Back to announcement
20240220_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31579151_lamp2.pdf
Other Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 320
Page 1
Nomor : S-0432/DIR/SMF/II/2024 20 Februari 2024
Lampiran : 1 (satu) set
Kepada Yth
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun,
Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Otoritas Jasa Keuangan
Jalan Gatot Subroto Nomor 42
Jakarta Selatan 12710
U.p : Direktur Perizinan IKNB dan Inovasi Keuangan Digital
Perihal : Laporan Penambahan Modal Disetor
Dengan hormat,
Berdasarkan Pasal 32 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.05/2018
tentang Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.05/2022 tentang Perubahan Atas
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.05/2018 tentang Perusahaan Pembiayaan
Sekunder Perumahan, dan sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105 Tahun 2024
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham
dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial, Dengan ini melaporkan bahwa telah dilakukan perubahan anggaran dasar PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) mengenai penambahan modal disetor, sebagai berikut:
Permodalan Sebelum Perubahan Setelah Perubahan
Modal Saham 12.800.000 (dua belas juta 14.330.000 (empat belas juta
delapan ratus ribu) lembar tiga ratus tiga puluh ribu) lembar
saham saham
dengan komposisi pemegang saham sebagai berikut:
Nama Pemegang Saham Total Nilai Saham Total Nilai Saham Setelah
Sebelum Perubahan (Rp) Perubahan (Rp)
Negara Republik Indonesia Rp12.800.000.000.000,00 Rp14.330.000.000.000,00
c.q. Kementerian Keuangan (dua belas triliun delapan (empat belas triliun tiga
Republik Indonesia ratus miliar rupiah). ratus tiga puluh miliar
rupiah).
Sebagai kelengkapan data, terlampir bersama ini kami sampaikan:
1. Fotokopi akta perubahan anggaran dasar tertanggal 15 Februari 2024 Nomor 02, dibuat
dihadapan Vita Cahyojati, S.H.,Hum., Notaris di Jakarta dan Surat Penerimaan
Page 2
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, tertanggal 16 Februari 2024 Nomor AHU-AH.01.03-0039093, yang surat penerimaan pemberitahuannya kami terima pada tanggal 16 Februari 2024; 2. Fotokopi Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105 Tahun 2024 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; 3. Bukti penambahan modal disetor; 4. Fotokopi rekening koran PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) periode Oktober sampai dengan Desember 2023 yang telah dilegalisir pihak bank dan menunjukkan adanya penerimaan setoran modal; 5. Rencana bisnis (business plan) dan langkah-langkah Perusahaan dalam penggunaan penambahan modal disetor; Demikian disampaikan, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ananta Wiyogo Direktur Utama
Page 3
PERNYATAAN KEPUTUSAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM DI LUAR RAPAT
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
Disingkat PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Nomor : 02
----- Pada hari ini, Kamis, tanggal 15-02-2024 (lima belas
Februari tahun dua ribu dua puluh empat).--------------------
Pukul : 14.00 (Waktu Indonesia Barat).-----------------------
----- Berhadapan dengan saya, VITA CAHYOJATI, Sarjana Hukum,
Magister Humaniora, Notaris di Jakarta, berkedudukan di Jakarta
Selatan, dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris,
kenal dan nama-namanya akan disebutkan pada bagian akhir akta
ini :--------------------------------------------------------
- Tuan ANANTA WIYOGO, lahir di Roma, pada tanggal 14-08-1957
(empat belas Agustus tahun seribu sembilan ratus lima puluh
tujuh), Direktur Utama PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
(PERSERO) tersebut dibawah ini, Warga Negara Indonesia,
bertempat tinggal di jalan Pejaten Mas III Blok G Nomor I,
Rukun Tetangga 011, Rukun Warga 002, Kelurahan Pasar Minggu,
Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, pemegang kartu
Tanda Penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
3174041408570003, Warga Negara Indonesia.-----------------
-menurut keterangannya dalam hal ini bertindak:---------------
a. dalam jabatannya tersebut di atas dari dan karenanya sah ---
mewakili Direksi PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA
MULTIGRIYA FINANSIAL atau disingkat PT SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL (PERSERO), berkedudukan di Jakarta Selatan, dan
berkantor di Graha SMF, Jalan Panglima Polim Nomor 1, yang
perubahan seluruh anggaran dasarnya untuk disesuaikan
dengan Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2007 (dua ribu tujuh)
tentang Perseroan Terbatas sebagaimana termaktub dalam akta
tertanggal 13-08-2008 (tiga belas Agustus tahun dua ribu
delapan) Nomor: 114, dibuat dihadapan SUTJIPTO, Sarjana
Hukum, pada waktu itu Notaris di Jakarta, akta perubahan
mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia, sebagaimana termaktub
dalam Surat Keputusannya tertanggal 05-12-2008 (lima
Desember tahun dua ribu delapan) Nomor:-------------------
1
Page 4
AHU-94053.AH.01.02. Tahun 2008 dan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia Nomor: 53 tertanggal 03-
07-2009 (tiga Juli tahun dua ribu sembilan) Tambahan Nomor:
17294. Anggaran dasar mana kemudian diubah dengan akta-
akta:-----------------------------------------------------
- Akta tertanggal 23-07-2012 (dua puluh tiga Juli tahun dua
ribu dua belas), Nomor : 40, dibuat dihadapan Nyonya
POERBANINGSIH ADI WARSITO, Sarjana Hukum, pada waktu itu
Notaris di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan
dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana termaktub dalam surat pemberitahuannya
tertanggal 14-08-2012 (empat belas Agustus tahun dua ribu
dua belas) Nomor AHU-AH.01.10-30395.--------------------
- Akta tertanggal 23-03-2015 (dua puluh tiga Maret tahun--
dua ribu lima belas) Nomor: 49, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
surat pemberitahuannya tertanggal 27-03-2015 (dua puluh
tujuh Maret tahun dua ribu lima belas) Nomor :---------
AHU-AH.01.03-0019713.----------------------------------
- Akta tertanggal 03-06-2015 (tiga Juni tahun dua ribu----
lima belas) Nomor : 02A, dibuat dihadapan Insinyur ------
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
perubahan mana telah mendapat persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,
sebagaimana ternyata dari Surat Keputusannya tertanggal
delapan Juli dua ribu lima belas (08-07-2015) Nomor :
AHU-0938942.AH.01.02.TAHUN 2015, serta telah diterima dan
dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana termaktub dalam surat pemberitahuannya
tertanggal 08-07-2015 (delapan Juli tahun dua ribu lima
belas) Nomor : AHU-AH.01.03-0949339 dan Nomor:----------
AHU-AH.01.03-0949340.----------------------------------
- Akta tertanggal 19-04-2016 (sembilan belas April tahun--
2
Page 5
dua ribu enam belas), Nomor: 36, dibuat dihadapan
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal-------
25-04-2016 (dua puluh lima April tahun dua ribu enam
belas) Nomor: AHU-AH.01.03-0042954.---------------------
- Akta tertanggal 29-06-2016 (dua puluh sembilan Juni tahun
dua ribu enam belas), Nomor: 166, dibuat dihadapan
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal------
29-06-2016 (dua puluh sembilan Juni tahun dua ribu enam
belas) Nomor : AHU-AH.01.03-0062615.--------------------
- Akta tertanggal 22-02-2017 (dua puluh dua Februari tahun
dua ribu tujuh belas) Nomor: 33, dibuat dihadapan-------
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal-------
23-02-2017 (dua puluh tiga Februari tahun dua ribu tujuh
belas) Nomor: AHU-AH.01.03-0081980.---------------------
- Akta tertanggal 13-06-2017 (tiga belas Juni tahun dua---
ribu tujuh belas) Nomor: 70, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
surat pemberitahuannya tertanggal 04-07-2017 (empat Juli
tahun dua ribu tujuh belas) Nomor: AHU-AH.01.03-0149891.-
- Akta tertanggal 24-04-2018 (dua puluh empat April tahun
dua ribu delapan belas) Nomor : 72, dibuat dihadapan
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
di Jakarta, perubahan mana telah mendapat persetujuan
3
Page 6
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia, sebagaimana ternyata dari Surat Keputusannya
tertanggal 27-04-2018 (dua puluh tujuh April tahun dua
ribu delapan belas ) Nomor : AHU-0009489.AH. 01.02.TAHUN
2018, serta telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
surat pemberitahuannya tertanggal 27-04-2018 (dua puluh
tujuh April tahun dua ribu delapan belas) Nomor :-------
AHU-AH.01.03-0168433.----------------------------------
- Akta tertanggal 21-05-2018 (dua puluh satu Mei tahun dua
ribu delapan belas), Nomor : 51, dibuat dihadapan
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
di Jakarta, perubahan mana telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
termaktub dalam surat pemberitahuannya tertanggal-------
22-05-2018 (dua puluh dua Mei tahun dua ribu delapan
belas) Nomor : AHU-AH.01.03-0208306.--------------------
- Akta tertanggal 04-07-2018 (empat Juli tahun dua ribu---
delapan belas), Nomor : 16, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
surat pemberitahuannya tertanggal 05-07-2018 (lima Juli
tahun dua ribu delapan belas) Nomor :-------------------
AHU-AH.01.03-0218737.----------------------------------
- Akta tertanggal 08-11-2018 (delapan Nopember tahun dua--
ribu delapan belas), Nomor: 20, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris di Jakarta,
perubahan mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
surat pemberitahuannya tertanggal 09-11-2018 (sembilan
Nopember tahun dua ribu delapan belas) Nomor :----------
AHU-AH.01.03-0262214.----------------------------------
- Akta tertanggal 16-01-2019 (enam belas Januari tahun dua
4
Page 7
ribu sembilan belas ), Nomor : 16, dibuat dihadapan
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Notaris
di Jakarta, perubahan data perseroan mana telah diterima
dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana termaktub dalam surat
pemberitahuannya tertanggal 17-01-2019 (tujuh belas
Januari tahun dua ribu sembilan belas) Nomor:-----------
AHU-AH.01.03-0033129.----------------------------------
- Akta tertanggal 30-07-2019 (tiga puluh Juli tahun dua---
ribu sembilan belas), Nomor : 56 dibuat dihadapan
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana
Hukum, Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana
telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam surat
pemberitahuannya tertanggal 05-08-2019 (lima Agustus
tahun dua ribu sembilan belas) Nomor :------------------
AHU-AH.01.03.0308495.----------------------------------
- Akta tertanggal 22-01-2020 (dua puluh dua Januari tahun
dua ribu dua puluh), Nomor : 19 dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana
Hukum,Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana
telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam surat
pemberitahuannya tertanggal 23-01-2020 (dua puluh tiga
Januari tahun dua ribu dua puluh) Nomor :---------------
AHU-AH.01.03-0040819.----------------------------------
- Akta tertanggal 13-07-2020 (tiga belas Juli tahun dua---
ribu dua puluh), Nomor : 17, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum,
Notaris di Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Surat
Keputusannya tertanggal 20-07-2020 (dua puluh Juli tahun
dua ribu dua puluh) Nomor : AHU-0049283.AH.01.02.TAHUN
2020 serta telah diterima dan dicatat dalam Sistem
5
Page 8
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
tertanggal 20-07-2020 (dua puluh Juli dua ribu dua
puluh) Nomor : AHU-AH.01.03-0296050.-------------------
- Akta tertanggal 26-08-2020 (dua puluh enam Agustus tahun
dua ribu dua puluh) Nomor : 20, dibuat dihadapan Insinyur
KRISTANTI SURYANI, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
Notaris di Kota Jakarta Pusat, perubahan data perseroan
mana telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan tertanggal 23-09-2020 (dua puluh tiga September
tahun dua ribu dua puluh) Nomor: AHU-AH.01.03.0389879.--
- Akta tertanggal 11-11-2020 (sebelas November tahun dua--
ribu dua puluh), Nomor : 15, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum,
Notaris di Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Surat
Keputusannya tertanggal 20-11-2020 (dua puluh November
tahun dua ribu dua puluh) Nomor :--------------------
AHU-0077820.AH.Ol.02.TAHUN 2020 serta telah diterima dan
dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar tertanggal-------
20-07-2020 (dua puluh Juli tahun dua ribu dua puluh)
Nomor: HU·AH.O1.03·0410003.-----------------------------
- Akta tertanggal 06-08-2021 (enam Agustus tahun dua ribu
dua puluh satu) Nomor: 11, dibuat dihadapan NANETTE
CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, berdasarkan Surat Keputusannya
tertanggal 12-08-2021 (dua belas Desember tahun dua ribu
dua puluh satu) Nomor : AHU-AH.01.03-0436566.-----------
6
Page 9
- Akta tertanggal 30-11-2021 (tiga puluh November tahun dua
ribu dua puluh satu) Nomor: 62, dibuat dihadapan NANETTE
CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, berdasarkan Surat Keputusannya
tertanggal 01-12-2021 (satu Desember tahun dua ribu dua
puluh satu) Nomor : AHU-AH.01.03-0480013.—--------------
- Akta tertanggal 15-11-2022 (lima belas November tahun dua
ribu dua puluh dua), Nomor : 16, dibuat dihadapan Insinyur
NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum,
Notaris di Jakarta, perubahan anggaran dasar mana telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Surat
Keputusannya tertanggal 17-11-2022 (tujuh belas November
tahun dua ribu dua puluh dua) Nomor :-------------------
AHU-0083465.AH.01.02.TAHUN 2022 serta telah diterima dan
dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar tertanggal-------
17-11-2022 (tujuh belas November tahun dua ribu dua puluh
dua) Nomor : AHU-AH.01.03-0314601.---------------------
Sedangkan susunan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan
Pengawas Syariah terakhir sebagaimana tersebut dalam :-----
- Akta tertanggal 14-06-2022 (empat belas Juni tahun dua--
ribu dua puluh dua) Nomor: 24, dibuat dihadapan NANETTE
CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
Jakarta, perubahan data perseroan mana telah diterima dan
dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal-------
15-06-2022 (lima belas Juni tahun dua ribu dua puluh dua)
Nomor: AHU-AH.01.09.022233.----------------------------
- Akta tertanggal 11-08-2022 (sebelas Agustus tahun dua---
ribu dua puluh dua) Nomor: 21, dibuat dihadapan NANETTE
CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, Sarjana Hukum, Notaris di
7
Page 10
Jakarta, perubahan data perseroan mana telah diterima dan
dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal------
12-08-2022 (dua belas Agustus tahun dua ribu dua puluh
Nomor: AHU-AH.01.09.0043627.---------------------------
- Akta tertanggal 17-07-2023 (tujuh belas Juli tahun dua--
ribu dua puluh tiga) Nomor: 05, dibuat dihadapan saya,
Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana telah
diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal-----
18-07-2023 (delapan belas Juli tahun dua ribu dua puluh
tiga) Nomor: AHU-AH.01.09.0141369.---------------------
- Akta tertanggal 26-07-2023 (dua puluh enam Juli tahun dua
ribu dua puluh tiga) Nomor: 11, dibuat dihadapan saya,
Notaris di Jakarta, perubahan data perseroan mana telah
diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tertanggal-------
27-07-2023 (dua puluh tujuh Juli tahun dua ribu dua puluh
tiga) Nomor: AHU-AH.01.09.0144902.----------------------
-dengan catatan bahwa setelah akta-akta tersebut tidak ada-
dilakukan perubahan Anggaran Dasar, perubahan susunan
pemegang saham, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris
maupun anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan;----------
b. yang dalam hal ini diwakilinya atas kuasa yang tercantum---
dalam Keputusan Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang
Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial, tertanggal 09-02-2024 (sembilan Februari tahun
dua ribu dua puluh empat) Nomor 105 Tahun 2024 tentang
Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke
dalam Modal Saham Dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial, yang
asli salinan resminya diperlihatkan kepada saya, Notaris dan
8
Page 11
fotokopi sesuai aslinya dilekatkan pada minuta akta ini.---
-Penghadap telah dikenal oleh saya, Notaris.------------------
-Penghadap bertindak dalam jabatannya tersebut terlebih dahulu
menerangkan:-------------------------------------------------
-Bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023---
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial, telah dilakukan penambahan penyertaan
modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial yang
berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2023 sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023.--
-Bahwa sehubungan dengan penambahan penyertaan modal Negara---
Republik Indonesia sebagaimana dimaksud diatas, perlu adanya
perubahan atas Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial.------------------------------
-Bahwa Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham------
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
berwenang untuk menyetujui dilakukannya perubahan Anggaran
Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial sebagaimana dimaksud diatas.-----------------------
-Bahwa memperhatikan Surat Direksi PT Sarana Multigriya-------
Finansial (Persero) Nomor S-2899/DIR/SMF/XII/2023 tanggal----
28-12-2023 (dua puluh delapan Desember tahun dua ribu dua puluh
tiga) perihal Permohonan Perubahan Anggaran Dasar PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero).------------------------------
-Bahwa Penghadap menjalani jabatannya sebagaimana tersebut di-
atas dengan mempergunakan kuasa yang tercantum dalam Keputusan
Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal
09-02-2024 (sembilan Februari tahun dua ribu dua puluh empat)
Nomor 105 Tahun 2024, hendak menyatakan kembali hal-hal yang
telah diputuskan Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang
Saham Perseroan dalam bentuk otentik di hadapan Notaris;-----
-Sehubungan dengan hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka-
sekarang penghadap Tuan ANANTA WIYOGO, tersebut dengan
senantiasa bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut
di atas, menerangkan dengan ini sebagai berikut:-------------
9
Page 12
Menyatakan kembali Keputusan Menteri Keuangan selaku Rapat-
Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial tentang Penambahan Penyertaan Modal
Negara Republik Indonesia Ke dalam Modal Saham Dan Perubahan
Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial sebagaimana telah ditetapkan dalam
Keputusan Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham
tertanggal 09-02-2024 (sembilan Februari tahun dua ribu dua
puluh empat) Nomor 105 Tahun 2024 (dua ribu dua puluh
empat).----------------------------------------------------
KESATU : Menyetujui penambahan penyertaan modal Negara----
Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
sebesar Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima
ratus tiga puluh miliar Rupiah) dengan setoran
tunai sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun
2023 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial.---------------------------------------
KEDUA : Menyetujui pengeluaran/penempatan saham dalam----
simpanan (portepel) sebanyak 1.530.000 (satu juta
lima ratus tiga puluh) lembar saham, masing-masing
dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000,00 (satu
juta Rupiah), sehingga berjumlah sebesar
Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus
tiga puluh miliar Rupiah) yang seluruhnya diambil
bagian oleh Negara Republik Indonesia.-----------
KETIGA : Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan---
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan
Menteri ini.-------------------------------------
KEEMPAT : Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada-------
Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial untuk menyatakan segala
sesuatu yang diputuskan dalam Keputusan Menteri
ini dalam bentuk otentik di hadapan Notaris atau
10
Page 13
pejabat yang berwenang.--------------------------
KELIMA : Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana-
Multigriya Finansial melaporkan hasil pelaksanaan
Keputusan Menteri ini kepada Menteri Keuangan
selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial.---------------------------------------
KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada---------
tanggal ditetapkan.------------------------------
sehingga terhitung sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 105 Tahun 2024 (dua ribu dua puluh empat),
Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan selanjutnya
menjadi berbunyi dan tertulis sebagai berikut:-------------
------------------------- MODAL ---------------------------
------------------------ Pasal 4 --------------------------
2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan diambil
bagian oleh Negara Republik Indonesia sebanyak 14.330.000
(empat belas juta tiga ratus tiga puluh ribu) lembar
saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp14.330.000.000.000,00 (empat belas triliun tiga ratus
tiga puluh miliar Rupiah).------------------------------
3. Sebesar 100% (seratus persen) dari nilai nominal setiap-
saham yang ditempatkan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), atau seluruhnya berjumlah Rp14.330.000.000.000,00
(empat belas triliun tiga ratus tiga puluh miliar Rupiah)
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia dengan
cara sebagai berikut:----------------------------------
a. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005
tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di
Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk
Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang
11
Page 14
Pembiayaan Sekunder Perumahan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 229);-----------
b. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
c. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2014
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
d. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
e. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
f. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun Rupiah)-
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2017
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-----------
g. sebesar Rp800.000.000.000,00 (delapan ratus miliar---
Rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik
Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58
Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial;-
12
Page 15
h. sebesar Rp1.750.000.000.000,00 (satu triliun tujuh---
ratus lima puluh miliar Rupiah) telah disetor penuh
oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 45 Tahun 2020 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam
Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial;-------------------------------
i. sebesar Rp2.250.000.000.000,00 (dua triliun dua ratus
lima puluh miliar Rupiah) telah disetor penuh oleh
Negara Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam
Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial;-------------------------------
j. sebesar Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun Rupiah)--
telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2022
tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; dan-------
k. sebesar Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima----
ratus tiga puluh miliar Rupiah) telah disetor penuh
oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam
Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial.-------------------------------
----- Selanjutnya Penghadap menerangkan dengan ini memberikan
kuasa dengan hak substitusi kepada saya, Notaris untuk
mengajukan permohonan sehubungan dengan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Diluar Rapat tentang pernyataan kembali Keputusan
Menteri Keuangan Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan
mengenai Perubahan Anggaran Dasar Perseroan ini kepada
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
untuk keperluan tersebut penghadap dengan ini menyatakan bahwa:-
1. Informasi dan data yang disampaikan dalam permohonan yang --
disampaikan oleh Notaris kepada Kementerian Hukum dan Hak
13
Page 16
Asasi Manusia Republik Indonesia, adalah yang sebenarnya
tidak lain dari yang sebenarnya;---------------------------
2. Permohonan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia--
Republik Indonesia tersebut telah memenuhi syarat dan tidak
melanggar larangan apapun sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;---------------------------
3. Perseroan mengerti, mematuhi dan siap melaksanakan Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018;-----------
4. Siap menerima segala bentuk sanksi, termasuk tetapi tidak--
terbatas sanksi pidana, perdata, dan/atau administratif----
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;-
Dengan menyetujui pernyataan ini, berarti siap bertanggung jawab
penuh dalam mengajukan permohonan kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan dengan ini menyatakan
bahwa pernyataan ini adalah merupakan pernyataan yang sah dan
membebaskan saya, Notaris dari segala tuntutuan berupa apapun
juga.---------------------------------------------------------
----- Penghadap menyatakan dengan ini menjamin akan kebenaran
identitasnya sesuai tanda pengenal yang disampaikan kepada saya,
Notaris dan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal tersebut dan
selanjutnya penghadap menyatakan telah mengerti dan memahami
isi akta ini.-------------------------------------------------
----- Maka saya, Notaris membuat Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Diluar Rapat ini untuk diketahui dan dipergunakan
sebagaimana bukti bilamana perlu.-----------------------------
------ Akta ini diselesaikan pada pukul : 14.15 WIB (Waktu
Indonesia Barat).---------------------------------------------
----------------------- DEMIKIAN AKTA INI --------------------
----- Dibuat dan diresmikan di Jakarta pada hari dan tanggal
seperti yang disebut pada bahagian awal akta ini, dengan
dihadiri oleh :-----------------------------------------------
1. Tuan WICAKSONO ARIF PRASETYO, yang tersebut dalam Kartu----
Tanda Penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) :-----
3174040407980005., Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal
di Jalan Swadaya I Nomor 19, Rukun Tetangga 006, Rukun Warga
009, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota
Jakarta Selatan;-------------------------------------------
2. Nyonya ANNIS SHOLEKAH, yang tersebut dalam Kartu Tanda-----
14
Page 17
Page 18
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp. (021) 5202387 - Hunting
Nomor : AHU-AH.01.03-0039093 Kepada Yth.
Notaris VITA CAHYOJATI
Lampiran :
S.H., M.HUM..
Perihal : Penerimaan Pemberitahuan Jl. Jati Padang V No. 17C
Perubahan Anggaran Dasar Kec. Pasar Minggu Kel. Jati
PT PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. Padang - Jakarta Selatan
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL JAKARTA SELATAN
Sesuai dengan data dalam format Isian Perubahan yang disimpan di dalam sistem Administrasi
Badan Hukum berdasarkan Akta Notaris Nomor 02 Tanggal 15 Februari 2024 yang dibuat oleh Notaris
VITA CAHYOJATI S.H., M.HUM., berkedudukan di JAKARTA SELATAN, beserta dokumen pendukungnya,
yang diterima tanggal 16 Februari 2024, mengenai perubahan Peningkatan Modal
Ditempatkan/disetor, PT PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL disingkat PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO), berkedudukan di
JAKARTA SELATAN, telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum.
Diterbitkan di Jakarta, Tanggal 16 Februari 2024.
a.n. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
DIREKTUR JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM,
Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LLM.
19690918 199403 1 001
DICETAK PADA TANGGAL 16 Februari 2024
DAFTAR PERSEROAN NOMOR AHU-0033379.AH.01.11.TAHUN 2024 TANGGAL 16 Februari
2024
Pemberitahuan ini hanya merupakan keterangan, bukan produk Tata Usaha Negara
Page 19
PERUM PERCETAKAN NEGARA RI
Telah menerbitkan nomor :
BERITA NEGARA No. 014
TAMBAHAN BERITA NEGARA RI No. 005370
Tanggal Terbit 16 Februari 2024
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL disingkat PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Berkedudukan di : JAKARTA SELATAN sesuai dengan Akta No. 02, Tanggal 15 Februari
2024. Yang dibuat oleh Notaris VITA CAHYOJATI, S.H, M.Hum.
Jakarta, 16 Februari 2024
a,n Direksi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia
Ast. Manager Berita Negara RI
EFAN HASBULLAH
NRK. 3050
Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam pemberitahuan ini maka akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25
Page 26
Nomor : S-0879/DIR/SMF/V/2023 Jakarta, 9 Mei 2023 Lampiran : 1 (satu) dokumen Kepada Yth. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wisma Mulia 2, Lantai 15 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 42 Jakarta U.b: Bapak Agus Maiyo, Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus Perihal : Penyampaian Penyesuaian Rencana Bisnis PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tahun 2023 Dengan hormat, Sesuai dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-374/NB.212/2023 tanggal 11 April 2023 perihal Permintaan Penyesuaian Rencana Bisnis PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tahun 2023 kepada Perseroan, terdapat 2 (dua) hal yang perlu disesuaikan pada Rencana Bisnis Perseroan yaitu: 1. Penyesuaian pada bagian Ringkasan Eksekutif dengan mencantumkan rencana dan langkah- langkah strategis yang akan ditempuh dalam jangka panjang periode 5 (lima) tahun sesuai ketentuan Romawi II SEOJK 12/2020; dan 2. Penambahan asumsi Proyeksi NPL Gross dan NPL Netto pada Form 8-Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu. Berdasarkan hal tersebut, maka melalui surat ini kami sampaikan Rencana Bisnis Perseroan Tahun 2023 yang telah kami sesuaikan. Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ananta Wiyogo Direktur Utama
Page 27
V 30.10.09 - Final RENCANA KERJA & ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2023 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Page 28
V 30.10.09 - Fin
LEMBAR PERSETUJUAN
Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Tahun 2023
Jakarta, Mei 2023
DIREKSI
Ananta Wiyogo Heliantopo Bonai Subiakto
Direktur Utama Direktur Direktur
DEWAN KOMISARIS
Nufransa Wira Sakti Rina W. Wahyuningdyah Dedy Supriadi Priatna
Komisaris Utama Komisaris Komisaris
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 i
Page 29
V 30.10.09 - Fin
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................................................ i
DAFTAR ISI… ............................................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................... v
DAFTAR TABEL............................................................................................................................vi
RINGKASAN EKSEKUTIF .............................................................................................................. vii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................ 1
BAB 2 EVALUASI DAN KINERJA PERSEROAN TAHUN 2022 .......................................................... 19
2.1.1. Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2022 ...............................................................................19
2.1.2. Pasar Obligasi Tahun 2022...............................................................................................21
2.1.3. Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2022 ....................................................................22
2.2.1. Realisasi Kegiatan Utama.................................................................................................25
2.2.1.1. Sekuritisasi .......................................................................................................................26
2.2.1.2. Penyaluran Pinjaman .......................................................................................................28
2.2.1.3. Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan yang telah Dialirkan Perseroan ......................30
2.2.1.4. Pendanaan Perseroan......................................................................................................31
2.2.2. Penugasan Khusus ...........................................................................................................33
2.2.2.1. Program Penurunan Beban Fiskal....................................................................................33
2.2.2.2. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ...........................................................34
2.2.2.2.1. Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh ...............................................34
2.2.2.2.2. Program Pembiayaan Homestay .....................................................................................36
2.2.2.3. Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham...........38
2.2.3. Realisasi Kegiatan Pendukung Sesuai Indikator Kinerja Utama Perseroan .....................38
2.2.3.1. Pemenuhan Pendanaan Bagi Perseroan .........................................................................38
2.2.3.2. Kajian Alternatif Model Bisnis Perseroan ........................................................................38
2.2.3.3. Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan .............39
2.2.3.4. Asesmen GCG ..................................................................................................................39
2.2.3.5. Pengembangan SDM Melalui Strategic Human Capital ..................................................39
2.2.4. Realisasi Kegiatan Korporasi Lainnya...............................................................................41
2.2.4.1. EBA-SP Retail....................................................................................................................41
2.2.4.2. Program Pendidikan & Pelatihan Kepada Penyalur KPR .................................................41
2.2.4.3. Perluasan Sumber Dana Perseroan .................................................................................45
2.2.4.4. Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Internasional .............45
2.2.4.5. Sinergi dengan berbagai Pihak ........................................................................................46
2.2.4.6. Greenship Associates .......................................................................................................46
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 ii
Page 30
V 30.10.09 - Fin
2.3.1. Posisi Keuangan ...............................................................................................................48
2.3.2. Laporan Laba Rugi............................................................................................................50
2.3.3. Laporan Arus Kas .............................................................................................................52
2.3.4. Capaian Rasio Keuangan Perseroan ................................................................................53
BAB 3 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2023 ....................................... 57
3.2.1. Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2023 ...............................................................................59
3.2.2. Sektor Perbankan Tahun 2023 ........................................................................................61
3.2.3. Prospek Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2023 ......................................................62
3.3.1. Rencana Pengembangan Kegiatan Usaha di Tahun 2023 ...............................................63
3.3.2. Sasaran Usaha..................................................................................................................72
3.3.3. Kebijakan Perseroan ........................................................................................................74
3.3.4. Program Kegiatan ............................................................................................................74
3.3.4.1. Kegiatan Utama ...............................................................................................................74
3.3.4.1.1. Sekuritisasi .......................................................................................................................74
3.3.4.1.2. Penyaluran pinjaman .......................................................................................................76
3.3.4.1.3. Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan.........................................................................79
3.3.4.1.4. Rencana Pendanaan ........................................................................................................79
3.3.4.2. Kegiatan Penugasan Khusus ............................................................................................81
3.3.4.2.1. Program Penurunan Beban Fiskal (KPR FLPP) .................................................................81
3.3.4.2.2. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ...........................................................82
3.3.4.3. Kegiatan Pendukung ........................................................................................................84
3.3.4.3.1. Implementasi atas Perluasan Mandat Perseroan............................................................84
3.3.4.3.2. Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan .............86
3.3.4.3.3. SDM yang Berkualitas dan Berkinerja Tinggi ...................................................................88
3.3.4.3.4. Pelaksanaan Asesmen GCG .............................................................................................89
3.3.4.3.5. Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
Internasional ...................................................................................................................89
3.3.4.4. Kegiatan Perseroan Lainnya ............................................................................................90
3.3.4.4.1. Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham...........90
3.3.4.4.2. Perluasan Sumber Dana Perseroan .................................................................................91
3.3.4.4.3. Penyusunan Kajian-kajian Bisnis Perseroan ....................................................................91
3.3.4.4.4. Optimalisasi Pendapatan Perseroan Melalui Investasi pada Efek BUMN Lain................92
3.3.4.4.5. Sinergi Dengan Berbagai Pihak ........................................................................................92
3.3.4.4.6. Greenship Associate.........................................................................................................92
3.3.4.4.7. Kontribusi Perseroan terhadap Ibu Kota Negara.............................................................93
3.3.4.4.8. Komunikasi Pencapaian Perseroan kepada Masyarakat .................................................93
3.3.4.4.9. Melakukan Penjajakan Skema Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam
Pengembangan Pembiayaan Mikro Perumahan ............................................................93
3.3.4.4.10. Rencana Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi .........................................94
3.3.5. Program Kerja Organisasi ................................................................................................94
3.3.5.1. Divisi Sekuritisasi dan Penugasan Khusus ........................................................................94
3.3.5.2. Divisi Pembiayaan Korporat dan Ritel .............................................................................94
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 iii
Page 31
V 30.10.09 - Fin
3.3.5.3. Divisi Tresuri dan Hubungan Investor..............................................................................95
3.3.5.4. Riset dan Ekonomi ...........................................................................................................95
3.3.5.5. Divisi Teknologi Informasi ................................................................................................96
3.3.5.6. Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Perubahan..............................................96
3.3.5.7. Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan ........................................................................97
3.3.5.8. Satuan Pengawasan Internal ...........................................................................................97
3.3.5.9. Sekretariat Perusahaan ...................................................................................................98
3.3.5.10. Divisi Keuangan dan Penyelesaian Transaksi...................................................................98
3.3.5.11. Divisi Sumber Daya Manusia & Umum ............................................................................98
3.3.5.12. Bagian Hukum ..................................................................................................................99
3.3.5.13. Unit Pengadaan ...............................................................................................................99
3.3.5.14. Bagian Operasional Kredit .............................................................................................100
3.4.1. Asumsi Keuangan...........................................................................................................100
3.4.2. Anggaran Operasional ...................................................................................................102
3.4.3. Anggaran Non Operasional............................................................................................102
3.4.4. Anggaran Pengadaan .....................................................................................................102
3.4.5. Anggaran Teknologi Informasi .......................................................................................103
3.4.6. Anggaran Penelitian dan Pengembangan......................................................................103
3.4.7. Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia ........................................................103
3.4.8. Anggaran Investasi.........................................................................................................104
3.4.9. Anggaran Kegiatan Lainnya ...........................................................................................104
3.5.1. Laporan Posisi Keuangan ...............................................................................................105
3.5.2. Laporan Laba Rugi Komprehensif ..................................................................................108
3.5.3. Laporan Arus Kas ...........................................................................................................110
3.5.4. Indikator Rasio Keuangan Perseroan .............................................................................111
3.6.1. Rencana Strategis Penerapan Manajemen Risiko Perseroan ........................................113
3.6.2. Profil Risiko ....................................................................................................................114
3.6.3. Monitoring Risiko...........................................................................................................117
3.6.4. Proyeksi Risiko Perseroan ..............................................................................................118
BAB 4 UNIT USAHA SYARIAH .................................................................................................... 130
4.2.1. Penyaluran Pembiayaan Syariah ...................................................................................130
4.2.2. Sumber Pendanaan Perseroan ......................................................................................131
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 iv
Page 32
V 30.10.09 - Fin
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Perseroan........................................................................................... 7
Gambar 1.2 Model Bisnis Perseroan ................................................................................................... 14
Gambar 1.3 Skema Dukungan SMF terhadap KPR Program FLPP....................................................... 15
Gambar 2.1 Indikator Makro Ekonomi................................................................................................ 21
Gambar 2.2 Imbal Hasil SUN ............................................................................................................... 22
Gambar 2.3 Pertumbuhan Kredit Properti (%YoY) ............................................................................. 23
Gambar 2.4 Pertumbuhan KPR berdasarkan Tipe (% yoy) .................................................................. 24
Gambar 2.5 Pertumbuhan Indeks Harga Rumah (%, yoy) .................................................................. 25
Gambar 2.6 Akumulasi Aliran Dana Sekuritisasi ................................................................................. 27
Gambar 2.7 Aliran Dana Penyaluran Pinjaman per Tahun ................................................................. 29
Gambar 2.8 Aliran Dana Kumulatif Perseroan .................................................................................... 30
Gambar 2.9 Distribusi Aliran Dana Perseroan..................................................................................... 31
Gambar 2.10 Tren Penerbitan Surat Utang per Tahun ....................................................................... 31
Gambar 2.11 Daftar Pemegang Obligasi Perseroan ............................................................................ 32
Gambar 2.12 Skema Peningkatan Kualitas Rumah Kumuh ................................................................. 34
Gambar 2.13 Skema Pembiayaan Homestay ...................................................................................... 37
Gambar 3.1 Rata-rata Pertumbuhan KPR Tahunan ............................................................................ 62
Gambar 3.2 Analisis SWOT SMF .......................................................................................................... 64
Gambar 3.3 Perluasan Peran Perseroan ............................................................................................. 68
Gambar 3.4 Indikasi Timeline Rencana Perluasan Mandat ................................................................. 68
Gambar 3.5 Perubahan Lingkungan Strategis Perseroan terkait KPBU dan KSPI ............................... 70
Gambar 3.6 Indikasi Skema KPBU Perumahan.................................................................................... 71
Gambar 3.7 Aliran Dana Per Tahun Melalui Sekuritisasi & Penyaluran Pinjaman .............................. 79
Gambar 3.8 Pengajuan PMN 2023 ...................................................................................................... 81
Gambar 3.9 Strategi SDM Tahun 2023 ................................................................................................ 88
Gambar 3.10 Action Plan untuk PT SEG .............................................................................................. 91
Gambar 3.11 Pertumbuhan Inflasi YoY hingga September 2022 ...................................................... 119
Gambar 3.12 Cadangan Devisa Tahun 2019-2022 ............................................................................ 120
Gambar 3.13 Pergerakan BI 7DRR Rate Tahun 2018-2022 ............................................................... 121
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Unit Usaha Syariah ........................................................................ 132
Gambar 4.2 Outstanding KPR Nasional per Juli 2022 ....................................................................... 132
Gambar 4.3 Pertumbuhan PPR Syariah (YoY) ................................................................................... 133
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 v
Page 33
V 30.10.09 - Fin
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Susunan Dewan Komisaris..................................................................................................... 8
Tabel 1.2 Susunan Dewan Pengawas Syariah ....................................................................................... 8
Tabel 1.3 Susunan Direksi ..................................................................................................................... 8
Tabel 1.4 Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Jabatan & Umur................... 9
Tabel 1.5 Area Utama Perseroan ........................................................................................................ 10
Tabel 1.6 Fokus Utama Perseroan ...................................................................................................... 13
Tabel 2.1 Akumulasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh.................................. 36
Tabel 2.2 Akumulasi Program Pembiayaan Homestay ....................................................................... 37
Tabel 2.3 Daftar Program Pendidikan dan Pelatihan Perseroan......................................................... 42
Tabel 2.4 Tahap Terkini Proses Sertifikasi Green Building .................................................................. 46
Tabel 2.5 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Keuangan Terhadap RKAP 2022 .................. 48
Tabel 2.6 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Laba/Rugi Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022 ........ 50
Tabel 2.7 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Arus Kas Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022 . 52
Tabel 2.8 Realisasi Rasio Keuangan ..................................................................................................... 53
Tabel 2.9 Matriks Pencapaian Kinerja Prognosa Desember 2022 ...................................................... 55
Tabel 3.1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ........................................................................ 61
Tabel 3.2 Target Penyaluran Pinjaman dan Outstanding 2023 .......................................................... 77
Tabel 3.3 Target Aliran Dana Tahun 2023 ........................................................................................... 79
Tabel 3.4 Rencana Penggunaan PMN Tahun 2023 ............................................................................. 81
Tabel 3.5 Anggaran dan Penggunaan Dana TJSL Tahun 2023 ............................................................. 83
Tabel 3.6 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023............................................... 105
Tabel 3.7 Proyeksi Laporan Laba/Rugi Komprehensif Tahun 2023................................................... 108
Tabel 3.8 Proyeksi Arus Kas Tahun 2023 ........................................................................................... 110
Tabel 3.9 Rasio Keuangan Prognosa 2022 dan Proyeksi RKAP 2023 ................................................ 111
Tabel 3.10 Matriks Tugas dan Tanggung Jawab Organ-organ Perseroan dalam Proses Manajemen
Risiko ................................................................................................................................................. 116
Tabel 3.11 Proyeksi Risiko Utama Tahun 2023 ................................................................................. 118
Tabel 3.12 Proyeksi Risiko Lainnya Tahun 2023 ................................................................................ 123
Tabel 4.1 Target Pembiayaan Syariah Tahun 2023 ........................................................................... 133
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 vi
Page 34
V 30.10.09 - Fin
RINGKASAN EKSEKUTIF
1. Berdasarkan maksud dan tujuannya, pemerintah mendirikan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara untuk membangun dan mengembangkan pasar
pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan
pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat, dengan penerbitan Peraturan
Presiden (PerPres) Nomor 100 tahun 2020 juncto Perpres No. 19/2005 perihal Pembiayaan
Sekunder Perumahan sebagai landasannya. Perseroan didirikan pada tanggal 22 Juli 2005 dengan
Anggaran Dasar akta No. 59/2005, diubah dengan akta No. 114/2008 yang merupakan
penyesuaian UU PT No. 40 tahun 2007, diubah dengan akta No. 72 tertanggal 24 April 2018
tentang Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, diubah dengan akta No. 17 tertanggal 13 Juli 2020
tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan dan Tata Cara Pengangkatan Dewan Komisaris, dan
terakhir diubah dengan akta No. 21 tertanggal 11 Agustus 2022 tentang Perubahan Direksi dan
Komisaris Perseroan.
2. Kegiatan Perseroan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan sumber pendanaan jangka
menengah/panjang bagi penyalur kredit perumahan dengan memfasilitasi transaksi sekuritisasi
dan penyaluran pinjaman. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung penguatan pasar
pembiayaan primer, sehingga jumlah dana yang dialirkan ke pasar pembiayaan primer
perumahan melalui penyalur KPR menjadi salah satu ukuran kinerja utama Perseroan.
3. Dalam kegiatan memfasilitasi sekuritisasi tagihan KPR menjadi Efek Beragun Aset (EBA), sampai
dengan RKAP ini disusun, Perseroan telah berperan sebagai, (1) Penerbit, (2) Penata Sekuritisasi,
(3) Pendukung Kredit, dan (4) Investor. Perseroan memperoleh peran sebagai Penerbit EBA Surat
Partisipasi (EBA-SP) setelah diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
20/POJK.04/2017 jo. No. 23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek
Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan
tertanggal 19 November 2014. Perseroan berperan sebagai Investor sesuai dengan penjelasan
Perpres No. 100 Tahun 2020 juncto Perpres No. 1 Tahun 2016 juncto Perpres No. 19 Tahun 2005
Pasal 9A yang menyebutkan bahwa PPSP dapat melakukan pembelian EBA yang berkaitan dengan
KPR dalam rangka menggerakkan pasar. Selain itu Perseroan dapat melakukan menerbitkan EBA
Syariah sesuai dengan POJK No. 20/POJK.04/2015 tentang penerbitan dan persyaratan Efek
Beragun Aset Syariah.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 vii
Page 35
V 30.10.09 - Fin
4. Dalam kegiatan penyaluran pinjaman, Perseroan menyalurkan pinjaman dengan menggunakan
dana bridging terlebih dahulu, kemudian digantikan dengan sumber dana dari penerbitan surat
utang atau pinjaman, sehingga diperoleh kelipatan volume penyaluran. Hal ini dilaksanakan
untuk meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan termasuk pendanaan porsi
bank penyalur KPR, sehingga menambah jumlah masyarakat yang dapat memiliki rumah.
5. Penyusunan RKAP 2023 ini didasarkan pada asumsi eksternal dan internal yang memengaruhi
operasional Perseroan, prognosa kegiatan tahun 2022 serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan
2022-2026 sebagai salah satu pertimbangan dalam penyusunannya.
6. Terdapat beberapa Fokus Utama yang menjadi dasar penyusunan RKAP 2023 yang telah
dituangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2022 – 2026, yaitu:
i. perubahan Visi dan Misi perusahaan;
ii. sumber pendanaan jangka panjang;
iii. pengembangan kegiatan usaha;
iv. teknologi informasi;
v. manajemen risiko dan tata kelola yang baik;
vi. SDM dan struktur organisasi.
7. Penyesuaian Visi Perseroan adalah menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem
pembiayaan perumahan yang mendukung penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang
layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga Indonesia. Kemudian untuk penyesuaian Misi
Perseroan adalah (1) melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle Pemerintah dan agent
of development dalam pembiayaan perumahan, (2) membangun dan mengembangkan Pasar
Pembiayaan Sekunder Perumahan secara berkelanjutan, (3) menyediakan sumber pendanaan
dalam pembiayaan penyediaan dan kepemilikan rumah, (4) mendukung Program Sustainable
Development Goals Pemerintah, dan (5) mengembangkan sinergi dengan stakeholder
pembiayaan perumahan dan memberikan pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang baik.
8. Untuk mencapai sararan yang telah ditetapkan, strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan
dalam 5 (lima) tahun ke depan meliputi business strategy yang berfokus pada (1) transformasi
bisnis, (2) manajemen likuiditas, (3) pertumbuhan usaha, dan (4) sinergi dengan pemangku
kepentingan serta enabler & functional strategy yang berfokus pada (5) SDM & struktur
organisasi, (6) teknologi & informasi, (7) manajemen keuangan & akuntansi, serta (8) tata kelola
yang baik.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 viii
Page 36
V 30.10.09 - Fin
9. Kedelapan fokus strategi tersebut dituangkan dalam detail strategi jangka panjang yang terdiri
dari:
i. Pengembangan kegiatan usaha yang sejalan dengan perluasan mandat;
ii. Menjaga likuiditas keberlangsungan usaha Perseroan, perluasan akses terhadap sumber
dana jangka panjang & murah serta peran Perseroan sebagai fiscal tools;
iii. Meningkatkan sinergi dalam rangka pengembangan usaha & membantu Pemerintah;
iv. Melakukan penguatan SDM & struktur organisasi untuk meningkatkan sinergi & mendukung
kinerja Perseroan;
v. Optimalisasi penggunaan IT dalam mendukung proses bisnis Perseroan;
vi. Menjaga efisiensi biaya, anggaran perpajakan;
vii. Monitoring ALMA serta pelaporan secara akurat;
viii. Memperkuat penerapan manajemen risiko;
ix. Meningkatkan budaya risk awareness pada seluruh fungsi di Perseroan untuk mewujudkan
penerapan tata kelola yang baik.
10. Di Tahun 2023, tema RKAP yang diangkat adalah “Optimalisasi Perluasan Mandat dalam
Ekosistem Perumahan dengan Mengedepankan Prinsip Kehati-hatian”. Sesuai dengan tema
tersebut, maka sasaran strategis Perseroan akan berfokus kepada mengembangkan pasar
pembiayaan sekunder perumahan, meningkatkan tersedianya sumber dana jangka
menengah/Panjang, meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para
stakeholder dan lembaga luar negeri, serta transformasi digital, SDM yang berkualitas,
manajemen risiko dan tata kelola yang baik.
11. Dari sisi Ekonomi Makro, Ancaman resesi global semakin nyata dengan adanya kenaikan tingkat
inflasi dan perlambatan ekonomi di berbagai negara di dunia. Kenaikan inflasi masih berlanjut
pada triwulan II tahun 2022, dimana kenaikan inflasi tertinggi terjadi di negara Inggris (9,17%
yoy), Amerika Serikat (8,67% yoy) dan Jerman (8,2% yoy). Isu inflasi menjadi salah satu tantangan
dalam negeri ditandai dengan pencapaian inflasi di Indonesia tertinggi dalam tujuh tahun terakhir
pada bulan September 2022, yaitu sebesar 5,95% yoy. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga BBM
pada bulan September. Inflasi bahan makanan bulan September juga tercatat lebih tinggi
mencapai 8,69% yoy dibandingkan 8,55% yoy pada bulan Agustus 2022. Kenaikan harga bahan
makanan ini dapat meningkatkan angka kemiskinan dan berdampak pada program pengentasan
backlog perumahan, khususnya kelompok masyarakat miskin dan rentan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 ix
Page 37
V 30.10.09 - Fin
12. Untuk mengendalikan laju inflasi, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan pada bulan
Agustus 2022 sebesar 25 bps menjadi 3,75% dan masih berlanjut pada bulan September 2022
sebesar 50 bps menjadi 4,25%. Kebijakan moneter yang kontraktif ini akan berdampak pada
kenaikan imbal hasil SUN dimana kenaikan imbal hasil SUN akan berdampak pada cost of fund
Perseroan dalam hal kupon penerbitan obligasi serta berdampak pada kenaikan cost of fund
perbankan yang mungkin bisa menjadi hal positif bagi kegiatan bisnis Perseroan. Namun,
kenaikan cost of fund perbankan menjadi tidak berpengaruh terhadap kegiatan bisnis Perseroan
apabila likuiditas perbankan masih sangat besar. Selain itu Kebijakan yang hawkish dari Bank
Indonesia membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan akan tertahan karena permintaan
kredit akan turun.
13. Di tengah banyaknya ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2023
berada di kisaran 5,1%, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional. Indonesia masih
dalam trajektori yang relatif bagus jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan PDB negara
lain. Namun, angka proyeksi tersebut bisa berubah ketika isu geopolitik meningkat.
14. Dari sisi Perbankan, Meski pertumbuhan kredit sudah lebih tinggi daripada pertumbuhan DPK
sejak Juni 2022, namun secara historis kinerja intermediasi perbankan belum berjalan normal.
Sejak bulan Juni 2020 terdapat gap yang besar antara DPK dan kredit, dimana pertumbuhan DPK
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit. Kemampuan bank dalam
menjalankan kinerja intermediasinya sangat berpengaruh terhadap kinerja penyaluran pinjaman
Perseroan. Berdasarkan perhitungan internal SMF, proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 8% ±
1% dan proyeksi pertumbuhan DPK sebesar 9% ± 1% pada tahun 2022.
15. Pertumbuhan KPR nasional pada akhir tahun 2022 dan 2023 diperkirakan bergerak sideways. Hal
ini sejalan dengan prediksi terganggunya intermediasi perbankan akibat kebijakan moneter yang
kontraktif sejak bulan Agustus 2022. Berdasarkan perhitungan internal SMF, rata-rata
pertumbuhan KPR nasional diproyeksikan sebesar 9.76% (yoy). Sedangkan di tahun 2023, rata-
rata pertumbuhan KPR nasional sebesar 8.69% (yoy).
16. Untuk prognosa kinerja Perseroan hingga akhir tahun 2022, Perseroan memproyeksikan
pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR di tahun 2022 sebesar Rp500 Miliar dari 1 kreditur asal.
Sementara jumlah investor baru pada EBA-SP retail hingga September 2022 sudah mencapai
1.091 investor baru. Kondisi tersebut sudah melampaui target RKAP 2022 sebanyak 770 investor
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 x
Page 38
V 30.10.09 - Fin
baru. Prognosa penyaluran pinjaman KPR hingga akhir tahun 2022 adalah sebesar Rp8.868 miliar
atau 71,46% dari anggaran 2022. Sumber dana penyaluran pinjaman sebagian berasal dari
penerbitan surat utang dan Pinjaman lainnya dengan prognosa sebesar Rp3.900 miliar atau
118,18% dari anggaran sebesar Rp3.300 miliar.
17. Total akumulasi dana yang dialirkan Perseroan ke penyalur KPR sejak tahun 2006 sampai dengan
30 September 2022 adalah Rp84.844 miliar terdiri dari (1) sekuritisasi sebesar Rp12.787 miliar
dan (2) penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp72.057 miliar. Selanjutnya realisasi
total aset Perseroan per 30 September 2022 sebesar Rp32.871 miliar atau mencapai 102,54%
dari anggaran 2022 sebesar Rp32.057 miliar, total liabilitas sebesar Rp16.687 miliar atau
mencapai 106,81% dari anggaran 2022 sebesar Rp15.623 miliar dan total ekuitas sebesar
Rp16.184 miliar atau mencapai 98,48% dari anggaran 2022 sebesar Rp16.434 miliar. Untuk laba
bersih setelah pajak dan CKPN tahun 2022 sampai dengan 30 September 2022 sebesar Rp291
miliar atau mencapai 59,96% dari anggaran 2022 sebesar Rp486 miliar.
18. Sesuai dengan perluasan mandat yang diajukan, Perseroan tetap melanjutkan kegiatan
penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi dan Kredit Mikro Perumahan di tahun 2023. Selain itu,
Perseroan juga akan mencoba merealisasikan penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR
Sewa/Beli. Di samping itu, Perseroan juga akan melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha,
penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program KPBU Perumahan, penjajakan penerbitan
Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage yang sesuai indikasi timeline perluasan
mandat dan kegiatan Perseroan.
19. Beberapa penugasan khusus Perseroan di tahun 2022, akan dilanjutkan di tahun 2023 seperti
program Penurunan Beban Fiskal, Program Pembiayaan Homestay, dan Program Peningkatan
Kualitas Rumah di Daerah Kumuh, serta Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program PEN pada
Perusahaan Umum Perusahaan Umum Pembangunan Nasional (Perumnas).
20. Target bisnis Perseroan di tahun 2023, yaitu (i) Sekuritisasi sebesar Rp750 miliar, (ii) Pinjaman
Komersial baik konvensional maupun syariah sebesar Rp5,08 triliun, (iii) KPR FLPP sebesar Rp5,32
triliun yang terdiri dari konvensional dan syariah, (iv) penerbitan Surat Utang dan Pinjaman
lainnya sebesar Rp5,30 triliun.
21. Selain kegiatan utama dan penugasan khusus, di tahun 2023 Perseroan juga akan menginisiasi
inisiatif diantaranya memperluas keterjangkauan kepemilikan hunian melalui pengembangan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 xi
Page 39
V 30.10.09 - Fin
skema pembiayaan perumahan, melakukan perluasan peran Perseroan pada pembiayaan
perumahan melalui penambahan anak usaha, mendukung terbentuknya sektor Perumahan yang
Inklusif dengan optimalisasi peran Perseroan pada Ekosistem Perumahan, mendukung
peningkatan akses bagi masyarakat miskin dan rentan dengan pengembangan pembiayaan
Perumahan dalam rangka peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni, meningkatkan
awareness masyarakat terhadap Perseroan dalam mengembangkan sektor Perumahan dengan
digital campaign yang dilakukan Perseroan, menyediakan rate yang kompetitif sebagai strategi
penetrasi pasar melalui blended financing dari sumber dana yang dimiliki Perseroan, Kerja Sama
dengan lembaga internasional sebagai salah satu sarana pertukaran informasi dan potensi kerja
sama antara Perseroan dengan negara lain, Pelaksanaan pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGs) dengan pengembangan pembiayaan berkonsep ESG (Environment, Social, dan
Governance), Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN) sebagai bentuk pemberdayaan produk dan jasa dalam negeri, Sinergi antar
BUMN dalam meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional salah satunya
untuk mendorong sektor perumahan dan siap melakukan inisiatif lainnya sesuai arahan dan
persetujuan Pemegang Saham.
22. Aliran dana Perseroan kepada perusahaan pembiayaan primer perumahan dengan target
sekuritisasi dan penyaluran pinjaman tahun 2023 adalah sebesar Rp11.147 miliar sehingga target
aliran dana mengalami peningkatan sebesar 19,00% dari prognosa tahun 2022. Dengan target
tersebut, maka jumlah akumulasi dana yang dialirkan Perseroan sejak tahun 2006 sampai dengan
2023 diproyeksikan sebesar Rp98.474 miliar.
23. Asumsi yang digunakan untuk perhitungan RKAP 2023 adalah rata-rata suku bunga penempatan
deposito sebesar 5,00% (gross) dan spread atau net interest margin penyaluran pinjaman dengan
surat utang rata-rata 0,30%.
24. Pada tahun 2023, sebagaimana telah dilaksanakan sejak tahun 2020, Perseroan telah
mencadangkan CKPN atas pinjaman yang disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur KPR.
25. Proyeksi rasio keuangan Perseroan pada akhir tahun 2022 adalah rasio Primary Market Financing
to Capital (PMFC) mencapai 7,43 kali modal disetor, profit margin 21,27%, ROE sebesar 2,53%,
DER sebesar 1,37 kali, BOPO (biaya bunga dan operasional) sebesar 78,73%, dan current ratio
sebesar 210,41%.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 xii
Page 40
1 BAB 1
PENDAHULUAN
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
selanjutnya disebut Perseroan, disusun sesuai ketentuan pasal 14 ayat (2) huruf b anggaran dasar
Perseroan dan Peraturan Menteri Keuangan No. 28/PMK.06/2013 tentang Penyusunan,
Penyampaian dan Pengubahan Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan Perseroan (Persero) di Bawah Pembinaan dan Pengawasan Menteri Keuangan.
1.1. Latar Belakang
Dalam pelaksanaan kegiatan bisnis pembiayaan perumahan untuk perbankan di Indonesia, Perseroan
memandang selain tingkat backlog yang masih sangat tinggi di Indonesia, juga masih terdapat
kesenjangan jangka waktu (maturity mismatch) dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
antara sumber dana dan penyaluran KPR. Hal ini dikarenakan KPR merupakan pembiayaan berjangka
panjang, sedangkan sumber pembiayaannya adalah dana berjangka pendek seperti dana pihak ketiga
yang terdiri atas giro, tabungan dan deposito yang sehingga berpotensi timbulnya risiko likuiditas bila
terjadi krisis. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan transaksi melalui penjualan tagihan KPR
secara putus sehingga penyalur KPR dapat memberikan menyalurkan KPR baru tanpa harus
menunggu jatuh tempo tagihan. Tagihan KPR yang dijual tersebut distruktur menjadi efek berbasis
KPR yang likuid di Pasar Modal, dan proses ini selanjutnya disebut dengan sekuritisasi. Dengan
penerbitan dan penjualan efek berbasis KPR ini, diharapkan dapat meningkatkan aliran dana jangka
panjang ke sektor riil perumahan melalui penyalur KPR sehingga terbentuk pasar yang disebut Pasar
Pembiayaan Sekunder Perumahan. Program di atas juga didasarkan pada suatu kondisi bahwa
industri perumahan termasuk industri properti, melibatkan banyak sektor industri, sehingga akan
menjadi bagian dari motor penggerak sektor riil lainnya yang pada akhirnya dapat diperoleh
multiplier effect dalam kegiatan perekonomian.
Berdasarkan pertimbangan di atas, pada tanggal 22 Juli 2005 Pemerintah melalui Peraturan Presiden
(Perpres) No. 19 Tahun 2005 perihal Pembiayaan Sekunder Perumahan, mendirikan PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) atau “Perseroan”, yang bergerak dalam Pembiayaan Sekunder
Perumahan atau Secondary Mortgage Facility, memiki kegiatan utama untuk memfasilitasi
sekuritisasi tagihan KPR atau sebagai alternatif untuk mengatasi missmatch dalam Industri
Perbankan. Dalam PerPres dimaksud juga dimuat, bahwa untuk mendukung tersedianya KPR yang
memenuhi persyaratan sekuritisasi, Perseroan dapat menyalurkan pinjaman sampai dengan akhir
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 1
Page 41
tahun ketiga yang berarti sampai dengan tahun 2008. Dengan pertimbangan kondisi pasar dan minat Penyalur KPR terhadap sekuritisasi, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2008 sebagai perubahan Perpres 19 tahun 2005. Dengan penerbitan Perpres tersebut Perseroan dapat melakukan kegiatan penyaluran pinjaman selama 10 (sepuluh) tahun terhitung dari penerbitan peraturan, yang berarti sampai dengan tahun 2018 dengan jangka waktu pinjaman maksimum 15 tahun. Pada tahun 2016, melihat kondisi dimana penyaluran pinjaman tetap diperlukan untuk mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan, maka diterbitkan Peraturan Presiden No. 101/2016 yang salah satunya menghilangkan batas waktu penyaluran pinjaman oleh Perseroan, sehingga Penyaluran Pinjaman menjadi kegiatan utama dalam pengembangan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP) di Indonesia. Dalam rangka mendukung industri perbankan syariah khususnya KPR Syariah di Indonesia, pada tanggal 23 Juli 2018, Perseroan mendirikan Unit Usaha Syariah (UUS) dan telah memperoleh izin persetujuan prinsip dari OJK pada tanggal 19 Juli 2018. Selanjutnya di tahun 2020, dalam rangka mendorong dan optimalisasi peran Perseroan pada sektor perumahan, telah diterbitkan Perpres No. 100/2020 dan Peraturan Pemerintah No. 57/2020. Berdasarkan Perpres No. 100/2020 dan PP No. 57/2020 dan dalam mendukung pertumbuhan sektor Perumahan, Perseroan telah dapat melaksanakan kegiatan diluar pembiayaan untuk rumah siap huni, diantaranya seperti KPBU Perumahan, Kredit Konstruksi, KPR PPJB, Kredit Mikro Perumahan, KPRumah Usaha, KPR Sewa Beli, Reverse Mortgage, Housing Finance Guarantee, Covered Bond, Securitization Guarantee, Penugasan Khusus, dan Penyertaan Langsung. Selain itu, Perseroan juga dapat melakukan kegiatan lain terkait sektor Perumahan sesuai persetujuan dari Pemegang Saham. Dari beberapa kegiatan usaha tersebut, di tahun 2023 Perseroan memprioritaskan pengembangan beberapa kegiatan usaha baru, antara lain penjajakan keterlibatan Perseroan dalam pengembangan produk untuk KPRumah usaha, KPR PPJB (KPR Inden), KPR Sewa Beli, Reverse Mortgage, kegiatan KPBU serta penerbitan Covered Bond. Selain itu Perseroan juga akan tetap melanjutkan pemasaran produk Kredit Konstruksi dan Kredit Mikro Perumahan yang sudah berjalan di tahun sebelumnya. Selain pelaksanaan kegiatan di atas, dalam rangka mendukung sektor Perumahan di Indonesia, Perseroan juga tetap menjalankan beberapa penugasan khusus dari Pemerintah berupa Program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bekerja sama dengan BP Tapera, Program Pembiayaan Homestay bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah 10 (sepuluh) destinasi wisata prioritas/daerah wisata berpotensi lainnya, serta Program Peningkatan Kualitas Rumah di daerah Kumuh di seluruh wilayah di Indonesia. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 2
Page 42
1.2. Landasan Hukum Kegiatan Perseroan
a. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2021, tanggal 30 Agustus 2021 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020, tanggal 12 Oktober 2020 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan
Sekunder Perumahan.
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2020, tanggal 8 Oktober 2020 tentang
Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder
Perumahan.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2017, tanggal 27 Desember 2017 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016, tanggal 30 Desember 2016 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.
f. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015, tanggal 12 Agustus 2015 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.
g. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2014, tanggal 17 Oktober 2014 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.
h. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011, tanggal 29 Desember 2011 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial.
i. Anggaran dasar dan perubahan-perubahannya telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia tertanggal 30 Agustus 2005 nomor 69, Tambahan nomor 9263, Berita Negara Republik
Indonesia tertanggal 3 Juli 2009 nomor 53, Tambahan nomor 17294, dan telah diubah dengan
akta tertanggal 3 Juni 2015 nomor 02A, dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 3
Page 43
Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, sebagaimana Keputusan Menteri Hukum dan HAM
RI Nomor AHU-0938942.AH.01.02 Tahun 2015 tertanggal 08 Juli 2015 dan telah masuk dalam
Daftar Perseroan Nomor AHU-3530421.AH.01.11.Tahun 2015 tertanggal 08 Juli 2015, dan diubah
dengan akta tertanggal 6 Agustus 2021 Nomor 11, dibuat dihadapan Ir Nanette Cahyanie Handari
Adi Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan diberitahukan kepada
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebagaimana Surat Nomor AHU-AH.01.03.0436566
tanggal 12 Agustus 2021, dan terakhir diubah dengan akta tertanggal 11 Agustus 2022 Nomor 21,
dibuat di hadapan Ir Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta,
yang telah diterima dan diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,
sebagaimana dinyatakan dalam Surat Nomor AHU-AH.01.09-0043627 tanggal 12 Agustus 2022.
1.3. Visi dan Misi
Visi
Menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan yang mendukung
penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga
Indonesia.
Misi
1. Melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle Pemerintah dan agent of development
dalam pembiayaan perumahan.
2. Membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan secara
berkelanjutan.
3. Menyediakan sumber pendanaan dalam pembiayaan penyediaan dan kepemilikan rumah.
4. Mendukung Program Sustainable Development Goals Pemerintah.
5. Mengembangkan sinergi dengan stakeholder pembiayaan perumahan dan memberikan
pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang baik.
Nilai-Nilai SMF (I-SMF)
a. Integrity
Prinsip Perseroan dalam menjalankan setiap aktivitas dengan berpegang kepada prinsip-prinsip
etika moral dan etika bisnis yang baik.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 4
Page 44
b. Synergy
Proses yang dijalankan untuk menghasilkan nilai tambah maksimal dalam setiap interaksi dengan
menciptakan kerjasama yang kreatif.
c. Motivation
Komitmen Perseroan dalam mencapai hasil terbaik dan terbuka menerima ide-ide baru yang
didukung oleh energi yang datang dari diri sendiri.
d. Focus
Merupakan cara Perseroan dalam mengidentifikasi, memahami, dan memberikan prioritas untuk
memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan.
Etos kerja
Komitmen manajemen dan karyawan Perseroan adalah:
a. Menjaga nama baik Perseroan;
b. Menjaga rahasia Perseroan;
c. Menjaga dan menggunakan harta/kekayaan Perseroan dengan jujur, baik dan benar;
d. Melakukan pencatatan dan/atau pembukuan data Perseroan serta penyusunan Laporan
Keuangan dengan jujur, baik dan benar;
e. Menghindarkan diri dari konflik kepentingan pribadi dengan Perseroan;
f. Tidak menyalahgunakan posisi/kedudukan di Perseroan untuk kepentingan pribadi;
g. Tidak memberikan isyarat untuk meminta dan/atau menerima suap, imbalan, dan cinderamata;
h. Tidak menggunakan dan/atau membawa dan menyimpan obat terlarang atau sesuatu yang
memabukkan di dalam dan di luar Perseroan;
i. Tidak merugikan keuangan Perseroan seperti menggelapkan harta/kekayaan Perseroan.
1.4. Maksud dan Tujuan
Sesuai pasal 2 ayat (1) pada Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020, Perseroan mempunyai
maksud dan tujuan untuk:
a. membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka
meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan kepemilikian, kepenghunian, dan
ketersediaan perumahan dan permukiman yang terjangkau oleh masyarakat;
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 5
Page 45
b. melaksanakan pembiayaan primer perumahan dan permukiman berdasarkan penugasan
Pemerintah.
1.5. Jenis dan Kegiatan Usaha
Sesuai pasal 3 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan, untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di
atas, Perseroan melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. membeli kumpulan aset keuangan dari lembaga penyalur KPR, berupa piutang yang diperoleh
dari penyaluran KPR berikut hak agunan yang melekat padanya dan menerbitkan Efek Beragun
Aset berbentuk Surat Partisipasi;
b. menyimpan kumpulan aset keuangan dan menerbitkan Surat Partisipasi apabila pasar belum
kondusif;
c. menunjuk Special Purpose Vehicle (SPV) untuk membeli aset keuangan dari Kreditor Asal dan
menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Utang.
Selain kegiatan usaha tersebut pada ayat (2), Perseroan dapat pula melakukan kegiatan lain, sebagai
berikut:
1. Memberikan pinjaman kepada lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk
membiayai KPR yang memenuhi persyaratan Perseroan;
2. Menerbitkan Surat Utang;
3. Mengeluarkan jaminan dan dukungan kredit (credit enhancement);
4. Melaksanakan fungsi sebagai Koordinator Global;
5. Melaksanakan fungsi sebagai Penata Sekuritisasi;
6. Melakukan penyertaan langsung pada perusahaan yang kegiatan usahanya terkait langsung
dengan pasar pembiayaan sekunder perumahan;
7. Menempatkan dana dalam bentuk Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito dan
instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
8. Melakukan pembelian Efek Beragun Aset;
9. Kegiatan usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 6
Page 46
Atas dasar perluasan mandat yang berlandaskan Perpes 100/2020, Perseroan juga telah melakukan
penyesuaian terhadap anggaran dasar Perseroan. Pada tahun 2023, Perseroan juga akan
menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan perluasan mandat, dan kegiatan-kegiatan usaha yang
dimaksud akan dicantumkan pada perubahan anggaran dasar Perseroan yang saat ini sedang dalam
proses penyusunan.
1.6. Struktur Organisasi
Pada tahun 2022, Perseroan menetapkan perubahan Struktur Organisasi Perseroan untuk Tahun
2022 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 022/SKD/DIR/SMF/VIII/2022 yang berlaku sejak
tanggal 1 September 2022 sebagai berikut:
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Perseroan
Sejalan dengan rencana implementasi perluasan mandat, Perseroan sedang melakukan penyusunan
Kajian Struktur Organisasi yang sedang dalam proses untuk penyesuaian struktur organisasi
Perseroan kedepannya.
Susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi
1. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239/KMK.06/2022 tentang Pengangkatan
Kembali Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial tertanggal 31 Mei 2022, maka susunan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 7
Page 47
Tabel 1.1 Susunan Dewan Komisaris
Jabatan Nama
Komisaris Utama Nufransa Wira Sakti
Komisaris Rina Widiyani Wahyuningdyah
Komisaris Independen Dedy Supriadi Priatna
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 460/KMK.06/2018 tentang Pengangkatan
Bapak Hasanudin selaku Dewan Pengawas Syariah Unit Usaha Syariah Perseroan (Persero) PT
Sarana Multigriya Finansial tertanggal 28 Juni 2018, susunan Dewan Pengawas Syariah adalah
sebagai berikut:
Tabel 1.2 Susunan Dewan Pengawas Syariah
Jabatan Nama
Dewan Pengawas Syariah Hasanudin
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 290/KMK.06/2021 tanggal 22 Juli 2021 dan
284/KMK.06/2022 tanggal 27 Juli 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota
Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial, susunan Direksi
Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 1.3 Susunan Direksi
Jabatan Nama
Direktur Utama Ananta Wiyogo
Direktur Heliantopo
Direktur Bonai Subiakto
Jumlah karyawan
Jumlah karyawan tetap dan kontrak Perseroan sampai dengan 30 September 2022, yaitu 113 orang,
dengan komposisi karyawan tetap menurut jenjang pendidikan, jabatan dan umur adalah sebagai
berikut.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 8
Page 48
Tabel 1.4 Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Jabatan & Umur
31 Desember 30 September
2019 2020 2021 2022
Tingkat Pendidikan
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
% % % %
Orang Orang Orang Orang
Doktoral/S3 0 0,00% 0 0,00% 1 0,96% 1 0,88%
Master/S2 21 26,25% 23 26,74% 31 29,81% 31 27,43%
Sarjana/S1 56 70,00% 60 69,77% 68 65,38% 77 68,14%
Sarjana Muda/D3 1 1,25% 1 1,16% 2 1,92% 2 1.77%
SMU 2 2,50% 2 2,33% 2 1,92% 2 1.77%
Jumlah 80 100% 86 100% 104 100% 113 100%
31 Desember 30 September
2019 2020 2021 2022
Tingkat Kepangkatan
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
% % % %
Orang Orang Orang Orang
Senior Vice President 3 3,75% 3 3,49% 5 4,81% 2 1.77%
Vice President 6 7,50% 7 8,14% 6 5,77% 8 7.08%
Ass. Vice President 8 10,00% 8 9,30% 12 11,54% 13 11.50%
Senior Manager 5 6,25% 5 5,81% 8 7,69% 10 8.85%
Manager 19 23,75% 20 23,26% 15 14,42% 31 27.43%
Senior Associate 35 43,75% 37 43,02% 53 50,96% 43 38.05%
Associate 4 5,00% 6 6,98% 5 4,81% 6 5.31%
Jumlah 80 100% 86 100% 104 100% 113 100%
31 Desember 30 September
2019 2020 2021 2022
Tingkat Umur
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
% % % %
Orang Orang Orang Orang
55 tahun > 0 0,00% 0 0,00% 2 1,92% 1 0,88%
51-55 Tahun 3 3,75% 4 4,65% 2 1,92% 2 1.77%
46-50 Tahun 7 8,75% 6 6,98% 7 6,73% 5 4.42%
41-5 Tahun 6 7,50% 6 6,98% 12 11,54% 13 11.50%
36-40 Tahun 14 17,50% 15 17,44% 18 17,31% 18 15.93%
31-35 Tahun 16 20,00% 17 19,77% 24 23,08% 28 24.78%
24-30 Tahun 34 42,50% 38 44,19% 39 37,50% 46 40.71%
Jumlah 80 100% 86 100% 104 100% 113 100%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 9
Page 49
1.7. Kerangka Kerja
Dalam rangka mengemban misi untuk merealisasikan peran sebagai SMV melalui penguatan model
bisnis Perseroan, maka arah perjalanan Perseroan dimasa datang senantiasa tetap fokus pada misi
yang diamanahkan Pemegang Saham hal ini juga sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perseroan
2022-2026. Terdapat beberapa area utama yang menjadi perhatian manajemen dan menjadi
pertimbangan dalam rangka pengembangan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan. Beberapa
area utama yang menjadi pertimbangan dan perhatian manajemen meliputi:
1. Aspek Likuiditas (Liquidity)
2. Aspek Produk dan Pengembangan Usaha
3. Aspek Informasi Teknologi
4. Aspek Operasional, dan
5. Aspek SDM dan Struktur Organisasi
Selanjutnya dari masing-masing area utama tersebut dirinci mengenai pertimbangan-pertimbangan
atas permasalahan yang dihadapi Perseroan serta diberikan rekomendasi awal. Berikut rincian dari
area utama, pertimbangan dan rekomendasi awal.
Tabel 1.5 Area Utama Perseroan
Area Utama Pertimbangan Rekomendasi Awal
Likuiditas ▪ Terbatasnya ketersediaan ▪ Masih diperlukannya PMN sebagai salah
(Liquidity) sumber dana jangka panjang satu sumber pendanaan jangka panjang.
(liquidity provider)
▪ Menjajaki penerbitan global bond untuk
ditawarkan ke negara negara tertentu
▪ Tingkat bunga yang relatif masih (misal Jepang). Dengan rating dilakukan
tinggi. oleh rating agency luar negeri.
▪ Bekerja sama dengan Tapera untuk
▪ Pendanaan dari luar negeri
kerja sama pendanaan jangka panjang
dalam bentuk mata uang rupiah
(Saving Subscription Loan).
masih terbatas. Apabila dalam
bentuk mata uang asing
▪ Bekerja sama dengan Taspen untuk
terbentur pada perbedaan kurs.
pendanaan jangka Panjang
(pemanfaatan dana dari Akumulasi
▪ Biaya hedging masih tinggi Iuran Pensiun).
sehingga pricingnya tidak masuk.
▪ Pendanaan dari luar negeri melalui two-
step loan (Kerja sama dengan Bappenas
▪ Surat utang yang diterbitkan dan Kemenkeu).
Perseroan ataupun EBA belum
dapat di repo kan oleh para ▪ Pendekatan ke OJK menyangkut sudut
investor sebagai salah satu pandang bahwa Perseroan tidak hanya
likuiditas perbankan. diposisikan sebagai penerbit produk
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 10
Page 50
Area Utama Pertimbangan Rekomendasi Awal
EBA SP namun lebih pada liquidity
provider yang peranannya lebih luas
sebagai pendukung penyediaan dana
jangka panjang bagi penyalur KPR.
Produk dan ▪ Terbatasnya market untuk EBA- ▪ Pengembangan kegiatan usaha untuk
Pengembangan SP, saat ini maksimal hanya Rp1 pembiayaan dari sisi supply
Usaha triliun. (pembiayaan sekunder).
▪ BPD-BPD yang menjadi salah ▪ Kerja sama dengan beberapa LKNB
satu mitra penyaluran KPR, dalam penyaluran KPR dengan ukuran
kurang optimal dalam kriteria sesuai kebijakan Perseroan.
pelaksanaannya.
▪ Investasi pada LKNB untuk
▪ Lembaga Keuangan Non-Bank pengembangan pembiayaan KPR (Kerja
yang menjadi salah satu mitra sama dengan Jepang)
dalam penyaluran KPR masih
sangat terbatas.
▪ Investasi pada perusahaan penjaminan
(jaminan atas terselesainya proyek
▪ Keterbatasan dana hunian) – kerja sama dengan Korea.
pengembangan perumahan dari
sisi developer (supply side)
Informasi ▪ Monitoring atas kualitas aktiva ▪ Pengembangan aplikasi host-to-host
Teknologi produktif (underlying asset) baik antara Perseroan dengan pihak
yang berasal dari EBA ataupun penyalur KPR sehingga monitoring
pembiayaan sekunder belum kolektibilitas underlying asset-nya lebih
optimal. update.
▪ Data yang ada dapat digunakan untuk
analisis lebih lanjut bagi pengembangan
produk Perseroan. Namun demikian
investasi untuk data warehouse (big
data) agar di perhatikan cost vs benefit-
nya, mengingat ruang lingkup kegiatan
Perseroan sudah regulated tidak bisa ke
end user sehingga utilitas dari big data
nantinya akan terbatas.
Operasional ▪ Peningkatan pelayanan dan ▪ Proses sekuritisasi lebih dipercepat.
kepercayaan terhadap
pemangku kepentingan
(stakeholders). ▪ Perlu adanya kreativitas dalam mencari
sumber pendanaan dan pembuatan
produk baru.
▪ Efisiensi terhadap tingkat bunga
(biaya dana) selalu harus terjaga,
mengingat spread margin yang
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 11
Page 51
Area Utama Pertimbangan Rekomendasi Awal
diterima atas pembiayaan relatif ▪ Monitoring terhadap kualitas
tipis (sekitar 30 basis poin). underlying asset sangat penting,
mengingat peningkatan NPL akan
menyebabkan naiknya BOPO.
▪ Operasional saat ini lebih
ditekankan pada kegiatan
pembiayaan sekunder dari sisi
demand. Diperlukan
penyesuaian dengan adanya
rencana perusahaan masuk ke
pembiayaan sekunder supply
side dan adanya rencana
perluasan mandat.
SDM dan ▪ Pengembangan kompetensi dan ▪ Penyesuaian roadmap SDM dan
Struktur kapabilitas SDM, diantaranya Struktur Organisasi 2022-2026 agar
Organisasi untuk pengembangan sejalan dengan rencana perluasan
pembiayaan sekunder supply kegiatan usaha perusahaan.
side, risk management, analisis
data underlying portfolio,
penciptaan aliansi dengan pihak
lain.
▪ Pertimbangan terhadap
perubahan struktur organisasi
untuk 5 tahun kedepan.
Berdasarkan area utama yang menjadi pertimbangan manajemen di atas, maka langkah selanjutnya
menentukan beberapa fokus utama yang menjadi prioritas dalam menentukan arah pengembangan
usaha Perseroan tahun 2022-2026. Adapun fokus utama yang menjadi prioritas tersebut sebagai
berikut:
1. Penyesuaian visi dan misi Perseroan
2. Sumber pendanaan jangka panjang
3. Pengembangan kegiatan usaha
4. Teknologi informasi
5. Manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik
6. SDM dan struktur organisasi
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 12
Page 52
Tabel 1. 6 Fokus Utama Perseroan
No. Fokus Utama Arah Pengembangan Usaha
1. Penyesuaian Visi dan Sehubungan dengan adanya perubahan lingkungan strategis, dan
Misi Perseroan
perluasan kegiatan perusahaan, maka perlu dilakukan perumusan visi
dan misi yang baru. Selanjutnya visi dan misi baru tersebut akan menjadi
dasar dalam menetapkan sasaran, strategi dan program kerja bagi
seluruh unit kerja di dalam Perseroan.
2. Sumber Pendanaan ▪ Masih diperlukannya PMN sebagai salah satu sumber pendanaan
Jangka Panjang
jangka panjang.
▪ Mencari alternatif sumber dana jangka panjang dari luar negeri dan
tingkat bunga yang relatif rendah.
▪ Bekerja sama dengan pemilik dana jangka panjang dalam negeri
(Tapera, Taspen, BPJS TK, BPJS Kesehatan, Perusahaan Asuransi Jiwa).
▪ Bekerjasama dengan Kemenkeu dan Bappenas dalam rangka
mendapatkan Two Step Loan.
3. Pengembangan ▪ Perluasan kegiatan usaha untuk pembiayaan sekunder dari sisi
Kegiatan Usaha
supply.
▪ Sinergi dengan LKNB yang dalam penyaluran KPR sejalan kriterianya
dengan kebijakan Perseroan.
▪ Sinergi dengan Kementerian/Pemda/Desa untuk melaksanakan
penugasan penugasan khusus dari Pemerintah.
▪ Aliansi strategis untuk pembentukan anak usaha baru untuk
penjaminan atas selesainya proyek hunian (Kerja sama dengan
Korea).
▪ Pendirian atau pembentukan anak usaha baru yang bergerak dalam
bidang pembiayaan KPR.
▪ Aliansi strategis untuk pembentukan anak usaha baru maupun
melalui akuisisi.
4. Teknologi Informasi ▪ Pengembangan aplikasi host to host dengan penyalur KPR, untuk
memonitor secara update kualitas (kolektibilitas) underlying potfolio
dari EBA maupun pembiayaan yang diberikan.
▪ Pengembangan manfaat (utilitas) dari data base underlying portfolio
5. Manajemen Risiko ▪ Pengembangan kebijakan, risk manajemen dan mitigasi risiko atas
dan Tata Kelola
rencana perluasan kegiatan usaha.
Perusahaan yang
Baik
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 13
Page 53
No. Fokus Utama Arah Pengembangan Usaha
▪ Pengembangan early warning system sebagai upaya mitigasi risiko
atas kualitas underlying portfolio atas EBA maupun pembiayaan yang
diberikan, maupun investasi anak usaha oleh Perseroan.
6. SDM dan Struktur ▪ Pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM disesuaikan dengan
Organisasi
arah pengembangan perusahaan.
▪ Perubahan struktur organisasi, dan pemantapan budaya kerja untuk
tahun 2022-2026.
1.8. Model Bisnis Saat Ini
Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan sesuai dengan tujuannya yakni
mengalirkan dana ke sektor pembiayaan perumahan melalui penyalur KPR dengan cara sekuritisasi
dan penyaluran pinjaman secara konvensional maupun syariah, tampak pada Gambar 1.2 berikut:
Gambar 1.2 Model Bisnis Perseroan
Untuk meningkatkan pertumbuhan volume KPR yang berkesinambungan dan memenuhi kriteria KPR
untuk disekuritisasi, SMF menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR yang dananya berasal dari
penerbitan surat utang di pasar modal ataupun pinjaman. Penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR
dilakukan melalui skema refinancing tagihan KPR, dimana tagihan KPR sebagai underlying pinjaman
SMF. Dana yang diperoleh dari SMF, selanjutnya dapat dipergunakan penyalur KPR untuk
meningkatkan kapasitas pembiayaan KPR.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 14
Page 54
Setelah volume KPR telah cukup dan memenuhi kriteria tertentu, penyalur KPR dapat melakukan
sekuritisasi dengan menjual putus (true sale) aset tagihan KPRnya. Melalui transaksi sekuritisasi, aset
tagihan KPR yang tadinya tidak likuid diubah menjadi efek yakni Efek Beragun Aset (EBA) yang likuid
dan dapat diperdagangkan dipasar modal. Dana hasil penjualan EBA akan diterima oleh penyalur KPR
yang dapat dipergunakan kembali untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan KPR.
Perseroan, sejak tahun 2019, juga mulai mengembangkan program pembelian KPR untuk mendukung
pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR. Melalui kerjasama pembelian KPR, penyalur KPR dapat
menjual tagihan KPR yang sesuai dengan kriteria seleksi Perseroan. Perseroan selanjutnya dapat
mencatatkan tagihan KPR tersebut dalam neracanya dan menjadikan tagihan KPR yang telah dibeli
sebagai underlying penerbitan EBA-SP ataupun efek Perseroan lainnya.
1.9. Penugasan Khusus Perseroan dalam Program Pemerintah Saat Ini
Dalam rangka menjalankan perannya mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan di
Indonesia, Perseroan senantiasa mendukung pelaksanaan program Pemerintah, khususnya di sektor
pembiayaan perumahan.
Program Penurunan Beban Fiskal dalam KPR FLPP
Pada tahun 2018, Pemerintah memberikan arahan kepada Perseroan sebagai Special Mission Vehicle
(SMV) dan fiscal tools untuk mendukung penurunan beban APBN di bidang pembiayaan perumahan.
Realisasi dari arahan Pemerintah tersebut berupa implementasi Program Penurunan Beban APBN
pada program KPR FLPP. Berikut ini adalah skema mekanisme penurunan porsi APBN pada KPR FLPP:
Gambar 1.3 Skema Dukungan SMF terhadap KPR Program FLPP
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 15
Page 55
Dalam skema di atas, BP Tapera (pengelolaan dana pendamping porsi Pemerintah dialihkan dari BLU PPDPP ke BP Tapera pada tahun 2022) bersama Perseroan menjadi penyedia dana untuk memenuhi sumber pendanaan penyaluran KPR FLPP oleh Bank Pelaksana. Melalui skema ini, Perseroan mempunyai wewenang untuk menetapkan tingkat suku bunga sumber dana porsi Bank Pelaksana, karena adanya penugasan yang diberikan Pemerintah. Untuk menjalankan program tersebut Perseroan membutuhkan sumber dana murah (salah satunya melalui penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) karena untuk memperoleh dana murah tersebut tidak dapat dilakukan hanya menggunakan mekanisme pasar. Peran Perseroan dalam Program Penurunan Beban Fiskal dengan menurunkan porsi Pemerintah pada program KPR FLPP, dimana porsi Pemerintah sebelumnya sebesar 90% dapat diturunkan menjadi 75% dengan tetap mempertahankan bunga KPR FLPP yang diberikan kepada MBR sebesar 5%. Untuk melaksanakan program tersebut, Perseroan menggunakan dana yang berasal dari setoran modal Pemerintah, ekuitas yang dimiliki, serta ditambah dengan dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang di pasar modal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penyalur KPR dengan biaya yang lebih rendah apabila dibandingkan bank mengakses sendiri dana jangka panjang ke pasar modal. Dengan kemampuan Perseroan untuk melakukan leveraging atas dana modal yang diberikan Pemerintah dan menurunnya porsi Pemerintah dalam KPR FLPP, maka dana yang dapat disalurkan dalam program KPR FLPP juga akan semakin meningkat. Meningkatnya jumlah dana yang tersedia untuk KPR FLPP tersebut, pada akhirnya akan meningkatkan jumlah rumah yang dapat dibiayai melalui KPR FLPP bila dibandingkan tanpa keterlibatan Perseroan. Sampai dengan saat ini, tidak semua bank penyalur yang menyalurkan KPR FLPP memanfaatkan porsi 25% yang telah disediakan oleh Perseroan dikarenakan suku bunga yang ditawarkan Perseroan masih dinilai cukup tinggi oleh bank penyalur. Di samping itu, karena dampak dari pandemi, tingkat likuiditas bank juga tinggi sehingga menurunkan pemanfaatan porsi 25% yang disediakan Perseroan. Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh Selain program penurunan beban fiskal, Perseroan juga menginisiasi beberapa program untuk mendukung program Pemerintah, diantaranya program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh. Melalui program perbaikan perumahan di daerah kumuh, Perseroan bersinergi kedalam program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (Dit. PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR. Program tersebut merupakan bagian dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 16
Page 56
menurunkan salah satu indikator daerah kumuh dari 7 (tujuh) indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR, yaitu Bangunan Gedung, dimana bangunan merupakan salah satu indikasi suatu wilayah dinyatakan sudah tidak kumuh. Pembiayaan Homestay di Destinasi Wisata Dalam program pembiayaan Homestay di destinasi wisata, Perseroan bersinergi dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan mekanisme pembiayaan yang dibutuhkan pemilik Homestay dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi diharapkan akan meningkatkan tingkat hunian wisatawan di destinasi wisata. Pelaksanaan program ini juga direncanakan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau lembaga masyarakat lainnya sebagai lembaga penyalur sehingga selain memenuhi kebutuhan pembiayaan Perseroan juga bermaksud mendayagunakan lembaga yang ada di masyarakat. Kepemilikan Saham Minoritas pada Perusahaan Real Estate PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan Entitas Anak Pada tahun 2020, Perseroan mendapatkan penugasan dari Pemegang Saham untuk melakukan rencana aksi korporasi berupa pengambilalihan saham minoritas pada perusahaan real estat PT Sejahtera Eka Graha (SEG) beserta dua entitas anak perusahaannya, yaitu PT Sarana Kilap Mas (SKM) dan PT Taman Kuring Raya (TKR) dengan terlebih dahulu melakukan kajian kelayakan bisnis dan legal due diligence (LDD) dalam rangka mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Aksi korporasi tersebut sudah terlaksana pada triwulan IV tahun 2020 sehingga Perseroan telah memiliki kepemilikan saham sebesar 3,47% pada SEG, sebesar 1,01% pada SKM, dan sebesar 1,33% pada TKR. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program PEN pada Perusahaan Umum Perusahaan Umum Pembangunan Nasional (Perumnas) Dalam rangka pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN), dan sesuai ketentuan Pasal 15 A PP Nomor 43/2020, pemerintah mengatur pemberian dukungan kepada BUMN dalam bentuk investasi langsung kepada BUMN Penerima Investasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah atau BUMN dan/atau lembaga untuk menumbuhkan kemampuan ekonomi BUMN. Terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah tersebut, Pemerintah menugaskan SMV Kementerian Keuangan sebagai Pelaksana Investasi Pemerintah pada BUMN dengan kondisi khusus, diantaranya melalui Perseroan. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 17
Page 57
Merujuk ke Keputusan Menteri Keuangan No. 503/KMK.06/2020 tanggal 9 November 2020 perihal Penugasan Kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial Persero sebagai Pelaksana Investasi untuk Melaksanakan Investasi Pemerintah Dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Perseroan sebagai Pelaksana Investasi Pemerintah telah melakukan pencarian investasi Pemerintah dalam rangka pelaksanaan Program PEN kepada Perumnas dalam 2 (dua) tahap, yang dilaksanakan pada bulan November 2020 dan pada bulan Juli 2021 masing-masing sebesar Rp200 miliar dan Rp450 miliar. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan monitoring dan evaluasi atas dana yang telah dicairkan kepada Perumnas dan melaporkannya kepada Kementerian Keuangan secara berkala. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 18
Page 58
2 BAB 2
EVALUASI DAN KINERJA PERSEROAN TAHUN 2022
2.1. Gambaran Umum
2.1.1. Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2022
Ancaman resesi global semakin nyata dengan adanya kenaikan tingkat inflasi dan perlambatan
ekonomi di berbagai negara di dunia. Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang,
Inggris dan China mengalami kenaikan inflasi sejak triwulan II tahun 2021. Kenaikan inflasi masih
berlanjut sepanjang tahun 2022, dimana kenaikan inflasi tertinggi terjadi di negara Inggris (10,7%
yoy), Jerman (10 % yoy), dan Amerika Serikat (7,1% yoy) pada bulan November 2022. Pada saat yang
sama, pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut justru bergerak turun.
Di tengah ancaman resesi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2022
berhasil tumbuh 5,72% yoy. Ekonomi Indonesia pada triwulan III 2022 tumbuh lebih baik dari triwulan
sebelumnya sebesar 5,44% yoy. Seluruh sektor usaha tumbuh positif pada triwulan III 2022, kecuali
sektor jasa kesehatan yang terkontraksi sebesar -1,74% yoy. Adapun sektor transportasi dan
pergudangan tumbuh paling tinggi mencapai 25,81% yoy karena adanya pelonggaran mobilitas.
Sektor real estate masih konsisten tumbuh positif sebesar 0,63% yoy, meskipun pertumbuhannya
lebih rendah daripada triwulan sebelumnya sebesar 2,16% yoy.
Kinerja ekonomi di triwulan III 2022 semakin meyakinkan bahwa Indonesia mampu untuk tumbuh di
atas angka 5% pada tahun 2022 dan 2023. Namun, dengan kinerja ekonomi yang baik di triwulan III
2022, tidak berarti Indonesia sudah lepas dari ancaman resesi. Secara siklus ekonomi, kinerja
perekonomian triwulan III selalu lebih baik dari triwulan II. Dengan adanya kebijakan Pemerintah
untuk mengurangi subsidi BBM dan tingginya inflasi baik di level produsen maupun konsumen, sangat
mungkin kinerja perekonomian pada triwulan IV 2022 tidak sebaik di triwulan III. Menjaga daya beli
dan kepercayaan masyarakat akan kinerja ekonomi nasional dalam menghadapi ancaman resesi
global menjadi krusial untuk Indonesia bisa keluar dari ketidakpastian saat ini.
Isu inflasi turut menjadi tantangan bagi perekonomian dalam negeri. Indonesia menghadapi inflasi
tertinggi dalam tujuh tahun, dimana inflasi per November 2022 sebesar 5,42% atau lebih tinggi dari
target inflasi pemerintah yaitu 3±1%. Namun, inflasi November 2022 lebih rendah dibandingkan
bulan Oktober 2022 (5,71% yoy). Hal tersebut juga tercermin oleh inflasi energi bulan November 2022
menurun 16,87% yoy dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 16,84% yoy. Inflasi bahan makanan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 19
Page 59
bulan November juga tercatat lebih rendah mencapai 2,62% yoy dibandingkan 3,88% yoy pada bulan Oktober 2022. Hal tersebut akibat pengaruh dari dampak lanjutan penyesuaian harga BBM terhadap inflasi inti yang terbatas dan tekanan inflasi dari sisi permintaan yang belum kuat. Untuk mengendalikan laju inflasi, Bank Indonesia menerapkan kebijakan moneter kontraktif dengan menaikkan suku bunga acuan. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan pada bulan Agustus 2022 sebesar 25 bps menjadi 3,75%. Kenaikan tersebut merupakan pertama kalinya sejak Desember 2018. Kenaikan suku bunga acuan masih berlanjut pada bulan November 2022 sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Kebijakan moneter yang kontraktif akan berdampak pada kenaikan imbal hasil SUN. Kenaikan imbal hasil SUN akan berdampak pada cost of fund Perseroan dalam hal kupon penerbitan obligasi. Selain itu, kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan juga berdampak pada kenaikan cost of fund perbankan yang mungkin bisa menjadi hal positif bagi kegiatan bisnis Perseroan. Namun, kenaikan cost of fund perbankan menjadi tidak berpengaruh terhadap kegiatan bisnis Perseroan apabila likuiditas perbankan masih sangat besar. Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo sejak bulan Agustus lalu belum terlihat dampaknya dalam meredam inflasi. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum berkurang dan aliran modal asing masih keluar SUN. Apabila depresiasi rupiah dan aliran modal keluar lebih lanjut, maka sangat dimungkinkan Bank Indonesia akan mengambil posisi yang lebih agresif. Kebijakan yang hawkish dari Bank Indonesia membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan akan tertahan karena permintaan kredit akan turun. Dari sektor perbankan, perbaikan kinerja intermediasi perbankan dapat terganggu dengan kebijakan Bank Indonesia. Meskipun pertumbuhan kredit sudah lebih tinggi daripada pertumbuhan DPK pada November 2022, namun secara historis kinerja intermediasi perbankan belum berjalan normal. Sejak bulan Juni 2020 terdapat gap yang besar antara DPK dan kredit, dimana pertumbuhan DPK jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit. Kemampuan bank dalam menjalankan kinerja intermediasinya sangat berpengaruh terhadap kinerja penyaluran pinjaman Perseroan. Namun, intermediasi perbankan akan terganggu dengan kebijakan kontraktif Bank Indonesia. Ketika suku bunga acuan Bank Indonesia naik diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga deposito dan tingkat suku bunga kredit, maka intermediasi perbankan cenderung bergerak turun. Bank Indonesia perlu untuk melakukan pengetatan jumlah uang beredar dengan kenaikan tingkat suku bunga acuannya. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 20
Page 60
Gambar 2.1 Indikator Makro Ekonomi Seluruh data bersumber dari CEIC 2.1.2. Pasar Obligasi Tahun 2022 Sentimen positif pasar obligasi domestik pada bulan November 2022 didorong oleh kondisi perekonomian global. Hal tersebut dipengaruhi oleh inflasi Amerika Serikat dan sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga The Fed. Inflasi Amerika Serikat turun menjadi 7,1% (yoy) pada bulan November 2022 yang mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mulai memperlambat kebijakan moneter ketat. Ekspektasi tersebut didukung paska FOMC pada bulan November 2022 yang disebutkan bahwa akan terjadi perlambatan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Lalu, perekonomian Indonesia yang naik pada Q3 2022 dan perlambatan inflasi yang terjadi pada bulan Oktober 2022 menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi domestik. Maraknya sentimen positif baik di tingkat global maupun domestik kemudian mendorong ekspektasi risiko SBN menurun, tercermin dari penurunan CDS Indonesia tenor 10 tahun sebesar -54,27 bps mom ke level 159,92. Imbal hasil SBN Pemerintah berpola bullish di akhir bulan November 2022. Penurunan yield terjadi pada seluruh tenor dengan rata-rata -43,32 bps (mom). Kelompok tenor pendek (<5 tahun) memiliki penurunan secara rata-rata sebesar -48,54 bps (mom), begitu pula dengan kelompok tenor panjang (>7 tahun) yang juga mengalami penurunan secara rata-rata sebesar -41,02 bps (mom). Sementara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 21
Page 61
itu, kelompok tenor menengah (5-7 tahun) mengalami penurunan yield paling besar dengan rata-rata
-54,01 bps (mom).
Gambar 2.2 Imbal Hasil SUN
Sumber: PHEI
2.1.3. Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2022
Pemulihan ekonomi nasional tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan I-2022
(5,01% yoy), triwulan II-2022 (5,44% yoy), dan triwulan III-2022 (5,72% yoy). Namun, pertumbuhan
kredit properti justru mengalami tren penurunan. Salah satu penyebabnya adalah sinyal kebijakan
moneter kontraktif yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk menekan laju inflasi nasional dan
mengurangi efek tapering dari The Fed. Kebijakan tersebut memengaruhi sektor pembiayaan
perumahan di Indonesia, salah satunya adalah penurunan pertumbuhan kredit properti pada sektor
konstruksi dan KPR/KPA. Pertumbuhan kredit konstruksi tercatat sebesar turun menjadi 0,56% (yoy)
pada bulan September yang menjadi satu-satunya angka positif dari tiga bulan terakhir. Sedangkan
pertumbuhan KPR/KPA menunjukkan pola sideways yang cenderung naik, tercatat pada bulan
September menjadi 7,92% (yoy). Sementara itu, peningkatan pertumbuhan kredit properti terjadi
pada sektor real estate dengan pertumbuhan sebesar 17,26% (yoy).
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 22
Page 62
Gambar 2.3 Pertumbuhan Kredit Properti (%YoY)
33
30
27
24
21
18
15
12
9
6
3
0
-3
Jan-20
Feb-20
Jul-20
Jan-21
Feb-21
Jul-21
Jan-22
Feb-22
Jul-22
Aug-21
Mar-19
May-20
Aug-20
Mar-21
Aug-22
Oct-19
Mar-20
Oct-21
May-22
May-19
Oct-20
Dec-20
Jun-19
Dec-19
May-21
Mar-22
Jun-20
Jun-21
Dec-21
Sep-19
Nov-19
Jun-22
Sep-20
Nov-20
Sep-21
Nov-21
Sep-22
Apr-20
Apr-22
Jan-19
Feb-19
Apr-19
Jul-19
Aug-19
Apr-21
Total kredit properti Kredit konstruksi Kredit real estate KPR/KPA
Sumber: Bank Indonesia, diolah
Penyaluran kredit properti masih didominasi oleh bank Himbara dengan outstanding sebesar
Rp560.7 triliun pada bulan September 2022. Pertumbuhan total kredit properti, yang meliputi jenis
KPR/KPA, real estate, dan konstruksi, yang disalurkan oleh bank Himbara menunjukkan pola sideways
yang cenderung naik, meski belum bisa menembus angka pada bulan Mei di mana tren menurun
dimulai. Pertumbuhan KPR/KPA dan kredit real estate yang tertinggi pada bulan September
disalurkan oleh bank Swasta Nasional, masing-masing sebesar 15,7% yoy dan 25,04 % yoy. Sedangkan
pertumbuhan kredit konstruksi yang tertinggi pada bulan September disalurkan oleh Bank Asing,
yaitu sebesar 5.24% yoy.
Outstanding KPR perbankan pada bulan November 2022 mencapai Rp581,1 triliun. Berdasarkan tipe
rumah, porsi KPR terbesar adalah rumah tipe menengah (22-70 m2) dengan outstanding Rp391,5
triliun. Kemudian dikuti oleh KPR rumah tipe besar (>70 m2) dan rumah tipe kecil (≤ 21 m2) dengan
outstanding masing-masing sebesar Rp171,2 triliun dan Rp18,5 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi
pada KPR rumah tipe menengah (22-70m2) mencapai 9,47% (yoy), diikuti rumah bertipe besar (>70
m2) sebesar 5,88% (yoy). Sementara itu, KPR rumah tipe kecil (≤ 21 m2) masih mengalami
perlambatan sebesar -5,21% (yoy).
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 23
Page 63
Gambar 2.4 Pertumbuhan KPR berdasarkan Tipe (% yoy)
Sumber: Bank Indonesia, diolah
Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, indeks harga properti residensial
pada triwulan III-2022 cenderung menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara triwulanan,
harga properti residensial pada triwulan III-2022 tumbuh 0,54% (qoq), lebih tinggi dibandingkan
0,35% (qoq) pada triwulan sebelumnya. Sedangkan secara tahunan, harga properti residensial pada
triwulan III-2022 tumbuh sebesar 1,53% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan 1,72% (yoy) pada
triwulan II-2022. Penurunan IHPR di triwulan III-2022 disebabkan oleh permintaan KPR yang
mengalami penurunan di periode tersebut. Jika diamati lebih jauh, pertumbuhan indeks harga rumah
ukuran medium lebih tinggi dibandingkan dengan tipe rumah lainnya pada triwulan II dan III 2022,
yaitu sebesar 2,36% (yoy), dan 2,92% (yoy). Hal ini dapat mengindikasikan bahwa masyarakat kelas
menengah mulai aktif melakukan konsumsi barang tahan lama. Masyarakat juga cenderung untuk
menahan diri dan masih bersikap wait and see terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia. Selain
itu, isu geopolitik menjadi salah satu penyebab konsumen menahan diri untuk melakukan pembelian
rumah, sehingga pasar perumahan lesu yang menyebabkan pertumbuhan harga rumah menjadi
terkoreksi.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 24
Page 64
Gambar 2.5 Pertumbuhan Indeks Harga Rumah (%, yoy)
Sumber: Bank Indonesia, diolah
2.2. Realisasi Kegiatan Usaha
Kegiatan Perseroan berpedoman kepada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun
2022, dimana pada strategi yang dijalankan hingga penghujung tahun 2022, Perseroan tetap
melakukan kegiatan sekuritisasi, penyaluran pinjaman dan mengembangkan program penjaminan
terhadap KPR maupun surat berharga dengan underlying tagihan KPR. Selain itu, Perseroan juga
memperkuat perannya sebagai fiscal tools melalui penugasan khusus dari Pemerintah dan juga
pengembangan bisnis lainnya.
2.2.1. Realisasi Kegiatan Utama
Sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya, Perseroan berperan dalam membangun dan
mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan
kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat dengan mengalirkan dana
jangka menengah/panjang ke sektor pembiayaan perumahan. Dengan percepatan aliran dana serta
volume yang semakin besar akan membentuk mekanisme pasar yang efisien, penyaluran dana
tersebut secara bertahap akan mendorong turunnya tingkat bunga KPR. Disamping itu, dengan
menyediakan dana jangka menengah/panjang bagi penyalur KPR, fasilitas pembiayaan ini diharapkan
dapat mengatasi kesenjangan jatuh tempo (maturity mismatch) dalam pembiayaan KPR.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 25
Page 65
Kegiatan mengalirkan dana oleh Perseroan dilakukan dengan cara (1) memfasilitasi sekuritisasi; (2)
menyediakan fasilitas pembiayaan dengan menggunakan dana ekuitas terlebih dahulu (bridging)
baru kemudian digantikan dengan dana dari penerbitan surat utang..
2.2.1.1. Sekuritisasi
Sampai dengan September 2022, Perseroan telah melakukan pendekatan kepada beberapa penerbit
potensial seperti BTN dan Bank Syariah Indonesia. Dalam proses sekuritisasi dengan BTN, Perseroan
telah mengikuti pertemuan antara Fitch dan BTN terkait rencana break up perjanjian jasa lembaga
pemeringkat (Fitch) sehingga terdapat kemungkinan lembaga pemeringkat akan dialihkan ke Pefindo.
Struktur awal juga sudah disampaikan kepada BTN dan saat ini sedang menunggu tanggapan.
Sedangkan untuk proses sekuritisasi dengan BSI, proses uji tuntas (due dilligence) AUP (agreed upon
procedure) di 7 (tujuh) wilayah sedang berlangsung. Ketua DPS Perseroan telah menyetujui draft opini
syariah atas produk EBAS-SP PT SMF, untuk memenuhi permintaan BSI. Secara paralel, kelengkapan
dokumen legal, baik dari sisi perusahaan juga dari sisi produk EBAS SP, sedang dipersiapkan. Dari
kedua transaksi sekuritisasi ini, Perseroan memperkirakan hanya 1 kreditur asal saja yang akan
terealisasi dengan nilai Rp500 Miliar, namun Perseroan tetap berupaya untuk merealisasikan
keduanya hingga akhir 2022.
Dalam transaksi EBA-SP, selain sebagai Penata Sekuritisasi (Arranger) dan Penerbit, Perseroan juga
berperan sebagai Pendukung Kredit atau Credit Enhancer, dengan menyediakan dana rekening
cadangan (cash reserve). Rekening cadangan ini digunakan untuk menutupi kekurangan pembayaran
kepada Investor EBA kelas A dengan jumlah maksimum satu kali pembayaran bunga serta senior
expense.
Perseroan juga dapat berperan sebagai Investor, sesuai dengan penjelasan Perpres No. 100 Tahun
2020 juncto Perpres No. 1 Tahun 2016 juncto Perpres No. 19 Tahun 2005 Pasal 9A yang menyebutkan
bahwa PPSP dapat melakukan pembelian Efek Beragun Aset yang berkaitan dengan KPR dalam rangka
menggerakkan pasar. Berikut ini regulasi-regulasi terkait penerbitan efek hasil sekuritisasi antara lain:
(1) Dalam melaksanakan sekuritisasi sesuai Perpres No. 19 Tahun 2005, pada tanggal 5 Oktober 2012
Perseroan telah menerima surat dari Bapepam dan LK No. S-11663/BL/2012 tanggal 3 Oktober
2012 perihal Penetapan EBA-Surat Partisipasi Sebagai Efek.
(2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 23/POJK.04/2014 tentang Penerbitan dan
Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 26
Page 66
Sekunder Perumahan telah diterbitkan oleh OJK pada tanggal 19 November 2014. Dalam
peraturan ini Perseroan memiliki peran sebagai Penerbit EBA Surat Partisipasi (EBA-SP). POJK ini
kemudian diubah dengan POJK No. 20/POJK.04/2017 yang menghilangkan batasan pembelian
EBA-SP oleh Penerbit di pasar perdana.
(3) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 20/POJK.04/2015 tentang penerbitan dan
persyaratan efek Beragun Aset Syariah.
(4) Fatwa No. 121/DSN-MUI/II/2018 tanggal 22 Februari 2018 tentang Efek Beragun Aset Syariah
berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP)
Berikut ini disajikan tren Perseroan dalam memfasilitasi transaksi sekuritisasi sejak tahun 2009
sampai dengan bulan September 2022 dan proyeksinya sampai dengan akhir tahun 2022:
Gambar 2.6 Akumulasi Aliran Dana Sekuritisasi
AKUMULASI ALIRAN DANA SEKURITISASI
(Rp Miliar)
13.287
12.787 12.787 12.787
12.156
10.156
8.156
7.156
5.456 5.656
3.956
2.956
1.956
1.252
502
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Sept '22 Proyeksi
2022
Dalam pelaksanaan transaksi sekuritisasi terdapat isu strategis serta kegiatan yang telah dilakukan
untuk meningkatkan sekuritisasi, yaitu:
Isu Strategis
Terkait Penyalur KPR sebagai Seller:
1. Ketertarikan bank terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui sekuritisasi aset rendah, bank
lebih cenderung mengandalkan Dana Pihak Ketiga.
2. Bank cenderung tidak mau melepas portofolio KPR untuk disekuritisasi.
3. Belum ada standarisasi kontrak perjanjian kredit.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 27
Page 67
Terkait Investor sebagai Buyer:
1. Pasar Sekunder EBA yang belum maksimal karena volume yang terbatas.
2. Persepsi negatif dari para pihak (khususnya investor) terhadap sekuritisasi aset karena pernah
terjadinya krisis ekonomi yang disebabkan oleh sekuritisasi subprime mortgage.
3. Bagi Investor Perbankan, diwajibkan memiliki informasi terkait Kinerja dan Kualitas dari
kumpulan aset yang mendasari EBA-SP sehingga Risk-Weight investasi pada EBA-SP sama dengan
Investasi pada Obligasi.
4. Belum ada insentif bagi investor seperti tax incentive (sebagaimana halnya Reksadana).
5. Investor masih terbatas pada beberapa institusi saja dengan volumenya masih sedikit jika
dibandingkan dengan total portofolio Investasi.
6. EBA-SP masih diperlakukan seperti instrumen lainnya (obligasi) dengan rating sejenis meskipun
memiliki underlying.
Kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan sekuritisasi:
1. Melakukan diskusi dan presentasi terkait sekuritisasi kepada Perbankan.
2. Menyampaikan penawaran kerja sama kepada Bank yang memiliki portofolio KPR besar dengan
menawarkan struktur transaksi yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dari perbankan.
3. Melakukan penguatan Pasar Pembiayaan Primer dengan mendorong standardisasi SOP KPR serta
keg. pendidikan & pelatihan KPR.
4. Memperoleh dukungan penuh dari Pemegang Saham dalam melakukan pendekatan kepada
regulator untuk meningkatkan transaksi sekuritisasi.
5. Mendirikan atau melakukan akuisisi anak usaha dalam pembiayaan perumahan agar dapat bersinergi
dalam melakukan sekuritisasi, namun hal ini tergantung atas persetujuan dari Pemegang Saham atas Kajian
Tahap 1 di tahun 2022.
2.2.1.2. Penyaluran Pinjaman
Realisasi penyaluran pinjaman sampai dengan September 2022 sebesar Rp6.884 Miliar. Sampai
dengan akhir tahun 2022, Perseroan memproyeksikan kegiatan penyaluran pinjaman menjadi
sebesar Rp8.868 miliar atau 71,46% dari anggaran 2022. Posisi outstanding penyaluran pinjaman per
30 September 2022 sebesar Rp24.016 miliar. Berikut grafik penyaluran pinjaman per tahun dan
proyeksi sampai akhir tahun 2022:
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 28
Page 68
Gambar 2.7 Aliran Dana Penyaluran Pinjaman per Tahun
ALIRAN DANA PENYALURAN PINJAMAN PER TAHUN
(Rp Miliar)
12.455
9.894
8.820 8.868
7.241
6.884
6.425
5.641
3.487
3.000
2.500
2.100
1.404
544 700
305 400
100
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Sept '22Proyeksi
2022
Tantangan yang Dihadapi dalam Penyaluran Pinjaman
Dalam hal penyaluran pinjaman, Perseroan masih menghadapi tantangan, yakni lembaga keuangan
cenderung membandingkan suku bunga pinjaman jangka panjang dari Perseroan dengan suku bunga
dana pihak ketiga (DPK) jangka pendek yang relatif lebih rendah. Likuiditas perbankan masih sangat
bagus sehingga perbankan lebih memilih menggunakan DPK sendiri dibandingkan menggunakan
pinjaman jangka panjang dari Perseroan. Ditambah lagi dengan adanya dana PEN yang diberikan
kepada Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan BPD, sehingga Cost of Fund lembaga keuangan
cenderung semakin turun. Disamping hal tersebut, pinjaman Perseroan yang diterima oleh lembaga
keuangan dikenakan kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM), hal ini menyebabkan total Cost of Fund
pinjaman yang harus ditanggung oleh lembaga keuangan dari Perseroan semakin tinggi dan kurang
menarik.
Terkait dengan penyaluran FLPP di Tahun 2022, Perseroan fokus pada optimalisasi target terhadap
mitra lembaga keuangan eksiting serta beberapa mitra lembaga keuangan baru sehingga target yang
telah ditetapkan dapat tercapai. Adapun penawaran kepada lembaga keuangan penyalur FLPP
lainnya terkendala tingkat suku bunga 4,45% yang dinilai Lembaga Keuangan cukup tinggi saat ini
(lembaga keuangan lebih memilih menggunakan DPK sendiri) dan adanya dana PEN yang diberikan
kepada lembaga keuangan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 29
Page 69
Dalam hal pembiayaan perumahan kepada segmen MBR yang termasuk kedalam informal income,
Perseroan menghadapi tantangan, yaitu keengganan lembaga keuangan untuk menyalurkan kepada
segmen tersebut dikarenakan profil risiko yang cenderung lebih tinggi.
2.2.1.3. Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan yang telah Dialirkan Perseroan
Dengan aliran dana yang disalurkan Perseroan per tahun melalui fasilitas transaksi sekuritisasi dan
penyaluran pinjaman dari pasar modal ke penyalur KPR, maka akumulasi dana yang dialirkan ke
sektor pembiayaan perumahan sejak tahun 2006 sampai dengan 30 September 2022 adalah
Rp84.844 miliar terdiri dari (1) sekuritisasi sebesar Rp12.787 miliar dan (2) penyaluran pinjaman dan
pembelian KPR sebesar Rp72.057 miliar.
Sementara itu, sampai dengan akhir tahun 2022, diproyeksikan aliran dana kumulatif adalah
Rp87.327 miliar terdiri dari (1) sekuritisasi sebesar Rp13.287 miliar dan (2) penyaluran pinjaman dan
pembelian KPR sebesar Rp74.040 miliar, sebagaimana ditunjukan pada gambar di bawah ini.
Gambar 2.8 Aliran Dana Kumulatif Perseroan
Dana yang disalurkan oleh Perseroan kepada penyalur KPR melalui transaksi sekuritisasi maupun
penyaluran pinjaman telah digunakan penyalur KPR untuk mendukung kegiatan penyaluran KPR
kepada 1.406.952 debitur dengan rincian dari penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebanyak
809.544 debitur, sebanyak 242.599 debitur dari sekuritisasi, dan sebanyak 354.809 dari FLPP.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 30
Page 70
Gambar 2.9 Distribusi Aliran Dana Perseroan
83,86%
0,63%
15,51%
Secara keseluruhan, distribusi aliran dana Perseroan tertinggi pada wilayah barat dengan 83,86%,
sementara di wilayah tengah sebesar 15,51% dan timur sebesar 0,63%.
2.2.1.4. Pendanaan Perseroan
Realisasi penerbitan surat utang (obligasi, MTN dan Term Loan) Perseroan selama tahun 2022, sampai
dengan 30 September 2022 adalah sebesar Rp3.900 miliar, terdiri dari penerbitan Obligasi PUB VI
Tahap III sebesar Rp3.000 miliar serta penerbitan Term Loan sebesar Rp900 miliar.
Sampai dengan akhir tahun 2022, penerbitan surat utang diproyeksikan menjadi Rp3.900 miliar atau
atau 118,2% dari anggaran sebesar Rp3.300 miliar.
Gambar 2.10 Tren Penerbitan Surat Utang per Tahun
Penerbitan Surat Utang per Tahun
(Rp Miliar)
9.604
8.447
7.601
5.551
4.177 3.900 3.900
2.580 2.816 2.751
2.139
1.518 1.572
1.115
551
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Sept '22 Prog
2022
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 31
Page 71
Per 30 September 2022, tiga jenis investor pemegang surat utang (obligasi) Perseroan terbesar adalah
Bank Domestik sebesar Rp4.768 miliar (37,25%); DJS Ketenagakerjaan Rp2.102 miliar (16,42%); dan
Dana Pensiun sebesar Rp1.740 miliar (13,59%).
Gambar 2.11 Daftar Pemegang Obligasi Perseroan
Yayasan NPWP Goverment of Koperasi Individu Domestik
0,30% Indonesia 1,73% 0,19% Badan Usaha Tetap
Perusahaan 0,62% Broker Non Tax Lain
Terbatas NPWP 0,02% 0,16%
0,29%
Institusi Asing
2,53%
Bank Domestik
Mutual Fund 37,25%
4,43%
Goverment of
Malaysia
6,21%
PT Taspen
6,87%
Asuransi DJS
9,39% Ketenagakerjaan
Dana Pensiun 16,42%
13,59%
Tantangan yang Dihadapi dalam Penerbitan Surat Utang
Untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan surat utang, biaya dana yang
harus dikeluarkan Perseroan sangat tergantung dari kondisi pasar pada saat surat utang diterbitkan.
Dengan keadaan keuangan Perseroan yang likuid dan realisasi pembiayaan FLPP, Perseroan
menerbitkan surat utang pada triwulan 3 tahun 2022.
Tantangan yang dihadapi Perseroan dalam penerbitan surat utang pada tahun 2022 adalah tren suku
bunga yang fluktuatif yang disebabkan gejolak pasar yang terjadi serta ekspektasi tingkat suku bunga
yang diminta oleh investor yang menginginkan suku bunga yang relatif tinggi sehingga pemilihan
waktu penerbitan surat utang menjadi tantangan tersendiri bagi Perseroan.
Investor institusional pada umumnya telah menetapkan target imbal hasil pada awal tahun sehingga
dalam kondisi suku bunga yang meningkat, investor meminta suku bunga surat utang yang relatif
tinggi. Dengan rating idAAA, investor masih meminta spread margin yang cukup tinggi dibandingkan
investasi di surat utang Pemerintah. Hal ini secara langsung akan memengaruhi tingkat suku bunga
pinjaman yang dapat disalurkan Perseroan kepada lembaga keuangan penyalur KPR mengingat dana
yang dihimpun oleh Perseroan berasal dari pasar modal.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 32
Page 72
Per 30 September 2022, rata-rata tingkat bunga surat utang Perseroan mencapai 6,63% berada di bawah rata-rata bunga penyaluran pinjaman sebesar 7,16% sehingga Perseroan tidak mengalami negative spread. Dengan mempertimbangkan misi pendirian Perseroan, maka diperlukan dukungan pemerintah untuk menurunkan premi surat utang yang diterbitkan oleh Perseroan. Dengan turunnya premi surat utang tersebut, diharapkan Perseroan dapat menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR dengan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif sehingga diharapkan suku bunga KPR di pasar dapat berangsur- angsur menurun mengikuti mekanisme pasar. Dengan mempertimbangkan misi pendirian Perseroan, maka diperlukan dukungan pemerintah untuk menurunkan premi obligasi Perseroan. Dengan turunnya premi obligasi Perseroan, Perseroan dapat menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR dengan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif sehingga diharapkan suku bunga KPR di pasar dapat berangsur-angsur menurun mengikuti mekanisme pasar. 2.2.2. Penugasan Khusus 2.2.2.1. Program Penurunan Beban Fiskal Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 463/KPTS/M/2018 terkait perubahan porsi KPR FLPP, maka porsi pokok yang akan ditanggung oleh Perbankan menjadi sebesar 25%, sedangkan sisanya sebesar 75% akan dibiayai oleh Pemerintah melalui BP TAPERA untuk tahun 2022 dan seterusnya. Untuk mendukung pendanaan pembiayaan KPR FLPP, Perseroan telah memperoleh PMN sebesar Rp2.000 miliar pada tahun 2022. Selanjutnya PMN tersebut akan ditambah dengan ekuitas yang dimiliki, yang selanjutnya di-leverage dengan menerbitkan surat utang sebanyak 1,18x dari jumlah PMN yang diterima. Kemampuan Leveraging yang dapat dilakukan Perseroan sangat tergantung dari kondisi suku bunga pasar pada saat akan menerbikan obligasi Perseroan. Untuk melaksanakan program Penurunan Beban Fiskal, Perseroan menggunakan dana PMN yang diterima tahun 2022 sebesar Rp2.000 miliar dan leverage melalui penerbitan surat utang sebesar Rp4,160 miliar kemudian di-blended untuk menentukan cost of fund sebesar 4,45%. Per 30 September 2022, Perseroan telah mencairkan pinjaman terkait porsi bank di KPR FLPP dengan total sebesar Rp3.519 miliar, terdiri atas pembiayaan kepada Bank BTN Rp2.613 miliar, Bank BTN PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 33
Page 73
Syariah Rp521 miliar, Bank BJB Rp210 miliar, Bank BJB Syariah Rp41 miliar, BPD NTB Syariah Rp13
miliar, BPD Kaltimtara Rp11 miliar, dan BPD Kalteng Rp78 Juta.
Tantangan yang dihadapi Perseroan dalam penyaluran pinjaman KPR FLPP adalah perbankan,
khususnya dengan target KPR FLPP relatif kecil, masih merasa mampu menggunakan DPK yang
dimilikinya sendiri untuk menutupi porsi 25% KPR FLPP yang disalurkan. Meskipun terdapat risiko
maturity missmatch dengan jangka waktu KPR FLPP yang maksimum sampai dengan 20 tahun.
2.2.2.2. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
2.2.2.2.1. Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh
Penugasan khusus lainnya yang diperoleh Perseroan di tahun 2018 adalah Program Peningkatan
Kualitas Rumah di Daerah Kumuh. Program ini merupakan sinergi antara Perseroan dan Dit. PKP,
Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR melalui programnya yang bernama KOTAKU (Kota Tanpa
Kumuh), dimana bangunan merupakan salah satu indikasi suatu wilayah dinyatakan sudah tidak
kumuh.
Gambar 2.12 Skema Peningkatan Kualitas Rumah Kumuh
Program peningkatan rumah di daerah kumuh Perseroan menggunakan dana Bina Lingkungan yang
bersifat hibah sebagai pendorong dalam mewujudkan hasil perencanaan partisipatif masyarakat dan
prioritas penanganan kegiatan oleh Pemerintah Kelurahan/BKM.
Dana ini diharapkan mampu menggerakan Pemerintah, masyarakat dan swasta untuk memanfaatkan
APBD, program bina lingkungan/CSR swasta maupun dana swadaya masyarakat dalam pengentasan
wilayah kumuh. Dana Bina Lingkungan untuk kegiatan renovasi rumah Perseroan diserahkan
sepenuhnya dan dikelola sebagai Dana Pinjaman Bergulir oleh BKM/LKM agar dapat digulirkan untuk
calon pemanfaat RTLH lainnya di Kelurahan/Desa.
Hingga akhir September 2022, Perseroan telah melakukan pencairan dana peningkatan kualitas
rumah tidak layak huni sebesar Rp3.437 juta pada 2 (dua) lokasi, yaitu Semanggi di Surakarta dan
Fatubenao di Belu. Perseroan telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah
Kota Medan dan pencairan tahap pertama di kota tersebut pada bulan Oktober 2022. Selain itu
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 34
Page 74
proses finalisasi DED dan persiapan signing juga telah direncanakan untuk dapat merealisasikan peningkatan kualitas rumah kumuh di daerah Cirebon dan Mataram. Dengan demikian pada akhir tahun 2022 target penyaluran pada 5 lokasi diproyeksikan dapat tercapai seluruhnya. Dari awal penyaluran program hingga akhir September 2022, Perseroan telah meningkatkan kualitas rumah pada 299 RTLH di 13 Kota/Kabupaten dengan rincian sebagai berikut. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 35
Page 75
Tabel 2.1 Akumulasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh
Jumlah Rumah
No. Lokasi
Renovasi Bangun Baru
1. Purwokinanti, Yogyakarta - 14
2. Mlatibaru dan Rejomulyo, Semarang 40 -
3. Pakan Kurai dan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Bukittinggi 12 -
4. Siantan Hulu, Pontianak 25 -
5. Bira, Makassar - 14
6. Krapyak, Pekalongan - 16
7. Mauk, Tangerang - 17
8. Rahma, Lubuklinggau - 31
9. Kampung Bugis, Tanjungpinang 3 15
10. Tongkeina, Manado - 18
11. Alalak Selatan, Banjarmasin - 18
12. Fatubenao, Belu - 29
13. Semanggi, Surakarta - 47
Total 299
2.2.2.2.2. Program Pembiayaan Homestay
Memenuhi permintaan Menteri Keuangan agar Perseroan memberikan dukungan kepada program
pemerintah di bidang pariwisata, Perseroan telah mengembangkan Progam Pembiayaan Homestay
pada destinasi wisata prioritas di Indonesia.
Untuk melaksanaan Program pembiayaan Homestay ini, Perseroan didukung penuh oleh
Kementerian Pariwisata, dengan pelaksanaan penandatanganan MOU antara Perseroan dengan
Kementerian Pariwisata pada akhir tahun 2018. Mempertimbangkan tujuan pembiayaan homestay
umumnya untuk perbaikan homestay ataupun pembangunan kamar homestay, sebagai pilot project
Perseroan melakukan kegiatan ini melalui Program Kemitraan Perseroan. Pelaksanaan melalui
Program Kemitraan juga dimaksudkan untuk menekan suku bunga yang dibebankan penerima kredit
homestay.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 36
Page 76
Gambar 2.13 Skema Pembiayaan Homestay
Perseroan melaksanakan penyaluran kredit homestay bekerjasama dengan BUMDes dan
POKDARWIS setempat, yang dimaksudkan juga untuk mendorong peningkatan kapasitas BUMDes
dalam penyaluran kredit kepada masyarakat.
Hingga September 2022, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan ke 5 (lima) desa wisata yaitu Desa
Wringin Putih di Banyuwangi, Desa Tetebatu di Lombok Timur, Desa Paputungan dan Desa Palaes di
Minahasa Utara, serta Desa Pahawang di Pesawaran. Dengan demikian target Pembiayaan Homestay
tahun 2022 telah tercapai. Sejak awal program hingga September 2022, Perseroan telah menyalurkan
pembiayaan ke 152 Homestay pada 16 Desa Wisata dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 2.2 Akumulasi Program Pembiayaan Homestay
No. Lokasi Jumlah Debitur
1. Nglanggeran, Gunungkidul 24
2. Samiran, Boyolali 20
3. Kuta, Lombok Tengah 19
4. Pagerharjo, Kulonprogo 5
5. Kemuning, Karanganyar 15
6. Mertak, Lombok Tengah 5
7. Sarongan, Banyuwangi 1
8. Tamansari, Banyuwangi 14
9. Sukajaya, Sumedang 2
10. Sembalun Lawang, Lombok Timur 6
11. Bangsring, Banyuwangi 4
12. Wringin Putih, Banyuwangi 2
13. Tetebatu, Lombok Timur 5
14. Paputungan, Minahasa Utara 10
15. Palaes, Minahasa Utara 10
16. Pahawang, Pesawaran 10
Total 152
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 37
Page 77
2.2.2.3. Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham
Di tahun 2022, Perseroan tetap menjalankan kewajibannya selaku Pelaksana Investasi Pemerintah
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 189/PMK.06/2021 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.06/2020 tentang Investasi
Pemerintah Dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Adapun kegiatan utama yang
dilakukan Perseroan di antaranya adalah:
1. melakukan monitoring kepada kegiatan serta analisis terhadap laporan keuangan Perumnas
secara berkala dan disampaikan kepada DJKN; dan
2. melakukan analisis dan memberikan rekomendasi kepada DJKN atas tindakan yang diperlukan
dalam hal pelaksanaan program PEN Perumnas.
Sedangkan untuk anak perusahaan, yaitu PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan Entitas Anak, Perseroan
senantiasa berkoordinasi dengan Pemegang Saham Mayoritas dalam setiap kegiatan yang akan
dilaksanakan oleh PT SEG dan Entitas Anak. Perseroan juga turut mendukung kegiatan usaha dan
bisnis PT SEG dan Entitas Anak dengan menunjuk Konsultan Properti yaitu PT Colliers International
untuk melakukan penyusunan Kajian Market and Feasibility Study terhadap pengembangan proyek
Bogor Heritage Ecopark oleh SEG. Perseroan juga turut mendampingi PT SEG dalam pengawasan
proyek yang dijalankan di tahun 2022.
2.2.3. Realisasi Kegiatan Pendukung Sesuai Indikator Kinerja Utama Perseroan
2.2.3.1. Pemenuhan Pendanaan Bagi Perseroan
Dalam rangka fungsi monitoring pada penyediaan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan
penyaluran pinjaman baik konvensional, syariah, maupun KPR FLPP, sebagaimana tahun-tahun
sebelumnya, di tahun 2022 Perseroan kembali menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) rasio
perhitungan pemenuhan pendanaan Perseroan. Target Perseroan untuk tahun 2022 atas IKU
tersebut adalah antara 50,0% sampai dengan 70,0%. Rasio ini digunakan selain untuk memonitor
kondisi keuangan Perseroan juga sebagai pengukur likuiditas Perseroan sehingga tetap terjaga.
Hingga September 2022, pemenuhan rasio ini tetap dijaga di angka 68,76%.
2.2.3.2. Kajian Alternatif Model Bisnis Perseroan
Sebagai salah satu upaya Perseroan dalam mengembangkan bisnisnya sesuai perluasan mandat yang
telah diperoleh Perseroan, di tahun 2022 Perseroan telah menyusun sebanyak 4 (empat) kajian
dengan bekerjasama dengan konsultan independen, yaitu kajian Kredit Pemilikan Rumah Siap
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 38
Page 78
Bangun, kajian Kredit Kepemilikan Rumah Usaha, dan kajian peran Perseroan dalam proyek KPBU. Selain itu, Perseroan juga telah menyusun kajian internal terkait Kredit Pemilikan Rumah Sewa Beli, serta sedang dalam proses penyusunan kajian Kredit Pemilikan Homestay bekerjasama dengan konsultan dan juga proses penyusunan kajian Reverse Mortgage secara internal. 2.2.3.3. Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan Untuk mendukung proses bisnis, Perseroan menargetkan melaksanakan 6 (enam) pengembangan sistem maupun infrastruktur teknologi informasi pada tahun 2022. Sampai dengan 30 September 2022, progres penyelesaian pemenuhan kebutuhan TI sebesar 83% berupa optimalisasi Website Perseroan, aplikasi Contract Management System, Sistem Verifikasi Host-to-Host SMF PNM, Active Directory, pembangunan Data Center untuk Data Recovery Center (DRC). Di akhir tahun 2022, diproyeksikan Perseroan dapat memenuhi target Perseroan pada RKAP 2022. Di tahun 2022, Perseroan memiliki IKU IT Maturity Level dengan target skor adalah 2, hingga September 2022, Perseroan masih dalam tahap penilaian dan diharapkan skor tersebut akan keluar di akhir tahun 2022. 2.2.3.4. Asesmen GCG Dalam rangka meningkatkan penerapan pengelolaan perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), Perseroan telah memiliki pedoman standard GCG yang dimiliki perusahaan, utamanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk mengetahui tingkat efektifitas penerapan GCG diperusahaan, dapat dilakukan melalui assessment oleh lembaga independen secara periodik setiap tahun. Evaluasi GCG tahun 2022 akan dilakukan oleh Tim GCG Perseroan dan Asesor GCG 2022 masih menunggu arahan dari Pemegang Saham. Untuk dapat memenuhi target skor GCG sebesar 86, Perseroan terus melakukan monitoring atas Area of Improvement hasil asesmen GCG tahun sebelumnya, serta akan melaksanakan shadow scoring untuk mengetahui gambaran awal hasil asesmen GCG. 2.2.3.5. Pengembangan SDM Melalui Strategic Human Capital Perseroan menggunakan road map Human Capital Management System (HCMS) sejak tahun 2016 sebagai acuan pengembangan dan pengelolaan SDM Perseroan. Cakupan Road map HCMS meliputi Strategic HC (Distinct Job Profile, Competency Management, Organization Development, Culture Internalization, Human Capital plan), HC Process (Recruit & Selection, Learning Management, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 39
Page 79
Performance Management, Industrial Relation, Career & Talent Management, Reward Management,
Termination) dan HC Information System. Dimana road map tersebut dilakukan monitoring dan
evaluasi secara berkala agar dapat selalu sejalan dengan strategi pencapaian bisnis Perseroan. Di
tahun 2022, Perseroan memiliki IKU Organization Health Index (OHI) dengan target skor adalah 68,
di bulan September 2022, Perseroan telah selesai melakukan penilaian dengan hasil skor 72,62 atau
lebih tinggi dari targetnya sebesar 68, sehingga tercapai 106,79%.
Hingga September 2022, implementasi road map HCMS adalah sebagai berikut:
• Talent Development Program 80%, telah mengembangkan program pelatihan dan
pengembangan yang terstruktur dan komprehensif sesuai kebutuhan Talent Perseroan
melalui (1) Talent On boarding dan Penyusunan IDP oleh Talent dan Mentor, (2) Gap
Indentification melalui asesmen baik untuk kompetensi teknikal maupun prilaku, (3)
Pengembangan kompetensi dengan berbagai metode a.l quarterly business insight, knowledge
& theory, experiential learning, benchmark, dll, (4) Strengthening & Evaluating dengan coaching
& mentoring secara berkala.
• People Analytics 85%, Perseroan mengidentifikasi faktor pendorong performa dan engagement
karyawan sehingga menjadi lebih baik ke depan melalui: (1) identifikasi masalah yang ingin
dijawab oleh organisasi dan database yang dimiliki oleh SDM, (2) Melakukan pengolahan data
dan analisis untuk menjawab pertanyaan yang ada.
• Innovation Culture 100%, telah membangun budaya inovasi dengan peningkatan kapabilitas
inovasi dari seluruh karyawan melalui (1) Innovation activation program dengan meningkatkan
awareness dan mindset karyawan melalui workshop design thinking, (2) Idea submission &
selection yaitu karyawan diminta mapping ide ke dalam lean canvas dan menemukan objective
suatu ide dengan didampingi Mentor, (3) Validasi masalah dan solusi untuk memastikan ide
dapat diimplementasikan dengan melakukan presentasi kepada Direksi Perseroan. Saat ini ide
yang dihasilkan telah dimonitoring bagian PMO untuk proses implementasinya.
• Performance Management 80%, Perseroan telah memastikan pencapaian organisasi tepat
sasaran dan dilakukan secara konsisten agar efektif dan efisien sehingga diperoleh hasil yang
maksimal melalui: (1) Perbaruan ketentuan dan process re-engineering penilaian kinerja, (2)
Alignment target kinerja korporasi hingga level Individu, (3) Kalibrasi realisasi pencapaian target
dari level Pimpinan Unit Kerja.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 40
Page 80
• Flexible Working System 100% dengan Mewujudkan budaya kerja yang adaptif, berbasis digital
dan berintegritas guna meningkatkan produktivitas dan kinerja melalui (1) Reviu kebijakan yang
mendukung optimalisasi Flexible Working System, (2) Optimalisasi sistem FWS untuk
perencanaan dan pencatatan aktivitas selama WFH, (3) Pengukuran dan pengembangan
dashboard produktivitas karyawan, (4) Penyusunan proses bisnis dan kalibrasi analisis beban
kerja.
2.2.4. Realisasi Kegiatan Korporasi Lainnya
2.2.4.1. EBA-SP Retail
Dalam rangka mendukung kegiatan utama Perseroan yaitu Sekuritisasi, Perseroan berinovasi untuk
meluncurkan produk EBA-SP kepada pasar retail pada tahun 2018 dalam bentuk EBA-SP Ritel atau
biasa disebut EBA Ritel. Dengan adanya EBA-SP Ritel, produk EBA-SP dapat ditawarkan kepada
investor individu secara lebih luas, tidak terbatas hanya kepada investor institusi.
Untuk mendukung pengembangan pasar EBA-SP Ritel, Perseroan melakukan berbagai kegiatan
sosialisasi baik secara online maupun offline kepada masyarakat yang memiliki minat melakukan
investasi di pasar modal. Kondisi pandemi yang menunjukkan perbaikan pada tahun 2022 membuat
Perseroan dapat kembali melakukan sosialisasi secara offline bekerjasama dengan stakeholder.
Namun demikian, sosialisasi secara online masih kerap dilakukan dalam bentuk webinar hasil
kerjasama dengan BNI Sekuritas, influencer, atau komunitas yang memiliki interest di bidang investasi
atau finansial. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan memanfaatkan platform media sosial milik
Perseroan khusus untuk EBA-SP Ritel, yaitu akun Instagram @inveseries. Kendala utama yang
dihadapi oleh Perseroan dalam mengembangkan dan mendorong pertumbuhan EBA-SP Ritel adalah
masih sedikitnya perusahaan sekuritas yang memiliki platform perdagangan untuk efek fixed income.
Sampai dengan September 2022, tercatat jumlah investor baru EBA-SP Ritel mencapai 1.091 investor
dari target sebanyak 770 orang investor atau mencapai 120% pencapaian maksimal IKU dari target
2022.
2.2.4.2. Program Pendidikan & Pelatihan Kepada Penyalur KPR
Dalam rangka mendukung kegiatan utama Perseroan dalam penyaluran pinjaman dan sekuritisasi
KPR, Perseroan secara rutin menyediakan/menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan
kepada Penyalur KPR baik untuk penyelenggaraan kelas publik (regular) maupun secara inhouse
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 41
Page 81
training sebagai bentuk program capacity building bagi para penyalur KPR dalam menghasilkan
produk KPR yang berkualitas.
Sampai dengan September 2022, Perseroan telah menyelenggarakan program pendidikan dan
pelatihan kepada penyalur KPR sebanyak 28 kali kepada 480 peserta sebagai berikut.
Tabel 2.3 Daftar Program Pendidikan dan Pelatihan Perseroan
No. Waktu
Tema Pendidikan dan Pelatihan Peserta Kategori
Pelaksanaan
BPRS HIK Cibitung
1. MORTGAGE PARTNERSHIP Reliance Public training 31-Jan-22
BPR Hariarta Sedana
BPR Bank Klaten Perseroda
Perumda BPR Bank Daerah Kab. Madiun
Perumda BPR Bank Lumajang
PT BPR Surya Artha Utama
BKK Jateng
BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda)
PT BPR Permata Dhanawira
2. PENILAIAN AGUNAN KPR Public training 16-Jun-22
BPRS Dana Amanah Surakarta
PT BPR Jawa Timur
PT BPR Bank Jombang Perseroda
Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak
BPRS Bahari Berkesan
PD BPR Bahteramas Konawe
PT BPR Hasa Mitra Makassar
3. MORTGAGE SPECIALIST SYARIAH BPRS Saruma Sejahtera
4. MORTGAGE BASIC SELLING SKILL BPRS Bobato Lestari
5. MORTGAGE BASIC COLLECTION BPRS Arta Leksana
BASIC LEGAL & MORTGAGE DOCUMENTATION
6. BPRS Bandar Lampung
ADMINISTRATION Public training 20-28 Juni 2022
7. MORTGAGE BASIC APPRAISAL PT Dana Syariah Indonesia
PT Gadai Syariah Indonesia
8. MORTGAGE BASIC CREDIT ANALYST BPRS Hijra Alami
PT BPRS Muamalat Harkat
9. PENILAIAN AGUNAN KPR BPR Tulungaggung Inhouse training 02-Jul-22
10. PENILAIAN AGUNAN KPR BPR Nusamba Cepiring Inhouse training 07-Jul-22
BPR Serang
BPR Kerta Raharja
BPR Eka
11. PENILAIAN AGUNAN KPR Public training 05-Jul-22
BPR Lebak Sejahtera
BPR Tegal Gotong Royong
SBI Indonesia
12. PENILAIAN AGUNAN KPR BPD KALBAR Inhouse training 05-Agu-22
BPR Hariarta Sedana
13. MORTGAGE BASIC ONLINE TRAINING PACKAGES BPR DjokoTingkir Public training 8-12 Agst 2022
BPR Bank TGR
PT Dana Syariah Indonesia
Bank Kalbar Sintang
14. KMK KP SMF Public training 23-24 Agst 2022
Bank Jambi
PT BPR SERANG (Perseroda)
PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (PERSERODA)
PT BPR Modern Express
15. PENILAIAN AGUNAN KPR PERUMDA BPR KHATULISTIWA PONTIANAK Public training 22-Sep-22
BPR Modern Express Maluku Utara
BPR INTIDANA SUKSES MAKMUR
Inhouse
16. PENILAIAN AGUNAN KPR BPD Kalteng 26-27 Sept 2022
Training
BPRS Amanah Rabbaniah
BPRS Magetan (Perseroda)
BPRS Hikmah Wakilah
17. MORTGAGE SPECIALIST SYARIAH Public training 01-Mar-22
BPR Rizky Barokah
BPRS Baiturridha Pusaka
BPRS Bina Amwalul Hasanah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 42
Page 82
No. Waktu
Tema Pendidikan dan Pelatihan Peserta Kategori
Pelaksanaan
BPRS Dinar Ashri
BPRS Bogor Tegar Beriman
BPRS Mulia Berkah Abadi
BPRS Dana Amanah Surakarta
BPRS PNM Mentari
BPRS Sukowati Sragen
BPRS Bahari Berkesan
BPRS Al Salaam Amal Salman
BPRS Taman Indah Darussalam
BPRS Artha Madani
BPRS Haji Miskin
BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
BPRS PNM Patuh Beramal
BPRS Bhakti Sumekar
BPRS HIK Parahyangan
BPRS HIK Cibitung
BPRS Buana Mitra Perwira
PT Fistlight Indonesia
BPRS Amanah Rabbaniah
BPRS Magetan (Perseroda)
BPRS Hikmah Wakilah
BPR Rizky Barokah
BPRS Baiturridha Pusaka
BPRS Bina Amwalul Hasanah
BPRS Dinar Ashri
BPRS Bogor Tegar Beriman
BPRS Mulia Berkah Abadi
BPRS Dana Amanah Surakarta
BPRS PNM Mentari
BPRS Sukowati Sragen
18. MORTGAGE BASIC SELLING SKILL Public training 02-Mar-22
BPRS Bahari Berkesan
BPRS Al Salaam Amal Salman
BPRS Taman Indah Darussalam
BPRS Artha Madani
BPRS Haji Miskin
BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
BPRS PNM Patuh Beramal
BPRS Bhakti Sumekar
BPRS HIK Parahyangan
BPRS HIK Cibitung
BPRS Buana Mitra Perwira
PT Fistlight Indonesia
BPRS Amanah Rabbaniah
BPRS Magetan (Perseroda)
BPRS Hikmah Wakilah
BPR Rizky Barokah
BPRS Baiturridha Pusaka
BPRS Bina Amwalul Hasanah
BPRS Dinar Ashri
BPRS Bogor Tegar Beriman
BPRS Mulia Berkah Abadi
BPRS Dana Amanah Surakarta
BPRS PNM Mentari
BPRS Sukowati Sragen
19. MORTGAGE BASIC COLLECTION Public training 04-Mar-22
BPRS Bahari Berkesan
BPRS Al Salaam Amal Salman
BPRS Taman Indah Darussalam
BPRS Artha Madani
BPRS Haji Miskin
BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
BPRS PNM Patuh Beramal
BPRS Bhakti Sumekar
BPRS HIK Parahyangan
BPRS HIK Cibitung
BPRS Buana Mitra Perwira
PT Fistlight Indonesia
BPRS Amanah Rabbaniah
BASIC LEGAL & MORTGAGE DOCUMENTATION BPRS Magetan (Perseroda)
20. Public training 07-Mar-22
ADMINISTRATION BPRS Hikmah Wakilah
BPR Rizky Barokah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 43
Page 83
No. Waktu
Tema Pendidikan dan Pelatihan Peserta Kategori
Pelaksanaan
BPRS Baiturridha Pusaka
BPRS Bina Amwalul Hasanah
BPRS Dinar Ashri
BPRS Bogor Tegar Beriman
BPRS Mulia Berkah Abadi
BPRS Dana Amanah Surakarta
BPRS PNM Mentari
BPRS Sukowati Sragen
BPRS Bahari Berkesan
BPRS Al Salaam Amal Salman
BPRS Taman Indah Darussalam
BPRS Artha Madani
BPRS Haji Miskin
BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
BPRS PNM Patuh Beramal
BPRS Bhakti Sumekar
BPRS HIK Parahyangan
BPRS HIK Cibitung
BPRS Buana Mitra Perwira
PT Fistlight Indonesia
BPRS Amanah Rabbaniah
BPRS Magetan (Perseroda)
BPRS Hikmah Wakilah
BPR Rizky Barokah
BPRS Baiturridha Pusaka
BPRS Bina Amwalul Hasanah
BPRS Dinar Ashri
BPRS Bogor Tegar Beriman
BPRS Mulia Berkah Abadi
BPRS Dana Amanah Surakarta
BPRS PNM Mentari
BPRS Sukowati Sragen
21. MORTGAGE BASIC APPRAISAL Public training 08-Mar-22
BPRS Bahari Berkesan
BPRS Al Salaam Amal Salman
BPRS Taman Indah Darussalam
BPRS Artha Madani
BPRS Haji Miskin
BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
BPRS PNM Patuh Beramal
BPRS Bhakti Sumekar
BPRS HIK Parahyangan
BPRS HIK Cibitung
BPRS Buana Mitra Perwira
PT Fistlight Indonesia
BPRS Amanah Rabbaniah
BPRS Magetan (Perseroda)
BPRS Hikmah Wakilah
BPR Rizky Barokah
BPRS Baiturridha Pusaka
BPRS Bina Amwalul Hasanah
BPRS Dinar Ashri
BPRS Bogor Tegar Beriman
BPRS Mulia Berkah Abadi
BPRS Dana Amanah Surakarta
BPRS PNM Mentari
BPRS Sukowati Sragen
22. MORTGAGE BASIC CREDIT ANALYST Public training 9-10 Mar 2022
BPRS Bahari Berkesan
BPRS Al Salaam Amal Salman
BPRS Taman Indah Darussalam
BPRS Artha Madani
BPRS Haji Miskin
BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang
BPRS PNM Patuh Beramal
BPRS Bhakti Sumekar
BPRS HIK Parahyangan
BPRS HIK Cibitung
BPRS Buana Mitra Perwira
PT Fistlight Indonesia
BPR Jwalita Perseroda (Trenggalek)
23. BASIC CREDIT ANALYST Public training 13-Apr-22
BPR Modern Express Ambon
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 44
Page 84
No. Waktu
Tema Pendidikan dan Pelatihan Peserta Kategori
Pelaksanaan
BPR BKK Jateng
BPR Djoko Tingkir Perseroda (Sragen)
BPR Waway Perseroda (Lampung)
BPR Khatulistiwa Pontianak
BPR Bahteramas Konawe
BPR Modern Express Ternate
BPR Mojokerto
BPR Bank Kota Bogor
BPR Jwalita Perseroda (Trenggalek)
BPR Modern Express Ambon
BPR BKK Jateng
BPR Djoko Tingkir Perseroda (Sragen)
BPR Waway Perseroda (Lampung)
24. MONITORING PORTOFOLIO KPR Public training 31-Mei-22
BPR Khatulistiwa Pontianak
BPR Bahteramas Konawe
BPR Modern Express Ternate
BPR Mojokerto
BPR Bank Kota Bogor
Originasi, Collection, Monitoring dan Strategi
25. BPR Bank Jombang Perseroda Public training 8-9 Jun 2022
Penyelamatan Kredit Mikro Perumahan
PT BPR BKK Jateng (Perseroda)
PT.BPR JWALITA TRENGGALEK (PERSERODA)
Originasi, Collection, Monitoring dan Strategi
26. PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (PERSERODA) Public training 26-Jul-22
Penyelamatan Kredit Mikro Perumahan
PT BPR DELTA ARTHA PERSERODA
PT BPR Agung Sejahtera
26. Mortgage Specialist Sharia 03-Sep-22
Inhouse
27. Mortgage Credit Analyst BANK DKI SYARIAH 04-Sep-22
Training
28. Mortgage Appraisal 10-Sep-22
2.2.4.3. Perluasan Sumber Dana Perseroan
Dalam rangka mendukung kegiatan bisnis saat ini, Perseroan secara rutin menerbitkan Surat Utang
sebagai salah satu sumber dana Perseroan selain dari PMN yang diterima. Perseroan juga
memperoleh fasilitas pendanaan dari Perbankan. Pada tahun 2022, Perseroan mulai menjajaki
sumber dana jangka panjang lainnya yang sejalan dengan amanat dan arahan Pemerintah untuk
menerapkan kegiatan yang berbasis lingkungan dalam rangka mengatasi kondisi perubahan iklim.
Perseroan akan mencoba mengimplentasikan ESG framework secara bertahap ditahun 2023 dan
berencana menerbitkan Sustainability Bonds dalam hal ini termasuk Green Bonds dan Social Bonds
(tergantung pada ketersediaan underlying aset/proyek dan regulasi). Saat ini kajian awal terkait green
housing financing beserta pedoman lingkungan dan sosial (Environmental and Social Safeguard)
sedang dalam proses penyusunan dan ditargetkan selesai di tahun 2022. Selain itu, seiring dengan
upaya perluasan sumber pendaanaan, Perseroan telah menjajaki pendanaan luar negeri dari lembaga
multilateral. Perseroan akan mengkaji terkait pengelolaan eksposur risiko valuta asing dan strategi
hedging untuk memitigasi risiko pinjaman dalam valuta asing.
2.2.4.4. Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Internasional
Dalam menjaga hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Internasional, Perseroan telah
bergabung dan secara aktif turut serta dalam kegiatan rapat triwulanan maupun tahunan yang
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 45
Page 85
diselenggarakan oleh Asian Secondary Mortgage Market Association (ASMMA) dan International
Secondary Mortgage Market Association (ISMMA).
Sampai dengan Oktober 2022 ini, Perseroan telah mengadakan acara knowledge sharing dengan
Cagamas (Malaysia), Japan Housing Finance Agency (Jepang) dan secara berkala melakukan small
group discussion dengan lembaga internasional sebagai media brainstorming dan juga benchmarking
untuk produk-produk yang memiliki prospek dikembangkan di Indonesia.
2.2.4.5. Sinergi dengan berbagai Pihak
Kegiatan Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) atau yang telah diubah penamaannya menjadi
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), merupakan kesempatan untuk meningkatkan visibilitas
dan mempromosikan isu perumahan kepada publik. TJSL merupakan investasi dalam strategi
branding perusahaan dan promosi isu perumahan.
Pada tahun 2022, Perseroan menargetkan penyaluran dana bina lingkungan sosial yang dikaitkan
dengan perumahan/infrastruktur dan bantuan sosial lainnya sebesar Rp2,55 miliar. Sampai dengan
September 2022, telah tersalurkan dana bina lingkungan sosial sebesar Rp1,89 miliar atau mencapai
74,11% dari anggaran 2022. Kedepannya, Perseroan akan melakukan monitoring dan evaluasi
program penghijauan di DAS Citarum. Selain itu akan melaksanakan join program bersama SMV dan
DJKN dengan mengusung bantuan pelestarian alam, yaitu Program Akuakultur Secure daan Ekowisata
Mangrove Berkelanjutan di Berau-Kalimantan Timur, serta program Kemenkeu Mengajar 7.
Selain penyaluran bina lingkugan terkait kegiatan sosial, Perseroan juga menggunakan dana Bina
Lingkungan untuk peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh. Sementara untuk Program
Kemitraan, Perseroan menggunakannya untuk menyalurkan Pembiayaan Homestay.
2.2.4.6. Greenship Associates
Saat ini Perseroan dalam proses pemenuhan Sertifikasi Green Building untuk Gedung SMF 1 dan
Gedung SMF 3. Adapun progress terkini sampai dengan tanggal 1 Oktober 2022 adalah sebagai
berikut.
Tabel 2.4 Tahap Terkini Proses Sertifikasi Green Building
Sertifikasi Green Building – Sertifikasi Green Building –
Gedung SMF 1 Gedung SMF 3
Rating Tools Interior Space Interior Space
Target Peringkat Gold Level (59 Point) Gold Level (59 Point)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 46
Page 86
Target Point 66 Point 74 Point Untuk Gedung SMF 1, Saat ini target poin sudah terpenuhi (66 poin), kemudian akan dilanjutkan dengan proses workshop pra-audit oleh konsultan. Setelah itu akan dilakukan audit oleh Sucofindo 2 minggu setelah pelaksanaan workshop. Target audit oleh Sucofindo di bulan Oktober minggu ke-4. Sedangkan untuk Gedung SFM 3, sudah dilakukan penjajakan oleh Konsultan untuk menentukan target poin yang akan dicapai, yaitu 74 poin. Kemudian akan dilakukan workshop untuk memulai proses pemenuhan tolak ukur dari masing-masing kriteria Green Building. Target penyelesaian di bulan Desember minggu ke 3. Kegiatan lainnya adalah Program Rumah Hijau dimana program ini bertujuan untuk menilai rumah karyawan apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai Green Building. Dari 14 orang yang mendaftar untuk dilakukan penilaian, terpilih 5 (lima) orang sebagai pemenang. 2.3. Laporan Keuangan Penyelesaian laporan keuangan tahun 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernst & Young (EY)) yang digunakan untuk menetapkan saldo awal pembukuan tahun 2022. Realisasi pembukuan penggunaan Laba Bersih Perseroan atas Tahun Buku 2021 adalah untuk: (1) Pembagian dividen sebesar Rp91.985 juta; (2) Cadangan modal sebesar Rp183.969 juta; (3) Laba ditahan sebesar Rp183.969 juta. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 47
Page 87
Posisi Keuangan per 30 September 2022
Total aset Perseroan per 30 September 2022 sebesar Rp32.871 miliar atau mencapai 102,54% dari
anggaran 2022 sebesar Rp32.057 miliar, total liabilitas sebesar Rp16.687 miliar atau mencapai
106,81% dari anggaran 2022 sebesar Rp15.623 miliar dan total ekuitas sebesar Rp16.184 miliar atau
mencapai 98,48% dari anggaran 2022 sebesar Rp16.434 miliar. Untuk laba bersih setelah pajak dan
CKPN tahun 2022 sampai dengan 30 September 2022 sebesar Rp291 miliar atau mencapai 59,96%
dari anggaran 2022 sebesar Rp486 miliar.
2.3.1. Posisi Keuangan
Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022 dibandingkan dengan RKAP 2022,
tampak sebagai berikut:
Tabel 2.5 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Keuangan Terhadap RKAP 2022
dalam jutaan Rupiah
Pencapaian Prognosa 2022
RKAP 2022 Prognosa 2022 terhadap RKAP 2022
Keterangan
(a) (b) Jumlah %
(b)-(a) (b)/(a)
Kas dan Setara Kas 1.593.186 4.562.373 2.969.186 286,37%
Aset Lancar lainnya 149.849 129.262 (20.587) 86,26%
Pinjaman yang disalurkan 28.113.729 25.830.682 (2.283.048) 91,88%
Aset KPR 32.783 28.214 (4.569) 86,06%
CKPN (122.466) (98.980) 23.486 80,82%
Investasi 1.999.189 1.841.974 (157.215) 92,14%
Pendukung kredit 72.314 74.814 2.500 103,46%
Aset Tetap -bersih 156.725 115.693 (41.032) 73,82%
Aset Lainnya 61.443 25.269 (36.174) 41,13%
TOTAL ASET 32.056.753 32.509.300 452.547 101,41%
Liabilitas jangka pendek 185.782 183.888 (1.893) 98,98%
Surat Utang 6.328.034 5.628.034 (700.000) 88,94%
Surat Utang-Korporasi KPR Program 6.774.626 7.174.626 400.000 105,90%
Utang Bank 2.300.000 3.200.000 900.000 139,13%
Penyisihan Kewajiban 34.309 36.684 2.375 106,92%
TOTAL LIABILITAS 15.622.751 16.223.233 600.482 103,84%
Modal Disetor 12.800.000 12.800.000 - 100,00%
Cadangan Modal 1.186.700 1.540.471 353.771 129,81%
Laba ditahan 1.961.553 1.552.146 (409.407) 79,13%
Laba tahun berjalan 485.748 393.450 (92.298) 81,00%
TOTAL EKUITAS 16.434.001 16.286.066 (147.935) 99,10%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 32.056.753 32.509.300 452.547 101,41%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 48
Page 88
Berdasarkan laporan posisi keuangan di atas, dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:
A. Total Aset diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022 menjadi sebesar Rp32.509.300 juta,
mencapai 101,41% dari anggaran sebesar Rp32.056.753 juta, terutama berasal dari:
1. Proyeksi outstanding realisasi jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp25.830.682 juta,
sedangkan dalam anggaran tahun 2022 sebesar Rp28.113.729 juta, terdiri dari:
a. Proyeksi realisasi outstanding penyaluran pinjaman komersial baik konvensional dan
syariah sebesar Rp12.757.714 juta sedangkan dalam anggaran pada tahun 2022
sebesar Rp16.012.251 juta;
b. Proyeksi realisasi outstanding penyaluran pinjaman KPR FLPP baik konvensional dan
syariah sebesar Rp13.072.968 juta melebihi target 108,03% dari anggaran 2022.
Outstanding penyaluran pinjaman komersial dalam RKAP 2022 lebih tinggi dibandingkan
dengan prognosa 2022 karena proyeksi realisasi jumlah penyaluran pinjaman untuk 2022
hanya mencapai 71,5% dari target RKAP tahun 2022. Hal ini dikarenakan tahun 2022
terpengaruh kondisi makro ekonomi yang salah satunya menyebabkan likuiditas perbankan
masih tinggi sehingga permintaan mitra atas dana Perseroan juga menurun.
2. Proyeksi realisasi investasi sebesar Rp1.841.974 juta lebih rendah dari RKAP 2022 yang
sebesar Rp1.999.189 juta terutama karena penempatan deposito lebih dari 3 bulan yang
lebih tinggi dari anggaran sebagai dampak tidak terealisasinya target pembiayaan.
B. Proyeksi total Liabilitas sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp16.223.233 juta atau
mencapai 103,84% dari anggaran, terutama karena adanya penerbitan surat utang untuk
pendanaan KPR FLPP sebesar Rp3.000.000 juta dan realisasi term loan sebesar Rp700.000 juta
sedangkan dalam anggaran hanya sebesar Rp3.300.000 juta untuk total pendanaan dari
penerbitan surat utang dan term loan.
C. Proyeksi Total Ekuitas sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp16.286.067 juta atau
mencapai 99,10% dari anggaran sebesar Rp16.434.001 juta, terutama disebabkan karena
proyeksi realisasi laba bersih setelah CKPN untuk tahun 2022 diperkirakan sebesar Rp393.450
juta, sedangkan dalam anggaran sebesar Rp485.748 juta.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 49
Page 89
2.3.2. Laporan Laba Rugi
Proyeksi laporan laba/rugi sampai dengan bulan Desember 2022 dibandingkan dengan RKAP 2022
tampak sebagai berikut:
Tabel 2.6 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Laba/Rugi Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022
dalam jutaan Rupiah
Pencapaian Prognosa 2022
RKAP 2022 Prognosa 2022 terhadap RKAP 2022
Keterangan
(a) (b) Jumlah %
(b)-(a) (b)/(a)
PENDAPATAN
Jasa Sekuritisasi 2.198 4.959 2.761 225,63%
Penyaluran Pinjaman 1.137.752 936.070 (201.682) 82,27%
Pinjaman - KPR Program 430.616 460.780 30.164 107,00%
Aset KPR 2.836 3.421 585 120,64%
Jasa jaminan dan dukungan kredit 5.324 9.689 4.365 181,98%
Jasa Pendidikan & Pelatihan 389 276 (113) 70,97%
Penempatan Dana 306.350 352.521 46.171 115,07%
Lain-lain 600 2.536 1.936 422,67%
TOTAL PENDAPATAN 1.886.065 1.770.251 (115.813) 93,86%
BEBAN
Pendidikan & pelatihan 350 109 (241) 31,14%
Bunga Surat Utang 1.081.223 1.118.680 37.457 103,46%
Personil 93.510 80.593 (12.917) 86,19%
Sewa 20.264 15.378 (4.886) 75,89%
Administrasi dan Umum 59.075 58.059 (1.016) 98,28%
Beban jasa pembayaran bunga 8.004 4.912 (3.092) 61,37%
Depresiasi dan amortisasi 19.215 11.353 (7.862) 59,08%
TOTAL BEBAN 1.281.641 1.289.083 7.442 100,58%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 604.423 481.168 (123.256) 79,61%
PAJAK FINAL 45.608 42.006 (3.602) 92,10%
PAJAK PENGHASILAN BADAN 65.983 42.844 (23.138) 64,93%
LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 492.833 396.318 (96.515) 80,42%
CKPN dan pajak tangguhannya 7.085 2.868 (4.217) 40,48%
LABA (RUGI) SETELAH CKPN 485.748 393.450 (92.298) 81,00%
Dari data di atas, disampaikan penjelasan sebagai berikut:
Total Pendapatan sampai dengan 31 Desember 2022, diproyeksikan menjadi sebesar Rp1.770.251
juta mencapai 93,86% dari anggaran Rp1.886.065 juta, dengan rincian sebagai berikut:
a) Pendapatan Jasa Sekuritisasi diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp4.959
juta mencapai 255,63% dari anggaran. Hal ini terutama karena transaksi sekuritisasi baru akan
terealisasi pada akhir kuartal empat tahun 2022.
b) Pendapatan Penyaluran Pinjaman sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
Rp936.070 juta atau mencapai 82,27% dari anggaran. Hal ini disebabkan karena proyeksi
realisasi pembiayaan baru tahun 2022 yang hanya mencapai 71,5% dari target.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 50
Page 90
c) Pendapatan Penyaluran Pinjaman program FLPP sampai dengan 31 Desember 2022
diproyeksikan sebesar Rp460.780 juta mencapai 107,00% dari anggaran.
d) Pendapatan Aset KPR - warehousing diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022
diproyeksikan sebesar Rp3.421 juta mencapai 120,64% dari anggaran.
e) Pendapatan Jasa Jaminan dan Dukungan Kredit sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan
sebesar Rp9.689 juta mencapai 181,98% dari anggaran.
f) Pendapatan Jasa Pendidikan dan Pelatihan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan
sebesar Rp276 juta atau mencapai 70,97% dari anggaran karena training baru akan banyak pada
kuartal empat 2022.
g) Pendapatan Penempatan Dana diproyeksikan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan
sebesar Rp352.521 juta mencapai 115,07% dari anggaran sebesar Rp306.350 juta karena rata-
rata penempatan deposito lebih tinggi dari anggaran.
h) Pendapatan Lain-Lain sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar Rp2.536 juta
mencapai 422,67% dari anggaran terutama berasal dari pendapatan atas pinjaman karyawan
dan bunga giro.
Proyeksi realisasi total beban sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp1.289.083 juta mencapai
100,58% dari anggaran, dengan rincian:
a) Pendidikan dan Pelatihan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar Rp109 juta,
mencapai 31,14% dari anggaran, sejalan dengan pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan pelatihan
yang belum begitu intensif karena pendemi COVID-19.
b) Beban Bunga Surat Utang pada tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp1.118.680 juta atau
mencapai 103,46% dari target RKAP 2022. Hal ini karena terdapat kenaikan pada beban bunga
pinjaman jangka pendek, yang mana pada RKAP diasumsikan terdapat penarikan KJP.
c) Beban Bunga Surat Utang Program sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
Rp361.084 juta mencapai 106,52% dari anggaran.
d) Beban Bunga utang Term Loan sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan Rp184.759 juta
mencapai 108,76% dari anggaran.
e) Beban Personil sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan Rp80.593 juta mencapai
86,19% dari anggaran.
f) Beban Sewa sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar Rp15.378 juta, mencapai
75,89% dari anggaran.
g) Beban Administrasi dan Umum sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
Rp58.059 juta mencapai 98,28% dari anggaran seiring dengan adanya penyesuaian akan beban
operasional.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 51
Page 91
h) Beban Jasa Pembayaran Bunga sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
Rp4.912 juta mencapai 61,37% dari anggaran.
i) Beban Depresiasi dan Amortisasi sampai dengan 31 Desember 2022 diproyeksikan sebesar
Rp11.353 juta mencapai 59,08% dari anggaran.
2.3.3. Laporan Arus Kas
Proyeksi Realisasi arus kas sampai dengan 31 Desember 2022 dibandingkan dengan RKAP 2022,
tampak sebagai berikut:
Tabel 2.7 Proyeksi Realisasi (Prognosa) Laporan Posisi Arus Kas Tahun 2022 Terhadap RKAP 2022
dalam jutaan Rupiah
Kenaikan/Penurunan
Prognosa Prognosa 2022 VS RKAP
Keterangan RKAP 2022
2022 2022
Jumlah % Capaian
Arus kas dari Operasi
Penerimaan dari bunga 1.769.220 2.321.724 (552.504) 76,20%
Penyaluran pinjaman (8.867.435) (12.409.586) 3.542.151 71,46%
Penerimaan pokok pinjaman 10.578.459 7.096.537 3.481.922 149,07%
Penerimaan pokok EBA 315.858 351.814 (35.956) 89,78%
Penerimaan (Pembayaran) dana pendukung kredit 19.707 (40.000) 59.707 (49,27%)
Penerimaan lainnya 41.861 600 41.261 6976,83%
Pembayaran bunga surat utang (1.805.051) (1.204.518) (600.533) 149,86%
Pembayaran gaji dan tunjangan (80.593) (93.510) 12.917 86,19%
Pembayaran kepada pihak ketiga (78.349) (87.343) 8.994 89,70%
Pembayaran pajak (84.850) (84.530) (320) 100,38%
Pembayaran dividen (114.981) (63.602) (51.379) 180,78%
Jumlah Arus Kas untuk Operasi 1.693.845 (4.212.414) 5.906.259 (248,69%)
Arus kas untuk Investasi
Pembelian Aset Tak Berwujud (14.850) (22.220) 7.370 149,63%
Pembelian Aset Tetap (32.150) (42.080) 9.930 130,89%
Pelepasan Aset Tetap - - - -
Deposito > 3 bulan (440.005) - (440.005) -
Jumlah Arus Kas untuk Investasi (487.005) (64.300) (422.705) 13,20%
Arus kas untuk Pendanaan
Penerimaan hasil penerbitan Surat Utang 3.000.000 3.300.000 (300.000) 110,00%
Penarikan Utang bank (net) 900.000 - 900.000 -
Pelunasan pokok Surat Utang (6.920.094) (4.074.311) (2.845.783) 58,88%
Penerimaan setoran modal 2.000.000 2.000.000 - 100,00%
Jumlah Arus Kas dari Pendanaan (1.020.094) 1.225.689 (2.245.783) (120,15%)
Total arus kas masuk (keluar) 186.747 (3.051.025) 3.237.772 (1633,78%)
Saldo kas awal 4.375.626 4.644.211 (268.585) 106,14%
Saldo kas akhir 4.562.373 1.593.186 2.969.187 34,92%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 52
Page 92
Berdasarkan data di atas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:
a) Realisasi arus kas diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan sampai dengan 31 Desember
2022 akan menjadi sebesar Rp1.689.845 juta, mencapai negatif 248,7% dari anggaran sebesar
Rp4.212.414 juta, terutama karena realisasi proyeksi penyaluran pinjaman yang hanya mencapai
71,5% dari anggaran.
b) Realisasi arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi diproyeksikan sampai dengan 31
Desember 2022 akan menjadi sebesar Rp487.005 juta, terutama karena proyeksi penempatan
dana lebih dari 3 bulan sebesar Rp440.005 juta.
c) Realisasi arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan diproyeksikan sampai dengan 31
Desember 2022 akan menjadi sebesar Rp1.020.094 juta, mencapai negatif 120,2% dari anggaran.
Hal ini terutama karena terdapat realisasi pelunasan pokok surat utang sebesar Rp6.920.094
juta.
2.3.4. Capaian Rasio Keuangan Perseroan
Berdasarkan proyeksi realisasi hasil kegiatan Perseroan tahun 2022, kinerja Perseroan yang
dituangkan dalam rasio keuangan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.8 Realisasi Rasio Keuangan
Keterangan RKAP 2022 Prognosa 2022 Pencapaian
PMFC Ratio (x) 7,56 7,59 100,43%
Profit Margin 25,73% 22,11% 85,95%
ROE 3,37% 2,63% 78,07%
Debt to equity Ratio (x) 1,20 1,25 103,90%
Current Ratio 149,76% 356,57% 238,09%
BOPO 74,27% 77,89% 104,87%
BOPO (Tanpa Surat Utang) 16,50% 14,32% 86,81%
BOPO (Hanya Surat Utang) 57,77% 63,56% 110,03%
Interest Coverage Ratio (x) 1,55 1,45 93,64%
Berdasarkan data di atas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:
a) Proyeksi realisasi primary market financing to capital ratio sebesar 7,59 kali mencapai 100,43%
dari anggaran 2022 sebesar 7,56 kali. Hal ini terutama karena pada RKAP, PMN diasumsikan
diterima pada kuartal kedua tahun 2022, sedangkan realisasinya diterima pada akhir kuartal
ketiga.
b) Proyeksi realisasi profit margin sebesar 22,11% mencapai 85,95% dari anggaran 2022 sebesar
25,73% terutama karena adanya penurunan laba.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 53
Page 93
c) Proyeksi realisasi Return on equity (ROE) sebesar 2,63% mencapai 78,07% dari anggaran 2022
sebesar 3,37% karena realisasi laba bersih lebih kecil dari anggaran.
d) Proyeksi Realisasi DER (Debt-to-Equity Ratio) sebesar 1,25 kali mencapai 103,90% dari anggaran
2022 sebesar 1,20 kali karena proyeksi jumlah pendanaan berupa surat utang lebih besar dari
anggaran 2022.
e) Proyeksi realisasi BOPO sebesar 77,89% mencapai 104,87% dari anggaran 2022 sebesar 74,27%
karena prognosa pendapatan operasional lebih kecil dari anggaran.
f) Proyeksi BOPO (tanpa Surat Utang) sebesar 14,32% mencapai 86,81% dari anggaran 2022
sebesar 16,50% karena adanya penyesuaian komponen biaya administrasi dan umum.
g) Proyeksi BOPO (hanya Surat Utang) sebesar 63,56% mencapai 110,03% dari anggaran 2022
sebesar 57,77% karena proyeksi penerbitan surat utang lebih tinggi daripada anggaran.
h) Proyeksi Current Ratio sebesar 356,57% mencapai 238,09% dari anggaran 2022 sebesar
149,76% terutama karena kenaikan aset lancer dari deposito yang lebih tinggi dibandingkan
dengan target untuk tahun 2022.
i) Proyeksi Interest Coverage Ratio sebesar 1,45 kali mencapai 93,64% dari anggaran 2022 sebesar
1,55 kali terutama karena jumlah penerbitan surat utang yang lebih tinggi dari target untuk
tahun 2022.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 54
Page 94
2.4. Matriks Perkembangan Capaian Kinerja
Prognosa pencapaian kinerja kegiatan Perseroan dalam bentuk matriks balanced scorecard adalah sebagai berikut:
Tabel 2.9 Matriks Pencapaian Kinerja Prognosa Desember 2022
Prognosa Persentase
Kategori Indikator Kinerja Utama TARGET Pencapaian Realisasi Nilai Realisasi
Kode Sasaran Strategis Kode Bobot Satuan
Performansi (IKU) 2022 s.d. Des / Target Pencapaian Prognosa
2022 2022
Peningkatan Aliran Dana ke
F1 Sektor F1.1 Primary Market Financing to Capital Ratio 6,00% x (kali) 7,56 7,59 100,43% 100,43% 6,03%
Pembiayaan Perumahan
Pemenuhan pendanaan Perseroan untuk
F2.1 6,00% % 50,0<x<70,0 61,95 120,00% 120,00% 7,20%
kebutuhan Penyaluran Pinjaman
Triliun
F2.2 Penyaluran Pinjaman 6,00% 7,81 4,27 54,65% 54,65% 3,28%
Rp
Peningkatan Penyediaan
F2 Persentase atas proses kegiatan
Dana Khusus Perumahan F2.3 5,00% % 100 100 100,00% 100,00% 5,00%
sekuritisasi
Nominal sekuritisasi dan jumlah Kreditur
Perpektif
F2.4 Asal yang melakukan sekuritisasi dengan 5,00% % 100 80 80,00% 80,00% 4,00%
Mandat &
Perseroan
Keuangan
Sinergi dengan instrumen APBN melalui
F3.1 6,00% Miliar Rp 4.600 4.600 100,00% 100,00% 6,00%
Penyaluran KPR FLPP
Unit
Penggunaan Penyertaan F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP 6,00% 361.920 361.920 100,00% 100,00% 6,00%
Rumah
F3 Modal Negara Pada
Persentase penyaluran KPR FLPP
Perseroan yang Optimum F3.3 6,00% % 60 60 100,00% 100,00% 6,00%
Perseroan atas porsi bank penyalur
Persentase jumlah unit rumah yang
F3.4 5,00% % 85 85 100,00% 100,00% 5,00%
menggunakan dana dari Perseroan
Mencapai Kinerja Keuangan
F4 F4.1 Profit Margin 6,00% % 25,73 22,11 85,95% 85,95% 5,16%
yang Optimum
57,00% 53,66%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 55
Page 95
Prognosa Persentase
Kategori Indikator Kinerja Utama TARGET Pencapaian Realisasi Nilai Realisasi
Kode Sasaran Strategis Kode Bobot Satuan
Performansi (IKU) 2022 s.d. Des / Target Pencapaian Prognosa
2022 2022
Optimalisasi Peran Perseroan
Persentase dampak ekonomi atas
C1 kepada Pemangku C1.1 6,00% % 10,26 10,26 100,00% 100,00% 6,00%
penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan
Kepentingan
Perspektif
Jumlah
Stakeholder Optimalisasi Sinergi
Sinergi dengan Kegiatan
C2 BUMN/Lembaga C2.1 5,50% 11 11 100,00% 100,00% 5,50%
Lembaga/Kementerian/SMV dan
Kementerian Keuangan
Lokasi
11,50% 11,50%
Memperkuat Manajemen
I1 I1.1 Pengukuran ERM maturity level 5,00% Level 2 2 100,00% 100,00% 5,00%
Risiko
Efisiensi Kegiatan
I2 I2.1 Cost Efficiency Ratio (CER) 5,50% % 24,15 25,59 95,00% 95,00% 5,23%
Operasional
Perspektif
Pemenuhan Ketentuan
Proses Bisnis
I3 Regulasi I3.1 Skor asesmen GCG 6,00% Skor 86,00 86,00 100,00% 100,00% 6,00%
Internal
(Tata Kelola Perusahaan)
Pengembangan kajian
Kajian dalam rangka penambahan anak
I4 alternatif model bisnis I4.1 5,00% % 100 100 100,00% 100,00% 5,00%
perusahaan
Perseroan
21,50% 21,23%
Persentase pemenuhan kebutuhan
Perspektif Pengembangan Sistem L1.1 3,00% % 100 120 120,00% 120,00% 3,60%
L1 sistem TI
Pembelajaran Informasi Manajemen (SIM)
L1.2 Pengukuran IT maturity level 2,00% Level 2 2 100,00% 100,00% 2,00%
&
Pertumbuhan Pengembangan Organisasi Pengukuran Organization Health Index
L2 L2.1 5,00% Skor 68,00 72,62 106,79% 106,79% 5,34%
Perseroan (OHI)
10,00% 10,94%
100,00% 97,33%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 56
Page 96
3 BAB 3
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2023
3.1. Tema RKAP 2023
Sejalan dengan rencana penyusunan Rencan Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2023, dasar
penyusunan yang digunakan adalah Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2022 – 2026. Pada RJPP
2022 – 2026, terdapat beberapa Fokus Utama yang menjadi dasar penyusunan RKAP 2023 yang telah
dituangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2022 – 2026, yaitu:
i. Perubahan Visi dan Misi perusahaan;
ii. Sumber pendanaan jangka panjang;
iii. Pengembangan kegiatan usaha;
iv. Teknologi informasi;
v. Manajemen risiko dan tata kelola yang baik;
vi. SDM dan struktur organisasi.
Untuk mencapai sararan yang telah ditetapkan, strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan dalam
5 (lima) tahun ke depan meliputi business strategy yang berfokus pada (1) transformasi bisnis, (2)
manajemen likuiditas, (3) pertumbuhan usaha, dan (4) sinergi dengan pemangku kepentingan serta
enabler & functional strategy yang berfokus pada (5) SDM & struktur organisasi, (6) teknologi &
informasi, (7) manajemen keuangan & akuntansi, serta (8) tata kelola yang baik.
Kedelapan fokus strategi tersebut dituangkan dalam detail strategi jangka panjang yang terdiri dari:
i. Pengembangan kegiatan usaha yang sejalan dengan perluasan mandat;
ii. Menjaga likuiditas keberlangsungan usaha Perseroan, perluasan akses terhadap sumber dana
jangka panjang & murah serta peran Perseroan sebagai fiscal tools;
iii. Meningkatkan sinergi dalam rangka pengembangan usaha & membantu Pemerintah;
iv. Melakukan penguatan SDM & struktur organisasi untuk meningkatkan sinergi & mendukung
kinerja Perseroan;
v. Optimalisasi penggunaan IT dalam mendukung proses bisnis Perseroan;
vi. Menjaga efisiensi biaya, anggaran perpajakan;
vii. Monitoring ALMA serta pelaporan secara akurat;
viii. Memperkuat penerapan manajemen risiko;
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 57
Page 97
ix. Meningkatkan budaya risk awareness pada seluruh fungsi di Perseroan untuk mewujudkan
penerapan tata kelola yang baik.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, di Tahun 2023, tema RKAP yang diangkat adalah “Optimalisasi
Perluasan Mandat dalam Ekosistem Perumahan dengan Mengedepankan Prinsip Kehati-hatian”.
Sesuai dengan tema tersebut, maka sasaran strategis Perseroan akan berfokus kepada
pengembangan ekosistem Perumahan di Indonesia baik dalam menyediakan pembiayaan dari sisi
supply maupun demand namun tetap menerapkan manajemen risiko yang baik. Terdapat empat
sasaran strategis yang disasar, yaitu mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan,
meningkatkan tersedianya sumber dana jangka menengah/panjang, meningkatkan koordinasi,
kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder dan lembaga luar negeri, serta transformasi
digital, SDM yang berkualitas, manajemen risiko dan tata kelola yang baik.
Sampai dengan 30 September 2022, secara akumulasi Perseroan telah memfasilitasi penyediaan
dana jangka menengah/panjang sebesar Rp84.844 miliar, berasal dari transaksi sekuritisasi sebesar
Rp12.787 miliar, penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp72.057 miliar. Dari jumlah aliran
dana tersebut, tercatat Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Mandiri yang memanfaatkan fasilitas
sekuritisasi Perseroan, sedangkan fasilitas penyaluran pinjaman sudah dimanfaatkan oleh beragam
penyalur KPR diantaranya Bank Umum, Bank Pembangunan Daerah, Bank Syariah, Bank Perkreditan
Rakyat dan perusahaan pembiayaan.
Strategi yang akan dilakukan Perseroan di tahun 2023 untuk mencapai sasaran strategis, sejalan
dengan tema untuk tahun 2023 diantaranya adalah:
1. Pengembangan kegiatan usaha dalam rangka perluasan mandat untuk mendukung pemenuhan
tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga Indonesia;
2. Memperkuat pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga dalam negeri maupun luar negeri
salah satunya penjajakan creative funding dengan mengusung konsep ESG (Environment, social
& governance);
3. Koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder Ekosistem Perumahan untuk
mendukung pemerintah dalam meningkatkan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat;
4. Meningkatkan perekonomian nasional melalui penggunaan produk & jasa dalam negeri serta
sinergi antar BUMN; dan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 58
Page 98
5. Penguatan internal melalui digitalisasi proses bisnis, peningkatan kualitas SDM, penguatan
manajemen risiko dan tata kelola yang baik dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam
menghadapi tantangan ekonomi.
3.2. Asumsi Eksternal
3.2.1. Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2023
Pandemi COVID-19 menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian dunia sejak krisis keuangan
global. Pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya diperkirakan akan membaik di tahun 2020,
seketika menjadi resesi akibat adanya pembatasan mobilitas untuk menekan penularan COVID-19.
Pertumbuhan ekonomi global terkontraksi 3,1% yoy pada tahun 2020. Pada tahun 2021,
perekonomian global telah pulih meskipun belum merata. Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
menunjukkan rebound, salah satunya karena basis yang sangat rendah di tahun sebelumnya serta
adanya upaya pengendalian pandemi yang lebih baik. Meski demikian, sejak tahun 2021 tren
kenaikan inflasi terjadi secara global.
Kenaikan harga komoditas menjadi salah satu faktor utama lonjakan inflasi global. Kenaikan harga
yang signifikan khususnya terjadi di kelompok energi dan pangan. Di tahun 2021, pertumbuhan tinggi
harga komoditas didorong oleh faktor kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan suplai
yang seimbang. Di tahun 2022, kenaikan harga komoditas semakin signifikan akibat terjadinya konflik
geopolitik Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut merupakan produsen besar untuk beberapa
komoditas dunia, sehingga konflik yang terjadi secara langsung berimbas pada lonjakan harga secara
signifikan.
Otoritas moneter di berbagai negara maju dan berkembang melakukan pengetatan kebijakan untuk
merespons lonjakan inflasi. Hal ini memberi risiko pada terjadinya pengetatan likuiditas dan
peningkatan volatilitas pasar keuangan global. Situasi ini dapat menciptakan gangguan bagi
pemulihan ekonomi, khususnya untuk negara berkembang. Tren kenaikan inflasi global yang semakin
persisten diperkirakan akan terus mendorong percepatan pengetatan kebijakan moneter. Di sisi lain,
pengetatan moneter yang tajam juga meningkatkan ketidakpastian dan tekanan terhadap prospek
pertumbuhan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 59
Page 99
Dari dalam negeri, perbaikan ekonomi nasional terus berlanjut dengan semakin membaiknya permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor. Peningkatan kinerja ekspor berjalan seiring dengan masih kuatnya permintaan beberapa mitra dagang utama dan masih tingginya harga komoditas global. Namun, tekanan dari sisi arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi portfolio masih terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Laju inflasi dapat menjadi ancaman pemulihan ekonomi dalam negeri. Kenaikan harga bahan makanan dapat meningkatkan angka kemiskinan. Pemerintah menargetkan tingkat inflasi sebesar 3,6% pada tahun 2023, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3%. Bank Indonesia juga berkomitmen untuk mengembalikan laju inflasi ke target 3% (±1%) hingga paruh pertama tahun 2023. Kebijakan kontraktif Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan bertujuan mengendalikan laju inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar dan neraca eksternal Indonesia. Per tanggal 30 Desember 2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada di posisi Rp15.592, dimana posisi tersebut terdepresiasi 9,27% dibandingkan dengan akhir Desember 2021. Walaupun demikian, depresiasi nilai tukar Rupiah masih dapat dikendalikan oleh Bank Indonesia karena ditopang oleh pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia. Di tengah banyaknya ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2023 berada di kisaran 5,1%, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga Internasional. Indonesia masih dalam trajektori yang relatif bagus jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan PDB negara lain. Namun, angka proyeksi tersebut bisa berubah ketika isu geopolitik meningkat. Saat ini Amerika Serikat mulai membicarakan untuk memberikan sanksi kepada China guna mencegah keinginan China melakukan invasi ke Taiwan. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 60
Page 100
Tabel 3.1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 3.2.2. Sektor Perbankan Tahun 2023 Sejak Maret 2020 hingga April 2022, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) secara signifikan lebih tinggi daripada penyaluran kredit. Meskipun telah terjadi pembalikan pola sejak Juni 2022 dimana pertumbuhan penyaluran kredit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK, namun akumulasi dana perbankan selama dua tahun masih sangat besar. Sama halnya dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sudah mulai naik, hal ini tidak berarti penyaluran kredit sudah tinggi. Berkurangnya dana pihak ketiga dapat disebabkan karena pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM). Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia telah mengambil kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap bagi perbankan. Setelah mengerek GWM rupiah pada 1 Juni 2022, BI kembali meningkatkan GWM mulai 1 Juli 2022 bagi BUK menjadi 7,5% dan BUS menjadi 6%. Kemudian, mulai 1 September 2022, GWM rupiah bagi BUK menjadi 9% dan bagi BUS menjadi 6,5%. Perbaikan kinerja intermediasi perbankan dapat terganggu dengan kebijakan kontraktif Bank Indonesia. Kemampuan bank dalam menjalankan kinerja intermediasinya sangat berpengaruh terhadap kinerja penyaluran pinjaman Perseroan. Namun, intermediasi perbankan akan terganggu dengan kebijakan kontradiktif Bank Indonesia. Ketika suku bunga acuan Bank Indonesia naik diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga deposito dan tingkat suku bunga kredit, maka intermediasi perbankan cenderung bergerak turun. Bank Indonesia perlu untuk melakukan pengetatan jumlah uang beredar dengan kenaikan tingkat suku bunga acuannya. Berdasarkan perhitungan internal SMF, proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 8% ± 1% dan proyeksi pertumbuhan DPK sebesar 9% ± 1% pada tahun 2023. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 61
Page 101
3.2.3. Prospek Pasar Pembiayaan Perumahan Tahun 2023
Pertumbuhan kredit ke sektor properti, yaitu ke sektor real estate dan KPR, mengalami pemulihan
dari dampak pandemi COVID-19 seiring dengan pola pertumbuhan total kredit yang cenderung
meningkat. Sebelum adanya pandemi, pertumbuhan KPR mencapai 11,48% (yoy) di tahun 2019.
Namun ketika pandemi di tahun 2020, pertumbuhan KPR hanya tumbuh 4,34% (yoy). Rata-rata
pertumbuhan KPR meningkat pada tahun 2021 dengan rata-rata sebesar 6,96% (yoy). Pemulihan
terus berlanjut hingga tahun 2022 yang ditandai oleh peningkatan rata-rata pertumbuhan KPR
tahunan pada periode Januari hingga September 2022, yaitu sebesar 8,86% (yoy) atau lebih tinggi
dibandingkan rerata tahun 2021.
Gambar 3.1 Rata-rata Pertumbuhan KPR Tahunan
14,00
12,84
12,00 11,48
10,00
8,86
8,00 6,96
6,00
4,34
4,00
2,00
0,00
2018 2019 2020 2021 2022*
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, diolah
Pertumbuhan KPR nasional pada akhir tahun 2022 dan 2023 diperkirakan bergerak sideways. Hal ini
sejalan dengan prediksi terganggunya intermediasi perbankan akibat kebijakan moneter yang
kontraktif sejak bulan Agustus 2022. Berdasarkan perhitungan internal SMF, rata-rata pertumbuhan
KPR nasional tahun 2022 diproyeksikan sebesar 9% ± 1% (yoy). Sedangkan di tahun 2023, rata-rata
pertumbuhan KPR nasional sebesar 8% ± 1% (yoy).
3.3. Rencana Kerja
Dalam rangka Menyusun rencana kerja Perseroan di Tahun 2023, Strategi yang akan dijalankan
berepedoman dengan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2020 dan Peraturan Presiden No. 100
tahun 2020 sebagai dasar Perseroan dalam memperluas kegiatan usaha. Selain itu rencana kerja yang
disasar telah selaras dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) Perusahaan 2022-2026 yang telah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 62
Page 102
disetujui oleh Pemegang Saham, serta sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024. 3.3.1. Rencana Pengembangan Kegiatan Usaha di Tahun 2023 Dalam rangka menjawab tantangan ke depan khususnya dalam sektor Pembiayaan Perumahan, serta memperluas kegiatan Usaha Perseroan sesuai Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2020 dan Peraturan Presiden No. 100 tahun 2020, Perseroan merencanakan implementasi kegiatan usaha, yang sebelummya belum pernah dilakukan, secara bertahap. Untuk pengembangan kegiatan usaha tersebut juga dilakukan Analisis SWOT untuk menentukan strategi Perseroan yang akan diimplementasikan. Analisis SWOT Dalam rangka menyusun strategi dan mengetahui kendala dan dukungan yang dihadapi Perseroan dalam rangka optimalisasi peran Perseroan sebagai akselerator dalam mendukung ekosistem pembiayaan perumahan, dapat dilihat melalui analisis SWOT. Analisis terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal SMF dilakukan dengan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Melalui metode ini faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal Perseroan yang telah dicermati sebelumnya masing-masing dikelompokkan ke dalam: (a) Kekuatan dan Kelemahan Perseroan; dan (b) Peluang dan Ancaman Perseroan. Dari Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman, dirumuskan strategi sebagai berikut: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 63
Page 103
Gambar 3.2 Analisis SWOT SMF
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Memiliki struktur 1. Belum memiliki sumber dana
permodalan yang kuat dan jangka panjang yang murah dan
rating penerbitan AAA berkelanjutan sehingga
2. Memiliki hubungan menghasilkan Cost of fund yang
kerjasama yang baik antara relatif tinggi sehingga berdampak
Perseroan dengan para- pada masih rendahnya penyaluran
Stakeholder maupun di tingkat BPD dan BPR
regulator 2. Tingginya tingkat kebergantungan
3. Memiliki GCG dan terhadap para pengembang
Manajemen Risiko yang baik perumahan dalam hal
dengan didukung oleh SDM ketersediaan rumah
yang berkualitas 3. Sistem Informasi Manajemen yang
4. Memiliki kerangka membutuhkan pengembangan
kompetensi human capital, dan penyelarasan
program learning
development, talent pool
management, dan HCMS
untuk mengembangkan
kapasitas SDM
Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O
1. Potensi menerbitkan global 1. Pengembangan kegiatan 1. Meningkatkan kerja sama dengan
bond untuk mempeluas usaha dalam rangka lembaga dalam negeri maupun
pendanaan guna memperluas perluasan mandat untuk luar negeri salah satunya
kegiatan usaha mendukung pemenuhan penjajakan creative funding
2. Didukung penuh oleh tempat tinggal yang layak dengan mengusung konsep ESG
stakeholder maupun regulator bagi setiap keluarga 2. Mendukung Terbentuknya Sektor
dalam menjalankan kegiatan Indonesia Perumahan yang Inklusif dengan
usaha 2. Koordinasi, kolaborasi dan optimalisasi peran Perseroan pada
3. Kebutuhan rumah (backlog) komunikasi dengan para Ekosistem Perumahan
yang masih sangat tinggi stakeholder Ekosistem
4. Potensi meningkatkan Perumahan untuk
kapabilitas dan Kompetensi mendukung pemerintah
SDM melalui lembaga dalam meningkatkan
sertifikasi dan training yang tempat tinggal yang layak
mendukung perluasan mandat bagi masyarakat
yang diberikan kepada 3. Digitalisasi proses bisnis
Perseroan dan peningkatan kualitas
SDM serta Memperkuat
manajemen risiko dan tata
kelola yang baik dengan
mengedepankan prinsip
kehati-hatian dalam
menghadapi tantangan
ekonomi
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 64
Page 104
Ancaman (T) Strategi S-T Strategi W-T
1. Penyalur KPR yang sedang 1. Meningkatkan 1. Pelaksanaan pencapaian
memiliki likuiditas tinggi dari perekonomian nasional Sustainable Development Goals
Dana Pihak Ketiga dikarenakan melalui penggunaan (SDGs) dengan pengembangan
dampak ketidakstabilan produk & jasa dalam negeri pembiayaan berkonsep ESG
ekonomi yang berkepanjangan serta sinergi antar BUMN (Environment, Social, and
2. Kolaborasi antar multi- 2. Kerja Sama dengan Governance)
stakeholder dalam pemenuhan lembaga internasional
dukungan kegiatan usaha sebagai salah satu sarana
membutuhkan waktu yang pertukaran informasi dan
lama potensi kerja sama antara
3. Belum berkembangnya Pasar Perseroan dengan negara
pembiayaan lain
primer perumahan di Indonesia 3. Perluasan Peran Perseroan
4. Masih sedikit bank yang pada Pembiayaan
berkeinginan menjual tagihan Perumahan melalui
KPR karena kebutuhan untuk penambahan anak usaha
mempertahankan jumlah aset
Memperhatikan analisis SWOT tersebut di atas dengan tetap menjalankan kegiatan utama Perseroan
seperti sekuritisasi, pembiayaan hingga penugasan khusus, strategi yang harus dilakukan oleh
Perseroan, yaitu:
1. pengembangan kegiatan usaha dalam rangka perluasan mandat untuk mendukung pemenuhan
tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga Indonesia;
2. memperkuat pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga dalam negeri maupun luar negeri
salah satunya penjajakan creative funding dengan mengusung konsep ESG;
3. koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder Ekosistem Perumahan untuk
mendukung pemerintah dalam meningkatkan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat;
4. meningkatkan perekonomian nasional melalui penggunaan produk & jasa dalam negeri serta
sinergi antar BUMN; dan
5. penguatan internal melalui digitalisasi proses bisnis, peningkatan kualitas SDM, penguatan
manajemen risiko dan tata kelola yang baik dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam
menghadapi tantangan ekonomi.
Selain itu Perseroan juga berencana melakukan inisiatif strategis Perseroan sebagai berikut.
1. Memperluas keterjangkauan kepemilikan hunian melalui pengembangan skema pembiayaan
perumahan. Hal ini dilakukan dengan menindaklanjuti dan melakukan monitoring atas produk
perluasan mandat sesuai dengan timeline yang telah disusun.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 65
Page 105
2. Perluasan peran Perseroan pada pembiayaan perumahan melalui penambahan anak usaha,
yang akan dilakukan melalui:
(a) menambah penyertaan modal Perseroan untuk mempertankan persentase kepemilikan di
SEG;
(b) melakukan koordinasi dan meminta persetujuan kepada Pemegang Saham mengenai hasil
kajian penambahan anak usaha tahap pertama; dan
(c) melakukan kajian penambahan anak usaha tahap kedua menunggu arahan dari Pemegang
Saham.
3. Mendukung terbentuknya Sektor Perumahan yang Inklusif dengan optimalisasi peran Perseroan
pada Ekosistem Perumahan, melalui optimalisasi peran Perseroan sebagai Sekretariat Ekosistem
Perumahan dan pelaksanaan studi terkait Ekosistem Perumahan.
4. Mendukung peningkatan akses bagi masyarakat miskin dan rentan dengan pengembangan
pembiayaan perumahan dalam rangka peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni. Hal ini
dilakukan melalui peningkatan pembiayaan mikro perumahan kepada masyarakat menengah ke
bawah. Selain itu Perseroan juga akan melakukan penyusunan kajian studi kelayakan yang
merupakan salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk penunjukkan Perseroan sebagai OIP
(Operator Investasi Pemerintah) serta melakukan koordinasi dan meminta persetujuan kepada
Dewan Komisaris dan Pemegang Saham atas peluang keterlibatan Perseroan dalam skema OIP.
5. Meningkatkan awareness masyarakat terhadap Perseroan dalam mengembangkan sektor
Perumahan dengan digital campaign yang dilakukan Perseroan. Hal ini dilakukan dengan
optimalisasi penggunaan social media Perseroan serta kolaborasi program kehumasan
Kementerian Keuangan sesuai dengan narasi besar yang telah ditetapkan.
6. Menyediakan rate yang kompetitif sebagai strategi penetrasi pasar melalui blended financing
dari sumber dana yang dimiliki Perseroan. Perseroan akan berusaha menyalurkan pembiayaan
dengan rate yang kompetitif sesuai dengan ketersediaan dana Perseroan salah satunya ekuitas
yang dimiliki.
7. Kerja sama dengan lembaga internasional sebagai salah satu sarana pertukaran informasi dan
potensi kerja sama antara Perseroan dengan negara lain. Bentuk kerja sama yang akan dilakukan
antara lain adalah dengan:
(a) melanjutkan kajian sektor perumahan di Indonesia untuk menarik investor dari Jepang
dalam berivestasi dan memberikan pendanaan kepada Perseroan bersama Japan Housing
Finance Agency (JHF) yang ditargetkan selesai pada Februari 2023;
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 66
Page 106
(b) berperan aktif dalam kegiatan ISMMA dan ASMMA.
(c) Kerjasama dengan lembaga / institusi internasional lainnya yang akan dijajaki seiring
dengan perkembangan kegiatan usaha di tahun 2023.
8. Pelaksanaan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pengembangan
pembiayaan berkonsep ESG (Environment, Social, and Governance). Kegiatan yang akan
dilakukan antara lain adalah:
(a) melakukan kordinasi dengan stakeholder perumahan di Indonesia untuk menetapkan
standar perumahan green di Indonesia agar tersedianya underlying penerbitan green bond;
(b) menyiapkan framework yang akan digunakan pada penerbitan Thematic Bond.
9. Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) sebagai bentuk pemberdayaan produk dan jasa dalam negeri, antara lain dengan
menggunakan konsultan penyusunan kajian dari dalam negeri.
10. Sinergi antar BUMN dalam meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional,
antara lain dengan melakukan penempatan dana pada obligasi yang diterbitkan oleh korporasi
BUMN maupun kegiatan kolaboratif dengan seluruh SMV di bawah binaan Kementerian
Keuangan.
Selain inisiatif strategis di atas, Perseroan juga siap melakukan inisiatif lainnya sesuai arahan dan
persetujuan Pemegang Saham.
Perluasan Usaha dan Peran SMF
Berdasarkan perubahan regulasi yang menyetujui perluasan mandat dan kegiatan Perseroan,
kegiatan usaha yang dapat dilakukan Perseroan untuk mendukung industri perumahan dapat
digambarkan sebagai berikut.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 67
Page 107
Gambar 3.3 Perluasan Peran Perseroan
Perseroan tetap melanjutkan kegiatan penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi, Kredit Multiguna,
dan Kredit Mikro Perumahan di tahun 2023. Selain itu, Perseroan juga akan mencoba merealisasikan
penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR Sewa/Beli. Di samping itu, Perseroan juga akan
melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha, penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program
KPBU Perumahan, penjajakan penerbitan Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage yang
sesuai indikasi timeline perluasan mandat dan kegiatan Perseroan. Perseroan juga akan terus
mengembangkan produk yang selaras dengan perluasan mandat Perseroan, yang memiliki dampak
pembangunan besar bagi perekonomian Indonesia.
Gambar 3.4 Indikasi Timeline Rencana Perluasan Mandat
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 68
Page 108
Reverse Mortgage Pada tahun 2022, Perseroan telah memulai kajian terkait rencana pengembangan produk Reverse Mortgage. Reverse Mortgage adalah fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan kepada masyarakat usia lanjut atau yang sudah memasuki usia pensiun. Debitur nantinya akan memperoleh pinjaman dengan mengagunkan rumah atau satuan rumah susun yang dimiliki. Agunan tersebut sebelumnya telah dinilai oleh penilai independen untuk menentukan nilai plafon. Dana nantinya akan dibayarkan secara berkala bulanan sampai dengan nasabah tersebut (dan pasangannya) meninggalkan rumah atau rumah susun tersebut sehingga kreditur dapat mengambil- alih rumah atau satuan rumah susun yang diagunkan. Produk ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan rumah atau satuan rumah susun sebagai underlying asset untuk memperoleh pembiayaan. Pada tahun 2023, Perseroan akan mulai mengkaji kegiatan ini lebih mendalam, termasuk melihat potensi pasar atau demand atas produk ini. KPR Sewa Beli Perseroan baru akan memulai menjajaki produk KPR sewa beli di tahun 2023. Produk ini merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan kepada konsumen MBR yang diperbolehkan menghuni rumah atau satuan rumah susun yang belum dimiliki sambil mengumpulkan uang muka untuk memiliki rumah dengan nilai jual yang telah disepakati dan membayar uang sewa bulanan atas rumah atau satuan rumah susun yang dihuni secara bulanan selama masa periode tertentu sampai dengan saat akad kredit yang diperjanjikan jatuh tempo. KPRumah Usaha dan KPR Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB) Jenis produk yang akan dikembangkan selanjutnya pada tahun 2023 adalah KPRumah Usaha dan KPR PPJB. KPRumah Usaha merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan kepada konsumen yang membeli rumah atau satuan rumah susun yang bangunannya bisa digunakan sebagai tempat tinggal dan juga sebagai tempat kegiatan usaha. KPR PPJB merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan melalui lembaga jasa keuangan kepada konsumen yang bersedia membeli rumah atau satuan rumah susun yang masih dalam tahap pembangunan dari pengembang yang sanggup menyerahkan rumah atau rumah susun secara tepat waktu, tepat kuantitas dan tepat kualitas sesuai dengan yang diperjanjikan. Pada tahun 2023, Perseroan akan mulai menjajaki kemungkinan pengembangan kedua produk KPR tersebut sehingga dapat menambah kegiatan usaha Perseroan dan meningkatkan peran Perseroan dalam sektor pembiayaan perumahan sekunder. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 69
Page 109
Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
KPBU dapat didefinisikan sebagai kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan
Infrastruktur bertujuan untuk kepentingan umum dengan mengacu pada spesifikasi yang telah
ditetapkan sebelumnya oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/BUMN/BUMD, yang sebagian
atau seluruhnya menggunakan sumber daya Badan Usaha dengan memperhatikan pembagian risiko
diantara para pihak. Kerjasama Pemerintah dengan swasta sebenarnya telah dikenal sejak lama,
namun mulai dikembangkan pada tahun 1998. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor
38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.
Sejak Perpres ini diluncurkan kerjasama yang sebelumnya dikenal dengan Kerjasama Pemerintah
Swasta (KPS) selanjutnya disebut KPBU.
Program KPBU yang akan dilakukan Perseroan adalah khusus untuk KPBU Perumahan sesuai dengan
ruang lingkup kegiatan Perseroan yaitu KPBU sektor perumahan. Sampai dengan saat ini belum ada
proyek KPBU Perumahan yang sudah terealisasi, hanya terdapat proyek KPBU perumahan yang saat
ini sedang dalam proses awal untuk pelaksanaan oleh Kementerian PUPR. Menjadi tantangan
tersendiri bagi Perseroan dan tentunya diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga skema
KPBU perumahan dapat dilaksanakan.
Gambar 3.5 Perubahan Lingkungan Strategis Perseroan terkait KPBU dan KSPI
Bank
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 70
Page 110
Gambar 3.6 Indikasi Skema KPBU Perumahan Dalam indikasi skema ini, dimana sesuai PP dan Perpres atas perluasan mandat, Perseroan dapat memberikan pinjaman kepada bank yang menyalurkan pembiayaan kepada badan usaha yang menjadi pelaksana proyek. Pemberian pinjaman secara langsung oleh Perseroan tidak dapat dilakukan berdasarkan regulasi yang ada, kecuali adanya penugasan khusus yang diberikan oleh Pemegang Saham kepada Perseroan. Alternatif lain yang dapat dilakukan Perseroan adalah Perseroan bertindak sebagai sponsor atau penyertaan pada badan usaha yang tentunya juga membutuhkan persetujuan dari Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan juga dapat melibatkan diri dalam proyek KPBU pada fase persiapan proyek yang selama ini telah dilakukan oleh PT PII atau PT SMI dalam KPBU infrastruktur lainnya. Perseroan hingga saat ini tengah melakukan diskusi secara intens dengan Kementerian teknis pelaksanaan KPBU sektor perumahan, yaitu Kementerian PUPR. Perseroan mencoba menjajaki opsi dukungan yang dapat dilakukan pada skema KPBU sektor perumahan. Pada tahun 2023, Perseroan akan melakukan sinergi dan kolaborasi bersama dengan stakeholder terkait untuk turut serta dalam proses KPBU, antara lain dalam peningkatan kapasitas dan/atau diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan Penanggung Jawab Proyek KPBU pada Kementerian/Lembaga/Instansi terkait yang mendukung pengembangan proyek infrastruktur, melakukan identifikasi dukungan, skema pembiayaan, dan pengembangan struktur proyek KPBU dalam rangka upaya percepatan proyek KPBU khususnya sektor perumahan secara inovatif dan kolaborasi implementasi dukungan penyiapan dan transaksi proyek serta penyusunan skema pembiayaan dan struktur proyek KPBU dalam rangka sinergi Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Perseroan juga akan melakukan penyusunan kajian dengan hasil yang diharapkan dimana Perseroan dapat berperan serta dalam pelaksanaan proyek KPBU sektor perumahan, dan menjadi landasan bagi Perseroan untuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 71
Page 111
meminta penugasan dari Pemerintah apabila diperlukan khususnya dalam opsi-opsi yang
membutuhkan penugasan atau persetujuan dari Pemegang Saham.
Covered Bond (CB)
Definisi Covered Bond berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh Perseroan sebelumnya dapat
dijelaskan sebagai berikut:
1. Merupakan obligasi yang diterbitkan oleh lembaga keuangan/ institusi;
2. Dijamin dengan kumpulan kredit yang berkualitas tinggi (cover pool assets);
3. Bila ada aset dalam cover pool yang mengalami penurunan kualitas, maka aset tersebut harus
diganti dengan aset lain yang kualitasnya baik sehingga tingkat ‘overcollateralization’ (nilai
jaminan lebih tinggi daripada nilai obligasi) yang telah ditentukan tetap terjaga;
4. Investor mendapat hak prioritas pertama atas cover pool jika terjadi default atas penerbit,
dibandingkan dengan investor lain.
Covered bond merupakan aman bagi investor karena memiliki dual recourse yaitu dari penerbit dan
aset yang menjadi aset dasar. Untuk melakukan penerbitan covered bond, Perseroan akan
mempertimbangkan kondisi pasar modal dan pasar KPR karena akan berpengaruh terhadap
keberhasilan transaksi tersebut. Hal lain yang perlu diantisipasi adalah belum adanya peraturan
khusus terkait Covered Bond yang menjadi pertimbangan investor dalam melakukan investasi.
Perseroan telah selesai menyusun kajian dan akan menjajaki kemungkinan penerbitannya di tahun
2023 dengan tetap memperhatikan kondisi pasar yang ada serta regulasi terkait.
Pada tahun 2022, Perseroan telah menyusun Kajian Sekuritisasi tanpa jual putus yang merupakan
bentuk lain dari skema covered bond. Di tahun 2023, Perseroan mengharapkan mendapatkan
dukungan baik dari regulator maupun pemegang saham dalam usulan skema sekuritisasi baru
tersebut.
3.3.2. Sasaran Usaha
Sesuai dengan maksud dan tujuannya, Perseroan didirikan untuk membangun dan mengembangkan
pasar pembiayaan sekunder perumahan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan
kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. Hal tersebut dilakukan
Perseroan dengan menyediakan dana jangka menengah/panjang melalui kegiatan penyaluran
pinjaman yang dananya berasal dari penerbitan surat utang pasar modal dan/atau penerimaan
pinjaman untuk kemudian disalurkan ke sektor pembiayaan perumahan melalui penyalur KPR.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 72
Page 112
Saat menunggu waktu yang tepat untuk menerbitkan surat utang, Perseroan melakukan bridging untuk kemudian digantikan dengan dana dari hasil penerbitan surat utang sehingga terjadi kelipatan dalam penyalurannya. Disisi lain, untuk penyalur KPR yang telah memiliki tagihan KPR yang cukup dan memenuhi kriteria, dapat menjual putus tagihan KPR-nya (true sale) untuk kemudian dikonversi melalui transaksi sekuritisasi menjadi efek yang likuid di pasar modal yang disebut Efek Beragun Aset (EBA). Dengan Perseroan menyalurkan dana jangka menengah/panjang secara berkesinambungan kepada penyalur KPR, diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu menciptakan pembiayaan perumahan yang efektif dan efisien sehingga mendorong peningkatan volume KPR yang cukup dan berkesinambungan serta terjangkau dilihat dari kemudahan memperoleh KPR. Selain itu penggunaan dana jangka menengah/panjang ini juga dapat membantu penyalur KPR menghindari risiko kesenjangan jatuh tempo (maturity mismatch). Dengan adanya perluasan mandat yang diberikan, Kegiatan usaha yang dapat dilakukan semakin luas. Salah satu perluasan mandat yang telah dilakukan pilot project dan saat ini sedang berjalan dalam penyaluran pinjaman adalah kredit konstruksi dan kredit Mikro. Kredit Kontruksi bertujuan untuk menambah kapasitas produksi perumahaan sehingga lebih banyak developer/kontraktor yang membangun rumah melalui pendanaan dari lembaga keuangan. Penyaluran kredit konstruksi juga bisa menjadi jalan bagi lembaga keuangan untuk menambah potensi KPR yang dapat disalurkannya melalui kerjasama dengan pengembang properti. Hal ini merupakan salah satu poin penting yang diperoleh Perseroan ketika melakukan pendekatan kepada BPD untuk menyalurkan KPR kepada masyarakat di wilayahnya. Selain itu, Pengembangan kegiatan usaha dalam bentuk pembiayaan untuk kredit mikro perumahan juga menjadi salah satu sasaran yang ingin dikembangkan Perseroan di tahun 2023. Untuk pembiayaan kredit mikro perumahan ini, dalam pelaksanaannya lembaga keuangan yang dilibatkan tidak hanya bank tetapi perusahaan pembiayaan atau lembaga jasa keuangan lainnya. Hal ini akan dipengaruhi dengan segmentasi masyarakat yang menjadi target dalam pelaksanaan kegiatan pembiayaan kredit mikro perumahan. Dengan telah berjalannya dua kegiatan usaha tersebut, Perseroan juga akan melakukan mengembangkan kegiatan usaha lainnya sesuai dengan perluasan mandat yang telah diterima seperti PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 73
Page 113
penjajakan untuk pengembangan kegiatan usaha berupa Reverse Mortgage, KPR Sewa beli, KPRumah
usaha, KPR PPJB, dan KPBU Perumahan yang akan dimulai pada tahun 2023. Pengembangan kegiatan
usaha ini dalam rangka mendukung peningkatan peran Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan
sekunder perumahan sehingga semakin banyak jenis produk KPR yang dapat dibiayai oleh Perseroan.
Mengingat porsi pembiayaan maupun sekuritisasi sebagian besar merupakan debitur dari Bank BTN,
Perseroan akan terus mencoba untuk melakukan kerja sama sekuritisasi maupun penyaluran
pinjaman dengan bank-bank lain selain Bank BTN. Walaupun proses ini tidaklah mudah untuk
dilakukan terlebih di tengah tantangan kondisi makroekonomi dan tingginya likuiditas perbankan.
3.3.3. Kebijakan Perseroan
Berikut ini adalah beberapa kebijakan yang dimiliki oleh Perseroan, antara lain:
1. Plafon maksimum KPR yang dapat dibiayai Perseroan sebesar Rp1 miliar.
2. Menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan Perseroan, maka Leverage akan dijaga di
bawah 4 (empat) kali.
3. Batas pemberian kredit untuk masing-masing institusi/client didasarkan pada Kebijakan
Counterparty Rating dan Counterparty Limit yang dimiliki Perseroan.
3.3.4. Program Kegiatan
3.3.4.1. Kegiatan Utama
3.3.4.1.1. Sekuritisasi
Pada tahun 2023, Perseroan menargetkan transaksi sekuritisasi sebesar Rp750 miliar yang
pelaksanaannya akan dilakukan pada Q3 dan/atau Q4 2023 dengan menggunakan skema sekuritisasi
sesuai Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2020 juncto Peraturan Presiden No. 101 Tahun 2016 juncto
Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2008 juncto Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2005 dan Peraturan
OJK (POJK) No. 23/POJK.04/2014 Tahun 2014 atau skema sekuritisasi lainnya sesuai dengan
kebutuhan Kreditur Asal.
Diharapkan pada tahun 2023, investor semakin yakin untuk berinvestasi pada EBA-SP, karena
reputasi Perseroan semakin baik yang memberikan dukungan dan jaminan penuh terhadap efek yang
diterbitkannya tersebut. Selain berperan sebagai Penerbit, Perseroan juga berperan sebagai Penata
Sekuritisasi (Arranger), Pendukung Kredit (Credit Enhancer) dan bila diperlukan dapat berperan
sebagai Investor dengan investasi pada EBA-SP s.d sebesar nilai penerbitan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 74
Page 114
Dengan rencana sekuritisasi sebesar Rp750 miliar, maka diproyeksikan aliran dana ke pasar
pembiayaan primer dari kegiatan sekuritisasi sampai dengan akhir tahun 2023 mencapai Rp14.037
miliar. Nilai aliran dana tersebut merupakan akumulasi dari transaksi sekuritisasi KPR yang difasilitasi
Perseroan sejak tahun 2009.
Perseroan mentargetkan untuk terus meningkatkan volume dan intensitas sekuritisasi KPR ke
depannya. Untuk itu pada tahun 2023, Perseroan tetap akan melakukan pendekatan secara intensif
kepada para penyalur KPR lainnya, baik konvensional maupun syariah.
Selain menggunakan struktur Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), kegiatan
sekuritisasi ke depannya juga dibuka kemungkinan menggunakan struktur perluasan EBA-SP yang
tengah diusahakan Perseroan sejak awal tahun 2022. Yang membedakan di sini adalah tidak adanya
jual putus dari sisi akuntansi dari bank kepada investor atau penerbit efek.
Dalam pelaksanaan transaksi Sekuritisasi terdapat isu strategis, kegiatan yang telah dilakukan untuk
meningkatkan sekuritisasi dan strategi serta dukungan, yaitu:
Isu Strategis
Terkait Penyalur KPR sebagai Seller:
1. Ketertarikan bank terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui sekuritisasi aset masih
rendah, bank lebih cenderung mengandalkan Dana Pihak Ketiga sebagai salah satu sumber
pendanaan, yang dinilai relatif lebih murah.
2. Bank cenderung tidak mau melepas portofolio KPR dari pembukuannya untuk disekuritisasi.
3. Belum ada standarisasi SOP penyaluran KPR untuk kemudian dapat disekuritisasi.
Terkait Investor sebagai Buyer:
1. Pasar Sekunder EBA yang belum maksimal karena volume dan/atau frekuensi perdagangan yang
terbatas.
2. Persepsi negatif dari para pihak (khususnya investor) terhadap sekuritisasi aset karena pernah
terjadinya krisis ekonomi yang disebabkan oleh sekuritisasi subprime mortgage.
3. Bagi Investor Perbankan, diwajibkan memiliki informasi terkait Kinerja dan Kualitas dari
kumpulan aset yang mendasari EBA-SP sehingga Risk-Weight investasi pada EBA-SP masih
dipersamakan dengan Investasi pada Obligasi.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 75
Page 115
4. Belum ada insentif bagi investor seperti insentif pajak, sebagaimana yang diberikan untuk
Reksadana.
5. Investor masih terbatas pada beberapa institusi (anchor investor), dengan volumenya masih
sedikit jika dibandingkan dengan total portofolio investasi.
Kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan sekuritisasi:
1. Melakukan diskusi dan presentasi terkait sekuritisasi kepada Perbankan penyalur KPR.
2. Menyampaikan penawaran kerja sama kepada Bank yang memiliki portofolio KPR besar dengan
menawarkan struktur transaksi yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dari perbankan.
3. Melakukan penguatan Pasar Pembiayaan Primer dengan mendorong standardisasi SOP KPR
serta kegiatan pendidikan & pelatihan KPR.
4. Mendirikan atau melakukan akuisisi anak usaha dalam pembiayaan perumahan agar dapat
bersinergi dalam melakukan sekuritisasi.
3.3.4.1.2. Penyaluran pinjaman
Sebagaimana penyaluran pinjaman pada tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2023 penyaluran
pinjaman tetap terbagi menjadi 2 (dua), yaitu pembiayaan komersial dan penugasan khusus.
Penyaluran pembiayaan komersial akan dilakukan kepada Penyalur KPR Konvensional dan Syariah
baik Bank Umum, Bank Syariah, Bank BPD, Bank Perkreditan Rakyat, Perusahaan Pembiayaan, dan
lembaga keuangan lainnya yang akan disalurkan menggunakan bunga pasar. Sementara untuk
penyaluran pembiayaan untuk penugasan khusus, ditujukan untuk pembiayaan KPR Program FLPP
dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 4,45% selama 20 tahun kepada masyarakat.
Di tahun 2023, selain penyaluran pinjaman dalam bentuk KPR, Perseroan juga tetap menyalurkan
pinjaman yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk menyalurkan Kredit Konstruksi, Kredit Mikro
Perumahan, Multiguna Perumahan, serta piloting untuk pembiayaan rumah usaha. Pada tahun 2023,
proyeksi penyaluran pinjaman komersil Perseroan akan mengalami penurunan dibandingkan dengan
dengan tahun 2022 namun secara outstanding meningkat sebesar 20,2%.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 76
Page 116
Tabel 3.2 Target Penyaluran Pinjaman dan Outstanding 2023
PROGNOSA 2022 RKAP 2023
Penyaluran Pinjaman (Outstanding) % Perubahan
Miliar Rp. Miliar Rp.
Total 25.831 32.610 26,2%
Komersial (Konvensional & Syariah) 12.758 15.336 20,2%
KPR FLPP 13.073 17.274 32,1%
PROGNOSA 2022 RKAP 2023
Penyaluran Pinjaman % Perubahan
Miliar Rp. Miliar Rp.
Total 8.868 10.397 17,3%
Konvensional dan Syariah 4.268 5.077 18,9%
KPR FLPP 4.600 5.320 15,7%
Target penyaluran pinjaman untuk KPR FLPP sebesar Rp5.320 miliar lebih rendah dibandingkan porsi
25% SMF untuk 2023 Rp8.393 miliar, hal ini mempertimbangkan fakta sejak tahun 2017 bahwa tidak
semua lembaga Keuangan pelaksana memanfaatkan dana dari Perseroan. Rata-rata serapan lembaga
keuangan pelaksana KPR FLPP setiap tahunnya mencapai ±60% dari dana yang disediakan oleh
Perseroan.
Sebagai bentuk pelaksanaan misi dan tujuan pendirian Perseroan, dalam mendukung pasar
pembiayaan primer perumahan termasuk usaha penciptaan suku bunga KPR yang layak, NIM (spread)
penyaluran pinjaman umum akan tetap diupayakan dalam kisaran 0,30%. Dalam menjalankan
kegiatan utamanya ini, Perseroan menghadapi tantangan yakni penyalur pembiayaan perumahan
utamanya perbankan masih menghendaki tingkat bunga yang rendah untuk dana jangka
menengah/panjang dari Perseroan, dengan membandingkan dengan DPK yang memiliki bunga lebih
rendah. Dengan rencana penyaluran pinjaman komersial maupun program sebesar Rp10.397 miliar,
maka outstanding nilai penyaluran pinjaman pada akhir tahun 2023 diproyeksikan menjadi sebesar
Rp32.610 miliar.
Dalam penyaluran pinjaman di tahun 2023, Perseroan menghadapi kondisi khusus dimana terdapat
rencana aksi korporasi berupa Rights Issue Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan mitra
strategis utama Perseroan dengan target dana hingga Rp4.160 miliar. Rencana aksi korporasi ini
diperkirakan akan dilaksanakan di akhir tahun 2022. Rencana aksi korporasi tersebut akan
berdampak kepada tingkat likuiditas BTN hingga semester II tahun 2023 dan dapat memengaruhi
tingkat permintaan dari mitra Perseroan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 77
Page 117
Selain itu, masih terdapat tren penurunan Cost of Fund milik BTN. Sebagai mitra strategis Perseroan,
BTN mengalami penurunan Cost of Fund yang berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Cost of Fund yang
berasal dari DPK per Maret 2022 sebesar 2,41% dan menjadi 2,35% per Juni 2022 (BTN, Analyst
Meeting, 30 Juni 2022). Di segmen pasar lainnya, yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR), terdapat dana
bantuan sosial kepada MBR yang disalurkan melalui BPR milik Pemerintah Daerah/Perseroda
menyebabkan DPK BPR potensial menjadi relatif lebih murah. Hal ini juga memengaruhi tingkat
permintaan dari mitra Perseroan.
Selain isu di atas, Perseroan masih menghadapi tantangan pada tahun 2023, yakni:
1. perbankan umumnya menggunakan sumber dana jangka pendek dalam menyalurkan kredit
jangka panjangnya (KPR);
2. belum adanya peraturan yang mewajibkan penyaluran kredit jangka panjang memakai sumber
pendanaan jangka panjang;
3. likuiditas perbankan yang tinggi, diiringi enggannya perbankan untuk menyalurkan
pembiayaan perumahan kepada segmen MBR;
4. pricing di market belum menarik akibat tingginya Cosf of Fund dibandingkan dengan DPK,
sehingga cost of fund lembaga keuangan dan LDR perbankan menurun;
5. lembaga keuangan memiliki banyak opsi pendanaan lain diluar SMF; dan
6. terdapat prediksi resesi ekonomi global pada tahun 2023.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Perseroan akan berusaha:
7. melakukan perluasan mitra penyalur Perseroan seperti BPR dan LKNB untuk bersinergi
menyalurkan pembiayaan perumahan bagi MBR berbasis komunitas;
8. mempertimbangkan dengan matang situasi prediksi ke depan dalam penetapan prognosa
target;
9. mematangkan metode bundling pricing maupun eksplorasi sumber dana lain bersama divisi
terkait;
10. fokus penyaluran kepada lembaga keuangan yang stabil dengan tenor >1 tahun untuk menjaga
portfolio OS di tahun depan; dan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 78
Page 118
11. menciptakan produk pembiayaan yang unik dan sesuai dengan kebutuhan mitra lembaga
keuangan (misal: bundling dengan dana pendamping atau bundling dengan pelatihan &
pendampingan).
3.3.4.1.3. Aliran Dana ke Pasar Primer Perumahan
Dengan target sekuritisasi dan penyaluran pinjaman tahun 2023 sebesar Rp11.147 miliar maka target
aliran dana mengalami pertumbuhan sebesar 19,00% dari prognosa tahun 2022.
Tabel 3.3 Target Aliran Dana Tahun 2023
Prognosa 2022 Target 2023 Kenaikan
Kegiatan
(miliar Rp) (miliar Rp) (Penurunan)
Sekuritisasi 500 750 50,00%
Penyaluran Pinjaman
8.868 10.397 17,25%
(Komersial dan Program)
Total 9.368 11.147 19,00%
Dengan target aliran dana tersebut, maka perkembangan sampai akhir tahun 2023 untuk setiap
tahunnya dan secara kumulatif tampak pada Gambar 3.7.
Gambar 3.7 Aliran Dana Per Tahun Melalui Sekuritisasi & Penyaluran Pinjaman
3.3.4.1.4. Rencana Pendanaan
Rencana pendanaan Perseroan yang terdiri dari penerbitan obligasi, sukuk, MTN dan/atau
penggunaan Term Loan pada tahun 2023 sebesar Rp5.300 miliar, yang penggunaannya untuk
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 79
Page 119
menggantikan dana ekuitas yang digunakan sebagai bridging penyaluran pinjaman, penyaluran pinjaman baru, serta penugasan khusus kepada Perseroan atas program pemerintah, yaitu Program Penurunan Beban Fiskal (FLPP). Realisasi dari rencana pendanaan ini akan tergantung dari realisasi penyaluran pinjaman Perseroan. Total pendanaan sebesar Rp5.300 miliar akan digunakan untuk (1) menggantikan ekuitas Perseroan yang telah digunakan sebagai bridging dalam penyaluran pinjaman umum (2) pelunasan obligasi dan pinjaman yang jatuh tempo pada tahun 2023, dan (3) leveraging dalam rangka penyaluran pinjaman KPR Program. Penerbitan surat utang pada tahun 2023 akan dilaksanakan dengan penerbitan Efek Bersifat Utang/Sukuk (EBUS) melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB), skema melalui penawaran terbatas (contoh: MTN), maupun pinjaman bank (Term Loan) berbasis konvensional maupun syariah. Dalam pelaksanaan penerbitan surat utang terdapat strategi yang diantaranya adalah melakukan pendekatan intensif dengan perusahaan pengelola dana jangka panjang (dana pensiun, asuransi, dan lain-lain), dan roadshow kepada investor asing. Selain melalui penerbitan surat utang, sumber pendanaan Perseroan juga akan diperoleh dari pinjaman bilateral yang diterima berupa term loan atau dalam bentuk pendanaan lainnya baik dari perbankan atau lembaga lainnya. Untuk memenuhi likuiditas jangka pendek Perseroan, Perseroan juga akan menarik kredit lainnya yang diberikan khususnya oleh perbankan. Di samping itu, di tahun 2023, Perseroan juga tetap menjajaki creative funding salah satunya pendanaan dalam rangka mendukung ESG, serta penggunaan dana dari ekuitas Perseroan yang tersedia (per 2022 ekuitas yang tersedia adalah Rp190 miliar, namun apabila terdapat ekuitas lebih di tahun 2023, jumlah ekuitas yang dapat digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan Perseroan). Penggunaan ekuitas ini adalah salah satu strategi Perseroan untuk memberikan suku bunga yang kompetitif kepada mitra dalam rangka penyaluran pinjaman dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi ekonomi yang akan terjadi. Untuk pendanaan program KPR FLPP, dengan diterimanya dana PMN 2022 pada bulan September 2022, maka perkiraan penyaluran dana PMN untuk 2022 akan habis digunakan, sesuai prognosa penyaluran KPR FLPP untuk tahun 2022 yang sebesar Rp4.600 miliar. Pada tahun 2022 Perseroan juga mengajukan PMN 2023 sebesar Rp1.530 miliar, yang diperuntukan khusus untuk mendukung pembiayaan KPR Program dengan blending dana Perseroan dari penerbitan surat utang yang terlihat pada bagan berikut: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 80
Page 120
Gambar 3.8 Pengajuan PMN 2023
PMN 2023 diperkirakan akan diterima pada triwulan III tahun 2023 dan seluruhnya akan disalurkan
untuk pembiayaan KPR FLPP dengan total Rp5.320 miliar pada tahun 2023 sehingga detail rencana
penggunaan PMN di tahun 2023 adalah sebagai berikut. Rencana penggunaan PMN untuk tahun
2023 ini dapat berubah, menyesuaikan dengan realisasi penyaluran KPR FLPP di tahun 2022 dan
waktu penerimaan PMN di tahun 2023.
Tabel 3.4 Rencana Penggunaan PMN Tahun 2023
dalam miliar Rupiah
Tahun 2023
Keterangan Total
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV
Proyeksi Penyaluran KPR FLPP 766 1.188 1.386 1.980 5.320
Penggunaan Dana Siaga Hasil Leverage 766 574 500 450 2.290
PMN 2023 - - - 1.530 1.530
Leverage PMN Tahun Sebelumnya - 614 886 - 1.500
Total Penyaluran Dana KPR FLPP 766 1.188 1.386 1.980 5.320
Dalam rangka fungsi monitoring pada penyediaan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan
penyaluran pinjaman baik konvensional maupun syariah, KPR FLPP, sebagaimana tahun-tahun
sebelumnya, di tahun 2023 Perseroan kembali menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) rasio
perhitungan pemenuhan pendanaan Perseroan. Target Perseroan untuk tahun 2023 atas IKU
tersebut adalah antara 50,0% sampai dengan 70,0%. Rasio ini digunakan selain untuk memonitor
kondisi keuangan Perseroan juga sebagai pengukur likuiditas Perseroan sehingga tetap terjaga.
3.3.4.2. Kegiatan Penugasan Khusus
Saat ini Perseroan memiliki beberapa penugasan khusus yang diberikan oleh Pemerintah dan telah
mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham antara lain Program KPR FLPP dan Program
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
3.3.4.2.1. Program Penurunan Beban Fiskal (KPR FLPP)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 81
Page 121
Penyaluran pinjaman KPR Program pada tahun 2023 ditargetkan sebesar Rp5.320 miliar dengan tenor
20 (dua puluh) tahun dan suku bunga 4,45% fixed selama masa pinjaman. Debitur penyaluran
pinjaman KPR Program, yaitu Bank Pelaksana yang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama
Pembiayaan dengan Perseroan. Dalam rangka meningkatkan volume dan penyalur KPR Program
FLPP, Perseroan terus melakukan pendekatan kepada perbankan yang belum bekerjasama
menyalurkan KPR Program. Dalam pelaksanaan transaksi penyaluran pinjaman untuk Penurunan
Beban Fiskal, terdapat strategi dan rencana kerja 2023, yaitu:
1. Perseroan melakukan pendekatan secara terus menerus kepada bank penyalur KPR FLPP yang
belum menggunakan dana Perseroan;
2. Untuk melaksanakan Program Penurunan Beban Fiskal pada KPR Program di tahun 2023,
berdasarkan kajian yang telah diajukan kepada Pemegang Saham diperlukan dukungan PMN
sebesar Rp1,53 triliun yang diperkirakan akan diterima Perseroan pada tahun 2023. Selain itu,
Perseroan juga akan menerbitkan Surat Utang sebagai leverage PMN tahun 2023 sebesar Rp1,94
triliun serta Surat Utang sebagai leverage PMN yang telah diterima tahun-tahun sebelumnya.
Dengan 75% dana BP Tapera dan 25% dari SMF, total dana sebesar-besarnya yang dapat
tersalurkan dalam bentuk KPR FLPP di tahun 2023 adalah sebesar Rp8,39 triliun yang diharapkan
dapat memfasilitasi lebih dari 220 ribu rumah.
3.3.4.2.2. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Pada tahun 2022, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) berganti nama menjadi Program
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dasar pelaksanaan TJSL Perseroan adalah:
1. UU No. 19/2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
2. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 05/MBU/04/2021 tanggal 20 April 2021
Tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
3. Surat Edaran Menteri Negara BUMN No. SE-07/MBU/2008 tentang Pelaksanaan PKBL.
Bagi Perseroan, kegiatan TJSL selain merupakan kesempatan untuk meningkatkan visibilitas dan
mempromosikan isu perumahan kepada publik. TJSL merupakan investasi dalam strategi branding
perusahaan dan promosi isu perumahan.
Di tahun 2022 Perseroan menggunakan sebagian dana TJSL dalam mendukung program pembiayaan
homestay dan pembiayaan rumah di daerah kumuh. Selanjutnya di tahun 2023, Perseroan kembali
menjalankan kedua program tersebut termasuk kegiatan sosial lainnya. Total nilai dana TJSL yang
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 82
Page 122
disiapkan Perseroan di tahun 2023 adalah sebesar Rp10.320 juta atau sekitar 2,62% dari prognosa
laba bersih Perseroan tahun 2022. Dengan anggaran tahun 2023 sebesar Rp10.320 juta, maka
akumulasi dana TJSL sejak tahun 2018 adalah sebesar Rp19.336 juta (termasuk dana PK yang di-
unfreeze tahun 2018), meliputi Program Pembiayaan kepada usaha mikro (Program Pembiayaan
Homestay) sebesar Rp8.228 juta, dan kegiatan sosial, yaitu Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah
Kumuh sebesar Rp8.108 juta dan Bantuan Sosial Kemasyarakatan (termasuk anggaran untuk kegiatan
joint program SMV) sebesar Rp2.500 juta.
Tabel 3.5 Anggaran dan Penggunaan Dana TJSL Tahun 2023
i. Program Pembiayaan Homestay
Di tahun 2023, Perseroan berencana untuk tetap menjalankan Program Pembiayaan Homestay, di
mana Perseroan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam
mendukung pengembangan destinasi wisata khususnya pembiayaan homestay. Sesuai arahan dan
fungsi dalam program tersebut, Perseroan bekerja sama dengan lembaga penyalur seperti BUMDes
yang berperan sebagai penyalur kredit dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berperan
sebagai pemberi rekomendasi penerima kredit. Program pembiayaan homestay bertujuan agar
terdapat kemudahan sumber pembiayaan bagi masyarakat untuk memperbaiki kamar rumah yang
akan disewakan kepada wisatawan. Dengan dilakukannya perbaikan homestay diharapkan
wisatawan semakin memperpanjang masa tinggalnya di destinasi wisata di Indonesia. Dengan
demikian, dapat diperoleh manfaat ekonomi, khususnya bagi pemilik, pekerja di bidang yang
bersangkutan dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah homestay.
Program pembiayaan homestay dilaksanakan dengan menggunakan dana Program Kemitraan (PK)
Perseroan. Di tahun 2023, target pembiayaan homestay sebanyak 5 (lima) lokasi lain di daerah
destinasi wisata, sesuai rencana Perseroan dalam RJPP. Anggaran pelaksanaan program pembiayaan
homestay untuk tahun 2023 tidak dianggarkan dan akan menggunakan dana carry over atas anggaran
tahun-tahun sebelumnya yang masih ada sebesar Rp8.228 juta (setelah dikurangi prognosa
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 83
Page 123
penggunaan di tahun 2022). Adapun rencana penggunaan anggaran untuk Program Homestay di tahun 2023 adalah sebesar sisa anggaran tersebut. ii. Program Pembiayaan Rumah di Daerah Kumuh Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dapat menimbulkan kesenjangan antara supply dan demand, yang kemudian memunculkan backlog perumahan. Pada beberapa kota besar, tingginya harga sewa dan atau/ harga beli perumahan tidak dapat dijangkau oleh masyarakat miskin yang memiliki daya beli rendah. Sehingga hal ini memunculkan masalah baru, yakni berkembangnya daerah kumuh di lahan kosong sekitar kota, menempel di pinggiran sungai, rel kereta api dan tempat-tempat lainnya yang tidak memenuhi syarat kelayakan tinggal. Pemerintah melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) bertekad untuk mengatasi daerah kumuh yang dihadapi hampir setiap kota besar. Sehubungan dengan program tersebut, Menteri Keuangan juga memberikan mandat kepada Perseroan untuk memberikan dukungan perbaikan permukiman di daerah kumuh. Program ini selain sebagai inisiatif Perseroan, namun juga sebagai tindak lanjut dukungan Perseroan terhadap Sustainable Development Goals (SDG), khususnya Goals ke-11, yaitu Sustainable Cities and Communities. Pada tahun 2023 Perseroan menargetkan 5 (lima) lokasi yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp8.108 juta yang seluruhnya ditargetkan untuk dapat digunakan di tahun 2023. 3.3.4.3. Kegiatan Pendukung 3.3.4.3.1. Implementasi atas Perluasan Mandat Perseroan Dengan telah terbitnya Peraturan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indoneia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan, dan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 100 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden No. 19 tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, dimana pada kedua regulasi tersebut didalamnya membuka peluang Perseroan untuk melakukan kegiatan usaha baru Perseroan dalam rangka perluasan peran Perseroan. Dalam rangka menjalankan perluasan mandat yang telah diberikan, Perseroan telah memiliki kerangka perluasan usaha sampai dengan tahun 2026. Untuk program penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi dan Kredit Mikro Perumahan di tahun, Perseroan akan melanjutkan kedua program PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 84
Page 124
tersebut sebagaimana telah dijlankan di tahun 2022 ini. Selain itu, Perseroan juga akan mencoba merealisasikan penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR Sewa/Beli. Di samping itu, Perseroan juga akan melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha, penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program KPBU Perumahan, penjajakan penerbitan Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 85
Page 125
3.3.4.3.2. Pemenuhan Sistem Teknologi Informasi sebagai Pendukung Bisnis Perseroan
Menyadari arti penting peranan Teknologi Informasi (TI) didalam proses bisnis Perseroan, maka
seluruh kebijakan TI yang berlaku terus ditinjau dan dievaluasi, serta diperbaharui secara berkala
apabila diperlukan agar senantiasa selaras dengan kebutuhan bisnis Perseroan dan dinamika bisnis
yang terjadi. Selain kebijakan TI, Perseroan melakukan peninjauan terhadap Rencana Strategis TI
atau Rencana Jangka Panjang TI agar dapat diselaraskan dan diarahkan untuk mendukung pencapaian
Rencana Kerja Perseroan.
Perseroan berkomitmen akan terus menyempurnakan sistem TI dengan fokus pada perencanaan
road map TI demi terwujudnya layanan yang optimal dan prima kepada para pemangku kepentingan
Perseroan. Pada tahun 2023 Divisi TI akan menjalankan strategi Perseroan, yaitu dengan tema
Harmonisasi Kebutuhan Perseroan dengan Teknologi Informasi – Business Architecture yang akan
diimplementasikan melalui:
1. pendefinisian strategi, fungsi dan proses bisnis serta organisasi sehingga dapat tersusun
kebutuhan operasional terhadap pemanfaatan orkestrasi teknologi;
2. penyusunan perspektif data (Data Architecture) dengan menyertakan entitas bisnis dalam
pengelolaan data dan reporting yang akan dihasilkan;
3. pengembangan dan pemutakhiran Sistem Aplikasi – Application Architecture seperti Core
Application, Platform Perseroan, Komponen Aplikasi;
4. pemanfaatan teknologi Service Object Architecture (SOA) untuk mengatur dan memanfaatkan
serta mendistribusikan informasi dalam platform yang berbeda; dan
5. pembangunan Arsitektur teknologi yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan
kapasitas yang diperlukan dalam mendukung kebutuhan operasional Perseroan.
Selain menjalankan strategi Perseroan, Divisi TI menjalankan kegiatan utama antara lain:
1. Melakukan pengembangan sistem untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan
bisnis dan operasional dengan menggunakan metode dan tahapan sebagai berikut:
a. Identifikasi kebutuhan
b. Perencanaan
c. Perancangan
d. Pengembangan
e. Pengujian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 86
Page 126
f. Implementasi
g. Pemeliharaan
2. Mendukung kegiatan dan kebutuhan untuk Bisnis dan Eksternal dalam bentuk pendampingan
yang bersifat strategis untuk menentukan skala prioritas pekerjaan Teknologi Informasi.
3. Melakukan pemantauan ketersediaan kapasitas Infrastruktur dan Operasional Teknologi
Informasi untuk kebutuhan Production & Development
4. Melakukan Audit Teknologi Informasi dan Assessment Security - Penetration Test
Dalam menjalankan kegiatan utama tersebut terdapat program kerja yang akan dilakukan di tahun
2023, antara lain adalah sebagai berikut.
1. Melakukan pengembangan Teknologi dan Informasi pada Infrastruktur Data Warehouse,
peningkatan layanan teknologi informasi serta sosialisasi penerapan kerangka IT Service
Management.
2. Melakukan pemutakhiran core system pada layanan Akuntansi Keuangan dan Pengelolaan
Operasional.
3. Melakukan pengembangan Sentralisasi Autentikasi yang mencakup persiapan Implementasi
SIngle-sign-on (kajian terhadap risiko dan strategi pemilihan teknologi), uji coba penerapan
Single-sign-on (Piloting) dan implementasi Single-sign-on secara menyeluruh serta review
terhadap implementasi Single-sign-on.
4. Mengembangkan Sistem Kolaborasi dengan melakukan perancangan ulang Core System
Perseroan dan Sistem Pendukung lainnya.
5. Melakukan pengembangan Manajemen Keamanan yang Terpusat berupa Kajian penerapan dan
implementasi Security Incident and Event Management (SIEM) serta peningkatan Capability
untuk penerapan dan penggunaan SIEM.
6. Melakukan pengembangan dan perbaikan arsitektur Development & Production Server yang
terpisah antara Bisnis Konvensional dan Bisnis Syariah.
7. Melakukan penilaian, perancangan serta collocation infrastruktur Data Center.
Selain pemenuhan sistem TI untuk kegiatan Perseroan saat ini, Perseroan juga akan fokus dalam
pengembangan sistem TI sebagai dukungan atas perluasan mandat dari Pemegang Saham kepada
Perseroan. Dalam implementasinya di tahun 2022, Perseroan melakukan asesmen IT Maturity Level,
begitupun untuk 2023, Perseroan juga akan mengukur IT Maturity Level dengan target skor 2 dalam
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 87
Page 127
mengukur kesiapan Perseroan dalam bertransformasi menuju industry 4.0 yang sejalan dengan
Rencana Jangka Panjang Perseroan 2022-2026.
3.3.4.3.3. SDM yang Berkualitas dan Berkinerja Tinggi
Secara garis besar, mengacu pada road map Human Capital Management System di tahun 2023,
Perseroan berencana untuk melaksanakan 5 (lima) inisiatif, yaitu: (1) Digital Culture, (2) Digital
Mindset, (3) Process Automation, (4) Data Integration, dan (5) Optimizing Knowledge Management.
Kelima inisiatif yang dibangun tentunya merupakan bentuk tranformasi digital dan penguatan dalam
menciptakan SDM yang berkualitas.
Gambar 3.9 Strategi SDM Tahun 2023
Implementasi atas inisiatif strategis ini dilakukan dalam rangka mendukung proses transformasi
digital Perusahaan sehingga mampu mendorong akselerasi bisnis sesuai perluasan mandat dari
pemegang saham melalui proses bisnis yang efektif dan efisien. Selain itu Perseroan juga tetap
melanjutkan program Talent Management System dan juga melanjutkan penilaian Organization
Health Index (OHI) dengan target skor 73, sebagaimana yang telah dilakukan di tahun 2022.
Perseroan juga telah mencadangkan alokasi biaya human capital untuk pengembangan, riset dan
inovasi dalam rangka meningkatkan kapabilitas dan kompetensi SDM, termasuk juga terkait dengan
green economy sesuai Aspirasi Pemegang Saham.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 88
Page 128
3.3.4.3.4. Pelaksanaan Asesmen GCG
Dalam rangka memastikan kualitas penerapan Good Corporate Government (GCG) tetap baik,
Perseroan akan untuk melakukan asesmen secara periodik setiap tahun. Target skor GCG ditargetkan
senantiasa meningkat setiap tahun selaras dengan upaya Perseroan untuk terus berkembang dan
berinovasi berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, independensi dan fairness. Pada tahun
2023, Perseroan menargetkan penerapan GCG Perseroan dengan skor akhir sebesar 87 atau kategori
SANGAT BAIK. Kelima aspek yang akan dinilai antara lain aspek komitmen, aspek Pemegang Saham,
aspek Dewan Komisaris, aspek Direksi, dan aspek keterbukaan.
3.3.4.3.5. Menjaga Hubungan dengan Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
Internasional
Salah satu sinergi yang dibangun oleh Perseroan dengan lembaga internasional, yaitu Perseroan telah
tergabung dalam ASMMA yang terdiri atas Cagamas (Malaysia), Japan Housing Finance Agency
(Jepang), Kazakhstan Mortgage Company (Kazakhstan), Korea Housing Finance Corporation (Korea),
Mongolian Mortgage Corporation (Mongolia), National Home Mortgage Finance Corporation
(Filipina), Pakistan Mortgage Refinance Company (Pakistan), State Mortgage Company (Kyrgyztan)
dan PT SMF (Indonesia). Selain itu, Perseroan juga terlibat secara aktif dalam ISMMA yang
beranggotakan perusahaan pembiayaan sekunder perumahan seluruh dunia. Kedua asosiasi tersebut
melakukan pertemuan secara rutin setiap tahunnya dan Perseroan berusaha untuk mengikuti setiap
pertemuan yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan industri perumahan di negara lain
sebagai perbandingan.
Di tahun 2023, melihat kondisi Pandemi COVID-19 yang diperkirakan telah menurun, seluruh anggota
ISMMA dan ASMMA telah sepakat untuk mulai melakukan pertemuan-pertemuan yang bersifat fisik,
sehingga Perseroan akan mulai menghadiri beberapa pertemuan di negara lain sepanjang
mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham. Selain itu untuk menjaga kerjasama yang telah
dibangun selama ini sudah sangat baik, Perseroan juga akan tetap menjalin komunikasi, pertukaran
data untuk kegiatan bersama lainnya secara daring.
Perseroan juga akan melanjutkan penyusunan Kajian sektor Perumahan di Indonesia yang
berkolaborasi dengan Japan Housing Finance dan Kementerian PUPR yang saat ini tengah berjalan di
tahun 2022, dan tidak menutup kemungkinan Kerjasama lainnya dengan lembaga luar negeri dalam
mendukung sektor perumahan dan pembiayaan perumahan di Indonesia.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 89
Page 129
3.3.4.4. Kegiatan Perseroan Lainnya
Dalam mendukung sektor pembiayaan perumahan dan sebagai Special Mission Vehicle (SMV)
Pemerintah, di tahun 2022 Perseroan akan tetap membuka peluang untuk membentuk ataupun
berinvestasi langsung pada perusahaan pembiayaan atau perusahaan yang bergerak di bidang
properti, setelah mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan juga
senantiasa siap untuk menjalankan kegiatan lain berupa inisiatif dalam mendukung sektor
perumahan, sepanjang inisiatif tersebut mendapat persetujuan dari Pemegang Saham.
3.3.4.4.1. Monitoring dan Pengembangan atas Penugasan Khusus dari Pemegang Saham
Untuk tahun 2023, Perseroan tetap akan melakukan kegiatan serupa dengan tahun 2022. Namun,
dengan adanya rencana pemberian PMN kepada Perumnas di tahun 2022, terdapat kemungkinan
terjadinya perubahan terhadap kondisi serta proyeksi keuangan Perumnas, sehingga Perseroan perlu
melakukan penyesuaian dan monitoring terhadap status perbaikan kondisi Perumnas.
Sedangkan dalam penugasan khusus lainnya, yaitu terhadap anak perusahaan PT SEG dan Entitas
Anak, pada tahun 2023, strategi yang akan dilakukan Perseroan adalah:
1. melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala atas pencapaian RKAP PT SEG dan Entitas
Anak di tahun 2023 sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya;
2. melakukan pendampingan pengawasan proyek serta pendampingan dalam pendekatan kepada
investor proyek PT SEG dan Entitas Anak;
3. melakukan pendampingan dalam rencana pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah Pusat
kepada PT SEG dan Entitas Anak sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 154/PMK/06/2020
tentang Pengelolaan Aset Eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional oleh Menteri Keuangan.
Perseroan juga berencana untuk menambah kepemilikan saham pada PT SEG dan Entitas Anak,
terlebih dengan adanya rencana Penyertaan Modal Pemerintah Pusat (PMPP) oleh Pemerintah
kepada PT SEG dalam wujud non tunai berupa lahan, dimana saham kepemilikan Perseroan pada PT
SEG dan Entitas Anak berpotensi untuk terdilusi. Penambahan kepemilikan saham ini tentu akan
terlebih dahulu dikaji secara matang dan diusulkan untuk menerima persetujuan dari Pemegang
Saham.
Adapun untuk PT SEG, Perseroan memiliki action plan hingga tahun 2026 yang dapat dilihat pada
gambar berikut ini.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 90
Page 130
Gambar 3.10 Action Plan untuk PT SEG 3.3.4.4.2. Perluasan Sumber Dana Perseroan Dalam rangka mendukung kegiatan bisnis saat ini, Perseroan secara rutin menerbitkan Surat Utang sebagai salah satu sumber dana Perseroan selain dari PMN yang diterima. Pada tahun 2023, Perseroan akan terus menjajaki sumber dana jangka panjang lainnya seperti pinjaman bilateral dan two step loan. Selain itu, sesuai dengan amanat dan arahan Pemerintah untuk menerapkan kegiatan yang berbasis lingkungan dalam rangka mengatasi kondisi climate change, Perseroan juga akan mengkaji kemungkinan untuk menerbitkan sustainability bond diantaranya green bonds maupun social bonds yang kajiannya sedang dalam tahap penyusunan pada akhir tahun 2022 ini. Pada tahun 2022, Perseroan telah bergabung dengan Task Force Indonesian Green and Affordable Housing Program (IGAHP) yang diinisasi oleh Kementerian PUPR dan di tahun 2023, Perseroan akan melanjutkan kegiatan tersebut bersama dengan Kementerian PUPR dan stakeholder perumahan lainnya. 3.3.4.4.3. Penyusunan Kajian-kajian Bisnis Perseroan Sebagai salah satu Perseroan yang didirikan Kementerian Keuangan untuk dapat meningkatkan pasar pembiayaan sekunder perumahan, Perseroan dituntut untuk terus melakukan pengembangan atas bisnis yang dijalankan. Dalam proses pengembangan bisnis tersebut, harus diawali dengan adanya kajian yang akan menjadi pedoman dalam setiap bisnis yang akan dijalankan. Di tahun 2023, Perseroan berencana untuk menyusun kajian penambahan anak perusahaan tahap 2 dalam rangka penambahan anak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan khusus perumahan, baik melalui PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 91
Page 131
proses akuisisi maupun pendirian anak usaha baru, namun hal ini tergantung atas persetujuan dari Pemegang Saham atas kajian tahap 1 di tahun 2022. Selain kajian tersebut, Perseroan juga akan tetap menyusun berbagai kajian untuk mendukung bisnis yang sudah dan akan dijalankan sekaligus menangkap peluang-peluang bisnis sesuai dengan perluasan mandat Perseroan. Selain itu, Perseroan juga tetap mempersiapkan kajian-kajian yang perlu untuk disusun apabila mendapat penugasan khusus dari Pemegang Saham. Dalam penyusunan kajian, Perseroan bekerjasama dengan konsultan dalam melakukan analisis kajian sesuai dengan kebutuhan dan tidak menutup kemungkinan adanya Kerjasama dengan Perguruan Tinggi nasional. Sampai dengan saat ini Perseroan telah melakukan analisis kajian Perseroan dalam rangka memperluas kegiatan usaha dengan beberapa Perguruan Tinggi Nasional. 3.3.4.4.4. Optimalisasi Pendapatan Perseroan Melalui Investasi pada Efek BUMN Lain Untuk melakukan optimalisasi pendapatan dan sinergi dengan BUMN lainnya, Perseroan berencana untuk melakukan investasi pada efek BUMN lain. Langkah ini akan tetap memperhatikan kesesuaian dengan peraturan pelaksana dari Pemegang Saham. 3.3.4.4.5. Sinergi Dengan Berbagai Pihak Sebagai salah satu Perusahan BUMN yang seluruhnya dimiliki oleh Kementerian Keuangan, SMF diminta dapat terus meningkatkan perannya baik dari kegiatan usaha maupun kegiatan sosial yang salah satunya dilakukan dengan bersinergi dengan BUMN Kementerian Keuangan lainnya. Di tahun 2023, Perseroan tetap membuka peluang untuk bersinergi dengan berbagai pihak baik dalam melaksanakan perluasan mandat, mendukung ekosistem perumahan di Indonesia, mendorong peningkatan sektor perumahan, serta membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak dan terjangkau. Perseroan juga akan melakukan sinergi dengan unit vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dalam mendukung program pembangunan nasional serta untuk lebih mengenalkan peran Perseroan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah. 3.3.4.4.6. Greenship Associate Dalam rangka mendukung Pemerintah untuk menangani isu krisis iklim, Perseroan menerapkan proses bisnis yang dapat mengurangi emisi gas karbon melalui kegiatan usaha berkelanjutan dengan melaksanakan Program Greenship Associates yang telah dilakukan sejak tahun 2021. Untuk tahun 2023, seluruh program Greenship Associates yang telah berjalan di 2023 tetap dijalankan dan dilanjutkan di 2023 namun bagian yang membawahi kegiatan yang telah berjalan adalah dari Divisi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 92
Page 132
SDM Umum bagian Umum. Sehingga untuk tahun 2023 tidak ada program kegiatan yang dibawahi
secara langsung oleh tim Greenship Associate.
3.3.4.4.7. Kontribusi Perseroan terhadap Ibu Kota Negara
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 235/KMK.01/2022 tentang Pembentukan Tim
Pendukung Kementerian Keuangan untuk Ibu Kota Negara, Perseroan telah ditunjuk sebagai anggota
tim pendukung kementerian keuangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) bidang pendanaan dan kerja
sama Pemerintah dan Badan Usaha. Dengan telah diputuskannya KMK tersebut, Perseroan selaku
SMV yang bergerak dalam Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan siap mendukung Pemerintah
dalam membangun Ibu Kota Negara. Sampai dengan saat ini, Perseroan telah melakukan berbagai
diskusi dengan berbagai stakeholder terkait dengan peran yang akan dilakukan dalam pembangunan
IKN. Di samping itu, dalam menjalankan mandat ini Perseroan perlu mendapatkan arahan dan
persetujuan dari Pemegang Saham dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
3.3.4.4.8. Komunikasi Pencapaian Perseroan kepada Masyarakat
Untuk meningkatkan awareness dari masyarakat Indonesia atas kehadiran Perseroan dalam
kontribusinya membantu Pemerintah dalam menurunkan beban fiscal pada bidang Perumahan, saat
ini Perseroan membuat tim taskforce Konten APBN dalam rangka membantu Pemerintah dalam
mengkampanyekan penggunaan dana APBN untuk Pembiayaan Perumahan FLPP dengan
menggunakan strategi Digital Campaign melalui Digital Aset Perseroan guna menyusun strategi
komunikasi yang baik dan efektif. Optimalisasi media online menjadi prioritas utama yang dapat
membantu Perseroan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat secara massive dan efektif.
Selain melalui media online, Perseroan juga menjaga hubungan baik dengan media massa dalam
membantu Perseroan untuk mengkomunikasikan pencapaian sesuai dengan target pembaca dari
masing-masing media yang digunakan. Harapannya untuk tahun 2023, kehadiran Perseroan dalam
mengembangkan ekosistem Perumahan dapat diketahaui dan dirasakan kebermanfaatnya bagi
seluruh rakyat Indonesia.
3.3.4.4.9. Melakukan Penjajakan Skema Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam
Pengembangan Pembiayaan Mikro Perumahan
Isu di dalam sektor perumahan saat ini masih didominasi terkait dengan isu atas akses kepemilikan
rumah, walaupun dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa isu ketersediaan rumah
layak huni jauh lebih besar dibandingkan dengan isu kepemilikan. Rumah layak huni memiliki dampak
langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan modal penting bagi
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 93
Page 133
pembangunan nasional. Berdasarkan data Susenas pada bulan Maret 2021, dari 29,6 juta rumah tidak
layak huni, 19,1 juta terkait isu air bersih dan sanitasi layak (setara dengan 64,5%). Dari 19,1 juta
tersebut, jika dilihat dari desil terkonsentrasi di rumah tangga miskin dan rentan (Desil 1-3). Terkait
hal tersebut, Perseroan siap mendukung program pemerintah dalam melakukan pengembangan
Pembiayaan Mikro Perumahan khusus untuk sanitasi dan air bersih, dalam rangka peningkatan
kualitas rumah menjadi layak huni melalui skema OIP dengan mendapatkan arahan dan persetujuan
dari Dewan komisaris dan Pemegang Saham.
3.3.4.4.10. Rencana Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi
Saat ini Perseroan belum memiliki jaringan kantor atau saluran distribusi dan di tahun 2023 belum
ada rencana untuk membuka jaringan di daerah lain.
3.3.5. Program Kerja Organisasi
3.3.5.1. Divisi Sekuritisasi dan Penugasan Khusus
Program Strategis
Melaksanakan sosialisasi edukasi EBA kepada target investor, regulator, dan stakeholder
A
lainnya yang dilaksanakan mendekati waktu penerbitan EBA SP di tahun 2023
Sosialisasi kepada perbankan penyalur KPR, untuk menarik minat menjadi originator pada
B
proses sekuritisasi.
Menyusun strategi dan berkoordinasi dalam pelaksanaan program Pemerintah di bidang
C
pembiayaan perumahan.
Berkoordinasi dan bersinergi dengan stakeholder terkait di ekosistem perumahan dalam
D
rangka mendukung kepemikan rumah yang layak dan terjangkau di Indonesia.
Sosialisasi dan pendekatan kepada stakeholder terkait kegiatan atau inovasi di luar bisnis
E
utama Perseroan.
Kegiatan Rutin
A Penyusunan struktur dan pelaporan rutin EBA
Marketing EBA Retail kepada investor melalui sosialisasi secara offline, online, ataupun
B
memanfaatkan sosial media.
Monitoring, evaluasi, dan menjalankan tugas Perseroan selaku Pelaksana Investasi
C
Pemerintah untuk program PEN Perumnas.
3.3.5.2. Divisi Pembiayaan Korporat dan Ritel
Program Strategis
Melaksanakan FGD kepada Penyalur KPR yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan
A
mengetahui kebutuhan pasar atas produk-produk baru yang akan dijalankan
B Melaksanakan seminar yang dikhususkan kepada Bank Umum, BPD dan Multifinance
Melakukan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders perumahan dalam melakukan
C
sosialisasi program pembiayaan perumahan untuk mendorong penyaluran KPR
Sosialisasi Pembelian KPR dengan target agar penyalur KPR dapat memasukkan penjualan KPR
D
pada RBB-nya
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 94
Page 134
Program Strategis
E Bersinergi dengan TI dalam mengimplementasikan sistem pendukung pembiayaan KPR/PPR
Mensinergikan produk Perseroan dengan produk utama segmen yang disasar, seperti BPD
F
melalui produk Multiguna Perumahan.
Kegiatan Rutin
Memasarkan program pelatihan dan pendampingan bagi klien bank umum, BPD, Multifinance,
A
dan Lembaga Keuangan lainnya.
B Monitoring jumlah Penyaluran Pinjaman
3.3.5.3. Divisi Tresuri dan Hubungan Investor
Program Strategis
Penerbitan surat utang melalui penawaran terbatas, penawaran umum dan atau penerbitan di
A
luar negeri, termasuk thematic bond (green/social/sustainability bond)
B Pembelian SUN dan efek yang diterbitkan BUMN lain dalam rangka pengelolaan likuiditas
Mempertahankan dan menambah fasilitas kredit dari Bank Pemerintah, Bank Swasta dan Bank
C
Asing
D Membuka dan menjajaki kemungkinan kerja sama bilateral dengan investor
Menjadi market maker EBA pada pasar sekunder baik melakukan penjualan kepada investor
E
institusional maupun investor individu
F Implementasi Pedoman Lingkungan Hidup dan Sosial (ESS).
Menjalin kerja sama dengan sister companies untuk potensi sinergi pendanaan dan optimalisasi
G
pendapatan.
Kegiatan Rutin
Mengoptimalkan likuiditas yang ada, baik dalam penempatan deposito, SUN, efek BUMN lain,
A
maupun EBA
Melakukan pertemuan secara berkala baik dari Bank Daerah, Bank Syariah maupun Bank
B
Swasta Nasional terkait penempatan dana
C Komunikasi aktif secara berkala kepada investor lokal dan atau investor asing
D Menggunakan fasilitas jangka pendek yang tersedia untuk menjaga likuiditas
3.3.5.4. Riset dan Ekonomi
Program Strategis
A Menyusun kajian terkait dampak sosial ekonomi dan sektor perumahan
B Menyusun policy brief kaitannya dengan ekosistem perumahan
C Menyusun stress test macroeconomic
D Pemenuhan kebutuhan data untuk Pokja Ekosistem Perumahan
Kegiatan Rutin
A Market update dalam rapat ALCO
B Market update kepada penyalur KPR dan investor
C Menyusun biweekly report
D Pemenuhan data untuk unit kerja lain
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 95
Page 135
3.3.5.5. Divisi Teknologi Informasi
Program Strategis
A Security Blueprint and Framework
B Persiapan ISO 27001
C Security Information and Event Management
D Core System Reingeneering
E Pengembangan Sistem Pendukung core system
F Pengembangan Sistem Pendukung Bisnis & Operasional
G Pengembangan API Management
H Web Application Firewall (WAF) - DC dan DRC
I Pemutakhiran dan Pengembangan DC dan DRC
Melakukan peningkatan kapasitas Sumber Daya Teknologi Informasi melalui Pelatihan dan
J
Pendampingan
K Pengadaan dan instalasi Network Infrastruktur
L Peningkatan Server & Storage Infrastruktur
M Pengembangan Office Collaboration Tools
N Implementasi dashboard monitoring sistem IT
Kegiatan Rutin
A Pengadaan perlengkapan IT dalam mendukung kinerja Perseroan
B Penyediaan internet Perseroan
C Sewa perangkat dan jasa IT
D Audit Teknologi Informasi
E Pemeliharaan dan perbaikan komputer
3.3.5.6. Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Perubahan
Program Strategis
A Menyusun Kajian PMN 2024
B Menyusun RAKB 2024
C Kajian Lanjutan pendirian Anak Perusahaan dibidang Pasar Pembiayaan Primer Perumahan
D Membuat Dashboard, Pedoman, dan Road Map Project Management Officer (PMO)
E Melakukan kajian Reverse Mortgage dan KPR Sewa beli
Kegiatan Rutin
A Menyusun RKAP 2024
B Menyusun laporan rutin kepada pihak eksternal diantaranya regulator dan Pemegang Saham
C Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Anak Perusahaan
D Monitoring kegiatan utama dan kegiatan penugasan khusus Perseroan
E Melakukan monitoring terhadap BSC Perseroan dan Direktorat
F Menjaga hubungan baik dengan anggota PPSP negara lain
G Melakukan Benchmarking dan sosialisasi untuk kegiatan PMO dan CM
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 96
Page 136
3.3.5.7. Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan
Program Strategis
Penyempurnaan Metodologi Kebijakan/Kertas Kerja terkait Penyempurnaan Perhitungan
A
Profil Risiko Pasar dan Likuditas, Penilaian Profil risiko terkait UUS dan juga Stress Test
B Penyusunan Kebijakan terkait Business Continuity Management
C Kalibrasi Metodologi Rating dan Limit Internal
D Sosialisasi Risk Culture
E Evaluasi/Shadow Scoring GCG
F Assessment GCG
G Gap Analysist Parameter Pengujian Kepatuhan
Kegiatan Rutin
A Pengembangan/training Divisi MRK
B Kegiatan Shadow Scoring Maturity Risk
C Meeting Koordinasi Internal dan Eksternal
D Melakukan pemutakhiran kebijakan kepatuhan sesuai regulasi yang ada
E Melakukan review atas Kebijakan dan Prosedur yang sudah ada
F Melakukan sosialisasi LHKPN dengan KPK
G Melakukan monitoring pemenuhan kepatuhan
3.3.5.8. Satuan Pengawasan Internal
Program Strategis
A Assessment Maturity Risk Tahunan Perseroan
Kegiatan Rutin
A Audit Laporan Keuangan Tahunan oleh KAP
B Assessment QAIP oleh konsultan independen
C Bimbingan Teknis terkait GRC
D Pendampingan Optimalisasi Audit Management System (AMS)
E Pemeliharaan Teammate
F Pemeliharaan Dashboard Divisi melalui Power BI
G Mengikuti Forum Audit Internal
H Monitoring tindak lanjut rekomendasi
I Menjadi mitra kerja audit eksternal
J Melakukan penugasan khusus dari Direksi
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 97
Page 137
3.3.5.9. Sekretariat Perusahaan
Program Strategis
Melakukan kampanye secara terkonsep, berkala dan terus menerus melalui berbagai channel
A
media baik owned media maupun eksternal untuk meningkatkan reputasi perseroan
Melakukan kegiatan sosialisasi/edukasi mengenai korporasi termasuk produk yang sesuai
B
dengan sasaran dan kebutuhan pemangku kepentingan
Kegiatan Rutin
Menyusun dan memonitor kalender event korporasi dan mengatur jadwal layanan
A
pendampingan Direksi dan Dewan Komisaris
B Melakukan sosialisasi & komunikasi kepada internal melalui E-magazine & CEO Message
3.3.5.10. Divisi Keuangan dan Penyelesaian Transaksi
Program Strategis
A Penerapan PSAK terkini lainnya yang harus diimplementasikan Perseroan
Memberikan dukungan dalam aspek perlakuan akuntansi dan perpajakan terhadap model
B
bisnis baru yang akan dikembangkan Perseroan di tahun 2023
Meningkatkan delivery time atas penyajian laporan keuangan yang dibutuhkan Perseroan,
C
pemegang saham dan regulator
Kegiatan Rutin
Menyusun tools rekomendasi dalam aspek keuangan untuk rencana investasi dan beban
A
tertentu kepada manajemen Perseroan
Menyajikan simulasi laporan keuangan sesuai dengan kondisi perekonomian terkini guna
B
mendukung strategi kinerja Perseroan
C Memastikan terlaksananya transaksi sekuritisasi dan penyaluran pembiayaan
D Melakukan perhitungan CKPN untuk pemenuhan PSAK 71
3.3.5.11. Divisi Sumber Daya Manusia & Umum
Program Strategis
A Pengembangan organisasi sesuai strategi perusahaan dan perluasan mandat Perseroan
B Menjalankan Talent management, Career Management dan Succesion Planning Program
C Melakukan peningkatan employee well being melalui strategi Reward Management
D Implementasi program internalisasi budaya perusahaan yang berbasis digital
Melakukan pengayaan aplikasi sistem SDM (HRIS, KMS, LMS, dll) yang mendukung employee
E
data integration dan process automation
F Melakukan people analytics untuk mendorong kinerja dan employee enggagment
G Melakukan pengembangan Knowledge Management System
H Perbaruan Job Evaluation serta Struktur Skala Upah
I Renovasi Gedung SMF 1, SMF 4 dan SMF 5
J Dukungan Perseroan terhadap kampanye net zero emission dengan pembelian REC
K Implementasi Green Building Program
L Implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 98
Page 138
Program Strategis
M Pemanfaatan Gedung SMF 3 sebagai Training & Learning Centre
N Peningkatan Pengelolaan Manajemen Fasilitas
Kegiatan Rutin
A Pelatihan dan pengembangan karyawan berbasis kompetensi dan sesuai kebutuhan bisnis
B Menjalankan operasional pengelolaan karyawan (payroll, administrasi kehadiran, dll)
C Menjalankan sistem penilaian kinerja yang mendorong produktivitas karyawan
D Pemeliharaan dan perawatan gedung, kendaraan dan pelayanan kebersihan
E Penerapan asuransi gedung, kendaraan dan barang operasional
F Pelayanan komunikasi telephone dan dokumen
G Pelayanan utilitas listrik, PAM, telkom, kebutuhan dapur dan perlengkapan elektrik
H Pengadaan perlengkapan kantor dan barang cetakan
I Pelayanan humas, sponsorship dan rapat operasional
J Pemesanan transportasi dan akomodasi
K Pelayanan katering makan siang
3.3.5.12. Bagian Hukum
Program Strategis
A Kajian implementasi Tanda Tangan Kontrak Elektronik
B Kajian Hukum Produk Reverse Mortgage
C Pendirian Anak Usaha
Kegiatan Rutin
A Pemenuhan kelengkapan legal RUPS RKAP 2024
B Pemenuhan kelengkapan legal RUPS Tahun Buku 2023
C Pemenuhan kelengkapan legal PMN 2023
D Pemenuhan kelengkapan legal RUPS LB lainnya
E Penggunaan Jasa Hukum
F Pemenuhan kelengkapan legal Pemberhentian dan Pengangkatan DPS
G Pemenuhan kelengkapan legal dalam Pengadaan Perlengkapan Kantor
3.3.5.13. Unit Pengadaan
Kegiatan Rutin
A Vendor Gathering
B Sosialisasi Penyusunan KAK dan HPS
C Sertifikasi Pengadaan
D Rencana Umum Pengadaan Tahunan dan Evaluasi Kebijakan PBJ
E Sinergi Procurement SMV
F Sosialisasi Kebijakan PBJ dan Training Eproc
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 99
Page 139
3.3.5.14. Bagian Operasional Kredit
Program Strategis
Pembaharuan Kebijakan Internal terkait Pedoman Administrasi Kredit dan Juknis Collateral
A
Due Diligence
B Pengembangan Sistem terkait Administrasi Kredit
C Menjaga Hubungan Baik dengan Counterpart (BP Tapera, Bank Kustodian, dan OJK)
Kegiatan Rutin
A Pengecekan SLIK dan Slicing DKT
B Collateral Due Diligence
C Pengecekan NPP dan dokumen administrasi
D Pengecekan tagihan angsuran Pembiayaan Komersial dan FLPP
E Monitoring Rasio Agunan
F Rekonsiliasi Data Prepayment FLPP
G Pembuatan Surat Instruksi arahan Transaksi EBA-SP
3.4. Rencana Anggaran
3.4.1. Asumsi Keuangan
Dalam menyusun RKAP 2023, Perseroan menyusun asumsi internal sebagai dasar pelaksanaan
operasionalnya, yaitu sebagai berikut:
a. Sekuritisasi sebesar Rp750 miliar.
b. Penyaluran pinjaman baru sebesar Rp10.397 miliar, yang terdiri atas Rp5.077 miliar untuk
pinjaman konvensional dan syariah dan penyaluran KPR Program sebesar Rp5.320 miliar.
c. Penerbitan surat utang dalam bentuk Obligasi/MTN/Sukuk/Term Loan dan/atau penerimaan
pinjaman untuk menggantikan dana ekuitas yang telah disalurkan terlebih dahulu sebagai
penyaluran pinjaman (termasuk pelunasan surat utang yang jatuh tempo) sebesar Rp5.300 miliar
(termasuk penerbitan surat utang untuk KPR Program).
d. Rasio pemenuhan pendanaan untuk kebutuhan penyaluran pinjaman berkisar antara 50,0%
sampai dengan 70,00%.
e. Rata-rata bunga penempatan dana sebesar 5% (gross) dan spread atau net interest margin
penyaluran pinjaman dengan surat utang rata-rata 0,3%.
f. Bidang Personalia:
(1) Rata-rata kenaikan gaji/honor di tahun 2023 diasumsikan sebesar 10%. Adapun rencana
penambahan jumlah pegawai untuk tahun 2023 adalah sekitar 10 (sepuluh) orang.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 100
Page 140
(2) Tunjangan Purna Jabatan Direksi, Dewan Komisaris serta Sekretaris Dewan Komisaris sebesar
25,00% dari gaji/honor 1 (satu) tahun dari Direksi, Dewan Komisaris serta Sekretaris Dewan
Komisaris yang bersangkutan. Pengusulan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi akan
diajukan tersendiri kepada Pemegang Saham sesuai ketentuan pasal 28 ayat 1.b dan ayat 5
anggaran dasar Perseroan.
(3) Pajak Penghasilan (PPh) atas bonus yang diterima karyawan akan ditanggung oleh Perseroan.
g. Kebijakan Akuntansi atas Efek yang dibeli oleh Perseroan dibukukan ke dalam tiga kelompok
sebagai berikut:
(1) Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Hold-to-Maturity). Dibukukan ke dalam kelompok ini, karena
investasi dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo. Efek yang termasuk dalam kategori
ini adalah EBA kelas B dan Surat Utang Negara (SUN).
(2) Tersedia Untuk Dijual di pasar sekunder (Available for Sale). Dibukukan ke dalam kelompok
ini, karena investasi dimaksudkan untuk dapat dijual pada saat membutuhkan likuiditas. Efek
yang termasuk dalam kategori ini adalah Efek Beragun Aset (EBA)
(3) Diperdagangkan di pasar sekunder (trading). Dibukukan ke dalam kelompok ini, karena
investasi dimaksudkan untuk diperdagangkan di pasar sekunder. Efek yang termasuk dalam
kategori ini adalah Efek Beragun Aset (EBA).
h. Pembentukan cadangan Kerugian Atas Penurunan Nilai (CKPN) Implementasi PSAK 71
PSAK 71 merupakan panduan tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan yang
mengacu kepada International Financial Reporting Standard (IFRS) 9 dan menggantikan PSAK 55
yang sebelumnya berlaku. Berdasarkan standar akuntansi baru ini, Perseroan harus membentuk
cadangan kerugian atas penurunan nilai kredit (CKPN) untuk semua kategori kredit atau
pinjaman, baik itu yang berstatus lancar, ragu-ragu, maupun macet. Di tahun 2022, Perseroan
membentuk CKPN untuk pinjaman atau kredit yang disalurkan kepada lembaga keuangan
penyalur KPR.
i. Asumsi pembayaran dividen atas periode 2022 di tahun 2023 diasumsikan sebesar 20% dari
prognosa laba bersih tahun 2022.
j. Lain-lain
(1) Pencadangan tantiem Direksi dan Dewan Komisaris sebesar 1,5% dari laba bersih dan untuk
pelaksanaan sesuai keputusan RUPS. Pencadangan bonus karyawan dan pelaksanaannya
sesuai hasil appraisal dengan keputusan Direksi.
(2) Pajak atas tantiem ditanggung penerima.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 101
Page 141
(3) Pembebanan dana TJSL sebesar Rp10.320 juta pada biaya Perseroan.
3.4.2. Anggaran Operasional
Anggaran Operasional merupakan anggaran atas kegiatan utama Perseroan yaitu sekuritisasi,
penyaluran pinjaman dan penerbitan surat utang.
• Sekuritisasi
Pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp750 miliar yang
kegiatannya direncanakan terlaksana pada semester II tahun 2023. Struktur transaksi
menggunakan EBA-SP atau struktur lain sesuai dengan kebutuhan kreditur asal.
Selain fee sebagai penata sekuritisasi, pendapatan terkait sekuritisasi lain adalah pendapatan
sebagai penerbit EBA-SP dengan asumsi fee sebesar 0,06% per tahun dan pendapatan bunga
penempatan dana dukungan kredit dengan suku bunga 3,75%.
• Penyaluran Pinjaman
Penyaluran pinjaman baru pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp10.397.000 juta dengan rata-
rata suku bunga pinjaman non-program untuk tenor 1 tahun sebesar 7,58% dan untuk tenor 3
tahun sebesar 8,55%. Suku bunga penyaluran pinjaman KPR Program sebesar 4,45%, dan rata-
rata suku bunga atas aset KPR yang dimiliki sebesar 8,00%.
• Penerbitan Surat Utang
Penerbitan surat utang baru pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp5.300.000 juta dengan
tingkat bunga untuk tenor 1 tahun, 3 tahun dan 5 tahun masing-masing sebesar 7,28%, 8,25%
dan 8,70%.
• Penerimaan Penambahan Modal Negara (PMN)
Penerimaan PMN pada tahun 2023 pada bulan Oktober 2023 sebesar Rp1.530.000 juta.
3.4.3. Anggaran Non Operasional
Anggaran Non Operasional merupakan anggaran dari kegiatan pendukung utama, yaitu anggaran
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
Pada tahun 2023, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan diasumsikan menghasilkan pendapatan
sebesar Rp328 juta dengan biaya penyelenggaraan sebesar Rp194 juta.
3.4.4. Anggaran Pengadaan
Anggaran pengadaan tahun 2023 diantaranya adalah sebagai berikut:
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 102
Page 142
• Jasa Kajian Lanjutan Penambahan Anak Usaha Perseroan di Bidang Pembiayaan Primer
Perumahan Rp1.736 juta;
• Jasa Konsultan untuk penyusunan Pedoman PMO dan Capacity Building Rp719 juta;
• Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung Rp480 juta;
• Perangkat Komputer Rp389 juta;
• Data Center Infrastructure Rp500 juta;
• Jasa Audit Teknologi Informasi Rp991 juta;
• Jasa Konsultan Program Khusus R496 juta;
• Parties pendukung sekuritisasi sebesar Rp3.386 juta;
• Jasa Konsultan kajian pasar reverse mortgage Rp241 juta;
• Jasa Konsultan penyusunan Annual Report dan Sustainability Report Rp538 juta;
• Jasa Konsultan strategi komunikas Rp264 juta;
• Jasa Konsultan job evaluation Rp198 juta;
• Audit Laporan Keuangan Tahunan Perseroan Rp1.680 juta;
• Jasa Konsultan Teknis pinjaman luar negeri Rp496 juta;
• Lisensi Software Rp1.400 juta.
3.4.5. Anggaran Teknologi Informasi
Anggaran Teknologi Informasi untuk tahun 2023 antara lain adalah sebagai berikut:
• Pembelian perangkat komputer maupun perangkat pendukung kerja lainnya sebesar Rp194 juta;
• Jasa sambungan internet sebesar Rp1.411 juta;
• Annual technical support sebesar Rp2.047 juta;
• Sewa lisensi sebesar Rp1.400 juta;
• Sewa email dan cloud server sebesar Rp866 juta.
3.4.6. Anggaran Penelitian dan Pengembangan
Anggaran penelitian dan pengembangan pada tahun 2023 berupa kajian dan biaya tenaga ahli
sebesar Rp3.883 juta.
3.4.7. Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia
Anggaran terkait Pengembangan Sumber Daya Manusia pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:
• Pendidikan dalam dan luar negeri untuk Direksi 400 juta.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 103
Page 143
• Pendidikan dalam dan luar negeri untuk Dewan Komisaris, Komite dan Karyawan sebesar
Rp1.208 juta.
• Pendidikan, riset, inovasi terkait topik climate change dan green economy sebesar Rp2.325
juta atau sekitar 2,5% dari total anggaran biaya personil.
3.4.8. Anggaran Investasi
Investasi EBA-SP pada tahun 2023 sebesar Rp500.000 juta dengan asumsi tingkat bunga 7,00% dan
investasi pada Surat Utang Negara di tahun 2023 sebesar Rp240.000 juta dengan asumsi tingkat suku
bunga sebesar 7,00%.
3.4.9. Anggaran Kegiatan Lainnya
Anggaran kegiatan lainnya berupa kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebesar
Rp10.320 juta.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 104
Page 144
3.5. Proyeksi Laporan Keuangan
3.5.1. Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan strategi, program kerja dan asumsi yang diuraikan di atas, maka proyeksi laporan posisi
keuangan tahun 2023 disandingkan dengan proyeksi realisasi 2022 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023
dalam jutaan Rupiah
Kenaikan/Penurunan
Prognosa 2022 RKAP 2023 RKAP 2023 vs Prognosa 2022
Keterangan
(a) (b) Jumlah %
(c) = (b)-(a) (c)/(a)
Kas dan Setara Kas 4.562.373 2.913.947 (1.648.426) (36,13%)
Aset Lancar lainnya 129.262 168.047 38.785 30,01%
Pinjaman yang disalurkan 25.830.682 32.610.142 6.779.460 26,25%
Aset KPR 28.214 14.862 (13.352) (47,32%)
CKPN (98.980) (99.107) (127) 0,13%
Investasi 1.841.974 2.203.754 361.780 19,64%
Pendukung kredit 74.814 106.499 31.686 42,35%
Aset Tetap -bersih 115.693 139.847 24.155 20,88%
Aset Lainnya 25.269 40.469 15.200 60,15%
TOTAL ASET 32.509.300 38.098.461 5.589.161 17,19%
- - -
Liabilitas jangka pendek 183.888 277.428 93.539 50,87%
Surat Utang-Komersial 5.628.034 7.428.034 1.800.000 31,98%
Surat Utang-Korporasi KPR Program 7.174.626 8.674.627 1.500.001 20,91%
Utang Bank 3.200.000 3.520.000 320.000 10,00%
Penyisihan Kewajiban 36.684 30.788 (5.896) (16,07%)
TOTAL LIABILITAS 16.223.233 19.930.877 3.707.644 22,85%
- - -
Modal Disetor 12.800.000 14.330.000 1.530.000 11,95%
Cadangan Modal 1.540.471 1.540.471 (0) (0,00%)
Laba ditahan 1.552.146 1.866.906 314.760 20,28%
Laba tahun berjalan 393.450 430.207 36.757 9,34%
TOTAL EKUITAS 16.286.067 18.167.584 1.881.517 11,55%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 32.509.300 38.098.461 5.589.161 17,19%
Total Aset Rp38.098.461 juta
Total aset terdiri dari:
a. Kas dan setara kas Rp2.913.947 juta
Saldo kas dan setara kas, terdiri dari kas kecil, rekening giro, deposit on call dan deposito
berjangka.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 105
Page 145
b. Aset lancar lainnya Rp168.047 juta
Merupakan saldo piutang pendapatan, piutang lain, pajak dan biaya dibayar dimuka.
c. Pinjaman yang disalurkan Rp32.610.142 juta
Merupakan saldo pinjaman program dan non program yang disalurkan kepada lembaga penyalur
KPR.
d. Pembelian aset KPR Rp14.862 juta
Merupakan pembelian aset KPR yang terdiri dari saldo akhir Prognosa 2022 sebesar Rp28.214
juta dikurangi amortisasi aset KPR. Tidak terdapat target pembelian KPR pada tahun 2023.
e. CKPN Rp99.107 juta
Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan per 31 Desember 2023.
f. Investasi Rp2.203.754 juta
Merupakan saldo penempatan dana Perseroan pada deposito dan surat berharga, termasuk
rencana pembelian EBA sebesar Rp500.000 juta. Investasi dalam EBA juga sebagai sarana
Perseroan untuk memperoleh informasi pengelolaan aset keuangan yang menjadi underlying
EBA. Selain itu, investasi efek merupakan sarana menjaga likuiditas efek di pasar sekunder dan
menunjang pelaksanaan program EBA retail.
g. Jaminan dan pendukung kredit Rp106.499 juta
Merupakan saldo dana dalam rangka pendukung kredit dan penjaminan atas sekuritisasi, terdiri
dari penempatan dana rekening cadangan untuk transaksi sekuritisasi pada tahun 2023.
h. Aset tetap-bersih Rp139.847 juta
Merupakan saldo atas aset tetap yang dimiliki oleh perseroan, terdiri dari saldo akhir tahun 2022
sebesar Rp115.693 juta, ditambah dengan penambahan aset tetap Perseroan pada 2023.
i. Aset lain Rp40.469 juta
Aset lain terutama terdiri dari saldo pinjaman personil, sistem, software dan aset pajak
tangguhan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 106
Page 146
Total Liabilitas Rp19.930.877 juta
Total liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek, surat utang (obligasi dan MTN) dan penyisihan
kewajiban dengan rincian sebagai berikut:
a. Liabilitas jangka pendek Rp277.428 juta
Merupakan saldo liabilitas operasional, termasuk akrual utang bunga surat utang dan utang
pajak.
b. Surat Utang-Komersial Rp7.428.034 juta
Merupakan saldo Obligasi dan MTN maupun Sukuk.
c. Surat Utang KPR Program Rp8.674.627 juta
Merupakan saldo Obligasi yang diterbitkan untuk mendukung program penurunan beban fiskal
Pemerintah dalam penyaluran KPR Program FLPP.
d. Utang Bank Rp3.520.000 juta
Merupakan saldo atas pinjaman dari Bank yang diterima Perseroan.
e. Penyisihan kewajiban Rp30.788 juta
Merupakan saldo penyisihan kewajiban imbalan paska kerja karyawan sampai dengan 31
Desember 2023.
Total Ekuitas Rp18.167.584 juta
Total ekuitas terdiri dari:
a. Modal disetor Rp14.330.000 juta
Merupakan modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia per 31
Desember 2022 sebesar Rp12,8 triliun dan PMN 2023 sebesar Rp1.530.000 juta.
b. Saldo laba terdiri dari:
Cadangan modal Rp1.540.471 juta
Merupakan akumulasi dari cadangan modal dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2023.
Pencadangan modal tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang terdapat dalam pasal
34 anggaran dasar Perseroan.
Laba ditahan Rp1.866.906 juta
Merupakan saldo laba ditahan kumulatif yang belum ditentukan penggunaannya dari tahun 2005
sampai dengan tahun 2023.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 107
Page 147
3.5.2. Laporan Laba Rugi Komprehensif
Selanjutnya proyeksi laba tahun 2023 dibandingkan dengan proyeksi realisasi tahun 2022 tampak
sebagai berikut:
Tabel 3.7 Proyeksi Laporan Laba/Rugi Komprehensif Tahun 2023
dalam jutaan Rupiah
Kenaikan/Penurunan
Prognosa 2022 RKAP 2023 RKAP 2023 vs Prognosa 2022
Keterangan
(a) (b) Jumlah %
(c) = (b)-(a) (c)/(a)
PENDAPATAN
Jasa Sekuritisasi 4.959 4.605 (354) (7,14%)
Penyaluran Pinjaman 936.070 954.804 18.734 2,00%
Pinjaman - KPR Program 460.780 662.603 201.823 43,80%
Aset KPR 3.421 1.590 (1.831) (53,52%)
Jasa jaminan dan dukungan kredit 9.689 4.206 (5.483) (56,59%)
Jasa Pendidikan & Pelatihan 276 328 52 18,84%
Penempatan Dana 352.521 386.938 34.418 9,76%
Lain-lain 2.536 1.512 (1.024) (40,38%)
TOTAL PENDAPATAN 1.770.251 2.016.586 246.335 13,92%
BEBAN
Pendidikan & pelatihan 109 194 85 77,98%
Bunga Surat Utang 1.118.680 1.283.097 164.417 14,70%
Personil 80.593 92.829 12.236 15,18%
Sewa 15.378 19.431 4.053 26,36%
Administrasi dan Umum 58.059 68.647 10.589 18,24%
Beban jasa pembayaran bunga 4.912 7.026 2.114 43,04%
Depresiasi dan amortisasi 11.353 13.579 2.227 19,61%
TOTAL BEBAN 1.289.083 1.484.803 195.720 15,18%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 481.168 531.783 50.615 10,52%
PAJAK FINAL 42.006 63.394 21.388 50,92%
PAJAK PENGHASILAN BADAN 42.844 32.610 (10.234) (23,89%)
LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 396.318 435.779 39.462 9,96%
CKPN dan pajak tangguhannya 2.868 5.572 2.704 94,29%
LABA (RUGI) SETELAH CKPN 393.450 430.207 36.758 9,34%
Pendapatan
Total pendapatan tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp2.016.586 juta dengan rincian sebagai
berikut:
a. Jasa Sekuritisasi Rp4.605 juta
Merupakan pendapatan dari jasa penata sekuritisasi tahun 2023 dan fee sebagai penerbit EBA-
SP.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 108
Page 148
b. Penyaluran pinjaman Komersial Rp954.804 juta
Merupakan pendapatan bunga dari penyaluran pinjaman kepada bank atau lembaga keuangan
konvensional (Refinancing & Repo) baik konvensional maupun syariah.
c. Penyaluran Pinjaman KPR Program Rp662.603 juta
Merupakan pendapatan bunga dari penyaluran pinjaman KPR Program.
d. Aset KPR Rp1.590 juta
Merupakan pendapatan bunga dari tagihan KPR yang dibeli melalui program warehousing.
e. Jaminan dan dukungan kredit Rp4.206 juta
Merupakan pendapatan dari jasa jaminan dan dukungan kredit sekuritisasi atas sekuritisasi dan
penempatan dana dukungan kredit.
f. Pendidikan dan pelatihan Rp328juta
Merupakan pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
g. Penempatan dana Rp386.938 juta
Merupakan pendapatan dari penempatan dana dalam bentuk EBA, deposito dan SUN.
h. Pendapatan lain-lain Rp1.512 juta
Berasal dari pendapatan bunga pinjaman personil Perseroan dan jasa giro dan pendapatan lain
lain termasuk keuntungan atas penjualan aset tetap perseroan berupa mobil.
Beban
Total beban tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp1.484.803 juta dengan rincian sebagai berikut:
a. Beban pendidikan & pelatihan Rp194 juta
Merupakan beban atas jasa penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
b. Beban bunga surat utang Rp1.283.097 juta
Merupakan beban bunga penerbitan surat utang untuk penyaluran pinjaman komersial dan
program dalam rangka penurunan beban subsidi pemerintah dalam KPR Program FLPP serta
beban bunga atas pinjaman jangka Panjang Perseroan ke Bank.
c. Beban Personil Rp92.829 juta
Merupakan gaji, honor, THR, tunjangan, tantiem, bonus dan PPh 21. Rata-rata kenaikan gaji
diasumsikan sebesar 10%.
d. Beban Sewa Rp19.431 juta
Biaya sewa terdiri dari informasi elektronik, internet, outsourcing, dan sewa lainnya.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 109
Page 149
e. Administrasi dan umum Rp68.647 juta
Merupakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan yang terdiri dari biaya,
Pendidikan dan pengembangan, komunikasi, informasi, kehumasan, rapat, tenaga ahli, utilitas,
perlengkapan dan pelatan kantor, pemeliharaan dan perbaikan, biaya penitipan efek dan biaya
pungutan OJK.
f. Beban jasa pembayaran bunga Rp7.026 juta
Biaya pencatatan tahunan, notaris, audit penjatahan, dan biaya lainnya yang terkait dengan
penerbitan surat utang Perseroan.
g. Depresiasi dan amortisasi Rp13.579 juta
Merupakan biaya penyusutan aset tetap, amortisasi software dan aset lain.
h. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Rp5.572 juta
Merupakan pencadangan atas kenaikan aset produktif tahun 2023.
3.5.3. Laporan Arus Kas
Tabel 3.8 Proyeksi Arus Kas Tahun 2023
dalam jutaan Rupiah
Kenaikan/Penurunan
Keterangan Prognosa 2022 RKAP 2023 Prognosa 2022 VS RKAP
Jumlah % Capaian
Arus kas dari Operasi
Penerimaan dari bunga 1.830.548 2.074.213 243.665 113,3%
Penyaluran pinjaman (8.867.435) (10.396.900) (1.529.465) 117,2%
Penerimaan pokok pinjaman 10.577.246 3.684.249 (6.892.997) 34,8%
Penerimaan pokok EBA 312.858 354.858 42.000 113,4%
Penerimaan (Pembayaran) dana pendukung kredit (4.255) 20.299 24.554 (477,1%)
Penerimaan lainnya 7.495 6.117 (1.378) 81,6%
Pembayaran bunga surat utang (1.805.051) (1.379.167) 425.884 76,4%
Pembayaran gaji dan tunjangan (80.593) (92.829) (12.236) 115,2%
Pembayaran kepada pihak ketiga (78.349) (88.078) (9.730) 112,4%
Pembayaran pajak (84.850) (96.004) (11.153) 113,1%
Investasi (438.793) (740.000) (301.207) 168,6%
Pembayaran dividen (114.981) (86.041) 28.940 74,8%
Jumlah Arus Kas untuk Operasi 1.253.840 (6.739.283) (7.993.123) (637,5%)
Arus kas untuk Investasi
Pembelian Aset Tak Berwujud (14.850) (27.123) (12.273) 182,6%
Pembelian Aset Tetap (32.150) (32.020) 130 99,6%
Deposito > 3 bulan - - - -
Jumlah Arus Kas untuk Investasi (47.000) (59.143) (12.143) 125,8%
Arus kas untuk Pendanaan
Penerimaan hasil penerbitan Surat Utang 3.000.000 3.600.000 600.000 120,0%
Penarikan Utang bank (net) 900.000 1.700.000 800.000 188,9%
Pelunasan pokok Surat Utang (6.920.094) (1.680.000) 5.240.094 24,3%
Penerimaan setoran modal 2.000.000 1.530.000 (470.000) 76,5%
Jumlah Arus Kas dari Pendanaan (1.020.094) 5.150.000 6.170.094 (504,9%)
Total arus kas masuk (keluar) 186.747 (1.648.426) (1.835.172) (882,7%)
Saldo kas awal 4.375.626 4.562.373 186.747 104,3%
Saldo kas akhir 4.562.373 2.913.947 (1.648.426) 63,9%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 110
Page 150
Pada akhir tahun 2023, diproyeksikan saldo kas akhir sebesar Rp2.913.947 juta. Saldo tersebut
mengalami penurunan sebesar Rp1.888.426 juta dari saldo awal sebesar Rp4.562.373 juta dengan
rincian sebagai berikut:
a. Arus kas yang digunakan dari aktivitas operasi sebesar Rp6.739.283 juta, terutama digunakan
untuk penyaluran pinjaman sebesar Rp10.396.900 juta, pembayaran bunga pinjaman sebesar
Rp1.379.167 juta, serta penerimaan bunga dari SUN, EBA, penyaluran pinjaman dan deposito
sebesar Rp2.074.213 juta.
b. Arus kas yang digunakan untuk investasi sebesar negatif Rp59.143 juta, terutama digunakan
untuk pembangunan gedung dan renovasi gedung, pembelian sistem untuk mendukung kegiatan
operasional Perseroan.
c. Arus kas dihasilkan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp5.150.000 juta, berasal dari penerbitan
obligasi/MTN/sukuk sebesar Rp3.600.000 juta, penerbitan Term Loan sebesar Rp1.700.000,
pelunasan pokok surat utang sebesar Rp1.680.000 juta, dan penerimaan setoran modal sebesar
Rp1.530.000 juta
3.5.4. Indikator Rasio Keuangan Perseroan
Sampai dengan tahun 2023, diproyeksikan indikator kinerja Perseroan tampak sebagai berikut:
Tabel 3.9 Rasio Keuangan Prognosa 2022 dan Proyeksi RKAP 2023
Prognosa 2022 RKAP 2023 Perubahan
Keterangan
(a) (b) (b)-(a)
PMFC Ratio (x) 7,59 7,43 (0,16)
Profit Margin 22,11% 21,27% (0,84%)
ROE 2,63% 2,53% (0,10%)
Debt-to-equity Ratio (x) 1,25 1,37 0,12
Current Ratio 356,57% 210,41% (146,16%)
BOPO 77,89% 78,73% 0,84%
BOPO (Komersial) 77,72% 73,34% (4,37%)
BOPO (Hanya Surat Utang) 63,56% 64,02% 0,46%
BOPO (Tanpa Surat Utang) 9,36% 9,66% 0,30%
Interest Coverage Ratio (x) 1,45 1,41 (0,04)
Berdasarkan data di atas, penjelasan mengenai indikator kinerja Perseroan tahun 2023 sebagai
berikut:
1. Primary market financing to capital ratio (PMFC), diproyeksikan sebesar 7,43 kali, lebih rendah
dari Prognosa 2022 yang sebesar 7,59 kali. Penurunan terutama disebabkan karena penambahan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 111
Page 151
aliran dana untuk penyaluran pembiayan tahun 2023 tidak sebanding dengan penambahan
modal disetor.
2. Profit margin, diproyeksikan sebesar 21,27%, turun 0,84% dari Prognosa 2022 sebesar 22,11%.
Penurunan ini disebabkan karena adanya kenaikan beban operasional Perseroan, terutama pada
biaya penghargaan masa kerja karyawan tahun 2023 dan biaya terkait penerbitan EBA-SP dan
EBA Ritel.
3. Return on Equity (ROE), diproyeksikan sebesar 2,53%, turun 0,10% dari Prognosa 2022 sebesar
2,63%. Proyeksi penurunan ROE di tahun 2023 disebabkan karena persentase kanaikan laba
bersih tidak sebanding dengan kenaikan ekuitas Perseroan.
4. Debt-to-Equity Ratio (DER), diproyeksikan sebesar 1,37 kali, lebih tinggi dari Prognosa 2022 yang
sebesar 1,25 kali karena penerbitan surat utang untuk pendanaan KPR Program dan Komersial
lebih besar daripada penambahan modal.
5. Current Ratio, diproyeksikan sebesar 210,41% atau menurun dari prognosa 2022 sebesar
356,57%. Penurunan ini terjadi adanya kenaikan outstanding FLPP dan Perseroan berusaha untuk
mengatur waktu penerbitan surat utang.
6. BOPO, diproyeksikan sebesar 78,73%, naik 0,84% dari Prognosa 2022 sebesar 77,89% karena
adanya kenaikan beban operasional yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pendapatan
operasional.
7. BOPO (Komersial), diproyeksikan sebesar 73,34%, turun 4,37% dari Prognosa 2022 sebesar
77,72%. BOPO ini hanya menghitung pendapatan operasional dan beban operasional atas
kegiatan bisnis komersial, selain pembiayaan program (KPR FLPP).
8. BOPO (hanya biaya bunga), diproyeksikan sebesar 64,02% turun 0,46% dari Prognosa 2022
sebesar 63,59%. Penurunan ini terutama disebabkan karena adanya surat utang yang jatuh
tempo di 2022 dan baru dilakukan penerbitan kembali di triwulan ketiga tahun 2022.
9. BOPO (hanya biaya operasional), diproyeksikan sebesar 9,66% naik 0,3% dari Prognosa 2022
yang sebesar 9,36%. Kenaikan ini terutama karena adanya biaya penghargaan masa kerja
karyawan tahun 2023 dan biaya terkait penguatan EBA-SP dan EBA Ritel.
10. Interest Coverage Ratio untuk tahun 2023 diproyeksikan sebesar 1,41 kali, lebih rendah dari
Prognosa 2022 yang sebesar 1,45 kali. Penurunan ini terutama terjadi karena penurunan total
pendapatan setelah dikurangi pendapatan oeprasional tidak sebanding dengan penurunan
beban bunga surat utang.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 112
Page 152
3.6. Penerapan Manajemen Risiko
3.6.1. Rencana Strategis Penerapan Manajemen Risiko Perseroan
a) Perseroan akan berupaya menerapkan kesadaran budaya risiko (risk culture)
terhadap seluruh individu dalam Perseroan. Adapun salah satu upaya dalam
menerapkan risk culture tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi dan training
mengenai manajemen risiko.
b) Perseroan secara berkala melakukan identifikasi risiko atas aktivitas kegiatan
Perseroan yang disajikan dalam bentuk risk register dan peta risiko yang
menggambarkan kemungkinan dan dampak risiko inheren maupun residual sehingga
dapat menerapkan mitigasi yang tepat.
c) Perseroan akan melakukan evalusi terkait kesesuaian dari: Risk Based Capital, Risk
Appetite dan Tolerance Perseroan agar selaras dengan tujuan Perseroan.
d) Dalam rangka menjamin tingkat keakuratan dan validitas tools penerapan
manajemen risiko dalam bisnis Pembiayaan Perseroan akan melakukan kalibrasi
terhadap metodologi rating dan limit internal yang berlaku saat ini.
e) Perseroan berupaya melakukan pengembangan sistem terkait untuk mendukung
proses bisnis penyaluran pinjaman serta Sistem Kebijakan Internal Perseroan untuk
mendukung tujuan Perseroan pada tahun 2023.
f) Perseroan melakukan berupaya membangun sistem aplikasi yang diperuntukkan
dalam rangka penilaian GCG sehingga dapat mendukung dalam melakukan penilaian,
pemenuhan evidence dan tools reminder pemenuhan GCG yang diharapkan dapat
mendukung peningkatan tata kelola Perseroan.
g) Untuk mendukung pencapaian tujuan Perseroan dari sisi kepatuhan, Perseroan
melakukan kegiatan rutin berupa Sosialisasi LHKPN dengan KPK.
h) Melakukan evaluasi berkala Kebijakan Internal Perseroan yang berlaku sehingga
dapat diyakini kesesuaiannya dengan ketentuan regulator dan kebutuhan proses
bisnis maupun operasional Perseroan dengan tetap memperhatikan prinsip tata
kelola yang baik.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 113
Page 153
i) Selain itu sebagai upaya menjaga risiko Perseroan untuk mendukung ketercapaian
tujuan Perseroan dan tantangan di tahun 2023 maka secara berkelanjutan akan:
i. melakukan evaluasi dan pembaharuan atas Kertas Kerja perhitungan Profil
Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas, menyusun kertas kerja perhitungan profil
risiko khusus untuk Unit Usaha Syariah dan pembaharuan Stress Testing agar
dapat lebih akurat dan selaras mendukung pengambilan keputusan oleh Direksi
di Perseroan;
ii. melakukan pengembangan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Perusahaan
dengan melakukan evaluasi dan shadow scoring untuk assessment Good
Corporate Governance (GCG) dan assessment Risk Maturity;
iii. melakukan penyusunan kebijakan Business Continuity Management dengan
mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi dan dalam rangka
mempersiapkan infrastruktur dan strategi agar perusahaan tetap berjalan pada
saat krisis;
iv. melakukan gap analysis Parameter Pengujian Kepatuhan untuk mengukur
relevansi parameter yang pengujian dengan proses bisnis existing;
v. mempertimbangkan potensi risiko yang ada dari faktor eksternal utamanya
terkait kondisi makro ekonomi dalam pengambilan keputusan strategis.
j) Atas aktivitas yang akan dilakukan tersebut diharapkan dapat mengelola risiko yang
mungkin terjadi dan Perseroan dapat melewati dengan kondisi yang aman.
3.6.2. Profil Risiko
A. Organ Pengelola Risiko
Organ Pengelola Risiko Perseroan terdiri dari:
a) Risk Owners adalah divisi atau unit kerja atau fungsi kerja yang terkait langsung dengan dan/atau
berhubungan langsung dengan eksposur risiko yang berkaitan.
b) Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi
proses manajemen risiko.
1. Fungsi Enterprise Risk Management (ERM) bertanggung jawab untuk melakukan proses
identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan manajemen risiko tingkat
Perseroan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 114
Page 154
2. Fungsi Business Risk bertanggung jawab untuk melakukan pendalaman risiko terkait bisnis
existing dan baru dengan mengeluarkan suatu opini risiko sebagai pendukung Manajemen
dalam mengambil keputusan strategi bisnis Perseroan.
c) Direktur yang membawahi fungsi manajemen risiko bertanggung jawab untuk melakukan
supervisi kegiatan manajemen risiko.
d) Direksi bertanggung jawab untuk memastikan proses manajemen risiko dilaksanakan di seluruh
lini organisasi Perseroan dan menetapkan kebijakan manajemen risiko yang diterapkan.
e) Dewan Komisaris bertanggung jawab melakukan pengawasan atas proses manajemen risiko
yang dilaksanakan oleh Direksi dan bertanggung jawab melakukan review secara periodik atas
pelaksanaan manajemen risiko yang dilaksanakan oleh Direksi.
f) Satuan Pengawasan Internal adalah satuan yang berperan sebagai independent assurance
provider yang antara lain bertanggung jawab dalam melakukan penilaian atas penerapan
Manajemen Risiko serta pihak internal Perseroan yang berwenang melakukan penilaian risk
maturity.
g) Tim Risk Control Self Assessment (RCSA) adalah tim yang bertugas untuk melakukan evaluasi
secara berkala atas pelaporan register risiko yang disampaikan oleh risk owner yang
komposisinya terdiri dari Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan dan SPI sehingga mendukung
pelaporan atas tingkat risiko Perseroan lebih akurat.
Dalam melaksanakan proses manajemen risiko, organ-organ Perseroan dikelompokkan menjadi 4
(empat), yaitu:
a) yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan (R, responsible).
b) yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan kebijakan manajemen risiko yang akan
diterapkan (A, accountable).
c) yang bertanggung jawab untuk memberikan arahan (direction) atas kebijakan yang diterapkan
(C, consulted).
d) yang bertanggung jawab untuk menerima informasi terkait dan melakukan review (I, informed).
Matriks pembagian tugas dan tanggung jawab utama organ-organ Perseroan dalam proses
manajemen risiko adalah sebagai berikut:
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 115
Page 155
Tabel 3.10 Matriks Tugas dan Tanggung Jawab Organ-organ Perseroan dalam Proses Manajemen
Risiko
Divisi
Proses Manajemen Dewan Divisi
No Direksi Manajeme
Risiko Komisaris Terkait
n Risiko
1 Persiapan/pengusulan I A R I
2 Komunikasi & konsultasi I A R C
3 Menentukan kebijakan C A R C
4 Identifikasi risiko I C R R
5 Analisis risiko I C R R
6 Evaluasi risiko I A R R
7 Perlakuan risiko I A C R
8 Pemantauan R A R C
9 Pelaporan C A R R
B. Jenis Risiko
Perseroan menetapkan 10 (sepuluh) jenis risiko yang harus dikelola Perseroan dalam melaksanakan
kegiatan usaha dan kegiatan operasionalnya, yaitu:
a) Risiko kredit adalah potensi kerugian karena tidak diterimanya kembali piutang pokok dan/atau
bunga ataupun hasil investasi yang ditanamkan Perseroan pada pihak lain.
b) Risiko pasar adalah potensi kerugian karena nilai aset keuangan yang dimilki Perseroan
terpengaruh oleh perubahan harga pasar.
c) Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang timbul karena ketidakmampuan Perseroan
menyediakan dana untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.
d) Risiko strategis adalah potensi kerugian akibat pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu
keputusan strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan bisnis.
e) Risiko kepatuhan adalah potensi kerugian akibat tindakan tidak mematuhi dan/atau tidak
memenuhi peraturan/regulasi/kebijakan/prosedur yang berlaku.
f) Risiko hukum adalah potensi kerugian akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek
hukum.
g) Risiko operasional adalah potensi kerugian akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya
proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian eksternal yang
memengaruhi operasional Perseroan.
h) Risiko reputasi adalah potensi kerugian akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku
kepentingan yang bersumber dari persepsi negatif atas kejadian berkaitan dengan aktivitas
Perseroan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 116
Page 156
i) Risiko keuangan adalah potensi dampak yang terkait dengan keuangan perusahaan.
j) Risiko fraud adalah potensi kerugian akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan
sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain)
dilakukan orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi
ataupun kelompok yang secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain.
C. Pengukuran Risiko
Dalam melakukan pengukuran risiko, Perseroan menggunakan 4 (empat) level ukuran, yaitu level
rendah; level moderat; level tinggi dan level sangat tinggi. Berkaitan dengan ukuran risiko tersebut,
terdapat 2 (dua) dimensi yang perlu diperhatikan, yaitu:
a) Dimensi probabilitas (probability), yaitu ukuran kemungkinan terjadinya kerugian.
b) Dimensi dampak (severity), yaitu besarnya potensi kerugian berdasarkan perkiraan probabilitas.
3.6.3. Monitoring Risiko
Berdasarkan waktu pelaksanaannya, pengukuran risiko dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
pengukuran secara bulanan dan tiga bulanan. Pengukuran secara bulanan dilakukan untuk tiga jenis
risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan, yaitu risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas.
Sedangkan pengukuran 3 bulanan meliputi keseluruhan risiko termasuk didalamnya risiko SKHORKF
(Strategik, Kepatuhan, Hukum, Operasional, Reputasi, Keuangan dan Fraud). Dalam pengukuran tiga
bulanan ini diukur pula laporan profil risiko secara agregat dengan memperhitungkan kecukupan
sistem pengendalian risiko.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 117
Page 157
3.6.4. Proyeksi Risiko Perseroan
A. Proyeksi Risiko Utama Tahun 2023
Tabel 3.11 Proyeksi Risiko Utama Tahun 2023
Risiko
Date
Kredit Pasar Likuiditas
Apr-20 Rendah Rendah Rendah
Jun-20 Rendah Rendah Rendah
Aug-20 Moderat Rendah Rendah
Oct-20 Moderat Rendah Rendah
Dec-20 Moderat Moderat Rendah
Feb-21 Moderat Moderat Moderat
Apr-21 Moderat Moderat Rendah
Jun-21 Moderat Rendah Rendah
Aug-21 Moderat Moderat Rendah
Nov-21 Moderat Moderat Rendah
Dec-21 Moderat Moderat Moderat
Jan-22 Rendah Moderat Moderat
Feb-22 Rendah Moderat Rendah
Mar-22 Moderat Rendah Moderat
Apr-22 Moderat Rendah Rendah
May-22 Moderat Rendah Rendah
Jun-22 Moderat Rendah Moderat
Jul-22 Rendah Rendah Moderat
Aug-22 Rendah Rendah Moderat
Sep-22 Rendah Rendah Rendah
PROYEKSI 2023 MODERAT MODERAT MODERAT
Pendekatan yang digunakan untuk melakukan proyeksi tersebut adalah pendekatan kualitatif yang
konservatif dengan mengasumsikan masih akan terus adanya penyebaran Covid-19, masih tingginya
likuiditas perbankan indonesia, serta beberapa pertimbangan spesifik terkait masing-masing tipologi
Risiko, proyeksi inheren risk, pengendalian, dan residual risk sebagai berikut:
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 118
Page 158
1. Risiko Kredit (Proyeksi 2023: Moderat)
Inheren Risk
Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko kredit diproyeksikan berada pada peringkat Moderat naik dari
periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
i. Kenaikan Inflasi YoY pada Bulan September 2022 menjadi 5,95% dari sebelumnya 4,69% pada
Agustus 2022. Ke depan, tekanan inflasi diprakirakan masih berlanjut, antara lain didorong oleh
masih tingginya harga energi dan pangan global. Inflasi diprakirakan berisiko akan terus
meningkat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile
food, serta semakin menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan. Berbagai perkembangan
tersebut diprakirakan dapat mendorong inflasi pada tahun 2022 dan 2023 berisiko akan terus
melebihi batas atas sasaran yaitu 3,0±1%. Berikut adalah grafik pertumbuhan inflasi YoY di
Indonesia sampai dengan September 2022.
Gambar 3.11 Pertumbuhan Inflasi YoY hingga September 2022
Sumber: Divisi Riset Ekonomi
Diprediksikan sesuai dengan asumsi dasar makro RAPBN 2023 menjadi Pertumbuhan Ekonomi
5,3 persen (tetap) Inflasi: 3,3 persen hingga 3,6 persen. Nilai Tukar Rp14.750/USD hingga
Rp14.800/USD, dan Suku Bunga SUN 10 Tahun: 7,9 persen (tetap). Prediksi tersebut telah
dilanggar dengan pencapaian Inflasi YoY pada September 2022 adalah sebesar 5,95% dan nilai
tukar pada tanggal 6 Oktober 2022 sebesar Rp 15.197/USD melebihi dari target pada asumsi
dasar makro RAPBN. Selain itu prediksi suku bunga SUN 10 Tahun sebesar 7,9% kemungkinan
tidak tercapai karena adanya pengetatan kebijakan sehingga suku bunga SUN akan terus
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 119
Page 159
bergerak naik. Hal tersebut dinilai menunjukkan bahwa risiko kredit Perseroan berada pada level
yang lebih tinggi dari posisi September tahun 2022 yaitu di level Moderat.
ii. Efek Pandemi Covid-19 bakal berdampak pada tingkat pengangguran yang diprediksi masih
cukup menantang seperti dengan tahun 2022, dimana sekarang Perusahaan lebih efisien belajar
dari kejadian penyebaran virus Covid-19 di dua tahun lalu yang sangat berdampak pada
beberapa bisnis perusahaan. Selain itu pada 2022 ini angka pengangguran di Indonesia masih
mencapai 5,83% (sumber: https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/05/09/1915/februari-
2022--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-83-persen.html). Hal tersebut
dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kualitas portfolio BTN, terutama untuk debitur non-
fixed income dengan outstanding sebesar 76,36% dari total keseluruhan portfolio. (sumber:
Pefindo Biro Kredit Per Agustus 2021)
iii. Trend histori risiko kredit Perseroan mayoritas berada pada level Moderat sejak April 2020
sampai saat ini.
iv. Proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2023 menjadi 4,7%-5,3% dari sebelumnya
realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2022 sebesar 5,44%. (sumber:
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2420622.aspx)
Terdapat kemungkinan proyeksi tersebut kemungkinan tidak tercapai dan pertumbuhan
ekonomi diprediksi akan turun pada Triwulan III 2022 dan terus turun pada Triwulan IV 2022
karena trend naiknya Nilai Tukar dan trend turunnya Cadangan Devisa. Berikut adalah grafik
Cadangan Devisa Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan 2022.
Gambar 3.12 Cadangan Devisa Tahun 2019-2022
Sumber: Divisi Riset Ekonomi
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 120
Page 160
2. Risiko Pasar (Proyeksi 2023: Moderat)
Inheren Risk
Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko pasar diproyeksikan berada pada peringkat Moderat naik dari
periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
i. Data BI rate 7DRR diproyeksikan akan terus naik seiring dengan naiknya suku bunga The Fed
dan terus naiknya Inflasi YoY di Indonesia seiring naiknya inflasi di Amerika Serikat, hal
tersebut akan berdampak pada laba rugi SMF. Berikut adalah grafik BI 7DRR Rate dari 2018
sampai dengan 2022.
Gambar 3.13 Pergerakan BI 7DRR Rate Tahun 2018-2022
Sumber: Divisi Riset Ekonomi
Berikut adalah data hasil stress test risiko pasar yang telah dilakukan pada Desember 2022
didapatkan hasil sebagai berikut:
• Pada skenario adverse, apabila BI Rate 7DRR naik menjadi 4,25% maka terjadi penurunan
Nilai Wajar EBA sebesar – Rp 24.474 Juta. Namun skenario ini sudah tidak dapat digunakan
karena pada bulan September 2022 BI rate 7DRR mencapai 4,25%.
• Pada skenario moderately adverse, apabila BI Rate 7DRR naik menjadi 5,25% dari posisi
sekarang yaitu 4,25% (September 2022) maka terjadi penurunan Nilai Wajar EBA sebesar -
Rp 30.258 Juta.
• Pada skenario severely adverse, apabila BI Rate 7DRR naik menjadi 6,00% dari posisi sekarang
yaitu 4,25% (September 2022) maka terjadi penurunan Nilai Wajar EBA sebesar - Rp 38.330
Juta.
ii. Terdapat target sekuritisasi sebesar Rp 600 Miliar pada Draft RAKP 2023 dimana selaku
penerbit SMF juga berperan sebagai stand by buyer (market maker)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 121
Page 161
iii. Karena adanya pandemic Covid-19 dari Maret 2020 menyebabkan terjadinya trend kenaikan
fluktuasi harga pasar yang ditandai dengan semakin meningkatnya nilai Varian dari harga
pasar.
iv. Kenaikan harga BBM pada September 2022 menambah kemungkinan kenaikan risiko pasar.
Berdasarkan data histori tingkat risiko pasar dari April 2020 (sejak dimulainya Pandemi Covid-19)
sampai dengan September 2022 menunjukkan trend kecenderungan risiko pasar akan naik menjadi
RENDAH pada akhir 2023, namun atas penjabaran pada poin-poin di atas risiko pasar akan
diproyeksikan berada pada tingkat MODERAT.
3. Risiko Likuiditas (Proyeksi 2023: Moderat)
Inheren Risk
Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko likuiditas diproyeksikan berada pada peringkat Moderat
meningkat dari periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
i. Terdapat rencana penambahan sumber likuiditas jangka Panjang lainnya dengan skema
inisiatif diluar obligasi, seperti two-step loans, greens bonds maupun social bonds yang akan
meningkatkan eksposur risiko likuiditas Perseroan.
ii. Masih tingginya tingkat konsentrasi penyaluran pembiayaan pada satu counterpart, karena
sulitnya diversifikasi penyaluran pembiayaan kepada Perbankan akibat masih tingginya
likuiditas Bank akibat dari efek pandemi Covid-19 dimana Bank masih sangat hati-hati dalam
penyaluran pembiayaan dan seiring dengan terus naiknya BI rate 7DRR.
iii. Kebutuhan akan sumber-sumber dana jangka panjang yang lebih beragam dan juga diversifikasi
model pendanaan sebagai tuntutan dari skema sustainability financing.
Berdasarkan data histori tingkat risiko likuiditas dari April 2020 (sejak dimulainya Pandemi Covid-19)
sampai dengan September 2022 menunjukkan trend kecenderungan risiko likuiditas turun menjadi
Rendah pada akhir 2023, namun atas penjabaran pada poin-poin di atas risiko likuiditas akan
diproyeksikan berada pada tingkat MODERAT.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 122
Page 162
B. Proyeksi Risiko Lainnya 2023
Tabel 3.12 Proyeksi Risiko Lainnya Tahun 2023
Risiko
Date
Stratejik Kepatuhan Hukum Operasional Reputasi Keuangan Fraud
Sep-20 Inheren Moderat Moderat Moderat Moderat Tinggi Moderat
Dec-20 Inheren Moderat Moderat Moderat Moderat Tinggi Moderat
Mar-21 Inheren Moderat Moderat Rendah Moderat Tinggi Moderat
Jun-21 Inheren Rendah Rendah Rendah Moderat Moderat Rendah Rendah
Sep-21 Inheren Rendah Rendah Rendah Moderat Moderat Rendah Moderat
Dec-21 Inheren Moderat Rendah Rendah Moderat Rendah Moderat Rendah
Mar-22 Inheren Moderat Rendah Rendah Moderat Rendah Moderat Rendah
Jun-22 Inheren Moderat Moderat Rendah Moderat Moderat Moderat Rendah
Sep-22 Inheren Moderat Moderat Rendah Rendah Moderat Moderat Rendah
PROYEKSI 2023 Inheren MODERAT MODERAT RENDAH MODERAT MODERAT MODERAT RENDAH
Pendekatan yang digunakan untuk melakukan proyeksi tersebut adalah pendekatan historis
tingkat risiko dan adanya kondisi ekonomi karena adanya kenaikan harga BBM dan kenaikan BI
Rate, serta beberapa pertimbangan proyeksi inheren risk, pengendalian, dan residual risk
sebagai berikut:
1. Risiko Stratejik (Proyeksi 2023: Moderat)
Pada Desember 2023 Risiko inheren untuk risiko stratejik diproyeksikan berada pada
peringkat Moderat tetap dari posisi September 2022 yaitu Moderat, dengan pertimbangan
sebagai berikut:
i. Terdapat potensi risiko Perseroan untuk tantangan dalam mencapai target yang
ditetapkan untuk Perseroan karena masih adanya Dampak Pandemi Covid-19 yang
belum tuntas dan masih tingginya angka likuiditas perbankan Indonesia. Dimana Bank
masih sangat hati-hati dalam penyaluran pembiayaan dan seiring dengan terus naiknya
BI rate 7DRR, sehingga akan berdampak pada penyaluran pembiayaan Perseroan
kepada Lembaga Keuangan Primer seperti Bank.
ii. Data pencapaian per September 2022 masih sangat kecil dibandingkan dengan target
RAKP 2022 sebelumnya, antara lain pencapaian penyaluran pinjaman sebesar 55,48%,
pencapaian pendapatan sebesar 69,57% dan pencapaian laba rugi setelah pajak dan
CKPN sebesar 59,96%.
iii. Tahun 2023 peran Perseroan akan semakin meningkat melalui kelanjutan
pengembangan kegiatan usaha pembiayaan mikro perumahan, KPBU perumahan,
kredit konstruksi, KPR Rumah Usaha, KPR PPJB serta adanya penugasan khusus.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 123
Page 163
2. Risiko Kepatuhan (Proyeksi 2023: Moderat)
Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko kepatuhan diproyeksikan berada pada peringkat
Moderat tetap dari periode September 2022 yaitu Moderat, dengan pertimbangan sebagai
berikut:
i. Regulasi yang mengatur Perseroan tidak kompleks.
ii. Potensi akan adanya regulasi-regulasi baru yang muncul mengantisipasi kondisi ekonomi
makro dan perekonomian nasional yang berdampak kepada Perseroan, sehingga perlu
dipastikan bahwa Perseroan tetap patuh atas regulasi-regulasi tersebut.
iii. Perseroan melakukan kajian atas regulasi baru dan melakukan sosialisasi kepada unit kerja
terkait agar regulasi tersebut dipahami oleh semua pihak yang terlibat di perseroan.
iv. Berdasarkan data histori tingkat risiko Kepatuhan dari September 2020 sampai dengan
September 2022 (Triwulanan) menunjukkan trend kecenderungan risiko kepatuhan
Inherennya Moderat pada 2023.
3. Risiko Hukum (Proyeksi 2023: Rendah)
Pada 2023 Risiko inheren untuk risiko hukum diproyeksikan berada pada peringkat Rendah sama
dengan periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
i. Perseroan mengantisipasi dengan penjagaan berlapis atas Risiko hukum yang berpotensi
Perseroan bisa terpapar atas tuntutan parapihak mitra Perseroan, antara lain dengan
mendapatkan opini hukum dari Konsultan Hukum eksternal dan penguatan di Kebijakan
Internal Perseroan.
ii. Akan muncul eksposur risiko hukum pada pengikatan yang lebih banyak karena adanya
kenaikan target pembiayaan dan bervariasinya produk Perseroan seperti pembiayaan
mikro perumahan, kredit konstruksi, KMG Perumahan, KPR Inden.
iii. Berdasarkan data histori tingkat risiko Hukum dari September 2020 sampai dengan
September 2022 (Triwulanan) dan analisis kualitatif menunjukkan trend kecenderungan
risiko Hukum akan tetap Rendah pada 2023.
4. Risiko Operasional (Proyeksi 2023: Moderat)
Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko operasional diproyeksikan berada pada
peringkat Moderate tetap dari periode September 2022 yaitu Moderate, dengan
pertimbangan sebagai berikut:
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 124
Page 164
i. Meningkatnya kompleksitas Bisnis Perseroan yang berdampak kepada tuntutan
dukungan operasional seperti dukungan kemampuan SDM, jumlah SDM, dukungan
infrastruktur IT yang semakin kompleks, tantangan keamanan data Perseroan,
dukungan tempat kerja dan lainnya.
ii. Bertambahnya counterpart dan juga termasuk produk.
iii. Terdapat potensi peningkatan eksposur risiko operasional IT karena adanya
dukungan IT yang tidak optimal akibat adanya perubahan/perombakan sistem.
iv. Berdasarkan data histori tingkat risiko Operasional dari dan analisis kualitatif
menunjukkan trend kecenderungan risiko Operasional akan tetap di peringkat
Moderate pada 2023.
v. Meningkatnya kompleksitas Bisnis Perseroan.
vi. Bertambahnya counterpart dan juga termasuk produk.
5. Risiko Reputasi (Proyeksi 2023: Moderat)
Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko reputasi diproyeksikan berada pada peringkat
Moderate tetap dari periode September 2022 yaitu Moderate, dengan pertimbangan
sebagai berikut:
i. Perseroan memproyeksikan bahwa pada 2023 tidak terdapat pemberitaan negatif
Perseroan.
ii. Potensi adanya penugasan baru kepada Perseroan dari Pemerintah yang harus dapat
dijalankan dengan baik karena mendapatkan perhatian public, termasuk juga
penugasan terkait PEN yang sampai dengan saat ini masih dijalankan dan
mempertimbangkan kondisi dari Perumnas.
iii. Berdasarkan data histori tingkat risiko reputasi dari September 2020 sampai dengan
September 2022 (Triwulanan) dan analisis kualitatif menunjukkan trend
kecenderungan risiko Reputasi akan di peringkat Moderate pada 2023.
6. Risiko Keuangan (Proyeksi 2023: Moderat)
Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko keuangan diproyeksikan berada pada peringkat
Moderate tetap dari periode September 2022 yaitu Moderat, dengan pertimbangan
sebagai berikut:
i. Terdapat potensi tidak maksimalnya laba yang dihasilkan Perseroan pada 2023
karena adanya penurunan Profit Margin dan ROE.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 125
Page 165
ii. Dampak Pengetatan Suku Bunga Bank Indonesia untuk mengendalikan Laju Inflasi
dan menjaga stabilitas nilai tukar akan berdampak secara tidak langsung terhadap
kemampuan Perseroan dalam menciptakan profit.
iii. Berdasarkan data histori tingkat risiko Keuangan dari September 2020 sampai
dengan September 2022 (Triwulanan) dan analisis kualitatif menunjukkan trend
kecenderungan risiko Keuangan akan berada di peringkat Moderat pada 2023.
7. Risiko Fraud (Proyeksi 2023: Rendah)
Pada akhir 2023 Risiko inheren untuk risiko fraud diproyeksikan berada pada peringkat
Rendah tetap dari periode September 2022 yaitu Rendah, dengan pertimbangan Perseroan
telah melakukan:
i. Antisipasi Risiko fraud yang semakin diperkuat dengan Sosialisasi kepada seluruh
karyawan terhadap bentuk-bentuk Fraud dan akibat yang akan diterima apabila
melakukan pelanggaran Fraud.
ii. Penguatan Early Warning System Fraud dengan penguatan Wistleblowing System
(WBS) untuk pendeteksian kejadian Fraud lebih dini.
iii. Melakukan sosialisasi secara berkala terkait dengan kejahatan fraud di lingkungan
Perseroan.
iv. Menyempurnakan ketentuan/Pedoman yang berlaku di Perseroan untuk
meminimalisir potensi Fraud yang diakibatkan pengaturan yang kurang baik.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 126
Page 166
3.7. Balanced Scorecard (BSC) Perseroan Tahun 2023
Kategori TARGET PROGNOSA Periode
No. Kode Sasaran Strategis Kode Indikator Kinerja Utama (IKU) Bobot Satuan
Performansi 2023 2022 Pelaporan
Peningkatan Aliran Dana ke
Primary Market Financing to Capital
F1 Sektor Pembiayaan F1.1 5,50% x (kali) 7,43 7,59 Bulanan
Ratio
Perumahan
Pemenuhan pendanaan Perseroan
F2.1 5,50% % 50,0<x<70,0 61,95 Bulanan
untuk kebutuhan Penyaluran Pinjaman
Peningkatan Penyediaan Dana F2.2 Penyaluran Pinjaman 5,50% Miliar Rp 5.077 4.268 Triwulanan
F2 Persentase atas proses kegiatan
Khusus Perumahan F2.3 5,50% % 100 100 Triwulanan
sekuritisasi
Perspektif F2.4 Nominal sekuritisasi 5,00% Miliar Rp 750 500 Tahunan
A. Mandat & Sinergi dengan instrumen APBN melalui
Keuangan F3.1 5,50% Miliar Rp 5.320 4.600 Triwulanan
Penyaluran KPR FLPP
Penggunaan Penyertaan F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP 5,50% Unit Rumah 500.703 361.920 Triwulanan
F3 Modal Negara pada Perseroan
Persentase penyaluran KPR FLPP
yang Optimum F3.3 5,50% % 60,00 60,00 Tahunan
Perseroan atas porsi bank penyalur
Persentase jumlah unit rumah yang
F3.4 5,50% % 85,00 85,00 Tahunan
menggunakan dana dari Perseroan
Mencapai Kinerja Keuangan
F4 F4.1 Profit Margin 5,50% % 21,27 22,11 Tahunan
yang Optimum
54,50%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2022 127
Page 167
Kategori TARGET PROGNOSA Periode
No Kode Sasaran Strategis Kode Indikator Kinerja Utama (IKU) Bobot Satuan
Performansi 2023 2022 Pelaporan
Optimalisasi Peran Perseroan Persentase dampak ekonomi atas
C1 C1.1 5,50% % 17,88 11,15 Tahunan
kepada Pemangku Kepentingan penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan
Perspektif
B. Optimalisasi Sinergi
Stakeholder Sinergi dengan 11 Kegiatan/
C2 BUMN/Lembaga Kementerian C2.1 5,00% % 100 Triwulan
Lembaga/Kementerian/SMV lokasi
Keuangan
Kegiatan sosialisasi/pertukaran
Benchmarking kegiatan usaha Jumlah
C3 C3.1 informasi/kolaborasi dengan instansi 3,50% 2 - Tahunan
Perseroan Kegiatan
internasional
14,00%
Memperkuat Manajemen
I1 I1.1 Pengukuran maturity level ERM 5,00% Level 2 2 Tahuhan
Risiko
Biaya Operasional Pendapatan
I2 Efisiensi Kegiatan Operasional I2.1 Operasional (BOPO) Tanpa Surat 5,00% % 9,66 - Tahunan
Perspektif Utang
C. Proses Bisnis Pemenuhan Ketentuan
Internal I3 Regulasi I3.1 Skor asesmen GCG 5,00% Skor 87,00 86,00 Tahunan
(Tata Kelola Perusahaan)
Pengembangan kajian
Persentase kegiatan perluasan
I4 alternatif model bisnis I4.1 5,50% % 65 - Triwulanan
mandat Perseroan
Perseroan
20,50%
Persentase pemenuhan kebutuhan
Perspektif Pengembangan Sistem L1.1 3,00% % 100 120 Triwulan
L1 Sistem TI
Pembelajaran Informasi Manajemen (SIM)
D. L1.2 Pengukuran IT Maturity Level 3,00% Level 2 2 Tahunan
&
Pengembangan Organisasi Pengukuran Organization Health
Pertumbuhan L2 L2.1 5,00% Skor 73,00 72,62 Tahunan
Perseroan Index (OHI)
11,00%
TOTAL 100,00%
Penambahan IKU Baru / Penyesuaian IKU lama
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2022 128
Page 168
3.8. Balanced Scorecard (BSC) Komisaris Tahun 2023
Kategori Bobot Target 2023 Periode
No Kode Sasaran Strategis Kode Indikator Kinerja Utama
Performansi Akhir Satuan Nilai (a) Pelaporan
S.1.1 Pelaksanaan Rapat Rutin Dewan Komisaris 12% x 12 Bulanan
Persentase pemberian tanggapan (response) atas
Pengawasan dan Penyampaian Arahan
S.1.2 permohonan persetujuan/rekomendasi dari Direksi 12% % 90 Tahunan
S1 dan/atau Pendapat yang Optimal
yang tepat waktu
kepada Direksi
Persentase arahan Dewan Komisaris yang
Perspektif S.1.3 12% % 100 Tahunan
ditindaklanjuti oleh Direksi
Pengawasan
A. Pemantauan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang
(Bobot S.2.1 9% x 1 Tahunan
baik dalam pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan
60%) Penerapan Tata Kelola Perusahaan
S2 Penelitian dan penelaahan atas laporan berkala dan
yang Baik dalam Lingkup Perusahaan
S.2.2 laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta 9% % 90 Tahunan
menandatangani Laporan Tahunan
Peningkatan kompetensi Dewan Jumlah pelatihan atau seminar yang diikuti oleh Dewan
S3 S.3.1 6% x 3 Tahunan
Komisaris Komisaris
60%
Penyampaian Rencana Kerja dan Penyampaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)
R.1.1 8% x 1 Tahunan
Anggaran Perseroan (RKAP) dan Usulan Tahunan Dewan Komisaris
R1
Perubahan Rencana Jangka Panjang Penyampaian hasil Penelaahan dan persetujuan atas
R.1.2 8% x 1 Tahunan
Perusahaan (RJPP) yang Tepat Waktu RKAP dan/atau RJPP beserta perubahannya
Perspektif Penyampaian laporan pelaksanaan tugas dan tanggung
R.2.1 8% x 4 Triwulanan
B. Pelaporan jawab Dewan Komisaris (triwulanan)
(Bobot 40%) Penyampaian Laporan kepada Penyampaian laporan pelaksanaan capaian kinerja
R.2.1 8% x 4 Triwulanan
R2 Pemegang Saham sesuai Ketentuan Dewan Komisaris (triwulanan)
yang Berlaku Penyampaian laporan pengawasan atas pelaksanaan
R.2.3 RKAP, tindak lanjut arahan Pemegang Saham dan 8% x 2 Semester
capaian IKU Perusahaan (semesteran)
40%
100%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 129
Page 169
4 BAB 4
UNIT USAHA SYARIAH
4.1. Riwayat Singkat Unit Usaha Syariah
Pada tahun 2018, Perseroan membentuk Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai bentuk jawaban untuk
pengembangan pasar pembiayaan rumah berbasis Syariah. Unit Usaha Syariah (UUS) SMF dibentuk
berdasarkan keputusan RUPS tanggal 24 April 2018 yang telah mendapatkan persetujuan OJK
berdasarkan KEP OJK No. KEP-73/NB.223/2018 tanggal 10 Juli 2018. Pendirian UUS bertujuan untuk
mengoptimalkan potensi sekuritisasi dan pembiayaan perumahan di segmen lembaga keuangan
syariah.
4.2. Realisasi Kegiatan Utama Tahun 2022
4.2.1. Penyaluran Pembiayaan Syariah
Rencana Kerja UUS SMF tahun 2022 mengacu kepada RKAP tahun 2022 serta memperhatikan aspirasi
Pemegang Saham, salah satunya adalah mencapai target pertumbuhan outstanding pembiayaan
komersial minimal sebesar 10% dibanding tahun 2021 dengan tetap menjaga risiko yang terukur.
Untuk tahun 2022, Penyaluran Pembiayaan sampai dengan September 2022 mencapai Rp993 Miliar
yang terdiri dari penyaluran pembiayaan komersial sebesar Rp309 Miliar dan KPR Program FLPP
sebesar Rp684 miliar. Penyaluran komersial dikontribusi dari kelompok BUS Rp200 miliar, UUS BU
Rp9 miliar, BPDS Rp50 miliar, BPRS Rp14 miliar, dan LKK Rp36 miliar dan untuk KPR Program FLPP
dikontribusi dari kelompok UUS BU Rp630 miliar dan BPDS Rp54 miliar.
Untuk Outstanding (portfolio) Per September tahun 2022 outstanding pembiayaan mencapai
Rp2,867 triliun, terdiri dari outstanding pembiayaan komersial dan outstanding pembiayaan PPR
FLPP, dengan rincian outstanding pembiayaan komersial sebesar Rp886 miliar dengan total NOA
20.442, outstanding pembiayaan PPR FLPP sebesar Rp1,981 triliun dengan total NOA 60.020.
Posisi outstanding pembiayaan komersial pada awal tahun 2022 adalah sebesar Rp782 miliar,
sementara realisasi pembiayaan komersial sampai dengan September 2022 telah mencapai sebesar
Rp309 miliar. Sesuai dengan pipeline pembiayaan, maka outstanding pembiayaan sampai dengan
Desember 2022 akan mencapai (prognosa) sebesar Rp869 miliar atau tumbuh sekurang-kurangnya
11% dibanding posisi pada awal tahun 2022. Hal ini telah sesuai dengan aspirasi Pemegang Saham
tahun 2022, dimana Pemegang Saham mengharapkan pertumbuhan outstanding (portfolio)
pembiayaan komersial minimal sebesar 10%.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 130
Page 170
Sampai dengan September 2022, segmentasi distribusi pembiayaan masih tersentralisasi pada
BUS/UUS BU/UUS BPD/BPDS dengan porsi 84%, selebihnya sebesar 16% terdistribusi kepada
segmentasi BPRS/MFS dan PNM. Untuk tahun-tahun berikutnya, porsi segmentasi pembiayaan
kepada BPRS/MFS dan PNM akan lebih ditingkatkan lagi.
4.2.2. Sumber Pendanaan Perseroan
Pendanaan Perseroan untuk menyalurkan pembiayaan baik komersil maupun program pada Unit
Usaha Syariah pada tahun 2022 melalui pembayaran atas penyaluran pembiayaan yang sudah jatuh
tempo dan pinjaman antar usaha yang ada di Perseroan. Di tahun 2022, sampai dengan bulan
September, Perseroan tidak melakukan penerbitan sumber pendanaan sukuk.
4.3. Realisasi Kegiatan Lainnya
Selain kegiatan utama UUS diatas, Perseroan juga melaksanakan kegiatan pendukung lainnya seperti:
1. Pelatihan KPR kepada 29 BPRS dengan melibatkan Asbisindo Kompartemen BPRS.
2. Berpartisipasi dalam Forum Global Islamic Investment.
3. Mengadakan Sharing Session Sharia “Dorong Pemulihan Ekonomi Untuk Wujudkan Rumah
Terjangkau di Indonesia” dengan menghadirkan.
4. Berpartisipasi dalam kegiatan OJK berkaitan dengan:
• Launching Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia Tahun 2021
• Penyusunan Destination Statement OJK tahun 2022-2027
5. Mengembangkan kerjasama dengan komunitas Multifinance melalui APPI (Asosiasi Perusahaan
Pembiayaan Indonesia).
6. Berpatisipasi dalam FGD penyusunan rancangan skema/mekanisme sewa beli bersama BP
Tapera.
7. Berpartisipasi dalam sharing session KPBU bersama PT SMI.
8. Berpartisipasi dalam rapat pembahasan skema pemilikan bertahap (staircasing shared
ownership) dengan PUPR.
9. Sinergi dengan OJK KR 1 terkait koordinasi persiapan pelaksanaan evaluasi kinerja lembaga jasa
keuangan.
10. Berpartisipasi dalam acara Islamic Finance Summit 2022.
11. Mengadakan gathering untuk client existing.
12. Memfasilitasi pengadaan kegiatan pelatihan PPR untuk 20 BPRS baru, BPD dan BUS sebagai
program marketing deepening.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 131
Page 171
4.4. Rencana Unit Usaha Syariah
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Unit Usaha Syariah
Penyaluran Pembiayaan Syariah
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, permintaan atas KPR Syariah di Indonesia
masih terbilang rendah. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah belum pahamnya masyarakat
atas konsep syariah itu sendiri. Kondisi tersebut ditandai dengan proporsi KPR syariah terhadap KPR
nasional relatif masih terbilang kecil di kisaran 19%, per Juli 2022. Dari jumlah bank syariah pun masih
terbilang cukup rendah dibandingkan dengan bank konvensional. Berdasarkan data yang kami
peroleh dari Otoritas Jasa Keuangan, per Juli 2022 hanya terdapat 12 (dua belas) bank syariah, yang
terdiri dari 4 (empat) bank syariah nasional dan 8 (delapan) bank syariah swasta/swasta asing.
Sedangkan jumlah bank konvensional di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 95 (sembilan puluh
lima) bank.
Gambar 4.2 Outstanding KPR Nasional per Juli 2022
19%
OS KPR Syariah
OS KPR Konvensional
81%
Sumber: Statistik Perbankan Syariah dan Statistik Perbankan Indonesia, OJK (diolah)
Selain itu, pertumbuhan Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) syariah secara YoY juga masih belum
kembali seperti sebelum pandemi. Pada periode sebelum 2020 (sebelum pandemi), pertumbuhan
PPR Syariah bisa mencapai 19%. Sedangkan pada saat pandemi, pertumbuhan PPR Syariah hanya
berkisar antara 9% hingga 13%. Hal ini dapat dilihat dari Gambar 4.3. Meskipun begitu, Perseroan
meningkatan target penyaluran pembiayaan syariah di tahun 2023 dengan memperhatikan prinsip
kehati-hatian.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 132
Page 172
Gambar 4.3 Pertumbuhan PPR Syariah (YoY)
21,00%
19,00%
17,00%
15,00%
13,00% 12,42%
11,00%
9,00%
7,00%
5,00%
Mei/18
Mei/19
Mei/20
Mei/21
Mei/22
Jan/22
Jan/18
Sep/18
Jan/19
Sep/19
Jan/20
Sep/20
Jan/21
Sep/21
Sumber: Statistik Perbankan Syariah dan Statistik Perbankan Indonesia, OJK (diolah)
Rencana pembiayaan dan kegiatan pendukung tahun 2023 disusun sesuai target bisnis Perseroan
dengan memperhatikan aspirasi Pemegang Saham. Untuk 2023, Penyaluran UUS diharapkan dapat
Mencapai target pertumbuhan outstanding pembiayaan komersial minimal sebesar 20% dari
prognosa tahun 2022 (dengan tetap menjaga risiko yang terukur), dan menjaga pertumbuhan
pendapatan usaha serta efisiensi biaya operasional. Selain itu, menciptakan ide kreatif untuk
meningkatkan nilai properti perumahan yang dimiliki masyarakat guna membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, dan lebih lanjut dapat dijadikan underlying asset untuk memperoleh
pembiayaan. Ketiga adalah dengan merealisasikan rencana perluasan kegiatan usaha Perseroan
sesuai target perluasan mandat yang telah ditetapkan dalam RJPP 2022-2026, seperti pembiayaan
KPR Rumah Usaha, KPR PPJB, KPBU Perumahan, dan covered bond. Selain itu tetap mengoptimalkan
dan terus mengembangkan peran Unit Usaha Syariah dalam kegiatan usaha Perseroan sebagai upaya
diversifikasi produk sekuritisasi dan pembiayaan.
Tabel 4.1 Target Pembiayaan Syariah Tahun 2023
PROGNOSA 2022 RKAP 2023
Pembiayaan Syariah % Perubahan
Miliar Rp. Miliar Rp.
Total Pembiayaan 1.775 2.270 27,9%
Komersial 766 950 24,0%
Program (KPR FLPP) 1.009 1.320 30,8%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 133
Page 173
Terdapat beberapa tantangan yang saat ini dihadapi Unit Usaha Syariah, yaitu:
1. Bank sedang likuid ditandai dengan Rasio FDR rendah dan masih tersedianya dana PEN.
2. Produk Kompetitor (Pricing pembiayaan SMF vs rate deposito dan Pembiayaan antar bank (clean
basis).
3. Bank masih fokus penyaluran untuk KPR Subsidi.
4. Pertimbangan bank bahwa pembiayaan SMF tidak masuk komponen “D” dalam perhitungan FDR,
sehingga setiap pembiayaan SMF harus diikuti dengan penempatan deposito dengan tenor yang
sama.
5. Belum banyak lembaga keuangan syariah menjalankan bisnis pembiayaan perumahan baik
Modal Kerja Konstruksi dan KPR.
Langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Unit Usaha Syariah pada tahun 2023 antara lain:
1. Memperbanyak penyalur PPR baru terutama BPR Syariah dan MF Syariah melalui program
inkubasi.
2. Melakukan pendekatan dengan seluruh lembaga keuangan syariah yang potensial untuk
kerjasama penyaluran pembiayaan dalam program Refi PPR, Refi PMP, Refi PMK-KP, Refi PMG.
3. Menginisiasi forum-forum diskusi dengan stakeholder pembiayaan perumahan untuk menggali
potensi pengembangan bisnis Unit Usaha Syariah.
4. Memperkuat riset untuk pengembangan produk bisnis.
4.5. Program Kerja Unit Usaha Syariah
Berikut ini merupakan program kerja Unit Usaha Syariah di tahun 2023, untuk mencapai
pertumbuhan outstanding pembiayaan komersial sebesar 20% (dua puluh persern).
Program Strategis
Meningkatkan penyaluran kepada segmen BPRS dan PNM dalam mendorong BPRS untuk
A meningkatkan penyaluran Pembiayaan Mikro Perumahan dengan tetap menjaga hubungan
baik dengan BUS, UUS BU dan BPD
Mengarahkan BPRS untuk menerapkan penggunaan akad Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT)
dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dalam penyaluran PPR dengan tujuan memperbanyak
B
PPR yang siap disekuritisasi dikemudian hari baik secara individual LKS maupun secara multi
originator (beberapa LKS)
Mendorong BPRS untuk meningkatkan penyaluran Pembiayaan Mikro Perumahan melalui
C
program-program marketing bersama
Membangun dan memperkuat komunitas BPRS khususnya diwilayah BPD yang belum
D
bekerjasama dengan SMF
Meningkatkan kapasitas BPRS dalam penyaluran pembiayaan sektor perumahan yang
E
berkualitas melalui program pelatihan dan advisory
Meningkatkan literasi masyarakat terhadap pembiayaan perumahan bekerjasama dengan
F
Kantor Regional OJK setempat
G Memperluas jaringan distribusi pembiayaan melalui program widening dan deepening
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 134
Page 174
4.6. Balanced Scorecard (BSC) Dewan Pengawas Syariah 2023
Kategori Bobot Target
No Kode Sasaran Strategis Kode Indikator Kinerja Utama
Performansi Akhir Satuan Nilai (a)
1 Pelaksanaan Rapat Rutin Dewan Pengawas Syariah 20% x 12
Pemberian Tanggapan atau Opini terhadap
Persentase Pemberian Tanggapan atau Opini terhadap
M1 Pembiayaan dan Produk Syariah yang akan
2 Pembiayaan dan Produk Syariah yang akan dilakukan 20% % 90
Perspektif dilakukan Perseroan
Perseroan
Pengawasan
A. Pengawasan dan Pemantauan Atas Good
(Bobot Pemantauan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik
M2 Governance Pelaksanaan Pembiayaan Syariah 1 10% x 1
60%) dalam pelaksanaan kegiatan usaha syariah Perseroan
dari Perseroan
Peningkatan kompetensi Dewan Pengawas Jumlah pelatihan atau seminar yang diikuti oleh Dewan
M3 1 10% x 1
Syariah Pengawas Syariah
60%
Penyampaian Tanggapan / Rekomendasi atas
Penyampaian Tanggapan / Rekomendasi Rencana Kerja dan
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP)
Perspektif R1 1 Anggaran Perusahaan (RKAP) Terkait dengan Pembiayaan 20% x 1
Terkait dengan Pembiayaan dan Kegiatan
B. Pelaporan dan Kegiatan Syariah
Syariah
(Bobot 40%)
Penyampaian Laporan Pelaksanaan Tugas Penyampaian laporan pelaksanaan tugas dan tanggung
R2 1 20% x 2
Dewan Pengawas Syariah jawab serta capaian Dewan Pengawas Syariah (semesteran)
40%
100%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 135
Page 175
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
MANUAL
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
BALANCED SCORECARD (BSC)
PERSEROAN
TAHUN 2023
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 136
Page 176
INDIKATOR KINERJA UTAMA PERSEROAN Perspektif Mandat dan Keuangan F1.1 Primary Market Financing to Capital Ratio F2.1 Pemenuhan pendanaan Perseroan untuk kebutuhan Penyaluran Pinjaman F2.2 Penyaluran Pinjaman F2.3 Persentase atas proses kegiatan sekuritisasi F2.4 Nominal sekuritisasi F3.1 Sinergi dengan instrumen APBN melalui Penyaluran KPR FLPP F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP F3.3 Persentase penyaluran KPR FLPP Perseroan atas porsi bank penyalur F3.4 Persentase jumlah unit rumah yang menggunakan dana dari Perseroan F4.1 Profit Margin Perspektif Stakeholder C1.1 Persentase dampak ekonomi atas penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan C2.1 Sinergi dengan Lembaga/Kementerian/SMV C3.1 Kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional Perspektif Proses Bisnis Internal I1.1 Pengukuran ERM maturity level I2.1 Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Tanpa Surat Utang I3.1 Skor asesmen GCG I4.1 Persentase kegiatan perluasan mandat Perseroan Perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan L1.1 Persentase pemenuhan kebutuhan sistem TI L1.2 Pengukuran IT maturity level L2.1 Pengukuran Organization Health Index (OHI) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 137
Page 177
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
F1.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F1 Peningkatan Aliran Dana ke Sektor Pembiayaan Perumahan
Deskripsi Sasaran Strategis : Jumlah aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan. Sasaran ini memperlihatkan mulai
berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan. Merupakan tujuan utama didirikannya Perseroan.
Dengan teralirnya dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, diharapkan pasar pembiayaan
primer perumahan semakin kuat dan efisien sehingga tujuan terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan
terjangkau oleh masyarakat dapat tercapai.
Indikator Kinerja Utama : F1.1 Primary Market Financing to Capital Ratio
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Rasio yang menunjukkan besarnya dana yang telah dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan
perumahan dibandingkan dengan modal disetor. Tambahan modal disetor yang diterima pada tahun
berjalan, akan dihitung secara proporsional (rata-rata tertimbang/weighted average ).
Formula:
Tujuan:
Untuk mengetahui jumlah dana yang telah dialirkan dari pasar modal dan mengetahui kontribusi Perseroan
terhadap sektor pembiayaan perumahan.
Satuan Pengukuran : x (kali)
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : S&P, Pemb. dan UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : KEU
Sumber Data : Laporan Keuangan Perseroan
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( x ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab
Akumulasi Nominal Sekuritisasi dan
Penugasan Khusus
Akumulasi Nominal Penyaluran Pinjaman
S&P, Pemb.
(Konvensional dan Syariah) Bulanan
dan UUS
Akumulasi Nominal Pembelian KPR
Akumulasi Nominal Penyaluran Pinjaman KPR
Program
TABEL DATA
Target Nilai
Periode Pelaporan
(kali)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
7,43
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 138
Page 178
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
F2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan
Deskripsi Sasaran Strategis : Dalam rangka meningkatkan penyaluran KPR yang berkesinambungan dan terjangkau oleh masyarakat, dibutuhkan
dana jangka panjang yang didedikasikan khusus untuk sektor pembiayaan perumahan. Dana jangka panjang dapat
diperoleh dari para entitas pengelola dana jangka panjang maupun saluran lainnya yang diperuntukan untuk mewujudkan
program pemerintah merumahkan setiap keluarga Indonesia.
Indikator Kinerja Utama :
F2.1 Pemenuhan pendanaan Perseroan untuk kebutuhan Penyaluran Pinjaman
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Memonitor realisasi posisi pendanaan yang berasal dari pinjaman/pembiayaan konvensional maupun syariah untuk
memenuhi kebutuhan penyaluran pinjaman/pembiayaan.
Formula:
Tujuan:
Mengukur presentase pemenuhan pendanaan terhadap penyaluran pinjaman, yaitu Penyaluran Pinjaman/Pembiayaan
(Konvensional & Syariah), termasuk Penugasan Khusus.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : TRE
Unit/Pihak Penyedia Data : TRE , KEU
Sumber Data : Laporan Keuangan Perseroan
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( ) Maximize ( ) Minimize ( x ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( x ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Menerbitkan surat utang sesuai kebutuhan
Menjaga rasio pemenuhan pendanaan pada Bulanan TRE
range yang telah ditentukan
TABEL DATA TABEL PENCAPAIAN
Periode Pelaporan Target Nilai Rata-rata Target Nilai Pencapaian
Januari 32,00% ≤ x ≤ 37,99% 85%
Februari 38,00% ≤ x ≤ 43,99% 90%
Maret 44,00% ≤ x ≤ 49,99% 95%
April 50,00% ≤ x ≤ 54,99% 100%
Mei 55,00% ≤ x ≤ 65,00% 120%
Juni 65,01% ≤ x ≤ 70,00% 100%
50,0≤ x ≤ 70,0
Juli 70,01% ≤ x ≤ 76,00% 95%
Agustus 76,01% ≤ x ≤ 82,00% 90%
September ≥82,01% 85%
Oktober
November
Desember
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 139
Page 179
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA F2.2
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan
Deskripsi Sasaran Strategis : Dalam rangka meningkatkan penyaluran KPR yang berkesinambungan dan terjangkau oleh masyarakat,
dibutuhkan dana jangka panjang yang didedikasikan khusus untuk sektor pembiayaan perumahan. Dana
jangka panjang dapat diperoleh dari para entitas pengelola dana jangka panjang maupun saluran lainnya
yang diperuntukan untuk mewujudkan program pemerintah merumahkan setiap keluarga Indonesia.
Indikator Kinerja Utama : F2.2 Penyaluran Pinjaman
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menghitung realisasi nominal Penyaluran Pinjaman Komersial (Konvensional & Syariah)
Formula:
Jumlah Nominal Penyaluran Pinjaman Komersial (Konvensional & Syariah)
Tujuan:
Untuk mengetahui kegiatan penyaluran pinjaman/pembiayaan untuk segmen komersial non program yang
dilakukan Perseroan dalam mendukung pendanaan pasar pembiayaan primer perumahan.
Satuan Pengukuran : Miliar Rp (Miliar Rupiah)
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Pemb. & UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : Pemb., UUS dan KEU
Sumber Data : Dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pembiayaan atau dokumen pendukung lainnya
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Menyalurkan pinjaman konvensional dan
Triwulanan Pemb. & UUS
syariah
TABEL DATA
Target Akumulasi % Akumulasi
Penyaluran Penyaluran Target
Periode Pelaporan
Pinjaman (Miliar Pinjaman (Miliar Penyaluran
Rp.) Rp.) Pinjaman
Triwulan I 143 143 2,8%
Triwulan II 883 1.026 20,2%
Triwulan III 759 1.785 35,2%
Triwulan IV 3.292 5.077 100,0%
Total 5.077
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 140
Page 180
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA F2.3
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan
Deskripsi Sasaran Strategis : Jumlah aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan. Sasaran ini memperlihatkan mulai berkembangnya pasar
pembiayaan sekunder perumahan. Merupakan tujuan utama didirikannya Perseroan. Dengan teralirnya dana dari pasar modal ke
sektor pembiayaan perumahan, diharapkan pasar pembiayaan primer perumahan semakin kuat dan efisien sehingga tujuan
terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau oleh masyarakat dapat tercapai.
Indikator Kinerja Utama : F2.3 Persentase atas proses kegiatan sekuritisasi
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Persentase atas proses dalam rangka sekuritisasi untuk target dua debitur asal di tahun berjalan beserta kegiatan sosialisasi untuk
sekuritisasi.
Formula
(Akumulasi Proses Kegiatan Sekuritisasi x setiap bobot Kreditur Asal) + Akumulasi Bobot Kegiatan Sosialisasi
Tujuan:
Mengukur proses sekuritisasi dari masing-masing target kreditur asal untuk tahun berjalan dalam rangka mendukung sektor
perumahan serta mengukur kegiatan sosialisasi terkait proses sekuritisasi.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( ) Proxy ( x ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : S&P
Unit/Pihak Penyedia Data : S&P dan KEU
Sumber Data : Dokumen-dokumen transaksi sekuritisasi
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Penanggung Jawab Persentase
IS Proses Kegiatan Sekuritisasi Periode Pelaksanaan IS Target
Aktivitas Penyelesaian
Analisis awal Selesai 10,0%
Kunjungan kerja dan Presentasi Selesai 15,0%
Negosiasi Selesai 25,0%
Kesepakatan transaksi sekuritisasi dengan
Triwulan S&P Selesai 15,0%
SMF (MoU/Penunjukkan kepada SMF)
Final Pricing Selesai 10,0%
Submit OJK Selesai 10,0%
Closing Transaksi Selesai 15,0%
Kreditur Asal Bobot
1 45%
2 45%
Penanggung Jawab
IS Kegiatan Sosialisasi Periode Pelaksanaan IS Target Bobot
Aktivitas
Kegiatan Sosialisasi 1 Kegiatan 10%
Triwulan S&P
Pendekatan atas tindak lanjut dari sosialisasi 1 Kegiatan 20%
TABEL DATA
Akumulasi Target
Periode Pelaporan Realisasi
Realisasi
Triwulan I 22,5% 22,5%
Triwulan II 22,5% 45,0%
Triwulan III 22,5% 67,5%
Triwulan IV 32,5% 100,0%
Total 100,0%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 141
Page 181
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA F2.4
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F2 Peningkatan Penyediaan Dana Khusus Perumahan
Deskripsi Sasaran Strategis : Jumlah aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan. Sasaran ini memperlihatkan mulai
berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan. Merupakan tujuan utama didirikannya
Perseroan. Dengan teralirnya dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, diharapkan
pasar pembiayaan primer perumahan semakin kuat dan efisien sehingga tujuan terwujudnya kepemilikan
rumah yang layak dan terjangkau oleh masyarakat dapat tercapai.
Indikator Kinerja Utama : F2.4 Nominal sekuritisasi
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Nominal sekuritisasi atas transaksi sekuritisasi yang dilakukan Perseroan pada tahun berjalan.
Formula
Jumlah nominal sekuritisasi Tahun Berjalan
Tujuan:
Mengukur realisasi sekuritisasi untuk tahun berjalan dalam rangka mendukung sektor perumahan.
Satuan Pengukuran : Miliar Rupiah
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : S&P
Unit/Pihak Penyedia Data : S&P dan KEU
Sumber Data : Dokumen-dokumen transaksi sekuritisasi
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS Target
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Nominal Penerbitan Sekuritisasi Tahunan S&P Rp750 miliar
TABEL DATA
Periode Pelaporan Target Target Realisasi
Nominal
Tahun 2023 Penerbitan Rp750 M
Sekuritisasi
Nominal
Periode Pelaporan Penerbitan
Sekuritisasi
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV Rp750 M
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 142
Page 182
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
F3.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum
Deskripsi Sasaran Strategis : Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.
Indikator Kinerja Utama : F3.1 Sinergi dengan instrumen APBN melalui Penyaluran KPR FLPP
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menghitung realisasi nominal Penyaluran KPR FLPP baik yang menggunakan prinsip konvensional maupun
syariah.
Formula:
Jumlah Nominal Penyaluran KPR FLPP
Tujuan:
Untuk mengetahui kegiatan penyaluran pinjaman atas KPR FLPP yang dilakukan Perseroan dalam
mendukung program Pemerintah.
Satuan Pengukuran : Miliar Rp (Miliar Rupiah)
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Pemb. & UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : Pemb., UUS dan KEU
Sumber Data : Dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pembiayaan atau dokumen pendukung lainnya
ata belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
eriode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
ama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
PP Triwulanan Pemb. & UUS
TABEL DATA
Akumulasi
Target % Akumulasi
Target
Penyaluran Target
e Pelaporan Penyaluran
Pinjaman Penyaluran
Pinjaman
(Miliar Rp.) Pinjaman
(Miliar Rp.)
iwulan I 766 766 14,40%
wulan II 1.188 1.954 36,73%
wulan III 1.386 3.340 62,78%
wulan IV 1.980 5.320 100,00%
Total 5.320
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 143
Page 183
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA F3.2
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum
Deskripsi Sasaran Strategis : Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.
Indikator Kinerja Utama : F3.2 Akumulasi Penyaluran KPR FLPP
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menghitung realisasi akumulasi jumlah unit yang telah memperoleh KPR FLPP dari Perseroan sampai dengan
tahun berjalan.
Formula:
Akumulasi unit rumah KPR FLPP yang telah dibiayai oleh Perseroan sampai dengan tahun berjalan
Tujuan:
Untuk mengetahui kegiatan penyaluran pinjaman/pembiayaan yang dilakukan Perseroan dalam mendukung
program Pemerintah.
Satuan Pengukuran : Unit Rumah
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( ) Moderate ( x ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Pemb. dan UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : KEU
Sumber Data : Laporan Keuangan Perseroan
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode
Nama IS Penanggung Jawab
Pelaksanaan IS
Jumlah unit rumah yang telah dibiayai dalam
Triwulanan Pemb. dan UUS
KPR FLPP
TABEL DATA
Akumulasi Target
Unit yang % Akumulasi Target
Periode Pelaporan
Disalurkan Unit yang Disalurkan
(Unit Rumah)
Triwulan I 376.685 75,23%
Triwulan II 420.981 84,08%
Triwulan III 470.442 93,96%
Triwulan IV 500.703 100,00%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 144
Page 184
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
F3.3
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum
Deskripsi Sasaran Strategis : Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.
Indikator Kinerja Utama : F3.3 Persentase penyaluran KPR FLPP Perseroan atas porsi bank penyalur
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menghitung realisasi penyaluran dana KPR FLPP porsi Perseroan terhadap kebutuhan porsi 25% dana bank
penyalur pada tahun berjalan.
Formula:
Tujuan:
Mengukur persentase penggunaan sumber dana Perseroan terhadap total kebutuhan pendanaan KPR FLPP atas
porsi 25% pada tahun berjalan.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( ) Moderate ( x ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Pemb. dan UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : KEU
Sumber Data : Laporan Keuangan Perseroan
bila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
dasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab
Persentase penyaluran KPR FLPP Perseroan
dari realisasi KPR FLPP nasional atas porsi Tahunan Pemb. dan UUS
25%
TABEL DATA
% Target
Realisasi
Penyaluran
eriode Pelaporan
Pinjaman KPR
FLPP Porsi
Perseroan
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 60,00
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 145
Page 185
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
F3.4
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F3 Penggunaan Penyertaan Modal Negara pada Perseroan yang Optimum
Deskripsi Sasaran Strategis : Pelaksanaan atas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka penambahan
Penyertaan Modal Negara (PMN) pada modal saham Perseroan.
Indikator Kinerja Utama : F3.4 Persentase jumlah unit rumah yang menggunakan dana dari Perseroan
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menghitung realisasi jumlah unit rumah KPR FLPP yang difasilitasi oleh bank yang menggunakan dana
Perseroan.
Formula:
Tujuan:
Memaksimalkan fungsi Perseroan sebagai sebagai Special Mission Vehicle (SMV) dan mitra Pemerintah
dalam pembiayaan KPR FLPP.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( ) Moderate ( x ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Pemb. dan UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : KEU
Sumber Data : Laporan Keuangan Perseroan
ila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
asi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Nama IS Periode Penanggung
Jumlah unit rumah yang menggunakan dana
dari SMF dalam menyalurkan KPR FLPP
terhadap realisasi KPR FLPP nasional atas Tahunan Pemb. dan UUS
bank penyalur yang menggunakan dana dari
SMF
TABEL DATA
iode Pelaksanaan % Realisasi Unit
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 85,00
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 146
Page 186
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA F4.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : MANDAT & KEUANGAN
Sasaran Strategis : F4 Mencapai Kinerja Keuangan yang Optimum
Deskripsi Sasaran Strategis : Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola kinerja keuangannya agar dapat menghasilkan
kinerja keuangan yang sehat dan optimal. Dengan kinerja keuangan yang sehat dan optimal,
diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan utamanya pemegang
saham dan investor. Dari sudut pandang pemegang saham, hal ini menunjukan pengelolaan
Perseroan yang baik dan perkembangan keberlangsungan Perseroan. Sedangkan dari sudut
pandang investor, hal ini dapat menjadi salah satu faktor pengambilan keputusan investor untuk
menginvestasikan dananya.
Indikator Kinerja Utama : F4.1 Profit Margin
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan
dengan penjualan/pendapatan yang dicapai.
Formula:
Tujuan:
Mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan sejumlah keuntungan terhadap jumlah
pendapatan dan kegiatan operasi perusahaan.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Seluruh Divisi
Unit/Pihak Penyedia Data : KEU
Sumber Data : Seluruh Divisi
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Meningkatkan penyaluran dana dari pasar
modal ke sektor perumahan
Tahunan Seluruh Divisi
Meningkatkan pendapatan operasional
Mengendalikan biaya operasional
TABEL DATA
Periode Pelaporan Target Nilai (%)
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 21,27
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 147
Page 187
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) C1.1
Perspektif : SHAREHOLDER
Sasaran Strategis : C1 Optimalisasi Peran Perseroan kepada Pemangku Kepentingan
Deskripsi Sasaran Strategis : Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha Perseroan pada sektor Perumahan, Perseroan juga turut memberikan
dampak sosial ekonomi atas keikutsertaan Perseroan dalam program Pemerintah.
Indikator Kinerja Utama : C1.1 Persentase dampak ekonomi atas penyaluran KPR FLPP oleh Perseroan
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menghitung persentase dampak ekonomi pada sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal atas penyaluran
KPR FLPP yang dilakukan oleh Perseroan selama tahun berjalan.
Koefisien Peningkatan Setiap Rp1 triliun pada Kajian sebesar 3,36% merupakan hasil perhitungan dampak peningkatan
ekonomi sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal yang dilakukan oleh konsultan independen (IPB) di
tahun 2021.
Sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal menjadi dasar perhitungan IKU karena merupakan sektor yang
terkait langsung dengan bidang usaha Perseroan.
Formula:
Tujuan:
Memaksimalkan peningkatan pada sektor Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal setelah adanya penyaluran
KPR FLPP oleh Perseroan.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( ) Moderate ( x ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : PSMP, Pemb., dan UUS
Unit/Pihak Penyedia Data : DRE, PSMP
Sumber Data : Formulasi perhitungan pada Kajian Dampak Sosial Ekonomi Tahun Berjalan ("Kajian")
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode
Nama IS Penanggung Jawab
Pelaksanaan IS
Persentase dampak ekonomi atas penyaluran
Tahunan PSMP, Pemb., dan UUS
KPR FLPP oleh Perseroan
TABEL DATA
Dampak Ekonomi
pada sektor
Bangunan Tempat
Tinggal dan
Periode Pelaporan
Bukan Tempat
Tinggal atas
penyaluran KPR
FLPP
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 17,88%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 148
Page 188
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
C2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : SHAREHOLDER
Sasaran Strategis : C2 Optimalisasi Sinergi BUMN/Lembaga Kementerian Keuangan
Deskripsi Sasaran Strategis : Seiring berkembangnya kegiatan usaha Perseroan pada sektor Perumahan, Perseroan dituntut untuk selalu
memberikan pelayanakan yang terbaik, tidak hanya kepada Pemegang Saham, namun juga kepada seluruh
stakeholder Perseroan.
Indikator Kinerja Utama : C2.1 Sinergi dengan Lembaga/Kementerian/SMV
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menjalin sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan peran Perseroan sebagai Special
Mission Vehicle (SMV) yang mendukung pelaksanaan program Pemerintah. Sinergi yang baik dengan
regulator akan mempengaruhi pengembangan variasi produk, memfasilitasi koordinasi antara pelaku dengan
regulator dalam merumuskan lingkungan peraturan yang sesuai, meningkatkan kualitas regulasi pendukung,
Formula:
Akumulasi dari setiap Tahapan IS x Bobot Kegiatan/Lokasi
Tujuan:
Memaksimalkan fungsi Perseroan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk berperan serta dalam baik
dalam kegiatan sinergi antar SMV maupun dengan pihak lain, penugasan khusus pada pembiayaan
homestay maupun peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh.
Satuan Pengukuran : Jumlah kegiatan sinergi dan Jumlah lokasi yang telah tersalurkan
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( ) Moderate ( x ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : SP, Tim HST & Tim PRKU
Unit/Pihak Penyedia Data : SP, Tim HST & Tim PRKU
Sumber Data : Laporan kegiatan sinergi atau pencairan dana
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung Bobot
Nama IS Target
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas Kegiatan/Lokasi
Kegiatan Joint Program yang melibatkan seluruh BUMN/Lembaga di
SP 1 Kegiatan 10%
Bawah Kementerian Keuangan
1 Lokasi 9%
1 Lokasi 9%
Pembiayaan ke lokasi pembiayaan Homestay Tim HST 1 Lokasi 9%
1 Lokasi 9%
1 Lokasi 9%
Triwulanan
1 Lokasi 9%
1 Lokasi 9%
Peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh Tim PRKU 1 Lokasi 9%
1 Lokasi 9%
1 Lokasi 9%
1 Kegiatan 10%
Kegiatan sinergi dengan lembaga/kementerian lainnya SP
1 Kegiatan 10%
Tahapan IS Pembiayaan Homestay dan Peningkatan kualitas Persentase
Target
rumah di daerah kumuh Penyelesaian
Survey untuk penentuan lokasi Selesai 25,0%
Penentuan dan capacity building pihak pendukung kegiatan Selesai 25,0%
Penandatanganan Perjanjian dengan stakeholder Selesai 20,0%
Penyampaian proposal kepada SMF Selesai 20,0%
Pencairan dana Selesai 10,0%
Tahapan IS Kegiatan Joint Program yang melibatkan seluruh Persentase
Target
BUMN/Lembaga di Bawah Kementerian Keuangan Penyelesaian
Tersusunnya ToR Joint Program Selesai 30,0%
Koordinasi kegiatan Joint program Selesai 30,0%
Terlaksananya kegiatan Joint Program yang ditandai dengan kegiatan
Selesai 40,0%
awal pelaksanaan Joint Program
Persentase
Tahapan IS Kegiatan sinergi dengan lembaga/kementerian lainnya Target
Penyelesaian
Terlaksananya kegiatan dengan lembaga/kementerian lainnya* Selesai 100,0%
*realisasi kegiatan ini dapat diakui apabila realisasi tahapan IS Kegiatan Joint Program yang melibatkan seluruh BUMN/Lembaga di Bawah Kementerian Keuangan minimal telah
mencapai 50%.
TABEL DATA
Akumulasi
Periode Pelaporan Pencapaian
Pencapaian
Triwulan I 23% 23%
Triwulan II 18% 41%
Triwulan III 24% 65%
Triwulan IV 36% 100%
TOTAL 100%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 149
Page 189
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA C3.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : SHAREHOLDER
Sasaran Strategis : C3 Benchmarking kegiatan usaha Perseroan
Deskripsi Sasaran Strategis : Seiring berkembangnya kegiatan usaha Perseroan pada sektor Perumahan, Perseroan dirasa perlu untuk
melakukan benchmark kepada perusahaan yang memiliki kegiatan usaha sejenis guna meningkatkan
pelayanan dan dapat mengembangkan variasi produk yang sudah ada, sehingga perseroan diharapkan
dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam pada sektor pembiayaan perumahan.
Indikator Kinerja Utama : C3.1 Kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Menjalin kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional terkait sektor
perumahan. Kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi tersebut akan menambah informasi
terkait kebijakan yang dapat diambil Perseroan kedepannya. Selain itu, Perseroan dapat menjalin
hubungan baik dan kerja sama dengan instansi internasional untuk berkolaborasi dalam pengembangan
produk terkait perumahan di negara masing-masing guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin
beragam pada sektor pembiayaan perumahan.
Formula:
Jumlah kegiatan sosialisasi/pertukaran informasi/kolaborasi dengan instansi internasional yang terealisasi
Tujuan:
Memaksimalkan fungsi Perseroan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk berinovasi dalam
memberikan pelayanan dan mengembangkan produk pembiayaan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Satuan Pengukuran : Jumlah Kegiatan
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( ) Proxy ( x ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : SP & PSMP
Unit/Pihak Penyedia Data : SP & PSMP
Sumber Data : Laporan kegiatan/Absensi/Dokumentasi Acara atau data pendukung lainnya
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS Target
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Kegiatan sosialisasi/pertukaran
informasi/kolaborasi dengan instansi 2 Kegiatan Tahun 2023 SP & PSMP
internasional
Total 2 Kegiatan
TABEL DATA
Akumulasi
Periode Pelaporan Target
Target
Triwulan I - -
Triwulan II 1 1
Triwulan III - 1
Triwulan IV 1 2
Total 2
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 150
Page 190
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) I1.1
Perspektif : PROSES BISNIS INTERNAL
Sasaran Strategis : I1 Memperkuat Manajemen Risiko
Deskripsi Sasaran Strategis : Dalam menghadapi tantangan strategis Perseroan, Perseroan senatiasa mengkaji kondisi organisasi agar
sesuai dengan kondisi lingkungan strategis. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengoptimalisasi
pengelolaan risiko dalam mendukung kegiatan usaha dan operasional Perseroan.
Indikator Kinerja Utama : I1.1 Pengukuran ERM maturity level
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Pengukuran terhadap progres implementasi ERM (Enterprise Risk Management ) yang dilakukan
Perseroan dari maksimal 5 (lima) level maturity .
Formula:
Angka Skor hasil asesmen ERM maturity level
Tujuan:
Mengkuantifikasi tingkat maturitas pengelolaan risiko di Perseroan.
Satuan Pengukuran : Level
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( x ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : MRK
Unit/Pihak Penyedia Data : SPI dan MRK
Sumber Data : Dokumen skor penilaian ERM maturity level
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Asesmen ERM maturity level Tahunan MRK
TABEL DATA
Target Maturity
Periode Pelaporan
Level
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 2
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 151
Page 191
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA
I2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : PROSES BISNIS INTERNAL
Sasaran Strategis : I2 Efisiensi Kegiatan Operasional
Deskripsi Sasaran Strategis : Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola kebutuhan operasionalnya agar dapat
menghasilkan efisiensi sehingga menghasilkan kinerja keuangan yang sehat dan optimal. Dengan
kinerja keuangan yang sehat dan optimal, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para
pemangku kepentingan utamanya pemegang saham dan investor. Dari sudut pandang pemegang
saham, hal ini menunjukan pengelolaan Perseroan yang baik dan perkembangan keberlangsungan
Perseroan. Sedangkan dari sudut pandang investor, hal ini dapat menjadi salah satu faktor
pengambilan keputusan investor untuk menginvestasikan dananya.
Indikator Kinerja Utama : I2.1 Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Tanpa Surat Utang
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengelola efisiensi biaya operasional
dalam kegiatan usahanya, di luar beban pajak dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
Formula:
Tujuan:
Mengetahui kemampuan perusahaan melakukan efisiensi biaya operasional terhadap jumlah
pendapatan setelah dikurangi beban pajak dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Seluruh Divisi
Unit/Pihak Penyedia Data : KEU
Sumber Data : Seluruh Divisi
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( ) Maximize ( x ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS) TABEL PENCAPAIAN
Periode Penanggung Rata-rata Target
Nama IS Pencapaian
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas Nilai
Mengukur rasio efisiensi biaya operasional
Tahunan Seluruh Divisi ˂4,37% 120,0%
terhadap pendapatan Perseroan
4,38% s/d 6,13% 115,0%
TABEL DATA 6,14% s/d 7,89% 110,0%
7,90% s/d 9,65% 105,0%
Periode Pelaporan Target Nilai (%) Pencapaian 9,66% 100,0%
Triwulan I - - 9,67% s/d 11,42% 95,0%
Triwulan II - - 11,43% s/d 13,18% 90,0%
Triwulan III - - 13,19% s/d 14,94% 85,0%
Triwulan IV 9,66 100% ≥14,95% 80,0%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 152
Page 192
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA I3.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : PROSES BISNIS INTERNAL
Sasaran Strategis : I3 Pemenuhan Ketentuan Regulasi (Tata Kelola Perusahaan)
Deskripsi Sasaran Strategis : Dalam menghadapi tantangan strategis Perseroan, Perseroan senatiasa mereview kondisi organisasi agar
sesuai dengan kondisi lingkungan strategis. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memanfaatkan peluang
pertumbuhan Perseroan yang ada dan yang diharapkan di masa depan dapat terbentuk organisasi yang
utuh dan lebih kuat dapat mencakup deskripsi fungsi serta pola hubungan antar unit kerja sehingga
Perseroan dapat mengatasi tantangan secara optimal, yakni melalui penerapan sistem pengelolaan kinerja
dan human capital yang optimal.
Indikator Kinerja Utama : I3.1 Skor Asesmen GCG
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Pengukuran terhadap penerapan GCG yang dilakukan Perseroan, pada umumnya dilakukan dengan
merekrut konsultan independen sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Formula:
Angka Skor hasil asesmen GCG dari Pihak Independen
Tujuan:
Mengkuantifikasi penerapan GCG di Perseroan.
Satuan Pengukuran : Skor
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( ) Moderate ( x ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( x ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : MRK
Unit/Pihak Penyedia Data : MRK
Sumber Data : Dokumen skor penilaian GCG
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Asesmen GCG bekerjasama dengan konsultan
Tahunan MRK
independen
TABEL DATA
Periode Pelaporan Target Skor
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 87,00
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 153
Page 193
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA I4.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : PROSES BISNIS INTERNAL
Sasaran Strategis : I4 Pengembangan kajian alternatif model bisnis Perseroan
Deskripsi Sasaran Strategis : Maksud dan tujuan didirikannya Perseroan adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan
sekunder perumahan. Dalam menjalankan perannya di pasar pembiayaan sekunder perumahan, Perseroan
menjalankannya dengan cara memfasilitasi transaksi sekuritisasi KPR dan memberikan penyaluran pinjaman
kepada penyalur KPR. Melalui transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman, para penyalur KPR dapat
memperoleh manfaat yakni memperoleh sumber pendanaan dan menghindari kesenjangan jatuh tempo
(maturity mismatch ). Seiring berkembangnya industri perumahan dan teknologi, maka Perseroan merasa
perlu melakukan pengembangan untuk memberikan alternatif model bisnis sesuai dengan kondisi Industri
Perumahan di Indonesia.
Indikator Kinerja Utama : I4.1 Persentase kegiatan perluasan mandat Perseroan
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Pengukuran implementasi kegiatan perluasan mandat Perseroan melalui jumlah penyusunan kajian produk
baru Perseroan sampai dengan tahun berjalan dan pencairan atas produk baru tersebut yang dilaksanakan
pada tahun berjalan sesuai dengan rencana perluasan mandat.
Formula
Tujuan:
Mengukur akumulasi realisasi atas kegiatan sesuai dengan perluasan mandat Perseroan.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( x ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Pembiayaan, UUS, S&P, Tresuri, PSMP dan COE
Unit/Pihak Penyedia Data : Pembiayaan, UUS, S&P, Tresuri, PSMP dan COE
Sumber Data : Dokumen-dokumen transaksi sekuritisasi
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Bobot Total Bobot Total Bobot
Periode Penanggung Jawab Kajian
Nama IS Jenis IS Kajian dan Kajian, Pencairan dan
Pelaksanaan IS Aktivitas Kajian Pencairan Lanjutan
Pencairan Kajian Lanjutan
Kredit Mikro Perumahan
2,50% 2,50% 5,00% - 5,00%
Kredit Konstruksi
Pemb.
KPRumah Usaha 2,50% 2,50% 5,00% - 5,00%
UUS
KPR PPJB 2,50% 2,50% 5,00% - 5,00%
S&P
Penambahan Anak Usaha Tahunan 2,50% - 2,50% 15,00% 17,50%
Jenis Produk Perluasan Mandat Tre.
Covered Bond (Perluasan EBA-SP) 2,50% - 2,50% - 2,50%
PSMP
KPBU Perumahan COE 2,50% - 2,50% - 2,50%
KPR Sewa Beli 2,50% 20,00% 22,50% - 22,50%
Reverse Mortgage 20,00% - 20,00% - 20,00%
TOTAL 37,50% 27,50% 65,00% 15,00% 80,00%
TABEL DATA
Periode Pelaporan Target Target Realisasi Pencapaian
Kajian
65,00% 100,00%
Pencairan
Tahun 2023
Kajian Lanjutan 15,00% 20,00%
TOTAL 80,00% 120,00%
Akumulasi
Periode Pelaporan Target
% Target
Triwulan I 17,50% 17,50%
Triwulan II 2,50% 20,00%
Triwulan III 20,00% 40,00%
Triwulan IV 25,00% 65,00%
Total 65,00%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 154
Page 194
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA L1.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN
Sasaran Strategis : L1 Program Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Deskripsi Sasaran Strategis : Sistem informasi mendukung pelaksanaan program strategis sehingga
menghasilkan efektifitas dan efisiensi. Seluruh informasi terintegrasi didalam suatu
basis data yang dapat dipergunakan oleh pengguna sesuai dengan
Indikator Kinerja Utama : L1.1 Persentase pemenuhan kebutuhan sistem TI
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Persentase dukungan TI terhadap kebutuhan bisnis Perseroan, dengan jumlah 5
(lima) pekerjaan dengan tahapan setiap pekerjaan sebagai berikut:
1. Perencanaan, dengan salah satu aktivitas:
a. Permohonan dari User
b. Penyusunan perencanaan pengembangan
c. Presentasi/demo produk
d. Inisiasi kebutuhan
2. Analisis Pengembangan Sistem, dengan salah satu aktivitas:
a. Penyusunan analisis kebutuhan
b. Penyusunan spesifikasi kebutuhan
c. Proses pengadaan
d. Proses alokasi Sumber Daya Manusia (SDM)
3. Desain dan Pengembangan, dengan salah satu aktivitas:
a. Penyusunan Functional Specification Document (FRD)
b. Penyusunan Technical Specification Document (TRD)
c. Penyediaan lingkungan Server pengembangan
d. Pengembangan sesuai spesifikasi kebutuhan
4. Unit Test Fitur Sistem (Unit Test ), dengan salah satu aktivitas:
a. Penyusunan skenario unit test
b. Pengujian berdasarkan skenario yang disusun
5. Uji Penerima Pengguna (UAT), dengan salah satu aktivitas:
a. Penyusunan skenario
b. Pengujian berdasarkan skenario yang disusun
c. Persetujuan penerimaan oleh User
Formula:
Akumulasi dari setiap Progress Pekerjaan x setiap Bobot Pekerjaan
Tujuan:
Mengukur persentase dukungan sistem TI terhadap bisnis Per.seroan.
Satuan Pengukuran : %
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( ) Proxy ( x ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : TI
Unit/Pihak Penyedia Data : TI
Sumber Data : Data Laporan TI dalam bentuk dokumen hasil implementasi sistem
Tindakan apabila data belum tersedia
Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
:
Jenis Konsolidasi Periode : ( x ) Sum ( ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( x ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Akumulasi
Penanggung Progress
Nama IS Pelaksanaan Progress
Jawab Aktivitas Pekerjaan
IS Pekerjaan
Perencanaan 20% 20%
Analisis Pengembangan Sistem 20% 40%
Desain dan Pengembangan Tahunan TI 20% 60%
Unit Tes Fitur Sistem (Unit Test ) 20% 80%
Uji Penerima Pengguna (UAT) 20% 100%
Total Realisasi untuk setiap pekerjaan 100%
Bobot
Pekerjaan
Pekerjaan
1 20,0%
2 20,0%
3 20,0%
4 20,0%
5 20,0%
Total 100,0%
TABEL DATA
Akumulasi %
Periode Pelaporan % Pencapaian
Pencapaian
Triwulan I 20% 20%
Triwulan II 30% 50%
Triwulan III 40% 90%
Triwulan IV 10% 100%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 155
Page 195
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA L1.2
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN
Sasaran Strategis : L1 Program Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Deskripsi Sasaran Strategis : Sistem informasi mendukung pelaksanaan program strategis sehingga menghasilkan efektifitas dan
efisiensi. Seluruh informasi terintegrasi didalam suatu basis data yang dapat dipergunakan oleh pengguna
sesuai dengan kewenangannya.
Indikator Kinerja Utama : L1.2 Pengukuran IT maturity level
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
IT maturity level merupakan suatu model pendekatan dalam penilaian skala kematangan dan kemampuan
sebuah organisasi dalam penyelenggaraan teknologi informasi.
Formula:
Angka skor hasil asesmen IT maturity level
Tujuan:
Untuk mengukur skala kematangan dan kemampuan penyelenggaraan teknologi informasi di Perseroan.
Satuan Pengukuran : Level
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( x ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : TI
Unit/Pihak Penyedia Data : TI, SPI
Sumber Data : Dokumen skor penilaian IT maturity level
Tindakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
Asesmen IT maturity level Tahunan TI
TABEL DATA
Target Maturity
Periode Pelaporan
Level
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 2
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 156
Page 196
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA L2.1
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Perspektif : PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN
Sasaran Strategis : L2 Pengembangan Organisasi Perseroan
Deskripsi Sasaran Strategis : Dalam menghadapi tantangan strategis Perseroan, Perseroan senatiasa mereview kondisi organisasi
agar sesuai dengan kondisi lingkungan strategis. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memanfaatkan
peluang pertumbuhan Perseroan yang ada dan yang diharapkan di masa depan dapat terbentuk
organisasi yang utuh dan lebih kuat dapat mencakup deskripsi fungsi serta pola hubungan antar dan
inter unit kerja sehingga Perseroan dapat mengatasi tantangan secara optimal, yakni melalui
penerapan sistem pengelolaan kinerja dan human capital yang optimal.
Indikator Kinerja Utama : L2.1 Pengukuran Organization Health Index (OHI)
Deskripsi Indikator Kinerja Utama : Definisi:
Kesehatan organisasi adalah kemampuan organisasi untuk menyelaraskan, mengeksekusi, dan
memperbaharui dirinya sehingga dapat mempertahankan kinerja dalam jangka panjang.
Formula:
Angka skor hasil asesmen Organization Health Index (OHI)
Tujuan:
Mengukur seberapa baik kesehatan organisasi Perseroan.
Satuan Pengukuran : Skor
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( x ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( x ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : SDU
Unit/Pihak Penyedia Data : SDU
Sumber Data : Dokumen skor penilaian OHI
indakan apabila data belum tersedia : Melakukan koordinasi dengan unit penyedia data
enis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average ( x ) Take Last Known Value
Jenis Cascading : ( x ) Direct ( ) Indirect ( ) Non-Cascading/Complement
Polarisasi : ( x ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( x ) Tahunan
INISIATIF STRATEGIS (IS)
Periode Penanggung
Nama IS
Pelaksanaan IS Jawab Aktivitas
sesmen Organization Health Index (OHI) Tahunan SDU
TABEL DATA
Periode Pelaporan Target
Triwulan I -
Triwulan II -
Triwulan III -
Triwulan IV 73,00
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 157
Page 197
LAMPIRAN RENCANA BISNIS PERSEROAN TAHUN 2023
BERDASARKAN
SALINAN
SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12/SEOJK.05/2020
TENTANG
RENCANA BISNIS PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SEKUNDER PERUMAHAN
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 158
Page 198
Format 1: Rencana Kegiatan Usaha Format 2: Rencana Pengembangan atau Perluasan Kegiatan Usaha Format 3: Rencana Permodalan Format 4: Rencana Pendanaan Format 5: Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi Format 6: Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia Format 7: Proyeksi Laporan Keuangan Beserta Asumsi yang Digunakan Format 8: Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu Format 9: Rencana Penyertaan Langsung PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 159
Page 199
Form 1- Rencana Kegiatan Usaha
Rencana Kegiatan Usaha
Realisasi Proyeksi
Jenis Penggunaan September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
(Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah)
A. Rencana Penyaluran Pinjaman atau Penyaluran Pembiayaan Baru:
1. Penyaluran Pinjaman
a. Komersil 3.057.361 4.070.607 830.500 4.126.700
b. Program 3.518.501 6.002.683 1.954.000 5.320.000
c. Lainnya - - - -
2. Penyaluran Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
a. Mudharabah 308.628 1.220.980 195.500 950.200
b. Musyarakah -
c. Mudharabah Musytarakah -
d. Musyarakah Mutanaqishoh -
e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d,
yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah -
Total Rencana Penyaluran Pembiayaan Baru 6.884.490 11.294.270 2.980.000 10.396.900
B. Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal):
1. Penyaluran Pinjaman
a. Komersial 11.434.132 12.143.253 11.902.774 14.304.840
b. Program 11.695.952 13.621.624 14.743.467 17.274.457
c. Lainnya 29.847 11.406 21.538 14.862
2. Penyaluran Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
a. Mudharabah 885.582 1.272.245 905.356 1.030.845
b. Musyarakah -
c. Mudharabah Musytarakah -
d. Musyarakah Mutanaqishoh -
e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf d, -
yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah
Total Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal) 24.045.512 27.048.528 27.573.135 32.625.004
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 160
Page 200
Rencana Penyaluran Pembiayaan bagi UUS PPSP
Realisasi Proyeksi
Jenis Penggunaan September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
(Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah)
A. Rencana Penyaluran Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah Baru:
1. Mudharabah 308.628 1.220.980 195.500 950.200
2. Musyarakah -
3. Mudharabah Musytarakah -
4. Musyarakah Mutanaqishoh -
5. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4, yang
-
Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah
Total Rencana Penyaluran Pembiayaan Baru 308.628 1.220.980 195.500 950.200
B. Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal):
1. Mudharabah 885.582 1.272.245 905.356 1.030.845
2. Musyarakah
3. Mudharabah Musytarakah
4. Musyarakah Mutanaqishoh
5. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4, yang
Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah
Total Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal) 885.582 1.272.245 905.356 1.030.845
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 161
Page 201
Rencana Sekuritisasi Aset Keuangan
Proyeksi Nominal EBA
Nama Calon Kreditur Asal Yang akan Diterbitkan
(Jutaan Rupiah)
1 BTN (Persero) 750.000
Total Nominal EBA 750.000
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 162
Page 202
Form 2 – Rencana Pengembangan atau Perluasan Kegiatan Usaha
Rencana Pengembangan atau Perluasan Kegiatan Usaha
Waktu Keterkaitan Kegiatan Usaha Risiko atas Mitigasi Risiko atas
Jenis Deskripsi Umum Tujuan
No. Pelaksanaan dengan Strategi Bisnis Pelaksanaan Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha Perusahaan1) Kegiatan Usaha 1) Kegiatan Usaha 1)
1. Reverse Mortgage Fasilitas Pinjaman yang diberikan melalui 2023 Mendorong sisi Mendukung program Risiko Kredit Melakukan Due
lembaga jasa keuangan kepada konsumen supply sektor pemerintah dalam sektor macet Diligence secara
yang sudah memasuki usia pensiun. Perumahan perumahan mendalam atas
Debitur nantinya akan memperoleh aset KPR yang
pinjaman dengan mengagunkan rumah menjadi underlying
atau satuan rumah susun yang dimiliki. Reverse Mortgage
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 163
Page 203
Form 3 – Rencana Permodalan
Rencana Permodalan
Proyeksi
Realisasi
Keterangan September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
(Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah)
Modal Disetor Awal 10.800.000 10.800.000 12.800.000 12.800.000
Penambahan Penyertaan Modal Negara 2.000.000 2.000.000 1.530.000
Total Modal Disetor 12.800.000 12.800.000 12.800.000 14.330.000
3.383.874 3.506.425 3.613.773 3.837.584
Laba ditahan
Total Ekuitas 16.183.874 16.306.425 16.413.773 18.167.584
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 164
Page 204
Form 4 – Rencana Pendanaan
Rencana Pendanaan
Berdasarkan Sumber Pendanaan
Realisasi Proyeksi
Jenis Penggunaan September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
(Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah)
A. Penerimaan Pendanaan Baru:
1. Pinjaman dari pemerintah - - - -
2. Pinjaman dari Bank Indonesia - - - -
3. Pinjaman dari bank 200.000 900.000 500.000 1.200.000
4. Pinjaman dari industri keuangan nonbank - - -
5. Pinjaman dari lembaga keuangan multilateral - - -
6. Pinjaman dari badan usaha lain - - -
7. Penerbitan surat berharga 3.000.000 3.000.000 2.500.000 1.100.000
Total Penerimaan Pendanaan Baru 3.200.000 3.900.000 3.000.000 2.300.000
B. Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding):
1. Pinjaman dari pemerintah - - -
2. Pinjaman dari Bank Indonesia - - -
3. Pinjaman dari bank 3.519.300 2.999.460 2.320.000 3.520.000
4. Pinjaman dari industri keuangan nonbank - - -
5. Pinjaman dari lembaga keuangan multilateral - - -
6. Pinjaman dari badan usaha lain - - -
7. Penerbitan surat berharga 12.802.660 12.792.913 15.102.660 16.102.660
Total Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding) 16.321.960 15.792.373 17.422.660 19.622.660
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 165
Page 205
Berdasarkan Mata Uang
Realisasi Proyeksi
Jenis Penggunaan September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
(Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah) (Jutaan Rupiah)
A. Penerimaan Pendanaan Baru:
1. Rupiah 3.200.000 3.900.000 3.000.000 2.300.000
2. Mata Uang Lainnya - - - -
Total Penerimaan Pendanaan Baru 3.200.000 3.900.000 3.000.000 2.300.000
B. Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding):
1. Rupiah 16.321.960 15.792.373 17.422.660 19.622.660
2. Mata Uang Lainnya - - -
Total Saldo Penerimaan Pendanaan (Outstanding) 16.321.960 15.792.373 17.422.660 19.622.660
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 166
Page 206
Form 5 – Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi
Rencana Pengembangan dan/atau Perubahan Jaringan Kantor atau Saluran Distribusi
Waktu Perkiraan Investasi/
Jenis Kantor Lokasi Keterangan
Pelaksanaan Biaya
PEMBUKAAN:
1. Kantor Cabang Tidak memiliki kantor cabang
2. Kantor Cabang UUS Tidak memiliki kantor cabang UUS
PERUBAHAN ALAMAT:
1. Kantor Pusat Tidak ada perubahan alamat
2. Kantor Cabang Tidak memiliki kantor cabang
a) Kantor Cabang Tidak memiliki kantor cabang
b) Kantor Cabang UUS Tidak memiliki kantor cabang UUS
PENUTUPAN:
1. Kantor Cabang Tidak melakukan penutupan kantor cabang
2. Kantor Cabang UUS Tidak melakukan penutupan kantor cabang UUS
Keterangan:
1) Diisi dengan bulan rencana waktu pelaksanaan.
2) Untuk lokasi di wilayah DKI Jakarta paling sedikit menyebutkan nama provinsi DKI Jakarta.
Untuk lokasi di luar wilayah DKI Jakarta paling sedikit mencantumkan nama Kabupaten/Kotamadya.
3) Keterangan detail dapat dilampirkan dalam lembaran terpisah.
4) Perubahan alamat kantor cabang hanya dapat dilakukan dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 167
Page 207
Form 6 – Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia
Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia
Rencana Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
Materi Metode Perkiraan Waktu Durasi Narasumber / Lembaga Jumlah Seluruh Biaya
No. Tempat
Diklat Diklat Diklat Diklat Diklat Peserta Diklat per Diklat
1. Talent Development Program In House Training Januari – Desember 6 Bulan SMF Eksternal dan Internal 22 Peserta 250,000,000
2. Penyusunan Corporate Training In House Training Januari - Maret 3 Bulan SMF Eksternal 5 Peserta 100,000,000
Blueprint
3. Corporate Financial Analysis In House Training Februari - Maret 2 Hari SMF Eksternal 15 Peserta 30,000,000.00
4. Training Reverse Mortgage In House Training Februari - Maret 2 Hari SMF Eksternal 10 Peserta 40,000,000.00
5. People Analytic In House Training April 2 Hari SMF Eksternal 5 Peserta 30,000,000.00
6. Business Communication In House Training April 2 Hari SMF Eksternal 20 Peserta 80,000,000.00
7. Certified Profesional Marketer Sertifikasi April 3 Hari SMF Eksternal 5 Peserta 55,000,000.00
8. Marketing Strategy In House Training Mei 1 Hari SMF Eksternal 10 Peserta 70,000,000.00
9. Big Data & Digital Era In House Training Mei 3 Hari SMF Eksternal 7 Peserta 70,000,000.00
10. Sekuritisasi In House Training Mei - Desember 2 Hari SMF Internal dan Eksternal Peserta 80,000,000.00
11. Pasar Modal dan Instrumen Finansial In House Training Juni - Juli 1 Hari SMF Eksternal dan Internal 15 Peserta 60,000,000.00
12. Sustainable Financial Awareness In House Training Januari – Februari 1 Hari SMF Eksternal 15 Peserta 402,500,000.00
13. ESG Fundamental In House Training Maret 2 Hari SMF Eksternal 25 Peserta 240,000,000.00
14. Analisis Kredit Berdasarkan Aspek In House Training Maret – Mei 3 Hari SMF Eksternal 5 Peserta 245,000,000.00
Sosial dan Lingkungan Hidup
15. Rencana Aksi Keuangan In House Training April 2 Hari SMF Eksternal 50 Peserta 280,000,000.00
Berkelanjutan
16. Energy Efficiency In House Training Juni 4 Hari SMF Eksternal 25 Peserta 280,000,000.00
17. Pembiayaan Ritel Berkelanjutan In House Training Mei 2 Hari SMF Eksternal 50 Peserta 490,000,000.00
18. Sustainable Financial for Strategic In House Training Februari 1 Hari SMF Eksternal 15 Peserta 60,000,000.00
Level
19. Sustainable Financial for Branding & In House Training Agustus 1 Hari SMF Eksternal 15 Peserta 70,000,000.00
Reputation Risk Management
20. Green Building Financing In House Training Agustus 4 Hari SMF Eksternal 50 Peserta 105,000,000.00
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 168
Page 208
21 Audit ESG In House Training November 2 Hari SMF Eksternal 10 Peserta 30,000,000.00
Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing
Nama Tenaga Kerja Asal Posisi Bidang Kerja Jangka Nama Rencana Program
No Alasan
Asing Negara Jabatan Penugasan Waktu Tenaga Pendamping Alih Pengetahuan
1. Jose Edwin Landicho Punzal Philipina Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 6 Bulan Aries Ridwanshah Induksi Karyawan Memeriksa dan memberikan
rekomendasi atas rencana
pembangunan yang akan dilakukan
anak usaha (SEG) berdasarkan
kajian-kajian yang sudah dilakukan
serta melakukan supervisi desain
SMF 1, 4 dan 5.
Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Alih Daya
Nama Perusahaan
Jumlah Jangka Waktu Perjanjian
Bidang Alasan Pemanfaatan Penyedia
No Tenaga Alih dengan Perusahaan Rencana Penambahan 2023
Tugas Tenaga Alih Daya Tenaga Alih Daya
Daya Saat Ini Tenaga Alih Daya Saat Ini
Saat Ini
Menjaga keamanan dan ketertiban di gedung baru
Memantau CCTV
1 Satpam 12 Orang -
Menerima telepon dan tamu di gedung baru
Melakukan patroli di sekitar area kantor
PT Prima Karya
Menyiapkan makanan/minuman untuk karyawan 1 Tahun
Sarana Sejahtera
Menyiapkan konsumsi rapat
2 OB/OG Membereskan dan mencuci peralatan makan/minum 12 Orang -
Karyawan
Tugas lain yang diberikan oleh Bagian Umum
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 169
Page 209
Nama Perusahaan
Jumlah Jangka Waktu Perjanjian
Bidang Alasan Pemanfaatan Penyedia
No Tenaga Alih dengan Perusahaan Rencana Penambahan 2023
Tugas Tenaga Alih Daya Tenaga Alih Daya
Daya Saat Ini Tenaga Alih Daya Saat Ini
Saat Ini
Mengantar surat, dokumen untuk kepentingan
3 Kurir 2 Orang -
Perseroan
4 Pengemudi Merawat Kebersihan dan Kelayakan kendaraan 10 Orang -
Memastikan seluruh peralatan operasional kantor
5 Teknisi 1 Orang PT Prima Karya -
berjalan baik dan lancar 1 Tahun
Sarana Sejahtera
6 Administrasi Membantu Pekerjaan Administrasi 29 orang 3 Orang
Membantu Pekerjaan Kesekretariatan agenda dan
7 Sekretaris Direksi 1 orang -
jadwal direktur
8 Receptionist Menerima tamu dan menyiapkan ruang meeting 1 Orang -
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 170
Page 210
Form 7 – Proyeksi Laporan Keuangan Beserta Asumsi yang Digunakan
Proyeksi Laporan Keuangan Beserta Asumsi yang Digunakan
Asumsi Makro dan Mikro yang Digunakan
Realisasi Proyeksi
Asumsi
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Asumsi Makro
1 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (%) - 5,10%-5,40% 4,8%-5,10% 4,8%-5,10%
2 Tingkat Suku Bunga Acuan (%) - 5,28%-6,86% 5,28%-6,86% 5,28%-6,86%
3 Rasio Pembiayaan Bermasalah Untuk Sektor Properti (%) - - - -
4 Nilai Tukar (Rp/USD) - - - -
5 Tingkat Inflasi (%) - - 5% 5%
6 Pendapatan per Kapita (Rp) - - - -
7 Lainnya, dirinci per jenis asumsi - - - -
Asumsi Mikro
1 Pertumbuhan Pembiayaan (%) 5,90% 13,90% 12,97% 26,25%
2 Pertumbuhan Pendanaan (%) (16,32%) (17,90%) 10,12% 22,62%
3 Tingkat Bunga/Imbal Hasil Pendanaan (%) 7,75% 7,75% 7,75% 7,75%
4 Tingkat Bunga/Imbal Hasil Pembiayaan (%) 8,05% 8,05% 8,05% 8,05%
5 Tingkat Bunga/Imbal Hasil EBA Yang Diterbitkan (%) 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
6 Backlog Perumahan - - - -
7 Rasio Piutang KPR Kolateral Sekuritisasi Bermasalah - - - -
8 Rasio Piutang Pembiayaan Perumahan Bermasalah - - - -
9 Lainnya, dirinci per jenis asumsi - - - -
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 171
Page 211
Laporan Posisi Keuangan
Realisasi Proyeksi
Pos-pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
ASET
1. Kas dan Setara Kas 1.524.912 1.490.841 4.340.143 2.913.947
2. Deposito Berjangka 5.451.784 2.440.900 - -
3. Efek-Efek
a. Surat Utang Negara 493.294 496.832 493.294 493.294
b. EBA 1.110.080 1.210.120 1.371.211 1.650.773
c. Efek lainnya 29.687 28.989 59.687 59.687
4. Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
a. Mudharabah 885.582 1.272.245 905.356 1.030.845
b. Musyarakah - - - -
c. Mudharabah Musytarakah - - - -
d. Musyarakah Mutanaqishoh - - - -
e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a
sampai dengan huruf d, yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip - - - -
Syariah
f. Pembiayaan selain syariah 26.541.562 26.541.562 31.480.190 31.480.190
5. Jaminan dan Pendukung Pembiayaan 49.391 48.051 97.994 106.499
6. Piutang Usaha 71.232 78.497 132.795 162.600
7. Piutang Lain-Lain 1.546 1.125 1.546 1.546
8. Uang Muka 797 0 797 0
9. Beban Dibayar Dimuka 3.002 2.180 3.002 3.002
10. Aset Tetap 121.004 125.693 112.583 139.847
11. Aset Tak Berwujud 45.120 42.694 14.558 35.461
12. Aset Pajak Tangguhan – Bersih 28.218 27.140 5.007 5.007
13. Pajak Dibayar di Muka 102 124 102 102
14. Rupa-rupa Aset/ Aset lainnya 29.847 11.406 21.538 15.659
JUMLAH ASET 32.871.003 32.939.440 34.101.174 38.098.460
LIABILITAS
1. Beban yang Masih Harus Dibayar 24.394 17.602 24.394 24.394
2. Utang Pajak 7.264 9.127 7.264 7.264
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 172
Page 212
Realisasi Proyeksi
Pos-pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
3. Pendanaan Bank 3.719.300 2.999.460 2.320.000 3.520.000
4. Efek-Efek
12.692.185 12.692.185 12.692.913 15.017.176 16.102.660
-
-
- - - - -
5. Kewajiban Lain-Lain 115.264 787.630 183.205 245.770
6. Liabilitas Imbalan Kerja 28.722 26.283 30.788 30.788
JUMLAH LIABILITAS 16.587.129 16.533.015 17.582.827 19.930.876
DANA SYIRKAH TEMPORER
7. Sukuk Mudharabah 100.000 100.000 100.000 -
JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER 100.000 100.000 100.000 -
EKUITAS
1. Modal Kerja 12.800.000 12.800.000 12.800.000 12.800.000
2. Uang Muka Setoran Modal Kerja - - - 1.530.000
3. (Kerugian)/Keuntungan yang Belum Direalisasi atas Perubahan
Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual – Bersih Setelah (7.337) (6.549) (7.337) (7.337)
Pajak
4. Saldo Laba 3.391.211 3.512.974 3.625.684 3.844.921
JUMLAH EKUITAS 16.183.874 16.306.425 16.418.347 18.167.584
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 32.871.003 32.939.440 34.101.174 38.098.460
Laporan Laba/Rugi Komprehensif
Realisasi Proyeksi
Pos - Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
PENDAPATAN
1. Pendapatan Bunga dan Pendapatan Syariah 1.035.873 1.761.109 940.130 2.005.937
2. Pendapatan Sekuritisasi
a. Komisi Pendukung Kredit 7.349 2.216 4.206 4.408
b. Penata Sekuritisasi 2.028 686 4.605 4.659
3. Pendidikan dan Pelatihan 234 316 164 328
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 173
Page 213
Realisasi Proyeksi
Pos - Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
4. (Kerugian)/Keuntungan dari Instrumen Keuangan yang
-
Diperdagangkan
5. Pendapatan Lain-Lain - Bersih 265.587 3.578 756 1.512
JUMLAH PENDAPATAN 1.312.153 1.774.380 943.951 2.016.587
BEBAN
1. Beban Bunga dan Bagi Hasil 838.792 1.114.021 585.701 1.283.097
2. Beban Pajak Final 33.585 49.834 30.546 63.394
3. Umum dan Administrasi 61.925 91.913 54.174 108.685
4. Gaji dan Tunjangan 60.533 74.475 46.414 92.829
5. Pendidikan dan Pelatihan 70 150 97 194
6. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan (2.831) (5.687) - 5.572
JUMLAH BEBAN 992.074 1.324.706 716.932 1.553.770
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 320.078 449.673 227.020 462.818
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 28.820 36.653 16.049 32.610
LABA BERSIH 291.258 413.020 210.971 430.207
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
1. Pos-pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
a. Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - - - -
b. Pajak Penghasilan Terkait - - - -
2. Pos-pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
a. Perubahan Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual - - - -
b. Pajak Penghasilan Terkait - - - -
3. Penghasilan Komprehensif Lain, Bersih Setelah Pajak - - - -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF - - - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 291.258 413.020 210.971 430.207
LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN (dalam nilai penuh) 26.927 32.267 16.482 32.627
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 174
Page 214
Laporan Arus Kas
Realisasi Proyeksi
Pos - Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
1. Penerimaan Kas dari:
a. Pendapatan Bunga dari Pinjaman yang Diberikan dan Pendapatan Syariah 1.037.749 1.404.704 815.976 1.417.523
b. Pendapatan Bunga Imbal Hasil dari Deposito Berjangka 130.881 215.646 53.617 90.166
c. Pendapatan Bunga dari Surat Utang Negara (SUN) 15.881 30.399 15.299 40.513
d. Pendapatan Bunga dari Efek Beragun Aset (EBA) 72.230 100.771 55.237 172.320
e. Penerimaan Angsuran Pinjaman yang Diberikan 5.444.329 7.064.806 1.187.490 3.210.255
f. Penerimaan Cicilan Pokok EBA 267.858 324.364 160.282 354.858
g. Fee Penerimaan EBA 3.918 2.143 2.168 4.067
h. Pelepasan EBA - - - -
i. Penerimaan Jaminan dan Pendukung Kredit 10.309 7.349 2.216 20.426
j. Penerimaan dari Hasil Lainnya 41.483 5.922 300 6.171
2. Pengeluaran Kas Untuk:
a. Penyaluran Pinjaman yang Diberikan (6.884.489) (11.294.270) (2.980.000) (10.396.900)
b. Penempatan pada EBA / investasi atas EBA - - 0 (500.000)
c. Bunga Obligasi (1.468.907) (1.482.583) (541.425) (1.044.091)
d. Bagi Hasil Sukuk Mudharabah (3.880) (5.819) (3.631) (2.575)
e. Bunga Pinjaman Bank (150.957) (204.905) (81.978) (166.633)
f. Penempatan Dana Pendukung Kredit - (8.931) (624) (40.000)
g. Gaji dan Tunjangan (26.489) (74.475) (46.755) 93.329
h. Umum, Administrasi, dan Lainnya (216.111) (331.969) (46.987) (88.221)
i. Pajak Penghasilan Lainnya (31.322) (49.834) (7.440) (45.109)
j. Pajak Penghasilan Badan - (36.653) (23.904) (46.436)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari (untuk) Aktivitas Operasi (1.757.517) (4.333.335) (1.440.157) (6.920.336)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 175
Page 215
Realisasi Proyeksi
Pos - Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
1. Deposito Berjangka (440.005) 2.570.880 2.993.116 3.335.299
2. Pembelian Aset Tetap (35.018) (2.194) (21.040) (32.020)
3. Pembelian Aset Tak Berwujud (292) 14.939 (11.110) (27.123)
4. Pelepasan aset - - -
5. Investasi Penyertaan langsung - - -
6. Investasi pada SUN (170.471) - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (645.786) 2.583.625 2.960.966 3.276.156
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
1. Penerimaan Hasil Penerbitan Efek-efek yang diterbitkan 2.997.881 3.900.000 3.000.000 5.300.000
2.000.000
2. Uang Muka Setoran Modal 2.000.000
- 1.530.000
3. Penerimaan Hasil Penarikan Kredit Jangka Pendek 206.300 -
- -
4. Penerimaan hasil penerbitan MTN -
- -
5. Penerimaan Hasil Penerbitan Sukuk Mudharabah -
- -
6. Pembayaran Utang Pokok Sukuk Mudharabah - (100.000)
-
7. Pembayaran utang pokok utang bank - (1.380.000) (1.380.000)
8. Pembayaran Utang Pokok Efek-efek yang diterbitkan (5.651.592) (6.920.094) (200.000) (200.000)
9. Pembayaran Dividen Tunai (114.981) (91.507) (82.714)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari (untuk) Aktivitas Pendanaan (447.411) (1.135.075) 1.328.493 5.067.286
(Penurunan)/Kenaikan Kas dan Setara Kas (2.850.714) (2.884.785) 2.849.302 1.423.106
Saldo Kas dan Setara Kas - Awal 4.375.626 4.375.626 1.490.841 1.490.841
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 176
Page 216
Realisasi Proyeksi
Pos - Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Saldo Kas dan Setara Kas - Akhir 1.524.912 1.490.841 4.340.143 2.913.947
Laporan Analisis Kesesuaian Aset dan Liabilitas PPSP
Realisasi Proyeksi
Asumsi
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Aset ≤ 3 Bulan 2.445.853 1.509.641 5.024.125 3.014.246
Aset >3 - ≤6 Bulan 18.800 668.690 820.570 1.133.673
Aset >6 Bulan - ≤1 Tahun 1.352.672 1.393.167 10.911.022 7.706.474
Aset >1 - ≤5 Tahun 16.066.349 15.346.077 4.335.469 6.406.342
Aset >5 - ≤10 Tahun 25.698 18.764 29.766 34.481
Aset >10 tahun 18.973.291 18.968.990 18.967.316 18.963.796
Jumlah Aset 37.905.329 37.905.329 40.088.268 37.259.012
Liabilitas ≤ 3 Bulan 520.000 1.080.000 100.000 1.325.660
Liabilitas >3 - ≤6 Bulan 1.080.000 500.000 1.325.660 800.000
Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun 600.000 100.000 800.000 4.212.000
Liabilitas >1 - ≤5 Tahun 18.122.660 18.122.660 17.497.000 13.285.000
Liabilitas >5 - ≤10 Tahun 1.500.000 1.500.000 - -
Liabilitas >10 tahun - - - -
Jumlah Liabilitas 21.302.660 21.302.660 19.722.660 19.622.660
Rasio Aset Terhadap Liabilitas ≤ 3 Bulan 470,36% 139,78% 100,00% 227,38%
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >3 - ≤6 Bulan 1,74% 133,74% 61,90% 141,71%
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun 225,45% 1393,17% 1363,88% 182,96%
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >1 - ≤5 Tahun 88,65% 84,68% 24,78% 48,22%
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >5 - ≤10 Tahun 1,71% 1,25% - -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >10 tahun - - - -
Rasio Total Aset Terhadap Liabilitas 178,18% 177,94% 203,26% 189,88%
Proyeksi Laporan Keuangan UUS
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 177
Page 217
Laporan Posisi Keuangan UUS
Realisasi Proyeksi
Pos-Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
ASET
1. Kas dan Setara Kas - - - -
2. Deposito Berjangka - - - -
3. Efek-Efek - -
a. Surat Utang Negara - - - -
b. EBA - - - -
c. Efek lainnya - - - -
4. Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah
a. Mudharabah 885.582 1.272.245 905.356 1.030.845
b. Musyarakah - - - -
c. Mudharabah Musytarakah - - - -
d. Musyarakah Mutanaqishoh - - - -
e. Akad Selain Akad sebagaimana dimaksud dalam huruf a
sampai dengan huruf d, yang Tidak Bertentangan dengan Prinsip - - - -
Syariah
5. Pembelian Aset KPR - - - -
6. Jaminan dan Pendukung Pembiayaan - - - -
7. Piutang Usaha 12.137 12.137 13.972 19.246
8. Piutang Lain-Lain - - - -
9. Uang Muka - - - -
10. Beban Dibayar Dimuka - - - -
11.Aset Tetap - - - -
12.Aset Tak Berwujud - - - -
13.Aset Pajak Tangguhan – Bersih - - - -
14.Pajak Dibayar di Muka - - - -
15.Rupa-rupa Aset - - - -
JUMLAH ASET 897.719 1.284.382 919.328 1.050.091
LIABILITAS
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 178
Page 218
Realisasi Proyeksi
Pos-Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
1. Beban yang Masih Harus Dibayar 1.173 1.173 1.173 1.173
2. Utang Pajak - - - -
3. Pendanaan Bank - - - -
4. Efek-Efek - - - -
a. Obligasi - - - -
b. Surat Berharga Komersial - - - -
c. Medium Term Notes - - - -
d. Efek Lainnya - - - -
5. Kewajiban Lain-Lain - - - -
6. Liabilitas Imbalan Kerja - - - -
7. Rekening Antar Usaha Perseroan - Operasional - - - -
8. Rekening Antar Usaha Perseroan - FTP - - - -
9. Rekening titipan - - - -
10. Rupa-rupa liabilitas - - - -
11. Kupon surat berharga yang belum dibagikan - - - -
12. Cadangan Reward Point - - - -
JUMLAH LIABILITAS 1.173 1.173 1.173 1.173
DANA SYIRKAH TEMPORER
Sukuk Mudharabah 100.000 100.000 100.000 -
JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER 100.000 100.000 100.000 -
EKUITAS
1. Modal Kerja - - - -
2. Uang Muka Setoran Modal Kerja - - - -
3. (Kerugian)/Keuntungan yang Belum Direalisasi atas Perubahan
Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual – Bersih Setelah - - - -
Pajak
4. Saldo Laba - - - -
JUMLAH EKUITAS - - - -
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 101.173 101.173 101.173 101.173
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 179
Page 219
Laporan Laba/Rugi Komprehensif UUS dari PPSP
Realisasi Proyeksi
Pos-Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
PENDAPATAN
1. Pendapatan Syariah 37.866 77.727 23.607 56.145
2. Pendapatan Sekuritisasi - - - -
-
-
3. Pendidikan dan Pelatihan - - - -
4. (Kerugian)/Keuntungan dari Instrumen Keuangan yang - - - -
Diperdagangkan
5. Pendapatan Lain-Lain - Bersih - - - -
6. Pendapatan Pembiayaan Mudharabah - - - -
7. Pendapatan basil Aset KPR - - - -
8. Pendapatan atas investasi surat berharga dan penempatan dana - - - -
JUMLAH PENDAPATAN 37.866 77.727 23.607 56.145
BEBAN
1. Beban Bagi Hasil 4.539 5.819 2.575 2.575
2. Beban Pajak Final
3. Umum dan Administrasi
4. Gaji dan Tunjangan
5. Pendidikan dan Pelatihan
6. Beban penyusutan aset lain
7. Beban FTP
JUMLAH BEBAN 4.539 5.819 2.575 2.575
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
LABA BERSIH 33.327 71.908 21.032 53.570
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - - - -
1. Pos-Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi - - - -
a. Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - - -
b. Pajak Penghasilan Terkait - - -
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 180
Page 220
Realisasi Proyeksi
Pos-Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
2. Pos-pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi - - - -
a. Perubahan Nilai Wajar Efek-Efek yang Tersedia untuk Dijual - - -
b. Pajak Penghasilan Terkait - - -
3. Penghasilan Komprehensif Lain, Bersih Setelah Pajak - - -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF - - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 33.327 71.908 21.032 53.570
LABA DASAR DAN DILUSIAN PER SAHAM ENTITAS (dalam nilai
- - - -
penuh)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 181
Page 221
Proyeksi Laporan Arus Kas UUS dari PPSP
Realisasi Proyeksi
Pos-Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
1. Penerimaan Kas dari:
a. Pendapatan Syariah 37.866 77.727 23.607 56.145
b. Pendapatan Imbal Hasil dari Deposito Berjangka - - -
c. Pendapatan Imbal Hasil dari Surat Utang Negara (SUN) - - -
d. Pendapatan Imbal Hasil dari Efek Beragun Aset (EBA) - - -
e. Penerimaan Angsuran Pembiayaan yang Diberikan 200.000 679.000 158.800 784.841
f. Penerimaan Cicilan Pokok EBA - - - -
g. Imbal Hasil Penerimaan EBA - - - -
h. Pelepasan EBA - - - -
i. Penerimaan Jaminan dan Pendukung Pembiayaan - - - -
j. Penerimaan dari Hasil Lainnya - - - -
k. Penerimaan Pelunasan Pokok Pembiayaan - - - -
2. Pengeluaran Kas Untuk:
a. Penyaluran Pembiayaan yang Diberikan (984.810) (1.194.618) (195.500) (950.200)
b. Penempatan pada EBA - - -
c. Bagi Hasil Sukuk Mudharabah (838.792) (5.819) (2.575) (2.575)
d. Imbal Hasil Pendanaan Bank - - - -
e. Penempatan Dana Pendukung Pembiayaan - - - -
f. Gaji dan Tunjangan - - - -
g. Umum, Administrasi, dan Lainnya - - - -
h. Pajak Penghasilan Lainnya - - - -
i. Pajak Penghasilan Badan - - - -
j. Biaya notaris pembiayaan - - - -
k. Penerbitan Sukuk - - - -
l. Pembelian Aset KPR - - - -
m. Pengeluaran lainnya - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (1.585.736) (443.710) (15.668) (111.789)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
1. Deposito Berjangka - - - -
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 182
Page 222
Realisasi Proyeksi
Pos-Pos
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
2. Pembelian Aset Tetap - - - -
3. Pembelian Aset Tak Berwujud - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi - - - -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
1. Uang Muka Setoran Modal - - - -
2. Penerimaan Hasil Penarikan Kredit Jangka Pendek - - - -
3. Penerimaan Hasil Penerbitan Sukuk Mudharabah - - - -
4. Pembayaran Pokok Sukuk (100.010) (100.010) - (100.000)
5. Penerimaan (pengembalian) dana UUS ke Konven - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (100.010) (100.010) - (100.000)
(Penurunan)/Kenaikan Kas dan Setara Kas - - - -
Saldo Kas dan Setara Kas – Awal - - - -
Saldo Kas dan Setara Kas – Akhir - - - -
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 183
Page 223
Laporan Analisis Kesesuaian Aset dan Liabilitas UUS dari PPSP (hanya Penyaluran Pinjaman dan Sukuk)
Realisasi Proyeksi
Keterangan
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
Aset ≤ 3 Bulan 479.000 8.800 210.070 -
Aset >3 - ≤6 Bulan 8.800 150.000 415.970 -
Aset >6 Bulan - ≤1 Tahun 360.070 626.040 - 548.470
Aset >1 - ≤5 Tahun 499.898 1.034.127 103.427 485.657
Aset >5 - ≤10 Tahun 33.670 309 309 309
Aset >10 tahun 3.756.116 3.755.807 3.755.807 3.755.807
Jumlah Aset 5.575.083 5.575.083 4.485.583 4.790.243
Liabilitas ≤ 3 Bulan - - - -
Liabilitas >3 - ≤6 Bulan - - - -
Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun 100.000 100.000 100.000 -
Liabilitas >1 - ≤5 Tahun - - - -
Liabilitas >5 - ≤10 Tahun - - - -
Liabilitas >10 tahun - - - -
Jumlah Liabilitas 100.000 100.000 100.000 -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas ≤ 3 Bulan - - - -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >3 - ≤6 Bulan - - - -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >6 Bulan - ≤1 Tahun 360% 626% - -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >1 - ≤5 Tahun - - - -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >5 - ≤10 Tahun - - - -
Rasio Aset Terhadap Liabilitas >10 tahun - - - -
Rasio Total Aset Terhadap Liabilitas 5138% 5575% 4486% -
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 184
Page 224
Form 8 – Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu
Proyeksi Rasio dan Pos Tertentu
Realisasi Proyeksi
Asumsi
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
1. Rasio Permodalan/gearing Ratio (Kali) 1,49 1,29 1,36 1,37
2. Current Ratio (%) 219,71% 345,63% 223,64% 210,41%
3. Cash Ratio (%) 141,61% 265,59% 163,33% 45,75%
4. NPL Gross (%) 0,0173% 0,0153% 0,0148% 0,0142%
5. NPL Netto (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
6. ROE (%) 4,07% 2,79% 2,65% 2,53%
7. ROA (%) 1,45% 1,25% 0,62% 1,13%
8. BOPO (%) 72,91% 76,88% 77,71% 78,73%
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 185
Page 225
Form 9 – Rencana Penyertaan Langsung
Rencana Penyertaaan Langsung
Realisasi Proyeksi
Nama Perusahaan
September 2022 Desember 2022 Juni 2023 Desember 2023
PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan Entitas Anak* - - - 30.000.000.000
*rencana penambahan penyertaan langsung
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) RKAP 2023 186
Page 226
Nomor : S-0561/DIR/SMF/III/2023 Jakarta, 21 Maret 2023 Lampiran : 1 (satu) dokumen Kepada Yth. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia Gedung Syafrudin Prawiranegara II, Lantai 10 Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 U.b. : Yth. Bapak Rionald Silaban, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Perihal : Penyampaian Kajian Bersama Penyertaan Modal Negara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tahun Anggaran 2023 Dengan hormat, Dalam rangka mendukung pemenuhan porsi 25% pada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF untuk program pembiayaan KPR FLPP, sesuai dengan Nota Keuangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Pemerintah akan memberikan dukungan pendanaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,53 triliun untuk tahun 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, bersama surat ini terlampir kami sampaikan kajian permohonan tambahan PMN untuk Tahun Anggaran 2023 yang telah kami susun sesuai dengan PMK Nomor 146/PMK.06/2022 mengenai Penyusunan Kajian, Pelaporan, Pemantauan, dan Evaluasi Penyertaan Modal Negara Pada Perusahaan Negara dan Badan Hukum Lainnya. Demikian permohonan kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ananta Wiyogo Direktur Utama
Page 227
DRAFT
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA
KAJIAN
PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA
KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
TAHUN ANGGARAN 2023
JAKARTA
2023
i
Page 228
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................................................ iv
DAFTAR ISTILAH............................................................................................................................... v
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................................................. 1
RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................ 2
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 6
BAB I PROFIL PERUSAHAAN ....................................................................................................... 13
A. Dasar Pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)................................................. 13
1. Sejarah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ............................................................. 13
2. Struktur Kepemilikan Modal PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)...................... 14
B. Visi dan Misi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ..................................................... 14
1. Visi............................................................................................................................................... 14
2. Misi.............................................................................................................................................. 14
C. Manajemen PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ........................................................ 14
1. Susunan Pengurus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ......................................... 14
2. Sumber Daya Manusia ............................................................................................................ 15
D. Bidang Usaha Utama dan Penugasan Khusus, serta Bidang Usaha Pendukung PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) ......................................................................................................... 16
1. Bidang Usaha Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)..................................... 16
2. Bidang Usaha Penugasan Khusus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) .............. 18
3. Bidang Usaha Pendukung PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ........................... 21
E. Lingkup Usaha dan Kegiatan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ......................... 21
1. Sekuritisasi ................................................................................................................................ 22
2. Penyaluran Pinjaman ............................................................................................................... 23
3. Penerbitan Surat Utang dan Penerimaan Pinjaman .......................................................... 25
BAB II KONDISI DAN KINERJA PERUSAHAAN .................................................................... 27
A. Kondisi Industri dan Kondisi Usaha PT SMF (Persero) Secara Umum ............................ 27
1. Pasar Pembiayaan Perumahan dan Likuiditas Perbankan ............................................... 27
2. Pasar Surat Utang Negara dan Obligasi Korporasi ............................................................ 31
3. Kondisi PT SMF (Persero)....................................................................................................... 32
4. Partisipasi PT SMF (Persero) Pada Program Pemerintah di Sektor Perumahan .......... 37
5. Dukungan Pemerintah Kepada PT SMF (Persero) ............................................................ 37
6. Permasalahan Yang Dihadapi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ..................... 38
7. Strategi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk Mengatasi Permasalahan .. 38
B. Kondisi Kinerja Keuangan PT SMF (Persero) (2017-2021)................................................... 40
1. Laporan Keuangan PT SMF (Persero) 5 (lima) Tahun Terakhir ...................................... 40
i
Page 229
2. Rasio Keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ............................................. 41
3. Kinerja Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ...................................... 41
BAB III KAJIAN PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA ................................ 42
A. Aspek Keuangan .......................................................................................................................... 42
1. Asumsi Keuangan yang Digunakan ..................................................................................... 42
2. Asumsi Proyeksi ....................................................................................................................... 42
3. Proyeksi Keuangan................................................................................................................... 44
4. Proyeksi Keuangan Tanpa PMN dan Dengan PMN ......................................................... 47
B. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) .............................................. 51
1. SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) ........................................................... 51
2. Analisis Kebutuhan Tambahan Modal ................................................................................ 54
C. Analisis Risiko ............................................................................................................................. 55
D. Tujuan dan Rincian Penggunaan Penyertaan Modal Negara ............................................. 58
1. Mendukung Program Satu Juta Rumah ............................................................................... 58
2. Menjaga Porsi Dana APBN pada Program KPR FLPP ...................................................... 62
E. Simulasi Perhitungan Penggunaan Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) ................. 66
1. Asumsi Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero) ......................................................... 66
2. Perhitungan Pembiayaan Untuk Mendukung KPR FLPP ................................................ 68
F. Manfaat Penambahan Penyertaan Modal Negara Tahun 2022 ........................................... 72
G. Manfaat Ekonomi dan Sosial atas Penambahan PMN ......................................................... 73
H. Tantangan ke Depan ................................................................................................................... 74
I. Analisis Aspek Usulan IKD BUN ............................................................................................ 75
J. Usulan Key Performance Indicator (KPI) untuk PMN Tahun 2022 .................................... 76
BAB IV SIMPULAN .......................................................................................................................... 77
A. Perlunya Dukungan Penyertaan Modal Negara .................................................................... 77
B. Hasil Simulasi Perhitungan Penggunaan Penyertaan Modal Negara ............................... 78
C. Rekomendasi Terhadap Usulan Penyertaan Modal Negara ............................................... 78
D. Keputusan/Kebijakan yang Akan Diambil ............................................................................ 79
REFERENSI ......................................................................................................................................... 80
ii
Page 230
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Komposisi SDM PT SMF (Persero).................................................................................. 16
Tabel 2. 1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .................................................................. 28
Tabel 2. 3 Pembayaran Pajak Kepada Negara ................................................................................. 36
Tabel 2. 4 Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan................................................... 40
Tabel 2. 5 Rasio-rasio Keuangan ....................................................................................................... 41
Tabel 3. 1 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan (Dalam Miliar Rupiah) .......................................... 44
Tabel 3. 2 Proyeksi Laba Rugi (Dalam Miliar Rupiah) ..................................................................... 46
Tabel 3. 3 Proyeksi Rasio Keuangan ................................................................................................. 47
Tabel 3. 4 Proyeksi Aliran Dana Ke Sektor Perumahan (Dalam Miliar Rupiah) .......................... 48
Tabel 3. 5 Proyeksi Keuangan (Tanpa PMN Vs dengan PMN) (Dalam Miliar Rupiah).............. 49
Tabel 3. 6 Kuadran SWOT .................................................................................................................. 53
Tabel 3.7 Analisis Kebutuhan PMN.................................................................................................. 55
Tabel 3. 8 Pengelolaan Risiko............................................................................................................. 56
Tabel 3. 9 Rincian Penyaluran dalam Jumlah Rupiah & Unit Rumah ......................................... 65
Tabel 3. 10 Realisasi Program KPR FLPP 2018-2022....................................................................... 65
Tabel 3. 11 Proyeksi Yield Surat Utang Negara Tahun 2023 ......................................................... 66
Tabel 3. 12 Perhitungan Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero) ........................................ 67
Tabel 3. 13 Surat Utang AAA Tahun 2020-2022 dengan Tenor 5 Tahun ..................................... 67
Tabel 3. 14 Asumsi Untuk Simulasi Perhitungan KPR Program .................................................. 68
Tabel 3. 15 Perhitungan Cost of Fund PT SMF (Persero)................................................................. 69
Tabel 3. 16 Perhitungan Penurunan Porsi Pemerintah .................................................................. 69
Tabel 3. 17 Hasil Perhitungan Total Rumah yang Terfasilitasi pada Program FLPP ................ 70
Tabel 3. 18 Analisis Sensitivitas atas Kenaikan / Penurunan Suku Bunga Surat Utang pada
KPR FLPP ............................................................................................................................................. 71
Tabel 3. 19 Nilai SUN dan Spread PT SMF (Persero) Untuk Mitigasi Risiko ............................. 71
Tabel 3. 20 Simulasi Perhitungan 90%:10% ..................................................................................... 72
Tabel 3. 21 Perhitungan Dampak Sosial Ekonomi atas PMN ....................................................... 74
Tabel 3. 22 Analisis Aspek Usulan IKD BUN untuk Alokasi PMN TA 2023.............................. 75
Tabel 3. 23 Usulan KPI PMN Tahun 2023 ........................................................................................ 76
Tabel 4. 1 Simulasi Perhitungan Keikutsertaan PT SMF (Persero) pada KPR FLPP ................. 78
iii
Page 231
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Kegiatan Usaha PT SMF (Persero) .............................................................................. 17
Gambar 1. 2 Skema Mekanisme Penurunan Porsi APBN pada KPR FLPP ................................ 18
Gambar 1.3 Realisasi Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh ............................... 19
Gambar 1.4 Realisasi Program Pembiayaan Homestay per 31 Desember 2022 ........................... 20
Gambar 1.5 Perluasan Peran Perseroan ........................................................................................... 21
Gambar 1.6 Alur Pembiayaan Mikro Perumahan .......................................................................... 25
Gambar 2. 1 Pertumbuhan PDB Per Sektor (YoY) .......................................................................... 29
Gambar 2. 2 Indeks Harga Properti Residensial ............................................................................. 30
Gambar 2. 3 Rata-rata pertumbuhan KPR Tahunan (% yoy) ........................................................ 30
Gambar 2. 4 Imbal Hasil SUN ........................................................................................................... 32
Gambar 2. 5 Akumulasi Penambahan PMN Pada PT SMF (Persero) .......................................... 32
Gambar 2. 6 Aliran Dana Kumulatif PT SMF (Persero) ................................................................. 33
Gambar 2. 7 Penyaluran Pinjaman dan Sekuritisasi Per Tahun ................................................... 34
Gambar 2. 8 Penerbitan Surat Utang dan Penggunaan Term Loan Per Tahun .......................... 35
Gambar 2. 9 Posisi Penyaluran Pinjaman dan Penerbitan Surat Utang ...................................... 35
Gambar 2. 10 Rata-rata Bunga Penyaluran Pinjaman dan Surat Utang ...................................... 36
Gambar 3. 1 Pengelolaan Dana Perumahan Ideal .......................................................................... 59
Gambar 3. 2 Rencana Restrukturisasi Program Sejuta Rumah ..................................................... 61
Gambar 3. 3 Skema Dukungan PT SMF (Persero) Pada Program FLPP Tahun 2023 ................ 63
iv
Page 232
DAFTAR ISTILAH
Efek Beragun Aset Surat : Efek Beragun Aset yang diterbitkan oleh Penerbit yang
Partisipasi (EBA– SP) portofolionya berupa Kumpulan Piutang dan merupakan
bukti kepemilikan secara proporsional atas Kumpulan
Piutang yang dimiliki bersama oleh sekumpulan pemegang
EBA-SP.
KPR : Kredit Pemilikan Rumah
KPR FLPP : Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
Perumahan
Liquidity Facility : Lembaga yang dapat menyediakan fasilitas dana.
Maturity Mismatch : Kesenjangan jangka waktu antara sumber pendanaan dan
penyaluran pinjaman oleh Lembaga Penyalur.
Medium Term Notes : Surat Utang Jangka Menengah
(MTN)
Net Interest Margin (NIM) : Selisih margin / keuntungan antar suku bunga pinjaman yang
diberikan dan suku bunga Surat Utang yang ditebitkan.
Obligasi : Surat Utang Jangka Panjang
Refinancing : Penyaluran Pinjaman
Sekuritisasi : Tagihan KPR yang dijual yang kemudian distruktur menjadi
efek berbasis KPR yang likuid di Pasar Modal.
v
Page 233
LEMBAR PERSETUJUAN
A.N MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR KEKAYAAN NEGARA DIPISAHKAN
DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA
MEIRIJAL NUR
NIP 196805191994031001
1
Page 234
RINGKASAN EKSEKUTIF
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/ ”PT SMF (Persero)” merupakan Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) yang didirikan dalam rangka membangun dan mengembangkan pasar
pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia dengan mengalirkan dana dari pasar modal ke
pasar pembiayaan primer perumahan (penyalur KPR). Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor
19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020, pembiayaan sekunder Perumahan
oleh PT SMF (Persero) dilakukan melalui kegiatan sekuritisasi dan pemberian fasilitas pembiayaan
untuk meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan. Sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan
dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan
Sekunder Perumahan, dalam pelaksanaan penerbitan sekuritisasi, Perseroan dapat berperan
sebagai Penerbit, Penata Sekuritisasi, Pendukung Kredit dan melakukan pembelian efek yang
berkaitan dengan mortgage dalam rangka menggerakkan pasar (marketmaker).
Pada tahun 2015, Pemerintah mencanangkan Program Satu Juta Rumah guna mengatasi
backlog perumahan di Indonesia dengan menargetkan penyediaan perumahan 1 (satu) juta unit. PT
SMF (Persero) sebagai BUMN di bidang pembiayaan sekunder perumahan dan sebagai sub-system
dibidang pembiayaan perumahan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 121 dan Pasal 128
Undang Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, turut
mendukung program dimaksud dengan meningkatkan peran PT SMF (Persero) sebagai penyedia
sumber pendanaan jangka menengah panjang dari pasar modal kepada penyalur KPR.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) PT SMF (Persero) memberikan penugasan kepada Perseroan untuk memaksimalkan
fungsinya sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Penugasan tersebut ditujukan untuk mendorong
penurunan porsi APBN pada pembiayaan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
(FLPP) yang pada awalnya sebesar 90% menjadi 75%, dengan menyediakan pendanaan jangka
panjang/menengah bagi penyalur KPR FLPP atas porsi 25% dengan tingkat suku bunga tertentu.
Pendanaan untuk penugasan tersebut bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang di-
leverage melalui penerbitan surat utang dan di-blended. PT SMF mulai terlibat dalam Program FLPP
sejak bulan Agustus 2018 setelah ditetapkannya Keputusan Menteri PUPR Nomor
463/KPTS/M/2018 yang mengatur mengenai perubahan porsi dana APBN untuk pembiayaan
kredit/pembiayaan kepemilikan rumah sejahtera/FLPP dari 90% menjadi 75%.
2
Page 235
Guna mendukung kegiatan penugasan dan pengembangan usaha PT SMF (Persero),
Pemerintah melakukan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal saham PT
SMF (Persero). Sampai dengan Desember 2022, Pemerintah telah menempatkan dana PMN ke
dalam modal saham PT SMF (Persero) sebesar Rp12,80 triliun, yang mana sebesar Rp7,80 triliun
diantaranya ditujukan untuk mendukung Program FLPP. Dengan modal disetor tersebut, PT SMF
(Persero) telah mampu mengalirkan dana dari pasar modal kepada penyalur KPR secara kumulatif
sampai dengan Desember 2022, mencapai Rp89,75 triliun untuk membiayai perumahan sebanyak
1,50 juta debitur, yang dilakukan melalui: (1) fasilitas sekuritisasi sebesar Rp13,29 triliun; (2)
penyaluran pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun; dan (3) Pembelian KPR sebesar Rp156
miliar. Nilai penyaluran tersebut termasuk didalamnya penyaluran pinjaman untuk mendukung
Program FLPP sebesar Rp15,04 triliun guna membiayai 421.650 unit rumah bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pada tahun 2023, dalam rangka lebih mengoptimalkan peran PT SMF (Persero) sebagai SMV,
dan dalam rangka mendukung penyediaan pendanaan jangka panjang/menengah kepada
lembaga penyalur KPR FLPP dalam rangka pemenuhan kebutuhan bagi MBR dengan target
penyaluran kepada 229.000 unit rumah, melalui dukungan dari Pemerintah dalam bentuk
tambahan modal disetor pada tahun 2023 sebesar Rp1,53 triliun yang dialokasikan berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021 tentang Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara Tahun
Anggaran 2023. Adapun tambahan dana PMN pada PT SMF (Persero) TA 2023 sebesar Rp1,53
triliun tersebut diharapkan akan bermanfaat bagi:
A. Pemerintah
1. Menjaga porsi dana APBN pada pembiayaan KPR FLPP melalui penyediaan dana jangka
panjang/menengah oleh PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR FLPP, serta
meningkatkan jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh PT SMF
(Persero).
2. Mendukung Pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah.
3. Meningkatkan pembiayaan perumahan yang secara bertahap akan mendorong
bergeraknya sektor riil, yang berarti membuka lapangan kerja dan menurunkan angka
kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
B. Perusahaan
1. Meningkatkan kapasitas PT SMF (Persero) sebagai SMV dalam mendukung Program Satu
Juta Rumah.
2. Memperkuat struktur permodalan sehingga meningkatkan kemampuan leveraging SMF
dalam menjalankan fungsinya sebagai Liquidity Facility bagi penyalur KPR.
3
Page 236
3. Meningkatkan kontribusi Perseroan terhadap sektor riil perumahan dengan mengalirkan
dana dari pasar modal.
Dana yang dialirkan untuk mendukung Program KPR FLPP oleh PT SMF (Persero) ditujukan
bagi MBR. Hal ini akan memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi MBR, dan
juga berdampak pada bergeraknya sektor riil terutama yang berhubungan dengan sektor
perumahan. Dengan demikian, selain berdampak langsung terhadap program Pemerintah di
bidang perumahan, peran PT SMF (Persero) dalam mendukung program perumahan secara
nasional akan berujung pada terciptanya multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja,
peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan rumah, serta
meningkatkan laju perekonomian nasional.
Penyaluran pinjaman oleh PT SMF (Persero) pendanaannya bersumber dari ekuitas yang
kemudian digantikan dengan dana dari penerbitan surat utang, sehingga diperoleh kelipatan
dalam penyalurannya. Untuk memperkecil tingkat resiko keuangan, Perseroan membatasi tingkat
leverage di bawah 4 (empat) kali.
Hasil simulasi perhitungan keikutsertaan PT SMF (Persero) pada Program KPR FLPP TA
2023 adalah sebagaimana tabel berikut:
Keterangan Asumsi dan Perhitungan
PMN Rp1,53 Triliun
Utang leverage PMN sebelumnya Rp3,18 Triliun
Pengembalian Pokok Rp381,60 miliar
Surat Utang atas PMN 2023 Rp1,60 Triliun
Dana Bank Rp2,05 Triliun
Leverage atas PMN 2023 1,04x
CoF SMF 8,23%
Suku Bunga KPR FLPP 5,00%
Plafon Rumah Rp152,8 Juta
Total Unit Rumah 229.000 Rumah
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana FLPP
Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain sebagainya
Penambahan PMN TA 2023 kepada PT SMF (Persero) untuk mendukung Program KPR FLPP
adalah sebesar Rp1,53 triliun yang akan di-leverage melalui penerbitan surat utang Perseroan
sebesar Rp1,60 triliun, ditambah dengan dana yang berasal dari sumber dana Perseroan lainnya,
yakni leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya yang belum diterbitkan sebesar Rp3,18 triliun,
dan dana pengembalian pokok sebesar Rp381,60 miliar. Di samping itu, diperlukan dana sebesar
Rp2,05 triliun yang perlu disediakan sendiri oleh bank penyalur KPR FLPP sehingga dapat
diperoleh total dana sebesar Rp8,75 triliun. Seluruh dana tersebut akan digunakan untuk
menyediakan likuiditas bagi lembaga penyalur KPR FLPP atas porsi 25% dalam rangka
penyaluran KPR FLPP untuk 229.000 unit rumah bagi MBR.
4
Page 237
Dengan penambahan PMN sebesar Rp1,53 triliun pada tahun 2023, PT SMF (Persero)
diharapkan mampu merealisasikan akumulasi aliran dana secara kumulatif dari pasar modal ke
sektor riil perumahan sampai dengan akhir tahun 2027 sebesar Rp181,22 triliun dalam bentuk
memfasilitasi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman. Untuk kegiatan penyaluran pinjaman, posisi
pada akhir tahun 2027 ditargetkan sebesar Rp159,19 triliun.
5
Page 238
PENDAHULUAN
A. Kondisi Usaha PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Dalam operasional perbankan, Pemerintah memandang adanya kesenjangan jangka
waktu (maturity mismatch) dalam penyaluran KPR. Hal ini karena penyaluran KPR berjangka
panjang, sedangkan sumber pembiayaanya berjangka pendek, yaitu dana pihak ketiga yang
terdiri dari giro, tabungan dan deposito sehingga berpotensi menimbulkan risiko likuiditas
bila terjadi krisis. Kondisi tersebut diperhitungkan bisa diatasi dengan penjualan tagihan KPR
secara putus, sehingga penyalur KPR dapat menerbitkan KPR baru tanpa harus menunggu
jatuh tempo tagihan. Tagihan KPR yang dijual tersebut distruktur menjadi efek berbasis KPR
yang likuid di Pasar Modal dan proses ini selanjutnya disebut dengan “sekuritisasi”. Dengan
penerbitan dan penjualan efek berbasis KPR ini berarti terjadi adanya aliran dana dari pasar
keuangan jangka panjang (pasar modal) ke sektor riil perumahan melalui penyalur KPR,
sehingga terjadi suatu bentuk pasar yang disebut Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.
Mekanisme lain yang dapat mendorong pengembangan pasar sekunder perumahan secara
berkelanjutan adalah dengan menggunakan penyaluran dana jangka panjang melalui
penyaluran pinjaman kepada Penyalur KPR, dengan menggunakan dana jangka panjang dari
pasar modal atau pasar keuangan melalui penerbitan surat berharga korporasi. Kegiatan ini
juga didasarkan pada suatu kondisi bahwa industri perumahan termasuk properti, melibatkan
banyak sektor industri, sehingga akan menjadi bagian dari motor penggerak sektor riil lainnya
yang pada akhirnya dapat diperoleh multiplier effect dalam kegiatan perekonomian.
Bentuk pelaksanaan di beberapa negara yang dapat digunakan sebagai pembanding di
kawasan regional Asia yang telah mengembangkan pembiayaan sekunder perumahan adalah
(1) Cagamas (Malaysia), (2) Korea Housing Finance Corporation (Korea), (3) Hong Kong
Mortgage Corporation (Hong Kong), dan (4) Japan Housing Finance Agency (Jepang).
Selanjutnya, Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun
2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan dan sebagai pelaksananya didirikan PT
Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau “PT SMF (Persero)” pada tanggal 22 Juli 2005.
Dengan kegiatan utamanya memfasilitasi sekuritisasi tagihan KPR, PT SMF (Persero)
didirikan dengan modal disetor sebesar Rp1 triliun yang terdiri dari 1 (satu) juta saham yang
seluruhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Dalam Perpres Nomor 19 Tahun 2005
tersebut diatur bahwa untuk mendukung tersedianya KPR yang memenuhi persyaratan
sekuritisasi, PT SMF (Persero) dapat menyalurkan pinjaman sampai dengan akhir tahun ketiga
yang berarti sampai dengan tahun 2008. Dengan pertimbangan kondisi pasar saat itu dimana
penyalur KPR masih enggan melakukan sekuritisasi dan belum terbentuknya kumpulan
6
Page 239
tagihan KPR yang siap disekuritisasi, Pemerintah mengundangkan Peraturan Presiden Nomor
1 Tahun 2008 sebagai perubahan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005, yang antara lain
mengatur bahwa penyaluran pinjaman bisa dilakukan selama 10 (sepuluh) tahun sejak
diundangkannya peraturan tersebut, dalam hal ini yaitu sampai dengan tahun 2018.
Selanjutnya, pada tahun 2016, sesuai Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan
Sekunder Perumahan, pemberian penyaluran pinjaman oleh PT SMF (Persero) tidak diberikan
batas waktu. Terakhir pada tahun 2020, sesuai Peraturan Presiden Nomor 100 tahun 2020
tentang Perubahan Ketiga Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan
Sekunder Perumahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020 tentang Perubahan
Kedua atas Pertauran Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan
Sekunder Perumahan.
Kegiatan penyaluran pinjaman oleh PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR
dilaksanakan dalam bentuk refinancing yang diawali dengan penggunaan ekuitas, kemudian
digantikan dengan penerbitan surat utang pasar modal. Kondisi ini juga menjadi bentuk aliran
dana dari pasar modal ke sektor perumahan melalui penyalur KPR. Penerbitan surat utang
Perseroan dimulai sejak tahun 2009, yaitu setelah PT SMF (Persero) memiliki laporan
keuangan selama 3 (tiga) tahun sesuai persyaratan lembaga bursa.
Sampai dengan akhir tahun 2010, dana yang dialirkan PT SMF (Persero) kepada
penyalur KPR secara kumulatif mencapai sebesar Rp3,30 triliun untuk 119.302 debitur KPR.
Jumlah tersebut terdiri dari (1) memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp1,25 triliun untuk 53.837
debitur KPR dan (2) penyaluran pinjaman sebesar Rp2,05 triliun untuk 65.465 debitur KPR.
Pada tahun 2011, Pemerintah memperkuat pasar pembiayaan sekunder perumahan
dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) sebesar Rp1 triliun yang direalisasikan tanggal 30 Desember
2011, sehingga modal disetor PT SMF (Persero) menjadi Rp2 triliun. Setelah adanya
penambahan PMN tersebut, pada tahun 2012 PT SMF (Persero) dapat merealisasikan
akumulasi aliran dana ke penyalur KPR sebesar Rp8,50 trilun untuk 232.322 debitur KPR,
berasal dari memfasilitasi sekuritisasi dengan penerbitan EBA sebesar Rp2,95 triliun untuk
99.489 debitur KPR dan penyaluran pinjaman sebesar Rp5,55 triliun untuk 132.833 debitur
KPR.
7
Page 240
Selanjutnya sampai dengan Desember 2013, PT SMF (Persero) kembali meningkatkan
perannya dalam mengalirkan dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan,
sehingga akumulasi realisasi aliran dana menjadi sebesar Rp12,01 triliun untuk 309.872 debitur
KPR, berasal dari memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp3,95 triliun untuk 133.941 debitur KPR
dan penyaluran pinjaman sebesar Rp8,06 triliun untuk 175.931 debitur KPR.
Pada tahun 2014, Pemerintah meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat struktur
permodalan PT SMF (Persero) dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun
2014 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal
Saham Perusahaan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp1 triliun, yang
terealisasi pada tanggal 30 Desember 2014, sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar
Rp3 triliun. Sampai dengan 31 Desember 2014, telah dialirkan akumulasi dana ke penyalur
KPR sebesar Rp16,55 triliun untuk 377.217 debitur KPR. Jumlah tersebut terdiri dari
memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp5,46 triliun untuk 167.114 debitur KPR dan penyaluran
pinjaman Rp11,09 triliun untuk 210.103 debitur KPR.
Pada tahun 2015, Pemerintah melakukan penambahan PMN ke dalam modal saham PT
SMF (Persero) dalam rangka memperkuat struktur modal dan meningkatkan kapasitas usaha
sebesar Rp1 triliun sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar Rp4 triliun melalui
Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial. Sampai dengan 31 Desember 2015, telah dapat direalisasikan aliran dana ke
penyalur KPR sebesar Rp20,25 triliun terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp5,65 triliun dan
penyaluran pinjaman sebesar Rp14,60 triliun.
Pada tahun 2016, Pemerintah kembali melakukan penambahan PMN ke dalam modal
saham PT SMF (Persero) dalam rangka memperkuat struktur modal dan meningkatkan
kapasitas usaha sebesar Rp1 triliun sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar Rp5
triliun melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016 tentang Penambahan Penyertaan
Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial. Sampai dengan 31 Desember 2016, PT SMF (Persero) telah mengalirkan
dana ke penyalur KPR sebesar Rp27,39 triliun untuk 543.461 debitur KPR yang dilaksanakan
dengan memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp7,15 triliun untuk 188.437 debitur KPR dan
penyaluran pinjaman sebesar Rp20,23 triliun untuk 355.024 debitur KPR.
Pada tahun 2017, Pemerintah meningkatkan peran PT SMF (Persero) sebagai Special
Misson Vehicle dan fiscal tool untuk menurunkan porsi dana APBN pada Program Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yaitu bantuan kemudahan kredit kepemilikan
8
Page 241
perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Peran PT SMF (Persero) dalam
Program FLPP tersebut adalah sebagai penyediaan dana jangka panjang bagi bank penyalur
KPR FLPP. Guna dapat menjalankan mandat tersebut, Pemerintah meningkatkan kapasitas
PT SMF (Persero) dengan menambah modal sebesar Rp1 triliun yang direalisasikan pada
Desember 2017 sehingga modal disetor PT SMF (Persero) meningkat menjadi sebesar Rp6
triliun. Keterlibatan PT SMF (Persero) dalam KPR FLPP baru dapat terlaksana pada Agustus
2018, sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 463/KPTS/M/2018 yang mengatur
mengenai perubahan porsi dana ABPN untuk pembiayaan KPR FLPP dari 90% menjadi 75%,
sedangkan sisanya sebesar 25% merupakan porsi yang ditanggung bank penyalur KPR FLPP.
Dalam melaksanakan penugasan tersebut, PT SMF (Persero) me-leverage dana PMN melalui
penerbitan surat utang Perseroan sehingga didapat blended fund untuk disalurkan kepada bank
penyalur KPR FLPP.
Secara kumulatif, hingga 2017 PT SMF (Persero) telah mengalirkan dana ke penyalur
KPR sebesar Rp35,63 triliun untuk 665.539 debitur KPR. Jumlah tersebut terdiri dari
sekuritisasi sebesar Rp8,15 triliun untuk 199.674 debitur KPR dan penyaluran pinjaman
sebesar Rp27,48 triliun untuk 465.865 debitur KPR.
Selanjutnya hingga 2018, akumulasi aliran dana ke panyalur KPR oleh PT SMF (Persero)
mencapai sebesar Rp47,51 triliun untuk 764.897 debitur. Dengan rincian dari kegiatan
transaksi sekuritisasi sebesar Rp10,155 miliar untuk 218.402 debitur KPR dan penyaluran
pinjaman sebesar Rp37,36 triliun untuk 546.495 debitur KPR. Nilai tersebut termasuk
penyaluran pembiayaan kepada bank penyalur KPR FLPP sebesar Rp948 miliar untuk
membiayai 28.923 debitur KPR FLPP.
Pada akhir tahun 2019, akumulasi aliran dana PT SMF (Persero) ke penyalur KPR
kembali meningkat menjadi sebesar Rp62,08 triliun untuk 886.926 debitur. Penyaluran dana
tersebut dilaksanakan melalui fasilitasi kegiatan transaksi sekuritisasi sebesar Rp12,15 triliun
untuk 234.878 debitur dan kegiatan penyaluran pinjaman sebesar Rp49,81 triliun untuk
652.048 debitur KPR, selain itu PT.SMF (Persero) juga telah melakukan pembelian KPR sebesar
Rp116 miliar. Kegiatan penyaluran pinjaman tersebut termasuk di dalamnya penyaluran
pinjaman KPR FLPP sebesar Rp2,9 triliun untuk membiayai 88.911 debitur KPR FLPP, dimana
Rp486 miliar merupakan percepatan penyaluran KPR FLPP tahun 2020.
Pada akhir tahun 2020, Perseroan mendapat perluasan mandat melalui terbitnya Perpres
Nomor 100 Tahun 2020. Hingga tahun 2020, akumulasi aliran dana ke penyalur KPR oleh PT
SMF (Persero) mencapai sebesar Rp69,14 triliun untuk 1.083.590 debitur. Penyaluran dana
tersebut terdiri dari kegiatan transaksi sekuritisasi sebesar Rp12,78 miliar untuk 242.599
9
Page 242
debitur KPR dan penyaluran pinjaman sebesat 56.197 miliar untuk 839.464 debitur KPR, serta
pembelian asset KPR sebesar Rp156 miliar untuk 1.527 debitur. Nilai ini juga termasuk
didalamnya penyaluran pembiayaan kepada penyalur KPR FLPP sebesar Rp4,14 triliun untuk
membiayai 133.068 debitur KPR FLPP.
Pada Desember 2021, akumulasi dana PT SMF (Persero) mencapai Rp77,96 triliun
kepada 1,26 juta debitur yang terdiri atas sekuritisasi Rp12,787 triliun untuk 242.599 debitur,
penyaluran pinjaman sebesar Rp65,016 triliun kepada 1.014.565 debitur dan Rp156 miliar
kepada 1.527 debitur.
Hingga Desember 2022, akumulasi dana PT SMF (Persero) mencapai Rp89,75
triliun kepada 1,51 juta debitur yang terdiri atas sekuritisasi Rp13,29 triliun untuk
248.787 debitur, penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp76,47 triliun
yang telah disalurkan kepada 1,26 juta debitur.
B. Kebijakan Pemerintah Pada Sektor Perumahan
Pemerintah memiliki beberapa program kebijakan di bidang perumahan untuk
membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni:
1. Subsidi selisih bunga (SSB);
2. Subsidi bantuan uang muka (SBUM); dan
3. Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Pada tahun 2023, Pemerintah melalui Kementerian PUPR berencana untuk
mengalokasikan dana sebesar Rp29,53 triliun yang disalurkan melalui empat program subsidi
perumahan tersebut demi meningkatkan kemudahan bagi MBR untuk memiliki hunian layak
melalui bantuan pembiayaan rumah subsidi.
Untuk Program FLPP, Pemerintah telah memberikan PMN kepada PT SMF (Persero)
sejak tahun 2017 yang kemudian akan digabung dengan dana dari penerbitan surat utang
yang dilakukan oleh PT SMF (Persero) dan disalurkan kepada lembaga penyalur KPR untuk
memenuhi porsi 25% pembiayaan KPR FLPP. Selain itu, Pemerintah juga pemberian
dukungan kepada Perumnas dalam bentuk investasi langsung dan investasi non permanen
melalui IP PEN untuk memperbaiki kemampuan keuangan Perseroan dalam rangka
memenuhi permintaan rumah untuk MBR. Terkait dengan pelaksanaan investasi non
permanen tersebut, Pemerintah menugaskan PT SMF (Persero) sebagai Wakil Pelaksana
Investasi Pemerintah pada Perumnas.
10
Page 243
C. Alasan Penyertaan Modal Negara
Penambahan PMN di tahun 2023 dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai
berikut:
1. Menjaga porsi dana APBN pada pembiayaan KPR FLPP melalui penyediaan dana jangka
panjang/menengah oleh PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR FLPP, serta
meningkatkan jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh PT
SMF (Persero).
2. Medukung pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah.
3. Meningkatkan pembiayaan perumahan yang secara bertahap akan mendorong
bergeraknya sektor riil, yang berarti membuka lapangan kerja dan menurunkan angka
kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
4. Memperkuat struktur permodalan SMF, sehingga meningkatkan kemampuan leveraging
SMF dalam menjalankan fungsinya sebagai Liquidity Facility bagi penyalur KPR.
D. Dasar Usulan Penyertaan Modal Negara
Penambahan PMN Tahun 2023 kepada PT SMF (Persero) diberikan berdasarkan:
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2022 sebagaimana telah ditetapkannya kembali dalam Peraturan
Presiden nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian Anggaran pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2023.
2. Berdasarkan Pasal 5 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata
Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan
Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72
Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang
Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara
Dan Perseroan Terbatas, Pemerintah dapat melakukan penambahan PMN pada PT SMF
(Persero).
3. Sesuai Pasal 7 huruf a dan b Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata
Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan
Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72
Tahun 2016 tentang tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005
Tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha
Milik Negara Dan Perseroan Terbatas, bahwa penambahan PMN dilakukan dalam rangka
memperbaiki struktur permodalan BUMN dan Perseroan Terbatas; dan/atau
meningkatkan kapasitas usaha BUMN dan Perseroan Terbatas.
11
Page 244
E. Nilai Usulan Penambahan Penyertaan Modal Negara dan Rencana Penggunaan Dana
Nilai usulan penambahan PMN yang diajukan adalah sebesar Rp1.530.000.000.000,00
(satu triliun lima ratus tiga puluh miliar rupiah). Penambahan PMN sebesar Rp1,53 triliun
tersebut digunakan untuk mendukung penyediaan pendanaan jangka panjang/menengah
kepada lembaga penyalur KPR FLPP dalam rangka pemenuhan kebutuhan perumahan bagi
MBR dengan target penyaluran kepada 229.000 rumah di tahun 2023. Penambahan PMN
digunakan untuk menjaga porsi beban fiskal pada Program FLPP dengan menyediakan dana
jangka panjang/menengah bagi penyalur KPR yang menyalurkan KPR FLPP. PT SMF
(Persero) akan me-leverage dana PMN TA 2023 dengan menerbitkan surat utang Perseroan
sehingga dapat meningkatkan realisasi pembiayaan KPR FLPP bagi MBR dari 201.960 unit
rumah (tanpa keterlibatan PT SMF) menjadi 229.000 unit rumah. Selain itu, PMN TA 2023
kepada PT SMF (Persero) juga diharapkan dapat meningkatkan bridging dalam penyaluran
pinjaman untuk selanjutnya berfungsi sebagai leverage dalam pengadaan dana dari pasar
modal dengan penerbitan surat utang dan membentuk likuiditas pasar pembiayaan sekunder
perumahan (Efek Beragunan Aset/EBA).
12
Page 245
BAB I
PROFIL PERUSAHAAN
A. Dasar Pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
1. Sejarah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial Persero/ ”PT SMF (Persero)” merupakan Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder
Perumahan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2011
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan
Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di
Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Sebagai Perusahaan Pembiayaan Sekunder
Perumahan (PPSP), PT SMF (Persero) didirikan dalam rangka membangun dan
mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dalam rangka meningkatkan
kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau. Dalam
kegiatannya PT SMF (Persero) tunduk pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan.
Pendirian PT SMF (Persero) dilakukan pada tanggal 22 Juli 2005 dengan Anggaran
Dasar yang dibuat oleh Notaris Imas Fatimah, S.H. No.59, Akta ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.C-20694.HT.01.01. TH.2005 tanggal 26 Juli
2005. Anggaran Dasar PT SMF (Persero) telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir
dituangkan dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham di Luar
Rapat PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) No. 62 tanggal 30 November 2021.
Guna mendukung sektor Perumahan di Indonesia, PT SMF (Persero) juga telah
menjalankan beberapa penugasan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berupa
keterlibatan dalam Program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
dengan bekerja sama dengan BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat),
pembiayaan homestay bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah 16 (enam belas)
destinasi wisata prioritas Pemerintah, serta pengembangan rumah di daerah kumuh pada
seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, pada tahun 2020 Perseroan juga memperoleh
penugasan khusus berupa pengambilalihan saham minoritas dari perusahaan real estate
PT Sejahtera Eka Granha dan Entitas Anak, serta menjadi pelaksana investasi Pemerintah
kepada Perumnas dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
13
Page 246
2. Struktur Kepemilikan Modal PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
a. Modal dasar Rp27.000.000.000.000,00 terdiri dari 27.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp1.000.000,00 per saham.
b. Modal disetor sebesar Rp12.800.000.000.000,00 terdiri dari 12.800.000 saham.
c. Kepemilikan saham 100% Pemerintah RI.
B. Visi dan Misi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Pada tahun 2021, sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atas Rencana
Jangka Panjang Perusahaan 2022-2026, PT SMF (Persero) telah melakukan penyesuaian atas
visi dan misi yang dimiliki, dimana visi dan misi PT SMF (Persero) berubah menjadi sebagai
berikut:
1. Visi
Menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan yang
mendukung penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah yang layak dan terjangkau
bagi seluruh keluarga Indonesia.
2. Misi
i. Melaksanakan peran sebagai Special Mission Vehicle Pemerintah dan agent of
development dalam pembiayaan perumahan.
ii. Membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan secara
berkelanjutan.
iii. Menyediakan sumber pendanaan dalam pembiayaan penyediaan dan kepemilikan
rumah.
iv. Mendukung Program Sustainable Development Goals Pemerintah.
v. Mengembangkan sinergi dengan stakeholder pembiayaan perumahan dan
memberikan pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang baik.
C. Manajemen PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
1. Susunan Pengurus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/KMK.06/2020 tentang
Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial tertanggal 26 Juni 2020, dan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 370/KMK/06/2020 tentang Pengangkatan
Komisaris Independen Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial tertanggal 11
Agustus 2020, serta berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 284/KMK.06/2022
14
Page 247
tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan tanggal 27 Juli 2022,
susunan Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:
a. Dewan Komisaris:
1) Komisaris Utama : Nufransa Wira Sakti
2) Komisaris : Rina Widiyani Wahyuningdyah
3) Komisaris Independen : Dedy Supriadi Priatna
b. Direksi:
1) Direktur Utama : Ananta Wiyogo
2) Direktur : Heliantopo
3) Direktur : Bonai Subiakto
Struktur organisasi satu tingkat di bawah direksi terdiri dari (Nomor:
026/SKD/DIR/SMF/XI/2022 tanggal 9 November 2022):
a. Direktorat Utama terdiri atas:
1) Satuan Pengawasan Intern
2) Sekretariat Perusahaan
3) Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Perubahan
4) Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan
5) Divisi Riset Ekonomi
b. Direktorat Sekuritisasi dan Pembiayaan terdiri atas:
1) Divisi Sekuritisasi dan Program Khusus
2) Divisi Pembiayaan Korporat dan Retail
3) Unit Usaha Syariah
4) Divisi Tresuri & Hubungan Investor
5) Fungsi Operasional Kredit
c. Direktorat Keuangan dan Operasional terdiri atas:
1) Divisi Keuangan dan Penyelesaian Transaksi
2) Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum
3) Divisi Teknologi Informasi
4) Fungsi Pengadaan
5) Fungsi Hukum
2. Sumber Daya Manusia
Jumlah karyawan tetap dan kontrak PT SMF (Persero) sampai dengan 31 Desember
2022, yaitu 113 orang, dengan komposisi menurut jenjang pendidikan, jabatan dan umur
adalah sebagai berikut:
15
Page 248
Tabel 1. 1 Komposisi SDM PT SMF (Persero)
31 Desember
Tingkat 2019 2020 2021 2022
Pendidikan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
% % % %
Orang Orang Orang Orang
Doktoral/S3 - - - - 1 1% 1 1%
Master/S2 21 26,25% 23 26,74% 25 23,81% 30 27%
Sarjana/S1 56 70,00% 60 69,77% 76 72,38% 78 69%
Sarjana 2 2%
1 1,25% 1 1,16% 1 0,95%
Muda/D3
SMU 2 2,50% 2 2,33% 2 1,90% 2 2%
Jumlah 80 100% 86 100% 105 100% 113 100%
31 Desember
Umur 2019 2020 2021 2022
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
% % % %
Orang Orang Orang Orang
55 tahun > 0 0,00% 0 0,00% 2 1,90% 2 2%
51 – 55 Tahun 3 3,75% 4 4,65% 1 0,95% 3 3%
46 – 50 Tahun 7 8,75% 6 6,98% 6 5,71% 4 4%
41 – 45 Tahun 6 7,50% 6 6,98% 12 11,43% 15 13%
36 – 40 Tahun 14 17,50% 15 17,44% 18 17,14% 17 15%
31 – 35 Tahun 16 20,00% 17 19,77% 25 23,81% 31 27%
24 – 30 Tahun 34 42,50% 38 44,19% 41 39,05% 41 36%
Jumlah 80 100% 86 100% 105 100% 113 100%
D. Bidang Usaha Utama dan Penugasan Khusus, serta Bidang Usaha Pendukung PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero)
1. Bidang Usaha Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
PT SMF (Persero) sebagai Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan, sesuai
dengan tujuannya yakni mengalirkan dana ke sektor pembiayaan perumahan melalui
penyalur KPR dengan cara sekuritisasi dan penyaluran pinjaman secara konvensional
maupun syariah tampak pada Gambar 1.1. berikut:
16
Page 249
Gambar 1. 1 Kegiatan Usaha PT SMF (Persero)
Untuk meningkatkan pertumbuhan volume KPR yang berkesinambungan dan
memenuhi kriteria KPR untuk disekuritisasi, SMF menyalurkan pinjaman kepada penyalur
KPR yang dananya berasal dari penerbitan surat utang di pasar modal ataupun pinjaman.
Penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR dilakukan melalui skema refinancing tagihan
KPR, dimana tagihan KPR sebagai underlying pinjaman SMF. Dana yang diperoleh dari
SMF, selanjutnya dapat dipergunakan penyalur KPR untuk meningkatkan kapasitas
pembiayaan KPR.
Setelah volume KPR telah cukup dan memenuhi kriteria tertentu, penyalur KPR dapat
melakukan sekuritisasi dengan menjual putus (true sale) aset tagihan KPRnya. Melalui
transaksi sekuritisasi, aset tagihan KPR yang tadinya tidak likuid diubah menjadi efek
yakni Efek Beragun Aset (EBA) yang likuid dan dapat diperdagangkan dipasar modal.
Dana hasil penjualan EBA akan diterima oleh penyalur KPR yang dapat dipergunakan
kembali untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan KPR.
PT SMF (Persero), mulai tahun 2019 juga mulai mengembangkan program pembelian
KPR untuk mendukung pelaksanaan transaksi sekuritisasi KPR. Melalui program
pembelian KPR, penyalur KPR dapat menjual tagihan KPR yang sesuai dengan kriteria
seleksi PT SMF (Persero). PT SMF (Persero) selanjutnya mencatatkan tagihan KPR tersebut
dalam neracanya dan menjadikan tagihan KPR yang telah dibeli sebagai underlying
penerbitan EBA ataupun efek PT SMF (Persero) lainnya. Program ini dimaksudkan untuk
mendorong para penyalur KPR yang belum memiliki jumlah portofolio KPR dalam jumlah
besar, dapat memperoleh sumber pendanaan melalui transaksi sekuritisasi.
17
Page 250
2. Bidang Usaha Penugasan Khusus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Dalam rangka menjalankan perannya pada pasar pembiayaan sekunder perumahan di
Indonesia, PT SMF (Persero) senantiasa mendukung pelaksanaan program Pemerintah,
khususnya di sektor pembiayaan perumahan.
a. Program Penurunan Beban Fiskal dalam KPR FLPP
Pada tahun 2018, Pemerintah memberikan arahan kepada PT SMF (Persero) sebagai
Special Mission Vehicle (SMV) dan fiscal tools untuk mendukung penurunan beban APBN
di bidang pembiayaan perumahan. Realisasi dari arahan Pemerintah tersebut berupa
implementasi Program Penurunan Beban APBN pada Program KPR FLPP. Skema
mekanisme penurunan porsi APBN pada KPR FLPP adalah sebagaimana gambar
berikut:
Gambar 1. 2 Skema Mekanisme Penurunan Porsi APBN pada KPR FLPP
Peran PT SMF (Persero) dalam Program Penurunan Beban Fiskal adalah dengan
menurunkan porsi APBN pada program KPR FLPP yang sebelumnya sebesar 90% dapat
diturunkan menjadi 75% dengan tetap mempertahankan bunga KPR FLPP yang
diberikan kepada MBR sebesar 5%. Untuk melaksanakan program tersebut, PT SMF
(Persero) menggunakan dana yang berasal dari tambahan Penyertaan Modal Negara
(PMN), ekuitas Perseroan, serta ditambah dengan dana yang diperoleh dari penerbitan
surat utang di pasar modal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penyalur KPR
dengan biaya yang lebih rendah apabila dibandingkan bank mengakses sendiri dana
jangka panjang ke pasar modal. Namun begitu, penyalur KPR dapat menggunakan
dananya sendiri untuk memenuhi porsi pembiayaan 25%.
Dengan kemampuan PT SMF (Persero) untuk melakukan leveraging atas dana modal
yang diberikan Pemerintah dan menurunnya porsi Pemerintah dalam KPR FLPP, maka
18
Page 251
dana yang dapat disalurkan dalam program KPR FLPP juga akan semakin meningkat.
Meningkatnya jumlah dana yang tersedia untuk KPR FLPP tersebut, pada akhirnya akan
meningkatkan jumlah rumah yang dapat dibiayai melalui KPR FLPP bila dibandingkan
tanpa keterlibatan PT SMF (Persero).
b. Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh
PT SMF (Persero) juga menginisiasi beberapa hal strategis untuk mendukung
Pemerintah di tahun 2019, diantaranya pengembangan rumah di daerah kumuh. Melalui
program perbaikan perumahan di daerah kumuh, Perseroan bersinergi kedalam
program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) melalui Direktorat Pengembangan Kawasan
Permukiman (Dit. PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR. Program
tersebut merupakan bagian dari menurunkan salah satu indikator daerah kumuh dari 7
(tujuh) indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR yaitu Bangunan
Gedung, dimana bangunan merupakan salah satu indikasi suatu wilayah dinyatakan
sudah tidak kumuh. Pada Gambar 1.3 berikut ini dapat dilihat realisasi untuk
Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh per 31 Desember 2022.
Gambar 1.3 Realisasi Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh
per 31 Desember 2022
c. Pembiayaan Homestay di Destinasi Wisata
Dalam pembiayaan homestay di destinasi wisata, PT SMF (Persero) bersinergi dengan
Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan mekanisme pembiayaan yang
dibutuhkan oleh pemilik homestay dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan
akomodasi. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi, diharapkan akan
meningkatkan tingkat hunian wisatawan di destinasi wisata. Pelaksanaan pembiayaan
ini dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga penyalur
19
Page 252
sehingga selain memenuhi kebutuhan pembiayaan PT SMF (Persero) juga bermaksud
mendayagunakan lembaga yang ada di masyarakat. Pada Gambar 1.4 berikut ini dapat
dilihat realisasi untuk Program Pembiayaan Homestay per 31 Desember 2022.
Gambar 1.4 Realisasi Program Pembiayaan Homestay per 31 Desember 2022
d. Pengambilalihan Saham Minoritas pada Perusahaan Real Estate PT Sejahtera Eka
Graha (SEG) dan Entitas Anak
Pada tahun 2020, Perseroan mendapatkan penugasan dari Pemegang Saham untuk
melakukan rencana aksi korporasi berupa pengambilalihan saham minoritas pada
perusahaan real estat PT Sejahtera Eka Graha (SEG) beserta dua entitas anak
perusahaannya yaitu PT Sarana Kilap Mas (SKM) dan PT Taman Kuring Raya (TKR)
dengan terlebih dahulu melakukan kajian kelayakan bisnis dan legal due diligence
(LDD) dalam rangka mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
e. Pelaksanaan Investasi Pemerintah kepada Perumnas dalam Rangka Program
Pemulihan Ekonomi Nasional
Dalam rangka pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN),
dan sesuai ketentuan Pasal 15 A PP Nomor 43/2020, pemerintah mengatur pemberian
dukungan kepada Perumnas dalam bentuk investasi langsung untuk menumbuhkan
kemampuan ekonomi Perumnas. Terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah
tersebut, Pemerintah menugaskan SMV Kementerian Keuangan menunjuk PT SMF
(Persero) sebagai Wakil Pelaksana Investasi Pemerintah pada Perumnas dengan kondisi
khusus, dimana Perseroan berfungsi sebagai wakil Pemerintah dalam melakukan
pemantauan dan evaluasi atas kinerja Perumnas. Pemerintah telah menyalurkan dana
sebesar Rp650 miliar kepada Perumnas melalui pencairan pertama sebesar Rp200 miliar
di tahun 2020 dan sebesar Rp450 miliar di tahun 2021. Aturan teknis pelaksanaan
Program PEN lebih lanjut telah dituangkan dalam PMK Nomor 118 Tahun 2020.
20
Page 253
3. Bidang Usaha Pendukung PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
PT SMF (Persero) memiliki kegiatan pendukung, yaitu Program Pendidikan dan
Pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personil penyalur KPR dan
menyediakan dokumen standarisasi KPR yang dilaksanakan setiap tahunnya. Melalui
program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan untuk
menyalurkan KPR sesuai dengan standarisasi dan pedoman KPR yang dapat disekuritisasi.
E. Lingkup Usaha dan Kegiatan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berdasarkan perubahan regulasi yang menyetujui perluasan mandat dan kegiatan
Perseroan, kegiatan yang usaha yang dapat dilakukan Perseroan untuk mendukung
industri perumahan dapat terlihat pada Gambar 1.5.
Gambar 1.5 Perluasan Peran Perseroan
Perseroan tetap melanjutkan kegiatan penyaluran pembiayaan Kredit Konstruksi,
Kredit Multiguna, dan Kredit Mikro Perumahan di tahun 2023. Selain itu, Perseroan juga
akan mencoba merealisasikan penyaluran pembiayaan KPR PPJB dan KPR Sewa/Beli. Di
samping itu, Perseroan juga akan melanjutkan penjajakan untuk KPRumah Usaha,
penjajakan keterlibatan Perseroan dalam program KPBU Perumahan, penjajakan
penerbitan Covered Bond, penjajakan untuk Reverse Mortgage yang sesuai indikasi timeline
perluasan mandat dan kegiatan Perseroan. Perseroan juga akan terus mengembangkan
produk yang selaras dengan perluasan mandat Perseroan, yang memiliki dampak
pembangunan besar bagi perekonomian Indonesia.
21
Page 254
1. Sekuritisasi
Dalam membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan,
sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016 dan terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020, kegiatan operasional PT SMF (Persero) untuk
mengalirkan dana jangka menengah dan/atau panjang kepada penyalur KPR dilakukan
dengan Sekuritisasi. Bagi penyalur KPR, sekuritisasi merupakan sarana untuk memperoleh
sumber pendanaan jangka menengah/panjang untuk penyaluran KPR baru. Transaksi
sekuritisasi ini dilakukan dengan cara mengkonversi aset keuangan berupa hak tagih KPR
yang tidak likuid, menjadi surat berharga atau efek yang berbasis KPR yang selanjutnya
disebut Efek Beragun Aset KPR (EBA) atau Residential Mortgage Backed Securities (RMBS).
Secara garis besar sekuritisasi memiliki manfaat baik bagi penyalur KPR, pemodal dan
bagi pemerintah/perekonomian, yaitu sebagai berikut:
a. Bagi Penyalur KPR
• Tidak tergantung pada Dana Pihak Ketiga (DPK) sehingga terdapat alternatif
sumber pendanaan KPR jangka panjang yang berasal dari Pasar Modal.
• Mengatasi kesenjangan jangka waktu (maturity mismatch) antara sumber pendanaan
dan penyaluran.
• Mengurangi kebutuhan Capital Adequecy Ratio (CAR).
b. Bagi Pemodal
• Diversifikasi investasi pada surat berharga yang menawarkan:
✓ Rating terbaik dan tenor jangka panjang.
✓ Minimum risiko dengan cara antara lain pemilihan KPR yang hanya berkualitas
dan diversifikasi wilayah originasi KPR.
✓ Risiko terjadinya default yang rendah karena terbaginya risiko ke banyak tagihan
KPR.
• Imbal hasil yang baik.
• Kontribusi kepada sektor riil secara umum dan sektor perumahan secara khusus.
c. Bagi Pemerintah dan Perekonomian
• Tersedianya sumber pendanaan yang menunjang pertumbuhan sektor perumahan.
• Stimulus pertumbuhan perumahan yang layak dan terjangkau.
• Meningkatkan efisiensi pasar primer perumahan dan institusi terkait.
22
Page 255
Dengan melaksanakan sekuritisasi akan diperoleh sumber dana jangka panjang untuk
penyaluran KPR baru, penyalur KPR yang utamanya bank dapat mengatasi masalah
kesenjangan jatuh tempo (maturity mismatch) dari penggunaan dana pihak ketiga yang
berjangka pendek untuk penyaluran KPR. Dengan terlaksananya transaksi sekuritisasi
yang berulang, akan dapat membentuk mekanisme pasar yang dapat mendorong
timbulnya transparansi dan efisiensi, sehingga suku bunga KPR berangsur menjadi ideal
dan terjangkau bagi masyarakat.
Dalam memfasilitasi sekuritisasi, PT SMF (Persero) berperan sebagai penerbit dengan
melakukan pembelian kumpulan aset keuangan dari kreditur asal kemudian disekuritisasi
untuk diterbitkan EBA berbentuk Surat Partisipasi. PT SMF (Persero) juga dapat berperan
sebagai koordinator global, penata sekuritisasi (arranger) dan/atau pendukung kredit
(credit enhancer).
EBA sebagai instrumen yang terbilang baru di Indonesia, memerlukan sosialisasi
untuk dapat dikenal lebih cepat dan luas serta dipahami oleh para investor (pemodal).
Untuk mencapai hal ini, maka dalam rangka pembentukan pasar dan keberhasilan
sekuritisasi, sejak transaksi pertama sampai dengan ke-sepuluh, PT SMF (Persero)
berpartisipasi sebagai investor EBA terlebih dahulu kemudian setelah diperoleh
permintaan, dilakukan penjualan ke pasar. Kondisi ini cukup berhasil, dibuktikan dengan
porsi kepemilikan PT SMF (Persero) yang trend-nya cenderung menurun. Untuk
melakukan peran sebagai investor ini, PT SMF (Persero) menggunakan dana yang
bersumber dari ekuitas. Oleh karena itu, diperlukan struktur permodalan yang kuat untuk
terus membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan
dimaksud.
2. Penyaluran Pinjaman
Dalam rangka mendukung berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan,
diperlukan penguatan pada pasar pembiayaan primer perumahan. Hal ini karena dalam
transaksi sekuritisasi dibutuhkan jumlah aset KPR yang cukup (idealnya jumlah aset KPR
yang dapat disekuritisasi per batch minimal Rp500 miliar) dan berkualitas (berdasarkan 32
kriteria seleksi). Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2020 tentang
Perubahan ketiga Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua
Atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005, Perseroan dapat menjalankan pembiayaan
tidak untuk rumah siap huni saja, namun juga dapat membiayai berbagai fasilitas
pembiayaan perumahan seperti pembiayaan konstruksi, kredit mikro perumahan, kredit
rumah usaha, sewa beli, dan pembiayaan lainnya, termasuk kepada kegiatan KPBU
23
Page 256
Penyaluran pinjaman yang dilakukan PT SMF (Persero) dapat dilakukan baik dalam
bentuk refinancing maupun Repo KPR. Untuk mendapatkan risiko yang sekecil mungkin,
penyaluran pinjaman refinancing disyaratkan dengan memberikan jaminan hak tagih KPR
sedangkan Repo KPR dengan syarat recourse. Melalui penyaluran pinjaman ini, PT SMF
(Persero) juga memanfaatkannya sebagai edukasi kepada penyalur KPR melalui bentuk
pelaporan berkala atas tagihan KPR yang menjadi agunannya. Kegiatan penyaluran
pinjaman PT SMF (Persero) yang terdiri dari produk refinancing dan KPR tersebut adalah
merupakan sumber pendanaan yang cukup memadai bagi lembaga penyalur KPR yang
membutuhkan dana likuiditas berjangka menengah/panjang dengan waktu yang lebih
cepat dan efisien.
Sebagai salah satu pelaksanaan perluasan mandata PT SMF (Persero) juga menjajaki
pembiayaan kredit konstruksi. Pembiayaan kredit konstruksi oleh PT SMF (Pesero)
dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan sisi pasokan dari perumahan. Berdasarkan
informasi yang ada saat ini, pasokan perumahan belum dapat memenuhi kebutuhan akan
rumah masyarakat Indonesia. Dengan kondisi tersebut, Perseroan melibatkan diri dalam
pembiayan kredit konstruksi sehingga semakin banyak lembaga keuangan yang
menyalurkan kredit konstruksi. Dalam pelaksanaannya, Perseroan akan memberikan
fasilitas pinjaman yang diberikan kepada lembaga keuangan untuk disalurkan dalam
bentuk kredit konstruksi kepada pengembang yang melaksanakan pembangunan
perumahan baik tapak maupun susun.
Selain kredit konstruksi, bentuk pelaksanaan perluasan mandat lainnya yaitu Kredit
Mikro Perumahan. Kredit Mikro Perumahan merupakan pinjaman yang diberikan oleh
lembaga keuangan kepada masyarakat dengan tujuan melakukan pembangunan rumah
secara bertahap, baik dalam bentuk perbaikan, pengembangan maupun pembangunan
rumah baru lewat keswadayaan masyarakat. Jangka waktu Kredit Mikro Perumahan relatif
lebih pendek dibandingkan dengan jangka waktu KPR, sementara target segmennya juga
masyarakat yang berpenghasilan rendah. Untuk melaksanakan pembiayaan kredit mikro
perumahan, PT SMF (Persero) akan membuka kerjasama dengan bank atau lembaga
keuangan yang memilliki pengalaman dan kemampuan untuk melayani segmen
masyarakat tersebut.
Sejak Juli 2021, PT SMF (Persero) bekerjasama dengan Permodalan Nasioal Madani
(PNM) dalam memberikan akses pembiayaan bagi komunitas perempuan pra sejahtera dan
ingin melakukan renovasi rumah yang sekaligus berfungsi sebagai rumah usahanya.
24
Page 257
Gambar 1.6 Alur Pembiayaan Mikro Perumahan
Sumber dana penyaluran pinjaman berasal dari penerbitan surat utang sehingga
tercipta adanya aliran dana yang berkesinambungan dari pasar modal ke sektor riil
perumahan melalui lembaga penyalur KPR. Untuk penyaluran pinjaman diawali dengan
penggunaan dana dari ekuitas (modal) sebagai bridging, yang kemudian digantikan dengan
hasil penerbitan surat utang.
Secara garis besar manfaat kegiatan pembiayaan bagi penyalur
KPR/pemerintah/perekonomian adalah sebagai berikut:
a. Bagi Penyalur KPR:
• Sebagai sumber pendanaan KPR yang bersifat menengah/panjang.
• Mengurangi permasalahan mismatch funding.
• Meningkatkan kemampuan menyalurkan KPR dengan suku bunga tetap (fixed rate).
• On balance sheet transaction – KPR tetap tercatat dalam neraca penyalur KPR.
• Sebagai persiapan sekuritisasi KPR untuk dapat mengakses dana dari pasar modal.
b. Bagi Pemerintah dan Perekonomian:
• Meningkatkan volume KPR.
• Mendukung program Kementerian Perumahan Rakyat (khususnya KPR FLPP).
3. Penerbitan Surat Utang dan Penerimaan Pinjaman
Penerbitan surat utang digunakan untuk menggantikan dana yang dimiliki oleh
Perseroan yang digunakan sebagai bridging penyaluran pinjaman. Pada Desember 2022,
penerbitan surat utang rata-rata tingkat bunga surat utang PT SMF (Persero) mencapai
6,66% berada dibawah rata-rata bunga penyaluran pinjaman sebesar 7,20%, sehingga tidak
terjadi negative spread. Kendala yang dihadapi dalam penerbitan surat utang adalah masih
tingginya yield yang diharapkan oleh investor sedangkan penurunan yield SUN tidak
25
Page 258
banyak mempengaruhi penurunan ekspektasi investor terhadap yield surat utang PT SMF
(Persero).
Mulai tahun 2018, PT SMF (Persero) juga telah membuka credit line dari beberapa bank
nasional yang menyediakan dana pinjaman jangka pendek untuk keperluan likuiditas. Di
akhir tahun 2019, PT SMF (Persero) juga mulai melakukan pendekatan dengan perbankan
untuk memperoleh term loan dengan jangka waktu di atas 1 (satu) tahun.
26
Page 259
BAB II
KONDISI DAN KINERJA PERUSAHAAN
A. Kondisi Industri dan Kondisi Usaha PT SMF (Persero) Secara Umum
1. Pasar Pembiayaan Perumahan dan Likuiditas Perbankan
a. Kondisi Ekonomi Makro
Pandemi COVID-19 menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian dunia sejak
krisis keuangan global. Pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya diperkirakan
akan membaik di tahun 2020, seketika menjadi resesi akibat adanya pembatasan
mobilitas untuk menekan penularan COVID-19. Pertumbuhan ekonomi global
terkontraksi 3,1% yoy pada tahun 2020. Pada tahun 2021, perekonomian global telah
pulih meskipun belum merata. Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
menunjukkan rebound, salah satunya karena basis yang sangat rendah di tahun
sebelumnya serta adanya upaya pengendalian pandemi yang lebih baik. Meski
demikian, sejak tahun 2021 tren kenaikan inflasi terjadi secara global.
Kenaikan harga komoditas menjadi salah satu faktor utama lonjakan inflasi
global. Kenaikan harga yang signifikan khususnya terjadi di kelompok energi dan
pangan. Di tahun 2021, pertumbuhan tinggi harga komoditas didorong oleh faktor
kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan suplai yang seimbang. Di tahun
2022, kenaikan harga komoditas semakin signifikan akibat terjadinya konflik geopolitik
Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut merupakan produsen besar untuk beberapa
komoditas dunia, sehingga konflik yang terjadi secara langsung berimbas pada
lonjakan harga secara signifikan.
Otoritas moneter di berbagai negara maju dan berkembang melakukan
pengetatan kebijakan untuk merespons lonjakan inflasi. Hal ini memberi risiko pada
terjadinya pengetatan likuiditas dan peningkatan volatilitas pasar keuangan global.
Situasi ini dapat menciptakan gangguan bagi pemulihan ekonomi, khususnya untuk
negara berkembang. Tren kenaikan inflasi global yang semakin persisten diperkirakan
akan terus mendorong percepatan pengetatan kebijakan moneter. Di sisi lain,
pengetatan moneter yang tajam juga meningkatkan ketidakpastian dan tekanan
terhadap prospek pertumbuhan.
Dari dalam negeri, perbaikan ekonomi nasional terus berlanjut dengan semakin
membaiknya permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor. Peningkatan
kinerja ekspor berjalan seiring dengan masih kuatnya permintaan beberapa mitra
dagang utama dan masih tingginya harga komoditas global. Namun, tekanan dari sisi
27
Page 260
arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi portfolio masih terjadi di tengah
meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Laju inflasi dapat menjadi ancaman pemulihan ekonomi dalam negeri. Kenaikan
harga bahan makanan dapat meningkatkan angka kemiskinan. Pemerintah
menargetkan tingkat inflasi sebesar 3,6% pada tahun 2023, meningkat dari proyeksi
sebelumnya sebesar 3,3%. Bank Indonesia juga berkomitmen untuk mengembalikan
laju inflasi ke target 3% (±1%) hingga paruh pertama tahun 2023.
Kebijakan kontraktif Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan
bertujuan mengendalikan laju inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar dan neraca eksternal
Indonesia. Per tanggal 30 Desember 2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada
di posisi Rp15.592, dimana posisi tersebut terdepresiasi 9,27% dibandingkan dengan
akhir Desember 2021. Walaupun demikian, depresiasi nilai tukar Rupiah masih dapat
dikendalikan oleh Bank Indonesia karena ditopang oleh pasokan valas domestik dan
persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah
stabilisasi Bank Indonesia.
Di tengah banyaknya ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan PDB
Indonesia tahun 2023 berada di kisaran 4,9%, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga
Internasional. Indonesia masih dalam trajektori yang relatif bagus jika dibandingkan
dengan proyeksi pertumbuhan PDB negara lain. Namun, angka proyeksi tersebut bisa
berubah ketika isu geopolitik meningkat. Saat ini Amerika Serikat mulai membicarakan
untuk memberikan sanksi kepada China guna mencegah keinginan China melakukan
invasi ke Taiwan.
Tabel 2. 1 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Sumber Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2023
Kementerian Keuangan 5,3%
Asian Development
4,8%
Bank
World Bank 4,8%
IMF 4,8%
OECD 4,7%
Internal SMF 4,9%
28
Page 261
b. Sektor Perumahan
Menilik pada sektor perumahan, sektor real estate merupakan salah satu sektor
yang tetap tumbuh di masa pandemi sejak tahun 2020. Kinerja pertumbuhan tahunan
sektor real estate yang masih tetap positif tersebut didorong oleh masih banyak proyek
pembangunan perumahan, salah satunya akibat insentif yang diberikan oleh Bank
Indonesia seperti pelonggaran kebijakan Loan-to-Value (LTV).
Gambar 2. 1 Pertumbuhan PDB Per Sektor (YoY)
Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, Indeks
Harga Properti Residensial pada triwulan IV-2022 masih kuat. Secara triwulanan,
harga properti residensial pada triwulan IV-2022 tumbuh 0,47% (qoq), lebih rendah
dibandingkan 0,54% (qoq) pada triwulan sebelumnya. Namun secara tahunan, harga
properti residensial pada triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 2% (yoy), lebih tinggi
dibandingkan 1,94% (yoy) pada triwulan III-2022. Pertumbuhan indeks harga rumah
ukuran medium lebih tinggi dibandingkan dengan tipe rumah lainnya, yaitu sebesar
3,21% (yoy). Hal ini dapat mengindikasikan bahwa masyarakat kelas menengah mulai
aktif melakukan konsumsi barang tahan lama.
29
Page 262
Gambar 2. 2 Indeks Harga Properti Residensial
3,5
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
Jun-19
Jun-20
Jun-21
Jun-22
Mar-19
Mar-20
Mar-21
Mar-22
Dec-22
Dec-19
Dec-20
Dec-21
Sep-19
Sep-20
Sep-21
Sep-22
IHPR IHPR Tipe Kecil IHPR Tipe Medium IHPR Tipe Besar
c. Pasar Pembiayaan Perumahan
Pertumbuhan kredit ke sektor properti, yaitu ke sektor real estate dan KPR,
mengalami pemulihan dari dampak pandemi COVID-19 seiring dengan pola
pertumbuhan total kredit yang cenderung meningkat. Sebelum adanya pandemi,
pertumbuhan KPR mencapai 11,48% (yoy) di tahun 2019. Namun ketika pandemi di
tahun 2020, pertumbuhan KPR hanya tumbuh 4,34% (yoy). Rata-rata pertumbuhan
KPR meningkat pada tahun 2021 dengan rata-rata sebesar 6,96% (yoy). Pemulihan
terus berlanjut hingga tahun 2022 yang ditandai oleh peningkatan rata-rata
pertumbuhan KPR tahunan pada periode Januari hingga September 2022, yaitu
sebesar 8,86% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan rerata tahun 2021.
Gambar 2. 3 Rata-rata pertumbuhan KPR Tahunan (% yoy)
14,00
12,84
12,00 11,48
10,00
8,86
8,00 6,96
6,00
4,34
4,00
2,00
0,00
2018 2019 2020 2021 2022*
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), diolah
Pertumbuhan KPR nasional pada akhir tahun 2022 dan 2023 diperkirakan
bergerak sideways. Hal ini sejalan dengan prediksi terganggunya intermediasi
30
Page 263
perbankan akibat kebijakan moneter yang kontraktif sejak bulan Agustus 2022.
Berdasarkan perhitungan internal SMF, rata-rata pertumbuhan KPR nasional tahun
2023 diproyeksikan sebesar 8% ± 1% (yoy).
2. Pasar Surat Utang Negara dan Obligasi Korporasi
Pasar obligasi Indonesia pada tahun 2022 diwarnai dengan kondisi volatilitas tinggi
akibat lonjakan inflasi dan pengetatan moneter oleh bank sentral negara-negara maju.
Peningkatan demand yang dibarengi dengan gangguan rantai pasok (supply chain
disruption) mendorong lonjakan inflasi global. Sementara tensi geopolitik antara Rusia
dengan Ukraina telah mengakibatkan krisis energi yang turut mendorong naik inflasi.
Cepatnya laju inflasi tersebut kemudian direspon oleh bank sentral negaranegara maju
dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif. The Fed mengerek Federal Funds
Rate (FFR) sebanyak 7 kali hingga 425bps sepanjang tahun 2022 untuk menahan laju inflasi
AS. Peningkatan risiko inflasi dan suku bunga juga berasal dari dalam negeri terutama
sejak paruh kedua tahun 2022. Tren kenaikan inflasi domestik dibarengi dengan kenaikan
risiko nilai tukar kemudian mendorong pengetatan moneter oleh Bank Indonesia dengan
menaikkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate secara akumulasi sebesar 200bps dari
3,50% menjadi 5,50% pada akhir tahun 2022. Namun demikian sejumlah faktor dalam
negeri menjadi katalis positif pasar sepanjang tahun 2022 yakni kenaikan pertumbuhan
ekonomi, penurunan defisit APBN, dan surplusnya neraca perdagangan. Secara
keseluruhan dari sisi demand, investor domestik masih menjadi support pasar yang
tercermin dari peningkatan yang signfikan pada kepemilikan baik investor institusi dan
individu pada SBN.
Kurva imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia membentuk pola bear flattener
yakni kondisi dimana kelompok tenor pendek mengalami kenaikan rata-rata yield paling
besar. Rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5 tahun) mengalami kenaikan hingga
mencapai +182,79bps. Tenor menengah (5-7 tahun) juga mencatatkan kenaikan rata-rata
yield yang besar yakni +103,96bps, sementara tenor panjang (>7tahun) naik sebesar
+21,57bps. Kenaikan tinggi di tenor pendek sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang
menaikkan suku bunga acuannya (BI7DRR) sebesar +175bps hingga mencapai 5,50%.
31
Page 264
Gambar 2. 4 Imbal Hasil SUN
9,5
9
Tren Yield SUN 2018 - 2020
8,5
8
7,5
7
6,5
%
6
5,5
5
4,5
4
3,5
3
Mar-18
Mar-19
Mar-20
Mar-21
Mar-22
Jan-18
May-18
Sep-18
Jan-19
May-19
Jan-20
Dec-19
May-20
Jan-21
Jan-22
Feb-18
Dec-18
Feb-19
Sep-19
Feb-20
Sep-20
Dec-20
May-21
May-22
Feb-21
Sep-21
Dec-21
Feb-22
Sep-22
Dec-22
Apr-18
Jul-18
Nov-18
Jul-19
Nov-19
Apr-21
Apr-19
Apr-20
Jul-20
Nov-20
Jul-21
Nov-21
Apr-22
Jul-22
Nov-22
Jun-18
Aug-18
Oct-18
Jun-19
Aug-19
Oct-19
Jun-20
Aug-20
Oct-20
Jun-21
Aug-21
Oct-21
Jun-22
Aug-22
Oct-22
SUN 1 SUN 2 SUN 3 SUN 5 SUN 10
Sumber: PHEI
3. Kondisi PT SMF (Persero)
a. Realisasi Penambahan Penyertaan Modal Negara
Sampai dengan Desember 2022, Pemerintah telah menempatkan dana PMN
dalam bentuk saham pada PT SMF (Persero) sebesar Rp12,80 triliun, dengan rincian
sebagaimana grafik berikut:
Gambar 2. 5 Akumulasi Penambahan PMN Pada PT SMF (Persero)
(Dalam Miliar Rupiah)
12.800
10.800
8.550
6.800
6.000
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
2005 2011 2014 2015 2016 2017 2019 2020 2021 2022
Penambahan PMN oleh Pemerintah ke dalam modal saham PT SMF (Persero)
dilakukan dalam rangka untuk mendukung kegiatan penugasan dan pengembangan
usaha oleh PT SMF (Persero). Pada awal pendiriannya, PT SMF (Persero) memperoleh
modal awal sebesar Rp1 triliun. Dalam rangka memperkuat struktur dan
meningkatkan kapasitas PT SMF (Persero) dalam mengembangkan pasar pembiayaan
sekunder perumahan, Pemerintah melakukan penambahan PMN ke dalam modal
32
Page 265
sahan PT SMF (Persero) pada tahun 2011, 2014, 2015 dan 2016 masing-masing sebesar
Rp1 triliun.
Pada tahun 2017, 2019, 2020, 2021, dan 2022 Pemerintah kembali melakukan
penambahan PMN ke dalam modal saham PT SMF (Persero), masing-masing sebesar
Rp1,00 triliun, Rp800 miliar, Rp1,75 triliun, Rp2,25 triliun, dan Rp2,00 triliun yang
secara khusus ditujukan untuk memperkuat struktur dan meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam mendukung penurunan beban fiskal APBN pada Program KPR FLPP.
Hingga 31 Desember 2022, realisasi penambahan PMN ke dalam modal saham
PT SMF (Persero) oleh Pemerintah mencapai Rp12,80 triliun. Dengan penambahan
modal tersebut, PT SMF (Persero) diharapkan dapat lebih meningkatkan kontribusinya
terhadap tumbuh dan berkembangnya pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.
b. Kondisi Penyaluran Dana oleh PT SMF (Persero)
Penyaluran dana oleh PT SMF (Persero) dilakukan dengan mengalirkan dana
dari pasar modal ke sektor riil perumahan melalui penyalur KPR melalui memfasilitasi
transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman dari pasar modal ke penyalur KPR.
Akumulasi dana yang dialirkan oleh PT SMF (Persero) ke sektor pembiayaan
perumahan, sejak tahun 2006 sampai dengan Desember tahun 2022, mencapai Rp89,75
triliun yang terdiri (1) memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp13,29 triliun, (2) penyaluran
pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun termasuk Pembelian KPR sebesar Rp156
miliar, sebagaimana ditunjukan pada gambar berikut ini.
Gambar 2. 6 Aliran Dana Kumulatif PT SMF (Persero)
(Dalam Miliar Rupiah)
33
Page 266
Gambar 2. 7 Penyaluran Pinjaman dan Sekuritisasi Per Tahun
Pada Gambar 2.12, dapat terlihat jumlah penyaluran pinjaman dan kegiatan
sekuritisasi PT SMF (Persero) dari tahun 2006 (sekuritisasi mulai dilakukan di tahun
2009) hingga 2022 per tahun. Secara umum, jumlah penyaluran pinjaman dan kegiatan
sekuritisasi selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya, namun pada tahun 2020
terlihat menurun sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Selain itu, pandemi
juga menyebabkan kegiatan sekuritisasi tidak dapat terlaksana pada tahun 2021.
Penyaluran pinjaman kembali meningkat setelah tahun 2020 dan transaksi sekuritisasi
kembali terlaksana di tahun 2022.
Penyaluran dana oleh PT SMF (Persero) bersumber dari ekuitas Perseroan dan
dana dari penerbitan surat utang di Pasar Modal maupun penggunaan term loan. Untuk
memenuhi pendanaan tersebut PT SMF (Persero) setiap tahunnya menerbitkan surat
utang maupun menggunakan fasilitas term loan sesuai dengan kebutuhan. Penerbitan
surat utang Perseroan dimulai sejak tahun 2009, yaitu setelah PT SMF (Persero)
memiliki laporan keuangan selama 3 (tiga) tahun sesuai persyaratan lembaga bursa.
Realisasi penerbitan surat utang PT SMF (Persero) dan penggunaan term loan dari
Januari sampai dengan Desember tahun 2022 adalah sebesar Rp3,90 triliun. Adapun
34
Page 267
realisasi penerbitan surat utang dan penggunaan term loan oleh PT SMF (Persero) setiap
tahunnya dapat terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 2. 8 Penerbitan Surat Utang dan Penggunaan Term Loan Per Tahun
(Dalam Triliun Rupiah)
Pada Gambar 2.14, tampak adanya jarak antara posisi outstanding penyaluran
pinjaman dengan posisi outstanding surat utang, yang merupakan pembiayaan dengan
menggunakan dana ekuitas, yang nantinya akan diganti dengan dana dari penerbitan
surat utang sambil menunggu proses dan kondisi pasar yang efisien.
Gambar 2. 9 Posisi Penyaluran Pinjaman dan Penerbitan Surat Utang
(Dalam Miliar Rupiah)
Sejak penerbitan surat utang pertama kali pada tahun 2009, PT SMF (Persero)
sudah memiliki tolok ukur tingkat bunga sebagaimana tampak pada Gambar 2.15.
Pada gambar tersebut, tampak bahwa rata-rata tingkat bunga penyaluran pinjaman
berada di atas data rata-rata bunga surat utang dan term loan (Net Interest Margin). Hal
35
Page 268
ini sebagai bukti dukungan Perseroan kepada pasar pembiayaan primer perumahan
melalui penyalur KPR, dengan tetap memperhatikan kontribusi.
Gambar 2. 10 Rata-rata Bunga Penyaluran Pinjaman dan Surat Utang
Net
Interest
Margin
Dengan mempertimbangkan misi pendirian Perseroan, maka diperlukan
keberpihakan Pemerintah untuk menggunakan data tersebut sebagai pertimbangan
dalam pengendalian tingkat bunga KPR.
c. Kontribusi Perseroan Pada Penerimaan Negara
PT SMF (Persero) didirikan tidak semata-mata untuk mengejar keuntungan
namun tetap dapat mandiri secara keuangan. Kontribusi langsung pada penerimaan
Negara berupa pajak yang sampai dengan tahun 2022 telah mencapai sebesar Rp1,23
triliun dengan rincian sebagai berikut ini.
Tabel 2. 2 Pembayaran Pajak Kepada Negara
(dalam jutaan rupiah)
Jenis Pajak 2017 2018 2019 2020 2021 2022
PPh Final 54.512 65.493 72.167 77.891 68.973 57.158
PPh 21 7.361 8.866 9.998 9.811 10.433 14.293
PPh 23,22 dan 4 ayat 2 337 595 708 977 767 1.169
Cicilan PPh 25 39.533 47.855 54.486 61.433 33.069 37.392
PPh 29 KB (LB) 13.955 8.421 1.786 1.541 76 296
Jumlah Pembayaran Pajak 115.698 131.230 139.145 151.653 113.317 110.309
Kumulatif Pembayaran Pajak 586.419 717.649 856.794 1.008.447 1.121.764 1.232.072
Pembayaran Dividen 85.500 144.000 100.000 117.452 114.981 -
Kumulatif Pembayaran Dividen 149.000 293.000 393.000 510.452 625.433 625.433
Total Pembayaran Pajak s.d 2022 1.232.072
Total Pembayaran Deviden Tahun sd 2022 625.433
Total Pajak + Dividen s.d 2022 1.857.505
*) Penentuan besar dividen yang akan dibayarkan atas kinerja tahun 2022 belum ditetapkan
36
Page 269
Selain itu, PT SMF (Persero) telah melakukan total pembayaran dividen, yaitu
sebesar dari tahun 2016 hingga tahun 2021 sebesar Rp625 miliar.
4. Partisipasi PT SMF (Persero) Pada Program Pemerintah di Sektor Perumahan
Meningkatnya kemampuan PT SMF (Persero) dalam mengalirkan dana dari pasar
modal ke sektor riil perumahan dengan adanya penambahan PMN, dimanfaatkan oleh PT
SMF (Persero) untuk mendukung program KPR Subsidi (FLPP) sekaligus untuk
mendukung program pembangunan 1 (satu) juta rumah rakyat yang dicanangkan oleh
Presiden Jokowi. Bentuk dukungan yang dilakukan PT SMF (Persero) diantaranya (1)
Menyediakan produk refinancing sebagai sumber pendanaan yang menjadi porsi Bank
Pelaksana KPR FLPP, dan (2) Menyediakan dana jangka menengah panjang untuk bank
penyalur KPR melalui mekanisme penerbitan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP)
berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2014. Dengan demikian,
diharapkan dengan meningkatnya aliran dana jangka menengah/panjang dari pasar modal
ke sektor riil perumahan yang berkesinambungan secara perlahan akan meningkatkan
ketersediaan perumahan yang layak dan terjangkau, sehingga angka backlog perumahan
secara bertahap dapat menurun.
5. Dukungan Pemerintah Kepada PT SMF (Persero)
Dalam rangka memaksimalkan perannya sebagai SMV di bawah Kementerian
Keuangan, PT SMF (Persero) telah diberikan penugasan oleh Pemegang Saham dalam
mendukung program Pemerintah khususnya di bidang pembiayaan perumahan.
Penugasan kepada PT SMF (Persero) tersebut adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan program dalam mendukung penurunan porsi Pemerintah pada KPR
FLPP untuk mendorong berkurangnya porsi Pemerintah dalam pelaksanaan program
FLPP yang sebelumnya mencapai sebesar 90% menjadi 75%.
b. Pada tahun 2018, PT SMF (Persero) memperoleh mandat terkait implementasi program
KPR untuk mendukung penurunan porsi pemerintah pada FLPP untuk tingkat bunga
tertentu.
c. Pada tahun 2019, PT SMF (Persero) mendapat penugasan untuk mulai melaksanakan
penyaluran pembiayaan KPR Paska Bencana dan KPR ASN, TNI, Polri yang kemudian
ditunda pelaksanaannya karena situasi pandemi Covid-19.
d. Pada tahun 2020, PT SMF (Persero) kembali memperoleh mandat terkait implementasi
program KPR untuk mendukung penurunan porsi pemerintah pada FLPP untuk
tingkat bunga tertentu.
37
Page 270
6. Permasalahan Yang Dihadapi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
a. Sekuritisasi
Pelaksanaan sekuritisasi masih menghadapi tantangan sebagai berikut:
1) Ketertarikan bank terhadap aktivitas penghimpunan dana melalui sekuritisasi aset
masih rendah, bank lebih cenderung mengandalkan Dana Pihak Ketiga (DPK)
sebagai salah satu sumber pendanaan, yang dinilai relatif lebih murah.
2) Bank cenderung tidak mau melepas portofolio KPR dari pembukuannya untuk
disekuritisasi.
3) Belum ada standarisasi SOP penyaluran KPR untuk kemudian dapat disekuritisasi.
b. Penyaluran Pinjaman
Dalam penyaluran pinjaman, PT SMF (Persero) masih menghadapi tantangan yakni:
1) Perbankan umumnya menggunakan sumber dana jangka pendek dalam
menyalurkan kredit jangka panjangnya (KPR);
2) Belum adanya peraturan yang mewajibkan penyaluran kredit jangka panjang
memakai sumber pendanaan jangka panjang;
3) Likuiditas perbankan yang tinggi, diiringi enggannya perbankan untuk
menyalurkan pembiayaan perumahan kepada segmen MBR;
4) Pricing di market belum menarik akibat tingginya Cosf of Fund dibandingkan
dengan DPK, sehingga cost of fund lembaga keuangan dan LDR perbankan
menurun;
5) Lembaga keuangan memiliki banyak opsi pendanaan lain diluar SMF; dan
6) Terdapat potensi resesi ekonomi global pada tahun 2023.
c. Penerbitan Surat Utang
Tantangan yang dihadapi PT SMF (Persero) dalam penerbitan surat utang adalah
(1) investor menghendaki tingkat bunga surat utang yang diterbitkan PT SMF (Persero)
sesuai pasar karena adanya target imbal hasil yang ditetapkan oleh pemegang saham
investor; (2) kenaikan yield SUN yang menjadi acuan dalam penentuan bunga obligasi;
dan (3) daya serap pasar atas surat utang yang diterbitkan.
7. Strategi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk Mengatasi Permasalahan
a. Sekuritisasi
Terdapat strategi yang direncanakan pada tahun 2023 untuk menarik minat dari
originator maupun investor dalam sekuritisasi antara lain,
38
Page 271
1) Melakukan diskusi dan presentasi terkait sekuritisasi kepada Perbankan penyalur
KPR.
2) Menyampaikan penawaran kerja sama kepada Bank yang memiliki portofolio
KPR besar dengan menawarkan struktur transaksi yang lebih bisa memenuhi
kebutuhan dari perbankan.
3) Melakukan penguatan Pasar Pembiayaan Primer dengan mendorong
standardisasi SOP KPR serta kegiatan pendidikan & pelatihan KPR.
4) Mendirikan atau melakukan akuisisi anak usaha dalam pembiayaan perumahan
agar dapat bersinergi dalam melakukan sekuritisasi.
5) Penerapan ketentuan Liqudity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio
(NSFR) pada industri perbankan di Indonesia juga diharapkan akan mendorong
bank untuk melakukan sekuritisasi dengan menjual portofolio KPR yang
dimilikinya.
b. Penyaluran Pinjaman
Dalam kegiatan ini, PT SMF (Persero) memiliki beberapa strategi dalam rangka
meningkatkan penyaluran pinjaman antara lain,
1) Melakukan perluasan mitra penyalur Perseroan seperti BPR dan LKNB untuk
bersinergi menyalurkan pembiayaan perumahan bagi MBR berbasis komunitas;
2) Mematangkan metode bundling pricing maupun eksplorasi sumber dana lain
bersama divisi terkait;
3) Fokus penyaluran kepada lembaga keuangan yang stabil dengan tenor >1 tahun
untuk menjaga portfolio Outstanding di tahun depan;
4) Menciptakan produk pembiayaan yang unik dan sesuai dengan kebutuhan mitra
lembaga keuangan (misal: bundling dengan dana pendamping atau bundling
dengan pelatihan & pendampingan).
5) Memperkuat sinergi dengan regulator dan pemangku kepentingan, termasuk
dalam program KPR FLPP.
6) Tetap menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah serta lembaga
keuangan lainnya untuk meningkatkan penyaluran KPR bagi masyarakat di
seluruh wilayah Indonesia dan kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
c. Penerbitan Surat Utang
Dalam pelaksanaan penerbitan surat utang terdapat strategi yang diantaranya
adalah melakukan pendekatan intensif dengan perusahaan pengelola dana jangka
panjang (dana pensiun, asuransi, dan lain-lain), dan roadshow kepada investor asing.
Selain melalui penerbitan surat utang, sumber pendanaan Perseroan juga akan
39
Page 272
diperoleh dari pinjaman bilateral yang diterima berupa term loan atau dalam bentuk
pendanaan lainnya baik dari perbankan atau lembaga lainnya. Untuk memenuhi
likuiditas jangka pendek Perseroan, Perseroan juga akan menarik kredit lainnya yang
diberikan khususnya oleh perbankan. Di samping itu, di tahun 2023, Perseroan juga
tetap menjajaki creative funding salah satunya pendanaan dalam rangka mendukung
ESG, serta penggunaan dana yang dimiliki oleh Perseroan.
B. Kondisi Kinerja Keuangan PT SMF (Persero) (2018-2022)
1. Laporan Keuangan PT SMF (Persero) 5 (lima) Tahun Terakhir
Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan
Tabel 2. 3 Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Perseroan
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022
ASET 19.491.557 26.698.287 32.506.786 33.727.365 32.957.132
Aset Lancar 1.544.766 1.151.570 4.638.562 4.448.530 1.365.262
Penyaluran Pinjaman 15.374.939 22.205.261 24.792.118 22.574.436 27.153.330
lnvestasi 2.406.237 3.041.548 2.729.634 6.446.685 4.187.257
Aset Tetap dan Lainnya 165.615 299.909 346.471 257.714 251.283
LIABILITAS 11.305.636 17.349.349 21.077.815 19.706.516 16.636.625
Liabilitas Lancar 116.614 491.086 220.832 206.703 162.101
Kredit Jangka Pendek 950.000 2.050.000 1.195.000 479.000 674.000
Surat Utang 10.230.275 14.480.645 18.151.540 16.192.924 12.792.913
Term Loan - 320.000 1.500.000 2.820.000 2.999.460
Liabilitas Lainnya 8.747 7.618 10.443 7.889 8.151
EKUITAS 8.185.921 9.348.938 11.428.971 14.020.849 16.320.507
Modal Disetor 6.000.000 6.800.000 8.550.000 10.800.000 12.800.000
Laba Ditahan 2.185.921 2.548.938 2.878.971 3.220.849 3.520.507
PENDAPATAN 1.345.406 1.863.081 2.348.655 2.124.116 1.777.439
Beban dan Pajak 908.863 1.390.193 1.796.763 1.680.493 1.376.817
Laba Bersih setelah Pajak 436.543 472.888 551.892 443.623 400.622
CKPN - - 82.085 (16.300) (17.062)
Laba Bersih setelah CKPN 436.543 472.888 469.806 459.923 417.684
Total ekuitas PT SMF (Persero) per 31 Desember 2022 sebesar Rp16,32 triliun,
meningkat sekitar 99% dari tahun 2018 sebesar Rp8,19 triliun. Peningkatan ini berasal
dari peningkatan modal disetor dan laba tahun berjalan. Modal disetor sampai dengan
31 Desember 2022 sebesar Rp12,80 triliun, naik sebesar Rp6,80 triliun atau sekitar 113%
dari tahun 2018 sebesar Rp6,80 triliun.
Laba bersih setelah CKPN PT SMF (Persero) pada tahun 2022 mencapai Rp417,7
miliar, mengalami penurunan sebesar Rp18,86 miliar atau 4,32% bila dibandingkan
tahun 2018. Kinerja PT SMF (Persero) terlihat mengalami penurunan dalam 5 (lima)
tahun terakhir karena adanya dampak atas adanya pandemi Covid-19.
40
Page 273
2. Rasio Keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Tabel 2. 4 Rasio-rasio Keuangan
Uraian 2018 2019 2020 2021* 2022*
Primary Market Financing to Capital (x) 7,92 10,1 9,32 9.31 7,93
ROE (%) 5,33 5,06 5,36 3,60 2,81
Debt-to-Equity Ratio 1,37 2,53 2,44 1,80 1,29
Profit Margin (%) 41,54 32,26 28,78 25,53 23,34
BOPO (%) 58,46 67,74 71,22 74,47 76,66
*) Setelah CKPN
• Primary Market Financing to Capital
Rasio primary market financing to capital semakin meningkat dari 7,92x pada tahun 2018
menjadi 7,93x pada Desember 2022. Hal ini didukung akumulasi aliran dana yang
semakin meningkat dari kegiatan penyaluran pinjaman, sekuritisasi, dan pembelian
KPR yang sampai dengan 31 Desember 2022 telah mencapai Rp89,75 triliun dibanding
tahun 2018 yang hanya sebesar Rp47,47 triliun.
• ROE, Profit Margin dan BOPO
ROE PT SMF (Persero) untuk tahun 2018 s.d 2022 cenderung mengalami penurunan
karena persentase kenaikan ekuitas lebih besar daripada persentase kenaikan laba.
Sedangkan rasio profit margin cenderung semakin menurun dan peningkatan rasio
BOPO sejalan dengan semakin besarnya penerbitan surat utang seiring dengan
pertumbuhan kinerja penyaluran pinjaman untuk pembiayaan KPR FLPP serta mulai
terlibatnya PT SMF (Persero) dalam program penurunan beban fiskal.
3. Kinerja Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Dengan modal disetor sebesar Rp12,80 triliun PT SMF (Persero) telah mampu
mengalirkan dana dari pasar modal kepada penyalur KPR secara kumulatif sampai dengan
31 Desember 2022 mencapai Rp89,75 triliun yang terdiri (1) memfasilitasi sekuritisasi
sebesar Rp13,29 triliun, (2) penyaluran pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun.
41
Page 274
BAB III
KAJIAN PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA
A. Aspek Keuangan
1. Asumsi Keuangan yang Digunakan
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 berdasarkan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) tahun 2023 tumbuh sebesar 5,3% (yoy), inflasi berada pada level
3,6%, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US sebesar Rp14.800. Namun dengan melihat
perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia pada tahun 2022, diperkirakan kondisi
tersebut tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun 2023, sehingga PT SMF (Persero) juga
menyesuaikan asumsi keuangan yang digunakan dalam menyusun proyeksi keuangannya.
Target KPR FLPP pada tahun 2023 diasumsikan sebesar 229.000 unit rumah. Jumlah
tersebut meningkat dari realisasi tahun 2022 yang mencapai 226.000 unit rumah dan lebih
tinggi dari target yang telah ditetapkan pada RPJMN untuk tahun 2023 sebesar 220.000 unit
rumah.
2. Asumsi Proyeksi
Proyeksi keuangan 2023-2027 disusun berdasarkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
a. Sekuritisasi
Transaksi sekuritisasi akan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan OJK Nomor
23/POJK.04/2014 tentang Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk
Surat Partisipasi (EBA-SP).
Target aliran dana melalui sekuritisasi tahun 2023 sampai dengan tahun 2027
secara kumulatif mencapai Rp5,581 triliun. Diproyeksikan transaksi sekuritisasi setiap
tahunnya dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 berturut-turut sebesar Rp750
miliar, Rp900 miliar Rp1,08 triliun, Rp1,29 triliun dan Rp1,56 triliun.
b. Penyaluran Pinjaman
Diproyeksikan target penyaluran pinjaman tahun 2023 sebesar Rp14,11 triliun,
tahun 2024 sebesar Rp8,29 triliun, tahun 2025 sebesar Rp8,38 triliun, tahun 2026 sebesar
Rp11,19 triliun, dan tahun 2027 sebesar Rp14,56 triliun.
Diasumsikan rata-rata tenor pinjaman PT SMF (Persero) kepada penyalur KPR
untuk KPR komersial adalah 1 (satu) dan 3 (tiga) tahun, sedangkan untuk penugasan
berkisar antara 15 (lima belas) s.d 18 (dua puluh lima tahun).
Diasumsikan terdapat penyaluran pinjaman untuk pembiayaan KPR FLPP pada
tahun 2023 sebesar Rp8,74 triliun dan Rp547,08 miliar per tahun mulai tahun 2024
sampai dengan tahun 2027. Sumber dana dari pembiayaan KPR FLPP berasal dari
42
Page 275
penerbitan surat utang sebesar Rp6,83 triliun di 2023, Rp1,00 triliun di 2024, Rp1,50
triliun di 2025 dan 2026, serta Rp1,00 triliun di 2027. Penerbitan tersebut dilakukan
dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan internal PT SMF (Persero) dan
evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
c. Surat Utang
Penerbitan surat utang (untuk penyaluran pinjaman komersil dan non komersil)
dijadwalkan tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 masing-masing berturut-turut
sebesar Rp 3,80 triliun, Rp8,26 triliun, Rp8,7 triliun, Rp7,35 triliun dan Rp5,83 triliun.
d. Pendapatan
1) Pendapatan sekuritisasi diasumsikan:
a) Pendapatan sebagai penata sekuritisasi 0,1% dari sekuritisasi per tahun
b) Pendapatan sebagai pendukung kredit 0,06% dari outstanding EBA.
2) Pendapatan penyaluran pinjaman komersial dengan suku bunga tahun 2023 s.d
2026 sebesar 7,53%, sedangkan untuk penyaluran KPR FLPP sebesar 4,45%.
3) Pendapatan penempatan dana dengan asumsi:
a) Suku bunga investasi EBA kelas A sebesar 7,75% per tahun.
b) Suku bunga penempatan deposito sebesar 5%.
4) Pendapatan Lainnya dengan asumsi:
a) Rata-rata pendapatan bersih dari pendidikan dan pelatihan selama 5 tahun
sebesar Rp422 juta.
b) Dalam hal terdapat pendapatan di luar pendapatan di atas dalam terdapat
realisasi akan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain.
e. Beban Operasi
1) Beban Bunga diasumsikan:
a) Suku bunga penerbitan surat utang untuk menggantikan dana ekuitas yang
terlebih dahulu digunakan untuk penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR
(bridging) 7,28%. Sedangkan penerbitan surat utang untuk pembiayaan KPR
FLPP sebesar 8,28%. Jangka waktu atas penerbitan surat utang adalah 1-5
tahun.
b) Dalam penerbitan surat utang selalu mempertimbangkan tingkat bunga
penyaluran pinjaman untuk menghindari timbulnya negative spread.
2) Beban Personil dengan asumsi:
a) Jumlah pegawai tetap dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 sekitar 100
hingga sekitar 150 orang, termasuk 3 (tiga) anggota Direksi dan 3 (tiga)
43
Page 276
anggota Dewan Komisaris serta 1 (satu) orang Sekretaris Dewan Komisaris.
b) Kenaikan rata-rata beban personil per tahun sebesar 3%.
c) Gaji dalam satu tahun sebanyak 14 bulan gaji (termasuk tunjangan cuti satu
bulan gaji dan THR (satu bulan gaji).
3) Beban sewa diasumsikan meningkat sebesar 5%.
4) Beban administrasi dan umum diasumsikan meningkat sebesar 1.5% termasuk
premi asuransi tunjangan purna jabatan bagi Dewan Komisaris dan Dewan
Direksi sebesar 25% dari honor/gaji per bulan.
5) Pajak penghasilan badan dihitung dengan tarif yang berlaku sebesar 22%.
3. Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan 2023-2027 disusun berdasarkan asumsi sesuai target.
Tabel 3. 1 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
(Dalam Miliar Rupiah)
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
Kas dan Setara Kas 1.623.411 1.639.873 1.717.834 3.009.755 2.070.884
Aset Lancar lainnya 154.081 195.321 219.923 221.651 224.769
Pinjaman yang disalurkan - Bank/LK 14.315.856 16.101.099 18.314.661 20.440.227 22.490.909
Pinjaman yang disalurkan - Syariah 1.368.423 1.452.483 1.542.887 1.667.074 1.864.151
Pinjaman yang disalurkan - KPR Program 21.768.668 21.315.749 20.862.831 20.409.912 19.956.993
Aset KPR - Warehousing 8.115 5.774 4.108 2.923 2.080
CKPN (139.389) (136.851) (122.985) (124.508) (129.428)
Investasi 2.707.834 2.987.834 3.327.834 3.646.234 3.968.314
Pendukung kredit - Reserve account 95.843 145.843 195.843 245.843 295.843
Aset Tetap -bersih 156.423 154.284 149.096 151.551 161.351
Aset Lainnya 69.470 72.944 76.591 80.420 84.441
TOTAL ASET 42.128.734 43.934.353 46.288.623 49.751.082 50.990.306
Liabilitas jangka pendek 347.074 348.809 350.553 352.306 354.067
Surat Utang-Bond/MTN 7.238.287 8.093.441 9.260.292 11.955.762 15.120.635
Surat Utang-Syariah - 400.000 600.000 800.000 1.000.000
Surat Utang-Korporasi KPR Program 14.701.323 14.798.893 15.326.698 15.526.698 13.026.698
Utang Bank 1.619.460 1.719.460 1.819.460 1.819.460 1.819.460
Penyisihan Kewajiban 29.990 32.989 36.288 39.917 43.909
TOTAL LIABILITAS 23.936.134 25.393.593 27.393.291 30.494.143 31.364.769
Modal Disetor 14.330.000 14.330.000 14.330.000 14.330.000 14.330.000
Cadangan Modal 1.540.471 1.540.471 1.540.471 1.540.471 1.540.471
Laba ditahan 1.896.499 2.237.003 2.583.632 2.936.615 3.296.498
Laba tahun berjalan 425.630 433.286 441.229 449.853 458.569
TOTAL EKUITAS 18.192.600 18.540.760 18.895.332 19.256.939 19.625.537
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 42.128.734 43.934.353 46.288.623 49.751.082 50.990.306
Jumlah aset pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp50,99 triliun, meningkat
Rp8,86 triliun atau 17,38% dari tahun 2023 sebesar Rp42,13 triliun. Peningkatan aset
terutama berasal dari peningkatan penyaluran pinjaman dan investasi pada efek.
Komponen aset terbesar pada tahun 2027 terdiri atas kas dan setara kas sebesar Rp2,07
44
Page 277
triliun, penyaluran pinjaman baik komersil dan non komersil sebesar Rp44,31 triliun, dan
investasi efek (EBA,SUN, dan efek lainnya) sebesar Rp3,97 triliun.
Penyaluran pinjaman baru untuk segmen komersial pada tahun 2023 diasumsikan
sebesar Rp5,38 triliun, sebesar Rp7,73 triliun untuk tahun 2024, sebesar Rp7,84 triliun untuk
tahun 2025, sebesar Rp10,64 triliun untuk tahun 2026 dan sebesar Rp14,02 triliun untuk
tahun 2027. Sedangkan untuk penyaluran yang bersifat penugasan, yaitu penyaluran KPR
FLPP pada tahun 2023 adalah sebesar Rp8,74 triliun dan sebesar Rp547,08 miliar setiap
tahun pada tahun 2024 sampai dengan 2027. Berdasarkan asumsi tersebut maka posisi
penyaluran pinjaman baik komersil dan non komersil pada tahun 2027, dengan
penambahan modal pada tahun 2023 sebesar Rp1,53 triliun, diproyeksikan sebesar Rp44,31
triliun meningkat sebesar Rp6,86 triliun atau 18,31% dari tahun 2023 sebesar Rp37,45 triliun.
Posisi surat utang pada tahun 2027 dengan penambahan modal pada tahun 2023,
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp30,97 triliun atau meningkat sebesar Rp7,41 triliun
atau 31,44% dari tahun 2023 sebesar Rp23,56 triliun. Adapun asumsi yang digunakan untuk
pendanaan penyaluran pinjaman keseluruhan baik yang melalui penerbitan surat dan
utang bank baru pada tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 masing-masing berturut-turut
sebesar Rp10,67 triliun, Rp9,26 triliun, Rp10,24 triliun, Rp14,64 triliun dan Rp7,75 triliun.
Sedangkan penerbitan surat utang hanya untuk penugasan, yaitu surat utang KPR FLPP
sebesar Rp6,83 triliun di 2023, Rp1,00 triliun di 2024, Rp1,50 triliun di 2025 dan 2026, serta
Rp1,00 triliun di 2027.
Modal disetor PT SMF (Persero) tahun 2023 meningkat menjadi Rp14,33 triliun dari
sebelumnya sebesar Rp12,80 triliun atas PMN yang telah diterima Perseroan sebesar Rp1,53
triliun pada tahun 2023. Posisi ekuitas pada tahun 2027, dengan penambahan modal pada
tahun 2023, diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp19,63 triliun, meningkat sebesar
Rp1,43 triliun atau 7,88% dari tahun 2023 sebesar Rp18,19 triliun. Peningkatan ekuitas
terutama berasal dari penerimaan PMN tahun 2023 sebesar Rp1,53 triliun dan tambahan
penerimaan laba tahun berjalan.
Dengan menggunakan asumsi sustainability atas program yang dijalankan, maka
pendanaan atas program tersebut akan menggunakan ekuitas dan surat utang PT SMF
(Persero).
45
Page 278
Tabel 3. 2 Proyeksi Laba Rugi
(Dalam Miliar Rupiah)
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
PENDAPATAN
Jasa Sekuritisasi 2.681 2.994 3.347 3.747 4.199
Penyaluran Pinjaman - Bank/LK 1.062.090 1.362.786 1.533.135 1.686.744 1.761.829
Pinjaman - Syariah 84.619 89.214 94.732 101.518 116.997
Pinjaman - KPR Program 876.221 893.442 863.396 844.853 826.311
Penyaluran Pinjaman - KPR Warehousing 732 521 371 264 188
Jasa jaminan dan dukungan kredit 2.480 4.230 5.980 7.730 9.480
Jasa Pendidikan & Pelatihan 328 361 397 437 480
Penempatan Dana 296.946 288.581 313.656 373.309 406.877
Lain-lain 3.938 4.332 4.765 5.241 5.766
TOTAL PENDAPATAN 2.330.035 2.646.460 2.819.777 3.023.842 3.132.126
BEBAN
Pendidikan & pelatihan 194 213 235 258 284
Bunga Surat Utang 514.343 580.398 717.094 807.164 1.064.891
Bunga Surat Utang - Syariah 4.368 14.560 15.160 16.060 16.960
Bunga Surat Utang - KPR Program 912.213 1.182.870 1.195.986 1.298.373 1.133.570
Beban Bunga Term Loan - Bank 161.662 116.862 123.862 127.362 127.362
Beban Bunga KJP - - - - -
Personil 92.829 93.829 94.829 96.829 98.829
Sewa 19.431 20.403 21.423 22.494 23.619
Administrasi dan Umum 68.647 69.594 70.431 70.977 71.540
Beban jasa pembayaran bunga 7.026 7.377 7.672 7.826 7.982
Depresiasi dan amortisasi 13.579 21.939 24.488 16.846 16.262
TOTAL BEBAN 1.794.293 2.108.045 2.271.180 2.464.188 2.561.298
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 535.742 538.414 548.597 559.654 570.828
BEBAN PAJAK (PPh Badan dan Final) 104.540 105.128 107.369 109.801 112.259
LABA (RUGI) SETELAH CKPN 425.630 433.286 441.229 449.853 458.569
Pendapatan PT SMF (Persero) pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp3,13 triliun,
meningkat Rp802,09 miliar atau 34,42% dari tahun 2023 sebesar Rp2,33 triliun. Beban PT
SMF (Persero) pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp2,56 triliun, meningkat
Rp767,01 miliar atau 42,75% dari tahun 2023 sebesar Rp1,79 triliun. Peningkatan beban ini
terutama disebabkan karena adanya peningkatan beban surat utang, biaya personil dan
beban administrasi & umum yang merupakan dampak atas rencana perluasan mandat PT
SMF (Persero).
Laba bersih Perseroan pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp458,57 miliar,
meningkat Rp32,94 miliar atau 7,74% dari tahun 2023 sebesar Rp425,63 miliar. Rata-rata
laba bersih yang dihasilkan PT SMF (Persero) selama periode 2023 sampai dengan 2027,
diproyeksikan akan sebesar Rp441,71 miliar per tahun.
46
Page 279
Tabel 3. 3 Proyeksi Rasio Keuangan
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
PMFC 7,71 7,94 8,60 9,47 10,60
Profit Margin 18,30% 16,40% 15,67% 14,90% 14,67%
ROE (Return On Equity ) 2,47% 2,36% 2,36% 2,36% 2,36%
DER (x) 1,67 1,77 1,91 2,13 2,19
CER (Cost Efficiency Ratio ) 26,80% 27,56% 27,71% 26,95% 26,87%
BOPO 81,70% 83,60% 84,33% 85,10% 85,33%
BOPO (Hanya bunga surat utang) 68,77% 71,99% 73,17% 74,76% 75,19%
Current Ratio 345,90% 133,98% 125,21% 112,51% 475,43%
Dari Tabel 3.3 diatas, dapat terlihat bahwa rasio Primary Market Financing to Capital
(PMFC) dari tahun 2023-2027 cenderung meningkat seiring dengan penambahan
penyaluran pinjaman, sekuritisasi dan pembelian asset KPR. Rasio ROE cenderung
bergerak stabil dari tahun 2023-2027 dimana Perseroan mencoba untuk menjaga angka
pertumbuhan laba. Sedangkan untuk rasio Profit Margin cenderung mengalami penurunan
seiring dengan peningkatan rasio DER. Peningkatan juga terjadi pada rasio BOPO seiring
dengan peningkatan penerbitan surat utang untuk pendanaan penyaluran pinjaman baik
komersial maupun KPR FLPP.
4. Proyeksi Keuangan Tanpa PMN dan Dengan PMN
a. Asumsi Proyeksi
1) Lingkungan makro serta lingkungan bisnis PT SMF (Persero) yang mulai membaik
pasca pandemi Covid-19, mengakibatkan kondisi ekonomi yang lebih
dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah. Hal ini tentunya
termasuk tingkat suku bunga Bank Indonesia, pertumbuhan sektor riil di bidang
perumahan, dan aspek terkait dengan sektor perumahan lainnya. Kemudian,
kondisi likuditas perbankan yang masih cukup longgar, membuat perbankan
cenderung untuk mengoptimalkan likuiditas yang dimiliki.
2) Adanya Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,53 triliun
pada bulan September tahun 2023.
3) Aliran dana pasar modal ke sektor riil perumahan yang dilakukan PT SMF
(Persero) ditargetkan pada golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Beberapa kriteria KPR yang digunakan untuk kegiatan pembiayaan dan
sekuritisasi antara lain:
• Digunakan untuk membeli rumah hunian.
• Debitur merupakan warga negara Indonesia dan properti yang dibiayai
berada di wilayah Republik Indonesia.
47
Page 280
• Nominal plafon sebesar ±Rp150 juta atau sesuai dengan ketentuan untuk KPR
subsidi pemerintah (FLPP).
• Dokumen yang lengkap meliputi (1) sertifikat HM/HGB, (2) diproses
pemasangan HT pertama, (3) asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran
dengan Bankers Clause selama jangka waktu KPR, (4) IMB.
• Properti yang dibiayai berupa tanah dan rumah dalam kondisi telah
dibangun.
b. Target Aliran Dana Dari Pasar Modal ke Sektor Pembiayaan Perumahan
Dalam rangka untuk terus meningkatkan perannya dalam pasar pembiayaan
sekunder perumahan di Indonesia, PT SMF (Persero) memproyeksikan aliran dana
kumulatif dari pasar modal ke sektor riil perumahan sampai dengan akhir tahun 2027
adalah sebesar Rp153,79 triliun. Aliran dana tersebut dalam bentuk sekuritisasi sebesar
Rp20,79 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp133,00 triliun. Sumber dana
penyaluran pinjaman diperoleh dari pasar modal melalui penerbitan surat utang
maupun melalui perolehan pinjaman dari bank dan penggunaan dana dari ekuitas.
Apabila PMN untuk tahun anggaran 2023 tidak diterima, maka akan
berpengaruh terhadap peran PT SMF (Persero) dalam pasar pembiayaan sekunder
perumahan di Indonesia. PT SMF (Persero) memproyeksikan aliran dana kumulatif
dari pasar modal ke sektor riil perumahan sampai dengan akhir tahun 2027 hanya
sebesar Rp145,18 triliun. Aliran dana tersebut dalam bentuk sekuritisasi sebesar
Rp18,87 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp126,31 triliun
Tabel 3. 4 Proyeksi Aliran Dana Ke Sektor Perumahan
(Dalam Miliar Rupiah)
Tanpa PMN Dengan PMN
Keterangan
2023 2024 2025 2026 2027 2023 2024 2025 2026 2027
Sekuritisasi 750 900 1.080 1.296 1.555 1.000 1.200 1.450 1.750 2.100
Penyaluran Pinjaman 7.424 8.278 8.384 11.191 14.564 14.114 8.278 8.384 11.191 14.564
Jumlah Per Tahun 8.174 9.178 9.464 12.487 16.119 15.114 9.478 9.834 12.941 16.664
Akumulasi Sekuritisasi 14.037 14.937 16.017 17.313 18.868 14.287 15.487 16.937 18.687 20.787
Akumulasi Penyaluran Pinjaman 83.891 92.169 100.553 111.745 126.308 90.581 98.859 107.243 118.434 132.998
Total Akumulasi s/d Tahun Berjalan 97.928 107.106 116.570 129.057 145.176 104.867 114.346 124.180 137.121 153.785
Penerbitan Surat Utang 5.847 9.265 10.245 14.641 7.750 10.627 9.265 10.245 14.641 7.750
Secara umum, kenaikan realisasi penyaluran pinjaman di tahun 2023 sangat
dipengaruhi oleh proyeksi penambahan PMN yang juga berpengaruh pada akumulasi
aliran dana dan jumlah debitur KPR pada tahun 2027.
Untuk kegiatan sekuritisasi, dengan tambahan PMN dapat meningkatkan
kemampuan PT SMF (Persero) untuk berperan sebagai investor untuk membeli
portofolio KPR yang akan disekuritisasi ataupun sebagai market maker di pasar
sekunder EBA-SP. Pelaksanaan peran PT SMF (Persero) ini bertujuan untuk
48
Page 281
meningkatkan aliran dana ke pasar pembiayaan primer perumahan melalui
sekuritisasi.
c. Ringkasan Proyeksi Keuangan
Dampak penambahan PMN terhadap kondisi keuangan PT SMF (Persero) akan
sangat berpengaruh pada aset, juga berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero)
untuk mengalirkan dana dari pasar modal dalam bentuk surat utang ke pasar
pembiayaan perumahan. Hal ini karena kondisi struktur modal (jumlah modal disetor)
sangat berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero) dalam menerbitkan surat
utang.
Selain itu, struktur modal juga berpengaruh pada peran PT SMF (Persero) dalam
sekuritisasi, khususnya peran sebagai investor dalam melakukan pembelian efek
beragun aset tagihan KPR.
Tabel 3. 5 Proyeksi Keuangan (Tanpa PMN Vs dengan PMN)
(Dalam Miliar Rupiah)
ASUMSI Tanpa PMN Dengan PMN
NERACA
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
KETERANGAN TAHUN
2023 2024 2025 2026 2027 2023 2024 2025 2026 2027
Kas dan Setara Kas 1.226.398 1.974.541 1.986.231 2.058.758 3.340.951 2.439.579 1.623.411 1.639.873 1.717.834 3.009.755 2.070.884
Aset Lancar lainnya 138.930 154.081 195.321 219.923 221.651 224.769 154.081 195.321 219.923 221.651 224.769
Pinjaman yang disalurkan - Bank/LK 11.901.211 14.315.856 16.101.099 18.314.661 20.440.227 22.490.909 14.315.856 16.101.099 18.314.661 20.440.227 22.490.909
Pinjaman yang disalurkan - Syariah 1.307.202 1.368.423 1.452.483 1.542.887 1.667.074 1.814.151 1.368.423 1.452.483 1.542.887 1.667.074 1.864.151
Pinjaman yang disalurkan - KPR Program 14.031.971 15.079.052 14.626.134 14.173.215 13.720.296 13.267.378 21.768.668 21.315.749 20.862.831 20.409.912 19.956.993
Aset KPR - Warehousing 11.406 8.115 5.774 4.108 2.923 2.080 8.115 5.774 4.108 2.923 2.080
CKPN (87.697) (114.743) (113.541) (103.018) (105.207) (109.994) (139.389) (136.851) (122.985) (124.508) (129.428)
Investasi 4.187.833 2.707.834 2.987.834 3.327.834 3.646.234 3.968.314 2.707.834 2.987.834 3.327.834 3.646.234 3.968.314
Pendukung kredit - Reserve account 45.843 95.843 145.843 195.843 245.843 295.843 95.843 145.843 195.843 245.843 295.843
Aset Tetap -bersih 125.927 156.423 154.284 149.096 151.551 161.351 156.423 154.284 149.096 151.551 161.351
Aset Lainnya 68.108 69.470 72.944 76.591 80.420 84.441 69.470 72.944 76.591 80.420 84.441
TOTAL ASET 32.957.132 35.814.895 37.614.406 39.959.898 43.411.963 44.638.820 42.128.734 43.934.353 46.288.623 49.751.082 50.990.306
Liabilitas jangka pendek 816.989 347.074 348.809 350.553 352.306 354.067 347.074 348.809 350.553 352.306 354.067
Surat Utang-Bond/MTN 4.818.287 7.238.287 8.093.441 9.260.292 11.955.762 15.120.635 7.238.287 8.093.441 9.260.292 11.955.762 15.120.635
Surat Utang-Syariah 100.000 - 400.000 600.000 800.000 1.000.000 - 400.000 600.000 800.000 1.000.000
Surat Utang-Korporasi KPR Program 7.874.626 9.921.707 10.019.277 10.547.082 10.747.082 8.247.082 14.701.323 14.798.893 15.326.698 15.526.698 13.026.698
Utang Bank 2.999.460 1.619.460 1.719.460 1.819.460 1.819.460 1.819.460 1.619.460 1.719.460 1.819.460 1.819.460 1.819.460
Penyisihan Kewajiban 27.264 29.990 32.989 36.288 39.917 43.909 29.990 32.989 36.288 39.917 43.909
TOTAL LIABILITAS 16.636.625 19.156.518 20.613.977 22.613.675 25.714.527 26.585.153 23.936.134 25.393.593 27.393.291 30.494.143 31.364.769
- - - - -
TOTAL EKUITAS 16.320.507 16.658.377 17.000.429 17.346.223 17.697.436 18.053.667 18.192.600 18.540.760 18.895.332 19.256.939 19.625.537
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 32.957.132 35.814.895 37.614.406 39.959.898 43.411.963 44.638.820 42.128.734 43.934.353 46.288.623 49.751.082 50.990.306
LABA/RUGI 0,00%
TOTAL PENDAPATAN 1.777.439 2.149.176 2.246.333 2.427.240 2.605.637 2.733.583 2.330.035 2.646.460 2.819.777 3.023.842 3.132.126
TOTAL BEBAN 1.280.900 1.618.848 1.716.832 1.891.678 2.061.917 2.181.797 1.794.293 2.108.045 2.271.180 2.464.188 2.561.298
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 496.539 530.328 529.500 535.562 543.721 551.786 535.742 538.414 548.597 559.654 570.828
BEBAN PAJAK (PPh Badan dan Final) 95.916 103.349 103.167 104.501 106.296 108.070 104.540 105.128 107.369 109.801 112.259
LABA (RUGI) SETELAH CKPN 417.684 421.407 426.333 431.061 437.425 443.716 425.630 433.286 441.229 449.853 458.569
Berdasarkan proyeksi laporan keuangan PT SMF (Persero) sampai dengan tahun
2027, dengan adanya penambahan PMN akan meningkatkan total aset menjadi lebih
besar jika dibandingkan dengan tanpa penambahan PMN. Peningkatan tersebut
merupakan dampak peningkatan ekuitas hasil tambahan PMN dan hasil leverage PT
SMF (Persero) dari tambahan PMN yang diterima.
d. Analisis Proyeksi Keuangan
Posisi total aset dengan adanya penambahan modal di tahun 2023 sebesar Rp1,53
triliun, pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp50,99 triliun. Dibandingkan
49
Page 282
dengan tanpa penambahan modal yang diproyeksikan mencapai Rp44,64 triliun, posisi
aset tersebut lebih tinggi sebesar Rp6,35 triliun atau 12,46%.
Posisi penyaluran pinjaman dengan adanya penambahan modal ditahun 2023,
pada tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp44,31 triliun, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp37,57 triliun, meningkat sebesar Rp6,74 triliun atau
15,21%. Hal ini karena dengan penambahan modal Rp1,53 triliun pada tahun 2023
dapat me-leverage penyaluran KPR Program dengan asumsi tenor 15-25 tahun.
Liabilitas dengan adanya penambahan modal ditahun 2023, pada tahun 2027
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp31,36 triliun, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp26,59 triliun, lebih tinggi sebesar Rp4,78 triliun atau
17,98%.
Ekuitas dengan adanya penambahan modal ditahun 2023, pada tahun 2027
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp19,63 triliun, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp18,05 triliun, lebih tinggi sebesar Rp1,57 triliun atau
8,71%.
Pendapatan dengan adanya penambahan modal pada tahun 2023, maka di tahun
2027 pendapatan diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp3,13 triliun, dibandingkan
dengan tanpa penambahan modal sebesar Rp2,73 triliun, lebih tinggi sebesar Rp398,54
miliar atau 14,58%.
Laba bersih dengan adanya penambahan modal ditahun 2023, pada tahun 2027
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp458,57 miliar, dibandingkan dengan tanpa
penambahan modal sebesar Rp443,71 miliar, meningkat sebesar Rp14,85 miliar atau
3,4%.
Dampak penambahan PMN terhadap kondisi keuangan PT SMF (Persero) akan
sangat berpengaruh pada aset, juga berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero)
untuk mengalirkan dana dari pasar modal dalam bentuk surat utang ke pasar
pembiayaan perumahan. Hal ini karena kondisi struktur modal (jumlah modal disetor)
sangat berpengaruh pada kemampuan PT SMF (Persero) dalam menerbitkan surat
utang.
Selain itu, struktur modal juga berpengaruh pada peran PT SMF (Persero) dalam
sekuritisasi, khususnya peran sebagai investor dalam melakukan pembelian efek
beragun aset tagihan KPR.
50
Page 283
B. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats)
1. SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats)
Analisis terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal Perseroan dilakukan
dengan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Melalui
metode ini faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal PT SMF (Persero) yang telah
dicermati sebelumnya dikelompokkan ke dalam: (a) Kekuatan dan Kelemahan Perseroan;
dan (b) Peluang dan Ancaman Perseroan. Penjelasan tentang analisis metode SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) adalah sebagai berikut:
a. Kekuatan (Strength)
Pemerintah mendirikan PT SMF (Persero) ditujukan untuk menjalankan tugas
khusus yakni membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder
perumahan di Indonesia. Saat ini, PT SMF (Persero) memiliki struktur permodalan
yang kuat dan rating penerbitan AAA. Dalam menjalankan bisnisnya, PT SMF
(Persero) memiliki kerjasama yang baik dengan para-Stakeholder maupun regulator.
Untuk menjaga performansi bisnis PT SMF (Persero), perlu didukung dari sisi
internal seperti sumber daya manusia PT SMF (Persero) memiliki pengetahuan dan
pengalaman di pasar modal dan industri pasar pembiayaan perumahan. Selain itu,
PT SMF (Persero) juga telah memiliki Standard Operasional Procedure (SOP) yang
komprehensif dan selalu menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Dalam menciptakan SDM yang berkualitas, PT SMF membuat kerangka kompetensi
human capital, program learning development, talent pool management, dan HCMS untuk
mengembangkan kapasitas SDM.
b. Kelemahan (Weakness)
Selain pendanaan melalui PMN, PT SMF (Persero) juga melakukan penerbitan
Surat Utang. Dalam menyalurkan dananya, diluar penugasan khusus yang dijalankan,
cost of fund PT SMF (Persero) dari pendanaan surat utang masih cukup tinggi. Dari sisi
kegiatan sekuritisasi melalui EBA-SP, saat ini EBA-SP masih belum dikenal oleh
masyarakat banyak. Selain itu, dari sisi supply keberlanjutan bisnis PT SMF (Persero)
kebergantungan terhadap para pengembang perumahan dalam hal ketersediaan
rumah. Dari sisi internal, masih terdapat sistem informasi manajemen yang
membutuhkan pengembangan dan penyelarasan.
51
Page 284
c. Peluang (Opportunity)
Sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat serta UU yang menyatakan
bahwa setiap masyarakat berhak untuk mendapatkan rumah yang layak, Pemerintah
terus berupaya meningkatkan sektor perumahan melalui berbagai macam program
terkait perumahan. Namun, dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang
cukup tinggi dan berbagai program pemerintah yang ada, backlog perumahan di
Indonesia masih berada pada level yang cukup tinggi, dan rasio KPR terhadap PDB
yang juga relatif rendah. Secara tidak langsung hal ini membuka peluang bagi PT
SMF (Persero) untuk dapat memaksimalkan perannya dalam sektor pembiayaan
perumahan. Peluang lain bagi PT SMF (Persero) adalah kemudahan akses ke
regulator perbankan, pasar modal dan lembaga pembiayaan, karena telah terintegrasi
dengan terbentuknya OJK. Selain itu, PT SMF (Persero) memiliki peluang untuk
menerbitkan global bonds untuk memperluas dari sisi pendanaan.
d. Ancaman (Threats)
Beberapa hal yang merupakan ancaman yang dihadapi oleh PT SMF (Persero)
adalah masih tingginya likuiditas perbankan, dibutuhkannya waktu yang lama
dalam pemenuhan dukungan kegiatan usaha dari kolaborasi antar multi stakeholder.
Selain itu, pasar pembiayaan primer perumahan yang tumbuh dengan lambat, masih
terbatasnya penyalur KPR yang berkeinginan untuk menjual tagihan KPRnya dalam
rangka sekuritisasi.
52
Page 285
Tabel 3. 6 Kuadran SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Struktur permodalan kuat dan 1. Belum memiliki sumber dana
rating AAA jangka panjang yang murah
2. Hubungan kerjasama yang dan berkelanjutan sehingga
baik dengan para-Stakeholder Cost of fund relatif tinggi dan
maupun regulator berdampak pada masih
3. Memiliki GCG dan Manajemen rendahnya penyaluran di
Risiko yang baik dengan SDM tingkat BPD dan BPR
yang berkualitas 2. Tingginya tingkat
4. Memiliki kerangka kompetensi kebergantungan terhadap para
human capital, program learning pengembang perumahan
development, talent pool dalam hal ketersediaan rumah
management, dan HCMS untuk 3. Sistem Informasi Manajemen
mengembangkan kapasitas masih membutuhkan
SDM pengembangan dan
penyelarasan
Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O
1. Potensi penerbitan global bond 1. Pengembangan kegiatan usaha 1. Meningkatkan kerja sama
untuk mempeluas pendanaan dalam rangka perluasan dengan lembaga dalam
dan kegiatan usaha mandat untuk mendukung maupun luar negeri, salah
2. Dukungan penuh oleh pemenuhan tempat tinggal satunya penjajakan creative
stakeholder maupun regulator yang layak bagi setiap funding dengan mengusung
dalam menjalankan kegiatan keluarga di Indonesia konsep ESG
usaha 2. Koordinasi, kolaborasi dan 2. Mendukung terbentuknya
3. Kebutuhan rumah (backlog) komunikasi yang efektif sektor perumahan yang
yang masih sangat tinggi dengan para stakeholder inklusif dengan optimalisasi
4. Potensi meningkatkan Ekosistem Perumahan untuk peran Perseroan pada
kapabilitas dan kompetensi mendukung pemerintah Ekosistem Perumahan
SDM melalui lembaga dalam meningkatkan
sertifikasi dan training yang penyediaan tempat tinggal
mendukung perluasan mandat yang layak bagi masyarakat
yang diberikan kepada Indonesia
Perseroan 3. Digitalisasi proses bisnis dan
peningkatan kualitas SDM
serta penguatan manajemen
risiko dan tata kelola yang
baik dengan mengedepankan
prinsip kehati-hatian dalam
menghadapi tantangan
ekonomi
Ancaman (T) Strategi S-T Strategi W-T
1. Penyalur KPR sedang 1. Meningkatkan perekonomian 1. Pelaksanaan pencapaian
memiliki likuiditas tinggi dari nasional melalui penggunaan Sustainable Development Goals
Dana Pihak Ketiga sebagai produk & jasa dalam negeri (SDGs) dengan pengembangan
dampak dari ketidakstabilan serta sinergi antar BUMN pembiayaan berkonsep ESG
ekonomi 2. Kerja sama dengan lembaga (Environment, Social, and
2. Kolaborasi antar multi- internasional sebagai salah Governance)
stakeholder dalam pemenuhan satu sarana pertukaran
dukungan kegiatan usaha
53
Page 286
membutuhkan waktu yang informasi dan potensi kerja
lama sama
3. Belum berkembangnya Pasar 3. Perluasan Peran Perseroan
pembiayaan pada Pembiayaan Perumahan
primer perumahan di melalui penambahan anak
Indonesia usaha
4. Rendahnya keinginan bank
dalam menjual tagihan KPR
dalam rangka
mempertahankan kualitas
asetnya
Berdasarkan hasil analisis SWOT di atas, beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh
PT SMF (Persero) adalah,
1) pengembangan kegiatan usaha dalam rangka perluasan mandat untuk mendukung
pemenuhan tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga Indonesia;
2) memperkuat pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga dalam negeri maupun
luar negeri salah satunya penjajakan creative funding dengan mengusung konsep ESG;
3) koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan para stakeholder Ekosistem Perumahan
untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan tempat tinggal yang layak bagi
masyarakat;
4) meningkatkan perekonomian nasional melalui penggunaan produk & jasa dalam
negeri serta sinergi antar BUMN; dan
5) penguatan internal melalui digitalisasi proses bisnis, peningkatan kualitas SDM,
penguatan manajemen risiko dan tata kelola yang baik dengan mengedepankan prinsip
kehati-hatian dalam menghadapi tantangan ekonomi.
2. Analisis Kebutuhan Tambahan Modal
Tambahan dana yang berasal dari PMN akan memberikan dampak positif atas
kegiatan utama PT SMF (Persero) yaitu sekuritisasi, penyaluran pinjaman dan penerbitan
surat utang. Secara rinci setelah adanya tambahan modal diharapkan tercermin dalam tabel
3.7. sebagai berikut:
54
Page 287
Tabel 3.7 Analisis Kebutuhan PMN
SUBYEK SEBELUM TAMBAHAN MODAL SETELAH TAMBAHAN MODAL
Sekuritisasi ▪ Kemampuan untuk menjadi ▪ Kemampuan untuk menjadi
pembeli siaga terbatas. pembeli siaga meningkat.
▪ Kemampuan untuk ▪ Kemampuan untuk
meningkatkan likuiditas pasar meningkatkan likuiditas
EBA terbatas. pasar EBA meningkat.
▪ Kepercayaan investor EBA/ ▪ Kepercayaan investor EBA/
efek yang dijamin PT SMF efek yang dijamin PT SMF
(Persero) terbatas. (Persero) meningkat.
Penyaluran ▪ Kemampuan penggunaan ▪ Penggunaan ekuitas sebagai
pinjaman ekuitas sebagai bridging bridging, meningkat sehingga
sebelum penerbitan surat kemampuan penyaluran
utang, terbatas. pinjaman akan menjadi lebih
tinggi dan pada akhirnya
dapat menjaga peran PT SMF
(Persero) dalam program
penurunan beban 55iscal
melalui KPR FLPP.
Penerbitan ▪ Kemampuan penerbitan surat ▪ Kemampuan untuk leveraging
surat utang utang untuk penyaluran dalam bentuk penerbitan
pinjaman, terbatas. (leverage). surat utang meningkat.
▪ Tingkat keyakinan investor ▪ Tingkat keyakinan investor
atas kemampuan PT SMF atas kemampuan PT SMF
(Persero) untuk membayar (Persero) untuk membayar
kewajibannya terbatas. kewajibannya meningkat.
C. Analisis Risiko
Sebagai lembaga keuangan yang mengembangkan tugas dari Pemerintah untuk
membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan, PT SMF (Persero)
mengimplementasikan manajemen risiko dalam operasional organisasinya dengan
pendekatan Enterprise Risk Management (ERM). Konsep pengelolaan risiko yang mulai
diaplikasikan secara formal sejak awal tahun 2010, mulai dikembangkan sejak 2009 dengan
meramu konsep-konsep terbaik yang dapat diimplementasikan merujuk dari pendekatan
COSO 2017 tentang Enterprise Risk Management - Integrated Framework dan juga ISO 31000:2018
Enterprise Risk Management.
Dalam pengelolaan risiko yang ada pada PT SMF (Persero), Manajemen didukung oleh
2 (dua) organ utama yaitu Divisi Manajemen Risiko (MRK) dan Komite Pemantau Risiko.
55
Page 288
MRK bertanggungjawab untuk melakukan identifikasi, pengukuran, dan pemantauan risiko
secara rutin.
Berdasarkan aktivitas tersebut MRK melakukan pengukuran dan pelaporan secara rutin
tentang kondisi profil risiko dari PT SMF (Persero), mengusulkan perubahan-perubahan
kebijakan, prosedur pengelolaan risiko yang dibutuhkan, dan usulan mitigasi yang sebaiknya
dilaksanakan. Hasil pemantauan dan usulan-usulan yang disusun oleh MRK menjadi
masukan bagi Komite Pemantau Risiko untuk menyusun rekomendasi antisipasi dan mitigasi
yang dibutuhkan oleh Komisaris dan Direksi. Selanjutnya MRK menyampaikan rekomendasi
kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan atas tindak lanjut yang harus ditempuh
Perseroan sesuai dengan pokok bahasan yang ada.
Perseroan membagi pengelolaan risiko menjadi sebanyak 10 (sepuluh) tipologi
risiko,diantaranya Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Strategis, Risiko
Kepatuhan, Risiko Hukum, Risiko Operasional, Risiko Reputasi, Risiko Keuangan, dan Risiko
Fraud. Pengelolaan risiko PT SMF (Persero) sebagaimana dijelaskan dalam Tabel 3.8. berikut:
Tabel 3. 8 Pengelolaan Risiko
No Uraian Risiko Mitigasi
1. Risiko Kredit PT SMF (Persero) telah melakukan
Risiko yang terjadi akibat kegagalan penyusunan kebijakan dan manual produk
pihak ke-3 dalam memenuhi yang terkait dengan kegiatan perluasan
kewajibannya atau sebab-sebab lain mandat. Selain itu, PT SMF (Persero) juga
kepada PT SMF (Persero) sehingga melakukan penyempurnaan atas
menimbulkan kerugian bagi metodologi monitoring intensif atas kinerja
Perusahaan. Risiko kredit yang debitur Perseroan dan juga portofolio
dihadapi PT SMF (Persero), terutama Perseroan melalui Early Warning System
berasal dari Pinjaman yang diberikan (EWS). Selain itu PT SMF (Persero) juga
dan dari penempatan dana dalam melakukan pengembangan kompetensi
bentuk deposito, EBA serta pembelian SDM untuk mendukung pengembangan
aset KPR. PT SMF (Persero) juga segmen dan produk pembiayaan.
menerapkan kebijakan kehati-hatian
untuk menempatkan dana kas dalam
bentuk giro dan deposito berjangka
secara selektif pada institusi keuangan
terpilih
56
Page 289
No Uraian Risiko Mitigasi
2. Risiko Pasar PT SMF (Persero) menetapkan risiko pasar
Risiko yang timbul karena terjadi yang dihadapi perseroan hanya bersifat
perubahan pada kondisi pasar, unrealized loss sepanjang tidak dilakukan
termasuk di antaranya: risiko penjualan di bawah harga inventory
perubahan harga, risiko suku bunga, Perseroan.
risiko nilai tukar, risiko komoditas, dan
risiko ekuitas. Portofolio PT SMF
(Persero) yang terekspos risiko pasar
adalah portofolio yang termasuk di
dalam trading book dimana nilai mark-to-
market harga akan berpengaruh
terhadap laba rugi PT SMF (Persero).
3. Risiko Likuiditas PT SMF (Persero) melakukan perhitungan
Risiko yang dapat timbul sewaktu- proyeksi arus kas terkait kewajiban dan
waktu akibat ketidakmampuan PT SMF penerimaan serta telah mempersiapkan
(Persero) dalam memenuhi kewajiban alternatif sumber pendanaan selain
yang sudah jatuh tempo. penerbitan obligasi juga melalui kredit
Penghimpunan dana dari pasar modal jangka pendek untuk memenuhi kewajiban
dan penyaluran ke sektor pembiayaan jatuh tempo.
perumahan membutuhkan pengaturan
dan perencanaan arus kas yang baik.
Penjadwalan penerbitan surat utang ke
pasar modal menjadi penting
mengingat pergerakan suku bunga di
pasar dapat menyebabkan dana yang
dihimpun menjadi terlalu mahal bagi
penyaluran pembiayaan.
4. Risiko SKHORKF PT SMF (Persero) telah melakukan mitigasi
Risiko SKHORKF mencakup risiko untuk menjaga profil risiko SKHORKF
Stratejik, risiko Kepatuhan, risiko pada tingkat yang baik, seperti melakukan
Hukum, risiko Operasional, risiko pembaharuan kebijakan dasar dan
turunannya, mengembangkan sistem
57
Page 290
No Uraian Risiko Mitigasi
Reputasi, risiko Finansial (keuangan), untuk meminimalkan human error,
dan Fraud. melakukan pembaharuan metode internal
rating, meningkatkan peran internal control
dan kegiatan mitigasi lainnya, dan juga
melakukan pengembangan kemampuan
risk officer di setiap Divisi dengan
melakukan training dan sertifikasi
manajemen Risiko sehingga
identifikasi,pengukuran, dan juga usulan
tindakan mitigasi dapat akurat.
D. Tujuan dan Rincian Penggunaan Penyertaan Modal Negara
Latar belakang permintaan penambahan PMN dalam mendukung program pemerintah
sektor perumahan adalah sebagai berikut:
1. Mendukung Program Satu Juta Rumah
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H telah mengamanatkan bahwa setiap
orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan
lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dalam hal ini, Negara telah menjamin untuk
melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan agar
masyarakat mampu bertempat tinggal yang layak. Hal ini ditegaskan kembali dalam Pasal
5 Ayat 1 UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang
menyatakan bahwa Negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan perumahan dan
kawasan permukiman yang pembinaannya dilaksanakan oleh Pemerintah.
Kewajiban Pemerintah untuk dapat memenuhi tempat tinggal yang layak bagi setiap
rakyat Indonesia menjadi tugas yang sangat menantang. Pasalnya, masih terdapat
permasalahan kekurangan ketersediaan rumah (backlog) yang berdasarkan data dari
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sampai dengan tahun 2010
mencapai 13,5 juta unit rumah terutama bagi golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
(MBR). Angka tersebut semakin terakumulasi karena jumlah permintaan perumahan
berkisar 800 ribu hingga 900 ribu unit rumah setiap tahunnya, sedangkan jumlah
pengadaan rumah atau suplai rumah yang ada hanya mencapai 300 ribu hingga 400 ribu
unit rumah setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS dan Susenas terakhir, hingga 2021
backlog perumahan di Indonesia diperkirakan berada di 12,7 juta.
58
Page 291
Dengan angka backlog perumahan yang demikian tinggi, maka kebutuhan dana
jangka panjang untuk pembiayaan perumahan memang menjadi tantangan strategis bagi
Pemerintah. Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman disebutkan perlunya peran pembiayaan primer dan pembiayaan
sekunder perumahan untuk mendukung terciptanya mekanisme yang ideal dalam
pembiayaan perumahan sehingga diharapkan kedepannya tercipta keterjangkauan
kepemilikan rumah khususnya untuk golongan MBR. Berikut ini adalah mekanisme
pengelolaan dana perumahan ideal tersebut:
Gambar 3. 1 Pengelolaan Dana Perumahan Ideal
Tidak adanya perubahan yang signifikan atas angka backlog perumahan,
mengindikasikan perlunya “gebrakan” Pemerintah dalam sektor perumahan. Program
Pemerintah dalam mendukung sektor perumahan yang telah dilakukan diantaranya
adalah Program KPR FLPP (KPR Subsidi). Sasaran utama Program Pemerintah adalah
golongan MBR, seperti yang kerap kali dijelaskan bahwa kendala kepemilikan rumah bagi
golongan tersebut adalah keterjangkauan. Keterjangkauan dalam hal ini dilihat dari
keterjangkauan uang muka dan keterjangkauan dalam angsuran yaitu dari suku bunga
yang terjangkau dan tetap serta tenor yang lebih panjang. Untuk mengakomodir hal
tersebut, Pemerintah kembali menciptakan program baru sebagai komplementer program
yang sudah berjalan sebelumnya, yaitu Program Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Program
Bantuan Uang Muka (BUM).
59
Page 292
Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun peta jalan menuju
reformasi kebijakan perumahan. Dalam kajian peta jalan tersebut pada intinya adalah
mengenai rencana jangka menengah panjang pemerintah dalam sektor perumahan, yang
didalamnya melibatkan seluruh lembaga dalam sektor perumahan, tak terkecuali PT SMF
(Persero) sebagai BUMN yang khusus didirikan bergerak dalam bidang pembiayaan
sekunder perumahan. Peran PT SMF (Persero) yang berfungsi mengalirkan dana dari pasar
modal ke sektor perumahan menjadi cukup penting, karena dapat mendukung percepatan
pembiayaan perumahan dan menciptakan kelipatan dalam penyalurannya. Peran utama
PT SMF (Persero) yang disebutkan dalam kajian peta jalan tersebut adalah:
a. Menata Ulang Program Rumah Tumbuh
PT SMF (Persero) berperan sebagai pendukung inkubasi pengembangan produk
pembiayaan perumahan mikro. Selain itu, sebagai BUMN yang memberikan
dukungan teknis untuk peningkatan kualitas dan kelayakan konsumen, pelatihan
petugas pemberi pinjaman, desain produk pembiayaan perumahan mikro, sistem
teknologi dan lain-lain.
b. Menciptakan Pasar Formal Perumahan yang Terjangkau dan Meningkatkan
Partisipasi Sektor Swasta
1) Menerapkan skema FLPP untuk dapat dikelola dalam struktur PT SMF (Persero)
(penguatan peran melalui pemberian mandat) agar dapat bersaing di pasar.
2) PT SMF (Persero) berperan sebagai pemegang kendali atas pemberian pinjaman
dan praktek pemberian layanan agar berjalan dengan baik melalui penguatan
perann dalam pasar sekunder perumahan.
3) PT SMF (Persero) dapat memperkuat perannya untuk dapat mendukung langkah–
langkah implementasi yang sudah dikembangkan. Langkah implementasi dalam
immediate term adalah mengembangkan subsidi uang muka untuk pembiayaan
kredit. Langkah berikutnya pada short term (1-2 tahun) yaitu peningkatan tingkat
likuiditas melalui penguatan jaminan kredit perumahan.
c. Membangun Delivery System yang Kuat
Membentuk pusat informasi perumahan dan property (Housing and Real Estate
Information Center – HREIC) yang berfungsi sebagai wadah data terkait perumahan dan
properti terbaru yang dapat diakses oleh publik dan dapat digunakan untuk
merancang sistem sebuah kota dalam mengumpulkan informasi lokal. HREIC menjadi
60
Page 293
unit yang berdiri sendiri atau distrukturkan dalam bentuk kemitraan antara BI, PT SMF
(Persero), BTN, Perumnas, dan REI/APERSI.
Dalam menjalankan program-program pendukung sektor perumahan harus
memperhatikan berbagai aspek, diantaranya yaitu ketersediaan lahan, perizinan,
infrastruktur, tata ruang, dan sinergi serta dukungan dari berbagai pihak. Selain itu,
yang perlu menjadi perhatian adalah likuiditas yang dibutuhkan untuk memenuhi
penyediaan rumah setiap tahunnya, dalam hal ini kebutuhan dana jangka panjang.
Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah perlu
mensinergikan seluruh lembaga yang dapat mendukung program ini termasuk PT
SMF (Persero). Selama ini dalam kegiatan penyaluran pinjaman, PT SMF (Persero)
menyediakan dana untuk mendukung program Pemerintah dalam pembiayaan
perumahan bagi MBR melalui Program KPR FLPP. Dalam Program Satu Juta Rumah,
PT SMF (Persero) akan berperan dalam menyediakan likuiditas jangka
menengah/panjang yang diperoleh dari penerbitan surat utang di pasar modal.
Gambar 3. 2 Rencana Restrukturisasi Program Sejuta Rumah
Sumber: Bappenas
Dalam rencana sketsa intervensi perumahan Bappenas tahun 2020-2024, terdapat
rencana restrukturisasi pada Program Sejuta Rumah Pemerintah dengan klasifikasi
pembagian 40% kepada masyarakat dibawah MBR dengan pendapatan Rp3 juta
kebawah, 40% kepada masyarakat MBR dengan pendapatan hingga Rp8 juta dan
masyarakat menengah atas dengan pendapatan diatas Rp8 juta.
Peran PT SMF (Persero) dalam restrukturisasi ini ada pada masyarakat dengan
pendapatan Rp8 juta ke atas dengan plafon harga rumah di atas Rp500 juta. Sementara
61
Page 294
untuk TAPERA untuk pendapatan Rp3 juta hingga Rp8 juta untuk rumah Rp200 juta
hingga 400 juta, serta program pembiayaan perumahan pemerintah lainnya bagi
masyarakat dengan pendapatan dibawah Rp2 juta.
Namun untuk tahun 2023 ini, pembiayaan KPR FLPP bagi masyarakat MBR
masih difasilitasi oleh BP Tapera dengan porsi pembiayaan sebesar 75% sehingga
peran PT SMF (Persero) dalam pembiayaan KPR FLPP ini masih diperlukan.
Dukungan yang diberikan PT SMF (Persero) baik untuk KPR subsidi untuk MBR
maupun KPR non subsidi adalah dalam bentuk dana pendampingan bagi bank
pelaksana pada program ini. Dana pendampingan yang disediakan adalah dana jangka
panjang dengan bunga tetap, sehingga bank pelaksana akan lebih terlindungi dari
risiko maturity mismatch dan risiko perubahan tingkat suku bunga. Dana PT SMF
(Persero) tersebut diperoleh dari penerbitan surat utang pasar modal, namun untuk
penerbitannya menunggu waktu yang tepat. PT SMF (Persero) akan melakukan
bridging dengan menggunakan sumber dana Perseroan. Untuk itu diperlukan
likuiditas dengan biaya rendah yang diperoleh melalui penambahan Penyertaan
Modal Negara (PMN) dari Pemerintah. Dengan demikian PT SMF (Persero) dapat
lebih berperan dalam program pembiayaan 1 juta unit rumah rakyat.
2. Menjaga Porsi Dana APBN pada Program KPR FLPP
a. Latar Belakang
Keterlibatan PT SMF (Persero) dalam Program KPR FLPP merupakan penugasan
dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kepada PT SMF (Persero) untuk
memaksimalkan fungsinya sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Penugasan tersebut
ditujukan untuk menurunkan porsi dana APBN untuk pembiayaan KPR FLPP yang
awalnya sebesar 90% menjadi 75% melalui dukungan PT SMF (Persero) untuk
menyediakan pendanaan jangka panjang/menengah bagi penyalur KPR FLPP pada
porsi 25% dengan tingkat suku bunga tertentu. PT SMF (Persero) mulai menyalurkan
pembiayaan khusus untuk mendukung Program KPR FLPP sejak bulan Agustus 2018,
yaitu setelah ditetapkannya Keputusan Menteri PUPR Nomor 463/KPTS/M/2018
yang mengatur mengenai perubahan porsi dana APBN untuk pendanaan
kredit/pembiayaan kepemilikan rumah sejahtera/KPR FLPP dari 90% menjadi 75%.
b. Skema
Peran PT SMF (Persero) dalam Program KPR FLPP adalah dengan menyediakan
pembiayaan jangka panjang/menengah bagi Penyalur KPR FLPP dengan tingkat suku
bunga tertentu sehingga dapat menurunkan dan menjaga porsi dana APBN sebesar
62
Page 295
75% dengan tetap mempertahankan suku bunga KPR FLPP kepada MBR sebesar 5%.
Untuk melaksanakan program tersebut, PT SMF (Persero) menggunakan dana yang
berasal dari penambahan PMN, dan ditambah dengan leverage atas dana PMN melalui
penerbitan surat utang di pasar modal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para
penyalur KPR dengan biaya yang lebih rendah apabila dibandingkan bank mengakses
sendiri dana jangka panjang ke pasar modal.
Dengan kemampuan PT SMF (Persero) untuk melakukan leveraging atas dana
modal yang diberikan Pemerintah, maka dana yang dapat disalurkan dalam program
KPR FLPP juga akan semakin meningkat. Meningkatnya jumlah dana yang tersedia
untuk KPR FLPP tersebut, pada akhirnya akan meningkatkan jumlah rumah yang
dapat dibiayai melalui KPR FLPP bila dibandingkan tanpa keterlibatan PT SMF
(Persero).
Gambar 3. 3 Skema Dukungan PT SMF (Persero) Pada Program FLPP Tahun 2023
63
Page 296
d. Realisasi Penggunaan PMN sampai dengan Tahun 2022
Sejak bulan Agutus 2018 sampai dengan bulan Desember 2022, PT SMF (Persero)
telah mengalirkan dana kepada penyalur KPR FLPP sebesar Rp15,04 triliun untuk
membiayai 421.650 unit rumah MBR yang mana Rp486 miliar diantaranya merupakan
percepatan penyaluran FLPP tahun 2020. Untuk PMN 2017 sampai dengan 2022 telah
tersalurkan sepenuhnya sebesar Rp7,80 triliun dengan leverage sebesar Rp7,17 triliun
dengan rincian sebagai berikut.
• Penerimaan PMN 2017 sebesar Rp1,00 triliun dengan leverage Rp869 miliar
sehingga total penyaluran pada tahun 2017 sebesar Rp1,87 triliun untuk 57.102 unit
rumah, yang disalurkan di tahun 2018 sebanyak 28.932 unit rumah dan di tahun
2019 sebanyak 28.170 unit rumah.
• Untuk PMN 2019, Perseroan menerima PMN sebesar Rp800 miliar yang kemudian
di-leverage sebesar Rp950 miliar sehingga total penyaluran sebesar Rp1,75 triliun.
Penyaluran di tahun 2019 untuk 31.809 unit rumah dan penyaluran di tahun 2020
untuk 20.832 unit rumah, sehingga untuk PMN 2019 beserta leverage disalurkan
untuk 52.640 unit rumah.
• PMN 2020 yang diterima sebesar Rp1,75 triliun, telah di-leverage sebesar Rp3,45
triliun sehingga total dana yang disalurkan sebesar Rp5,20 triliun. Sebanyak 23.325
unit rumah dibiayai di tahun 2020 dan sebanyak 90.719 unit rumah dibiayai di
tahun 2021 serta 29.654 unit dibiayai di tahun 2022 sehingga sebesar 143.698 unit
rumah dibiayai menggunakan PMN 2020 dan leverage-nya.
• PMN 2021, yang telah diterima Perseroan pada bulan September 2021, telah
disalurkan sebesar Rp2,25 triliun dan telah diterbitkan leverage sebesar Rp1,90
triliun. Untuk penyaluran menggunakan PMN 2021, telah digunakan juga dana
pengembalian pokok sebesar Rp61 miliar. Atas keseluruhan dana tersebut, telah
membiayai 114.230 unit rumah, yakni sebanyak 35.853 unit rumah di tahun 2021
dan 78.377 unit rumah di tahun 2022.
• PMN 2022, yang telah diterima Perseroan pada bulan September 2022, telah
disalurkan seluruhnya di tahun 2022 sebesar Rp2,00 triliun. Penggunaan dana
tersebut di tahun 2022 digunakan untuk 53.979 unit rumah.
64
Page 297
Tabel 3. 9 Rincian Penyaluran dalam Jumlah Rupiah & Unit Rumah
dalam miliar Rupiah
Realisasi Penyaluran (Rp. Miliar)
Jumlah
PMN Penerimaan PMN Penggunaan PMN Tahun Total
Penyaluran
2018 2019 2020 2021 2022
PMN 2017 1.000 1.000 1.869 948 921 - - - 1.869
PMN 2019 800 800 1.750 - 1.040 710 - - 1.750
PMN 2020 1.750 1.750 5.204 - - 795 3.310 1.099 5.204
PMN 2021 2.250 2.250 4.212 - - - 1.308 2.904 4.212
PMN 2022 2.000 2.000 2.000 - - - - 2.000 2.000
TOTAL 7.800 7.800 15.035 948 1.961 1.505 4.618 6.003 15.035
- - - (0) 0 (0)
Jumlah Debitur
PMN Tahun Total
2018 2019 2021 2022
PMN 2017 28.932 28.170 - - 57.102
PMN 2019 - 31.809 - - 52.640
PMN 2020 - - 90.719 29.654 143.698
PMN 2021 - - 35.853 78.377 114.230
PMN 2022 - - - 53.979 53.979
TOTAL 28.932 59.979 126.572 162.010 421.650
Selain itu terkait dengan penyaluran pinjaman jika dilihat dari sisi bank
pelaksana, dari 39 (tiga puluh sembilan) bank pelaksana yang mengikuti program KPR
FLPP, sebanyak 19 (sembilan belas) bank diantaranya telah bekerja sama dengan PT
SMF (Persero) dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3. 10 Realisasi Program KPR FLPP 2018-2022
2018 2019 2020 2021 2022
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
No. Nama Bank
Batch Pencairan Unit Batch Pencairan Unit Batch Pencairan Unit Batch Pencairan Unit Batch Pencairan Unit
1 BPD Jateng Syariah 10 447.675.500 15 44 3.498.875.000 114 1 5.346.081.250 164 51 4.140.250.000 120 0 0 0
2 BPD Jateng Konven 6 494.700.000 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 BPD Papua 44 43.849.803.909 910 28 36.262.695.838 745 23 18.573.781.500 372 15 8.516.417.500 168 1 358.000.000 7
4 BJB Syariah 27 20.162.371.250 613 35 37.681.663.750 1.098 77 22.292.761.000 625 63 26.100.502.500 709 169 74.903.973.988 2.047
5 BJB Konven 10 17.071.831.780 567 20 58.913.857.729 1.876 56 155.527.600.716 4.416 39 181.387.106.983 4.970 81 307.208.362.195 8.343
6 BPD Kalbar 9 15.257.195.000 475 15 45.796.932.500 1.367 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 BTN Konven 119 736.836.910.402 22.737 203 1.414.367.892.648 43.531 394 958.618.377.819 28.164 482 3.526.828.853.044 96.440 388 4.554.794.999.820 122.518
8 BTN UUS 27 33.222.503.000 1.074 64 147.250.236.275 4.693 57 191.450.717.250 5.847 171 759.429.912.545 21.209 220 1.003.892.653.677 27.482
9 BPD Sultra 5 6.515.930.750 206 1 324.350.000 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Bank Arta Graha 6 74.147.326.974 2.318 92 158.370.617.625 4.811 77 56.495.214.000 1.629 31 27.963.453.750 765 0 0 0
11 BPD Jatim Syariah 0 0 0 47 23.670.375.000 762 82 44.812.912.500 1.355 17 14.712.787.500 428 0 0 0
12 BPD NTB Syariah 0 0 0 12 35.196.860.000 972 0 0 0 18 50.398.792.848 1.272 40 27.069.430.000 682
13 Bank Nagari 0 0 0 0 0 0 1 27.229.842.454 847 0 0 0 0 0 0
14 Bank Nagari Syariah 0 0 0 0 0 0 1 7.051.032.395 217 0 0 0 0 0 0
15 BRI Agro 0 0 0 0 0 0 1 17.318.943.750 521 0 0 0 0 0 0
16 BPD Kaltimtara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 26 18.873.728.750 491 58 16.594.099.000 431
17 BPD Kalteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 389.818.750 10
18 BPD Sumut Syariah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 17.066.150.000 480
19 BPD NTT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 405.715.000 10
TOTAL 263 948.006.248.565 28.932 561 1.961.334.356.365 59.979 770 1.504.717.264.633 44.157 913 4.618.351.805.420 126.572 978 6.002.683.202.430 162.010
Grand total 3.485 15.035.092.877.412 421.650
p)
it)
p)
p)
Sampai dengan Desember 2022, seluruh PMN yang diterima Perseroan setelah
dilakukan leveraging sudah digunakan seluruhnya untuk penyaluran KPR FLPP
sehingga akumulasi jumlah unit yang difasilitasi adalah sebanyak 421.650 unit rumah.
e. Prognosa Penyaluran KPR Program FLPP oleh BP Tapera TA 2023
Target pemerintah atas penyaluran KPR Program FLPP pada tahun 2023 adalah
229.000 rumah yang tersebar di seluruh Indonesia. Atas target tersebut, sesuai dengan
arahan Presiden Republik Indonesia, pada akhir tahun 2019 terdapat percepatan FLPP
2020 untuk memenuhi kebutuhan debitur yang belum terserap di tahun 2019. Pada
tahun 2022, telah disalurkan dana sebesar Rp33,53 triliun kepada 226.000 debitur atau
65
Page 298
lebih tinggi dibandingkan target 200.000 sehingga diperkirakan target penyaluran KPR
Program FLPP sebesar 229.000 dapat tercapai hingga akhir tahun 2023.
f. Rencana Penyaluran Tahun 2023 PT SMF (Persero)
Pada tahun 2023, PT SMF (Persero) kembali mengajukan permohonan
penambahan PMN yang akan digunakan untuk mendukung Program KPR FLPP
dengan dana Rp1,53 triliun. PT SMF (Persero) akan melakukan leveraging atas dana
PMN tersebut dengan menerbitkan surat utang sekitar Rp1,60 triliun, leverage atas PMN
sebelumnya sekitar Rp3,18 triliun, penggunaan dana pengembalian pokok sekitar
Rp381,60 miliar dan diperlukan dana sebesar Rp2,05 triliun yang perlu disediakan
sendiri oleh bank penyalur KPR FLPP sehingga dapat diperoleh blended fund sebesar
Rp8,75 triliun yang dapat disalurkan kepada penyalur KPR FLPP. Adanya dukungan
dari PT SMF (Persero) tersebut, akan meningkatkan jumlah rumah yang dibiayai dari
semula 197.892 unit (tanpa keterlibatan SMF) menjadi 229.000 unit rumah bagi MBR
(asumsi plafon KPR FLPP sebesar Rp152,8 juta per unit).
E. Simulasi Perhitungan Penggunaan Dana Penyertaan Modal Negara (PMN)
1. Asumsi Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero)
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan cost of fund surat utang adalah sebesar
8,23%, yang bersumber dari beberapa data sebagai berikut.
Tabel 3. 11 Proyeksi Yield Surat Utang Negara Tahun 2023
Batas Bawah Batas Atas
SUN 1 4,38 4,99
SUN 2 5,11 5,74
SUN 3 5,64 5,32
SUN 4 6,05 6,77
SUN 5 6,39 7,15
Sumber: perhitungan internal PT SMF (Persero), Januari 2023
Dalam kajian ini, tingkat suku bunga bebas risiko (risk free) yang digunakan adalah
tingkat suku bunga (yield) obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) dengan
jangka waktu lima tahun. Sesuai proyeksi internal PT SMF (Persero), besarnya yield SUN
bertenor lima tahun berada antara pada kisaran 6,39% hingga 7,15%. Berdasarkan proyeksi
tersebut, kami menggunakan angka proyeksi batas bawah sebesar 6,39% sebagai acuan
imbal hasil bebas risiko (risk free) dalam menghitung tingkat suku bunga obligasi korporasi
dengan jangka waktu lima tahun.
66
Page 299
Dengan menggunakan asumsi yield SUN sebesar 6,39%, dan premium pasar sebesar
1,50%, issuance cost sebesar 0,04% dan premium PT SMF (Persero) sebesar 0,30%, maka
asumsi cost of fund surat utang PT SMF (Persero) menjadi 8,23%. Adapun simulasi
perhitungan tersebut sebagaimana pada Tabel berikut.
Tabel 3. 12 Perhitungan Cost of Fund Surat Utang PT SMF (Persero)
Perhitungan COF Surat Utang SMF
Yield SUN 5 Tahun 6,39%
Premium Pasar 1,50%
Issuance Cost 0,04%
Premium Surat Utang SMF 0,30%
Cost of Fund Surat Utang 8,23%
Bila dibandingkan dengan surat utang korporasi yang terbit pada tahun 2020-2022
dengan tenor yang sama dan rating yang sama (triple A) sebagaimana terlihat pada Tabel
3.12, maka asumsi cost of fund surat utang PT SMF (Persero) masih berada pada rentang
kupon/tingkat bunga surat utang korporasi yang terbit pada kurun waktu tersebut.
Tabel 3. 13 Surat Utang AAA Tahun 2020-2022 dengan Tenor 5 Tahun
Coupon Rate Nominal
Penerbit Surat Utang Listing Date
(% p.a.) (miliar Rp)
PT PLN (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN III PLN TAHAP VI TAHUN 2020 SERI A 7,20% 541 19-Feb-2020
PT PLN (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN III PLN TAHAP VII TAHUN 2020 SERI B 8,25% 99 08-May-2020
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk OBLIGASI BERKELANJUTAN II BANK MANDIRI TAHAP I TAHUN 2020 SERI A 7,75% 350 13-May-2020
PT Pegadaian (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN IV PEGADAIAN TAHAP II TAHUN 2020 SERI C 7,95% 142 09-Jul-2020
PT Sarana Multi Infrastruktur OBLIGASI BERKELANJUTAN II SARANA MULTI INFRASTRUKTUR TAHAP IV TAHUN 2020 SERI
8,00% 240 22-Jul-2020
(Persero) C
PT Angkasa Pura II (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN I ANGKASA PURA II TAHAP II TAHUN 2020 SERI B 8,50% 159 14-Aug-2020
PT Pupuk Indonesia (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN II PUPUK INDONESIA TAHAP I TAHUN 2020 SERI B 7,70% 858 04-Sep-2020
PT Profesional Telekomunikasi
OBLIGASI BERKELANJUTAN II PROTELINDO TAHAP I TAHUN 2020 SERI B 7,70% 67 04-Sep-2020
Indonesia
PT PLN (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN IV PLN TAHAP I TAHUN 2020 SERI A 6,70% 312 09-Sep-2020
PT Indonesia Infrastructure OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE TAHAP II TAHUN
6,90% 120 22-Oct-2020
Finance 2020 SERI C
PT Sarana Multi Infrastruktur OBLIGASI BERKELANJUTAN II SARANA MULTI INFRASTRUKTUR TAHAP V TAHUN 2020 SERI
6,70% 1.115 14-Dec-2020
(Persero) B
PT Pupuk Indonesia (Persero) OBLIGASI BERKELANJUTAN II PUPUK INDONESIA TAHAP II TAHUN 2021 SERI B 6,20% 1.600 12-Mar-2021
PT Waskita Karya (Persero) OBLIGASI III WASKITA KARYA TAHUN 2021 SERI A 6,10% 722 27-Sep-2021
PT Profesional Telekomunikasi
OBLIGASI BERKELANJUTAN II PROTELINDO TAHAP II TAHUN 2021 SERI C 6,10% 744 20-Dec-2021
Indonesia
PT Tamaris Hidro OBLIGASI TAMARIS HYDRO I TAHUN 2022 SERI B 7,00% 250 09-Mar-2022
PT Adira Dinamika Multi
OBLIGASI BERKELANJUTAN V ADIRA FINANCE TAHAP III TAHUN 2022 SERI C 6,25% 250 23-Mar-2022
Finance Tbk
PT Waskita Karya (Persero) OBLIGASI IV WASKITA KARYA TAHUN 2022 SERI A 6,65% 658 13-May-2022
PT Bank Negara Indonesia OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN (GREEN BOND) I PT BANK NEGARA INDONESIA
6,85% 1.000 22-Jun-2022
(Persero) Tbk (PERSERO) TBK THN 2022 SERI B
PT Bank Maybank Indonesia OBLIGASI BERKELANJUTAN IV BANK MAYBANK INDONESIA TAHAP I TAHUN 2022 SERI C 6,80% 300 11-Jul-2022
PT Bank Rakyat Indonesia OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN I BANK BRI TAHAP I TAHUN 2022
6,45% 500 21-Jul-2022
(Persero) Tbk SERI C
PT Kereta Api Indonesia OBLIGASI BERKELANJUTAN I KERETA API INDONESIA TAHAP I TAHUN 2022 SERI A 7,10% 634 08-Aug-2022
PT Astra Sedaya Finance OBLIGASI BERKELANJUTAN V ASTRA SEDAYA FINANCE TAHAP V TAHUN 2022 SERI C 6,50% 7 29-Aug-2022
PT XL Axiata Tbk OBLIGASI BERKELANJUTAN II XL AXIATA TAHAP I TAHUN 2022 SERI B 7,40% 412 02-Sep-2022
Sumber: KSEI, diolah
Dengan melihat perbandingan atas proyeksi yield SUN bertenor lima tahun,
penerbitan surat utang dengan tenor lima tahun dalam kurun waktu 2020-2022, maka
dalam menghitung sensitivitas kami gunakan asumsi berikut:
i. Kondisi Optimis – 8,73%
67
Page 300
Proyeksi yield SUN lima tahun sebesar 6,39% ditambah 2,00% premium pasar,
dan 0,34% biaya penerbitan dan premium surat utang SMF.
ii. Kondisi Pesimis – 7,73%
Proyeksi yield SUN lima tahun sebesar 6,39% ditambah 1,00% premium pasar,
dan 0,34% biaya penerbitan dan premium surat utang SMF.
2. Perhitungan Pembiayaan Untuk Mendukung KPR FLPP
a. Asumsi
Berikut adalah tabel asumsi yang digunakan dalam simulasi perhitungan
keikutsertaan PT SMF (Persero) pada KPR Program.
Tabel 3. 14 Asumsi Untuk Simulasi Perhitungan KPR Program
ASUMSI
PEMERINTAH
1. Dana FLPP untuk BP Tapera 19.480.000.000.000 Asumsi Dana Pemerintah untuk FLPP
2. Pengembalian Pokok BP Tapera 5.700.000.000.000 Simulasi jika ada tambahan dana untuk FLPP
3. Optimalisasi dana tahun 2022 1.057.837.757.616 Sisa dana FLPP tahun 2022 BP Tapera
4. Suku Bunga KPR FLPP ke MBR 5,00% Suku Bunga yang harus dibayarkan MBR
5. Suku Bunga Porsi Pemerintah 0,50% Suku Bunga Pemerintah
6. Plafon KPR per Rumah 152.767.614 Asumsi Plafon KPR per rumah
7. Porsi dana BP Tapera 75% Porsi pemerintah saat ini
PENYALUR KPR / BANK PENYALUR
1. Giro Wajib Minimum (GWM) 6,50% Berdasarkan PBI 19/6/PBI/2017
2. Profit Margin bank 1,36% Profit Margin yang diharapkan Bank Penyalur
3. Overhead Cost Bank 1,50% Overhead Cost Bank Penyalur
4. Risk Premium Bank 0,30% Risk Premium Bank Penyalur
5. Premi Asuransi Kredit Bank 0,25% Premi asuransi kredit Bank Penyalur
6. Jangka Waktu KPR Program 20 Tahun Rata-rata tenor KPR FLPP yang telah berjalan
b. Hasil Perhitungan
1) Perhitungan Cost of Fund PT SMF (Persero) ke Bank Penyalur
Dengan menggunakan asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, maka
untuk menjaga Porsi Pemerintah sebesar 75% dan Porsi Penyalur KPR FLPP
sebesar 25% yang didukung oleh PT SMF (Persero), diperlukan leverage sebesar
1,04 kali dari nilai PMN. Untuk memenuhi penyerapan FLPP menjadi 100%, maka
selain dana PMN sebesar Rp1,53 triliun, akan dipenuhi melalui sumber dana
Perseroan lainnya berupa penerbitan surat utang atas PMN 2023 sebesar Rp1,60
triliun, leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya yang belum diterbitkan sebesar
Rp3,18 triliun, dan dana pengembalian pokok sebesar Rp381,60 miliar. Di samping
itu, diperlukan dana sebesar Rp2,05 triliun yang perlu disediakan sendiri oleh
bank penyalur KPR FLPP sehingga dapat diperoleh total dana sebesar Rp8,75
triliun. Dengan perhitungan tersebut, cost of fund yang akan ditawarkan PT SMF
68
Page 301
(Persero) kepada Penyalur KPR adalah sebesar 4,45% sebagaimana perhitungan
pada tabel berikut.
Tabel 3. 15 Perhitungan Cost of Fund PT SMF (Persero)
kepada Lembaga Penyalur KPR (Bank)
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana
FLPP Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain
sebagainya
2) Perhitungan Keikutsertaan PT SMF (Persero) pada FLPP
• Perhitungan Penurunan Porsi Pemerintah
Dengan cost of fund PT SMF (Persero) kepada Lembaga Penyalur (Bank)
sebesar 4,45%, maka berikut adalah perhitungan penurunan porsi pemerintah.
Tabel 3. 16 Perhitungan Penurunan Porsi Pemerintah
RINCIAN SUKU BUNGA KPR FLPP (FLPP)
a SUKU BUNGA KPR FLPP (MBR) 5,00%
b Profit Margin Bank 1,36%
c BASED RATE 3,64%
d Overhead Cost Bank 1,50%
e Risk Premium Bank 0,30%
f Premi Asuransi Kredit Bank 0,25%
g Cost of Loanable Fund (COLF) 1,59%
h Cost of Fund (COF) 1,49%
WEIGHTED AVERAGE (WAR)
i WAR Pemerintah 0,38%
j WAR SMF 1,11%
SUKU BUNGA
k Suku Bunga Porsi Pemerintah 0,50%
l Suku Bunga Porsi SMF 4,45%
PORSI
m Porsi Pemerintah 75,00%
n Porsi SMF 25,00%
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi
dana FLPP Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan
lain sebagainya
• Perhitungan Total Rumah Yang Terfasilitasi Pada Program FLPP
69
Page 302
Dengan alokasi dana pada BP Tapera TA 2023 untuk penyaluran KPR
FLPP TA 2023 sebesar Rp19,48 triliun, maka dengan penambahan PMN TA
2023 sebesar Rp1,53 triliun untuk PT SMF (Persero), dana untuk KPR FLPP
yang dapat disalurkan untuk porsi 25% adalah sebesar Rp8,75 triliun. Dengan
dana tersebut, maka total unit rumah yang dapat difasilitasi adalah sebanyak
229.000 ribu rumah sebagaimana perhitungan dalam Tabel 3.16 berikut.
Tabel 3. 17 Hasil Perhitungan Total Rumah yang Terfasilitasi pada
Program FLPP
HASIL PERHITUNGAN DENGAN SMF
TOTAL PMN Rupiah 21.010.000.000.000
Porsi BP Tapera % 75,00%
Dana BP Tapera + Pengembalian Pokok Rupiah 26.237.837.757.616
Porsi SMF % 25,00%
Dana dari SMF Rupiah 8.745.945.919.205
Total Dana Pemerintah + SMF Rupiah 34.983.783.676.821
Asumsi Harga Per Rumah Rupiah 152.767.614
Total unit rumah terfasilitasi dari FLPP Unit Rumah 229.000
SMF
PMN Rupiah 1.530.000.000.000
Utang Leverage PMN Sebelumnya Rupiah 3.183.678.359.464
Leverage Kali 1,04
Dana Pengembalian Pokok Rupiah 381.601.945.842
Dana Lainnya Rupiah 2.054.667.858.596
Dana dari Surat Utang Rupiah 1.595.997.755.303
Total Dana Rupiah 8.745.945.919.205
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi
dana FLPP Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan
lain sebagainya
c. Analisis Sensitivitas
Berdasarkan asumsi atas kondisi pesimis, moderat dan optimis yang digunakan
menggunakan proyeksi yield SUN tenor lima tahun ditambah premium pasar, biaya
penerbitan (issuance cost) dan premium surat utang SMF, maka untuk skenario Pesimis
yang akan digunakan adalah 8,73% dan Optimis sebesar 7,73%. Atas dasar sensitivitas
suku bunga surat utang tersebut, maka untuk skema Optimis akan menghasilkan
leverage yang dibutuhkan sebesar 0,92x, dengan kebutuhan dana lainnya yang antara
lain berasal dari penerbitan leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya serta
penggunaan dana pengembalian pokok sekitar Rp5,81 triliun. Sedangkan untuk skema
70
Page 303
Pesimis akan menghasilkan leverage sebesar 1,20x dengan kebutuhan dana lainnya
sekitar Rp5,38 triliun.
Tabel 3. 18 Analisis Sensitivitas atas Kenaikan / Penurunan
Suku Bunga Surat Utang pada KPR FLPP
Keterangan Optimis Moderat Pesimis
Porsi SMF 25,00% 25,00% 25,00%
PMN 1.530.000.000.000 1.530.000.000.000 1.530.000.000.000
Pengembalian Pokok, Leverage PMN Tahun Sebelumnya dan dana lainnya 5.376.907.757.367 5.619.948.163.902 5.806.248.484.307
Surat Utang 1.839.038.161.838 1.595.997.755.303 1.409.697.434.898
Total Dana SMF 8.745.945.919.205 8.745.945.919.205 8.745.945.919.205
Rate Surat Utang 7,73% 8,23% 8,73%
Leverage 1,20x 1,04x 0,92x
Blended Cost of Fund 4,45% 4,45% 4,45%
Harga Rumah 152.767.614 152.767.614 152.767.614
Total Unit Rumah 229.000 229.000 229.000
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana FLPP
Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain sebagainya
d. Mitigasi Risiko atas Simulasi Perhitungan
Mitigasi Risiko atas kenaikan Yield SUN dan Spread (Premium Pasar), adalah sebagai
berikut:
1) Masih terdapat range/ruang sebesar 0,80% dalam mengatasi kenaikan SUN dan
spread dengan menurunkan Suku Bunga PMN 0,5% dan/atau Premium SMF 0,3%.
2) Mitigasi risiko dilakukan untuk mempertahankan cost of fund ke lembaga penyalur
sebesar 4,45%, namun tetap akan menyesuaikan leverage surat utang PT SMF
(Persero).
Tabel 3. 19 Nilai SUN dan Spread PT SMF (Persero) Untuk Mitigasi Risiko
COST OF FUND SMF
a PMN 1.530.000.000.000
b Porsi Dana PMN 48,94%
c Suku Bunga PMN 0,50%
d Dana dari Surat Utang 1.595.997.755.303
e Porsi Dana dari Surat Utang 51,06%
f Yield SUN 5 Tahun 6,39%
g Premium Pasar 1,50%
h Issuance Cost 0,04%
i Premium Surat Utang SMF 0,30%
j Cost of Fund Surat Utang 8,23%
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi dana FLPP
Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga surat utang, perubahan kebijakan dan lain sebagainya
71
Page 304
e. Perhitungan KPR FLPP Apabila Tanpa Peran PT SMF (Persero)
Perhitungan dengan Porsi Pemerintah 90% dan Bank Penyalur 10%
Porsi KPR FLPP 90 : 10 diterapkan sebelum PT SMF (Persero) terlibat dalam KPR
FLPP melalui program penurunan beban fiskal. Dalam skema ini, Pemerintah melalui
BLU PPDPP menyediakan 90% dana KPR FLPP dengan bunga 0,5% dan bank
menyediakan porsi 10%. Berikut adalah tabel hasil simulasi perhitungan dengan
asumsi menggunakan porsi 90% Pemerintah dan 10% dari Bank Penyalur.
Tabel 3. 20 Simulasi Perhitungan 90%:10%
RINCIAN SUKU BUNGA KPR FLPP (FLPP)
SUKU BUNGA KPR FLPP (MBR) 5,00%
Profit Margin Bank 1,36%
BASED RATE 3,64%
Overhead Cost Bank 1,50%
Risk Premium Bank 0,30%
Premi Asuransi Kredit Bank 0,25%
Cost of Loanable Fund (COLF) 1,59%
Cost of Fund (COF) 1,49%
WEIGHTED AVERAGE (WAR)
WAR Pemerintah 0,45%
WAR Bank Penyalur 1,04%
SUKU BUNGA
Suku Bunga Porsi Pemerintah 0,50%
Suku Bunga Porsi Bank Penyalur 10,37%
PORSI
Porsi Pemerintah 90,00%
Porsi SMF 10,00%
Porsi FLPP 90 : 10
BP Tapera Bank
Blended Rate
Porsi Bunga Porsi Bunga
90% 0,50% 10% 10,37% 5,00%
Dana FLPP
BP Tapera Bank
27.767.837.757.616 3.085.300.000.000
30.853.000.000.000
Harga Rumah 152.767.614
Total Rumah Terfasilitasi 201.960
Pada tabel di atas, dapat terlihat bahwa dengan porsi 90%:10%, jumlah rumah
yang dapat terfasilitasi melalui program KPR FLPP sebanyak 201.960 unit atau lebih
rendah bila dibandingkan dengan menggunakan porsi 75%:25% melalui SMF dengan
total rumah 229.000 unit.
F. Manfaat Penambahan Penyertaan Modal Negara Tahun 2023
1. Bagi Pemerintah:
72
Page 305
a. Menjaga proporsi/beban Pemerintah dalam KPR FLPP melalui penyediaan dana
jangka panjang/menengah bagi penyalur KPR yang menyalurkan KPR Program FLPP,
serta menambah jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh
Perseroan.
b. Mendukung pemerintah dalam program satu juta rumah.
c. Meningkatkan pembiayaan perumahan yang secara bertahap akan mendorong
bergeraknya sektor riil, yang berarti membuka lapangan kerja dan menurunkan angka
kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
2. Bagi PT SMF (Persero):
a. Meningkatkan kapasitas PT SMF (Persero) sebagai SMV dalam mendukung Program
Satu Juta Rumah.
b. Memperkuat struktur permodalan sehingga meningkatkan kemampuan leveraging PT
SMF (Persero) dalam menjalankan fungsinya sebagai Liquidity Facility bagi penyalur
KPR.
c. Meningkatkan kontribusi Perseroan terhadap sektor riil perumahan dengan
mengalirkan dana dari pasar modal.
G. Manfaat Ekonomi dan Sosial atas Penambahan PMN
Dengan menggunakan asumsi-asumsi yang digunakan pada kajian dampak ekonomi
dan sosial atas PMN 2021 PT SMF (Persero) yang telah disusun sebelumnya oleh Universitas
Institut Pertanian Bogor (IPB), menghasilkan bahwa PMN yang telah diterima sebelumnya
dan di-leverage dengan surat utang serta ekuitas Perseroan, akan memberikan dampak
peningkatan sebesar Rp 3,36 triliun terhadap Produk Domestik Bruto, peningkatan konsumsi
rumah tangga sebesar Rp 1,17 triliun, peningkatan pengeluaran Pemerintah sebesar Rp0,9
triliun dan penyerapan 4,8 juta tenaga kerja.
Selain sektor bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, terdapat sepuluh
sektor lain yang juga merasakan langsung penyaluran PMN melalui Perseroan, mulai dari
sektor kontruksi sampai dengan sektor kehutanan dan perburuan
73
Page 306
Tabel 3. 21 Perhitungan Dampak Sosial Ekonomi atas PMN
H. Tantangan ke Depan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembiayaan KPR ke depannya, tantangan-tantangan yang
akan dihadapi oleh PT SMF (Persero) adalah:
1. Persaingan akses dana murah dan pemilik dana jangka panjang.
2. Pasar pembiayaan primer perumahan yang tetap tumbuh walau tidak setinggi
sebelum adanya Covid-19.
3. Belum semua penyalur KPR yang berkeinginan untuk menjual tagihan KPRnya dalam
rangka sekuritisasi.
4. Portofolio KPR yang memenuhi kriteria seleksi untuk menjadi aset dasar sekuritisasi
belum cukup besar.
5. Belum adanya insentif pajak kepada Investor EBA SP.
Berdasarkan tantangan-tantangan tersebut, PT SMF (Persero) akan mempersiapkan diri
dengan melakukan koordinasi kepada regulator serta pemegang saham untuk mengantisipasi
apabila terjadi perubahan kebijakan.
74
Page 307
I. Analisis Aspek Usulan IKD BUN
Tabel 3. 22 Analisis Aspek Usulan IKD BUN untuk Alokasi PMN TA 2023
No. Aspek Analisis
1 Aspek Pemerintah berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 mempunyai tugas salah
Urgensi satunya adalah untuk mengalokasikan dana dan/atau biaya pembangunan
untuk mendukung terwujudnya perumahan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah (“MBR”). Dimana salah satu bentuk kemudahan
dan bantuan pemilikan rumah bagi MBR yang dilaksanakan oleh
Pemerintah berdasarkan Permen PUPR No. 20/PRT/M/2019 Tahun 2019
adalah melalui penyediaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
(FLPP). Peran Perseroan dalam menggunakan dana PMN untuk
mendukung program FLPP, dapat mengurangi porsi beban fiskal
pemerintah pada program FLPP dengan leverage penerbitan surat utang.
2 Aspek Sesuai dengan kajian yang telah disusun sebelumnya oleh Universitas
Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) menggunakan model Computable General
Equilibrium (CGE), setiap Rp1 trilun PMN yang diberikan dapat
memberikan multiplier effect secara akumulatif pada PDB sebesar RP3,36
triliun konsumsi rumah tangga sebesar Rp1,17 triliun, pengeluaran
pemerintah Rp0,9 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 4,8 juta
individu.
3 Aspek Atas PMN sebesar Rp1,53 triliun pada Tahun 2023 kepada PT SMF (Persero)
Keuangan akan meningkatkan aset, pendapatan dan laba bersih PT SMF (Persero),
serta kemampuan PT SMF (Persero) untuk mengalirkan dana dari pasar
modal dalam bentuk surat utang ke pasar pembiayaan perumahan
(meningatkan kemampuan leverage PT SMF (Persero).
4 Aspek Dasar penambahan PMN Tahun 2023 kepada PT SMF (Persero) adalah sbb:
Legal • Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 sebagaimana telah
ditetapkannya kembali dalam Peraturan Presiden nomor 130 Tahun
2022 tentang Rincian Anggaran pendapatan dan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2023.
• Berdasarkan Pasal 5 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara
pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005
Tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada
Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas, Pemerintah dapat
melakukan penambahan PMN pada PT SMF (Persero).
• Sesuai Pasal 7 huruf a dan b Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara
pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016
tentang tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
2005 Tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara
Pada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas, bahwa
penambahan PMN dilakukan dalam rangka memperbaiki struktur
permodalan BUMN dan Perseroan Terbatas; dan/atau meningkatkan
kapasitas usaha BUMN dan Perseroan Terbatas.
5 Aspek Dalam rangka peningkatan peran PT SMF (Persero) sebagai Special Mission
Fiskal Vehicle (SMV) Pemerintah dalam sektor pembiayaan sekunder perumahan,
75
Page 308
No. Aspek Analisis
PT SMF (Persero) dapat meningkatkan perannya pada KPR FLPP dalam
menurunkan beban fiskal Pemerintah melalui leverage penerbitan surat
utang. Selain itu dengan adanya PMN, pemerintah dapat menghemat
sebesar Rp1,60 triliun atas leverage yang dapat dilakukan oleh perseroan.
6 Aspek Atas penambahan PMN 2023 kepada PT SMF (Persero) yang seluruhnya
Lingkungan akan digunakan untuk penyaluran KPR FLPP yang dapat membantu MBR
memiliki rumah yang layak dan terjangkau, diharapkan tidak akan
memberikan dampat buruk terhadap lingkungan.
7 Aspek Sesuai dengan kajian yang telah disusun sebelumnya oleh Universitas
Sosial Institut Pertanian Bogor (IPB) menggunakan model Computable General
Equilibrium (CGE), dampak sosial yang dirasakan atas PMN tersebut adalah
adanya 10 sektor lainnya yang dapat menerima manfaat secara tidak
langsung seperti pada sektor kontruksi, jasa perseorangan, rumah tangga
dan jasa lainnya, industri minuman, makanan dan buatan sampai dengan
sektor kehutanan dan perburuan. Selain itu, dengan adanya pembiayaan
yang dilakukan perseroan diharapkan secara multiplier effect dapat
menurunkan kemiskinan secara nasional.
J. Usulan Key Performance Indicator (KPI) untuk PMN Tahun 2023
Berikut ini adalah usulan KPI untuk PMN Tahun 2023 yang yang telah diusulkan dan
disetujui melalui pengajuan RKAP Tahun 2023, dengan asumsi porsi Perseroan untuk KPR
FLPP tetap di 25%.
Tabel 3. 23 Usulan KPI PMN Tahun 2023
76
Page 309
BAB IV
SIMPULAN
A. Perlunya Dukungan Penyertaan Modal Negara
Sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan
Sekunder Perumahan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan
Presiden Nomor 100 Tahun 2020, pembiayaan sekunder Perumahan oleh PT SMF (Persero)
dilakukan melalui kegiatan sekuritisasi dan pemberian fasilitas pembiayaan untuk
meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan. Sampai dengan
Desember 2022 mencapai Rp89,75 triliun untuk membiayai perumahan sebanyak 1.507.576
debitur, yang dilakukan melalui: (1) fasilitas sekuritisasi sebesar Rp13,29 triliun untuk 248.787
debitur; (2) penyaluran pinjaman (refinancing) sebesar Rp76,47 triliun untuk 1.258.789 debitur.
Nilai penyaluran tersebut termasuk didalamnya penyaluran pinjaman untuk mendukung
Program FLPP sebesar Rp15,04 triliun guna membiayai 421.650 unit rumah bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR).
Untuk lebih mengoptimalkan peran PT SMF (Persero) sebagai SMV dan fiscal tools
dibutuhkan penambahan PMN sebesar Rp1,53 triliun pada tahun 2023 yang akan digunakan
untuk mendukung pembiayaan Program KPR FLPP sehingga dapat menjaga porsi dana
APBN dalam pembiayaan Program KPR FLPP, serta meningkatkan jumlah rumah yang
dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh Perseroan dengan tetap mempertahankan
suku bunga KPR FLPP sebesar 5%. PT SMF (Persero) akan mengkombinasikan dana
penambahan PMN tersebut dengan sumber dana Perseroan dan leverage atas dana PMN
melalui penerbitan surat utang di pasar modal untuk disalurkan sebagai pembiayaan jangka
panjang/menengah bagi Penyalur KPR FLPP.
Dengan kemampuan PT SMF (Persero) untuk melakukan leveraging atas dana PMN,
maka dana yang disalurkan dalam program KPR FLPP juga akan semakin meningkat sehingga
pada akhirnya dapat meningkatkan realisasi pembiayaan KPR bagi MBR dari 201.960 unit
(tanpa keterlibatan SMF) menjadi 229.000 unit rumah bagi MBR (asumsi plafon KPR FLPP
sebesar Rp152,8 juta per unit). Dengan peningkatan aliran dana tersebut, maka tujuan PT SMF
(Persero) untuk mendukung penyediaan rumah yang layak dan terjangkau akan tercapai, dan
secara bertahap juga akan mendorong bergeraknya sektor riil yang berarti membuka lapangan
kerja dan menurunkan angka kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap
pertumbuhan ekonomi.
77
Page 310
B. Hasil Simulasi Perhitungan Penggunaan Penyertaan Modal Negara
Dengan PMN kepada PT SMF TA 2023 sebesar Rp1,53 triliun, maka jumlah unit rumah
yang akan dihasilkan pada Program KPR FLPP adalah sebesar 229.000 unit (asumsi plafon
KPR FLPP sebesar Rp152,8 juta per unit).
Tabel 4. 1 Simulasi Perhitungan Keikutsertaan PT SMF (Persero) pada KPR FLPP
Keterangan Asumsi dan Perhitungan
Porsi SMF 25,00%
PMN 1.530.000.000.000
Leverage PMN tahun-tahun sebelumnya 3.183.678.359.464
Pengembalian Pokok 381.601.945.842
Surat Utang atas PMN 2023 1.595.997.755.303
Dana Bank 2.054.667.858.596
Total Dana Porsi 25% 8.745.945.919.205
Rate Surat Utang 8,23%
Leverage 1,04x
Blended Cost of Fund 4,45%
Harga Rumah 152.767.614
Total Unit Rumah 229.000
Catatan: Seluruh perhitungan simulasi dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan asumsi Dana FLPP
Pemerintah, kondisi pasar, perubahan suku bunga, perubahan kebijakan dan lain sebagainya
Penambahan PMN TA 2023 kepada PT SMF (Persero) untuk mendukung pendanaan
KPR FLPP adalah sebesar Rp1,53 triliun yang akan di-leverage melalui penerbitan surat utang
Perseroan sebesar Rp1,60 triliun, leverage atas PMN tahun-tahun sebelumnya yang belum
diterbitkan sebesar Rp3,18 triliun, dan dana pengembalian pokok sebesar Rp381,60 miliar. Di
samping itu, diperlukan dana sebesar Rp2,05 triliun yang perlu disediakan sendiri oleh bank
penyalur KPR FLPP sehingga dapat diperoleh total dana sebesar Rp8,75 triliun. PT SMF
(Persero) sebagai penyedia dana bagi lembaga penyalur KPR FLPP atas porsi KPR FLPP 25%
akan menyalurkan total dana pembiayaan KPR FLPP porsi 25% untuk 229.000 unit rumah bagi
MBR.
C. Rekomendasi Terhadap Usulan Penyertaan Modal Negara
Memperhatikan bahwa penambahan Penyertaan Modal negara akan memperbaiki
struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha, serta memperhatikan pada
kebutuhan pendanaan sampai dengan tahun 2026 dan manfaat penambahan PMN baik bagi
PT SMF (Persero) maupun dalam pemenuhan akan rumah bagi masyarakat, maka pemberian
penambahan Penyertaan Modal Negara kepada PT SMF (Persero) sebesar Rp1,53 triliun layak
untuk diberikan.
Dari sisi sektor perumahan rakyat, setidaknya hal- hal yang akan didukung oleh PT SMF
(Persero), yaitu:
78
Page 311
1. Dengan meningkatnya aliran dana dari pasar modal ke pasar pembiayaan primer
perumahan (penyalur KPR) yang digunakan untuk pembiayaan KPR maka PT SMF
(Persero) turut mendukung tercapainya Program Satu Juta Rumah;
2. Menyediakan likuiditas bagi penyalur KPR yang menjalankan program Pemerintah dan
mendukung penurunan porsi/beban Pemerintah dalam KPR FLPP.
Pertimbangan Penambahan PMN kepada PT SMF (Persero) adalah:
1. Penambahan PMN 2023 dapat meningkatkan kapasitas usaha PT SMF (Persero) sehingga
diproyeksikan pada tahun 2027 outstanding penyaluran pinjaman mencapai sebesar
Rp44,31 triliun.
2. Penambahan PMN 2023 dapat meningkatkan struktur modal PT SMF (Persero) sehingga
ekuitas diproyeksikan pada tahun 2027 menjadi Rp19,63 triliun.
3. Dengan meningkatnya kinerja PT SMF (Persero) dalam penyaluran dana ke pasar
pembiayaan perumahan dapat mendukung pencapaian program Pemerintah di bidang
perumahan rakyat.
4. Meningkatnya pembiayaan perumahan, secara bertahap juga akan mendorong
bergeraknya sektor riil, khususnya dibidang perumahan, yang berarti membuka lapangan
kerja dan menurunkan angka kemiskinan serta akan memberikan multiplier effect terhadap
pertumbuhan ekonomi.
D. Keputusan/Kebijakan yang Akan Diambil
Keputusan/kebijakan yang akan diambil adalah memberikan persetujuan penambahan
Penyertaan Modal Negara dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Ke Dalam Modal Saham Perusahaan PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) sebesar Rp1,53 triliun.
79
Page 312
REFERENSI
Anggaran Dasar PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Perubahan Anggaran Dasar No.114 Tahun 2008, BNRI No.53, TN No.17294.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).2023. Laporan Tahunan SMF Tahun 2015 s.d 2022.
Jakarta: Indonesia.
Republik Indonesia.2005. Peraturan Presiden Tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan,
Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005.
__________________.2005. Peraturan Pemerintah Tentang Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Di Bidang
Pembiayaan Sekunder Perumahan, Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun
2005, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 20.
__________________.2008. Peraturan Presiden Tentang Perubahan Peraturan Presiden No.19
Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, Peraturan Presiden
Nomor 1 Tahun 2008.
___________________.2016. Peraturan Presiden Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan,
Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016.
___________________.2020. Peraturan Presiden Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan
Presiden No.19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan,
Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2016, Peraturan Presiden Nomor 100
Tahun 2020.
___________________.2011. Peraturan Pemerintah Tentang Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011.
___________________.2011. Peraturan Pemerintah Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
No. 5 Tahun 2005 Tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia
Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Di Bidang Pembiayaan
Sekunder Perumahan, Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2011.
___________________.2011. Undang-Undang No.1 Tahun 2011 Tentang Perumahan & Kawasan
Permukiman.
___________________.2014. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.23/POJK.04/2014 Tentang
Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi
(EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.
___________________.2016. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.20/POJK.04/2016 Tentang
Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.23/POJK.04/2014
tentang Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat
Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.
80
Page 313
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 105 TAHUN 2024
TENTANG
PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE
DALAM MODAL SAHAM DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN
PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56
Tahun 2023 tentang Penambahan Penyertaan Modal
Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial, telah dilakukan penambahan penyertaan
modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal
saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial yang berasal dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023
sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Tahun Anggaran 2023;
b. bahwa sehubungan dengan penambahan penyertaan
modal Negara Republik Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, perlu adanya perubahan atas
Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial;
c. bahwa Menteri Keuangan selaku Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial berwenang untuk
menyetujui dilakukannya perubahan Anggaran Dasar
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial sebagaimana dimaksud dalam huruf b;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c,
perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan selaku
Rapat Umum Pemegang Saham tentang
Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham dan Perubahan
Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial;
Page 314
-2-
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan
Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4297) sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022
tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 6856);
2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023
Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6856);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk
Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang
Pembiayaan Sekunder Perumahan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 20)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2020
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah
Nomor 5 Tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan
Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder
Perumahan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2020 Nomor 229);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023 tentang
Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023
Nomor 158);
5. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2020 tentang
Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2020 Nomor 98);
6. Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2019 tentang
Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan
Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode
Tahun 2019-2024;
Memperhatikan : Surat Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Nomor
S-2899/DIR/SMF/XII/2023 tanggal 28 Desember 2023
perihal Permohonan Perubahan Anggaran Dasar PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero);
Page 315
-3-
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN SELAKU RAPAT UMUM
PEMEGANG SAHAM TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN
MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL
SAHAM DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA
MULTIGRIYA FINANSIAL.
KESATU : Menyetujui penambahan penyertaan modal Negara Republik
Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Sarana Multigriya Finansial sebesar
Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus tiga puluh
miliar rupiah) dengan setoran tunai sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 56 Tahun 2023 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam
Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial.
KEDUA : Menyetujui pengeluaran/penempatan saham dalam
simpanan (portepel) sebanyak 1.530.000 (satu juta lima
ratus tiga puluh) lembar saham, masing-masing dengan nilai
nominal sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), sehingga
berjumlah sebesar Rp1.530.000.000.000,00 (satu triliun
lima ratus tiga puluh miliar rupiah) yang seluruhnya diambil
bagian oleh Negara Republik Indonesia.
KETIGA : Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
KEEMPAT : Memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial untuk menyatakan segala sesuatu yang
diputuskan dalam Keputusan Menteri ini dalam bentuk
otentik di hadapan notaris atau pejabat yang berwenang.
KELIMA : Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial melaporkan hasil pelaksanaan Keputusan Menteri
ini kepada Menteri Keuangan selaku Rapat Umum Pemegang
Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya
Finansial.
KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.
Page 316
-4-
Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Wakil Menteri Keuangan;
2. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan;
3. Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan;
4. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian
Keuangan;
5. Kepala Biro Hukum, Sekretariat Jenderal Kementerian
Keuangan;
6. Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan;
7. Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial; dan
8. Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Februari 2024
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM,
Ditandatangani secara elektronik
SRI MULYANI INDRAWATI
Page 317
-5-
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 105 TAHUN 2024
TENTANG
PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK
INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM DAN PERUBAHAN
ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN PERSEROAN
(PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial menjadi sebagai berikut:
NO. SEMULA MENJADI
1. Pasal 4 ayat (2) Pasal 4 ayat (2)
Dari modal dasar tersebut telah Dari modal dasar tersebut telah
ditempatkan dan diambil bagian oleh ditempatkan dan diambil bagian oleh
Negara Republik Indonesia sebanyak Negara Republik Indonesia sebanyak
12.800.000 (dua belas juta delapan 14.330.000 (empat belas juta tiga
ratus ribu) lembar saham atau ratus tiga puluh ribu) lembar saham
dengan nilai nominal seluruhnya atau dengan nilai nominal
sebesar Rp12.800.000.000.000,00 seluruhnya sebesar
(dua belas triliun delapan ratus Rp14.330.000.000.000,00 (empat
miliar rupiah). belas triliun tiga ratus tiga puluh
miliar rupiah).
2. Pasal 4 ayat (3) Pasal 4 ayat (3)
Sebesar 100% (seratus persen) dari Sebesar 100% (seratus persen) dari
nilai nominal setiap saham yang nilai nominal setiap saham yang
ditempatkan sebagaimana dimaksud ditempatkan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2), atau seluruhnya pada ayat (2), atau seluruhnya
berjumlah Rp12.800.000.000.000,00 berjumlah Rp14.330.000.000.000,00
(dua belas triliun delapan ratus miliar (empat belas triliun tiga ratus tiga
rupiah) telah disetor penuh oleh puluh miliar rupiah) telah disetor
Negara Republik Indonesia dengan penuh oleh Negara Republik Indonesia
cara sebagai berikut: dengan cara sebagai berikut:
a. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 a. sebesar Rp1.000.000.000.000,00
(satu triliun rupiah) telah disetor (satu triliun rupiah) telah disetor
penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik
Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Peraturan Pemerintah Nomor 5
Tahun 2005 tentang Penyertaan Tahun 2005 tentang Penyertaan
Modal Negara Republik Indonesia Modal Negara Republik Indonesia
Untuk Pendirian Perusahaan Untuk Pendirian Perusahaan
Perseroan (Persero) di Bidang Perseroan (Persero) di Bidang
Pembiayaan Sekunder Perumahan Pembiayaan Sekunder Perumahan
Page 318
-6- sebagaimana telah beberapa kali sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan diubah terakhir dengan Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Pemerintah Nomor 57 Tahun Tahun 2020 tentang Perubahan 2020 tentang Perubahan Kedua Kedua atas Peraturan atas Peraturan Pemerintah Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 Nomor 5 Tahun 2005 tentang tentang Penyertaan Modal Negara Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan (Lembaran Sekunder Perumahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 229); Tahun 2020 Nomor 229); b. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 b. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) telah disetor (satu triliun rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Tahun 2011 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) Multigriya Finansial; PT Sarana Multigriya Finansial; c. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 c. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) telah disetor (satu triliun rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2014 tentang Tahun 2014 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; Multigriya Finansial; d. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 d. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) telah disetor (satu triliun rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2015 tentang Tahun 2015 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; Multigriya Finansial; e. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 e. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) telah disetor (satu triliun rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016 tentang Tahun 2016 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) Perusahaan Perseroan (Persero)
Page 319
-7- PT Sarana Multigriya Finansial; PT Sarana Multigriya Finansial; f. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 f. sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) telah disetor (satu triliun rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2017 tentang Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial. Multigriya Finansial; g. sebesar Rp800.000.000.000,00 g. sebesar Rp800.000.000.000,00 (delapan ratus miliar rupiah) (delapan ratus miliar rupiah) telah disetor penuh oleh Negara telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2019 tentang Nomor 58 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; Multigriya Finansial; h. sebesar Rp1.750.000.000.000,00 h. sebesar Rp1.750.000.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus lima (satu triliun tujuh ratus lima puluh miliar rupiah) telah disetor puluh miliar rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2020 tentang Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial; Multigriya Finansial; i. sebesar Rp2.250.000.000.000,00 i. sebesar Rp2.250.000.000.000,00 (dua triliun dua ratus lima puluh (dua triliun dua ratus lima puluh miliar rupiah) telah disetor penuh miliar rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun Pemerintah Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penambahan 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) P T S a r a n a Multigriya Finansial; dan Multigriya Finansial; j. sebesar Rp2.000.000.000.000,00 j. sebesar Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) telah disetor (dua triliun rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik penuh oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2022 tentang Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Dalam Modal Saham Perusahaan
Page 320
-8-
Perseroan (Persero) PT Sarana Perseroan (Persero) PT Sarana
Multigriya Finansial. Multigriya Finansial; dan
k. sebesar Rp1.530.000.000.000,00
(satu triliun lima ratus tiga puluh
miliar rupiah) telah disetor penuh
oleh Negara Republik Indonesia
sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 56 Tahun
2023 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia Ke Dalam
Modal Saham Perusahaan
Perseroan (Persero)
PT Sarana Multigriya Finansial.
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM,
Ditandatangani secara elektronik
SRI MULYANI INDRAWATI
Names mentioned 119 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.1 ×31
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.1 ×15
unresolved
person
Vita Cahyojati
· Notaris
p.1 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.2 ×15
unresolved
org
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL Disingkat
p.3
unresolved
person
ANANTA WIYOGO
· Direktur Utama
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.3
unresolved
person
POERBANINGSIH ADI WARSITO
p.4
unresolved
org
Kementerian
p.4 ×7
unresolved
person
Insinyur NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO
· Notaris
p.4 ×9
unresolved
org
Menteri
p.4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.7 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
p.8 ×2
unresolved
org
PT Sarana Multigriya
p.12 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak
p.15
unresolved
person
WICAKSONO ARIF PRASETYO
p.16
unresolved
person
ANNIS SHOLEKAH
p.16
unresolved
org
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI
p.18
unresolved
org
PT PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
p.18 ×2
unresolved
org
Diterbitkan
p.18
unresolved
org
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
p.18
unresolved
org
Departemen Pengawasan IKNB
p.26
unresolved
person
Agus Maiyo
p.26
unresolved
org
PT SEG
p.32 ×13
unresolved
org
Milik Negara
p.34 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.37 ×27
unresolved
org
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi PT Sarana Multigriya
p.42
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-
p.43
unresolved
person
Nufransa Wira Sakti
· Komisaris Utama
p.47
unresolved
person
Rina Widiyani Wahyuningdyah
· Komisaris
p.47
unresolved
person
Dedy Supriadi Priatna
· Komisaris Independen
p.47
unresolved
—
Pengangkatan Bapak Hasanudin
· Dewan Pengawas Syariah
p.47
unresolved
person
Hasanudin
· Dewan Pengawas Syariah
p.47
unresolved
person
Heliantopo
· Direktur
p.47
unresolved
person
Bonai Subiakto
· Direktur
p.47
unresolved
org
Bank Pelaksana. Melalui
p.55
unresolved
org
Bank Pelaksana
p.55 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Cipta Karya
p.55
unresolved
org
Kementerian PUPR. Program
p.55
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.56 ×6
unresolved
org
Kementerian Pariwisata
p.56 ×3
unresolved
org
Milik Desa
p.56
unresolved
org
PT Sejahtera Eka Graha
p.56 ×3
unresolved
org
PT Sarana Kilap Mas
p.56
unresolved
org
Bapepam
p.65 ×2
unresolved
org
Yayasan
p.71
unresolved
org
Tetap Perusahaan
p.71
unresolved
org
Bank Domestik Mutual Fund
p.71
unresolved
org
Menteri PUPR
p.72
unresolved
org
Bank BTN Rp
p.72
unresolved
org
Bank BJB Rp
p.73
unresolved
org
Bank BJB Syariah Rp
p.73
unresolved
org
PT Colliers International
p.77
unresolved
org
Bank Klaten Perseroda Perumda BPR Bank Daerah Kab.
p.81
unresolved
org
PT BPR Surya Artha Utama BKK
p.81
unresolved
org
PT BPR Permata Dhanawira
p.81
unresolved
org
PT BPR Jawa Timur
p.81
unresolved
org
PT BPR Bank Jombang Perseroda Perumda BPR Khatulistiwa
p.81
unresolved
org
PT BPR Hasa Mitra Makassar
p.81
unresolved
org
PT Dana Syariah Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Gadai Syariah Indonesia
p.81
unresolved
org
PT BPRS Muamalat Harkat
p.81
unresolved
org
PT Dana Syariah Indonesia Bank Kalbar
p.81
unresolved
org
PT BPR SERANG
p.81
unresolved
org
PT BPR BANK DJOKO TINGKIR
p.81 ×2
unresolved
org
PT BPR Modern Express
p.81
unresolved
org
PT Fistlight Indonesia BPRS Amanah Rabbaniah BPRS Magetan
p.82 ×4
unresolved
org
PT Fistlight Indonesia BPRS Amanah Rabbaniah BASIC LEGAL
p.82
unresolved
org
PT Fistlight Indonesia BPR Jwalita Perseroda
p.83
unresolved
org
Bank Kota Bogor BPR Jwalita Perseroda
p.84
unresolved
org
Bank Kota Bogor Originasi
p.84
unresolved
org
Bank Jombang Perseroda
p.84
unresolved
org
PT BPR BKK Jateng
p.84
unresolved
org
PT BPR DELTA ARTHA PERSERODA
p.84
unresolved
org
PT BPR Agung Sejahtera
p.84
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.86
unresolved
org
Kementerian Keuangan Lokasi
p.95
unresolved
org
Bank Syariah
p.97 ×3
unresolved
org
Bank Perkreditan Rakyat
p.97 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia. Di
p.99
unresolved
org
Kementerian Keuangan. Selain
p.106
unresolved
org
Kementerian PUPR. Menjadi
p.109
unresolved
org
PT PII
p.110
unresolved
org
PT SMI
p.110
unresolved
org
Bank BTN. Walaupun
p.113
unresolved
org
Bank BPD
p.115
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.121
unresolved
org
Menteri Negara BUMN No. SE-
p.121
unresolved
org
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
p.122
unresolved
org
Korea Housing Finance Corporation
p.128
unresolved
org
Mongolian Mortgage Corporation
p.128
unresolved
org
National Home Mortgage Finance Corporation
p.128
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.129
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
p.131
unresolved
org
Kota Negara Berdasarkan Keputusan Menteri
p.132
unresolved
org
Pusat Statistik
p.132
unresolved
org
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
p.197
unresolved
org
PT Prima Karya
p.209
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.226
unresolved
org
PT SMF (Persero)
p.246 ×11
unresolved
org
Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun
p.314
unresolved
org
PT Sarana Multigriya Finansial. KEENAM
p.315
unresolved
org
PT Sarana Multigriya Finansial. Ditetapkan
p.316
unresolved
org
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SELAKU RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
p.316
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.