesar Rp32.057 miliar, total liabilitas sebesar Rp16.687 miliar atau mencapai
   106,81% dari anggaran 2022 sebesar Rp15.623 miliar dan total ekuitas sebesar Rp16.184 miliar atau
   mencapai 98,48% dari anggaran 2022 sebesar Rp16.434 miliar. Untuk laba bersih setelah pajak dan
   CKPN tahun 2022 sampai dengan 30 September 2022 sebesar Rp291 miliar atau mencapai 59,96%
   dari anggaran 2022 sebesar Rp486 miliar.

   2.3.1.        Posisi Keuangan
   Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022 dibandingkan dengan RKAP 2022,
   tampak sebagai berikut:


            Tabel 2.5 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Keuangan Terhadap RKAP 2022
                                                                                         dalam jutaan Rupiah
                                                                             Pencapaian Prognosa 2022
                                              RKAP 2022     Prognosa 2022        terhadap RKAP 2022
                    Keterangan
                                                 (a)             (b)          Jumlah              %
                                                                               (b)-(a)         (b)/(a)
   Kas dan Setara Kas                           1.593.186       4.562.373       2.969.186         286,37%
   Aset Lancar lainnya                            149.849         129.262         (20.587)         86,26%
   Pinjaman yang disalurkan                    28.113.729      25.830.682     (2.283.048)          91,88%
   Aset KPR                                        32.783           28.214         (4.569)         86,06%
   CKPN                                         (122.466)         (98.980)          23.486         80,82%
   Investasi                                    1.999.189       1.841.974       (157.215)          92,14%
   Pendukung kredit                                72.314           74.814           2.500        103,46%
   Aset Tetap -bersih                             156.725         115.693         (41.032)         73,82%
   Aset Lainnya                                    61.443           25.269        (36.174)         41,13%
   TOTAL ASET                                  32.056.753      32.509.300         452.547         101,41%

   Liabilitas jangka pendek                       185.782         183.888          (1.893)         98,98%
   Surat Utang                                  6.328.034       5.628.034       (700.000)          88,94%
   Surat Utang-Korporasi KPR Program            6.774.626       7.174.626         400.000         105,90%
   Utang Bank                                   2.300.000       3.200.000         900.000         139,13%
   Penyisihan Kewajiban                            34.309          36.684            2.375        106,92%
   TOTAL LIABILITAS                            15.622.751      16.223.233         600.482         103,84%

   Modal Disetor                               12.800.000      12.800.000                -        100,00%
   Cadangan Modal                               1.186.700       1.540.471         353.771         129,81%
   Laba ditahan                                 1.961.553       1.552.146       (409.407)          79,13%
   Laba tahun berjalan                            485.748         393.450         (92.298)         81,00%
   TOTAL EKUITAS                               16.434.001      16.286.066       (147.935)          99,10%
   TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                32.056.753      32.509.300         452.547         101,41%




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   48
Page 88
   Berdasarkan laporan posisi keuangan di atas, dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:
   A.   Total Aset diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022 menjadi sebesar Rp32.509.300 juta,
        mencapai 101,41% dari anggaran sebesar Rp32.056.753 juta, terutama berasal dari:
        1.    Proyeksi outstanding realisasi jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp25.830.682 juta,
              sedangkan dalam anggaran tahun 2022 sebesar Rp28.113.729 juta, terdiri dari:
              a.   Proyeksi realisasi outstanding penyaluran pinjaman komersial baik konvensional dan
                   syariah sebesar Rp12.757.714 juta sedangkan dalam anggaran pada tahun 2022
                   sebesar Rp16.012.251 juta;
              b.   Proyeksi realisasi outstanding penyaluran pinjaman KPR FLPP baik konvensional dan
                   syariah sebesar Rp13.072.968 juta melebihi target 108,03% dari anggaran 2022.
              Outstanding penyaluran pinjaman komersial dalam RKAP 2022 lebih tinggi dibandingkan
              dengan prognosa 2022 karena proyeksi realisasi jumlah penyaluran pinjaman untuk 2022
              hanya mencapai 71,5% dari target RKAP tahun 2022. Hal ini dikarenakan tahun 2022
              terpengaruh kondisi makro ekonomi yang salah satunya menyebabkan likuiditas perbankan
              masih tinggi sehingga permintaan mitra atas dana Perseroan juga menurun.
        2.    Proyeksi realisasi investasi sebesar Rp1.841.974 juta lebih rendah dari RKAP 2022 yang
              sebesar Rp1.999.189 juta terutama karena penempatan deposito lebih dari 3 bulan yang
              lebih tinggi dari anggaran sebagai dampak tidak terealisasinya target pembiayaan.

   B. Proyeksi total Liabilitas sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp16.223.233 juta atau
        mencapai 103,84% dari anggaran, terutama karena adanya penerbitan surat utang untuk
        pendanaan KPR FLPP sebesar Rp3.000.000 juta dan realisasi term loan sebesar Rp700.000 juta
        sedangkan dalam anggaran hanya sebesar Rp3.300.000 juta untuk total pendanaan dari
        penerbitan surat utang dan term loan.

   C.   Proyeksi Total Ekuitas sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp16.286.067 juta atau
        mencapai 99,10% dari anggaran sebesar Rp16.434.001 juta, terutama disebabkan karena
        proyeksi realisasi laba bersih setelah CKPN untuk tahun 2022 diperkirakan sebesar Rp393.450
        juta, sedangkan dalam anggaran sebesar Rp485.748 juta.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   49
Page 89
    2.3.2.        Laporan Laba Rugi
    Proyeksi laporan laba/rugi sampai dengan bulan Desember 2022 dibandingkan dengan RKAP 2022
    tampak sebagai berikut:


         Tabel 2.6 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Laba/Rugi Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022
                                                                                         dalam jutaan Rupiah
                                                                             Pencapaian Prognosa 2022
                                              RKAP 2022      Prognosa 2022       terhadap RKAP 2022
                    Keterangan
                                                 (a)              (b)         Jumlah              %
                                                                               (b)-(a)         (b)/(a)
    PENDAPATAN
    Jasa Sekuritisasi                                2.198           4.959          2.761          225,63%
    Penyaluran Pinjaman                          1.137.752         936.070      (201.682)           82,27%
    Pinjaman - KPR Program                         430.616         460.780         30.164          107,00%
    Aset KPR                                         2.836           3.421            585          120,64%
    Jasa jaminan dan dukungan kredit                 5.324           9.689          4.365          181,98%
    Jasa Pendidikan & Pelatihan                        389             276          (113)           70,97%
    Penempatan Dana                                306.350         352.521         46.171          115,07%
    Lain-lain                                          600           2.536          1.936          422,67%
    TOTAL PENDAPATAN                             1.886.065       1.770.251      (115.813)           93,86%
    BEBAN
    Pendidikan & pelatihan                             350             109           (241)         31,14%
    Bunga Surat Utang                            1.081.223       1.118.680          37.457        103,46%
    Personil                                        93.510          80.593        (12.917)         86,19%
    Sewa                                            20.264          15.378         (4.886)         75,89%
    Administrasi dan Umum                           59.075          58.059         (1.016)         98,28%
    Beban jasa pembayaran bunga                      8.004           4.912         (3.092)         61,37%
    Depresiasi dan amortisasi                       19.215          11.353         (7.862)         59,08%
    TOTAL BEBAN                                  1.281.641       1.289.083           7.442        100,58%
    LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                      604.423         481.168      (123.256)          79,61%
    PAJAK FINAL                                     45.608          42.006         (3.602)         92,10%
    PAJAK PENGHASILAN BADAN                         65.983          42.844        (23.138)         64,93%
    LABA (RUGI) SETELAH PAJAK                      492.833         396.318       (96.515)          80,42%
    CKPN dan pajak tangguhannya                      7.085           2.868         (4.217)         40,48%
    LABA (RUGI) SETELAH CKPN                       485.748         393.450       (92.298)          81,00%

Dari data di atas, disampaikan penjelasan sebagai berikut:

    Total Pendapatan sampai dengan 31 Desember 2022, diproyeksikan menjadi sebesar Rp1.770.251
    juta mencapai 93,86% dari anggaran Rp1.886.065 juta, dengan rincian sebagai berikut:
    a)    Pendapatan Jasa Sekuritisasi diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp4.959
          juta mencapai 255,63% dari anggaran. Hal ini terutama karena transaksi sekuritisasi baru akan
          terealisasi pada akhir kuartal empat tahun 2022.
    b)    Pendapatan Penyaluran Pinjaman sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
          Rp936.070 juta atau mencapai 82,27% dari anggaran. Hal ini disebabkan karena proyeksi
          realisasi pembiayaan baru tahun 2022 yang hanya mencapai 71,5% dari target.

 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023   50
Page 90
   c)   Pendapatan Penyaluran Pinjaman program FLPP sampai dengan 31 Desember 2022
        diproyeksikan sebesar Rp460.780 juta mencapai 107,00% dari anggaran.
   d)   Pendapatan Aset KPR - warehousing diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022
        diproyeksikan sebesar Rp3.421 juta mencapai 120,64% dari anggaran.
   e)   Pendapatan Jasa Jaminan dan Dukungan Kredit sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan
        sebesar Rp9.689 juta mencapai 181,98% dari anggaran.
   f)   Pendapatan Jasa Pendidikan dan Pelatihan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan
        sebesar Rp276 juta atau mencapai 70,97% dari anggaran karena training baru akan banyak pada
        kuartal empat 2022.
   g)   Pendapatan Penempatan Dana diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan
        sebesar Rp352.521 juta mencapai 115,07% dari anggaran sebesar Rp306.350 juta karena rata-
        rata penempatan deposito lebih tinggi dari anggaran.
   h)   Pendapatan Lain-Lain sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar Rp2.536 juta
        mencapai 422,67% dari anggaran terutama berasal dari pendapatan atas pinjaman karyawan
        dan bunga giro.

   Proyeksi realisasi total beban sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp1.289.083 juta mencapai
   100,58% dari anggaran, dengan rincian:
   a)   Pendidikan dan Pelatihan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar Rp109 juta,
        mencapai 31,14% dari anggaran, sejalan dengan pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan pelatihan
        yang belum begitu intensif karena pendemi COVID-19.
   b)   Beban Bunga Surat Utang pada tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp1.118.680 juta atau
        mencapai 103,46% dari target RKAP 2022. Hal ini karena terdapat kenaikan pada beban bunga
        pinjaman jangka pendek, yang mana pada RKAP diasumsikan terdapat penarikan KJP.
   c)   Beban Bunga Surat Utang Program sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
        Rp361.084 juta mencapai 106,52% dari anggaran.
   d)   Beban Bunga utang Term Loan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan Rp184.759 juta
        mencapai 108,76% dari anggaran.
   e)   Beban Personil sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan Rp80.593 juta mencapai
        86,19% dari anggaran.
   f)   Beban Sewa sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar Rp15.378 juta, mencapai
        75,89% dari anggaran.
   g)   Beban Administrasi dan Umum sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
        Rp58.059 juta mencapai 98,28% dari anggaran seiring dengan adanya penyesuaian akan beban
        operasional.


PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   51
Page 91
   h)    Beban Jasa Pembayaran Bunga sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
         Rp4.912 juta mencapai 61,37% dari anggaran.
   i)    Beban Depresiasi dan Amortisasi sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
         Rp11.353 juta mencapai 59,08% dari anggaran.

   2.3.3.          Laporan Arus Kas

   Proyeksi Realisasi arus kas sampai dengan 31 Desember 2022 dibandingkan dengan RKAP 2022,
   tampak sebagai berikut:


    Tabel 2.7 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Arus Kas Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022
                                                                                          dalam jutaan Rupiah
                                                                                        Kenaikan/Penurunan
                                                        Prognosa                       Prognosa 2022 VS RKAP
                                Keterangan                             RKAP 2022
                                                          2022                                 2022
                                                                                        Jumlah        % Capaian
        Arus kas dari Operasi
        Penerimaan dari bunga                            1.769.220      2.321.724       (552.504)        76,20%
        Penyaluran pinjaman                             (8.867.435) (12.409.586)        3.542.151        71,46%
        Penerimaan pokok pinjaman                       10.578.459      7.096.537       3.481.922       149,07%
        Penerimaan pokok EBA                               315.858        351.814        (35.956)        89,78%
        Penerimaan (Pembayaran) dana pendukung kredit       19.707        (40.000)         59.707       (49,27%)
        Penerimaan lainnya                                  41.861            600          41.261      6976,83%
        Pembayaran bunga surat utang                    (1.805.051)    (1.204.518)      (600.533)       149,86%
        Pembayaran gaji dan tunjangan                     (80.593)        (93.510)         12.917        86,19%
        Pembayaran kepada pihak ketiga                    (78.349)        (87.343)          8.994        89,70%
        Pembayaran pajak                                  (84.850)        (84.530)          (320)       100,38%
        Pembayaran dividen                               (114.981)        (63.602)       (51.379)       180,78%
        Jumlah Arus Kas untuk Operasi                    1.693.845     (4.212.414)      5.906.259      (248,69%)


        Arus kas untuk Investasi
        Pembelian Aset Tak Berwujud                       (14.850)        (22.220)          7.370       149,63%
        Pembelian Aset Tetap                              (32.150)        (42.080)          9.930       130,89%
        Pelepasan Aset Tetap                                       -               -             -                -
        Deposito > 3 bulan                               (440.005)                 -    (440.005)                 -
        Jumlah Arus Kas untuk Investasi                  (487.005)        (64.300)      (422.705)        13,20%


        Arus kas untuk Pendanaan
        Penerimaan hasil penerbitan Surat Utang          3.000.000      3.300.000       (300.000)       110,00%
        Penarikan Utang bank (net)                         900.000                 -     900.000                  -
        Pelunasan pokok Surat Utang                     (6.920.094)    (4.074.311) (2.845.783)           58,88%
        Penerimaan setoran modal                         2.000.000      2.000.000                -      100,00%
        Jumlah Arus Kas dari Pendanaan                  (1.020.094)     1.225.689 (2.245.783)          (120,15%)


        Total arus kas masuk (keluar)                      186.747     (3.051.025)      3.237.772 (1633,78%)
        Saldo kas awal                                   4.375.626      4.644.211       (268.585)       106,14%
        Saldo kas akhir                                  4.562.373      1.593.186       2.969.187        34,92%


PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                             RKAP 2023        52
Page 92
    Berdasarkan data di atas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:

    a)    Realisasi arus kas diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan sampai dengan 31 Desember
          2022 akan menjadi sebesar Rp1.689.845 juta, mencapai negatif 248,7% dari anggaran sebesar
          Rp4.212.414 juta, terutama karena realisasi proyeksi penyaluran pinjaman yang hanya mencapai
          71,5% dari anggaran.

    b)    Realisasi arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi diproyeksikan sampai dengan 31
          Desember 2022 akan menjadi sebesar Rp487.005 juta, terutama karena proyeksi penempatan
          dana lebih dari 3 bulan sebesar Rp440.005 juta.

    c)    Realisasi arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan diproyeksikan sampai dengan 31
          Desember 2022 akan menjadi sebesar Rp1.020.094 juta, mencapai negatif 120,2% dari anggaran.
          Hal ini terutama karena terdapat realisasi pelunasan pokok surat utang sebesar Rp6.920.094
          juta.

    2.3.4.          Capaian Rasio Keuangan Perseroan
    Berdasarkan proyeksi realisasi hasil kegiatan Perseroan tahun 2022, kinerja Perseroan yang
    dituangkan dalam rasio keuangan adalah sebagai berikut:


                                            Tabel 2.8 Realisasi Rasio Keuangan
                    Keterangan                     RKAP 2022          Prognosa 2022     Pencapaian
         PMFC Ratio (x)                                      7,56                7,59        100,43%
         Profit Margin                                    25,73%              22,11%          85,95%
         ROE                                               3,37%               2,63%          78,07%
         Debt to equity Ratio (x)                            1,20                1,25        103,90%
         Current Ratio                                   149,76%             356,57%         238,09%
         BOPO                                             74,27%              77,89%         104,87%
         BOPO (Tanpa Surat Utang)                         16,50%              14,32%          86,81%
         BOPO (Hanya Surat Utang)                         57,77%              63,56%         110,03%
         Interest Coverage Ratio (x)                         1,55                1,45         93,64%


Berdasarkan data di atas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:

    a)    Proyeksi realisasi primary market financing to capital ratio sebesar 7,59 kali mencapai 100,43%
          dari anggaran 2022 sebesar 7,56 kali. Hal ini terutama karena pada RKAP, PMN diasumsikan
          diterima pada kuartal kedua tahun 2022, sedangkan realisasinya diterima pada akhir kuartal
          ketiga.

    b)    Proyeksi realisasi profit margin sebesar 22,11% mencapai 85,95% dari anggaran 2022 sebesar
          25,73% terutama karena adanya penurunan laba.


 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   53
Page 93
   c)   Proyeksi realisasi Return on equity (ROE) sebesar 2,63% mencapai 78,07% dari anggaran 2022
        sebesar 3,37% karena realisasi laba bersih lebih kecil dari anggaran.

   d)   Proyeksi Realisasi DER (Debt-to-Equity Ratio) sebesar 1,25 kali mencapai 103,90% dari anggaran
        2022 sebesar 1,20 kali karena proyeksi jumlah pendanaan berupa surat utang lebih besar dari
        anggaran 2022.

   e)   Proyeksi realisasi BOPO sebesar 77,89% mencapai 104,87% dari anggaran 2022 sebesar 74,27%
        karena prognosa pendapatan operasional lebih kecil dari anggaran.

   f)   Proyeksi BOPO (tanpa Surat Utang) sebesar 14,32% mencapai 86,81% dari anggaran 2022
        sebesar 16,50% karena adanya penyesuaian komponen biaya administrasi dan umum.

   g)   Proyeksi BOPO (hanya Surat Utang) sebesar 63,56% mencapai 110,03% dari anggaran 2022
        sebesar 57,77% karena proyeksi penerbitan surat utang lebih tinggi daripada anggaran.

   h)   Proyeksi Current Ratio sebesar 356,57% mencapai 238,09% dari anggaran 2022 sebesar
        149,76% terutama karena kenaikan aset lancer dari deposito yang lebih tinggi dibandingkan
        dengan target untuk tahun 2022.

   i)   Proyeksi Interest Coverage Ratio sebesar 1,45 kali mencapai 93,64% dari anggaran 2022 sebesar
        1,55 kali terutama karena jumlah penerbitan surat utang yang lebih tinggi dari target untuk
        tahun 2022.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   54
Page 94
   2.4.           Matriks Perkembangan Capaian Kinerja
   Prognosa pencapaian kinerja kegiatan Perseroan dalam bentuk matriks balanced scorecard adalah sebagai berikut:
                                                  Tabel 2.9 Matriks Pencapaian Kinerja Prognosa Desember 2022
                                                                                                                                  Prognosa                     Persentase
      Kategori                                                     Indikator Kinerja Utama                                TARGET Pencapaian Realisasi   Nilai   Realisasi
                Kode          Sasaran Strategis      Kode                                            Bobot    Satuan
    Performansi                                                              (IKU)                                         2022    s.d. Des / Target Pencapaian Prognosa
                                                                                                                                     2022                         2022

                        Peningkatan Aliran Dana ke
                   F1   Sektor                       F1.1 Primary Market Financing to Capital Ratio 6,00%     x (kali)      7,56        7,59   100,43% 100,43%      6,03%
                        Pembiayaan Perumahan
                                                            Pemenuhan pendanaan Perseroan untuk
                                                     F2.1                                            6,00%      %        50,0<x<70,0   61,95   120,00% 120,00%      7,20%
                                                            kebutuhan Penyaluran Pinjaman
                                                                                                              Triliun
                                                     F2.2 Penyaluran Pinjaman                        6,00%                  7,81        4,27   54,65%   54,65%      3,28%
                                                                                                                Rp
                        Peningkatan Penyediaan
                   F2                                     Persentase atas proses kegiatan
                        Dana Khusus Perumahan        F2.3                                            5,00%      %           100         100    100,00% 100,00%      5,00%
                                                          sekuritisasi
                                                          Nominal sekuritisasi dan jumlah Kreditur
     Perpektif
                                                     F2.4 Asal yang melakukan sekuritisasi dengan    5,00%      %           100          80    80,00%   80,00%      4,00%
     Mandat &
                                                          Perseroan
     Keuangan
                                                          Sinergi dengan instrumen APBN melalui
                                                     F3.1                                            6,00% Miliar Rp       4.600       4.600   100,00% 100,00%      6,00%
                                                          Penyaluran KPR FLPP
                                                                                                               Unit
                        Penggunaan Penyertaan        F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP              6,00%                361.920      361.920 100,00% 100,00%      6,00%
                                                                                                              Rumah
                   F3   Modal Negara Pada
                                                          Persentase penyaluran KPR FLPP
                        Perseroan yang Optimum       F3.3                                            6,00%      %            60          60    100,00% 100,00%      6,00%
                                                          Perseroan atas porsi bank penyalur
                                                          Persentase jumlah unit rumah yang
                                                     F3.4                                            5,00%      %            85          85    100,00% 100,00%      5,00%
                                                          menggunakan dana dari Perseroan
                        Mencapai Kinerja Keuangan
                   F4                                F4.1 Profit Margin                              6,00%      %          25,73       22,11   85,95%   85,95%      5,16%
                        yang Optimum
                                                                                                     57,00%                                                      53,66%




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                RKAP 2023     55
Page 95
                                                                                                                              Prognosa                     Persentase
      Kategori                                                       Indikator Kinerja Utama                          TARGET Pencapaian Realisasi   Nilai   Realisasi
                Kode          Sasaran Strategis      Kode                                           Bobot    Satuan
    Performansi                                                                (IKU)                                   2022    s.d. Des / Target Pencapaian Prognosa
                                                                                                                                 2022                         2022

                         Optimalisasi Peran Perseroan
                                                           Persentase dampak ekonomi atas
                   C1    kepada Pemangku              C1.1                                          6,00%      %       10,26     10,26   100,00% 100,00%       6,00%
                                                           penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan
                         Kepentingan
     Perspektif
                                                                                                           Jumlah
    Stakeholder          Optimalisasi Sinergi
                                                          Sinergi dengan                                  Kegiatan
                   C2    BUMN/Lembaga                C2.1                                           5,50%               11        11     100,00% 100,00%       5,50%
                                                          Lembaga/Kementerian/SMV                            dan
                         Kementerian Keuangan
                                                                                                            Lokasi
                                                                                                   11,50%                                                   11,50%
                         Memperkuat Manajemen
                    I1                              I1.1    Pengukuran ERM maturity level           5,00%    Level      2          2     100,00% 100,00%       5,00%
                         Risiko
                         Efisiensi Kegiatan
                    I2                              I2.1    Cost Efficiency Ratio (CER)             5,50%      %       24,15     25,59   95,00%   95,00%       5,23%
                         Operasional
    Perspektif
                         Pemenuhan Ketentuan
   Proses Bisnis
                    I3   Regulasi                   I3.1    Skor asesmen GCG                        6,00%     Skor     86,00     86,00   100,00% 100,00%       6,00%
     Internal
                         (Tata Kelola Perusahaan)
                         Pengembangan kajian
                                                            Kajian dalam rangka penambahan anak
                    I4   alternatif model bisnis    I4.1                                            5,00%      %       100        100    100,00% 100,00%       5,00%
                                                            perusahaan
                         Perseroan
                                                                                                   21,50%                                                   21,23%
                                                            Persentase pemenuhan kebutuhan
    Perspektif           Pengembangan Sistem       L1.1                                             3,00%      %       100        120    120,00% 120,00%       3,60%
                   L1                                       sistem TI
   Pembelajaran          Informasi Manajemen (SIM)
                                                   L1.2     Pengukuran IT maturity level            2,00%    Level      2          2     100,00% 100,00%       2,00%
        &
   Pertumbuhan           Pengembangan Organisasi            Pengukuran Organization Health Index
                   L2                              L2.1                                             5,00%     Skor     68,00     72,62   106,79% 106,79%       5,34%
                         Perseroan                          (OHI)
                                                                                                   10,00%                                                   10,94%
                                                                                                   100,00%                                                  97,33%




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                           RKAP 2023     56
Page 96
                                             3      BAB 3
                     RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2023



   3.1.           Tema RKAP 2023

   Sejalan dengan rencana penyusunan Rencan Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2023, dasar
   penyusunan yang digunakan adalah Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2022 – 2026. Pada RJPP
   2022 – 2026, terdapat beberapa Fokus Utama yang menjadi dasar penyusunan RKAP 2023 yang telah
   dituangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2022 – 2026, yaitu:
   i.     Perubahan Visi dan Misi perusahaan;
   ii. Sumber pendanaan jangka panjang;
   iii. Pengembangan kegiatan usaha;
   iv. Teknologi informasi;
   v. Manajemen risiko dan tata kelola yang baik;
   vi. SDM dan struktur organisasi.


   Untuk mencapai sararan yang telah ditetapkan, strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan dalam
   5 (lima) tahun ke depan meliputi business strategy yang berfokus pada (1) transformasi bisnis, (2)
   manajemen likuiditas, (3) pertumbuhan usaha, dan (4) sinergi dengan pemangku kepentingan serta
   enabler & functional strategy yang berfokus pada (5) SDM & struktur organisasi, (6) teknologi &
   informasi, (7) manajemen keuangan & akuntansi, serta (8) tata kelola yang baik.


   Kedelapan fokus strategi tersebut dituangkan dalam detail strategi jangka panjang yang terdiri dari:
   i.     Pengembangan kegiatan usaha yang sejalan dengan perluasan mandat;
   ii. Menjaga likuiditas keberlangsungan usaha Perseroan, perluasan akses terhadap sumber dana
          jangka panjang & murah serta peran Perseroan sebagai fiscal tools;
   iii. Meningkatkan sinergi dalam rangka pengembangan usaha & membantu Pemerintah;
   iv. Melakukan penguatan SDM & struktur organisasi untuk meningkatkan sinergi & mendukung
          kinerja Perseroan;
   v. Optimalisasi penggunaan IT dalam mendukung proses bisnis Perseroan;
   vi. Menjaga efisiensi biaya, anggaran perpajakan;
   vii. Monitoring ALMA serta pelaporan secara akurat;
   viii. Memperkuat penerapan manajemen risiko;



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   57
Page 97
   ix. Meningkatkan budaya risk awareness pada seluruh fungsi di Perseroan untuk mewujudkan
       penerapan tata kelola yang baik.


   Berkaitan dengan hal tersebut di atas, di Tahun 2023, tema RKAP yang diangkat adalah “Optimalisasi
   Perluasan Mandat dalam Ekosistem Perumahan dengan Mengedepankan Prinsip Kehati-hatian”.
   Sesuai dengan tema tersebut, maka sasaran strategis Perseroan akan berfokus kepada
   pengembangan ekosistem Perumahan di Indonesia baik dalam menyediakan pembiayaan dari sisi
   supply maupun demand namun tetap menerapkan manajemen risiko yang baik. Terdapat empat
   sasaran strategis yang disasar, yaitu mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan,
   meningkatkan tersedianya sumber dana jangka menengah/panjang, meningkatkan koordinasi,
   kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder dan lembaga luar negeri, serta transformasi
   digital, SDM yang berkualitas, manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

   Sampai dengan 30 September 2022, secara akumulasi Perseroan telah memfasilitasi penyediaan
   dana jangka menengah/panjang sebesar Rp84.844 miliar, berasal dari transaksi sekuritisasi sebesar
   Rp12.787 miliar, penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp72.057 miliar. Dari jumlah aliran
   dana tersebut, tercatat Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Mandiri yang memanfaatkan fasilitas
   sekuritisasi Perseroan, sedangkan fasilitas penyaluran pinjaman sudah dimanfaatkan oleh beragam
   penyalur KPR diantaranya Bank Umum, Bank Pembangunan Daerah, Bank Syariah, Bank Perkreditan
   Rakyat dan perusahaan pembiayaan.

   Strategi yang akan dilakukan Perseroan di tahun 2023 untuk mencapai sasaran strategis, sejalan
   dengan tema untuk tahun 2023 diantaranya adalah:
   1. Pengembangan kegiatan usaha dalam rangka perluasan mandat untuk mendukung pemenuhan
        tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga Indonesia;

   2. Memperkuat pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga dalam negeri maupun luar negeri
        salah satunya penjajakan creative funding dengan mengusung konsep ESG (Environment, social
        & governance);
   3. Koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder Ekosistem Perumahan untuk
        mendukung pemerintah dalam meningkatkan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat;
   4. Meningkatkan perekonomian nasional melalui penggunaan produk & jasa dalam negeri serta
        sinergi antar BUMN; dan




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   58
Page 98
   5. Penguatan internal melalui digitalisasi proses bisnis, peningkatan kualitas SDM, penguatan
          manajemen risiko dan tata kelola yang baik dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam
          menghadapi tantangan ekonomi.



   3.2.           Asumsi Eksternal

   3.2.1.        Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2023
   Pandemi COVID-19 menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian dunia sejak krisis keuangan
   global. Pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya diperkirakan akan membaik di tahun 2020,
   seketika menjadi resesi akibat adanya pembatasan mobilitas untuk menekan penularan COVID-19.
   Pertumbuhan ekonomi global terkontraksi 3,1% yoy pada tahun 2020. Pada tahun 2021,
   perekonomian global telah pulih meskipun belum merata. Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
   menunjukkan rebound, salah satunya karena basis yang sangat rendah di tahun sebelumnya serta
   adanya upaya pengendalian pandemi yang lebih baik. Meski demikian, sejak tahun 2021 tren
   kenaikan inflasi terjadi secara global.


   Kenaikan harga komoditas menjadi salah satu faktor utama lonjakan inflasi global. Kenaikan harga
   yang signifikan khususnya terjadi di kelompok energi dan pangan. Di tahun 2021, pertumbuhan tinggi
   harga komoditas didorong oleh faktor kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan suplai
   yang seimbang. Di tahun 2022, kenaikan harga komoditas semakin signifikan akibat terjadinya konflik
   geopolitik Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut merupakan produsen besar untuk beberapa
   komoditas dunia, sehingga konflik yang terjadi secara langsung berimbas pada lonjakan harga secara
   signifikan.


   Otoritas moneter di berbagai negara maju dan berkembang melakukan pengetatan kebijakan untuk
   merespons lonjakan inflasi. Hal ini memberi risiko pada terjadinya pengetatan likuiditas dan
   peningkatan volatilitas pasar keuangan global. Situasi ini dapat menciptakan gangguan bagi
   pemulihan ekonomi, khususnya untuk negara berkembang. Tren kenaikan inflasi global yang semakin
   persisten diperkirakan akan terus mendorong percepatan pengetatan kebijakan moneter. Di sisi lain,
   pengetatan moneter yang tajam juga meningkatkan ketidakpastian dan tekanan terhadap prospek
   pertumbuhan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   59
Page 99
   Dari dalam negeri, perbaikan ekonomi nasional terus berlanjut dengan semakin membaiknya
   permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor. Peningkatan kinerja ekspor berjalan seiring
   dengan masih kuatnya permintaan beberapa mitra dagang utama dan masih tingginya harga
   komoditas global. Namun, tekanan dari sisi arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi
   portfolio masih terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.


   Laju inflasi dapat menjadi ancaman pemulihan ekonomi dalam negeri. Kenaikan harga bahan
   makanan dapat meningkatkan angka kemiskinan. Pemerintah menargetkan tingkat inflasi sebesar
   3,6% pada tahun 2023, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3%. Bank Indonesia juga
   berkomitmen untuk mengembalikan laju inflasi ke target 3% (±1%) hingga paruh pertama tahun
   2023.


   Kebijakan kontraktif Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan bertujuan mengendalikan
   laju inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar dan neraca eksternal Indonesia. Per tanggal 30 Desember
   2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada di posisi Rp15.592, dimana posisi tersebut
   terdepresiasi 9,27% dibandingkan dengan akhir Desember 2021. Walaupun demikian, depresiasi nilai
   tukar Rupiah masih dapat dikendalikan oleh Bank Indonesia karena ditopang oleh pasokan valas
   domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah
   stabilisasi Bank Indonesia.


   Di tengah banyaknya ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2023 berada
   di kisaran 5,1%, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga Internasional. Indonesia masih dalam
   trajektori yang relatif bagus jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan PDB negara lain.
   Namun, angka proyeksi tersebut bisa berubah ketika isu geopolitik meningkat. Saat ini Amerika
   Serikat mulai membicarakan untuk memberikan sanksi kepada China guna mencegah keinginan China
   melakukan invasi ke Taiwan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   60
Page 100
                              Tabel 3.1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia




   3.2.2.        Sektor Perbankan Tahun 2023
   Sejak Maret 2020 hingga April 2022, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) secara signifikan lebih
   tinggi daripada penyaluran kredit. Meskipun telah terjadi pembalikan pola sejak Juni 2022 dimana
   pertumbuhan penyaluran kredit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK, namun akumulasi dana
   perbankan selama dua tahun masih sangat besar. Sama halnya dengan Loan to Deposit Ratio (LDR)
   yang sudah mulai naik, hal ini tidak berarti penyaluran kredit sudah tinggi. Berkurangnya dana pihak
   ketiga dapat disebabkan karena pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM). Sebagaimana diketahui,
   Bank Indonesia telah mengambil kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara
   bertahap bagi perbankan. Setelah mengerek GWM rupiah pada 1 Juni 2022, BI kembali meningkatkan
   GWM mulai 1 Juli 2022 bagi BUK menjadi 7,5% dan BUS menjadi 6%. Kemudian, mulai 1 September
   2022, GWM rupiah bagi BUK menjadi 9% dan bagi BUS menjadi 6,5%.


   Perbaikan kinerja intermediasi perbankan dapat terganggu dengan kebijakan kontraktif Bank
   Indonesia. Kemampuan bank dalam menjalankan kinerja intermediasinya sangat berpengaruh
   terhadap kinerja penyaluran pinjaman Perseroan. Namun, intermediasi perbankan akan terganggu
   dengan kebijakan kontradiktif Bank Indonesia. Ketika suku bunga acuan Bank Indonesia naik diikuti
   dengan kenaikan tingkat suku bunga deposito dan tingkat suku bunga kredit, maka intermediasi
   perbankan cenderung bergerak turun. Bank Indonesia perlu untuk melakukan pengetatan jumlah
   uang beredar dengan kenaikan tingkat suku bunga acuannya. Berdasarkan perhitungan internal SMF,
   proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 8% ± 1% dan proyeksi pertumbuhan DPK sebesar 9% ± 1% pada
   tahun 2023.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   61
Page 101
   3.2.3.        Prospek Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2023
   Pertumbuhan kredit ke sektor properti, yaitu ke sektor real estate dan KPR, mengalami pemulihan
   dari dampak pandemi COVID-19 seiring dengan pola pertumbuhan total kredit yang cenderung
   meningkat. Sebelum adanya pandemi, pertumbuhan KPR mencapai 11,48% (yoy) di tahun 2019.
   Namun ketika pandemi di tahun 2020, pertumbuhan KPR hanya tumbuh 4,34% (yoy). Rata-rata
   pertumbuhan KPR meningkat pada tahun 2021 dengan rata-rata sebesar 6,96% (yoy). Pemulihan
   terus berlanjut hingga tahun 2022 yang ditandai oleh peningkatan rata-rata pertumbuhan KPR
   tahunan pada periode Januari hingga September 2022, yaitu sebesar 8,86% (yoy) atau lebih tinggi
   dibandingkan rerata tahun 2021.


                                Gambar 3.1 Rata-rata Pertumbuhan KPR Tahunan
                           14,00
                                     12,84

                           12,00                 11,48


                           10,00
                                                                                        8,86

                            8,00                                          6,96

                            6,00
                                                              4,34
                            4,00


                            2,00


                            0,00
                                     2018        2019        2020        2021          2022*

                                       Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, diolah


   Pertumbuhan KPR nasional pada akhir tahun 2022 dan 2023 diperkirakan bergerak sideways. Hal ini
   sejalan dengan prediksi terganggunya intermediasi perbankan akibat kebijakan moneter yang
   kontraktif sejak bulan Agustus 2022. Berdasarkan perhitungan internal SMF, rata-rata pertumbuhan
   KPR nasional tahun 2022 diproyeksikan sebesar 9% ± 1% (yoy). Sedangkan di tahun 2023, rata-rata
   pertumbuhan KPR nasional sebesar 8% ± 1% (yoy).

   3.3.           Rencana Kerja
   Dalam rangka Menyusun rencana kerja Perseroan di Tahun 2023, Strategi yang akan dijalankan
   berepedoman dengan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2020 dan Peraturan Presiden No. 100
   tahun 2020 sebagai dasar Perseroan dalam memperluas kegiatan usaha. Selain itu rencana kerja yang
   disasar telah selaras dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) Perusahaan 2022-2026 yang telah




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                       RKAP 2023   62
Page 102
   disetujui oleh Pemegang Saham, serta sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Menteri
   Keuangan, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024.

   3.3.1.         Rencana Pengembangan Kegiatan Usaha di Tahun 2023
   Dalam rangka menjawab tantangan ke depan khususnya dalam sektor Pembiayaan Perumahan, serta
   memperluas kegiatan Usaha Perseroan sesuai Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2020 dan
   Peraturan Presiden No. 100 tahun 2020, Perseroan merencanakan implementasi kegiatan usaha,
   yang sebelummya belum pernah dilakukan, secara bertahap. Untuk pengembangan kegiatan usaha
   tersebut juga dilakukan Analisis SWOT untuk menentukan strategi Perseroan yang akan
   diimplementasikan.

   Analisis SWOT
   Dalam rangka menyusun strategi dan mengetahui kendala dan dukungan yang dihadapi Perseroan
   dalam rangka optimalisasi peran Perseroan sebagai akselerator dalam mendukung ekosistem
   pembiayaan perumahan, dapat dilihat melalui analisis SWOT. Analisis terhadap faktor-faktor
   strategis internal dan eksternal SMF dilakukan dengan menggunakan metode SWOT (Strengths,
   Weaknesses, Opportunities, Threats). Melalui metode ini faktor-faktor lingkungan internal dan
   eksternal Perseroan yang telah dicermati sebelumnya masing-masing dikelompokkan ke dalam: (a)
   Kekuatan dan Kelemahan Perseroan; dan (b) Peluang dan Ancaman Perseroan. Dari Kekuatan,
   Kelemahan, Peluang dan Ancaman, dirumuskan strategi sebagai berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                            RKAP 2023   63
Page 103
                                           Gambar 3.2 Analisis SWOT SMF
                                                     Kekuatan (S)                        Kelemahan (W)
                                           1. Memiliki struktur            1. Belum memiliki sumber dana
                                              permodalan yang kuat dan        jangka panjang yang murah dan
                                              rating penerbitan AAA           berkelanjutan sehingga
                                           2. Memiliki hubungan               menghasilkan Cost of fund yang
                                              kerjasama yang baik antara      relatif tinggi sehingga berdampak
                                              Perseroan dengan para-          pada masih rendahnya penyaluran
                                              Stakeholder maupun              di tingkat BPD dan BPR
                                              regulator                    2. Tingginya tingkat kebergantungan
                                           3. Memiliki GCG dan                terhadap para pengembang
                                              Manajemen Risiko yang baik      perumahan dalam hal
                                              dengan didukung oleh SDM        ketersediaan rumah
                                              yang berkualitas             3. Sistem Informasi Manajemen yang
                                           4. Memiliki kerangka               membutuhkan pengembangan
                                              kompetensi human capital,       dan penyelarasan
                                              program learning
                                              development, talent pool
                                              management, dan HCMS
                                              untuk mengembangkan
                                              kapasitas SDM
                 Peluang (O)                          Strategi S-O                      Strategi W-O
    1. Potensi menerbitkan global          1. Pengembangan kegiatan        1. Meningkatkan kerja sama dengan
       bond untuk mempeluas                   usaha dalam rangka              lembaga dalam negeri maupun
       pendanaan guna memperluas              perluasan mandat untuk          luar negeri salah satunya
       kegiatan usaha                         mendukung pemenuhan             penjajakan creative funding
    2. Didukung penuh oleh                    tempat tinggal yang layak       dengan mengusung konsep ESG
       stakeholder maupun regulator           bagi setiap keluarga         2. Mendukung Terbentuknya Sektor
       dalam menjalankan kegiatan             Indonesia                       Perumahan yang Inklusif dengan
       usaha                               2. Koordinasi, kolaborasi dan      optimalisasi peran Perseroan pada
    3. Kebutuhan rumah (backlog)              komunikasi dengan para          Ekosistem Perumahan
       yang masih sangat tinggi               stakeholder Ekosistem
    4. Potensi meningkatkan                   Perumahan untuk
       kapabilitas dan Kompetensi             mendukung pemerintah
       SDM melalui lembaga                    dalam meningkatkan
       sertifikasi dan training yang          tempat tinggal yang layak
       mendukung perluasan mandat             bagi masyarakat
       yang diberikan kepada               3. Digitalisasi proses bisnis
       Perseroan                              dan peningkatan kualitas
                                              SDM serta Memperkuat
                                              manajemen risiko dan tata
                                              kelola yang baik dengan
                                              mengedepankan prinsip
                                              kehati-hatian dalam
                                              menghadapi tantangan
                                              ekonomi



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                          RKAP 2023   64
Page 104
               Ancaman (T)                             Strategi S-T                        Strategi W-T
    1. Penyalur KPR yang sedang            1. Meningkatkan                    1. Pelaksanaan pencapaian
       memiliki likuiditas tinggi dari        perekonomian         nasional   Sustainable Development Goals
       Dana Pihak Ketiga dikarenakan          melalui         penggunaan      (SDGs) dengan pengembangan
       dampak ketidakstabilan                 produk & jasa dalam negeri      pembiayaan berkonsep ESG
       ekonomi yang berkepanjangan            serta sinergi antar BUMN        (Environment, Social, and
    2. Kolaborasi antar multi-             2. Kerja      Sama       dengan    Governance)
       stakeholder dalam pemenuhan            lembaga        internasional
       dukungan kegiatan usaha                sebagai salah satu sarana
       membutuhkan waktu yang                 pertukaran informasi dan
       lama                                   potensi kerja sama antara
    3. Belum berkembangnya Pasar              Perseroan dengan negara
       pembiayaan                             lain
       primer perumahan di Indonesia       3. Perluasan Peran Perseroan
    4. Masih sedikit bank yang                pada            Pembiayaan
       berkeinginan menjual tagihan           Perumahan             melalui
       KPR karena kebutuhan untuk             penambahan anak usaha
       mempertahankan jumlah aset


   Memperhatikan analisis SWOT tersebut di atas dengan tetap menjalankan kegiatan utama Perseroan
   seperti sekuritisasi, pembiayaan hingga penugasan khusus, strategi yang harus dilakukan oleh
   Perseroan, yaitu:
   1. pengembangan kegiatan usaha dalam rangka perluasan mandat untuk mendukung pemenuhan
        tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga Indonesia;
   2. memperkuat pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga dalam negeri maupun luar negeri
        salah satunya penjajakan creative funding dengan mengusung konsep ESG;
   3. koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder Ekosistem Perumahan untuk
        mendukung pemerintah dalam meningkatkan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat;
   4. meningkatkan perekonomian nasional melalui penggunaan produk & jasa dalam negeri serta
        sinergi antar BUMN; dan
   5. penguatan internal melalui digitalisasi proses bisnis, peningkatan kualitas SDM, penguatan
        manajemen risiko dan tata kelola yang baik dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam
        menghadapi tantangan ekonomi.
   Selain itu Perseroan juga berencana melakukan inisiatif strategis Perseroan sebagai berikut.

    1. Memperluas keterjangkauan kepemilikan hunian melalui pengembangan skema pembiayaan
        perumahan. Hal ini dilakukan dengan menindaklanjuti dan melakukan monitoring atas produk
        perluasan mandat sesuai dengan timeline yang telah disusun.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                           RKAP 2023   65
Page 105
    2. Perluasan peran Perseroan pada pembiayaan perumahan melalui penambahan anak usaha,
        yang akan dilakukan melalui:
         (a) menambah penyertaan modal Perseroan untuk mempertankan persentase kepemilikan di
              SEG;
         (b) melakukan koordinasi dan meminta persetujuan kepada Pemegang Saham mengenai hasil
              kajian penambahan anak usaha tahap pertama; dan
         (c) melakukan kajian penambahan anak usaha tahap kedua menunggu arahan dari Pemegang
              Saham.
    3. Mendukung terbentuknya Sektor Perumahan yang Inklusif dengan optimalisasi peran Perseroan
        pada Ekosistem Perumahan, melalui optimalisasi peran Perseroan sebagai Sekretariat Ekosistem
        Perumahan dan pelaksanaan studi terkait Ekosistem Perumahan.
    4. Mendukung peningkatan akses bagi masyarakat miskin dan rentan dengan pengembangan
        pembiayaan perumahan dalam rangka peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni. Hal ini
        dilakukan melalui peningkatan pembiayaan mikro perumahan kepada masyarakat menengah ke
        bawah. Selain itu Perseroan juga akan melakukan penyusunan kajian studi kelayakan yang
        merupakan salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk penunjukkan Perseroan sebagai OIP
        (Operator Investasi Pemerintah) serta melakukan koordinasi dan meminta persetujuan kepada
        Dewan Komisaris dan Pemegang Saham atas peluang keterlibatan Perseroan dalam skema OIP.
    5. Meningkatkan awareness masyarakat terhadap Perseroan dalam mengembangkan sektor
        Perumahan dengan digital campaign yang dilakukan Perseroan. Hal ini dilakukan dengan
        optimalisasi penggunaan social media Perseroan serta kolaborasi program kehumasan
        Kementerian Keuangan sesuai dengan narasi besar yang telah ditetapkan.
    6. Menyediakan rate yang kompetitif sebagai strategi penetrasi pasar melalui blended financing
        dari sumber dana yang dimiliki Perseroan. Perseroan akan berusaha menyalurkan pembiayaan
        dengan rate yang kompetitif sesuai dengan ketersediaan dana Perseroan salah satunya ekuitas
        yang dimiliki.
    7. Kerja sama dengan lembaga internasional sebagai salah satu sarana pertukaran informasi dan
        potensi kerja sama antara Perseroan dengan negara lain. Bentuk kerja sama yang akan dilakukan
        antara lain adalah dengan:
         (a) melanjutkan kajian sektor perumahan di Indonesia untuk menarik investor dari Jepang
              dalam berivestasi dan memberikan pendanaan kepada Perseroan bersama Japan Housing
              Finance Agency (JHF) yang ditargetkan selesai pada Februari 2023;




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   66
Page 106
         (b) berperan aktif dalam kegiatan ISMMA dan ASMMA.
         (c) Kerjasama dengan lembaga / institusi internasional lainnya yang akan dijajaki seiring
              dengan perkembangan kegiatan usaha di tahun 2023.
    8. Pelaksanaan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pengembangan
        pembiayaan berkonsep ESG (Environment, Social, and Governance). Kegiatan yang akan
        dilakukan antara lain adalah:
         (a) melakukan kordinasi dengan stakeholder perumahan di Indonesia untuk menetapkan
              standar perumahan green di Indonesia agar tersedianya underlying penerbitan green bond;
         (b) menyiapkan framework yang akan digunakan pada penerbitan Thematic Bond.
    9. Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri
        (TKDN) sebagai bentuk pemberdayaan produk dan jasa dalam negeri, antara lain dengan
        menggunakan konsultan penyusunan kajian dari dalam negeri.
    10. Sinergi antar BUMN dalam meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional,
        antara lain dengan melakukan penempatan dana pada obligasi yang diterbitkan oleh korporasi
        BUMN maupun kegiatan kolaboratif dengan seluruh SMV di bawah binaan Kementerian
        Keuangan.
    Selain inisiatif strategis di atas, Perseroan juga siap melakukan inisiatif lainnya sesuai arahan dan
    persetujuan Pemegang Saham.

   Perluasan Usaha dan Peran SMF
   Berdasarkan perubahan regulasi yang menyetujui perluasan mandat dan kegiatan Perseroan,
   kegiatan usaha yang dapat dilakukan Perseroan untuk mendukung industri perumahan dapat
   digambarkan sebagai berikut.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   67
Page 107
                                      Gambar 3.3 Perluasan Peran Perseroan




   Perseroan tetap melanjutkan kegiatan penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi, Kredit Multiguna,
   dan Kredit Mikro Perumahan di tahun 2023. Selain itu, Perseroan juga akan mencoba merealisasikan
   penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR Sewa/Beli. Di samping itu, Perseroan juga akan
   melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha, penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program
   KPBU Perumahan, penjajakan penerbitan Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage yang
   sesuai indikasi timeline perluasan mandat dan kegiatan Perseroan. Perseroan juga akan terus
   mengembangkan produk yang selaras dengan perluasan mandat Perseroan, yang memiliki dampak
   pembangunan besar bagi perekonomian Indonesia.


                           Gambar 3.4 Indikasi Timeline Rencana Perluasan Mandat




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   68
Page 108
   Reverse Mortgage

   Pada tahun 2022, Perseroan telah memulai kajian terkait rencana pengembangan produk Reverse
   Mortgage. Reverse Mortgage adalah fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa
   keuangan kepada masyarakat usia lanjut atau yang sudah memasuki usia pensiun. Debitur nantinya
   akan memperoleh pinjaman dengan mengagunkan rumah atau satuan rumah susun yang dimiliki.
   Agunan tersebut sebelumnya telah dinilai oleh penilai independen untuk menentukan nilai plafon.
   Dana nantinya akan dibayarkan secara berkala bulanan sampai dengan nasabah tersebut (dan
   pasangannya) meninggalkan rumah atau rumah susun tersebut sehingga kreditur dapat mengambil-
   alih rumah atau satuan rumah susun yang diagunkan. Produk ini diharapkan dapat membantu
   meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan rumah atau satuan rumah susun
   sebagai underlying asset untuk memperoleh pembiayaan. Pada tahun 2023, Perseroan akan mulai
   mengkaji kegiatan ini lebih mendalam, termasuk melihat potensi pasar atau demand atas produk ini.

   KPR Sewa Beli

   Perseroan baru akan memulai menjajaki produk KPR sewa beli di tahun 2023. Produk ini merupakan
   fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan kepada konsumen MBR yang
   diperbolehkan menghuni rumah atau satuan rumah susun yang belum dimiliki sambil mengumpulkan
   uang muka untuk memiliki rumah dengan nilai jual yang telah disepakati dan membayar uang sewa
   bulanan atas rumah atau satuan rumah susun yang dihuni secara bulanan selama masa periode
   tertentu sampai dengan saat akad kredit yang diperjanjikan jatuh tempo.

   KPRumah Usaha dan KPR Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB)

   Jenis produk yang akan dikembangkan selanjutnya pada tahun 2023 adalah KPRumah Usaha dan KPR
   PPJB. KPRumah Usaha merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan
   kepada konsumen yang membeli rumah atau satuan rumah susun yang bangunannya bisa digunakan
   sebagai tempat tinggal dan juga sebagai tempat kegiatan usaha. KPR PPJB merupakan fasilitas
   pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan kepada konsumen yang bersedia membeli
   rumah atau satuan rumah susun yang masih dalam tahap pembangunan dari pengembang yang
   sanggup menyerahkan rumah atau rumah susun secara tepat waktu, tepat kuantitas dan tepat
   kualitas sesuai dengan yang diperjanjikan. Pada tahun 2023, Perseroan akan mulai menjajaki
   kemungkinan pengembangan kedua produk KPR tersebut sehingga dapat menambah kegiatan usaha
   Perseroan dan meningkatkan peran Perseroan dalam sektor pembiayaan perumahan sekunder.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   69
Page 109
   Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)

   KPBU dapat didefinisikan sebagai kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan
   Infrastruktur bertujuan untuk kepentingan umum dengan mengacu pada spesifikasi yang telah
   ditetapkan sebelumnya oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/BUMN/BUMD, yang sebagian
   atau seluruhnya menggunakan sumber daya Badan Usaha dengan memperhatikan pembagian risiko
   diantara para pihak. Kerjasama Pemerintah dengan swasta sebenarnya telah dikenal sejak lama,
   namun mulai dikembangkan pada tahun 1998. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor
   38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.
   Sejak Perpres ini diluncurkan kerjasama yang sebelumnya dikenal dengan Kerjasama Pemerintah
   Swasta (KPS) selanjutnya disebut KPBU.

   Program KPBU yang akan dilakukan Perseroan adalah khusus untuk KPBU Perumahan sesuai dengan
   ruang lingkup kegiatan Perseroan yaitu KPBU sektor perumahan. Sampai dengan saat ini belum ada
   proyek KPBU Perumahan yang sudah terealisasi, hanya terdapat proyek KPBU perumahan yang saat
   ini sedang dalam proses awal untuk pelaksanaan oleh Kementerian PUPR. Menjadi tantangan
   tersendiri bagi Perseroan dan tentunya diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga skema
   KPBU perumahan dapat dilaksanakan.

               Gambar 3.5 Perubahan Lingkungan Strategis Perseroan terkait KPBU dan KSPI




                                                               Bank




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   70
Page 110
                                  Gambar 3.6 Indikasi Skema KPBU Perumahan




   Dalam indikasi skema ini, dimana sesuai PP dan Perpres atas perluasan mandat, Perseroan dapat
   memberikan pinjaman kepada bank yang menyalurkan pembiayaan kepada badan usaha yang
   menjadi pelaksana proyek. Pemberian pinjaman secara langsung oleh Perseroan tidak dapat
   dilakukan berdasarkan regulasi yang ada, kecuali adanya penugasan khusus yang diberikan oleh
   Pemegang Saham kepada Perseroan. Alternatif lain yang dapat dilakukan Perseroan adalah
   Perseroan bertindak sebagai sponsor atau penyertaan pada badan usaha yang tentunya juga
   membutuhkan persetujuan dari Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan juga dapat melibatkan diri
   dalam proyek KPBU pada fase persiapan proyek yang selama ini telah dilakukan oleh PT PII atau PT
   SMI dalam KPBU infrastruktur lainnya.

   Perseroan hingga saat ini tengah melakukan diskusi secara intens dengan Kementerian teknis
   pelaksanaan KPBU sektor perumahan, yaitu Kementerian PUPR. Perseroan mencoba menjajaki opsi
   dukungan yang dapat dilakukan pada skema KPBU sektor perumahan. Pada tahun 2023, Perseroan
   akan melakukan sinergi dan kolaborasi bersama dengan stakeholder terkait untuk turut serta dalam
   proses KPBU, antara lain dalam peningkatan kapasitas dan/atau diskusi melalui Focus Group
   Discussion (FGD) dengan Penanggung Jawab Proyek KPBU pada Kementerian/Lembaga/Instansi
   terkait yang mendukung pengembangan proyek infrastruktur, melakukan identifikasi dukungan,
   skema pembiayaan, dan pengembangan struktur proyek KPBU dalam rangka upaya percepatan
   proyek KPBU khususnya sektor perumahan secara inovatif dan kolaborasi implementasi dukungan
   penyiapan dan transaksi proyek serta penyusunan skema pembiayaan dan struktur proyek KPBU
   dalam rangka sinergi Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Perseroan juga akan
   melakukan penyusunan kajian dengan hasil yang diharapkan dimana Perseroan dapat berperan serta
   dalam pelaksanaan proyek KPBU sektor perumahan, dan menjadi landasan bagi Perseroan untuk



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   71
Page 111
   meminta penugasan dari Pemerintah apabila diperlukan khususnya dalam opsi-opsi yang
   membutuhkan penugasan atau persetujuan dari Pemegang Saham.

   Covered Bond (CB)

   Definisi Covered Bond berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh Perseroan sebelumnya dapat
   dijelaskan sebagai berikut:
   1. Merupakan obligasi yang diterbitkan oleh lembaga keuangan/ institusi;
   2. Dijamin dengan kumpulan kredit yang berkualitas tinggi (cover pool assets);
   3. Bila ada aset dalam cover pool yang mengalami penurunan kualitas, maka aset tersebut harus
        diganti dengan aset lain yang kualitasnya baik sehingga tingkat ‘overcollateralization’ (nilai
        jaminan lebih tinggi daripada nilai obligasi) yang telah ditentukan tetap terjaga;
   4. Investor mendapat hak prioritas pertama atas cover pool jika terjadi default atas penerbit,
        dibandingkan dengan investor lain.


   Covered bond merupakan aman bagi investor karena memiliki dual recourse yaitu dari penerbit dan
   aset yang menjadi aset dasar. Untuk melakukan penerbitan covered bond, Perseroan akan
   mempertimbangkan kondisi pasar modal dan pasar KPR karena akan berpengaruh terhadap
   keberhasilan transaksi tersebut. Hal lain yang perlu diantisipasi adalah belum adanya peraturan
   khusus terkait Covered Bond yang menjadi pertimbangan investor dalam melakukan investasi.
   Perseroan telah selesai menyusun kajian dan akan menjajaki kemungkinan penerbitannya di tahun
   2023 dengan tetap memperhatikan kondisi pasar yang ada serta regulasi terkait.

   Pada tahun 2022, Perseroan telah menyusun Kajian Sekuritisasi tanpa jual putus yang merupakan
   bentuk lain dari skema covered bond. Di tahun 2023, Perseroan mengharapkan mendapatkan
   dukungan baik dari regulator maupun pemegang saham dalam usulan skema sekuritisasi baru
   tersebut.

   3.3.2.        Sasaran Usaha
   Sesuai dengan maksud dan tujuannya, Perseroan didirikan untuk membangun dan mengembangkan
   pasar pembiayaan sekunder perumahan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan
   kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. Hal tersebut dilakukan
   Perseroan dengan menyediakan dana jangka menengah/panjang melalui kegiatan penyaluran
   pinjaman yang dananya berasal dari penerbitan surat utang pasar modal dan/atau penerimaan
   pinjaman untuk kemudian disalurkan ke sektor pembiayaan perumahan melalui penyalur KPR.



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   72
Page 112
   Saat menunggu waktu yang tepat untuk menerbitkan surat utang, Perseroan melakukan bridging
   untuk kemudian digantikan dengan dana dari hasil penerbitan surat utang sehingga terjadi kelipatan
   dalam penyalurannya. Disisi lain, untuk penyalur KPR yang telah memiliki tagihan KPR yang cukup
   dan memenuhi kriteria, dapat menjual putus tagihan KPR-nya (true sale) untuk kemudian dikonversi
   melalui transaksi sekuritisasi menjadi efek yang likuid di pasar modal yang disebut Efek Beragun Aset
   (EBA).


   Dengan Perseroan menyalurkan dana jangka menengah/panjang secara berkesinambungan kepada
   penyalur KPR, diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu menciptakan pembiayaan perumahan
   yang efektif dan efisien sehingga mendorong peningkatan volume KPR yang cukup dan
   berkesinambungan serta terjangkau dilihat dari kemudahan memperoleh KPR. Selain itu penggunaan
   dana jangka menengah/panjang ini juga dapat membantu penyalur KPR menghindari risiko
   kesenjangan jatuh tempo (maturity mismatch).


   Dengan adanya perluasan mandat yang diberikan, Kegiatan usaha yang dapat dilakukan semakin luas.
   Salah satu perluasan mandat yang telah dilakukan pilot project dan saat ini sedang berjalan dalam
   penyaluran pinjaman adalah kredit konstruksi dan kredit Mikro. Kredit Kontruksi bertujuan untuk
   menambah kapasitas produksi perumahaan sehingga lebih banyak developer/kontraktor yang
   membangun rumah melalui pendanaan dari lembaga keuangan. Penyaluran kredit konstruksi juga
   bisa menjadi jalan bagi lembaga keuangan untuk menambah potensi KPR yang dapat disalurkannya
   melalui kerjasama dengan pengembang properti. Hal ini merupakan salah satu poin penting yang
   diperoleh Perseroan ketika melakukan pendekatan kepada BPD untuk menyalurkan KPR kepada
   masyarakat di wilayahnya.


   Selain itu, Pengembangan kegiatan usaha dalam bentuk pembiayaan untuk kredit mikro perumahan
   juga menjadi salah satu sasaran yang ingin dikembangkan Perseroan di tahun 2023. Untuk
   pembiayaan kredit mikro perumahan ini, dalam pelaksanaannya lembaga keuangan yang dilibatkan
   tidak hanya bank tetapi perusahaan pembiayaan atau lembaga jasa keuangan lainnya. Hal ini akan
   dipengaruhi dengan segmentasi masyarakat yang menjadi target dalam pelaksanaan kegiatan
   pembiayaan kredit mikro perumahan.


   Dengan telah berjalannya dua kegiatan usaha tersebut, Perseroan juga akan melakukan
   mengembangkan kegiatan usaha lainnya sesuai dengan perluasan mandat yang telah diterima seperti




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   73
Page 113
   penjajakan untuk pengembangan kegiatan usaha berupa Reverse Mortgage, KPR Sewa beli, KPRumah
   usaha, KPR PPJB, dan KPBU Perumahan yang akan dimulai pada tahun 2023. Pengembangan kegiatan
   usaha ini dalam rangka mendukung peningkatan peran Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan
   sekunder perumahan sehingga semakin banyak jenis produk KPR yang dapat dibiayai oleh Perseroan.


   Mengingat porsi pembiayaan maupun sekuritisasi sebagian besar merupakan debitur dari Bank BTN,
   Perseroan akan terus mencoba untuk melakukan kerja sama sekuritisasi maupun penyaluran
   pinjaman dengan bank-bank lain selain Bank BTN. Walaupun proses ini tidaklah mudah untuk
   dilakukan terlebih di tengah tantangan kondisi makroekonomi dan tingginya likuiditas perbankan.

   3.3.3.        Kebijakan Perseroan
   Berikut ini adalah beberapa kebijakan yang dimiliki oleh Perseroan, antara lain:
   1. Plafon maksimum KPR yang dapat dibiayai Perseroan sebesar Rp1 miliar.
   2. Menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan Perseroan, maka Leverage akan dijaga di
       bawah 4 (empat) kali.
   3. Batas pemberian kredit untuk masing-masing institusi/client didasarkan pada Kebijakan
       Counterparty Rating dan Counterparty Limit yang dimiliki Perseroan.



   3.3.4.        Program Kegiatan

   3.3.4.1.      Kegiatan Utama

   3.3.4.1.1.    Sekuritisasi
   Pada tahun 2023, Perseroan menargetkan transaksi sekuritisasi sebesar Rp750 miliar yang
   pelaksanaannya akan dilakukan pada Q3 dan/atau Q4 2023 dengan menggunakan skema sekuritisasi
   sesuai Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2020 juncto Peraturan Presiden No. 101 Tahun 2016 juncto
   Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2008 juncto Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2005 dan Peraturan
   OJK (POJK) No. 23/POJK.04/2014 Tahun 2014 atau skema sekuritisasi lainnya sesuai dengan
   kebutuhan Kreditur Asal.

   Diharapkan pada tahun 2023, investor semakin yakin untuk berinvestasi pada EBA-SP, karena
   reputasi Perseroan semakin baik yang memberikan dukungan dan jaminan penuh terhadap efek yang
   diterbitkannya tersebut. Selain berperan sebagai Penerbit, Perseroan juga berperan sebagai Penata
   Sekuritisasi (Arranger), Pendukung Kredit (Credit Enhancer) dan bila diperlukan dapat berperan
   sebagai Investor dengan investasi pada EBA-SP s.d sebesar nilai penerbitan.


PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023      74
Page 114
   Dengan rencana sekuritisasi sebesar Rp750 miliar, maka diproyeksikan aliran dana ke pasar
   pembiayaan primer dari kegiatan sekuritisasi sampai dengan akhir tahun 2023 mencapai Rp14.037
   miliar. Nilai aliran dana tersebut merupakan akumulasi dari transaksi sekuritisasi KPR yang difasilitasi
   Perseroan sejak tahun 2009.

   Perseroan mentargetkan untuk terus meningkatkan volume dan intensitas sekuritisasi KPR ke
   depannya. Untuk itu pada tahun 2023, Perseroan tetap akan melakukan pendekatan secara intensif
   kepada para penyalur KPR lainnya, baik konvensional maupun syariah.

   Selain menggunakan struktur Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), kegiatan
   sekuritisasi ke depannya juga dibuka kemungkinan menggunakan struktur perluasan EBA-SP yang
   tengah diusahakan Perseroan sejak awal tahun 2022. Yang membedakan di sini adalah tidak adanya
   jual putus dari sisi akuntansi dari bank kepada investor atau penerbit efek.

   Dalam pelaksanaan transaksi Sekuritisasi terdapat isu strategis, kegiatan yang telah dilakukan untuk
   meningkatkan sekuritisasi dan strategi serta dukungan, yaitu:

   Isu Strategis

   Terkait Penyalur KPR sebagai Seller:

   1.   Ketertarikan bank terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui sekuritisasi aset masih
        rendah, bank lebih cenderung mengandalkan Dana Pihak Ketiga sebagai salah satu sumber
        pendanaan, yang dinilai relatif lebih murah.

   2.   Bank cenderung tidak mau melepas portofolio KPR dari pembukuannya untuk disekuritisasi.

   3.   Belum ada standarisasi SOP penyaluran KPR untuk kemudian dapat disekuritisasi.

   Terkait Investor sebagai Buyer:

   1.   Pasar Sekunder EBA yang belum maksimal karena volume dan/atau frekuensi perdagangan yang
        terbatas.

   2.   Persepsi negatif dari para pihak (khususnya investor) terhadap sekuritisasi aset karena pernah
        terjadinya krisis ekonomi yang disebabkan oleh sekuritisasi subprime mortgage.

   3.   Bagi Investor Perbankan, diwajibkan memiliki informasi terkait Kinerja dan Kualitas dari
        kumpulan aset yang mendasari EBA-SP sehingga Risk-Weight investasi pada EBA-SP masih
        dipersamakan dengan Investasi pada Obligasi.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023   75
Page 115
   4.   Belum ada insentif bagi investor seperti insentif pajak, sebagaimana yang diberikan untuk
        Reksadana.

   5.   Investor masih terbatas pada beberapa institusi (anchor investor), dengan volumenya masih
        sedikit jika dibandingkan dengan total portofolio investasi.

   Kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan sekuritisasi:

   1.   Melakukan diskusi dan presentasi terkait sekuritisasi kepada Perbankan penyalur KPR.

   2.   Menyampaikan penawaran kerja sama kepada Bank yang memiliki portofolio KPR besar dengan
        menawarkan struktur transaksi yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dari perbankan.

   3.   Melakukan penguatan Pasar Pembiayaan Primer dengan mendorong standardisasi SOP KPR
        serta kegiatan pendidikan & pelatihan KPR.

   4.   Mendirikan atau melakukan akuisisi anak usaha dalam pembiayaan perumahan agar dapat
        bersinergi dalam melakukan sekuritisasi.

   3.3.4.1.2.    Penyaluran pinjaman
   Sebagaimana penyaluran pinjaman pada tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2023 penyaluran
   pinjaman tetap terbagi menjadi 2 (dua), yaitu pembiayaan komersial dan penugasan khusus.
   Penyaluran pembiayaan komersial akan dilakukan kepada Penyalur KPR Konvensional dan Syariah
   baik Bank Umum, Bank Syariah, Bank BPD, Bank Perkreditan Rakyat, Perusahaan Pembiayaan, dan
   lembaga keuangan lainnya yang akan disalurkan menggunakan bunga pasar. Sementara untuk
   penyaluran pembiayaan untuk penugasan khusus, ditujukan untuk pembiayaan KPR Program FLPP
   dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 4,45% selama 20 tahun kepada masyarakat.

   Di tahun 2023, selain penyaluran pinjaman dalam bentuk KPR, Perseroan juga tetap menyalurkan
   pinjaman yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk menyalurkan Kredit Konstruksi, Kredit Mikro
   Perumahan, Multiguna Perumahan, serta piloting untuk pembiayaan rumah usaha. Pada tahun 2023,
   proyeksi penyaluran pinjaman komersil Perseroan akan mengalami penurunan dibandingkan dengan
   dengan tahun 2022 namun secara outstanding meningkat sebesar 20,2%.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   76
Page 116
                         Tabel 3.2 Target Penyaluran Pinjaman dan Outstanding 2023
                                               PROGNOSA 2022        RKAP 2023
     Penyaluran Pinjaman (Outstanding)                                               % Perubahan
                                                  Miliar Rp.        Miliar Rp.
     Total                                         25.831            32.610            26,2%
       Komersial (Konvensional & Syariah)          12.758             15.336            20,2%
       KPR FLPP                                    13.073             17.274            32,1%


                                               PROGNOSA 2022        RKAP 2023
     Penyaluran Pinjaman                                                             % Perubahan
                                                  Miliar Rp.        Miliar Rp.
     Total                                          8.868             10.397           17,3%
       Konvensional dan Syariah                     4.268             5.077             18,9%
       KPR FLPP                                     4.600             5.320             15,7%



   Target penyaluran pinjaman untuk KPR FLPP sebesar Rp5.320 miliar lebih rendah dibandingkan porsi
   25% SMF untuk 2023 Rp8.393 miliar, hal ini mempertimbangkan fakta sejak tahun 2017 bahwa tidak
   semua lembaga Keuangan pelaksana memanfaatkan dana dari Perseroan. Rata-rata serapan lembaga
   keuangan pelaksana KPR FLPP setiap tahunnya mencapai ±60% dari dana yang disediakan oleh
   Perseroan.

   Sebagai bentuk pelaksanaan misi dan tujuan pendirian Perseroan, dalam mendukung pasar
   pembiayaan primer perumahan termasuk usaha penciptaan suku bunga KPR yang layak, NIM (spread)
   penyaluran pinjaman umum akan tetap diupayakan dalam kisaran 0,30%. Dalam menjalankan
   kegiatan utamanya ini, Perseroan menghadapi tantangan yakni penyalur pembiayaan perumahan
   utamanya perbankan masih menghendaki tingkat bunga yang rendah untuk dana jangka
   menengah/panjang dari Perseroan, dengan membandingkan dengan DPK yang memiliki bunga lebih
   rendah. Dengan rencana penyaluran pinjaman komersial maupun program sebesar Rp10.397 miliar,
   maka outstanding nilai penyaluran pinjaman pada akhir tahun 2023 diproyeksikan menjadi sebesar
   Rp32.610 miliar.


   Dalam penyaluran pinjaman di tahun 2023, Perseroan menghadapi kondisi khusus dimana terdapat
   rencana aksi korporasi berupa Rights Issue Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan mitra
   strategis utama Perseroan dengan target dana hingga Rp4.160 miliar. Rencana aksi korporasi ini
   diperkirakan akan dilaksanakan di akhir tahun 2022. Rencana aksi korporasi tersebut akan
   berdampak kepada tingkat likuiditas BTN hingga semester II tahun 2023 dan dapat memengaruhi
   tingkat permintaan dari mitra Perseroan.



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023    77
Page 117
   Selain itu, masih terdapat tren penurunan Cost of Fund milik BTN. Sebagai mitra strategis Perseroan,
   BTN mengalami penurunan Cost of Fund yang berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Cost of Fund yang
   berasal dari DPK per Maret 2022 sebesar 2,41% dan menjadi 2,35% per Juni 2022 (BTN, Analyst
   Meeting, 30 Juni 2022). Di segmen pasar lainnya, yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR), terdapat dana
   bantuan sosial kepada MBR yang disalurkan melalui BPR milik Pemerintah Daerah/Perseroda
   menyebabkan DPK BPR potensial menjadi relatif lebih murah. Hal ini juga memengaruhi tingkat
   permintaan dari mitra Perseroan.


   Selain isu di atas, Perseroan masih menghadapi tantangan pada tahun 2023, yakni:

     1. perbankan umumnya menggunakan sumber dana jangka pendek dalam menyalurkan kredit
          jangka panjangnya (KPR);

     2. belum adanya peraturan yang mewajibkan penyaluran kredit jangka panjang memakai sumber
          pendanaan jangka panjang;

     3. likuiditas perbankan yang tinggi, diiringi enggannya perbankan untuk menyalurkan
          pembiayaan perumahan kepada segmen MBR;

     4. pricing di market belum menarik akibat tingginya Cosf of Fund dibandingkan dengan DPK,
          sehingga cost of fund lembaga keuangan dan LDR perbankan menurun;

     5. lembaga keuangan memiliki banyak opsi pendanaan lain diluar SMF; dan

     6. terdapat prediksi resesi ekonomi global pada tahun 2023.

   Untuk menghadapi tantangan tersebut, Perseroan akan berusaha:

     7. melakukan perluasan mitra penyalur Perseroan seperti BPR dan LKNB untuk bersinergi
          menyalurkan pembiayaan perumahan bagi MBR berbasis komunitas;

     8. mempertimbangkan dengan matang situasi prediksi ke depan dalam penetapan prognosa
          target;

     9. mematangkan metode bundling pricing maupun eksplorasi sumber dana lain bersama divisi
          terkait;

     10. fokus penyaluran kepada lembaga keuangan yang stabil dengan tenor >1 tahun untuk menjaga
          portfolio OS di tahun depan; dan




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   78
Page 118
     11. menciptakan produk pembiayaan yang unik dan sesuai dengan kebutuhan mitra lembaga
          keuangan (misal: bundling dengan dana pendamping atau bundling dengan pelatihan &
          pendampingan).

   3.3.4.1.3.     Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan
   Dengan target sekuritisasi dan penyaluran pinjaman tahun 2023 sebesar Rp11.147 miliar maka target
   aliran dana mengalami pertumbuhan sebesar 19,00% dari prognosa tahun 2022.


                                     Tabel 3.3 Target Aliran Dana Tahun 2023
                                              Prognosa 2022       Target 2023      Kenaikan
         Kegiatan
                                                (miliar Rp)        (miliar Rp)   (Penurunan)
         Sekuritisasi                              500                750           50,00%
         Penyaluran Pinjaman
                                                  8.868             10.397         17,25%
         (Komersial dan Program)
         Total                                    9.368             11.147         19,00%

   Dengan target aliran dana tersebut, maka perkembangan sampai akhir tahun 2023 untuk setiap
   tahunnya dan secara kumulatif tampak pada Gambar 3.7.


                Gambar 3.7 Aliran Dana Per Tahun Melalui Sekuritisasi & Penyaluran Pinjaman




   3.3.4.1.4.     Rencana Pendanaan
   Rencana pendanaan Perseroan yang terdiri dari penerbitan obligasi, sukuk, MTN dan/atau
   penggunaan Term Loan pada tahun 2023 sebesar Rp5.300 miliar, yang penggunaannya untuk



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   79
Page 119
   menggantikan dana ekuitas yang digunakan sebagai bridging penyaluran pinjaman, penyaluran
   pinjaman baru, serta penugasan khusus kepada Perseroan atas program pemerintah, yaitu Program
   Penurunan Beban Fiskal (FLPP). Realisasi dari rencana pendanaan ini akan tergantung dari realisasi
   penyaluran pinjaman Perseroan.

   Total pendanaan sebesar Rp5.300 miliar akan digunakan untuk (1) menggantikan ekuitas Perseroan
   yang telah digunakan sebagai bridging dalam penyaluran pinjaman umum (2) pelunasan obligasi dan
   pinjaman yang jatuh tempo pada tahun 2023, dan (3) leveraging dalam rangka penyaluran pinjaman
   KPR Program.

   Penerbitan surat utang pada tahun 2023 akan dilaksanakan dengan penerbitan Efek Bersifat
   Utang/Sukuk (EBUS) melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB), skema melalui penawaran
   terbatas (contoh: MTN), maupun pinjaman bank (Term Loan) berbasis konvensional maupun syariah.
   Dalam pelaksanaan penerbitan surat utang terdapat strategi yang diantaranya adalah melakukan
   pendekatan intensif dengan perusahaan pengelola dana jangka panjang (dana pensiun, asuransi, dan
   lain-lain), dan roadshow kepada investor asing. Selain melalui penerbitan surat utang, sumber
   pendanaan Perseroan juga akan diperoleh dari pinjaman bilateral yang diterima berupa term loan
   atau dalam bentuk pendanaan lainnya baik dari perbankan atau lembaga lainnya. Untuk memenuhi
   likuiditas jangka pendek Perseroan, Perseroan juga akan menarik kredit lainnya yang diberikan
   khususnya oleh perbankan. Di samping itu, di tahun 2023, Perseroan juga tetap menjajaki creative
   funding salah satunya pendanaan dalam rangka mendukung ESG, serta penggunaan dana dari ekuitas
   Perseroan yang tersedia (per 2022 ekuitas yang tersedia adalah Rp190 miliar, namun apabila terdapat
   ekuitas lebih di tahun 2023, jumlah ekuitas yang dapat digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi
   dan kemampuan Perseroan). Penggunaan ekuitas ini adalah salah satu strategi Perseroan untuk
   memberikan suku bunga yang kompetitif kepada mitra dalam rangka penyaluran pinjaman dengan
   tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi ekonomi yang akan terjadi.

   Untuk pendanaan program KPR FLPP, dengan diterimanya dana PMN 2022 pada bulan September
   2022, maka perkiraan penyaluran dana PMN untuk 2022 akan habis digunakan, sesuai prognosa
   penyaluran KPR FLPP untuk tahun 2022 yang sebesar Rp4.600 miliar. Pada tahun 2022 Perseroan juga
   mengajukan PMN 2023 sebesar Rp1.530 miliar, yang diperuntukan khusus untuk mendukung
   pembiayaan KPR Program dengan blending dana Perseroan dari penerbitan surat utang yang terlihat
   pada bagan berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   80
Page 120
                                           Gambar 3.8 Pengajuan PMN 2023




   PMN 2023 diperkirakan akan diterima pada triwulan III tahun 2023 dan seluruhnya akan disalurkan
   untuk pembiayaan KPR FLPP dengan total Rp5.320 miliar pada tahun 2023 sehingga detail rencana
   penggunaan PMN di tahun 2023 adalah sebagai berikut. Rencana penggunaan PMN untuk tahun
   2023 ini dapat berubah, menyesuaikan dengan realisasi penyaluran KPR FLPP di tahun 2022 dan
   waktu penerimaan PMN di tahun 2023.
                                Tabel 3.4 Rencana Penggunaan PMN Tahun 2023
                                                                                              dalam miliar Rupiah
                                                                   Tahun 2023
                 Keterangan                                                                             Total
                                               Triwulan I   Triwulan II   Triwulan III  Triwulan IV
   Proyeksi Penyaluran KPR FLPP                         766       1.188           1.386        1.980        5.320
   Penggunaan Dana Siaga Hasil Leverage                766          574             500          450        2.290
   PMN 2023                                              -            -               -        1.530        1.530
   Leverage PMN Tahun Sebelumnya                         -          614             886            -        1.500
   Total Penyaluran Dana KPR FLPP                      766        1.188           1.386        1.980        5.320

   Dalam rangka fungsi monitoring pada penyediaan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan
   penyaluran pinjaman baik konvensional maupun syariah, KPR FLPP, sebagaimana tahun-tahun
   sebelumnya, di tahun 2023 Perseroan kembali menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) rasio
   perhitungan pemenuhan pendanaan Perseroan. Target Perseroan untuk tahun 2023 atas IKU
   tersebut adalah antara 50,0% sampai dengan 70,0%. Rasio ini digunakan selain untuk memonitor
   kondisi keuangan Perseroan juga sebagai pengukur likuiditas Perseroan sehingga tetap terjaga.

   3.3.4.2.      Kegiatan Penugasan Khusus
   Saat ini Perseroan memiliki beberapa penugasan khusus yang diberikan oleh Pemerintah dan telah
   mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham antara lain Program KPR FLPP dan Program
   Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

   3.3.4.2.1.    Program Penurunan Beban Fiskal (KPR FLPP)



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                          RKAP 2023    81
Page 121
   Penyaluran pinjaman KPR Program pada tahun 2023 ditargetkan sebesar Rp5.320 miliar dengan tenor
   20 (dua puluh) tahun dan suku bunga 4,45% fixed selama masa pinjaman. Debitur penyaluran
   pinjaman KPR Program, yaitu Bank Pelaksana yang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama
   Pembiayaan dengan Perseroan. Dalam rangka meningkatkan volume dan penyalur KPR Program
   FLPP, Perseroan terus melakukan pendekatan kepada perbankan yang belum bekerjasama
   menyalurkan KPR Program. Dalam pelaksanaan transaksi penyaluran pinjaman untuk Penurunan
   Beban Fiskal, terdapat strategi dan rencana kerja 2023, yaitu:
    1. Perseroan melakukan pendekatan secara terus menerus kepada bank penyalur KPR FLPP yang
        belum menggunakan dana Perseroan;

    2. Untuk melaksanakan Program Penurunan Beban Fiskal pada KPR Program di tahun 2023,
        berdasarkan kajian yang telah diajukan kepada Pemegang Saham diperlukan dukungan PMN
        sebesar Rp1,53 triliun yang diperkirakan akan diterima Perseroan pada tahun 2023. Selain itu,
        Perseroan juga akan menerbitkan Surat Utang sebagai leverage PMN tahun 2023 sebesar Rp1,94
        triliun serta Surat Utang sebagai leverage PMN yang telah diterima tahun-tahun sebelumnya.
        Dengan 75% dana BP Tapera dan 25% dari SMF, total dana sebesar-besarnya yang dapat
        tersalurkan dalam bentuk KPR FLPP di tahun 2023 adalah sebesar Rp8,39 triliun yang diharapkan
        dapat memfasilitasi lebih dari 220 ribu rumah.

   3.3.4.2.2.    Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
   Pada tahun 2022, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) berganti nama menjadi Program
   Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dasar pelaksanaan TJSL Perseroan adalah:
   1. UU No. 19/2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
   2. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 05/MBU/04/2021 tanggal 20 April 2021
       Tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
   3. Surat Edaran Menteri Negara BUMN No. SE-07/MBU/2008 tentang Pelaksanaan PKBL.


   Bagi Perseroan, kegiatan TJSL selain merupakan kesempatan untuk meningkatkan visibilitas dan
   mempromosikan isu perumahan kepada publik. TJSL merupakan investasi dalam strategi branding
   perusahaan dan promosi isu perumahan.


   Di tahun 2022 Perseroan menggunakan sebagian dana TJSL dalam mendukung program pembiayaan
   homestay dan pembiayaan rumah di daerah kumuh. Selanjutnya di tahun 2023, Perseroan kembali
   menjalankan kedua program tersebut termasuk kegiatan sosial lainnya. Total nilai dana TJSL yang



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   82
Page 122
   disiapkan Perseroan di tahun 2023 adalah sebesar Rp10.320 juta atau sekitar 2,62% dari prognosa
   laba bersih Perseroan tahun 2022. Dengan anggaran tahun 2023 sebesar Rp10.320 juta, maka
   akumulasi dana TJSL sejak tahun 2018 adalah sebesar Rp19.336 juta (termasuk dana PK yang di-
   unfreeze tahun 2018), meliputi Program Pembiayaan kepada usaha mikro (Program Pembiayaan
   Homestay) sebesar Rp8.228 juta, dan kegiatan sosial, yaitu Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah
   Kumuh sebesar Rp8.108 juta dan Bantuan Sosial Kemasyarakatan (termasuk anggaran untuk kegiatan
   joint program SMV) sebesar Rp2.500 juta.


                          Tabel 3.5 Anggaran dan Penggunaan Dana TJSL Tahun 2023




   i. Program Pembiayaan Homestay
   Di tahun 2023, Perseroan berencana untuk tetap menjalankan Program Pembiayaan Homestay, di
   mana Perseroan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam
   mendukung pengembangan destinasi wisata khususnya pembiayaan homestay. Sesuai arahan dan
   fungsi dalam program tersebut, Perseroan bekerja sama dengan lembaga penyalur seperti BUMDes
   yang berperan sebagai penyalur kredit dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berperan
   sebagai pemberi rekomendasi penerima kredit. Program pembiayaan homestay bertujuan agar
   terdapat kemudahan sumber pembiayaan bagi masyarakat untuk memperbaiki kamar rumah yang
   akan disewakan kepada wisatawan. Dengan dilakukannya perbaikan homestay diharapkan
   wisatawan semakin memperpanjang masa tinggalnya di destinasi wisata di Indonesia. Dengan
   demikian, dapat diperoleh manfaat ekonomi, khususnya bagi pemilik, pekerja di bidang yang
   bersangkutan dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah homestay.


   Program pembiayaan homestay dilaksanakan dengan menggunakan dana Program Kemitraan (PK)
   Perseroan. Di tahun 2023, target pembiayaan homestay sebanyak 5 (lima) lokasi lain di daerah
   destinasi wisata, sesuai rencana Perseroan dalam RJPP. Anggaran pelaksanaan program pembiayaan
   homestay untuk tahun 2023 tidak dianggarkan dan akan menggunakan dana carry over atas anggaran
   tahun-tahun sebelumnya yang masih ada sebesar Rp8.228 juta (setelah dikurangi prognosa




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                            RKAP 2023   83
Page 123
   penggunaan di tahun 2022). Adapun rencana penggunaan anggaran untuk Program Homestay di
   tahun 2023 adalah sebesar sisa anggaran tersebut.


  ii. Program Pembiayaan Rumah di Daerah Kumuh
   Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang
   cukup tinggi dapat menimbulkan kesenjangan antara supply dan demand, yang kemudian
   memunculkan backlog perumahan. Pada beberapa kota besar, tingginya harga sewa dan atau/ harga
   beli perumahan tidak dapat dijangkau oleh masyarakat miskin yang memiliki daya beli rendah.
   Sehingga hal ini memunculkan masalah baru, yakni berkembangnya daerah kumuh di lahan kosong
   sekitar kota, menempel di pinggiran sungai, rel kereta api dan tempat-tempat lainnya yang tidak
   memenuhi syarat kelayakan tinggal. Pemerintah melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh)
   bertekad untuk mengatasi daerah kumuh yang dihadapi hampir setiap kota besar. Sehubungan
   dengan program tersebut, Menteri Keuangan juga memberikan mandat kepada Perseroan untuk
   memberikan dukungan perbaikan permukiman di daerah kumuh. Program ini selain sebagai inisiatif
   Perseroan, namun juga sebagai tindak lanjut dukungan Perseroan terhadap Sustainable Development
   Goals (SDG), khususnya Goals ke-11, yaitu Sustainable Cities and Communities.


   Pada tahun 2023 Perseroan menargetkan 5 (lima) lokasi yang tersebar di beberapa wilayah di
   Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp8.108 juta yang seluruhnya ditargetkan untuk dapat
   digunakan di tahun 2023.

   3.3.4.3.      Kegiatan Pendukung
   3.3.4.3.1.    Implementasi atas Perluasan Mandat Perseroan
   Dengan telah terbitnya Peraturan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2020 tentang Perubahan
   Kedua atas Peraturan Pemerintah tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indoneia untuk
   Pendirian Perusahaan Perseroan di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan, dan Peraturan
   Presiden Republik Indonesia No. 100 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden
   No. 19 tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, dimana pada kedua regulasi tersebut
   didalamnya membuka peluang Perseroan untuk melakukan kegiatan usaha baru Perseroan dalam
   rangka perluasan peran Perseroan.


   Dalam rangka menjalankan perluasan mandat yang telah diberikan, Perseroan telah memiliki
   kerangka perluasan usaha sampai dengan tahun 2026. Untuk program penyaluran pembiayaan
   Kredit Konstruksi dan Kredit Mikro Perumahan di tahun, Perseroan akan melanjutkan kedua program



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                            RKAP 2023   84
Page 124
   tersebut sebagaimana telah dijlankan di tahun 2022 ini. Selain itu, Perseroan juga akan mencoba
   merealisasikan penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR Sewa/Beli. Di samping itu, Perseroan juga
   akan melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha, penjajakan keterlibatan Perseroan dalam
   program KPBU Perumahan, penjajakan penerbitan Covered Bond, penjajakan untuk Reverse
   Mortgage.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                            RKAP 2023   85
Page 125
   3.3.4.3.2.    Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan


   Menyadari arti penting peranan Teknologi Informasi (TI) didalam proses bisnis Perseroan, maka
   seluruh kebijakan TI yang berlaku terus ditinjau dan dievaluasi, serta diperbaharui secara berkala
   apabila diperlukan agar senantiasa selaras dengan kebutuhan bisnis Perseroan dan dinamika bisnis
   yang terjadi. Selain kebijakan TI, Perseroan melakukan peninjauan terhadap Rencana Strategis TI
   atau Rencana Jangka Panjang TI agar dapat diselaraskan dan diarahkan untuk mendukung pencapaian
   Rencana Kerja Perseroan.


   Perseroan berkomitmen akan terus menyempurnakan sistem TI dengan fokus pada perencanaan
   road map TI demi terwujudnya layanan yang optimal dan prima kepada para pemangku kepentingan
   Perseroan. Pada tahun 2023 Divisi TI akan menjalankan strategi Perseroan, yaitu dengan tema
   Harmonisasi Kebutuhan Perseroan dengan Teknologi Informasi – Business Architecture yang akan
   diimplementasikan melalui:
   1. pendefinisian strategi, fungsi dan proses bisnis serta organisasi sehingga dapat tersusun
       kebutuhan operasional terhadap pemanfaatan orkestrasi teknologi;
   2. penyusunan perspektif data (Data Architecture) dengan menyertakan entitas bisnis dalam
       pengelolaan data dan reporting yang akan dihasilkan;
   3. pengembangan dan pemutakhiran Sistem Aplikasi – Application Architecture seperti Core
       Application, Platform Perseroan, Komponen Aplikasi;
   4. pemanfaatan teknologi Service Object Architecture (SOA) untuk mengatur dan memanfaatkan
       serta mendistribusikan informasi dalam platform yang berbeda; dan
   5. pembangunan Arsitektur teknologi yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan
       kapasitas yang diperlukan dalam mendukung kebutuhan operasional Perseroan.

   Selain menjalankan strategi Perseroan, Divisi TI menjalankan kegiatan utama antara lain:
   1. Melakukan pengembangan sistem untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan
       bisnis dan operasional dengan menggunakan metode dan tahapan sebagai berikut:
            a. Identifikasi kebutuhan
            b. Perencanaan
            c. Perancangan
            d. Pengembangan
            e. Pengujian




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   86
Page 126
            f.   Implementasi
            g. Pemeliharaan
   2. Mendukung kegiatan dan kebutuhan untuk Bisnis dan Eksternal dalam bentuk pendampingan
       yang bersifat strategis untuk menentukan skala prioritas pekerjaan Teknologi Informasi.
   3. Melakukan pemantauan ketersediaan kapasitas Infrastruktur dan Operasional Teknologi
       Informasi untuk kebutuhan Production & Development
   4. Melakukan Audit Teknologi Informasi dan Assessment Security - Penetration Test


   Dalam menjalankan kegiatan utama tersebut terdapat program kerja yang akan dilakukan di tahun
   2023, antara lain adalah sebagai berikut.
   1. Melakukan pengembangan Teknologi dan Informasi pada Infrastruktur Data Warehouse,
       peningkatan layanan teknologi informasi serta sosialisasi penerapan kerangka IT Service
       Management.
   2. Melakukan pemutakhiran core system pada layanan Akuntansi Keuangan dan Pengelolaan
       Operasional.
   3. Melakukan pengembangan Sentralisasi Autentikasi yang mencakup persiapan Implementasi
       SIngle-sign-on (kajian terhadap risiko dan strategi pemilihan teknologi), uji coba penerapan
       Single-sign-on (Piloting) dan implementasi Single-sign-on secara menyeluruh serta review
       terhadap implementasi Single-sign-on.
   4. Mengembangkan Sistem Kolaborasi dengan melakukan perancangan ulang Core System
       Perseroan dan Sistem Pendukung lainnya.
   5. Melakukan pengembangan Manajemen Keamanan yang Terpusat berupa Kajian penerapan dan
       implementasi Security Incident and Event Management (SIEM) serta peningkatan Capability
       untuk penerapan dan penggunaan SIEM.
   6. Melakukan pengembangan dan perbaikan arsitektur Development & Production Server yang
       terpisah antara Bisnis Konvensional dan Bisnis Syariah.
   7. Melakukan penilaian, perancangan serta collocation infrastruktur Data Center.


   Selain pemenuhan sistem TI untuk kegiatan Perseroan saat ini, Perseroan juga akan fokus dalam
   pengembangan sistem TI sebagai dukungan atas perluasan mandat dari Pemegang Saham kepada
   Perseroan. Dalam implementasinya di tahun 2022, Perseroan melakukan asesmen IT Maturity Level,
   begitupun untuk 2023, Perseroan juga akan mengukur IT Maturity Level dengan target skor 2 dalam




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   87
Page 127
   mengukur kesiapan Perseroan dalam bertransformasi menuju industry 4.0 yang sejalan dengan
   Rencana Jangka Panjang Perseroan 2022-2026.


   3.3.4.3.3.    SDM yang Berkualitas dan Berkinerja Tinggi
   Secara garis besar, mengacu pada road map Human Capital Management System di tahun 2023,
   Perseroan berencana untuk melaksanakan 5 (lima) inisiatif, yaitu: (1) Digital Culture, (2) Digital
   Mindset, (3) Process Automation, (4) Data Integration, dan (5) Optimizing Knowledge Management.
   Kelima inisiatif yang dibangun tentunya merupakan bentuk tranformasi digital dan penguatan dalam
   menciptakan SDM yang berkualitas.


                                       Gambar 3.9 Strategi SDM Tahun 2023




   Implementasi atas inisiatif strategis ini dilakukan dalam rangka mendukung proses transformasi
   digital Perusahaan sehingga mampu mendorong akselerasi bisnis sesuai perluasan mandat dari
   pemegang saham melalui proses bisnis yang efektif dan efisien. Selain itu Perseroan juga tetap
   melanjutkan program Talent Management System dan juga melanjutkan penilaian Organization
   Health Index (OHI) dengan target skor 73, sebagaimana yang telah dilakukan di tahun 2022.
   Perseroan juga telah mencadangkan alokasi biaya human capital untuk pengembangan, riset dan
   inovasi dalam rangka meningkatkan kapabilitas dan kompetensi SDM, termasuk juga terkait dengan
   green economy sesuai Aspirasi Pemegang Saham.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   88
Page 128
   3.3.4.3.4.    Pelaksanaan Asesmen GCG
   Dalam rangka memastikan kualitas penerapan Good Corporate Government (GCG) tetap baik,
   Perseroan akan untuk melakukan asesmen secara periodik setiap tahun. Target skor GCG ditargetkan
   senantiasa meningkat setiap tahun selaras dengan upaya Perseroan untuk terus berkembang dan
   berinovasi berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, independensi dan fairness. Pada tahun
   2023, Perseroan menargetkan penerapan GCG Perseroan dengan skor akhir sebesar 87 atau kategori
   SANGAT BAIK. Kelima aspek yang akan dinilai antara lain aspek komitmen, aspek Pemegang Saham,
   aspek Dewan Komisaris, aspek Direksi, dan aspek keterbukaan.

   3.3.4.3.5.    Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
                 Internasional
   Salah satu sinergi yang dibangun oleh Perseroan dengan lembaga internasional, yaitu Perseroan telah
   tergabung dalam ASMMA yang terdiri atas Cagamas (Malaysia), Japan Housing Finance Agency
   (Jepang), Kazakhstan Mortgage Company (Kazakhstan), Korea Housing Finance Corporation (Korea),
   Mongolian Mortgage Corporation (Mongolia), National Home Mortgage Finance Corporation
   (Filipina), Pakistan Mortgage Refinance Company (Pakistan), State Mortgage Company (Kyrgyztan)
   dan PT SMF (Indonesia). Selain itu, Perseroan juga terlibat secara aktif dalam ISMMA yang
   beranggotakan perusahaan pembiayaan sekunder perumahan seluruh dunia. Kedua asosiasi tersebut
   melakukan pertemuan secara rutin setiap tahunnya dan Perseroan berusaha untuk mengikuti setiap
   pertemuan yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan industri perumahan di negara lain
   sebagai perbandingan.

   Di tahun 2023, melihat kondisi Pandemi COVID-19 yang diperkirakan telah menurun, seluruh anggota
   ISMMA dan ASMMA telah sepakat untuk mulai melakukan pertemuan-pertemuan yang bersifat fisik,
   sehingga Perseroan akan mulai menghadiri beberapa pertemuan di negara lain sepanjang
   mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham. Selain itu untuk menjaga kerjasama yang telah
   dibangun selama ini sudah sangat baik, Perseroan juga akan tetap menjalin komunikasi, pertukaran
   data untuk kegiatan bersama lainnya secara daring.

   Perseroan juga akan melanjutkan penyusunan Kajian sektor Perumahan di Indonesia yang
   berkolaborasi dengan Japan Housing Finance dan Kementerian PUPR yang saat ini tengah berjalan di
   tahun 2022, dan tidak menutup kemungkinan Kerjasama lainnya dengan lembaga luar negeri dalam
   mendukung sektor perumahan dan pembiayaan perumahan di Indonesia.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   89
Page 129
   3.3.4.4.      Kegiatan Perseroan Lainnya
   Dalam mendukung sektor pembiayaan perumahan dan sebagai Special Mission Vehicle (SMV)
   Pemerintah, di tahun 2022 Perseroan akan tetap membuka peluang untuk membentuk ataupun
   berinvestasi langsung pada perusahaan pembiayaan atau perusahaan yang bergerak di bidang
   properti, setelah mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan juga
   senantiasa siap untuk menjalankan kegiatan lain berupa inisiatif dalam mendukung sektor
   perumahan, sepanjang inisiatif tersebut mendapat persetujuan dari Pemegang Saham.

   3.3.4.4.1.    Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham

   Untuk tahun 2023, Perseroan tetap akan melakukan kegiatan serupa dengan tahun 2022. Namun,
   dengan adanya rencana pemberian PMN kepada Perumnas di tahun 2022, terdapat kemungkinan
   terjadinya perubahan terhadap kondisi serta proyeksi keuangan Perumnas, sehingga Perseroan perlu
   melakukan penyesuaian dan monitoring terhadap status perbaikan kondisi Perumnas.

   Sedangkan dalam penugasan khusus lainnya, yaitu terhadap anak perusahaan PT SEG dan Entitas
   Anak, pada tahun 2023, strategi yang akan dilakukan Perseroan adalah:

   1. melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala atas pencapaian RKAP PT SEG dan Entitas
       Anak di tahun 2023 sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya;
   2. melakukan pendampingan pengawasan proyek serta pendampingan dalam pendekatan kepada
       investor proyek PT SEG dan Entitas Anak;
   3. melakukan pendampingan dalam rencana pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah Pusat
       kepada PT SEG dan Entitas Anak sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 154/PMK/06/2020
       tentang Pengelolaan Aset Eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional oleh Menteri Keuangan.
   Perseroan juga berencana untuk menambah kepemilikan saham pada PT SEG dan Entitas Anak,
   terlebih dengan adanya rencana Penyertaan Modal Pemerintah Pusat (PMPP) oleh Pemerintah
   kepada PT SEG dalam wujud non tunai berupa lahan, dimana saham kepemilikan Perseroan pada PT
   SEG dan Entitas Anak berpotensi untuk terdilusi. Penambahan kepemilikan saham ini tentu akan
   terlebih dahulu dikaji secara matang dan diusulkan untuk menerima persetujuan dari Pemegang
   Saham.

   Adapun untuk PT SEG, Perseroan memiliki action plan hingga tahun 2026 yang dapat dilihat pada
   gambar berikut ini.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   90
Page 130
                                      Gambar 3.10 Action Plan untuk PT SEG




   3.3.4.4.2.    Perluasan Sumber Dana Perseroan
   Dalam rangka mendukung kegiatan bisnis saat ini, Perseroan secara rutin menerbitkan Surat Utang
   sebagai salah satu sumber dana Perseroan selain dari PMN yang diterima. Pada tahun 2023,
   Perseroan akan terus menjajaki sumber dana jangka panjang lainnya seperti pinjaman bilateral dan
   two step loan. Selain itu, sesuai dengan amanat dan arahan Pemerintah untuk menerapkan kegiatan
   yang berbasis lingkungan dalam rangka mengatasi kondisi climate change, Perseroan juga akan
   mengkaji kemungkinan untuk menerbitkan sustainability bond diantaranya green bonds maupun
   social bonds yang kajiannya sedang dalam tahap penyusunan pada akhir tahun 2022 ini. Pada tahun
   2022, Perseroan telah bergabung dengan Task Force Indonesian Green and Affordable Housing
   Program (IGAHP) yang diinisasi oleh Kementerian PUPR dan di tahun 2023, Perseroan akan
   melanjutkan kegiatan tersebut bersama dengan Kementerian PUPR dan stakeholder perumahan
   lainnya.

   3.3.4.4.3.    Penyusunan Kajian-kajian Bisnis Perseroan
   Sebagai salah satu Perseroan yang didirikan Kementerian Keuangan untuk dapat meningkatkan pasar
   pembiayaan sekunder perumahan, Perseroan dituntut untuk terus melakukan pengembangan atas
   bisnis yang dijalankan. Dalam proses pengembangan bisnis tersebut, harus diawali dengan adanya
   kajian yang akan menjadi pedoman dalam setiap bisnis yang akan dijalankan. Di tahun 2023,
   Perseroan berencana untuk menyusun kajian penambahan anak perusahaan tahap 2 dalam rangka
   penambahan anak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan khusus perumahan, baik melalui




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   91
Page 131
   proses akuisisi maupun pendirian anak usaha baru, namun hal ini tergantung atas persetujuan dari
   Pemegang Saham atas kajian tahap 1 di tahun 2022.

   Selain kajian tersebut, Perseroan juga akan tetap menyusun berbagai kajian untuk mendukung bisnis
   yang sudah dan akan dijalankan sekaligus menangkap peluang-peluang bisnis sesuai dengan
   perluasan mandat Perseroan. Selain itu, Perseroan juga tetap mempersiapkan kajian-kajian yang
   perlu untuk disusun apabila mendapat penugasan khusus dari Pemegang Saham. Dalam penyusunan
   kajian, Perseroan bekerjasama dengan konsultan dalam melakukan analisis kajian sesuai dengan
   kebutuhan dan tidak menutup kemungkinan adanya Kerjasama dengan Perguruan Tinggi nasional.
   Sampai dengan saat ini Perseroan telah melakukan analisis kajian Perseroan dalam rangka
   memperluas kegiatan usaha dengan beberapa Perguruan Tinggi Nasional.

   3.3.4.4.4.    Optimalisasi Pendapatan Perseroan Melalui Investasi pada Efek BUMN Lain
   Untuk melakukan optimalisasi pendapatan dan sinergi dengan BUMN lainnya, Perseroan berencana
   untuk melakukan investasi pada efek BUMN lain. Langkah ini akan tetap memperhatikan kesesuaian
   dengan peraturan pelaksana dari Pemegang Saham.

   3.3.4.4.5.    Sinergi Dengan Berbagai Pihak
   Sebagai salah satu Perusahan BUMN yang seluruhnya dimiliki oleh Kementerian Keuangan, SMF
   diminta dapat terus meningkatkan perannya baik dari kegiatan usaha maupun kegiatan sosial yang
   salah satunya dilakukan dengan bersinergi dengan BUMN Kementerian Keuangan lainnya. Di tahun
   2023, Perseroan tetap membuka peluang untuk bersinergi dengan berbagai pihak baik dalam
   melaksanakan perluasan mandat, mendukung ekosistem perumahan di Indonesia, mendorong
   peningkatan sektor perumahan, serta membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak
   dan terjangkau. Perseroan juga akan melakukan sinergi dengan unit vertikal Direktorat Jenderal
   Kekayaan Negara (DJKN) dalam mendukung program pembangunan nasional serta untuk lebih
   mengenalkan peran Perseroan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah.

   3.3.4.4.6.    Greenship Associate
   Dalam rangka mendukung Pemerintah untuk menangani isu krisis iklim, Perseroan menerapkan
   proses bisnis yang dapat mengurangi emisi gas karbon melalui kegiatan usaha berkelanjutan dengan
   melaksanakan Program Greenship Associates yang telah dilakukan sejak tahun 2021. Untuk tahun
   2023, seluruh program Greenship Associates yang telah berjalan di 2023 tetap dijalankan dan
   dilanjutkan di 2023 namun bagian yang membawahi kegiatan yang telah berjalan adalah dari Divisi




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   92
Page 132
   SDM Umum bagian Umum. Sehingga untuk tahun 2023 tidak ada program kegiatan yang dibawahi
   secara langsung oleh tim Greenship Associate.

   3.3.4.4.7.    Kontribusi Perseroan terhadap Ibu Kota Negara
   Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 235/KMK.01/2022 tentang Pembentukan Tim
   Pendukung Kementerian Keuangan untuk Ibu Kota Negara, Perseroan telah ditunjuk sebagai anggota
   tim pendukung kementerian keuangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) bidang pendanaan dan kerja
   sama Pemerintah dan Badan Usaha. Dengan telah diputuskannya KMK tersebut, Perseroan selaku
   SMV yang bergerak dalam Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan siap mendukung Pemerintah
   dalam membangun Ibu Kota Negara. Sampai dengan saat ini, Perseroan telah melakukan berbagai
   diskusi dengan berbagai stakeholder terkait dengan peran yang akan dilakukan dalam pembangunan
   IKN. Di samping itu, dalam menjalankan mandat ini Perseroan perlu mendapatkan arahan dan
   persetujuan dari Pemegang Saham dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

   3.3.4.4.8.    Komunikasi Pencapaian Perseroan kepada Masyarakat
   Untuk meningkatkan awareness dari masyarakat Indonesia atas kehadiran Perseroan dalam
   kontribusinya membantu Pemerintah dalam menurunkan beban fiscal pada bidang Perumahan, saat
   ini Perseroan membuat tim taskforce Konten APBN dalam rangka membantu Pemerintah dalam
   mengkampanyekan penggunaan dana APBN untuk Pembiayaan Perumahan FLPP dengan
   menggunakan strategi Digital Campaign melalui Digital Aset Perseroan guna menyusun strategi
   komunikasi yang baik dan efektif. Optimalisasi media online menjadi prioritas utama yang dapat
   membantu Perseroan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat secara massive dan efektif.
   Selain melalui media online, Perseroan juga menjaga hubungan baik dengan media massa dalam
   membantu Perseroan untuk mengkomunikasikan pencapaian sesuai dengan target pembaca dari
   masing-masing media yang digunakan. Harapannya untuk tahun 2023, kehadiran Perseroan dalam
   mengembangkan ekosistem Perumahan dapat diketahaui dan dirasakan kebermanfaatnya bagi
   seluruh rakyat Indonesia.

   3.3.4.4.9.    Melakukan Penjajakan Skema Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam
                 Pengembangan Pembiayaan Mikro Perumahan
   Isu di dalam sektor perumahan saat ini masih didominasi terkait dengan isu atas akses kepemilikan
   rumah, walaupun dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa isu ketersediaan rumah
   layak huni jauh lebih besar dibandingkan dengan isu kepemilikan. Rumah layak huni memiliki dampak
   langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan modal penting bagi



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   93
Page 133
   pembangunan nasional. Berdasarkan data Susenas pada bulan Maret 2021, dari 29,6 juta rumah tidak
   layak huni, 19,1 juta terkait isu air bersih dan sanitasi layak (setara dengan 64,5%). Dari 19,1 juta
   tersebut, jika dilihat dari desil terkonsentrasi di rumah tangga miskin dan rentan (Desil 1-3). Terkait
   hal tersebut, Perseroan siap mendukung program pemerintah dalam melakukan pengembangan
   Pembiayaan Mikro Perumahan khusus untuk sanitasi dan air bersih, dalam rangka peningkatan
   kualitas rumah menjadi layak huni melalui skema OIP dengan mendapatkan arahan dan persetujuan
   dari Dewan komisaris dan Pemegang Saham.

   3.3.4.4.10. Rencana Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi

   Saat ini Perseroan belum memiliki jaringan kantor atau saluran distribusi dan di tahun 2023 belum
   ada rencana untuk membuka jaringan di daerah lain.

   3.3.5.         Program Kerja Organisasi
   3.3.5.1.       Divisi Sekuritisasi dan Penugasan Khusus
    Program Strategis
          Melaksanakan sosialisasi edukasi EBA kepada target investor, regulator, dan stakeholder
     A
          lainnya yang dilaksanakan mendekati waktu penerbitan EBA SP di tahun 2023
          Sosialisasi kepada perbankan penyalur KPR, untuk menarik minat menjadi originator pada
     B
          proses sekuritisasi.
          Menyusun strategi dan berkoordinasi dalam pelaksanaan program Pemerintah di bidang
     C
          pembiayaan perumahan.
          Berkoordinasi dan bersinergi dengan stakeholder terkait di ekosistem perumahan dalam
     D
          rangka mendukung kepemikan rumah yang layak dan terjangkau di Indonesia.
          Sosialisasi dan pendekatan kepada stakeholder terkait kegiatan atau inovasi di luar bisnis
     E
          utama Perseroan.
    Kegiatan Rutin
      A       Penyusunan struktur dan pelaporan rutin EBA
              Marketing EBA Retail kepada investor melalui sosialisasi secara offline, online, ataupun
      B
              memanfaatkan sosial media.
              Monitoring, evaluasi, dan menjalankan tugas Perseroan selaku Pelaksana Investasi
      C
              Pemerintah untuk program PEN Perumnas.

   3.3.5.2.       Divisi Pembiayaan Korporat dan Ritel
    Program Strategis
          Melaksanakan FGD kepada Penyalur KPR yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan
     A
          mengetahui kebutuhan pasar atas produk-produk baru yang akan dijalankan
     B    Melaksanakan seminar yang dikhususkan kepada Bank Umum, BPD dan Multifinance
          Melakukan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders perumahan dalam melakukan
     C
          sosialisasi program pembiayaan perumahan untuk mendorong penyaluran KPR
          Sosialisasi Pembelian KPR dengan target agar penyalur KPR dapat memasukkan penjualan KPR
     D
          pada RBB-nya



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   94
Page 134
    Program Strategis
      E   Bersinergi dengan TI dalam mengimplementasikan sistem pendukung pembiayaan KPR/PPR
          Mensinergikan produk Perseroan dengan produk utama segmen yang disasar, seperti BPD
     F
          melalui produk Multiguna Perumahan.
    Kegiatan Rutin
          Memasarkan program pelatihan dan pendampingan bagi klien bank umum, BPD, Multifinance,
     A
          dan Lembaga Keuangan lainnya.
     B    Monitoring jumlah Penyaluran Pinjaman

   3.3.5.3.      Divisi Tresuri dan Hubungan Investor
    Program Strategis
           Penerbitan surat utang melalui penawaran terbatas, penawaran umum dan atau penerbitan di
     A
          luar negeri, termasuk thematic bond (green/social/sustainability bond)
     B     Pembelian SUN dan efek yang diterbitkan BUMN lain dalam rangka pengelolaan likuiditas
           Mempertahankan dan menambah fasilitas kredit dari Bank Pemerintah, Bank Swasta dan Bank
     C
           Asing
     D     Membuka dan menjajaki kemungkinan kerja sama bilateral dengan investor
           Menjadi market maker EBA pada pasar sekunder baik melakukan penjualan kepada investor
     E
           institusional maupun investor individu
     F     Implementasi Pedoman Lingkungan Hidup dan Sosial (ESS).
           Menjalin kerja sama dengan sister companies untuk potensi sinergi pendanaan dan optimalisasi
     G
           pendapatan.
    Kegiatan Rutin
           Mengoptimalkan likuiditas yang ada, baik dalam penempatan deposito, SUN, efek BUMN lain,
     A
           maupun EBA
           Melakukan pertemuan secara berkala baik dari Bank Daerah, Bank Syariah maupun Bank
     B
           Swasta Nasional terkait penempatan dana
     C     Komunikasi aktif secara berkala kepada investor lokal dan atau investor asing
      D       Menggunakan fasilitas jangka pendek yang tersedia untuk menjaga likuiditas

   3.3.5.4.      Riset dan Ekonomi
    Program Strategis
     A    Menyusun kajian terkait dampak sosial ekonomi dan sektor perumahan
      B       Menyusun policy brief kaitannya dengan ekosistem perumahan
      C       Menyusun stress test macroeconomic
      D       Pemenuhan kebutuhan data untuk Pokja Ekosistem Perumahan
    Kegiatan Rutin
      A       Market update dalam rapat ALCO
      B       Market update kepada penyalur KPR dan investor
      C       Menyusun biweekly report
      D       Pemenuhan data untuk unit kerja lain



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023   95
Page 135
   3.3.5.5.      Divisi Teknologi Informasi
    Program Strategis
     A Security Blueprint and Framework
     B Persiapan ISO 27001
     C    Security Information and Event Management
     D Core System Reingeneering
     E    Pengembangan Sistem Pendukung core system
     F    Pengembangan Sistem Pendukung Bisnis & Operasional
     G Pengembangan API Management
     H Web Application Firewall (WAF) - DC dan DRC
     I    Pemutakhiran dan Pengembangan DC dan DRC
          Melakukan peningkatan kapasitas Sumber Daya Teknologi Informasi melalui Pelatihan dan
     J
          Pendampingan
     K    Pengadaan dan instalasi Network Infrastruktur
     L    Peningkatan Server & Storage Infrastruktur
     M Pengembangan Office Collaboration Tools
     N Implementasi dashboard monitoring sistem IT
    Kegiatan Rutin
     A Pengadaan perlengkapan IT dalam mendukung kinerja Perseroan
     B Penyediaan internet Perseroan
     C    Sewa perangkat dan jasa IT
     D Audit Teknologi Informasi
     E    Pemeliharaan dan perbaikan komputer

   3.3.5.6.      Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Perubahan
    Program Strategis
      A       Menyusun Kajian PMN 2024
      B       Menyusun RAKB 2024
      C       Kajian Lanjutan pendirian Anak Perusahaan dibidang Pasar Pembiayaan Primer Perumahan
      D       Membuat Dashboard, Pedoman, dan Road Map Project Management Officer (PMO)
      E       Melakukan kajian Reverse Mortgage dan KPR Sewa beli
    Kegiatan Rutin
     A    Menyusun RKAP 2024
      B       Menyusun laporan rutin kepada pihak eksternal diantaranya regulator dan Pemegang Saham
      C       Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Anak Perusahaan
      D       Monitoring kegiatan utama dan kegiatan penugasan khusus Perseroan
      E       Melakukan monitoring terhadap BSC Perseroan dan Direktorat
      F       Menjaga hubungan baik dengan anggota PPSP negara lain
      G       Melakukan Benchmarking dan sosialisasi untuk kegiatan PMO dan CM



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                              RKAP 2023   96
Page 136
   3.3.5.7.       Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan
    Program Strategis
          Penyempurnaan Metodologi Kebijakan/Kertas Kerja terkait Penyempurnaan Perhitungan
     A
          Profil Risiko Pasar dan Likuditas, Penilaian Profil risiko terkait UUS dan juga Stress Test
     B    Penyusunan Kebijakan terkait Business Continuity Management
      C       Kalibrasi Metodologi Rating dan Limit Internal
      D       Sosialisasi Risk Culture
      E       Evaluasi/Shadow Scoring GCG
      F       Assessment GCG
      G       Gap Analysist Parameter Pengujian Kepatuhan
    Kegiatan Rutin
      A       Pengembangan/training Divisi MRK
      B       Kegiatan Shadow Scoring Maturity Risk
      C       Meeting Koordinasi Internal dan Eksternal
      D       Melakukan pemutakhiran kebijakan kepatuhan sesuai regulasi yang ada
      E       Melakukan review atas Kebijakan dan Prosedur yang sudah ada
      F       Melakukan sosialisasi LHKPN dengan KPK
      G       Melakukan monitoring pemenuhan kepatuhan

   3.3.5.8.       Satuan Pengawasan Internal
    Program Strategis
       A      Assessment Maturity Risk Tahunan Perseroan
    Kegiatan Rutin
       A      Audit Laporan Keuangan Tahunan oleh KAP
       B      Assessment QAIP oleh konsultan independen
       C      Bimbingan Teknis terkait GRC
      D       Pendampingan Optimalisasi Audit Management System (AMS)
       E      Pemeliharaan Teammate
       F      Pemeliharaan Dashboard Divisi melalui Power BI
      G       Mengikuti Forum Audit Internal
      H       Monitoring tindak lanjut rekomendasi
       I      Menjadi mitra kerja audit eksternal
       J      Melakukan penugasan khusus dari Direksi




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023      97
Page 137
   3.3.5.9.      Sekretariat Perusahaan
    Program Strategis
          Melakukan kampanye secara terkonsep, berkala dan terus menerus melalui berbagai channel
     A
          media baik owned media maupun eksternal untuk meningkatkan reputasi perseroan
          Melakukan kegiatan sosialisasi/edukasi mengenai korporasi termasuk produk yang sesuai
     B
          dengan sasaran dan kebutuhan pemangku kepentingan
    Kegiatan Rutin
          Menyusun dan memonitor kalender event korporasi dan mengatur jadwal layanan
     A
          pendampingan Direksi dan Dewan Komisaris
     B Melakukan sosialisasi & komunikasi kepada internal melalui E-magazine & CEO Message

   3.3.5.10.     Divisi Keuangan dan Penyelesaian Transaksi
    Program Strategis
     A Penerapan PSAK terkini lainnya yang harus diimplementasikan Perseroan
          Memberikan dukungan dalam aspek perlakuan akuntansi dan perpajakan terhadap model
     B
          bisnis baru yang akan dikembangkan Perseroan di tahun 2023
          Meningkatkan delivery time atas penyajian laporan keuangan yang dibutuhkan Perseroan,
     C
          pemegang saham dan regulator
    Kegiatan Rutin
          Menyusun tools rekomendasi dalam aspek keuangan untuk rencana investasi dan beban
     A
          tertentu kepada manajemen Perseroan
          Menyajikan simulasi laporan keuangan sesuai dengan kondisi perekonomian terkini guna
     B
          mendukung strategi kinerja Perseroan
     C    Memastikan terlaksananya transaksi sekuritisasi dan penyaluran pembiayaan
     D Melakukan perhitungan CKPN untuk pemenuhan PSAK 71

   3.3.5.11.     Divisi Sumber Daya Manusia & Umum
    Program Strategis
      A     Pengembangan organisasi sesuai strategi perusahaan dan perluasan mandat Perseroan
      B     Menjalankan Talent management, Career Management dan Succesion Planning Program
      C     Melakukan peningkatan employee well being melalui strategi Reward Management
      D     Implementasi program internalisasi budaya perusahaan yang berbasis digital
            Melakukan pengayaan aplikasi sistem SDM (HRIS, KMS, LMS, dll) yang mendukung employee
      E
            data integration dan process automation
      F     Melakukan people analytics untuk mendorong kinerja dan employee enggagment
      G     Melakukan pengembangan Knowledge Management System
      H     Perbaruan Job Evaluation serta Struktur Skala Upah
      I     Renovasi Gedung SMF 1, SMF 4 dan SMF 5
      J     Dukungan Perseroan terhadap kampanye net zero emission dengan pembelian REC
      K     Implementasi Green Building Program
      L     Implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3)




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                            RKAP 2023     98
Page 138
    Program Strategis
     M      Pemanfaatan Gedung SMF 3 sebagai Training & Learning Centre
      N     Peningkatan Pengelolaan Manajemen Fasilitas
    Kegiatan Rutin
      A     Pelatihan dan pengembangan karyawan berbasis kompetensi dan sesuai kebutuhan bisnis
      B     Menjalankan operasional pengelolaan karyawan (payroll, administrasi kehadiran, dll)
      C     Menjalankan sistem penilaian kinerja yang mendorong produktivitas karyawan
      D     Pemeliharaan dan perawatan gedung, kendaraan dan pelayanan kebersihan
      E     Penerapan asuransi gedung, kendaraan dan barang operasional
      F     Pelayanan komunikasi telephone dan dokumen
      G     Pelayanan utilitas listrik, PAM, telkom, kebutuhan dapur dan perlengkapan elektrik
      H     Pengadaan perlengkapan kantor dan barang cetakan
      I     Pelayanan humas, sponsorship dan rapat operasional
      J     Pemesanan transportasi dan akomodasi
      K     Pelayanan katering makan siang

   3.3.5.12.     Bagian Hukum
    Program Strategis
     A Kajian implementasi Tanda Tangan Kontrak Elektronik
     B Kajian Hukum Produk Reverse Mortgage
     C    Pendirian Anak Usaha
    Kegiatan Rutin
     A Pemenuhan kelengkapan legal RUPS RKAP 2024
     B Pemenuhan kelengkapan legal RUPS Tahun Buku 2023
     C    Pemenuhan kelengkapan legal PMN 2023
     D Pemenuhan kelengkapan legal RUPS LB lainnya
     E    Penggunaan Jasa Hukum
     F    Pemenuhan kelengkapan legal Pemberhentian dan Pengangkatan DPS
     G Pemenuhan kelengkapan legal dalam Pengadaan Perlengkapan Kantor

   3.3.5.13.     Unit Pengadaan
    Kegiatan Rutin
     A Vendor Gathering
     B Sosialisasi Penyusunan KAK dan HPS
     C    Sertifikasi Pengadaan
     D Rencana Umum Pengadaan Tahunan dan Evaluasi Kebijakan PBJ
     E    Sinergi Procurement SMV
     F    Sosialisasi Kebijakan PBJ dan Training Eproc




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   99
Page 139
   3.3.5.14.     Bagian Operasional Kredit
    Program Strategis
          Pembaharuan Kebijakan Internal terkait Pedoman Administrasi Kredit dan Juknis Collateral
     A
          Due Diligence
     B Pengembangan Sistem terkait Administrasi Kredit
     C    Menjaga Hubungan Baik dengan Counterpart (BP Tapera, Bank Kustodian, dan OJK)
    Kegiatan Rutin
     A Pengecekan SLIK dan Slicing DKT
     B Collateral Due Diligence
     C    Pengecekan NPP dan dokumen administrasi
     D Pengecekan tagihan angsuran Pembiayaan Komersial dan FLPP
     E    Monitoring Rasio Agunan
     F    Rekonsiliasi Data Prepayment FLPP
     G Pembuatan Surat Instruksi arahan Transaksi EBA-SP


   3.4.           Rencana Anggaran
   3.4.1.        Asumsi Keuangan
   Dalam menyusun RKAP 2023, Perseroan menyusun asumsi internal sebagai dasar pelaksanaan
   operasionalnya, yaitu sebagai berikut:
   a. Sekuritisasi sebesar Rp750 miliar.
   b. Penyaluran pinjaman baru sebesar Rp10.397 miliar, yang terdiri atas Rp5.077 miliar untuk
          pinjaman konvensional dan syariah dan penyaluran KPR Program sebesar Rp5.320 miliar.
   c. Penerbitan surat utang dalam bentuk Obligasi/MTN/Sukuk/Term Loan dan/atau penerimaan
          pinjaman untuk menggantikan dana ekuitas yang telah disalurkan terlebih dahulu sebagai
          penyaluran pinjaman (termasuk pelunasan surat utang yang jatuh tempo) sebesar Rp5.300 miliar
          (termasuk penerbitan surat utang untuk KPR Program).
   d. Rasio pemenuhan pendanaan untuk kebutuhan penyaluran pinjaman berkisar antara 50,0%
          sampai dengan 70,00%.
   e. Rata-rata bunga penempatan dana sebesar 5% (gross) dan spread atau net interest margin
          penyaluran pinjaman dengan surat utang rata-rata 0,3%.
   f.     Bidang Personalia:
          (1) Rata-rata kenaikan gaji/honor di tahun 2023 diasumsikan sebesar 10%. Adapun rencana
             penambahan jumlah pegawai untuk tahun 2023 adalah sekitar 10 (sepuluh) orang.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   100
Page 140
        (2) Tunjangan Purna Jabatan Direksi, Dewan Komisaris serta Sekretaris Dewan Komisaris sebesar
            25,00% dari gaji/honor 1 (satu) tahun dari Direksi, Dewan Komisaris serta Sekretaris Dewan
            Komisaris yang bersangkutan. Pengusulan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi akan
            diajukan tersendiri kepada Pemegang Saham sesuai ketentuan pasal 28 ayat 1.b dan ayat 5
            anggaran dasar Perseroan.
        (3) Pajak Penghasilan (PPh) atas bonus yang diterima karyawan akan ditanggung oleh Perseroan.
   g. Kebijakan Akuntansi atas Efek yang dibeli oleh Perseroan dibukukan ke dalam tiga kelompok
        sebagai berikut:
        (1) Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Hold-to-Maturity). Dibukukan ke dalam kelompok ini, karena
            investasi dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo. Efek yang termasuk dalam kategori
            ini adalah EBA kelas B dan Surat Utang Negara (SUN).
        (2) Tersedia Untuk Dijual di pasar sekunder (Available for Sale). Dibukukan ke dalam kelompok
            ini, karena investasi dimaksudkan untuk dapat dijual pada saat membutuhkan likuiditas. Efek
            yang termasuk dalam kategori ini adalah Efek Beragun Aset (EBA)
        (3) Diperdagangkan di pasar sekunder (trading). Dibukukan ke dalam kelompok ini, karena
            investasi dimaksudkan untuk diperdagangkan di pasar sekunder. Efek yang termasuk dalam
            kategori ini adalah Efek Beragun Aset (EBA).
   h. Pembentukan cadangan Kerugian Atas Penurunan Nilai (CKPN) Implementasi PSAK 71
        PSAK 71 merupakan panduan tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan yang
        mengacu kepada International Financial Reporting Standard (IFRS) 9 dan menggantikan PSAK 55
        yang sebelumnya berlaku. Berdasarkan standar akuntansi baru ini, Perseroan harus membentuk
        cadangan kerugian atas penurunan nilai kredit (CKPN) untuk semua kategori kredit atau
        pinjaman, baik itu yang berstatus lancar, ragu-ragu, maupun macet. Di tahun 2022, Perseroan
        membentuk CKPN untuk pinjaman atau kredit yang disalurkan kepada lembaga keuangan
        penyalur KPR.
   i.   Asumsi pembayaran dividen atas periode 2022 di tahun 2023 diasumsikan sebesar 20% dari
        prognosa laba bersih tahun 2022.
   j.   Lain-lain
        (1) Pencadangan tantiem Direksi dan Dewan Komisaris sebesar 1,5% dari laba bersih dan untuk
            pelaksanaan sesuai keputusan RUPS. Pencadangan bonus karyawan dan pelaksanaannya
            sesuai hasil appraisal dengan keputusan Direksi.
        (2) Pajak atas tantiem ditanggung penerima.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   101
Page 141
       (3) Pembebanan dana TJSL sebesar Rp10.320 juta pada biaya Perseroan.

   3.4.2.        Anggaran Operasional
   Anggaran Operasional merupakan anggaran atas kegiatan utama Perseroan yaitu sekuritisasi,
   penyaluran pinjaman dan penerbitan surat utang.
   •   Sekuritisasi
       Pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp750 miliar yang
       kegiatannya direncanakan terlaksana pada semester II tahun 2023. Struktur transaksi
       menggunakan EBA-SP atau struktur lain sesuai dengan kebutuhan kreditur asal.
       Selain fee sebagai penata sekuritisasi, pendapatan terkait sekuritisasi lain adalah pendapatan
       sebagai penerbit EBA-SP dengan asumsi fee sebesar 0,06% per tahun dan pendapatan bunga
       penempatan dana dukungan kredit dengan suku bunga 3,75%.
   •   Penyaluran Pinjaman
       Penyaluran pinjaman baru pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp10.397.000 juta dengan rata-
       rata suku bunga pinjaman non-program untuk tenor 1 tahun sebesar 7,58% dan untuk tenor 3
       tahun sebesar 8,55%. Suku bunga penyaluran pinjaman KPR Program sebesar 4,45%, dan rata-
       rata suku bunga atas aset KPR yang dimiliki sebesar 8,00%.
   •   Penerbitan Surat Utang
       Penerbitan surat utang baru pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp5.300.000 juta dengan
       tingkat bunga untuk tenor 1 tahun, 3 tahun dan 5 tahun masing-masing sebesar 7,28%, 8,25%
       dan 8,70%.
   •   Penerimaan Penambahan Modal Negara (PMN)
       Penerimaan PMN pada tahun 2023 pada bulan Oktober 2023 sebesar Rp1.530.000 juta.

   3.4.3.        Anggaran Non Operasional
   Anggaran Non Operasional merupakan anggaran dari kegiatan pendukung utama, yaitu anggaran
   penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan

   Pada tahun 2023, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan diasumsikan menghasilkan pendapatan
   sebesar Rp328 juta dengan biaya penyelenggaraan sebesar Rp194 juta.

   3.4.4.        Anggaran Pengadaan
   Anggaran pengadaan tahun 2023 diantaranya adalah sebagai berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   102
Page 142
   •   Jasa Kajian Lanjutan Penambahan Anak Usaha Perseroan di Bidang Pembiayaan Primer
       Perumahan Rp1.736 juta;
   •   Jasa Konsultan untuk penyusunan Pedoman PMO dan Capacity Building Rp719 juta;
   •   Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung Rp480 juta;
   •   Perangkat Komputer Rp389 juta;
   •   Data Center Infrastructure Rp500 juta;
   •   Jasa Audit Teknologi Informasi Rp991 juta;
   •   Jasa Konsultan Program Khusus R496 juta;
   •   Parties pendukung sekuritisasi sebesar Rp3.386 juta;
   •   Jasa Konsultan kajian pasar reverse mortgage Rp241 juta;
   •   Jasa Konsultan penyusunan Annual Report dan Sustainability Report Rp538 juta;
   •   Jasa Konsultan strategi komunikas Rp264 juta;
   •   Jasa Konsultan job evaluation Rp198 juta;
   •   Audit Laporan Keuangan Tahunan Perseroan Rp1.680 juta;
   •   Jasa Konsultan Teknis pinjaman luar negeri Rp496 juta;
   •   Lisensi Software Rp1.400 juta.

   3.4.5.        Anggaran Teknologi Informasi
   Anggaran Teknologi Informasi untuk tahun 2023 antara lain adalah sebagai berikut:
   •   Pembelian perangkat komputer maupun perangkat pendukung kerja lainnya sebesar Rp194 juta;
   •   Jasa sambungan internet sebesar Rp1.411 juta;
   •   Annual technical support sebesar Rp2.047 juta;
   •   Sewa lisensi sebesar Rp1.400 juta;
   •   Sewa email dan cloud server sebesar Rp866 juta.

   3.4.6.        Anggaran Penelitian dan Pengembangan
   Anggaran penelitian dan pengembangan pada tahun 2023 berupa kajian dan biaya tenaga ahli
   sebesar Rp3.883 juta.

   3.4.7.        Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia
   Anggaran terkait Pengembangan Sumber Daya Manusia pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:
        •   Pendidikan dalam dan luar negeri untuk Direksi 400 juta.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   103
Page 143
        •   Pendidikan dalam dan luar negeri untuk Dewan Komisaris, Komite dan Karyawan sebesar
            Rp1.208 juta.
        •   Pendidikan, riset, inovasi terkait topik climate change dan green economy sebesar Rp2.325
            juta atau sekitar 2,5% dari total anggaran biaya personil.

   3.4.8.        Anggaran Investasi
   Investasi EBA-SP pada tahun 2023 sebesar Rp500.000 juta dengan asumsi tingkat bunga 7,00% dan
   investasi pada Surat Utang Negara di tahun 2023 sebesar Rp240.000 juta dengan asumsi tingkat suku
   bunga sebesar 7,00%.


   3.4.9.        Anggaran Kegiatan Lainnya
   Anggaran kegiatan lainnya berupa kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebesar
   Rp10.320 juta.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   104
Page 144
   3.5.           Proyeksi Laporan Keuangan

   3.5.1.        Laporan Posisi Keuangan
   Berdasarkan strategi, program kerja dan asumsi yang diuraikan di atas, maka proyeksi laporan posisi
   keuangan tahun 2023 disandingkan dengan proyeksi realisasi 2022 adalah sebagai berikut:


                        Tabel 3.6 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023
                                                                                           dalam jutaan Rupiah
                                                                                  Kenaikan/Penurunan
                                              Prognosa 2022    RKAP 2023      RKAP 2023 vs Prognosa 2022
                       Keterangan
                                                   (a)            (b)           Jumlah            %
                                                                              (c) = (b)-(a)    (c)/(a)
   Kas dan Setara Kas                             4.562.373      2.913.947      (1.648.426)          (36,13%)
   Aset Lancar lainnya                              129.262        168.047            38.785           30,01%
   Pinjaman yang disalurkan                      25.830.682     32.610.142        6.779.460            26,25%
   Aset KPR                                           28.214         14.862         (13.352)         (47,32%)
   CKPN                                             (98.980)       (99.107)            (127)            0,13%
   Investasi                                      1.841.974      2.203.754          361.780            19,64%
   Pendukung kredit                                   74.814       106.499            31.686           42,35%
   Aset Tetap -bersih                               115.693        139.847            24.155           20,88%
   Aset Lainnya                                       25.269         40.469           15.200           60,15%
   TOTAL ASET                                    32.509.300     38.098.461        5.589.161           17,19%
                                                           -                                -                -
   Liabilitas jangka pendek                         183.888        277.428            93.539           50,87%
   Surat Utang-Komersial                          5.628.034      7.428.034        1.800.000            31,98%
   Surat Utang-Korporasi KPR Program              7.174.626      8.674.627        1.500.001            20,91%
   Utang Bank                                     3.200.000      3.520.000          320.000            10,00%
   Penyisihan Kewajiban                               36.684        30.788           (5.896)         (16,07%)
   TOTAL LIABILITAS                              16.223.233     19.930.877        3.707.644           22,85%
                                                           -                                -                -
   Modal Disetor                                 12.800.000     14.330.000        1.530.000            11,95%
   Cadangan Modal                                 1.540.471      1.540.471                (0)         (0,00%)
   Laba ditahan                                   1.552.146      1.866.906          314.760            20,28%
   Laba tahun berjalan                              393.450        430.207            36.757            9,34%
   TOTAL EKUITAS                                 16.286.067     18.167.584        1.881.517           11,55%
   TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                  32.509.300     38.098.461        5.589.161           17,19%


   Total Aset                                                                            Rp38.098.461 juta
   Total aset terdiri dari:
   a. Kas dan setara kas                                                                   Rp2.913.947 juta
          Saldo kas dan setara kas, terdiri dari kas kecil, rekening giro, deposit on call dan deposito
          berjangka.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                        RKAP 2023   105
Page 145
   b. Aset lancar lainnya                                                                Rp168.047 juta
        Merupakan saldo piutang pendapatan, piutang lain, pajak dan biaya dibayar dimuka.
   c. Pinjaman yang disalurkan                                                        Rp32.610.142 juta
        Merupakan saldo pinjaman program dan non program yang disalurkan kepada lembaga penyalur
        KPR.
   d. Pembelian aset KPR                                                                  Rp14.862 juta

        Merupakan pembelian aset KPR yang terdiri dari saldo akhir Prognosa 2022 sebesar Rp28.214
        juta dikurangi amortisasi aset KPR. Tidak terdapat target pembelian KPR pada tahun 2023.
   e. CKPN                                                                                Rp99.107 juta
        Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan per 31 Desember 2023.
   f.   Investasi                                                                      Rp2.203.754 juta
        Merupakan saldo penempatan dana Perseroan pada deposito dan surat berharga, termasuk
        rencana pembelian EBA sebesar Rp500.000 juta. Investasi dalam EBA juga sebagai sarana
        Perseroan untuk memperoleh informasi pengelolaan aset keuangan yang menjadi underlying
        EBA. Selain itu, investasi efek merupakan sarana menjaga likuiditas efek di pasar sekunder dan
        menunjang pelaksanaan program EBA retail.
   g. Jaminan dan pendukung kredit                                                       Rp106.499 juta
        Merupakan saldo dana dalam rangka pendukung kredit dan penjaminan atas sekuritisasi, terdiri
        dari penempatan dana rekening cadangan untuk transaksi sekuritisasi pada tahun 2023.
   h. Aset tetap-bersih                                                                  Rp139.847 juta
        Merupakan saldo atas aset tetap yang dimiliki oleh perseroan, terdiri dari saldo akhir tahun 2022
        sebesar Rp115.693 juta, ditambah dengan penambahan aset tetap Perseroan pada 2023.
   i.   Aset lain                                                                         Rp40.469 juta
        Aset lain terutama terdiri dari saldo pinjaman personil, sistem, software dan aset pajak
        tangguhan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   106
Page 146
   Total Liabilitas                                                                  Rp19.930.877 juta
   Total liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek, surat utang (obligasi dan MTN) dan penyisihan
   kewajiban dengan rincian sebagai berikut:
   a. Liabilitas jangka pendek                                                          Rp277.428 juta
       Merupakan saldo liabilitas operasional, termasuk akrual utang bunga surat utang dan utang
       pajak.
   b. Surat Utang-Komersial                                                           Rp7.428.034 juta
       Merupakan saldo Obligasi dan MTN maupun Sukuk.


   c. Surat Utang KPR Program                                                         Rp8.674.627 juta
       Merupakan saldo Obligasi yang diterbitkan untuk mendukung program penurunan beban fiskal
       Pemerintah dalam penyaluran KPR Program FLPP.

   d. Utang Bank                                                                      Rp3.520.000 juta

       Merupakan saldo atas pinjaman dari Bank yang diterima Perseroan.
   e. Penyisihan kewajiban                                                               Rp30.788 juta
       Merupakan saldo penyisihan kewajiban imbalan paska kerja karyawan sampai dengan 31
       Desember 2023.

   Total Ekuitas                                                                     Rp18.167.584 juta
   Total ekuitas terdiri dari:
   a. Modal disetor                                                                  Rp14.330.000 juta
       Merupakan modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia per 31
       Desember 2022 sebesar Rp12,8 triliun dan PMN 2023 sebesar Rp1.530.000 juta.


   b. Saldo laba terdiri dari:
       Cadangan modal                                                                 Rp1.540.471 juta
       Merupakan akumulasi dari cadangan modal dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2023.
       Pencadangan modal tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang terdapat dalam pasal
       34 anggaran dasar Perseroan.

       Laba ditahan                                                                   Rp1.866.906 juta
       Merupakan saldo laba ditahan kumulatif yang belum ditentukan penggunaannya dari tahun 2005
       sampai dengan tahun 2023.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   107
Page 147
   3.5.2.        Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Selanjutnya proyeksi laba tahun 2023 dibandingkan dengan proyeksi realisasi tahun 2022 tampak
   sebagai berikut:
                       Tabel 3.7 Proyeksi Laporan Laba/Rugi Komprehensif Tahun 2023
                                                                                      dalam jutaan Rupiah
                                                                              Kenaikan/Penurunan
                                            Prognosa 2022   RKAP 2023     RKAP 2023 vs Prognosa 2022
                    Keterangan
                                                 (a)           (b)          Jumlah            %
                                                                          (c) = (b)-(a)    (c)/(a)
   PENDAPATAN
   Jasa Sekuritisasi                                4.959         4.605           (354)         (7,14%)
   Penyaluran Pinjaman                            936.070       954.804         18.734            2,00%
   Pinjaman - KPR Program                         460.780       662.603        201.823           43,80%
   Aset KPR                                         3.421         1.590         (1.831)        (53,52%)
   Jasa jaminan dan dukungan kredit                 9.689         4.206         (5.483)        (56,59%)
   Jasa Pendidikan & Pelatihan                        276           328              52          18,84%
   Penempatan Dana                                352.521       386.938         34.418            9,76%
   Lain-lain                                        2.536         1.512         (1.024)        (40,38%)
   TOTAL PENDAPATAN                             1.770.251     2.016.586        246.335          13,92%
   BEBAN
   Pendidikan & pelatihan                             109           194              85          77,98%
   Bunga Surat Utang                            1.118.680     1.283.097        164.417           14,70%
   Personil                                        80.593        92.829          12.236          15,18%
   Sewa                                            15.378        19.431           4.053          26,36%
   Administrasi dan Umum                           58.059        68.647          10.589          18,24%
   Beban jasa pembayaran bunga                      4.912         7.026           2.114          43,04%
   Depresiasi dan amortisasi                       11.353        13.579           2.227          19,61%
   TOTAL BEBAN                                  1.289.083     1.484.803        195.720          15,18%
   LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                      481.168       531.783          50.615         10,52%
   PAJAK FINAL                                     42.006        63.394          21.388          50,92%
   PAJAK PENGHASILAN BADAN                         42.844        32.610        (10.234)        (23,89%)
   LABA (RUGI) SETELAH PAJAK                      396.318       435.779          39.462           9,96%
   CKPN dan pajak tangguhannya                      2.868         5.572           2.704          94,29%
   LABA (RUGI) SETELAH CKPN                       393.450       430.207          36.758           9,34%

   Pendapatan
   Total pendapatan tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp2.016.586 juta dengan rincian sebagai
   berikut:
   a. Jasa Sekuritisasi                                                                    Rp4.605 juta
       Merupakan pendapatan dari jasa penata sekuritisasi tahun 2023 dan fee sebagai penerbit EBA-
       SP.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   108
Page 148
   b. Penyaluran pinjaman Komersial                                                       Rp954.804 juta
        Merupakan pendapatan bunga dari penyaluran pinjaman kepada bank atau lembaga keuangan
        konvensional (Refinancing & Repo) baik konvensional maupun syariah.
   c. Penyaluran Pinjaman KPR Program                                                     Rp662.603 juta
        Merupakan pendapatan bunga dari penyaluran pinjaman KPR Program.
   d. Aset KPR                                                                               Rp1.590 juta
        Merupakan pendapatan bunga dari tagihan KPR yang dibeli melalui program warehousing.
   e. Jaminan dan dukungan kredit                                                            Rp4.206 juta
        Merupakan pendapatan dari jasa jaminan dan dukungan kredit sekuritisasi atas sekuritisasi dan
        penempatan dana dukungan kredit.
   f.   Pendidikan dan pelatihan                                                                 Rp328juta
        Merupakan pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
   g. Penempatan dana                                                                     Rp386.938 juta
        Merupakan pendapatan dari penempatan dana dalam bentuk EBA, deposito dan SUN.
   h. Pendapatan lain-lain                                                                   Rp1.512 juta
        Berasal dari pendapatan bunga pinjaman personil Perseroan dan jasa giro dan pendapatan lain
        lain termasuk keuntungan atas penjualan aset tetap perseroan berupa mobil.
   Beban
   Total beban tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp1.484.803 juta dengan rincian sebagai berikut:
   a. Beban pendidikan & pelatihan                                                               Rp194 juta
        Merupakan beban atas jasa penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
   b. Beban bunga surat utang                                                           Rp1.283.097 juta
        Merupakan beban bunga penerbitan surat utang untuk penyaluran pinjaman komersial dan
        program dalam rangka penurunan beban subsidi pemerintah dalam KPR Program FLPP serta
        beban bunga atas pinjaman jangka Panjang Perseroan ke Bank.
   c. Beban Personil                                                                       Rp92.829 juta
        Merupakan gaji, honor, THR, tunjangan, tantiem, bonus dan PPh 21. Rata-rata kenaikan gaji
        diasumsikan sebesar 10%.
   d. Beban Sewa                                                                           Rp19.431 juta
        Biaya sewa terdiri dari informasi elektronik, internet, outsourcing, dan sewa lainnya.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023    109
Page 149
   e. Administrasi dan umum                                                                                  Rp68.647 juta
        Merupakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan yang terdiri dari biaya,
        Pendidikan dan pengembangan, komunikasi, informasi, kehumasan, rapat, tenaga ahli, utilitas,
        perlengkapan dan pelatan kantor, pemeliharaan dan perbaikan, biaya penitipan efek dan biaya
        pungutan OJK.
   f.   Beban jasa pembayaran bunga                                                                           Rp7.026 juta
        Biaya pencatatan tahunan, notaris, audit penjatahan, dan biaya lainnya yang terkait dengan
        penerbitan surat utang Perseroan.
   g. Depresiasi dan amortisasi                                                                              Rp13.579 juta
        Merupakan biaya penyusutan aset tetap, amortisasi software dan aset lain.

   h. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)                                                                Rp5.572 juta
        Merupakan pencadangan atas kenaikan aset produktif tahun 2023.

   3.5.3.         Laporan Arus Kas
                                          Tabel 3.8 Proyeksi Arus Kas Tahun 2023
                                                                                                   dalam jutaan Rupiah
                                                                                                Kenaikan/Penurunan
                            Keterangan                   Prognosa 2022      RKAP 2023         Prognosa 2022 VS RKAP
                                                                                               Jumlah      % Capaian
        Arus kas dari Operasi
        Penerimaan dari bunga                                  1.830.548         2.074.213        243.665          113,3%
        Penyaluran pinjaman                                  (8.867.435)      (10.396.900)    (1.529.465)          117,2%
        Penerimaan pokok pinjaman                            10.577.246          3.684.249    (6.892.997)           34,8%
        Penerimaan pokok EBA                                     312.858           354.858          42.000         113,4%
        Penerimaan (Pembayaran) dana pendukung kredit             (4.255)            20.299         24.554       (477,1%)
        Penerimaan lainnya                                          7.495             6.117        (1.378)          81,6%
        Pembayaran bunga surat utang                         (1.805.051)       (1.379.167)        425.884           76,4%
        Pembayaran gaji dan tunjangan                            (80.593)          (92.829)       (12.236)         115,2%
        Pembayaran kepada pihak ketiga                           (78.349)          (88.078)        (9.730)         112,4%
        Pembayaran pajak                                         (84.850)          (96.004)       (11.153)         113,1%
        Investasi                                              (438.793)         (740.000)      (301.207)          168,6%
        Pembayaran dividen                                     (114.981)           (86.041)         28.940          74,8%
        Jumlah Arus Kas untuk Operasi                          1.253.840       (6.739.283)    (7.993.123)       (637,5%)
        Arus kas untuk Investasi
        Pembelian Aset Tak Berwujud                             (14.850)          (27.123)       (12.273)        182,6%
        Pembelian Aset Tetap                                    (32.150)          (32.020)            130         99,6%
        Deposito > 3 bulan                                             -                 -              -              -
        Jumlah Arus Kas untuk Investasi                         (47.000)          (59.143)       (12.143)        125,8%
        Arus kas untuk Pendanaan
        Penerimaan hasil penerbitan Surat Utang                3.000.000         3.600.000       600.000          120,0%
        Penarikan Utang bank (net)                               900.000         1.700.000       800.000          188,9%
        Pelunasan pokok Surat Utang                          (6.920.094)       (1.680.000)     5.240.094           24,3%
        Penerimaan setoran modal                               2.000.000         1.530.000     (470.000)           76,5%
        Jumlah Arus Kas dari Pendanaan                       (1.020.094)         5.150.000     6.170.094        (504,9%)
        Total arus kas masuk (keluar)                            186.747      (1.648.426)     (1.835.172)       (882,7%)
        Saldo kas awal                                         4.375.626        4.562.373         186.747         104,3%
        Saldo kas akhir                                        4.562.373        2.913.947     (1.648.426)          63,9%




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                     RKAP 2023      110
Page 150
   Pada akhir tahun 2023, diproyeksikan saldo kas akhir sebesar Rp2.913.947 juta. Saldo tersebut
   mengalami penurunan sebesar Rp1.888.426 juta dari saldo awal sebesar Rp4.562.373 juta dengan
   rincian sebagai berikut:
   a. Arus kas yang digunakan dari aktivitas operasi sebesar Rp6.739.283 juta, terutama digunakan
       untuk penyaluran pinjaman sebesar Rp10.396.900 juta, pembayaran bunga pinjaman sebesar
       Rp1.379.167 juta, serta penerimaan bunga dari SUN, EBA, penyaluran pinjaman dan deposito
       sebesar Rp2.074.213 juta.
   b. Arus kas yang digunakan untuk investasi sebesar negatif Rp59.143 juta, terutama digunakan
       untuk pembangunan gedung dan renovasi gedung, pembelian sistem untuk mendukung kegiatan
       operasional Perseroan.
   c. Arus kas dihasilkan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp5.150.000 juta, berasal dari penerbitan
       obligasi/MTN/sukuk sebesar Rp3.600.000 juta, penerbitan Term Loan sebesar Rp1.700.000,
       pelunasan pokok surat utang sebesar Rp1.680.000 juta, dan penerimaan setoran modal sebesar
       Rp1.530.000 juta

   3.5.4.         Indikator Rasio Keuangan Perseroan
       Sampai dengan tahun 2023, diproyeksikan indikator kinerja Perseroan tampak sebagai berikut:


                      Tabel 3.9 Rasio Keuangan Prognosa 2022 dan Proyeksi RKAP 2023
                                           Prognosa 2022      RKAP 2023            Perubahan
                  Keterangan
                                                (a)              (b)                 (b)-(a)
      PMFC Ratio (x)                                  7,59              7,43                (0,16)
      Profit Margin                                22,11%            21,27%               (0,84%)
      ROE                                           2,63%             2,53%               (0,10%)
      Debt-to-equity Ratio (x)                        1,25              1,37                  0,12
      Current Ratio                               356,57%           210,41%             (146,16%)
      BOPO                                         77,89%            78,73%                 0,84%
      BOPO (Komersial)                             77,72%            73,34%               (4,37%)
      BOPO (Hanya Surat Utang)                     63,56%            64,02%                 0,46%
      BOPO (Tanpa Surat Utang)                      9,36%             9,66%                 0,30%
      Interest Coverage Ratio (x)                     1,45              1,41                (0,04)


       Berdasarkan data di atas, penjelasan mengenai indikator kinerja Perseroan tahun 2023 sebagai
       berikut:
   1. Primary market financing to capital ratio (PMFC), diproyeksikan sebesar 7,43 kali, lebih rendah
       dari Prognosa 2022 yang sebesar 7,59 kali. Penurunan terutama disebabkan karena penambahan




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023     111
Page 151
       aliran dana untuk penyaluran pembiayan tahun 2023 tidak sebanding dengan penambahan
       modal disetor.
   2. Profit margin, diproyeksikan sebesar 21,27%, turun 0,84% dari Prognosa 2022 sebesar 22,11%.
       Penurunan ini disebabkan karena adanya kenaikan beban operasional Perseroan, terutama pada
       biaya penghargaan masa kerja karyawan tahun 2023 dan biaya terkait penerbitan EBA-SP dan
       EBA Ritel.
   3. Return on Equity (ROE), diproyeksikan sebesar 2,53%, turun 0,10% dari Prognosa 2022 sebesar
       2,63%. Proyeksi penurunan ROE di tahun 2023 disebabkan karena persentase kanaikan laba
       bersih tidak sebanding dengan kenaikan ekuitas Perseroan.
   4. Debt-to-Equity Ratio (DER), diproyeksikan sebesar 1,37 kali, lebih tinggi dari Prognosa 2022 yang
       sebesar 1,25 kali karena penerbitan surat utang untuk pendanaan KPR Program dan Komersial
       lebih besar daripada penambahan modal.
   5. Current Ratio, diproyeksikan sebesar 210,41% atau menurun dari prognosa 2022 sebesar
       356,57%. Penurunan ini terjadi adanya kenaikan outstanding FLPP dan Perseroan berusaha untuk
       mengatur waktu penerbitan surat utang.
   6. BOPO, diproyeksikan sebesar 78,73%, naik 0,84% dari Prognosa 2022 sebesar 77,89% karena
       adanya kenaikan beban operasional yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pendapatan
       operasional.
   7. BOPO (Komersial), diproyeksikan sebesar 73,34%, turun 4,37% dari Prognosa 2022 sebesar
       77,72%. BOPO ini hanya menghitung pendapatan operasional dan beban operasional atas
       kegiatan bisnis komersial, selain pembiayaan program (KPR FLPP).
   8. BOPO (hanya biaya bunga), diproyeksikan sebesar 64,02% turun 0,46% dari Prognosa 2022
       sebesar 63,59%. Penurunan ini terutama disebabkan karena adanya surat utang yang jatuh
       tempo di 2022 dan baru dilakukan penerbitan kembali di triwulan ketiga tahun 2022.
   9. BOPO (hanya biaya operasional), diproyeksikan sebesar 9,66% naik 0,3% dari Prognosa 2022
       yang sebesar 9,36%. Kenaikan ini terutama karena adanya biaya penghargaan masa kerja
       karyawan tahun 2023 dan biaya terkait penguatan EBA-SP dan EBA Ritel.
   10. Interest Coverage Ratio untuk tahun 2023 diproyeksikan sebesar 1,41 kali, lebih rendah dari
       Prognosa 2022 yang sebesar 1,45 kali. Penurunan ini terutama terjadi karena penurunan total
       pendapatan setelah dikurangi pendapatan oeprasional tidak sebanding dengan penurunan
       beban bunga surat utang.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                RKAP 2023   112
Page 152
   3.6.           Penerapan Manajemen Risiko

   3.6.1.        Rencana Strategis Penerapan Manajemen Risiko Perseroan

                 a) Perseroan akan berupaya menerapkan kesadaran budaya risiko (risk culture)
                      terhadap seluruh individu dalam Perseroan. Adapun salah satu upaya dalam
                      menerapkan risk culture tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi dan training
                      mengenai manajemen risiko.

                 b) Perseroan secara berkala melakukan identifikasi risiko atas aktivitas kegiatan
                      Perseroan yang disajikan dalam bentuk risk register dan peta risiko yang
                      menggambarkan kemungkinan dan dampak risiko inheren maupun residual sehingga
                      dapat menerapkan mitigasi yang tepat.

                 c) Perseroan akan melakukan evalusi terkait kesesuaian dari: Risk Based Capital, Risk
                      Appetite dan Tolerance Perseroan agar selaras dengan tujuan Perseroan.

                 d) Dalam rangka menjamin tingkat keakuratan dan validitas tools penerapan
                      manajemen risiko dalam bisnis Pembiayaan Perseroan akan melakukan kalibrasi
                      terhadap metodologi rating dan limit internal yang berlaku saat ini.

                 e) Perseroan berupaya melakukan pengembangan sistem terkait untuk mendukung
                      proses bisnis penyaluran pinjaman serta Sistem Kebijakan Internal Perseroan untuk
                      mendukung tujuan Perseroan pada tahun 2023.

                 f)   Perseroan melakukan berupaya membangun sistem aplikasi yang diperuntukkan
                      dalam rangka penilaian GCG sehingga dapat mendukung dalam melakukan penilaian,
                      pemenuhan evidence dan tools reminder pemenuhan GCG yang diharapkan dapat
                      mendukung peningkatan tata kelola Perseroan.

                 g) Untuk mendukung pencapaian tujuan Perseroan dari sisi kepatuhan, Perseroan
                      melakukan kegiatan rutin berupa Sosialisasi LHKPN dengan KPK.

                 h) Melakukan evaluasi berkala Kebijakan Internal Perseroan yang berlaku sehingga
                      dapat diyakini kesesuaiannya dengan ketentuan regulator dan kebutuhan proses
                      bisnis maupun operasional Perseroan dengan tetap memperhatikan prinsip tata
                      kelola yang baik.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   113
Page 153
                 i)   Selain itu sebagai upaya menjaga risiko Perseroan untuk mendukung ketercapaian
                      tujuan Perseroan dan tantangan di tahun 2023 maka secara berkelanjutan akan:
                       i. melakukan evaluasi dan pembaharuan atas Kertas Kerja perhitungan Profil
                           Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas, menyusun kertas kerja perhitungan profil
                           risiko khusus untuk Unit Usaha Syariah dan pembaharuan Stress Testing agar
                           dapat lebih akurat dan selaras mendukung pengambilan keputusan oleh Direksi
                           di Perseroan;
                      ii. melakukan pengembangan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Perusahaan
                           dengan melakukan evaluasi dan shadow scoring untuk assessment Good
                           Corporate Governance (GCG) dan assessment Risk Maturity;
                      iii. melakukan penyusunan kebijakan Business Continuity Management dengan
                           mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi dan dalam rangka
                           mempersiapkan infrastruktur dan strategi agar perusahaan tetap berjalan pada
                           saat krisis;
                      iv. melakukan gap analysis Parameter Pengujian Kepatuhan untuk mengukur
                           relevansi parameter yang pengujian dengan proses bisnis existing;
                      v. mempertimbangkan potensi risiko yang ada dari faktor eksternal utamanya
                           terkait kondisi makro ekonomi dalam pengambilan keputusan strategis.
                 j)   Atas aktivitas yang akan dilakukan tersebut diharapkan dapat mengelola risiko yang
                      mungkin terjadi dan Perseroan dapat melewati dengan kondisi yang aman.

   3.6.2.        Profil Risiko

   A. Organ Pengelola Risiko
   Organ Pengelola Risiko Perseroan terdiri dari:
    a) Risk Owners adalah divisi atau unit kerja atau fungsi kerja yang terkait langsung dengan dan/atau
        berhubungan langsung dengan eksposur risiko yang berkaitan.
    b) Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi
        proses manajemen risiko.
        1.    Fungsi Enterprise Risk Management (ERM) bertanggung jawab untuk melakukan proses
              identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan manajemen risiko tingkat
              Perseroan.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023   114
Page 154
         2.   Fungsi Business Risk bertanggung jawab untuk melakukan pendalaman risiko terkait bisnis
              existing dan baru dengan mengeluarkan suatu opini risiko sebagai pendukung Manajemen
              dalam mengambil keputusan strategi bisnis Perseroan.

    c) Direktur yang membawahi fungsi manajemen risiko bertanggung jawab untuk melakukan
         supervisi kegiatan manajemen risiko.
    d) Direksi bertanggung jawab untuk memastikan proses manajemen risiko dilaksanakan di seluruh
         lini organisasi Perseroan dan menetapkan kebijakan manajemen risiko yang diterapkan.
    e) Dewan Komisaris bertanggung jawab melakukan pengawasan atas proses manajemen risiko
         yang dilaksanakan oleh Direksi dan bertanggung jawab melakukan review secara periodik atas
         pelaksanaan manajemen risiko yang dilaksanakan oleh Direksi.
    f)   Satuan Pengawasan Internal adalah satuan yang berperan sebagai independent assurance
         provider yang antara lain bertanggung jawab dalam melakukan penilaian atas penerapan
         Manajemen Risiko serta pihak internal Perseroan yang berwenang melakukan penilaian risk
         maturity.
    g) Tim Risk Control Self Assessment (RCSA) adalah tim yang bertugas untuk melakukan evaluasi
         secara berkala atas pelaporan register risiko yang disampaikan oleh risk owner yang
         komposisinya terdiri dari Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan dan SPI sehingga mendukung
         pelaporan atas tingkat risiko Perseroan lebih akurat.
   Dalam melaksanakan proses manajemen risiko, organ-organ Perseroan dikelompokkan menjadi 4
   (empat), yaitu:
   a) yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan (R, responsible).
   b) yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan kebijakan manajemen risiko yang akan
         diterapkan (A, accountable).
   c) yang bertanggung jawab untuk memberikan arahan (direction) atas kebijakan yang diterapkan
         (C, consulted).
   d) yang bertanggung jawab untuk menerima informasi terkait dan melakukan review (I, informed).

   Matriks pembagian tugas dan tanggung jawab utama organ-organ Perseroan dalam proses
   manajemen risiko adalah sebagai berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                               RKAP 2023   115
Page 155
    Tabel 3.10 Matriks Tugas dan Tanggung Jawab Organ-organ Perseroan dalam Proses Manajemen
                                              Risiko

                                                                      Divisi
                    Proses Manajemen         Dewan                                     Divisi
             No                                          Direksi    Manajeme
                          Risiko            Komisaris                                 Terkait
                                                                     n Risiko
              1   Persiapan/pengusulan         I            A            R              I
              2   Komunikasi & konsultasi      I            A            R              C
              3   Menentukan kebijakan         C            A            R              C
              4   Identifikasi risiko          I            C            R              R
              5   Analisis risiko              I            C            R              R
              6   Evaluasi risiko              I            A            R              R
              7   Perlakuan risiko             I            A            C              R
              8   Pemantauan                   R            A            R              C
              9   Pelaporan                    C            A            R              R


   B. Jenis Risiko
   Perseroan menetapkan 10 (sepuluh) jenis risiko yang harus dikelola Perseroan dalam melaksanakan
   kegiatan usaha dan kegiatan operasionalnya, yaitu:
    a) Risiko kredit adalah potensi kerugian karena tidak diterimanya kembali piutang pokok dan/atau
         bunga ataupun hasil investasi yang ditanamkan Perseroan pada pihak lain.
    b) Risiko pasar adalah potensi kerugian karena nilai aset keuangan yang dimilki Perseroan
         terpengaruh oleh perubahan harga pasar.
    c) Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang timbul karena ketidakmampuan Perseroan
         menyediakan dana untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.
    d) Risiko strategis adalah potensi kerugian akibat pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu
         keputusan strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan bisnis.
    e) Risiko kepatuhan adalah potensi kerugian akibat tindakan tidak mematuhi dan/atau tidak
         memenuhi peraturan/regulasi/kebijakan/prosedur yang berlaku.
    f)   Risiko hukum adalah potensi kerugian akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek
         hukum.
    g) Risiko operasional adalah potensi kerugian akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya
         proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian eksternal yang
         memengaruhi operasional Perseroan.
    h) Risiko reputasi adalah potensi kerugian akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku
         kepentingan yang bersumber dari persepsi negatif atas kejadian berkaitan dengan aktivitas
         Perseroan.



PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   116
Page 156
    i)   Risiko keuangan adalah potensi dampak yang terkait dengan keuangan perusahaan.
    j)   Risiko fraud adalah potensi kerugian akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan
         sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain)
         dilakukan orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi
         ataupun kelompok yang secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain.


   C. Pengukuran Risiko
   Dalam melakukan pengukuran risiko, Perseroan menggunakan 4 (empat) level ukuran, yaitu level
   rendah; level moderat; level tinggi dan level sangat tinggi. Berkaitan dengan ukuran risiko tersebut,
   terdapat 2 (dua) dimensi yang perlu diperhatikan, yaitu:
   a) Dimensi probabilitas (probability), yaitu ukuran kemungkinan terjadinya kerugian.
   b) Dimensi dampak (severity), yaitu besarnya potensi kerugian berdasarkan perkiraan probabilitas.

   3.6.3.        Monitoring Risiko
   Berdasarkan waktu pelaksanaannya, pengukuran risiko dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
   pengukuran secara bulanan dan tiga bulanan. Pengukuran secara bulanan dilakukan untuk tiga jenis
   risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan, yaitu risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas.

   Sedangkan pengukuran 3 bulanan meliputi keseluruhan risiko termasuk didalamnya risiko SKHORKF
   (Strategik, Kepatuhan, Hukum, Operasional, Reputasi, Keuangan dan Fraud). Dalam pengukuran tiga
   bulanan ini diukur pula laporan profil risiko secara agregat dengan memperhitungkan kecukupan
   sistem pengendalian risiko.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   117
Page 157
   3.6.4.        Proyeksi Risiko Perseroan
   A.   Proyeksi Risiko Utama Tahun 2023

                                  Tabel 3.11 Proyeksi Risiko Utama Tahun 2023
                                                                Risiko
                            Date
                                               Kredit         Pasar             Likuiditas
                Apr-20                        Rendah         Rendah              Rendah
                Jun-20                        Rendah         Rendah              Rendah
                Aug-20                        Moderat        Rendah              Rendah
                Oct-20                        Moderat        Rendah              Rendah
                Dec-20                        Moderat        Moderat             Rendah
                Feb-21                        Moderat        Moderat            Moderat
                Apr-21                        Moderat        Moderat             Rendah
                Jun-21                        Moderat        Rendah              Rendah
                Aug-21                        Moderat        Moderat             Rendah
                Nov-21                        Moderat        Moderat            Rendah
                Dec-21                        Moderat        Moderat            Moderat
                Jan-22                         Rendah        Moderat            Moderat
                Feb-22                         Rendah        Moderat             Rendah
                Mar-22                        Moderat        Rendah             Moderat

                Apr-22                        Moderat        Rendah              Rendah
                May-22                        Moderat        Rendah              Rendah
                Jun-22                        Moderat        Rendah             Moderat
                Jul-22                         Rendah        Rendah             Moderat
                Aug-22                         Rendah        Rendah             Moderat
                Sep-22                         Rendah        Rendah              Rendah
                PROYEKSI 2023                MODERAT        MODERAT             MODERAT

   Pendekatan yang digunakan untuk melakukan proyeksi tersebut adalah pendekatan kualitatif yang
   konservatif dengan mengasumsikan masih akan terus adanya penyebaran Covid-19, masih tingginya
   likuiditas perbankan indonesia, serta beberapa pertimbangan spesifik terkait masing-masing tipologi
   Risiko, proyeksi inheren risk, pengendalian, dan residual risk sebagai berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                     RKAP 2023   118
Page 158
   1.   Risiko Kredit (Proyeksi 2023: Moderat)
   Inheren Risk
   Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko kredit diproyeksikan berada pada peringkat Moderat naik dari
   periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
   i.    Kenaikan Inflasi YoY pada Bulan September 2022 menjadi 5,95% dari sebelumnya 4,69% pada
         Agustus 2022. Ke depan, tekanan inflasi diprakirakan masih berlanjut, antara lain didorong oleh
         masih tingginya harga energi dan pangan global. Inflasi diprakirakan berisiko akan terus
         meningkat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile
         food, serta semakin menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan. Berbagai perkembangan
         tersebut diprakirakan dapat mendorong inflasi pada tahun 2022 dan 2023 berisiko akan terus
         melebihi batas atas sasaran yaitu 3,0±1%. Berikut adalah grafik pertumbuhan inflasi YoY di
         Indonesia sampai dengan September 2022.
                        Gambar 3.11 Pertumbuhan Inflasi YoY hingga September 2022




                                              Sumber: Divisi Riset Ekonomi

         Diprediksikan sesuai dengan asumsi dasar makro RAPBN 2023 menjadi Pertumbuhan Ekonomi
         5,3 persen (tetap) Inflasi: 3,3 persen hingga 3,6 persen. Nilai Tukar Rp14.750/USD hingga
         Rp14.800/USD, dan Suku Bunga SUN 10 Tahun: 7,9 persen (tetap). Prediksi tersebut telah
         dilanggar dengan pencapaian Inflasi YoY pada September 2022 adalah sebesar 5,95% dan nilai
         tukar pada tanggal 6 Oktober 2022 sebesar Rp 15.197/USD melebihi dari target pada asumsi
         dasar makro RAPBN. Selain itu prediksi suku bunga SUN 10 Tahun sebesar 7,9% kemungkinan
         tidak tercapai karena adanya pengetatan kebijakan sehingga suku bunga SUN akan terus




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023   119
Page 159
         bergerak naik. Hal tersebut dinilai menunjukkan bahwa risiko kredit Perseroan berada pada level
         yang lebih tinggi dari posisi September tahun 2022 yaitu di level Moderat.
  ii.    Efek Pandemi Covid-19 bakal berdampak pada tingkat pengangguran yang diprediksi masih
         cukup menantang seperti dengan tahun 2022, dimana sekarang Perusahaan lebih efisien belajar
         dari kejadian penyebaran virus Covid-19 di dua tahun lalu yang sangat berdampak pada
         beberapa bisnis perusahaan. Selain itu pada 2022 ini angka pengangguran di Indonesia masih
         mencapai 5,83% (sumber: https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/05/09/1915/februari-
         2022--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-83-persen.html).          Hal        tersebut
         dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kualitas portfolio BTN, terutama untuk debitur non-
         fixed income dengan outstanding sebesar 76,36% dari total keseluruhan portfolio. (sumber:
         Pefindo Biro Kredit Per Agustus 2021)
 iii.    Trend histori risiko kredit Perseroan mayoritas berada pada level Moderat sejak April 2020
         sampai saat ini.
 iv.     Proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2023 menjadi 4,7%-5,3% dari sebelumnya
         realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2022 sebesar 5,44%. (sumber:
         https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2420622.aspx)
         Terdapat kemungkinan proyeksi tersebut kemungkinan tidak tercapai dan pertumbuhan
         ekonomi diprediksi akan turun pada Triwulan III 2022 dan terus turun pada Triwulan IV 2022
         karena trend naiknya Nilai Tukar dan trend turunnya Cadangan Devisa. Berikut adalah grafik
         Cadangan Devisa Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan 2022.
                                Gambar 3.12 Cadangan Devisa Tahun 2019-2022




                                              Sumber: Divisi Riset Ekonomi




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023   120
Page 160
   2.     Risiko Pasar (Proyeksi 2023: Moderat)
   Inheren Risk
   Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko pasar diproyeksikan berada pada peringkat Moderat naik dari
   periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
     i.     Data BI rate 7DRR diproyeksikan akan terus naik seiring dengan naiknya suku bunga The Fed
            dan terus naiknya Inflasi YoY di Indonesia seiring naiknya inflasi di Amerika Serikat, hal
            tersebut akan berdampak pada laba rugi SMF. Berikut adalah grafik BI 7DRR Rate dari 2018
            sampai dengan 2022.
                            Gambar 3.13 Pergerakan BI 7DRR Rate Tahun 2018-2022




                               Sumber: Divisi Riset Ekonomi


          Berikut adalah data hasil stress test risiko pasar yang telah dilakukan pada Desember 2022
          didapatkan hasil sebagai berikut:
          • Pada skenario adverse, apabila BI Rate 7DRR naik menjadi 4,25% maka terjadi penurunan
             Nilai Wajar EBA sebesar – Rp 24.474 Juta. Namun skenario ini sudah tidak dapat digunakan
             karena pada bulan September 2022 BI rate 7DRR mencapai 4,25%.
          • Pada skenario moderately adverse, apabila BI Rate 7DRR naik menjadi 5,25% dari posisi
             sekarang yaitu 4,25% (September 2022) maka terjadi penurunan Nilai Wajar EBA sebesar -
             Rp 30.258 Juta.
          • Pada skenario severely adverse, apabila BI Rate 7DRR naik menjadi 6,00% dari posisi sekarang
             yaitu 4,25% (September 2022) maka terjadi penurunan Nilai Wajar EBA sebesar - Rp 38.330
             Juta.
    ii.     Terdapat target sekuritisasi sebesar Rp 600 Miliar pada Draft RAKP 2023 dimana selaku
            penerbit SMF juga berperan sebagai stand by buyer (market maker)


PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   121
Page 161
    iii.     Karena adanya pandemic Covid-19 dari Maret 2020 menyebabkan terjadinya trend kenaikan
             fluktuasi harga pasar yang ditandai dengan semakin meningkatnya nilai Varian dari harga
             pasar.
    iv.      Kenaikan harga BBM pada September 2022 menambah kemungkinan kenaikan risiko pasar.
   Berdasarkan data histori tingkat risiko pasar dari April 2020 (sejak dimulainya Pandemi Covid-19)
   sampai dengan September 2022 menunjukkan trend kecenderungan risiko pasar akan naik menjadi
   RENDAH pada akhir 2023, namun atas penjabaran pada poin-poin di atas risiko pasar akan
   diproyeksikan berada pada tingkat MODERAT.

   3.      Risiko Likuiditas (Proyeksi 2023: Moderat)
   Inheren Risk
   Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko likuiditas diproyeksikan berada pada peringkat Moderat
   meningkat dari periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
    i.      Terdapat rencana penambahan sumber likuiditas jangka Panjang lainnya dengan skema
            inisiatif diluar obligasi, seperti two-step loans, greens bonds maupun social bonds yang akan
            meningkatkan eksposur risiko likuiditas Perseroan.
   ii.      Masih tingginya tingkat konsentrasi penyaluran pembiayaan pada satu counterpart, karena
            sulitnya diversifikasi penyaluran pembiayaan kepada Perbankan akibat masih tingginya
            likuiditas Bank akibat dari efek pandemi Covid-19 dimana Bank masih sangat hati-hati dalam
            penyaluran pembiayaan dan seiring dengan terus naiknya BI rate 7DRR.
  iii.      Kebutuhan akan sumber-sumber dana jangka panjang yang lebih beragam dan juga diversifikasi
            model pendanaan sebagai tuntutan dari skema sustainability financing.
   Berdasarkan data histori tingkat risiko likuiditas dari April 2020 (sejak dimulainya Pandemi Covid-19)
   sampai dengan September 2022 menunjukkan trend kecenderungan risiko likuiditas turun menjadi
   Rendah pada akhir 2023, namun atas penjabaran pada poin-poin di atas risiko likuiditas akan
   diproyeksikan berada pada tingkat MODERAT.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                   RKAP 2023   122
Page 162
    B. Proyeksi Risiko Lainnya 2023
                                  Tabel 3.12 Proyeksi Risiko Lainnya Tahun 2023
                                                                               Risiko
                Date
                                           Stratejik   Kepatuhan   Hukum     Operasional   Reputasi   Keuangan    Fraud
         Sep-20            Inheren         Moderat      Moderat    Moderat    Moderat       Tinggi    Moderat
         Dec-20            Inheren         Moderat      Moderat    Moderat    Moderat       Tinggi    Moderat
         Mar-21            Inheren         Moderat      Moderat    Rendah     Moderat       Tinggi    Moderat
         Jun-21            Inheren         Rendah       Rendah     Rendah     Moderat      Moderat     Rendah    Rendah
         Sep-21            Inheren         Rendah       Rendah     Rendah     Moderat      Moderat     Rendah    Moderat
         Dec-21            Inheren         Moderat      Rendah     Rendah     Moderat      Rendah     Moderat    Rendah
         Mar-22            Inheren         Moderat      Rendah     Rendah     Moderat      Rendah     Moderat    Rendah
         Jun-22            Inheren         Moderat     Moderat     Rendah     Moderat      Moderat    Moderat    Rendah
         Sep-22            Inheren         Moderat     Moderat     Rendah      Rendah      Moderat    Moderat    Rendah
         PROYEKSI 2023     Inheren     MODERAT         MODERAT     RENDAH    MODERAT       MODERAT    MODERAT    RENDAH


        Pendekatan yang digunakan untuk melakukan proyeksi tersebut adalah pendekatan historis
        tingkat risiko dan adanya kondisi ekonomi karena adanya kenaikan harga BBM dan kenaikan BI
        Rate, serta beberapa pertimbangan proyeksi inheren risk, pengendalian, dan residual risk
        sebagai berikut:

        1.    Risiko Stratejik (Proyeksi 2023: Moderat)

              Pada Desember 2023 Risiko inheren untuk risiko stratejik diproyeksikan berada pada
              peringkat Moderat tetap dari posisi September 2022 yaitu Moderat, dengan pertimbangan
              sebagai berikut:
              i.    Terdapat potensi risiko Perseroan untuk tantangan dalam mencapai target yang
                    ditetapkan untuk Perseroan karena masih adanya Dampak Pandemi Covid-19 yang
                    belum tuntas dan masih tingginya angka likuiditas perbankan Indonesia. Dimana Bank
                    masih sangat hati-hati dalam penyaluran pembiayaan dan seiring dengan terus naiknya
                    BI rate 7DRR, sehingga akan berdampak pada penyaluran pembiayaan Perseroan
                    kepada Lembaga Keuangan Primer seperti Bank.
              ii.   Data pencapaian per September 2022 masih sangat kecil dibandingkan dengan target
                    RAKP 2022 sebelumnya, antara lain pencapaian penyaluran pinjaman sebesar 55,48%,
                    pencapaian pendapatan sebesar 69,57% dan pencapaian laba rugi setelah pajak dan
                    CKPN sebesar 59,96%.
             iii.   Tahun 2023 peran Perseroan akan semakin meningkat melalui kelanjutan
                    pengembangan kegiatan usaha pembiayaan mikro perumahan, KPBU perumahan,
                    kredit konstruksi, KPR Rumah Usaha, KPR PPJB serta adanya penugasan khusus.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                  RKAP 2023       123
Page 163
        2.     Risiko Kepatuhan (Proyeksi 2023: Moderat)

        Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko kepatuhan diproyeksikan berada pada peringkat
        Moderat tetap dari periode September 2022 yaitu Moderat, dengan pertimbangan sebagai
        berikut:
          i.   Regulasi yang mengatur Perseroan tidak kompleks.
         ii.   Potensi akan adanya regulasi-regulasi baru yang muncul mengantisipasi kondisi ekonomi
                makro dan perekonomian nasional yang berdampak kepada Perseroan, sehingga perlu
                dipastikan bahwa Perseroan tetap patuh atas regulasi-regulasi tersebut.
        iii.   Perseroan melakukan kajian atas regulasi baru dan melakukan sosialisasi kepada unit kerja
                terkait agar regulasi tersebut dipahami oleh semua pihak yang terlibat di perseroan.
        iv.    Berdasarkan data histori tingkat risiko Kepatuhan dari September 2020 sampai dengan
                September 2022 (Triwulanan) menunjukkan trend kecenderungan risiko kepatuhan
                Inherennya Moderat pada 2023.

        3.     Risiko Hukum (Proyeksi 2023: Rendah)

        Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko hukum diproyeksikan berada pada peringkat Rendah sama
        dengan periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
             i. Perseroan mengantisipasi dengan penjagaan berlapis atas Risiko hukum yang berpotensi
                 Perseroan bisa terpapar atas tuntutan parapihak mitra Perseroan, antara lain dengan
                 mendapatkan opini hukum dari Konsultan Hukum eksternal dan penguatan di Kebijakan
                 Internal Perseroan.
          ii. Akan muncul eksposur risiko hukum pada pengikatan yang lebih banyak karena adanya
                 kenaikan target pembiayaan dan bervariasinya produk Perseroan seperti pembiayaan
                 mikro perumahan, kredit konstruksi, KMG Perumahan, KPR Inden.
         iii. Berdasarkan data histori tingkat risiko Hukum dari September 2020 sampai dengan
                 September 2022 (Triwulanan) dan analisis kualitatif menunjukkan trend kecenderungan
                 risiko Hukum akan tetap Rendah pada 2023.

        4.     Risiko Operasional (Proyeksi 2023: Moderat)

               Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko operasional diproyeksikan berada pada
               peringkat Moderate tetap dari periode September 2022 yaitu Moderate, dengan
               pertimbangan sebagai berikut:




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023    124
Page 164
               i.     Meningkatnya kompleksitas Bisnis Perseroan yang berdampak kepada tuntutan
                      dukungan operasional seperti dukungan kemampuan SDM, jumlah SDM, dukungan
                      infrastruktur IT yang semakin kompleks, tantangan keamanan data Perseroan,
                      dukungan tempat kerja dan lainnya.
               ii.    Bertambahnya counterpart dan juga termasuk produk.
              iii.    Terdapat potensi peningkatan eksposur risiko operasional IT karena adanya
                      dukungan IT yang tidak optimal akibat adanya perubahan/perombakan sistem.
              iv.     Berdasarkan data histori tingkat risiko Operasional dari dan analisis kualitatif
                      menunjukkan trend kecenderungan risiko Operasional akan tetap di peringkat
                      Moderate pada 2023.
               v.     Meningkatnya kompleksitas Bisnis Perseroan.
              vi.     Bertambahnya counterpart dan juga termasuk produk.

        5.    Risiko Reputasi (Proyeksi 2023: Moderat)

              Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko reputasi diproyeksikan berada pada peringkat
              Moderate tetap dari periode September 2022 yaitu Moderate, dengan pertimbangan
              sebagai berikut:
               i.     Perseroan memproyeksikan bahwa pada 2023 tidak terdapat pemberitaan negatif
                      Perseroan.
               ii.    Potensi adanya penugasan baru kepada Perseroan dari Pemerintah yang harus dapat
                      dijalankan dengan baik karena mendapatkan perhatian public, termasuk juga
                      penugasan terkait PEN yang sampai dengan saat ini masih dijalankan dan
                      mempertimbangkan kondisi dari Perumnas.
              iii.    Berdasarkan data histori tingkat risiko reputasi dari September 2020 sampai dengan
                      September 2022 (Triwulanan) dan analisis kualitatif menunjukkan trend
                      kecenderungan risiko Reputasi akan di peringkat Moderate pada 2023.
        6.    Risiko Keuangan (Proyeksi 2023: Moderat)

              Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko keuangan diproyeksikan berada pada peringkat
              Moderate tetap dari periode September 2022 yaitu Moderat, dengan pertimbangan
              sebagai berikut:
               i.     Terdapat potensi tidak maksimalnya laba yang dihasilkan Perseroan pada 2023
                      karena adanya penurunan Profit Margin dan ROE.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   125
Page 165
               ii.    Dampak Pengetatan Suku Bunga Bank Indonesia untuk mengendalikan Laju Inflasi
                      dan menjaga stabilitas nilai tukar akan berdampak secara tidak langsung terhadap
                      kemampuan Perseroan dalam menciptakan profit.
              iii.    Berdasarkan data histori tingkat risiko Keuangan dari September 2020 sampai
                      dengan September 2022 (Triwulanan) dan analisis kualitatif menunjukkan trend
                      kecenderungan risiko Keuangan akan berada di peringkat Moderat pada 2023.

        7.    Risiko Fraud (Proyeksi 2023: Rendah)

              Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko fraud diproyeksikan berada pada peringkat
              Rendah tetap dari periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan Perseroan
              telah melakukan:
               i.      Antisipasi Risiko fraud yang semakin diperkuat dengan Sosialisasi kepada seluruh
                       karyawan terhadap bentuk-bentuk Fraud dan akibat yang akan diterima apabila
                       melakukan pelanggaran Fraud.
               ii.     Penguatan Early Warning System Fraud dengan penguatan Wistleblowing System
                       (WBS) untuk pendeteksian kejadian Fraud lebih dini.
              iii.     Melakukan sosialisasi secara berkala terkait dengan kejahatan fraud di lingkungan
                       Perseroan.
              iv.      Menyempurnakan ketentuan/Pedoman yang berlaku di Perseroan untuk
                       meminimalisir potensi Fraud yang diakibatkan pengaturan yang kurang baik.




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                  RKAP 2023   126
Page 166
3.7.          Balanced Scorecard (BSC) Perseroan Tahun 2023
         Kategori                                                                                                         TARGET       PROGNOSA    Periode
No.                Kode           Sasaran Strategis    Kode       Indikator Kinerja Utama (IKU)     Bobot    Satuan
       Performansi                                                                                                         2023          2022     Pelaporan
                          Peningkatan Aliran Dana ke
                                                              Primary Market Financing to Capital
                       F1 Sektor Pembiayaan            F1.1                                         5,50%     x (kali)      7,43         7,59      Bulanan
                                                              Ratio
                          Perumahan
                                                           Pemenuhan pendanaan Perseroan
                                                       F2.1                                         5,50%       %        50,0<x<70,0     61,95     Bulanan
                                                           untuk kebutuhan Penyaluran Pinjaman
                          Peningkatan Penyediaan Dana F2.2 Penyaluran Pinjaman                      5,50%    Miliar Rp     5.077         4.268    Triwulanan
                       F2                                  Persentase atas proses kegiatan
                          Khusus Perumahan            F2.3                                          5,50%       %           100          100      Triwulanan
                                                           sekuritisasi
       Perspektif                                      F2.4 Nominal sekuritisasi                    5,00%    Miliar Rp      750          500       Tahunan
 A.    Mandat &                                               Sinergi dengan instrumen APBN melalui
       Keuangan                                        F3.1                                         5,50%    Miliar Rp     5.320         4.600    Triwulanan
                                                              Penyaluran KPR FLPP
                          Penggunaan Penyertaan       F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP            5,50% Unit Rumah      500.703       361.920   Triwulanan
                       F3 Modal Negara pada Perseroan
                                                           Persentase penyaluran KPR FLPP
                          yang Optimum                F3.3                                          5,50%       %          60,00         60,00     Tahunan
                                                           Perseroan atas porsi bank penyalur
                                                           Persentase jumlah unit rumah yang
                                                      F3.4                                          5,50%       %          85,00         85,00     Tahunan
                                                           menggunakan dana dari Perseroan
                          Mencapai Kinerja Keuangan
                       F4                             F4.1 Profit Margin                            5,50%       %          21,27         22,11     Tahunan
                          yang Optimum
                                                                                                    54,50%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                           RKAP 2022   127
Page 167
       Kategori                                                                                                         TARGET   PROGNOSA        Periode
No               Kode            Sasaran Strategis       Kode      Indikator Kinerja Utama (IKU)   Bobot     Satuan
     Performansi                                                                                                         2023      2022         Pelaporan
                        Optimalisasi Peran Perseroan      Persentase dampak ekonomi atas
                     C1                              C1.1                                           5,50%       %       17,88       11,15        Tahunan
                        kepada Pemangku Kepentingan       penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan
      Perspektif
B.                      Optimalisasi Sinergi
     Stakeholder                                          Sinergi dengan                                                         11 Kegiatan/
                     C2 BUMN/Lembaga Kementerian C2.1                                               5,00%       %        100                     Triwulan
                                                          Lembaga/Kementerian/SMV                                                   lokasi
                        Keuangan
                                                          Kegiatan sosialisasi/pertukaran
                        Benchmarking kegiatan usaha                                                           Jumlah
                     C3                              C3.1 informasi/kolaborasi dengan instansi      3,50%                 2           -          Tahunan
                        Perseroan                                                                            Kegiatan
                                                          internasional
                                                                                                   14,00%
                          Memperkuat Manajemen
                     I1                                  I1.1 Pengukuran maturity level ERM         5,00%     Level       2           2          Tahuhan
                          Risiko
                                                              Biaya Operasional Pendapatan
                     I2 Efisiensi Kegiatan Operasional   I2.1 Operasional (BOPO) Tanpa Surat        5,00%       %        9,66         -          Tahunan
    Perspektif                                                Utang
C. Proses Bisnis        Pemenuhan Ketentuan
     Internal        I3 Regulasi                         I3.1 Skor asesmen GCG                      5,00%     Skor      87,00       86,00        Tahunan
                        (Tata Kelola Perusahaan)
                        Pengembangan kajian
                                                                Persentase kegiatan perluasan
                     I4 alternatif model bisnis          I4.1                                       5,50%       %         65          -         Triwulanan
                                                                mandat Perseroan
                        Perseroan
                                                                                                   20,50%
                                                              Persentase pemenuhan kebutuhan
    Perspektif     Pengembangan Sistem                   L1.1                                       3,00%       %        100         120         Triwulan
                L1                                            Sistem TI
   Pembelajaran    Informasi Manajemen (SIM)
D.                                                       L1.2 Pengukuran IT Maturity Level          3,00%     Level       2           2          Tahunan
        &
                   Pengembangan Organisasi                    Pengukuran Organization Health
   Pertumbuhan L2                                        L2.1                                       5,00%     Skor      73,00       72,62        Tahunan
                   Perseroan                                  Index (OHI)
                                                                                                   11,00%
                          TOTAL                                                                    100,00%


         Penambahan IKU Baru / Penyesuaian IKU lama

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                          RKAP 2022   128
Page 168
3.8.          Balanced Scorecard (BSC) Komisaris Tahun 2023

          Kategori                                                                                                             Bobot   Target 2023     Periode
  No                Kode                    Sasaran Strategis       Kode                Indikator Kinerja Utama
        Performansi                                                                                                            Akhir Satuan Nilai (a) Pelaporan

                                                                    S.1.1 Pelaksanaan Rapat Rutin Dewan Komisaris                 12%   x       12    Bulanan
                                                                          Persentase pemberian tanggapan (response) atas
                               Pengawasan dan Penyampaian Arahan
                                                                    S.1.2 permohonan persetujuan/rekomendasi dari Direksi 12%           %       90    Tahunan
                         S1       dan/atau Pendapat yang Optimal
                                                                          yang tepat waktu
                                           kepada Direksi
                                                                          Persentase      arahan     Dewan     Komisaris    yang
         Perspektif                                                 S.1.3                                                         12%   %      100    Tahunan
                                                                          ditindaklanjuti oleh Direksi
        Pengawasan
  A.                                                                      Pemantauan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang
          (Bobot                                                    S.2.1                                                          9%   x       1     Tahunan
                                                                          baik dalam pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan
           60%)                  Penerapan Tata Kelola Perusahaan
                         S2                                               Penelitian dan penelaahan atas laporan berkala dan
                                yang Baik dalam Lingkup Perusahaan
                                                                    S.2.2 laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta 9%               %       90    Tahunan
                                                                          menandatangani Laporan Tahunan
                                  Peningkatan kompetensi Dewan            Jumlah pelatihan atau seminar yang diikuti oleh Dewan
                         S3                                         S.3.1                                                          6%   x       3     Tahunan
                                             Komisaris                    Komisaris
                                                                                                                                  60%
                                  Penyampaian Rencana Kerja dan           Penyampaian     Rencana    Kerja dan  Anggaran   (RKA)
                                                                    R.1.1                                                          8%   x       1     Tahunan
                               Anggaran Perseroan (RKAP) dan Usulan       Tahunan Dewan Komisaris
                         R1
                                 Perubahan Rencana Jangka Panjang         Penyampaian hasil Penelaahan dan persetujuan atas
                                                                    R.1.2                                                          8%   x       1     Tahunan
                                Perusahaan (RJPP) yang Tepat Waktu        RKAP dan/atau RJPP beserta perubahannya
         Perspektif                                                       Penyampaian laporan pelaksanaan tugas dan tanggung
                                                                    R.2.1                                                          8%   x       4    Triwulanan
  B.     Pelaporan                                                        jawab Dewan Komisaris (triwulanan)
        (Bobot 40%)                Penyampaian Laporan kepada             Penyampaian laporan pelaksanaan capaian kinerja
                                                                    R.2.1                                                          8%   x       4    Triwulanan
                         R2      Pemegang Saham sesuai Ketentuan          Dewan Komisaris (triwulanan)
                                            yang Berlaku                  Penyampaian laporan pengawasan atas pelaksanaan
                                                                    R.2.3 RKAP, tindak lanjut arahan Pemegang Saham dan 8%              x       2     Semester
                                                                          capaian IKU Perusahaan (semesteran)
                                                                                                                                  40%
                                                                                                                                 100%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                             RKAP 2023   129
Page 169
                                             4    BAB 4
                                            UNIT USAHA SYARIAH

4.1.          Riwayat Singkat Unit Usaha Syariah

Pada tahun 2018, Perseroan membentuk Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai bentuk jawaban untuk
pengembangan pasar pembiayaan rumah berbasis Syariah. Unit Usaha Syariah (UUS) SMF dibentuk
berdasarkan keputusan RUPS tanggal 24 April 2018 yang telah mendapatkan persetujuan OJK
berdasarkan KEP OJK No. KEP-73/NB.223/2018 tanggal 10 Juli 2018. Pendirian UUS bertujuan untuk
mengoptimalkan potensi sekuritisasi dan pembiayaan perumahan di segmen lembaga keuangan
syariah.

4.2.          Realisasi Kegiatan Utama Tahun 2022
4.2.1.       Penyaluran Pembiayaan Syariah
Rencana Kerja UUS SMF tahun 2022 mengacu kepada RKAP tahun 2022 serta memperhatikan aspirasi
Pemegang Saham, salah satunya adalah mencapai target pertumbuhan outstanding pembiayaan
komersial minimal sebesar 10% dibanding tahun 2021 dengan tetap menjaga risiko yang terukur.
Untuk tahun 2022, Penyaluran Pembiayaan sampai dengan September 2022 mencapai Rp993 Miliar
yang terdiri dari penyaluran pembiayaan komersial sebesar Rp309 Miliar dan KPR Program FLPP
sebesar Rp684 miliar. Penyaluran komersial dikontribusi dari kelompok BUS Rp200 miliar, UUS BU
Rp9 miliar, BPDS Rp50 miliar, BPRS Rp14 miliar, dan LKK Rp36 miliar dan untuk KPR Program FLPP
dikontribusi dari kelompok UUS BU Rp630 miliar dan BPDS Rp54 miliar.

Untuk Outstanding (portfolio) Per September tahun 2022 outstanding pembiayaan mencapai
Rp2,867 triliun, terdiri dari outstanding pembiayaan komersial dan outstanding pembiayaan PPR
FLPP, dengan rincian outstanding pembiayaan komersial sebesar Rp886 miliar dengan total NOA
20.442, outstanding pembiayaan PPR FLPP sebesar Rp1,981 triliun dengan total NOA 60.020.

Posisi outstanding pembiayaan komersial pada awal tahun 2022 adalah sebesar Rp782 miliar,
sementara realisasi pembiayaan komersial sampai dengan September 2022 telah mencapai sebesar
Rp309 miliar. Sesuai dengan pipeline pembiayaan, maka outstanding pembiayaan sampai dengan
Desember 2022 akan mencapai (prognosa) sebesar Rp869 miliar atau tumbuh sekurang-kurangnya
11% dibanding posisi pada awal tahun 2022. Hal ini telah sesuai dengan aspirasi Pemegang Saham
tahun 2022, dimana Pemegang Saham mengharapkan pertumbuhan outstanding (portfolio)
pembiayaan komersial minimal sebesar 10%.




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                           RKAP 2023    130
Page 170
Sampai dengan September 2022, segmentasi distribusi pembiayaan masih tersentralisasi pada
BUS/UUS BU/UUS BPD/BPDS dengan porsi 84%, selebihnya sebesar 16% terdistribusi kepada
segmentasi BPRS/MFS dan PNM. Untuk tahun-tahun berikutnya, porsi segmentasi pembiayaan
kepada BPRS/MFS dan PNM akan lebih ditingkatkan lagi.

4.2.2.        Sumber Pendanaan Perseroan
Pendanaan Perseroan untuk menyalurkan pembiayaan baik komersil maupun program pada Unit
Usaha Syariah pada tahun 2022 melalui pembayaran atas penyaluran pembiayaan yang sudah jatuh
tempo dan pinjaman antar usaha yang ada di Perseroan. Di tahun 2022, sampai dengan bulan
September, Perseroan tidak melakukan penerbitan sumber pendanaan sukuk.

4.3.             Realisasi Kegiatan Lainnya
Selain kegiatan utama UUS diatas, Perseroan juga melaksanakan kegiatan pendukung lainnya seperti:
1.     Pelatihan KPR kepada 29 BPRS dengan melibatkan Asbisindo Kompartemen BPRS.
2.     Berpartisipasi dalam Forum Global Islamic Investment.
3.     Mengadakan Sharing Session Sharia “Dorong Pemulihan Ekonomi Untuk Wujudkan Rumah
       Terjangkau di Indonesia” dengan menghadirkan.
4.     Berpartisipasi dalam kegiatan OJK berkaitan dengan:
       •   Launching Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia Tahun 2021
       •   Penyusunan Destination Statement OJK tahun 2022-2027
5.     Mengembangkan kerjasama dengan komunitas Multifinance melalui APPI (Asosiasi Perusahaan
       Pembiayaan Indonesia).
6.     Berpatisipasi dalam FGD penyusunan rancangan skema/mekanisme sewa beli bersama BP
       Tapera.
7.     Berpartisipasi dalam sharing session KPBU bersama PT SMI.
8.     Berpartisipasi dalam rapat pembahasan skema pemilikan bertahap (staircasing shared
       ownership) dengan PUPR.
9.     Sinergi dengan OJK KR 1 terkait koordinasi persiapan pelaksanaan evaluasi kinerja lembaga jasa
       keuangan.
10. Berpartisipasi dalam acara Islamic Finance Summit 2022.
11. Mengadakan gathering untuk client existing.
12. Memfasilitasi pengadaan kegiatan pelatihan PPR untuk 20 BPRS baru, BPD dan BUS sebagai
       program marketing deepening.




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                 RKAP 2023     131
Page 171
4.4.          Rencana Unit Usaha Syariah
                           Gambar 4.1 Struktur Organisasi Unit Usaha Syariah




Penyaluran Pembiayaan Syariah
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, permintaan atas KPR Syariah di Indonesia
masih terbilang rendah. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah belum pahamnya masyarakat
atas konsep syariah itu sendiri. Kondisi tersebut ditandai dengan proporsi KPR syariah terhadap KPR
nasional relatif masih terbilang kecil di kisaran 19%, per Juli 2022. Dari jumlah bank syariah pun masih
terbilang cukup rendah dibandingkan dengan bank konvensional. Berdasarkan data yang kami
peroleh dari Otoritas Jasa Keuangan, per Juli 2022 hanya terdapat 12 (dua belas) bank syariah, yang
terdiri dari 4 (empat) bank syariah nasional dan 8 (delapan) bank syariah swasta/swasta asing.
Sedangkan jumlah bank konvensional di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 95 (sembilan puluh
lima) bank.

                           Gambar 4.2 Outstanding KPR Nasional per Juli 2022


                                                      19%


                                                                         OS KPR Syariah
                                                                         OS KPR Konvensional


                                         81%



                  Sumber: Statistik Perbankan Syariah dan Statistik Perbankan Indonesia, OJK (diolah)

Selain itu, pertumbuhan Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) syariah secara YoY juga masih belum
kembali seperti sebelum pandemi. Pada periode sebelum 2020 (sebelum pandemi), pertumbuhan
PPR Syariah bisa mencapai 19%. Sedangkan pada saat pandemi, pertumbuhan PPR Syariah hanya
berkisar antara 9% hingga 13%. Hal ini dapat dilihat dari Gambar 4.3. Meskipun begitu, Perseroan
meningkatan target penyaluran pembiayaan syariah di tahun 2023 dengan memperhatikan prinsip
kehati-hatian.


 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                               RKAP 2023   132
Page 172
                                 Gambar 4.3 Pertumbuhan PPR Syariah (YoY)

                        21,00%
                        19,00%
                        17,00%
                        15,00%
                        13,00%                                                                                                                         12,42%
                        11,00%
                         9,00%
                         7,00%
                         5,00%



                                          Mei/18




                                                                     Mei/19




                                                                                                Mei/20




                                                                                                                            Mei/21




                                                                                                                                                        Mei/22
                                                                                                                                              Jan/22
                                 Jan/18


                                                   Sep/18
                                                            Jan/19


                                                                              Sep/19
                                                                                       Jan/20


                                                                                                         Sep/20
                                                                                                                   Jan/21


                                                                                                                                     Sep/21
                  Sumber: Statistik Perbankan Syariah dan Statistik Perbankan Indonesia, OJK (diolah)

Rencana pembiayaan dan kegiatan pendukung tahun 2023 disusun sesuai target bisnis Perseroan
dengan memperhatikan aspirasi Pemegang Saham. Untuk 2023, Penyaluran UUS diharapkan dapat
Mencapai target pertumbuhan outstanding pembiayaan komersial minimal sebesar 20% dari
prognosa tahun 2022 (dengan tetap menjaga risiko yang terukur), dan menjaga pertumbuhan
pendapatan usaha serta efisiensi biaya operasional. Selain itu, menciptakan ide kreatif untuk
meningkatkan nilai properti perumahan yang dimiliki masyarakat guna membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, dan lebih lanjut dapat dijadikan underlying asset untuk memperoleh
pembiayaan. Ketiga adalah dengan merealisasikan rencana perluasan kegiatan usaha Perseroan
sesuai target perluasan mandat yang telah ditetapkan dalam RJPP 2022-2026, seperti pembiayaan
KPR Rumah Usaha, KPR PPJB, KPBU Perumahan, dan covered bond. Selain itu tetap mengoptimalkan
dan terus mengembangkan peran Unit Usaha Syariah dalam kegiatan usaha Perseroan sebagai upaya
diversifikasi produk sekuritisasi dan pembiayaan.

                             Tabel 4.1 Target Pembiayaan Syariah Tahun 2023
                                                      PROGNOSA 2022                                               RKAP 2023
          Pembiayaan Syariah                                                                                                                               % Perubahan
                                                         Miliar Rp.                                               Miliar Rp.
          Total Pembiayaan                                1.775                                                     2.270                                        27,9%
            Komersial                                       766                                                      950                                         24,0%
            Program (KPR FLPP)                            1.009                                                     1.320                                        30,8%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                                RKAP 2023   133
Page 173
Terdapat beberapa tantangan yang saat ini dihadapi Unit Usaha Syariah, yaitu:
1. Bank sedang likuid ditandai dengan Rasio FDR rendah dan masih tersedianya dana PEN.
2. Produk Kompetitor (Pricing pembiayaan SMF vs rate deposito dan Pembiayaan antar bank (clean
       basis).
3. Bank masih fokus penyaluran untuk KPR Subsidi.
4. Pertimbangan bank bahwa pembiayaan SMF tidak masuk komponen “D” dalam perhitungan FDR,
       sehingga setiap pembiayaan SMF harus diikuti dengan penempatan deposito dengan tenor yang
       sama.
5. Belum banyak lembaga keuangan syariah menjalankan bisnis pembiayaan perumahan baik
       Modal Kerja Konstruksi dan KPR.
Langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Unit Usaha Syariah pada tahun 2023 antara lain:
1. Memperbanyak penyalur PPR baru terutama BPR Syariah dan MF Syariah melalui program
       inkubasi.
2. Melakukan pendekatan dengan seluruh lembaga keuangan syariah yang potensial untuk
       kerjasama penyaluran pembiayaan dalam program Refi PPR, Refi PMP, Refi PMK-KP, Refi PMG.
3. Menginisiasi forum-forum diskusi dengan stakeholder pembiayaan perumahan untuk menggali
       potensi pengembangan bisnis Unit Usaha Syariah.
4. Memperkuat riset untuk pengembangan produk bisnis.

4.5.             Program Kerja Unit Usaha Syariah
Berikut ini merupakan program kerja Unit Usaha Syariah di tahun 2023, untuk mencapai
pertumbuhan outstanding pembiayaan komersial sebesar 20% (dua puluh persern).

 Program Strategis
       Meningkatkan penyaluran kepada segmen BPRS dan PNM dalam mendorong BPRS untuk
  A    meningkatkan penyaluran Pembiayaan Mikro Perumahan dengan tetap menjaga hubungan
       baik dengan BUS, UUS BU dan BPD
       Mengarahkan BPRS untuk menerapkan penggunaan akad Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT)
       dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dalam penyaluran PPR dengan tujuan memperbanyak
  B
       PPR yang siap disekuritisasi dikemudian hari baik secara individual LKS maupun secara multi
       originator (beberapa LKS)
       Mendorong BPRS untuk meningkatkan penyaluran Pembiayaan Mikro Perumahan melalui
  C
       program-program marketing bersama
       Membangun dan memperkuat komunitas BPRS khususnya diwilayah BPD yang belum
  D
       bekerjasama dengan SMF
       Meningkatkan kapasitas BPRS dalam penyaluran pembiayaan sektor perumahan yang
  E
       berkualitas melalui program pelatihan dan advisory
       Meningkatkan literasi masyarakat terhadap pembiayaan perumahan bekerjasama dengan
  F
       Kantor Regional OJK setempat
  G    Memperluas jaringan distribusi pembiayaan melalui program widening dan deepening




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023    134
Page 174
4.6.          Balanced Scorecard (BSC) Dewan Pengawas Syariah 2023
          Kategori                                                                                                                         Bobot     Target
 No                 Kode                    Sasaran Strategis             Kode                   Indikator Kinerja Utama
        Performansi                                                                                                                        Akhir Satuan Nilai (a)

                                                                           1         Pelaksanaan Rapat Rutin Dewan Pengawas Syariah        20%      x        12
                                Pemberian Tanggapan atau Opini terhadap
                                                                                   Persentase Pemberian Tanggapan atau Opini terhadap
                    M1          Pembiayaan dan Produk Syariah yang akan
                                                                           2        Pembiayaan dan Produk Syariah yang akan dilakukan      20%      %        90
         Perspektif                       dilakukan Perseroan
                                                                                                        Perseroan
        Pengawasan
  A.                            Pengawasan dan Pemantauan Atas Good
          (Bobot                                                                 Pemantauan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik
                    M2        Governance Pelaksanaan Pembiayaan Syariah    1                                                                10%     x         1
           60%)                                                                     dalam pelaksanaan kegiatan usaha syariah Perseroan
                                            dari Perseroan
                               Peningkatan kompetensi Dewan Pengawas               Jumlah pelatihan atau seminar yang diikuti oleh Dewan
                        M3                                                 1                                                               10%      x         1
                                                Syariah                                              Pengawas Syariah
                                                                                                                                           60%
                             Penyampaian Tanggapan / Rekomendasi atas
                                                                                 Penyampaian Tanggapan / Rekomendasi Rencana Kerja dan
                            Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP)
         Perspektif      R1                                                1      Anggaran Perusahaan (RKAP) Terkait dengan Pembiayaan 20%          x         1
                               Terkait dengan Pembiayaan dan Kegiatan
  B.     Pelaporan                                                                                dan Kegiatan Syariah
                                               Syariah
        (Bobot 40%)
                              Penyampaian Laporan Pelaksanaan Tugas                Penyampaian laporan pelaksanaan tugas dan tanggung
                         R2                                                1                                                              20%       x         2
                                       Dewan Pengawas Syariah                    jawab serta capaian Dewan Pengawas Syariah (semesteran)
                                                                                                                                          40%
                                                                                                                                         100%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                               RKAP 2023   135
Page 175
     PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)




                             MANUAL
                   INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
                     BALANCED SCORECARD (BSC)
                            PERSEROAN
                           TAHUN 2023




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)           RKAP 2023   136
Page 176
INDIKATOR KINERJA UTAMA PERSEROAN

Perspektif Mandat dan Keuangan
 F1.1      Primary Market Financing to Capital Ratio
 F2.1      Pemenuhan pendanaan Perseroan untuk kebutuhan Penyaluran Pinjaman
 F2.2      Penyaluran Pinjaman
 F2.3      Persentase atas proses kegiatan sekuritisasi
 F2.4      Nominal sekuritisasi
 F3.1      Sinergi dengan instrumen APBN melalui Penyaluran KPR FLPP
 F3.2      Akumulasi Penyaluran KPR FLPP
 F3.3      Persentase penyaluran KPR FLPP Perseroan atas porsi bank penyalur
 F3.4      Persentase jumlah unit rumah yang menggunakan dana dari Perseroan
 F4.1      Profit Margin

Perspektif Stakeholder
 C1.1      Persentase dampak ekonomi atas penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan
 C2.1      Sinergi dengan Lembaga/Kementerian/SMV
 C3.1      Kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional

Perspektif Proses Bisnis Internal
  I1.1     Pengukuran ERM maturity level
  I2.1     Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Tanpa Surat Utang
  I3.1     Skor asesmen GCG
  I4.1     Persentase kegiatan perluasan mandat Perseroan

Perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan
 L1.1      Persentase pemenuhan kebutuhan sistem TI
 L1.2      Pengukuran IT maturity level
 L2.1      Pengukuran Organization Health Index (OHI)




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                             RKAP 2023   137
Page 177
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                                    F1.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                       MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                         F1 Peningkatan Aliran Dana ke Sektor Pembiayaan Perumahan

Deskripsi Sasaran Strategis :               Jumlah aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan. Sasaran ini memperlihatkan mulai
                                            berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan. Merupakan tujuan utama didirikannya Perseroan.
                                            Dengan teralirnya dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, diharapkan pasar pembiayaan
                                            primer perumahan semakin kuat dan efisien sehingga tujuan terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan
                                            terjangkau oleh masyarakat dapat tercapai.


Indikator Kinerja Utama :                   F1.1 Primary Market Financing to Capital Ratio

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :         Definisi:
                                            Rasio yang menunjukkan besarnya dana yang telah dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan
                                            perumahan dibandingkan dengan modal disetor. Tambahan modal disetor yang diterima pada tahun
                                            berjalan, akan dihitung secara proporsional (rata-rata tertimbang/weighted average ).
                                            Formula:


                                            Tujuan:
                                            Untuk mengetahui jumlah dana yang telah dialirkan dari pasar modal dan mengetahui kontribusi Perseroan
                                            terhadap sektor pembiayaan perumahan.

Satuan Pengukuran :                                                                             x (kali)

Tingkat Kendali IKU :                       ( ) High           ( x ) Moderate ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                     ( x ) Exact        ( ) Proxy        ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :           S&P, Pemb. dan UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :                  KEU

Sumber Data :                               Laporan Keuangan Perseroan

Tindakan apabila data belum tersedia :      Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                 ( ) Sum            ( ) Average      ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                           ( x ) Direct       ( ) Indirect     ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                ( x ) Maximize     ( ) Minimize     ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                         ( x ) Bulanan      ( ) Triwulanan   ( ) Semesteran             ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                 Periode         Penanggung
                   Nama IS
                                             Pelaksanaan IS        Jawab
Akumulasi Nominal Sekuritisasi dan
Penugasan Khusus
Akumulasi Nominal Penyaluran Pinjaman
                                                                 S&P, Pemb.
(Konvensional dan Syariah)                        Bulanan
                                                                  dan UUS
Akumulasi Nominal Pembelian KPR
Akumulasi Nominal Penyaluran Pinjaman KPR
Program

TABEL DATA

                                                Target Nilai
               Periode Pelaporan
                                                   (kali)
                   Januari
                   Februari
                    Maret
                    April
                     Mei
                     Juni
                                                    7,43
                     Juli
                   Agustus
                  September
                   Oktober
                  November
                  Desember


 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                    RKAP 2023         138
Page 178
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                                               F2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)



Perspektif :                                                                             MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                        F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan

Deskripsi Sasaran Strategis :              Dalam rangka meningkatkan penyaluran KPR yang berkesinambungan dan terjangkau oleh masyarakat, dibutuhkan
                                           dana jangka panjang yang didedikasikan khusus untuk sektor pembiayaan perumahan. Dana jangka panjang dapat
                                           diperoleh dari para entitas pengelola dana jangka panjang maupun saluran lainnya yang diperuntukan untuk mewujudkan
                                           program pemerintah merumahkan setiap keluarga Indonesia.



Indikator Kinerja Utama :
                                           F2.1 Pemenuhan pendanaan Perseroan untuk kebutuhan Penyaluran Pinjaman


Deskripsi Indikator Kinerja Utama :        Definisi:
                                           Memonitor realisasi posisi pendanaan yang berasal dari pinjaman/pembiayaan konvensional maupun syariah untuk
                                           memenuhi kebutuhan penyaluran pinjaman/pembiayaan.
                                           Formula:


                                           Tujuan:
                                           Mengukur presentase pemenuhan pendanaan terhadap penyaluran pinjaman, yaitu Penyaluran Pinjaman/Pembiayaan
                                           (Konvensional & Syariah), termasuk Penugasan Khusus.

Satuan Pengukuran :                                                                                 %

Tingkat Kendali IKU :                      ( ) High             ( x ) Moderate    ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                    ( x ) Exact          ( ) Proxy         ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :          TRE

Unit/Pihak Penyedia Data :                 TRE , KEU

Sumber Data :                              Laporan Keuangan Perseroan

Tindakan apabila data belum tersedia :     Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                ( ) Sum              ( ) Average       ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                          ( x ) Direct         ( ) Indirect      ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                               ( ) Maximize         ( ) Minimize      ( x ) Stabilize

Periode Pelaporan :                        ( x ) Bulanan        ( ) Triwulanan    ( ) Semesteran                  ( ) Tahunan

INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                 Periode         Penanggung
                   Nama IS
                                             Pelaksanaan IS     Jawab Aktivitas
Menerbitkan surat utang sesuai kebutuhan
Menjaga rasio pemenuhan pendanaan pada            Bulanan              TRE
range yang telah ditentukan

TABEL DATA                                                                        TABEL PENCAPAIAN

               Periode Pelaporan               Target Nilai                            Rata-rata Target Nilai            Pencapaian
                     Januari                                                           32,00% ≤ x ≤ 37,99%                  85%
                    Februari                                                           38,00% ≤ x ≤ 43,99%                  90%
                      Maret                                                            44,00% ≤ x ≤ 49,99%                  95%
                      April                                                            50,00% ≤ x ≤ 54,99%                 100%
                       Mei                                                             55,00% ≤ x ≤ 65,00%                 120%
                       Juni                                                            65,01% ≤ x ≤ 70,00%                 100%
                                              50,0≤ x ≤ 70,0
                       Juli                                                            70,01% ≤ x ≤ 76,00%                  95%
                    Agustus                                                            76,01% ≤ x ≤ 82,00%                  90%
                   September                                                                 ≥82,01%                        85%
                    Oktober
                   November
                   Desember




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                              RKAP 2023          139
Page 179
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                    F2.2
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                     MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                      F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan

Deskripsi Sasaran Strategis :            Dalam rangka meningkatkan penyaluran KPR yang berkesinambungan dan terjangkau oleh masyarakat,
                                         dibutuhkan dana jangka panjang yang didedikasikan khusus untuk sektor pembiayaan perumahan. Dana
                                         jangka panjang dapat diperoleh dari para entitas pengelola dana jangka panjang maupun saluran lainnya
                                         yang diperuntukan untuk mewujudkan program pemerintah merumahkan setiap keluarga Indonesia.



Indikator Kinerja Utama :                F2.2 Penyaluran Pinjaman

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         Menghitung realisasi nominal Penyaluran Pinjaman Komersial (Konvensional & Syariah)
                                         Formula:
                                                          Jumlah Nominal Penyaluran Pinjaman Komersial (Konvensional & Syariah)
                                         Tujuan:
                                         Untuk mengetahui kegiatan penyaluran pinjaman/pembiayaan untuk segmen komersial non program yang
                                         dilakukan Perseroan dalam mendukung pendanaan pasar pembiayaan primer perumahan.

Satuan Pengukuran :                                                               Miliar Rp (Miliar Rupiah)

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High         ( x ) Moderate     ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( x ) Exact      ( ) Proxy          ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        Pemb. & UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :               Pemb., UUS dan KEU

Sumber Data :                            Dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pembiayaan atau dokumen pendukung lainnya

Tindakan apabila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :              ( x ) Sum        ( ) Average        ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct     ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize   ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan      ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran             ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                             Periode     Penanggung
                   Nama IS
                                         Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Menyalurkan pinjaman konvensional dan
                                            Triwulanan    Pemb. & UUS
syariah

TABEL DATA

                                              Target         Akumulasi          % Akumulasi
                                           Penyaluran       Penyaluran            Target
               Periode Pelaporan
                                         Pinjaman (Miliar Pinjaman (Miliar      Penyaluran
                                               Rp.)             Rp.)             Pinjaman
                   Triwulan I                   143              143                           2,8%
                  Triwulan II                   883             1.026                         20,2%
                  Triwulan III                  759             1.785                         35,2%
                  Triwulan IV                  3.292            5.077                        100,0%
                     Total                     5.077




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                      RKAP 2023   140
Page 180
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                                                      F2.3
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                                           MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                              F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan

Deskripsi Sasaran Strategis :                    Jumlah aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan. Sasaran ini memperlihatkan mulai berkembangnya pasar
                                                 pembiayaan sekunder perumahan. Merupakan tujuan utama didirikannya Perseroan. Dengan teralirnya dana dari pasar modal ke
                                                 sektor pembiayaan perumahan, diharapkan pasar pembiayaan primer perumahan semakin kuat dan efisien sehingga tujuan
                                                 terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau oleh masyarakat dapat tercapai.

Indikator Kinerja Utama :                        F2.3 Persentase atas proses kegiatan sekuritisasi

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :              Definisi:
                                                 Persentase atas proses dalam rangka sekuritisasi untuk target dua debitur asal di tahun berjalan beserta kegiatan sosialisasi untuk
                                                 sekuritisasi.
                                                 Formula
                                                             (Akumulasi Proses Kegiatan Sekuritisasi x setiap bobot Kreditur Asal) + Akumulasi Bobot Kegiatan Sosialisasi
                                                 Tujuan:
                                                 Mengukur proses sekuritisasi dari masing-masing target kreditur asal untuk tahun berjalan dalam rangka mendukung sektor
                                                 perumahan serta mengukur kegiatan sosialisasi terkait proses sekuritisasi.

Satuan Pengukuran :                                                                                              %

Tingkat Kendali IKU :                            ( ) High                         ( x ) Moderate               ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                          ( ) Exact                        ( ) Proxy                    ( x ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :                S&P

Unit/Pihak Penyedia Data :                       S&P dan KEU

Sumber Data :                                    Dokumen-dokumen transaksi sekuritisasi

Tindakan apabila data belum tersedia :           Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                      ( x ) Sum                        ( ) Average                  ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                                ( x ) Direct                     ( ) Indirect                 ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                     ( x ) Maximize                   ( ) Minimize                 ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                              ( ) Bulanan                      ( x ) Triwulanan             ( ) Semesteran      ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                                                      Penanggung Jawab                                 Persentase
      IS Proses Kegiatan Sekuritisasi               Periode Pelaksanaan IS                                            Target
                                                                                          Aktivitas                                   Penyelesaian
Analisis awal                                                                                                         Selesai            10,0%
Kunjungan kerja dan Presentasi                                                                                        Selesai            15,0%
Negosiasi                                                                                                             Selesai            25,0%
Kesepakatan transaksi sekuritisasi dengan
                                                                Triwulan                         S&P                  Selesai             15,0%
SMF (MoU/Penunjukkan kepada SMF)
Final Pricing                                                                                                         Selesai             10,0%
Submit OJK                                                                                                            Selesai             10,0%
Closing Transaksi                                                                                                     Selesai             15,0%

                 Kreditur Asal                                   Bobot
                       1                                          45%
                       2                                          45%

                                                                                      Penanggung Jawab
           IS Kegiatan Sosialisasi                  Periode Pelaksanaan IS                                            Target              Bobot
                                                                                          Aktivitas
Kegiatan Sosialisasi                                                                                                 1 Kegiatan            10%
                                                                Triwulan                         S&P
Pendekatan atas tindak lanjut dari sosialisasi                                                                       1 Kegiatan            20%



TABEL DATA

                                                                                      Akumulasi Target
               Periode Pelaporan                                Realisasi
                                                                                         Realisasi
                   Triwulan I                                   22,5%                      22,5%
                  Triwulan II                                   22,5%                      45,0%
                  Triwulan III                                  22,5%                      67,5%
                  Triwulan IV                                   32,5%                     100,0%
                       Total                                    100,0%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                  RKAP 2023            141
Page 181
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                  F2.4
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                     MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                      F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan

Deskripsi Sasaran Strategis :            Jumlah aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan. Sasaran ini memperlihatkan mulai
                                         berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan. Merupakan tujuan utama didirikannya
                                         Perseroan. Dengan teralirnya dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, diharapkan
                                         pasar pembiayaan primer perumahan semakin kuat dan efisien sehingga tujuan terwujudnya kepemilikan
                                         rumah yang layak dan terjangkau oleh masyarakat dapat tercapai.


Indikator Kinerja Utama :                F2.4 Nominal sekuritisasi

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         Nominal sekuritisasi atas transaksi sekuritisasi yang dilakukan Perseroan pada tahun berjalan.
                                         Formula
                                                                         Jumlah nominal sekuritisasi Tahun Berjalan
                                         Tujuan:
                                         Mengukur realisasi sekuritisasi untuk tahun berjalan dalam rangka mendukung sektor perumahan.

Satuan Pengukuran :                                                                     Miliar Rupiah

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High         ( x ) Moderate     ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( x ) Exact      ( ) Proxy          ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        S&P

Unit/Pihak Penyedia Data :               S&P dan KEU

Sumber Data :                            Dokumen-dokumen transaksi sekuritisasi

Tindakan apabila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :              ( x ) Sum        ( ) Average        ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct     ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize   ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan      ( ) Triwulanan     ( ) Semesteran      ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)


                                             Periode     Penanggung
                   Nama IS                                                         Target
                                         Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas

Nominal Penerbitan Sekuritisasi              Tahunan             S&P            Rp750 miliar

TABEL DATA

               Periode Pelaporan             Target       Target Realisasi
                                            Nominal
                  Tahun 2023               Penerbitan         Rp750 M
                                           Sekuritisasi


                                            Nominal
               Periode Pelaporan           Penerbitan
                                           Sekuritisasi
                  Triwulan I                    -
                  Triwulan II                   -
                  Triwulan III                  -
                  Triwulan IV                Rp750 M




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                  RKAP 2023      142
Page 182
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                  F3.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                       MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                        F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum

Deskripsi Sasaran Strategis :              Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
                                           Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.

Indikator Kinerja Utama :                  F3.1 Sinergi dengan instrumen APBN melalui Penyaluran KPR FLPP

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :        Definisi:
                                           Menghitung realisasi nominal Penyaluran KPR FLPP baik yang menggunakan prinsip konvensional maupun
                                           syariah.
                                           Formula:
                                                                              Jumlah Nominal Penyaluran KPR FLPP
                                           Tujuan:
                                           Untuk mengetahui kegiatan penyaluran pinjaman atas KPR FLPP yang dilakukan Perseroan dalam
                                           mendukung program Pemerintah.

Satuan Pengukuran :                                                                 Miliar Rp (Miliar Rupiah)

Tingkat Kendali IKU :                      ( ) High         ( x ) Moderate      ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                    ( x ) Exact      ( ) Proxy           ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :          Pemb. & UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :                 Pemb., UUS dan KEU

Sumber Data :                              Dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pembiayaan atau dokumen pendukung lainnya

                    ata belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

                      eriode :             ( x ) Sum        ( ) Average         ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                          ( x ) Direct     ( ) Indirect        ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                               ( x ) Maximize   ( ) Minimize        ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                        ( ) Bulanan      ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran         ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)


                                               Periode     Penanggung
                    ama IS
                                           Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas

                      PP                      Triwulanan      Pemb. & UUS

TABEL DATA

                                                               Akumulasi
                                               Target                             % Akumulasi
                                                                 Target
                                             Penyaluran                             Target
                    e Pelaporan                                Penyaluran
                                              Pinjaman                            Penyaluran
                                                                Pinjaman
                                             (Miliar Rp.)                          Pinjaman
                                                               (Miliar Rp.)
                    iwulan I                      766              766                     14,40%
                    wulan II                     1.188            1.954                    36,73%
                    wulan III                    1.386            3.340                    62,78%
                    wulan IV                     1.980            5.320                   100,00%
                    Total                        5.320




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                RKAP 2023        143
Page 183
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                        F3.2
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                            MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                           F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum

Deskripsi Sasaran Strategis :                 Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
                                              Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.

Indikator Kinerja Utama :                     F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :           Definisi:
                                              Menghitung realisasi akumulasi jumlah unit yang telah memperoleh KPR FLPP dari Perseroan sampai dengan
                                              tahun berjalan.
                                              Formula:
                                                      Akumulasi unit rumah KPR FLPP yang telah dibiayai oleh Perseroan sampai dengan tahun berjalan
                                              Tujuan:
                                              Untuk mengetahui kegiatan penyaluran pinjaman/pembiayaan yang dilakukan Perseroan dalam mendukung
                                              program Pemerintah.

Satuan Pengukuran :                                                                            Unit Rumah

Tingkat Kendali IKU :                         ( ) High           ( ) Moderate           ( x ) Low

Tingkat Validitas IKU :                       ( x ) Exact        ( ) Proxy              ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :             Pemb. dan UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :                    KEU

Sumber Data :                                 Laporan Keuangan Perseroan

Tindakan apabila data belum tersedia :        Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                   ( x ) Sum          ( ) Average            ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                             ( x ) Direct       ( ) Indirect           ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                  ( x ) Maximize     ( ) Minimize           ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                           ( ) Bulanan        ( x ) Triwulanan       ( ) Semesteran       ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                   Periode
                   Nama IS                                        Penanggung Jawab
                                               Pelaksanaan IS
Jumlah unit rumah yang telah dibiayai dalam
                                                  Triwulanan     Pemb. dan UUS
KPR FLPP

TABEL DATA

                                              Akumulasi Target
                                                  Unit yang    % Akumulasi Target
               Periode Pelaporan
                                                 Disalurkan    Unit yang Disalurkan
                                                (Unit Rumah)
                   Triwulan I                      376.685                  75,23%
                  Triwulan II                      420.981                  84,08%
                  Triwulan III                     470.442                  93,96%
                  Triwulan IV                      500.703                 100,00%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                      RKAP 2023         144
Page 184
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                         F3.3
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                             MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                           F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum

Deskripsi Sasaran Strategis :                 Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
                                              Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.

Indikator Kinerja Utama :                     F3.3 Persentase penyaluran KPR FLPP Perseroan atas porsi bank penyalur

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :           Definisi:
                                              Menghitung realisasi penyaluran dana KPR FLPP porsi Perseroan terhadap kebutuhan porsi 25% dana bank
                                              penyalur pada tahun berjalan.
                                              Formula:


                                              Tujuan:
                                              Mengukur persentase penggunaan sumber dana Perseroan terhadap total kebutuhan pendanaan KPR FLPP atas
                                              porsi 25% pada tahun berjalan.

Satuan Pengukuran :                                                                                  %

Tingkat Kendali IKU :                         ( ) High           ( ) Moderate        ( x ) Low

Tingkat Validitas IKU :                       ( x ) Exact        ( ) Proxy           ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :             Pemb. dan UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :                    KEU

Sumber Data :                                 Laporan Keuangan Perseroan

               bila data belum tersedia :     Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

               dasi Periode :                 ( ) Sum            ( ) Average         ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                             ( x ) Direct       ( ) Indirect        ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                  ( x ) Maximize     ( ) Minimize        ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                           ( ) Bulanan        ( ) Triwulanan      ( ) Semesteran      ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                   Periode          Penanggung
                   Nama IS
                                               Pelaksanaan IS          Jawab
Persentase penyaluran KPR FLPP Perseroan
dari realisasi KPR FLPP nasional atas porsi         Tahunan        Pemb. dan UUS
25%

TABEL DATA

                                                   % Target
                                                   Realisasi
                                                 Penyaluran
               eriode Pelaporan
                                                Pinjaman KPR
                                                 FLPP Porsi
                                                  Perseroan
                 Triwulan I                            -
                 Triwulan II                           -
                 Triwulan III                          -
                 Triwulan IV                         60,00




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                       RKAP 2023       145
Page 185
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                 F3.4
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                      MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                         F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum

Deskripsi Sasaran Strategis :               Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
                                            Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.

Indikator Kinerja Utama :                   F3.4 Persentase jumlah unit rumah yang menggunakan dana dari Perseroan

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :         Definisi:
                                            Menghitung realisasi jumlah unit rumah KPR FLPP yang difasilitasi oleh bank yang menggunakan dana
                                            Perseroan.
                                            Formula:



                                            Tujuan:
                                            Memaksimalkan fungsi Perseroan sebagai sebagai Special Mission Vehicle (SMV) dan mitra Pemerintah
                                            dalam pembiayaan KPR FLPP.

Satuan Pengukuran :                                                                               %

Tingkat Kendali IKU :                       ( ) High            ( ) Moderate      ( x ) Low

Tingkat Validitas IKU :                     ( x ) Exact         ( ) Proxy         ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :           Pemb. dan UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :                  KEU

Sumber Data :                               Laporan Keuangan Perseroan

                ila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

                asi Periode :               ( ) Sum             ( ) Average       ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                           ( x ) Direct        ( ) Indirect      ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                ( x ) Maximize      ( ) Minimize      ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                         ( ) Bulanan         ( ) Triwulanan    ( ) Semesteran       ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                   Nama IS                        Periode         Penanggung
Jumlah unit rumah yang menggunakan dana
dari SMF dalam menyalurkan KPR FLPP
terhadap realisasi KPR FLPP nasional atas         Tahunan       Pemb. dan UUS
bank penyalur yang menggunakan dana dari
SMF

TABEL DATA

                iode Pelaksanaan             % Realisasi Unit
                   Triwulan I                       -
                  Triwulan II                       -
                  Triwulan III                      -
                  Triwulan IV                    85,00




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                RKAP 2023        146
Page 186
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                           F4.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                      MANDAT & KEUANGAN

Sasaran Strategis :                       F4 Mencapai Kinerja Keuangan yang Optimum

Deskripsi Sasaran Strategis :             Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola kinerja keuangannya agar dapat menghasilkan
                                          kinerja keuangan yang sehat dan optimal. Dengan kinerja keuangan yang sehat dan optimal,
                                          diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan utamanya pemegang
                                          saham dan investor. Dari sudut pandang pemegang saham, hal ini menunjukan pengelolaan
                                          Perseroan yang baik dan perkembangan keberlangsungan Perseroan. Sedangkan dari sudut
                                          pandang investor, hal ini dapat menjadi salah satu faktor pengambilan keputusan investor untuk
                                          menginvestasikan dananya.


Indikator Kinerja Utama :                 F4.1 Profit Margin

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :       Definisi:
                                          Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan
                                          dengan penjualan/pendapatan yang dicapai.
                                          Formula:


                                          Tujuan:
                                          Mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan sejumlah keuntungan             terhadap jumlah
                                          pendapatan dan kegiatan operasi perusahaan.

Satuan Pengukuran :                                                                              %

Tingkat Kendali IKU :                     ( ) High             ( x ) Moderate     ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                   ( x ) Exact          ( ) Proxy          ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :         Seluruh Divisi

Unit/Pihak Penyedia Data :                KEU

Sumber Data :                             Seluruh Divisi

Tindakan apabila data belum tersedia :    Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :               ( ) Sum              ( ) Average        ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                         ( x ) Direct         ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                              ( x ) Maximize       ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                       ( ) Bulanan          ( ) Triwulanan     ( ) Semesteran     ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                              Periode     Penanggung
                   Nama IS
                                          Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Meningkatkan penyaluran dana dari pasar
modal ke sektor perumahan
                                              Tahunan            Seluruh Divisi
Meningkatkan pendapatan operasional
Mengendalikan biaya operasional

TABEL DATA

               Periode Pelaporan          Target Nilai (%)
                    Triwulan I                   -
                   Triwulan II                   -
                   Triwulan III                  -
                   Triwulan IV                21,27




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                            RKAP 2023       147
Page 187
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)                                                                                                       C1.1


Perspektif :                                                                                    SHAREHOLDER

Sasaran Strategis :                         C1 Optimalisasi Peran Perseroan kepada Pemangku Kepentingan

Deskripsi Sasaran Strategis :               Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha Perseroan pada sektor Perumahan, Perseroan juga turut memberikan
                                            dampak sosial ekonomi atas keikutsertaan Perseroan dalam program Pemerintah.

Indikator Kinerja Utama :                   C1.1 Persentase dampak ekonomi atas penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :         Definisi:
                                            Menghitung persentase dampak ekonomi pada sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal atas penyaluran
                                            KPR FLPP yang dilakukan oleh Perseroan selama tahun berjalan.

                                            Koefisien Peningkatan Setiap Rp1 triliun pada Kajian sebesar 3,36% merupakan hasil perhitungan dampak peningkatan
                                            ekonomi sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal yang dilakukan oleh konsultan independen (IPB) di
                                            tahun 2021.

                                            Sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal menjadi dasar perhitungan IKU karena merupakan sektor yang
                                            terkait langsung dengan bidang usaha Perseroan.
                                            Formula:


                                            Tujuan:
                                            Memaksimalkan peningkatan pada sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal setelah adanya penyaluran
                                            KPR FLPP oleh Perseroan.

Satuan Pengukuran :                                                                                     %

Tingkat Kendali IKU :                       ( ) High           ( ) Moderate             ( x ) Low

Tingkat Validitas IKU :                     ( x ) Exact        ( ) Proxy                ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :           PSMP, Pemb., dan UUS

Unit/Pihak Penyedia Data :                  DRE, PSMP

Sumber Data :                               Formulasi perhitungan pada Kajian Dampak Sosial Ekonomi Tahun Berjalan ("Kajian")

Tindakan apabila data belum tersedia :      Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                 ( ) Sum            ( ) Average              ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                           ( x ) Direct       ( ) Indirect             ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                ( x ) Maximize     ( ) Minimize             ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                         ( ) Bulanan        ( ) Triwulanan           ( ) Semesteran        ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                 Periode
                   Nama IS                                       Penanggung Jawab
                                             Pelaksanaan IS
Persentase dampak ekonomi atas penyaluran
                                                  Tahunan      PSMP, Pemb., dan UUS
KPR FLPP oleh Perseroan

TABEL DATA

                                            Dampak Ekonomi
                                               pada sektor
                                            Bangunan Tempat
                                               Tinggal dan
               Periode Pelaporan
                                              Bukan Tempat
                                               Tinggal atas
                                             penyaluran KPR
                                                   FLPP
                  Triwulan I                         -
                  Triwulan II                        -
                  Triwulan III                       -
                  Triwulan IV                     17,88%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                               RKAP 2023          148
Page 188
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                                                             C2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                                                        SHAREHOLDER

Sasaran Strategis :                                                  C2 Optimalisasi Sinergi BUMN/Lembaga Kementerian Keuangan

Deskripsi Sasaran Strategis :                                        Seiring berkembangnya kegiatan usaha Perseroan pada sektor Perumahan, Perseroan dituntut untuk selalu
                                                                     memberikan pelayanakan yang terbaik, tidak hanya kepada Pemegang Saham, namun juga kepada seluruh
                                                                     stakeholder Perseroan.

Indikator Kinerja Utama :                                            C2.1 Sinergi dengan Lembaga/Kementerian/SMV

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :                                  Definisi:
                                                                     Menjalin sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan peran Perseroan sebagai Special
                                                                     Mission Vehicle (SMV) yang mendukung pelaksanaan program Pemerintah. Sinergi yang baik dengan
                                                                     regulator akan mempengaruhi pengembangan variasi produk, memfasilitasi koordinasi antara pelaku dengan
                                                                     regulator dalam merumuskan lingkungan peraturan yang sesuai, meningkatkan kualitas regulasi pendukung,
                                                                     Formula:
                                                                                             Akumulasi dari setiap Tahapan IS x Bobot Kegiatan/Lokasi
                                                                     Tujuan:
                                                                     Memaksimalkan fungsi Perseroan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk berperan serta dalam baik
                                                                     dalam kegiatan sinergi antar SMV maupun dengan pihak lain, penugasan khusus pada pembiayaan
                                                                     homestay maupun peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh.

Satuan Pengukuran :                                                                       Jumlah kegiatan sinergi dan Jumlah lokasi yang telah tersalurkan

Tingkat Kendali IKU :                                                ( ) High         ( ) Moderate       ( x ) Low

Tingkat Validitas IKU :                                              ( x ) Exact      ( ) Proxy          ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :                                    SP, Tim HST & Tim PRKU

Unit/Pihak Penyedia Data :                                           SP, Tim HST & Tim PRKU

Sumber Data :                                                        Laporan kegiatan sinergi atau pencairan dana

Tindakan apabila data belum tersedia :                               Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                                          ( x ) Sum        ( ) Average        ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                                                    ( x ) Direct     ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                                         ( x ) Maximize   ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                                                  ( ) Bulanan      ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran        ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                                         Periode     Penanggung                                    Bobot
                                Nama IS                                                                        Target
                                                                     Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas                            Kegiatan/Lokasi
Kegiatan Joint Program yang melibatkan seluruh BUMN/Lembaga di
                                                                                              SP             1 Kegiatan              10%
Bawah Kementerian Keuangan
                                                                                                              1 Lokasi                9%
                                                                                                              1 Lokasi                9%
Pembiayaan ke lokasi pembiayaan Homestay                                                   Tim HST            1 Lokasi                9%
                                                                                                              1 Lokasi                9%
                                                                                                              1 Lokasi                9%
                                                                        Triwulanan
                                                                                                              1 Lokasi                9%
                                                                                                              1 Lokasi                9%
Peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh                                                Tim PRKU            1 Lokasi                9%
                                                                                                              1 Lokasi                9%
                                                                                                              1 Lokasi                9%
                                                                                                             1 Kegiatan              10%
Kegiatan sinergi dengan lembaga/kementerian lainnya                                           SP
                                                                                                             1 Kegiatan              10%

   Tahapan IS Pembiayaan Homestay dan Peningkatan kualitas                               Persentase
                                                                          Target
                      rumah di daerah kumuh                                             Penyelesaian
Survey untuk penentuan lokasi                                             Selesai          25,0%
Penentuan dan capacity building pihak pendukung kegiatan                  Selesai          25,0%
Penandatanganan Perjanjian dengan stakeholder                             Selesai          20,0%
Penyampaian proposal kepada SMF                                           Selesai          20,0%
Pencairan dana                                                            Selesai          10,0%


   Tahapan IS Kegiatan Joint Program yang melibatkan seluruh                             Persentase
                                                                          Target
       BUMN/Lembaga di Bawah Kementerian Keuangan                                       Penyelesaian
Tersusunnya ToR Joint Program                                             Selesai           30,0%
Koordinasi kegiatan Joint program                                         Selesai           30,0%
Terlaksananya kegiatan Joint Program yang ditandai dengan kegiatan
                                                                          Selesai           40,0%
awal pelaksanaan Joint Program

                                                                                              Persentase
 Tahapan IS Kegiatan sinergi dengan lembaga/kementerian lainnya                Target
                                                                                             Penyelesaian
Terlaksananya kegiatan dengan lembaga/kementerian lainnya*                     Selesai          100,0%
*realisasi kegiatan ini dapat diakui apabila realisasi tahapan IS Kegiatan Joint Program yang melibatkan seluruh BUMN/Lembaga di Bawah Kementerian Keuangan minimal telah
mencapai 50%.

TABEL DATA

                                                                                         Akumulasi
                          Periode Pelaporan                            Pencapaian
                                                                                         Pencapaian
                               Triwulan I                                  23%              23%
                              Triwulan II                                  18%              41%
                              Triwulan III                                 24%              65%
                              Triwulan IV                                  36%             100%
                                TOTAL                                      100%
 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                    RKAP 2023        149
Page 189
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                      C3.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                          SHAREHOLDER

Sasaran Strategis :                      C3 Benchmarking kegiatan usaha Perseroan

Deskripsi Sasaran Strategis :            Seiring berkembangnya kegiatan usaha Perseroan pada sektor Perumahan, Perseroan dirasa perlu untuk
                                         melakukan benchmark kepada perusahaan yang memiliki kegiatan usaha sejenis guna meningkatkan
                                         pelayanan dan dapat mengembangkan variasi produk yang sudah ada, sehingga perseroan diharapkan
                                         dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam pada sektor pembiayaan perumahan.

Indikator Kinerja Utama :                C3.1 Kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         Menjalin kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional terkait sektor
                                         perumahan. Kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi tersebut akan menambah informasi
                                         terkait kebijakan yang dapat diambil Perseroan kedepannya. Selain itu, Perseroan dapat menjalin
                                         hubungan baik dan kerja sama dengan instansi internasional untuk berkolaborasi dalam pengembangan
                                         produk terkait perumahan di negara masing-masing guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin
                                         beragam pada sektor pembiayaan perumahan.
                                         Formula:
                                         Jumlah kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional yang terealisasi
                                         Tujuan:
                                         Memaksimalkan fungsi Perseroan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk berinovasi dalam
                                         memberikan pelayanan dan mengembangkan produk pembiayaan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Satuan Pengukuran :                                                                   Jumlah Kegiatan

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High           ( x ) Moderate     ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( ) Exact          ( ) Proxy          ( x ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        SP & PSMP

Unit/Pihak Penyedia Data :               SP & PSMP

Sumber Data :                            Laporan kegiatan/Absensi/Dokumentasi Acara atau data pendukung lainnya

Tindakan apabila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :              ( x ) Sum          ( ) Average        ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct       ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize     ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan        ( ) Triwulanan     ( ) Semesteran     ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                                 Periode     Penanggung
                   Nama IS                     Target
                                                             Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Kegiatan sosialisasi/pertukaran
informasi/kolaborasi dengan instansi         2 Kegiatan        Tahun 2023         SP & PSMP
internasional
                     Total                  2 Kegiatan

TABEL DATA

                                                               Akumulasi
               Periode Pelaporan               Target
                                                                Target
                  Triwulan I                        -              -
                  Triwulan II                       1             1
                  Triwulan III                      -             1
                  Triwulan IV                       1             2
                     Total                          2




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                     RKAP 2023          150
Page 190
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)                                                                                      I1.1


Perspektif :                                                                  PROSES BISNIS INTERNAL

Sasaran Strategis :                      I1 Memperkuat Manajemen Risiko

Deskripsi Sasaran Strategis :            Dalam menghadapi tantangan strategis Perseroan, Perseroan senatiasa mengkaji kondisi organisasi agar
                                         sesuai dengan kondisi lingkungan strategis. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengoptimalisasi
                                         pengelolaan risiko dalam mendukung kegiatan usaha dan operasional Perseroan.

Indikator Kinerja Utama :                I1.1 Pengukuran ERM maturity level

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         Pengukuran terhadap progres implementasi ERM (Enterprise Risk Management ) yang dilakukan
                                         Perseroan dari maksimal 5 (lima) level maturity .
                                         Formula:
                                                                      Angka Skor hasil asesmen ERM maturity level
                                         Tujuan:
                                         Mengkuantifikasi tingkat maturitas pengelolaan risiko di Perseroan.

Satuan Pengukuran :                                                                           Level

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High          ( x ) Moderate     ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( ) Exact         ( x ) Proxy        ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        MRK

Unit/Pihak Penyedia Data :               SPI dan MRK

Sumber Data :                            Dokumen skor penilaian ERM maturity level

Tindakan apabila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :              ( ) Sum           ( ) Average        ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct      ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize    ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan       ( ) Triwulanan     ( ) Semesteran          ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                              Periode       Penanggung
                   Nama IS
                                          Pelaksanaan IS   Jawab Aktivitas
Asesmen ERM maturity level                   Tahunan           MRK

TABEL DATA

                                         Target Maturity
               Periode Pelaporan
                                             Level
                  Triwulan I                    -
                  Triwulan II                   -
                  Triwulan III                  -
                  Triwulan IV                   2




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                               RKAP 2023         151
Page 191
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
                                                                                                                             I2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                     PROSES BISNIS INTERNAL

Sasaran Strategis :                          I2 Efisiensi Kegiatan Operasional

Deskripsi Sasaran Strategis :                Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola kebutuhan operasionalnya agar dapat
                                             menghasilkan efisiensi sehingga menghasilkan kinerja keuangan yang sehat dan optimal. Dengan
                                             kinerja keuangan yang sehat dan optimal, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para
                                             pemangku kepentingan utamanya pemegang saham dan investor. Dari sudut pandang pemegang
                                             saham, hal ini menunjukan pengelolaan Perseroan yang baik dan perkembangan keberlangsungan
                                             Perseroan. Sedangkan dari sudut pandang investor, hal ini dapat menjadi salah satu faktor
                                             pengambilan keputusan investor untuk menginvestasikan dananya.

Indikator Kinerja Utama :                    I2.1 Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Tanpa Surat Utang

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :          Definisi:
                                             Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengelola efisiensi biaya operasional
                                             dalam kegiatan usahanya, di luar beban pajak dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
                                             Formula:


                                             Tujuan:
                                             Mengetahui kemampuan perusahaan melakukan efisiensi biaya operasional terhadap jumlah
                                             pendapatan setelah dikurangi beban pajak dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Satuan Pengukuran :                                                                              %

Tingkat Kendali IKU :                        ( ) High           ( x ) Moderate    ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                      ( x ) Exact        ( ) Proxy         ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :            Seluruh Divisi

Unit/Pihak Penyedia Data :                   KEU

Sumber Data :                                Seluruh Divisi

Tindakan apabila data belum tersedia :       Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                  ( ) Sum            ( ) Average       ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                            ( x ) Direct       ( ) Indirect      ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                                 ( ) Maximize       ( x ) Minimize    ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                          ( ) Bulanan        ( ) Triwulanan    ( ) Semesteran     ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)                                                                             TABEL PENCAPAIAN

                                                 Periode     Penanggung                                Rata-rata Target
                   Nama IS                                                                                                   Pencapaian
                                             Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas                                  Nilai
Mengukur rasio efisiensi biaya operasional
                                                 Tahunan        Seluruh Divisi                             ˂4,37%              120,0%
terhadap pendapatan Perseroan
                                                                                                       4,38% s/d 6,13%         115,0%
TABEL DATA                                                                                             6,14% s/d 7,89%         110,0%
                                                                                                       7,90% s/d 9,65%         105,0%
               Periode Pelaporan             Target Nilai (%)     Pencapaian                                9,66%              100,0%
                    Triwulan I                      -                 -                                9,67% s/d 11,42%         95,0%
                   Triwulan II                      -                 -                               11,43% s/d 13,18%         90,0%
                   Triwulan III                     -                 -                               13,19% s/d 14,94%         85,0%
                   Triwulan IV                    9,66              100%                                   ≥14,95%              80,0%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                 RKAP 2023       152
Page 192
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                     I3.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                    PROSES BISNIS INTERNAL

Sasaran Strategis :                        I3 Pemenuhan Ketentuan Regulasi (Tata Kelola Perusahaan)

Deskripsi Sasaran Strategis :              Dalam menghadapi tantangan strategis Perseroan, Perseroan senatiasa mereview kondisi organisasi agar
                                           sesuai dengan kondisi lingkungan strategis. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memanfaatkan peluang
                                           pertumbuhan Perseroan yang ada dan yang diharapkan di masa depan dapat terbentuk organisasi yang
                                           utuh dan lebih kuat dapat mencakup deskripsi fungsi serta pola hubungan antar unit kerja sehingga
                                           Perseroan dapat mengatasi tantangan secara optimal, yakni melalui penerapan sistem pengelolaan kinerja
                                           dan human capital yang optimal.

Indikator Kinerja Utama :                  I3.1 Skor Asesmen GCG

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :        Definisi:
                                           Pengukuran terhadap penerapan GCG yang dilakukan Perseroan, pada umumnya dilakukan dengan
                                           merekrut konsultan independen sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
                                           Formula:
                                                                   Angka Skor hasil asesmen GCG dari Pihak Independen
                                           Tujuan:
                                           Mengkuantifikasi penerapan GCG di Perseroan.

Satuan Pengukuran :                                                                             Skor

Tingkat Kendali IKU :                      ( ) High          ( ) Moderate       ( x ) Low

Tingkat Validitas IKU :                    ( ) Exact         ( x ) Proxy        ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :          MRK

Unit/Pihak Penyedia Data :                 MRK

Sumber Data :                              Dokumen skor penilaian GCG

Tindakan apabila data belum tersedia :     Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :                ( ) Sum           ( ) Average        ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                          ( x ) Direct      ( ) Indirect       ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                               ( x ) Maximize    ( ) Minimize       ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                        ( ) Bulanan       ( ) Triwulanan     ( ) Semesteran         ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                Periode        Penanggung
                   Nama IS
                                            Pelaksanaan IS    Jawab Aktivitas
Asesmen GCG bekerjasama dengan konsultan
                                                Tahunan             MRK
independen

TABEL DATA

               Periode Pelaporan              Target Skor
                    Triwulan I                     -
                   Triwulan II                     -
                   Triwulan III                    -
                   Triwulan IV                   87,00




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                    RKAP 2023         153
Page 193
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                       I4.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                      PROSES BISNIS INTERNAL

Sasaran Strategis :                      I4 Pengembangan kajian alternatif model bisnis Perseroan

Deskripsi Sasaran Strategis :            Maksud dan tujuan didirikannya Perseroan adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan
                                         sekunder perumahan. Dalam menjalankan perannya di pasar pembiayaan sekunder perumahan, Perseroan
                                         menjalankannya dengan cara memfasilitasi transaksi sekuritisasi KPR dan memberikan penyaluran pinjaman
                                         kepada penyalur KPR. Melalui transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman, para penyalur KPR dapat
                                         memperoleh manfaat yakni memperoleh sumber pendanaan dan menghindari kesenjangan jatuh tempo
                                         (maturity mismatch ). Seiring berkembangnya industri perumahan dan teknologi, maka Perseroan merasa
                                         perlu melakukan pengembangan untuk memberikan alternatif model bisnis sesuai dengan kondisi Industri
                                         Perumahan di Indonesia.

Indikator Kinerja Utama :                I4.1 Persentase kegiatan perluasan mandat Perseroan

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         Pengukuran implementasi kegiatan perluasan mandat Perseroan melalui jumlah penyusunan kajian produk
                                         baru Perseroan sampai dengan tahun berjalan dan pencairan atas produk baru tersebut yang dilaksanakan
                                         pada tahun berjalan sesuai dengan rencana perluasan mandat.
                                         Formula


                                         Tujuan:
                                         Mengukur akumulasi realisasi atas kegiatan sesuai dengan perluasan mandat Perseroan.

Satuan Pengukuran :                                                                            %

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High              ( x ) Moderate       ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( x ) Exact           ( ) Proxy            ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        Pembiayaan, UUS, S&P, Tresuri, PSMP dan COE

Unit/Pihak Penyedia Data :               Pembiayaan, UUS, S&P, Tresuri, PSMP dan COE

Sumber Data :                            Dokumen-dokumen transaksi sekuritisasi

Tindakan apabila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :              ( x ) Sum             ( ) Average          ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct          ( ) Indirect         ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize        ( ) Minimize         ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan           ( x ) Triwulanan     ( ) Semesteran    ( ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                                                                                                                       Bobot                  Total Bobot                   Total Bobot
                                                                                         Periode       Penanggung Jawab                                                      Kajian
                   Nama IS                                Jenis IS                                                                                            Kajian dan               Kajian, Pencairan dan
                                                                                     Pelaksanaan IS        Aktivitas             Kajian           Pencairan                 Lanjutan
                                                                                                                                                               Pencairan                  Kajian Lanjutan
                                         Kredit Mikro Perumahan
                                                                                                                                          2,50%      2,50%      5,00%              -          5,00%
                                         Kredit Konstruksi
                                                                                                                Pemb.
                                         KPRumah Usaha                                                                                  2,50%        2,50%      5,00%              -          5,00%
                                                                                                                 UUS
                                         KPR PPJB                                                                                       2,50%        2,50%      5,00%              -          5,00%
                                                                                                                 S&P
                                         Penambahan Anak Usaha                            Tahunan                                       2,50%             -     2,50%        15,00%          17,50%
       Jenis Produk Perluasan Mandat                                                                             Tre.
                                         Covered Bond (Perluasan EBA-SP)                                                                2,50%             -     2,50%              -          2,50%
                                                                                                                PSMP
                                         KPBU Perumahan                                                          COE                    2,50%             -     2,50%              -          2,50%
                                         KPR Sewa Beli                                                                                  2,50%       20,00%      22,50%             -         22,50%
                                         Reverse Mortgage                                                                              20,00%             -     20,00%             -         20,00%
                                         TOTAL                                                                                         37,50%       27,50%      65,00%       15,00%          80,00%

TABEL DATA

               Periode Pelaporan                Target          Target Realisasi       Pencapaian
                                                Kajian
                                                                      65,00%             100,00%
                                             Pencairan
                  Tahun 2023
                                           Kajian Lanjutan            15,00%             20,00%
                                               TOTAL                  80,00%             120,00%


                                                                     Akumulasi
               Periode Pelaporan                Target
                                                                     % Target
                   Triwulan I                   17,50%                17,50%
                  Triwulan II                    2,50%                20,00%
                  Triwulan III                  20,00%                40,00%
                  Triwulan IV                   25,00%                65,00%
                     Total                      65,00%




  PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                                       RKAP 2023               154
Page 194
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                  L1.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                     PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN

Sasaran Strategis :                      L1 Program Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Deskripsi Sasaran Strategis :            Sistem informasi mendukung pelaksanaan program strategis sehingga
                                         menghasilkan efektifitas dan efisiensi. Seluruh informasi terintegrasi didalam suatu
                                         basis data yang dapat dipergunakan oleh pengguna sesuai dengan

Indikator Kinerja Utama :                L1.1 Persentase pemenuhan kebutuhan sistem TI

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         Persentase dukungan TI terhadap kebutuhan bisnis Perseroan, dengan jumlah 5
                                         (lima) pekerjaan dengan tahapan setiap pekerjaan sebagai berikut:

                                         1. Perencanaan, dengan salah satu aktivitas:
                                            a. Permohonan dari User
                                            b. Penyusunan perencanaan pengembangan
                                            c. Presentasi/demo produk
                                            d. Inisiasi kebutuhan

                                         2. Analisis Pengembangan Sistem, dengan salah satu aktivitas:
                                            a. Penyusunan analisis kebutuhan
                                            b. Penyusunan spesifikasi kebutuhan
                                            c. Proses pengadaan
                                            d. Proses alokasi Sumber Daya Manusia (SDM)

                                         3. Desain dan Pengembangan, dengan salah satu aktivitas:
                                            a. Penyusunan Functional Specification Document (FRD)
                                            b. Penyusunan Technical Specification Document (TRD)
                                            c. Penyediaan lingkungan Server pengembangan
                                            d. Pengembangan sesuai spesifikasi kebutuhan

                                         4. Unit Test Fitur Sistem (Unit Test ), dengan salah satu aktivitas:
                                            a. Penyusunan skenario unit test
                                            b. Pengujian berdasarkan skenario yang disusun

                                         5. Uji Penerima Pengguna (UAT), dengan salah satu aktivitas:
                                           a. Penyusunan skenario
                                           b. Pengujian berdasarkan skenario yang disusun
                                           c. Persetujuan penerimaan oleh User


                                         Formula:
                                                    Akumulasi dari setiap Progress Pekerjaan x setiap Bobot Pekerjaan
                                         Tujuan:
                                         Mengukur persentase dukungan sistem TI terhadap bisnis Per.seroan.

Satuan Pengukuran :                                                                %

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High          ( x ) Moderate    ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( ) Exact         ( ) Proxy         ( x ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        TI

Unit/Pihak Penyedia Data :               TI

Sumber Data :                            Data Laporan TI dalam bentuk dokumen hasil implementasi sistem

Tindakan apabila data belum tersedia
                                     Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
:

Jenis Konsolidasi Periode :              ( x ) Sum         ( ) Average       ( ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct      ( ) Indirect      ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize ( ) Minimize         ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan       ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran       ( ) Tahunan



INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                            Periode                                                 Akumulasi
                                                       Penanggung                Progress
                Nama IS                   Pelaksanaan                                               Progress
                                                      Jawab Aktivitas            Pekerjaan
                                               IS                                                   Pekerjaan
Perencanaan                                                                         20%                20%
Analisis Pengembangan Sistem                                                        20%                40%
Desain dan Pengembangan                       Tahunan              TI               20%                60%
Unit Tes Fitur Sistem (Unit Test )                                                  20%                80%
Uji Penerima Pengguna (UAT)                                                         20%               100%
Total Realisasi untuk setiap pekerjaan                                              100%

                                            Bobot
                Pekerjaan
                                           Pekerjaan
                    1                          20,0%
                    2                          20,0%
                    3                          20,0%
                    4                          20,0%
                    5                          20,0%
                  Total                       100,0%

TABEL DATA

                                                             Akumulasi %
          Periode Pelaporan              % Pencapaian
                                                             Pencapaian
               Triwulan I                      20%                20%
               Triwulan II                     30%                50%
               Triwulan III                    40%                90%
               Triwulan IV                     10%               100%
 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                       RKAP 2023   155
Page 195
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                                   L1.2
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                                 PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN

Sasaran Strategis :                      L1 Program Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Deskripsi Sasaran Strategis :            Sistem informasi mendukung pelaksanaan program strategis sehingga menghasilkan efektifitas dan
                                         efisiensi. Seluruh informasi terintegrasi didalam suatu basis data yang dapat dipergunakan oleh pengguna
                                         sesuai dengan kewenangannya.

Indikator Kinerja Utama :                L1.2 Pengukuran IT maturity level

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :      Definisi:
                                         IT maturity level merupakan suatu model pendekatan dalam penilaian skala kematangan dan kemampuan
                                         sebuah organisasi dalam penyelenggaraan teknologi informasi.
                                         Formula:
                                                                       Angka skor hasil asesmen IT maturity level
                                         Tujuan:
                                         Untuk mengukur skala kematangan dan kemampuan penyelenggaraan teknologi informasi di Perseroan.

Satuan Pengukuran :                                                                             Level

Tingkat Kendali IKU :                    ( ) High           ( x ) Moderate      ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                  ( ) Exact          ( x ) Proxy         ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :        TI

Unit/Pihak Penyedia Data :               TI, SPI

Sumber Data :                            Dokumen skor penilaian IT maturity level

Tindakan apabila data belum tersedia :   Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

Jenis Konsolidasi Periode :              ( ) Sum            ( ) Average         ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                        ( x ) Direct       ( ) Indirect        ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                             ( x ) Maximize     ( ) Minimize        ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                      ( ) Bulanan        ( ) Triwulanan      ( ) Semesteran          ( x ) Tahunan


INISIATIF STRATEGIS (IS)

                                              Periode        Penanggung
                   Nama IS
                                          Pelaksanaan IS    Jawab Aktivitas
Asesmen IT maturity level                    Tahunan              TI

TABEL DATA

                                         Target Maturity
               Periode Pelaporan
                                             Level
                  Triwulan I                    -
                  Triwulan II                   -
                  Triwulan III                  -
                  Triwulan IV                   2




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                  RKAP 2023          156
Page 196
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA                                                                                             L2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)


Perspektif :                                                              PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN

Sasaran Strategis :                       L2 Pengembangan Organisasi Perseroan

Deskripsi Sasaran Strategis :             Dalam menghadapi tantangan strategis Perseroan, Perseroan senatiasa mereview kondisi organisasi
                                          agar sesuai dengan kondisi lingkungan strategis. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memanfaatkan
                                          peluang pertumbuhan Perseroan yang ada dan yang diharapkan di masa depan dapat terbentuk
                                          organisasi yang utuh dan lebih kuat dapat mencakup deskripsi fungsi serta pola hubungan antar dan
                                          inter unit kerja sehingga Perseroan dapat mengatasi tantangan secara optimal, yakni melalui
                                          penerapan sistem pengelolaan kinerja dan human capital yang optimal.

Indikator Kinerja Utama :                 L2.1 Pengukuran Organization Health Index (OHI)

Deskripsi Indikator Kinerja Utama :       Definisi:
                                          Kesehatan organisasi adalah kemampuan organisasi untuk menyelaraskan, mengeksekusi, dan
                                          memperbaharui dirinya sehingga dapat mempertahankan kinerja dalam jangka panjang.
                                          Formula:
                                                             Angka skor hasil asesmen Organization Health Index (OHI)
                                          Tujuan:
                                          Mengukur seberapa baik kesehatan organisasi Perseroan.

Satuan Pengukuran :                                                                          Skor

Tingkat Kendali IKU :                     ( ) High         ( x ) Moderate    ( ) Low

Tingkat Validitas IKU :                   ( ) Exact        ( x ) Proxy       ( ) Activity

Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :         SDU

Unit/Pihak Penyedia Data :                SDU

Sumber Data :                             Dokumen skor penilaian OHI

 indakan apabila data belum tersedia :    Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data

 enis Konsolidasi Periode :               ( ) Sum          ( ) Average       ( x ) Take Last Known Value

Jenis Cascading :                         ( x ) Direct     ( ) Indirect      ( ) Non-Cascading/Complement

Polarisasi :                              ( x ) Maximize   ( ) Minimize      ( ) Stabilize

Periode Pelaporan :                       ( ) Bulanan      ( ) Triwulanan    ( ) Semesteran         ( x ) Tahunan



INISIATIF STRATEGIS (IS)
                                              Periode     Penanggung
                    Nama IS
                                          Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
 sesmen Organization Health Index (OHI)      Tahunan          SDU

TABEL DATA

               Periode Pelaporan               Target
                    Triwulan I                    -
                   Triwulan II                    -
                   Triwulan III                   -
                   Triwulan IV                 73,00




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                RKAP 2023         157
Page 197
                                             LAMPIRAN RENCANA BISNIS PERSEROAN TAHUN 2023

                                                            BERDASARKAN
                                                                 SALINAN
                                                  SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN
                                                            REPUBLIK INDONESIA
                                                         NOMOR 12/SEOJK.05/2020
                                                                TENTANG
                                       RENCANA BISNIS PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SEKUNDER PERUMAHAN




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                         RKAP 2023   158
Page 198
Format 1: Rencana Kegiatan Usaha
Format 2: Rencana Pengembangan atau Perluasan Kegiatan Usaha
Format 3: Rencana Permodalan
Format 4: Rencana Pendanaan
Format 5: Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi
Format 6: Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia
Format 7: Proyeksi Laporan Keuangan Beserta Asumsi yang Digunakan
Format 8: Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu
Format 9: Rencana Penyertaan Langsung




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                    RKAP 2023   159
Page 199
Form 1- Rencana Kegiatan Usaha
Rencana Kegiatan Usaha
                                                                                             Realisasi                               Proyeksi
 Jenis Penggunaan                                                                        September 2022        Desember 2022         Juni 2023        Desember 2023
                                                                                         (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)    (Jutaan Rupiah)     (Jutaan Rupiah)
 A. Rencana Penyaluran Pinjaman atau Penyaluran Pembiayaan Baru:
    1. Penyaluran Pinjaman
         a. Komersil                                                                           3.057.361              4.070.607            830.500           4.126.700
         b. Program                                                                            3.518.501              6.002.683          1.954.000           5.320.000
         c. Lainnya                                                                                        -                  -                  -                   -
    2. Penyaluran Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
        a. Mudharabah                                                                            308.628              1.220.980           195.500                950.200
        b. Musyarakah                                                                                  -
        c. Mudharabah Musytarakah                                                                      -
        d. Musyarakah Mutanaqishoh                                                                     -
        e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d,
        yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah                                                 -
         Total Rencana Penyaluran Pembiayaan Baru                                              6.884.490            11.294.270          2.980.000          10.396.900
 B. Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal):
     1. Penyaluran Pinjaman
         a. Komersial                                                                         11.434.132            12.143.253         11.902.774          14.304.840
         b. Program                                                                           11.695.952            13.621.624         14.743.467          17.274.457
         c. Lainnya                                                                               29.847                11.406             21.538              14.862
     2. Penyaluran Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
         a. Mudharabah                                                                           885.582              1.272.245           905.356            1.030.845
         b. Musyarakah                                                                                 -
         c. Mudharabah Musytarakah                                                                     -
         d. Musyarakah Mutanaqishoh                                                                    -
         e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d,                 -
         yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah
         Total Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal)                               24.045.512            27.048.528         27.573.135          32.625.004



 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                            RKAP 2023    160
Page 200
Rencana Penyaluran Pembiayaan bagi UUS PPSP
                                                                                             Realisasi                              Proyeksi
 Jenis Penggunaan                                                                        September 2022        Desember 2022        Juni 2023       Desember 2023
                                                                                         (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)   (Jutaan Rupiah)    (Jutaan Rupiah)
 A. Rencana Penyaluran Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah Baru:
     1. Mudharabah                                                                               308.628             1.220.980           195.500               950.200
     2. Musyarakah                                                                                         -
     3. Mudharabah Musytarakah                                                                             -
     4. Musyarakah Mutanaqishoh                                                                            -
     5. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4, yang
                                                                                                           -
     Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah
     Total Rencana Penyaluran Pembiayaan Baru                                                    308.628             1.220.980           195.500               950.200
 B. Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal):
     1. Mudharabah                                                                               885.582             1.272.245           905.356          1.030.845
     2. Musyarakah
     3. Mudharabah Musytarakah
     4. Musyarakah Mutanaqishoh
     5. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4, yang
     Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah
     Total Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal)                                      885.582             1.272.245           905.356          1.030.845




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                          RKAP 2023    161
Page 201
Rencana Sekuritisasi Aset Keuangan
                                            Proyeksi Nominal EBA
 Nama Calon Kreditur Asal                   Yang akan Diterbitkan
                                               (Jutaan Rupiah)
    1   BTN (Persero)                                    750.000
        Total Nominal EBA                                750.000




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                           RKAP 2023   162
Page 202
Form 2 – Rencana Pengembangan atau Perluasan Kegiatan Usaha
Rencana Pengembangan atau Perluasan Kegiatan Usaha
                                                                              Waktu                         Keterkaitan Kegiatan Usaha       Risiko atas     Mitigasi Risiko atas
              Jenis                         Deskripsi Umum                                     Tujuan
 No.                                                                       Pelaksanaan                         dengan Strategi Bisnis       Pelaksanaan          Pelaksanaan
         Kegiatan Usaha                     Kegiatan Usaha                                 Kegiatan Usaha
                                                                          Kegiatan Usaha                           Perusahaan1)          Kegiatan Usaha 1)    Kegiatan Usaha 1)
  1.   Reverse Mortgage       Fasilitas Pinjaman yang diberikan melalui        2023        Mendorong sisi   Mendukung program            Risiko Kredit       Melakukan Due
                              lembaga jasa keuangan kepada konsumen                        supply sektor    pemerintah dalam sektor      macet               Diligence secara
                              yang sudah memasuki usia pensiun.                            Perumahan        perumahan                                        mendalam atas
                              Debitur nantinya akan memperoleh                                                                                               aset KPR yang
                              pinjaman dengan mengagunkan rumah                                                                                              menjadi underlying
                              atau satuan rumah susun yang dimiliki.                                                                                         Reverse Mortgage




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                      RKAP 2023    163
Page 203
Form 3 – Rencana Permodalan
Rencana Permodalan
                                                                                         Proyeksi
                                                Realisasi
 Keterangan                                 September 2022       Desember 2022           Juni 2023         Desember 2023
                                            (Jutaan Rupiah)      (Jutaan Rupiah)      (Jutaan Rupiah)      (Jutaan Rupiah)
 Modal Disetor Awal                                 10.800.000           10.800.000           12.800.000           12.800.000
 Penambahan Penyertaan Modal Negara                  2.000.000            2.000.000                                 1.530.000
 Total Modal Disetor                                12.800.000           12.800.000           12.800.000           14.330.000
                                                     3.383.874            3.506.425            3.613.773            3.837.584
 Laba ditahan
 Total Ekuitas                                      16.183.874           16.306.425           16.413.773           18.167.584




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                       RKAP 2023    164
Page 204
Form 4 – Rencana Pendanaan
Rencana Pendanaan
Berdasarkan Sumber Pendanaan

                                                         Realisasi                                  Proyeksi
 Jenis Penggunaan                                    September 2022        Desember 2022            Juni 2023            Desember 2023
                                                     (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)         (Jutaan Rupiah)
 A. Penerimaan Pendanaan Baru:
    1. Pinjaman dari pemerintah                                        -                     -                       -                       -
    2. Pinjaman dari Bank Indonesia                                    -                     -                       -                       -
    3. Pinjaman dari bank                                       200.000                900.000                 500.000             1.200.000
    4. Pinjaman dari industri keuangan nonbank                                               -                       -                       -
    5. Pinjaman dari lembaga keuangan multilateral                                           -                       -                       -
    6. Pinjaman dari badan usaha lain                                                        -                       -                       -
    7. Penerbitan surat berharga                               3.000.000             3.000.000             2.500.000               1.100.000
    Total Penerimaan Pendanaan Baru                            3.200.000             3.900.000             3.000.000               2.300.000
 B. Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding):
     1. Pinjaman dari pemerintah                                                             -                       -                       -
    2. Pinjaman dari Bank Indonesia                                                          -                       -                       -
    3. Pinjaman dari bank                                      3.519.300             2.999.460             2.320.000               3.520.000
    4. Pinjaman dari industri keuangan nonbank                                               -                       -                       -
    5. Pinjaman dari lembaga keuangan multilateral                                           -                       -                       -
    6. Pinjaman dari badan usaha lain                                                        -                       -                       -
    7. Penerbitan surat berharga                              12.802.660            12.792.913            15.102.660              16.102.660
    Total Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding)            16.321.960            15.792.373            17.422.660              19.622.660




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                    RKAP 2023     165
Page 205
Berdasarkan Mata Uang
                                                         Realisasi                                   Proyeksi
 Jenis Penggunaan                                    September 2022        Desember 2022            Juni 2023          Desember 2023
                                                     (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)       (Jutaan Rupiah)
 A. Penerimaan Pendanaan Baru:
    1. Rupiah                                                  3.200.000             3.900.000             3.000.000             2.300.000
    2. Mata Uang Lainnya                                               -                     -                     -                       -
    Total Penerimaan Pendanaan Baru                            3.200.000             3.900.000             3.000.000             2.300.000
 B. Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding):
    1. Rupiah                                                 16.321.960            15.792.373            17.422.660            19.622.660
    2. Mata Uang Lainnya                                                                     -                     -                       -
    Total Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding)            16.321.960            15.792.373            17.422.660            19.622.660




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                  RKAP 2023     166
Page 206
Form 5 – Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi
Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi
                                               Waktu        Perkiraan Investasi/
              Jenis Kantor                                                               Lokasi                       Keterangan
                                            Pelaksanaan            Biaya
 PEMBUKAAN:
    1. Kantor Cabang                                                                                Tidak memiliki kantor cabang
    2. Kantor Cabang UUS                                                                            Tidak memiliki kantor cabang UUS
 PERUBAHAN ALAMAT:
    1. Kantor Pusat                                                                                 Tidak ada perubahan alamat
    2. Kantor Cabang                                                                                Tidak memiliki kantor cabang
      a) Kantor Cabang                                                                              Tidak memiliki kantor cabang
      b) Kantor Cabang UUS                                                                          Tidak memiliki kantor cabang UUS
 PENUTUPAN:
    1. Kantor Cabang                                                                                Tidak melakukan penutupan kantor cabang
    2. Kantor Cabang UUS                                                                            Tidak melakukan penutupan kantor cabang UUS

Keterangan:
1) Diisi dengan bulan rencana waktu pelaksanaan.
2) Untuk lokasi di wilayah DKI Jakarta paling sedikit menyebutkan nama provinsi DKI Jakarta.
   Untuk lokasi di luar wilayah DKI Jakarta paling sedikit mencantumkan nama Kabupaten/Kotamadya.
3) Keterangan detail dapat dilampirkan dalam lembaran terpisah.
4) Perubahan alamat kantor cabang hanya dapat dilakukan dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota.




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                     RKAP 2023   167
Page 207
Form 6 – Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia
Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia
       Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
                        Materi                       Metode            Perkiraan Waktu     Durasi             Narasumber / Lembaga     Jumlah Seluruh         Biaya
 No.                                                                                                 Tempat
                        Diklat                       Diklat                  Diklat         Diklat                     Diklat           Peserta Diklat      per Diklat
 1.      Talent Development Program             In House Training   Januari – Desember   6 Bulan     SMF      Eksternal dan Internal     22 Peserta          250,000,000
 2.      Penyusunan Corporate Training          In House Training   Januari - Maret      3 Bulan     SMF      Eksternal                   5 Peserta          100,000,000
         Blueprint
 3.      Corporate Financial Analysis           In House Training   Februari - Maret     2 Hari      SMF      Eksternal                  15 Peserta         30,000,000.00
 4.      Training Reverse Mortgage              In House Training   Februari - Maret     2 Hari      SMF      Eksternal                  10 Peserta         40,000,000.00
 5.      People Analytic                        In House Training   April                2 Hari      SMF      Eksternal                   5 Peserta         30,000,000.00
 6.      Business Communication                 In House Training   April                2 Hari      SMF      Eksternal                  20 Peserta         80,000,000.00
 7.      Certified Profesional Marketer            Sertifikasi      April                3 Hari      SMF      Eksternal                   5 Peserta         55,000,000.00
 8.      Marketing Strategy                     In House Training   Mei                  1 Hari      SMF      Eksternal                  10 Peserta         70,000,000.00
 9.      Big Data & Digital Era                 In House Training   Mei                  3 Hari      SMF      Eksternal                   7 Peserta         70,000,000.00
 10.     Sekuritisasi                           In House Training   Mei - Desember       2 Hari      SMF      Internal dan Eksternal       Peserta          80,000,000.00
 11.     Pasar Modal dan Instrumen Finansial    In House Training   Juni - Juli          1 Hari      SMF      Eksternal dan Internal     15 Peserta         60,000,000.00
 12.     Sustainable Financial Awareness        In House Training   Januari – Februari   1 Hari      SMF      Eksternal                  15 Peserta        402,500,000.00
 13.     ESG Fundamental                        In House Training   Maret                2 Hari      SMF      Eksternal                  25 Peserta        240,000,000.00
 14.     Analisis Kredit Berdasarkan Aspek      In House Training   Maret – Mei          3 Hari      SMF      Eksternal                   5 Peserta        245,000,000.00
         Sosial dan Lingkungan Hidup
 15.     Rencana Aksi Keuangan                  In House Training   April                2 Hari      SMF      Eksternal                  50 Peserta        280,000,000.00
         Berkelanjutan
 16.     Energy Efficiency                      In House Training   Juni                 4 Hari      SMF      Eksternal                  25 Peserta        280,000,000.00
 17.     Pembiayaan Ritel Berkelanjutan         In House Training   Mei                  2 Hari      SMF      Eksternal                  50 Peserta        490,000,000.00
 18.     Sustainable Financial for Strategic    In House Training   Februari             1 Hari      SMF      Eksternal                  15 Peserta         60,000,000.00
         Level
 19.     Sustainable Financial for Branding &   In House Training   Agustus              1 Hari      SMF      Eksternal                  15 Peserta         70,000,000.00
         Reputation Risk Management
 20.     Green Building Financing               In House Training   Agustus              4 Hari      SMF      Eksternal                  50 Peserta        105,000,000.00




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                              RKAP 2023   168
Page 208
21     Audit ESG                                       In House Training     November                   2 Hari       SMF        Eksternal                   10 Peserta           30,000,000.00


     Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing
             Nama Tenaga Kerja               Asal            Posisi            Bidang Kerja          Jangka              Nama          Rencana Program
No                                                                                                                                                                          Alasan
                   Asing                    Negara          Jabatan             Penugasan            Waktu       Tenaga Pendamping     Alih Pengetahuan
1.     Jose Edwin Landicho Punzal          Philipina      Tenaga Ahli      Konsultan Pengawas       6 Bulan      Aries Ridwanshah     Induksi Karyawan         Memeriksa dan memberikan
                                                                                                                                                                 rekomendasi atas rencana
                                                                                                                                                            pembangunan yang akan dilakukan
                                                                                                                                                              anak usaha (SEG) berdasarkan
                                                                                                                                                            kajian-kajian yang sudah dilakukan
                                                                                                                                                             serta melakukan supervisi desain
                                                                                                                                                                      SMF 1, 4 dan 5.



     Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya
                                                                                                                  Nama Perusahaan
                                                                                                  Jumlah                              Jangka Waktu Perjanjian
              Bidang                             Alasan Pemanfaatan                                                  Penyedia
No                                                                                              Tenaga Alih                             dengan Perusahaan             Rencana Penambahan 2023
              Tugas                               Tenaga Alih Daya                                                Tenaga Alih Daya
                                                                                                Daya Saat Ini                         Tenaga Alih Daya Saat Ini
                                                                                                                      Saat Ini
                              Menjaga keamanan dan ketertiban di gedung baru
                              Memantau CCTV
1      Satpam                                                                               12 Orang                                                              -
                              Menerima telepon dan tamu di gedung baru
                              Melakukan patroli di sekitar area kantor
                                                                                                                    PT Prima Karya
                              Menyiapkan makanan/minuman untuk karyawan                                                                       1 Tahun
                                                                                                                   Sarana Sejahtera
                              Menyiapkan konsumsi rapat
2      OB/OG                  Membereskan dan mencuci peralatan makan/minum                 12 Orang                                                              -
                              Karyawan
                              Tugas lain yang diberikan oleh Bagian Umum




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                                  RKAP 2023   169
Page 209
                                                                                                 Nama Perusahaan
                                                                                   Jumlah                           Jangka Waktu Perjanjian
               Bidang                         Alasan Pemanfaatan                                    Penyedia
No                                                                               Tenaga Alih                          dengan Perusahaan             Rencana Penambahan 2023
               Tugas                           Tenaga Alih Daya                                  Tenaga Alih Daya
                                                                                 Daya Saat Ini                      Tenaga Alih Daya Saat Ini
                                                                                                     Saat Ini
                              Mengantar surat, dokumen untuk kepentingan
3      Kurir                                                                    2 Orang                                                         -
                              Perseroan
4      Pengemudi              Merawat Kebersihan dan Kelayakan kendaraan        10 Orang                                                        -
                              Memastikan seluruh peralatan operasional kantor
5      Teknisi                                                                  1 Orang           PT Prima Karya                                -
                              berjalan baik dan lancar                                                                      1 Tahun
                                                                                                 Sarana Sejahtera
6      Administrasi           Membantu Pekerjaan Administrasi                   29 orang                                                        3 Orang
                              Membantu Pekerjaan Kesekretariatan agenda dan
7      Sekretaris Direksi                                                       1 orang                                                         -
                              jadwal direktur
8      Receptionist           Menerima tamu dan menyiapkan ruang meeting        1 Orang                                                         -




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                                RKAP 2023   170
Page 210
Form 7 – Proyeksi Laporan Keuangan Beserta Asumsi yang Digunakan
Proyeksi Laporan Keuangan Beserta Asumsi yang Digunakan
Asumsi Makro dan Mikro yang Digunakan
                                                                 Realisasi                               Proyeksi
 Asumsi
                                                              September 2022        Desember 2022       Juni 2023         Desember 2023
 Asumsi Makro
    1 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (%)                                     -        5,10%-5,40%        4,8%-5,10%          4,8%-5,10%
    2 Tingkat Suku Bunga Acuan (%)                                             -         5,28%-6,86%       5,28%-6,86%         5,28%-6,86%
    3 Rasio Pembiayaan Bermasalah Untuk Sektor Properti (%)                    -                    -                 -                   -
    4 Nilai Tukar (Rp/USD)                                                      -                   -                 -                   -
    5 Tingkat Inflasi (%)                                                       -                   -               5%                  5%
    6 Pendapatan per Kapita (Rp)                                                -                   -                 -                   -
    7 Lainnya, dirinci per jenis asumsi                                         -                   -                 -                   -
 Asumsi Mikro
    1 Pertumbuhan Pembiayaan (%)                                         5,90%                13,90%            12,97%              26,25%
    2 Pertumbuhan Pendanaan (%)                                       (16,32%)              (17,90%)            10,12%              22,62%
    3 Tingkat Bunga/Imbal Hasil Pendanaan (%)                            7,75%                 7,75%             7,75%               7,75%
    4 Tingkat Bunga/Imbal Hasil Pembiayaan (%)                           8,05%                 8,05%             8,05%               8,05%
    5 Tingkat Bunga/Imbal Hasil EBA Yang Diterbitkan (%)                 7,50%                 7,50%             7,50%               7,50%
    6 Backlog Perumahan                                                       -                     -                 -                   -
    7 Rasio Piutang KPR Kolateral Sekuritisasi Bermasalah                     -                     -                 -                   -
    8 Rasio Piutang Pembiayaan Perumahan Bermasalah                           -                     -                 -                   -
    9 Lainnya, dirinci per jenis asumsi                                       -                     -                 -                   -




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                        RKAP 2023    171
Page 211
Laporan Posisi Keuangan
                                                                        Realisasi                              Proyeksi
 Pos-pos
                                                                     September 2022       Desember 2022       Juni 2023            Desember 2023
 ASET
 1. Kas dan Setara Kas                                                        1.524.912           1.490.841         4.340.143              2.913.947
 2. Deposito Berjangka                                                        5.451.784           2.440.900                 -                      -
 3. Efek-Efek
     a. Surat Utang Negara                                                      493.294             496.832           493.294                493.294
     b. EBA                                                                   1.110.080           1.210.120         1.371.211              1.650.773
     c. Efek lainnya                                                             29.687              28.989            59.687                 59.687
 4. Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
     a. Mudharabah                                                             885.582            1.272.245           905.356              1.030.845
     b. Musyarakah                                                                   -                    -                 -                      -
     c. Mudharabah Musytarakah                                                       -                    -                 -                      -
     d. Musyarakah Mutanaqishoh                                                      -                    -                 -                      -
     e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a
     sampai dengan huruf d, yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip                    -                   -                    -                     -
     Syariah
     f. Pembiayaan selain syariah                                            26.541.562         26.541.562         31.480.190             31.480.190
 5. Jaminan dan Pendukung Pembiayaan                                             49.391             48.051             97.994                106.499
 6. Piutang Usaha                                                                71.232             78.497            132.795                162.600
 7. Piutang Lain-Lain                                                             1.546              1.125              1.546                  1.546
 8. Uang Muka                                                                       797                  0                797                      0
 9. Beban Dibayar Dimuka                                                          3.002              2.180              3.002                  3.002
 10. Aset Tetap                                                                 121.004            125.693            112.583                139.847
 11. Aset Tak Berwujud                                                           45.120             42.694             14.558                 35.461
 12. Aset Pajak Tangguhan – Bersih                                               28.218             27.140              5.007                  5.007
 13. Pajak Dibayar di Muka                                                          102                124                102                    102
 14. Rupa-rupa Aset/ Aset lainnya                                                29.847             11.406             21.538                 15.659
 JUMLAH ASET                                                                 32.871.003         32.939.440         34.101.174             38.098.460
 LIABILITAS
 1. Beban yang Masih Harus Dibayar                                              24.394              17.602                24.394              24.394
 2. Utang Pajak                                                                  7.264               9.127                 7.264               7.264




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                RKAP 2023       172
Page 212
                                                                        Realisasi                               Proyeksi
 Pos-pos
                                                                     September 2022        Desember 2022       Juni 2023             Desember 2023
 3. Pendanaan Bank                                                             3.719.300          2.999.460           2.320.000              3.520.000
 4. Efek-Efek
     12.692.185                                                              12.692.185          12.692.913         15.017.176              16.102.660
                                                                                                                                                     -
                                                                                                                                                     -
                          -                                                           -                   -                  -                       -
 5. Kewajiban Lain-Lain                                                         115.264             787.630            183.205                 245.770
 6. Liabilitas Imbalan Kerja                                                     28.722              26.283             30.788                  30.788
 JUMLAH LIABILITAS                                                           16.587.129          16.533.015         17.582.827              19.930.876
 DANA SYIRKAH TEMPORER
 7. Sukuk Mudharabah                                                            100.000             100.000            100.000                         -
 JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER                                                   100.000             100.000            100.000                         -
 EKUITAS
 1. Modal Kerja                                                              12.800.000          12.800.000         12.800.000              12.800.000
 2. Uang Muka Setoran Modal Kerja                                                     -                   -                  -               1.530.000
 3. (Kerugian)/Keuntungan yang Belum Direalisasi atas Perubahan
 Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual – Bersih Setelah               (7.337)             (6.549)               (7.337)              (7.337)
 Pajak
 4. Saldo Laba                                                                3.391.211           3.512.974          3.625.684               3.844.921
 JUMLAH EKUITAS                                                              16.183.874          16.306.425         16.418.347              18.167.584
 JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS                        32.871.003          32.939.440         34.101.174              38.098.460

Laporan Laba/Rugi Komprehensif
                                                                        Realisasi                               Proyeksi
 Pos - Pos
                                                                     September 2022        Desember 2022       Juni 2023             Desember 2023
 PENDAPATAN
 1. Pendapatan Bunga dan Pendapatan Syariah                                   1.035.873            1.761.109           940.130               2.005.937
 2. Pendapatan Sekuritisasi
     a. Komisi Pendukung Kredit                                                   7.349               2.216                 4.206                4.408
     b. Penata Sekuritisasi                                                       2.028                 686                 4.605                4.659
 3. Pendidikan dan Pelatihan                                                        234                 316                   164                  328




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                  RKAP 2023       173
Page 213
                                                                       Realisasi                               Proyeksi
Pos - Pos
                                                                    September 2022       Desember 2022        Juni 2023         Desember 2023
4. (Kerugian)/Keuntungan dari Instrumen Keuangan yang
                                                                                     -
Diperdagangkan
5. Pendapatan Lain-Lain - Bersih                                               265.587               3.578                756               1.512
JUMLAH PENDAPATAN                                                            1.312.153           1.774.380            943.951           2.016.587
BEBAN
1. Beban Bunga dan Bagi Hasil                                                 838.792            1.114.021            585.701           1.283.097
2. Beban Pajak Final                                                           33.585               49.834             30.546              63.394
3. Umum dan Administrasi                                                       61.925               91.913             54.174             108.685
4. Gaji dan Tunjangan                                                          60.533               74.475             46.414              92.829
5. Pendidikan dan Pelatihan                                                         70                  150                97                 194
6. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan                           (2.831)              (5.687)                 -               5.572
JUMLAH BEBAN                                                                  992.074            1.324.706            716.932           1.553.770
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                320.078              449.673            227.020             462.818
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                                        28.820               36.653             16.049              32.610
LABA BERSIH                                                                   291.258              413.020            210.971             430.207
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
1. Pos-pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
    a. Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja                                   -                    -                 -                     -
    b. Pajak Penghasilan Terkait                                                     -                    -                 -                     -
2. Pos-pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
    a. Perubahan Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual                   -                   -                   -                   -
    b. Pajak Penghasilan Terkait                                                    -                   -                   -                   -
3. Penghasilan Komprehensif Lain, Bersih Setelah Pajak                              -                   -                   -                   -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF                                                            -                   -                   -                   -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                 291.258             413.020             210.971             430.207
LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN (dalam nilai penuh)                          26.927              32.267              16.482              32.627




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                              RKAP 2023       174
Page 214
Laporan Arus Kas
                                                                                 Realisasi                               Proyeksi
 Pos - Pos
                                                                              September 2022         Desember 2022       Juni 2023           Desember 2023
 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 1. Penerimaan Kas dari:
    a. Pendapatan Bunga dari Pinjaman yang Diberikan dan Pendapatan Syariah           1.037.749             1.404.704           815.976             1.417.523
    b. Pendapatan Bunga Imbal Hasil dari Deposito Berjangka                             130.881               215.646            53.617                90.166
    c. Pendapatan Bunga dari Surat Utang Negara (SUN)                                    15.881                30.399            15.299                40.513
    d. Pendapatan Bunga dari Efek Beragun Aset (EBA)                                     72.230               100.771            55.237               172.320
    e. Penerimaan Angsuran Pinjaman yang Diberikan                                    5.444.329             7.064.806         1.187.490             3.210.255
    f. Penerimaan Cicilan Pokok EBA                                                     267.858               324.364           160.282               354.858
    g. Fee Penerimaan EBA                                                                    3.918              2.143                2.168              4.067
    h. Pelepasan EBA                                                                             -                  -                    -                  -
    i. Penerimaan Jaminan dan Pendukung Kredit                                           10.309                 7.349                2.216             20.426
    j. Penerimaan dari Hasil Lainnya                                                     41.483                 5.922                 300               6.171
 2. Pengeluaran Kas Untuk:
    a. Penyaluran Pinjaman yang Diberikan                                           (6.884.489)           (11.294.270)      (2.980.000)           (10.396.900)
    b. Penempatan pada EBA / investasi atas EBA                                                  -                   -                  0           (500.000)
    c. Bunga Obligasi                                                               (1.468.907)            (1.482.583)        (541.425)            (1.044.091)
    d. Bagi Hasil Sukuk Mudharabah                                                       (3.880)               (5.819)           (3.631)               (2.575)
    e. Bunga Pinjaman Bank                                                            (150.957)             (204.905)          (81.978)             (166.633)
    f. Penempatan Dana Pendukung Kredit                                                          -             (8.931)               (624)            (40.000)
    g. Gaji dan Tunjangan                                                               (26.489)              (74.475)         (46.755)                93.329
    h. Umum, Administrasi, dan Lainnya                                                (216.111)             (331.969)          (46.987)               (88.221)
    i. Pajak Penghasilan Lainnya                                                        (31.322)              (49.834)           (7.440)              (45.109)
    j. Pajak Penghasilan Badan                                                                   -            (36.653)         (23.904)               (46.436)
 Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari (untuk) Aktivitas Operasi                    (1.757.517)           (4.333.335)       (1.440.157)            (6.920.336)




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                         RKAP 2023      175
Page 215
                                                                       Realisasi                               Proyeksi
Pos - Pos
                                                                    September 2022         Desember 2022       Juni 2023        Desember 2023


Arus Kas dari Aktivitas Investasi
1. Deposito Berjangka                                                       (440.005)            2.570.880         2.993.116          3.335.299
2. Pembelian Aset Tetap                                                       (35.018)              (2.194)          (21.040)           (32.020)
3. Pembelian Aset Tak Berwujud                                                     (292)            14.939           (11.110)           (27.123)
4. Pelepasan aset                                                                                         -                 -                  -
5. Investasi Penyertaan langsung                                                                          -                 -                  -
6. Investasi pada SUN                                                       (170.471)                     -                 -                  -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                              (645.786)            2.583.625         2.960.966          3.276.156
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
1. Penerimaan Hasil Penerbitan Efek-efek yang diterbitkan                   2.997.881             3.900.000         3.000.000          5.300.000
                                                                            2.000.000
2. Uang Muka Setoran Modal                                                                        2.000.000
                                                                                                                            -          1.530.000
3. Penerimaan Hasil Penarikan Kredit Jangka Pendek                            206.300                      -
                                                                                                                            -                    -
4. Penerimaan hasil penerbitan MTN                                                                         -
                                                                                                                            -                    -
5. Penerimaan Hasil Penerbitan Sukuk Mudharabah                                                            -
                                                                                                                            -                    -
6. Pembayaran Utang Pokok Sukuk Mudharabah                                                                 -                           (100.000)
                                                                                                                            -
7. Pembayaran utang pokok utang bank                                                                       -      (1.380.000)         (1.380.000)
8. Pembayaran Utang Pokok Efek-efek yang diterbitkan                      (5.651.592)            (6.920.094)        (200.000)          (200.000)
9. Pembayaran Dividen Tunai                                                                       (114.981)          (91.507)           (82.714)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari (untuk) Aktivitas Pendanaan           (447.411)           (1.135.075)         1.328.493          5.067.286
(Penurunan)/Kenaikan Kas dan Setara Kas                                   (2.850.714)           (2.884.785)         2.849.302          1.423.106
Saldo Kas dan Setara Kas - Awal                                             4.375.626             4.375.626         1.490.841          1.490.841




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                             RKAP 2023       176
Page 216
                                                                    Realisasi                                     Proyeksi
 Pos - Pos
                                                                September 2022         Desember 2022             Juni 2023            Desember 2023
 Saldo Kas dan Setara Kas - Akhir                                        1.524.912               1.490.841               4.340.143           2.913.947




Laporan Analisis Kesesuaian Aset dan Liabilitas PPSP
                                                          Realisasi                                           Proyeksi
 Asumsi
                                                       September 2022            Desember 2022               Juni 2023               Desember 2023
 Aset ≤ 3 Bulan                                                  2.445.853              1.509.641                 5.024.125                 3.014.246
 Aset >3 - ≤6 Bulan                                                 18.800                668.690                   820.570                 1.133.673
 Aset >6 Bulan - ≤1 Tahun                                        1.352.672              1.393.167                10.911.022                 7.706.474
 Aset >1 - ≤5 Tahun                                             16.066.349             15.346.077                 4.335.469                 6.406.342
 Aset >5 - ≤10 Tahun                                                25.698                 18.764                    29.766                    34.481
 Aset >10 tahun                                                 18.973.291             18.968.990                18.967.316                18.963.796
      Jumlah Aset                                             37.905.329               37.905.329                40.088.268                37.259.012
 Liabilitas ≤ 3 Bulan                                             520.000               1.080.000                   100.000                 1.325.660
 Liabilitas >3 - ≤6 Bulan                                       1.080.000                 500.000                 1.325.660                   800.000
 Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun                                   600.000                 100.000                   800.000                 4.212.000
 Liabilitas >1 - ≤5 Tahun                                      18.122.660              18.122.660                17.497.000                13.285.000
 Liabilitas >5 - ≤10 Tahun                                      1.500.000               1.500.000                         -                         -
 Liabilitas >10 tahun                                                   -                       -                         -                         -
      Jumlah Liabilitas                                       21.302.660               21.302.660                19.722.660                19.622.660
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas ≤ 3 Bulan                         470,36%                 139,78%                   100,00%                   227,38%
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >3 - ≤6 Bulan                       1,74%                 133,74%                    61,90%                   141,71%
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun               225,45%                1393,17%                  1363,88%                   182,96%
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >1 - ≤5 Tahun                      88,65%                  84,68%                    24,78%                    48,22%
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >5 - ≤10 Tahun                      1,71%                   1,25%                          -                         -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >10 tahun                                -                       -                         -                         -
 Rasio Total Aset Terhadap Liabilitas                             178,18%                 177,94%                   203,26%                   189,88%
Proyeksi Laporan Keuangan UUS



 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                  RKAP 2023     177
Page 217
Laporan Posisi Keuangan UUS
                                                                        Realisasi                                   Proyeksi
 Pos-Pos
                                                                     September 2022            Desember 2022       Juni 2023            Desember 2023
 ASET
 1. Kas dan Setara Kas                                                                     -                   -                    -                         -
 2. Deposito Berjangka                                                                     -                   -                    -                         -
 3. Efek-Efek                                                                              -                   -
     a. Surat Utang Negara                                                                 -                   -                    -                         -
     b. EBA                                                                                -                   -                    -                         -
     c. Efek lainnya                                                                       -                   -                    -                         -
 4. Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
     a. Mudharabah                                                                885.582              1.272.245           905.356              1.030.845
     b. Musyarakah                                                                         -                   -                    -                         -
     c. Mudharabah Musytarakah                                                             -                   -                    -                         -
     d. Musyarakah Mutanaqishoh                                                            -                   -                    -                         -
     e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a
     sampai dengan huruf d, yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip                         -                   -                    -                         -
     Syariah
 5. Pembelian Aset KPR                                                                     -                   -                    -                         -
 6. Jaminan dan Pendukung Pembiayaan                                                       -                   -                    -                         -
 7. Piutang Usaha                                                                     12.137             12.137                13.972                 19.246
 8. Piutang Lain-Lain                                                                      -                   -                    -                         -
 9. Uang Muka                                                                              -                   -                    -                         -
 10. Beban Dibayar Dimuka                                                                  -                   -                    -                         -
 11.Aset Tetap                                                                             -                   -                    -                         -
 12.Aset Tak Berwujud                                                                      -                   -                    -                         -
 13.Aset Pajak Tangguhan – Bersih                                                          -                   -                    -                         -
 14.Pajak Dibayar di Muka                                                                  -                   -                    -                         -
 15.Rupa-rupa Aset                                                                         -                   -                    -                         -
 JUMLAH ASET                                                                     897.719               1.284.382           919.328              1.050.091
 LIABILITAS




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                 RKAP 2023     178
Page 218
                                                                       Realisasi                                  Proyeksi
Pos-Pos
                                                                    September 2022           Desember 2022       Juni 2023           Desember 2023
1. Beban yang Masih Harus Dibayar                                                    1.173               1.173               1.173               1.173
2. Utang Pajak                                                                           -                   -                   -                       -
3. Pendanaan Bank                                                                        -                   -                   -                       -
4. Efek-Efek                                                                             -                   -                   -                       -
    a. Obligasi                                                                          -                   -                   -                       -
    b. Surat Berharga Komersial                                                          -                   -                   -                       -
    c. Medium Term Notes                                                                 -                   -                   -                       -
    d. Efek Lainnya                                                                      -                   -                   -                       -
5. Kewajiban Lain-Lain                                                                   -                   -                   -                       -
6. Liabilitas Imbalan Kerja                                                              -                   -                   -                       -
7. Rekening Antar Usaha Perseroan - Operasional                                          -                   -                   -                       -
8. Rekening Antar Usaha Perseroan - FTP                                                  -                   -                   -                       -
9. Rekening titipan                                                                      -                   -                   -                       -
10. Rupa-rupa liabilitas                                                                 -                   -                   -                       -
11. Kupon surat berharga yang belum dibagikan                                            -                   -                   -                       -
12. Cadangan Reward Point                                                                -                   -                   -                       -
JUMLAH LIABILITAS                                                                    1.173               1.173               1.173                 1.173
DANA SYIRKAH TEMPORER
Sukuk Mudharabah                                                                100.000                100.000           100.000                         -
JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER                                                    100.000                100.000           100.000                         -
EKUITAS
1. Modal Kerja                                                                           -                   -                   -                       -
2. Uang Muka Setoran Modal Kerja                                                         -                   -                   -                       -
3. (Kerugian)/Keuntungan yang Belum Direalisasi atas Perubahan
Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual – Bersih Setelah                        -                   -                   -                       -
Pajak
4. Saldo Laba                                                                            -                   -                   -                       -
JUMLAH EKUITAS                                                                           -                   -                   -                       -
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS                             101.173               101.173           101.173               101.173




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                               RKAP 2023   179
Page 219
Laporan Laba/Rugi Komprehensif UUS dari PPSP
                                                                      Realisasi                                   Proyeksi
 Pos-Pos
                                                                   September 2022            Desember 2022       Juni 2023            Desember 2023
 PENDAPATAN
 1. Pendapatan Syariah                                                              37.866             77.727                23.607                 56.145
 2. Pendapatan Sekuritisasi                                                              -                  -                     -                      -
     -
     -
 3. Pendidikan dan Pelatihan                                                             -                   -                    -                         -
 4. (Kerugian)/Keuntungan dari Instrumen Keuangan yang                                   -                   -                    -                         -
 Diperdagangkan
 5. Pendapatan Lain-Lain - Bersih                                                        -                  -                     -                      -
 6. Pendapatan Pembiayaan Mudharabah                                                     -                  -                     -                      -
 7. Pendapatan basil Aset KPR                                                            -                  -                     -                      -
 8. Pendapatan atas investasi surat berharga dan penempatan dana                         -                  -                     -                      -
 JUMLAH PENDAPATAN                                                                  37.866             77.727                23.607                 56.145
 BEBAN
 1. Beban Bagi Hasil                                                                 4.539              5.819                 2.575                  2.575
 2. Beban Pajak Final
 3. Umum dan Administrasi
 4. Gaji dan Tunjangan
 5. Pendidikan dan Pelatihan
 6. Beban penyusutan aset lain
 7. Beban FTP
 JUMLAH BEBAN                                                                        4.539              5.819                 2.575                  2.575
 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
 BEBAN PAJAK PENGHASILAN
 LABA BERSIH                                                                        33.327             71.908                21.032                 53.570
 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                           -                  -                     -                      -
 1. Pos-Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi                                 -                  -                     -                      -
     a. Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja                                      -                  -                     -
     b. Pajak Penghasilan Terkait                                                        -                  -                     -




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                               RKAP 2023     180
Page 220
                                                                       Realisasi                                   Proyeksi
Pos-Pos
                                                                    September 2022            Desember 2022       Juni 2023            Desember 2023
2. Pos-pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi                                         -                  -                     -                         -
    a. Perubahan Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual                         -                  -                     -
    b. Pajak Penghasilan Terkait                                                          -                  -                     -
3. Penghasilan Komprehensif Lain, Bersih Setelah Pajak                                                       -                     -                      -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF                                                                                     -                     -                      -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                        33.327             71.908                21.032                 53.570
LABA DASAR DAN DILUSIAN PER SAHAM ENTITAS (dalam nilai
                                                                                          -                   -                    -                         -
penuh)




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                 RKAP 2023     181
Page 221
Proyeksi Laporan Arus Kas UUS dari PPSP
                                                                  Realisasi                                   Proyeksi
 Pos-Pos
                                                               September 2022            Desember 2022       Juni 2023          Desember 2023
 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 1. Penerimaan Kas dari:
     a. Pendapatan Syariah                                                      37.866             77.727             23.607               56.145
     b. Pendapatan Imbal Hasil dari Deposito Berjangka                                                  -                  -                    -
     c. Pendapatan Imbal Hasil dari Surat Utang Negara (SUN)                                            -                  -                    -
     d. Pendapatan Imbal Hasil dari Efek Beragun Aset (EBA)                                             -                  -                    -
     e. Penerimaan Angsuran Pembiayaan yang Diberikan                       200.000               679.000            158.800              784.841
     f. Penerimaan Cicilan Pokok EBA                                              -                     -                  -                    -
     g. Imbal Hasil Penerimaan EBA                                                -                     -                  -                    -
     h. Pelepasan EBA                                                             -                     -                  -                    -
     i. Penerimaan Jaminan dan Pendukung Pembiayaan                               -                     -                  -                    -
     j. Penerimaan dari Hasil Lainnya                                             -                     -                  -                    -
     k. Penerimaan Pelunasan Pokok Pembiayaan                                     -                     -                  -                    -
 2. Pengeluaran Kas Untuk:
     a. Penyaluran Pembiayaan yang Diberikan                              (984.810)            (1.194.618)          (195.500)            (950.200)
     b. Penempatan pada EBA                                                                              -                  -                    -
     c. Bagi Hasil Sukuk Mudharabah                                        (838.792)               (5.819)            (2.575)              (2.575)
     d. Imbal Hasil Pendanaan Bank                                                 -                     -                  -                    -
     e. Penempatan Dana Pendukung Pembiayaan                                       -                     -                  -                    -
     f. Gaji dan Tunjangan                                                         -                     -                  -                    -
     g. Umum, Administrasi, dan Lainnya                                            -                     -                  -                    -
     h. Pajak Penghasilan Lainnya                                                  -                     -                  -                    -
     i. Pajak Penghasilan Badan                                                    -                     -                  -                    -
     j. Biaya notaris pembiayaan                                                   -                     -                  -                    -
     k. Penerbitan Sukuk                                                           -                     -                  -                    -
     l. Pembelian Aset KPR                                                         -                     -                  -                    -
     m. Pengeluaran lainnya                                                        -                     -                  -                    -
 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                            (1.585.736)             (443.710)           (15.668)            (111.789)
 Arus Kas dari Aktivitas Investasi
 1. Deposito Berjangka                                                               -                   -                  -                         -




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                         RKAP 2023     182
Page 222
                                                        Realisasi                                Proyeksi
Pos-Pos
                                                     September 2022         Desember 2022       Juni 2023       Desember 2023
2. Pembelian Aset Tetap                                                 -                   -               -                         -
3. Pembelian Aset Tak Berwujud                                          -                   -               -                         -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                          -                   -               -                         -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
1. Uang Muka Setoran Modal                                              -                   -               -                    -
2. Penerimaan Hasil Penarikan Kredit Jangka Pendek                      -                   -               -                    -
3. Penerimaan Hasil Penerbitan Sukuk Mudharabah                         -                   -               -                    -
4. Pembayaran Pokok Sukuk                                       (100.010)           (100.010)               -            (100.000)
5. Penerimaan (pengembalian) dana UUS ke Konven                                             -               -                    -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                   (100.010)           (100.010)               -            (100.000)
(Penurunan)/Kenaikan Kas dan Setara Kas                                 -                   -               -                    -
Saldo Kas dan Setara Kas – Awal                                         -                   -               -                    -
Saldo Kas dan Setara Kas – Akhir                                        -                   -               -                    -




PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                          RKAP 2023     183
Page 223
Laporan Analisis Kesesuaian Aset dan Liabilitas UUS dari PPSP (hanya Penyaluran Pinjaman dan Sukuk)
                                                                          Realisasi                                         Proyeksi
 Keterangan
                                                                       September 2022                 Desember 2022         Juni 2023          Desember 2023
 Aset ≤ 3 Bulan                                                                       479.000                      8.800             210.070                    -
 Aset >3 - ≤6 Bulan                                                                     8.800                    150.000             415.970                    -
 Aset >6 Bulan - ≤1 Tahun                                                             360.070                    626.040                   -             548.470
 Aset >1 - ≤5 Tahun                                                                   499.898                  1.034.127             103.427             485.657
 Aset >5 - ≤10 Tahun                                                                   33.670                        309                 309                 309
 Aset >10 tahun                                                                     3.756.116                  3.755.807           3.755.807           3.755.807
    Jumlah Aset                                                                     5.575.083                  5.575.083           4.485.583           4.790.243
 Liabilitas ≤ 3 Bulan                                                                       -                           -                  -                   -
 Liabilitas >3 - ≤6 Bulan                                                                   -                           -                  -                   -
 Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun                                                       100.000                    100.000             100.000                   -
 Liabilitas >1 - ≤5 Tahun                                                                   -                          -                   -                    -
 Liabilitas >5 - ≤10 Tahun                                                                  -                           -                  -                    -
 Liabilitas >10 tahun                                                                       -                           -                  -                    -
    Jumlah Liabilitas                                                                 100.000                    100.000             100.000                    -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas ≤ 3 Bulan                                                    -                          -                  -                    -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >3 - ≤6 Bulan                                                -                          -                  -                    -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun                                     360%                       626%                    -                    -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >1 - ≤5 Tahun                                                -                          -                  -                    -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >5 - ≤10 Tahun                                               -                          -                  -                    -
 Rasio Aset Terhadap Liabilitas >10 tahun                                                    -                          -                  -                    -
 Rasio Total Aset Terhadap Liabilitas                                                  5138%                      5575%               4486%                     -




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                                       RKAP 2023   184
Page 224
Form 8 – Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu
Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu
                                               Realisasi                           Proyeksi
 Asumsi
                                            September 2022      Desember 2022     Juni 2023        Desember 2023
 1. Rasio Permodalan/gearing Ratio (Kali)                1,49              1,29             1,36              1,37
 2. Current Ratio (%)                               219,71%           345,63%          223,64%           210,41%
 3. Cash Ratio (%)                                  141,61%           265,59%          163,33%            45,75%
 4. NPL Gross (%)                                   0,0173%           0,0153%          0,0148%           0,0142%
 5. NPL Netto (%)                                      0,00%             0,00%            0,00%             0,00%
 6. ROE (%)                                            4,07%             2,79%            2,65%             2,53%
 7. ROA (%)                                            1,45%             1,25%            0,62%             1,13%
 8. BOPO (%)                                         72,91%            76,88%           77,71%            78,73%




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                            RKAP 2023   185
Page 225
Form 9 – Rencana Penyertaan Langsung
Rencana Penyertaaan Langsung
                                                     Realisasi                             Proyeksi
                      Nama Perusahaan
                                                  September 2022       Desember 2022       Juni 2023       Desember 2023
 PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan Entitas Anak*                    -                   -               -    30.000.000.000


*rencana penambahan penyertaan langsung




 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)                                                                                    RKAP 2023   186
Page 226
Nomor    : S-0561/DIR/SMF/III/2023                                     Jakarta, 21 Maret 2023
Lampiran : 1 (satu) dokumen

Kepada Yth.
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Gedung Syafrudin Prawiranegara II, Lantai 10
Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4
Jakarta 10710

U.b. : Yth. Bapak Rionald Silaban, Direktur Jenderal Kekayaan Negara

Perihal    : Penyampaian Kajian Bersama Penyertaan Modal Negara PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) Tahun Anggaran 2023

Dengan hormat,

Dalam rangka mendukung pemenuhan porsi 25% pada PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) atau PT SMF untuk program pembiayaan KPR FLPP, sesuai dengan Nota Keuangan
Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Pemerintah akan memberikan dukungan
pendanaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,53 triliun untuk tahun 2023.

Sehubungan dengan hal tersebut, bersama surat ini terlampir kami sampaikan kajian
permohonan tambahan PMN untuk Tahun Anggaran 2023 yang telah kami susun sesuai
dengan PMK Nomor 146/PMK.06/2022 mengenai Penyusunan Kajian, Pelaporan,
Pemantauan, dan Evaluasi Penyertaan Modal Negara Pada Perusahaan Negara dan Badan
Hukum Lainnya.

Demikian permohonan kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Hormat kami,
PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero )




Ditandatangani secara elektronik oleh :

Ananta Wiyogo
Direktur Utama
Page 227
                                              DRAFT




         KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
           DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA




                       KAJIAN
        PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA
KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
            PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
                 TAHUN ANGGARAN 2023




                        JAKARTA
                          2023




                                                   i
Page 228
                                                               DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................................................ iv
DAFTAR ISTILAH............................................................................................................................... v
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................................................. 1
RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................ 2
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 6
BAB I PROFIL PERUSAHAAN ....................................................................................................... 13
A. Dasar Pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)................................................. 13
     1. Sejarah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ............................................................. 13
     2. Struktur Kepemilikan Modal PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)...................... 14
B. Visi dan Misi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ..................................................... 14
     1. Visi............................................................................................................................................... 14
     2. Misi.............................................................................................................................................. 14
C. Manajemen PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ........................................................ 14
     1. Susunan Pengurus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ......................................... 14
     2. Sumber Daya Manusia ............................................................................................................ 15
D. Bidang Usaha Utama dan Penugasan Khusus, serta Bidang Usaha Pendukung PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) ......................................................................................................... 16
     1. Bidang Usaha Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)..................................... 16
     2. Bidang Usaha Penugasan Khusus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) .............. 18
     3. Bidang Usaha Pendukung PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ........................... 21
E. Lingkup Usaha dan Kegiatan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ......................... 21
     1. Sekuritisasi ................................................................................................................................ 22
     2. Penyaluran Pinjaman ............................................................................................................... 23
     3. Penerbitan Surat Utang dan Penerimaan Pinjaman .......................................................... 25
BAB II KONDISI DAN KINERJA PERUSAHAAN .................................................................... 27
A. Kondisi Industri dan Kondisi Usaha PT SMF (Persero) Secara Umum ............................ 27
     1. Pasar Pembiayaan Perumahan dan Likuiditas Perbankan ............................................... 27
     2. Pasar Surat Utang Negara dan Obligasi Korporasi ............................................................ 31
     3. Kondisi PT SMF (Persero)....................................................................................................... 32
     4. Partisipasi PT SMF (Persero) Pada Program Pemerintah di Sektor Perumahan .......... 37
     5. Dukungan Pemerintah Kepada PT SMF (Persero) ............................................................ 37
     6. Permasalahan Yang Dihadapi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ..................... 38
     7. Strategi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk Mengatasi Permasalahan .. 38
B. Kondisi Kinerja Keuangan PT SMF (Persero) (2017-2021)................................................... 40
     1. Laporan Keuangan PT SMF (Persero) 5 (lima) Tahun Terakhir ...................................... 40
                                                                                                                                                             i
Page 229
     2. Rasio Keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ............................................. 41
     3. Kinerja Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ...................................... 41
BAB III KAJIAN PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA ................................ 42
A. Aspek Keuangan .......................................................................................................................... 42
     1. Asumsi Keuangan yang Digunakan ..................................................................................... 42
     2. Asumsi Proyeksi ....................................................................................................................... 42
     3. Proyeksi Keuangan................................................................................................................... 44
     4. Proyeksi Keuangan Tanpa PMN dan Dengan PMN ......................................................... 47
B. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) .............................................. 51
     1. SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) ........................................................... 51
     2. Analisis Kebutuhan Tambahan Modal ................................................................................ 54
C. Analisis Risiko ............................................................................................................................. 55
D. Tujuan dan Rincian Penggunaan Penyertaan Modal Negara ............................................. 58
     1. Mendukung Program Satu Juta Rumah ............................................................................... 58
     2. Menjaga Porsi Dana APBN pada Program KPR FLPP ...................................................... 62
E. Simulasi Perhitungan Penggunaan Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) ................. 66
     1. Asumsi Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero) ......................................................... 66
     2. Perhitungan Pembiayaan Untuk Mendukung KPR FLPP ................................................ 68
F. Manfaat Penambahan Penyertaan Modal Negara Tahun 2022 ........................................... 72
G. Manfaat Ekonomi dan Sosial atas Penambahan PMN ......................................................... 73
H. Tantangan ke Depan ................................................................................................................... 74
I. Analisis Aspek Usulan IKD BUN ............................................................................................ 75
J. Usulan Key Performance Indicator (KPI) untuk PMN Tahun 2022 .................................... 76
BAB IV SIMPULAN .......................................................................................................................... 77
A. Perlunya Dukungan Penyertaan Modal Negara .................................................................... 77
B. Hasil Simulasi Perhitungan Penggunaan Penyertaan Modal Negara ............................... 78
C. Rekomendasi Terhadap Usulan Penyertaan Modal Negara ............................................... 78
D. Keputusan/Kebijakan yang Akan Diambil ............................................................................ 79
REFERENSI ......................................................................................................................................... 80




                                                                                                                                                    ii
Page 230
                                                            DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Komposisi SDM PT SMF (Persero).................................................................................. 16
Tabel 2. 1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .................................................................. 28
Tabel 2. 3 Pembayaran Pajak Kepada Negara ................................................................................. 36
Tabel 2. 4 Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan................................................... 40
Tabel 2. 5 Rasio-rasio Keuangan ....................................................................................................... 41
Tabel 3. 1 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan (Dalam Miliar Rupiah) .......................................... 44
Tabel 3. 2 Proyeksi Laba Rugi (Dalam Miliar Rupiah) ..................................................................... 46
Tabel 3. 3 Proyeksi Rasio Keuangan ................................................................................................. 47
Tabel 3. 4 Proyeksi Aliran Dana Ke Sektor Perumahan (Dalam Miliar Rupiah) .......................... 48
Tabel 3. 5 Proyeksi Keuangan (Tanpa PMN Vs dengan PMN) (Dalam Miliar Rupiah).............. 49
Tabel 3. 6 Kuadran SWOT .................................................................................................................. 53
Tabel 3.7 Analisis Kebutuhan PMN.................................................................................................. 55
Tabel 3. 8 Pengelolaan Risiko............................................................................................................. 56
Tabel 3. 9 Rincian Penyaluran dalam Jumlah Rupiah & Unit Rumah ......................................... 65
Tabel 3. 10 Realisasi Program KPR FLPP 2018-2022....................................................................... 65
Tabel 3. 11 Proyeksi Yield Surat Utang Negara Tahun 2023 ......................................................... 66
Tabel 3. 12 Perhitungan Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero) ........................................ 67
Tabel 3. 13 Surat Utang AAA Tahun 2020-2022 dengan Tenor 5 Tahun ..................................... 67
Tabel 3. 14 Asumsi Untuk Simulasi Perhitungan KPR Program .................................................. 68
Tabel 3. 15 Perhitungan Cost of Fund PT SMF (Persero)................................................................. 69
Tabel 3. 16 Perhitungan Penurunan Porsi Pemerintah .................................................................. 69
Tabel 3. 17 Hasil Perhitungan Total Rumah yang Terfasilitasi pada Program FLPP ................ 70
Tabel 3. 18 Analisis Sensitivitas atas Kenaikan / Penurunan Suku Bunga Surat Utang pada
KPR FLPP ............................................................................................................................................. 71
Tabel 3. 19 Nilai SUN dan Spread PT SMF (Persero) Untuk Mitigasi Risiko ............................. 71
Tabel 3. 20 Simulasi Perhitungan 90%:10% ..................................................................................... 72
Tabel 3. 21 Perhitungan Dampak Sosial Ekonomi atas PMN ....................................................... 74
Tabel 3. 22 Analisis Aspek Usulan IKD BUN untuk Alokasi PMN TA 2023.............................. 75
Tabel 3. 23 Usulan KPI PMN Tahun 2023 ........................................................................................ 76
Tabel 4. 1 Simulasi Perhitungan Keikutsertaan PT SMF (Persero) pada KPR FLPP ................. 78




                                                                                                                                                      iii
Page 231
                                                    DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Kegiatan Usaha PT SMF (Persero) .............................................................................. 17
Gambar 1. 2 Skema Mekanisme Penurunan Porsi APBN pada KPR FLPP ................................ 18
Gambar 1.3 Realisasi Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh ............................... 19
Gambar 1.4 Realisasi Program Pembiayaan Homestay per 31 Desember 2022 ........................... 20
Gambar 1.5 Perluasan Peran Perseroan ........................................................................................... 21
Gambar 1.6 Alur Pembiayaan Mikro Perumahan .......................................................................... 25
Gambar 2. 1 Pertumbuhan PDB Per Sektor (YoY) .......................................................................... 29
Gambar 2. 2 Indeks Harga Properti Residensial ............................................................................. 30
Gambar 2. 3 Rata-rata pertumbuhan KPR Tahunan (% yoy) ........................................................ 30
Gambar 2. 4 Imbal Hasil SUN ........................................................................................................... 32
Gambar 2. 5 Akumulasi Penambahan PMN Pada PT SMF (Persero) .......................................... 32
Gambar 2. 6 Aliran Dana Kumulatif PT SMF (Persero) ................................................................. 33
Gambar 2. 7 Penyaluran Pinjaman dan Sekuritisasi Per Tahun ................................................... 34
Gambar 2. 8 Penerbitan Surat Utang dan Penggunaan Term Loan Per Tahun .......................... 35
Gambar 2. 9 Posisi Penyaluran Pinjaman dan Penerbitan Surat Utang ...................................... 35
Gambar 2. 10 Rata-rata Bunga Penyaluran Pinjaman dan Surat Utang ...................................... 36
Gambar 3. 1 Pengelolaan Dana Perumahan Ideal .......................................................................... 59
Gambar 3. 2 Rencana Restrukturisasi Program Sejuta Rumah ..................................................... 61
Gambar 3. 3 Skema Dukungan PT SMF (Persero) Pada Program FLPP Tahun 2023 ................ 63




                                                                                                                                       iv
Page 232
                                      DAFTAR ISTILAH

Efek Beragun Aset Surat     :   Efek Beragun Aset yang diterbitkan oleh Penerbit yang
Partisipasi (EBA– SP)           portofolionya berupa Kumpulan Piutang dan merupakan
                                bukti kepemilikan secara proporsional atas Kumpulan
                                Piutang yang dimiliki bersama oleh sekumpulan pemegang
                                EBA-SP.
KPR                         :   Kredit Pemilikan Rumah
KPR FLPP                    :   Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
                                Perumahan
Liquidity Facility          :   Lembaga yang dapat menyediakan fasilitas dana.
Maturity Mismatch           :   Kesenjangan jangka waktu antara sumber pendanaan dan
                                penyaluran pinjaman oleh Lembaga Penyalur.
Medium Term Notes           :   Surat Utang Jangka Menengah
(MTN)
Net Interest Margin (NIM)   :   Selisih margin / keuntungan antar suku bunga pinjaman yang
                                diberikan dan suku bunga Surat Utang yang ditebitkan.
Obligasi                    :   Surat Utang Jangka Panjang
Refinancing                 :   Penyaluran Pinjaman
Sekuritisasi                :   Tagihan KPR yang dijual yang kemudian distruktur menjadi
                                efek berbasis KPR yang likuid di Pasar Modal.




                                                                                             v
Page 233
       LEMBAR PERSETUJUAN




       A.N MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR KEKAYAAN NEGARA DIPISAHKAN
DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA




           MEIRIJAL NUR
        NIP 196805191994031001




                                      1
Page 234
                                RINGKASAN EKSEKUTIF

        PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/ ”PT SMF (Persero)” merupakan Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) yang didirikan dalam rangka membangun dan mengembangkan pasar
pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia dengan mengalirkan dana dari pasar modal ke
pasar pembiayaan primer perumahan (penyalur KPR). Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor
19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020, pembiayaan sekunder Perumahan
oleh PT SMF (Persero) dilakukan melalui kegiatan sekuritisasi dan pemberian fasilitas pembiayaan
untuk meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan. Sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan
dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan
Sekunder Perumahan, dalam pelaksanaan penerbitan sekuritisasi, Perseroan dapat berperan
sebagai Penerbit, Penata Sekuritisasi, Pendukung Kredit dan melakukan pembelian efek yang
berkaitan dengan mortgage dalam rangka menggerakkan pasar (marketmaker).

        Pada tahun 2015, Pemerintah mencanangkan Program Satu Juta Rumah guna mengatasi
backlog perumahan di Indonesia dengan menargetkan penyediaan perumahan 1 (satu) juta unit. PT
SMF (Persero) sebagai BUMN di bidang pembiayaan sekunder perumahan dan sebagai sub-system
dibidang pembiayaan perumahan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 121 dan Pasal 128
Undang Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, turut
mendukung program dimaksud dengan meningkatkan peran PT SMF (Persero) sebagai penyedia
sumber pendanaan jangka menengah panjang dari pasar modal kepada penyalur KPR.

        Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) PT SMF (Persero) memberikan penugasan kepada Perseroan untuk memaksimalkan
fungsinya sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Penugasan tersebut ditujukan untuk mendorong
penurunan porsi APBN pada pembiayaan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
(FLPP) yang pada awalnya sebesar 90% menjadi 75%, dengan menyediakan pendanaan jangka
panjang/menengah bagi penyalur KPR FLPP atas porsi 25% dengan tingkat suku bunga tertentu.
Pendanaan untuk penugasan tersebut bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang di-
leverage melalui penerbitan surat utang dan di-blended. PT SMF mulai terlibat dalam Program FLPP
sejak    bulan   Agustus 2018   setelah   ditetapkannya   Keputusan   Menteri   PUPR    Nomor
463/KPTS/M/2018 yang mengatur mengenai perubahan porsi dana APBN untuk pembiayaan
kredit/pembiayaan kepemilikan rumah sejahtera/FLPP dari 90% menjadi 75%.



                                                                                              2
Page 235
      Guna mendukung kegiatan penugasan dan pengembangan usaha PT SMF (Persero),
Pemerintah melakukan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal saham PT
SMF (Persero). Sampai dengan Desember 2022, Pemerintah telah menempatkan dana PMN ke
dalam modal saham PT SMF (Persero) sebesar Rp12,80 triliun, yang mana sebesar Rp7,80 triliun
diantaranya ditujukan untuk mendukung Program FLPP. Dengan modal disetor tersebut, PT SMF
(Persero) telah mampu mengalirkan dana dari pasar modal kepada penyalur KPR secara kumulatif
sampai dengan Desember 2022, mencapai Rp89,75 triliun untuk membiayai perumahan sebanyak
1,50 juta debitur, yang dilakukan melalui: (1) fasilitas sekuritisasi sebesar Rp13,29 triliun; (2)
penyaluran pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun; dan (3) Pembelian KPR sebesar Rp156
miliar. Nilai penyaluran tersebut termasuk didalamnya penyaluran pinjaman untuk mendukung
Program FLPP sebesar Rp15,04 triliun guna membiayai 421.650 unit rumah bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR).

      Pada tahun 2023, dalam rangka lebih mengoptimalkan peran PT SMF (Persero) sebagai SMV,
dan dalam rangka mendukung penyediaan pendanaan jangka panjang/menengah kepada
lembaga penyalur KPR FLPP dalam rangka pemenuhan kebutuhan bagi MBR dengan target
penyaluran kepada 229.000 unit rumah, melalui dukungan dari Pemerintah dalam bentuk
tambahan modal disetor pada tahun 2023 sebesar Rp1,53 triliun yang dialokasikan berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021 tentang Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara Tahun
Anggaran 2023. Adapun tambahan dana PMN pada PT SMF (Persero) TA 2023 sebesar Rp1,53
triliun tersebut diharapkan akan bermanfaat bagi:

A. Pemerintah
     1. Menjaga porsi dana APBN pada pembiayaan KPR FLPP melalui penyediaan dana jangka
       panjang/menengah oleh PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR FLPP, serta
       meningkatkan jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh PT SMF
       (Persero).
     2. Mendukung Pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah.
     3. Meningkatkan pembiayaan perumahan yang secara bertahap akan mendorong
       bergeraknya sektor riil, yang berarti membuka lapangan kerja dan menurunkan angka
       kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
B.   Perusahaan
     1. Meningkatkan kapasitas PT SMF (Persero) sebagai SMV dalam mendukung Program Satu
       Juta Rumah.
     2. Memperkuat struktur permodalan sehingga meningkatkan kemampuan leveraging SMF
       dalam menjalankan fungsinya sebagai Liquidity Facility bagi penyalur KPR.

                                                                                                3
Page 236
    3. Meningkatkan kontribusi Perseroan terhadap sektor riil perumahan dengan mengalirkan
       dana dari pasar modal.

     Dana yang dialirkan untuk mendukung Program KPR FLPP oleh PT SMF (Persero) ditujukan
bagi MBR. Hal ini akan memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi MBR, dan
juga berdampak pada bergeraknya sektor riil terutama yang berhubungan dengan sektor
perumahan. Dengan demikian, selain berdampak langsung terhadap program Pemerintah di
bidang perumahan, peran PT SMF (Persero) dalam mendukung program perumahan secara
nasional akan berujung pada terciptanya multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja,
peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan rumah, serta
meningkatkan laju perekonomian nasional.

     Penyaluran pinjaman oleh PT SMF (Persero) pendanaannya bersumber dari ekuitas yang
kemudian digantikan dengan dana dari penerbitan surat utang, sehingga diperoleh kelipatan
dalam penyalurannya. Untuk memperkecil tingkat resiko keuangan, Perseroan membatasi tingkat
leverage di bawah 4 (empat) kali.

     Hasil simulasi perhitungan keikutsertaan PT SMF (Persero) pada Program KPR FLPP TA
2023 adalah sebagaimana tabel berikut:
                                    Keterangan                   Asumsi dan Perhitungan
                       PMN                                                     Rp1,53 Triliun
                       Utang leverage PMN sebelumnya                           Rp3,18 Triliun
                       Pengembalian Pokok                                    Rp381,60 miliar
                       Surat Utang atas PMN 2023                               Rp1,60 Triliun
                       Dana Bank                                               Rp2,05 Triliun
                       Leverage atas PMN 2023                                             1,04x
                       CoF SMF                                                           8,23%
                       Suku Bunga KPR FLPP                                               5,00%
                       Plafon Rumah                                              Rp152,8 Juta
                       Total Unit Rumah                                      229.000 Rumah
        Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana FLPP
             Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain sebagainya


     Penambahan PMN TA 2023 kepada PT SMF (Persero) untuk mendukung Program KPR FLPP
adalah sebesar Rp1,53 triliun yang akan di-leverage melalui penerbitan surat utang Perseroan
sebesar Rp1,60 triliun, ditambah dengan dana yang berasal dari sumber dana Perseroan lainnya,
yakni leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya yang belum diterbitkan sebesar Rp3,18 triliun,
dan dana pengembalian pokok sebesar Rp381,60 miliar. Di samping itu, diperlukan dana sebesar
Rp2,05 triliun yang perlu disediakan sendiri oleh bank penyalur KPR FLPP sehingga dapat
diperoleh total dana sebesar Rp8,75 triliun. Seluruh dana tersebut akan digunakan untuk
menyediakan likuiditas bagi lembaga penyalur KPR FLPP atas porsi 25% dalam rangka
penyaluran KPR FLPP untuk 229.000 unit rumah bagi MBR.


                                                                                                                       4
Page 237
     Dengan penambahan PMN sebesar Rp1,53 triliun pada tahun 2023, PT SMF (Persero)
diharapkan mampu merealisasikan akumulasi aliran dana secara kumulatif dari pasar modal ke
sektor riil perumahan sampai dengan akhir tahun 2027 sebesar Rp181,22 triliun dalam bentuk
memfasilitasi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman. Untuk kegiatan penyaluran pinjaman, posisi
pada akhir tahun 2027 ditargetkan sebesar Rp159,19 triliun.




                                                                                             5
Page 238
                                      PENDAHULUAN

A. Kondisi Usaha PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

         Dalam operasional perbankan, Pemerintah memandang adanya kesenjangan jangka
    waktu (maturity mismatch) dalam penyaluran KPR. Hal ini karena penyaluran KPR berjangka
    panjang, sedangkan sumber pembiayaanya berjangka pendek, yaitu dana pihak ketiga yang
    terdiri dari giro, tabungan dan deposito sehingga berpotensi menimbulkan risiko likuiditas
    bila terjadi krisis. Kondisi tersebut diperhitungkan bisa diatasi dengan penjualan tagihan KPR
    secara putus, sehingga penyalur KPR dapat menerbitkan KPR baru tanpa harus menunggu
    jatuh tempo tagihan. Tagihan KPR yang dijual tersebut distruktur menjadi efek berbasis KPR
    yang likuid di Pasar Modal dan proses ini selanjutnya disebut dengan “sekuritisasi”. Dengan
    penerbitan dan penjualan efek berbasis KPR ini berarti terjadi adanya aliran dana dari pasar
    keuangan jangka panjang (pasar modal) ke sektor riil perumahan melalui penyalur KPR,
    sehingga terjadi suatu bentuk pasar yang disebut Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.
    Mekanisme lain yang dapat mendorong pengembangan pasar sekunder perumahan secara
    berkelanjutan adalah dengan menggunakan penyaluran dana jangka panjang melalui
    penyaluran pinjaman kepada Penyalur KPR, dengan menggunakan dana jangka panjang dari
    pasar modal atau pasar keuangan melalui penerbitan surat berharga korporasi. Kegiatan ini
    juga didasarkan pada suatu kondisi bahwa industri perumahan termasuk properti, melibatkan
    banyak sektor industri, sehingga akan menjadi bagian dari motor penggerak sektor riil lainnya
    yang pada akhirnya dapat diperoleh multiplier effect dalam kegiatan perekonomian.

         Bentuk pelaksanaan di beberapa negara yang dapat digunakan sebagai pembanding di
    kawasan regional Asia yang telah mengembangkan pembiayaan sekunder perumahan adalah
    (1) Cagamas (Malaysia), (2) Korea Housing Finance Corporation (Korea), (3) Hong Kong
    Mortgage Corporation (Hong Kong), dan (4) Japan Housing Finance Agency (Jepang).

         Selanjutnya, Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun
    2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan dan sebagai pelaksananya didirikan PT
    Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau “PT SMF (Persero)” pada tanggal 22 Juli 2005.
    Dengan kegiatan utamanya memfasilitasi sekuritisasi tagihan KPR, PT SMF (Persero)
    didirikan dengan modal disetor sebesar Rp1 triliun yang terdiri dari 1 (satu) juta saham yang
    seluruhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Dalam Perpres Nomor 19 Tahun 2005
    tersebut diatur bahwa untuk mendukung tersedianya KPR yang memenuhi persyaratan
    sekuritisasi, PT SMF (Persero) dapat menyalurkan pinjaman sampai dengan akhir tahun ketiga
    yang berarti sampai dengan tahun 2008. Dengan pertimbangan kondisi pasar saat itu dimana
    penyalur KPR masih enggan melakukan sekuritisasi dan belum terbentuknya kumpulan
                                                                                                6
Page 239
tagihan KPR yang siap disekuritisasi, Pemerintah mengundangkan Peraturan Presiden Nomor
1 Tahun 2008 sebagai perubahan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005, yang antara lain
mengatur bahwa penyaluran pinjaman bisa dilakukan selama 10 (sepuluh) tahun sejak
diundangkannya peraturan tersebut, dalam hal ini yaitu sampai dengan tahun 2018.
Selanjutnya, pada tahun 2016, sesuai Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan
Sekunder Perumahan, pemberian penyaluran pinjaman oleh PT SMF (Persero) tidak diberikan
batas waktu. Terakhir pada tahun 2020, sesuai Peraturan Presiden Nomor 100 tahun 2020
tentang Perubahan Ketiga Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan
Sekunder Perumahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020 tentang Perubahan
Kedua atas Pertauran Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan
Sekunder Perumahan.

       Kegiatan penyaluran pinjaman oleh PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR
dilaksanakan dalam bentuk refinancing yang diawali dengan penggunaan ekuitas, kemudian
digantikan dengan penerbitan surat utang pasar modal. Kondisi ini juga menjadi bentuk aliran
dana dari pasar modal ke sektor perumahan melalui penyalur KPR. Penerbitan surat utang
Perseroan dimulai sejak tahun 2009, yaitu setelah PT SMF (Persero) memiliki laporan
keuangan selama 3 (tiga) tahun sesuai persyaratan lembaga bursa.

       Sampai dengan akhir tahun 2010, dana yang dialirkan PT SMF (Persero) kepada
penyalur KPR secara kumulatif mencapai sebesar Rp3,30 triliun untuk 119.302 debitur KPR.
Jumlah tersebut terdiri dari (1) memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp1,25 triliun untuk 53.837
debitur KPR dan (2) penyaluran pinjaman sebesar Rp2,05 triliun untuk 65.465 debitur KPR.

       Pada tahun 2011, Pemerintah memperkuat pasar pembiayaan sekunder perumahan
dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) sebesar Rp1 triliun yang direalisasikan tanggal 30 Desember
2011, sehingga modal disetor PT SMF (Persero) menjadi Rp2 triliun. Setelah adanya
penambahan PMN tersebut, pada tahun 2012 PT SMF (Persero) dapat merealisasikan
akumulasi aliran dana ke penyalur KPR sebesar Rp8,50 trilun untuk 232.322 debitur KPR,
berasal dari memfasilitasi sekuritisasi dengan penerbitan EBA sebesar Rp2,95 triliun untuk
99.489 debitur KPR dan penyaluran pinjaman sebesar Rp5,55 triliun untuk 132.833 debitur
KPR.



                                                                                             7
Page 240
     Selanjutnya sampai dengan Desember 2013, PT SMF (Persero) kembali meningkatkan
perannya dalam mengalirkan dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan,
sehingga akumulasi realisasi aliran dana menjadi sebesar Rp12,01 triliun untuk 309.872 debitur
KPR, berasal dari memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp3,95 triliun untuk 133.941 debitur KPR
dan penyaluran pinjaman sebesar Rp8,06 triliun untuk 175.931 debitur KPR.

     Pada tahun 2014, Pemerintah meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat struktur
permodalan PT SMF (Persero) dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun
2014 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal
Saham Perusahaan      (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp1 triliun, yang
terealisasi pada tanggal 30 Desember 2014, sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar
Rp3 triliun. Sampai dengan 31 Desember 2014, telah dialirkan akumulasi dana ke penyalur
KPR sebesar Rp16,55 triliun untuk 377.217 debitur KPR. Jumlah tersebut terdiri dari
memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp5,46 triliun untuk 167.114 debitur KPR dan penyaluran
pinjaman Rp11,09 triliun untuk 210.103 debitur KPR.

     Pada tahun 2015, Pemerintah melakukan penambahan PMN ke dalam modal saham PT
SMF (Persero) dalam rangka memperkuat struktur modal dan meningkatkan kapasitas usaha
sebesar Rp1 triliun sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar Rp4 triliun melalui
Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial. Sampai dengan 31 Desember 2015, telah dapat direalisasikan aliran dana ke
penyalur KPR sebesar Rp20,25 triliun terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp5,65 triliun dan
penyaluran pinjaman sebesar Rp14,60 triliun.

     Pada tahun 2016, Pemerintah kembali melakukan penambahan PMN ke dalam modal
saham PT SMF (Persero) dalam rangka memperkuat struktur modal dan meningkatkan
kapasitas usaha sebesar Rp1 triliun sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar Rp5
triliun melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016 tentang Penambahan Penyertaan
Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial. Sampai dengan 31 Desember 2016, PT SMF (Persero) telah mengalirkan
dana ke penyalur KPR sebesar Rp27,39 triliun untuk 543.461 debitur KPR yang dilaksanakan
dengan memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp7,15 triliun untuk 188.437 debitur KPR dan
penyaluran pinjaman sebesar Rp20,23 triliun untuk 355.024 debitur KPR.

     Pada tahun 2017, Pemerintah meningkatkan peran PT SMF (Persero) sebagai Special
Misson Vehicle dan fiscal tool untuk menurunkan porsi dana APBN pada Program Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yaitu bantuan kemudahan kredit kepemilikan

                                                                                            8
Page 241
perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Peran PT SMF (Persero) dalam
Program FLPP tersebut adalah sebagai penyediaan dana jangka panjang bagi bank penyalur
KPR FLPP. Guna dapat menjalankan mandat tersebut, Pemerintah meningkatkan kapasitas
PT SMF (Persero) dengan menambah modal sebesar Rp1 triliun yang direalisasikan pada
Desember 2017 sehingga modal disetor PT SMF (Persero) meningkat menjadi sebesar Rp6
triliun. Keterlibatan PT SMF (Persero) dalam KPR FLPP baru dapat terlaksana pada Agustus
2018, sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 463/KPTS/M/2018 yang mengatur
mengenai perubahan porsi dana ABPN untuk pembiayaan KPR FLPP dari 90% menjadi 75%,
sedangkan sisanya sebesar 25% merupakan porsi yang ditanggung bank penyalur KPR FLPP.
Dalam melaksanakan penugasan tersebut, PT SMF (Persero) me-leverage dana PMN melalui
penerbitan surat utang Perseroan sehingga didapat blended fund untuk disalurkan kepada bank
penyalur KPR FLPP.

     Secara kumulatif, hingga 2017 PT SMF (Persero) telah mengalirkan dana ke penyalur
KPR sebesar Rp35,63 triliun untuk 665.539 debitur KPR. Jumlah tersebut terdiri dari
sekuritisasi sebesar Rp8,15 triliun untuk 199.674 debitur KPR dan penyaluran pinjaman
sebesar Rp27,48 triliun untuk 465.865 debitur KPR.

     Selanjutnya hingga 2018, akumulasi aliran dana ke panyalur KPR oleh PT SMF (Persero)
mencapai sebesar Rp47,51 triliun untuk 764.897 debitur. Dengan rincian dari kegiatan
transaksi sekuritisasi sebesar Rp10,155 miliar untuk 218.402 debitur KPR dan penyaluran
pinjaman sebesar Rp37,36 triliun untuk 546.495 debitur KPR. Nilai tersebut termasuk
penyaluran pembiayaan kepada bank penyalur KPR FLPP sebesar Rp948 miliar untuk
membiayai 28.923 debitur KPR FLPP.

     Pada akhir tahun 2019, akumulasi aliran dana PT SMF (Persero) ke penyalur KPR
kembali meningkat menjadi sebesar Rp62,08 triliun untuk 886.926 debitur. Penyaluran dana
tersebut dilaksanakan melalui fasilitasi kegiatan transaksi sekuritisasi sebesar Rp12,15 triliun
untuk 234.878 debitur dan kegiatan penyaluran pinjaman sebesar Rp49,81 triliun untuk
652.048 debitur KPR, selain itu PT.SMF (Persero) juga telah melakukan pembelian KPR sebesar
Rp116 miliar. Kegiatan penyaluran pinjaman tersebut termasuk di dalamnya penyaluran
pinjaman KPR FLPP sebesar Rp2,9 triliun untuk membiayai 88.911 debitur KPR FLPP, dimana
Rp486 miliar merupakan percepatan penyaluran KPR FLPP tahun 2020.

     Pada akhir tahun 2020, Perseroan mendapat perluasan mandat melalui terbitnya Perpres
Nomor 100 Tahun 2020. Hingga tahun 2020, akumulasi aliran dana ke penyalur KPR oleh PT
SMF (Persero) mencapai sebesar Rp69,14 triliun untuk 1.083.590 debitur. Penyaluran dana
tersebut terdiri dari kegiatan transaksi sekuritisasi sebesar Rp12,78 miliar untuk 242.599

                                                                                              9
Page 242
     debitur KPR dan penyaluran pinjaman sebesat 56.197 miliar untuk 839.464 debitur KPR, serta
     pembelian asset KPR sebesar Rp156 miliar untuk 1.527 debitur. Nilai ini juga termasuk
     didalamnya penyaluran pembiayaan kepada penyalur KPR FLPP sebesar Rp4,14 triliun untuk
     membiayai 133.068 debitur KPR FLPP.

          Pada Desember 2021, akumulasi dana PT SMF (Persero) mencapai Rp77,96 triliun
     kepada 1,26 juta debitur yang terdiri atas sekuritisasi Rp12,787 triliun untuk 242.599 debitur,
     penyaluran pinjaman sebesar Rp65,016 triliun kepada 1.014.565 debitur dan Rp156 miliar
     kepada 1.527 debitur.

          Hingga Desember 2022, akumulasi dana PT SMF (Persero) mencapai Rp89,75
     triliun kepada 1,51 juta debitur yang terdiri atas sekuritisasi Rp13,29 triliun untuk
     248.787 debitur, penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp76,47 triliun
     yang telah disalurkan kepada 1,26 juta debitur.

B.   Kebijakan Pemerintah Pada Sektor Perumahan
          Pemerintah memiliki beberapa program kebijakan di bidang perumahan untuk
     membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni:
     1. Subsidi selisih bunga (SSB);
     2. Subsidi bantuan uang muka (SBUM); dan
     3. Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
          Pada tahun 2023, Pemerintah melalui Kementerian PUPR berencana untuk
     mengalokasikan dana sebesar Rp29,53 triliun yang disalurkan melalui empat program subsidi
     perumahan tersebut demi meningkatkan kemudahan bagi MBR untuk memiliki hunian layak
     melalui bantuan pembiayaan rumah subsidi.
          Untuk Program FLPP, Pemerintah telah memberikan PMN kepada PT SMF (Persero)
     sejak tahun 2017 yang kemudian akan digabung dengan dana dari penerbitan surat utang
     yang dilakukan oleh PT SMF (Persero) dan disalurkan kepada lembaga penyalur KPR untuk
     memenuhi porsi 25% pembiayaan KPR FLPP. Selain itu, Pemerintah juga pemberian
     dukungan kepada Perumnas dalam bentuk investasi langsung dan investasi non permanen
     melalui IP PEN untuk memperbaiki kemampuan keuangan Perseroan dalam rangka
     memenuhi permintaan rumah untuk MBR. Terkait dengan pelaksanaan investasi non
     permanen tersebut, Pemerintah menugaskan PT SMF (Persero) sebagai Wakil Pelaksana
     Investasi Pemerintah pada Perumnas.




                                                                                                 10
Page 243
C. Alasan Penyertaan Modal Negara

         Penambahan PMN di tahun 2023 dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai
   berikut:
   1.   Menjaga porsi dana APBN pada pembiayaan KPR FLPP melalui penyediaan dana jangka
        panjang/menengah oleh PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR FLPP, serta
        meningkatkan jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh PT
        SMF (Persero).
   2.   Medukung pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah.
   3.   Meningkatkan pembiayaan perumahan yang secara bertahap akan mendorong
        bergeraknya sektor riil, yang berarti membuka lapangan kerja dan menurunkan angka
        kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
   4.   Memperkuat struktur permodalan SMF, sehingga meningkatkan kemampuan leveraging
        SMF dalam menjalankan fungsinya sebagai Liquidity Facility bagi penyalur KPR.


D. Dasar Usulan Penyertaan Modal Negara
   Penambahan PMN Tahun 2023 kepada PT SMF (Persero) diberikan berdasarkan:
   1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
        Negara Tahun Anggaran 2022 sebagaimana telah ditetapkannya kembali dalam Peraturan
        Presiden nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian Anggaran pendapatan dan Belanja
        Negara Tahun Anggaran 2023.
   2. Berdasarkan Pasal 5 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata
        Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan
        Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72
        Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang
        Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara
        Dan Perseroan Terbatas, Pemerintah dapat melakukan penambahan PMN pada PT SMF
        (Persero).
   3. Sesuai Pasal 7 huruf a dan b Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata
        Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan
        Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72
        Tahun 2016 tentang tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005
        Tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha
        Milik Negara Dan Perseroan Terbatas, bahwa penambahan PMN dilakukan dalam rangka
        memperbaiki      struktur   permodalan   BUMN   dan   Perseroan   Terbatas;   dan/atau
        meningkatkan kapasitas usaha BUMN dan Perseroan Terbatas.
                                                                                            11
Page 244
E.   Nilai Usulan Penambahan Penyertaan Modal Negara dan Rencana Penggunaan Dana

          Nilai usulan penambahan PMN yang diajukan adalah sebesar Rp1.530.000.000.000,00
     (satu triliun lima ratus tiga puluh miliar rupiah). Penambahan PMN sebesar Rp1,53 triliun
     tersebut digunakan untuk mendukung penyediaan pendanaan jangka panjang/menengah
     kepada lembaga penyalur KPR FLPP dalam rangka pemenuhan kebutuhan perumahan bagi
     MBR dengan target penyaluran kepada 229.000 rumah di tahun 2023. Penambahan PMN
     digunakan untuk menjaga porsi beban fiskal pada Program FLPP dengan menyediakan dana
     jangka panjang/menengah bagi penyalur KPR yang menyalurkan KPR FLPP. PT SMF
     (Persero) akan me-leverage dana PMN TA 2023 dengan menerbitkan surat utang Perseroan
     sehingga dapat meningkatkan realisasi pembiayaan KPR FLPP bagi MBR dari 201.960 unit
     rumah (tanpa keterlibatan PT SMF) menjadi 229.000 unit rumah. Selain itu, PMN TA 2023
     kepada PT SMF (Persero) juga diharapkan dapat meningkatkan bridging dalam penyaluran
     pinjaman untuk selanjutnya berfungsi sebagai leverage dalam pengadaan dana dari pasar
     modal dengan penerbitan surat utang dan membentuk likuiditas pasar pembiayaan sekunder
     perumahan (Efek Beragunan Aset/EBA).




                                                                                            12
Page 245
                                             BAB I
                                   PROFIL PERUSAHAAN

A. Dasar Pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

    1.    Sejarah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
             PT Sarana Multigriya Finansial Persero/ ”PT SMF (Persero)” merupakan Badan Usaha
         Milik Negara (BUMN) yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik
         Indonesia Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
         untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder
         Perumahan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2011
         tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan
         Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di
         Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Sebagai Perusahaan Pembiayaan Sekunder
         Perumahan (PPSP), PT SMF (Persero) didirikan dalam rangka membangun dan
         mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan
         kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau. Dalam
         kegiatannya PT SMF (Persero) tunduk pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
         Keuangan.
             Pendirian PT SMF (Persero) dilakukan pada tanggal 22 Juli 2005 dengan Anggaran
         Dasar yang dibuat oleh Notaris Imas Fatimah, S.H. No.59, Akta ini telah disahkan oleh
         Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.C-20694.HT.01.01. TH.2005 tanggal 26 Juli
         2005. Anggaran Dasar PT SMF (Persero) telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir
         dituangkan dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham di Luar
         Rapat PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) No. 62 tanggal 30 November 2021.
             Guna mendukung sektor Perumahan di Indonesia, PT SMF (Persero) juga telah
         menjalankan beberapa penugasan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berupa
         keterlibatan dalam Program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
         dengan bekerja sama dengan BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat),
         pembiayaan homestay bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah 16 (enam belas)
         destinasi wisata prioritas Pemerintah, serta pengembangan rumah di daerah kumuh pada
         seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, pada tahun 2020 Perseroan juga memperoleh
         penugasan khusus berupa pengambilalihan saham minoritas dari perusahaan real estate
         PT Sejahtera Eka Granha dan Entitas Anak, serta menjadi pelaksana investasi Pemerintah
         kepada Perumnas dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


                                                                                              13
Page 246
    2.         Struktur Kepemilikan Modal PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

          a.     Modal dasar Rp27.000.000.000.000,00 terdiri dari 27.000.000 saham dengan nilai
                 nominal Rp1.000.000,00 per saham.
          b.     Modal disetor sebesar Rp12.800.000.000.000,00 terdiri dari 12.800.000 saham.
          c.     Kepemilikan saham 100% Pemerintah RI.


B. Visi dan Misi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

    Pada tahun 2021, sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atas Rencana
    Jangka Panjang Perusahaan 2022-2026, PT SMF (Persero) telah melakukan penyesuaian atas
    visi dan misi yang dimiliki, dimana visi dan misi PT SMF (Persero) berubah menjadi sebagai
    berikut:
    1. Visi
               Menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan yang
               mendukung penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang layak dan terjangkau
               bagi seluruh keluarga Indonesia.
    2. Misi
          i.      Melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle Pemerintah dan agent of
                  development dalam pembiayaan perumahan.
         ii.      Membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan secara
                  berkelanjutan.
     iii.         Menyediakan sumber pendanaan dalam pembiayaan penyediaan dan kepemilikan
                  rumah.
     iv.          Mendukung Program Sustainable Development Goals Pemerintah.
         v.       Mengembangkan      sinergi   dengan   stakeholder   pembiayaan     perumahan   dan
                  memberikan pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang baik.


C. Manajemen PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

    1.         Susunan Pengurus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

                 Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/KMK.06/2020 tentang
          Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan
          (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial tertanggal 26 Juni 2020, dan berdasarkan
          Keputusan Menteri Keuangan Nomor 370/KMK/06/2020 tentang Pengangkatan
          Komisaris Independen Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial tertanggal 11
          Agustus 2020, serta berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 284/KMK.06/2022


                                                                                                  14
Page 247
     tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan tanggal 27 Juli 2022,
     susunan Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:
     a. Dewan Komisaris:
          1)    Komisaris Utama               : Nufransa Wira Sakti
          2)    Komisaris                     : Rina Widiyani Wahyuningdyah
          3)    Komisaris Independen          : Dedy Supriadi Priatna
     b. Direksi:
          1) Direktur Utama                   : Ananta Wiyogo
          2) Direktur                         : Heliantopo
          3) Direktur                         : Bonai Subiakto
     Struktur      organisasi   satu   tingkat    di   bawah     direksi   terdiri   dari   (Nomor:
     026/SKD/DIR/SMF/XI/2022 tanggal 9 November 2022):

     a.    Direktorat Utama terdiri atas:
           1) Satuan Pengawasan Intern
           2) Sekretariat Perusahaan
           3) Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Perubahan
           4) Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan
           5) Divisi Riset Ekonomi
     b.    Direktorat Sekuritisasi dan Pembiayaan terdiri atas:
           1)    Divisi Sekuritisasi dan Program Khusus
           2)    Divisi Pembiayaan Korporat dan Retail
           3)    Unit Usaha Syariah
           4)    Divisi Tresuri & Hubungan Investor
           5)    Fungsi Operasional Kredit
     c.    Direktorat Keuangan dan Operasional terdiri atas:
           1)    Divisi Keuangan dan Penyelesaian Transaksi
           2)    Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum
           3)    Divisi Teknologi Informasi
           4)    Fungsi Pengadaan
           5)    Fungsi Hukum
2.    Sumber Daya Manusia

               Jumlah karyawan tetap dan kontrak PT SMF (Persero) sampai dengan 31 Desember
     2022, yaitu 113 orang, dengan komposisi menurut jenjang pendidikan, jabatan dan umur
     adalah sebagai berikut:

                                                                                                 15
Page 248
                          Tabel 1. 1 Komposisi SDM PT SMF (Persero)
                                                          31 Desember
Tingkat                2019                     2020                         2021                    2022
Pendidikan      Jumlah                    Jumlah                      Jumlah                  Jumlah
                                %                         %                          %                      %
                 Orang                     Orang                       Orang                   Orang
Doktoral/S3            -              -          -             -             1           1%          1          1%
Master/S2            21        26,25%          23        26,74%            25       23,81%         30       27%
Sarjana/S1           56        70,00%          60        69,77%            76       72,38%         78       69%
Sarjana                                                                                             2           2%
                      1        1,25%            1        1,16%              1       0,95%
Muda/D3
SMU                   2        2,50%            2        2,33%              2       1,90%           2           2%
Jumlah               80         100%           86         100%            105        100%         113       100%


                                                            31 Desember

Umur                      2019                     2020                       2021                   2022
                    Jumlah                   Jumlah                     Jumlah                 Jumlah
                                %                        %                          %                     %
                     Orang                    Orang                      Orang                  Orang
55 tahun >                0    0,00%               0    0,00%                 2    1,90%             2     2%
51 – 55 Tahun             3         3,75%           4         4,65%             1     0,95%          3          3%
46 – 50 Tahun             7         8,75%           6         6,98%             6     5,71%          4          4%
41 – 45 Tahun             6         7,50%           6         6,98%          12      11,43%         15      13%
36 – 40 Tahun             14        17,50%          15     17,44%            18      17,14%         17      15%
31 – 35 Tahun             16        20,00%          17     19,77%            25      23,81%         31      27%
24 – 30 Tahun             34        42,50%          38     44,19%            41      39,05%         41      36%
Jumlah                    80         100%           86        100%          105        100%        113      100%




D. Bidang Usaha Utama dan Penugasan Khusus, serta                      Bidang Usaha Pendukung PT Sarana
   Multigriya Finansial (Persero)
   1. Bidang Usaha Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
             PT SMF (Persero) sebagai Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan, sesuai
       dengan tujuannya yakni mengalirkan dana ke sektor pembiayaan perumahan melalui
       penyalur KPR dengan cara sekuritisasi dan penyaluran pinjaman secara konvensional
       maupun syariah tampak pada Gambar 1.1. berikut:




                                                                                                                 16
Page 249
                Gambar 1. 1 Kegiatan Usaha PT SMF (Persero)




    Untuk meningkatkan pertumbuhan volume KPR yang berkesinambungan dan
memenuhi kriteria KPR untuk disekuritisasi, SMF menyalurkan pinjaman kepada penyalur
KPR yang dananya berasal dari penerbitan surat utang di pasar modal ataupun pinjaman.
Penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR dilakukan melalui skema refinancing tagihan
KPR, dimana tagihan KPR sebagai underlying pinjaman SMF. Dana yang diperoleh dari
SMF, selanjutnya dapat dipergunakan penyalur KPR untuk meningkatkan kapasitas
pembiayaan KPR.

    Setelah volume KPR telah cukup dan memenuhi kriteria tertentu, penyalur KPR dapat
melakukan sekuritisasi dengan menjual putus (true sale) aset tagihan KPRnya. Melalui
transaksi sekuritisasi, aset tagihan KPR yang tadinya tidak likuid diubah menjadi efek
yakni Efek Beragun Aset (EBA) yang likuid dan dapat diperdagangkan dipasar modal.
Dana hasil penjualan EBA akan diterima oleh penyalur KPR yang dapat dipergunakan
kembali untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan KPR.

    PT SMF (Persero), mulai tahun 2019 juga mulai mengembangkan program pembelian
KPR untuk mendukung pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR. Melalui program
pembelian KPR, penyalur KPR dapat menjual tagihan KPR yang sesuai dengan kriteria
seleksi PT SMF (Persero). PT SMF (Persero) selanjutnya mencatatkan tagihan KPR tersebut
dalam neracanya dan menjadikan tagihan KPR yang telah dibeli sebagai underlying
penerbitan EBA ataupun efek PT SMF (Persero) lainnya. Program ini dimaksudkan untuk
mendorong para penyalur KPR yang belum memiliki jumlah portofolio KPR dalam jumlah
besar, dapat memperoleh sumber pendanaan melalui transaksi sekuritisasi.




                                                                                     17
Page 250
2. Bidang Usaha Penugasan Khusus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
      Dalam rangka menjalankan perannya pada pasar pembiayaan sekunder perumahan di
  Indonesia, PT SMF (Persero) senantiasa mendukung pelaksanaan program Pemerintah,
  khususnya di sektor pembiayaan perumahan.

  a. Program Penurunan Beban Fiskal dalam KPR FLPP

         Pada tahun 2018, Pemerintah memberikan arahan kepada PT SMF (Persero) sebagai
     Special Mission Vehicle (SMV) dan fiscal tools untuk mendukung penurunan beban APBN
     di bidang pembiayaan perumahan. Realisasi dari arahan Pemerintah tersebut berupa
     implementasi Program Penurunan Beban APBN pada Program KPR FLPP. Skema
     mekanisme penurunan porsi APBN pada KPR FLPP adalah sebagaimana gambar
     berikut:

           Gambar 1. 2 Skema Mekanisme Penurunan Porsi APBN pada KPR FLPP




         Peran PT SMF (Persero) dalam Program Penurunan Beban Fiskal adalah dengan
     menurunkan porsi APBN pada program KPR FLPP yang sebelumnya sebesar 90% dapat
     diturunkan menjadi 75% dengan tetap mempertahankan bunga KPR FLPP yang
     diberikan kepada MBR sebesar 5%. Untuk melaksanakan program tersebut, PT SMF
     (Persero) menggunakan dana yang berasal dari tambahan Penyertaan Modal Negara
     (PMN), ekuitas Perseroan, serta ditambah dengan dana yang diperoleh dari penerbitan
     surat utang di pasar modal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penyalur KPR
     dengan biaya yang lebih rendah apabila dibandingkan bank mengakses sendiri dana
     jangka panjang ke pasar modal. Namun begitu, penyalur KPR dapat menggunakan
     dananya sendiri untuk memenuhi porsi pembiayaan 25%.

         Dengan kemampuan PT SMF (Persero) untuk melakukan leveraging atas dana modal
     yang diberikan Pemerintah dan menurunnya porsi Pemerintah dalam KPR FLPP, maka
                                                                                      18
Page 251
  dana yang dapat disalurkan dalam program KPR FLPP juga akan semakin meningkat.
  Meningkatnya jumlah dana yang tersedia untuk KPR FLPP tersebut, pada akhirnya akan
  meningkatkan jumlah rumah yang dapat dibiayai melalui KPR FLPP bila dibandingkan
  tanpa keterlibatan PT SMF (Persero).

b. Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh

      PT SMF (Persero) juga menginisiasi beberapa hal strategis untuk mendukung
  Pemerintah di tahun 2019, diantaranya pengembangan rumah di daerah kumuh. Melalui
  program perbaikan perumahan di daerah kumuh, Perseroan bersinergi kedalam
  program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) melalui Direktorat Pengembangan Kawasan
  Permukiman (Dit. PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR. Program
  tersebut merupakan bagian dari menurunkan salah satu indikator daerah kumuh dari 7
  (tujuh) indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR yaitu Bangunan
  Gedung, dimana bangunan merupakan salah satu indikasi suatu wilayah dinyatakan
  sudah tidak kumuh. Pada Gambar 1.3 berikut ini dapat dilihat realisasi untuk
  Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh per 31 Desember 2022.

        Gambar 1.3 Realisasi Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh
                                 per 31 Desember 2022




c. Pembiayaan Homestay di Destinasi Wisata

  Dalam pembiayaan homestay di destinasi wisata, PT SMF (Persero) bersinergi dengan
  Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan mekanisme pembiayaan yang
  dibutuhkan oleh pemilik homestay dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan
  akomodasi. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi, diharapkan akan
  meningkatkan tingkat hunian wisatawan di destinasi wisata. Pelaksanaan pembiayaan
  ini dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga penyalur

                                                                                  19
Page 252
   sehingga selain memenuhi kebutuhan pembiayaan PT SMF (Persero) juga bermaksud
   mendayagunakan lembaga yang ada di masyarakat. Pada Gambar 1.4 berikut ini dapat
   dilihat realisasi untuk Program Pembiayaan Homestay per 31 Desember 2022.

       Gambar 1.4 Realisasi Program Pembiayaan Homestay per 31 Desember 2022




d. Pengambilalihan Saham Minoritas pada Perusahaan Real Estate PT Sejahtera Eka
   Graha (SEG) dan Entitas Anak

       Pada tahun 2020, Perseroan mendapatkan penugasan dari Pemegang Saham untuk
   melakukan rencana aksi korporasi berupa pengambilalihan saham minoritas pada
   perusahaan real estat PT Sejahtera Eka Graha (SEG) beserta dua entitas anak
   perusahaannya yaitu PT Sarana Kilap Mas (SKM) dan PT Taman Kuring Raya (TKR)
   dengan terlebih dahulu melakukan kajian kelayakan bisnis dan legal due diligence
   (LDD) dalam rangka mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

e. Pelaksanaan Investasi Pemerintah kepada Perumnas dalam Rangka Program
   Pemulihan Ekonomi Nasional

       Dalam rangka pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN),
   dan sesuai ketentuan Pasal 15 A PP Nomor 43/2020, pemerintah mengatur pemberian
   dukungan kepada Perumnas dalam bentuk investasi langsung untuk menumbuhkan
   kemampuan ekonomi Perumnas. Terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah
   tersebut, Pemerintah menugaskan SMV Kementerian Keuangan menunjuk PT SMF
   (Persero) sebagai Wakil Pelaksana Investasi Pemerintah pada Perumnas dengan kondisi
   khusus, dimana Perseroan berfungsi sebagai wakil Pemerintah dalam melakukan
   pemantauan dan evaluasi atas kinerja Perumnas. Pemerintah telah menyalurkan dana
   sebesar Rp650 miliar kepada Perumnas melalui pencairan pertama sebesar Rp200 miliar
   di tahun 2020 dan sebesar Rp450 miliar di tahun 2021. Aturan teknis pelaksanaan
   Program PEN lebih lanjut telah dituangkan dalam PMK Nomor 118 Tahun 2020.
                                                                                    20
Page 253
   3. Bidang Usaha Pendukung PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
          PT SMF (Persero) memiliki kegiatan pendukung, yaitu Program Pendidikan dan
      Pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personil penyalur KPR dan
      menyediakan dokumen standarisasi KPR yang dilaksanakan setiap tahunnya. Melalui
      program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan untuk
      menyalurkan KPR sesuai dengan standarisasi dan pedoman KPR yang dapat disekuritisasi.

E. Lingkup Usaha dan Kegiatan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
          Berdasarkan perubahan regulasi yang menyetujui perluasan mandat dan kegiatan
      Perseroan, kegiatan yang usaha yang dapat dilakukan Perseroan untuk mendukung
      industri perumahan dapat terlihat pada Gambar 1.5.

                              Gambar 1.5 Perluasan Peran Perseroan




          Perseroan tetap melanjutkan kegiatan penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi,
      Kredit Multiguna, dan Kredit Mikro Perumahan di tahun 2023. Selain itu, Perseroan juga
      akan mencoba merealisasikan penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR Sewa/Beli. Di
      samping itu, Perseroan juga akan melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha,
      penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program KPBU Perumahan, penjajakan
      penerbitan Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage yang sesuai indikasi timeline
      perluasan mandat dan kegiatan Perseroan. Perseroan juga akan terus mengembangkan
      produk yang selaras dengan perluasan mandat Perseroan, yang memiliki dampak
      pembangunan besar bagi perekonomian Indonesia.


                                                                                           21
Page 254
1.    Sekuritisasi

          Dalam membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan,
     sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah
     terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016 dan terakhir diubah dengan
     Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020, kegiatan operasional PT SMF (Persero) untuk
     mengalirkan dana jangka menengah dan/atau panjang kepada penyalur KPR dilakukan
     dengan Sekuritisasi. Bagi penyalur KPR, sekuritisasi merupakan sarana untuk memperoleh
     sumber pendanaan jangka menengah/panjang untuk penyaluran KPR baru. Transaksi
     sekuritisasi ini dilakukan dengan cara mengkonversi aset keuangan berupa hak tagih KPR
     yang tidak likuid, menjadi surat berharga atau efek yang berbasis KPR yang selanjutnya
     disebut Efek Beragun Aset KPR (EBA) atau Residential Mortgage Backed Securities (RMBS).

          Secara garis besar sekuritisasi memiliki manfaat baik bagi penyalur KPR, pemodal dan
     bagi pemerintah/perekonomian, yaitu sebagai berikut:

     a.   Bagi Penyalur KPR

          • Tidak tergantung pada Dana Pihak Ketiga (DPK) sehingga terdapat alternatif
            sumber pendanaan KPR jangka panjang yang berasal dari Pasar Modal.

          • Mengatasi kesenjangan jangka waktu (maturity mismatch) antara sumber pendanaan
            dan penyaluran.

          • Mengurangi kebutuhan Capital Adequecy Ratio (CAR).

     b.   Bagi Pemodal
          • Diversifikasi investasi pada surat berharga yang menawarkan:
            ✓ Rating terbaik dan tenor jangka panjang.

            ✓ Minimum risiko dengan cara antara lain pemilihan KPR yang hanya berkualitas
               dan diversifikasi wilayah originasi KPR.

            ✓ Risiko terjadinya default yang rendah karena terbaginya risiko ke banyak tagihan
               KPR.

          • Imbal hasil yang baik.

          • Kontribusi kepada sektor riil secara umum dan sektor perumahan secara khusus.

     c.   Bagi Pemerintah dan Perekonomian

          • Tersedianya sumber pendanaan yang menunjang pertumbuhan sektor perumahan.

          • Stimulus pertumbuhan perumahan yang layak dan terjangkau.

          • Meningkatkan efisiensi pasar primer perumahan dan institusi terkait.

                                                                                            22
Page 255
         Dengan melaksanakan sekuritisasi akan diperoleh sumber dana jangka panjang untuk
     penyaluran KPR baru, penyalur KPR yang utamanya bank dapat mengatasi masalah
     kesenjangan jatuh tempo (maturity mismatch) dari penggunaan dana pihak ketiga yang
     berjangka pendek untuk penyaluran KPR. Dengan terlaksananya transaksi sekuritisasi
     yang berulang, akan dapat membentuk mekanisme pasar yang dapat mendorong
     timbulnya transparansi dan efisiensi, sehingga suku bunga KPR berangsur menjadi ideal
     dan terjangkau bagi masyarakat.

         Dalam memfasilitasi sekuritisasi, PT SMF (Persero) berperan sebagai penerbit dengan
     melakukan pembelian kumpulan aset keuangan dari kreditur asal kemudian disekuritisasi
     untuk diterbitkan EBA berbentuk Surat Partisipasi. PT SMF (Persero) juga dapat berperan
     sebagai koordinator global, penata sekuritisasi (arranger) dan/atau pendukung kredit
     (credit enhancer).

         EBA sebagai instrumen yang terbilang baru di Indonesia, memerlukan sosialisasi
     untuk dapat dikenal lebih cepat dan luas serta dipahami oleh para investor (pemodal).
     Untuk mencapai hal ini, maka dalam rangka pembentukan pasar dan keberhasilan
     sekuritisasi, sejak transaksi pertama sampai dengan ke-sepuluh, PT SMF (Persero)
     berpartisipasi sebagai investor EBA terlebih dahulu kemudian setelah diperoleh
     permintaan, dilakukan penjualan ke pasar. Kondisi ini cukup berhasil, dibuktikan dengan
     porsi kepemilikan PT SMF (Persero) yang trend-nya cenderung menurun. Untuk
     melakukan peran sebagai investor ini, PT SMF (Persero) menggunakan dana yang
     bersumber dari ekuitas. Oleh karena itu, diperlukan struktur permodalan yang kuat untuk
     terus membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan
     dimaksud.

2.    Penyaluran Pinjaman

         Dalam rangka mendukung berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan,
     diperlukan penguatan pada pasar pembiayaan primer perumahan. Hal ini karena dalam
     transaksi sekuritisasi dibutuhkan jumlah aset KPR yang cukup (idealnya jumlah aset KPR
     yang dapat disekuritisasi per batch minimal Rp500 miliar) dan berkualitas (berdasarkan 32
     kriteria seleksi). Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020 tentang
     Perubahan ketiga Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua
     Atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005, Perseroan dapat menjalankan pembiayaan
     tidak untuk rumah siap huni saja, namun juga dapat membiayai berbagai fasilitas
     pembiayaan perumahan seperti pembiayaan konstruksi, kredit mikro perumahan, kredit
     rumah usaha, sewa beli, dan pembiayaan lainnya, termasuk kepada kegiatan KPBU

                                                                                           23
Page 256
    Penyaluran pinjaman yang dilakukan PT SMF (Persero) dapat dilakukan baik dalam
bentuk refinancing maupun Repo KPR. Untuk mendapatkan risiko yang sekecil mungkin,
penyaluran pinjaman refinancing disyaratkan dengan memberikan jaminan hak tagih KPR
sedangkan Repo KPR dengan syarat recourse. Melalui penyaluran pinjaman ini, PT SMF
(Persero) juga memanfaatkannya sebagai edukasi kepada penyalur KPR melalui bentuk
pelaporan berkala atas tagihan KPR yang menjadi agunannya. Kegiatan penyaluran
pinjaman PT SMF (Persero) yang terdiri dari produk refinancing dan KPR tersebut adalah
merupakan sumber pendanaan yang cukup memadai bagi lembaga penyalur KPR yang
membutuhkan dana likuiditas berjangka menengah/panjang dengan waktu yang lebih
cepat dan efisien.
    Sebagai salah satu pelaksanaan perluasan mandata PT SMF (Persero) juga menjajaki
pembiayaan kredit konstruksi. Pembiayaan kredit konstruksi oleh PT SMF (Pesero)
dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan sisi pasokan dari perumahan. Berdasarkan
informasi yang ada saat ini, pasokan perumahan belum dapat memenuhi kebutuhan akan
rumah masyarakat Indonesia. Dengan kondisi tersebut, Perseroan melibatkan diri dalam
pembiayan kredit konstruksi sehingga semakin banyak lembaga keuangan yang
menyalurkan kredit konstruksi. Dalam pelaksanaannya, Perseroan akan memberikan
fasilitas pinjaman yang diberikan kepada lembaga keuangan untuk disalurkan dalam
bentuk kredit konstruksi kepada pengembang yang melaksanakan pembangunan
perumahan baik tapak maupun susun.
    Selain kredit konstruksi, bentuk pelaksanaan perluasan mandat lainnya yaitu Kredit
Mikro Perumahan. Kredit Mikro Perumahan merupakan pinjaman yang diberikan oleh
lembaga keuangan kepada masyarakat dengan tujuan melakukan pembangunan rumah
secara bertahap, baik dalam bentuk perbaikan, pengembangan maupun pembangunan
rumah baru lewat keswadayaan masyarakat. Jangka waktu Kredit Mikro Perumahan relatif
lebih pendek dibandingkan dengan jangka waktu KPR, sementara target segmennya juga
masyarakat yang berpenghasilan rendah. Untuk melaksanakan pembiayaan kredit mikro
perumahan, PT SMF (Persero) akan membuka kerjasama dengan bank atau lembaga
keuangan yang memilliki pengalaman dan kemampuan untuk melayani segmen
masyarakat tersebut.
    Sejak Juli 2021, PT SMF (Persero) bekerjasama dengan Permodalan Nasioal Madani
(PNM) dalam memberikan akses pembiayaan bagi komunitas perempuan pra sejahtera dan
ingin melakukan renovasi rumah yang sekaligus berfungsi sebagai rumah usahanya.




                                                                                    24
Page 257
                      Gambar 1.6 Alur Pembiayaan Mikro Perumahan




          Sumber dana penyaluran pinjaman berasal dari penerbitan surat utang sehingga
     tercipta adanya aliran dana yang berkesinambungan dari pasar modal ke sektor riil
     perumahan melalui lembaga penyalur KPR. Untuk penyaluran pinjaman diawali dengan
     penggunaan dana dari ekuitas (modal) sebagai bridging, yang kemudian digantikan dengan
     hasil penerbitan surat utang.
          Secara    garis   besar     manfaat    kegiatan     pembiayaan      bagi    penyalur
     KPR/pemerintah/perekonomian adalah sebagai berikut:
     a.   Bagi Penyalur KPR:
          • Sebagai sumber pendanaan KPR yang bersifat menengah/panjang.
          • Mengurangi permasalahan mismatch funding.
          • Meningkatkan kemampuan menyalurkan KPR dengan suku bunga tetap (fixed rate).
          • On balance sheet transaction – KPR tetap tercatat dalam neraca penyalur KPR.
          • Sebagai persiapan sekuritisasi KPR untuk dapat mengakses dana dari pasar modal.
     b.   Bagi Pemerintah dan Perekonomian:
          • Meningkatkan volume KPR.
          • Mendukung program Kementerian Perumahan Rakyat (khususnya KPR FLPP).
3.    Penerbitan Surat Utang dan Penerimaan Pinjaman
          Penerbitan surat utang digunakan untuk menggantikan dana yang dimiliki oleh
     Perseroan yang digunakan sebagai bridging penyaluran pinjaman. Pada Desember 2022,
     penerbitan surat utang rata-rata tingkat bunga surat utang PT SMF (Persero) mencapai
     6,66% berada dibawah rata-rata bunga penyaluran pinjaman sebesar 7,20%, sehingga tidak
     terjadi negative spread. Kendala yang dihadapi dalam penerbitan surat utang adalah masih
     tingginya yield yang diharapkan oleh investor sedangkan penurunan yield SUN tidak

                                                                                            25
Page 258
banyak mempengaruhi penurunan ekspektasi investor terhadap yield surat utang PT SMF
(Persero).
    Mulai tahun 2018, PT SMF (Persero) juga telah membuka credit line dari beberapa bank
nasional yang menyediakan dana pinjaman jangka pendek untuk keperluan likuiditas. Di
akhir tahun 2019, PT SMF (Persero) juga mulai melakukan pendekatan dengan perbankan
untuk memperoleh term loan dengan jangka waktu di atas 1 (satu) tahun.




                                                                                     26
Page 259
                                               BAB II
                           KONDISI DAN KINERJA PERUSAHAAN


A. Kondisi Industri dan Kondisi Usaha PT SMF (Persero) Secara Umum
   1. Pasar Pembiayaan Perumahan dan Likuiditas Perbankan
      a.   Kondisi Ekonomi Makro
                 Pandemi COVID-19 menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian dunia sejak
           krisis keuangan global. Pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya diperkirakan
           akan membaik di tahun 2020, seketika menjadi resesi akibat adanya pembatasan
           mobilitas untuk menekan penularan COVID-19. Pertumbuhan ekonomi global
           terkontraksi 3,1% yoy pada tahun 2020. Pada tahun 2021, perekonomian global telah
           pulih meskipun belum merata. Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
           menunjukkan rebound, salah satunya karena basis yang sangat rendah di tahun
           sebelumnya serta adanya upaya pengendalian pandemi yang lebih baik. Meski
           demikian, sejak tahun 2021 tren kenaikan inflasi terjadi secara global.
                 Kenaikan harga komoditas menjadi salah satu faktor utama lonjakan inflasi
           global. Kenaikan harga yang signifikan khususnya terjadi di kelompok energi dan
           pangan. Di tahun 2021, pertumbuhan tinggi harga komoditas didorong oleh faktor
           kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan suplai yang seimbang. Di tahun
           2022, kenaikan harga komoditas semakin signifikan akibat terjadinya konflik geopolitik
           Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut merupakan produsen besar untuk beberapa
           komoditas dunia, sehingga konflik yang terjadi secara langsung berimbas pada
           lonjakan harga secara signifikan.
                 Otoritas moneter di berbagai negara maju dan berkembang melakukan
           pengetatan kebijakan untuk merespons lonjakan inflasi. Hal ini memberi risiko pada
           terjadinya pengetatan likuiditas dan peningkatan volatilitas pasar keuangan global.
           Situasi ini dapat menciptakan gangguan bagi pemulihan ekonomi, khususnya untuk
           negara berkembang. Tren kenaikan inflasi global yang semakin persisten diperkirakan
           akan terus mendorong percepatan pengetatan kebijakan moneter. Di sisi lain,
           pengetatan moneter yang tajam juga meningkatkan ketidakpastian dan tekanan
           terhadap prospek pertumbuhan.
                 Dari dalam negeri, perbaikan ekonomi nasional terus berlanjut dengan semakin
           membaiknya permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor. Peningkatan
           kinerja ekspor berjalan seiring dengan masih kuatnya permintaan beberapa mitra
           dagang utama dan masih tingginya harga komoditas global. Namun, tekanan dari sisi
                                                                                              27
Page 260
arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi portfolio masih terjadi di tengah
meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
      Laju inflasi dapat menjadi ancaman pemulihan ekonomi dalam negeri. Kenaikan
harga bahan makanan dapat meningkatkan angka kemiskinan. Pemerintah
menargetkan tingkat inflasi sebesar 3,6% pada tahun 2023, meningkat dari proyeksi
sebelumnya sebesar 3,3%. Bank Indonesia juga berkomitmen untuk mengembalikan
laju inflasi ke target 3% (±1%) hingga paruh pertama tahun 2023.
      Kebijakan kontraktif Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan
bertujuan mengendalikan laju inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar dan neraca eksternal
Indonesia. Per tanggal 30 Desember 2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada
di posisi Rp15.592, dimana posisi tersebut terdepresiasi 9,27% dibandingkan dengan
akhir Desember 2021. Walaupun demikian, depresiasi nilai tukar Rupiah masih dapat
dikendalikan oleh Bank Indonesia karena ditopang oleh pasokan valas domestik dan
persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah
stabilisasi Bank Indonesia.
      Di tengah banyaknya ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan PDB
Indonesia tahun 2023 berada di kisaran 4,9%, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga
Internasional. Indonesia masih dalam trajektori yang relatif bagus jika dibandingkan
dengan proyeksi pertumbuhan PDB negara lain. Namun, angka proyeksi tersebut bisa
berubah ketika isu geopolitik meningkat. Saat ini Amerika Serikat mulai membicarakan
untuk memberikan sanksi kepada China guna mencegah keinginan China melakukan
invasi ke Taiwan.


          Tabel 2. 1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
                      Sumber           Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2023
             Kementerian Keuangan                     5,3%
             Asian Development
                                                       4,8%
             Bank
             World Bank                                4,8%
             IMF                                       4,8%
             OECD                                      4,7%
             Internal SMF                              4,9%




                                                                                      28
Page 261
b.   Sektor Perumahan
           Menilik pada sektor perumahan, sektor real estate merupakan salah satu sektor
     yang tetap tumbuh di masa pandemi sejak tahun 2020. Kinerja pertumbuhan tahunan
     sektor real estate yang masih tetap positif tersebut didorong oleh masih banyak proyek
     pembangunan perumahan, salah satunya akibat insentif yang diberikan oleh Bank
     Indonesia seperti pelonggaran kebijakan Loan-to-Value (LTV).

                  Gambar 2. 1 Pertumbuhan PDB Per Sektor (YoY)




           Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, Indeks
     Harga Properti Residensial pada triwulan IV-2022 masih kuat. Secara triwulanan,
     harga properti residensial pada triwulan IV-2022 tumbuh 0,47% (qoq), lebih rendah
     dibandingkan 0,54% (qoq) pada triwulan sebelumnya. Namun secara tahunan, harga
     properti residensial pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 2% (yoy), lebih tinggi
     dibandingkan 1,94% (yoy) pada triwulan III-2022. Pertumbuhan indeks harga rumah
     ukuran medium lebih tinggi dibandingkan dengan tipe rumah lainnya, yaitu sebesar
     3,21% (yoy). Hal ini dapat mengindikasikan bahwa masyarakat kelas menengah mulai
     aktif melakukan konsumsi barang tahan lama.




                                                                                        29
Page 262
                 Gambar 2. 2 Indeks Harga Properti Residensial

               3,5
                3
               2,5
                2
               1,5
                1
               0,5
                0

                               Jun-19




                                                                      Jun-20




                                                                                                          Jun-21




                                                                                                                                                  Jun-22
                     Mar-19




                                                          Mar-20




                                                                                                 Mar-21




                                                                                                                                         Mar-22




                                                                                                                                                                    Dec-22
                                                 Dec-19




                                                                                        Dec-20




                                                                                                                               Dec-21
                                        Sep-19




                                                                               Sep-20




                                                                                                                      Sep-21




                                                                                                                                                           Sep-22
                              IHPR               IHPR Tipe Kecil                          IHPR Tipe Medium                               IHPR Tipe Besar



c.   Pasar Pembiayaan Perumahan
           Pertumbuhan kredit ke sektor properti, yaitu ke sektor real estate dan KPR,
     mengalami pemulihan dari dampak pandemi COVID-19 seiring dengan pola
     pertumbuhan total kredit yang cenderung meningkat. Sebelum adanya pandemi,
     pertumbuhan KPR mencapai 11,48% (yoy) di tahun 2019. Namun ketika pandemi di
     tahun 2020, pertumbuhan KPR hanya tumbuh 4,34% (yoy). Rata-rata pertumbuhan
     KPR meningkat pada tahun 2021 dengan rata-rata sebesar 6,96% (yoy). Pemulihan
     terus berlanjut hingga tahun 2022 yang ditandai oleh peningkatan rata-rata
     pertumbuhan KPR tahunan pada periode Januari hingga September 2022, yaitu
     sebesar 8,86% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan rerata tahun 2021.

               Gambar 2. 3 Rata-rata pertumbuhan KPR Tahunan (% yoy)

                      14,00
                                        12,84

                      12,00                                        11,48


                      10,00
                                                                                                                                         8,86

                        8,00                                                                                       6,96

                        6,00
                                                                                        4,34
                        4,00


                        2,00


                        0,00
                                        2018                       2019                 2020                  2021                      2022*


                                    Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), diolah

           Pertumbuhan KPR nasional pada akhir tahun 2022 dan 2023 diperkirakan
     bergerak sideways. Hal ini sejalan dengan prediksi terganggunya intermediasi

                                                                                                                                                                             30
Page 263
       perbankan akibat kebijakan moneter yang kontraktif sejak bulan Agustus 2022.
       Berdasarkan perhitungan internal SMF, rata-rata pertumbuhan KPR nasional tahun
       2023 diproyeksikan sebesar 8% ± 1% (yoy).


2. Pasar Surat Utang Negara dan Obligasi Korporasi

         Pasar obligasi Indonesia pada tahun 2022 diwarnai dengan kondisi volatilitas tinggi
   akibat lonjakan inflasi dan pengetatan moneter oleh bank sentral negara-negara maju.
   Peningkatan demand yang dibarengi dengan gangguan rantai pasok (supply chain
   disruption) mendorong lonjakan inflasi global. Sementara tensi geopolitik antara Rusia
   dengan Ukraina telah mengakibatkan krisis energi yang turut mendorong naik inflasi.
   Cepatnya laju inflasi tersebut kemudian direspon oleh bank sentral negaranegara maju
   dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif. The Fed mengerek Federal Funds
   Rate (FFR) sebanyak 7 kali hingga 425bps sepanjang tahun 2022 untuk menahan laju inflasi
   AS. Peningkatan risiko inflasi dan suku bunga juga berasal dari dalam negeri terutama
   sejak paruh kedua tahun 2022. Tren kenaikan inflasi domestik dibarengi dengan kenaikan
   risiko nilai tukar kemudian mendorong pengetatan moneter oleh Bank Indonesia dengan
   menaikkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate secara akumulasi sebesar 200bps dari
   3,50% menjadi 5,50% pada akhir tahun 2022. Namun demikian sejumlah faktor dalam
   negeri menjadi katalis positif pasar sepanjang tahun 2022 yakni kenaikan pertumbuhan
   ekonomi, penurunan defisit APBN, dan surplusnya neraca perdagangan. Secara
   keseluruhan dari sisi demand, investor domestik masih menjadi support pasar yang
   tercermin dari peningkatan yang signfikan pada kepemilikan baik investor institusi dan
   individu pada SBN.

         Kurva imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia membentuk pola bear flattener
   yakni kondisi dimana kelompok tenor pendek mengalami kenaikan rata-rata yield paling
   besar. Rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5 tahun) mengalami kenaikan hingga
   mencapai +182,79bps. Tenor menengah (5-7 tahun) juga mencatatkan kenaikan rata-rata
   yield yang besar yakni +103,96bps, sementara tenor panjang (>7tahun) naik sebesar
   +21,57bps. Kenaikan tinggi di tenor pendek sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang
   menaikkan suku bunga acuannya (BI7DRR) sebesar +175bps hingga mencapai 5,50%.




                                                                                          31
Page 264
                                 Gambar 2. 4 Imbal Hasil SUN

         9,5
           9
                                              Tren Yield SUN 2018 - 2020
         8,5
           8
         7,5
           7
         6,5
        %

           6
         5,5
           5
         4,5
           4
         3,5
           3
               Mar-18




               Mar-19




               Mar-20




               Mar-21




               Mar-22
                Jan-18


               May-18


               Sep-18


                Jan-19


               May-19




                Jan-20
               Dec-19



               May-20




                Jan-21




                Jan-22
               Feb-18




               Dec-18
               Feb-19




               Sep-19



               Feb-20




               Sep-20

               Dec-20



               May-21




               May-22
               Feb-21




               Sep-21

               Dec-21
               Feb-22




               Sep-22

               Dec-22
               Apr-18

                 Jul-18


               Nov-18




                 Jul-19


               Nov-19




               Apr-21
               Apr-19




               Apr-20

                 Jul-20


               Nov-20




                 Jul-21


               Nov-21



               Apr-22

                 Jul-22


               Nov-22
               Jun-18
               Aug-18
               Oct-18




               Jun-19
               Aug-19
               Oct-19




               Jun-20
               Aug-20
               Oct-20




               Jun-21
               Aug-21
               Oct-21




               Jun-22
               Aug-22
               Oct-22
                             SUN 1               SUN 2           SUN 3           SUN 5         SUN 10


                                                         Sumber: PHEI



3. Kondisi PT SMF (Persero)
  a. Realisasi Penambahan Penyertaan Modal Negara
               Sampai dengan Desember 2022, Pemerintah telah menempatkan dana PMN
      dalam bentuk saham pada PT SMF (Persero) sebesar Rp12,80 triliun, dengan rincian
      sebagaimana grafik berikut:
         Gambar 2. 5 Akumulasi Penambahan PMN Pada PT SMF (Persero)
                                             (Dalam Miliar Rupiah)

                                                                                                        12.800

                                                                                             10.800


                                                                                     8.550

                                                                          6.800
                                                                  6.000
                                                         5.000
                                               4.000
                                     3.000
                         2.000
                 1.000


                 2005    2011        2014      2015      2016     2017    2019       2020    2021       2022



               Penambahan PMN oleh Pemerintah ke dalam modal saham PT SMF (Persero)
      dilakukan dalam rangka untuk mendukung kegiatan penugasan dan pengembangan
      usaha oleh PT SMF (Persero). Pada awal pendiriannya, PT SMF (Persero) memperoleh
      modal awal sebesar Rp1 triliun. Dalam rangka memperkuat struktur dan
      meningkatkan kapasitas PT SMF (Persero) dalam mengembangkan pasar pembiayaan
      sekunder perumahan, Pemerintah melakukan penambahan PMN ke dalam modal
                                                                                                                 32
Page 265
   sahan PT SMF (Persero) pada tahun 2011, 2014, 2015 dan 2016 masing-masing sebesar
   Rp1 triliun.

          Pada tahun 2017, 2019, 2020, 2021, dan 2022 Pemerintah kembali melakukan
   penambahan PMN ke dalam modal saham PT SMF (Persero), masing-masing sebesar
   Rp1,00 triliun, Rp800 miliar, Rp1,75 triliun, Rp2,25 triliun, dan Rp2,00 triliun yang
   secara khusus ditujukan untuk memperkuat struktur dan meningkatkan kapasitas
   Perseroan dalam mendukung penurunan beban fiskal APBN pada Program KPR FLPP.

         Hingga 31 Desember 2022, realisasi penambahan PMN ke dalam modal saham
   PT SMF (Persero) oleh Pemerintah mencapai Rp12,80 triliun. Dengan penambahan
   modal tersebut, PT SMF (Persero) diharapkan dapat lebih meningkatkan kontribusinya
   terhadap tumbuh dan berkembangnya pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.

b. Kondisi Penyaluran Dana oleh PT SMF (Persero)
         Penyaluran dana oleh PT SMF (Persero) dilakukan dengan mengalirkan dana
   dari pasar modal ke sektor riil perumahan melalui penyalur KPR melalui memfasilitasi
   transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman dari pasar modal ke penyalur KPR.
   Akumulasi dana yang dialirkan oleh PT SMF (Persero) ke sektor pembiayaan
   perumahan, sejak tahun 2006 sampai dengan Desember tahun 2022, mencapai Rp89,75
   triliun yang terdiri (1) memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp13,29 triliun, (2) penyaluran
   pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun termasuk Pembelian KPR sebesar Rp156
   miliar, sebagaimana ditunjukan pada gambar berikut ini.
            Gambar 2. 6 Aliran Dana Kumulatif PT SMF (Persero)
                                     (Dalam Miliar Rupiah)




                                                                                           33
Page 266
     Gambar 2. 7 Penyaluran Pinjaman dan Sekuritisasi Per Tahun




     Pada Gambar 2.12, dapat terlihat jumlah penyaluran pinjaman dan kegiatan
sekuritisasi PT SMF (Persero) dari tahun 2006 (sekuritisasi mulai dilakukan di tahun
2009) hingga 2022 per tahun. Secara umum, jumlah penyaluran pinjaman dan kegiatan
sekuritisasi selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya, namun pada tahun 2020
terlihat menurun sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Selain itu, pandemi
juga menyebabkan kegiatan sekuritisasi tidak dapat terlaksana pada tahun 2021.
Penyaluran pinjaman kembali meningkat setelah tahun 2020 dan transaksi sekuritisasi
kembali terlaksana di tahun 2022.
    Penyaluran dana oleh PT SMF (Persero) bersumber dari ekuitas Perseroan dan
dana dari penerbitan surat utang di Pasar Modal maupun penggunaan term loan. Untuk
memenuhi pendanaan tersebut PT SMF (Persero) setiap tahunnya menerbitkan surat
utang maupun menggunakan fasilitas term loan sesuai dengan kebutuhan. Penerbitan
surat utang Perseroan dimulai sejak tahun 2009, yaitu setelah PT SMF (Persero)
memiliki laporan keuangan selama 3 (tiga) tahun sesuai persyaratan lembaga bursa.
Realisasi penerbitan surat utang PT SMF (Persero) dan penggunaan term loan dari
Januari sampai dengan Desember tahun 2022 adalah sebesar Rp3,90 triliun. Adapun
                                                                                  34
Page 267
 realisasi penerbitan surat utang dan penggunaan term loan oleh PT SMF (Persero) setiap
 tahunnya dapat terlihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 2. 8 Penerbitan Surat Utang dan Penggunaan Term Loan Per Tahun
                             (Dalam Triliun Rupiah)




     Pada Gambar 2.14, tampak adanya jarak antara posisi outstanding penyaluran
 pinjaman dengan posisi outstanding surat utang, yang merupakan pembiayaan dengan
 menggunakan dana ekuitas, yang nantinya akan diganti dengan dana dari penerbitan
 surat utang sambil menunggu proses dan kondisi pasar yang efisien.


   Gambar 2. 9 Posisi Penyaluran Pinjaman dan Penerbitan Surat Utang
                                  (Dalam Miliar Rupiah)




      Sejak penerbitan surat utang pertama kali pada tahun 2009, PT SMF (Persero)
 sudah memiliki tolok ukur tingkat bunga sebagaimana tampak pada Gambar 2.15.
 Pada gambar tersebut, tampak bahwa rata-rata tingkat bunga penyaluran pinjaman
 berada di atas data rata-rata bunga surat utang dan term loan (Net Interest Margin). Hal

                                                                                      35
Page 268
   ini sebagai bukti dukungan Perseroan kepada pasar pembiayaan primer perumahan
   melalui penyalur KPR, dengan tetap memperhatikan kontribusi.


     Gambar 2. 10 Rata-rata Bunga Penyaluran Pinjaman dan Surat Utang




                                                                                                      Net
                                                                                                      Interest
                                                                                                      Margin




          Dengan mempertimbangkan misi pendirian Perseroan, maka diperlukan
   keberpihakan Pemerintah untuk menggunakan data tersebut sebagai pertimbangan
   dalam pengendalian tingkat bunga KPR.

c. Kontribusi Perseroan Pada Penerimaan Negara
          PT SMF (Persero) didirikan tidak semata-mata untuk mengejar keuntungan
   namun tetap dapat mandiri secara keuangan. Kontribusi langsung pada penerimaan
   Negara berupa pajak yang sampai dengan tahun 2022 telah mencapai sebesar Rp1,23
   triliun dengan rincian sebagai berikut ini.


                    Tabel 2. 2 Pembayaran Pajak Kepada Negara
                                                                                        (dalam jutaan rupiah)
    Jenis Pajak                               2017      2018      2019       2020        2021        2022
    PPh Final                                  54.512   65.493    72.167      77.891      68.973      57.158
    PPh 21                                      7.361    8.866     9.998       9.811      10.433      14.293
    PPh 23,22 dan 4 ayat 2                        337      595       708         977         767       1.169
    Cicilan PPh 25                             39.533   47.855    54.486      61.433      33.069      37.392
    PPh 29 KB (LB)                             13.955    8.421     1.786       1.541          76         296
    Jumlah Pembayaran Pajak                   115.698   131.230   139.145     151.653     113.317     110.309
    Kumulatif Pembayaran Pajak                586.419   717.649   856.794   1.008.447   1.121.764   1.232.072

    Pembayaran Dividen                         85.500   144.000   100.000    117.452     114.981           -
    Kumulatif Pembayaran Dividen              149.000   293.000   393.000    510.452     625.433     625.433

    Total Pembayaran Pajak s.d 2022                                                                 1.232.072
    Total Pembayaran Deviden Tahun sd 2022                                                            625.433
    Total Pajak + Dividen s.d 2022                                                                  1.857.505

   *) Penentuan besar dividen yang akan dibayarkan atas kinerja tahun 2022 belum ditetapkan


                                                                                                            36
Page 269
           Selain itu, PT SMF (Persero) telah melakukan total pembayaran dividen, yaitu
       sebesar dari tahun 2016 hingga tahun 2021 sebesar Rp625 miliar.


4. Partisipasi PT SMF (Persero) Pada Program Pemerintah di Sektor Perumahan
        Meningkatnya kemampuan PT SMF (Persero) dalam mengalirkan dana dari pasar
  modal ke sektor riil perumahan dengan adanya penambahan PMN, dimanfaatkan oleh PT
  SMF (Persero) untuk mendukung program KPR Subsidi (FLPP) sekaligus untuk
  mendukung program pembangunan 1 (satu) juta rumah rakyat yang dicanangkan oleh
  Presiden Jokowi. Bentuk dukungan yang dilakukan PT SMF (Persero) diantaranya (1)
  Menyediakan produk refinancing sebagai sumber pendanaan yang menjadi porsi Bank
  Pelaksana KPR FLPP, dan (2) Menyediakan dana jangka menengah panjang untuk bank
  penyalur KPR melalui mekanisme penerbitan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP)
  berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2014. Dengan demikian,
  diharapkan dengan meningkatnya aliran dana jangka menengah/panjang dari pasar modal
  ke sektor riil perumahan yang berkesinambungan secara perlahan akan meningkatkan
  ketersediaan perumahan yang layak dan terjangkau, sehingga angka backlog perumahan
  secara bertahap dapat menurun.
5. Dukungan Pemerintah Kepada PT SMF (Persero)
        Dalam rangka memaksimalkan perannya sebagai SMV di bawah Kementerian
  Keuangan, PT SMF (Persero) telah diberikan penugasan oleh Pemegang Saham dalam
  mendukung program Pemerintah khususnya di bidang pembiayaan perumahan.
  Penugasan kepada PT SMF (Persero) tersebut adalah sebagai berikut:
  a.   Menyiapkan program dalam mendukung penurunan porsi Pemerintah pada KPR
       FLPP untuk mendorong berkurangnya porsi Pemerintah dalam pelaksanaan program
       FLPP yang sebelumnya mencapai sebesar 90% menjadi 75%.
  b.   Pada tahun 2018, PT SMF (Persero) memperoleh mandat terkait implementasi program
       KPR untuk mendukung penurunan porsi pemerintah pada FLPP untuk tingkat bunga
       tertentu.
  c.   Pada tahun 2019, PT SMF (Persero) mendapat penugasan untuk mulai melaksanakan
       penyaluran pembiayaan KPR Paska Bencana dan KPR ASN, TNI, Polri yang kemudian
       ditunda pelaksanaannya karena situasi pandemi Covid-19.
  d. Pada tahun 2020, PT SMF (Persero) kembali memperoleh mandat terkait implementasi
       program KPR untuk mendukung penurunan porsi pemerintah pada FLPP untuk
       tingkat bunga tertentu.



                                                                                      37
Page 270
6. Permasalahan Yang Dihadapi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
  a.   Sekuritisasi
       Pelaksanaan sekuritisasi masih menghadapi tantangan sebagai berikut:
       1) Ketertarikan bank terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui sekuritisasi aset
          masih rendah, bank lebih cenderung mengandalkan Dana Pihak Ketiga (DPK)
          sebagai salah satu sumber pendanaan, yang dinilai relatif lebih murah.

       2) Bank cenderung tidak mau melepas portofolio KPR dari pembukuannya untuk
          disekuritisasi.

       3) Belum ada standarisasi SOP penyaluran KPR untuk kemudian dapat disekuritisasi.

  b.   Penyaluran Pinjaman
       Dalam penyaluran pinjaman, PT SMF (Persero) masih menghadapi tantangan yakni:

       1) Perbankan umumnya menggunakan sumber dana jangka pendek dalam
           menyalurkan kredit jangka panjangnya (KPR);
       2) Belum adanya peraturan yang mewajibkan penyaluran kredit jangka panjang
           memakai sumber pendanaan jangka panjang;
       3) Likuiditas perbankan yang tinggi, diiringi enggannya perbankan untuk
           menyalurkan pembiayaan perumahan kepada segmen MBR;
       4) Pricing di market belum menarik akibat tingginya Cosf of Fund dibandingkan
           dengan DPK, sehingga cost of fund lembaga keuangan dan LDR perbankan
           menurun;
       5) Lembaga keuangan memiliki banyak opsi pendanaan lain diluar SMF; dan
       6) Terdapat potensi resesi ekonomi global pada tahun 2023.
  c.   Penerbitan Surat Utang
            Tantangan yang dihadapi PT SMF (Persero) dalam penerbitan surat utang adalah
       (1) investor menghendaki tingkat bunga surat utang yang diterbitkan PT SMF (Persero)
       sesuai pasar karena adanya target imbal hasil yang ditetapkan oleh pemegang saham
       investor; (2) kenaikan yield SUN yang menjadi acuan dalam penentuan bunga obligasi;
       dan (3) daya serap pasar atas surat utang yang diterbitkan.

7. Strategi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk Mengatasi Permasalahan

  a.   Sekuritisasi
             Terdapat strategi yang direncanakan pada tahun 2023 untuk menarik minat dari
       originator maupun investor dalam sekuritisasi antara lain,



                                                                                         38
Page 271
      1) Melakukan diskusi dan presentasi terkait sekuritisasi kepada Perbankan penyalur
         KPR.
      2) Menyampaikan penawaran kerja sama kepada Bank yang memiliki portofolio
         KPR besar dengan menawarkan struktur transaksi yang lebih bisa memenuhi
         kebutuhan dari perbankan.
      3) Melakukan      penguatan   Pasar   Pembiayaan    Primer   dengan    mendorong
         standardisasi SOP KPR serta kegiatan pendidikan & pelatihan KPR.
      4) Mendirikan atau melakukan akuisisi anak usaha dalam pembiayaan perumahan
         agar dapat bersinergi dalam melakukan sekuritisasi.
      5) Penerapan ketentuan Liqudity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio
         (NSFR) pada industri perbankan di Indonesia juga diharapkan akan mendorong
         bank untuk melakukan sekuritisasi dengan menjual portofolio KPR yang
         dimilikinya.
b.   Penyaluran Pinjaman
            Dalam kegiatan ini, PT SMF (Persero) memiliki beberapa strategi dalam rangka
     meningkatkan penyaluran pinjaman antara lain,
     1) Melakukan perluasan mitra penyalur Perseroan seperti BPR dan LKNB untuk
        bersinergi menyalurkan pembiayaan perumahan bagi MBR berbasis komunitas;
     2) Mematangkan metode bundling pricing maupun eksplorasi sumber dana lain
        bersama divisi terkait;
     3) Fokus penyaluran kepada lembaga keuangan yang stabil dengan tenor >1 tahun
        untuk menjaga portfolio Outstanding di tahun depan;
     4) Menciptakan produk pembiayaan yang unik dan sesuai dengan kebutuhan mitra
        lembaga keuangan (misal: bundling dengan dana pendamping atau bundling
        dengan pelatihan & pendampingan).
     5) Memperkuat sinergi dengan regulator dan pemangku kepentingan, termasuk
        dalam program KPR FLPP.
     6) Tetap menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah serta lembaga
        keuangan lainnya untuk meningkatkan penyaluran KPR bagi masyarakat di
        seluruh wilayah Indonesia dan kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap.

c.   Penerbitan Surat Utang
          Dalam pelaksanaan penerbitan surat utang terdapat strategi yang diantaranya
     adalah melakukan pendekatan intensif dengan perusahaan pengelola dana jangka
     panjang (dana pensiun, asuransi, dan lain-lain), dan roadshow kepada investor asing.
     Selain melalui penerbitan surat utang, sumber pendanaan Perseroan juga akan
                                                                                       39
Page 272
            diperoleh dari pinjaman bilateral yang diterima berupa term loan atau dalam bentuk
            pendanaan lainnya baik dari perbankan atau lembaga lainnya. Untuk memenuhi
            likuiditas jangka pendek Perseroan, Perseroan juga akan menarik kredit lainnya yang
            diberikan khususnya oleh perbankan. Di samping itu, di tahun 2023, Perseroan juga
            tetap menjajaki creative funding salah satunya pendanaan dalam rangka mendukung
            ESG, serta penggunaan dana yang dimiliki oleh Perseroan.
B. Kondisi Kinerja Keuangan PT SMF (Persero) (2018-2022)
   1. Laporan Keuangan PT SMF (Persero) 5 (lima) Tahun Terakhir
       Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan
                     Tabel 2. 3 Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan
                                         (Dalam Jutaan Rupiah)
       Keterangan                 2018          2019              2020         2021         2022
ASET                             19.491.557    26.698.287        32.506.786   33.727.365   32.957.132
Aset Lancar                       1.544.766     1.151.570         4.638.562    4.448.530    1.365.262
Penyaluran Pinjaman              15.374.939    22.205.261        24.792.118   22.574.436   27.153.330
lnvestasi                         2.406.237     3.041.548         2.729.634    6.446.685    4.187.257
Aset Tetap dan Lainnya              165.615       299.909           346.471      257.714      251.283
LIABILITAS                       11.305.636    17.349.349        21.077.815   19.706.516   16.636.625
Liabilitas Lancar                   116.614       491.086           220.832      206.703      162.101
Kredit Jangka Pendek                950.000     2.050.000         1.195.000      479.000      674.000
Surat Utang                      10.230.275    14.480.645        18.151.540   16.192.924   12.792.913
Term Loan                                 -       320.000         1.500.000    2.820.000    2.999.460
Liabilitas Lainnya                    8.747         7.618            10.443        7.889        8.151
EKUITAS                           8.185.921     9.348.938        11.428.971   14.020.849   16.320.507
Modal Disetor                     6.000.000     6.800.000         8.550.000   10.800.000   12.800.000
Laba Ditahan                      2.185.921     2.548.938         2.878.971    3.220.849    3.520.507
PENDAPATAN                        1.345.406     1.863.081         2.348.655    2.124.116    1.777.439
Beban dan Pajak                     908.863     1.390.193         1.796.763    1.680.493    1.376.817
Laba Bersih setelah Pajak           436.543       472.888           551.892      443.623      400.622
CKPN                                      -             -            82.085     (16.300)     (17.062)
Laba Bersih setelah CKPN            436.543       472.888          469.806      459.923      417.684


                     Total ekuitas PT SMF (Persero) per 31 Desember 2022 sebesar Rp16,32 triliun,
            meningkat sekitar 99% dari tahun 2018 sebesar Rp8,19 triliun. Peningkatan ini berasal
            dari peningkatan modal disetor dan laba tahun berjalan. Modal disetor sampai dengan
            31 Desember 2022 sebesar Rp12,80 triliun, naik sebesar Rp6,80 triliun atau sekitar 113%
            dari tahun 2018 sebesar Rp6,80 triliun.
                     Laba bersih setelah CKPN PT SMF (Persero) pada tahun 2022 mencapai Rp417,7
            miliar, mengalami penurunan sebesar Rp18,86 miliar atau 4,32% bila dibandingkan
            tahun 2018. Kinerja PT SMF (Persero) terlihat mengalami penurunan dalam 5 (lima)
            tahun terakhir karena adanya dampak atas adanya pandemi Covid-19.
                                                                                                   40
Page 273
2. Rasio Keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
                                    Tabel 2. 4 Rasio-rasio Keuangan

                           Uraian                 2018    2019    2020    2021*   2022*

       Primary Market Financing to Capital (x)    7,92    10,1    9,32    9.31    7,93
       ROE (%)                                    5,33    5,06    5,36    3,60    2,81
       Debt-to-Equity Ratio                        1,37   2,53    2,44    1,80    1,29
       Profit Margin (%)                          41,54   32,26   28,78   25,53   23,34
       BOPO (%)                                   58,46   67,74   71,22   74,47   76,66
            *) Setelah CKPN


   •   Primary Market Financing to Capital
       Rasio primary market financing to capital semakin meningkat dari 7,92x pada tahun 2018
       menjadi 7,93x pada Desember 2022. Hal ini didukung akumulasi aliran dana yang
       semakin meningkat dari kegiatan penyaluran pinjaman, sekuritisasi, dan pembelian
       KPR yang sampai dengan 31 Desember 2022 telah mencapai Rp89,75 triliun dibanding
       tahun 2018 yang hanya sebesar Rp47,47 triliun.

   •   ROE, Profit Margin dan BOPO
       ROE PT SMF (Persero) untuk tahun 2018 s.d 2022 cenderung mengalami penurunan
       karena persentase kenaikan ekuitas lebih besar daripada persentase kenaikan laba.
       Sedangkan rasio profit margin cenderung semakin menurun dan peningkatan rasio
       BOPO sejalan dengan semakin besarnya penerbitan surat utang seiring dengan
       pertumbuhan kinerja penyaluran pinjaman untuk pembiayaan KPR FLPP serta mulai
       terlibatnya PT SMF (Persero) dalam program penurunan beban fiskal.

3. Kinerja Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
         Dengan modal disetor sebesar Rp12,80 triliun PT SMF (Persero) telah mampu
   mengalirkan dana dari pasar modal kepada penyalur KPR secara kumulatif sampai dengan
   31 Desember 2022 mencapai Rp89,75 triliun yang terdiri (1) memfasilitasi sekuritisasi
   sebesar Rp13,29 triliun, (2) penyaluran pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun.




                                                                                             41
Page 274
                                            BAB III
               KAJIAN PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA


A. Aspek Keuangan
  1. Asumsi Keuangan yang Digunakan

           Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 berdasarkan Anggaran Pendapatan dan
     Belanja Negara (APBN) tahun 2023 tumbuh sebesar 5,3% (yoy), inflasi berada pada level
     3,6%, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US sebesar Rp14.800. Namun dengan melihat
     perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia pada tahun 2022, diperkirakan kondisi
     tersebut tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun 2023, sehingga PT SMF (Persero) juga
     menyesuaikan asumsi keuangan yang digunakan dalam menyusun proyeksi keuangannya.
           Target KPR FLPP pada tahun 2023 diasumsikan sebesar 229.000 unit rumah. Jumlah
     tersebut meningkat dari realisasi tahun 2022 yang mencapai 226.000 unit rumah dan lebih
     tinggi dari target yang telah ditetapkan pada RPJMN untuk tahun 2023 sebesar 220.000 unit
     rumah.
  2. Asumsi Proyeksi
          Proyeksi keuangan 2023-2027 disusun berdasarkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
     a.   Sekuritisasi
                Transaksi sekuritisasi akan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan OJK Nomor
          23/POJK.04/2014 tentang Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk
          Surat Partisipasi (EBA-SP).
                Target aliran dana melalui sekuritisasi tahun 2023 sampai dengan tahun 2027
          secara kumulatif mencapai Rp5,581 triliun. Diproyeksikan transaksi sekuritisasi setiap
          tahunnya dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 berturut-turut sebesar Rp750
          miliar, Rp900 miliar Rp1,08 triliun, Rp1,29 triliun dan Rp1,56 triliun.
     b.   Penyaluran Pinjaman
                Diproyeksikan target penyaluran pinjaman tahun 2023 sebesar Rp14,11 triliun,
          tahun 2024 sebesar Rp8,29 triliun, tahun 2025 sebesar Rp8,38 triliun, tahun 2026 sebesar
          Rp11,19 triliun, dan tahun 2027 sebesar Rp14,56 triliun.
                Diasumsikan rata-rata tenor pinjaman PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR
          untuk KPR komersial adalah 1 (satu) dan 3 (tiga) tahun, sedangkan untuk penugasan
          berkisar antara 15 (lima belas) s.d 18 (dua puluh lima tahun).
                Diasumsikan terdapat penyaluran pinjaman untuk pembiayaan KPR FLPP pada
          tahun 2023 sebesar Rp8,74 triliun dan Rp547,08 miliar per tahun mulai tahun 2024
          sampai dengan tahun 2027. Sumber dana dari pembiayaan KPR FLPP berasal dari

                                                                                               42
Page 275
     penerbitan surat utang sebesar Rp6,83 triliun di 2023, Rp1,00 triliun di 2024, Rp1,50
     triliun di 2025 dan 2026, serta Rp1,00 triliun di 2027. Penerbitan tersebut dilakukan
     dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan internal PT SMF (Persero) dan
     evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
c.   Surat Utang
           Penerbitan surat utang (untuk penyaluran pinjaman komersil dan non komersil)
     dijadwalkan tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 masing-masing berturut-turut
     sebesar Rp 3,80 triliun, Rp8,26 triliun, Rp8,7 triliun, Rp7,35 triliun dan Rp5,83 triliun.

d.   Pendapatan
     1)   Pendapatan sekuritisasi diasumsikan:
          a)   Pendapatan sebagai penata sekuritisasi 0,1% dari sekuritisasi per tahun
          b)   Pendapatan sebagai pendukung kredit 0,06% dari outstanding EBA.
     2)   Pendapatan penyaluran pinjaman komersial dengan suku bunga tahun 2023 s.d
          2026 sebesar 7,53%, sedangkan untuk penyaluran KPR FLPP sebesar 4,45%.
     3)   Pendapatan penempatan dana dengan asumsi:
          a)   Suku bunga investasi EBA kelas A sebesar 7,75% per tahun.
          b)   Suku bunga penempatan deposito sebesar 5%.
     4)   Pendapatan Lainnya dengan asumsi:
          a)   Rata-rata pendapatan bersih dari pendidikan dan pelatihan selama 5 tahun
               sebesar Rp422 juta.
          b)   Dalam hal terdapat pendapatan di luar pendapatan di atas dalam terdapat
               realisasi akan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain.

e.   Beban Operasi
     1)   Beban Bunga diasumsikan:
          a)   Suku bunga penerbitan surat utang untuk menggantikan dana ekuitas yang
               terlebih dahulu digunakan untuk penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR
               (bridging) 7,28%. Sedangkan penerbitan surat utang untuk pembiayaan KPR
               FLPP sebesar 8,28%. Jangka waktu atas penerbitan surat utang adalah 1-5
               tahun.
          b)   Dalam penerbitan surat utang selalu mempertimbangkan tingkat bunga
               penyaluran pinjaman untuk menghindari timbulnya negative spread.

     2)   Beban Personil dengan asumsi:
          a)   Jumlah pegawai tetap dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 sekitar 100
               hingga sekitar 150 orang, termasuk 3 (tiga) anggota Direksi dan 3 (tiga)

                                                                                              43
Page 276
                  anggota Dewan Komisaris serta 1 (satu) orang Sekretaris Dewan Komisaris.
            b)    Kenaikan rata-rata beban personil per tahun sebesar 3%.
            c)    Gaji dalam satu tahun sebanyak 14 bulan gaji (termasuk tunjangan cuti satu
                  bulan gaji dan THR (satu bulan gaji).
      3)    Beban sewa diasumsikan meningkat sebesar 5%.
      4)    Beban administrasi dan umum diasumsikan meningkat sebesar 1.5% termasuk
            premi asuransi tunjangan purna jabatan bagi Dewan Komisaris dan Dewan
            Direksi sebesar 25% dari honor/gaji per bulan.
      5) Pajak penghasilan badan dihitung dengan tarif yang berlaku sebesar 22%.

3. Proyeksi Keuangan
  Proyeksi keuangan 2023-2027 disusun berdasarkan asumsi sesuai target.
                              Tabel 3. 1 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
                                              (Dalam Miliar Rupiah)
                                               TAHUN         TAHUN         TAHUN         TAHUN         TAHUN
                  KETERANGAN
                                                2023          2024          2025          2026          2027
     Kas dan Setara Kas                         1.623.411     1.639.873     1.717.834     3.009.755     2.070.884
     Aset Lancar lainnya                          154.081       195.321       219.923       221.651       224.769
     Pinjaman yang disalurkan - Bank/LK        14.315.856    16.101.099    18.314.661    20.440.227    22.490.909
     Pinjaman yang disalurkan - Syariah         1.368.423     1.452.483     1.542.887     1.667.074     1.864.151
     Pinjaman yang disalurkan - KPR Program    21.768.668    21.315.749    20.862.831    20.409.912    19.956.993
     Aset KPR - Warehousing                         8.115         5.774         4.108         2.923         2.080
     CKPN                                        (139.389)     (136.851)     (122.985)     (124.508)     (129.428)
     Investasi                                  2.707.834     2.987.834     3.327.834     3.646.234     3.968.314
     Pendukung kredit - Reserve account            95.843       145.843       195.843       245.843       295.843
     Aset Tetap -bersih                           156.423       154.284       149.096       151.551       161.351
     Aset Lainnya                                  69.470        72.944        76.591        80.420        84.441
     TOTAL ASET                                42.128.734    43.934.353    46.288.623    49.751.082    50.990.306
     Liabilitas jangka pendek                     347.074       348.809       350.553       352.306       354.067
     Surat Utang-Bond/MTN                       7.238.287     8.093.441     9.260.292    11.955.762    15.120.635
     Surat Utang-Syariah                                -       400.000       600.000       800.000     1.000.000
     Surat Utang-Korporasi KPR Program         14.701.323    14.798.893    15.326.698    15.526.698    13.026.698
     Utang Bank                                 1.619.460     1.719.460     1.819.460     1.819.460     1.819.460
     Penyisihan Kewajiban                          29.990        32.989        36.288        39.917        43.909
     TOTAL LIABILITAS                          23.936.134    25.393.593    27.393.291    30.494.143    31.364.769
     Modal Disetor                             14.330.000    14.330.000    14.330.000    14.330.000    14.330.000
     Cadangan Modal                             1.540.471     1.540.471     1.540.471     1.540.471     1.540.471
     Laba ditahan                               1.896.499     2.237.003     2.583.632     2.936.615     3.296.498
     Laba tahun berjalan                          425.630       433.286       441.229       449.853       458.569
     TOTAL EKUITAS                             18.192.600    18.540.760    18.895.332    19.256.939    19.625.537
     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS              42.128.734    43.934.353    46.288.623    49.751.082    50.990.306

      Jumlah aset pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp50,99 triliun, meningkat
  Rp8,86 triliun atau 17,38% dari tahun 2023 sebesar Rp42,13 triliun. Peningkatan aset
  terutama berasal dari peningkatan penyaluran pinjaman dan investasi pada efek.
  Komponen aset terbesar pada tahun 2027 terdiri atas kas dan setara kas sebesar Rp2,07


                                                                                                                     44
Page 277
triliun, penyaluran pinjaman baik komersil dan non komersil sebesar Rp44,31 triliun, dan
investasi efek (EBA,SUN, dan efek lainnya) sebesar Rp3,97 triliun.
    Penyaluran pinjaman baru untuk segmen komersial pada tahun 2023 diasumsikan
sebesar Rp5,38 triliun, sebesar Rp7,73 triliun untuk tahun 2024, sebesar Rp7,84 triliun untuk
tahun 2025, sebesar Rp10,64 triliun untuk tahun 2026 dan sebesar Rp14,02 triliun untuk
tahun 2027. Sedangkan untuk penyaluran yang bersifat penugasan, yaitu penyaluran KPR
FLPP pada tahun 2023 adalah sebesar Rp8,74 triliun dan sebesar Rp547,08 miliar setiap
tahun pada tahun 2024 sampai dengan 2027. Berdasarkan asumsi tersebut maka posisi
penyaluran pinjaman baik komersil dan non komersil pada tahun 2027, dengan
penambahan modal pada tahun 2023 sebesar Rp1,53 triliun, diproyeksikan sebesar Rp44,31
triliun meningkat sebesar Rp6,86 triliun atau 18,31% dari tahun 2023 sebesar Rp37,45 triliun.
    Posisi surat utang pada tahun 2027 dengan penambahan modal pada tahun 2023,
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp30,97 triliun atau meningkat sebesar Rp7,41 triliun
atau 31,44% dari tahun 2023 sebesar Rp23,56 triliun. Adapun asumsi yang digunakan untuk
pendanaan penyaluran pinjaman keseluruhan baik yang melalui penerbitan surat dan
utang bank baru pada tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 masing-masing berturut-turut
sebesar Rp10,67 triliun, Rp9,26 triliun, Rp10,24 triliun, Rp14,64 triliun dan Rp7,75 triliun.
Sedangkan penerbitan surat utang hanya untuk penugasan, yaitu surat utang KPR FLPP
sebesar Rp6,83 triliun di 2023, Rp1,00 triliun di 2024, Rp1,50 triliun di 2025 dan 2026, serta
Rp1,00 triliun di 2027.
    Modal disetor PT SMF (Persero) tahun 2023 meningkat menjadi Rp14,33 triliun dari
sebelumnya sebesar Rp12,80 triliun atas PMN yang telah diterima Perseroan sebesar Rp1,53
triliun pada tahun 2023. Posisi ekuitas pada tahun 2027, dengan penambahan modal pada
tahun 2023, diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp19,63 triliun, meningkat sebesar
Rp1,43 triliun atau 7,88% dari tahun 2023 sebesar Rp18,19 triliun. Peningkatan ekuitas
terutama berasal dari penerimaan PMN tahun 2023 sebesar Rp1,53 triliun dan tambahan
penerimaan laba tahun berjalan.
    Dengan menggunakan asumsi sustainability atas program yang dijalankan, maka
pendanaan atas program tersebut akan menggunakan ekuitas dan surat utang PT SMF
(Persero).




                                                                                           45
Page 278
                                       Tabel 3. 2 Proyeksi Laba Rugi
                                           (Dalam Miliar Rupiah)
                                           TAHUN        TAHUN       TAHUN       TAHUN       TAHUN
               KETERANGAN
                                            2023         2024        2025        2026        2027
   PENDAPATAN
   Jasa Sekuritisasi                            2.681       2.994       3.347       3.747       4.199
   Penyaluran Pinjaman - Bank/LK            1.062.090   1.362.786   1.533.135   1.686.744   1.761.829
   Pinjaman - Syariah                          84.619      89.214      94.732     101.518     116.997
   Pinjaman - KPR Program                     876.221     893.442     863.396     844.853     826.311
   Penyaluran Pinjaman - KPR Warehousing          732         521         371         264         188
   Jasa jaminan dan dukungan kredit             2.480       4.230       5.980       7.730       9.480
   Jasa Pendidikan & Pelatihan                    328         361         397         437         480
   Penempatan Dana                            296.946     288.581     313.656     373.309     406.877
   Lain-lain                                    3.938       4.332       4.765       5.241       5.766
   TOTAL PENDAPATAN                         2.330.035   2.646.460   2.819.777   3.023.842   3.132.126
   BEBAN
   Pendidikan & pelatihan                        194          213         235         258         284
   Bunga Surat Utang                         514.343      580.398     717.094     807.164   1.064.891
   Bunga Surat Utang - Syariah                 4.368       14.560      15.160      16.060      16.960
   Bunga Surat Utang - KPR Program           912.213    1.182.870   1.195.986   1.298.373   1.133.570
   Beban Bunga Term Loan - Bank              161.662      116.862     123.862     127.362     127.362
   Beban Bunga KJP                                 -            -           -           -           -
   Personil                                   92.829       93.829      94.829      96.829      98.829
   Sewa                                       19.431       20.403      21.423      22.494      23.619
   Administrasi dan Umum                      68.647       69.594      70.431      70.977      71.540
   Beban jasa pembayaran bunga                 7.026        7.377       7.672       7.826       7.982
   Depresiasi dan amortisasi                  13.579       21.939      24.488      16.846      16.262
   TOTAL BEBAN                              1.794.293   2.108.045   2.271.180   2.464.188   2.561.298
   LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                  535.742     538.414     548.597     559.654     570.828
   BEBAN PAJAK (PPh Badan dan Final)          104.540     105.128     107.369     109.801     112.259
   LABA (RUGI) SETELAH CKPN                   425.630     433.286     441.229     449.853     458.569

    Pendapatan PT SMF (Persero) pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp3,13 triliun,
meningkat Rp802,09 miliar atau 34,42% dari tahun 2023 sebesar Rp2,33 triliun. Beban PT
SMF (Persero) pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp2,56 triliun, meningkat
Rp767,01 miliar atau 42,75% dari tahun 2023 sebesar Rp1,79 triliun. Peningkatan beban ini
terutama disebabkan karena adanya peningkatan beban surat utang, biaya personil dan
beban administrasi & umum yang merupakan dampak atas rencana perluasan mandat PT
SMF (Persero).
    Laba bersih Perseroan pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp458,57 miliar,
meningkat Rp32,94 miliar atau 7,74% dari tahun 2023 sebesar Rp425,63 miliar. Rata-rata
laba bersih yang dihasilkan PT SMF (Persero) selama periode 2023 sampai dengan 2027,
diproyeksikan akan sebesar Rp441,71 miliar per tahun.




                                                                                                        46
Page 279
                                           Tabel 3. 3 Proyeksi Rasio Keuangan
                                                   TAHUN       TAHUN      TAHUN        TAHUN       TAHUN
                      KETERANGAN
                                                    2023        2024       2025         2026        2027
          PMFC                                          7,71       7,94        8,60        9,47       10,60
          Profit Margin                               18,30%     16,40%      15,67%      14,90%      14,67%
          ROE (Return On Equity )                      2,47%      2,36%       2,36%       2,36%       2,36%
          DER (x)                                       1,67       1,77        1,91        2,13        2,19
          CER (Cost Efficiency Ratio )                26,80%     27,56%      27,71%      26,95%      26,87%
          BOPO                                        81,70%     83,60%      84,33%      85,10%      85,33%
          BOPO (Hanya bunga surat utang)              68,77%     71,99%      73,17%      74,76%      75,19%
          Current Ratio                              345,90%    133,98%     125,21%     112,51%     475,43%

           Dari Tabel 3.3 diatas, dapat terlihat bahwa rasio Primary Market Financing to Capital
     (PMFC) dari tahun 2023-2027 cenderung meningkat seiring dengan penambahan
     penyaluran pinjaman, sekuritisasi dan pembelian asset KPR. Rasio ROE cenderung
     bergerak stabil dari tahun 2023-2027 dimana Perseroan mencoba untuk menjaga angka
     pertumbuhan laba. Sedangkan untuk rasio Profit Margin cenderung mengalami penurunan
     seiring dengan peningkatan rasio DER. Peningkatan juga terjadi pada rasio BOPO seiring
     dengan peningkatan penerbitan surat utang untuk pendanaan penyaluran pinjaman baik
     komersial maupun KPR FLPP.

4. Proyeksi Keuangan Tanpa PMN dan Dengan PMN
     a.    Asumsi Proyeksi

           1)    Lingkungan makro serta lingkungan bisnis PT SMF (Persero) yang mulai membaik
                 pasca     pandemi         Covid-19, mengakibatkan        kondisi     ekonomi     yang lebih
                 dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah. Hal ini tentunya
                 termasuk tingkat suku bunga Bank Indonesia, pertumbuhan sektor riil di bidang
                 perumahan, dan aspek terkait dengan sektor perumahan lainnya. Kemudian,
                 kondisi likuditas perbankan yang masih cukup longgar, membuat perbankan
                 cenderung untuk mengoptimalkan likuiditas yang dimiliki.
           2)    Adanya Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,53 triliun
                 pada bulan September tahun 2023.
           3)    Aliran dana pasar modal ke sektor riil perumahan yang dilakukan PT SMF
                 (Persero) ditargetkan pada golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
                 Beberapa kriteria KPR yang digunakan untuk kegiatan pembiayaan dan
                 sekuritisasi antara lain:
                 •    Digunakan untuk membeli rumah hunian.
                 •    Debitur merupakan warga negara Indonesia dan properti yang dibiayai
                      berada di wilayah Republik Indonesia.

                                                                                                              47
Page 280
             •        Nominal plafon sebesar ±Rp150 juta atau sesuai dengan ketentuan untuk KPR
                      subsidi pemerintah (FLPP).
             •        Dokumen yang lengkap meliputi (1) sertifikat HM/HGB, (2) diproses
                      pemasangan HT pertama, (3) asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran
                      dengan Bankers Clause selama jangka waktu KPR, (4) IMB.
             •        Properti yang dibiayai berupa tanah dan rumah dalam kondisi telah
                      dibangun.
b.   Target Aliran Dana Dari Pasar Modal ke Sektor Pembiayaan Perumahan
                 Dalam rangka untuk terus meningkatkan perannya dalam pasar pembiayaan
     sekunder perumahan di Indonesia, PT SMF (Persero) memproyeksikan aliran dana
     kumulatif dari pasar modal ke sektor riil perumahan sampai dengan akhir tahun 2027
     adalah sebesar Rp153,79 triliun. Aliran dana tersebut dalam bentuk sekuritisasi sebesar
     Rp20,79 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp133,00 triliun. Sumber dana
     penyaluran pinjaman diperoleh dari pasar modal melalui penerbitan surat utang
     maupun melalui perolehan pinjaman dari bank dan penggunaan dana dari ekuitas.
                 Apabila PMN untuk tahun anggaran 2023 tidak diterima, maka akan
     berpengaruh terhadap peran PT SMF (Persero) dalam pasar pembiayaan sekunder
     perumahan di Indonesia. PT SMF (Persero) memproyeksikan aliran dana kumulatif
     dari pasar modal ke sektor riil perumahan sampai dengan akhir tahun 2027 hanya
     sebesar Rp145,18 triliun. Aliran dana tersebut dalam bentuk sekuritisasi sebesar
     Rp18,87 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp126,31 triliun

                                 Tabel 3. 4 Proyeksi Aliran Dana Ke Sektor Perumahan
                                                           (Dalam Miliar Rupiah)
                                                              Tanpa PMN                                        Dengan PMN
                    Keterangan
                                          2023      2024        2025      2026      2027      2023      2024      2025      2026      2027
     Sekuritisasi                            750       900        1.080     1.296     1.555     1.000     1.200     1.450     1.750     2.100
     Penyaluran Pinjaman                    7.424     8.278       8.384    11.191    14.564    14.114     8.278     8.384    11.191    14.564
     Jumlah Per Tahun                       8.174     9.178       9.464    12.487    16.119    15.114     9.478     9.834    12.941    16.664
     Akumulasi Sekuritisasi                14.037    14.937      16.017    17.313    18.868    14.287    15.487    16.937    18.687    20.787
     Akumulasi Penyaluran Pinjaman         83.891    92.169     100.553   111.745   126.308    90.581    98.859   107.243   118.434   132.998
     Total Akumulasi s/d Tahun Berjalan    97.928   107.106     116.570   129.057   145.176   104.867   114.346   124.180   137.121   153.785
     Penerbitan Surat Utang                 5.847     9.265      10.245    14.641     7.750    10.627     9.265    10.245    14.641     7.750


                 Secara umum, kenaikan realisasi penyaluran pinjaman di tahun 2023 sangat
     dipengaruhi oleh proyeksi penambahan PMN yang juga berpengaruh pada akumulasi
     aliran dana dan jumlah debitur KPR pada tahun 2027.
                 Untuk kegiatan sekuritisasi, dengan tambahan PMN dapat meningkatkan
     kemampuan PT SMF (Persero) untuk berperan sebagai investor untuk membeli
     portofolio KPR yang akan disekuritisasi ataupun sebagai market maker di pasar
     sekunder EBA-SP. Pelaksanaan peran PT SMF (Persero) ini bertujuan untuk
                                                                                                                                             48
Page 281
     meningkatkan aliran dana ke pasar pembiayaan primer perumahan melalui
     sekuritisasi.

c.   Ringkasan Proyeksi Keuangan

                Dampak penambahan PMN terhadap kondisi keuangan PT SMF (Persero) akan
     sangat berpengaruh pada aset, juga berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero)
     untuk mengalirkan dana dari pasar modal dalam bentuk surat utang ke pasar
     pembiayaan perumahan. Hal ini karena kondisi struktur modal (jumlah modal disetor)
     sangat berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero) dalam menerbitkan surat
     utang.
                Selain itu, struktur modal juga berpengaruh pada peran PT SMF (Persero) dalam
     sekuritisasi, khususnya peran sebagai investor dalam melakukan pembelian efek
     beragun aset tagihan KPR.
                             Tabel 3. 5 Proyeksi Keuangan (Tanpa PMN Vs dengan PMN)
                                                                           (Dalam Miliar Rupiah)
      ASUMSI                                                                          Tanpa PMN                                                          Dengan PMN
      NERACA
                                                              TAHUN      TAHUN      TAHUN      TAHUN      TAHUN              TAHUN         TAHUN           TAHUN         TAHUN         TAHUN
                  KETERANGAN                   TAHUN
                                                                2023       2024       2025       2026       2027              2023          2024            2025          2026          2027
      Kas dan Setara Kas                        1.226.398     1.974.541 1.986.231 2.058.758 3.340.951 2.439.579               1.623.411     1.639.873       1.717.834     3.009.755     2.070.884
      Aset Lancar lainnya                         138.930       154.081    195.321    219.923    221.651    224.769             154.081       195.321         219.923       221.651       224.769
      Pinjaman yang disalurkan - Bank/LK       11.901.211    14.315.856 16.101.099 18.314.661 20.440.227 22.490.909          14.315.856    16.101.099      18.314.661    20.440.227    22.490.909
      Pinjaman yang disalurkan - Syariah        1.307.202     1.368.423 1.452.483 1.542.887 1.667.074 1.814.151               1.368.423     1.452.483       1.542.887     1.667.074     1.864.151
      Pinjaman yang disalurkan - KPR Program   14.031.971    15.079.052 14.626.134 14.173.215 13.720.296 13.267.378          21.768.668    21.315.749      20.862.831    20.409.912    19.956.993
      Aset KPR - Warehousing                       11.406         8.115      5.774      4.108      2.923      2.080               8.115         5.774           4.108         2.923         2.080
      CKPN                                        (87.697)     (114.743)  (113.541)  (103.018)  (105.207)  (109.994)           (139.389)     (136.851)       (122.985)     (124.508)     (129.428)
      Investasi                                 4.187.833     2.707.834 2.987.834 3.327.834 3.646.234 3.968.314               2.707.834     2.987.834       3.327.834     3.646.234     3.968.314
      Pendukung kredit - Reserve account           45.843        95.843    145.843    195.843    245.843    295.843              95.843       145.843         195.843       245.843       295.843
      Aset Tetap -bersih                          125.927       156.423    154.284    149.096    151.551    161.351             156.423       154.284         149.096       151.551       161.351
      Aset Lainnya                                 68.108        69.470     72.944     76.591     80.420     84.441              69.470        72.944          76.591        80.420        84.441
      TOTAL ASET                               32.957.132    35.814.895 37.614.406    39.959.898   43.411.963   44.638.820   42.128.734    43.934.353      46.288.623    49.751.082    50.990.306
      Liabilitas jangka pendek                    816.989       347.074    348.809       350.553      352.306      354.067      347.074       348.809         350.553       352.306       354.067
      Surat Utang-Bond/MTN                      4.818.287     7.238.287 8.093.441      9.260.292   11.955.762   15.120.635    7.238.287     8.093.441       9.260.292    11.955.762    15.120.635
      Surat Utang-Syariah                         100.000             -    400.000       600.000      800.000    1.000.000            -       400.000         600.000       800.000     1.000.000
      Surat Utang-Korporasi KPR Program         7.874.626     9.921.707 10.019.277    10.547.082   10.747.082    8.247.082   14.701.323    14.798.893      15.326.698    15.526.698    13.026.698
      Utang Bank                                2.999.460     1.619.460 1.719.460      1.819.460    1.819.460    1.819.460    1.619.460     1.719.460       1.819.460     1.819.460     1.819.460
      Penyisihan Kewajiban                         27.264        29.990     32.989        36.288       39.917       43.909       29.990        32.989          36.288        39.917        43.909
      TOTAL LIABILITAS                         16.636.625    19.156.518 20.613.977    22.613.675   25.714.527   26.585.153   23.936.134    25.393.593      27.393.291    30.494.143    31.364.769
                                                                      -          -             -            -            -
      TOTAL EKUITAS                            16.320.507    16.658.377 17.000.429    17.346.223   17.697.436   18.053.667   18.192.600    18.540.760      18.895.332    19.256.939    19.625.537
      TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS             32.957.132    35.814.895 37.614.406    39.959.898   43.411.963   44.638.820   42.128.734    43.934.353      46.288.623    49.751.082    50.990.306

      LABA/RUGI                                                                                                                                                                              0,00%
      TOTAL PENDAPATAN                          1.777.439     2.149.176   2.246.333    2.427.240    2.605.637    2.733.583    2.330.035     2.646.460       2.819.777     3.023.842     3.132.126
      TOTAL BEBAN                               1.280.900     1.618.848   1.716.832    1.891.678    2.061.917    2.181.797    1.794.293     2.108.045       2.271.180     2.464.188     2.561.298
      LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                   496.539       530.328     529.500      535.562      543.721      551.786      535.742       538.414         548.597       559.654       570.828
      BEBAN PAJAK (PPh Badan dan Final)            95.916       103.349     103.167      104.501      106.296      108.070      104.540       105.128         107.369       109.801       112.259
      LABA (RUGI) SETELAH CKPN                    417.684       421.407     426.333      431.061      437.425      443.716      425.630       433.286         441.229       449.853       458.569




                Berdasarkan proyeksi laporan keuangan PT SMF (Persero) sampai dengan tahun
     2027, dengan adanya penambahan PMN akan meningkatkan total aset menjadi lebih
     besar jika dibandingkan dengan tanpa penambahan PMN. Peningkatan tersebut
     merupakan dampak peningkatan ekuitas hasil tambahan PMN dan hasil leverage PT
     SMF (Persero) dari tambahan PMN yang diterima.

d.   Analisis Proyeksi Keuangan
                Posisi total aset dengan adanya penambahan modal di tahun 2023 sebesar Rp1,53
     triliun, pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp50,99 triliun. Dibandingkan
                                                                                                                                                                                                     49
Page 282
dengan tanpa penambahan modal yang diproyeksikan mencapai Rp44,64 triliun, posisi
aset tersebut lebih tinggi sebesar Rp6,35 triliun atau 12,46%.
        Posisi penyaluran pinjaman dengan adanya penambahan modal ditahun 2023,
pada tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp44,31 triliun, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp37,57 triliun, meningkat sebesar Rp6,74 triliun atau
15,21%. Hal ini karena dengan penambahan modal Rp1,53 triliun pada tahun 2023
dapat me-leverage penyaluran KPR Program dengan asumsi tenor 15-25 tahun.
        Liabilitas dengan adanya penambahan modal ditahun 2023, pada tahun 2027
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp31,36 triliun, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp26,59 triliun, lebih tinggi sebesar Rp4,78 triliun atau
17,98%.
        Ekuitas dengan adanya penambahan modal ditahun 2023, pada tahun 2027
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp19,63 triliun, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp18,05 triliun, lebih tinggi sebesar Rp1,57 triliun atau
8,71%.
        Pendapatan dengan adanya penambahan modal pada tahun 2023, maka di tahun
2027 pendapatan diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp3,13 triliun, dibandingkan
dengan tanpa penambahan modal sebesar Rp2,73 triliun, lebih tinggi sebesar Rp398,54
miliar atau 14,58%.
        Laba bersih dengan adanya penambahan modal ditahun 2023, pada tahun 2027
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp458,57 miliar, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp443,71 miliar, meningkat sebesar Rp14,85 miliar atau
3,4%.
        Dampak penambahan PMN terhadap kondisi keuangan PT SMF (Persero) akan
sangat berpengaruh pada aset, juga berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero)
untuk mengalirkan dana dari pasar modal dalam bentuk surat utang ke pasar
pembiayaan perumahan. Hal ini karena kondisi struktur modal (jumlah modal disetor)
sangat berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero) dalam menerbitkan surat
utang.
        Selain itu, struktur modal juga berpengaruh pada peran PT SMF (Persero) dalam
sekuritisasi, khususnya peran sebagai investor dalam melakukan pembelian efek
beragun aset tagihan KPR.




                                                                                   50
Page 283
B. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats)
    1. SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats)
            Analisis terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal Perseroan dilakukan
      dengan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Melalui
      metode ini faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal PT SMF (Persero) yang telah
      dicermati sebelumnya dikelompokkan ke dalam: (a) Kekuatan dan Kelemahan Perseroan;
      dan (b) Peluang dan Ancaman Perseroan. Penjelasan tentang analisis metode SWOT
      (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) adalah sebagai berikut:


      a.   Kekuatan (Strength)
                Pemerintah mendirikan PT SMF (Persero) ditujukan untuk menjalankan tugas
           khusus yakni membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder
           perumahan di Indonesia. Saat ini, PT SMF (Persero) memiliki struktur permodalan
           yang kuat dan rating penerbitan AAA. Dalam menjalankan bisnisnya, PT SMF
           (Persero) memiliki kerjasama yang baik dengan para-Stakeholder maupun regulator.
           Untuk menjaga performansi bisnis PT SMF (Persero), perlu didukung dari sisi
           internal seperti sumber daya manusia PT SMF (Persero) memiliki pengetahuan dan
           pengalaman di pasar modal dan industri pasar pembiayaan perumahan. Selain itu,
           PT SMF (Persero) juga telah memiliki Standard Operasional Procedure (SOP) yang
           komprehensif dan selalu menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
           Dalam menciptakan SDM yang berkualitas, PT SMF membuat kerangka kompetensi
           human capital, program learning development, talent pool management, dan HCMS untuk
           mengembangkan kapasitas SDM.

      b.   Kelemahan (Weakness)
                Selain pendanaan melalui PMN, PT SMF (Persero) juga melakukan penerbitan
           Surat Utang. Dalam menyalurkan dananya, diluar penugasan khusus yang dijalankan,
           cost of fund PT SMF (Persero) dari pendanaan surat utang masih cukup tinggi. Dari sisi
           kegiatan sekuritisasi melalui EBA-SP, saat ini EBA-SP masih belum dikenal oleh
           masyarakat banyak. Selain itu, dari sisi supply keberlanjutan bisnis PT SMF (Persero)
           kebergantungan terhadap para pengembang perumahan dalam hal ketersediaan
           rumah. Dari sisi internal, masih terdapat sistem informasi manajemen yang
           membutuhkan pengembangan dan penyelarasan.




                                                                                              51
Page 284
c.   Peluang (Opportunity)
           Sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat serta UU yang menyatakan
     bahwa setiap masyarakat berhak untuk mendapatkan rumah yang layak, Pemerintah
     terus berupaya meningkatkan sektor perumahan melalui berbagai macam program
     terkait perumahan. Namun, dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang
     cukup tinggi dan berbagai program pemerintah yang ada, backlog perumahan di
     Indonesia masih berada pada level yang cukup tinggi, dan rasio KPR terhadap PDB
     yang juga relatif rendah. Secara tidak langsung hal ini membuka peluang bagi PT
     SMF (Persero) untuk dapat memaksimalkan perannya dalam sektor pembiayaan
     perumahan. Peluang lain bagi PT SMF (Persero) adalah kemudahan akses ke
     regulator perbankan, pasar modal dan lembaga pembiayaan, karena telah terintegrasi
     dengan terbentuknya OJK. Selain itu, PT SMF (Persero) memiliki peluang untuk
     menerbitkan global bonds untuk memperluas dari sisi pendanaan.

d.   Ancaman (Threats)
           Beberapa hal yang merupakan ancaman yang dihadapi oleh PT SMF (Persero)
     adalah masih tingginya likuiditas perbankan, dibutuhkannya waktu yang lama
     dalam pemenuhan dukungan kegiatan usaha dari kolaborasi antar multi stakeholder.
     Selain itu, pasar pembiayaan primer perumahan yang tumbuh dengan lambat, masih
     terbatasnya penyalur KPR yang berkeinginan untuk menjual tagihan KPRnya dalam
     rangka sekuritisasi.




                                                                                      52
Page 285
                                       Tabel 3. 6 Kuadran SWOT
                                                 Kekuatan (S)                     Kelemahan (W)
                                     1. Struktur permodalan kuat dan 1. Belum memiliki sumber dana
                                        rating AAA                         jangka panjang yang murah
                                     2. Hubungan kerjasama yang            dan berkelanjutan sehingga
                                        baik dengan para-Stakeholder       Cost of fund relatif tinggi dan
                                        maupun regulator                   berdampak pada masih
                                     3. Memiliki GCG dan Manajemen         rendahnya penyaluran di
                                        Risiko yang baik dengan SDM        tingkat BPD dan BPR
                                        yang berkualitas                2. Tingginya tingkat
                                     4. Memiliki kerangka kompetensi       kebergantungan terhadap para
                                        human capital, program learning    pengembang perumahan
                                        development, talent pool           dalam hal ketersediaan rumah
                                        management, dan HCMS untuk 3. Sistem Informasi Manajemen
                                        mengembangkan kapasitas            masih membutuhkan
                                        SDM                                pengembangan dan
                                                                           penyelarasan
            Peluang (O)                           Strategi S-O                      Strategi W-O
1. Potensi penerbitan global bond    1. Pengembangan kegiatan usaha 1. Meningkatkan kerja sama
   untuk mempeluas pendanaan            dalam rangka perluasan             dengan lembaga dalam
   dan kegiatan usaha                   mandat untuk mendukung             maupun luar negeri, salah
2. Dukungan penuh oleh                  pemenuhan tempat tinggal           satunya penjajakan creative
   stakeholder maupun regulator         yang layak bagi setiap             funding dengan mengusung
   dalam menjalankan kegiatan           keluarga di Indonesia              konsep ESG
   usaha                             2. Koordinasi, kolaborasi dan      2. Mendukung terbentuknya
3. Kebutuhan rumah (backlog)            komunikasi yang efektif            sektor perumahan yang
   yang masih sangat tinggi             dengan para stakeholder            inklusif dengan optimalisasi
4. Potensi meningkatkan                 Ekosistem Perumahan untuk          peran Perseroan pada
   kapabilitas dan kompetensi           mendukung pemerintah               Ekosistem Perumahan
   SDM melalui lembaga                  dalam meningkatkan
   sertifikasi dan training yang        penyediaan tempat tinggal
   mendukung perluasan mandat           yang layak bagi masyarakat
   yang diberikan kepada                Indonesia
   Perseroan                         3. Digitalisasi proses bisnis dan
                                        peningkatan kualitas SDM
                                        serta penguatan manajemen
                                        risiko dan tata kelola yang
                                        baik dengan mengedepankan
                                        prinsip kehati-hatian dalam
                                        menghadapi tantangan
                                        ekonomi
            Ancaman (T)                            Strategi S-T                       Strategi W-T
1. Penyalur KPR sedang               1. Meningkatkan perekonomian       1. Pelaksanaan pencapaian
   memiliki likuiditas tinggi dari       nasional melalui penggunaan    Sustainable Development Goals
   Dana Pihak Ketiga sebagai             produk & jasa dalam negeri     (SDGs) dengan pengembangan
   dampak dari ketidakstabilan           serta sinergi antar BUMN       pembiayaan berkonsep ESG
   ekonomi                           2. Kerja sama dengan lembaga       (Environment, Social, and
2. Kolaborasi antar multi-               internasional sebagai salah    Governance)
   stakeholder dalam pemenuhan           satu sarana pertukaran
   dukungan kegiatan usaha
                                                                                                         53
Page 286
   membutuhkan waktu yang          informasi dan potensi kerja
   lama                            sama
3. Belum berkembangnya Pasar    3. Perluasan Peran Perseroan
   pembiayaan                      pada Pembiayaan Perumahan
   primer perumahan di             melalui penambahan anak
   Indonesia                       usaha
4. Rendahnya keinginan bank
   dalam menjual tagihan KPR
   dalam rangka
   mempertahankan kualitas
   asetnya


          Berdasarkan hasil analisis SWOT di atas, beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh
     PT SMF (Persero) adalah,
     1)   pengembangan kegiatan usaha dalam rangka perluasan mandat untuk mendukung
          pemenuhan tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga Indonesia;
     2)   memperkuat pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga dalam negeri maupun
          luar negeri salah satunya penjajakan creative funding dengan mengusung konsep ESG;
     3)   koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder Ekosistem Perumahan
          untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan tempat tinggal yang layak bagi
          masyarakat;
     4)   meningkatkan perekonomian nasional melalui penggunaan produk & jasa dalam
          negeri serta sinergi antar BUMN; dan
     5)   penguatan internal melalui digitalisasi proses bisnis, peningkatan kualitas SDM,
          penguatan manajemen risiko dan tata kelola yang baik dengan mengedepankan prinsip
          kehati-hatian dalam menghadapi tantangan ekonomi.


   2. Analisis Kebutuhan Tambahan Modal
            Tambahan dana yang berasal dari PMN akan memberikan dampak positif atas
      kegiatan utama PT SMF (Persero) yaitu sekuritisasi, penyaluran pinjaman dan penerbitan
      surat utang. Secara rinci setelah adanya tambahan modal diharapkan tercermin dalam tabel
      3.7. sebagai berikut:




                                                                                            54
Page 287
                                 Tabel 3.7 Analisis Kebutuhan PMN

          SUBYEK        SEBELUM TAMBAHAN MODAL SETELAH TAMBAHAN MODAL

         Sekuritisasi   ▪ Kemampuan untuk menjadi             ▪   Kemampuan untuk menjadi
                          pembeli siaga terbatas.                 pembeli siaga meningkat.
                        ▪ Kemampuan               untuk       ▪   Kemampuan              untuk
                          meningkatkan likuiditas pasar           meningkatkan       likuiditas
                          EBA terbatas.                           pasar EBA meningkat.
                        ▪ Kepercayaan investor EBA/           ▪   Kepercayaan investor EBA/
                          efek yang dijamin PT SMF                efek yang dijamin PT SMF
                          (Persero) terbatas.                     (Persero) meningkat.

         Penyaluran     ▪ Kemampuan        penggunaan         ▪ Penggunaan ekuitas sebagai
         pinjaman         ekuitas    sebagai   bridging         bridging, meningkat sehingga
                          sebelum penerbitan surat              kemampuan        penyaluran
                          utang, terbatas.                      pinjaman akan menjadi lebih
                                                                tinggi dan pada akhirnya
                                                                dapat menjaga peran PT SMF
                                                                (Persero) dalam program
                                                                penurunan beban 55iscal
                                                                melalui KPR FLPP.
         Penerbitan     ▪ Kemampuan penerbitan surat          ▪ Kemampuan untuk leveraging
         surat utang      utang    untuk      penyaluran        dalam bentuk penerbitan
                          pinjaman, terbatas. (leverage).       surat utang meningkat.
                        ▪ Tingkat keyakinan investor          ▪ Tingkat keyakinan investor
                          atas kemampuan PT SMF                 atas kemampuan PT SMF
                          (Persero) untuk membayar              (Persero) untuk membayar
                          kewajibannya terbatas.                kewajibannya meningkat.




C. Analisis Risiko
         Sebagai lembaga keuangan yang mengembangkan tugas dari Pemerintah untuk
   membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan, PT SMF (Persero)
   mengimplementasikan      manajemen    risiko   dalam     operasional   organisasinya   dengan
   pendekatan Enterprise Risk Management (ERM). Konsep pengelolaan risiko yang mulai
   diaplikasikan secara formal sejak awal tahun 2010, mulai dikembangkan sejak 2009 dengan
   meramu konsep-konsep terbaik yang dapat diimplementasikan merujuk dari pendekatan
   COSO 2017 tentang Enterprise Risk Management - Integrated Framework dan juga ISO 31000:2018
   Enterprise Risk Management.
        Dalam pengelolaan risiko yang ada pada PT SMF (Persero), Manajemen didukung oleh
   2 (dua) organ utama yaitu Divisi Manajemen Risiko (MRK) dan Komite Pemantau Risiko.

                                                                                              55
Page 288
     MRK bertanggungjawab untuk melakukan identifikasi, pengukuran, dan pemantauan risiko
     secara rutin.
          Berdasarkan aktivitas tersebut MRK melakukan pengukuran dan pelaporan secara rutin
     tentang kondisi profil risiko dari PT SMF (Persero), mengusulkan perubahan-perubahan
     kebijakan, prosedur pengelolaan risiko yang dibutuhkan, dan usulan mitigasi yang sebaiknya
     dilaksanakan. Hasil pemantauan dan usulan-usulan yang disusun oleh MRK menjadi
     masukan bagi Komite Pemantau Risiko untuk menyusun rekomendasi antisipasi dan mitigasi
     yang dibutuhkan oleh Komisaris dan Direksi. Selanjutnya MRK menyampaikan rekomendasi
     kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan atas tindak lanjut yang harus ditempuh
     Perseroan sesuai dengan pokok bahasan yang ada.
          Perseroan membagi pengelolaan risiko menjadi sebanyak 10 (sepuluh) tipologi
     risiko,diantaranya Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Strategis, Risiko
     Kepatuhan, Risiko Hukum, Risiko Operasional, Risiko Reputasi, Risiko Keuangan, dan Risiko
     Fraud. Pengelolaan risiko PT SMF (Persero) sebagaimana dijelaskan dalam Tabel 3.8. berikut:
                                        Tabel 3. 8 Pengelolaan Risiko
No                     Uraian Risiko                                    Mitigasi
1.      Risiko Kredit                                    PT   SMF   (Persero)   telah   melakukan
        Risiko yang terjadi akibat kegagalan penyusunan kebijakan dan manual produk
        pihak        ke-3      dalam       memenuhi yang terkait dengan kegiatan perluasan
        kewajibannya atau sebab-sebab lain mandat. Selain itu, PT SMF (Persero) juga
        kepada PT SMF (Persero) sehingga melakukan                      penyempurnaan         atas
        menimbulkan              kerugian        bagi metodologi monitoring intensif atas kinerja
        Perusahaan.         Risiko      kredit   yang debitur Perseroan dan juga portofolio
        dihadapi PT SMF (Persero), terutama Perseroan melalui Early Warning System
        berasal dari Pinjaman yang diberikan (EWS). Selain itu PT SMF (Persero) juga
        dan dari penempatan dana dalam melakukan                    pengembangan        kompetensi
        bentuk deposito, EBA serta pembelian SDM untuk mendukung pengembangan
        aset KPR. PT SMF (Persero) juga segmen dan produk pembiayaan.
        menerapkan          kebijakan    kehati-hatian
        untuk menempatkan dana kas dalam
        bentuk giro dan deposito berjangka
        secara selektif pada institusi keuangan
        terpilih




                                                                                                     56
Page 289
No                  Uraian Risiko                                         Mitigasi
2.   Risiko Pasar                                     PT SMF (Persero) menetapkan risiko pasar
     Risiko yang timbul karena terjadi yang dihadapi perseroan hanya bersifat
     perubahan        pada      kondisi        pasar, unrealized loss sepanjang tidak dilakukan
     termasuk        di      antaranya:        risiko penjualan     di   bawah       harga   inventory
     perubahan harga, risiko suku bunga, Perseroan.
     risiko nilai tukar, risiko komoditas, dan
     risiko   ekuitas.      Portofolio    PT    SMF
     (Persero) yang terekspos risiko pasar
     adalah portofolio yang termasuk di
     dalam trading book dimana nilai mark-to-
     market       harga     akan     berpengaruh
     terhadap laba rugi PT SMF (Persero).
3.   Risiko Likuiditas                                PT SMF (Persero) melakukan perhitungan
     Risiko yang dapat timbul sewaktu- proyeksi arus kas terkait kewajiban dan
     waktu akibat ketidakmampuan PT SMF penerimaan serta telah mempersiapkan
     (Persero) dalam memenuhi kewajiban alternatif                sumber       pendanaan        selain
     yang         sudah         jatuh       tempo. penerbitan obligasi juga melalui kredit
     Penghimpunan dana dari pasar modal jangka pendek untuk memenuhi kewajiban
     dan penyaluran ke sektor pembiayaan jatuh tempo.
     perumahan membutuhkan pengaturan
     dan perencanaan arus kas yang baik.
     Penjadwalan penerbitan surat utang ke
     pasar        modal       menjadi       penting
     mengingat pergerakan suku bunga di
     pasar dapat menyebabkan dana yang
     dihimpun menjadi terlalu mahal bagi
     penyaluran pembiayaan.


4.   Risiko SKHORKF                                   PT SMF (Persero) telah melakukan mitigasi
     Risiko SKHORKF mencakup risiko untuk menjaga profil risiko SKHORKF
     Stratejik,    risiko    Kepatuhan,        risiko pada tingkat yang baik, seperti melakukan
     Hukum,        risiko    Operasional,      risiko pembaharuan         kebijakan     dasar     dan
                                                      turunannya,        mengembangkan          sistem


                                                                                                         57
Page 290
 No                Uraian Risiko                                      Mitigasi
      Reputasi, risiko Finansial (keuangan), untuk         meminimalkan           human       error,
      dan Fraud.                                melakukan pembaharuan metode internal
                                                rating, meningkatkan peran internal control
                                                dan kegiatan mitigasi lainnya, dan juga
                                                melakukan pengembangan kemampuan
                                                risk   officer   di    setiap    Divisi     dengan
                                                melakukan        training        dan      sertifikasi
                                                manajemen               Risiko            sehingga
                                                identifikasi,pengukuran, dan juga usulan
                                                tindakan mitigasi dapat akurat.


D. Tujuan dan Rincian Penggunaan Penyertaan Modal Negara
        Latar belakang permintaan penambahan PMN dalam mendukung program pemerintah
   sektor perumahan adalah sebagai berikut:

   1. Mendukung Program Satu Juta Rumah
           Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H telah mengamanatkan bahwa setiap
      orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan
      lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dalam hal ini, Negara telah menjamin untuk
      melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan agar
      masyarakat mampu bertempat tinggal yang layak. Hal ini ditegaskan kembali dalam Pasal
      5 Ayat 1 UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang
      menyatakan bahwa Negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan perumahan dan
      kawasan permukiman yang pembinaannya dilaksanakan oleh Pemerintah.
           Kewajiban Pemerintah untuk dapat memenuhi tempat tinggal yang layak bagi setiap
      rakyat Indonesia menjadi tugas yang sangat menantang. Pasalnya, masih terdapat
      permasalahan kekurangan ketersediaan rumah (backlog) yang berdasarkan data dari
      Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sampai dengan tahun 2010
      mencapai 13,5 juta unit rumah terutama bagi golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
      (MBR). Angka tersebut semakin terakumulasi karena jumlah permintaan perumahan
      berkisar 800 ribu hingga 900 ribu unit rumah setiap tahunnya, sedangkan jumlah
      pengadaan rumah atau suplai rumah yang ada hanya mencapai 300 ribu hingga 400 ribu
      unit rumah setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS dan Susenas terakhir, hingga 2021
      backlog perumahan di Indonesia diperkirakan berada di 12,7 juta.

                                                                                                        58
Page 291
     Dengan angka backlog perumahan yang demikian tinggi, maka kebutuhan dana
jangka panjang untuk pembiayaan perumahan memang menjadi tantangan strategis bagi
Pemerintah. Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman disebutkan perlunya peran pembiayaan primer dan pembiayaan
sekunder perumahan untuk mendukung terciptanya mekanisme yang ideal dalam
pembiayaan perumahan sehingga diharapkan kedepannya tercipta keterjangkauan
kepemilikan rumah khususnya untuk golongan MBR. Berikut ini adalah mekanisme
pengelolaan dana perumahan ideal tersebut:


               Gambar 3. 1 Pengelolaan Dana Perumahan Ideal




     Tidak adanya perubahan yang signifikan atas angka backlog perumahan,
mengindikasikan perlunya “gebrakan” Pemerintah dalam sektor perumahan. Program
Pemerintah dalam mendukung sektor perumahan yang telah dilakukan diantaranya
adalah Program KPR FLPP (KPR Subsidi). Sasaran utama Program Pemerintah adalah
golongan MBR, seperti yang kerap kali dijelaskan bahwa kendala kepemilikan rumah bagi
golongan tersebut adalah keterjangkauan. Keterjangkauan dalam hal ini dilihat dari
keterjangkauan uang muka dan keterjangkauan dalam angsuran yaitu dari suku bunga
yang terjangkau dan tetap serta tenor yang lebih panjang. Untuk mengakomodir hal
tersebut, Pemerintah kembali menciptakan program baru sebagai komplementer program
yang sudah berjalan sebelumnya, yaitu Program Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Program
Bantuan Uang Muka (BUM).

                                                                                   59
Page 292
      Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun peta jalan menuju
reformasi kebijakan perumahan. Dalam kajian peta jalan tersebut pada intinya adalah
mengenai rencana jangka menengah panjang pemerintah dalam sektor perumahan, yang
didalamnya melibatkan seluruh lembaga dalam sektor perumahan, tak terkecuali PT SMF
(Persero) sebagai BUMN yang khusus didirikan bergerak dalam bidang pembiayaan
sekunder perumahan. Peran PT SMF (Persero) yang berfungsi mengalirkan dana dari pasar
modal ke sektor perumahan menjadi cukup penting, karena dapat mendukung percepatan
pembiayaan perumahan dan menciptakan kelipatan dalam penyalurannya. Peran utama
PT SMF (Persero) yang disebutkan dalam kajian peta jalan tersebut adalah:
a.   Menata Ulang Program Rumah Tumbuh
           PT SMF (Persero) berperan sebagai pendukung inkubasi pengembangan produk
     pembiayaan perumahan mikro. Selain itu, sebagai BUMN yang memberikan
     dukungan teknis untuk peningkatan kualitas dan kelayakan konsumen, pelatihan
     petugas pemberi pinjaman, desain produk pembiayaan perumahan mikro, sistem
     teknologi dan lain-lain.

b.   Menciptakan Pasar Formal Perumahan yang Terjangkau dan Meningkatkan
     Partisipasi Sektor Swasta
     1)   Menerapkan skema FLPP untuk dapat dikelola dalam struktur PT SMF (Persero)
          (penguatan peran melalui pemberian mandat) agar dapat bersaing di pasar.
     2)   PT SMF (Persero) berperan sebagai pemegang kendali atas pemberian pinjaman
          dan praktek pemberian layanan agar berjalan dengan baik melalui penguatan
          perann dalam pasar sekunder perumahan.
     3)   PT SMF (Persero) dapat memperkuat perannya untuk dapat mendukung langkah–
          langkah implementasi yang sudah dikembangkan. Langkah implementasi dalam
          immediate term adalah mengembangkan subsidi uang muka untuk pembiayaan
          kredit. Langkah berikutnya pada short term (1-2 tahun) yaitu peningkatan tingkat
          likuiditas melalui penguatan jaminan kredit perumahan.

c.   Membangun Delivery System yang Kuat
           Membentuk pusat informasi perumahan dan property (Housing and Real Estate
     Information Center – HREIC) yang berfungsi sebagai wadah data terkait perumahan dan
     properti terbaru yang dapat diakses oleh publik dan dapat digunakan untuk
     merancang sistem sebuah kota dalam mengumpulkan informasi lokal. HREIC menjadi



                                                                                        60
Page 293
unit yang berdiri sendiri atau distrukturkan dalam bentuk kemitraan antara BI, PT SMF
(Persero), BTN, Perumnas, dan REI/APERSI.
     Dalam menjalankan program-program pendukung sektor perumahan harus
memperhatikan berbagai aspek, diantaranya yaitu ketersediaan lahan, perizinan,
infrastruktur, tata ruang, dan sinergi serta dukungan dari berbagai pihak. Selain itu,
yang perlu menjadi perhatian adalah likuiditas yang dibutuhkan untuk memenuhi
penyediaan rumah setiap tahunnya, dalam hal ini kebutuhan dana jangka panjang.
     Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah perlu
mensinergikan seluruh lembaga yang dapat mendukung program ini termasuk PT
SMF (Persero). Selama ini dalam kegiatan penyaluran pinjaman, PT SMF (Persero)
menyediakan dana untuk mendukung program Pemerintah dalam pembiayaan
perumahan bagi MBR melalui Program KPR FLPP. Dalam Program Satu Juta Rumah,
PT   SMF    (Persero)   akan   berperan   dalam    menyediakan     likuiditas   jangka
menengah/panjang yang diperoleh dari penerbitan surat utang di pasar modal.

           Gambar 3. 2 Rencana Restrukturisasi Program Sejuta Rumah




                                  Sumber: Bappenas


     Dalam rencana sketsa intervensi perumahan Bappenas tahun 2020-2024, terdapat
rencana restrukturisasi pada Program Sejuta Rumah Pemerintah dengan klasifikasi
pembagian 40% kepada masyarakat dibawah MBR dengan pendapatan Rp3 juta
kebawah, 40% kepada masyarakat MBR dengan pendapatan hingga Rp8 juta dan
masyarakat menengah atas dengan pendapatan diatas Rp8 juta.
     Peran PT SMF (Persero) dalam restrukturisasi ini ada pada masyarakat dengan
pendapatan Rp8 juta ke atas dengan plafon harga rumah di atas Rp500 juta. Sementara
                                                                                    61
Page 294
      untuk TAPERA untuk pendapatan Rp3 juta hingga Rp8 juta untuk rumah Rp200 juta
      hingga 400 juta, serta program pembiayaan perumahan pemerintah lainnya bagi
      masyarakat dengan pendapatan dibawah Rp2 juta.
           Namun untuk tahun 2023 ini, pembiayaan KPR FLPP bagi masyarakat MBR
      masih difasilitasi oleh BP Tapera dengan porsi pembiayaan sebesar 75% sehingga
      peran PT SMF (Persero) dalam pembiayaan KPR FLPP ini masih diperlukan.
           Dukungan yang diberikan PT SMF (Persero) baik untuk KPR subsidi untuk MBR
      maupun KPR non subsidi adalah dalam bentuk dana pendampingan bagi bank
      pelaksana pada program ini. Dana pendampingan yang disediakan adalah dana jangka
      panjang dengan bunga tetap, sehingga bank pelaksana akan lebih terlindungi dari
      risiko maturity mismatch dan risiko perubahan tingkat suku bunga. Dana PT SMF
      (Persero) tersebut diperoleh dari penerbitan surat utang pasar modal, namun untuk
      penerbitannya menunggu waktu yang tepat. PT SMF (Persero) akan melakukan
      bridging dengan menggunakan sumber dana Perseroan. Untuk itu diperlukan
      likuiditas dengan biaya rendah yang diperoleh melalui penambahan Penyertaan
      Modal Negara (PMN) dari Pemerintah. Dengan demikian PT SMF (Persero) dapat
      lebih berperan dalam program pembiayaan 1 juta unit rumah rakyat.


2. Menjaga Porsi Dana APBN pada Program KPR FLPP
  a. Latar Belakang
          Keterlibatan PT SMF (Persero) dalam Program KPR FLPP merupakan penugasan
     dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kepada PT SMF (Persero) untuk
     memaksimalkan fungsinya sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Penugasan tersebut
     ditujukan untuk menurunkan porsi dana APBN untuk pembiayaan KPR FLPP yang
     awalnya sebesar 90% menjadi 75% melalui dukungan PT SMF (Persero) untuk
     menyediakan pendanaan jangka panjang/menengah bagi penyalur KPR FLPP pada
     porsi 25% dengan tingkat suku bunga tertentu. PT SMF (Persero) mulai menyalurkan
     pembiayaan khusus untuk mendukung Program KPR FLPP sejak bulan Agustus 2018,
     yaitu setelah ditetapkannya Keputusan Menteri PUPR Nomor 463/KPTS/M/2018
     yang mengatur mengenai perubahan porsi dana APBN untuk pendanaan
     kredit/pembiayaan kepemilikan rumah sejahtera/KPR FLPP dari 90% menjadi 75%.

  b. Skema
          Peran PT SMF (Persero) dalam Program KPR FLPP adalah dengan menyediakan
     pembiayaan jangka panjang/menengah bagi Penyalur KPR FLPP dengan tingkat suku
     bunga tertentu sehingga dapat menurunkan dan menjaga porsi dana APBN sebesar
                                                                                     62
Page 295
75% dengan tetap mempertahankan suku bunga KPR FLPP kepada MBR sebesar 5%.
Untuk melaksanakan program tersebut, PT SMF (Persero) menggunakan dana yang
berasal dari penambahan PMN, dan ditambah dengan leverage atas dana PMN melalui
penerbitan surat utang di pasar modal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para
penyalur KPR dengan biaya yang lebih rendah apabila dibandingkan bank mengakses
sendiri dana jangka panjang ke pasar modal.
      Dengan kemampuan PT SMF (Persero) untuk melakukan leveraging atas dana
modal yang diberikan Pemerintah, maka dana yang dapat disalurkan dalam program
KPR FLPP juga akan semakin meningkat. Meningkatnya jumlah dana yang tersedia
untuk KPR FLPP tersebut, pada akhirnya akan meningkatkan jumlah rumah yang
dapat dibiayai melalui KPR FLPP bila dibandingkan tanpa keterlibatan PT SMF
(Persero).

 Gambar 3. 3 Skema Dukungan PT SMF (Persero) Pada Program FLPP Tahun 2023




                                                                               63
Page 296
d. Realisasi Penggunaan PMN sampai dengan Tahun 2022
         Sejak bulan Agutus 2018 sampai dengan bulan Desember 2022, PT SMF (Persero)
   telah mengalirkan dana kepada penyalur KPR FLPP sebesar Rp15,04 triliun untuk
   membiayai 421.650 unit rumah MBR yang mana Rp486 miliar diantaranya merupakan
   percepatan penyaluran FLPP tahun 2020. Untuk PMN 2017 sampai dengan 2022 telah
   tersalurkan sepenuhnya sebesar Rp7,80 triliun dengan leverage sebesar Rp7,17 triliun
   dengan rincian sebagai berikut.
   •   Penerimaan PMN 2017 sebesar Rp1,00 triliun dengan leverage Rp869 miliar
       sehingga total penyaluran pada tahun 2017 sebesar Rp1,87 triliun untuk 57.102 unit
       rumah, yang disalurkan di tahun 2018 sebanyak 28.932 unit rumah dan di tahun
       2019 sebanyak 28.170 unit rumah.
   •   Untuk PMN 2019, Perseroan menerima PMN sebesar Rp800 miliar yang kemudian
       di-leverage sebesar Rp950 miliar sehingga total penyaluran sebesar Rp1,75 triliun.
       Penyaluran di tahun 2019 untuk 31.809 unit rumah dan penyaluran di tahun 2020
       untuk 20.832 unit rumah, sehingga untuk PMN 2019 beserta leverage disalurkan
       untuk 52.640 unit rumah.
   •   PMN 2020 yang diterima sebesar Rp1,75 triliun, telah di-leverage sebesar Rp3,45
       triliun sehingga total dana yang disalurkan sebesar Rp5,20 triliun. Sebanyak 23.325
       unit rumah dibiayai di tahun 2020 dan sebanyak 90.719 unit rumah dibiayai di
       tahun 2021 serta 29.654 unit dibiayai di tahun 2022 sehingga sebesar 143.698 unit
       rumah dibiayai menggunakan PMN 2020 dan leverage-nya.
   •   PMN 2021, yang telah diterima Perseroan pada bulan September 2021, telah
       disalurkan sebesar Rp2,25 triliun dan telah diterbitkan leverage sebesar Rp1,90
       triliun. Untuk penyaluran menggunakan PMN 2021, telah digunakan juga dana
       pengembalian pokok sebesar Rp61 miliar. Atas keseluruhan dana tersebut, telah
       membiayai 114.230 unit rumah, yakni sebanyak 35.853 unit rumah di tahun 2021
       dan 78.377 unit rumah di tahun 2022.
   •   PMN 2022, yang telah diterima Perseroan pada bulan September 2022, telah
       disalurkan seluruhnya di tahun 2022 sebesar Rp2,00 triliun. Penggunaan dana
       tersebut di tahun 2022 digunakan untuk 53.979 unit rumah.




                                                                                       64
Page 297
                       Tabel 3. 9 Rincian Penyaluran dalam Jumlah Rupiah & Unit Rumah
                                                                                                                                                                                              dalam miliar Rupiah
                                                                                                                           Realisasi Penyaluran (Rp. Miliar)
                                                                                     Jumlah
          PMN         Penerimaan PMN Penggunaan PMN                                                                                     Tahun                                                                     Total
                                                                                   Penyaluran
                                                                                                                  2018       2019      2020         2021                                          2022
   PMN 2017                                 1.000                    1.000                      1.869                  948      921         -                  -                                         -          1.869
   PMN 2019                                   800                      800                      1.750                    -    1.040       710                  -                                         -          1.750
   PMN 2020                                 1.750                    1.750                      5.204                    -         -      795             3.310                                      1.099          5.204
   PMN 2021                                 2.250                    2.250                      4.212                    -         -        -             1.308                                      2.904          4.212
   PMN 2022                                 2.000                    2.000                      2.000                    -         -        -                  -                                     2.000          2.000
   TOTAL                                    7.800                    7.800                     15.035                  948    1.961     1.505             4.618                                      6.003         15.035
                                                                                                                         -         -        -                (0)                                         0             (0)

                                                             Jumlah Debitur
          PMN                                                     Tahun                                                              Total
                                   2018                     2019            2021                                  2022
   PMN 2017                                28.932                28.170               -                                   -          57.102
   PMN 2019                                     -                31.809               -                                   -          52.640
   PMN 2020                                     -                     -          90.719                              29.654         143.698
   PMN 2021                                     -                     -          35.853                              78.377         114.230
   PMN 2022                                     -                     -               -                              53.979          53.979
   TOTAL                                   28.932                59.979        126.572                              162.010         421.650


                 Selain itu terkait dengan penyaluran pinjaman jika dilihat dari sisi bank
   pelaksana, dari 39 (tiga puluh sembilan) bank pelaksana yang mengikuti program KPR
   FLPP, sebanyak 19 (sembilan belas) bank diantaranya telah bekerja sama dengan PT
   SMF (Persero) dengan rincian sebagai berikut:
                                               Tabel 3. 10 Realisasi Program KPR FLPP 2018-2022
                                                2018                             2019                                 2020                                    2021                                       2022
                                               Jumlah                           Jumlah                              Jumlah                                  Jumlah                                      Jumlah
    No.         Nama Bank
                                   Batch      Pencairan      Unit Batch       Pencairan         Unit Batch       Pencairan          Unit      Batch       Pencairan           Unit       Batch         Pencairan         Unit
    1      BPD Jateng Syariah        10          447.675.500     15 44           3.498.875.000     114 1           5.346.081.250        164     51         4.140.250.000          120      0                        0           0
    2      BPD Jateng Konven         6           494.700.000     17 0                        0       0 0                       0          0     0                      0            0      0                        0           0
    3      BPD Papua                 44       43.849.803.909    910 28          36.262.695.838     745 23         18.573.781.500        372     15         8.516.417.500          168      1              358.000.000           7
    4      BJB Syariah               27       20.162.371.250    613 35          37.681.663.750 1.098 77           22.292.761.000        625     63       26.100.502.500           709     169          74.903.973.988       2.047
    5      BJB Konven                10       17.071.831.780    567 20          58.913.857.729 1.876 56          155.527.600.716      4.416     39      181.387.106.983         4.970     81          307.208.362.195       8.343
    6      BPD Kalbar                9        15.257.195.000    475 15          45.796.932.500 1.367 0                         0          0     0                      0            0      0                        0           0
    7      BTN Konven               119      736.836.910.402 22.737 203      1.414.367.892.648 43.531 394        958.618.377.819     28.164    482    3.526.828.853.044        96.440     388       4.554.794.999.820     122.518
    8      BTN UUS                   27       33.222.503.000 1.074 64          147.250.236.275 4.693 57          191.450.717.250      5.847    171      759.429.912.545        21.209     220       1.003.892.653.677      27.482
    9      BPD Sultra                5         6.515.930.750    206 1              324.350.000      10 0                       0          0     0                      0            0      0                        0           0
    10     Bank Arta Graha           6        74.147.326.974 2.318 92          158.370.617.625 4.811 77           56.495.214.000      1.629     31       27.963.453.750           765      0                        0           0
    11     BPD Jatim Syariah         0                     0      0 47         23.670.375.000     762  82         44.812.912.500      1.355     17       14.712.787.500           428      0                        0           0
    12     BPD NTB Syariah           0                     0      0 12         35.196.860.000     972  0                       0          0     18       50.398.792.848         1.272     40           27.069.430.000         682
    13     Bank Nagari               0                     0      0 0                        0       0 1          27.229.842.454        847     0                      0            0      0                        0           0
    14     Bank Nagari Syariah       0                     0      0 0                        0       0 1           7.051.032.395        217     0                      0            0      0                        0           0
    15     BRI Agro                  0                     0      0 0                        0       0 1          17.318.943.750        521     0                      0            0      0                        0           0
    16     BPD Kaltimtara            0                     0      0 0                        0       0 0                       0          0     26       18.873.728.750           491     58           16.594.099.000         431
    17     BPD Kalteng               0                     0      0 0                        0       0 0                       0          0     0                      0            0      3              389.818.750          10
    18     BPD Sumut Syariah         0                     0      0 0                        0       0 0                       0          0     0                      0            0     16           17.066.150.000         480
    19     BPD NTT                   0                     0      0 0                        0       0 0                       0          0     0                      0            0      2              405.715.000          10
              TOTAL                 263      948.006.248.565 28.932 561   1.961.334.356.365    59.979 770    1.504.717.264.633     44.157      913    4.618.351.805.420     126.572       978      6.002.683.202.430    162.010
                                                                                                                                                                           Grand total       3.485 15.035.092.877.412     421.650




                             p)
                             it)
                             p)
                             p)




                 Sampai dengan Desember 2022, seluruh PMN yang diterima Perseroan setelah
   dilakukan leveraging sudah digunakan seluruhnya untuk penyaluran KPR FLPP
   sehingga akumulasi jumlah unit yang difasilitasi adalah sebanyak 421.650 unit rumah.


e. Prognosa Penyaluran KPR Program FLPP oleh BP Tapera TA 2023
                 Target pemerintah atas penyaluran KPR Program FLPP pada tahun 2023 adalah
   229.000 rumah yang tersebar di seluruh Indonesia. Atas target tersebut, sesuai dengan
   arahan Presiden Republik Indonesia, pada akhir tahun 2019 terdapat percepatan FLPP
   2020 untuk memenuhi kebutuhan debitur yang belum terserap di tahun 2019. Pada
   tahun 2022, telah disalurkan dana sebesar Rp33,53 triliun kepada 226.000 debitur atau
                                                                                                                                                                                                                            65
Page 298
          lebih tinggi dibandingkan target 200.000 sehingga diperkirakan target penyaluran KPR
          Program FLPP sebesar 229.000 dapat tercapai hingga akhir tahun 2023.


      f. Rencana Penyaluran Tahun 2023 PT SMF (Persero)
               Pada tahun 2023, PT SMF (Persero) kembali mengajukan permohonan
         penambahan PMN yang akan digunakan untuk mendukung Program KPR FLPP
         dengan dana Rp1,53 triliun. PT SMF (Persero) akan melakukan leveraging atas dana
         PMN tersebut dengan menerbitkan surat utang sekitar Rp1,60 triliun, leverage atas PMN
         sebelumnya sekitar Rp3,18 triliun, penggunaan dana pengembalian pokok sekitar
         Rp381,60 miliar dan diperlukan dana sebesar Rp2,05 triliun yang perlu disediakan
         sendiri oleh bank penyalur KPR FLPP sehingga dapat diperoleh blended fund sebesar
         Rp8,75 triliun yang dapat disalurkan kepada penyalur KPR FLPP. Adanya dukungan
         dari PT SMF (Persero) tersebut, akan meningkatkan jumlah rumah yang dibiayai dari
         semula 197.892 unit (tanpa keterlibatan SMF) menjadi 229.000 unit rumah bagi MBR
         (asumsi plafon KPR FLPP sebesar Rp152,8 juta per unit).


E. Simulasi Perhitungan Penggunaan Dana Penyertaan Modal Negara (PMN)
   1. Asumsi Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero)
          Asumsi yang digunakan dalam perhitungan cost of fund surat utang adalah sebesar
      8,23%, yang bersumber dari beberapa data sebagai berikut.


                 Tabel 3. 11 Proyeksi Yield Surat Utang Negara Tahun 2023
                                                   Batas Bawah Batas Atas
                               SUN 1                       4,38       4,99
                               SUN 2                       5,11       5,74
                               SUN 3                       5,64       5,32
                               SUN 4                       6,05       6,77
                               SUN 5                       6,39       7,15
                            Sumber: perhitungan internal PT SMF (Persero), Januari 2023


           Dalam kajian ini, tingkat suku bunga bebas risiko (risk free) yang digunakan adalah
      tingkat suku bunga (yield) obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) dengan
      jangka waktu lima tahun. Sesuai proyeksi internal PT SMF (Persero), besarnya yield SUN
      bertenor lima tahun berada antara pada kisaran 6,39% hingga 7,15%. Berdasarkan proyeksi
      tersebut, kami menggunakan angka proyeksi batas bawah sebesar 6,39% sebagai acuan
      imbal hasil bebas risiko (risk free) dalam menghitung tingkat suku bunga obligasi korporasi
      dengan jangka waktu lima tahun.

                                                                                              66
Page 299
      Dengan menggunakan asumsi yield SUN sebesar 6,39%, dan premium pasar sebesar
1,50%, issuance cost sebesar 0,04% dan premium PT SMF (Persero) sebesar 0,30%, maka
asumsi cost of fund surat utang PT SMF (Persero) menjadi 8,23%. Adapun simulasi
perhitungan tersebut sebagaimana pada Tabel berikut.


                     Tabel 3. 12 Perhitungan Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero)
                                                 Perhitungan COF Surat Utang SMF
                                                 Yield SUN 5 Tahun               6,39%
                                                 Premium Pasar                   1,50%
                                                 Issuance Cost                   0,04%
                                                 Premium Surat Utang SMF         0,30%
                                                 Cost of Fund Surat Utang        8,23%

      Bila dibandingkan dengan surat utang korporasi yang terbit pada tahun 2020-2022
dengan tenor yang sama dan rating yang sama (triple A) sebagaimana terlihat pada Tabel
3.12, maka asumsi cost of fund surat utang PT SMF (Persero) masih berada pada rentang
kupon/tingkat bunga surat utang korporasi yang terbit pada kurun waktu tersebut.


                 Tabel 3. 13 Surat Utang AAA Tahun 2020-2022 dengan Tenor 5 Tahun
                                                                                                                Coupon Rate   Nominal
          Penerbit                                                 Surat Utang                                                            Listing Date
                                                                                                                  (% p.a.)   (miliar Rp)
PT PLN (Persero)                OBLIGASI BERKELANJUTAN III PLN TAHAP VI TAHUN 2020 SERI A                              7,20%          541 19-Feb-2020
PT PLN (Persero)                OBLIGASI BERKELANJUTAN III PLN TAHAP VII TAHUN 2020 SERI B                             8,25%           99 08-May-2020
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk   OBLIGASI BERKELANJUTAN II BANK MANDIRI TAHAP I TAHUN 2020 SERI A                       7,75%          350 13-May-2020
PT Pegadaian (Persero)          OBLIGASI BERKELANJUTAN IV PEGADAIAN TAHAP II TAHUN 2020 SERI C                         7,95%          142 09-Jul-2020
PT Sarana Multi Infrastruktur   OBLIGASI BERKELANJUTAN II SARANA MULTI INFRASTRUKTUR TAHAP IV TAHUN 2020 SERI
                                                                                                                       8,00%          240   22-Jul-2020
(Persero)                       C
PT Angkasa Pura II (Persero)    OBLIGASI BERKELANJUTAN I ANGKASA PURA II TAHAP II TAHUN 2020 SERI B                    8,50%          159 14-Aug-2020
PT Pupuk Indonesia (Persero)    OBLIGASI BERKELANJUTAN II PUPUK INDONESIA TAHAP I TAHUN 2020 SERI B                    7,70%          858 04-Sep-2020
PT Profesional Telekomunikasi
                                OBLIGASI BERKELANJUTAN II PROTELINDO TAHAP I TAHUN 2020 SERI B                         7,70%           67 04-Sep-2020
Indonesia
PT PLN (Persero)                OBLIGASI BERKELANJUTAN IV PLN TAHAP I TAHUN 2020 SERI A                                6,70%          312 09-Sep-2020
PT Indonesia Infrastructure     OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE TAHAP II TAHUN
                                                                                                                       6,90%          120 22-Oct-2020
Finance                         2020 SERI C
PT Sarana Multi Infrastruktur   OBLIGASI BERKELANJUTAN II SARANA MULTI INFRASTRUKTUR TAHAP V TAHUN 2020 SERI
                                                                                                                       6,70%        1.115 14-Dec-2020
(Persero)                       B
PT Pupuk Indonesia (Persero)    OBLIGASI BERKELANJUTAN II PUPUK INDONESIA TAHAP II TAHUN 2021 SERI B                   6,20%        1.600 12-Mar-2021
PT Waskita Karya (Persero)      OBLIGASI III WASKITA KARYA TAHUN 2021 SERI A                                           6,10%          722 27-Sep-2021
PT Profesional Telekomunikasi
                                OBLIGASI BERKELANJUTAN II PROTELINDO TAHAP II TAHUN 2021 SERI C                        6,10%          744 20-Dec-2021
Indonesia
PT Tamaris Hidro                OBLIGASI TAMARIS HYDRO I TAHUN 2022 SERI B                                             7,00%          250 09-Mar-2022
PT Adira Dinamika Multi
                                OBLIGASI BERKELANJUTAN V ADIRA FINANCE TAHAP III TAHUN 2022 SERI C                     6,25%          250 23-Mar-2022
Finance Tbk
PT Waskita Karya (Persero)      OBLIGASI IV WASKITA KARYA TAHUN 2022 SERI A                                            6,65%          658 13-May-2022
PT Bank Negara Indonesia        OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN (GREEN BOND) I PT BANK NEGARA INDONESIA
                                                                                                                       6,85%        1.000 22-Jun-2022
(Persero) Tbk                   (PERSERO) TBK THN 2022 SERI B
PT Bank Maybank Indonesia       OBLIGASI BERKELANJUTAN IV BANK MAYBANK INDONESIA TAHAP I TAHUN 2022 SERI C             6,80%          300   11-Jul-2022
PT Bank Rakyat Indonesia        OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN I BANK BRI TAHAP I TAHUN 2022
                                                                                                                       6,45%          500   21-Jul-2022
(Persero) Tbk                   SERI C
PT Kereta Api Indonesia         OBLIGASI BERKELANJUTAN I KERETA API INDONESIA TAHAP I TAHUN 2022 SERI A                7,10%          634 08-Aug-2022
PT Astra Sedaya Finance         OBLIGASI BERKELANJUTAN V ASTRA SEDAYA FINANCE TAHAP V TAHUN 2022 SERI C                6,50%            7 29-Aug-2022
PT XL Axiata Tbk                OBLIGASI BERKELANJUTAN II XL AXIATA TAHAP I TAHUN 2022 SERI B                          7,40%          412 02-Sep-2022

                                                                   Sumber: KSEI, diolah



            Dengan melihat perbandingan atas proyeksi yield SUN bertenor lima tahun,
 penerbitan surat utang dengan tenor lima tahun dalam kurun waktu 2020-2022, maka
 dalam menghitung sensitivitas kami gunakan asumsi berikut:
         i.          Kondisi Optimis – 8,73%



                                                                                                                                                      67
Page 300
               Proyeksi yield SUN lima tahun sebesar 6,39% ditambah 2,00% premium pasar,
               dan 0,34% biaya penerbitan dan premium surat utang SMF.
       ii.     Kondisi Pesimis – 7,73%
               Proyeksi yield SUN lima tahun sebesar 6,39% ditambah 1,00% premium pasar,
               dan 0,34% biaya penerbitan dan premium surat utang SMF.


2. Perhitungan Pembiayaan Untuk Mendukung KPR FLPP
  a.   Asumsi
              Berikut adalah tabel asumsi yang digunakan dalam simulasi perhitungan
       keikutsertaan PT SMF (Persero) pada KPR Program.

                   Tabel 3. 14 Asumsi Untuk Simulasi Perhitungan KPR Program
  ASUMSI
  PEMERINTAH
  1. Dana FLPP untuk BP Tapera    19.480.000.000.000   Asumsi Dana Pemerintah untuk FLPP
  2. Pengembalian Pokok BP Tapera  5.700.000.000.000   Simulasi jika ada tambahan dana untuk FLPP
  3. Optimalisasi dana tahun 2022  1.057.837.757.616   Sisa dana FLPP tahun 2022 BP Tapera
  4. Suku Bunga KPR FLPP ke MBR          5,00%         Suku Bunga yang harus dibayarkan MBR
  5. Suku Bunga Porsi Pemerintah         0,50%         Suku Bunga Pemerintah
  6. Plafon KPR per Rumah             152.767.614      Asumsi Plafon KPR per rumah
  7. Porsi dana BP Tapera                 75%          Porsi pemerintah saat ini
  PENYALUR KPR / BANK PENYALUR
  1. Giro Wajib Minimum (GWM)            6,50%         Berdasarkan PBI 19/6/PBI/2017
  2. Profit Margin bank                  1,36%         Profit Margin yang diharapkan Bank Penyalur
  3. Overhead Cost Bank                  1,50%         Overhead Cost Bank Penyalur
  4. Risk Premium Bank                   0,30%         Risk Premium Bank Penyalur
  5. Premi Asuransi Kredit Bank          0,25%         Premi asuransi kredit Bank Penyalur
  6. Jangka Waktu KPR Program          20 Tahun        Rata-rata tenor KPR FLPP yang telah berjalan



  b.   Hasil Perhitungan
       1)    Perhitungan Cost of Fund PT SMF (Persero) ke Bank Penyalur
                  Dengan menggunakan asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, maka
             untuk menjaga Porsi Pemerintah sebesar 75% dan Porsi Penyalur KPR FLPP
             sebesar 25% yang didukung oleh PT SMF (Persero), diperlukan leverage sebesar
             1,04 kali dari nilai PMN. Untuk memenuhi penyerapan FLPP menjadi 100%, maka
             selain dana PMN sebesar Rp1,53 triliun, akan dipenuhi melalui sumber dana
             Perseroan lainnya berupa penerbitan surat utang atas PMN 2023 sebesar Rp1,60
             triliun, leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya yang belum diterbitkan sebesar
             Rp3,18 triliun, dan dana pengembalian pokok sebesar Rp381,60 miliar. Di samping
             itu, diperlukan dana sebesar Rp2,05 triliun yang perlu disediakan sendiri oleh
             bank penyalur KPR FLPP sehingga dapat diperoleh total dana sebesar Rp8,75
             triliun. Dengan perhitungan tersebut, cost of fund yang akan ditawarkan PT SMF

                                                                                                    68
Page 301
     (Persero) kepada Penyalur KPR adalah sebesar 4,45% sebagaimana perhitungan
     pada tabel berikut.


                    Tabel 3. 15 Perhitungan Cost of Fund PT SMF (Persero)
                              kepada Lembaga Penyalur KPR (Bank)




     Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana
         FLPP Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain
                                                   sebagainya


2)   Perhitungan Keikutsertaan PT SMF (Persero) pada FLPP
     •   Perhitungan Penurunan Porsi Pemerintah
               Dengan cost of fund PT SMF (Persero) kepada Lembaga Penyalur (Bank)
          sebesar 4,45%, maka berikut adalah perhitungan penurunan porsi pemerintah.


                        Tabel 3. 16 Perhitungan Penurunan Porsi Pemerintah
                               RINCIAN SUKU BUNGA KPR FLPP (FLPP)
                                a SUKU BUNGA KPR FLPP (MBR)                      5,00%
                                b Profit Margin Bank                             1,36%
                                c BASED RATE                                     3,64%
                                d Overhead Cost Bank                             1,50%
                                e Risk Premium Bank                              0,30%
                                f Premi Asuransi Kredit Bank                     0,25%
                                g Cost of Loanable Fund (COLF)                   1,59%
                                h Cost of Fund (COF)                             1,49%
                                   WEIGHTED AVERAGE (WAR)
                                i WAR Pemerintah                                 0,38%
                                j WAR SMF                                        1,11%
                                   SUKU BUNGA
                                k Suku Bunga Porsi Pemerintah                    0,50%
                                l Suku Bunga Porsi SMF                           4,45%
                                   PORSI
                                m Porsi Pemerintah                              75,00%
                                n Porsi SMF                                     25,00%

          Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi
           dana FLPP Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan
                                                   lain sebagainya

     •   Perhitungan Total Rumah Yang Terfasilitasi Pada Program FLPP
                                                                                                          69
Page 302
                    Dengan alokasi dana pada BP Tapera TA 2023 untuk penyaluran KPR
             FLPP TA 2023 sebesar Rp19,48 triliun, maka dengan penambahan PMN TA
             2023 sebesar Rp1,53 triliun untuk PT SMF (Persero), dana untuk KPR FLPP
             yang dapat disalurkan untuk porsi 25% adalah sebesar Rp8,75 triliun. Dengan
             dana tersebut, maka total unit rumah yang dapat difasilitasi adalah sebanyak
             229.000 ribu rumah sebagaimana perhitungan dalam Tabel 3.16 berikut.
              Tabel 3. 17 Hasil Perhitungan Total Rumah yang Terfasilitasi pada
                                                    Program FLPP
                     HASIL PERHITUNGAN DENGAN SMF

                     TOTAL PMN                                        Rupiah      21.010.000.000.000

                     Porsi BP Tapera                                    %                     75,00%
                     Dana BP Tapera + Pengembalian Pokok              Rupiah      26.237.837.757.616

                     Porsi SMF                                          %                      25,00%
                     Dana dari SMF                                    Rupiah        8.745.945.919.205

                     Total Dana Pemerintah + SMF                     Rupiah       34.983.783.676.821
                     Asumsi Harga Per Rumah                          Rupiah              152.767.614
                     Total unit rumah terfasilitasi dari FLPP      Unit Rumah                229.000

                     SMF
                      PMN                                             Rupiah        1.530.000.000.000
                      Utang Leverage PMN Sebelumnya                   Rupiah        3.183.678.359.464
                      Leverage                                         Kali                      1,04
                      Dana Pengembalian Pokok                         Rupiah          381.601.945.842
                      Dana Lainnya                                    Rupiah        2.054.667.858.596
                      Dana dari Surat Utang                           Rupiah        1.595.997.755.303
                     Total Dana                                       Rupiah        8.745.945.919.205

             Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi
               dana FLPP Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan
                                                        lain sebagainya


c.   Analisis Sensitivitas
          Berdasarkan asumsi atas kondisi pesimis, moderat dan optimis yang digunakan
     menggunakan proyeksi yield SUN tenor lima tahun ditambah premium pasar, biaya
     penerbitan (issuance cost) dan premium surat utang SMF, maka untuk skenario Pesimis
     yang akan digunakan adalah 8,73% dan Optimis sebesar 7,73%. Atas dasar sensitivitas
     suku bunga surat utang tersebut, maka untuk skema Optimis akan menghasilkan
     leverage yang dibutuhkan sebesar 0,92x, dengan kebutuhan dana lainnya yang antara
     lain berasal dari penerbitan leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya serta
     penggunaan dana pengembalian pokok sekitar Rp5,81 triliun. Sedangkan untuk skema

                                                                                                            70
Page 303
     Pesimis akan menghasilkan leverage sebesar 1,20x dengan kebutuhan dana lainnya
     sekitar Rp5,38 triliun.
                        Tabel 3. 18 Analisis Sensitivitas atas Kenaikan / Penurunan
                                       Suku Bunga Surat Utang pada KPR FLPP

                                  Keterangan                               Optimis                Moderat               Pesimis
     Porsi SMF                                                                       25,00%               25,00%               25,00%
     PMN                                                                  1.530.000.000.000    1.530.000.000.000    1.530.000.000.000
     Pengembalian Pokok, Leverage PMN Tahun Sebelumnya dan dana lainnya   5.376.907.757.367    5.619.948.163.902    5.806.248.484.307
     Surat Utang                                                          1.839.038.161.838    1.595.997.755.303    1.409.697.434.898
     Total Dana SMF                                                       8.745.945.919.205    8.745.945.919.205    8.745.945.919.205
     Rate Surat Utang                                                                 7,73%                8,23%                8,73%
     Leverage                                                                          1,20x                1,04x                0,92x
     Blended Cost of Fund                                                             4,45%                4,45%                4,45%
     Harga Rumah                                                                152.767.614          152.767.614          152.767.614
     Total Unit Rumah                                                               229.000              229.000              229.000


     Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana FLPP
           Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain sebagainya


d.   Mitigasi Risiko atas Simulasi Perhitungan
     Mitigasi Risiko atas kenaikan Yield SUN dan Spread (Premium Pasar), adalah sebagai
berikut:
     1) Masih terdapat range/ruang sebesar 0,80% dalam mengatasi kenaikan SUN dan
           spread dengan menurunkan Suku Bunga PMN 0,5% dan/atau Premium SMF 0,3%.
     2) Mitigasi risiko dilakukan untuk mempertahankan cost of fund ke lembaga penyalur
           sebesar 4,45%, namun tetap akan menyesuaikan leverage surat utang PT SMF
           (Persero).
           Tabel 3. 19 Nilai SUN dan Spread PT SMF (Persero) Untuk Mitigasi Risiko
                            COST OF FUND SMF
                                   a        PMN                                       1.530.000.000.000
                                   b        Porsi Dana PMN                                       48,94%
                                   c        Suku Bunga PMN                                        0,50%

                                   d        Dana dari Surat Utang                     1.595.997.755.303
                                   e        Porsi Dana dari Surat Utang                          51,06%
                                   f        Yield SUN 5 Tahun                                     6,39%
                                   g        Premium Pasar                                         1,50%
                                   h        Issuance Cost                                         0,04%
                                   i        Premium Surat Utang SMF                               0,30%
                                   j        Cost of Fund Surat Utang                              8,23%
     Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana FLPP
           Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain sebagainya




                                                                                                                                   71
Page 304
      e.   Perhitungan KPR FLPP Apabila Tanpa Peran PT SMF (Persero)
           Perhitungan dengan Porsi Pemerintah 90% dan Bank Penyalur 10%
                Porsi KPR FLPP 90 : 10 diterapkan sebelum PT SMF (Persero) terlibat dalam KPR
           FLPP melalui program penurunan beban fiskal. Dalam skema ini, Pemerintah melalui
           BLU PPDPP menyediakan 90% dana KPR FLPP dengan bunga 0,5% dan bank
           menyediakan porsi 10%. Berikut adalah tabel hasil simulasi perhitungan dengan
           asumsi menggunakan porsi 90% Pemerintah dan 10% dari Bank Penyalur.

                                Tabel 3. 20 Simulasi Perhitungan 90%:10%
                                           RINCIAN SUKU BUNGA KPR FLPP (FLPP)
                                           SUKU BUNGA KPR FLPP (MBR)      5,00%
                                           Profit Margin Bank              1,36%
                                           BASED RATE                     3,64%
                                           Overhead Cost Bank              1,50%
                                           Risk Premium Bank               0,30%
                                           Premi Asuransi Kredit Bank      0,25%
                                           Cost of Loanable Fund (COLF)   1,59%
                                           Cost of Fund (COF)             1,49%
                                           WEIGHTED AVERAGE (WAR)
                                           WAR Pemerintah                  0,45%
                                           WAR Bank Penyalur               1,04%
                                           SUKU BUNGA
                                           Suku Bunga Porsi Pemerintah     0,50%
                                           Suku Bunga Porsi Bank Penyalur 10,37%
                                           PORSI
                                           Porsi Pemerintah               90,00%
                                           Porsi SMF                      10,00%

                                                     Porsi FLPP 90 : 10
                                 BP Tapera                        Bank
                                                                                 Blended Rate
                             Porsi       Bunga              Porsi       Bunga
                             90%         0,50%              10%         10,37%      5,00%

                                               Dana FLPP
                                BP Tapera                   Bank
                            27.767.837.757.616        3.085.300.000.000
                                         30.853.000.000.000

                         Harga Rumah                   152.767.614
                         Total Rumah Terfasilitasi         201.960

                Pada tabel di atas, dapat terlihat bahwa dengan porsi 90%:10%, jumlah rumah
           yang dapat terfasilitasi melalui program KPR FLPP sebanyak 201.960 unit atau lebih
           rendah bila dibandingkan dengan menggunakan porsi 75%:25% melalui SMF dengan
           total rumah 229.000 unit.

F. Manfaat Penambahan Penyertaan Modal Negara Tahun 2023
   1. Bagi Pemerintah:

                                                                                                72
Page 305
      a. Menjaga proporsi/beban Pemerintah dalam KPR FLPP melalui penyediaan dana
         jangka panjang/menengah bagi penyalur KPR yang menyalurkan KPR Program FLPP,
         serta menambah jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh
         Perseroan.
      b. Mendukung pemerintah dalam program satu juta rumah.
      c. Meningkatkan pembiayaan perumahan yang secara bertahap akan mendorong
         bergeraknya sektor riil, yang berarti membuka lapangan kerja dan menurunkan angka
         kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
   2. Bagi PT SMF (Persero):
      a. Meningkatkan kapasitas PT SMF (Persero) sebagai SMV dalam mendukung Program
         Satu Juta Rumah.
      b. Memperkuat struktur permodalan sehingga meningkatkan kemampuan leveraging PT
         SMF (Persero) dalam menjalankan fungsinya sebagai Liquidity Facility bagi penyalur
         KPR.
      c. Meningkatkan kontribusi Perseroan terhadap sektor riil perumahan dengan
         mengalirkan dana dari pasar modal.


G. Manfaat Ekonomi dan Sosial atas Penambahan PMN
         Dengan menggunakan asumsi-asumsi yang digunakan pada kajian dampak ekonomi
   dan sosial atas PMN 2021 PT SMF (Persero) yang telah disusun sebelumnya oleh Universitas
   Institut Pertanian Bogor (IPB), menghasilkan bahwa PMN yang telah diterima sebelumnya
   dan di-leverage dengan surat utang serta ekuitas Perseroan, akan memberikan dampak
   peningkatan sebesar Rp 3,36 triliun terhadap Produk Domestik Bruto, peningkatan konsumsi
   rumah tangga sebesar Rp 1,17 triliun, peningkatan pengeluaran Pemerintah sebesar Rp0,9
   triliun dan penyerapan 4,8 juta tenaga kerja.
         Selain sektor bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, terdapat sepuluh
   sektor lain yang juga merasakan langsung penyaluran PMN melalui Perseroan, mulai dari
   sektor kontruksi sampai dengan sektor kehutanan dan perburuan




                                                                                         73
Page 306
                Tabel 3. 21 Perhitungan Dampak Sosial Ekonomi atas PMN




H. Tantangan ke Depan
        Dalam pelaksanaan kegiatan pembiayaan KPR ke depannya, tantangan-tantangan yang
   akan dihadapi oleh PT SMF (Persero) adalah:

   1.   Persaingan akses dana murah dan pemilik dana jangka panjang.
   2.   Pasar pembiayaan primer perumahan yang tetap tumbuh walau tidak setinggi
        sebelum adanya Covid-19.
   3.   Belum semua penyalur KPR yang berkeinginan untuk menjual tagihan KPRnya dalam
        rangka sekuritisasi.
   4.   Portofolio KPR yang memenuhi kriteria seleksi untuk menjadi aset dasar sekuritisasi
        belum cukup besar.
   5.   Belum adanya insentif pajak kepada Investor EBA SP.



        Berdasarkan tantangan-tantangan tersebut, PT SMF (Persero) akan mempersiapkan diri
   dengan melakukan koordinasi kepada regulator serta pemegang saham untuk mengantisipasi
   apabila terjadi perubahan kebijakan.




                                                                                          74
Page 307
I. Analisis Aspek Usulan IKD BUN
        Tabel 3. 22 Analisis Aspek Usulan IKD BUN untuk Alokasi PMN TA 2023
No.   Aspek                                       Analisis
1   Aspek        Pemerintah berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 mempunyai tugas salah
    Urgensi      satunya adalah untuk mengalokasikan dana dan/atau biaya pembangunan
                 untuk mendukung terwujudnya perumahan bagi masyarakat
                 berpenghasilan rendah (“MBR”). Dimana salah satu bentuk kemudahan
                 dan bantuan pemilikan rumah bagi MBR yang dilaksanakan oleh
                 Pemerintah berdasarkan Permen PUPR No. 20/PRT/M/2019 Tahun 2019
                 adalah melalui penyediaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
                 (FLPP). Peran Perseroan dalam menggunakan dana PMN untuk
                 mendukung program FLPP, dapat mengurangi porsi beban fiskal
                 pemerintah pada program FLPP dengan leverage penerbitan surat utang.
2    Aspek       Sesuai dengan kajian yang telah disusun sebelumnya oleh Universitas
     Ekonomi     Institut Pertanian Bogor (IPB) menggunakan model Computable General
                 Equilibrium (CGE), setiap Rp1 trilun PMN yang diberikan dapat
                 memberikan multiplier effect secara akumulatif pada PDB sebesar RP3,36
                 triliun konsumsi rumah tangga sebesar Rp1,17 triliun, pengeluaran
                 pemerintah Rp0,9 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 4,8 juta
                 individu.
3    Aspek       Atas PMN sebesar Rp1,53 triliun pada Tahun 2023 kepada PT SMF (Persero)
     Keuangan    akan meningkatkan aset, pendapatan dan laba bersih PT SMF (Persero),
                 serta kemampuan PT SMF (Persero) untuk mengalirkan dana dari pasar
                 modal dalam bentuk surat utang ke pasar pembiayaan perumahan
                 (meningatkan kemampuan leverage PT SMF (Persero).
4    Aspek       Dasar penambahan PMN Tahun 2023 kepada PT SMF (Persero) adalah sbb:
     Legal       • Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan
                      dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 sebagaimana telah
                      ditetapkannya kembali dalam Peraturan Presiden nomor 130 Tahun
                      2022 tentang Rincian Anggaran pendapatan dan Belanja Negara Tahun
                      Anggaran 2023.
                 • Berdasarkan Pasal 5 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
                      2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara
                      pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas sebagaimana
                      telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016
                      tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005
                      Tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada
                      Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas, Pemerintah dapat
                      melakukan penambahan PMN pada PT SMF (Persero).
                 • Sesuai Pasal 7 huruf a dan b Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
                      2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara
                      pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas sebagaimana
                      telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016
                      tentang tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
                      2005 Tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara
                      Pada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas, bahwa
                      penambahan PMN dilakukan dalam rangka memperbaiki struktur
                      permodalan BUMN dan Perseroan Terbatas; dan/atau meningkatkan
                      kapasitas usaha BUMN dan Perseroan Terbatas.
5    Aspek       Dalam rangka peningkatan peran PT SMF (Persero) sebagai Special Mission
     Fiskal      Vehicle (SMV) Pemerintah dalam sektor pembiayaan sekunder perumahan,
                                                                                       75
Page 308
 No.      Aspek                                      Analisis
                  PT SMF (Persero) dapat meningkatkan perannya pada KPR FLPP dalam
                  menurunkan beban fiskal Pemerintah melalui leverage penerbitan surat
                  utang. Selain itu dengan adanya PMN, pemerintah dapat menghemat
                  sebesar Rp1,60 triliun atas leverage yang dapat dilakukan oleh perseroan.
 6     Aspek      Atas penambahan PMN 2023 kepada PT SMF (Persero) yang seluruhnya
       Lingkungan akan digunakan untuk penyaluran KPR FLPP yang dapat membantu MBR
                  memiliki rumah yang layak dan terjangkau, diharapkan tidak akan
                  memberikan dampat buruk terhadap lingkungan.
 7     Aspek      Sesuai dengan kajian yang telah disusun sebelumnya oleh Universitas
       Sosial     Institut Pertanian Bogor (IPB) menggunakan model Computable General
                  Equilibrium (CGE), dampak sosial yang dirasakan atas PMN tersebut adalah
                  adanya 10 sektor lainnya yang dapat menerima manfaat secara tidak
                  langsung seperti pada sektor kontruksi, jasa perseorangan, rumah tangga
                  dan jasa lainnya, industri minuman, makanan dan buatan sampai dengan
                  sektor kehutanan dan perburuan. Selain itu, dengan adanya pembiayaan
                  yang dilakukan perseroan diharapkan secara multiplier effect dapat
                  menurunkan kemiskinan secara nasional.


J. Usulan Key Performance Indicator (KPI) untuk PMN Tahun 2023


          Berikut ini adalah usulan KPI untuk PMN Tahun 2023 yang yang telah diusulkan dan
     disetujui melalui pengajuan RKAP Tahun 2023, dengan asumsi porsi Perseroan untuk KPR
     FLPP tetap di 25%.
                          Tabel 3. 23 Usulan KPI PMN Tahun 2023




                                                                                          76
Page 309
                                             BAB IV
                                          SIMPULAN


A. Perlunya Dukungan Penyertaan Modal Negara

         Sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan
   Sekunder Perumahan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan
   Presiden Nomor 100 Tahun 2020, pembiayaan sekunder Perumahan oleh PT SMF (Persero)
   dilakukan melalui kegiatan sekuritisasi dan pemberian fasilitas pembiayaan untuk
   meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan. Sampai dengan
   Desember 2022 mencapai Rp89,75 triliun untuk membiayai perumahan sebanyak 1.507.576
   debitur, yang dilakukan melalui: (1) fasilitas sekuritisasi sebesar Rp13,29 triliun untuk 248.787
   debitur; (2) penyaluran pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun untuk 1.258.789 debitur.
   Nilai penyaluran tersebut termasuk didalamnya penyaluran pinjaman untuk mendukung
   Program FLPP sebesar Rp15,04 triliun guna membiayai 421.650 unit rumah bagi Masyarakat
   Berpenghasilan Rendah (MBR).
         Untuk lebih mengoptimalkan peran PT SMF (Persero) sebagai SMV dan fiscal tools
   dibutuhkan penambahan PMN sebesar Rp1,53 triliun pada tahun 2023 yang akan digunakan
   untuk mendukung pembiayaan Program KPR FLPP sehingga dapat menjaga porsi dana
   APBN dalam pembiayaan Program KPR FLPP, serta meningkatkan jumlah rumah yang
   dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh Perseroan dengan tetap mempertahankan
   suku bunga KPR FLPP sebesar 5%. PT SMF (Persero) akan mengkombinasikan dana
   penambahan PMN tersebut dengan sumber dana Perseroan dan leverage atas dana PMN
   melalui penerbitan surat utang di pasar modal untuk disalurkan sebagai pembiayaan jangka
   panjang/menengah bagi Penyalur KPR FLPP.
         Dengan kemampuan PT SMF (Persero) untuk melakukan leveraging atas dana PMN,
   maka dana yang disalurkan dalam program KPR FLPP juga akan semakin meningkat sehingga
   pada akhirnya dapat meningkatkan realisasi pembiayaan KPR bagi MBR dari 201.960 unit
   (tanpa keterlibatan SMF) menjadi 229.000 unit rumah bagi MBR (asumsi plafon KPR FLPP
   sebesar Rp152,8 juta per unit). Dengan peningkatan aliran dana tersebut, maka tujuan PT SMF
   (Persero) untuk mendukung penyediaan rumah yang layak dan terjangkau akan tercapai, dan
   secara bertahap juga akan mendorong bergeraknya sektor riil yang berarti membuka lapangan
   kerja dan menurunkan angka kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap
   pertumbuhan ekonomi.




                                                                                                 77
Page 310
B. Hasil Simulasi Perhitungan Penggunaan Penyertaan Modal Negara
          Dengan PMN kepada PT SMF TA 2023 sebesar Rp1,53 triliun, maka jumlah unit rumah
   yang akan dihasilkan pada Program KPR FLPP adalah sebesar 229.000 unit (asumsi plafon
   KPR FLPP sebesar Rp152,8 juta per unit).


      Tabel 4. 1 Simulasi Perhitungan Keikutsertaan PT SMF (Persero) pada KPR FLPP
                                     Keterangan                       Asumsi dan Perhitungan
                     Porsi SMF                                                             25,00%
                     PMN                                                         1.530.000.000.000
                     Leverage PMN tahun-tahun sebelumnya                         3.183.678.359.464
                     Pengembalian Pokok                                            381.601.945.842
                     Surat Utang atas PMN 2023                                   1.595.997.755.303
                     Dana Bank                                                   2.054.667.858.596
                     Total Dana Porsi 25%                                        8.745.945.919.205
                     Rate Surat Utang                                                       8,23%
                     Leverage                                                                1,04x
                     Blended Cost of Fund                                                   4,45%
                     Harga Rumah                                                       152.767.614
                     Total Unit Rumah                                                      229.000

      Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi Dana FLPP
                 Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga, perubahan kebijakan dan lain sebagainya


          Penambahan PMN TA 2023 kepada PT SMF (Persero) untuk mendukung pendanaan
   KPR FLPP adalah sebesar Rp1,53 triliun yang akan di-leverage melalui penerbitan surat utang
   Perseroan sebesar Rp1,60 triliun, leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya yang belum
   diterbitkan sebesar Rp3,18 triliun, dan dana pengembalian pokok sebesar Rp381,60 miliar. Di
   samping itu, diperlukan dana sebesar Rp2,05 triliun yang perlu disediakan sendiri oleh bank
   penyalur KPR FLPP sehingga dapat diperoleh total dana sebesar Rp8,75 triliun. PT SMF
   (Persero) sebagai penyedia dana bagi lembaga penyalur KPR FLPP atas porsi KPR FLPP 25%
   akan menyalurkan total dana pembiayaan KPR FLPP porsi 25% untuk 229.000 unit rumah bagi
   MBR.


C. Rekomendasi Terhadap Usulan Penyertaan Modal Negara
          Memperhatikan bahwa penambahan Penyertaan Modal negara akan memperbaiki
   struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha, serta memperhatikan pada
   kebutuhan pendanaan sampai dengan tahun 2026 dan manfaat penambahan PMN baik bagi
   PT SMF (Persero) maupun dalam pemenuhan akan rumah bagi masyarakat, maka pemberian
   penambahan Penyertaan Modal Negara kepada PT SMF (Persero) sebesar Rp1,53 triliun layak
   untuk diberikan.
          Dari sisi sektor perumahan rakyat, setidaknya hal- hal yang akan didukung oleh PT SMF
   (Persero), yaitu:

                                                                                                                     78
Page 311
   1.   Dengan meningkatnya aliran dana dari pasar modal ke pasar pembiayaan primer
        perumahan (penyalur KPR) yang digunakan untuk pembiayaan KPR maka PT SMF
        (Persero) turut mendukung tercapainya Program Satu Juta Rumah;
   2.   Menyediakan likuiditas bagi penyalur KPR yang menjalankan program Pemerintah dan
        mendukung penurunan porsi/beban Pemerintah dalam KPR FLPP.

   Pertimbangan Penambahan PMN kepada PT SMF (Persero) adalah:
   1.   Penambahan PMN 2023 dapat meningkatkan kapasitas usaha PT SMF (Persero) sehingga
        diproyeksikan pada tahun 2027 outstanding penyaluran pinjaman mencapai sebesar
        Rp44,31 triliun.
   2.   Penambahan PMN 2023 dapat meningkatkan struktur modal PT SMF (Persero) sehingga
        ekuitas diproyeksikan pada tahun 2027 menjadi Rp19,63 triliun.
   3.   Dengan meningkatnya kinerja PT SMF (Persero) dalam penyaluran dana ke pasar
        pembiayaan perumahan dapat mendukung pencapaian program Pemerintah di bidang
        perumahan rakyat.
   4.   Meningkatnya pembiayaan perumahan, secara bertahap juga akan mendorong
        bergeraknya sektor riil, khususnya dibidang perumahan, yang berarti membuka lapangan
        kerja dan menurunkan angka kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap
        pertumbuhan ekonomi.


D. Keputusan/Kebijakan yang Akan Diambil

         Keputusan/kebijakan yang akan diambil adalah memberikan persetujuan penambahan
   Penyertaan Modal Negara dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Penambahan
   Penyertaan Modal Negara Ke Dalam Modal Saham Perusahaan PT Sarana Multigriya
   Finansial (Persero) sebesar Rp1,53 triliun.




                                                                                           79
Page 312
                                        REFERENSI


Anggaran Dasar PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Akta Pernyataan Keputusan Rapat
                  Perubahan Anggaran Dasar No.114 Tahun 2008, BNRI No.53, TN No.17294.


PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).2023. Laporan Tahunan SMF Tahun 2015 s.d 2022.
                    Jakarta: Indonesia.


Republik Indonesia.2005. Peraturan Presiden Tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan,
                   Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005.

__________________.2005. Peraturan Pemerintah Tentang Penyertaan Modal Negara Republik
                    Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Di Bidang
                    Pembiayaan Sekunder Perumahan, Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun
                    2005, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 20.

__________________.2008. Peraturan Presiden Tentang Perubahan Peraturan Presiden No.19
                    Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, Peraturan Presiden
                    Nomor 1 Tahun 2008.

___________________.2016. Peraturan Presiden Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
                   Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan,
                   Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016.

___________________.2020. Peraturan Presiden Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan
                   Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan,
                   Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016, Peraturan Presiden Nomor 100
                   Tahun 2020.

___________________.2011. Peraturan Pemerintah Tentang Penyertaan Modal Negara Republik
                   Indonesia ke Dalam Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
                   Multigriya Finansial, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011.

___________________.2011. Peraturan Pemerintah Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
                   No. 5 Tahun 2005 Tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
                   Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Di Bidang Pembiayaan
                   Sekunder Perumahan, Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2011.

___________________.2011. Undang-Undang No.1 Tahun 2011 Tentang Perumahan & Kawasan
                   Permukiman.

___________________.2014. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.23/POJK.04/2014 Tentang
                   Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi
                   (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.

___________________.2016. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.20/POJK.04/2016 Tentang
                   Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.23/POJK.04/2014
                   tentang Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat
                   Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.

                                                                                          80
Page 313
       KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
                    NOMOR 105 TAHUN 2024
                           TENTANG
 PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE
DALAM MODAL SAHAM DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN
      PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL

            MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
            SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM,


Menimbang   : a.   bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56
                   Tahun 2023 tentang Penambahan Penyertaan Modal
                   Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham
                   Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
                   Finansial, telah dilakukan penambahan penyertaan
                   modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal
                   saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
                   Multigriya Finansial yang berasal dari Anggaran
                   Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023
                   sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian
                   Anggaran     Pendapatan    dan    Belanja  Negara
                   Tahun Anggaran 2023;
              b.   bahwa sehubungan dengan penambahan penyertaan
                   modal Negara Republik Indonesia sebagaimana
                   dimaksud dalam huruf a, perlu adanya perubahan atas
                   Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
                   PT Sarana Multigriya Finansial;
              c.   bahwa Menteri Keuangan selaku Rapat Umum
                   Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero)
                   PT Sarana Multigriya Finansial berwenang untuk
                   menyetujui dilakukannya perubahan Anggaran Dasar
                   Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
                   Finansial sebagaimana dimaksud dalam huruf b;
              d.   bahwa    berdasarkan    pertimbangan   sebagaimana
                   dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c,
                   perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan selaku
                   Rapat     Umum       Pemegang     Saham     tentang
                   Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
                   Indonesia ke Dalam Modal Saham dan Perubahan
                   Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
                   PT Sarana Multigriya Finansial;
Page 314
                                    -2-

Mengingat       : 1.   Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan
                       Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik
                       Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran
                       Negara Republik Indonesia Nomor 4297) sebagaimana
                       telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
                       2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
                       Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022
                       tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (Lembaran
                       Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41,
                       Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
                       Nomor 6856);
                  2.   Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
                       Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik
                       Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan
                       Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756)
                       sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
                       Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan
                       Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun
                       2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang
                       (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023
                       Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik
                       Indonesia Nomor 6856);
                  3.   Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang
                       Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk
                       Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang
                       Pembiayaan Sekunder Perumahan (Lembaran Negara
                       Republik   Indonesia   Tahun    2005  Nomor    20)
                       sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
                       dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020
                       tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah
                       Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara
                       Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan
                       Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder
                       Perumahan (Lembaran Negara Republik Indonesia
                       Tahun 2020 Nomor 229);
                  4.   Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023 tentang
                       Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
                       Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan
                       Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
                       (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023
                       Nomor 158);
                  5.   Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2020 tentang
                       Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
                       Indonesia Tahun 2020 Nomor 98);
                  6.   Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2019 tentang
                       Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan
                       Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode
                       Tahun 2019-2024;

Memperhatikan : Surat Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Nomor
                S-2899/DIR/SMF/XII/2023 tanggal 28 Desember 2023
                perihal Permohonan Perubahan Anggaran Dasar PT Sarana
                Multigriya Finansial (Persero);
Page 315
                                 -3-

                           MEMUTUSKAN:

Menetapkan   : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN SELAKU RAPAT UMUM
               PEMEGANG SAHAM TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN
               MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL
               SAHAM    DAN    PERUBAHAN   ANGGARAN     DASAR
               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA
               MULTIGRIYA FINANSIAL.

KESATU       : Menyetujui penambahan penyertaan modal Negara Republik
               Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan
               (Persero)   PT   Sarana  Multigriya    Finansial   sebesar
               Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus tiga puluh
               miliar rupiah) dengan setoran tunai sesuai Peraturan
               Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023 tentang Penambahan
               Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam
               Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
               Multigriya Finansial.
KEDUA        : Menyetujui     pengeluaran/penempatan        saham    dalam
               simpanan (portepel) sebanyak 1.530.000 (satu juta lima
               ratus tiga puluh) lembar saham, masing-masing dengan nilai
               nominal sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), sehingga
               berjumlah sebesar Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun
               lima ratus tiga puluh miliar rupiah) yang seluruhnya diambil
               bagian oleh Negara Republik Indonesia.
KETIGA       : Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
               Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
               sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan
               bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
KEEMPAT      : Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi
               Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
               Finansial untuk menyatakan segala sesuatu yang
               diputuskan dalam Keputusan Menteri ini dalam bentuk
               otentik di hadapan notaris atau pejabat yang berwenang.
KELIMA       : Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
               Finansial melaporkan hasil pelaksanaan Keputusan Menteri
               ini kepada Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang
               Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
               Finansial.
KEENAM       : Keputusan Menteri       ini   mulai   berlaku   pada   tanggal
               ditetapkan.
Page 316
                 -4-

Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1.   Wakil Menteri Keuangan;
2.   Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan;
3.   Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan;
4.   Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian
     Keuangan;
5.   Kepala Biro Hukum, Sekretariat Jenderal Kementerian
     Keuangan;
6.   Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Direktorat
     Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan;
7.   Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero)
     PT Sarana Multigriya Finansial; dan
8.   Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
     Multigriya Finansial.

            Ditetapkan di Jakarta
            pada tanggal 9 Februari 2024

            MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
            SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM,




                  Ditandatangani secara elektronik
                     SRI MULYANI INDRAWATI
Page 317
                                       -5-

                    LAMPIRAN
                    KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
                    NOMOR 105 TAHUN 2024
                    TENTANG
                    PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK
                    INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM DAN PERUBAHAN
                    ANGGARAN      DASAR   PERUSAHAAN      PERSEROAN
                    (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL


                PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL

Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial menjadi sebagai berikut:

NO.               SEMULA                                     MENJADI
1.  Pasal 4 ayat (2)                           Pasal 4 ayat (2)
    Dari modal dasar tersebut telah            Dari modal dasar tersebut telah
    ditempatkan dan diambil bagian oleh        ditempatkan dan diambil bagian oleh
    Negara Republik Indonesia sebanyak         Negara Republik Indonesia sebanyak
    12.800.000 (dua belas juta delapan         14.330.000 (empat belas juta tiga
    ratus ribu) lembar saham atau              ratus tiga puluh ribu) lembar saham
    dengan nilai nominal seluruhnya            atau     dengan     nilai   nominal
    sebesar Rp12.800.000.000.000,00            seluruhnya                   sebesar
    (dua belas triliun delapan ratus           Rp14.330.000.000.000,00       (empat
    miliar rupiah).                            belas triliun tiga ratus tiga puluh
                                               miliar rupiah).
2.   Pasal 4 ayat (3)                          Pasal 4 ayat (3)
     Sebesar 100% (seratus persen) dari        Sebesar 100% (seratus persen) dari
     nilai nominal setiap saham yang           nilai nominal setiap saham yang
     ditempatkan sebagaimana dimaksud          ditempatkan sebagaimana dimaksud
     pada ayat (2), atau seluruhnya            pada ayat (2), atau seluruhnya
     berjumlah Rp12.800.000.000.000,00         berjumlah Rp14.330.000.000.000,00
     (dua belas triliun delapan ratus miliar   (empat belas triliun tiga ratus tiga
     rupiah) telah disetor penuh oleh          puluh miliar rupiah) telah disetor
     Negara Republik Indonesia dengan          penuh oleh Negara Republik Indonesia
     cara sebagai berikut:                     dengan cara sebagai berikut:
     a. sebesar Rp1.000.000.000.000,00         a. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
         (satu triliun rupiah) telah disetor       (satu triliun rupiah) telah disetor
         penuh oleh Negara Republik                penuh oleh Negara Republik
         Indonesia       sesuai     dengan         Indonesia       sesuai     dengan
         Peraturan Pemerintah Nomor 5              Peraturan Pemerintah Nomor 5
         Tahun 2005 tentang Penyertaan             Tahun 2005 tentang Penyertaan
         Modal Negara Republik Indonesia           Modal Negara Republik Indonesia
         Untuk Pendirian Perusahaan                Untuk Pendirian Perusahaan
         Perseroan (Persero) di Bidang             Perseroan (Persero) di Bidang
         Pembiayaan Sekunder Perumahan             Pembiayaan Sekunder Perumahan
Page 318
                                 -6-

   sebagaimana telah beberapa kali          sebagaimana telah beberapa kali
   diubah        terakhir     dengan        diubah terakhir dengan Peraturan
   Peraturan Pemerintah Nomor 57            Pemerintah Nomor 57 Tahun
   Tahun 2020 tentang Perubahan             2020 tentang Perubahan Kedua
   Kedua         atas       Peraturan       atas     Peraturan      Pemerintah
   Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005            Nomor 5 Tahun 2005 tentang
   tentang Penyertaan Modal Negara          Penyertaan        Modal     Negara
   Republik       Indonesia     untuk       Republik       Indonesia     untuk
   Pendirian Perusahaan Perseroan           Pendirian Perusahaan Perseroan
   (Persero) di Bidang Pembiayaan           (Persero) di Bidang Pembiayaan
   Sekunder Perumahan (Lembaran             Sekunder Perumahan (Lembaran
   Negara      Republik     Indonesia       Negara      Republik     Indonesia
   Tahun 2020 Nomor 229);                   Tahun 2020 Nomor 229);
b. sebesar Rp1.000.000.000.000,00        b. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
   (satu triliun rupiah) telah disetor      (satu triliun rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik               penuh oleh Negara Republik
   Indonesia        sesuai    dengan        Indonesia        sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 71            Peraturan Pemerintah Nomor 71
   Tahun           2011       tentang       Tahun           2011       tentang
   Penambahan Penyertaan Modal              Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia ke             Negara Republik Indonesia ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan             Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana            Perseroan                 (Persero)
   Multigriya Finansial;                    PT Sarana Multigriya Finansial;
c. sebesar Rp1.000.000.000.000,00        c. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
   (satu triliun rupiah) telah disetor      (satu triliun rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik               penuh oleh Negara Republik
   Indonesia        sesuai    dengan        Indonesia        sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 99            Peraturan Pemerintah Nomor 99
   Tahun           2014       tentang       Tahun           2014       tentang
   Penambahan Penyertaan Modal              Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia ke             Negara Republik Indonesia ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan             Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana            Perseroan (Persero) PT Sarana
   Multigriya Finansial;                    Multigriya Finansial;
d. sebesar Rp1.000.000.000.000,00        d. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
   (satu triliun rupiah) telah disetor      (satu triliun rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik               penuh oleh Negara Republik
   Indonesia        sesuai    dengan        Indonesia        sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 62            Peraturan Pemerintah Nomor 62
   Tahun           2015       tentang       Tahun           2015       tentang
   Penambahan Penyertaan Modal              Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia ke             Negara Republik Indonesia ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan             Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana            Perseroan (Persero) PT Sarana
   Multigriya Finansial;                    Multigriya Finansial;
e. sebesar Rp1.000.000.000.000,00        e. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
   (satu triliun rupiah) telah disetor      (satu triliun rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik               penuh oleh Negara Republik
   Indonesia        sesuai    dengan        Indonesia        sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 78            Peraturan Pemerintah Nomor 78
   Tahun           2016       tentang       Tahun           2016       tentang
   Penambahan Penyertaan Modal              Penambahan Penyertaan Modal
   Negara      Republik     Indonesia       Negara      Republik     Indonesia
   ke     Dalam       Modal    Saham        ke     Dalam       Modal    Saham
   Perusahaan Perseroan (Persero)           Perusahaan Perseroan (Persero)
Page 319
                                  -7-

   PT Sarana Multigriya Finansial;           PT Sarana Multigriya Finansial;
f. sebesar Rp1.000.000.000.000,00         f. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
   (satu triliun rupiah) telah disetor       (satu triliun rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik                penuh oleh Negara Republik
   Indonesia         sesuai     dengan       Indonesia         sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 56             Peraturan Pemerintah Nomor 56
   Tahun            2017        tentang      Tahun            2017        tentang
   Penambahan Penyertaan Modal               Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia ke              Negara Republik Indonesia ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan              Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana             Perseroan (Persero) PT Sarana
   Multigriya Finansial.                     Multigriya Finansial;
g. sebesar Rp800.000.000.000,00           g. sebesar Rp800.000.000.000,00
   (delapan ratus miliar rupiah)             (delapan ratus miliar rupiah)
   telah disetor penuh oleh Negara           telah disetor penuh oleh Negara
   Republik        Indonesia     sesuai      Republik        Indonesia     sesuai
   dengan Peraturan Pemerintah               dengan Peraturan Pemerintah
   Nomor 58 Tahun 2019 tentang               Nomor 58 Tahun 2019 tentang
   Penambahan Penyertaan Modal               Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia ke              Negara Republik Indonesia ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan              Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana             Perseroan (Persero) PT Sarana
   Multigriya Finansial;                     Multigriya Finansial;
h. sebesar Rp1.750.000.000.000,00         h. sebesar Rp1.750.000.000.000,00
   (satu triliun tujuh ratus lima            (satu triliun tujuh ratus lima
   puluh miliar rupiah) telah disetor        puluh miliar rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik                penuh oleh Negara Republik
   Indonesia         sesuai     dengan       Indonesia         sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 45             Peraturan Pemerintah Nomor 45
   Tahun            2020        tentang      Tahun            2020        tentang
   Penambahan Penyertaan Modal               Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia Ke              Negara Republik Indonesia Ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan              Dalam Modal Saham Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana             Perseroan (Persero) PT Sarana
   Multigriya Finansial;                     Multigriya Finansial;
i. sebesar Rp2.250.000.000.000,00         i. sebesar Rp2.250.000.000.000,00
   (dua triliun dua ratus lima puluh         (dua triliun dua ratus lima puluh
   miliar rupiah) telah disetor penuh        miliar rupiah) telah disetor penuh
   oleh Negara Republik Indonesia            oleh Negara Republik Indonesia
   sesuai        dengan       Peraturan      sesuai        dengan       Peraturan
   Pemerintah Nomor 90 Tahun                 Pemerintah Nomor 90 Tahun
   2021       tentang     Penambahan         2021       tentang     Penambahan
   Penyertaan         Modal      Negara      Penyertaan         Modal      Negara
   Republik Indonesia Ke Dalam               Republik Indonesia Ke Dalam
   Modal        Saham       Perusahaan       Modal        Saham       Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Sarana             Perseroan (Persero) P T S a r a n a
   Multigriya Finansial; dan                 Multigriya Finansial;
j. sebesar Rp2.000.000.000.000,00         j. sebesar Rp2.000.000.000.000,00
   (dua triliun rupiah) telah disetor        (dua triliun rupiah) telah disetor
   penuh oleh Negara Republik                penuh oleh Negara Republik
   Indonesia         sesuai     dengan       Indonesia         sesuai     dengan
   Peraturan Pemerintah Nomor 30             Peraturan Pemerintah Nomor 30
   Tahun            2022        tentang      Tahun            2022        tentang
   Penambahan Penyertaan Modal               Penambahan Penyertaan Modal
   Negara Republik Indonesia Ke              Negara Republik Indonesia Ke
   Dalam Modal Saham Perusahaan              Dalam Modal Saham Perusahaan
Page 320
                         -8-

Perseroan (Persero) PT Sarana      Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial.              Multigriya Finansial; dan
                                k. sebesar Rp1.530.000.000.000,00
                                   (satu triliun lima ratus tiga puluh
                                   miliar rupiah) telah disetor penuh
                                   oleh Negara Republik Indonesia
                                   sesuai        dengan     Peraturan
                                   Pemerintah Nomor 56 Tahun
                                   2023       tentang    Penambahan
                                   Penyertaan        Modal      Negara
                                   Republik Indonesia Ke Dalam
                                   Modal        Saham     Perusahaan
                                   Perseroan                  (Persero)
                                   PT Sarana Multigriya Finansial.

                     MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
                     SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM,




                           Ditandatangani secara elektronik
                              SRI MULYANI INDRAWATI

File

File Open PDF
Source IDX
Size9.4 MB
Published20 Feb 2024
Pages320
Characters877,923
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 119 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Dana Pensiun p.1 ×3
linked org PT Sarana Multigriya Finansial p.1 ×424
linked person Cahyo Rahadian Muzhar p.18
linked org Bank Syariah Indonesia. p.65
linked org BNI Sekuritas p.80
linked org SUKSES MAKMUR p.81
linked org Bank Tabungan Negara p.97 ×3
linked org Bank Mandiri p.97
linked person Rionald Silaban p.226
linked org Pemerintah RI. p.246
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×9
possible org Negara Republik Indonesia p.1 ×62
possible person Gatot Subroto p.26
possible org PT Taspen p.71
possible person SRI MULYANI p.316
unresolved org Menteri Keuangan p.1 ×31
unresolved org Kementerian Keuangan p.1 ×15
unresolved person Vita Cahyojati · Notaris p.1 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.2 ×15
unresolved org PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL Disingkat p.3
unresolved person ANANTA WIYOGO · Direktur Utama p.3 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.3
unresolved person POERBANINGSIH ADI WARSITO p.4
unresolved org Kementerian p.4 ×7
unresolved person Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO · Notaris p.4 ×9
unresolved org Menteri p.4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.7 ×5
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.8 ×2
unresolved org PT Sarana Multigriya p.12 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak p.15
unresolved person WICAKSONO ARIF PRASETYO p.16
unresolved person ANNIS SHOLEKAH p.16
unresolved org KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI p.18
unresolved org PT PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) p.18 ×2
unresolved org Diterbitkan p.18
unresolved org MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA p.18
unresolved org Departemen Pengawasan IKNB p.26
unresolved person Agus Maiyo p.26
unresolved org PT SEG p.32 ×13
unresolved org Milik Negara p.34 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.37 ×27
unresolved org Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi PT Sarana Multigriya p.42
unresolved org Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU- p.43
unresolved person Nufransa Wira Sakti · Komisaris Utama p.47
unresolved person Rina Widiyani Wahyuningdyah · Komisaris p.47
unresolved person Dedy Supriadi Priatna · Komisaris Independen p.47
unresolved — Pengangkatan Bapak Hasanudin · Dewan Pengawas Syariah p.47
unresolved person Hasanudin · Dewan Pengawas Syariah p.47
unresolved person Heliantopo · Direktur p.47
unresolved person Bonai Subiakto · Direktur p.47
unresolved org Bank Pelaksana. Melalui p.55
unresolved org Bank Pelaksana p.55 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Cipta Karya p.55
unresolved org Kementerian PUPR. Program p.55
unresolved org Kementerian PUPR p.56 ×6
unresolved org Kementerian Pariwisata p.56 ×3
unresolved org Milik Desa p.56
unresolved org PT Sejahtera Eka Graha p.56 ×3
unresolved org PT Sarana Kilap Mas p.56
unresolved org Bapepam p.65 ×2
unresolved org Yayasan p.71
unresolved org Tetap Perusahaan p.71
unresolved org Bank Domestik Mutual Fund p.71
unresolved org Menteri PUPR p.72
unresolved org Bank BTN Rp p.72
unresolved org Bank BJB Rp p.73
unresolved org Bank BJB Syariah Rp p.73
unresolved org PT Colliers International p.77
unresolved org Bank Klaten Perseroda Perumda BPR Bank Daerah Kab. p.81
unresolved org PT BPR Surya Artha Utama BKK p.81
unresolved org PT BPR Permata Dhanawira p.81
unresolved org PT BPR Jawa Timur p.81
unresolved org PT BPR Bank Jombang Perseroda Perumda BPR Khatulistiwa p.81
unresolved org PT BPR Hasa Mitra Makassar p.81
unresolved org PT Dana Syariah Indonesia p.81
unresolved org PT Gadai Syariah Indonesia p.81
unresolved org PT BPRS Muamalat Harkat p.81
unresolved org PT Dana Syariah Indonesia Bank Kalbar p.81
unresolved org PT BPR SERANG p.81
unresolved org PT BPR BANK DJOKO TINGKIR p.81 ×2
unresolved org PT BPR Modern Express p.81
unresolved org PT Fistlight Indonesia BPRS Amanah Rabbaniah BPRS Magetan p.82 ×4
unresolved org PT Fistlight Indonesia BPRS Amanah Rabbaniah BASIC LEGAL p.82
unresolved org PT Fistlight Indonesia BPR Jwalita Perseroda p.83
unresolved org Bank Kota Bogor BPR Jwalita Perseroda p.84
unresolved org Bank Kota Bogor Originasi p.84
unresolved org Bank Jombang Perseroda p.84
unresolved org PT BPR BKK Jateng p.84
unresolved org PT BPR DELTA ARTHA PERSERODA p.84
unresolved org PT BPR Agung Sejahtera p.84
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.86
unresolved org Kementerian Keuangan Lokasi p.95
unresolved org Bank Syariah p.97 ×3
unresolved org Bank Perkreditan Rakyat p.97 ×3
unresolved org Bank Indonesia. Di p.99
unresolved org Kementerian Keuangan. Selain p.106
unresolved org Kementerian PUPR. Menjadi p.109
unresolved org PT PII p.110
unresolved org PT SMI p.110
unresolved org Bank BTN. Walaupun p.113
unresolved org Bank BPD p.115
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara p.121
unresolved org Menteri Negara BUMN No. SE- p.121
unresolved org Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif p.122
unresolved org Korea Housing Finance Corporation p.128
unresolved org Mongolian Mortgage Corporation p.128
unresolved org National Home Mortgage Finance Corporation p.128
unresolved org Penyehatan Perbankan Nasional p.129
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Negara p.131
unresolved org Kota Negara Berdasarkan Keputusan Menteri p.132
unresolved org Pusat Statistik p.132
unresolved org OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA p.197
unresolved org PT Prima Karya p.209
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.226
unresolved org PT SMF (Persero) p.246 ×11
unresolved org Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun p.314
unresolved org PT Sarana Multigriya Finansial. KEENAM p.315
unresolved org PT Sarana Multigriya Finansial. Ditetapkan p.316
unresolved org MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM p.316

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result