Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 254
Page 1
Beyond Green: ESG Impact for Sustainability Growth Laporan Keberlanjutan 2026 Sustainability Report
Page 2
Sanggahan dan Batasan
Tanggung Jawab
Disclaimer and Limitations of Liability
Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) ini disusun sebagai bentuk transparansi dan
akuntabilitas Perseroan dalam menyampaikan kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, serta tata kelola yang relevan
sepanjang tahun pelaporan. Laporan ini juga memuat pernyataan mengenai rencana, strategi, target, dan kebijakan
keberlanjutan yang merupakan pernyataan ke depan (forward-looking statements) dan disusun sesuai dengan regulasi
serta standar pelaporan yang berlaku.
Pernyataan ke depan tersebut mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda
secara material dari yang disampaikan dalam laporan ini. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika
eksternal, perubahan regulasi, serta kondisi ekonomi dan sosial yang berada di luar kendali Perseroan. Oleh karena itu,
WEGE tidak menjamin bahwa semua sasaran atau proyeksi keberlanjutan yang disampaikan dalam laporan ini akan
sepenuhnya tercapai di masa mendatang.
The Sustainability Report of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) was prepared as a demonstration of the
Company’s commitment to transparency and accountability in disclosing its economic, environmental, social, and
governance performance throughout the reporting year. This document also contains statements regarding the Company’s
sustainability plans, strategies, targets, and policies, which constitute forward-looking statements and are presented in
accordance with applicable regulations and reporting standards.
These forward-looking statements involve risks and uncertainties that may cause actual results to differ significantly from
the projections. Such differences may be influenced by various factors, including changes external conditions, regulatory
dynamics, as well as economic and social circumstances beyond the Company’s control. Accordingly, WEGE does not
guarantee that all sustainability objectives or projections outlined in this report will be fully achieved in the future.
Page 3
Penjelasan Tema Theme Explanation Tema ini merefleksikan evolusi WEGE dalam memasuki lanskap konstruksi yang kian kompleks, di mana kemampuan beradaptasi bukan lagi sekadar keunggulan melainkan fondasi keberlanjutan jangka panjang. Adaptive growth menggambarkan kecakapan Perseroan dalam menyelaraskan kapasitas, inovasi, dan strategi untuk merespons perubahan makroekonomi, dinamika industri, serta tuntutan pembangunan yang terus berevolusi. Sementara itu, sustainable impact menegaskan komitmen WEGE bahwa setiap langkah pertumbuhan harus berkontribusi pada nilai yang lebih besar: pembangunan yang bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya yang bijaksana, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui transformasi sistem, optimalisasi proses, pemanfaatan teknologi konstruksi yang lebih cerdas, serta penerapan tata kelola yang kokoh dan transparan, WEGE tidak hanya berupaya mempertahankan kinerja yang solid, tetapi juga memastikan bahwa setiap keputusan bisnis membawa dampak positif yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, WEGE hadir sebagai perusahaan yang tidak hanya bertumbuh dalam angka, tetapi juga bertumbuh dalam relevansi, ketahanan, dan manfaat bagi masa depan. This theme reflects WEGE’s evolution in entering an increasingly complex construction landscape, where adaptability is no longer just an advantage but the foundation for long-term sustainability. Adaptive growth describes the Company’s ability to align capacity, innovation, and strategy to respond to macroeconomic changes, industry dynamics, and evolving development demands. Meanwhile, sustainable impact affirms WEGE’s commitment that every step of growth must contribute to greater value: responsible development, prudent resource management, and improved quality of life for communities. Through system transformation, process optimization, the use of smarter construction technology, and the implementation of robust and transparent governance, WEGE not only strives to maintain solid performance but also ensures that every business decision has a measurable and sustainable positive impact. Thus, WEGE stands as a company that not only grows in numbers but also in relevance, resilience, and benefits for the future.
Page 4
Daftar Isi
Table of Contents
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 6
Sustainability Performance Highlights
Penghargaan dan Sertifikasi 14
Awards and Certifications
Pesan Direksi 18
Board of Directors’ Message
Makna dan Strategi Keberlanjutan 23
Sustainability Meaning and Strategy
Manajemen Risiko Terintegrasi untuk Ketahanan 25
dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Integrated Risk Management for Resilience
and Sustainable Growth
Tentang Laporan 34
About the Report
Sekilas WEGE
WEGE at a Glance
Informasi Dasar WEGE 54
WEGE General Information
Visi, Misi, dan Nilai-Nilai 55
Vision, Mission, and Values
Tentang WEGE 56
About WEGE
Struktur Grup Perusahaan 58
Company Group Structure
Skala Perusahaan 58
Company Scale
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha 59
Products, Services, and Business Activities
Keanggotaan dan Asosiasi 61
Membership in Associations
Portofolio Proyek 62
Project Portofolio
Kinerja Ekonomi 63
Economic Performance
Rantai Pasokan 68
Supply Chain
Penerapan Keberlanjutan 72
Sustainability Implementation
Page 5
Pengelolaan Lingkungan dan Tata Kelola Perusahaan
Efisiensi Sumber Daya dan Manajemen Risiko
Environmental Management Corporate Governance
and Resource Efficiency and Risk Management
Manajemen Lingkungan 78 Tata Kelola Perusahaan 202
Environmental Management Corporate Governance
Pengelolaan Dampak Lingkungan 90 Organisasi Keberlanjutan 205
Environmental Impact Management Sustainability Organization
Biodiversity Risk Assessment 109 Tata Kelola Keberlanjutan 216
Biodiversity Risk Assessment Sustainability Governance
Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan 112 Manajemen Risiko 219
Providing the Best Products for Customers Risk Management
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 229
Relationship with Stakeholders
Pengembangan Sumber Daya Manusia
dan Dampak Sosial
Human Resource Development Laporan Assurance Independen 238
Independent Assurance Report
and Social Impact
Lembar Umpan Balik 240
Manajemen Sumber Daya Manusia 120 Feedback Form
Human Resource Management
Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 242
Respectful Workplace Policy (RWP) 122 Reference to the Financial Services Authority (OJK)
Respectful Workplace Policy (RWP)
Indeks Standar Isi GRI 246
Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman 147 GRI Content Index
Decent and Safe Working Environment
Memberdayakan Masyarakat Sekitar 175
Empowering the Surrounding Community
Dukungan program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan 192
Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals
(SDGs)
Page 6
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Ikhtisar Ekonomi [B.1]
Economic Highlights
Capaian Perolehan Proyek Pengelolaan Aspek Keuangan
Project Acquisition Achievement Financial Aspect Management
Kontrak Dihadapi Pertumbuhan usaha yang dijalankan secara
Order Book
5.765 triliun
trillion
berkelanjutan dengan prinsip kehati-hatian
memungkinkan Perseroan mempertahankan kinerja
yang solid. Pendekatan ini turut memperkuat struktur
permodalan dan mendukung ketahanan finansial
Kontrak Baru
1.709
Perusahaan ke depan.
New Contracts triliun
Sustainable business growth driven by prudent
trillion
principles has enabled the Company to maintain solid
performance. This approach has also strengthened the
Capaian Revenue capital structure and supported the Company’s financial
Stream
2.173 triliun
trillion
resilience going forward.
Pemasok Lokal Corporate Rating
Local Supplier
idBBB
Seluruh pemasok yang bekerja sama dengan
WEGE merupakan pemasok lokal yang beroperasi
di Indonesia. Sepanjang periode pelaporan, total
anggaran yang dialokasikan untuk pemasok lokal
mencapai Rp489 miliar.
All of WEGE’s suppliers are local suppliers operating in SEHAT Kategori Layak Investasi
Indonesia. Throughout the reporting period, the total SOUND Investment Grade Category
budget allocated to local suppliers reached Rp489
billion.
Segmen Pasar
(Pencapaian Kontrak Baru)
Market Segments (New Contract Acquisition)
Produk Ramah Lingkungan
Eco-Friendly Products
Pemerintah
Government 1.464,76 triliun
trillion
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Penjualan produk modular Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) & Anak Usaha
Laporan Keberlanjutan 2025
Sales of modular products State-Owned Enterprises (SOEs) & Subsidiaries
Rp3.046.540.438 228,407 milliar
billion
Swasta
Private Sector 15,929 milliar
billion
6
Page 7
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Ikhtisar Lingkungan [B.2]
Environmental Highlights
Keunggulan WEGE
Komitmen Net Zero dalam Pengelolaan Risiko Iklim
Emission (NZE) WEGE’s Excellence in
Commitment to Net Zero Emission (NZE) Climate Risk Management
WEGE menetapkan target untuk mencapai emisi nol
bersih (NZE) pada tahun 2060, mencakup seluruh
kategori emisi Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan
3. Komitmen ini menjadi landasan perusahaan dalam
mengarahkan operasional menuju praktik yang Climate-Ready Inovasi Konstruksi
semakin rendah karbon. Construction Rendah Emisi
Climate-Ready Low-Emission
WEGE juga menjadi perusahaan konstruksi pertama Construction Construction Innovation
di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO
50001:2018, sebagai bukti keseriusan Perseroan
dalam mengelola energi secara efisien dan
berkesinambungan.
WEGE is committed to achieve Net Zero Emission Solusi Green Building Arah Net Zero
(NZE) by 2060, which includes all emission Terintegrasi WEGE
categories from Scope 1, Scope 2, and Scope 3. This Integrated Green Building WEGE’s Net Zero
commitment serves as a foundation for the Company Solutions Direction
in directing its operational activities toward low-
carbon practices.
WEGE also became the first construction company
in Indonesia to obtain ISO 50001:2018 certification, Penggunaan Energi
proving the Company’s dedication to manage energy Energy Usage
efficiently and sustainably.
Total Konsumsi Energi
Total Energy Consumption
Konsumsi Air
Water Consumption 405.367,56 Gigajoule (GJ)
Gigajoule (GJ)
Intensitas energi per pendapatan
Energy Intensity per Revenue
43.605.306
m3
0,2497 GJ/Juta Rupiah
GJ/Million Rupiah
Cakupan 1 Cakupan 2
Scope 1 Scope 2
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
19.805,26 Ton CO2e
Tons CO2e 4.301,64 Ton CO2e
Tons CO2e
Pengelolaan
Laporan
2025 Sustainability
Emisi Karbon
Carbon Emissions Intensitas emisi per pendapatan Cakupan 3
Keberlanjutan
Management Emission Intensity per Revenue Scope 3
0,0151 1.037,22
Report
Ton CO2e/Juta Rupiah Ton CO2e
2025
Tons CO2e/ Million Rupiah Tons CO2e
7
Page 8
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Program Zero Waste Pupuk kompos
Sisa makanan Komposter
Zero Waste Program Compost
Food waste Composter
fertilizer
Tempat
Pemupukan
pembibitan
Fertilization
Nursery
Pilah Bekerjasama dengan Bank
B1 Sampah Sampah Widuri RW 11, Cipinang
Waste Cimpedak, Jakarta Timur
sorting Collaboration with Bank Sampah
Widuri RW 11, Cipinang Cimpedak,
B2 East Jakarta
Kampanye pemilahan Bekerjasama dengan Pihak
Kantor Pusat sampah di lingkungan B3 Strategis untuk menjadi
Head Office kantor produk nilai tambah
Waste sorting Partnerships with strategic
campaign in the office parties to create value-
environment added products
Khusus sampah B3, hanya berupa catridge
tinta printer yang dikembalikan ke produsen
Hazardous waste (B3) limited to printer
cartridges, returned to the manufacturer
Eco-Efficiency Program
Penggunaan lampu Air keran siap minum
LED dan lampu 7 unit unit mobil listrik menggunakan alat
sensor dan 1 unit motor listrik pemurni air
Use of LED lighting 7 electric cars and 1 Tap water is ready to
and motion sensor electric motorcycle drink using a water
lighting purifier
Penggunaan inverter
pada alat angkat- 16% Proyek
Inventarisasi Gas
angkut dan AC Green Building
Rumah Kaca (GRK)
Use of inverters 16% Green
Greenhouse Gas
in lifting hoisting Building
(GHG) Inventory
equipment and air Projects
conditioners
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Penerapan Sistem Modular dalam proyek WEGE
melalui metode Prefabricated Prefinished 2 unit Stasiun Pengisian Kendaraan
Laporan Keberlanjutan 2025
Volumetric Construction (PPVC) yang ramah Listrik Umum (SPKLU) di hotel dan
lingkungan dan mengusung prinsip lean apartemen milik WEGE
construction 2 units of Public Electric Vehicle
Application of Modular Systems in WEGE projects Charging Stations (SPKLU) at the
through the environmentally friendly Prefabricated hotel and apartment owned by WEGE
Prefinished Volumetric Construction (PPVC)
method, which embodies the principles of lean
construction
8
Page 9
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Biaya Lingkungan Hidup [F.4]
Environmental Expenses
Mencakup biaya untuk penanaman
96.557.394
Rp pohon dan upaya konservasi
Includes costs for tree planting
and conservation efforts.
Pelestarian Keanekaragaman Hayati Revitalisasi taman bermain Pusat Konservasi
Biodiversity Conservation Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan
Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan,
Kalimantan Timur, sebagai dukungan terhadap
1,3 Hektar
Hectares
pusat pendidikan dan konservasi Beruang Madu
di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Revitalization of the Sun Bear Conservation
7 Beruang Madu
Sun Bears
Center in the Balikpapan Environmental Education
Tourism Area (KWPLH), East Kalimantan to support
the Sun Bear education and conservation center in
the Nusantara Capital City (IKN).
Program Kampung Iklim
(ProKlim) Kebun Jasmine,
Bandung mencapai Kategori
Utama Proklim.
The Jasmin Garden Climate
4.310 Pohon
Trees
Village (ProKlim) program
in Bandung has reached the
ProKlim Primary Category.
dilakukan di berbagai lokasi di Indonesia,
khususnya di sekitar proyek WEGE, bersama
WIKA Group.
Penanaman pohon langka
planted in various locations in Indonesia,
dalam Program Penanaman
particularly around WEGE projects collaboration
Pohon Langka Endemik
with WIKA Group.
Nusantara, Sinergi dengan Grup
WIKA:
In synergy with WIKA Group,
rare trees were planted during
the Endemic Nusantara Tree
Planting Program:
• Sonokeling
• Kemuning Hutan
• Terap Hijau
5
• Belimbing Papua
• Randu Alas
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• Anggrek Hitam
Greenhouse binaan WEGE • Lahung
Greenhouses supported by WEGE • Kerantungan
2025 Sustainability Report
9
Page 10
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Ikhtisar Sosial [B.3]
Social Highlights
Hak Asasi Manusia Jumlah Karyawan
Human Rights Total Employees
Penerapan Respectful Workplace Policy (RWP)
Implementation of Respectful Workplace Policy (RWP) 460 Karyawan
Employees
11,96
Tidak terdapat kejadian pelanggaran Hak asasi Manusia %
di WEGE Karyawan Perempuan
No incidents of Human Rights violation at WEGE Female Employee
2
% Karyawan Perempuan di Tingkat Manajemen
per Keseluruhan
Female Employees in Management Level per
Kontribusi All Level
kepada Masyarakat
7,08
Contribution to the Community %
Tingkat Turnover Karyawan
Employee Turnover Rate
60
Peluncuran Grand Design CSR sebagai acuan strategis %
Tingkat Keterikatan Karyawan
dalam pengelolaan program tanggung jawab sosial Employee Engagement Rate
perusahaan
Launch of the CSR Grand Design as a strategic guide for 72
%
79
%
76
%
72
%
corporate social responsibility program management
2024 2023 2022 2021
Realisasi anggaran program CSR
The CSR program budget reached
Pengembangan
dan Evaluasi
1.218.133.842
Rp
Karyawan
Employee Development
and Evaluation
Melalui 5 (Lima) pilar
distributed across 5 (Five) pillars
Biaya Pengembangan Kompetensi Karyawan
Building Hope
Employee Competency Development Costs
586,68
Rp
Building Wellness juta
million
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Building Future
Karyawan mendapatkan penilaian
100
% dan evaluasi kinerja dalam rangka
Laporan Keberlanjutan 2025
mendukung pengembangan karier
Building Nature Employees received performance
assessment and evaluation to support
their career development
Building Prosperity
10
Page 11
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
UMKM Binaan Pemberdayaan Disabilitas
Fostered MSMEs Empowerment of People with Disabilities
WEGE mendukung pengembangan UMKM dari karyawan Perusahaan membantu penyandang disabilitas meningkatkan
dan masyarakat melalui pelatihan, sertifikasi, serta keterampilan dan kualitas hidup melalui pelatihan,
kesempatan mengikuti bazar dan kegiatan peningkatan pendampingan, dan advokasi, termasuk pemanfaatan barang
kapasitas lainnya bekas menjadi produk bernilai ekonomi.
WEGE supports the development of MSMEs owned by The company helps people with disabilities to improve their
its employees and the community through trainings, skills and quality of life through training, mentoring, and
certifications, as well as opportunities to attend bazaar advocacy, including the use of recycled materials to create
and other capacity development programs. products with economic value.
60 5.000.000
Rp
Total UMKM binaan Dana yang dikeluarkan
Total Fostered MSMEs Funds disbursed
Pengukuran dan Penilaian Dampak Program CSR
Measurement and Assessment of CSR Program Impacts
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Social Return
Public Satisfaction Index (PSI) on Investment (SROI)
83,03
%
6,62 4,56 3,42
Kategori | Category
Sangat Puas
Very Satisfied
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Modular Jasmine Teras WEGE Lapak & Pendidikan Anak
Integrated Farming Braga Usia Dini (PAUD) Modular
Modular Early Childhood Education (PAUD) WEGE Lapak & Modular Early
Childhood Education (PAUD)
Skor menunjukkan bahwa setiap Rp1 yang diinvestasikan
menghasilkan nilai manfaat yang signifikan.
The score indicates that every Rp1 invested yields
substaintial social value and impact
Indeks Kepuasan Pelanggan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Customer Satisfaction Index
2025 Sustainability Report
93,30
Pelayanan Terbaik %
Melebihi target yang ditetapkan yaitu 87,50%
untuk Pelanggan Exceeding the target at 87,50%
Excellent Customer Service
11
Page 12
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Ikhtisar Tata Kelola
Governance Highlights
Kepatuhan terhadap Hukum
Legal Compliance
Tidak terdapat kasus ketidakpatuhan terhadap regulasi Tidak terdapat kasus korupsi yang
yang menyebabkan sanksi/denda [GRI 2-27] terjadi di lingkungan perusahaan
No cases of non-compliance resulting in sanctions No incidents of corruption occurred
or fines within the company
Penilaian Sistem Manajemen Anti
Implementasi GCG Penyuapan (SMAP)
GCG Implementation Assessment Anti-Bribery Management System (SMAP)
95,61
% Sebagai wujud komitmen Zero Tolerance terhadap
Predikat Very Good segala bentuk penyuapan, WEGE menerapkan SMAP
Very Good
secara menyeluruh pada seluruh jajaran internal dan
seluruh proses bisnis Perusahaan.
As a commitment to Zero Tolerance towards all forms
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), of bribery, WEGE implements SMAP comprehensively
mencerminkan penerapan prinsip Tata Kelola across all internal ranks and all of the Company’s
Perusahaan yang Baik secara menyeluruh dan sesuai business processes.
dengan standar internasional.
The ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
reflects the comprehensive implementation of
Good Corporate Governance and compliance with RATING
international standards.
31,1 Rating Tahun 2023
2023 Rating
SUSTAINALYTICS
Kategori High Risk
High Risk
Leadership AA - Excellence Leader in ESG Transparency
Leadership AA - Excellence Leader in ESG Transparency
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
CSA Award for Outstanding Company
CSA Award for Outstanding Company
12
Page 13
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Whistle Blowing System Tata Kelola Berkelanjutan
Whistle Blowing System Sustainability Governance
Terbentuknya Komite Tata
Total Pelaporan Kelola Terintegrasi
Total Reports Establishment of the
Integrated Governance
7
Committee
Pembentukan Unit Khusus
Penanggung Jawab
Keberlanjutan
Formation of a dedicated
Laporan Telah Ditindaklanjuti unit responsible for
dan Diselesaikan sustainability
Followed up and Completed Reports
Penerbitan Kebijakan
Keberlanjutan
100 % Issuance of a formal
Sustainability Policy
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement
WEGE menyelenggarakan Stakeholder Engagement Forum 2025 sebagai ruang dialog yang mempertemukan
beragam pemangku kepentingan, baik dari lingkungan internal maupun eksternal Perusahaan.
WEGE held the 2025 Stakeholder Engagement Forum to accomodate dialogue between various stakeholders,
including internal and external stakeholders of the Company.
SNI ISO 27001:2013 untuk
SNI ISO 50001:2018 SNI ISO 31000:2018 SNI ISO 9001:2015
Sistem Manajemen
untuk Sistem untuk Sistem untuk Sistem
Keamanan Informasi
Manajemen Energi Manajemen Risiko Manajemen Kualitas
SNI ISO 27001:2013
SNI ISO 50001:2018 SNI ISO 31000:2018 SNI ISO 9001:2015 for
for Information
for Energy for Risk Management Quality Management
Security Management
Management System System System
System
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
SNI ISO 45001:2018 Sertifikat
2025 Sustainability Report
untuk Sistem Manajemen SNI ISO 14001:2015 Penghargaan untuk Sistem SNI ISO 37001:2016
Kesehatan dan untuk Sistem Manajemen Manajemen Keselamatan untuk Sistem Manajemen
Keselamatan Kerja Lingkungan dan Kesehatan Kerja Anti Penyuapan
SNI ISO 45001:2018 SNI ISO 14001:2015 Certificate of Award SNI ISO 37001:2016
for Occupational for Environmental for Occupational for Anti-Bribery
Health and Safety Management System Health and Safety Management System
Management System Management System
13
Page 14
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Penghargaan dan Sertifikasi
Awards and Certifications
Penghargaan
Awards
08 Mei 2025 | 08 May 2025 25 Juni 2025 | 25 June 2024
Rating Summary
May 8, 2025 ORGANIZ ED BY SUPP ORT ED BY
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Credit Rating PEFINDO has assigned its idBBB rating with stable outlook to PT Wijaya Karya
General Obligation (GO) idBBB/Stable
1st
Bangunan Gedung Tbk (WEGE). The rating reflects the Company’s conservative
capital structure and its favorable business model. The rating is constrained by its
AWARD 2025
Rating Period concentrated project type and volatile business environment.
April 24, 2025 – April 1, 2026
The rating may be raised if WEGE improves its market position, strengthens its
modular business, and obtains more non-government projects, as well as improves
Published Rating History
- its profitability on a sustained basis. This should also demonstrate a more conservative PENGHARGAAN BINAAN BUMN
capital structure and stronger cash flow protection measures. However, the rating may BUMN Untuk Negeri,
be lowered if the Company incurs more debt than projected to finance expansion or Membangun UMK M Tangguh
working capital, resulting in the deterioration of its financial profile.
Established in 2008, WEGE is a subsidiary of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),
engaged in building-related projects, industry (modular and precast), investment & PENGHARGA AN DIBERIK AN K EPADA
concession, and property. Currently, the Company is focusing on developing its latest
modular type, namely NETRO – Smart Net-Zero Growing Modular House System as
a flagship product, which complements WEGE's previous modular portfolio, namely
MOLI (Modular Lite), WG Flatpack, and Volumetric. As of December 31, 2024, its
shareholders were WIKA (69.3%), Koperasi Karyawan WIKA (0.7%), and the public
(30%).
Rating Definition Financial Highlights
An obligor rated idBBB has an adequate capacity to
As of/for the year ended Dec-2024 Dec-2023 Dec-2022 Dec-2021
meet its long-term financial commitments relative to
that of other Indonesian obligors. However, adverse (Audited) (Audited) (Audited) (Audited) JA K A RTA , 2 5 J U N I 2 0 2 5
economic conditions or changing circumstances are Total adjusted assets [IDR bn] 5,476.3 5,313.2 5,076.6 5,571.0
more likely to weaken its capacity to meet its financial Total adjusted debt [IDR bn] 457.1 223.5 601.0 535.3
commitments. Total adjusted equity [IDR bn] 2,355.0 2,310.4 2,192.1 1,978.6
Total sales [IDR bn] 3,773.2 3,990.5 2,447.0 3,251.2 Ketua Penyelanggara Ketua Komite Penilai
U M K M B U M N AWA R D 2 0 2 5 U M K M B U M N AWA R D 2 0 2 5
EBITDA [IDR bn] 305.8 267.6 283.9 340.8
Net income after MI [IDR bn] 67.9 46.7 230.1 213.9
EBITDA margin [%] 8.1 6.7 11.6 10.5
Adjusted debt/EBITDA [X] 1.5 0.8 2.1 1.6
Adjusted debt/adjusted equity [X] 0.2 0.1 0.3 0.3
FFO/adjusted debt [%] 39.6 38.7 26.8 33.7
EBITDA/IFCCI [X] 10.8 4.0 5.0 5.4 I r. S H . S u t a r t o , M I I r. T h e n d r i S u p r i a t n o , M B A .
USD exchange rate [IDR/USD] 16,162 15,416 15,731 14,269 CEO BUMN Track Founder & Chairman ISVI,
Founder & Chairman CFCD Indonesia
FFO = EBITDA – IFCCI + Interest Income – Current Tax Expense
EBITDA = Operating Profit + Depreciation Expense + Amortization Expense
IFCCI = Gross Interest Expense + Other Financial Charges + Capitalized Interest; (FX Loss not included)
Contact Analysts: MI= Minority Interest
jono.syafei@pefindo.co.id
The above ratios have been computed based on information from the company and published accounts. Where applicable, some items have
agung.iskandar@pefindo.co.id
been reclassified according to PEFINDO’s definitions.
http://www.pefindo.com May 2025
Peringkat idBBB Most Committed BUMN Pembina UMKM
idBBB Rating Most Committed BUMN Pembina UMKM
Pemberi Penghargaan | Awarding Institution Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
PEFINDO UMKM BUMN Award 2025
UMKM BUMN Award 2025
05 Juli 2025 | 05 July 2025 30 September 2025 | 30 September 2025
Environmental Product Declaration
In accordance with ISO 14025:2006 and EN 15804:2012+A2:2019/AC:2021 for:
WG Flatpack
Modular (Standard)
From
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Programme EPD registration number
The International EPD® System, EPD-IES-0023922
www.environdec.com
Publication date
EPD registered through the fully aligned 2025-06-05
regional hub
EPD Southeast Asia, Valid until
https://www.epd-southeastasia.com/ 2030-06-04
Programme operator An EPD should provide current information and may
EPD International AB be updated if conditions change. The stated validity
is therefore subject to the continued registration and
Regional Hub publication at www.environdec.com
EPD Southeast Asia
Environmental Product Declaration (EPD) Penghargaan CSR pada PAUD Modular
for WG Flatpack Modular CSR Award for Modular PAUD
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pemberi Penghargaan | Awarding Institution Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
Environmental Product Declaration CSR Awards 2025
Laporan Keberlanjutan 2025
14
Page 15
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
10 Oktober 2025 | 10 October 2025 12 November 2025 | 12 November 2025
Piagam Apresiasi Leadership AA - Excellence Leader in
Piagam Apresiasi ESG Transparency
Pemberi Penghargaan | Awarding Institution Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
Anugerah Inovasi Indonesia 2025 BGK Foundation
(IDX Channel)
Anugerah Inovasi Indonesia 2025
(IDX Channel)
27 November 2025 | 27 November 2024 08 Mei 2025 | 08 May 2025
CSA Award for Outstanding Brand paling Populer di anak Perusahaan
Company BUMN Karya
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Brand paling Populer di anak Perusahaan BUMN Karya
Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
CSA Awards 2025 Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
Disway Awards 2025
2025 Sustainability Report
(Disway Group)
15
Page 16
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Sertifikasi
Certifications
8 Maret 2022 – 7 Maret 2025 24 Feb 2025 – 10 Feb 2028
March 8, 2022 – March 7, 2025 Feb 24, 2025, Feb 10, 2028
SNI ISO 9001:2015 SNI ISO 37001:2016
Quality Management Anti-Bribery
System Management System
Penerbit / Lembaga Penerbit / Lembaga
Awarding Institution Awarding Institution
Sucofindo Sucofindo
8 Maret 2022 – 7 Maret 2025 17 Feb 2024 – 16 Feb 2025
March 8, 2022 – March 7, 2025 Feb 17, 2025, Feb 16, 2025
SNI ISO 14001:2015 SNI ISO 31000:2018
Environmental Risk Management
Management System System
Penerbit / Lembaga Penerbit / Lembaga
Awarding Institution Awarding Institution
Sucofindo Sucofindo
8 Maret 2022 – 7 Maret 2025 13 Mei 2022 – 13 Mei 2025
March 8, 2022 – March 7, 2025 May 13, 2022 – May 13, 2025
ISO 45001:2018 Occupational Safety and
Occupational Health and Health Management System
Safety Management System
Penerbit / Lembaga Penerbit / Lembaga
Awarding Institution Awarding Institution
Sucofindo Kementerian
Ketenagakerjaan RI
15 Des 2022 – 14 Des 2025 18 Des 2023 – 17 Des 2026
Dec 15, 2022 – Dec 14, 2025 Dec 18, 2023 – Dec 17, 2026
SNI ISO/IEC 27001:2013 SNI ISO 50001:2018
Information Security (Sistem) Energy
Management System Management System
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Penerbit / Lembaga Penerbit / Lembaga
Awarding Institution Awarding Institution
Laporan Keberlanjutan 2025
TÜV NORD Indonesia Sucofindo
16
Page 17
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
24 Juli 2023 – 24 Juli 2026
July 24, 2023 – July 24, 2026
TKDN – Produk Modular Lite Tanpa Atap
TKDN – Modular Lite Product Without Rood
Official Certification of Domestic Component Level Achievement
Penerbit / Lembaga
Awarding Institution
Kementerian
Ketenagakerjaan RI
24 Juli 2023 – 24 Juli 2026
July 24, 2023 – July 24, 2026
TKDN – Produk Modular WG Flatpack Standard
TKDN – Produk Modular WG Flatpack Standard
Official Certification of Domestic Component Level Achievement
Penerbit / Lembaga
Awarding Institution
Kementerian
Ketenagakerjaan RI
18 Des 2023 – 17 Des 2026
Decr 2023 – Dec 17, 2026
SNI ISO 50001:2018
(Produk/sertifikat tampilan ke-2)
(Product/certificate display 2)
Energy Management System (confirmation certificate)
Penerbit / Lembaga
Awarding Institution
Sucofindo
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
17
Page 18
Pesan Direksi [D.1] [GRI 2-22]
Board of Directors’ Message
Tahun ini menjadi momentum
bagi WEGE untuk menegaskan
kembali peran Perseroan
dalam membentuk masa
depan pembangunan yang
lebih berkelanjutan.
This year marks a turning point for WEGE to
reaffirm the Company’s role in shaping a
more sustainable future for development.
Hadian Pramudita
Direktur Utama
President Director
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
18
Page 19
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Para Pemangku Kepentingan yang kami hormati,
Dear Stakeholders,
Dengan rasa syukur, kami mempersembahkan Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Tbk (WEGE) Tahun 2025. Laporan ini merefleksikan komitmen Perseroan dalam menjalankan kegiatan
usaha secara bertanggung jawab dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari
strategi penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
We are grateful to present the 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). This report
reflects the Company’s commitment to conduct responsible business activities by integrating sustainability principles
as part of its long-term value creation strategy for all stakeholders.
Nilai Keberlanjutan dan Pengembangannya [D.1.a] Sustainability Values and Development
Keberlanjutan menjadi landasan utama dalam setiap aspek Sustainability is the main foundation behind every
operasional WEGE. Perseroan secara konsisten mengadopsi operational aspect of WEGE. The Company consistently
dan mengembangkan prinsip Environmental, Social, adopts and develops the principles of Environmental, Social,
and Governance (ESG) yang ditetapkan melalui berbagai and Governance (ESG) through various internal mechanisms.
mekanisme internal. Prinsip tersebut diwujudkan ke dalam These principles are incorporated into business policies
kebijakan dan praktik bisnis yang memastikan perhatian and practices that ensure consideration of environmental
terhadap dampak lingkungan, sosial, serta penerapan tata and social impacts, as well as the implementation of good
kelola perusahaan yang baik. corporate governance.
Sepanjang tahun 2025, WEGE menghadapi sejumlah Throughout 2025, WEGE faced a number of sustainability
isu keberlanjutan yang memerlukan penanganan serius, issues that required serious attention, including energy
diantaranya efisiensi energi, pengelolaan limbah konstruksi, efficiency, construction waste management, as well
serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk menjawab as occupational health and safety (OHS). The Company
tantangan tersebut, Perseroan mengimplementasikan implemented various initiatives to overcome these challenges,
berbagai inisiatif, termasuk pemanfaatan teknologi ramah including the use of environmentally friendly technology in
lingkungan pada proyek-proyek konstruksi, optimalisasi construction projects, optimization of sustainable material
penggunaan material berkelanjutan, serta penguatan sistem use, and strengthening of the OHS management system to
manajemen K3 guna menjamin keselamatan tenaga kerja di ensure worker safety in the project environment.
lingkungan proyek.
Dukungan terhadap agenda keberlanjutan didorong secara Support for the sustainability agenda is driven
menyeluruh oleh pimpinan dan manajemen Perseroan. comprehensively by the Company’s leadership and
Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan management. This commitment is realized through the
keberlanjutan, peningkatan kompetensi sumber daya reinforcement of sustainability policies, the improvement of
manusia di bidang ESG, serta partisipasi aktif dalam berbagai human resource competencies in the ESG sector, and active
inisiatif nasional maupun global yang selaras dengan Tujuan participation in various national and global initiatives that are
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals in line with the Sustainable Development Goals (SDGs).
– SDGs).
Tantangan Keberlanjutan Sustainability Challenges
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Dalam penerapan keberlanjutan, Perseroan dihadapkan In implementing sustainability, the Company faces various
pada berbagai tantangan, antara lain perubahan regulasi challenges, including changes in regulations related to green
2025 Sustainability Report
terkait konstruksi hijau, ketidakpastian ekonomi global, serta construction, global economic uncertainty, and the need for
kebutuhan akan inovasi teknologi yang terus berkembang. continued technological innovation. In response to these
Menyikapi kondisi tersebut, WEGE merumuskan strategi conditions, WEGE has formulated a sustainability strategy
keberlanjutan yang dirancang untuk jangka pendek, designed for the short, medium, and long term.
menengah, dan panjang.
19
Page 20
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Pada horizon jangka pendek, Perseroan memfokuskan In the short term, the Company focuses its efforts on
upaya pada penguatan infrastruktur data keberlanjutan dan strengthening sustainability data infrastructure and
peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Untuk jangka increasing human resource capacity. In the medium
menengah, WEGE mulai memperluas penerapan teknologi term, WEGE has begun to expand the application of green
hijau serta mengembangkan portofolio proyek berkelanjutan. technology and develop a portfolio of sustainable projects.
Adapun dalam jangka panjang, Perseroan menargetkan In the long term, the Company aims to become a leading
posisi sebagai perusahaan konstruksi terdepan yang construction company that promotes the principles of
mengedepankan prinsip keberlanjutan di tingkat nasional dan sustainability at the national and regional levels.
regional.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan terhadap bangunan On the other hand, the increasing demand for environmentally
ramah lingkungan dan infrastruktur berkelanjutan di friendly buildings and sustainable infrastructure in Indonesia
Indonesia membuka peluang strategis bagi Perseroan. presents strategic opportunities for the Company. These
Peluang ini dimanfaatkan melalui pengembangan teknologi opportunities are being utilized through the development of
konstruksi berbasis digital, penguatan kemitraan dengan digital-based construction technology, the strengthening of
berbagai pemangku kepentingan, serta perluasan proyek di partnerships with various stakeholders, and the expansion of
kawasan Asia Tenggara sebagai bagian dari penetrasi pasar projects in the Southeast Asia as part of international market
internasional. penetration.
Capaian Kinerja Keberlanjutan 2025 2025 Sustainability Performance Achievements
Sepanjang tahun 2025, WEGE mencatatkan sejumlah capaian Throughout 2025, WEGE recorded a number of notable
penting dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dari achievements in economic, environmental, and social
sisi ekonomi, Perseroan membukukan pendapatan bersih aspects. Economically, the Company posted a net income
sebesar Rp1.624 miliar, dengan kontribusi pendapatan dari of Rp1,624 billion, with contribution from green building
proyek bersertifikasi gedung hijau sebesar Rp798.887 juta, certified project of Rp798,887 million, and revenue from
dan pendapatan dari produk berkelanjutan adalah sebesar sustainable products of Rp3,046 million (WEGE Flatpack,
Rp3.046 juta (WEGE Flatpack, Modular Lite dan Toilet Pod). Modular Lite and Toilet Pod).
Pada aspek lingkungan, Perseroan terus berkomitmen Environmentally, the Company remains committed to realizing
menghadirkan proyek konstruksi hijau guna menjaga green construction projects to maintain environmental
keseimbangan lingkungan. WEGE menjadi perusahaan balance. WEGE became the first construction company
konstruksi pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi in Indonesia to obtain ISO 50001:2018 certification, which
ISO 50001:2018, sebagai wujud komitmen terhadap represents its commitment to efficient and sustainable
pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan. energy management.
Sementara itu, pada aspek sosial, Perseroan berhasil Meanwhile, in terms of social aspects, the Company
meningkatkan partisipasi masyarakat lokal melalui berbagai succeeded in increasing local community participation
program pemberdayaan, serta mencapai kinerja nihil through various empowerment programs and achieved zero
kecelakaan kerja (zero accident) di seluruh proyek. Selain itu, accidents across all projects. In addition, WEGE consistently
WEGE secara konsisten melaksanakan berbagai program conducts various corporate social responsibility (CSR)
tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sepanjang tahun programs throughout the reporting year.
pelaporan.
Pengelolaan Risiko Keberlanjutan Sustainability Risk Management
Perseroan menyadari bahwa penerapan prinsip keberlanjutan The Company realizes that the implementation of
tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat mempengaruhi sustainability principles is inseparable from various risks that
kinerja usaha dan keberlanjutan jangka panjang. Oleh karena can affect business performance and long-term sustainability.
itu, WEGE secara proaktif mengidentifikasi dan mengelola Therefore, WEGE proactively identifies and manages risks
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
risiko pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial melalui in economic, environmental, and social aspects through a
pendekatan yang sistematis. systematic approach.
Laporan Keberlanjutan 2025
Risiko ekonomi, seperti fluktuasi harga bahan baku, dimitigasi Economic risks, such as fluctuations in raw material prices,
melalui diversifikasi pemasok dan peningkatan efisiensi are mitigated by diversifying suppliers and increasing
operasional. Risiko lingkungan dikelola melalui penerapan operational efficiency. Environmental risks are managed
teknologi ramah lingkungan serta pengendalian emisi. by implementing environmentally friendly technologies
Adapun risiko sosial direspons melalui pelaksanaan program and controlling emissions. Social risks are addressed by
tanggung jawab sosial dan peningkatan kesejahteraan implementing social responsibility programs and improving
20 pekerja. worker welfare.
Page 21
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Prestasi dan Pencapaian Achievements
Komitmen PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)’s commitment
dalam memperkuat kinerja berkelanjutan, tata kelola to strengthen sustainable performance, good corporate
perusahaan yang baik, serta kontribusi sosial yang terukur governance, and social contributions continues to gain
terus memperoleh pengakuan dari berbagai pihak eksternal. recognition from various external parties. Throughout 2025,
Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat sejumlah capaian the Company recorded several achievements that reflect
yang merefleksikan konsistensi WEGE dalam menjaga WEGE’s consistency in maintaining business fundamentals,
fundamental usaha, meningkatkan transparansi, serta increasing transparency, and strengthening stakeholder
memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan di tengah trust amid the increasingly competitive dynamics of the
dinamika industri konstruksi yang semakin kompetitif. construction industry.
Berbagai penghargaan yang diraih, antara lain pengakuan dari WEGE obtains various awards, including recognition from
PEFINDO melalui peringkat idBB, CSA Award for Outstanding PEFINDO through the idBB rating, the CSA Award for
Company in the Infrastructure Sector, serta Disway Awards Outstanding Company in the Infrastructure Sector, and the
2025 untuk kategori Jasa Konstruksi & Infrastruktur, menjadi Disway Awards 2025 for the Construction & Infrastructure
penguat atas ketahanan bisnis dan reputasi Perseroan. Di sisi Services category, which reinforce the Company’s business
inovasi dan dampak, WEGE juga memperoleh Environmental resilience and reputation. In terms of innovation and impact,
Product Declaration (EPD) untuk WG Flatpack Modular, WEGE also obtained an Environmental Product Declaration
penghargaan CSR Awards 2025 Kategori Pendidikan melalui (EPD) for WG Flatpack Modular, the CSR Awards 2025 in the
inovasi PAUD Modular, serta apresiasi Most Committed Education category through the Modular PAUD innovation,
BUMN Pembina UMKM yang menegaskan peran Perseroan and the Most Committed Most Committed State-Owned
dalam mendorong nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan Enterprise in Supporting MSMEs award, which affirms
secara seimbang melalui prinsip ESG dan pembangunan the Company’s role in promoting economic, social, and
berkelanjutan. environmental values in a balanced manner through ESG
principles and sustainable development.
Prospek Masa Depan Future Prospects
Menatap ke depan, WEGE optimistis menghadapi dinamika Looking ahead, WEGE is optimistic in facing the dynamics
industri konstruksi melalui strategi berkelanjutan yang of the construction industry through a sustainable strategy
berfokus pada inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan. Perseroan that focuses on innovation, efficiency, and sustainability.
akan terus memperkuat portofolio proyek hijau, mengadopsi The Company will continue to strengthen its green project
teknologi ramah lingkungan, serta meningkatkan efisiensi portfolio, adopt environmentally friendly technologies, and
operasional guna menjaga daya saing jangka panjang. improve operational efficiency in order to maintain long-term
competitiveness.
Dengan berpegang pada prinsip ESG (Environmental,
Social, and Governance), WEGE berkomitmen menciptakan By upholding the principles of ESG (Environmental, Social, and
nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan Governance), WEGE is committed to generating sustainable
serta berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang value for all stakeholders and contributing to sustainable
berkelanjutan di Indonesia. Melalui kolaborasi dan sinergi infrastructure development in Indonesia. We believe that
yang kuat dengan para pemangku kepentingan, kami percaya through strong collaboration and synergy with stakeholders,
upaya bersama ini akan membawa manfaat nyata bagi these joint efforts will bring tangible benefits to current and
generasi kini dan mendatang. Kami mengucapkan terima future generations. We would like to express our gratitude for
kasih atas kepercayaan dan dukungan yang senantiasa the trust and support given to WEGE.
diberikan kepada WEGE.
Jakarta, April 2025,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Atas nama Direksi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
On behalf of the Board of Directors of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
Hadian Pramudita
Direktur Utama
President Director 21
Page 22
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Lembar Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report Responsibility Statement
Kami yang bertandatangan dibawah ini telah meninjau dan We, the undersigned, have reviewed and approved all
menyetujui semua informasi yang tercantum dalam Laporan information contained in the PT Wijaya Karya Bangunan
Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Tahun Gedung Tbk Sustainability Report for the 2025 Fiscal Year,
Buku 2025, yang termasuk didalamnya informasi terkait topik including information related to the Company’s material
material Perseroan. Kami bertanggung jawab penuh atas topics. We are fully responsible for the accuracy of the
kebenaran isi laporan yang telah sesuai dengan Peraturan report’s contents, which comply with OJK Regulation No.51/
OJK No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan POJK.03/2017 on the Implementation of Sustainable Finance
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan for Financial Services Institutions, Issuers, and Public
Perusahaan Publik. Companies.
Jakarta, 17 April 2026
Jakarta, April 17, 2026
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Joseph Prajogo
Komisaris Independen sekaligus Pelaksana Tugas Komisaris Utama
Independent Commissioner and Acting President Commissioner
Suli Fatimah Danis Hidayat Sumadilaga Taufan Gestoro
Komisaris Komisaris Komisaris Independen
Commissioner Commissioner Independent Commissioner
Direksi
Board of Directors
Hadian Pramudita
Direktur Utama
President Director
Hartanto Karti Raharjo Tomo Dwi Hasputro W
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko Direktur Quality, Health, Safety, Environment dan Pemasaran
Director of Finance, Human Capital, and Risk Management Director of Quality, Health, Safety, Environment, and Marketing
Laporan Keberlanjutan 2025
Bagus Tri Setyana Dwi Purnomo
Direktur Operasi I Direktur Operasi II
22 Director of Operations I Director of Operations II
Page 23
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Makna dan Strategi Keberlanjutan
Sustainability Meaning and Strategy
Pendekatan Keberlanjutan
Sustainability Approach
Kerangka Kerja Keberlanjutan [2-22][A.1] Sustainability Framework
Dalam menjalankan praktik keberlanjutan, WEGE menjadikan In implementing sustainability practices, WEGE uses the
visi dan misi Perusahaan sebagai fondasi yang menegaskan Company’s vision and mission as a foundation that affirms its
kontribusinya dalam menciptakan ruang hidup yang lebih contribution to creating a better quality of life. This vision is
berkualitas. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi yang translated into a mission that is applied in daily operations,
diterapkan secara nyata dalam operasi sehari-hari, sekaligus while also serving as the Company’s strategic direction in
menjadi arahan strategis perusahaan dalam membangun building sustainable value. By consistently implementing
nilai keberlanjutan yang berkelanjutan. Melalui strategi yang its strategy, WEGE strives to strengthen its competitive
dijalankan secara konsisten, WEGE berupaya memperkuat advantage through two main principles:
keunggulan kompetitif yang diwujudkan melalui dua prinsip
utama:
Bernilai Memiliki Sumber Daya yang Kompetitif
Valuable Competitive Resources
Perusahaan memiliki kapasitas untuk terus beradaptasi
Perusahaan mampu mengubah setiap risiko atau potensi
dalam dinamika lingkungan bisnis yang ditandai kondisi
ancaman menjadi peluang usaha yang menghasilkan
VUCA – Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex
manfaat bagi keberlangsungan bisnis.
(kompleks), dan Ambiguous (ambigu).
The Company is able to turn every risk or potential threat
The Company has the capacity to continuously adapt to the
into a business opportunity that benefits business
dynamics of the business environment, which is characterized
continuity.
by VUCA conditions – Volatile, Uncertain, Complex,
and Ambiguous.
Kebijakan Keberlanjutan [GRI 2-22][A.1] Sustainability Policy
Sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan As a form of commitment to sustainable development,
berkelanjutan, WEGE terus memperkuat penerapan prinsip WEGE continues to strengthen the application of sustainable
konstruksi berkelanjutan yang tidak hanya mengejar kinerja construction principles that not only pursue business
bisnis, tetapi juga memastikan terciptanya nilai jangka performance but also ensure the creation of long-term
panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Nilai tersebut value for all stakeholders. This value is realized through the
diwujudkan melalui integrasi prinsip lingkungan, sosial, dan integration of environmental, social, and governance (ESG)
tata kelola (ESG) ke dalam setiap proses operasional dan principles into every operational process and business
strategi bisnis. strategy.
Komitmen ini semakin dipertegas dengan penerbitan This commitment is further reinforced by the issuance of the
Kebijakan Keberlanjutan WEGE pada tahun 2024 yang telah WEGE Sustainability Policy in 2024, which has been approved
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
disahkan oleh Direktur Utama. Dokumen kebijakan tersebut by the President Director. This policy serves as the main
menjadi pedoman utama yang mengarahkan seluruh langkah guideline that directs all strategic sustainability measures
strategis keberlanjutan di seluruh lini perusahaan. throughout the company.
2025 Sustainability Report
Seiring waktu, pengembangan keberlanjutan di WEGE Over time, sustainability development at WEGE is carried out
dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri, by considering industry dynamics, changes in regulations
perubahan regulasi serta standar, serta keselarasan dengan and standards, and alignment with the value chain. All of
rantai nilai (value chain) yang dijalankan. Seluruh upaya ini these efforts also reflect the Company’s concern for the
juga mencerminkan perhatian perusahaan terhadap harapan expectations of stakeholders, which become the foundation
para pemangku kepentingan, yang menjadi landasan bagi for the formulation of various sustainability initiatives.
penyusunan beragam inisiatif keberlanjutan. 23
Page 24
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Kebijakan keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk’s Sustainability Policy
Tbk No. WG-BPL-KP-01, yang didalamnya mencakup No. WG-BPL-KP-01, which includes a commitment to:
komitmen untuk:
Menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi,
membangun kemitraan yang dapat dipercaya, dan
melaksanakan sistem manajemen lingkungan di seluruh
kegiatan operasional.
Provide high-quality products and services, build trustworthy partnerships, and
implement an environmental management system in all operational activities.
Mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan
dalam seluruh kegiatan usaha serta menjalankan tanggung
jawab pada Construction Lifecycle.
Consider the economic, social, and environmental impacts of all business activities
and fulfill responsibilities in the Construction Lifecycle.
Menjalankan bisnis berdasarkan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik, etika bisnis, dan kepatuhan terhadap
ketentuan hukum.
Conduct business based on the principles of good corporate governance, business
ethics, and compliance with legal provisions.
Mengembangkan inovasi guna mendorong pertumbuhan
dan menciptakan nilai berkelanjutan, sekaligus mendukung
pembangunan sosial dan ekonomi yang berkesinambungan.
Develop innovations to drive growth and create sustainable value, while supporting
sustainable social and economic development.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Mengimplementasikan aspek keberlanjutan secara strategis
Laporan Keberlanjutan 2025
dalam setiap aktivitas bisnis.
Strategically implement sustainability aspects in every business activity.
24
Page 25
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Manajemen Risiko Terintegrasi untuk Ketahanan
dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Integrated Risk Management for Resilience and Sustainable Growth
Bandara Dhoho International - Kediri
Dhoho International Airport Kediri
Perusahaan telah mengungkapkan dan mengimplementasikan The Company has disclosed as well as implemented an
strategi serta budaya manajemen risiko secara terintegrasi integrated risk management strategy and culture as part
sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (Good of good corporate governance. Risk management at WEGE
Corporate Governance). Manajemen risiko di WEGE diterapkan is applied comprehensively and continuously by referring
secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan mengacu to the prudent principle, the ISO 31000 framework, WEGE’s
pada prinsip kehati-hatian (prudential principle), kerangka ISO risk management policy, as well as applicable regulatory
31000, kebijakan manajemen risiko WEGE, serta ketentuan provisions. The risk management strategy not only focuses
regulator yang berlaku. Strategi manajemen risiko tersebut on controlling financial and operational risks, but also aims
tidak hanya berfokus pada pengendalian risiko keuangan to support the achievement of sustainable performance,
dan operasional, tetapi juga diarahkan untuk mendukung maintains a conservative capital structure, and improves the
pencapaian kinerja secara berkelanjutan, menjaga struktur Company’s resilience against volatility in the construction
permodalan yang konservatif, serta meningkatkan ketahanan industry and the dynamics of business environment. The
Perusahaan dalam menghadapi volatilitas industri konstruksi implementation of this risk management is reflected in
dan dinamika lingkungan usaha. Penerapan manajemen risiko the project selection policy, funding structure control, and
ini tercermin dari kebijakan selektivitas proyek, pengendalian cash flow and business risk management, which have been
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
struktur pendanaan, serta pengelolaan arus kas dan risiko positively assessed by independent rating agencies.
usaha yang dinilai positif oleh lembaga pemeringkat
independen.
2025 Sustainability Report
Manajemen risiko WEGE mengacu pada prinsip kehati-hatian, ISO 31000,
kebijakan internal, serta ketentuan regulator untuk menjaga resiliensi bisnis
dan keberlanjutan kinerja.
WEGE’s risk management refers to the prudent principle, ISO 31000, internal policies, and regulatory
provisions to maintain business resilience and performance sustainability.
25
Page 26
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Integrasi manajemen risiko dalam pengembangan produk dan The integration of risk management in product and service
jasa dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan development is carried out from the planning stage to project
proyek. WEGE sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi implementation. As an integrated construction company
dengan core business pada jasa konstruksi bangunan gedung, with a core business in building construction services, which
didukung oleh backward integration melalui industri modular is supported by backward integration through the modular
dan pracetak, serta forward integration melalui bisnis konsesi, and precast industries, as well as forward integration through
menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh. Setiap the concession business, WEGE implements comprehensive
inisiatif bisnis, termasuk pengembangan modular sebagai risk management. Every business initiative, including
produk unggulan Perusahaan, melalui proses identifikasi, the development of modular products as the Company’s
analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko yang terstruktur. Aspek flagship products, goes through a structured process of risk
risiko utama seperti risiko pasar, risiko kontraktual, risiko identification, analysis, evaluation, and mitigation. Key risk
keuangan, risiko operasional, serta risiko kesehatan dan aspects such as market risk, contractual risk, financial risk,
keselamatan kerja menjadi bagian dari pertimbangan utama operational risk, and occupational health and safety risk are
dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan pendekatan part of the main considerations in business decision-making.
tersebut, Perusahaan memastikan bahwa inovasi produk dan With this approach, the Company ensures that product and
jasa tetap selaras dengan profil risiko yang dapat diterima service innovation remains in line with its risk appetite and
(risk appetite) serta mendukung model bisnis yang efisien dan supports an efficient and sustainable business model.
berkelanjutan.
Dalam rangka memperkuat budaya sadar risiko, WEGE In order to foster a risk-aware culture, WEGE consistently
secara konsisten menyelenggarakan program pelatihan conducts risk management training and socialization
dan sosialisasi manajemen risiko kepada Dewan Komisaris, programs for the Board of Commissioners, Board of
Direksi, serta karyawan di seluruh tingkatan organisasi. Directors, and employees at all levels of the organization.
Pelatihan tersebut mencakup pemahaman kebijakan dan The training covers understanding risk management policies
prosedur manajemen risiko, penerapan manajemen risiko and procedures, applying risk management in strategic and
dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional, operational decision-making, and improving risk management
serta peningkatan kompetensi pengelolaan risiko di competencies at the project and support function levels.
tingkat proyek dan fungsi pendukung. Dewan Komisaris The Board of Commissioners receives risk management
memperoleh pembekalan manajemen risiko sebagai bagian training as part of strategic supervision, while the Board of
dari pengawasan strategis, sementara Direksi dibekali Directors is provided with risk management understanding
pemahaman dan kapabilitas manajemen risiko dalam and capabilities in strategy formulation, business decision-
perumusan strategi, pengambilan keputusan bisnis, serta making, and control of the Company’s operational risks.
pengendalian risiko operasional Perusahaan. Adapun Employees are provided with technical and practical training
karyawan dibekali pelatihan teknis dan praktis yang relevan relevant to their respective duties and responsibilities.
dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Seluruh kebijakan, pedoman, serta aktivitas manajemen All risk management policies, guidelines, and activities have
risiko tersebut telah didokumentasikan dan dipublikasikan been documented and published through the Annual Report,
melalui Laporan Tahunan (Annual Report), Laporan Sustainability Report, and the Company’s internal media.
Keberlanjutan (Sustainability Report), serta media internal Information on the Annual Report and Sustainability Report
Perusahaan. Informasi Annual Report dan Sustainability is available and accessible through WEGE’s official website
Report tersedia dan dapat diakses melalui situs web resmi at www.wikagedung.co.id as a form of transparency and
WEGE di www.wikagedung.co.id sebagai wujud transparansi accountability to stakeholders.
dan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan.
Penguatan risk culture dilakukan melalui pelatihan berjenjang The strengthening of risk culture is carried out through tiered
untuk Komisaris, Direksi, dan karyawan, serta dipublikasikan training for Commissioners, Directors, and employees, and is
melalui Annual Report, Sustainability Report, dan kanal resmi published through the Annual Report, Sustainability Report,
WEGE. and WEGE’s official channels.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
WEGE melaporkan dan mengungkapkan emerging risks WEGE reports and discloses emerging risks publicly through
Laporan Keberlanjutan 2025
secara publik melalui Annual Report dan Sustainabilty Report its Annual Report and Sustainability Report as part of its
sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi, commitment to transparency, accountability, and the
akuntabilitas, dan penerapan tata kelola perusahaan implementation of good corporate governance. Emerging
yang baik. Identifikasi emerging risks dilakukan secara risks are identified periodically by considering external
berkala dengan mempertimbangkan dinamika eksternal, dynamics, developments in the construction industry,
perkembangan industri konstruksi, perubahan kebijakan changes in government policy, macroeconomic conditions,
pemerintah, kondisi makroekonomi, serta tren global and global trends that have the potential to affect the
26 yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan usaha dan sustainability of the Company’s business and the achievement
pencapaian strategi Perusahaan. of its strategies.
Page 27
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Sejumlah risiko eksternal terbaru yang diidentifikasi antara Some of the latest external risks that have been identified
lain volatilitas kondisi ekonomi makro, ketidakpastian include the volatility of macroeconomic conditions,
kebijakan pemerintah terkait belanja infrastruktur, uncertainty in government policies related to infrastructure
fluktuasi harga material konstruksi, serta meningkatnya spending, fluctuations in construction material prices, and
persaingan di sektor konstruksi bangunan. Risiko-risiko increased competition in the building construction sector.
tersebut berpotensi berdampak pada strategi dan model These risks have the potential to impact the Company’s
bisnis Perusahaan, khususnya dalam hal perolehan kontrak strategy and business model, particularly in terms of
baru, stabilitas margin keuntungan, pengelolaan arus kas, acquiring new contracts, profit margin stability, cash
serta penyesuaian portofolio proyek. Selain itu, perubahan flow management, and project portfolio adjustments. In
kebijakan dan dinamika pasar juga dapat mempengaruhi addition, policy changes and market dynamics can also affect
komposisi pelanggan serta strategi pengembangan produk customer composition and product and service development
dan jasa, termasuk optimalisasi produk modular dan precast strategies, including the optimization of modular and precast
sebagai diferensiasi bisnis Perusahaan. products as a business diversification for the Company.
Sebagai langkah mitigasi, WEGE menerapkan kebijakan As a mitigation measure, WEGE implements a project
selektivitas proyek dengan mempertimbangkan profil risiko selection policy by considering the risk profile of
pemilik proyek, jenis kontrak, skema pembayaran, dan durasi project owners, contract types, payment schemes, and
pelaksanaan melalui program Four Eyes Principles. WEGE implementation durations through the Four Eyes Principles
juga melakukan penguatan pengendalian biaya, optimalisasi program. WEGE also strengthens cost control, optimizes
manajemen rantai pasok, diversifikasi portofolio proyek, serta supply chain management, diversifies its project portfolio,
peningkatan efisiensi operasional untuk menjaga kinerja and improves operational efficiency to maintain financial
keuangan dan ketahanan usaha. Selain itu, manajemen risiko performance and business resilience. In addition, risk
diintegrasikan ke dalam proses pengambilan keputusan management is integrated into the strategic decision-
strategis melalui pemantauan risiko secara berkelanjutan, making process through continuous risk monitoring, risk
pembaruan risk register, serta penguatan koordinasi lintas register updates, and stronger cross-functional coordination
fungsi guna memastikan respons yang adaptif terhadap to ensure an adaptive response to changes in the external
perubahan lingkungan eksternal. environment.
Dengan penguatan manajemen risiko yang terintegrasi, With the strengthening of integrated risk management,
WEGE memastikan setiap keputusan bisnis dan proyek WEGE ensures that every business and project decision is in
berjalan selaras dengan profil risiko yang dapat diterima serta line with the acceptable risk profile and supports long-term
mendukung keberlanjutan kinerja jangka panjang. Ke depan, performance sustainability. Going forward, this approach
pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk menjaga will become an important foundation to maintain WEGE’s
ketahanan WEGE, sekaligus meningkatkan kepercayaan para resilience, while increasing stakeholder confidence through
pemangku kepentingan melalui tata kelola yang transparan transparent and accountable governance.
dan akuntabel.
Bandara Dhoho International - Kediri
Dhoho International Airport Kediri PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
27
Page 28
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Pengelolaan Risiko dan Hasil yang Ingin Dicapai [E.3]
Risk Management and Expected Results
Dalam menghadapi dinamika industri konstruksi yang semakin Given the increasingly complex and competitive dynamics
kompleks, kompetitif, dan dipengaruhi oleh ketidakpastian of the construction industry, which is influenced by
ekonomi, regulasi, serta perubahan lingkungan bisnis, WEGE economic uncertainty, regulations, and changes in the
menyadari bahwa pengelolaan risiko yang efektif merupakan business environment, WEGE recognizes that effective risk
prasyarat utama bagi pencapaian kinerja dan keberlanjutan management is a key prerequisite for achieving performance
usaha. Oleh karena itu, manajemen risiko dipandang bukan and business sustainability. Therefore, risk management is
sekadar sebagai fungsi pengendalian, melainkan sebagai not only regarded as a control function, but also as an integral
bagian integral dari sistem manajemen dan tata kelola part of the Company’s management and governance system
Perusahaan dalam mendukung pencapaian sasaran strategis. in supporting the achievement of strategic objectives.
Sejalan dengan visi dan arah pengembangan usaha, WEGE In line with its vision and direction of business development,
mengintegrasikan pengelolaan risiko ke dalam proses WEGE integrates risk management into the strategic planning
perencanaan dan pengambilan keputusan strategis yang and decision-making processes as outlined in the Company
tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan Long-Term Plan (RJPP) as well as the Company Work Plan
(RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). and Budget (RKAP). This approach ensures that every
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap strategi, kebijakan, strategy, policy, and business initiative is implemented by
dan inisiatif bisnis dilaksanakan dengan mempertimbangkan considering the balance between performance achievement,
keseimbangan antara pencapaian kinerja, tingkat risiko acceptable risk levels, and the Company’s ability to manage
yang dapat diterima, serta kemampuan Perusahaan dalam risk sustainably.
mengelola risiko secara berkelanjutan.
Pengelolaan risiko juga menjadi instrumen penting dalam Risk management is also an important instrument to
menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, melindungi maintain stakeholder trust, protect the Company’s value,
nilai Perusahaan, serta memastikan kepatuhan terhadap and ensure compliance with laws and regulations and good
ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip tata corporate governance principles. With this framework, WEGE
kelola perusahaan yang baik. Dengan kerangka tersebut, is committed to implementing consistent, measurable, and
WEGE berkomitmen untuk menerapkan manajemen risiko adaptive risk management in order to overcome challenges
secara konsisten, terukur, dan adaptif guna menghadapi and capitalize on business opportunities responsibly.
tantangan dan memanfaatkan peluang usaha secara
bertanggung jawab.
Pengelolaan risiko memperkuat perlindungan nilai Risk management reinforces the protection of the Company’s
Perusahaan melalui kepatuhan, akuntabilitas, dan penerapan value through compliance, accountability, and disciplined
GCG yang disiplin. Hal ini turut menjadi elemen penting implementation of GCG. This is also an important element in
dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan secara maintaining stakeholder trust on an ongoing basis.
berkelanjutan.
Sejalan dengan RKAP dan RJPP, Perusahaan menetapkan In line with the RKAP and RJPP, the Company has established
Risk Appetite dan Risk Tolerance sebagai pedoman dalam Risk Appetite and Risk Tolerance as guidelines to determine
menentukan tingkat risiko yang dapat diterima dalam the acceptable level of risk in achieving strategic objectives
pencapaian sasaran strategis dan target kinerja. Risk Appetite and performance targets. Risk Appetite is used as the main
tersebut menjadi acuan utama dalam pemilihan portofolio reference in selecting project portfolios, developing products
proyek, pengembangan produk dan jasa, pengelolaan and services, managing funding structures, and making
struktur pendanaan, serta pengambilan keputusan investasi investment and operational decisions. Thus, every strategic
dan operasional. Dengan demikian, setiap inisiatif strategis initiative and business activity is evaluated based on its
dan kegiatan usaha dievaluasi berdasarkan kesesuaiannya suitability to the Company’s risk profile and the Company’s
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
terhadap profil risiko Perusahaan dan kemampuan ability to manage risk effectively.
Perusahaan dalam mengelola risiko secara efektif.
Laporan Keberlanjutan 2025
28
Page 29
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Sesuai prinsip ISO 31000, proses manajemen risiko mencakup In accordance with the principles of ISO 31000, the risk
penetapan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, dan management process includes the establishment of context,
pengendalian risiko, serta pemantauan dan pelaporan risiko identification, analysis, evaluation, and control of risks, as well
secara berkelanjutan. Proses ini diterapkan secara konsisten as continuous monitoring and reporting of risks. This process
di seluruh unit kerja dan tingkat organisasi, serta terintegrasi is applied consistently across all work units and organizational
dengan sistem perencanaan dan pengendalian kinerja, levels, and is integrated with the performance planning and
termasuk pemantauan realisasi RKAP dan pencapaian control system, including monitoring the realization of the
milestone RJPP. Dengan pendekatan ini, Perusahaan RKAP and the achievement of RJPP milestones. With this
memastikan bahwa potensi risiko yang dapat menghambat approach, the Company ensures that potential risks that
pencapaian target jangka pendek dan jangka panjang dapat could hinder the achievement of short-term and long-term
diantisipasi dan dikendalikan secara dini. targets can be anticipated and controlled in advance.
Mengacu pada ketentuan PER BUMN, pengelolaan risiko Referring to the provisions of SOE Regulation, risk
diarahkan untuk memperkuat penerapan Good Corporate management is intended to strengthen the implementation
Governance, meningkatkan kualitas pengawasan oleh Dewan of Good Corporate Governance, improve the quality of
Komisaris dan Direksi, serta memastikan akuntabilitas dalam supervision by the Board of Commissioners and Directors,
pengelolaan sumber daya Perusahaan. Manajemen risiko and ensure accountability in the management of Company
juga berfungsi sebagai alat pengendalian untuk menjaga resources. Risk management also serves as a control
kesinambungan usaha, melindungi nilai Perusahaan, serta mechanism to maintain business continuity, protect the
memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang- Company’s value, and ensure compliance with applicable laws
undangan dan kebijakan internal yang berlaku. and regulations and internal policies.
Penguatan risk governance mendukung fungsi pengawasan The strengthening of risk governance supports the
Dewan dan Direksi agar pengelolaan sumber daya berjalan supervisory functions of the Board and Directors to ensure
akuntabel dan terukur. Kerangka ini menjadi instrumen that resource management is accountable and measurable.
pengendalian yang menjaga kesinambungan usaha dan This framework serves as a control instrument that maintains
kepatuhan Perusahaan. business continuity and Company compliance.
Sejalan dengan prinsip Danantara, pengelolaan risiko di In line with Danantara’s principles, risk management at
WEGE tidak hanya difokuskan pada upaya mitigasi dan WEGE is not only focused on mitigation and control efforts,
pengendalian, tetapi juga diarahkan untuk mendukung but also directed at supporting value creation and business
penciptaan nilai (value creation) dan keberlanjutan usaha. sustainability. Risks are managed in a balanced manner so as
Risiko dikelola secara seimbang agar tidak menghambat not to hinder innovation and business development, including
inovasi dan pengembangan bisnis, termasuk optimalisasi the optimization of modular and precast products as WEGE’s
produk modular dan precast sebagai keunggulan kompetitif competitive advantage, as long as they remain within the
WEGE, selama tetap berada dalam batas Risk Appetite yang established Risk Appetite limits.
telah ditetapkan.
Melalui penerapan pengelolaan risiko yang selaras Through the implementation of risk management in line with
dengan RKAP, RJPP, dan Risk Appetite, hasil yang ingin the RKAP, RJPP, and Risk Appetite, WEGE aims to achieve
dicapai oleh WEGE meliputi terjaganya pencapaian target its annual and long-term performance targets, maintain
kinerja tahunan dan jangka panjang, stabilitas kinerja financial and operational stability, increase WEGE’s resilience
keuangan dan operasional, peningkatan ketahanan WEGE to external volatility, and strengthen stakeholder trust. In
terhadap volatilitas lingkungan eksternal, serta penguatan addition, risk management is expected to support sustainable
kepercayaan pemangku kepentingan. Selain itu, pengelolaan growth, increase the Company’s long-term value, and make a
risiko diharapkan mampu mendukung pertumbuhan yang positive contribution to shareholders and other stakeholders.
berkelanjutan, meningkatkan nilai Perusahaan dalam jangka
panjang, serta memberikan kontribusi positif bagi pemegang
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
saham dan pemangku kepentingan lainnya.
2025 Sustainability Report
29
Page 30
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Continual Improvement
Human and Cultural Factors Integrated
Value Creation
Best Available Information and Structure and Comprehensive
Protection
Dynamic Costumized
Inclusive
Principle (Clause 4)
Costumized
Improvement Risk Assessment
Design Implementation Risk Identification
Communication Monitoring &
& Consultation Risk Analysis Review
Integration Risk Evaluation
Evaluation
Risk Treatment
Recording & Reporting
Framework (Clause 5) Process (Clause 5)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
Hunian Pekerja Konstruksi II - Ibu Kota Nusantara (IKN)
30 Construction Workers Housing II – Nusantara Capital City (IKN)
Page 31
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Skema Manajemen Risiko berdasarkan ISO Risk Management Framework based on ISO
31000:2018 [E.3] 31000:2018
Skema manajemen risiko di WEGE disusun dan The risk management framework at WEGE was developed
diimplementasikan dengan mengacu pada ISO 31000:2018, and implemented by referring to ISO 31000:2018, which
yang menekankan prinsip integrasi, struktur yang sistematis, emphasizes the principles of integration, systematic
inklusivitas, serta perbaikan berkelanjutan. Kerangka ini structure, inclusiveness, and continuous improvement. This
diterapkan secara menyeluruh di seluruh tingkatan organisasi framework is applied comprehensively at all levels of the
dan terintegrasi dengan tata kelola perusahaan, sistem organization and is integrated into corporate governance,
pengendalian internal, serta proses bisnis utama. internal control systems, and key business processes.
Komitmen pimpinan (leadership and commitment) Leadership and commitment are manifested through the
diwujudkan melalui peran aktif Direksi dalam penetapan active role of the Board of Directors in determining risk
kebijakan manajemen risiko, Risk Appetite, serta pengendalian management policies, risk appetite, and strategic risk control,
risiko strategis, dengan pengawasan Dewan Komisaris. under the supervision of the Board of Commissioners. Risk
Manajemen risiko diintegrasikan ke dalam struktur organisasi management is integrated into the organizational structure
dan proses bisnis, sehingga setiap unit kerja dan proyek and business processes, ensuring that each work unit and
memiliki tanggung jawab dalam mengelola risiko sesuai project is responsible for managing risks according to its
kewenangan dan lingkupnya, dengan fungsi manajemen authority and scope, with the risk management function
risiko sebagai koordinator dan pengawal penerapan. acting as coordinator and supervisor of its implementation.
Penetapan konteks risiko dilakukan dengan Determination of risk context is carried out by considering
mempertimbangkan sasaran strategis RJPP, target kinerja the strategic objectives of the RJPP, RKAP performance
RKAP, kondisi internal dan eksternal Perusahaan, regulasi targets, the Company’s internal and external conditions,
yang berlaku, serta ekspektasi pemangku kepentingan. Risiko applicable regulations, and stakeholder expectations. Risks
kemudian diidentifikasi secara sistematis, mencakup risiko are then systematically identified, consisting of financial,
strategis, keuangan, operasional, hukum dan kepatuhan, operational, legal and compliance, as well as environmental,
serta risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola. Risiko-risiko social, and governance risks. These risks are analyzed
tersebut dianalisis dan dievaluasi berdasarkan tingkat and evaluated based on their likelihood and impact on the
kemungkinan dan dampaknya terhadap pencapaian target achievement of the Company’s targets, and compared with
Perusahaan, serta dibandingkan dengan Risk Appetite yang the established Risk Appetite.
telah ditetapkan.
Selanjutnya, WEGE menetapkan perlakuan risiko yang Thereafter, WEGE establishes proportional risk treatment,
proporsional, baik melalui penghindaran, pengurangan, either by avoiding, reducing, transferring, or accepting
pemindahan, maupun penerimaan risiko, yang diintegrasikan risks, which are integrated into unit and project work plans.
ke dalam rencana kerja unit dan proyek. Proses komunikasi, The risk communication, consultation, monitoring, and
konsultasi, pemantauan, dan pelaporan risiko dilakukan reporting processes are carried out continuously to ensure
secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas the effectiveness of control and as a basis for continuous
pengendalian serta sebagai dasar perbaikan berkelanjutan improvement in risk management.
dalam pengelolaan risiko.
Penguatan Implementasi Manajemen Risiko Strengthening the Implementation of Risk
Management
Selain penerapan kerangka ISO 31000:2018, WEGE secara Besides applying the ISO 31000:2018 framework, WEGE
berkelanjutan memperkuat kualitas dan efektivitas continuously strengthens the quality and effectiveness of
manajemen risiko dengan mengacu pada Peraturan Menteri risk management by referring to the Minister of State-Owned
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
BUMN Nomor 2 Tahun 2023 tentang penerapan tata kelola Enterprises Regulation Number 2 of 2023 concerning the
dan manajemen risiko BUMN, khususnya melalui penerapan implementation of governance and risk management in state-
Risk Maturity Index (RMI) sebagai alat ukur tingkat kematangan owned enterprises, particularly through the application of the
2025 Sustainability Report
pengelolaan risiko. Risk Maturity Index (RMI) as a tool to measure the maturity
level of risk management.
31
Page 32
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
RMI digunakan untuk menilai tingkat kematangan manajemen The RMI is used to comprehensively assess the maturity
risiko secara komprehensif, mencakup aspek kepemimpinan level of risk management, which includes leadership and
dan budaya risiko, tata kelola dan organisasi, proses risk culture, governance and organization, risk management
manajemen risiko, integrasi dengan perencanaan dan kinerja, processes, integration with planning and performance, as
serta sistem informasi dan pelaporan risiko. Penilaian RMI well as risk information and reporting systems. The RMI
dilakukan secara periodik melalui mekanisme asesmen assessment is conducted periodically through internal
internal dan/atau penilaian oleh pihak independen yang assessment mechanisms and/or assessments by credible
kredibel, guna memperoleh gambaran objektif atas kondisi independent parties, with the aim of obtaining an objective
penerapan manajemen risiko di Perusahaan. picture of the implementation of risk management within the
Company.
Hasil penilaian RMI menjadi dasar bagi Perusahaan dalam The results of the RMI assessment are used as a basis
menyusun roadmap peningkatan kematangan manajemen for the Company in developing a roadmap to improve risk
risiko, termasuk penguatan kebijakan, penyempurnaan management maturity, as well as to strengthen policies,
proses, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, refine processes, improve human resource competencies,
serta penguatan budaya sadar risiko di seluruh lini organisasi. and promote a risk-aware culture across all lines of the
Target RMI ditetapkan secara bertahap dan diselaraskan organization. The RMI targets are set in stages and aligned
dengan RJPP dan RKAP, sehingga peningkatan kematangan with the RJPP and RKAP, so that improvements in risk
risiko berjalan seiring dengan pencapaian sasaran strategis maturity are in line with the achievement of the Company’s
dan kinerja Perusahaan. strategic objectives and performance.
Sebagai bagian dari penguatan assurance, WEGE juga As part of its efforts to strengthen assurance, WEGE also
melaksanakan audit manajemen risiko dan audit RMI yang conducts risk management audits and RMI audits that are
terintegrasi dengan fungsi Satuan Pengawas Internal/Internal integrated with the Internal Audit (IA) function. These audits
Audit (IA). Audit ini bertujuan untuk mengevaluasi kecukupan aim to evaluate the adequacy and effectiveness of risk
dan efektivitas penerapan manajemen risiko, memastikan management implementation, ensure compliance with ISO
kesesuaian dengan ISO 31000, PER BUMN Nomor 2, serta 31000, SOE Regulation Number 2, and the Company’s internal
kebijakan internal Perusahaan, sekaligus menilai konsistensi policies, as well as assess the consistency of risk management
implementasi manajemen risiko di seluruh unit kerja dan implementation across all work units and projects. The audit
proyek. Rekomendasi hasil audit menjadi dasar perbaikan recommendations are used for continuous improvement and
berkelanjutan dan peningkatan kualitas pengelolaan risiko. enhancement of risk management quality.
Selain itu, Perusahaan mengembangkan Sistem Informasi In addition, the Company has developed a digital-based
Manajemen Risiko berbasis digital untuk mendukung Risk Management Information System to support the
penerapan RMI dan meningkatkan efektivitas pemantauan implementation of RMI and improve the effectiveness of risk
serta pelaporan risiko. Digitalisasi ini memungkinkan monitoring and reporting. This digitalization enables more
pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi, transparan, dan integrated, transparent, and accountable risk management,
akuntabel, sekaligus memperkuat keterkaitan antara risiko, while strengthening the link between risk, performance, and
kinerja, dan pengambilan keputusan strategis. strategic decision-making.
Melalui penerapan skema manajemen risiko berbasis ISO Through the implementation of an ISO 31000:2018-based
31000:2018 yang diperkuat dengan penerapan Risk Maturity risk management scheme, supported by the application of
Index sesuai PER BUMN Nomor 2, WEGE berkomitmen untuk the Risk Maturity Index in accordance with SOE Regulation
mengelola risiko secara konsisten, adaptif, dan bernilai Number 2, WEGE is committed to manage risks consistent,
tambah. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung adaptive, and value-added manner. This approach is expected
pencapaian target RKAP dan RJPP, meningkatkan ketahanan to support the achievement of RKAP and RJPP targets,
Perusahaan terhadap ketidakpastian, serta menciptakan nilai increase the Company’s resilience to uncertainty, and create
Perusahaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. sustainable long-term value for the Company.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Emerging Risk
Laporan Keberlanjutan 2025
WEGE menyadari bahwa transformasi industri konstruksi WEGE recognizes that the transformation of the construction
menuju praktik yang lebih berkelanjutan menghadirkan industry towards more sustainable practices presents new
dinamika risiko baru yang bersifat kompleks dan dynamics of risk that are complex and multidimensional.
multidimensional. Dalam konteks Environmental, Social, In the context of Environmental, Social, and Governance
and Governance (ESG), Perseroan mengidentifikasi (ESG), the Company has identified various emerging risks
32
Page 33
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
berbagai emerging risks yang berpotensi memengaruhi that have the potential to affect business continuity,
keberlangsungan usaha, kinerja operasional, stabilitas operational performance, financial stability, and corporate
keuangan, serta reputasi korporasi dalam jangka menengah reputation in the medium and long term. The focus of this
dan panjang. Fokus utama risiko tersebut mencakup risk is the increasing market demand for green building and
meningkatnya tuntutan pasar terhadap proyek green building green construction projects, as well as the development
dan konstruksi hijau, serta berkembangnya kebutuhan of customers’ needs for a more innovative, efficient, and
pelanggan atas layanan konstruksi yang lebih inovatif, efisien, digitalized construction processes.
dan terdigitalisasi.
Emerging risks didefinisikan sebagai risiko yang belum Emerging risks are defined as risks that have not yet fully
sepenuhnya termaterialisasi pada periode pelaporan, materialized in the reporting period but have the potential
namun memiliki potensi dampak signifikan di masa depan. for significant impact in the future. In the context of ESG,
Dalam konteks ESG, risiko ini tidak hanya berdampak these risks not only have an impact on financial aspects, but
pada aspek finansial, tetapi juga pada daya saing, akses also on competitiveness, access to funding, social license to
pendanaan, keberterimaan sosial (social license to operate), operate, and the resilience of the Company’s business model.
dan ketahanan model bisnis Perseroan. Oleh karena itu, Therefore, ESG risk management is positioned as an integral
pengelolaan risiko ESG diposisikan sebagai bagian integral part of WEGE’s sustainability strategy and growth direction.
dari strategi keberlanjutan dan arah pertumbuhan WEGE.
Proses identifikasi emerging risks dilakukan lintas fungsi The process of identifying emerging risks is carried out
yang melibatkan manajemen risiko, keuangan, operasional a cross-functional review involving risk management,
proyek, QSHE, perencanaan strategis, serta fungsi tata finance, project operations, QSHE, strategic planning, and
kelola. Analisis mempertimbangkan perkembangan governance functions. The analysis considers global and
makroekonomi global dan nasional, kebijakan pemerintah national macroeconomic developments, government policies
terkait dekarbonisasi dan pajak karbon, dinamika industri related to decarbonization and carbon taxes, construction
konstruksi, isu sosial dan lingkungan, tuntutan investor industry dynamics, social and environmental issues, investor
terhadap transparansi ESG, serta perkembangan teknologi demands for ESG transparency, and developments in low-
rendah karbon dan digitalisasi konstruksi. Pendekatan ini carbon technology and construction digitalization. This
memastikan bahwa Perseroan tidak hanya bersifat reaktif approach ensures that the Company is not only reactive
terhadap risiko yang telah terjadi, tetapi juga proaktif dan to risks that have already occurred, but also proactive and
antisipatif dalam merespons perubahan struktural yang anticipatory in responding to structural changes that may
dapat memengaruhi model bisnis ke depan. affect its future business model.
Dalam kerangka pengelolaan, emerging risks ESG Within the management framework, emerging ESG risks
diintegrasikan ke dalam Enterprise Risk Management are integrated into Enterprise Risk Management (ERM) and
(ERM) dan selaras dengan penguatan Risk Maturity Index are aligned with the strengthening of the Company’s Risk
(RMI) Perseroan. Setiap risiko dinilai berdasarkan tingkat Maturity Index (RMI). Each risk is assessed based on its
kemungkinan dan dampaknya terhadap kinerja operasional, likelihood and impact on operational performance, profit
laba rugi, arus kas, dan reputasi perusahaan. Perseroan and loss, cash flow, and company reputation. The Company
menyiapkan langkah mitigasi bertahap sesuai dengan prepares gradual mitigation measures in accordance with the
tingkat eksposur risiko dan kesiapan organisasi, termasuk level of risk exposure and organizational readiness, including
penguatan desain proyek yang resilien terhadap iklim, strengthening climate-resilient project design, diversifying
diversifikasi portofolio ke proyek rendah karbon, peningkatan the portfolio to low-carbon projects, increasing transparency
transparansi pelaporan keberlanjutan, serta penguatan tata in sustainability reporting, and strengthening governance
kelola dan budaya sadar risiko. and a risk-aware culture.
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang In line with the principles of prudence and good governance,
baik, pengungkapan risiko ESG dalam Sustainability Report the disclosure of ESG risks in the Sustainability Report is
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
dilakukan secara proporsional pada tingkat agregat. carried out proportionally at an aggregate level. Strategic and
Informasi yang bersifat strategis dan sensitif tetap dikelola sensitive information remains managed as internal company
sebagai informasi internal perusahaan guna menjaga information to protect the Company’s competitive interests.
2025 Sustainability Report
kepentingan kompetitif Perseroan. Melalui pendekatan ini, Through this approach, WEGE is committed to ensuring that
WEGE berkomitmen untuk memastikan bahwa pengelolaan emerging risk management not only serves as a mechanism
emerging risks tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme to protect against potential losses, but also as a strategic
perlindungan terhadap potensi kerugian, tetapi juga sebagai instrument in creating long-term sustainable value for all
instrumen strategis dalam menciptakan nilai jangka panjang stakeholders.
yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
33
Page 34
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Tentang Laporan
About the Report
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi - Ibu Kota Nusantara (IKN)
Coordinating Ministry for Maritime Affairs and Investment – Nusantara Capital City (IKN)
WEGE menjalankan kegiatan usaha di bidang konstruksi WEGE operates in building construction, investment, and
bangunan gedung serta investasi dan konsesi dengan concession activities while upholding the principle of
menjunjung prinsip keterbukaan informasi. Komitmen information disclosure. This commitment is realized through
tersebut diwujudkan melalui penyampaian dampak transparent reporting of operational impacts on economic,
operasional terhadap aspek ekonomi, lingkungan, sosial, environmental, social, and employee aspects. Part of this
serta karyawan secara transparan. Salah satu bentuk commitment is fulfilled through the regular publication
pelaksanaannya adalah penerbitan Laporan Keberlanjutan of a Sustainability Report, which is an integral part of the
secara rutin, yang menjadi bagian integral dari Laporan Company’s Annual Report.
Tahunan Perusahaan.
Standar Penyusunan Laporan [GRI 2-3]
Reporting Standards
Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 WEGE mencakup periode The 2025 Sustaintability Report of WEGE covers the period
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
1 Januari hingga 31 Desember 2025 dan disusun berdasarkan from January 1 to December 31, 2025, and is prepared based
ketentuan berikut: on the following provisions:
Laporan Keberlanjutan 2025
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/ • Financial Services Authority (POJK) Regulation No.
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of
Berkelanjutan untuk Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Sustainable Finance for Financial Services Institutions,
dan Perusahaan Publik. Issuers, and Public Companies.
• Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021. • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021.
• Penerapan awal International Financial Reporting • Initial application of International Financial Reporting
Standards (IFRS) S1 dan S2 yang diterbitkan oleh Standards (IFRS) S1 and S2 published by the International
34 International Sustainability Standards Board (ISSB). Sustainability Standards Board (ISSB).
Page 35
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Daftar pengungkapan sesuai POJK No.51/2017 serta indeks The list of disclosures according to POJK No.51/2017 and
konten GRI Standards 2021 dapat ditemukan pada bagian the GRI Standards 2021 content index can be found at the
akhir laporan ini. Seluruh informasi keuangan disampaikan end of this report. All financial information is presented in
dalam mata uang Rupiah, kecuali jika dinyatakan lain, Rupiah, unless otherwise stated, and is compiled based on
dan disusun berdasarkan ketentuan Pernyataan Standar the provisions of Indonesian Financial Accounting Standards
Akuntansi Keuangan (PSAK) Indonesia. Sementara itu, data (PSAK). Meanwhile, sustainability data uses internationally
keberlanjutan menggunakan metode pengukuran yang diakui recognized measurement methods.
secara internasional.
Laporan ini tersedia dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan This report is available in two languages, Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris untuk memastikan aksesibilitas bagi seluruh and English, ensuring accessibility for all stakeholders.
pemangku kepentingan. Dengan pendekatan tersebut, WEGE With this approach, WEGE strives to maintain transparency
berupaya mempertahankan transparansi dan memudahkan and allow readers to easily understand its sustainability
pembaca dalam memahami kinerja keberlanjutan tahun 2025. performance in 2025.
Pada Laporan Keberlanjutan Tahun 2024, tidak terdapat In the 2024 Sustainability Report, there was no feedback
masukan melalui lembar umpan balik dari para pemangku provided by stakeholders through feedback sheets. However,
kepentingan. Namun, perusahaan menerima penilaian dari the Company received assessments from independent third
pihak ketiga independen, termasuk ESG rating internasional parties, including international ESG ratings and independent
dan auditor independen, sebagai bagian dari upaya auditors, as part of its efforts to improve the quality of its
peningkatan kualitas laporan di periode berikutnya. [G.3] reports in the subsequent period.
Entitas yang Termasuk dalam Pelaporan Keberlanjutan WEGE
Entities Included in WEGE’s Sustainability Reporting [GRI 2-2]
Pelaporan keberlanjutan WEGE mencakup seluruh aspek WEGE’s sustainability reporting covers all operational aspects,
operasional, meliputi kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, including economic, environmental, social, and corporate
serta tata kelola perusahaan, termasuk entitas anak yaitu governance performance, as well as its subsidiaries, PT Wege
PT Wege Solusi Proklamasi. Cakupan yang termasuk Solusi Proklamasi. The scope of the Sustainability Report is
dalam Laporan Keberlanjutan sama seperti konsolidasi the same as that of the consolidated financial statements.
Laporan Keuangan. Istilah “WEGE”, “Perusahaan”, The terms “WEGE”, “the Company”, and “We” in this report
“Perseroan”, dan “Kami” pada laporan ini merujuk pada refer to PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Penyajian Kembali Informasi [GRI 2-4]
Restatement of Information
Tidak ada penyajian kembali atas informasi yang telah There are no restatements of the information included in the
terlampir didalam laporan keberlanjutan 2025. 2025 Sustainability Report.
Penjaminan Laporan Keberlanjutan [GRI 2-5]
Sustainability Report Assurance
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Untuk memastikan kualitas dan transparansi laporan, WEGE In order to ensure the quality and transparency of the
melibatkan pihak independen dalam proses verifikasi pihak report, WEGE involved an independent party in the external
2025 Sustainability Report
eksternal (assurance). Laporan ini telah diverifikasi oleh assurance process. This report has been verified by Decar
Decar Verite Asia (DVA), lembaga assurance yang memenuhi Verite Asia (DVA), an assurance agency that meets the
standar internasional AA1000AS v3. Penunjukan lembaga AA1000AS v3 international standard. The appointment of
tersebut dilakukan melalui proses evaluasi mendalam yang this agency was carried out through an in-depth evaluation
menilai kompetensi, rekam jejak, dan memastikan ketiadaan process that assessed competence, track record, and
konflik kepentingan, termasuk tidak adanya hubungan bisnis ensured the absence of conflicts of interest, including no
sebelumnya dengan WEGE. previous business relationships with WEGE.
35
Page 36
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Topik Material [GRI 3-1]
Material Topics
Dalam menjalankan bisnis konstruksi gedung yang In running a complex and resource-intensive building
kompleks dan berintensitas sumber daya tinggi, PT Wijaya construction business, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menyadari bahwa Tbk (WEGE) realizes that sustainability is not only a
keberlanjutan bukan sekadar isu kepatuhan, melainkan faktor compliance issue, but also a strategic factor that affects
strategis yang memengaruhi ketahanan usaha, kualitas business resilience, project quality, and the creation of long-
proyek, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh term value for all stakeholders.
pemangku kepentingan.
Memasuki tahun 2025, WEGE melakukan penguatan Heading into 2025, WEGE has significantly strengthened its
signifikan dalam proses penentuan topik material dengan material topic determination process by adopting a double
mengadopsi pendekatan double materiality. Pendekatan ini materiality approach. This approach not only assesses the
tidak hanya menilai dampak kegiatan usaha WEGE terhadap impact of WEGE’s business activities on the environment and
lingkungan dan masyarakat, tetapi juga menelaah bagaimana society, but also examines how sustainability issues could
isu keberlanjutan berpotensi memengaruhi kinerja keuangan, potentially affect the Company’s financial performance, risk
profil risiko, dan keberlanjutan bisnis Perseroan. Penajaman profile, and business continuity. This improvement reflects an
ini mencerminkan evolusi dari pendekatan tahun sebelumnya evolution from the previous year’s approach, which focused
yang lebih berfokus pada signifikansi dampak operasional, more on the significance of operational impacts, towards
menuju materialitas yang bersifat strategis dan decision- materiality that is strategic and decision-useful, in line with
useful, sejalan dengan GRI Standards 2021 serta IFRS the GRI Standards 2021 and IFRS Sustainability Disclosure
Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan IFRS S2). Standards (IFRS S1 and IFRS S2).
Proses materialitas tahun 2025 disusun dengan The 2025 materiality process was developed by integrating
mengintegrasikan berbagai sumber utama, termasuk hasil uji various key sources, including materiality test results and
materialitas dan masukan pemangku kepentingan, evaluasi stakeholder input, evaluation of 2024 material topics,
topik material tahun 2024, dinamika industri konstruksi dynamics of the building construction industry, and
gedung, serta perkembangan risiko dan peluang bisnis yang developments in business risks and opportunities relevant
relevan dengan konteks WEGE. Hasil kuesioner dari pemangku to WEGE’s context. The Results of questionnaires from
kepentingan internal dan eksternal (seperti pemerintah, internal and external stakeholders (such as government,
pemegang saham, masyarakat, mitra kerja, pelanggan dan shareholders, communities, business partners, customers,
pegawai) menunjukkan bahwa isu-isu tertentu tidak hanya and employees) show that certain issues are not only
dipandang penting dari sisi dampak lingkungan dan sosial, considered important in terms of environmental and social
tetapi juga semakin relevan dalam memengaruhi bankability impact, but are also increasingly relevant in influencing
proyek, keandalan operasional, reputasi Perseroan, serta project bankability, operational reliability, the Company’s
daya saing jangka panjang. Evaluasi untuk proses materialitas reputation, and long-term competitiveness. The materiality
dilakukan setiap tahunnya. assessment is conducted annually.
Dengan demikian, topik material WEGE tahun 2025 Thus, WEGE’s 2025 material topics reflect continuity with the
mencerminkan kesinambungan dengan tahun sebelumnya, previous year, but with greater depth of analysis and strategic
namun dengan kedalaman analisis dan relevansi strategis relevance. These topics serve as the main foundation in the
yang lebih kuat. Topik-topik tersebut menjadi landasan utama formulation of the Company’s sustainability strategy, risk
dalam penyusunan strategi keberlanjutan, pengelolaan risiko, management, and decision-making, ensuring that WEGE’s
serta pengambilan keputusan Perseroan, guna memastikan business growth is always in line with the principles of
bahwa pertumbuhan bisnis WEGE senantiasa selaras dengan sustainable development and long-term value creation.
prinsip pembangunan berkelanjutan dan penciptaan nilai
jangka panjang.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
36
Page 37
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
A. Proses Penentuan Topik Material [GRI 3-1] A. Material Topic Identification Process
WEGE menerapkan proses penentuan topik material WEGE implements a structured, systematic, and documented
yang terstruktur, sistematis, dan terdokumentasi untuk process in the identification of material topics to ensure
memastikan bahwa isu-isu keberlanjutan yang ditetapkan that the identified sustainability issues are truly relevant,
benar-benar relevan, signifikan, serta selaras dengan konteks significant, and aligned with the Company’s business
bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan. Proses context and long-term strategies. This process is designed
ini dirancang untuk mengintegrasikan perspektif impact to integrate the perspectives of impact materiality and
materiality dan financial materiality, sehingga topik material financial materiality, so that the resulting material topics are
yang dihasilkan bersifat komprehensif dan decision-useful comprehensive and decision-useful for management and
bagi manajemen maupun pemangku kepentingan. stakeholders.
Tahap 1 – Pemahaman Konteks dan Ruang Lingkup Stage 1 – Understanding Context and Scope
Pada tahap awal, WEGE memahami konteks keberlanjutan In the initial stage, WEGE examines the Company’s
perusahaan dengan mempertimbangkan: sustainability context by considering:
• karakteristik bisnis konstruksi bangunan gedung, • the characteristics of the building construction business,
• strategi dan arah pengembangan usaha, • business development strategies and directions,
• rantai nilai proyek konstruksi, serta • the construction project value chain, and
• ekspektasi dan kebutuhan para pemangku kepentingan. • the expectations and needs of stakeholders.
Selain itu, tahap ini juga memperhitungkan dinamika industri In addition, this stage also considers the dynamics of the
konstruksi, tren global keberlanjutan, serta berbagai risiko construction industry, global sustainability trends, and
dan peluang yang berpotensi memengaruhi ketahanan various risks and opportunities that could potentially affect
operasional dan daya saing WEGE dalam jangka menengah WEGE’s operational resilience and competitiveness in the
dan panjang. medium and long term.
Tahap 2 – Identifikasi Isu Keberlanjutan Stage 2 – Identification of Sustainability Issues
WEGE mengidentifikasi isu-isu keberlanjutan melalui WEGE identifies sustainability issues through various
berbagai sumber, antara lain: sources, including:
• hasil materiality test dan masukan pemangku kepentingan, • the results of the materiality test and stakeholder input,
• evaluasi topik material tahun sebelumnya, • evaluation of material topics from the previous year,
• perkembangan regulasi dan standar nasional maupun • development in national and international regulations and
internasional, standards,
• identifikasi risiko dan peluang bisnis, termasuk risiko • identification of business risks and opportunities,
iklim transisi dan fisik. including transition and physical climate risks.
Tahap ini menghasilkan daftar awal (long list) isu keberlanjutan This stage results in a long list of sustainability issues relevant
yang relevan dengan aktivitas, proyek, dan model bisnis to WEGE’s activities, projects, and business model.
WEGE.
Tahap 3 – Penilaian Dampak (Impact Materiality) Stage 3 – Impact Materiality Assessment
Setiap isu dalam daftar awal dinilai dari perspektif dampaknya Each issue on the initial list is assessed from the perspective
terhadap: of its impact on:
• lingkungan hidup, • the environment,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• masyarakat dan tenaga kerja, serta • society and labor, and
• keselamatan publik dan pemangku kepentingan lainnya. • public safety and other stakeholders.
2025 Sustainability Report
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat The assessment is carried out by considering the severity
keparahan dampak, luas pemangku kepentingan yang of the impact, the extent of stakeholders affected, and
terdampak, serta probabilitas terjadinya dampak. Tahap the probability of the impact occurring. This stage aims to
ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu yang memiliki identify issues that have the most significant impact and
dampak paling signifikan dan memerlukan perhatian serta require priority attention and management.
pengelolaan prioritas.
37
Page 38
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Tahap 4 – Penilaian Risiko dan Peluang Finansial (Financial Stage 4 – Financial Materiality Assessment
Materiality)
Sejalan dengan pendekatan double materiality, WEGE In line with the double materiality approach, WEGE
menilai isu-isu keberlanjutan dari sisi implikasi finansial dan assesses sustainability issues from a financial and strategic
strategis, yang meliputi: perspective, including:
• potensi dampak terhadap biaya, pendapatan, dan • potential impacts on project costs, revenues, and
profitabilitas proyek, profitability,
• risiko terhadap jadwal, kualitas, dan keberlanjutan • risks to schedule, quality, and contract sustainability,
kontrak,
• pengaruh terhadap reputasi, akses pendanaan, dan • impacts on reputation, access to financing, and
bankability, serta bankability, and
• peluang efisiensi, inovasi, dan diferensiasi bisnis. • opportunities for efficiency, innovation, and business
differentiation.
Tahap ini memastikan bahwa topik material yang ditetapkan This stage ensures that the material topics identified are
tidak hanya penting dari sisi dampak, tetapi juga relevan not only important in terms of impact, but also relevant in
dalam memengaruhi ketahanan bisnis dan penciptaan nilai influencing business resilience and long-term value creation,
jangka panjang, sejalan dengan prinsip IFRS S1 dan IFRS S2. in line with the principles of IFRS S1 and IFRS S2.
Tahap 5 – Validasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Stage 5 – Validation and Stakeholder Engagement
Hasil penilaian dampak dan finansial divalidasi melalui diskusi The results of the impact and financial assessments are
internal lintas fungsi serta pelibatan pemangku kepentingan validated through internal cross-functional discussions and
utama. Proses ini bertujuan memastikan bahwa topik yang the engagement of key stakeholders. This process aims
dipilih mencerminkan perspektif operasional, strategis, dan to ensure that the selected topics reflect the operational
ekspektasi para pihak yang terdampak oleh kegiatan usaha and strategic perspectives and expectations of the parties
WEGE. affected by WEGE’s business activities.
B. Penetapan dan Daftar Topik Material [GRI 3-2] B. Determination and List of Material Topics
Melalui proses penentuan topik material yang terstruktur dan Through a structured and double materiality determination
berbasis double materiality, WEGE memastikan bahwa isu- process, WEGE ensures that the prioritized sustainability
isu keberlanjutan yang diprioritaskan mencerminkan dampak issues reflect the significant impact of business activities
signifikan kegiatan usaha sekaligus relevan terhadap kinerja while being relevant to financial performance, project
keuangan, ketahanan proyek, dan penciptaan nilai jangka resilience, and long-term value creation. This approach
panjang. Pendekatan ini mengintegrasikan hasil materiality integrates the results of the materiality test, evaluation of
test, evaluasi topik tahun sebelumnya, dinamika industri previous year’s topics, construction industry dynamics, and
konstruksi, serta identifikasi risiko dan peluang strategis, identification of strategic risks and opportunities, including
termasuk risiko iklim transisi dan fisik, sejalan dengan transition and physical climate risks, in line with the GRI
GRI Standards 2021 dan IFRS Sustainability Disclosure Standards 2021 and IFRS Sustainability Disclosure Standards
Standards (IFRS S1 dan S2). Hasilnya adalah daftar topik (IFRS S1 and S2). The result is a list of WEGE’s material topics
material WEGE tahun 2025 yang berfungsi tidak hanya for 2025, which serves not only as a basis for disclosure but
sebagai dasar pengungkapan, tetapi sebagai kerangka acuan also as a strategic framework for risk management, project
strategis dalam pengelolaan risiko, perencanaan proyek, dan planning, and decision-making within the Company.
pengambilan keputusan Perseroan.
Daftar topik material disajikan dalam tiga aspek utama, yaitu The list of material topics is presented in three main aspects,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola, serta menunjukkan namely Environment, Social, and Governance, and shows
kesinambungan dengan tahun sebelumnya dengan continuity with the previous year with a focus on strategic
Laporan Keberlanjutan 2025
penajaman pada isu-isu strategis, khususnya terkait iklim, issues, particularly related to climate, project management,
manajemen proyek, dan tata kelola. and governance.
38
Page 39
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Topik Material WEGE 2025
WEGE’s 2025 Material Topics
Arah Respon & Nilai
Implikasi Strategis
Eksposur Risiko Jangka Panjang
Topik Material Rasional Dampak Rasional Finansial bagi WEGE
Utama Direction of Re-
Material Topic Impact Materiality Financial Materiality Strategic Implica-
Main Risk Exposure sponse & Long-Term
tion to WEGE
Value
Perubahan Iklim Aktivitas konstruksi Risiko Risiko regulasi, Iklim menjadi Proyek tangguh
(Risiko Transisi & berkontribusi pada keterlambatan cuaca ekstrem, variabel strategis iklim, peningkatan
Fisik) emisi dan terdampak proyek, klaim disrupsi jadwal, dalam kelayakan kepercayaan klien
Climate Change langsung oleh cuaca kontrak, kenaikan risiko reputasi dan keberlanjutan dan investor
(Transition & Physical ekstrem, banjir, biaya, serta Risks of regulatory proyek
Risks) dan panas ekstrem penurunan changes, extreme Climate is a Climate-resilient
yang memengaruhi bankability akibat weather, schedule strategic variable projects, increased
keselamatan dan risiko iklim disruption, and in project feasibility client and investor
lingkungan Risks of project reputation and sustainability confidence
Construction activities delays, contract
generate emissions claims, cost
and are directly increases, and
affected by extreme reduced bankability
weather, flooding, and due to climate risks
extreme heat, which
impact safety and the
environment.
Energi dan Emisi Gas Konsumsi energi Biaya energi, Volatilitas harga Efisiensi energi Pengendalian
Rumah Kaca proyek dan alat berat tuntutan klien atas energi, tekanan sebagai pengungkit biaya dan posisi
Energy and Green berdampak pada jejak bangunan hijau, emisi daya saing proyek kompetitif di pasar
House Gas lingkungan dan kualitas dan risiko carbon- Energy price Energy efficiency as green construction
udara related cost volatility, emissions a catalyst for project Cost control
The energy Energy costs, client pressure competitiveness and competitive
consumption of demands for green position in the green
projects and heavy buildings, and construction market
equipment impacts the carbon-related cost
environmental footprint risks
and air quality.
Material Konstruksi Material konstruksi Risiko fluktuasi Ketergantungan Material menjadi Efisiensi sumber
dan Efisiensi Sumber berdampak besar harga, gangguan rantai pasok, faktor strategis daya dan
Daya pada emisi tertanam pasokan, dan kenaikan biaya kualitas, biaya, dan diferensiasi produk
Construction (embodied carbon) dan spesifikasi green Supply chain reputasi proyek konstruksi
Materials and limbah material dependency, cost Materials are a Resource efficiency
Efficiency of Construction materials Risks of price increases strategic factor in and differentiation
Resources significantly impact fluctuations, supply project quality, cost, of construction
embodied carbon and disruptions, and and reputation products
waste green material
specifications
Manajemen Limbah Limbah proyek Risiko sanksi, biaya Ketidakpatuhan, Limbah sebagai Efisiensi
Konstruksi dan B3 berpotensi mencemari pengelolaan, dan insiden lingkungan indikator operasional dan
Construction and B3 lingkungan dan gangguan proyek Non-compliance, kedisiplinan praktik circular
Waste Management membahayakan Risk of sanctions, environmental operasional construction
kesehatan management incidents Waste as an Operational
Project waste has the costs, and project indicator of efficiency
potential to pollute disruptions operational and circular
the environment and discipline construction
endanger health. practices
Pengelolaan Air dan Penggunaan air dan Risiko keterbatasan Water stress, Air sebagai faktor Ketahanan proyek
Efluen Proyek efluen berdampak air, konflik gangguan keberlanjutan dan hubungan sosial
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Project Water and pada lingkungan dan sosial, dan biaya operasional proyek yang lebih baik
Effluent Management masyarakat sekitar pengolahan Water stress, Water as a Project resilience
proyek Risks of water operational factor in project and improved social
Use of water and shortages, social disruption sustainability relations
2025 Sustainability Report
effluent impacts conflicts, and
the environment processing costs
and communities
surrounding the project
39
Page 40
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Topik Material WEGE 2025
WEGE’s 2025 Material Topics
Arah Respon & Nilai
Implikasi Strategis
Eksposur Risiko Jangka Panjang
Topik Material Rasional Dampak Rasional Finansial bagi WEGE
Utama Direction of Re-
Material Topic Impact Materiality Financial Materiality Strategic Implica-
Main Risk Exposure sponse & Long-Term
tion to WEGE
Value
Keanekaragaman Proyek konstruksi Risiko perizinan, Risiko izin dan Biodiversitas Pendekatan
Hayati dan berpotensi penolakan sosial, reputasi memengaruhi nature-positive dan
Perlindungan mengganggu habitat dan biaya mitigasi Risks of licensing kelangsungan penerimaan sosial
Ekosistem dan jasa ekosistem Risks of licensing, and reputation proyek Nature-positive
Biodiversity and Construction projects social rejection, and Biodiversity affects approach and social
Environmental potentially disrupt mitigation costs project continuity acceptance
Protection habitats and ecosystem
functions
Keselamatan dan Risiko langsung Biaya kecelakaan, Fatalitas, K3 sebagai prasyarat Produktivitas
Kesehatan Kerja (K3) terhadap keselamatan penghentian proyek, kecelakaan kerja keberlanjutan dan keandalan
Occupational Health pekerja dan publik penalti kontrak Fatalities, operasional penyelesaian proyek
and Safety (OHS) Direct risks to worker Accident costs, occupational OHS as a Productivity and
and public safety project suspension, accidents requirement reliability of project
contract penalties of operational completion
sustainability
Manajemen Tenaga Praktik Risiko konflik Perselisihan kerja, Tenaga kerja Hubungan kerja
Kerja Proyek dan ketenagakerjaan industrial, turnover sebagai penentu harmonis dan
Subkontraktor memengaruhi keterlambatan Labor disputes, kualitas eksekusi stabilitas proyek
Project and Sub- kesejahteraan dan proyek turnover Workforce as a Harmonious working
contractor Workforce stabilitas tenaga kerja Risks of industrial determinant of relationships and
Management Employment practices disputes, project execution quality project stability
affect the welfare delays
and stability of the
workforce.
Pengembangan Kompetensi SDM Risiko kekurangan Skill gap, Talenta sebagai aset Kapabilitas jangka
Kompetensi dan memengaruhi mutu, tenaga ahli ketergantungan strategis panjang dan inovasi
Talenta Konstruksi keselamatan, dan dan penurunan individu Talents as strategic Long-term
Construction efisiensi proyek produktivitas Skill gap, individual assets capabilities and
Competency and HR competencies Risks of expert dependence innovations
Talent Development affect project quality, shortages
safety, and efficiency and declining
productivity
Hak Asasi Manusia Risiko pelanggaran Risiko hukum, Klaim hukum, HAM sebagai Kepercayaan
(HAM) HAM dalam proyek dan reputasi, dan reputasi negatif prasyarat proyek pemangku
Human Rights rantai pasok kelayakan proyek Legal claims, berkelanjutan kepentingan
Risks of human rights Legal, reputational, negative reputation Human rights as Stakeholder trust
violations in projects and project viability a requirement for
and supply chains risks sustainable projects
Kesetaraan Gender Budaya kerja inklusif Risiko reputasi dan Diskriminasi, talent Inklusi sebagai Daya tarik talenta
dan Inklusi berdampak pada kepatuhan loss indikator dan reputasi positif
Gender Equality and kesejahteraan dan Reputational and Discrimination, kematangan Talent attraction
Inclusion kinerja compliance risks talent loss organisasi and positive
An inclusive work Inclusion as reputation
culture impacts well- an indicator of
being and performance organizational
maturity
Hubungan dengan Proyek berdampak Risiko penolakan Konflik sosial, Social license to Stabilitas proyek
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Masyarakat dan langsung pada sosial dan gangguan demonstrasi operate dan hubungan
Dampak Sosial Proyek kehidupan sosial operasional Social conflict, jangka panjang
Relationship with masyarakat sekitar Risk of social protests Project stability
Laporan Keberlanjutan 2025
Community and Social The project directly rejection and and long-term
Impact of Projects impacts the social life operational relationships
of the surrounding disruption
community
40
Page 41
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Topik Material WEGE 2025
WEGE’s 2025 Material Topics
Arah Respon & Nilai
Implikasi Strategis
Eksposur Risiko Jangka Panjang
Topik Material Rasional Dampak Rasional Finansial bagi WEGE
Utama Direction of Re-
Material Topic Impact Materiality Financial Materiality Strategic Implica-
Main Risk Exposure sponse & Long-Term
tion to WEGE
Value
Tata Kelola Tata kelola Akses pendanaan Fraud, konflik Integritas sebagai Kepercayaan pasar
Perusahaan dan Etika memengaruhi dan keberlanjutan kepentingan fondasi bisnis dan investor
Bisnis kepercayaan publik dan kontrak Fraud, conflict of Integrity as a Market and investor
Corporate Governance pemangku kepentingan Access to funding interest foundation of trust
and Business Ethics Governance affects and contract business
public trust and continuity
stakeholders
Anti Korupsi dan Risiko korupsi Risiko pidana, Praktik koruptif Kepatuhan sebagai Ketahanan bisnis
Pencegahan Fraud berdampak sistemik finansial, dan Corruptive practices syarat bankability dan reputasi
Anti-Corrupton and pada tata kelola reputasi Compliance as a Business resilience
Prevention of Fraud Corruption risks have Criminal, financial, requirement of and reputation
a systemic impact on and reputational bankability
governance risks
Manajemen Risiko Ketahanan sistem dan Risiko strategis, Kebocoran data, Risiko sebagai Ketahanan
Terintegrasi, perlindungan data hukum, dan TI sanksi bagian strategi organisasi dan
Kepatuhan, dan memengaruhi seluruh Strategic, legal, and Data leaks, Risk as part of keandalan sistem
Privasi Data operasi IT risks sanctions strategy Organizational
Integrated Risk System resilience and resilience and
Management, data protection affect system reliability
Compliance, and Data all operations
Privacy
ITB Innovation Park - Bandung
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
41
Page 42
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Topik Material Utama Key Material Topics
Pada tahun 2025, proses materiality test WEGE diikuti oleh In 2025, WEGE’s materiality test was attended by 50
50 responden yang mewakili beragam kelompok pemangku respondents representing various internal and external
kepentingan, baik internal maupun eksternal, meliputi stakeholder groups, including employees from various
karyawan lintas divisi, manajemen, vendor dan kontraktor, divisions, management, vendors and contractors,
konsultan, serta masyarakat umum. Hasil pengolahan consultants, and the general public. The results of the
kuesioner dengan mempertimbangkan kombinasi tingkat questionnaire analysis, which considered the combination of
dampak, tingkat risiko, dan probabilitas terjadinya dampak impact level, risk level, and probability of impact, indicated
menunjukkan bahwa sejumlah topik secara konsisten that a number of topics consistently ranked at the top.
menempati posisi teratas.
Dari perspektif pemangku kepentingan, perubahan iklim From a stakeholder perspective, climate change (including
(termasuk risiko transisi dan fisik), energi dan emisi gas transition and physical risks), energy and greenhouse
rumah kaca, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Material gas emissions, occupational health and safety (OHS),
Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya, serta Manajemen Construction Materials and Resource Efficiency, and
Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi Data, muncul Integrated Risk Management, Compliance, and Data Privacy
sebagai kelompok topik dengan skor tertinggi. Topik-topik emerged as the topics with the highest scores. These
tersebut dipersepsikan memiliki keterkaitan paling kuat topics are perceived to have the strongest correlation with
dengan dampak lingkungan dan sosial sekaligus berpotensi environmental and social impacts and have the potential to
memengaruhi keberlangsungan proyek, struktur biaya, affect the Company’s project sustainability, cost structure,
reputasi, serta ketahanan bisnis Perseroan. reputation, and business resilience.
Berdasarkan hasil tersebut, topik-topik ini kemudian Based on the results, these topics were then confirmed
ditegaskan sebagai prioritas utama dalam matriks topik as top priorities in the WEGE 2025 material topic matrix,
material WEGE 2025, karena dinilai paling signifikan baik as they were considered most significant in terms of their
dari sisi dampak terhadap lingkungan dan sosial maupun dari environmental and social impact as well as their financial and
sisi implikasi finansial dan strategis terhadap keberlanjutan strategic implications for the Company’s business continuity.
usaha Perseroan.
1. Perubahan Iklim (Risiko Transisi dan Fisik) 1. Climate Change (Transition and Physical Risks)
Diprioritaskan karena perubahan iklim secara langsung Prioritized because climate change directly affects
memengaruhi kelayakan proyek, jadwal konstruksi, project feasibility, construction schedules, work safety,
keselamatan kerja, dan bankability. Risiko iklim and bankability. Climate risk is viewed as a strategic
dipandang sebagai risiko strategis bisnis, bukan sekadar business risk, not just an environmental issue.
isu lingkungan.
2. Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca 2. Energy and Greenhouse Gas Emissions
Menjadi topik utama karena konsumsi energi dan emisi Becomes a key topic because energy consumption and
berkaitan langsung dengan efisiensi biaya proyek, emissions are directly related to project cost efficiency,
tuntutan klien atas bangunan hijau, serta kesiapan WEGE client demands for green buildings, and WEGE’s readiness
menghadapi transisi menuju konstruksi rendah karbon. for the transition to low-carbon construction.
3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 3. Occupational Health and Safety (OHS)
Diprioritaskan karena berdampak langsung pada This topic is prioritized because it has a direct impact on
keselamatan manusia, keberlangsungan proyek, serta human safety, project sustainability, and the Company’s
reputasi Perseroan. K3 merupakan prasyarat utama reputation. OHS is a key prerequisite for operational
keandalan operasional. reliability.
4. Material Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya 4. Construction Materials and Resource Efficiency
Material merupakan komponen biaya dan dampak Materials contribute the most to construction costs and
lingkungan terbesar dalam konstruksi. Risiko fluktuasi environmental impact. Risks related to price fluctuations,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
harga, pasokan, dan tuntutan material ramah lingkungan supply, and demand for environmentally friendly materials
menjadikan topik ini sangat relevan secara finansial dan make this topic highly relevant from a financial and
Laporan Keberlanjutan 2025
operasional. operational perspective.
5. Manajemen Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi 5. Integrated Risk Management, Compliance, and Data
Data Privacy
Topik ini krusial untuk memastikan ketahanan organisasi, This topic is crucial to ensuring organizational resilience,
kepatuhan regulasi, keandalan sistem informasi, serta regulatory compliance, information system reliability, as
kepercayaan pemangku kepentingan dan mitra bisnis. well as stakeholder and business partner trust.
42
Page 43
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Double Materiality Assessment: Sample Matrix
70 F A
60 G B
50 H
40 C E
30 I D
Impact Materiality
20
10
0
-10
-20 L
-30 0
-40 M K
-50 N
-60 J
-70
-70 -60 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70
Financial Materiality
Kuadran I – Prioritas Strategis Utama Quadrant I – Key Strategic Priorities
(Dampak Lingkungan & Sosial Tinggi | Dampak Finansial Tinggi) (High Environmental & Social Impact | High Financial Impact)
A. Perubahan Iklim (Risiko Transisi & Fisik) A. Climate Change (Transition & Physical Risks)
B. Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca B. Energy and Greenhouse Gas Emissions
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) C. Occupational Health and Safety (OHS)
D. Material Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya D. Construction Materials and Resource Efficiency
E. Manajemen Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi Data E. Integrated Risk Management, Compliance, and Data Privacy
Kuadran II – Dampak Tinggi, Risiko Finansial Tidak Langsung Quadrant II – High Impact with Indirect Financial Risk
(Dampak Lingkungan & Sosial Tinggi | Dampak Finansial Menengah) (High Environmental & Social Impact | Moderate Financial Impact)
F. Manajemen Limbah Konstruksi dan Limbah B3 F. Construction Waste and Hazardous Waste Management
G. Pengelolaan Air dan Efluen Proyek G. Water and Project Effluent Management
H. Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Ekosistem H. Biodiversity and Ecosystem Protection
I. Hubungan dengan Masyarakat dan Dampak Sosial Proyek I. Community Relations and Project Social Impacts
Kuadran III – Penopang Ketahanan Organisasi Quadrant III – Organizational Resilience Enablers
(Dampak Lingkungan & Sosial Menengah | Dampak Finansial Tinggi) (Moderate Environmental & Social Impact | High Financial Impact)
J. Tata Kelola Perusahaan dan Etika Bisnis J. Corporate Governance and Business Ethics
K. Anti Korupsi dan Pencegahan Fraud K. Anti-Corruption and Fraud Prevention
L. Manajemen Tenaga Kerja Proyek dan Subkontraktor L. Project Workforce and Subcontractor Management
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
M. Pengembangan Kompetensi dan Talenta Konstruksi M. Construction Talent and Competency Development
Kuadran IV – Fondasi Budaya dan Keberlanjutan Jangka Panjang Quadrant IV – Foundations for Long-Term Sustainability Culture
2025 Sustainability Report
(Dampak Lingkungan & Sosial Menengah | Dampak Finansial (Moderate Environmental & Social Impact | Moderate Financial
Menengah) Impact)
N. Hak Asasi Manusia (HAM) N. Human Rights
O. Kesetaraan Gender dan Inklusi O. Gender Equality and Inclusion
43
Page 44
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Pemangku
Kepentingan
Topik Material Isu Utama Alasan Mengapa Material Keterlibatan Perseroan TPB
Terdampak
Material Topic Key Issues Reason for Materiality Company Involvement SDGs
Impacted
Stakeholders
Perubahan Iklim (Risiko Dampak perubahan Pemerintah, Aktivitas konstruksi Integrasi manajemen 9, 13
Transisi & Fisik) iklim terhadap Pelanggan, menghasilkan emisi serta risiko iklim dalam
Climate Change proyek konstruksi, Investor, rentan terhadap cuaca perencanaan proyek dan
(Transition & Physical keselamatan, dan Masyarakat ekstrem yang dapat pengembangan proyek
Risks) lingkungan Government, memengaruhi keselamatan tangguh iklim
Climate change impacts Customers, dan keberlanjutan proyek Integrating climate risk
on construction Investors, Construction activities management into project
projects, safety, and the Community generate emissions and are planning and developing
environment exposed to extreme weather climate-resilient projects
that may affect safety and
project sustainability
Energi dan Emisi Gas Konsumsi energi proyek Pemerintah, Konsumsi energi Implementasi efisiensi 7, 13
Rumah Kaca dan emisi dari aktivitas Investor, memengaruhi jejak karbon energi dan pengendalian
Energy and Greenhouse konstruksi Pelanggan dan biaya operasional proyek emisi
Gas Emissions Energy consumption Government, Energy consumption Implementing energy
and emissions from Investors, affects carbon footprint and efficiency initiatives
construction activities Customers operational costs and emission control
measures
Material Konstruksi dan Penggunaan material Pemasok, Material konstruksi Optimalisasi penggunaan 9, 12
Efisiensi Sumber Daya konstruksi dan Pelanggan, merupakan kontributor utama material dan inovasi
Construction Materials embodied carbon Investor emisi dan biaya proyek material ramah
and Resource Efficiency Use of construction Suppliers, Construction materials lingkungan
materials and embodied Customers, significantly influence Optimizing material
carbon Investors emissions and project costs use and promoting
environmentally friendly
materials
Manajemen Limbah Pengelolaan Pemerintah, Limbah konstruksi dapat Implementasi 3, 12
Konstruksi dan B3 limbah proyek dan Masyarakat, mencemari lingkungan dan pengelolaan limbah
Construction Waste bahan berbahaya / Karyawan membahayakan kesehatan dan prinsip circular
and Hazardous Waste Construction waste Government, Construction waste may construction
Management and hazardous material Community, cause environmental pollution Implementing waste
management Employees and health risks management and circular
construction practices
Pengelolaan Air dan Penggunaan air dan Masyarakat, Penggunaan air proyek dapat Pengendalian konsumsi 6, 12
Efluen Proyek Water and pengelolaan efluen Pemerintah berdampak pada ketersediaan air dan pengolahan
Effluent Management proyek Community, air lokal efluen proyek
Water consumption and Government Project water usage may Managing water
effluent management in affect local water availability consumption and project
projects effluent treatment
Keanekaragaman Dampak proyek Pemerintah, Proyek konstruksi berpotensi Integrasi perlindungan 14, 15
Hayati dan Perlindungan terhadap habitat dan Masyarakat, Mitra mengganggu keanekaragaman biodiversitas dalam
Ekosistem ekosistem Government, hayati perencanaan proyek
Biodiversity and Project impacts Community, Construction projects may Integrating biodiversity
Ecosystem Protection on habitats and Business Partners affect biodiversity and protection into project
ecosystems ecosystems planning
Keselamatan dan Risiko kecelakaan Karyawan, Mitra Industri konstruksi memiliki Implementasi sistem 3, 8
Kesehatan Kerja (K3) kerja dan keselamatan Kerja risiko keselamatan yang tinggi manajemen K3 dan
Occupational Health and pekerja / Workplace Employees, Construction industry involves pelatihan keselamatan
Safety accident and worker Business Partners high occupational safety risks Implementing OHS
safety risks management systems
and safety training
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Manajemen Tenaga Praktik Karyawan, Mitra Stabilitas tenaga kerja Pengelolaan hubungan 8
Kerja Proyek dan ketenagakerjaan dan Kerja memengaruhi kualitas dan kerja dan pengawasan
Laporan Keberlanjutan 2025
Subkontraktor pengelolaan tenaga Employees, ketepatan proyek subkontraktor
Workforce and kerja proyek Business Partners Workforce stability affects Managing labor relations
Subcontractor Labor practices and project quality and delivery and supervising
Management project workforce subcontractors
management
44
Page 45
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Pemangku
Kepentingan
Topik Material Isu Utama Alasan Mengapa Material Keterlibatan Perseroan TPB
Terdampak
Material Topic Key Issues Reason for Materiality Company Involvement SDGs
Impacted
Stakeholders
Pengembangan Pengembangan Karyawan Kompetensi SDM menentukan Program pelatihan dan 4, 8
Kompetensi dan Talenta keterampilan dan Employees mutu dan efisiensi proyek pengembangan talenta
Konstruksi kompetensi SDM Workforce capability Training and talent
Talent and Competency Workforce skills determines project quality and development programs
Development and competency efficiency
development
Hak Asasi Manusia (HAM) Perlindungan HAM Karyawan, Risiko pelanggaran HAM Integrasi prinsip HAM 8, 16
Human Rights dalam operasi dan Masyarakat, Mitra berdampak hukum dan dalam kebijakan dan
rantai pasok Kerja reputasi operasional perusahaan
Human rights Employees, Human rights violations may Integrating human rights
protection in Community, create legal and reputational principles into company
operations and supply Business Partners risks policies and operations
chain
Kesetaraan Gender dan Kesetaraan Karyawan Keberagaman dan inklusi Implementasi kebijakan 5, 8
Inklusi kesempatan dan Employees mendukung kinerja organisasi inklusi dan peningkatan
Gender Equality and lingkungan kerja Diversity and inclusion partisipasi perempuan
Inclusion inklusif enhance organizational Implementing inclusion
Equal opportunities and performance policies and promoting
inclusive workplace women participation
Hubungan dengan Dampak sosial proyek Masyarakat, Penerimaan sosial penting Program pemberdayaan 8, 11
Masyarakat dan Dampak terhadap masyarakat Pemerintah bagi kelangsungan proyek masyarakat dan
Sosial Proyek sekitar Community, Social acceptance is critical komunikasi pemangku
Community Relations Social impacts of Government for project sustainability kepentingan
and Social Impact projects on surrounding Community engagement
communities and empowerment
programs
Tata Kelola Perusahaan Transparansi dan Investor, Tata kelola memengaruhi Implementasi prinsip 16
dan Etika Bisnis integritas dalam Regulator, kepercayaan pemangku GCG dan penguatan
Corporate Governance pengelolaan Pemegang Saham kepentingan pengendalian internal
and Business Ethics perusahaan Investors, Governance influences Implementing GCG
Transparency and Regulators, stakeholder trust principles and
integrity in corporate Shareholders strengthening internal
governance control
Anti Korupsi dan Risiko praktik korupsi Investor, Praktik korupsi berdampak Kebijakan anti korupsi, 16
Pencegahan Fraud dan fraud Regulator, pada reputasi dan sistem pelaporan
Anti-Corruption and Corruption and fraud Pemegang Saham keberlanjutan bisnis pelanggaran
Fraud Prevention risks Investors, Corruption risks affect Anti-corruption policy
Regulators, reputation and business and whistleblowing
Shareholders sustainability system
Manajemen Risiko Pengelolaan risiko Investor, Risiko operasional dan Implementasi 9, 16
Terintegrasi, Kepatuhan, perusahaan dan Regulator, keamanan data memengaruhi manajemen risiko
dan Privasi Data perlindungan data Pelanggan keberlanjutan bisnis terintegrasi dan sistem
Integrated Risk Enterprise risk Investors, Operational and data keamanan informasi
Management, management and data Regulators, security risks affect business Implementing integrated
Compliance and Data protection Customers sustainability risk management and
Privacy information security
systems
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
45
Page 46
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Pengelolaan Topik Material [GRI 3-3] Management of Material Topics
Setiap topik material yang telah ditetapkan dikelola melalui Each of the identified material topic is managed through
kebijakan, sistem manajemen, dan program kerja yang policies, management systems, and work programs that
terintegrasi dalam strategi bisnis dan tata kelola perusahaan. are integrated into the Company’s business strategy and
Pengelolaan topik material mencakup: governance.The management of material topics includes:
• Penetapan kebijakan dan komitmen, • Establishing policies and commitments,
• Penugasan tanggung jawab kepada Direksi dan unit kerja • Assigning responsibilities to the Board of Directors and
terkait, relevant work units,
• Penerapan sistem pengendalian dan prosedur • Implementing control systems and operational
operasional, procedures,
• Pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkala, serta • Regularly monitoring and evaluating performance, and
• Pelaporan kinerja dan dampak secara transparan dalam • Transparently reporting performance and impact in the
Laporan Keberlanjutan. Sustainability Report.
Pengelolaan setiap aspek topik material meliputi: Management of each aspect of material topics includes:
1. Perubahan Iklim (Risiko Transisi dan Fisik) 1. Climate Change (Transition and Physical Risks)
WEGE mengelola isu perubahan iklim dengan WEGE manages climate change issues by integrating
mengintegrasikan risiko iklim transisi dan fisik ke dalam transition and physical climate risks into project planning
perencanaan proyek dan manajemen risiko perusahaan. and corporate risk management. This approach includes
Pendekatan ini mencakup identifikasi potensi dampak identifying the potential impact of extreme weather on
cuaca ekstrem terhadap jadwal, keselamatan, dan biaya project schedules, safety, and costs, as well as adjusting
proyek, serta penyesuaian terhadap perubahan regulasi to regulatory changes and market demands related to
dan tuntutan pasar terkait bangunan berkelanjutan. sustainable buildings. Climate risk management aims
Pengelolaan risiko iklim bertujuan meningkatkan to improve project resilience and maintain long-term
ketahanan proyek dan menjaga kelayakan bisnis jangka business viability.
panjang.
2. Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca 2. Energy and Greenhouse Gas Emissions
Pengelolaan energi dan emisi difokuskan pada Energy and emissions management focuses on
pengendalian konsumsi energi selama pelaksanaan controlling energy consumption during project execution
proyek serta peningkatan efisiensi operasional. WEGE and improving operational efficiency. WEGE evaluates
mengevaluasi peluang penerapan teknologi hemat opportunities to implement energy-efficient technologies
energi dan praktik konstruksi yang lebih rendah emisi and lower-emission construction practices in order to
untuk mengendalikan biaya dan merespons ekspektasi control costs and respond to client and stakeholder
klien serta pemangku kepentingan terhadap konstruksi expectations for sustainable construction.
berkelanjutan.
3. Material Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya 3. Construction Materials and Resource Efficiency
WEGE mengelola penggunaan material konstruksi melalui WEGE manages the use of construction materials through
perencanaan yang efisien, pengendalian pemborosan, efficient planning, waste control, and the selection of
serta pemilihan material yang sesuai dengan spesifikasi materials that comply with technical specifications
teknis dan keberlanjutan. Pendekatan ini bertujuan and sustainability. This approach aims to reduce
mengurangi dampak lingkungan, mengendalikan risiko environmental impact, control supply risks and price
pasokan dan fluktuasi harga, serta menjaga kualitas dan fluctuations, and maintain project quality and efficiency.
efisiensi proyek.
4. Manajemen Limbah Konstruksi dan B3 4. Construction Waste and Hazardous Waste Management
Pengelolaan limbah dilakukan melalui sistem pengelolaan Waste management is carried out through a project
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
limbah proyek yang mencakup pemilahan, pengangkutan, waste management system that involves the sorting,
dan pengolahan limbah B3 dan non-B3 sesuai ketentuan. transportation, and processing of hazardous and non-
Laporan Keberlanjutan 2025
WEGE memandang pengelolaan limbah sebagai bagian hazardous waste as required by regulations. WEGE views
dari pengendalian risiko lingkungan, kepatuhan regulasi, waste management as part of environmental risk control,
dan efisiensi operasional proyek. regulatory compliance, and project operational efficiency.
46
Page 47
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
5. Pengelolaan Air dan Efluen Proyek 5. Project Water and Effluent Management
WEGE mengelola penggunaan air dan efluen proyek WEGE manages project water and effluent use with a
dengan pendekatan kehati-hatian untuk meminimalkan precautionary approach in order to minimize the impact
dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. on the environment and surrounding communities.
Pengelolaan ini bertujuan menjaga kelangsungan This management aims to maintain project operational
operasional proyek, mencegah konflik pemanfaatan continuity, prevent conflicts over water resource
sumber daya air, dan memastikan kepatuhan terhadap utilization, and ensure compliance with environmental
baku mutu lingkungan. quality standards.
6. Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Ekosistem 6. Biodiversity and Ecosystem Protection
Pengelolaan keanekaragaman hayati dilakukan dengan Biodiversity management is carried out by considering the
mempertimbangkan potensi dampak proyek terhadap potential impact of the project on the surrounding habitat
habitat dan ekosistem sekitar. WEGE mengintegrasikan and ecosystem. WEGE integrates ecosystem protection
aspek perlindungan ekosistem ke dalam perencanaan aspects into project planning and implementation in
dan pelaksanaan proyek guna mendukung keberlanjutan order to ensure the sustainability of permits and social
izin dan penerimaan sosial. acceptance.
7. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 7. Occupational Health and Safety (OHS)
K3 dikelola sebagai prioritas utama melalui penerapan OHS is managed as a top priority through the
sistem manajemen keselamatan kerja, pelatihan, dan implementation of an occupational safety management
pengawasan rutin. Pendekatan ini bertujuan mencegah system, training, and routine monitoring. This approach
kecelakaan kerja, melindungi tenaga kerja dan publik, aims to prevent workplace accidents, protect workers
serta menjaga keandalan dan produktivitas proyek. and the public, and maintain project reliability and
productivity.
8. Manajemen Tenaga Kerja Proyek dan Subkontraktor 8. Project and Subcontractor Workforce Management
WEGE mengelola tenaga kerja proyek dan subkontraktor WEGE manages project and subcontractor workforce by
melalui pengaturan hubungan kerja, pemenuhan hak regulating employment relationships, fulfilling normative
normatif, serta pengawasan kepatuhan terhadap standar rights, and monitoring compliance with safety and
keselamatan dan ketenagakerjaan. Pengelolaan ini employment standards. This management is essential to
penting untuk menjaga stabilitas operasional dan kualitas maintain operational stability and project implementation
pelaksanaan proyek. quality.
9. Pengembangan Kompetensi dan Talenta Konstruksi 9. Construction Competency and Talent Development
Pengembangan SDM difokuskan pada peningkatan HR development is focused on improving technical and
kompetensi teknis dan manajerial guna memastikan managerial competencies to ensure workforce readiness
kesiapan tenaga kerja dalam mendukung keberlanjutan in supporting project sustainability and construction
proyek dan inovasi konstruksi. Talenta dipandang sebagai innovation. Talent is viewed as a long-term strategic
aset strategis jangka panjang Perseroan. asset of the Company.
10. Hak Asasi Manusia (HAM) 10. Human Rights (HAM)
WEGE mengelola isu HAM melalui penerapan kebijakan WEGE manages human rights issues by implementing
dan prosedur yang mendorong penghormatan terhadap policies and procedures that promote respect for the
hak pekerja dan pemangku kepentingan lainnya, rights of workers and other stakeholders, including those
termasuk dalam rantai pasok. Pendekatan ini bertujuan in the supply chain. This approach aims to minimize
meminimalkan risiko pelanggaran HAM dan menjaga the risk of human rights violations and maintain the
reputasi serta keberlanjutan proyek. reputation and sustainability of projects.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
11. Kesetaraan Gender dan Inklusi 11. Gender Equality and Inclusion
Pengelolaan kesetaraan gender dan inklusi dilakukan Gender equality and inclusion are managed to create a
untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan fair and conducive working environment. WEGE views
2025 Sustainability Report
kondusif. WEGE memandang inklusivitas sebagai bagian inclusivity as part of organizational maturity and talent
dari kematangan organisasi dan daya tarik talenta di attraction in the construction sector.
sektor konstruksi.
47
Page 48
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
12. Hubungan dengan Masyarakat dan Dampak Sosial Proyek 12. Community Relations and Project Social Impact
WEGE mengelola hubungan dengan masyarakat melalui WEGE manages community relations through
komunikasi, dialog, dan penanganan dampak sosial communication, dialogue, and handling the social impact
proyek. Pendekatan ini bertujuan menjaga social of projects. This approach aims to preserve the social
license to operate serta meminimalkan risiko gangguan license to operate and minimize the risk of operational
operasional. disruptions.
13. Tata Kelola Perusahaan dan Etika Bisnis 13. Corporate Governance and Business Ethics
Tata kelola dan etika bisnis dikelola melalui penerapan Corporate governance and business ethics are managed
prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Topik by applying the principles of integrity, transparency, and
ini menjadi fondasi kepercayaan pemangku kepentingan accountability. This topic is the foundation of stakeholder
dan keberlanjutan usaha. trust and business sustainability.
14. Anti Korupsi dan Pencegahan Fraud 14. Anti-Corruption and Fraud Prevention
WEGE mengelola risiko korupsi dan fraud melalui WEGE manages corruption and fraud risks through
kebijakan, pengendalian internal, dan peningkatan policies, internal controls, and awareness raising. This
kesadaran. Pengelolaan ini krusial untuk menjaga management is crucial to maintain the Company’s legal
kepatuhan hukum dan reputasi Perseroan. compliance and reputation.
15. Manajemen Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi 15. Integrated Risk Management, Compliance, and Data
Data Privacy
Topik ini dikelola melalui sistem manajemen risiko This topic is managed through an integrated risk
terintegrasi yang mencakup risiko strategis, operasional, management system that covers strategic, operational,
kepatuhan, dan teknologi informasi. Pendekatan ini compliance, and information technology risks. This
memastikan ketahanan organisasi, keandalan sistem, approach ensures organizational resilience, system
serta perlindungan data dan informasi. reliability, and data and information protection.
Perbedaan Topik Material WEGE Tahun 2025 Differences in WEGE’s Material Topics for 2025
Pada tahun 2024, penetapan topik material WEGE berfokus In 2024, the determination of WEGE material topics focused on
pada isu-isu operasional utama yang paling relevan dengan key operational issues most relevant to building construction
kegiatan konstruksi bangunan gedung. Topik-topik tersebut activities. These topics include waste management, energy,
mencakup pengelolaan limbah, energi, emisi, material, emissions, materials, water, biodiversity, occupational
air, keanekaragaman hayati, keselamatan dan kesehatan health and safety, human resource management, community
kerja, pengelolaan sumber daya manusia, hubungan relations, as well as privacy and services. The materiality
dengan masyarakat, serta privasi dan layanan. Pendekatan approach during this period emphasized the significance of
materialitas pada periode tersebut menitikberatkan pada direct impacts on the environment, labor, and society, as well
signifikansi dampak langsung terhadap lingkungan, tenaga as compliance with applicable regulations and standards.
kerja, dan masyarakat, serta pada pemenuhan kepatuhan
terhadap regulasi dan standar yang berlaku.
Memasuki tahun 2025, WEGE melakukan penajaman dan In 2025, WEGE refined and updated its materiality approach by
pendalaman pendekatan materialitas dengan mengadopsi adopting the concept of double materiality. This change does
konsep double materiality. Perubahan ini tidak menghilangkan not eliminate the substance of the previous year’s material
substansi topik material tahun sebelumnya, melainkan topics, but rather enhances the perspective and analytical
meningkatkan cara pandang dan kerangka analisis terhadap framework for the same topics. Issues that were previously
topik-topik yang sama. Isu-isu yang sebelumnya dipandang viewed primarily from an operational impact perspective
terutama dari sisi dampak operasional, kini juga dievaluasi are now also evaluated from a financial risk and opportunity
dari perspektif risiko dan peluang finansial, termasuk perspective, including their implications for project
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
implikasinya terhadap ketahanan proyek, kinerja keuangan, resilience, financial performance, bankability, reputation, and
bankability, reputasi, dan penciptaan nilai jangka panjang the creation of long-term value for the Company.
Laporan Keberlanjutan 2025
Perseroan.
48
Page 49
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Sebagai contoh, topik Perubahan Iklim pada tahun 2025 tidak hanya dipahami sebagai isu
lingkungan, tetapi diposisikan sebagai risiko strategis, mencakup risiko transisi dan fisik yang
dapat memengaruhi jadwal konstruksi, keselamatan kerja, dan kelayakan proyek. Demikian
pula, topik Energi, Emisi, dan Material dianalisis lebih dalam sebagai faktor yang memengaruhi
struktur biaya, efisiensi operasional, serta daya saing WEGE dalam memenuhi tuntutan
konstruksi berkelanjutan.
For example, the topic of Climate Change in 2025 is not only understood as an environmental
issue, but is positioned as a strategic risk, covering transition and physical risks that can affect
construction schedules, work safety, and project feasibility. Similarly, the topics of Energy,
Emissions, and Materials are analyzed in greater depth as factors that affect cost structure,
operational efficiency, and WEGE’s competitiveness in meeting sustainable construction
demands.
Pada aspek sosial, topik seperti Keselamatan dan Kesehatan On the social aspect, topics such as Occupational Health and
Kerja (K3), Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Safety (OHS), Human Resource Management, and Community
dengan Masyarakat tetap dipertahankan sebagai topik Relations are retained as core material topics, but with a
material inti, namun dengan penekanan yang lebih kuat stronger emphasis on their relevance to project sustainability
pada keterkaitannya dengan keberlangsungan proyek dan and operational stability. Meanwhile, the topics of Privacy
stabilitas operasional. Sementara itu, topik Privasi dan and Services are not only considered as compliance with
Layanan dipahami tidak hanya sebagai kewajiban kepatuhan, obligations, but also as part of strengthening stakeholder
tetapi juga sebagai bagian dari penguatan kepercayaan trust and information system resilience.
pemangku kepentingan dan ketahanan sistem informasi.
Dengan demikian, perbedaan utama antara topik material Thus, the main difference between WEGE’s material topics
WEGE tahun 2024 dan 2025 terletak pada kedalaman analisis in 2024 and 2025 lies in the depth of analysis and strategic
dan orientasi strategis, bukan pada perubahan substansi orientation, rather than in changes to the substance of the
topik. Tahun 2025 menandai transisi dari materialitas yang topics. The year 2025 marks a transition from materiality
berfokus pada dampak operasional menuju materialitas that focuses on operational impact into strategic materiality
strategis yang menghubungkan isu keberlanjutan dengan that links sustainability issues to risk management, business
manajemen risiko, strategi bisnis, dan penciptaan nilai strategy, and long-term value creation, in line with the GRI
jangka panjang, sejalan dengan GRI Standards 2021 dan IFRS Standards 2021 and IFRS Sustainability Disclosure Standards
Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2). (IFRS S1 and S2).
Why WEGE’s Materiality Stands Out?
Pendekatan WEGE terhadap materialitas melampaui sekadar pemenuhan kepatuhan dan secara sadar dirancang
sebagai alat pengambilan keputusan strategis. Di tengah industri yang kerap memposisikan risiko keberlanjutan
sebagai isu operasional semata, WEGE mengangkat materialitas ke tingkat ketahanan bisnis, bankability proyek, dan
penciptaan nilai jangka panjang.
WEGE’s approach to materiality goes beyond compliance and is consciously designed as a strategic decision-making
framework. In an industry that often positions sustainability risks as purely operational issues, WEGE elevates materiality
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
to the level of business resilience, project bankability, and long-term value creation.
2025 Sustainability Report
49
Page 50
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Built on a Double Materiality Lens That
is Truly Business-Relevant 01 Climate Treated as a Strategic Risk,
Not an Environmental Footnote 02
WEGE menerapkan pendekatan double materiality Berbeda dengan praktik materialitas konvensional
dengan menilai secara simultan: yang menempatkan perubahan iklim sebagai isu
• dampak aktivitas konstruksi terhadap lingkungan lingkungan umum, WEGE memperlakukan risiko
dan masyarakat, serta iklim sebagai variabel strategis inti. Isu iklim dinilai
• implikasi finansial dari risiko dan peluang secara eksplisit melalui:
keberlanjutan terhadap kinerja proyek, arus kas, • risiko transisi (perubahan regulasi, biaya energi,
dan nilai perusahaan. tuntutan klien terhadap bangunan hijau), dan
• risiko fisik (cuaca ekstrem, banjir, heat stress)
Pendekatan ganda ini memastikan topik material tidak yang berdampak langsung pada jadwal konstruksi,
dipilih semata berdasarkan persepsi kepentingan, keselamatan, dan kelayakan proyek.
melainkan atas kemampuannya memengaruhi biaya
proyek, jadwal, kinerja kontraktual, akses pendanaan, Dengan mengintegrasikan pertimbangan iklim ke
dan daya saing pasar, selaras dengan IFRS S1 dan dalam materialitas, WEGE menjelaskan secara jelas
IFRS S2. hubungan sebab-akibat antara iklim, gangguan
operasional, dan eksposur finansial, selaras dengan
WEGE applies a double materiality approach by ekspektasi IFRS S2.
simultaneously assessing:
• the impact of construction activities on the Unlike conventional materiality practices that treat
environment and society, and climate change as a general environmental issue,
• the financial implications of sustainability risks WEGE treats climate risk as a core strategic variable.
and opportunities on project performance, cash Climate issues are explicitly assessed through:
flow, and company value. • transition risks (regulatory changes, energy costs,
client demands for green buildings), and
This dual approach ensures that material topics are • physical risks (extreme weather, flooding,
not selected solely based on perceived importance, heat stress) that directly impact construction
but rather on their ability to influence project costs, schedules, safety, and project viability.
schedules, contractual performance, access to
financing, and market competitiveness, in line with By integrating climate considerations into
IFRS S1 and IFRS S2. materiality, WEGE clearly explains the cause-and-
effect relationship between climate, operational
disruption, and financial exposure, in line with IFRS
S2 expectations.
Granularity Reflects Governance Maturity
03
WEGE secara sadar menerapkan struktur topik material yang granular, dengan memisahkan isu-isu seperti:
• Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender,
• Etika Bisnis dan Anti-Korupsi,
• Keselamatan operasional dan keselamatan publik.
Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa setiap isu keberlanjutan memiliki profil risiko, mekanisme pengendalian,
dan akuntabilitas yang berbeda. Granularitas ini memungkinkan:
• penetapan penanggung jawab yang lebih jelas di tingkat manajemen,
• pengendalian dan KPI yang lebih terarah, serta
• akuntabilitas yang lebih transparan kepada pemangku kepentingan dan investor.
WEGE consciously applies a granular material topic structure, separating issues such as:
• Human Rights and Gender Equality,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• Business Ethics and Anti-Corruption,
• Operational Safety and Public Safety.
Laporan Keberlanjutan 2025
This approach reflects the understanding that each sustainability issue has a different risk profile, control mechanism, and
accountability. This granularity enables:
• clearer assignment of responsibility at the management level,
• more targeted controls and KPIs, and
• more transparent accountability to stakeholders and investors.
50
Page 51
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Grounded in Stakeholder Input,
Validated by Internal Risk Intelligence 04 Granularity Reflects Governance
Maturity 05
Topik material WEGE disusun berdasarkan umpan Topik material WEGE tidak berdiri sebagai
balik pemangku kepentingan, evaluasi materialitas pengungkapan terpisah. Setiap topik berfungsi
tahun sebelumnya, dan perkembangan regulasi, sebagai:
serta diuji ulang melalui penilaian risiko dan analisis • masukan bagi manajemen risiko dan perencanaan
internal. Dengan demikian, ekspektasi pemangku strategis,
kepentingan tidak diterima begitu saja, melainkan • rujukan dalam pelaksanaan proyek dan
dievaluasi terhadap realitas operasional, kewajiban pengendalian operasional, serta
kontraktual, dan eksposur finansial. • dasar pengukuran kinerja dan perbaikan
berkelanjutan.
Hasilnya, materialitas WEGE tidak hanya
merefleksikan “apa yang dianggap penting oleh Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa
pemangku kepentingan”, tetapi juga apa yang benar- materialitas benar-benar memandu alokasi sumber
benar krusial untuk memastikan proyek dilaksanakan daya, prioritas inisiatif, dan penguatan posisi
secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. kompetitif WEGE, bukan sekadar menjadi keluaran
pelaporan yang statis.
WEGE material topics are compiled based on
stakeholder feedback, previous year’s materiality WEGE’s material topics are not presented as separate
assessments, and regulatory developments, and disclosures. Each topic serves as:
are re-evaluated through risk assessments and • input for risk management and strategic planning,
internal analysis. Thus, stakeholder expectations • reference in project implementation and
are not simply accepted, but are evaluated against operational control, and
operational realities, contractual obligations, and • basis for performance measurement and
financial exposures. continuous improvement.
As a result, WEGE’s materiality not only reflects This integrated approach ensures that materiality
”what stakeholders consider important”, but also truly guides resource allocation, initiative
what is truly crucial to ensuring that projects are prioritization, and the strengthening of WEGE’s
implemented in a responsible and sustainable competitive position, rather than merely being a
manner. static reporting output.
Informasi Kontak
Contact Information
Setiap pertanyaan, saran, maupun masukan terkait Any questions, suggestions, or feedback regarding the
Laporan Keberlanjutan WEGE Tahun 2025 dapat 2025 Sustainability Report of WEGE can be submitted
disampaikan melalui: [GRI 2-3] through:
Corporate Secretary WEGE
WIKA Tower 1, Lantai 7–10 | 7th–10th Floor
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 RT/003 RW/011, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara.
Jakarta Timur 13340 – Indonesia | East Jakarta 13340 – Indonesia
2025 Sustainability Report
www.wikagedung.co.id corsec@wikagedung.id
51
Page 52
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
52
Page 53
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Sekilas
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
WEGE WEGE at a Glance
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
53
Page 54
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Informasi Dasar WEGE
WEGE General Information
Nama [GRI 2-1] PT Wijaya Karya
Name
Bangunan Gedung Tbk
Kode Saham
WEGE
Stock Code
Bidang Usaha • Jasa konstruksi bangunan gedung | Building Construction Services
Line of Business • Investasi dan konsesi | Investment and Concessions
Status Perusahaan dan Perseroan Terbatas dengan
Bentuk Badan Hukum [GRI 2-1] Status Perusahaan Terbuka
Company Status and Legal Limited Liability Company
Entity Form with Public Company Status
Tanggal Pendirian 24 Oktober 2008
Date of Establishment October 24, 2008
Dasar Hukum Pendirian Akta Pendirian Perusahaan Terbatas No. 43 tanggal 24 Oktober 2008
Legal Basis of Establishment Deed of Establishment of the Limited Liability Company No. 43, dated
October 24, 2008
Jumlah Karyawan [GRI 2-7]
460 orang
Number of Employees
Kepemilikan Saham [GRI 2-1] • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (69,30%)
Share Ownership • Publik (30%)
• Koperasi Karyawan WIKA (0,70%)
• PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (69.30%)
• Public (30%)
• WIKA Employee Cooperative (0.70%)
Entitas Anak
PT Wege Solusi Proklamasi
Subsidiary Entity
Alamat Kantor Pusat [C.2] WIKA Tower 1, Lantai 7-10
Head Office Address Jl. D.I Panjaitan Kav. 9
Rt.003 Rw.011, Kelurahan Cipinang Cempedak,
Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur 13340-Indonesia
Layanan Informasi dan Kontak WEGE
WEGE Information and Contact Services
Telepon | Phone : +6221 8590 8862, 8590 9003 Facebook : @ptwikagedungID
Fax : +6221 8590 4146 Youtube : PT WIKA Gedung
Website : www.wikagedung.co.id Tiktok : @ptwikagedungID
Email : corsec@wikagedung.id Spotify : WEGE Podcast
Instagram : @ptwikagedungID LinkedIn : PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
X : @ptwikagedungID
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
Stadion Surajaya- Lamongan
54 Surajaya Stadium - Lamongan
Page 55
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Visi, Misi, dan Nilai-Nilai [C.1]
Vision, Mission, and Values
Visi Misi
Vision Mission
Memperkuat kepercayaan dan transparansi
Menjadi mitra yang terpercaya dalam Strengthening trust and transparency
menciptakan ekosistem konstruksi yang Memprioritaskan solusi untuk pelanggan
inovatif dan berkelanjutan. Prioritizing solutions for customers
To be a trusted partner in creating an innovative and Mengintegrasikan teknologi untuk inovasi
sustainable construction ecosystem. Strengthening trust and transparency
Menciptakan ekosistem kolaboratif dengan mitra strategis
Prioritizing solutions for customers
Berorientasi keberlanjutan sebagai inti proses operasi
Prioritizing solutions for customers
Sebagai respon terhadap dinamika industri konstruksi In response to the increasingly complex dynamics of the
yang semakin kompleks, WEGE menetapkan visi dan misi construction industry, WEGE established a new vision and
baru pada 24 Desember 2024. Pembaruan ini disusun mission on December 24, 2024. This update was formulated
melalui asesmen menyeluruh atas kesiapan internal, through a comprehensive assessment of internal readiness,
kesenjangan strategis, serta arah masa depan perusahaan, strategic gaps, and the Company’s future direction, including
termasuk kesiapan menghadapi percepatan digitalisasi, readiness to cope with the acceleration of digitalization,
tuntutan keberlanjutan, dan kebutuhan kolaborasi lintas sustainability demands, and the need for cross-sector
sektor. Inisiatif ini merupakan cerminan dari transformasi collaboration. This initiative reflects the Company’s
fundamental perusahaan yang menempatkan keberlanjutan fundamental transformation, which places sustainability as
sebagai landasan pertumbuhan, memperkuat tata kelola dari the foundation for growth, strengthens internal governance,
dalam, dan membangun kepercayaan sebagai modal utama and builds trust as the main capital in every partnership.
dalam setiap kemitraan. [C.6]
Nilai-Nilai Perusahaan Company Values
Komitmen keberlanjutan WEGE tercermin melalui keyakinan, WEGE’s commitment to sustainability is reflected in its
nilai, serta perilaku kerja yang dirangkum dalam nilai-nilai beliefs, values, and work ethic, which are summarized in the
AKHLAK. Prinsip ini menjadi pedoman dalam cara perusahaan AKHLAK values. These principles guide the way the company
bertindak, berinteraksi, dan memberikan layanan terbaik. acts, interacts, and provides the best service.
Amanah | Trustworthy Kolaboratif | Collaborative
Memegang teguh kepercayaan yang Membangun kerja sama yang strategis
diberikan Building strategic partnerships and
Upholding the trust that has been given cooperation
A K
Adaptif | Adaptive
Kompeten | Competent
Terus berinovasi dan antusias dalam
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Terus belajar dan mengembangkan menggerakkan ataupun menghadapi
kapasitas K A perubahan
Continuously learning and developing Continuously innovating and being
proactive in driving or responding to
2025 Sustainability Report
capabilities
change
H L Loyal | Loyal
Harmonis | Harmonious Berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan bangsa negara
Saling peduli dan menghargai perbedaan
Being dedicated and prioritizing the
Caring for one another and respecting interests of the nation
differences
55
Page 56
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Tentang WEGE
About WEGE
Sejarah Singkat WEGE Brief History of WEGE
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) didirikan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) was
melalui Akta No. 43 tanggal 24 Oktober 2008 oleh Imas established under Deed No. 43 dated October 24, 2008 issued
Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Sebagai salah satu dari by Imas Fatimah, S.H., Notary in Jakarta. As one of seven
tujuh anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), subsidiaries of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), the
perusahaan berkembang pesat dan menempatkan diri Company has grown rapidly and positioned itself as one of
sebagai salah satu pelaku utama dalam industri konstruksi the major players within the building construction industry in
bangunan gedung di Indonesia. Indonesia.
Pada tahun 2012, WEGE mencatat pencapaian signifikan In 2012, WEGE recorded significant achievements with the
melalui penerapan strategi blue ocean, efisiensi biaya, serta implementation of a blue ocean strategy, cost efficiency,
penguatan kapasitas sumber daya manusia guna mendorong and strengthening of human resource capacity to drive
profitabilitas. Dua tahun berikutnya, perusahaan memperluas profitability. In the next two years, the Company expanded
cakupan usahanya ke sektor properti sebagai bagian dari its scope of business into the property sector as part of a
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
strategi jangka panjang yang disusun pemegang saham, long-term strategy formulated by its shareholders, with a
dengan fokus pada pengembangan bisnis properti berbasis focus on developing concession-based property businesses
Laporan Keberlanjutan 2025
konsesi guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta to support sustainable growth and the creation of recurring
penciptaan recurring income. income.
56
Page 57
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Momentum penting terjadi pada 2017 ketika WEGE In 2017, WEGE made a significant move by holding an initial
melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public public offering (IPO). A total of 2,872,000,000 common shares
Offering/IPO). Sebanyak 2.872.000.000 saham biasa were offered to the public after obtaining approval through
ditawarkan kepada publik setelah memperoleh persetujuan the Decree of the Board of Commissioners of the Financial
melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Services Authority No. S-444/D.04/2017 dated November
Keuangan No. S-444/D.04/2017 tanggal 20 November 2017. 20, 2017. WEGE shares were officially listed on the Indonesia
Saham WEGE resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Stock Exchange on November 30, 2017. After the IPO, the
30 November 2017. Setelah IPO, struktur kepemilikan saham share ownership structure consisted of: PT Wijaya Karya
terdiri atas: PT Wijaya Karya Tbk (69,3%), investor domestik Tbk (69.3%), domestic investors (23.69%), foreign investors
(23,69%), investor asing (6,31%), dan koperasi karyawan WIKA (6.31%), and the WIKA employee cooperative (0.7%). 70%
(0,7%). Dana hasil IPO dialokasikan 70% untuk investasi dan of the IPO proceeds were allocated for investment and
konsesi serta 30% untuk modal kerja. concessions, while 30% were allocated for working capital.
Sebagai entitas publik, WEGE terus meningkatkan kinerja As a public entity, WEGE continues to improve its performance
dan layanan bagi seluruh pemangku kepentingan. Mengusung and services for all stakeholders. Carrying out its role as
peran sebagai Total Solution Contractor dalam konstruksi a Total Solution Contractor in building construction and
bangunan dan konsesi, perusahaan menempatkan prinsip concessions, the Company prioritizes the principles of safety
safety & quality sebagai prioritas dalam menciptakan ruang and quality in creating more livable spaces. WEGE’s reputation
(space) yang lebih layak bagi kehidupan. Reputasi WEGE has grown stronger with the successful completion of various
semakin kuat melalui keberhasilan menyelesaikan berbagai strategic projects in Indonesia. Furthermore, the Company
proyek strategis di Indonesia. Selain itu, perusahaan terus continues to innovate in business development and optimize
berinovasi dalam pengembangan bisnis dan mengoptimalkan market opportunities by strengthening the upstream and
peluang pasar melalui penguatan sektor hulu dan hilir, downstream sectors, including through the implementation
termasuk melalui penerapan strategi Upstream dan of Upstream and Downstream Integration strategies.
Downstream Integration.
This integration strategy is designed to strengthen
Strategi integrasi tersebut dirancang untuk memperkuat the Company’s core businesses, starting from building
bisnis inti perusahaan, mulai dari konstruksi bangunan construction to concessions, as well as accelerating the
gedung hingga konsesi, serta mengakselerasi pengembangan development of modular construction. This approach serves
konstruksi modular. Pendekatan ini menjadi pijakan dalam as a foundation in preparing WEGE to become an Integrated
mempersiapkan WEGE sebagai Integrated Space Provider Space Provider in 2023.
pada tahun 2023.
In realizing a sustainable business, WEGE is committed to
Dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan, WEGE continue innovating, creating value, and ensuring the quality
berkomitmen terus berinovasi, menciptakan nilai, serta of its products and services. The Company also considers
memastikan kualitas produk dan layanan tetap terjaga. social and environmental aspects as an essential part of its
Perusahaan juga menempatkan aspek sosial dan lingkungan operations. Consistency in implementing good corporate
sebagai bagian esensial dari operasional. Konsistensi dalam governance and business ethics becomes the foundation in
menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan etika building strong relationships with all stakeholders, including
bisnis menjadi pondasi dalam membangun hubungan yang partners, vendors, project owners, and end users. Through
kuat dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari harmonious collaboration, the Company and its stakeholders
mitra kerja, vendor, pemilik proyek, hingga pengguna akhir. can form a more environmentally friendly and sustainable
Dengan kolaborasi yang selaras, perusahaan dan pemangku business chain.
kepentingan dapat membentuk rantai bisnis yang lebih ramah
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
lingkungan dan berkelanjutan.
In line with this vision, WEGE continues to strengthen its
Sejalan dengan visi tersebut, WEGE terus memperkuat capabilities, strategic partnerships, and assets to support
2025 Sustainability Report
kapabilitas, kerja sama strategis, dan aset untuk mendukung long-term growth. With a passion for innovation and
pertumbuhan jangka panjang. Dengan semangat inovasi dan collaboration, the Company is ready to respond to industry
kolaborasi, perusahaan siap menjawab tantangan industri challenges and contribute to national development.
dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
57
Page 58
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Struktur Grup Perusahaan
Company Group Structure
Per 31 Desember 2025, WEGE memiliki satu anak perusahaan As of December 31, 2025, WEGE has one subsidiary within its
yang berada dalam struktur grup dan mendukung aktivitas group structure that supports its operational activities.
operasional Perseroan.
PT Wege Solusi Proklamasi
Associate Subsidiary
Gedung WIKA Lt.8
Jalan D.I Panjaitan Kav.9
Jakarta Timur - 13340
0,6% 10% 49% 90% +62 21 8590 9003
pt.wegesosolutionproklamasi@gmail.com
Skala Perusahaan [C.3]
Company Scale
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Aset Miliar Rupiah 4.044 5.727 5.561
Assets Billion Rupiah
Liabilitas Miliar Rupiah 2.073 3.121 3.003
Liabilities Billion Rupiah
Ekuitas Miliar Rupiah 1.971 2.606 2.559
Equity Billion Rupiah
Pendapatan Bersih Miliar Rupiah 1.624 3.674 3.980
Net Revenue Billion Rupiah
Laba Tahun Berjalan Miliar Rupiah (630) 68 46
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Profit for the Year Billion Rupiah
Jumlah Karyawan Orang 460 500 525
Laporan Keberlanjutan 2025
Number of Employees People
Kepemilikan Saham Terbesar % 69,30 69,30 69,30
Major Shareholders WIKA WIKA WIKA
Wilayah Operasional Wilayah 3 3 3
Operational Area Area
Jumlah Produk/Jasa Produk 3 3 3
Number of Products/Services Product
58
Page 59
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha
Products, Services, and Business Activities
Kegiatan Usaha [C.4][GRI 2-6] Business Activities
Berdasarkan Anggaran Dasar, WEGE menjalankan kegiatan Based on its Articles of Association, WEGE engages in
usaha yang mencakup industri konstruksi dan engineering, construction and engineering industry, general contracting
jasa pemborongan dengan sistem progres termin maupun services using the progress-based (termin) or turnkey/Build
turnkey/Build Operate Transfer (BOT), serta pengelolaan dan Operate Transfer (BOT) system, as well as the management
penyewaan gedung atau kawasan niaga terpadu. Perusahaan and leasing of buildings or integrated commercial areas. The
juga bergerak dalam perdagangan material dan peralatan Company is also active in trading construction materials and
konstruksi, peningkatan kompetensi layanan konstruksi equipment, improving construction and engineering service
dan engineering, serta pengembangan realti, properti, dan competencies, and developing real estate, property, and
industri pendukung bangunan gedung. building support industries.
Selain itu, Perusahaan berkontribusi sebagai city builder In addition, the Company contributes as a city builder in the
dalam pembangunan dan pengembangan kawasan. Berperan construction and development of areas. The Company also
juga sebagai investor, baik melalui penyertaan langsung operates as an investor, both through direct participation and
maupun kepemilikan saham pada anak perusahaan atau share ownership in subsidiaries or joint ventures. WEGE also
perusahaan patungan. Kegiatan usaha WEGE turut mencakup provides space to support transportation infrastructure such
penyediaan ruang (space provider) untuk mendukung as airports, ports, and mass transportation (TOD), as well as
infrastruktur transportasi seperti bandar udara, pelabuhan, social infrastructure such as healthcare facilities.
dan transportasi massal (TOD), serta infrastruktur sosial
seperti fasilitas healthcare [GRI 203-1].
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
59
Page 60
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Kegiatan usaha WEGE
WEGE Business Activities
Backward Forward
Offsite Construction Building Construction Concession
Jasa Konstruksi Bangunan Gedung Building Construction Services
Sebagai inti bisnis, WEGE menawarkan layanan konstruksi As its core business, WEGE offers comprehensive building
bangunan gedung secara menyeluruh melalui pendekatan construction services through a Total Solution Service
Total Solution Service. Layanan ini mencakup seluruh approach. These services cover all stages of the project,
tahapan pekerjaan, mulai dari studi kelayakan, perencanaan, from feasibility studies, planning, design, and construction
perancangan, konstruksi, hingga operation and maintenance, to operation and maintenance, including funding support.
termasuk dukungan pendanaan. Pekerjaan konstruksi The construction work includes foundations, structures, MEP
meliputi fondasi, struktur, MEP (Mechanical, Electrical and (Mechanical, Electrical and Plumbing), lighting, architecture,
Plumbing), pencahayaan, arsitektur, interior, hingga lansekap. interiors, and landscaping.
Model layanan yang terintegrasi ini memudahkan pelanggan This integrated service model enables customers to
memperoleh solusi yang efisien dan komprehensif dalam acquire efficient and comprehensive solutions in a single
satu paket kerja. Perusahaan juga terus meningkatkan work package. The Company also continues to improve
efektivitas operasional melalui penerapan lean construction operational effectiveness through the implementation of lean
dan digitalisasi proses engineering. construction and the digitization of engineering processes.
Offsite Construction Offsite Construction
Untuk memperkuat rantai nilai konstruksi, WEGE To strengthen the construction value chain, WEGE has
mengembangkan strategi backward offsite construction developed a backward offsite construction strategy through
melalui lini modular dan pracetak. Pendekatan ini modular and precast lines. This approach allows work to be
memungkinkan pekerjaan dilakukan di luar lokasi proyek carried out off-site, resulting in greater efficiency in terms of
sehingga lebih efisien dari sisi waktu, penggunaan sumber time, resource utilization, and quality control. WEGE modular
daya, dan kontrol kualitas. Produk modular WEGE seperti MOLI products such as MOLI (Modular Lite), WG Flatpack, and
(Modular Lite), WG Flatpack, dan Volumetrik menggunakan Volumetrik use a prefabrication system that can be assembled
sistem prefabrikasi yang dapat dirakit menjadi bangunan into buildings with a faster and more environmentally friendly
dengan proses yang lebih cepat dan ramah lingkungan. process.
Di sisi lain, lini pracetak diperkuat melalui perusahaan On the other hand, the precast line is supported by an
asosiasi, PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (WPG), yang associated company, PT Wijaya Karya Pracetak Gedung
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
memproduksi komponen seperti balok, kolom, dan elemen (WPG), which produces components such as beams, columns,
struktur pracetak lainnya. Baik modular maupun pracetak and other precast structural elements. Both modular and
Laporan Keberlanjutan 2025
kini menjadi bagian penting dalam konstruksi modern, dan precast are now an integral part of modern construction,
perusahaan terus mendorong inovasi melalui kepemilikan and the Company continues to drive innovation through the
sejumlah hak paten serta riset berkelanjutan untuk ownership of a number of patents and ongoing research to
menghadirkan solusi yang lebih unggul. deliver better solutions.
60
Page 61
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Concession Concession
Unit bisnis Konsesi dikembangkan untuk memperluas The Concession business unit was developed to expand
kegiatan usaha ke arah forward, khususnya melalui business activities forward, particularly through the
pengelolaan aset lahan milik pemerintah dan BUMN/BUMD management of land assets owned by the government and
dengan skema investasi Public Private Partnership (PPP) atau state-owned enterprises (BUMN/BUMD) under a Public
Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Melalui model Private Partnership (PPP) or Government Business Entity
ini, WEGE tidak hanya memperoleh pekerjaan konstruksi Cooperation (KPBU) investment scheme. Through this
terkait proyek konsesi, tetapi juga menciptakan pendapatan model, WEGE not only acquire construction work related to
berulang (recurring income) yang mendukung keberlanjutan concession projects, but also generates recurring income
usaha jangka panjang. that supports long-term business continuity.
Transformasi menuju lini bisnis konsesi berakar dari The transformation towards the concession business came
pengalaman Perseroan dalam menjalankan bisnis properti. from the Company’s experience in running the property
Fokus kegiatan meliputi penyediaan dan pengelolaan berbagai business. The business activities focus on the provision and
bangunan gedung, seperti fasilitas kebandarudaraan, rumah management of various buildings, such as airport facilities,
sakit, dan gedung perkantoran. Hingga akhir 2025, dua proyek hospitals, and office buildings. By the end of 2025, two
konsesi telah dijalankan, yaitu Hotel De Braga di Bandung concession projects have been acquired, specifically Hotel
yang bekerja sama dengan PT Sarinah melalui skema BOT De Braga in Bandung in collaboration with PT Sarinah through
selama 25 tahun, serta Graha Mantap di Menteng, Jakarta, a 25-year BOT scheme, and Graha Mantap in Menteng,
bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen dengan skema Jakarta, in collaboration with Bank Mandiri Taspen through a
BOT selama 27 tahun. Di samping itu, Perseroan juga memiliki 27-year BOT scheme. Furthermore, the Company also has one
satu proyek investasi berupa Fave Hotel di Karawang. investment project in Fave Hotel Karawang.
Keanggotaan dan Asosiasi [C.5][GRI 2-28]
Membership in Associations
Gabungan Pelaksana Konstruksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia
Nasional Indonesia (GAPENSI) (KADIN)
Indonesian National Construction Contractors Indonesian Chamber of Commerce and Industry
Association (GAPENSI) (KADIN)
Anggota | Member Anggota | Member
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
Gabungan Perusahaan Nasional Asosiasi Kontraktor Listrik dan
Rancang Bangun Indonesia (GAPENRI) Mekanikal Indonesia
Indonesian National Design and Build Companies Indonesian Electrical and Mechanical Contractors
Association (GAPENRI) Association
Anggota | Member Anggota | Member
61
Page 62
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Portofolio Proyek
Project Portfolio
Wilayah Operasional [GRI 2-1]
Operational Area
Operation & Concession
Division (OCD)
• Kalimantan
• Properti Konsesi diSeluruh
Indonesia | Concession
Properties Across Indonesia
OCD
OMD
Operation & Modular
OD Operation (OMD)
• Jawa Timur | East Java
• Bali
• Nusa Tenggara Barat | West
Operation Division (OD) Nusa Tenggara
• Nusa Tenggara Timur | East
Nusa Tenggara
• DKI Jakarta • Yogyakarta
• Jawa Barat | West Java • Sulawesi
• Banten • Maluku
• Sumatra • Papua
• Jawa Tengah | Central Java
• Pabrik Modular | Modular
Factory
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
62
Page 63
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Kondisi Perekonomian Nasional National Economic Conditions
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai Amidst the uncertainty of the global economy, Indonesia’s
ketidakpastian, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 economy showed relatively good resilience in 2025. Based
menunjukkan ketahanan yang relatif baik. Berdasarkan data on data from the Central Statistics Agency (BPS), Indonesia’s
Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) Gross Domestic Product (GDP) in the third quarter of 2025
Indonesia pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04% grew by 5.04% (year-on-year/yoy). This achievement reflects
(year-on-year/yoy). Capaian ini mencerminkan fundamental the country’s strong economic fundamentals and puts
ekonomi nasional yang tetap terjaga dan menempatkan Indonesia on track to achieve its annual economic growth
Indonesia pada jalur pencapaian target pertumbuhan target of around 5.2%.
ekonomi tahunan sekitar 5,2%.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap In terms of demand, household consumption remained the
menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dengan main driver of economic growth with a growth of 4.89% (yoy),
pertumbuhan sebesar 4,89% (yoy), didukung oleh stimulus supported by government stimulus and increased public
pemerintah serta peningkatan aktivitas masyarakat. Kinerja activity. Investment performance also showed a positive
investasi juga menunjukkan tren positif, tercermin dari trend, as reflected in the realization of Foreign Investment
realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman (PMA) and Domestic Investment (PMDN) until the third
Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga Triwulan III 2025 yang quarter of 2025, which reached Rp1,434.3 trillion or grew by
mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7% (yoy). Sejalan 13.7% (yoy). In line with these conditions, the Manufacturing
dengan itu, Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Purchasing Managers’ Index (PMI) in October 2025 was at
Manufaktur pada Oktober 2025 berada pada level ekspansif an expansive level of 51.2, indicating continued production
51,2, mengindikasikan keberlanjutan aktivitas produksi pada activity in the subsequent period.
periode berikutnya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa pendidikan mencatatkan In terms of business sectors, the education services sector
pertumbuhan tertinggi seiring dimulainya tahun ajaran recorded the highest growth in line with the beginning of
baru dan meningkatnya belanja pendidikan. Sektor jasa the new school year and increased education spending. The
perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang didorong corporate services sector also experienced growth due to
oleh peningkatan aktivitas penyewaan dan jasa tenaga increased leasing and labor services activities. Meanwhile, the
kerja. Sementara itu, struktur perekonomian nasional masih national economic structure still relied on the manufacturing
ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi sector, which contributed 19.15% to GDP, followed by the
sebesar 19,15% terhadap PDB, diikuti sektor perdagangan trade sector at 14.25% and the agricultural sector at 13.19%.
sebesar 14,25% dan sektor pertanian sebesar 13,19%.
Secara regional, kontribusi pertumbuhan ekonomi Regionally, the contribution to economic growth showed an
menunjukkan kecenderungan yang semakin merata. Pulau increasingly even trend. Java remained the main contributor
Jawa tetap menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan with growth of 5.17% and a contribution of 56.68% to
sebesar 5,17% dan kontribusi 56,68% terhadap PDB nasional. the national GDP. Other regions also recorded positive
Wilayah lain juga mencatatkan kinerja yang positif, antara performance, including Sulawesi with a growth of 5.84%,
lain Sulawesi dengan pertumbuhan sebesar 5,84%, Sumatera Sumatra 4.90%, and Kalimantan 4.70%. Meanwhile, Maluku
4,90%, dan Kalimantan 4,70%. Sementara itu, Maluku dan and Papua grew by 2.64%, supported by natural resource
Papua tumbuh sebesar 2,64%, didukung oleh aktivitas management activities.
pengelolaan sumber daya alam.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Stabilitas makroekonomi nasional tetap terjaga. Tingkat National macroeconomic stability remained strong. The
inflasi pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86% (yoy), inflation rate in October 2025 was recorded at 2.86% (yoy),
2025 Sustainability Report
masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. still within the national inflation target range of 2.5±1%.
Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia mencapai Externally, Indonesia’s foreign exchange reserves reached
USD148,7 miliar, sementara rasio utang luar negeri berada USD148.7 billion, while the foreign debt ratio remained at a
pada level yang aman, memberikan ruang yang memadai bagi safe level, providing adequate space for the national economy
perekonomian nasional untuk merespons dinamika global. to respond to global dynamics.
63
Page 64
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah To maintain growth momentum, the government continued
melanjutkan kebijakan kontrasiklikal melalui percepatan its countercyclical policies by accelerating state spending in
realisasi belanja negara pada Triwulan IV, penguatan the fourth quarter, strengthening social protection programs
program perlindungan sosial yang menjangkau lebih dari 35 that reached more than 35 million beneficiary families, and
juta keluarga penerima manfaat, serta pemberian stimulus providing consumption and transportation stimulus ahead
konsumsi dan transportasi menjelang periode Natal dan of the Christmas and New Year period. On the investment
Tahun Baru. Di sisi investasi dan industri, kebijakan penguatan and industry side, policies to strengthen downstreaming and
hilirisasi dan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional complete national strategic projects continued in order to
terus dilanjutkan guna meningkatkan nilai tambah dan daya increase economic added value and competitiveness.
saing ekonomi.
Sejalan dengan kinerja tersebut, Dana Moneter Internasional In line with this performance, the International Monetary
(IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Fund (IMF) has raised its economic growth projections for
Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026 serta menempatkan Indonesia in 2025 and 2026 and has placed Indonesia as
Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek yang one of the countries with relatively positive prospects amid
relatif positif di tengah perlambatan ekonomi global. Secara the global economic slowdown. Comparatively, Indonesia’s
komparatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercatat economic growth also recorded better performance than a
lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN number of countries in ASEAN and the G20 group.
dan kelompok G20.
Dengan berbagai indikator tersebut, perekonomian Indonesia Based on these indicators, Indonesia’s economy in 2025 was
pada tahun 2025 dinilai berada dalam kondisi yang stabil considered to be stable with a sustainable growth trajectory.
dengan arah pertumbuhan yang berkelanjutan. Kondisi ini This condition provides a foundation that supports the
menjadi landasan yang mendukung keberlangsungan aktivitas continuity of business activities, including the construction
usaha, termasuk sektor konstruksi, dalam menghadapi sector, in facing future challenges and opportunities.
tantangan dan peluang ke depan.
Kinerja Sektor Konstruksi, Real Estat, dan Akomodasi Performance of the Construction, Real Estate, and
Accommodation Sectors
Sepanjang tahun 2025, sektor konstruksi, real estate, dan Throughout 2025, the construction, real estate, and
akomodasi menunjukkan kinerja yang stabil dan saling accommodation sectors showed stable and mutually
mendukung dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. supportive performance in maintaining national economic
Sektor konstruksi tetap menjadi penopang utama dengan resilience. The construction sector remained as the main
pertumbuhan sebesar 5,48% (YoY) serta penyerapan tenaga pillar with a growth of 5.48% (YoY) and employment of around
kerja sekitar 8,7 juta orang per Februari 2025. Aktivitas 8.7 million people as of February 2025. Construction activities
pembangunan didominasi oleh segmen bangunan gedung were dominated by the building segment, which contributed
yang menyumbang hampir 60% dari total nilai pasar sebesar nearly 60% of the total market value of Rp227.76 trillion, while
Rp227,76 triliun, sementara konstruksi sipil mempertahankan civil construction maintained a consistent contribution amid
kontribusi yang konsisten di tengah penyesuaian anggaran government budget adjustments.
pemerintah.
Perkembangan di sektor konstruksi memberikan dampak Developments in the construction sector had a continued
lanjutan bagi sektor real estate. Dukungan kebijakan impact on the real estate sector. Government policy
pemerintah, termasuk Program Tiga Juta Rumah dan support, including the Three Million Houses Program and the
perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung extension of the Government-Borne Value Added Tax (PPN
Pemerintah (PPN DTP), turut menjaga keberlanjutan DTP) incentive, also supported the sustainability of housing
permintaan hunian. Kondisi ini mendorong pertumbuhan demand. These conditions drove the growth of the national
pasar properti nasional dengan nilai yang diproyeksikan property market with a projected value of USD 66.74 billion, as
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
mencapai USD 66,74 miliar, serta realisasi investasi anggota well as the realization of REI members’ investments reaching
REI yang mencapai Rp75 triliun pada semester pertama tahun Rp75 trillion in the first half of 2025.
Laporan Keberlanjutan 2025
2025.
Di sisi lain, sektor akomodasi dan penyediaan makan minum On the other hand, the accommodation and food service
menunjukkan peningkatan kinerja seiring meningkatnya sector showed better performance in line with increased
mobilitas masyarakat dan pulihnya aktivitas pariwisata. Di public mobility and the recovery of tourism activities. In
beberapa wilayah utama, seperti Jakarta dan Bali, sektor several major regions, such as Jakarta and Bali, this sector
ini memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan contributed significantly to regional economic growth until
64
Page 65
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
ekonomi daerah hingga Kuartal III-2025. Stabilnya tingkat the third quarter of 2025. Stable hotel occupancy rates and
hunian hotel dan meningkatnya konsumsi domestik menjadi increased domestic consumption were the main factors
faktor utama yang mendukung kinerja sektor ini. supporting the sector’s performance.
Kinerja ketiga sektor tersebut didukung oleh kondisi The performance of these three sectors was supported by
makroekonomi yang relatif terjaga. Penetapan BI Rate pada relatively stable macroeconomic conditions. The BI Rate set
level 4,75% hingga Desember 2025 membantu menjaga at 4.75% until December 2025 has helped maintain market
stabilitas pasar dan mendorong aktivitas ekonomi, yang stability and boost economic activity, as reflected in the
tercermin pada pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,04% national GDP growth of 5.04% (YoY). This dynamic shows
(YoY). Dinamika ini menunjukkan bahwa keterpaduan that the integration of infrastructure development, housing
pembangunan infrastruktur, penyediaan hunian, dan provision, and accommodation services continues to play an
layanan akomodasi tetap berperan penting dalam menopang important role in supporting Indonesia’s economic growth
pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. throughout 2025.
Inisiatif dan Kebijakan WEGE WEGE Initiatives and Policies
Sepanjang 2025, WEGE terus memperkuat perannya Throughout 2025, WEGE continues to strengthen its role as
sebagai salah satu pelaku utama di sektor konstruksi one of the main players in the construction sector through
melalui serangkaian inisiatif dan kebijakan yang diarahkan a series of initiatives and policies aimed at increasing
pada peningkatan daya saing. Perusahaan berfokus competitiveness. The Company focuses on technological
pada transformasi teknologi melalui implementasi WEGE transformation through the implementation of WEGE
Konstruksi 4.0, yang menggabungkan sistem digital, Konstruksi 4.0, which combines digital systems, increased
peningkatan efisiensi operasional, serta pendekatan operational efficiency, and a modular construction
konstruksi modular. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan approach. These efforts aim to increase productivity while
produktivitas sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan strengthening the sustainability aspect in every project.
dalam setiap proyek.
Sejalan dengan agenda pengembangan usaha, WEGE In line with its business development agenda, WEGE is
juga memperluas strategi investasi dan konsesi dengan also expanding its investment and concession strategies
memaksimalkan pemanfaatan aset lahan milik pemerintah by maximizing the utilization of land assets owned by the
dan BUMN. Langkah ini dirancang untuk memperkuat government and state-owned enterprises. This initiative
portofolio pendapatan berulang (recurring income) yang lebih was designed to strengthen a more stable and sustainable
stabil dan berkelanjutan. recurring income portfolio.
Perusahaan turut mempertegas komitmennya terhadap The Company also reaffirms its commitment to
pembangunan berwawasan lingkungan melalui penerapan environmentally-friendly development through the use of
material ramah lingkungan dan teknologi hijau pada environmentally-friendly materials and green technology in
berbagai proyek, sehingga prinsip keberlanjutan dapat various projects, enabling the principle of sustainability to be
diterapkan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga applied consistently from the planning stage to completion.
penyelesaian.
Kinerja Ekonomi WEGE WEGE’s Economic Performance
WEGE menyadari bahwa keberhasilan penerapan kebijakan WEGE realizes that the successful implementation of
strategis sangat bergantung pada keterlibatan seluruh strategic policies is highly dependent on the involvement
pemangku kepentingan, baik di lingkungan internal of all stakeholders, both internal and external. Therefore,
maupun eksternal. Untuk itu, Perusahaan secara aktif the Company actively socializes its policies and strategic
menyosialisasikan kebijakan dan arah strategis agar tercipta direction to foster a common understanding and optimal
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
pemahaman bersama serta partisipasi yang optimal. participation.
Bagi pemangku kepentingan internal, berbagai sesi For internal stakeholders, various communication sessions
2025 Sustainability Report
komunikasi diselenggarakan, mulai dari rapat manajemen are held, ranging from routine management meetings
rutin hingga diskusi tematik, untuk menanamkan budaya to thematic discussions, aiming to instill a culture of
keberlanjutan di tempat kerja. Sementara itu, dengan sustainability at workplace. On the other hand, the Company
pemangku kepentingan eksternal seperti pemerintah, communicates with external stakeholders such as the
regulator, kreditur, dan pemasok, Perusahaan berkomunikasi government, regulators, creditors, and suppliers through
melalui public expose, rilis pers, dan berbagai saluran public exposes, press releases, and various other information
informasi lainnya. [F.1] channels.
65
Page 66
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Sepanjang 2025, seluruh insan WEGE menjalankan strategi Throughout 2025, all WEGE employees consistently
tersebut dengan konsisten, disertai mekanisme pengawasan implemented this strategy, accompanied by strict monitoring
dan evaluasi yang ketat. Pendekatan ini membantu and evaluation mechanisms. This approach helped the
Perusahaan merespon berbagai tantangan serta menerapkan Company respond to various challenges and implement
tindakan korektif jika ditemukan penyimpangan. Melalui corrective actions when deviations were found. Through
langkah-langkah tersebut, WEGE berhasil mencapai sejumlah these measures, WEGE successfully achieved a number of
indikator kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan performance indicators set out in the 2025 Company Work
Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, sebagaimana disajikan Plan and Budget (RKAP), as presented in the table comparing
dalam tabel perbandingan target dan realisasi selama tiga targets and actual results for the last three years.
tahun terakhir. [F.2]
Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Produksi, Keuangan, dan Laba/Rugi (dalam Miliar Rupiah)
Comparison of Targets and Realization of Production, Financial, and Profit/Loss Performance (in billions of rupiah)
2025 2024 2023
Uraian
Description Realisasi Realisasi Realisasi
Target RKAP (%) Target RKAP (%) Target RKAP (%)
Realization Realization Realization
Kuantitas Produksi
Production Quantity
Kontrak Dihadapi 8.024 5.765 71,8 13.425 9.009 67,11 15.628 12.089 77,4
Contracts in
Progress
Kontrak Baru 3.580 1.709 47,7 5.072 2.715 53,53 6.695 5.134 76.7
New Contracts
Kinerja Posisi Keuangan
Financial Position Performance
Aset 5.902 4.044 68,5 5.680 5.727 100,83 6.836 5.562 81,4
Assets
Ekuitas 2.661 1.971 74,1 2.655 2.606 98,19 2.772 2.559 92,3
Equity
Kinerja Laba Rugi
Profit and Loss Performance
Pendapatan 4.408 1.624 36,8 3.630 3.673 101,21 4.207 3.980 94,6
Bersih
Net Revenue
Laba Tahun 46 (630) (1.367) 89 68 76,4 251 47 18,5
Berjalan
Profit for the
Year
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan Generated and Distributed Economic Value
Berdasarkan kinerja ekonomi yang dicapai pada 2025, nilai Based on the economic performance in 2025, WEGE’s
ekonomi WEGE dapat dikategorikan dalam tiga kelompok economic value can be categorized into three main groups.
utama. Pertama, nilai ekonomi langsung yang dihasilkan, First, the direct economic value generated, which is the
yaitu pendapatan yang diperoleh dari seluruh aktivitas bisnis revenue obtained from all of the Company’s business
Perusahaan. Kedua, nilai ekonomi yang didistribusikan activities. Second, the distributed economic value, which
mencerminkan kontribusi Perusahaan dalam mendukung reflects the Company’s contribution in supporting economic
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pemangku growth and the welfare of stakeholders, including salary
kepentingan, meliputi pembayaran gaji, pajak, dividen, payments, taxes, dividends, purchases from suppliers,
Laporan Keberlanjutan 2025
pembelian kepada pemasok, serta pelaksanaan program and the implementation of Social and Environmental
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ketiga, nilai Responsibility (TJSL) programs. Third, retained economic
ekonomi yang ditahan, yakni selisih antara pendapatan yang value, which is the difference between the revenue earned
diperoleh dan nilai yang telah dialokasikan, yang digunakan and the allocated value, which is used to ensure business
untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan pengembangan sustainability and future business development.
usaha ke depan. [GRI 3-3, 201-1]
66
Page 67
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Kinerja Ekonomi dan Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (dalam Miliar Rupiah)
Economic Performance and Distributed Economic Value (in Billion Rupiah)
Uraian
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Economic Value Generated
Pendapatan Bersih 1.624 3.673 3.980
Net Revenue
Jumlah Nilai Ekonomi yang Dihasilkan 1.624 3.673 3.980
Total Economic Value Generated
Distribusi Nilai Ekonomi
Economic Value Distributed
Pembayaran Pemasok 1.781 3.357 3.074
Payments to Suppliers
Pembayaran Direksi, Karyawan, dan Beban Usaha 184 114 71
Payments to Directors, Employees, and Operating Expenses
Pembayaran Beban Lainnya - - 2
Payments for Other Expenses
Pembayaran Beban Bunga 20 28 66
Interest Expense Payments
Pembayaran Utang Bank 299 221 733
Bank Debt Payments
Pembayaran Dividen 7 9 23
Dividend Payments
Pembayaran Pajak 92 223 92
Tax Payments
Jumlah Distribusi Nilai Ekonomi 2.383 3.958 4.061
Total Economic Value Distributed
Nilai Komponen yang Ditahan (759) (279) (81)
Economic Value Retained
Bantuan Finansial dari Pemerintah [GRI 201-4] Financial Assistance from the Government
Pada tahun 2025, WEGE tidak menerima bantuan finansial In 2025, WEGE did not receive any financial assistance from
dari Pemerintah, termasuk bentuk dukungan lain seperti the government, including other forms of support such as
subsidi, keringanan atau pembebasan pajak, hibah, insentif, subsidies, tax reliefs or exemptions, grants, incentives,
pembebasan royalti, maupun fasilitas finansial lainnya. royalty exemptions, or other financial facilities. As a
Sebagai entitas anak dari Badan Usaha Milik Negara, WEGE subsidiary of a state-owned enterprise, WEGE does not have
tidak memiliki kepemilikan saham pemerintah. government share ownership.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
67
Page 68
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Rantai Pasokan [GRI 2-6]
Supply Chain
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terdepan, WEGE As one of the leading construction companies, WEGE
membangun hubungan strategis dengan mitra, pemasok, establishes strategic relationships with partners, suppliers,
serta penyedia barang dan jasa untuk menjaga kelancaran and providers of goods and services to maintain smooth
operasional dan keberlangsungan proyek. Dalam mengelola operations and project continuity. In managing the supply
rantai pasokan tersebut, Perusahaan menerapkan kebijakan chain, the Company implements a transparent and systematic
pengadaan yang transparan dan sistematis melalui Kebijakan procurement policy through the Procurement Function
Perusahaan Fungsi Pengadaan. Kebijakan ini menetapkan Company Policy. This policy imposes strict requirements on
persyaratan ketat bagi setiap vendor guna memastikan every vendor to ensure quality, safety, and compliance with
kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap ketentuan applicable regulations. The entire procurement process refers
yang berlaku. Seluruh proses pengadaan mengacu pada to the Procurement Procedure, which serve as guidelines for
Procurement Procedure, yang berfungsi sebagai pedoman partners/vendors in meeting operational standards. This is
kewajiban bagi mitra/vendor dalam memenuhi standar covered in the supplier code of conduct within WIKA’s VMS.
operasional. Hal ini tercakup dalam supplier code of conduct/
dokumen kode etik didalam VMS WIKA. [GRI 3-3]
Penilaian Pemasok berdasarkan Aspek Sosial dan Supplier Assessment based on Social and
Lingkungan [GRI 308-1, 308-2] Environmental Aspects
Untuk memastikan praktik pengadaan yang bertanggung In order to ensure responsible procurement practices,
jawab, WEGE menerapkan Vendor Management System (VMS) WEGE implements a Vendor Management System (VMS) that
yang mengatur proses seleksi pemasok berdasarkan kriteria regulates the supplier selection process based on social,
sosial, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Setiap pemasok environmental, and employment criteria. Every supplier
yang ingin bermitra diwajibkan menandatangani pakta interested in partnering with the Company is required to sign
integritas sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip anti- an integrity pact as a form of commitment to the principles of
diskriminasi dan keberlanjutan sosial. anti-discrimination and social sustainability.
Departemen yang berperan dalam penilaian sosial Department responsible in the social assessment are:
pemasok meliputi: [3-3]
Fungsi Keuangan Menilai dan mengevaluasi implementasi kebijakan SMAP.
Financial Function Assess and evaluate the implementation of the SMAP policy.
Melakukan seleksi dan evaluasi pemasok dengan mempertimbangkan
Procurement
Selain Departemen
aspek sosial, pemasok juga harus memenuhi kriteria Besides social aspects, suppliers must also meet the
aspek sosial dan keberlanjutan.
lingkungan yang ditetapkan Perusahaan. Persyaratan environmental criteria set by the Company. Environmental
Conducts supplier selection and evaluation, considering social and
lingkungan dalam proses pengadaan mencakup: [GRI 308-1] requirements in the procurement process include:
sustainability aspects.
• Keselarasan spesifikasi teknis atau Kerangka Acuan Kerja • Alignment of technical specifications or Terms of
(KAK) dengan ketentuan ISO 50001, ISO 14001. Reference (TOR) with ISO 50001, ISO 14001 provisions.
• Penilaian efisiensi dan kinerja energi sebagai Memastikan • peralatan
faktor dalam kondisi Assessment of energy
memenuhi efficiency
standar mutuand
danperformance
keselamatanas a
Equipment
evaluasi Departemen
penawaran. factor in tender evaluation.
kerja.
• Penerapan life cycle costing untuk Ensuring pengadaan • Application
that equipment of meet
conditions life cycle costing
quality for the
standards and procurement
peralatan dan unit MEP dengan biaya operasional serta of equipment
occupational safety requirements. and MEP units with high operational and
pemeliharaan yang tinggi. maintenance costs.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pengelolaan penilaian ini dilakukan melalui koordinasi The management of this assessment is carried out through
terstruktur antara penyedia jasa dan pemasok. structured coordination between service providers and
Laporan Keberlanjutan 2025
suppliers.
68
Page 69
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Tingkat proyek (PPU) Dikelola oleh Seksi Pengadaan.
Project level (PPU) Managed by the Procurement Section.
Tingkat korporat Dikoordinasikan oleh Supply Chain Management Division di bawah Direktur
Corporate level QSHE dan Pemasaran.
Coordinated by the Supply Chain Management Division under the Director of
QSHE and Marketing.
Setiap pemasok juga diwajibkan menerapkan sistem Each supplier is also required to implement HSE and energy
manajemen K3L dan energi, yang dimonitor secara berkala management system, which is monitored regularly by the PPU
oleh Fungsi Pengadaan PPU. Evaluasi ini memastikan Procurement Function. This evaluation ensures compliance
kepatuhan terhadap standar ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, with ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, and ISO 50001:2018
dan ISO 50001:2018. standards.
Dalam aspek lingkungan, beberapa kriteria tambahan yang In terms of the environment, several additional criteria are
menjadi wajib antara lain: mandatory, including:
• Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) secara • Safe management of hazardous and toxic materials (B3).
aman.
• Penyediaan Material Safety Data Sheet (MSDS). • Provision of Material Safety Data Sheets (MSDS).
• Manifest limbah B3 sesuai peraturan. • B3 waste manifest in accordance with regulations.
• Ketersediaan peralatan mitigasi pencemaran. • Availability of pollution mitigation equipment.
Untuk menjaga integritas rantai pasok, WEGE menyediakan To maintain the integrity of the supply chain, WEGE provides
mekanisme pelaporan (Whistleblowing System) bagi pihak a reporting mechanism (Whistleblowing System) for any
yang menemukan indikasi pelanggaran. Evaluasi pemasok party who suspects a violation. Supplier evaluations are also
juga dilakukan secara rutin menggunakan Vendor Performance conducted regularly using the Vendor Performance Index
Index (VPI) untuk memastikan standar etika, keberlanjutan, (VPI) to ensure that ethical, sustainability, and compliance
dan kepatuhan terus terpenuhi. standards are always met.
Sepanjang 2025, WEGE telah melakukan penilaian berbasis Throughout 2025, WEGE has conducted social and
sosial dan lingkungan terhadap 100% pemasok, menegaskan environmental assessments on 100% of its suppliers,
komitmen perusahaan terhadap pengadaan yang beretika affirming the Company’s commitment to ethical and
dan berkelanjutan. sustainable procurement.
Mitigasi Dampak Sosial dalam Rantai Pasok [GRI 308-2] Mitigation of Social Impacts in the Supply Chain
Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penyempurnaan As part of its prevention and continuous improvement efforts,
berkelanjutan, WEGE telah mengidentifikasi potensi dampak WEGE has identified potential negative impacts in the supply
negatif di dalam rantai pasok serta langkah mitigasinya. chain and mitigation measures.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
69
Page 70
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Kondisi Kerja Tidak Aman Mewajibkan pemasok untuk menerapkan standar keselamatan yang ketat di
Unsafe Working Conditions lokasi proyek.
Requiring suppliers to implement strict safety standards at project sites.
Dampak Lingkungan Mengharuskan pemasok memiliki sistem pengelolaan limbah yang sesuai
Environmental Impact dengan regulasi.
Mandating suppliers to have waste management systems in compliance with
regulations.
Ketimpangan Ekonomi Mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional proyek.
Economic Inequality Prioritizing local community involvement in project operations.
Pada 2025, tidak ditemukan pemasok yang memiliki dampak In 2025, no suppliers with actual negative impacts were
aktual negatif. Melalui sistem pengelolaan rantai pasok found. Through a compliant, transparent, and socially positive
yang patuh, transparan, dan berorientasi pada dampak supply chain management system, WEGE ensures that every
sosial positif, WEGE memastikan setiap proses pengadaan procurement process runs efficiently while supporting
berjalan efisien sekaligus mendukung tujuan pembangunan sustainable development goals in the construction sector.
berkelanjutan di sektor konstruksi.
Dukungan terhadap Pemasok Lokal Support for Local Suppliers
Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ekonomi As a manifestation of its commitment to strengthening the
daerah, WEGE mengutamakan penggunaan barang dan regional economy, WEGE prioritizes the use of goods and
jasa dari pemasok lokal. Perusahaan juga membuka ruang services from local suppliers. The Company also provides
kolaborasi bagi UMKM, termasuk melalui pemanfaatan opportunities to collaborate with MSMEs, including through
platform PADI UMKM untuk pengadaan material pendukung the use of the PADI UMKM platform for the procurement of
proyek. Selain itu, vendor dengan sertifikat Tingkat project support materials. Furthermore, vendors with a
Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendapat prioritas sebagai Domestic Component Level (TKDN) certificate are given
dukungan terhadap industri nasional. priority in order to support the national industry.
Perusahaan turut berkontribusi pada peningkatan kapasitas The Company also helps to improve the capacity of the
tenaga kerja lokal melalui program pelatihan pengoperasian local workforce through training programs on equipment
alat serta keselamatan kerja bagi pekerja dari komunitas operation and work safety for workers from the surrounding
sekitar. community.
Jumlah Pemasok Barang dan Jasa (Subkontraktor) [GRI 204-1]
Number of Goods and Services Suppliers (Sub-contractrors)
Jumlah Pemasok Barang dan Jasa Nilai Kontrak Pekerjaan (Rp Juta)
Lokasi Geografis Pemasok Number of Goods and Services Suppliers Contract Value (Rp Million)
Geographical Location of Suppliers
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Nasional (lokal)
70 166 54 221.711 763.141 451.384
National (local)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Internasional
0 0 0 0 0 0
International
Laporan Keberlanjutan 2025
Total 70 166 54 221.711 763.141 451.384
70
Page 71
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Jumlah Pemasok Barang (Supplier) [GRI 204-1]
Number of Goods Suppliers
Jumlah Pemasok Barang dan Jasa Nilai Kontrak Pekerjaan (Rp Juta)
Lokasi Geografis Pemasok Number of Goods and Services Suppliers Contract Value (Rp Million)
Geographical Location of Suppliers
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Nasional (lokal)
87 111 53 262.851 473.349 215.488
National (local)
Internasional
0 0 0 0 0 0
International
Total 87 111 53 262.851 473.349 215.488
Jumlah Pemasok Jasa (Ekspedisi dan Konsultan) [GRI 204-1]
Number of Services Suppliers (Expedition and Consultants)
Jumlah Pemasok Barang dan Jasa Nilai Kontrak Pekerjaan (Rp Juta)
Lokasi Geografis Pemasok Number of Goods and Services Suppliers Contract Value (Rp Million)
Geographical Location of Suppliers
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Nasional (lokal)
4 15 17 5.085 39.329,89 120.013
National (local)
Internasional
0 0 0 0 0 0
International
Total 4 15 17 5.085 39.329,89 120.013
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
71
Page 72
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Penerapan Keberlanjutan
Sustainability Implementation
Program Pembiayaan atau Investasi Berkelanjutan [F.3] Sustainable Financing or Investment Program
Sebagai entitas publik, WEGE berkomitmen menerapkan As a public entity, WEGE is committed to implement
prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan sesuai POJK No. 51/ sustainable finance principles as stipulated in POJK No. 51/
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan. POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable
Sejak 1 Januari 2021, Perusahaan telah mengembangkan Finance. Since January 1, 2021, the Company has developed a
strategi untuk mengarahkan pembiayaan dan investasi strategy to direct financing and investment towards projects
pada proyek-proyek yang memberikan kontribusi sosial dan that provide positive social and environmental contributions.
lingkungan yang positif.
Dalam implementasinya, WEGE memastikan setiap In practice, WEGE ensures that all financing and investments
pembiayaan dan investasi mempertimbangkan tiga fokus consider three main focuses: efficient use of natural
utama: penggunaan sumber daya alam secara efisien, resources, reduction of environmental impact, and support
pengurangan dampak terhadap lingkungan, dan dukungan for climate change mitigation efforts. These initiatives
terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Inisiatif ini include projects that reduce pollution and waste production,
mencakup proyek-proyek yang menekan polusi dan produksi restore ecosystems, and strengthen social justice, so that
limbah, memulihkan ekosistem, serta memperkuat aspek the benefits can be felt by the environment and the wider
keadilan sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh community.
lingkungan dan masyarakat luas.
Melalui kebijakan tersebut, WEGE tidak hanya memenuhi Through this policy, WEGE not only complies with
ketentuan regulator, tetapi juga berkontribusi pada regulatory requirements but also contributes to sustainable
pembangunan berkelanjutan yang memberikan nilai jangka development that provides long-term value for stakeholders.
panjang bagi para pemangku kepentingan.
Berdasarkan kriteria ini, Perusahaan telah Based on these criteria, the Company has implemented this
mengimplementasikannya melalui pembangunan gedung policy through the construction of buildings that meet the
yang memenuhi persyaratan ramah lingkungan (green following green certified requirements:
certified) sebagai berikut:
Tahun Realisasi
Year Realization
2025 Gedung Kemenko 1 - IKN, Pembangunan Bangunan Gedung Wing 1 dan Kawasan Kantor Kementerian PUPR, Rumah
Susun Paspampres (Hunian ASN IKN), Bangunan Gedung dan Kawasan Basilika & Gereja (JO), dan lainnya
Kemenko Building 1 - IKN, Construction of Wing 1 Building and Ministry of PUPR Office Complex, Paspampres Apartment
Complex (IKN Civil Servant Housing), Basilica & Church Building and Complex (JO), and others
2024 Pembangunan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
Construction of the Meteorology, Climatology, and Geophysics College (STMKG)
2023 Pengakuan Desain dari PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Peringkat Platinum untuk Jakarta International Stadium
Design Recognition from PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Platinum Rating for Jakarta International Stadium
2022 • Pengakuan Desain dari PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Peringkat Platinum untuk Gedung Smart dan Green
Learning Center (SGLC) UGM.
• Pengakuan Desain dari PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Peringkat Gold untuk Gedung Engineering Research
Innovation Center (ERIC) UGM.
• Design Recognition from PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Platinum Rating for Smart and Green Learning
Center (SGLC), UGM.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• Design Recognition from PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Gold Rating for Engineering Research Innovation
Center (ERIC), UGM.
Laporan Keberlanjutan 2025
Target dan Realisasi Investasi atau Pembiayaan yang Sejalan dengan Keberlanjutan (Rp)
Targets and Realization of Investment or Financing that are in line with Sustainability (Rp)
2024 2023
Uraian
Description Realisasi Realisasi (%) Realisasi
Target Target
Realization Realization (%) Realization
Net Zero Emission (Proyek Rp0,0016 Rp0,0009 56,25 - -
Green Building) triliun | trillion triliun | trillion
72
Page 73
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Pada tahun 2024, Perseroan masih merealisasikan investasi In 2024, the Company continued to make investments that
yang mendukung agenda Net Zero Emissions (NZE). Namun, support the Net Zero Emissions (NZE) agenda. However, in
pada tahun 2025 tidak terdapat realisasi investasi baru 2025, there were no new investments specifically classified
yang secara spesifik diklasifikasikan sebagai investasi NZE. as NZE investments. Nevertheless, the Company continues
Meskipun demikian, Perseroan tetap melaksanakan investasi to make investments in areas that support operational
pada area yang mendukung keberlangsungan operasional sustainability and strengthen the business foundation,
dan penguatan fondasi bisnis, antara lain investasi di bidang including investments in SAP-related information technology
teknologi informasi terkait SAP serta pembelian tanah yang and the purchase of land related to access needs.
berkaitan dengan kebutuhan akses.
Green Building Certified Green Building Certified
Upaya WEGE dalam menerapkan green construction sebagai WEGE’s efforts in implementing green construction as a
dasar pembangunan berkelanjutan terus menunjukkan hasil foundation for sustainable development continue to show
yang signifikan. Pendekatan ini mencakup perencanaan significant results. This approach includes careful planning,
yang matang, pemilihan material yang ramah lingkungan, selection of environmentally friendly materials, utilization
pemanfaatan teknologi hemat energi, hingga sistem of energy-efficient technology, and an optimal waste
pengelolaan limbah yang optimal. Melalui langkah tersebut, management system. Through these measures, the Company
Perusahaan menghadirkan bangunan yang tidak hanya delivers buildings that are not only functional and modern,
fungsional dan modern, tetapi juga memiliki hubungan yang but also in harmony with the environment.
harmonis dengan lingkungan.
Prinsip bangunan hijau telah menjadi bagian penting dalam The principle of green buildings has become an important
berbagai proyek WEGE yang kini memperoleh sertifikasi green part of various WEGE projects that have now obtained
building, termasuk Greenship dan Bangunan Gedung Hijau green building certification, including Greenship and Green
(BGH). Sertifikasi BGH merupakan pengakuan resmi bahwa Building (BGH). BGH certification is an official recognition
sebuah bangunan telah memenuhi standar keberlanjutan yang that a building has met the sustainability standards set by
ditetapkan oleh regulasi, sebagaimana diatur dalam Permen regulations, as stipulated in Permen PU No. 21 of 2021 and the
PU No. 21 Tahun 2021 serta sistem evaluasi Greenship dari Greenship evaluation system from the Green Building Council
Green Building Council Indonesia. WEGE secara berkelanjutan Indonesia. WEGE consistently integrates sustainability
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi principles into its business strategy through the development
bisnisnya melalui pengembangan portofolio produk dan of a portfolio of sustainable products and services as a
layanan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen jangka panjang manifestation of its long-term commitment to sustainable
terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam implementasi development. In its operational implementation, WEGE
operasionalnya, WEGE terus meningkatkan jumlah portofolio continues to expand its portfolio of projects categorized as
proyek yang dikategorikan sebagai bangunan hijau. Upaya ini green buildings. These efforts are carried out by ensuring
dilakukan dengan memastikan pemenuhan persyaratan dari compliance with project owners’ requirements while adhering
pemilik proyek sekaligus mematuhi ketentuan dan standar to applicable regulations and certification standards. Green
sertifikasi yang berlaku. Bangunan hijau yang dikembangkan buildings developed by WEGE have received certifications
oleh WEGE memperoleh sertifikasi dari berbagai skema yang from various nationally and internationally recognized
diakui secara nasional maupun internasional, di antaranya schemes, including Greenship from the Green Building
Greenship dari Green Building Council Indonesia serta sertifikasi Council Indonesia and the Green Building Certification from
Bangunan Gedung Hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan the Ministry of Public Works and People’s Housing.
Perumahan Rakyat. [F.3]
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pendapatan terkait Proyek Berkelanjutan Revenue from Sustainable Projects
2025 Sustainability Report
Perusahaan di sektor konstruksi, termasuk WEGE, Companies in the construction sector, including WEGE,
menghadapi berbagai tantangan yang dipicu oleh perubahan face various challenges triggered by climate change, such
iklim, seperti anomali cuaca, curah hujan tinggi yang as weather anomalies, heavy rainfall that could lead to
berpotensi menimbulkan banjir, serta bencana alam lainnya flooding, and other natural disasters that can hinder project
yang dapat menghambat pelaksanaan dan penyelesaian implementation and completion, thereby potentially causing
proyek, sehingga berpotensi menimbulkan dampak finansial financial impacts on the company.
bagi perusahaan.
73
Page 74
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Informasi Dasar WEGE Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Tentang WEGE Struktur Grup Perusahaan Skala Perusahaan
WEGE Basic Information Vision, Mission, and Core Values About WEGE Corporate Group Structure Company Scale
Untuk merespons risiko tersebut sekaligus menekan dampak To address these risks while minimizing the environmental
lingkungan dari aktivitas operasional, WEGE mengembangkan impact of operational activities, WEGE is developing
inovasi konstruksi melalui penerapan produk modular. construction innovations through the implementation of
Pendekatan modular turut mendukung pengurangan modular products. The modular approach supports the
konsumsi energi, emisi gas rumah kaca, pemborosan reduction of energy consumption, greenhouse gas emissions,
material, limbah konstruksi, serta polusi suara dan udara material waste, construction waste, as well as noise and air
selama proses pembangunan sekaligus mengadopsi prinsip pollution during the construction process, while adopting the
transisi ke dalam ekonomi sirkular. principles of transitioning toward a circular economy.
Dalam implementasinya, WEGE juga menghadirkan berbagai In its implementation, WEGE also presents various modular
inovasi modular, seperti WEGE Flatpack (WGF), Modular Lite innovations, such as WEGE Flatpack (WGF), Modular Lite
(MOLI), dan Toilet Pod, yang dirancang untuk meningkatkan (MOLI), and Toilet Pod, which are designed to improve
efisiensi konstruksi sekaligus memperkuat komitmen construction efficiency whilst boosting the Company’s
perusahaan dalam menerapkan praktik pembangunan yang commitment in implementing a more sustainable
lebih berkelanjutan sebagai adaptasi perubahan iklim dan construction practices as n adaptation to climate change and
transisi ekonomi sirkular serta adaptasi terhadap perubahan transition to circular economy.
iklim.
Revenue Modular (Rp Miliar | Rp Billion)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Produk Berkelanjutan 3,05 237,35 131,08 233,99 38,96
Sustainable Product
• WEGE Flatpack (WGF)
• Modular Lite (MOLI)
• Toilet Pod
Sertifikasi Gedung Hijau
Green Building Certification
Proyek
2025 2024 2023 2022
Project
Jakarta International Stadium (JO) - - - 158.929
Jakarta International Stadium (JO)
Paket 3 Pembangunan AGLC,ASLC & IFFLC (UGM) – JO - - - -
Package 3, Construction of AGLC, ASLC, and IFFLC (UGM) - JO
Pembangunan SGLC & ERIC - UGM (JO) - - - 42.313
Construction of SGLC and ERIC - UGM (JO)
Gedung Pusat Inovasi & Pengembangan SDM Industri 4.0 - - - -
Industry 4.0 Innovation and Human Resources Development Center
Pembangunan Gedung Pendidikan dan Laboratorium MKGI (Center of - - - 7.486
Excellence) – BMKG
Construction of the MKGI Education and Laboratory Building (Center
of Excellence) - BMKG
Gedung Kemenko 1 – IKN 33.544 475.234 284.791 -
Kemenko Building 1 - IKN
Rumah Susun Paspampres (Hunian ASN IKN) 180.547 1.189.309 412.447 -
Paspampres Apartment Complex (IKN Civil Servant Housing)
Pembangunan Bangunan Gedung Wing 1 dan Kawasan Kantor 307.836 283.049 - -
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Kementerian PUPR
Construction of Wing 1 Building and Ministry of PUPR Office Complex
Bangunan Gedung dan Kawasan Basilika & Gereja (JO) 200.149 - - -
Laporan Keberlanjutan 2025
Basilica & Church Building and Complex (JO)
Rancang Bangun Pembangunan Tower Undip Tembalang 76.811 - - -
Design and Construction of Undip Tembalang Tower
Pendapatan total (Rp Juta) 798.887 1.947.592 697.238 208.728
Total Revenue (Rp Million)
74
Page 75
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha Keanggotaan dan Asosiasi Portofolio Proyek Kinerja Ekonomi Rantai Pasokan Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities Memberships in Associations Project Portfolio Economic Performance Supply Chain Sustainability Implementation
Sertifikat Greenship Bangunan Baru (New Building-NB)
New Building Greenship Certificate (New Building-NB)
Pembangunan Rumah Susun Pembangunan Wing 1
Paspampres IKN Kementerian PUPR IKN
Construction of Paspampres Apartment Construction of Wing 1 of the Ministry of
Building in IKN Public Works and Public Housing in IKN
Kategori | Category: Kategori | Category:
Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Bangunan Gedung dan Pembangunan Tower UNDIP
Kawasan Basilika & Gereja Tembalang
2025 Sustainability Report
Basilica & Church Buildings and Construction of the UNDIP Tembalang
Areas Tower
Kategori | Category: Kategori | Category:
Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR
75
Page 76
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
76
Page 77
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Pengelolaan Lingkungan
dan Efisiensi Sumber Daya
Environmental Management and Resource Efficiency
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
77
Page 78
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Manajemen Lingkungan
Environmental Management
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, As a company engaged in the construction sector, WEGE
WEGE memahami pentingnya pengelolaan lingkungan understands the importance of responsible environmental
yang bertanggung jawab untuk mencegah kerusakan management to prevent damage to land, air, and water
pada ekosistem darat, udara, dan air. Aktivitas manusia ecosystems. Human activities, including illegal logging,
termasuk penebangan liar, alih fungsi lahan yang tidak sesuai inappropriate land use, and unmanaged waste disposal,
peruntukan, serta pembuangan limbah yang tidak terkelola are often the main causes of environmental degradation.
seringkali menjadi penyebab utama penurunan kualitas Business activities that ignore environmental aspects can
lingkungan. Aktivitas usaha yang tidak memperhatikan aspek also exacerbate these conditions.
lingkungan juga dapat memperburuk kondisi tersebut.
Dengan karakteristik bisnis yang berpotensi menimbulkan Given the nature of its business, which has the potential to
dampak terhadap lingkungan, WEGE berkomitmen mengelola impact the environment, WEGE is committed to carefully
risiko lingkungan setiap proyek secara hati-hati. Perusahaan managing the environmental risks of each project. The
menerapkan sistem manajemen lingkungan yang mengikuti Company implements an environmental management
ketentuan nasional, khususnya Undang-Undang Republik system that complies with national regulations, particularly
Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Law of the Republic of Indonesia No. 32 of 2009 concerning
Pengelolaan Lingkungan Hidup beserta aturan turunannya. Environmental Protection and Management and its derivative
UU ini menjadi dasar perlindungan keberlanjutan makhluk regulations. This law lays the foundation for the protection
hidup, menjaga fungsi ekologis, serta menangani isu-isu of sustainable life, maintaining ecological functions, and
global yang semakin mendesak. addressing increasingly urgent global issues.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Sebagai wujud komitmen, WEGE tidak hanya fokus pada As a form of commitment, WEGE not only focuses on
Laporan Keberlanjutan 2025
upaya pencegahan, tetapi juga berperan dalam pemulihan prevention efforts, but also plays a role in environmental
lingkungan di area yang telah terdampak. Berbagai inisiatif restoration in affected areas. Various initiatives are
dijalankan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Republik carried out in accordance with the mandate of Government
Indonesia No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of 2021
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang concerning the Implementation of Environmental Protection
menekankan pentingnya perlindungan dan pemulihan and Management, which emphasizes the importance of
ekosistem secara berkelanjutan. sustainable ecosystem protection and restoration.
78
Page 79
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Komitmen WEGE terhadap Pelestarian Lingkungan WEGE’s Commitment to Environmental Preservation
WEGE memastikan seluruh proyek mengikuti regulasi WEGE ensures that all projects comply with environmental
lingkungan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan regulations applicable in Indonesia. The Company views
memandang aspek lingkungan sebagai bagian penting dari environmental aspects as an important part of successful
keberhasilan sebuah pembangunan, sehingga upaya untuk development, and therefore takes serious measures to
menekan potensi dampak negatif dilakukan dengan serius. minimize potential negative impacts. This compliance is not
Kepatuhan ini bukan hanya sebagai pemenuhan aturan, only a fulfillment of regulations, but also a form of corporate
melainkan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. social responsibility.
Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai kinerja Periodic evaluations are conducted to assess sustainability
keberlanjutan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber performance, improve resource efficiency, and ensure
daya, dan memastikan kualitas produk konstruksi tetap that construction product quality remains in line with
sesuai standar lingkungan. Dengan meningkatnya kebutuhan environmental standards. With the increasing demand for
pembangunan serta kesadaran publik akan pentingnya development and public awareness of the importance of
pembangunan berkelanjutan, WEGE berupaya menjaga sustainable development, WEGE strives to maintain a balance
keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. between economic, social, and environmental aspects.
Sebagai aksi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan, As a concrete action in supporting environmental
WEGE melakukan penanaman sebanyak 810 pohon di berbagai conservation, WEGE planted 810 trees in various locations
lokasi sepanjang tahun 2025. Selain itu, Perseroan juga turut throughout 2025. In addition, the Company also participated
berpartisipasi dalam program penanaman mangrove bersama in a mangrove planting program with WIKA Group, planting
WIKA Group, yaitu penanaman 1.000 mangrove di Ketapang 1,000 mangroves in Ketapang Urban Aquaculture, Banten, and
Urban Aquaculture, Banten, serta 2.500 mangrove di Pantai 2,500 mangroves in Mangunharjo Beach, Semarang, as part
Mangunharjo, Semarang, sebagai bagian dari upaya kolektif of the Group’s collective efforts to strengthen its contribution
oleh WIKA Group dalam memperkuat kontribusi terhadap to coastal ecosystem protection. This initiative is part of
perlindungan ekosistem pesisir. Kegiatan ini merupakan the Company’s contribution to the Environmental Pillar of
bagian dari kontribusi perusahaan terhadap Pilar Lingkungan the State-Owned Enterprises’ Social and Environmental
dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Responsibility (TJSL) program. The mangrove planting
(TJSL) BUMN. Penanaman mangrove ini juga mendukung also supports the Sustainable Development Goals (SDGs),
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama particularly in reducing greenhouse gas emissions and
dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan perlindungan protecting coastal ecosystems that are important for the
ekosistem pesisir yang penting bagi keseimbangan alam. balance of nature.
Climate Disclosure Climate Disclosure
Sebagai perusahaan konstruksi, WEGE menghadapi risiko As a construction company, WEGE is facing increasingly
yang semakin nyata akibat perubahan iklim. Cuaca ekstrem, tangible risks due to climate change. Extreme weather,
hujan berkepanjangan, dan potensi banjir dapat menghambat prolonged rainfall, and potential flooding can hamper project
jadwal pengerjaan proyek dan menimbulkan kerugian schedules and cause financial losses.
finansial.
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan To overcome these challenges, the Company has developed
mengembangkan berbagai inovasi, termasuk produk modular various innovations, including modular products that
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
yang dapat mempercepat proses konstruksi, mengurangi can accelerate the construction process, reduce energy
penggunaan energi, serta menekan emisi gas rumah kaca. consumption, and reduce greenhouse gas emissions. The
Penerapan prinsip green construction dan desain green application of green construction and green building design
2025 Sustainability Report
building juga memperkuat daya saing perusahaan dalam principles also strengthens the Company’s competitiveness
industri yang semakin berorientasi pada keberlanjutan. in an increasingly sustainability-oriented industry.
Meskipun WEGE belum memiliki kebijakan khusus Although WEGE has no specific policy on climate change, its
mengenai perubahan iklim, komitmen terhadap konstruksi commitment to sustainable construction is reflected in its
berkelanjutan telah tercermin dalam kebijakan operasional existing operational policies. The Company strives to create
79
Page 80
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
yang ada. Perusahaan berupaya menciptakan nilai jangka long-term value by considering the economic, social, and
panjang dengan memperhatikan dampak ekonomi, sosial, environmental impacts of its activities.
dan lingkungan dalam setiap aktivitasnya.
Adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi langkah penting Adapting to climate change is a crucial element of business
bagi keberlanjutan bisnis. Hal ini mendorong perusahaan sustainability, which drives companies towards a low-carbon
menuju ekonomi rendah karbon melalui efisiensi energi economy through energy efficiency and emissions reduction.
dan pengurangan emisi. Dalam prosesnya, WEGE merujuk In this process, WEGE refers to the recommendations of
pada rekomendasi Task Force on Climate-related Financial the Task Force on Climate-related Financial Disclosures
Disclosures (TCFD) sebagai pedoman untuk menilai risiko dan (TCFD) as a guideline to assess long-term climate risks and
peluang iklim jangka panjang. opportunities.
Tata Kelola Governance
Risiko dan peluang terkait perubahan iklim diawasi oleh Risks and opportunities related to climate change are
Transformation and Business Portfolio Development monitored by the Transformation and Business Portfolio
Department. Unit ini mengumpulkan dan mengkonsolidasikan Development Department. This unit collects and consolidates
data dari seluruh operasional melalui pelaporan rutin, data from all operations through regular reporting, including
termasuk informasi emisi, efisiensi energi, penggunaan information on emissions, energy efficiency, resource use,
sumber daya, dan langkah mitigasi. and mitigation measures.
Data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi tren, risiko, The data is analyzed to identify trends, risks, and opportunities
dan peluang perbaikan, lalu dirangkum dalam laporan for improvement, then summarized in a comprehensive
komprehensif yang berisi rekomendasi dan rencana tindak report containing recommendations and follow-up plans.
lanjut. Melalui peran koordinatif ini, unit tersebut memastikan Through this coordinative role, the unit ensures that each
setiap departemen bergerak selaras dalam penerapan department moves in sync in implementing effective climate
strategi iklim yang efektif. strategies.
Strategi Strategy
WEGE mempertimbangkan risiko dan peluang perubahan WEGE considers climate change risks and opportunities in
iklim dalam proses perencanaan bisnis, penyusunan strategi, its business planning, strategy formulation, and financial
serta perencanaan keuangan. Pendekatan ini diambil untuk planning processes. This approach is taken to ensure that
memastikan bahwa setiap kebijakan dapat mendukung each policy supports long-term sustainability while mitigating
keberlanjutan jangka panjang sekaligus memitigasi dampak potential impacts.
yang mungkin timbul.
Manajemen Risiko Risk Management
Manajemen risiko perubahan iklim dilakukan secara bertahap Climate change risk management is carried out in stages
melalui proses identifikasi, penilaian, prioritisasi, dan through a process of identification, assessment, prioritization,
pemantauan. Risiko fisik yang dihadapi meliputi kenaikan and monitoring. Physical risks include rising temperatures,
suhu, cuaca ekstrem, dan peningkatan permukaan air laut, extreme weather, and sea level rise, which have the potential
yang berpotensi mengganggu kegiatan operasional dan to disrupt operations and business continuity.
kesinambungan perusahaan.
Setelah diidentifikasi, setiap risiko dianalisis berdasarkan Once identified, each risk is analyzed based on its severity
tingkat keparahan serta kemungkinan terjadinya. Mitigasi dan and likelihood of occurrence. Mitigation and adaptation
adaptasi dilakukan melalui berbagai rencana pencegahan, are carried out through various prevention, protection, and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
perlindungan, dan prosedur darurat. Perusahaan memonitor emergency procedures. The Company routinely monitors risk
indikator risiko secara rutin untuk memastikan efektivitas indicators to ensure the effectiveness of its strategies and
Laporan Keberlanjutan 2025
strategi dan kesiapan dalam menghadapi dampak perubahan readiness to address the impacts of climate change.
iklim.
Saat ini, sistem manajemen risiko perubahan iklim masih Currently, the climate change risk management system is
dalam tahap pengembangan di bawah Transformation and still under development by the Transformation and Business
Business Portfolio Development Department dan belum Portfolio Development Department and has not been fully
80
Page 81
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
sepenuhnya terintegrasi dengan sistem manajemen risiko integrated with the Company’s risk management system.
perusahaan. Integrasi penuh ditargetkan terlaksana pada Full integration is expected to be realized in 2026 along with
2026 bersamaan dengan pembaruan kebijakan oleh WIKA policy updates by WIKA Holding. This integration is expected
Holding. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat to strengthen coordination, clarify roles, and improve the
koordinasi, memperjelas peran, dan meningkatkan efektivitas effectiveness of climate risk mitigation in the future.
mitigasi risiko iklim ke depan.
Identifikasi Risiko dan Peluang Perubahan Iklim [GRI Identification of Climate Change Risks and
201-2] Opportunities
Risiko Fisik Physical Risks
Dalam mendukung rencana strategis Perseroan yang In supporting the Company’s strategic plan, which focuses on
berfokus pada penguatan portofolio proyek bernilai tambah, strengthening its value-added project portfolio, operational
efisiensi operasional, serta transformasi menuju konstruksi efficiency, and transformation towards sustainable
berkelanjutan, WEGE secara proaktif mengidentifikasi dan construction, WEGE proactively identifies and manages ESG
mengelola risiko ESG sebagai bagian integral dari Enterprise risks as an integral part of Enterprise Risk Management.
Risk Management. Identifikasi risiko dilakukan melalui kajian Risk identification is carried out through structured cross-
terstruktur lintas fungsi yang terintegrasi dengan proses functional reviews that are integrated with the RKAP process,
RKAP, pengelolaan portofolio proyek, serta penguatan project portfolio management, and strengthening of the Risk
Risk Maturity Index (RMI), sehingga pengelolaan risiko Maturity Index (RMI), so that sustainability risk management
keberlanjutan tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan does not stand alone, but is aligned with the Company’s
arah bisnis dan strategi pertumbuhan Perseroan. business direction and growth strategy.
Pada aspek lingkungan (Environmental), WEGE In terms of the environment, WEGE identifies the physical
mengidentifikasi risiko fisik perubahan iklim yang risks of climate change that could potentially affect project
berpotensi memengaruhi kinerja proyek, khususnya pada performance, particularly in high-rise building projects,
proyek gedung bertingkat, infrastruktur modular, dan modular infrastructure, and projects in areas exposed
proyek di wilayah dengan eksposur risiko bencana. Risiko to disaster risks. Natural disasters and extreme weather
bencana alam dan cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan risks have the potential to cause project delays, increased
keterlambatan penyelesaian proyek, peningkatan biaya overhead costs, and potential contractual claims and
overhead, serta potensi klaim dan penalti kontraktual. Sejalan penalties. In line with WEGE’s plan to improve project planning
dengan rencana WEGE dalam meningkatkan keandalan reliability, mitigation is carried out through strengthening
perencanaan proyek, mitigasi dilakukan melalui penguatan risk assessment at the tender stage, implementing adaptive
risk assessment pada tahap tender, penerapan adaptive scheduling, strengthening drainage and flood protection
scheduling, penguatan desain drainase dan proteksi banjir, designs, and optimizing project insurance protection (CAR
serta optimalisasi perlindungan asuransi proyek (CAR dan and disaster risk insurance).
asuransi risiko bencana).
Risiko kenaikan suhu dan gelombang panas juga menjadi The risks of rising temperatures and heat waves are also a
perhatian, terutama pada proyek konstruksi terbuka concern, especially in open construction projects, which can
yang dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja dan reduce labor productivity and increase operating costs. In
meningkatkan biaya operasional. Dalam rencana peningkatan its plan to improve operational efficiency, WEGE is adjusting
efisiensi operasional, WEGE melakukan penyesuaian working hours, improving climate-based occupational
jam kerja, peningkatan standar K3 berbasis iklim, serta health and safety standards, and using materials that are
penggunaan material yang lebih tahan terhadap paparan more resistant to extreme temperatures. Meanwhile, the
suhu ekstrem. Sementara itu, risiko ketidakpastian risks of water availability uncertainty and sea level rise are
ketersediaan air dan kenaikan permukaan air laut diantisipasi anticipated through the application of more resilient designs,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
melalui penerapan desain yang lebih resilien, optimalisasi optimization of construction water use, and collaboration
penggunaan air konstruksi, serta kolaborasi dengan with local stakeholders in strengthening supporting
pemangku kepentingan lokal dalam penguatan infrastruktur infrastructure.
2025 Sustainability Report
pendukung.
Pada aspek transisi (Transition Risks), perubahan regulasi In terms of transition risks, changes in regulations related
terkait pajak karbon, standar bangunan hijau, dan kebijakan to carbon taxes, green building standards, and low-emission
rendah emisi menjadi risiko strategis yang secara langsung policies pose strategic risks that directly affect the Company’s
cost structure and competitiveness. In line with WEGE’s
81
Page 82
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
memengaruhi struktur biaya dan daya saing Perseroan. plan to expand its green building and modular low carbon
Sejalan dengan rencana WEGE untuk memperluas portofolio construction portfolio, the Company integrates green design
green building dan modular low carbon construction, principles from the planning stage, encourages green building
Perseroan melakukan integrasi prinsip green design sejak certification, and develops internal technical capabilities
tahap perencanaan, mendorong sertifikasi bangunan hijau, in low carbon construction. This approach aims not only
serta mengembangkan kapabilitas teknis internal dalam to mitigate compliance risks but also to capture market
konstruksi rendah karbon. Pendekatan ini tidak hanya opportunities that increasingly prioritize sustainability.
bertujuan untuk mitigasi risiko kepatuhan, tetapi juga untuk
menangkap peluang pasar yang semakin mengutamakan
aspek keberlanjutan.
WEGE juga mengidentifikasi risiko reputasi ESG yang WEGE has also identified ESG reputation risks that could
berpotensi memengaruhi akses pendanaan dan kepercayaan potentially affect access to funding and investor confidence.
investor. Dalam mendukung rencana penguatan struktur In support of its plans to strengthen its capital structure
permodalan dan tata kelola perusahaan, Perseroan and corporate governance, the Company is increasing
meningkatkan transparansi pelaporan ESG, memperkuat the transparency of its ESG reporting, strengthening the
pengungkapan kinerja keberlanjutan secara terukur, serta disclosure of measurable sustainability performance, and
memastikan integrasi ESG dalam pengambilan keputusan ensuring the integration of ESG in strategic decision-making.
strategis. Penguatan tata kelola ini selaras dengan komitmen This strengthening of governance is in line with the Company’s
Perseroan terhadap praktik Good Corporate Governance dan commitment to Good Corporate Governance practices and
keberlanjutan jangka panjang. long-term sustainability.
Dari perspektif peluang (Opportunities), pada skenario From an opportunities perspective, in the 1.5°C transition
transisi 1,5°C hingga tahun 2030, WEGE melihat potensi scenario by 2030, WEGE sees growth potential in the low-
pertumbuhan pada segmen konstruksi rendah karbon, Zero carbon construction segment, Zero Emission Buildings (ZEB),
Emission Building (ZEB), serta pembangunan infrastruktur and the development of renewable energy infrastructure
energi terbarukan dan fasilitas publik berstandar hijau. Hal ini and green-standard public facilities. This is in line with the
sejalan dengan arah bisnis Perseroan dalam meningkatkan Company’s business direction of increasing its contribution
kontribusi pada proyek-proyek bernilai tambah dan to value-added and sustainable projects. In the 4°C scenario,
berkelanjutan. Pada skenario 4°C, meskipun risiko fisik despite a significant increase in physical risks, the Company
meningkat secara signifikan, Perseroan melihat peluang sees opportunities in the development of disaster mitigation
dalam pembangunan infrastruktur mitigasi bencana dan and national resilience infrastructure, which is part of
ketahanan nasional, yang menjadi bagian dari kebutuhan Indonesia’s long-term development needs.
pembangunan jangka panjang Indonesia.
Secara keseluruhan, pengelolaan risiko dan peluang ESG Overall, ESG risk and opportunity management at WEGE is
di WEGE dilaksanakan melalui integrasi dalam kerangka implemented through integration into the company’s risk
manajemen risiko perusahaan, penguatan budaya sadar management framework, strengthening a risk-aware culture,
risiko, serta peningkatan kapabilitas organisasi. Pendekatan and enhancing organizational capabilities. This approach
ini memastikan bahwa strategi pertumbuhan Perseroan ensures that the Company’s growth strategy remains resilient
tetap resilien terhadap dinamika perubahan iklim, tekanan to climate change dynamics, regulatory pressures, and
regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan, sekaligus stakeholder expectations, while creating sustainable value
menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh stakeholders. for all stakeholders.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
82
Page 83
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Identifikasi Peluang Perubahan Iklim Identifying Climate Change Opportunities
Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun Jangka
Risiko & Peluang Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun 2030 –
Kategori 2030 – Skenario 4°C Waktu
Risks and Opportu- Skenario 1,5°C
Category Impact on FY2030 Profits & Losses – Time
nities Impact on FY2030 Profits & Losses – 1.5°C
4°C Horizon
Risiko Risiko: Peningkatan Peningkatan biaya proyek akibat pajak Pada skenario 4°C, peningkatan Jangka
Transisi – biaya akibat karbon dan kenaikan harga material intensif frekuensi dan intensitas bencana Pendek
Kebijakan penerapan pajak emisi berpotensi menekan margin laba serta cuaca ekstrem berpotensi Short
Transition karbon atas emisi CO2 dalam jangka pendek. Namun, pertumbuhan meningkatkan biaya operasional, Term
Risks – pada produksi semen, permintaan konstruksi rendah karbon dan perbaikan aset, dan keterlambatan
Policy baja, dan aktivitas bangunan hijau hingga 2030 diproyeksikan proyek sehingga menekan margin laba.
konstruksi. dapat mengimbangi dampak tersebut melalui Dampak finansial diproyeksikan lebih
Risk: Increase in peningkatan pendapatan dan nilai tambah signifikan dibandingkan skenario 1,5°C
costs due to carbon proyek. akibat gangguan operasional yang lebih
tax on CO2 emissions besar dan kebutuhan belanja modal
from cement, steel, Peningkatan permintaan konstruksi rendah untuk peningkatan ketahanan aset.
and construction karbon dan bangunan hijau berpotensi
activities. mendorong pertumbuhan pendapatan Permintaan terhadap infrastruktur
dan peningkatan margin proyek. Proyek ketahanan iklim dan mitigasi bencana
Peluang: Konstruksi berstandar keberlanjutan diproyeksikan berpotensi meningkat, membuka
rendah karbon memberikan nilai tambah dan daya saing yang peluang tambahan pendapatan.
menjadi lebih lebih tinggi hingga 2030. Namun, peluang tersebut dapat disertai
kompetitif dan kenaikan biaya operasional akibat risiko
diminati pasar. Increased project costs due to carbon taxes fisik yang lebih tinggi.
Opportunity: Low- and rising prices of emission-intensive
carbon construction materials could potentially squeeze profit In the 4°C scenario, increased frequency
becomes more margins in the short term. However, growth and intensity of disasters and extreme
competitive. in demand for low-carbon construction and weather events could potentially
green buildings through 2030 is projected to increase operating costs, asset repairs,
offset this impact through increased project and project delays, thereby reducing
revenue and added value. profit margins. The financial impact is
projected to be more significant than
Increased demand for low-carbon in the 1.5°C scenario due to greater
construction and green buildings has the operational disruptions and capital
potential to drive revenue growth and improve expenditure requirements to improve
project margins. Sustainability-standard asset resilience.
projects are projected to provide higher
added value and competitiveness through Demand for climate resilience
2030. infrastructure and disaster mitigation is
likely to increase, opening up additional
revenue opportunities. However, these
opportunities may be accompanied by
higher operating costs due to increased
physical risks.
Risiko Risiko: Kontraksi Kontraksi pasar akibat kenaikan biaya Penurunan aktivitas pasar diproyeksikan Jangka
Transisi – pasar konstruksi konstruksi dan penurunan konsumsi swasta lebih signifikan akibat tekanan ekonomi Pendek
Pasar akibat kenaikan berpotensi menekan volume proyek dan dan gangguan fisik yang lebih besar, Short
Transition biaya dan penurunan pendapatan. Margin laba dapat terdampak sehingga berpotensi menurunkan Term
Risks – konsumsi swasta. apabila Perseroan tidak melakukan pendapatan dan meningkatkan risiko
Markets Risk: Construction penyesuaian strategi harga dan efisiensi underutilization sumber daya.
market contraction biaya.
due to higher costs Pembatasan emisi yang lebih ketat
and reduced private Pembatasan bisnis berbasis emisi dan serta kenaikan harga kredit karbon
consumption. kewajiban pembelian kredit karbon berpotensi berpotensi meningkatkan beban biaya
meningkatkan biaya operasional dan menekan secara signifikan dan membatasi ruang
Risiko: Pembatasan margin laba. Dampak dapat terkelola melalui ekspansi bisnis berbasis emisi tinggi.
bisnis berbasis emisi, efisiensi emisi dan transisi ke portofolio
termasuk peningkatan proyek rendah karbon.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
biaya pembelian The decline in market activity is
kredit karbon. Market contraction due to rising construction projected to be more significant
Risk: Restrictions on costs and declining private consumption has due to greater economic pressures
emission-intensive the potential to reduce project volume and and physical disruptions, potentially
2025 Sustainability Report
business, including revenue. Profit margins may be affected if the reducing revenue and increasing the risk
higher costs for Company does not adjust its pricing strategy of underutilization of resources.
emission credits. and cost efficiency. Stricter emission restrictions and higher
carbon credit prices have the potential
Emissions-based business restrictions and to significantly increase costs and
carbon credit purchase obligations have the limit the scope for expansion of high-
potential to increase operating costs and emission businesses.
squeeze profit margins. These impacts can be
managed through emissions efficiency and a 83
transition to a low-carbon project portfolio.
Page 84
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun Jangka
Risiko & Peluang Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun 2030 –
Kategori 2030 – Skenario 4°C Waktu
Risks and Opportu- Skenario 1,5°C
Category Impact on FY2030 Profits & Losses – Time
nities Impact on FY2030 Profits & Losses – 1.5°C
4°C Horizon
Risiko Peluang: Peningkatan Peningkatan permintaan fasilitas energi Permintaan infrastruktur energi dan Jangka
Transisi – permintaan terbarukan dan infrastruktur rendah karbon ketahanan sistem diproyeksikan Pendek
Pasar konstruksi untuk berpotensi mendorong pertumbuhan tetap meningkat, membuka peluang Short
Transition fasilitas energi pendapatan dan memperkuat margin proyek tambahan pendapatan. Namun, potensi Term
Risks – terbarukan dan berkelanjutan. gangguan fisik dan biaya mitigasi
Markets infrastruktur rendah Increased demand for renewable energy yang lebih tinggi dapat memengaruhi
karbon. facilities and low-carbon infrastructure has efektivitas margin.
Opportunity: the potential to drive revenue growth and Demand for energy infrastructure
Increased demand strengthen sustainable project margins. and system resilience is projected
for construction of to continue to increase, opening up
renewable energy additional revenue opportunities.
and low-carbon However, the potential for physical
infrastructure. disruption and higher mitigation costs
could impact margin effectiveness.
Risiko Peluang: Ekspansi Ekspansi pasar Zero Emission Building (ZEB) Permintaan ZEB tetap tumbuh Jangka
Transisi – pasar Bangunan berpotensi meningkatkan pendapatan dan sebagai respons terhadap risiko iklim, Pendek
Pasar Nol Emisi (Zero margin melalui proyek bernilai tambah tinggi namun investasi tambahan untuk Short
Transition Emission Building / dan berstandar hijau. ketahanan desain dan teknologi Term
Risks – ZEB), terutama pada The expansion of the Zero Emission Building dapat meningkatkan biaya awal
Markets skenario 1,5°C. (ZEB) market has the potential to increase proyek. Dampak bersih terhadap laba
Opportunity: revenue and margins through high value- bergantung pada efektivitas strategi
Expansion of the added, green standard projects. efisiensi dan inovasi.
Zero Emission Demand for ZEBs continues to grow
Building (ZEB) market, in response to climate risks, but
especially under the additional investments in design and
1.5°C scenario. technology resilience can increase
initial project costs. The net impact on
profits depends on the effectiveness of
efficiency and innovation strategies.
Risiko Fisik Risiko: Peningkatan Peningkatan suhu rata-rata berpotensi Penurunan produktivitas dan Jangka
– Kronis suhu rata-rata menurunkan produktivitas tenaga kerja dan peningkatan biaya konstruksi Pendek
Physical menurunkan meningkatkan biaya operasional proyek. diproyeksikan lebih signifikan akibat Short
Risks – produktivitas Dampak terhadap margin laba diproyeksikan suhu ekstrem yang lebih sering Term
Chronic tenaga kerja dan moderat dengan penerapan penyesuaian jam terjadi, sehingga berpotensi menekan
meningkatkan biaya kerja dan standar K3 adaptif. margin dan memperpanjang durasi
konstruksi. The increase in average temperature has the penyelesaian proyek.
Risk: Rising potential to reduce labor productivity and The decline in productivity and increase
temperatures reduce increase project operating costs. The impact in construction costs are projected
labor productivity and on profit margins is projected to be moderate to be more significant due to more
increase construction with the implementation of adjusted working frequent extreme temperatures, which
costs. hours and adaptive occupational health and could potentially reduce margins and
safety standards. extend project completion times.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
84
Page 85
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun Jangka
Risiko & Peluang Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun 2030 –
Kategori 2030 – Skenario 4°C Waktu
Risks and Opportu- Skenario 1,5°C
Category Impact on FY2030 Profits & Losses – Time
nities Impact on FY2030 Profits & Losses – 1.5°C
4°C Horizon
Risiko Fisik Risiko: Gangguan Gangguan operasional akibat cuaca ekstrem Frekuensi dan intensitas bencana yang Jangka
– Akut operasional akibat berpotensi meningkatkan biaya perbaikan, lebih tinggi berpotensi menyebabkan Pendek
Physical bencana alam dan keterlambatan proyek, dan klaim kontraktual. gangguan proyek secara signifikan, Short
Risks – cuaca ekstrem yang Dampak terhadap laba diproyeksikan moderat peningkatan belanja modal untuk Term
Acute semakin sering dan dengan penguatan manajemen risiko dan ketahanan aset, serta tekanan lebih
intens. perlindungan asuransi. besar terhadap pendapatan dan margin
Risk: Operational Peningkatan kebutuhan infrastruktur laba.
disruptions due mitigasi bencana berpotensi mendorong Kebutuhan pembangunan infrastruktur
to more frequent pertumbuhan pendapatan melalui proyek ketahanan nasional diproyeksikan
and severe natural ketahanan dan proteksi. Kontribusi terhadap meningkat signifikan, membuka
disasters and extreme laba diproyeksikan positif seiring peningkatan peluang ekspansi portofolio proyek.
weather. belanja pemerintah pada sektor ini. Dampak terhadap laba berpotensi
positif, meskipun disertai risiko
Peluang: Operational disruptions due to extreme biaya konstruksi dan ketidakpastian
Meningkatnya weather could potentially increase repair operasional yang lebih tinggi.
kebutuhan costs, project delays, and contractual
pembangunan claims. The impact on profits is projected Higher frequency and intensity of
infrastruktur to be moderate with strengthened risk disasters have the potential to cause
mitigasi bencana dan management and insurance protection. significant project disruptions,
ketahanan nasional. Increased demand for disaster mitigation increased capital expenditure for asset
Opportunity: infrastructure could potentially drive revenue resilience, and greater pressure on
Increased demand growth through resilience and protection revenue and profit margins.
for disaster projects. The contribution to profits is The need for national resilience
prevention and projected to be positive in line with increased infrastructure development is
national resilience government spending in this sector. projected to increase significantly,
infrastructure. opening up opportunities for project
portfolio expansion. The impact on
profits is potentially positive, although
accompanied by higher construction
costs and operational uncertainty.
Risiko Fisik Risiko: Relokasi Relokasi proyek dari wilayah berisiko tinggi Relokasi proyek diproyeksikan lebih Jangka
– Akut proyek dan fasilitas berpotensi meningkatkan biaya perencanaan sering terjadi akibat peningkatan Pendek
Physical dari wilayah berisiko ulang, pembebasan lahan, dan penyesuaian risiko bencana, sehingga berpotensi Short
Risks – tinggi bencana. desain, sehingga dapat menekan margin meningkatkan biaya investasi, Term
Acute Risk: Relocation of dalam jangka pendek. Dampak diproyeksikan keterlambatan proyek, dan tekanan
projects and facilities moderat dengan perencanaan risiko sejak terhadap pendapatan.
from high-risk tahap awal proyek. Permintaan pembangunan di wilayah
disaster areas. Pergeseran pembangunan ke wilayah berisiko rendah diproyeksikan
yang lebih aman berpotensi membuka meningkat signifikan, membuka potensi
Peluang: Permintaan peluang proyek baru dan menjaga stabilitas ekspansi pasar dan pertumbuhan
pembangunan di pendapatan. pendapatan. Namun, kebutuhan
wilayah yang lebih investasi awal dan penyesuaian rantai
aman dari risiko iklim. Relocating projects from high-risk areas could pasok dapat memengaruhi margin pada
Opportunity: Demand potentially increase costs for replanning, land tahap awal.
for development in acquisition, and design adjustments, thereby
lower-risk areas. reducing margins in the short term. The Project relocation is projected to occur
impact is projected to be moderate with risk more frequently due to increased
planning from the early stages of the project. disaster risk, potentially increasing
Shifting development to safer areas could investment costs, project delays, and
potentially open up new project opportunities pressure on revenues.
and maintain revenue stability. Demand for construction in low-
risk areas is projected to increase
significantly, opening up potential
for market expansion and revenue
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
growth. However, initial investment
requirements and supply chain
adjustments may affect margins in the
2025 Sustainability Report
early stages.
Seluruh risiko yang telah dipetakan merupakan risiko jangka pendek.
All of the identified risks are short-term risks.
85
Page 86
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Biaya Lingkungan Hidup [F.4] Environmental Costs
Untuk memastikan program pelestarian lingkungan berjalan To ensure that environmental conservation programs are
efektif, WEGE secara rutin mengalokasikan anggaran khusus. effective, WEGE regularly allocates a special budget. This
Dana ini digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas budget is used to support various environmental activities
lingkungan sesuai kebutuhan operasional. according to operational needs.
2025 2024 2023
96.557.394 Rp93.591.500 Rp 27.412.150
Material Ramah Lingkungan [F.5] Environmentally Friendly Materials
Dalam upaya mengurangi limbah, WEGE mengimplementasikan In an effort to reduce waste, WEGE implements Modular
produk Modular dengan metode Prefabricated Prefinished products using the Prefabricated Prefinished Volumetric
Volumetric Construction (PPVC). Metode ini memberikan nilai Construction (PPVC) method. This method provides added
tambah berupa kualitas konstruksi yang lebih presisi, waktu value by offering more precise construction quality, faster
penyelesaian yang lebih cepat, serta dampak lingkungan completion times, and lower environmental impact. The use
yang lebih rendah. Penggunaan modular juga meningkatkan of modular components also increases the efficiency of time
efisiensi penggunaan waktu dan sumber daya, sekaligus and resource use, while supporting the achievement of the
mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan. Company’s sustainability targets.
[GRI 3-3]
Komponen modular dirakit di luar lokasi proyek, sehingga Modular components are assembled off-site, making the
proses pemasangan menjadi lebih cepat dan lebih rapi. installation process faster and neater. This approach reduces
Pendekatan ini mengurangi pemborosan material, menekan material waste, minimizes construction waste, and minimizes
limbah konstruksi, serta meminimalkan polusi suara dan noise and air pollution at the project site. In addition, this
udara di lokasi proyek. Selain itu, metode ini menciptakan method creates a safer and cleaner working environment for
lingkungan kerja yang lebih aman dan bersih bagi para pekerja. workers.
Material yang digunakan meliputi baja, sandwich panel, GRC The materials used include steel, sandwich panels, GRC
(Glassfiber Reinforced Concrete), multipleks, dan rockwool (Glassfiber Reinforced Concrete), multiplex, and rockwool as
sebagai isolator suara maupun panas. Volume material sound and heat insulators. The volume of modular materials
modular yang digunakan hingga 31 Desember 2025 tercantum used as of December 31, 2025, is listed in the following table:
dalam tabel berikut: [301-1]
Jenis Material Satuan Keterangan
2025 2024 2023
Type of Material Unit Description
Baja Ton 261 1.440,90 257,9 Baja SS400, tebal 5 mm
Steel SS400 steel, 5 mm thick
Sandwich Panel Ton 75,4 591,7 82,8 EPS sandwich panel tebal 50 mm,
Kirana Steel 0,45 BMT
EPS sandwich panel, 50 mm
thick, Kirana Steel 0.45 BMT
Glassfiber Ton 62 512,3 90,7 GRC Superpanel tebal 15 mm
Reinforced GRC Superpanel, 15 mm thick
Concrete (GRC)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Multipleks Ton 9,1 47,8 8,8 Plywood 8 mm, meranti campuran
Plywood 8 mm plywood, mixed meranti
Laporan Keberlanjutan 2025
Rockwool Ton 7,6 15,3 4,5 Rockwool lembarn density 60db
Rockwool sheet, 60 dB density
Jumlah Ton 415,7 2.608,00 444,7
Total
86
Page 87
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Multipleks merupakan salah satu material yang berasal dari Plywood is a material made from wood, a renewable resource.
kayu sebagai sumber daya terbarukan. WEGE memastikan WEGE ensures that the wood is sourced from responsibly
bahwa kayu yang digunakan berasal dari sumber yang dikelola managed sources to maintain sustainability. Throughout
secara bertanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan. 2025, the total material used reached 415.7 tons, of which
Sepanjang 2025, total material yang digunakan mencapai 2.19% was renewable material.
415,7 ton, dengan 2,19% diantaranya merupakan material
terbarukan. [301-2]
Inisiatif Lain dalam Produk Ramah Lingkungan Other Initiatives in Environmentally Friendly Products
Selain mengutamakan penggunaan material yang lebih ramah Other than prioritizing the use of more environmentally
lingkungan, WEGE juga mengembangkan berbagai inisiatif friendly materials, WEGE has also developed various
untuk menghadirkan produk konstruksi yang berkelanjutan initiatives to deliver sustainable construction products and
serta mendukung penerapan ekonomi sirkular. Salah satu support the implementation of a circular economy. One of the
langkah yang ditempuh adalah memilih material alami yang approaches taken is to select natural materials that do not
tidak mengandung zat berbahaya seperti batu alam, kayu, contain hazardous substances, such as natural stone, wood,
bambu, dan tanah liat yang dinilai lebih aman bagi kesehatan bamboo, and clay, which are considered safer for health and
dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah. have a lower environmental impact.
Perusahaan juga berupaya menekan timbulan limbah The Company also strives to reduce waste by maximizing
dengan memaksimalkan pemanfaatan material daur ulang, the use of recycled materials, including concrete and iron
di antaranya sisa beton dan besi. Beton yang tersisa dari scraps. Concrete left over from the casting process is reused
proses pengecoran kembali digunakan dalam pekerjaan in concrete decking work, while iron waste is reprocessed for
beton decking, sementara limbah besi diolah kembali untuk construction needs such as chicken claw elements.
kebutuhan konstruksi seperti elemen cakar ayam.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
Kampus Politeknik Pekerjaan Umum - Semarang 87
Public Works Polytechnic Campus – Semarang
Page 88
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Adapun beberapa bentuk pemanfaatan residu material yang Here are some examples of how material residues have been
telah dilakukan antara lain: utilized:
a. Penggunaan fly ash dan limbah bata ringan sebagai a. Use of fly ash and lightweight brick waste as a substitute
substitusi sebagian pasir dalam pekerjaan screed for some of the sand in floor screed work. This combination
lantai. Kombinasi ini memberikan kualitas waktu setting provides a setting time quality equivalent to conventional
yang setara dengan screed konvensional, sekaligus screed, while also resulting in cost efficiencies of
menghasilkan efisiensi biaya antara 2,9% hingga 8,3%; between 2.9% and 8.3%.
b. Pemanfaatan limbah besi beton, sisa kayu, dan residu b. Use of concrete iron waste, wood scraps, and concrete
beton pada sejumlah proyek; residue in a number of projects;
c. Penggunaan potongan bata ringan sebagai campuran c. Use of lightweight brick pieces as mortar mix for wall
mortar untuk plesteran dinding; plastering;
d. Pengolahan limbah besi menjadi steck untuk kebutuhan d. Processing of iron waste into steck for safety deck needs;
safety deck;
e. Pemanfaatan limbah besi sebagai material untuk e. Use of iron waste as material for making safety railings;
pembuatan safety railing;
f. Penggunaan drum bekas sebagai wadah tempat sampah. f. Use of used drums as trash containers.
Selain pengelolaan material, berbagai inisiatif juga dilakukan In addition to material management, the following initiatives
untuk meminimalkan dampak negatif dari kegiatan were also carried out to minimize the negative impact of
operasional, di antaranya: operational activities:
1. Pengembangan produk modular yang diterapkan pada 1. Development of modular products applied to a number
sejumlah proyek guna mengurangi emisi dan limbah of projects to reduce emissions and construction waste
konstruksi yang muncul selama proses pembangunan; generated during the construction process;
2. Penerapan metode produksi yang lebih ramah lingkungan, 2. Application of more environmentally friendly production
seperti prefabrikasi, penggunaan material daur ulang, methods, such as prefabrication, use of recycled
dan pemilihan material lokal yang diperoleh dari radius materials, and selection of local materials sourced from
kurang dari +/- 800 km. Salah satu contohnya adalah within a radius of +/- 800 km. One example is the use of fly
pemanfaatan fly ash dan limbah bata ringan sebagai ash and lightweight brick waste as a substitute for some
pengganti sebagian pasir untuk pekerjaan screed lantai. of the sand used in floor screed work.
[GRI 301-2]
3. Pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkan siklus 3. Project implementation that considers the life cycle of
hidup material untuk mengurangi limbah dan emisi pada materials to reduce waste and emissions at each stage
tiap tahap konstruksi. Contoh penerapan nyata adalah of construction. A real-world example is the Jakarta
pada proyek Jakarta International Stadium (JIS), di mana International Stadium (JIS) project, where concrete
limbah besi beton, sisa kayu atau bekisting, serta residu waste, wood scraps or formwork, and concrete residue
beton digunakan kembali guna mendukung keberlanjutan are reused to support the sustainability of the project and
proyek dan menurunkan jejak ekologisnya. reduce its ecological footprint.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
88
Page 89
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Pengelolaan Limbah Konstruksi
Construction Waste Management
Penguraian dan Pemilahan
Decomposition and Sorting
Pengangkutan dari
Pemilahan Sampah di Proyek menggunakan Tempat Pembuangan
Limbah Proyek Proyek Truk Engkel Akhir
Project Waste Waste Sorting in Transportation from the Final Disposal Site
Projects Project Using A Single
Axle Truck
Pengelolaan Limbah Konstruksi
Construction Waste Management Limbah Non-Organik
digunakan untuk
Kerajinan Tangan
Non-Organic Waste is
Used for Handicrafts
Pemilahan Limbah oleh
Pihak Ketiga
Waste Sorting by Third
Parties
Pengumpulan dan Pengiriman Limbah ke
Pemilahan Awal Lokasi Pihak Ketiga Limbah Organik
Initial Collection and Waste Delivery to Third- digunakan untuk
Sorting Party Locations Pembuatan Kompos
Organic Waste is
Used for Compost
Production
Perseroan telah memiliki kebijakan terkait lingkungan The Company has established environmental policies and
dan berkomitmen pada pencegahan pencemaran dan is committed to preventing pollution and protecting the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
perlindungan lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan environment. The Environmental Management System has
telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan been communicated to all stakeholders and implemented
diimplementasikan di seluruh unit kerja. Guna memastikan across all business units. To ensure the system operates
2025 Sustainability Report
sistem berjalan sesuai persyaratan, Perseroan memantau in accordance with requirements, the Company routinely
kinerja lingkungan secara rutin dan melakukan audit baik monitors environmental performance and conducts both
secara internal maupun audit yang dilakukan lembaga audit internal audits and audits performed by independent audit
independen. firms.
89
Page 90
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Pengelolaan Dampak Lingkungan
Environmental Impact Management
Smart Net-zero and Growing Modular House System (NETRO House)
Pengelolaan Energi [F.6, F.7] Energy Management
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di sektor konstruksi, In carrying out its business activities in the construction
WEGE menyadari bahwa penggunaan energi merupakan sector, WEGE recognizes that energy consumption is one
salah satu aspek yang memiliki dampak signifikan terhadap of the key aspects that has a significant impact on both
lingkungan maupun operasional perusahaan. Sebelum the environment and the Company’s operations. Prior to
mengimplementasikan berbagai inisiatif pengelolaan implementing various energy management initiatives, the
energi, Perseroan mengidentifikasi bahwa konsumsi energi, Company identified that energy consumption, particularly
terutama yang berasal dari bahan bakar fosil dan listrik pada from fossil fuels and electricity used in project activities and
aktivitas proyek serta operasional perkantoran, berpotensi office operations, may give rise to negative impacts, including
menimbulkan dampak negatif berupa peningkatan emisi increased greenhouse gas emissions, contributions to
gas rumah kaca, kontribusi terhadap perubahan iklim, climate change, and pressure on energy resource availability.
serta tekanan terhadap ketersediaan sumber daya energi.
Di sisi lain, penggunaan energi juga memberikan dampak On the other hand, energy consumption also generates
positif yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha inherent positive impacts, including supporting the smooth
Perseroan, antara lain dalam mendukung kelancaran execution of projects, enhancing productivity, and enabling
operasional proyek, peningkatan produktivitas, serta the delivery of infrastructure development that provides
penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memberikan economic and social benefits to the community. Therefore,
manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Oleh karena energy serves as a key enabler in value creation, while still
itu, energi menjadi enabler utama dalam penciptaan nilai requiring responsible and sustainable management.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
tambah, meskipun tetap memerlukan pengelolaan yang
bertanggung jawab.
Laporan Keberlanjutan 2025
Untuk menjalankan kegiatan operasionalnya, WEGE To carry out its operational activities, WEGE uses two main
menggunakan dua jenis energi utama, yaitu listrik dan Bahan types of energy, namely electricity and fuel oil, all of which
Bakar Minyak (BBM), yang seluruhnya dipasok oleh pihak are supplied by third parties. Electricity is used in the head
ketiga. Listrik dimanfaatkan di kantor pusat, area proyek, dan office, project areas, and modular factory facilities, while fuel
fasilitas pabrik modular, sementara BBM digunakan untuk oil is used for project machinery, operational vehicles, and
mesin-mesin proyek, kendaraan operasional, serta peralatan production equipment in modular factories.
90 produksi di pabrik modular.
Page 91
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi energi, As part of its commitment to energy efficiency, the Company
perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Energi yang implements an Energy Management System that includes
mencakup beberapa kebijakan inti, antara lain: [GRI 3-3] several core policies, including:
1. Menyusun kerangka kerja yang jelas untuk penetapan dan 1. Establishing a clear framework to set and review energy
peninjauan tujuan serta target pengelolaan energi. management goals and targets.
2. Memastikan ketersediaan data dan sumber daya yang 2. Ensuring the availability of data and resources needed to
dibutuhkan guna mencapai target energi perusahaan. achieve the Company’s energy targets.
3. Mendorong penggunaan produk dan layanan yang 3. Encouraging the use of products and services that can
dapat meningkatkan efisiensi energi dan mendukung improve energy efficiency and support overall energy
peningkatan kinerja energi secara menyeluruh. performance improvement.
4. Mengintegrasikan aspek peningkatan kinerja energi 4. Integrating aspects of energy performance improvement
dalam setiap proses perancangan dan pengembangan. into every design and development process.
Pengawasan terhadap konsumsi energi dilakukan secara Monitoring of energy consumption is carried out centrally
terpusat melalui Quality, Health, Safety and Environment through the Quality, Health, Safety and Environment
Department serta Corporate Secretary. Kedua fungsi ini Department and the Corporate Secretary. These two
memastikan penggunaan energi tetap efisien dan selaras functions ensure that energy use remains efficient and in line
dengan standar keberlanjutan internal, baik di kantor pusat with internal sustainability standards, both at the head office
maupun di proyek-proyek. [GRI 3-3] and in projects.
Perseroan telah menerapkan Sistem Manajemen Energi The Company has implemented an Energy Management System
berdasarkan ISO 50001:2018 dengan cakupan implementasi in accordance with ISO 50001:2018, with implementation
di Kantor Pusat, Pabrik dan Fasilitas Perkantoran di Pabrik covering the Head Office, the Factory, and the Office Facilities
Modular, serta Proyek. Saat ini, Perseroan telah konsisten at the Modular Factory, as well as Projects. Currently, the
melaksanakan beberapa program terkait Sistem Manajemen Company has consistently implemented several programs
Energi, mencakup pembinaan Sistem Manajemen Energi related to the Energy Management System, including training
kepada unit kerja, memantau penggunaan energi di seluruh on the Energy Management System for work units, monitoring
unit kerja, serta melakukan audit baik secara internal energy usage across all work units, and conducting audits both
maupun audit yang dilakukan lembaga audit independen internal audits and those performed by independent audit
untuk memastikan Sistem Manajemen Energi berjalan sesuai firms, to ensure the Energy Management System operates
persyaratan. Perseroan sedang mempersiapkan kompetensi in accordance with requirements. The Company is currently
auditor energi internal untuk penerapan audit energi di unit developing the competencies of internal energy auditors to
kerja Perseroan. conduct energy audits within the Company’s work units.
Target lingkungan di setiap unit sesuai target Sistem Environmental targets for each unit align with the established
Manajemen WEGE yang telah ditetapkan. Adapun targets of WEGE’s Energy Management System. Regarding
pencapaian kinerja energi secara korporasi ditetapkan target corporate energy performance, the Company has set an
penghematan energi (energy saving) sebesar tahun 2% di energy savings target of 2% by 2025. Additionally, the
tahun 2025. Selain itu, Perseroan melakukan upaya migrasi Company is making efforts to transition to green energy
ke energi hijau (green energy) melalui penyediaan fasilitas 7 through the provision of 7 electric vehicles, 1 electric
mobil Listrik, 1 motor Listrik, dan 2 SPKLU. motorcycle, and 2 EV charging stations.
Konsumsi Energi WEGE [GRI 302-1, 302-2]
WEGE’s Energy Consumption
Sumber Energi Konsumsi Energi Satuan
2025 2024 2023
Energy Source Energy Consumption Unit
Listrik Kantor Pusat kWh 179.083 3.781.278 7.188.370
Electricity Head Office
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pabrik/Proyek kWh 4.815.332,39 5.124.735 3.243.767
Factory/Project
2025 Sustainability Report
BBM Kantor Pusat liter 20.053 55.269 75.756
Fuel Oil Head Office
Pabrik/Proyek liter 10.038.460 3.938.713 1.272.145
Factory/Project
LPG Kantor Pusat m3 0 24.674 49.423
Head Office
Pabrik/Proyek m3 10.427 - -
Factory/Project 91
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Page 92
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Konsumsi Energi di Entitas Anak
Energy Consumption in Subsidiary
Sumber Energi Satuan
2025 2024 2023
Energy Source Unit
Listrik GJ 17.799,89 6.343 5.478
Electricity
BBM GJ 387.301,78 41 4
Fuel Oil
Jumlah GJ 405.101,67 6.384 5.482
Total
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Sejak tahun 2023 terdapat perubahan cakupan entitas anak, yaitu PT Wege Solusi Proklamasi.
Since 2023, there has been a change in the scope of subsidiaries, specifically PT Wege Solusi Proklamasi.
Sebagai bagian dari monitoring kinerja energi, WEGE As part of its energy performance monitoring, WEGE
menghitung intensitas konsumsi energi (IKE), yaitu calculates its energy consumption intensity (ECI), which is
perbandingan antara energi yang digunakan dengan jumlah the ratio of energy used compared to production volume and
produksi serta pendapatan yang dihasilkan. Indikator ini revenue generated. This indicator helps the Company assess
membantu perusahaan menilai sejauh mana penggunaan the efficiency of its energy use.
energi telah berjalan secara efisien. [GRI 3-3, 302-3] [F.6]
Pada tahun 2025, Perseroan telah menetapkan cakupan In 2025, the Company established its energy consumption
konsumsi energi dan mencatat konsumsi energi total sebesar scope and recorded total energy consumption of 404,581.566
404.581,566 GJ atau 0,249 GJ/juta rupiah. Data tersebut GJ, or 0.249 GJ per million rupiah. This data serves as the
menjadi dasar untuk penetapan target konsumsi di tahun basis for setting consumption targets for the following year,
selanjutnya, yaitu penurunan 2% intensitas konsumsi energi namely a 2% reduction in energy consumption intensity per
per juta rupiah pendapatan. million rupiah of revenue
Intensitas Energi WEGE [GRI 302-1, 302-2][E-03]
WEGE’s Energy Intensity
Sumber Energi Satuan
2025 2024 2023
Energy Source Unit
Listrik GJ 17.799,89 32.062 37.555,69
Electricity
BBM GJ 386.262,894 143.783 47.616,66
Fuel Oil
LPG GJ 510,923 2.206 1.192,72
LPG
Total Konsumsi Energi GJ 404.581,566 178.051 86.365,07
Total Energy Consumption
Total Produksi Ton 415,7 2.023 445
Total Production
Intensitas Energi per Produk GJ/Ton 0,425 88,01 194,08
Energy Intensity per Product
Total Pendapatan Rp Juta 1.623.555 3.673.527 3.979.714
Total Revenue Rp Million
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Intensitas Energi per Pendapatan GJ/Rp Juta 0,2497 0,0485 0,0217
Energy Intensity per Income GJ/Rp Million
Laporan Keberlanjutan 2025
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Walaupun masih mengandalkan sumber energi fosil yang Despite still relying on non-renewable fossil fuel energy
tidak terbarukan seperti listrik dan BBM. WEGE berupaya sources such as electricity and fuel oil, WEGE strives to
mengoptimalkan penggunaannya melalui berbagai inisiatif optimize their consumption through various energy efficiency
efisiensi energi. Upaya ini sekaligus mendukung implementasi initiatives. These efforts also support the implementation
Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi of Government Regulation No. 70 of 2009 on Energy
92 Energi. [GRI 303, 302-4] [F.7] Conservation.
Page 93
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Inisiatif efisiensi energi yang diterapkan mencakup: The implemented energy efficient initiatives include:
• Perancangan bangunan yang memaksimalkan • Building design that maximizes natural lighting during the
pencahayaan alami pada siang hari; day;
• Penggunaan lampu dan peralatan hemat energi; • Use of energy-efficient lamps and equipment;
• Penerapan teknologi sensor gerak dan sensor cahaya • Application of motion sensors and light sensors to reduce
untuk menekan konsumsi listrik pada area tertentu; electricity consumption in certain areas;
• Penggantian komputer pribadi dengan laptop yang lebih • Replacement of personal computers with more energy-
hemat energi; efficient laptops;
• Pemasangan meteran listrik per beban untuk pemantauan • Installation of load-based electricity meters for more
yang lebih akurat; accurate monitoring;
• Penguatan digitalisasi proses mulai dari persetujuan shop • Strengthening the digitization of processes, from shop
drawing hingga rapat koordinasi melalui aplikasi daring drawing approval to coordination meetings, through
untuk menekan penggunaan energi; online applications to reduce energy use;
• Pemasangan stiker pengingat hemat energi di ruang • Placement of energy-saving reminder stickers in
kerja dan area publik sebagai bagian dari kampanye workspaces and public areas as part of an internal
penghematan internal. conservation campaign.
Pengelolaan Emisi [F.11] Emissions Management
Kebijakan dan Komitmen Pengelolaan Emisi Emissions Management Policy and Commitment
WEGE memahami pentingnya mengendalikan emisi secara WEGE realizes the importance of responsible emissions
bertanggung jawab, terutama dalam menghadapi tantangan control, especially considering the challenges of climate
perubahan iklim. Sebagai perusahaan konstruksi, sumber change. As a construction company, the main sources of
utama emisi berasal dari konsumsi listrik, penggunaan BBM, emissions come from electricity consumption, fuel use, and
dan aktivitas dalam rantai nilai. Perusahaan berkomitmen activities in the value chain. The Company is committed to
mengelola seluruh emisi yang timbul dari kegiatan operasional managing all emissions arising from operational activities
dan proyek secara transparan dan berkelanjutan. and projects in a transparent and sustainable manner.
Komitmen Menuju Net Zero Emission (NZE) Tahun 2060 Commitment to Net Zero Emissions (NZE) by 2060
[E-06]
WEGE menargetkan pencapaian NZE atau emisi nol bersih WEGE aims to achieve NZE or net zero emissions by 2060
pada tahun 2060 untuk Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3. for Scope 1, Scope 2, and Scope 3. This commitment is
Komitmen ini menjadi bagian dari arah strategis perusahaan part of the Company’s strategic direction to reduce carbon
dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya emissions and support global efforts to combat climate
global menghadapi perubahan iklim. Untuk mencapainya, change. To achieve this target, the Company will continue
perusahaan akan terus mengadopsi teknologi ramah to adopt environmentally friendly technologies, implement
lingkungan, menerapkan praktik konstruksi berkelanjutan, sustainable construction practices, and expand other green
serta memperluas inisiatif hijau lainnya. initiatives.
Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 Scope 1 and Scope 2 Emissions
Perusahaan terus berupaya menurunkan emisi gas rumah The Company continuously strives to reduce greenhouse gas
kaca melalui pemantauan berkala, pengelolaan konsumsi emissions through regular monitoring, energy consumption
energi, dan pengembangan target pengurangan emisi. Emisi management, and the development of emission reduction
GRK dihitung pada tiga cakupan: targets. GHG emissions are calculated across three scopes:
• Cakupan 1: Emisi langsung dari penggunaan bahan bakar • Scope 1: Direct emissions from the use of fossil fuels (e.g.,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
fosil (misalnya bensin dan solar); gasoline and diesel);
• Cakupan 2: Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik; • Scope 2: Indirect emissions from electricity consumption;
• Cakupan 3: Emisi tidak langsung lainnya dari rantai nilai. • Scope 3: Other indirect emissions from the value chain.
2025 Sustainability Report
Seluruh perhitungan emisi merujuk pada IPCC Guidelines, All emissions calculations refer to the IPCC Guidelines, while
sedangkan faktor emisi listrik menggunakan data dari DJK- electricity emission factors use data from DJK-ESDM in 2019.
ESDM tahun 2019. [305-1, 305-2] [GRI 3-3] [F.11]
93
Page 94
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Emisi Cakupan 1 dan 2 WEGE [E-01]
WEGE’s Scope 1 and Scope 2 Emissions
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Cakupan 1
Scope 1
Emisi langsung dari pembakaran stasioner TonCO2e 710,37 144,39 52,34
Direct emissions from stationary combustion
Emisi langsung dari pembakaran bergerak TonCO2e 18.876,74 10.714,46 2.569,73
Direct emissions from mobile combustion
Emisi fugitive TonCO2e 218,15 54,93 182,73
Fugitive emissions
Total Emisi Cakupan 1 TonCO2e 19.805,26 10.913,77 2.804,80
Total Scope 1 Emissions
Cakupan 2
Scope 2
Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik yang TonCO2e 4.301,64 7.748,23 9.075,96
dibeli
Indirect emissions from purchased electricity
consumption
Total Emisi Cakupan 2 TonCO2e 4.301,64 7.748,23 9.075,96
Total Scope 2 Emissions
Total Emisi Cakupan 1 dan 2 TonCO2e 24.106,90 18.662,00 11.880,76
Total Scope 1 and 2 Emissions
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Intensitas Emisi Cakupan 1 dan 2 WEGE [GRI 305-4] [E-02]
WEGE’s Intensity of Scope 1 and 2 Emissions
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Emisi Cakupan 1 dan 2 TonCO2e 24.106,90 18.662,00 11.880,76
Scope 1 and 2 Emissions
Total Produksi Ton 415,07 2.023 445
Total Production
Intensitas Emisi per Produksi TonCO2e/Ton 0,090 9,22 26,70
Intensity of Emissions per Production
Total Pendapatan Rp Juta 1.623.555 3.673.527 3.979.714
Total Revenue
Intensitas Emisi per Pendapatan TonCO2e/Rp 0,0148 0,0050 0,0029
Intensity of Emissions per Revenue
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Emisi Cakupan 3 [GRI 305-3] [F.12] Scope 3 Emissions
Sebagai bentuk pengelolaan emisi secara menyeluruh, WEGE As part of its comprehensive emissions management, WEGE
juga menghitung emisi Cakupan 3, khususnya yang berasal also calculates Scope 3 emissions, particularly those arising
dari aktivitas perjalanan dinas menggunakan pesawat from business travel by airplane. This aspect is part of the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
terbang. Aspek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan Company’s strategy to understand and control emissions
untuk memahami dan mengendalikan emisi yang berada that are beyond its direct control but are still related to its
Laporan Keberlanjutan 2025
di luar kendali langsung, namun tetap berkaitan dengan operations.
operasional.
94
Page 95
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tabel Emisi GRK Cakupan 3 [E-01]
Scope 3 GHG Emissions Table
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Emisi GRK tidak langsung dari transportasi
Indirect GHG emissions from transportation
Transportasi dan distribusi hulu TonCO2e 216,84 13,36 31,66
Upstream transportation and distribution
Perjalanan dinas TonCO2e 820,38 330,87 -
Business travel
Emisi GRK tidak langsung dari produk yang digunakan oleh perusahaan
Indirect GHG emissions from products used by the Company
Pembelian barang dan jasa TonCO2e - 17,32 -
Purchase of goods and services
Total Emisi Cakupan 3 (Scope 3) TonCO2e 1.037,22 361,55 31,66
Total Scope 3 Emissions
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Emisi gas rumah kaca
Green house gas emissions
Keterangan Satuan
2025
Description Unit
Cakupan 1 (Scope 1)
Scope 1
Emisi langsung dari pembakaran stasioner | Direct emissions from stationary combustion tCO2e 710,37
Emisi langsung dari pembakaran bergerak | Direct emissions from mobile combustion tCO2e 18.876,74
Emisi fugitive langsung | Direct fugitive emissions tCO2e 218,15
Total Emisi Cakupan 1 (Scope 1) tCO2e 19.805,26
Total Scope 1 Emissions
Cakupan 2 (Scope 2)
Scope 2
Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik yang diimpor/dibeli tCO2e 4.301,64
Indirect emissions from imported/purchased electricity consumption
Total Emisi Cakupan 2 (Scope 2) tCO2e 4.301,64
Total Scope 2 Emissions
Cakupan 3 (Scope 3)
Scope 3
Emisi GRK tidak langsung dari transportasi
Indirect GHG emissions from transportation
Transportasi dan distribusi hulu tCO2e 216,84
Upstream transportation and distribution
Perjalanan dinas | Business travel tCO2e 820,38
Emisi GRK tidak langsung dari sumber lainnya
Other sources of indirect GHG emissions
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Total Emisi Cakupan 3 (Scope 3) tCO2e 1.037,22
Scope 3 Emissions
2025 Sustainability Report
Total Emisi GRK (Scope 1 dan 2) tCO2e 24.106,64
Total GHG Emissions (Scope 1 and 2)
Total Emisi GRK (Scope 1, 2, dan 3) tCO2e 25.143,86
Total GHG Emissions (Scope 1, 2 and 3)
Offsets/Credits tCO2e -
Pembelian Renewable Energy Certificate (REC) kWh -
Purchase of Renewable Energy Certificate (REC)
95
* Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%)
Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Page 96
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Rumah Sakit Kementrian Kesehatan - Surabaya
Ministry of Health Hospital – Surabaya
Upaya Pengurangan Emisi [GRI 305-5] [F.12] [E-07] Emissions Reduction Efforts
WEGE menjalankan serangkaian langkah proaktif untuk WEGE implements a series of proactive measures to reduce
menekan emisi dan dampak lingkungan lainnya melalui: emissions and other environmental impacts by:
1. Penetapan standar dan kebijakan untuk memastikan 1. Establishing standards and policies to ensure the use of
penggunaan material ramah lingkungan pada setiap environmentally friendly materials in every project;
proyek;
2. Pengembangan produk modular yang mampu 2. Developing modular products that can shorten
mempersingkat waktu konstruksi, menekan kebutuhan construction time, reduce energy requirements, and
energi, serta mengurangi emisi; reduce emissions;
3. Tidak menggunakan timbal pada formwork untuk 3. Not using lead in formwork to reduce the risk of pollution;
mengurangi risiko pencemaran;
4. Penerapan prinsip green construction dan desain green 4. Applying the principles of green construction and green
building; building design;
5. Efisiensi penggunaan energi serta kampanye hemat 5. Improving energy efficiency and conducting ongoing
energi secara berkelanjutan di lingkungan perusahaan; energy conservation campaigns within the company;
6. Pemanfaatan metode prefabrikasi, penggunaan material 6. Utilizing prefabrication methods, using recycled
daur ulang, dan pemilihan material lokal dengan jarak materials, and selecting local materials with a maximum
transportasi maksimal sekitar 800 km. transportation distance of approximately 800 km.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Target Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Greenhouse Gas Emission Reduction Target
Laporan Keberlanjutan 2025
WEGE menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca WEGE has set a greenhouse gas (GHG) emission reduction
(GRK) sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menuju target as part of its long-term commitment to lower-carbon
operasional konstruksi yang lebih rendah karbon. Upaya construction operations. This effort is being carried out in
ini dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem stages through the strengthening of the emission inventory
inventarisasi emisi, peningkatan efisiensi energi, serta system, improving energy efficiency, and implementing more
penerapan teknologi konstruksi yang lebih ramah lingkungan. environmentally friendly construction technologies.
96
Page 97
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Perseroan menargetkan inventarisasi emisi GRK yang The company aims to comprehensively inventory GHG
mencakup Cakupan (Scope) 1, Scope 2, dan Scope 3 secara emissions covering Scope 1, Scope 2, and Scope 3 by 2030,
menyeluruh pada tahun 2030, sebagai dasar pengelolaan as a basis for more measurable and transparent emissions
emisi yang lebih terukur dan transparan. management.
Dalam jangka panjang, WEGE menargetkan pencapaian In the long term, WEGE targets to achieve Net Zero Emissions
Net Zero Emission pada tahun 2060 untuk Cakupan 1, 2, by 2060 for Scope 1, 2, and 3, in line with Indonesia’s low-
dan 3, sejalan dengan arah pembangunan rendah karbon di carbon development direction and the transformation of the
Indonesia dan transformasi industri konstruksi menuju praktik construction industry towards more sustainable practices.
yang lebih berkelanjutan. Target tersebut didukung melalui These targets are supported by the development of low-
pengembangan solusi konstruksi rendah emisi, penggunaan emission construction solutions, the use of more energy-
peralatan yang lebih efisien energi, serta penerapan standar efficient equipment, and the application of green building
bangunan hijau pada proyek-proyek Perseroan. standards in the Company’s projects.
Emisi Zat Perusak Ozon [GRI 305-6] Ozone-Depleting Substances
WEGE memiliki komitmen kuat untuk melindungi lapisan ozon WEGE is strongly committed to protecting the ozone layer as
sebagai bagian penting dari keberlanjutan lingkungan. Untuk an important part of environmental sustainability. Therefore,
itu, perusahaan secara bertahap mengganti sistem pendingin the Company is gradually replacing cooling systems that still
yang masih menggunakan zat perusak ozon seperti CFC atau use ozone-depleting substances such as CFCs or HCFCs with
HCFC dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti more environmentally friendly alternatives, such as HFC-
refrigeran berbasis HFC, HFO, maupun refrigeran alami based refrigerants, HFO, and natural refrigerants such as CO2.
seperti CO2.
Langkah ini tidak hanya membantu menjaga lapisan ozon, This initiative not only helps preserve the ozone layer, but also
tetapi juga mendukung upaya pengurangan dampak supports the effort to reduce the impact of climate change
perubahan iklim dan peningkatan kualitas lingkungan secara and improve overall environmental quality.
keseluruhan.
Pengelolaan Air [F.8] Water Management
WEGE memahami bahwa air merupakan sumber daya vital WEGE understands that water is a vital resource for human
bagi kehidupan manusia, tidak hanya untuk mendukung life, which not only support the Company’s operational
kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga bagi activities, but also the welfare of the community and
kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di environmental sustainability around its head office and
sekitar kantor pusat maupun area proyek. Air merupakan project areas. Access to clean water is a fundamental right
hak dasar setiap individu untuk memperoleh akses terhadap of every individual, as recognized in various international
air bersih, sebagaimana diakui dalam berbagai standar dan standards and commitments.
komitmen internasional.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) In line with Sustainable Development Goal (SDG) 6 on
ke-6 mengenai “Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air “Ensuring availability and sustainable management of water
bersih serta sanitasi berkelanjutan bagi semua”, perusahaan and sanitation for all”, the Company strives to manage water
berupaya mengelola konsumsi air secara bertanggung jawab. consumption responsibly. This approach is taken to ensure
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan operasional that operations remain efficient while reducing the potential
tetap efisien sekaligus mengurangi potensi dampak terhadap impact on the surrounding environment that may be affected
lingkungan sekitar yang dapat terpengaruh oleh aktivitas by construction and other business activities.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
konstruksi dan kegiatan usaha lainnya. [GRI 3-3, 303-1]
2025 Sustainability Report
97
Page 98
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Dalam operasionalnya, air digunakan terutama untuk kegiatan In its operations, water is used primarily for construction
konstruksi, seperti campuran beton, proses pembersihan activities, such as concrete mixing, tool cleaning, and other
alat, serta kebutuhan teknis lainnya. Perusahaan memperoleh technical needs. The Company obtains water from two main
air dari dua sumber utama, yaitu PDAM dan air tanah, dengan sources, which are sourced from PDAM and groundwater, and
pengelolaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan manages water based on the principles of sustainability and
perlindungan sumber daya air. protection of water resources.
Selama periode pelaporan, pemantauan konsumsi air During the reporting period, water consumption was
dilakukan pada kantor pusat dan seluruh proyek. Pengawasan monitored at the head office and all projects. Monitoring was
dilakukan secara rutin oleh Corporate Secretary untuk carried out regularly by the Corporate Secretary to ensure
memastikan penggunaan air tetap efisien dan memenuhi that water usage remained efficient and met the established
target pengelolaan yang telah ditetapkan. [GRI 3-3, 303-3, 303-5] management targets.
Pengambilan dan Konsumsi Air WEGE [GRI 303-3, 303-5] (E-04)
WEGE’s Water Extraction and Consumption
Lingkup Satuan
2025 2024 2023
Scope Unit
Total pengambilan air Kantor Pusat m3 1.576 1.667 1.758
Total water extraction Head Office
Pabrik/Proyek m3 43.603.730 139.328.000 26.090.000
Factory/Project
Total m3 43.605.306 139.329.667 26.091.758
Total konsumsi air Kantor Pusat m 3
1.576 1.667 1.758
Total water Head Office
consumption
Pabrik/Proyek m3 43.603.730 139.328.000 26.090.000
Factory/Project
Total m3 43.605.306 139.329.667 26.091.758
*Water Intake = Konsumsi Air + Pembuangan Air; sehingga pembuangan air sama dengan asupan air **Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%)
*Water Intake = Water Consumption + Water Discharge; so water discharge is equal to water intake **Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Upaya Efisiensi Penggunaan Air Water Efficiency Efforts
Perusahaan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga The Company continues to strengthen its commitment to
ketersediaan sumber daya air melalui berbagai program preserving water resources through various conservation
konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Salah and sustainable management programs. One of the main
satu upaya utama yang telah diimplementasikan adalah efforts that has been implemented is the application of a
penerapan sistem zero runoff, yang bertujuan mengurangi zero runoff system, which aims to reduce rainwater runoff by
limpasan air hujan dengan meningkatkan infiltrasi dan increasing infiltration and maximizing the recycling process.
memaksimalkan proses daur ulang. Sistem ini telah This system has been used in the construction of the Graha
digunakan pada pembangunan Kantor Graha Mantap dan Mantap Office and the Jakarta International Stadium.
Jakarta International Stadium.
Melalui sistem tersebut, air hujan diarahkan langsung ke Through this system, rainwater is directed straight to
sumur resapan yang dirancang khusus untuk menampung dan infiltration wells that are specially designed to collect and
mengolah air. Pendekatan ini memastikan tidak terjadinya treat water. This approach ensures that there is no excess
aliran air berlebih ke lingkungan sekitar, sehingga dapat water flow into the surrounding environment, thereby
mencegah banjir, genangan, maupun resiko pencemaran. preventing flooding, puddles, and the risk of pollution. In
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Selain itu, sistem ini mendorong pemanfaatan air hujan addition, this system optimizes the use of rainwater and is
secara optimal dan menjadi bagian dari strategi pengelolaan part of a sustainable rainwater management strategy.
Laporan Keberlanjutan 2025
air hujan yang berkelanjutan. [GRI 303-2]
98
Page 99
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Konsep Utama Dari Jalan dan Halaman Air Hujan Dari Atap
Sistem Drainase From Road and Yard Rainwater From the Roof
Main Concept
of the Drainage
System Saluran Lingkungan
Environmental
Drainage Channel Row Water Tank
Kedalaman Lapisan Sumur Resapan
Swale + Bio Pori Pasir
Depth of Sand Layer
Pond
Saluran Utama
Main Drainage
Channel
Tata Kelola Air
Hujan Sistem
Drainase Kolam
Rainwater Hard Scope Hard Scope Drainage Resapan
Management System
Pond
Land Magna Land Magna Land
Storage Tank Storage Tank Storage
Sumur Resapan Lapisan Pasir (Aquifer) Sumur Resapan
Sand Layer (Aquifer) Saluran Kota
City Drainage
Proyek Jakarta International Stadium | Jakarta International Stadium Project
Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan efisiensi As part of its commitment to improving water resource
penggunaan sumber daya air, WEGE menerapkan berbagai efficiency, WEGE implements various water management
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
langkah pengelolaan air pada seluruh kegiatan operasional measures across all construction project operations. In
proyek konstruksi. Pada sebagian besar proyek konstruksi most new construction projects, the company has installed
baru, perusahaan telah memasang perangkat penghemat air sensor-based water-saving devices to optimize water usage
2025 Sustainability Report
(water saving devices) berbasis sensor untuk mengoptimalkan during project activities. Additionally, flow meters or water
penggunaan air selama kegiatan proyek. Selain itu, flow meter meters are installed at every new project site to improve the
atau water meter juga dipasang di setiap lokasi proyek baru accuracy of water usage records and the effectiveness of
untuk meningkatkan akurasi pencatatan serta efektivitas regular water consumption monitoring.
pemantauan konsumsi air secara berkala.
99
Page 100
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Dalam hal pengelolaan air limbah (grey water), perusahaan Regarding wastewater management (greywater), the
memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan dari company ensures that wastewater generated from water
penggunaan air dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan usage is properly managed to prevent environmental
pencemaran lingkungan. Grey water yang berasal dari kantor pollution. Used water from the headquarters, which is
pusat maupun proyek konstruksi didaur ulang dan dialirkan classified as greywater and from construction projects is
melalui saluran pembuangan yang sudah terstruktur dengan channeled through well-structured drainage systems. WEGE
baik. WEGE telah mengimplementasikan pemanenan air has implemented permanent rainwater harvesting systems at
hujan/rainwater harvesting di setiap lokasi proyek konstruksi every construction project site as part of efforts to conserve
sebagai upaya untuk penghematan air dan tidak bergantung water and reduce reliance on potable water.
sepenuhnya dengan air bersih.
Untuk mendukung upaya efisiensi air secara lebih sistematis, To support water efficiency efforts more systematically,
WEGE juga menetapkan target penghematan air pada fase WEGE has also set a water conservation target for the
konstruksi proyek, yaitu sebesar 1.500 liter/orang/bulan, construction phase of projects, namely 1,500 liters per
yang merupakan target yang diturunkan dari kebijakan person per month, which is a target derived from WIKA
WIKA Holding. Penetapan target ini menjadi bagian dari Holding’s policy. The establishment of this target is part of
upaya perusahaan dalam mengendalikan konsumsi air the company’s efforts to control water consumption and
serta meningkatkan efisiensi penggunaan air pada seluruh improve water use efficiency across all construction project
kegiatan proyek konstruksi. activities.
Efluen [GRI 303-4]
Effluent
Mengingat semakin terbatasnya sumber air bersih,
perusahaan mengambil langkah strategis untuk Given the increasingly limited supply of clean water, the
mengoptimalkan pemakaian air. Salah satunya adalah Company has taken strategic initiatives to optimize water
pemasangan Waste Water Treatment Plant (WWTP) di usage. One such initiative is the installation of a Waste
kantor pusat sejak 2021. Fasilitas ini memungkinkan air Water Treatment Plant (WWTP) at its headquarters in 2021.
limbah yang telah melalui proses pengolahan digunakan This facility allows treated wastewater to be reused for
kembali untuk kebutuhan non-konsumsi, seperti penyiraman non-consumptive purposes, such as watering plants and
tanaman dan pemeliharaan area hijau. Pendekatan ini maintaining green areas. This approach helps reduce reliance
membantu menurunkan ketergantungan pada air bersih on clean water while supporting the Company’s commitment
sekaligus mendukung komitmen perusahaan dalam menjaga to environmental sustainability.
kelestarian lingkungan.
Pengendalian
Pencemaran Air
Water Pollution
Control
• Ketaatan terhadap izin IPLC (Izin Pengolahan Limbah • Ketaatan terhadap pemenuhan baku
Cair) mutu
Compliance with the Liquid Waste Processing Permit Compliance with meeting quality
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• Ketaatan terhadap titik pentaan standards
Compliance with discharge points • Ketaatan terhadap ketentuan teknis
• Ketaatan terhadap parameter baku mutu air limbah Compliance with technical provisions
Laporan Keberlanjutan 2025
Compliance with wastewater quality standards
parameters
100
Page 101
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Diagram
Pengolahan Air kotor bekas kerja
Limbah Cair Wastewater from work activities
Treatment
Diagram
Wastewater
Penyaringan Penyaringan Penyaringan
Bak 1 Bak 2 Bak 3
Screening Screening Screening
Tank 1 Tank 2 Tank 3
Saluran Kota
City Drainage
Limbah Cair
dari Toilet
Portable
Pekerja
Lapangan
Liquid Waste
from Portable
Toilets for Field
Workers Septic Tank Portable Mobil Septic Tank
Dilakukan penampungan pada septic tank sementara
kerja sama dengan pihak ketiga untuk diangkut ke luar proyek seminggu sekali
The wastewater is collected in a temporary septic tank collaboration
with a third party for weekly removal from the project site.
Perusahaan juga melaksanakan program edukasi bagi The Company also organizes educational programs for all
seluruh karyawan untuk meningkatkan kesadaran mengenai employees to raise awareness regarding the importance
pentingnya penghematan air. Sosialisasi dilakukan di of water conservation. These programs are held in all work
seluruh unit kerja, termasuk kantor pusat, pabrik, dan area units, including the head office, factories, and project sites,
proyek, untuk membangun kebiasaan penggunaan air yang to promote more responsible water usage habits. Through
lebih bijak. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat these programs, the Company hopes to significantly reduce
menurunkan konsumsi air secara signifikan sekaligus water consumption while preserving water resources.
menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Dalam pengelolaan air limbah, perusahaan memastikan Regarding wastewater management, the Company ensures
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
bahwa setiap aliran limbah diproses dengan benar agar tidak that all wastewater is properly treated so as not to pollute
mencemari lingkungan. Air bekas pakai dari kantor pusat dan the environment. Wastewater from the head office and
proyek dialirkan melalui sistem pembuangan terstruktur. project sites is discharged through a structured drainage
2025 Sustainability Report
Pada beberapa proyek, air bekas cuci beton diarahkan terlebih system. At some project sites, wastewater from concrete
dahulu ke bak pengendapan untuk menghilangkan material washing is first directed to a settling tank to remove solid
padat sebelum dibuang ke saluran kota. Sementara itu, materials before being discharged into the city sewer system.
limbah dari toilet dialirkan ke lubang resapan melalui septic Meanwhile, waste from toilets is channeled into absorption
tank, memastikan proses pengelolaan berlangsung aman dan pits via septic tanks, ensuring that the management process
ramah lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen is safe and environmentally friendly. These efforts are part
perusahaan dalam menerapkan pengelolaan limbah cair yang of the Company’s commitment to implementing responsible
bertanggung jawab dan berkelanjutan. [GRI 3-3, 303-2, 303-3] and sustainable liquid waste management. 101
Page 102
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Pembuangan Air WEGE [GRI 303-4]
WEGE’s Water Disposal
Lingkup Satuan
2025 2024 2023
Scope Satuan
Total pembuangan air Kantor Pusat m3 3.895 3.876 -
Total water disposal Head Office
Pabrik/Proyek m3 12.492 15.798 -
Factory/Project
Total m3 16.387 19.674 -
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Pengelolaan Limbah [F.13] Waste Management
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, As a company engaged in the construction sector, WEGE is
WEGE memahami bahwa aktivitas operasionalnya aware that its operational activities generate various types
menghasilkan berbagai jenis limbah baik padat maupun cair of solid and liquid waste that could impact the environment.
yang dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan. Limbah This waste includes hazardous and toxic waste (B3) that
tersebut mencakup limbah bahan berbahaya dan beracun requires special management, as well as non-B3 waste that
(B3) yang membutuhkan penanganan khusus, serta limbah still requires proper management to prevent pollution.
non-B3 yang tetap memerlukan pengelolaan yang baik untuk
mencegah pencemaran. [GRI 3-3]
Tanggung jawab pengelolaan limbah di setiap proyek berada Responsibility for waste management in each project lies
pada Quality, Safety, Health and Environment Division. Divisi ini with the Quality, Safety, Health and Environment Division.
memastikan seluruh proses penanganan limbah dilaksanakan This division ensures that all waste management processes
sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan pengelolaan are carried out in accordance with applicable regulations.
limbah disusun berdasarkan komitmen perusahaan terhadap The waste management policy is formulated based on the
keberlanjutan lingkungan dan berpedoman pada Surat Company’s commitment to environmental sustainability
Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan and is guided by the Statement of Intent for Environmental
Lingkungan Hidup. Melalui kebijakan tersebut, perusahaan Management and Monitoring. Through this policy, the
berupaya menekan potensi dampak lingkungan dari limbah Company strives to minimize the potential environmental
operasional sekaligus memastikan transparansi dan impact of operational waste while ensuring transparency and
akuntabilitas dalam setiap tahap pengelolaannya. [GRI 306-1] accountability in every stage of its management.
WEGE juga bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki WEGE also collaborates with third parties that possess official
izin resmi dan kompetensi dalam pengelolaan sampah dan permits and competence in waste and trash management.
limbah. Untuk limbah B3 yang dihasilkan di area proyek, Hazardous waste generated in project areas are handed over
perusahaan menyerahkannya kepada pengelola limbah to a certified waste manager who is authorized to transport
bersertifikat yang berwenang melakukan pengangkutan dan and process them. Waste transportation is carried out using
pemrosesan. Transportasi limbah dilakukan menggunakan licensed safety-standard vehicles, thereby minimizing the
kendaraan berstandar keselamatan yang telah memiliki risk of spillage or contamination. Detailed information on the
izin, sehingga resiko tumpahan atau pencemaran dapat volume of waste managed can be seen in the following table:
diminimalkan. Informasi lengkap mengenai volume limbah
yang dikelola dapat dilihat pada tabel berikut: [GRI 306-2, 306-3]
[F.14].
Identifikasi Limbah yang Dihasilkan oleh Kantor Pusat [GRI 306-3] [F.13] (E-05)
Identification of Waste Generated in Head Office
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
0,216 10,77
Limbah B3 Limbah Non-B3*
Laporan Keberlanjutan 2025
Hazardous Waste Non-Hazardous
Ton Waste* Ton
2024 2023 2024 2023
0,023 ton 0,051 ton 174,52 ton 163,35 ton
*Data limbah dihitung dan dikelola oleh pengelola gedung yang mencakup data untuk seluruh gedung WIKA Tower 1
*Waste data are calculated and managed by the building manager, which includes data for the entire WIKA Tower 1 building
102
Page 103
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Identifikasi Limbah yang Dihasilkan Proyek [GRI 306-4, 306-5]
Identification of Waste Generate in Projects
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Limbah Non B3
Non Hazardous Waste
Total limbah padat (non B3) yang dihasilkan Ton 385,26 552,77 453,13
Solid (Non Hazardous) Waste Generated
Penggunaan kembali Ton 1,92 11,41 0,49
Reused waste
Daur ulang limbah Ton 2,60 0,5 -
Recycled waste
Pengolahan menjadi kompos Ton 42,60 0,8 -
Processed into compost
Total limbah yang didaur ulang dan digunakan Ton 4,52 12,71 0,49
kembali*
Recycled and reused waste total*
Tempat pembuangan akhir Ton 338,14 513,83 452,46
Sent to landfill
Limbah B3
Hazardous Waste
Total limbah berbahaya yang dihasilkan Ton 46,26 19,41 1,25
Total hazardous waste generated
Total limbah berbahaya yang diangkut Ton 46,26 19,41 1,25
Total hazardous waste transported
Total limbah B3 Ton 46,26 19,41 1,25
Total hazardous waste
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
103
Page 104
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Data limbah
mencakup Penempatan Material | Material Placement
100%
operasional
Waste data
covers 100%
of operations
Pengelolaan limbah B3 telah dilaksanakan di seluruh
wilayah operasi dengan memastikan persyaratan
peraturan lingkungan yang berlaku. Perseroan
Identifikasi Jenis Sampah | Identification of Waste Types
berkomitmen mengelola limbah B3 yang dihasilkan
agar tidak mencemari lingkungan dan sumber daya
alam. Seluruh unit kerja telah dilengkapi dengan
fasilitas penyimpanan limbah B3 sesuai persyaratan
dan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memenuhi
persyaratan legal dalam pengolahan limbah B3 yang
dihasilkan Perseroan. Selama tahun 2025, Perseroan
mencatat jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan
diangkut oleh pihak ketiga mencapai 46,26 Ton.
Hazardous waste management has been implemented
across all operational areas in compliance with
applicable environmental regulations. The Company
is committed to managing the hazardous waste it
generates to prevent pollution of the environment and Standarisasi Warna Tempat Sampah Laporan Pembuangan Sampah
natural resources. All operational units are equipped
Standardized Waste Bin Colors Waste Disposal Report
with hazardous waste storage facilities in accordance
with regulations and collaborate with third parties
that meet legal requirements for the treatment of
the Company’s hazardous waste. During 2025, the
Company recorded that the amount of hazardous Tempat sampah: Trash bins:
waste generated and transported by third parties a. Merah, sampah B3 a. Red, hazardous waste
reached 46.26 Tonnes. b. Sampah, sampah organik b. Trash, organic waste
c. Biru, sampah anorganik c. Blue, inorganic waste
Upaya dalam Mengelola dan Mengurangi Limbah [GRI 306-2] Efforts to Manage and Reduce Waste
[F.14]
Sebagai wujud tanggung jawab terhadap pengelolaan limbah, As part of its responsibility regarding waste management,
WEGE menjalankan serangkaian kebijakan yang berfokus WEGE implements a series of policies that focus on optimizing
pada optimalisasi pemanfaatan material konstruksi. the use of construction materials. The Company encourages
Perusahaan mendorong penerapan praktik daur ulang dan the implementation of recycling and reuse practices,
reuse, terutama terhadap sisa material seperti beton dan especially for residual materials such as concrete and iron.
besi. Bahan-bahan tersebut diolah kembali sebagai residu These materials are reprocessed as residual materials or
material atau digunakan sebagai material alternatif pada used as alternative materials in certain projects.
pekerjaan tertentu.
Upaya ini tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang harus These efforts not only reduce the amount of waste that must
dibuang, tetapi juga menurunkan kebutuhan akan material be disposed of, but also decrease the need for new materials,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
baru, sehingga mendukung penghematan sumber daya alam thereby supporting the conservation of natural resources and
dan energi. Pendekatan ini memberikan nilai tambah, baik energy. This approach provides added value, both in terms
Laporan Keberlanjutan 2025
dari sisi lingkungan maupun efisiensi operasional, serta of the environment and operational efficiency, and reflects
mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan the company’s commitment to responsible and sustainable
praktik konstruksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. construction practices.
104
Page 105
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Pengendalian Menyediakan tempat sampah khusus limbah B3 Bila terjadi tumpahan
1 2
Material B3 Providing designated waste bins for hazardous waste In case of spills
Hazardous
Material Control
Terjadi tumpahan Serap dan keringkan tumpahan dengan bahan penyerap
material B3 (absorban) seperti (kain, pasir, tanah, lempung, dll)
Start
Hazardous material Absorb and dry the spill using absorbent materials such
spill occurrence as cloth, sand, soil, clay, etc.
Bersihkan dan buang pada tempat pembuangan limbah
B3 yang disediakan
Finish Check
Clean up and dispose of the waste in the designated
hazardous waste disposal area.
Hindari masuknya tumpahan ke dalam saluran umum,
saluran pembuangan atau perembesan ke tanah
Prevent spills from entering public drains, sewage systems,
or seeping into the soil
Rumah khusus material B3 Pemasangan simbol B3 Penyediaan absorber untuk
Pemasangan MSDS material penanganan tumpahan
Dedicated storage for hazardous Installation of hazardous material Provision of absorbents for spill
Installation of Material MSDS
materials symbols management
Pembuatan bak kontrol Penyediaan APAR Penyediaan tempat sampah B3
Construction of control basin Provision of fire extinguishers Provision of hazardous waste
Melakukan rekaman terhadap manifest limbah B3 Melakukan pelaporan manifest limbah B3
3 4
Recording hazardous waste manifest Reporting hazardous waste manifest
Mengangkut limbah B3 melalui pihak ketiga yang memiliki lisensi pengolahan limbah B3
5
Transporting hazardous waste through a licensed third-party waste management provider
WEGE memiliki komitmen dan strategi dalam mengelola WEGE is committed to and has a strategy for responsibly
limbah konstruksi termasuk limbah pembongkaran konstruksi managing construction waste, including demolition waste,
secara bertanggung jawab sebagai bagian dari implementasi as part of its implementation of sustainable development
praktik pembangunan berkelanjutan. Komitmen dan strategi practices. This commitment and strategy are incorporated
tersebut dituangkan dalam desain proyek konstruksi sebelum into the construction project design before construction
kegiatan pembangunan konstruksi dimulai yang mengarahkan activities begin, guiding the systematic management of
pengelolaan limbah konstruksi dan pembongkaran agar construction and demolition waste through the principles of
dilakukan secara sistematis melalui prinsip reduce, reuse, reduce, reuse, and recycle (3R).
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
dan recycle (3R).
Rencana pengelolaan limbah telah dimasukkan ke dalam Waste management plans are incorporated into construction
2025 Sustainability Report
desain proyek konstruksi sebelum kegiatan pembangunan project designs before construction activities begin, ensuring
dimulai, sehingga pengendalian limbah dapat direncanakan that waste control can be systematically planned from the
secara sistematis sejak tahap awal untuk seluruh proyek initial stages for all construction projects. In practice, each
konstruksi. Dalam pelaksanaannya, setiap proyek juga project also sets specific targets related to construction
menetapkan target khusus terkait pengurangan limbah waste reduction, including efforts to reduce, reuse, and
konstruksi, termasuk upaya reduce, reuse, dan recycle (3R) recycle (3R) construction materials generated during the
terhadap material konstruksi yang dihasilkan selama proses construction process across all construction projects.
pembangunan di seluruh proyek konstruksi. 105
Page 106
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Untuk memastikan implementasi pengelolaan limbah To ensure the effective implementation of construction
konstruksi yang efektif, sepanjang tahun 2025 di seluruh waste management, throughout 2025 across all construction
proyek konstruksi, WEGE secara rutin memberikan imbauan, projects, WEGE routinely provides reminders, awareness
sosialisasi, dan pelatihan kepada seluruh tenaga kerja serta campaigns, and training to all workers and contractors
kontraktor mengenai teknik pengelolaan limbah konstruksi regarding proper and responsible construction waste
yang baik dan bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2025, management techniques. Throughout 2025, WEGE has
WEGE telah mengimplementasikan pemilahan limbah di implemented waste sorting at all construction project sites
seluruh lokasi proyek konstruksi sehingga limbah yang so that the generated waste can be managed more optimally
dihasilkan dapat dikelola secara lebih optimal sesuai dengan according to its type and potential for reuse.
jenis dan potensi pemanfaatannya.
Sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular As part of efforts to promote a circular economy in the
di sektor konstruksi, WEGE juga mendukung penggunaan construction sector, WEGE also supports the use of recycled
material bangunan hasil daur ulang dengan membeli dan building materials by purchasing and utilizing construction
memanfaatkan produk konstruksi yang diperoleh dari products sourced from suppliers, thereby reducing the
pemasok sehingga dapat mengurangi penggunaan sumber use of new resources while minimizing construction waste
daya baru sekaligus menekan timbulan limbah konstruksi generation, such as:
seperti:
• Penggunaan fly ash dan limbah bata ringan sebagai • The use of fly ash and lightweight brick waste as
substitusi sebagian pasir dalam pekerjaan screed partial substitutes for sand in floor screed work. This
lantai. Kombinasi ini memberikan kualitas waktu setting combination provides setting times comparable to
yang setara dengan screed konvensional, sekaligus conventional screed while achieving cost efficiencies
menghasilkan efisiensi biaya antara 2,9% hingga 8,3%; ranging from 2.9% to 8.3%;
• Pemanfaatan limbah besi beton, sisa kayu, dan residu • Utilization of reinforced concrete scrap, wood scraps, and
beton pada sejumlah proyek; concrete residues in various projects;
• Penggunaan potongan bata ringan sebagai campuran • Use of lightweight brick fragments as a mortar mixture
mortar untuk plesteran dinding; for wall plastering;
• Pengolahan limbah besi menjadi steck untuk kebutuhan • Processing of steel scrap into steck for safety deck
safety deck; requirements;
• Pemanfaatan limbah besi sebagai material untuk • Utilization of steel scrap as material for the manufacture
pembuatan safety railing. of safety railings.
Keanekaragaman Hayati [F.9, F.10] Biodiversity
WEGE menyadari bahwa keberlangsungan keanekaragaman WEGE is aware that the sustainability of biodiversity is
hayati merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan an essential part of environmental quality. Therefore,
hidup. Oleh karena itu, Perseroan berupaya melindungi the Company strives to protect various elements of the
berbagai unsur ekosistem mulai dari spesies flora dan fauna, ecosystem, starting from flora and fauna species, genetic
keragaman genetik, hingga keseimbangan ekosistem alami. diversity, to the balance of the natural ecosystem. The
Penjagaan terhadap elemen-elemen tersebut dipandang protection of these elements is considered an integral part
sebagai tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dari of the Company’s operational activities, given that stable
kegiatan operasional perusahaan, karena kondisi habitat habitat conditions will support long-term environmental
yang stabil akan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam sustainability.
jangka panjang.
Komitmen ini diwujudkan melalui langkah-langkah This commitment is realized through preventive and
pencegahan dan perlindungan yang diterapkan di seluruh protective measures implemented across all operational
wilayah operasional. Perusahaan memastikan habitat flora areas. The Company ensures that the flora and fauna habitats
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
dan fauna di sekitar lokasi proyek tetap terkelola dengan baik, around project sites are well managed and takes additional
serta melakukan tindakan perlindungan tambahan pada area protective measures in areas that may be potentially affected.
Laporan Keberlanjutan 2025
yang berpotensi terdampak. Pada tahap perencanaan proyek, During the project planning stage, WEGE always conducts
WEGE selalu melakukan kajian lingkungan untuk memastikan environmental assessments to ensure that construction
bahwa kegiatan konstruksi tidak dilakukan di kawasan activities are not carried out in protected areas or areas with
lindung maupun daerah dengan tingkat keanekaragaman high biodiversity. This identification process also includes
hayati yang tinggi. Proses identifikasi ini juga meliputi reviewing sensitive ecosystems to avoid the risk of damage
peninjauan terhadap ekosistem sensitif untuk menghindari to natural habitats.
risiko kerusakan habitat alami. [GRI 304-1, 304-2, 304-3]
106
Page 107
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa operasional Perseroan The evaluation results show that the Company’s operations
tidak memberikan dampak terhadap spesies yang masuk have no impact on species included in the IUCN Red List or
dalam IUCN Red List atau daftar konservasi nasional. the national conservation list. This commitment is in line
Komitmen ini selaras dengan prinsip bisnis yang bertanggung with the principles of responsible business, particularly in
jawab, khususnya dalam memastikan kelestarian spesies dan ensuring the preservation of species and ecosystems around
ekosistem di sekitar area operasi. [GRI 304-4] the operational area.
Hingga akhir periode pelaporan 2025, Perseroan belum As of the end of the 2025 reporting period, the Company
melakukan asesmen risiko keanekaragaman hayati secara has not conducted a formal and structured biodiversity
formal dan terstruktur pada seluruh wilayah operasional dan risk assessment across all operational areas and projects.
proyek. Pada tahap ini, pengelolaan isu keanekaragaman At this stage, biodiversity management is still generally
hayati masih terintegrasi secara umum dalam penerapan integrated into the implementation of project environmental
pengelolaan lingkungan proyek, khususnya melalui management, particularly through compliance with
kepatuhan terhadap dokumen perizinan lingkungan, environmental licensing documents, control of the impact
pengendalian dampak kegiatan konstruksi, serta penerapan of construction activities, and the implementation of
praktik operasional yang bertujuan meminimalkan operational practices aimed at minimizing disturbance to
gangguan terhadap lingkungan sekitar. Adapun Perseroan the surrounding environment. The Company has taken the
telah berinisiatif untuk melaksanakan asesmen risiko initiative to carry out a biodiversity risk assessment through
keanekaragaman hayati melalui platform WWF Biodiversity the WWF Biodiversity Risk Filter platform.
Risk Filter.
WEGE menyadari bahwa keberlangsungan keanekaragaman WEGE recognizes that the sustainability of biodiversity is an
hayati merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan essential component of environmental quality. Therefore,
hidup. Oleh karena itu, Perseroan berupaya melindungi the Company strives to protect various elements of the
berbagai unsur ekosistem mulai dari spesies flora dan fauna, ecosystem, ranging from flora and fauna species and genetic
keragaman genetik, hingga keseimbangan ekosistem alami. diversity to the balance of natural ecosystems. Safeguarding
Penjagaan terhadap elemen-elemen tersebut dipandang these elements is viewed as a responsibility inseparable
sebagai tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dari from the company’s operational activities, as stable
kegiatan operasional perusahaan, karena kondisi habitat habitat conditions will support long-term environmental
yang stabil akan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam sustainability.
jangka panjang.
Komitmen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati The commitment to biodiversity conservation is realized
diwujudkan melalui langkah-langkah pencegahan dan through preventive and protective measures implemented
perlindungan yang diterapkan di seluruh wilayah operasional across all operational areas by applying a mitigation
dengan mengerapkan hierarki mitigasi yang meliputi avoid, hierarchy that includes avoid, reduce, regenerate, restore,
reduce, regenerate, restore, dan transform yang mengacu and transform, in accordance with Science-based Targets
Science-based Targets for Nature (SBTN). Perusahaan for Nature (SBTN). The company ensures that the flora and
memastikan habitat flora dan fauna di sekitar lokasi proyek fauna habitats around project sites remain well-managed
tetap terkelola dengan baik, serta melakukan tindakan and implements additional protective measures in areas
perlindungan tambahan pada area yang berpotensi at risk of impact. During the project planning phase, WEGE
terdampak. Pada tahap perencanaan proyek, WEGE selalu always conducts environmental assessments to ensure
melakukan kajian lingkungan untuk memastikan bahwa that construction activities are not carried out in protected
kegiatan konstruksi tidak dilakukan di kawasan lindung areas or regions with high levels of biodiversity (avoid). This
maupun daerah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang identification process also includes reviewing sensitive
tinggi (avoid). Proses identifikasi ini juga meliputi peninjauan ecosystems to avoid the risk of damage to natural habitats.
terhadap ekosistem sensitif untuk menghindari risiko
kerusakan habitat alami. [GRI 304-1, 304-2, 304-3]
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa operasional Perseroan Evaluation results indicate that the Company’s operations
tidak memberikan dampak terhadap spesies yang masuk do not impact species listed on the IUCN Red List or national
2025 Sustainability Report
dalam IUCN Red List atau daftar konservasi nasional (reduce). conservation lists (reduce). This commitment aligns with the
Komitmen ini selaras dengan prinsip bisnis yang bertanggung principles of responsible business, particularly in ensuring the
jawab, khususnya dalam memastikan kelestarian spesies dan conservation of species and ecosystems around operational
ekosistem di sekitar area operasi. [GRI 304-4] areas.
107
Page 108
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Pada tahap ini, pengelolaan isu keanekaragaman hayati masih At this stage, biodiversity management is generally
terintegrasi secara umum dalam penerapan pengelolaan integrated into the implementation of project environmental
lingkungan proyek, khususnya melalui kepatuhan terhadap management, particularly through compliance with
dokumen perizinan lingkungan, pengendalian dampak environmental permitting documents, control of construction
kegiatan konstruksi, serta penerapan praktik operasional activity impacts, and the application of operational practices
yang bertujuan meminimalkan gangguan terhadap lingkungan aimed at minimizing disturbances to the surrounding
dan ekosistem sekitar (reduce). environment and ecosystems (reduce).
Perseroan telah menunjukkan komitmen awal terhadap The Company has demonstrated an initial commitment
pelestarian keanekaragaman hayati melalui pelaksanaan to biodiversity conservation through the implementation
berbagai inisiatif yang terintegrasi dengan kegiatan of various initiatives integrated with the Company’s
operasional dan program sosial lingkungan Perseroan. operational activities and social-environmental programs.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan hierarki This commitment is realized through the application of a
mitigasi pada tahap restorasi, antara lain melalui penanaman mitigation hierarchy during the restoration phase, including
sebanyak 4.310 pohon (termasuk CSR Gabungan dengan the planting of 4,310 trees (including a joint CSR initiative
WIKA Grup) di sekitar area proyek WEGE sebagai upaya with the WIKA Group) around the WEGE project area as
pemulihan lingkungan pasca aktivitas konstruksi (restore). part of post-construction environmental restoration efforts
Selain itu, Perseroan juga mendukung penanaman pohon (restore). In addition, the Company also supports the planting
langka endemik Nusantara sebagai bagian dari kontribusi of rare endemic trees of the Indonesian archipelago as part
terhadap pelestarian spesies lokal dan mendukung upaya of its contribution to the conservation of local species and
untuk meningkatkan fungsi ekosistem serta mendukung to support efforts to enhance ecosystem functions as well
pemulihan dan keberlanjutan habitat alami di sekitar wilayah as support the recovery and sustainability of natural habitats
pembangunan termasuk di IKN (regenerate). around development areas, including in the IKN (regenerate).
Di samping kegiatan restorasi, WEGE turut mendorong In addition to restoration activities, WEGE actively encourages
keterlibatan pemangku kepentingan dalam upaya stakeholder engagement in biodiversity conservation efforts.
konservasi keanekaragaman hayati. Hal ini tercermin This is reflected in the Company’s participation through
melalui partisipasiPerseroan melalui kerja sama dengan collaboration with the Environmental Education Tourism
Unit Pengelola Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Area Management Unit (UP-KWPLH) in a park revitalization
Hidup (UP-KWPLH) dalam program revitalisasi taman di program within the Environmental Education Tourism Area
Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), (KWPLH) in Balikpapan, which focuses on conservation
Balikpapan, yang difokuskan pada upaya konservasi beruang efforts for the sun bear an endemic, protected species that
madu sebagai salah satu spesies satwa endemik yang plays a crucial ecological role in nature (transform). These
dilindungi dan memiliki peranan ekologis yang penting di initiatives reflect the Company’s awareness of the importance
alam (transform). Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan of maintaining ecosystem balance and considering the
kesadaran Perseroan akan pentingnya menjaga keseimbangan environmental impacts of business activities.
ekosistem dan memperhatikan dampak lingkungan dari
kegiatan usaha. [F.10]
Di samping itu, hal tersebut menjadikan WEGE sekaligus In addition, this commitment enables WEGE to uphold the
berkomitmen terhadap implementasi No Net Deforestation, principle of No Net Deforestation by applying the principles
yaitu dengan menerapkan prinsip pencegahan dan of prevention and management of impacts on forested
pengelolaan dampak terhadap kawasan berhutan melalui areas through rehabilitation, restoration, or equivalent
upaya rehabilitasi, restorasi, atau kompensasi lingkungan environmental compensation (future reforestation) in the
yang setara (future reforestation) apabila terjadi dampak event of land-cover changes. The company also strives
terhadap tutupan lahan. Perusahaan juga berupaya to minimize the potential for deforestation throughout its
meminimalkan potensi deforestasi di sepanjang rantai operational value chain, from the planning stage through
nilai operasionalnya, mulai dari tahap perencanaan hingga to project implementation, and ensures that all business
pelaksanaan proyek, serta memastikan seluruh kegiatan activities are conducted in accordance with applicable
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
usaha dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- Indonesian forestry laws and regulations. Through this
undangan yang berlaku di bidang kehutanan di Indonesia. approach, WEGE seeks to maintain a balance between
Laporan Keberlanjutan 2025
Dengan pendekatan tersebut, WEGE berupaya menjaga infrastructure development and the sustainable protection
keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan of forest ecosystems.
perlindungan ekosistem hutan secara berkelanjutan.
108
Page 109
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Conservation Activities
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Penanaman Pohon Pohon 810 764 833
Tree Planting Trees
Dana Pelestarian Alam Alam WEGE Ribu Rupiah 96.557 126.291 27.412
Hijau/WEGE Nature Thousand Rupiah
Natural Preservation Funds WEGE
Hijau/WEGE Nature
Biodiversity Risk Assessment Biodiversity Risk Assessment
WEGE menyadari bahwa modal alam (natural capital) WEGE recognizes that natural capital is a key factor supporting
merupakan faktor penting yang mendukung keberlanjutan the company’s operational sustainability, particularly in the
operasional perusahaan, khususnya dalam sektor konstruksi construction sector, which is closely linked to the use of
yang memiliki keterkaitan erat dengan penggunaan sumber natural resources and land use. Therefore, WEGE seeks to
daya alam dan penggunaan lahan. Oleh karena itu, WEGE analyze the level of dependency and impact of its business
berupaya menelaah tingkat ketergantungan (dependency) activities on the environment and biodiversity through a
dan dampak (impact) aktivitas bisnisnya terhadap biodiversity risk assessment using the WWF Biodiversity
lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui asesmen Risk Filter platform, which is based on geospatial data and
risiko keanekaragaman hayati dengan mengacu platform ecological attribute data across the company’s value chain—
WWF Biodiversity Risk Filter berbasis data geospasial dan including project operations, upstream, downstream, as well
data atribut ekologis di sepanjang rantai nilai perusahaan, as in areas adjacent to the project sites (Adjacent Areas).
baik pada kegiatan operasional proyek, hulu, hilir, maupun This risk assessment is conducted at all construction project
pada area yang berbatasan dengan di sekitar lokasi proyek sites throughout 2025, covering Bio Farma 34 Bandung, Wing
(Adjacent Areas). Asesmen risiko ini dilakukan di seluruh lokasi 1 IKN, Kemenko 1 IKN, IKN Basilica Church, IKN Presidential
proyek konstruksi sepanjang tahun 2025 yang mencakup Guard Housing Complex, Telkom Landmark Tower, Cilangkap
Bio Farma 34 Bandung, Wing 1 IKN, Kemenko 1 IKN, Gereja Housing Complex, Pulo Mas Jaya Land, BMKG Jakarta, ITB
Basilika IKN, Rusun Paspampres IKN, Telkom Landmark Labtek Bandung, Polman Majalengka Campus 2, Ombilin
Tower, Rusun Cilangkap, Pulo Mas Jaya Land, BMKG Jakarta, Hotel, Teladan Stadium, and BI Karawang. As for the analysis
Labtek ITB Bandung, Kampus 2 Polman Majalengka, Hotel in the upstream scope, it was conducted at the WIKA Beton
Ombilin, Stadion Teladan, dan BI Karawang. Adapun untuk Cileungsi Plant where construction materials are sourced,
analisis di cakupan hulu dilaksanakan pada Pabrik WIKA while the downstream analysis was conducted on modular
Beton Cileungsi di mana sumber bahan material konstruksi projects at Bank Mandiri Gresik, DKUT Gresik, Undip Tower
didapatkan, sedangkan pada downstream dilaksanakan pada Semarang, Klaten Hospital, KPWBI, RDBI Manokwari, and
proyek modular di Bank Mandiri Gresik, DKUT Gresik, Tower Bank Mandiri Kendari.
Undip Semarang, RS Klaten, KPWBI, RDBI Manokwari, Bank
Mandiri Kendari.
Ketergantungan tersebut mencakup ketersediaan sumber These dependencies include the availability of natural
daya alam, kondisi lahan, serta potensi risiko lingkungan resources, land conditions, and potential environmental risks
seperti curah hujan ekstrem, banjir, maupun kondisi iklim such as extreme rainfall, flooding, and climatic conditions
yang dapat mempengaruhi kelangsungan proyek. Sementara that could affect project sustainability. Meanwhile, potential
itu, potensi dampak terhadap keanekaragaman hayati dapat impacts on biodiversity may occur primarily through land-
terjadi terutama melalui perubahan penggunaan lahan pada use changes during the project construction phase and
tahap pembangunan proyek serta faktor lingkungan yang environmental factors encompassing ecosystem conditions.
mencakup kondisi ekosistem. Berdasarkan hasil asesmen, Based on the assessment results, biodiversity risks were
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
ditemukan risiko keanekaragaman hayati khususnya pada identified, particularly in construction activities around
pembangunan di sekitar wilayah IKN. Untuk mengelola risiko the IKN area. To manage these risks, WEGE integrates
tersebut, WEGE mengintegrasikan aspek lingkungan dan environmental and biodiversity aspects into the Company’s
2025 Sustainability Report
keanekaragaman hayati ke dalam Risk Register Perusahaan, Risk Register and applies principles of mitigation, impact
serta menerapkan prinsip mitigasi, pengurangan dampak, reduction, and restoration in every construction project
dan pemulihan dalam setiap kegiatan proyek konstruksi, activity, one of which is through vegetation planting. The
salah satunya melalui penanaman vegetasi. Perusahaan juga company also strives to strengthen collaboration with various
berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku stakeholders in the field of biodiversity and encourages the
109
Page 110
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
kepentingan dalam bidang keanekaragaman hayati serta implementation of sustainable construction practices that
mendorong penerapan praktik konstruksi berkelanjutan minimize impacts on ecosystems. Through this approach,
yang meminimalkan dampak terhadap ekosistem. Melalui WEGE is committed to supporting environmental protection
pendekatan ini, WEGE berkomitmen untuk mendukung and biodiversity while ensuring that development activities
perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati continue to provide sustainable added value for the
sekaligus memastikan bahwa kegiatan pembangunan yang community and the environment.
dilakukan tetap memberikan nilai tambah yang berkelanjutan
bagi masyarakat dan lingkungan.
WEGE's Natural Capital Dependency and Impact
Category Risk Type Indicators Risk Level
Dependency Provisioning Services Water Availability 2,5
Forest Productivity and Distance to Markets 3,1
Limited Wild Flora & Fauna Availability 3,5
Environmental Condition Soil Condition 3,2
Water Condition 2,4
Air Condition 3,9
Natural Disaster Landslides 2,9
Wildfire Hazard 2,9
Extreme Heat 3,3
Tropical Cyclones 2,5
Impact Pressures on Biodiversity Land Freshwater and Sea Use Change 3,6
Forest Canopy Loss 3,9
Invasives 3
Pollution 4,2
Environmental Factors Protected/Conservation Areas 3,8
Key Biodiversity Areas 3,7
Ecosystem Condition 3,5
Range rarity 3,8
Risk Level Score Classification for Direct Dependency - Impact 1,0 - 1,8: Very Low | 1,8 - 2,6: Low | 2,6 - 3,4: Medium | 3,4 - 4,2: High | 4,2 - 5,0: Very High
Assessment of Impact on Biodiversity
Dependency Impact
Value Chain
Business Activities Provisioning Environmental Natural Pressures on Environmental Ecosystem
Stage
Services Condition Disaster Biodiversity Factors Condition
Own Bio Farma 34 Bandung 3 3 3 4,3 3,5 3
Operations
Telkom Landmark Tower 3,8 4 2,5 3,8 3,5 3,4
Rusun Cilangkap 3,8 4 2,5 3,8 3,5 3,4
Pulo Mas Jaya Land 3,8 4 2,5 3,8 3,5 3,4
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
BMKG Jakarta 3,8 4 2,5 3,8 3,5 3,4
Labtek ITB Bandung 3 3 3 4,3 3,5 3
Laporan Keberlanjutan 2025
Kampus 2 Polman Majalengka 3,3 3 2,9 4,3 3,5 3,3
Hotel Ombilin 3 3 2,9 4,3 4 3,9
Stadion Teladan 3 3,5 2,9 4,4 4 3,5
BI Karawang 3 3 3 4,3 3,5 3
110
Page 111
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Assessment of Impact on Biodiversity
Dependency Impact
Value Chain
Business Activities Provisioning Environmental Natural Pressures on Environmental Ecosystem
Stage
Services Condition Disaster Biodiversity Factors Condition
Upstream Pabrik WIKA Beton Cileungsi 3,8 4 2,5 3,8 3,5 3,4
Downstream
Bank Mandiri Gresik 3,5 4 3,3 4,3 3,5 3,1
DKUT Gresik 3,5 4 3,3 4,3 3,5 3,1
Tower Undip Semarang 3,3 3 2,9 4,1 3,5 3,3
RS Klaten 3,8 3,5 2,5 4,1 3,5 2,9
KPWBI 3,8 4 2,5 3,8 3,5 4,1
RDBI Manokwari 3,3 2 2,9 3,8 4,5 4,1
Bank Mandiri Kendari 3,3 2 2,9 3,8 4,5 4
Adjacent Wing 1 IKN 3,1 3 2,9 4,3 4 4
areas to own
operations Kemenko 1 IKN 3,1 3 2,9 4,3 4 4
Gereja Basilika IKN 3,1 3 2,9 4,3 4 4
Rusun Paspampres IKN 3,1 3 2,9 4,3 4 4
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Risk Level Score Classification for Direct Dependency - Impact 1,0 - 1,8: Very Low | 1,8 - 2,6: Low | 2,6 - 3,4: Medium | 3,4 - 4,2: High | 4,2 - 5,0: Very High
Saluran Pengaduan untuk Masyarakat [F.16] [GRI 2-27, 307-1] Public Complaint Channel
Dalam rangka memastikan keterbukaan dan akuntabilitas, In order to ensure transparency and accountability, WEGE
WEGE menyediakan saluran pengaduan yang dapat provides a complaint channel that can be used by the public
digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan potensi to report potential environmental impacts of the company’s
dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan. Pengaduan activities. Complaints can be submitted verbally or in writing
dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis melalui unit through the relevant business unit, and each report is
bisnis terkait, dan setiap laporan diproses secara serius serta processed seriously and transparently.
transparan.
Sepanjang tahun 2025, WEGE tidak menerima pengaduan Throughout 2025, WEGE did not receive any complaints
terkait aspek lingkungan, dan tidak terdapat pelanggaran related to environmental aspects, and there were no violations
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal of applicable laws and regulations. This demonstrates
ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan the Company’s commitment to conducting compliant and
operasional yang patuh dan bertanggung jawab. responsible operations.
Tumpahan yang Terjadi [F.15] Spillage
Sepanjang periode pelaporan, WEGE berhasil mencegah Throughout the reporting period, WEGE successfully
terjadinya tumpahan limbah berbahaya di seluruh lokasi prevented hazardous waste spills at its entire operational
kegiatan, termasuk kantor pusat, pabrik, dan area proyek. sites, including its head office, factories, and project areas.
Pengelolaan limbah cair, bahan kimia, maupun bahan bakar Liquid waste, chemicals, and fuel are managed under strict
dilakukan dengan prosedur ketat untuk memastikan seluruh procedures to ensure that all potentially high-risk materials
bahan berpotensi risiko tinggi ditangani secara aman dan are handled safely and in accordance with applicable
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. regulations.
Pencegahan tumpahan menjadi prioritas perusahaan bukan Preventing spills is a priority for the Company not only
2025 Sustainability Report
hanya karena tuntutan regulasi, tetapi juga sebagai komitmen because of regulatory requirements, but also as a
untuk melindungi kualitas tanah, air, dan udara di sekitar lokasi commitment to protecting the quality of soil, water, and
operasional. Tumpahan limbah dapat memberikan dampak serius air around its operational sites. Waste spills can severely
terhadap ekosistem, termasuk keanekaragaman hayati. Selain impact ecosystems, including biodiversity. Furthermore, the
itu, perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan protection of employee health and safety is also a key reason
juga menjadi alasan utama perusahaan menerapkan standar why the Company implements strict material management
penanganan material yang ketat. Melalui pendekatan ini, WEGE standards. Through this approach, WEGE strives to keep
berupaya menjaga lingkungan tetap aman sekaligus menghindari the environment safe while avoiding incidents that could 111
insiden yang dapat membahayakan pekerja. endanger workers.
Page 112
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Providing the Best Products for Customers
Paddock - Mandalika
Pelanggan memegang peran strategis dalam menentukan Customers play a strategic role in determining the direction
arah pembangunan bisnis. Di tengah dinamika industri of business development. Amidst the increasingly rapid
yang semakin cepat dan kompetitif, memahami kebutuhan and competitive dynamics of the industry, understanding
serta ekspektasi pelanggan menjadi landasan penting customer needs and expectations is an important foundation
bagi WEGE untuk tetap relevan dan unggul di pasar. for WEGE to remain relevant and dominant in the market.
Perusahaan memastikan kualitas produk sekaligus menjamin The Company ensures product quality and guarantees
perlindungan konsumen dengan mematuhi Undang-Undang consumer protection by complying with Law No. 8 of 1999
No. 8 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun and Government Regulation No. 29 of 2021 as the basis to
2021 sebagai dasar dalam menjaga praktik usaha yang adil maintain fair and safe business practices. By adhering to
dan aman. Dengan berpegang pada regulasi tersebut, WEGE these regulations, WEGE builds long-term relationships
membangun hubungan jangka panjang berbasis kepercayaan based on trust and sustainable values.
dan nilai berkelanjutan. [GRI 3-3]
Layanan Setara untuk Pelanggan [F.17] Equal Service for Customers
WEGE menjunjung prinsip kesetaraan dalam memberikan WEGE upholds the principle of equality in providing
layanan kepada seluruh pelanggan, tanpa membedakan latar services to all customers, regardless of their background
belakang maupun preferensi. Prinsip ini tercantum dalam or preferences. This principle is stated in the Company’s
Code of Conduct Perusahaan yang mengedepankan interaksi Code of Conduct, which promotes transparent, ethical, and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
yang transparan, etis, dan adil bagi setiap pemangku fair interactions with all stakeholders. This commitment
kepentingan. Implementasi tersebut didukung dengan is supported by compliance with Article 7 of the Consumer
Laporan Keberlanjutan 2025
kepatuhan terhadap Pasal 7 Undang-Undang Perlindungan Protection Law, which regulates the provision of honest
Konsumen yang mengatur penyediaan layanan yang jujur and non-discriminatory services. With this approach, WEGE
dan tanpa diskriminasi. Dengan pendekatan ini, WEGE ensures an inclusive service experience for all customers.
memastikan pengalaman layanan yang inklusif bagi seluruh
pelanggan.
112
Page 113
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Inovasi dan Pengembangan Produk [F.26] Product Innovation and Development
Untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan mempertahankan To respond to customer needs and maintain competitiveness,
daya saing, WEGE terus memperkuat inovasi di berbagai lini WEGE continues to strengthen innovation in various lines
layanan. Beberapa pengembangan strategis yang dilakukan of service. Several strategic developments that have been
antara lain: carried out include:
a. Konsesi a. Concessions
Perusahaan terus memperluas portofolio melalui The Company continues to expand its portfolio through
pengembangan proyek-proyek berbasis konsesi. the development of concession-based projects.
b. Modular b. Modular
Inovasi modular dikembangkan melalui produk Volumetric Modular innovations were developed through the
Modular dan Toilet Pod Modular, yang menawarkan Volumetric Modular and Toilet Pod Modular products,
efisiensi tinggi serta waktu konstruksi yang lebih cepat. which offer high efficiency and faster construction times.
c. Building Information Modeling (BIM) c. Building Information Modeling (BIM)
Pemanfaatan BIM meningkatkan ketepatan desain, The use of BIM improves design precision, planning
akurasi perencanaan, dan efektivitas pelaksanaan. accuracy, and effectiveness of construction. The
Integrasi BIM dengan IoT, AR, dan VR mendukung proses integration of BIM with IoT, AR, and VR supports a more
simulasi proyek yang lebih realistis dan efisien. Saat ini, realistic and efficient project simulation process.
WEGE tengah mengembangkan BIM Level 2 Dimensi 5. Currently, WEGE is developing BIM Level 2 Dimension 5.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan As part of its commitment to sustainable development,
berkelanjutan, WIKA bersama entitas anak perusahaannya WIKA and its subsidiary consistently deliver innovations
secara konsisten menghadirkan inovasi yang mendorong that promote energy efficiency, reduce carbon emissions,
efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan and strengthen local supply chains and industries. Various
rantai pasok dan industri lokal. Berbagai produk, layanan, products, services, and projects have been developed to
dan proyek dikembangkan untuk merespons tantangan respond to global environmental challenges while accelerating
lingkungan global sekaligus mempercepat adopsi teknologi the adoption of environmentally friendly technologies in
ramah lingkungan di berbagai sektor. Inisiatif ini mencakup various sectors. These initiatives include innovations in
inovasi material konstruksi, penguatan metode kerja rendah construction materials, reinforcing low-emission work
emisi, hingga pengembangan solusi yang mendukung methods, and developing solutions that support the transition
transisi menuju ekonomi yang lebih hijau. Namun demikian, to a greener economy. However, during the reporting period,
dalam periode pelaporan, tidak terdapat proyek yang there were no projects related to hydrocarbons. The following
berkaitan dengan hidrokarbon. Berikut ini merupakan salah is one of the main contributions of the business unit in the
satu kontribusi utama unit usaha dalam WIKA Group yang WIKA Group that supports the sustainability agenda and is
mendukung agenda keberlanjutan dan selaras dengan Tujuan in line with the Sustainable Development Goals (SDGs) in
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Indonesia.
Inovasi Sistem Konstruksi Modular di WEGE Modular Construction System Innovation at WEGE
WEGE melalui Unit Bisnis Sistem Konstruksi Modular Through its Modular Construction System Business Unit,
mengembangkan inovasi produk yang mendukung arah WEGE has developed a product innovation that supports
pembangunan rendah karbon, sejalan dengan upaya mencapai low-carbon development, in line with efforts to gradually
target Net Zero Emission secara bertahap. Salah satu inovasi achieve the Net Zero Emission target. One of the Company’s
unggulan Perseroan adalah sistem konstruksi modular atau leading innovations is the modular construction system or
PPVC (Prefabricated Prefinished Volumetric Construction), PPVC (Prefabricated Prefinished Volumetric Construction),
yaitu metode pembangunan dengan merakit komponen which is a construction method that involves assembling
bangunan di luar lokasi proyek sebelum dipasang di lokasi building components off-site before installing them at the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
utama. Pendekatan ini memberikan manfaat signifikan dalam main location. This approach provides significant benefits in
meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, sekaligus menekan terms of improving time and cost efficiency, while reducing
timbulan limbah konstruksi serta potensi emisi dari aktivitas construction waste and potential emissions from field work
2025 Sustainability Report
kerja di lapangan. activities.
113
Page 114
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Dalam pengembangannya, WEGE menghadirkan tiga sistem In its development, WEGE presents three main modular
utama konstruksi modular, yaitu MOLI (Modular Lite), WG construction systems, namely MOLI (Modular Lite), WG
Flatpack, dan Volumetrik. MOLI dirancang untuk bangunan Flatpack, and Volumetric. MOLI is designed for buildings up
hingga dua lantai dengan keunggulan proses perakitan tanpa to two stories with the advantage of an assembly process
kebutuhan alat berat, sehingga relevan untuk proyek skala that does not require heavy equipment, making it relevant for
kecil maupun kebutuhan cepat di area terbatas. WG Flatpack small-scale projects and urgent needs in limited areas. WG
menjadi solusi praktis untuk bangunan hingga empat lantai Flatpack is a practical solution for buildings up to four stories
dengan keunggulan efisiensi transportasi, pemasangan, dan with the advantages of transportation efficiency, installation,
fleksibilitas implementasi. Sementara itu, sistem Volumetrik and implementation flexibility. Meanwhile, the Volumetric
memungkinkan prefabrikasi hingga sekitar 90% dan telah system allows for up to 90% prefabrication and has been
dikembangkan untuk penerapan pada bangunan bertingkat, developed for application in multi-story buildings, including
termasuk hingga 14 lantai. up to 14 stories.
Teknologi modular WEGE telah diterapkan pada berbagai WEGE’s modular technology has been applied to various
proyek strategis, seperti Rumah Sakit COVID-19, Paddock strategic projects, such as the COVID-19 Hospital, Mandalika
Mandalika, serta pembangunan 22 Tower Hunian Pekerja di Ibu Paddock, and the construction of 22 Worker Housing Towers
Kota Nusantara (IKN). Implementasi ini menunjukkan bahwa in the Capital City of Nusantara (IKN). This implementation
teknologi modular tidak hanya menjadi solusi percepatan shows that modular technology is not only a solution for
pembangunan, tetapi juga mampu mendukung efisiensi accelerating development but also supports resource
sumber daya dan konsistensi mutu konstruksi sebagai bagian efficiency and consistency in construction quality as part of
dari transformasi industri konstruksi nasional. the national construction industry’s transformation.
Untuk memastikan kualitas dan konsistensi proses produksi, To ensure the quality and consistency of the production
sistem modular WEGE dikembangkan dengan mengacu process, WEGE’s modular system was developed by referring
pada standar internasional, termasuk ISO 50001:2018 to international standards, including ISO 50001:2018 (energy
(manajemen energi), ISO 14001:2015 (manajemen lingkungan), management), ISO 14001:2015 (environmental management),
serta ISO 9001:2015 (manajemen mutu). Penerapan standar and ISO 9001:2015 (quality management). The application of
ini memperkuat komitmen Perseroan untuk menjalankan these standards reinforces the Company’s commitment to
proses produksi yang lebih terukur, efisien, dan bertanggung implementing more measurable, efficient, and responsible
jawab. Selain itu, capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri production processes. In addition, the 59% Domestic
(TKDN) sebesar 59% mencerminkan komitmen WEGE dalam Component Level (TKDN) reflects WEGE’s commitment
memanfaatkan bahan baku lokal berkualitas, memperkuat to utilizing quality local raw materials, strengthening the
industri nasional, serta mengurangi ketergantungan pada national industry, and reducing dependence on imported
material impor. materials.
Dalam aspek keberlanjutan, WEGE juga mengintegrasikan In terms of sustainability, WEGE also integrates a Modular
pendekatan Modular Circular yang mengacu pada prinsip Circular approach that refers to the principles of circular
ekonomi sirkular. Pendekatan ini mencakup upaya economy. This approach includes efforts to reuse materials,
penggunaan kembali material, daur ulang, serta remanufaktur recycle, and remanufacture to extend the life cycle of
untuk memperpanjang siklus hidup material, sekaligus materials, while increasing resource efficiency and reducing
meningkatkan efisiensi sumber daya dan mengurangi limbah waste in the production and construction processes.
dalam proses produksi dan konstruksi.
Sebagai bagian dari pengembangan inovasi yang As part of its ongoing innovation development, WEGE
berkelanjutan, WEGE terus membangun kolaborasi dengan continues to establish collaborations with various parties,
berbagai pihak, termasuk institusi riset dan penyedia material including research institutions and environmentally friendly
ramah lingkungan. Salah satu hasil pengembangan adalah material suppliers. One of the results of this development is
Netro, inovasi hunian modular cerdas berkonsep smart Netro, a smart modular housing innovation with a smart net
net zero dan growing modular yang dikembangkan untuk zero and growing modular concept, developed to meet the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
menjawab kebutuhan hunian yang adaptif, hemat energi, need for adaptive, energy-efficient housing that is oriented
dan berorientasi pada pengurangan emisi. Inovasi ini telah towards reducing emissions. This innovation has been applied
Laporan Keberlanjutan 2025
diaplikasikan dalam konteks hunian dosen pada institusi in a lecturer housing facility at an educational institution, as
pendidikan, sebagai bukti penerapan nyata solusi modular proof of the real-world application of sustainable modular
berkelanjutan. solutions.
114
Page 115
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Melalui kampanye dan publikasi yang dilakukan secara Through regular campaigns and publications, WEGE also
berkala, WEGE juga mendorong peningkatan kesadaran encourages increased industry awareness of circular and
industri terhadap praktik konstruksi sirkular dan lebih ramah more environmentally friendly construction practices. By
lingkungan. Dengan penguatan teknologi modular, Perseroan strengthening modular technology, the Company strives to
berupaya menciptakan kontribusi nyata melalui inovasi yang make a real contribution through innovations that support
mendukung kebutuhan pembangunan nasional, sekaligus national development needs, while strengthening the
memperkuat fondasi menuju masa depan konstruksi yang foundation for a more sustainable future for construction in
lebih berkelanjutan di Indonesia. Indonesia.
Evaluasi Keamanan Produk bagi Pelanggan [GRI 416-1, Product Safety Assessment for Customers
416-2] [F.27]
Untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, To ensure product quality and safety, the Company
perusahaan menerapkan Quality Product Assessment System implements a Quality Product Assessment System (QPASS)
(QPASS) dengan fokus pada tiga aspek utama: with a focus on three main aspects:
1. Struktur bangunan, untuk memastikan kekuatan dan 1. Building structure, to ensure strength and stability.
stabilitas.
2. Arsitektur, guna menjamin kenyamanan dan fungsi 2. Architecture, to ensure the comfort and functionality of
bangunan. the building.
3. MEP, meliputi sistem kelistrikan, perpipaan, dan 3. MEP, including electrical, plumbing, and mechanical
mekanikal. systems.
Di samping itu, klinik mutu diselenggarakan secara berkala In addition, quality clinics are held regularly to detect
untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini. Seluruh potential problems early on. All construction activities are
kegiatan pembangunan memenuhi standar internasional in compliance with international standards such as ISO
seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2015, BIM, 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2015, BIM, and ISO
serta ISO 19650:2018. Sepanjang 2025, tidak terdapat insiden 19650:2018. Throughout 2025, there were no incidents that
yang membahayakan pelanggan, dengan tingkat kepatuhan endangered customers, with a procedure compliance rate of
prosedur mencapai 100%. Hal ini memastikan setiap proyek 100%. This ensures that every project delivered has met all
yang diserahkan telah memenuhi persyaratan keselamatan safety requirements.
secara menyeluruh.
Proyek-proyek besar yang berhubungan dengan gedung, Major projects related to buildings, road and bridge
infrastruktur jalan dan jembatan, hingga industri dan EPC, infrastructure, industry, and EPC were all completed without
seluruhnya diselesaikan tanpa insiden yang membahayakan any incidents that endangered users. This achievement
pengguna. Capaian ini menunjukkan keseriusan perusahaan demonstrates the Company’s commitment in maintaining
dalam menjaga keamanan sekaligus kualitas di setiap safety and quality at every stage of construction activities.
tahapan aktivitas konstruksi. [GRI 416-2]
Dampak Produk [F.28] Product Impact
WEGE secara konsisten melakukan evaluasi terhadap layanan WEGE consistently evaluates its services and products to
dan produk guna mengidentifikasi potensi risiko sejak identify potential risks early on. The 2025 evaluation results
awal. Hasil evaluasi tahun 2025 menunjukkan tidak ada isu show that there were no significant issues that impacted
signifikan yang berdampak pada pelanggan, dan setiap risiko customers, and any risks that arose were addressed through
yang muncul telah ditangani melalui langkah mitigasi yang appropriate mitigation measures.
tepat.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pengendalian kualitas material juga dilakukan secara Material quality control is also strictly enforced by ensuring
ketat dengan memastikan seluruh bahan yang digunakan that all materials used meet technical standards and project
memenuhi standar teknis dan spesifikasi proyek. Pendekatan specifications. This approach supports the creation of safe,
2025 Sustainability Report
ini mendukung terciptanya hasil konstruksi yang aman, high-quality construction results and minimizes negative
berkualitas, dan meminimalkan dampak negatif terhadap impacts on users and the environment.
pengguna maupun lingkungan.
115
Page 116
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Lingkungan Pengelolaan Dampak Lingkungan Biodiversity Risk Assessment Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
Environmental Management Environmental Impact Management Biodiversity Risk Assessment Providing the Best Products for Customers
Produk yang Ditarik Kembali [F.29] Recalled Products
Selama 2025, tidak terdapat produk maupun proyek yang In 2025, there were no recalled products or projects. This
ditarik kembali. Hal ini mencerminkan konsistensi perusahaan reflects the Company’s consistency in meeting quality, safety,
dalam memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kepatuhan and regulatory compliance standards.
terhadap regulasi.
Kepuasan Pelanggan [F.30] Customer Satisfaction
Kepuasan pelanggan menjadi indikator penting dalam Customer satisfaction is an important indicator in improving
peningkatan kualitas layanan WEGE. Untuk memantau the quality of WEGE’s services. To monitor customer
persepsi pelanggan, perusahaan menerapkan Customer perceptions, the Company implements a Customer
Satisfaction Index (CSI) melalui survei yang dilakukan setiap Satisfaction Index (CSI) through surveys conducted after
proyek selesai. Penilaian mencakup aspek kualitas produk, each project is completed. The assessment covers aspects of
ketepatan waktu, responsivitas, komunikasi, dan layanan product quality, timeliness, responsiveness, communication,
pasca proyek. and post-project services.
Data CSI digunakan untuk mengidentifikasi area yang CSI data is used to identify areas that need improvement and
memerlukan peningkatan sekaligus menjadi dasar dalam as a basis for strengthening service quality.
penguatan kualitas layanan.
Skor CSI WEGE (%)
WEGE’s CSI Score (%)
87,5 93,30
Target Skor CSI
CSI Score
2024: 87,5 2023: 87,5 2024: 93,39 2023: 93,50
Pada 2025, Perseroan meraih skor CSI sebesar 93,30% In 2025, the Company achieved a CSI score of 93.30%,
melampaui target yang ditetapkan yaitu 87,5%, hal ini exceeding the target of 87.5%, which reflects the high level
mencerminkan tingginya tingkat kepuasan pelanggan of customer satisfaction with the products and services
terhadap produk dan layanan yang diberikan. provided.
Perlindungan Privasi Data dan Penggunaan Informasi Data Privacy Protection and Use of Health Information
Kesehatan
WEGE menerapkan kebijakan Sistem Manajemen Keamanan WEGE implements ISO 27001 Information Security
Informasi (SMKI) ISO 270001 untuk menjaga kerahasiaan Management System (ISMS) Policy to maintain the
informasi kesehatan karyawan. Seluruh data kesehatan confidentiality of employee health information. All health data
hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pemantauan dan is only used for the purposes of monitoring and managing
pengelolaan kesehatan kerja, serta tidak digunakan untuk occupational health, and is not used for other purposes
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
tujuan lain tanpa persetujuan yang bersangkutan. without the consent of the person concerned.
Laporan Keberlanjutan 2025
Perusahaan juga memastikan bahwa informasi kesehatan
tidak menjadi dasar perlakuan diskriminatif, termasuk The Company also ensures that health information is not used
dalam proses promosi jabatan, penilaian kinerja, maupun as a ground for discriminatory treatment, including in the
pengambilan keputusan ketenagakerjaan lainnya. Seluruh process of job promotion, performance appraisal, or other
kebijakan dan program kesehatan dijalankan secara adil dan employment decisions. All health policies and programs are
bertanggung jawab guna mendukung kesejahteraan pekerja implemented fairly and responsibly to support the welfare of
tanpa menimbulkan dampak yang merugikan. workers without causing adverse effects.
116
Page 117
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Keamanan Informasi Information Security Governance
Perseroan menyadari bahwa keamanan informasi merupakan The Company recognizes that information security is a
elemen penting untuk menjaga keberlangsungan usaha, critical element in ensuring business continuity, protecting
melindungi data, dan mempertahankan kepercayaan data, and maintaining stakeholder trust. As a foundation for
pemangku kepentingan. Sebagai landasan pengelolaan, management, the Company has established an Information
Perseroan telah memiliki Kebijakan Sistem Manajemen Security Management System Policy aligned with ISO
Keamanan Informasi yang mengacu pada ISO 27001. 27001.
Hingga akhir periode pelaporan, pengungkapan publik As of the end of the reporting period, public disclosures
mengenai peran Dewan Komisaris dan Direksi dalam regarding the roles of the Board of Commissioners and
pengawasan keamanan informasi belum disampaikan secara the Board of Directors in overseeing information security
eksplisit. Meski demikian, pengawasan atas teknologi have not been explicitly provided. Nevertheless, oversight
informasi dan keamanan informasi telah menjadi bagian dari of information technology and information security has
fungsi manajemen melalui mekanisme tata kelola perusahaan been integrated into management functions through
dan koordinasi dengan unit terkait. Perseroan juga sedang corporate governance mechanisms and coordination with
mengembangkan struktur tata kelola yang lebih jelas di relevant units. The Company is also developing a clearer
tingkat Dewan Komisaris dan Direksi agar pengelolaan governance structure at the Board of Commissioners and
keamanan informasi berjalan lebih strategis, terarah, dan Board of Directors levels to ensure that information security
akuntabel. management is conducted in a more strategic, focused, and
accountable manner.
Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk memperkuat Moving forward, the Company is committed to strengthening
pengungkapan terkait peran, tanggung jawab, serta disclosures regarding the roles, responsibilities, and
kompetensi profesional Dewan Komisaris dan Direksi professional competencies of the Board of Commissioners
dalam mengawasi keamanan informasi. Penguatan ini and the Board of Directors in overseeing information
akan diselaraskan dengan struktur tata kelola Perseroan security. This strengthening will be aligned with the
dan didukung oleh Divisi Teknologi Informasi, sehingga Company’s governance structure and supported by the
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keamanan Information Technology Division, thereby further enhancing
informasi dapat semakin ditingkatkan. the transparency and accountability of information security
management.
Program Manajemen Keamanan Informasi Information Security Management Program
Dalam upaya memperkuat pengelolaan keamanan informasi, In an effort to strengthen information security management,
Perseroan secara bertahap menjalankan berbagai program the Company is gradually implementing various supporting
pendukung, seperti pelatihan keamanan informasi bagi programs, such as information security training for relevant
karyawan terkait serta penugasan auditor internal yang employees and the assignment of internal auditors with
kompeten di bidang Teknologi Informasi. Program ini expertise in Information Technology. These programs aim
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kapabilitas, dan to enhance awareness, capabilities, and compliance with
kepatuhan terhadap kebijakan serta prosedur keamanan information security policies and procedures.
informasi.
Sepanjang tahun 2025, WEGE tidak mengalami insiden Throughout 2025, WEGE did not experience any information
teknologi informasi yang berdampak material terhadap technology incidents that had a material impact on the
kondisi keuangan maupun operasional Perusahaan. Company’s financial or operational condition. Data security
Pengawasan keamanan data dan sistem TI dilakukan melalui and IT system oversight are conducted through internal
audit internal oleh Internal Audit Sistem Manajemen, serta audits by the Internal Audit Management System, as well as
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
audit eksternal berupa verifikasi penetration test oleh pihak external audits in the form of penetration test verification
independen untuk menguji ketahanan sistem terhadap by an independent party to test the system’s resilience
potensi serangan siber. Selain itu, Perusahaan juga secara against potential cyberattacks. In addition, the Company also
2025 Sustainability Report
berkala memberikan pelatihan terkait keamanan informasi periodically provides training related to information security
dan perlindungan data yang mengacu pada standar ISO 27001 and data protection based on ISO 27001 standards and COBIT
dan tata kelola COBIT 2019, sebagai bagian dari penguatan 2019 governance, as part of strengthening the information
budaya keamanan informasi di lingkungan WEGE. security culture within WEGE.
117
Page 118
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
118
Page 119
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Pengembangan Sumber Daya
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Manusia dan Dampak Sosial
Human Resource Development and Social Impact
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
119
Page 120
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Manajemen Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
WEGE meyakini bahwa sumber daya manusia merupakan WEGE believes that human resources are the main foundation
fondasi utama dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. in realizing its vision and mission. In line with the principle
Selaras dengan prinsip keberlanjutan, perusahaan of sustainability, the Company is committed to fulfilling
berkomitmen memenuhi aspek sosial dalam konsep triple the social aspect of the triple bottom line (People, Planet,
bottom line (People, Planet, Profit). Fokus ini tidak hanya Profit) concept. This focus is not only on achieving profits,
tertuju pada pencapaian keuntungan, tetapi juga pada but also on fulfilling the employment rights, welfare, and
pemenuhan hak ketenagakerjaan, kesejahteraan, dan competency development of all employees. By creating a
pengembangan kompetensi seluruh karyawan. Dengan work environment that supports individual growth, WEGE
menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan ensures that every employee can contribute their best to the
individu, WEGE memastikan setiap insan perusahaan Company’s sustainable development.
dapat memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan
perusahaan secara berkelanjutan. [GRI 3-3]
Human Capital Division bertanggung jawab dalam pengelolaan The Human Capital Division is responsible to manage
hubungan industrial yang harmonis dengan mengacu pada: harmonious industrial relations with reference to:
• Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang • Law No. 13 of 2003 concerning Manpower, as amended by
Ketenagakerjaan, sebagaimana telah diubah oleh Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, along with its
Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, derivative regulations;
beserta regulasi turunannya;
• Praktik ketenagakerjaan umum di Indonesia, mulai • General employment practices in Indonesia, starting
dari perencanaan tenaga kerja, seleksi dan rekrutmen, from workforce planning, selection and recruitment,
pengembangan karir, pengelolaan remunerasi, hingga career development, remuneration management, to the
penyelenggaraan jaminan sosial dan program pensiun. implementation of social security and pension programs.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
[GRI 3-3]
Laporan Keberlanjutan 2025
Komitmen Hak Asasi Manusia Human Rights Commitment
WEGE menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak WEGE upholds human rights and ensures the fulfillment
asasi manusia (HAM) dan memastikan pemenuhan hak of the rights and obligations of all employees as stated in
serta kewajiban seluruh karyawan sebagaimana tercantum the Collective Labor Agreement (PKB) and applicable legal
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan ketentuan hukum provisions. The Company upholds the principles of fairness,
yang berlaku. Perusahaan menegakkan prinsip keadilan, transparency, and fulfillment of the basic rights of every
120 transparansi, dan pemenuhan hak dasar setiap individu di individual in the work environment.
lingkungan kerja. [GRI 3-3] [S-09]
Page 121
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Dalam penerapannya, WEGE merujuk pada Undang-Undang In practice, WEGE refers to Law No. 13 of 2003 and Decree
No. 13 Tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan of the Minister of Manpower and Transmigration No. Kep
Transmigrasi No. Kep 255/Men/2003 terkait pembentukan 255/Men/2003 regarding the establishment of a Bipartite
Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit). Melalui sinergi Cooperation Institution (LKS Bipartit). Through synergy
dengan serikat pekerja di WIKA Group, yang mewakili 100% with the labor union at WIKA Group, which represents 100%
karyawan WEGE, perusahaan menyusun PKB secara berkala. of WEGE employees, the Company periodically prepares a
Dokumen ini memuat pengaturan mengenai pembentukan Collective Labor Agreement (PKB). This document contains
LKS Bipartit sebagai sarana komunikasi antara manajemen provisions regarding the establishment of LKS Bipartit
dan pekerja, serta pengaturan terkait hak-hak karyawan. as a means of communication between management and
Seluruh (100%) pekerja tercakup dalam PKB. [GRI 3-3, 2-30] [S-09] workers, as well as provisions related to employee rights. All
(100%) workers are covered by the PKB.
Perusahaan juga memiliki komitmen kuat untuk mencegah The Company is also strongly committed to prevent all
segala bentuk diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja. forms of discrimination and harassment in the workplace.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat laporan terkait Throughout 2025, there were no reports of discrimination
diskriminasi maupun pelecehan seksual, memperlihatkan or sexual harassment, demonstrating the Company’s
keberhasilan perusahaan dalam menjaga ruang kerja yang success in maintaining a safe, inclusive, and respectful work
aman, inklusif, dan saling menghargai. Selain itu, WEGE environment. In addition, WEGE ensured that there were no
memastikan tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi selama human rights violations throughout 2025.
tahun 2025. [S-07] [GRI 406-1]
Sepanjang tahun 2025, WEGE masih berada pada tahap In 2025, WEGE was still in the process of strengthening
penguatan kerangka pengelolaan hak asasi manusia (HAM). its human rights management framework. During this
Pada periode tersebut, Perseroan belum menerapkan period, the Company had yet to implement a formal and
mekanisme uji tuntas HAM secara formal dan terstruktur, structured human rights due diligence mechanism, nor had
serta belum menyusun langkah mitigasi dan remediasi it developed specific documented human rights mitigation
HAM yang terdokumentasi secara khusus. Ke depan, and remediation measures. Going forward, the Company
Perseroan berkomitmen untuk mengembangkan pendekatan is committed to developing a human rights management
pengelolaan HAM secara bertahap, sejalan dengan kebutuhan approach in stages, in line with business needs, operational
bisnis, karakteristik operasional, dan praktik tata kelola yang characteristics, and responsible governance practices.
bertanggung jawab.
Penghapusan Pekerja Anak dan Pekerja Paksa [F.19] Elimination of Child Labor and Forced Labor
Dalam rangka menjaga praktik ketenagakerjaan yang In order to maintain ethical employment practices, WEGE has
beretika, WEGE menerapkan kebijakan usia minimum 18 a minimum age policy of 18 years in its recruitment process,
tahun dalam proses rekrutmen, sekaligus mensyaratkan while also requiring the same conditions for all suppliers and
ketentuan yang sama bagi seluruh pemasok dan mitra kerja. business partners. The Company also strictly rejects all forms
Perusahaan juga secara tegas menolak segala bentuk kerja of forced labor, both internally and in its supply chain.
paksa, baik di lingkungan internal maupun pada rantai pasok.
[GRI 3-3, 408-1] [S-10]
Komitmen ini dilandasi oleh regulasi sebagai berikut: This commitment is based on the following regulations:
• UU No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 Tahun • Law No. 35 of 2014 amending Law No. 23 of 2002
2002 tentang Perlindungan Anak; concerning Child Protection;
• UU No. 20 Tahun 1999 mengenai pengesahan ILO • Law No. 20 of 1999 concerning the ratification of ILO
Convention No. 138 tentang batas usia minimum bekerja; Convention No. 138 concerning the minimum age for
employment;
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• UU No. 1 Tahun 2000 tentang pengesahan ILO Convention • Law No. 1 of 2000 concerning the ratification of ILO
No. 182 mengenai penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan Convention No. 182 concerning the elimination of the
terburuk untuk anak. worst forms of child labor.
2025 Sustainability Report
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, WEGE As a company operating in the construction sector, WEGE
menyadari bahwa aktivitas operasional, khususnya pada recognizes that its operational activities, particularly
proyek konstruksi yang melibatkan tenaga kerja dalam jumlah construction projects involving a large workforce and extensive
besar serta rantai pasok yang luas, memiliki potensi risiko supply chains, may carry potential risks related to labor
terkait praktik ketenagakerjaan, termasuk risiko terjadinya practices, including the risks of forced labor and child labor.
pekerja paksa maupun pekerja anak. Risiko tersebut dapat These risks may arise, among others, from non-compliance
muncul, antara lain, dalam bentuk ketidakpatuhan terhadap with working hour regulations, restrictions on workers’ 121
Page 122
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
ketentuan jam kerja, pembatasan kebebasan pekerja, freedom, and recruitment or labor management practices
serta praktik rekrutmen dan pengelolaan tenaga kerja that are not aligned with applicable laws and regulations,
yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, particularly among third-party workers or subcontractors.
terutama pada tenaga kerja pihak ketiga atau subkontraktor.
Selain itu, dalam konteks pekerja anak, risiko dapat timbul In addition, in the context of child labor, risks may emerge
apabila terdapat kelemahan dalam proses verifikasi usia from weaknesses in age verification processes or insufficient
tenaga kerja atau pengawasan terhadap mitra kerja dalam oversight of business partners within the supply chain.
rantai pasok. Meskipun sektor konstruksi secara umum Although the construction sector generally requires
mensyaratkan tenaga kerja usia produktif, Perseroan workers to be of productive age, the Company recognizes
tetap memandang penting adanya pengendalian yang the importance of adequate controls to ensure the absence
memadai untuk memastikan tidak terdapat praktik of child labor practices across all operational activities.
pekerja anak dalam seluruh kegiatan operasional.
Untuk itu, WEGE juga menetapkan jam kerja sesuai Pasal To address these risks, WEGE also sets working hours in
77 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, yaitu 8 jam per hari accordance with Article 77 of Law No. 13 of 2003, which is 8
dan 40 jam per minggu untuk lima hari kerja. Perusahaan hours per day and 40 hours per week for five working days.
menjalankan larangan terhadap perbudakan modern dan The Company prohibits modern slavery and forced labor,
kerja paksa, merujuk pada UU No. 19 Tahun 1999 tentang referring to Law No. 19 of 1999 concerning the ratification of
pengesahan konvensi ILO terkait penghapusan kerja paksa. the ILO convention on the elimination of forced labor. Until
Hingga akhir 2025, tidak ditemukan insiden kerja paksa di the end of 2025, there have been no incidents of forced labor
lingkungan perusahaan. [GRI 3-3, 409-1, 2-27] within the Company.
Keberagaman dan Kesetaraan [F.18] Diversity and Equality
WEGE berkomitmen menciptakan tempat kerja yang inklusif WEGE is committed to creating an inclusive workplace by
dengan menjamin kesetaraan kesempatan bagi seluruh ensuring equal opportunities for all employees regardless
karyawan tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, of gender, ethnicity, religion, race, social status, political
status sosial, pandangan politik, maupun kondisi fisik. Prinsip views, or physical condition. This principle is applied to
ini diterapkan pada seluruh proses ketenagakerjaan, mulai all employment processes, starting from recruitment to
rekrutmen hingga pengakhiran hubungan kerja. termination of employment.
Komitmen tersebut dijalankan berdasarkan: This commitment is carried out based on:
• Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja; • The Employment and Job Creation Law;
• UU No. 21 Tahun 1999 tentang pengesahan ILO Convention • Law No. 21 of 1999 concerning the ratification of ILO
No. 111 mengenai diskriminasi dalam pekerjaan dan Convention No. 111 on discrimination in employment and
jabatan; occupation;
• Panduan Kesetaraan dan Non-Diskriminasi di Tempat • Guidelines on Equality and Non-Discrimination in the
Kerja yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Workplace published by the Indonesian Ministry of
Transmigrasi RI. Manpower and Transmigration.
Dengan menghargai keberagaman, perusahaan memastikan By respecting diversity, the Company ensures that every
setiap individu memperoleh kesempatan yang adil untuk individual has a fair opportunity to develop and contribute
berkembang dan berkontribusi secara optimal. optimally.
Respectful Workplace Policy (RWP) Respectful Workplace Policy (RWP)
Perusahaan menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil The Company implements fair and responsible employment
dan bertanggung jawab dengan mengatur jam kerja secara practices by regulating working hours appropriately to
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
terukur untuk mencegah lembur berlebih, serta menjamin prevent excessive overtime, and ensuring that employees’
pemenuhan hak cuti berbayar bagi karyawan, termasuk cuti rights to paid leave, including annual leave and sick leave,
Laporan Keberlanjutan 2025
tahunan dan cuti sakit, sebagai bagian dari upaya menjaga are fulfilled as part of its efforts to maintain the well-being
kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja. Komitmen and work-life balance of its employees. This commitment
tersebut dilaksanakan sejalan dengan Undang-Undang is implemented in accordance with Law Number 13 of 2003
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana concerning Manpower as amended by Law Number 6 of
telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 2023 concerning Job Creation, along with its implementing
tentang Cipta Kerja, beserta peraturan pelaksanaannya, regulations, including Government Regulation Number 36 of
antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 2021 concerning Wages and Government Regulation Number
122 tentang Pengupahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 35 of 2021.
Tahun 2021.
Page 123
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja As part of its efforts to create a safe and harmonious work
yang aman dan harmonis, WEGE menerapkan Respectful environment, WEGE implements a Respectful Workplace
Workplace Policy (RWP). Hal ini guna memastikan setiap Policy (RWP). This ensures that every employee feels
karyawan merasa dihormati, bebas dari diskriminasi, respected and free from discrimination, harassment, bullying,
pelecehan, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya. or other forms of violence. By upholding human dignity, the
Dengan menjunjung martabat manusia, RWP menjadi RWP serves as the foundation for building the Company’s
landasan dalam membangun produktivitas dan keberlanjutan productivity and sustainability. In addition, the RWP is often
perusahaan. Selain itu, sosialisasi RWP kerap disebarkan disseminated through Instagram content @lifeatwege.
melalui konten Instagram @lifeatwege. [S-08]
Dalam implementasinya, setiap pegawai diwajibkan menjaga In its implementation, every employee is required to maintain
perilaku yang saling menghargai dengan: respectful behavior by:
• Mendorong tindakan saling menghormati di tempat kerja; • Encouraging mutual respect in the workplace;
• Menjamin kesempatan yang sama bagi perempuan dan • Ensuring equal opportunities for women and men to
laki-laki untuk menduduki setiap posisi; occupy every position;
• Mengapresiasi keberagaman latar belakang individu, • Appreciating the diversity of individual backgrounds,
termasuk etnis, usia, agama, gender, kondisi disabilitas, including ethnicity, age, religion, gender, disability, and
dan perspektif lainnya; other perspectives;
• Menyediakan akses sarana dan prasarana yang adil bagi • Providing fair access to facilities and infrastructure for all
seluruh karyawan; employees;
• Mendorong pelaporan terhadap tindakan diskriminasi, • Encouraging the reporting of discrimination, violence, or
kekerasan, atau pelecehan melalui kanal resmi harassment through official company channels;
perusahaan;
• Memberikan sanksi secara konsisten terhadap setiap • Consistently imposing sanctions for any violations;
pelanggaran;
• Melindungi pelapor yang beritikad baik dari tindakan • Protecting whistleblowers acting in good faith from
balasan, diskriminasi, atau hukuman tidak semestinya. retaliation, discrimination, or unjust punishment.
Komitmen ini tercermin dalam data Human Capital Information This commitment is reflected in the Human Capital
System yang menunjukkan komposisi karyawan yang beragam Information System data, which shows the diverse
serta mencerminkan budaya organisasi yang terbuka dan composition of employees and reflects an open and mutually
saling menghargai. Keberagaman ini menjadi kekuatan bagi respectful organizational culture. This diversity empowers
perusahaan dalam menciptakan inovasi dan meningkatkan the Company to create innovation and increase productivity.
produktivitas. Seluruh karyawan kami merupakan warga All of our employees are Indonesian citizens and come from
negara Indonesia, dan terdiri dari berbagai etnis & ras. various ethnicities and races.
Komposisi Karyawan WEGE [GRI 2-7, 405-1]
WEGE’s Employee Composition
Uraian
2025 2024 2023
Age
Karyawan berdasarkan Gender Pria | Male 405 440 460
Employees by Gender
Wanita | Female 55 60 65
Karyawan berdasarkan Level Jabatan Direksi | Director 5 5 5
Employees by Position Level
Manajer | Manager 81 80 82
Supervisor 183 261 214
Staf | Staff 191 154 224
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Karyawan berdasarkan Usia <25 0 0 -
Employees by Age
25-35 220 257 283
2025 Sustainability Report
35-45 161 162 160
46-55 78 80 76
>55 1 1 6
123
Page 124
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Komposisi Karyawan WEGE [GRI 2-7, 405-1]
WEGE’s Employee Composition
Uraian
2025 2024 2023
Age
Karyawan berdasarkan Pendidikan S2 | Master’s Degree 57 46 47
Employees by Education
S1 | Bachelor’s Degree 356 399 418
D3 | Diploma Degree 42 52 57
SMA | High School 3 3 3
Karyawan berdasarkan Wilayah Kantor Pusat | Head Office 353 243 233
Employees by Area
Proyek | Project 107 257 292
Jumlah Karyawan berdasarkan Gender dan Level Organisasi [S-01]
Number of Employees by Gender and Organizational Level
2025 2024 2023
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Level Jabatan
Male Female Male Female Male Female
Position Level
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
(%) (%) (%) (%) (%) (%)
Total Total Total Total Total Total
Entry-level 174 38 17 4 133 27 21 4 196 37 28 5
Mid-level 155 34 28 6 230 46 31 6 184 35 30 6
Senior-level 71 15 10 2 72 14 8 2 75 14 7 1
Execitive-level 5 1 0 0 5 1 0 0 5 1 0 0
Total 405 88 55 12 440 88 60 12 460 88 65 12
Fungsi Penghasil Pendapatan
259 64 14 25
Revenue Generating Function
Fungsi STEM | STEM Function 323 80 36 65
Perseroan menetapkan target peningkatan representasi The Company has set a target to increase the representation
perempuan pada posisi kepemimpinan dengan proporsi of women in leadership positions, with 16% of VP/Manager-
talent perempuan pada level VP/Manager sebesar 16%. level positions to be held by women.
Jumlah Karyawan berdasarkan Rentang Usia dan Level Organisasi tahun 2025 [S-02]
Number of Employees by Age Group and Organizational Level in 2025
Level Jabatan
Position Level
Rentang Usia (Tahun)
Entry-level Mid-Level Senior-Level Executive-Level
Age Group (Years)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female Male Female
18-25 0 0 0 0 0 0 0 0
25-35 113 12 74 14 6 1 0 0
35-45 44 4 52 11 43 6 1 0
45-55 17 1 29 3 22 3 3 0
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
>55 0 0 0 0 0 0 1 0
Total 174 17 155 28 71 10 5 0
Laporan Keberlanjutan 2025
124
Page 125
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Persentase (%)
Agama | Religion Total
Percentage
Islam | Islam 437 95
Kristen Protestan | Protestant 16 3,5
Kristen Katholik | Catholic 6 1,3
Hindu | Hindu 1 0,2
Total 460 100
Jumlah Karyawan berdasarkan Rentang Usia dan Level Organisasi tahun 2024 [S-02]
Number of Employees by Age Group and Organizational Level in 2024
Level Jabatan
Position Level
Rentang Usia (Tahun)
Entry-level Mid-Level Senior-Level Executive-Level
Age Group (Years)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female Male Female
18-25 0 0 0 0 0 0 0 0
25-35 97 17 124 13 6 0 0 0
35-45 24 4 80 14 37 2 1 0
45-55 12 0 26 4 29 6 3 0
>55 0 0 0 0 0 0 1 0
Total 133 21 230 31 72 8 5 0
Jumlah Karyawan berdasarkan Rentang Usia dan Level Organisasi tahun 2023 [S-02]
Number of Employees by Age Group and Organizational Level in 2023
Level Jabatan
Position Level
Rentang Usia (Tahun)
Entry-level Mid-Level Senior-Level Executive-Level
Age Group (Years)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female Male Female
18-25 2 0 0 0 0 0 0 0
25-35 163 24 76 12 6 0 0 0
35-45 20 4 78 15 40 2 1 0
45-55 11 0 29 3 26 5 2 0
>55 0 0 1 0 3 0 2 0
Total 196 28 184 30 75 7 5 0
Pekerja Bukan Pekerja Langsung Indirect Employees
Selain karyawan tetap, WEGE turut melibatkan tenaga kerja Other than permanent employees, WEGE also employs
yang bukan pekerja langsung, seperti tenaga alih daya dan indirect employees, such as outsourced workers and interns
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
peserta magang, untuk mendukung operasional perusahaan. to support the Company’s operational activities. This category
Kategori ini tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan has no direct employment relationship with the Company, but
perusahaan namun memberikan kontribusi dalam proses contributes to the business processes.
2025 Sustainability Report
bisnis. [GRI 2-8] [S-04]
125
Page 126
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Jumlah Karyawan yang Bukan Pekerja Langsung
Number of Indirect Employees
Uraian
2025 2024 2023
Description
Tenaga kerja alih daya 118 110 126
Outsourced workers
Persentase (%)* 25,65 22 23,12
Percentage (%)*
Jumlah Pegawai (Orang) Persentase Pegawai (%)
Number of Employees (People) Percentage of Employees (%)
Jumlah Pegawai perusahaan yang dipegang oleh kontraktor dan/atau 500 108,7%
konsultan
Total Employees of the Company who are managed by contractors and/or
consultants
Perekrutan dan Pergantian Karyawan Employee Recruitment and Turnover
Dalam rangka menjaga kesinambungan bisnis serta efektivitas In order to maintain business continuity and operational
operasional, WEGE melaksanakan proses perekrutan effectiveness, WEGE carries out a systematic employee
karyawan secara terencana dengan mempertimbangkan recruitment process that takes into account the needs of the
kebutuhan organisasi dan kapasitas perusahaan. Setiap organization and the capacity of the Company. Each organ and
organ dan unit kerja memiliki tanggung jawab untuk menyusun work unit is responsible for preparing an annual human capital
perencanaan kebutuhan human capital tahunan yang requirement plan that is integrated with the Company’s Work
terintegrasi dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Plan and Budget (RKAP) and Project Work Plan (RKP). The
(RKAP) serta Rencana Kerja Proyek (RKP). Penyusunan preparation refers to the Company’s Strategic Plan as well as
tersebut mengacu pada Rencana Strategis Perusahaan serta the human capital requirements sheet applicable within the
formulir kebutuhan human capital yang berlaku di lingkungan Company.
Perseroan.
Melalui pendekatan yang objektif dan terbuka, WEGE Through an objective and transparent approach, WEGE
memastikan seluruh proses perekrutan maupun pergantian ensures that all employee recruitment and replacement
karyawan dijalankan sesuai prinsip Good Corporate processes are carried out in accordance with the principles
Governance (GCG). Praktik ini menjadi fondasi penting dalam of Good Corporate Governance (GCG). This practice is an
mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan important foundation in supporting sustainable and ethical
berintegritas. [GRI 3-3] business growth.
Sebagai bagian dari upaya pengelolaan kinerja yang As an efforts to manage performance in a sustainable manner,
berkesinambungan, WEGE mendorong komunikasi aktif dan WEGE encourages active and continuous communication
berkelanjutan antara karyawan dan atasan langsung. Interaksi between employees and their immediate superiors. This
ini bertujuan untuk membangun kesepahaman bersama interaction aims to build a common understanding in setting
dalam menetapkan sasaran kerja yang jelas, meliputi: clear work objectives, including:
1. Pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab
pekerjaan yang dijalankan; 1. Understanding of the roles and responsibilities of the job
2. Kontribusi karyawan dalam pencapaian tujuan organisasi; being performed;
2. Employee contributions to the achievement of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
3. Interpretasi konkret atas makna kinerja yang baik; organizational goals;
3. Concrete interpretation of the meaning of good
Laporan Keberlanjutan 2025
4. Pola kolaborasi antara karyawan dan atasan dalam performance;
menjaga serta meningkatkan kinerja; 4. Patterns of collaboration between employees and
5. Identifikasi kendala kinerja beserta langkah-langkah supervisors in maintaining and improving performance;
penyelesaiannya. 5. Identification of performance obstacles and steps to
resolve them.
126
Page 127
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Selain aktivitas perekrutan, Perseroan juga memantau tingkat Besides recruitment activities, the Company also monitors
perputaran karyawan (turnover) yang dapat dipengaruhi employee turnover, which can be influenced by various factors,
oleh berbagai faktor, antara lain pensiun, berakhirnya masa including retirement, contract expiration, resignation,
kontrak, pengunduran diri, meninggal dunia, maupun sebab death, and other reasons. As a form of responsibility and
lainnya. Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan appreciation to employees, WEGE ensures the fulfillment of
kepada karyawan, WEGE memastikan pemenuhan hak-hak the rights of employees whose employment contracts have
karyawan yang berakhir hubungan kerjanya melalui pemberian ended by providing compensation in accordance with labor
kompensasi sesuai dengan ketentuan perundangan laws and regulations and the Collective Labor Agreement
ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). [GRI 3-3] (PKB).
Rekapitulasi data terkait perekrutan dan pergantian karyawan A summary of data related to the recruitment and replacement
WEGE dalam tiga tahun terakhir disajikan sebagai berikut: of WEGE employees in the last three years is presented below:
[GRI 401-1]
Komposisi Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
New Employee Composition and Employee Turnover by Gender
2025 2024 2023
Jenis Kelamin Karyawan Keluar Karyawan Keluar Karyawan Keluar
Gender Karyawan Baru Karyawan Baru Karyawan Baru
Outgoing Outgoing Outgoing
New Employe New Employe New Employe
Employee Employee Employee
Laki-laki 0 30 1 23 0 29
Male
Perempuan 0 4 0 5 0 2
Female
Jumlah 0 34 1 28 0 31
Total
Komposisi Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja
New Employee Composition and Employee Turnover by Work Area
2025 2024 2023
Wilayah Kerja Karyawan Keluar Karyawan Keluar Karyawan Keluar
Work Area Karyawan Baru Karyawan Baru Karyawan Baru
Outgoing Outgoing Outgoing
New Employe New Employe New Employe
Employee Employee Employee
Kantor Pusat 0 12 0 4 0 6
Marketing Division 0 2 0 0 0 8
Operation Division 0 10 0 1 0 5
Operation and 0 2 0 11 0 3
Modular Division
Operation and 0 5 1 7 0 4
Concession Division
Anak Perusahaan 0 3 0 5 0 3
Subsidiary
Jumlah 0 34 1 28 0 31
Total
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
127
Page 128
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Komposisi Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
New Employee Composition and Employee Turnover by Age Group
2025 2024 2023
Kelompok Usia Karyawan Keluar Karyawan Keluar Karyawan Keluar
Age Group Karyawan Baru Karyawan Baru Karyawan Baru
Outgoing Outgoing Outgoing
New Employe New Employe New Employe
Employee Employee Employee
18-30 0 10 0 6 0 5
31-40 0 11 0 6 0 10
41-50 0 6 1 1 0 1
>50 0 7 0 15 0 15
Jumlah 0 34 1 28 0 31
Total
Internal Hiring Detail
Uraian
2025 2024 2023 2022
Description
Jumlah Rekrutmen Karyawan Baru 0 1 0 4
Total Recruitment of New Employees
Jumlah Internal Hiring (Promosi, rotasi, dan mutasi) 299 264 305 336
Total Internal Hiring (Promotion, rotation, and mutation)
Persentase Pengisian Posisi dari Kandidat Internal 100,00% 99,62% 100,00% 98,82%
Percentage of Positions Fille by Internal Candidates
Tingkat Turnover (%)
Turnover Rate (%)
Tahun Resign + Pensiun Jumlah Pegawai Rasio (%)
Year Resignations + Retirements Total Employees Ratio (%)
2025 34 460 7,08
2024 28 500 5,46
2023 31 525 5,72
2022 32 558 5,68
Turnover Karyawan
Employee Turnover
Uraian
2025 2024 2023 2022
Description
Keputusan Perusahaan | Company Decision 3 2 5 -
Mengundurkan Diri | Resignation 23 11 10 20
Meninggal Dunia | Passed away 2 - 1 -
Pensiun Normal | Normal Retirement 4 15 15 12
Pensiun Sukarela | Voluntary Retirement 2 - - -
Total 34 28 31 32
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Tingkat Pergantian Karyawan [S-03]
Employee Turnover Rate
Laporan Keberlanjutan 2025
Jumlah Pegawai resign/Pemutusan Hubungan Kerja Jumlah Pegawai (orang) Persentase Pegawai (%)
Number of Employees who Resigned/Dismissed Number of Employees Employee Percentage (%)
Jumlah Pegawai resign/Pemutusan Hubungan Kerja 34 Orang | People 7,08%
Number of Employees who Resigned/Dismissed
Jumlah Pegawai Baru/pengganti 0 0%
Number of New Employees/replacement
128
Page 129
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Remunerasi Karyawan Employee Remuneration
WEGE menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip WEGE emphasizes its commitment to applying the principles
keadilan dan kesetaraan dalam sistem remunerasi bagi of fairness and equality in its remuneration system for all
seluruh karyawan. Perusahaan memastikan setiap karyawan employees. The Company ensures that every employee
memperoleh upah, tunjangan, dan kompensasi secara adil receives fair and transparent wages, allowances, and
dan transparan, tanpa adanya praktik diskriminasi dalam compensation, without any form of discrimination. There
bentuk apa pun. Tidak terdapat perbedaan rasio gaji pokok is no difference in the basic salary ratio or remuneration
maupun remunerasi antara karyawan perempuan dan laki- between female and male employees in all of the Company’s
laki di seluruh wilayah operasional Perseroan. operational areas.
Lebih lanjut, WEGE menjamin bahwa upah minimum Furthermore, WEGE guarantees that the minimum wage
karyawan tetap pada level terendah selalu berada di atas for permanent employees is always above the DKI Jakarta
Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, sesuai dengan Provincial Minimum Wage (UMP), as stipulated by applicable
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. laws and regulations. This policy refers to the Decree of
Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga the Minister of Manpower and Transmigration No. 226 of
Kerja dan Transmigrasi No. 226 Tahun 2000 tentang 2000 concerning amendments to a number of articles in
perubahan sejumlah pasal dalam Peraturan Menteri Tenaga the Minister of Manpower Regulation No. PER-01/MEN/1999
Kerja No. PER-01/MEN/1999 mengenai Upah Minimum. concerning Minimum Wages. The implementation of
Penerapan kebijakan tersebut mencerminkan kepatuhan this policy reflects the Company’s compliance with labor
Perseroan terhadap regulasi ketenagakerjaan sekaligus regulations as well as its commitment to creating a fair and
komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan prosperous work environment.
sejahtera. [GRI 3-3, 405-2] [F.20]
Rasio Gaji Karyawan Tetap Level Terendah terhadap UMP DKI Jakarta [F.20][202-1]
Ratio of Lowest Level Permanent Employee Salary against DKI Jakarta Minimum Wage
Tahun THP Pekerja | Employee THP
Rasio | Ratio
Year Terendah | Lowest UMP DKI Jakarta | DKI Jakarta Minimum Wage
2025 8.086.000 5.396.761 149,83%
2024 8.086.000 5.067.381 159,57%
2023 7.327.000 4.901.798 149,48%
Rasio gaji karyawan perempuan dan laki-laki berada pada The salary ratio between female and male employees is
tingkat yang setara, sehingga tidak terdapat perbedaan equal, indicating that there is no gender-based remuneration
remunerasi berdasarkan gender dalam struktur pengupahan difference in the Company’s wage structure. Besides the
Perseroan. Selain komponen remunerasi utama, WEGE juga main remuneration components, WEGE also provides various
menyediakan berbagai tunjangan bagi karyawan, baik yang benefits for employees, both permanent and contract
berstatus sebagai karyawan tetap maupun karyawan kontrak, employees, as presented in the following table:
sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: [GRI 401-2]
Tunjangan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Allowances by Employment Status
Jenis Tunjangan Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Type of Allowance Permanent Employee Contract Employee
Tunjangan Posisi | Position Allowance
Tunjangan Hari Raya Keagamaan | Religious Holiday Allowance
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Tunjangan Cuti | Paid Leave
Asuransi Jiwa | Life Insurance
2025 Sustainability Report
Perawatan Kesehatan | Health Insurance
Tanggungan Disabilitas dan Difabel | Disability and Difabel Support
Persiapan Masa Pensiun | Retirement Preparation
Kepemilikan Saham | Share Ownership
Bonus | Bonus
Cuti Melahirkan | Maternity Leave
129
Program Pengakuan Prestasi | Performance Recognition Program
Page 130
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Cuti Melahirkan Maternity Leave
WEGE menerapkan kebijakan cuti melahirkan sesuai dengan WEGE implements a maternity leave policy in accordance
ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode with the provisions of the Collective Labor Agreement (PKB)
2025–2026. Kebijakan ini mencakup pemberian hak cuti for the 2025–2026 period. This policy includes the provision
melahirkan bagi karyawan perempuan serta cuti paternity of maternity leave for female employees and paternity leave
leave bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan. for male employees whose wives give birth. These facilities
Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan are provided as a form of company support so that employees
perusahaan agar karyawan dapat mempersiapkan dan can prepare and undergo the childbirth process properly.
menjalani proses kelahiran anak dengan baik.
Perseroan juga menjamin bahwa karyawan perempuan yang The Company also guarantees that female employees who
menjalani cuti melahirkan memiliki hak untuk kembali bekerja take maternity leave have the right to return to work in the
pada posisi yang sama seperti sebelum cuti, sehingga same position as before their leave, ensuring the continuity of
kesinambungan karier dan kesempatan pengembangan their careers and opportunities for professional development.
profesional tetap terjaga. [GRI 3-3]
Jumlah karyawan WEGE yang memanfaatkan fasilitas cuti The number of WEGE employees who have taken advantage
melahirkan selama tiga tahun terakhir disajikan sebagai of maternity leave facilities over the last three years is as
berikut: [GRI 401-3] follows:
Data Karyawan yang Mengambil Cuti Melahirkan
Data of Employees Who Took Maternity Leave
Uraian Jenis Kelamin
2025 2024 2023
Description Gender
Jumlah Karyawan yang berhak mendapat cuti melahirkan Pria | Male 405 440 460
Number of Employees who are entittled for maternity
leave Wanita 55 60 65
Female
Jumlah Karyawan yang mengambil cuti melahirkan Pria | Male 24 0 7
Number of Employees who took maternity leave
Wanita 2 2 0
Female
Jumlah Karyawan yang kembali bekerja pada periode Pria | Male 24 0 7
pelaporan setelah cuti melahirkan berakhir
Number of Employees who returned to work after their Wanita 2 2 0
maternity leave ended during the reporting period Female
Persentase karyawan yang mengambil cuti melahirkan dan Pria | Male 100% 100% 100%
kembali bekerja
Percentage of employees who took maternity leave and Wanita 100% 100% 100%
returned to work Female
Perseroan terus berupaya menjaga tingkat retensi karyawan The Company continues to strive to maintain an optimal level
pasca cuti melahirkan pada level yang optimal melalui of employee retention following maternity leave by providing a
penyediaan lingkungan kerja yang fleksibel, komunikasi yang flexible working environment, fostering open communication
terbuka antara karyawan dan manajemen, serta dukungan between employees and management, and supporting the
dalam proses reintegrasi ke dunia kerja. reintegration process back into the workplace.
Program Pensiun Karyawan Employee Retirement Program
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
WEGE menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai bagian WEGE considers employee welfare to be an important
penting dari keberlanjutan perusahaan, tidak hanya selama part of the Company’s sustainability, not only during
Laporan Keberlanjutan 2025
masa kerja aktif, tetapi juga setelah karyawan memasuki active employment, but also after their retirement. As a
masa purna bakti. Sebagai wujud komitmen tersebut, manifestation of this commitment, the Company provides
Perseroan menyediakan program jaminan pensiun berbasis a contribution-based pension program designed to provide
kontribusi yang dirancang untuk memberikan kepastian financial security and support the quality of life of retired
finansial dan mendukung kualitas hidup karyawan di masa employees. This program is an important instrument in
pensiun. Program ini menjadi instrumen penting dalam ensuring a more planned and respectable transition into
memastikan transisi yang lebih terencana dan bermartabat retirement.
130 menuju masa pensiun. [GRI 3-3]
Page 131
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Pengelolaan program pensiun di WEGE dilaksanakan The management of the pension program at WEGE is
melalui beberapa skema yang disesuaikan dengan periode carried out through several schemes that are tailored to
pengangkatan serta kategori karyawan. Bagi karyawan yang the period of appointment and employee category. For
diangkat sebelum 1 Januari 2007, pengelolaan dana pensiun employees appointed before January 1, 2007, pension funds
dilakukan melalui Dana Pensiun WIKA dengan skema Program are managed through the WIKA Pension Fund with a Defined
Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), yang memberikan manfaat Benefit Pension Program (PPMP) scheme, which provides
pensiun dengan nilai yang telah ditetapkan sebelumnya. pension benefits with a predetermined value. Meanwhile, for
Sementara itu, bagi karyawan yang diangkat sejak 1 Januari employees appointed on or after January 1, 2007, including
2007 dan setelahnya, termasuk karyawan terampil, program skilled employees, the pension program is managed through
pensiun dikelola melalui Dana Pensiun WIKA dengan skema the WIKA Pension Fund under the Defined Contribution
Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), yang manfaatnya Pension Program (PPIP) scheme, whose benefits depend
bergantung pada akumulasi iuran selama masa kerja. on the accumulation of contributions during the period of
employment.
Melalui penerapan kebijakan tersebut, WEGE memastikan Through the implementation of this policy, WEGE ensures
seluruh karyawan memperoleh jaminan hari tua yang that all employees receive adequate old-age security, in
memadai, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam line with the Company’s commitment to maintaining the
menjaga kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan, baik sustainable welfare of its workers, both before and after their
sebelum maupun setelah masa kerja berakhir. employment ends.
Pada tahun 2025, Perseroan telah melaksanakan In 2025, the Company has fulfilled its obligations related to
kewajibannya terkait program pensiun dengan membayarkan the pension program by paying contributions for permanent
iuran bagi karyawan tetap atau organik yang terdaftar or organic employees who are registered as participants. The
sebagai peserta. Skema iuran bulanan terdiri atas kontribusi monthly contribution scheme consists of a 5% contribution
karyawan sebesar 5% dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) to be borne by employees based on their Basic Pension
dan kontribusi perusahaan sebesar 12,5% dari PhDP. [GRI 201-3] Income (PhDP) and a 12.5% contribution to be borne by the
Company based on PhDP.
Program Jaminan Pensiun Pension Insurance Program
Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)
Defined Benefit Pension Plan (PPMP)
Penyelenggara: Organizer:
DAPEN PPMP WIKA DAPEN PPMP WIKA
Ketentuan: Provisions:
Program Pensiun Manfaat Pasti dikelola oleh Dana The Defined Benefit Pension Program is managed
Pensiun Wijaya Karya (DP-WIKA), yang pendiriannya by the Wijaya Karya Pension Fund (DP-WIKA), which
telah memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan establishment has been approved by the Minister of
Republik Indonesia melalui Keputusan No. KEP-207/ Finance of the Republic of Indonesia through Decree No.
KM.17/1998 tanggal 9 Juni 1998 serta tercatat dalam KEP-207/KM.17/1998 dated June 9, 1998, and recorded
Berita Negara Republik Indonesia No. 53 Tahun 1998 in the State Gazette of the Republic of Indonesia No.
dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 53 of 1998 and Supplement to the State Gazette of the
60 tanggal 28 Juli 1998. Program ini diselenggarakan Republic of Indonesia No. 60 dated July 28, 1998. This
berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992 dan program is organized based on Law No. 11 of 1992 and
merupakan kelanjutan dari Yayasan Dana Pensiun PT is a continuation of the PT Wijaya Karya Pension Fund
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Wijaya Karya yang telah berdiri sebelumnya. Foundation that was established previously.
Peserta PPMP adalah pegawai tetap Perseroan PPMP participants are permanent employees of the
2025 Sustainability Report
yang diangkat sebelum 1 Januari 2007. Berdasarkan Company who were appointed before January 1, 2007.
perhitungan aktuaria per 30 Juni 2014, besaran iuran Based on actuarial calculations as of June 30, 2014,
ditetapkan sebesar 5% dari PhDP sebagai beban the contribution amount is set at 5% of PhDP as an
karyawan dan 19,2% dari PhDP sebagai beban Perseroan, employee expense and 19.2% of PhDP as a Company
sementara iuran PSL sepenuhnya menjadi tanggungan expense, while the PSL contribution is fully borne by the
perusahaan. Sepanjang tahun 2025, total pembayaran Company. Throughout 2025, the total pension program
iuran program pensiun yang telah ditunaikan WEGE contributions paid by WEGE amounted to Rp14.68 billion.
mencapai Rp14,68 miliar. 131
Page 132
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Jaminan Hari Tua
Old Age Insurance
Penyelenggara: Organizer:
BPJS Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan
Ketentuan: Provisions:
Seluruh pegawai Perseroan diikutsertakan dalam All employees of the Company are covered by the
Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola Employment Social Security Program managed by BPJS
oleh BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Hari Tua Ketenagakerjaan, which includes Old Age Security (JHT),
(JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja Pension Security (JP), Occupational Accident Security
(JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Besaran iuran (JKK), and Death Security (JKM). The contribution
ditetapkan sebesar 3% sebagai beban pegawai dan amount is set at 3% to be borne by the employee and
6,24% sebagai beban Perseroan. 6.24% to be borne by the Company.
Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)
Defined Contribution Pension Program (PPIP)
Penyelenggara: Organizer:
DAPEN PPIP WIKA DAPEN PPIP WIKA
Ketentuan: Provisions:
Dana Pensiun Wijaya Karya Program Pensiun Iuran Pasti The Wijaya Karya Defined Contribution Pension
(DAPEN WIKA PPIP) didirikan berdasarkan Keputusan Program (DAPEN WIKA PPIP) was established based
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP- on the Decree of the Board of Commissioners of the
146/D.05/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Financial Services Authority No. KEP-146/D.05/2014
pengesahan Peraturan Dana Pensiun. Peraturan dated December 8, 2014, concerning the ratification of
tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT Pension Fund Regulations. The regulations were stipulated
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. SK.01.01/A.DIR.2524/2014 through the Decree of the Board of Directors of PT Wijaya
tanggal 25 Maret 2014 dan tercatat dalam Berita Negara Karya (Persero) Tbk No. SK.01.01/A.DIR.2524/2014 dated
Republik Indonesia No. 7 tanggal 23 Januari 2015 serta March 25, 2014 and recorded in the State Gazette of the
Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 5/DP Republic of Indonesia No. 7 dated January 23, 2015 and
Tahun 2015. the Supplement to the State Gazette of the Republic of
Indonesia No. 5/DP Year 2015.
Peserta DAPEN WIKA PPIP mencakup pegawai organik
Participants in DAPEN WIKA PPIP include organic
yang diangkat sejak 1 Januari 2007 dan setelahnya,
employees appointed since January 1, 2007 and
pegawai terampil, pegawai perusahaan sesuai
thereafter, skilled employees, company employees
ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku,
in accordance with the provisions of the applicable
serta pegawai mitra pendiri sesuai peraturan masing-
Collective Labor Agreement, and founding partner
masing perusahaan. Besaran iuran ditetapkan sebesar
employees in accordance with the regulations of each
5% dari PhDP sebagai beban pegawai dan 12,5% dari
company. The contribution amount is set at 5% of PhDP
PhDP sebagai beban Perseroan.
borne by the employee and 12.5% of PhDP borne by the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Company.
Laporan Keberlanjutan 2025
132
Page 133
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Program Jaminan Kesehatan Pensiunan dan Keluarga
Retiree and Family Health Insurance Program
Penyelenggara: Organizer:
BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan
Ketentuan: Provisions:
Seluruh pegawai Perseroan diikutsertakan dalam All Company employees are included in the Health
Program Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Insurance Program organized by BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan. Iuran ditetapkan sebesar 1% sebagai Contributions are set at 1% to be borne by employees
beban pegawai dan 4% sebagai beban Perseroan, and 4% to be borne by the Company, with a maximum
dengan batas maksimum upah yang diperhitungkan wage limit of Rp12,000,000.
sebesar Rp12.000.000.
Program Purna Karya
Retirement Program
Penyelenggara: Organizer:
KOKAR WIKA KOKAR WIKA
Ketentuan: Provisions:
Program imbalan pasca kerja diberikan kepada pegawai The post-employment benefit program is provided to
yang diangkat sebelum 1 Januari 2014 berdasarkan employees appointed before January 1, 2014, based on
kesepakatan dengan Serikat Pekerja yang tertuang an agreement with the Labor Union as stipulated in the
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang masih Collective Labor Agreement (PKB) which is still in effect.
berlaku. Program ini hanya diperuntukkan bagi pegawai This program is only intended for employees who joined
yang bergabung sebelum tanggal tersebut, dengan before that date, with benefits calculated based on the
perhitungan manfaat berdasarkan kondisi pada saat conditions at the time of determination and developed
penetapan dan dikembangkan setiap tahun. Sementara annually. Meanwhile, for employees appointed after
itu, bagi pegawai yang diangkat setelah 1 Januari 2014, January 1, 2014, the facilities provided are limited to the
fasilitas yang diberikan terbatas pada program pensiun, pension program, with the provision that the benefits
dengan ketentuan bahwa manfaat yang diterima tidak received may not be lower than the provisions of the
boleh lebih rendah dari ketentuan peraturan perundang- applicable laws and regulations.
undangan yang berlaku.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
133
Page 134
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Partisipasi dan Kewajiban Program Pensiun Participation and Obligations of the Pension Program
Tingkat Partisipasi Karyawan dalam Program Pensiun Berdasarkan Skema
Employee Participation Rate in the Pension Program Based on the Scheme
Jenis Skema (Wajib/ Tingkat Partisipasi
Uraian Sukarela) Participation Rate
Description Type of Scheme
(Mandatory/Voluntary) 2025 2024 2023
Program Pensiun Manfaat Pasti Wajib 34 37 41
Defined Benefit Pension Program Mandatory
Program Pensun Lainnya Wajib 424 463 486
Other Pension Program Mandatory
Kewajiban Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun Lainnya
Obligation to Defined Benefit Pension Program and Other Pension Program
Uraian
2025 2024 2023
Description
Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) 29,71% 29,71% 27,04%
Defined Benefit Pension Program (PPMP)
Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) 17,50% 17,50% 17,50%
Defined Contribution Pension Program (PPIP)
Program Jaminan Kesehatan Pensiunan dan Keluarga 5,00% 5,00% 5,00%
Retiree and Family Health Insurance Program
Jaminan Hari Tua 5,70% 5,70% 5,70%
Old Age Insurance
Jaminan Pensiun 3,00% 3,00% 3,00%
Pension Insurance
Jumlah 60,91% 60,91% 58,24%
Total
Persentase Kontribusi Gaji dalam Program Pensiun
Percentage of Salary Contribution in the Pension Program
Uraian
2025 2024 2023
Description
Karyawan 5% 5% 5%
Employee
Pemberi Kerja (Perusahaan)
Employer (the Company)
Program Pensiun Manfaat Pasti 24,71% 24,71% 22,04%
Defined Pension Program
Program Pensiun Iuran Pasti 12,50% 12,50% 12,50%
Defined Contribution Pension Program
Jumlah 42,21% 42,21% 39,54%
Total
Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) Karyawan [GRI Employee Pre-Retirement Training (MPP)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
404-2]
Laporan Keberlanjutan 2025
Sebagai bagian dari dukungan menyeluruh terhadap As part of its comprehensive support for employees
karyawan yang akan memasuki masa pensiun, WEGE approaching retirement, WEGE organizes a special training
menyelenggarakan program pelatihan khusus bagi karyawan program for employees who are about to conclude their
yang akan mengakhiri masa kerjanya. Program ini bertujuan employment. This program aims to equip participants with
untuk membekali peserta dengan keterampilan dan wawasan relevant skills and insights so that they remain productive and
yang relevan agar tetap produktif serta memiliki kesiapan are mentally and financially prepared for retirement.
mental dan finansial di masa purna bakti. [GRI 404-2]
134
Page 135
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Menjelang masa purna bakti, Perseroan secara konsisten Prior to retirement, the Company consistently organizes
melaksanakan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) Pre-Retirement Training (MPP) as a mandatory program for
sebagai program wajib bagi karyawan yang diproyeksikan employees who are projected to retire within the next five
akan memasuki masa pensiun dalam kurun waktu lima tahun years. The training material is designed to be comprehensive,
ke depan. Materi pelatihan dirancang secara komprehensif, covering aspects of entrepreneurship, psychological
mencakup aspek kewirausahaan, kesiapan psikologis, readiness, health, financial management, and investment
kesehatan, pengelolaan keuangan, hingga perencanaan planning.
investasi.
Sepanjang tahun 2025, Pelatihan MPP telah diselenggarakan Throughout 2025, MPP Training has been held once, in June,
sebanyak satu kali, yaitu bulan Juni, dengan total peserta which was participated by 5 employees.
sebanyak 5 karyawan.
Pengembangan Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Employee Competency Development and
Karyawan [F.22] Performance Evaluation
WEGE berkomitmen untuk terus memperkuat kompetensi WEGE is committed to continuously improve employee
karyawan melalui pelaksanaan berbagai program pelatihan competencies through various training and development
dan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan bisnis programs that are relevant to business needs and the
serta dinamika industri konstruksi. Upaya ini dilaksanakan dynamics of the construction industry. These initiatives are
secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan carried out continuously as part of the Company’s strategy
dalam menjaga produktivitas, meningkatkan kualitas kinerja, to maintain productivity, improve performance quality, and
dan memperkuat daya saing sumber daya manusia. Sejalan strengthen the competitiveness of human resources. In line
dengan itu, Perseroan juga menerapkan sistem evaluasi with this commitment, the Company also implements an
kinerja yang objektif dan transparan guna menilai capaian objective and transparent performance evaluation system
individu sekaligus memberikan umpan balik yang konstruktif. to assess individual achievements and provide constructive
feedback.
Pendekatan tersebut memastikan setiap karyawan memiliki
ruang dan kesempatan yang setara untuk berkembang This approach ensures that every employee has equal space
serta berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan and opportunity to develop and contribute optimally to the
perusahaan. Untuk mendukung hal tersebut, WEGE Company’s growth. To support this objective, WEGE organizes
menyelenggarakan program pengembangan kompetensi systematic and sustainable competency development
secara terencana dan berkelanjutan bagi pegawai yang programs for designated employees, with an approach
telah ditetapkan, dengan pendekatan yang disesuaikan tailored to the needs of the organization and job roles. The
dengan kebutuhan organisasi dan peran jabatan. Program development program consists of a Mandatory Development
pengembangan tersebut terdiri atas Program Pengembangan Program that must be attended by every employee according
Mandatory yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sesuai to their job group, and an Optional Development Program
dengan kelompok jabatannya, serta Program Pengembangan designed to support competency improvement based on the
Pilihan yang dirancang untuk menunjang peningkatan needs of each job function.
kompetensi berdasarkan kebutuhan fungsi pekerjaan
masing-masing. [GRI 3-3]
Pengelolaan pelatihan dan pengembangan karyawan The management of employee training and development is
dikoordinasikan oleh Human Capital Division melalui coordinated by the Human Capital Division through various
berbagai program pembelajaran, antara lain seminar, learning programs, including seminars, certification,
sertifikasi, asesmen, dan workshop. Materi pelatihan assessments, and workshops. The training materials cover
mencakup pengembangan kompetensi teknis, manajerial, technical and managerial competency development, as well
serta sertifikasi keahlian sesuai bidang kerja. Selain as certification of expertise in accordance with the field of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
itu, Perseroan juga menyelenggarakan pelatihan soft work. In addition, the Company also conducts soft competency
competency yang bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, training aimed at instilling positive values, increasing work
meningkatkan motivasi kerja, serta memperkuat integritas, motivation, and strengthening employee integrity, ethics, and
2025 Sustainability Report
etika, dan loyalitas karyawan. Melalui pendekatan ini, WEGE loyalty. Through this approach, WEGE ensures that employee
memastikan pengembangan profesional karyawan berjalan professional development is comprehensive and continuous.
secara menyeluruh dan berkesinambungan.
135
Page 136
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Program pengembangan karyawan diterapkan kepada The employee development program is provided to employees
pegawai yang telah ditetapkan oleh Perseroan, dengan designated by the Company, grouped as follows:
pengelompokan sebagai berikut:
a. Pelatihan Wajib, berupa pelatihan soft skill yang a. Mandatory Training, consisting of soft skills training
disesuaikan dengan jenjang jabatan karyawan; tailored to the employee’s position level;
b. Pelatihan Opsional, yaitu pelatihan yang dirancang b. Optional Training, which is designed based on the
berdasarkan kebutuhan individu karyawan. Dalam hal ini, individual needs of employees. In this case, the Human
Human Capital Division secara rutin menghimpun formulir Capital Division routinely collects Training Need Analysis
Training Need Analysis dari setiap unit kerja untuk forms from each work unit to identify competency
mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi. development needs.
Pengembangan karyawan dilaksanakan berdasarkan prinsip Employee development is carried out based on the principle
perencanaan yang terukur, dengan memperhatikan tujuan, of measurable planning, taking into account the objectives,
sasaran, anggaran, serta jangka waktu pelaksanaan. targets, budget, and implementation period.
Berbagai metode pengembangan yang diterapkan meliputi: Various development methods are applied, including:
[GRI 404-2]
a. Pembelajaran; a. Learning;
b. Coaching; b. Coaching;
c. Mentoring; c. Mentoring;
d. Assignment; d. Assignment;
e. Magang; e. Internships;
f. Short course; f. Short courses;
g. Uji keahlian; g. Skills tests;
h. Sertifikasi keahlian eksternal; h. External skills certification;
i. Pendidikan lanjutan. i. Advanced education.
Beberapa Program yang Dilaksanakan oleh WEGE: Some Programs Implemented by WEGE:
1. Leadership Development Program 1. Leadership Development Program
Perusahaan telah memiliki berbagai program The company has established various leadership
pengembangan kepemimpinan bagi karyawan. Program development programs for its employees. These
ini dilaksanakan melalui pelatihan mandatory per level programs are implemented through mandatory training
jabatan, sehingga setiap jenjang memiliki kompetensi tailored to each job level, ensuring that every tier
kepemimpinan yang relevan dengan peran dan tanggung possesses leadership competencies relevant to their
jawabnya. roles and responsibilities.
Dalam rangka memastikan keberlanjutan kepemimpinan To ensure leadership continuity and the availability of
serta ketersediaan talenta yang siap menghadapi talent ready to face future business challenges, the
tantangan bisnis di masa depan, perusahaan menerapkan company implements tiered leadership development
pengembangan kepemimpinan secara berjenjang yang starting from the early stages of talent development
dimulai sejak tahap awal pembentukan talenta hingga level through to the managerial level. This development begins
manajerial. Pengembangan tersebut dimulai dari jenjang at the Young Leader, Satria Muda, and Satria Pratama
Pemimpin Muda, Satria Muda, hingga Satria Pratama levels as part of an early leadership development process
sebagai bagian dari proses pembinaan kepemimpinan aimed at shaping employees’ character, integrity, and
sejak dini untuk membentuk karakter, integritas, dan foundational leadership competencies.
kompetensi dasar kepemimpinan pegawai.
Selanjutnya, pada tingkat Junior Management, perusahaan Furthermore, at the Junior Management level, the
memperkuat kapabilitas manajerial melalui program seperti company strengthens managerial capabilities through
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Leader as Coach dan Managing Result yang berfokus pada programs such as Leader as Coach and Managing Results,
pengembangan kemampuan coaching, pengelolaan kinerja which focus on developing coaching skills, managing team
Laporan Keberlanjutan 2025
tim, serta pencapaian hasil kerja yang optimal. performance, and achieving optimal work outcomes.
Pada tingkat Middle Management, perusahaan At the Middle Management level, the company implements
melaksanakan program PKMM (Program Kepemimpinan the PKMM (Middle Management Leadership Program),
Manajemen Madya) yang dirancang untuk meningkatkan designed to enhance strategic leadership, decision-
kemampuan kepemimpinan strategis, pengambilan making, and organizational change management
keputusan, serta pengelolaan perubahan organisasi. capabilities.
136
Page 137
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Melalui pendekatan pengembangan yang terstruktur dan Through this structured and continuous development
berkelanjutan ini, perusahaan berupaya membangun approach, the company strives to build a strong leadership
pipeline kepemimpinan yang kuat guna mendukung pipeline to support the sustainability of organizational
keberlanjutan kinerja organisasi serta pencapaian performance and the achievement of long-term business
strategi bisnis jangka panjang. strategies.
2. Program Pelatihan Digital 2. Digital Training Programs
Perusahaan telah melaksanakan berbagai pelatihan The company has conducted various training programs
yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi digital, focused on enhancing digital competencies, particularly
khususnya dalam mendukung transformasi digital dan to support digital transformation and the utilization
pemanfaatan teknologi dalam operasional perusahaan. of technology in company operations. Digital learning
Program pembelajaran digital juga difasilitasi melalui programs are also facilitated through online learning
platform pembelajaran daring seperti LinkedIn Learning platforms such as LinkedIn Learning and the company’s
dan platform internal perusahaan, Wikademy, yang internal platform, Wikademy, which allow employees to
memungkinkan karyawan untuk mengakses materi access learning materials flexibly and continuously.
pembelajaran secara fleksibel dan berkelanjutan.
3. Pembelajaran Berbasis Kolaborasi 3. Collaborative Learning
Mekanisme pembelajaran kolaboratif seperti knowledge Collaborative learning mechanisms such as knowledge-
sharing session, forum pembelajaran internal, serta sharing sessions, internal learning forums, and cross-
diskusi lintas unit telah dilakukan dalam berbagai kegiatan departmental discussions have been implemented in
pengembangan karyawan. Selain itu, perusahaan juga various employee development activities. Additionally,
mendorong terbentuknya Community of Practice (CoP) the company encourages the formation of Communities
sebagai wadah bagi karyawan untuk berbagi pengetahuan, of Practice (CoP) as a platform for employees to share
pengalaman, serta praktik terbaik dalam bidang keahlian knowledge, experiences, and best practices within
tertentu. specific areas of expertise.
4. Program Terkait Diversity, Equity & Inclusion (DEI) 4. Diversity, Equity & Inclusion (DEI) Programs (DEI)
Perusahaan secara konsisten menginternalisasikan nilai- The company consistently internalizes the values of the
nilai Budaya AKHLAK BUMN serta menerapkan prinsip AKHLAK BUMN Culture and applies the principles of
kesetaraan dan non-diskriminasi dalam lingkungan kerja. equality and non-discrimination in the workplace. Various
Berbagai kegiatan sosialisasi dan penguatan budaya kerja outreach and work culture-strengthening activities are
juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan also conducted as part of efforts to create an inclusive
lingkungan kerja yang inklusif. work environment.
Dalam rangka mendukung kesejahteraan karyawan serta To support employee well-being and foster a healthy, inclusive,
menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan and productive work environment, the Company continues
produktif, Perusahaan terus mengembangkan berbagai to develop various employee support programs focused on
program pendukung karyawan yang berfokus pada kesehatan physical health, mental health, and work-life balance.
fisik, kesehatan mental, serta keseimbangan kehidupan kerja
dan keluarga (work-life balance).
Perusahaan menyediakan berbagai inisiatif pengelolaan The Company offers various workplace stress management
stres kerja (workplace stress management) melalui Employee initiatives through the Employee Assistance Program (EAP),
Assistance Program (EAP) yang merupakan program a support service designed to address both personal and
layanan bantuan untuk mengatasi masalah pribadi maupun professional issues, such as stress, family problems, or
profesional, seperti stres, masalah keluarga, atau kesehatan mental health concerns. The EAP aims to enhance employee
mental. EAP bertujuan meningkatkan kesejahteraan well-being, maintain productivity, and provide psychological
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
karyawan, menjaga produktivitas, dan memberikan support through mental wellness coaching, health education
dukungan psikologis kegiatan pembinaan mental, sesi sessions, and internal campaigns that foster a supportive
edukasi kesehatan, serta kampanye internal yang mendorong work environment.
2025 Sustainability Report
terciptanya lingkungan kerja yang suportif.
Selain itu, Perusahaan juga menyelenggarakan program Additionally, the Company regularly organizes health services
layanan kesehatan dan kegiatan olahraga secara berkala guna and sports activities to promote a healthy lifestyle and
mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan kebugaran improve employee fitness.
karyawan.
137
Page 138
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Dalam aspek dukungan terhadap keluarga, Perusahaan In terms of family support, the Company offers various family
memberikan berbagai manfaat keluarga (family benefits) benefits, including maternity leave for female employees,
yang mencakup pemberian cuti melahirkan bagi karyawan paternity leave, and leave to care for a sick family member.
perempuan, cuti mendampingi pasangan melahirkan, serta Furthermore, the Company provides support facilities for
cuti untuk mendampingi anggota keluarga yang sakit. Selain employees with children, such as adequate lactation rooms
itu, Perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung in the workplace and various other supporting facilities
bagi karyawan yang memiliki anak, seperti ruang laktasi aimed at ensuring employees’ comfort in fulfilling both their
yang memadai di lingkungan kerja serta berbagai fasilitas professional and family roles.
penunjang lainnya yang bertujuan mendukung kenyamanan
karyawan dalam menjalankan peran profesional maupun
peran keluarga.
Melalui berbagai program tersebut, Perusahaan berupaya Through these programs, the Company strives to build a
membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, seimbang, healthier, more balanced, and sustainable work environment,
dan berkelanjutan, sehingga karyawan dapat bekerja enabling employees to perform at their best while maintaining
secara optimal sekaligus menjaga kesejahteraan diri dan their own well-being and that of their families.
keluarganya.
Sepanjang tahun 2025, WEGE mencatat total rata-rata durasi Throughout 2025, WEGE recorded a total average training
pelatihan sebesar 23,56 jam bagi karyawan laki-laki dan 20,62 duration of 23.56 hours for male employees and 20.62 hours
jam bagi karyawan perempuan. [GRI 404-1] for female employees.
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan Laki-laki dan Karyawan Perempuan [GRI 404-1, S-05]
Average Training Hours for Male and Female Employee
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Rata-rata jam pelatihan per karyawan (jam/karyawan) 26,45 24,96 30,23
Average training hours per employee (hours/employee)
Jumlah karyawan yang ikut serta dalam program pelatihan 1.055 3.652 3.884
Number of employees participating in training programs
Persentase jumlah karyawan yang ikut serta dalam pelatihan (%) 93 94 85
Percentage of employees participating in training programs (%)
Jumlah Pegawai Rata-rata Jam Pelatihan (dalam jam)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Jenis Kelamin Number of Employees Average Training Hours (in hours)
Gender
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Laporan Keberlanjutan 2025
Laki-Laki 923 2.153 1.675 23,56 26,87 32,86
Male
Perempuan 150 448 186 20,62 23,06 27,6
Female
138
Page 139
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan Berdasarkan Level Jabatan
Average Employee Training Hours by Position Level
Jumlah Pegawai Rata-rata Jam Pelatihan (dalam jam)
Level Jabatan Number of Employees Average Training Hours (in hours)
Position Level
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Komisaris/Komite 4 2 5 24 24 22
Commissioners/
Committee
Direksi | Directors 12 1 3 22 32 16
BOD-2 42 56 121 24,36 27,33 17,93
BOD-3 184 188 232 39,68 25,1 33,19
BOD-4 477 1.033 534 53,43 19,84 34,15
BOD-5 340 1.321 952 54,07 23,64 34,12
Rata-rata jam pelatihan
Average hours of training
Tipe pelatihan
Type of training
26 jam 16 menit
Hard
26 hours 16 minutes
28 jam 38 menit
Soft
28 hours 38 minutes
Usia
Ages
25-35 14 jam 27 menit | 14 hours 27 minutes
36-45 15 jam 47 menit | 15 hours 47 minutes
46-55 12 jam 4 menit | 12 hours 4 minutes
>55 13 jam | 13 hours
Pelatihan soft skill adalah proses pembelajaran yang Soft skills training is a learning process aimed at improving
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal, interpersonal, intrapersonal, and workplace behavioral skills
intrapersonal, dan perilaku kerja yang mempengaruhi cara that influence how a person works and interacts with others.
seseorang bekerja dan berinteraksi.Jenis pelatihan soft skill: Types of soft skills training include: Leadership Development,
Leadership Development (Pengembangan Kepemimpinan), Supervisory & First-Line Management Skills, Performance
Supervisory & First-Line Management Skill, Performance Management & Result Orientation, Coaching, Feedback &
Management & Result Orientation, Coaching, Feedback & People Development, Culture & Values Internalization, and
People Development, Culture & Values Internalization, Career Career Transition & Pre-Retirement Development.
Transition & Pre-Retirement Development.
Pelatihan hard skill adalah proses pembelajaran yang Hard skills training is a learning process aimed at improving
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, spesifik, technical, specific, and measurable abilities directly related
dan terukur yang berkaitan langsung dengan pekerjaan atau to a particular job or field. Types of hard skills training:
bidang tertentu. Jenis pelatihan hard skill : Pelatihan Teknis Engineering & Construction Technical Training, Project
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Engineering & Konstruksi, Pelatihan Project Management Management & Project Operations Training, Quality Control
& Operasional Proyek, Pelatihan Quality Control & Quality & Quality Assurance Training, Occupational Safety & Health
Assurance, Pelatihan K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja), (OSH) Training, Digital & Systems Training (IT / SAP / Tools),
2025 Sustainability Report
Pelatihan Digital & Sistem (IT/SAP/Tools), Pelatihan Keuangan Project Finance & Administration Training, Procurement &
& Administrasi Proyek, Pelatihan Procurement & Supply Chain, Supply Chain Training, Regulatory & Compliance Training.
Pelatihan Regulasi & Compliance.
139
Page 140
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Adapun daftar pelatihan yang diselenggarakan sepanjang The list of trainings held throughout 2025 is as follows:
tahun 2025 disajikan sebagai berikut: [GRI 404-2]
Nama Pelatihan Peserta Penyelenggara Tanggal Pelatihan
Training Tittle Participants Organizer Training Date
Pelatihan Cubicost Modul Tme Batch 5 2 PT Glodon Technical Indonesia 20-21 Januari 2025
Cubicost Modul Tme Batch 5 Training January 20-21, 2025
Pelatihan BIM Course Meep Autodesk Revit 5 3 Persatuan Insinyur Indonesia 10-11 Januari 2025
Bim Course Meep Autodest Revit 5 Training Indonesian Engineer January 10-11, 2025
Association
Pelatihan K3 Listrik 2 QSHE Division PT Wijaya Karya 17 Januari 2025
Electrical OHS Training Bangunan Gedung Tbk January 17, 2025
Workshop Transaksi Input Data SAP WG Bulan Desember 2024 122 Information Technology 14-17 Januari 2025
SAP Data Input Transaction Workshop WG December 2024 Division PT Wijaya Karya January 14-17, 2025
Bangunan Gedung Tbk
Wika Project Management Batch 31 4 Wikasatrian Pusat 31 Januari-26 Maret 2025
Kepemimpinan January 31-March 26, 2025
Supervisory Skill - Januari 2025 1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 15-24 Januari 2025
January 15-24, 2025
Akhlak Champ Tahun 2024 5 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 31 Januari-1 Februari 2025
January 31 – February 1,
2025
Pelatihan Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung 28 PT Wijaya Karya Bangunan 3-5 Februari 2025
Building Construction Management Training Gedung Tbk February 3-5, 2025
Webinar Understanding TAKT Planning 8 IAMKRI 8 Februari 2025
February 8, 2025
Workshop Risk Officer 50 Pmo & Risk Management 19 Februari 2025
Division PT Wijaya Karya February 19, 2025
Bangunan Gedung Tbk
Itil® V4 Foundation with Case DI Multimatics 1 Multimatics 19-21 Februari 2025
February 19-21, 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah 2 Lembaga Pengembangan dan 19 Februari-8 Maret 2025
Level 1 Konsultasi Nasional (LPKN) February 19 – March 8, 2025
Training and Certification of Government Goods / Services National Development and
Procurement Level 1 Consulting Agency (LPKN)
Workshop Hubungan Industrial 2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 Februari 2025
Industrial Relation Workshop February 19, 2025
Pelatihan Cubicost Batch 12 3 PT Glodon Technical Indonesia 26-28 Februari 2025
Cubicost Training Batch 12 February 26-28, 2025
Pelatihan Sistem Manajemen WEGE 26 QSHE Division PT Wijaya Karya 26 Februari 2025
WEGE Management System Training Bangunan Gedung Tbk February 26, 2025
Financial Modelling & Valuation Analyst (FMVA®) 1 Corporate Finance Institute 18 Februari-18 Agustus
2025
February 18 – August 18,
2025
Satria Pratama Batch 30 3 Wikasatrian Pusat 4 Februari-6 April 2025
Kepemimpinan February 4 – April 6, 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Skema Manajer BIM Madya 5 LSP WIKA 10 Februari-14 Maret 2025
Training and Certification of Intermediate BIM Manager February 10 – March 14,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Scheme 2025
Pelatihan Awareness ISO SHE 22 QSHE Division PT Wijaya Karya 18 Maret 2025
Laporan Keberlanjutan 2025
Awareness ISO SHE Training Bangunan Gedung Tbk March 18, 2025
Pelatihan Cubicost Batch 13 2 PT Glodon Technical Indonesia 25-27 Maret 2025
Cubicost Training Batch 13 March 25-27, 2025
Pelatihan Pemahaman CSI 27 QSHE Division PT Wijaya Karya 24 April 2025
Training On Understanding CSI Bangunan Gedung Tbk April 24, 2025
Perpanjangan Ska Ahli K3 Umum 6 PT Midiatama 22 April 2025
Extension of General OHS Expert Certificate April 22, 2025
140
Page 141
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Nama Pelatihan Peserta Penyelenggara Tanggal Pelatihan
Training Tittle Participants Organizer Training Date
Sertifikasi Teknisi Akuntansi Iv Muda 2 PT Midiatama 1 April 2025
Junior Accounting Technician Iv Certification April 1, 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management 2 PT RAP Indonesia 5 Mei-25 Juni 2025
Professional (Crmp) - Mei 25 May 5–June 25, 2025
Certified Risk Management Professional (CRMP) Training and
Certification - May 25
Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Governance 2 PT RAP Indonesia 14-19 Mei 2025
Professional (Crgp) - Mei 25 May 14-19, 2025
Certified Risk Governance Professional (Crgp) Training and
Certification - May 25
Pelatihan dan Sertifikasi Kemnaker Ahli K3 Muda Lingkungan 1 Midiatama 15-22 Mei 2025
Kerja May 15-22, 2025
Training and Certification By The Ministry of Manpower For
Junior Ohs Experts In The Workplace
Pelatihan Pemahaman Cp-Ptkp 26 QSHE Division PT Wijaya Karya 25 Mei 2025
Training On Understanding Cp-Ptkp Bangunan Gedung Tbk May 25, 2025
Pelatihan Baseline Manajemen Energi Iso 50006:2023 20 QSHE Division PT Wijaya Karya 11 Juni 2025
Baseline Energy Management Iso 50006:2023 Training Bangunan Gedung Tbk June 11, 2025
Pelatihan Managing Result Batch 15 3 Wikasatrian Pusat 3-11 Juni 2025
Managing Result Training Batch 15 Kepemimpinan June 3-11, 2025
Satria Pratama Batch 31 3 Wikasatrian Pusat 3-5 Juni 2025
Kepemimpinan June 3-5, 2025
Seminar Nasional Analisis dan Implikasi Penarikan Aset Para 1 Perkumpulan Anti Korupsi 12-13 Juni 2025
Koruptor Serta Dampak Terhadap Ekonomi Nasional dan Kriminalitas Indonesia June 12-13, 2025
National Seminar On Analysis and Implications of Asset (Pakksa)
Recovery From Corruptors and The Impact On The National Indonesian Anti-Corruption
Economy and Crime Association
(Pakksa)
Pelatihan Pesawat Angkat & Angkut (PAA) 3 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 Juni 2025
Training For Lifting and Hoisting Equipment (PAA) June 19, 2025
Pelatihan Masa Persiapan Purna Bakti (MPP) Angkatan 9 5 Wikasatrian Pusat 24-26 Juni 2025
Pre-Retirement Training (MPP) Batch 9 Kepemimpinan June 24-26, 2025
Pelatihan Quality Control Circle 27 QSHE Division PT Wijaya Karya 26 Juni 2025
Quality Control Circle Training Bangunan Gedung Tbk June 26, 2025
Peningkatan Kapabilitas Manajer Madya (PKMM) Dasar 3 Wikasatrian Pusat 3 Juni-3 Juli 2025
Angkatan 13 Kepemimpinan June 3 – July 3, 2025
Basic Intermediate Managerial Capability Development (PKMM)
Batch 13
Pelatihan Sustainable Housing From A Europian Perspective 2 Delft University of Technology 1-18 Juli 2025
Training On Sustainable Housing From A European Perspective July 1-18, 2025
Wika Fundamentals of Project Management (WFPM) Batch 11 3 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1 Juni-1 Juli 2025
June 1-July 1, 2025
Finale Satria Pratama Angkatan 26 3 Wikasatrian Pusat 24 Juli 2025
Kepemimpinan July 4, 2025
Pelatihan Lifting & Rigging 77 QSHE Division PT Wijaya Karya 16 Juli 2025
Lifting & Rigging Training Bangunan Gedung Tbk July 16, 2025
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pelatihan Airport Feasibility Study and Masterplan 4 Ikatan Ahli Bandar Udara 16-18 Juli 2025
Airport Feasibility Study and Masterplan Training Indonesia July 16-18, 2025
Indonesian Airport
2025 Sustainability Report
Professionals Association
Workshop Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) 23 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 7-10 Juli 2025
dan Park Russel International July 7-10, 2025
Pelatihan Cubicost Batch 14 3 PT Glodon Technical Indonesia 23-25 Juli 2025
Cubicost Training Batch 14 July 23-25, 2025
Pelatihan Managing Result Batch 16 5 Wikasatrian Pusat 22-25 Juli 2025
Managing Result Training Batch 16 Kepemimpinan July 22-25, 2025 141
Page 142
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Nama Pelatihan Peserta Penyelenggara Tanggal Pelatihan
Training Tittle Participants Organizer Training Date
Pelatihan Pengendalian Dokumen 25 QSHE Division PT Wijaya Karya 31 Juli 2025
Bangunan Gedung Tbk July 31, 2025
Supervisory Skill Batch 9 4 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 29 Juli-7 Agustus 2025
July 29-August 7, 2025
Pelatihan Mitigasi Risiko Dalam Transformasi Digital 1 PT RAP 3-4 Juli 2025
Training On Risk Mitigation In Digital Transformation July 3-4, 2025
Key User Training (Kut) Wika Digital Invoice 16 Information Technology 8-11 Agustus 2025
PT Wijaya Karya Bangunan August 8-11, 2025
Gedung Tbk
Short Course Haki 2025 3 Haki 21 Agustus 2025
August 21, 2025
Pelatihan Manajemen Kontrak Batch 30 6 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 20-21 Agustus 2025
Contract Management Training Batch 30 August 20-21, 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management 3 PT RAP 15-23 September 2025
Professional (CRMP) - Sept 25 September 15-23, 2025
Certified Risk Management Professional (CRMP) Training and
Certification - Sept 25
Pelatihan Esg Awareness – Direksi 5 PT Surveyor Indonesia 17 September 2025
Esg Awareness Training –Director September 17, 2025
Pelatihan Esg Awareness – VP 15 PT Surveyor Indonesia 16 September 2025
Esg Awareness Training –Vp September 16, 2025
Pelatihan Esg Awareness – Manager 44 PT Surveyor Indonesia 18 September 2025
Esg Awareness Training –Manager September 18, 2025
Pelatihan Alat Ukur QPASS 40 QSHE Division PT Wijaya Karya 11 September 2025
QPASS Measuring Instrument Training Bangunan Gedung Tbk September 11, 2025
Pelatihan dan Seminar Konstruksi Ramping Iamkri Tahun 2025 6 Iamkri 9-10 September 2025
Iamkri Lean Construction Training and Seminar 2025 September 9-10, 2025
User Acceptance Test (UAT) & Key User Training (KUT) Wika 14 Information Technology 19-22 September 2025
Integrated Smart E-Proc Division PT Wijaya Karya September 19-22, 2025
Bangunan Gedung Tbk
Webinar Menakar Tanggung Jawab Hukum Anggota Direksi, 3 PT RAP 18 September 2025
Dewan Komisaris dan Karyawan Kunci Bumn Dalam Skandal September 18, 2025
Manipulasi Laporan Keuangan
Webinar On Measuring The Legal Responsibility of Board
Members, Board of Commissioners, and Key Employees of
State-Owned Enterprises In Financial Report Manipulation
Scandals
Pelatihan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti 26 PT Wijaya Karya Bangunan 25 September-21 Oktober
Penyuapan Awareness Gedung Tbk 2025
Sni Iso 37001:2016 Anti-Bribery Management System September 25-October 21,
Awareness Training 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum 1 Pusat Higiene Perusahaan, 22 September-4 Oktober
General Ohs Experts Training and Certification Keselamatan dan Kesehatan 2025
Kerja Provinsi Dki Jakarta September 22-October 4,
Jakarta Provincial Center For 2025
Corporate Hygiene, Safety,
and Occupational Health
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
End User Training (EUT) Aplikasi Wika Digital Invoice 71 Information Technology 10 September 2025
End User Training (EUT) For Wika Digital Invoice Application Division PT Wijaya Karya September 10, 2025
Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
Pelatihan Managing Result Batch 17 10 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 30 September-8 Oktober
Managing Result Training Batch 17 2025
September 30-October 8,
2025
Pelatihan Wika Project Management (I2LI) Batch 10 4 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 September-11 Oktober
Wika Project Management (I2LI) Training Batch 10 2025
September 19-October 11,
142 2025
Page 143
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Nama Pelatihan Peserta Penyelenggara Tanggal Pelatihan
Training Tittle Participants Organizer Training Date
End User Training (EUT) Roll Out Aplikasi Wika Integrated 3 Information Technology 15-16 Oktober 2025
Smart E-Proc Division PT Wijaya Karya
End User Training (EUT) Roll Out For Wika Integrated Smart Bangunan Gedung Tbk
E-Proc Application
Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management Officer 1 PT RAP 20-27 Oktober 2025
(CRMO) - Okt 25 October 20-27, 2025
Certified Risk Management Officer (CRMO) Training and
Certification - Oct 25
Pelatihan Manajemen Konstruksi Bidang Gedung 7 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 8-10 Oktober 2025
Construction Management Training In The Field of Buildings October 8-10, 2025
Pelatihan Business Continuity Based On Iso 22301 2 PT RAP 20-22 Oktober 2025
Business Continuity Based On Iso 22301 Training October 20-22, 2025
Training Certified Human Resource Generalist (CHRG) Batch 20 1 Sdm List 4 Oktober-1 Februari 2026
October 4-February 1, 2026
Pelatihan Metode Kerja Finishing Basah 24 QSHE Division PT Wijaya Karya 24 Oktober 2025
Wet Finishing Work Methods Training Bangunan Gedung Tbk October 24, 2025
Pelatihan Corporate Finance Batch 12 2 Wikasatrian Pusat 28-30 Oktober 2025
Corporate Finance Training Batch 12 Kepemimpinan October 28-30, 2025
Pelatihan Leader As Coach Batch 21 4 Wikasatrian Pusat 22-23 Oktober 2025
Leader As Coach Training Batch 21 Kepemimpinan October 22-23, 2025
Pelatihan Feed Forwarder - Okt 25 2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 28-29 Oktober 2025
Feed Forwarder Training- Oct 25 October 28-29, 2025
Pelatihan Satria Pratama Angkatan 32 4 Wikasatrian Pusat 28-30 Oktober 2025
Satria Pratama Training Batch 32 Kepemimpinan October 28-30, 2025
End User Training (EUT) Dashboard Project Performance 36 Information Technology 13-14 November 2025
Division PT Wijaya Karya November 13-14, 2025
Bangunan Gedung Tbk
Glulam Timber Building Workshop 2 Universitas Gadjah Mada 5-6 November 2025
November 5-6, 2025
Pelatihan & Sertifikasi Skk Teknisi Keuangan Utama 1 Lsp Teknisi Akuntansi 29 November-10 Desember
Major Financial Technician Skk Training & Certification 2025
November 29 – December
10, 2025
Pelatihan Asia Low Carbon Buildings Transition (ALCBT) Batch 2 Kementrian Pekerjaan Umum 5 November 2025
Ii dan Global Green November 5, 2025
Asia Low Carbon Buildings Transition (ALCBT) Training Batch Ii Ministry of Public Works and
Global Green Growth Institute
Webinar Series 10: Introduction To The Integrated Program 42 Ikatan Ahli Manajemen 14 November 2025
Management and Project Alliance Konstruksi Ramping Indonesia November 14, 2025
(Iamkri)
Key User Training (KUT) Digital Warehouse Entitas Anak 9 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 24 November 2025
November 24, 2025
Pelatihan Leader As Coach Batch 22 8 Wikasatrian Pusat 25-26 November 2025
Leader As Coach Trainig Batch 22 Kepemimpinan November 25-26, 2025
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Managing Result Batch 18 8 Wikasatrian Pusat 20-28 November 2025
Kepemimpinan November 20-28, 2025
Feed Forward Assessment Soft Competency 76 PT Wijaya Karya Bangunan 9-23 Desember 2025
2025 Sustainability Report
Gedung Tbk December 9-23, 2025
Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Governance 3 PT RAP Indonesia 11-17 Desember 2025
Professional (CRGP) - Des 25 December 11-17, 2025
Certified Risk Governance Professional (CRGP) Training and
Certification - Dec 25
143
Page 144
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Rp1,98 miliar | billion
Rp1,55 miliar | billion
Rp1,46 miliar | billion
Pengembangan
2023 2024 2025 dan Evaluasi
Karyawan
Employee Development
and Evaluation
Evaluasi Kinerja Karyawan [GRI 404-3] [F.22] Employee Performance Evaluation
Dalam penerapan kebijakan remunerasi, setiap karyawan In implementing the remuneration policy, each employee
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan Key performs their duties and responsibilities based on Key
Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan secara berjenjang Performance Indicators (KPIs) that are set in stages and aligned
dan selaras dengan sasaran strategis Perseroan. KPI tersebut with the Company’s strategic objectives. These KPIs are
dirumuskan dan ditinjau setiap tahun sejalan dengan tahapan formulated and reviewed annually in line with the achievement
pencapaian rencana jangka panjang perusahaan. Target progress of the Company’s long-term plan. Individual
kinerja individu dituangkan dalam Kesepakatan Karya (KK), performance targets are outlined in the Work Agreement
yang realisasinya dipantau secara berkala setiap enam bulan. (KK), which is monitored periodically every six months.
Selanjutnya, hasil pemantauan tersebut dirangkum dalam Furthermore, the results of this monitoring are summarized
Penilaian Karya (PK) pada akhir tahun sebagai salah satu in the Work Assessment (PK) at the end of the year as one of
dasar peninjauan kebijakan remunerasi. the baselines in reviewing the remuneration policy.
Selain capaian kinerja, Perseroan juga mempertimbangkan In addition to performance achievements, the Company also
hasil Evaluasi Kompetensi (EK) serta asesmen psikologis considers the results of the Competency Evaluation (EK) and
dalam proses penilaian. Bobot antara PK dan EK ditetapkan psychological assessments in the assessment process. The
secara proporsional sesuai dengan kebutuhan strategis weights between PK and EK are determined proportionally
perusahaan, di mana EK merefleksikan kapabilitas dan in accordance with the Company’s strategic needs, where
kompetensi individu, sementara PK menggambarkan hasil EK reflects individual capabilities and competencies, while
dan kontribusi kinerja secara menyeluruh. Pendekatan ini PK describes overall performance results and contributions.
memastikan keseimbangan antara kualitas individu dan This approach ensures a balance between individual quality
pencapaian kinerja dalam pengambilan keputusan terkait and performance achievements in decision-making related
pengembangan dan remunerasi. to development and remuneration.
Melalui sistem penilaian kinerja yang terintegrasi dan berbasis Through an integrated and data-driven performance appraisal
data, Perseroan berupaya menciptakan lingkungan kerja yang system, the Company strives to create a work environment
mendorong pertumbuhan individu sekaligus mendukung that encourages individual growth while supporting the
pencapaian tujuan strategis Perseroan secara berkelanjutan. achievement of the Company’s strategic objectives in a
WEGE memastikan seluruh karyawan, baik yang berstatus sustainable manner. WEGE ensures that all employees,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
tetap maupun kontrak, mengikuti proses evaluasi kinerja both permanent and contract, participate in the annual
secara tahunan. performance evaluation process.
Laporan Keberlanjutan 2025
Perseroan menjamin bahwa seluruh proses evaluasi The Company guarantees that all evaluation processes are
dilaksanakan secara wajar, jujur, dan adil. Pada tahun 2025, carried out fairly, honestly, and equitably. In 2025, all WEGE
seluruh karyawan WEGE atau sebesar 100% telah mengikuti employees, or 100%, have participated in performance
evaluasi kinerja sebagai bagian dari upaya berkelanjutan evaluations as part of the Company’s ongoing efforts to
dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. improve the quality of its human resources.
144
Page 145
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Dalam rangka menerapkan kebijakan remunerasi, setiap In order to implement the compensation policy, each
karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya employee performs their duties and responsibilities based on
berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang telah Key Performance Indicators (KPIs) that have been established
ditetapkan secara berjenjang. KPI tersebut ditinjau dan at various levels. These KPIs are reviewed and formulated
dirumuskan setiap tahun, sejalan dengan tahapan annually, in line with the stages of fulfilling the long-term plan
pemenuhan rencana jangka panjang untuk mencapai visi to achieve the Company’s vision. Each employee’s targets are
Perseroan. Target dari setiap karyawan dituangkan dalam outlined in a Performance Agreement (PA), the achievement
bentuk Kesepakatan Karya (KK), yang pencapaiannya dipantau of which is monitored on a regular basis every six months.
secara berkala setiap enam bulan sekali. Selanjutnya, Furthermore, this performance evaluation is summarized
evaluasi kinerja tersebut dirangkum dalam Penilaian Karya in a Performance Assessment (PK) at the end of the year
(PK) pada akhir tahun sebagai dasar untuk meninjau kebijakan as the basis for reviewing the remuneration policy and
remunerasi serta memastikan keselarasan antara kinerja ensuring alignment between individual performance and the
individu dan pencapaian tujuan strategis perusahaan. achievement of the company’s strategic objectives.
Selain mekanisme penilaian formal tersebut, Perusahaan In addition to these formal evaluation mechanisms, the
juga mendorong pengembangan kapabilitas kepemimpinan Company also promotes the development of leadership
dan kompetensi melalui berbagai pendekatan pembelajaran capabilities and competencies through various learning and
dan umpan balik, termasuk 360 degree feedback yang feedback approaches, including 360-degree feedback, which
digunakan sebagai alat pengembangan untuk memberikan is used as a development tool to provide a more comprehensive
perspektif yang lebih komprehensif terhadap perilaku perspective on leadership behavior, collaboration, and work
kepemimpinan, kolaborasi, dan efektivitas kerja. Pendekatan effectiveness. This approach is utilized primarily in talent
ini dimanfaatkan terutama dalam proses pengembangan development and competency enhancement processes,
talenta dan peningkatan kompetensi, serta tidak secara and is not directly used as the basis for formal performance
langsung digunakan sebagai dasar penilaian kinerja formal. evaluations.
Melalui kombinasi sistem penilaian kinerja yang terstruktur Through a combination of a structured performance
serta mekanisme umpan balik yang mendukung evaluation system and feedback mechanisms that support
pengembangan individu, Perusahaan berupaya membangun individual development, the Company strives to build a
budaya kinerja yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi performance culture that is transparent, collaborative, and
pada peningkatan kapabilitas secara berkelanjutan. oriented toward continuous capability improvement.
Jumlah Karyawan yang Mendapat Evaluasi
Number of Employees Receiving Evaluation
2025 2024 2023
Keterangan
Description Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
Jumlah Karyawan yang
mendapat evaluasi
405 55 440 60 460 65
Number of employees receiving
evaluation
Jumlah Total Karyawan
405 55 440 60 460 65
Total Employees
Persentase pegawai yang
mendapatkan penilaian dan
evaluasi kinerja
100% 100% 100%
Number of employees receiving
performance assessment and
evaluation
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Human Capital Return on Investment (HCROI) Human Capital Return on Investment (HCROI)
2025 Sustainability Report
HCROI merupakan indikator yang digunakan Perseroan untuk HCROI is an indicator used by the Company to measure the
mengukur efektivitas investasi pada sumber daya manusia effectiveness of investments in human capital in generating
dalam menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. HCROI added value for the company. HCROI is calculated by
dihitung dengan membandingkan pendapatan usaha setelah comparing operating revenue, net of non-employee operating
dikurangi beban operasional non-karyawan terhadap total expenses, to total employee expenses. For the 2023–2025
beban karyawan. Pada periode 2023–2025, nilai HCROI period, the Company’s HCROI was recorded at 70.26 in 2023,
145
Page 146
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Perseroan tercatat masing-masing sebesar 70,26 pada tahun 43.53 in 2024, and 12.61 in 2025. These changes in HCROI
2023, 43,53 pada tahun 2024, dan 12,61 pada tahun 2025. values align with the dynamics of the Company’s business
Perubahan nilai HCROI tersebut sejalan dengan dinamika performance and cost structure during the reporting period,
kinerja usaha dan struktur biaya perusahaan selama periode including changes in operating revenue as well as adjustments
pelaporan, termasuk perubahan pendapatan usaha serta to operating expenses and employee costs.
penyesuaian biaya operasional dan biaya karyawan.
Dalam periode yang sama, jumlah karyawan tercatat 525 During the same period, the number of employees stood
orang pada tahun 2023, 500 orang pada tahun 2024, dan 460 at 525 in 2023, 500 in 2024, and 460 in 2025, as part of the
orang pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya perusahaan company’s efforts to maintain organizational effectiveness
dalam menjaga efektivitas organisasi dan menyesuaikan and align human resource capacity with business needs. The
kapasitas sumber daya manusia dengan kebutuhan bisnis. Company continues to strive to improve productivity and
Perseroan terus berupaya meningkatkan produktivitas the contribution of human resources through strengthened
dan kontribusi sumber daya manusia melalui penguatan performance management, competency development, and
manajemen kinerja, pengembangan kompetensi, serta organizational structure optimization so that investments
optimalisasi struktur organisasi agar investasi pada human in human capital can provide sustainable added value for the
capital dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan Company.
bagi perusahaan.
Total
No Year Sales Revenue Operational Expenses Employee Expenses HCROI
Employee
1 2023 3.979.714.569.719 16.453.915.553 57.219.115.014 70,26 525
2 2024 3.673.527.175.483 28.721.230.767 85.702.649.013 43,53 500
3 2025 1.623.555.133.947 48.611.695.150 135.634.008.603 12,61 460
Tingkat Keterikatan Karyawan Employee Engagement
Tingkat keterikatan karyawan WEGE pada tahun 2025 tercatat WEGE’s employee engagement rate in 2025 was recorded
sebesar 60%, menurun dibandingkan tahun 2024 sebesar at 60%, down from 72% in 2024 and 79% in 2023. This
72% dan 2023 sebesar 79%. Penurunan ini mencerminkan decline reflects the dynamics in employee perceptions and
adanya dinamika dalam persepsi dan pengalaman experiences of the work environment, which are influenced
karyawan terhadap lingkungan kerja yang dipengaruhi oleh by various factors, both internal and external. The Company
berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Perseroan views this as constructive feedback to continue strengthening
memandang hal ini sebagai umpan balik yang konstruktif human resource management initiatives, including improving
untuk terus memperkuat inisiatif pengelolaan sumber internal communications, employee development, and
daya manusia, termasuk peningkatan komunikasi internal, creating a more inclusive and supportive work environment.
pengembangan karyawan, serta penciptaan lingkungan kerja
yang lebih inklusif dan mendukung.
Tingkat Keterikatan Karyawan
2025 60%
2024 72%
2023 79%
2024 76%
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2023 72%
Laporan Keberlanjutan 2025
146
Page 147
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman [F.21]
Decent and Safe Working Environment
WEGE Berkomitmen mewujudkan lingkungan kerja yang WEGE is committed to creating a decent, safe, and healthy
layak, aman, dan sehat sebagai bagian integral dari upaya work environment as an integral part of the company’s efforts
perusahaan dalam melindungi kesejahteraan tenaga kerja to protect the well-being of its workforce while ensuring
sekaligus menjaga kelancaran operasional perusahaan. the smooth operation of the company. This commitment
Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan sistem is realized through the implementation of an Occupational
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang Safety, Health, and Environment (OSH&E) system that
mengacu pada standar nasional dan internasional, antara adheres to national and international standards, including the
lain Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, Sistem Construction Safety Management System, the Occupational
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai PP Safety and Health Management System in accordance with
No. 50 Tahun 2012, ISO 45001:2018 untuk manajemen K3, Government Regulation No. 50 of 2012, ISO 45001:2018
ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta ISO for OSH management, ISO 14001:2015 for environmental
50001:2018 untuk manajemen energi. [GRI 3-3] management, and ISO 50001:2018 for energy management.
Selain penerapan sistem tersebut, Perseroan juga Other than implementing these systems, the Company also
menyediakan berbagai fasilitas kerja yang mendukung provides various work facilities that support employee
kesejahteraan karyawan, menciptakan suasana kerja yang welfare, create a conducive working atmosphere, and
kondusif, serta menjunjung tinggi prinsip inklusivitas di uphold the principle of inclusiveness throughout the work
seluruh lingkungan kerja. Keseimbangan antara aspek environment. The balance between safety, health, and
keselamatan, kesehatan, dan produktivitas dikelola secara productivity aspects is managed structurally through:
terstruktur melalui: [GRI 3-3]
• Quality, Safety, Health and Environment Division di tingkat • Quality, Safety, Health and Environment Division at the
korporat; corporate level;
• Bidang QSHE di tingkat divisi; • QSHE Division at the division level;
• Fungsi Safety, Health & Environment (SHE) di tingkat • Safety, Health & Environment (SHE) function at the
proyek yang berada di bawah pengawasan Divisi QSHE . project level under the supervision of the QSHE Division.
Penerapan aspek K3L dilaksanakan di seluruh lini usaha The implementation of OSHE aspects is carried out across all
dengan dukungan penuh dari seluruh karyawan. Upaya ini business lines with the full support of all employees. These
diarahkan untuk mencapai target nihil kecelakaan kerja (zero efforts are aimed at achieving the target of zero accidents and
accident) serta mencegah penyakit akibat kerja, sehingga preventing occupational diseases, thereby creating a safe,
tercipta lingkungan kerja yang aman, layak, dan produktif decent, and productive working environment for all WEGE
bagi seluruh insan WEGE. Sebagai bentuk kepatuhan, employees. As a form of compliance, the implementation of
pelaksanaan K3L mengacu pada berbagai regulasi nasional OSHE refers to the following national regulations:
berikut: [GRI 3-3] [S-11] 1. Law No. 1 of 1970 concerning Occupational Safety;
1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja; 2. Law No. 23 of 1992 concerning Health;
2. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan; 3. Law No. 13 of 2003 concerning Manpower;
3. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; 4. Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation;
4. UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja; 5. Government Regulation No. 50 of 2012 concerning the
5. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Implementation of the Occupational Safety and Health
Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3); Management System (OSHMS);
6. Presidential Decree No. 22 of 1993 concerning
6. Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Occupational Diseases;
Akibat Hubungan Kerja; 7. Minister of Manpower Regulation No. 4 of 1987 concerning
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4 Tahun 1987 tentang P2K3;
P2K3; 8. Minister of Manpower Regulation No. 5 of 1996 concerning
8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1996 tentang SMK3;
2025 Sustainability Report
SMK3; 9. Law No. 2 of 2017 concerning Construction Services;
9. UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi; 10. Minister of Public Works and Public Housing Regulation
10. Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021 tentang No. 10 of 2021 concerning Guidelines for Construction
Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. Safety Management Systems.
147
Page 148
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Di samping pemenuhan regulasi eksternal, WEGE juga Besides complying with external regulations, WEGE also
menerapkan berbagai kebijakan dan prosedur internal implements various internal policies and procedures to
untuk memastikan standar keselamatan dan kesehatan ensure that occupational safety and health standards are
kerja dijalankan secara konsisten. Kebijakan utama yang consistently enforced. The main policies implemented
diterapkan meliputi: [GRI 403-7] include:
1. Kebijakan Khusus Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); 1. Special Occupational Safety and Health (OSH) Policy;
2. Kebijakan Stop Work Authority (SWA); 2. Stop Work Authority (SWA) Policy;
3. Pedoman Sistem Manajemen K3 Lengkap (SMK3L); 3. Complete OSH Management System (OSHMS) Guidelines;
4. Prosedur izin kerja untuk pekerjaan berbahaya, berisiko 4. Work permit procedures for hazardous, high-risk, and
tinggi, dan ruang terbatas; confined space work;
5. Prosedur penyusunan Safety, Health, and Environment 5. Procedures for preparing a Safety, Health, and
Plan (SHE Plan); Environment Plan (SHE Plan);
6. Prosedur pengoperasian alat angkat serta pemeliharaan 6. Procedures for operating lifting equipment and
peralatan dan mesin; maintaining tools and machinery;
7. Prosedur pengelolaan peralatan K3; 7. Procedures for managing OSH equipment;
8. Instruksi keselamatan proteksi shaft dan lubang void 8. Safety instructions for protecting shafts and void holes in
proyek WEGE; WEGE projects;
9. Instruksi keselamatan standar Alat Pelindung Diri (APD); 9. Standard safety instructions for Personal Protective
Equipment (PPE);
10. Instruksi keselamatan safety railing proyek WEGE; 10. Safety instructions for safety railings for the WEGE
project;
11. Instruksi keselamatan kerja di ketinggian; 11. Safety instructions for working at heights;
12. Instruksi keselamatan ergonomi pekerjaan kantor; 12. Safety instructions for office work ergonomics;
13. Instruksi keselamatan instalasi listrik proyek; 13. Safety instructions for electrical installations for the project;
14. Instruksi keselamatan operasi pengangkatan; 14. Safety instructions for lifting operations;
15. Instruksi keselamatan operasi tower crane proyek WEGE. 15. Safety instructions for tower crane operations for the
WEGE project.
16. Serta Instruksi-instruksi kerja lain yang mendukung 16. As well as other work instructions that support SHE
kinerja SHE performance
Kebijakan K3 berlaku dan ditetapkan kepada seluruh jajaran The Occupational Safety and Health (OSH) Policy applies to
karyawan WEGE dan juga para pihak yang turut serta all WEGE employees, as well as to parties actively involved in
secara aktif terlibat dalam kegiatan bisnis WEGE, seperti WEGE’s business activities, such as suppliers of construction
para pemasok material kontruksi, peralatan dan teknologi materials, equipment, and technology, subcontractors, and
kontruksi, subkontraktor dan supplier jasa pendukung. providers of support services.
Sistem Manajemen K3
OSH Management System
WEGE secara konsisten memperkuat kinerja keselamatan
dan kesehatan kerja melalui penerapan Sistem Manajemen WEGE consistently strengthens occupational safety and
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dalam praktiknya, health performance through the implementation of the
Perusahaan mengintegrasikan aspek Keselamatan, Occupational Safety and Health Management System
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dengan mengacu (OSHMS) . In practice, the Company integrates the aspects
pada standar internasional ISO 45001:2018 untuk of Safety, Occupational Health, and Environment (OSHE)
keselamatan dan kesehatan kerja serta ISO 14001:2015 untuk by referring to the international standards ISO 45001:2018
sistem manajemen lingkungan. Implementasi SMK3 berlaku for occupational safety and health and ISO 14001:2015 for
menyeluruh bagi seluruh karyawan dan tenaga kerja proyek environmental management systems. The implementation of
yang terlibat dalam aktivitas operasional WEGE. [GRI 3-3, 403-8] OSHMS applies comprehensively to all employees and project
workers involved in WEGE’s operational activities.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pengelolaan dan pengawasan kinerja K3L di tingkat korporasi The management and supervision of OSHE performance at
Laporan Keberlanjutan 2025
dijalankan oleh Quality, Safety, Health and Environment the corporate level is carried out by the Quality, Safety, Health
Division. Sementara itu, pada tingkat proyek, tanggung jawab and Environment Division. Meanwhile, at the project level, this
tersebut berada di bawah fungsi Safety, Health & Environment responsibility falls under the Safety, Health & Environment
(SHE) yang berada dalam pengawasan langsung Divisi QSHE. (SHE) function, which is under the direct supervision of the
Sistem ini mencakup seluruh tenaga kerja, baik karyawan QSHE Division. This system covers all workers, including
tetap, tidak tetap, maupun kontraktor yang beraktivitas di permanent and temporary employees, as well as contractors
lingkungan kerja WEGE. [GRI 3-3, 403-1] working in the WEGE work environment.
148
Page 149
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Sebagai bagian dari upaya pengendalian dan peningkatan As part of its continuous control and improvement
berkelanjutan, WEGE melaksanakan audit internal atas efforts, WEGE conducts regular internal audits on the
penerapan K3 dan SMK3 secara rutin sesuai dengan prosedur implementation of OSH and OSHMS in accordance with the
Audit Internal Perusahaan. Audit dilakukan dua kali dalam Company’s Internal Audit procedures. Audits are conducted
setahun, yakni pada semester pertama dan kedua. Selain twice a year, in the first and second semesters. In addition
audit, pemantauan implementasi K3L dilakukan melalui to audits, the implementation of OSHE is monitored through
berbagai mekanisme, antara lain Kick Off Meeting QSHE, various mechanisms, including QSHE Kick Off Meetings,
klinik QSHE, monitoring QSHE, QSHE Patrol, serta Rapat QSHE clinics, QSHE monitoring, QSHE Patrols, and QSHE
Koordinasi QSHE. Coordination Meetings.
Perusahaan menempatkan keterlibatan aktif seluruh The Company considers the active involvement of all
karyawan sebagai elemen kunci dalam penerapan praktik employees as a key element in the implementation of OSHE
K3L di setiap lini pekerjaan. Upaya ini diarahkan untuk practices in every line of work. These efforts are aimed
mewujudkan target nihil kecelakaan kerja dan penyakit at achieving the target of zero occupational accidents
akibat kerja, mencegah potensi kebakaran, serta menjaga and occupational diseases, preventing potential fires,
tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan and maintaining a minimum compliance rate of 97%
di Indonesia minimal sebesar 97%. Untuk mendukung with Indonesian laws and regulations. To support these
pencapaian tersebut, WEGE mengoptimalkan pemanfaatan achievements, WEGE optimizes the use of technology and
teknologi serta kolaborasi sumber daya manusia, termasuk collaboration of human resources, including employees,
karyawan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan, guna partners, and stakeholders, to ensure that the OSHE
memastikan sistem manajemen K3L berjalan secara efektif management system runs effectively and excellently.
dan unggul. [GRI 3-3]
Dalam memperkuat komitmen terhadap K3L, WEGE In strengthening its commitment to OSHE, WEGE adheres to a
berpedoman pada sejumlah prinsip utama yang menjadi number of key principles that form the basis of its operations,
dasar dalam pelaksanaan operasional, yaitu: [GRI 3-3] namely:
1. Menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja 1. Establishing occupational safety and health policies
serta memastikan komitmen penuh manajemen terhadap and ensuring full management commitment to the
penerapan SMK3L. implementation of OSHEMS.
2. Menyusun perencanaan untuk memenuhi kebijakan, 2. Developing plans to meet measurable occupational safety
tujuan, dan sasaran keselamatan serta kesehatan kerja and health policies, objectives, and targets.
secara terukur. 3. Effectively implementing OSH policies through
3. Melaksanakan kebijakan K3 secara efektif melalui competency development, occupational health, and
pengembangan kompetensi, kesehatan kerja, serta the provision of the necessary support mechanisms to
penyediaan mekanisme pendukung yang diperlukan guna achieve OSH goals and targets.
mencapai tujuan dan sasaran K3.
4. Melakukan pengukuran, pemantauan, dan evaluasi 4. Conducting periodic measurement, monitoring, and
kinerja SMK3L secara berkala, disertai dengan tindakan evaluation of OSHEMS performance, accompanied by
perbaikan dan pencegahan yang berkelanjutan. continuous improvement and preventive actions.
5. Meninjau dan menyempurnakan penerapan SMK3L secara 5. Reviewing and refining the implementation of OSHEMS
berkala untuk mendorong peningkatan berkelanjutan atas periodically to encourage continuous improvement in
kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. occupational safety and health performance.
Praktik K3L [GRI 403-4] OSHE practices
Partisipasi Pekerja dalam Pengelolaan K3L Worker Participation in OSH Management
WEGE menyediakan berbagai sarana komunikasi dan WEGE provides various communication and consultation
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
konsultasi yang memungkinkan pekerja terlibat secara facilities that enable workers to be actively involved in
aktif dalam perencanaan, penerapan, serta evaluasi sistem the planning, implementation, and evaluation of the OSH
manajemen K3L. Forum-forum ini juga berfungsi sebagai management system. These forums also serve as a medium
2025 Sustainability Report
media penyampaian informasi penting terkait keselamatan for conveying important information related to occupational
dan kesehatan kerja kepada seluruh pekerja. safety and health to all workers.
149
Page 150
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Komunikasi dan Konsultasi tentang K3L Communication and Consultation on OSHE
Untuk memastikan informasi K3L tersampaikan secara To ensure that OSHE information is conveyed effectively
efektif dan berkelanjutan, Perusahaan menyelenggarakan and continuously, the Company organizes a number of
sejumlah forum komunikasi, antara lain: communication forums, including:
QHSE Patrol
Dilaksanakan dua kali setiap minggu sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap penerapan K3L dan sistem
pengamanan di area proyek. Temuan dari kegiatan ini dirangkum dalam laporan evaluasi yang menjadi dasar
penetapan tindak lanjut perbaikan.
Held twice a week as part of routine monitoring of OSHE and security systems implementation in project areas.
Findings from these inspections are summarized in evaluation reports, which are used in determining follow-up
corrective actions.
QHSE Induction
Program induksi yang dirancang untuk mengkomunikasikan potensi bahaya kerja di proyek serta langkah mitigasi
dalam kondisi darurat. Program ini wajib diikuti oleh seluruh pekerja, pekerja baru, serta tamu yang memasuki
area proyek maupun kantor Perusahaan.
An induction program designed to communicate potential workplace hazards and mitigation measures in
emergency situations. This program is mandatory for all employees, new hires, and visitors entering the project
site or Company offices.
SHE Morning Talk
Diselenggarakan setiap hari kerja dengan melibatkan seluruh karyawan dan pekerja. Forum ini digunakan
untuk menyampaikan informasi terbaru dan pengingat terkait aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja,
dan Lingkungan.
Held every working day by involving all employees and workers. This forum is used to convey the latest
information and reminders related to Safety, Occupational Health, and the Environment.
Toolbox Meeting
Dilaksanakan setiap hari sebelum pekerjaan dimulai sebagai forum diskusi singkat untuk memastikan
pemahaman pekerja terhadap aktivitas kerja dan tanggung jawab keselamatan masing-masing.
Held every day before work begins as a brief discussion forum to ensure workers’ understanding of work activities
and their respective safety responsibilities.
Pelatihan QSHE
Dilaksanakan pelatihan dan sosialisasi QSHE kepada pekerja untuk meningkatkan pemahaman, kompetensi dan
keterlibatan dalam meningkatkan budaya keselamatan.
QSHE training and socialization are held for workers to improve their understanding, competence, and
involvement in enhancing the safety culture.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
150
Page 151
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Untuk mendukung keterbukaan akses informasi K3L, WEGE To ensure transparency in SHE information, WEGE also
juga menyediakan berbagai kanal komunikasi internal, seperti provides various internal communication channels, such
papan pengumuman di lokasi kerja, email internal, serta as notice boards at work sites, internal emails, and safety
laporan keselamatan yang dapat diakses kapan saja. Melalui reports that can be accessed at any time. Through these
mekanisme ini, setiap pekerja didorong untuk berperan mechanisms, every worker is encouraged to actively
aktif dalam pengelolaan K3L dan memiliki pemahaman yang participate in SHE management and to possess an adequate
memadai mengenai risiko serta upaya pencegahannya. understanding of risks and prevention measures.
Sarana dan Infrastruktur Pendukung K3 OSH Support Facilities and Infrastructure
Dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif, In creating a safe and conducive working environment, WEGE
WEGE memastikan setiap unit operasional dilengkapi dengan ensures that each operational unit is equipped with adequate
sarana dan prasarana keselamatan kerja yang memadai, occupational safety facilities and infrastructure, including:
antara lain:
• Fasilitas kesehatan, seperti alat pemeriksaan kesehatan, • Health facilities, such as medical examination equipment,
kotak P3K , klinik darurat dan fasilitas kesehatan rujukan first aid kits, emergency clinics, and referral health
yang tersedia di kantor, proyek, dan pabrik. facilities available in offices, projects, and factories.
• Alat Tanggap darurat sesuai risiko K3 yang terdapat di • Emergency response equipment appropriate to the OSH
tempat kerja serta Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai risks found in the workplace and Personal Protective
dengan standar keselamatan kerja. Equipment (PPE) that complies with occupational safety
standards.
• Alat Pelindung Kerja yang digunakan sebagai bagian • Protective equipment used as part of worker protection
perlindungan bagi pekerja dan keselamatan publik sesuai and public safety in accordance with applicable regulatory
standar peraturan yang berlaku standards
• Tangga darurat dan jalur evakuasi pada gedung sebagai • Emergency stairs and evacuation routes in buildings as
langkah mitigasi terhadap risiko bencana alam dan a mitigation measure against natural disasters and fire
kebakaran. risks.
• Mess pekerja dan Karyawan dengan standar kenyamanan • Worker and employee dormitories with comfort and
dan kesehatan. health standards.
• Rambu-rambu, spanduk dan sarana informasi lainnya • Signs, banners, and other information tools to promote
untuk mengkampanyekan kepatuhan aturan SHE SHE compliance.
• Peralatan pengujian lingkungan kerja sesuai standar • Work environment testing equipment that complies
untuk mengukur kondisi lingkungan sesuai standar yang with standards to measure environmental conditions in
berlaku. accordance with applicable standards.
• Fasilitas berkumpul pekerja untuk melakukan sosialisasi • Worker gathering facilities for SHE socialization and
dan komunikasi SHE. communication.
• Fasilitas Digital sperti video, absensi pekerja sebagai • Digital facilities such as videos and worker attendance
media sosialisasi dan monitoring pekerja. records as a medium for socialization and worker
monitoring.
Selain keselamatan, aspek kenyamanan kerja juga menjadi Besides safety, the Company also pays attention to work
perhatian Perusahaan. WEGE menyediakan fasilitas comfort. WEGE provides supporting facilities, such as
penunjang, seperti kamar kecil, area parkir, tempat ibadah, restrooms, parking areas, places of worship, and other
dan sarana pendukung lainnya guna menjaga kesejahteraan supporting facilities to maintain employee welfare and
dan produktivitas karyawan. Ke depan, Perusahaan productivity. Going forward, the Company is committed to
berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem K3L continuously improving the SHE system and encouraging the
serta mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam active involvement of all workers in creating a safe, healthy,
mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan and sustainable work environment.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
berkelanjutan.
Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko dan Peluang [GRI Hazard Identification, Risk Assessment, and
2025 Sustainability Report
403-2] Opportunities
Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan peluang Hazard identification as well as risk and opportunity
merupakan fondasi penting dalam penerapan Sistem assessment are important foundations in the implementation
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di of the Occupational Safety and Health Management System
WEGE. Proses ini dijalankan secara sistematis dengan (OSHMS) at WEGE. This process is implemented systematically
mengacu pada standar ISO 45001:2018, serta Peraturan by referring to the ISO 45001:2018 standard and Government
151
Page 152
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3, sebagai upaya Regulation No. 50 of 2012 concerning OSHMS, as an effort to
memastikan seluruh aktivitas kerja berlangsung secara aman ensure that all work activities are carried out safely and in a
dan terkendali. [GRI 3-3] controlled manner.
Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi Types of High-Risk Work
Setiap jenis pekerjaan di lingkungan WEGE dipetakan secara Every type of work at WEGE is comprehensively mapped,
komprehensif, dimulai dari identifikasi potensi bahaya starting with the identification of potential hazards at each
pada setiap tahapan pekerjaan. Risiko yang teridentifikasi stage of the work. The identified risks are then analyzed
kemudian dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan based on the likelihood of occurrence and the magnitude of
terjadinya serta besarnya dampak terhadap keselamatan the impact on worker safety and the work environment. The
pekerja dan lingkungan kerja. Hasil penilaian ini menjadi results of this assessment are then used as the basis for
dasar dalam menetapkan langkah pengendalian yang tepat determining the appropriate control measures so that risks
agar risiko dapat dikelola secara optimal. can be managed optimally.
Perusahaan telah menetapkan ambang batas risiko yang The Company has set an acceptable risk threshold. If the
dapat diterima. Apabila tingkat risiko yang teridentifikasi identified risk level is still above this threshold, additional
masih berada di atas batas tersebut, maka pengendalian controls are immediately implemented until the risk is at
tambahan segera diterapkan hingga risiko berada pada the safest level. This approach not only focuses on reducing
level yang paling aman. Pendekatan ini tidak hanya berfokus potential hazards but also encourages the creation of safer
pada pengurangan potensi bahaya, tetapi juga mendorong and more efficient work methods.
terciptanya inovasi metode kerja yang lebih aman dan efisien.
Unit kerja didorong untuk secara aktif mengidentifikasi Work units are encouraged to actively identify opportunities
peluang perbaikan, baik dari sisi teknis maupun operasional, for improvement, both technically and operationally, as
sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan kerja. part of efforts to improve work safety. The hazard and risk
Proses identifikasi bahaya dan risiko juga mencakup identification process also includes detailed recording of
pencatatan terperinci terhadap unsafe act dan unsafe unsafe acts and unsafe conditions. The Company emphasizes
condition. Perusahaan menekankan pentingnya pelaporan the importance of reporting as many potential hazards as
sebanyak mungkin atas potensi bahaya, karena semakin possible, because the earlier a risk is identified, the greater
dini risiko dikenali, semakin besar peluang untuk melakukan the opportunity to make improvements and prevent future
perbaikan dan mencegah terjadinya insiden di kemudian hari. incidents.
Sebagai langkah preventif yang lebih terstruktur, WEGE As a more structured preventive measure, WEGE has
menetapkan daftar pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi yang established a list of high-risk jobs that require close
memerlukan pengawasan ketat serta pengendalian khusus. supervision and special control. Each high-risk job is
Setiap pekerjaan berisiko tinggi dikelola melalui penerapan managed through the implementation of appropriate
langkah mitigasi yang sesuai guna memastikan keselamatan mitigation measures to ensure worker safety and maintain
pekerja serta menjaga kelangsungan operasional yang aman safe and controlled operational continuity.
dan terkendali.
Jenis Pekerjaan Risiko Upaya Mitigasi
Type of Work Risks Mitigation Efforts
Pekerjaan Listrik • Tersengat Listrik • Memastikan kabel tidak terkelupas atau terisolasi sempurna
Electrical Work • Kebakaran • Pada saat bekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) khusus listrik
• Terkena percikan listrik • Selalu menyediakan APAR khusus listrik saat bekerja
• Electric shock • Memastikan peralatan listrik menggunakan grounding
• Fire • Harus memiliki izin kerja listrik
• Electrical arc flash • Saat penyambungan, arus listrik harus dimatikan dan dilakukan LOTO
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• Tidak diizinkan bekerja sendirian.
• Ensure all cables are intact and properly insulated
• Use electrical-specific Personal Protective Equipment (PPE) while working
Laporan Keberlanjutan 2025
• Always provide electrical fire extinguishers (APAR) during electrical work
• Ensure all electrical equipment is properly grounded
• Electrical work must be authorized with a valid work permit
• Power must be turned off during connections, and LOTO procedures must be
followed
• Working alone is strictly prohibited
152
Page 153
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Jenis Pekerjaan Risiko Upaya Mitigasi
Type of Work Risks Mitigation Efforts
Pekerjaan Alat • Kejatuhan material • Penyusunan Lifting plan sebagai dasar operasi alat angkat angkut
Angkat Angkut • Terjepit material • Pre hire Inspection, inspeksi sebelum datangnya peralatan
Lifting and • Falling material • Inspeksi pada saat erection, inspeksi rutin harian
Hoisting • Crushed by material • Sterilisasi area di bawah counterweight pada saat erection
Equipment Work • Menggunakan Perangkat pelindung jatuh.
• Limit switch pastikan berfungsi dengan baik
• Menggunakan APD wajib (helm, rompi, sepatu, sarung tangan)
• Lolos tes kesehatan (cek tensi dan tes keseimbangan)
• Operator harus mempunyai SIO (Surat Izin Operator) dan rigger tersertifikasi
• Conduct inspections during erection and daily routine checks
• Sterilize the area beneath the counterweight during erection
• Use a full-body harness
• Ensure the limit switch is functioning properly
• Wear mandatory PPE (helmet, vest, safety shoes, gloves)
• Pass health screening (blood pressure check and balance test)
• Operators must hold a valid Operator License (SIO) and certified riggers
Pekerjaan di • Terjatuh • Penyusunan detail work methode statement terkait pekerjaan ketinggian
Ketinggian • Tertimpa material • Penyediaan dan kewajiban penggunaan Perangkat Pelindung Jatuh dan Perangkat
Working at Heights • Tergelincir Pencegah Jatuh sesuai peraturan perundangan pada area berisiko jatuh dari
• Terpukul material ketinggian
• Terjepit • Menggunakan APD wajib (helm, sarung tangan, rompi dan sepatu) saat bekerja
• Falling • Menyediakan platform dilengkapi dengan railing
• Struck by material • Pekerja harus lolos tes kesehatan (cek tensi dan tes keseimbangan)
• Slipping • Menggunakan akses yang telah ditentukan
• Hit by material • Harus mempunyai izin kerja di ketinggian
• Caught in/between • Preparing details of work method statement related to working at heights
• Require workers to wear a full-body harness connected to a lifeline
• Install safety barriers around the edges of the building
• Wear mandatory PPE (helmet, gloves, vest, and safety shoes) while working
• Provide platforms equipped with railings
• Workers must pass a health screening (blood pressure check and balance test)
• Use only designated access points
• Must have a valid work permit for working at heights
Pekerjaan • Jatuh dari ketinggian • Perhitungan dan desain kapasitas Scaffolding sesuai dengan Standar berlaku.
Scaffolding • Tertimpa scaffolding • Penyediaan dan kewajiban penggunaan Perangkat Pelindung Jatuh dan Perangkat
Scaffolding Work • Terjepit Pencegah Jatuh sesuai peraturan perundangan pada area berisiko jatuh dari
• Terbentur ketinggian
• Tersandung • Pengecekan secara berkala untuk pekerja
• Fall from height • Penyusunan scaffolding berdasarkan gambar rencana scaffolding oleh teknisi
• Struck by scaffolding scaffolder
• Caught in between • Diinspeksi oleh supervisor scaffolder
• Bumped • Proteksi scaffolding dengan toeboard dan railing
• Tripped • Memastikan scaffolding terpasang dengan benar dan sesuai metode kerja
• Tidak menempatkan material di atas scaffolding
• Calculation and design of scaffolding follow the applicable standards
• Provision and mandatory use of Fall Protection Equipment and Fall Arrest Equipment
in accordance with regulations in areas at risk of falls from height.
• Periodic worker inspection
• Assembly of scaffolding based on scaffolding plan drawings by scaffolding
technicians
• Inspected by scaffoler supervisor
• Scaffolding protected with toeboards and railings
• Ensure scaffolding is properly installed and in accordance with the work method
• Avoid placing materials on top of scaffolding
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
153
Page 154
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Mekanisme Pelaporan Bahaya dan Insiden Hazard and Incident Reporting Mechanism
WEGE menyediakan sistem pelaporan yang memungkinkan WEGE provides a reporting system that allows every worker
setiap pekerja menyampaikan temuan bahaya kerja to report work hazards and unsafe conditions encountered
maupun kondisi tidak aman yang dijumpai selama aktivitas during operational activities. Reports can be submitted
operasional. Pelaporan dapat dilakukan melalui beberapa through the following mechanisms:
mekanisme berikut:
• Penyampaian langsung kepada atasan atau petugas K3 di • Direct report to supervisor or OSH officer at the work site.
lokasi kerja.
• Penyampaian pada pelaksanaan Toolbox Meeting dan • Report during Toolbox Meetings and Safety Morning Talks
Safety Morning Talk
• Pelaporan secara digital melalui aplikasi internal • Digital reporting through the Company’s internal
Perusahaan. application.
• Penyampaian tertulis melalui kotak saran atau formulir • Written report through the suggestion box or report form
pelaporan yang tersedia di area kerja. available in the work area.
Perusahaan menjamin bahwa setiap laporan yang masuk The Company guarantees that every report submitted will be
akan ditindaklanjuti secara cepat dan objektif. WEGE juga followed up quickly and objectively. WEGE also ensures that
memastikan tidak ada sanksi maupun tindakan balasan there will be no sanctions or retaliation against workers who
terhadap pekerja yang melaporkan potensi bahaya, sebagai report potential hazards, which is a form of protection and
bentuk perlindungan dan penghargaan atas kepedulian appreciation for their concern for work safety.
terhadap keselamatan kerja.
Hak Pekerja untuk Menghindari Situasi Berbahaya Workers’ Right to Avoid Dangerous Situations
Keselamatan pekerja merupakan prioritas utama dalam Worker safety is a top priority in all WEGE operational
seluruh kegiatan operasional WEGE. Melalui penerapan Stop activities. Through the implementation of Stop Work
Work Authority, setiap pekerja memiliki hak penuh untuk Authority, every worker has the full right to refuse or stop
menolak atau menghentikan pekerjaan apabila menilai bahwa working if they assess that the risks are not under control or
risiko belum terkendali atau kondisi kerja dinilai tidak aman. the working conditions are deemed unsafe.
Sebelum pekerjaan dimulai, Perusahaan mewajibkan
pelaksanaan toolbox meeting yang membahas secara rinci Before work begins, the Company requires a toolbox meeting
metode kerja, potensi bahaya, serta langkah pengendalian to be held to discuss in detail the work methods, potential
yang telah disiapkan. Penanggung jawab pekerjaan hazards, and control measures that have been prepared.
memberikan penjelasan menyeluruh mengenai risiko yang The person in charge of the work provides a comprehensive
mungkin muncul dan ketentuan keselamatan yang wajib explanation of the risks that may arise and the safety
dipatuhi selama pekerjaan berlangsung. regulations that must be obeyed during the work.
Apabila dalam pelaksanaannya pekerja masih menemukan
kondisi berisiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan Should workers encounter risky conditions that could
kerja atau penyakit akibat kerja, mereka didorong untuk segera potentially cause occupational accidents or occupational
menyampaikan masukan kepada pihak yang bertanggung diseases during their work, they are encouraged to
jawab di lokasi. Pekerjaan hanya akan dilanjutkan setelah immediately report their findings to the responsible party
risiko tersebut dievaluasi dan dikendalikan dengan lebih baik, on site. Work will only resume after the risks have been
sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman bagi seluruh evaluated and better controlled, thereby creating a safe
pihak. working environment for all parties.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
154
Page 155
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Proses Investigasi Insiden dan Tindakan Perbaikan Incident Investigation and Corrective Action Process
WEGE telah menetapkan prosedur baku dalam pelaporan WEGE has established standard reporting procedures of
kecelakaan kerja. Setiap kejadian kecelakaan wajib dilaporkan occupational accidents. Every accident must be reported
dan diketahui oleh manajer unit kerja terkait. Selanjutnya, to and acknowledged by the relevant work unit manager.
dilakukan investigasi untuk mengidentifikasi akar Subsequently, an investigation is conducted to identify the
permasalahan serta merumuskan langkah perbaikan jangka root cause and formulate short-term and long-term corrective
pendek dan jangka panjang guna mencegah terulangnya measures to prevent similar incidents from recurring.
kejadian serupa.
Setiap insiden kerja di investigasi oleh tim QSHE dan SHE di Every work incident is investigated by the QSHE and SHE
tingkat proyek melalui tahapan sebagai berikut: teams at the project level through the following stages:
1. Identifikasi penyebab utama insiden menggunakan 1. Identify the root causes of incidents using incident
metode investigasi insiden, seperti Root Cause Analysis investigation methods, such as Root Cause Analysis
(RCA). (RCA).
2. Evaluasi efektivitas tindakan pengendalian yang telah 2. Evaluate the effectiveness of previously implemented
diterapkan sebelumnya. control measures.
3. Penyusunan rekomendasi perbaikan untuk mencegah 3. Develop recommendations for improvements to prevent
kejadian serupa di masa depan. similar incidents in the future.
4. Sosialisasi hasil investigasi kepada seluruh tim proyek 4. Share the investigation findings with the entire project
agar dapat menjadi pembelajaran bersama team to facilitate collective learning.
Pelatihan K3 [GRI 403-5] OSH Training
Dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan In order to maintain occupational safety and health across
kerja di seluruh lini operasional, WEGE secara konsisten all operational lines, WEGE consistently organizes OSH
menyelenggarakan program pelatihan K3 bagi karyawan training programs for employees and other workers under the
dan pekerja lain yang berada di bawah kendali Perusahaan. Company. The training is designed to cover both general and
Pelatihan dirancang mencakup materi umum maupun specific material, tailored to the level of risk of the job and the
khusus, disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan dan potential hazards in the work environment.
potensi bahaya di lingkungan kerja.
Sepanjang tahun 2025, WEGE melaksanakan pelatihan K3 Throughout 2025, WEGE has held general OSH trainings
umum yang bertujuan memperkuat budaya keselamatan that aim to strengthen the culture of occupational safety by
kerja dengan meningkatkan pemahaman pekerja terhadap increasing workers’ understanding of risks and the necessary
risiko serta langkah pencegahan yang diperlukan. Pelatihan preventive measures. Basic OSH training is generally provided
dasar K3 umumnya disampaikan melalui kegiatan Safety through Safety Morning Talk activities, which cover practical
Morning Talk yang memuat materi praktis terkait risiko kerja material related to occupational risks and their control.
dan pengendaliannya.
In addition to general training, WEGE also provides special
Selain pelatihan umum, WEGE juga menyediakan pelatihan OSH training for workers involved in high-risk activities.
K3 khusus bagi pekerja yang terlibat dalam aktivitas dengan These programs include:
tingkat risiko tinggi. Program-program tersebut meliputi:
• Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja (P3K) • First Aid for Occupational Accidents (P3K)
Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan This training equips participants with basic skills in
dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada providing first aid in various emergency conditions, such
berbagai kondisi darurat, seperti pingsan, terjatuh, patah as fainting, falling, broken bones, and open wounds. This
tulang, maupun luka terbuka. Kompetensi ini menjadi competency is crucial given the nature of construction
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
krusial mengingat karakteristik pekerjaan konstruksi work, which has the potential for workplace accidents.
yang memiliki potensi kecelakaan kerja.
2025 Sustainability Report
155
Page 156
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
• Ahli Muda K3 Konstruksi • Junior Construction OSH Expert
Ditujukan bagi personel yang memiliki tanggung jawab Intended for personnel who are responsible for OSH
pengelolaan K3 di unit kerja. Program ini merupakan management in their work units. This program is an
sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan official certification from the Ministry of Manpower
yang bertujuan memperkuat kompetensi teknis dan that aims to strengthen technical competencies and
pemahaman penerapan K3 secara menyeluruh di sektor comprehensive understanding of OSH implementation in
konstruksi. the construction sector.
• K3 Listrik • Electrical Safety
Pelatihan ini berfokus pada peningkatan pemahaman This training focuses on improving understanding of
terhadap potensi bahaya listrik serta penerapan prosedur potential electrical hazards and the implementation
kerja aman, termasuk penggunaan alat pelindung khusus of safe work procedures, including the use of special
dan implementasi sistem lockout-tagout (LOTO). protective equipment and the implementation of a
lockout-tagout (LOTO) system.
• K3 Pekerjaan di Ketinggian • Working at Heights Safety
Materi pelatihan mencakup penggunaan body harness, The training material covers the use of body harnesses,
pemasangan lifeline, serta tata cara penanganan keadaan the installation of lifelines, and emergency procedures in
darurat apabila terjadi insiden saat bekerja di ketinggian. the event of an incident while working at heights.
• K3 Alat Angkat dan Angkut • Lifting and Hoisting Equipment Safety
Diperuntukkan bagi operator crane, forklift, dan peralatan Intended for operators of cranes, forklifts, and other
berat lainnya guna meminimalkan risiko kecelakaan heavy equipment to minimize the risk of accidents due
akibat kesalahan operasional. Pelatihan ini menekankan to operational errors. This training emphasizes safety
aspek keselamatan dalam pengoperasian alat berat. aspects in the operation of heavy equipment.
• Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) • Handling of Hazardous and Toxic Materials (B3)
Program ini memastikan pekerja memahami prosedur This program ensures that workers understand safe
aman dalam penyimpanan, pengangkutan, serta procedures for the storage, transportation, and use of
penggunaan bahan kimia berbahaya sesuai dengan hazardous chemicals in accordance with applicable
ketentuan yang berlaku. regulations.
• K3 Pekerjaan Panas • Hot Work Safety
Pelatihan ini merupakan bagian penting dari penerapan This training is an important part of the work permit
sistem izin kerja, khususnya untuk aktivitas yang system, especially for activities involving heat sources
melibatkan sumber panas seperti pengelasan. Tujuannya such as welding. The goal is to ensure that workers
adalah memastikan pekerja memahami dan menerapkan understand and implement work safety procedures in
prosedur keselamatan kerja sesuai standar. accordance with standards.
• Manual Handling • Manual Handling
Sebagai bagian dari penerapan ergonomi kerja, pelatihan As part of the implementation of occupational ergonomics,
ini ditujukan bagi pekerja yang melakukan aktivitas fisik this training is intended for workers who perform physical
dengan beban manual. Materi difokuskan pada teknik activities involving manual lifting. The material focuses
pengangkatan, mendorong, dan menarik beban yang on safe lifting, pushing, and pulling techniques to prevent
aman untuk mencegah cedera pada otot, sendi, dan injury to muscles, joints, and bones.
tulang.
• K3 Pekerjaan Galian • Excavation Work Safety
Dirancang untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan Designed to support the implementation of excavation
galian yang tergolong memiliki risiko tinggi. Pelatihan ini work, which is classified as high risk. This training
menekankan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, emphasizes compliance with safety procedures, the use
penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, serta of appropriate personal protective equipment (PPE), and
pengamanan area kerja selama aktivitas berlangsung. securing the work area during activities.
• K3 Perancah • Scaffolding Safety
Membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan Equips participants with the knowledge and skills to use
penggunaan perancah yang aman, mulai dari pemahaman scaffolding safely, from understanding the types and load
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
jenis dan kapasitas beban, kelengkapan komponen, capacities, component completeness, installation and
prosedur pemasangan dan pembongkaran, hingga dismantling procedures, to scaffolding inspection and
Laporan Keberlanjutan 2025
inspeksi perancah dan penerapan rambu keselamatan. the application of safety signs.
156
Page 157
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
• Sistem Manajemen Konstruksi • Construction Management System
Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas This training is aimed at improving the capacity of
pegawai yang bertanggung jawab atas pengelolaan employees responsible for managing the construction
sistem manajemen konstruksi di unit kerja. Materi management system in the work unit. The material covers
mencakup seluruh siklus proyek, mulai dari perencanaan, the entire project cycle, from planning, implementation,
pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi, guna supervision, to evaluation, to ensure that projects run
memastikan proyek berjalan efektif, aman, dan sesuai effectively, safely, and in accordance with established
dengan standar yang ditetapkan. standards.
Fasilitas Kesehatan [GRI 403-3] Health Facilities
WEGE menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan WEGE demonstrates its commitment to worker health by
pekerja melalui penyediaan layanan kesehatan kerja yang providing occupational health services that play a role in
berperan dalam mengidentifikasi potensi bahaya, menekan identifying potential hazards, reducing health risks, and
risiko kesehatan, serta menjaga kondisi fisik karyawan tetap maintaining optimal physical condition of employees. One
optimal. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah of the main efforts undertaken is the implementation of
pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) secara berkala bekerja periodic Medical Check-Ups (MCU) in collaboration with
sama dengan Prodia. Pemeriksaan ini mencakup rangkaian Prodia. These check-ups include a series of health tests, such
tes kesehatan, antara lain hematologi lengkap, pemeriksaan as complete hematology, urine tests, ultrasonography (USG),
urine, Ultrasonography (USG), Elektrokardiogram (EKG), Pap electrocardiograms (EKG), Pap smears for female employees,
Smear bagi karyawan perempuan, serta pemeriksaan fisik and physical examinations by medical personnel.
oleh tenaga medis.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi yang If the examination results indicate a need for further
memerlukan penanganan lanjutan, karyawan akan dirujuk treatment, employees will be referred to a health facility
ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit rujukan, termasuk or referral hospital, including the Indonesian Christian
Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia maupun University General Hospital or other hospitals in accordance
rumah sakit lain yang disesuaikan dengan ketentuan asuransi with applicable insurance provisions.
yang berlaku.
Seluruh karyawan WEGE telah terdaftar sebagai peserta All WEGE employees are registered as participants in the
BPJS Kesehatan serta asuransi kesehatan swasta melalui BPJS Health Insurance program and private health insurance
kerja sama dengan Mandiri InHealth. Perlindungan yang through a partnership with Mandiri InHealth. The coverage
diberikan meliputi layanan rawat inap, rawat jalan, fasilitas provided includes inpatient and outpatient services,
kacamata, perawatan persalinan, hingga layanan kesehatan eyeglass facilities, childbirth care, and dental services. The
gigi. Perusahaan memastikan bahwa akses terhadap company ensures that access to these health services is
layanan kesehatan tersebut diberikan secara setara tanpa provided equally without discrimination based on employee
membedakan latar belakang maupun status karyawan. background or status.
Sebagai bagian dari pengendalian risiko kesehatan dan As part of health and occupational safety risk control, the
keselamatan kerja, perusahaan juga menyelenggarakan Company also conducts additional medical examinations for
pemeriksaan kesehatan tambahan bagi pekerja dengan jenis workers with certain types of jobs, including: [GRI 403-6]
pekerjaan tertentu, antara lain: [GRI 403-6]
• Pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian diwajibkan • Workers who perform activities at heights are required to
menjalani tes keseimbangan serta tes spirometri. undergo balance tests and spirometry tests.
• Pekerja yang mengoperasikan alat angkat dan angkut • Workers who operate lifting and hoisting equipment are
menjalani tes audiometri, pemeriksaan buta warna, required to undergo audiometry tests, color blindness
Elektrokardiogram (EKG), tes psikologi, serta tes bebas tests, electrocardiograms (EKG), psychological tests, and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
narkoba. drug tests.
• Pekerja di bidang kelistrikan diwajibkan menjalani • Workers in the electrical field are required to undergo
pemeriksaan buta warna. color blindness tests.
2025 Sustainability Report
157
Page 158
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Promosi Kesehatan Pekerja [GRI 403-6]
Workers Health Promotion
Aspek Uraian
Aspect Description
Kebijakan Perusahaan berkomitmen menyediakan lingkungan kerja sehat melalui program kesehatan kerja dan kesejahteraan
Policy fisik serta mental.
The Company is committed to providing a healthy work environment through occupational health as well as physical
and mental well-being programs.
Tujuan • Menurunkan risiko penyakit akibat kerja dan non-pekerjaan
Purpose • Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja
• Memastikan akses setara ke fasilitas kesehatan
• Reducing the risk of occupational and non-occupational diseases
• Improving worker productivity and well-being
• Ensuring equal access to health facilities
Risiko Kesehatan • Beban kerja fisik dan paparan lingkungan konstruksi
Health Risk • Risiko ergonomi dan kelelahan
• Tekanan psikologis terkait tuntutan target
• Penyakit tidak menular dan infeksi
• Physical workload and exposure to the construction environment
• Ergonomic risks and fatigue
• Psychological stress related to target achievements
• Non-communicable diseases and infections
Program Kesehatan • Pemeriksaan kesehatan berkala (MCU/MCU khusus proyek)
Health Program • Konseling stres dan layanan kesehatan mental
• Penyediaan fasilitas P3K, klinik, dan petugas medis proyek
• Sosialisasi ergonomi kerja, nutrisi, dan pencegahan penyakit
• Kegiatan olahraga bersama dan kampanye kesehatan
• Periodic medical check-ups (MCU/project-specific MCU)
• Stress counseling and mental health services
• Provision of first aid facilities, clinics, and project medical personnel
• Socialization of work ergonomics, nutrition, and disease prevention
• Joint sports activities and health campaigns
Akses Kesehatan Akses layanan kesehatan diberikan kepada seluruh pekerja termasuk pekerja kontrak, pekerja outsourcing, dan
Health Access pekerja di lokasi proyek.
Healthcare services are provided to all workers, including contract workers, outsourced workers, and workers at
project sites.
Capaian 2025 • >90% pekerja mengikuti MCU
• 3 sesi health talk dan pelatihan ergonomi
• Tidak terdapat kejadian penyakit akibat kerja
• >90% of workers undergo MCU
• 3 health talk sessions and ergonomics training
• No cases of occupational diseases
Evaluasi Program dinilai melalui tingkat partisipasi pekerja, pelaporan insiden kesehatan, survei kepuasan, dan analisis absensi
karena alasan kesehatan.
The program is evaluated through employee participation rates, health incident reporting, satisfaction surveys, and
analysis of health-related absenteeism.
Rencana • Digitalisasi catatan kesehatan pekerja
Pengembangan • Penambahan konseling psikologis berkala
2026 • Integrasi promosi kesehatan dengan sistem manajemen K3L
Achievement in • Digitalization of employee health records
2025 • Provision of regular psychological counseling
• Integration of health promotion initiatives with the Occupational Health, Safety, and Environment (OHSE/HSE)
management system
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
158
Page 159
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Kinerja K3L Tahun 2025 OSHE Performance in 2025
Sepanjang tahun 2025, WEGE secara konsisten melakukan Throughout 2025, WEGE consistently socializes and
sosialisasi dan penerapan langkah-langkah pengendalian implements strict control measures to strengthen the
yang tegas untuk memperkuat budaya kepatuhan terhadap culture of compliance with occupational safety and health
peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya ini regulations. These efforts are aimed at achieving the target
diarahkan untuk mencapai target nihil kecelakaan kerja serta of zero workplace accidents and preventing occupational
mencegah terjadinya penyakit akibat kerja. diseases.
Setiap insiden yang terjadi di lingkungan kerja WEGE dicatat, Every incident that occurred in the WEGE work environment
dilaporkan, dan dianalisis secara sistematis. Manajemen is recorded, reported, and analyzed systematically.
bertanggung jawab memastikan penanganan yang tepat Management is responsible for ensuring the proper handling
terhadap setiap kejadian, termasuk pelaksanaan tindakan of each incident, including the immediate implementation of
korektif dan preventif secara segera guna mencegah corrective and preventive actions to prevent similar incidents
terulangnya insiden serupa. Hasil dari berbagai upaya from recurring. The results of these efforts are evident in the
tersebut tercermin dalam penurunan jumlah kecelakaan kerja decrease in the number of occupational accidents compared
dibandingkan tahun sebelumnya serta tidak ditemukannya to the previous year and the absence of occupational diseases
kasus penyakit akibat kerja selama periode pelaporan, during the reporting period, as presented in the following
sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: [GRI 403-9, 403-10] table:
Insiden Kecelakaan Kerja [403-9]
Occupational Accidents
Kategori
2025 2024 2023
Category
Ringan 2 5 8
Minor
Sementara Tidak Mampu Bekerja (SMTB) 1 0 1
Temporarily Unable to Work (SMTB)
Fatal/Meninggal 0 0 0
Fatality
Kinerja K3 Karyawan
Employee OHS Performance
Indikator
2025 2024 2023 2022
Indicators
Severity Rate 0 0 0 0
Frequency Rate (NLTI) 0 0 0 0
Frequency Rate (LTI) 0 0 0 0
Jam Kerja Tanpa Kecelakaan
956.800 1.040.000 10.92.000 1.160.640
Accident Free Working Hours
Occupational accident data is collected through a monthly
Kinerja K3 Kontraktor
Contractor OHS Performance
Indikator
2025 2024 2023 2022
Indicators
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Severity Rate 0,08 0 0,36 0
Frequency Rate (NLTI) 0,02 0,17 0,42 0,54
2025 Sustainability Report
Frequency Rate (LTI) 0,02 0 0,05 0
Jam Kerja Tanpa Kecelakaan
14.478.472 29.672.550 19.240.450 27.976.064
Accident Free Working Hours
159
Page 160
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Data kecelakaan kerja dihimpun melalui mekanisme reporting mechanism, in which each work unit is required
pelaporan bulanan, di mana setiap unit kerja wajib melaporkan to report all occupational accidents. In addition, work units
seluruh kejadian kecelakaan kerja. Selain itu, unit kerja juga are also required to report near-miss incidents that occur on
diwajibkan melaporkan insiden nearmiss yang terjadi di proyek projects and in the work environment. All reports are then
maupun lingkungan kerja. Seluruh laporan tersebut kemudian comprehensively evaluated and analyzed by the Quality, Safety,
dievaluasi dan dianalisis secara komprehensif oleh Quality, Health and Environment Division before being submitted to
Safety, Health and Environment Division sebelum disampaikan the Board of Directors as a reference for strategic decision-
kepada Direksi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan making to improve work safety performance.
strategis untuk peningkatan kinerja keselamatan kerja.
Persentase Kecelakaan Kerja [S-06] [403-9]
Percentage of Occupational Accident
Keterangan
2025 2024
Description
Frekuensi kecelakaan kerja dari total pegawai 0 0
Frequency of occupational accidents from total employees
Persentase kecelakaan kerja serius yang berakibat cedera serius dan fatal dari total 0 0
pegawai (%)
Percentage of serious occupational accidents that cause serious injury and fatality from
total employees (%)
Penyakit Akibat Kerja [403-10]
Occupational Disease
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Jumlah dan tingkat fatalitas sebagai akibat penyakit akibat kerja 0 0 0
Number and rata of fatalities as a result of occupational diseases
Jumlah dan tingkat penyakit akibat kerja yang dapat dicatat 0 0 0
Number and rate of recordable occupational diseases
Jenis-jenis penyakit akibat kerja yang utama 0 0 0
Types of main occupational diseases
Metodologi Pengumpulan Data PAK dan Standar yang Occupational Disease Data Collection Methodology and
Digunakan Standards Used
WEGE mengumpulkan dan mengelola data terkait penyakit WEGE collects and manages data related to occupational
akibat kerja (PAK) melalui pendekatan yang mengintegrasikan diseases (PAK) by integrating worker health monitoring and
pemantauan kesehatan pekerja dan pemantauan lingkungan workplace environmental monitoring. This approach aims to
kerja. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa ensure that indications of health problems can be detected
indikasi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih dini, early, followed up appropriately, and analyzed in relation to
ditindaklanjuti secara tepat, dan dianalisis keterkaitannya workplace hazards objectively and based on evidence.
dengan faktor bahaya di lokasi kerja secara objektif dan
berbasis bukti.
Secara umum, metodologi pengumpulan data PAK dilakukan In general, the methodology of occupational disease data
melalui dua jalur utama, yaitu surveilans kesehatan serta collection is carried out through two main channels, namely
surveilans lingkungan kerja, yang dilengkapi dengan health surveillance and work environment surveillance, which
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
mekanisme pelaporan dan investigasi klinis apabila are complemented by reporting and clinical investigation
ditemukan indikasi gangguan kesehatan yang berpotensi mechanisms when indications of potential work-related
Laporan Keberlanjutan 2025
berkaitan dengan pekerjaan. health conditions are found.
1. Surveilans Kesehatan 1. Health Surveillance
Surveilans kesehatan merupakan metode primer untuk Health surveillance is the primary method used to
memantau dampak kesehatan pekerja secara individual monitor the health impact on individual workers and
serta mendeteksi perubahan kondisi kesehatan akibat detect changes in health conditions due to occupational
paparan bahaya kerja. WEGE menjalankan surveilans hazards. WEGE conducts health surveillance through
160 kesehatan melalui beberapa tahapan pemeriksaan, yaitu: several stages of examination, including:
Page 161
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
• Pemeriksaan Kesehatan Awal (Pre-employment • Pre-employment Medical Check Up
Medical Check Up)
Dilaksanakan untuk menetapkan baseline kondisi Conducted to establish a baseline of workers’ health
kesehatan pekerja sebelum terpapar potensi bahaya conditions before they are exposed to potential
di proyek. hazards on the project.
• Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Periodic Medical • Periodic Medical Check-up
Check Up)
Dilaksanakan secara rutin (umumnya minimal 1 Conducted regularly (typically once a year) to monitor
kali per tahun) guna memantau tren perubahan trends in health status. In the construction sector, the
kondisi kesehatan. Pada sektor konstruksi, fokus focus of the examination is tailored to the risk profile,
pemeriksaan menyesuaikan profil risiko, misalnya: for example:
‐ Audiometri (pendengaran) untuk pekerja yang ‐ Audiometry (hearing) for workers exposed to
terpapar kebisingan alat berat. heavy equipment noise.
‐ Spirometri (fungsi paru) untuk pekerja yang ‐ Spirometry (lung function) for workers at risk of
berisiko terpapar debu semen atau partikel silika. exposure to cement dust or silica particles.
• Pemeriksaan Kesehatan Khusus • Special Medical Examination
Dilakukan apabila terdapat keluhan spesifik, indikasi Conducted when there are specific complaints,
gangguan kesehatan tertentu, atau sebagai bagian indications of certain health conditions, or as part of a
dari evaluasi pasca pemulihan (return to work). post-recovery evaluation (return to work).
• Biomonitoring • Biomonitoring
Dalam kondisi tertentu, pengambilan sampel biologis Under certain conditions, biological samples (e.g.,
(misalnya darah atau urin) dapat digunakan untuk blood or urine) may be taken to detect exposure to
mendeteksi paparan zat kimia berbahaya, seperti hazardous chemicals, such as paint thinners or heavy
pelarut cat atau logam berat, sesuai kebutuhan metals, in accordance with risk control requirements
pengendalian risiko di lokasi kerja. at the workplace.
2. Surveilans Lingkungan Kerja (Industrial Hygiene 2. Industrial Hygiene Monitoring
Monitoring)
Surveilans lingkungan kerja dilakukan untuk Industrial hygiene monitoring is conducted to collect data
mengumpulkan data paparan bahaya di lokasi kerja serta on exposure to occupational hazards and to establish
mendukung korelasi dengan tren kesehatan pekerja. correlations with worker health trends. This monitoring
Pemantauan ini mencakup: includes:
• Pengukuran Faktor Fisika • Measurement of Physical Factors
Antara lain intensitas kebisingan, getaran (vibrasi dari Which includes noise intensity, vibration (from work
alat kerja), suhu ekstrem, dan pencahayaan kerja. tools), extreme temperatures, and work lighting.
• Pengukuran Faktor Kimia • Measurement of Chemical Factors
Sampling kualitas udara untuk menilai konsentrasi Air quality sampling to measure the concentration of
debu, gas, fume hasil pengelasan, serta uap bahan dust, gases, welding fumes, and chemical vapors.
kimia.
• Penilaian Ergonomi • Ergonomic Assessment
Dilakukan untuk menilai postur kerja, pola gerakan, Conducted to assess work posture, movement
dan beban angkut manual (manual handling) yang patterns, and manual handling that can trigger
dapat memicu gangguan musculoskeletal. musculoskeletal disorders.
3. Pelaporan dan Investigasi Klinis 3. Reporting and Clinical Investigation
Apabila pemantauan menemukan indikasi gangguan When indications of health conditions requiring further
kesehatan yang memerlukan analisis lebih lanjut, WEGE analysis are found during monitoring, WEGE advances the
melanjutkan proses pengumpulan data ke tahap diagnosis data collection process to the clinical diagnosis stage to
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
klinis untuk menentukan apakah kondisi tersebut determine whether the condition is work-related.
berhubungan dengan pekerjaan (work-related).
2025 Sustainability Report
Dalam praktiknya, proses ini dapat merujuk pada pendekatan In practice, this process may refer to an occupational
diagnosis okupasi dengan tahapan evaluasi yang sistematis, diagnosis approach with systematic evaluation stages,
termasuk penetapan diagnosis klinis, identifikasi pajanan, including clinical diagnosis, exposure identification,
verifikasi hubungan pajanan dengan diagnosis berdasarkan verification of the relationship between exposure and diagnosis
bukti ilmiah, penilaian besaran pajanan, serta pengkajian based on scientific evidence, exposure magnitude assessment,
faktor individu dan faktor non-pekerjaan sebelum menetapkan and assessment of individual and non-work factors before
diagnosis sebagai Penyakit Akibat Kerja. establishing a diagnosis as an Occupational Disease.
161
Page 162
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Standar dan Regulasi Rujukan Reference Standards and Regulations
Dalam pengumpulan dan pengelolaan data PAK, WEGE In collecting and managing occupational disease data, WEGE
mengacu pada regulasi nasional dan praktik manajemen refers to relevant national regulations and international
internasional yang relevan, antara lain: management practices, including:
a. Regulasi Nasional (Indonesia) a. National Regulations (Indonesia)
• Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan • Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018
dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, khususnya concerning Occupational Safety and Health,
terkait Nilai Ambang Batas (NAB) faktor fisika dan specifically related to the Threshold Limit Values
kimia. (TLVs) for physical and chemical factors.
• Perpres No. 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat • Presidential Regulation No. 7 of 2019 concerning
Kerja. Occupational Diseases.
• Permenaker No. 10 Tahun 2022 tentang pedoman • Minister of Manpower Regulation No. 10 of 2022
layanan kesehatan kerja dan diagnosis PAK. concerning guidelines for occupational health
services and occupational disease diagnosis.
b. Standar Internasional & Sistem Manajemen b. International Standards & Management Systems
• ISO 45001:2018, khususnya prinsip pemantauan, • ISO 45001:2018, specifically the principles of
pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja K3, monitoring, measuring, analyzing, and evaluating OHS
termasuk aspek kesehatan kerja. performance, including occupational health aspects.
Bahaya dan Risiko yang Paling Berkontribusi terhadap PAK Hazards and Risks with the Highest Contribution to
Tahun 2025 Occupational Diseases in 2025
Selama tahun 2025, WEGE mengidentifikasi bahwa risiko In 2025, WEGE identified that the most significant
kesehatan kerja paling banyak berkaitan dengan karakteristik occupational health risks are related to the characteristics
pekerjaan konstruksi yang menuntut aktivitas fisik tinggi, of construction work, which requires high physical activity,
paparan lingkungan proyek, serta tekanan operasional yang exposure to the project environment, and dynamic
dinamis. Risiko-risiko tersebut mencakup: operational pressures. These risks include:
1. Bahaya Ergonomi 1. Ergonomic Hazards
Bahaya ergonomi menjadi salah satu faktor dominan Ergonomic hazards are one of the dominant factors
yang memicu keluhan kesehatan non-kecelakaan, that trigger non-accident health complaints, especially
terutama gangguan otot rangka (musculoskeletal musculoskeletal disorders (MSDs) such as lower back
disorders/MSDs) seperti nyeri punggung bawah, pain, shoulder injuries, and indications of pinched nerves.
cedera bahu, hingga indikasi saraf kejepit. Ergonomic risks in construction work are generally
Risiko ergonomi pada pekerjaan konstruksi umumnya influenced by repetitive manual lifting, poor work posture,
dipengaruhi oleh aktivitas pengangkatan manual repetitive movements, and prolonged exposure to tool
berulang, postur kerja yang tidak ideal, gerakan repetitif, vibrations.
serta paparan vibrasi alat kerja dalam durasi lama.
2. Bahaya Fisika (Bising dan Panas) 2. Physical Hazards (Noise and Heat)
Faktor fisika menjadi perhatian penting, khususnya Physical factors are a major concern, particularly noise
kebisingan dan tekanan panas akibat pekerjaan di area and heat stress due to working in open areas. High
terbuka. Paparan bising yang tinggi berpotensi memicu noise exposure has the potential to cause hearing loss
gangguan pendengaran (noise-induced hearing loss/NIHL), (noise-induced hearing loss/NIHL), while excessive heat
sedangkan paparan panas berlebih dapat menyebabkan exposure can lead to dehydration and heat stress-related
dehidrasi hingga gangguan kesehatan terkait heat stress health problems if not managed properly.
apabila tidak dikelola secara disiplin.
3. Bahaya Kimia (Debu dan Partikel) 3. Chemical Hazards (Dust and Particles)
Paparan debu dan partikel, termasuk debu silika dari Exposure to dust and particles, including silica dust
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
aktivitas pemotongan, penggerindaan, serta pekerjaan from cutting, grinding, and other activities that produce
yang menghasilkan partikulat halus, berpotensi fine particulates, can potentially cause respiratory tract
Laporan Keberlanjutan 2025
memicu gangguan saluran pernapasan. Selain itu, fume disorders. In addition, welding fumes and certain solvent
pengelasan dan uap pelarut tertentu juga dapat menjadi vapors can also be risk factors if technical controls and
faktor risiko apabila kontrol teknis dan penggunaan APD PPE are not used consistently.
tidak diterapkan secara konsisten.
4. Bahaya Psikososial 4. Psychosocial Hazards
WEGE juga mengakui bahwa faktor psikososial dapat WEGE also recognizes that psychosocial factors can
berpengaruh terhadap kesehatan kerja, antara lain affect occupational health, including workload, pressure
162
Page 163
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
melalui beban kerja, tekanan target penyelesaian proyek, to complete projects, and the dynamics of construction
serta dinamika pekerjaan konstruksi yang menuntut work that demand physical and mental endurance.
ketahanan fisik dan mental. Penguatan komunikasi kerja, Improving work communication, role certainty, and
kepastian peran, serta kondisi fasilitas kerja yang layak adequate work facilities are important parts of managing
menjadi bagian penting dalam mengelola risiko ini. this risk.
Tindaklanjut Evaluasi Evaluation Follow-up
Menyikapi hasil evaluasi, WEGE telah menyusun dan mulai In response to the evaluation results, WEGE has developed
mengimplementasikan langkah-langkah perbaikan strategis and started implementing strategic improvement measures
untuk tahun berjalan dan masa depan: for the current year and the future:
• Penguatan Safety Leadership di Level Supervisor: Kami • Strengthening Safety Leadership at the Supervisor Level:
menyadari bahwa supervisor adalah kunci keselamatan We recognize that supervisors are crucial to safety on-
di lapangan. Tindak lanjut dilakukan dengan program site. The follow-up involves an intensive training program
pelatihan intensif bagi supervisor untuk meningkatkan for supervisors to enhance their ability to directly
kemampuan mereka dalam melakukan intervensi intervene in unsafe actions.
terhadap tindakan tidak aman secara langsung.
• Digitalisasi Pelaporan dan Inspeksi: Untuk mempercepat • Digitalization of Reporting and Inspections: To expedite
tindak lanjut temuan bahaya, WEGE memperkuat integrasi follow-up on hazard findings, WEGE is strengthening the
sistem pelaporan berbasis digital. Setiap temuan unsafe integration of digital reporting systems. Every report of
act dan unsafe condition kini terhubung langsung ke an unsafe act or unsafe condition is now directly linked to
dasbor manajemen untuk pemantauan penyelesaian the management dashboard for real-time monitoring of
secara real-time. resolution.
• Program “Safety Mental Health”: Menyadari bahwa • “Safety Mental Health” Program: Recognizing that physical
kelelahan fisik dan mental dapat meningkatkan risiko and mental fatigue can increase the risk of accidents,
kecelakaan, WEGE mulai mengintegrasikan aspek WEGE has started to integrate mental health aspects into
kesehatan mental dalam kampanye keselamatan untuk safety campaigns to ensure workers maintain sharp focus
memastikan pekerja memiliki fokus yang tajam saat while performing their duties
beraktivitas.
• Meningkatkan kegiatan yang melibatkan partisipasi • Increasing activities that involve worker participation,
pekerja seperti sharing knowledge, Toolbox Meeting dan such as knowledge sharing, Toolbox Meetings, and social
grup media sosial untuk pekerja terkait K3 media groups for workers related to OHS
• HIRARC • HIRARC
Untuk memastikan potensi bahaya dapat teridentifikasi To ensure potential hazards can be accurately identified and
secara tepat dan risiko dapat dikendalikan secara efektif to effectively control risks during the construction process,
selama proses konstruksi berlangsung, WEGE melaksanakan WEGE conducts regular inspections and supervision.To
pemeriksaan serta pengawasan secara berkala. Untuk ensure potential hazards are accurately identified and to
memastikan potensi bahaya dapat teridentifikasi secara effectively control risks throughout the construction process,
tepat dan risiko dapat dikendalikan secara efektif selama WEGE conducts internal inspections and regular monitoring
proses konstruksi berlangsung, WEGE melaksanakan through QSHE monitoring, QSHE clinics, 360 inspections,
pemeriksaan inspeksi internal serta pengawasan secara RCA, Lifting and Hoisting Equipment Inspections, Auxiliary
berkala melalui monitoring QSHE, klinik QSHE, inspeksi 360, Equipment Inspections, Permit To Work, and QSHE Patrols
RCA, Inspeksi Alat Angkat-Angkut, Inspeksi alat bantu, Permit as part of internal inspection activities within the project
To Work dan QSHE Patrol sebagai bentuk kegiatan inspeksi environment.
internal di lingkungan proyek.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Untuk mengevaluasi efektivitas implementasi K3 serta To evaluate the effectiveness of OHS implementation and
memastikan adanya perbaikan berkelanjutan, Perseroan ensure continuous improvement, the Company conducts
2025 Sustainability Report
melakukan pemantauan kinerja QHSE secara berkala serta periodic QHSE performance monitoring and holds routine
menyelenggarakan rapat koordinasi rutin melalui mekanisme coordination meetings through reporting mechanisms and
pelaporan dan pertemuan periodik dengan Rapat Koordinasi periodic meetings, including QSHE Coordination Meetings
QSHE dan Management Review. Selain itu, Perusahaan juga and Management Reviews. Additionally, the Company reviews
melakukan peninjauan terhadap kepatuhan terhadap peraturan compliance with laws and regulations related to OHSE as part
perundang-undangan yang berkaitan dengan K3L sebagai of its efforts to strengthen corporate compliance governance.
bagian dari penguatan tata kelola kepatuhan perusahaan.
163
Page 164
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
WEGE menetapkan kriteria Keselamatan dan Kesehatan Kerja WEGE establishes Occupational Health and Safety (OHS)
(K3) sebagai bagian dari persyaratan dalam proses pengadaan criteria as part of the requirements in the procurement and
dan kontrak kerja, sehingga setiap pemasok, kontraktor, contract processes, ensuring that every supplier, contractor,
maupun mitra kerja wajib memenuhi standar K3 yang telah and business partner must meet the OHS standards set by the
ditetapkan perusahaan dalam pelaksanaan pekerjaan. Company during their operations.
WEGE tidak memiliki data jumlah vendor secara spesifik di
tingkat entitas, mengingat proses registrasi dan pengelolaan WEGE does not have specific data on the number of vendors
vendor dilakukan secara terpusat melalui sistem vendor at the entity level, as the vendor registration and management
management yang dikelola oleh WIKA Holding. Penetapan process is centralized through a vendor management
kriteria Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga system managed by WIKA Holding. The establishment of
menjadi bagian dari persyaratan dalam proses pengadaan Occupational Health and Safety (OHS) criteria is also part of
dan kontrak kerja yang dikelola secara terintegrasi the requirements in the procurement and contract processes,
pada tingkat holding. Meskipun demikian, WEGE tetap which are managed in an integrated manner at the holding
memastikan implementasi standar K3 dalam setiap kegiatan level. Nevertheless, WEGE ensures the implementation of
operasional proyek, dengan menetapkan bahwa setiap OHS standards in all project operational activities by requiring
pemasok, kontraktor, maupun mitra kerja wajib memenuhi that every supplier, contractor, and business partner comply
standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah with the Occupational Health and Safety (OHS) standards
ditetapkan perusahaan sebagai bagian dari persyaratan established by the company as part of the work requirements
kerja dan pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan. and operational activities on-site.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) secara PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) consistently
konsisten melakukan pengujian dan verifikasi terhadap conducts testing and verification of the implemented
sistem manajemen yang diterapkan melalui keterlibatan management systems by involving independent and
pihak ketiga yang independen dan berwenang. Langkah ini authorized third parties. This initiative demonstrates the
merupakan bentuk transparansi serta komitmen Perusahaan Company’s transparency and commitment to ensuring that
dalam memastikan bahwa standar Keselamatan, Kesehatan Occupational Health, Safety, and Environmental (OHSE)
Kerja, dan Lingkungan (K3L) tidak hanya sekadar formalitas, standards are not merely a formality, but are deeply and
namun telah terimplementasi secara mendalam dan efektif di effectively implemented across all operational lines.
seluruh lini operasional.
1. Audit SMK3 oleh Departemen Ketenagakerjaan 1. OHSE Audit by the Ministry of Manpower
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi nasional (PP As a form of compliance with national regulations
No. 50 Tahun 2012), WEGE menempuh verifikasi eksternal (Government Regulation No. 50 of 2012), WEGE undergoes
dari Departemen Ketenagakerjaan melalui Lembaga Audit external verification by the Ministry of Manpower through
yang ditunjuk. a designated audit institution.
Fokus Audit: Evaluasi mencakup pemenuhan kriteria Audit Focus: The evaluation covers compliance with
teknis K3, kepatuhan hukum, hingga efektivitas struktur technical OHS criteria, legal compliance, and the
organisasi K3 dalam mengelola risiko di lingkungan kerja effectiveness of the OHS organizational structure in
yang dinamis. managing risks within a dynamic work environment.
Hasil & Pencapaian: Keberhasilan melalui verifikasi ini Results & Achievements: The success of this verification
membuktikan bahwa sistem manajemen K3 WEGE telah proves that WEGE’s OHS management system has
memenuhi standar nasional dengan nilai 92,16% untuk met national standards with a score of 92.16% for 166
166 Kriteria tingkat lanjut predikat tingkat penilaian advanced criteria, achieving a “satisfactory” rating,
memuaskan, mencerminkan perlindungan optimal bagi reflecting optimal protection for all workers.
seluruh tenaga kerja.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2. Audit Eksternal Sucofindo: ISO 45001 & ISO 14001 2. Sucofindo External Audit: ISO 45001 & ISO 14001
Untuk menyelaraskan standar operasional dengan praktik To align operational standards with global best practices,
Laporan Keberlanjutan 2025
terbaik global, WEGE menggandeng Sucofindo sebagai WEGE partnered with Sucofindo, an independent
lembaga sertifikasi independen untuk melakukan audit certification body, to conduct an external audit of its
eksternal terhadap Sistem Manajemen Terintegrasi: Integrated Management System:
ISO 45001 (Sistem Manajemen K3): Audit dilakukan ISO 45001 (OHS Management System): The audit was
untuk memastikan bahwa Perusahaan secara proaktif conducted to ensure that the Company proactively
meningkatkan kinerja K3 melalui identifikasi bahaya dan improves OHS performance through systematic hazard
164
Page 165
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
pengendalian risiko yang sistematis guna mencegah identification and risk control to prevent work-related
cedera dan gangguan kesehatan akibat kerja. injuries and health issues.
ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan): Verifikasi ini ISO 14001 (Environmental Management System): This
memastikan bahwa WEGE secara konsisten melakukan verification ensures that WEGE consistently implements
upaya mitigasi dampak lingkungan, pengelolaan limbah efforts to mitigate environmental impacts, practice
yang bertanggung jawab, serta efisiensi sumber daya responsible waste management, and achieve resource
pada setiap proyek konstruksi yang dijalankan. efficiency in every construction project undertaken.
Proses audit berkala oleh pihak ketiga ini memberikan nilai These periodic third-party audits provide strategic added
tambah strategis bagi Perusahaan, antara lain: value to the Company, such as:
• Validasi Independen: Memberikan jaminan kepada • Independent Validation: Provides assurance to
para pemangku kepentingan (stakeholders) bahwa stakeholders that WEGE’s management systems comply
sistem manajemen WEGE telah sesuai dengan standar with the highest international standards.
internasional tertinggi.
• Budaya Perbaikan Berkelanjutan: Rekomendasi yang • Culture of Continuous Improvement: Recommendations
dihasilkan dari proses audit menjadi landasan bagi from the audit process serve as a foundation for the
Perusahaan untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan Company to continuously innovate and improve its
sistem secara berkelanjutan (Continual Improvement). systems (Continual Improvement).
• Keunggulan Kompetitif: Kepemilikan sertifikasi yang • Competitive Advantage: Holding valid certifications
valid meningkatkan kepercayaan klien dan mitra bisnis enhances client and business partner confidence in
terhadap kapabilitas WEGE dalam mengelola proyek- WEGE’s capability to manage large-scale projects under
proyek besar dengan standar keselamatan dan lingkungan strict safety and environmental standards.
yang ketat.
Kitemark™ Certificate
Kitemark™ Certificate
No. KM 741362
This is to certify that: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
WIKA Tower 1 Lt.7-10
Jl. D.I. Panjaitan Kav.9
Jakarta Timur
13340
Indonesia
Holds Certificate Number: KM 741362
In respect of:
BIM Delivery Phase
Achieved BIM for Design, Construction and Commissioning in accordance with ISO 19650-1:2018 and
ISO 19650-2:2018 following the assessment of Project Delivery and Collaborative Working Maturity
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
when working with project stakeholders
This issues the right and licence to use the Kitemark in accordance with the Kitemark Terms and Conditions
governing the use of the Kitemark, as may be updated from time to time by BSI Assurance UK Ltd (the "Conditions").
All defined terms in this Certificate shall have the same meaning as in the Conditions.
The use of the Kitemark is authorized in respect of the Product(s) detailed on this Certificate provided at or from the
above address.
2025 Sustainability Report
For and on behalf of BSI: Shahm Barhom, Group Product Certification Director
First Issued: 2021-04-16 Effective Date: 2024-05-08
Latest Issue: 2024-05-08 Expiry Date: 2027-04-15
Page: 1 of 2
First Issued: 2021-04-16 Effective Date: 2024-05-08
Latest Issue: 2024-05-08 Expiry Date: 2027-04-15
Page: 1 of 2
This certificate has been issued by and remains the property of BSI Assurance UK Ltd, Kitemark Court, Davy Avenue, Knowlhill, Milton Keynes MK5 8PP, United
Kingdom and should be returned immediately upon request.
To check its validity telephone +44 (0) 345 080 9000. An electronic certificate can be authenticated online.
BSI Assurance UK Limited, registered in England under number 7805321 at 389 Chiswick High Road, London W4 4AL, UK.
A member of BSI Group of Companies.
165
Page 166
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Verifikasi dari Departemen Ketenagakerjaan dan Audit Eksternal Sucofindo adalah bukti nyata
bahwa WEGE senantiasa menjaga integritas sistem manajemennya. Kami memastikan bahwa setiap
jengkel pembangunan yang kami lakukan selalu selaras dengan prinsip keberlanjutan, keamanan,
dan tanggung jawab lingkungan yang diakui secara global.
Verification from the Ministry of Manpower and Sucofindo’s external audit serves as tangible proof that WEGE
consistently maintains the integrity of its management systems. We ensure that every construction project
we carry out is always aligned with globally recognized principles of sustainability, safety, and environmental
responsibility.
Perusahaan telah menetapkan prosedur pelaporan The company has established accident reporting procedures.
kecelakaan. Bila terjadi kecelakaan, maka harus dibuat If an accident occurs, a report must be filed and brought
laporannya yang diketahui oleh manajer unit kerja terkait. to the attention of the manager of the relevant work unit.
Setelahnya, dilaksanakan investigasi kecelakaan untuk Afterwards, an accident investigation is conducted to
menentukan akar masalah serta perbaikan jangka pendek determine the root cause and identify short-term and long-
dan jangka panjang guna mencegah kejadian serupa di masa term corrective actions to prevent similar incidents in the
depan. future.
Setiap insiden kerja yang terjadi akan diinvestigasi oleh tim Every occupational incident that occurs will be investigated
QSHE dan SHE di tingkat proyek. Proses ini melibatkan: by the QSHE and SHE teams at the project level. This process
involves:
1. Identifikasi penyebab utama insiden menggunakan 1. Identifying the primary causes of the incident using
metode investigasi insiden, seperti Root Cause Analysis incident investigation methods, such as Root Cause
(RCA). Analysis (RCA).
2. Evaluasi efektivitas tindakan pengendalian yang telah 2. Evaluating the effectiveness of previously implemented
diterapkan sebelumnya. control measures.
3. Penyusunan rekomendasi perbaikan untuk mencegah 3. Developing improvement recommendations to prevent
kejadian serupa di masa depan. similar incidents in the future.
4. Sosialisasi hasil investigasi kepada seluruh tim proyek 4. Sharing the investigation results with the entire project
agar dapat menjadi pembelajaran bersama. team to foster collective learning
WEGE menyediakan sistem pelaporan bagi pekerja untuk WEGE provides a reporting system for workers to report work-
melaporkan bahaya terkait pekerjaan dan situasi berbahaya related hazards and dangerous situations they encounter.
yang mereka temui. Pelaporan ini dapat dilakukan melalui: Reports can be submitted via:
• Pelaporan langsung kepada supervisor atau petugas K3 di
lokasi kerja. • Direct reporting to a supervisor or OHS officer at the
• Sistem pelaporan digital melalui aplikasi internal worksite.
perusahaan. • A digital reporting system via the company’s internal app.
• Kotak saran atau formulir pelaporan tertulis yang tersedia
di area kerja. • Suggestion boxes or written reporting forms available in
work areas.
Perusahaan menjamin bahwa setiap laporan akan
ditindaklanjuti dengan cepat, dan pekerja yang melaporkan The Company guarantees that every report will be promptly
bahaya tidak akan dikenakan sanksi atau tindakan balasan. followed up, and workers who report hazards will not face
sanctions or retaliation.
Perencanaan HSE yang Presisi: Integrasi HIRARC dan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Mitigasi Dampak Lingkungan Precise HSE Planning: Integration of HIRARC and
Environmental Impact Mitigation
Laporan Keberlanjutan 2025
Sebagai perusahaan konstruksi yang mengedepankan prinsip
keberlanjutan, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) As a construction company committed to sustainability
menempatkan perencanaan risiko sebagai garda terdepan principles, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)
dalam setiap operasional proyek. Melalui penyusunan HSE prioritizes risk planning as the cornerstone of every project
Plan yang komprehensif, kami memastikan bahwa setiap operation. Through the development of a comprehensive HSE
potensi bahaya dan dampak lingkungan telah diidentifikasi Plan, we ensure that every potential hazard and environmental
dan dimitigasi sejak tahap prakonstruksi. impact is identified and mitigated from the pre-construction
166 phase.
1. HIRARC: Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
Page 167
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
yang Mendalam 1. HIRARC: In-Depth Hazard Identification and Risk Control
Penyusunan HIRARC (Hazard Identification, Risk The HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and
Assessment, and Risk Control) di WEGE dilakukan secara Risk Control) process at WEGE is conducted in detail for
mendetail untuk setiap aktivitas pekerjaan. Proses ini every work activity. This process is not merely a matter of
bukan sekadar pemenuhan dokumen, melainkan upaya fulfilling documentation requirements, but a systematic
sistematis untuk: effort to:
• Pemetaan Risiko Spesifik: Mengidentifikasi potensi • Map Specific Risks: Identify potential mechanical,
bahaya mekanis, elektrikal, fisik, hingga ergonomi electrical, physical, and ergonomic hazards at every
pada setiap tahapan kerja di lapangan. stage of field work.
• Penentuan Hierarki Pengendalian: Menerapkan • Determine the Hierarchy of Controls: Implementing
langkah pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi, control measures ranging from elimination,
rekayasa teknis, administratif, hingga penggunaan substitution, engineering controls, administrative
Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat guna mencapai controls, to the use of appropriate Personal Protective
level risiko yang dapat diterima (as low as reasonably Equipment (PPE) to achieve an acceptable risk level
practicable). (as low as reasonably practicable).
2. Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL) 2. Identification of Environmental Aspects and Impacts
WEGE berkomitmen meminimalisir jejak ekologis melalui (IADL)WEGE is committed to minimizing its ecological
analisis Aspek dan Dampak Lingkungan. Dalam HSE Plan, footprint through an analysis of Environmental Aspects
kami mendetailkan rencana pengelolaan lingkungan yang and Impacts. In the HSE Plan, we detail our environmental
mencakup: management plan, which includes:
• Manajemen Limbah & Emisi: Identifikasi dampak dari • Waste & Emissions Management: Identifying the
limbah konstruksi (B3 dan Non-B3), polusi debu, serta impacts of construction waste (hazardous and
kebisingan terhadap ekosistem sekitar. non-hazardous), dust pollution, and noise on the
surrounding ecosystem.
• Konservasi Sumber Daya: Rencana penggunaan • Resource Conservation: Plans for efficient use of
energi dan air yang efisien selama masa konstruksi energy and water during the construction period as a
sebagai perwujudan tanggung jawab lingkungan. manifestation of environmental responsibility.
3. Integrasi dengan Work Method Statement (WMS) 3. Integration with the Work Method Statement (WMS)
Keunggulan operasional WEGE terletak pada integrasi WEGE’s operational excellence lies in the full integration
penuh antara perencanaan HSE dengan metode of HSE planning with construction execution methods.
pelaksanaan konstruksi. Kami memastikan bahwa HSE We ensure that the HSE Plan is not a standalone document
Plan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian tak but an integral part of the Work Method Statement (WMS):
terpisahkan dari Work Method Statement (WMS):
• Analisis Keselamatan Kerja di Setiap Langkah: • Occupational Safety Analysis at Every Step: Every
Setiap tahapan dalam metode kerja (WMS) wajib stage in the work method (WMS) must include a safety
menyertakan analisis keselamatan yang merujuk pada analysis referencing the HIRARC document.
dokumen HIRARC.
• Sinkronisasi Operasional: Dengan integrasi ini, tim • -Operational Synchronization: Through this
pelaksana di lapangan mendapatkan panduan yang integration, field implementation teams receive
utuh mengenai cara bekerja yang efektif sekaligus comprehensive guidance on how to work effectively,
aman dan ramah lingkungan. safely, and in an environmentally friendly manner.
• Validasi Sebelum Pelaksanaan: Setiap WMS harus • Pre-Implementation Validation: Every WMS must
melalui proses review dan persetujuan dari tim HSE undergo a review and approval process by the
untuk menjamin bahwa langkah-langkah mitigasi HSE team to ensure that mitigation measures are
telah masuk ke dalam prosedur kerja standar. incorporated into standard operating procedures.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
4. Dampak Strategis dan Keberlanjutan 4. Strategic Impact and Sustainability: A detailed approach
Pendekatan yang mendetail dalam penyusunan HSE Plan to developing the HSE Plan and integrating it with the
dan integrasinya dengan WMS telah memberikan dampak WMS has yielded significant positive impacts for the
2025 Sustainability Report
positif yang signifikan bagi Perusahaan, antara lain: Company, including:
• Pencegahan Kecelakaan Kerja: Meminimalisir potensi • Occupational Accident Prevention: Minimizing the
kegagalan sistem dan kesalahan manusia melalui potential for system failures and human error through
prosedur yang jelas. clear procedures.
• Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh operasional • Regulatory Compliance: Ensuring all project
proyek selaras dengan standar ISO 45001 (Keselamatan operations align with ISO 45001 (Occupational Safety)
Kerja) dan ISO 14001 (Lingkungan). and ISO 14001 (Environmental) standards.
• Efisiensi Operasional: Mengurangi potensi gangguan • Operational Efficiency: Reducing the potential 167
Page 168
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
kerja akibat insiden atau kendala lingkungan, sehingga for work disruptions caused by incidents or
proyek dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, environmental constraints, so that projects can be
dan tepat sasaran keselamatan. completed on time, with the right quality, and meeting
safety targets.
Di WEGE, kami tidak hanya membangun struktur, tetapi kami membangun sistem yang melindungi
manusia dan lingkungan. Integrasi antara metode kerja dan perencanaan HSE adalah kunci
keberhasilan kami dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku
kepentingan.
At WEGE, we don’t just build structures; we build systems that protect people and the environment. The
integration of work methods and HSE planning is the key to our success in delivering sustainable value to all
stakeholders.
Pelatihan K3
OHS Training
Pelatihan Realisasi Jumlah peserta
No.
Training Realization Total participants
1 Refreshment ISO 14001, 45001, dan SMK3 18 Maret 2025 28 Orang
March 18, 2025 28 People
2 Refreshment ISO 50001 18 Maret 2025 28 Orang
March 18, 2025 28 People
3 Lifting Rigging 16 Juli 2025 86 Orang
July 16, 2025 86 People
4 K3 Ketinggian & Perancah 20 Desember 2025 25 Orang
Height & Scaffolding OHS December 20, 2025 25 People
5 K3 Listrik 17 Januari 2025 37 Orang
Electricity OHS January 17, 2025 37 People
Budaya Keselamatan Safety Culture
Di WEGE, keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap At WEGE, safety is not merely compliance with regulations,
regulasi, melainkan nilai fundamental yang terintegrasi dalam but a fundamental value integrated into every aspect of our
setiap aspek operasional. Kami meyakini bahwa perlindungan operations. We believe that protecting our human resources
terhadap sumber daya manusia adalah investasi jangka is a long-term investment that determines the sustainability
panjang yang menentukan keberlanjutan bisnis. of our business.
a. Pengukuran Tingkat Kematangan Budaya Keselamatan a. Measurement of Safety Culture Maturity Level
Untuk memastikan efektivitas implementasi K3, To ensure the effectiveness of OHS implementation,
Perusahaan melakukan pengukuran budaya keselamatan the Company periodically measures safety culture using
secara berkala menggunakan metode Safety Maturity the Safety Maturity Level method. This process aims to
Level. Proses ini bertujuan untuk memetakan posisi map the organization’s position on the safety perception
organisasi dalam kurva persepsi keselamatan, mulai dari curve, ranging from the reactive stage to the proactive/
tahap reaktif hingga mencapai tahap proaktif/generatif. generative stage.
Metodologi Pengukuran: Melalui survei persepsi karyawan, Measurement Methodology: Through employee
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
wawancara mendalam, dan observasi lapangan yang perception surveys, in-depth interviews, and field
melibatkan seluruh level jabatan, mulai dari manajemen observations involving all job levels, from top management
Laporan Keberlanjutan 2025
puncak hingga pekerja di garis depan. to frontline workers.
Indikator Utama: Penilaian difokuskan pada komitmen Key Indicators: The assessment focuses on management
manajemen, keterlibatan pekerja, sistem pelaporan commitment, worker engagement, incident reporting
168
Page 169
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
insiden, serta efektivitas komunikasi K3 di lingkungan systems, and the effectiveness of OHS communication
proyek. within the project environment.
Hasil Evaluasi: Data yang diperoleh menjadi dasar dalam Evaluation Results: The data obtained serves as the basis
penyusunan strategi pengembangan K3 tahunan guna in formulating annual OHS development strategies to
menutup celah (gap) yang ditemukan dan mendorong address identified gaps and drive continual improvement.
peningkatan berkelanjutan (continual improvement).
b. Program Pengembangan Budaya Keselamatan b. Safety Culture Development Programs
Sebagai tindak lanjut dari hasil pengukuran, WEGE As a follow-up to the assessment results, WEGE
mengimplementasikan program-program strategis yang implements strategic programs designed to reinforce
dirancang untuk memperkuat perilaku selamat (safe safe behavior in the workplace:
behavior) di tempat kerja:
• QHSE Patrol: Program rutin di mana jajaran Direksi • QHSE Patrol: A routine program where the Board of
dan Manajemen melakukan kunjungan langsung ke Directors and Management conduct on-site visits to
proyek untuk berdialog mengenai tantangan K3 dan projects to discuss OHS challenges and demonstrate
menunjukkan komitmen nyata pimpinan terhadap the leadership’s commitment to safety.
keselamatan.
• Digitalisasi K3 : Pemanfaatan teknologi digital untuk • OHS Digitalization: The use of digital technology for
pemantauan risiko secara real-time, pelaporan real-time risk monitoring, hazard reporting via an
bahaya melalui aplikasi, dan pengelolaan administrasi app, and more transparent and accountable work
kerja yang lebih transparan dan akuntabel. administration.
• Behavior Based Safety: Pendekatan yang berfokus • Behavior-Based Safety: An approach focused on
pada pengamatan perilaku pekerja di lapangan, observing workers’ behavior on-site, rewarding safe
memberikan apresiasi atas perilaku aman, dan behavior, and implementing persuasive interventions
melakukan intervensi persuasif terhadap tindakan for unsafe acts.
tidak aman (unsafe acts).
• Safety Coaching & Mentoring: Program edukasi • Safety Coaching & Mentoring: A continuous education
berkelanjutan yang tidak hanya memberikan pelatihan program that not only provides technical training but
teknis, tetapi juga membangun kesadaran emosional also builds emotional awareness of the importance of
akan pentingnya pulang ke rumah dengan selamat returning home safely every day.
setiap hari.
c. Komitmen Menuju “Zero Harm” c. Commitment to “Zero Harm”
Melalui penguatan budaya ini, WEGE berhasil Through the strengthening of this culture, WEGE
mempertahankan tren positif dalam performa K3. Kami has successfully maintained a positive trend in OHS
berkomitmen untuk terus mentransformasi budaya performance. We are committed to continuously
keselamatan dari sekadar sistem manajemen formal transforming the safety culture from merely a formal
menjadi sebuah identitas yang melekat pada setiap management system into an identity ingrained in every
insan WEGE. Dengan budaya keselamatan yang kuat, WEGE employee. With a strong safety culture, we are
kami optimis dapat mewujudkan target Zero Fatality optimistic that we can achieve the Zero Fatality target
dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan and make a positive contribution to the development of
infrastruktur Indonesia yang aman dan berkelanjutan. safe and sustainable infrastructure in Indonesia.
Keselamatan adalah prioritas yang tidak dapat ditawar. Di WEGE, kami memastikan setiap pekerja
berangkat dengan semangat dan pulang dengan selamat.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Safety is a non-negotiable priority. At WEGE, we ensure every worker leaves home with enthusiasm and returns
safely.
2025 Sustainability Report
169
Page 170
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Akselerasi Inovasi Melalui Sinergi BRO Project Accelerating Innovation Through the BRO Project
Synergy
Sebagai perusahaan konstruksi yang adaptif dan inovatif, PT As an adaptive and innovative construction company, PT
Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) terus mendorong Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) continues to
terciptanya efisiensi dan standar kualitas tinggi melalui drive efficiency and high-quality standards through the BRO
inisiatif BRO Project. Program ini dirancang sebagai wadah Project initiative. This program is designed as a platform
kolaborasi antar-proyek dalam satu grup untuk melahirkan for cross-project collaboration within the group to generate
inovasi praktis yang berdampak langsung pada performa practical innovations that directly impact the Company’s
operasional Perusahaan. operational performance.
1. Esensi dan Kolaborasi Multiproyek 1. Multiproject Essence and Collaboration
BRO Project bukan sekadar program internal biasa, The BRO Project is not merely a standard internal program,
melainkan sebuah ekosistem inovasi di mana unit-unit but an innovation ecosystem where project units are
proyek dikelompokkan untuk memecahkan tantangan grouped to solve complex construction challenges.
konstruksi yang kompleks. Melalui integrasi pengetahuan Through knowledge sharing among project teams, WEGE
(knowledge sharing) antar tim proyek, WEGE mampu: is able to:
• Standardisasi Metode: Mengadopsi metode kerja
terbaik dari satu proyek ke proyek lainnya dalam grup • Standardize Methods: Adopt best practices from one
yang sama. project to another within the same group.
• Optimalisasi Sumber Daya: Meningkatkan efisiensi
penggunaan material, alat, dan tenaga kerja secara • Resource Optimization: Collectively improving the
kolektif. efficiency of material, equipment, and labor usage.
• Problem Solving Kolektif: Mempercepat penanganan
kendala teknis di lapangan melalui perspektif yang • Collective Problem Solving: Accelerating the
lebih luas dari berbagai tim ahli. resolution of technical challenges on-site through a
broader perspective from various expert teams.
2. Fokus Inovasi: Quality & Safety
Dua pilar utama yang menjadi indikator keberhasilan 2. Innovation Focus: Quality & Safety
dalam BRO Project adalah Kualitas (Quality) dan The two main pillars serving as indicators of success in
Keselamatan (Safety). Program ini mewajibkan setiap the BRO Project are Quality and Safety. This program
grup proyek untuk mengembangkan implementasi yang requires every project group to develop implementations
melampaui standar dasar (beyond compliance): that go beyond basic standards (beyond compliance):
• Quality Improvement: Inovasi dalam ketepatan presisi
struktur, penggunaan material ramah lingkungan, • Quality Improvement: Innovations in structural
serta digitalisasi kontrol kualitas untuk mencapai precision, the use of eco-friendly materials, and the
target zero defect. digitization of quality control to achieve a zero-defect
• Safety Innovation: Pengembangan alat pelindung target.
kolektif yang lebih ergonomis, sistem peringatan • Safety Innovation: Development of more ergonomic
dini berbasis teknologi, serta metode kerja yang collective protective equipment, technology-based
meminimalisir risiko tinggi di lokasi konstruksi. early warning systems, and work methods that
minimize high risks at construction sites.
3. Apresiasi dan Budaya Kompetisi Positif
Sebagai bentuk komitmen Manajemen terhadap budaya 3. Recognition and a Culture of Positive Competition
inovasi, WEGE menyelenggarakan Penghargaan BRO As a demonstration of Management’s commitment to an
Project Terbaik setiap tahunnya. Penghargaan ini innovation culture, WEGE hosts the Best BRO Project
merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi grup proyek Awards annually. This award represents the highest form
yang mampu membuktikan bahwa inovasi mereka of recognition for project teams that demonstrate their
memberikan nilai tambah nyata bagi Perusahaan. innovations deliver tangible value to the Company.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Kriteria Penilaian: Meliputi aspek kebaruan (originalitas), Evaluation Criteria: Covering aspects of originality, cost-
Laporan Keberlanjutan 2025
efektivitas biaya, kemudahan implementasi (replicability), effectiveness, replicability, and significant impact on
serta dampak signifikan terhadap penurunan angka reducing workplace accident rates and improving building
kecelakaan kerja dan peningkatan mutu bangunan. quality.
170
Page 171
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Dampak Berkelanjutan: Melalui kompetisi tahunan ini,
tercipta iklim kerja yang kompetitif namun kolaboratif, Sustainable Impact: Through this annual competition,
di mana setiap insan WEGE termotivasi untuk terus a competitive yet collaborative work environment is
melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous fostered, in which every WEGE employee is motivated to
improvement). pursue continuous improvement.
Melalui BRO Project, WEGE membuktikan bahwa kekuatan
kolektif adalah kunci dalam menghadapi dinamika Through the BRO Project, WEGE demonstrates that
industri konstruksi. Inovasi yang lahir dari lapangan ini collective strength is key to navigating the dynamics of
memastikan bahwa setiap bangunan yang kami dirikan the construction industry. Innovations born on the job
tidak hanya berdiri megah, tetapi juga dibangun dengan site ensure that every building we construct not only
standar keselamatan tertinggi dan kualitas yang teruji. stands majestically but is also built to the highest safety
standards and proven quality.
Membangun Budaya Inovasi Melalui Quality Control
Circle (QCC)
Building an Innovation Culture Through Quality
Di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), pencapaian Control Circles (QCC)
standar kualitas tinggi dan keselamatan kerja yang mumpuni
bukan sekadar target operasional, melainkan hasil dari budaya At PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), achieving
perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement). Salah high quality standards and robust workplace safety is not
satu pilar utama dalam transformasi ini adalah penerapan merely an operational target, but the result of a culture of
Quality Control Circle (QCC) yang melibatkan partisipasi aktif continuous improvement. One of the main pillars of this
karyawan di seluruh lini organisasi. transformation is the implementation of Quality Control
Circles (QCC), which involves the active participation of
a. Sinergi Mutu dan Keselamatan (Quality & Safety) employees across all levels of the organization.
Program QCC di WEGE dirancang sebagai wadah bagi
kelompok pekerja untuk mengidentifikasi, menganalisis, a. Quality and Safety Synergy
dan menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan The QCC program at WEGE is designed as a platform for
secara sistematis. Fokus utama dari inovasi yang worker groups to systematically identify, analyze, and
dihasilkan melalui QCC adalah: resolve various challenges on-site. The primary focus of
• Peningkatan Mutu (Quality): Menciptakan metode the innovations generated through QCC is:
kerja yang lebih presisi, efisien, dan meminimalisir • Quality Improvement: Creating more precise and
pengerjaan ulang (rework) untuk mencapai target zero efficient work methods while minimizing rework to
defect. achieve a zero-defect target.
• Penguatan Keselamatan (Safety): Mengembangkan • Safety Enhancement: Developing innovations in
inovasi alat pelindung kolektif dan prosedur kerja yang collective protective equipment and safer work
lebih aman guna memitigasi risiko kecelakaan kerja di procedures to mitigate the risk of workplace accidents
lingkungan konstruksi yang kompleks. in complex construction environments.
b. Apresiasi dan Kompetisi Internal Tahunan
Sebagai bentuk komitmen manajemen dalam memotivasi b. Annual Internal Recognition and Competition
insan WEGE, Perusahaan menyelenggarakan Penghargaan As a demonstration of management’s commitment
QCC Terbaik setiap tahunnya. Ajang ini menjadi panggung to motivating WEGE employees, the Company hosts
bagi grup-grup inovasi untuk mempresentasikan solusi the Best QCC Awards annually. This event serves as
kreatif yang memberikan dampak nyata terhadap efisiensi a platform for innovation groups to present creative
biaya dan efektivitas kerja. Penilaian dilakukan secara solutions that deliver tangible impacts on cost efficiency
ketat dengan menitikberatkan pada aspek orisinalitas, and work effectiveness. Evaluations are conducted
dampak finansial, serta standarisasi hasil inovasi agar rigorously, focusing on originality, financial impact,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
dapat direplikasi di proyek-proyek lainnya. and standardization of innovation outcomes to ensure
replicability across other projects.
c. Prestasi di Kancah Nasional dan Internasional
2025 Sustainability Report
Bukti nyata dari matangnya budaya inovasi di WEGE c. Achievements on the National and International Stage
tercermin dari pengakuan luas di luar organisasi. Sejak Tangible evidence of the maturity of the innovation culture
tahun 2021, tim QCC WEGE secara konsisten mewakili at WEGE is reflected in widespread recognition beyond
Perusahaan dalam berbagai ajang kompetisi mutu, baik di the organization. Since 2021, WEGE’s QCC teams have
tingkat Nasional maupun Internasional. consistently represented the Company in various quality
competitions, both at the national and international
levels.
171
Page 172
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Keberhasilan meraih berbagai penghargaan bergengsi The success in winning various prestigious awards over
dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021–2026) the past five years (2021–2026) proves that the innovation
menunjukkan bahwa standar inovasi yang dikembangkan standards developed by WEGE have gained global
oleh WEGE telah diakui secara global. Pencapaian ini recognition. These achievements not only bring honor
tidak hanya mengharumkan nama Perusahaan, tetapi juga to the Company but also demonstrate that our quality
menjadi bukti bahwa praktik manajemen mutu kami telah management practices align with world-class standards.
sejalan dengan standar kelas dunia.
Melalui semangat QCC, WEGE membuktikan bahwa Through the QCC spirit, WEGE proves that even the
inovasi terkecil dari lini terdepan dapat memberikan smallest innovations from the front lines can have a
dampak besar bagi keberlanjutan bisnis. Kami terus significant impact on business sustainability. We remain
berkomitmen untuk mengasah kreativitas insan WEGE committed to honing the creativity of WEGE’s workforce
demi menghadirkan bangunan yang berkualitas, aman, to deliver high-quality, safe, and high-value-added
dan bernilai tambah tinggi bagi masyarakat. buildings for the community.
Transformasi Edukasi dan Kampanye Keselamatan Educational Transformation and Digital Safety
Digital Campaigns
Di era transformasi digital, PT Wijaya Karya Bangunan In the era of digital transformation, PT Wijaya Karya Bangunan
Gedung Tbk (WEGE) menyadari bahwa penyampaian pesan Gedung Tbk (WEGE) recognizes that the delivery of safety
keselamatan harus bersifat dinamis, adaptif, dan mudah messages must be dynamic, adaptive, and easily accessible
diakses oleh seluruh tingkatan pekerja. Kami berkomitmen to all levels of workers. We are committed to building OHS
untuk membangun kesadaran K3 melalui pendekatan edukasi awareness through creative educational approaches to
yang kreatif guna memastikan nilai-nilai keselamatan ensure safety values become ingrained in our daily work
meresap menjadi budaya kerja sehari-hari. culture.
a. Visualisasi Keselamatan: Video dan Infografis Kreatif a. Safety Visualization: Creative Videos and Infographics
WEGE memodernisasi cara penyampaian pesan K3 dengan WEGE is modernizing how OHS messages are conveyed
memanfaatkan media visual yang menarik dan informatif. by utilizing engaging and informative visual media. This
Pendekatan ini bertujuan untuk menghilangkan batasan approach aims to overcome language and technical
bahasa dan teknis di lapangan: barriers on-site:
• Video Edukasi & Animasi: Pengembangan konten • Educational Videos & Animations: Development
video instruksional yang mencakup prosedur of instructional video content covering safe work
kerja aman, simulasi tanggap darurat, dan pesan procedures, emergency response simulations, and
keselamatan dari manajemen (Safety Message). Video safety messages from management (Safety Message).
ini ditayangkan secara rutin di area proyek dan kantor These videos are regularly screened at project sites
pusat. and the headquarters.
• Infografis Strategis: Penggunaan materi visual yang • Strategic Infographics: The use of concise and
ringkas dan padat untuk menjelaskan potensi bahaya, impactful visual materials to explain potential hazards,
aturan emas (Life Saving Rules), dan pencapaian golden rules (Life Saving Rules), and OHS performance
performa K3. Infografis ini didistribusikan melalui achievements. These infographics are distributed via
media sosial internal, area display proyek, dan internal social media, project display areas, and the
platform digital perusahaan. company’s digital platforms.
b. Ekosistem Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing) b. Knowledge-Sharing Ecosystem
Kami percaya bahwa pengetahuan adalah aset yang We believe that knowledge is the most valuable asset
paling berharga untuk mencegah kecelakaan kerja. to prevent workplace accidents. Through structured
Melalui program sharing knowledge yang terstruktur, knowledge-sharing programs, WEGE facilitates the
WEGE memfasilitasi pertukaran pengalaman antar insan exchange of experiences among company personnel:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
perusahaan:
• Safety Sharing Session: Diskusi rutin yang melibatkan • Safety Sharing Session: Regular discussions involving
Laporan Keberlanjutan 2025
para ahli K3 dan praktisi lapangan untuk membahas OSH experts and field practitioners to review lessons
lesson learned dari insiden masa lalu serta praktik learned from past incidents and best practices
terbaik (best practice) yang ditemukan di proyek identified on specific projects.
tertentu.
172
Page 173
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
• Webinar & Digital Learning: Pemanfaatan platform • Webinars & Digital Learning: Utilization of digital
pembelajaran digital untuk memastikan akses learning platforms to ensure equitable access to OHS
pelatihan K3 yang merata bagi seluruh karyawan, baik training for all employees, whether at the head office
yang berada di kantor pusat maupun di proyek-proyek or remote projects.
remote.
• Mentoring di Lapangan: Proses transfer pengetahuan • On-Site Mentoring: A process of direct knowledge
langsung dari pekerja senior ke pekerja baru guna transfer from senior workers to new hires to ensure
memastikan standar perilaku aman terjaga secara safe behavior standards are maintained sustainably.
berkelanjutan.
c. Kampanye K3 yang Inklusif dan Berkelanjutan c. Inclusive and Sustainable OHS Campaigns
Kampanye keselamatan di WEGE tidak bersifat satu arah. Safety campaigns at WEGE are not one-way. We
Kami mendorong partisipasi aktif melalui: encourage active participation through:
• Safety Campaign Bulanan: Tema kampanye yang • Monthly Safety Campaigns: Monthly campaign themes
berganti setiap bulan untuk fokus pada risiko spesifik that focus on specific risks (e.g., working at heights,
(misalnya: bekerja di ketinggian, keselamatan listrik, electrical safety, or workplace cleanliness).
atau kebersihan area kerja).
• Lomba Konten Kreatif K3: Melibatkan pekerja dalam • Creative OHS Content Contest: Engaging workers
pembuatan materi kampanye sendiri, sehingga in creating their own campaign materials, thereby
mereka menjadi agen perubahan (safety agent) bagi turning them into agents of change (safety agents) for
rekan kerjanya. their colleagues.
Dampak Strategis: Strategic Impact:
Melalui kombinasi materi visual yang kuat dan budaya Through a combination of strong visual materials and a
berbagi pengetahuan, WEGE berhasil meningkatkan culture of knowledge-sharing, WEGE has successfully
indeks kesadaran keselamatan karyawan secara increased the employee safety awareness index
signifikan. Hal ini tercermin pada penurunan tingkat significantly. This is reflected in a decrease in unsafe
tindakan tidak aman (unsafe acts) dan peningkatan acts and an increase in the effectiveness of self-reported
efektivitas pelaporan bahaya secara mandiri oleh pekerja. hazards by workers.
Edukasi adalah kunci pencegahan. Dengan menghadirkan Education is the key to prevention. By providing relevant
materi keselamatan yang relevan dan mudah dipahami, and easy-to-understand safety materials, we ensure every
kami memastikan setiap insan WEGE memiliki kapasitas WEGE employee has the capacity to protect themselves
untuk melindungi dirinya sendiri dan rekan kerja di and their colleagues around them.
sekitarnya.
Tindakan Pengendalian untuk Menghilangkan Bahaya dan Control Measures to Eliminate Hazards and Minimize Risks
Meminimalkan Risiko PAK Tahun 2025 of Occupational Diseases in 2025
Untuk mencegah kejadian berulang serta memperkuat To prevent recurrence and strengthen worker health
perlindungan kesehatan pekerja, WEGE menerapkan protection, WEGE implements risk control measures by
langkah pengendalian risiko dengan mengutamakan hirarki prioritizing a hierarchy of controls, including engineering
pengendalian, termasuk rekayasa teknis (engineering controls, administrative controls, and the use of PPE
control), pengendalian administratif (administrative control), according to the level of risk.
serta penggunaan APD sesuai tingkat risiko.
1. Pengendalian Risiko Ergonomi 1. Ergonomic Risk Control
WEGE memperkuat pengendalian ergonomi dengan WEGE strengthens ergonomic control by encouraging
mendorong penggunaan alat bantu angkut, penyediaan the use of lifting aids, providing workbenches for certain
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
workbench untuk pekerjaan tertentu, serta penggunaan tasks, and using work tools with vibration damping
alat kerja dengan fitur peredam getaran. Selain itu, features. In addition, work rotation and stretching before
pengaturan rotasi kerja dan peregangan sebelum work activities are implemented to reduce muscle fatigue
2025 Sustainability Report
aktivitas kerja dilakukan untuk mengurangi kelelahan otot and excessive repetitive exposure.
dan paparan repetitif yang berlebih.
173
Page 174
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
2. Pengendalian Risiko Fisika (Bising dan Panas) 2. Physical Risk Control (Noise and Heat)
Pengendalian dilakukan melalui penyediaan peredam Controls are implemented through the provision of
bising pada sumber tertentu, penyediaan area teduh noise suppressors at specific sources, the provision of
untuk istirahat, serta pengaturan jadwal kerja pada shaded rest areas, and the regulation of work schedules
kondisi ekstrem. WEGE juga menerapkan disiplin hidrasi in extreme conditions. WEGE also enforces hydration
dan penggunaan pelindung telinga (earplug/earmuff) discipline and the use of ear protection (earplugs/
berdasarkan tingkat paparan kebisingan. earmuffs) based on noise exposure levels.
3. Pengendalian Risiko Kimia (Debu dan Silika) 3. Chemical Risk Control (Dust and Silica)
Pengendalian debu dilakukan dengan pendekatan teknis Dust control is carried out using technical approaches,
seperti metode basah (wet cutting) serta penggunaan such as wet cutting and the use of dust extractors (local
alat penghisap debu (local exhaust ventilation/vacuum) exhaust ventilation/vacuum) at the source. The regulation
pada sumbernya. Pengaturan zona kerja berdebu dan of dusty work zones and access restrictions are also
pembatasan akses turut diterapkan sebagai kontrol implemented as administrative controls, while N95
administratif, sementara APD respirator minimal respirators are used to ensure adequate protection.
N95 digunakan untuk memastikan perlindungan yang
memadai.
4. Pengendalian Risiko Psikososial 4. Psychosocial Risk Control
WEGE mendorong kejelasan pembagian tugas melalui WEGE encourages clarity in task distribution through daily
koordinasi kerja harian, memperkuat komunikasi terbuka work coordination, strengthens open communication
untuk pelaporan kondisi tidak aman tanpa tekanan, for reporting unsafe conditions without pressure, and
serta memastikan fasilitas dasar yang layak di proyek. ensures adequate basic facilities at the project site. This
Pendekatan ini mendukung kesejahteraan pekerja approach supports worker welfare while promoting a
sekaligus memperkuat budaya kerja yang lebih aman dan safer and more supportive work culture.
suportif.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
174
Page 175
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Memberdayakan Masyarakat Sekitar [F.25]
Empowering the Surrounding Community
Komitmen CSR CSR Commitment
WEGE berupaya memberikan kontribusi yang bermakna bagi WEGE strives to provide meaningful contributions to
para pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar wilayah stakeholders and communities around its operational areas
operasional melalui pengelolaan dampak ekonomi, sosial, dan through integrated management of economic, social, and
lingkungan secara terpadu. Komitmen tersebut diwujudkan environmental impacts. This commitment is realized through
melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan the implementation of the State-Owned Enterprise Social
Lingkungan (TJSL) BUMN yang dirancang selaras dengan and Environmental Responsibility (TJSL) program, which
Peraturan Menteri BUMN No. PER-6/MBU/09/2022. Setiap is designed in accordance with Minister of State-Owned
inisiatif CSR dikembangkan dengan mempertimbangkan Enterprises Regulation No. PER-6/MBU/09/2022. Each CSR
kebutuhan nyata masyarakat sebagai bagian dari pemangku initiative is developed by considering the real needs of the
kepentingan utama perusahaan. [GRI 3-3. 203-2][F.23] community as part of the company’s main stakeholders.
Visi Misi
Vision Mission
• Melakukan tata kelola yang baik serta melaksanakan implementasi CSR berbasis
Menjadi pendorong utama
ISO 26000.
dalam penerapan bisnis • Menciptakan nilai bersama bagi komunitas dan perusahaan melalui penerapan
berkelanjutan melalui inovasi Creating Shared Value (CSV) dengan program yang inovatif dan kolaboratif.
• Mengidentifikasi dan mengurangi risiko keberlanjutan untuk meningkatkan
dan tanggung jawab sosial,
adaptasi dan resiliensi.
serta memberikan dampak • Menerapkan teknologi ramah lingkungan dan mengembangkan proyek
positif bagi masyarakat, berkelanjutan, serta mengadopsi tata kelola digital untuk meningkatkan efisiensi.
• Mendukung pencapaian SDGs nasional dan global, serta menerapkan strategi
lingkungan, dan pertumbuhan komunikasi yang efektif untuk membangun kesadaran dan keterlibatan pemangku
perusahaan. kepentingan dalam inisiatif keberlanjutan.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
To be a key driver in the • To implement good governance and execute CSR initiatives based on ISO 26000.
implementation of sustainable • To create shared value for the community and the company through the
business practices through implementation of Creating Shared Value (CSV) with innovative and collaborative
innovation and social programs.
2025 Sustainability Report
responsibility, while delivering a • To identify and mitigate sustainability risks to enhance adaptation and resilience.
positive impact on society, the • To adopt environmentally friendly technologies and develop sustainable projects,
environment, and the growth of while adopting digital governance to improve efficiency.
the company. • To support the achievement of national and global SDGs, and implement effective
communication strategies to build awareness and engage stakeholders in
sustainability initiatives.
175
Page 176
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Visi dan misi CSR WEGE disusun untuk mendukung arah WEGE’s CSR vision and mission were formulated to support
strategis perusahaan secara menyeluruh. Visi CSR yang the Company’s overall strategic direction. The CSR vision,
menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan serta which focuses on sustainable development and responsible
praktik usaha yang bertanggung jawab menjadi penguat business practices, reinforces WEGE’s corporate vision of
visi korporasi WEGE dalam menempatkan diri sebagai positioning itself as the partner of choice in providing quality
mitra pilihan untuk menghadirkan ruang berkualitas demi spaces to improve quality of life.
peningkatan kualitas hidup.
Sejalan dengan hal tersebut, misi CSR yang menekankan In line with this vision, the CSR mission, which emphasizes
penerapan tata kelola yang baik, pengembangan inovasi, the implementation of good governance, innovation
pengelolaan risiko, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, development, risk management, the use of environmentally
serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan friendly technology, and contribution to the Sustainable
(Sustainable Development Goals/SDGs) mendukung misi Development Goals (SDGs), supports the corporate mission.
korporasi. Sinergi ini tercermin dalam komitmen perusahaan This synergy is reflected in the Company’s commitment to
untuk menyediakan produk dan jasa berkualitas, menunjukkan provide quality products and services, demonstrate concern
kepedulian terhadap kehidupan, melibatkan pemangku for life, involve stakeholders, apply the principles of good
kepentingan, menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang corporate governance, and encourage innovation as a source
baik, serta mendorong inovasi sebagai sumber pertumbuhan of growth and long-term value creation.
dan penciptaan nilai jangka panjang.
Peluncuran Grand Design CSR Launch of CSR Grand Design
Tahun 2024 menjadi tonggak penting bagi WEGE dalam 2024 marks an important milestone for WEGE in
memperkuat arah dan tata kelola program tanggung jawab strengthening the direction and governance of its corporate
sosial perusahaan. Melalui peluncuran Grand Design CSR, social responsibility program. Through the launch of the CSR
WEGE menetapkan kerangka strategis yang lebih terarah Grand Design, WEGE has established a more focused and
dan terstruktur untuk memastikan setiap program sosial structured strategic framework to ensure that each social
memberikan manfaat yang berkelanjutan dan sesuai dengan program provides sustainable benefits and meets the needs
kebutuhan masyarakat. of the community.
Penyusunan Grand Design CSR didasarkan pada kajian The CSR Grand Design was developed based on theoretical
teoritis dan empiris dengan fokus pada keberlanjutan di and empirical studies with a focus on sustainability in the
sektor konstruksi. Proses ini meliputi analisis kesenjangan construction sector. This process includes analyzing the gap
implementasi CSR terhadap standar ISO 26000, evaluasi between CSR implementation and the ISO 26000 standard,
risiko bisnis serta potensi intervensi CSR, hingga penggalian evaluating business risks and potential CSR interventions,
potensi dan kearifan lokal di wilayah operasional perusahaan. and exploring the potential and local wisdom in the company’s
Setelah melalui tahap perancangan sepanjang tahun operational areas. Following the design stage in 2024, the
2024, implementasi Grand Design CSR direncanakan mulai implementation of the CSR Grand Design is planned to be
dijalankan secara aktif pada tahun 2025. actively carried out in 2025.
Memasuki tahun 2025, WEGE secara resmi Going into 2025, WEGE officially implemented the Grand
mengimplementasikan Grand Design CSR yang telah Design CSR that had been designed and refined throughout
dirancang dan dimatangkan sepanjang tahun sebelumnya. the previous year. This implementation marked a
Implementasi ini menandai fase transformatif dalam transformative phase in the management of corporate social
pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan, tidak hanya responsibility, not only in terms of governance, but also in
dari sisi tata kelola, tetapi juga pada penyelarasan program aligning programs with sustainable business strategies and
dengan strategi bisnis berkelanjutan dan kontribusi jangka long-term contributions to society.
panjang bagi masyarakat.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Sejalan dengan kerangka strategis yang tertuang dalam Grand In line with the strategic framework outlined in the Grand
Design CSR, WEGE melakukan penyempurnaan terhadap Design CSR, WEGE refined the CSR pillar structure. The
Laporan Keberlanjutan 2025
struktur pilar CSR. Pilar program yang sebelumnya berpijak program pillars, which were previously based on four main
pada empat fokus utama WEGE HIJAU, WEGE SEHAT, WEGE focuses, WEGE HIJAU, WEGE SEHAT, WEGE PINTAR, and
PINTAR, dan WEGE PEDULI dikembangkan menjadi lima WEGE PEDULI, were developed into five pillars that are
pilar yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada more integrated, adaptive, and oriented towards sustainable
dampak berkelanjutan. Transformasi ini bertujuan untuk impact. This transformation aims to strengthen the relevance
memperkuat relevansi program CSR terhadap tantangan of CSR programs to the evolving social, environmental, and
sosial, lingkungan, dan ekonomi yang terus berkembang di economic challenges in the construction sector.
176 sektor konstruksi.
Page 177
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Lima pilar CSR yang mulai diterapkan secara penuh pada The five CSR pillars, which were fully implemented in 2025,
tahun 2025 meliputi Building Hope, Building Wellness, include Building Hope, Building Wellness, Building Future,
Building Future, Building Nature, dan Building Prosperity. Building Nature, and Building Prosperity. Each pillar is
Masing-masing pilar dirancang untuk merepresentasikan designed to represent WEGE’s holistic approach to creating
pendekatan holistik WEGE dalam menciptakan nilai shared value, including strengthening community social
bersama (shared value), mulai dari penguatan kapasitas capacity, improving health and well-being, developing
sosial masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan dan education and future competencies, preserving the
kesejahteraan, pengembangan pendidikan dan kompetensi environment, as well as inclusive economic empowerment.
masa depan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan
ekonomi yang inklusif.
Melalui implementasi lima pilar tersebut, WEGE menegaskan Through the implementation of these five pillars, WEGE
komitmennya untuk menjadikan CSR sebagai bagian emphasizes its commitment to making CSR an integral part
integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Pendekatan of the Company’s sustainability strategy. This approach is
ini diharapkan mampu menghasilkan dampak yang expected to produce measurable, sustainable impacts that
terukur, berkesinambungan, serta selaras dengan prinsip are in line with the principles of sustainable development
pembangunan berkelanjutan dan standar tanggung jawab and social responsibility standards that apply nationally and
sosial yang berlaku secara nasional maupun internasional. internationally.
WEGE CARES: WIKA Gedung CSR Actions For Responsible Business & Sustainability
Pengembangan kualitas Pengembangan kualitas Peningkatan kualitas Aksi mitigasi dan adaptasi Pengembangan potensi
hidup dalam kebutuhan hidup dalam hal SDM, Pendidikan, dan perubahan iklim serta ekonomi lokal yang
dasar masyarakat serta Kesehatan jiwa Keterampilan. menjaga kelestarian terintegrasi, pemberdayaan
penanggulangan bencana. dan fisik. keanekaragaman hayati. UMKM, serta DEI (Diversity,
Equity, Inclusivity).
Pengembangan kualitas Pengembangan kualitas Peningkatan kualitas Aksi mitigasi dan adaptasi
hidup dalam kebutuhan hidup dalam hal Kesehatan SDM, Pendidikan, dan perubahan iklim serta Pengembangan potensi
dasar masyarakat jiwa dan fisik. Keterampilan. menjaga kelestarian ekonomi lokal yang
serta penanggulangan keanekaragaman hayati. terintegrasi, pemberdayaan
bencana. UMKM, serta DEI.
ISO 26000: Social Creating Shared Net Zero Emission Corporate Purpose Sustainable Measurement, Reporting,
responsibility Guidance Value (CSV) Strategy & ESG Construction & Verification
Good Corporate Governance (GCG)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Sebagai kerangka utama pelaksanaan CSR, WEGE As the main framework of CSR implementation, WEGE adopts
2025 Sustainability Report
mengusung strategi WEGE CARES (WIKA Gedung CSR the WEGE CARES (WIKA Gedung CSR Actions for Responsible
Actions for Responsible Business & Sustainability). Strategi Business & Sustainability) strategy. This strategy is built on
ini dibangun melalui lima pilar utama yang dirangkum five main pillars summarized in the concept of building, which
dalam konsep building, yang mencerminkan peran WEGE reflects WEGE’s role as a national construction company
sebagai perusahaan konstruksi nasional dalam membangun in building a comprehensive sustainability ecosystem,
ekosistem keberlanjutan secara menyeluruh, meliputi: including:
177
Page 178
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Pilar CSR CSR Pillar
Pilar ini berfokus pada pengembangan kualitas hidup masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan dasar dan penanggulangan bencana. Melalui inisiatif ini, WEGE
berusaha memastikan bahwa masyarakat sekitar proyek mendapatkan dukungan
yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
This pillar focuses on improving the quality of life of communities by fulfilling their basic
needs and providing disaster relief. Through this initiative, WEGE strives to ensure that
communities around its projects receive the support they need to live better lives.
Pilar ini menekankan pentingnya pengembangan kualitas hidup dalam aspek
kesehatan fisik dan mental. WEGE menjalankan berbagai program yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan jiwa dan raga baik untuk karyawan maupun
masyarakat sekitar.
This pillar emphasizes the importance of improving quality of life in terms of physical
and mental health. WEGE organizes various programs aimed at improving the mental and
physical well-being of both employees and the surrounding community.
Melalui pilar ini, WEGE berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber
daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan. Program-
program yang dijalankan dalam pilar ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi
mendatang dengan keterampilan yang relevan dan berguna untuk masa depan.
Through this pillar, WEGE is committed to improving the quality of human resources
through education and skills development. The programs implemented in this pillar aim to
prepare the next generation with skills that are relevant and useful
for the future.
Pilar ini mencakup aksi-aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta
menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. WEGE menerapkan berbagai inisiatif
yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional perusahaan
dan berkontribusi terhadap pelestarian alam.
This pillar covers mitigation actions and adaptation to climate change as well as
biodiversity conservation. WEGE implements various initiatives that aim to reduce the
environmental impact of the Company’s operations and contribute
to nature conservation.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pilar ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal yang terintegrasi,
termasuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta
mempromosikan keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (DEI). WEGE mendukung
Laporan Keberlanjutan 2025
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan
ekonomi.
This pillar aims to develop an integrated local economic potential, including empowering Micro,
Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as well as promoting diversity, equity, and inclusivity
(DEI). WEGE supports sustainable economic growth through various economic empowerment
programs.
178
Page 179
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Alokasi Anggaran CSR CSR Budget Allocation
Dalam mendukung keberlanjutan program CSR, WEGE To support the sustainability of CSR programs, WEGE
mengalokasikan anggaran khusus yang bersumber dari allocates a special budget sourced from specific accounts
pos tertentu serta sebagian laba perusahaan. Penyediaan and a portion of the Company’s profits. The provision of
dana ini mencerminkan komitmen perusahaan tidak hanya these funds reflects the Company’s commitment to not only
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam encourage economic growth, but also promote equitable
memperkuat pemerataan pembangunan dan pemberdayaan development and community empowerment. In 2025, WEGE
masyarakat. Pada tahun 2025, WEGE menganggarkan dana has allocated a CSR budget of Rp1.218 billion to support
CSR sebesar Rp1,218 miliar yang digunakan untuk mendukung the implementation of sustainable programs that provide
pelaksanaan program-program berkelanjutan dengan tangible benefits for the community.
manfaat nyata bagi masyarakat.
Realisasi Anggaran Program CSR Tahun 2025 [S-12]
Realization of CSR Program Budget in 2025
Keterangan Realisasi (Rp)
Description Realization (Rp)
Building Future Rp208.397.120
Building Hope Rp547.227.280
Building Nature Rp96.557.394
Building Prosperity Rp53.439.333
Building Wellness Rp29.012.715
Report Rp283.500.000
Total Rp1.218.133.842
Realisasi Program CSR [S-12] Realization of CSR Programs
Pelaksanaan program CSR WEGE mengacu pada pendekatan The implementation of WEGE’s CSR programs refers to the
creating shared value (CSV), di mana manfaat yang dihasilkan creating shared value (CSV) approach, where the benefits
dapat dirasakan baik oleh perusahaan maupun masyarakat. generated can be felt by both the company and the community.
Seluruh kegiatan CSR dikelompokkan ke dalam lima pilar All CSR activities are grouped into five main pillars, namely
utama, yaitu Building Hope, Building Wellness, Building Building Hope, Building Wellness, Building Future, Building
Future, Building Nature, dan Building Prosperity. Nature, and Building Prosperity.
Sebelum pelaksanaan berbagai inisiatif CSR, WEGE Prior to the implementation of various CSR initiatives,
mengidentifikasi bahwa kegiatan konstruksi berpotensi WEGE identified that construction activities may give rise
menimbulkan dampak negatif, antara lain gangguan terhadap to potential negative impacts, including disturbances to
kenyamanan masyarakat sekitar proyek (kebisingan, debu, the surrounding communities’ comfort (such as noise, dust,
dan lalu lintas), risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang and traffic), occupational health and safety risks that may
juga berdampak pada komunitas, serta potensi kesenjangan also affect nearby communities, as well as potential socio-
sosial-ekonomi apabila keterlibatan masyarakat lokal belum economic disparities if local community engagement is not
optimal. Di sisi lain, terdapat pula potensi dampak positif optimally implemented. On the other hand, there are also
yang dapat dioptimalkan, seperti penciptaan lapangan positive impacts that can be optimized, such as job creation,
kerja, peningkatan kapasitas masyarakat, serta kontribusi capacity building for local communities, and contributions
terhadap pembangunan infrastruktur dan ekonomi lokal. to infrastructure development and local economic growth.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Berdasarkan pemahaman atas dampak tersebut, WEGE Based on this understanding of impacts, WEGE designs CSR
merancang program CSR yang tidak hanya bersifat responsif programs that are not only responsive to risks and potential
terhadap risiko dan dampak negatif, tetapi juga proaktif negative impacts, but also proactive in maximizing positive
2025 Sustainability Report
dalam memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat. impacts for the community. This approach is implemented
Pendekatan ini diwujudkan melalui perencanaan berbasis through needs-based planning, the development of
kebutuhan lokal, pengembangan program pemberdayaan community empowerment programs, and the integration of
masyarakat, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam setiap sustainability aspects across all stages of the program, from
tahapan program, mulai dari perencanaan, implementasi, planning and implementation to monitoring and evaluation.
hingga monitoring dan evaluasi. Dengan demikian, inisiatif As such, the CSR initiatives carried out not only serve as a
CSR yang dijalankan tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi means of impact mitigation, but also as a vehicle for creating
dampak, tetapi juga sebagai sarana penciptaan nilai bersama sustainable shared value for both the Company and the 179
yang berkelanjutan bagi perusahaan dan masyarakat. communities.
Page 180
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Sertifikasi Tukang | Worker Certification
WEGE menyelenggarakan Program Sertifikasi Tukang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja proyek melalui
pelatihan dan sertifikasi yang terstandarisasi. Program ini berfokus pada penguatan aspek Quality, Safety, Health & Environment
(QSHE), sehingga pekerja memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan standar industri serta mampu menerapkan prinsip
keselamatan dan keberlanjutan di lapangan.
Melalui program ini, WEGE tidak hanya mendorong peningkatan profesionalisme tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi dalam
menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan kompetitif. Tenaga kerja yang bersertifikasi menjadi salah satu faktor
pendukung terjaganya mutu hasil konstruksi serta keberlanjutan industri konstruksi nasional.
WEGE organizes a Worker Certification Program in order to improve the competence of project workers through standardized
training and certification. This program focuses on strengthening the aspects of Quality, Safety, Health & Environment (QSHE),
enabling workers to acquire technical skills that meet industry standards and apply safety and sustainability principles in the field.
Through this program, WEGE not only encourages the improvement of workforce professionalism, but
also contributes to creating a safer, more productive, and more competitive work environment. Certified
workers are one of the factors that support the quality of construction results and the sustainability of the
national construction industry.
Pelatihan dan Sertifikasi Tukang dilaksanakan di:
Training and Certification for Workers was held at:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
180
Page 181
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Bimbingan Belajar Gratis bersama Rumah Yatim | Free Tutoring with Rumah Yatim
Sebagai bagian dari komitmen di bidang pendidikan, WEGE berkolaborasi dengan Rumah Yatim dalam penyelenggaraan Program
Bimbingan Belajar Gratis bagi anak-anak kurang beruntung. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan
akademik, tetapi juga pengembangan soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Yatim binaan WEGE dengan tujuan memperluas akses pendidikan yang inklusif serta membantu
anak-anak mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan metode pembelajaran
yang interaktif, program ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan intelektual dan sosial peserta didik.
As part of its commitment to education, WEGE collaborated with Rumah Yatim in organizing a Free Tutoring Program for
underprivileged children. This program is not only oriented towards improving academic abilities, but also developing soft skills,
such as communication, leadership, and problem-solving skills.
This program was held at Rumah Yatim, which is supported by WEGE, with the aim of expanding access to inclusive education
and helping children prepare for a better future. With the support of professional teachers and interactive
learning methods, this program is expected to have a positive impact on the intellectual and social
development of the students.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
181
Page 182
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
CSR Modular | CSR Modular
Program CSR Modular merupakan inisiatif pembangunan dan bantuan sosial yang memanfaatkan teknologi modular construction
sebagai solusi yang cepat, efisien, dan berkelanjutan dalam penyediaan fasilitas umum bagi masyarakat. Teknologi ini memungkinkan
proses pembangunan dengan waktu yang lebih singkat, kualitas terjaga, serta dampak lingkungan yang lebih rendah.
Melalui CSR Modular, WEGE membangun berbagai fasilitas publik, seperti ruang kelas, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan
sarana pendukung lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat sosial secara langsung,
tetapi juga memperkenalkan penerapan teknologi konstruksi modern yang adaptif dan ramah lingkungan.
The CSR Modular program is a development and social assistance initiative that utilizes modular construction technology as a quick,
efficient, and sustainable solution in providing public facilities for the community. This technology enables a faster construction
process, maintains quality, and reduces environmental impact.
Through CSR Modular, WEGE builds various public facilities, such as classrooms, health facilities, places
of worship, and other supporting facilities according to community needs. This program not only provides
direct social benefits but also introduces the application of modern construction technology that is adaptive
and environmentally friendly.
Aktivitas:
Activities:
PAUD Modular Jatinegara Klinik Darurat Modular Cianjur
Jatinegara Modular Early Childhood Education Center Cianjur Modular Emergency Clinic
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
Modular Laboratorium Politeknik PU Semarang Modular Kafetaria Universitas Parahyangan Bandung
Semarang PU Polytechnic Modular Laboratory Parahyangan University Bandung Modular Cafeteria
182
Page 183
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Kampung Mangga Kiojay | Kiojay Manggo Village
Kampung Mangga Ki Ojay merupakan program CSR WEGE yang dikembangkan sejak 2019 di Desa Margakaya, Kabupaten Karawang,
dengan fokus pada pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kiojay Manggo Village is a CSR program developed by WEGE since 2019 in Margakaya Village, Karawang Regency, focusing on
sustainable agriculture and community economic empowerment.
Dampak Utama | Key Impacts:
1. Mitigasi Perubahan Iklim: Pohon Mangga Ki Ojay yang telah ditanam berkontribusi pada penyerapan karbon sebesar ±46,5 ton
CO2 per tahun, dengan potensi peningkatan seiring pertumbuhan pohon.
2. Keberlanjutan Lingkungan: Penanaman mangga di pekarangan dan kebun masyarakat meningkatkan tutupan vegetasi,
memperbaiki kualitas tanah, dan mendukung keseimbangan ekosistem lokal.
3. Pemberdayaan Masyarakat: Sekitar 1.000 keluarga di Desa Margakaya telah memiliki pohon Mangga Ki Ojay sebagai aset
produktif.
4. Dampak Ekonomi Berkelanjutan: Program ini menjadi fondasi pembentukan komunitas bisnis berbasis budidaya mangga, yang
diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
1. Climate Change Mitigation: The Kiojay mango trees that have been planted contribute to carbon
absorption of ±46.5 tons of CO2 per year, with the potential for increase as the trees grow.
2. Environmental Sustainability: Planting mangoes in community yards and gardens increases vegetation
cover, improves soil quality, and supports the balance of the local ecosystem.
3. Community Empowerment: Around 1,000 families in Margakaya Village now have Kiojay mango trees as
productive assets.
4. Sustainable Economic Impact: This program has become the foundation for the formation of a mango
cultivation-based business community, which is expected to drive independent and sustainable
economic growth in the village.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
183
Page 184
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Pengelolaan Limbah Berbasis Sirkular | Circular Waste Management
Sebagai bagian dari implementasi program CSR yang berfokus pada aspek lingkungan, Perseroan mengintegrasikan prinsip ekonomi
sirkular dalam pengelolaan limbah operasional di lingkungan kantor. Limbah organik (B1), khususnya sisa makanan dari aktivitas harian
karyawan, dikelola secara sistematis melalui pemanfaatan fasilitas LAHSAMOR (Alat Pengolah Sampah Organik). Limbah tersebut
dikumpulkan secara rutin oleh petugas operasional dan diproses menjadi kompos yang selanjutnya dimanfaatkan kembali sebagai
pupuk untuk mendukung penghijauan serta pemeliharaan area lanskap di lingkungan kantor. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi
timbulan limbah, tetapi juga menciptakan siklus pemanfaatan kembali yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.
Di sisi lain, limbah anorganik (B2) seperti kertas dan kardus dikelola melalui proses pemilahan yang disiplin dan penyaluran ke Bank
Sampah Widuri RW 11 sebagai mitra pengelolaan eksternal. Limbah yang telah dipilah disetorkan secara berkala untuk didaur ulang,
sehingga berkontribusi pada pengurangan limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung ekosistem
ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Melalui inisiatif ini, Perseroan memperkuat komitmennya dalam membangun praktik
operasional yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan secara
terintegrasi.
As part of the implementation of CSR programs focusing on environmental aspects, the Company integrates circular
economy principles into the management of operational waste within the office environment. Organic waste (B1),
particularly food waste generated from daily employee activities, is managed systematically through the utilization of
LAHSAMOR (Organic Waste Processing Equipment). The waste is routinely collected by operational staff and processed
into compost, which is subsequently reused as fertilizer to support greening initiatives and landscape maintenance within
the office area. This approach not only reduces waste generation but also creates a sustainable value-added reuse cycle.
Meanwhile, inorganic waste (B2), such as paper and cardboard, is managed through a disciplined segregation
process and channeled to Bank Sampah Widuri RW 11 as an external waste management partner. The
segregated waste is regularly submitted for recycling, contributing to the reduction of waste sent to
landfills while supporting the circular economy ecosystem at the community level. Through this initiative,
the Company reinforces its commitment to responsible operational practices, while promoting integrated
and sustainable environmental and social impact.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
184
Page 185
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Budidaya Melon Hidroponik | Hydroponic Melon Cultivation
WEGE mengembangkan program budidaya melon hidroponik melalui pengelolaan green house binaan sebagai upaya mendukung
ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas petani lokal. Penerapan teknologi hidroponik memungkinkan proses budidaya yang
lebih efisien, ramah lingkungan, serta hemat penggunaan lahan dan air.
Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam teknik pertanian modern, tetapi juga membuka akses pasar
bagi hasil panen berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi lebih baik, sehingga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat
sekitar.
WEGE developed a hydroponic melon cultivation program through the management of fostered greenhouse as an effort to support
food security and increase the capacity of local farmers. The application of hydroponic technology enables a more efficient and
environmentally friendly cultivation process, as well as efficient use of land and water.
This program not only improves the community’s skills in modern agricultural techniques, but also opens
up market access for high-quality crops that have better economic value, thereby strengthening the
economic independence of the surrounding community.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Persebaran Keanggotaan Greenhouse Binaan WEGE
2025 Sustainability Report
Distribution of WEGE Greenhouse Membership
1. Greenhouse Depok : 400 m²
2. Greenhouse Cimahpar : 24 m²
3. Greenhouse Klender : 132 m²
4. Greenhouse Kedung Halang : 600 m²
5. Greenhouse Rancamaya : 500 m²
185
Page 186
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Jasmine Integrated Farming | Jasmine Integrated Farming
Jasmine Integrated Farming merupakan inisiatif inovatif dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik untuk
mendukung praktik urban farming di RW 19 Antapani Tengah, Kota Bandung. Program ini mengolah sampah organik menjadi
pupuk dan media tanam berkualitas, sehingga berkontribusi dalam pengurangan volume sampah sekaligus mendorong penerapan
ekonomi sirkular.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga memberdayakan masyarakat lokal melalui kegiatan pertanian terpadu yang
ramah lingkungan. Pendekatan berkelanjutan tersebut mendukung terciptanya ekosistem perkotaan yang lebih hijau dan sehat.
Jasmine Integrated Farming is an innovative initiative in waste management and the utilization of organic waste to support urban
farming practices in RW 19 Antapani Tengah, Bandung City. This program processes organic waste into high-quality fertilizer and
planting media, thereby contributing to waste reduction while promoting the circular economy.
In addition to strengthening food security, this program also empowers local communities through
environmentally friendly integrated farming activities. This sustainable approach supports the creation of a
greener and healthier urban ecosystem.
Aktivitas:
Activities:
Kunjungan The Bridge International South Korea Kunjungan dari Kementrian Luar Negri
Visit by The Bridge International South Korea Visit from the Ministry of Foreign Affairs
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
Kunjungan Walikota Shah Alam & Waste Kunjungan Walikota Bandung & Artis Irfan Hakim
Visit by the Mayor of Shah Alam & Waste Delegation Visit by the Mayor of Bandung and Actor Irfan Hakim
186
Page 187
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu
Sun Bear Environmental Education Tourism Area (KWPLH)
WEGE berkontribusi dalam pelestarian keanekaragaman hayati melalui program revitalisasi taman bermain di Pusat Konservasi
Beruang Madu yang berlokasi di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan, Kalimantan Timur. Kawasan
ini berfungsi sebagai pusat konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis ekosistem.
WEGE contributes to biodiversity conservation through a playground revitalization program at the Sun Bear Conservation Center
located in the Environmental Education Tourism Area (KWPLH) in Balikpapan, East Kalimantan. This area serves as a conservation
center, environmental education center, and ecosystem-based community empowerment center.
Cakupan Area dan Satwa | Area Coverage and Animals:
• Luas kawasan konservasi: 1,3 hektar
• Satwa yang direhabilitasi: 7 individu Beruang Madu
• Proyeksi potensi penyerapan karbon: 2.341,88 ton CO2 per tahun
• Keanekaragaman fauna: monyet ekor panjang, trenggiling, berang-berang, musang, reptil, burung, serta berbagai jenis
serangga
• Keanekaragaman flora: meranti, pulai, mahoni, jati, beringin, angsana, serta berbagai tanaman buah lokal
• Spesies kunci yang ditanam: Lahung, Karangtungan, Anggrek Hitam
• Tingkat keanekaragaman hayati: Shannon Diversity Index 2,53–2,78 (kategori sedang)
• Conservation area: 1.3 hectares
• Rehabilitated animals: 7 Sun Bears
• Projected carbon absorption potential: 2,341.88 tons of CO2 per year
• Fauna diversity: long-tailed macaques, pangolins, otters, civets, reptiles, birds, and various types of
insects
• Flora diversity: meranti, pulai, mahogany, teak, banyan, angsana, and various local fruit plants
• Key species planted: Lahung, Karangtungan, Black Orchid
• Level of biodiversity: Shannon Diversity Index 2.53–2.78 (moderate category)
Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat | Community Involvement and Empowerment:
• Jumlah warga lokal yang terlibat langsung: 24 orang
• Peran utama:
1. Hospitality kawasan
2. Pendamping satwa endemik (local animal enclosure)
3. Pemandu edukasi lingkungan (educatour)
• Number of local residents directly involved: 24 people
• Main roles:
1. Hospitality in the area
2. Local animal enclosure
3. Environmental education guides (educatour)
Melalui pendekatan kolaboratif antara
perusahaan, masyarakat, dan pemangku
kepentingan, KWPLH Beruang Madu
terus berkembang sebagai kawasan
konservasi terpadu yang mendukung
pendidikan lingkungan, perlindungan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
keanekaragaman hayati, serta mitigasi
perubahan iklim secara berkelanjutan.
2025 Sustainability Report
Through a collaborative approach
between companies, communities,
and stakeholders, the Sun Bear
Conservation Area continues to develop
as an integrated conservation area that
supports environmental education,
biodiversity protection, and sustainable
climate change mitigation.
187
Page 188
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Pemberdayaan Disabilitas
Disability Empowerment
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif, WEGE menjalankan program pemberdayaan
penyandang disabilitas melalui kolaborasi dengan komunitas lokal “Daoer Zenee & Rapoo Indonesia” yang berlokasi di sekitar area
kantor. Program ini mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dengan memanfaatkan limbah non-organik, seperti kertas dan
seragam bekas WEGE, untuk diolah menjadi produk turunan bernilai guna. Melalui pendekatan ini, Perseroan tidak hanya mendorong
pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok disabilitas melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan.
Produk hasil olahan tersebut dimanfaatkan sebagai suvenir dalam berbagai kegiatan internal Perseroan, termasuk program
donor darah. Dalam pelaksanaan donor darah yang diikuti oleh sekitar 100 peserta, WEGE menggunakan produk dari Daur Seni
berupa kotak tisu dan sarung tangan oven sebagai suvenir. Selain itu, komunitas ini juga menghasilkan
berbagai produk lain seperti taplak meja dan goodie bag yang mendukung kebutuhan operasional sekaligus
memperkuat identitas keberlanjutan Perseroan. Inisiatif ini mencerminkan sinergi antara pengelolaan
limbah, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai sosial yang berkelanjutan.
As part of the Company’s commitment to creating inclusive social impact, WEGE implements
a disability empowerment program through collaboration with a local community, “Daoer
Zenee & Rapoo Indonesia,” located around the office area. This program integrates social
and environmental aspects by utilizing non-organic waste, such as paper and used WEGE uniforms, which are
processed into value-added products. Through this approach, the Company not only promotes waste reduction
but also creates sustainable economic opportunities for persons with disabilities through productive activities.
The resulting products are utilized as souvenirs in various internal Company activities, including blood donation programs. In a
blood donation event attended by approximately 100 participants, WEGE used products from Daoer Zenee in the form of tissue
boxes and oven mitts as souvenirs. In addition, the community also produces other items such as tablecloths and goodie bags,
supporting operational needs while reinforcing the Company’s sustainability identity. This initiative reflects a synergy between
waste management, community empowerment, and the creation of sustainable social value.
Through CSR Modular, WEGE builds various public facilities, such as classrooms, health facilities, places of worship, and other
supporting facilities according to community needs. This program not only provides direct social benefits but also introduces the
application of modern construction technology that is adaptive and environmentally friendly.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
188
Page 189
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
WEGELAPAK | WEGELAPAK
WEGE berkomitmen mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan komunitas usaha,
baik di lingkungan internal karyawan maupun masyarakat umum. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM agar mampu
menjangkau pasar lokal, nasional, hingga internasional.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kehadiran WEGELAPAK, sebuah platform pemasaran produk UMKM yang
awalnya dikembangkan melalui media sosial Instagram. Seiring meningkatnya antusiasme dan kebutuhan pasar, WEGELAPAK kini
telah berkembang dengan memiliki toko fisik (offline store) yang berlokasi di Warung Pendi, Cawang, Jakarta Timur.
WEGE is committed to supporting the empowerment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the development
of business communities, both within the internal employee and the general public. This initiative aims
to increase the competitiveness of MSMEs so that they are able to reach local, national, and international
markets.
A tangible manifestation of this commitment is WEGELAPAK, a marketing platform for MSME products, which
was initially developed through Instagram. With growing enthusiasm and market demand, WEGELAPAK has
now expanded into a physical store (offline store) located at Warung Pendi, Cawang, East Jakarta.
Capaian | Achievements:
20+ Job Event 5.575 Followers www.wegelapak.com
yang telah dilaksanakan pengikut di Instagram Website
held followers
Aktivitas:
Activities:
Jumlah Tenan WEGELAPAK:
Total of Tenants WEGELAPAK:
32 tenant
32 tenant
28 tenant
28 tenant
20 tenant
26 tenant
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 2024 2023
2025 Sustainability Report
UMKM Internal | Internal MSME’s
UMKM Eksternal | External MSME’s
189
Page 190
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Teras Braga & Co-Working Space | Braga Terrace & Co-Working Space
Program Teras Braga merupakan program CSR yang berfokus pada aspek pembangunan infrastruktur sehingga dapat berdampak
pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi masyarakat. Program ini yaitu merevitalisasi Gang Cikapundung menjadii
etalase produk masyarakat setempat (UMKM) di Lantai 2, penyediaan fasilitas toilet umum dan etalase produk seni di Lantai Dasar
serta penyediaan mesin Konveksi untuk mendukung terwujudnya Co-Working Space pertama di Kota Bandung.
Braga Terrace program is a CSR program that focuses on infrastructure development to improve
environmental quality and community economy. This program revitalizes Gang Cikapundung into a
showcase for local community products (MSMEs) on the 2nd floor, with public toilet facilities and an art
product showcase on the ground floor, as well as providing convection machines to support the first Co-
Working Space in Bandung.
Capaian | Achievements:
Sampai dengan tahun 2025 Teras Braga sudah bisa berjalan secara mandiri dan dapat memberikan nilai tambah
bagi masyarakat RW 08.
In 2025, Braga Terrace has been able to run independently and provide added value to the community of RW 08.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
190
Page 191
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Donor Darah WEGE
WEGE Blood Donation
Kegiatan donor darah dilaksanakan dua kali, salah satunya dalam rangka HUT ke-17 WEGE sebagai bentuk
kepedulian sosial perusahaan dan kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan serta penyelamatan nyawa.
The blood donation program was held twice, once in celebration of the 17th anniversary of WEGE as a form of
corporate social responsibility and a tangible contribution to supporting health and saving lives.
Capaian | Achievements:
Total
210
Tersalurnya 20 kantong darah untuk kebutuhan medis
serta meningkatnya kepedulian sosial karyawan.
Kantong darah Distribution of 20 blood packs for medical needs and
Blood bags increased social awareness among employees.
Aktivitas:
Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
191
Page 192
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Dukungan Program CSR terhadap Tujuan Pembangunan CSR Program Support for Sustainable Development Goals
Berkelanjutan (TPB)
WEGE menyadari bahwa keberlanjutan perusahaan tidak WEGE is aware that corporate sustainability cannot be
dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial dan kepedulian separated from social responsibility and environmental
terhadap lingkungan. Melalui berbagai program CSR, concerns. Through various CSR programs, the Company
perusahaan secara aktif berkontribusi terhadap pencapaian actively contributes to the achievement of Sustainable
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan Development Goals (SDGs) by integrating social, economic,
mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan and environmental aspects into its operational activities.
ke dalam kegiatan operasional. Inisiatif yang dijalankan These initiatives include environmental management,
mencakup pengelolaan lingkungan, penerapan praktik implementation of more environmentally friendly
konstruksi yang lebih ramah lingkungan, serta pemberdayaan construction practices, and empowerment of communities
masyarakat di sekitar wilayah operasi. Melalui pendekatan around the Company’s operational areas. Through this
tersebut, WEGE berupaya menghadirkan manfaat jangka approach, WEGE strives to deliver long-term benefits that
panjang yang seimbang bagi perusahaan, lingkungan, dan are balanced for the Company, the environment, and the
masyarakat. community.
Building Building Future Total Rp208.397.120
Future
Beasiswa Pendidikan WEGE (74 Anak)
WEGE Scholarship (74 children)
ISO Praktik Ketenagakerjaan
26000 Employment Practices
Kolaborasi Mengajar (WG-WSP) di Rumah Yatim Pekayon
Teaching Collaboration (WG-WSP) at the Pekayon Orphanage
ISO Praktik Ketenagakerjaan
26000 Employment Practices
Pelatihan Daur Ulang & Promosi Media (Disabilitas)
Recycling Training & Media Promotion (Disabilities)
ISO Hak Asasi Manusia & Pengembangan Masyarakat
26000 Human Rights & Community Development
Sertifikasi Tukang di Proyek Pusat Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten:
Materi K3 Listrik dan Hands Tools (HUT 17 WG)
Workers Certification at the Oncology Center Project of Dr. Soeradji Tirtonegoro General
Hospital Klaten: Electrical Safety and Hand Tools (17th Anniversary of WG)
ISO Praktik Ketenagakerjaan
26000 Employment Practices
Sosialisasi Fit to Work Bulan K3 Nasional
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Fit to Work Socialization for National OHS Month
Laporan Keberlanjutan 2025
ISO Praktik Ketenagakerjaan
26000 Employment Practices
WEGE Mengajar di Rumah Yatim Pondok Kelapa
WEGE Mengajar at the Pondok Kelapa Orphanage
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
192
Page 193
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Building Building Hope Total Rp564.827.280
Hope
Bantuan Bencana Alam (Banjir) Jabodetabek
Natural Disaster Relief (Flooding), Jabodetabek
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Bantuan Bencana Kebakaran (Cilincing)
Fire Relief (Cilincing)
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Bantuan Disabilitas: Kaki Palsu
Disability Assistance: Prosthetic Legs
ISO Hak Asasi Manusia & Isu Konsumen
26000 Human Rights & Consumer Issues
Bantuan Renovasi Rumah Ibadah: Yayasan Babussalam
Assistance for the Renovation of Religious Buildings: Babussalam Foundation
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Distribusi Sembako Internal
Internal Distribution of Basic Food Supplies
ISO Praktik Ketenagakerjaan
26000 Employment Practices
Pengadaan Hewan Qurban
Provision of Sacrificial Animals
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Penyaluran Takjil Gratis Eksternal
External Distribution of Free Takjil
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Santunan Anak Yatim & Buka Puasa Bersama
2025 Sustainability Report
Charity for Orphans & Joint Iftar
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
193
Page 194
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Building Building Nature Total Rp96.557.394
Nature
Distribusi 410 Bibit Pohon Mangga Ki Ojay ke Masyarakat Desa Margakaya (HUT 17 WG)
Distribution of 410 Kiojay Mango Tree Seedlings to the Margakaya Village Community
(17th Anniversary of WG)
ISO Lingkungan & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
26000 Environment & Community Economic Empowerment
Kolaborasi WIKA Group - Tanam 1.000 Mangrove di Ketapang Urban Aquaculture
Banten dan Tanam 2.500 Mangrove di Pantai Mangunharjo Semarang
WIKA Group Collaboration - Planting 1,000 Mangroves in Ketapang Urban Aquaculture Banten
and Planting 2,500 Mangroves on Mangunharjo Beach Semarang
ISO Lingkungan (Mitigasi Perubahan Iklim)
26000 Environment (Climate Change Mitigation)
Kunjungan Benchmark (Jasmine Integrated Farming)
Benchmark Visit (Jasmine Integrated Farming)
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Penanaman Pohon
Tree Planting
ISO Lingkungan (Mitigasi Perubahan Iklim)
26000 Environment (Climate Change Mitigation)
Perbaikan GH Melon Klenderl
Reparation of GH Melon Klender
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Sayembara Mangga Ki Ojay (HUT 17 WG)
Kiojay Manggo Competition (17th Aniversry of WG)
ISO Lingkungan & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
26000 Environment & Community Economic Empowerment
Waste Management = Beach Clean Up - Kolaborasi WIKA Group
Waste Management = Beach Clean Up - WIKA Group Collaboration
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
ISO Lingkungan
26000 Environment
Laporan Keberlanjutan 2025
Workshop Green Farming: Kreasi Pupuk Alami untuk Meningkatkan Kualitas
Pohon Mangga (HUT 17 WG)
Green Farming Workshop: Creating Natural Fertilizer to Improve the Quality of Mango
Trees (17th Aniversary of WG)
ISO Lingkungan & Pengembangan Masyarakat
26000 Environment & Community Development
194
Page 195
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Building Building Prosperity Total Rp53.439.333
Prosperity
Bazar Kemilau Ramadan WIKA Grup
WIKA Group Kemilau Ramadan Bazaar
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Festival UMKM Merdeka (Bazar & Pelatihan UMKM) - Kolaborasi dengan WIKA Beton
Merdeka MSME Festival (MSME Bazaar & Training) - In collaboration with WIKA Beton
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Mudik Bersama BUMN 2025
Homecoming with SOEs 2025
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Pelatihan UMKM (Recycle Produk UMKM bersama Rappo Indonesia)
MSME Training (MSME Product Recycle with Rappo Indonesia)
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Pojok UMK Wegelapak (Bazar)
Wegelapak MSE Corner (Bazaar)
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Tersalurnya kantong darah untuk kebutuhan medis serta
Building meningkatnya kepedulian sosial karyawan.
Building Wellness Total Rp29.012.715
Wellness Distribution of blood packs for medical needs and increased social awareness among employees.
Donor Darah AP WIKA
AP WIKA Blood Donor
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Donor Darah WEGE (HUT 17 WG)
WEGE Blood Donor (17th Aniversary of WG
2025 Sustainability Report
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Proyek Bank Mandiri Gresik
Bank Mandiri Gresik Project
ISO
26000
Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues 195
Page 196
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Proyek Hotel Ombilin Sawahlunto
Ombilin Sawahlunto Hotel Project
ISO Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
26000 ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues
Proyek POLMAN Majalengka
POLMAN Majalengka Project
ISO Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
26000 ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues
Proyek RS Klaten
Klaten Hospital Project
ISO Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
26000 ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues
Sinergi WIKA Group dalam Rangka HUT WIKA ke-65 (Bantuan Alat Kesehatan)
WIKA Group’s synergy in celeration of WIKA’s 65th Aniversary (Medical Equipment Support)
ISO Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
26000 Community Engagement & Development
Report Report Total Rp283.500.000
Monitoring & Evaluasi Report Program CSR
Monitoring & Evaluation of CSR Program Report
ISO Tata Kelola Organisasi (Akuntabilitas)
26000 Organizational Governance (Accountability)
SROI & IKM Report CSR Kebun Jasmine
SROI & PSI Report of Kebun Jasmine CSR
ISO Monitoring, Evaluasi & Pelaporan
26000 Monitoring, Evaluation & Reporting
Sustainability Report (SR) 2024 & Assurance
Sustainability Report (SR) 2024 & Assurance
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
ISO Tata Kelola Organisasi (Transparansi & Akuntabilitas)
26000 Organizational Governance (Transparency & Accountability)
Laporan Keberlanjutan 2025
Total Keseluruhan
Total
Rp1.218.133.842
196
Page 197
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Aksi Tanggap Darurat, Peduli Bencana Banjir Emergency Response Action, Caring for Flood
Sumatera Victims in Sumatra
Melalui pilar Building Hope, WEGE berkomitmen hadir dalam Through the Building Hope pillar, WEGE is committed to
penanggulangan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar providing disaster relief and fulfilling the basic needs of the
masyarakat. Pada Desember 2025, WEGE menyalurkan total community. In December 2025, WEGE distributed a total
bantuan sebesar Rp200.000.000 bagi korban banjir di Aceh of Rp200,000,000 in aid to flood victims in Aceh and West
dan Sumatera Barat. Sumatra.
Aksi ini mencakup dua fokus utama: This action covers two main focuses:
1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Building Hope): 1. Fulfilment of Basic Needs (Building Hope): Distribution
Pendistribusian logistik pokok di Tamiang, Lhokseumawe, of essential logistics in Tamiang, Lhokseumawe, Langsa,
Langsa, dan Lubuk Alung melalui sinergi dengan TNI AL and Lubuk Alung through synergy with the Indonesian
(KRI Surabaya), BNPB, dan GoSustain. Hal ini sejalan Navy (KRI Surabaya), BNPB, and GoSustain. This is in line
dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). with SDG 17 (Partnerships for the Goals).
2. Kesehatan & Sanitasi (Building Wellness): Pembangunan 2. Health & Sanitation (Building Wellness): Construction of
sumur bor air bersih di Desa Kebun Rantau bekerja sama clean water wells in Kebun Rantau Village in collaboration
dengan CT ARSA Foundation. Inisiatif ini merupakan upaya with the CT ARSA Foundation. This initiative is an effort
meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat to improve the quality of life and health of the community
pasca bencana, yang mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat after the disaster, which supports SDG 3 (Good Health and
dan Sejahtera) serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Well-being) and SDG 6 (Clean Water and Sanitation).
Melalui integrasi pilar-pilar ini, WEGE memastikan bahwa Through the integration of these pillars, WEGE ensures
setiap bantuan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga that each assistance is not only emergency-based, but also
memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan jiwa provides a sustainable impact on the mental and physical
dan raga masyarakat terdampak. well-being of the affected communities.
Pemantauan dan Evaluasi Program CSR CSR Program Monitoring and Evaluation
Sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas dan As a form of commitment to accountability and continuous
peningkatan berkelanjutan, WEGE secara konsisten improvement, WEGE consistently monitors and evaluates
melakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan the implementation of all CSR programs. These efforts are
seluruh program CSR. Kegiatan ini dilaksanakan secara carried out periodically to ensure the effectiveness of the
berkala untuk memastikan efektivitas program sekaligus programs and to serve as a basis for future improvements.
menjadi dasar perbaikan di masa mendatang. Dalam In the evaluation process, the company measures the Public
proses evaluasi, perusahaan melakukan pengukuran Indeks Satisfaction Index (PSI) to assess the suitability of the
Kepuasan Masyarakat (IKM) guna menilai kesesuaian program programs to the needs of the community, and calculates the
dengan kebutuhan masyarakat, serta menghitung Social Social Return on Investment (SROI) to measure the social
Return on Investment (SROI) untuk mengukur dampak sosial impact of each initiative.
yang dihasilkan dari setiap inisiatif.
Transformasi Investasi Sosial menjadi Nilai ESG Transforming Social Investment into ESG Value
melalui Pengukuran Dampak yang Terintegrasi dan through Integrated and Credible Impact Measurement
Kredibel [GRI 413-2]
Sebagai bagian dari penguatan kualitas implementasi TJSL berbasis As part of strengthening the quality of impact-driven CSR
dampak, WEGE mengembangkan kerangka integrated impact implementation, WEGE has developed an integrated impact
measurement yang mengombinasikan Social Return on Investment measurement framework that combines Social Return on Investment
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
(SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pendekatan ini tidak (SROI) and the Community Satisfaction Index (IKM). This approach not
hanya mengukur nilai ekonomi dari investasi sosial, tetapi juga only quantifies the economic value generated from social investments,
memvalidasi kualitas implementasi program melalui perspektif but also validates the effectiveness of program implementation
2025 Sustainability Report
penerima manfaat. Penggunaan SROI berbasis standar global from the beneficiaries’ perspective. The application of SROI based
(Social Value International) serta pelibatan pihak independen dalam on globally recognized standards (Social Value International), along
beberapa program menjadi landasan kredibilitas pengukuran dampak with the involvement of independent parties in selected programs,
Perseroan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas serves as a foundation for enhancing the credibility, transparency, and
dalam praktik ESG. accountability of the Company’s ESG practices.
197
Page 198
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Manajemen Sumber Daya Manusia Respectful Workplace Policy (RWP) Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman Memberdayakan Masyarakat Sekitar
Human Resource Management Respectful Workplace Policy (RWP) Decent and Safe Working Environment Empowering the Surrounding Community
Secara keseluruhan, seluruh program menunjukkan rasio SROI di atas Overall, all programs demonstrate SROI ratios above the break-
titik impas, yang menegaskan bahwa investasi sosial Perseroan telah even point, indicating that the Company’s social investments have
menghasilkan nilai manfaat yang melampaui biaya yang dikeluarkan. generated value that exceeds the resources deployed. At the same
Pada saat yang sama, hasil IKM menunjukkan tingkat penerimaan dan time, IKM results reflect a positive level of community acceptance
kepuasan masyarakat yang positif, khususnya pada aspek relevansi and satisfaction, particularly in terms of program relevance, quality
program, kualitas pendampingan, serta manfaat ekonomi dan sosial of facilitation, and perceived economic and social benefits. The
yang dirasakan. Kombinasi kedua pendekatan ini memperkuat posisi integration of these two approaches strengthens the Company’s
Perseroan dalam mengelola program CSR secara berbasis dampak position in managing CSR initiatives in an impact-driven manner,
(impact-driven) dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan while also supporting strategic decision-making, continuous program
strategis, peningkatan kualitas program, serta pengembangan model improvement, and the development of scalable and replicable social
replikasi yang berkelanjutan. intervention models.
Jasmine Integrated
Nilai SROI | SROI Value: Nilai IKM | IKM Value:
Farming
6,62 89,64
%
Kategori | Category:
Sangat Baik
Very Satisfied
Program ini merupakan flagship impact model Perseroan dengan rasio SROI This program represents the Company’s flagship impact model, delivering
tertinggi sebesar 1:6,62, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi the highest SROI ratio of 1:6.62, indicating that every Rp1 invested generates
menghasilkan nilai sosial sebesar Rp6,62. Dampak yang dihasilkan tidak hanya Rp6.62 in social value. The impact extends beyond income generation and
terbatas pada peningkatan pendapatan dan kapasitas usaha, tetapi juga capacity building, encompassing behavioral transformation in environmental
mencakup transformasi perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan management and strengthening community-based food resilience. From the
dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Dari perspektif beneficiaries’ perspective, IKM results indicate a high level of satisfaction,
penerima manfaat, hasil IKM menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi pada particularly in terms of program relevance, quality of facilitation, and
dimensi kesesuaian program, kualitas pendampingan, serta manfaat ekonomi sustainability of benefits. This demonstrates that the program not only
dan keberlanjutan program. Hal ini menegaskan bahwa program tidak hanya generates measurable value but also holds strong social legitimacy, positioning
menghasilkan nilai yang terukur, tetapi juga memiliki legitimasi sosial yang it as a replicable model for community-based sustainable development.
kuat, sehingga berpotensi menjadi model community-based sustainable
development yang replikatif di wilayah lain.
Nilai SROI | SROI Value:
4,56
Teras Braga
& Co-Working
Space
Program Teras Braga mencerminkan pendekatan area-based social The Teras Braga Program reflects an area-based social investment approach,
investment dengan rasio SROI sebesar 4,56, yang menunjukkan efektivitas with an SROI ratio of 4.56, demonstrating its effectiveness in generating
program dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial berbasis revitalisasi economic and social value through urban revitalization. The program
kawasan. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, contributes to increased income for MSMEs, strengthens the creative
tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta meningkatkan daya economy ecosystem, and enhances the attractiveness of the heritage area
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
tarik kawasan heritage secara berkelanjutan. Secara strategis, nilai tambah in a sustainable manner. Strategically, the program’s value lies in its ability to
program terletak pada kemampuannya mengintegrasikan aspek ekonomi, integrate economic, social, and spatial dimensions within a single intervention,
sosial, dan tata ruang dalam satu intervensi, sehingga menghasilkan dampak creating multiplier effects such as increased economic activity, improved
Laporan Keberlanjutan 2025
multiplikatif berupa peningkatan aktivitas ekonomi, kualitas ruang publik, public space quality, and strengthened local identity. This highlights the
serta penguatan identitas kawasan. Hal ini memperlihatkan kontribusi program program’s contribution to sustainable urban development.
dalam mendukung pembangunan kota berkelanjutan (sustainable urban
development).
198
Page 199
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)
Nilai SROI | SROI Value:
3,42
WEGE
Lapak
Program WEGE Lapak menunjukkan kinerja dampak yang solid dalam The WEGE Lapak Program demonstrates solid impact performance in
mendorong inklusi ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, promoting economic inclusion through the empowerment of micro-
dengan rasio SROI sebesar 3,42. Program ini secara konsisten menghasilkan entrepreneurs, with an SROI ratio of 3.42. The program consistently contributes
peningkatan pendapatan, penguatan keterampilan kewirausahaan, serta to increased income, enhanced entrepreneurial skills, and expanded market
perluasan akses pasar bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasional. Lebih access for small businesses in the Company’s operational areas. Furthermore,
lanjut, pendekatan program yang berbasis pendampingan dan penguatan its capacity-building and mentoring-based approach fosters medium-
kapasitas menciptakan dampak jangka menengah berupa peningkatan term impacts, including improved business independence and community
kemandirian usaha dan resiliensi ekonomi komunitas. Secara ESG, program economic resilience. From an ESG perspective, the program supports stronger
ini berkontribusi pada penguatan hubungan sosial serta mendukung community engagement while contributing to inclusive and sustainable local
pengembangan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. economic development.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Modular
Modular Early Childhood Education Nilai SROI | SROI Value: Nilai IKM | IKM Value:
3,42 83,03
Kategori | Category:
%
Sangat Baik
Very Satisfied
Program PAUD Modular merepresentasikan investasi sosial jangka panjang The PAUD Modular Program represents the Company’s long-term social
Perseroan di sektor pendidikan, dengan rasio SROI sebesar 3,42 yang telah investment in the education sector, with an SROI ratio of 3.42, supported
diverifikasi melalui kajian independen. Program ini tidak hanya meningkatkan by independent assessment. The program enhances access to proper early
akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga menghasilkan childhood education facilities while generating sustainable impacts on child
dampak berkelanjutan terhadap perkembangan anak, kualitas pembelajaran, development, learning quality, and public trust in education services. Beyond
serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan. Selain manfaat monetizable outcomes, the program holds strategic value in strengthening the
yang dapat dimonetisasi, program ini memiliki nilai strategis dalam membangun foundation of human capital development from an early age, which is critical
fondasi kualitas sumber daya manusia sejak dini, yang menjadi faktor kunci for long-term social progress. IKM results further indicate that infrastructure
dalam pembangunan sosial jangka panjang. Hasil IKM juga menunjukkan quality, facilitator competence, and program benefits are among the most
bahwa aspek kualitas sarana, kompetensi pendamping, serta manfaat appreciated aspects by beneficiaries. This confirms that the program is
program menjadi faktor utama yang diapresiasi oleh penerima manfaat. Hal ini not only economically effective but also highly relevant and valued by the
menegaskan bahwa program tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga community.
relevan dan bernilai tinggi bagi masyarakat.
Pengaduan Masyarakat Public Complaints
Selama tahun 2025, WEGE tidak mendapatkan pengaduan In 2025, WEGE has not received complaint related to the
yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan, dan Company’s operational activities, and all of these complaints
seluruh pengaduan tersebut telah ditangani hingga tuntas. have been fully addressed. Each incoming report is managed
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Setiap laporan yang diterima dikelola melalui mekanisme through the applicable complaint mechanism, prioritizing
pengaduan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip the principles of transparency, accountability, and
transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. professionalism.
2025 Sustainability Report
Perusahaan berkomitmen untuk merespons setiap keluhan The Company is committed to responding to every
secara tepat sasaran serta menjaga komunikasi yang complaint accurately and maintaining open and constructive
terbuka dan konstruktif dengan masyarakat. Pendekatan communication with the community. This approach is part
ini merupakan bagian dari upaya WEGE dalam memelihara of WEGE’s efforts to maintain harmonious relations with
hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar the surrounding environment while encouraging continuous
sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan atas kualitas improvement in the quality of the Company’s operations.
operasional perusahaan. 199
Page 200
Page 201
Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko Corporate Governance and Risk Management
Page 202
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Bagi WEGE, penerapan Good Corporate Governance (GCG) WEGE considers the implementation of Good Corporate
merupakan fondasi utama dalam menjalankan seluruh Governance (GCG) to be the main foundation in carrying out
aktivitas usaha. Praktik GCG dipandang memiliki tingkat all business activities. GCG practices are considered to be of
kepentingan yang sejajar dengan pencapaian kinerja equal importance to the achievement of financial performance
keuangan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi and sustainable business growth for shareholders. Therefore,
para pemegang saham. Oleh karena itu, implementasi GCG the implementation of GCG is not solely aimed at complying
tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi ketentuan with national regulations, but is also a strategic necessity to
regulasi nasional, tetapi menjadi kebutuhan strategis guna ensure the Company’s long-term sustainability.
memastikan keberlangsungan Perusahaan dalam jangka
panjang.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjamin The Company emphasizes its commitment to ensuring equal
perlakuan yang setara bagi seluruh pemegang saham treatment for all shareholders through the implementation
melalui penerapan prinsip tata kelola yang mengedepankan of governance principles that prioritize transparency,
transparansi, akuntabilitas, serta keadilan. Komitmen ini accountability, and fairness. This commitment is outlined in
dituangkan dalam berbagai kebijakan internal, antara lain various internal policies, including the Corporate Governance
Pedoman Tata Kelola Perusahaan, Kode Etik Perusahaan, Guidelines, Company Code of Ethics, Anti-Bribery
Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, serta Management System Policy, and Risk Management Policy.
Kebijakan Manajemen Risiko. Setiap pemegang saham, baik All shareholders, both majority and minority, have equal
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
mayoritas maupun minoritas, diberikan hak yang sama dalam rights to obtain relevant information and the opportunity
memperoleh informasi yang relevan serta kesempatan untuk to participate in the decision-making process, particularly
Laporan Keberlanjutan 2025
terlibat dalam proses pengambilan keputusan, khususnya through the General Meeting of Shareholders (GMS). This
melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Prinsip transparency principle is realized through the submission of
keterbukaan ini diwujudkan melalui penyampaian laporan accurate, transparent, and timely financial reports, as well as
keuangan yang akurat, transparan, dan tepat waktu, serta open communication mechanisms through annual meetings
mekanisme komunikasi yang terbuka melalui rapat tahunan and special meetings.
maupun rapat khusus. [IDX G-08]
202
Page 203
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Dalam rangka memperkuat budaya keberlanjutan, WEGE In order to promote a culture of sustainability, WEGE
menerapkan Pedoman Etika Perusahaan dan nilai-nilai implements the Company’s Code of Conduct and work
budaya kerja yang berlandaskan pada prinsip AKHLAK, culture values based on the principles of AKHLAK, namely
yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Trustworthy, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and
Kolaboratif. Pedoman tersebut menjadi rujukan perilaku Collaborative. These guidelines serve as a reference for
bagi seluruh insan Perusahaan, sehingga tercipta hubungan the behavior of all Company personnel, thereby creating
kerja yang saling menghormati antara manajemen dan a mutually respectful working relationship between
karyawan, antar karyawan, serta dengan seluruh pemangku management and employees, among employees, and with all
kepentingan. stakeholders.
Sepanjang tahun 2025, Perusahaan melaksanakan kegiatan Throughout 2025, the Company has carried out
sosialisasi dan internalisasi budaya keberlanjutan secara comprehensive socialization and internalization of the
menyeluruh di seluruh tingkatan organisasi, termasuk Dewan sustainability culture at all levels of the organization,
Komisaris, Direksi, dan karyawan. Program ini bertujuan including the Board of Commissioners, Board of Directors,
untuk menanamkan pemahaman yang utuh mengenai and employees. This program aims to instill a comprehensive
pentingnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam setiap understanding regarding the importance of integrating
aspek operasional, yang mencakup: [F.1] sustainability principles into every aspect of operations,
including:
1. Keuangan 1. Finance
2. Sumber Daya Manusia 2. Human Resources
3. Manajemen Rantai Pasok 3. Supply Chain Management
4. Sekretariat Perusahaan 4. Corporate Secretariat
5. Kualitas, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan 5. Quality, Safety, Health, and Environment
6. Pemasaran 6. Marketing
Selain kepada internal Perusahaan, sepanjang tahun 2025 Besides internal activities, WEGE also held sustainability
WEGE juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi budaya culture socialization for external stakeholders throughout
keberlanjutan bagi pemangku kepentingan eksternal sebagai 2025, as follows:
berikut: [F.1]
1. Sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) 1. Socialization of the Anti-Bribery Management System
dan kebijakan anti-gratifikasi kepada seluruh karyawan (SMAP) and anti-gratification policy to all employees and
serta mitra kerja WEGE. partners of WEGE.
2. Sosialisasi Penerapan Tata Kelola Terintegrasi kepada 2. Socialization of the Implementation of Integrated
seluruh aspek Tata Kelola Terintegrasi (TKT) WEGE. Governance to all aspects of WEGE’s Integrated
Governance (TKT)
Sebagai bagian dari komitmen untuk menerapkan tata kelola As part of its commitment to implement sustainable and
perusahaan yang berkelanjutan dan berstandar tinggi, WEGE high-standard corporate governance, WEGE actively
secara aktif mengikuti asesmen independen menggunakan participates in independent assessments using the ASEAN
indikator ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Corporate Governance Scorecard (ACGS) indicators held by
yang dilaksanakan oleh Indonesian Institute for Corporate the Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Directorship (IICD). Hasil penilaian menunjukkan bahwa The assessment results show that the Company obtained a
Perseroan memperoleh skor keseluruhan tertimbang (overall weighted overall score of 95.61 points.
score) sebesar 95,61poin.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Pencapaian tersebut menempatkan Perseroan pada kategori This achievement places the Company in the “Very
“Very Good” atau Level 4 (90,00-99,99), yang mencerminkan Good” or Level 4 (90.00-99.99) category, reflecting that
2025 Sustainability Report
bahwa praktik GCG yang dijalankan telah sepenuhnya the implemented GCG practices have fully adopted the
mengadopsi prinsip dan standar internasional. Capaian ini international principles and standards. This achievement
sekaligus menunjukkan kinerja tata kelola Perseroan yang also shows that the Company’s governance performance has
melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan exceeded the 2025 Corporate Work Plan and Budget (RKAP)
(RKAP) Tahun 2025 sebesar 88 poin. target of 88 points.
203
Page 204
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Tata Kelola Terintegrasi Integrated Governance
Perusahaan tidak hanya memastikan penerapan prinsip The Company not only ensures the application of governance
tata kelola pada level internal, tetapi juga memperluas principles at internal level, but also extends its implementation
implementasinya ke seluruh entitas anak dalam grup usaha. to all subsidiaries within the business group. This approach is
Pendekatan ini diwujudkan melalui penerapan Tata Kelola realized through the application of Integrated Governance,
Terintegrasi, yang dirancang untuk membangun sistem which is designed to build a comprehensive risk management
pengawasan dan manajemen risiko yang komprehensif, and control system, while ensuring the alignment of
sekaligus memastikan keselarasan praktik tata kelola di governance practices across all business lines.
seluruh lini bisnis.
WEGE bersama entitas anak berkomitmen untuk menerapkan WEGE and its subsidiaries are committed to consistently
Tata Kelola Terintegrasi secara konsisten dengan menjunjung implementing Integrated Governance by upholding the
tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, principles of transparency, accountability, responsibility,
kemandirian, profesionalisme, dan kewajaran. Pendekatan ini independence, professionalism, and fairness. This approach
mencakup tiga pilar utama tata kelola, yaitu struktur, proses, covers the three main pillars of governance, i.e., structure,
dan hasil, guna menghasilkan kualitas tata kelola yang mampu process, and results, in order to produce a quality of
memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan. governance that meets the expectations of stakeholders.
Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi mengacu pada The implementation of Integrated Governance refers to
Pedoman Prinsip Pengelolaan Anak Perusahaan dan Tata the Guidelines for Subsidiary Management and Integrated
Kelola Terintegrasi yang disusun berdasarkan ketentuan Governance, which are compiled based on the provisions
Kementerian BUMN. Ruang lingkup pengaturannya meliputi of the Ministry of State-Owned Enterprises. The scope
Sinergi Bisnis; Strategi dan Kinerja; Managements Risiko; of the provisions covers Business Synergy; Strategy and
Pengadaan; Human Capital; Laporan Keuangan; Sistem Performance; Risk Management; Procurement; Human
Manajemen Anti Penyuapan & Whistleblowing System (WBS); Capital; Financial Reporting; Anti-Bribery Management
Internal Audit; Program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan System & Whistleblowing System (WBS); Internal Audit;
(TJSL); Hukum dan Kepatuhan; Quality, Health, Safety and Social & Environmental Responsibility Program (TJSL); Legal
Environment; dan Information Technology. and Compliance; Quality, Health, Safety and Environment;
and Information Technology.
Untuk memastikan efektivitas penerapannya, Dewan To ensure its effective implementation, the Board of
Komisaris membentuk Komite Pemantauan Risiko dan Tata Commissioners established a Risk Monitoring and Integrated
Kelola Terintegrasi. Komite ini berperan dalam membantu Governance Committee. This committee assists the Board
Dewan Komisaris melakukan evaluasi atas penerapan of Commissioners in evaluating the implementation of risk
manajemen risiko dan tata kelola di seluruh entitas dalam management and governance across all entities within the
grup usaha. Melalui penelaahan terhadap kebijakan, business group. By reviewing policies, implementation, and
implementasi, serta efektivitas sistem pengawasan, Komite the effectiveness of the monitoring system, the Committee
memastikan konsistensi penerapan prinsip tata kelola dan ensures consistency in the application of governance
sistem pengendalian internal yang disesuaikan dengan principles and internal control systems according to the
karakteristik dan tingkat kompleksitas masing-masing unit characteristics and complexity of each business unit. The
usaha. Rekomendasi yang dihasilkan Komite menjadi elemen recommendations made by the Committee are an important
penting dalam penguatan tata kelola Perseroan secara element in strengthening the Company’s governance on an
berkelanjutan. ongoing basis.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
204
Page 205
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Organisasi Keberlanjutan
Sustainability Organization
Struktur Tata Kelola Governance Structure
Mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun Referring to the provisions of Law Number 40 of 2007
2007 tentang Perseroan Terbatas, struktur Organ Perseroan concerning Limited Liability Companies, the structure of the
terdiri atas: [GRI 2-9] Company’s organs consists of: [GRI 2-9]
• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ • The General Meeting of Shareholders (GMS) as the highest
tata kelola tertinggi; governance organ;
• Dewan Komisaris, yang bertugas melakukan pengawasan • The Board of Commissioners, which is tasked with
terhadap kebijakan dan kinerja Direksi dalam pengelolaan supervising the policies and performance of the Board
Perusahaan. Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris of Directors in managing the Company. The Board of
Utama dan didukung oleh organ di bawahnya, antara lain Commissioners is led by the President Commissioner
Komite Audit, Komite Nominasi, Remunerasi, dan GCG, and supported by supporting organs, including the Audit
serta Sekretaris Dewan Komisaris; Committee, the Nomination, Remuneration, and GCG
Committee, and the Secretary to the Board of Commissioners;
• Direksi, yang bertanggung jawab atas pengurusan dan • The Board of Directors, which is responsible for the
pengelolaan Perusahaan. Direksi dipimpin oleh Direktur administration and management of the Company. The
Utama dan didukung oleh Sekretaris Perusahaan, Satuan Board of Directors is led by the President Director and
Pengawasan Intern, serta satuan kerja lainnya. supported by the Corporate Secretary, the Internal Audit
Unit, and other work units.
Struktur Organisasi | Organizational Structure
Direktur Utama
President director
Corporate Secretariat Internal Audit
Direktur Keuangan, Human
Direktur QHSE & Pemasaran Capital & Manajemen Risiko Direktur Operasi I Direktur Operasi II
Director of QHSE & Marketing Director of Finance, Human Capital Director of Operations I Director of Operations II
& Risk Management
Engineering & QHSE Operation and Operation and
Finance Division
Division Modular Division Concession Division
Supply Chain Human Capital Legal and Compliance Digital Transformation,
Management Division Division Division Portofolio and
Sustainability Division
Risk Management
Marketing Division
Division
Anak Perusahaan, Perusahaan Asosiasi | Subsidiaries, Associated Companies
Wilayah Operasi I: Wilayah Operasi II:
Provinsi di Wilayah Jawa, Provinsi di Wilayah Kalimantan, Provinsi di Wilayah Sulawesi, Provinsi
Provinsi di Wilayah Sumatera dan di Wilayah Maluku, Provinsi Bali, Provinsi di Wilayah Nusa Tenggara,
Modular Seluruh Indonesia Provinsi di Wilayah Papua, Property & Konsesi seluruh Indonesia
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Ketua organ tata kelola tertinggi tidak merangkap sebagai The head of the highest governance organ does not
eksekutif senior Perusahaan, sehingga terdapat pemisahan concurrently serve as a senior executive of the Company,
2025 Sustainability Report
yang jelas antara fungsi pengawasan dan fungsi operasional. thereby ensuring a clear separation between supervisory
Pemisahan ini bertujuan untuk mencegah potensi konflik and operational functions. This separation aims to prevent
kepentingan dan memastikan independensi dalam potential conflicts of interest and ensure independence in
pelaksanaan pengawasan. the implementation of supervision.
205
Page 206
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Pengaturan tersebut sejalan dengan ketentuan yang This arrangement is in line with the provisions set forth in
tercantum dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of the Code of Corporate Governance (COCG), which explicitly
Corporate Governance/COCG), yang secara tegas mengatur regulates the division of roles, duties, and responsibilities
pembagian peran, tugas, dan tanggung jawab antara fungsi between wsupervisory and management functions. Thus,
pengawasan dan fungsi pengelolaan. Dengan demikian, supervisory independence can be optimally maintained and
independensi pengawasan dapat terjaga secara optimal the risk of conflicts of interest can be minimized.
serta risiko konflik kepentingan dapat diminimalkan. [GRI 2-11]
[IDX G-03]
Good Corporate Sustainability
Proses GCG | GCG Process
• Komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan
Commitment to the continuous implementation of good corporate governance
• Pemegang Saham dan RUPS / Pemilik Modal
Shareholders and GMS / Capital Owners
• Dewan Komisaris
Board of Commissioners
• Direksi
Board of Directors
• Pengungkapan Informasi dan Transparansi
Information Disclosure and Transparency
Regulasi Praktik Terbaik Infrastruktur
Regulations Best Practices Infrastructure
Organ Utama Organ Pendukung
Main Organs Supporting Organs
• RUPS • Organ Pendukung Komisaris
GMS Supporting Organs of the Board of Commissioners
• Dewan Komisaris Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit serta Komite
Board of Nominasi, Remunerasi dan GCG
Commissioners Board of Commissioners’ Secretary, Audit Committee, and the
• Direksi Nomination, Remuneration, and GCG Committee
Board of Directors • Organ Pendukung Direksi
Supporting Organs of the Board of Directors
Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasan Internal, dan Satuan
Kerja Lainnya
Corporate Secretary, Internal Audit Unit, and Other Working Units
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
PRINSIP GCG | GCG PRINCIPLES
Laporan Keberlanjutan 2025
Transparansi Akuntabilitas Responsibilitas Independensi Keadilan
Transparency Accountability Responsibility Independency Fairness
206
KOMITMEN GCG | KOMITMEN GCG
Page 207
• Direksi Nomination, Remuneration, and GCG Committee
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar PendukungMemperkuat
Board of Directors • Organ Direksi Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Supporting OrgansStrengthening
of the Board of Directors
Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan
Sekretaris
Tata Kelola Keberlanjutan
Perusahaan,
Manajemen Risiko
Satuan Pengawasan Internal, dan Satuan
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Kerja Lainnya
Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Corporate Secretary, Internal Audit Unit, and Other Working Units
PRINSIP GCG | GCG PRINCIPLES
Transparansi Akuntabilitas Responsibilitas Independensi Keadilan
Transparency Accountability Responsibility Independency Fairness
KOMITMEN GCG | KOMITMEN GCG
Visi Misi Nilai Perusahaan
Vision Mission Corporate Values
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) General Meeting of Shareholders (GMS)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan salah satu The General Meeting of Shareholders (GMS) is one of
Organ Perusahaan yang memiliki kewenangan eksklusif yang the Company’s governing organs with authority that is
tidak dilimpahkan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris, not delegated to the Board of Directors or the Board of
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dan Anggaran Commissioners, as stipulated by law and/or the Articles of
Dasar. Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi, Association. As the highest decision-making forum, the GMS
RUPS memegang peran strategis dalam menetapkan plays a key role in determining the Company’s strategic policy
arah kebijakan Perusahaan dengan tetap memperhatikan direction, while still referring to the Company’s interests,
kepentingan jangka panjang Perseroan, ketentuan Anggaran provisions of the Articles of Association, and applicable laws
Dasar, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. and regulations.
Dalam struktur tata kelola, RUPS terdiri atas: Within the Company’s structure, the GMS is divided into:
• RUPS Tahunan, yang diselenggarakan setiap tahun buku • Annual GMS, held every fiscal year no later than 6 (six)
paling lambat 6 (enam) bulan setelah penutupan tahun months after the close of the Company’s financial year
buku; dan
• RUPS Luar Biasa, yaitu RUPS yang dapat diselenggarakan • Extraordinary GMS, which may be held at any time when
sewaktu-waktu apabila diperlukan sesuai dengan needed by the Company.
kebutuhan Perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, WEGE menyelenggarakan 1 (satu) kali Throughout 2025, WEGE held one General Meeting of
RUPS, yaitu RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 yang bertempat Shareholders (GMS), namely the Annual GMS for the 2024
di Wika Tower II, Auditorium Lantai 17, Jalan D.I. Panjaitan Fiscal Year, which took place at Wika Tower II, 17th Floor
Kav. 9–10, Jakarta Timur. Auditorium, Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10, East Jakarta.
Informasi yang lebih rinci mengenai risalah rapat serta Detailed information on the minutes and resolutions from the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
keputusan yang dihasilkan dalam RUPS selama tahun 2025 2025 GMS is fully presented in the WEGE 2025 Annual Report.
telah diungkapkan secara lengkap dalam Laporan Tahunan
WEGE Tahun 2025.
2025 Sustainability Report
207
Page 208
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Dewan Komisaris [IDX G-01, G-02, G-06] Board of Commissioners
Dewan Komisaris merupakan Organ Perusahaan yang The Board of Commissioners is a corporate organ tasked
bertugas melakukan fungsi pengawasan, baik secara umum with performing supervisory functions, both general and
maupun khusus, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. specific, as stipulated in the Articles of Association. In
Selain menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris addition to performing supervisory functions, the Board
juga memberikan arahan, pandangan, serta rekomendasi of Commissioners also provides guidance, insights, and
kepada Direksi dalam rangka memastikan pengelolaan recommendations to the Board of Directors in order
Perusahaan berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang to ensure that the Company is managed in accordance
baik. Secara kolektif, Dewan Komisaris bertanggung jawab with the principles of good governance. Collectively, the
untuk memastikan penerapan Good Corporate Governance Board of Commissioners is responsible for ensuring the
(GCG) di seluruh tingkatan organisasi WEGE. implementation of Good Corporate Governance (GCG) at all
levels of the WEGE organization.
Pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris The appointment and dismissal of members of the Board
dilakukan melalui keputusan RUPS dengan tetap mengacu of Commissioners is carried out through a GMS decision
pada persyaratan umum dan khusus yang diatur dalam with reference to the general and specific requirements
Anggaran Dasar, Board Manual, serta ketentuan peraturan stipulated in the Articles of Association, Board Manual,
perundang-undangan yang berlaku. Meskipun tidak terlibat and applicable laws and regulations. Although not directly
langsung dalam pengambilan keputusan operasional, involved in operational decision-making, the Board of
Dewan Komisaris menjalankan peran pengawasan secara Commissioners performs its supervisory role independently
independen dan profesional. Proses pemilihan anggota and professionally. The selection process for members of
Dewan Komisaris berpedoman pada Pedoman Tata Kelola the Board of Commissioners is guided by the Corporate
Perusahaan dengan mempertimbangkan hasil penilaian Governance Guidelines, taking into account the results of
kompetensi BUMN (domestik dan global), rekam jejak, serta BUMN competency assessments (domestic and global), track
kinerja yang bersangkutan. [G-06] records, and performance.
Masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan selama 5 The term of office of members of the Board of Commissioners
(lima) tahun sejak tanggal pengangkatan dan berakhir pada is set at 5 (five) years from the date of appointment and ends at
penutupan RUPS Tahunan kelima. Anggota Dewan Komisaris the closing of the fifth Annual GMS. Members of the Board of
dapat diangkat kembali dengan tetap memperhatikan Commissioners may be reappointed, subject to the authority
kewenangan RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu of the GMS to dismiss them at any time in accordance
sesuai ketentuan yang berlaku. Khusus bagi Komisaris with applicable regulations. Specifically for Independent
Independen, masa jabatan dapat diperpanjang lebih dari dua Commissioners, their term of office may be extended beyond
periode sepanjang independensinya tetap terjaga, dapat two periods as long as their independence is maintained, they
dipertanggungjawabkan kepada RUPS, serta diungkapkan can be held accountable to the GMS, and their reappointment
dalam Laporan Tahunan. [G-06] is disclosed in the Annual Report.
Perseroan menyadari pentingnya keberagaman gender The Company recognizes the importance of gender diversity
dalam struktur Dewan sebagai bagian dari penguatan tata in the Board structure as part of strengthening inclusive and
kelola perusahaan yang inklusif dan berimbang. Pada periode balanced corporate governance. During the reporting period,
pelaporan, komposisi Dewan Komisaris dan Direksi WEGE the composition of the Board of Commissioners and Board
telah mencerminkan keberadaan perempuan. Perseroan of Directors of WEGE reflected the presence of women.
terus mendorong penerapan prinsip kesetaraan kesempatan The Company continues to encourage the application of the
dan non-diskriminasi dalam pengelolaan sumber daya principles of equal opportunity and non-discrimination in
manusia, termasuk pada jenjang kepemimpinan. human resource management, including at the leadership
level.
Komposisi Dewan Komisaris WEGE per 31 Desember 2025 The composition of WEGE’s Board of Commissioners as of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
adalah sebagai berikut: [IDX G-01] December 31, 2025 is as follows:
Laporan Keberlanjutan 2025
Nama Jenis Kelamin Jabatan Masa Jabatan Riwayat Pendidikan
No
Name Gender Position Term of Office Educational Background
1 Joseph Prajogo Laki-laki Komisaris Independen 28 Juli 2020 - RUPST Sarjana Akuntansi dari
Male sekaligus Pelaksana Tugas 2025 Universitas Atmajaya (1995)
Komisaris Utama (Periode Pertama) Bachelor’s Degree in Accounting
Independent July 28, 2020 – from Atmajaya University (1995)
Commissioner and AGMS 2025
concurrently Acting. (First Term)
President Commissioner
208
Page 209
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Nama Jenis Kelamin Jabatan Masa Jabatan Riwayat Pendidikan
No
Name Gender Position Term of Office Educational Background
2 Suli Fatimah Perempuan Komisaris 10 Mei 2023 - Magister Psikologi, Jurusan
Female Commissioner RUPST 2028 Psikologi, Universitas
(Periode Pertama) Tarumanegara (2018)
May 10, 2023 - AGMS Master’s Degree in Psychology,
2028 (First Term) Department of Psychology,
Tarumanagara University (2018)
3 Danis Hidayat Sumadilaga Laki-laki Komisaris 10 Mei 2023 - S3 Doktor Bidang Strategic
Male Commissioner RUPST 2028 Management, Universitas
(Periode Pertama) Indonesia (2016)
May 10, 2023 - AGMS Doctoral Degree in Strategic
2028 (First Term) Management, University of
Indonesia (2016)
4 Taufan Gestoro Laki-laki Komisaris Independen 29 Februari 2024 Pama Akademi Militer (1990)
Male - RUPST 2029 Pama Military Academy (1990)
(Periode Pertama)
February 29, 2023
- AGMS 2028 (First
Term)
Total kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Total attendance of the Board of Commissioners in the Board
Dewan Komisaris selama tahun 2025 disajikan pada tabel of Commissioners’ meetings held throughout 2025 is as
berikut: [IDX G-02] follows:
Uraian Jumlah Rapat Rata-rata Persentase Kehadiran
Description Number of Meetings Average Attendance Percentage
Jumlah kehadiran Dewan Komisaris & Direksi ke Rapat Gabungan 12 100%
Total attendance of the Board of Commissioners & Board of Directors in
the Joint Meetings
Direksi [IDX G-01, G-02, G-06] Board of Directors
Direksi merupakan Organ Perusahaan yang memiliki The Board of Directors is a Company Organ that has full
kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam mengelola authority and responsibility in managing the Company to
Perseroan untuk mencapai visi dan misi yang telah achieve its vision and mission. The Board of Directors also
ditetapkan. Direksi juga bertindak mewakili Perusahaan, acts on behalf of the Company, both internally and externally,
baik dalam lingkup internal maupun eksternal, termasuk di including before the court, in accordance with the provisions
hadapan pengadilan, sesuai dengan ketentuan Anggaran of the Articles of Association. As the primary manager
Dasar. Sebagai pengendali utama kegiatan operasional, of operational activities, the Board of Directors plays an
Direksi berperan penting dalam menjaga kesinambungan important role in maintaining business continuity, improving
usaha, meningkatkan kinerja Perusahaan, serta menciptakan Company performance, and creating sustainable added value
nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pemegang Saham. for Shareholders.
Setiap anggota Direksi menjalankan tugas dan Each member of the Board of Directors carries out their duties
kewenangannya berdasarkan pembagian tugas yang telah and authorities based on the predetermined segregation of
ditetapkan. Proses pemilihan Direksi mengacu pada Instruksi duties. The Board of Directors selection process refers to the
Kerja Penetapan Kandidat Suksesi Direktur dan Komisaris Work Instructions on the Determination of Candidates for the
Anak Perusahaan yang ditetapkan oleh PT Wijaya Karya Succession of Directors and Commissioners of Subsidiaries
(Persero) Tbk. Kriteria penetapan mencakup aspek keahlian, established by PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. The selection
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
pengalaman, integritas, serta persyaratan lain sesuai dengan criteria include expertise, experience, integrity, and other
ketentuan peraturan perundang-undangan. [G-06] requirements in accordance with the applicable laws and
regulations.
2025 Sustainability Report
Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan selama 5 (lima) The term of office of the members of the Board of Directors
tahun sejak tanggal pengangkatan hingga berakhir pada is set for 5 (five) years from the date of appointment until
penutupan RUPS Tahunan kelima. RUPS berwenang untuk the end of the fifth Annual GMS. The GMS has the authority
mengangkat kembali anggota Direksi untuk satu kali periode to reappoint members of the Board of Directors for one
jabatan berikutnya, dengan tetap memiliki hak untuk subsequent term of office, while retaining the right to dismiss
memberhentikan sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan them at any time in accordance with applicable regulations.
yang berlaku. 209
Page 210
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Direksi WEGE terdiri atas 5 (lima) orang, dengan salah satunya The Board of Directors of WEGE consists of 5 (five) members,
menjabat sebagai Direktur Utama. Seluruh anggota Direksi one of whom serves as President Director. All members
memiliki kompetensi, integritas, reputasi, serta pengalaman of the Board of Directors have the competence, integrity,
yang relevan dengan bidang tugas masing-masing. Komposisi reputation, and experience relevant to their respective fields
Direksi per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: [IDX G-01] of duty. The composition of the Board of Directors as of
December 31, 2025 is as follows:
Nama Jenis Kelamin Jabatan Masa Jabatan Dasar Pengangkatan
No
Name Gender Position Term of Office Basis of Appointment
1 Hadian Pramudita Laki-laki Direktur Utama 19 April 2022 - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Male President Director RUPST 2027 Tahunan (RUPST) pada tanggal 19 April 2022
19 April 2022 - Resolution of the Annual General Meeting of
RUPST 2027 Shareholders (AGMS) on March 21, 2019
2 Hartanto Karti Laki-laki Direktur Keuangan, Human 20 Mei 2024 - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Raharjo Male Capital dan Manajemen Risiko RUPST 2029 Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 28 Juli 2020 dan
Director of Finance, Human May 20, 2024 – dikukuhkan dalam Akta Nomor 7 tanggal 10
Capital, and Risk Management 2029 AGMS Agustus 2020
Resolution of the Extraordinary General
Meeting of Shareholders (EGMS) on July 28,
2020, and confirmed in Deed Number 7 dated
August 10, 2020
3 Tomo Dwi Laki-laki Direktur QHSE (Quality, Health, 20 Mei 2024 - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Hasputro Male Safety, Environment) dan RUPST 2029 Tahunan (RUPST) pada tanggal 19 April 2022
Pemasaran May 20, 2024 – Resolution of the Annual General Meeting of
Director of QHSE (Quality, 2029 AGMS Shareholders (AGMS) on April 19, 2022
Health, Safety, Environment)
and Marketing
4 Bagus Tri Setyana Laki-laki Direktur Operasi I 28 Juli 2020 - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Male Director of Operations I RUPST 2025 Tahunan (RUPST) tanggal 21 Maret 2019 dan
July 28, 2020 – dikukuhkan dalam Akta Nomor 27 tanggal 21
2025 AGMS Maret 2019
Resolution of the Annual General Meeting of
Shareholders (AGMS) on March 21, 2019, and
confirmed in Deed Number 27 dated March
21, 2019
5 Dwi Purnomo Laki-laki Direktur Quality Health 10 Mei 2023 - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Male Safety & Environment dan RUPST 2028 Tahunan (RUPST) pada tanggal 10 Mei 2023
Pemasaran May 10, 2023 – Resolution of the Annual General Meeting of
Director of Quality, Health, 2028 AGMS Shareholders (AGMS) on May 10, 2023
Safety & Environment and
Marketing
Tingkat kehadiran Direksi dalam Rapat Direksi selama tahun The attendance rate of the Board of Directors in the Board of
2025 disajikan pada tabel berikut: [IDX G-02] Directors’ meetings throughout 2025 is as follows:
Uraian Jumlah Rapat Rata-rata Persentase Kehadiran
Description Total Meetings Average Attendance Percentage
Jumlah kehadiran Direksi ke Rapat 24 100%
Total attendance of the Board of Directors in the
meetings
Komitmen Perseroan dalam Memperkuat Keberagaman The Company’s Commitment to Enhance Board Diversity
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Dewan
Laporan Keberlanjutan 2025
Perseroan meyakini bahwa keberagaman Dewan Komisaris The Company believes that the diversity of the Board of
dan Direksi merupakan elemen penting untuk memperkuat Commissioners and Board of Directors is an important
efektivitas tata kelola, kualitas pengawasan, serta ketepatan element in strengthening the effectiveness of governance,
pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi the quality of supervision, and the accuracy of strategic
dinamika industri konstruksi dan infrastruktur. Keberagaman decision-making in facing the dynamics of the construction
tersebut tidak hanya dilihat dari aspek representasi, tetapi and infrastructure industry. This diversity is not only
juga dari keseimbangan kompetensi, pengalaman, dan reflected in terms of representation, but also in the balance
210 perspektif yang dibutuhkan untuk mendukung ketahanan of competencies, experience, and perspectives needed to
Page 211
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
bisnis jangka panjang. support long-term business resilience.
Sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance As part of the implementation of Good Corporate Governance
(GCG), Perseroan secara konsisten memastikan bahwa (GCG), the Company consistently ensures that the Board
komposisi Dewan mencerminkan kombinasi yang memadai composition reflects an adequate combination of educational
dari latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, dan backgrounds, professional experience, and expertise
keahlian yang relevan dengan kebutuhan usaha, termasuk relevant to business needs, including risk management,
pengelolaan risiko, kepatuhan, serta penguatan agenda compliance, and strengthening the sustainability agenda.
keberlanjutan. Pengungkapan profil dan keberagaman Dewan The profiles and diversity of the Board of Commissioners
Komisaris dan Direksi disampaikan secara transparan dalam and Board of Directors are disclosed transparently in the
Laporan Tahunan 2025, mencakup aspek ras, gender, agama, 2025 Annual Report, which covers the race, gender, religion,
latar belakang pendidikan, pengalaman, dan keahlian sebagai educational background, experience, and expertise as a form
bentuk akuntabilitas dan keterbukaan informasi kepada of accountability and information disclosure to stakeholders.
pemangku kepentingan.
Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-10] Nomination and Selection of the Board of Commissioners
and Board of Directors
Proses nominasi dan seleksi anggota Dewan Komisaris dan The nomination and selection process of members of the
Direksi dilaksanakan melalui Komite Nominasi & Remunerasi Board of Commissioners and Board of Directors is carried
sebagai organ pendukung Dewan Komisaris. Komite ini out through the Nomination & Remuneration Committee
bertanggung jawab menyusun serta merekomendasikan as a supporting organ of the Board of Commissioners. This
sistem nominasi, evaluasi kinerja, dan suksesi bagi kedua committee is responsible for developing and recommending a
organ tata kelola, dengan memastikan seluruh proses berjalan nomination system, performance evaluation, and succession
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan for both governance organs, ensuring that all processes
yang berlaku. [GRI 2-10] are carried out in accordance with applicable laws and
regulations.
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-18] Performance Evaluation of the Board of Commissioners and
Board of Directors
Evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan The performance evaluation of the Board of Commissioners
berdasarkan pencapaian Key Performance Indicator (KPI) and Board of Directors is carried out based on the achievement
yang ditetapkan oleh pemegang saham, serta mengacu pada of Key Performance Indicators (KPIs) set by shareholders, as
rencana kerja dan anggaran Dewan Komisaris. Penilaian well as by referring to the work plan and budget of the Board of
ini dilaksanakan secara berkala dan independen, dengan Commissioners. This assessment is carried out periodically
keputusan akhir ditetapkan melalui RUPS Tahunan, guna and independently, with the final decision made through
memastikan kontribusi Perusahaan yang positif terhadap the Annual General Meeting of Shareholders, ensuring the
aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. [GRI 2-18] [IDX G-04] Company’s positive contribution to economic, environmental,
and social aspects.
Indikator KPI mencakup target kinerja ekonomi seperti The KPI indicators include economic performance
laba bersih, penyelesaian proyek, dan perolehan proyek targets such as net profit, project completion, and new
baru; aspek lingkungan melalui penerapan konstruksi project acquisition; environmental aspects through the
ramah lingkungan (green construction); serta aspek sosial implementation of green construction; and social aspects
yang meliputi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), including Occupational Health and Safety (OHS), talent
pengembangan talenta, dan pelaksanaan program Tanggung development, and the implementation of Social and
Jawab Sosial dan Lingkungan. Environmental Responsibility programs.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI Remuneration Policy for the Board of Commissioners and
2025 Sustainability Report
2-19, GRI 2-20, GRI 2-21] Board of Directors
Penetapan kebijakan dan prosedur remunerasi bagi Dewan The determination of remuneration policies and procedures
Komisaris dan Direksi dilakukan melalui tahapan yang for the Board of Commissioners and Board of Directors is
terstruktur, mulai dari perumusan, analisis, pengajuan, hingga carried out structurally in stages, starting from formulation,
penetapan. Dalam proses ini, Komite Nominasi & Remunerasi analysis, submission, to determination. In this process, the
menyusun kebijakan serta mengusulkan besaran remunerasi Nomination & Remuneration Committee formulates policies
kepada Dewan Komisaris untuk ditelaah lebih lanjut sebelum and proposes the amount of remuneration to the Board of 211
Page 212
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
diajukan kepada RUPS guna memperoleh persetujuan akhir. Commissioners for further review before being submitted to
[GRI 2-20] the GMS for final approval.
Besaran remunerasi yang meliputi gaji atau honorarium, The amount of remuneration, which includes salary or
tunjangan, serta fasilitas tetap ditetapkan dengan honorarium, allowances, and fixed facilities, is determined
mempertimbangkan skala dan kompleksitas usaha, tingkat by considering the scale and complexity of the business,
inflasi, kondisi keuangan Perusahaan, serta faktor relevan the inflation rate, the Company’s financial condition, and
lainnya, tanpa mengesampingkan kepatuhan terhadap other relevant factors, without disregarding compliance with
peraturan perundang-undangan yang berlaku. [GRI 2-19] applicable laws and regulations.
WEGE memiliki indikator penetapan remunerasi seperti yang The determination of remuneration indicators for the Board
ada di WIKA PT Wijaya Karya (Persero) berikut: of Commissioners and Board of Directors refers to Minister of
Penetapan indikator remunerasi Dewan Komisaris dan State-Owned Enterprises Regulation No. PER-04/MBU/2014
Direksi mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER- and Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER-
04/MBU/2014 dan Peraturan Menteri BUMN No. PER-13/ 13/MBU/09/2021 as amended by Minister of State-Owned
MBU/09/2021 sebagaimana telah diperbarui dengan Enterprises Regulation No. PER-3/MBU/03/2023 concerning
Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/ MBU/03/2023 tentang State-Owned Enterprises’ Organs and Human Resources, as
Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN, sebagai berikut: follows:
1. Faktor skala usaha 1. Business scale factor
2. Faktor kompleksitas usaha 2. Business complexity factor
3. Tingkat inflasi 3. Inflation rate
4. Kondisi dan kemampuan keuangan Perseroan 4. The Company’s financial condition and capabilities
5. Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh 5. Other relevant factors, which must not conflict with laws
bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan. and regulations.
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi mempertimbangkan The remuneration of the Board of Commissioners and Board
indikator-indikator sebagai berikut: of Directors considers the following indicators
1. Remunerasi diberikan dalam hal perusahaan memperoleh 1. Remuneration is given if the Company generates profits
keuntungan dalam tahun buku yang bersangkutan; in the relevant fiscal year;
2. Remunerasi diberikan dengan mengacu pada 2. Remuneration is given based on developments in the
perkembangan pasar industri konstruksi; construction industry market;
3. Remunerasi diberikan melalui hasil pengukuran kinerja 3. Remuneration is given based on the performance of
Dewan Komisaris dan Direksi yang sesuai dengan tugas the Board of Commissioners and Board of Directors in
dan tanggung jawab; accordance with their duties and responsibilities;
4. Kinerja keuangan dan pencapaian Key Performance 4. The Company’s financial performance and achievement
Indicator (KPI) Perseroan; of Key Performance Indicators (KPIs);
5. Prestasi kerja individu; 5. Individual work performance;
6. Kewajaran dengan peer Perseroan lainnya; 6. Fairness with other peers of the Company;
7. Pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang 7. Consideration of the Company’s long-term goals and
Perseroan; strategies;
8. Besaran remunerasi yang diterima adalah: 8. The amount of remuneration received is:
• Komisaris Utama 45% dari remunerasi Direktur • President Commissioner: 45% of the remuneration
Utama; received by the President Director;
• Anggota Dewan Komisaris 90% dari remunerasi • Members of the Board of Commissioners: 90% of the
Komisaris Utama; remuneration received by the President Commissioner;
• Direktur Utama 100%; • President Director: 100%;
• Anggota Direksi lainnya 85% dari Direktur Utama. • Other members of the Board of Directors: 85% of the
remuneration of the President Director.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Selain itu, WEGE juga mengungkapkan rasio antara total In addition, WEGE also disclosed the ratio between the total
gaji pegawai dengan level tertinggi dibandingkan dengan salary of the highest-level employee and the average total
Laporan Keberlanjutan 2025
rata-rata total gaji tahunan seluruh pegawai sebagai annual salary of all employees as a form of remuneration
bentuk transparansi remunerasi. Informasi lengkap terkait transparency. Complete information regarding compensation
remunerasi terdapat pada Laporan Tahunan. [GRI 2-21] is available in the Annual Report.
212
Page 213
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Rasio antara total gaji pegawai dengan level tertinggi (Direksi) Ratio of the total annual salary of the highest-level employee
terhadap rata-rata total gaji tahunan: (Board of Directors) against the average total annual salary
Rasio kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi terhadap median total kompensasi tahunan
semua karyawan (tidak termasuk bayaran tertinggi)
3,78%
Ratio of the highest-paid individual’s total annual compensation to the median total annual compensation of all
employees (excluding the highest-paid individual)
% Kenaikan rasio kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi tertinggi terhadap median total
kompensasi tahunan semua karyawan (tidak termasuk bayaran tertinggi)
30%
% Increase in the ratio of the highest-paid individual’s total annual compensation to the median total annual
compensation of all employees (excluding the highest-paid individual)
Kompensasi & Pemenuhan Key Success Metric Direksi Compensation & Achievement of Key Success Metrics
for the Board of Directors
Kebijakan remunerasi dan kompensasi Direksi, termasuk The remuneration and compensation policy for the Board of
Direktur Utama, ditetapkan dengan mengacu pada Directors, including the President Director, is established
pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Perusahaan. based on the achievement of the Company’s Key Performance
Dalam memastikan pencapaian kinerja yang selaras Indicators (KPIs). To ensure that performance aligns with the
dengan strategi perusahaan, Direksi menetapkan sejumlah company’s strategy, the Board of Directors has established a
Key Success Metric (KSM) sebagai indikator utama dalam number of Key Success Metrics (KSMs) as primary indicators
mengukur keberhasilan pengelolaan perusahaan. Indikator for measuring the success of the company’s management.
tersebut mencakup aspek kinerja ekonomi dan sosial, These indicators cover economic and social performance,
inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan business model innovation, technological leadership,
investasi, serta pengembangan talenta. increased investment, and talent development.
Pada aspek nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, kinerja Regarding economic and social value for Indonesia,
diukur melalui indikator keuangan dan operasional utama, performance is measured through key financial and
antara lain EBITDA, pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya operational indicators, including EBITDA, sales growth,
usaha, arus kas operasi dan investasi, perolehan kontrak operational cost efficiency, operating and investment cash
baru, serta kinerja keselamatan kerja yang tercermin melalui flow, new contract acquisitions, and workplace safety
Total Recordable Incident Rate (TRIR). Indikator-indikator performance reflected through the Total Recordable Incident
tersebut menjadi ukuran utama dalam memastikan bahwa Rate (TRIR). These indicators serve as key measures to
pertumbuhan bisnis tetap diiringi dengan pengelolaan biaya ensure that business growth is accompanied by efficient cost
yang efisien, penguatan likuiditas, serta penerapan standar management, strengthened liquidity, and the implementation
keselamatan kerja yang tinggi. of high workplace safety standards.
Dari sisi inovasi model bisnis, Direksi menargetkan Regarding business model innovation, the Board of Directors
peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko aims to enhance governance quality and risk management
melalui ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, through timely financial reporting, an increase in the Risk
peningkatan nilai Risk Maturity Index, serta penguatan Maturity Index, and strengthened implementation of Good
implementasi Good Corporate Governance (GCG). Pencapaian Corporate Governance (GCG). Achieving these indicators
indikator ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam reflects the company’s commitment to maintaining
menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko transparency, accountability, and structured risk
yang terstruktur. management.
Sementara itu, dalam aspek kepemimpinan teknologi, Meanwhile, in the aspect of technological leadership, the
Perseroan mendorong transformasi digital melalui Company is driving digital transformation through the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
implementasi sistem ERP SAP terintegrasi di seluruh implementation of an integrated SAP ERP system across all
modul operasional serta peningkatan tingkat kematangan operational modules and the enhancement of information
teknologi informasi yang diukur melalui IT Maturity Level. technology maturity levels, as measured by the IT Maturity
2025 Sustainability Report
Upaya ini bertujuan untuk memperkuat efisiensi proses Level. These efforts aim to strengthen business process
bisnis, integrasi data, serta pengambilan keputusan berbasis efficiency, data integration, and more reliable system-based
sistem yang lebih andal. Pada dimensi peningkatan investasi, decision-making. In the investment enhancement dimension,
indikator kinerja diarahkan pada optimalisasi nilai aset performance indicators focus on optimizing asset value
melalui program asset recycling, termasuk pengelolaan dan through asset recycling programs, including the management
penjualan aset tidak produktif guna meningkatkan efisiensi and sale of non-productive assets to improve the efficiency
struktur aset perusahaan. of the company’s asset structure.
213
Page 214
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Selain itu, Direksi juga menaruh perhatian besar pada Additionally, the Board of Directors places significant
pengembangan talenta, khususnya dalam meningkatkan emphasis on talent development, particularly in enhancing
keberagaman kepemimpinan dan kualitas fungsi manajemen leadership diversity and the quality of risk management
risiko. Hal ini diukur melalui proporsi talenta muda dan functions. This is measured through the proportion of
perempuan dalam kelompok top talent, serta pemenuhan young and female talent within the top talent pool, as well
kualifikasi profesional pada organ pengelola risiko melalui as the fulfillment of professional qualifications within the
kepemilikan sertifikasi yang relevan. risk management body through the possession of relevant
certifications.
Melalui pengukuran yang terstruktur terhadap berbagai Through structured measurement of these various
indikator tersebut, Direksi memastikan bahwa pencapaian indicators, the Board of Directors ensures that the company’s
kinerja perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan performance achievements focus not only on financial
finansial, tetapi juga pada penguatan tata kelola, inovasi growth but also on strengthening governance, technological
teknologi, serta pembangunan sumber daya manusia yang innovation, and sustainable human resource development.
berkelanjutan.
Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan belum As of the end of the reporting period, the Company has not
mengungkapkan secara khusus skema kompensasi jangka specifically disclosed a long-term incentive scheme linked
panjang (long-term incentives) yang dikaitkan dengan to the CEO’s performance achievements in public documents.
pencapaian kinerja Direktur Utama dalam dokumen publik. The Company views the enhancement of disclosures regarding
Perseroan memandang bahwa penguatan pengungkapan the alignment between the Board of Directors’ compensation
terkait keselarasan antara kompensasi Direksi dan kinerja and the Company’s long-term performance as part of its
jangka panjang perusahaan merupakan bagian dari upaya ongoing efforts to improve governance transparency, which
berkelanjutan dalam meningkatkan transparansi tata kelola, will be aligned with remuneration policies and shareholder
yang akan diselaraskan dengan kebijakan remunerasi serta decisions in accordance with applicable laws and
keputusan pemegang saham sesuai dengan peraturan regulations.
perundang-undangan yang berlaku.
Komitmen Badan Tata Kelola terhadap Aspek Commitment of the Governance Organs to
Keberlanjutan [GRI 2-12, 2-23] Sustainability Aspects
WEGE menempatkan penerapan prinsip Good Corporate WEGE regards the implementation of Good Corporate
Governance (GCG) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Governance (GCG) principles as an integral part of its
upaya mewujudkan keberlanjutan usaha. Penerapan GCG efforts to achieve business sustainability. The consistent
secara konsisten di seluruh proses operasional bertujuan implementation of GCG throughout all operational processes
untuk memperkuat integritas, meningkatkan transparansi, aims to strengthen integrity, increase transparency,
menjaga keseimbangan pengelolaan, serta mengurangi maintain management balance, and reduce potential risks
potensi risiko yang dapat timbul akibat kelemahan tata kelola. that may arise due to governance weaknesses. With an
Dengan sistem tata kelola yang efektif, Perusahaan berupaya effective governance system, the Company strives to create
menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh sustainable added value for all stakeholders.
pemangku kepentingan.
Sebagai organ tata kelola tertinggi, Dewan Komisaris As the highest governance organs, the Board of
dan Direksi menjalankan peran dan tanggung jawabnya Commissioners and the Board of Directors carry out their
berdasarkan Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris roles and responsibilities based on the Board Manual. This
(Board Manual). Dokumen ini mengatur tata cara kerja document regulates the work procedures of both organs in
kedua organ sesuai dengan ketentuan peraturan accordance with the provisions of laws and regulations and
perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perusahaan. the Company’s Articles of Association. In order to ensure
Untuk memastikan relevansinya dengan dinamika dan its relevance to the latest dynamics and developments, the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
perkembangan terbaru, Board Manual telah diperbarui melalui Board Manual has been updated through Joint Decree of
Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris the Board of Directors and Board of Commissioners No.
Laporan Keberlanjutan 2025
No. DK.01.01/A.KOM.00002.WEGE/2025 dan No. SK.01.01/A. DK.01.01/A.KOM.00002.WEGE/2025 and No. SK.01.01/A.
DIR.00002.WEGE/2025 tentang Pedoman Tata Kerja Dewan DIR.00002. WEGE/2025 concerning the Work Guidelines for
Komisaris dan Direksi (Board Manual) PT Wijaya Karya the Board of Commissioners and Board of Directors (Board
Bangunan Gedung Tbk. Manual) of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
214
Page 215
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Dewan Komisaris dan Direksi memiliki peran strategis dalam The Board of Commissioners and Board of Directors have a
menetapkan arah keberlanjutan Perusahaan, termasuk strategic role in determining the direction of the Company’s
dalam merumuskan, menyetujui, serta memperbarui sustainability, including formulating, approving, and updating
pernyataan tujuan, nilai, strategi, dan kebijakan yang terkait statements of objectives, values, strategies, and policies
dengan keberlanjutan. Selain itu, kedua organ tersebut juga related to sustainability. In addition, both organs also conduct
melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa dampak supervision to ensure that the economic, environmental, and
ekonomi, lingkungan, dan sosial dari kegiatan usaha telah social impacts of business activities have been identified,
diidentifikasi, dikelola, dan dikendalikan secara bertanggung managed, and controlled responsibly.
jawab. [GRI 2-12]
Komitmen terhadap keberlanjutan diperkuat melalui berbagai The commitment to sustainability is reinforced through
inisiatif, antara lain penerbitan Pakta Integritas sebagai wujud various initiatives, including the issuance of an Integrity Pact
kesungguhan dalam penerapan GCG, pembaruan berkala as a form of commitment to the implementation of GCG,
terhadap manual GCG, serta penyempurnaan Pedoman periodic updates to the GCG manual, and improvements to
Etika dan Perilaku. Perusahaan juga memastikan kepatuhan the Code of Ethics and Conduct. The Company also ensures
terhadap kewajiban pelaporan LHKPN secara tepat waktu, compliance with the LHKPN reporting obligations on time,
pelaksanaan Program Pengendalian Gratifikasi, sosialisasi the implementation of the Gratification Control Program,
dan internalisasi GCG, evaluasi kinerja tata kelola, serta the socialization and internalization of GCG, the evaluation
penyusunan Roadmap GCG guna mendorong penerapan tata of governance performance, and the preparation of a GCG
kelola yang semakin efektif dan berkelanjutan. [GRI 2-12] Roadmap to encourage the implementation of increasingly
effective and sustainable governance.
Family Ownership Family Ownership
Hingga 31 Desember 2025, tidak terdapat kepemilikan saham As of December 31, 2025, there is no family ownership of
WEGE oleh keluarga, sejalan dengan tidak diberlakukannya WEGE shares, in line with the non-application of the share
kebijakan kepemilikan saham bagi anggota Dewan. Dengan ownership policy for Board members. Consequently, family
demikian, aspek kepemilikan keluarga tidak menjadi faktor ownership is not a factor in the Company’s ownership
dalam struktur kepemilikan Perseroan dan tidak menimbulkan structure and does not raise governance issues related to
isu tata kelola terkait konflik kepentingan. conflicts of interest.
Keanggotaan United Nations Global Compact Membership in the United Nations Global Compact
Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan sebagai bagian As of the end of the reporting period, the Company, as part
dari Grup WIKA, di mana Induk/Holding PT Wijaya Karya of the WIKA Group, whose parent/holding company PT Wijaya
(Persero) Tbk. telah terdaftar sebagai anggota UNGC dan Karya (Persero) Tbk. is registered as a member of the UNGC,
berkomitmen terhadap 10 Prinsip UNGC yang mencakup is committed to the 10 UNGC Principles covering human
aspek hak asasi manusia, ketenagakerjaan, perlindungan rights, labor practices, environmental protection, and anti-
lingkungan, dan anti-korupsi. corruption.
Pelibatan Kebijakan dan Asosiasi – Keselarasan Policy Engagement and Trade Associations –
terhadap Paris Agreement Alignment with the Paris Agreement
Hingga akhir periode pelaporan, PT Wijaya Karya Bangunan As of the end of the reporting period, PT Wijaya Karya
Gedung Tbk. (WEGE) belum memiliki program atau sistem Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) did not have a specific
khusus yang secara formal mengevaluasi keselarasan program or system that formally evaluates the alignment of
aktivitas pelibatan kebijakan (lobbying) maupun keterlibatan its policy engagement (lobbying) activities or involvement in
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
dalam asosiasi perdagangan terhadap Paris Agreement. trade associations with the Paris Agreement. This reflects
Kondisi ini mencerminkan bahwa aktivitas pelibatan that the Company’s policy engagement activities remain
kebijakan yang dilakukan Perseroan masih bersifat terbatas limited in scope and have not yet been formalized within an
2025 Sustainability Report
dan belum diformalkan dalam suatu kerangka evaluasi terkait evaluation framework related to global climate change issues.
isu perubahan iklim global.
215
Page 216
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Meskipun demikian, Perseroan menyadari pentingnya Nevertheless, the Company recognizes the importance of
keselarasan kebijakan dan posisi perusahaan terhadap aligning its policies and corporate stance with the climate
agenda perubahan iklim, khususnya dalam konteks transisi change agenda, particularly in the context of the transition
menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan. Oleh toward low-carbon and sustainable development. Therefore,
karena itu, Perseroan memandang perlu adanya perumusan the Company deems it necessary to formulate a policy or
kebijakan atau pernyataan posisi perusahaan yang corporate position statement affirming its commitment to
menegaskan komitmen terhadap prinsip-prinsip mitigasi dan the principles of climate change mitigation and adaptation,
adaptasi perubahan iklim, serta kesesuaiannya dengan arah as well as its alignment with national climate policy directions
kebijakan iklim nasional dan kerangka global seperti Paris and global frameworks such as the Paris Agreement.
Agreement.
Ke depan, Perseroan akan melakukan kajian internal secara Moving forward, the Company will conduct a phased internal
bertahap untuk merumuskan kebijakan atau pernyataan review to formulate a policy or position statement regarding
posisi terkait perubahan iklim, yang dapat menjadi acuan climate change, which can serve as a reference for policy
dalam pelibatan kebijakan maupun partisipasi Perseroan engagement and the Company’s participation in relevant
dalam asosiasi dan forum terkait. Penyusunan kebijakan associations and forums. The formulation of this policy will
tersebut akan mempertimbangkan strategi bisnis, take into account business strategies, the characteristics of
karakteristik industri konstruksi, serta kesiapan organisasi, the construction industry, and organizational readiness, and
dan akan dikoordinasikan oleh Sekretaris Perusahaan sesuai will be coordinated by the Corporate Secretary in accordance
dengan ketentuan tata kelola yang berlaku. with applicable governance regulations.
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
WEGE menerapkan tata kelola ESG yang terintegrasi untuk WEGE implements integrated ESG governance to ensure that
memastikan pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata environmental, social, and corporate governance aspects are
kelola perusahaan berjalan secara efektif, terarah, dan selaras managed effectively, purposefully, and in line with business
dengan strategi bisnis. Struktur tata kelola ESG Perseroan strategies. The Company’s ESG governance structure
mencakup pengelolaan aspek strategis, operasional, includes the management of strategic and operational
pemantauan, serta pengendalian risiko yang terkait dengan aspects, monitoring, and control of ESG-related risks.
ESG.
The responsibility for managing strategic ESG aspects lies
Tanggung jawab pengelolaan aspek strategis ESG with the Board of Directors, supported by the Sustainability
berada pada Dewan Direksi yang didukung oleh tim kerja Team. The Board of Directors is responsible to provide
keberlanjutan. Direksi bertanggung jawab untuk memberikan strategic direction on sustainability, ensure the integration
arahan strategis keberlanjutan, memastikan integrasi of ESG into business plans, RKAP, and risk management,
ESG ke dalam rencana bisnis, RKAP, dan manajemen monitor the implementation of ESG initiatives, and assess
risiko, memantau pelaksanaan inisiatif ESG, serta menilai the effectiveness of their implementation throughout
efektivitas implementasinya di seluruh lingkungan Perseroan. the Company. The Sustainability Team acts as a cross-
Tim Kerja Keberlanjutan berperan sebagai forum lintas functional forum that reviews and coordinates strategic
fungsi yang meninjau dan mengoordinasikan keputusan decisions related to ESG before they are determined by the
strategis terkait ESG sebelum ditetapkan oleh Dewan Direksi, Board of Directors, as well as ensuring alignment between
serta memastikan keselarasan antara kebijakan ESG dan ESG policies and the Company’s strategic objectives. The
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
tujuan strategis perusahaan. Tim Kerja Keberlanjutan juga Sustainability Task Force is also responsible for coordinating
bertanggung jawab untuk mengoordinasikan pengelolaan isu the management of climate change issues at the operational
Laporan Keberlanjutan 2025
perubahan iklim di tingkat operasional, termasuk identifikasi level, including the identification of climate-related risks
risiko dan peluang terkait iklim, pemantauan kinerja emisi gas and opportunities, monitoring greenhouse gas emissions
rumah kaca, serta pengembangan dan implementasi inisiatif performance, and developing and implementing climate
mitigasi dan adaptasi iklim di seluruh unit kerja Perseroan. mitigation and adaptation initiatives across all of the
Company’s business units.
216
Page 217
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Gedung Terminal VIP & VVIP - Bandara Halim Perdanakusuma
VIP & VVIP Terminal Building – Halim Perdanakusuma Airport
Penanggung Jawab Penerapan Kegiatan Person in Charge of Sustainability Implementation
Berkelanjutan
Pengelolaan aspek operasional ESG dilaksanakan melalui Unit The management of ESG operational aspects is carried out
Pengelola ESG, dimana penanggung jawabnya adalah Direktur through the ESG Management Unit, which is overseen by the
Operasi II, yang tidak berbentuk satu divisi khusus, melainkan Director of Operations II, which is not a separate division,
terdiri dari divisi-divisi di Kantor Pusat dan unit kerja terkait but consists of divisions at the Head Office and related work
yang ditunjuk sebagai Person in Charge (PIC) sesuai Roadmap units appointed as Person in Charge (PIC) in accordance
ESG Perseroan. Lingkup pengelolaan operasional mencakup with the Company’s ESG Roadmap. The scope of operational
implementasi program lingkungan (antara lain pengelolaan management includes the implementation of environmental
emisi, limbah, energi, air, dan material konstruksi), programs (including emissions, waste, energy, water, and
pelaksanaan inisiatif sosial (CSR, kesejahteraan karyawan, construction material management), the implementation
K3, dan keterlibatan komunitas), serta penerapan tata kelola of social initiatives (CSR, employee welfare, occupational
yang baik termasuk kepatuhan terhadap kebijakan anti- health and safety, and community engagement), as well as the
korupsi, anti-penyuapan, manajemen risiko, dan peningkatan application of good governance, including compliance with
transparansi serta akuntabilitas ESG dan iklim. Di tingkat anti-corruption and anti-bribery policies, risk management,
unit, pengelolaan ESG dilakukan oleh Pengelola ESG Kantor and increased ESG and climate transparency and
Unit dengan arahan dari Pengelola ESG Kantor Pusat. [E.1] [GRI accountability. At the unit level, ESG management is carried
2-13] out by the Unit Office ESG Manager under the direction of the
Head Office ESG Manager.
Pengendalian dan pemantauan risiko ESG dilakukan melalui ESG risk control and monitoring are carried out through the
fungsi audit ESG yang menjadi bagian dari tanggung jawab ESG audit function, which is part of the Company’s Internal
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Internal Audit Perseroan. Internal Audit memastikan bahwa Audit responsibilities. Internal Audit ensures that all ESG
seluruh aktivitas ESG dilaksanakan sesuai kebijakan yang activities are carried out in accordance with established
ditetapkan, melakukan evaluasi atas efektivitas dan kepatuhan policies, evaluates the effectiveness and compliance of
2025 Sustainability Report
implementasi ESG, serta memberikan rekomendasi untuk ESG implementation, and provides recommendations for
perbaikan berkelanjutan. Audit ESG mencakup pengawasan continuous improvement. ESG audits include oversight of
terhadap risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola, sebagai environmental, social, and governance risks as part of the
bagian dari sistem pengendalian internal Perseroan. Company’s internal control system.
217
Page 218
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa melakukan evaluasi The Board of Commissioners and Board of Directors
terhadap pelaksanaan manajemen risiko melalui pelaporan constantly evaluate the implementation of risk management
executive summary yang secara rutin dilaksanakan setiap through monthly executive summary reporting. The executive
bulan. Executive summary ini menjelaskan terkait kinerja summary contains the performance of risk management
divisi manajemen risiko, identifikasi manajemen risiko division, identification of strategic, corporate, and
strategis, korporat, dan operasional, serta rekomendasi operational risk management, as well as recommendations
dan saran kedepannya terkait manajemen risiko yang and feedbacks related to the management of the identified
teridentifikasi. risks.
Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Pelaporan Role of the Highest Governance Organ in
Keberlanjutan [GRI 2-14] Sustainability Reporting
Informasi keberlanjutan WEGE disampaikan melalui Laporan WEGE’s sustainability information is presented in the
Keberlanjutan yang diterbitkan bersamaan dengan Laporan Sustainability Report published alongside the Company’s
Tahunan Perusahaan. Sebagai perusahaan publik yang berada Annual Report. As a public company under the supervision
di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, penyusunan of the Financial Services Authority, this report is prepared in
laporan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan accordance with the provisions of OJK Regulation Number 51/
OJK Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai penerapan laporan POJK.03/2017 concerning the implementation of sustainable
keuangan berkelanjutan. financial reporting.
Direksi sebagai badan tata kelola tertinggi bertanggung The Board of Directors, as the highest governance organ,
jawab untuk menelaah dan menyetujui seluruh informasi yang is responsible for reviewing and approving all information
disajikan dalam Laporan Keberlanjutan. Proses penyusunan presented in the Sustainability Report. The report preparation
laporan dikoordinasikan oleh Sekretaris Perusahaan process is coordinated by the Corporate Secretary, who
yang berperan memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan is responsible for ensuring that the implementation of
keberlanjutan di WEGE telah sejalan dengan prinsip dan sustainability activities at WEGE is in line with the established
komitmen yang ditetapkan. [GRI 2-14] principles and commitments.
Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan Tata Development of Governance Sustainability
Kelola [GRI 2-17] [OJK E.2] [IDX G-05] Competencies
Seiring meningkatnya kompleksitas operasional dan dinamika As operational complexity and industry dynamics increase,
industri, WEGE terus memperkuat kapasitas organisasi WEGE continues to strengthen its organizational capacity
melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan. Komitmen through sustainable competency development. The
terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui peran aktif commitment to sustainability is realized through the active
Dewan Komisaris, Direksi, dan Sekretaris Perusahaan dalam role of the Board of Commissioners, Board of Directors,
memastikan penerapan prinsip keuangan yang bertanggung and Corporate Secretary in ensuring the implementation
jawab, tata kelola yang efektif, serta pembangunan of responsible financial principles, effective governance,
berkelanjutan yang selaras dengan Kebijakan Keberlanjutan and sustainable development in line with the Company’s
Perusahaan. Sustainability Policy.
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris, Direksi, dan Throughout 2025, the Board of Commissioners, Board of
Sekretaris Perusahaan mengikuti berbagai program Directors, and Corporate Secretary participated in various
pengembangan kompetensi sebagai langkah proaktif untuk competency development programs as a proactive measure
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
meningkatkan kapabilitas dalam menghadapi tantangan to improve their capabilities in facing industry challenges
dan perubahan industri. Program-program tersebut and changes. These programs focused on strengthening
Laporan Keberlanjutan 2025
difokuskan pada penguatan pemahaman di bidang keuangan, understanding in the areas of finance, governance, and
tata kelola, dan keberlanjutan. [GRI 2-17] [OJK E.2] [IDX G-05] sustainability.
218
Page 219
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Manajemen Risiko [E.3]
Risk Management
Manajemen risiko di WEGE saat ini telah diterapkan secara Risk management at WEGE is currently implemented in a
terstruktur dan terintegrasi sebagai bagian dari sistem structured and integrated manner as part of the Company’s
tata kelola dan pengelolaan kinerja Perusahaan. Penerapan governance and performance management system. The
manajemen risiko mengacu pada ISO 31000:2018, kebijakan implementation of risk management refers to ISO 31000:2018,
manajemen risiko WEGE, serta Peraturan Menteri BUMN WEGE’s risk management policy, and Minister of State-Owned
Nomor 2 Tahun 2023, dan diselaraskan dengan Rencana Enterprises Regulation No. 2 of 2023, and is aligned with the
Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Rencana Kerja dan Company’s Long-Term Plan (RJPP), Work Plan and Company
Anggaran Perusahaan (RKAP), serta Risk Appetite dan Risk Budget (RKAP), as well as the established Risk Appetite and
Tolerance yang telah ditetapkan. Risk Tolerance.
Secara organisasi, fungsi manajemen risiko berperan sebagai Organizationally, the risk management function acts
koordinator dan pengawal penerapan manajemen risiko as the coordinator and supervisor of risk management
di seluruh unit kerja dan proyek, dengan dukungan Direksi implementation across all work units and projects, with
serta pengawasan Dewan Komisaris. Manajemen risiko telah the support of the Board of Directors and the supervision
diintegrasikan ke dalam proses bisnis utama, khususnya pada of the Board of Commissioners. Risk management has
perencanaan strategis, selektivitas proyek, pengendalian been integrated into key business processes, particularly
keuangan dan operasional, serta pengambilan keputusan in strategic planning, project selectivity, financial and
manajemen. Setiap unit kerja dan proyek bertanggung jawab operational control, and management decision-making. Each
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko work unit and project is responsible for identifying, analyzing,
sesuai dengan lingkup kewenangannya, dengan prinsip three and managing risks within its scope of authority, with the
lines models yang diterapkan secara proporsional. three lines model principle applied proportionally.
2025 Sustainability Report
219
Page 220
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Model Tata Kelola Risiko Tiga Lini (Three Lines Model)
Dewan Komisaris/Dewan Pengawas | Board of Commissioners/Supervisory Board
Direksi | Board of Directors
Lini Pertama | First Line Lini Kedua | Second Line Lini Ketiga | Third Line
Unit pemilik risiko yang langsung Fungsi manajemen riisko dan kepatuhan Fungsi audit intern yang memastikan tata
mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam independen yang mengukur, memantau kelola dan pengendalian risiko diterapkan
proses bisnis dan memperlakukan risiko secara agregat, secara efektif oleh perusahaan
mengembangkan metodologi dan kebijakan
manajemen risiko perusahaan
WEGE telah melaksanakan identifikasi, penilaian, dan WEGE has been conducting regular risk identification,
pemetaan risiko secara berkala melalui penyusunan risk assessment, and mapping through the development of
register korporasi dan proyek yang memuat daftar risiko corporate and project risk registers that include a list of key
utama, tingkat kemungkinan dan dampaknya, rencana risks, their likelihood and impact levels, mitigation plans,
mitigasi, serta visualisasi dalam bentuk risk heatmap untuk and visualizations in the form of risk heatmaps to support
mendukung pemantauan prioritas risiko dan pengambilan more effective monitoring of risk priorities and management
keputusan manajemen secara lebih efektif. Dalam decision-making. In practice, managed risks include
praktiknya, risiko yang dikelola mencakup risiko strategis, strategic risks, financial risks, project operational risks,
risiko keuangan, risiko operasional proyek, risiko hukum dan legal and compliance risks, as well as environmental, social,
kepatuhan, serta risiko lingkungan, sosial, dan keselamatan and occupational safety risks. The risk identification and
kerja. Proses identifikasi dan evaluasi risiko dilakukan evaluation process is conducted by considering the dynamics
dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan eksternal, of the external environment, including conditions in the
termasuk kondisi industri konstruksi, kebijakan pemerintah, construction industry, government policies, and economic
dan volatilitas ekonomi. Risiko yang berada di luar tingkat volatility. Risks that exceed the tolerance level become the
toleransi menjadi fokus pengendalian dan pelaporan kepada focus of control and reporting to management to determine
manajemen untuk ditetapkan langkah mitigasi yang tepat. appropriate mitigation measures.
1. Lini Pertama adalah unit Pemilik Risiko, 1. The First Line is the Risk Owner unit.
Bertindak sebagai Lini Pertama dalam manajemen Acting as the First Line in risk management at PT.
risiko PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk adalah Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk are the Business
Pelaksanaan Pengelolaan Usaha (PPU), Penanggung Management Implementation (PPU), Business
Jawab Pengelolaan Usaha (PjPU), Penanggung Jawab Management Person in Charge (PjPU), Corporate Function
Fungsi Korporasi (PjFK), dan Lini Pertama Anak Person in Charge (PjFK), and the First Line of Subsidiaries.
Perusahaan.
2. Lini Kedua adalah fungsi Manajemen Risiko, 2. The Second Line is the Risk Management function.
Bertindak sebagai Lini Kedua dalam manajemen risiko Acting as the Second Line in risk management at PT.
PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk adalah PjFK Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk are the PjFK Risk
Risk Management dan Lini Kedua Anak Perusahaan (yang Management and the Second Line of Subsidiaries (which
membawahi fungsi Risk Management). oversees the Risk Management function).
3. Lini Ketiga adalah Fungsi Audit Intern 3. The Third Line is the Internal Audit Function
Bertindak sebagai Lini Ketiga dalam manajemen risiko Acting as the Third Line in risk management at PT. Wijaya
PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk adalah Internal Karya Bangunan Gedung, Tbk is Internal Audit
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Audit
Laporan Keberlanjutan 2025
220
Page 221
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Organ Pengelola Risiko Risk Management Organ
Organ pengelola risiko dalam penerapan manajemen risiko The risk management organ in the implementation of risk
terdiri dari : management consists of:
a. Dewan Komisaris; a. Board of Commissioners;
b. Direksi; b. Board of Directors;
c. Komite Audit; c. Audit Committee;
d. Komite Pemantau Risiko & Tata Kelola Terintegrasi; d. Risk Monitoring & Integrated Governance Committee;
e. Direktur yang membidangi pengelola risiko & keuangan; e. Director in charge of risk management & financial
management;
f. Internal Audit. f. Internal Audit.
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Dalam pelaksanaan fungsi manajemen risiko, Dewan In performing its risk management functions, the Board of
Komisaris memiliki wewenang, tugas, dan tanggung jawab Commissioners has the following authorities, duties, and
sebagai berikut: responsibilities:
a. Melakukan evaluasi dan persetujuan kebijakan serta a. Evaluating and approving risk management policies and
strategi manajemen risiko; strategies;
b. Melakukan evaluasi pertanggungjawaban Direksi atas b. Evaluating the Board of Directors’ accountability for
pelaksanaan kebijakan dan strategi manajemen risiko the implementation of risk management policies and
sebagaimana dimaksud pada huruf a; dan strategies as referred to in point a; and
c. Melaksanakan pengawasan dan pemberian nasihat c. Supervising and providing advice on the implementation
terhadap pelaksanaan fungsi manajemen risiko sesuai of risk management functions in accordance with
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, the provisions of laws and regulations, the articles of
anggaran dasar dan/atau keputusan RUPS. association and/or GMS resolutions.
Direksi Board of Directors
Dalam pelaksanaan fungsi manajemen risiko, Direksi memiliki In performing risk management functions, the Board
wewenang, tuhas, dan tanggung jawab sebagai berikut : of Directors has the following authorities, duties, and
responsibilities:
a. Menyusun dan mengusulkan kebijakan serta strategi a. Formulating and proposing comprehensive risk
manajemen risiko secara komprehensif; management policies and strategies;
b. Melaksanakan kebijakan manajemen risiko; b. Implementing risk management policies;
c. Mengembangkan budaya manajemen risiko pada seluruh c. Developing a risk management culture at all levels of the
jenjang organisasi; organization;
d. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya d. Improving the competence of human resources related to
manusia yang terkait dengan manajemen risiko; risk management;
e. Memastikan bahwa fungsi manajemen risiko telah e. Ensuring that the risk management function operates
beroperasi secara independen; independently;
f. Melaksanakan kaji ulang secara berkala untuk f. Conducting periodic reviews to ensure;
memastikan;
• Keakuratan metodologi penilaian risiko; • The accuracy of the risk assessment methodology;
• Kecukupan implementasi sistem informasi • The adequacy of the implementation of the risk
manajemen risiko; management information system;
• Ketepatan kebijakan dan prosedur manajemen risiko • The appropriateness of risk management policies and
serta penetapan batasan risiko (risk limit) dan ambang procedures as well as the determination of risk limits
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
batas (threshold); dan and thresholds; and
g. Melaksanakan fungsi manajemen risiko lainnya sesuai g. Carrying out other risk management functions in
dengan ketentuan peraturan perundang undangan, accordance with the provisions of laws and regulations,
2025 Sustainability Report
anggaran dasar, dan/atau keputusan RUPS. the articles of association, and/or GMS resolutions.
221
Page 222
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Komite Audit Audit Committee
Komite Audit sebagai organ pengelola risiko di bawah Dewan The Audit Committee, as a risk management organ under the
Komisaris memiliki fungsi Audit Intern dengan wewenang, Board of Commissioners, has an internal audit function with
tugas dan tanggung jawab : the following authorities, duties, and responsibilities:
a. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang WEGE a. Accessing all relevant information about WEGE related to
terkait dengan tugas dan fungsi komite audit; the duties and functions of the audit committee;
b. Memantau dan mengkaji efektivitas pelaksanaan Audit b. Monitoring and reviewing the effectiveness of the
Intern dan Audit Ekstern; implementation of internal and external audits;
c. Memastikan objektivitas dan independensi Auditor c. Ensuring the objectivity and independence of Internal
Internal dan Auditor Eksternal; Auditors and External Auditors;
d. Memastikan kredibilitas dan objektivitas laporan keuangan d. Ensuring the credibility and objectivity of WEGE’s
WEGE yang akan diterbitkan untuk pihak eksternal dan financial reports that will be published for external
badan pengawas, termasuk penindaklanjutan leluhan parties and supervisory agencies, including follow-up
dan/atau catatan ketidakwajaran terhadap laporan on irregularities and/or notes of irregularities in reports
selama periode pengjkajian komite audit; during the audit committee’s review period;
e. Memantau dan mengkaji proses pelaporan keuangan yang e. Monitoring and reviewing the financial reporting process
diaudit oleh Audit Eksternal; audited by External Auditors;
f. Memastikan Internal Audit melakukan komunikasi dengan f. Ensuring that the Internal Audit communicates with the
Direksi, Dewan Komisaris dan Auditor Eksternal; Board of Directors, Board of Commissioners, and External
Auditors;
g. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris g. Providing recommendations to the Board of
terkait penyusunan rencana audit, ruang lingkup, dan Commissioners regarding the preparation of audit plans,
anggaran Internal Audit; scope, and budget for Internal Audit;
h. Mengevaluasi laporan auditor internal berkala dan h. Evaluating periodic internal auditor reports and
merekomendasikan tindakan perbaikan untuk mengatasi recommending corrective actions to address control
kelemahan pengendalian, kecurangan (fraud), masalah weaknesses, fraud, compliance issues with policies and
kepatuhan terhadap kebiijakan dan peraturan perundang- regulations, or other issues identified and reported by
undangan atau masalah lain yang diidentifikasi dan Internal Audit;
dilaporkan oleh Internal Audit;
i. Mengevaluasi kinerja Internal Audit; i. Evaluating the performance of Internal Audit;
j. Memastikan Internal Audit menjunjung tinggi integritas j. Ensuring that Internal Audit upholds integrity in the
dalam pelaksanaan tugas; performance of its duties;
k. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris k. Providing recommendations to the Board of Commissioners
terkait pemberian reminerasi tahunan Internal Audit regarding the provision of overall annual remuneration for
secara keseluruhan serta penghargaan kinerja; Internal Audit as well as performance awards;
l. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas kesesuaian l. Monitoring and evaluating the conformity of the
penerapan kebijakan keuangan dan Audit Intern WEGE implementation of financial policies and Internal Audit of
maupun Anak perusahaan WEGE; WEGE and its subsidiaries;
m. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris m. Providing recommendations to the Board of
atas hal yang mendukung efektivitas dan akurasi proses Commissioners on matters that support the effectiveness
pelaporan keuangan dan kesesuaian antara kebijakan and accuracy of the financial reporting process and the
Audit Intern WEGE dan Audit Intern Anak Perusahaan compliance between the financial reporting policies of
WEGE; WEGE and its subsidiaries;
n. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap n. Monitoring and evaluating the implementation of other
pelaksanaan fungsi Audit Inten lainnya sesuai dengan internal audit functions in accordance with the provisions
ketentuan peraturan perundang-undangan, anggaran of laws and regulations, the articles of association, and/or
dasar, dan/atau keputusan RUPS; dan GMS resolutions; and
o. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab lain o. Exercising other authorities, duties, and responsibilities
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
yang terkait dengan fungsinya. related to its functions.
Laporan Keberlanjutan 2025
Komite Pemantau Risiko & Tata Kelola Terintegrasi Risk Monitoring & Integrated Governance Committee
Komite Pemantau Risiko & Tata Kelola Terintegrasi sebagai The Risk Monitoring & Integrated Governance Committee, as
organ pengelola risiko di bawah Dewan Komisaris memiliki a risk management organ under the Board of Commissioners,
fungsi manajemen risiko dengan wewenang, tugas dan has risk management functions with the following authorities,
tanggung jawab: duties, and responsibilities:
a. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang WEGE a. Accessing all relevant information about WEGE related
222 terkait dengan tugas dan fungsi Komite Pemantau Risiko; to the duties and functions of the Risk Monitoring
Committee;
Page 223
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
b. Melakukan komunikasi dengan kepada unit kerja dan pihak b. Communicating with work units and other parties within
lain dalam WEGE untuk memperoleh informasi, klarifikasi WEGE to obtain information, clarifications, and requested
serta meminta dokumen dan laporan yang diperlakukan; documents and reports;
c. Melakukan pemantauan dan penelaahan terhadap laporan c. Monitoring and reviewing risk management reports
manajemen risiko dan laporan lainnya terkait penerapan and other reports related to the implementation of risk
manajemen risiko baik WEGE maupun Anak Perusahaan management by both WEGE and its subsidiaries;
WEGE;
d. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas kesesuaian d. Monitoring and evaluating the conformity of the
penerapan kebijakan dan strategi manajemen risiko implementation of risk management policies and
WEGE dan Anak Perusahaan WEGE; strategies of WEGE and its subsidiaries;
e. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas e. Providing recommendations to the Board of
hal yang mendukung efektivitas penerapan manajemen Commissioners on matters that support the effective
risiko dan kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko implementation of risk management and the conformity
WEGE dan manajemen risiko Anak Perusahaan WEGE; between the risk management policies of WEGE and its
f. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap subsidiaries;
pelaksanaan fungsi manajemen risiko lainnya sesuai f. Monitoring and evaluating the implementation of other risk
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, management functions in accordance with the provisions
anggaran dasar, dan/atau keputusan RUPS; dan of laws and regulations, the articles of association, and/or
g. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab lain GMS resolutions; and
yang terkait dengan fungsinya. g. Carrying out other authorities, duties, and responsibilities
h. Melakukan evaluasi kebijakan Tata Kelola Terintegrasi; related to its functions.
i. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas kesesuaian h. Evaluating Integrated Governance policies;
kebijakan Tata Kelola Terntegrasi WEGE atau Anak i. Monitoring and evaluating the compliance of WEGE or
Perusahaan WEGE; WEGE Subsidiaries’ Integrated Governance policies;
j. Melakukan evaluasi pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi, j. Evaluating the implementation of Integrated Governance,
paling sedikit melalui penilaian kecukupan pengendalian at least through an assessment of the adequacy of
internal dan pelaksanaan fungsi kepatuhan secara internal controls and the implementation of integrated
terintegrasi; compliance functions;
k. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk k. Providing recommendations to the Board of
penyempurnaan kebijakan Tata Kelola Terintegrasi; Commissioners for improvements to the Integrated
Governance policy;
l. Melakukan komunikasi dengan unit kerja untuk fungsi l. Communicating with work units for functions including
antara lain Audit Inten, hukum dan kepatuhan, keuangan Internal Audit, legal and compliance, finance and
dan manajemen risiko, sumber daya manusia dan risk management, human resources and necessary
aspek fungsi operasional usaha yang diperlukan, untuk operational aspects of the business, to obtain
memperoleh informasi, klarifikasi serta meminta laporan information, clarification and request necessary reports
yang diperlukan secara terintegrasi; in an integrated manner;
m. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap m. Monitoring and evaluating the implementation of other
pelaksanaan fungsi Tata Kelola Terintegrasi lainnya Integrated Governance functions in accordance with the
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, provisions of laws and regulations, articles of association
anggaran dasar dan/atau keputusan RUPS; dan and/or GMS resolutions; and
n. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab yang n. Exercising the authority, duties, and responsibilities
terkait dengan fungsinya. related to their functions.
Direktur yang Membidangi Pengelolaan Risiko & Director in Charge of Risk Management & Financial
Pengelolaan Keuangan Management
Direktur yang membidangi Pengelola Risiko & Pengelolaan The Director in charge of Risk Management & Financial
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Keuangan sebagai organ pengelola risiko memiliki wewenang, Management as the risk management organ has the following
tugas dan tanggung jawab: authority, duties, and responsibilities:
a. Melaksanakan pengurusan WEGE sesuai bidang a. Managing WEGE according to the field of risk management
2025 Sustainability Report
pengelolaan risiko sesuai dengan ketentuan peraturan based on the provisions of laws and regulations, the
perundang-undangan, anggaran dasar, dan/atau articles of association, and/or GMS decisions;
keputusan RUPS;
b. Melaksanakan penetapan strategi dan kebijakan bidang b. Implementing the formulation of strategies and policies in
pengelolaan risiko yang menjadi tanggung jawabnya the field of risk management under his/her responsibility
dengan memperhatikan visi, strategi, dan kebijakan by taking into account the vision, strategies, and policies
WEGE yang telah ditetapkan; of WEGE that have been established;
c. Melaksanakan koordinasi dan memberikan arahan c. Coordinating and providing direction for the 223
pelaksanaan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik. implementation of good corporate governance principles.
Page 224
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
d. Melaksanakan penetapan langkah yang diperlukan untuk d. Implementing the necessary measures to ensure that
memastikan WEGE telah memenuhi seluruh peraturan WEGE complies with all laws and regulations and that
perundangan dan menjaga agar kegiatan usaha WEGE WEGE’s business activities do not deviate from the
tidak menyimpang dari ketentuan peraturan perundangan; provisions of laws and regulations;
e. Melaksanakan pemantauan dan menjaga kepatuhan e. Monitoring and maintaining WEGE’s compliance with all
WEGE terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang agreements and commitments made by WEGE to external
dibuat oleh WEGE kepada pihak eksternal; parties;
f. Melaksanakan pengembangan organisasi kerja sehingga f. Developing the organizational structure so that WEGE has
WEGE memiliki kebijakan, prosedur, dan metode yang reliable policies, procedures, and methods to implement
handal dalam menerapkan pengelolaan risiko; risk management;
g. Melaksanakan pemantauan kepatuhan dan pengawasan g. Monitoring compliance and conducting inherent
melekat pada semua unit kerja organisasi pengelola supervision of all work units within the risk management
risiko; organization;
h. Membentuk unit kerja manajemen risiko (sebagai lini h. Establishing a risk management work unit (as the second
kedua) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur line) that reports directly to the Director in charge of
yang membidangi pengelolaan risiko, yang memiliki risk management, with the following authority and
wewenang dan tanggung jawab meliputi : responsibilities:
• Memantau pelaksanaan stretegi manajemen risiko • Monitoring the implementation of the risk management
yang telah disetujui oleh Direksi; strategy approved by the Board of Directors;
• Memantau profil risiko, peta risiko, realisasi • Monitoring the risk profile, risk map, realization
perhitungan risiko inheren dan risiko residual, dan of inherent risk and residual risk calculations, and
realisasi pelaksanaan perlakuan risiko dan biaya; realization of risk treatment and costs;
• Melakukan internal control testing dan stress testing; • Conducting internal control testing and stress testing;
• Mengkaji ulang secara berkala terhadap proses • Periodically reviewing the risk management process;
manajemen risiko;
• Mengevaluasi terhadap akurasi model dan validitas • Evaluating the accuracy of models and the validity of
data yang digunakan untuk mengukur risiko; data used to measure risk;
• Memberikan rekomendasi kepada lini pertama dan/ • Providing recommendations to the first line and/or
atau Komite Pemantau Risiko sesuai kewenangan the Risk Monitoring Committee in accordance with
yang dimiliki; dan their respective authorities; and
• Menyusun dan menyampaikan laporan manajemen • Preparing and submitting risk management reports
risiko kepada Direktur yang membidang pengelolaan to the Director in charge of risk management and the
risiko dan Komite Pemantau Risiko secara berkala Risk Monitoring Committee on a quarterly basis; and
triwulan; dan
• Melaksanakan pengurusan WEGE di bidang • Managing WEGE in the field of risk management
pengelolaan risiko sesuai dengan ketentuan in accordance with the provisions of laws and
perundang-undangan, anggaran dasar dan/atau regulations, the articles of association and/or GMS
keputusan RUPS. resolutions.
i. Melaksanakan pengurusan WEGE di bidang pengelolaan i. Carrying out the management of WEGE in the field of
keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- financial management in accordance with the provisions
undangan, anggaran dasar, dan/atau keputusan RUPS. of laws and regulations, articles of association, and/or
j. Melaksanakan penetapan strategi dan kebijakan unit GMS decisions.
kerja dan Anak Perusahaan WEGE yang berada di bidang j. Carrying out the formulation of strategies and policies
keuangan, serta berkoordinasi dengan direktur lainnya; for WEGE’s work units and subsidiaries in the financial
k. Melaksanakan penyusunan dan penetapan pengaturan sector, as well as coordinating with other directors;
terkait keuangan dengan memperhatikan kebijakan k. Carrying out the preparation and formulation of financial
WEGE dan prinsip kehati-hatian; regulations with due regard to WEGE’s policies and the
l. Melaksanakan penyusunan dan penyajian laporan principle of prudence;
keuangan WEGE; dan l. Preparing and presenting WEGE’s financial reports; and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
m. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab lain m. Carrying out other authorities, duties, and responsibilities
yang terkait dengan fungsinya. related to its functions.
Laporan Keberlanjutan 2025
224
Page 225
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Internal Audit Internal Audit
Internal Audit sebagai organ pengelola risiko (sebagai lini Internal Audit as a risk management body (as the first line)
pertama) sebagaimana dimaksud memiliki fungsi Audit Intern as referred to above has an Internal Audit function with the
dengan wewenang, tugas dan tanggung jawab; following authorities, duties, and responsibilities:
a. Melakukan evaluasi dan evektivitas pelaksanaan a. Evaluating the effectiveness of internal controls, risk
pengendalian intern, manajemen risiko dan proses tata management, and corporate governance processes
kelola perusahaan, sesuai dengan peraturan perundang- in accordance with laws and regulations and company
undangan dan kebijakan perusahaan; policies;
b. Melakukan penilaian Risk Maturity Index (RMI) Bersama b. Assessing the Risk Maturity Index (RMI) together with the
lini kedua, termasuk mereview peringkat komposit risiko second line, including reviewing the composite risk rating
aspek kinerja dalam penilaian Risk Maturity Index (RMI), of performance aspects in the Risk Maturity Index (RMI)
yang diketuai oleh Internal Audit. assessment, chaired by Internal Audit.
c. Memberikan feeding loss event database dan mengevaluasi c. Providing a feeding loss event database and evaluating
kebijakan risiko. risk policies.
Perencanan Audit Intern disusun berdasarkan risiko (Risk Internal Audit planning is prepared based on risk (Risk Based
Based Audit) yang dilakukan secara terintegrasi dalam tata Audit) and is carried out in an integrated manner within
kelola tiga lini (Three Lines Model) dengan siklus dan tanggung the three lines of governance (Three Lines Model) with the
jawab setiap lini, sebagai berikut: following cycle and responsibilities for each line:
a. Tanggung jawab lini pertama antara lain : mengidentifikasi a. The responsibilities of the first line include: identifying
sasaran dan stretegi usaha, mengidentifikasi proses business objectives and strategies, identifying business
bisnis dan melaksanakan sasaran dan strategi usaha, processes and implementing business objectives and
mengidentifikasi risiko dan menyusun rencana perlakuan strategies, identifying risks and developing risk treatment
risiko, dan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan plans, and monitoring and evaluating the implementation
rencana perlakuan risiko; of risk treatment plans;
b. Tanggung jawab lini kedua, antara lain: mereview risiko b. The responsibilities of the second line include:
dan rencana perlakuan risiko dari lini pertama, menyusun reviewing the risks and risk treatment plans of the
kebijakan strategi risko, mengklasifikasikan risiko, first line, formulating risk strategy policies, classifying
memprioritaskan risiko, memonitor dan mengevaluasi risks, prioritizing risks, monitoring and evaluating
pelaksanaan rencana perlakuan risiko utama dan the implementation of key risk treatment plans, and
mengidentifikasi perusahaan risiko utama; identifying key risk companies;
c. Tanggung jawab lini ketiga, antara lain: mengevaluasi c. The third line of responsibilities includes: evaluating
penilaian risiko, menilai tingkat kematangan risiko dalam risk assessments, assessing the level of risk maturity
pendekatan audit, menyusun perencanaan Audit Intern, in the audit approach, developing internal audit plans,
melaksanakan perencanaan Audit Intern dan menyetujui implementing internal audit plans and approving
temuan Audit bersama unit yang diauditi, memantau audit findings with the audited units, monitoring the
pelaksanaan Audit Inten Anak Perusahaan, melaporkan implementation of internal audits of subsidiaries,
hasil pemeriksaaan dan pelaksanaan audit terintegrasi reporting the results of integrated audits and monitoring
dan monitoring tindak lanjut temuan audit. the follow-up of audit findings.
Sesuai dengan ketentuan PERMEN BUMN No. 2, WEGE Pursuant to the provisions of PERMEN BUMN No. 2,
mendorong penguatan kompetensi organ pengelola risiko WEGE encourages the development of risk management
melalui keikutsertaan dalam program sertifikasi manajemen competencies through participation in risk management
risiko yang diselenggarakan oleh lembaga eksternal. Selain certification programs organized by external institutions.
itu, untuk meningkatkan pemahaman dan budaya sadar Furthermore, to enhance understanding and foster a risk-
risiko di seluruh level organisasi, WEGE secara berkala aware culture across the organization, WEGE regularly
menyelenggarakan program peningkatan kesadaran conducts risk management awareness training programs, at
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
(awareness training) terkait manajemen risiko, sekurang- least once a year, via webinars presented by external speakers.
kurangnya satu kali dalam setahun, melalui webinar dengan The Company also conducts regular risk management sharing
menghadirkan narasumber dari eksternal. Perusahaan juga sessions with internal speakers, such as Project Managers
2025 Sustainability Report
melaksanakan sharing session manajemen risiko secara or Vice Presidents from relevant divisions or functions to
rutin dengan melibatkan narasumber internal, seperti share experiences, lessons learned, and best practices in risk
Manajer Proyek maupun Vice President dari divisi atau fungsi management within the Company.
terkait, sebagai sarana berbagi pengalaman, pembelajaran,
dan praktik terbaik dalam pengelolaan risiko di lingkungan
Perusahaan.
225
Page 226
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Skala Spektrum Penilaian RMI
RMI Assessment Spectrum Scale
1 1.4 1.8 2 2.4 2.8 3 3.4 3.8 4 4.4 4.8 5
(1.0-1.4) (1.5-1.8) (1.9-2.4) (2.5-2.8) (2.9-3.4) (3.5-3.8) (3.9-4.4) (4.4-4.8) (4.9-5.0)
Fase Awal Fase Awal Fase Fase Fase Praktik Fase Praktik Fase Praktik Fase Praktik Fase
(+) Berkembang Berkembang + yang Baik yang Baik (+) yang lebih yang lebih Praktik
Baik Baik (+) Tebaik
Fase Awal Fase Berkembang Fase Praktik yang Baik Fase Praktik yang lebih Baik Fase Praktik Terbaik
Fase Awal Fase Berkembang Fase Praktik yang Baik Fase Praktik yang lebih Baik Fase Praktik Terbaik
Initial Stage Developing Stage Good Practice Stage Advanced Practice Stage Best Practice Stage
• Menerapkan Sejumlah Dimensi • Secara rata-rata menerapkan • Menerapkan seluruh Dimensi • Menerapkan seluruh Dimensi • Menerapkan praktik-praktik
praktik MR; seluruh Dimensi praktik MR praktik MR, mendekati/se- praktik MR yang kuat, terbaik MR sesuai praktik
• Budaya & Kesadaran Risiko untuk memenuhi persyaratan jalan dengan praktik standar mendekati/sejalan dengan standar global industrinya;
pegawai masih rendah; minimum industrinya; praktik standar global • Budaya Risiko sepenuhnya
• Tata kelola dan struktur • Pegawai tertentu cukup sadar • Pegawai cukup sadar akan industrinya; tertanam telah dilaksanakan
organisasi MR dalam tahap akan Risiko, budaya Risiko mulai Risiko, budaya Risiko mulai dit- • Semua pegawai sadar Risiko, sepenuhnya didukung
perencanaan; diperkenalkan erapkan di dalam perusahaan; penerapan budaya Risiko pengelolaan pengetahuan &
• Kebijakan/pedoman/SOP/keten- • Terdapat struktur organisasi, • Struktur organisasi, kerangka memasuki tahap lebih luas & Pengembangan kapabilitas
tuan diperbaharui tidak secara kerangka kerja, kepatuhan, kerja, kepatuhan, proses, sistem makin terintegrasi sumber daya MR;
berkala; dan proses, sistem, & alat yang ter- dan alat terkait MR telah diter- • Struktur organisasi, kerangka • Struktur organisasi, kerangka
• Kerangka kerja, kepatuhan, kait MR, ada kesenjangan dalam apkan, level implementasinya kerja, kepatuhan, proses, kerja, kepatuhan, proses, sistem
proses, sistem dan alat yang praktiknya, level implementasi masih bervariasi; sistem, & alat terkait MR & alat terkait MR diterapkan
terkait MR diterapkan tidak tiap Dimensi bervariasi • Menerapkan MR secara diimplementasikan cukup secara efektif & dilakukan
secara konsisten di seluruh • Telah mengkomunikasikan infra- konsisten sesuai framework efektif; perbaikan berkelanjutan;
organisasi. struktur MR dan dipahami oleh MR dan menerapkan prinsip MR • Menerapkan MR dengan • Proses MR menggunakan
• Implementation of several Risk seluruh insan Perusahaan terus-menerus; dan perbaikan terus-menerus; metode terdepan dengan sistem
Management (RM) practice • Perusahaan telah menyelaraskan • Penjabaran (cascading) target • Penerapan MR didukung sistem informasi MR yang terintegrasi
dimensions; infrastruktur MR dan target kinerja perusahaan telah dilaku- informasi yang memadai dan dengan sistem informasi lainnya;
• Employee risk culture and kinerja kan hingga tingkat individu. dapat dipertanggungjawabkan • Perbaikan MR dilakukan
awareness remain relatively low; • On average, all Risk Management • All Risk Management (RM) • Evaluasi pencapaian kinerja berkelanjutan;
• Governance and organizational (RM) practice dimensions are practice dimensions are telah dilakukan secara berkala • MR menjadi dasar pengambilan
structure for RM are still in the implemented to meet minimum implemented, approaching/ • Strong implementation of all keputusan dengan
planning stage; requirements; aligned with industry standard Risk Management (RM) practice memperhitungkan peluang yang
• Policies/guidelines/SOPs/ • Certain employees demonstrate practices; dimensions, approaching/ ada; dan
regulations are not updated on a adequate risk awareness, and • Employees demonstrate a rea- aligned with global industry • Tren kinerja meningkat dari
regular basis; and a risk culture has begun to be sonable level of risk awareness, standards; tahun ke tahun
• RM-related frameworks, com- introduced; and a risk culture has begun • All employees are risk-aware, • Implementation of best-in-class
pliance, processes, systems, • An RM-related organizational to be embedded within the with risk culture implementation Risk Management (RM) practices
and tools are not consistently structure, framework, compli- Company; becoming more widespread and in line with global industry
implemented across the ance, processes, systems, and • RM-related organizational struc- increasingly integrated; standards;
organization. tools are in place; however, gaps ture, framework, compliance, • RM-related organizational • Risk culture is fully embedded
remain in practice, with varying processes, systems, and tools structure, framework, and supported by knowledge
levels of implementation across have been established, although compliance, processes, systems, management and the continuous
Fase Awal + dimensions; implementation levels still vary; and tools are implemented development of RM capabilities;
• The RM infrastructure has been • RM is applied consistently effectively; • RM-related organizational
Initial Stage +
communicated and is under- in accordance with the RM • RM is applied with a focus on structure, framework,
stood by all personnel within the framework, with continuous continuous improvement; compliance, processes, systems,
• Praktik Manajemen Risiko
Company; application of RM principles; and • RM implementation is supported and tools are effectively
melampau fase awal dan
• The Company has aligned its RM • The cascading of corporate by adequate and reliable implemented with ongoing
sedang transisi menuju fase
infrastructure with performance performance targets has been information systems; continuous improvement;
berkembang
targets. implemented down to the • Performance achievement • RM processes utilize advanced
• Risk Management practices have
individual level. evaluations are conducted on a methodologies, supported
moved beyond the initial stage
regular basis. by integrated RM information
and are transitioning toward the Fase Berkembang + systems aligned with other
developing stage
Developing Stage + Fase Praktik yang Baik + Fase Praktik yang lebih Baik + enterprise systems;
Good Practice Stage + Advanced Practice Stage + • Continuous improvement in RM
• Praktik Manajemen Risiko is consistently maintained;
melampau fase berkembang & • Praktik Manajemen Risiko • Praktik Manajemen Risiko • RM serves as a foundation
sedang dalam transisi menuju melampau fase praktik yang baik melampaui fase praktik yang for decision-making,
fase praktik yang baik & sedang dalam transisi menuju lebih baik & sedang dalam incorporating the assessment of
• Risk Management practices have fase praktik yang lebih baik transisi menuju fase praktik opportunities; and
surpassed the developing stage • Risk Management practices have yang terbaik • Performance trends
and are transitioning toward the surpassed the good practice • Risk Management practices have demonstrate year-on-year
good practice stage stage and are transitioning surpassed the advanced prac- improvement
toward the advanced practice tice stage and are transitioning
stage toward the best practice stage
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
226
Page 227
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian As part of the effort to strengthen the internal control system,
internal, Perusahaan melaksanakan audit manajemen the Company conducts risk management audits and RMI
risiko dan audit RMI yang terintegrasi dengan fungsi Satuan audits that are integrated with the Internal Audit (IA) function.
Pengawas Internal/Internal Audit (IA). Audit ini bertujuan These audits aim to ensure the adequacy and effectiveness
untuk memastikan kecukupan dan efektivitas penerapan of risk management implementation, compliance with
manajemen risiko, kesesuaian dengan standar dan regulasi applicable standards and regulations, and consistency of
yang berlaku, serta konsistensi implementasi di seluruh unit implementation across all work units and projects. The
kerja dan proyek. Rekomendasi hasil audit digunakan sebagai audit recommendations are used as a basis for continuous
dasar perbaikan berkelanjutan. improvement.
Mekanisme audit atas implementasi manajemen risiko di The audit mechanism on the implementation of risk
WEGE telah dilaksanakan melalui audit internal maupun management at WEGE has been carried out through both
eksternal. Audit internal dilakukan oleh Internal Audit untuk internal and external audits. Internal audits are conducted
memastikan efektivitas penerapan proses manajemen by the Internal Audit unit to ensure the effectiveness of risk
risiko di lingkungan Perusahaan, sedangkan audit eksternal management processes within the Company, while external
dilakukan secara berkala setiap tahun oleh pihak eksternal, audits are conducted periodically each year by an external
serta dilakukan melalui proses resertifikasi ISO 30001 setiap 3 party, as well as through the ISO 30001 recertification process
tahun. Selain itu, pada tahun 2025 WEGE juga telah melakukan every three years. In addition, WEGE also conducted a Risk
pengukuran Risk Maturity Index (RMI) oleh WIKA Holding Maturity Index (RMI) assessment by WIKA Holding in 2025,
dengan perolehan skor sebesar 2.1 yang menunjukkan bahwa achieving a score of 2.1, which indicates that the Company’s
tingkat kematangan manajemen risiko Perusahaan berada risk management maturity level is in the developing phase.
pada fase berkembang Hasil evaluasi tersebut menjadi The results of this evaluation are a crucial component in the
bagian penting dalam upaya penguatan sistem manajemen ongoing effort to strengthen the risk management system
risiko secara berkelanjutan agar lebih adaptif, terukur, dan to be more adaptive, measurable, and aligned with the
selaras dengan kebutuhan tata kelola Perusahaan. Company’s governance needs.
Selain itu, WEGE saat ini tengah mengembangkan dan In addition, WEGE is currently developing and optimizing
mengoptimalkan Sistem Informasi Manajemen Risiko a digital-based Risk Management Information System
berbasis digital untuk mendukung proses identifikasi, to support the integrated and real-time process of risk
pemantauan, dan pelaporan risiko secara terintegrasi dan identification, monitoring, and reporting. This digitalization
real-time. Digitalisasi ini memperkuat transparansi, akurasi strengthens transparency, data accuracy, and the quality
data, serta kualitas pengambilan keputusan manajemen, of management decision-making, while supporting the
sekaligus mendukung peningkatan nilai RMI dan penguatan improvement of RMI scores and strengthening a risk-aware
budaya sadar risiko di lingkungan Perusahaan. culture within the Company.
Secara keseluruhan, manajemen risiko di WEGE saat ini berada Overall, risk management at WEGE is currently in a phase of
pada fase penguatan dan peningkatan kematangan, dengan improving and increasing maturity, with a focus on integrating
fokus pada integrasi risiko ke dalam strategi dan kinerja, risk into strategy and performance, improving control quality,
peningkatan kualitas pengendalian, serta penguatan budaya and strengthening risk culture. This approach is expected to
risiko. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan increase the Company’s resilience to uncertainty, maintain
ketahanan Perusahaan terhadap ketidakpastian, menjaga business continuity, and support the creation of sustainable
kesinambungan usaha, dan mendukung penciptaan nilai value for the Company.
Perusahaan secara berkelanjutan.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
227
Page 228
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Untuk mendukung implementasi Manajemen Risiko yang To support the implementation of integrated and sustainable
terintegrasi dan berkelanjutan, PT Wijaya Karya Bangunan Risk Management, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Gedung Tbk (WEGE) telah menyusun, menetapkan, dan (WEGE) has developed, established, and implemented various
menerapkan berbagai perangkat pendukung Manajemen Risk Management supporting systems, including:
Risiko yang mencakup:
1. Kebijakan Manajemen Risiko, sebagai landasan utama 1. Risk Management Policy, as the main foundation for
dalam penerapan manajemen risiko di seluruh tingkatan the application of risk management at all levels of the
organisasi, yang disusun sejalan dengan kebijakan WEGE, organization, which was developed in line with WEGE’s
ISO 31000:2018, serta ketentuan Peraturan Menteri BUMN policies, ISO 31000:2018, and the provisions of Minister of
Nomor 2 Tahun 2023. State-Owned Enterprises Regulation Number 2 of 2023.
2. Pedoman Manajemen Risiko, yang memberikan acuan 2. Risk Management Guidelines, which provide conceptual
konseptual dan metodologis dalam pelaksanaan proses and methodological references in the implementation of
manajemen risiko, termasuk identifikasi, analisis, the risk management process, including the identification,
evaluasi, dan pengendalian risiko pada tingkat korporasi, analysis, evaluation, and control of risks at the corporate,
unit kerja, dan proyek. work unit, and project levels.
3. Prosedur Manajemen Risiko WEGE Nomor WG-ERM- 3. WEGE Risk Management Procedures Number WG-ERM-
PM-01 Revisi 08 yang mengatur tahapan pelaksanaan, PM-01 Revisions 08, which regulate the implementation
peran dan tanggung jawab, mekanisme pelaporan, serta stages, roles and responsibilities, reporting mechanisms,
integrasi manajemen risiko dengan proses bisnis dan and integration of risk management with the Company’s
pengendalian internal Perusahaan, sehingga penerapan business processes and internal controls, so that the
manajemen risiko dapat dilaksanakan secara konsisten, implementation of risk management can be carried out in
terdokumentasi, dan terukur. a consistent, documented, and measurable manner.
4. Program Kerja Manajemen Risiko, yang disusun secara 4. Risk Management Work Program, which is prepared
tahunan dan diselaraskan dengan Rencana Kerja annually and aligned with the Company’s Work
dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sebagai sarana Plan and Budget (RKAP) with the aim of ensuring
untuk memastikan implementasi, pemantauan, serta the implementation, monitoring, and continuous
peningkatan berkelanjutan atas penerapan manajemen improvement of risk management within the Company.
risiko di lingkungan Perusahaan.
5. Pendampingan Manajemen Risiko pada proyek, unit 5. Risk Management Assistance for projects, work units, and
kerja, dan fungsi pendukung, yang dilakukan secara support functions, carried out continuously to ensure that
berkesinambungan untuk memastikan penerapan the implementation of risk management is effective and
manajemen risiko berjalan efektif dan sesuai dengan in accordance with the characteristics and complexity of
karakteristik serta kompleksitas risiko masing-masing the risks of each business activity.
aktivitas usaha.
6. Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko (Risk 6. Risk Maturity Index measurement, as an evaluation tool
Maturity Index), sebagai alat evaluasi kualitas penerapan to assess the quality of risk management implementation
manajemen risiko serta dasar penyusunan langkah and a foundation to develop continuous risk maturity
peningkatan kematangan risiko secara berkelanjutan, improvement measures, in accordance with the
sesuai dengan ketentuan PER BUMN Nomor 2 Tahun provisions of SOE Regulation Number 2 of 2023.
2023.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
228
Page 229
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Relationship with Stakeholders
Renovasi Cladding Gedung Kementerian BUMN
Cladding Renovation of the Ministry of State-Owned Enterprises Building
Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29] [E.4] Stakeholder Engagement
Pemangku kepentingan merupakan individu maupun Stakeholders are individuals or groups that have a connection
kelompok yang memiliki keterkaitan dan dapat dipengaruhi with and can be affected by the Company’s activities, products,
oleh aktivitas, produk, serta layanan Perusahaan. WEGE and services. WEGE systematically identifies stakeholders by
secara sistematis melakukan identifikasi pemangku considering their level of interest and relationship to business
kepentingan dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan continuity. This approach aims to ensure that each relevant
dan kedekatan hubungan terhadap keberlangsungan usaha. group receives appropriate attention and communication
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan setiap kelompok channels, thereby supporting the creation of constructive
yang relevan mendapatkan perhatian dan saluran komunikasi and sustainable relationships.
yang sesuai, sehingga mendukung terciptanya hubungan
yang konstruktif dan berkelanjutan.
Tabel Pemangku Kepentingan WEGE
Table of WEGE’s Stakeholders
Pemangku Kepentingan Pendekatan Hubungan Topik Utama
Stakeholders Relationship Approach Key Topic
Pemegang Saham RUPS dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) Kinerja tahunan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Shareholders GMS and Extraordinary GMS (EGMS) Annual Report
Besarnya pendapatan yang diperoleh
The amount of revenue
2025 Sustainability Report
Laba/rugi perusahaan
Company profit/loss
Kinerja keberlanjutan
Sustainability performance
Perubahan struktur manajemen
Changes in management structure
229
Page 230
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Tabel Pemangku Kepentingan WEGE
Table of WEGE’s Stakeholders
Pemangku Kepentingan Pendekatan Hubungan Topik Utama
Stakeholders Relationship Approach Key Topic
Pelanggan Pertemuan saat penandatanganan kontrak kerja Progres proyek
Customers Meeting during contract signing Project progress
Mengadakan survei kepuasan pelanggan Penyelesaian proyek tepat waktu
Holding customer satisfation survey Timely project completion
Melakukan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk sistem Kualitas
manajemen mutu Quality
Obtaining ISO 9001:2000 for quality management
system
Kepuasan pelanggan
Customer satisfaction
Mitra Kerja Pertemuan vendor Kesempatan untuk bekerja sama
Business Partners Vendor meetings Collaboration opportunities
Survei persepsi vendor
Vendor perception surveys
Survei indeks kinerja vendor
Vendor performance index surveys
Pengguna Akhir Survei kepuasan pelanggan Memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada
End User Customer satsifaction surveys pengguna akhir produk
Delivering the highest quality of service to end users
Mempromosikan produk modular Melakukan pemeliharaan, perbaikan dan penataan
Promoting modular products berbagai fasilitas sesuai skala prioritas
Performing maintenance, repairs, and improvements to
facilities based on priority levels
Masyarakat Forum komunikasi pada saat peletakan batu Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan
Community pertama dan Launching produk Corporate Social and Environmental Responsibility
Hosting communication forums during
groundbreaking ceremonies and product launches
Kegiatan CSR
Engaging in Corporate Social Responsibility (CSR)
activities
Dialog pada saat dimulainya proyek
Conducting dialogues at project initiation
Regulator (Pemerintah Komunikasi dan koordinasi dengan pejabat Memenuhi kepatuhan regulasi pemerintah
Pusat, Kementerian, pemerintah Ensuring compliance with government regulations
Pemerintah Daerah) Communicating and coordinating with government
Regulators (Central officials Memelihara hubungan baik dengan pemerintah
Government, Ministries, Maintaining strong relationships with government
Local Governments) entities
Kreditur Market Summit Pemenuhan kewajiban kepada kreditur sesuai
Creditors perjanjian
Investor Summit Pemenuhan kewajiban kepada kreditur sesuai
Business to Business meeting perjanjian
Pegawai Survei keterikatan pegawai Terealisasinya peningkatan sumber daya manusia
Employees Employee engagement surveys melalui (SDM) melalui peningkatan kompetensi dan
kapabilitas pegawai
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Achieving human resource development through
enhanced employee competencies and capabilities
Laporan Keberlanjutan 2025
230
Page 231
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Kode Etik [GRI 2-24] Code of Conduct
Komitmen Perusahaan terhadap praktik bisnis yang The Company’s commitment to ethical business practices
beretika diwujudkan melalui penyusunan Pedoman Etika is manifested through the formulation of a Corporate
Perusahaan atau Code of Conduct (CoC). Dokumen ini Code of Conduct (CoC). This document serves as the main
berfungsi sebagai rujukan utama bagi seluruh insan WEGE reference for all WEGE employees in conducting themselves,
dalam bersikap, mengambil keputusan, serta membangun making decisions, and establishing working relationships
hubungan kerja maupun kemitraan bisnis. Prinsip-prinsip and business partnerships. The principles outlined in this
yang diatur didalamnya selaras dengan visi, misi, dan nilai- document are aligned with the Company’s vision, mission, and
nilai Perusahaan, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap values, while ensuring compliance with applicable internal
peraturan internal maupun ketentuan eksternal yang berlaku. regulations and external provisions.
Untuk menjaga relevansi dengan dinamika tata kelola To maintain relevance with the dynamics of good corporate
perusahaan yang baik, Pedoman Etika Perusahaan diperbarui governance, the Company’s Code of Conduct is updated
secara berkala. Versi terbaru diterbitkan pada 15 Januari regularly. The latest version was published on January 15,
2025 dan telah disahkan melalui penandatanganan oleh 2025, and has been ratified through the signatures of all
seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Keberadaan members of the Board of Commissioners and Directors. The
pedoman ini menjadi fondasi penting dalam membangun availability of this code is an important foundation in building
budaya kerja yang berintegritas serta mendukung penerapan a work culture of integrity and supporting the implementation
prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). of the principles of Good Corporate Governance (GCG).
Perusahaan secara konsisten memastikan implementasi The Company consistently ensures effective implementation
Pedoman Etika berjalan efektif melalui kegiatan sosialisasi of the Code of Conduct by continuously socializing it to all
yang berkelanjutan kepada seluruh karyawan. Penerapannya employees. Its implementation is reinforced by a monitoring
diperkuat dengan mekanisme pengawasan dan penegakan and disciplinary enforcement mechanism, including sanctions
disiplin, termasuk pemberian sanksi atas setiap pelanggaran for any proven violations. During the reporting period, there
yang terbukti. Selama periode pelaporan, tidak terdapat were no reports of violations of the Code of Conduct.
laporan pelanggaran terhadap Kode Etik. [GRI 2-27]
Informasi lebih rinci terkait Pedoman Etika Perusahaan Further details regarding the Company’s Code of Conduct
disajikan dalam Laporan Tahunan WEGE 2025 dan website are presented in the WEGE 2025 Annual Report and the
perusahaan. company’s website.
Komitmen Antikorupsi [GRI 3-3] [G-07, G-09] Anti-Corruption Commitment
WEGE menegaskan komitmen anti korupsi melalui upaya WEGE emphasizes its commitment to anti-corruption
pencegahan terhadap segala bentuk perilaku yang berpotensi by preventing all forms of behavior that could potentially
menimbulkan konflik kepentingan, korupsi, kolusi, maupun lead to conflicts of interest, corruption, collusion, or
nepotisme. Sebagai wujud penguatan komitmen tersebut, nepotism. As a manifestation of this commitment, the
Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan Surat Keputusan Board of Commissioners and Board of Directors issued
Bersama No. SK.01.01/A.DIR.WG.06516/2024 tentang Struktur Joint Decree No. SK.01.01/A.DIR.WG.06516/2024 concerning
Organisasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan the Organizational Structure of ISO 37001:2016 Anti-Bribery
(SMAP) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. Dalam struktur Management System (SMAP) of PT Wijaya Karya Bangunan
ini, Dewan Komisaris berperan sebagai Dewan Pengarah, Gedung Tbk. In this structure, the Board of Commissioners
sementara Direksi menjalankan fungsi sebagai Manajemen acts as the Steering Committee, while the Board of Directors
Puncak. Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) dipimpin performs the function of Top Management. The Anti-Bribery
oleh Sekretaris Perusahaan dan melibatkan unsur terkait, Compliance Function (FKAP) is led by the Corporate Secretary
antara lain Kepala Bagian Investor Relations, Kepala Bagian and involves related elements, including the Head of Investor
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Legal, Kepala Bagian Pengharkatan dan Hubungan Industri, Relations, Head of Legal, Head of Appraisal and Industrial
Kepala Bagian Manajemen Risiko, serta Kepala Pemeriksa. Relations, Head of Risk Management, and Head of Auditing.
[GRI 3-3, 2-15] [G-07, G-09]
2025 Sustainability Report
Seluruh aktivitas operasional yang berpotensi memiliki All operational activities that have the potential for corruption
tingkat kerawanan terhadap praktik korupsi telah dilakukan have been assessed and classified into high, medium, and low
penilaian dan diklasifikasikan ke dalam kategori risiko tinggi, risk categories.
menengah, dan rendah. [GRI 205-1]
231
Page 232
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Setiap pelanggaran terhadap kebijakan anti korupsi akan Any violation of the anti-corruption policy will be subject to
dikenakan sanksi tegas, mulai dari tindakan disiplin, strict sanctions, ranging from disciplinary action, termination
pemutusan hubungan kerja, hingga proses hukum perdata of employment, to civil and/or criminal legal proceedings in
dan/atau pidana sesuai ketentuan yang berlaku. accordance with applicable regulations.
Pada tahun 2025, partisipasi karyawan dalam program Employee participation in anti-corruption training programs
pelatihan anti korupsi disajikan dalam tabel berikut. in 2025 is presented in the following table. The Company
Perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas dan continues to strive to improve the quality and scope of
cakupan pelatihan tersebut agar semakin efektif dalam these training programs to make them more effective in
memperkuat pemahaman serta kesadaran antikorupsi di strengthening anti-corruption understanding and awareness
seluruh organisasi. [GRI 205-2] throughout the organization.
Pelatihan Anti-Korupsi
2025 (%) 2024 (%) 2023 (%)
Anti-Corruption Training
Dewan Komisaris 0% 0% 0%
Board of Commissioners
Dewan Direksi 0% 0% 0%
Board of Directors
Karyawan 6% 7% 6,7%
Employees
Mitra bisnis (Sosialisasi) 100% 100% 0%
Business Partners (Socialization)
Sebagai bagian dari komitmen anti korupsi yang menyeluruh, As part of its commitment to comprehensive anti-corruption
WEGE memastikan seluruh mitra usaha dan pemasok policies, WEGE ensures that all business partners and
memahami serta menyetujui ketentuan antikorupsi suppliers understand and agree to the anti-corruption
sejak tahap awal kerja sama. Seluruh vendor diwajibkan provisions from the initial stage of cooperation. All vendors
menyatakan kepatuhan terhadap Sistem Manajemen Anti are required to declare their compliance with the Anti-Bribery
Penyuapan (SMAP) pada saat pendaftaran melalui platform Management System (SMAP) upon registration through the
DPPM Online, sehingga menjangkau 100% mitra bisnis. Selain DPPM Online platform, thereby reaching 100% of business
itu perusahaan juga telah meluncurkan sosialisasi Sistem partners. In addition, the Company has also started the
Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), Whistleblowing System, socialization of the Anti-Bribery Management System (ABMS),
dan Anti Gratifikasi berbasis AI yang di sebarluaskan melalui Whistleblowing System, and AI-based Anti-Gratification
kontak WA setiap karyawan, melalui TV Plasma di setiap lobby through the WhatsApp contacts of each employee, plasma
lantai, dan poster-pester kampanye anti penyuapan. TVs in each floor lobby, and anti-bribery campaign posters.
Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti Bribery The Anti-Bribery Management System policy was last updated
Management System) terakhir diperbarui pada 18 Desember on December 18, 2024. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
2024. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk., berkomitmen Tbk. is committed to creating a clean and ethical company
untuk mewujudkan Perusahaan yang bersih dan berintegritas and supporting anti-corruption efforts by:
serta mendukung upaya pencegahan korupsi, dengan:
a. Melarang dan mencegah penyuapan dalam bentuk a. Prohibiting and preventing bribery in any form by and/or
apapun oleh dan/atau kepada karyawan PT Wijaya Karya to employees of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Bangunan Gedung Tbk.
b. Menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai b. Implementing an Anti-Bribery Management System in
dengan persyaratan ISO 37001:2016 dengan mematuhi accordance with the requirements of ISO 37001:2016 by
peraturan dan perundangan yang berlaku tentang suap complying with applicable laws and regulations on bribery
dan korupsi dengan melibatkan seluruh pegawai dalam and corruption, involving all employees in detecting
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
mendeteksi dan menanggapi penyuapan serta melakukan and responding to bribery, and making continuous
peningkatan secara berkelanjutan. improvements.
Laporan Keberlanjutan 2025
232
Page 233
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
c. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan, meninjau c. Providing a framework for establishing, reviewing, and
dan mencapai sasaran Anti-Penyuapan, mendorong achieving Anti-Bribery objectives, encouraging increased
peningkatan kepercayaan tanpa rasa takut terhadap trust without fear of retaliation, and providing satisfaction
pembalasan serta memberikan kepuasan kepada to customers/interested parties.
pelanggan/pihak-pihak yang berkepentingan.
d. Menetapkan wewenang dan kemandirian Fungsi Kepatuhan d. Establishing the authority and independence of the Anti-
Anti Penyuapan serta konsekuensinya apabila terdapat Bribery Compliance Function and the consequences of
ketidaksesuaian dengan kebijakan anti penyuapan ini. non-compliance with this anti-bribery policy.
Sebagai bentuk evaluasi independen, Perseroan telah As a form of independent evaluation, the Company has
melaksanakan asesmen penerapan SMAP oleh Sucofindo. conducted an assessment of the implementation of SMAP
Target utama penerapan SMAP adalah nihil penyuapan through Sucofindo. The main target of SMAP implementation
(zero bribery), dan asesmen ini menjadi langkah konkret is zero bribery, and this assessment is a concrete measure
untuk menilai pencapaian kinerja terhadap target tersebut. to assess performance against this target. Throughout the
Sepanjang periode pelaporan, tidak terdapat kasus reporting period, there were no cases of bribery, meaning that
penyuapan yang terjadi, sehingga Perseroan berhasil the Company successfully met its target. This achievement
memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan reflects the effectiveness of the implemented bribery
efektivitas sistem pencegahan penyuapan yang dijalankan prevention system as part of the Company’s commitment to
sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dan integritas sustainability and integrity.
perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak mencatat adanya Throughout 2025, the Company did not record any proven
insiden korupsi yang terbukti, baik yang melibatkan incidents of corruption, whether involving employees or
karyawan maupun mitra bisnis. Tidak terdapat kasus yang business partners. There were no cases that resulted in the
mengakibatkan pemberhentian atau sanksi terhadap dismissal or sanctioning of employees, the termination or non-
karyawan, pemutusan atau tidak diperpanjangnya kontrak renewal of contracts with business partners, or legal cases
dengan mitra usaha, maupun perkara hukum terkait korupsi related to corruption filed by the public against the Company
yang diajukan oleh publik terhadap Perseroan atau insan or its employees. This achievement reflects the consistent
Perseroan. Capaian ini mencerminkan konsistensi penerapan application of the principles of integrity, compliance, and
prinsip integritas, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan good corporate governance, as well as the effectiveness of
yang baik, serta efektivitas kebijakan pencegahan korupsi the corruption prevention policies implemented.
yang dijalankan. [GRI 205-3]
Whistleblowing System [F.24] [GRI 2-16, GRI 2-26] Whistleblowing System
Sistem Pengelolaan Keluhan/Pengaduan Pelanggaran Complaint/Violation Management System
Perusahaan telah mengimplementasikan Sistem Pelaporan The Company has implemented a Whistleblowing System
Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) sebagai (WBS) as an official channel for employees, customers,
sarana resmi bagi karyawan, pelanggan, pemasok, maupun suppliers, and other external parties to report alleged
pihak eksternal lainnya untuk menyampaikan dugaan violations of Good Corporate Governance (GCG) principles and
pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Good Corporate applicable ethical values. The establishment of this system
Governance (GCG) serta nilai-nilai etika yang berlaku. affirms WEGE’s commitment to building a clean, responsible,
Keberadaan sistem ini menegaskan komitmen WEGE dalam and ethical work environment, while strengthening the
membangun lingkungan kerja yang bersih, bertanggung implementation of good corporate governance.
jawab, dan berintegritas, sekaligus memperkuat penerapan
tata kelola perusahaan yang baik.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
233
Page 234
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Dalam mendukung efektivitas WBS, Perusahaan menerapkan To support the effectiveness of the WBS, the Company
kebijakan perlindungan pelapor (whistleblower protection) implements a comprehensive whistleblower protection
yang komprehensif. Perlindungan ini mencakup kekebalan policy. This protection includes administrative immunity and
administratif serta jaminan keamanan dari segala bentuk security guarantees from all forms of retaliation, pressure,
pembalasan, tekanan, maupun ancaman, baik yang bersifat or threats, whether physical, psychological, administrative,
fisik, psikologis, administratif, gangguan terhadap karier, career disruption, or legal action. The principle of zero
maupun tuntutan hukum. Prinsip zero-tolerance terhadap tolerance for retaliation is consistently applied at every stage
tindakan pembalasan diterapkan secara konsisten dalam of complaint handling.
setiap tahapan penanganan pengaduan.
Melalui WBS, Perseroan menyediakan mekanisme yang Through the WBS, the Company provides a transparent and
transparan dan dapat diakses oleh seluruh karyawan accessible mechanism for employees and stakeholders to
serta pemangku kepentingan untuk memperoleh nasihat seek advice and raise concerns related to ethics, compliance,
maupun menyampaikan kekhawatiran terkait aspek etika, and operational practices. This mechanism is designed
kepatuhan, dan praktik operasional. Mekanisme ini dirancang to foster a culture of openness, integrity, and responsible
untuk mendorong budaya keterbukaan, integritas, serta decision-making across all levels of the organization.
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab di seluruh
lini organisasi.
Penerapan WBS di WEGE dilaksanakan dengan mengacu pada The implementation of WBS at WEGE is carried out by
Prosedur Pengaduan Pelanggaran terhadap Code of Conduct referring to the Violation Reporting Procedures of the Code of
-GEA- No : WG-GEA-PM-07 tanggal 31 Juli 2024. Direksi telah Conduct -GEA- No: WG-GEA-PM-07 dated July 31, 2024. The
menetapkan pembentukan Tim Kepatuhan, Fungsi Kepatuhan Board of Directors has established a Compliance Team, an
Anti Penyuapan (FKAP), serta Majelis Kehormatan Pegawai Anti-Bribery Compliance Function (FKAP), and an Employee
yang bertugas menerima, memproses, dan menindaklanjuti Honorary Council tasked with receiving, processing,
setiap pengaduan yang masuk. Dalam menjalankan perannya, and following up on every complaint that is submitted.
ketiga entitas tersebut memperoleh perlindungan yang In carrying out their roles, these three entities receive the
setara dengan pelapor, termasuk perlindungan dari tindakan same protection as whistleblowers, including protection
balasan, tekanan, ancaman fisik maupun psikis, sanksi from retaliation, pressure, physical or psychological threats,
administratif, serta tuntutan hukum. administrative sanctions, and legal action.
Sebagai bagian dari penguatan sistem, Perseroan secara As an effort to strengthen the system, the Company is
bertahap melakukan pemutakhiran mekanisme WBS, gradually updating the WBS mechanism, including improving
termasuk penyempurnaan alur investigasi, pembaruan the investigation process, updating procedures and SOPs,
prosedur dan SOP, serta peningkatan sosialisasi dan and increasing the dissemination and training of WBS use
pelatihan penggunaan WBS kepada karyawan dan pemangku to employees and relevant stakeholders. The Company also
kepentingan terkait. Perseroan juga mengevaluasi evaluates opportunities for WBS management by independent
peluang pengelolaan WBS oleh pihak ketiga independen third parties to strengthen the anonymity, objectivity, and
guna memperkuat aspek anonimitas, objektivitas, dan trust of whistleblowers.
kepercayaan pelapor.
Saluran Pengaduan Complaint Channels
Perusahaan menyediakan berbagai saluran pengaduan yang The Company provides various complaint channels that can
dapat digunakan untuk melaporkan dugaan pelanggaran be used to report alleged violations in writing according to
secara tertulis, sesuai dengan mekanisme yang telah the following established mechanisms:
ditetapkan sebagai berikut:
Apabila pihak yang dilaporkan adalah Komisaris, Direksi, If the reported party is a Commissioner, Director, Division
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Manajemen Divisi, atau Pegawai, pengaduan dapat Manager, or Employee, complaints can be submitted to:
disampaikan melalui:
Laporan Keberlanjutan 2025
a. Website Perusahaan wbs.wikagedung.co.id. atau melalui a. The Company’s website wbs.wikagedung.co.id. or via
surat elektronik ke corsec@wikagedung.id; email to corsec@wikagedung.co.id;
b. Surat resmi yang ditujukan kepada Direksi, yang b. An official letter addressed to the Board of Directors,
disampaikan secara langsung atau melalui layanan pos ke delivered directly or via postal service to the Company’s
alamat Perusahaan. address.
234
Page 235
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Apabila pihak yang dilaporkan merupakan oknum Direksi, If the reported party is a member of the Board of Directors,
Dewan Komisaris, atau Organ Penunjang Dewan Komisaris, Board of Commissioners, or Board of Commissioners Support
pengaduan dapat disampaikan melalui: Organ, complaints can be submitted through:
a. Website Perusahaan wbs.wikagedung.co.id.atau melalui a. The Company’s website wbs.wikagedung.co.id or via
surat elektronik ke corsec@wikagedung.co.id; email to
b. Surat resmi yang ditujukan kepada Dewan Komisaris, b. An official letter addressed to the Board of Commissioners,
yang disampaikan secara langsung atau melalui layanan delivered directly or by post to the address.
pos ke alamat.
Direksi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Board of Directors of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
u.p. Tim Pengelola Pengaduan Pelanggaran Attn: Violation Complaint Management Team
WIKA Tower 1, Lantai 7–10 WIKA Tower 1, Floors 7–10
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 RT/003 RW/011 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 RT/003 RW/011
Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara
Jakarta Timur – 13340 East Jakarta – 13340
Jumlah Pengaduan Number of Complaints
Sepanjang tahun 2025, Perusahaan menerima 7 laporan Throughout 2025, the Company received 7 reports of
pelanggaran melalui mekanisme Whistleblowing System. violations through the Whistleblowing System mechanism.
Sebesar 100% laporan pelanggaran tersebut telah A total of 100% of these reports were followed up with the
ditindaklanjuti dengan kesimpulan seluruh laporan tidak conclusion that none of the reports met the requirements.
memenuhi syarat. Kondisi ini mencerminkan konsistensi This condition reflects WEGE’s consistency in maintaining
WEGE dalam menjaga kepatuhan, etika, dan integritas di compliance, ethics, and integrity in all of the Company’s
seluruh aktivitas operasional Perusahaan. operational activities.
Pengungkapan Metrik Kepatuhan dan Etika Usaha Disclosure of Compliance Metrics and Business Ethics
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak ada kebocoran Throughout 2025, the Company had no confirmed leaks or
maupun pelanggaran yang terkonfirmasi (substantiated violations (substantiated cases) related to key compliance
cases) terkait isu-isu kepatuhan utama, meliputi perlindungan issues, including data protection and privacy, conflict of
data dan privasi (Privacy Data), konflik kepentingan interest, money laundering, and insider trading. Thus, no
(Conflict of Interest), pencucian uang (Money Laundering), corrective actions or sanctions were imposed, and there were
serta perdagangan orang dalam (Insider Trading). Dengan no cases that required the measurement of a Service Level
demikian, tidak terdapat tindakan korektif maupun sanksi Agreement (SLA) in handling violations in these categories.
yang dijatuhkan, dan tidak terdapat kasus yang memerlukan
pengukuran Service Level Agreement (SLA) dalam penanganan
pelanggaran pada kategori tersebut.
Pengungkapan ini mencerminkan efektivitas penerapan This disclosure reflects the effectiveness of the
kebijakan kepatuhan, sistem pengendalian internal, serta implementation of compliance policies, internal control
mekanisme pencegahan dan pengawasan yang dijalankan systems, and prevention and monitoring mechanisms that are
secara konsisten di seluruh aktivitas operasional Perseroan. consistently implemented in all of the Company’s operational
activities.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
235
Page 236
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Mekanisme Pengaduan Masyarakat [GRI 2-25, GRI 413-1] Public Complaint Mechanism
[F.24]
Perusahaan membuka akses yang transparan bagi pelanggan The Company provides transparent access for customers
serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan and other stakeholders to submit complaints or reports as
keluhan maupun pengaduan sebagai bagian dari komitmen part of its commitment to providing reliable and responsible
dalam memberikan layanan yang andal dan bertanggung services. WEGE prioritizes stakeholder satisfaction, which is
jawab. WEGE menempatkan kepuasan pemangku realized through the Company’s readiness to respond to any
kepentingan sebagai prioritas, yang diwujudkan melalui feedback or complaints quickly and appropriately.
kesiapan Perusahaan dalam merespons setiap masukan atau
keluhan secara cepat dan tepat. [GRI 3-3]
Tata cara penanganan pengaduan telah diatur secara jelas The procedures for handling complaints are clearly outlined
dalam dokumen internal Perusahaan Nomor WG-GEA-PM-07 in the Company’s internal document Number WG-GEA-
tentang Prosedur Pengaduan Pelanggaran terhadap Code PM-07 regarding Procedures for Reporting Violations of the
of Conduct (Whistle Blower). Informasi terkait mekanisme Code of Conduct (Whistle Blower). Information related to the
pengaduan dapat diakses oleh pelanggan melalui Surat complaint mechanism can be accessed by customers via
elektronik corsec@wikagedung.id, ataupun Situs resmi wbs. email at corsec@wikagedung.id, or the official website wbs.
wikagedung.co.id. Sepanjang tahun 2025, terdapat 7 laporan wikagedung.co.id. Throughout 2025, there were 7 complaints
pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat kepada submitted by the public to the Company. These complaints
Perusahaan. Pengaduan tersebut berupa 4 pengaduan consisted of 4 complaints that were not from Company
yang bukan merupakan Pegawai Perseroan dan 3 lainnya employees and 3 others that were complaints unrelated to
merupakan pengaduan diluar penyuapan, kode etik maupun bribery, code of ethics, or abuse of authority.
penyalahgunanaan wewenang.
Tantangan terhadap Penerapan Kegiatan Challenges in the Implementation of Sustainable
Berkelanjutan [E.5] Activities
WEGE secara konsisten mengintegrasikan prinsip-prinsip WEGE consistently integrates sustainability principles into
keberlanjutan ke dalam praktik tata kelola perusahaan. Namun its corporate governance practices. However, limited budget
demikian, keterbatasan alokasi anggaran menjadi salah satu allocation is one of the main challenges in implementing
tantangan utama dalam pelaksanaan program-program sustainability programs. To address this issue, the Company
keberlanjutan. Untuk menyikapi hal tersebut, Perusahaan prioritizes optimal budget management so that every initiative
mengedepankan pengelolaan anggaran secara optimal implemented can have a maximum impact. As a mitigation
agar setiap inisiatif yang dijalankan mampu memberikan measure, WEGE also strengthens collaboration with various
dampak yang maksimal. Sebagai langkah mitigasi, WEGE related parties so that the benefits of sustainability programs
juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, can be expanded and experienced more significantly.
sehingga manfaat dari program keberlanjutan dapat diperluas
dan dirasakan secara lebih signifikan.
Kontribusi Dana Terkait Aktivitas Politik Contributions Related to Political Activities
Perseroan tidak terdapat kontribusi maupun pengeluaran The Company does not make any significant contributions
dalam jumlah besar, termasuk bantuan, maupun pengeluaran or expenditures, including assistance or other expenditures,
lainnya yang diberikan oleh Perusahaan kepada partai politik, to political parties, public officials, or political activities
pejabat publik, maupun kegiatan politik dalam bentuk apa of any kind. This principle is stipulated in the Company’s
pun. Prinsip ini telah diatur dalam Code of Conduct Perseroan Code of Conduct and is consistently applied as part of its
dan diterapkan secara konsisten sebagai bagian dari commitment to integrity, business independence, and good
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
komitmen terhadap integritas, independensi bisnis, dan tata corporate governance.
kelola perusahaan yang baik.
Laporan Keberlanjutan 2025
236
Page 237
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Tata Kelola Perusahaan Organisasi Keberlanjutan Tata Kelola Keberlanjutan Manajemen Risiko Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Corporate Governance Sustainability Organization Sustainability Governance Risk Management Relationship with Stakeholders
Sejalan dengan prinsip tersebut, sepanjang periode pelaporan In line with this principle, throughout the reporting period,
tidak terdapat pengeluaran Perusahaan yang berkaitan there were no Company expenditures related to political
dengan aktivitas politik, baik secara langsung maupun tidak activities, either directly or indirectly. The Company conducts
langsung. Perseroan menjalankan kegiatan usaha secara its business activities professionally and neutrally, and
profesional dan netral, serta memastikan bahwa seluruh ensures that all business decisions are made without the
keputusan bisnis diambil tanpa pengaruh kepentingan politik. influence of political interests.
Contribution and Other Spending
Description Unit 2025 2024 2023
Lobbying, representation of interests, etc IDR 0 0 0
Campaigns and local, regional, national political candidates / IDR 0 0 0
organizations
Trade associations/tax exempt groups IDR 0 0 0
Other expenses (e.g. expenses for counting votes for elections or IDR 0 0 0
referendums)
Human Capital Return on Investment (HCROI) Human Capital Return on Investment (HCROI)
HCROI merupakan indikator yang digunakan Perseroan untuk HCROI is an indicator used by the Company to measure
mengukur efektivitas investasi pada sumber daya manusia the effectiveness of investment in human resources in
dalam menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. HCROI generating added value for the company. HCROI is calculated
dihitung dengan membandingkan pendapatan usaha setelah by comparing operating income after deducting non-
dikurangi beban operasional non-karyawan terhadap total employee operating expenses to total employee expenses.
beban karyawan. Pada periode 2023–2025, nilai HCROI In the 2023–2025 period, the Company’s HCROI value was
Perseroan tercatat masing-masing sebesar 70,26 pada tahun recorded at 70.26 in 2023, 43.53 in 2024, and 12.61 in 2025,
2023, 43,53 pada tahun 2024, dan 12,61 pada tahun 2025. respectively. Changes in the HCROI value are in line with the
Perubahan nilai HCROI tersebut sejalan dengan dinamika dynamics of the company’s business performance and cost
kinerja usaha dan struktur biaya perusahaan selama periode structure during the reporting period, including changes in
pelaporan, termasuk perubahan pendapatan usaha serta operating income and adjustments to operating costs and
penyesuaian biaya operasional dan biaya karyawan. employee costs.
Dalam periode yang sama, jumlah karyawan tercatat 525 During the same period, the number of employees was
orang pada tahun 2023, 500 orang pada tahun 2024, dan 460 recorded at 525 in 2023, 500 in 2024, and 460 in 2025, as
orang pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya perusahaan part of the company’s efforts to maintain organizational
dalam menjaga efektivitas organisasi dan menyesuaikan effectiveness and align human resource capacity with
kapasitas sumber daya manusia dengan kebutuhan bisnis. business needs. The company continues to strive to increase
Perseroan terus berupaya meningkatkan produktivitas the productivity and contribution of its human resources
dan kontribusi sumber daya manusia melalui penguatan by strengthening performance management, developing
manajemen kinerja, pengembangan kompetensi, serta competencies, and optimizing its organizational structure so
optimalisasi struktur organisasi agar investasi pada human that investments in human capital can provide sustainable
capital dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan added value to the company.
bagi perusahaan.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
237
Page 238
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Independent Assurance Statement
DECAR-IAS/028/IV/2026
Provided by Decar Verite Asia
On specified disclosures within the scope of work, included in PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk 2025 Sustainability
Report.
To: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Stakeholders
As an independent licensed provider of sustainability assurance services, Decar Verite Asia has been engaged by PT Wijaya
Karya Bangunan Gedung Tbk (“WIKA Bangunan Gedung”) to provide independent assurance on the information reported in
the PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk’s Sustainability Report 2025 (“the Sustainability Report”) for the period beginning
on 1st January 2025 and ending on 31st December 2025.
Objective information are not edited or amended in any way after
assurance process.
The objective of this assurance is to provide an independent
opinion and to enhance the credibility of the information Decar Verite Asia
presented in the Sustainability Report. The assurance work
Evaluating the content of the Sustainability Report,
was conducted within the define scope and limitations;
assessing evidence on the agreed-upon subject matter and
therefore, this statement is not intended to serve as a basis
criteria, in accordance with the terms of reference agreed
for interpreting the sustainability or overall performance of
upon with WIKA Bangunan Gedung.
WIKA Bangunan Gedung.
Methodology
Scope
The team undertook the following activities to render their
Decar Verite Asia conducted a Type 1 assurance
opinion:
engagement in accordance with AA1000AS v3 regarding
- Conducted an initial review of the material topics in
WIKA Bangunan Gedung’s adherence to the AA1000
the Sustainability Report to generate a list of evidence;
Accountability Principles (2018) for the material topics
- Engaged with individuals responsible for managing the
disclosed in the Sustainability Report. The engagement was
material topics;
performed at a Moderate Level of Assurance. The scope
- Evaluated the management systems, processes, and
included reviewing disclosures related to material topics,
controls over information used to support disclosures
such as commitments, governance approaches, and
in the Sustainability Report;
initiatives. Assurance procedures consisted of reviewing the
- Communicated the recommendations to provide an
specified disclosures and assessing supporting evidence on
opportunity for corrections;
a sample basis to evaluate whether the Report has been
- Reviewed the final content of the Sustainability
prepared and presented in accordance with the applicable
Report;
reporting principles and criteria.
- Prepared the statement letter and management
letter, followed by the necessary approval as per Decar
Reference and Criteria Verite Asia’s assurance protocols.
Decar Verite Asia performed the assurance in accordance
with the AA1000 Assurance Standard v3 (2020). The criteria Limitations
used include the AA1000 Accountability Principles (2018)
Decar Verite Asia planned and performed the work to obtain
and the standards/regulation referenced in the
sufficient information to support a conclusion at a Moderate
Sustainability Report, namely:
Level of Assurance. The process included reviewing and
- Regulation of Indonesian Financial Service Authority:
evaluating evidence on a risk-based sampling basis to assess
POJK No. 51/POJK.03/2017 and SEOJK No.
the Wika Bangunan Gedung’s adherence to the AA1000
16/SEOJK.04/2021; and
Accountability Principles (2018). The engagement did not
- GRI Standards 2021
include assurance over the reliability of specified
sustainability performance data. However, the conformity
Responsibilities of disclosures with the applicable sustainability reporting
criteria was assessed. These processes enabled Decar Verite
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Asia to reduce the risk of error in its conclusions but does
Preparing the information and evidence in accordance with not reduce the risk to zero.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
generally accepted reporting practices. This responsibility
also includes implementing and maintaining internal
controls relevant to the preparation of the report, ensuring
Laporan Keberlanjutan 2025
the information are fairly stated and that the data and
Page 1 of 2
238
Page 239
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Statement of Competency and Independence alignment with economic and environmental challenges in
the construction sector. The Company has also implemented
Decar Verite Asia is an independent licensed provider of
a Respectful Workplace Policy (RWP) to promote a work
assurance services. Our team of experts possesses the
environment free from discrimination, bullying, and
technical expertise, competency, and extensive experience
harassment. In terms of talent development, tiered
necessary to conduct assurance engagements on
leadership programs such as Young Leader and Satria Muda
environmental, social, and various other topics in
are designed to strengthen leadership capacity and
accordance with the AA1000 Assurance Standard. No
adaptability. Overall, these initiatives demonstrate the
member of the assurance team has a business relationship
Company’s proactive response to evolving sustainability
with WIKA Bangunan Gedung beyond this assignment. Decar
risks.
Verite Asia conducted this assurance engagement
independently and impartially with no conflicts of interest.
Impact
WIKA Bangunan Gedung has established processes to
Adherence to AA1000 Accountability Principles (2018)
identify, monitor, measure, evaluate, and manage its
Conclusions in regard to the AA1000 Accountability material impacts. The Company has strengthened its social
Principles (2018) are presented below: impact assessment by applying Social Return on Investment
(SROI) and the Public Satisfaction Index (PSI) to evaluate the
Inclusivity effectiveness of its empowerment programs. For instance,
the Jasmine Integrated Farming program achieved an SROI
WIKA Bangunan Gedung has identified key internal and PSI score of 6.62 and 89,64% categorized as “Very
stakeholders considered to have significant influence on the Good”, reflecting the creation of shared value for the local
company’s sustainability, as well as those affected by its community. In addition, the Company reported zero
operational activities. To understand their needs and fatalities and no work-related illnesses across all projects in
interests, the company has conducted engagement 2025, demonstrating strong performance in occupational
processes using approaches that are tailored and health and safety.
appropriate to each stakeholder group. Hence, Decar Verite
Asia confirms that WIKA Bangunan Gedung has applied the
principle of inclusivity. Looking ahead, WIKA Bangunan POJK No.51/2017 and SEOJK No.16/2021
Gedung may consider directly obtaining input from external
The disclosure provided in the Sustainability Report align
stakeholders to better understand their perspectives and
with the disclosure requirements outlined in POJK
concerns regarding the company’s impacts.
No.51/2017 and SEOJK No.16/2021.
Materiality
Adherence to GRI Standards 2021
WIKA Bangunan Gedung has previously identified its
material topics. In the current year, a reassessment was Decar Verite Asia confirms that the disclosures are aligned
conducted involving internal stakeholders across various with WIKA Bangunan Gedung’s claim of preparing the
functions. The results indicate no changes, with the topics Sustainability Report with reference of GRI Standards.
remaining relevant given the absence of significant changes Overall, material topic management approaches are fairly
in the company’s operations. Accordingly, Decar Verite Asia presented, reporting quality principles have been applied,
concludes that the principle of materiality has been applied. and supporting documents were adequately provided
during the assurance.
Going forward, WIKA Bangunan Gedung may consider
enhancing its materiality assessment by integrating inputs
from both internal and external stakeholders, while Conclusions
progressively prioritizing significance as the primary Based on the methodology applied and the evidence
criterion for determining material topics. obtained, within the scope of this assurance engagement,
nothing has come to our attention that causes us to believe
Responsiveness that WIKA Bangunan Gedung has not, in all material
WIKA Bangunan Gedung has established its CSR Grand respects, adhered to the AA1000 AccountAbility Principles
Design through the WEGE Cares Strategy to ensure (2018). The disclosures in the Sustainability Report have
been prepared in alignment with the applicable criteria.
Bogor, 10th April 2026
Signed on behalf of Decar Verite Asia
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Corey Pernieda
2025 Sustainability Report
Director
Decar Verite Asia
Page 2 of 2
239
Page 240
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Lembar Umpan Balik [G.2]
Feedback Form
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara We would like to express our sincere appreciation to
yang telah meluangkan waktu untuk membaca Laporan all readers who have taken the time to review the 2025
Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Sustainability Report of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Tahun 2025. Demi penyempurnaan kualitas laporan pada Tbk. To support the continuous improvement of our reporting
periode berikutnya, kami mengharapkan kesediaan Bapak/ quality in the future, we kindly invite you to complete this
Ibu/Saudara untuk mengisi Lembar Umpan Balik ini dengan Feedback Form by selecting the appropriate response and
memilih salah satu jawaban yang tersedia serta melengkapi providing additional input where necessary, and return it to
bagian yang diperlukan, kemudian mengirimkannya kembali us.
kepada kami.
1. Laporan Keberlanjutan ini sudah memberikan informasi yang jelas mengenai kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
This Sustainability Report provides clear information regarding the economic, social, and environmental performance of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
Setuju | Agree Tidak setuju | Disagree Tidak tahu | Do not know
2. Laporan Keberlanjutan ini sudah memberikan informasi yang jelas mengenai pemenuhan tanggung jawab sosial dan
lingkungan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
This Sustainability Report provides clear information regarding the fulfillment of social and environmental responsibilities of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
Setuju | Agree Tidak setuju | Disagree Tidak tahu | Do not know
3. Materi dan data dalam Laporan Keberlanjutan ini mudah dimengerti dan dipahami:
The materials and data presented in this Sustainability Report are easy to understand:
Setuju | Agree Tidak setuju | Disagree Tidak tahu | Do not know
4. Materi dan data dalam Laporan Keberlanjutan ini sudah cukup lengkap:
The materials and data presented in this Sustainability Report are sufficiently comprehensive:
Setuju | Agree Tidak setuju | Disagree Tidak tahu | Do not know
5. Apakah desain, tata letak, grafis dan foto-foto dalam Laporan Keberlanjutan ini sudah bagus?
The design, layout, graphics, and photographs in this Sustainability Report are satisfactory:
Setuju | Agree Tidak setuju | Disagree Tidak tahu | Do not know
6. Informasi apa yang paling bermanfaat dari Laporan Keberlanjutan ini?
Which information from this Sustainability Report do you find most useful?
7. Informasi apa yang dinilai kurang bermanfaat dari Laporan Keberlanjutan ini?
Which information from this Sustainability Report do you find less useful?
8. Informasi apa yang dinilai masih kurang dari Laporan Keberlanjutan ini dan perlu ditambahkan pada Laporan Keberlanjutan
mendatang?
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
What information do you consider still lacking and should be included in future Sustainability Reports?
Laporan Keberlanjutan 2025
240
Page 241
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Identitas Pengirim:
Respondent Identity:
Nama : _____________________________________________________________________________________________
Name
Email : _____________________________________________________________________________________________
E-mail
No. Telp : _____________________________________________________________________________________________
Phone Number
IDentifikasi menurut kategori pemangku kepentingan:
Stakeholder Category Identification:
Pelanggan | Customers
Pegawai/Organisasi Pegawai | Employees / Labor Union
Pemegang Saham | Shareholders
Pemerintah, Regulator, Legislatif | Government, Regulators, Legislative Bodies
Mitra Kerja | Business Partners
Media Massa | Mass Media
Masyarakat | Community
Lain-lain, sebutkan | Others, please specify
Mohon lembar umpan balik ini dikirimkan ke:
Please return this feedback form to:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
WIKA Tower 1, 7th-10th Floor
Jl. D.I Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340
T: +6221 85908862/85909003 (hunting)
F: +6221 85904146
corsec@wikagedung.id
www.wikagedung.co.id
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
241
Page 242
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Referensi Peraturan POJK No. 51/POJK.03/2017
& Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021 (G.4)
Reference to POJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 & OJK Circular No. 16/SEOJK.04/2021
Uraian Halaman
No
Description Page
A STRATEGI KEBERLANJUTAN
SUSTAINABILITY STRATEGIES
A.1. Visi dan Misi dalam Implementasi Strategi Berkelanjutan 23
Vision and Mission in the Implementation of the Sustainability Strategy
A.2. Pengelolaan Risiko dan Hasil yang Ingin Dicapai 25
Risk Management and Expected Results
A.3. Strategi Keberlanjutan dan Hasil yang Ingin Dicapai 28
Sustainability Strategy and Expected Results
B IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
PERFORMANCE OVERVIEW OF SUSTAINABILITY ASPECTS
B.1. Aspek Ekonomi 6
Economical Aspect
B.2. Aspek Lingkungan Hidup 7
Environmental Aspect
B.3. Aspek Sosial 10
Social Aspect
C PROFIL PERUSAHAAN
COMPANY PROFILE
C.1. Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 55
Vision, Mission, and Sustainability Values
C.2 Alamat dan Sejarah Singkat Perusahaan 54
Company Address and Short History
C.3. Skala Usaha 58
Business Scale
C.4. Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha 59
Products, Services, and Business Activities
C.5. Keanggotaan Asosiasi 61
Association Membership
C.6. Perubahan Signifikan 55
Significant Changes
D PENJELASAN DIREKSI
DIRECTORS’ EXPLANATIONS
D.1. Kebijakan Merespon Tantangan Dalam Strategi Keberlanjutan 18-19
Policies to Respond to Challenges in Sustainability Strategies
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
D.2. Penerapan Keuangan Berkelanjutan 18-19
Implementation of Sustainable Finance
Laporan Keberlanjutan 2025
D.3. Strategi Pencapaian Target 18-19
Target Achievement Strategy
242
Page 243
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Uraian Halaman
No
Description Page
E TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
SUSTAINABILITY GOVERNANCE
E.1. Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 217
Person-in-Charge for the Implementation of Sustainable Finance
E.2. Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan 218
Sustainable Finance Competency Development
E.3. Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 28, 31, 219
Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance
E.4. Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 229
Stakeholder Relations
E.5. Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 236
Problems with the Implementation of Sustainable Finance
F KINERJA KEBERLANJUTAN
SUSTAINABILITY PERFORMANCE
F.1. Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 65, 203
Activities to Build a Culture of Sustainability
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
F.2. Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan 66
Laba Rugi.
Comparison of Production Target and Performance, Portfolio, Financing Target, or Investment, Income and
Profit and Loss.
F.3. Perbandingan Target dan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan. Kinerja Portofolio, 72-73
Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan
Comparison of Targets and/or Projects That Are In Line with Sustainable Finance. Portfolio Performance,
Target Financing, or Investment in Financial Instruments
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Aspek Umum
General Aspects
F.4. Biaya Lingkungan Hidup 9, 86
Environmental Cost
Aspek Material
Material Aspects
F.5. Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 86
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspects
2025 Sustainability Report
F.6. Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 90, 92
Amount and Intensity of Energy Used
F.7. Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 90, 92
Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy
Aspek Air
Water Aspects
F.8. Penggunaan Air 97
243
Water usage
Page 244
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
Uraian Halaman
No
Description Page
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspects
F.9. Dampak Wilayah Operasi Terhadap Daerah Konservasi/Keanekaragaman Hayati 106
Impact of Operational Area on Conservation/Biodiversity Area
F.10. Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 106, 108
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emission Aspects
F.11. Jumlah dan Intensitas Emisi 93
Emission Amount and Intensity
F.12. Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi 94, 96
Emission Reduction Efforts and Achievements
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspects
F.13. Jumlah Limbah dan Efluen 102
Amount of Waste and Effluent
F.14. Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 102, 104
Waste and Effluent Management Mechanism
F.15. Tumpahan yang Terjadi (jika ada) 111
Spills that Occur (if any)
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Complaints Related to the Environment Aspects
F.16. Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup 111
Number and Material of Environmental Complaints
Kinerja Sosial
Social Performance
F.17. Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 112
Commitment to Providing Services for Equal Products and/or Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspects
F.18. Kesetaraan Kesempatan Kerja 122
Equal Employment Opportunity
F.19. Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 121
Child Labor and Forced Labor
F.20. Upah Minimum Regional 129
Regional minimum wage
F.21. Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman 147
Decent and Safe Work Environment
F.22. Pelatihan dan Pengembangan 135, 144
Training and development
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025
244
Page 245
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
Uraian Halaman
No
Description Page
Aspek Masyarakat
Community Aspects
F.23. Dampak Operasi terhadap masyarakat Sekitar 175
Impact of Operations on the Surrounding Community
F.24. Mekanisme dan Jumlah Pengaduan Masyarakat 233, 236
Mechanism and Number of Public Complaints
F.25. TJSL terhadap SDGs 175
CSR against SDGs
Tanggung Jawab Pengembangan Produk
Product Development Responsibilities
F.26. Inovasi dan Pengembangan 113
Innovation and Development
F.27. Jumlah dan Persentase Evaluasi Produk yang Dievaluasi 115
Number and Percentage of Product Evaluations Evaluated
F.28. Dampak Produk dan Mitigasi Penanggulangan 115
Product Impact and Mitigation Countermeasures
F.29. Jumlah produk yang ditarik Kembali 116
Number of recalled products
F.30. Survei Kepuasan Pelanggan 116
Customer satisfaction survey
G Lain-lain
Others
G.1. Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
Written Verification from an Independent Party (if any)
G.2. Lembar Umpan Balik
Feedback Sheet
G.3. Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 35
Feedback on Previous Year's Sustainability Report Feedback
G.4. Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
List of Disclosures According to Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
245
Page 246
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
GRI Content Index – In Accordance
PT AirAsia Indonesia Tbk menyusun Laporan Keberlanjutan sesuai dengan (in accordance with) GRI
Pernyataan Penggunaan Standar Standards untuk periode 1 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025
Statement of Use PT AirAsia Indonesia Tbk has reported in accordance with the GRI Standards for the period 1
January 2025 until 31 December 2025
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Foundation 2021
GRI 1 Used
Standar Sektoral yang Digunakan Tidak dapat diterapkan
Applicable GRI Sector Standard(s) Not Applicable
No Indeks Nama Indeks Halaman
Index Num. Index Name Pages
GRI 2 Standar Universal: Pengungkapan Umum (2021)
Universal Standard: General Disclosure (2021)
2-1 Informasi mengenai organisasi 54, 62
Information on the organization
2-2 Entitas yang termasuk dalam laporan keberlanjutan 35
Entities included in the organization's sustainability reporting
2-3 Periode pelaporan, frekuensi, dan titik kontak 34, 51
Reporting period, frequency and contact point
2-4 Penyajian kembali informasi 35
Restatements of information
2-5 Assurance oleh pihak eksternal 35
External assurance
2-6 Aktivitas, rantai nilai dan hubungan bisnis 59, 68
Activities, value chain and other business relationships
2-7 Karyawan 54, 123, 124
Employees
2-8 Pekerja yang bukan karyawan 125
Workers who are not employees
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 205
Governance structure and composition
2-10 Nominasi dan seleksi badan tata kelola tertinggi 211
Nomination and selection of the highest governance body
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 206
Chair of the highest governance body
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi pengelolaan dampak 214, 215
Role of the highest governance body in overseeing impact management
2-13 Delegasi tanggung jawab pengelolaan dampak 141, 217
Delegation of responsibility for managing impacts
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan 218
Role of the highest governance body in sustainability reporting
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2-15 Konflik kepentingan 231
Conflicts of interest
Laporan Keberlanjutan 2025
2-16 Komunikasi masalah penting 233
Communication of critical concerns
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 218
Collective knowledge of the highest governance body
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi 211
Evaluation of the performance of the highest governance body
246
Page 247
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
No Indeks Nama Indeks Halaman
Index Num. Index Name Pages
2-19 Kebijakan remunerasi 211-212
Remuneration policies
2-20 Proses penentuan remunerasi 211-212
Process to determine remuneration
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 211-212
Annual total compensation ratio
2-22 Pernyataan strategi pembangunan keberlanjutan 18, 23
Statement on sustainable development strategy
2-23 Komitmen kebijakan 143, 214
Policy commitments
2-24 Implementasi komitmen kebijakan 231
Embedding policy commitments
2-25 Proses remediasi dampak negatif 141, 236
Processes to remediate negative impacts
2-26 Mekanisme pengaduan dan konsultasi 233
Mechanisms for seeking advice and raising concerns
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi 12, 111, 122, 231
Compliance with laws and regulations
2-28 Keanggotaan asosiasi 61
Membership associations
2-29 Pendekatan keterlibatan pemangku kepentingan 229
Approach to stakeholder engagement
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 121
Collective bargaining agreements
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
2025 Sustainability Report
247
Page 248
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
GRI Standard Disclosure Page Omission
GRI 201 Kinerja Ekonomi 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 66
Economic Performance Direct economic value generated and distributed
201-2 Implikasi keuangan serta risiko dan peluang lainnya akibat 81
perubahan iklim
Financial implications and other risks and opportunities due to
climate change
201-3 Kewajiban program imbalan pasti dan program pensiun 131
lainnya
Defined benefit plan obligations and other retirement plans
201-4 Bantuan keuangan yang diterima dari pemerintah 67
Financial assistance received from government
GRI 202 Kehadiran Pasar 202-1 Rasio upah standar tingkat awal berdasarkan gender 129
Market Presence dibandingkan dengan upah minimum setempat
Ratios of standard entry level wage by gender compared to local
minimum wage
202-2 Proporsi manajemen senior yang direkrut dari komunitas -
lokal
Proportion of senior management hired from the local
community
GRI 203 Dampak Ekonomi Tidak 203-1 Investasi infrastruktur dan layanan yang didukung 59
Langsung Infrastructure investments and services supported
Indirect Economic Impacts
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 175
Significant indirect economic impacts
GRI 204 Praktik Pengadaan 204-1 Proporsi pengeluaran pada pemasok lokal 70-71
Procurement Practices Proportion of spending on local suppliers
GRI 205 Anti-korupsi 205-1 Operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 231
Anti-corruption Operations assessed for risks related to corruption
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan serta 232
prosedur anti-korupsi
Communication and training about anti-corruption policies and
procedures
205-3 Insiden korupsi yang terkonfirmasi dan tindakan yang 233
diambil
Confirmed incidents of corruption and actions taken
GRI 206 Perilaku Anti- 206-1 Tindakan hukum terkait perilaku anti-persaingan, anti- 12
persaingan trust, dan praktik monopoli
Anti-competitive Behavior Legal actions for anti-competitive behavior, anti-trust, and
monopoly practices
GRI 301 Material 301-1 Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume 86
Materials Materials used by weight or volume
301-2 Material input daur ulang yang digunakan 87-88
Recycled input materials used
301-3 Produk yang diambil kembali dan material kemasannya -
Reclaimed products and their packaging materials
GRI 302 Energi 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi 91-92
Energy Energy consumption within the organization
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 91-92
Energy consumption outside of the organization
Laporan Keberlanjutan 2025
302-3 Intensitas energi 92
Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi 92
Reduction of energy consumption
302-5 Pengurangan kebutuhan energi pada produk dan layanan -
Reductions in energy requirements of products and services
248
Page 249
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
GRI Standard Disclosure Page Omission
GRI 303 Air dan Efluen 303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama 97
Water and Effluents Interactions with water as a shared resource
303-2 Pengelolaan dampak yang terkait dengan pembuangan air 98, 101
Management of water discharge-related impacts
303-3 Pengambilan air 98, 101
Water withdrawal
303-4 Pembuangan air 100, 102
Water discharge
303-5 Konsumsi air 98
Water consumption
GRI 304 Keanekaragaman 304-1 Lokasi operasional yang dimiliki, disewa, dikelola di dalam, 106-107
Hayati atau berdekatan dengan kawasan lindung dan kawasan dengan
Biodiversity nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan lindung
Operational sites owned, leased, managed in, or adjacent to,
protected areas and areas of high biodiversity value outside
protected areas
304-2 Dampak signifikan aktivitas, produk, dan layanan terhadap 106-107
keanekaragaman hayati
Significant impacts of activities, products and services on
biodiversity
304-1 Habitat yang dilindungi atau dipulihkan 106-107
Habitats protected or restored
304-2 Spesies dalam Daftar Merah IUCN dan daftar konservasi 106-107
nasional yang habitatnya berada di area terdampak operasi
IUCN Red List species and national conservation list species with
habitats in areas affected by operations
GRI 305 Emisi 305-1 Emisi GRK langsung (Cakupan 1) 93
Emissions Direct (Scope 1) GHG emissions
305-2 Emisi GRK tidak langsung dari energi (Cakupan 2) 93
Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
305-3 Emisi GRK tidak langsung lainnya (Cakupan 3) 94
Other indirect (Scope 3) GHG emissions
305-4 Intensitas emisi GRK 94
GHG emissions intensity
305-5 Pengurangan emisi GRK 96
Reduction of GHG emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 97
Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
305-7 Oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SOx), dan emisi udara -
signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant
air emissions
GRI 306 Efluen dan Limbah 306-1 Tumpahan signifikan 102
Effluents and Waste Significant spills
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
306-2 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah 102, 104
Waste generation and significant waste-related impacts
306-3 Pengelolaan dampak signifikan terkait limbah 102
2025 Sustainability Report
Management of significant waste-related impacts
306-4 Limbah yang dihasilkan 103
Waste generated
306-5 Limbah yang dialihkan dari pembuangan 103
Waste diverted from disposal
306-6 Limbah yang diarahkan ke pembuangan 103
Waste directed to disposal 249
Page 250
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
GRI Standard Disclosure Page Omission
Take Out GRI Nomor 307 307 111
GRI 308 Penilaian Lingkungan 308-1 Pemasok baru yang disaring menggunakan kriteria 68
Pemasok lingkungan
Supplier Environmental New suppliers that were screened using environmental criteria
Assessment
308-2 Dampak lingkungan negatif dalam rantai pasok dan 68-69
tindakan yang diambil
Negative environmental impacts in the supply chain and actions
taken
GRI 401 Ketenagakerjaan 401-1 Penerimaan karyawan baru dan perputaran karyawan 127
Employment New employee hires and employee turnover
401-2 Manfaat yang diberikan kepada karyawan penuh waktu 129
yang tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh
waktu
Benefits provided to full-time employees that are not provided to
temporary or part-time employees
401-3 Cuti orang tua 130
Parental leave
GRI 402 Hubungan Tenaga 402-1 Periode pemberitahuan minimum terkait perubahan -
Kerja/Manajemen operasional
Labor/Management Relations Minimum notice periods regarding operational changes
GRI 403 Kesehatan dan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 148, 159, 160
Keselamatan Kerja Occupational health and safety management system
Occupational Health and Safety
403-2 Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden 151
Hazard identification, risk assessment, and incident investigation
403-3 Layanan kesehatan kerja 157
Occupational health services
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja terkait 149
kesehatan dan keselamatan kerja
Worker participation, consultation, and communication on
occupational health and safety
403-5 Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan keselamatan 155
kerja
Worker training on occupational health and safety
403-6 Promosi kesehatan pekerja 157-158
Promotion of worker health
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak kesehatan dan 148
keselamatan kerja yang secara langsung terkait dengan
hubungan bisnis
Prevention and mitigation of occupational health and safety
impacts directly linked by business relationships
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen 148
kesehatan dan keselamatan kerja
Workers covered by an occupational health and safety
management system
403-9 Cedera akibat kerja 159-160
Work-related injuries
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
403-10 Gangguan kesehatan akibat kerja 159-160
Work-related ill health
Laporan Keberlanjutan 2025
250
Page 251
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities Strengthening Sustainability Governance
GRI Standard Disclosure Page Omission
GRI 404 Pelatihan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan 138
Pendidikan Average hours of training per year per employee
Training and Education
404-2 Program peningkatan keterampilan karyawan dan program 134, 136, 140
bantuan transisi
Programs for upgrading employee skills and transition assistance
programs
404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan kinerja dan 144
pengembangan karier secara berkala
Percentage of employees receiving regular performance and
career development reviews
GRI 405 Keberagaman dan 405-1 Keberagaman badan tata kelola dan karyawan 123-124
Kesetaraan Kesempatan Diversity of governance bodies and employees
Diversity and Equal Opportunity
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibanding 129
laki-laki
Ratio of basic salary and remuneration of women to men
GRI 406 Non-diskriminasi 406 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil 121
Non-discrimination Incidents of discrimination and corrective actions taken
GRI 407 Kebebasan Berserikat 407 Operasi dan pemasok yang hak atas kebebasan berserikat -
dan Perundingan Bersama dan perundingan bersama mungkin berisiko
Freedom of Association and Operations and suppliers in which the right to freedom of
Collective Bargaining association and collective bargaining may be at risk
GRI 408 Pekerja Anak 408 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 121
Child Labor insiden pekerja anak
Operations and suppliers at significant risk for incidents of child
labor
GRI 409 Kerja Paksa atau Wajib 409 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 122
Forced or Compulsory Labor insiden kerja paksa atau wajib
Operations and suppliers at significant risk for incidents of
forced or compulsory labor
GRI 410 Praktik Keamanan 410 Personel keamanan yang dilatih mengenai kebijakan atau -
Security Practices prosedur hak asasi manusia
Security personnel trained in human rights policies or
procedures
GRI 411 Hak Masyarakat Adat 411 Insiden pelanggaran yang melibatkan hak masyarakat adat -
Rights of Indigenous Peoples Incidents of violations involving rights of indigenous peoples
GRI 413 Komunitas Lokal 413-1 Operasi dengan keterlibatan komunitas lokal, penilaian 236
Local Communities dampak, dan program pengembangan
Operations with local community engagement, impact
assessments, and development programs
413-2 Operasi dengan dampak negatif aktual dan potensial yang 197
signifikan terhadap komunitas lokal
Operations with significant actual and potential negative impacts
on local communities
GRI 414 Penilaian Sosial 414-1 Pemasok baru yang disaring menggunakan kriteria sosial -
Pemasok New suppliers that were screened using social criteria
Supplier Social Assessment
414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai pasok dan tindakan -
yang diambil
Negative social impacts in the supply chain and actions taken
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
GRI 415 Kebijakan Publik 415 Kontribusi politik -
Public Policy Political contributions
2025 Sustainability Report
GRI 416 Kesehatan dan 416-1 Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari kategori 115
Keselamatan Pelanggan produk dan layanan
Customer Health and Safety Assessment of the health and safety impacts of product and
service categories
416-2 Insiden ketidakpatuhan terkait dampak kesehatan dan 115
keselamatan dari produk dan layanan
Incidents of non-compliance concerning the health and safety
impacts of products and services
251
Page 252
Halaman ini sengaja dikosongkan This page is intentionally left blank
Page 253
Halaman ini sengaja dikosongkan This page is intentionally left blank
Page 254
Sekilas WEGE Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
WEGE at a Glance Implementing Environmentally Friendly Operations
+6221 85908862/85909003 (hunting)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
+6221 85904146
Laporan Keberlanjutan 2025
corsec@wikagedung.id
www.wikagedung.co.id
@ptwikagedungID PT WIKA Gedung WEGE Podcast PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
254
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
p.2 ×198
unresolved
org
Financial Services Authority
p.5 ×3
unresolved
org
MIlik Negara
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Sampah Widuri
p.8
unresolved
org
Kota Nusantara
p.9 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya General Obligation
p.14
unresolved
org
Koperasi Karyawan WIKA
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan RI
p.16 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya Bangunan Keberlanjutan
p.22
unresolved
org
Gedung Tbk
p.22 ×3
unresolved
—
Pelaksana Tug
· Komisaris Utama
p.22
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
p.34
unresolved
org
PT Wege
p.35
unresolved
org
PT Wege Solusi Proklamasi. Cakupan
p.35
unresolved
org
PT Wijaya
p.36 ×4
unresolved
person
H. Keanekaragaman Hayati
p.43
unresolved
person
H. Biodiversity
p.43
unresolved
org
Wijaya Karya Name Bangunan
p.54 ×2
unresolved
org
PT Wege Solusi Proklamasi Subsidiary Entity Alamat Kantor
p.54
unresolved
person
Fatimah
p.56
unresolved
person
Imas Fatimah
· Notaris
p.56
unresolved
org
PT Wege Solusi Proklamasi Associate
p.58
unresolved
org
PT Wijaya Karya Pracetak
p.60 ×2
unresolved
org
Bank Mandiri Taspen
p.61 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.63
unresolved
org
Dana Pensiun Wijaya Karya Program Pensiun Iuran Pasti
p.132
unresolved
org
Karya (Persero) Tbk
p.132 ×2
unresolved
org
PT RAP
p.142 ×3
unresolved
org
PT Surveyor Indonesia
p.142 ×3
unresolved
org
Kementerian BUMN. Ruang
p.204
unresolved
org
Ministry of State-Owned Enterprises.
p.204
unresolved
person
Laki-laki
· Komisaris Independen
p.208
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.