Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-WEGE-att2.pdf

Other Text extracted WEGE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 254

Page 1
Beyond Green:
ESG Impact for Sustainability Growth
Laporan Keberlanjutan 2026 Sustainability Report
Page 2
                                                   Sanggahan dan Batasan
                                                        Tanggung Jawab
                                                                  Disclaimer and Limitations of Liability
Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) ini disusun sebagai bentuk transparansi dan
akuntabilitas Perseroan dalam menyampaikan kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, serta tata kelola yang relevan
sepanjang tahun pelaporan. Laporan ini juga memuat pernyataan mengenai rencana, strategi, target, dan kebijakan
keberlanjutan yang merupakan pernyataan ke depan (forward-looking statements) dan disusun sesuai dengan regulasi
serta standar pelaporan yang berlaku.

Pernyataan ke depan tersebut mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda
secara material dari yang disampaikan dalam laporan ini. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika
eksternal, perubahan regulasi, serta kondisi ekonomi dan sosial yang berada di luar kendali Perseroan. Oleh karena itu,
WEGE tidak menjamin bahwa semua sasaran atau proyeksi keberlanjutan yang disampaikan dalam laporan ini akan
sepenuhnya tercapai di masa mendatang.

The Sustainability Report of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) was prepared as a demonstration of the
Company’s commitment to transparency and accountability in disclosing its economic, environmental, social, and
governance performance throughout the reporting year. This document also contains statements regarding the Company’s
sustainability plans, strategies, targets, and policies, which constitute forward-looking statements and are presented in
accordance with applicable regulations and reporting standards.

These forward-looking statements involve risks and uncertainties that may cause actual results to differ significantly from
the projections. Such differences may be influenced by various factors, including changes external conditions, regulatory
dynamics, as well as economic and social circumstances beyond the Company’s control. Accordingly, WEGE does not
guarantee that all sustainability objectives or projections outlined in this report will be fully achieved in the future.
Page 3
Penjelasan Tema
Theme Explanation


Tema ini merefleksikan evolusi WEGE dalam memasuki
lanskap konstruksi yang kian kompleks, di mana
kemampuan beradaptasi bukan lagi sekadar keunggulan
melainkan fondasi keberlanjutan jangka panjang. Adaptive
growth menggambarkan kecakapan Perseroan dalam
menyelaraskan kapasitas, inovasi, dan strategi untuk
merespons perubahan makroekonomi, dinamika industri,
serta tuntutan pembangunan yang terus berevolusi.
Sementara itu, sustainable impact menegaskan komitmen
WEGE bahwa setiap langkah pertumbuhan harus
berkontribusi pada nilai yang lebih besar: pembangunan
yang bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya yang
bijaksana, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui transformasi sistem, optimalisasi proses,
pemanfaatan teknologi konstruksi yang lebih cerdas, serta
penerapan tata kelola yang kokoh dan transparan, WEGE
tidak hanya berupaya mempertahankan kinerja yang solid,
tetapi juga memastikan bahwa setiap keputusan bisnis
membawa dampak positif yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan demikian, WEGE hadir sebagai perusahaan
yang tidak hanya bertumbuh dalam angka, tetapi juga
bertumbuh dalam relevansi, ketahanan, dan manfaat bagi
masa depan.

This theme reflects WEGE’s evolution in entering an
increasingly complex construction landscape, where
adaptability is no longer just an advantage but the
foundation for long-term sustainability. Adaptive growth
describes the Company’s ability to align capacity, innovation,
and strategy to respond to macroeconomic changes,
industry dynamics, and evolving development demands.
Meanwhile, sustainable impact affirms WEGE’s commitment
that every step of growth must contribute to greater value:
responsible development, prudent resource management,
and improved quality of life for communities.

Through system transformation, process optimization,
the use of smarter construction technology, and the
implementation of robust and transparent governance,
WEGE not only strives to maintain solid performance but
also ensures that every business decision has a measurable
and sustainable positive impact. Thus, WEGE stands as
a company that not only grows in numbers but also in
relevance, resilience, and benefits for the future.
Page 4
                                        Daftar Isi
                                        Table of Contents

Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan                        6
Sustainability Performance Highlights

Penghargaan dan Sertifikasi                           14
Awards and Certifications

Pesan Direksi                                         18
Board of Directors’ Message

Makna dan Strategi Keberlanjutan                      23
Sustainability Meaning and Strategy

Manajemen Risiko Terintegrasi untuk Ketahanan         25
dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Integrated Risk Management for Resilience
and Sustainable Growth

Tentang Laporan                                       34
About the Report




  Sekilas WEGE
  WEGE at a Glance



Informasi Dasar WEGE                                  54
WEGE General Information

Visi, Misi, dan Nilai-Nilai                           55
Vision, Mission, and Values

Tentang WEGE                                          56
About WEGE

Struktur Grup Perusahaan                              58
Company Group Structure

Skala Perusahaan                                      58
Company Scale

Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha                   59
Products, Services, and Business Activities

Keanggotaan dan Asosiasi                              61
Membership in Associations

Portofolio Proyek                                     62
Project Portofolio

Kinerja Ekonomi                                       63
Economic Performance

Rantai Pasokan                                        68
Supply Chain

Penerapan Keberlanjutan                               72
Sustainability Implementation
Page 5
  Pengelolaan Lingkungan dan                                    Tata Kelola Perusahaan
  Efisiensi Sumber Daya                                         dan Manajemen Risiko
  Environmental Management                                      Corporate Governance
  and Resource Efficiency                                       and Risk Management

Manajemen Lingkungan                                    78    Tata Kelola Perusahaan                                202
Environmental Management                                      Corporate Governance

Pengelolaan Dampak Lingkungan                           90    Organisasi Keberlanjutan                              205
Environmental Impact Management                               Sustainability Organization

Biodiversity Risk Assessment                            109   Tata Kelola Keberlanjutan                             216
Biodiversity Risk Assessment                                  Sustainability Governance

Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan              112   Manajemen Risiko                                      219
Providing the Best Products for Customers                     Risk Management

                                                              Hubungan dengan Pemangku Kepentingan                  229
                                                              Relationship with Stakeholders
  Pengembangan Sumber Daya Manusia
  dan Dampak Sosial
  Human Resource Development                                  Laporan Assurance Independen                          238
                                                              Independent Assurance Report
  and Social Impact
                                                              Lembar Umpan Balik                                    240
Manajemen Sumber Daya Manusia                           120   Feedback Form
Human Resource Management
                                                              Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)                242
Respectful Workplace Policy (RWP)                       122   Reference to the Financial Services Authority (OJK)
Respectful Workplace Policy (RWP)
                                                              Indeks Standar Isi GRI                                246
Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman                    147   GRI Content Index
Decent and Safe Working Environment

Memberdayakan Masyarakat Sekitar                        175
Empowering the Surrounding Community

Dukungan program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan        192
Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals
(SDGs)
Page 6
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                       Sustainability Performance Highlights

                                       Ikhtisar Ekonomi [B.1]
                                       Economic Highlights




                                                     Capaian Perolehan Proyek                                           Pengelolaan Aspek Keuangan
                                                     Project Acquisition Achievement                                    Financial Aspect Management


                                         Kontrak Dihadapi                                                  Pertumbuhan usaha yang dijalankan secara
                                         Order Book
                                                                   5.765              triliun
                                                                                      trillion
                                                                                                           berkelanjutan dengan prinsip kehati-hatian
                                                                                                           memungkinkan Perseroan mempertahankan kinerja
                                                                                                           yang solid. Pendekatan ini turut memperkuat struktur
                                                                                                           permodalan dan mendukung ketahanan finansial
                                         Kontrak Baru

                                                                     1.709
                                                                                                           Perusahaan ke depan.
                                         New Contracts                                triliun
                                                                                                           Sustainable business growth driven by prudent
                                                                                      trillion
                                                                                                           principles has enabled the Company to maintain solid
                                                                                                           performance. This approach has also strengthened the
                                         Capaian Revenue                                                   capital structure and supported the Company’s financial
                                         Stream
                                                                     2.173            triliun
                                                                                      trillion
                                                                                                           resilience going forward.




                                                             Pemasok Lokal                                               Corporate Rating
                                                             Local Supplier




                                                                                                                            idBBB
                                         Seluruh pemasok yang bekerja sama dengan
                                         WEGE merupakan pemasok lokal yang beroperasi
                                         di Indonesia. Sepanjang periode pelaporan, total
                                         anggaran yang dialokasikan untuk pemasok lokal
                                         mencapai Rp489 miliar.
                                         All of WEGE’s suppliers are local suppliers operating in          SEHAT          Kategori Layak Investasi
                                         Indonesia. Throughout the reporting period, the total             SOUND        Investment Grade Category
                                         budget allocated to local suppliers reached Rp489
                                         billion.




                                                                                                                        Segmen Pasar
                                                                                                                        (Pencapaian Kontrak Baru)
                                                                                                                        Market Segments (New Contract Acquisition)


                                         Produk Ramah Lingkungan
                                         Eco-Friendly Products
                                                                                                           Pemerintah
                                                                                                           Government                   1.464,76             triliun
                                                                                                                                                             trillion
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                         Penjualan produk modular                                          Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) & Anak Usaha
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                         Sales of modular products                                         State-Owned Enterprises (SOEs) & Subsidiaries


                                            Rp3.046.540.438                                                                             228,407              milliar
                                                                                                                                                             billion


                                                                                                           Swasta
                                                                                                           Private Sector                    15,929          milliar
                                                                                                                                                             billion


          6
Page 7
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                     Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities              Strengthening Sustainability Governance




Ikhtisar Lingkungan [B.2]
Environmental Highlights


                                                                                         Keunggulan WEGE
                Komitmen Net Zero                                                        dalam Pengelolaan Risiko Iklim
                Emission (NZE)                                                           WEGE’s Excellence in
                Commitment to Net Zero Emission (NZE)                                    Climate Risk Management

   WEGE menetapkan target untuk mencapai emisi nol
   bersih (NZE) pada tahun 2060, mencakup seluruh
   kategori emisi Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan
   3. Komitmen ini menjadi landasan perusahaan dalam
   mengarahkan operasional menuju praktik yang                                Climate-Ready                  Inovasi Konstruksi
   semakin rendah karbon.                                                      Construction                    Rendah Emisi
                                                                              Climate-Ready                    Low-Emission
   WEGE juga menjadi perusahaan konstruksi pertama                             Construction                Construction Innovation
   di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO
   50001:2018, sebagai bukti keseriusan Perseroan
   dalam mengelola energi secara efisien dan
   berkesinambungan.

   WEGE is committed to achieve Net Zero Emission                         Solusi Green Building                 Arah Net Zero
   (NZE) by 2060, which includes all emission                                 Terintegrasi                         WEGE
   categories from Scope 1, Scope 2, and Scope 3. This                  Integrated Green Building              WEGE’s Net Zero
   commitment serves as a foundation for the Company                            Solutions                         Direction
   in directing its operational activities toward low-
   carbon practices.

   WEGE also became the first construction company
   in Indonesia to obtain ISO 50001:2018 certification,                                 Penggunaan Energi
   proving the Company’s dedication to manage energy                                    Energy Usage
   efficiently and sustainably.

                                                                       Total Konsumsi Energi
                                                                       Total Energy Consumption
                      Konsumsi Air
                      Water Consumption                                405.367,56                       Gigajoule (GJ)
                                                                                                        Gigajoule (GJ)


                                                                       Intensitas energi per pendapatan
                                                                       Energy Intensity per Revenue
               43.605.306
                                             m3


                                                                                   0,2497               GJ/Juta Rupiah
                                                                                                        GJ/Million Rupiah




                           Cakupan 1                                                   Cakupan 2
                           Scope 1                                                     Scope 2
                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                            19.805,26                 Ton CO2e
                                                      Tons CO2e                        4.301,64                    Ton CO2e
                                                                                                                   Tons CO2e
   Pengelolaan
                                                                                                                                                Laporan
                                                                                                                                                 2025 Sustainability




   Emisi Karbon
   Carbon Emissions        Intensitas emisi per pendapatan                             Cakupan 3
                                                                                                                                                        Keberlanjutan




   Management              Emission Intensity per Revenue                              Scope 3


                                     0,0151                                              1.037,22
                                                                                                                                                                     Report




                                                      Ton CO2e/Juta Rupiah                                         Ton CO2e
                                                                                                                                                                      2025




                                                      Tons CO2e/ Million Rupiah                                    Tons CO2e



                                                                                                                                                 7
Page 8
                                           Sekilas WEGE                      Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                           WEGE at a Glance                  Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Program Zero Waste                                                                                          Pupuk kompos
                                                                                                        Sisa makanan             Komposter
                                       Zero Waste Program                                                                                            Compost
                                                                                                         Food waste              Composter
                                                                                                                                                     fertilizer



                                                                                                                                   Tempat
                                                                                                                                                    Pemupukan
                                                                                                                                 pembibitan
                                                                                                                                                    Fertilization
                                                                                                                                  Nursery


                                                                                                            Pilah               Bekerjasama dengan Bank
                                                                                           B1               Sampah              Sampah Widuri RW 11, Cipinang
                                                                                                            Waste               Cimpedak, Jakarta Timur
                                                                                                            sorting             Collaboration with Bank Sampah
                                                                                                                                Widuri RW 11, Cipinang Cimpedak,
                                                                                           B2                                   East Jakarta

                                                              Kampanye pemilahan                            Bekerjasama dengan Pihak
                                       Kantor Pusat           sampah di lingkungan         B3               Strategis untuk menjadi
                                       Head Office                  kantor                                  produk nilai tambah
                                                                 Waste sorting                              Partnerships with strategic
                                                              campaign in the office                        parties to create value-
                                                                 environment                                added products


                                                                                                                      Khusus sampah B3, hanya berupa catridge
                                                                                                                      tinta printer yang dikembalikan ke produsen
                                                                                                                      Hazardous waste (B3) limited to printer
                                                                                                                      cartridges, returned to the manufacturer




                                       Eco-Efficiency Program


                                                   Penggunaan lampu                                                                           Air keran siap minum
                                                   LED dan lampu                                  7 unit unit mobil listrik                   menggunakan alat
                                                   sensor                                         dan 1 unit motor listrik                    pemurni air
                                                   Use of LED lighting                            7 electric cars and 1                       Tap water is ready to
                                                   and motion sensor                              electric motorcycle                         drink using a water
                                                   lighting                                                                                   purifier


                                                   Penggunaan inverter
                                                   pada alat angkat-                              16% Proyek
                                                                                                                                              Inventarisasi Gas
                                                   angkut dan AC                                  Green Building
                                                                                                                                              Rumah Kaca (GRK)
                                                   Use of inverters                               16% Green
                                                                                                                                              Greenhouse Gas
                                                   in lifting hoisting                            Building
                                                                                                                                              (GHG) Inventory
                                                   equipment and air                              Projects
                                                   conditioners
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                   Penerapan Sistem Modular dalam proyek WEGE
                                                   melalui metode Prefabricated Prefinished                                     2 unit Stasiun Pengisian Kendaraan
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                   Volumetric Construction (PPVC) yang ramah                                    Listrik Umum (SPKLU) di hotel dan
                                                   lingkungan dan mengusung prinsip lean                                        apartemen milik WEGE
                                                   construction                                                                 2 units of Public Electric Vehicle
                                                   Application of Modular Systems in WEGE projects                              Charging Stations (SPKLU) at the
                                                   through the environmentally friendly Prefabricated                           hotel and apartment owned by WEGE
                                                   Prefinished Volumetric Construction (PPVC)
                                                   method, which embodies the principles of lean
                                                   construction
          8
Page 9
   Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar             Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
   Supporting the Development of Employees and Local Communities      Strengthening Sustainability Governance




Biaya Lingkungan Hidup [F.4]
Environmental Expenses


                                                Mencakup biaya untuk penanaman

        96.557.394
  Rp                                            pohon dan upaya konservasi
                                                Includes costs for tree planting
                                                and conservation efforts.




Pelestarian Keanekaragaman Hayati            Revitalisasi taman bermain Pusat Konservasi
Biodiversity Conservation                    Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan
                                             Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan,
                                             Kalimantan Timur, sebagai dukungan terhadap
    1,3       Hektar
              Hectares
                                             pusat pendidikan dan konservasi Beruang Madu
                                             di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
                                             Revitalization of the Sun Bear Conservation

    7         Beruang Madu
              Sun Bears
                                             Center in the Balikpapan Environmental Education
                                             Tourism Area (KWPLH), East Kalimantan to support
                                             the Sun Bear education and conservation center in
                                             the Nusantara Capital City (IKN).



                                                                                    Program Kampung Iklim
                                                                                    (ProKlim) Kebun Jasmine,
                                                                                    Bandung mencapai Kategori
                                                                                    Utama Proklim.
                                                                                    The Jasmin Garden Climate

                         4.310          Pohon
                                        Trees
                                                                                    Village (ProKlim) program
                                                                                    in Bandung has reached the
                                                                                    ProKlim Primary Category.
dilakukan di berbagai lokasi di Indonesia,
khususnya di sekitar proyek WEGE, bersama
WIKA Group.
                                                                                    Penanaman pohon langka
planted in various locations in Indonesia,
                                                                                    dalam Program Penanaman
particularly around WEGE projects collaboration
                                                                                    Pohon Langka Endemik
with WIKA Group.
                                                                                    Nusantara, Sinergi dengan Grup
                                                                                    WIKA:
                                                                                    In synergy with WIKA Group,
                                                                                    rare trees were planted during
                                                                                    the Endemic Nusantara Tree
                                                                                    Planting Program:
                                                                                    • Sonokeling
                                                                                    • Kemuning Hutan
                                                                                    • Terap Hijau

                             5
                                                                                    • Belimbing Papua
                                                                                    • Randu Alas
                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                    • Anggrek Hitam
Greenhouse binaan WEGE                                                              • Lahung
Greenhouses supported by WEGE                                                       • Kerantungan
                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




                                                                                                                                9
Page 10
                                               Sekilas WEGE                     Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                 Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Ikhtisar Sosial [B.3]
                                       Social Highlights




                                                           Hak Asasi Manusia                                                       Jumlah Karyawan
                                                           Human Rights                                                            Total Employees




                                         Penerapan Respectful Workplace Policy (RWP)
                                         Implementation of Respectful Workplace Policy (RWP)                                   460              Karyawan
                                                                                                                                                Employees




                                                                                                               11,96
                                         Tidak terdapat kejadian pelanggaran Hak asasi Manusia                                 %
                                         di WEGE                                                                                    Karyawan Perempuan
                                         No incidents of Human Rights violation at WEGE                                             Female Employee




                                                                                                                          2
                                                                                                                               % Karyawan  Perempuan di Tingkat Manajemen
                                                                                                                                 per Keseluruhan
                                                                                                                                    Female Employees in Management Level per
                                                             Kontribusi                                                             All Level

                                                             kepada Masyarakat

                                                                                                                  7,08
                                                             Contribution to the Community                                     %
                                                                                                                                     Tingkat Turnover Karyawan
                                                                                                                                     Employee Turnover Rate




                                                                                                                         60
                                          Peluncuran Grand Design CSR sebagai acuan strategis                                  %
                                                                                                                                     Tingkat Keterikatan Karyawan
                                          dalam pengelolaan program tanggung jawab sosial                                            Employee Engagement Rate
                                          perusahaan
                                          Launch of the CSR Grand Design as a strategic guide for                  72
                                                                                                                      %
                                                                                                                                   79
                                                                                                                                        %
                                                                                                                                                    76
                                                                                                                                                         %
                                                                                                                                                                    72
                                                                                                                                                                       %

                                          corporate social responsibility program management
                                                                                                                  2024             2023            2022             2021


                                          Realisasi anggaran program CSR
                                          The CSR program budget reached
                                                                                                                                                   Pengembangan
                                                                                                                                                   dan Evaluasi
                                                     1.218.133.842
                                                Rp
                                                                                                                                                   Karyawan
                                                                                                                                                   Employee Development
                                                                                                                                                   and Evaluation
                                          Melalui 5 (Lima) pilar
                                          distributed across 5 (Five) pillars


                                                                                                             Biaya Pengembangan Kompetensi Karyawan
                                                           Building Hope
                                                                                                             Employee Competency Development Costs



                                                                                                                          586,68
                                                                                                                     Rp
                                                           Building Wellness                                                                         juta
                                                                                                                                                     million
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                           Building Future
                                                                                                                                   Karyawan mendapatkan penilaian

                                                                                                                100
                                                                                                                           %       dan evaluasi kinerja dalam rangka
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                                                                                   mendukung pengembangan karier
                                                           Building Nature                                                         Employees received performance
                                                                                                                                   assessment and evaluation to support
                                                                                                                                   their career development

                                                           Building Prosperity

     10
Page 11
    Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
    Supporting the Development of Employees and Local Communities             Strengthening Sustainability Governance




                     UMKM Binaan                                                      Pemberdayaan Disabilitas
                     Fostered MSMEs                                                   Empowerment of People with Disabilities




WEGE mendukung pengembangan UMKM dari karyawan                 Perusahaan membantu penyandang disabilitas meningkatkan
dan masyarakat melalui pelatihan, sertifikasi, serta           keterampilan dan kualitas hidup melalui pelatihan,
kesempatan mengikuti bazar dan kegiatan peningkatan            pendampingan, dan advokasi, termasuk pemanfaatan barang
kapasitas lainnya                                              bekas menjadi produk bernilai ekonomi.
WEGE supports the development of MSMEs owned by                The company helps people with disabilities to improve their
its employees and the community through trainings,             skills and quality of life through training, mentoring, and
certifications, as well as opportunities to attend bazaar      advocacy, including the use of recycled materials to create
and other capacity development programs.                       products with economic value.




  60                                                                  5.000.000
                                                               Rp
           Total UMKM binaan                                                                             Dana yang dikeluarkan
           Total Fostered MSMEs                                                                          Funds disbursed




                       Pengukuran dan Penilaian Dampak Program CSR
                       Measurement and Assessment of CSR Program Impacts




Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)                                 Social Return
Public Satisfaction Index (PSI)                                  on Investment (SROI)



     83,03
                         %
                                                                    6,62              4,56                   3,42
                              Kategori | Category
                              Sangat Puas
                              Very Satisfied


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Modular                              Jasmine            Teras       WEGE Lapak & Pendidikan Anak
                                                                 Integrated Farming      Braga         Usia Dini (PAUD) Modular
Modular Early Childhood Education (PAUD)                                                              WEGE Lapak & Modular Early
                                                                                                      Childhood Education (PAUD)

                                                                 Skor menunjukkan bahwa setiap Rp1 yang diinvestasikan
                                                                 menghasilkan nilai manfaat yang signifikan.
                                                                 The score indicates that every Rp1 invested yields
                                                                 substaintial social value and impact




                                        Indeks Kepuasan Pelanggan
                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                        Customer Satisfaction Index
                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




                                               93,30
Pelayanan Terbaik                                            %
                                                                         Melebihi target yang ditetapkan yaitu 87,50%
untuk Pelanggan                                                          Exceeding the target at 87,50%
Excellent Customer Service



                                                                                                                                            11
Page 12
                                               Sekilas WEGE                   Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance               Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Ikhtisar Tata Kelola
                                       Governance Highlights




                                                           Kepatuhan terhadap Hukum
                                                           Legal Compliance




                                          Tidak terdapat kasus ketidakpatuhan terhadap regulasi             Tidak terdapat kasus korupsi yang
                                          yang menyebabkan sanksi/denda [GRI 2-27]                          terjadi di lingkungan perusahaan
                                          No cases of non-compliance resulting in sanctions                 No incidents of corruption occurred
                                          or fines                                                          within the company




                                                          Penilaian                                                             Sistem Manajemen Anti
                                                          Implementasi GCG                                                      Penyuapan (SMAP)
                                                          GCG Implementation Assessment                                         Anti-Bribery Management System (SMAP)




                                               95,61
                                                                  %                                        Sebagai wujud komitmen Zero Tolerance terhadap
                                                                      Predikat Very Good                   segala bentuk penyuapan, WEGE menerapkan SMAP
                                                                      Very Good
                                                                                                           secara menyeluruh pada seluruh jajaran internal dan
                                                                                                           seluruh proses bisnis Perusahaan.
                                                                                                           As a commitment to Zero Tolerance towards all forms
                                          ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS),                     of bribery, WEGE implements SMAP comprehensively
                                          mencerminkan penerapan prinsip Tata Kelola                       across all internal ranks and all of the Company’s
                                          Perusahaan yang Baik secara menyeluruh dan sesuai                business processes.
                                          dengan standar internasional.
                                          The ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
                                          reflects the comprehensive implementation of
                                          Good Corporate Governance and compliance with                                            RATING
                                          international standards.

                                                                                                                                   31,1        Rating Tahun 2023
                                                                                                                                               2023 Rating




                                                                                                           SUSTAINALYTICS
                                                                                                           Kategori High Risk
                                                                                                           High Risk




                                                                                                              Leadership AA - Excellence Leader in ESG Transparency
                                                                                                              Leadership AA - Excellence Leader in ESG Transparency
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                                                              CSA Award for Outstanding Company
                                                                                                              CSA Award for Outstanding Company


     12
Page 13
   Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                  Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
   Supporting the Development of Employees and Local Communities           Strengthening Sustainability Governance




               Whistle Blowing System                              Tata Kelola Berkelanjutan
               Whistle Blowing System                              Sustainability Governance


                                                                        Terbentuknya Komite Tata
                    Total Pelaporan                                     Kelola Terintegrasi
                     Total Reports                                      Establishment of the
                                                                        Integrated Governance


                           7
                                                                        Committee

                                                                        Pembentukan Unit Khusus
                                                                        Penanggung Jawab
                                                                        Keberlanjutan
                                                                        Formation of a dedicated
             Laporan Telah Ditindaklanjuti                              unit responsible for
                  dan Diselesaikan                                      sustainability
         Followed up and Completed Reports
                                                                        Penerbitan Kebijakan
                                                                        Keberlanjutan

                      100         %                                     Issuance of a formal
                                                                        Sustainability Policy




                     Keterlibatan Pemangku Kepentingan
                     Stakeholder Engagement




WEGE menyelenggarakan Stakeholder Engagement Forum 2025 sebagai ruang dialog yang mempertemukan
beragam pemangku kepentingan, baik dari lingkungan internal maupun eksternal Perusahaan.
WEGE held the 2025 Stakeholder Engagement Forum to accomodate dialogue between various stakeholders,
including internal and external stakeholders of the Company.




SNI ISO 27001:2013 untuk
                                   SNI ISO 50001:2018                 SNI ISO 31000:2018                SNI ISO 9001:2015
   Sistem Manajemen
                                     untuk Sistem                        untuk Sistem                      untuk Sistem
  Keamanan Informasi
                                   Manajemen Energi                    Manajemen Risiko                Manajemen Kualitas
   SNI ISO 27001:2013
                                   SNI ISO 50001:2018                 SNI ISO 31000:2018               SNI ISO 9001:2015 for
     for Information
                                        for Energy                   for Risk Management               Quality Management
 Security Management
                                  Management System                         System                            System
          System
                                                                                                                               PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




   SNI ISO 45001:2018                                                       Sertifikat
                                                                                                                                           2025 Sustainability Report




untuk Sistem Manajemen             SNI ISO 14001:2015              Penghargaan untuk Sistem             SNI ISO 37001:2016
     Kesehatan dan              untuk Sistem Manajemen              Manajemen Keselamatan            untuk Sistem Manajemen
   Keselamatan Kerja                  Lingkungan                      dan Kesehatan Kerja                Anti Penyuapan
   SNI ISO 45001:2018              SNI ISO 14001:2015                 Certificate of Award              SNI ISO 37001:2016
    for Occupational               for Environmental                    for Occupational                 for Anti-Bribery
    Health and Safety             Management System                    Health and Safety               Management System
  Management System                                                  Management System


                                                                                                                                     13
Page 14
                                                Sekilas WEGE                                                                                                                                                                                                                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                                                                                                                                                                                                                          Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Penghargaan dan Sertifikasi
                                       Awards and Certifications

                                       Penghargaan
                                       Awards




                                                                                             08 Mei 2025 | 08 May 2025                                                                                                                                                                                                                       25 Juni 2025 | 25 June 2024

                                                                                                                                                                                                                                    Rating Summary
                                                                                                                                                                                                                                                              May 8, 2025                                                                        ORGANIZ ED    BY                                                                SUPP ORT ED         BY




                                                                                                                                PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                        Credit Rating                                                PEFINDO has assigned its idBBB rating with stable outlook to PT Wijaya Karya
                                                                                        General Obligation (GO)                  idBBB/Stable




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             1st
                                                                                                                                                     Bangunan Gedung Tbk (WEGE). The rating reflects the Company’s conservative
                                                                                                                                                     capital structure and its favorable business model. The rating is constrained by its



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            AWARD 2025
                                                                                        Rating Period                                                concentrated project type and volatile business environment.
                                                                                        April 24, 2025 – April 1, 2026
                                                                                                                                                     The rating may be raised if WEGE improves its market position, strengthens its
                                                                                                                                                     modular business, and obtains more non-government projects, as well as improves
                                                                                        Published Rating History
                                                                                        -                                                            its profitability on a sustained basis. This should also demonstrate a more conservative                                                                                                                               PENGHARGAAN BINAAN BUMN
                                                                                                                                                     capital structure and stronger cash flow protection measures. However, the rating may                                                                                                                                  BUMN Untuk Negeri,
                                                                                                                                                     be lowered if the Company incurs more debt than projected to finance expansion or                                                                                                                                    Membangun UMK M Tangguh
                                                                                                                                                     working capital, resulting in the deterioration of its financial profile.

                                                                                                                                                     Established in 2008, WEGE is a subsidiary of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),
                                                                                                                                                     engaged in building-related projects, industry (modular and precast), investment &                                                                                                                         PENGHARGA AN                   DIBERIK AN               K EPADA
                                                                                                                                                     concession, and property. Currently, the Company is focusing on developing its latest
                                                                                                                                                     modular type, namely NETRO – Smart Net-Zero Growing Modular House System as
                                                                                                                                                     a flagship product, which complements WEGE's previous modular portfolio, namely
                                                                                                                                                     MOLI (Modular Lite), WG Flatpack, and Volumetric. As of December 31, 2024, its
                                                                                                                                                     shareholders were WIKA (69.3%), Koperasi Karyawan WIKA (0.7%), and the public
                                                                                                                                                     (30%).




                                                                                        Rating Definition                                           Financial Highlights
                                                                                         An obligor rated idBBB has an adequate capacity to
                                                                                                                                                     As of/for the year ended                                Dec-2024             Dec-2023              Dec-2022        Dec-2021
                                                                                         meet its long-term financial commitments relative to
                                                                                         that of other Indonesian obligors. However, adverse                                                                  (Audited)             (Audited)             (Audited)     (Audited)                                                                                                JA K A RTA , 2 5 J U N I 2 0 2 5
                                                                                         economic conditions or changing circumstances are           Total adjusted assets [IDR bn]                               5,476.3               5,313.2               5,076.6     5,571.0
                                                                                         more likely to weaken its capacity to meet its financial    Total adjusted debt [IDR bn]                                    457.1                223.5                601.0        535.3
                                                                                         commitments.                                                Total adjusted equity [IDR bn]                               2,355.0               2,310.4               2,192.1     1,978.6
                                                                                                                                                     Total sales [IDR bn]                                         3,773.2               3,990.5               2,447.0     3,251.2                                                                          Ketua Penyelanggara                           Ketua Komite Penilai
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        U M K M B U M N AWA R D 2 0 2 5                U M K M B U M N AWA R D 2 0 2 5
                                                                                                                                                     EBITDA [IDR bn]                                                 305.8                267.6                283.9        340.8
                                                                                                                                                     Net income after MI [IDR bn]                                      67.9                 46.7               230.1        213.9
                                                                                                                                                     EBITDA margin [%]                                                  8.1                   6.7               11.6         10.5
                                                                                                                                                     Adjusted debt/EBITDA [X]                                           1.5                   0.8                 2.1         1.6
                                                                                                                                                     Adjusted debt/adjusted equity [X]                                  0.2                   0.1                 0.3         0.3
                                                                                                                                                     FFO/adjusted debt [%]                                             39.6                 38.7                26.8         33.7
                                                                                                                                                     EBITDA/IFCCI [X]                                                  10.8                   4.0                 5.0         5.4                                                                             I r. S H . S u t a r t o , M I        I r. T h e n d r i S u p r i a t n o , M B A .
                                                                                                                                                     USD exchange rate [IDR/USD]                                   16,162               15,416                15,731       14,269                                                                                   CEO BUMN Track                       Founder & Chairman ISVI,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Founder & Chairman CFCD Indonesia
                                                                                                                                                    FFO = EBITDA – IFCCI + Interest Income – Current Tax Expense
                                                                                                                                                    EBITDA = Operating Profit + Depreciation Expense + Amortization Expense
                                                                                                                                                    IFCCI = Gross Interest Expense + Other Financial Charges + Capitalized Interest; (FX Loss not included)
                                                                                          Contact Analysts:                                         MI= Minority Interest
                                                                                           jono.syafei@pefindo.co.id
                                                                                                                                                    The above ratios have been computed based on information from the company and published accounts. Where applicable, some items have
                                                                                           agung.iskandar@pefindo.co.id
                                                                                                                                                    been reclassified according to PEFINDO’s definitions.


                                                                                             http://www.pefindo.com                                                                                                                                                          May 2025




                                                                                                                 Peringkat idBBB                                                                                                                                                                                                  Most Committed BUMN Pembina UMKM
                                                                                                                  idBBB Rating                                                                                                                                                                                                    Most Committed BUMN Pembina UMKM

                                                                 Pemberi Penghargaan | Awarding Institution                                                                                                                                                                                                                          Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
                                                                                                                                          PEFINDO                                                                                                                                                                                        UMKM BUMN Award 2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         UMKM BUMN Award 2025




                                                                                             05 Juli 2025 | 05 July 2025                                                                                                                                                                                                            30 September 2025 | 30 September 2025



                                                 Environmental Product Declaration
                                                 In accordance with ISO 14025:2006 and EN 15804:2012+A2:2019/AC:2021 for:



                                                 WG Flatpack
                                                 Modular (Standard)
                                                  From




                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
                                                  Programme                                        EPD registration number
                                                  The International EPD® System,                   EPD-IES-0023922
                                                  www.environdec.com
                                                                                                   Publication date
                                                  EPD registered through the fully aligned         2025-06-05
                                                  regional hub
                                                  EPD Southeast Asia,                              Valid until
                                                  https://www.epd-southeastasia.com/               2030-06-04

                                                  Programme operator                               An EPD should provide current information and may
                                                  EPD International AB                             be updated if conditions change. The stated validity
                                                                                                   is therefore subject to the continued registration and
                                                  Regional Hub                                     publication at www.environdec.com
                                                  EPD Southeast Asia




                                                Environmental Product Declaration (EPD)                                                                                                                                                                                                                                            Penghargaan CSR pada PAUD Modular
                                                       for WG Flatpack Modular                                                                                                                                                                                                                                                         CSR Award for Modular PAUD
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                 Pemberi Penghargaan | Awarding Institution                                                                                                                                                                                                                          Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
                                                         Environmental Product Declaration                                                                                                                                                                                                                                                      CSR Awards 2025
          Laporan Keberlanjutan 2025




    14
Page 15
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




    10 Oktober 2025 | 10 October 2025                                    12 November 2025 | 12 November 2025




           Piagam Apresiasi                                            Leadership AA - Excellence Leader in
           Piagam Apresiasi                                                    ESG Transparency

  Pemberi Penghargaan | Awarding Institution                             Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
  Anugerah Inovasi Indonesia 2025                                                  BGK Foundation
          (IDX Channel)
  Anugerah Inovasi Indonesia 2025
           (IDX Channel)




  27 November 2025 | 27 November 2024                                          08 Mei 2025 | 08 May 2025




     CSA Award for Outstanding                                       Brand paling Populer di anak Perusahaan
            Company                                                                 BUMN Karya
                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                Brand paling Populer di anak Perusahaan BUMN Karya
  Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
           CSA Awards 2025                                               Pemberi Penghargaan | Awarding Institution
                                                                                Disway Awards 2025
                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




                                                                                   (Disway Group)




                                                                                                                            15
Page 16
                                               Sekilas WEGE               Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance           Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Sertifikasi
                                       Certifications



                                                                       8 Maret 2022 – 7 Maret 2025                                24 Feb 2025 – 10 Feb 2028
                                                                       March 8, 2022 – March 7, 2025                              Feb 24, 2025, Feb 10, 2028

                                                                  SNI ISO 9001:2015                                          SNI ISO 37001:2016
                                                                  Quality Management                                         Anti-Bribery
                                                                  System                                                     Management System
                                                                  Penerbit / Lembaga                                         Penerbit / Lembaga
                                                                  Awarding Institution                                       Awarding Institution
                                                                  Sucofindo                                                  Sucofindo




                                                                       8 Maret 2022 – 7 Maret 2025                                17 Feb 2024 – 16 Feb 2025
                                                                       March 8, 2022 – March 7, 2025                              Feb 17, 2025, Feb 16, 2025

                                                                  SNI ISO 14001:2015                                         SNI ISO 31000:2018
                                                                  Environmental                                              Risk Management
                                                                  Management System                                          System
                                                                  Penerbit / Lembaga                                         Penerbit / Lembaga
                                                                  Awarding Institution                                       Awarding Institution
                                                                  Sucofindo                                                  Sucofindo




                                                                       8 Maret 2022 – 7 Maret 2025                                13 Mei 2022 – 13 Mei 2025
                                                                       March 8, 2022 – March 7, 2025                              May 13, 2022 – May 13, 2025

                                                                  ISO 45001:2018                                             Occupational Safety and
                                                                  Occupational Health and                                    Health Management System
                                                                  Safety Management System
                                                                  Penerbit / Lembaga                                         Penerbit / Lembaga
                                                                  Awarding Institution                                       Awarding Institution
                                                                  Sucofindo                                                  Kementerian
                                                                                                                             Ketenagakerjaan RI




                                                                       15 Des 2022 – 14 Des 2025                                  18 Des 2023 – 17 Des 2026
                                                                       Dec 15, 2022 – Dec 14, 2025                                Dec 18, 2023 – Dec 17, 2026

                                                                  SNI ISO/IEC 27001:2013                                     SNI ISO 50001:2018
                                                                  Information Security                                       (Sistem) Energy
                                                                  Management System                                          Management System
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                  Penerbit / Lembaga                                         Penerbit / Lembaga
                                                                  Awarding Institution                                       Awarding Institution
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                  TÜV NORD Indonesia                                         Sucofindo




     16
Page 17
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities          Strengthening Sustainability Governance




                                  24 Juli 2023 – 24 Juli 2026
                                  July 24, 2023 – July 24, 2026

                             TKDN – Produk Modular Lite Tanpa Atap
                             TKDN – Modular Lite Product Without Rood
                             Official Certification of Domestic Component Level Achievement
                             Penerbit / Lembaga
                             Awarding Institution
                             Kementerian
                             Ketenagakerjaan RI




                                  24 Juli 2023 – 24 Juli 2026
                                  July 24, 2023 – July 24, 2026

                             TKDN – Produk Modular WG Flatpack Standard
                             TKDN – Produk Modular WG Flatpack Standard
                             Official Certification of Domestic Component Level Achievement

                             Penerbit / Lembaga
                             Awarding Institution
                             Kementerian
                             Ketenagakerjaan RI




                                  18 Des 2023 – 17 Des 2026
                                  Decr 2023 – Dec 17, 2026

                             SNI ISO 50001:2018
                             (Produk/sertifikat tampilan ke-2)
                             (Product/certificate display 2)
                             Energy Management System (confirmation certificate)
                             Penerbit / Lembaga
                             Awarding Institution
                             Sucofindo
                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                             2025 Sustainability Report




                                                                                                                       17
Page 18
                                       Pesan Direksi                 [D.1] [GRI 2-22]

                                       Board of Directors’ Message




                                                                                        Tahun ini menjadi momentum
                                                                                        bagi WEGE untuk menegaskan
                                                                                        kembali peran Perseroan
                                                                                        dalam membentuk masa
                                                                                        depan pembangunan yang
                                                                                        lebih berkelanjutan.
                                                                                        This year marks a turning point for WEGE to
                                                                                        reaffirm the Company’s role in shaping a
                                                                                        more sustainable future for development.

                                                                                        Hadian Pramudita
                                                                                        Direktur Utama
                                                                                        President Director
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




     18
Page 19
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




     Para Pemangku Kepentingan yang kami hormati,
     Dear Stakeholders,

     Dengan rasa syukur, kami mempersembahkan Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
     Tbk (WEGE) Tahun 2025. Laporan ini merefleksikan komitmen Perseroan dalam menjalankan kegiatan
     usaha secara bertanggung jawab dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari
     strategi penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

     We are grateful to present the 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). This report
     reflects the Company’s commitment to conduct responsible business activities by integrating sustainability principles
     as part of its long-term value creation strategy for all stakeholders.




Nilai Keberlanjutan dan Pengembangannya [D.1.a]                    Sustainability Values and Development

Keberlanjutan menjadi landasan utama dalam setiap aspek            Sustainability is the main foundation behind every
operasional WEGE. Perseroan secara konsisten mengadopsi            operational aspect of WEGE. The Company consistently
dan mengembangkan prinsip Environmental, Social,                   adopts and develops the principles of Environmental, Social,
and Governance (ESG) yang ditetapkan melalui berbagai              and Governance (ESG) through various internal mechanisms.
mekanisme internal. Prinsip tersebut diwujudkan ke dalam           These principles are incorporated into business policies
kebijakan dan praktik bisnis yang memastikan perhatian             and practices that ensure consideration of environmental
terhadap dampak lingkungan, sosial, serta penerapan tata           and social impacts, as well as the implementation of good
kelola perusahaan yang baik.                                       corporate governance.

Sepanjang tahun 2025, WEGE menghadapi sejumlah                     Throughout 2025, WEGE faced a number of sustainability
isu keberlanjutan yang memerlukan penanganan serius,               issues that required serious attention, including energy
diantaranya efisiensi energi, pengelolaan limbah konstruksi,       efficiency, construction waste management, as well
serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk menjawab         as occupational health and safety (OHS). The Company
tantangan tersebut, Perseroan mengimplementasikan                  implemented various initiatives to overcome these challenges,
berbagai inisiatif, termasuk pemanfaatan teknologi ramah           including the use of environmentally friendly technology in
lingkungan pada proyek-proyek konstruksi, optimalisasi             construction projects, optimization of sustainable material
penggunaan material berkelanjutan, serta penguatan sistem          use, and strengthening of the OHS management system to
manajemen K3 guna menjamin keselamatan tenaga kerja di             ensure worker safety in the project environment.
lingkungan proyek.

Dukungan terhadap agenda keberlanjutan didorong secara             Support for the sustainability agenda is driven
menyeluruh oleh pimpinan dan manajemen Perseroan.                  comprehensively by the Company’s leadership and
Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan                management. This commitment is realized through the
keberlanjutan, peningkatan kompetensi sumber daya                  reinforcement of sustainability policies, the improvement of
manusia di bidang ESG, serta partisipasi aktif dalam berbagai      human resource competencies in the ESG sector, and active
inisiatif nasional maupun global yang selaras dengan Tujuan        participation in various national and global initiatives that are
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals           in line with the Sustainable Development Goals (SDGs).
– SDGs).

Tantangan Keberlanjutan                                            Sustainability Challenges
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Dalam penerapan keberlanjutan, Perseroan dihadapkan                In implementing sustainability, the Company faces various
pada berbagai tantangan, antara lain perubahan regulasi            challenges, including changes in regulations related to green
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




terkait konstruksi hijau, ketidakpastian ekonomi global, serta     construction, global economic uncertainty, and the need for
kebutuhan akan inovasi teknologi yang terus berkembang.            continued technological innovation. In response to these
Menyikapi kondisi tersebut, WEGE merumuskan strategi               conditions, WEGE has formulated a sustainability strategy
keberlanjutan yang dirancang untuk jangka pendek,                  designed for the short, medium, and long term.
menengah, dan panjang.


                                                                                                                                             19
Page 20
                                                Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Pada horizon jangka pendek, Perseroan memfokuskan                    In the short term, the Company focuses its efforts on
                                       upaya pada penguatan infrastruktur data keberlanjutan dan            strengthening sustainability data infrastructure and
                                       peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Untuk jangka              increasing human resource capacity. In the medium
                                       menengah, WEGE mulai memperluas penerapan teknologi                  term, WEGE has begun to expand the application of green
                                       hijau serta mengembangkan portofolio proyek berkelanjutan.           technology and develop a portfolio of sustainable projects.
                                       Adapun dalam jangka panjang, Perseroan menargetkan                   In the long term, the Company aims to become a leading
                                       posisi sebagai perusahaan konstruksi terdepan yang                   construction company that promotes the principles of
                                       mengedepankan prinsip keberlanjutan di tingkat nasional dan          sustainability at the national and regional levels.
                                       regional.

                                       Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan terhadap bangunan               On the other hand, the increasing demand for environmentally
                                       ramah lingkungan dan infrastruktur berkelanjutan di                  friendly buildings and sustainable infrastructure in Indonesia
                                       Indonesia membuka peluang strategis bagi Perseroan.                  presents strategic opportunities for the Company. These
                                       Peluang ini dimanfaatkan melalui pengembangan teknologi              opportunities are being utilized through the development of
                                       konstruksi berbasis digital, penguatan kemitraan dengan              digital-based construction technology, the strengthening of
                                       berbagai pemangku kepentingan, serta perluasan proyek di             partnerships with various stakeholders, and the expansion of
                                       kawasan Asia Tenggara sebagai bagian dari penetrasi pasar            projects in the Southeast Asia as part of international market
                                       internasional.                                                       penetration.

                                       Capaian Kinerja Keberlanjutan 2025                                   2025 Sustainability Performance Achievements

                                       Sepanjang tahun 2025, WEGE mencatatkan sejumlah capaian              Throughout 2025, WEGE recorded a number of notable
                                       penting dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dari            achievements in economic, environmental, and social
                                       sisi ekonomi, Perseroan membukukan pendapatan bersih                 aspects. Economically, the Company posted a net income
                                       sebesar Rp1.624 miliar, dengan kontribusi pendapatan dari            of Rp1,624 billion, with contribution from green building
                                       proyek bersertifikasi gedung hijau sebesar Rp798.887 juta,           certified project of Rp798,887 million, and revenue from
                                       dan pendapatan dari produk berkelanjutan adalah sebesar              sustainable products of Rp3,046 million (WEGE Flatpack,
                                       Rp3.046 juta (WEGE Flatpack, Modular Lite dan Toilet Pod).           Modular Lite and Toilet Pod).

                                       Pada aspek lingkungan, Perseroan terus berkomitmen                   Environmentally, the Company remains committed to realizing
                                       menghadirkan proyek konstruksi hijau guna menjaga                    green construction projects to maintain environmental
                                       keseimbangan lingkungan. WEGE menjadi perusahaan                     balance. WEGE became the first construction company
                                       konstruksi pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi          in Indonesia to obtain ISO 50001:2018 certification, which
                                       ISO 50001:2018, sebagai wujud komitmen terhadap                      represents its commitment to efficient and sustainable
                                       pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan.                   energy management.

                                       Sementara itu, pada aspek sosial, Perseroan berhasil                 Meanwhile, in terms of social aspects, the Company
                                       meningkatkan partisipasi masyarakat lokal melalui berbagai           succeeded in increasing local community participation
                                       program pemberdayaan, serta mencapai kinerja nihil                   through various empowerment programs and achieved zero
                                       kecelakaan kerja (zero accident) di seluruh proyek. Selain itu,      accidents across all projects. In addition, WEGE consistently
                                       WEGE secara konsisten melaksanakan berbagai program                  conducts various corporate social responsibility (CSR)
                                       tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sepanjang tahun               programs throughout the reporting year.
                                       pelaporan.

                                       Pengelolaan Risiko Keberlanjutan                                     Sustainability Risk Management

                                       Perseroan menyadari bahwa penerapan prinsip keberlanjutan            The Company realizes that the implementation of
                                       tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat mempengaruhi          sustainability principles is inseparable from various risks that
                                       kinerja usaha dan keberlanjutan jangka panjang. Oleh karena          can affect business performance and long-term sustainability.
                                       itu, WEGE secara proaktif mengidentifikasi dan mengelola             Therefore, WEGE proactively identifies and manages risks
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       risiko pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial melalui            in economic, environmental, and social aspects through a
                                       pendekatan yang sistematis.                                          systematic approach.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Risiko ekonomi, seperti fluktuasi harga bahan baku, dimitigasi       Economic risks, such as fluctuations in raw material prices,
                                       melalui diversifikasi pemasok dan peningkatan efisiensi              are mitigated by diversifying suppliers and increasing
                                       operasional. Risiko lingkungan dikelola melalui penerapan            operational efficiency. Environmental risks are managed
                                       teknologi ramah lingkungan serta pengendalian emisi.                 by implementing environmentally friendly technologies
                                       Adapun risiko sosial direspons melalui pelaksanaan program           and controlling emissions. Social risks are addressed by
                                       tanggung jawab sosial dan peningkatan kesejahteraan                  implementing social responsibility programs and improving
  20                                   pekerja.                                                             worker welfare.
Page 21
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities          Strengthening Sustainability Governance




Prestasi dan Pencapaian                                              Achievements

Komitmen PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)’s commitment
dalam memperkuat kinerja berkelanjutan, tata kelola                  to strengthen sustainable performance, good corporate
perusahaan yang baik, serta kontribusi sosial yang terukur           governance, and social contributions continues to gain
terus memperoleh pengakuan dari berbagai pihak eksternal.            recognition from various external parties. Throughout 2025,
Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat sejumlah capaian            the Company recorded several achievements that reflect
yang merefleksikan konsistensi WEGE dalam menjaga                    WEGE’s consistency in maintaining business fundamentals,
fundamental usaha, meningkatkan transparansi, serta                  increasing transparency, and strengthening stakeholder
memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan di tengah                trust amid the increasingly competitive dynamics of the
dinamika industri konstruksi yang semakin kompetitif.                construction industry.

Berbagai penghargaan yang diraih, antara lain pengakuan dari         WEGE obtains various awards, including recognition from
PEFINDO melalui peringkat idBB, CSA Award for Outstanding            PEFINDO through the idBB rating, the CSA Award for
Company in the Infrastructure Sector, serta Disway Awards            Outstanding Company in the Infrastructure Sector, and the
2025 untuk kategori Jasa Konstruksi & Infrastruktur, menjadi         Disway Awards 2025 for the Construction & Infrastructure
penguat atas ketahanan bisnis dan reputasi Perseroan. Di sisi        Services category, which reinforce the Company’s business
inovasi dan dampak, WEGE juga memperoleh Environmental               resilience and reputation. In terms of innovation and impact,
Product Declaration (EPD) untuk WG Flatpack Modular,                 WEGE also obtained an Environmental Product Declaration
penghargaan CSR Awards 2025 Kategori Pendidikan melalui              (EPD) for WG Flatpack Modular, the CSR Awards 2025 in the
inovasi PAUD Modular, serta apresiasi Most Committed                 Education category through the Modular PAUD innovation,
BUMN Pembina UMKM yang menegaskan peran Perseroan                    and the Most Committed Most Committed State-Owned
dalam mendorong nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan                Enterprise in Supporting MSMEs award, which affirms
secara seimbang melalui prinsip ESG dan pembangunan                  the Company’s role in promoting economic, social, and
berkelanjutan.                                                       environmental values in a balanced manner through ESG
                                                                     principles and sustainable development.

Prospek Masa Depan                                                   Future Prospects

Menatap ke depan, WEGE optimistis menghadapi dinamika                Looking ahead, WEGE is optimistic in facing the dynamics
industri konstruksi melalui strategi berkelanjutan yang              of the construction industry through a sustainable strategy
berfokus pada inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan. Perseroan       that focuses on innovation, efficiency, and sustainability.
akan terus memperkuat portofolio proyek hijau, mengadopsi            The Company will continue to strengthen its green project
teknologi ramah lingkungan, serta meningkatkan efisiensi             portfolio, adopt environmentally friendly technologies, and
operasional guna menjaga daya saing jangka panjang.                  improve operational efficiency in order to maintain long-term
                                                                     competitiveness.
Dengan berpegang pada prinsip ESG (Environmental,
Social, and Governance), WEGE berkomitmen menciptakan                By upholding the principles of ESG (Environmental, Social, and
nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan                Governance), WEGE is committed to generating sustainable
serta berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang              value for all stakeholders and contributing to sustainable
berkelanjutan di Indonesia. Melalui kolaborasi dan sinergi           infrastructure development in Indonesia. We believe that
yang kuat dengan para pemangku kepentingan, kami percaya             through strong collaboration and synergy with stakeholders,
upaya bersama ini akan membawa manfaat nyata bagi                    these joint efforts will bring tangible benefits to current and
generasi kini dan mendatang. Kami mengucapkan terima                 future generations. We would like to express our gratitude for
kasih atas kepercayaan dan dukungan yang senantiasa                  the trust and support given to WEGE.
diberikan kepada WEGE.



                                                      Jakarta, April 2025,
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                  Atas nama Direksi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                         On behalf of the Board of Directors of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                      Hadian Pramudita
                                                          Direktur Utama
                                                         President Director                                                                 21
Page 22
                                               Sekilas WEGE                   Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance               Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Lembar Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
                                       Sustainability Report Responsibility Statement



                                       Kami yang bertandatangan dibawah ini telah meninjau dan            We, the undersigned, have reviewed and approved all
                                       menyetujui semua informasi yang tercantum dalam Laporan            information contained in the PT Wijaya Karya Bangunan
                                       Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Tahun            Gedung Tbk Sustainability Report for the 2025 Fiscal Year,
                                       Buku 2025, yang termasuk didalamnya informasi terkait topik        including information related to the Company’s material
                                       material Perseroan. Kami bertanggung jawab penuh atas              topics. We are fully responsible for the accuracy of the
                                       kebenaran isi laporan yang telah sesuai dengan Peraturan           report’s contents, which comply with OJK Regulation No.51/
                                       OJK No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan                  POJK.03/2017 on the Implementation of Sustainable Finance
                                       Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan               for Financial Services Institutions, Issuers, and Public
                                       Perusahaan Publik.                                                 Companies.



                                                                                           Jakarta, 17 April 2026
                                                                                           Jakarta, April 17, 2026

                                                                                             Dewan Komisaris
                                                                                          Board of Commissioners




                                                                                           Joseph Prajogo
                                                                    Komisaris Independen sekaligus Pelaksana Tugas Komisaris Utama
                                                                     Independent Commissioner and Acting President Commissioner




                                                     Suli Fatimah                        Danis Hidayat Sumadilaga                            Taufan Gestoro
                                                      Komisaris                                  Komisaris                                 Komisaris Independen
                                                    Commissioner                               Commissioner                             Independent Commissioner

                                                                                                  Direksi
                                                                                             Board of Directors




                                                                                             Hadian Pramudita
                                                                                              Direktur Utama
                                                                                             President Director



                                                          Hartanto Karti Raharjo                                               Tomo Dwi Hasputro W
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                        Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko             Direktur Quality, Health, Safety, Environment dan Pemasaran
                                        Director of Finance, Human Capital, and Risk Management           Director of Quality, Health, Safety, Environment, and Marketing
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                            Bagus Tri Setyana                                                         Dwi Purnomo
                                                            Direktur Operasi I                                                      Direktur Operasi II
  22                                                     Director of Operations I                                                Director of Operations II
Page 23
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities          Strengthening Sustainability Governance




Makna dan Strategi Keberlanjutan
Sustainability Meaning and Strategy


Pendekatan Keberlanjutan
Sustainability Approach


Kerangka Kerja Keberlanjutan [2-22][A.1]                           Sustainability Framework

Dalam menjalankan praktik keberlanjutan, WEGE menjadikan           In implementing sustainability practices, WEGE uses the
visi dan misi Perusahaan sebagai fondasi yang menegaskan           Company’s vision and mission as a foundation that affirms its
kontribusinya dalam menciptakan ruang hidup yang lebih             contribution to creating a better quality of life. This vision is
berkualitas. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi yang        translated into a mission that is applied in daily operations,
diterapkan secara nyata dalam operasi sehari-hari, sekaligus       while also serving as the Company’s strategic direction in
menjadi arahan strategis perusahaan dalam membangun                building sustainable value. By consistently implementing
nilai keberlanjutan yang berkelanjutan. Melalui strategi yang      its strategy, WEGE strives to strengthen its competitive
dijalankan secara konsisten, WEGE berupaya memperkuat              advantage through two main principles:
keunggulan kompetitif yang diwujudkan melalui dua prinsip
utama:


                             Bernilai                                          Memiliki Sumber Daya yang Kompetitif
                             Valuable                                                 Competitive Resources

                                                                          Perusahaan memiliki kapasitas untuk terus beradaptasi
     Perusahaan mampu mengubah setiap risiko atau potensi
                                                                          dalam dinamika lingkungan bisnis yang ditandai kondisi
       ancaman menjadi peluang usaha yang menghasilkan
                                                                       VUCA – Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex
               manfaat bagi keberlangsungan bisnis.
                                                                                  (kompleks), dan Ambiguous (ambigu).
     The Company is able to turn every risk or potential threat
                                                                        The Company has the capacity to continuously adapt to the
        into a business opportunity that benefits business
                                                                       dynamics of the business environment, which is characterized
                            continuity.
                                                                            by VUCA conditions – Volatile, Uncertain, Complex,
                                                                                              and Ambiguous.



Kebijakan Keberlanjutan [GRI 2-22][A.1]                            Sustainability Policy

Sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan                        As a form of commitment to sustainable development,
berkelanjutan, WEGE terus memperkuat penerapan prinsip             WEGE continues to strengthen the application of sustainable
konstruksi berkelanjutan yang tidak hanya mengejar kinerja         construction principles that not only pursue business
bisnis, tetapi juga memastikan terciptanya nilai jangka            performance but also ensure the creation of long-term
panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Nilai tersebut          value for all stakeholders. This value is realized through the
diwujudkan melalui integrasi prinsip lingkungan, sosial, dan       integration of environmental, social, and governance (ESG)
tata kelola (ESG) ke dalam setiap proses operasional dan           principles into every operational process and business
strategi bisnis.                                                   strategy.

Komitmen ini semakin dipertegas dengan penerbitan                  This commitment is further reinforced by the issuance of the
Kebijakan Keberlanjutan WEGE pada tahun 2024 yang telah            WEGE Sustainability Policy in 2024, which has been approved
                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




disahkan oleh Direktur Utama. Dokumen kebijakan tersebut           by the President Director. This policy serves as the main
menjadi pedoman utama yang mengarahkan seluruh langkah             guideline that directs all strategic sustainability measures
strategis keberlanjutan di seluruh lini perusahaan.                throughout the company.
                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




Seiring waktu, pengembangan keberlanjutan di WEGE                  Over time, sustainability development at WEGE is carried out
dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri,               by considering industry dynamics, changes in regulations
perubahan regulasi serta standar, serta keselarasan dengan         and standards, and alignment with the value chain. All of
rantai nilai (value chain) yang dijalankan. Seluruh upaya ini      these efforts also reflect the Company’s concern for the
juga mencerminkan perhatian perusahaan terhadap harapan            expectations of stakeholders, which become the foundation
para pemangku kepentingan, yang menjadi landasan bagi              for the formulation of various sustainability initiatives.
penyusunan beragam inisiatif keberlanjutan.                                                                                                23
Page 24
                                              Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                              WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Kebijakan keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk’s Sustainability Policy
                                       Tbk No. WG-BPL-KP-01, yang didalamnya mencakup                     No. WG-BPL-KP-01, which includes a commitment to:
                                       komitmen untuk:




                                            Menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi,
                                            membangun kemitraan yang dapat dipercaya, dan
                                            melaksanakan sistem manajemen lingkungan di seluruh
                                            kegiatan operasional.
                                            Provide high-quality products and services, build trustworthy partnerships, and
                                            implement an environmental management system in all operational activities.




                                            Mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan
                                            dalam seluruh kegiatan usaha serta menjalankan tanggung
                                            jawab pada Construction Lifecycle.
                                            Consider the economic, social, and environmental impacts of all business activities
                                            and fulfill responsibilities in the Construction Lifecycle.




                                            Menjalankan bisnis berdasarkan prinsip tata kelola
                                            perusahaan yang baik, etika bisnis, dan kepatuhan terhadap
                                            ketentuan hukum.
                                            Conduct business based on the principles of good corporate governance, business
                                            ethics, and compliance with legal provisions.




                                            Mengembangkan inovasi guna mendorong pertumbuhan
                                            dan menciptakan nilai berkelanjutan, sekaligus mendukung
                                            pembangunan sosial dan ekonomi yang berkesinambungan.
                                            Develop innovations to drive growth and create sustainable value, while supporting
                                            sustainable social and economic development.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                            Mengimplementasikan aspek keberlanjutan secara strategis
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                            dalam setiap aktivitas bisnis.
                                            Strategically implement sustainability aspects in every business activity.




 24
Page 25
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Manajemen Risiko Terintegrasi untuk Ketahanan
dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Integrated Risk Management for Resilience and Sustainable Growth




  Bandara Dhoho International - Kediri
  Dhoho International Airport Kediri


Perusahaan telah mengungkapkan dan mengimplementasikan             The Company has disclosed as well as implemented an
strategi serta budaya manajemen risiko secara terintegrasi         integrated risk management strategy and culture as part
sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (Good         of good corporate governance. Risk management at WEGE
Corporate Governance). Manajemen risiko di WEGE diterapkan         is applied comprehensively and continuously by referring
secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan mengacu              to the prudent principle, the ISO 31000 framework, WEGE’s
pada prinsip kehati-hatian (prudential principle), kerangka ISO    risk management policy, as well as applicable regulatory
31000, kebijakan manajemen risiko WEGE, serta ketentuan            provisions. The risk management strategy not only focuses
regulator yang berlaku. Strategi manajemen risiko tersebut         on controlling financial and operational risks, but also aims
tidak hanya berfokus pada pengendalian risiko keuangan             to support the achievement of sustainable performance,
dan operasional, tetapi juga diarahkan untuk mendukung             maintains a conservative capital structure, and improves the
pencapaian kinerja secara berkelanjutan, menjaga struktur          Company’s resilience against volatility in the construction
permodalan yang konservatif, serta meningkatkan ketahanan          industry and the dynamics of business environment. The
Perusahaan dalam menghadapi volatilitas industri konstruksi        implementation of this risk management is reflected in
dan dinamika lingkungan usaha. Penerapan manajemen risiko          the project selection policy, funding structure control, and
ini tercermin dari kebijakan selektivitas proyek, pengendalian     cash flow and business risk management, which have been
                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




struktur pendanaan, serta pengelolaan arus kas dan risiko          positively assessed by independent rating agencies.
usaha yang dinilai positif oleh lembaga pemeringkat
independen.
                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




        Manajemen risiko WEGE mengacu pada prinsip kehati-hatian, ISO 31000,
        kebijakan internal, serta ketentuan regulator untuk menjaga resiliensi bisnis
        dan keberlanjutan kinerja.
        WEGE’s risk management refers to the prudent principle, ISO 31000, internal policies, and regulatory
        provisions to maintain business resilience and performance sustainability.
                                                                                                                                      25
Page 26
                                                Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Integrasi manajemen risiko dalam pengembangan produk dan             The integration of risk management in product and service
                                       jasa dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan            development is carried out from the planning stage to project
                                       proyek. WEGE sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi              implementation. As an integrated construction company
                                       dengan core business pada jasa konstruksi bangunan gedung,           with a core business in building construction services, which
                                       didukung oleh backward integration melalui industri modular          is supported by backward integration through the modular
                                       dan pracetak, serta forward integration melalui bisnis konsesi,      and precast industries, as well as forward integration through
                                       menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh. Setiap                the concession business, WEGE implements comprehensive
                                       inisiatif bisnis, termasuk pengembangan modular sebagai              risk management. Every business initiative, including
                                       produk unggulan Perusahaan, melalui proses identifikasi,             the development of modular products as the Company’s
                                       analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko yang terstruktur. Aspek      flagship products, goes through a structured process of risk
                                       risiko utama seperti risiko pasar, risiko kontraktual, risiko        identification, analysis, evaluation, and mitigation. Key risk
                                       keuangan, risiko operasional, serta risiko kesehatan dan             aspects such as market risk, contractual risk, financial risk,
                                       keselamatan kerja menjadi bagian dari pertimbangan utama             operational risk, and occupational health and safety risk are
                                       dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan pendekatan                part of the main considerations in business decision-making.
                                       tersebut, Perusahaan memastikan bahwa inovasi produk dan             With this approach, the Company ensures that product and
                                       jasa tetap selaras dengan profil risiko yang dapat diterima          service innovation remains in line with its risk appetite and
                                       (risk appetite) serta mendukung model bisnis yang efisien dan        supports an efficient and sustainable business model.
                                       berkelanjutan.

                                       Dalam rangka memperkuat budaya sadar risiko, WEGE                    In order to foster a risk-aware culture, WEGE consistently
                                       secara konsisten menyelenggarakan program pelatihan                  conducts risk management training and socialization
                                       dan sosialisasi manajemen risiko kepada Dewan Komisaris,             programs for the Board of Commissioners, Board of
                                       Direksi, serta karyawan di seluruh tingkatan organisasi.             Directors, and employees at all levels of the organization.
                                       Pelatihan tersebut mencakup pemahaman kebijakan dan                  The training covers understanding risk management policies
                                       prosedur manajemen risiko, penerapan manajemen risiko                and procedures, applying risk management in strategic and
                                       dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional,               operational decision-making, and improving risk management
                                       serta peningkatan kompetensi pengelolaan risiko di                   competencies at the project and support function levels.
                                       tingkat proyek dan fungsi pendukung. Dewan Komisaris                 The Board of Commissioners receives risk management
                                       memperoleh pembekalan manajemen risiko sebagai bagian                training as part of strategic supervision, while the Board of
                                       dari pengawasan strategis, sementara Direksi dibekali                Directors is provided with risk management understanding
                                       pemahaman dan kapabilitas manajemen risiko dalam                     and capabilities in strategy formulation, business decision-
                                       perumusan strategi, pengambilan keputusan bisnis, serta              making, and control of the Company’s operational risks.
                                       pengendalian risiko operasional Perusahaan. Adapun                   Employees are provided with technical and practical training
                                       karyawan dibekali pelatihan teknis dan praktis yang relevan          relevant to their respective duties and responsibilities.
                                       dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

                                       Seluruh kebijakan, pedoman, serta aktivitas manajemen                All risk management policies, guidelines, and activities have
                                       risiko tersebut telah didokumentasikan dan dipublikasikan            been documented and published through the Annual Report,
                                       melalui Laporan Tahunan (Annual Report), Laporan                     Sustainability Report, and the Company’s internal media.
                                       Keberlanjutan (Sustainability Report), serta media internal          Information on the Annual Report and Sustainability Report
                                       Perusahaan. Informasi Annual Report dan Sustainability               is available and accessible through WEGE’s official website
                                       Report tersedia dan dapat diakses melalui situs web resmi            at www.wikagedung.co.id as a form of transparency and
                                       WEGE di www.wikagedung.co.id sebagai wujud transparansi              accountability to stakeholders.
                                       dan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan.

                                       Penguatan risk culture dilakukan melalui pelatihan berjenjang        The strengthening of risk culture is carried out through tiered
                                       untuk Komisaris, Direksi, dan karyawan, serta dipublikasikan         training for Commissioners, Directors, and employees, and is
                                       melalui Annual Report, Sustainability Report, dan kanal resmi        published through the Annual Report, Sustainability Report,
                                       WEGE.                                                                and WEGE’s official channels.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       WEGE melaporkan dan mengungkapkan emerging risks                     WEGE reports and discloses emerging risks publicly through
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       secara publik melalui Annual Report dan Sustainabilty Report         its Annual Report and Sustainability Report as part of its
                                       sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi,                  commitment to transparency, accountability, and the
                                       akuntabilitas, dan penerapan tata kelola perusahaan                  implementation of good corporate governance. Emerging
                                       yang baik. Identifikasi emerging risks dilakukan secara              risks are identified periodically by considering external
                                       berkala dengan mempertimbangkan dinamika eksternal,                  dynamics, developments in the construction industry,
                                       perkembangan industri konstruksi, perubahan kebijakan                changes in government policy, macroeconomic conditions,
                                       pemerintah, kondisi makroekonomi, serta tren global                  and global trends that have the potential to affect the
  26                                   yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan usaha dan                 sustainability of the Company’s business and the achievement
                                       pencapaian strategi Perusahaan.                                      of its strategies.
Page 27
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Sejumlah risiko eksternal terbaru yang diidentifikasi antara        Some of the latest external risks that have been identified
lain volatilitas kondisi ekonomi makro, ketidakpastian              include the volatility of macroeconomic conditions,
kebijakan pemerintah terkait belanja infrastruktur,                 uncertainty in government policies related to infrastructure
fluktuasi harga material konstruksi, serta meningkatnya             spending, fluctuations in construction material prices, and
persaingan di sektor konstruksi bangunan. Risiko-risiko             increased competition in the building construction sector.
tersebut berpotensi berdampak pada strategi dan model               These risks have the potential to impact the Company’s
bisnis Perusahaan, khususnya dalam hal perolehan kontrak            strategy and business model, particularly in terms of
baru, stabilitas margin keuntungan, pengelolaan arus kas,           acquiring new contracts, profit margin stability, cash
serta penyesuaian portofolio proyek. Selain itu, perubahan          flow management, and project portfolio adjustments. In
kebijakan dan dinamika pasar juga dapat mempengaruhi                addition, policy changes and market dynamics can also affect
komposisi pelanggan serta strategi pengembangan produk              customer composition and product and service development
dan jasa, termasuk optimalisasi produk modular dan precast          strategies, including the optimization of modular and precast
sebagai diferensiasi bisnis Perusahaan.                             products as a business diversification for the Company.

Sebagai langkah mitigasi, WEGE menerapkan kebijakan                 As a mitigation measure, WEGE implements a project
selektivitas proyek dengan mempertimbangkan profil risiko           selection policy by considering the risk profile of
pemilik proyek, jenis kontrak, skema pembayaran, dan durasi         project owners, contract types, payment schemes, and
pelaksanaan melalui program Four Eyes Principles. WEGE              implementation durations through the Four Eyes Principles
juga melakukan penguatan pengendalian biaya, optimalisasi           program. WEGE also strengthens cost control, optimizes
manajemen rantai pasok, diversifikasi portofolio proyek, serta      supply chain management, diversifies its project portfolio,
peningkatan efisiensi operasional untuk menjaga kinerja             and improves operational efficiency to maintain financial
keuangan dan ketahanan usaha. Selain itu, manajemen risiko          performance and business resilience. In addition, risk
diintegrasikan ke dalam proses pengambilan keputusan                management is integrated into the strategic decision-
strategis melalui pemantauan risiko secara berkelanjutan,           making process through continuous risk monitoring, risk
pembaruan risk register, serta penguatan koordinasi lintas          register updates, and stronger cross-functional coordination
fungsi guna memastikan respons yang adaptif terhadap                to ensure an adaptive response to changes in the external
perubahan lingkungan eksternal.                                     environment.

Dengan penguatan manajemen risiko yang terintegrasi,                With the strengthening of integrated risk management,
WEGE memastikan setiap keputusan bisnis dan proyek                  WEGE ensures that every business and project decision is in
berjalan selaras dengan profil risiko yang dapat diterima serta     line with the acceptable risk profile and supports long-term
mendukung keberlanjutan kinerja jangka panjang. Ke depan,           performance sustainability. Going forward, this approach
pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk menjaga                will become an important foundation to maintain WEGE’s
ketahanan WEGE, sekaligus meningkatkan kepercayaan para             resilience, while increasing stakeholder confidence through
pemangku kepentingan melalui tata kelola yang transparan            transparent and accountable governance.
dan akuntabel.




Bandara Dhoho International - Kediri
Dhoho International Airport Kediri                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




                                                                                                                                       27
Page 28
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Pengelolaan Risiko dan Hasil yang Ingin Dicapai [E.3]
                                       Risk Management and Expected Results

                                       Dalam menghadapi dinamika industri konstruksi yang semakin          Given the increasingly complex and competitive dynamics
                                       kompleks, kompetitif, dan dipengaruhi oleh ketidakpastian           of the construction industry, which is influenced by
                                       ekonomi, regulasi, serta perubahan lingkungan bisnis, WEGE          economic uncertainty, regulations, and changes in the
                                       menyadari bahwa pengelolaan risiko yang efektif merupakan           business environment, WEGE recognizes that effective risk
                                       prasyarat utama bagi pencapaian kinerja dan keberlanjutan           management is a key prerequisite for achieving performance
                                       usaha. Oleh karena itu, manajemen risiko dipandang bukan            and business sustainability. Therefore, risk management is
                                       sekadar sebagai fungsi pengendalian, melainkan sebagai              not only regarded as a control function, but also as an integral
                                       bagian integral dari sistem manajemen dan tata kelola               part of the Company’s management and governance system
                                       Perusahaan dalam mendukung pencapaian sasaran strategis.            in supporting the achievement of strategic objectives.

                                       Sejalan dengan visi dan arah pengembangan usaha, WEGE               In line with its vision and direction of business development,
                                       mengintegrasikan pengelolaan risiko ke dalam proses                 WEGE integrates risk management into the strategic planning
                                       perencanaan dan pengambilan keputusan strategis yang                and decision-making processes as outlined in the Company
                                       tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan                    Long-Term Plan (RJPP) as well as the Company Work Plan
                                       (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).            and Budget (RKAP). This approach ensures that every
                                       Pendekatan ini memastikan bahwa setiap strategi, kebijakan,         strategy, policy, and business initiative is implemented by
                                       dan inisiatif bisnis dilaksanakan dengan mempertimbangkan           considering the balance between performance achievement,
                                       keseimbangan antara pencapaian kinerja, tingkat risiko              acceptable risk levels, and the Company’s ability to manage
                                       yang dapat diterima, serta kemampuan Perusahaan dalam               risk sustainably.
                                       mengelola risiko secara berkelanjutan.

                                       Pengelolaan risiko juga menjadi instrumen penting dalam             Risk management is also an important instrument to
                                       menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, melindungi                maintain stakeholder trust, protect the Company’s value,
                                       nilai Perusahaan, serta memastikan kepatuhan terhadap               and ensure compliance with laws and regulations and good
                                       ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip tata             corporate governance principles. With this framework, WEGE
                                       kelola perusahaan yang baik. Dengan kerangka tersebut,              is committed to implementing consistent, measurable, and
                                       WEGE berkomitmen untuk menerapkan manajemen risiko                  adaptive risk management in order to overcome challenges
                                       secara konsisten, terukur, dan adaptif guna menghadapi              and capitalize on business opportunities responsibly.
                                       tantangan dan memanfaatkan peluang usaha secara
                                       bertanggung jawab.

                                       Pengelolaan risiko memperkuat perlindungan nilai                    Risk management reinforces the protection of the Company’s
                                       Perusahaan melalui kepatuhan, akuntabilitas, dan penerapan          value through compliance, accountability, and disciplined
                                       GCG yang disiplin. Hal ini turut menjadi elemen penting             implementation of GCG. This is also an important element in
                                       dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan secara               maintaining stakeholder trust on an ongoing basis.
                                       berkelanjutan.

                                       Sejalan dengan RKAP dan RJPP, Perusahaan menetapkan                 In line with the RKAP and RJPP, the Company has established
                                       Risk Appetite dan Risk Tolerance sebagai pedoman dalam              Risk Appetite and Risk Tolerance as guidelines to determine
                                       menentukan tingkat risiko yang dapat diterima dalam                 the acceptable level of risk in achieving strategic objectives
                                       pencapaian sasaran strategis dan target kinerja. Risk Appetite      and performance targets. Risk Appetite is used as the main
                                       tersebut menjadi acuan utama dalam pemilihan portofolio             reference in selecting project portfolios, developing products
                                       proyek, pengembangan produk dan jasa, pengelolaan                   and services, managing funding structures, and making
                                       struktur pendanaan, serta pengambilan keputusan investasi           investment and operational decisions. Thus, every strategic
                                       dan operasional. Dengan demikian, setiap inisiatif strategis        initiative and business activity is evaluated based on its
                                       dan kegiatan usaha dievaluasi berdasarkan kesesuaiannya             suitability to the Company’s risk profile and the Company’s
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       terhadap profil risiko Perusahaan dan kemampuan                     ability to manage risk effectively.
                                       Perusahaan dalam mengelola risiko secara efektif.
          Laporan Keberlanjutan 2025




  28
Page 29
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




Sesuai prinsip ISO 31000, proses manajemen risiko mencakup         In accordance with the principles of ISO 31000, the risk
penetapan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, dan           management process includes the establishment of context,
pengendalian risiko, serta pemantauan dan pelaporan risiko         identification, analysis, evaluation, and control of risks, as well
secara berkelanjutan. Proses ini diterapkan secara konsisten       as continuous monitoring and reporting of risks. This process
di seluruh unit kerja dan tingkat organisasi, serta terintegrasi   is applied consistently across all work units and organizational
dengan sistem perencanaan dan pengendalian kinerja,                levels, and is integrated with the performance planning and
termasuk pemantauan realisasi RKAP dan pencapaian                  control system, including monitoring the realization of the
milestone RJPP. Dengan pendekatan ini, Perusahaan                  RKAP and the achievement of RJPP milestones. With this
memastikan bahwa potensi risiko yang dapat menghambat              approach, the Company ensures that potential risks that
pencapaian target jangka pendek dan jangka panjang dapat           could hinder the achievement of short-term and long-term
diantisipasi dan dikendalikan secara dini.                         targets can be anticipated and controlled in advance.

Mengacu pada ketentuan PER BUMN, pengelolaan risiko                Referring to the provisions of SOE Regulation, risk
diarahkan untuk memperkuat penerapan Good Corporate                management is intended to strengthen the implementation
Governance, meningkatkan kualitas pengawasan oleh Dewan            of Good Corporate Governance, improve the quality of
Komisaris dan Direksi, serta memastikan akuntabilitas dalam        supervision by the Board of Commissioners and Directors,
pengelolaan sumber daya Perusahaan. Manajemen risiko               and ensure accountability in the management of Company
juga berfungsi sebagai alat pengendalian untuk menjaga             resources. Risk management also serves as a control
kesinambungan usaha, melindungi nilai Perusahaan, serta            mechanism to maintain business continuity, protect the
memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-                 Company’s value, and ensure compliance with applicable laws
undangan dan kebijakan internal yang berlaku.                      and regulations and internal policies.

Penguatan risk governance mendukung fungsi pengawasan              The strengthening of risk governance supports the
Dewan dan Direksi agar pengelolaan sumber daya berjalan            supervisory functions of the Board and Directors to ensure
akuntabel dan terukur. Kerangka ini menjadi instrumen              that resource management is accountable and measurable.
pengendalian yang menjaga kesinambungan usaha dan                  This framework serves as a control instrument that maintains
kepatuhan Perusahaan.                                              business continuity and Company compliance.

Sejalan dengan prinsip Danantara, pengelolaan risiko di            In line with Danantara’s principles, risk management at
WEGE tidak hanya difokuskan pada upaya mitigasi dan                WEGE is not only focused on mitigation and control efforts,
pengendalian, tetapi juga diarahkan untuk mendukung                but also directed at supporting value creation and business
penciptaan nilai (value creation) dan keberlanjutan usaha.         sustainability. Risks are managed in a balanced manner so as
Risiko dikelola secara seimbang agar tidak menghambat              not to hinder innovation and business development, including
inovasi dan pengembangan bisnis, termasuk optimalisasi             the optimization of modular and precast products as WEGE’s
produk modular dan precast sebagai keunggulan kompetitif           competitive advantage, as long as they remain within the
WEGE, selama tetap berada dalam batas Risk Appetite yang           established Risk Appetite limits.
telah ditetapkan.

Melalui penerapan pengelolaan risiko yang selaras                  Through the implementation of risk management in line with
dengan RKAP, RJPP, dan Risk Appetite, hasil yang ingin             the RKAP, RJPP, and Risk Appetite, WEGE aims to achieve
dicapai oleh WEGE meliputi terjaganya pencapaian target            its annual and long-term performance targets, maintain
kinerja tahunan dan jangka panjang, stabilitas kinerja             financial and operational stability, increase WEGE’s resilience
keuangan dan operasional, peningkatan ketahanan WEGE               to external volatility, and strengthen stakeholder trust. In
terhadap volatilitas lingkungan eksternal, serta penguatan         addition, risk management is expected to support sustainable
kepercayaan pemangku kepentingan. Selain itu, pengelolaan          growth, increase the Company’s long-term value, and make a
risiko diharapkan mampu mendukung pertumbuhan yang                 positive contribution to shareholders and other stakeholders.
berkelanjutan, meningkatkan nilai Perusahaan dalam jangka
panjang, serta memberikan kontribusi positif bagi pemegang
                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




saham dan pemangku kepentingan lainnya.
                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




                                                                                                                                            29
Page 30
                                              Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                              WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations




                                                                                                         Continual Improvement



                                                       Human and Cultural Factors                                                                     Integrated




                                                                                                         Value Creation
                                               Best Available Information                                     and                                 Structure and Comprehensive

                                                                                                           Protection

                                                                  Dynamic                                                                            Costumized



                                                                                                               Inclusive

                                                                                                           Principle (Clause 4)




                                                                                                                                              Costumized


                                                                  Improvement                                                              Risk Assessment
                                           Design                                       Implementation                                      Risk Identification
                                                                                                                        Communication                                Monitoring &
                                                                                                                        & Consultation        Risk Analysis            Review

                                                    Integration                                                                              Risk Evaluation
                                                                                Evaluation

                                                                                                                                            Risk Treatment

                                                                                                                                         Recording & Reporting

                                                              Framework (Clause 5)                                                         Process (Clause 5)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Hunian Pekerja Konstruksi II - Ibu Kota Nusantara (IKN)
  30                                   Construction Workers Housing II – Nusantara Capital City (IKN)
Page 31
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Skema Manajemen Risiko berdasarkan ISO                             Risk Management Framework based on ISO
31000:2018 [E.3]                                                   31000:2018

Skema manajemen risiko di WEGE disusun dan                         The risk management framework at WEGE was developed
diimplementasikan dengan mengacu pada ISO 31000:2018,              and implemented by referring to ISO 31000:2018, which
yang menekankan prinsip integrasi, struktur yang sistematis,       emphasizes the principles of integration, systematic
inklusivitas, serta perbaikan berkelanjutan. Kerangka ini          structure, inclusiveness, and continuous improvement. This
diterapkan secara menyeluruh di seluruh tingkatan organisasi       framework is applied comprehensively at all levels of the
dan terintegrasi dengan tata kelola perusahaan, sistem             organization and is integrated into corporate governance,
pengendalian internal, serta proses bisnis utama.                  internal control systems, and key business processes.

Komitmen pimpinan (leadership and commitment)                      Leadership and commitment are manifested through the
diwujudkan melalui peran aktif Direksi dalam penetapan             active role of the Board of Directors in determining risk
kebijakan manajemen risiko, Risk Appetite, serta pengendalian      management policies, risk appetite, and strategic risk control,
risiko strategis, dengan pengawasan Dewan Komisaris.               under the supervision of the Board of Commissioners. Risk
Manajemen risiko diintegrasikan ke dalam struktur organisasi       management is integrated into the organizational structure
dan proses bisnis, sehingga setiap unit kerja dan proyek           and business processes, ensuring that each work unit and
memiliki tanggung jawab dalam mengelola risiko sesuai              project is responsible for managing risks according to its
kewenangan dan lingkupnya, dengan fungsi manajemen                 authority and scope, with the risk management function
risiko sebagai koordinator dan pengawal penerapan.                 acting as coordinator and supervisor of its implementation.

Penetapan        konteks     risiko     dilakukan      dengan      Determination of risk context is carried out by considering
mempertimbangkan sasaran strategis RJPP, target kinerja            the strategic objectives of the RJPP, RKAP performance
RKAP, kondisi internal dan eksternal Perusahaan, regulasi          targets, the Company’s internal and external conditions,
yang berlaku, serta ekspektasi pemangku kepentingan. Risiko        applicable regulations, and stakeholder expectations. Risks
kemudian diidentifikasi secara sistematis, mencakup risiko         are then systematically identified, consisting of financial,
strategis, keuangan, operasional, hukum dan kepatuhan,             operational, legal and compliance, as well as environmental,
serta risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola. Risiko-risiko    social, and governance risks. These risks are analyzed
tersebut dianalisis dan dievaluasi berdasarkan tingkat             and evaluated based on their likelihood and impact on the
kemungkinan dan dampaknya terhadap pencapaian target               achievement of the Company’s targets, and compared with
Perusahaan, serta dibandingkan dengan Risk Appetite yang           the established Risk Appetite.
telah ditetapkan.

Selanjutnya, WEGE menetapkan perlakuan risiko yang                 Thereafter, WEGE establishes proportional risk treatment,
proporsional, baik melalui penghindaran, pengurangan,              either by avoiding, reducing, transferring, or accepting
pemindahan, maupun penerimaan risiko, yang diintegrasikan          risks, which are integrated into unit and project work plans.
ke dalam rencana kerja unit dan proyek. Proses komunikasi,         The risk communication, consultation, monitoring, and
konsultasi, pemantauan, dan pelaporan risiko dilakukan             reporting processes are carried out continuously to ensure
secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas                  the effectiveness of control and as a basis for continuous
pengendalian serta sebagai dasar perbaikan berkelanjutan           improvement in risk management.
dalam pengelolaan risiko.

Penguatan Implementasi Manajemen Risiko                            Strengthening the Implementation of Risk
                                                                   Management

Selain penerapan kerangka ISO 31000:2018, WEGE secara              Besides applying the ISO 31000:2018 framework, WEGE
berkelanjutan memperkuat kualitas dan efektivitas                  continuously strengthens the quality and effectiveness of
manajemen risiko dengan mengacu pada Peraturan Menteri             risk management by referring to the Minister of State-Owned
                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




BUMN Nomor 2 Tahun 2023 tentang penerapan tata kelola              Enterprises Regulation Number 2 of 2023 concerning the
dan manajemen risiko BUMN, khususnya melalui penerapan             implementation of governance and risk management in state-
Risk Maturity Index (RMI) sebagai alat ukur tingkat kematangan     owned enterprises, particularly through the application of the
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




pengelolaan risiko.                                                Risk Maturity Index (RMI) as a tool to measure the maturity
                                                                   level of risk management.




                                                                                                                                           31
Page 32
                                                Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       RMI digunakan untuk menilai tingkat kematangan manajemen             The RMI is used to comprehensively assess the maturity
                                       risiko secara komprehensif, mencakup aspek kepemimpinan              level of risk management, which includes leadership and
                                       dan budaya risiko, tata kelola dan organisasi, proses                risk culture, governance and organization, risk management
                                       manajemen risiko, integrasi dengan perencanaan dan kinerja,          processes, integration with planning and performance, as
                                       serta sistem informasi dan pelaporan risiko. Penilaian RMI           well as risk information and reporting systems. The RMI
                                       dilakukan secara periodik melalui mekanisme asesmen                  assessment is conducted periodically through internal
                                       internal dan/atau penilaian oleh pihak independen yang               assessment mechanisms and/or assessments by credible
                                       kredibel, guna memperoleh gambaran objektif atas kondisi             independent parties, with the aim of obtaining an objective
                                       penerapan manajemen risiko di Perusahaan.                            picture of the implementation of risk management within the
                                                                                                            Company.

                                       Hasil penilaian RMI menjadi dasar bagi Perusahaan dalam              The results of the RMI assessment are used as a basis
                                       menyusun roadmap peningkatan kematangan manajemen                    for the Company in developing a roadmap to improve risk
                                       risiko, termasuk penguatan kebijakan, penyempurnaan                  management maturity, as well as to strengthen policies,
                                       proses, peningkatan kompetensi sumber daya manusia,                  refine processes, improve human resource competencies,
                                       serta penguatan budaya sadar risiko di seluruh lini organisasi.      and promote a risk-aware culture across all lines of the
                                       Target RMI ditetapkan secara bertahap dan diselaraskan               organization. The RMI targets are set in stages and aligned
                                       dengan RJPP dan RKAP, sehingga peningkatan kematangan                with the RJPP and RKAP, so that improvements in risk
                                       risiko berjalan seiring dengan pencapaian sasaran strategis          maturity are in line with the achievement of the Company’s
                                       dan kinerja Perusahaan.                                              strategic objectives and performance.

                                       Sebagai bagian dari penguatan assurance, WEGE juga                   As part of its efforts to strengthen assurance, WEGE also
                                       melaksanakan audit manajemen risiko dan audit RMI yang               conducts risk management audits and RMI audits that are
                                       terintegrasi dengan fungsi Satuan Pengawas Internal/Internal         integrated with the Internal Audit (IA) function. These audits
                                       Audit (IA). Audit ini bertujuan untuk mengevaluasi kecukupan         aim to evaluate the adequacy and effectiveness of risk
                                       dan efektivitas penerapan manajemen risiko, memastikan               management implementation, ensure compliance with ISO
                                       kesesuaian dengan ISO 31000, PER BUMN Nomor 2, serta                 31000, SOE Regulation Number 2, and the Company’s internal
                                       kebijakan internal Perusahaan, sekaligus menilai konsistensi         policies, as well as assess the consistency of risk management
                                       implementasi manajemen risiko di seluruh unit kerja dan              implementation across all work units and projects. The audit
                                       proyek. Rekomendasi hasil audit menjadi dasar perbaikan              recommendations are used for continuous improvement and
                                       berkelanjutan dan peningkatan kualitas pengelolaan risiko.           enhancement of risk management quality.

                                       Selain itu, Perusahaan mengembangkan Sistem Informasi                In addition, the Company has developed a digital-based
                                       Manajemen Risiko berbasis digital untuk mendukung                    Risk Management Information System to support the
                                       penerapan RMI dan meningkatkan efektivitas pemantauan                implementation of RMI and improve the effectiveness of risk
                                       serta pelaporan risiko. Digitalisasi ini memungkinkan                monitoring and reporting. This digitalization enables more
                                       pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi, transparan, dan          integrated, transparent, and accountable risk management,
                                       akuntabel, sekaligus memperkuat keterkaitan antara risiko,           while strengthening the link between risk, performance, and
                                       kinerja, dan pengambilan keputusan strategis.                        strategic decision-making.

                                       Melalui penerapan skema manajemen risiko berbasis ISO                Through the implementation of an ISO 31000:2018-based
                                       31000:2018 yang diperkuat dengan penerapan Risk Maturity             risk management scheme, supported by the application of
                                       Index sesuai PER BUMN Nomor 2, WEGE berkomitmen untuk                the Risk Maturity Index in accordance with SOE Regulation
                                       mengelola risiko secara konsisten, adaptif, dan bernilai             Number 2, WEGE is committed to manage risks consistent,
                                       tambah. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung                    adaptive, and value-added manner. This approach is expected
                                       pencapaian target RKAP dan RJPP, meningkatkan ketahanan              to support the achievement of RKAP and RJPP targets,
                                       Perusahaan terhadap ketidakpastian, serta menciptakan nilai          increase the Company’s resilience to uncertainty, and create
                                       Perusahaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.                  sustainable long-term value for the Company.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Emerging Risk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       WEGE menyadari bahwa transformasi industri konstruksi                WEGE recognizes that the transformation of the construction
                                       menuju praktik yang lebih berkelanjutan menghadirkan                 industry towards more sustainable practices presents new
                                       dinamika risiko baru yang bersifat kompleks dan                      dynamics of risk that are complex and multidimensional.
                                       multidimensional. Dalam konteks Environmental, Social,               In the context of Environmental, Social, and Governance
                                       and Governance (ESG), Perseroan mengidentifikasi                     (ESG), the Company has identified various emerging risks
  32
Page 33
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




berbagai emerging risks yang berpotensi memengaruhi                that have the potential to affect business continuity,
keberlangsungan usaha, kinerja operasional, stabilitas             operational performance, financial stability, and corporate
keuangan, serta reputasi korporasi dalam jangka menengah           reputation in the medium and long term. The focus of this
dan panjang. Fokus utama risiko tersebut mencakup                  risk is the increasing market demand for green building and
meningkatnya tuntutan pasar terhadap proyek green building         green construction projects, as well as the development
dan konstruksi hijau, serta berkembangnya kebutuhan                of customers’ needs for a more innovative, efficient, and
pelanggan atas layanan konstruksi yang lebih inovatif, efisien,    digitalized construction processes.
dan terdigitalisasi.

Emerging risks didefinisikan sebagai risiko yang belum             Emerging risks are defined as risks that have not yet fully
sepenuhnya termaterialisasi pada periode pelaporan,                materialized in the reporting period but have the potential
namun memiliki potensi dampak signifikan di masa depan.            for significant impact in the future. In the context of ESG,
Dalam konteks ESG, risiko ini tidak hanya berdampak                these risks not only have an impact on financial aspects, but
pada aspek finansial, tetapi juga pada daya saing, akses           also on competitiveness, access to funding, social license to
pendanaan, keberterimaan sosial (social license to operate),       operate, and the resilience of the Company’s business model.
dan ketahanan model bisnis Perseroan. Oleh karena itu,             Therefore, ESG risk management is positioned as an integral
pengelolaan risiko ESG diposisikan sebagai bagian integral         part of WEGE’s sustainability strategy and growth direction.
dari strategi keberlanjutan dan arah pertumbuhan WEGE.

Proses identifikasi emerging risks dilakukan lintas fungsi         The process of identifying emerging risks is carried out
yang melibatkan manajemen risiko, keuangan, operasional            a cross-functional review involving risk management,
proyek, QSHE, perencanaan strategis, serta fungsi tata             finance, project operations, QSHE, strategic planning, and
kelola. Analisis mempertimbangkan perkembangan                     governance functions. The analysis considers global and
makroekonomi global dan nasional, kebijakan pemerintah             national macroeconomic developments, government policies
terkait dekarbonisasi dan pajak karbon, dinamika industri          related to decarbonization and carbon taxes, construction
konstruksi, isu sosial dan lingkungan, tuntutan investor           industry dynamics, social and environmental issues, investor
terhadap transparansi ESG, serta perkembangan teknologi            demands for ESG transparency, and developments in low-
rendah karbon dan digitalisasi konstruksi. Pendekatan ini          carbon technology and construction digitalization. This
memastikan bahwa Perseroan tidak hanya bersifat reaktif            approach ensures that the Company is not only reactive
terhadap risiko yang telah terjadi, tetapi juga proaktif dan       to risks that have already occurred, but also proactive and
antisipatif dalam merespons perubahan struktural yang              anticipatory in responding to structural changes that may
dapat memengaruhi model bisnis ke depan.                           affect its future business model.

Dalam kerangka pengelolaan, emerging risks ESG                     Within the management framework, emerging ESG risks
diintegrasikan ke dalam Enterprise Risk Management                 are integrated into Enterprise Risk Management (ERM) and
(ERM) dan selaras dengan penguatan Risk Maturity Index             are aligned with the strengthening of the Company’s Risk
(RMI) Perseroan. Setiap risiko dinilai berdasarkan tingkat         Maturity Index (RMI). Each risk is assessed based on its
kemungkinan dan dampaknya terhadap kinerja operasional,            likelihood and impact on operational performance, profit
laba rugi, arus kas, dan reputasi perusahaan. Perseroan            and loss, cash flow, and company reputation. The Company
menyiapkan langkah mitigasi bertahap sesuai dengan                 prepares gradual mitigation measures in accordance with the
tingkat eksposur risiko dan kesiapan organisasi, termasuk          level of risk exposure and organizational readiness, including
penguatan desain proyek yang resilien terhadap iklim,              strengthening climate-resilient project design, diversifying
diversifikasi portofolio ke proyek rendah karbon, peningkatan      the portfolio to low-carbon projects, increasing transparency
transparansi pelaporan keberlanjutan, serta penguatan tata         in sustainability reporting, and strengthening governance
kelola dan budaya sadar risiko.                                    and a risk-aware culture.

Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang          In line with the principles of prudence and good governance,
baik, pengungkapan risiko ESG dalam Sustainability Report          the disclosure of ESG risks in the Sustainability Report is
                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




dilakukan secara proporsional pada tingkat agregat.                carried out proportionally at an aggregate level. Strategic and
Informasi yang bersifat strategis dan sensitif tetap dikelola      sensitive information remains managed as internal company
sebagai informasi internal perusahaan guna menjaga                 information to protect the Company’s competitive interests.
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




kepentingan kompetitif Perseroan. Melalui pendekatan ini,          Through this approach, WEGE is committed to ensuring that
WEGE berkomitmen untuk memastikan bahwa pengelolaan                emerging risk management not only serves as a mechanism
emerging risks tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme             to protect against potential losses, but also as a strategic
perlindungan terhadap potensi kerugian, tetapi juga sebagai        instrument in creating long-term sustainable value for all
instrumen strategis dalam menciptakan nilai jangka panjang         stakeholders.
yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

                                                                                                                                        33
Page 34
                                                Sekilas WEGE                       Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                   Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Tentang Laporan
                                       About the Report




                                         Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi - Ibu Kota Nusantara (IKN)
                                         Coordinating Ministry for Maritime Affairs and Investment – Nusantara Capital City (IKN)



                                       WEGE menjalankan kegiatan usaha di bidang konstruksi                       WEGE operates in building construction, investment, and
                                       bangunan gedung serta investasi dan konsesi dengan                         concession activities while upholding the principle of
                                       menjunjung prinsip keterbukaan informasi. Komitmen                         information disclosure. This commitment is realized through
                                       tersebut diwujudkan melalui penyampaian dampak                             transparent reporting of operational impacts on economic,
                                       operasional terhadap aspek ekonomi, lingkungan, sosial,                    environmental, social, and employee aspects. Part of this
                                       serta karyawan secara transparan. Salah satu bentuk                        commitment is fulfilled through the regular publication
                                       pelaksanaannya adalah penerbitan Laporan Keberlanjutan                     of a Sustainability Report, which is an integral part of the
                                       secara rutin, yang menjadi bagian integral dari Laporan                    Company’s Annual Report.
                                       Tahunan Perusahaan.



                                       Standar Penyusunan Laporan [GRI 2-3]
                                       Reporting Standards

                                       Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 WEGE mencakup periode                     The 2025 Sustaintability Report of WEGE covers the period
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       1 Januari hingga 31 Desember 2025 dan disusun berdasarkan                  from January 1 to December 31, 2025, and is prepared based
                                       ketentuan berikut:                                                         on the following provisions:
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/                           • Financial Services Authority (POJK) Regulation No.
                                           POJK.03/2017       tentang       Penerapan      Keuangan                   51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of
                                           Berkelanjutan untuk Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,                         Sustainable Finance for Financial Services Institutions,
                                           dan Perusahaan Publik.                                                     Issuers, and Public Companies.
                                       • Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021.                          • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021.
                                       • Penerapan awal International Financial Reporting                         • Initial application of International Financial Reporting
                                           Standards (IFRS) S1 dan S2 yang diterbitkan oleh                           Standards (IFRS) S1 and S2 published by the International
  34                                       International Sustainability Standards Board (ISSB).                       Sustainability Standards Board (ISSB).
Page 35
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Daftar pengungkapan sesuai POJK No.51/2017 serta indeks            The list of disclosures according to POJK No.51/2017 and
konten GRI Standards 2021 dapat ditemukan pada bagian              the GRI Standards 2021 content index can be found at the
akhir laporan ini. Seluruh informasi keuangan disampaikan          end of this report. All financial information is presented in
dalam mata uang Rupiah, kecuali jika dinyatakan lain,              Rupiah, unless otherwise stated, and is compiled based on
dan disusun berdasarkan ketentuan Pernyataan Standar               the provisions of Indonesian Financial Accounting Standards
Akuntansi Keuangan (PSAK) Indonesia. Sementara itu, data           (PSAK). Meanwhile, sustainability data uses internationally
keberlanjutan menggunakan metode pengukuran yang diakui            recognized measurement methods.
secara internasional.

Laporan ini tersedia dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan        This report is available in two languages, Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris untuk memastikan aksesibilitas bagi seluruh         and English, ensuring accessibility for all stakeholders.
pemangku kepentingan. Dengan pendekatan tersebut, WEGE             With this approach, WEGE strives to maintain transparency
berupaya mempertahankan transparansi dan memudahkan                and allow readers to easily understand its sustainability
pembaca dalam memahami kinerja keberlanjutan tahun 2025.           performance in 2025.

Pada Laporan Keberlanjutan Tahun 2024, tidak terdapat              In the 2024 Sustainability Report, there was no feedback
masukan melalui lembar umpan balik dari para pemangku              provided by stakeholders through feedback sheets. However,
kepentingan. Namun, perusahaan menerima penilaian dari             the Company received assessments from independent third
pihak ketiga independen, termasuk ESG rating internasional         parties, including international ESG ratings and independent
dan auditor independen, sebagai bagian dari upaya                  auditors, as part of its efforts to improve the quality of its
peningkatan kualitas laporan di periode berikutnya. [G.3]          reports in the subsequent period.




Entitas yang Termasuk dalam Pelaporan Keberlanjutan WEGE
Entities Included in WEGE’s Sustainability Reporting [GRI 2-2]

Pelaporan keberlanjutan WEGE mencakup seluruh aspek                WEGE’s sustainability reporting covers all operational aspects,
operasional, meliputi kinerja ekonomi, lingkungan, sosial,         including economic, environmental, social, and corporate
serta tata kelola perusahaan, termasuk entitas anak yaitu          governance performance, as well as its subsidiaries, PT Wege
PT Wege Solusi Proklamasi. Cakupan yang termasuk                   Solusi Proklamasi. The scope of the Sustainability Report is
dalam Laporan Keberlanjutan sama seperti konsolidasi               the same as that of the consolidated financial statements.
Laporan Keuangan. Istilah “WEGE”, “Perusahaan”,                    The terms “WEGE”, “the Company”, and “We” in this report
“Perseroan”, dan “Kami” pada laporan ini merujuk pada              refer to PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.



Penyajian Kembali Informasi [GRI 2-4]
Restatement of Information

Tidak ada penyajian kembali atas informasi yang telah              There are no restatements of the information included in the
terlampir didalam laporan keberlanjutan 2025.                      2025 Sustainability Report.



Penjaminan Laporan Keberlanjutan [GRI 2-5]
Sustainability Report Assurance
                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Untuk memastikan kualitas dan transparansi laporan, WEGE           In order to ensure the quality and transparency of the
melibatkan pihak independen dalam proses verifikasi pihak          report, WEGE involved an independent party in the external
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




eksternal (assurance). Laporan ini telah diverifikasi oleh         assurance process. This report has been verified by Decar
Decar Verite Asia (DVA), lembaga assurance yang memenuhi           Verite Asia (DVA), an assurance agency that meets the
standar internasional AA1000AS v3. Penunjukan lembaga              AA1000AS v3 international standard. The appointment of
tersebut dilakukan melalui proses evaluasi mendalam yang           this agency was carried out through an in-depth evaluation
menilai kompetensi, rekam jejak, dan memastikan ketiadaan          process that assessed competence, track record, and
konflik kepentingan, termasuk tidak adanya hubungan bisnis         ensured the absence of conflicts of interest, including no
sebelumnya dengan WEGE.                                            previous business relationships with WEGE.
                                                                                                                                        35
Page 36
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Topik Material [GRI 3-1]
                                       Material Topics

                                       Dalam menjalankan bisnis konstruksi gedung yang                     In running a complex and resource-intensive building
                                       kompleks dan berintensitas sumber daya tinggi, PT Wijaya            construction business, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
                                       Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menyadari bahwa                    Tbk (WEGE) realizes that sustainability is not only a
                                       keberlanjutan bukan sekadar isu kepatuhan, melainkan faktor         compliance issue, but also a strategic factor that affects
                                       strategis yang memengaruhi ketahanan usaha, kualitas                business resilience, project quality, and the creation of long-
                                       proyek, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh          term value for all stakeholders.
                                       pemangku kepentingan.

                                       Memasuki tahun 2025, WEGE melakukan penguatan                       Heading into 2025, WEGE has significantly strengthened its
                                       signifikan dalam proses penentuan topik material dengan             material topic determination process by adopting a double
                                       mengadopsi pendekatan double materiality. Pendekatan ini            materiality approach. This approach not only assesses the
                                       tidak hanya menilai dampak kegiatan usaha WEGE terhadap             impact of WEGE’s business activities on the environment and
                                       lingkungan dan masyarakat, tetapi juga menelaah bagaimana           society, but also examines how sustainability issues could
                                       isu keberlanjutan berpotensi memengaruhi kinerja keuangan,          potentially affect the Company’s financial performance, risk
                                       profil risiko, dan keberlanjutan bisnis Perseroan. Penajaman        profile, and business continuity. This improvement reflects an
                                       ini mencerminkan evolusi dari pendekatan tahun sebelumnya           evolution from the previous year’s approach, which focused
                                       yang lebih berfokus pada signifikansi dampak operasional,           more on the significance of operational impacts, towards
                                       menuju materialitas yang bersifat strategis dan decision-           materiality that is strategic and decision-useful, in line with
                                       useful, sejalan dengan GRI Standards 2021 serta IFRS                the GRI Standards 2021 and IFRS Sustainability Disclosure
                                       Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan IFRS S2).          Standards (IFRS S1 and IFRS S2).

                                       Proses materialitas tahun 2025 disusun dengan                       The 2025 materiality process was developed by integrating
                                       mengintegrasikan berbagai sumber utama, termasuk hasil uji          various key sources, including materiality test results and
                                       materialitas dan masukan pemangku kepentingan, evaluasi             stakeholder input, evaluation of 2024 material topics,
                                       topik material tahun 2024, dinamika industri konstruksi             dynamics of the building construction industry, and
                                       gedung, serta perkembangan risiko dan peluang bisnis yang           developments in business risks and opportunities relevant
                                       relevan dengan konteks WEGE. Hasil kuesioner dari pemangku          to WEGE’s context. The Results of questionnaires from
                                       kepentingan internal dan eksternal (seperti pemerintah,             internal and external stakeholders (such as government,
                                       pemegang saham, masyarakat, mitra kerja, pelanggan dan              shareholders, communities, business partners, customers,
                                       pegawai) menunjukkan bahwa isu-isu tertentu tidak hanya             and employees) show that certain issues are not only
                                       dipandang penting dari sisi dampak lingkungan dan sosial,           considered important in terms of environmental and social
                                       tetapi juga semakin relevan dalam memengaruhi bankability           impact, but are also increasingly relevant in influencing
                                       proyek, keandalan operasional, reputasi Perseroan, serta            project bankability, operational reliability, the Company’s
                                       daya saing jangka panjang. Evaluasi untuk proses materialitas       reputation, and long-term competitiveness. The materiality
                                       dilakukan setiap tahunnya.                                          assessment is conducted annually.

                                       Dengan demikian, topik material WEGE tahun 2025                     Thus, WEGE’s 2025 material topics reflect continuity with the
                                       mencerminkan kesinambungan dengan tahun sebelumnya,                 previous year, but with greater depth of analysis and strategic
                                       namun dengan kedalaman analisis dan relevansi strategis             relevance. These topics serve as the main foundation in the
                                       yang lebih kuat. Topik-topik tersebut menjadi landasan utama        formulation of the Company’s sustainability strategy, risk
                                       dalam penyusunan strategi keberlanjutan, pengelolaan risiko,        management, and decision-making, ensuring that WEGE’s
                                       serta pengambilan keputusan Perseroan, guna memastikan              business growth is always in line with the principles of
                                       bahwa pertumbuhan bisnis WEGE senantiasa selaras dengan             sustainable development and long-term value creation.
                                       prinsip pembangunan berkelanjutan dan penciptaan nilai
                                       jangka panjang.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




   36
Page 37
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




A. Proses Penentuan Topik Material [GRI 3-1]                       A. Material Topic Identification Process

WEGE menerapkan proses penentuan topik material                    WEGE implements a structured, systematic, and documented
yang terstruktur, sistematis, dan terdokumentasi untuk             process in the identification of material topics to ensure
memastikan bahwa isu-isu keberlanjutan yang ditetapkan             that the identified sustainability issues are truly relevant,
benar-benar relevan, signifikan, serta selaras dengan konteks      significant, and aligned with the Company’s business
bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan. Proses              context and long-term strategies. This process is designed
ini dirancang untuk mengintegrasikan perspektif impact             to integrate the perspectives of impact materiality and
materiality dan financial materiality, sehingga topik material     financial materiality, so that the resulting material topics are
yang dihasilkan bersifat komprehensif dan decision-useful          comprehensive and decision-useful for management and
bagi manajemen maupun pemangku kepentingan.                        stakeholders.

Tahap 1 – Pemahaman Konteks dan Ruang Lingkup                      Stage 1 – Understanding Context and Scope

Pada tahap awal, WEGE memahami konteks keberlanjutan               In the initial stage, WEGE examines the Company’s
perusahaan dengan mempertimbangkan:                                sustainability context by considering:
• karakteristik bisnis konstruksi bangunan gedung,                 • the characteristics of the building construction business,
• strategi dan arah pengembangan usaha,                            • business development strategies and directions,
• rantai nilai proyek konstruksi, serta                            • the construction project value chain, and
• ekspektasi dan kebutuhan para pemangku kepentingan.              • the expectations and needs of stakeholders.

Selain itu, tahap ini juga memperhitungkan dinamika industri       In addition, this stage also considers the dynamics of the
konstruksi, tren global keberlanjutan, serta berbagai risiko       construction industry, global sustainability trends, and
dan peluang yang berpotensi memengaruhi ketahanan                  various risks and opportunities that could potentially affect
operasional dan daya saing WEGE dalam jangka menengah              WEGE’s operational resilience and competitiveness in the
dan panjang.                                                       medium and long term.

Tahap 2 – Identifikasi Isu Keberlanjutan                           Stage 2 – Identification of Sustainability Issues

WEGE mengidentifikasi isu-isu keberlanjutan melalui                WEGE identifies sustainability issues through various
berbagai sumber, antara lain:                                      sources, including:
• hasil materiality test dan masukan pemangku kepentingan,         • the results of the materiality test and stakeholder input,
• evaluasi topik material tahun sebelumnya,                        • evaluation of material topics from the previous year,
• perkembangan regulasi dan standar nasional maupun                • development in national and international regulations and
   internasional,                                                     standards,
• identifikasi risiko dan peluang bisnis, termasuk risiko          • identification of business risks and opportunities,
   iklim transisi dan fisik.                                          including transition and physical climate risks.

Tahap ini menghasilkan daftar awal (long list) isu keberlanjutan   This stage results in a long list of sustainability issues relevant
yang relevan dengan aktivitas, proyek, dan model bisnis            to WEGE’s activities, projects, and business model.
WEGE.

Tahap 3 – Penilaian Dampak (Impact Materiality)                    Stage 3 – Impact Materiality Assessment

Setiap isu dalam daftar awal dinilai dari perspektif dampaknya     Each issue on the initial list is assessed from the perspective
terhadap:                                                          of its impact on:
• lingkungan hidup,                                                • the environment,
                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




• masyarakat dan tenaga kerja, serta                               • society and labor, and
• keselamatan publik dan pemangku kepentingan lainnya.             • public safety and other stakeholders.
                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat                The assessment is carried out by considering the severity
keparahan dampak, luas pemangku kepentingan yang                   of the impact, the extent of stakeholders affected, and
terdampak, serta probabilitas terjadinya dampak. Tahap             the probability of the impact occurring. This stage aims to
ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu yang memiliki               identify issues that have the most significant impact and
dampak paling signifikan dan memerlukan perhatian serta            require priority attention and management.
pengelolaan prioritas.

                                                                                                                                            37
Page 38
                                                Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Tahap 4 – Penilaian Risiko dan Peluang Finansial (Financial          Stage 4 – Financial Materiality Assessment
                                       Materiality)

                                       Sejalan dengan pendekatan double materiality, WEGE                   In line with the double materiality approach, WEGE
                                       menilai isu-isu keberlanjutan dari sisi implikasi finansial dan      assesses sustainability issues from a financial and strategic
                                       strategis, yang meliputi:                                            perspective, including:
                                       • potensi dampak terhadap biaya, pendapatan, dan                     • potential impacts on project costs, revenues, and
                                           profitabilitas proyek,                                              profitability,
                                       • risiko terhadap jadwal, kualitas, dan keberlanjutan                • risks to schedule, quality, and contract sustainability,
                                           kontrak,
                                       • pengaruh terhadap reputasi, akses pendanaan, dan                   •   impacts on reputation, access to financing, and
                                           bankability, serta                                                   bankability, and
                                       • peluang efisiensi, inovasi, dan diferensiasi bisnis.               •   opportunities for efficiency, innovation, and business
                                                                                                                differentiation.

                                       Tahap ini memastikan bahwa topik material yang ditetapkan            This stage ensures that the material topics identified are
                                       tidak hanya penting dari sisi dampak, tetapi juga relevan            not only important in terms of impact, but also relevant in
                                       dalam memengaruhi ketahanan bisnis dan penciptaan nilai              influencing business resilience and long-term value creation,
                                       jangka panjang, sejalan dengan prinsip IFRS S1 dan IFRS S2.          in line with the principles of IFRS S1 and IFRS S2.

                                       Tahap 5 – Validasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan                Stage 5 – Validation and Stakeholder Engagement

                                       Hasil penilaian dampak dan finansial divalidasi melalui diskusi      The results of the impact and financial assessments are
                                       internal lintas fungsi serta pelibatan pemangku kepentingan          validated through internal cross-functional discussions and
                                       utama. Proses ini bertujuan memastikan bahwa topik yang              the engagement of key stakeholders. This process aims
                                       dipilih mencerminkan perspektif operasional, strategis, dan          to ensure that the selected topics reflect the operational
                                       ekspektasi para pihak yang terdampak oleh kegiatan usaha             and strategic perspectives and expectations of the parties
                                       WEGE.                                                                affected by WEGE’s business activities.

                                       B. Penetapan dan Daftar Topik Material [GRI 3-2]                     B. Determination and List of Material Topics

                                       Melalui proses penentuan topik material yang terstruktur dan         Through a structured and double materiality determination
                                       berbasis double materiality, WEGE memastikan bahwa isu-              process, WEGE ensures that the prioritized sustainability
                                       isu keberlanjutan yang diprioritaskan mencerminkan dampak            issues reflect the significant impact of business activities
                                       signifikan kegiatan usaha sekaligus relevan terhadap kinerja         while being relevant to financial performance, project
                                       keuangan, ketahanan proyek, dan penciptaan nilai jangka              resilience, and long-term value creation. This approach
                                       panjang. Pendekatan ini mengintegrasikan hasil materiality           integrates the results of the materiality test, evaluation of
                                       test, evaluasi topik tahun sebelumnya, dinamika industri             previous year’s topics, construction industry dynamics, and
                                       konstruksi, serta identifikasi risiko dan peluang strategis,         identification of strategic risks and opportunities, including
                                       termasuk risiko iklim transisi dan fisik, sejalan dengan             transition and physical climate risks, in line with the GRI
                                       GRI Standards 2021 dan IFRS Sustainability Disclosure                Standards 2021 and IFRS Sustainability Disclosure Standards
                                       Standards (IFRS S1 dan S2). Hasilnya adalah daftar topik             (IFRS S1 and S2). The result is a list of WEGE’s material topics
                                       material WEGE tahun 2025 yang berfungsi tidak hanya                  for 2025, which serves not only as a basis for disclosure but
                                       sebagai dasar pengungkapan, tetapi sebagai kerangka acuan            also as a strategic framework for risk management, project
                                       strategis dalam pengelolaan risiko, perencanaan proyek, dan          planning, and decision-making within the Company.
                                       pengambilan keputusan Perseroan.

                                       Daftar topik material disajikan dalam tiga aspek utama, yaitu        The list of material topics is presented in three main aspects,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola, serta menunjukkan               namely Environment, Social, and Governance, and shows
                                       kesinambungan dengan tahun sebelumnya dengan                         continuity with the previous year with a focus on strategic
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       penajaman pada isu-isu strategis, khususnya terkait iklim,           issues, particularly related to climate, project management,
                                       manajemen proyek, dan tata kelola.                                   and governance.




   38
Page 39
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                  Strengthening Sustainability Governance




Topik Material WEGE 2025
WEGE’s 2025 Material Topics

                                                                                                                            Arah Respon & Nilai
                                                                                                   Implikasi Strategis
                                                                           Eksposur Risiko                                  Jangka Panjang
Topik Material           Rasional Dampak           Rasional Finansial                              bagi WEGE
                                                                           Utama                                            Direction of Re-
Material Topic           Impact Materiality        Financial Materiality                           Strategic Implica-
                                                                           Main Risk Exposure                               sponse & Long-Term
                                                                                                   tion to WEGE
                                                                                                                            Value
Perubahan Iklim          Aktivitas konstruksi      Risiko                  Risiko regulasi,        Iklim menjadi            Proyek tangguh
(Risiko Transisi &       berkontribusi pada        keterlambatan           cuaca ekstrem,          variabel strategis       iklim, peningkatan
Fisik)                   emisi dan terdampak       proyek, klaim           disrupsi jadwal,        dalam kelayakan          kepercayaan klien
Climate Change           langsung oleh cuaca       kontrak, kenaikan       risiko reputasi         dan keberlanjutan        dan investor
(Transition & Physical   ekstrem, banjir,          biaya, serta            Risks of regulatory     proyek
Risks)                   dan panas ekstrem         penurunan               changes, extreme        Climate is a             Climate-resilient
                         yang memengaruhi          bankability akibat      weather, schedule       strategic variable       projects, increased
                         keselamatan dan           risiko iklim            disruption, and         in project feasibility   client and investor
                         lingkungan                Risks of project        reputation              and sustainability       confidence
                         Construction activities   delays, contract
                         generate emissions        claims, cost
                         and are directly          increases, and
                         affected by extreme       reduced bankability
                         weather, flooding, and    due to climate risks
                         extreme heat, which
                         impact safety and the
                         environment.
Energi dan Emisi Gas     Konsumsi energi           Biaya energi,           Volatilitas harga       Efisiensi energi         Pengendalian
Rumah Kaca               proyek dan alat berat     tuntutan klien atas     energi, tekanan         sebagai pengungkit       biaya dan posisi
Energy and Green         berdampak pada jejak      bangunan hijau,         emisi                   daya saing proyek        kompetitif di pasar
House Gas                lingkungan dan kualitas   dan risiko carbon-      Energy price            Energy efficiency as     green construction
                         udara                     related cost            volatility, emissions   a catalyst for project   Cost control
                         The energy                Energy costs, client    pressure                competitiveness          and competitive
                         consumption of            demands for green                                                        position in the green
                         projects and heavy        buildings, and                                                           construction market
                         equipment impacts the     carbon-related cost
                         environmental footprint   risks
                         and air quality.

Material Konstruksi      Material konstruksi       Risiko fluktuasi        Ketergantungan          Material menjadi         Efisiensi sumber
dan Efisiensi Sumber     berdampak besar           harga, gangguan         rantai pasok,           faktor strategis         daya dan
Daya                     pada emisi tertanam       pasokan, dan            kenaikan biaya          kualitas, biaya, dan     diferensiasi produk
Construction             (embodied carbon) dan     spesifikasi green       Supply chain            reputasi proyek          konstruksi
Materials and            limbah                    material                dependency, cost        Materials are a          Resource efficiency
Efficiency of            Construction materials    Risks of price          increases               strategic factor in      and differentiation
Resources                significantly impact      fluctuations, supply                            project quality, cost,   of construction
                         embodied carbon and       disruptions, and                                and reputation           products
                         waste                     green material
                                                   specifications

Manajemen Limbah         Limbah proyek             Risiko sanksi, biaya    Ketidakpatuhan,         Limbah sebagai           Efisiensi
Konstruksi dan B3        berpotensi mencemari      pengelolaan, dan        insiden lingkungan      indikator                operasional dan
Construction and B3      lingkungan dan            gangguan proyek         Non-compliance,         kedisiplinan             praktik circular
Waste Management         membahayakan              Risk of sanctions,      environmental           operasional              construction
                         kesehatan                 management              incidents               Waste as an              Operational
                         Project waste has the     costs, and project                              indicator of             efficiency
                         potential to pollute      disruptions                                     operational              and circular
                         the environment and                                                       discipline               construction
                         endanger health.                                                                                   practices

Pengelolaan Air dan      Penggunaan air dan        Risiko keterbatasan     Water stress,           Air sebagai faktor       Ketahanan proyek
Efluen Proyek            efluen berdampak          air, konflik            gangguan                keberlanjutan            dan hubungan sosial
                                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Project Water and        pada lingkungan dan       sosial, dan biaya       operasional             proyek                   yang lebih baik
Effluent Management      masyarakat sekitar        pengolahan              Water stress,           Water as a               Project resilience
                         proyek                    Risks of water          operational             factor in project        and improved social
                         Use of water and          shortages, social       disruption              sustainability           relations
                                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




                         effluent impacts          conflicts, and
                         the environment           processing costs
                         and communities
                         surrounding the project




                                                                                                                                                       39
Page 40
                                               Sekilas WEGE                        Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                    Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Topik Material WEGE 2025
                                       WEGE’s 2025 Material Topics

                                                                                                                                                                Arah Respon & Nilai
                                                                                                                                         Implikasi Strategis
                                                                                                                 Eksposur Risiko                                Jangka Panjang
                                       Topik Material         Rasional Dampak            Rasional Finansial                              bagi WEGE
                                                                                                                 Utama                                          Direction of Re-
                                       Material Topic         Impact Materiality         Financial Materiality                           Strategic Implica-
                                                                                                                 Main Risk Exposure                             sponse & Long-Term
                                                                                                                                         tion to WEGE
                                                                                                                                                                Value
                                       Keanekaragaman         Proyek konstruksi          Risiko perizinan,       Risiko izin dan         Biodiversitas          Pendekatan
                                       Hayati dan             berpotensi                 penolakan sosial,       reputasi                memengaruhi            nature-positive dan
                                       Perlindungan           mengganggu habitat         dan biaya mitigasi      Risks of licensing      kelangsungan           penerimaan sosial
                                       Ekosistem              dan jasa ekosistem         Risks of licensing,     and reputation          proyek                 Nature-positive
                                       Biodiversity and       Construction projects      social rejection, and                           Biodiversity affects   approach and social
                                       Environmental          potentially disrupt        mitigation costs                                project continuity     acceptance
                                       Protection             habitats and ecosystem
                                                              functions

                                       Keselamatan dan        Risiko langsung            Biaya kecelakaan,       Fatalitas,              K3 sebagai prasyarat   Produktivitas
                                       Kesehatan Kerja (K3)   terhadap keselamatan       penghentian proyek,     kecelakaan kerja        keberlanjutan          dan keandalan
                                       Occupational Health    pekerja dan publik         penalti kontrak         Fatalities,             operasional            penyelesaian proyek
                                       and Safety (OHS)       Direct risks to worker     Accident costs,         occupational            OHS as a               Productivity and
                                                              and public safety          project suspension,     accidents               requirement            reliability of project
                                                                                         contract penalties                              of operational         completion
                                                                                                                                         sustainability


                                       Manajemen Tenaga       Praktik                    Risiko konflik          Perselisihan kerja,     Tenaga kerja           Hubungan kerja
                                       Kerja Proyek dan       ketenagakerjaan            industrial,             turnover                sebagai penentu        harmonis dan
                                       Subkontraktor          memengaruhi                keterlambatan           Labor disputes,         kualitas eksekusi      stabilitas proyek
                                       Project and Sub-       kesejahteraan dan          proyek                  turnover                Workforce as a         Harmonious working
                                       contractor Workforce   stabilitas tenaga kerja    Risks of industrial                             determinant of         relationships and
                                       Management             Employment practices       disputes, project                               execution quality      project stability
                                                              affect the welfare         delays
                                                              and stability of the
                                                              workforce.

                                       Pengembangan           Kompetensi SDM             Risiko kekurangan       Skill gap,              Talenta sebagai aset   Kapabilitas jangka
                                       Kompetensi dan         memengaruhi mutu,          tenaga ahli             ketergantungan          strategis              panjang dan inovasi
                                       Talenta Konstruksi     keselamatan, dan           dan penurunan           individu                Talents as strategic   Long-term
                                       Construction           efisiensi proyek           produktivitas           Skill gap, individual   assets                 capabilities and
                                       Competency and         HR competencies            Risks of expert         dependence                                     innovations
                                       Talent Development     affect project quality,    shortages
                                                              safety, and efficiency     and declining
                                                                                         productivity

                                       Hak Asasi Manusia      Risiko pelanggaran         Risiko hukum,           Klaim hukum,            HAM sebagai            Kepercayaan
                                       (HAM)                  HAM dalam proyek dan       reputasi, dan           reputasi negatif        prasyarat proyek       pemangku
                                       Human Rights           rantai pasok               kelayakan proyek        Legal claims,           berkelanjutan          kepentingan
                                                              Risks of human rights      Legal, reputational,    negative reputation     Human rights as        Stakeholder trust
                                                              violations in projects     and project viability                           a requirement for
                                                              and supply chains          risks                                           sustainable projects

                                       Kesetaraan Gender      Budaya kerja inklusif      Risiko reputasi dan     Diskriminasi, talent    Inklusi sebagai        Daya tarik talenta
                                       dan Inklusi            berdampak pada             kepatuhan               loss                    indikator              dan reputasi positif
                                       Gender Equality and    kesejahteraan dan          Reputational and        Discrimination,         kematangan             Talent attraction
                                       Inclusion              kinerja                    compliance risks        talent loss             organisasi             and positive
                                                              An inclusive work                                                          Inclusion as           reputation
                                                              culture impacts well-                                                      an indicator of
                                                              being and performance                                                      organizational
                                                                                                                                         maturity

                                       Hubungan dengan        Proyek berdampak           Risiko penolakan        Konflik sosial,         Social license to      Stabilitas proyek
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Masyarakat dan         langsung pada              sosial dan gangguan     demonstrasi             operate                dan hubungan
                                       Dampak Sosial Proyek   kehidupan sosial           operasional             Social conflict,                               jangka panjang
                                       Relationship with      masyarakat sekitar         Risk of social          protests                                       Project stability
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Community and Social   The project directly       rejection and                                                          and long-term
                                       Impact of Projects     impacts the social life    operational                                                            relationships
                                                              of the surrounding         disruption
                                                              community




 40
Page 41
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities               Strengthening Sustainability Governance




 Topik Material WEGE 2025
 WEGE’s 2025 Material Topics

                                                                                                                      Arah Respon & Nilai
                                                                                                Implikasi Strategis
                                                                         Eksposur Risiko                              Jangka Panjang
 Topik Material         Rasional Dampak          Rasional Finansial                             bagi WEGE
                                                                         Utama                                        Direction of Re-
 Material Topic         Impact Materiality       Financial Materiality                          Strategic Implica-
                                                                         Main Risk Exposure                           sponse & Long-Term
                                                                                                tion to WEGE
                                                                                                                      Value
 Tata Kelola            Tata kelola              Akses pendanaan         Fraud, konflik         Integritas sebagai    Kepercayaan pasar
 Perusahaan dan Etika   memengaruhi              dan keberlanjutan       kepentingan            fondasi bisnis        dan investor
 Bisnis                 kepercayaan publik dan   kontrak                 Fraud, conflict of     Integrity as a        Market and investor
 Corporate Governance   pemangku kepentingan     Access to funding       interest               foundation of         trust
 and Business Ethics    Governance affects       and contract                                   business
                        public trust and         continuity
                        stakeholders
 Anti Korupsi dan       Risiko korupsi           Risiko pidana,          Praktik koruptif       Kepatuhan sebagai     Ketahanan bisnis
 Pencegahan Fraud       berdampak sistemik       finansial, dan          Corruptive practices   syarat bankability    dan reputasi
 Anti-Corrupton and     pada tata kelola         reputasi                                       Compliance as a       Business resilience
 Prevention of Fraud    Corruption risks have    Criminal, financial,                           requirement of        and reputation
                        a systemic impact on     and reputational                               bankability
                        governance               risks

 Manajemen Risiko       Ketahanan sistem dan     Risiko strategis,       Kebocoran data,        Risiko sebagai        Ketahanan
 Terintegrasi,          perlindungan data        hukum, dan TI           sanksi                 bagian strategi       organisasi dan
 Kepatuhan, dan         memengaruhi seluruh      Strategic, legal, and   Data leaks,            Risk as part of       keandalan sistem
 Privasi Data           operasi                  IT risks                sanctions              strategy              Organizational
 Integrated Risk        System resilience and                                                                         resilience and
 Management,            data protection affect                                                                        system reliability
 Compliance, and Data   all operations
 Privacy




ITB Innovation Park - Bandung




                                                                                                                                            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                        2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                  41
Page 42
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Topik Material Utama                                                Key Material Topics

                                       Pada tahun 2025, proses materiality test WEGE diikuti oleh          In 2025, WEGE’s materiality test was attended by 50
                                       50 responden yang mewakili beragam kelompok pemangku                respondents representing various internal and external
                                       kepentingan, baik internal maupun eksternal, meliputi               stakeholder groups, including employees from various
                                       karyawan lintas divisi, manajemen, vendor dan kontraktor,           divisions, management, vendors and contractors,
                                       konsultan, serta masyarakat umum. Hasil pengolahan                  consultants, and the general public. The results of the
                                       kuesioner dengan mempertimbangkan kombinasi tingkat                 questionnaire analysis, which considered the combination of
                                       dampak, tingkat risiko, dan probabilitas terjadinya dampak          impact level, risk level, and probability of impact, indicated
                                       menunjukkan bahwa sejumlah topik secara konsisten                   that a number of topics consistently ranked at the top.
                                       menempati posisi teratas.

                                       Dari perspektif pemangku kepentingan, perubahan iklim               From a stakeholder perspective, climate change (including
                                       (termasuk risiko transisi dan fisik), energi dan emisi gas          transition and physical risks), energy and greenhouse
                                       rumah kaca, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Material          gas emissions, occupational health and safety (OHS),
                                       Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya, serta Manajemen               Construction Materials and Resource Efficiency, and
                                       Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi Data, muncul            Integrated Risk Management, Compliance, and Data Privacy
                                       sebagai kelompok topik dengan skor tertinggi. Topik-topik           emerged as the topics with the highest scores. These
                                       tersebut dipersepsikan memiliki keterkaitan paling kuat             topics are perceived to have the strongest correlation with
                                       dengan dampak lingkungan dan sosial sekaligus berpotensi            environmental and social impacts and have the potential to
                                       memengaruhi keberlangsungan proyek, struktur biaya,                 affect the Company’s project sustainability, cost structure,
                                       reputasi, serta ketahanan bisnis Perseroan.                         reputation, and business resilience.

                                       Berdasarkan hasil tersebut, topik-topik ini kemudian                Based on the results, these topics were then confirmed
                                       ditegaskan sebagai prioritas utama dalam matriks topik              as top priorities in the WEGE 2025 material topic matrix,
                                       material WEGE 2025, karena dinilai paling signifikan baik           as they were considered most significant in terms of their
                                       dari sisi dampak terhadap lingkungan dan sosial maupun dari         environmental and social impact as well as their financial and
                                       sisi implikasi finansial dan strategis terhadap keberlanjutan       strategic implications for the Company’s business continuity.
                                       usaha Perseroan.

                                       1. Perubahan Iklim (Risiko Transisi dan Fisik)                      1. Climate Change (Transition and Physical Risks)
                                          Diprioritaskan karena perubahan iklim secara langsung               Prioritized because climate change directly affects
                                          memengaruhi kelayakan proyek, jadwal konstruksi,                    project feasibility, construction schedules, work safety,
                                          keselamatan kerja, dan bankability. Risiko iklim                    and bankability. Climate risk is viewed as a strategic
                                          dipandang sebagai risiko strategis bisnis, bukan sekadar            business risk, not just an environmental issue.
                                          isu lingkungan.
                                       2. Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca                                  2. Energy and Greenhouse Gas Emissions
                                          Menjadi topik utama karena konsumsi energi dan emisi                Becomes a key topic because energy consumption and
                                          berkaitan langsung dengan efisiensi biaya proyek,                   emissions are directly related to project cost efficiency,
                                          tuntutan klien atas bangunan hijau, serta kesiapan WEGE             client demands for green buildings, and WEGE’s readiness
                                          menghadapi transisi menuju konstruksi rendah karbon.                for the transition to low-carbon construction.
                                       3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)                             3. Occupational Health and Safety (OHS)
                                          Diprioritaskan karena berdampak langsung pada                       This topic is prioritized because it has a direct impact on
                                          keselamatan manusia, keberlangsungan proyek, serta                  human safety, project sustainability, and the Company’s
                                          reputasi Perseroan. K3 merupakan prasyarat utama                    reputation. OHS is a key prerequisite for operational
                                          keandalan operasional.                                              reliability.
                                       4. Material Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya                    4. Construction Materials and Resource Efficiency
                                          Material merupakan komponen biaya dan dampak                        Materials contribute the most to construction costs and
                                          lingkungan terbesar dalam konstruksi. Risiko fluktuasi              environmental impact. Risks related to price fluctuations,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          harga, pasokan, dan tuntutan material ramah lingkungan              supply, and demand for environmentally friendly materials
                                          menjadikan topik ini sangat relevan secara finansial dan            make this topic highly relevant from a financial and
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                          operasional.                                                        operational perspective.
                                       5. Manajemen Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi            5. Integrated Risk Management, Compliance, and Data
                                          Data                                                                Privacy
                                          Topik ini krusial untuk memastikan ketahanan organisasi,            This topic is crucial to ensuring organizational resilience,
                                          kepatuhan regulasi, keandalan sistem informasi, serta               regulatory compliance, information system reliability, as
                                          kepercayaan pemangku kepentingan dan mitra bisnis.                  well as stakeholder and business partner trust.

 42
Page 43
                  Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
                  Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance




                                                   Double Materiality Assessment: Sample Matrix


                      70            F                                                                                        A

                      60                                        G                                             B

                      50                   H

                      40                                                                        C                     E

                      30                   I                                                           D
 Impact Materiality




                      20

                       10

                       0

                      -10

                      -20                                                                                      L

                      -30                         0

                      -40                                                                      M                      K

                      -50                  N

                      -60                                                                                                            J

                      -70
                            -70   -60    -50     -40    -30    -20     -10        0   10       20      30      40     50      60     70

                                                                      Financial Materiality



Kuadran I – Prioritas Strategis Utama                                         Quadrant I – Key Strategic Priorities
(Dampak Lingkungan & Sosial Tinggi | Dampak Finansial Tinggi)                 (High Environmental & Social Impact | High Financial Impact)
A. Perubahan Iklim (Risiko Transisi & Fisik)                                  A. Climate Change (Transition & Physical Risks)
B. Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca                                            B. Energy and Greenhouse Gas Emissions
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)                                       C. Occupational Health and Safety (OHS)
D. Material Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya                              D. Construction Materials and Resource Efficiency
E. Manajemen Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi Data                 E. Integrated Risk Management, Compliance, and Data Privacy

Kuadran II – Dampak Tinggi, Risiko Finansial Tidak Langsung                   Quadrant II – High Impact with Indirect Financial Risk
(Dampak Lingkungan & Sosial Tinggi | Dampak Finansial Menengah)               (High Environmental & Social Impact | Moderate Financial Impact)
F. Manajemen Limbah Konstruksi dan Limbah B3                                  F. Construction Waste and Hazardous Waste Management
G. Pengelolaan Air dan Efluen Proyek                                          G. Water and Project Effluent Management
H. Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Ekosistem                           H. Biodiversity and Ecosystem Protection
I. Hubungan dengan Masyarakat dan Dampak Sosial Proyek                        I. Community Relations and Project Social Impacts

Kuadran III – Penopang Ketahanan Organisasi                                   Quadrant III – Organizational Resilience Enablers
(Dampak Lingkungan & Sosial Menengah | Dampak Finansial Tinggi)               (Moderate Environmental & Social Impact | High Financial Impact)
J. Tata Kelola Perusahaan dan Etika Bisnis                                    J. Corporate Governance and Business Ethics
K. Anti Korupsi dan Pencegahan Fraud                                          K. Anti-Corruption and Fraud Prevention
L. Manajemen Tenaga Kerja Proyek dan Subkontraktor                            L. Project Workforce and Subcontractor Management
                                                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




M. Pengembangan Kompetensi dan Talenta Konstruksi                             M. Construction Talent and Competency Development

Kuadran IV – Fondasi Budaya dan Keberlanjutan Jangka Panjang                  Quadrant IV – Foundations for Long-Term Sustainability Culture
                                                                                                                                                             2025 Sustainability Report




(Dampak Lingkungan & Sosial Menengah | Dampak Finansial                       (Moderate Environmental & Social Impact | Moderate Financial
Menengah)                                                                     Impact)
N. Hak Asasi Manusia (HAM)                                                    N. Human Rights
O. Kesetaraan Gender dan Inklusi                                              O. Gender Equality and Inclusion




                                                                                                                                                   43
Page 44
                                               Sekilas WEGE                        Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                    Implementing Environmentally Friendly Operations




                                                                                              Pemangku
                                                                                              Kepentingan
                                       Topik Material             Isu Utama                                       Alasan Mengapa Material           Keterlibatan Perseroan       TPB
                                                                                              Terdampak
                                       Material Topic             Key Issues                                      Reason for Materiality            Company Involvement          SDGs
                                                                                              Impacted
                                                                                              Stakeholders
                                       Perubahan Iklim (Risiko    Dampak perubahan            Pemerintah,         Aktivitas konstruksi              Integrasi manajemen          9, 13
                                       Transisi & Fisik)          iklim terhadap              Pelanggan,          menghasilkan emisi serta          risiko iklim dalam
                                       Climate Change             proyek konstruksi,          Investor,           rentan terhadap cuaca             perencanaan proyek dan
                                       (Transition & Physical     keselamatan, dan            Masyarakat          ekstrem yang dapat                pengembangan proyek
                                       Risks)                     lingkungan                  Government,         memengaruhi keselamatan           tangguh iklim
                                                                  Climate change impacts      Customers,          dan keberlanjutan proyek          Integrating climate risk
                                                                  on construction             Investors,          Construction activities           management into project
                                                                  projects, safety, and the   Community           generate emissions and are        planning and developing
                                                                  environment                                     exposed to extreme weather        climate-resilient projects
                                                                                                                  that may affect safety and
                                                                                                                  project sustainability

                                       Energi dan Emisi Gas       Konsumsi energi proyek      Pemerintah,         Konsumsi energi                   Implementasi efisiensi       7, 13
                                       Rumah Kaca                 dan emisi dari aktivitas    Investor,           memengaruhi jejak karbon          energi dan pengendalian
                                       Energy and Greenhouse      konstruksi                  Pelanggan           dan biaya operasional proyek      emisi
                                       Gas Emissions              Energy consumption          Government,         Energy consumption                Implementing energy
                                                                  and emissions from          Investors,          affects carbon footprint and      efficiency initiatives
                                                                  construction activities     Customers           operational costs                 and emission control
                                                                                                                                                    measures

                                       Material Konstruksi dan    Penggunaan material         Pemasok,            Material konstruksi               Optimalisasi penggunaan      9, 12
                                       Efisiensi Sumber Daya      konstruksi dan              Pelanggan,          merupakan kontributor utama       material dan inovasi
                                       Construction Materials     embodied carbon             Investor            emisi dan biaya proyek            material ramah
                                       and Resource Efficiency    Use of construction          Suppliers,         Construction materials            lingkungan
                                                                  materials and embodied      Customers,          significantly influence           Optimizing material
                                                                  carbon                      Investors           emissions and project costs       use and promoting
                                                                                                                                                    environmentally friendly
                                                                                                                                                    materials

                                       Manajemen Limbah           Pengelolaan                 Pemerintah,         Limbah konstruksi dapat           Implementasi                 3, 12
                                       Konstruksi dan B3          limbah proyek dan           Masyarakat,         mencemari lingkungan dan          pengelolaan limbah
                                       Construction Waste         bahan berbahaya /           Karyawan            membahayakan kesehatan            dan prinsip circular
                                       and Hazardous Waste        Construction waste          Government,         Construction waste may            construction
                                       Management                 and hazardous material      Community,          cause environmental pollution     Implementing waste
                                                                  management                  Employees           and health risks                  management and circular
                                                                                                                                                    construction practices

                                       Pengelolaan Air dan        Penggunaan air dan          Masyarakat,         Penggunaan air proyek dapat       Pengendalian konsumsi        6, 12
                                       Efluen Proyek Water and    pengelolaan efluen          Pemerintah          berdampak pada ketersediaan       air dan pengolahan
                                       Effluent Management        proyek                      Community,          air lokal                         efluen proyek
                                                                  Water consumption and       Government          Project water usage may           Managing water
                                                                  effluent management in                          affect local water availability   consumption and project
                                                                  projects                                                                          effluent treatment

                                       Keanekaragaman             Dampak proyek               Pemerintah,         Proyek konstruksi berpotensi      Integrasi perlindungan       14, 15
                                       Hayati dan Perlindungan    terhadap habitat dan        Masyarakat, Mitra   mengganggu keanekaragaman         biodiversitas dalam
                                       Ekosistem                  ekosistem                   Government,         hayati                            perencanaan proyek
                                       Biodiversity and           Project impacts             Community,          Construction projects may         Integrating biodiversity
                                       Ecosystem Protection       on habitats and             Business Partners   affect biodiversity and           protection into project
                                                                  ecosystems                                      ecosystems                        planning

                                       Keselamatan dan            Risiko kecelakaan           Karyawan, Mitra     Industri konstruksi memiliki      Implementasi sistem          3, 8
                                       Kesehatan Kerja (K3)       kerja dan keselamatan       Kerja               risiko keselamatan yang tinggi    manajemen K3 dan
                                       Occupational Health and    pekerja / Workplace         Employees,          Construction industry involves    pelatihan keselamatan
                                       Safety                     accident and worker         Business Partners   high occupational safety risks    Implementing OHS
                                                                  safety risks                                                                      management systems
                                                                                                                                                    and safety training
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Manajemen Tenaga           Praktik                     Karyawan, Mitra     Stabilitas tenaga kerja           Pengelolaan hubungan           8
                                       Kerja Proyek dan           ketenagakerjaan dan         Kerja               memengaruhi kualitas dan          kerja dan pengawasan
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Subkontraktor              pengelolaan tenaga          Employees,          ketepatan proyek                  subkontraktor
                                       Workforce and              kerja proyek                Business Partners   Workforce stability affects       Managing labor relations
                                       Subcontractor              Labor practices and                             project quality and delivery      and supervising
                                       Management                 project workforce                                                                 subcontractors
                                                                  management




 44
Page 45
      Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
      Supporting the Development of Employees and Local Communities                Strengthening Sustainability Governance




                                                     Pemangku
                                                     Kepentingan
Topik Material             Isu Utama                                     Alasan Mengapa Material          Keterlibatan Perseroan     TPB
                                                     Terdampak
Material Topic             Key Issues                                    Reason for Materiality           Company Involvement        SDGs
                                                     Impacted
                                                     Stakeholders
Pengembangan               Pengembangan              Karyawan            Kompetensi SDM menentukan        Program pelatihan dan      4, 8
Kompetensi dan Talenta     keterampilan dan          Employees           mutu dan efisiensi proyek        pengembangan talenta
Konstruksi                 kompetensi SDM                                Workforce capability             Training and talent
Talent and Competency      Workforce skills                              determines project quality and   development programs
Development                and competency                                efficiency
                           development

Hak Asasi Manusia (HAM) Perlindungan HAM             Karyawan,           Risiko pelanggaran HAM           Integrasi prinsip HAM      8, 16
Human Rights            dalam operasi dan            Masyarakat, Mitra   berdampak hukum dan              dalam kebijakan dan
                        rantai pasok                 Kerja               reputasi                         operasional perusahaan
                        Human rights                 Employees,          Human rights violations may      Integrating human rights
                        protection in                Community,          create legal and reputational    principles into company
                        operations and supply        Business Partners   risks                            policies and operations
                        chain
Kesetaraan Gender dan      Kesetaraan                Karyawan            Keberagaman dan inklusi          Implementasi kebijakan     5, 8
Inklusi                    kesempatan dan            Employees           mendukung kinerja organisasi     inklusi dan peningkatan
Gender Equality and        lingkungan kerja                              Diversity and inclusion          partisipasi perempuan
Inclusion                  inklusif                                      enhance organizational           Implementing inclusion
                           Equal opportunities and                       performance                      policies and promoting
                           inclusive workplace                                                            women participation

Hubungan dengan            Dampak sosial proyek      Masyarakat,         Penerimaan sosial penting        Program pemberdayaan       8, 11
Masyarakat dan Dampak      terhadap masyarakat       Pemerintah          bagi kelangsungan proyek         masyarakat dan
Sosial Proyek              sekitar                   Community,          Social acceptance is critical    komunikasi pemangku
Community Relations        Social impacts of         Government          for project sustainability       kepentingan
and Social Impact          projects on surrounding                                                        Community engagement
                           communities                                                                    and empowerment
                                                                                                          programs

Tata Kelola Perusahaan     Transparansi dan          Investor,           Tata kelola memengaruhi          Implementasi prinsip        16
dan Etika Bisnis           integritas dalam          Regulator,          kepercayaan pemangku             GCG dan penguatan
Corporate Governance       pengelolaan               Pemegang Saham      kepentingan                      pengendalian internal
and Business Ethics        perusahaan                Investors,          Governance influences            Implementing GCG
                           Transparency and          Regulators,         stakeholder trust                principles and
                           integrity in corporate    Shareholders                                         strengthening internal
                           governance                                                                     control
Anti Korupsi dan           Risiko praktik korupsi    Investor,           Praktik korupsi berdampak        Kebijakan anti korupsi,     16
Pencegahan Fraud           dan fraud                 Regulator,          pada reputasi dan                sistem pelaporan
Anti-Corruption and        Corruption and fraud      Pemegang Saham      keberlanjutan bisnis             pelanggaran
Fraud Prevention           risks                     Investors,          Corruption risks affect          Anti-corruption policy
                                                     Regulators,         reputation and business          and whistleblowing
                                                     Shareholders        sustainability                   system

Manajemen Risiko           Pengelolaan risiko        Investor,           Risiko operasional dan           Implementasi               9, 16
Terintegrasi, Kepatuhan,   perusahaan dan            Regulator,          keamanan data memengaruhi        manajemen risiko
dan Privasi Data           perlindungan data         Pelanggan           keberlanjutan bisnis             terintegrasi dan sistem
Integrated Risk            Enterprise risk           Investors,          Operational and data             keamanan informasi
Management,                management and data       Regulators,         security risks affect business   Implementing integrated
Compliance and Data        protection                Customers           sustainability                   risk management and
Privacy                                                                                                   information security
                                                                                                          systems
                                                                                                                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                         2025 Sustainability Report




                                                                                                                                               45
Page 46
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Pengelolaan Topik Material [GRI 3-3]                                Management of Material Topics

                                       Setiap topik material yang telah ditetapkan dikelola melalui        Each of the identified material topic is managed through
                                       kebijakan, sistem manajemen, dan program kerja yang                 policies, management systems, and work programs that
                                       terintegrasi dalam strategi bisnis dan tata kelola perusahaan.      are integrated into the Company’s business strategy and
                                       Pengelolaan topik material mencakup:                                governance.The management of material topics includes:
                                       • Penetapan kebijakan dan komitmen,                                 • Establishing policies and commitments,
                                       • Penugasan tanggung jawab kepada Direksi dan unit kerja            • Assigning responsibilities to the Board of Directors and
                                           terkait,                                                            relevant work units,
                                       • Penerapan sistem pengendalian dan prosedur                        • Implementing control systems and operational
                                           operasional,                                                        procedures,
                                       • Pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkala, serta             • Regularly monitoring and evaluating performance, and
                                       • Pelaporan kinerja dan dampak secara transparan dalam              • Transparently reporting performance and impact in the
                                           Laporan Keberlanjutan.                                              Sustainability Report.

                                       Pengelolaan setiap aspek topik material meliputi:                   Management of each aspect of material topics includes:
                                       1. Perubahan Iklim (Risiko Transisi dan Fisik)                      1. Climate Change (Transition and Physical Risks)
                                          WEGE mengelola isu perubahan iklim dengan                           WEGE manages climate change issues by integrating
                                          mengintegrasikan risiko iklim transisi dan fisik ke dalam           transition and physical climate risks into project planning
                                          perencanaan proyek dan manajemen risiko perusahaan.                 and corporate risk management. This approach includes
                                          Pendekatan ini mencakup identifikasi potensi dampak                 identifying the potential impact of extreme weather on
                                          cuaca ekstrem terhadap jadwal, keselamatan, dan biaya               project schedules, safety, and costs, as well as adjusting
                                          proyek, serta penyesuaian terhadap perubahan regulasi               to regulatory changes and market demands related to
                                          dan tuntutan pasar terkait bangunan berkelanjutan.                  sustainable buildings. Climate risk management aims
                                          Pengelolaan risiko iklim bertujuan meningkatkan                     to improve project resilience and maintain long-term
                                          ketahanan proyek dan menjaga kelayakan bisnis jangka                business viability.
                                          panjang.

                                       2. Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca                                  2. Energy and Greenhouse Gas Emissions
                                          Pengelolaan energi dan emisi difokuskan pada                        Energy and emissions management focuses on
                                          pengendalian konsumsi energi selama pelaksanaan                     controlling energy consumption during project execution
                                          proyek serta peningkatan efisiensi operasional. WEGE                and improving operational efficiency. WEGE evaluates
                                          mengevaluasi peluang penerapan teknologi hemat                      opportunities to implement energy-efficient technologies
                                          energi dan praktik konstruksi yang lebih rendah emisi               and lower-emission construction practices in order to
                                          untuk mengendalikan biaya dan merespons ekspektasi                  control costs and respond to client and stakeholder
                                          klien serta pemangku kepentingan terhadap konstruksi                expectations for sustainable construction.
                                          berkelanjutan.

                                       3. Material Konstruksi dan Efisiensi Sumber Daya                    3. Construction Materials and Resource Efficiency
                                          WEGE mengelola penggunaan material konstruksi melalui               WEGE manages the use of construction materials through
                                          perencanaan yang efisien, pengendalian pemborosan,                  efficient planning, waste control, and the selection of
                                          serta pemilihan material yang sesuai dengan spesifikasi             materials that comply with technical specifications
                                          teknis dan keberlanjutan. Pendekatan ini bertujuan                  and sustainability. This approach aims to reduce
                                          mengurangi dampak lingkungan, mengendalikan risiko                  environmental impact, control supply risks and price
                                          pasokan dan fluktuasi harga, serta menjaga kualitas dan             fluctuations, and maintain project quality and efficiency.
                                          efisiensi proyek.

                                       4. Manajemen Limbah Konstruksi dan B3                               4. Construction Waste and Hazardous Waste Management
                                          Pengelolaan limbah dilakukan melalui sistem pengelolaan             Waste management is carried out through a project
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          limbah proyek yang mencakup pemilahan, pengangkutan,                waste management system that involves the sorting,
                                          dan pengolahan limbah B3 dan non-B3 sesuai ketentuan.               transportation, and processing of hazardous and non-
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                          WEGE memandang pengelolaan limbah sebagai bagian                    hazardous waste as required by regulations. WEGE views
                                          dari pengendalian risiko lingkungan, kepatuhan regulasi,            waste management as part of environmental risk control,
                                          dan efisiensi operasional proyek.                                   regulatory compliance, and project operational efficiency.




  46
Page 47
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




5. Pengelolaan Air dan Efluen Proyek                               5. Project Water and Effluent Management
   WEGE mengelola penggunaan air dan efluen proyek                    WEGE manages project water and effluent use with a
   dengan pendekatan kehati-hatian untuk meminimalkan                 precautionary approach in order to minimize the impact
   dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.                 on the environment and surrounding communities.
   Pengelolaan ini bertujuan menjaga kelangsungan                     This management aims to maintain project operational
   operasional proyek, mencegah konflik pemanfaatan                   continuity, prevent conflicts over water resource
   sumber daya air, dan memastikan kepatuhan terhadap                 utilization, and ensure compliance with environmental
   baku mutu lingkungan.                                              quality standards.

6. Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Ekosistem                6. Biodiversity and Ecosystem Protection
   Pengelolaan keanekaragaman hayati dilakukan dengan                 Biodiversity management is carried out by considering the
   mempertimbangkan potensi dampak proyek terhadap                    potential impact of the project on the surrounding habitat
   habitat dan ekosistem sekitar. WEGE mengintegrasikan               and ecosystem. WEGE integrates ecosystem protection
   aspek perlindungan ekosistem ke dalam perencanaan                  aspects into project planning and implementation in
   dan pelaksanaan proyek guna mendukung keberlanjutan                order to ensure the sustainability of permits and social
   izin dan penerimaan sosial.                                        acceptance.

7. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)                            7. Occupational Health and Safety (OHS)
   K3 dikelola sebagai prioritas utama melalui penerapan              OHS is managed as a top priority through the
   sistem manajemen keselamatan kerja, pelatihan, dan                 implementation of an occupational safety management
   pengawasan rutin. Pendekatan ini bertujuan mencegah                system, training, and routine monitoring. This approach
   kecelakaan kerja, melindungi tenaga kerja dan publik,              aims to prevent workplace accidents, protect workers
   serta menjaga keandalan dan produktivitas proyek.                  and the public, and maintain project reliability and
                                                                      productivity.

8. Manajemen Tenaga Kerja Proyek dan Subkontraktor                 8. Project and Subcontractor Workforce Management
   WEGE mengelola tenaga kerja proyek dan subkontraktor               WEGE manages project and subcontractor workforce by
   melalui pengaturan hubungan kerja, pemenuhan hak                   regulating employment relationships, fulfilling normative
   normatif, serta pengawasan kepatuhan terhadap standar              rights, and monitoring compliance with safety and
   keselamatan dan ketenagakerjaan. Pengelolaan ini                   employment standards. This management is essential to
   penting untuk menjaga stabilitas operasional dan kualitas          maintain operational stability and project implementation
   pelaksanaan proyek.                                                quality.

9. Pengembangan Kompetensi dan Talenta Konstruksi                  9. Construction Competency and Talent Development
   Pengembangan SDM difokuskan pada peningkatan                       HR development is focused on improving technical and
   kompetensi teknis dan manajerial guna memastikan                   managerial competencies to ensure workforce readiness
   kesiapan tenaga kerja dalam mendukung keberlanjutan                in supporting project sustainability and construction
   proyek dan inovasi konstruksi. Talenta dipandang sebagai           innovation. Talent is viewed as a long-term strategic
   aset strategis jangka panjang Perseroan.                           asset of the Company.

10. Hak Asasi Manusia (HAM)                                        10. Human Rights (HAM)
    WEGE mengelola isu HAM melalui penerapan kebijakan                 WEGE manages human rights issues by implementing
    dan prosedur yang mendorong penghormatan terhadap                  policies and procedures that promote respect for the
    hak pekerja dan pemangku kepentingan lainnya,                      rights of workers and other stakeholders, including those
    termasuk dalam rantai pasok. Pendekatan ini bertujuan              in the supply chain. This approach aims to minimize
    meminimalkan risiko pelanggaran HAM dan menjaga                    the risk of human rights violations and maintain the
    reputasi serta keberlanjutan proyek.                               reputation and sustainability of projects.
                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




11. Kesetaraan Gender dan Inklusi                                  11. Gender Equality and Inclusion
    Pengelolaan kesetaraan gender dan inklusi dilakukan                Gender equality and inclusion are managed to create a
    untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan                   fair and conducive working environment. WEGE views
                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




    kondusif. WEGE memandang inklusivitas sebagai bagian               inclusivity as part of organizational maturity and talent
    dari kematangan organisasi dan daya tarik talenta di               attraction in the construction sector.
    sektor konstruksi.




                                                                                                                                       47
Page 48
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       12. Hubungan dengan Masyarakat dan Dampak Sosial Proyek             12. Community Relations and Project Social Impact
                                           WEGE mengelola hubungan dengan masyarakat melalui                   WEGE manages community relations through
                                           komunikasi, dialog, dan penanganan dampak sosial                    communication, dialogue, and handling the social impact
                                           proyek. Pendekatan ini bertujuan menjaga social                     of projects. This approach aims to preserve the social
                                           license to operate serta meminimalkan risiko gangguan               license to operate and minimize the risk of operational
                                           operasional.                                                        disruptions.

                                       13. Tata Kelola Perusahaan dan Etika Bisnis                         13. Corporate Governance and Business Ethics
                                           Tata kelola dan etika bisnis dikelola melalui penerapan             Corporate governance and business ethics are managed
                                           prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Topik          by applying the principles of integrity, transparency, and
                                           ini menjadi fondasi kepercayaan pemangku kepentingan                accountability. This topic is the foundation of stakeholder
                                           dan keberlanjutan usaha.                                            trust and business sustainability.

                                       14. Anti Korupsi dan Pencegahan Fraud                               14. Anti-Corruption and Fraud Prevention
                                           WEGE mengelola risiko korupsi dan fraud melalui                     WEGE manages corruption and fraud risks through
                                           kebijakan, pengendalian internal, dan peningkatan                   policies, internal controls, and awareness raising. This
                                           kesadaran. Pengelolaan ini krusial untuk menjaga                    management is crucial to maintain the Company’s legal
                                           kepatuhan hukum dan reputasi Perseroan.                             compliance and reputation.

                                       15. Manajemen Risiko Terintegrasi, Kepatuhan, dan Privasi           15. Integrated Risk Management, Compliance, and Data
                                           Data                                                                Privacy
                                           Topik ini dikelola melalui sistem manajemen risiko                  This topic is managed through an integrated risk
                                           terintegrasi yang mencakup risiko strategis, operasional,           management system that covers strategic, operational,
                                           kepatuhan, dan teknologi informasi. Pendekatan ini                  compliance, and information technology risks. This
                                           memastikan ketahanan organisasi, keandalan sistem,                  approach ensures organizational resilience, system
                                           serta perlindungan data dan informasi.                              reliability, and data and information protection.

                                       Perbedaan Topik Material WEGE Tahun 2025                            Differences in WEGE’s Material Topics for 2025

                                       Pada tahun 2024, penetapan topik material WEGE berfokus             In 2024, the determination of WEGE material topics focused on
                                       pada isu-isu operasional utama yang paling relevan dengan           key operational issues most relevant to building construction
                                       kegiatan konstruksi bangunan gedung. Topik-topik tersebut           activities. These topics include waste management, energy,
                                       mencakup pengelolaan limbah, energi, emisi, material,               emissions, materials, water, biodiversity, occupational
                                       air, keanekaragaman hayati, keselamatan dan kesehatan               health and safety, human resource management, community
                                       kerja, pengelolaan sumber daya manusia, hubungan                    relations, as well as privacy and services. The materiality
                                       dengan masyarakat, serta privasi dan layanan. Pendekatan            approach during this period emphasized the significance of
                                       materialitas pada periode tersebut menitikberatkan pada             direct impacts on the environment, labor, and society, as well
                                       signifikansi dampak langsung terhadap lingkungan, tenaga            as compliance with applicable regulations and standards.
                                       kerja, dan masyarakat, serta pada pemenuhan kepatuhan
                                       terhadap regulasi dan standar yang berlaku.

                                       Memasuki tahun 2025, WEGE melakukan penajaman dan                   In 2025, WEGE refined and updated its materiality approach by
                                       pendalaman pendekatan materialitas dengan mengadopsi                adopting the concept of double materiality. This change does
                                       konsep double materiality. Perubahan ini tidak menghilangkan        not eliminate the substance of the previous year’s material
                                       substansi topik material tahun sebelumnya, melainkan                topics, but rather enhances the perspective and analytical
                                       meningkatkan cara pandang dan kerangka analisis terhadap            framework for the same topics. Issues that were previously
                                       topik-topik yang sama. Isu-isu yang sebelumnya dipandang            viewed primarily from an operational impact perspective
                                       terutama dari sisi dampak operasional, kini juga dievaluasi         are now also evaluated from a financial risk and opportunity
                                       dari perspektif risiko dan peluang finansial, termasuk              perspective, including their implications for project
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       implikasinya terhadap ketahanan proyek, kinerja keuangan,           resilience, financial performance, bankability, reputation, and
                                       bankability, reputasi, dan penciptaan nilai jangka panjang          the creation of long-term value for the Company.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Perseroan.




  48
Page 49
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                  Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities           Strengthening Sustainability Governance




                            Sebagai contoh, topik Perubahan Iklim pada tahun 2025 tidak hanya dipahami sebagai isu
                            lingkungan, tetapi diposisikan sebagai risiko strategis, mencakup risiko transisi dan fisik yang
                            dapat memengaruhi jadwal konstruksi, keselamatan kerja, dan kelayakan proyek. Demikian
                            pula, topik Energi, Emisi, dan Material dianalisis lebih dalam sebagai faktor yang memengaruhi
                            struktur biaya, efisiensi operasional, serta daya saing WEGE dalam memenuhi tuntutan
                            konstruksi berkelanjutan.
                            For example, the topic of Climate Change in 2025 is not only understood as an environmental
                            issue, but is positioned as a strategic risk, covering transition and physical risks that can affect
                            construction schedules, work safety, and project feasibility. Similarly, the topics of Energy,
                            Emissions, and Materials are analyzed in greater depth as factors that affect cost structure,
                            operational efficiency, and WEGE’s competitiveness in meeting sustainable construction
                            demands.




Pada aspek sosial, topik seperti Keselamatan dan Kesehatan           On the social aspect, topics such as Occupational Health and
Kerja (K3), Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Hubungan              Safety (OHS), Human Resource Management, and Community
dengan Masyarakat tetap dipertahankan sebagai topik                  Relations are retained as core material topics, but with a
material inti, namun dengan penekanan yang lebih kuat                stronger emphasis on their relevance to project sustainability
pada keterkaitannya dengan keberlangsungan proyek dan                and operational stability. Meanwhile, the topics of Privacy
stabilitas operasional. Sementara itu, topik Privasi dan             and Services are not only considered as compliance with
Layanan dipahami tidak hanya sebagai kewajiban kepatuhan,            obligations, but also as part of strengthening stakeholder
tetapi juga sebagai bagian dari penguatan kepercayaan                trust and information system resilience.
pemangku kepentingan dan ketahanan sistem informasi.

Dengan demikian, perbedaan utama antara topik material               Thus, the main difference between WEGE’s material topics
WEGE tahun 2024 dan 2025 terletak pada kedalaman analisis            in 2024 and 2025 lies in the depth of analysis and strategic
dan orientasi strategis, bukan pada perubahan substansi              orientation, rather than in changes to the substance of the
topik. Tahun 2025 menandai transisi dari materialitas yang           topics. The year 2025 marks a transition from materiality
berfokus pada dampak operasional menuju materialitas                 that focuses on operational impact into strategic materiality
strategis yang menghubungkan isu keberlanjutan dengan                that links sustainability issues to risk management, business
manajemen risiko, strategi bisnis, dan penciptaan nilai              strategy, and long-term value creation, in line with the GRI
jangka panjang, sejalan dengan GRI Standards 2021 dan IFRS           Standards 2021 and IFRS Sustainability Disclosure Standards
Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2).                (IFRS S1 and S2).




                  Why WEGE’s Materiality Stands Out?



    Pendekatan WEGE terhadap materialitas melampaui sekadar pemenuhan kepatuhan dan secara sadar dirancang
    sebagai alat pengambilan keputusan strategis. Di tengah industri yang kerap memposisikan risiko keberlanjutan
    sebagai isu operasional semata, WEGE mengangkat materialitas ke tingkat ketahanan bisnis, bankability proyek, dan
    penciptaan nilai jangka panjang.
    WEGE’s approach to materiality goes beyond compliance and is consciously designed as a strategic decision-making
    framework. In an industry that often positions sustainability risks as purely operational issues, WEGE elevates materiality
                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




    to the level of business resilience, project bankability, and long-term value creation.
                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




                                                                                                                                        49
Page 50
                                       Sekilas WEGE                       Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                       WEGE at a Glance                   Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Built on a Double Materiality Lens That
                                       is Truly Business-Relevant                       01                  Climate Treated as a Strategic Risk,
                                                                                                            Not an Environmental Footnote                    02
                                       WEGE menerapkan pendekatan double materiality                        Berbeda dengan praktik materialitas konvensional
                                       dengan menilai secara simultan:                                      yang menempatkan perubahan iklim sebagai isu
                                       • dampak aktivitas konstruksi terhadap lingkungan                    lingkungan umum, WEGE memperlakukan risiko
                                          dan masyarakat, serta                                             iklim sebagai variabel strategis inti. Isu iklim dinilai
                                       • implikasi finansial dari risiko dan peluang                        secara eksplisit melalui:
                                          keberlanjutan terhadap kinerja proyek, arus kas,                  • risiko transisi (perubahan regulasi, biaya energi,
                                          dan nilai perusahaan.                                                 tuntutan klien terhadap bangunan hijau), dan
                                                                                                            • risiko fisik (cuaca ekstrem, banjir, heat stress)
                                       Pendekatan ganda ini memastikan topik material tidak                     yang berdampak langsung pada jadwal konstruksi,
                                       dipilih semata berdasarkan persepsi kepentingan,                         keselamatan, dan kelayakan proyek.
                                       melainkan atas kemampuannya memengaruhi biaya
                                       proyek, jadwal, kinerja kontraktual, akses pendanaan,                Dengan mengintegrasikan pertimbangan iklim ke
                                       dan daya saing pasar, selaras dengan IFRS S1 dan                     dalam materialitas, WEGE menjelaskan secara jelas
                                       IFRS S2.                                                             hubungan sebab-akibat antara iklim, gangguan
                                                                                                            operasional, dan eksposur finansial, selaras dengan
                                       WEGE applies a double materiality approach by                        ekspektasi IFRS S2.
                                       simultaneously assessing:
                                       • the impact of construction activities on the                       Unlike conventional materiality practices that treat
                                          environment and society, and                                      climate change as a general environmental issue,
                                       • the financial implications of sustainability risks                 WEGE treats climate risk as a core strategic variable.
                                          and opportunities on project performance, cash                    Climate issues are explicitly assessed through:
                                          flow, and company value.                                          • transition risks (regulatory changes, energy costs,
                                                                                                               client demands for green buildings), and
                                       This dual approach ensures that material topics are                  • physical risks (extreme weather, flooding,
                                       not selected solely based on perceived importance,                      heat stress) that directly impact construction
                                       but rather on their ability to influence project costs,                 schedules, safety, and project viability.
                                       schedules, contractual performance, access to
                                       financing, and market competitiveness, in line with                  By integrating climate considerations into
                                       IFRS S1 and IFRS S2.                                                 materiality, WEGE clearly explains the cause-and-
                                                                                                            effect relationship between climate, operational
                                                                                                            disruption, and financial exposure, in line with IFRS
                                                                                                            S2 expectations.




                                       Granularity Reflects Governance Maturity
                                                                                                                                                             03
                                       WEGE secara sadar menerapkan struktur topik material yang granular, dengan memisahkan isu-isu seperti:
                                       • Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender,
                                       • Etika Bisnis dan Anti-Korupsi,
                                       • Keselamatan operasional dan keselamatan publik.

                                       Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa setiap isu keberlanjutan memiliki profil risiko, mekanisme pengendalian,
                                       dan akuntabilitas yang berbeda. Granularitas ini memungkinkan:
                                       • penetapan penanggung jawab yang lebih jelas di tingkat manajemen,
                                       • pengendalian dan KPI yang lebih terarah, serta
                                       • akuntabilitas yang lebih transparan kepada pemangku kepentingan dan investor.

                                       WEGE consciously applies a granular material topic structure, separating issues such as:
                                       • Human Rights and Gender Equality,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       • Business Ethics and Anti-Corruption,
                                       • Operational Safety and Public Safety.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       This approach reflects the understanding that each sustainability issue has a different risk profile, control mechanism, and
                                       accountability. This granularity enables:
                                       • clearer assignment of responsibility at the management level,
                                       • more targeted controls and KPIs, and
                                       • more transparent accountability to stakeholders and investors.




  50
Page 51
  Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
  Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance




    Grounded in Stakeholder Input,
    Validated by Internal Risk Intelligence          04               Granularity Reflects Governance
                                                                      Maturity                                       05
    Topik material WEGE disusun berdasarkan umpan                     Topik material WEGE tidak berdiri sebagai
    balik pemangku kepentingan, evaluasi materialitas                 pengungkapan terpisah. Setiap topik berfungsi
    tahun sebelumnya, dan perkembangan regulasi,                      sebagai:
    serta diuji ulang melalui penilaian risiko dan analisis           • masukan bagi manajemen risiko dan perencanaan
    internal. Dengan demikian, ekspektasi pemangku                       strategis,
    kepentingan tidak diterima begitu saja, melainkan                 • rujukan dalam pelaksanaan proyek dan
    dievaluasi terhadap realitas operasional, kewajiban                  pengendalian operasional, serta
    kontraktual, dan eksposur finansial.                              • dasar pengukuran kinerja dan perbaikan
                                                                         berkelanjutan.
    Hasilnya,   materialitas   WEGE     tidak    hanya
    merefleksikan “apa yang dianggap penting oleh                     Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa
    pemangku kepentingan”, tetapi juga apa yang benar-                materialitas benar-benar memandu alokasi sumber
    benar krusial untuk memastikan proyek dilaksanakan                daya, prioritas inisiatif, dan penguatan posisi
    secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.                       kompetitif WEGE, bukan sekadar menjadi keluaran
                                                                      pelaporan yang statis.
    WEGE material topics are compiled based on
    stakeholder feedback, previous year’s materiality                 WEGE’s material topics are not presented as separate
    assessments, and regulatory developments, and                     disclosures. Each topic serves as:
    are re-evaluated through risk assessments and                     • input for risk management and strategic planning,
    internal analysis. Thus, stakeholder expectations                 • reference in project implementation and
    are not simply accepted, but are evaluated against                   operational control, and
    operational realities, contractual obligations, and               • basis for performance measurement and
    financial exposures.                                                 continuous improvement.

    As a result, WEGE’s materiality not only reflects                 This integrated approach ensures that materiality
    ”what stakeholders consider important”, but also                  truly guides resource allocation, initiative
    what is truly crucial to ensuring that projects are               prioritization, and the strengthening of WEGE’s
    implemented in a responsible and sustainable                      competitive position, rather than merely being a
    manner.                                                           static reporting output.




Informasi Kontak
Contact Information

Setiap pertanyaan, saran, maupun masukan terkait                  Any questions, suggestions, or feedback regarding the
Laporan Keberlanjutan WEGE Tahun 2025 dapat                       2025 Sustainability Report of WEGE can be submitted
disampaikan melalui: [GRI 2-3]                                    through:



          Corporate Secretary WEGE

          WIKA Tower 1, Lantai 7–10 | 7th–10th Floor
                                                                                                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




          Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 RT/003 RW/011, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara.
          Jakarta Timur 13340 – Indonesia | East Jakarta 13340 – Indonesia
                                                                                                                                         2025 Sustainability Report




                www.wikagedung.co.id                      corsec@wikagedung.id




                                                                                                                                   51
Page 52
                                                Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE   Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                       WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values   About WEGE     Corporate Group Structure   Company Scale
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




  52
Page 53
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance




                                                                                                                       Sekilas
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




                                                                                                                        WEGE WEGE at a Glance




                                                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                                           53
Page 54
                                                 Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE       Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE    Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information     Vision, Mission, and Core Values   About WEGE      Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Informasi Dasar WEGE
                                       WEGE General Information

                                                Nama [GRI 2-1]                             PT Wijaya Karya
                                                Name
                                                                                           Bangunan Gedung Tbk
                                                Kode Saham
                                                                                           WEGE
                                                Stock Code

                                                Bidang Usaha                               •    Jasa konstruksi bangunan gedung | Building Construction Services
                                                Line of Business                           •    Investasi dan konsesi | Investment and Concessions

                                                Status Perusahaan dan                      Perseroan Terbatas dengan
                                                Bentuk Badan Hukum [GRI 2-1]               Status Perusahaan Terbuka
                                                Company Status and Legal                   Limited Liability Company
                                                Entity Form                                with Public Company Status

                                                Tanggal Pendirian                          24 Oktober 2008
                                                Date of Establishment                      October 24, 2008

                                                Dasar Hukum Pendirian                      Akta Pendirian Perusahaan Terbatas No. 43 tanggal 24 Oktober 2008
                                                Legal Basis of Establishment               Deed of Establishment of the Limited Liability Company No. 43, dated
                                                                                           October 24, 2008

                                                Jumlah Karyawan [GRI 2-7]
                                                                                           460 orang
                                                Number of Employees

                                                Kepemilikan Saham [GRI 2-1]                •    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (69,30%)
                                                Share Ownership                            •    Publik (30%)
                                                                                           •    Koperasi Karyawan WIKA (0,70%)
                                                                                           •    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (69.30%)
                                                                                           •    Public (30%)
                                                                                           •    WIKA Employee Cooperative (0.70%)

                                                Entitas Anak
                                                                                           PT Wege Solusi Proklamasi
                                                Subsidiary Entity

                                                Alamat Kantor Pusat [C.2]                  WIKA Tower 1, Lantai 7-10
                                                Head Office Address                        Jl. D.I Panjaitan Kav. 9
                                                                                           Rt.003 Rw.011, Kelurahan Cipinang Cempedak,
                                                                                           Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur 13340-Indonesia

                                                Layanan Informasi dan Kontak WEGE
                                                WEGE Information and Contact Services

                                                Telepon | Phone     : +6221 8590 8862, 8590 9003                                Facebook           : @ptwikagedungID
                                                Fax                 : +6221 8590 4146                                           Youtube            : PT WIKA Gedung
                                                Website             : www.wikagedung.co.id                                      Tiktok             : @ptwikagedungID
                                                Email               : corsec@wikagedung.id                                      Spotify            : WEGE Podcast
                                                Instagram           : @ptwikagedungID                                           LinkedIn           : PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                X                   : @ptwikagedungID
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Stadion Surajaya- Lamongan
  54                                   Surajaya Stadium - Lamongan
Page 55
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                           Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                    Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi          Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi         Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations       Project Portfolio   Economic Performance    Supply Chain     Sustainability Implementation




Visi, Misi, dan Nilai-Nilai                                                                  [C.1]

Vision, Mission, and Values



                                Visi                                                                                        Misi
                                Vision                                                                                      Mission

                                                                                                     Memperkuat kepercayaan dan transparansi
     Menjadi mitra yang terpercaya dalam                                                             Strengthening trust and transparency
     menciptakan ekosistem konstruksi yang                                                           Memprioritaskan solusi untuk pelanggan
     inovatif dan berkelanjutan.                                                                     Prioritizing solutions for customers
     To be a trusted partner in creating an innovative and                                           Mengintegrasikan teknologi untuk inovasi
     sustainable construction ecosystem.                                                             Strengthening trust and transparency
                                                                                                     Menciptakan ekosistem kolaboratif dengan mitra strategis
                                                                                                     Prioritizing solutions for customers
                                                                                                     Berorientasi keberlanjutan sebagai inti proses operasi
                                                                                                     Prioritizing solutions for customers



Sebagai respon terhadap dinamika industri konstruksi                                           In response to the increasingly complex dynamics of the
yang semakin kompleks, WEGE menetapkan visi dan misi                                           construction industry, WEGE established a new vision and
baru pada 24 Desember 2024. Pembaruan ini disusun                                              mission on December 24, 2024. This update was formulated
melalui asesmen menyeluruh atas kesiapan internal,                                             through a comprehensive assessment of internal readiness,
kesenjangan strategis, serta arah masa depan perusahaan,                                       strategic gaps, and the Company’s future direction, including
termasuk kesiapan menghadapi percepatan digitalisasi,                                          readiness to cope with the acceleration of digitalization,
tuntutan keberlanjutan, dan kebutuhan kolaborasi lintas                                        sustainability demands, and the need for cross-sector
sektor. Inisiatif ini merupakan cerminan dari transformasi                                     collaboration. This initiative reflects the Company’s
fundamental perusahaan yang menempatkan keberlanjutan                                          fundamental transformation, which places sustainability as
sebagai landasan pertumbuhan, memperkuat tata kelola dari                                      the foundation for growth, strengthens internal governance,
dalam, dan membangun kepercayaan sebagai modal utama                                           and builds trust as the main capital in every partnership.
dalam setiap kemitraan. [C.6]

Nilai-Nilai Perusahaan                                                                         Company Values

Komitmen keberlanjutan WEGE tercermin melalui keyakinan,                                       WEGE’s commitment to sustainability is reflected in its
nilai, serta perilaku kerja yang dirangkum dalam nilai-nilai                                   beliefs, values, and work ethic, which are summarized in the
AKHLAK. Prinsip ini menjadi pedoman dalam cara perusahaan                                      AKHLAK values. These principles guide the way the company
bertindak, berinteraksi, dan memberikan layanan terbaik.                                       acts, interacts, and provides the best service.


            Amanah | Trustworthy                                                                                                 Kolaboratif | Collaborative

 Memegang teguh kepercayaan yang                                                                                            Membangun kerja sama yang strategis
 diberikan                                                                                                                  Building strategic partnerships and
 Upholding the trust that has been given                                                                                    cooperation
                                                                             A                       K
                                                                                                                                       Adaptif | Adaptive
           Kompeten | Competent
                                                                                                                            Terus berinovasi dan antusias dalam
                                                                                                                                                                              PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




 Terus belajar dan mengembangkan                                                                                            menggerakkan ataupun menghadapi
 kapasitas                                                     K                                            A               perubahan
 Continuously learning and developing                                                                                       Continuously innovating and being
                                                                                                                            proactive in driving or responding to
                                                                                                                                                                                          2025 Sustainability Report




 capabilities
                                                                                                                            change

                                                                             H                       L                                    Loyal | Loyal
           Harmonis | Harmonious                                                                                            Berdedikasi dan mengutamakan
                                                                                                                            kepentingan bangsa negara
 Saling peduli dan menghargai perbedaan
                                                                                                                            Being dedicated and prioritizing the
 Caring for one another and respecting                                                                                      interests of the nation
 differences
                                                                                                                                                                                 55
Page 56
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE   Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values   About WEGE     Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Tentang WEGE
                                       About WEGE




                                       Sejarah Singkat WEGE                                                              Brief History of WEGE

                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) didirikan                              PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) was
                                       melalui Akta No. 43 tanggal 24 Oktober 2008 oleh Imas                             established under Deed No. 43 dated October 24, 2008 issued
                                       Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Sebagai salah satu dari                        by Imas Fatimah, S.H., Notary in Jakarta. As one of seven
                                       tujuh anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),                       subsidiaries of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), the
                                       perusahaan berkembang pesat dan menempatkan diri                                  Company has grown rapidly and positioned itself as one of
                                       sebagai salah satu pelaku utama dalam industri konstruksi                         the major players within the building construction industry in
                                       bangunan gedung di Indonesia.                                                     Indonesia.

                                       Pada tahun 2012, WEGE mencatat pencapaian signifikan                              In 2012, WEGE recorded significant achievements with the
                                       melalui penerapan strategi blue ocean, efisiensi biaya, serta                     implementation of a blue ocean strategy, cost efficiency,
                                       penguatan kapasitas sumber daya manusia guna mendorong                            and strengthening of human resource capacity to drive
                                       profitabilitas. Dua tahun berikutnya, perusahaan memperluas                       profitability. In the next two years, the Company expanded
                                       cakupan usahanya ke sektor properti sebagai bagian dari                           its scope of business into the property sector as part of a
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       strategi jangka panjang yang disusun pemegang saham,                              long-term strategy formulated by its shareholders, with a
                                       dengan fokus pada pengembangan bisnis properti berbasis                           focus on developing concession-based property businesses
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       konsesi guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta                            to support sustainable growth and the creation of recurring
                                       penciptaan recurring income.                                                      income.




   56
Page 57
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




Momentum penting terjadi pada 2017 ketika WEGE                                             In 2017, WEGE made a significant move by holding an initial
melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public                                        public offering (IPO). A total of 2,872,000,000 common shares
Offering/IPO). Sebanyak 2.872.000.000 saham biasa                                          were offered to the public after obtaining approval through
ditawarkan kepada publik setelah memperoleh persetujuan                                    the Decree of the Board of Commissioners of the Financial
melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa                                     Services Authority No. S-444/D.04/2017 dated November
Keuangan No. S-444/D.04/2017 tanggal 20 November 2017.                                     20, 2017. WEGE shares were officially listed on the Indonesia
Saham WEGE resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada                                     Stock Exchange on November 30, 2017. After the IPO, the
30 November 2017. Setelah IPO, struktur kepemilikan saham                                  share ownership structure consisted of: PT Wijaya Karya
terdiri atas: PT Wijaya Karya Tbk (69,3%), investor domestik                               Tbk (69.3%), domestic investors (23.69%), foreign investors
(23,69%), investor asing (6,31%), dan koperasi karyawan WIKA                               (6.31%), and the WIKA employee cooperative (0.7%). 70%
(0,7%). Dana hasil IPO dialokasikan 70% untuk investasi dan                                of the IPO proceeds were allocated for investment and
konsesi serta 30% untuk modal kerja.                                                       concessions, while 30% were allocated for working capital.

Sebagai entitas publik, WEGE terus meningkatkan kinerja                                    As a public entity, WEGE continues to improve its performance
dan layanan bagi seluruh pemangku kepentingan. Mengusung                                   and services for all stakeholders. Carrying out its role as
peran sebagai Total Solution Contractor dalam konstruksi                                   a Total Solution Contractor in building construction and
bangunan dan konsesi, perusahaan menempatkan prinsip                                       concessions, the Company prioritizes the principles of safety
safety & quality sebagai prioritas dalam menciptakan ruang                                 and quality in creating more livable spaces. WEGE’s reputation
(space) yang lebih layak bagi kehidupan. Reputasi WEGE                                     has grown stronger with the successful completion of various
semakin kuat melalui keberhasilan menyelesaikan berbagai                                   strategic projects in Indonesia. Furthermore, the Company
proyek strategis di Indonesia. Selain itu, perusahaan terus                                continues to innovate in business development and optimize
berinovasi dalam pengembangan bisnis dan mengoptimalkan                                    market opportunities by strengthening the upstream and
peluang pasar melalui penguatan sektor hulu dan hilir,                                     downstream sectors, including through the implementation
termasuk melalui penerapan strategi Upstream dan                                           of Upstream and Downstream Integration strategies.
Downstream Integration.
                                                                                           This integration strategy is designed to strengthen
Strategi integrasi tersebut dirancang untuk memperkuat                                     the Company’s core businesses, starting from building
bisnis inti perusahaan, mulai dari konstruksi bangunan                                     construction to concessions, as well as accelerating the
gedung hingga konsesi, serta mengakselerasi pengembangan                                   development of modular construction. This approach serves
konstruksi modular. Pendekatan ini menjadi pijakan dalam                                   as a foundation in preparing WEGE to become an Integrated
mempersiapkan WEGE sebagai Integrated Space Provider                                       Space Provider in 2023.
pada tahun 2023.
                                                                                           In realizing a sustainable business, WEGE is committed to
Dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan, WEGE                                           continue innovating, creating value, and ensuring the quality
berkomitmen terus berinovasi, menciptakan nilai, serta                                     of its products and services. The Company also considers
memastikan kualitas produk dan layanan tetap terjaga.                                      social and environmental aspects as an essential part of its
Perusahaan juga menempatkan aspek sosial dan lingkungan                                    operations. Consistency in implementing good corporate
sebagai bagian esensial dari operasional. Konsistensi dalam                                governance and business ethics becomes the foundation in
menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan etika                                      building strong relationships with all stakeholders, including
bisnis menjadi pondasi dalam membangun hubungan yang                                       partners, vendors, project owners, and end users. Through
kuat dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari                                        harmonious collaboration, the Company and its stakeholders
mitra kerja, vendor, pemilik proyek, hingga pengguna akhir.                                can form a more environmentally friendly and sustainable
Dengan kolaborasi yang selaras, perusahaan dan pemangku                                    business chain.
kepentingan dapat membentuk rantai bisnis yang lebih ramah
                                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




lingkungan dan berkelanjutan.
                                                                                           In line with this vision, WEGE continues to strengthen its
Sejalan dengan visi tersebut, WEGE terus memperkuat                                        capabilities, strategic partnerships, and assets to support
                                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




kapabilitas, kerja sama strategis, dan aset untuk mendukung                                long-term growth. With a passion for innovation and
pertumbuhan jangka panjang. Dengan semangat inovasi dan                                    collaboration, the Company is ready to respond to industry
kolaborasi, perusahaan siap menjawab tantangan industri                                    challenges and contribute to national development.
dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.




                                                                                                                                                                            57
Page 58
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE    Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values   About WEGE      Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Struktur Grup Perusahaan
                                       Company Group Structure


                                       Per 31 Desember 2025, WEGE memiliki satu anak perusahaan                            As of December 31, 2025, WEGE has one subsidiary within its
                                       yang berada dalam struktur grup dan mendukung aktivitas                             group structure that supports its operational activities.
                                       operasional Perseroan.




                                                                                                                                                    PT Wege Solusi Proklamasi
                                                             Associate                                                  Subsidiary
                                                                                                                                                         Gedung WIKA Lt.8
                                                                                                                                                         Jalan D.I Panjaitan Kav.9
                                                                                                                                                         Jakarta Timur - 13340

                                                0,6%             10%                49%                                      90%                         +62 21 8590 9003
                                                                                                                                                         pt.wegesosolutionproklamasi@gmail.com




                                       Skala Perusahaan                                               [C.3]

                                       Company Scale


                                       Uraian                                             Satuan
                                                                                                                   2025                            2024                              2023
                                       Description                                         Unit

                                       Aset                                          Miliar Rupiah                 4.044                           5.727                             5.561
                                       Assets                                        Billion Rupiah

                                       Liabilitas                                    Miliar Rupiah                 2.073                           3.121                             3.003
                                       Liabilities                                   Billion Rupiah

                                       Ekuitas                                       Miliar Rupiah                 1.971                           2.606                             2.559
                                       Equity                                        Billion Rupiah

                                       Pendapatan Bersih                             Miliar Rupiah                 1.624                           3.674                             3.980
                                       Net Revenue                                   Billion Rupiah

                                       Laba Tahun Berjalan                           Miliar Rupiah                 (630)                             68                               46
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Profit for the Year                           Billion Rupiah

                                       Jumlah Karyawan                                    Orang                    460                              500                              525
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Number of Employees                                People

                                       Kepemilikan Saham Terbesar                            %                     69,30                           69,30                             69,30
                                       Major Shareholders                                                          WIKA                            WIKA                              WIKA

                                       Wilayah Operasional                               Wilayah                    3                                3                                3
                                       Operational Area                                   Area

                                       Jumlah Produk/Jasa                                Produk                     3                                3                                3
                                       Number of Products/Services                       Product
   58
Page 59
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha
Products, Services, and Business Activities


Kegiatan Usaha [C.4][GRI 2-6]                                                              Business Activities

Berdasarkan Anggaran Dasar, WEGE menjalankan kegiatan                                      Based on its Articles of Association, WEGE engages in
usaha yang mencakup industri konstruksi dan engineering,                                   construction and engineering industry, general contracting
jasa pemborongan dengan sistem progres termin maupun                                       services using the progress-based (termin) or turnkey/Build
turnkey/Build Operate Transfer (BOT), serta pengelolaan dan                                Operate Transfer (BOT) system, as well as the management
penyewaan gedung atau kawasan niaga terpadu. Perusahaan                                    and leasing of buildings or integrated commercial areas. The
juga bergerak dalam perdagangan material dan peralatan                                     Company is also active in trading construction materials and
konstruksi, peningkatan kompetensi layanan konstruksi                                      equipment, improving construction and engineering service
dan engineering, serta pengembangan realti, properti, dan                                  competencies, and developing real estate, property, and
industri pendukung bangunan gedung.                                                        building support industries.

Selain itu, Perusahaan berkontribusi sebagai city builder                                  In addition, the Company contributes as a city builder in the
dalam pembangunan dan pengembangan kawasan. Berperan                                       construction and development of areas. The Company also
juga sebagai investor, baik melalui penyertaan langsung                                    operates as an investor, both through direct participation and
maupun kepemilikan saham pada anak perusahaan atau                                         share ownership in subsidiaries or joint ventures. WEGE also
perusahaan patungan. Kegiatan usaha WEGE turut mencakup                                    provides space to support transportation infrastructure such
penyediaan ruang (space provider) untuk mendukung                                          as airports, ports, and mass transportation (TOD), as well as
infrastruktur transportasi seperti bandar udara, pelabuhan,                                social infrastructure such as healthcare facilities.
dan transportasi massal (TOD), serta infrastruktur sosial
seperti fasilitas healthcare [GRI 203-1].




                                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                                            59
Page 60
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE    Struktur Grup Perusahaan      Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values   About WEGE      Corporate Group Structure     Company Scale




                                             Kegiatan usaha WEGE
                                             WEGE Business Activities




                                                                                    Backward                                                    Forward




                                                  Offsite Construction                                     Building Construction                                     Concession




                                       Jasa Konstruksi Bangunan Gedung                                                    Building Construction Services

                                       Sebagai inti bisnis, WEGE menawarkan layanan konstruksi                            As its core business, WEGE offers comprehensive building
                                       bangunan gedung secara menyeluruh melalui pendekatan                               construction services through a Total Solution Service
                                       Total Solution Service. Layanan ini mencakup seluruh                               approach. These services cover all stages of the project,
                                       tahapan pekerjaan, mulai dari studi kelayakan, perencanaan,                        from feasibility studies, planning, design, and construction
                                       perancangan, konstruksi, hingga operation and maintenance,                         to operation and maintenance, including funding support.
                                       termasuk dukungan pendanaan. Pekerjaan konstruksi                                  The construction work includes foundations, structures, MEP
                                       meliputi fondasi, struktur, MEP (Mechanical, Electrical and                        (Mechanical, Electrical and Plumbing), lighting, architecture,
                                       Plumbing), pencahayaan, arsitektur, interior, hingga lansekap.                     interiors, and landscaping.

                                       Model layanan yang terintegrasi ini memudahkan pelanggan                           This integrated service model enables customers to
                                       memperoleh solusi yang efisien dan komprehensif dalam                              acquire efficient and comprehensive solutions in a single
                                       satu paket kerja. Perusahaan juga terus meningkatkan                               work package. The Company also continues to improve
                                       efektivitas operasional melalui penerapan lean construction                        operational effectiveness through the implementation of lean
                                       dan digitalisasi proses engineering.                                               construction and the digitization of engineering processes.

                                       Offsite Construction                                                               Offsite Construction

                                       Untuk memperkuat rantai nilai konstruksi, WEGE                                     To strengthen the construction value chain, WEGE has
                                       mengembangkan strategi backward offsite construction                               developed a backward offsite construction strategy through
                                       melalui lini modular dan pracetak. Pendekatan ini                                  modular and precast lines. This approach allows work to be
                                       memungkinkan pekerjaan dilakukan di luar lokasi proyek                             carried out off-site, resulting in greater efficiency in terms of
                                       sehingga lebih efisien dari sisi waktu, penggunaan sumber                          time, resource utilization, and quality control. WEGE modular
                                       daya, dan kontrol kualitas. Produk modular WEGE seperti MOLI                       products such as MOLI (Modular Lite), WG Flatpack, and
                                       (Modular Lite), WG Flatpack, dan Volumetrik menggunakan                            Volumetrik use a prefabrication system that can be assembled
                                       sistem prefabrikasi yang dapat dirakit menjadi bangunan                            into buildings with a faster and more environmentally friendly
                                       dengan proses yang lebih cepat dan ramah lingkungan.                               process.

                                       Di sisi lain, lini pracetak diperkuat melalui perusahaan                           On the other hand, the precast line is supported by an
                                       asosiasi, PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (WPG), yang                              associated company, PT Wijaya Karya Pracetak Gedung
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       memproduksi komponen seperti balok, kolom, dan elemen                              (WPG), which produces components such as beams, columns,
                                       struktur pracetak lainnya. Baik modular maupun pracetak                            and other precast structural elements. Both modular and
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       kini menjadi bagian penting dalam konstruksi modern, dan                           precast are now an integral part of modern construction,
                                       perusahaan terus mendorong inovasi melalui kepemilikan                             and the Company continues to drive innovation through the
                                       sejumlah hak paten serta riset berkelanjutan untuk                                 ownership of a number of patents and ongoing research to
                                       menghadirkan solusi yang lebih unggul.                                             deliver better solutions.




  60
Page 61
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi          Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance     Supply Chain     Sustainability Implementation




Concession                                                                                 Concession

Unit bisnis Konsesi dikembangkan untuk memperluas                                          The Concession business unit was developed to expand
kegiatan usaha ke arah forward, khususnya melalui                                          business activities forward, particularly through the
pengelolaan aset lahan milik pemerintah dan BUMN/BUMD                                      management of land assets owned by the government and
dengan skema investasi Public Private Partnership (PPP) atau                               state-owned enterprises (BUMN/BUMD) under a Public
Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Melalui model                                     Private Partnership (PPP) or Government Business Entity
ini, WEGE tidak hanya memperoleh pekerjaan konstruksi                                      Cooperation (KPBU) investment scheme. Through this
terkait proyek konsesi, tetapi juga menciptakan pendapatan                                 model, WEGE not only acquire construction work related to
berulang (recurring income) yang mendukung keberlanjutan                                   concession projects, but also generates recurring income
usaha jangka panjang.                                                                      that supports long-term business continuity.

Transformasi menuju lini bisnis konsesi berakar dari                                       The transformation towards the concession business came
pengalaman Perseroan dalam menjalankan bisnis properti.                                    from the Company’s experience in running the property
Fokus kegiatan meliputi penyediaan dan pengelolaan berbagai                                business. The business activities focus on the provision and
bangunan gedung, seperti fasilitas kebandarudaraan, rumah                                  management of various buildings, such as airport facilities,
sakit, dan gedung perkantoran. Hingga akhir 2025, dua proyek                               hospitals, and office buildings. By the end of 2025, two
konsesi telah dijalankan, yaitu Hotel De Braga di Bandung                                  concession projects have been acquired, specifically Hotel
yang bekerja sama dengan PT Sarinah melalui skema BOT                                      De Braga in Bandung in collaboration with PT Sarinah through
selama 25 tahun, serta Graha Mantap di Menteng, Jakarta,                                   a 25-year BOT scheme, and Graha Mantap in Menteng,
bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen dengan skema                                       Jakarta, in collaboration with Bank Mandiri Taspen through a
BOT selama 27 tahun. Di samping itu, Perseroan juga memiliki                               27-year BOT scheme. Furthermore, the Company also has one
satu proyek investasi berupa Fave Hotel di Karawang.                                       investment project in Fave Hotel Karawang.




Keanggotaan dan Asosiasi                                                                          [C.5][GRI 2-28]

Membership in Associations




            Gabungan Pelaksana Konstruksi                                                        Kamar Dagang dan Industri Indonesia
             Nasional Indonesia (GAPENSI)                                                                    (KADIN)
          Indonesian National Construction Contractors                                            Indonesian Chamber of Commerce and Industry
                     Association (GAPENSI)                                                                         (KADIN)
                                 Anggota | Member                                                                       Anggota | Member
                                                                                                                                                                           PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                                       2025 Sustainability Report




         Gabungan Perusahaan Nasional                                                               Asosiasi Kontraktor Listrik dan
      Rancang Bangun Indonesia (GAPENRI)                                                                 Mekanikal Indonesia
        Indonesian National Design and Build Companies                                           Indonesian Electrical and Mechanical Contractors
                    Association (GAPENRI)                                                                           Association
                                 Anggota | Member                                                                       Anggota | Member


                                                                                                                                                                                 61
Page 62
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE   Struktur Grup Perusahaan     Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values   About WEGE     Corporate Group Structure    Company Scale




                                       Portofolio Proyek
                                       Project Portfolio

                                       Wilayah Operasional [GRI 2-1]
                                       Operational Area




                                                                                   Operation & Concession
                                                                                   Division (OCD)


                                                                                   •    Kalimantan
                                                                                   •    Properti Konsesi diSeluruh
                                                                                        Indonesia | Concession
                                                                                        Properties Across Indonesia




                                                                                                      OCD




                                                                                                                                                        OMD



                                                                                                                                      Operation & Modular
                                                           OD                                                                         Operation (OMD)


                                                                                                                                      •    Jawa Timur | East Java
                                                                                                                                      •    Bali
                                                                                                                                      •    Nusa Tenggara Barat | West
                                            Operation Division (OD)                                                                        Nusa Tenggara
                                                                                                                                      •    Nusa Tenggara Timur | East
                                                                                                                                           Nusa Tenggara
                                            •   DKI Jakarta                                                                           •    Yogyakarta
                                            •   Jawa Barat | West Java                                                                •    Sulawesi
                                            •   Banten                                                                                •    Maluku
                                            •   Sumatra                                                                               •    Papua
                                                                                                                                      •    Jawa Tengah | Central Java
                                                                                                                                      •    Pabrik Modular | Modular
                                                                                                                                           Factory
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




  62
Page 63
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




Kinerja Ekonomi
Economic Performance

Kondisi Perekonomian Nasional                                                              National Economic Conditions

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai                                      Amidst the uncertainty of the global economy, Indonesia’s
ketidakpastian, perekonomian Indonesia pada tahun 2025                                     economy showed relatively good resilience in 2025. Based
menunjukkan ketahanan yang relatif baik. Berdasarkan data                                  on data from the Central Statistics Agency (BPS), Indonesia’s
Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB)                                   Gross Domestic Product (GDP) in the third quarter of 2025
Indonesia pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04%                                      grew by 5.04% (year-on-year/yoy). This achievement reflects
(year-on-year/yoy). Capaian ini mencerminkan fundamental                                   the country’s strong economic fundamentals and puts
ekonomi nasional yang tetap terjaga dan menempatkan                                        Indonesia on track to achieve its annual economic growth
Indonesia pada jalur pencapaian target pertumbuhan                                         target of around 5.2%.
ekonomi tahunan sekitar 5,2%.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap                                          In terms of demand, household consumption remained the
menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dengan                                         main driver of economic growth with a growth of 4.89% (yoy),
pertumbuhan sebesar 4,89% (yoy), didukung oleh stimulus                                    supported by government stimulus and increased public
pemerintah serta peningkatan aktivitas masyarakat. Kinerja                                 activity. Investment performance also showed a positive
investasi juga menunjukkan tren positif, tercermin dari                                    trend, as reflected in the realization of Foreign Investment
realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman                                        (PMA) and Domestic Investment (PMDN) until the third
Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga Triwulan III 2025 yang                                    quarter of 2025, which reached Rp1,434.3 trillion or grew by
mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7% (yoy). Sejalan                                13.7% (yoy). In line with these conditions, the Manufacturing
dengan itu, Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI)                                        Purchasing Managers’ Index (PMI) in October 2025 was at
Manufaktur pada Oktober 2025 berada pada level ekspansif                                   an expansive level of 51.2, indicating continued production
51,2, mengindikasikan keberlanjutan aktivitas produksi pada                                activity in the subsequent period.
periode berikutnya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa pendidikan mencatatkan                               In terms of business sectors, the education services sector
pertumbuhan tertinggi seiring dimulainya tahun ajaran                                      recorded the highest growth in line with the beginning of
baru dan meningkatnya belanja pendidikan. Sektor jasa                                      the new school year and increased education spending. The
perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang didorong                                        corporate services sector also experienced growth due to
oleh peningkatan aktivitas penyewaan dan jasa tenaga                                       increased leasing and labor services activities. Meanwhile, the
kerja. Sementara itu, struktur perekonomian nasional masih                                 national economic structure still relied on the manufacturing
ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi                                 sector, which contributed 19.15% to GDP, followed by the
sebesar 19,15% terhadap PDB, diikuti sektor perdagangan                                    trade sector at 14.25% and the agricultural sector at 13.19%.
sebesar 14,25% dan sektor pertanian sebesar 13,19%.

Secara regional, kontribusi pertumbuhan ekonomi                                            Regionally, the contribution to economic growth showed an
menunjukkan kecenderungan yang semakin merata. Pulau                                       increasingly even trend. Java remained the main contributor
Jawa tetap menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan                                    with growth of 5.17% and a contribution of 56.68% to
sebesar 5,17% dan kontribusi 56,68% terhadap PDB nasional.                                 the national GDP. Other regions also recorded positive
Wilayah lain juga mencatatkan kinerja yang positif, antara                                 performance, including Sulawesi with a growth of 5.84%,
lain Sulawesi dengan pertumbuhan sebesar 5,84%, Sumatera                                   Sumatra 4.90%, and Kalimantan 4.70%. Meanwhile, Maluku
4,90%, dan Kalimantan 4,70%. Sementara itu, Maluku dan                                     and Papua grew by 2.64%, supported by natural resource
Papua tumbuh sebesar 2,64%, didukung oleh aktivitas                                        management activities.
pengelolaan sumber daya alam.
                                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Stabilitas makroekonomi nasional tetap terjaga. Tingkat                                    National macroeconomic stability remained strong. The
inflasi pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86% (yoy),                                    inflation rate in October 2025 was recorded at 2.86% (yoy),
                                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.                                still within the national inflation target range of 2.5±1%.
Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia mencapai                                    Externally, Indonesia’s foreign exchange reserves reached
USD148,7 miliar, sementara rasio utang luar negeri berada                                  USD148.7 billion, while the foreign debt ratio remained at a
pada level yang aman, memberikan ruang yang memadai bagi                                   safe level, providing adequate space for the national economy
perekonomian nasional untuk merespons dinamika global.                                     to respond to global dynamics.


                                                                                                                                                                            63
Page 64
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE   Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values   About WEGE     Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah                                    To maintain growth momentum, the government continued
                                       melanjutkan kebijakan kontrasiklikal melalui percepatan                           its countercyclical policies by accelerating state spending in
                                       realisasi belanja negara pada Triwulan IV, penguatan                              the fourth quarter, strengthening social protection programs
                                       program perlindungan sosial yang menjangkau lebih dari 35                         that reached more than 35 million beneficiary families, and
                                       juta keluarga penerima manfaat, serta pemberian stimulus                          providing consumption and transportation stimulus ahead
                                       konsumsi dan transportasi menjelang periode Natal dan                             of the Christmas and New Year period. On the investment
                                       Tahun Baru. Di sisi investasi dan industri, kebijakan penguatan                   and industry side, policies to strengthen downstreaming and
                                       hilirisasi dan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional                      complete national strategic projects continued in order to
                                       terus dilanjutkan guna meningkatkan nilai tambah dan daya                         increase economic added value and competitiveness.
                                       saing ekonomi.

                                       Sejalan dengan kinerja tersebut, Dana Moneter Internasional                       In line with this performance, the International Monetary
                                       (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi                                   Fund (IMF) has raised its economic growth projections for
                                       Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026 serta menempatkan                             Indonesia in 2025 and 2026 and has placed Indonesia as
                                       Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek yang                           one of the countries with relatively positive prospects amid
                                       relatif positif di tengah perlambatan ekonomi global. Secara                      the global economic slowdown. Comparatively, Indonesia’s
                                       komparatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercatat                           economic growth also recorded better performance than a
                                       lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN                          number of countries in ASEAN and the G20 group.
                                       dan kelompok G20.

                                       Dengan berbagai indikator tersebut, perekonomian Indonesia                        Based on these indicators, Indonesia’s economy in 2025 was
                                       pada tahun 2025 dinilai berada dalam kondisi yang stabil                          considered to be stable with a sustainable growth trajectory.
                                       dengan arah pertumbuhan yang berkelanjutan. Kondisi ini                           This condition provides a foundation that supports the
                                       menjadi landasan yang mendukung keberlangsungan aktivitas                         continuity of business activities, including the construction
                                       usaha, termasuk sektor konstruksi, dalam menghadapi                               sector, in facing future challenges and opportunities.
                                       tantangan dan peluang ke depan.

                                       Kinerja Sektor Konstruksi, Real Estat, dan Akomodasi                              Performance of the Construction, Real Estate, and
                                                                                                                         Accommodation Sectors

                                       Sepanjang tahun 2025, sektor konstruksi, real estate, dan                         Throughout 2025, the construction, real estate, and
                                       akomodasi menunjukkan kinerja yang stabil dan saling                              accommodation sectors showed stable and mutually
                                       mendukung dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.                               supportive performance in maintaining national economic
                                       Sektor konstruksi tetap menjadi penopang utama dengan                             resilience. The construction sector remained as the main
                                       pertumbuhan sebesar 5,48% (YoY) serta penyerapan tenaga                           pillar with a growth of 5.48% (YoY) and employment of around
                                       kerja sekitar 8,7 juta orang per Februari 2025. Aktivitas                         8.7 million people as of February 2025. Construction activities
                                       pembangunan didominasi oleh segmen bangunan gedung                                were dominated by the building segment, which contributed
                                       yang menyumbang hampir 60% dari total nilai pasar sebesar                         nearly 60% of the total market value of Rp227.76 trillion, while
                                       Rp227,76 triliun, sementara konstruksi sipil mempertahankan                       civil construction maintained a consistent contribution amid
                                       kontribusi yang konsisten di tengah penyesuaian anggaran                          government budget adjustments.
                                       pemerintah.

                                       Perkembangan di sektor konstruksi memberikan dampak                               Developments in the construction sector had a continued
                                       lanjutan bagi sektor real estate. Dukungan kebijakan                              impact on the real estate sector. Government policy
                                       pemerintah, termasuk Program Tiga Juta Rumah dan                                  support, including the Three Million Houses Program and the
                                       perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung                          extension of the Government-Borne Value Added Tax (PPN
                                       Pemerintah (PPN DTP), turut menjaga keberlanjutan                                 DTP) incentive, also supported the sustainability of housing
                                       permintaan hunian. Kondisi ini mendorong pertumbuhan                              demand. These conditions drove the growth of the national
                                       pasar properti nasional dengan nilai yang diproyeksikan                           property market with a projected value of USD 66.74 billion, as
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       mencapai USD 66,74 miliar, serta realisasi investasi anggota                      well as the realization of REI members’ investments reaching
                                       REI yang mencapai Rp75 triliun pada semester pertama tahun                        Rp75 trillion in the first half of 2025.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       2025.

                                       Di sisi lain, sektor akomodasi dan penyediaan makan minum                         On the other hand, the accommodation and food service
                                       menunjukkan peningkatan kinerja seiring meningkatnya                              sector showed better performance in line with increased
                                       mobilitas masyarakat dan pulihnya aktivitas pariwisata. Di                        public mobility and the recovery of tourism activities. In
                                       beberapa wilayah utama, seperti Jakarta dan Bali, sektor                          several major regions, such as Jakarta and Bali, this sector
                                       ini memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan                              contributed significantly to regional economic growth until
  64
Page 65
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




ekonomi daerah hingga Kuartal III-2025. Stabilnya tingkat                                  the third quarter of 2025. Stable hotel occupancy rates and
hunian hotel dan meningkatnya konsumsi domestik menjadi                                    increased domestic consumption were the main factors
faktor utama yang mendukung kinerja sektor ini.                                            supporting the sector’s performance.

Kinerja ketiga sektor tersebut didukung oleh kondisi                                       The performance of these three sectors was supported by
makroekonomi yang relatif terjaga. Penetapan BI Rate pada                                  relatively stable macroeconomic conditions. The BI Rate set
level 4,75% hingga Desember 2025 membantu menjaga                                          at 4.75% until December 2025 has helped maintain market
stabilitas pasar dan mendorong aktivitas ekonomi, yang                                     stability and boost economic activity, as reflected in the
tercermin pada pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,04%                                      national GDP growth of 5.04% (YoY). This dynamic shows
(YoY). Dinamika ini menunjukkan bahwa keterpaduan                                          that the integration of infrastructure development, housing
pembangunan infrastruktur, penyediaan hunian, dan                                          provision, and accommodation services continues to play an
layanan akomodasi tetap berperan penting dalam menopang                                    important role in supporting Indonesia’s economic growth
pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025.                                        throughout 2025.

Inisiatif dan Kebijakan WEGE                                                               WEGE Initiatives and Policies

Sepanjang 2025, WEGE terus memperkuat perannya                                             Throughout 2025, WEGE continues to strengthen its role as
sebagai salah satu pelaku utama di sektor konstruksi                                       one of the main players in the construction sector through
melalui serangkaian inisiatif dan kebijakan yang diarahkan                                 a series of initiatives and policies aimed at increasing
pada peningkatan daya saing. Perusahaan berfokus                                           competitiveness. The Company focuses on technological
pada transformasi teknologi melalui implementasi WEGE                                      transformation through the implementation of WEGE
Konstruksi 4.0, yang menggabungkan sistem digital,                                         Konstruksi 4.0, which combines digital systems, increased
peningkatan efisiensi operasional, serta pendekatan                                        operational efficiency, and a modular construction
konstruksi modular. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan                                 approach. These efforts aim to increase productivity while
produktivitas sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan                                     strengthening the sustainability aspect in every project.
dalam setiap proyek.

Sejalan dengan agenda pengembangan usaha, WEGE                                             In line with its business development agenda, WEGE is
juga memperluas strategi investasi dan konsesi dengan                                      also expanding its investment and concession strategies
memaksimalkan pemanfaatan aset lahan milik pemerintah                                      by maximizing the utilization of land assets owned by the
dan BUMN. Langkah ini dirancang untuk memperkuat                                           government and state-owned enterprises. This initiative
portofolio pendapatan berulang (recurring income) yang lebih                               was designed to strengthen a more stable and sustainable
stabil dan berkelanjutan.                                                                  recurring income portfolio.

Perusahaan turut mempertegas komitmennya terhadap                                          The Company also reaffirms its commitment to
pembangunan berwawasan lingkungan melalui penerapan                                        environmentally-friendly development through the use of
material ramah lingkungan dan teknologi hijau pada                                         environmentally-friendly materials and green technology in
berbagai proyek, sehingga prinsip keberlanjutan dapat                                      various projects, enabling the principle of sustainability to be
diterapkan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga                                  applied consistently from the planning stage to completion.
penyelesaian.

Kinerja Ekonomi WEGE                                                                       WEGE’s Economic Performance

WEGE menyadari bahwa keberhasilan penerapan kebijakan                                      WEGE realizes that the successful implementation of
strategis sangat bergantung pada keterlibatan seluruh                                      strategic policies is highly dependent on the involvement
pemangku kepentingan, baik di lingkungan internal                                          of all stakeholders, both internal and external. Therefore,
maupun eksternal. Untuk itu, Perusahaan secara aktif                                       the Company actively socializes its policies and strategic
menyosialisasikan kebijakan dan arah strategis agar tercipta                               direction to foster a common understanding and optimal
                                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




pemahaman bersama serta partisipasi yang optimal.                                          participation.

Bagi pemangku kepentingan internal, berbagai sesi                                          For internal stakeholders, various communication sessions
                                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




komunikasi diselenggarakan, mulai dari rapat manajemen                                     are held, ranging from routine management meetings
rutin hingga diskusi tematik, untuk menanamkan budaya                                      to thematic discussions, aiming to instill a culture of
keberlanjutan di tempat kerja. Sementara itu, dengan                                       sustainability at workplace. On the other hand, the Company
pemangku kepentingan eksternal seperti pemerintah,                                         communicates with external stakeholders such as the
regulator, kreditur, dan pemasok, Perusahaan berkomunikasi                                 government, regulators, creditors, and suppliers through
melalui public expose, rilis pers, dan berbagai saluran                                    public exposes, press releases, and various other information
informasi lainnya. [F.1]                                                                   channels.
                                                                                                                                                                            65
Page 66
                                                  Sekilas WEGE                                Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                  WEGE at a Glance                            Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE        Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE    Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information      Vision, Mission, and Core Values   About WEGE      Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Sepanjang 2025, seluruh insan WEGE menjalankan strategi                               Throughout 2025, all WEGE employees consistently
                                       tersebut dengan konsisten, disertai mekanisme pengawasan                              implemented this strategy, accompanied by strict monitoring
                                       dan evaluasi yang ketat. Pendekatan ini membantu                                      and evaluation mechanisms. This approach helped the
                                       Perusahaan merespon berbagai tantangan serta menerapkan                               Company respond to various challenges and implement
                                       tindakan korektif jika ditemukan penyimpangan. Melalui                                corrective actions when deviations were found. Through
                                       langkah-langkah tersebut, WEGE berhasil mencapai sejumlah                             these measures, WEGE successfully achieved a number of
                                       indikator kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan                             performance indicators set out in the 2025 Company Work
                                       Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, sebagaimana disajikan                                Plan and Budget (RKAP), as presented in the table comparing
                                       dalam tabel perbandingan target dan realisasi selama tiga                             targets and actual results for the last three years.
                                       tahun terakhir. [F.2]


                                        Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Produksi, Keuangan, dan Laba/Rugi (dalam Miliar Rupiah)
                                        Comparison of Targets and Realization of Production, Financial, and Profit/Loss Performance (in billions of rupiah)

                                                                                     2025                                          2024                                        2023
                                        Uraian
                                        Description                                  Realisasi                                     Realisasi                                    Realisasi
                                                                 Target RKAP                            (%)       Target RKAP                       (%)       Target RKAP                     (%)
                                                                                    Realization                                   Realization                                  Realization

                                        Kuantitas Produksi
                                        Production Quantity

                                        Kontrak Dihadapi                8.024                5.765        71,8         13.425             9.009       67,11           15.628        12.089     77,4
                                        Contracts in
                                        Progress

                                        Kontrak Baru                    3.580                1.709        47,7          5.072              2.715     53,53            6.695           5.134    76.7
                                        New Contracts

                                        Kinerja Posisi Keuangan
                                        Financial Position Performance

                                        Aset                            5.902                4.044        68,5          5.680             5.727    100,83             6.836           5.562    81,4
                                        Assets

                                        Ekuitas                          2.661                1.971       74,1          2.655             2.606      98,19            2.772           2.559    92,3
                                        Equity

                                        Kinerja Laba Rugi
                                        Profit and Loss Performance

                                        Pendapatan                      4.408                1.624        36,8          3.630             3.673      101,21           4.207           3.980    94,6
                                        Bersih
                                        Net Revenue

                                        Laba Tahun                          46                (630)     (1.367)             89                68      76,4              251             47     18,5
                                        Berjalan
                                        Profit for the
                                        Year



                                       Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan                                     Generated and Distributed Economic Value

                                       Berdasarkan kinerja ekonomi yang dicapai pada 2025, nilai                             Based on the economic performance in 2025, WEGE’s
                                       ekonomi WEGE dapat dikategorikan dalam tiga kelompok                                  economic value can be categorized into three main groups.
                                       utama. Pertama, nilai ekonomi langsung yang dihasilkan,                               First, the direct economic value generated, which is the
                                       yaitu pendapatan yang diperoleh dari seluruh aktivitas bisnis                         revenue obtained from all of the Company’s business
                                       Perusahaan. Kedua, nilai ekonomi yang didistribusikan                                 activities. Second, the distributed economic value, which
                                       mencerminkan kontribusi Perusahaan dalam mendukung                                    reflects the Company’s contribution in supporting economic
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pemangku                                   growth and the welfare of stakeholders, including salary
                                       kepentingan, meliputi pembayaran gaji, pajak, dividen,                                payments, taxes, dividends, purchases from suppliers,
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       pembelian kepada pemasok, serta pelaksanaan program                                   and the implementation of Social and Environmental
                                       Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ketiga, nilai                            Responsibility (TJSL) programs. Third, retained economic
                                       ekonomi yang ditahan, yakni selisih antara pendapatan yang                            value, which is the difference between the revenue earned
                                       diperoleh dan nilai yang telah dialokasikan, yang digunakan                           and the allocated value, which is used to ensure business
                                       untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan pengembangan                                sustainability and future business development.
                                       usaha ke depan. [GRI 3-3, 201-1]

   66
Page 67
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                  Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek    Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan     Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio    Economic Performance   Supply Chain       Sustainability Implementation




 Kinerja Ekonomi dan Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (dalam Miliar Rupiah)
 Economic Performance and Distributed Economic Value (in Billion Rupiah)

 Uraian
                                                                                                 2025                     2024                            2023
 Description

 Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
 Economic Value Generated

 Pendapatan Bersih                                                                                       1.624                      3.673                           3.980
 Net Revenue

 Jumlah Nilai Ekonomi yang Dihasilkan                                                                    1.624                      3.673                           3.980
 Total Economic Value Generated

 Distribusi Nilai Ekonomi
 Economic Value Distributed

 Pembayaran Pemasok                                                                                       1.781                     3.357                           3.074
 Payments to Suppliers

 Pembayaran Direksi, Karyawan, dan Beban Usaha                                                             184                            114                               71
 Payments to Directors, Employees, and Operating Expenses

 Pembayaran Beban Lainnya                                                                                     -                             -                               2
 Payments for Other Expenses

 Pembayaran Beban Bunga                                                                                     20                            28                            66
 Interest Expense Payments

 Pembayaran Utang Bank                                                                                     299                            221                          733
 Bank Debt Payments

 Pembayaran Dividen                                                                                           7                            9                            23
 Dividend Payments

 Pembayaran Pajak                                                                                           92                        223                               92
 Tax Payments

 Jumlah Distribusi Nilai Ekonomi                                                                         2.383                      3.958                            4.061
 Total Economic Value Distributed

 Nilai Komponen yang Ditahan                                                                              (759)                      (279)                             (81)
 Economic Value Retained


Bantuan Finansial dari Pemerintah [GRI 201-4]                                              Financial Assistance from the Government

Pada tahun 2025, WEGE tidak menerima bantuan finansial                                     In 2025, WEGE did not receive any financial assistance from
dari Pemerintah, termasuk bentuk dukungan lain seperti                                     the government, including other forms of support such as
subsidi, keringanan atau pembebasan pajak, hibah, insentif,                                subsidies, tax reliefs or exemptions, grants, incentives,
pembebasan royalti, maupun fasilitas finansial lainnya.                                    royalty exemptions, or other financial facilities. As a
Sebagai entitas anak dari Badan Usaha Milik Negara, WEGE                                   subsidiary of a state-owned enterprise, WEGE does not have
tidak memiliki kepemilikan saham pemerintah.                                               government share ownership.
                                                                                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                                             2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                                                     67
Page 68
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai         Tentang WEGE   Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values    About WEGE     Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Rantai Pasokan                                           [GRI 2-6]

                                       Supply Chain

                                       Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terdepan, WEGE                            As one of the leading construction companies, WEGE
                                       membangun hubungan strategis dengan mitra, pemasok,                                establishes strategic relationships with partners, suppliers,
                                       serta penyedia barang dan jasa untuk menjaga kelancaran                            and providers of goods and services to maintain smooth
                                       operasional dan keberlangsungan proyek. Dalam mengelola                            operations and project continuity. In managing the supply
                                       rantai pasokan tersebut, Perusahaan menerapkan kebijakan                           chain, the Company implements a transparent and systematic
                                       pengadaan yang transparan dan sistematis melalui Kebijakan                         procurement policy through the Procurement Function
                                       Perusahaan Fungsi Pengadaan. Kebijakan ini menetapkan                              Company Policy. This policy imposes strict requirements on
                                       persyaratan ketat bagi setiap vendor guna memastikan                               every vendor to ensure quality, safety, and compliance with
                                       kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap ketentuan                               applicable regulations. The entire procurement process refers
                                       yang berlaku. Seluruh proses pengadaan mengacu pada                                to the Procurement Procedure, which serve as guidelines for
                                       Procurement Procedure, yang berfungsi sebagai pedoman                              partners/vendors in meeting operational standards. This is
                                       kewajiban bagi mitra/vendor dalam memenuhi standar                                 covered in the supplier code of conduct within WIKA’s VMS.
                                       operasional. Hal ini tercakup dalam supplier code of conduct/
                                       dokumen kode etik didalam VMS WIKA. [GRI 3-3]

                                       Penilaian Pemasok berdasarkan Aspek Sosial dan                                     Supplier Assessment based on Social and
                                       Lingkungan [GRI 308-1, 308-2]                                                      Environmental Aspects

                                       Untuk memastikan praktik pengadaan yang bertanggung                                In order to ensure responsible procurement practices,
                                       jawab, WEGE menerapkan Vendor Management System (VMS)                              WEGE implements a Vendor Management System (VMS) that
                                       yang mengatur proses seleksi pemasok berdasarkan kriteria                          regulates the supplier selection process based on social,
                                       sosial, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Setiap pemasok                            environmental, and employment criteria. Every supplier
                                       yang ingin bermitra diwajibkan menandatangani pakta                                interested in partnering with the Company is required to sign
                                       integritas sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip anti-                          an integrity pact as a form of commitment to the principles of
                                       diskriminasi dan keberlanjutan sosial.                                             anti-discrimination and social sustainability.

                                       Departemen yang berperan dalam penilaian sosial                                    Department responsible in the social assessment are:
                                       pemasok meliputi: [3-3]


                                                 Fungsi Keuangan                                      Menilai dan mengevaluasi implementasi kebijakan SMAP.
                                                 Financial Function                                   Assess and evaluate the implementation of the SMAP policy.


                                                                                        Melakukan seleksi dan evaluasi pemasok dengan mempertimbangkan
                                            Procurement
                                       Selain            Departemen
                                              aspek sosial, pemasok juga harus memenuhi kriteria          Besides social aspects, suppliers must also meet the
                                                                                        aspek sosial dan keberlanjutan.
                                       lingkungan yang ditetapkan Perusahaan. Persyaratan                 environmental criteria set by the Company. Environmental
                                                                                        Conducts supplier selection and evaluation, considering social and
                                       lingkungan dalam proses pengadaan mencakup: [GRI 308-1]            requirements in the procurement process include:
                                                                                        sustainability aspects.
                                       • Keselarasan spesifikasi teknis atau Kerangka Acuan Kerja         • Alignment of technical specifications or Terms of
                                           (KAK) dengan ketentuan ISO 50001, ISO 14001.                       Reference (TOR) with ISO 50001, ISO 14001 provisions.
                                       • Penilaian efisiensi dan kinerja energi sebagai Memastikan        • peralatan
                                                                                        faktor dalam kondisi  Assessment    of energy
                                                                                                                         memenuhi      efficiency
                                                                                                                                    standar  mutuand
                                                                                                                                                   danperformance
                                                                                                                                                       keselamatanas a
                                             Equipment
                                           evaluasi     Departemen
                                                    penawaran.                                                factor in tender evaluation.
                                                                                        kerja.
                                       • Penerapan life cycle costing untuk Ensuring      pengadaan       • Application
                                                                                                  that equipment           of meet
                                                                                                                  conditions   life cycle costing
                                                                                                                                     quality       for the
                                                                                                                                             standards  and procurement
                                           peralatan dan unit MEP dengan biaya operasional      serta         of equipment
                                                                                        occupational safety requirements.    and   MEP  units with  high operational and
                                           pemeliharaan yang tinggi.                                          maintenance costs.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Pengelolaan penilaian ini dilakukan melalui koordinasi                             The management of this assessment is carried out through
                                       terstruktur antara penyedia jasa dan pemasok.                                      structured coordination between service providers and
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                                                                          suppliers.




   68
Page 69
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                        Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                 Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek    Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio    Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




      Tingkat proyek (PPU)                                   Dikelola oleh Seksi Pengadaan.
       Project level (PPU)                                   Managed by the Procurement Section.


         Tingkat korporat                                    Dikoordinasikan oleh Supply Chain Management Division di bawah Direktur
          Corporate level                                    QSHE dan Pemasaran.
                                                             Coordinated by the Supply Chain Management Division under the Director of
                                                             QSHE and Marketing.


Setiap pemasok juga diwajibkan menerapkan sistem                                           Each supplier is also required to implement HSE and energy
manajemen K3L dan energi, yang dimonitor secara berkala                                    management system, which is monitored regularly by the PPU
oleh Fungsi Pengadaan PPU. Evaluasi ini memastikan                                         Procurement Function. This evaluation ensures compliance
kepatuhan terhadap standar ISO 45001:2018, ISO 14001:2015,                                 with ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, and ISO 50001:2018
dan ISO 50001:2018.                                                                        standards.

Dalam aspek lingkungan, beberapa kriteria tambahan yang                                    In terms of the environment, several additional criteria are
menjadi wajib antara lain:                                                                 mandatory, including:
• Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) secara                                      • Safe management of hazardous and toxic materials (B3).
   aman.
• Penyediaan Material Safety Data Sheet (MSDS).                                            •     Provision of Material Safety Data Sheets (MSDS).
• Manifest limbah B3 sesuai peraturan.                                                     •     B3 waste manifest in accordance with regulations.
• Ketersediaan peralatan mitigasi pencemaran.                                              •     Availability of pollution mitigation equipment.

Untuk menjaga integritas rantai pasok, WEGE menyediakan                                    To maintain the integrity of the supply chain, WEGE provides
mekanisme pelaporan (Whistleblowing System) bagi pihak                                     a reporting mechanism (Whistleblowing System) for any
yang menemukan indikasi pelanggaran. Evaluasi pemasok                                      party who suspects a violation. Supplier evaluations are also
juga dilakukan secara rutin menggunakan Vendor Performance                                 conducted regularly using the Vendor Performance Index
Index (VPI) untuk memastikan standar etika, keberlanjutan,                                 (VPI) to ensure that ethical, sustainability, and compliance
dan kepatuhan terus terpenuhi.                                                             standards are always met.

Sepanjang 2025, WEGE telah melakukan penilaian berbasis                                    Throughout 2025, WEGE has conducted social and
sosial dan lingkungan terhadap 100% pemasok, menegaskan                                    environmental assessments on 100% of its suppliers,
komitmen perusahaan terhadap pengadaan yang beretika                                       affirming the Company’s commitment to ethical and
dan berkelanjutan.                                                                         sustainable procurement.

Mitigasi Dampak Sosial dalam Rantai Pasok [GRI 308-2]                                      Mitigation of Social Impacts in the Supply Chain

Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penyempurnaan                                     As part of its prevention and continuous improvement efforts,
berkelanjutan, WEGE telah mengidentifikasi potensi dampak                                  WEGE has identified potential negative impacts in the supply
negatif di dalam rantai pasok serta langkah mitigasinya.                                   chain and mitigation measures.
                                                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                                             69
Page 70
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai          Tentang WEGE     Struktur Grup Perusahaan         Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values     About WEGE       Corporate Group Structure        Company Scale




                                         Kondisi Kerja Tidak Aman                                   Mewajibkan pemasok untuk menerapkan standar keselamatan yang ketat di
                                         Unsafe Working Conditions                                  lokasi proyek.
                                                                                                    Requiring suppliers to implement strict safety standards at project sites.


                                              Dampak Lingkungan                                     Mengharuskan pemasok memiliki sistem pengelolaan limbah yang sesuai
                                             Environmental Impact                                   dengan regulasi.
                                                                                                    Mandating suppliers to have waste management systems in compliance with
                                                                                                    regulations.


                                            Ketimpangan Ekonomi                                     Mengutamakan keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional proyek.
                                             Economic Inequality                                    Prioritizing local community involvement in project operations.



                                       Pada 2025, tidak ditemukan pemasok yang memiliki dampak                               In 2025, no suppliers with actual negative impacts were
                                       aktual negatif. Melalui sistem pengelolaan rantai pasok                               found. Through a compliant, transparent, and socially positive
                                       yang patuh, transparan, dan berorientasi pada dampak                                  supply chain management system, WEGE ensures that every
                                       sosial positif, WEGE memastikan setiap proses pengadaan                               procurement process runs efficiently while supporting
                                       berjalan efisien sekaligus mendukung tujuan pembangunan                               sustainable development goals in the construction sector.
                                       berkelanjutan di sektor konstruksi.

                                       Dukungan terhadap Pemasok Lokal                                                       Support for Local Suppliers

                                       Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ekonomi                                       As a manifestation of its commitment to strengthening the
                                       daerah, WEGE mengutamakan penggunaan barang dan                                       regional economy, WEGE prioritizes the use of goods and
                                       jasa dari pemasok lokal. Perusahaan juga membuka ruang                                services from local suppliers. The Company also provides
                                       kolaborasi bagi UMKM, termasuk melalui pemanfaatan                                    opportunities to collaborate with MSMEs, including through
                                       platform PADI UMKM untuk pengadaan material pendukung                                 the use of the PADI UMKM platform for the procurement of
                                       proyek. Selain itu, vendor dengan sertifikat Tingkat                                  project support materials. Furthermore, vendors with a
                                       Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendapat prioritas sebagai                               Domestic Component Level (TKDN) certificate are given
                                       dukungan terhadap industri nasional.                                                  priority in order to support the national industry.

                                       Perusahaan turut berkontribusi pada peningkatan kapasitas                             The Company also helps to improve the capacity of the
                                       tenaga kerja lokal melalui program pelatihan pengoperasian                            local workforce through training programs on equipment
                                       alat serta keselamatan kerja bagi pekerja dari komunitas                              operation and work safety for workers from the surrounding
                                       sekitar.                                                                              community.


                                       Jumlah Pemasok Barang dan Jasa (Subkontraktor) [GRI 204-1]
                                       Number of Goods and Services Suppliers (Sub-contractrors)

                                                                                                  Jumlah Pemasok Barang dan Jasa                                Nilai Kontrak Pekerjaan (Rp Juta)
                                       Lokasi Geografis Pemasok                                 Number of Goods and Services Suppliers                              Contract Value (Rp Million)
                                       Geographical Location of Suppliers
                                                                                                    2025             2024              2023                   2025             2024           2023

                                       Nasional (lokal)
                                                                                                           70               166                    54            221.711         763.141        451.384
                                       National (local)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Internasional
                                                                                                           0                 0                     0                       0          0              0
                                       International
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Total                                                               70               166                    54            221.711         763.141        451.384




   70
Page 71
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi          Rantai Pasokan    Penerapan Keberlanjutan
Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance     Supply Chain      Sustainability Implementation




Jumlah Pemasok Barang (Supplier) [GRI 204-1]
Number of Goods Suppliers

                                                             Jumlah Pemasok Barang dan Jasa                             Nilai Kontrak Pekerjaan (Rp Juta)
Lokasi Geografis Pemasok                                   Number of Goods and Services Suppliers                           Contract Value (Rp Million)
Geographical Location of Suppliers
                                                            2025               2024               2023                 2025               2024                2023

Nasional (lokal)
                                                                     87                  111              53            262.851            473.349               215.488
National (local)

Internasional
                                                                      0                   0                0                   0                    0                      0
International

Total                                                                87                  111              53            262.851            473.349               215.488



Jumlah Pemasok Jasa (Ekspedisi dan Konsultan) [GRI 204-1]
Number of Services Suppliers (Expedition and Consultants)

                                                             Jumlah Pemasok Barang dan Jasa                             Nilai Kontrak Pekerjaan (Rp Juta)
Lokasi Geografis Pemasok                                   Number of Goods and Services Suppliers                           Contract Value (Rp Million)
Geographical Location of Suppliers
                                                            2025               2024               2023                 2025               2024                2023

Nasional (lokal)
                                                                       4                 15                17             5.085           39.329,89              120.013
National (local)

Internasional
                                                                      0                   0                0                   0                    0                      0
International

Total                                                                  4                 15                17             5.085           39.329,89              120.013




                                                                                                                                                                               PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                                           2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                                                     71
Page 72
                                                 Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE         Visi, Misi, dan Nilai-Nilai        Tentang WEGE          Struktur Grup Perusahaan    Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information       Vision, Mission, and Core Values   About WEGE            Corporate Group Structure   Company Scale




                                       Penerapan Keberlanjutan
                                       Sustainability Implementation

                                       Program Pembiayaan atau Investasi Berkelanjutan [F.3]                                        Sustainable Financing or Investment Program

                                       Sebagai entitas publik, WEGE berkomitmen menerapkan                                          As a public entity, WEGE is committed to implement
                                       prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan sesuai POJK No. 51/                                   sustainable finance principles as stipulated in POJK No. 51/
                                       POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.                                       POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable
                                       Sejak 1 Januari 2021, Perusahaan telah mengembangkan                                         Finance. Since January 1, 2021, the Company has developed a
                                       strategi untuk mengarahkan pembiayaan dan investasi                                          strategy to direct financing and investment towards projects
                                       pada proyek-proyek yang memberikan kontribusi sosial dan                                     that provide positive social and environmental contributions.
                                       lingkungan yang positif.

                                       Dalam implementasinya, WEGE memastikan setiap                                                In practice, WEGE ensures that all financing and investments
                                       pembiayaan dan investasi mempertimbangkan tiga fokus                                         consider three main focuses: efficient use of natural
                                       utama: penggunaan sumber daya alam secara efisien,                                           resources, reduction of environmental impact, and support
                                       pengurangan dampak terhadap lingkungan, dan dukungan                                         for climate change mitigation efforts. These initiatives
                                       terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Inisiatif ini                                       include projects that reduce pollution and waste production,
                                       mencakup proyek-proyek yang menekan polusi dan produksi                                      restore ecosystems, and strengthen social justice, so that
                                       limbah, memulihkan ekosistem, serta memperkuat aspek                                         the benefits can be felt by the environment and the wider
                                       keadilan sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh                                    community.
                                       lingkungan dan masyarakat luas.

                                       Melalui kebijakan tersebut, WEGE tidak hanya memenuhi                                        Through this policy, WEGE not only complies with
                                       ketentuan regulator, tetapi juga berkontribusi pada                                          regulatory requirements but also contributes to sustainable
                                       pembangunan berkelanjutan yang memberikan nilai jangka                                       development that provides long-term value for stakeholders.
                                       panjang bagi para pemangku kepentingan.

                                       Berdasarkan        kriteria ini, Perusahaan  telah                                           Based on these criteria, the Company has implemented this
                                       mengimplementasikannya melalui pembangunan gedung                                            policy through the construction of buildings that meet the
                                       yang memenuhi persyaratan ramah lingkungan (green                                            following green certified requirements:
                                       certified) sebagai berikut:
                                               Tahun             Realisasi
                                                Year             Realization

                                               2025              Gedung Kemenko 1 - IKN, Pembangunan Bangunan Gedung Wing 1 dan Kawasan Kantor Kementerian PUPR, Rumah
                                                                 Susun Paspampres (Hunian ASN IKN), Bangunan Gedung dan Kawasan Basilika & Gereja (JO), dan lainnya
                                                                 Kemenko Building 1 - IKN, Construction of Wing 1 Building and Ministry of PUPR Office Complex, Paspampres Apartment
                                                                 Complex (IKN Civil Servant Housing), Basilica & Church Building and Complex (JO), and others

                                               2024              Pembangunan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
                                                                 Construction of the Meteorology, Climatology, and Geophysics College (STMKG)

                                               2023              Pengakuan Desain dari PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Peringkat Platinum untuk Jakarta International Stadium
                                                                 Design Recognition from PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Platinum Rating for Jakarta International Stadium

                                               2022              •   Pengakuan Desain dari PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Peringkat Platinum untuk Gedung Smart dan Green
                                                                     Learning Center (SGLC) UGM.
                                                                 •   Pengakuan Desain dari PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Peringkat Gold untuk Gedung Engineering Research
                                                                     Innovation Center (ERIC) UGM.
                                                                 •   Design Recognition from PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Platinum Rating for Smart and Green Learning
                                                                     Center (SGLC), UGM.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                 •   Design Recognition from PT Sertifikasi Bangunan Hijau Jakarta, Gold Rating for Engineering Research Innovation
                                                                     Center (ERIC), UGM.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Target dan Realisasi Investasi atau Pembiayaan yang Sejalan dengan Keberlanjutan (Rp)
                                       Targets and Realization of Investment or Financing that are in line with Sustainability (Rp)

                                                                                                              2024                                                           2023
                                       Uraian
                                       Description                                                          Realisasi                 Realisasi (%)                                  Realisasi
                                                                                    Target                                                                         Target
                                                                                                           Realization               Realization (%)                                Realization

                                       Net Zero Emission (Proyek                  Rp0,0016                  Rp0,0009                       56,25                      -                  -
                                       Green Building)                         triliun | trillion        triliun | trillion
   72
Page 73
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek   Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio   Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




Pada tahun 2024, Perseroan masih merealisasikan investasi                                  In 2024, the Company continued to make investments that
yang mendukung agenda Net Zero Emissions (NZE). Namun,                                     support the Net Zero Emissions (NZE) agenda. However, in
pada tahun 2025 tidak terdapat realisasi investasi baru                                    2025, there were no new investments specifically classified
yang secara spesifik diklasifikasikan sebagai investasi NZE.                               as NZE investments. Nevertheless, the Company continues
Meskipun demikian, Perseroan tetap melaksanakan investasi                                  to make investments in areas that support operational
pada area yang mendukung keberlangsungan operasional                                       sustainability and strengthen the business foundation,
dan penguatan fondasi bisnis, antara lain investasi di bidang                              including investments in SAP-related information technology
teknologi informasi terkait SAP serta pembelian tanah yang                                 and the purchase of land related to access needs.
berkaitan dengan kebutuhan akses.

Green Building Certified                                                                   Green Building Certified

Upaya WEGE dalam menerapkan green construction sebagai                                     WEGE’s efforts in implementing green construction as a
dasar pembangunan berkelanjutan terus menunjukkan hasil                                    foundation for sustainable development continue to show
yang signifikan. Pendekatan ini mencakup perencanaan                                       significant results. This approach includes careful planning,
yang matang, pemilihan material yang ramah lingkungan,                                     selection of environmentally friendly materials, utilization
pemanfaatan teknologi hemat energi, hingga sistem                                          of energy-efficient technology, and an optimal waste
pengelolaan limbah yang optimal. Melalui langkah tersebut,                                 management system. Through these measures, the Company
Perusahaan menghadirkan bangunan yang tidak hanya                                          delivers buildings that are not only functional and modern,
fungsional dan modern, tetapi juga memiliki hubungan yang                                  but also in harmony with the environment.
harmonis dengan lingkungan.

Prinsip bangunan hijau telah menjadi bagian penting dalam                                  The principle of green buildings has become an important
berbagai proyek WEGE yang kini memperoleh sertifikasi green                                part of various WEGE projects that have now obtained
building, termasuk Greenship dan Bangunan Gedung Hijau                                     green building certification, including Greenship and Green
(BGH). Sertifikasi BGH merupakan pengakuan resmi bahwa                                     Building (BGH). BGH certification is an official recognition
sebuah bangunan telah memenuhi standar keberlanjutan yang                                  that a building has met the sustainability standards set by
ditetapkan oleh regulasi, sebagaimana diatur dalam Permen                                  regulations, as stipulated in Permen PU No. 21 of 2021 and the
PU No. 21 Tahun 2021 serta sistem evaluasi Greenship dari                                  Greenship evaluation system from the Green Building Council
Green Building Council Indonesia. WEGE secara berkelanjutan                                Indonesia. WEGE consistently integrates sustainability
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi                                   principles into its business strategy through the development
bisnisnya melalui pengembangan portofolio produk dan                                       of a portfolio of sustainable products and services as a
layanan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen jangka panjang                               manifestation of its long-term commitment to sustainable
terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam implementasi                                     development. In its operational implementation, WEGE
operasionalnya, WEGE terus meningkatkan jumlah portofolio                                  continues to expand its portfolio of projects categorized as
proyek yang dikategorikan sebagai bangunan hijau. Upaya ini                                green buildings. These efforts are carried out by ensuring
dilakukan dengan memastikan pemenuhan persyaratan dari                                     compliance with project owners’ requirements while adhering
pemilik proyek sekaligus mematuhi ketentuan dan standar                                    to applicable regulations and certification standards. Green
sertifikasi yang berlaku. Bangunan hijau yang dikembangkan                                 buildings developed by WEGE have received certifications
oleh WEGE memperoleh sertifikasi dari berbagai skema yang                                  from various nationally and internationally recognized
diakui secara nasional maupun internasional, di antaranya                                  schemes, including Greenship from the Green Building
Greenship dari Green Building Council Indonesia serta sertifikasi                          Council Indonesia and the Green Building Certification from
Bangunan Gedung Hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan                                  the Ministry of Public Works and People’s Housing.
Perumahan Rakyat. [F.3]
                                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Pendapatan terkait Proyek Berkelanjutan                                                    Revenue from Sustainable Projects
                                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




Perusahaan di sektor konstruksi, termasuk WEGE,                                            Companies in the construction sector, including WEGE,
menghadapi berbagai tantangan yang dipicu oleh perubahan                                   face various challenges triggered by climate change, such
iklim, seperti anomali cuaca, curah hujan tinggi yang                                      as weather anomalies, heavy rainfall that could lead to
berpotensi menimbulkan banjir, serta bencana alam lainnya                                  flooding, and other natural disasters that can hinder project
yang dapat menghambat pelaksanaan dan penyelesaian                                         implementation and completion, thereby potentially causing
proyek, sehingga berpotensi menimbulkan dampak finansial                                   financial impacts on the company.
bagi perusahaan.
                                                                                                                                                                            73
Page 74
                                                  Sekilas WEGE                             Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                  WEGE at a Glance                         Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Informasi Dasar WEGE     Visi, Misi, dan Nilai-Nilai           Tentang WEGE    Struktur Grup Perusahaan        Skala Perusahaan
                                        WEGE Basic Information   Vision, Mission, and Core Values      About WEGE      Corporate Group Structure       Company Scale



                                       Untuk merespons risiko tersebut sekaligus menekan dampak                                To address these risks while minimizing the environmental
                                       lingkungan dari aktivitas operasional, WEGE mengembangkan                               impact of operational activities, WEGE is developing
                                       inovasi konstruksi melalui penerapan produk modular.                                    construction innovations through the implementation of
                                       Pendekatan modular turut mendukung pengurangan                                          modular products. The modular approach supports the
                                       konsumsi energi, emisi gas rumah kaca, pemborosan                                       reduction of energy consumption, greenhouse gas emissions,
                                       material, limbah konstruksi, serta polusi suara dan udara                               material waste, construction waste, as well as noise and air
                                       selama proses pembangunan sekaligus mengadopsi prinsip                                  pollution during the construction process, while adopting the
                                       transisi ke dalam ekonomi sirkular.                                                     principles of transitioning toward a circular economy.

                                       Dalam implementasinya, WEGE juga menghadirkan berbagai                                  In its implementation, WEGE also presents various modular
                                       inovasi modular, seperti WEGE Flatpack (WGF), Modular Lite                              innovations, such as WEGE Flatpack (WGF), Modular Lite
                                       (MOLI), dan Toilet Pod, yang dirancang untuk meningkatkan                               (MOLI), and Toilet Pod, which are designed to improve
                                       efisiensi konstruksi sekaligus memperkuat komitmen                                      construction efficiency whilst boosting the Company’s
                                       perusahaan dalam menerapkan praktik pembangunan yang                                    commitment in implementing a more sustainable
                                       lebih berkelanjutan sebagai adaptasi perubahan iklim dan                                construction practices as n adaptation to climate change and
                                       transisi ekonomi sirkular serta adaptasi terhadap perubahan                             transition to circular economy.
                                       iklim.


                                        Revenue Modular (Rp Miliar | Rp Billion)

                                        Uraian                                                 2025                   2024                      2023                      2022               2021

                                        Produk Berkelanjutan                                    3,05                  237,35                    131,08                    233,99             38,96
                                        Sustainable Product
                                        • WEGE Flatpack (WGF)
                                        • Modular Lite (MOLI)
                                        • Toilet Pod



                                        Sertifikasi Gedung Hijau
                                        Green Building Certification

                                        Proyek
                                                                                                                                 2025                    2024                 2023            2022
                                        Project

                                        Jakarta International Stadium (JO)                                                                  -                      -                     -       158.929
                                        Jakarta International Stadium (JO)

                                        Paket 3 Pembangunan AGLC,ASLC & IFFLC (UGM) – JO                                                    -                      -                     -                -
                                        Package 3, Construction of AGLC, ASLC, and IFFLC (UGM) - JO

                                       Pembangunan SGLC & ERIC - UGM (JO)                                                                   -                      -                     -           42.313
                                       Construction of SGLC and ERIC - UGM (JO)

                                       Gedung Pusat Inovasi & Pengembangan SDM Industri 4.0                                                 -                      -                     -                -
                                       Industry 4.0 Innovation and Human Resources Development Center

                                       Pembangunan Gedung Pendidikan dan Laboratorium MKGI (Center of                                       -                      -                     -           7.486
                                       Excellence) – BMKG
                                       Construction of the MKGI Education and Laboratory Building (Center
                                       of Excellence) - BMKG

                                       Gedung Kemenko 1 – IKN                                                                        33.544                475.234                 284.791                -
                                       Kemenko Building 1 - IKN

                                       Rumah Susun Paspampres (Hunian ASN IKN)                                                      180.547               1.189.309                412.447                -
                                       Paspampres Apartment Complex (IKN Civil Servant Housing)

                                       Pembangunan Bangunan Gedung Wing 1 dan Kawasan Kantor                                        307.836                283.049                       -                -
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Kementerian PUPR
                                       Construction of Wing 1 Building and Ministry of PUPR Office Complex

                                       Bangunan Gedung dan Kawasan Basilika & Gereja (JO)                                           200.149                        -                     -                -
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Basilica & Church Building and Complex (JO)

                                       Rancang Bangun Pembangunan Tower Undip Tembalang                                               76.811                       -                     -                -
                                       Design and Construction of Undip Tembalang Tower

                                       Pendapatan total (Rp Juta)                                                                   798.887               1.947.592                697.238      208.728
                                       Total Revenue (Rp Million)



  74
Page 75
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                  Strengthening Sustainability Governance
 Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha            Keanggotaan dan Asosiasi      Portofolio Proyek    Kinerja Ekonomi        Rantai Pasokan   Penerapan Keberlanjutan
 Products, Services, and Business Activities   Memberships in Associations   Project Portfolio    Economic Performance   Supply Chain     Sustainability Implementation




Sertifikat Greenship Bangunan Baru (New Building-NB)
New Building Greenship Certificate (New Building-NB)




    Pembangunan Rumah Susun                                                                      Pembangunan Wing 1
    Paspampres IKN                                                                               Kementerian PUPR IKN
    Construction of Paspampres Apartment                                                         Construction of Wing 1 of the Ministry of
    Building in IKN                                                                              Public Works and Public Housing in IKN
    Kategori | Category:                                                                         Kategori | Category:
    Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR                                                            Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR




                                                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




    Bangunan Gedung dan                                                                          Pembangunan Tower UNDIP
    Kawasan Basilika & Gereja                                                                    Tembalang
                                                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




    Basilica & Church Buildings and                                                              Construction of the UNDIP Tembalang
    Areas                                                                                        Tower
    Kategori | Category:                                                                         Kategori | Category:
    Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR                                                            Utama BGH PUPR | Primary BGH PUPR



                                                                                                                                                                             75
Page 76
                                                Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                       Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




   76
Page 77
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar          Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities   Strengthening Sustainability Governance



                       Pengelolaan Lingkungan
                     dan Efisiensi Sumber Daya
                                        Environmental Management and Resource Efficiency




                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                      2025 Sustainability Report




                                                                                                              77
Page 78
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Manajemen Lingkungan
                                       Environmental Management




                                       Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi,                            As a company engaged in the construction sector, WEGE
                                       WEGE memahami pentingnya pengelolaan lingkungan                                   understands the importance of responsible environmental
                                       yang bertanggung jawab untuk mencegah kerusakan                                   management to prevent damage to land, air, and water
                                       pada ekosistem darat, udara, dan air. Aktivitas manusia                           ecosystems. Human activities, including illegal logging,
                                       termasuk penebangan liar, alih fungsi lahan yang tidak sesuai                     inappropriate land use, and unmanaged waste disposal,
                                       peruntukan, serta pembuangan limbah yang tidak terkelola                          are often the main causes of environmental degradation.
                                       seringkali menjadi penyebab utama penurunan kualitas                              Business activities that ignore environmental aspects can
                                       lingkungan. Aktivitas usaha yang tidak memperhatikan aspek                        also exacerbate these conditions.
                                       lingkungan juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

                                       Dengan karakteristik bisnis yang berpotensi menimbulkan                           Given the nature of its business, which has the potential to
                                       dampak terhadap lingkungan, WEGE berkomitmen mengelola                            impact the environment, WEGE is committed to carefully
                                       risiko lingkungan setiap proyek secara hati-hati. Perusahaan                      managing the environmental risks of each project. The
                                       menerapkan sistem manajemen lingkungan yang mengikuti                             Company implements an environmental management
                                       ketentuan nasional, khususnya Undang-Undang Republik                              system that complies with national regulations, particularly
                                       Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan                              Law of the Republic of Indonesia No. 32 of 2009 concerning
                                       Pengelolaan Lingkungan Hidup beserta aturan turunannya.                           Environmental Protection and Management and its derivative
                                       UU ini menjadi dasar perlindungan keberlanjutan makhluk                           regulations. This law lays the foundation for the protection
                                       hidup, menjaga fungsi ekologis, serta menangani isu-isu                           of sustainable life, maintaining ecological functions, and
                                       global yang semakin mendesak.                                                     addressing increasingly urgent global issues.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Sebagai wujud komitmen, WEGE tidak hanya fokus pada                               As a form of commitment, WEGE not only focuses on
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       upaya pencegahan, tetapi juga berperan dalam pemulihan                            prevention efforts, but also plays a role in environmental
                                       lingkungan di area yang telah terdampak. Berbagai inisiatif                       restoration in affected areas. Various initiatives are
                                       dijalankan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Republik                            carried out in accordance with the mandate of Government
                                       Indonesia No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan                               Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of 2021
                                       Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang                               concerning the Implementation of Environmental Protection
                                       menekankan pentingnya perlindungan dan pemulihan                                  and Management, which emphasizes the importance of
                                       ekosistem secara berkelanjutan.                                                   sustainable ecosystem protection and restoration.
   78
Page 79
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




Komitmen WEGE terhadap Pelestarian Lingkungan                      WEGE’s Commitment to Environmental Preservation

WEGE memastikan seluruh proyek mengikuti regulasi                  WEGE ensures that all projects comply with environmental
lingkungan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan                   regulations applicable in Indonesia. The Company views
memandang aspek lingkungan sebagai bagian penting dari             environmental aspects as an important part of successful
keberhasilan sebuah pembangunan, sehingga upaya untuk              development, and therefore takes serious measures to
menekan potensi dampak negatif dilakukan dengan serius.            minimize potential negative impacts. This compliance is not
Kepatuhan ini bukan hanya sebagai pemenuhan aturan,                only a fulfillment of regulations, but also a form of corporate
melainkan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.                 social responsibility.

Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai kinerja                   Periodic evaluations are conducted to assess sustainability
keberlanjutan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber            performance, improve resource efficiency, and ensure
daya, dan memastikan kualitas produk konstruksi tetap              that construction product quality remains in line with
sesuai standar lingkungan. Dengan meningkatnya kebutuhan           environmental standards. With the increasing demand for
pembangunan serta kesadaran publik akan pentingnya                 development and public awareness of the importance of
pembangunan berkelanjutan, WEGE berupaya menjaga                   sustainable development, WEGE strives to maintain a balance
keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.         between economic, social, and environmental aspects.

Sebagai aksi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan,         As a concrete action in supporting environmental
WEGE melakukan penanaman sebanyak 810 pohon di berbagai            conservation, WEGE planted 810 trees in various locations
lokasi sepanjang tahun 2025. Selain itu, Perseroan juga turut      throughout 2025. In addition, the Company also participated
berpartisipasi dalam program penanaman mangrove bersama            in a mangrove planting program with WIKA Group, planting
WIKA Group, yaitu penanaman 1.000 mangrove di Ketapang             1,000 mangroves in Ketapang Urban Aquaculture, Banten, and
Urban Aquaculture, Banten, serta 2.500 mangrove di Pantai          2,500 mangroves in Mangunharjo Beach, Semarang, as part
Mangunharjo, Semarang, sebagai bagian dari upaya kolektif          of the Group’s collective efforts to strengthen its contribution
oleh WIKA Group dalam memperkuat kontribusi terhadap               to coastal ecosystem protection. This initiative is part of
perlindungan ekosistem pesisir. Kegiatan ini merupakan             the Company’s contribution to the Environmental Pillar of
bagian dari kontribusi perusahaan terhadap Pilar Lingkungan        the State-Owned Enterprises’ Social and Environmental
dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan                 Responsibility (TJSL) program. The mangrove planting
(TJSL) BUMN. Penanaman mangrove ini juga mendukung                 also supports the Sustainable Development Goals (SDGs),
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama                  particularly in reducing greenhouse gas emissions and
dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan perlindungan            protecting coastal ecosystems that are important for the
ekosistem pesisir yang penting bagi keseimbangan alam.             balance of nature.

Climate Disclosure                                                 Climate Disclosure

Sebagai perusahaan konstruksi, WEGE menghadapi risiko              As a construction company, WEGE is facing increasingly
yang semakin nyata akibat perubahan iklim. Cuaca ekstrem,          tangible risks due to climate change. Extreme weather,
hujan berkepanjangan, dan potensi banjir dapat menghambat          prolonged rainfall, and potential flooding can hamper project
jadwal pengerjaan proyek dan menimbulkan kerugian                  schedules and cause financial losses.
finansial.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan                      To overcome these challenges, the Company has developed
mengembangkan berbagai inovasi, termasuk produk modular            various innovations, including modular products that
                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




yang dapat mempercepat proses konstruksi, mengurangi               can accelerate the construction process, reduce energy
penggunaan energi, serta menekan emisi gas rumah kaca.             consumption, and reduce greenhouse gas emissions. The
Penerapan prinsip green construction dan desain green              application of green construction and green building design
                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




building juga memperkuat daya saing perusahaan dalam               principles also strengthens the Company’s competitiveness
industri yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.             in an increasingly sustainability-oriented industry.

Meskipun WEGE belum memiliki kebijakan khusus                      Although WEGE has no specific policy on climate change, its
mengenai perubahan iklim, komitmen terhadap konstruksi             commitment to sustainable construction is reflected in its
berkelanjutan telah tercermin dalam kebijakan operasional          existing operational policies. The Company strives to create

                                                                                                                                          79
Page 80
                                                  Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                  WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan         Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management     Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       yang ada. Perusahaan berupaya menciptakan nilai jangka                             long-term value by considering the economic, social, and
                                       panjang dengan memperhatikan dampak ekonomi, sosial,                               environmental impacts of its activities.
                                       dan lingkungan dalam setiap aktivitasnya.

                                       Adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi langkah penting                          Adapting to climate change is a crucial element of business
                                       bagi keberlanjutan bisnis. Hal ini mendorong perusahaan                            sustainability, which drives companies towards a low-carbon
                                       menuju ekonomi rendah karbon melalui efisiensi energi                              economy through energy efficiency and emissions reduction.
                                       dan pengurangan emisi. Dalam prosesnya, WEGE merujuk                               In this process, WEGE refers to the recommendations of
                                       pada rekomendasi Task Force on Climate-related Financial                           the Task Force on Climate-related Financial Disclosures
                                       Disclosures (TCFD) sebagai pedoman untuk menilai risiko dan                        (TCFD) as a guideline to assess long-term climate risks and
                                       peluang iklim jangka panjang.                                                      opportunities.

                                       Tata Kelola                                                                        Governance

                                       Risiko dan peluang terkait perubahan iklim diawasi oleh                            Risks and opportunities related to climate change are
                                       Transformation and Business Portfolio Development                                  monitored by the Transformation and Business Portfolio
                                       Department. Unit ini mengumpulkan dan mengkonsolidasikan                           Development Department. This unit collects and consolidates
                                       data dari seluruh operasional melalui pelaporan rutin,                             data from all operations through regular reporting, including
                                       termasuk informasi emisi, efisiensi energi, penggunaan                             information on emissions, energy efficiency, resource use,
                                       sumber daya, dan langkah mitigasi.                                                 and mitigation measures.

                                       Data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi tren, risiko,                      The data is analyzed to identify trends, risks, and opportunities
                                       dan peluang perbaikan, lalu dirangkum dalam laporan                                for improvement, then summarized in a comprehensive
                                       komprehensif yang berisi rekomendasi dan rencana tindak                            report containing recommendations and follow-up plans.
                                       lanjut. Melalui peran koordinatif ini, unit tersebut memastikan                    Through this coordinative role, the unit ensures that each
                                       setiap departemen bergerak selaras dalam penerapan                                 department moves in sync in implementing effective climate
                                       strategi iklim yang efektif.                                                       strategies.

                                       Strategi                                                                           Strategy

                                       WEGE mempertimbangkan risiko dan peluang perubahan                                 WEGE considers climate change risks and opportunities in
                                       iklim dalam proses perencanaan bisnis, penyusunan strategi,                        its business planning, strategy formulation, and financial
                                       serta perencanaan keuangan. Pendekatan ini diambil untuk                           planning processes. This approach is taken to ensure that
                                       memastikan bahwa setiap kebijakan dapat mendukung                                  each policy supports long-term sustainability while mitigating
                                       keberlanjutan jangka panjang sekaligus memitigasi dampak                           potential impacts.
                                       yang mungkin timbul.

                                       Manajemen Risiko                                                                   Risk Management

                                       Manajemen risiko perubahan iklim dilakukan secara bertahap                         Climate change risk management is carried out in stages
                                       melalui proses identifikasi, penilaian, prioritisasi, dan                          through a process of identification, assessment, prioritization,
                                       pemantauan. Risiko fisik yang dihadapi meliputi kenaikan                           and monitoring. Physical risks include rising temperatures,
                                       suhu, cuaca ekstrem, dan peningkatan permukaan air laut,                           extreme weather, and sea level rise, which have the potential
                                       yang berpotensi mengganggu kegiatan operasional dan                                to disrupt operations and business continuity.
                                       kesinambungan perusahaan.

                                       Setelah diidentifikasi, setiap risiko dianalisis berdasarkan                       Once identified, each risk is analyzed based on its severity
                                       tingkat keparahan serta kemungkinan terjadinya. Mitigasi dan                       and likelihood of occurrence. Mitigation and adaptation
                                       adaptasi dilakukan melalui berbagai rencana pencegahan,                            are carried out through various prevention, protection, and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       perlindungan, dan prosedur darurat. Perusahaan memonitor                           emergency procedures. The Company routinely monitors risk
                                       indikator risiko secara rutin untuk memastikan efektivitas                         indicators to ensure the effectiveness of its strategies and
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       strategi dan kesiapan dalam menghadapi dampak perubahan                            readiness to address the impacts of climate change.
                                       iklim.

                                       Saat ini, sistem manajemen risiko perubahan iklim masih                            Currently, the climate change risk management system is
                                       dalam tahap pengembangan di bawah Transformation and                               still under development by the Transformation and Business
                                       Business Portfolio Development Department dan belum                                Portfolio Development Department and has not been fully

  80
Page 81
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




sepenuhnya terintegrasi dengan sistem manajemen risiko               integrated with the Company’s risk management system.
perusahaan. Integrasi penuh ditargetkan terlaksana pada              Full integration is expected to be realized in 2026 along with
2026 bersamaan dengan pembaruan kebijakan oleh WIKA                  policy updates by WIKA Holding. This integration is expected
Holding. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat                   to strengthen coordination, clarify roles, and improve the
koordinasi, memperjelas peran, dan meningkatkan efektivitas          effectiveness of climate risk mitigation in the future.
mitigasi risiko iklim ke depan.

Identifikasi Risiko dan Peluang Perubahan Iklim [GRI                 Identification of Climate Change Risks and
201-2]                                                               Opportunities

Risiko Fisik                                                         Physical Risks

Dalam mendukung rencana strategis Perseroan yang                     In supporting the Company’s strategic plan, which focuses on
berfokus pada penguatan portofolio proyek bernilai tambah,           strengthening its value-added project portfolio, operational
efisiensi operasional, serta transformasi menuju konstruksi          efficiency, and transformation towards sustainable
berkelanjutan, WEGE secara proaktif mengidentifikasi dan             construction, WEGE proactively identifies and manages ESG
mengelola risiko ESG sebagai bagian integral dari Enterprise         risks as an integral part of Enterprise Risk Management.
Risk Management. Identifikasi risiko dilakukan melalui kajian        Risk identification is carried out through structured cross-
terstruktur lintas fungsi yang terintegrasi dengan proses            functional reviews that are integrated with the RKAP process,
RKAP, pengelolaan portofolio proyek, serta penguatan                 project portfolio management, and strengthening of the Risk
Risk Maturity Index (RMI), sehingga pengelolaan risiko               Maturity Index (RMI), so that sustainability risk management
keberlanjutan tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan        does not stand alone, but is aligned with the Company’s
arah bisnis dan strategi pertumbuhan Perseroan.                      business direction and growth strategy.

Pada     aspek     lingkungan      (Environmental),     WEGE         In terms of the environment, WEGE identifies the physical
mengidentifikasi risiko fisik perubahan iklim yang                   risks of climate change that could potentially affect project
berpotensi memengaruhi kinerja proyek, khususnya pada                performance, particularly in high-rise building projects,
proyek gedung bertingkat, infrastruktur modular, dan                 modular infrastructure, and projects in areas exposed
proyek di wilayah dengan eksposur risiko bencana. Risiko             to disaster risks. Natural disasters and extreme weather
bencana alam dan cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan                risks have the potential to cause project delays, increased
keterlambatan penyelesaian proyek, peningkatan biaya                 overhead costs, and potential contractual claims and
overhead, serta potensi klaim dan penalti kontraktual. Sejalan       penalties. In line with WEGE’s plan to improve project planning
dengan rencana WEGE dalam meningkatkan keandalan                     reliability, mitigation is carried out through strengthening
perencanaan proyek, mitigasi dilakukan melalui penguatan             risk assessment at the tender stage, implementing adaptive
risk assessment pada tahap tender, penerapan adaptive                scheduling, strengthening drainage and flood protection
scheduling, penguatan desain drainase dan proteksi banjir,           designs, and optimizing project insurance protection (CAR
serta optimalisasi perlindungan asuransi proyek (CAR dan             and disaster risk insurance).
asuransi risiko bencana).

Risiko kenaikan suhu dan gelombang panas juga menjadi                The risks of rising temperatures and heat waves are also a
perhatian, terutama pada proyek konstruksi terbuka                   concern, especially in open construction projects, which can
yang dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja dan                 reduce labor productivity and increase operating costs. In
meningkatkan biaya operasional. Dalam rencana peningkatan            its plan to improve operational efficiency, WEGE is adjusting
efisiensi operasional, WEGE melakukan penyesuaian                    working hours, improving climate-based occupational
jam kerja, peningkatan standar K3 berbasis iklim, serta              health and safety standards, and using materials that are
penggunaan material yang lebih tahan terhadap paparan                more resistant to extreme temperatures. Meanwhile, the
suhu ekstrem. Sementara itu, risiko ketidakpastian                   risks of water availability uncertainty and sea level rise are
ketersediaan air dan kenaikan permukaan air laut diantisipasi        anticipated through the application of more resilient designs,
                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




melalui penerapan desain yang lebih resilien, optimalisasi           optimization of construction water use, and collaboration
penggunaan air konstruksi, serta kolaborasi dengan                   with local stakeholders in strengthening supporting
pemangku kepentingan lokal dalam penguatan infrastruktur             infrastructure.
                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




pendukung.

Pada aspek transisi (Transition Risks), perubahan regulasi           In terms of transition risks, changes in regulations related
terkait pajak karbon, standar bangunan hijau, dan kebijakan          to carbon taxes, green building standards, and low-emission
rendah emisi menjadi risiko strategis yang secara langsung           policies pose strategic risks that directly affect the Company’s
                                                                     cost structure and competitiveness. In line with WEGE’s

                                                                                                                                              81
Page 82
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       memengaruhi struktur biaya dan daya saing Perseroan.                              plan to expand its green building and modular low carbon
                                       Sejalan dengan rencana WEGE untuk memperluas portofolio                           construction portfolio, the Company integrates green design
                                       green building dan modular low carbon construction,                               principles from the planning stage, encourages green building
                                       Perseroan melakukan integrasi prinsip green design sejak                          certification, and develops internal technical capabilities
                                       tahap perencanaan, mendorong sertifikasi bangunan hijau,                          in low carbon construction. This approach aims not only
                                       serta mengembangkan kapabilitas teknis internal dalam                             to mitigate compliance risks but also to capture market
                                       konstruksi rendah karbon. Pendekatan ini tidak hanya                              opportunities that increasingly prioritize sustainability.
                                       bertujuan untuk mitigasi risiko kepatuhan, tetapi juga untuk
                                       menangkap peluang pasar yang semakin mengutamakan
                                       aspek keberlanjutan.

                                       WEGE juga mengidentifikasi risiko reputasi ESG yang                               WEGE has also identified ESG reputation risks that could
                                       berpotensi memengaruhi akses pendanaan dan kepercayaan                            potentially affect access to funding and investor confidence.
                                       investor. Dalam mendukung rencana penguatan struktur                              In support of its plans to strengthen its capital structure
                                       permodalan dan tata kelola perusahaan, Perseroan                                  and corporate governance, the Company is increasing
                                       meningkatkan transparansi pelaporan ESG, memperkuat                               the transparency of its ESG reporting, strengthening the
                                       pengungkapan kinerja keberlanjutan secara terukur, serta                          disclosure of measurable sustainability performance, and
                                       memastikan integrasi ESG dalam pengambilan keputusan                              ensuring the integration of ESG in strategic decision-making.
                                       strategis. Penguatan tata kelola ini selaras dengan komitmen                      This strengthening of governance is in line with the Company’s
                                       Perseroan terhadap praktik Good Corporate Governance dan                          commitment to Good Corporate Governance practices and
                                       keberlanjutan jangka panjang.                                                     long-term sustainability.

                                       Dari perspektif peluang (Opportunities), pada skenario                            From an opportunities perspective, in the 1.5°C transition
                                       transisi 1,5°C hingga tahun 2030, WEGE melihat potensi                            scenario by 2030, WEGE sees growth potential in the low-
                                       pertumbuhan pada segmen konstruksi rendah karbon, Zero                            carbon construction segment, Zero Emission Buildings (ZEB),
                                       Emission Building (ZEB), serta pembangunan infrastruktur                          and the development of renewable energy infrastructure
                                       energi terbarukan dan fasilitas publik berstandar hijau. Hal ini                  and green-standard public facilities. This is in line with the
                                       sejalan dengan arah bisnis Perseroan dalam meningkatkan                           Company’s business direction of increasing its contribution
                                       kontribusi pada proyek-proyek bernilai tambah dan                                 to value-added and sustainable projects. In the 4°C scenario,
                                       berkelanjutan. Pada skenario 4°C, meskipun risiko fisik                           despite a significant increase in physical risks, the Company
                                       meningkat secara signifikan, Perseroan melihat peluang                            sees opportunities in the development of disaster mitigation
                                       dalam pembangunan infrastruktur mitigasi bencana dan                              and national resilience infrastructure, which is part of
                                       ketahanan nasional, yang menjadi bagian dari kebutuhan                            Indonesia’s long-term development needs.
                                       pembangunan jangka panjang Indonesia.

                                       Secara keseluruhan, pengelolaan risiko dan peluang ESG                            Overall, ESG risk and opportunity management at WEGE is
                                       di WEGE dilaksanakan melalui integrasi dalam kerangka                             implemented through integration into the company’s risk
                                       manajemen risiko perusahaan, penguatan budaya sadar                               management framework, strengthening a risk-aware culture,
                                       risiko, serta peningkatan kapabilitas organisasi. Pendekatan                      and enhancing organizational capabilities. This approach
                                       ini memastikan bahwa strategi pertumbuhan Perseroan                               ensures that the Company’s growth strategy remains resilient
                                       tetap resilien terhadap dinamika perubahan iklim, tekanan                         to climate change dynamics, regulatory pressures, and
                                       regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan, sekaligus                          stakeholder expectations, while creating sustainable value
                                       menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh stakeholders.                        for all stakeholders.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




  82
Page 83
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                  Strengthening Sustainability Governance




Identifikasi Peluang Perubahan Iklim                                      Identifying Climate Change Opportunities

                                                                                          Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun           Jangka
               Risiko & Peluang         Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun 2030 –
Kategori                                                                                  2030 – Skenario 4°C                         Waktu
               Risks and Opportu-       Skenario 1,5°C
Category                                                                                  Impact on FY2030 Profits & Losses –          Time
               nities                   Impact on FY2030 Profits & Losses – 1.5°C
                                                                                          4°C                                         Horizon
Risiko         Risiko: Peningkatan      Peningkatan biaya proyek akibat pajak             Pada skenario 4°C, peningkatan              Jangka
Transisi –     biaya akibat             karbon dan kenaikan harga material intensif       frekuensi dan intensitas bencana            Pendek
Kebijakan      penerapan pajak          emisi berpotensi menekan margin laba              serta cuaca ekstrem berpotensi               Short
Transition     karbon atas emisi CO2    dalam jangka pendek. Namun, pertumbuhan           meningkatkan biaya operasional,              Term
Risks –        pada produksi semen,     permintaan konstruksi rendah karbon dan           perbaikan aset, dan keterlambatan
Policy         baja, dan aktivitas      bangunan hijau hingga 2030 diproyeksikan          proyek sehingga menekan margin laba.
               konstruksi.              dapat mengimbangi dampak tersebut melalui         Dampak finansial diproyeksikan lebih
               Risk: Increase in        peningkatan pendapatan dan nilai tambah           signifikan dibandingkan skenario 1,5°C
               costs due to carbon      proyek.                                           akibat gangguan operasional yang lebih
               tax on CO2 emissions                                                       besar dan kebutuhan belanja modal
               from cement, steel,      Peningkatan permintaan konstruksi rendah          untuk peningkatan ketahanan aset.
               and construction         karbon dan bangunan hijau berpotensi
               activities.              mendorong pertumbuhan pendapatan                  Permintaan terhadap infrastruktur
                                        dan peningkatan margin proyek. Proyek             ketahanan iklim dan mitigasi bencana
               Peluang: Konstruksi      berstandar keberlanjutan diproyeksikan            berpotensi meningkat, membuka
               rendah karbon            memberikan nilai tambah dan daya saing yang       peluang tambahan pendapatan.
               menjadi lebih            lebih tinggi hingga 2030.                         Namun, peluang tersebut dapat disertai
               kompetitif dan                                                             kenaikan biaya operasional akibat risiko
               diminati pasar.          Increased project costs due to carbon taxes       fisik yang lebih tinggi.
               Opportunity: Low-        and rising prices of emission-intensive
               carbon construction      materials could potentially squeeze profit        In the 4°C scenario, increased frequency
               becomes more             margins in the short term. However, growth        and intensity of disasters and extreme
               competitive.             in demand for low-carbon construction and         weather events could potentially
                                        green buildings through 2030 is projected to      increase operating costs, asset repairs,
                                        offset this impact through increased project      and project delays, thereby reducing
                                        revenue and added value.                          profit margins. The financial impact is
                                                                                          projected to be more significant than
                                        Increased demand for low-carbon                   in the 1.5°C scenario due to greater
                                        construction and green buildings has the          operational disruptions and capital
                                        potential to drive revenue growth and improve     expenditure requirements to improve
                                        project margins. Sustainability-standard          asset resilience.
                                        projects are projected to provide higher
                                        added value and competitiveness through           Demand for climate resilience
                                        2030.                                             infrastructure and disaster mitigation is
                                                                                          likely to increase, opening up additional
                                                                                          revenue opportunities. However, these
                                                                                          opportunities may be accompanied by
                                                                                          higher operating costs due to increased
                                                                                          physical risks.

 Risiko        Risiko: Kontraksi        Kontraksi pasar akibat kenaikan biaya             Penurunan aktivitas pasar diproyeksikan     Jangka
 Transisi –    pasar konstruksi         konstruksi dan penurunan konsumsi swasta          lebih signifikan akibat tekanan ekonomi     Pendek
 Pasar         akibat kenaikan          berpotensi menekan volume proyek dan              dan gangguan fisik yang lebih besar,         Short
 Transition    biaya dan penurunan      pendapatan. Margin laba dapat terdampak           sehingga berpotensi menurunkan               Term
 Risks –       konsumsi swasta.         apabila Perseroan tidak melakukan                 pendapatan dan meningkatkan risiko
 Markets       Risk: Construction       penyesuaian strategi harga dan efisiensi          underutilization sumber daya.
               market contraction       biaya.
               due to higher costs                                                        Pembatasan emisi yang lebih ketat
               and reduced private      Pembatasan bisnis berbasis emisi dan              serta kenaikan harga kredit karbon
               consumption.             kewajiban pembelian kredit karbon berpotensi      berpotensi meningkatkan beban biaya
                                        meningkatkan biaya operasional dan menekan        secara signifikan dan membatasi ruang
               Risiko: Pembatasan       margin laba. Dampak dapat terkelola melalui       ekspansi bisnis berbasis emisi tinggi.
               bisnis berbasis emisi,   efisiensi emisi dan transisi ke portofolio
               termasuk peningkatan     proyek rendah karbon.
                                                                                                                                                PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




               biaya pembelian                                                            The decline in market activity is
               kredit karbon.           Market contraction due to rising construction     projected to be more significant
               Risk: Restrictions on    costs and declining private consumption has       due to greater economic pressures
               emission-intensive       the potential to reduce project volume and        and physical disruptions, potentially
                                                                                                                                                            2025 Sustainability Report




               business, including      revenue. Profit margins may be affected if the    reducing revenue and increasing the risk
               higher costs for         Company does not adjust its pricing strategy      of underutilization of resources.
               emission credits.        and cost efficiency.                              Stricter emission restrictions and higher
                                                                                          carbon credit prices have the potential
                                        Emissions-based business restrictions and         to significantly increase costs and
                                        carbon credit purchase obligations have the       limit the scope for expansion of high-
                                        potential to increase operating costs and         emission businesses.
                                        squeeze profit margins. These impacts can be
                                        managed through emissions efficiency and a                                                                 83
                                        transition to a low-carbon project portfolio.
Page 84
                                                Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                       Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                                                                                                                       Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun          Jangka
                                                       Risiko & Peluang          Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun 2030 –
                                       Kategori                                                                                        2030 – Skenario 4°C                        Waktu
                                                       Risks and Opportu-        Skenario 1,5°C
                                       Category                                                                                        Impact on FY2030 Profits & Losses –         Time
                                                       nities                    Impact on FY2030 Profits & Losses – 1.5°C
                                                                                                                                       4°C                                        Horizon
                                       Risiko          Peluang: Peningkatan      Peningkatan permintaan fasilitas energi               Permintaan infrastruktur energi dan        Jangka
                                       Transisi –      permintaan                terbarukan dan infrastruktur rendah karbon            ketahanan sistem diproyeksikan             Pendek
                                       Pasar           konstruksi untuk          berpotensi mendorong pertumbuhan                      tetap meningkat, membuka peluang            Short
                                       Transition      fasilitas energi          pendapatan dan memperkuat margin proyek               tambahan pendapatan. Namun, potensi         Term
                                       Risks –         terbarukan dan            berkelanjutan.                                        gangguan fisik dan biaya mitigasi
                                       Markets         infrastruktur rendah      Increased demand for renewable energy                 yang lebih tinggi dapat memengaruhi
                                                       karbon.                   facilities and low-carbon infrastructure has          efektivitas margin.
                                                       Opportunity:              the potential to drive revenue growth and             Demand for energy infrastructure
                                                       Increased demand          strengthen sustainable project margins.               and system resilience is projected
                                                       for construction of                                                             to continue to increase, opening up
                                                       renewable energy                                                                additional revenue opportunities.
                                                       and low-carbon                                                                  However, the potential for physical
                                                       infrastructure.                                                                 disruption and higher mitigation costs
                                                                                                                                       could impact margin effectiveness.


                                       Risiko          Peluang: Ekspansi         Ekspansi pasar Zero Emission Building (ZEB)           Permintaan ZEB tetap tumbuh                Jangka
                                       Transisi –      pasar Bangunan            berpotensi meningkatkan pendapatan dan                sebagai respons terhadap risiko iklim,     Pendek
                                       Pasar           Nol Emisi (Zero           margin melalui proyek bernilai tambah tinggi          namun investasi tambahan untuk              Short
                                       Transition      Emission Building /       dan berstandar hijau.                                 ketahanan desain dan teknologi              Term
                                       Risks –         ZEB), terutama pada       The expansion of the Zero Emission Building           dapat meningkatkan biaya awal
                                       Markets         skenario 1,5°C.           (ZEB) market has the potential to increase            proyek. Dampak bersih terhadap laba
                                                       Opportunity:              revenue and margins through high value-               bergantung pada efektivitas strategi
                                                       Expansion of the          added, green standard projects.                       efisiensi dan inovasi.
                                                       Zero Emission                                                                   Demand for ZEBs continues to grow
                                                       Building (ZEB) market,                                                          in response to climate risks, but
                                                       especially under the                                                            additional investments in design and
                                                       1.5°C scenario.                                                                 technology resilience can increase
                                                                                                                                       initial project costs. The net impact on
                                                                                                                                       profits depends on the effectiveness of
                                                                                                                                       efficiency and innovation strategies.


                                       Risiko Fisik    Risiko: Peningkatan       Peningkatan suhu rata-rata berpotensi                 Penurunan produktivitas dan                Jangka
                                       – Kronis        suhu rata-rata            menurunkan produktivitas tenaga kerja dan             peningkatan biaya konstruksi               Pendek
                                       Physical        menurunkan                meningkatkan biaya operasional proyek.                diproyeksikan lebih signifikan akibat       Short
                                       Risks –         produktivitas             Dampak terhadap margin laba diproyeksikan             suhu ekstrem yang lebih sering              Term
                                       Chronic         tenaga kerja dan          moderat dengan penerapan penyesuaian jam              terjadi, sehingga berpotensi menekan
                                                       meningkatkan biaya        kerja dan standar K3 adaptif.                         margin dan memperpanjang durasi
                                                       konstruksi.               The increase in average temperature has the           penyelesaian proyek.
                                                       Risk: Rising              potential to reduce labor productivity and            The decline in productivity and increase
                                                       temperatures reduce       increase project operating costs. The impact          in construction costs are projected
                                                       labor productivity and    on profit margins is projected to be moderate         to be more significant due to more
                                                       increase construction     with the implementation of adjusted working           frequent extreme temperatures, which
                                                       costs.                    hours and adaptive occupational health and            could potentially reduce margins and
                                                                                 safety standards.                                     extend project completion times.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




  84
Page 85
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                            Strengthening Sustainability Governance




                                                                                                     Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun           Jangka
                   Risiko & Peluang                Dampak terhadap Laba & Rugi Tahun 2030 –
Kategori                                                                                             2030 – Skenario 4°C                         Waktu
                   Risks and Opportu-              Skenario 1,5°C
Category                                                                                             Impact on FY2030 Profits & Losses –          Time
                   nities                          Impact on FY2030 Profits & Losses – 1.5°C
                                                                                                     4°C                                         Horizon
Risiko Fisik       Risiko: Gangguan                Gangguan operasional akibat cuaca ekstrem         Frekuensi dan intensitas bencana yang       Jangka
– Akut             operasional akibat              berpotensi meningkatkan biaya perbaikan,          lebih tinggi berpotensi menyebabkan         Pendek
Physical           bencana alam dan                keterlambatan proyek, dan klaim kontraktual.      gangguan proyek secara signifikan,           Short
Risks –            cuaca ekstrem yang              Dampak terhadap laba diproyeksikan moderat        peningkatan belanja modal untuk              Term
Acute              semakin sering dan              dengan penguatan manajemen risiko dan             ketahanan aset, serta tekanan lebih
                   intens.                         perlindungan asuransi.                            besar terhadap pendapatan dan margin
                   Risk: Operational               Peningkatan kebutuhan infrastruktur               laba.
                   disruptions due                 mitigasi bencana berpotensi mendorong             Kebutuhan pembangunan infrastruktur
                   to more frequent                pertumbuhan pendapatan melalui proyek             ketahanan nasional diproyeksikan
                   and severe natural              ketahanan dan proteksi. Kontribusi terhadap       meningkat signifikan, membuka
                   disasters and extreme           laba diproyeksikan positif seiring peningkatan    peluang ekspansi portofolio proyek.
                   weather.                        belanja pemerintah pada sektor ini.               Dampak terhadap laba berpotensi
                                                                                                     positif, meskipun disertai risiko
                   Peluang:                        Operational disruptions due to extreme            biaya konstruksi dan ketidakpastian
                   Meningkatnya                    weather could potentially increase repair         operasional yang lebih tinggi.
                   kebutuhan                       costs, project delays, and contractual
                   pembangunan                     claims. The impact on profits is projected        Higher frequency and intensity of
                   infrastruktur                   to be moderate with strengthened risk             disasters have the potential to cause
                   mitigasi bencana dan            management and insurance protection.              significant project disruptions,
                   ketahanan nasional.             Increased demand for disaster mitigation          increased capital expenditure for asset
                   Opportunity:                    infrastructure could potentially drive revenue    resilience, and greater pressure on
                   Increased demand                growth through resilience and protection          revenue and profit margins.
                   for disaster                    projects. The contribution to profits is          The need for national resilience
                   prevention and                  projected to be positive in line with increased   infrastructure development is
                   national resilience             government spending in this sector.               projected to increase significantly,
                   infrastructure.                                                                   opening up opportunities for project
                                                                                                     portfolio expansion. The impact on
                                                                                                     profits is potentially positive, although
                                                                                                     accompanied by higher construction
                                                                                                     costs and operational uncertainty.


Risiko Fisik       Risiko: Relokasi                Relokasi proyek dari wilayah berisiko tinggi      Relokasi proyek diproyeksikan lebih         Jangka
– Akut             proyek dan fasilitas            berpotensi meningkatkan biaya perencanaan         sering terjadi akibat peningkatan           Pendek
Physical           dari wilayah berisiko           ulang, pembebasan lahan, dan penyesuaian          risiko bencana, sehingga berpotensi          Short
Risks –            tinggi bencana.                 desain, sehingga dapat menekan margin             meningkatkan biaya investasi,                Term
Acute              Risk: Relocation of             dalam jangka pendek. Dampak diproyeksikan         keterlambatan proyek, dan tekanan
                   projects and facilities         moderat dengan perencanaan risiko sejak           terhadap pendapatan.
                   from high-risk                  tahap awal proyek.                                Permintaan pembangunan di wilayah
                   disaster areas.                 Pergeseran pembangunan ke wilayah                 berisiko rendah diproyeksikan
                                                   yang lebih aman berpotensi membuka                meningkat signifikan, membuka potensi
                   Peluang: Permintaan             peluang proyek baru dan menjaga stabilitas        ekspansi pasar dan pertumbuhan
                   pembangunan di                  pendapatan.                                       pendapatan. Namun, kebutuhan
                   wilayah yang lebih                                                                investasi awal dan penyesuaian rantai
                   aman dari risiko iklim.         Relocating projects from high-risk areas could    pasok dapat memengaruhi margin pada
                   Opportunity: Demand             potentially increase costs for replanning, land   tahap awal.
                   for development in              acquisition, and design adjustments, thereby
                   lower-risk areas.               reducing margins in the short term. The           Project relocation is projected to occur
                                                   impact is projected to be moderate with risk      more frequently due to increased
                                                   planning from the early stages of the project.    disaster risk, potentially increasing
                                                   Shifting development to safer areas could         investment costs, project delays, and
                                                   potentially open up new project opportunities     pressure on revenues.
                                                   and maintain revenue stability.                   Demand for construction in low-
                                                                                                     risk areas is projected to increase
                                                                                                     significantly, opening up potential
                                                                                                     for market expansion and revenue
                                                                                                                                                           PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                     growth. However, initial investment
                                                                                                     requirements and supply chain
                                                                                                     adjustments may affect margins in the
                                                                                                                                                                       2025 Sustainability Report




                                                                                                     early stages.

Seluruh risiko yang telah dipetakan merupakan risiko jangka pendek.
All of the identified risks are short-term risks.




                                                                                                                                                              85
Page 86
                                                   Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                   WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan          Pengelolaan Dampak Lingkungan        Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management      Environmental Impact Management      Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Biaya Lingkungan Hidup [F.4]                                                           Environmental Costs

                                       Untuk memastikan program pelestarian lingkungan berjalan                               To ensure that environmental conservation programs are
                                       efektif, WEGE secara rutin mengalokasikan anggaran khusus.                             effective, WEGE regularly allocates a special budget. This
                                       Dana ini digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas                                  budget is used to support various environmental activities
                                       lingkungan sesuai kebutuhan operasional.                                               according to operational needs.


                                                              2025                                                    2024                                                     2023

                                                      96.557.394                                                 Rp93.591.500                                             Rp 27.412.150




                                       Material Ramah Lingkungan [F.5]                                                        Environmentally Friendly Materials

                                       Dalam upaya mengurangi limbah, WEGE mengimplementasikan                                In an effort to reduce waste, WEGE implements Modular
                                       produk Modular dengan metode Prefabricated Prefinished                                 products using the Prefabricated Prefinished Volumetric
                                       Volumetric Construction (PPVC). Metode ini memberikan nilai                            Construction (PPVC) method. This method provides added
                                       tambah berupa kualitas konstruksi yang lebih presisi, waktu                            value by offering more precise construction quality, faster
                                       penyelesaian yang lebih cepat, serta dampak lingkungan                                 completion times, and lower environmental impact. The use
                                       yang lebih rendah. Penggunaan modular juga meningkatkan                                of modular components also increases the efficiency of time
                                       efisiensi penggunaan waktu dan sumber daya, sekaligus                                  and resource use, while supporting the achievement of the
                                       mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan.                                  Company’s sustainability targets.
                                       [GRI 3-3]


                                       Komponen modular dirakit di luar lokasi proyek, sehingga                               Modular components are assembled off-site, making the
                                       proses pemasangan menjadi lebih cepat dan lebih rapi.                                  installation process faster and neater. This approach reduces
                                       Pendekatan ini mengurangi pemborosan material, menekan                                 material waste, minimizes construction waste, and minimizes
                                       limbah konstruksi, serta meminimalkan polusi suara dan                                 noise and air pollution at the project site. In addition, this
                                       udara di lokasi proyek. Selain itu, metode ini menciptakan                             method creates a safer and cleaner working environment for
                                       lingkungan kerja yang lebih aman dan bersih bagi para pekerja.                         workers.

                                       Material yang digunakan meliputi baja, sandwich panel, GRC                             The materials used include steel, sandwich panels, GRC
                                       (Glassfiber Reinforced Concrete), multipleks, dan rockwool                             (Glassfiber Reinforced Concrete), multiplex, and rockwool as
                                       sebagai isolator suara maupun panas. Volume material                                   sound and heat insulators. The volume of modular materials
                                       modular yang digunakan hingga 31 Desember 2025 tercantum                               used as of December 31, 2025, is listed in the following table:
                                       dalam tabel berikut: [301-1]


                                        Jenis Material               Satuan                                                                                       Keterangan
                                                                                             2025                       2024                    2023
                                        Type of Material              Unit                                                                                        Description

                                        Baja                           Ton                               261                 1.440,90                   257,9 Baja SS400, tebal 5 mm
                                        Steel                                                                                                                 SS400 steel, 5 mm thick

                                        Sandwich Panel                 Ton                              75,4                     591,7                    82,8 EPS sandwich panel tebal 50 mm,
                                                                                                                                                               Kirana Steel 0,45 BMT
                                                                                                                                                               EPS sandwich panel, 50 mm
                                                                                                                                                               thick, Kirana Steel 0.45 BMT

                                        Glassfiber                     Ton                                62                     512,3                    90,7    GRC Superpanel tebal 15 mm
                                        Reinforced                                                                                                                GRC Superpanel, 15 mm thick
                                        Concrete (GRC)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                        Multipleks                     Ton                                9,1                     47,8                     8,8 Plywood 8 mm, meranti campuran
                                        Plywood                                                                                                                8 mm plywood, mixed meranti
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                        Rockwool                       Ton                                7,6                      15,3                    4,5 Rockwool lembarn density 60db
                                                                                                                                                               Rockwool sheet, 60 dB density

                                        Jumlah                         Ton                              415,7               2.608,00                    444,7
                                        Total




   86
Page 87
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Multipleks merupakan salah satu material yang berasal dari         Plywood is a material made from wood, a renewable resource.
kayu sebagai sumber daya terbarukan. WEGE memastikan               WEGE ensures that the wood is sourced from responsibly
bahwa kayu yang digunakan berasal dari sumber yang dikelola        managed sources to maintain sustainability. Throughout
secara bertanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan.              2025, the total material used reached 415.7 tons, of which
Sepanjang 2025, total material yang digunakan mencapai             2.19% was renewable material.
415,7 ton, dengan 2,19% diantaranya merupakan material
terbarukan. [301-2]

Inisiatif Lain dalam Produk Ramah Lingkungan                       Other Initiatives in Environmentally Friendly Products

Selain mengutamakan penggunaan material yang lebih ramah           Other than prioritizing the use of more environmentally
lingkungan, WEGE juga mengembangkan berbagai inisiatif             friendly materials, WEGE has also developed various
untuk menghadirkan produk konstruksi yang berkelanjutan            initiatives to deliver sustainable construction products and
serta mendukung penerapan ekonomi sirkular. Salah satu             support the implementation of a circular economy. One of the
langkah yang ditempuh adalah memilih material alami yang           approaches taken is to select natural materials that do not
tidak mengandung zat berbahaya seperti batu alam, kayu,            contain hazardous substances, such as natural stone, wood,
bambu, dan tanah liat yang dinilai lebih aman bagi kesehatan       bamboo, and clay, which are considered safer for health and
dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.                  have a lower environmental impact.

Perusahaan juga berupaya menekan timbulan limbah                   The Company also strives to reduce waste by maximizing
dengan memaksimalkan pemanfaatan material daur ulang,              the use of recycled materials, including concrete and iron
di antaranya sisa beton dan besi. Beton yang tersisa dari          scraps. Concrete left over from the casting process is reused
proses pengecoran kembali digunakan dalam pekerjaan                in concrete decking work, while iron waste is reprocessed for
beton decking, sementara limbah besi diolah kembali untuk          construction needs such as chicken claw elements.
kebutuhan konstruksi seperti elemen cakar ayam.




                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




  Kampus Politeknik Pekerjaan Umum - Semarang                                                                                         87
  Public Works Polytechnic Campus – Semarang
Page 88
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Adapun beberapa bentuk pemanfaatan residu material yang                           Here are some examples of how material residues have been
                                       telah dilakukan antara lain:                                                      utilized:
                                       a. Penggunaan fly ash dan limbah bata ringan sebagai                              a. Use of fly ash and lightweight brick waste as a substitute
                                           substitusi sebagian pasir dalam pekerjaan screed                                   for some of the sand in floor screed work. This combination
                                           lantai. Kombinasi ini memberikan kualitas waktu setting                            provides a setting time quality equivalent to conventional
                                           yang setara dengan screed konvensional, sekaligus                                  screed, while also resulting in cost efficiencies of
                                           menghasilkan efisiensi biaya antara 2,9% hingga 8,3%;                              between 2.9% and 8.3%.
                                       b. Pemanfaatan limbah besi beton, sisa kayu, dan residu                           b. Use of concrete iron waste, wood scraps, and concrete
                                           beton pada sejumlah proyek;                                                        residue in a number of projects;
                                       c. Penggunaan potongan bata ringan sebagai campuran                               c. Use of lightweight brick pieces as mortar mix for wall
                                           mortar untuk plesteran dinding;                                                    plastering;
                                       d. Pengolahan limbah besi menjadi steck untuk kebutuhan                           d. Processing of iron waste into steck for safety deck needs;
                                           safety deck;
                                       e. Pemanfaatan limbah besi sebagai material untuk                                 e. Use of iron waste as material for making safety railings;
                                           pembuatan safety railing;
                                       f. Penggunaan drum bekas sebagai wadah tempat sampah.                             f. Use of used drums as trash containers.

                                       Selain pengelolaan material, berbagai inisiatif juga dilakukan                    In addition to material management, the following initiatives
                                       untuk meminimalkan dampak negatif dari kegiatan                                   were also carried out to minimize the negative impact of
                                       operasional, di antaranya:                                                        operational activities:
                                       1. Pengembangan produk modular yang diterapkan pada                               1. Development of modular products applied to a number
                                          sejumlah proyek guna mengurangi emisi dan limbah                                   of projects to reduce emissions and construction waste
                                          konstruksi yang muncul selama proses pembangunan;                                  generated during the construction process;
                                       2. Penerapan metode produksi yang lebih ramah lingkungan,                         2. Application of more environmentally friendly production
                                          seperti prefabrikasi, penggunaan material daur ulang,                              methods, such as prefabrication, use of recycled
                                          dan pemilihan material lokal yang diperoleh dari radius                            materials, and selection of local materials sourced from
                                          kurang dari +/- 800 km. Salah satu contohnya adalah                                within a radius of +/- 800 km. One example is the use of fly
                                          pemanfaatan fly ash dan limbah bata ringan sebagai                                 ash and lightweight brick waste as a substitute for some
                                          pengganti sebagian pasir untuk pekerjaan screed lantai.                            of the sand used in floor screed work.
                                          [GRI 301-2]
                                       3. Pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkan siklus                              3. Project implementation that considers the life cycle of
                                          hidup material untuk mengurangi limbah dan emisi pada                             materials to reduce waste and emissions at each stage
                                          tiap tahap konstruksi. Contoh penerapan nyata adalah                              of construction. A real-world example is the Jakarta
                                          pada proyek Jakarta International Stadium (JIS), di mana                          International Stadium (JIS) project, where concrete
                                          limbah besi beton, sisa kayu atau bekisting, serta residu                         waste, wood scraps or formwork, and concrete residue
                                          beton digunakan kembali guna mendukung keberlanjutan                              are reused to support the sustainability of the project and
                                          proyek dan menurunkan jejak ekologisnya.                                          reduce its ecological footprint.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




   88
Page 89
      Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
      Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




   Pengelolaan Limbah Konstruksi
   Construction Waste Management

                    Penguraian dan Pemilahan
                    Decomposition and Sorting




                                                                        Pengangkutan dari
                                         Pemilahan Sampah di           Proyek menggunakan             Tempat Pembuangan
       Limbah Proyek                           Proyek                       Truk Engkel                       Akhir
       Project Waste                       Waste Sorting in           Transportation from the          Final Disposal Site
                                               Projects                Project Using A Single
                                                                             Axle Truck




   Pengelolaan Limbah Konstruksi
   Construction Waste Management                                                                     Limbah Non-Organik
                                                                                                     digunakan untuk
                                                                                                     Kerajinan Tangan
                                                                                                     Non-Organic Waste is
                                                                                                     Used for Handicrafts




                                                                                                     Pemilahan Limbah oleh
                                                                                                     Pihak Ketiga
                                                                                                     Waste Sorting by Third
                                                                                                     Parties


      Pengumpulan dan                  Pengiriman Limbah ke
       Pemilahan Awal                   Lokasi Pihak Ketiga                                          Limbah Organik
     Initial Collection and            Waste Delivery to Third-                                      digunakan untuk
             Sorting                      Party Locations                                            Pembuatan Kompos
                                                                                                     Organic Waste is
                                                                                                     Used for Compost
                                                                                                     Production




Perseroan telah memiliki kebijakan terkait lingkungan             The Company has established environmental policies and
dan berkomitmen pada pencegahan pencemaran dan                    is committed to preventing pollution and protecting the
                                                                                                                              PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




perlindungan lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan              environment. The Environmental Management System has
telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan             been communicated to all stakeholders and implemented
diimplementasikan di seluruh unit kerja. Guna memastikan          across all business units. To ensure the system operates
                                                                                                                                          2025 Sustainability Report




sistem berjalan sesuai persyaratan, Perseroan memantau            in accordance with requirements, the Company routinely
kinerja lingkungan secara rutin dan melakukan audit baik          monitors environmental performance and conducts both
secara internal maupun audit yang dilakukan lembaga audit         internal audits and audits performed by independent audit
independen.                                                       firms.




                                                                                                                                 89
Page 90
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Pengelolaan Dampak Lingkungan
                                       Environmental Impact Management




                                         Smart Net-zero and Growing Modular House System (NETRO House)


                                       Pengelolaan Energi [F.6, F.7]                                                     Energy Management

                                       Dalam menjalankan kegiatan usahanya di sektor konstruksi,                         In carrying out its business activities in the construction
                                       WEGE menyadari bahwa penggunaan energi merupakan                                  sector, WEGE recognizes that energy consumption is one
                                       salah satu aspek yang memiliki dampak signifikan terhadap                         of the key aspects that has a significant impact on both
                                       lingkungan maupun operasional perusahaan. Sebelum                                 the environment and the Company’s operations. Prior to
                                       mengimplementasikan berbagai inisiatif pengelolaan                                implementing various energy management initiatives, the
                                       energi, Perseroan mengidentifikasi bahwa konsumsi energi,                         Company identified that energy consumption, particularly
                                       terutama yang berasal dari bahan bakar fosil dan listrik pada                     from fossil fuels and electricity used in project activities and
                                       aktivitas proyek serta operasional perkantoran, berpotensi                        office operations, may give rise to negative impacts, including
                                       menimbulkan dampak negatif berupa peningkatan emisi                               increased greenhouse gas emissions, contributions to
                                       gas rumah kaca, kontribusi terhadap perubahan iklim,                              climate change, and pressure on energy resource availability.
                                       serta tekanan terhadap ketersediaan sumber daya energi.

                                       Di sisi lain, penggunaan energi juga memberikan dampak                            On the other hand, energy consumption also generates
                                       positif yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha                                inherent positive impacts, including supporting the smooth
                                       Perseroan, antara lain dalam mendukung kelancaran                                 execution of projects, enhancing productivity, and enabling
                                       operasional proyek, peningkatan produktivitas, serta                              the delivery of infrastructure development that provides
                                       penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memberikan                            economic and social benefits to the community. Therefore,
                                       manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Oleh karena                           energy serves as a key enabler in value creation, while still
                                       itu, energi menjadi enabler utama dalam penciptaan nilai                          requiring responsible and sustainable management.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       tambah, meskipun tetap memerlukan pengelolaan yang
                                       bertanggung jawab.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Untuk menjalankan kegiatan operasionalnya, WEGE                                   To carry out its operational activities, WEGE uses two main
                                       menggunakan dua jenis energi utama, yaitu listrik dan Bahan                       types of energy, namely electricity and fuel oil, all of which
                                       Bakar Minyak (BBM), yang seluruhnya dipasok oleh pihak                            are supplied by third parties. Electricity is used in the head
                                       ketiga. Listrik dimanfaatkan di kantor pusat, area proyek, dan                    office, project areas, and modular factory facilities, while fuel
                                       fasilitas pabrik modular, sementara BBM digunakan untuk                           oil is used for project machinery, operational vehicles, and
                                       mesin-mesin proyek, kendaraan operasional, serta peralatan                        production equipment in modular factories.
  90                                   produksi di pabrik modular.
Page 91
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities                                        Strengthening Sustainability Governance




Sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi energi,                                               As part of its commitment to energy efficiency, the Company
perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Energi yang                                               implements an Energy Management System that includes
mencakup beberapa kebijakan inti, antara lain: [GRI 3-3]                                         several core policies, including:
1. Menyusun kerangka kerja yang jelas untuk penetapan dan                                        1. Establishing a clear framework to set and review energy
   peninjauan tujuan serta target pengelolaan energi.                                                management goals and targets.
2. Memastikan ketersediaan data dan sumber daya yang                                             2. Ensuring the availability of data and resources needed to
   dibutuhkan guna mencapai target energi perusahaan.                                                achieve the Company’s energy targets.
3. Mendorong penggunaan produk dan layanan yang                                                  3. Encouraging the use of products and services that can
   dapat meningkatkan efisiensi energi dan mendukung                                                 improve energy efficiency and support overall energy
   peningkatan kinerja energi secara menyeluruh.                                                     performance improvement.
4. Mengintegrasikan aspek peningkatan kinerja energi                                             4. Integrating aspects of energy performance improvement
   dalam setiap proses perancangan dan pengembangan.                                                 into every design and development process.

Pengawasan terhadap konsumsi energi dilakukan secara                                             Monitoring of energy consumption is carried out centrally
terpusat melalui Quality, Health, Safety and Environment                                         through the Quality, Health, Safety and Environment
Department serta Corporate Secretary. Kedua fungsi ini                                           Department and the Corporate Secretary. These two
memastikan penggunaan energi tetap efisien dan selaras                                           functions ensure that energy use remains efficient and in line
dengan standar keberlanjutan internal, baik di kantor pusat                                      with internal sustainability standards, both at the head office
maupun di proyek-proyek. [GRI 3-3]                                                               and in projects.

Perseroan telah menerapkan Sistem Manajemen Energi                                               The Company has implemented an Energy Management System
berdasarkan ISO 50001:2018 dengan cakupan implementasi                                           in accordance with ISO 50001:2018, with implementation
di Kantor Pusat, Pabrik dan Fasilitas Perkantoran di Pabrik                                      covering the Head Office, the Factory, and the Office Facilities
Modular, serta Proyek. Saat ini, Perseroan telah konsisten                                       at the Modular Factory, as well as Projects. Currently, the
melaksanakan beberapa program terkait Sistem Manajemen                                           Company has consistently implemented several programs
Energi, mencakup pembinaan Sistem Manajemen Energi                                               related to the Energy Management System, including training
kepada unit kerja, memantau penggunaan energi di seluruh                                         on the Energy Management System for work units, monitoring
unit kerja, serta melakukan audit baik secara internal                                           energy usage across all work units, and conducting audits both
maupun audit yang dilakukan lembaga audit independen                                             internal audits and those performed by independent audit
untuk memastikan Sistem Manajemen Energi berjalan sesuai                                         firms, to ensure the Energy Management System operates
persyaratan. Perseroan sedang mempersiapkan kompetensi                                           in accordance with requirements. The Company is currently
auditor energi internal untuk penerapan audit energi di unit                                     developing the competencies of internal energy auditors to
kerja Perseroan.                                                                                 conduct energy audits within the Company’s work units.

Target lingkungan di setiap unit sesuai target Sistem                                            Environmental targets for each unit align with the established
Manajemen WEGE yang telah ditetapkan. Adapun                                                     targets of WEGE’s Energy Management System. Regarding
pencapaian kinerja energi secara korporasi ditetapkan target                                     corporate energy performance, the Company has set an
penghematan energi (energy saving) sebesar tahun 2% di                                           energy savings target of 2% by 2025. Additionally, the
tahun 2025. Selain itu, Perseroan melakukan upaya migrasi                                        Company is making efforts to transition to green energy
ke energi hijau (green energy) melalui penyediaan fasilitas 7                                    through the provision of 7 electric vehicles, 1 electric
mobil Listrik, 1 motor Listrik, dan 2 SPKLU.                                                     motorcycle, and 2 EV charging stations.


 Konsumsi Energi WEGE [GRI 302-1, 302-2]
 WEGE’s Energy Consumption

 Sumber Energi                   Konsumsi Energi                         Satuan
                                                                                                      2025                         2024                  2023
 Energy Source                   Energy Consumption                       Unit

 Listrik                         Kantor Pusat                              kWh                                 179.083                3.781.278             7.188.370
 Electricity                     Head Office
                                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                 Pabrik/Proyek                             kWh                          4.815.332,39                  5.124.735             3.243.767
                                 Factory/Project
                                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




 BBM                             Kantor Pusat                              liter                                20.053                    55.269                75.756
 Fuel Oil                        Head Office

                                 Pabrik/Proyek                             liter                          10.038.460                  3.938.713             1.272.145
                                 Factory/Project

 LPG                             Kantor Pusat                               m3                                         0                  24.674                49.423
                                 Head Office

                                 Pabrik/Proyek                              m3                                  10.427                         -                     -
                                 Factory/Project                                                                                                                               91
 *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Page 92
                                                   Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                   WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan               Pengelolaan Dampak Lingkungan            Biodiversity Risk Assessment        Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management           Environmental Impact Management          Biodiversity Risk Assessment        Providing the Best Products for Customers




                                        Konsumsi Energi di Entitas Anak
                                        Energy Consumption in Subsidiary

                                        Sumber Energi                                                           Satuan
                                                                                                                                              2025                           2024                    2023
                                        Energy Source                                                            Unit

                                        Listrik                                                                    GJ                               17.799,89                          6.343                  5.478
                                        Electricity

                                        BBM                                                                        GJ                              387.301,78                              41                     4
                                        Fuel Oil

                                        Jumlah                                                                     GJ                              405.101,67                          6.384                  5.482
                                        Total
                                        *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)

                                        Sejak tahun 2023 terdapat perubahan cakupan entitas anak, yaitu PT Wege Solusi Proklamasi.
                                        Since 2023, there has been a change in the scope of subsidiaries, specifically PT Wege Solusi Proklamasi.



                                       Sebagai bagian dari monitoring kinerja energi, WEGE                                              As part of its energy performance monitoring, WEGE
                                       menghitung intensitas konsumsi energi (IKE), yaitu                                               calculates its energy consumption intensity (ECI), which is
                                       perbandingan antara energi yang digunakan dengan jumlah                                          the ratio of energy used compared to production volume and
                                       produksi serta pendapatan yang dihasilkan. Indikator ini                                         revenue generated. This indicator helps the Company assess
                                       membantu perusahaan menilai sejauh mana penggunaan                                               the efficiency of its energy use.
                                       energi telah berjalan secara efisien. [GRI 3-3, 302-3] [F.6]

                                       Pada tahun 2025, Perseroan telah menetapkan cakupan                                              In 2025, the Company established its energy consumption
                                       konsumsi energi dan mencatat konsumsi energi total sebesar                                       scope and recorded total energy consumption of 404,581.566
                                       404.581,566 GJ atau 0,249 GJ/juta rupiah. Data tersebut                                          GJ, or 0.249 GJ per million rupiah. This data serves as the
                                       menjadi dasar untuk penetapan target konsumsi di tahun                                           basis for setting consumption targets for the following year,
                                       selanjutnya, yaitu penurunan 2% intensitas konsumsi energi                                       namely a 2% reduction in energy consumption intensity per
                                       per juta rupiah pendapatan.                                                                      million rupiah of revenue


                                        Intensitas Energi WEGE [GRI 302-1, 302-2][E-03]
                                        WEGE’s Energy Intensity

                                        Sumber Energi                                                           Satuan
                                                                                                                                             2025                           2024                     2023
                                        Energy Source                                                            Unit
                                        Listrik                                                                    GJ                               17.799,89                        32.062             37.555,69
                                        Electricity

                                        BBM                                                                        GJ                          386.262,894                          143.783             47.616,66
                                        Fuel Oil

                                        LPG                                                                        GJ                                 510,923                         2.206                 1.192,72
                                        LPG

                                        Total Konsumsi Energi                                                      GJ                           404.581,566                          178.051            86.365,07
                                        Total Energy Consumption

                                        Total Produksi                                                            Ton                                    415,7                        2.023                     445
                                        Total Production

                                        Intensitas Energi per Produk                                            GJ/Ton                                  0,425                          88,01                 194,08
                                        Energy Intensity per Product

                                        Total Pendapatan                                                       Rp Juta                             1.623.555                      3.673.527             3.979.714
                                        Total Revenue                                                         Rp Million
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                        Intensitas Energi per Pendapatan                                     GJ/Rp Juta                                0,2497                        0,0485                  0,0217
                                        Energy Intensity per Income                                         GJ/Rp Million
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                        *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)



                                       Walaupun masih mengandalkan sumber energi fosil yang                                             Despite still relying on non-renewable fossil fuel energy
                                       tidak terbarukan seperti listrik dan BBM. WEGE berupaya                                          sources such as electricity and fuel oil, WEGE strives to
                                       mengoptimalkan penggunaannya melalui berbagai inisiatif                                          optimize their consumption through various energy efficiency
                                       efisiensi energi. Upaya ini sekaligus mendukung implementasi                                     initiatives. These efforts also support the implementation
                                       Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi                                        of Government Regulation No. 70 of 2009 on Energy
  92                                   Energi. [GRI 303, 302-4] [F.7]                                                                   Conservation.
Page 93
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Inisiatif efisiensi energi yang diterapkan mencakup:                 The implemented energy efficient initiatives include:
• Perancangan          bangunan       yang    memaksimalkan          • Building design that maximizes natural lighting during the
    pencahayaan alami pada siang hari;                                  day;
• Penggunaan lampu dan peralatan hemat energi;                       • Use of energy-efficient lamps and equipment;
• Penerapan teknologi sensor gerak dan sensor cahaya                 • Application of motion sensors and light sensors to reduce
    untuk menekan konsumsi listrik pada area tertentu;                  electricity consumption in certain areas;
• Penggantian komputer pribadi dengan laptop yang lebih              • Replacement of personal computers with more energy-
    hemat energi;                                                       efficient laptops;
• Pemasangan meteran listrik per beban untuk pemantauan              • Installation of load-based electricity meters for more
    yang lebih akurat;                                                  accurate monitoring;
• Penguatan digitalisasi proses mulai dari persetujuan shop          • Strengthening the digitization of processes, from shop
    drawing hingga rapat koordinasi melalui aplikasi daring             drawing approval to coordination meetings, through
    untuk menekan penggunaan energi;                                    online applications to reduce energy use;
• Pemasangan stiker pengingat hemat energi di ruang                  • Placement of energy-saving reminder stickers in
    kerja dan area publik sebagai bagian dari kampanye                  workspaces and public areas as part of an internal
    penghematan internal.                                               conservation campaign.

Pengelolaan Emisi [F.11]                                             Emissions Management

Kebijakan dan Komitmen Pengelolaan Emisi                             Emissions Management Policy and Commitment

WEGE memahami pentingnya mengendalikan emisi secara                  WEGE realizes the importance of responsible emissions
bertanggung jawab, terutama dalam menghadapi tantangan               control, especially considering the challenges of climate
perubahan iklim. Sebagai perusahaan konstruksi, sumber               change. As a construction company, the main sources of
utama emisi berasal dari konsumsi listrik, penggunaan BBM,           emissions come from electricity consumption, fuel use, and
dan aktivitas dalam rantai nilai. Perusahaan berkomitmen             activities in the value chain. The Company is committed to
mengelola seluruh emisi yang timbul dari kegiatan operasional        managing all emissions arising from operational activities
dan proyek secara transparan dan berkelanjutan.                      and projects in a transparent and sustainable manner.

Komitmen Menuju Net Zero Emission (NZE) Tahun 2060                   Commitment to Net Zero Emissions (NZE) by 2060
[E-06]


WEGE menargetkan pencapaian NZE atau emisi nol bersih                WEGE aims to achieve NZE or net zero emissions by 2060
pada tahun 2060 untuk Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3.           for Scope 1, Scope 2, and Scope 3. This commitment is
Komitmen ini menjadi bagian dari arah strategis perusahaan           part of the Company’s strategic direction to reduce carbon
dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya                    emissions and support global efforts to combat climate
global menghadapi perubahan iklim. Untuk mencapainya,                change. To achieve this target, the Company will continue
perusahaan akan terus mengadopsi teknologi ramah                     to adopt environmentally friendly technologies, implement
lingkungan, menerapkan praktik konstruksi berkelanjutan,             sustainable construction practices, and expand other green
serta memperluas inisiatif hijau lainnya.                            initiatives.

Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2                                        Scope 1 and Scope 2 Emissions

Perusahaan terus berupaya menurunkan emisi gas rumah                 The Company continuously strives to reduce greenhouse gas
kaca melalui pemantauan berkala, pengelolaan konsumsi                emissions through regular monitoring, energy consumption
energi, dan pengembangan target pengurangan emisi. Emisi             management, and the development of emission reduction
GRK dihitung pada tiga cakupan:                                      targets. GHG emissions are calculated across three scopes:
• Cakupan 1: Emisi langsung dari penggunaan bahan bakar              • Scope 1: Direct emissions from the use of fossil fuels (e.g.,
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




   fosil (misalnya bensin dan solar);                                    gasoline and diesel);
• Cakupan 2: Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik;             • Scope 2: Indirect emissions from electricity consumption;
• Cakupan 3: Emisi tidak langsung lainnya dari rantai nilai.         • Scope 3: Other indirect emissions from the value chain.
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




Seluruh perhitungan emisi merujuk pada IPCC Guidelines,              All emissions calculations refer to the IPCC Guidelines, while
sedangkan faktor emisi listrik menggunakan data dari DJK-            electricity emission factors use data from DJK-ESDM in 2019.
ESDM tahun 2019. [305-1, 305-2] [GRI 3-3] [F.11]




                                                                                                                                          93
Page 94
                                                   Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                   WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan               Pengelolaan Dampak Lingkungan            Biodiversity Risk Assessment        Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management           Environmental Impact Management          Biodiversity Risk Assessment        Providing the Best Products for Customers




                                        Emisi Cakupan 1 dan 2 WEGE [E-01]
                                        WEGE’s Scope 1 and Scope 2 Emissions

                                        Keterangan                                                              Satuan
                                                                                                                                             2025                           2024                     2023
                                        Description                                                              Unit

                                        Cakupan 1
                                        Scope 1

                                        Emisi langsung dari pembakaran stasioner                               TonCO2e                                 710,37                        144,39                   52,34
                                        Direct emissions from stationary combustion

                                        Emisi langsung dari pembakaran bergerak                                TonCO2e                             18.876,74                      10.714,46                 2.569,73
                                        Direct emissions from mobile combustion

                                        Emisi fugitive                                                         TonCO2e                                  218,15                         54,93                  182,73
                                        Fugitive emissions
                                        Total Emisi Cakupan 1                                                  TonCO2e                             19.805,26                      10.913,77             2.804,80
                                        Total Scope 1 Emissions
                                        Cakupan 2
                                        Scope 2

                                        Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik yang                        TonCO2e                               4.301,64                      7.748,23                 9.075,96
                                        dibeli
                                        Indirect emissions from purchased electricity
                                        consumption

                                        Total Emisi Cakupan 2                                                  TonCO2e                               4.301,64                      7.748,23                 9.075,96
                                        Total Scope 2 Emissions

                                        Total Emisi Cakupan 1 dan 2                                            TonCO2e                             24.106,90                      18.662,00             11.880,76
                                        Total Scope 1 and 2 Emissions
                                        *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)



                                        Intensitas Emisi Cakupan 1 dan 2 WEGE [GRI 305-4] [E-02]
                                        WEGE’s Intensity of Scope 1 and 2 Emissions

                                        Keterangan                                                              Satuan
                                                                                                                                             2025                           2024                     2023
                                        Description                                                              Unit
                                        Emisi Cakupan 1 dan 2                                                  TonCO2e                             24.106,90                      18.662,00             11.880,76
                                        Scope 1 and 2 Emissions
                                        Total Produksi                                                            Ton                                   415,07                        2.023                     445
                                        Total Production

                                        Intensitas Emisi per Produksi                                       TonCO2e/Ton                                 0,090                           9,22                  26,70
                                        Intensity of Emissions per Production

                                        Total Pendapatan                                                        Rp Juta                            1.623.555                      3.673.527             3.979.714
                                        Total Revenue

                                        Intensitas Emisi per Pendapatan                                      TonCO2e/Rp                                0,0148                        0,0050                  0,0029
                                        Intensity of Emissions per Revenue
                                        *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)


                                       Emisi Cakupan 3 [GRI 305-3] [F.12]                                                               Scope 3 Emissions

                                       Sebagai bentuk pengelolaan emisi secara menyeluruh, WEGE                                         As part of its comprehensive emissions management, WEGE
                                       juga menghitung emisi Cakupan 3, khususnya yang berasal                                          also calculates Scope 3 emissions, particularly those arising
                                       dari aktivitas perjalanan dinas menggunakan pesawat                                              from business travel by airplane. This aspect is part of the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       terbang. Aspek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan                                       Company’s strategy to understand and control emissions
                                       untuk memahami dan mengendalikan emisi yang berada                                               that are beyond its direct control but are still related to its
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       di luar kendali langsung, namun tetap berkaitan dengan                                           operations.
                                       operasional.




  94
Page 95
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                              Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities                                       Strengthening Sustainability Governance




Tabel Emisi GRK Cakupan 3 [E-01]
Scope 3 GHG Emissions Table

Keterangan                                                                                     Satuan
                                                                                                                        2025                  2024             2023
Description                                                                                     Unit

Emisi GRK tidak langsung dari transportasi
Indirect GHG emissions from transportation

Transportasi dan distribusi hulu                                                              TonCO2e                         216,84                 13,36             31,66
Upstream transportation and distribution

Perjalanan dinas                                                                              TonCO2e                         820,38             330,87                    -
Business travel

Emisi GRK tidak langsung dari produk yang digunakan oleh perusahaan
Indirect GHG emissions from products used by the Company

Pembelian barang dan jasa                                                                     TonCO2e                              -                 17,32                 -
Purchase of goods and services
Total Emisi Cakupan 3 (Scope 3)                                                               TonCO2e                       1.037,22             361,55                31,66
Total Scope 3 Emissions
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)




Emisi gas rumah kaca
Green house gas emissions

Keterangan                                                                                                                             Satuan
                                                                                                                                                             2025
Description                                                                                                                             Unit

Cakupan 1 (Scope 1)
Scope 1

Emisi langsung dari pembakaran stasioner | Direct emissions from stationary combustion                                                 tCO2e                          710,37

Emisi langsung dari pembakaran bergerak | Direct emissions from mobile combustion                                                      tCO2e                    18.876,74

Emisi fugitive langsung | Direct fugitive emissions                                                                                    tCO2e                          218,15

Total Emisi Cakupan 1 (Scope 1)                                                                                                        tCO2e                    19.805,26
Total Scope 1 Emissions

Cakupan 2 (Scope 2)
Scope 2

Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik yang diimpor/dibeli                                                                         tCO2e                        4.301,64
Indirect emissions from imported/purchased electricity consumption

Total Emisi Cakupan 2 (Scope 2)                                                                                                        tCO2e                        4.301,64
Total Scope 2 Emissions

Cakupan 3 (Scope 3)
Scope 3

Emisi GRK tidak langsung dari transportasi
Indirect GHG emissions from transportation

Transportasi dan distribusi hulu                                                                                                       tCO2e                         216,84
Upstream transportation and distribution
Perjalanan dinas | Business travel                                                                                                     tCO2e                         820,38

Emisi GRK tidak langsung dari sumber lainnya
Other sources of indirect GHG emissions
                                                                                                                                                                               PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Total Emisi Cakupan 3 (Scope 3)                                                                                                        tCO2e                        1.037,22
Scope 3 Emissions
                                                                                                                                                                                           2025 Sustainability Report




Total Emisi GRK (Scope 1 dan 2)                                                                                                        tCO2e                    24.106,64
Total GHG Emissions (Scope 1 and 2)

Total Emisi GRK (Scope 1, 2, dan 3)                                                                                                    tCO2e                    25.143,86
Total GHG Emissions (Scope 1, 2 and 3)

Offsets/Credits                                                                                                                        tCO2e                               -

Pembelian Renewable Energy Certificate (REC)                                                                                            kWh                                -
Purchase of Renewable Energy Certificate (REC)
                                                                                                                                                                                  95
*   Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%)
    Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
Page 96
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                         Rumah Sakit Kementrian Kesehatan - Surabaya
                                         Ministry of Health Hospital – Surabaya


                                       Upaya Pengurangan Emisi [GRI 305-5] [F.12] [E-07]                                 Emissions Reduction Efforts

                                       WEGE menjalankan serangkaian langkah proaktif untuk                               WEGE implements a series of proactive measures to reduce
                                       menekan emisi dan dampak lingkungan lainnya melalui:                              emissions and other environmental impacts by:
                                       1. Penetapan standar dan kebijakan untuk memastikan                               1. Establishing standards and policies to ensure the use of
                                          penggunaan material ramah lingkungan pada setiap                                  environmentally friendly materials in every project;
                                          proyek;
                                       2. Pengembangan produk modular yang mampu                                         2. Developing modular products that can shorten
                                          mempersingkat waktu konstruksi, menekan kebutuhan                                 construction time, reduce energy requirements, and
                                          energi, serta mengurangi emisi;                                                   reduce emissions;
                                       3. Tidak menggunakan timbal pada formwork untuk                                   3. Not using lead in formwork to reduce the risk of pollution;
                                          mengurangi risiko pencemaran;
                                       4. Penerapan prinsip green construction dan desain green                          4. Applying the principles of green construction and green
                                          building;                                                                         building design;
                                       5. Efisiensi penggunaan energi serta kampanye hemat                               5. Improving energy efficiency and conducting ongoing
                                          energi secara berkelanjutan di lingkungan perusahaan;                             energy conservation campaigns within the company;
                                       6. Pemanfaatan metode prefabrikasi, penggunaan material                           6. Utilizing prefabrication methods, using recycled
                                          daur ulang, dan pemilihan material lokal dengan jarak                             materials, and selecting local materials with a maximum
                                          transportasi maksimal sekitar 800 km.                                             transportation distance of approximately 800 km.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Target Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca                                           Greenhouse Gas Emission Reduction Target
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       WEGE menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca                           WEGE has set a greenhouse gas (GHG) emission reduction
                                       (GRK) sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menuju                          target as part of its long-term commitment to lower-carbon
                                       operasional konstruksi yang lebih rendah karbon. Upaya                            construction operations. This effort is being carried out in
                                       ini dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem                            stages through the strengthening of the emission inventory
                                       inventarisasi emisi, peningkatan efisiensi energi, serta                          system, improving energy efficiency, and implementing more
                                       penerapan teknologi konstruksi yang lebih ramah lingkungan.                       environmentally friendly construction technologies.
   96
Page 97
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




Perseroan menargetkan inventarisasi emisi GRK yang                 The company aims to comprehensively inventory GHG
mencakup Cakupan (Scope) 1, Scope 2, dan Scope 3 secara            emissions covering Scope 1, Scope 2, and Scope 3 by 2030,
menyeluruh pada tahun 2030, sebagai dasar pengelolaan              as a basis for more measurable and transparent emissions
emisi yang lebih terukur dan transparan.                           management.



Dalam jangka panjang, WEGE menargetkan pencapaian                  In the long term, WEGE targets to achieve Net Zero Emissions
Net Zero Emission pada tahun 2060 untuk Cakupan 1, 2,              by 2060 for Scope 1, 2, and 3, in line with Indonesia’s low-
dan 3, sejalan dengan arah pembangunan rendah karbon di            carbon development direction and the transformation of the
Indonesia dan transformasi industri konstruksi menuju praktik      construction industry towards more sustainable practices.
yang lebih berkelanjutan. Target tersebut didukung melalui         These targets are supported by the development of low-
pengembangan solusi konstruksi rendah emisi, penggunaan            emission construction solutions, the use of more energy-
peralatan yang lebih efisien energi, serta penerapan standar       efficient equipment, and the application of green building
bangunan hijau pada proyek-proyek Perseroan.                       standards in the Company’s projects.

Emisi Zat Perusak Ozon [GRI 305-6]                                 Ozone-Depleting Substances

WEGE memiliki komitmen kuat untuk melindungi lapisan ozon          WEGE is strongly committed to protecting the ozone layer as
sebagai bagian penting dari keberlanjutan lingkungan. Untuk        an important part of environmental sustainability. Therefore,
itu, perusahaan secara bertahap mengganti sistem pendingin         the Company is gradually replacing cooling systems that still
yang masih menggunakan zat perusak ozon seperti CFC atau           use ozone-depleting substances such as CFCs or HCFCs with
HCFC dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti        more environmentally friendly alternatives, such as HFC-
refrigeran berbasis HFC, HFO, maupun refrigeran alami              based refrigerants, HFO, and natural refrigerants such as CO2.
seperti CO2.

Langkah ini tidak hanya membantu menjaga lapisan ozon,             This initiative not only helps preserve the ozone layer, but also
tetapi juga mendukung upaya pengurangan dampak                     supports the effort to reduce the impact of climate change
perubahan iklim dan peningkatan kualitas lingkungan secara         and improve overall environmental quality.
keseluruhan.

Pengelolaan Air [F.8]                                              Water Management

WEGE memahami bahwa air merupakan sumber daya vital                WEGE understands that water is a vital resource for human
bagi kehidupan manusia, tidak hanya untuk mendukung                life, which not only support the Company’s operational
kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga bagi                  activities, but also the welfare of the community and
kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di           environmental sustainability around its head office and
sekitar kantor pusat maupun area proyek. Air merupakan             project areas. Access to clean water is a fundamental right
hak dasar setiap individu untuk memperoleh akses terhadap          of every individual, as recognized in various international
air bersih, sebagaimana diakui dalam berbagai standar dan          standards and commitments.
komitmen internasional.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)              In line with Sustainable Development Goal (SDG) 6 on
ke-6 mengenai “Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air           “Ensuring availability and sustainable management of water
bersih serta sanitasi berkelanjutan bagi semua”, perusahaan        and sanitation for all”, the Company strives to manage water
berupaya mengelola konsumsi air secara bertanggung jawab.          consumption responsibly. This approach is taken to ensure
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan operasional              that operations remain efficient while reducing the potential
tetap efisien sekaligus mengurangi potensi dampak terhadap         impact on the surrounding environment that may be affected
lingkungan sekitar yang dapat terpengaruh oleh aktivitas           by construction and other business activities.
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




konstruksi dan kegiatan usaha lainnya. [GRI 3-3, 303-1]
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                                                                                                           97
Page 98
                                                   Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                   WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan               Pengelolaan Dampak Lingkungan             Biodiversity Risk Assessment        Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management           Environmental Impact Management           Biodiversity Risk Assessment        Providing the Best Products for Customers




                                       Dalam operasionalnya, air digunakan terutama untuk kegiatan                                       In its operations, water is used primarily for construction
                                       konstruksi, seperti campuran beton, proses pembersihan                                            activities, such as concrete mixing, tool cleaning, and other
                                       alat, serta kebutuhan teknis lainnya. Perusahaan memperoleh                                       technical needs. The Company obtains water from two main
                                       air dari dua sumber utama, yaitu PDAM dan air tanah, dengan                                       sources, which are sourced from PDAM and groundwater, and
                                       pengelolaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan                                          manages water based on the principles of sustainability and
                                       perlindungan sumber daya air.                                                                     protection of water resources.

                                       Selama periode pelaporan, pemantauan konsumsi air                                                 During the reporting period, water consumption was
                                       dilakukan pada kantor pusat dan seluruh proyek. Pengawasan                                        monitored at the head office and all projects. Monitoring was
                                       dilakukan secara rutin oleh Corporate Secretary untuk                                             carried out regularly by the Corporate Secretary to ensure
                                       memastikan penggunaan air tetap efisien dan memenuhi                                              that water usage remained efficient and met the established
                                       target pengelolaan yang telah ditetapkan. [GRI 3-3, 303-3, 303-5]                                 management targets.


                                        Pengambilan dan Konsumsi Air WEGE [GRI 303-3, 303-5] (E-04)
                                        WEGE’s Water Extraction and Consumption

                                                                          Lingkup                                Satuan
                                                                                                                                              2025                             2024                              2023
                                                                          Scope                                   Unit
                                        Total pengambilan air             Kantor Pusat                              m3                                    1.576                            1.667                        1.758
                                        Total water extraction            Head Office
                                                                          Pabrik/Proyek                             m3                              43.603.730                   139.328.000                      26.090.000
                                                                          Factory/Project

                                                                          Total                                     m3                            43.605.306                      139.329.667                      26.091.758

                                        Total konsumsi air                Kantor Pusat                              m 3
                                                                                                                                                          1.576                            1.667                        1.758
                                        Total water                       Head Office
                                        consumption
                                                                          Pabrik/Proyek                             m3                              43.603.730                   139.328.000                      26.090.000
                                                                          Factory/Project

                                                                          Total                                     m3                            43.605.306                      139.329.667                      26.091.758
                                        *Water Intake = Konsumsi Air + Pembuangan Air; sehingga pembuangan air sama dengan asupan air **Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%)
                                        *Water Intake = Water Consumption + Water Discharge; so water discharge is equal to water intake **Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)




                                       Upaya Efisiensi Penggunaan Air                                                                    Water Efficiency Efforts

                                       Perusahaan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga                                             The Company continues to strengthen its commitment to
                                       ketersediaan sumber daya air melalui berbagai program                                             preserving water resources through various conservation
                                       konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Salah                                              and sustainable management programs. One of the main
                                       satu upaya utama yang telah diimplementasikan adalah                                              efforts that has been implemented is the application of a
                                       penerapan sistem zero runoff, yang bertujuan mengurangi                                           zero runoff system, which aims to reduce rainwater runoff by
                                       limpasan air hujan dengan meningkatkan infiltrasi dan                                             increasing infiltration and maximizing the recycling process.
                                       memaksimalkan proses daur ulang. Sistem ini telah                                                 This system has been used in the construction of the Graha
                                       digunakan pada pembangunan Kantor Graha Mantap dan                                                Mantap Office and the Jakarta International Stadium.
                                       Jakarta International Stadium.

                                       Melalui sistem tersebut, air hujan diarahkan langsung ke                                          Through this system, rainwater is directed straight to
                                       sumur resapan yang dirancang khusus untuk menampung dan                                           infiltration wells that are specially designed to collect and
                                       mengolah air. Pendekatan ini memastikan tidak terjadinya                                          treat water. This approach ensures that there is no excess
                                       aliran air berlebih ke lingkungan sekitar, sehingga dapat                                         water flow into the surrounding environment, thereby
                                       mencegah banjir, genangan, maupun resiko pencemaran.                                              preventing flooding, puddles, and the risk of pollution. In
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Selain itu, sistem ini mendorong pemanfaatan air hujan                                            addition, this system optimizes the use of rainwater and is
                                       secara optimal dan menjadi bagian dari strategi pengelolaan                                       part of a sustainable rainwater management strategy.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       air hujan yang berkelanjutan. [GRI 303-2]




   98
Page 99
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                         Strengthening Sustainability Governance




            Konsep Utama                                  Dari Jalan dan Halaman      Air Hujan       Dari Atap
            Sistem Drainase                                  From Road and Yard       Rainwater       From the Roof

            Main Concept
            of the Drainage
            System                                    Saluran Lingkungan
                                                        Environmental
                                                       Drainage Channel                                          Row Water Tank




                                                                                      Kedalaman Lapisan          Sumur Resapan
                                                         Swale + Bio Pori                         Pasir
                                                                                      Depth of Sand Layer




                                                                                           Pond




                                                                                     Saluran Utama
                                                                                     Main Drainage
                                                                                        Channel




     Tata Kelola Air
     Hujan                                                                                                             Sistem
                                                                                                                      Drainase        Kolam
     Rainwater                           Hard Scope                                 Hard Scope                        Drainage       Resapan
     Management                                                                                                        System
                                                                                                                                       Pond


                                    Land         Magna           Land              Magna           Land
                                   Storage        Tank          Storage             Tank          Storage




                                 Sumur Resapan        Lapisan Pasir (Aquifer)              Sumur Resapan
                                                       Sand Layer (Aquifer)                                                       Saluran Kota
                                                                                                                                  City Drainage



                                Proyek Jakarta International Stadium | Jakarta International Stadium Project




Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan efisiensi                      As part of its commitment to improving water resource
penggunaan sumber daya air, WEGE menerapkan berbagai                           efficiency, WEGE implements various water management
                                                                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




langkah pengelolaan air pada seluruh kegiatan operasional                      measures across all construction project operations. In
proyek konstruksi. Pada sebagian besar proyek konstruksi                       most new construction projects, the company has installed
baru, perusahaan telah memasang perangkat penghemat air                        sensor-based water-saving devices to optimize water usage
                                                                                                                                                              2025 Sustainability Report




(water saving devices) berbasis sensor untuk mengoptimalkan                    during project activities. Additionally, flow meters or water
penggunaan air selama kegiatan proyek. Selain itu, flow meter                  meters are installed at every new project site to improve the
atau water meter juga dipasang di setiap lokasi proyek baru                    accuracy of water usage records and the effectiveness of
untuk meningkatkan akurasi pencatatan serta efektivitas                        regular water consumption monitoring.
pemantauan konsumsi air secara berkala.


                                                                                                                                                     99
Page 100
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Dalam hal pengelolaan air limbah (grey water), perusahaan                         Regarding wastewater management (greywater), the
                                       memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan dari                                  company ensures that wastewater generated from water
                                       penggunaan air dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan                        usage is properly managed to prevent environmental
                                       pencemaran lingkungan. Grey water yang berasal dari kantor                        pollution. Used water from the headquarters, which is
                                       pusat maupun proyek konstruksi didaur ulang dan dialirkan                         classified as greywater and from construction projects is
                                       melalui saluran pembuangan yang sudah terstruktur dengan                          channeled through well-structured drainage systems. WEGE
                                       baik. WEGE telah mengimplementasikan pemanenan air                                has implemented permanent rainwater harvesting systems at
                                       hujan/rainwater harvesting di setiap lokasi proyek konstruksi                     every construction project site as part of efforts to conserve
                                       sebagai upaya untuk penghematan air dan tidak bergantung                          water and reduce reliance on potable water.
                                       sepenuhnya dengan air bersih.

                                       Untuk mendukung upaya efisiensi air secara lebih sistematis,                      To support water efficiency efforts more systematically,
                                       WEGE juga menetapkan target penghematan air pada fase                             WEGE has also set a water conservation target for the
                                       konstruksi proyek, yaitu sebesar 1.500 liter/orang/bulan,                         construction phase of projects, namely 1,500 liters per
                                       yang merupakan target yang diturunkan dari kebijakan                              person per month, which is a target derived from WIKA
                                       WIKA Holding. Penetapan target ini menjadi bagian dari                            Holding’s policy. The establishment of this target is part of
                                       upaya perusahaan dalam mengendalikan konsumsi air                                 the company’s efforts to control water consumption and
                                       serta meningkatkan efisiensi penggunaan air pada seluruh                          improve water use efficiency across all construction project
                                       kegiatan proyek konstruksi.                                                       activities.

                                       Efluen [GRI 303-4]
                                                                                                                         Effluent
                                       Mengingat semakin terbatasnya sumber air bersih,
                                       perusahaan      mengambil   langkah    strategis    untuk                         Given the increasingly limited supply of clean water, the
                                       mengoptimalkan pemakaian air. Salah satunya adalah                                Company has taken strategic initiatives to optimize water
                                       pemasangan Waste Water Treatment Plant (WWTP) di                                  usage. One such initiative is the installation of a Waste
                                       kantor pusat sejak 2021. Fasilitas ini memungkinkan air                           Water Treatment Plant (WWTP) at its headquarters in 2021.
                                       limbah yang telah melalui proses pengolahan digunakan                             This facility allows treated wastewater to be reused for
                                       kembali untuk kebutuhan non-konsumsi, seperti penyiraman                          non-consumptive purposes, such as watering plants and
                                       tanaman dan pemeliharaan area hijau. Pendekatan ini                               maintaining green areas. This approach helps reduce reliance
                                       membantu menurunkan ketergantungan pada air bersih                                on clean water while supporting the Company’s commitment
                                       sekaligus mendukung komitmen perusahaan dalam menjaga                             to environmental sustainability.
                                       kelestarian lingkungan.




                                             Pengendalian
                                             Pencemaran Air
                                             Water Pollution
                                             Control




                                                                          • Ketaatan terhadap izin IPLC (Izin Pengolahan Limbah                • Ketaatan terhadap pemenuhan baku
                                                                            Cair)                                                                mutu
                                                                            Compliance with the Liquid Waste Processing Permit                   Compliance with meeting quality
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                          • Ketaatan terhadap titik pentaan                                      standards
                                                                            Compliance with discharge points                                   • Ketaatan terhadap ketentuan teknis
                                                                          • Ketaatan terhadap parameter baku mutu air limbah                     Compliance with technical provisions
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                            Compliance with wastewater quality standards
                                                                            parameters




100
Page 101
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                  Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities           Strengthening Sustainability Governance




     Diagram
     Pengolahan                                                      Air kotor bekas kerja
     Limbah Cair                                                Wastewater from work activities

     Treatment
     Diagram
     Wastewater
                                          Penyaringan                    Penyaringan                    Penyaringan
                                             Bak 1                          Bak 2                          Bak 3
                                           Screening                      Screening                      Screening
                                             Tank 1                        Tank 2                         Tank 3




                                                                         Saluran Kota
                                                                         City Drainage




     Limbah Cair
     dari Toilet
     Portable
     Pekerja
     Lapangan
     Liquid Waste
     from Portable
     Toilets for Field
     Workers                               Septic Tank Portable                               Mobil Septic Tank


                                                     Dilakukan penampungan pada septic tank sementara
                                        kerja sama dengan pihak ketiga untuk diangkut ke luar proyek seminggu sekali
                                              The wastewater is collected in a temporary septic tank collaboration
                                                   with a third party for weekly removal from the project site.



Perusahaan juga melaksanakan program edukasi bagi                    The Company also organizes educational programs for all
seluruh karyawan untuk meningkatkan kesadaran mengenai               employees to raise awareness regarding the importance
pentingnya penghematan air. Sosialisasi dilakukan di                 of water conservation. These programs are held in all work
seluruh unit kerja, termasuk kantor pusat, pabrik, dan area          units, including the head office, factories, and project sites,
proyek, untuk membangun kebiasaan penggunaan air yang                to promote more responsible water usage habits. Through
lebih bijak. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat           these programs, the Company hopes to significantly reduce
menurunkan konsumsi air secara signifikan sekaligus                  water consumption while preserving water resources.
menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Dalam pengelolaan air limbah, perusahaan memastikan                  Regarding wastewater management, the Company ensures
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




bahwa setiap aliran limbah diproses dengan benar agar tidak          that all wastewater is properly treated so as not to pollute
mencemari lingkungan. Air bekas pakai dari kantor pusat dan          the environment. Wastewater from the head office and
proyek dialirkan melalui sistem pembuangan terstruktur.              project sites is discharged through a structured drainage
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




Pada beberapa proyek, air bekas cuci beton diarahkan terlebih        system. At some project sites, wastewater from concrete
dahulu ke bak pengendapan untuk menghilangkan material               washing is first directed to a settling tank to remove solid
padat sebelum dibuang ke saluran kota. Sementara itu,                materials before being discharged into the city sewer system.
limbah dari toilet dialirkan ke lubang resapan melalui septic        Meanwhile, waste from toilets is channeled into absorption
tank, memastikan proses pengelolaan berlangsung aman dan             pits via septic tanks, ensuring that the management process
ramah lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen             is safe and environmentally friendly. These efforts are part
perusahaan dalam menerapkan pengelolaan limbah cair yang             of the Company’s commitment to implementing responsible
bertanggung jawab dan berkelanjutan. [GRI 3-3, 303-2, 303-3]         and sustainable liquid waste management.                          101
Page 102
                                                   Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                   WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                         Manajemen Lingkungan              Pengelolaan Dampak Lingkungan            Biodiversity Risk Assessment        Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                         Environmental Management          Environmental Impact Management          Biodiversity Risk Assessment        Providing the Best Products for Customers




                                        Pembuangan Air WEGE [GRI 303-4]
                                        WEGE’s Water Disposal

                                                                          Lingkup                                Satuan
                                                                                                                                             2025                             2024                            2023
                                                                          Scope                                  Satuan

                                        Total pembuangan air              Kantor Pusat                             m3                        3.895                            3.876                              -
                                        Total water disposal              Head Office

                                                                          Pabrik/Proyek                            m3                        12.492                          15.798                              -
                                                                          Factory/Project

                                                                          Total                                    m3                        16.387                          19.674                              -
                                        *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)

                                       Pengelolaan Limbah [F.13]                                                                        Waste Management

                                       Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi,                                           As a company engaged in the construction sector, WEGE is
                                       WEGE memahami bahwa aktivitas operasionalnya                                                     aware that its operational activities generate various types
                                       menghasilkan berbagai jenis limbah baik padat maupun cair                                        of solid and liquid waste that could impact the environment.
                                       yang dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan. Limbah                                            This waste includes hazardous and toxic waste (B3) that
                                       tersebut mencakup limbah bahan berbahaya dan beracun                                             requires special management, as well as non-B3 waste that
                                       (B3) yang membutuhkan penanganan khusus, serta limbah                                            still requires proper management to prevent pollution.
                                       non-B3 yang tetap memerlukan pengelolaan yang baik untuk
                                       mencegah pencemaran. [GRI 3-3]

                                       Tanggung jawab pengelolaan limbah di setiap proyek berada                                        Responsibility for waste management in each project lies
                                       pada Quality, Safety, Health and Environment Division. Divisi ini                                with the Quality, Safety, Health and Environment Division.
                                       memastikan seluruh proses penanganan limbah dilaksanakan                                         This division ensures that all waste management processes
                                       sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan pengelolaan                                             are carried out in accordance with applicable regulations.
                                       limbah disusun berdasarkan komitmen perusahaan terhadap                                          The waste management policy is formulated based on the
                                       keberlanjutan lingkungan dan berpedoman pada Surat                                               Company’s commitment to environmental sustainability
                                       Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan                                                and is guided by the Statement of Intent for Environmental
                                       Lingkungan Hidup. Melalui kebijakan tersebut, perusahaan                                         Management and Monitoring. Through this policy, the
                                       berupaya menekan potensi dampak lingkungan dari limbah                                           Company strives to minimize the potential environmental
                                       operasional sekaligus memastikan transparansi dan                                                impact of operational waste while ensuring transparency and
                                       akuntabilitas dalam setiap tahap pengelolaannya. [GRI 306-1]                                     accountability in every stage of its management.

                                       WEGE juga bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki                                         WEGE also collaborates with third parties that possess official
                                       izin resmi dan kompetensi dalam pengelolaan sampah dan                                           permits and competence in waste and trash management.
                                       limbah. Untuk limbah B3 yang dihasilkan di area proyek,                                          Hazardous waste generated in project areas are handed over
                                       perusahaan menyerahkannya kepada pengelola limbah                                                to a certified waste manager who is authorized to transport
                                       bersertifikat yang berwenang melakukan pengangkutan dan                                          and process them. Waste transportation is carried out using
                                       pemrosesan. Transportasi limbah dilakukan menggunakan                                            licensed safety-standard vehicles, thereby minimizing the
                                       kendaraan berstandar keselamatan yang telah memiliki                                             risk of spillage or contamination. Detailed information on the
                                       izin, sehingga resiko tumpahan atau pencemaran dapat                                             volume of waste managed can be seen in the following table:
                                       diminimalkan. Informasi lengkap mengenai volume limbah
                                       yang dikelola dapat dilihat pada tabel berikut: [GRI 306-2, 306-3]
                                       [F.14].


                                             Identifikasi Limbah yang Dihasilkan oleh Kantor Pusat [GRI 306-3] [F.13] (E-05)
                                             Identification of Waste Generated in Head Office
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                            0,216                                                                                                10,77
                                             Limbah B3                                                                                      Limbah Non-B3*
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                             Hazardous Waste                                                                                Non-Hazardous
                                                                                                           Ton                              Waste*                                                                   Ton



                                                                             2024                      2023                                                                      2024                      2023
                                                                           0,023 ton                 0,051 ton                                                                 174,52 ton                163,35 ton


                                                                                                             *Data limbah dihitung dan dikelola oleh pengelola gedung yang mencakup data untuk seluruh gedung WIKA Tower 1
                                                                                                      *Waste data are calculated and managed by the building manager, which includes data for the entire WIKA Tower 1 building

102
Page 103
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                                        Strengthening Sustainability Governance




Identifikasi Limbah yang Dihasilkan Proyek [GRI 306-4, 306-5]
Identification of Waste Generate in Projects

Keterangan                                                              Satuan
                                                                                                     2025                         2024                  2023
Description                                                              Unit

Limbah Non B3
Non Hazardous Waste

Total limbah padat (non B3) yang dihasilkan                               Ton                       385,26                        552,77                453,13
Solid (Non Hazardous) Waste Generated

Penggunaan kembali                                                        Ton                         1,92                         11,41                 0,49
Reused waste

Daur ulang limbah                                                         Ton                         2,60                         0,5                    -
Recycled waste

Pengolahan menjadi kompos                                                 Ton                        42,60                         0,8                    -
Processed into compost

Total limbah yang didaur ulang dan digunakan                              Ton                         4,52                        12,71                  0,49
kembali*
Recycled and reused waste total*

Tempat pembuangan akhir                                                   Ton                        338,14                       513,83                452,46
Sent to landfill

Limbah B3
Hazardous Waste

Total limbah berbahaya yang dihasilkan                                    Ton                        46,26                        19,41                  1,25
Total hazardous waste generated

Total limbah berbahaya yang diangkut                                      Ton                        46,26                        19,41                  1,25
Total hazardous waste transported

Total limbah B3                                                           Ton                        46,26                        19,41                  1,25
Total hazardous waste
*Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)




                                                                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                             2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                                 103
Page 104
                                                  Sekilas WEGE                                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                  WEGE at a Glance                              Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan              Pengelolaan Dampak Lingkungan       Biodiversity Risk Assessment      Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management          Environmental Impact Management     Biodiversity Risk Assessment      Providing the Best Products for Customers




                                            Data limbah
                                            mencakup                                                                           Penempatan Material | Material Placement
                                            100%
                                            operasional
                                            Waste data
                                            covers 100%
                                            of operations




                                            Pengelolaan limbah B3 telah dilaksanakan di seluruh
                                            wilayah operasi dengan memastikan persyaratan
                                            peraturan lingkungan yang berlaku. Perseroan
                                                                                                                      Identifikasi Jenis Sampah | Identification of Waste Types
                                            berkomitmen mengelola limbah B3 yang dihasilkan
                                            agar tidak mencemari lingkungan dan sumber daya
                                            alam. Seluruh unit kerja telah dilengkapi dengan
                                            fasilitas penyimpanan limbah B3 sesuai persyaratan
                                            dan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memenuhi
                                            persyaratan legal dalam pengolahan limbah B3 yang
                                            dihasilkan Perseroan. Selama tahun 2025, Perseroan
                                            mencatat jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan
                                            diangkut oleh pihak ketiga mencapai 46,26 Ton.


                                            Hazardous waste management has been implemented
                                            across all operational areas in compliance with
                                            applicable environmental regulations. The Company
                                            is committed to managing the hazardous waste it
                                            generates to prevent pollution of the environment and               Standarisasi Warna Tempat Sampah                         Laporan Pembuangan Sampah
                                            natural resources. All operational units are equipped
                                                                                                                   Standardized Waste Bin Colors                            Waste Disposal Report
                                            with hazardous waste storage facilities in accordance
                                            with regulations and collaborate with third parties
                                            that meet legal requirements for the treatment of
                                            the Company’s hazardous waste. During 2025, the
                                            Company recorded that the amount of hazardous                   Tempat sampah:                   Trash bins:
                                            waste generated and transported by third parties                a. Merah, sampah B3              a. Red, hazardous waste
                                            reached 46.26 Tonnes.                                           b. Sampah, sampah organik        b. Trash, organic waste
                                                                                                            c. Biru, sampah anorganik        c. Blue, inorganic waste




                                       Upaya dalam Mengelola dan Mengurangi Limbah [GRI 306-2]                                   Efforts to Manage and Reduce Waste
                                       [F.14]


                                       Sebagai wujud tanggung jawab terhadap pengelolaan limbah,                                 As part of its responsibility regarding waste management,
                                       WEGE menjalankan serangkaian kebijakan yang berfokus                                      WEGE implements a series of policies that focus on optimizing
                                       pada optimalisasi pemanfaatan material konstruksi.                                        the use of construction materials. The Company encourages
                                       Perusahaan mendorong penerapan praktik daur ulang dan                                     the implementation of recycling and reuse practices,
                                       reuse, terutama terhadap sisa material seperti beton dan                                  especially for residual materials such as concrete and iron.
                                       besi. Bahan-bahan tersebut diolah kembali sebagai residu                                  These materials are reprocessed as residual materials or
                                       material atau digunakan sebagai material alternatif pada                                  used as alternative materials in certain projects.
                                       pekerjaan tertentu.

                                       Upaya ini tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang harus                                 These efforts not only reduce the amount of waste that must
                                       dibuang, tetapi juga menurunkan kebutuhan akan material                                   be disposed of, but also decrease the need for new materials,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       baru, sehingga mendukung penghematan sumber daya alam                                     thereby supporting the conservation of natural resources and
                                       dan energi. Pendekatan ini memberikan nilai tambah, baik                                  energy. This approach provides added value, both in terms
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       dari sisi lingkungan maupun efisiensi operasional, serta                                  of the environment and operational efficiency, and reflects
                                       mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan                                        the company’s commitment to responsible and sustainable
                                       praktik konstruksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.                              construction practices.




104
Page 105
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                                             Strengthening Sustainability Governance




    Pengendalian                  Menyediakan tempat sampah khusus limbah B3                                                      Bila terjadi tumpahan
                            1                                                                                              2
    Material B3                   Providing designated waste bins for hazardous waste                                             In case of spills

    Hazardous
    Material Control
                                                                Terjadi tumpahan                              Serap dan keringkan tumpahan dengan bahan penyerap
                                                                   material B3                                  (absorban) seperti (kain, pasir, tanah, lempung, dll)
                                     Start
                                                               Hazardous material                             Absorb and dry the spill using absorbent materials such
                                                                 spill occurrence                                          as cloth, sand, soil, clay, etc.




                                                                                                              Bersihkan dan buang pada tempat pembuangan limbah
                                                                                                                               B3 yang disediakan
                                    Finish                             Check
                                                                                                               Clean up and dispose of the waste in the designated
                                                                                                                         hazardous waste disposal area.



                                                                         Hindari masuknya tumpahan ke dalam saluran umum,
                                                                            saluran pembuangan atau perembesan ke tanah
                                                                       Prevent spills from entering public drains, sewage systems,
                                                                                          or seeping into the soil




                             Rumah khusus material B3                     Pemasangan simbol B3                                                                 Penyediaan absorber untuk
                                                                                                                    Pemasangan MSDS material                     penanganan tumpahan
                           Dedicated storage for hazardous           Installation of hazardous material                                                      Provision of absorbents for spill
                                                                                                                    Installation of Material MSDS
                                      materials                                    symbols                                                                            management




                                                   Pembuatan bak kontrol                           Penyediaan APAR                       Penyediaan tempat sampah B3
                                                 Construction of control basin               Provision of fire extinguishers              Provision of hazardous waste



                                  Melakukan rekaman terhadap manifest limbah B3                                                   Melakukan pelaporan manifest limbah B3
                            3                                                                                              4
                                  Recording hazardous waste manifest                                                              Reporting hazardous waste manifest

                                              Mengangkut limbah B3 melalui pihak ketiga yang memiliki lisensi pengolahan limbah B3
                                       5
                                              Transporting hazardous waste through a licensed third-party waste management provider




WEGE memiliki komitmen dan strategi dalam mengelola                                            WEGE is committed to and has a strategy for responsibly
limbah konstruksi termasuk limbah pembongkaran konstruksi                                      managing construction waste, including demolition waste,
secara bertanggung jawab sebagai bagian dari implementasi                                      as part of its implementation of sustainable development
praktik pembangunan berkelanjutan. Komitmen dan strategi                                       practices. This commitment and strategy are incorporated
tersebut dituangkan dalam desain proyek konstruksi sebelum                                     into the construction project design before construction
kegiatan pembangunan konstruksi dimulai yang mengarahkan                                       activities begin, guiding the systematic management of
pengelolaan limbah konstruksi dan pembongkaran agar                                            construction and demolition waste through the principles of
dilakukan secara sistematis melalui prinsip reduce, reuse,                                     reduce, reuse, and recycle (3R).
                                                                                                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




dan recycle (3R).

Rencana pengelolaan limbah telah dimasukkan ke dalam                                           Waste management plans are incorporated into construction
                                                                                                                                                                                                             2025 Sustainability Report




desain proyek konstruksi sebelum kegiatan pembangunan                                          project designs before construction activities begin, ensuring
dimulai, sehingga pengendalian limbah dapat direncanakan                                       that waste control can be systematically planned from the
secara sistematis sejak tahap awal untuk seluruh proyek                                        initial stages for all construction projects. In practice, each
konstruksi. Dalam pelaksanaannya, setiap proyek juga                                           project also sets specific targets related to construction
menetapkan target khusus terkait pengurangan limbah                                            waste reduction, including efforts to reduce, reuse, and
konstruksi, termasuk upaya reduce, reuse, dan recycle (3R)                                     recycle (3R) construction materials generated during the
terhadap material konstruksi yang dihasilkan selama proses                                     construction process across all construction projects.
pembangunan di seluruh proyek konstruksi.                                                                                                                                                        105
Page 106
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Untuk memastikan implementasi pengelolaan limbah                                  To ensure the effective implementation of construction
                                       konstruksi yang efektif, sepanjang tahun 2025 di seluruh                          waste management, throughout 2025 across all construction
                                       proyek konstruksi, WEGE secara rutin memberikan imbauan,                          projects, WEGE routinely provides reminders, awareness
                                       sosialisasi, dan pelatihan kepada seluruh tenaga kerja serta                      campaigns, and training to all workers and contractors
                                       kontraktor mengenai teknik pengelolaan limbah konstruksi                          regarding proper and responsible construction waste
                                       yang baik dan bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2025,                            management techniques. Throughout 2025, WEGE has
                                       WEGE telah mengimplementasikan pemilahan limbah di                                implemented waste sorting at all construction project sites
                                       seluruh lokasi proyek konstruksi sehingga limbah yang                             so that the generated waste can be managed more optimally
                                       dihasilkan dapat dikelola secara lebih optimal sesuai dengan                      according to its type and potential for reuse.
                                       jenis dan potensi pemanfaatannya.

                                       Sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular                              As part of efforts to promote a circular economy in the
                                       di sektor konstruksi, WEGE juga mendukung penggunaan                              construction sector, WEGE also supports the use of recycled
                                       material bangunan hasil daur ulang dengan membeli dan                             building materials by purchasing and utilizing construction
                                       memanfaatkan produk konstruksi yang diperoleh dari                                products sourced from suppliers, thereby reducing the
                                       pemasok sehingga dapat mengurangi penggunaan sumber                               use of new resources while minimizing construction waste
                                       daya baru sekaligus menekan timbulan limbah konstruksi                            generation, such as:
                                       seperti:
                                       • Penggunaan fly ash dan limbah bata ringan sebagai                               •    The use of fly ash and lightweight brick waste as
                                           substitusi sebagian pasir dalam pekerjaan screed                                   partial substitutes for sand in floor screed work. This
                                           lantai. Kombinasi ini memberikan kualitas waktu setting                            combination provides setting times comparable to
                                           yang setara dengan screed konvensional, sekaligus                                  conventional screed while achieving cost efficiencies
                                           menghasilkan efisiensi biaya antara 2,9% hingga 8,3%;                              ranging from 2.9% to 8.3%;
                                       • Pemanfaatan limbah besi beton, sisa kayu, dan residu                            •    Utilization of reinforced concrete scrap, wood scraps, and
                                           beton pada sejumlah proyek;                                                        concrete residues in various projects;
                                       • Penggunaan potongan bata ringan sebagai campuran                                •    Use of lightweight brick fragments as a mortar mixture
                                           mortar untuk plesteran dinding;                                                    for wall plastering;
                                       • Pengolahan limbah besi menjadi steck untuk kebutuhan                            •    Processing of steel scrap into steck for safety deck
                                           safety deck;                                                                       requirements;
                                       • Pemanfaatan limbah besi sebagai material untuk                                  •    Utilization of steel scrap as material for the manufacture
                                           pembuatan safety railing.                                                          of safety railings.

                                       Keanekaragaman Hayati [F.9, F.10]                                                 Biodiversity

                                       WEGE menyadari bahwa keberlangsungan keanekaragaman                               WEGE is aware that the sustainability of biodiversity is
                                       hayati merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan                          an essential part of environmental quality. Therefore,
                                       hidup. Oleh karena itu, Perseroan berupaya melindungi                             the Company strives to protect various elements of the
                                       berbagai unsur ekosistem mulai dari spesies flora dan fauna,                      ecosystem, starting from flora and fauna species, genetic
                                       keragaman genetik, hingga keseimbangan ekosistem alami.                           diversity, to the balance of the natural ecosystem. The
                                       Penjagaan terhadap elemen-elemen tersebut dipandang                               protection of these elements is considered an integral part
                                       sebagai tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dari                           of the Company’s operational activities, given that stable
                                       kegiatan operasional perusahaan, karena kondisi habitat                           habitat conditions will support long-term environmental
                                       yang stabil akan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam                         sustainability.
                                       jangka panjang.

                                       Komitmen ini diwujudkan melalui langkah-langkah                                   This commitment is realized through preventive and
                                       pencegahan dan perlindungan yang diterapkan di seluruh                            protective measures implemented across all operational
                                       wilayah operasional. Perusahaan memastikan habitat flora                          areas. The Company ensures that the flora and fauna habitats
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       dan fauna di sekitar lokasi proyek tetap terkelola dengan baik,                   around project sites are well managed and takes additional
                                       serta melakukan tindakan perlindungan tambahan pada area                          protective measures in areas that may be potentially affected.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       yang berpotensi terdampak. Pada tahap perencanaan proyek,                         During the project planning stage, WEGE always conducts
                                       WEGE selalu melakukan kajian lingkungan untuk memastikan                          environmental assessments to ensure that construction
                                       bahwa kegiatan konstruksi tidak dilakukan di kawasan                              activities are not carried out in protected areas or areas with
                                       lindung maupun daerah dengan tingkat keanekaragaman                               high biodiversity. This identification process also includes
                                       hayati yang tinggi. Proses identifikasi ini juga meliputi                         reviewing sensitive ecosystems to avoid the risk of damage
                                       peninjauan terhadap ekosistem sensitif untuk menghindari                          to natural habitats.
                                       risiko kerusakan habitat alami. [GRI 304-1, 304-2, 304-3]
106
Page 107
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities         Strengthening Sustainability Governance




Hasil evaluasi menunjukkan bahwa operasional Perseroan             The evaluation results show that the Company’s operations
tidak memberikan dampak terhadap spesies yang masuk                have no impact on species included in the IUCN Red List or
dalam IUCN Red List atau daftar konservasi nasional.               the national conservation list. This commitment is in line
Komitmen ini selaras dengan prinsip bisnis yang bertanggung        with the principles of responsible business, particularly in
jawab, khususnya dalam memastikan kelestarian spesies dan          ensuring the preservation of species and ecosystems around
ekosistem di sekitar area operasi. [GRI 304-4]                     the operational area.

Hingga akhir periode pelaporan 2025, Perseroan belum               As of the end of the 2025 reporting period, the Company
melakukan asesmen risiko keanekaragaman hayati secara              has not conducted a formal and structured biodiversity
formal dan terstruktur pada seluruh wilayah operasional dan        risk assessment across all operational areas and projects.
proyek. Pada tahap ini, pengelolaan isu keanekaragaman             At this stage, biodiversity management is still generally
hayati masih terintegrasi secara umum dalam penerapan              integrated into the implementation of project environmental
pengelolaan lingkungan proyek, khususnya melalui                   management, particularly through compliance with
kepatuhan terhadap dokumen perizinan lingkungan,                   environmental licensing documents, control of the impact
pengendalian dampak kegiatan konstruksi, serta penerapan           of construction activities, and the implementation of
praktik operasional yang bertujuan meminimalkan                    operational practices aimed at minimizing disturbance to
gangguan terhadap lingkungan sekitar. Adapun Perseroan             the surrounding environment. The Company has taken the
telah berinisiatif untuk melaksanakan asesmen risiko               initiative to carry out a biodiversity risk assessment through
keanekaragaman hayati melalui platform WWF Biodiversity            the WWF Biodiversity Risk Filter platform.
Risk Filter.

WEGE menyadari bahwa keberlangsungan keanekaragaman                WEGE recognizes that the sustainability of biodiversity is an
hayati merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan           essential component of environmental quality. Therefore,
hidup. Oleh karena itu, Perseroan berupaya melindungi              the Company strives to protect various elements of the
berbagai unsur ekosistem mulai dari spesies flora dan fauna,       ecosystem, ranging from flora and fauna species and genetic
keragaman genetik, hingga keseimbangan ekosistem alami.            diversity to the balance of natural ecosystems. Safeguarding
Penjagaan terhadap elemen-elemen tersebut dipandang                these elements is viewed as a responsibility inseparable
sebagai tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dari            from the company’s operational activities, as stable
kegiatan operasional perusahaan, karena kondisi habitat            habitat conditions will support long-term environmental
yang stabil akan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam          sustainability.
jangka panjang.

Komitmen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati                The commitment to biodiversity conservation is realized
diwujudkan melalui langkah-langkah pencegahan dan                  through preventive and protective measures implemented
perlindungan yang diterapkan di seluruh wilayah operasional        across all operational areas by applying a mitigation
dengan mengerapkan hierarki mitigasi yang meliputi avoid,          hierarchy that includes avoid, reduce, regenerate, restore,
reduce, regenerate, restore, dan transform yang mengacu            and transform, in accordance with Science-based Targets
Science-based Targets for Nature (SBTN). Perusahaan                for Nature (SBTN). The company ensures that the flora and
memastikan habitat flora dan fauna di sekitar lokasi proyek        fauna habitats around project sites remain well-managed
tetap terkelola dengan baik, serta melakukan tindakan              and implements additional protective measures in areas
perlindungan tambahan pada area yang berpotensi                    at risk of impact. During the project planning phase, WEGE
terdampak. Pada tahap perencanaan proyek, WEGE selalu              always conducts environmental assessments to ensure
melakukan kajian lingkungan untuk memastikan bahwa                 that construction activities are not carried out in protected
kegiatan konstruksi tidak dilakukan di kawasan lindung             areas or regions with high levels of biodiversity (avoid). This
maupun daerah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang            identification process also includes reviewing sensitive
tinggi (avoid). Proses identifikasi ini juga meliputi peninjauan   ecosystems to avoid the risk of damage to natural habitats.
terhadap ekosistem sensitif untuk menghindari risiko
kerusakan habitat alami. [GRI 304-1, 304-2, 304-3]
                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Hasil evaluasi menunjukkan bahwa operasional Perseroan             Evaluation results indicate that the Company’s operations
tidak memberikan dampak terhadap spesies yang masuk                do not impact species listed on the IUCN Red List or national
                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




dalam IUCN Red List atau daftar konservasi nasional (reduce).      conservation lists (reduce). This commitment aligns with the
Komitmen ini selaras dengan prinsip bisnis yang bertanggung        principles of responsible business, particularly in ensuring the
jawab, khususnya dalam memastikan kelestarian spesies dan          conservation of species and ecosystems around operational
ekosistem di sekitar area operasi. [GRI 304-4]                     areas.




                                                                                                                                      107
Page 108
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Pada tahap ini, pengelolaan isu keanekaragaman hayati masih                       At this stage, biodiversity management is generally
                                       terintegrasi secara umum dalam penerapan pengelolaan                              integrated into the implementation of project environmental
                                       lingkungan proyek, khususnya melalui kepatuhan terhadap                           management, particularly through compliance with
                                       dokumen perizinan lingkungan, pengendalian dampak                                 environmental permitting documents, control of construction
                                       kegiatan konstruksi, serta penerapan praktik operasional                          activity impacts, and the application of operational practices
                                       yang bertujuan meminimalkan gangguan terhadap lingkungan                          aimed at minimizing disturbances to the surrounding
                                       dan ekosistem sekitar (reduce).                                                   environment and ecosystems (reduce).

                                       Perseroan telah menunjukkan komitmen awal terhadap                                The Company has demonstrated an initial commitment
                                       pelestarian keanekaragaman hayati melalui pelaksanaan                             to biodiversity conservation through the implementation
                                       berbagai inisiatif yang terintegrasi dengan kegiatan                              of various initiatives integrated with the Company’s
                                       operasional dan program sosial lingkungan Perseroan.                              operational activities and social-environmental programs.
                                       Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan hierarki                           This commitment is realized through the application of a
                                       mitigasi pada tahap restorasi, antara lain melalui penanaman                      mitigation hierarchy during the restoration phase, including
                                       sebanyak 4.310 pohon (termasuk CSR Gabungan dengan                                the planting of 4,310 trees (including a joint CSR initiative
                                       WIKA Grup) di sekitar area proyek WEGE sebagai upaya                              with the WIKA Group) around the WEGE project area as
                                       pemulihan lingkungan pasca aktivitas konstruksi (restore).                        part of post-construction environmental restoration efforts
                                       Selain itu, Perseroan juga mendukung penanaman pohon                              (restore). In addition, the Company also supports the planting
                                       langka endemik Nusantara sebagai bagian dari kontribusi                           of rare endemic trees of the Indonesian archipelago as part
                                       terhadap pelestarian spesies lokal dan mendukung upaya                            of its contribution to the conservation of local species and
                                       untuk meningkatkan fungsi ekosistem serta mendukung                               to support efforts to enhance ecosystem functions as well
                                       pemulihan dan keberlanjutan habitat alami di sekitar wilayah                      as support the recovery and sustainability of natural habitats
                                       pembangunan termasuk di IKN (regenerate).                                         around development areas, including in the IKN (regenerate).

                                       Di samping kegiatan restorasi, WEGE turut mendorong                               In addition to restoration activities, WEGE actively encourages
                                       keterlibatan pemangku kepentingan dalam upaya                                     stakeholder engagement in biodiversity conservation efforts.
                                       konservasi keanekaragaman hayati. Hal ini tercermin                               This is reflected in the Company’s participation through
                                       melalui partisipasiPerseroan melalui kerja sama dengan                            collaboration with the Environmental Education Tourism
                                       Unit Pengelola Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan                               Area Management Unit (UP-KWPLH) in a park revitalization
                                       Hidup (UP-KWPLH) dalam program revitalisasi taman di                              program within the Environmental Education Tourism Area
                                       Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH),                               (KWPLH) in Balikpapan, which focuses on conservation
                                       Balikpapan, yang difokuskan pada upaya konservasi beruang                         efforts for the sun bear an endemic, protected species that
                                       madu sebagai salah satu spesies satwa endemik yang                                plays a crucial ecological role in nature (transform). These
                                       dilindungi dan memiliki peranan ekologis yang penting di                          initiatives reflect the Company’s awareness of the importance
                                       alam (transform). Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan                       of maintaining ecosystem balance and considering the
                                       kesadaran Perseroan akan pentingnya menjaga keseimbangan                          environmental impacts of business activities.
                                       ekosistem dan memperhatikan dampak lingkungan dari
                                       kegiatan usaha. [F.10]

                                       Di samping itu, hal tersebut menjadikan WEGE sekaligus                            In addition, this commitment enables WEGE to uphold the
                                       berkomitmen terhadap implementasi No Net Deforestation,                           principle of No Net Deforestation by applying the principles
                                       yaitu dengan menerapkan prinsip pencegahan dan                                    of prevention and management of impacts on forested
                                       pengelolaan dampak terhadap kawasan berhutan melalui                              areas through rehabilitation, restoration, or equivalent
                                       upaya rehabilitasi, restorasi, atau kompensasi lingkungan                         environmental compensation (future reforestation) in the
                                       yang setara (future reforestation) apabila terjadi dampak                         event of land-cover changes. The company also strives
                                       terhadap tutupan lahan. Perusahaan juga berupaya                                  to minimize the potential for deforestation throughout its
                                       meminimalkan potensi deforestasi di sepanjang rantai                              operational value chain, from the planning stage through
                                       nilai operasionalnya, mulai dari tahap perencanaan hingga                         to project implementation, and ensures that all business
                                       pelaksanaan proyek, serta memastikan seluruh kegiatan                             activities are conducted in accordance with applicable
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       usaha dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-                             Indonesian forestry laws and regulations. Through this
                                       undangan yang berlaku di bidang kehutanan di Indonesia.                           approach, WEGE seeks to maintain a balance between
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Dengan pendekatan tersebut, WEGE berupaya menjaga                                 infrastructure development and the sustainable protection
                                       keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan                                 of forest ecosystems.
                                       perlindungan ekosistem hutan secara berkelanjutan.




108
Page 109
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance




 Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati
 Biodiversity Conservation Activities

 Keterangan                                     Satuan
                                                                       2025                     2024                      2023
 Description                                     Unit

 Penanaman Pohon                                Pohon                   810                      764                       833
 Tree Planting                                  Trees

 Dana Pelestarian Alam Alam WEGE             Ribu Rupiah               96.557                   126.291                   27.412
 Hijau/WEGE Nature                         Thousand Rupiah
 Natural Preservation Funds WEGE
 Hijau/WEGE Nature


Biodiversity Risk Assessment                                       Biodiversity Risk Assessment

WEGE menyadari bahwa modal alam (natural capital)                  WEGE recognizes that natural capital is a key factor supporting
merupakan faktor penting yang mendukung keberlanjutan              the company’s operational sustainability, particularly in the
operasional perusahaan, khususnya dalam sektor konstruksi          construction sector, which is closely linked to the use of
yang memiliki keterkaitan erat dengan penggunaan sumber            natural resources and land use. Therefore, WEGE seeks to
daya alam dan penggunaan lahan. Oleh karena itu, WEGE              analyze the level of dependency and impact of its business
berupaya menelaah tingkat ketergantungan (dependency)              activities on the environment and biodiversity through a
dan dampak (impact) aktivitas bisnisnya terhadap                   biodiversity risk assessment using the WWF Biodiversity
lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui asesmen               Risk Filter platform, which is based on geospatial data and
risiko keanekaragaman hayati dengan mengacu platform               ecological attribute data across the company’s value chain—
WWF Biodiversity Risk Filter berbasis data geospasial dan          including project operations, upstream, downstream, as well
data atribut ekologis di sepanjang rantai nilai perusahaan,        as in areas adjacent to the project sites (Adjacent Areas).
baik pada kegiatan operasional proyek, hulu, hilir, maupun         This risk assessment is conducted at all construction project
pada area yang berbatasan dengan di sekitar lokasi proyek          sites throughout 2025, covering Bio Farma 34 Bandung, Wing
(Adjacent Areas). Asesmen risiko ini dilakukan di seluruh lokasi   1 IKN, Kemenko 1 IKN, IKN Basilica Church, IKN Presidential
proyek konstruksi sepanjang tahun 2025 yang mencakup               Guard Housing Complex, Telkom Landmark Tower, Cilangkap
Bio Farma 34 Bandung, Wing 1 IKN, Kemenko 1 IKN, Gereja            Housing Complex, Pulo Mas Jaya Land, BMKG Jakarta, ITB
Basilika IKN, Rusun Paspampres IKN, Telkom Landmark                Labtek Bandung, Polman Majalengka Campus 2, Ombilin
Tower, Rusun Cilangkap, Pulo Mas Jaya Land, BMKG Jakarta,          Hotel, Teladan Stadium, and BI Karawang. As for the analysis
Labtek ITB Bandung, Kampus 2 Polman Majalengka, Hotel              in the upstream scope, it was conducted at the WIKA Beton
Ombilin, Stadion Teladan, dan BI Karawang. Adapun untuk            Cileungsi Plant where construction materials are sourced,
analisis di cakupan hulu dilaksanakan pada Pabrik WIKA             while the downstream analysis was conducted on modular
Beton Cileungsi di mana sumber bahan material konstruksi           projects at Bank Mandiri Gresik, DKUT Gresik, Undip Tower
didapatkan, sedangkan pada downstream dilaksanakan pada            Semarang, Klaten Hospital, KPWBI, RDBI Manokwari, and
proyek modular di Bank Mandiri Gresik, DKUT Gresik, Tower          Bank Mandiri Kendari.
Undip Semarang, RS Klaten, KPWBI, RDBI Manokwari, Bank
Mandiri Kendari.

Ketergantungan tersebut mencakup ketersediaan sumber               These dependencies include the availability of natural
daya alam, kondisi lahan, serta potensi risiko lingkungan          resources, land conditions, and potential environmental risks
seperti curah hujan ekstrem, banjir, maupun kondisi iklim          such as extreme rainfall, flooding, and climatic conditions
yang dapat mempengaruhi kelangsungan proyek. Sementara             that could affect project sustainability. Meanwhile, potential
itu, potensi dampak terhadap keanekaragaman hayati dapat           impacts on biodiversity may occur primarily through land-
terjadi terutama melalui perubahan penggunaan lahan pada           use changes during the project construction phase and
tahap pembangunan proyek serta faktor lingkungan yang              environmental factors encompassing ecosystem conditions.
mencakup kondisi ekosistem. Berdasarkan hasil asesmen,             Based on the assessment results, biodiversity risks were
                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




ditemukan risiko keanekaragaman hayati khususnya pada              identified, particularly in construction activities around
pembangunan di sekitar wilayah IKN. Untuk mengelola risiko         the IKN area. To manage these risks, WEGE integrates
tersebut, WEGE mengintegrasikan aspek lingkungan dan               environmental and biodiversity aspects into the Company’s
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




keanekaragaman hayati ke dalam Risk Register Perusahaan,           Risk Register and applies principles of mitigation, impact
serta menerapkan prinsip mitigasi, pengurangan dampak,             reduction, and restoration in every construction project
dan pemulihan dalam setiap kegiatan proyek konstruksi,             activity, one of which is through vegetation planting. The
salah satunya melalui penanaman vegetasi. Perusahaan juga          company also strives to strengthen collaboration with various
berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku            stakeholders in the field of biodiversity and encourages the


                                                                                                                                     109
Page 110
                                                   Sekilas WEGE                                      Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                   WEGE at a Glance                                  Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan                 Pengelolaan Dampak Lingkungan                Biodiversity Risk Assessment             Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management             Environmental Impact Management              Biodiversity Risk Assessment             Providing the Best Products for Customers




                                       kepentingan dalam bidang keanekaragaman hayati serta                                                     implementation of sustainable construction practices that
                                       mendorong penerapan praktik konstruksi berkelanjutan                                                     minimize impacts on ecosystems. Through this approach,
                                       yang meminimalkan dampak terhadap ekosistem. Melalui                                                     WEGE is committed to supporting environmental protection
                                       pendekatan ini, WEGE berkomitmen untuk mendukung                                                         and biodiversity while ensuring that development activities
                                       perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati                                                        continue to provide sustainable added value for the
                                       sekaligus memastikan bahwa kegiatan pembangunan yang                                                     community and the environment.
                                       dilakukan tetap memberikan nilai tambah yang berkelanjutan
                                       bagi masyarakat dan lingkungan.


                                       WEGE's Natural Capital Dependency and Impact

                                       Category                                Risk Type                                    Indicators                                                                             Risk Level

                                       Dependency                              Provisioning Services                        Water Availability                                                                        2,5

                                                                                                                            Forest Productivity and Distance to Markets                                               3,1

                                                                                                                            Limited Wild Flora & Fauna Availability                                                   3,5

                                                                               Environmental Condition                      Soil Condition                                                                            3,2

                                                                                                                            Water Condition                                                                           2,4

                                                                                                                            Air Condition                                                                             3,9

                                                                               Natural Disaster                             Landslides                                                                                2,9

                                                                                                                            Wildfire Hazard                                                                           2,9

                                                                                                                            Extreme Heat                                                                              3,3

                                                                                                                            Tropical Cyclones                                                                         2,5

                                       Impact                                  Pressures on Biodiversity                    Land Freshwater and Sea Use Change                                                        3,6

                                                                                                                            Forest Canopy Loss                                                                        3,9

                                                                                                                            Invasives                                                                                  3

                                                                                                                            Pollution                                                                                 4,2

                                                                               Environmental Factors                        Protected/Conservation Areas                                                              3,8

                                                                                                                            Key Biodiversity Areas                                                                    3,7

                                                                                                                            Ecosystem Condition                                                                       3,5

                                                                                                                            Range rarity                                                                              3,8
                                       Risk Level Score Classification for Direct Dependency - Impact 1,0 - 1,8: Very Low | 1,8 - 2,6: Low | 2,6 - 3,4: Medium | 3,4 - 4,2: High | 4,2 - 5,0: Very High




                                       Assessment of Impact on Biodiversity

                                                                                                                                Dependency                                                                Impact
                                       Value Chain
                                                             Business Activities                           Provisioning         Environmental             Natural           Pressures on          Environmental    Ecosystem
                                       Stage
                                                                                                             Services             Condition               Disaster          Biodiversity             Factors        Condition

                                       Own                   Bio Farma 34 Bandung                                  3                     3                     3                   4,3                    3,5          3
                                       Operations
                                                             Telkom Landmark Tower                                3,8                    4                    2,5                  3,8                    3,5         3,4

                                                             Rusun Cilangkap                                      3,8                    4                    2,5                  3,8                    3,5         3,4

                                                             Pulo Mas Jaya Land                                   3,8                    4                    2,5                  3,8                    3,5         3,4
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                             BMKG Jakarta                                         3,8                    4                    2,5                  3,8                    3,5         3,4

                                                             Labtek ITB Bandung                                    3                     3                     3                   4,3                    3,5          3
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                             Kampus 2 Polman Majalengka                           3,3                    3                    2,9                  4,3                    3,5         3,3

                                                             Hotel Ombilin                                         3                     3                    2,9                  4,3                     4          3,9

                                                             Stadion Teladan                                       3                    3,5                   2,9                  4,4                     4           3,5

                                                             BI Karawang                                           3                     3                     3                   4,3                    3,5          3



110
Page 111
           Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
           Supporting the Development of Employees and Local Communities                                                  Strengthening Sustainability Governance




 Assessment of Impact on Biodiversity

                                                                                          Dependency                                                                Impact
 Value Chain
                       Business Activities                           Provisioning         Environmental             Natural           Pressures on          Environmental    Ecosystem
 Stage
                                                                       Services             Condition               Disaster          Biodiversity             Factors        Condition

 Upstream              Pabrik WIKA Beton Cileungsi                          3,8                    4                    2,5                  3,8                    3,5         3,4
 Downstream
                       Bank Mandiri Gresik                                  3,5                    4                    3,3                  4,3                    3,5         3,1

                       DKUT Gresik                                          3,5                    4                    3,3                  4,3                    3,5         3,1

                       Tower Undip Semarang                                 3,3                    3                    2,9                  4,1                    3,5         3,3

                       RS Klaten                                            3,8                   3,5                   2,5                  4,1                    3,5         2,9

                       KPWBI                                                3,8                    4                    2,5                  3,8                    3,5         4,1

                       RDBI Manokwari                                       3,3                    2                    2,9                  3,8                    4,5         4,1

                       Bank Mandiri Kendari                                 3,3                    2                    2,9                  3,8                    4,5          4

 Adjacent              Wing 1 IKN                                           3,1                    3                    2,9                  4,3                    4            4
 areas to own
 operations            Kemenko 1 IKN                                        3,1                    3                    2,9                  4,3                    4            4

                       Gereja Basilika IKN                                  3,1                    3                    2,9                  4,3                    4            4

                       Rusun Paspampres IKN                                 3,1                    3                    2,9                  4,3                    4            4
 *Cakupan data mencakup seluruh wilayah operasional (100%) | Data coverage is obtained across the entire operational area (100%)
 Risk Level Score Classification for Direct Dependency - Impact 1,0 - 1,8: Very Low | 1,8 - 2,6: Low | 2,6 - 3,4: Medium | 3,4 - 4,2: High | 4,2 - 5,0: Very High




Saluran Pengaduan untuk Masyarakat [F.16] [GRI 2-27, 307-1]                                               Public Complaint Channel

Dalam rangka memastikan keterbukaan dan akuntabilitas,                                                    In order to ensure transparency and accountability, WEGE
WEGE menyediakan saluran pengaduan yang dapat                                                             provides a complaint channel that can be used by the public
digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan potensi                                                        to report potential environmental impacts of the company’s
dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan. Pengaduan                                                     activities. Complaints can be submitted verbally or in writing
dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis melalui unit                                               through the relevant business unit, and each report is
bisnis terkait, dan setiap laporan diproses secara serius serta                                           processed seriously and transparently.
transparan.

Sepanjang tahun 2025, WEGE tidak menerima pengaduan                                                       Throughout 2025, WEGE did not receive any complaints
terkait aspek lingkungan, dan tidak terdapat pelanggaran                                                  related to environmental aspects, and there were no violations
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal                                                   of applicable laws and regulations. This demonstrates
ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan                                                     the Company’s commitment to conducting compliant and
operasional yang patuh dan bertanggung jawab.                                                             responsible operations.

Tumpahan yang Terjadi [F.15]                                                                              Spillage

Sepanjang periode pelaporan, WEGE berhasil mencegah                                                       Throughout the reporting period, WEGE successfully
terjadinya tumpahan limbah berbahaya di seluruh lokasi                                                    prevented hazardous waste spills at its entire operational
kegiatan, termasuk kantor pusat, pabrik, dan area proyek.                                                 sites, including its head office, factories, and project areas.
Pengelolaan limbah cair, bahan kimia, maupun bahan bakar                                                  Liquid waste, chemicals, and fuel are managed under strict
dilakukan dengan prosedur ketat untuk memastikan seluruh                                                  procedures to ensure that all potentially high-risk materials
bahan berpotensi risiko tinggi ditangani secara aman dan                                                  are handled safely and in accordance with applicable
                                                                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                                                                     regulations.

Pencegahan tumpahan menjadi prioritas perusahaan bukan                                                    Preventing spills is a priority for the Company not only
                                                                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




hanya karena tuntutan regulasi, tetapi juga sebagai komitmen                                              because of regulatory requirements, but also as a
untuk melindungi kualitas tanah, air, dan udara di sekitar lokasi                                         commitment to protecting the quality of soil, water, and
operasional. Tumpahan limbah dapat memberikan dampak serius                                               air around its operational sites. Waste spills can severely
terhadap ekosistem, termasuk keanekaragaman hayati. Selain                                                impact ecosystems, including biodiversity. Furthermore, the
itu, perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan                                             protection of employee health and safety is also a key reason
juga menjadi alasan utama perusahaan menerapkan standar                                                   why the Company implements strict material management
penanganan material yang ketat. Melalui pendekatan ini, WEGE                                              standards. Through this approach, WEGE strives to keep
berupaya menjaga lingkungan tetap aman sekaligus menghindari                                              the environment safe while avoiding incidents that could                           111
insiden yang dapat membahayakan pekerja.                                                                  endanger workers.
Page 112
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                       Providing the Best Products for Customers




                                         Paddock - Mandalika



                                       Pelanggan memegang peran strategis dalam menentukan                               Customers play a strategic role in determining the direction
                                       arah pembangunan bisnis. Di tengah dinamika industri                              of business development. Amidst the increasingly rapid
                                       yang semakin cepat dan kompetitif, memahami kebutuhan                             and competitive dynamics of the industry, understanding
                                       serta ekspektasi pelanggan menjadi landasan penting                               customer needs and expectations is an important foundation
                                       bagi WEGE untuk tetap relevan dan unggul di pasar.                                for WEGE to remain relevant and dominant in the market.
                                       Perusahaan memastikan kualitas produk sekaligus menjamin                          The Company ensures product quality and guarantees
                                       perlindungan konsumen dengan mematuhi Undang-Undang                               consumer protection by complying with Law No. 8 of 1999
                                       No. 8 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun                            and Government Regulation No. 29 of 2021 as the basis to
                                       2021 sebagai dasar dalam menjaga praktik usaha yang adil                          maintain fair and safe business practices. By adhering to
                                       dan aman. Dengan berpegang pada regulasi tersebut, WEGE                           these regulations, WEGE builds long-term relationships
                                       membangun hubungan jangka panjang berbasis kepercayaan                            based on trust and sustainable values.
                                       dan nilai berkelanjutan. [GRI 3-3]

                                       Layanan Setara untuk Pelanggan [F.17]                                             Equal Service for Customers

                                       WEGE menjunjung prinsip kesetaraan dalam memberikan                               WEGE upholds the principle of equality in providing
                                       layanan kepada seluruh pelanggan, tanpa membedakan latar                          services to all customers, regardless of their background
                                       belakang maupun preferensi. Prinsip ini tercantum dalam                           or preferences. This principle is stated in the Company’s
                                       Code of Conduct Perusahaan yang mengedepankan interaksi                           Code of Conduct, which promotes transparent, ethical, and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       yang transparan, etis, dan adil bagi setiap pemangku                              fair interactions with all stakeholders. This commitment
                                       kepentingan. Implementasi tersebut didukung dengan                                is supported by compliance with Article 7 of the Consumer
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       kepatuhan terhadap Pasal 7 Undang-Undang Perlindungan                             Protection Law, which regulates the provision of honest
                                       Konsumen yang mengatur penyediaan layanan yang jujur                              and non-discriminatory services. With this approach, WEGE
                                       dan tanpa diskriminasi. Dengan pendekatan ini, WEGE                               ensures an inclusive service experience for all customers.
                                       memastikan pengalaman layanan yang inklusif bagi seluruh
                                       pelanggan.


112
Page 113
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Inovasi dan Pengembangan Produk [F.26]                             Product Innovation and Development

Untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan mempertahankan              To respond to customer needs and maintain competitiveness,
daya saing, WEGE terus memperkuat inovasi di berbagai lini         WEGE continues to strengthen innovation in various lines
layanan. Beberapa pengembangan strategis yang dilakukan            of service. Several strategic developments that have been
antara lain:                                                       carried out include:
a. Konsesi                                                         a. Concessions
    Perusahaan terus memperluas portofolio melalui                     The Company continues to expand its portfolio through
    pengembangan proyek-proyek berbasis konsesi.                       the development of concession-based projects.
b. Modular                                                         b. Modular
    Inovasi modular dikembangkan melalui produk Volumetric             Modular innovations were developed through the
    Modular dan Toilet Pod Modular, yang menawarkan                    Volumetric Modular and Toilet Pod Modular products,
    efisiensi tinggi serta waktu konstruksi yang lebih cepat.          which offer high efficiency and faster construction times.
c. Building Information Modeling (BIM)                             c. Building Information Modeling (BIM)
    Pemanfaatan BIM meningkatkan ketepatan desain,                     The use of BIM improves design precision, planning
    akurasi perencanaan, dan efektivitas pelaksanaan.                  accuracy, and effectiveness of construction. The
    Integrasi BIM dengan IoT, AR, dan VR mendukung proses              integration of BIM with IoT, AR, and VR supports a more
    simulasi proyek yang lebih realistis dan efisien. Saat ini,        realistic and efficient project simulation process.
    WEGE tengah mengembangkan BIM Level 2 Dimensi 5.                   Currently, WEGE is developing BIM Level 2 Dimension 5.



Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan                  As part of its commitment to sustainable development,
berkelanjutan, WIKA bersama entitas anak perusahaannya             WIKA and its subsidiary consistently deliver innovations
secara konsisten menghadirkan inovasi yang mendorong               that promote energy efficiency, reduce carbon emissions,
efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan        and strengthen local supply chains and industries. Various
rantai pasok dan industri lokal. Berbagai produk, layanan,         products, services, and projects have been developed to
dan proyek dikembangkan untuk merespons tantangan                  respond to global environmental challenges while accelerating
lingkungan global sekaligus mempercepat adopsi teknologi           the adoption of environmentally friendly technologies in
ramah lingkungan di berbagai sektor. Inisiatif ini mencakup        various sectors. These initiatives include innovations in
inovasi material konstruksi, penguatan metode kerja rendah         construction materials, reinforcing low-emission work
emisi, hingga pengembangan solusi yang mendukung                   methods, and developing solutions that support the transition
transisi menuju ekonomi yang lebih hijau. Namun demikian,          to a greener economy. However, during the reporting period,
dalam periode pelaporan, tidak terdapat proyek yang                there were no projects related to hydrocarbons. The following
berkaitan dengan hidrokarbon. Berikut ini merupakan salah          is one of the main contributions of the business unit in the
satu kontribusi utama unit usaha dalam WIKA Group yang             WIKA Group that supports the sustainability agenda and is
mendukung agenda keberlanjutan dan selaras dengan Tujuan           in line with the Sustainable Development Goals (SDGs) in
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.                     Indonesia.

Inovasi Sistem Konstruksi Modular di WEGE                          Modular Construction System Innovation at WEGE

WEGE melalui Unit Bisnis Sistem Konstruksi Modular                 Through its Modular Construction System Business Unit,
mengembangkan inovasi produk yang mendukung arah                   WEGE has developed a product innovation that supports
pembangunan rendah karbon, sejalan dengan upaya mencapai           low-carbon development, in line with efforts to gradually
target Net Zero Emission secara bertahap. Salah satu inovasi       achieve the Net Zero Emission target. One of the Company’s
unggulan Perseroan adalah sistem konstruksi modular atau           leading innovations is the modular construction system or
PPVC (Prefabricated Prefinished Volumetric Construction),          PPVC (Prefabricated Prefinished Volumetric Construction),
yaitu metode pembangunan dengan merakit komponen                   which is a construction method that involves assembling
bangunan di luar lokasi proyek sebelum dipasang di lokasi          building components off-site before installing them at the
                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




utama. Pendekatan ini memberikan manfaat signifikan dalam          main location. This approach provides significant benefits in
meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, sekaligus menekan          terms of improving time and cost efficiency, while reducing
timbulan limbah konstruksi serta potensi emisi dari aktivitas      construction waste and potential emissions from field work
                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




kerja di lapangan.                                                 activities.




                                                                                                                                    113
Page 114
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan        Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management    Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Dalam pengembangannya, WEGE menghadirkan tiga sistem                              In its development, WEGE presents three main modular
                                       utama konstruksi modular, yaitu MOLI (Modular Lite), WG                           construction systems, namely MOLI (Modular Lite), WG
                                       Flatpack, dan Volumetrik. MOLI dirancang untuk bangunan                           Flatpack, and Volumetric. MOLI is designed for buildings up
                                       hingga dua lantai dengan keunggulan proses perakitan tanpa                        to two stories with the advantage of an assembly process
                                       kebutuhan alat berat, sehingga relevan untuk proyek skala                         that does not require heavy equipment, making it relevant for
                                       kecil maupun kebutuhan cepat di area terbatas. WG Flatpack                        small-scale projects and urgent needs in limited areas. WG
                                       menjadi solusi praktis untuk bangunan hingga empat lantai                         Flatpack is a practical solution for buildings up to four stories
                                       dengan keunggulan efisiensi transportasi, pemasangan, dan                         with the advantages of transportation efficiency, installation,
                                       fleksibilitas implementasi. Sementara itu, sistem Volumetrik                      and implementation flexibility. Meanwhile, the Volumetric
                                       memungkinkan prefabrikasi hingga sekitar 90% dan telah                            system allows for up to 90% prefabrication and has been
                                       dikembangkan untuk penerapan pada bangunan bertingkat,                            developed for application in multi-story buildings, including
                                       termasuk hingga 14 lantai.                                                        up to 14 stories.

                                       Teknologi modular WEGE telah diterapkan pada berbagai                             WEGE’s modular technology has been applied to various
                                       proyek strategis, seperti Rumah Sakit COVID-19, Paddock                           strategic projects, such as the COVID-19 Hospital, Mandalika
                                       Mandalika, serta pembangunan 22 Tower Hunian Pekerja di Ibu                       Paddock, and the construction of 22 Worker Housing Towers
                                       Kota Nusantara (IKN). Implementasi ini menunjukkan bahwa                          in the Capital City of Nusantara (IKN). This implementation
                                       teknologi modular tidak hanya menjadi solusi percepatan                           shows that modular technology is not only a solution for
                                       pembangunan, tetapi juga mampu mendukung efisiensi                                accelerating development but also supports resource
                                       sumber daya dan konsistensi mutu konstruksi sebagai bagian                        efficiency and consistency in construction quality as part of
                                       dari transformasi industri konstruksi nasional.                                   the national construction industry’s transformation.

                                       Untuk memastikan kualitas dan konsistensi proses produksi,                        To ensure the quality and consistency of the production
                                       sistem modular WEGE dikembangkan dengan mengacu                                   process, WEGE’s modular system was developed by referring
                                       pada standar internasional, termasuk ISO 50001:2018                               to international standards, including ISO 50001:2018 (energy
                                       (manajemen energi), ISO 14001:2015 (manajemen lingkungan),                        management), ISO 14001:2015 (environmental management),
                                       serta ISO 9001:2015 (manajemen mutu). Penerapan standar                           and ISO 9001:2015 (quality management). The application of
                                       ini memperkuat komitmen Perseroan untuk menjalankan                               these standards reinforces the Company’s commitment to
                                       proses produksi yang lebih terukur, efisien, dan bertanggung                      implementing more measurable, efficient, and responsible
                                       jawab. Selain itu, capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri                          production processes. In addition, the 59% Domestic
                                       (TKDN) sebesar 59% mencerminkan komitmen WEGE dalam                               Component Level (TKDN) reflects WEGE’s commitment
                                       memanfaatkan bahan baku lokal berkualitas, memperkuat                             to utilizing quality local raw materials, strengthening the
                                       industri nasional, serta mengurangi ketergantungan pada                           national industry, and reducing dependence on imported
                                       material impor.                                                                   materials.

                                       Dalam aspek keberlanjutan, WEGE juga mengintegrasikan                             In terms of sustainability, WEGE also integrates a Modular
                                       pendekatan Modular Circular yang mengacu pada prinsip                             Circular approach that refers to the principles of circular
                                       ekonomi sirkular. Pendekatan ini mencakup upaya                                   economy. This approach includes efforts to reuse materials,
                                       penggunaan kembali material, daur ulang, serta remanufaktur                       recycle, and remanufacture to extend the life cycle of
                                       untuk memperpanjang siklus hidup material, sekaligus                              materials, while increasing resource efficiency and reducing
                                       meningkatkan efisiensi sumber daya dan mengurangi limbah                          waste in the production and construction processes.
                                       dalam proses produksi dan konstruksi.

                                       Sebagai bagian dari pengembangan inovasi yang                                     As part of its ongoing innovation development, WEGE
                                       berkelanjutan, WEGE terus membangun kolaborasi dengan                             continues to establish collaborations with various parties,
                                       berbagai pihak, termasuk institusi riset dan penyedia material                    including research institutions and environmentally friendly
                                       ramah lingkungan. Salah satu hasil pengembangan adalah                            material suppliers. One of the results of this development is
                                       Netro, inovasi hunian modular cerdas berkonsep smart                              Netro, a smart modular housing innovation with a smart net
                                       net zero dan growing modular yang dikembangkan untuk                              zero and growing modular concept, developed to meet the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       menjawab kebutuhan hunian yang adaptif, hemat energi,                             need for adaptive, energy-efficient housing that is oriented
                                       dan berorientasi pada pengurangan emisi. Inovasi ini telah                        towards reducing emissions. This innovation has been applied
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       diaplikasikan dalam konteks hunian dosen pada institusi                           in a lecturer housing facility at an educational institution, as
                                       pendidikan, sebagai bukti penerapan nyata solusi modular                          proof of the real-world application of sustainable modular
                                       berkelanjutan.                                                                    solutions.




114
Page 115
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Melalui kampanye dan publikasi yang dilakukan secara                 Through regular campaigns and publications, WEGE also
berkala, WEGE juga mendorong peningkatan kesadaran                   encourages increased industry awareness of circular and
industri terhadap praktik konstruksi sirkular dan lebih ramah        more environmentally friendly construction practices. By
lingkungan. Dengan penguatan teknologi modular, Perseroan            strengthening modular technology, the Company strives to
berupaya menciptakan kontribusi nyata melalui inovasi yang           make a real contribution through innovations that support
mendukung kebutuhan pembangunan nasional, sekaligus                  national development needs, while strengthening the
memperkuat fondasi menuju masa depan konstruksi yang                 foundation for a more sustainable future for construction in
lebih berkelanjutan di Indonesia.                                    Indonesia.

Evaluasi Keamanan Produk bagi Pelanggan [GRI 416-1,                  Product Safety Assessment for Customers
416-2] [F.27]


Untuk memastikan kualitas dan keamanan produk,                       To ensure product quality and safety, the Company
perusahaan menerapkan Quality Product Assessment System              implements a Quality Product Assessment System (QPASS)
(QPASS) dengan fokus pada tiga aspek utama:                          with a focus on three main aspects:
1. Struktur bangunan, untuk memastikan kekuatan dan                  1. Building structure, to ensure strength and stability.
   stabilitas.
2. Arsitektur, guna menjamin kenyamanan dan fungsi                   2. Architecture, to ensure the comfort and functionality of
   bangunan.                                                            the building.
3. MEP, meliputi sistem kelistrikan, perpipaan, dan                  3. MEP, including electrical, plumbing, and mechanical
   mekanikal.                                                           systems.

Di samping itu, klinik mutu diselenggarakan secara berkala           In addition, quality clinics are held regularly to detect
untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini. Seluruh                 potential problems early on. All construction activities are
kegiatan pembangunan memenuhi standar internasional                  in compliance with international standards such as ISO
seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2015, BIM,          9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2015, BIM, and ISO
serta ISO 19650:2018. Sepanjang 2025, tidak terdapat insiden         19650:2018. Throughout 2025, there were no incidents that
yang membahayakan pelanggan, dengan tingkat kepatuhan                endangered customers, with a procedure compliance rate of
prosedur mencapai 100%. Hal ini memastikan setiap proyek             100%. This ensures that every project delivered has met all
yang diserahkan telah memenuhi persyaratan keselamatan               safety requirements.
secara menyeluruh.

Proyek-proyek besar yang berhubungan dengan gedung,                  Major projects related to buildings, road and bridge
infrastruktur jalan dan jembatan, hingga industri dan EPC,           infrastructure, industry, and EPC were all completed without
seluruhnya diselesaikan tanpa insiden yang membahayakan              any incidents that endangered users. This achievement
pengguna. Capaian ini menunjukkan keseriusan perusahaan              demonstrates the Company’s commitment in maintaining
dalam menjaga keamanan sekaligus kualitas di setiap                  safety and quality at every stage of construction activities.
tahapan aktivitas konstruksi. [GRI 416-2]

Dampak Produk [F.28]                                                 Product Impact

WEGE secara konsisten melakukan evaluasi terhadap layanan            WEGE consistently evaluates its services and products to
dan produk guna mengidentifikasi potensi risiko sejak                identify potential risks early on. The 2025 evaluation results
awal. Hasil evaluasi tahun 2025 menunjukkan tidak ada isu            show that there were no significant issues that impacted
signifikan yang berdampak pada pelanggan, dan setiap risiko          customers, and any risks that arose were addressed through
yang muncul telah ditangani melalui langkah mitigasi yang            appropriate mitigation measures.
tepat.
                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Pengendalian kualitas material juga dilakukan secara                 Material quality control is also strictly enforced by ensuring
ketat dengan memastikan seluruh bahan yang digunakan                 that all materials used meet technical standards and project
memenuhi standar teknis dan spesifikasi proyek. Pendekatan           specifications. This approach supports the creation of safe,
                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




ini mendukung terciptanya hasil konstruksi yang aman,                high-quality construction results and minimizes negative
berkualitas, dan meminimalkan dampak negatif terhadap                impacts on users and the environment.
pengguna maupun lingkungan.




                                                                                                                                      115
Page 116
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Lingkungan         Pengelolaan Dampak Lingkungan     Biodiversity Risk Assessment   Menghadirkan Produk Terbaik bagi Pelanggan
                                        Environmental Management     Environmental Impact Management   Biodiversity Risk Assessment   Providing the Best Products for Customers




                                       Produk yang Ditarik Kembali [F.29]                                                 Recalled Products

                                       Selama 2025, tidak terdapat produk maupun proyek yang                              In 2025, there were no recalled products or projects. This
                                       ditarik kembali. Hal ini mencerminkan konsistensi perusahaan                       reflects the Company’s consistency in meeting quality, safety,
                                       dalam memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kepatuhan                           and regulatory compliance standards.
                                       terhadap regulasi.

                                       Kepuasan Pelanggan [F.30]                                                          Customer Satisfaction

                                       Kepuasan pelanggan menjadi indikator penting dalam                                 Customer satisfaction is an important indicator in improving
                                       peningkatan kualitas layanan WEGE. Untuk memantau                                  the quality of WEGE’s services. To monitor customer
                                       persepsi pelanggan, perusahaan menerapkan Customer                                 perceptions, the Company implements a Customer
                                       Satisfaction Index (CSI) melalui survei yang dilakukan setiap                      Satisfaction Index (CSI) through surveys conducted after
                                       proyek selesai. Penilaian mencakup aspek kualitas produk,                          each project is completed. The assessment covers aspects of
                                       ketepatan waktu, responsivitas, komunikasi, dan layanan                            product quality, timeliness, responsiveness, communication,
                                       pasca proyek.                                                                      and post-project services.

                                       Data CSI digunakan untuk mengidentifikasi area yang                                CSI data is used to identify areas that need improvement and
                                       memerlukan peningkatan sekaligus menjadi dasar dalam                               as a basis for strengthening service quality.
                                       penguatan kualitas layanan.




                                           Skor CSI WEGE (%)
                                           WEGE’s CSI Score (%)




                                                                    87,5                                                                                93,30
                                           Target                                                                             Skor CSI
                                                                                                                              CSI Score




                                                               2024: 87,5            2023: 87,5                                                     2024: 93,39              2023: 93,50




                                       Pada 2025, Perseroan meraih skor CSI sebesar 93,30%                                In 2025, the Company achieved a CSI score of 93.30%,
                                       melampaui target yang ditetapkan yaitu 87,5%, hal ini                              exceeding the target of 87.5%, which reflects the high level
                                       mencerminkan tingginya tingkat kepuasan pelanggan                                  of customer satisfaction with the products and services
                                       terhadap produk dan layanan yang diberikan.                                        provided.

                                       Perlindungan Privasi Data dan Penggunaan Informasi                                 Data Privacy Protection and Use of Health Information
                                       Kesehatan

                                       WEGE menerapkan kebijakan Sistem Manajemen Keamanan                                WEGE implements ISO 27001 Information Security
                                       Informasi (SMKI) ISO 270001 untuk menjaga kerahasiaan                              Management System (ISMS) Policy to maintain the
                                       informasi kesehatan karyawan. Seluruh data kesehatan                               confidentiality of employee health information. All health data
                                       hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pemantauan dan                                is only used for the purposes of monitoring and managing
                                       pengelolaan kesehatan kerja, serta tidak digunakan untuk                           occupational health, and is not used for other purposes
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       tujuan lain tanpa persetujuan yang bersangkutan.                                   without the consent of the person concerned.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Perusahaan juga memastikan bahwa informasi kesehatan
                                       tidak menjadi dasar perlakuan diskriminatif, termasuk                              The Company also ensures that health information is not used
                                       dalam proses promosi jabatan, penilaian kinerja, maupun                            as a ground for discriminatory treatment, including in the
                                       pengambilan keputusan ketenagakerjaan lainnya. Seluruh                             process of job promotion, performance appraisal, or other
                                       kebijakan dan program kesehatan dijalankan secara adil dan                         employment decisions. All health policies and programs are
                                       bertanggung jawab guna mendukung kesejahteraan pekerja                             implemented fairly and responsibly to support the welfare of
                                       tanpa menimbulkan dampak yang merugikan.                                           workers without causing adverse effects.
116
Page 117
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar               Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities        Strengthening Sustainability Governance




Tata Kelola Keamanan Informasi                                     Information Security Governance

Perseroan menyadari bahwa keamanan informasi merupakan             The Company recognizes that information security is a
elemen penting untuk menjaga keberlangsungan usaha,                critical element in ensuring business continuity, protecting
melindungi data, dan mempertahankan kepercayaan                    data, and maintaining stakeholder trust. As a foundation for
pemangku kepentingan. Sebagai landasan pengelolaan,                management, the Company has established an Information
Perseroan telah memiliki Kebijakan Sistem Manajemen                Security Management System Policy aligned with ISO
Keamanan Informasi yang mengacu pada ISO 27001.                    27001.

Hingga akhir periode pelaporan, pengungkapan publik                As of the end of the reporting period, public disclosures
mengenai peran Dewan Komisaris dan Direksi dalam                   regarding the roles of the Board of Commissioners and
pengawasan keamanan informasi belum disampaikan secara             the Board of Directors in overseeing information security
eksplisit. Meski demikian, pengawasan atas teknologi               have not been explicitly provided. Nevertheless, oversight
informasi dan keamanan informasi telah menjadi bagian dari         of information technology and information security has
fungsi manajemen melalui mekanisme tata kelola perusahaan          been integrated into management functions through
dan koordinasi dengan unit terkait. Perseroan juga sedang          corporate governance mechanisms and coordination with
mengembangkan struktur tata kelola yang lebih jelas di             relevant units. The Company is also developing a clearer
tingkat Dewan Komisaris dan Direksi agar pengelolaan               governance structure at the Board of Commissioners and
keamanan informasi berjalan lebih strategis, terarah, dan          Board of Directors levels to ensure that information security
akuntabel.                                                         management is conducted in a more strategic, focused, and
                                                                   accountable manner.

Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk memperkuat                   Moving forward, the Company is committed to strengthening
pengungkapan terkait peran, tanggung jawab, serta                  disclosures regarding the roles, responsibilities, and
kompetensi profesional Dewan Komisaris dan Direksi                 professional competencies of the Board of Commissioners
dalam mengawasi keamanan informasi. Penguatan ini                  and the Board of Directors in overseeing information
akan diselaraskan dengan struktur tata kelola Perseroan            security. This strengthening will be aligned with the
dan didukung oleh Divisi Teknologi Informasi, sehingga             Company’s governance structure and supported by the
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keamanan                Information Technology Division, thereby further enhancing
informasi dapat semakin ditingkatkan.                              the transparency and accountability of information security
                                                                   management.

Program Manajemen Keamanan Informasi                               Information Security Management Program

Dalam upaya memperkuat pengelolaan keamanan informasi,             In an effort to strengthen information security management,
Perseroan secara bertahap menjalankan berbagai program             the Company is gradually implementing various supporting
pendukung, seperti pelatihan keamanan informasi bagi               programs, such as information security training for relevant
karyawan terkait serta penugasan auditor internal yang             employees and the assignment of internal auditors with
kompeten di bidang Teknologi Informasi. Program ini                expertise in Information Technology. These programs aim
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kapabilitas, dan           to enhance awareness, capabilities, and compliance with
kepatuhan terhadap kebijakan serta prosedur keamanan               information security policies and procedures.
informasi.

Sepanjang tahun 2025, WEGE tidak mengalami insiden                 Throughout 2025, WEGE did not experience any information
teknologi informasi yang berdampak material terhadap               technology incidents that had a material impact on the
kondisi keuangan maupun operasional Perusahaan.                    Company’s financial or operational condition. Data security
Pengawasan keamanan data dan sistem TI dilakukan melalui           and IT system oversight are conducted through internal
audit internal oleh Internal Audit Sistem Manajemen, serta         audits by the Internal Audit Management System, as well as
                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




audit eksternal berupa verifikasi penetration test oleh pihak      external audits in the form of penetration test verification
independen untuk menguji ketahanan sistem terhadap                 by an independent party to test the system’s resilience
potensi serangan siber. Selain itu, Perusahaan juga secara         against potential cyberattacks. In addition, the Company also
                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




berkala memberikan pelatihan terkait keamanan informasi            periodically provides training related to information security
dan perlindungan data yang mengacu pada standar ISO 27001          and data protection based on ISO 27001 standards and COBIT
dan tata kelola COBIT 2019, sebagai bagian dari penguatan          2019 governance, as part of strengthening the information
budaya keamanan informasi di lingkungan WEGE.                      security culture within WEGE.




                                                                                                                                     117
Page 118
                                                Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




118
Page 119
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities          Strengthening Sustainability Governance



                     Pengembangan Sumber Daya
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




                      Manusia dan Dampak Sosial
                                                                Human Resource Development and Social Impact




                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




                                                                                                                        119
Page 120
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Manajemen Sumber Daya Manusia
                                       Human Resource Management




                                       WEGE meyakini bahwa sumber daya manusia merupakan                                 WEGE believes that human resources are the main foundation
                                       fondasi utama dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan.                          in realizing its vision and mission. In line with the principle
                                       Selaras dengan prinsip keberlanjutan, perusahaan                                  of sustainability, the Company is committed to fulfilling
                                       berkomitmen memenuhi aspek sosial dalam konsep triple                             the social aspect of the triple bottom line (People, Planet,
                                       bottom line (People, Planet, Profit). Fokus ini tidak hanya                       Profit) concept. This focus is not only on achieving profits,
                                       tertuju pada pencapaian keuntungan, tetapi juga pada                              but also on fulfilling the employment rights, welfare, and
                                       pemenuhan hak ketenagakerjaan, kesejahteraan, dan                                 competency development of all employees. By creating a
                                       pengembangan kompetensi seluruh karyawan. Dengan                                  work environment that supports individual growth, WEGE
                                       menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan                           ensures that every employee can contribute their best to the
                                       individu, WEGE memastikan setiap insan perusahaan                                 Company’s sustainable development.
                                       dapat memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan
                                       perusahaan secara berkelanjutan. [GRI 3-3]

                                       Human Capital Division bertanggung jawab dalam pengelolaan                        The Human Capital Division is responsible to manage
                                       hubungan industrial yang harmonis dengan mengacu pada:                            harmonious industrial relations with reference to:
                                       • Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang                                         • Law No. 13 of 2003 concerning Manpower, as amended by
                                          Ketenagakerjaan, sebagaimana telah diubah oleh                                    Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, along with its
                                          Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,                              derivative regulations;
                                          beserta regulasi turunannya;
                                       • Praktik ketenagakerjaan umum di Indonesia, mulai                                •    General employment practices in Indonesia, starting
                                          dari perencanaan tenaga kerja, seleksi dan rekrutmen,                               from workforce planning, selection and recruitment,
                                          pengembangan karir, pengelolaan remunerasi, hingga                                  career development, remuneration management, to the
                                          penyelenggaraan jaminan sosial dan program pensiun.                                 implementation of social security and pension programs.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          [GRI 3-3]
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Komitmen Hak Asasi Manusia                                                        Human Rights Commitment

                                       WEGE menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak                                  WEGE upholds human rights and ensures the fulfillment
                                       asasi manusia (HAM) dan memastikan pemenuhan hak                                  of the rights and obligations of all employees as stated in
                                       serta kewajiban seluruh karyawan sebagaimana tercantum                            the Collective Labor Agreement (PKB) and applicable legal
                                       dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan ketentuan hukum                          provisions. The Company upholds the principles of fairness,
                                       yang berlaku. Perusahaan menegakkan prinsip keadilan,                             transparency, and fulfillment of the basic rights of every
120                                    transparansi, dan pemenuhan hak dasar setiap individu di                          individual in the work environment.
                                       lingkungan kerja. [GRI 3-3] [S-09]
Page 121
           Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
           Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
    Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
    CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Dalam penerapannya, WEGE merujuk pada Undang-Undang                        In practice, WEGE refers to Law No. 13 of 2003 and Decree
No. 13 Tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan                   of the Minister of Manpower and Transmigration No. Kep
Transmigrasi No. Kep 255/Men/2003 terkait pembentukan                      255/Men/2003 regarding the establishment of a Bipartite
Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit). Melalui sinergi                Cooperation Institution (LKS Bipartit). Through synergy
dengan serikat pekerja di WIKA Group, yang mewakili 100%                   with the labor union at WIKA Group, which represents 100%
karyawan WEGE, perusahaan menyusun PKB secara berkala.                     of WEGE employees, the Company periodically prepares a
Dokumen ini memuat pengaturan mengenai pembentukan                         Collective Labor Agreement (PKB). This document contains
LKS Bipartit sebagai sarana komunikasi antara manajemen                    provisions regarding the establishment of LKS Bipartit
dan pekerja, serta pengaturan terkait hak-hak karyawan.                    as a means of communication between management and
Seluruh (100%) pekerja tercakup dalam PKB. [GRI 3-3, 2-30] [S-09]          workers, as well as provisions related to employee rights. All
                                                                           (100%) workers are covered by the PKB.

Perusahaan juga memiliki komitmen kuat untuk mencegah                      The Company is also strongly committed to prevent all
segala bentuk diskriminasi dan pelecehan di tempat kerja.                  forms of discrimination and harassment in the workplace.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat laporan terkait                       Throughout 2025, there were no reports of discrimination
diskriminasi maupun pelecehan seksual, memperlihatkan                      or sexual harassment, demonstrating the Company’s
keberhasilan perusahaan dalam menjaga ruang kerja yang                     success in maintaining a safe, inclusive, and respectful work
aman, inklusif, dan saling menghargai. Selain itu, WEGE                    environment. In addition, WEGE ensured that there were no
memastikan tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi selama                   human rights violations throughout 2025.
tahun 2025. [S-07] [GRI 406-1]

Sepanjang tahun 2025, WEGE masih berada pada tahap                         In 2025, WEGE was still in the process of strengthening
penguatan kerangka pengelolaan hak asasi manusia (HAM).                    its human rights management framework. During this
Pada periode tersebut, Perseroan belum menerapkan                          period, the Company had yet to implement a formal and
mekanisme uji tuntas HAM secara formal dan terstruktur,                    structured human rights due diligence mechanism, nor had
serta belum menyusun langkah mitigasi dan remediasi                        it developed specific documented human rights mitigation
HAM yang terdokumentasi secara khusus. Ke depan,                           and remediation measures. Going forward, the Company
Perseroan berkomitmen untuk mengembangkan pendekatan                       is committed to developing a human rights management
pengelolaan HAM secara bertahap, sejalan dengan kebutuhan                  approach in stages, in line with business needs, operational
bisnis, karakteristik operasional, dan praktik tata kelola yang            characteristics, and responsible governance practices.
bertanggung jawab.

Penghapusan Pekerja Anak dan Pekerja Paksa [F.19]                          Elimination of Child Labor and Forced Labor

Dalam rangka menjaga praktik ketenagakerjaan yang                          In order to maintain ethical employment practices, WEGE has
beretika, WEGE menerapkan kebijakan usia minimum 18                        a minimum age policy of 18 years in its recruitment process,
tahun dalam proses rekrutmen, sekaligus mensyaratkan                       while also requiring the same conditions for all suppliers and
ketentuan yang sama bagi seluruh pemasok dan mitra kerja.                  business partners. The Company also strictly rejects all forms
Perusahaan juga secara tegas menolak segala bentuk kerja                   of forced labor, both internally and in its supply chain.
paksa, baik di lingkungan internal maupun pada rantai pasok.
[GRI 3-3, 408-1] [S-10]


Komitmen ini dilandasi oleh regulasi sebagai berikut:                      This commitment is based on the following regulations:
• UU No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 Tahun                      • Law No. 35 of 2014 amending Law No. 23 of 2002
   2002 tentang Perlindungan Anak;                                            concerning Child Protection;
• UU No. 20 Tahun 1999 mengenai pengesahan ILO                             • Law No. 20 of 1999 concerning the ratification of ILO
   Convention No. 138 tentang batas usia minimum bekerja;                     Convention No. 138 concerning the minimum age for
                                                                              employment;
                                                                                                                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




•     UU No. 1 Tahun 2000 tentang pengesahan ILO Convention                • Law No. 1 of 2000 concerning the ratification of ILO
      No. 182 mengenai penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan                    Convention No. 182 concerning the elimination of the
      terburuk untuk anak.                                                    worst forms of child labor.
                                                                                                                                                         2025 Sustainability Report




Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, WEGE                As a company operating in the construction sector, WEGE
menyadari bahwa aktivitas operasional, khususnya pada                      recognizes that its operational activities, particularly
proyek konstruksi yang melibatkan tenaga kerja dalam jumlah                construction projects involving a large workforce and extensive
besar serta rantai pasok yang luas, memiliki potensi risiko                supply chains, may carry potential risks related to labor
terkait praktik ketenagakerjaan, termasuk risiko terjadinya                practices, including the risks of forced labor and child labor.
pekerja paksa maupun pekerja anak. Risiko tersebut dapat                   These risks may arise, among others, from non-compliance
muncul, antara lain, dalam bentuk ketidakpatuhan terhadap                  with working hour regulations, restrictions on workers’           121
Page 122
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       ketentuan jam kerja, pembatasan kebebasan pekerja,                                freedom, and recruitment or labor management practices
                                       serta praktik rekrutmen dan pengelolaan tenaga kerja                              that are not aligned with applicable laws and regulations,
                                       yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,                            particularly among third-party workers or subcontractors.
                                       terutama pada tenaga kerja pihak ketiga atau subkontraktor.

                                       Selain itu, dalam konteks pekerja anak, risiko dapat timbul                       In addition, in the context of child labor, risks may emerge
                                       apabila terdapat kelemahan dalam proses verifikasi usia                           from weaknesses in age verification processes or insufficient
                                       tenaga kerja atau pengawasan terhadap mitra kerja dalam                           oversight of business partners within the supply chain.
                                       rantai pasok. Meskipun sektor konstruksi secara umum                              Although the construction sector generally requires
                                       mensyaratkan tenaga kerja usia produktif, Perseroan                               workers to be of productive age, the Company recognizes
                                       tetap memandang penting adanya pengendalian yang                                  the importance of adequate controls to ensure the absence
                                       memadai untuk memastikan tidak terdapat praktik                                   of child labor practices across all operational activities.
                                       pekerja anak dalam seluruh kegiatan operasional.

                                       Untuk itu, WEGE juga menetapkan jam kerja sesuai Pasal                            To address these risks, WEGE also sets working hours in
                                       77 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, yaitu 8 jam per hari                          accordance with Article 77 of Law No. 13 of 2003, which is 8
                                       dan 40 jam per minggu untuk lima hari kerja. Perusahaan                           hours per day and 40 hours per week for five working days.
                                       menjalankan larangan terhadap perbudakan modern dan                               The Company prohibits modern slavery and forced labor,
                                       kerja paksa, merujuk pada UU No. 19 Tahun 1999 tentang                            referring to Law No. 19 of 1999 concerning the ratification of
                                       pengesahan konvensi ILO terkait penghapusan kerja paksa.                          the ILO convention on the elimination of forced labor. Until
                                       Hingga akhir 2025, tidak ditemukan insiden kerja paksa di                         the end of 2025, there have been no incidents of forced labor
                                       lingkungan perusahaan. [GRI 3-3, 409-1, 2-27]                                     within the Company.

                                       Keberagaman dan Kesetaraan [F.18]                                                 Diversity and Equality

                                       WEGE berkomitmen menciptakan tempat kerja yang inklusif                           WEGE is committed to creating an inclusive workplace by
                                       dengan menjamin kesetaraan kesempatan bagi seluruh                                ensuring equal opportunities for all employees regardless
                                       karyawan tanpa membedakan gender, suku, agama, ras,                               of gender, ethnicity, religion, race, social status, political
                                       status sosial, pandangan politik, maupun kondisi fisik. Prinsip                   views, or physical condition. This principle is applied to
                                       ini diterapkan pada seluruh proses ketenagakerjaan, mulai                         all employment processes, starting from recruitment to
                                       rekrutmen hingga pengakhiran hubungan kerja.                                      termination of employment.

                                       Komitmen tersebut dijalankan berdasarkan:                                         This commitment is carried out based on:
                                       • Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja;                                  • The Employment and Job Creation Law;
                                       • UU No. 21 Tahun 1999 tentang pengesahan ILO Convention                          • Law No. 21 of 1999 concerning the ratification of ILO
                                          No. 111 mengenai diskriminasi dalam pekerjaan dan                                 Convention No. 111 on discrimination in employment and
                                          jabatan;                                                                          occupation;
                                       • Panduan Kesetaraan dan Non-Diskriminasi di Tempat                               • Guidelines on Equality and Non-Discrimination in the
                                          Kerja yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan                          Workplace published by the Indonesian Ministry of
                                          Transmigrasi RI.                                                                  Manpower and Transmigration.

                                       Dengan menghargai keberagaman, perusahaan memastikan                              By respecting diversity, the Company ensures that every
                                       setiap individu memperoleh kesempatan yang adil untuk                             individual has a fair opportunity to develop and contribute
                                       berkembang dan berkontribusi secara optimal.                                      optimally.

                                       Respectful Workplace Policy (RWP)                                                 Respectful Workplace Policy (RWP)

                                       Perusahaan menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil                           The Company implements fair and responsible employment
                                       dan bertanggung jawab dengan mengatur jam kerja secara                            practices by regulating working hours appropriately to
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       terukur untuk mencegah lembur berlebih, serta menjamin                            prevent excessive overtime, and ensuring that employees’
                                       pemenuhan hak cuti berbayar bagi karyawan, termasuk cuti                          rights to paid leave, including annual leave and sick leave,
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       tahunan dan cuti sakit, sebagai bagian dari upaya menjaga                         are fulfilled as part of its efforts to maintain the well-being
                                       kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja. Komitmen                          and work-life balance of its employees. This commitment
                                       tersebut dilaksanakan sejalan dengan Undang-Undang                                is implemented in accordance with Law Number 13 of 2003
                                       Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana                           concerning Manpower as amended by Law Number 6 of
                                       telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023                                2023 concerning Job Creation, along with its implementing
                                       tentang Cipta Kerja, beserta peraturan pelaksanaannya,                            regulations, including Government Regulation Number 36 of
                                       antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021                              2021 concerning Wages and Government Regulation Number
122                                    tentang Pengupahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 35                              35 of 2021.
                                       Tahun 2021.
Page 123
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                           Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities                    Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja                           As part of its efforts to create a safe and harmonious work
yang aman dan harmonis, WEGE menerapkan Respectful                               environment, WEGE implements a Respectful Workplace
Workplace Policy (RWP). Hal ini guna memastikan setiap                           Policy (RWP). This ensures that every employee feels
karyawan merasa dihormati, bebas dari diskriminasi,                              respected and free from discrimination, harassment, bullying,
pelecehan, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya.                         or other forms of violence. By upholding human dignity, the
Dengan menjunjung martabat manusia, RWP menjadi                                  RWP serves as the foundation for building the Company’s
landasan dalam membangun produktivitas dan keberlanjutan                         productivity and sustainability. In addition, the RWP is often
perusahaan. Selain itu, sosialisasi RWP kerap disebarkan                         disseminated through Instagram content @lifeatwege.
melalui konten Instagram @lifeatwege. [S-08]

Dalam implementasinya, setiap pegawai diwajibkan menjaga                         In its implementation, every employee is required to maintain
perilaku yang saling menghargai dengan:                                          respectful behavior by:
• Mendorong tindakan saling menghormati di tempat kerja;                         • Encouraging mutual respect in the workplace;
• Menjamin kesempatan yang sama bagi perempuan dan                               • Ensuring equal opportunities for women and men to
    laki-laki untuk menduduki setiap posisi;                                          occupy every position;
• Mengapresiasi keberagaman latar belakang individu,                             • Appreciating the diversity of individual backgrounds,
    termasuk etnis, usia, agama, gender, kondisi disabilitas,                         including ethnicity, age, religion, gender, disability, and
    dan perspektif lainnya;                                                           other perspectives;
• Menyediakan akses sarana dan prasarana yang adil bagi                          • Providing fair access to facilities and infrastructure for all
    seluruh karyawan;                                                                 employees;
• Mendorong pelaporan terhadap tindakan diskriminasi,                            • Encouraging the reporting of discrimination, violence, or
    kekerasan, atau pelecehan melalui kanal resmi                                     harassment through official company channels;
    perusahaan;
• Memberikan sanksi secara konsisten terhadap setiap                             •   Consistently imposing sanctions for any violations;
    pelanggaran;
• Melindungi pelapor yang beritikad baik dari tindakan                           •   Protecting whistleblowers acting in good faith from
    balasan, diskriminasi, atau hukuman tidak semestinya.                            retaliation, discrimination, or unjust punishment.

Komitmen ini tercermin dalam data Human Capital Information                      This commitment is reflected in the Human Capital
System yang menunjukkan komposisi karyawan yang beragam                          Information System data, which shows the diverse
serta mencerminkan budaya organisasi yang terbuka dan                            composition of employees and reflects an open and mutually
saling menghargai. Keberagaman ini menjadi kekuatan bagi                         respectful organizational culture. This diversity empowers
perusahaan dalam menciptakan inovasi dan meningkatkan                            the Company to create innovation and increase productivity.
produktivitas. Seluruh karyawan kami merupakan warga                             All of our employees are Indonesian citizens and come from
negara Indonesia, dan terdiri dari berbagai etnis & ras.                         various ethnicities and races.


 Komposisi Karyawan WEGE [GRI 2-7, 405-1]
 WEGE’s Employee Composition

 Uraian
                                                                                              2025               2024                2023
 Age

 Karyawan berdasarkan Gender                                Pria | Male                              405                 440                460
 Employees by Gender
                                                            Wanita | Female                            55                 60                 65

 Karyawan berdasarkan Level Jabatan                         Direksi | Director                          5                  5                  5
 Employees by Position Level
                                                            Manajer | Manager                          81                 80                 82

                                                            Supervisor                                183                 261               214

                                                            Staf | Staff                              191                154                224
                                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




 Karyawan berdasarkan Usia                                  <25                                         0                  0                   -
 Employees by Age
                                                            25-35                                    220                 257                283
                                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




                                                            35-45                                     161                162                160

                                                            46-55                                      78                 80                 76

                                                            >55                                         1                   1                 6




                                                                                                                                                    123
Page 124
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)          Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman          Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)          Decent and Safe Working Environment           Empowering the Surrounding Community



                                       Komposisi Karyawan WEGE [GRI 2-7, 405-1]
                                       WEGE’s Employee Composition

                                       Uraian
                                                                                                                                                       2025                         2024                     2023
                                       Age

                                       Karyawan berdasarkan Pendidikan                                 S2 | Master’s Degree                                          57                         46                      47
                                       Employees by Education
                                                                                                       S1 | Bachelor’s Degree                                       356                      399                       418

                                                                                                       D3 | Diploma Degree                                           42                         52                      57

                                                                                                       SMA | High School                                              3                          3                       3

                                       Karyawan berdasarkan Wilayah                                    Kantor Pusat | Head Office                                   353                     243                        233
                                       Employees by Area
                                                                                                       Proyek | Project                                             107                      257                       292

                                       Jumlah Karyawan berdasarkan Gender dan Level Organisasi [S-01]
                                       Number of Employees by Gender and Organizational Level

                                                                                                         2025                                         2024                                           2023

                                                                                          Laki-Laki             Perempuan                 Laki-Laki              Perempuan            Laki-Laki             Perempuan
                                       Level Jabatan
                                                                                            Male                  Female                    Male                   Female               Male                  Female
                                       Position Level
                                                                                        Jumlah                 Jumlah                Jumlah                     Jumlah              Jumlah                Jumlah
                                                                                                       (%)                   (%)                  (%)                      (%)                   (%)                   (%)
                                                                                         Total                  Total                 Total                      Total               Total                 Total
                                       Entry-level                                             174      38             17       4           133       27              21       4        196          37        28        5

                                       Mid-level                                               155      34             28       6          230        46              31       6        184          35        30        6

                                       Senior-level                                             71       15            10       2            72       14              8        2           75        14         7        1

                                       Execitive-level                                             5      1             0       0             5        1              0        0           5          1         0        0

                                       Total                                                   405      88             55      12          440        88             60        12      460           88        65       12

                                       Fungsi Penghasil Pendapatan
                                                                                               259      64             14      25
                                       Revenue Generating Function

                                       Fungsi STEM | STEM Function                             323      80             36      65


                                       Perseroan menetapkan target peningkatan representasi                                         The Company has set a target to increase the representation
                                       perempuan pada posisi kepemimpinan dengan proporsi                                           of women in leadership positions, with 16% of VP/Manager-
                                       talent perempuan pada level VP/Manager sebesar 16%.                                          level positions to be held by women.


                                       Jumlah Karyawan berdasarkan Rentang Usia dan Level Organisasi tahun 2025 [S-02]
                                       Number of Employees by Age Group and Organizational Level in 2025

                                                                                                                                      Level Jabatan
                                                                                                                                      Position Level
                                       Rentang Usia (Tahun)
                                                                                 Entry-level                           Mid-Level                                Senior-Level                     Executive-Level
                                       Age Group (Years)
                                                                        Laki-Laki       Perempuan             Laki-Laki        Perempuan          Laki-Laki            Perempuan           Laki-Laki        Perempuan
                                                                          Male            Female                Male             Female             Male                 Female              Male             Female

                                       18-25                               0                   0                 0                   0                     0                   0                 0                 0

                                       25-35                               113                 12                74                  14                    6                   1                 0                 0

                                       35-45                               44                  4                 52                  11                 43                     6                 1                 0

                                       45-55                               17                  1                 29                   3                 22                     3                 3                 0
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       >55                                 0                   0                 0                   0                     0                   0                 1                 0

                                       Total                               174                 17                155                 28                    71               10                   5                 0
          Laporan Keberlanjutan 2025




124
Page 125
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                     Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                              Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




                                                                                                                                  Persentase (%)
Agama | Religion                                                                                   Total
                                                                                                                                    Percentage
Islam | Islam                                                                                      437                                    95

Kristen Protestan | Protestant                                                                      16                                    3,5

Kristen Katholik | Catholic                                                                          6                                    1,3

Hindu | Hindu                                                                                        1                                    0,2

Total                                                                                              460                                    100



Jumlah Karyawan berdasarkan Rentang Usia dan Level Organisasi tahun 2024 [S-02]
Number of Employees by Age Group and Organizational Level in 2024

                                                                                           Level Jabatan
                                                                                           Position Level
Rentang Usia (Tahun)
                                         Entry-level                          Mid-Level                        Senior-Level          Executive-Level
Age Group (Years)
                               Laki-Laki        Perempuan         Laki-Laki        Perempuan        Laki-Laki         Perempuan   Laki-Laki     Perempuan
                                 Male             Female            Male             Female           Male              Female      Male          Female
18-25                               0                  0                0                 0                0                  0      0             0

25-35                              97                  17               124               13               6                  0      0             0

35-45                              24                  4                80                14             37                   2       1            0

45-55                               12                 0                26                4              29                   6      3             0

>55                                 0                  0                0                 0                0                  0       1            0

Total                              133                 21               230               31             72                   8      5             0


Jumlah Karyawan berdasarkan Rentang Usia dan Level Organisasi tahun 2023 [S-02]
Number of Employees by Age Group and Organizational Level in 2023

                                                                                           Level Jabatan
                                                                                           Position Level
Rentang Usia (Tahun)
                                         Entry-level                          Mid-Level                        Senior-Level          Executive-Level
Age Group (Years)
                               Laki-Laki        Perempuan         Laki-Laki        Perempuan        Laki-Laki         Perempuan   Laki-Laki     Perempuan
                                 Male             Female            Male             Female           Male              Female      Male          Female
18-25                               2                  0                0                 0                0                  0      0             0

25-35                              163                 24               76                12               6                  0      0             0

35-45                              20                  4                78                15             40                   2       1            0

45-55                               11                 0                29                3              26                   5      2             0

>55                                 0                  0                 1                0                3                  0      2             0

Total                              196                 28               184               30             75                   7      5             0


Pekerja Bukan Pekerja Langsung                                                            Indirect Employees

Selain karyawan tetap, WEGE turut melibatkan tenaga kerja                                 Other than permanent employees, WEGE also employs
yang bukan pekerja langsung, seperti tenaga alih daya dan                                 indirect employees, such as outsourced workers and interns
                                                                                                                                                            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




peserta magang, untuk mendukung operasional perusahaan.                                   to support the Company’s operational activities. This category
Kategori ini tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan                                has no direct employment relationship with the Company, but
perusahaan namun memberikan kontribusi dalam proses                                       contributes to the business processes.
                                                                                                                                                                        2025 Sustainability Report




bisnis. [GRI 2-8] [S-04]




                                                                                                                                                            125
Page 126
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman    Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment     Empowering the Surrounding Community




                                        Jumlah Karyawan yang Bukan Pekerja Langsung
                                        Number of Indirect Employees

                                        Uraian
                                                                                                                              2025                       2024                         2023
                                        Description

                                        Tenaga kerja alih daya                                                                             118                        110                     126
                                        Outsourced workers

                                        Persentase (%)*                                                                                 25,65                         22                     23,12
                                        Percentage (%)*




                                                                                                                                Jumlah Pegawai (Orang)               Persentase Pegawai (%)
                                                                                                                              Number of Employees (People)         Percentage of Employees (%)


                                        Jumlah Pegawai perusahaan yang dipegang oleh kontraktor dan/atau                                      500                               108,7%
                                        konsultan
                                        Total Employees of the Company who are managed by contractors and/or
                                        consultants


                                       Perekrutan dan Pergantian Karyawan                                                Employee Recruitment and Turnover

                                       Dalam rangka menjaga kesinambungan bisnis serta efektivitas                       In order to maintain business continuity and operational
                                       operasional, WEGE melaksanakan proses perekrutan                                  effectiveness, WEGE carries out a systematic employee
                                       karyawan secara terencana dengan mempertimbangkan                                 recruitment process that takes into account the needs of the
                                       kebutuhan organisasi dan kapasitas perusahaan. Setiap                             organization and the capacity of the Company. Each organ and
                                       organ dan unit kerja memiliki tanggung jawab untuk menyusun                       work unit is responsible for preparing an annual human capital
                                       perencanaan kebutuhan human capital tahunan yang                                  requirement plan that is integrated with the Company’s Work
                                       terintegrasi dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan                         Plan and Budget (RKAP) and Project Work Plan (RKP). The
                                       (RKAP) serta Rencana Kerja Proyek (RKP). Penyusunan                               preparation refers to the Company’s Strategic Plan as well as
                                       tersebut mengacu pada Rencana Strategis Perusahaan serta                          the human capital requirements sheet applicable within the
                                       formulir kebutuhan human capital yang berlaku di lingkungan                       Company.
                                       Perseroan.

                                       Melalui pendekatan yang objektif dan terbuka, WEGE                                Through an objective and transparent approach, WEGE
                                       memastikan seluruh proses perekrutan maupun pergantian                            ensures that all employee recruitment and replacement
                                       karyawan dijalankan sesuai prinsip Good Corporate                                 processes are carried out in accordance with the principles
                                       Governance (GCG). Praktik ini menjadi fondasi penting dalam                       of Good Corporate Governance (GCG). This practice is an
                                       mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan                                important foundation in supporting sustainable and ethical
                                       berintegritas. [GRI 3-3]                                                          business growth.

                                       Sebagai bagian dari upaya pengelolaan kinerja yang                                As an efforts to manage performance in a sustainable manner,
                                       berkesinambungan, WEGE mendorong komunikasi aktif dan                             WEGE encourages active and continuous communication
                                       berkelanjutan antara karyawan dan atasan langsung. Interaksi                      between employees and their immediate superiors. This
                                       ini bertujuan untuk membangun kesepahaman bersama                                 interaction aims to build a common understanding in setting
                                       dalam menetapkan sasaran kerja yang jelas, meliputi:                              clear work objectives, including:
                                       1. Pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab
                                           pekerjaan yang dijalankan;                                                    1. Understanding of the roles and responsibilities of the job
                                       2. Kontribusi karyawan dalam pencapaian tujuan organisasi;                           being performed;
                                                                                                                         2. Employee contributions to the achievement of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       3. Interpretasi konkret atas makna kinerja yang baik;                                organizational goals;
                                                                                                                         3. Concrete interpretation of the meaning of good
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       4. Pola kolaborasi antara karyawan dan atasan dalam                                  performance;
                                          menjaga serta meningkatkan kinerja;                                            4. Patterns of collaboration between employees and
                                       5. Identifikasi kendala kinerja beserta langkah-langkah                              supervisors in maintaining and improving performance;
                                          penyelesaiannya.                                                               5. Identification of performance obstacles and steps to
                                                                                                                            resolve them.


126
Page 127
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                            Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                     Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Selain aktivitas perekrutan, Perseroan juga memantau tingkat                      Besides recruitment activities, the Company also monitors
perputaran karyawan (turnover) yang dapat dipengaruhi                             employee turnover, which can be influenced by various factors,
oleh berbagai faktor, antara lain pensiun, berakhirnya masa                       including retirement, contract expiration, resignation,
kontrak, pengunduran diri, meninggal dunia, maupun sebab                          death, and other reasons. As a form of responsibility and
lainnya. Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan                            appreciation to employees, WEGE ensures the fulfillment of
kepada karyawan, WEGE memastikan pemenuhan hak-hak                                the rights of employees whose employment contracts have
karyawan yang berakhir hubungan kerjanya melalui pemberian                        ended by providing compensation in accordance with labor
kompensasi sesuai dengan ketentuan perundangan                                    laws and regulations and the Collective Labor Agreement
ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). [GRI 3-3]                     (PKB).

Rekapitulasi data terkait perekrutan dan pergantian karyawan                      A summary of data related to the recruitment and replacement
WEGE dalam tiga tahun terakhir disajikan sebagai berikut:                         of WEGE employees in the last three years is presented below:
[GRI 401-1]



 Komposisi Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
 New Employee Composition and Employee Turnover by Gender

                                                2025                                   2024                                 2023
 Jenis Kelamin                                       Karyawan Keluar                       Karyawan Keluar                      Karyawan Keluar
 Gender                        Karyawan Baru                            Karyawan Baru                         Karyawan Baru
                                                        Outgoing                              Outgoing                             Outgoing
                                New Employe                              New Employe                           New Employe
                                                        Employee                              Employee                             Employee
 Laki-laki                             0                      30              1                   23                0                 29
 Male

 Perempuan                             0                       4             0                    5                 0                 2
 Female

 Jumlah                                0                      34              1                   28                0                 31
 Total


 Komposisi Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja
 New Employee Composition and Employee Turnover by Work Area

                                                2025                                   2024                                 2023
 Wilayah Kerja                                       Karyawan Keluar                       Karyawan Keluar                      Karyawan Keluar
 Work Area                     Karyawan Baru                            Karyawan Baru                         Karyawan Baru
                                                        Outgoing                              Outgoing                             Outgoing
                                New Employe                              New Employe                           New Employe
                                                        Employee                              Employee                             Employee
 Kantor Pusat                          0                      12             0                    4                 0                 6

 Marketing Division                    0                       2             0                    0                 0                 8

 Operation Division                    0                      10             0                    1                 0                 5

 Operation and                         0                       2             0                    11                0                 3
 Modular Division

 Operation and                         0                       5              1                   7                 0                 4
 Concession Division

 Anak Perusahaan                       0                       3             0                    5                 0                 3
 Subsidiary

 Jumlah                                0                      34              1                   28                0                 31
 Total
                                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                   127
Page 128
                                                 Sekilas WEGE                         Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                     Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman       Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment        Empowering the Surrounding Community



                                       Komposisi Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
                                       New Employee Composition and Employee Turnover by Age Group

                                                                                   2025                                          2024                                           2023
                                       Kelompok Usia                                   Karyawan Keluar                               Karyawan Keluar                                  Karyawan Keluar
                                       Age Group                   Karyawan Baru                              Karyawan Baru                                   Karyawan Baru
                                                                                          Outgoing                                      Outgoing                                         Outgoing
                                                                    New Employe                                New Employe                                     New Employe
                                                                                          Employee                                      Employee                                         Employee

                                       18-30                             0                       10                    0                          6                      0                     5

                                       31-40                             0                       11                    0                          6                      0                     10

                                       41-50                             0                       6                     1                          1                      0                     1

                                       >50                               0                       7                     0                         15                      0                     15

                                       Jumlah                            0                      34                     1                        28                       0                     31
                                       Total



                                       Internal Hiring Detail

                                       Uraian
                                                                                                                 2025                     2024                    2023                        2022
                                       Description

                                       Jumlah Rekrutmen Karyawan Baru                                              0                        1                        0                         4
                                       Total Recruitment of New Employees
                                       Jumlah Internal Hiring (Promosi, rotasi, dan mutasi)                      299                       264                     305                        336
                                       Total Internal Hiring (Promotion, rotation, and mutation)

                                       Persentase Pengisian Posisi dari Kandidat Internal                      100,00%                  99,62%                  100,00%                     98,82%
                                       Percentage of Positions Fille by Internal Candidates


                                       Tingkat Turnover (%)
                                       Turnover Rate (%)

                                         Tahun                   Resign + Pensiun                                 Jumlah Pegawai                                             Rasio (%)
                                          Year              Resignations + Retirements                            Total Employees                                            Ratio (%)

                                          2025                           34                                                460                                                 7,08

                                          2024                           28                                                500                                                 5,46

                                          2023                           31                                                525                                                 5,72

                                          2022                           32                                                558                                                 5,68


                                       Turnover Karyawan
                                       Employee Turnover

                                       Uraian
                                                                                                                 2025                     2024                    2023                        2022
                                       Description

                                       Keputusan Perusahaan | Company Decision                                     3                        2                        5                         -

                                       Mengundurkan Diri | Resignation                                            23                        11                      10                         20

                                       Meninggal Dunia | Passed away                                               2                        -                        1                         -

                                       Pensiun Normal | Normal Retirement                                          4                        15                      15                         12

                                       Pensiun Sukarela | Voluntary Retirement                                     2                        -                        -                         -

                                       Total                                                                      34                       28                       31                         32
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Tingkat Pergantian Karyawan [S-03]
                                       Employee Turnover Rate
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Jumlah Pegawai resign/Pemutusan Hubungan Kerja                                            Jumlah Pegawai (orang)                  Persentase Pegawai (%)
                                       Number of Employees who Resigned/Dismissed                                                 Number of Employees                    Employee Percentage (%)

                                       Jumlah Pegawai resign/Pemutusan Hubungan Kerja                                                34 Orang | People                                7,08%
                                       Number of Employees who Resigned/Dismissed

                                       Jumlah Pegawai Baru/pengganti                                                                              0                                    0%
                                       Number of New Employees/replacement

128
Page 129
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                              Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                       Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)



Remunerasi Karyawan                                                               Employee Remuneration

WEGE menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip                              WEGE emphasizes its commitment to applying the principles
keadilan dan kesetaraan dalam sistem remunerasi bagi                              of fairness and equality in its remuneration system for all
seluruh karyawan. Perusahaan memastikan setiap karyawan                           employees. The Company ensures that every employee
memperoleh upah, tunjangan, dan kompensasi secara adil                            receives fair and transparent wages, allowances, and
dan transparan, tanpa adanya praktik diskriminasi dalam                           compensation, without any form of discrimination. There
bentuk apa pun. Tidak terdapat perbedaan rasio gaji pokok                         is no difference in the basic salary ratio or remuneration
maupun remunerasi antara karyawan perempuan dan laki-                             between female and male employees in all of the Company’s
laki di seluruh wilayah operasional Perseroan.                                    operational areas.

Lebih lanjut, WEGE menjamin bahwa upah minimum                                    Furthermore, WEGE guarantees that the minimum wage
karyawan tetap pada level terendah selalu berada di atas                          for permanent employees is always above the DKI Jakarta
Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, sesuai dengan                            Provincial Minimum Wage (UMP), as stipulated by applicable
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.                              laws and regulations. This policy refers to the Decree of
Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga                               the Minister of Manpower and Transmigration No. 226 of
Kerja dan Transmigrasi No. 226 Tahun 2000 tentang                                 2000 concerning amendments to a number of articles in
perubahan sejumlah pasal dalam Peraturan Menteri Tenaga                           the Minister of Manpower Regulation No. PER-01/MEN/1999
Kerja No. PER-01/MEN/1999 mengenai Upah Minimum.                                  concerning Minimum Wages. The implementation of
Penerapan kebijakan tersebut mencerminkan kepatuhan                               this policy reflects the Company’s compliance with labor
Perseroan terhadap regulasi ketenagakerjaan sekaligus                             regulations as well as its commitment to creating a fair and
komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan                         prosperous work environment.
sejahtera. [GRI 3-3, 405-2] [F.20]


Rasio Gaji Karyawan Tetap Level Terendah terhadap UMP DKI Jakarta [F.20][202-1]
Ratio of Lowest Level Permanent Employee Salary against DKI Jakarta Minimum Wage

   Tahun                                                THP Pekerja | Employee THP
                                                                                                                             Rasio | Ratio
    Year                         Terendah | Lowest                      UMP DKI Jakarta | DKI Jakarta Minimum Wage

   2025                               8.086.000                                         5.396.761                              149,83%

   2024                               8.086.000                                         5.067.381                              159,57%

   2023                               7.327.000                                         4.901.798                              149,48%


Rasio gaji karyawan perempuan dan laki-laki berada pada                           The salary ratio between female and male employees is
tingkat yang setara, sehingga tidak terdapat perbedaan                            equal, indicating that there is no gender-based remuneration
remunerasi berdasarkan gender dalam struktur pengupahan                           difference in the Company’s wage structure. Besides the
Perseroan. Selain komponen remunerasi utama, WEGE juga                            main remuneration components, WEGE also provides various
menyediakan berbagai tunjangan bagi karyawan, baik yang                           benefits for employees, both permanent and contract
berstatus sebagai karyawan tetap maupun karyawan kontrak,                         employees, as presented in the following table:
sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: [GRI 401-2]


Tunjangan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Allowances by Employment Status

Jenis Tunjangan                                                                                        Karyawan Tetap        Karyawan Kontrak
Type of Allowance                                                                                    Permanent Employee      Contract Employee

Tunjangan Posisi | Position Allowance                                                                                                

Tunjangan Hari Raya Keagamaan | Religious Holiday Allowance                                                                          
                                                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Tunjangan Cuti | Paid Leave                                                                                                          

Asuransi Jiwa | Life Insurance                                                                                                       
                                                                                                                                                             2025 Sustainability Report




Perawatan Kesehatan | Health Insurance                                                                                               

Tanggungan Disabilitas dan Difabel | Disability and Difabel Support                                                                  

Persiapan Masa Pensiun | Retirement Preparation                                                                                      

Kepemilikan Saham | Share Ownership                                                                                                  

Bonus | Bonus                                                                                                                        

Cuti Melahirkan | Maternity Leave                                                                                                    
                                                                                                                                                 129
Program Pengakuan Prestasi | Performance Recognition Program                                                                         
Page 130
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Cuti Melahirkan                                                                   Maternity Leave

                                       WEGE menerapkan kebijakan cuti melahirkan sesuai dengan                           WEGE implements a maternity leave policy in accordance
                                       ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode                            with the provisions of the Collective Labor Agreement (PKB)
                                       2025–2026. Kebijakan ini mencakup pemberian hak cuti                              for the 2025–2026 period. This policy includes the provision
                                       melahirkan bagi karyawan perempuan serta cuti paternity                           of maternity leave for female employees and paternity leave
                                       leave bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan.                           for male employees whose wives give birth. These facilities
                                       Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan                              are provided as a form of company support so that employees
                                       perusahaan agar karyawan dapat mempersiapkan dan                                  can prepare and undergo the childbirth process properly.
                                       menjalani proses kelahiran anak dengan baik.

                                       Perseroan juga menjamin bahwa karyawan perempuan yang                             The Company also guarantees that female employees who
                                       menjalani cuti melahirkan memiliki hak untuk kembali bekerja                      take maternity leave have the right to return to work in the
                                       pada posisi yang sama seperti sebelum cuti, sehingga                              same position as before their leave, ensuring the continuity of
                                       kesinambungan karier dan kesempatan pengembangan                                  their careers and opportunities for professional development.
                                       profesional tetap terjaga. [GRI 3-3]

                                       Jumlah karyawan WEGE yang memanfaatkan fasilitas cuti                             The number of WEGE employees who have taken advantage
                                       melahirkan selama tiga tahun terakhir disajikan sebagai                           of maternity leave facilities over the last three years is as
                                       berikut: [GRI 401-3]                                                              follows:


                                        Data Karyawan yang Mengambil Cuti Melahirkan
                                        Data of Employees Who Took Maternity Leave

                                        Uraian                                                              Jenis Kelamin
                                                                                                                                           2025                2024                       2023
                                        Description                                                            Gender

                                        Jumlah Karyawan yang berhak mendapat cuti melahirkan                   Pria | Male                 405                  440                       460
                                        Number of Employees who are entittled for maternity
                                        leave                                                                   Wanita                      55                   60                        65
                                                                                                                Female

                                        Jumlah Karyawan yang mengambil cuti melahirkan                         Pria | Male                  24                    0                        7
                                        Number of Employees who took maternity leave
                                                                                                                Wanita                       2                    2                        0
                                                                                                                Female

                                        Jumlah Karyawan yang kembali bekerja pada periode                      Pria | Male                  24                    0                        7
                                        pelaporan setelah cuti melahirkan berakhir
                                        Number of Employees who returned to work after their                    Wanita                       2                    2                        0
                                        maternity leave ended during the reporting period                       Female

                                        Persentase karyawan yang mengambil cuti melahirkan dan                 Pria | Male                 100%                100%                       100%
                                        kembali bekerja
                                        Percentage of employees who took maternity leave and                    Wanita                     100%                100%                       100%
                                        returned to work                                                        Female


                                       Perseroan terus berupaya menjaga tingkat retensi karyawan                         The Company continues to strive to maintain an optimal level
                                       pasca cuti melahirkan pada level yang optimal melalui                             of employee retention following maternity leave by providing a
                                       penyediaan lingkungan kerja yang fleksibel, komunikasi yang                       flexible working environment, fostering open communication
                                       terbuka antara karyawan dan manajemen, serta dukungan                             between employees and management, and supporting the
                                       dalam proses reintegrasi ke dunia kerja.                                          reintegration process back into the workplace.

                                       Program Pensiun Karyawan                                                          Employee Retirement Program
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       WEGE menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai bagian                            WEGE considers employee welfare to be an important
                                       penting dari keberlanjutan perusahaan, tidak hanya selama                         part of the Company’s sustainability, not only during
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       masa kerja aktif, tetapi juga setelah karyawan memasuki                           active employment, but also after their retirement. As a
                                       masa purna bakti. Sebagai wujud komitmen tersebut,                                manifestation of this commitment, the Company provides
                                       Perseroan menyediakan program jaminan pensiun berbasis                            a contribution-based pension program designed to provide
                                       kontribusi yang dirancang untuk memberikan kepastian                              financial security and support the quality of life of retired
                                       finansial dan mendukung kualitas hidup karyawan di masa                           employees. This program is an important instrument in
                                       pensiun. Program ini menjadi instrumen penting dalam                              ensuring a more planned and respectable transition into
                                       memastikan transisi yang lebih terencana dan bermartabat                          retirement.
130                                    menuju masa pensiun. [GRI 3-3]
Page 131
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Pengelolaan program pensiun di WEGE dilaksanakan                        The management of the pension program at WEGE is
melalui beberapa skema yang disesuaikan dengan periode                  carried out through several schemes that are tailored to
pengangkatan serta kategori karyawan. Bagi karyawan yang                the period of appointment and employee category. For
diangkat sebelum 1 Januari 2007, pengelolaan dana pensiun               employees appointed before January 1, 2007, pension funds
dilakukan melalui Dana Pensiun WIKA dengan skema Program                are managed through the WIKA Pension Fund with a Defined
Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), yang memberikan manfaat                   Benefit Pension Program (PPMP) scheme, which provides
pensiun dengan nilai yang telah ditetapkan sebelumnya.                  pension benefits with a predetermined value. Meanwhile, for
Sementara itu, bagi karyawan yang diangkat sejak 1 Januari              employees appointed on or after January 1, 2007, including
2007 dan setelahnya, termasuk karyawan terampil, program                skilled employees, the pension program is managed through
pensiun dikelola melalui Dana Pensiun WIKA dengan skema                 the WIKA Pension Fund under the Defined Contribution
Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), yang manfaatnya                     Pension Program (PPIP) scheme, whose benefits depend
bergantung pada akumulasi iuran selama masa kerja.                      on the accumulation of contributions during the period of
                                                                        employment.

Melalui penerapan kebijakan tersebut, WEGE memastikan                   Through the implementation of this policy, WEGE ensures
seluruh karyawan memperoleh jaminan hari tua yang                       that all employees receive adequate old-age security, in
memadai, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam                       line with the Company’s commitment to maintaining the
menjaga kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan, baik                sustainable welfare of its workers, both before and after their
sebelum maupun setelah masa kerja berakhir.                             employment ends.

Pada tahun 2025, Perseroan telah melaksanakan                           In 2025, the Company has fulfilled its obligations related to
kewajibannya terkait program pensiun dengan membayarkan                 the pension program by paying contributions for permanent
iuran bagi karyawan tetap atau organik yang terdaftar                   or organic employees who are registered as participants. The
sebagai peserta. Skema iuran bulanan terdiri atas kontribusi            monthly contribution scheme consists of a 5% contribution
karyawan sebesar 5% dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)               to be borne by employees based on their Basic Pension
dan kontribusi perusahaan sebesar 12,5% dari PhDP. [GRI 201-3]          Income (PhDP) and a 12.5% contribution to be borne by the
                                                                        Company based on PhDP.

Program Jaminan Pensiun                                                 Pension Insurance Program


     Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)
     Defined Benefit Pension Plan (PPMP)


     Penyelenggara:                                                     Organizer:
     DAPEN PPMP WIKA                                                    DAPEN PPMP WIKA

     Ketentuan:                                                         Provisions:
     Program Pensiun Manfaat Pasti dikelola oleh Dana                   The Defined Benefit Pension Program is managed
     Pensiun Wijaya Karya (DP-WIKA), yang pendiriannya                  by the Wijaya Karya Pension Fund (DP-WIKA), which
     telah memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan                  establishment has been approved by the Minister of
     Republik Indonesia melalui Keputusan No. KEP-207/                  Finance of the Republic of Indonesia through Decree No.
     KM.17/1998 tanggal 9 Juni 1998 serta tercatat dalam                KEP-207/KM.17/1998 dated June 9, 1998, and recorded
     Berita Negara Republik Indonesia No. 53 Tahun 1998                 in the State Gazette of the Republic of Indonesia No.
     dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.                  53 of 1998 and Supplement to the State Gazette of the
     60 tanggal 28 Juli 1998. Program ini diselenggarakan               Republic of Indonesia No. 60 dated July 28, 1998. This
     berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992 dan                    program is organized based on Law No. 11 of 1992 and
     merupakan kelanjutan dari Yayasan Dana Pensiun PT                  is a continuation of the PT Wijaya Karya Pension Fund
                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




     Wijaya Karya yang telah berdiri sebelumnya.                        Foundation that was established previously.

     Peserta PPMP adalah pegawai tetap Perseroan                        PPMP participants are permanent employees of the
                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




     yang diangkat sebelum 1 Januari 2007. Berdasarkan                  Company who were appointed before January 1, 2007.
     perhitungan aktuaria per 30 Juni 2014, besaran iuran               Based on actuarial calculations as of June 30, 2014,
     ditetapkan sebesar 5% dari PhDP sebagai beban                      the contribution amount is set at 5% of PhDP as an
     karyawan dan 19,2% dari PhDP sebagai beban Perseroan,              employee expense and 19.2% of PhDP as a Company
     sementara iuran PSL sepenuhnya menjadi tanggungan                  expense, while the PSL contribution is fully borne by the
     perusahaan. Sepanjang tahun 2025, total pembayaran                 Company. Throughout 2025, the total pension program
     iuran program pensiun yang telah ditunaikan WEGE                   contributions paid by WEGE amounted to Rp14.68 billion.
     mencapai Rp14,68 miliar.                                                                                                             131
Page 132
                                                Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                           Jaminan Hari Tua
                                           Old Age Insurance



                                           Penyelenggara:                                                               Organizer:
                                           BPJS Ketenagakerjaan                                                         BPJS Ketenagakerjaan

                                           Ketentuan:                                                                   Provisions:
                                           Seluruh pegawai Perseroan diikutsertakan dalam                               All employees of the Company are covered by the
                                           Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola                         Employment Social Security Program managed by BPJS
                                           oleh BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Hari Tua                         Ketenagakerjaan, which includes Old Age Security (JHT),
                                           (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja                        Pension Security (JP), Occupational Accident Security
                                           (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Besaran iuran                             (JKK), and Death Security (JKM). The contribution
                                           ditetapkan sebesar 3% sebagai beban pegawai dan                              amount is set at 3% to be borne by the employee and
                                           6,24% sebagai beban Perseroan.                                               6.24% to be borne by the Company.




                                           Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)
                                           Defined Contribution Pension Program (PPIP)



                                           Penyelenggara:                                                               Organizer:
                                           DAPEN PPIP WIKA                                                              DAPEN PPIP WIKA

                                           Ketentuan:                                                                   Provisions:
                                           Dana Pensiun Wijaya Karya Program Pensiun Iuran Pasti                        The Wijaya Karya Defined Contribution Pension
                                           (DAPEN WIKA PPIP) didirikan berdasarkan Keputusan                            Program (DAPEN WIKA PPIP) was established based
                                           Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-                             on the Decree of the Board of Commissioners of the
                                           146/D.05/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang                                Financial Services Authority No. KEP-146/D.05/2014
                                           pengesahan Peraturan Dana Pensiun. Peraturan                                 dated December 8, 2014, concerning the ratification of
                                           tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT                       Pension Fund Regulations. The regulations were stipulated
                                           Wijaya Karya (Persero) Tbk No. SK.01.01/A.DIR.2524/2014                      through the Decree of the Board of Directors of PT Wijaya
                                           tanggal 25 Maret 2014 dan tercatat dalam Berita Negara                       Karya (Persero) Tbk No. SK.01.01/A.DIR.2524/2014 dated
                                           Republik Indonesia No. 7 tanggal 23 Januari 2015 serta                       March 25, 2014 and recorded in the State Gazette of the
                                           Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 5/DP                           Republic of Indonesia No. 7 dated January 23, 2015 and
                                           Tahun 2015.                                                                  the Supplement to the State Gazette of the Republic of
                                                                                                                        Indonesia No. 5/DP Year 2015.

                                           Peserta DAPEN WIKA PPIP mencakup pegawai organik
                                                                                                                        Participants in DAPEN WIKA PPIP include organic
                                           yang diangkat sejak 1 Januari 2007 dan setelahnya,
                                                                                                                        employees appointed since January 1, 2007 and
                                           pegawai terampil, pegawai perusahaan sesuai
                                                                                                                        thereafter, skilled employees, company employees
                                           ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku,
                                                                                                                        in accordance with the provisions of the applicable
                                           serta pegawai mitra pendiri sesuai peraturan masing-
                                                                                                                        Collective Labor Agreement, and founding partner
                                           masing perusahaan. Besaran iuran ditetapkan sebesar
                                                                                                                        employees in accordance with the regulations of each
                                           5% dari PhDP sebagai beban pegawai dan 12,5% dari
                                                                                                                        company. The contribution amount is set at 5% of PhDP
                                           PhDP sebagai beban Perseroan.
                                                                                                                        borne by the employee and 12.5% of PhDP borne by the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                                        Company.
          Laporan Keberlanjutan 2025




132
Page 133
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




    Program Jaminan Kesehatan Pensiunan dan Keluarga
    Retiree and Family Health Insurance Program



    Penyelenggara:                                                     Organizer:
    BPJS Kesehatan                                                     BPJS Kesehatan

    Ketentuan:                                                         Provisions:
    Seluruh pegawai Perseroan diikutsertakan dalam                     All Company employees are included in the Health
    Program Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh                Insurance Program organized by BPJS Kesehatan.
    BPJS Kesehatan. Iuran ditetapkan sebesar 1% sebagai                Contributions are set at 1% to be borne by employees
    beban pegawai dan 4% sebagai beban Perseroan,                      and 4% to be borne by the Company, with a maximum
    dengan batas maksimum upah yang diperhitungkan                     wage limit of Rp12,000,000.
    sebesar Rp12.000.000.




    Program Purna Karya
    Retirement Program



    Penyelenggara:                                                     Organizer:
    KOKAR WIKA                                                         KOKAR WIKA

    Ketentuan:                                                         Provisions:
    Program imbalan pasca kerja diberikan kepada pegawai               The post-employment benefit program is provided to
    yang diangkat sebelum 1 Januari 2014 berdasarkan                   employees appointed before January 1, 2014, based on
    kesepakatan dengan Serikat Pekerja yang tertuang                   an agreement with the Labor Union as stipulated in the
    dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang masih                    Collective Labor Agreement (PKB) which is still in effect.
    berlaku. Program ini hanya diperuntukkan bagi pegawai              This program is only intended for employees who joined
    yang bergabung sebelum tanggal tersebut, dengan                    before that date, with benefits calculated based on the
    perhitungan manfaat berdasarkan kondisi pada saat                  conditions at the time of determination and developed
    penetapan dan dikembangkan setiap tahun. Sementara                 annually. Meanwhile, for employees appointed after
    itu, bagi pegawai yang diangkat setelah 1 Januari 2014,            January 1, 2014, the facilities provided are limited to the
    fasilitas yang diberikan terbatas pada program pensiun,            pension program, with the provision that the benefits
    dengan ketentuan bahwa manfaat yang diterima tidak                 received may not be lower than the provisions of the
    boleh lebih rendah dari ketentuan peraturan perundang-             applicable laws and regulations.
    undangan yang berlaku.

                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




                                                                                                                                     133
Page 134
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman     Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment      Empowering the Surrounding Community




                                       Partisipasi dan Kewajiban Program Pensiun                                         Participation and Obligations of the Pension Program

                                        Tingkat Partisipasi Karyawan dalam Program Pensiun Berdasarkan Skema
                                        Employee Participation Rate in the Pension Program Based on the Scheme

                                                                                         Jenis Skema (Wajib/                                       Tingkat Partisipasi
                                        Uraian                                                Sukarela)                                            Participation Rate
                                        Description                                        Type of Scheme
                                                                                        (Mandatory/Voluntary)                 2025                        2024                         2023

                                        Program Pensiun Manfaat Pasti                            Wajib                          34                          37                              41
                                        Defined Benefit Pension Program                        Mandatory

                                        Program Pensun Lainnya                                   Wajib                         424                         463                          486
                                        Other Pension Program                                  Mandatory



                                        Kewajiban Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun Lainnya
                                        Obligation to Defined Benefit Pension Program and Other Pension Program

                                        Uraian
                                                                                                                              2025                        2024                         2023
                                        Description

                                        Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)                                                 29,71%                      29,71%                       27,04%
                                        Defined Benefit Pension Program (PPMP)

                                        Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)                                                   17,50%                      17,50%                       17,50%
                                        Defined Contribution Pension Program (PPIP)

                                        Program Jaminan Kesehatan Pensiunan dan Keluarga                                     5,00%                       5,00%                        5,00%
                                        Retiree and Family Health Insurance Program

                                        Jaminan Hari Tua                                                                     5,70%                        5,70%                       5,70%
                                        Old Age Insurance

                                        Jaminan Pensiun                                                                      3,00%                       3,00%                        3,00%
                                        Pension Insurance

                                        Jumlah                                                                               60,91%                      60,91%                      58,24%
                                        Total



                                        Persentase Kontribusi Gaji dalam Program Pensiun
                                        Percentage of Salary Contribution in the Pension Program

                                        Uraian
                                                                                                                              2025                        2024                         2023
                                        Description

                                        Karyawan                                                                               5%                          5%                           5%
                                        Employee

                                        Pemberi Kerja (Perusahaan)
                                        Employer (the Company)

                                        Program Pensiun Manfaat Pasti                                                        24,71%                      24,71%                      22,04%
                                        Defined Pension Program

                                        Program Pensiun Iuran Pasti                                                          12,50%                      12,50%                       12,50%
                                        Defined Contribution Pension Program

                                        Jumlah                                                                               42,21%                      42,21%                       39,54%
                                        Total


                                       Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) Karyawan [GRI                              Employee Pre-Retirement Training (MPP)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       404-2]
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Sebagai bagian dari dukungan menyeluruh terhadap                                  As part of its comprehensive support for employees
                                       karyawan yang akan memasuki masa pensiun, WEGE                                    approaching retirement, WEGE organizes a special training
                                       menyelenggarakan program pelatihan khusus bagi karyawan                           program for employees who are about to conclude their
                                       yang akan mengakhiri masa kerjanya. Program ini bertujuan                         employment. This program aims to equip participants with
                                       untuk membekali peserta dengan keterampilan dan wawasan                           relevant skills and insights so that they remain productive and
                                       yang relevan agar tetap produktif serta memiliki kesiapan                         are mentally and financially prepared for retirement.
                                       mental dan finansial di masa purna bakti. [GRI 404-2]
134
Page 135
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Menjelang masa purna bakti, Perseroan secara konsisten                  Prior to retirement, the Company consistently organizes
melaksanakan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)                     Pre-Retirement Training (MPP) as a mandatory program for
sebagai program wajib bagi karyawan yang diproyeksikan                  employees who are projected to retire within the next five
akan memasuki masa pensiun dalam kurun waktu lima tahun                 years. The training material is designed to be comprehensive,
ke depan. Materi pelatihan dirancang secara komprehensif,               covering aspects of entrepreneurship, psychological
mencakup aspek kewirausahaan, kesiapan psikologis,                      readiness, health, financial management, and investment
kesehatan, pengelolaan keuangan, hingga perencanaan                     planning.
investasi.

Sepanjang tahun 2025, Pelatihan MPP telah diselenggarakan               Throughout 2025, MPP Training has been held once, in June,
sebanyak satu kali, yaitu bulan Juni, dengan total peserta              which was participated by 5 employees.
sebanyak 5 karyawan.

Pengembangan Kompetensi dan Evaluasi Kinerja                            Employee Competency Development and
Karyawan [F.22]                                                         Performance Evaluation

WEGE berkomitmen untuk terus memperkuat kompetensi                      WEGE is committed to continuously improve employee
karyawan melalui pelaksanaan berbagai program pelatihan                 competencies through various training and development
dan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan bisnis                   programs that are relevant to business needs and the
serta dinamika industri konstruksi. Upaya ini dilaksanakan              dynamics of the construction industry. These initiatives are
secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan            carried out continuously as part of the Company’s strategy
dalam menjaga produktivitas, meningkatkan kualitas kinerja,             to maintain productivity, improve performance quality, and
dan memperkuat daya saing sumber daya manusia. Sejalan                  strengthen the competitiveness of human resources. In line
dengan itu, Perseroan juga menerapkan sistem evaluasi                   with this commitment, the Company also implements an
kinerja yang objektif dan transparan guna menilai capaian               objective and transparent performance evaluation system
individu sekaligus memberikan umpan balik yang konstruktif.             to assess individual achievements and provide constructive
                                                                        feedback.
Pendekatan tersebut memastikan setiap karyawan memiliki
ruang dan kesempatan yang setara untuk berkembang                       This approach ensures that every employee has equal space
serta berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan                 and opportunity to develop and contribute optimally to the
perusahaan. Untuk mendukung hal tersebut, WEGE                          Company’s growth. To support this objective, WEGE organizes
menyelenggarakan program pengembangan kompetensi                        systematic and sustainable competency development
secara terencana dan berkelanjutan bagi pegawai yang                    programs for designated employees, with an approach
telah ditetapkan, dengan pendekatan yang disesuaikan                    tailored to the needs of the organization and job roles. The
dengan kebutuhan organisasi dan peran jabatan. Program                  development program consists of a Mandatory Development
pengembangan tersebut terdiri atas Program Pengembangan                 Program that must be attended by every employee according
Mandatory yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sesuai                 to their job group, and an Optional Development Program
dengan kelompok jabatannya, serta Program Pengembangan                  designed to support competency improvement based on the
Pilihan yang dirancang untuk menunjang peningkatan                      needs of each job function.
kompetensi berdasarkan kebutuhan fungsi pekerjaan
masing-masing. [GRI 3-3]

Pengelolaan pelatihan dan pengembangan karyawan                         The management of employee training and development is
dikoordinasikan oleh Human Capital Division melalui                     coordinated by the Human Capital Division through various
berbagai program pembelajaran, antara lain seminar,                     learning programs, including seminars, certification,
sertifikasi, asesmen, dan workshop. Materi pelatihan                    assessments, and workshops. The training materials cover
mencakup pengembangan kompetensi teknis, manajerial,                    technical and managerial competency development, as well
serta sertifikasi keahlian sesuai bidang kerja. Selain                  as certification of expertise in accordance with the field of
                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




itu, Perseroan juga menyelenggarakan pelatihan soft                     work. In addition, the Company also conducts soft competency
competency yang bertujuan menanamkan nilai-nilai positif,               training aimed at instilling positive values, increasing work
meningkatkan motivasi kerja, serta memperkuat integritas,               motivation, and strengthening employee integrity, ethics, and
                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




etika, dan loyalitas karyawan. Melalui pendekatan ini, WEGE             loyalty. Through this approach, WEGE ensures that employee
memastikan pengembangan profesional karyawan berjalan                   professional development is comprehensive and continuous.
secara menyeluruh dan berkesinambungan.




                                                                                                                                        135
Page 136
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Program pengembangan karyawan diterapkan kepada                                   The employee development program is provided to employees
                                       pegawai yang telah ditetapkan oleh Perseroan, dengan                              designated by the Company, grouped as follows:
                                       pengelompokan sebagai berikut:
                                       a. Pelatihan Wajib, berupa pelatihan soft skill yang                              a. Mandatory Training, consisting of soft skills training
                                          disesuaikan dengan jenjang jabatan karyawan;                                      tailored to the employee’s position level;
                                       b. Pelatihan Opsional, yaitu pelatihan yang dirancang                             b. Optional Training, which is designed based on the
                                          berdasarkan kebutuhan individu karyawan. Dalam hal ini,                           individual needs of employees. In this case, the Human
                                          Human Capital Division secara rutin menghimpun formulir                           Capital Division routinely collects Training Need Analysis
                                          Training Need Analysis dari setiap unit kerja untuk                               forms from each work unit to identify competency
                                          mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi.                               development needs.

                                       Pengembangan karyawan dilaksanakan berdasarkan prinsip                            Employee development is carried out based on the principle
                                       perencanaan yang terukur, dengan memperhatikan tujuan,                            of measurable planning, taking into account the objectives,
                                       sasaran, anggaran, serta jangka waktu pelaksanaan.                                targets, budget, and implementation period.

                                       Berbagai metode pengembangan yang diterapkan meliputi:                            Various development methods are applied, including:
                                       [GRI 404-2]
                                       a.   Pembelajaran;                                                                a.   Learning;
                                       b.   Coaching;                                                                    b.   Coaching;
                                       c.   Mentoring;                                                                   c.   Mentoring;
                                       d.   Assignment;                                                                  d.   Assignment;
                                       e.   Magang;                                                                      e.   Internships;
                                       f.   Short course;                                                                f.   Short courses;
                                       g.   Uji keahlian;                                                                g.   Skills tests;
                                       h.   Sertifikasi keahlian eksternal;                                              h.   External skills certification;
                                       i.   Pendidikan lanjutan.                                                         i.   Advanced education.

                                       Beberapa Program yang Dilaksanakan oleh WEGE:                                     Some Programs Implemented by WEGE:
                                       1. Leadership Development Program                                                 1. Leadership Development Program
                                          Perusahaan     telah   memiliki    berbagai  program                              The company has established various leadership
                                          pengembangan kepemimpinan bagi karyawan. Program                                  development programs for its employees. These
                                          ini dilaksanakan melalui pelatihan mandatory per level                            programs are implemented through mandatory training
                                          jabatan, sehingga setiap jenjang memiliki kompetensi                              tailored to each job level, ensuring that every tier
                                          kepemimpinan yang relevan dengan peran dan tanggung                               possesses leadership competencies relevant to their
                                          jawabnya.                                                                         roles and responsibilities.

                                            Dalam rangka memastikan keberlanjutan kepemimpinan                                To ensure leadership continuity and the availability of
                                            serta ketersediaan talenta yang siap menghadapi                                   talent ready to face future business challenges, the
                                            tantangan bisnis di masa depan, perusahaan menerapkan                             company implements tiered leadership development
                                            pengembangan kepemimpinan secara berjenjang yang                                  starting from the early stages of talent development
                                            dimulai sejak tahap awal pembentukan talenta hingga level                         through to the managerial level. This development begins
                                            manajerial. Pengembangan tersebut dimulai dari jenjang                            at the Young Leader, Satria Muda, and Satria Pratama
                                            Pemimpin Muda, Satria Muda, hingga Satria Pratama                                 levels as part of an early leadership development process
                                            sebagai bagian dari proses pembinaan kepemimpinan                                 aimed at shaping employees’ character, integrity, and
                                            sejak dini untuk membentuk karakter, integritas, dan                              foundational leadership competencies.
                                            kompetensi dasar kepemimpinan pegawai.

                                            Selanjutnya, pada tingkat Junior Management, perusahaan                           Furthermore, at the Junior Management level, the
                                            memperkuat kapabilitas manajerial melalui program seperti                         company strengthens managerial capabilities through
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                            Leader as Coach dan Managing Result yang berfokus pada                            programs such as Leader as Coach and Managing Results,
                                            pengembangan kemampuan coaching, pengelolaan kinerja                              which focus on developing coaching skills, managing team
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                            tim, serta pencapaian hasil kerja yang optimal.                                   performance, and achieving optimal work outcomes.

                                            Pada tingkat Middle Management, perusahaan                                        At the Middle Management level, the company implements
                                            melaksanakan program PKMM (Program Kepemimpinan                                   the PKMM (Middle Management Leadership Program),
                                            Manajemen Madya) yang dirancang untuk meningkatkan                                designed to enhance strategic leadership, decision-
                                            kemampuan kepemimpinan strategis, pengambilan                                     making, and organizational change management
                                            keputusan, serta pengelolaan perubahan organisasi.                                capabilities.
136
Page 137
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   Melalui pendekatan pengembangan yang terstruktur dan                    Through this structured and continuous development
   berkelanjutan ini, perusahaan berupaya membangun                        approach, the company strives to build a strong leadership
   pipeline kepemimpinan yang kuat guna mendukung                          pipeline to support the sustainability of organizational
   keberlanjutan kinerja organisasi serta pencapaian                       performance and the achievement of long-term business
   strategi bisnis jangka panjang.                                         strategies.

2. Program Pelatihan Digital                                            2. Digital Training Programs
   Perusahaan telah melaksanakan berbagai pelatihan                        The company has conducted various training programs
   yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi digital,                   focused on enhancing digital competencies, particularly
   khususnya dalam mendukung transformasi digital dan                      to support digital transformation and the utilization
   pemanfaatan teknologi dalam operasional perusahaan.                     of technology in company operations. Digital learning
   Program pembelajaran digital juga difasilitasi melalui                  programs are also facilitated through online learning
   platform pembelajaran daring seperti LinkedIn Learning                  platforms such as LinkedIn Learning and the company’s
   dan platform internal perusahaan, Wikademy, yang                        internal platform, Wikademy, which allow employees to
   memungkinkan karyawan untuk mengakses materi                            access learning materials flexibly and continuously.
   pembelajaran secara fleksibel dan berkelanjutan.

3. Pembelajaran Berbasis Kolaborasi                                     3. Collaborative Learning
   Mekanisme pembelajaran kolaboratif seperti knowledge                    Collaborative learning mechanisms such as knowledge-
   sharing session, forum pembelajaran internal, serta                     sharing sessions, internal learning forums, and cross-
   diskusi lintas unit telah dilakukan dalam berbagai kegiatan             departmental discussions have been implemented in
   pengembangan karyawan. Selain itu, perusahaan juga                      various employee development activities. Additionally,
   mendorong terbentuknya Community of Practice (CoP)                      the company encourages the formation of Communities
   sebagai wadah bagi karyawan untuk berbagi pengetahuan,                  of Practice (CoP) as a platform for employees to share
   pengalaman, serta praktik terbaik dalam bidang keahlian                 knowledge, experiences, and best practices within
   tertentu.                                                               specific areas of expertise.

4. Program Terkait Diversity, Equity & Inclusion (DEI)                  4. Diversity, Equity & Inclusion (DEI) Programs (DEI)
   Perusahaan secara konsisten menginternalisasikan nilai-                 The company consistently internalizes the values of the
   nilai Budaya AKHLAK BUMN serta menerapkan prinsip                       AKHLAK BUMN Culture and applies the principles of
   kesetaraan dan non-diskriminasi dalam lingkungan kerja.                 equality and non-discrimination in the workplace. Various
   Berbagai kegiatan sosialisasi dan penguatan budaya kerja                outreach and work culture-strengthening activities are
   juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan                    also conducted as part of efforts to create an inclusive
   lingkungan kerja yang inklusif.                                         work environment.

Dalam rangka mendukung kesejahteraan karyawan serta                     To support employee well-being and foster a healthy, inclusive,
menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan                  and productive work environment, the Company continues
produktif, Perusahaan terus mengembangkan berbagai                      to develop various employee support programs focused on
program pendukung karyawan yang berfokus pada kesehatan                 physical health, mental health, and work-life balance.
fisik, kesehatan mental, serta keseimbangan kehidupan kerja
dan keluarga (work-life balance).

Perusahaan menyediakan berbagai inisiatif pengelolaan                   The Company offers various workplace stress management
stres kerja (workplace stress management) melalui Employee              initiatives through the Employee Assistance Program (EAP),
Assistance Program (EAP) yang merupakan program                         a support service designed to address both personal and
layanan bantuan untuk mengatasi masalah pribadi maupun                  professional issues, such as stress, family problems, or
profesional, seperti stres, masalah keluarga, atau kesehatan            mental health concerns. The EAP aims to enhance employee
mental. EAP bertujuan meningkatkan kesejahteraan                        well-being, maintain productivity, and provide psychological
                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




karyawan, menjaga produktivitas, dan memberikan                         support through mental wellness coaching, health education
dukungan psikologis kegiatan pembinaan mental, sesi                     sessions, and internal campaigns that foster a supportive
edukasi kesehatan, serta kampanye internal yang mendorong               work environment.
                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




terciptanya lingkungan kerja yang suportif.

Selain itu, Perusahaan juga menyelenggarakan program                    Additionally, the Company regularly organizes health services
layanan kesehatan dan kegiatan olahraga secara berkala guna             and sports activities to promote a healthy lifestyle and
mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan kebugaran                   improve employee fitness.
karyawan.

                                                                                                                                          137
Page 138
                                                 Sekilas WEGE                                Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                            Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia         Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman       Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management             Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment        Empowering the Surrounding Community




                                       Dalam aspek dukungan terhadap keluarga, Perusahaan                                       In terms of family support, the Company offers various family
                                       memberikan berbagai manfaat keluarga (family benefits)                                   benefits, including maternity leave for female employees,
                                       yang mencakup pemberian cuti melahirkan bagi karyawan                                    paternity leave, and leave to care for a sick family member.
                                       perempuan, cuti mendampingi pasangan melahirkan, serta                                   Furthermore, the Company provides support facilities for
                                       cuti untuk mendampingi anggota keluarga yang sakit. Selain                               employees with children, such as adequate lactation rooms
                                       itu, Perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung                                     in the workplace and various other supporting facilities
                                       bagi karyawan yang memiliki anak, seperti ruang laktasi                                  aimed at ensuring employees’ comfort in fulfilling both their
                                       yang memadai di lingkungan kerja serta berbagai fasilitas                                professional and family roles.
                                       penunjang lainnya yang bertujuan mendukung kenyamanan
                                       karyawan dalam menjalankan peran profesional maupun
                                       peran keluarga.

                                       Melalui berbagai program tersebut, Perusahaan berupaya                                   Through these programs, the Company strives to build a
                                       membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, seimbang,                                   healthier, more balanced, and sustainable work environment,
                                       dan berkelanjutan, sehingga karyawan dapat bekerja                                       enabling employees to perform at their best while maintaining
                                       secara optimal sekaligus menjaga kesejahteraan diri dan                                  their own well-being and that of their families.
                                       keluarganya.

                                       Sepanjang tahun 2025, WEGE mencatat total rata-rata durasi                               Throughout 2025, WEGE recorded a total average training
                                       pelatihan sebesar 23,56 jam bagi karyawan laki-laki dan 20,62                            duration of 23.56 hours for male employees and 20.62 hours
                                       jam bagi karyawan perempuan. [GRI 404-1]                                                 for female employees.


                                        Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan Laki-laki dan Karyawan Perempuan [GRI 404-1, S-05]
                                        Average Training Hours for Male and Female Employee

                                        Keterangan
                                                                                                                                                 2025                    2024                       2023
                                        Description

                                        Rata-rata jam pelatihan per karyawan (jam/karyawan)                                                     26,45                    24,96                      30,23
                                        Average training hours per employee (hours/employee)

                                        Jumlah karyawan yang ikut serta dalam program pelatihan                                                  1.055                   3.652                      3.884
                                        Number of employees participating in training programs

                                        Persentase jumlah karyawan yang ikut serta dalam pelatihan (%)                                            93                       94                        85
                                        Percentage of employees participating in training programs (%)



                                                                                         Jumlah Pegawai                                                  Rata-rata Jam Pelatihan (dalam jam)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                        Jenis Kelamin                                  Number of Employees                                                 Average Training Hours (in hours)
                                        Gender
                                                                        2025                     2024                   2023                     2025                    2024                       2023
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                        Laki-Laki                       923                      2.153                  1.675                   23,56                    26,87                      32,86
                                        Male

                                        Perempuan                       150                       448                    186                    20,62                    23,06                      27,6
                                        Female




138
Page 139
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




 Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan Berdasarkan Level Jabatan
 Average Employee Training Hours by Position Level

                                                    Jumlah Pegawai                             Rata-rata Jam Pelatihan (dalam jam)
 Level Jabatan                                    Number of Employees                            Average Training Hours (in hours)
 Position Level
                                     2025                   2024        2023                2025                2024            2023

 Komisaris/Komite                      4                       2         5                    24                 24              22
 Commissioners/
 Committee

 Direksi | Directors                   12                      1         3                    22                 32              16

 BOD-2                                42                      56        121                 24,36               27,33           17,93

 BOD-3                                184                    188        232                 39,68               25,1            33,19

 BOD-4                                477                   1.033       534                 53,43               19,84           34,15

 BOD-5                               340                     1.321      952                 54,07               23,64           34,12


 Rata-rata jam pelatihan
 Average hours of training

 Tipe pelatihan
 Type of training
                                                                        26 jam 16 menit
 Hard
                                                                        26 hours 16 minutes

                                                                        28 jam 38 menit
 Soft
                                                                        28 hours 38 minutes

 Usia
 Ages

 25-35                                                                  14 jam 27 menit | 14 hours 27 minutes

 36-45                                                                  15 jam 47 menit | 15 hours 47 minutes

 46-55                                                                  12 jam 4 menit | 12 hours 4 minutes

 >55                                                                    13 jam | 13 hours



Pelatihan soft skill adalah proses pembelajaran yang                         Soft skills training is a learning process aimed at improving
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal,                        interpersonal, intrapersonal, and workplace behavioral skills
intrapersonal, dan perilaku kerja yang mempengaruhi cara                     that influence how a person works and interacts with others.
seseorang bekerja dan berinteraksi.​Jenis pelatihan soft skill:              Types of soft skills training include: Leadership Development,
Leadership Development (Pengembangan Kepemimpinan),                          Supervisory & First-Line Management Skills, Performance
Supervisory & First-Line Management Skill, Performance                       Management & Result Orientation, Coaching, Feedback &
Management & Result Orientation, Coaching, Feedback &                        People Development, Culture & Values Internalization, and
People Development, Culture & Values Internalization, Career                 Career Transition & Pre-Retirement Development.
Transition & Pre-Retirement Development​.

Pelatihan hard skill adalah proses pembelajaran yang                         Hard skills training is a learning process aimed at improving
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, spesifik,                     technical, specific, and measurable abilities directly related
dan terukur yang berkaitan langsung dengan pekerjaan atau                    to a particular job or field. Types of hard skills training:
bidang tertentu​. Jenis pelatihan hard skill : Pelatihan Teknis              Engineering & Construction Technical Training, Project
                                                                                                                                              PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Engineering & Konstruksi, Pelatihan Project Management                       Management & Project Operations Training, Quality Control
& Operasional Proyek, Pelatihan Quality Control & Quality                    & Quality Assurance Training, Occupational Safety & Health
Assurance, Pelatihan K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja),                     (OSH) Training, Digital & Systems Training (IT / SAP / Tools),
                                                                                                                                                          2025 Sustainability Report




Pelatihan Digital & Sistem (IT/SAP/Tools), Pelatihan Keuangan                Project Finance & Administration Training, Procurement &
& Administrasi Proyek, Pelatihan Procurement & Supply Chain,                 Supply Chain Training, Regulatory & Compliance Training.
Pelatihan Regulasi & Compliance.




                                                                                                                                              139
Page 140
                                                 Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community



                                       Adapun daftar pelatihan yang diselenggarakan sepanjang                              The list of trainings held throughout 2025 is as follows:
                                       tahun 2025 disajikan sebagai berikut: [GRI 404-2]


                                       Nama Pelatihan                                                            Peserta          Penyelenggara                      Tanggal Pelatihan
                                       Training Tittle                                                         Participants       Organizer                          Training Date
                                       Pelatihan Cubicost Modul Tme Batch 5                                           2           PT Glodon Technical Indonesia      20-21 Januari 2025
                                       Cubicost Modul Tme Batch 5 Training                                                                                           January 20-21, 2025

                                       Pelatihan BIM Course Meep Autodesk Revit 5                                     3           Persatuan Insinyur Indonesia       10-11 Januari 2025
                                       Bim Course Meep Autodest Revit 5 Training                                                  Indonesian Engineer                January 10-11, 2025
                                                                                                                                  Association

                                       Pelatihan K3 Listrik                                                           2           QSHE Division PT Wijaya Karya      17 Januari 2025
                                       Electrical OHS Training                                                                    Bangunan Gedung Tbk                January 17, 2025

                                       Workshop Transaksi Input Data SAP WG Bulan Desember 2024                      122          Information Technology             14-17 Januari 2025
                                       SAP Data Input Transaction Workshop WG December 2024                                       Division PT Wijaya Karya           January 14-17, 2025
                                                                                                                                  Bangunan Gedung Tbk

                                       Wika Project Management Batch 31                                               4           Wikasatrian Pusat                  31 Januari-26 Maret 2025
                                                                                                                                  Kepemimpinan                       January 31-March 26, 2025

                                       Supervisory Skill - Januari 2025                                               1           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      15-24 Januari 2025
                                                                                                                                                                     January 15-24, 2025

                                       Akhlak Champ Tahun 2024                                                        5           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      31 Januari-1 Februari 2025
                                                                                                                                                                     January 31 – February 1,
                                                                                                                                                                     2025

                                       Pelatihan Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung                                28           PT Wijaya Karya Bangunan           3-5 Februari 2025
                                       Building Construction Management Training                                                  Gedung Tbk                         February 3-5, 2025

                                       Webinar Understanding TAKT Planning                                            8           IAMKRI                             8 Februari 2025
                                                                                                                                                                     February 8, 2025

                                       Workshop Risk Officer                                                         50           Pmo & Risk Management              19 Februari 2025
                                                                                                                                  Division PT Wijaya Karya           February 19, 2025
                                                                                                                                  Bangunan Gedung Tbk

                                       Itil® V4 Foundation with Case DI Multimatics                                   1           Multimatics                        19-21 Februari 2025
                                                                                                                                                                     February 19-21, 2025

                                       Pelatihan dan Sertifikasi Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah                   2           Lembaga Pengembangan dan           19 Februari-8 Maret 2025
                                       Level 1                                                                                    Konsultasi Nasional (LPKN)         February 19 – March 8, 2025
                                       Training and Certification of Government Goods / Services                                  National Development and
                                       Procurement Level 1                                                                        Consulting Agency (LPKN)

                                       Workshop Hubungan Industrial                                                   2           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      19 Februari 2025
                                       Industrial Relation Workshop                                                                                                  February 19, 2025

                                       Pelatihan Cubicost Batch 12                                                    3           PT Glodon Technical Indonesia      26-28 Februari 2025
                                       Cubicost Training Batch 12                                                                                                    February 26-28, 2025

                                       Pelatihan Sistem Manajemen WEGE                                               26           QSHE Division PT Wijaya Karya      26 Februari 2025
                                       WEGE Management System Training                                                            Bangunan Gedung Tbk                February 26, 2025

                                       Financial Modelling & Valuation Analyst (FMVA®)                                1           Corporate Finance Institute        18 Februari-18 Agustus
                                                                                                                                                                     2025
                                                                                                                                                                     February 18 – August 18,
                                                                                                                                                                     2025

                                       Satria Pratama Batch 30                                                        3           Wikasatrian Pusat                  4 Februari-6 April 2025
                                                                                                                                  Kepemimpinan                       February 4 – April 6, 2025

                                       Pelatihan dan Sertifikasi Skema Manajer BIM Madya                              5           LSP WIKA                           10 Februari-14 Maret 2025
                                       Training and Certification of Intermediate BIM Manager                                                                        February 10 – March 14,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Scheme                                                                                                                        2025

                                       Pelatihan Awareness ISO SHE                                                   22           QSHE Division PT Wijaya Karya      18 Maret 2025
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Awareness ISO SHE Training                                                                 Bangunan Gedung Tbk                March 18, 2025

                                       Pelatihan Cubicost Batch 13                                                    2           PT Glodon Technical Indonesia      25-27 Maret 2025
                                       Cubicost Training Batch 13                                                                                                    March 25-27, 2025

                                       Pelatihan Pemahaman CSI                                                       27           QSHE Division PT Wijaya Karya      24 April 2025
                                       Training On Understanding CSI                                                              Bangunan Gedung Tbk                April 24, 2025

                                       Perpanjangan Ska Ahli K3 Umum                                                  6           PT Midiatama                       22 April 2025
                                       Extension of General OHS Expert Certificate                                                                                   April 22, 2025
140
Page 141
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                            Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                     Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Nama Pelatihan                                                           Peserta      Penyelenggara                    Tanggal Pelatihan
Training Tittle                                                        Participants   Organizer                        Training Date
Sertifikasi Teknisi Akuntansi Iv Muda                                       2         PT Midiatama                     1 April 2025
Junior Accounting Technician Iv Certification                                                                          April 1, 2025

Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management                         2         PT RAP Indonesia                 5 Mei-25 Juni 2025
Professional (Crmp) - Mei 25                                                                                           May 5–June 25, 2025
Certified Risk Management Professional (CRMP) Training and
Certification - May 25


Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Governance                         2         PT RAP Indonesia                 14-19 Mei 2025
Professional (Crgp) - Mei 25                                                                                           May 14-19, 2025
Certified Risk Governance Professional (Crgp) Training and
Certification - May 25

Pelatihan dan Sertifikasi Kemnaker Ahli K3 Muda Lingkungan                  1         Midiatama                        15-22 Mei 2025
Kerja                                                                                                                  May 15-22, 2025
Training and Certification By The Ministry of Manpower For
Junior Ohs Experts In The Workplace
Pelatihan Pemahaman Cp-Ptkp                                                26         QSHE Division PT Wijaya Karya    25 Mei 2025
Training On Understanding Cp-Ptkp                                                     Bangunan Gedung Tbk              May 25, 2025

Pelatihan Baseline Manajemen Energi Iso 50006:2023                         20         QSHE Division PT Wijaya Karya    11 Juni 2025
Baseline Energy Management Iso 50006:2023 Training                                    Bangunan Gedung Tbk              June 11, 2025

Pelatihan Managing Result Batch 15                                          3         Wikasatrian Pusat                3-11 Juni 2025
Managing Result Training Batch 15                                                     Kepemimpinan                     June 3-11, 2025

Satria Pratama Batch 31                                                     3         Wikasatrian Pusat                3-5 Juni 2025
                                                                                      Kepemimpinan                     June 3-5, 2025

Seminar Nasional Analisis dan Implikasi Penarikan Aset Para                 1         Perkumpulan Anti Korupsi         12-13 Juni 2025
Koruptor Serta Dampak Terhadap Ekonomi Nasional                                       dan Kriminalitas Indonesia       June 12-13, 2025
National Seminar On Analysis and Implications of Asset                                (Pakksa)
Recovery From Corruptors and The Impact On The National                               Indonesian Anti-Corruption
Economy                                                                               and Crime Association
                                                                                      (Pakksa)

Pelatihan Pesawat Angkat & Angkut (PAA)                                     3         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk    19 Juni 2025
Training For Lifting and Hoisting Equipment (PAA)                                                                      June 19, 2025

Pelatihan Masa Persiapan Purna Bakti (MPP) Angkatan 9                       5         Wikasatrian Pusat                24-26 Juni 2025
Pre-Retirement Training (MPP) Batch 9                                                 Kepemimpinan                     June 24-26, 2025

Pelatihan Quality Control Circle                                           27         QSHE Division PT Wijaya Karya    26 Juni 2025
Quality Control Circle Training                                                       Bangunan Gedung Tbk              June 26, 2025

Peningkatan Kapabilitas Manajer Madya (PKMM) Dasar                          3         Wikasatrian Pusat                3 Juni-3 Juli 2025
Angkatan 13                                                                           Kepemimpinan                     June 3 – July 3, 2025
Basic Intermediate Managerial Capability Development (PKMM)
Batch 13

Pelatihan Sustainable Housing From A Europian Perspective                   2         Delft University of Technology   1-18 Juli 2025
Training On Sustainable Housing From A European Perspective                                                            July 1-18, 2025

Wika Fundamentals of Project Management (WFPM) Batch 11                     3         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk    1 Juni-1 Juli 2025
                                                                                                                       June 1-July 1, 2025

Finale Satria Pratama Angkatan 26                                           3         Wikasatrian Pusat                24 Juli 2025
                                                                                      Kepemimpinan                     July 4, 2025

Pelatihan Lifting & Rigging                                                77         QSHE Division PT Wijaya Karya    16 Juli 2025
Lifting & Rigging Training                                                            Bangunan Gedung Tbk              July 16, 2025
                                                                                                                                               PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Pelatihan Airport Feasibility Study and Masterplan                          4         Ikatan Ahli Bandar Udara         16-18 Juli 2025
Airport Feasibility Study and Masterplan Training                                     Indonesia                        July 16-18, 2025
                                                                                      Indonesian Airport
                                                                                                                                                           2025 Sustainability Report




                                                                                      Professionals Association

Workshop Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR)                 23         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk    7-10 Juli 2025
                                                                                      dan Park Russel International    July 7-10, 2025

Pelatihan Cubicost Batch 14                                                 3         PT Glodon Technical Indonesia    23-25 Juli 2025
Cubicost Training Batch 14                                                                                             July 23-25, 2025

Pelatihan Managing Result Batch 16                                          5         Wikasatrian Pusat                22-25 Juli 2025
Managing Result Training Batch 16                                                     Kepemimpinan                     July 22-25, 2025         141
Page 142
                                                Sekilas WEGE                          Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                      Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Nama Pelatihan                                                           Peserta          Penyelenggara                      Tanggal Pelatihan
                                       Training Tittle                                                        Participants       Organizer                          Training Date
                                       Pelatihan Pengendalian Dokumen                                               25           QSHE Division PT Wijaya Karya      31 Juli 2025
                                                                                                                                 Bangunan Gedung Tbk                July 31, 2025

                                       Supervisory Skill Batch 9                                                     4           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      29 Juli-7 Agustus 2025
                                                                                                                                                                    July 29-August 7, 2025

                                       Pelatihan Mitigasi Risiko Dalam Transformasi Digital                          1           PT RAP                             3-4 Juli 2025
                                       Training On Risk Mitigation In Digital Transformation                                                                        July 3-4, 2025

                                       Key User Training (Kut) Wika Digital Invoice                                  16          Information Technology             8-11 Agustus 2025
                                                                                                                                 PT Wijaya Karya Bangunan           August 8-11, 2025
                                                                                                                                 Gedung Tbk

                                       Short Course Haki 2025                                                        3           Haki                               21 Agustus 2025
                                                                                                                                                                    August 21, 2025

                                       Pelatihan Manajemen Kontrak Batch 30                                          6           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      20-21 Agustus 2025
                                       Contract Management Training Batch 30                                                                                        August 20-21, 2025

                                       Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management                           3           PT RAP                             15-23 September 2025
                                       Professional (CRMP) - Sept 25                                                                                                September 15-23, 2025
                                       Certified Risk Management Professional (CRMP) Training and
                                       Certification - Sept 25

                                       Pelatihan Esg Awareness – Direksi                                             5           PT Surveyor Indonesia              17 September 2025
                                       Esg Awareness Training –Director                                                                                             September 17, 2025

                                       Pelatihan Esg Awareness – VP                                                  15          PT Surveyor Indonesia              16 September 2025
                                       Esg Awareness Training –Vp                                                                                                   September 16, 2025

                                       Pelatihan Esg Awareness – Manager                                            44           PT Surveyor Indonesia              18 September 2025
                                       Esg Awareness Training –Manager                                                                                              September 18, 2025

                                       Pelatihan Alat Ukur QPASS                                                    40           QSHE Division PT Wijaya Karya      11 September 2025
                                       QPASS Measuring Instrument Training                                                       Bangunan Gedung Tbk                September 11, 2025

                                       Pelatihan dan Seminar Konstruksi Ramping Iamkri Tahun 2025                    6           Iamkri                             9-10 September 2025
                                       Iamkri Lean Construction Training and Seminar 2025                                                                           September 9-10, 2025

                                       User Acceptance Test (UAT) & Key User Training (KUT) Wika                    14           Information Technology             19-22 September 2025
                                       Integrated Smart E-Proc                                                                   Division PT Wijaya Karya           September 19-22, 2025
                                                                                                                                 Bangunan Gedung Tbk

                                       Webinar Menakar Tanggung Jawab Hukum Anggota Direksi,                         3           PT RAP                             18 September 2025
                                       Dewan Komisaris dan Karyawan Kunci Bumn Dalam Skandal                                                                        September 18, 2025
                                       Manipulasi Laporan Keuangan
                                       Webinar On Measuring The Legal Responsibility of Board
                                       Members, Board of Commissioners, and Key Employees of
                                       State-Owned Enterprises In Financial Report Manipulation
                                       Scandals

                                       Pelatihan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti                           26           PT Wijaya Karya Bangunan           25 September-21 Oktober
                                       Penyuapan Awareness                                                                       Gedung Tbk                         2025
                                       Sni Iso 37001:2016 Anti-Bribery Management System                                                                            September 25-October 21,
                                       Awareness Training                                                                                                           2025

                                       Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum                                        1           Pusat Higiene Perusahaan,          22 September-4 Oktober
                                       General Ohs Experts Training and Certification                                            Keselamatan dan Kesehatan          2025
                                                                                                                                 Kerja Provinsi Dki Jakarta         September 22-October 4,
                                                                                                                                 Jakarta Provincial Center For      2025
                                                                                                                                 Corporate Hygiene, Safety,
                                                                                                                                 and Occupational Health
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       End User Training (EUT) Aplikasi Wika Digital Invoice                         71          Information Technology             10 September 2025
                                       End User Training (EUT) For Wika Digital Invoice Application                              Division PT Wijaya Karya           September 10, 2025
                                                                                                                                 Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Pelatihan Managing Result Batch 17                                           10           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      30 September-8 Oktober
                                       Managing Result Training Batch 17                                                                                            2025
                                                                                                                                                                    September 30-October 8,
                                                                                                                                                                    2025

                                       Pelatihan Wika Project Management (I2LI) Batch 10                             4           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      19 September-11 Oktober
                                       Wika Project Management (I2LI) Training Batch 10                                                                             2025
                                                                                                                                                                    September 19-October 11,
142                                                                                                                                                                 2025
Page 143
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                            Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                     Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Nama Pelatihan                                                           Peserta      Penyelenggara                   Tanggal Pelatihan
Training Tittle                                                        Participants   Organizer                       Training Date
End User Training (EUT) Roll Out Aplikasi Wika Integrated                   3         Information Technology          15-16 Oktober 2025
Smart E-Proc                                                                          Division PT Wijaya Karya
End User Training (EUT) Roll Out For Wika Integrated Smart                            Bangunan Gedung Tbk
E-Proc Application

Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management Officer                 1         PT RAP                          20-27 Oktober 2025
(CRMO) - Okt 25                                                                                                       October 20-27, 2025
Certified Risk Management Officer (CRMO) Training and
Certification - Oct 25


Pelatihan Manajemen Konstruksi Bidang Gedung                                7         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   8-10 Oktober 2025
Construction Management Training In The Field of Buildings                                                            October 8-10, 2025

Pelatihan Business Continuity Based On Iso 22301                            2         PT RAP                          20-22 Oktober 2025
Business Continuity Based On Iso 22301 Training                                                                       October 20-22, 2025

Training Certified Human Resource Generalist (CHRG) Batch 20                1         Sdm List                        4 Oktober-1 Februari 2026
                                                                                                                      October 4-February 1, 2026

Pelatihan Metode Kerja Finishing Basah                                     24         QSHE Division PT Wijaya Karya   24 Oktober 2025
Wet Finishing Work Methods Training                                                   Bangunan Gedung Tbk             October 24, 2025

Pelatihan Corporate Finance Batch 12                                        2         Wikasatrian Pusat               28-30 Oktober 2025
Corporate Finance Training Batch 12                                                   Kepemimpinan                    October 28-30, 2025

Pelatihan Leader As Coach Batch 21                                          4         Wikasatrian Pusat               22-23 Oktober 2025
Leader As Coach Training Batch 21                                                     Kepemimpinan                    October 22-23, 2025

Pelatihan Feed Forwarder - Okt 25                                           2         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   28-29 Oktober 2025
Feed Forwarder Training- Oct 25                                                                                       October 28-29, 2025

Pelatihan Satria Pratama Angkatan 32                                        4         Wikasatrian Pusat               28-30 Oktober 2025
Satria Pratama Training Batch 32                                                      Kepemimpinan                    October 28-30, 2025

End User Training (EUT) Dashboard Project Performance                      36         Information Technology          13-14 November 2025
                                                                                      Division PT Wijaya Karya        November 13-14, 2025
                                                                                      Bangunan Gedung Tbk

Glulam Timber Building Workshop                                             2         Universitas Gadjah Mada         5-6 November 2025
                                                                                                                      November 5-6, 2025

Pelatihan & Sertifikasi Skk Teknisi Keuangan Utama                          1         Lsp Teknisi Akuntansi           29 November-10 Desember
Major Financial Technician Skk Training & Certification                                                               2025
                                                                                                                      November 29 – December
                                                                                                                      10, 2025

Pelatihan Asia Low Carbon Buildings Transition (ALCBT) Batch                2         Kementrian Pekerjaan Umum       5 November 2025
Ii                                                                                    dan Global Green                November 5, 2025
Asia Low Carbon Buildings Transition (ALCBT) Training Batch Ii                        Ministry of Public Works and
                                                                                      Global Green Growth Institute

Webinar Series 10: Introduction To The Integrated Program                  42         Ikatan Ahli Manajemen           14 November 2025
Management and Project Alliance                                                       Konstruksi Ramping Indonesia    November 14, 2025
                                                                                      (Iamkri)


Key User Training (KUT) Digital Warehouse Entitas Anak                      9         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   24 November 2025
                                                                                                                      November 24, 2025

Pelatihan Leader As Coach Batch 22                                          8         Wikasatrian Pusat               25-26 November 2025
Leader As Coach Trainig Batch 22                                                      Kepemimpinan                    November 25-26, 2025
                                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Managing Result Batch 18                                                    8         Wikasatrian Pusat               20-28 November 2025
                                                                                      Kepemimpinan                    November 20-28, 2025

Feed Forward Assessment Soft Competency                                    76         PT Wijaya Karya Bangunan        9-23 Desember 2025
                                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




                                                                                      Gedung Tbk                      December 9-23, 2025

Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Governance                         3         PT RAP Indonesia                11-17 Desember 2025
Professional (CRGP) - Des 25                                                                                          December 11-17, 2025
Certified Risk Governance Professional (CRGP) Training and
Certification - Dec 25



                                                                                                                                                   143
Page 144
                                                 Sekilas WEGE                                 Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                             Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia          Respectful Workplace Policy (RWP)     Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management              Respectful Workplace Policy (RWP)     Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                                                                         Rp1,98 miliar | billion
                                                              Rp1,55 miliar | billion
                                                                                                               Rp1,46 miliar | billion




                                                                                                                                                                 Pengembangan
                                                                        2023                   2024                  2025                                        dan Evaluasi
                                                                                                                                                                 Karyawan
                                                                                                                                                                 Employee Development
                                                                                                                                                                 and Evaluation




                                       Evaluasi Kinerja Karyawan [GRI 404-3] [F.22]                                                Employee Performance Evaluation

                                       Dalam penerapan kebijakan remunerasi, setiap karyawan                                       In implementing the remuneration policy, each employee
                                       menjalankan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan Key                                     performs their duties and responsibilities based on Key
                                       Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan secara berjenjang                               Performance Indicators (KPIs) that are set in stages and aligned
                                       dan selaras dengan sasaran strategis Perseroan. KPI tersebut                                with the Company’s strategic objectives. These KPIs are
                                       dirumuskan dan ditinjau setiap tahun sejalan dengan tahapan                                 formulated and reviewed annually in line with the achievement
                                       pencapaian rencana jangka panjang perusahaan. Target                                        progress of the Company’s long-term plan. Individual
                                       kinerja individu dituangkan dalam Kesepakatan Karya (KK),                                   performance targets are outlined in the Work Agreement
                                       yang realisasinya dipantau secara berkala setiap enam bulan.                                (KK), which is monitored periodically every six months.
                                       Selanjutnya, hasil pemantauan tersebut dirangkum dalam                                      Furthermore, the results of this monitoring are summarized
                                       Penilaian Karya (PK) pada akhir tahun sebagai salah satu                                    in the Work Assessment (PK) at the end of the year as one of
                                       dasar peninjauan kebijakan remunerasi.                                                      the baselines in reviewing the remuneration policy.

                                       Selain capaian kinerja, Perseroan juga mempertimbangkan                                     In addition to performance achievements, the Company also
                                       hasil Evaluasi Kompetensi (EK) serta asesmen psikologis                                     considers the results of the Competency Evaluation (EK) and
                                       dalam proses penilaian. Bobot antara PK dan EK ditetapkan                                   psychological assessments in the assessment process. The
                                       secara proporsional sesuai dengan kebutuhan strategis                                       weights between PK and EK are determined proportionally
                                       perusahaan, di mana EK merefleksikan kapabilitas dan                                        in accordance with the Company’s strategic needs, where
                                       kompetensi individu, sementara PK menggambarkan hasil                                       EK reflects individual capabilities and competencies, while
                                       dan kontribusi kinerja secara menyeluruh. Pendekatan ini                                    PK describes overall performance results and contributions.
                                       memastikan keseimbangan antara kualitas individu dan                                        This approach ensures a balance between individual quality
                                       pencapaian kinerja dalam pengambilan keputusan terkait                                      and performance achievements in decision-making related
                                       pengembangan dan remunerasi.                                                                to development and remuneration.

                                       Melalui sistem penilaian kinerja yang terintegrasi dan berbasis                             Through an integrated and data-driven performance appraisal
                                       data, Perseroan berupaya menciptakan lingkungan kerja yang                                  system, the Company strives to create a work environment
                                       mendorong pertumbuhan individu sekaligus mendukung                                          that encourages individual growth while supporting the
                                       pencapaian tujuan strategis Perseroan secara berkelanjutan.                                 achievement of the Company’s strategic objectives in a
                                       WEGE memastikan seluruh karyawan, baik yang berstatus                                       sustainable manner. WEGE ensures that all employees,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       tetap maupun kontrak, mengikuti proses evaluasi kinerja                                     both permanent and contract, participate in the annual
                                       secara tahunan.                                                                             performance evaluation process.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Perseroan menjamin bahwa seluruh proses evaluasi                                            The Company guarantees that all evaluation processes are
                                       dilaksanakan secara wajar, jujur, dan adil. Pada tahun 2025,                                carried out fairly, honestly, and equitably. In 2025, all WEGE
                                       seluruh karyawan WEGE atau sebesar 100% telah mengikuti                                     employees, or 100%, have participated in performance
                                       evaluasi kinerja sebagai bagian dari upaya berkelanjutan                                    evaluations as part of the Company’s ongoing efforts to
                                       dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.                                            improve the quality of its human resources.

144
Page 145
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                           Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                    Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Dalam rangka menerapkan kebijakan remunerasi, setiap                         In order to implement the compensation policy, each
karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya                             employee performs their duties and responsibilities based on
berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang telah                       Key Performance Indicators (KPIs) that have been established
ditetapkan secara berjenjang. KPI tersebut ditinjau dan                      at various levels. These KPIs are reviewed and formulated
dirumuskan setiap tahun, sejalan dengan tahapan                              annually, in line with the stages of fulfilling the long-term plan
pemenuhan rencana jangka panjang untuk mencapai visi                         to achieve the Company’s vision. Each employee’s targets are
Perseroan. Target dari setiap karyawan dituangkan dalam                      outlined in a Performance Agreement (PA), the achievement
bentuk Kesepakatan Karya (KK), yang pencapaiannya dipantau                   of which is monitored on a regular basis every six months.
secara berkala setiap enam bulan sekali. Selanjutnya,                        Furthermore, this performance evaluation is summarized
evaluasi kinerja tersebut dirangkum dalam Penilaian Karya                    in a Performance Assessment (PK) at the end of the year
(PK) pada akhir tahun sebagai dasar untuk meninjau kebijakan                 as the basis for reviewing the remuneration policy and
remunerasi serta memastikan keselarasan antara kinerja                       ensuring alignment between individual performance and the
individu dan pencapaian tujuan strategis perusahaan.                         achievement of the company’s strategic objectives.

Selain mekanisme penilaian formal tersebut, Perusahaan                       In addition to these formal evaluation mechanisms, the
juga mendorong pengembangan kapabilitas kepemimpinan                         Company also promotes the development of leadership
dan kompetensi melalui berbagai pendekatan pembelajaran                      capabilities and competencies through various learning and
dan umpan balik, termasuk 360 degree feedback yang                           feedback approaches, including 360-degree feedback, which
digunakan sebagai alat pengembangan untuk memberikan                         is used as a development tool to provide a more comprehensive
perspektif yang lebih komprehensif terhadap perilaku                         perspective on leadership behavior, collaboration, and work
kepemimpinan, kolaborasi, dan efektivitas kerja. Pendekatan                  effectiveness. This approach is utilized primarily in talent
ini dimanfaatkan terutama dalam proses pengembangan                          development and competency enhancement processes,
talenta dan peningkatan kompetensi, serta tidak secara                       and is not directly used as the basis for formal performance
langsung digunakan sebagai dasar penilaian kinerja formal.                   evaluations.

Melalui kombinasi sistem penilaian kinerja yang terstruktur                  Through a combination of a structured performance
serta mekanisme umpan balik yang mendukung                                   evaluation system and feedback mechanisms that support
pengembangan individu, Perusahaan berupaya membangun                         individual development, the Company strives to build a
budaya kinerja yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi                performance culture that is transparent, collaborative, and
pada peningkatan kapabilitas secara berkelanjutan.                           oriented toward continuous capability improvement.


 Jumlah Karyawan yang Mendapat Evaluasi
 Number of Employees Receiving Evaluation

                                                          2025                           2024                                2023
 Keterangan
 Description                                 Laki-laki           Perempuan   Laki-laki          Perempuan        Laki-laki          Perempuan
                                               Male                Female      Male               Female           Male               Female

 Jumlah Karyawan yang
 mendapat evaluasi
                                                405                     55     440                 60               460                65
 Number of employees receiving
 evaluation

 Jumlah Total Karyawan
                                                405                     55     440                 60               460                65
 Total Employees

 Persentase pegawai yang
 mendapatkan penilaian dan
 evaluasi kinerja
                                                          100%                           100%                                100%
 Number of employees receiving
 performance assessment and
 evaluation
                                                                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Human Capital Return on Investment (HCROI)                                   Human Capital Return on Investment (HCROI)
                                                                                                                                                              2025 Sustainability Report




HCROI merupakan indikator yang digunakan Perseroan untuk                     HCROI is an indicator used by the Company to measure the
mengukur efektivitas investasi pada sumber daya manusia                      effectiveness of investments in human capital in generating
dalam menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. HCROI                       added value for the company. HCROI is calculated by
dihitung dengan membandingkan pendapatan usaha setelah                       comparing operating revenue, net of non-employee operating
dikurangi beban operasional non-karyawan terhadap total                      expenses, to total employee expenses. For the 2023–2025
beban karyawan. Pada periode 2023–2025, nilai HCROI                          period, the Company’s HCROI was recorded at 70.26 in 2023,
                                                                                                                                                  145
Page 146
                                                 Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)     Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman     Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)     Decent and Safe Working Environment      Empowering the Surrounding Community




                                       Perseroan tercatat masing-masing sebesar 70,26 pada tahun                               43.53 in 2024, and 12.61 in 2025. These changes in HCROI
                                       2023, 43,53 pada tahun 2024, dan 12,61 pada tahun 2025.                                 values align with the dynamics of the Company’s business
                                       Perubahan nilai HCROI tersebut sejalan dengan dinamika                                  performance and cost structure during the reporting period,
                                       kinerja usaha dan struktur biaya perusahaan selama periode                              including changes in operating revenue as well as adjustments
                                       pelaporan, termasuk perubahan pendapatan usaha serta                                    to operating expenses and employee costs.
                                       penyesuaian biaya operasional dan biaya karyawan.

                                       Dalam periode yang sama, jumlah karyawan tercatat 525                                   During the same period, the number of employees stood
                                       orang pada tahun 2023, 500 orang pada tahun 2024, dan 460                               at 525 in 2023, 500 in 2024, and 460 in 2025, as part of the
                                       orang pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya perusahaan                             company’s efforts to maintain organizational effectiveness
                                       dalam menjaga efektivitas organisasi dan menyesuaikan                                   and align human resource capacity with business needs. The
                                       kapasitas sumber daya manusia dengan kebutuhan bisnis.                                  Company continues to strive to improve productivity and
                                       Perseroan terus berupaya meningkatkan produktivitas                                     the contribution of human resources through strengthened
                                       dan kontribusi sumber daya manusia melalui penguatan                                    performance management, competency development, and
                                       manajemen kinerja, pengembangan kompetensi, serta                                       organizational structure optimization so that investments
                                       optimalisasi struktur organisasi agar investasi pada human                              in human capital can provide sustainable added value for the
                                       capital dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan                                Company.
                                       bagi perusahaan.



                                                                                                                                                                                                    Total
                                        No       Year                    Sales Revenue                     Operational Expenses               Employee Expenses               HCROI
                                                                                                                                                                                                  Employee


                                         1       2023                   3.979.714.569.719                       16.453.915.553                    57.219.115.014                  70,26             525

                                        2       2024                    3.673.527.175.483                       28.721.230.767                   85.702.649.013                   43,53             500

                                        3        2025                   1.623.555.133.947                       48.611.695.150                  135.634.008.603                   12,61             460


                                       Tingkat Keterikatan Karyawan                                                            Employee Engagement

                                       Tingkat keterikatan karyawan WEGE pada tahun 2025 tercatat                              WEGE’s employee engagement rate in 2025 was recorded
                                       sebesar 60%, menurun dibandingkan tahun 2024 sebesar                                    at 60%, down from 72% in 2024 and 79% in 2023. This
                                       72% dan 2023 sebesar 79%. Penurunan ini mencerminkan                                    decline reflects the dynamics in employee perceptions and
                                       adanya dinamika dalam persepsi dan pengalaman                                           experiences of the work environment, which are influenced
                                       karyawan terhadap lingkungan kerja yang dipengaruhi oleh                                by various factors, both internal and external. The Company
                                       berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Perseroan                              views this as constructive feedback to continue strengthening
                                       memandang hal ini sebagai umpan balik yang konstruktif                                  human resource management initiatives, including improving
                                       untuk terus memperkuat inisiatif pengelolaan sumber                                     internal communications, employee development, and
                                       daya manusia, termasuk peningkatan komunikasi internal,                                 creating a more inclusive and supportive work environment.
                                       pengembangan karyawan, serta penciptaan lingkungan kerja
                                       yang lebih inklusif dan mendukung.


                                                                                                         Tingkat Keterikatan Karyawan

                                                                             2025                                                                                  60%

                                                                             2024                                                                                  72%

                                                                             2023                                                                                  79%

                                                                             2024                                                                                  76%
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                             2023                                                                                  72%
          Laporan Keberlanjutan 2025




146
Page 147
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman                                                                               [F.21]

Decent and Safe Working Environment

WEGE Berkomitmen mewujudkan lingkungan kerja yang                       WEGE is committed to creating a decent, safe, and healthy
layak, aman, dan sehat sebagai bagian integral dari upaya               work environment as an integral part of the company’s efforts
perusahaan dalam melindungi kesejahteraan tenaga kerja                  to protect the well-being of its workforce while ensuring
sekaligus menjaga kelancaran operasional perusahaan.                    the smooth operation of the company. This commitment
Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan sistem                        is realized through the implementation of an Occupational
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang                 Safety, Health, and Environment (OSH&E) system that
mengacu pada standar nasional dan internasional, antara                 adheres to national and international standards, including the
lain Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, Sistem                    Construction Safety Management System, the Occupational
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai PP                     Safety and Health Management System in accordance with
No. 50 Tahun 2012, ISO 45001:2018 untuk manajemen K3,                   Government Regulation No. 50 of 2012, ISO 45001:2018
ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta ISO                    for OSH management, ISO 14001:2015 for environmental
50001:2018 untuk manajemen energi. [GRI 3-3]                            management, and ISO 50001:2018 for energy management.

Selain penerapan sistem tersebut, Perseroan juga                        Other than implementing these systems, the Company also
menyediakan berbagai fasilitas kerja yang mendukung                     provides various work facilities that support employee
kesejahteraan karyawan, menciptakan suasana kerja yang                  welfare, create a conducive working atmosphere, and
kondusif, serta menjunjung tinggi prinsip inklusivitas di               uphold the principle of inclusiveness throughout the work
seluruh lingkungan kerja. Keseimbangan antara aspek                     environment. The balance between safety, health, and
keselamatan, kesehatan, dan produktivitas dikelola secara               productivity aspects is managed structurally through:
terstruktur melalui: [GRI 3-3]
• Quality, Safety, Health and Environment Division di tingkat           •   Quality, Safety, Health and Environment Division at the
    korporat;                                                               corporate level;
• Bidang QSHE di tingkat divisi;                                        •   QSHE Division at the division level;
• Fungsi Safety, Health & Environment (SHE) di tingkat                  •   Safety, Health & Environment (SHE) function at the
    proyek yang berada di bawah pengawasan Divisi QSHE .                    project level under the supervision of the QSHE Division.



Penerapan aspek K3L dilaksanakan di seluruh lini usaha                  The implementation of OSHE aspects is carried out across all
dengan dukungan penuh dari seluruh karyawan. Upaya ini                  business lines with the full support of all employees. These
diarahkan untuk mencapai target nihil kecelakaan kerja (zero            efforts are aimed at achieving the target of zero accidents and
accident) serta mencegah penyakit akibat kerja, sehingga                preventing occupational diseases, thereby creating a safe,
tercipta lingkungan kerja yang aman, layak, dan produktif               decent, and productive working environment for all WEGE
bagi seluruh insan WEGE. Sebagai bentuk kepatuhan,                      employees. As a form of compliance, the implementation of
pelaksanaan K3L mengacu pada berbagai regulasi nasional                 OSHE refers to the following national regulations:
berikut: [GRI 3-3] [S-11]                                               1. Law No. 1 of 1970 concerning Occupational Safety;
1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;                       2. Law No. 23 of 1992 concerning Health;
2. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan;                              3. Law No. 13 of 2003 concerning Manpower;
3. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;                        4. Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation;
4. UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;                            5. Government Regulation No. 50 of 2012 concerning the
5. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang                           Implementation of the Occupational Safety and Health
    Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3);                                   Management System (OSHMS);
                                                                        6. Presidential Decree No. 22 of 1993 concerning
6. Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit                    Occupational Diseases;
    Akibat Hubungan Kerja;                                              7. Minister of Manpower Regulation No. 4 of 1987 concerning
                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4 Tahun 1987 tentang                  P2K3;
    P2K3;                                                               8. Minister of Manpower Regulation No. 5 of 1996 concerning
8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1996 tentang                  SMK3;
                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




    SMK3;                                                               9. Law No. 2 of 2017 concerning Construction Services;
9. UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;                         10. Minister of Public Works and Public Housing Regulation
10. Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021 tentang                        No. 10 of 2021 concerning Guidelines for Construction
    Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.                        Safety Management Systems.




                                                                                                                                          147
Page 148
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Di samping pemenuhan regulasi eksternal, WEGE juga                                Besides complying with external regulations, WEGE also
                                       menerapkan berbagai kebijakan dan prosedur internal                               implements various internal policies and procedures to
                                       untuk memastikan standar keselamatan dan kesehatan                                ensure that occupational safety and health standards are
                                       kerja dijalankan secara konsisten. Kebijakan utama yang                           consistently enforced. The main policies implemented
                                       diterapkan meliputi: [GRI 403-7]                                                  include:
                                       1. Kebijakan Khusus Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);                         1. Special Occupational Safety and Health (OSH) Policy;
                                       2. Kebijakan Stop Work Authority (SWA);                                           2. Stop Work Authority (SWA) Policy;
                                       3. Pedoman Sistem Manajemen K3 Lengkap (SMK3L);                                   3. Complete OSH Management System (OSHMS) Guidelines;
                                       4. Prosedur izin kerja untuk pekerjaan berbahaya, berisiko                        4. Work permit procedures for hazardous, high-risk, and
                                           tinggi, dan ruang terbatas;                                                       confined space work;
                                       5. Prosedur penyusunan Safety, Health, and Environment                            5. Procedures for preparing a Safety, Health, and
                                           Plan (SHE Plan);                                                                  Environment Plan (SHE Plan);
                                       6. Prosedur pengoperasian alat angkat serta pemeliharaan                          6. Procedures for operating lifting equipment and
                                           peralatan dan mesin;                                                              maintaining tools and machinery;
                                       7. Prosedur pengelolaan peralatan K3;                                             7. Procedures for managing OSH equipment;
                                       8. Instruksi keselamatan proteksi shaft dan lubang void                           8. Safety instructions for protecting shafts and void holes in
                                           proyek WEGE;                                                                      WEGE projects;
                                       9. Instruksi keselamatan standar Alat Pelindung Diri (APD);                       9. Standard safety instructions for Personal Protective
                                                                                                                             Equipment (PPE);
                                       10. Instruksi keselamatan safety railing proyek WEGE;                             10. Safety instructions for safety railings for the WEGE
                                                                                                                             project;
                                       11. Instruksi keselamatan kerja di ketinggian;                                    11. Safety instructions for working at heights;
                                       12. Instruksi keselamatan ergonomi pekerjaan kantor;                              12. Safety instructions for office work ergonomics;
                                       13. Instruksi keselamatan instalasi listrik proyek;                               13. Safety instructions for electrical installations for the project;
                                       14. Instruksi keselamatan operasi pengangkatan;                                   14. Safety instructions for lifting operations;
                                       15. Instruksi keselamatan operasi tower crane proyek WEGE.                        15. Safety instructions for tower crane operations for the
                                                                                                                             WEGE project.
                                       16. Serta Instruksi-instruksi kerja lain yang mendukung                           16. As well as other work instructions that support SHE
                                           kinerja SHE                                                                       performance

                                       Kebijakan K3 berlaku dan ditetapkan kepada seluruh jajaran                        The Occupational Safety and Health (OSH) Policy applies to
                                       karyawan WEGE dan juga para pihak yang turut serta                                all WEGE employees, as well as to parties actively involved in
                                       secara aktif terlibat dalam kegiatan bisnis WEGE, seperti                         WEGE’s business activities, such as suppliers of construction
                                       para pemasok material kontruksi, peralatan dan teknologi                          materials, equipment, and technology, subcontractors, and
                                       kontruksi, subkontraktor dan supplier jasa pendukung.                             providers of support services.

                                       Sistem Manajemen K3
                                                                                                                         OSH Management System
                                       WEGE secara konsisten memperkuat kinerja keselamatan
                                       dan kesehatan kerja melalui penerapan Sistem Manajemen                            WEGE consistently strengthens occupational safety and
                                       Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dalam praktiknya,                         health performance through the implementation of the
                                       Perusahaan      mengintegrasikan      aspek   Keselamatan,                        Occupational Safety and Health Management System
                                       Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dengan mengacu                              (OSHMS) . In practice, the Company integrates the aspects
                                       pada standar internasional ISO 45001:2018 untuk                                   of Safety, Occupational Health, and Environment (OSHE)
                                       keselamatan dan kesehatan kerja serta ISO 14001:2015 untuk                        by referring to the international standards ISO 45001:2018
                                       sistem manajemen lingkungan. Implementasi SMK3 berlaku                            for occupational safety and health and ISO 14001:2015 for
                                       menyeluruh bagi seluruh karyawan dan tenaga kerja proyek                          environmental management systems. The implementation of
                                       yang terlibat dalam aktivitas operasional WEGE. [GRI 3-3, 403-8]                  OSHMS applies comprehensively to all employees and project
                                                                                                                         workers involved in WEGE’s operational activities.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Pengelolaan dan pengawasan kinerja K3L di tingkat korporasi                       The management and supervision of OSHE performance at
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       dijalankan oleh Quality, Safety, Health and Environment                           the corporate level is carried out by the Quality, Safety, Health
                                       Division. Sementara itu, pada tingkat proyek, tanggung jawab                      and Environment Division. Meanwhile, at the project level, this
                                       tersebut berada di bawah fungsi Safety, Health & Environment                      responsibility falls under the Safety, Health & Environment
                                       (SHE) yang berada dalam pengawasan langsung Divisi QSHE.                          (SHE) function, which is under the direct supervision of the
                                       Sistem ini mencakup seluruh tenaga kerja, baik karyawan                           QSHE Division. This system covers all workers, including
                                       tetap, tidak tetap, maupun kontraktor yang beraktivitas di                        permanent and temporary employees, as well as contractors
                                       lingkungan kerja WEGE. [GRI 3-3, 403-1]                                           working in the WEGE work environment.
148
Page 149
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Sebagai bagian dari upaya pengendalian dan peningkatan                  As part of its continuous control and improvement
berkelanjutan, WEGE melaksanakan audit internal atas                    efforts, WEGE conducts regular internal audits on the
penerapan K3 dan SMK3 secara rutin sesuai dengan prosedur               implementation of OSH and OSHMS in accordance with the
Audit Internal Perusahaan. Audit dilakukan dua kali dalam               Company’s Internal Audit procedures. Audits are conducted
setahun, yakni pada semester pertama dan kedua. Selain                  twice a year, in the first and second semesters. In addition
audit, pemantauan implementasi K3L dilakukan melalui                    to audits, the implementation of OSHE is monitored through
berbagai mekanisme, antara lain Kick Off Meeting QSHE,                  various mechanisms, including QSHE Kick Off Meetings,
klinik QSHE, monitoring QSHE, QSHE Patrol, serta Rapat                  QSHE clinics, QSHE monitoring, QSHE Patrols, and QSHE
Koordinasi QSHE.                                                        Coordination Meetings.

Perusahaan menempatkan keterlibatan aktif seluruh                       The Company considers the active involvement of all
karyawan sebagai elemen kunci dalam penerapan praktik                   employees as a key element in the implementation of OSHE
K3L di setiap lini pekerjaan. Upaya ini diarahkan untuk                 practices in every line of work. These efforts are aimed
mewujudkan target nihil kecelakaan kerja dan penyakit                   at achieving the target of zero occupational accidents
akibat kerja, mencegah potensi kebakaran, serta menjaga                 and occupational diseases, preventing potential fires,
tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan                 and maintaining a minimum compliance rate of 97%
di Indonesia minimal sebesar 97%. Untuk mendukung                       with Indonesian laws and regulations. To support these
pencapaian tersebut, WEGE mengoptimalkan pemanfaatan                    achievements, WEGE optimizes the use of technology and
teknologi serta kolaborasi sumber daya manusia, termasuk                collaboration of human resources, including employees,
karyawan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan, guna                   partners, and stakeholders, to ensure that the OSHE
memastikan sistem manajemen K3L berjalan secara efektif                 management system runs effectively and excellently.
dan unggul. [GRI 3-3]

Dalam memperkuat komitmen terhadap K3L, WEGE                            In strengthening its commitment to OSHE, WEGE adheres to a
berpedoman pada sejumlah prinsip utama yang menjadi                     number of key principles that form the basis of its operations,
dasar dalam pelaksanaan operasional, yaitu: [GRI 3-3]                   namely:
1. Menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja                 1. Establishing occupational safety and health policies
   serta memastikan komitmen penuh manajemen terhadap                       and ensuring full management commitment to the
   penerapan SMK3L.                                                         implementation of OSHEMS.
2. Menyusun perencanaan untuk memenuhi kebijakan,                       2. Developing plans to meet measurable occupational safety
   tujuan, dan sasaran keselamatan serta kesehatan kerja                    and health policies, objectives, and targets.
   secara terukur.                                                      3. Effectively implementing OSH policies through
3. Melaksanakan kebijakan K3 secara efektif melalui                         competency development, occupational health, and
   pengembangan kompetensi, kesehatan kerja, serta                          the provision of the necessary support mechanisms to
   penyediaan mekanisme pendukung yang diperlukan guna                      achieve OSH goals and targets.
   mencapai tujuan dan sasaran K3.
4. Melakukan pengukuran, pemantauan, dan evaluasi                       4. Conducting periodic measurement, monitoring, and
   kinerja SMK3L secara berkala, disertai dengan tindakan                  evaluation of OSHEMS performance, accompanied by
   perbaikan dan pencegahan yang berkelanjutan.                            continuous improvement and preventive actions.
5. Meninjau dan menyempurnakan penerapan SMK3L secara                   5. Reviewing and refining the implementation of OSHEMS
   berkala untuk mendorong peningkatan berkelanjutan atas                  periodically to encourage continuous improvement in
   kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.                                occupational safety and health performance.

Praktik K3L [GRI 403-4]                                                 OSHE practices

Partisipasi Pekerja dalam Pengelolaan K3L                               Worker Participation in OSH Management

WEGE menyediakan berbagai sarana komunikasi dan                         WEGE provides various communication and consultation
                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




konsultasi yang memungkinkan pekerja terlibat secara                    facilities that enable workers to be actively involved in
aktif dalam perencanaan, penerapan, serta evaluasi sistem               the planning, implementation, and evaluation of the OSH
manajemen K3L. Forum-forum ini juga berfungsi sebagai                   management system. These forums also serve as a medium
                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




media penyampaian informasi penting terkait keselamatan                 for conveying important information related to occupational
dan kesehatan kerja kepada seluruh pekerja.                             safety and health to all workers.




                                                                                                                                          149
Page 150
                                                 Sekilas WEGE                            Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                        Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia    Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman     Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management        Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment      Empowering the Surrounding Community




                                       Komunikasi dan Konsultasi tentang K3L                                              Communication and Consultation on OSHE

                                       Untuk memastikan informasi K3L tersampaikan secara                                 To ensure that OSHE information is conveyed effectively
                                       efektif dan berkelanjutan, Perusahaan menyelenggarakan                             and continuously, the Company organizes a number of
                                       sejumlah forum komunikasi, antara lain:                                            communication forums, including:




                                                                                                                                                       QHSE Patrol
                                               Dilaksanakan dua kali setiap minggu sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap penerapan K3L dan sistem
                                                   pengamanan di area proyek. Temuan dari kegiatan ini dirangkum dalam laporan evaluasi yang menjadi dasar
                                                                                                                          penetapan tindak lanjut perbaikan.
                                              Held twice a week as part of routine monitoring of OSHE and security systems implementation in project areas.
                                              Findings from these inspections are summarized in evaluation reports, which are used in determining follow-up
                                                                                                                                         corrective actions.



                                                                  QHSE Induction
                                                                  Program induksi yang dirancang untuk mengkomunikasikan potensi bahaya kerja di proyek serta langkah mitigasi
                                                                  dalam kondisi darurat. Program ini wajib diikuti oleh seluruh pekerja, pekerja baru, serta tamu yang memasuki
                                                                  area proyek maupun kantor Perusahaan.
                                                                  An induction program designed to communicate potential workplace hazards and mitigation measures in
                                                                  emergency situations. This program is mandatory for all employees, new hires, and visitors entering the project
                                                                  site or Company offices.



                                                                                                                                              SHE Morning Talk
                                                      Diselenggarakan setiap hari kerja dengan melibatkan seluruh karyawan dan pekerja. Forum ini digunakan
                                                           untuk menyampaikan informasi terbaru dan pengingat terkait aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja,
                                                                                                                                           dan Lingkungan.
                                                          Held every working day by involving all employees and workers. This forum is used to convey the latest
                                                                       information and reminders related to Safety, Occupational Health, and the Environment.




                                                                  Toolbox Meeting
                                                                  Dilaksanakan setiap hari sebelum pekerjaan dimulai sebagai forum diskusi singkat untuk memastikan
                                                                  pemahaman pekerja terhadap aktivitas kerja dan tanggung jawab keselamatan masing-masing.
                                                                  Held every day before work begins as a brief discussion forum to ensure workers’ understanding of work activities
                                                                  and their respective safety responsibilities.




                                                                                                                                                    Pelatihan QSHE
                                               Dilaksanakan pelatihan dan sosialisasi QSHE kepada pekerja untuk meningkatkan pemahaman, kompetensi dan
                                                                                                     keterlibatan dalam meningkatkan budaya keselamatan.
                                                         QSHE training and socialization are held for workers to improve their understanding, competence, and
                                                                                                                   involvement in enhancing the safety culture.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




150
Page 151
           Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
           Supporting the Development of Employees and Local Communities             Strengthening Sustainability Governance
    Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
    CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Untuk mendukung keterbukaan akses informasi K3L, WEGE                      To ensure transparency in SHE information, WEGE also
juga menyediakan berbagai kanal komunikasi internal, seperti               provides various internal communication channels, such
papan pengumuman di lokasi kerja, email internal, serta                    as notice boards at work sites, internal emails, and safety
laporan keselamatan yang dapat diakses kapan saja. Melalui                 reports that can be accessed at any time. Through these
mekanisme ini, setiap pekerja didorong untuk berperan                      mechanisms, every worker is encouraged to actively
aktif dalam pengelolaan K3L dan memiliki pemahaman yang                    participate in SHE management and to possess an adequate
memadai mengenai risiko serta upaya pencegahannya.                         understanding of risks and prevention measures.

Sarana dan Infrastruktur Pendukung K3                                      OSH Support Facilities and Infrastructure

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif,                 In creating a safe and conducive working environment, WEGE
WEGE memastikan setiap unit operasional dilengkapi dengan                  ensures that each operational unit is equipped with adequate
sarana dan prasarana keselamatan kerja yang memadai,                       occupational safety facilities and infrastructure, including:
antara lain:
• Fasilitas kesehatan, seperti alat pemeriksaan kesehatan,                 •   Health facilities, such as medical examination equipment,
   kotak P3K , klinik darurat dan fasilitas kesehatan rujukan                  first aid kits, emergency clinics, and referral health
   yang tersedia di kantor, proyek, dan pabrik.                                facilities available in offices, projects, and factories.
• Alat Tanggap darurat sesuai risiko K3 yang terdapat di                   •   Emergency response equipment appropriate to the OSH
   tempat kerja serta Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai                    risks found in the workplace and Personal Protective
   dengan standar keselamatan kerja.                                           Equipment (PPE) that complies with occupational safety
                                                                               standards.
•     Alat Pelindung Kerja yang digunakan sebagai bagian                   •   Protective equipment used as part of worker protection
      perlindungan bagi pekerja dan keselamatan publik sesuai                  and public safety in accordance with applicable regulatory
      standar peraturan yang berlaku                                           standards
•     Tangga darurat dan jalur evakuasi pada gedung sebagai                •   Emergency stairs and evacuation routes in buildings as
      langkah mitigasi terhadap risiko bencana alam dan                        a mitigation measure against natural disasters and fire
      kebakaran.                                                               risks.
•     Mess pekerja dan Karyawan dengan standar kenyamanan                  •   Worker and employee dormitories with comfort and
      dan kesehatan.                                                           health standards.
•     Rambu-rambu, spanduk dan sarana informasi lainnya                    •   Signs, banners, and other information tools to promote
      untuk mengkampanyekan kepatuhan aturan SHE                               SHE compliance.
•     Peralatan pengujian lingkungan kerja sesuai standar                  •   Work environment testing equipment that complies
      untuk mengukur kondisi lingkungan sesuai standar yang                    with standards to measure environmental conditions in
      berlaku.                                                                 accordance with applicable standards.
•     Fasilitas berkumpul pekerja untuk melakukan sosialisasi              •   Worker gathering facilities for SHE socialization and
      dan komunikasi SHE.                                                      communication.
•     Fasilitas Digital sperti video, absensi pekerja sebagai              •   Digital facilities such as videos and worker attendance
      media sosialisasi dan monitoring pekerja.                                records as a medium for socialization and worker
                                                                               monitoring.

Selain keselamatan, aspek kenyamanan kerja juga menjadi                    Besides safety, the Company also pays attention to work
perhatian Perusahaan. WEGE menyediakan fasilitas                           comfort. WEGE provides supporting facilities, such as
penunjang, seperti kamar kecil, area parkir, tempat ibadah,                restrooms, parking areas, places of worship, and other
dan sarana pendukung lainnya guna menjaga kesejahteraan                    supporting facilities to maintain employee welfare and
dan produktivitas karyawan. Ke depan, Perusahaan                           productivity. Going forward, the Company is committed to
berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem K3L                          continuously improving the SHE system and encouraging the
serta mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam                   active involvement of all workers in creating a safe, healthy,
mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan                          and sustainable work environment.
                                                                                                                                            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




berkelanjutan.

Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko dan Peluang [GRI                      Hazard Identification, Risk Assessment, and
                                                                                                                                                        2025 Sustainability Report




403-2]                                                                     Opportunities

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan peluang                       Hazard identification as well as risk and opportunity
merupakan fondasi penting dalam penerapan Sistem                           assessment are important foundations in the implementation
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di                        of the Occupational Safety and Health Management System
WEGE. Proses ini dijalankan secara sistematis dengan                       (OSHMS) at WEGE. This process is implemented systematically
mengacu pada standar ISO 45001:2018, serta Peraturan                       by referring to the ISO 45001:2018 standard and Government
                                                                                                                                            151
Page 152
                                                 Sekilas WEGE                               Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                           Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)    Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)    Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3, sebagai upaya                               Regulation No. 50 of 2012 concerning OSHMS, as an effort to
                                       memastikan seluruh aktivitas kerja berlangsung secara aman                             ensure that all work activities are carried out safely and in a
                                       dan terkendali. [GRI 3-3]                                                              controlled manner.

                                       Jenis Pekerjaan Berisiko Tinggi                                                        Types of High-Risk Work

                                       Setiap jenis pekerjaan di lingkungan WEGE dipetakan secara                             Every type of work at WEGE is comprehensively mapped,
                                       komprehensif, dimulai dari identifikasi potensi bahaya                                 starting with the identification of potential hazards at each
                                       pada setiap tahapan pekerjaan. Risiko yang teridentifikasi                             stage of the work. The identified risks are then analyzed
                                       kemudian dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan                                    based on the likelihood of occurrence and the magnitude of
                                       terjadinya serta besarnya dampak terhadap keselamatan                                  the impact on worker safety and the work environment. The
                                       pekerja dan lingkungan kerja. Hasil penilaian ini menjadi                              results of this assessment are then used as the basis for
                                       dasar dalam menetapkan langkah pengendalian yang tepat                                 determining the appropriate control measures so that risks
                                       agar risiko dapat dikelola secara optimal.                                             can be managed optimally.

                                       Perusahaan telah menetapkan ambang batas risiko yang                                   The Company has set an acceptable risk threshold. If the
                                       dapat diterima. Apabila tingkat risiko yang teridentifikasi                            identified risk level is still above this threshold, additional
                                       masih berada di atas batas tersebut, maka pengendalian                                 controls are immediately implemented until the risk is at
                                       tambahan segera diterapkan hingga risiko berada pada                                   the safest level. This approach not only focuses on reducing
                                       level yang paling aman. Pendekatan ini tidak hanya berfokus                            potential hazards but also encourages the creation of safer
                                       pada pengurangan potensi bahaya, tetapi juga mendorong                                 and more efficient work methods.
                                       terciptanya inovasi metode kerja yang lebih aman dan efisien.

                                       Unit kerja didorong untuk secara aktif mengidentifikasi                                Work units are encouraged to actively identify opportunities
                                       peluang perbaikan, baik dari sisi teknis maupun operasional,                           for improvement, both technically and operationally, as
                                       sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan kerja.                               part of efforts to improve work safety. The hazard and risk
                                       Proses identifikasi bahaya dan risiko juga mencakup                                    identification process also includes detailed recording of
                                       pencatatan terperinci terhadap unsafe act dan unsafe                                   unsafe acts and unsafe conditions. The Company emphasizes
                                       condition. Perusahaan menekankan pentingnya pelaporan                                  the importance of reporting as many potential hazards as
                                       sebanyak mungkin atas potensi bahaya, karena semakin                                   possible, because the earlier a risk is identified, the greater
                                       dini risiko dikenali, semakin besar peluang untuk melakukan                            the opportunity to make improvements and prevent future
                                       perbaikan dan mencegah terjadinya insiden di kemudian hari.                            incidents.

                                       Sebagai langkah preventif yang lebih terstruktur, WEGE                                 As a more structured preventive measure, WEGE has
                                       menetapkan daftar pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi yang                          established a list of high-risk jobs that require close
                                       memerlukan pengawasan ketat serta pengendalian khusus.                                 supervision and special control. Each high-risk job is
                                       Setiap pekerjaan berisiko tinggi dikelola melalui penerapan                            managed through the implementation of appropriate
                                       langkah mitigasi yang sesuai guna memastikan keselamatan                               mitigation measures to ensure worker safety and maintain
                                       pekerja serta menjaga kelangsungan operasional yang aman                               safe and controlled operational continuity.
                                       dan terkendali.


                                        Jenis Pekerjaan          Risiko                                Upaya Mitigasi
                                        Type of Work             Risks                                 Mitigation Efforts
                                        Pekerjaan Listrik        •      Tersengat Listrik              •   Memastikan kabel tidak terkelupas atau terisolasi sempurna
                                        Electrical Work          •      Kebakaran                      •   Pada saat bekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) khusus listrik
                                                                 •      Terkena percikan listrik       •   Selalu menyediakan APAR khusus listrik saat bekerja
                                                                 •      Electric shock                 •   Memastikan peralatan listrik menggunakan grounding
                                                                 •      Fire                           •   Harus memiliki izin kerja listrik
                                                                 •      Electrical arc flash           •   Saat penyambungan, arus listrik harus dimatikan dan dilakukan LOTO
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                       •   Tidak diizinkan bekerja sendirian.
                                                                                                       •   Ensure all cables are intact and properly insulated
                                                                                                       •   Use electrical-specific Personal Protective Equipment (PPE) while working
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                                                       •   Always provide electrical fire extinguishers (APAR) during electrical work
                                                                                                       •   Ensure all electrical equipment is properly grounded
                                                                                                       •   Electrical work must be authorized with a valid work permit
                                                                                                       •   Power must be turned off during connections, and LOTO procedures must be
                                                                                                           followed
                                                                                                       •   Working alone is strictly prohibited



152
Page 153
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Jenis Pekerjaan           Risiko                              Upaya Mitigasi
Type of Work              Risks                               Mitigation Efforts
Pekerjaan Alat            •   Kejatuhan material              •   Penyusunan Lifting plan sebagai dasar operasi alat angkat angkut
Angkat Angkut             •   Terjepit material               •   Pre hire Inspection, inspeksi sebelum datangnya peralatan
Lifting and               •   Falling material                •   Inspeksi pada saat erection, inspeksi rutin harian
Hoisting                  •   Crushed by material             •   Sterilisasi area di bawah counterweight pada saat erection
Equipment Work                                                •   Menggunakan Perangkat pelindung jatuh.
                                                              •   Limit switch pastikan berfungsi dengan baik
                                                              •   Menggunakan APD wajib (helm, rompi, sepatu, sarung tangan)
                                                              •   Lolos tes kesehatan (cek tensi dan tes keseimbangan)
                                                              •   Operator harus mempunyai SIO (Surat Izin Operator) dan rigger tersertifikasi
                                                              •   Conduct inspections during erection and daily routine checks
                                                              •   Sterilize the area beneath the counterweight during erection
                                                              •   Use a full-body harness
                                                              •   Ensure the limit switch is functioning properly
                                                              •   Wear mandatory PPE (helmet, vest, safety shoes, gloves)
                                                              •   Pass health screening (blood pressure check and balance test)
                                                              •   Operators must hold a valid Operator License (SIO) and certified riggers

Pekerjaan di              •   Terjatuh                        •   Penyusunan detail work methode statement terkait pekerjaan ketinggian
Ketinggian                •   Tertimpa material               •   Penyediaan dan kewajiban penggunaan Perangkat Pelindung Jatuh dan Perangkat
Working at Heights        •   Tergelincir                         Pencegah Jatuh sesuai peraturan perundangan pada area berisiko jatuh dari
                          •   Terpukul material                   ketinggian
                          •   Terjepit                        •   Menggunakan APD wajib (helm, sarung tangan, rompi dan sepatu) saat bekerja
                          •   Falling                         •   Menyediakan platform dilengkapi dengan railing
                          •   Struck by material              •   Pekerja harus lolos tes kesehatan (cek tensi dan tes keseimbangan)
                          •   Slipping                        •   Menggunakan akses yang telah ditentukan
                          •   Hit by material                 •   Harus mempunyai izin kerja di ketinggian
                          •   Caught in/between               •   Preparing details of work method statement related to working at heights
                                                              •   Require workers to wear a full-body harness connected to a lifeline
                                                              •   Install safety barriers around the edges of the building
                                                              •   Wear mandatory PPE (helmet, gloves, vest, and safety shoes) while working
                                                              •   Provide platforms equipped with railings
                                                              •   Workers must pass a health screening (blood pressure check and balance test)
                                                              •   Use only designated access points
                                                              •   Must have a valid work permit for working at heights

Pekerjaan                 •   Jatuh dari ketinggian           •   Perhitungan dan desain kapasitas Scaffolding sesuai dengan Standar berlaku.
Scaffolding               •   Tertimpa scaffolding            •   Penyediaan dan kewajiban penggunaan Perangkat Pelindung Jatuh dan Perangkat
Scaffolding Work          •   Terjepit                            Pencegah Jatuh sesuai peraturan perundangan pada area berisiko jatuh dari
                          •   Terbentur                           ketinggian
                          •   Tersandung                      •   Pengecekan secara berkala untuk pekerja
                          •   Fall from height                •   Penyusunan scaffolding berdasarkan gambar rencana scaffolding oleh teknisi
                          •   Struck by scaffolding               scaffolder
                          •   Caught in between               •   Diinspeksi oleh supervisor scaffolder
                          •   Bumped                          •   Proteksi scaffolding dengan toeboard dan railing
                          •   Tripped                         •   Memastikan scaffolding terpasang dengan benar dan sesuai metode kerja
                                                              •   Tidak menempatkan material di atas scaffolding
                                                              •   Calculation and design of scaffolding follow the applicable standards
                                                              •   Provision and mandatory use of Fall Protection Equipment and Fall Arrest Equipment
                                                                  in accordance with regulations in areas at risk of falls from height.
                                                              •   Periodic worker inspection
                                                              •   Assembly of scaffolding based on scaffolding plan drawings by scaffolding
                                                                  technicians
                                                              •   Inspected by scaffoler supervisor
                                                              •   Scaffolding protected with toeboards and railings
                                                              •   Ensure scaffolding is properly installed and in accordance with the work method
                                                              •   Avoid placing materials on top of scaffolding
                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                       153
Page 154
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Mekanisme Pelaporan Bahaya dan Insiden                                            Hazard and Incident Reporting Mechanism

                                       WEGE menyediakan sistem pelaporan yang memungkinkan                               WEGE provides a reporting system that allows every worker
                                       setiap pekerja menyampaikan temuan bahaya kerja                                   to report work hazards and unsafe conditions encountered
                                       maupun kondisi tidak aman yang dijumpai selama aktivitas                          during operational activities. Reports can be submitted
                                       operasional. Pelaporan dapat dilakukan melalui beberapa                           through the following mechanisms:
                                       mekanisme berikut:
                                       • Penyampaian langsung kepada atasan atau petugas K3 di                           •    Direct report to supervisor or OSH officer at the work site.
                                           lokasi kerja.
                                       • Penyampaian pada pelaksanaan Toolbox Meeting dan                                •    Report during Toolbox Meetings and Safety Morning Talks
                                           Safety Morning Talk
                                       • Pelaporan secara digital melalui aplikasi internal                              •    Digital reporting through the Company’s internal
                                           Perusahaan.                                                                        application.
                                       • Penyampaian tertulis melalui kotak saran atau formulir                          •    Written report through the suggestion box or report form
                                           pelaporan yang tersedia di area kerja.                                             available in the work area.

                                       Perusahaan menjamin bahwa setiap laporan yang masuk                               The Company guarantees that every report submitted will be
                                       akan ditindaklanjuti secara cepat dan objektif. WEGE juga                         followed up quickly and objectively. WEGE also ensures that
                                       memastikan tidak ada sanksi maupun tindakan balasan                               there will be no sanctions or retaliation against workers who
                                       terhadap pekerja yang melaporkan potensi bahaya, sebagai                          report potential hazards, which is a form of protection and
                                       bentuk perlindungan dan penghargaan atas kepedulian                               appreciation for their concern for work safety.
                                       terhadap keselamatan kerja.

                                       Hak Pekerja untuk Menghindari Situasi Berbahaya                                   Workers’ Right to Avoid Dangerous Situations

                                       Keselamatan pekerja merupakan prioritas utama dalam                               Worker safety is a top priority in all WEGE operational
                                       seluruh kegiatan operasional WEGE. Melalui penerapan Stop                         activities. Through the implementation of Stop Work
                                       Work Authority, setiap pekerja memiliki hak penuh untuk                           Authority, every worker has the full right to refuse or stop
                                       menolak atau menghentikan pekerjaan apabila menilai bahwa                         working if they assess that the risks are not under control or
                                       risiko belum terkendali atau kondisi kerja dinilai tidak aman.                    the working conditions are deemed unsafe.

                                       Sebelum pekerjaan dimulai, Perusahaan mewajibkan
                                       pelaksanaan toolbox meeting yang membahas secara rinci                            Before work begins, the Company requires a toolbox meeting
                                       metode kerja, potensi bahaya, serta langkah pengendalian                          to be held to discuss in detail the work methods, potential
                                       yang telah disiapkan. Penanggung jawab pekerjaan                                  hazards, and control measures that have been prepared.
                                       memberikan penjelasan menyeluruh mengenai risiko yang                             The person in charge of the work provides a comprehensive
                                       mungkin muncul dan ketentuan keselamatan yang wajib                               explanation of the risks that may arise and the safety
                                       dipatuhi selama pekerjaan berlangsung.                                            regulations that must be obeyed during the work.

                                       Apabila dalam pelaksanaannya pekerja masih menemukan
                                       kondisi berisiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan                           Should workers encounter risky conditions that could
                                       kerja atau penyakit akibat kerja, mereka didorong untuk segera                    potentially cause occupational accidents or occupational
                                       menyampaikan masukan kepada pihak yang bertanggung                                diseases during their work, they are encouraged to
                                       jawab di lokasi. Pekerjaan hanya akan dilanjutkan setelah                         immediately report their findings to the responsible party
                                       risiko tersebut dievaluasi dan dikendalikan dengan lebih baik,                    on site. Work will only resume after the risks have been
                                       sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman bagi seluruh                         evaluated and better controlled, thereby creating a safe
                                       pihak.                                                                            working environment for all parties.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




154
Page 155
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities             Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Proses Investigasi Insiden dan Tindakan Perbaikan                       Incident Investigation and Corrective Action Process

WEGE telah menetapkan prosedur baku dalam pelaporan                     WEGE has established standard reporting procedures of
kecelakaan kerja. Setiap kejadian kecelakaan wajib dilaporkan           occupational accidents. Every accident must be reported
dan diketahui oleh manajer unit kerja terkait. Selanjutnya,             to and acknowledged by the relevant work unit manager.
dilakukan investigasi untuk mengidentifikasi akar                       Subsequently, an investigation is conducted to identify the
permasalahan serta merumuskan langkah perbaikan jangka                  root cause and formulate short-term and long-term corrective
pendek dan jangka panjang guna mencegah terulangnya                     measures to prevent similar incidents from recurring.
kejadian serupa.

Setiap insiden kerja di investigasi oleh tim QSHE dan SHE di            Every work incident is investigated by the QSHE and SHE
tingkat proyek melalui tahapan sebagai berikut:                         teams at the project level through the following stages:
1. Identifikasi penyebab utama insiden menggunakan                      1. Identify the root causes of incidents using incident
    metode investigasi insiden, seperti Root Cause Analysis                investigation methods, such as Root Cause Analysis
    (RCA).                                                                 (RCA).
2. Evaluasi efektivitas tindakan pengendalian yang telah                2. Evaluate the effectiveness of previously implemented
    diterapkan sebelumnya.                                                 control measures.
3. Penyusunan rekomendasi perbaikan untuk mencegah                      3. Develop recommendations for improvements to prevent
    kejadian serupa di masa depan.                                         similar incidents in the future.
4. Sosialisasi hasil investigasi kepada seluruh tim proyek              4. Share the investigation findings with the entire project
    agar dapat menjadi pembelajaran bersama                                team to facilitate collective learning.

Pelatihan K3 [GRI 403-5]                                                OSH Training

Dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan                          In order to maintain occupational safety and health across
kerja di seluruh lini operasional, WEGE secara konsisten                all operational lines, WEGE consistently organizes OSH
menyelenggarakan program pelatihan K3 bagi karyawan                     training programs for employees and other workers under the
dan pekerja lain yang berada di bawah kendali Perusahaan.               Company. The training is designed to cover both general and
Pelatihan dirancang mencakup materi umum maupun                         specific material, tailored to the level of risk of the job and the
khusus, disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan dan                 potential hazards in the work environment.
potensi bahaya di lingkungan kerja.

Sepanjang tahun 2025, WEGE melaksanakan pelatihan K3                    Throughout 2025, WEGE has held general OSH trainings
umum yang bertujuan memperkuat budaya keselamatan                       that aim to strengthen the culture of occupational safety by
kerja dengan meningkatkan pemahaman pekerja terhadap                    increasing workers’ understanding of risks and the necessary
risiko serta langkah pencegahan yang diperlukan. Pelatihan              preventive measures. Basic OSH training is generally provided
dasar K3 umumnya disampaikan melalui kegiatan Safety                    through Safety Morning Talk activities, which cover practical
Morning Talk yang memuat materi praktis terkait risiko kerja            material related to occupational risks and their control.
dan pengendaliannya.
                                                                        In addition to general training, WEGE also provides special
Selain pelatihan umum, WEGE juga menyediakan pelatihan                  OSH training for workers involved in high-risk activities.
K3 khusus bagi pekerja yang terlibat dalam aktivitas dengan             These programs include:
tingkat risiko tinggi. Program-program tersebut meliputi:
• Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja (P3K)                       •   First Aid for Occupational Accidents (P3K)
    Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan                        This training equips participants with basic skills in
    dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada                         providing first aid in various emergency conditions, such
    berbagai kondisi darurat, seperti pingsan, terjatuh, patah              as fainting, falling, broken bones, and open wounds. This
    tulang, maupun luka terbuka. Kompetensi ini menjadi                     competency is crucial given the nature of construction
                                                                                                                                              PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




    krusial mengingat karakteristik pekerjaan konstruksi                    work, which has the potential for workplace accidents.
    yang memiliki potensi kecelakaan kerja.
                                                                                                                                                          2025 Sustainability Report




                                                                                                                                              155
Page 156
                                                    Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                    WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                           Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                           Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       •     Ahli Muda K3 Konstruksi                                                        •    Junior Construction OSH Expert
                                             Ditujukan bagi personel yang memiliki tanggung jawab                                Intended for personnel who are responsible for OSH
                                             pengelolaan K3 di unit kerja. Program ini merupakan                                 management in their work units. This program is an
                                             sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan                                  official certification from the Ministry of Manpower
                                             yang bertujuan memperkuat kompetensi teknis dan                                     that aims to strengthen technical competencies and
                                             pemahaman penerapan K3 secara menyeluruh di sektor                                  comprehensive understanding of OSH implementation in
                                             konstruksi.                                                                         the construction sector.
                                       •     K3 Listrik                                                                     •    Electrical Safety
                                             Pelatihan ini berfokus pada peningkatan pemahaman                                   This training focuses on improving understanding of
                                             terhadap potensi bahaya listrik serta penerapan prosedur                            potential electrical hazards and the implementation
                                             kerja aman, termasuk penggunaan alat pelindung khusus                               of safe work procedures, including the use of special
                                             dan implementasi sistem lockout-tagout (LOTO).                                      protective equipment and the implementation of a
                                                                                                                                 lockout-tagout (LOTO) system.
                                       •     K3 Pekerjaan di Ketinggian                                                     •    Working at Heights Safety
                                             Materi pelatihan mencakup penggunaan body harness,                                  The training material covers the use of body harnesses,
                                             pemasangan lifeline, serta tata cara penanganan keadaan                             the installation of lifelines, and emergency procedures in
                                             darurat apabila terjadi insiden saat bekerja di ketinggian.                         the event of an incident while working at heights.
                                       •     K3 Alat Angkat dan Angkut                                                      •    Lifting and Hoisting Equipment Safety
                                             Diperuntukkan bagi operator crane, forklift, dan peralatan                          Intended for operators of cranes, forklifts, and other
                                             berat lainnya guna meminimalkan risiko kecelakaan                                   heavy equipment to minimize the risk of accidents due
                                             akibat kesalahan operasional. Pelatihan ini menekankan                              to operational errors. This training emphasizes safety
                                             aspek keselamatan dalam pengoperasian alat berat.                                   aspects in the operation of heavy equipment.
                                       •     Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)                                    •    Handling of Hazardous and Toxic Materials (B3)
                                             Program ini memastikan pekerja memahami prosedur                                    This program ensures that workers understand safe
                                             aman dalam penyimpanan, pengangkutan, serta                                         procedures for the storage, transportation, and use of
                                             penggunaan bahan kimia berbahaya sesuai dengan                                      hazardous chemicals in accordance with applicable
                                             ketentuan yang berlaku.                                                             regulations.
                                       •     K3 Pekerjaan Panas                                                             •    Hot Work Safety
                                             Pelatihan ini merupakan bagian penting dari penerapan                               This training is an important part of the work permit
                                             sistem izin kerja, khususnya untuk aktivitas yang                                   system, especially for activities involving heat sources
                                             melibatkan sumber panas seperti pengelasan. Tujuannya                               such as welding. The goal is to ensure that workers
                                             adalah memastikan pekerja memahami dan menerapkan                                   understand and implement work safety procedures in
                                             prosedur keselamatan kerja sesuai standar.                                          accordance with standards.
                                       •     Manual Handling                                                                •    Manual Handling
                                             Sebagai bagian dari penerapan ergonomi kerja, pelatihan                             As part of the implementation of occupational ergonomics,
                                             ini ditujukan bagi pekerja yang melakukan aktivitas fisik                           this training is intended for workers who perform physical
                                             dengan beban manual. Materi difokuskan pada teknik                                  activities involving manual lifting. The material focuses
                                             pengangkatan, mendorong, dan menarik beban yang                                     on safe lifting, pushing, and pulling techniques to prevent
                                             aman untuk mencegah cedera pada otot, sendi, dan                                    injury to muscles, joints, and bones.
                                             tulang.
                                       •     K3 Pekerjaan Galian                                                            •    Excavation Work Safety
                                             Dirancang untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan                                     Designed to support the implementation of excavation
                                             galian yang tergolong memiliki risiko tinggi. Pelatihan ini                         work, which is classified as high risk. This training
                                             menekankan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan,                                 emphasizes compliance with safety procedures, the use
                                             penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, serta                             of appropriate personal protective equipment (PPE), and
                                             pengamanan area kerja selama aktivitas berlangsung.                                 securing the work area during activities.
                                       •     K3 Perancah                                                                    •    Scaffolding Safety
                                             Membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan                               Equips participants with the knowledge and skills to use
                                             penggunaan perancah yang aman, mulai dari pemahaman                                 scaffolding safely, from understanding the types and load
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                             jenis dan kapasitas beban, kelengkapan komponen,                                    capacities, component completeness, installation and
                                             prosedur pemasangan dan pembongkaran, hingga                                        dismantling procedures, to scaffolding inspection and
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                             inspeksi perancah dan penerapan rambu keselamatan.                                  the application of safety signs.




156
Page 157
           Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
           Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
    Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
    CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




•     Sistem Manajemen Konstruksi                                          •   Construction Management System
      Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas                     This training is aimed at improving the capacity of
      pegawai yang bertanggung jawab atas pengelolaan                          employees responsible for managing the construction
      sistem manajemen konstruksi di unit kerja. Materi                        management system in the work unit. The material covers
      mencakup seluruh siklus proyek, mulai dari perencanaan,                  the entire project cycle, from planning, implementation,
      pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi, guna                           supervision, to evaluation, to ensure that projects run
      memastikan proyek berjalan efektif, aman, dan sesuai                     effectively, safely, and in accordance with established
      dengan standar yang ditetapkan.                                          standards.

Fasilitas Kesehatan [GRI 403-3]                                            Health Facilities

WEGE menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan                            WEGE demonstrates its commitment to worker health by
pekerja melalui penyediaan layanan kesehatan kerja yang                    providing occupational health services that play a role in
berperan dalam mengidentifikasi potensi bahaya, menekan                    identifying potential hazards, reducing health risks, and
risiko kesehatan, serta menjaga kondisi fisik karyawan tetap               maintaining optimal physical condition of employees. One
optimal. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah                      of the main efforts undertaken is the implementation of
pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) secara berkala bekerja                  periodic Medical Check-Ups (MCU) in collaboration with
sama dengan Prodia. Pemeriksaan ini mencakup rangkaian                     Prodia. These check-ups include a series of health tests, such
tes kesehatan, antara lain hematologi lengkap, pemeriksaan                 as complete hematology, urine tests, ultrasonography (USG),
urine, Ultrasonography (USG), Elektrokardiogram (EKG), Pap                 electrocardiograms (EKG), Pap smears for female employees,
Smear bagi karyawan perempuan, serta pemeriksaan fisik                     and physical examinations by medical personnel.
oleh tenaga medis.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi yang                        If the examination results indicate a need for further
memerlukan penanganan lanjutan, karyawan akan dirujuk                      treatment, employees will be referred to a health facility
ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit rujukan, termasuk                  or referral hospital, including the Indonesian Christian
Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia maupun                      University General Hospital or other hospitals in accordance
rumah sakit lain yang disesuaikan dengan ketentuan asuransi                with applicable insurance provisions.
yang berlaku.

Seluruh karyawan WEGE telah terdaftar sebagai peserta                      All WEGE employees are registered as participants in the
BPJS Kesehatan serta asuransi kesehatan swasta melalui                     BPJS Health Insurance program and private health insurance
kerja sama dengan Mandiri InHealth. Perlindungan yang                      through a partnership with Mandiri InHealth. The coverage
diberikan meliputi layanan rawat inap, rawat jalan, fasilitas              provided includes inpatient and outpatient services,
kacamata, perawatan persalinan, hingga layanan kesehatan                   eyeglass facilities, childbirth care, and dental services. The
gigi. Perusahaan memastikan bahwa akses terhadap                           company ensures that access to these health services is
layanan kesehatan tersebut diberikan secara setara tanpa                   provided equally without discrimination based on employee
membedakan latar belakang maupun status karyawan.                          background or status.

Sebagai bagian dari pengendalian risiko kesehatan dan                      As part of health and occupational safety risk control, the
keselamatan kerja, perusahaan juga menyelenggarakan                        Company also conducts additional medical examinations for
pemeriksaan kesehatan tambahan bagi pekerja dengan jenis                   workers with certain types of jobs, including: [GRI 403-6]
pekerjaan tertentu, antara lain: [GRI 403-6]
• Pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian diwajibkan                •   Workers who perform activities at heights are required to
   menjalani tes keseimbangan serta tes spirometri.                            undergo balance tests and spirometry tests.
• Pekerja yang mengoperasikan alat angkat dan angkut                       •   Workers who operate lifting and hoisting equipment are
   menjalani tes audiometri, pemeriksaan buta warna,                           required to undergo audiometry tests, color blindness
   Elektrokardiogram (EKG), tes psikologi, serta tes bebas                     tests, electrocardiograms (EKG), psychological tests, and
                                                                                                                                            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




   narkoba.                                                                    drug tests.
• Pekerja di bidang kelistrikan diwajibkan menjalani                       •   Workers in the electrical field are required to undergo
   pemeriksaan buta warna.                                                     color blindness tests.
                                                                                                                                                        2025 Sustainability Report




                                                                                                                                            157
Page 158
                                                  Sekilas WEGE                             Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                  WEGE at a Glance                         Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Promosi Kesehatan Pekerja [GRI 403-6]
                                       Workers Health Promotion

                                       Aspek                    Uraian
                                       Aspect                   Description
                                       Kebijakan                Perusahaan berkomitmen menyediakan lingkungan kerja sehat melalui program kesehatan kerja dan kesejahteraan
                                       Policy                   fisik serta mental.
                                                                The Company is committed to providing a healthy work environment through occupational health as well as physical
                                                                and mental well-being programs.

                                       Tujuan                   •      Menurunkan risiko penyakit akibat kerja dan non-pekerjaan
                                       Purpose                  •      Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja
                                                                •      Memastikan akses setara ke fasilitas kesehatan
                                                                •      Reducing the risk of occupational and non-occupational diseases
                                                                •      Improving worker productivity and well-being
                                                                •      Ensuring equal access to health facilities

                                       Risiko Kesehatan         •      Beban kerja fisik dan paparan lingkungan konstruksi
                                       Health Risk              •      Risiko ergonomi dan kelelahan
                                                                •      Tekanan psikologis terkait tuntutan target
                                                                •      Penyakit tidak menular dan infeksi
                                                                •      Physical workload and exposure to the construction environment
                                                                •      Ergonomic risks and fatigue
                                                                •      Psychological stress related to target achievements
                                                                •      Non-communicable diseases and infections

                                       Program Kesehatan        •      Pemeriksaan kesehatan berkala (MCU/MCU khusus proyek)
                                       Health Program           •      Konseling stres dan layanan kesehatan mental
                                                                •      Penyediaan fasilitas P3K, klinik, dan petugas medis proyek
                                                                •      Sosialisasi ergonomi kerja, nutrisi, dan pencegahan penyakit
                                                                •      Kegiatan olahraga bersama dan kampanye kesehatan
                                                                •      Periodic medical check-ups (MCU/project-specific MCU)
                                                                •      Stress counseling and mental health services
                                                                •      Provision of first aid facilities, clinics, and project medical personnel
                                                                •      Socialization of work ergonomics, nutrition, and disease prevention
                                                                •      Joint sports activities and health campaigns

                                       Akses Kesehatan          Akses layanan kesehatan diberikan kepada seluruh pekerja termasuk pekerja kontrak, pekerja outsourcing, dan
                                       Health Access            pekerja di lokasi proyek.
                                                                Healthcare services are provided to all workers, including contract workers, outsourced workers, and workers at
                                                                project sites.

                                       Capaian 2025             •      >90% pekerja mengikuti MCU
                                                                •      3 sesi health talk dan pelatihan ergonomi
                                                                •      Tidak terdapat kejadian penyakit akibat kerja
                                                                •      >90% of workers undergo MCU
                                                                •      3 health talk sessions and ergonomics training
                                                                •      No cases of occupational diseases

                                       Evaluasi                 Program dinilai melalui tingkat partisipasi pekerja, pelaporan insiden kesehatan, survei kepuasan, dan analisis absensi
                                                                karena alasan kesehatan.
                                                                The program is evaluated through employee participation rates, health incident reporting, satisfaction surveys, and
                                                                analysis of health-related absenteeism.

                                       Rencana                  •      Digitalisasi catatan kesehatan pekerja
                                       Pengembangan             •      Penambahan konseling psikologis berkala
                                       2026                     •      Integrasi promosi kesehatan dengan sistem manajemen K3L
                                       Achievement in           •      Digitalization of employee health records
                                       2025                     •      Provision of regular psychological counseling
                                                                •      Integration of health promotion initiatives with the Occupational Health, Safety, and Environment (OHSE/HSE)
                                                                       management system
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




158
Page 159
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities             Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Kinerja K3L Tahun 2025                                                   OSHE Performance in 2025

Sepanjang tahun 2025, WEGE secara konsisten melakukan                    Throughout 2025, WEGE consistently socializes and
sosialisasi dan penerapan langkah-langkah pengendalian                   implements strict control measures to strengthen the
yang tegas untuk memperkuat budaya kepatuhan terhadap                    culture of compliance with occupational safety and health
peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya ini                     regulations. These efforts are aimed at achieving the target
diarahkan untuk mencapai target nihil kecelakaan kerja serta             of zero workplace accidents and preventing occupational
mencegah terjadinya penyakit akibat kerja.                               diseases.

Setiap insiden yang terjadi di lingkungan kerja WEGE dicatat,            Every incident that occurred in the WEGE work environment
dilaporkan, dan dianalisis secara sistematis. Manajemen                  is recorded, reported, and analyzed systematically.
bertanggung jawab memastikan penanganan yang tepat                       Management is responsible for ensuring the proper handling
terhadap setiap kejadian, termasuk pelaksanaan tindakan                  of each incident, including the immediate implementation of
korektif dan preventif secara segera guna mencegah                       corrective and preventive actions to prevent similar incidents
terulangnya insiden serupa. Hasil dari berbagai upaya                    from recurring. The results of these efforts are evident in the
tersebut tercermin dalam penurunan jumlah kecelakaan kerja               decrease in the number of occupational accidents compared
dibandingkan tahun sebelumnya serta tidak ditemukannya                   to the previous year and the absence of occupational diseases
kasus penyakit akibat kerja selama periode pelaporan,                    during the reporting period, as presented in the following
sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: [GRI 403-9, 403-10]           table:


 Insiden Kecelakaan Kerja [403-9]
 Occupational Accidents

 Kategori
                                                                            2025                    2024                      2023
 Category

 Ringan                                                                       2                       5                        8
 Minor

 Sementara Tidak Mampu Bekerja (SMTB)                                         1                       0                        1
 Temporarily Unable to Work (SMTB)

 Fatal/Meninggal                                                              0                       0                        0
 Fatality



 Kinerja K3 Karyawan
 Employee OHS Performance

 Indikator
                                                               2025         2024                     2023                     2022
 Indicators

 Severity Rate                                                    0           0                       0                        0

 Frequency Rate (NLTI)                                            0           0                       0                        0

 Frequency Rate (LTI)                                             0           0                       0                        0

 Jam Kerja Tanpa Kecelakaan
                                                             956.800      1.040.000               10.92.000               1.160.640
 Accident Free Working Hours
                                                                         Occupational accident data is collected through a monthly


 Kinerja K3 Kontraktor
 Contractor OHS Performance

 Indikator
                                                               2025         2024                     2023                     2022
 Indicators
                                                                                                                                           PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




 Severity Rate                                                  0,08          0                      0,36                      0

 Frequency Rate (NLTI)                                          0,02         0,17                    0,42                     0,54
                                                                                                                                                       2025 Sustainability Report




 Frequency Rate (LTI)                                           0,02          0                      0,05                      0

 Jam Kerja Tanpa Kecelakaan
                                                            14.478.472    29.672.550              19.240.450             27.976.064
 Accident Free Working Hours




                                                                                                                                           159
Page 160
                                                 Sekilas WEGE                            Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                        Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia    Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management        Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Data kecelakaan kerja dihimpun melalui mekanisme                                   reporting mechanism, in which each work unit is required
                                       pelaporan bulanan, di mana setiap unit kerja wajib melaporkan                      to report all occupational accidents. In addition, work units
                                       seluruh kejadian kecelakaan kerja. Selain itu, unit kerja juga                     are also required to report near-miss incidents that occur on
                                       diwajibkan melaporkan insiden nearmiss yang terjadi di proyek                      projects and in the work environment. All reports are then
                                       maupun lingkungan kerja. Seluruh laporan tersebut kemudian                         comprehensively evaluated and analyzed by the Quality, Safety,
                                       dievaluasi dan dianalisis secara komprehensif oleh Quality,                        Health and Environment Division before being submitted to
                                       Safety, Health and Environment Division sebelum disampaikan                        the Board of Directors as a reference for strategic decision-
                                       kepada Direksi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan                           making to improve work safety performance.
                                       strategis untuk peningkatan kinerja keselamatan kerja.


                                        Persentase Kecelakaan Kerja [S-06] [403-9]
                                        Percentage of Occupational Accident

                                        Keterangan
                                                                                                                                                         2025                         2024
                                        Description

                                        Frekuensi kecelakaan kerja dari total pegawai                                                                      0                               0
                                        Frequency of occupational accidents from total employees

                                        Persentase kecelakaan kerja serius yang berakibat cedera serius dan fatal dari total                               0                               0
                                        pegawai (%)
                                        Percentage of serious occupational accidents that cause serious injury and fatality from
                                        total employees (%)



                                        Penyakit Akibat Kerja [403-10]
                                        Occupational Disease

                                        Keterangan
                                                                                                                                           2025                 2024                       2023
                                        Description

                                        Jumlah dan tingkat fatalitas sebagai akibat penyakit akibat kerja                                    0                     0                           0
                                        Number and rata of fatalities as a result of occupational diseases

                                        Jumlah dan tingkat penyakit akibat kerja yang dapat dicatat                                          0                     0                           0
                                        Number and rate of recordable occupational diseases

                                        Jenis-jenis penyakit akibat kerja yang utama                                                         0                     0                           0
                                        Types of main occupational diseases


                                       Metodologi Pengumpulan Data PAK dan Standar yang                                   Occupational Disease Data Collection Methodology and
                                       Digunakan                                                                          Standards Used

                                       WEGE mengumpulkan dan mengelola data terkait penyakit                              WEGE collects and manages data related to occupational
                                       akibat kerja (PAK) melalui pendekatan yang mengintegrasikan                        diseases (PAK) by integrating worker health monitoring and
                                       pemantauan kesehatan pekerja dan pemantauan lingkungan                             workplace environmental monitoring. This approach aims to
                                       kerja. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa                             ensure that indications of health problems can be detected
                                       indikasi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih dini,                           early, followed up appropriately, and analyzed in relation to
                                       ditindaklanjuti secara tepat, dan dianalisis keterkaitannya                        workplace hazards objectively and based on evidence.
                                       dengan faktor bahaya di lokasi kerja secara objektif dan
                                       berbasis bukti.

                                       Secara umum, metodologi pengumpulan data PAK dilakukan                             In general, the methodology of occupational disease data
                                       melalui dua jalur utama, yaitu surveilans kesehatan serta                          collection is carried out through two main channels, namely
                                       surveilans lingkungan kerja, yang dilengkapi dengan                                health surveillance and work environment surveillance, which
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       mekanisme pelaporan dan investigasi klinis apabila                                 are complemented by reporting and clinical investigation
                                       ditemukan indikasi gangguan kesehatan yang berpotensi                              mechanisms when indications of potential work-related
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       berkaitan dengan pekerjaan.                                                        health conditions are found.

                                       1. Surveilans Kesehatan                                                            1. Health Surveillance
                                          Surveilans kesehatan merupakan metode primer untuk                                 Health surveillance is the primary method used to
                                          memantau dampak kesehatan pekerja secara individual                                monitor the health impact on individual workers and
                                          serta mendeteksi perubahan kondisi kesehatan akibat                                detect changes in health conditions due to occupational
                                          paparan bahaya kerja. WEGE menjalankan surveilans                                  hazards. WEGE conducts health surveillance through
160                                       kesehatan melalui beberapa tahapan pemeriksaan, yaitu:                             several stages of examination, including:
Page 161
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   •    Pemeriksaan Kesehatan Awal (Pre-employment                         •   Pre-employment Medical Check Up
        Medical Check Up)
        Dilaksanakan untuk menetapkan baseline kondisi                         Conducted to establish a baseline of workers’ health
        kesehatan pekerja sebelum terpapar potensi bahaya                      conditions before they are exposed to potential
        di proyek.                                                             hazards on the project.
   •    Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Periodic Medical                    •   Periodic Medical Check-up
        Check Up)
        Dilaksanakan secara rutin (umumnya minimal 1                           Conducted regularly (typically once a year) to monitor
        kali per tahun) guna memantau tren perubahan                           trends in health status. In the construction sector, the
        kondisi kesehatan. Pada sektor konstruksi, fokus                       focus of the examination is tailored to the risk profile,
        pemeriksaan menyesuaikan profil risiko, misalnya:                      for example:
        ‐ Audiometri (pendengaran) untuk pekerja yang                          ‐ Audiometry (hearing) for workers exposed to
            terpapar kebisingan alat berat.                                        heavy equipment noise.
        ‐ Spirometri (fungsi paru) untuk pekerja yang                          ‐ Spirometry (lung function) for workers at risk of
            berisiko terpapar debu semen atau partikel silika.                     exposure to cement dust or silica particles.
   •    Pemeriksaan Kesehatan Khusus                                       •   Special Medical Examination
        Dilakukan apabila terdapat keluhan spesifik, indikasi                  Conducted when there are specific complaints,
        gangguan kesehatan tertentu, atau sebagai bagian                       indications of certain health conditions, or as part of a
        dari evaluasi pasca pemulihan (return to work).                        post-recovery evaluation (return to work).
   •    Biomonitoring                                                      •   Biomonitoring
        Dalam kondisi tertentu, pengambilan sampel biologis                    Under certain conditions, biological samples (e.g.,
        (misalnya darah atau urin) dapat digunakan untuk                       blood or urine) may be taken to detect exposure to
        mendeteksi paparan zat kimia berbahaya, seperti                        hazardous chemicals, such as paint thinners or heavy
        pelarut cat atau logam berat, sesuai kebutuhan                         metals, in accordance with risk control requirements
        pengendalian risiko di lokasi kerja.                                   at the workplace.

2. Surveilans Lingkungan Kerja (Industrial Hygiene                      2. Industrial Hygiene Monitoring
   Monitoring)
   Surveilans      lingkungan    kerja    dilakukan    untuk               Industrial hygiene monitoring is conducted to collect data
   mengumpulkan data paparan bahaya di lokasi kerja serta                  on exposure to occupational hazards and to establish
   mendukung korelasi dengan tren kesehatan pekerja.                       correlations with worker health trends. This monitoring
   Pemantauan ini mencakup:                                                includes:
   • Pengukuran Faktor Fisika                                              • Measurement of Physical Factors
      Antara lain intensitas kebisingan, getaran (vibrasi dari                 Which includes noise intensity, vibration (from work
      alat kerja), suhu ekstrem, dan pencahayaan kerja.                        tools), extreme temperatures, and work lighting.
   • Pengukuran Faktor Kimia                                               • Measurement of Chemical Factors
      Sampling kualitas udara untuk menilai konsentrasi                        Air quality sampling to measure the concentration of
      debu, gas, fume hasil pengelasan, serta uap bahan                        dust, gases, welding fumes, and chemical vapors.
      kimia.
   • Penilaian Ergonomi                                                    •   Ergonomic Assessment
      Dilakukan untuk menilai postur kerja, pola gerakan,                      Conducted to assess work posture, movement
      dan beban angkut manual (manual handling) yang                           patterns, and manual handling that can trigger
      dapat memicu gangguan musculoskeletal.                                   musculoskeletal disorders.

3. Pelaporan dan Investigasi Klinis                                     3. Reporting and Clinical Investigation
   Apabila pemantauan menemukan indikasi gangguan                          When indications of health conditions requiring further
   kesehatan yang memerlukan analisis lebih lanjut, WEGE                   analysis are found during monitoring, WEGE advances the
   melanjutkan proses pengumpulan data ke tahap diagnosis                  data collection process to the clinical diagnosis stage to
                                                                                                                                           PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




   klinis untuk menentukan apakah kondisi tersebut                         determine whether the condition is work-related.
   berhubungan dengan pekerjaan (work-related).
                                                                                                                                                       2025 Sustainability Report




Dalam praktiknya, proses ini dapat merujuk pada pendekatan              In practice, this process may refer to an occupational
diagnosis okupasi dengan tahapan evaluasi yang sistematis,              diagnosis approach with systematic evaluation stages,
termasuk penetapan diagnosis klinis, identifikasi pajanan,              including clinical diagnosis, exposure identification,
verifikasi hubungan pajanan dengan diagnosis berdasarkan                verification of the relationship between exposure and diagnosis
bukti ilmiah, penilaian besaran pajanan, serta pengkajian               based on scientific evidence, exposure magnitude assessment,
faktor individu dan faktor non-pekerjaan sebelum menetapkan             and assessment of individual and non-work factors before
diagnosis sebagai Penyakit Akibat Kerja.                                establishing a diagnosis as an Occupational Disease.
                                                                                                                                           161
Page 162
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Standar dan Regulasi Rujukan                                                      Reference Standards and Regulations

                                       Dalam pengumpulan dan pengelolaan data PAK, WEGE                                  In collecting and managing occupational disease data, WEGE
                                       mengacu pada regulasi nasional dan praktik manajemen                              refers to relevant national regulations and international
                                       internasional yang relevan, antara lain:                                          management practices, including:
                                       a. Regulasi Nasional (Indonesia)                                                  a. National Regulations (Indonesia)
                                           • Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan                                 • Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018
                                              dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, khususnya                                    concerning Occupational Safety and Health,
                                              terkait Nilai Ambang Batas (NAB) faktor fisika dan                                 specifically related to the Threshold Limit Values
                                              kimia.                                                                             (TLVs) for physical and chemical factors.
                                           • Perpres No. 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat                                • Presidential Regulation No. 7 of 2019 concerning
                                              Kerja.                                                                             Occupational Diseases.
                                           • Permenaker No. 10 Tahun 2022 tentang pedoman                                    • Minister of Manpower Regulation No. 10 of 2022
                                              layanan kesehatan kerja dan diagnosis PAK.                                         concerning guidelines for occupational health
                                                                                                                                 services and occupational disease diagnosis.

                                       b. Standar Internasional & Sistem Manajemen                                       b. International Standards & Management Systems
                                          • ISO 45001:2018, khususnya prinsip pemantauan,                                   • ISO 45001:2018, specifically the principles of
                                             pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja K3,                                     monitoring, measuring, analyzing, and evaluating OHS
                                             termasuk aspek kesehatan kerja.                                                    performance, including occupational health aspects.

                                       Bahaya dan Risiko yang Paling Berkontribusi terhadap PAK                          Hazards and Risks with the Highest Contribution to
                                       Tahun 2025                                                                        Occupational Diseases in 2025

                                       Selama tahun 2025, WEGE mengidentifikasi bahwa risiko                             In 2025, WEGE identified that the most significant
                                       kesehatan kerja paling banyak berkaitan dengan karakteristik                      occupational health risks are related to the characteristics
                                       pekerjaan konstruksi yang menuntut aktivitas fisik tinggi,                        of construction work, which requires high physical activity,
                                       paparan lingkungan proyek, serta tekanan operasional yang                         exposure to the project environment, and dynamic
                                       dinamis. Risiko-risiko tersebut mencakup:                                         operational pressures. These risks include:
                                       1. Bahaya Ergonomi                                                                1. Ergonomic Hazards
                                          Bahaya ergonomi menjadi salah satu faktor dominan                                  Ergonomic hazards are one of the dominant factors
                                          yang memicu keluhan kesehatan non-kecelakaan,                                      that trigger non-accident health complaints, especially
                                          terutama gangguan otot rangka (musculoskeletal                                     musculoskeletal disorders (MSDs) such as lower back
                                          disorders/MSDs) seperti nyeri punggung bawah,                                      pain, shoulder injuries, and indications of pinched nerves.
                                          cedera bahu, hingga indikasi saraf kejepit.                                        Ergonomic risks in construction work are generally
                                          Risiko ergonomi pada pekerjaan konstruksi umumnya                                  influenced by repetitive manual lifting, poor work posture,
                                          dipengaruhi oleh aktivitas pengangkatan manual                                     repetitive movements, and prolonged exposure to tool
                                          berulang, postur kerja yang tidak ideal, gerakan repetitif,                        vibrations.
                                          serta paparan vibrasi alat kerja dalam durasi lama.
                                       2. Bahaya Fisika (Bising dan Panas)                                               2. Physical Hazards (Noise and Heat)
                                          Faktor fisika menjadi perhatian penting, khususnya                                Physical factors are a major concern, particularly noise
                                          kebisingan dan tekanan panas akibat pekerjaan di area                             and heat stress due to working in open areas. High
                                          terbuka. Paparan bising yang tinggi berpotensi memicu                             noise exposure has the potential to cause hearing loss
                                          gangguan pendengaran (noise-induced hearing loss/NIHL),                           (noise-induced hearing loss/NIHL), while excessive heat
                                          sedangkan paparan panas berlebih dapat menyebabkan                                exposure can lead to dehydration and heat stress-related
                                          dehidrasi hingga gangguan kesehatan terkait heat stress                           health problems if not managed properly.
                                          apabila tidak dikelola secara disiplin.
                                       3. Bahaya Kimia (Debu dan Partikel)                                               3. Chemical Hazards (Dust and Particles)
                                          Paparan debu dan partikel, termasuk debu silika dari                              Exposure to dust and particles, including silica dust
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          aktivitas pemotongan, penggerindaan, serta pekerjaan                              from cutting, grinding, and other activities that produce
                                          yang menghasilkan partikulat halus, berpotensi                                    fine particulates, can potentially cause respiratory tract
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                          memicu gangguan saluran pernapasan. Selain itu, fume                              disorders. In addition, welding fumes and certain solvent
                                          pengelasan dan uap pelarut tertentu juga dapat menjadi                            vapors can also be risk factors if technical controls and
                                          faktor risiko apabila kontrol teknis dan penggunaan APD                           PPE are not used consistently.
                                          tidak diterapkan secara konsisten.
                                       4. Bahaya Psikososial                                                             4. Psychosocial Hazards
                                          WEGE juga mengakui bahwa faktor psikososial dapat                                 WEGE also recognizes that psychosocial factors can
                                          berpengaruh terhadap kesehatan kerja, antara lain                                 affect occupational health, including workload, pressure
162
Page 163
           Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
           Supporting the Development of Employees and Local Communities             Strengthening Sustainability Governance
    Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
    CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      melalui beban kerja, tekanan target penyelesaian proyek,                 to complete projects, and the dynamics of construction
      serta dinamika pekerjaan konstruksi yang menuntut                        work that demand physical and mental endurance.
      ketahanan fisik dan mental. Penguatan komunikasi kerja,                  Improving work communication, role certainty, and
      kepastian peran, serta kondisi fasilitas kerja yang layak                adequate work facilities are important parts of managing
      menjadi bagian penting dalam mengelola risiko ini.                       this risk.

Tindaklanjut Evaluasi                                                      Evaluation Follow-up

Menyikapi hasil evaluasi, WEGE telah menyusun dan mulai                    In response to the evaluation results, WEGE has developed
mengimplementasikan langkah-langkah perbaikan strategis                    and started implementing strategic improvement measures
untuk tahun berjalan dan masa depan:                                       for the current year and the future:

•     Penguatan Safety Leadership di Level Supervisor: Kami                •   Strengthening Safety Leadership at the Supervisor Level:
      menyadari bahwa supervisor adalah kunci keselamatan                      We recognize that supervisors are crucial to safety on-
      di lapangan. Tindak lanjut dilakukan dengan program                      site. The follow-up involves an intensive training program
      pelatihan intensif bagi supervisor untuk meningkatkan                    for supervisors to enhance their ability to directly
      kemampuan mereka dalam melakukan intervensi                              intervene in unsafe actions.
      terhadap tindakan tidak aman secara langsung.
•     Digitalisasi Pelaporan dan Inspeksi: Untuk mempercepat               •   Digitalization of Reporting and Inspections: To expedite
      tindak lanjut temuan bahaya, WEGE memperkuat integrasi                   follow-up on hazard findings, WEGE is strengthening the
      sistem pelaporan berbasis digital. Setiap temuan unsafe                  integration of digital reporting systems. Every report of
      act dan unsafe condition kini terhubung langsung ke                      an unsafe act or unsafe condition is now directly linked to
      dasbor manajemen untuk pemantauan penyelesaian                           the management dashboard for real-time monitoring of
      secara real-time.                                                        resolution.
•     Program “Safety Mental Health”: Menyadari bahwa                      •   “Safety Mental Health” Program: Recognizing that physical
      kelelahan fisik dan mental dapat meningkatkan risiko                     and mental fatigue can increase the risk of accidents,
      kecelakaan, WEGE mulai mengintegrasikan aspek                            WEGE has started to integrate mental health aspects into
      kesehatan mental dalam kampanye keselamatan untuk                        safety campaigns to ensure workers maintain sharp focus
      memastikan pekerja memiliki fokus yang tajam saat                        while performing their duties
      beraktivitas.
•     Meningkatkan kegiatan yang melibatkan partisipasi                    •   Increasing activities that involve worker participation,
      pekerja seperti sharing knowledge, Toolbox Meeting dan                   such as knowledge sharing, Toolbox Meetings, and social
      grup media sosial untuk pekerja terkait K3                               media groups for workers related to OHS
•     HIRARC                                                               •   HIRARC

Untuk memastikan potensi bahaya dapat teridentifikasi                      To ensure potential hazards can be accurately identified and
secara tepat dan risiko dapat dikendalikan secara efektif                  to effectively control risks during the construction process,
selama proses konstruksi berlangsung, WEGE melaksanakan                    WEGE conducts regular inspections and supervision.To
pemeriksaan serta pengawasan secara berkala. Untuk                         ensure potential hazards are accurately identified and to
memastikan potensi bahaya dapat teridentifikasi secara                     effectively control risks throughout the construction process,
tepat dan risiko dapat dikendalikan secara efektif selama                  WEGE conducts internal inspections and regular monitoring
proses konstruksi berlangsung, WEGE melaksanakan                           through QSHE monitoring, QSHE clinics, 360 inspections,
pemeriksaan inspeksi internal serta pengawasan secara                      RCA, Lifting and Hoisting Equipment Inspections, Auxiliary
berkala melalui monitoring QSHE, klinik QSHE, inspeksi 360,                Equipment Inspections, Permit To Work, and QSHE Patrols
RCA, Inspeksi Alat Angkat-Angkut, Inspeksi alat bantu, Permit              as part of internal inspection activities within the project
To Work dan QSHE Patrol sebagai bentuk kegiatan inspeksi                   environment.
internal di lingkungan proyek.
                                                                                                                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Untuk mengevaluasi efektivitas implementasi K3 serta                       To evaluate the effectiveness of OHS implementation and
memastikan adanya perbaikan berkelanjutan, Perseroan                       ensure continuous improvement, the Company conducts
                                                                                                                                                         2025 Sustainability Report




melakukan pemantauan kinerja QHSE secara berkala serta                     periodic QHSE performance monitoring and holds routine
menyelenggarakan rapat koordinasi rutin melalui mekanisme                  coordination meetings through reporting mechanisms and
pelaporan dan pertemuan periodik dengan Rapat Koordinasi                   periodic meetings, including QSHE Coordination Meetings
QSHE dan Management Review. Selain itu, Perusahaan juga                    and Management Reviews. Additionally, the Company reviews
melakukan peninjauan terhadap kepatuhan terhadap peraturan                 compliance with laws and regulations related to OHSE as part
perundang-undangan yang berkaitan dengan K3L sebagai                       of its efforts to strengthen corporate compliance governance.
bagian dari penguatan tata kelola kepatuhan perusahaan.
                                                                                                                                             163
Page 164
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       WEGE menetapkan kriteria Keselamatan dan Kesehatan Kerja                          WEGE establishes Occupational Health and Safety (OHS)
                                       (K3) sebagai bagian dari persyaratan dalam proses pengadaan                       criteria as part of the requirements in the procurement and
                                       dan kontrak kerja, sehingga setiap pemasok, kontraktor,                           contract processes, ensuring that every supplier, contractor,
                                       maupun mitra kerja wajib memenuhi standar K3 yang telah                           and business partner must meet the OHS standards set by the
                                       ditetapkan perusahaan dalam pelaksanaan pekerjaan.                                Company during their operations.

                                       WEGE tidak memiliki data jumlah vendor secara spesifik di
                                       tingkat entitas, mengingat proses registrasi dan pengelolaan                      WEGE does not have specific data on the number of vendors
                                       vendor dilakukan secara terpusat melalui sistem vendor                            at the entity level, as the vendor registration and management
                                       management yang dikelola oleh WIKA Holding. Penetapan                             process is centralized through a vendor management
                                       kriteria Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga                                system managed by WIKA Holding. The establishment of
                                       menjadi bagian dari persyaratan dalam proses pengadaan                            Occupational Health and Safety (OHS) criteria is also part of
                                       dan kontrak kerja yang dikelola secara terintegrasi                               the requirements in the procurement and contract processes,
                                       pada tingkat holding. Meskipun demikian, WEGE tetap                               which are managed in an integrated manner at the holding
                                       memastikan implementasi standar K3 dalam setiap kegiatan                          level. Nevertheless, WEGE ensures the implementation of
                                       operasional proyek, dengan menetapkan bahwa setiap                                OHS standards in all project operational activities by requiring
                                       pemasok, kontraktor, maupun mitra kerja wajib memenuhi                            that every supplier, contractor, and business partner comply
                                       standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah                           with the Occupational Health and Safety (OHS) standards
                                       ditetapkan perusahaan sebagai bagian dari persyaratan                             established by the company as part of the work requirements
                                       kerja dan pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan.                           and operational activities on-site.

                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) secara                                 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) consistently
                                       konsisten melakukan pengujian dan verifikasi terhadap                             conducts testing and verification of the implemented
                                       sistem manajemen yang diterapkan melalui keterlibatan                             management systems by involving independent and
                                       pihak ketiga yang independen dan berwenang. Langkah ini                           authorized third parties. This initiative demonstrates the
                                       merupakan bentuk transparansi serta komitmen Perusahaan                           Company’s transparency and commitment to ensuring that
                                       dalam memastikan bahwa standar Keselamatan, Kesehatan                             Occupational Health, Safety, and Environmental (OHSE)
                                       Kerja, dan Lingkungan (K3L) tidak hanya sekadar formalitas,                       standards are not merely a formality, but are deeply and
                                       namun telah terimplementasi secara mendalam dan efektif di                        effectively implemented across all operational lines.
                                       seluruh lini operasional.

                                       1. Audit SMK3 oleh Departemen Ketenagakerjaan                                     1. OHSE Audit by the Ministry of Manpower
                                          Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi nasional (PP                           As a form of compliance with national regulations
                                          No. 50 Tahun 2012), WEGE menempuh verifikasi eksternal                            (Government Regulation No. 50 of 2012), WEGE undergoes
                                          dari Departemen Ketenagakerjaan melalui Lembaga Audit                             external verification by the Ministry of Manpower through
                                          yang ditunjuk.                                                                    a designated audit institution.

                                          Fokus Audit: Evaluasi mencakup pemenuhan kriteria                                   Audit Focus: The evaluation covers compliance with
                                          teknis K3, kepatuhan hukum, hingga efektivitas struktur                             technical OHS criteria, legal compliance, and the
                                          organisasi K3 dalam mengelola risiko di lingkungan kerja                            effectiveness of the OHS organizational structure in
                                          yang dinamis.                                                                       managing risks within a dynamic work environment.

                                          Hasil & Pencapaian: Keberhasilan melalui verifikasi ini                             Results & Achievements: The success of this verification
                                          membuktikan bahwa sistem manajemen K3 WEGE telah                                    proves that WEGE’s OHS management system has
                                          memenuhi standar nasional dengan nilai 92,16% untuk                                 met national standards with a score of 92.16% for 166
                                          166 Kriteria tingkat lanjut predikat tingkat penilaian                              advanced criteria, achieving a “satisfactory” rating,
                                          memuaskan, mencerminkan perlindungan optimal bagi                                   reflecting optimal protection for all workers.
                                          seluruh tenaga kerja.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       2. Audit Eksternal Sucofindo: ISO 45001 & ISO 14001                               2. Sucofindo External Audit: ISO 45001 & ISO 14001
                                          Untuk menyelaraskan standar operasional dengan praktik                            To align operational standards with global best practices,
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                          terbaik global, WEGE menggandeng Sucofindo sebagai                                WEGE partnered with Sucofindo, an independent
                                          lembaga sertifikasi independen untuk melakukan audit                              certification body, to conduct an external audit of its
                                          eksternal terhadap Sistem Manajemen Terintegrasi:                                 Integrated Management System:

                                          ISO 45001 (Sistem Manajemen K3): Audit dilakukan                                    ISO 45001 (OHS Management System): The audit was
                                          untuk memastikan bahwa Perusahaan secara proaktif                                   conducted to ensure that the Company proactively
                                          meningkatkan kinerja K3 melalui identifikasi bahaya dan                             improves OHS performance through systematic hazard
164
Page 165
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   pengendalian risiko yang sistematis guna mencegah                        identification and risk control to prevent work-related
   cedera dan gangguan kesehatan akibat kerja.                              injuries and health issues.

   ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan): Verifikasi ini                  ISO 14001 (Environmental Management System): This
   memastikan bahwa WEGE secara konsisten melakukan                         verification ensures that WEGE consistently implements
   upaya mitigasi dampak lingkungan, pengelolaan limbah                     efforts to mitigate environmental impacts, practice
   yang bertanggung jawab, serta efisiensi sumber daya                      responsible waste management, and achieve resource
   pada setiap proyek konstruksi yang dijalankan.                           efficiency in every construction project undertaken.

Proses audit berkala oleh pihak ketiga ini memberikan nilai             These periodic third-party audits provide strategic added
tambah strategis bagi Perusahaan, antara lain:                          value to the Company, such as:
• Validasi Independen: Memberikan jaminan kepada                        • Independent Validation: Provides assurance to
   para pemangku kepentingan (stakeholders) bahwa                           stakeholders that WEGE’s management systems comply
   sistem manajemen WEGE telah sesuai dengan standar                        with the highest international standards.
   internasional tertinggi.
• Budaya Perbaikan Berkelanjutan: Rekomendasi yang                      •   Culture of Continuous Improvement: Recommendations
   dihasilkan dari proses audit menjadi landasan bagi                       from the audit process serve as a foundation for the
   Perusahaan untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan                   Company to continuously innovate and improve its
   sistem secara berkelanjutan (Continual Improvement).                     systems (Continual Improvement).
• Keunggulan Kompetitif: Kepemilikan sertifikasi yang                   •   Competitive Advantage: Holding valid certifications
   valid meningkatkan kepercayaan klien dan mitra bisnis                    enhances client and business partner confidence in
   terhadap kapabilitas WEGE dalam mengelola proyek-                        WEGE’s capability to manage large-scale projects under
   proyek besar dengan standar keselamatan dan lingkungan                   strict safety and environmental standards.
   yang ketat.




                                                                                       Kitemark™ Certificate
                                                                                       Kitemark™ Certificate
                                                                                       No. KM 741362


                                                                                       This is to certify that:                                PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                               WIKA Tower 1 Lt.7-10
                                                                                                                                               Jl. D.I. Panjaitan Kav.9
                                                                                                                                               Jakarta Timur
                                                                                                                                               13340
                                                                                                                                               Indonesia




                                                                                       Holds Certificate Number:                                KM 741362

                                                                                       In respect of:

                                                                                       BIM Delivery Phase
                                                                                       Achieved BIM for Design, Construction and Commissioning in accordance with ISO 19650-1:2018 and
                                                                                       ISO 19650-2:2018 following the assessment of Project Delivery and Collaborative Working Maturity
                                                                                                                                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                       when working with project stakeholders


                                                                                       This issues the right and licence to use the Kitemark in accordance with the Kitemark Terms and Conditions
                                                                                       governing the use of the Kitemark, as may be updated from time to time by BSI Assurance UK Ltd (the "Conditions").
                                                                                       All defined terms in this Certificate shall have the same meaning as in the Conditions.

                                                                                       The use of the Kitemark is authorized in respect of the Product(s) detailed on this Certificate provided at or from the
                                                                                       above address.
                                                                                                                                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




                                                                                       For and on behalf of BSI:                                Shahm Barhom, Group Product Certification Director

                                                                                       First Issued: 2021-04-16                                                                             Effective Date: 2024-05-08
                                                                                       Latest Issue: 2024-05-08                                                                             Expiry Date: 2027-04-15

                                                                                                                                                                                                                   Page: 1 of 2




                                                                                       First Issued: 2021-04-16                                                                             Effective Date: 2024-05-08
                                                                                       Latest Issue: 2024-05-08                                                                             Expiry Date: 2027-04-15

                                                                                                                                                                                                                   Page: 1 of 2
                                                                                       This certificate has been issued by and remains the property of BSI Assurance UK Ltd, Kitemark Court, Davy Avenue, Knowlhill, Milton Keynes MK5 8PP, United
                                                                                       Kingdom and should be returned immediately upon request.
                                                                                       To check its validity telephone +44 (0) 345 080 9000. An electronic certificate can be authenticated online.

                                                                                       BSI Assurance UK Limited, registered in England under number 7805321 at 389 Chiswick High Road, London W4 4AL, UK.
                                                                                       A member of BSI Group of Companies.




                                                                                                                                                                                                                                                     165
Page 166
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                              Verifikasi dari Departemen Ketenagakerjaan dan Audit Eksternal Sucofindo adalah bukti nyata
                                              bahwa WEGE senantiasa menjaga integritas sistem manajemennya. Kami memastikan bahwa setiap
                                              jengkel pembangunan yang kami lakukan selalu selaras dengan prinsip keberlanjutan, keamanan,
                                              dan tanggung jawab lingkungan yang diakui secara global.

                                              Verification from the Ministry of Manpower and Sucofindo’s external audit serves as tangible proof that WEGE
                                              consistently maintains the integrity of its management systems. We ensure that every construction project
                                              we carry out is always aligned with globally recognized principles of sustainability, safety, and environmental
                                              responsibility.




                                       Perusahaan telah menetapkan prosedur pelaporan                                    The company has established accident reporting procedures.
                                       kecelakaan. Bila terjadi kecelakaan, maka harus dibuat                            If an accident occurs, a report must be filed and brought
                                       laporannya yang diketahui oleh manajer unit kerja terkait.                        to the attention of the manager of the relevant work unit.
                                       Setelahnya, dilaksanakan investigasi kecelakaan untuk                             Afterwards, an accident investigation is conducted to
                                       menentukan akar masalah serta perbaikan jangka pendek                             determine the root cause and identify short-term and long-
                                       dan jangka panjang guna mencegah kejadian serupa di masa                          term corrective actions to prevent similar incidents in the
                                       depan.                                                                            future.

                                       Setiap insiden kerja yang terjadi akan diinvestigasi oleh tim                     Every occupational incident that occurs will be investigated
                                       QSHE dan SHE di tingkat proyek. Proses ini melibatkan:                            by the QSHE and SHE teams at the project level. This process
                                                                                                                         involves:
                                       1. Identifikasi penyebab utama insiden menggunakan                                1. Identifying the primary causes of the incident using
                                          metode investigasi insiden, seperti Root Cause Analysis                            incident investigation methods, such as Root Cause
                                          (RCA).                                                                             Analysis (RCA).
                                       2. Evaluasi efektivitas tindakan pengendalian yang telah                          2. Evaluating the effectiveness of previously implemented
                                          diterapkan sebelumnya.                                                             control measures.
                                       3. Penyusunan rekomendasi perbaikan untuk mencegah                                3. Developing improvement recommendations to prevent
                                          kejadian serupa di masa depan.                                                     similar incidents in the future.
                                       4. Sosialisasi hasil investigasi kepada seluruh tim proyek                        4. Sharing the investigation results with the entire project
                                          agar dapat menjadi pembelajaran bersama.                                           team to foster collective learning

                                       WEGE menyediakan sistem pelaporan bagi pekerja untuk                              WEGE provides a reporting system for workers to report work-
                                       melaporkan bahaya terkait pekerjaan dan situasi berbahaya                         related hazards and dangerous situations they encounter.
                                       yang mereka temui. Pelaporan ini dapat dilakukan melalui:                         Reports can be submitted via:
                                       • Pelaporan langsung kepada supervisor atau petugas K3 di
                                          lokasi kerja.                                                                  •    Direct reporting to a supervisor or OHS officer at the
                                       • Sistem pelaporan digital melalui aplikasi internal                                   worksite.
                                          perusahaan.                                                                    •    A digital reporting system via the company’s internal app.
                                       • Kotak saran atau formulir pelaporan tertulis yang tersedia
                                          di area kerja.                                                                 •    Suggestion boxes or written reporting forms available in
                                                                                                                              work areas.
                                       Perusahaan menjamin bahwa setiap laporan akan
                                       ditindaklanjuti dengan cepat, dan pekerja yang melaporkan                         The Company guarantees that every report will be promptly
                                       bahaya tidak akan dikenakan sanksi atau tindakan balasan.                         followed up, and workers who report hazards will not face
                                                                                                                         sanctions or retaliation.
                                       Perencanaan HSE yang Presisi: Integrasi HIRARC dan
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Mitigasi Dampak Lingkungan                                                        Precise HSE Planning: Integration of HIRARC and
                                                                                                                         Environmental Impact Mitigation
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Sebagai perusahaan konstruksi yang mengedepankan prinsip
                                       keberlanjutan, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)                         As a construction company committed to sustainability
                                       menempatkan perencanaan risiko sebagai garda terdepan                             principles, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)
                                       dalam setiap operasional proyek. Melalui penyusunan HSE                           prioritizes risk planning as the cornerstone of every project
                                       Plan yang komprehensif, kami memastikan bahwa setiap                              operation. Through the development of a comprehensive HSE
                                       potensi bahaya dan dampak lingkungan telah diidentifikasi                         Plan, we ensure that every potential hazard and environmental
                                       dan dimitigasi sejak tahap prakonstruksi.                                         impact is identified and mitigated from the pre-construction
166                                                                                                                      phase.
                                       1. HIRARC: Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
Page 167
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   yang Mendalam                                                        1. HIRARC: In-Depth Hazard Identification and Risk Control
   Penyusunan HIRARC (Hazard Identification, Risk                          The HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and
   Assessment, and Risk Control) di WEGE dilakukan secara                  Risk Control) process at WEGE is conducted in detail for
   mendetail untuk setiap aktivitas pekerjaan. Proses ini                  every work activity. This process is not merely a matter of
   bukan sekadar pemenuhan dokumen, melainkan upaya                        fulfilling documentation requirements, but a systematic
   sistematis untuk:                                                       effort to:
   • Pemetaan Risiko Spesifik: Mengidentifikasi potensi                    • Map Specific Risks: Identify potential mechanical,
       bahaya mekanis, elektrikal, fisik, hingga ergonomi                      electrical, physical, and ergonomic hazards at every
       pada setiap tahapan kerja di lapangan.                                  stage of field work.
   • Penentuan Hierarki Pengendalian: Menerapkan                           • Determine the Hierarchy of Controls: Implementing
       langkah pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi,                  control measures ranging from elimination,
       rekayasa teknis, administratif, hingga penggunaan                       substitution, engineering controls, administrative
       Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat guna mencapai                      controls, to the use of appropriate Personal Protective
       level risiko yang dapat diterima (as low as reasonably                  Equipment (PPE) to achieve an acceptable risk level
       practicable).                                                           (as low as reasonably practicable).

2. Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan (IADL)                      2. Identification of Environmental Aspects and Impacts
   WEGE berkomitmen meminimalisir jejak ekologis melalui                   (IADL)WEGE is committed to minimizing its ecological
   analisis Aspek dan Dampak Lingkungan. Dalam HSE Plan,                   footprint through an analysis of Environmental Aspects
   kami mendetailkan rencana pengelolaan lingkungan yang                   and Impacts. In the HSE Plan, we detail our environmental
   mencakup:                                                               management plan, which includes:
   • Manajemen Limbah & Emisi: Identifikasi dampak dari                    • Waste & Emissions Management: Identifying the
      limbah konstruksi (B3 dan Non-B3), polusi debu, serta                    impacts of construction waste (hazardous and
      kebisingan terhadap ekosistem sekitar.                                   non-hazardous), dust pollution, and noise on the
                                                                               surrounding ecosystem.
   •    Konservasi Sumber Daya: Rencana penggunaan                         • Resource Conservation: Plans for efficient use of
        energi dan air yang efisien selama masa konstruksi                     energy and water during the construction period as a
        sebagai perwujudan tanggung jawab lingkungan.                          manifestation of environmental responsibility.

3. Integrasi dengan Work Method Statement (WMS)                         3. Integration with the Work Method Statement (WMS)
   Keunggulan operasional WEGE terletak pada integrasi                     WEGE’s operational excellence lies in the full integration
   penuh antara perencanaan HSE dengan metode                              of HSE planning with construction execution methods.
   pelaksanaan konstruksi. Kami memastikan bahwa HSE                       We ensure that the HSE Plan is not a standalone document
   Plan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian tak                but an integral part of the Work Method Statement (WMS):
   terpisahkan dari Work Method Statement (WMS):
   • Analisis Keselamatan Kerja di Setiap Langkah:                         •   Occupational Safety Analysis at Every Step: Every
       Setiap tahapan dalam metode kerja (WMS) wajib                           stage in the work method (WMS) must include a safety
       menyertakan analisis keselamatan yang merujuk pada                      analysis referencing the HIRARC document.
       dokumen HIRARC.
   • Sinkronisasi Operasional: Dengan integrasi ini, tim                   •   -Operational      Synchronization:     Through     this
       pelaksana di lapangan mendapatkan panduan yang                          integration, field implementation teams receive
       utuh mengenai cara bekerja yang efektif sekaligus                       comprehensive guidance on how to work effectively,
       aman dan ramah lingkungan.                                              safely, and in an environmentally friendly manner.
   • Validasi Sebelum Pelaksanaan: Setiap WMS harus                        •   Pre-Implementation Validation: Every WMS must
       melalui proses review dan persetujuan dari tim HSE                      undergo a review and approval process by the
       untuk menjamin bahwa langkah-langkah mitigasi                           HSE team to ensure that mitigation measures are
       telah masuk ke dalam prosedur kerja standar.                            incorporated into standard operating procedures.
                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




4. Dampak Strategis dan Keberlanjutan                                   4. Strategic Impact and Sustainability: A detailed approach
   Pendekatan yang mendetail dalam penyusunan HSE Plan                     to developing the HSE Plan and integrating it with the
   dan integrasinya dengan WMS telah memberikan dampak                     WMS has yielded significant positive impacts for the
                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




   positif yang signifikan bagi Perusahaan, antara lain:                   Company, including:
   • Pencegahan Kecelakaan Kerja: Meminimalisir potensi                    • Occupational Accident Prevention: Minimizing the
      kegagalan sistem dan kesalahan manusia melalui                           potential for system failures and human error through
      prosedur yang jelas.                                                     clear procedures.
   • Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh operasional                    • Regulatory Compliance: Ensuring all project
      proyek selaras dengan standar ISO 45001 (Keselamatan                     operations align with ISO 45001 (Occupational Safety)
      Kerja) dan ISO 14001 (Lingkungan).                                       and ISO 14001 (Environmental) standards.
   • Efisiensi Operasional: Mengurangi potensi gangguan                    • Operational Efficiency: Reducing the potential              167
Page 168
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                               kerja akibat insiden atau kendala lingkungan, sehingga                              for work disruptions caused by incidents or
                                               proyek dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu,                                  environmental constraints, so that projects can be
                                               dan tepat sasaran keselamatan.                                                      completed on time, with the right quality, and meeting
                                                                                                                                   safety targets.



                                              Di WEGE, kami tidak hanya membangun struktur, tetapi kami membangun sistem yang melindungi
                                              manusia dan lingkungan. Integrasi antara metode kerja dan perencanaan HSE adalah kunci
                                              keberhasilan kami dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku
                                              kepentingan.

                                              At WEGE, we don’t just build structures; we build systems that protect people and the environment. The
                                              integration of work methods and HSE planning is the key to our success in delivering sustainable value to all
                                              stakeholders.



                                        Pelatihan K3
                                        OHS Training

                                               Pelatihan                                                                        Realisasi                            Jumlah peserta
                                        No.
                                               Training                                                                         Realization                          Total participants
                                        1      Refreshment ISO 14001, 45001, dan SMK3                                           18 Maret 2025                        28 Orang
                                                                                                                                March 18, 2025                       28 People

                                        2      Refreshment ISO 50001                                                            18 Maret 2025                        28 Orang
                                                                                                                                March 18, 2025                       28 People

                                        3      Lifting Rigging                                                                  16 Juli 2025                         86 Orang
                                                                                                                                July 16, 2025                        86 People

                                        4      K3 Ketinggian & Perancah                                                         20 Desember 2025                     25 Orang
                                               Height & Scaffolding OHS                                                         December 20, 2025                    25 People

                                        5      K3 Listrik                                                                       17 Januari 2025                      37 Orang
                                               Electricity OHS                                                                  January 17, 2025                     37 People


                                       Budaya Keselamatan                                                                Safety Culture

                                       Di WEGE, keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap                             At WEGE, safety is not merely compliance with regulations,
                                       regulasi, melainkan nilai fundamental yang terintegrasi dalam                     but a fundamental value integrated into every aspect of our
                                       setiap aspek operasional. Kami meyakini bahwa perlindungan                        operations. We believe that protecting our human resources
                                       terhadap sumber daya manusia adalah investasi jangka                              is a long-term investment that determines the sustainability
                                       panjang yang menentukan keberlanjutan bisnis.                                     of our business.

                                       a. Pengukuran Tingkat Kematangan Budaya Keselamatan                               a. Measurement of Safety Culture Maturity Level
                                          Untuk memastikan efektivitas implementasi K3,                                     To ensure the effectiveness of OHS implementation,
                                          Perusahaan melakukan pengukuran budaya keselamatan                                the Company periodically measures safety culture using
                                          secara berkala menggunakan metode Safety Maturity                                 the Safety Maturity Level method. This process aims to
                                          Level. Proses ini bertujuan untuk memetakan posisi                                map the organization’s position on the safety perception
                                          organisasi dalam kurva persepsi keselamatan, mulai dari                           curve, ranging from the reactive stage to the proactive/
                                          tahap reaktif hingga mencapai tahap proaktif/generatif.                           generative stage.

                                            Metodologi Pengukuran: Melalui survei persepsi karyawan,                          Measurement       Methodology:         Through    employee
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                            wawancara mendalam, dan observasi lapangan yang                                   perception surveys, in-depth interviews, and field
                                            melibatkan seluruh level jabatan, mulai dari manajemen                            observations involving all job levels, from top management
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                            puncak hingga pekerja di garis depan.                                             to frontline workers.

                                            Indikator Utama: Penilaian difokuskan pada komitmen                               Key Indicators: The assessment focuses on management
                                            manajemen, keterlibatan pekerja, sistem pelaporan                                 commitment, worker engagement, incident reporting




168
Page 169
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   insiden, serta efektivitas komunikasi K3 di lingkungan                  systems, and the effectiveness of OHS communication
   proyek.                                                                 within the project environment.

   Hasil Evaluasi: Data yang diperoleh menjadi dasar dalam                 Evaluation Results: The data obtained serves as the basis
   penyusunan strategi pengembangan K3 tahunan guna                        in formulating annual OHS development strategies to
   menutup celah (gap) yang ditemukan dan mendorong                        address identified gaps and drive continual improvement.
   peningkatan berkelanjutan (continual improvement).

b. Program Pengembangan Budaya Keselamatan                              b. Safety Culture Development Programs
   Sebagai tindak lanjut dari hasil pengukuran, WEGE                       As a follow-up to the assessment results, WEGE
   mengimplementasikan program-program strategis yang                      implements strategic programs designed to reinforce
   dirancang untuk memperkuat perilaku selamat (safe                       safe behavior in the workplace:
   behavior) di tempat kerja:
   • QHSE Patrol: Program rutin di mana jajaran Direksi                    •   QHSE Patrol: A routine program where the Board of
       dan Manajemen melakukan kunjungan langsung ke                           Directors and Management conduct on-site visits to
       proyek untuk berdialog mengenai tantangan K3 dan                        projects to discuss OHS challenges and demonstrate
       menunjukkan komitmen nyata pimpinan terhadap                            the leadership’s commitment to safety.
       keselamatan.
   • Digitalisasi K3 : Pemanfaatan teknologi digital untuk                 •   OHS Digitalization: The use of digital technology for
       pemantauan risiko secara real-time, pelaporan                           real-time risk monitoring, hazard reporting via an
       bahaya melalui aplikasi, dan pengelolaan administrasi                   app, and more transparent and accountable work
       kerja yang lebih transparan dan akuntabel.                              administration.
   • Behavior Based Safety: Pendekatan yang berfokus                       •   Behavior-Based Safety: An approach focused on
       pada pengamatan perilaku pekerja di lapangan,                           observing workers’ behavior on-site, rewarding safe
       memberikan apresiasi atas perilaku aman, dan                            behavior, and implementing persuasive interventions
       melakukan intervensi persuasif terhadap tindakan                        for unsafe acts.
       tidak aman (unsafe acts).
   • Safety Coaching & Mentoring: Program edukasi                          •   Safety Coaching & Mentoring: A continuous education
       berkelanjutan yang tidak hanya memberikan pelatihan                     program that not only provides technical training but
       teknis, tetapi juga membangun kesadaran emosional                       also builds emotional awareness of the importance of
       akan pentingnya pulang ke rumah dengan selamat                          returning home safely every day.
       setiap hari.

c. Komitmen Menuju “Zero Harm”                                          c. Commitment to “Zero Harm”
   Melalui penguatan budaya ini, WEGE berhasil                             Through the strengthening of this culture, WEGE
   mempertahankan tren positif dalam performa K3. Kami                     has successfully maintained a positive trend in OHS
   berkomitmen untuk terus mentransformasi budaya                          performance. We are committed to continuously
   keselamatan dari sekadar sistem manajemen formal                        transforming the safety culture from merely a formal
   menjadi sebuah identitas yang melekat pada setiap                       management system into an identity ingrained in every
   insan WEGE. Dengan budaya keselamatan yang kuat,                        WEGE employee. With a strong safety culture, we are
   kami optimis dapat mewujudkan target Zero Fatality                      optimistic that we can achieve the Zero Fatality target
   dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan                      and make a positive contribution to the development of
   infrastruktur Indonesia yang aman dan berkelanjutan.                    safe and sustainable infrastructure in Indonesia.




       Keselamatan adalah prioritas yang tidak dapat ditawar. Di WEGE, kami memastikan setiap pekerja
       berangkat dengan semangat dan pulang dengan selamat.
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




       Safety is a non-negotiable priority. At WEGE, we ensure every worker leaves home with enthusiasm and returns
       safely.
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                                                                                                       169
Page 170
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Akselerasi Inovasi Melalui Sinergi BRO Project                                    Accelerating Innovation Through the BRO Project
                                                                                                                         Synergy

                                       Sebagai perusahaan konstruksi yang adaptif dan inovatif, PT                       As an adaptive and innovative construction company, PT
                                       Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) terus mendorong                           Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) continues to
                                       terciptanya efisiensi dan standar kualitas tinggi melalui                         drive efficiency and high-quality standards through the BRO
                                       inisiatif BRO Project. Program ini dirancang sebagai wadah                        Project initiative. This program is designed as a platform
                                       kolaborasi antar-proyek dalam satu grup untuk melahirkan                          for cross-project collaboration within the group to generate
                                       inovasi praktis yang berdampak langsung pada performa                             practical innovations that directly impact the Company’s
                                       operasional Perusahaan.                                                           operational performance.

                                       1. Esensi dan Kolaborasi Multiproyek                                              1. Multiproject Essence and Collaboration
                                          BRO Project bukan sekadar program internal biasa,                                 The BRO Project is not merely a standard internal program,
                                          melainkan sebuah ekosistem inovasi di mana unit-unit                              but an innovation ecosystem where project units are
                                          proyek dikelompokkan untuk memecahkan tantangan                                   grouped to solve complex construction challenges.
                                          konstruksi yang kompleks. Melalui integrasi pengetahuan                           Through knowledge sharing among project teams, WEGE
                                          (knowledge sharing) antar tim proyek, WEGE mampu:                                 is able to:
                                          • Standardisasi Metode: Mengadopsi metode kerja
                                              terbaik dari satu proyek ke proyek lainnya dalam grup                           •    Standardize Methods: Adopt best practices from one
                                              yang sama.                                                                           project to another within the same group.
                                          • Optimalisasi Sumber Daya: Meningkatkan efisiensi
                                              penggunaan material, alat, dan tenaga kerja secara                              •    Resource Optimization: Collectively improving the
                                              kolektif.                                                                            efficiency of material, equipment, and labor usage.
                                          • Problem Solving Kolektif: Mempercepat penanganan
                                              kendala teknis di lapangan melalui perspektif yang                              •    Collective Problem Solving: Accelerating the
                                              lebih luas dari berbagai tim ahli.                                                   resolution of technical challenges on-site through a
                                                                                                                                   broader perspective from various expert teams.
                                       2. Fokus Inovasi: Quality & Safety
                                          Dua pilar utama yang menjadi indikator keberhasilan                            2. Innovation Focus: Quality & Safety
                                          dalam BRO Project adalah Kualitas (Quality) dan                                   The two main pillars serving as indicators of success in
                                          Keselamatan (Safety). Program ini mewajibkan setiap                               the BRO Project are Quality and Safety. This program
                                          grup proyek untuk mengembangkan implementasi yang                                 requires every project group to develop implementations
                                          melampaui standar dasar (beyond compliance):                                      that go beyond basic standards (beyond compliance):
                                          • Quality Improvement: Inovasi dalam ketepatan presisi
                                              struktur, penggunaan material ramah lingkungan,                                 •    Quality Improvement: Innovations in structural
                                              serta digitalisasi kontrol kualitas untuk mencapai                                   precision, the use of eco-friendly materials, and the
                                              target zero defect.                                                                  digitization of quality control to achieve a zero-defect
                                          • Safety Innovation: Pengembangan alat pelindung                                         target.
                                              kolektif yang lebih ergonomis, sistem peringatan                                •    Safety Innovation: Development of more ergonomic
                                              dini berbasis teknologi, serta metode kerja yang                                     collective protective equipment, technology-based
                                              meminimalisir risiko tinggi di lokasi konstruksi.                                    early warning systems, and work methods that
                                                                                                                                   minimize high risks at construction sites.
                                       3. Apresiasi dan Budaya Kompetisi Positif
                                          Sebagai bentuk komitmen Manajemen terhadap budaya                              3. Recognition and a Culture of Positive Competition
                                          inovasi, WEGE menyelenggarakan Penghargaan BRO                                    As a demonstration of Management’s commitment to an
                                          Project Terbaik setiap tahunnya. Penghargaan ini                                  innovation culture, WEGE hosts the Best BRO Project
                                          merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi grup proyek                             Awards annually. This award represents the highest form
                                          yang mampu membuktikan bahwa inovasi mereka                                       of recognition for project teams that demonstrate their
                                          memberikan nilai tambah nyata bagi Perusahaan.                                    innovations deliver tangible value to the Company.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          Kriteria Penilaian: Meliputi aspek kebaruan (originalitas),                         Evaluation Criteria: Covering aspects of originality, cost-
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                          efektivitas biaya, kemudahan implementasi (replicability),                          effectiveness, replicability, and significant impact on
                                          serta dampak signifikan terhadap penurunan angka                                    reducing workplace accident rates and improving building
                                          kecelakaan kerja dan peningkatan mutu bangunan.                                     quality.




170
Page 171
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   Dampak Berkelanjutan: Melalui kompetisi tahunan ini,
   tercipta iklim kerja yang kompetitif namun kolaboratif,                 Sustainable Impact: Through this annual competition,
   di mana setiap insan WEGE termotivasi untuk terus                       a competitive yet collaborative work environment is
   melakukan      perbaikan   berkelanjutan   (continuous                  fostered, in which every WEGE employee is motivated to
   improvement).                                                           pursue continuous improvement.

   Melalui BRO Project, WEGE membuktikan bahwa kekuatan
   kolektif adalah kunci dalam menghadapi dinamika                         Through the BRO Project, WEGE demonstrates that
   industri konstruksi. Inovasi yang lahir dari lapangan ini               collective strength is key to navigating the dynamics of
   memastikan bahwa setiap bangunan yang kami dirikan                      the construction industry. Innovations born on the job
   tidak hanya berdiri megah, tetapi juga dibangun dengan                  site ensure that every building we construct not only
   standar keselamatan tertinggi dan kualitas yang teruji.                 stands majestically but is also built to the highest safety
                                                                           standards and proven quality.
Membangun Budaya Inovasi Melalui Quality Control
Circle (QCC)
                                                                        Building an Innovation Culture Through Quality
Di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), pencapaian               Control Circles (QCC)
standar kualitas tinggi dan keselamatan kerja yang mumpuni
bukan sekadar target operasional, melainkan hasil dari budaya           At PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), achieving
perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement). Salah                 high quality standards and robust workplace safety is not
satu pilar utama dalam transformasi ini adalah penerapan                merely an operational target, but the result of a culture of
Quality Control Circle (QCC) yang melibatkan partisipasi aktif          continuous improvement. One of the main pillars of this
karyawan di seluruh lini organisasi.                                    transformation is the implementation of Quality Control
                                                                        Circles (QCC), which involves the active participation of
a. Sinergi Mutu dan Keselamatan (Quality & Safety)                      employees across all levels of the organization.
   Program QCC di WEGE dirancang sebagai wadah bagi
   kelompok pekerja untuk mengidentifikasi, menganalisis,               a. Quality and Safety Synergy
   dan menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan                        The QCC program at WEGE is designed as a platform for
   secara sistematis. Fokus utama dari inovasi yang                        worker groups to systematically identify, analyze, and
   dihasilkan melalui QCC adalah:                                          resolve various challenges on-site. The primary focus of
   • Peningkatan Mutu (Quality): Menciptakan metode                        the innovations generated through QCC is:
       kerja yang lebih presisi, efisien, dan meminimalisir                • Quality Improvement: Creating more precise and
       pengerjaan ulang (rework) untuk mencapai target zero                    efficient work methods while minimizing rework to
       defect.                                                                 achieve a zero-defect target.
   • Penguatan Keselamatan (Safety): Mengembangkan                         • Safety Enhancement: Developing innovations in
       inovasi alat pelindung kolektif dan prosedur kerja yang                 collective protective equipment and safer work
       lebih aman guna memitigasi risiko kecelakaan kerja di                   procedures to mitigate the risk of workplace accidents
       lingkungan konstruksi yang kompleks.                                    in complex construction environments.

b. Apresiasi dan Kompetisi Internal Tahunan
   Sebagai bentuk komitmen manajemen dalam memotivasi                   b. Annual Internal Recognition and Competition
   insan WEGE, Perusahaan menyelenggarakan Penghargaan                     As a demonstration of management’s commitment
   QCC Terbaik setiap tahunnya. Ajang ini menjadi panggung                 to motivating WEGE employees, the Company hosts
   bagi grup-grup inovasi untuk mempresentasikan solusi                    the Best QCC Awards annually. This event serves as
   kreatif yang memberikan dampak nyata terhadap efisiensi                 a platform for innovation groups to present creative
   biaya dan efektivitas kerja. Penilaian dilakukan secara                 solutions that deliver tangible impacts on cost efficiency
   ketat dengan menitikberatkan pada aspek orisinalitas,                   and work effectiveness. Evaluations are conducted
   dampak finansial, serta standarisasi hasil inovasi agar                 rigorously, focusing on originality, financial impact,
                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




   dapat direplikasi di proyek-proyek lainnya.                             and standardization of innovation outcomes to ensure
                                                                           replicability across other projects.
c. Prestasi di Kancah Nasional dan Internasional
                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




   Bukti nyata dari matangnya budaya inovasi di WEGE                    c. Achievements on the National and International Stage
   tercermin dari pengakuan luas di luar organisasi. Sejak                 Tangible evidence of the maturity of the innovation culture
   tahun 2021, tim QCC WEGE secara konsisten mewakili                      at WEGE is reflected in widespread recognition beyond
   Perusahaan dalam berbagai ajang kompetisi mutu, baik di                 the organization. Since 2021, WEGE’s QCC teams have
   tingkat Nasional maupun Internasional.                                  consistently represented the Company in various quality
                                                                           competitions, both at the national and international
                                                                           levels.
                                                                                                                                          171
Page 172
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                          Keberhasilan meraih berbagai penghargaan bergengsi                                  The success in winning various prestigious awards over
                                          dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021–2026)                                   the past five years (2021–2026) proves that the innovation
                                          menunjukkan bahwa standar inovasi yang dikembangkan                                 standards developed by WEGE have gained global
                                          oleh WEGE telah diakui secara global. Pencapaian ini                                recognition. These achievements not only bring honor
                                          tidak hanya mengharumkan nama Perusahaan, tetapi juga                               to the Company but also demonstrate that our quality
                                          menjadi bukti bahwa praktik manajemen mutu kami telah                               management practices align with world-class standards.
                                          sejalan dengan standar kelas dunia.

                                          Melalui semangat QCC, WEGE membuktikan bahwa                                        Through the QCC spirit, WEGE proves that even the
                                          inovasi terkecil dari lini terdepan dapat memberikan                                smallest innovations from the front lines can have a
                                          dampak besar bagi keberlanjutan bisnis. Kami terus                                  significant impact on business sustainability. We remain
                                          berkomitmen untuk mengasah kreativitas insan WEGE                                   committed to honing the creativity of WEGE’s workforce
                                          demi menghadirkan bangunan yang berkualitas, aman,                                  to deliver high-quality, safe, and high-value-added
                                          dan bernilai tambah tinggi bagi masyarakat.                                         buildings for the community.

                                       Transformasi Edukasi dan Kampanye Keselamatan                                     Educational Transformation and Digital Safety
                                       Digital                                                                           Campaigns

                                       Di era transformasi digital, PT Wijaya Karya Bangunan                             In the era of digital transformation, PT Wijaya Karya Bangunan
                                       Gedung Tbk (WEGE) menyadari bahwa penyampaian pesan                               Gedung Tbk (WEGE) recognizes that the delivery of safety
                                       keselamatan harus bersifat dinamis, adaptif, dan mudah                            messages must be dynamic, adaptive, and easily accessible
                                       diakses oleh seluruh tingkatan pekerja. Kami berkomitmen                          to all levels of workers. We are committed to building OHS
                                       untuk membangun kesadaran K3 melalui pendekatan edukasi                           awareness through creative educational approaches to
                                       yang kreatif guna memastikan nilai-nilai keselamatan                              ensure safety values become ingrained in our daily work
                                       meresap menjadi budaya kerja sehari-hari.                                         culture.

                                       a. Visualisasi Keselamatan: Video dan Infografis Kreatif                          a. Safety Visualization: Creative Videos and Infographics
                                          WEGE memodernisasi cara penyampaian pesan K3 dengan                               WEGE is modernizing how OHS messages are conveyed
                                          memanfaatkan media visual yang menarik dan informatif.                            by utilizing engaging and informative visual media. This
                                          Pendekatan ini bertujuan untuk menghilangkan batasan                              approach aims to overcome language and technical
                                          bahasa dan teknis di lapangan:                                                    barriers on-site:
                                          • Video Edukasi & Animasi: Pengembangan konten                                    • Educational Videos & Animations: Development
                                             video instruksional yang mencakup prosedur                                        of instructional video content covering safe work
                                             kerja aman, simulasi tanggap darurat, dan pesan                                   procedures, emergency response simulations, and
                                             keselamatan dari manajemen (Safety Message). Video                                safety messages from management (Safety Message).
                                             ini ditayangkan secara rutin di area proyek dan kantor                            These videos are regularly screened at project sites
                                             pusat.                                                                            and the headquarters.
                                          • Infografis Strategis: Penggunaan materi visual yang                             • Strategic Infographics: The use of concise and
                                             ringkas dan padat untuk menjelaskan potensi bahaya,                               impactful visual materials to explain potential hazards,
                                             aturan emas (Life Saving Rules), dan pencapaian                                   golden rules (Life Saving Rules), and OHS performance
                                             performa K3. Infografis ini didistribusikan melalui                               achievements. These infographics are distributed via
                                             media sosial internal, area display proyek, dan                                   internal social media, project display areas, and the
                                             platform digital perusahaan.                                                      company’s digital platforms.

                                       b. Ekosistem Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing)                              b. Knowledge-Sharing Ecosystem
                                          Kami percaya bahwa pengetahuan adalah aset yang                                   We believe that knowledge is the most valuable asset
                                          paling berharga untuk mencegah kecelakaan kerja.                                  to prevent workplace accidents. Through structured
                                          Melalui program sharing knowledge yang terstruktur,                               knowledge-sharing programs, WEGE facilitates the
                                          WEGE memfasilitasi pertukaran pengalaman antar insan                              exchange of experiences among company personnel:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          perusahaan:
                                          • Safety Sharing Session: Diskusi rutin yang melibatkan                             •    Safety Sharing Session: Regular discussions involving
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                              para ahli K3 dan praktisi lapangan untuk membahas                                    OSH experts and field practitioners to review lessons
                                              lesson learned dari insiden masa lalu serta praktik                                  learned from past incidents and best practices
                                              terbaik (best practice) yang ditemukan di proyek                                     identified on specific projects.
                                              tertentu.




172
Page 173
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities            Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




   •    Webinar & Digital Learning: Pemanfaatan platform                   •   Webinars & Digital Learning: Utilization of digital
        pembelajaran digital untuk memastikan akses                            learning platforms to ensure equitable access to OHS
        pelatihan K3 yang merata bagi seluruh karyawan, baik                   training for all employees, whether at the head office
        yang berada di kantor pusat maupun di proyek-proyek                    or remote projects.
        remote.
   •    Mentoring di Lapangan: Proses transfer pengetahuan                 •   On-Site Mentoring: A process of direct knowledge
        langsung dari pekerja senior ke pekerja baru guna                      transfer from senior workers to new hires to ensure
        memastikan standar perilaku aman terjaga secara                        safe behavior standards are maintained sustainably.
        berkelanjutan.

c. Kampanye K3 yang Inklusif dan Berkelanjutan                          c. Inclusive and Sustainable OHS Campaigns
   Kampanye keselamatan di WEGE tidak bersifat satu arah.                  Safety campaigns at WEGE are not one-way. We
   Kami mendorong partisipasi aktif melalui:                               encourage active participation through:
   • Safety Campaign Bulanan: Tema kampanye yang                           • Monthly Safety Campaigns: Monthly campaign themes
      berganti setiap bulan untuk fokus pada risiko spesifik                   that focus on specific risks (e.g., working at heights,
      (misalnya: bekerja di ketinggian, keselamatan listrik,                   electrical safety, or workplace cleanliness).
      atau kebersihan area kerja).
   • Lomba Konten Kreatif K3: Melibatkan pekerja dalam                     •   Creative OHS Content Contest: Engaging workers
      pembuatan materi kampanye sendiri, sehingga                              in creating their own campaign materials, thereby
      mereka menjadi agen perubahan (safety agent) bagi                        turning them into agents of change (safety agents) for
      rekan kerjanya.                                                          their colleagues.

   Dampak Strategis:                                                       Strategic Impact:
   Melalui kombinasi materi visual yang kuat dan budaya                    Through a combination of strong visual materials and a
   berbagi pengetahuan, WEGE berhasil meningkatkan                         culture of knowledge-sharing, WEGE has successfully
   indeks kesadaran keselamatan karyawan secara                            increased the employee safety awareness index
   signifikan. Hal ini tercermin pada penurunan tingkat                    significantly. This is reflected in a decrease in unsafe
   tindakan tidak aman (unsafe acts) dan peningkatan                       acts and an increase in the effectiveness of self-reported
   efektivitas pelaporan bahaya secara mandiri oleh pekerja.               hazards by workers.

   Edukasi adalah kunci pencegahan. Dengan menghadirkan                    Education is the key to prevention. By providing relevant
   materi keselamatan yang relevan dan mudah dipahami,                     and easy-to-understand safety materials, we ensure every
   kami memastikan setiap insan WEGE memiliki kapasitas                    WEGE employee has the capacity to protect themselves
   untuk melindungi dirinya sendiri dan rekan kerja di                     and their colleagues around them.
   sekitarnya.

Tindakan Pengendalian untuk Menghilangkan Bahaya dan                    Control Measures to Eliminate Hazards and Minimize Risks
Meminimalkan Risiko PAK Tahun 2025                                      of Occupational Diseases in 2025

Untuk mencegah kejadian berulang serta memperkuat                       To prevent recurrence and strengthen worker health
perlindungan kesehatan pekerja, WEGE menerapkan                         protection, WEGE implements risk control measures by
langkah pengendalian risiko dengan mengutamakan hirarki                 prioritizing a hierarchy of controls, including engineering
pengendalian, termasuk rekayasa teknis (engineering                     controls, administrative controls, and the use of PPE
control), pengendalian administratif (administrative control),          according to the level of risk.
serta penggunaan APD sesuai tingkat risiko.
1. Pengendalian Risiko Ergonomi                                         1. Ergonomic Risk Control
    WEGE memperkuat pengendalian ergonomi dengan                           WEGE strengthens ergonomic control by encouraging
    mendorong penggunaan alat bantu angkut, penyediaan                     the use of lifting aids, providing workbenches for certain
                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




    workbench untuk pekerjaan tertentu, serta penggunaan                   tasks, and using work tools with vibration damping
    alat kerja dengan fitur peredam getaran. Selain itu,                   features. In addition, work rotation and stretching before
    pengaturan rotasi kerja dan peregangan sebelum                         work activities are implemented to reduce muscle fatigue
                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




    aktivitas kerja dilakukan untuk mengurangi kelelahan otot              and excessive repetitive exposure.
    dan paparan repetitif yang berlebih.




                                                                                                                                         173
Page 174
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       2. Pengendalian Risiko Fisika (Bising dan Panas)                                  2. Physical Risk Control (Noise and Heat)
                                          Pengendalian dilakukan melalui penyediaan peredam                                 Controls are implemented through the provision of
                                          bising pada sumber tertentu, penyediaan area teduh                                noise suppressors at specific sources, the provision of
                                          untuk istirahat, serta pengaturan jadwal kerja pada                               shaded rest areas, and the regulation of work schedules
                                          kondisi ekstrem. WEGE juga menerapkan disiplin hidrasi                            in extreme conditions. WEGE also enforces hydration
                                          dan penggunaan pelindung telinga (earplug/earmuff)                                discipline and the use of ear protection (earplugs/
                                          berdasarkan tingkat paparan kebisingan.                                           earmuffs) based on noise exposure levels.
                                       3. Pengendalian Risiko Kimia (Debu dan Silika)                                    3. Chemical Risk Control (Dust and Silica)
                                          Pengendalian debu dilakukan dengan pendekatan teknis                              Dust control is carried out using technical approaches,
                                          seperti metode basah (wet cutting) serta penggunaan                               such as wet cutting and the use of dust extractors (local
                                          alat penghisap debu (local exhaust ventilation/vacuum)                            exhaust ventilation/vacuum) at the source. The regulation
                                          pada sumbernya. Pengaturan zona kerja berdebu dan                                 of dusty work zones and access restrictions are also
                                          pembatasan akses turut diterapkan sebagai kontrol                                 implemented as administrative controls, while N95
                                          administratif, sementara APD respirator minimal                                   respirators are used to ensure adequate protection.
                                          N95 digunakan untuk memastikan perlindungan yang
                                          memadai.
                                       4. Pengendalian Risiko Psikososial                                                4. Psychosocial Risk Control
                                          WEGE mendorong kejelasan pembagian tugas melalui                                  WEGE encourages clarity in task distribution through daily
                                          koordinasi kerja harian, memperkuat komunikasi terbuka                            work coordination, strengthens open communication
                                          untuk pelaporan kondisi tidak aman tanpa tekanan,                                 for reporting unsafe conditions without pressure, and
                                          serta memastikan fasilitas dasar yang layak di proyek.                            ensures adequate basic facilities at the project site. This
                                          Pendekatan ini mendukung kesejahteraan pekerja                                    approach supports worker welfare while promoting a
                                          sekaligus memperkuat budaya kerja yang lebih aman dan                             safer and more supportive work culture.
                                          suportif.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




174
Page 175
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Memberdayakan Masyarakat Sekitar                                                                                         [F.25]

Empowering the Surrounding Community




Komitmen CSR                                                                        CSR Commitment

WEGE berupaya memberikan kontribusi yang bermakna bagi                              WEGE strives to provide meaningful contributions to
para pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar wilayah                         stakeholders and communities around its operational areas
operasional melalui pengelolaan dampak ekonomi, sosial, dan                         through integrated management of economic, social, and
lingkungan secara terpadu. Komitmen tersebut diwujudkan                             environmental impacts. This commitment is realized through
melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan                               the implementation of the State-Owned Enterprise Social
Lingkungan (TJSL) BUMN yang dirancang selaras dengan                                and Environmental Responsibility (TJSL) program, which
Peraturan Menteri BUMN No. PER-6/MBU/09/2022. Setiap                                is designed in accordance with Minister of State-Owned
inisiatif CSR dikembangkan dengan mempertimbangkan                                  Enterprises Regulation No. PER-6/MBU/09/2022. Each CSR
kebutuhan nyata masyarakat sebagai bagian dari pemangku                             initiative is developed by considering the real needs of the
kepentingan utama perusahaan. [GRI 3-3. 203-2][F.23]                                community as part of the company’s main stakeholders.




          Visi                                                Misi
          Vision                                              Mission

                                                              •   Melakukan tata kelola yang baik serta melaksanakan implementasi CSR berbasis
          Menjadi pendorong utama
                                                                  ISO 26000.
          dalam penerapan bisnis                              •   Menciptakan nilai bersama bagi komunitas dan perusahaan melalui penerapan
          berkelanjutan melalui inovasi                           Creating Shared Value (CSV) dengan program yang inovatif dan kolaboratif.
                                                              •   Mengidentifikasi dan mengurangi risiko keberlanjutan untuk meningkatkan
          dan tanggung jawab sosial,
                                                                  adaptasi dan resiliensi.
          serta memberikan dampak                             •   Menerapkan teknologi ramah lingkungan dan mengembangkan proyek
          positif bagi masyarakat,                                berkelanjutan, serta mengadopsi tata kelola digital untuk meningkatkan efisiensi.
                                                              •   Mendukung pencapaian SDGs nasional dan global, serta menerapkan strategi
          lingkungan, dan pertumbuhan                             komunikasi yang efektif untuk membangun kesadaran dan keterlibatan pemangku
          perusahaan.                                             kepentingan dalam inisiatif keberlanjutan.
                                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




          To be a key driver in the                           •   To implement good governance and execute CSR initiatives based on ISO 26000.
          implementation of sustainable                       •   To create shared value for the community and the company through the
          business practices through                              implementation of Creating Shared Value (CSV) with innovative and collaborative
          innovation and social                                   programs.
                                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




          responsibility, while delivering a                  •   To identify and mitigate sustainability risks to enhance adaptation and resilience.
          positive impact on society, the                     •   To adopt environmentally friendly technologies and develop sustainable projects,
          environment, and the growth of                          while adopting digital governance to improve efficiency.
          the company.                                        •   To support the achievement of national and global SDGs, and implement effective
                                                                  communication strategies to build awareness and engage stakeholders in
                                                                  sustainability initiatives.



                                                                                                                                                        175
Page 176
                                                 Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                       Visi dan misi CSR WEGE disusun untuk mendukung arah                               WEGE’s CSR vision and mission were formulated to support
                                       strategis perusahaan secara menyeluruh. Visi CSR yang                             the Company’s overall strategic direction. The CSR vision,
                                       menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan serta                              which focuses on sustainable development and responsible
                                       praktik usaha yang bertanggung jawab menjadi penguat                              business practices, reinforces WEGE’s corporate vision of
                                       visi korporasi WEGE dalam menempatkan diri sebagai                                positioning itself as the partner of choice in providing quality
                                       mitra pilihan untuk menghadirkan ruang berkualitas demi                           spaces to improve quality of life.
                                       peningkatan kualitas hidup.

                                       Sejalan dengan hal tersebut, misi CSR yang menekankan                             In line with this vision, the CSR mission, which emphasizes
                                       penerapan tata kelola yang baik, pengembangan inovasi,                            the implementation of good governance, innovation
                                       pengelolaan risiko, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan,                       development, risk management, the use of environmentally
                                       serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                        friendly technology, and contribution to the Sustainable
                                       (Sustainable Development Goals/SDGs) mendukung misi                               Development Goals (SDGs), supports the corporate mission.
                                       korporasi. Sinergi ini tercermin dalam komitmen perusahaan                        This synergy is reflected in the Company’s commitment to
                                       untuk menyediakan produk dan jasa berkualitas, menunjukkan                        provide quality products and services, demonstrate concern
                                       kepedulian terhadap kehidupan, melibatkan pemangku                                for life, involve stakeholders, apply the principles of good
                                       kepentingan, menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang                       corporate governance, and encourage innovation as a source
                                       baik, serta mendorong inovasi sebagai sumber pertumbuhan                          of growth and long-term value creation.
                                       dan penciptaan nilai jangka panjang.

                                       Peluncuran Grand Design CSR                                                       Launch of CSR Grand Design

                                       Tahun 2024 menjadi tonggak penting bagi WEGE dalam                                2024 marks an important milestone for WEGE in
                                       memperkuat arah dan tata kelola program tanggung jawab                            strengthening the direction and governance of its corporate
                                       sosial perusahaan. Melalui peluncuran Grand Design CSR,                           social responsibility program. Through the launch of the CSR
                                       WEGE menetapkan kerangka strategis yang lebih terarah                             Grand Design, WEGE has established a more focused and
                                       dan terstruktur untuk memastikan setiap program sosial                            structured strategic framework to ensure that each social
                                       memberikan manfaat yang berkelanjutan dan sesuai dengan                           program provides sustainable benefits and meets the needs
                                       kebutuhan masyarakat.                                                             of the community.

                                       Penyusunan Grand Design CSR didasarkan pada kajian                                The CSR Grand Design was developed based on theoretical
                                       teoritis dan empiris dengan fokus pada keberlanjutan di                           and empirical studies with a focus on sustainability in the
                                       sektor konstruksi. Proses ini meliputi analisis kesenjangan                       construction sector. This process includes analyzing the gap
                                       implementasi CSR terhadap standar ISO 26000, evaluasi                             between CSR implementation and the ISO 26000 standard,
                                       risiko bisnis serta potensi intervensi CSR, hingga penggalian                     evaluating business risks and potential CSR interventions,
                                       potensi dan kearifan lokal di wilayah operasional perusahaan.                     and exploring the potential and local wisdom in the company’s
                                       Setelah melalui tahap perancangan sepanjang tahun                                 operational areas. Following the design stage in 2024, the
                                       2024, implementasi Grand Design CSR direncanakan mulai                            implementation of the CSR Grand Design is planned to be
                                       dijalankan secara aktif pada tahun 2025.                                          actively carried out in 2025.

                                       Memasuki        tahun     2025,     WEGE     secara     resmi                     Going into 2025, WEGE officially implemented the Grand
                                       mengimplementasikan Grand Design CSR yang telah                                   Design CSR that had been designed and refined throughout
                                       dirancang dan dimatangkan sepanjang tahun sebelumnya.                             the previous year. This implementation marked a
                                       Implementasi ini menandai fase transformatif dalam                                transformative phase in the management of corporate social
                                       pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan, tidak hanya                         responsibility, not only in terms of governance, but also in
                                       dari sisi tata kelola, tetapi juga pada penyelarasan program                      aligning programs with sustainable business strategies and
                                       dengan strategi bisnis berkelanjutan dan kontribusi jangka                        long-term contributions to society.
                                       panjang bagi masyarakat.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Sejalan dengan kerangka strategis yang tertuang dalam Grand                       In line with the strategic framework outlined in the Grand
                                       Design CSR, WEGE melakukan penyempurnaan terhadap                                 Design CSR, WEGE refined the CSR pillar structure. The
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       struktur pilar CSR. Pilar program yang sebelumnya berpijak                        program pillars, which were previously based on four main
                                       pada empat fokus utama WEGE HIJAU, WEGE SEHAT, WEGE                               focuses, WEGE HIJAU, WEGE SEHAT, WEGE PINTAR, and
                                       PINTAR, dan WEGE PEDULI dikembangkan menjadi lima                                 WEGE PEDULI, were developed into five pillars that are
                                       pilar yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada                     more integrated, adaptive, and oriented towards sustainable
                                       dampak berkelanjutan. Transformasi ini bertujuan untuk                            impact. This transformation aims to strengthen the relevance
                                       memperkuat relevansi program CSR terhadap tantangan                               of CSR programs to the evolving social, environmental, and
                                       sosial, lingkungan, dan ekonomi yang terus berkembang di                          economic challenges in the construction sector.
176                                    sektor konstruksi.
Page 177
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                  Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities                           Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Lima pilar CSR yang mulai diterapkan secara penuh pada                               The five CSR pillars, which were fully implemented in 2025,
tahun 2025 meliputi Building Hope, Building Wellness,                                include Building Hope, Building Wellness, Building Future,
Building Future, Building Nature, dan Building Prosperity.                           Building Nature, and Building Prosperity. Each pillar is
Masing-masing pilar dirancang untuk merepresentasikan                                designed to represent WEGE’s holistic approach to creating
pendekatan holistik WEGE dalam menciptakan nilai                                     shared value, including strengthening community social
bersama (shared value), mulai dari penguatan kapasitas                               capacity, improving health and well-being, developing
sosial masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan dan                                education and future competencies, preserving the
kesejahteraan, pengembangan pendidikan dan kompetensi                                environment, as well as inclusive economic empowerment.
masa depan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan
ekonomi yang inklusif.

Melalui implementasi lima pilar tersebut, WEGE menegaskan                            Through the implementation of these five pillars, WEGE
komitmennya untuk menjadikan CSR sebagai bagian                                      emphasizes its commitment to making CSR an integral part
integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Pendekatan                          of the Company’s sustainability strategy. This approach is
ini diharapkan mampu menghasilkan dampak yang                                        expected to produce measurable, sustainable impacts that
terukur, berkesinambungan, serta selaras dengan prinsip                              are in line with the principles of sustainable development
pembangunan berkelanjutan dan standar tanggung jawab                                 and social responsibility standards that apply nationally and
sosial yang berlaku secara nasional maupun internasional.                            internationally.




                                   WEGE CARES: WIKA Gedung CSR Actions For Responsible Business & Sustainability




   Pengembangan kualitas             Pengembangan kualitas              Peningkatan kualitas        Aksi mitigasi dan adaptasi     Pengembangan potensi
   hidup dalam kebutuhan                hidup dalam hal                 SDM, Pendidikan, dan          perubahan iklim serta           ekonomi lokal yang
   dasar masyarakat serta               Kesehatan jiwa                     Keterampilan.               menjaga kelestarian       terintegrasi, pemberdayaan
  penanggulangan bencana.                  dan fisik.                                                keanekaragaman hayati.       UMKM, serta DEI (Diversity,
                                                                                                                                      Equity, Inclusivity).
   Pengembangan kualitas             Pengembangan kualitas              Peningkatan kualitas        Aksi mitigasi dan adaptasi
   hidup dalam kebutuhan            hidup dalam hal Kesehatan           SDM, Pendidikan, dan          perubahan iklim serta        Pengembangan potensi
      dasar masyarakat                    jiwa dan fisik.                  Keterampilan.               menjaga kelestarian            ekonomi lokal yang
    serta penanggulangan                                                                             keanekaragaman hayati.      terintegrasi, pemberdayaan
           bencana.                                                                                                                    UMKM, serta DEI.




         ISO 26000: Social               Creating Shared         Net Zero Emission     Corporate Purpose        Sustainable        Measurement, Reporting,
         responsibility Guidance           Value (CSV)                Strategy              & ESG               Construction           & Verification


                                                                  Good Corporate Governance (GCG)
                                                                                                                                                                PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Sebagai kerangka utama pelaksanaan CSR, WEGE                                         As the main framework of CSR implementation, WEGE adopts
                                                                                                                                                                            2025 Sustainability Report




mengusung strategi WEGE CARES (WIKA Gedung CSR                                       the WEGE CARES (WIKA Gedung CSR Actions for Responsible
Actions for Responsible Business & Sustainability). Strategi                         Business & Sustainability) strategy. This strategy is built on
ini dibangun melalui lima pilar utama yang dirangkum                                 five main pillars summarized in the concept of building, which
dalam konsep building, yang mencerminkan peran WEGE                                  reflects WEGE’s role as a national construction company
sebagai perusahaan konstruksi nasional dalam membangun                               in building a comprehensive sustainability ecosystem,
ekosistem keberlanjutan secara menyeluruh, meliputi:                                 including:

                                                                                                                                                                177
Page 178
                                                Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)    Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)    Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                                                                       Pilar CSR CSR Pillar

                                                                                                    Pilar ini berfokus pada pengembangan kualitas hidup masyarakat dalam memenuhi
                                                                                                               kebutuhan dasar dan penanggulangan bencana. Melalui inisiatif ini, WEGE
                                                                                                      berusaha memastikan bahwa masyarakat sekitar proyek mendapatkan dukungan
                                                                                                                             yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

                                                                                               This pillar focuses on improving the quality of life of communities by fulfilling their basic
                                                                                                needs and providing disaster relief. Through this initiative, WEGE strives to ensure that
                                                                                                     communities around its projects receive the support they need to live better lives.




                                                                                                          Pilar ini menekankan pentingnya pengembangan kualitas hidup dalam aspek
                                                                                                      kesehatan fisik dan mental. WEGE menjalankan berbagai program yang bertujuan
                                                                                                        untuk meningkatkan kesejahteraan jiwa dan raga baik untuk karyawan maupun
                                                                                                                                                                masyarakat sekitar.

                                                                                                  This pillar emphasizes the importance of improving quality of life in terms of physical
                                                                                              and mental health. WEGE organizes various programs aimed at improving the mental and
                                                                                                                physical well-being of both employees and the surrounding community.




                                                                                                            Melalui pilar ini, WEGE berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber
                                                                                                   daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan. Program-
                                                                                                     program yang dijalankan dalam pilar ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi
                                                                                                        mendatang dengan keterampilan yang relevan dan berguna untuk masa depan.

                                                                                                 Through this pillar, WEGE is committed to improving the quality of human resources
                                                                                            through education and skills development. The programs implemented in this pillar aim to
                                                                                                                   prepare the next generation with skills that are relevant and useful
                                                                                                                                                                         for the future.




                                                                                                     Pilar ini mencakup aksi-aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta
                                                                                                    menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. WEGE menerapkan berbagai inisiatif
                                                                                                    yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional perusahaan
                                                                                                                                          dan berkontribusi terhadap pelestarian alam.

                                                                                                       This pillar covers mitigation actions and adaptation to climate change as well as
                                                                                                 biodiversity conservation. WEGE implements various initiatives that aim to reduce the
                                                                                                                      environmental impact of the Company’s operations and contribute
                                                                                                                                                                 to nature conservation.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                   Pilar ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal yang terintegrasi,
                                                                                                             termasuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta
                                                                                                 mempromosikan keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (DEI). WEGE mendukung
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                                                  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan
                                                                                                                                                                         ekonomi.
                                                                                      This pillar aims to develop an integrated local economic potential, including empowering Micro,
                                                                                       Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as well as promoting diversity, equity, and inclusivity
                                                                                       (DEI). WEGE supports sustainable economic growth through various economic empowerment
                                                                                                                                                                          programs.


178
Page 179
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities          Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)



Alokasi Anggaran CSR                                                    CSR Budget Allocation

Dalam mendukung keberlanjutan program CSR, WEGE                         To support the sustainability of CSR programs, WEGE
mengalokasikan anggaran khusus yang bersumber dari                      allocates a special budget sourced from specific accounts
pos tertentu serta sebagian laba perusahaan. Penyediaan                 and a portion of the Company’s profits. The provision of
dana ini mencerminkan komitmen perusahaan tidak hanya                   these funds reflects the Company’s commitment to not only
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam                  encourage economic growth, but also promote equitable
memperkuat pemerataan pembangunan dan pemberdayaan                      development and community empowerment. In 2025, WEGE
masyarakat. Pada tahun 2025, WEGE menganggarkan dana                    has allocated a CSR budget of Rp1.218 billion to support
CSR sebesar Rp1,218 miliar yang digunakan untuk mendukung               the implementation of sustainable programs that provide
pelaksanaan program-program berkelanjutan dengan                        tangible benefits for the community.
manfaat nyata bagi masyarakat.


 Realisasi Anggaran Program CSR Tahun 2025 [S-12]
 Realization of CSR Program Budget in 2025

 Keterangan                                                                                     Realisasi (Rp)
 Description                                                                                   Realization (Rp)

 Building Future                                                                                                           Rp208.397.120

 Building Hope                                                                                                             Rp547.227.280

 Building Nature                                                                                                            Rp96.557.394

 Building Prosperity                                                                                                        Rp53.439.333

 Building Wellness                                                                                                           Rp29.012.715

 Report                                                                                                                    Rp283.500.000

 Total                                                                                                                 Rp1.218.133.842


Realisasi Program CSR [S-12]                                            Realization of CSR Programs

Pelaksanaan program CSR WEGE mengacu pada pendekatan                    The implementation of WEGE’s CSR programs refers to the
creating shared value (CSV), di mana manfaat yang dihasilkan            creating shared value (CSV) approach, where the benefits
dapat dirasakan baik oleh perusahaan maupun masyarakat.                 generated can be felt by both the company and the community.
Seluruh kegiatan CSR dikelompokkan ke dalam lima pilar                  All CSR activities are grouped into five main pillars, namely
utama, yaitu Building Hope, Building Wellness, Building                 Building Hope, Building Wellness, Building Future, Building
Future, Building Nature, dan Building Prosperity.                       Nature, and Building Prosperity.

Sebelum pelaksanaan berbagai inisiatif CSR, WEGE                        Prior to the implementation of various CSR initiatives,
mengidentifikasi bahwa kegiatan konstruksi berpotensi                   WEGE identified that construction activities may give rise
menimbulkan dampak negatif, antara lain gangguan terhadap               to potential negative impacts, including disturbances to
kenyamanan masyarakat sekitar proyek (kebisingan, debu,                 the surrounding communities’ comfort (such as noise, dust,
dan lalu lintas), risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang           and traffic), occupational health and safety risks that may
juga berdampak pada komunitas, serta potensi kesenjangan                also affect nearby communities, as well as potential socio-
sosial-ekonomi apabila keterlibatan masyarakat lokal belum              economic disparities if local community engagement is not
optimal. Di sisi lain, terdapat pula potensi dampak positif             optimally implemented. On the other hand, there are also
yang dapat dioptimalkan, seperti penciptaan lapangan                    positive impacts that can be optimized, such as job creation,
kerja, peningkatan kapasitas masyarakat, serta kontribusi               capacity building for local communities, and contributions
terhadap pembangunan infrastruktur dan ekonomi lokal.                   to infrastructure development and local economic growth.
                                                                                                                                            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Berdasarkan pemahaman atas dampak tersebut, WEGE                        Based on this understanding of impacts, WEGE designs CSR
merancang program CSR yang tidak hanya bersifat responsif               programs that are not only responsive to risks and potential
terhadap risiko dan dampak negatif, tetapi juga proaktif                negative impacts, but also proactive in maximizing positive
                                                                                                                                                        2025 Sustainability Report




dalam memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat.                     impacts for the community. This approach is implemented
Pendekatan ini diwujudkan melalui perencanaan berbasis                  through needs-based planning, the development of
kebutuhan lokal, pengembangan program pemberdayaan                      community empowerment programs, and the integration of
masyarakat, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam setiap            sustainability aspects across all stages of the program, from
tahapan program, mulai dari perencanaan, implementasi,                  planning and implementation to monitoring and evaluation.
hingga monitoring dan evaluasi. Dengan demikian, inisiatif              As such, the CSR initiatives carried out not only serve as a
CSR yang dijalankan tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi              means of impact mitigation, but also as a vehicle for creating
dampak, tetapi juga sebagai sarana penciptaan nilai bersama             sustainable shared value for both the Company and the               179
yang berkelanjutan bagi perusahaan dan masyarakat.                      communities.
Page 180
                                                Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                             Sertifikasi Tukang | Worker Certification
                                             WEGE menyelenggarakan Program Sertifikasi Tukang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja proyek melalui
                                             pelatihan dan sertifikasi yang terstandarisasi. Program ini berfokus pada penguatan aspek Quality, Safety, Health & Environment
                                             (QSHE), sehingga pekerja memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan standar industri serta mampu menerapkan prinsip
                                             keselamatan dan keberlanjutan di lapangan.

                                             Melalui program ini, WEGE tidak hanya mendorong peningkatan profesionalisme tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi dalam
                                             menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan kompetitif. Tenaga kerja yang bersertifikasi menjadi salah satu faktor
                                             pendukung terjaganya mutu hasil konstruksi serta keberlanjutan industri konstruksi nasional.

                                             WEGE organizes a Worker Certification Program in order to improve the competence of project workers through standardized
                                             training and certification. This program focuses on strengthening the aspects of Quality, Safety, Health & Environment (QSHE),
                                             enabling workers to acquire technical skills that meet industry standards and apply safety and sustainability principles in the field.

                                             Through this program, WEGE not only encourages the improvement of workforce professionalism, but
                                             also contributes to creating a safer, more productive, and more competitive work environment. Certified
                                             workers are one of the factors that support the quality of construction results and the sustainability of the
                                             national construction industry.


                                             Pelatihan dan Sertifikasi Tukang dilaksanakan di:
                                             Training and Certification for Workers was held at:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




180
Page 181
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                       Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      Bimbingan Belajar Gratis bersama Rumah Yatim | Free Tutoring with Rumah Yatim
      Sebagai bagian dari komitmen di bidang pendidikan, WEGE berkolaborasi dengan Rumah Yatim dalam penyelenggaraan Program
      Bimbingan Belajar Gratis bagi anak-anak kurang beruntung. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan
      akademik, tetapi juga pengembangan soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah.

      Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Yatim binaan WEGE dengan tujuan memperluas akses pendidikan yang inklusif serta membantu
      anak-anak mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan metode pembelajaran
      yang interaktif, program ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan intelektual dan sosial peserta didik.

      As part of its commitment to education, WEGE collaborated with Rumah Yatim in organizing a Free Tutoring Program for
      underprivileged children. This program is not only oriented towards improving academic abilities, but also developing soft skills,
      such as communication, leadership, and problem-solving skills.

      This program was held at Rumah Yatim, which is supported by WEGE, with the aim of expanding access to inclusive education
      and helping children prepare for a better future. With the support of professional teachers and interactive
      learning methods, this program is expected to have a positive impact on the intellectual and social
      development of the students.



      Aktivitas:
      Activities:




                                                                                                                                           PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                       2025 Sustainability Report




                                                                                                                                           181
Page 182
                                                Sekilas WEGE                                Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                            Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia        Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman       Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management            Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment        Empowering the Surrounding Community




                                             CSR Modular | CSR Modular
                                             Program CSR Modular merupakan inisiatif pembangunan dan bantuan sosial yang memanfaatkan teknologi modular construction
                                             sebagai solusi yang cepat, efisien, dan berkelanjutan dalam penyediaan fasilitas umum bagi masyarakat. Teknologi ini memungkinkan
                                             proses pembangunan dengan waktu yang lebih singkat, kualitas terjaga, serta dampak lingkungan yang lebih rendah.

                                             Melalui CSR Modular, WEGE membangun berbagai fasilitas publik, seperti ruang kelas, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan
                                             sarana pendukung lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat sosial secara langsung,
                                             tetapi juga memperkenalkan penerapan teknologi konstruksi modern yang adaptif dan ramah lingkungan.

                                             The CSR Modular program is a development and social assistance initiative that utilizes modular construction technology as a quick,
                                             efficient, and sustainable solution in providing public facilities for the community. This technology enables a faster construction
                                             process, maintains quality, and reduces environmental impact.

                                             Through CSR Modular, WEGE builds various public facilities, such as classrooms, health facilities, places
                                             of worship, and other supporting facilities according to community needs. This program not only provides
                                             direct social benefits but also introduces the application of modern construction technology that is adaptive
                                             and environmentally friendly.

                                             Aktivitas:
                                             Activities:




                                                  PAUD Modular Jatinegara                                                       Klinik Darurat Modular Cianjur
                                                  Jatinegara Modular Early Childhood Education Center                           Cianjur Modular Emergency Clinic
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                  Modular Laboratorium Politeknik PU Semarang                                   Modular Kafetaria Universitas Parahyangan Bandung
                                                  Semarang PU Polytechnic Modular Laboratory                                    Parahyangan University Bandung Modular Cafeteria




182
Page 183
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                    Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities             Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      Kampung Mangga Kiojay | Kiojay Manggo Village
      Kampung Mangga Ki Ojay merupakan program CSR WEGE yang dikembangkan sejak 2019 di Desa Margakaya, Kabupaten Karawang,
      dengan fokus pada pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

      Kiojay Manggo Village is a CSR program developed by WEGE since 2019 in Margakaya Village, Karawang Regency, focusing on
      sustainable agriculture and community economic empowerment.


      Dampak Utama | Key Impacts:

      1. Mitigasi Perubahan Iklim: Pohon Mangga Ki Ojay yang telah ditanam berkontribusi pada penyerapan karbon sebesar ±46,5 ton
         CO2 per tahun, dengan potensi peningkatan seiring pertumbuhan pohon.
      2. Keberlanjutan Lingkungan: Penanaman mangga di pekarangan dan kebun masyarakat meningkatkan tutupan vegetasi,
         memperbaiki kualitas tanah, dan mendukung keseimbangan ekosistem lokal.
      3. Pemberdayaan Masyarakat: Sekitar 1.000 keluarga di Desa Margakaya telah memiliki pohon Mangga Ki Ojay sebagai aset
         produktif.
      4. Dampak Ekonomi Berkelanjutan: Program ini menjadi fondasi pembentukan komunitas bisnis berbasis budidaya mangga, yang
         diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
      1. Climate Change Mitigation: The Kiojay mango trees that have been planted contribute to carbon
         absorption of ±46.5 tons of CO2 per year, with the potential for increase as the trees grow.
      2. Environmental Sustainability: Planting mangoes in community yards and gardens increases vegetation
         cover, improves soil quality, and supports the balance of the local ecosystem.
      3. Community Empowerment: Around 1,000 families in Margakaya Village now have Kiojay mango trees as
         productive assets.
      4. Sustainable Economic Impact: This program has become the foundation for the formation of a mango
         cultivation-based business community, which is expected to drive independent and sustainable
         economic growth in the village.

      Aktivitas:
      Activities:




                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




                                                                                                                                    183
Page 184
                                                Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                             Pengelolaan Limbah Berbasis Sirkular | Circular Waste Management
                                             Sebagai bagian dari implementasi program CSR yang berfokus pada aspek lingkungan, Perseroan mengintegrasikan prinsip ekonomi
                                             sirkular dalam pengelolaan limbah operasional di lingkungan kantor. Limbah organik (B1), khususnya sisa makanan dari aktivitas harian
                                             karyawan, dikelola secara sistematis melalui pemanfaatan fasilitas LAHSAMOR (Alat Pengolah Sampah Organik). Limbah tersebut
                                             dikumpulkan secara rutin oleh petugas operasional dan diproses menjadi kompos yang selanjutnya dimanfaatkan kembali sebagai
                                             pupuk untuk mendukung penghijauan serta pemeliharaan area lanskap di lingkungan kantor. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi
                                             timbulan limbah, tetapi juga menciptakan siklus pemanfaatan kembali yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.

                                             Di sisi lain, limbah anorganik (B2) seperti kertas dan kardus dikelola melalui proses pemilahan yang disiplin dan penyaluran ke Bank
                                             Sampah Widuri RW 11 sebagai mitra pengelolaan eksternal. Limbah yang telah dipilah disetorkan secara berkala untuk didaur ulang,
                                             sehingga berkontribusi pada pengurangan limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung ekosistem
                                             ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Melalui inisiatif ini, Perseroan memperkuat komitmennya dalam membangun praktik
                                             operasional yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan secara
                                             terintegrasi.

                                             As part of the implementation of CSR programs focusing on environmental aspects, the Company integrates circular
                                             economy principles into the management of operational waste within the office environment. Organic waste (B1),
                                             particularly food waste generated from daily employee activities, is managed systematically through the utilization of
                                             LAHSAMOR (Organic Waste Processing Equipment). The waste is routinely collected by operational staff and processed
                                             into compost, which is subsequently reused as fertilizer to support greening initiatives and landscape maintenance within
                                             the office area. This approach not only reduces waste generation but also creates a sustainable value-added reuse cycle.

                                             Meanwhile, inorganic waste (B2), such as paper and cardboard, is managed through a disciplined segregation
                                             process and channeled to Bank Sampah Widuri RW 11 as an external waste management partner. The
                                             segregated waste is regularly submitted for recycling, contributing to the reduction of waste sent to
                                             landfills while supporting the circular economy ecosystem at the community level. Through this initiative,
                                             the Company reinforces its commitment to responsible operational practices, while promoting integrated
                                             and sustainable environmental and social impact.
                                             Aktivitas:
                                             Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




184
Page 185
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities               Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      Budidaya Melon Hidroponik | Hydroponic Melon Cultivation
      WEGE mengembangkan program budidaya melon hidroponik melalui pengelolaan green house binaan sebagai upaya mendukung
      ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas petani lokal. Penerapan teknologi hidroponik memungkinkan proses budidaya yang
      lebih efisien, ramah lingkungan, serta hemat penggunaan lahan dan air.

      Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam teknik pertanian modern, tetapi juga membuka akses pasar
      bagi hasil panen berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi lebih baik, sehingga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat
      sekitar.

      WEGE developed a hydroponic melon cultivation program through the management of fostered greenhouse as an effort to support
      food security and increase the capacity of local farmers. The application of hydroponic technology enables a more efficient and
      environmentally friendly cultivation process, as well as efficient use of land and water.

      This program not only improves the community’s skills in modern agricultural techniques, but also opens
      up market access for high-quality crops that have better economic value, thereby strengthening the
      economic independence of the surrounding community.


      Aktivitas:
      Activities:




                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




      Persebaran Keanggotaan Greenhouse Binaan WEGE
                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




      Distribution of WEGE Greenhouse Membership

      1. Greenhouse Depok         : 400 m²
      2. Greenhouse Cimahpar      : 24 m²
      3. Greenhouse Klender       : 132 m²
      4. Greenhouse Kedung Halang : 600 m²
      5. Greenhouse Rancamaya     : 500 m²


                                                                                                                                        185
Page 186
                                                Sekilas WEGE                                Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                            Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia        Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman          Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management            Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment           Empowering the Surrounding Community




                                             Jasmine Integrated Farming | Jasmine Integrated Farming
                                             Jasmine Integrated Farming merupakan inisiatif inovatif dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik untuk
                                             mendukung praktik urban farming di RW 19 Antapani Tengah, Kota Bandung. Program ini mengolah sampah organik menjadi
                                             pupuk dan media tanam berkualitas, sehingga berkontribusi dalam pengurangan volume sampah sekaligus mendorong penerapan
                                             ekonomi sirkular.

                                             Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga memberdayakan masyarakat lokal melalui kegiatan pertanian terpadu yang
                                             ramah lingkungan. Pendekatan berkelanjutan tersebut mendukung terciptanya ekosistem perkotaan yang lebih hijau dan sehat.

                                             Jasmine Integrated Farming is an innovative initiative in waste management and the utilization of organic waste to support urban
                                             farming practices in RW 19 Antapani Tengah, Bandung City. This program processes organic waste into high-quality fertilizer and
                                             planting media, thereby contributing to waste reduction while promoting the circular economy.

                                             In addition to strengthening food security, this program also empowers local communities through
                                             environmentally friendly integrated farming activities. This sustainable approach supports the creation of a
                                             greener and healthier urban ecosystem.


                                             Aktivitas:
                                             Activities:




                                                 Kunjungan The Bridge International South Korea                                 Kunjungan dari Kementrian Luar Negri
                                                 Visit by The Bridge International South Korea                                  Visit from the Ministry of Foreign Affairs
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                 Kunjungan Walikota Shah Alam & Waste                                                   Kunjungan Walikota Bandung & Artis Irfan Hakim
                                                 Visit by the Mayor of Shah Alam & Waste Delegation                                     Visit by the Mayor of Bandung and Actor Irfan Hakim

186
Page 187
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities                  Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu
      Sun Bear Environmental Education Tourism Area (KWPLH)

      WEGE berkontribusi dalam pelestarian keanekaragaman hayati melalui program revitalisasi taman bermain di Pusat Konservasi
      Beruang Madu yang berlokasi di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan, Kalimantan Timur. Kawasan
      ini berfungsi sebagai pusat konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis ekosistem.

      WEGE contributes to biodiversity conservation through a playground revitalization program at the Sun Bear Conservation Center
      located in the Environmental Education Tourism Area (KWPLH) in Balikpapan, East Kalimantan. This area serves as a conservation
      center, environmental education center, and ecosystem-based community empowerment center.

      Cakupan Area dan Satwa | Area Coverage and Animals:

      •    Luas kawasan konservasi: 1,3 hektar
      •    Satwa yang direhabilitasi: 7 individu Beruang Madu
      •    Proyeksi potensi penyerapan karbon: 2.341,88 ton CO2 per tahun
      •    Keanekaragaman fauna: monyet ekor panjang, trenggiling, berang-berang, musang, reptil, burung, serta berbagai jenis
           serangga
      •    Keanekaragaman flora: meranti, pulai, mahoni, jati, beringin, angsana, serta berbagai tanaman buah lokal
      •    Spesies kunci yang ditanam: Lahung, Karangtungan, Anggrek Hitam
      •    Tingkat keanekaragaman hayati: Shannon Diversity Index 2,53–2,78 (kategori sedang)
      •    Conservation area: 1.3 hectares
      •    Rehabilitated animals: 7 Sun Bears
      •    Projected carbon absorption potential: 2,341.88 tons of CO2 per year
      •    Fauna diversity: long-tailed macaques, pangolins, otters, civets, reptiles, birds, and various types of
           insects
      •    Flora diversity: meranti, pulai, mahogany, teak, banyan, angsana, and various local fruit plants
      •    Key species planted: Lahung, Karangtungan, Black Orchid
      •    Level of biodiversity: Shannon Diversity Index 2.53–2.78 (moderate category)

      Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat | Community Involvement and Empowerment:

      •    Jumlah warga lokal yang terlibat langsung: 24 orang
      •    Peran utama:
           1. Hospitality kawasan
           2. Pendamping satwa endemik (local animal enclosure)
           3. Pemandu edukasi lingkungan (educatour)
      •    Number of local residents directly involved: 24 people
      •    Main roles:
           1. Hospitality in the area
           2. Local animal enclosure
           3. Environmental education guides (educatour)

                                                                                                   Melalui pendekatan kolaboratif antara
                                                                                                   perusahaan, masyarakat, dan pemangku
                                                                                                   kepentingan, KWPLH Beruang Madu
                                                                                                   terus berkembang sebagai kawasan
                                                                                                   konservasi terpadu yang mendukung
                                                                                                   pendidikan lingkungan, perlindungan
                                                                                                                                              PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                   keanekaragaman hayati, serta mitigasi
                                                                                                   perubahan iklim secara berkelanjutan.
                                                                                                                                                          2025 Sustainability Report




                                                                                                   Through a collaborative approach
                                                                                                   between     companies,     communities,
                                                                                                   and stakeholders, the Sun Bear
                                                                                                   Conservation Area continues to develop
                                                                                                   as an integrated conservation area that
                                                                                                   supports     environmental    education,
                                                                                                   biodiversity protection, and sustainable
                                                                                                   climate change mitigation.

                                                                                                                                              187
Page 188
                                                Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                             Pemberdayaan Disabilitas
                                             Disability Empowerment

                                             Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif, WEGE menjalankan program pemberdayaan
                                             penyandang disabilitas melalui kolaborasi dengan komunitas lokal “Daoer Zenee & Rapoo Indonesia” yang berlokasi di sekitar area
                                             kantor. Program ini mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dengan memanfaatkan limbah non-organik, seperti kertas dan
                                             seragam bekas WEGE, untuk diolah menjadi produk turunan bernilai guna. Melalui pendekatan ini, Perseroan tidak hanya mendorong
                                             pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok disabilitas melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan.

                                             Produk hasil olahan tersebut dimanfaatkan sebagai suvenir dalam berbagai kegiatan internal Perseroan, termasuk program
                                             donor darah. Dalam pelaksanaan donor darah yang diikuti oleh sekitar 100 peserta, WEGE menggunakan produk dari Daur Seni
                                             berupa kotak tisu dan sarung tangan oven sebagai suvenir. Selain itu, komunitas ini juga menghasilkan
                                             berbagai produk lain seperti taplak meja dan goodie bag yang mendukung kebutuhan operasional sekaligus
                                             memperkuat identitas keberlanjutan Perseroan. Inisiatif ini mencerminkan sinergi antara pengelolaan
                                             limbah, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai sosial yang berkelanjutan.

                                             As part of the Company’s commitment to creating inclusive social impact, WEGE implements
                                             a disability empowerment program through collaboration with a local community, “Daoer
                                             Zenee & Rapoo Indonesia,” located around the office area. This program integrates social
                                             and environmental aspects by utilizing non-organic waste, such as paper and used WEGE uniforms, which are
                                             processed into value-added products. Through this approach, the Company not only promotes waste reduction
                                             but also creates sustainable economic opportunities for persons with disabilities through productive activities.

                                             The resulting products are utilized as souvenirs in various internal Company activities, including blood donation programs. In a
                                             blood donation event attended by approximately 100 participants, WEGE used products from Daoer Zenee in the form of tissue
                                             boxes and oven mitts as souvenirs. In addition, the community also produces other items such as tablecloths and goodie bags,
                                             supporting operational needs while reinforcing the Company’s sustainability identity. This initiative reflects a synergy between
                                             waste management, community empowerment, and the creation of sustainable social value.

                                             Through CSR Modular, WEGE builds various public facilities, such as classrooms, health facilities, places of worship, and other
                                             supporting facilities according to community needs. This program not only provides direct social benefits but also introduces the
                                             application of modern construction technology that is adaptive and environmentally friendly.

                                             Aktivitas:
                                             Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




188
Page 189
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                  Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                           Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      WEGELAPAK | WEGELAPAK
      WEGE berkomitmen mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan komunitas usaha,
      baik di lingkungan internal karyawan maupun masyarakat umum. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM agar mampu
      menjangkau pasar lokal, nasional, hingga internasional.

      Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kehadiran WEGELAPAK, sebuah platform pemasaran produk UMKM yang
      awalnya dikembangkan melalui media sosial Instagram. Seiring meningkatnya antusiasme dan kebutuhan pasar, WEGELAPAK kini
      telah berkembang dengan memiliki toko fisik (offline store) yang berlokasi di Warung Pendi, Cawang, Jakarta Timur.

      WEGE is committed to supporting the empowerment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the development
      of business communities, both within the internal employee and the general public. This initiative aims
      to increase the competitiveness of MSMEs so that they are able to reach local, national, and international
      markets.

      A tangible manifestation of this commitment is WEGELAPAK, a marketing platform for MSME products, which
      was initially developed through Instagram. With growing enthusiasm and market demand, WEGELAPAK has
      now expanded into a physical store (offline store) located at Warung Pendi, Cawang, East Jakarta.
      Capaian | Achievements:




              20+               Job Event                       5.575                Followers                 www.wegelapak.com
                yang telah dilaksanakan                                pengikut di Instagram                                         Website
                          held                                               followers




      Aktivitas:
      Activities:

                                                                                                                 Jumlah Tenan WEGELAPAK:
                                                                                                                 Total of Tenants WEGELAPAK:
                                                                                                                  32 tenant




                                                                                                                                          32 tenant
                                                                                                                              28 tenant




                                                                                                                                                      28 tenant




                                                                                                                                                                              20 tenant
                                                                                                                                                                  26 tenant




                                                                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                                        2025                    2024                    2023
                                                                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




                                                                                                                          UMKM Internal | Internal MSME’s
                                                                                                                          UMKM Eksternal | External MSME’s




                                                                                                                                                                                          189
Page 190
                                                Sekilas WEGE                           Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                       Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia   Respectful Workplace Policy (RWP)   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management       Respectful Workplace Policy (RWP)   Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                             Teras Braga & Co-Working Space | Braga Terrace & Co-Working Space
                                             Program Teras Braga merupakan program CSR yang berfokus pada aspek pembangunan infrastruktur sehingga dapat berdampak
                                             pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi masyarakat. Program ini yaitu merevitalisasi Gang Cikapundung menjadii
                                             etalase produk masyarakat setempat (UMKM) di Lantai 2, penyediaan fasilitas toilet umum dan etalase produk seni di Lantai Dasar
                                             serta penyediaan mesin Konveksi untuk mendukung terwujudnya Co-Working Space pertama di Kota Bandung.

                                             Braga Terrace program is a CSR program that focuses on infrastructure development to improve
                                             environmental quality and community economy. This program revitalizes Gang Cikapundung into a
                                             showcase for local community products (MSMEs) on the 2nd floor, with public toilet facilities and an art
                                             product showcase on the ground floor, as well as providing convection machines to support the first Co-
                                             Working Space in Bandung.

                                             Capaian | Achievements:


                                                   Sampai dengan tahun 2025 Teras Braga sudah bisa berjalan secara mandiri dan dapat memberikan nilai tambah
                                                   bagi masyarakat RW 08.

                                                   In 2025, Braga Terrace has been able to run independently and provide added value to the community of RW 08.




                                             Aktivitas:
                                             Activities:
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




190
Page 191
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                           Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                    Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




      Donor Darah WEGE
      WEGE Blood Donation

      Kegiatan donor darah dilaksanakan dua kali, salah satunya dalam rangka HUT ke-17 WEGE sebagai bentuk
      kepedulian sosial perusahaan dan kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan serta penyelamatan nyawa.

      The blood donation program was held twice, once in celebration of the 17th anniversary of WEGE as a form of
      corporate social responsibility and a tangible contribution to supporting health and saving lives.


      Capaian | Achievements:



           Total


            210
                                                                       Tersalurnya 20 kantong darah untuk kebutuhan medis
                                                                       serta meningkatnya kepedulian sosial karyawan.
                                   Kantong darah                       Distribution of 20 blood packs for medical needs and
                                   Blood bags                          increased social awareness among employees.




      Aktivitas:
      Activities:




                                                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                              2025 Sustainability Report




                                                                                                                                   191
Page 192
                                                 Sekilas WEGE                                 Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                 WEGE at a Glance                             Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)    Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman    Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)    Decent and Safe Working Environment     Empowering the Surrounding Community



                                       Dukungan Program CSR terhadap Tujuan Pembangunan                                       CSR Program Support for Sustainable Development Goals
                                       Berkelanjutan (TPB)

                                       WEGE menyadari bahwa keberlanjutan perusahaan tidak                                    WEGE is aware that corporate sustainability cannot be
                                       dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial dan kepedulian                             separated from social responsibility and environmental
                                       terhadap lingkungan. Melalui berbagai program CSR,                                     concerns. Through various CSR programs, the Company
                                       perusahaan secara aktif berkontribusi terhadap pencapaian                              actively contributes to the achievement of Sustainable
                                       Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan                                          Development Goals (SDGs) by integrating social, economic,
                                       mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan                                 and environmental aspects into its operational activities.
                                       ke dalam kegiatan operasional. Inisiatif yang dijalankan                               These initiatives include environmental management,
                                       mencakup pengelolaan lingkungan, penerapan praktik                                     implementation of more environmentally friendly
                                       konstruksi yang lebih ramah lingkungan, serta pemberdayaan                             construction practices, and empowerment of communities
                                       masyarakat di sekitar wilayah operasi. Melalui pendekatan                              around the Company’s operational areas. Through this
                                       tersebut, WEGE berupaya menghadirkan manfaat jangka                                    approach, WEGE strives to deliver long-term benefits that
                                       panjang yang seimbang bagi perusahaan, lingkungan, dan                                 are balanced for the Company, the environment, and the
                                       masyarakat.                                                                            community.



                                                           Building                                                                              Building Future Total       Rp208.397.120
                                                           Future

                                             Beasiswa Pendidikan WEGE (74 Anak)
                                             WEGE Scholarship (74 children)


                                                           ISO      Praktik Ketenagakerjaan
                                                           26000    Employment Practices




                                             Kolaborasi Mengajar (WG-WSP) di Rumah Yatim Pekayon
                                             Teaching Collaboration (WG-WSP) at the Pekayon Orphanage


                                                           ISO      Praktik Ketenagakerjaan
                                                           26000    Employment Practices



                                             Pelatihan Daur Ulang & Promosi Media (Disabilitas)
                                             Recycling Training & Media Promotion (Disabilities)


                                                                    ISO       Hak Asasi Manusia & Pengembangan Masyarakat
                                                                    26000     Human Rights & Community Development




                                             Sertifikasi Tukang di Proyek Pusat Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten:
                                             Materi K3 Listrik dan Hands Tools (HUT 17 WG)
                                             Workers Certification at the Oncology Center Project of Dr. Soeradji Tirtonegoro General
                                             Hospital Klaten: Electrical Safety and Hand Tools (17th Anniversary of WG)

                                                           ISO      Praktik Ketenagakerjaan
                                                           26000    Employment Practices




                                             Sosialisasi Fit to Work Bulan K3 Nasional
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                             Fit to Work Socialization for National OHS Month
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                    ISO       Praktik Ketenagakerjaan
                                                                    26000     Employment Practices




                                              WEGE Mengajar di Rumah Yatim Pondok Kelapa
                                              WEGE Mengajar at the Pondok Kelapa Orphanage


                                                            ISO     Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                                                            26000   Community Engagement & Development

192
Page 193
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities               Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




                   Building                                                             Building Hope Total    Rp564.827.280
                   Hope


     Bantuan Bencana Alam (Banjir) Jabodetabek
     Natural Disaster Relief (Flooding), Jabodetabek


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




     Bantuan Bencana Kebakaran (Cilincing)
     Fire Relief (Cilincing)


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




     Bantuan Disabilitas: Kaki Palsu
     Disability Assistance: Prosthetic Legs


                    ISO      Hak Asasi Manusia & Isu Konsumen
                    26000    Human Rights & Consumer Issues




     Bantuan Renovasi Rumah Ibadah: Yayasan Babussalam
     Assistance for the Renovation of Religious Buildings: Babussalam Foundation


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




     Distribusi Sembako Internal
     Internal Distribution of Basic Food Supplies


                             ISO      Praktik Ketenagakerjaan
                             26000    Employment Practices




     Pengadaan Hewan Qurban
     Provision of Sacrificial Animals


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




     Penyaluran Takjil Gratis Eksternal
     External Distribution of Free Takjil


                             ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                             26000    Community Engagement & Development
                                                                                                                               PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




     Santunan Anak Yatim & Buka Puasa Bersama
                                                                                                                                           2025 Sustainability Report




     Charity for Orphans & Joint Iftar


                             ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                             26000    Community Engagement & Development




                                                                                                                               193
Page 194
                                                Sekilas WEGE                               Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                           Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)      Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman    Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)      Decent and Safe Working Environment     Empowering the Surrounding Community




                                                          Building                                                                                Building Nature Total        Rp96.557.394
                                                          Nature


                                            Distribusi 410 Bibit Pohon Mangga Ki Ojay ke Masyarakat Desa Margakaya (HUT 17 WG)
                                            Distribution of 410 Kiojay Mango Tree Seedlings to the Margakaya Village Community
                                            (17th Anniversary of WG)


                                                                   ISO       Lingkungan & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
                                                                   26000     Environment & Community Economic Empowerment




                                            Kolaborasi WIKA Group - Tanam 1.000 Mangrove di Ketapang Urban Aquaculture
                                            Banten dan Tanam 2.500 Mangrove di Pantai Mangunharjo Semarang
                                            WIKA Group Collaboration - Planting 1,000 Mangroves in Ketapang Urban Aquaculture Banten
                                            and Planting 2,500 Mangroves on Mangunharjo Beach Semarang

                                                                   ISO       Lingkungan (Mitigasi Perubahan Iklim)
                                                                   26000     Environment (Climate Change Mitigation)




                                            Kunjungan Benchmark (Jasmine Integrated Farming)
                                            Benchmark Visit (Jasmine Integrated Farming)


                                                          ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                                                          26000    Community Engagement & Development




                                            Penanaman Pohon
                                            Tree Planting


                                                                   ISO       Lingkungan (Mitigasi Perubahan Iklim)
                                                                   26000     Environment (Climate Change Mitigation)




                                            Perbaikan GH Melon Klenderl
                                            Reparation of GH Melon Klender


                                                          ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                                                          26000    Community Engagement & Development



                                            Sayembara Mangga Ki Ojay (HUT 17 WG)
                                            Kiojay Manggo Competition (17th Aniversry of WG)


                                                                   ISO       Lingkungan & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
                                                                   26000     Environment & Community Economic Empowerment




                                            Waste Management = Beach Clean Up - Kolaborasi WIKA Group
                                            Waste Management = Beach Clean Up - WIKA Group Collaboration
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                   ISO       Lingkungan
                                                                   26000     Environment
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                            Workshop Green Farming: Kreasi Pupuk Alami untuk Meningkatkan Kualitas
                                            Pohon Mangga (HUT 17 WG)
                                            Green Farming Workshop: Creating Natural Fertilizer to Improve the Quality of Mango
                                            Trees (17th Aniversary of WG)

                                                                   ISO       Lingkungan & Pengembangan Masyarakat
                                                                   26000     Environment & Community Development


194
Page 195
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                              Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                       Strengthening Sustainability Governance
Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




                   Building                                                                Building Prosperity Total     Rp53.439.333
                   Prosperity


     Bazar Kemilau Ramadan WIKA Grup
     WIKA Group Kemilau Ramadan Bazaar


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




     Festival UMKM Merdeka (Bazar & Pelatihan UMKM) - Kolaborasi dengan WIKA Beton
     Merdeka MSME Festival (MSME Bazaar & Training) - In collaboration with WIKA Beton


                             ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                             26000    Community Engagement & Development




     Mudik Bersama BUMN 2025
     Homecoming with SOEs 2025


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




     Pelatihan UMKM (Recycle Produk UMKM bersama Rappo Indonesia)
     MSME Training (MSME Product Recycle with Rappo Indonesia)


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development



     Pojok UMK Wegelapak (Bazar)
     Wegelapak MSE Corner (Bazaar)


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development




                                                  Tersalurnya kantong darah untuk kebutuhan medis serta
                   Building                       meningkatnya kepedulian sosial   karyawan.
                                                                              Building Wellness Total Rp29.012.715
                   Wellness                       Distribution of blood packs for medical needs and increased social awareness among employees.


     Donor Darah AP WIKA
     AP WIKA Blood Donor


                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development
                                                                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




     Donor Darah WEGE (HUT 17 WG)
     WEGE Blood Donor (17th Aniversary of WG
                                                                                                                                                              2025 Sustainability Report




                    ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                    26000    Community Engagement & Development



     Proyek Bank Mandiri Gresik
     Bank Mandiri Gresik Project


                    ISO
                    26000
                             Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
                             ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues                                                                195
Page 196
                                                Sekilas WEGE                               Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                           Implementing Environmentally Friendly Operations
                                       Manajemen Sumber Daya Manusia      Respectful Workplace Policy (RWP)       Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman   Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                       Human Resource Management          Respectful Workplace Policy (RWP)       Decent and Safe Working Environment    Empowering the Surrounding Community




                                            Proyek Hotel Ombilin Sawahlunto
                                            Ombilin Sawahlunto Hotel Project


                                                          ISO      Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
                                                          26000    ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues




                                            Proyek POLMAN Majalengka
                                            POLMAN Majalengka Project


                                                          ISO      Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
                                                          26000    ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues




                                            Proyek RS Klaten
                                            Klaten Hospital Project


                                                          ISO      Praktik Operasi yang Adil / Isu Konsumen
                                                          26000    ISO 26000: Fair Operating Practices / Consumer Issues




                                            Sinergi WIKA Group dalam Rangka HUT WIKA ke-65 (Bantuan Alat Kesehatan)
                                            WIKA Group’s synergy in celeration of WIKA’s 65th Aniversary (Medical Equipment Support)


                                                          ISO      Pelibatan & Pengembangan Masyarakat
                                                          26000    Community Engagement & Development




                                            Report                                                                                                       Report Total       Rp283.500.000



                                            Monitoring & Evaluasi Report Program CSR
                                            Monitoring & Evaluation of CSR Program Report


                                                          ISO      Tata Kelola Organisasi (Akuntabilitas)
                                                          26000    Organizational Governance (Accountability)




                                            SROI & IKM Report CSR Kebun Jasmine
                                            SROI & PSI Report of Kebun Jasmine CSR


                                                          ISO      Monitoring, Evaluasi & Pelaporan
                                                          26000    Monitoring, Evaluation & Reporting




                                            Sustainability Report (SR) 2024 & Assurance
                                            Sustainability Report (SR) 2024 & Assurance
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                          ISO      Tata Kelola Organisasi (Transparansi & Akuntabilitas)
                                                          26000    Organizational Governance (Transparency & Accountability)
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                            Total Keseluruhan
                                            Total
                                                                                                                                                                      Rp1.218.133.842


196
Page 197
        Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                     Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
        Supporting the Development of Employees and Local Communities              Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




Aksi Tanggap Darurat, Peduli Bencana Banjir                             Emergency Response Action, Caring for Flood
Sumatera                                                                Victims in Sumatra

Melalui pilar Building Hope, WEGE berkomitmen hadir dalam               Through the Building Hope pillar, WEGE is committed to
penanggulangan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar                    providing disaster relief and fulfilling the basic needs of the
masyarakat. Pada Desember 2025, WEGE menyalurkan total                  community. In December 2025, WEGE distributed a total
bantuan sebesar Rp200.000.000 bagi korban banjir di Aceh                of Rp200,000,000 in aid to flood victims in Aceh and West
dan Sumatera Barat.                                                     Sumatra.

Aksi ini mencakup dua fokus utama:                                      This action covers two main focuses:
1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Building Hope):                           1. Fulfilment of Basic Needs (Building Hope): Distribution
   Pendistribusian logistik pokok di Tamiang, Lhokseumawe,                 of essential logistics in Tamiang, Lhokseumawe, Langsa,
   Langsa, dan Lubuk Alung melalui sinergi dengan TNI AL                   and Lubuk Alung through synergy with the Indonesian
   (KRI Surabaya), BNPB, dan GoSustain. Hal ini sejalan                    Navy (KRI Surabaya), BNPB, and GoSustain. This is in line
   dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).                        with SDG 17 (Partnerships for the Goals).
2. Kesehatan & Sanitasi (Building Wellness): Pembangunan                2. Health & Sanitation (Building Wellness): Construction of
   sumur bor air bersih di Desa Kebun Rantau bekerja sama                  clean water wells in Kebun Rantau Village in collaboration
   dengan CT ARSA Foundation. Inisiatif ini merupakan upaya                with the CT ARSA Foundation. This initiative is an effort
   meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat                    to improve the quality of life and health of the community
   pasca bencana, yang mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat                    after the disaster, which supports SDG 3 (Good Health and
   dan Sejahtera) serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak).             Well-being) and SDG 6 (Clean Water and Sanitation).

Melalui integrasi pilar-pilar ini, WEGE memastikan bahwa                Through the integration of these pillars, WEGE ensures
setiap bantuan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga                that each assistance is not only emergency-based, but also
memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan jiwa                 provides a sustainable impact on the mental and physical
dan raga masyarakat terdampak.                                          well-being of the affected communities.

Pemantauan dan Evaluasi Program CSR                                     CSR Program Monitoring and Evaluation

Sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas dan                      As a form of commitment to accountability and continuous
peningkatan berkelanjutan, WEGE secara konsisten                        improvement, WEGE consistently monitors and evaluates
melakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan                      the implementation of all CSR programs. These efforts are
seluruh program CSR. Kegiatan ini dilaksanakan secara                   carried out periodically to ensure the effectiveness of the
berkala untuk memastikan efektivitas program sekaligus                  programs and to serve as a basis for future improvements.
menjadi dasar perbaikan di masa mendatang. Dalam                        In the evaluation process, the company measures the Public
proses evaluasi, perusahaan melakukan pengukuran Indeks                 Satisfaction Index (PSI) to assess the suitability of the
Kepuasan Masyarakat (IKM) guna menilai kesesuaian program               programs to the needs of the community, and calculates the
dengan kebutuhan masyarakat, serta menghitung Social                    Social Return on Investment (SROI) to measure the social
Return on Investment (SROI) untuk mengukur dampak sosial                impact of each initiative.
yang dihasilkan dari setiap inisiatif.

Transformasi Investasi Sosial menjadi Nilai ESG                         Transforming Social Investment into ESG Value
melalui Pengukuran Dampak yang Terintegrasi dan                         through Integrated and Credible Impact Measurement
Kredibel [GRI 413-2]

Sebagai bagian dari penguatan kualitas implementasi TJSL berbasis       As part of strengthening the quality of impact-driven CSR
dampak, WEGE mengembangkan kerangka integrated impact                   implementation, WEGE has developed an integrated impact
measurement yang mengombinasikan Social Return on Investment            measurement framework that combines Social Return on Investment
                                                                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




(SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pendekatan ini tidak       (SROI) and the Community Satisfaction Index (IKM). This approach not
hanya mengukur nilai ekonomi dari investasi sosial, tetapi juga         only quantifies the economic value generated from social investments,
memvalidasi kualitas implementasi program melalui perspektif            but also validates the effectiveness of program implementation
                                                                                                                                                              2025 Sustainability Report




penerima manfaat. Penggunaan SROI berbasis standar global               from the beneficiaries’ perspective. The application of SROI based
(Social Value International) serta pelibatan pihak independen dalam     on globally recognized standards (Social Value International), along
beberapa program menjadi landasan kredibilitas pengukuran dampak        with the involvement of independent parties in selected programs,
Perseroan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas          serves as a foundation for enhancing the credibility, transparency, and
dalam praktik ESG.                                                      accountability of the Company’s ESG practices.



                                                                                                                                                  197
Page 198
                                                  Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                  WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations
                                        Manajemen Sumber Daya Manusia       Respectful Workplace Policy (RWP)    Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman     Memberdayakan Masyarakat Sekitar
                                        Human Resource Management           Respectful Workplace Policy (RWP)    Decent and Safe Working Environment      Empowering the Surrounding Community




                                       Secara keseluruhan, seluruh program menunjukkan rasio SROI di atas                     Overall, all programs demonstrate SROI ratios above the break-
                                       titik impas, yang menegaskan bahwa investasi sosial Perseroan telah                    even point, indicating that the Company’s social investments have
                                       menghasilkan nilai manfaat yang melampaui biaya yang dikeluarkan.                      generated value that exceeds the resources deployed. At the same
                                       Pada saat yang sama, hasil IKM menunjukkan tingkat penerimaan dan                      time, IKM results reflect a positive level of community acceptance
                                       kepuasan masyarakat yang positif, khususnya pada aspek relevansi                       and satisfaction, particularly in terms of program relevance, quality
                                       program, kualitas pendampingan, serta manfaat ekonomi dan sosial                       of facilitation, and perceived economic and social benefits. The
                                       yang dirasakan. Kombinasi kedua pendekatan ini memperkuat posisi                       integration of these two approaches strengthens the Company’s
                                       Perseroan dalam mengelola program CSR secara berbasis dampak                           position in managing CSR initiatives in an impact-driven manner,
                                       (impact-driven) dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan                          while also supporting strategic decision-making, continuous program
                                       strategis, peningkatan kualitas program, serta pengembangan model                      improvement, and the development of scalable and replicable social
                                       replikasi yang berkelanjutan.                                                          intervention models.



                                                                 Jasmine Integrated
                                                                                                         Nilai SROI | SROI Value:              Nilai IKM | IKM Value:
                                                                 Farming

                                                                                                                6,62                           89,64
                                                                                                                                                                        %
                                                                 Kategori | Category:
                                                                 Sangat Baik
                                                                 Very Satisfied


                                       Program ini merupakan flagship impact model Perseroan dengan rasio SROI                This program represents the Company’s flagship impact model, delivering
                                       tertinggi sebesar 1:6,62, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi                  the highest SROI ratio of 1:6.62, indicating that every Rp1 invested generates
                                       menghasilkan nilai sosial sebesar Rp6,62. Dampak yang dihasilkan tidak hanya           Rp6.62 in social value. The impact extends beyond income generation and
                                       terbatas pada peningkatan pendapatan dan kapasitas usaha, tetapi juga                  capacity building, encompassing behavioral transformation in environmental
                                       mencakup transformasi perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan                 management and strengthening community-based food resilience. From the
                                       dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Dari perspektif                     beneficiaries’ perspective, IKM results indicate a high level of satisfaction,
                                       penerima manfaat, hasil IKM menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi pada              particularly in terms of program relevance, quality of facilitation, and
                                       dimensi kesesuaian program, kualitas pendampingan, serta manfaat ekonomi               sustainability of benefits. This demonstrates that the program not only
                                       dan keberlanjutan program. Hal ini menegaskan bahwa program tidak hanya                generates measurable value but also holds strong social legitimacy, positioning
                                       menghasilkan nilai yang terukur, tetapi juga memiliki legitimasi sosial yang           it as a replicable model for community-based sustainable development.
                                       kuat, sehingga berpotensi menjadi model community-based sustainable
                                       development yang replikatif di wilayah lain.




                                                                                                         Nilai SROI | SROI Value:


                                                                                                                4,56
                                                                 Teras Braga
                                                                 & Co-Working
                                                                 Space



                                       Program Teras Braga mencerminkan pendekatan area-based social                          The Teras Braga Program reflects an area-based social investment approach,
                                       investment dengan rasio SROI sebesar 4,56, yang menunjukkan efektivitas                with an SROI ratio of 4.56, demonstrating its effectiveness in generating
                                       program dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial berbasis revitalisasi               economic and social value through urban revitalization. The program
                                       kawasan. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM,                  contributes to increased income for MSMEs, strengthens the creative
                                       tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta meningkatkan daya               economy ecosystem, and enhances the attractiveness of the heritage area
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       tarik kawasan heritage secara berkelanjutan. Secara strategis, nilai tambah            in a sustainable manner. Strategically, the program’s value lies in its ability to
                                       program terletak pada kemampuannya mengintegrasikan aspek ekonomi,                     integrate economic, social, and spatial dimensions within a single intervention,
                                       sosial, dan tata ruang dalam satu intervensi, sehingga menghasilkan dampak             creating multiplier effects such as increased economic activity, improved
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       multiplikatif berupa peningkatan aktivitas ekonomi, kualitas ruang publik,             public space quality, and strengthened local identity. This highlights the
                                       serta penguatan identitas kawasan. Hal ini memperlihatkan kontribusi program           program’s contribution to sustainable urban development.
                                       dalam mendukung pembangunan kota berkelanjutan (sustainable urban
                                       development).




198
Page 199
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                              Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                       Strengthening Sustainability Governance
 Dukungan Program CSR Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
 CSR Program Support for Sustainable Development Goals (SDGs)




                                                                                        Nilai SROI | SROI Value:


                                                                                             3,42
                          WEGE
                          Lapak




Program WEGE Lapak menunjukkan kinerja dampak yang solid dalam                  The WEGE Lapak Program demonstrates solid impact performance in
mendorong inklusi ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro,              promoting economic inclusion through the empowerment of micro-
dengan rasio SROI sebesar 3,42. Program ini secara konsisten menghasilkan       entrepreneurs, with an SROI ratio of 3.42. The program consistently contributes
peningkatan pendapatan, penguatan keterampilan kewirausahaan, serta             to increased income, enhanced entrepreneurial skills, and expanded market
perluasan akses pasar bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasional. Lebih   access for small businesses in the Company’s operational areas. Furthermore,
lanjut, pendekatan program yang berbasis pendampingan dan penguatan             its capacity-building and mentoring-based approach fosters medium-
kapasitas menciptakan dampak jangka menengah berupa peningkatan                 term impacts, including improved business independence and community
kemandirian usaha dan resiliensi ekonomi komunitas. Secara ESG, program         economic resilience. From an ESG perspective, the program supports stronger
ini berkontribusi pada penguatan hubungan sosial serta mendukung                community engagement while contributing to inclusive and sustainable local
pengembangan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.                     economic development.




                         Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Modular
                         Modular Early Childhood Education                              Nilai SROI | SROI Value:               Nilai IKM | IKM Value:


                                                                                             3,42                              83,03
                         Kategori | Category:
                                                                                                                                                        %
                         Sangat Baik
                         Very Satisfied


Program PAUD Modular merepresentasikan investasi sosial jangka panjang          The PAUD Modular Program represents the Company’s long-term social
Perseroan di sektor pendidikan, dengan rasio SROI sebesar 3,42 yang telah       investment in the education sector, with an SROI ratio of 3.42, supported
diverifikasi melalui kajian independen. Program ini tidak hanya meningkatkan    by independent assessment. The program enhances access to proper early
akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga menghasilkan        childhood education facilities while generating sustainable impacts on child
dampak berkelanjutan terhadap perkembangan anak, kualitas pembelajaran,         development, learning quality, and public trust in education services. Beyond
serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan. Selain manfaat        monetizable outcomes, the program holds strategic value in strengthening the
yang dapat dimonetisasi, program ini memiliki nilai strategis dalam membangun   foundation of human capital development from an early age, which is critical
fondasi kualitas sumber daya manusia sejak dini, yang menjadi faktor kunci      for long-term social progress. IKM results further indicate that infrastructure
dalam pembangunan sosial jangka panjang. Hasil IKM juga menunjukkan             quality, facilitator competence, and program benefits are among the most
bahwa aspek kualitas sarana, kompetensi pendamping, serta manfaat               appreciated aspects by beneficiaries. This confirms that the program is
program menjadi faktor utama yang diapresiasi oleh penerima manfaat. Hal ini    not only economically effective but also highly relevant and valued by the
menegaskan bahwa program tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga        community.
relevan dan bernilai tinggi bagi masyarakat.




Pengaduan Masyarakat                                                            Public Complaints

Selama tahun 2025, WEGE tidak mendapatkan pengaduan                             In 2025, WEGE has not received complaint related to the
yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan, dan                     Company’s operational activities, and all of these complaints
seluruh pengaduan tersebut telah ditangani hingga tuntas.                       have been fully addressed. Each incoming report is managed
                                                                                                                                                                  PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Setiap laporan yang diterima dikelola melalui mekanisme                         through the applicable complaint mechanism, prioritizing
pengaduan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip                             the principles of transparency, accountability, and
transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.                               professionalism.
                                                                                                                                                                              2025 Sustainability Report




Perusahaan berkomitmen untuk merespons setiap keluhan                           The Company is committed to responding to every
secara tepat sasaran serta menjaga komunikasi yang                              complaint accurately and maintaining open and constructive
terbuka dan konstruktif dengan masyarakat. Pendekatan                           communication with the community. This approach is part
ini merupakan bagian dari upaya WEGE dalam memelihara                           of WEGE’s efforts to maintain harmonious relations with
hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar                                the surrounding environment while encouraging continuous
sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan atas kualitas                       improvement in the quality of the Company’s operations.
operasional perusahaan.                                                                                                                                           199
Page 200

          
Page 201
Tata Kelola Perusahaan
dan Manajemen Risiko
   Corporate Governance and Risk Management
Page 202
                                               Sekilas WEGE                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance              Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Tata Kelola Perusahaan
                                       Corporate Governance




                                       Bagi WEGE, penerapan Good Corporate Governance (GCG)              WEGE considers the implementation of Good Corporate
                                       merupakan fondasi utama dalam menjalankan seluruh                 Governance (GCG) to be the main foundation in carrying out
                                       aktivitas usaha. Praktik GCG dipandang memiliki tingkat           all business activities. GCG practices are considered to be of
                                       kepentingan yang sejajar dengan pencapaian kinerja                equal importance to the achievement of financial performance
                                       keuangan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi           and sustainable business growth for shareholders. Therefore,
                                       para pemegang saham. Oleh karena itu, implementasi GCG            the implementation of GCG is not solely aimed at complying
                                       tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi ketentuan              with national regulations, but is also a strategic necessity to
                                       regulasi nasional, tetapi menjadi kebutuhan strategis guna        ensure the Company’s long-term sustainability.
                                       memastikan keberlangsungan Perusahaan dalam jangka
                                       panjang.

                                       Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjamin                  The Company emphasizes its commitment to ensuring equal
                                       perlakuan yang setara bagi seluruh pemegang saham                 treatment for all shareholders through the implementation
                                       melalui penerapan prinsip tata kelola yang mengedepankan          of governance principles that prioritize transparency,
                                       transparansi, akuntabilitas, serta keadilan. Komitmen ini         accountability, and fairness. This commitment is outlined in
                                       dituangkan dalam berbagai kebijakan internal, antara lain         various internal policies, including the Corporate Governance
                                       Pedoman Tata Kelola Perusahaan, Kode Etik Perusahaan,             Guidelines, Company Code of Ethics, Anti-Bribery
                                       Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, serta                  Management System Policy, and Risk Management Policy.
                                       Kebijakan Manajemen Risiko. Setiap pemegang saham, baik           All shareholders, both majority and minority, have equal
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       mayoritas maupun minoritas, diberikan hak yang sama dalam         rights to obtain relevant information and the opportunity
                                       memperoleh informasi yang relevan serta kesempatan untuk          to participate in the decision-making process, particularly
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       terlibat dalam proses pengambilan keputusan, khususnya            through the General Meeting of Shareholders (GMS). This
                                       melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Prinsip                 transparency principle is realized through the submission of
                                       keterbukaan ini diwujudkan melalui penyampaian laporan            accurate, transparent, and timely financial reports, as well as
                                       keuangan yang akurat, transparan, dan tepat waktu, serta          open communication mechanisms through annual meetings
                                       mekanisme komunikasi yang terbuka melalui rapat tahunan           and special meetings.
                                       maupun rapat khusus. [IDX G-08]

202
Page 203
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Dalam rangka memperkuat budaya keberlanjutan, WEGE                                  In order to promote a culture of sustainability, WEGE
menerapkan Pedoman Etika Perusahaan dan nilai-nilai                                 implements the Company’s Code of Conduct and work
budaya kerja yang berlandaskan pada prinsip AKHLAK,                                 culture values based on the principles of AKHLAK, namely
yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan                               Trustworthy, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and
Kolaboratif. Pedoman tersebut menjadi rujukan perilaku                              Collaborative. These guidelines serve as a reference for
bagi seluruh insan Perusahaan, sehingga tercipta hubungan                           the behavior of all Company personnel, thereby creating
kerja yang saling menghormati antara manajemen dan                                  a mutually respectful working relationship between
karyawan, antar karyawan, serta dengan seluruh pemangku                             management and employees, among employees, and with all
kepentingan.                                                                        stakeholders.

Sepanjang tahun 2025, Perusahaan melaksanakan kegiatan                              Throughout 2025, the Company has carried out
sosialisasi dan internalisasi budaya keberlanjutan secara                           comprehensive socialization and internalization of the
menyeluruh di seluruh tingkatan organisasi, termasuk Dewan                          sustainability culture at all levels of the organization,
Komisaris, Direksi, dan karyawan. Program ini bertujuan                             including the Board of Commissioners, Board of Directors,
untuk menanamkan pemahaman yang utuh mengenai                                       and employees. This program aims to instill a comprehensive
pentingnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam setiap                             understanding regarding the importance of integrating
aspek operasional, yang mencakup: [F.1]                                             sustainability principles into every aspect of operations,
                                                                                    including:
1.   Keuangan                                                                       1. Finance
2.   Sumber Daya Manusia                                                            2. Human Resources
3.   Manajemen Rantai Pasok                                                         3. Supply Chain Management
4.   Sekretariat Perusahaan                                                         4. Corporate Secretariat
5.   Kualitas, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan                               5. Quality, Safety, Health, and Environment
6.   Pemasaran                                                                      6. Marketing

Selain kepada internal Perusahaan, sepanjang tahun 2025                             Besides internal activities, WEGE also held sustainability
WEGE juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi budaya                              culture socialization for external stakeholders throughout
keberlanjutan bagi pemangku kepentingan eksternal sebagai                           2025, as follows:
berikut: [F.1]
1. Sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)                               1. Socialization of the Anti-Bribery Management System
    dan kebijakan anti-gratifikasi kepada seluruh karyawan                             (SMAP) and anti-gratification policy to all employees and
    serta mitra kerja WEGE.                                                            partners of WEGE.
2. Sosialisasi Penerapan Tata Kelola Terintegrasi kepada                            2. Socialization of the Implementation of Integrated
    seluruh aspek Tata Kelola Terintegrasi (TKT) WEGE.                                 Governance to all aspects of WEGE’s Integrated
                                                                                       Governance (TKT)

Sebagai bagian dari komitmen untuk menerapkan tata kelola                           As part of its commitment to implement sustainable and
perusahaan yang berkelanjutan dan berstandar tinggi, WEGE                           high-standard corporate governance, WEGE actively
secara aktif mengikuti asesmen independen menggunakan                               participates in independent assessments using the ASEAN
indikator ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)                               Corporate Governance Scorecard (ACGS) indicators held by
yang dilaksanakan oleh Indonesian Institute for Corporate                           the Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Directorship (IICD). Hasil penilaian menunjukkan bahwa                              The assessment results show that the Company obtained a
Perseroan memperoleh skor keseluruhan tertimbang (overall                           weighted overall score of 95.61 points.
score) sebesar 95,61poin.
                                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Pencapaian tersebut menempatkan Perseroan pada kategori                             This achievement places the Company in the “Very
“Very Good” atau Level 4 (90,00-99,99), yang mencerminkan                           Good” or Level 4 (90.00-99.99) category, reflecting that
                                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




bahwa praktik GCG yang dijalankan telah sepenuhnya                                  the implemented GCG practices have fully adopted the
mengadopsi prinsip dan standar internasional. Capaian ini                           international principles and standards. This achievement
sekaligus menunjukkan kinerja tata kelola Perseroan yang                            also shows that the Company’s governance performance has
melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan                              exceeded the 2025 Corporate Work Plan and Budget (RKAP)
(RKAP) Tahun 2025 sebesar 88 poin.                                                  target of 88 points.


                                                                                                                                                   203
Page 204
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Tata Kelola Terintegrasi                                            Integrated Governance

                                       Perusahaan tidak hanya memastikan penerapan prinsip                 The Company not only ensures the application of governance
                                       tata kelola pada level internal, tetapi juga memperluas             principles at internal level, but also extends its implementation
                                       implementasinya ke seluruh entitas anak dalam grup usaha.           to all subsidiaries within the business group. This approach is
                                       Pendekatan ini diwujudkan melalui penerapan Tata Kelola             realized through the application of Integrated Governance,
                                       Terintegrasi, yang dirancang untuk membangun sistem                 which is designed to build a comprehensive risk management
                                       pengawasan dan manajemen risiko yang komprehensif,                  and control system, while ensuring the alignment of
                                       sekaligus memastikan keselarasan praktik tata kelola di             governance practices across all business lines.
                                       seluruh lini bisnis.

                                       WEGE bersama entitas anak berkomitmen untuk menerapkan              WEGE and its subsidiaries are committed to consistently
                                       Tata Kelola Terintegrasi secara konsisten dengan menjunjung         implementing Integrated Governance by upholding the
                                       tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab,         principles of transparency, accountability, responsibility,
                                       kemandirian, profesionalisme, dan kewajaran. Pendekatan ini         independence, professionalism, and fairness. This approach
                                       mencakup tiga pilar utama tata kelola, yaitu struktur, proses,      covers the three main pillars of governance, i.e., structure,
                                       dan hasil, guna menghasilkan kualitas tata kelola yang mampu        process, and results, in order to produce a quality of
                                       memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan.                      governance that meets the expectations of stakeholders.

                                       Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi mengacu pada                   The implementation of Integrated Governance refers to
                                       Pedoman Prinsip Pengelolaan Anak Perusahaan dan Tata                the Guidelines for Subsidiary Management and Integrated
                                       Kelola Terintegrasi yang disusun berdasarkan ketentuan              Governance, which are compiled based on the provisions
                                       Kementerian BUMN. Ruang lingkup pengaturannya meliputi              of the Ministry of State-Owned Enterprises. The scope
                                       Sinergi Bisnis; Strategi dan Kinerja; Managements Risiko;           of the provisions covers Business Synergy; Strategy and
                                       Pengadaan; Human Capital; Laporan Keuangan; Sistem                  Performance; Risk Management; Procurement; Human
                                       Manajemen Anti Penyuapan & Whistleblowing System (WBS);             Capital; Financial Reporting; Anti-Bribery Management
                                       Internal Audit; Program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan          System & Whistleblowing System (WBS); Internal Audit;
                                       (TJSL); Hukum dan Kepatuhan; Quality, Health, Safety and            Social & Environmental Responsibility Program (TJSL); Legal
                                       Environment; dan Information Technology.                            and Compliance; Quality, Health, Safety and Environment;
                                                                                                           and Information Technology.

                                       Untuk memastikan efektivitas penerapannya, Dewan                    To ensure its effective implementation, the Board of
                                       Komisaris membentuk Komite Pemantauan Risiko dan Tata               Commissioners established a Risk Monitoring and Integrated
                                       Kelola Terintegrasi. Komite ini berperan dalam membantu             Governance Committee. This committee assists the Board
                                       Dewan Komisaris melakukan evaluasi atas penerapan                   of Commissioners in evaluating the implementation of risk
                                       manajemen risiko dan tata kelola di seluruh entitas dalam           management and governance across all entities within the
                                       grup usaha. Melalui penelaahan terhadap kebijakan,                  business group. By reviewing policies, implementation, and
                                       implementasi, serta efektivitas sistem pengawasan, Komite           the effectiveness of the monitoring system, the Committee
                                       memastikan konsistensi penerapan prinsip tata kelola dan            ensures consistency in the application of governance
                                       sistem pengendalian internal yang disesuaikan dengan                principles and internal control systems according to the
                                       karakteristik dan tingkat kompleksitas masing-masing unit           characteristics and complexity of each business unit. The
                                       usaha. Rekomendasi yang dihasilkan Komite menjadi elemen            recommendations made by the Committee are an important
                                       penting dalam penguatan tata kelola Perseroan secara                element in strengthening the Company’s governance on an
                                       berkelanjutan.                                                      ongoing basis.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




204
Page 205
            Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
            Supporting the Development of Employees and Local Communities                                          Strengthening Sustainability Governance
    Tata Kelola Perusahaan        Organisasi Keberlanjutan        Tata Kelola Keberlanjutan          Manajemen Risiko          Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
    Corporate Governance          Sustainability Organization     Sustainability Governance          Risk Management           Relationship with Stakeholders




Organisasi Keberlanjutan
Sustainability Organization

Struktur Tata Kelola                                                                                 Governance Structure

Mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun                                                  Referring to the provisions of Law Number 40 of 2007
2007 tentang Perseroan Terbatas, struktur Organ Perseroan                                            concerning Limited Liability Companies, the structure of the
terdiri atas: [GRI 2-9]                                                                              Company’s organs consists of: [GRI 2-9]
• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ                                                     • The General Meeting of Shareholders (GMS) as the highest
    tata kelola tertinggi;                                                                              governance organ;
• Dewan Komisaris, yang bertugas melakukan pengawasan                                                • The Board of Commissioners, which is tasked with
    terhadap kebijakan dan kinerja Direksi dalam pengelolaan                                            supervising the policies and performance of the Board
    Perusahaan. Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris                                                 of Directors in managing the Company. The Board of
    Utama dan didukung oleh organ di bawahnya, antara lain                                              Commissioners is led by the President Commissioner
    Komite Audit, Komite Nominasi, Remunerasi, dan GCG,                                                 and supported by supporting organs, including the Audit
    serta Sekretaris Dewan Komisaris;                                                                   Committee, the Nomination, Remuneration, and GCG
                                                                                                        Committee, and the Secretary to the Board of Commissioners;
•      Direksi, yang bertanggung jawab atas pengurusan dan                                           • The Board of Directors, which is responsible for the
       pengelolaan Perusahaan. Direksi dipimpin oleh Direktur                                           administration and management of the Company. The
       Utama dan didukung oleh Sekretaris Perusahaan, Satuan                                            Board of Directors is led by the President Director and
       Pengawasan Intern, serta satuan kerja lainnya.                                                   supported by the Corporate Secretary, the Internal Audit
                                                                                                        Unit, and other work units.


                                                                Struktur Organisasi | Organizational Structure

                                                                                        Direktur Utama
                                                                                       President director


                                                                 Corporate Secretariat                      Internal Audit



                                                             Direktur Keuangan, Human
                 Direktur QHSE & Pemasaran                  Capital & Manajemen Risiko                       Direktur Operasi I                          Direktur Operasi II
                 Director of QHSE & Marketing            Director of Finance, Human Capital               Director of Operations I                    Director of Operations II
                                                                 & Risk Management


                         Engineering & QHSE                                                                        Operation and                             Operation and
                                                                     Finance Division
                              Division                                                                            Modular Division                         Concession Division


                            Supply Chain                                 Human Capital                         Legal and Compliance                      Digital Transformation,
                         Management Division                               Division                                   Division                                Portofolio and
                                                                                                                                                         Sustainability Division

                                                                     Risk Management
                             Marketing Division
                                                                          Division


                                                        Anak Perusahaan, Perusahaan Asosiasi | Subsidiaries, Associated Companies

                                      Wilayah Operasi I:                     Wilayah Operasi II:
                                      Provinsi di Wilayah Jawa,              Provinsi di Wilayah Kalimantan, Provinsi di Wilayah Sulawesi, Provinsi
                                      Provinsi di Wilayah Sumatera dan       di Wilayah Maluku, Provinsi Bali, Provinsi di Wilayah Nusa Tenggara,
                                      Modular Seluruh Indonesia              Provinsi di Wilayah Papua, Property & Konsesi seluruh Indonesia
                                                                                                                                                                                   PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Ketua organ tata kelola tertinggi tidak merangkap sebagai                                            The head of the highest governance organ does not
eksekutif senior Perusahaan, sehingga terdapat pemisahan                                             concurrently serve as a senior executive of the Company,
                                                                                                                                                                                               2025 Sustainability Report




yang jelas antara fungsi pengawasan dan fungsi operasional.                                          thereby ensuring a clear separation between supervisory
Pemisahan ini bertujuan untuk mencegah potensi konflik                                               and operational functions. This separation aims to prevent
kepentingan dan memastikan independensi dalam                                                        potential conflicts of interest and ensure independence in
pelaksanaan pengawasan.                                                                              the implementation of supervision.




                                                                                                                                                                                   205
Page 206
                                                    Sekilas WEGE                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                    WEGE at a Glance              Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Pengaturan tersebut sejalan dengan ketentuan yang                      This arrangement is in line with the provisions set forth in
                                       tercantum dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of                the Code of Corporate Governance (COCG), which explicitly
                                       Corporate Governance/COCG), yang secara tegas mengatur                 regulates the division of roles, duties, and responsibilities
                                       pembagian peran, tugas, dan tanggung jawab antara fungsi               between wsupervisory and management functions. Thus,
                                       pengawasan dan fungsi pengelolaan. Dengan demikian,                    supervisory independence can be optimally maintained and
                                       independensi pengawasan dapat terjaga secara optimal                   the risk of conflicts of interest can be minimized.
                                       serta risiko konflik kepentingan dapat diminimalkan. [GRI 2-11]
                                       [IDX G-03]




                                                                                 Good Corporate Sustainability

                                                              Proses GCG | GCG Process
                                                              • Komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan
                                                                Commitment to the continuous implementation of good corporate governance
                                                              • Pemegang Saham dan RUPS / Pemilik Modal
                                                                Shareholders and GMS / Capital Owners
                                                              • Dewan Komisaris
                                                                Board of Commissioners
                                                              • Direksi
                                                                Board of Directors
                                                              • Pengungkapan Informasi dan Transparansi
                                                                Information Disclosure and Transparency




                                                              Regulasi                               Praktik Terbaik                              Infrastruktur
                                                             Regulations                               Best Practices                              Infrastructure



                                                      Organ Utama                                Organ Pendukung
                                                      Main Organs                                Supporting Organs

                                                      • RUPS                                     • Organ Pendukung Komisaris
                                                        GMS                                        Supporting Organs of the Board of Commissioners
                                                      • Dewan Komisaris                            Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit serta Komite
                                                        Board of                                   Nominasi, Remunerasi dan GCG
                                                        Commissioners                              Board of Commissioners’ Secretary, Audit Committee, and the
                                                      • Direksi                                    Nomination, Remuneration, and GCG Committee
                                                        Board of Directors                       • Organ Pendukung Direksi
                                                                                                   Supporting Organs of the Board of Directors
                                                                                                   Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasan Internal, dan Satuan
                                                                                                   Kerja Lainnya
                                                                                                   Corporate Secretary, Internal Audit Unit, and Other Working Units
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                     PRINSIP GCG | GCG PRINCIPLES
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                Transparansi               Akuntabilitas         Responsibilitas            Independensi              Keadilan
                                                Transparency               Accountability          Responsibility           Independency              Fairness
206

                                                                                    KOMITMEN GCG | KOMITMEN GCG
Page 207
                • Direksi                                                 Nomination, Remuneration, and GCG Committee
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar PendukungMemperkuat
                   Board of Directors                                 •   Organ                 Direksi       Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities   Supporting OrgansStrengthening
                                                                                                  of the Board     of Directors
                                                                                                                Sustainability    Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan
                                                                          Sekretaris
                                                      Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                      Perusahaan,
                                                                                   Manajemen Risiko
                                                                                                       Satuan    Pengawasan          Internal, dan Satuan
                                                                                                        Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization                     Kerja Lainnya
                                                      Sustainability Governance    Risk Management      Relationship with Stakeholders

                                                                          Corporate Secretary, Internal Audit Unit, and Other Working Units



                                                    PRINSIP GCG | GCG PRINCIPLES




        Transparansi                  Akuntabilitas               Responsibilitas                Independensi                     Keadilan
         Transparency                 Accountability                Responsibility                Independency                     Fairness



                                                   KOMITMEN GCG | KOMITMEN GCG




                        Visi                                              Misi                                     Nilai Perusahaan
                      Vision                                            Mission                                     Corporate Values




Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)                                                 General Meeting of Shareholders (GMS)

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan salah satu                            The General Meeting of Shareholders (GMS) is one of
Organ Perusahaan yang memiliki kewenangan eksklusif yang                         the Company’s governing organs with authority that is
tidak dilimpahkan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris,                         not delegated to the Board of Directors or the Board of
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dan Anggaran                              Commissioners, as stipulated by law and/or the Articles of
Dasar. Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi,                            Association. As the highest decision-making forum, the GMS
RUPS memegang peran strategis dalam menetapkan                                   plays a key role in determining the Company’s strategic policy
arah kebijakan Perusahaan dengan tetap memperhatikan                             direction, while still referring to the Company’s interests,
kepentingan jangka panjang Perseroan, ketentuan Anggaran                         provisions of the Articles of Association, and applicable laws
Dasar, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.                          and regulations.

Dalam struktur tata kelola, RUPS terdiri atas:                                   Within the Company’s structure, the GMS is divided into:
• RUPS Tahunan, yang diselenggarakan setiap tahun buku                           • Annual GMS, held every fiscal year no later than 6 (six)
   paling lambat 6 (enam) bulan setelah penutupan tahun                             months after the close of the Company’s financial year
   buku; dan
• RUPS Luar Biasa, yaitu RUPS yang dapat diselenggarakan                         •   Extraordinary GMS, which may be held at any time when
   sewaktu-waktu apabila diperlukan sesuai dengan                                    needed by the Company.
   kebutuhan Perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, WEGE menyelenggarakan 1 (satu) kali                        Throughout 2025, WEGE held one General Meeting of
RUPS, yaitu RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 yang bertempat                          Shareholders (GMS), namely the Annual GMS for the 2024
di Wika Tower II, Auditorium Lantai 17, Jalan D.I. Panjaitan                     Fiscal Year, which took place at Wika Tower II, 17th Floor
Kav. 9–10, Jakarta Timur.                                                        Auditorium, Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10, East Jakarta.

Informasi yang lebih rinci mengenai risalah rapat serta                          Detailed information on the minutes and resolutions from the
                                                                                                                                                            PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




keputusan yang dihasilkan dalam RUPS selama tahun 2025                           2025 GMS is fully presented in the WEGE 2025 Annual Report.
telah diungkapkan secara lengkap dalam Laporan Tahunan
WEGE Tahun 2025.
                                                                                                                                                                        2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                            207
Page 208
                                                Sekilas WEGE                     Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                 Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Dewan Komisaris [IDX G-01, G-02, G-06]                                Board of Commissioners

                                       Dewan Komisaris merupakan Organ Perusahaan yang                       The Board of Commissioners is a corporate organ tasked
                                       bertugas melakukan fungsi pengawasan, baik secara umum                with performing supervisory functions, both general and
                                       maupun khusus, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar.               specific, as stipulated in the Articles of Association. In
                                       Selain menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris                 addition to performing supervisory functions, the Board
                                       juga memberikan arahan, pandangan, serta rekomendasi                  of Commissioners also provides guidance, insights, and
                                       kepada Direksi dalam rangka memastikan pengelolaan                    recommendations to the Board of Directors in order
                                       Perusahaan berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang            to ensure that the Company is managed in accordance
                                       baik. Secara kolektif, Dewan Komisaris bertanggung jawab              with the principles of good governance. Collectively, the
                                       untuk memastikan penerapan Good Corporate Governance                  Board of Commissioners is responsible for ensuring the
                                       (GCG) di seluruh tingkatan organisasi WEGE.                           implementation of Good Corporate Governance (GCG) at all
                                                                                                             levels of the WEGE organization.

                                       Pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris                The appointment and dismissal of members of the Board
                                       dilakukan melalui keputusan RUPS dengan tetap mengacu                 of Commissioners is carried out through a GMS decision
                                       pada persyaratan umum dan khusus yang diatur dalam                    with reference to the general and specific requirements
                                       Anggaran Dasar, Board Manual, serta ketentuan peraturan               stipulated in the Articles of Association, Board Manual,
                                       perundang-undangan yang berlaku. Meskipun tidak terlibat              and applicable laws and regulations. Although not directly
                                       langsung dalam pengambilan keputusan operasional,                     involved in operational decision-making, the Board of
                                       Dewan Komisaris menjalankan peran pengawasan secara                   Commissioners performs its supervisory role independently
                                       independen dan profesional. Proses pemilihan anggota                  and professionally. The selection process for members of
                                       Dewan Komisaris berpedoman pada Pedoman Tata Kelola                   the Board of Commissioners is guided by the Corporate
                                       Perusahaan dengan mempertimbangkan hasil penilaian                    Governance Guidelines, taking into account the results of
                                       kompetensi BUMN (domestik dan global), rekam jejak, serta             BUMN competency assessments (domestic and global), track
                                       kinerja yang bersangkutan. [G-06]                                     records, and performance.

                                       Masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan selama 5              The term of office of members of the Board of Commissioners
                                       (lima) tahun sejak tanggal pengangkatan dan berakhir pada             is set at 5 (five) years from the date of appointment and ends at
                                       penutupan RUPS Tahunan kelima. Anggota Dewan Komisaris                the closing of the fifth Annual GMS. Members of the Board of
                                       dapat diangkat kembali dengan tetap memperhatikan                     Commissioners may be reappointed, subject to the authority
                                       kewenangan RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu                    of the GMS to dismiss them at any time in accordance
                                       sesuai ketentuan yang berlaku. Khusus bagi Komisaris                  with applicable regulations. Specifically for Independent
                                       Independen, masa jabatan dapat diperpanjang lebih dari dua            Commissioners, their term of office may be extended beyond
                                       periode sepanjang independensinya tetap terjaga, dapat                two periods as long as their independence is maintained, they
                                       dipertanggungjawabkan kepada RUPS, serta diungkapkan                  can be held accountable to the GMS, and their reappointment
                                       dalam Laporan Tahunan. [G-06]                                         is disclosed in the Annual Report.

                                       Perseroan menyadari pentingnya keberagaman gender                     The Company recognizes the importance of gender diversity
                                       dalam struktur Dewan sebagai bagian dari penguatan tata               in the Board structure as part of strengthening inclusive and
                                       kelola perusahaan yang inklusif dan berimbang. Pada periode           balanced corporate governance. During the reporting period,
                                       pelaporan, komposisi Dewan Komisaris dan Direksi WEGE                 the composition of the Board of Commissioners and Board
                                       telah mencerminkan keberadaan perempuan. Perseroan                    of Directors of WEGE reflected the presence of women.
                                       terus mendorong penerapan prinsip kesetaraan kesempatan               The Company continues to encourage the application of the
                                       dan non-diskriminasi dalam pengelolaan sumber daya                    principles of equal opportunity and non-discrimination in
                                       manusia, termasuk pada jenjang kepemimpinan.                          human resource management, including at the leadership
                                                                                                             level.

                                       Komposisi Dewan Komisaris WEGE per 31 Desember 2025                   The composition of WEGE’s Board of Commissioners as of
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       adalah sebagai berikut: [IDX G-01]                                    December 31, 2025 is as follows:
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                              Nama                       Jenis Kelamin    Jabatan                     Masa Jabatan           Riwayat Pendidikan
                                        No
                                              Name                       Gender           Position                    Term of Office         Educational Background
                                        1     Joseph Prajogo             Laki-laki        Komisaris Independen        28 Juli 2020 - RUPST   Sarjana Akuntansi dari
                                                                         Male             sekaligus Pelaksana Tugas   2025                   Universitas Atmajaya (1995)
                                                                                          Komisaris Utama             (Periode Pertama)      Bachelor’s Degree in Accounting
                                                                                          Independent                 July 28, 2020 –        from Atmajaya University (1995)
                                                                                          Commissioner and            AGMS 2025
                                                                                          concurrently Acting.         (First Term)
                                                                                          President Commissioner
208
Page 209
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




        Nama                             Jenis Kelamin        Jabatan                         Masa Jabatan             Riwayat Pendidikan
 No
        Name                             Gender               Position                        Term of Office           Educational Background
 2      Suli Fatimah                     Perempuan            Komisaris                       10 Mei 2023 -            Magister Psikologi, Jurusan
                                         Female               Commissioner                    RUPST 2028               Psikologi, Universitas
                                                                                              (Periode Pertama)        Tarumanegara (2018)
                                                                                              May 10, 2023 - AGMS      Master’s Degree in Psychology,
                                                                                              2028 (First Term)        Department of Psychology,
                                                                                                                       Tarumanagara University (2018)

 3      Danis Hidayat Sumadilaga         Laki-laki            Komisaris                       10 Mei 2023 -            S3 Doktor Bidang Strategic
                                         Male                 Commissioner                    RUPST 2028               Management, Universitas
                                                                                              (Periode Pertama)        Indonesia (2016)
                                                                                              May 10, 2023 - AGMS      Doctoral Degree in Strategic
                                                                                              2028 (First Term)        Management, University of
                                                                                                                       Indonesia (2016)

 4      Taufan Gestoro                   Laki-laki            Komisaris Independen            29 Februari 2024         Pama Akademi Militer (1990)
                                         Male                                                 - RUPST 2029             Pama Military Academy (1990)
                                                                                              (Periode Pertama)
                                                                                              February 29, 2023
                                                                                              - AGMS 2028 (First
                                                                                              Term)


Total kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam Rapat                                 Total attendance of the Board of Commissioners in the Board
Dewan Komisaris selama tahun 2025 disajikan pada tabel                              of Commissioners’ meetings held throughout 2025 is as
berikut: [IDX G-02]                                                                 follows:
 Uraian                                                                                 Jumlah Rapat                Rata-rata Persentase Kehadiran
 Description                                                                          Number of Meetings            Average Attendance Percentage

 Jumlah kehadiran Dewan Komisaris & Direksi ke Rapat Gabungan                                    12                                100%
 Total attendance of the Board of Commissioners & Board of Directors in
 the Joint Meetings



Direksi [IDX G-01, G-02, G-06]                                                      Board of Directors

Direksi merupakan Organ Perusahaan yang memiliki                                    The Board of Directors is a Company Organ that has full
kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam mengelola                                 authority and responsibility in managing the Company to
Perseroan untuk mencapai visi dan misi yang telah                                   achieve its vision and mission. The Board of Directors also
ditetapkan. Direksi juga bertindak mewakili Perusahaan,                             acts on behalf of the Company, both internally and externally,
baik dalam lingkup internal maupun eksternal, termasuk di                           including before the court, in accordance with the provisions
hadapan pengadilan, sesuai dengan ketentuan Anggaran                                of the Articles of Association. As the primary manager
Dasar. Sebagai pengendali utama kegiatan operasional,                               of operational activities, the Board of Directors plays an
Direksi berperan penting dalam menjaga kesinambungan                                important role in maintaining business continuity, improving
usaha, meningkatkan kinerja Perusahaan, serta menciptakan                           Company performance, and creating sustainable added value
nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pemegang Saham.                                for Shareholders.

Setiap anggota Direksi menjalankan tugas dan                                        Each member of the Board of Directors carries out their duties
kewenangannya berdasarkan pembagian tugas yang telah                                and authorities based on the predetermined segregation of
ditetapkan. Proses pemilihan Direksi mengacu pada Instruksi                         duties. The Board of Directors selection process refers to the
Kerja Penetapan Kandidat Suksesi Direktur dan Komisaris                             Work Instructions on the Determination of Candidates for the
Anak Perusahaan yang ditetapkan oleh PT Wijaya Karya                                Succession of Directors and Commissioners of Subsidiaries
(Persero) Tbk. Kriteria penetapan mencakup aspek keahlian,                          established by PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. The selection
                                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




pengalaman, integritas, serta persyaratan lain sesuai dengan                        criteria include expertise, experience, integrity, and other
ketentuan peraturan perundang-undangan. [G-06]                                      requirements in accordance with the applicable laws and
                                                                                    regulations.
                                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan selama 5 (lima)                             The term of office of the members of the Board of Directors
tahun sejak tanggal pengangkatan hingga berakhir pada                               is set for 5 (five) years from the date of appointment until
penutupan RUPS Tahunan kelima. RUPS berwenang untuk                                 the end of the fifth Annual GMS. The GMS has the authority
mengangkat kembali anggota Direksi untuk satu kali periode                          to reappoint members of the Board of Directors for one
jabatan berikutnya, dengan tetap memiliki hak untuk                                 subsequent term of office, while retaining the right to dismiss
memberhentikan sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan                                them at any time in accordance with applicable regulations.
yang berlaku.                                                                                                                                           209
Page 210
                                                Sekilas WEGE                        Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                    Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Direksi WEGE terdiri atas 5 (lima) orang, dengan salah satunya               The Board of Directors of WEGE consists of 5 (five) members,
                                       menjabat sebagai Direktur Utama. Seluruh anggota Direksi                     one of whom serves as President Director. All members
                                       memiliki kompetensi, integritas, reputasi, serta pengalaman                  of the Board of Directors have the competence, integrity,
                                       yang relevan dengan bidang tugas masing-masing. Komposisi                    reputation, and experience relevant to their respective fields
                                       Direksi per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: [IDX G-01]              of duty. The composition of the Board of Directors as of
                                                                                                                    December 31, 2025 is as follows:
                                              Nama                 Jenis Kelamin     Jabatan                           Masa Jabatan       Dasar Pengangkatan
                                        No
                                              Name                 Gender            Position                          Term of Office     Basis of Appointment

                                         1    Hadian Pramudita     Laki-laki         Direktur Utama                    19 April 2022 -    Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
                                                                   Male              President Director                RUPST 2027         Tahunan (RUPST) pada tanggal 19 April 2022
                                                                                                                       19 April 2022 -    Resolution of the Annual General Meeting of
                                                                                                                       RUPST 2027         Shareholders (AGMS) on March 21, 2019

                                         2    Hartanto Karti       Laki-laki         Direktur Keuangan, Human          20 Mei 2024 -      Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
                                              Raharjo              Male              Capital dan Manajemen Risiko      RUPST 2029         Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 28 Juli 2020 dan
                                                                                     Director of Finance, Human        May 20, 2024 –     dikukuhkan dalam Akta Nomor 7 tanggal 10
                                                                                     Capital, and Risk Management      2029 AGMS          Agustus 2020
                                                                                                                                          Resolution of the Extraordinary General
                                                                                                                                          Meeting of Shareholders (EGMS) on July 28,
                                                                                                                                          2020, and confirmed in Deed Number 7 dated
                                                                                                                                          August 10, 2020

                                         3    Tomo Dwi             Laki-laki         Direktur QHSE (Quality, Health,   20 Mei 2024 -      Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
                                              Hasputro             Male              Safety, Environment) dan          RUPST 2029         Tahunan (RUPST) pada tanggal 19 April 2022
                                                                                     Pemasaran                         May 20, 2024 –     Resolution of the Annual General Meeting of
                                                                                     Director of QHSE (Quality,        2029 AGMS          Shareholders (AGMS) on April 19, 2022
                                                                                     Health, Safety, Environment)
                                                                                     and Marketing
                                         4    Bagus Tri Setyana    Laki-laki         Direktur Operasi I                28 Juli 2020 -     Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
                                                                   Male              Director of Operations I          RUPST 2025         Tahunan (RUPST) tanggal 21 Maret 2019 dan
                                                                                                                       July 28, 2020 –    dikukuhkan dalam Akta Nomor 27 tanggal 21
                                                                                                                       2025 AGMS          Maret 2019
                                                                                                                                          Resolution of the Annual General Meeting of
                                                                                                                                          Shareholders (AGMS) on March 21, 2019, and
                                                                                                                                          confirmed in Deed Number 27 dated March
                                                                                                                                          21, 2019

                                         5    Dwi Purnomo          Laki-laki         Direktur Quality Health           10 Mei 2023 -      Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
                                                                   Male              Safety & Environment dan          RUPST 2028         Tahunan (RUPST) pada tanggal 10 Mei 2023
                                                                                     Pemasaran                         May 10, 2023 –     Resolution of the Annual General Meeting of
                                                                                     Director of Quality, Health,      2028 AGMS          Shareholders (AGMS) on May 10, 2023
                                                                                     Safety & Environment and
                                                                                     Marketing


                                       Tingkat kehadiran Direksi dalam Rapat Direksi selama tahun                   The attendance rate of the Board of Directors in the Board of
                                       2025 disajikan pada tabel berikut: [IDX G-02]                                Directors’ meetings throughout 2025 is as follows:


                                        Uraian                                                        Jumlah Rapat                       Rata-rata Persentase Kehadiran
                                        Description                                                   Total Meetings                     Average Attendance Percentage

                                        Jumlah kehadiran Direksi ke Rapat                                    24                                       100%
                                        Total attendance of the Board of Directors in the
                                        meetings



                                       Komitmen Perseroan dalam Memperkuat Keberagaman                              The Company’s Commitment to Enhance Board Diversity
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Dewan
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Perseroan meyakini bahwa keberagaman Dewan Komisaris                         The Company believes that the diversity of the Board of
                                       dan Direksi merupakan elemen penting untuk memperkuat                        Commissioners and Board of Directors is an important
                                       efektivitas tata kelola, kualitas pengawasan, serta ketepatan                element in strengthening the effectiveness of governance,
                                       pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi                             the quality of supervision, and the accuracy of strategic
                                       dinamika industri konstruksi dan infrastruktur. Keberagaman                  decision-making in facing the dynamics of the construction
                                       tersebut tidak hanya dilihat dari aspek representasi, tetapi                 and infrastructure industry. This diversity is not only
                                       juga dari keseimbangan kompetensi, pengalaman, dan                           reflected in terms of representation, but also in the balance
210                                    perspektif yang dibutuhkan untuk mendukung ketahanan                         of competencies, experience, and perspectives needed to
Page 211
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                            Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan     Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance       Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




bisnis jangka panjang.                                                                support long-term business resilience.

Sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance                               As part of the implementation of Good Corporate Governance
(GCG), Perseroan secara konsisten memastikan bahwa                                    (GCG), the Company consistently ensures that the Board
komposisi Dewan mencerminkan kombinasi yang memadai                                   composition reflects an adequate combination of educational
dari latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, dan                           backgrounds, professional experience, and expertise
keahlian yang relevan dengan kebutuhan usaha, termasuk                                relevant to business needs, including risk management,
pengelolaan risiko, kepatuhan, serta penguatan agenda                                 compliance, and strengthening the sustainability agenda.
keberlanjutan. Pengungkapan profil dan keberagaman Dewan                              The profiles and diversity of the Board of Commissioners
Komisaris dan Direksi disampaikan secara transparan dalam                             and Board of Directors are disclosed transparently in the
Laporan Tahunan 2025, mencakup aspek ras, gender, agama,                              2025 Annual Report, which covers the race, gender, religion,
latar belakang pendidikan, pengalaman, dan keahlian sebagai                           educational background, experience, and expertise as a form
bentuk akuntabilitas dan keterbukaan informasi kepada                                 of accountability and information disclosure to stakeholders.
pemangku kepentingan.

Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-10]                           Nomination and Selection of the Board of Commissioners
                                                                                      and Board of Directors

Proses nominasi dan seleksi anggota Dewan Komisaris dan                               The nomination and selection process of members of the
Direksi dilaksanakan melalui Komite Nominasi & Remunerasi                             Board of Commissioners and Board of Directors is carried
sebagai organ pendukung Dewan Komisaris. Komite ini                                   out through the Nomination & Remuneration Committee
bertanggung jawab menyusun serta merekomendasikan                                     as a supporting organ of the Board of Commissioners. This
sistem nominasi, evaluasi kinerja, dan suksesi bagi kedua                             committee is responsible for developing and recommending a
organ tata kelola, dengan memastikan seluruh proses berjalan                          nomination system, performance evaluation, and succession
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan                                  for both governance organs, ensuring that all processes
yang berlaku. [GRI 2-10]                                                              are carried out in accordance with applicable laws and
                                                                                      regulations.

Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-18]                              Performance Evaluation of the Board of Commissioners and
                                                                                      Board of Directors

Evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan                                The performance evaluation of the Board of Commissioners
berdasarkan pencapaian Key Performance Indicator (KPI)                                and Board of Directors is carried out based on the achievement
yang ditetapkan oleh pemegang saham, serta mengacu pada                               of Key Performance Indicators (KPIs) set by shareholders, as
rencana kerja dan anggaran Dewan Komisaris. Penilaian                                 well as by referring to the work plan and budget of the Board of
ini dilaksanakan secara berkala dan independen, dengan                                Commissioners. This assessment is carried out periodically
keputusan akhir ditetapkan melalui RUPS Tahunan, guna                                 and independently, with the final decision made through
memastikan kontribusi Perusahaan yang positif terhadap                                the Annual General Meeting of Shareholders, ensuring the
aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. [GRI 2-18] [IDX G-04]                          Company’s positive contribution to economic, environmental,
                                                                                      and social aspects.

Indikator KPI mencakup target kinerja ekonomi seperti                                 The KPI indicators include economic performance
laba bersih, penyelesaian proyek, dan perolehan proyek                                targets such as net profit, project completion, and new
baru; aspek lingkungan melalui penerapan konstruksi                                   project acquisition; environmental aspects through the
ramah lingkungan (green construction); serta aspek sosial                             implementation of green construction; and social aspects
yang meliputi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3),                                   including Occupational Health and Safety (OHS), talent
pengembangan talenta, dan pelaksanaan program Tanggung                                development, and the implementation of Social and
Jawab Sosial dan Lingkungan.                                                          Environmental Responsibility programs.
                                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI                                 Remuneration Policy for the Board of Commissioners and
                                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]                                                             Board of Directors

Penetapan kebijakan dan prosedur remunerasi bagi Dewan                                The determination of remuneration policies and procedures
Komisaris dan Direksi dilakukan melalui tahapan yang                                  for the Board of Commissioners and Board of Directors is
terstruktur, mulai dari perumusan, analisis, pengajuan, hingga                        carried out structurally in stages, starting from formulation,
penetapan. Dalam proses ini, Komite Nominasi & Remunerasi                             analysis, submission, to determination. In this process, the
menyusun kebijakan serta mengusulkan besaran remunerasi                               Nomination & Remuneration Committee formulates policies
kepada Dewan Komisaris untuk ditelaah lebih lanjut sebelum                            and proposes the amount of remuneration to the Board of            211
Page 212
                                                    Sekilas WEGE             Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                    WEGE at a Glance         Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       diajukan kepada RUPS guna memperoleh persetujuan akhir.           Commissioners for further review before being submitted to
                                       [GRI 2-20]                                                        the GMS for final approval.

                                       Besaran remunerasi yang meliputi gaji atau honorarium,            The amount of remuneration, which includes salary or
                                       tunjangan, serta fasilitas tetap ditetapkan dengan                honorarium, allowances, and fixed facilities, is determined
                                       mempertimbangkan skala dan kompleksitas usaha, tingkat            by considering the scale and complexity of the business,
                                       inflasi, kondisi keuangan Perusahaan, serta faktor relevan        the inflation rate, the Company’s financial condition, and
                                       lainnya, tanpa mengesampingkan kepatuhan terhadap                 other relevant factors, without disregarding compliance with
                                       peraturan perundang-undangan yang berlaku. [GRI 2-19]             applicable laws and regulations.

                                       WEGE memiliki indikator penetapan remunerasi seperti yang         The determination of remuneration indicators for the Board
                                       ada di WIKA PT Wijaya Karya (Persero) berikut:                    of Commissioners and Board of Directors refers to Minister of
                                       Penetapan indikator remunerasi Dewan Komisaris dan                State-Owned Enterprises Regulation No. PER-04/MBU/2014
                                       Direksi mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-              and Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER-
                                       04/MBU/2014 dan Peraturan Menteri BUMN No. PER-13/                13/MBU/09/2021 as amended by Minister of State-Owned
                                       MBU/09/2021 sebagaimana telah diperbarui dengan                   Enterprises Regulation No. PER-3/MBU/03/2023 concerning
                                       Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/ MBU/03/2023 tentang             State-Owned Enterprises’ Organs and Human Resources, as
                                       Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN, sebagai berikut:              follows:
                                       1. Faktor skala usaha                                             1. Business scale factor
                                       2. Faktor kompleksitas usaha                                      2. Business complexity factor
                                       3. Tingkat inflasi                                                3. Inflation rate
                                       4. Kondisi dan kemampuan keuangan Perseroan                       4. The Company’s financial condition and capabilities
                                       5. Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh             5. Other relevant factors, which must not conflict with laws
                                           bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan.                 and regulations.

                                       Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi mempertimbangkan           The remuneration of the Board of Commissioners and Board
                                       indikator-indikator sebagai berikut:                              of Directors considers the following indicators
                                       1. Remunerasi diberikan dalam hal perusahaan memperoleh           1. Remuneration is given if the Company generates profits
                                           keuntungan dalam tahun buku yang bersangkutan;                    in the relevant fiscal year;
                                       2. Remunerasi        diberikan   dengan   mengacu    pada         2. Remuneration is given based on developments in the
                                           perkembangan pasar industri konstruksi;                           construction industry market;
                                       3. Remunerasi diberikan melalui hasil pengukuran kinerja          3. Remuneration is given based on the performance of
                                           Dewan Komisaris dan Direksi yang sesuai dengan tugas              the Board of Commissioners and Board of Directors in
                                           dan tanggung jawab;                                               accordance with their duties and responsibilities;
                                       4. Kinerja keuangan dan pencapaian Key Performance                4. The Company’s financial performance and achievement
                                           Indicator (KPI) Perseroan;                                        of Key Performance Indicators (KPIs);
                                       5. Prestasi kerja individu;                                       5. Individual work performance;
                                       6. Kewajaran dengan peer Perseroan lainnya;                       6. Fairness with other peers of the Company;
                                       7. Pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang               7. Consideration of the Company’s long-term goals and
                                           Perseroan;                                                        strategies;
                                       8. Besaran remunerasi yang diterima adalah:                       8. The amount of remuneration received is:
                                           • Komisaris Utama 45% dari remunerasi Direktur                    • President Commissioner: 45% of the remuneration
                                               Utama;                                                            received by the President Director;
                                           • Anggota Dewan Komisaris 90% dari remunerasi                     • Members of the Board of Commissioners: 90% of the
                                               Komisaris Utama;                                                  remuneration received by the President Commissioner;
                                           • Direktur Utama 100%;                                            • President Director: 100%;
                                           • Anggota Direksi lainnya 85% dari Direktur Utama.                • Other members of the Board of Directors: 85% of the
                                                                                                                 remuneration of the President Director.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Selain itu, WEGE juga mengungkapkan rasio antara total            In addition, WEGE also disclosed the ratio between the total
                                       gaji pegawai dengan level tertinggi dibandingkan dengan           salary of the highest-level employee and the average total
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       rata-rata total gaji tahunan seluruh pegawai sebagai              annual salary of all employees as a form of remuneration
                                       bentuk transparansi remunerasi. Informasi lengkap terkait         transparency. Complete information regarding compensation
                                       remunerasi terdapat pada Laporan Tahunan. [GRI 2-21]              is available in the Annual Report.




212
Page 213
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Rasio antara total gaji pegawai dengan level tertinggi (Direksi)                    Ratio of the total annual salary of the highest-level employee
terhadap rata-rata total gaji tahunan:                                              (Board of Directors) against the average total annual salary


 Rasio kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi terhadap median total kompensasi tahunan
 semua karyawan (tidak termasuk bayaran tertinggi)
                                                                                                                                               3,78%
 Ratio of the highest-paid individual’s total annual compensation to the median total annual compensation of all
 employees (excluding the highest-paid individual)

 % Kenaikan rasio kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi tertinggi terhadap median total
 kompensasi tahunan semua karyawan (tidak termasuk bayaran tertinggi)
                                                                                                                                                30%
 % Increase in the ratio of the highest-paid individual’s total annual compensation to the median total annual
 compensation of all employees (excluding the highest-paid individual)


Kompensasi & Pemenuhan Key Success Metric Direksi                                   Compensation & Achievement of Key Success Metrics
                                                                                    for the Board of Directors

Kebijakan remunerasi dan kompensasi Direksi, termasuk                               The remuneration and compensation policy for the Board of
Direktur Utama, ditetapkan dengan mengacu pada                                      Directors, including the President Director, is established
pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Perusahaan.                             based on the achievement of the Company’s Key Performance
Dalam memastikan pencapaian kinerja yang selaras                                    Indicators (KPIs). To ensure that performance aligns with the
dengan strategi perusahaan, Direksi menetapkan sejumlah                             company’s strategy, the Board of Directors has established a
Key Success Metric (KSM) sebagai indikator utama dalam                              number of Key Success Metrics (KSMs) as primary indicators
mengukur keberhasilan pengelolaan perusahaan. Indikator                             for measuring the success of the company’s management.
tersebut mencakup aspek kinerja ekonomi dan sosial,                                 These indicators cover economic and social performance,
inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan                           business model innovation, technological leadership,
investasi, serta pengembangan talenta.                                              increased investment, and talent development.

Pada aspek nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, kinerja                        Regarding economic and social value for Indonesia,
diukur melalui indikator keuangan dan operasional utama,                            performance is measured through key financial and
antara lain EBITDA, pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya                          operational indicators, including EBITDA, sales growth,
usaha, arus kas operasi dan investasi, perolehan kontrak                            operational cost efficiency, operating and investment cash
baru, serta kinerja keselamatan kerja yang tercermin melalui                        flow, new contract acquisitions, and workplace safety
Total Recordable Incident Rate (TRIR). Indikator-indikator                          performance reflected through the Total Recordable Incident
tersebut menjadi ukuran utama dalam memastikan bahwa                                Rate (TRIR). These indicators serve as key measures to
pertumbuhan bisnis tetap diiringi dengan pengelolaan biaya                          ensure that business growth is accompanied by efficient cost
yang efisien, penguatan likuiditas, serta penerapan standar                         management, strengthened liquidity, and the implementation
keselamatan kerja yang tinggi.                                                      of high workplace safety standards.

Dari sisi inovasi model bisnis, Direksi menargetkan                                 Regarding business model innovation, the Board of Directors
peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko                               aims to enhance governance quality and risk management
melalui ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan,                               through timely financial reporting, an increase in the Risk
peningkatan nilai Risk Maturity Index, serta penguatan                              Maturity Index, and strengthened implementation of Good
implementasi Good Corporate Governance (GCG). Pencapaian                            Corporate Governance (GCG). Achieving these indicators
indikator ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam                                reflects the company’s commitment to maintaining
menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko                       transparency,    accountability,   and    structured   risk
yang terstruktur.                                                                   management.

Sementara itu, dalam aspek kepemimpinan teknologi,                                  Meanwhile, in the aspect of technological leadership, the
Perseroan mendorong transformasi digital melalui                                    Company is driving digital transformation through the
                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




implementasi sistem ERP SAP terintegrasi di seluruh                                 implementation of an integrated SAP ERP system across all
modul operasional serta peningkatan tingkat kematangan                              operational modules and the enhancement of information
teknologi informasi yang diukur melalui IT Maturity Level.                          technology maturity levels, as measured by the IT Maturity
                                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




Upaya ini bertujuan untuk memperkuat efisiensi proses                               Level. These efforts aim to strengthen business process
bisnis, integrasi data, serta pengambilan keputusan berbasis                        efficiency, data integration, and more reliable system-based
sistem yang lebih andal. Pada dimensi peningkatan investasi,                        decision-making. In the investment enhancement dimension,
indikator kinerja diarahkan pada optimalisasi nilai aset                            performance indicators focus on optimizing asset value
melalui program asset recycling, termasuk pengelolaan dan                           through asset recycling programs, including the management
penjualan aset tidak produktif guna meningkatkan efisiensi                          and sale of non-productive assets to improve the efficiency
struktur aset perusahaan.                                                           of the company’s asset structure.
                                                                                                                                                       213
Page 214
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Selain itu, Direksi juga menaruh perhatian besar pada               Additionally, the Board of Directors places significant
                                       pengembangan talenta, khususnya dalam meningkatkan                  emphasis on talent development, particularly in enhancing
                                       keberagaman kepemimpinan dan kualitas fungsi manajemen              leadership diversity and the quality of risk management
                                       risiko. Hal ini diukur melalui proporsi talenta muda dan            functions. This is measured through the proportion of
                                       perempuan dalam kelompok top talent, serta pemenuhan                young and female talent within the top talent pool, as well
                                       kualifikasi profesional pada organ pengelola risiko melalui         as the fulfillment of professional qualifications within the
                                       kepemilikan sertifikasi yang relevan.                               risk management body through the possession of relevant
                                                                                                           certifications.

                                       Melalui pengukuran yang terstruktur terhadap berbagai               Through structured measurement of these various
                                       indikator tersebut, Direksi memastikan bahwa pencapaian             indicators, the Board of Directors ensures that the company’s
                                       kinerja perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan            performance achievements focus not only on financial
                                       finansial, tetapi juga pada penguatan tata kelola, inovasi          growth but also on strengthening governance, technological
                                       teknologi, serta pembangunan sumber daya manusia yang               innovation, and sustainable human resource development.
                                       berkelanjutan.

                                       Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan belum                     As of the end of the reporting period, the Company has not
                                       mengungkapkan secara khusus skema kompensasi jangka                 specifically disclosed a long-term incentive scheme linked
                                       panjang (long-term incentives) yang dikaitkan dengan                to the CEO’s performance achievements in public documents.
                                       pencapaian kinerja Direktur Utama dalam dokumen publik.             The Company views the enhancement of disclosures regarding
                                       Perseroan memandang bahwa penguatan pengungkapan                    the alignment between the Board of Directors’ compensation
                                       terkait keselarasan antara kompensasi Direksi dan kinerja           and the Company’s long-term performance as part of its
                                       jangka panjang perusahaan merupakan bagian dari upaya               ongoing efforts to improve governance transparency, which
                                       berkelanjutan dalam meningkatkan transparansi tata kelola,          will be aligned with remuneration policies and shareholder
                                       yang akan diselaraskan dengan kebijakan remunerasi serta            decisions in accordance with applicable laws and
                                       keputusan pemegang saham sesuai dengan peraturan                    regulations.
                                       perundang-undangan yang berlaku.

                                       Komitmen Badan Tata Kelola terhadap Aspek                           Commitment of the Governance Organs to
                                       Keberlanjutan [GRI 2-12, 2-23]                                      Sustainability Aspects

                                       WEGE menempatkan penerapan prinsip Good Corporate                   WEGE regards the implementation of Good Corporate
                                       Governance (GCG) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari         Governance (GCG) principles as an integral part of its
                                       upaya mewujudkan keberlanjutan usaha. Penerapan GCG                 efforts to achieve business sustainability. The consistent
                                       secara konsisten di seluruh proses operasional bertujuan            implementation of GCG throughout all operational processes
                                       untuk memperkuat integritas, meningkatkan transparansi,             aims to strengthen integrity, increase transparency,
                                       menjaga keseimbangan pengelolaan, serta mengurangi                  maintain management balance, and reduce potential risks
                                       potensi risiko yang dapat timbul akibat kelemahan tata kelola.      that may arise due to governance weaknesses. With an
                                       Dengan sistem tata kelola yang efektif, Perusahaan berupaya         effective governance system, the Company strives to create
                                       menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh            sustainable added value for all stakeholders.
                                       pemangku kepentingan.

                                       Sebagai organ tata kelola tertinggi, Dewan Komisaris                As the highest governance organs, the Board of
                                       dan Direksi menjalankan peran dan tanggung jawabnya                 Commissioners and the Board of Directors carry out their
                                       berdasarkan Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris               roles and responsibilities based on the Board Manual. This
                                       (Board Manual). Dokumen ini mengatur tata cara kerja                document regulates the work procedures of both organs in
                                       kedua organ sesuai dengan ketentuan peraturan                       accordance with the provisions of laws and regulations and
                                       perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perusahaan.                   the Company’s Articles of Association. In order to ensure
                                       Untuk memastikan relevansinya dengan dinamika dan                   its relevance to the latest dynamics and developments, the
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       perkembangan terbaru, Board Manual telah diperbarui melalui         Board Manual has been updated through Joint Decree of
                                       Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris                 the Board of Directors and Board of Commissioners No.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       No. DK.01.01/A.KOM.00002.WEGE/2025 dan No. SK.01.01/A.              DK.01.01/A.KOM.00002.WEGE/2025 and No. SK.01.01/A.
                                       DIR.00002.WEGE/2025 tentang Pedoman Tata Kerja Dewan                DIR.00002. WEGE/2025 concerning the Work Guidelines for
                                       Komisaris dan Direksi (Board Manual) PT Wijaya Karya                the Board of Commissioners and Board of Directors (Board
                                       Bangunan Gedung Tbk.                                                Manual) of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.




214
Page 215
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Dewan Komisaris dan Direksi memiliki peran strategis dalam                          The Board of Commissioners and Board of Directors have a
menetapkan arah keberlanjutan Perusahaan, termasuk                                  strategic role in determining the direction of the Company’s
dalam merumuskan, menyetujui, serta memperbarui                                     sustainability, including formulating, approving, and updating
pernyataan tujuan, nilai, strategi, dan kebijakan yang terkait                      statements of objectives, values, strategies, and policies
dengan keberlanjutan. Selain itu, kedua organ tersebut juga                         related to sustainability. In addition, both organs also conduct
melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa dampak                                  supervision to ensure that the economic, environmental, and
ekonomi, lingkungan, dan sosial dari kegiatan usaha telah                           social impacts of business activities have been identified,
diidentifikasi, dikelola, dan dikendalikan secara bertanggung                       managed, and controlled responsibly.
jawab. [GRI 2-12]

Komitmen terhadap keberlanjutan diperkuat melalui berbagai                          The commitment to sustainability is reinforced through
inisiatif, antara lain penerbitan Pakta Integritas sebagai wujud                    various initiatives, including the issuance of an Integrity Pact
kesungguhan dalam penerapan GCG, pembaruan berkala                                  as a form of commitment to the implementation of GCG,
terhadap manual GCG, serta penyempurnaan Pedoman                                    periodic updates to the GCG manual, and improvements to
Etika dan Perilaku. Perusahaan juga memastikan kepatuhan                            the Code of Ethics and Conduct. The Company also ensures
terhadap kewajiban pelaporan LHKPN secara tepat waktu,                              compliance with the LHKPN reporting obligations on time,
pelaksanaan Program Pengendalian Gratifikasi, sosialisasi                           the implementation of the Gratification Control Program,
dan internalisasi GCG, evaluasi kinerja tata kelola, serta                          the socialization and internalization of GCG, the evaluation
penyusunan Roadmap GCG guna mendorong penerapan tata                                of governance performance, and the preparation of a GCG
kelola yang semakin efektif dan berkelanjutan. [GRI 2-12]                           Roadmap to encourage the implementation of increasingly
                                                                                    effective and sustainable governance.

Family Ownership                                                                    Family Ownership

Hingga 31 Desember 2025, tidak terdapat kepemilikan saham                           As of December 31, 2025, there is no family ownership of
WEGE oleh keluarga, sejalan dengan tidak diberlakukannya                            WEGE shares, in line with the non-application of the share
kebijakan kepemilikan saham bagi anggota Dewan. Dengan                              ownership policy for Board members. Consequently, family
demikian, aspek kepemilikan keluarga tidak menjadi faktor                           ownership is not a factor in the Company’s ownership
dalam struktur kepemilikan Perseroan dan tidak menimbulkan                          structure and does not raise governance issues related to
isu tata kelola terkait konflik kepentingan.                                        conflicts of interest.



Keanggotaan United Nations Global Compact                                           Membership in the United Nations Global Compact

Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan sebagai bagian                            As of the end of the reporting period, the Company, as part
dari Grup WIKA, di mana Induk/Holding PT Wijaya Karya                               of the WIKA Group, whose parent/holding company PT Wijaya
(Persero) Tbk. telah terdaftar sebagai anggota UNGC dan                             Karya (Persero) Tbk. is registered as a member of the UNGC,
berkomitmen terhadap 10 Prinsip UNGC yang mencakup                                  is committed to the 10 UNGC Principles covering human
aspek hak asasi manusia, ketenagakerjaan, perlindungan                              rights, labor practices, environmental protection, and anti-
lingkungan, dan anti-korupsi.                                                       corruption.

Pelibatan Kebijakan dan Asosiasi – Keselarasan                                      Policy Engagement and Trade Associations –
terhadap Paris Agreement                                                            Alignment with the Paris Agreement

Hingga akhir periode pelaporan, PT Wijaya Karya Bangunan                            As of the end of the reporting period, PT Wijaya Karya
Gedung Tbk. (WEGE) belum memiliki program atau sistem                               Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) did not have a specific
khusus yang secara formal mengevaluasi keselarasan                                  program or system that formally evaluates the alignment of
aktivitas pelibatan kebijakan (lobbying) maupun keterlibatan                        its policy engagement (lobbying) activities or involvement in
                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




dalam asosiasi perdagangan terhadap Paris Agreement.                                trade associations with the Paris Agreement. This reflects
Kondisi ini mencerminkan bahwa aktivitas pelibatan                                  that the Company’s policy engagement activities remain
kebijakan yang dilakukan Perseroan masih bersifat terbatas                          limited in scope and have not yet been formalized within an
                                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




dan belum diformalkan dalam suatu kerangka evaluasi terkait                         evaluation framework related to global climate change issues.
isu perubahan iklim global.




                                                                                                                                                       215
Page 216
                                                Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Meskipun demikian, Perseroan menyadari pentingnya                    Nevertheless, the Company recognizes the importance of
                                       keselarasan kebijakan dan posisi perusahaan terhadap                 aligning its policies and corporate stance with the climate
                                       agenda perubahan iklim, khususnya dalam konteks transisi             change agenda, particularly in the context of the transition
                                       menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan. Oleh             toward low-carbon and sustainable development. Therefore,
                                       karena itu, Perseroan memandang perlu adanya perumusan               the Company deems it necessary to formulate a policy or
                                       kebijakan atau pernyataan posisi perusahaan yang                     corporate position statement affirming its commitment to
                                       menegaskan komitmen terhadap prinsip-prinsip mitigasi dan            the principles of climate change mitigation and adaptation,
                                       adaptasi perubahan iklim, serta kesesuaiannya dengan arah            as well as its alignment with national climate policy directions
                                       kebijakan iklim nasional dan kerangka global seperti Paris           and global frameworks such as the Paris Agreement.
                                       Agreement.

                                       Ke depan, Perseroan akan melakukan kajian internal secara            Moving forward, the Company will conduct a phased internal
                                       bertahap untuk merumuskan kebijakan atau pernyataan                  review to formulate a policy or position statement regarding
                                       posisi terkait perubahan iklim, yang dapat menjadi acuan             climate change, which can serve as a reference for policy
                                       dalam pelibatan kebijakan maupun partisipasi Perseroan               engagement and the Company’s participation in relevant
                                       dalam asosiasi dan forum terkait. Penyusunan kebijakan               associations and forums. The formulation of this policy will
                                       tersebut akan mempertimbangkan strategi bisnis,                      take into account business strategies, the characteristics of
                                       karakteristik industri konstruksi, serta kesiapan organisasi,        the construction industry, and organizational readiness, and
                                       dan akan dikoordinasikan oleh Sekretaris Perusahaan sesuai           will be coordinated by the Corporate Secretary in accordance
                                       dengan ketentuan tata kelola yang berlaku.                           with applicable governance regulations.




                                       Tata Kelola Keberlanjutan
                                       Sustainability Governance


                                       WEGE menerapkan tata kelola ESG yang terintegrasi untuk              WEGE implements integrated ESG governance to ensure that
                                       memastikan pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata            environmental, social, and corporate governance aspects are
                                       kelola perusahaan berjalan secara efektif, terarah, dan selaras      managed effectively, purposefully, and in line with business
                                       dengan strategi bisnis. Struktur tata kelola ESG Perseroan           strategies. The Company’s ESG governance structure
                                       mencakup pengelolaan aspek strategis, operasional,                   includes the management of strategic and operational
                                       pemantauan, serta pengendalian risiko yang terkait dengan            aspects, monitoring, and control of ESG-related risks.
                                       ESG.
                                                                                                            The responsibility for managing strategic ESG aspects lies
                                       Tanggung jawab pengelolaan aspek strategis ESG                       with the Board of Directors, supported by the Sustainability
                                       berada pada Dewan Direksi yang didukung oleh tim kerja               Team. The Board of Directors is responsible to provide
                                       keberlanjutan. Direksi bertanggung jawab untuk memberikan            strategic direction on sustainability, ensure the integration
                                       arahan strategis keberlanjutan, memastikan integrasi                 of ESG into business plans, RKAP, and risk management,
                                       ESG ke dalam rencana bisnis, RKAP, dan manajemen                     monitor the implementation of ESG initiatives, and assess
                                       risiko, memantau pelaksanaan inisiatif ESG, serta menilai            the effectiveness of their implementation throughout
                                       efektivitas implementasinya di seluruh lingkungan Perseroan.         the Company. The Sustainability Team acts as a cross-
                                       Tim Kerja Keberlanjutan berperan sebagai forum lintas                functional forum that reviews and coordinates strategic
                                       fungsi yang meninjau dan mengoordinasikan keputusan                  decisions related to ESG before they are determined by the
                                       strategis terkait ESG sebelum ditetapkan oleh Dewan Direksi,         Board of Directors, as well as ensuring alignment between
                                       serta memastikan keselarasan antara kebijakan ESG dan                ESG policies and the Company’s strategic objectives. The
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       tujuan strategis perusahaan. Tim Kerja Keberlanjutan juga            Sustainability Task Force is also responsible for coordinating
                                       bertanggung jawab untuk mengoordinasikan pengelolaan isu             the management of climate change issues at the operational
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       perubahan iklim di tingkat operasional, termasuk identifikasi        level, including the identification of climate-related risks
                                       risiko dan peluang terkait iklim, pemantauan kinerja emisi gas       and opportunities, monitoring greenhouse gas emissions
                                       rumah kaca, serta pengembangan dan implementasi inisiatif            performance, and developing and implementing climate
                                       mitigasi dan adaptasi iklim di seluruh unit kerja Perseroan.         mitigation and adaptation initiatives across all of the
                                                                                                            Company’s business units.


216
Page 217
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




   Gedung Terminal VIP & VVIP - Bandara Halim Perdanakusuma
   VIP & VVIP Terminal Building – Halim Perdanakusuma Airport


Penanggung Jawab Penerapan Kegiatan                                                 Person in Charge of Sustainability Implementation
Berkelanjutan

Pengelolaan aspek operasional ESG dilaksanakan melalui Unit                         The management of ESG operational aspects is carried out
Pengelola ESG, dimana penanggung jawabnya adalah Direktur                           through the ESG Management Unit, which is overseen by the
Operasi II, yang tidak berbentuk satu divisi khusus, melainkan                      Director of Operations II, which is not a separate division,
terdiri dari divisi-divisi di Kantor Pusat dan unit kerja terkait                   but consists of divisions at the Head Office and related work
yang ditunjuk sebagai Person in Charge (PIC) sesuai Roadmap                         units appointed as Person in Charge (PIC) in accordance
ESG Perseroan. Lingkup pengelolaan operasional mencakup                             with the Company’s ESG Roadmap. The scope of operational
implementasi program lingkungan (antara lain pengelolaan                            management includes the implementation of environmental
emisi, limbah, energi, air, dan material konstruksi),                               programs (including emissions, waste, energy, water, and
pelaksanaan inisiatif sosial (CSR, kesejahteraan karyawan,                          construction material management), the implementation
K3, dan keterlibatan komunitas), serta penerapan tata kelola                        of social initiatives (CSR, employee welfare, occupational
yang baik termasuk kepatuhan terhadap kebijakan anti-                               health and safety, and community engagement), as well as the
korupsi, anti-penyuapan, manajemen risiko, dan peningkatan                          application of good governance, including compliance with
transparansi serta akuntabilitas ESG dan iklim. Di tingkat                          anti-corruption and anti-bribery policies, risk management,
unit, pengelolaan ESG dilakukan oleh Pengelola ESG Kantor                           and increased ESG and climate transparency and
Unit dengan arahan dari Pengelola ESG Kantor Pusat. [E.1] [GRI                      accountability. At the unit level, ESG management is carried
2-13]                                                                               out by the Unit Office ESG Manager under the direction of the
                                                                                    Head Office ESG Manager.

Pengendalian dan pemantauan risiko ESG dilakukan melalui                            ESG risk control and monitoring are carried out through the
fungsi audit ESG yang menjadi bagian dari tanggung jawab                            ESG audit function, which is part of the Company’s Internal
                                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Internal Audit Perseroan. Internal Audit memastikan bahwa                           Audit responsibilities. Internal Audit ensures that all ESG
seluruh aktivitas ESG dilaksanakan sesuai kebijakan yang                            activities are carried out in accordance with established
ditetapkan, melakukan evaluasi atas efektivitas dan kepatuhan                       policies, evaluates the effectiveness and compliance of
                                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




implementasi ESG, serta memberikan rekomendasi untuk                                ESG implementation, and provides recommendations for
perbaikan berkelanjutan. Audit ESG mencakup pengawasan                              continuous improvement. ESG audits include oversight of
terhadap risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola, sebagai                        environmental, social, and governance risks as part of the
bagian dari sistem pengendalian internal Perseroan.                                 Company’s internal control system.




                                                                                                                                                    217
Page 218
                                                Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa melakukan evaluasi            The Board of Commissioners and Board of Directors
                                       terhadap pelaksanaan manajemen risiko melalui pelaporan              constantly evaluate the implementation of risk management
                                       executive summary yang secara rutin dilaksanakan setiap              through monthly executive summary reporting. The executive
                                       bulan. Executive summary ini menjelaskan terkait kinerja             summary contains the performance of risk management
                                       divisi manajemen risiko, identifikasi manajemen risiko               division, identification of strategic, corporate, and
                                       strategis, korporat, dan operasional, serta rekomendasi              operational risk management, as well as recommendations
                                       dan saran kedepannya terkait manajemen risiko yang                   and feedbacks related to the management of the identified
                                       teridentifikasi.                                                     risks.

                                       Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Pelaporan                    Role of the Highest Governance Organ in
                                       Keberlanjutan [GRI 2-14]                                             Sustainability Reporting

                                       Informasi keberlanjutan WEGE disampaikan melalui Laporan             WEGE’s sustainability information is presented in the
                                       Keberlanjutan yang diterbitkan bersamaan dengan Laporan              Sustainability Report published alongside the Company’s
                                       Tahunan Perusahaan. Sebagai perusahaan publik yang berada            Annual Report. As a public company under the supervision
                                       di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, penyusunan               of the Financial Services Authority, this report is prepared in
                                       laporan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan              accordance with the provisions of OJK Regulation Number 51/
                                       OJK Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai penerapan laporan                 POJK.03/2017 concerning the implementation of sustainable
                                       keuangan berkelanjutan.                                              financial reporting.

                                       Direksi sebagai badan tata kelola tertinggi bertanggung              The Board of Directors, as the highest governance organ,
                                       jawab untuk menelaah dan menyetujui seluruh informasi yang           is responsible for reviewing and approving all information
                                       disajikan dalam Laporan Keberlanjutan. Proses penyusunan             presented in the Sustainability Report. The report preparation
                                       laporan dikoordinasikan oleh Sekretaris Perusahaan                   process is coordinated by the Corporate Secretary, who
                                       yang berperan memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan                  is responsible for ensuring that the implementation of
                                       keberlanjutan di WEGE telah sejalan dengan prinsip dan               sustainability activities at WEGE is in line with the established
                                       komitmen yang ditetapkan. [GRI 2-14]                                 principles and commitments.

                                       Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan Tata                           Development of Governance Sustainability
                                       Kelola [GRI 2-17] [OJK E.2] [IDX G-05]                               Competencies

                                       Seiring meningkatnya kompleksitas operasional dan dinamika           As operational complexity and industry dynamics increase,
                                       industri, WEGE terus memperkuat kapasitas organisasi                 WEGE continues to strengthen its organizational capacity
                                       melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan. Komitmen              through sustainable competency development. The
                                       terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui peran aktif                commitment to sustainability is realized through the active
                                       Dewan Komisaris, Direksi, dan Sekretaris Perusahaan dalam            role of the Board of Commissioners, Board of Directors,
                                       memastikan penerapan prinsip keuangan yang bertanggung               and Corporate Secretary in ensuring the implementation
                                       jawab, tata kelola yang efektif, serta pembangunan                   of responsible financial principles, effective governance,
                                       berkelanjutan yang selaras dengan Kebijakan Keberlanjutan            and sustainable development in line with the Company’s
                                       Perusahaan.                                                          Sustainability Policy.

                                       Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris, Direksi, dan                  Throughout 2025, the Board of Commissioners, Board of
                                       Sekretaris Perusahaan mengikuti berbagai program                     Directors, and Corporate Secretary participated in various
                                       pengembangan kompetensi sebagai langkah proaktif untuk               competency development programs as a proactive measure
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       meningkatkan kapabilitas dalam menghadapi tantangan                  to improve their capabilities in facing industry challenges
                                       dan perubahan industri. Program-program tersebut                     and changes. These programs focused on strengthening
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       difokuskan pada penguatan pemahaman di bidang keuangan,              understanding in the areas of finance, governance, and
                                       tata kelola, dan keberlanjutan. [GRI 2-17] [OJK E.2] [IDX G-05]      sustainability.




218
Page 219
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Manajemen Risiko                                               [E.3]

Risk Management




Manajemen risiko di WEGE saat ini telah diterapkan secara                           Risk management at WEGE is currently implemented in a
terstruktur dan terintegrasi sebagai bagian dari sistem                             structured and integrated manner as part of the Company’s
tata kelola dan pengelolaan kinerja Perusahaan. Penerapan                           governance and performance management system. The
manajemen risiko mengacu pada ISO 31000:2018, kebijakan                             implementation of risk management refers to ISO 31000:2018,
manajemen risiko WEGE, serta Peraturan Menteri BUMN                                 WEGE’s risk management policy, and Minister of State-Owned
Nomor 2 Tahun 2023, dan diselaraskan dengan Rencana                                 Enterprises Regulation No. 2 of 2023, and is aligned with the
Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Rencana Kerja dan                                 Company’s Long-Term Plan (RJPP), Work Plan and Company
Anggaran Perusahaan (RKAP), serta Risk Appetite dan Risk                            Budget (RKAP), as well as the established Risk Appetite and
Tolerance yang telah ditetapkan.                                                    Risk Tolerance.

Secara organisasi, fungsi manajemen risiko berperan sebagai                         Organizationally, the risk management function acts
koordinator dan pengawal penerapan manajemen risiko                                 as the coordinator and supervisor of risk management
di seluruh unit kerja dan proyek, dengan dukungan Direksi                           implementation across all work units and projects, with
serta pengawasan Dewan Komisaris. Manajemen risiko telah                            the support of the Board of Directors and the supervision
diintegrasikan ke dalam proses bisnis utama, khususnya pada                         of the Board of Commissioners. Risk management has
perencanaan strategis, selektivitas proyek, pengendalian                            been integrated into key business processes, particularly
keuangan dan operasional, serta pengambilan keputusan                               in strategic planning, project selectivity, financial and
manajemen. Setiap unit kerja dan proyek bertanggung jawab                           operational control, and management decision-making. Each
                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko                          work unit and project is responsible for identifying, analyzing,
sesuai dengan lingkup kewenangannya, dengan prinsip three                           and managing risks within its scope of authority, with the
lines models yang diterapkan secara proporsional.                                   three lines model principle applied proportionally.
                                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                       219
Page 220
                                                Sekilas WEGE                              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance                          Implementing Environmentally Friendly Operations




                                                                             Model Tata Kelola Risiko Tiga Lini (Three Lines Model)


                                                               Dewan Komisaris/Dewan Pengawas | Board of Commissioners/Supervisory Board

                                                                                                  Direksi | Board of Directors



                                                 Lini Pertama | First Line                           Lini Kedua | Second Line                        Lini Ketiga | Third Line
                                                Unit pemilik risiko yang langsung                 Fungsi manajemen riisko dan kepatuhan        Fungsi audit intern yang memastikan tata
                                            mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam           independen yang mengukur, memantau           kelola dan pengendalian risiko diterapkan
                                                          proses bisnis                          dan memperlakukan risiko secara agregat,           secara efektif oleh perusahaan
                                                                                                 mengembangkan metodologi dan kebijakan
                                                                                                      manajemen risiko perusahaan




                                       WEGE telah melaksanakan identifikasi, penilaian, dan                             WEGE has been conducting regular risk identification,
                                       pemetaan risiko secara berkala melalui penyusunan risk                           assessment, and mapping through the development of
                                       register korporasi dan proyek yang memuat daftar risiko                          corporate and project risk registers that include a list of key
                                       utama, tingkat kemungkinan dan dampaknya, rencana                                risks, their likelihood and impact levels, mitigation plans,
                                       mitigasi, serta visualisasi dalam bentuk risk heatmap untuk                      and visualizations in the form of risk heatmaps to support
                                       mendukung pemantauan prioritas risiko dan pengambilan                            more effective monitoring of risk priorities and management
                                       keputusan manajemen secara lebih efektif. Dalam                                  decision-making. In practice, managed risks include
                                       praktiknya, risiko yang dikelola mencakup risiko strategis,                      strategic risks, financial risks, project operational risks,
                                       risiko keuangan, risiko operasional proyek, risiko hukum dan                     legal and compliance risks, as well as environmental, social,
                                       kepatuhan, serta risiko lingkungan, sosial, dan keselamatan                      and occupational safety risks. The risk identification and
                                       kerja. Proses identifikasi dan evaluasi risiko dilakukan                         evaluation process is conducted by considering the dynamics
                                       dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan eksternal,                           of the external environment, including conditions in the
                                       termasuk kondisi industri konstruksi, kebijakan pemerintah,                      construction industry, government policies, and economic
                                       dan volatilitas ekonomi. Risiko yang berada di luar tingkat                      volatility. Risks that exceed the tolerance level become the
                                       toleransi menjadi fokus pengendalian dan pelaporan kepada                        focus of control and reporting to management to determine
                                       manajemen untuk ditetapkan langkah mitigasi yang tepat.                          appropriate mitigation measures.
                                       1. Lini Pertama adalah unit Pemilik Risiko,                                      1. The First Line is the Risk Owner unit.
                                           Bertindak sebagai Lini Pertama dalam manajemen                                   Acting as the First Line in risk management at PT.
                                           risiko PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk adalah                              Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk are the Business
                                           Pelaksanaan Pengelolaan Usaha (PPU), Penanggung                                  Management         Implementation       (PPU),    Business
                                           Jawab Pengelolaan Usaha (PjPU), Penanggung Jawab                                 Management Person in Charge (PjPU), Corporate Function
                                           Fungsi Korporasi (PjFK), dan Lini Pertama Anak                                   Person in Charge (PjFK), and the First Line of Subsidiaries.
                                           Perusahaan.
                                       2. Lini Kedua adalah fungsi Manajemen Risiko,                                    2. The Second Line is the Risk Management function.
                                           Bertindak sebagai Lini Kedua dalam manajemen risiko                             Acting as the Second Line in risk management at PT.
                                           PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk adalah PjFK                               Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk are the PjFK Risk
                                           Risk Management dan Lini Kedua Anak Perusahaan (yang                            Management and the Second Line of Subsidiaries (which
                                           membawahi fungsi Risk Management).                                              oversees the Risk Management function).
                                       3. Lini Ketiga adalah Fungsi Audit Intern                                        3. The Third Line is the Internal Audit Function
                                           Bertindak sebagai Lini Ketiga dalam manajemen risiko                            Acting as the Third Line in risk management at PT. Wijaya
                                           PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk adalah Internal                           Karya Bangunan Gedung, Tbk is Internal Audit
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                           Audit
          Laporan Keberlanjutan 2025




220
Page 221
          Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
          Supporting the Development of Employees and Local Communities                         Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Organ Pengelola Risiko                                                              Risk Management Organ

Organ pengelola risiko dalam penerapan manajemen risiko                             The risk management organ in the implementation of risk
terdiri dari :                                                                      management consists of:
a. Dewan Komisaris;                                                                 a. Board of Commissioners;
b. Direksi;                                                                         b. Board of Directors;
c. Komite Audit;                                                                    c. Audit Committee;
d. Komite Pemantau Risiko & Tata Kelola Terintegrasi;                               d. Risk Monitoring & Integrated Governance Committee;
e. Direktur yang membidangi pengelola risiko & keuangan;                            e. Director in charge of risk management & financial
                                                                                       management;
f. Internal Audit.                                                                  f. Internal Audit.

Dewan Komisaris                                                                     Board of Commissioners

Dalam pelaksanaan fungsi manajemen risiko, Dewan                                    In performing its risk management functions, the Board of
Komisaris memiliki wewenang, tugas, dan tanggung jawab                              Commissioners has the following authorities, duties, and
sebagai berikut:                                                                    responsibilities:
a. Melakukan evaluasi dan persetujuan kebijakan serta                               a. Evaluating and approving risk management policies and
   strategi manajemen risiko;                                                           strategies;
b. Melakukan evaluasi pertanggungjawaban Direksi atas                               b. Evaluating the Board of Directors’ accountability for
   pelaksanaan kebijakan dan strategi manajemen risiko                                  the implementation of risk management policies and
   sebagaimana dimaksud pada huruf a; dan                                               strategies as referred to in point a; and
c. Melaksanakan pengawasan dan pemberian nasihat                                    c. Supervising and providing advice on the implementation
   terhadap pelaksanaan fungsi manajemen risiko sesuai                                  of risk management functions in accordance with
   dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,                                       the provisions of laws and regulations, the articles of
   anggaran dasar dan/atau keputusan RUPS.                                              association and/or GMS resolutions.

Direksi                                                                             Board of Directors

Dalam pelaksanaan fungsi manajemen risiko, Direksi memiliki                         In performing risk management functions, the Board
wewenang, tuhas, dan tanggung jawab sebagai berikut :                               of Directors has the following authorities, duties, and
                                                                                    responsibilities:
a. Menyusun dan mengusulkan kebijakan serta strategi                                a. Formulating and proposing comprehensive risk
   manajemen risiko secara komprehensif;                                               management policies and strategies;
b. Melaksanakan kebijakan manajemen risiko;                                         b. Implementing risk management policies;
c. Mengembangkan budaya manajemen risiko pada seluruh                               c. Developing a risk management culture at all levels of the
   jenjang organisasi;                                                                 organization;
d. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya                                  d. Improving the competence of human resources related to
   manusia yang terkait dengan manajemen risiko;                                       risk management;
e. Memastikan bahwa fungsi manajemen risiko telah                                   e. Ensuring that the risk management function operates
   beroperasi secara independen;                                                       independently;
f. Melaksanakan kaji ulang secara berkala untuk                                     f. Conducting periodic reviews to ensure;
   memastikan;
   • Keakuratan metodologi penilaian risiko;                                            •  The accuracy of the risk assessment methodology;
   • Kecukupan         implementasi      sistem      informasi                          •  The adequacy of the implementation of the risk
       manajemen risiko;                                                                   management information system;
   • Ketepatan kebijakan dan prosedur manajemen risiko                                 • The appropriateness of risk management policies and
       serta penetapan batasan risiko (risk limit) dan ambang                              procedures as well as the determination of risk limits
                                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




       batas (threshold); dan                                                              and thresholds; and
g. Melaksanakan fungsi manajemen risiko lainnya sesuai                              g. Carrying out other risk management functions in
   dengan ketentuan peraturan perundang undangan,                                      accordance with the provisions of laws and regulations,
                                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




   anggaran dasar, dan/atau keputusan RUPS.                                            the articles of association, and/or GMS resolutions.




                                                                                                                                                    221
Page 222
                                               Sekilas WEGE                   Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance               Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Komite Audit                                                       Audit Committee

                                       Komite Audit sebagai organ pengelola risiko di bawah Dewan         The Audit Committee, as a risk management organ under the
                                       Komisaris memiliki fungsi Audit Intern dengan wewenang,            Board of Commissioners, has an internal audit function with
                                       tugas dan tanggung jawab :                                         the following authorities, duties, and responsibilities:
                                       a. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang WEGE           a. Accessing all relevant information about WEGE related to
                                          terkait dengan tugas dan fungsi komite audit;                       the duties and functions of the audit committee;
                                       b. Memantau dan mengkaji efektivitas pelaksanaan Audit             b. Monitoring and reviewing the effectiveness of the
                                          Intern dan Audit Ekstern;                                           implementation of internal and external audits;
                                       c. Memastikan objektivitas dan independensi Auditor                c. Ensuring the objectivity and independence of Internal
                                          Internal dan Auditor Eksternal;                                     Auditors and External Auditors;
                                       d. Memastikan kredibilitas dan objektivitas laporan keuangan       d. Ensuring the credibility and objectivity of WEGE’s
                                          WEGE yang akan diterbitkan untuk pihak eksternal dan                financial reports that will be published for external
                                          badan pengawas, termasuk penindaklanjutan leluhan                   parties and supervisory agencies, including follow-up
                                          dan/atau catatan ketidakwajaran terhadap laporan                    on irregularities and/or notes of irregularities in reports
                                          selama periode pengjkajian komite audit;                            during the audit committee’s review period;
                                       e. Memantau dan mengkaji proses pelaporan keuangan yang            e. Monitoring and reviewing the financial reporting process
                                          diaudit oleh Audit Eksternal;                                       audited by External Auditors;
                                       f. Memastikan Internal Audit melakukan komunikasi dengan           f. Ensuring that the Internal Audit communicates with the
                                          Direksi, Dewan Komisaris dan Auditor Eksternal;                     Board of Directors, Board of Commissioners, and External
                                                                                                              Auditors;
                                       g. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris                   g. Providing recommendations to the Board of
                                          terkait penyusunan rencana audit, ruang lingkup, dan                Commissioners regarding the preparation of audit plans,
                                          anggaran Internal Audit;                                            scope, and budget for Internal Audit;
                                       h. Mengevaluasi laporan auditor internal berkala dan               h. Evaluating periodic internal auditor reports and
                                          merekomendasikan tindakan perbaikan untuk mengatasi                 recommending corrective actions to address control
                                          kelemahan pengendalian, kecurangan (fraud), masalah                 weaknesses, fraud, compliance issues with policies and
                                          kepatuhan terhadap kebiijakan dan peraturan perundang-              regulations, or other issues identified and reported by
                                          undangan atau masalah lain yang diidentifikasi dan                  Internal Audit;
                                          dilaporkan oleh Internal Audit;
                                       i. Mengevaluasi kinerja Internal Audit;                            i. Evaluating the performance of Internal Audit;
                                       j. Memastikan Internal Audit menjunjung tinggi integritas          j. Ensuring that Internal Audit upholds integrity in the
                                          dalam pelaksanaan tugas;                                           performance of its duties;
                                       k. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris                   k. Providing recommendations to the Board of Commissioners
                                          terkait pemberian reminerasi tahunan Internal Audit                regarding the provision of overall annual remuneration for
                                          secara keseluruhan serta penghargaan kinerja;                      Internal Audit as well as performance awards;
                                       l. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas kesesuaian               l. Monitoring and evaluating the conformity of the
                                          penerapan kebijakan keuangan dan Audit Intern WEGE                 implementation of financial policies and Internal Audit of
                                          maupun Anak perusahaan WEGE;                                       WEGE and its subsidiaries;
                                       m. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris                   m. Providing recommendations to the Board of
                                          atas hal yang mendukung efektivitas dan akurasi proses             Commissioners on matters that support the effectiveness
                                          pelaporan keuangan dan kesesuaian antara kebijakan                 and accuracy of the financial reporting process and the
                                          Audit Intern WEGE dan Audit Intern Anak Perusahaan                 compliance between the financial reporting policies of
                                          WEGE;                                                              WEGE and its subsidiaries;
                                       n. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap                   n. Monitoring and evaluating the implementation of other
                                          pelaksanaan fungsi Audit Inten lainnya sesuai dengan               internal audit functions in accordance with the provisions
                                          ketentuan peraturan perundang-undangan, anggaran                   of laws and regulations, the articles of association, and/or
                                          dasar, dan/atau keputusan RUPS; dan                                GMS resolutions; and
                                       o. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab lain             o. Exercising other authorities, duties, and responsibilities
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          yang terkait dengan fungsinya.                                     related to its functions.
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       Komite Pemantau Risiko & Tata Kelola Terintegrasi                  Risk Monitoring & Integrated Governance Committee

                                       Komite Pemantau Risiko & Tata Kelola Terintegrasi sebagai          The Risk Monitoring & Integrated Governance Committee, as
                                       organ pengelola risiko di bawah Dewan Komisaris memiliki           a risk management organ under the Board of Commissioners,
                                       fungsi manajemen risiko dengan wewenang, tugas dan                 has risk management functions with the following authorities,
                                       tanggung jawab:                                                    duties, and responsibilities:
                                       a. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang WEGE           a. Accessing all relevant information about WEGE related
222                                       terkait dengan tugas dan fungsi Komite Pemantau Risiko;              to the duties and functions of the Risk Monitoring
                                                                                                               Committee;
Page 223
             Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
             Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
     Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
     Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




b. Melakukan komunikasi dengan kepada unit kerja dan pihak                              b. Communicating with work units and other parties within
   lain dalam WEGE untuk memperoleh informasi, klarifikasi                                 WEGE to obtain information, clarifications, and requested
   serta meminta dokumen dan laporan yang diperlakukan;                                    documents and reports;
c. Melakukan pemantauan dan penelaahan terhadap laporan                                 c. Monitoring and reviewing risk management reports
   manajemen risiko dan laporan lainnya terkait penerapan                                  and other reports related to the implementation of risk
   manajemen risiko baik WEGE maupun Anak Perusahaan                                       management by both WEGE and its subsidiaries;
   WEGE;
d. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas kesesuaian                                    d. Monitoring and evaluating the conformity of the
   penerapan kebijakan dan strategi manajemen risiko                                       implementation of risk management policies and
   WEGE dan Anak Perusahaan WEGE;                                                          strategies of WEGE and its subsidiaries;
e. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas                                   e. Providing recommendations to the Board of
   hal yang mendukung efektivitas penerapan manajemen                                      Commissioners on matters that support the effective
   risiko dan kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko                                 implementation of risk management and the conformity
   WEGE dan manajemen risiko Anak Perusahaan WEGE;                                         between the risk management policies of WEGE and its
f. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap                                           subsidiaries;
   pelaksanaan fungsi manajemen risiko lainnya sesuai                                   f. Monitoring and evaluating the implementation of other risk
   dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,                                          management functions in accordance with the provisions
   anggaran dasar, dan/atau keputusan RUPS; dan                                            of laws and regulations, the articles of association, and/or
g. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab lain                                     GMS resolutions; and
   yang terkait dengan fungsinya.                                                       g. Carrying out other authorities, duties, and responsibilities
h. Melakukan evaluasi kebijakan Tata Kelola Terintegrasi;                                  related to its functions.
i. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas kesesuaian                                    h. Evaluating Integrated Governance policies;
   kebijakan Tata Kelola Terntegrasi WEGE atau Anak                                     i. Monitoring and evaluating the compliance of WEGE or
   Perusahaan WEGE;                                                                        WEGE Subsidiaries’ Integrated Governance policies;
j. Melakukan evaluasi pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi,                             j. Evaluating the implementation of Integrated Governance,
   paling sedikit melalui penilaian kecukupan pengendalian                                 at least through an assessment of the adequacy of
   internal dan pelaksanaan fungsi kepatuhan secara                                        internal controls and the implementation of integrated
   terintegrasi;                                                                           compliance functions;
k. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk                                  k. Providing recommendations to the Board of
   penyempurnaan kebijakan Tata Kelola Terintegrasi;                                       Commissioners for improvements to the Integrated
                                                                                           Governance policy;
l. Melakukan komunikasi dengan unit kerja untuk fungsi                                  l. Communicating with work units for functions including
   antara lain Audit Inten, hukum dan kepatuhan, keuangan                                  Internal Audit, legal and compliance, finance and
   dan manajemen risiko, sumber daya manusia dan                                           risk management, human resources and necessary
   aspek fungsi operasional usaha yang diperlukan, untuk                                   operational aspects of the business, to obtain
   memperoleh informasi, klarifikasi serta meminta laporan                                 information, clarification and request necessary reports
   yang diperlukan secara terintegrasi;                                                    in an integrated manner;
m. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap                                        m. Monitoring and evaluating the implementation of other
   pelaksanaan fungsi Tata Kelola Terintegrasi lainnya                                     Integrated Governance functions in accordance with the
   sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan,                                    provisions of laws and regulations, articles of association
   anggaran dasar dan/atau keputusan RUPS; dan                                             and/or GMS resolutions; and
n. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab yang                                  n. Exercising the authority, duties, and responsibilities
   terkait dengan fungsinya.                                                               related to their functions.

Direktur yang Membidangi Pengelolaan Risiko &                                           Director in Charge of Risk Management & Financial
Pengelolaan Keuangan                                                                    Management

Direktur yang membidangi Pengelola Risiko & Pengelolaan                                 The Director in charge of Risk Management & Financial
                                                                                                                                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Keuangan sebagai organ pengelola risiko memiliki wewenang,                              Management as the risk management organ has the following
tugas dan tanggung jawab:                                                               authority, duties, and responsibilities:
a. Melaksanakan pengurusan WEGE sesuai bidang                                           a. Managing WEGE according to the field of risk management
                                                                                                                                                                      2025 Sustainability Report




    pengelolaan risiko sesuai dengan ketentuan peraturan                                   based on the provisions of laws and regulations, the
    perundang-undangan,      anggaran     dasar,   dan/atau                                articles of association, and/or GMS decisions;
    keputusan RUPS;
b. Melaksanakan penetapan strategi dan kebijakan bidang                                 b. Implementing the formulation of strategies and policies in
    pengelolaan risiko yang menjadi tanggung jawabnya                                      the field of risk management under his/her responsibility
    dengan memperhatikan visi, strategi, dan kebijakan                                     by taking into account the vision, strategies, and policies
    WEGE yang telah ditetapkan;                                                            of WEGE that have been established;
c. Melaksanakan koordinasi dan memberikan arahan                                        c. Coordinating and providing direction for the                   223
    pelaksanaan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik.                                  implementation of good corporate governance principles.
Page 224
                                               Sekilas WEGE                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance              Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       d. Melaksanakan penetapan langkah yang diperlukan untuk           d. Implementing the necessary measures to ensure that
                                          memastikan WEGE telah memenuhi seluruh peraturan                  WEGE complies with all laws and regulations and that
                                          perundangan dan menjaga agar kegiatan usaha WEGE                  WEGE’s business activities do not deviate from the
                                          tidak menyimpang dari ketentuan peraturan perundangan;            provisions of laws and regulations;
                                       e. Melaksanakan pemantauan dan menjaga kepatuhan                  e. Monitoring and maintaining WEGE’s compliance with all
                                          WEGE terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang                agreements and commitments made by WEGE to external
                                          dibuat oleh WEGE kepada pihak eksternal;                          parties;
                                       f. Melaksanakan pengembangan organisasi kerja sehingga            f. Developing the organizational structure so that WEGE has
                                          WEGE memiliki kebijakan, prosedur, dan metode yang                reliable policies, procedures, and methods to implement
                                          handal dalam menerapkan pengelolaan risiko;                       risk management;
                                       g. Melaksanakan pemantauan kepatuhan dan pengawasan               g. Monitoring compliance and conducting inherent
                                          melekat pada semua unit kerja organisasi pengelola                supervision of all work units within the risk management
                                          risiko;                                                           organization;
                                       h. Membentuk unit kerja manajemen risiko (sebagai lini            h. Establishing a risk management work unit (as the second
                                          kedua) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur            line) that reports directly to the Director in charge of
                                          yang membidangi pengelolaan risiko, yang memiliki                 risk management, with the following authority and
                                          wewenang dan tanggung jawab meliputi :                            responsibilities:
                                          • Memantau pelaksanaan stretegi manajemen risiko                  • Monitoring the implementation of the risk management
                                              yang telah disetujui oleh Direksi;                                strategy approved by the Board of Directors;
                                          • Memantau profil risiko, peta risiko, realisasi                  • Monitoring the risk profile, risk map, realization
                                              perhitungan risiko inheren dan risiko residual, dan               of inherent risk and residual risk calculations, and
                                              realisasi pelaksanaan perlakuan risiko dan biaya;                 realization of risk treatment and costs;
                                          • Melakukan internal control testing dan stress testing;          • Conducting internal control testing and stress testing;
                                          • Mengkaji ulang secara berkala terhadap proses                   • Periodically reviewing the risk management process;
                                              manajemen risiko;
                                          • Mengevaluasi terhadap akurasi model dan validitas                •   Evaluating the accuracy of models and the validity of
                                              data yang digunakan untuk mengukur risiko;                         data used to measure risk;
                                          • Memberikan rekomendasi kepada lini pertama dan/                  •   Providing recommendations to the first line and/or
                                              atau Komite Pemantau Risiko sesuai kewenangan                      the Risk Monitoring Committee in accordance with
                                              yang dimiliki; dan                                                 their respective authorities; and
                                          • Menyusun dan menyampaikan laporan manajemen                      •   Preparing and submitting risk management reports
                                              risiko kepada Direktur yang membidang pengelolaan                  to the Director in charge of risk management and the
                                              risiko dan Komite Pemantau Risiko secara berkala                   Risk Monitoring Committee on a quarterly basis; and
                                              triwulan; dan
                                          • Melaksanakan pengurusan WEGE di bidang                           •  Managing WEGE in the field of risk management
                                              pengelolaan risiko sesuai dengan ketentuan                        in accordance with the provisions of laws and
                                              perundang-undangan, anggaran dasar dan/atau                       regulations, the articles of association and/or GMS
                                              keputusan RUPS.                                                   resolutions.
                                       i. Melaksanakan pengurusan WEGE di bidang pengelolaan             i. Carrying out the management of WEGE in the field of
                                          keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-             financial management in accordance with the provisions
                                          undangan, anggaran dasar, dan/atau keputusan RUPS.                of laws and regulations, articles of association, and/or
                                       j. Melaksanakan penetapan strategi dan kebijakan unit                GMS decisions.
                                          kerja dan Anak Perusahaan WEGE yang berada di bidang           j. Carrying out the formulation of strategies and policies
                                          keuangan, serta berkoordinasi dengan direktur lainnya;            for WEGE’s work units and subsidiaries in the financial
                                       k. Melaksanakan penyusunan dan penetapan pengaturan                  sector, as well as coordinating with other directors;
                                          terkait keuangan dengan memperhatikan kebijakan                k. Carrying out the preparation and formulation of financial
                                          WEGE dan prinsip kehati-hatian;                                   regulations with due regard to WEGE’s policies and the
                                       l. Melaksanakan penyusunan dan penyajian laporan                     principle of prudence;
                                          keuangan WEGE; dan                                             l. Preparing and presenting WEGE’s financial reports; and
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       m. Menjalankan wewenang, tugas dan tanggung jawab lain            m. Carrying out other authorities, duties, and responsibilities
                                          yang terkait dengan fungsinya.                                    related to its functions.
          Laporan Keberlanjutan 2025




224
Page 225
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Internal Audit                                                                      Internal Audit

Internal Audit sebagai organ pengelola risiko (sebagai lini                         Internal Audit as a risk management body (as the first line)
pertama) sebagaimana dimaksud memiliki fungsi Audit Intern                          as referred to above has an Internal Audit function with the
dengan wewenang, tugas dan tanggung jawab;                                          following authorities, duties, and responsibilities:
a. Melakukan evaluasi dan evektivitas pelaksanaan                                   a. Evaluating the effectiveness of internal controls, risk
    pengendalian intern, manajemen risiko dan proses tata                               management, and corporate governance processes
    kelola perusahaan, sesuai dengan peraturan perundang-                               in accordance with laws and regulations and company
    undangan dan kebijakan perusahaan;                                                  policies;
b. Melakukan penilaian Risk Maturity Index (RMI) Bersama                            b. Assessing the Risk Maturity Index (RMI) together with the
    lini kedua, termasuk mereview peringkat komposit risiko                             second line, including reviewing the composite risk rating
    aspek kinerja dalam penilaian Risk Maturity Index (RMI),                            of performance aspects in the Risk Maturity Index (RMI)
    yang diketuai oleh Internal Audit.                                                  assessment, chaired by Internal Audit.
c. Memberikan feeding loss event database dan mengevaluasi                          c. Providing a feeding loss event database and evaluating
    kebijakan risiko.                                                                   risk policies.

Perencanan Audit Intern disusun berdasarkan risiko (Risk                            Internal Audit planning is prepared based on risk (Risk Based
Based Audit) yang dilakukan secara terintegrasi dalam tata                          Audit) and is carried out in an integrated manner within
kelola tiga lini (Three Lines Model) dengan siklus dan tanggung                     the three lines of governance (Three Lines Model) with the
jawab setiap lini, sebagai berikut:                                                 following cycle and responsibilities for each line:
a. Tanggung jawab lini pertama antara lain : mengidentifikasi                       a. The responsibilities of the first line include: identifying
    sasaran dan stretegi usaha, mengidentifikasi proses                                 business objectives and strategies, identifying business
    bisnis dan melaksanakan sasaran dan strategi usaha,                                 processes and implementing business objectives and
    mengidentifikasi risiko dan menyusun rencana perlakuan                              strategies, identifying risks and developing risk treatment
    risiko, dan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan                                  plans, and monitoring and evaluating the implementation
    rencana perlakuan risiko;                                                           of risk treatment plans;
b. Tanggung jawab lini kedua, antara lain: mereview risiko                          b. The responsibilities of the second line include:
    dan rencana perlakuan risiko dari lini pertama, menyusun                            reviewing the risks and risk treatment plans of the
    kebijakan strategi risko, mengklasifikasikan risiko,                                first line, formulating risk strategy policies, classifying
    memprioritaskan risiko, memonitor dan mengevaluasi                                  risks, prioritizing risks, monitoring and evaluating
    pelaksanaan rencana perlakuan risiko utama dan                                      the implementation of key risk treatment plans, and
    mengidentifikasi perusahaan risiko utama;                                           identifying key risk companies;
c. Tanggung jawab lini ketiga, antara lain: mengevaluasi                            c. The third line of responsibilities includes: evaluating
    penilaian risiko, menilai tingkat kematangan risiko dalam                           risk assessments, assessing the level of risk maturity
    pendekatan audit, menyusun perencanaan Audit Intern,                                in the audit approach, developing internal audit plans,
    melaksanakan perencanaan Audit Intern dan menyetujui                                implementing internal audit plans and approving
    temuan Audit bersama unit yang diauditi, memantau                                   audit findings with the audited units, monitoring the
    pelaksanaan Audit Inten Anak Perusahaan, melaporkan                                 implementation of internal audits of subsidiaries,
    hasil pemeriksaaan dan pelaksanaan audit terintegrasi                               reporting the results of integrated audits and monitoring
    dan monitoring tindak lanjut temuan audit.                                          the follow-up of audit findings.

Sesuai dengan ketentuan PERMEN BUMN No. 2, WEGE                                     Pursuant to the provisions of PERMEN BUMN No. 2,
mendorong penguatan kompetensi organ pengelola risiko                               WEGE encourages the development of risk management
melalui keikutsertaan dalam program sertifikasi manajemen                           competencies through participation in risk management
risiko yang diselenggarakan oleh lembaga eksternal. Selain                          certification programs organized by external institutions.
itu, untuk meningkatkan pemahaman dan budaya sadar                                  Furthermore, to enhance understanding and foster a risk-
risiko di seluruh level organisasi, WEGE secara berkala                             aware culture across the organization, WEGE regularly
menyelenggarakan program peningkatan kesadaran                                      conducts risk management awareness training programs, at
                                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




(awareness training) terkait manajemen risiko, sekurang-                            least once a year, via webinars presented by external speakers.
kurangnya satu kali dalam setahun, melalui webinar dengan                           The Company also conducts regular risk management sharing
menghadirkan narasumber dari eksternal. Perusahaan juga                             sessions with internal speakers, such as Project Managers
                                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




melaksanakan sharing session manajemen risiko secara                                or Vice Presidents from relevant divisions or functions to
rutin dengan melibatkan narasumber internal, seperti                                share experiences, lessons learned, and best practices in risk
Manajer Proyek maupun Vice President dari divisi atau fungsi                        management within the Company.
terkait, sebagai sarana berbagi pengalaman, pembelajaran,
dan praktik terbaik dalam pengelolaan risiko di lingkungan
Perusahaan.

                                                                                                                                                      225
Page 226
                                                         Sekilas WEGE                                                       Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                         WEGE at a Glance                                                   Implementing Environmentally Friendly Operations




                                                                                                                                      Skala Spektrum Penilaian RMI
                                                                                                                                      RMI Assessment Spectrum Scale


                                                                          1                 1.4               1.8          2          2.4           2.8          3            3.4           3.8            4          4.4               4.8               5

                                                                                (1.0-1.4)         (1.5-1.8)            (1.9-2.4)        (2.5-2.8)             (2.9-3.4)             (3.5-3.8)           (3.9-4.4)           (4.4-4.8)         (4.9-5.0)
                                                                               Fase Awal        Fase Awal               Fase              Fase             Fase Praktik        Fase Praktik           Fase Praktik      Fase Praktik           Fase
                                                                                                   (+)               Berkembang       Berkembang +          yang Baik          yang Baik (+)           yang lebih        yang lebih           Praktik
                                                                                                                                                                                                         Baik             Baik (+)            Tebaik


                                                                               Fase Awal                            Fase Berkembang                  Fase Praktik yang Baik                 Fase Praktik yang lebih Baik           Fase Praktik Terbaik




                                       Fase Awal                                            Fase Berkembang                                   Fase Praktik yang Baik                              Fase Praktik yang lebih Baik                            Fase Praktik Terbaik
                                       Initial Stage                                        Developing Stage                                  Good Practice Stage                                 Advanced Practice Stage                                 Best Practice Stage

                                       •   Menerapkan Sejumlah Dimensi                      •     Secara rata-rata menerapkan                 •     Menerapkan seluruh Dimensi                    •    Menerapkan seluruh Dimensi                         •   Menerapkan praktik-praktik
                                           praktik MR;                                            seluruh Dimensi praktik MR                        praktik MR, mendekati/se-                          praktik MR yang kuat,                                  terbaik MR sesuai praktik
                                       •   Budaya & Kesadaran Risiko                              untuk memenuhi persyaratan                        jalan dengan praktik standar                       mendekati/sejalan dengan                               standar global industrinya;
                                           pegawai masih rendah;                                  minimum                                           industrinya;                                       praktik standar global                             •   Budaya Risiko sepenuhnya
                                       •   Tata kelola dan struktur                         •     Pegawai tertentu cukup sadar                •     Pegawai cukup sadar akan                           industrinya;                                           tertanam telah dilaksanakan
                                           organisasi MR dalam tahap                              akan Risiko, budaya Risiko mulai                  Risiko, budaya Risiko mulai dit-              •    Semua pegawai sadar Risiko,                            sepenuhnya didukung
                                           perencanaan;                                           diperkenalkan                                     erapkan di dalam perusahaan;                       penerapan budaya Risiko                                pengelolaan pengetahuan &
                                       •   Kebijakan/pedoman/SOP/keten-                     •     Terdapat struktur organisasi,               •     Struktur organisasi, kerangka                      memasuki tahap lebih luas &                            Pengembangan kapabilitas
                                           tuan diperbaharui tidak secara                         kerangka kerja, kepatuhan,                        kerja, kepatuhan, proses, sistem                   makin terintegrasi                                     sumber daya MR;
                                           berkala; dan                                           proses, sistem, & alat yang ter-                  dan alat terkait MR telah diter-              •    Struktur organisasi, kerangka                      •   Struktur organisasi, kerangka
                                       •   Kerangka kerja, kepatuhan,                             kait MR, ada kesenjangan dalam                    apkan, level implementasinya                       kerja, kepatuhan, proses,                              kerja, kepatuhan, proses, sistem
                                           proses, sistem dan alat yang                           praktiknya, level implementasi                    masih bervariasi;                                  sistem, & alat terkait MR                              & alat terkait MR diterapkan
                                           terkait MR diterapkan tidak                            tiap Dimensi bervariasi                     •     Menerapkan MR secara                               diimplementasikan cukup                                secara efektif & dilakukan
                                           secara konsisten di seluruh                      •     Telah mengkomunikasikan infra-                    konsisten sesuai framework                         efektif;                                               perbaikan berkelanjutan;
                                           organisasi.                                            struktur MR dan dipahami oleh                     MR dan menerapkan prinsip MR                  •    Menerapkan MR dengan                               •   Proses MR menggunakan
                                       •   Implementation of several Risk                         seluruh insan Perusahaan                          terus-menerus; dan                                 perbaikan terus-menerus;                               metode terdepan dengan sistem
                                           Management (RM) practice                         •     Perusahaan telah menyelaraskan              •     Penjabaran (cascading) target                 •    Penerapan MR didukung sistem                           informasi MR yang terintegrasi
                                           dimensions;                                            infrastruktur MR dan target                       kinerja perusahaan telah dilaku-                   informasi yang memadai dan                             dengan sistem informasi lainnya;
                                       •   Employee risk culture and                              kinerja                                           kan hingga tingkat individu.                       dapat dipertanggungjawabkan                        •   Perbaikan MR dilakukan
                                           awareness remain relatively low;                 •     On average, all Risk Management             •     All Risk Management (RM)                      •    Evaluasi pencapaian kinerja                            berkelanjutan;
                                       •   Governance and organizational                          (RM) practice dimensions are                      practice dimensions are                            telah dilakukan secara berkala                     •   MR menjadi dasar pengambilan
                                           structure for RM are still in the                      implemented to meet minimum                       implemented, approaching/                     •    Strong implementation of all                           keputusan dengan
                                           planning stage;                                        requirements;                                     aligned with industry standard                     Risk Management (RM) practice                          memperhitungkan peluang yang
                                       •   Policies/guidelines/SOPs/                        •     Certain employees demonstrate                     practices;                                         dimensions, approaching/                               ada; dan
                                           regulations are not updated on a                       adequate risk awareness, and                •     Employees demonstrate a rea-                       aligned with global industry                       •   Tren kinerja meningkat dari
                                           regular basis; and                                     a risk culture has begun to be                    sonable level of risk awareness,                   standards;                                             tahun ke tahun
                                       •   RM-related frameworks, com-                            introduced;                                       and a risk culture has begun                  •    All employees are risk-aware,                      •   Implementation of best-in-class
                                           pliance, processes, systems,                     •     An RM-related organizational                      to be embedded within the                          with risk culture implementation                       Risk Management (RM) practices
                                           and tools are not consistently                         structure, framework, compli-                     Company;                                           becoming more widespread and                           in line with global industry
                                           implemented across the                                 ance, processes, systems, and               •     RM-related organizational struc-                   increasingly integrated;                               standards;
                                           organization.                                          tools are in place; however, gaps                 ture, framework, compliance,                  •    RM-related organizational                          •   Risk culture is fully embedded
                                                                                                  remain in practice, with varying                  processes, systems, and tools                      structure, framework,                                  and supported by knowledge
                                                                                                  levels of implementation across                   have been established, although                    compliance, processes, systems,                        management and the continuous
                                       Fase Awal +                                                dimensions;                                       implementation levels still vary;                  and tools are implemented                              development of RM capabilities;
                                                                                            •     The RM infrastructure has been              •     RM is applied consistently                         effectively;                                       •   RM-related organizational
                                       Initial Stage +
                                                                                                  communicated and is under-                        in accordance with the RM                     •    RM is applied with a focus on                          structure, framework,
                                                                                                  stood by all personnel within the                 framework, with continuous                         continuous improvement;                                compliance, processes, systems,
                                       •   Praktik Manajemen Risiko
                                                                                                  Company;                                          application of RM principles; and             •    RM implementation is supported                         and tools are effectively
                                           melampau fase awal dan
                                                                                            •     The Company has aligned its RM              •     The cascading of corporate                         by adequate and reliable                               implemented with ongoing
                                           sedang transisi menuju fase
                                                                                                  infrastructure with performance                   performance targets has been                       information systems;                                   continuous improvement;
                                           berkembang
                                                                                                  targets.                                          implemented down to the                       •    Performance achievement                            •   RM processes utilize advanced
                                       •   Risk Management practices have
                                                                                                                                                    individual level.                                  evaluations are conducted on a                         methodologies, supported
                                           moved beyond the initial stage
                                                                                                                                                                                                       regular basis.                                         by integrated RM information
                                           and are transitioning toward the                 Fase Berkembang +                                                                                                                                                 systems aligned with other
                                           developing stage
                                                                                            Developing Stage +                                Fase Praktik yang Baik +                            Fase Praktik yang lebih Baik +                              enterprise systems;
                                                                                                                                              Good Practice Stage +                               Advanced Practice Stage +                               •   Continuous improvement in RM
                                                                                            •     Praktik Manajemen Risiko                                                                                                                                    is consistently maintained;
                                                                                                  melampau fase berkembang &                  •     Praktik Manajemen Risiko                      •    Praktik Manajemen Risiko                           •   RM serves as a foundation
                                                                                                  sedang dalam transisi menuju                      melampau fase praktik yang baik                    melampaui fase praktik yang                            for decision-making,
                                                                                                  fase praktik yang baik                            & sedang dalam transisi menuju                     lebih baik & sedang dalam                              incorporating the assessment of
                                                                                            •     Risk Management practices have                    fase praktik yang lebih baik                       transisi menuju fase praktik                           opportunities; and
                                                                                                  surpassed the developing stage              •     Risk Management practices have                     yang terbaik                                       •   Performance trends
                                                                                                  and are transitioning toward the                  surpassed the good practice                   •    Risk Management practices have                         demonstrate year-on-year
                                                                                                  good practice stage                               stage and are transitioning                        surpassed the advanced prac-                           improvement
                                                                                                                                                    toward the advanced practice                       tice stage and are transitioning
                                                                                                                                                    stage                                              toward the best practice stage
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




226
Page 227
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian                                   As part of the effort to strengthen the internal control system,
internal, Perusahaan melaksanakan audit manajemen                                   the Company conducts risk management audits and RMI
risiko dan audit RMI yang terintegrasi dengan fungsi Satuan                         audits that are integrated with the Internal Audit (IA) function.
Pengawas Internal/Internal Audit (IA). Audit ini bertujuan                          These audits aim to ensure the adequacy and effectiveness
untuk memastikan kecukupan dan efektivitas penerapan                                of risk management implementation, compliance with
manajemen risiko, kesesuaian dengan standar dan regulasi                            applicable standards and regulations, and consistency of
yang berlaku, serta konsistensi implementasi di seluruh unit                        implementation across all work units and projects. The
kerja dan proyek. Rekomendasi hasil audit digunakan sebagai                         audit recommendations are used as a basis for continuous
dasar perbaikan berkelanjutan.                                                      improvement.

Mekanisme audit atas implementasi manajemen risiko di                               The audit mechanism on the implementation of risk
WEGE telah dilaksanakan melalui audit internal maupun                               management at WEGE has been carried out through both
eksternal. Audit internal dilakukan oleh Internal Audit untuk                       internal and external audits. Internal audits are conducted
memastikan efektivitas penerapan proses manajemen                                   by the Internal Audit unit to ensure the effectiveness of risk
risiko di lingkungan Perusahaan, sedangkan audit eksternal                          management processes within the Company, while external
dilakukan secara berkala setiap tahun oleh pihak eksternal,                         audits are conducted periodically each year by an external
serta dilakukan melalui proses resertifikasi ISO 30001 setiap 3                     party, as well as through the ISO 30001 recertification process
tahun. Selain itu, pada tahun 2025 WEGE juga telah melakukan                        every three years. In addition, WEGE also conducted a Risk
pengukuran Risk Maturity Index (RMI) oleh WIKA Holding                              Maturity Index (RMI) assessment by WIKA Holding in 2025,
dengan perolehan skor sebesar 2.1 yang menunjukkan bahwa                            achieving a score of 2.1, which indicates that the Company’s
tingkat kematangan manajemen risiko Perusahaan berada                               risk management maturity level is in the developing phase.
pada fase berkembang Hasil evaluasi tersebut menjadi                                The results of this evaluation are a crucial component in the
bagian penting dalam upaya penguatan sistem manajemen                               ongoing effort to strengthen the risk management system
risiko secara berkelanjutan agar lebih adaptif, terukur, dan                        to be more adaptive, measurable, and aligned with the
selaras dengan kebutuhan tata kelola Perusahaan.                                    Company’s governance needs.

Selain itu, WEGE saat ini tengah mengembangkan dan                                  In addition, WEGE is currently developing and optimizing
mengoptimalkan Sistem Informasi Manajemen Risiko                                    a digital-based Risk Management Information System
berbasis digital untuk mendukung proses identifikasi,                               to support the integrated and real-time process of risk
pemantauan, dan pelaporan risiko secara terintegrasi dan                            identification, monitoring, and reporting. This digitalization
real-time. Digitalisasi ini memperkuat transparansi, akurasi                        strengthens transparency, data accuracy, and the quality
data, serta kualitas pengambilan keputusan manajemen,                               of management decision-making, while supporting the
sekaligus mendukung peningkatan nilai RMI dan penguatan                             improvement of RMI scores and strengthening a risk-aware
budaya sadar risiko di lingkungan Perusahaan.                                       culture within the Company.

Secara keseluruhan, manajemen risiko di WEGE saat ini berada                        Overall, risk management at WEGE is currently in a phase of
pada fase penguatan dan peningkatan kematangan, dengan                              improving and increasing maturity, with a focus on integrating
fokus pada integrasi risiko ke dalam strategi dan kinerja,                          risk into strategy and performance, improving control quality,
peningkatan kualitas pengendalian, serta penguatan budaya                           and strengthening risk culture. This approach is expected to
risiko. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan                                increase the Company’s resilience to uncertainty, maintain
ketahanan Perusahaan terhadap ketidakpastian, menjaga                               business continuity, and support the creation of sustainable
kesinambungan usaha, dan mendukung penciptaan nilai                                 value for the Company.
Perusahaan secara berkelanjutan.
                                                                                                                                                        PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                    2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                        227
Page 228
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Untuk mendukung implementasi Manajemen Risiko yang                  To support the implementation of integrated and sustainable
                                       terintegrasi dan berkelanjutan, PT Wijaya Karya Bangunan            Risk Management, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                       Gedung Tbk (WEGE) telah menyusun, menetapkan, dan                   (WEGE) has developed, established, and implemented various
                                       menerapkan berbagai perangkat pendukung Manajemen                   Risk Management supporting systems, including:
                                       Risiko yang mencakup:
                                       1. Kebijakan Manajemen Risiko, sebagai landasan utama               1. Risk Management Policy, as the main foundation for
                                           dalam penerapan manajemen risiko di seluruh tingkatan              the application of risk management at all levels of the
                                           organisasi, yang disusun sejalan dengan kebijakan WEGE,            organization, which was developed in line with WEGE’s
                                           ISO 31000:2018, serta ketentuan Peraturan Menteri BUMN             policies, ISO 31000:2018, and the provisions of Minister of
                                           Nomor 2 Tahun 2023.                                                State-Owned Enterprises Regulation Number 2 of 2023.
                                       2. Pedoman Manajemen Risiko, yang memberikan acuan                  2. Risk Management Guidelines, which provide conceptual
                                           konseptual dan metodologis dalam pelaksanaan proses                and methodological references in the implementation of
                                           manajemen risiko, termasuk identifikasi, analisis,                 the risk management process, including the identification,
                                           evaluasi, dan pengendalian risiko pada tingkat korporasi,          analysis, evaluation, and control of risks at the corporate,
                                           unit kerja, dan proyek.                                            work unit, and project levels.
                                       3. Prosedur Manajemen Risiko WEGE Nomor WG-ERM-                     3. WEGE Risk Management Procedures Number WG-ERM-
                                           PM-01 Revisi 08 yang mengatur tahapan pelaksanaan,                 PM-01 Revisions 08, which regulate the implementation
                                           peran dan tanggung jawab, mekanisme pelaporan, serta               stages, roles and responsibilities, reporting mechanisms,
                                           integrasi manajemen risiko dengan proses bisnis dan                and integration of risk management with the Company’s
                                           pengendalian internal Perusahaan, sehingga penerapan               business processes and internal controls, so that the
                                           manajemen risiko dapat dilaksanakan secara konsisten,              implementation of risk management can be carried out in
                                           terdokumentasi, dan terukur.                                       a consistent, documented, and measurable manner.
                                       4. Program Kerja Manajemen Risiko, yang disusun secara              4. Risk Management Work Program, which is prepared
                                           tahunan dan diselaraskan dengan Rencana Kerja                      annually and aligned with the Company’s Work
                                           dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sebagai sarana                     Plan and Budget (RKAP) with the aim of ensuring
                                           untuk memastikan implementasi, pemantauan, serta                   the implementation, monitoring, and continuous
                                           peningkatan berkelanjutan atas penerapan manajemen                 improvement of risk management within the Company.
                                           risiko di lingkungan Perusahaan.
                                       5. Pendampingan Manajemen Risiko pada proyek, unit                  5. Risk Management Assistance for projects, work units, and
                                           kerja, dan fungsi pendukung, yang dilakukan secara                 support functions, carried out continuously to ensure that
                                           berkesinambungan untuk memastikan penerapan                        the implementation of risk management is effective and
                                           manajemen risiko berjalan efektif dan sesuai dengan                in accordance with the characteristics and complexity of
                                           karakteristik serta kompleksitas risiko masing-masing              the risks of each business activity.
                                           aktivitas usaha.
                                       6. Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko (Risk             6. Risk Maturity Index measurement, as an evaluation tool
                                           Maturity Index), sebagai alat evaluasi kualitas penerapan          to assess the quality of risk management implementation
                                           manajemen risiko serta dasar penyusunan langkah                    and a foundation to develop continuous risk maturity
                                           peningkatan kematangan risiko secara berkelanjutan,                improvement measures, in accordance with the
                                           sesuai dengan ketentuan PER BUMN Nomor 2 Tahun                     provisions of SOE Regulation Number 2 of 2023.
                                           2023.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




228
Page 229
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko     Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management      Relationship with Stakeholders




Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Relationship with Stakeholders




  Renovasi Cladding Gedung Kementerian BUMN
  Cladding Renovation of the Ministry of State-Owned Enterprises Building


Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29] [E.4]                                     Stakeholder Engagement

Pemangku kepentingan merupakan individu maupun                                      Stakeholders are individuals or groups that have a connection
kelompok yang memiliki keterkaitan dan dapat dipengaruhi                            with and can be affected by the Company’s activities, products,
oleh aktivitas, produk, serta layanan Perusahaan. WEGE                              and services. WEGE systematically identifies stakeholders by
secara sistematis melakukan identifikasi pemangku                                   considering their level of interest and relationship to business
kepentingan dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan                             continuity. This approach aims to ensure that each relevant
dan kedekatan hubungan terhadap keberlangsungan usaha.                              group receives appropriate attention and communication
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan setiap kelompok                           channels, thereby supporting the creation of constructive
yang relevan mendapatkan perhatian dan saluran komunikasi                           and sustainable relationships.
yang sesuai, sehingga mendukung terciptanya hubungan
yang konstruktif dan berkelanjutan.


Tabel Pemangku Kepentingan WEGE
Table of WEGE’s Stakeholders

Pemangku Kepentingan               Pendekatan Hubungan                                           Topik Utama
Stakeholders                       Relationship Approach                                         Key Topic
Pemegang Saham                     RUPS dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB)                             Kinerja tahunan
                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Shareholders                       GMS and Extraordinary GMS (EGMS)                              Annual Report

                                                                                                 Besarnya pendapatan yang diperoleh
                                                                                                 The amount of revenue
                                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                                                                 Laba/rugi perusahaan
                                                                                                 Company profit/loss

                                                                                                 Kinerja keberlanjutan
                                                                                                 Sustainability performance

                                                                                                 Perubahan struktur manajemen
                                                                                                 Changes in management structure
                                                                                                                                                       229
Page 230
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Tabel Pemangku Kepentingan WEGE
                                       Table of WEGE’s Stakeholders

                                       Pemangku Kepentingan       Pendekatan Hubungan                                 Topik Utama
                                       Stakeholders               Relationship Approach                               Key Topic
                                       Pelanggan                  Pertemuan saat penandatanganan kontrak kerja        Progres proyek
                                       Customers                  Meeting during contract signing                     Project progress

                                                                  Mengadakan survei kepuasan pelanggan                Penyelesaian proyek tepat waktu
                                                                  Holding customer satisfation survey                 Timely project completion

                                                                  Melakukan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk sistem    Kualitas
                                                                  manajemen mutu                                      Quality
                                                                  Obtaining ISO 9001:2000 for quality management
                                                                  system

                                                                                                                      Kepuasan pelanggan
                                                                                                                      Customer satisfaction

                                       Mitra Kerja                Pertemuan vendor                                    Kesempatan untuk bekerja sama
                                       Business Partners          Vendor meetings                                     Collaboration opportunities

                                                                  Survei persepsi vendor
                                                                  Vendor perception surveys

                                                                  Survei indeks kinerja vendor
                                                                  Vendor performance index surveys

                                       Pengguna Akhir             Survei kepuasan pelanggan                           Memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada
                                       End User                   Customer satsifaction surveys                       pengguna akhir produk
                                                                                                                      Delivering the highest quality of service to end users

                                                                  Mempromosikan produk modular                        Melakukan pemeliharaan, perbaikan dan penataan
                                                                  Promoting modular products                          berbagai fasilitas sesuai skala prioritas
                                                                                                                      Performing maintenance, repairs, and improvements to
                                                                                                                      facilities based on priority levels

                                       Masyarakat                 Forum komunikasi pada saat peletakan batu           Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan
                                       Community                  pertama dan Launching produk                        Corporate Social and Environmental Responsibility
                                                                  Hosting communication forums during
                                                                  groundbreaking ceremonies and product launches

                                                                  Kegiatan CSR
                                                                  Engaging in Corporate Social Responsibility (CSR)
                                                                  activities

                                                                  Dialog pada saat dimulainya proyek
                                                                  Conducting dialogues at project initiation

                                       Regulator (Pemerintah      Komunikasi dan koordinasi dengan pejabat            Memenuhi kepatuhan regulasi pemerintah
                                       Pusat, Kementerian,        pemerintah                                          Ensuring compliance with government regulations
                                       Pemerintah Daerah)         Communicating and coordinating with government
                                       Regulators (Central        officials                                           Memelihara hubungan baik dengan pemerintah
                                       Government, Ministries,                                                        Maintaining strong relationships with government
                                       Local Governments)                                                             entities

                                       Kreditur                   Market Summit                                       Pemenuhan kewajiban kepada kreditur sesuai
                                       Creditors                                                                      perjanjian
                                                                  Investor Summit                                     Pemenuhan kewajiban kepada kreditur sesuai
                                                                  Business to Business meeting                        perjanjian

                                       Pegawai                    Survei keterikatan pegawai                          Terealisasinya peningkatan sumber daya manusia
                                       Employees                  Employee engagement surveys                         melalui (SDM) melalui peningkatan kompetensi dan
                                                                                                                      kapabilitas pegawai
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                                                                      Achieving human resource development through
                                                                                                                      enhanced employee competencies and capabilities
          Laporan Keberlanjutan 2025




230
Page 231
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                               Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan        Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance          Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Kode Etik [GRI 2-24]                                                                     Code of Conduct

Komitmen Perusahaan terhadap praktik bisnis yang                                         The Company’s commitment to ethical business practices
beretika diwujudkan melalui penyusunan Pedoman Etika                                     is manifested through the formulation of a Corporate
Perusahaan atau Code of Conduct (CoC). Dokumen ini                                       Code of Conduct (CoC). This document serves as the main
berfungsi sebagai rujukan utama bagi seluruh insan WEGE                                  reference for all WEGE employees in conducting themselves,
dalam bersikap, mengambil keputusan, serta membangun                                     making decisions, and establishing working relationships
hubungan kerja maupun kemitraan bisnis. Prinsip-prinsip                                  and business partnerships. The principles outlined in this
yang diatur didalamnya selaras dengan visi, misi, dan nilai-                             document are aligned with the Company’s vision, mission, and
nilai Perusahaan, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap                                values, while ensuring compliance with applicable internal
peraturan internal maupun ketentuan eksternal yang berlaku.                              regulations and external provisions.

Untuk menjaga relevansi dengan dinamika tata kelola                                      To maintain relevance with the dynamics of good corporate
perusahaan yang baik, Pedoman Etika Perusahaan diperbarui                                governance, the Company’s Code of Conduct is updated
secara berkala. Versi terbaru diterbitkan pada 15 Januari                                regularly. The latest version was published on January 15,
2025 dan telah disahkan melalui penandatanganan oleh                                     2025, and has been ratified through the signatures of all
seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Keberadaan                                  members of the Board of Commissioners and Directors. The
pedoman ini menjadi fondasi penting dalam membangun                                      availability of this code is an important foundation in building
budaya kerja yang berintegritas serta mendukung penerapan                                a work culture of integrity and supporting the implementation
prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).                                         of the principles of Good Corporate Governance (GCG).

Perusahaan secara konsisten memastikan implementasi                                      The Company consistently ensures effective implementation
Pedoman Etika berjalan efektif melalui kegiatan sosialisasi                              of the Code of Conduct by continuously socializing it to all
yang berkelanjutan kepada seluruh karyawan. Penerapannya                                 employees. Its implementation is reinforced by a monitoring
diperkuat dengan mekanisme pengawasan dan penegakan                                      and disciplinary enforcement mechanism, including sanctions
disiplin, termasuk pemberian sanksi atas setiap pelanggaran                              for any proven violations. During the reporting period, there
yang terbukti. Selama periode pelaporan, tidak terdapat                                  were no reports of violations of the Code of Conduct.
laporan pelanggaran terhadap Kode Etik. [GRI 2-27]

Informasi lebih rinci terkait Pedoman Etika Perusahaan                                   Further details regarding the Company’s Code of Conduct
disajikan dalam Laporan Tahunan WEGE 2025 dan website                                    are presented in the WEGE 2025 Annual Report and the
perusahaan.                                                                              company’s website.

Komitmen Antikorupsi [GRI 3-3] [G-07, G-09]                                              Anti-Corruption Commitment

WEGE menegaskan komitmen anti korupsi melalui upaya                                      WEGE emphasizes its commitment to anti-corruption
pencegahan terhadap segala bentuk perilaku yang berpotensi                               by preventing all forms of behavior that could potentially
menimbulkan konflik kepentingan, korupsi, kolusi, maupun                                 lead to conflicts of interest, corruption, collusion, or
nepotisme. Sebagai wujud penguatan komitmen tersebut,                                    nepotism. As a manifestation of this commitment, the
Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan Surat Keputusan                                   Board of Commissioners and Board of Directors issued
Bersama No. SK.01.01/A.DIR.WG.06516/2024 tentang Struktur                                Joint Decree No. SK.01.01/A.DIR.WG.06516/2024 concerning
Organisasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan                                the Organizational Structure of ISO 37001:2016 Anti-Bribery
(SMAP) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. Dalam struktur                               Management System (SMAP) of PT Wijaya Karya Bangunan
ini, Dewan Komisaris berperan sebagai Dewan Pengarah,                                    Gedung Tbk. In this structure, the Board of Commissioners
sementara Direksi menjalankan fungsi sebagai Manajemen                                   acts as the Steering Committee, while the Board of Directors
Puncak. Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) dipimpin                                  performs the function of Top Management. The Anti-Bribery
oleh Sekretaris Perusahaan dan melibatkan unsur terkait,                                 Compliance Function (FKAP) is led by the Corporate Secretary
antara lain Kepala Bagian Investor Relations, Kepala Bagian                              and involves related elements, including the Head of Investor
                                                                                                                                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




Legal, Kepala Bagian Pengharkatan dan Hubungan Industri,                                 Relations, Head of Legal, Head of Appraisal and Industrial
Kepala Bagian Manajemen Risiko, serta Kepala Pemeriksa.                                  Relations, Head of Risk Management, and Head of Auditing.
[GRI 3-3, 2-15] [G-07, G-09]
                                                                                                                                                                         2025 Sustainability Report




Seluruh aktivitas operasional yang berpotensi memiliki                                   All operational activities that have the potential for corruption
tingkat kerawanan terhadap praktik korupsi telah dilakukan                               have been assessed and classified into high, medium, and low
penilaian dan diklasifikasikan ke dalam kategori risiko tinggi,                          risk categories.
menengah, dan rendah. [GRI 205-1]


                                                                                                                                                             231
Page 232
                                                Sekilas WEGE                   Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance               Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Setiap pelanggaran terhadap kebijakan anti korupsi akan             Any violation of the anti-corruption policy will be subject to
                                       dikenakan sanksi tegas, mulai dari tindakan disiplin,               strict sanctions, ranging from disciplinary action, termination
                                       pemutusan hubungan kerja, hingga proses hukum perdata               of employment, to civil and/or criminal legal proceedings in
                                       dan/atau pidana sesuai ketentuan yang berlaku.                      accordance with applicable regulations.

                                       Pada tahun 2025, partisipasi karyawan dalam program                 Employee participation in anti-corruption training programs
                                       pelatihan anti korupsi disajikan dalam tabel berikut.               in 2025 is presented in the following table. The Company
                                       Perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas dan                 continues to strive to improve the quality and scope of
                                       cakupan pelatihan tersebut agar semakin efektif dalam               these training programs to make them more effective in
                                       memperkuat pemahaman serta kesadaran antikorupsi di                 strengthening anti-corruption understanding and awareness
                                       seluruh organisasi. [GRI 205-2]                                     throughout the organization.


                                        Pelatihan Anti-Korupsi
                                                                                                                    2025 (%)           2024 (%)            2023 (%)
                                        Anti-Corruption Training

                                        Dewan Komisaris                                                                0%                 0%                  0%
                                        Board of Commissioners

                                        Dewan Direksi                                                                  0%                 0%                  0%
                                        Board of Directors

                                        Karyawan                                                                       6%                 7%                 6,7%
                                        Employees

                                        Mitra bisnis (Sosialisasi)                                                    100%               100%                 0%
                                        Business Partners (Socialization)


                                       Sebagai bagian dari komitmen anti korupsi yang menyeluruh,          As part of its commitment to comprehensive anti-corruption
                                       WEGE memastikan seluruh mitra usaha dan pemasok                     policies, WEGE ensures that all business partners and
                                       memahami serta menyetujui ketentuan antikorupsi                     suppliers understand and agree to the anti-corruption
                                       sejak tahap awal kerja sama. Seluruh vendor diwajibkan              provisions from the initial stage of cooperation. All vendors
                                       menyatakan kepatuhan terhadap Sistem Manajemen Anti                 are required to declare their compliance with the Anti-Bribery
                                       Penyuapan (SMAP) pada saat pendaftaran melalui platform             Management System (SMAP) upon registration through the
                                       DPPM Online, sehingga menjangkau 100% mitra bisnis. Selain          DPPM Online platform, thereby reaching 100% of business
                                       itu perusahaan juga telah meluncurkan sosialisasi Sistem            partners. In addition, the Company has also started the
                                       Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), Whistleblowing System,             socialization of the Anti-Bribery Management System (ABMS),
                                       dan Anti Gratifikasi berbasis AI yang di sebarluaskan melalui       Whistleblowing System, and AI-based Anti-Gratification
                                       kontak WA setiap karyawan, melalui TV Plasma di setiap lobby        through the WhatsApp contacts of each employee, plasma
                                       lantai, dan poster-pester kampanye anti penyuapan.                  TVs in each floor lobby, and anti-bribery campaign posters.

                                       Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti Bribery             The Anti-Bribery Management System policy was last updated
                                       Management System) terakhir diperbarui pada 18 Desember             on December 18, 2024. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
                                       2024. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk., berkomitmen             Tbk. is committed to creating a clean and ethical company
                                       untuk mewujudkan Perusahaan yang bersih dan berintegritas           and supporting anti-corruption efforts by:
                                       serta mendukung upaya pencegahan korupsi, dengan:
                                       a. Melarang dan mencegah penyuapan dalam bentuk                     a. Prohibiting and preventing bribery in any form by and/or
                                           apapun oleh dan/atau kepada karyawan PT Wijaya Karya               to employees of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
                                           Bangunan Gedung Tbk.
                                       b. Menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai                b. Implementing an Anti-Bribery Management System in
                                           dengan persyaratan ISO 37001:2016 dengan mematuhi                  accordance with the requirements of ISO 37001:2016 by
                                           peraturan dan perundangan yang berlaku tentang suap                complying with applicable laws and regulations on bribery
                                           dan korupsi dengan melibatkan seluruh pegawai dalam                and corruption, involving all employees in detecting
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                           mendeteksi dan menanggapi penyuapan serta melakukan                and responding to bribery, and making continuous
                                           peningkatan secara berkelanjutan.                                  improvements.
          Laporan Keberlanjutan 2025




232
Page 233
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




c. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan, meninjau                            c. Providing a framework for establishing, reviewing, and
   dan mencapai sasaran Anti-Penyuapan, mendorong                                      achieving Anti-Bribery objectives, encouraging increased
   peningkatan kepercayaan tanpa rasa takut terhadap                                   trust without fear of retaliation, and providing satisfaction
   pembalasan serta memberikan kepuasan kepada                                         to customers/interested parties.
   pelanggan/pihak-pihak yang berkepentingan.
d. Menetapkan wewenang dan kemandirian Fungsi Kepatuhan                             d. Establishing the authority and independence of the Anti-
   Anti Penyuapan serta konsekuensinya apabila terdapat                                Bribery Compliance Function and the consequences of
   ketidaksesuaian dengan kebijakan anti penyuapan ini.                                non-compliance with this anti-bribery policy.

Sebagai bentuk evaluasi independen, Perseroan telah                                 As a form of independent evaluation, the Company has
melaksanakan asesmen penerapan SMAP oleh Sucofindo.                                 conducted an assessment of the implementation of SMAP
Target utama penerapan SMAP adalah nihil penyuapan                                  through Sucofindo. The main target of SMAP implementation
(zero bribery), dan asesmen ini menjadi langkah konkret                             is zero bribery, and this assessment is a concrete measure
untuk menilai pencapaian kinerja terhadap target tersebut.                          to assess performance against this target. Throughout the
Sepanjang periode pelaporan, tidak terdapat kasus                                   reporting period, there were no cases of bribery, meaning that
penyuapan yang terjadi, sehingga Perseroan berhasil                                 the Company successfully met its target. This achievement
memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan                         reflects the effectiveness of the implemented bribery
efektivitas sistem pencegahan penyuapan yang dijalankan                             prevention system as part of the Company’s commitment to
sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dan integritas                           sustainability and integrity.
perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak mencatat adanya                               Throughout 2025, the Company did not record any proven
insiden korupsi yang terbukti, baik yang melibatkan                                 incidents of corruption, whether involving employees or
karyawan maupun mitra bisnis. Tidak terdapat kasus yang                             business partners. There were no cases that resulted in the
mengakibatkan pemberhentian atau sanksi terhadap                                    dismissal or sanctioning of employees, the termination or non-
karyawan, pemutusan atau tidak diperpanjangnya kontrak                              renewal of contracts with business partners, or legal cases
dengan mitra usaha, maupun perkara hukum terkait korupsi                            related to corruption filed by the public against the Company
yang diajukan oleh publik terhadap Perseroan atau insan                             or its employees. This achievement reflects the consistent
Perseroan. Capaian ini mencerminkan konsistensi penerapan                           application of the principles of integrity, compliance, and
prinsip integritas, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan                           good corporate governance, as well as the effectiveness of
yang baik, serta efektivitas kebijakan pencegahan korupsi                           the corruption prevention policies implemented.
yang dijalankan. [GRI 205-3]

Whistleblowing System [F.24] [GRI 2-16, GRI 2-26]                                   Whistleblowing System

Sistem Pengelolaan Keluhan/Pengaduan Pelanggaran                                    Complaint/Violation Management System

Perusahaan telah mengimplementasikan Sistem Pelaporan                               The Company has implemented a Whistleblowing System
Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) sebagai                                (WBS) as an official channel for employees, customers,
sarana resmi bagi karyawan, pelanggan, pemasok, maupun                              suppliers, and other external parties to report alleged
pihak eksternal lainnya untuk menyampaikan dugaan                                   violations of Good Corporate Governance (GCG) principles and
pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Good Corporate                                 applicable ethical values. The establishment of this system
Governance (GCG) serta nilai-nilai etika yang berlaku.                              affirms WEGE’s commitment to building a clean, responsible,
Keberadaan sistem ini menegaskan komitmen WEGE dalam                                and ethical work environment, while strengthening the
membangun lingkungan kerja yang bersih, bertanggung                                 implementation of good corporate governance.
jawab, dan berintegritas, sekaligus memperkuat penerapan
tata kelola perusahaan yang baik.
                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                       233
Page 234
                                               Sekilas WEGE                  Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance              Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Dalam mendukung efektivitas WBS, Perusahaan menerapkan            To support the effectiveness of the WBS, the Company
                                       kebijakan perlindungan pelapor (whistleblower protection)         implements a comprehensive whistleblower protection
                                       yang komprehensif. Perlindungan ini mencakup kekebalan            policy. This protection includes administrative immunity and
                                       administratif serta jaminan keamanan dari segala bentuk           security guarantees from all forms of retaliation, pressure,
                                       pembalasan, tekanan, maupun ancaman, baik yang bersifat           or threats, whether physical, psychological, administrative,
                                       fisik, psikologis, administratif, gangguan terhadap karier,       career disruption, or legal action. The principle of zero
                                       maupun tuntutan hukum. Prinsip zero-tolerance terhadap            tolerance for retaliation is consistently applied at every stage
                                       tindakan pembalasan diterapkan secara konsisten dalam             of complaint handling.
                                       setiap tahapan penanganan pengaduan.

                                       Melalui WBS, Perseroan menyediakan mekanisme yang                 Through the WBS, the Company provides a transparent and
                                       transparan dan dapat diakses oleh seluruh karyawan                accessible mechanism for employees and stakeholders to
                                       serta pemangku kepentingan untuk memperoleh nasihat               seek advice and raise concerns related to ethics, compliance,
                                       maupun menyampaikan kekhawatiran terkait aspek etika,             and operational practices. This mechanism is designed
                                       kepatuhan, dan praktik operasional. Mekanisme ini dirancang       to foster a culture of openness, integrity, and responsible
                                       untuk mendorong budaya keterbukaan, integritas, serta             decision-making across all levels of the organization.
                                       pengambilan keputusan yang bertanggung jawab di seluruh
                                       lini organisasi.

                                       Penerapan WBS di WEGE dilaksanakan dengan mengacu pada            The implementation of WBS at WEGE is carried out by
                                       Prosedur Pengaduan Pelanggaran terhadap Code of Conduct           referring to the Violation Reporting Procedures of the Code of
                                       -GEA- No : WG-GEA-PM-07 tanggal 31 Juli 2024. Direksi telah       Conduct -GEA- No: WG-GEA-PM-07 dated July 31, 2024. The
                                       menetapkan pembentukan Tim Kepatuhan, Fungsi Kepatuhan            Board of Directors has established a Compliance Team, an
                                       Anti Penyuapan (FKAP), serta Majelis Kehormatan Pegawai           Anti-Bribery Compliance Function (FKAP), and an Employee
                                       yang bertugas menerima, memproses, dan menindaklanjuti            Honorary Council tasked with receiving, processing,
                                       setiap pengaduan yang masuk. Dalam menjalankan perannya,          and following up on every complaint that is submitted.
                                       ketiga entitas tersebut memperoleh perlindungan yang              In carrying out their roles, these three entities receive the
                                       setara dengan pelapor, termasuk perlindungan dari tindakan        same protection as whistleblowers, including protection
                                       balasan, tekanan, ancaman fisik maupun psikis, sanksi             from retaliation, pressure, physical or psychological threats,
                                       administratif, serta tuntutan hukum.                              administrative sanctions, and legal action.

                                       Sebagai bagian dari penguatan sistem, Perseroan secara            As an effort to strengthen the system, the Company is
                                       bertahap melakukan pemutakhiran mekanisme WBS,                    gradually updating the WBS mechanism, including improving
                                       termasuk penyempurnaan alur investigasi, pembaruan                the investigation process, updating procedures and SOPs,
                                       prosedur dan SOP, serta peningkatan sosialisasi dan               and increasing the dissemination and training of WBS use
                                       pelatihan penggunaan WBS kepada karyawan dan pemangku             to employees and relevant stakeholders. The Company also
                                       kepentingan terkait. Perseroan juga mengevaluasi                  evaluates opportunities for WBS management by independent
                                       peluang pengelolaan WBS oleh pihak ketiga independen              third parties to strengthen the anonymity, objectivity, and
                                       guna memperkuat aspek anonimitas, objektivitas, dan               trust of whistleblowers.
                                       kepercayaan pelapor.

                                       Saluran Pengaduan                                                 Complaint Channels

                                       Perusahaan menyediakan berbagai saluran pengaduan yang            The Company provides various complaint channels that can
                                       dapat digunakan untuk melaporkan dugaan pelanggaran               be used to report alleged violations in writing according to
                                       secara tertulis, sesuai dengan mekanisme yang telah               the following established mechanisms:
                                       ditetapkan sebagai berikut:

                                       Apabila pihak yang dilaporkan adalah Komisaris, Direksi,          If the reported party is a Commissioner, Director, Division
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       Manajemen Divisi, atau Pegawai, pengaduan dapat                   Manager, or Employee, complaints can be submitted to:
                                       disampaikan melalui:
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       a. Website Perusahaan wbs.wikagedung.co.id. atau melalui          a. The Company’s website wbs.wikagedung.co.id. or via
                                           surat elektronik ke corsec@wikagedung.id;                        email to corsec@wikagedung.co.id;
                                       b. Surat resmi yang ditujukan kepada Direksi, yang                b. An official letter addressed to the Board of Directors,
                                           disampaikan secara langsung atau melalui layanan pos ke          delivered directly or via postal service to the Company’s
                                           alamat Perusahaan.                                               address.


234
Page 235
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Apabila pihak yang dilaporkan merupakan oknum Direksi,                              If the reported party is a member of the Board of Directors,
Dewan Komisaris, atau Organ Penunjang Dewan Komisaris,                              Board of Commissioners, or Board of Commissioners Support
pengaduan dapat disampaikan melalui:                                                Organ, complaints can be submitted through:
a. Website Perusahaan wbs.wikagedung.co.id.atau melalui                             a. The Company’s website wbs.wikagedung.co.id or via
   surat elektronik ke corsec@wikagedung.co.id;                                          email to
b. Surat resmi yang ditujukan kepada Dewan Komisaris,                               b. An official letter addressed to the Board of Commissioners,
   yang disampaikan secara langsung atau melalui layanan                                 delivered directly or by post to the address.
   pos ke alamat.

    Direksi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk                                     Board of Directors of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
    u.p. Tim Pengelola Pengaduan Pelanggaran                                        Attn: Violation Complaint Management Team
    WIKA Tower 1, Lantai 7–10                                                       WIKA Tower 1, Floors 7–10
    Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 RT/003 RW/011                                         Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9 RT/003 RW/011
    Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara                               Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara
    Jakarta Timur – 13340                                                           East Jakarta – 13340

Jumlah Pengaduan                                                                    Number of Complaints

Sepanjang tahun 2025, Perusahaan menerima 7 laporan                                 Throughout 2025, the Company received 7 reports of
pelanggaran melalui mekanisme Whistleblowing System.                                violations through the Whistleblowing System mechanism.
Sebesar 100% laporan pelanggaran tersebut telah                                     A total of 100% of these reports were followed up with the
ditindaklanjuti dengan kesimpulan seluruh laporan tidak                             conclusion that none of the reports met the requirements.
memenuhi syarat. Kondisi ini mencerminkan konsistensi                               This condition reflects WEGE’s consistency in maintaining
WEGE dalam menjaga kepatuhan, etika, dan integritas di                              compliance, ethics, and integrity in all of the Company’s
seluruh aktivitas operasional Perusahaan.                                           operational activities.

Pengungkapan Metrik Kepatuhan dan Etika Usaha                                       Disclosure of Compliance Metrics and Business Ethics

Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak ada kebocoran                                 Throughout 2025, the Company had no confirmed leaks or
maupun pelanggaran yang terkonfirmasi (substantiated                                violations (substantiated cases) related to key compliance
cases) terkait isu-isu kepatuhan utama, meliputi perlindungan                       issues, including data protection and privacy, conflict of
data dan privasi (Privacy Data), konflik kepentingan                                interest, money laundering, and insider trading. Thus, no
(Conflict of Interest), pencucian uang (Money Laundering),                          corrective actions or sanctions were imposed, and there were
serta perdagangan orang dalam (Insider Trading). Dengan                             no cases that required the measurement of a Service Level
demikian, tidak terdapat tindakan korektif maupun sanksi                            Agreement (SLA) in handling violations in these categories.
yang dijatuhkan, dan tidak terdapat kasus yang memerlukan
pengukuran Service Level Agreement (SLA) dalam penanganan
pelanggaran pada kategori tersebut.

Pengungkapan ini mencerminkan efektivitas penerapan                                 This disclosure reflects the effectiveness of the
kebijakan kepatuhan, sistem pengendalian internal, serta                            implementation of compliance policies, internal control
mekanisme pencegahan dan pengawasan yang dijalankan                                 systems, and prevention and monitoring mechanisms that are
secara konsisten di seluruh aktivitas operasional Perseroan.                        consistently implemented in all of the Company’s operational
                                                                                    activities.
                                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                     235
Page 236
                                                Sekilas WEGE                   Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                                WEGE at a Glance               Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Mekanisme Pengaduan Masyarakat [GRI 2-25, GRI 413-1]                Public Complaint Mechanism
                                       [F.24]


                                       Perusahaan membuka akses yang transparan bagi pelanggan             The Company provides transparent access for customers
                                       serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan               and other stakeholders to submit complaints or reports as
                                       keluhan maupun pengaduan sebagai bagian dari komitmen               part of its commitment to providing reliable and responsible
                                       dalam memberikan layanan yang andal dan bertanggung                 services. WEGE prioritizes stakeholder satisfaction, which is
                                       jawab. WEGE menempatkan kepuasan pemangku                           realized through the Company’s readiness to respond to any
                                       kepentingan sebagai prioritas, yang diwujudkan melalui              feedback or complaints quickly and appropriately.
                                       kesiapan Perusahaan dalam merespons setiap masukan atau
                                       keluhan secara cepat dan tepat. [GRI 3-3]

                                       Tata cara penanganan pengaduan telah diatur secara jelas            The procedures for handling complaints are clearly outlined
                                       dalam dokumen internal Perusahaan Nomor WG-GEA-PM-07                in the Company’s internal document Number WG-GEA-
                                       tentang Prosedur Pengaduan Pelanggaran terhadap Code                PM-07 regarding Procedures for Reporting Violations of the
                                       of Conduct (Whistle Blower). Informasi terkait mekanisme            Code of Conduct (Whistle Blower). Information related to the
                                       pengaduan dapat diakses oleh pelanggan melalui Surat                complaint mechanism can be accessed by customers via
                                       elektronik corsec@wikagedung.id, ataupun Situs resmi wbs.           email at corsec@wikagedung.id, or the official website wbs.
                                       wikagedung.co.id. Sepanjang tahun 2025, terdapat 7 laporan          wikagedung.co.id. Throughout 2025, there were 7 complaints
                                       pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat kepada                   submitted by the public to the Company. These complaints
                                       Perusahaan. Pengaduan tersebut berupa 4 pengaduan                   consisted of 4 complaints that were not from Company
                                       yang bukan merupakan Pegawai Perseroan dan 3 lainnya                employees and 3 others that were complaints unrelated to
                                       merupakan pengaduan diluar penyuapan, kode etik maupun              bribery, code of ethics, or abuse of authority.
                                       penyalahgunanaan wewenang.

                                       Tantangan terhadap Penerapan Kegiatan                               Challenges in the Implementation of Sustainable
                                       Berkelanjutan [E.5]                                                 Activities

                                       WEGE secara konsisten mengintegrasikan prinsip-prinsip              WEGE consistently integrates sustainability principles into
                                       keberlanjutan ke dalam praktik tata kelola perusahaan. Namun        its corporate governance practices. However, limited budget
                                       demikian, keterbatasan alokasi anggaran menjadi salah satu          allocation is one of the main challenges in implementing
                                       tantangan utama dalam pelaksanaan program-program                   sustainability programs. To address this issue, the Company
                                       keberlanjutan. Untuk menyikapi hal tersebut, Perusahaan             prioritizes optimal budget management so that every initiative
                                       mengedepankan pengelolaan anggaran secara optimal                   implemented can have a maximum impact. As a mitigation
                                       agar setiap inisiatif yang dijalankan mampu memberikan              measure, WEGE also strengthens collaboration with various
                                       dampak yang maksimal. Sebagai langkah mitigasi, WEGE                related parties so that the benefits of sustainability programs
                                       juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait,           can be expanded and experienced more significantly.
                                       sehingga manfaat dari program keberlanjutan dapat diperluas
                                       dan dirasakan secara lebih signifikan.

                                       Kontribusi Dana Terkait Aktivitas Politik                           Contributions Related to Political Activities

                                       Perseroan tidak terdapat kontribusi maupun pengeluaran              The Company does not make any significant contributions
                                       dalam jumlah besar, termasuk bantuan, maupun pengeluaran            or expenditures, including assistance or other expenditures,
                                       lainnya yang diberikan oleh Perusahaan kepada partai politik,       to political parties, public officials, or political activities
                                       pejabat publik, maupun kegiatan politik dalam bentuk apa            of any kind. This principle is stipulated in the Company’s
                                       pun. Prinsip ini telah diatur dalam Code of Conduct Perseroan       Code of Conduct and is consistently applied as part of its
                                       dan diterapkan secara konsisten sebagai bagian dari                 commitment to integrity, business independence, and good
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       komitmen terhadap integritas, independensi bisnis, dan tata         corporate governance.
                                       kelola perusahaan yang baik.
          Laporan Keberlanjutan 2025




236
Page 237
         Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                 Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
         Supporting the Development of Employees and Local Communities                          Strengthening Sustainability Governance
 Tata Kelola Perusahaan   Organisasi Keberlanjutan      Tata Kelola Keberlanjutan   Manajemen Risiko    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
 Corporate Governance     Sustainability Organization   Sustainability Governance   Risk Management     Relationship with Stakeholders




Sejalan dengan prinsip tersebut, sepanjang periode pelaporan                        In line with this principle, throughout the reporting period,
tidak terdapat pengeluaran Perusahaan yang berkaitan                                there were no Company expenditures related to political
dengan aktivitas politik, baik secara langsung maupun tidak                         activities, either directly or indirectly. The Company conducts
langsung. Perseroan menjalankan kegiatan usaha secara                               its business activities professionally and neutrally, and
profesional dan netral, serta memastikan bahwa seluruh                              ensures that all business decisions are made without the
keputusan bisnis diambil tanpa pengaruh kepentingan politik.                        influence of political interests.


 Contribution and Other Spending

 Description                                                                             Unit           2025                2024               2023

 Lobbying, representation of interests, etc                                              IDR              0                   0                 0

 Campaigns and local, regional, national political candidates /                          IDR              0                   0                 0
 organizations

 Trade associations/tax exempt groups                                                    IDR              0                   0                 0

 Other expenses (e.g. expenses for counting votes for elections or                       IDR              0                   0                 0
 referendums)


Human Capital Return on Investment (HCROI)                                          Human Capital Return on Investment (HCROI)

HCROI merupakan indikator yang digunakan Perseroan untuk                            HCROI is an indicator used by the Company to measure
mengukur efektivitas investasi pada sumber daya manusia                             the effectiveness of investment in human resources in
dalam menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. HCROI                              generating added value for the company. HCROI is calculated
dihitung dengan membandingkan pendapatan usaha setelah                              by comparing operating income after deducting non-
dikurangi beban operasional non-karyawan terhadap total                             employee operating expenses to total employee expenses.
beban karyawan. Pada periode 2023–2025, nilai HCROI                                 In the 2023–2025 period, the Company’s HCROI value was
Perseroan tercatat masing-masing sebesar 70,26 pada tahun                           recorded at 70.26 in 2023, 43.53 in 2024, and 12.61 in 2025,
2023, 43,53 pada tahun 2024, dan 12,61 pada tahun 2025.                             respectively. Changes in the HCROI value are in line with the
Perubahan nilai HCROI tersebut sejalan dengan dinamika                              dynamics of the company’s business performance and cost
kinerja usaha dan struktur biaya perusahaan selama periode                          structure during the reporting period, including changes in
pelaporan, termasuk perubahan pendapatan usaha serta                                operating income and adjustments to operating costs and
penyesuaian biaya operasional dan biaya karyawan.                                   employee costs.

Dalam periode yang sama, jumlah karyawan tercatat 525                               During the same period, the number of employees was
orang pada tahun 2023, 500 orang pada tahun 2024, dan 460                           recorded at 525 in 2023, 500 in 2024, and 460 in 2025, as
orang pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya perusahaan                         part of the company’s efforts to maintain organizational
dalam menjaga efektivitas organisasi dan menyesuaikan                               effectiveness and align human resource capacity with
kapasitas sumber daya manusia dengan kebutuhan bisnis.                              business needs. The company continues to strive to increase
Perseroan terus berupaya meningkatkan produktivitas                                 the productivity and contribution of its human resources
dan kontribusi sumber daya manusia melalui penguatan                                by strengthening performance management, developing
manajemen kinerja, pengembangan kompetensi, serta                                   competencies, and optimizing its organizational structure so
optimalisasi struktur organisasi agar investasi pada human                          that investments in human capital can provide sustainable
capital dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan                            added value to the company.
bagi perusahaan.
                                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




                                                                                                                                                      237
Page 238
                                       Sekilas WEGE                         Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                       WEGE at a Glance                     Implementing Environmentally Friendly Operations




                                                                                      Independent Assurance Statement
                                                                                          DECAR-IAS/028/IV/2026

                                             Provided by Decar Verite Asia
                                             On specified disclosures within the scope of work, included in PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk 2025 Sustainability
                                             Report.

                                             To: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Stakeholders
                                             As an independent licensed provider of sustainability assurance services, Decar Verite Asia has been engaged by PT Wijaya
                                             Karya Bangunan Gedung Tbk (“WIKA Bangunan Gedung”) to provide independent assurance on the information reported in
                                             the PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk’s Sustainability Report 2025 (“the Sustainability Report”) for the period beginning
                                             on 1st January 2025 and ending on 31st December 2025.


                                             Objective                                                          information are not edited or amended in any way after
                                                                                                                assurance process.
                                             The objective of this assurance is to provide an independent
                                             opinion and to enhance the credibility of the information          Decar Verite Asia
                                             presented in the Sustainability Report. The assurance work
                                                                                                                Evaluating the content of the Sustainability Report,
                                             was conducted within the define scope and limitations;
                                                                                                                assessing evidence on the agreed-upon subject matter and
                                             therefore, this statement is not intended to serve as a basis
                                                                                                                criteria, in accordance with the terms of reference agreed
                                             for interpreting the sustainability or overall performance of
                                                                                                                upon with WIKA Bangunan Gedung.
                                             WIKA Bangunan Gedung.

                                                                                                                Methodology
                                             Scope
                                                                                                                The team undertook the following activities to render their
                                             Decar Verite Asia conducted a Type 1 assurance
                                                                                                                opinion:
                                             engagement in accordance with AA1000AS v3 regarding
                                                                                                                 -    Conducted an initial review of the material topics in
                                             WIKA Bangunan Gedung’s adherence to the AA1000
                                                                                                                      the Sustainability Report to generate a list of evidence;
                                             Accountability Principles (2018) for the material topics
                                                                                                                 -    Engaged with individuals responsible for managing the
                                             disclosed in the Sustainability Report. The engagement was
                                                                                                                      material topics;
                                             performed at a Moderate Level of Assurance. The scope
                                                                                                                 -    Evaluated the management systems, processes, and
                                             included reviewing disclosures related to material topics,
                                                                                                                      controls over information used to support disclosures
                                             such as commitments, governance approaches, and
                                                                                                                      in the Sustainability Report;
                                             initiatives. Assurance procedures consisted of reviewing the
                                                                                                                 -    Communicated the recommendations to provide an
                                             specified disclosures and assessing supporting evidence on
                                                                                                                      opportunity for corrections;
                                             a sample basis to evaluate whether the Report has been
                                                                                                                 -    Reviewed the final content of the Sustainability
                                             prepared and presented in accordance with the applicable
                                                                                                                      Report;
                                             reporting principles and criteria.
                                                                                                                 -    Prepared the statement letter and management
                                                                                                                      letter, followed by the necessary approval as per Decar
                                             Reference and Criteria                                                   Verite Asia’s assurance protocols.
                                             Decar Verite Asia performed the assurance in accordance
                                             with the AA1000 Assurance Standard v3 (2020). The criteria         Limitations
                                             used include the AA1000 Accountability Principles (2018)
                                                                                                                Decar Verite Asia planned and performed the work to obtain
                                             and the standards/regulation referenced in the
                                                                                                                sufficient information to support a conclusion at a Moderate
                                             Sustainability Report, namely:
                                                                                                                Level of Assurance. The process included reviewing and
                                              -    Regulation of Indonesian Financial Service Authority:
                                                                                                                evaluating evidence on a risk-based sampling basis to assess
                                                   POJK No. 51/POJK.03/2017 and SEOJK No.
                                                                                                                the Wika Bangunan Gedung’s adherence to the AA1000
                                                   16/SEOJK.04/2021; and
                                                                                                                Accountability Principles (2018). The engagement did not
                                              -    GRI Standards 2021
                                                                                                                include assurance over the reliability of specified
                                                                                                                sustainability performance data. However, the conformity
                                             Responsibilities                                                   of disclosures with the applicable sustainability reporting
                                                                                                                criteria was assessed. These processes enabled Decar Verite
                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                Asia to reduce the risk of error in its conclusions but does
                                             Preparing the information and evidence in accordance with          not reduce the risk to zero.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                             generally accepted reporting practices. This responsibility
                                             also includes implementing and maintaining internal
                                             controls relevant to the preparation of the report, ensuring
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                             the information are fairly stated and that the data and


                                                                                                      Page 1 of 2




238
Page 239
Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                                   Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Supporting the Development of Employees and Local Communities                            Strengthening Sustainability Governance




        Statement of Competency and Independence                           alignment with economic and environmental challenges in
                                                                           the construction sector. The Company has also implemented
        Decar Verite Asia is an independent licensed provider of
                                                                           a Respectful Workplace Policy (RWP) to promote a work
        assurance services. Our team of experts possesses the
                                                                           environment free from discrimination, bullying, and
        technical expertise, competency, and extensive experience
                                                                           harassment. In terms of talent development, tiered
        necessary to conduct assurance engagements on
                                                                           leadership programs such as Young Leader and Satria Muda
        environmental, social, and various other topics in
                                                                           are designed to strengthen leadership capacity and
        accordance with the AA1000 Assurance Standard. No
                                                                           adaptability. Overall, these initiatives demonstrate the
        member of the assurance team has a business relationship
                                                                           Company’s proactive response to evolving sustainability
        with WIKA Bangunan Gedung beyond this assignment. Decar
                                                                           risks.
        Verite Asia conducted this assurance engagement
        independently and impartially with no conflicts of interest.
                                                                           Impact
                                                                           WIKA Bangunan Gedung has established processes to
        Adherence to AA1000 Accountability Principles (2018)
                                                                           identify, monitor, measure, evaluate, and manage its
        Conclusions in regard to the AA1000 Accountability                 material impacts. The Company has strengthened its social
        Principles (2018) are presented below:                             impact assessment by applying Social Return on Investment
                                                                           (SROI) and the Public Satisfaction Index (PSI) to evaluate the
        Inclusivity                                                        effectiveness of its empowerment programs. For instance,
                                                                           the Jasmine Integrated Farming program achieved an SROI
        WIKA Bangunan Gedung has identified key internal                   and PSI score of 6.62 and 89,64% categorized as “Very
        stakeholders considered to have significant influence on the       Good”, reflecting the creation of shared value for the local
        company’s sustainability, as well as those affected by its         community. In addition, the Company reported zero
        operational activities. To understand their needs and              fatalities and no work-related illnesses across all projects in
        interests, the company has conducted engagement                    2025, demonstrating strong performance in occupational
        processes using approaches that are tailored and                   health and safety.
        appropriate to each stakeholder group. Hence, Decar Verite
        Asia confirms that WIKA Bangunan Gedung has applied the
        principle of inclusivity. Looking ahead, WIKA Bangunan             POJK No.51/2017 and SEOJK No.16/2021
        Gedung may consider directly obtaining input from external
                                                                           The disclosure provided in the Sustainability Report align
        stakeholders to better understand their perspectives and
                                                                           with the disclosure requirements outlined in POJK
        concerns regarding the company’s impacts.
                                                                           No.51/2017 and SEOJK No.16/2021.
        Materiality
                                                                           Adherence to GRI Standards 2021
        WIKA Bangunan Gedung has previously identified its
        material topics. In the current year, a reassessment was           Decar Verite Asia confirms that the disclosures are aligned
        conducted involving internal stakeholders across various           with WIKA Bangunan Gedung’s claim of preparing the
        functions. The results indicate no changes, with the topics        Sustainability Report with reference of GRI Standards.
        remaining relevant given the absence of significant changes        Overall, material topic management approaches are fairly
        in the company’s operations. Accordingly, Decar Verite Asia        presented, reporting quality principles have been applied,
        concludes that the principle of materiality has been applied.      and supporting documents were adequately provided
                                                                           during the assurance.
        Going forward, WIKA Bangunan Gedung may consider
        enhancing its materiality assessment by integrating inputs
        from both internal and external stakeholders, while                Conclusions
        progressively prioritizing significance as the primary             Based on the methodology applied and the evidence
        criterion for determining material topics.                         obtained, within the scope of this assurance engagement,
                                                                           nothing has come to our attention that causes us to believe
        Responsiveness                                                     that WIKA Bangunan Gedung has not, in all material
        WIKA Bangunan Gedung has established its CSR Grand                 respects, adhered to the AA1000 AccountAbility Principles
        Design through the WEGE Cares Strategy to ensure                   (2018). The disclosures in the Sustainability Report have
                                                                           been prepared in alignment with the applicable criteria.


        Bogor, 10th April 2026
        Signed on behalf of Decar Verite Asia
                                                                                                                                             PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




        Corey Pernieda
                                                                                                                                                         2025 Sustainability Report




        Director
        Decar Verite Asia

                                                                   Page 2 of 2




                                                                                                                                             239
Page 240
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Lembar Umpan Balik                                        [G.2]

                                       Feedback Form


                                       Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara              We would like to express our sincere appreciation to
                                       yang telah meluangkan waktu untuk membaca Laporan                   all readers who have taken the time to review the 2025
                                       Keberlanjutan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk                   Sustainability Report of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
                                       Tahun 2025. Demi penyempurnaan kualitas laporan pada                Tbk. To support the continuous improvement of our reporting
                                       periode berikutnya, kami mengharapkan kesediaan Bapak/              quality in the future, we kindly invite you to complete this
                                       Ibu/Saudara untuk mengisi Lembar Umpan Balik ini dengan             Feedback Form by selecting the appropriate response and
                                       memilih salah satu jawaban yang tersedia serta melengkapi           providing additional input where necessary, and return it to
                                       bagian yang diperlukan, kemudian mengirimkannya kembali             us.
                                       kepada kami.

                                       1. Laporan Keberlanjutan ini sudah memberikan informasi yang jelas mengenai kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan
                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
                                          This Sustainability Report provides clear information regarding the economic, social, and environmental performance of
                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
                                           Setuju | Agree                          Tidak setuju | Disagree              Tidak tahu | Do not know

                                       2. Laporan Keberlanjutan ini sudah memberikan informasi yang jelas mengenai pemenuhan tanggung jawab sosial dan
                                          lingkungan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
                                          This Sustainability Report provides clear information regarding the fulfillment of social and environmental responsibilities of
                                          PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:
                                           Setuju | Agree                            Tidak setuju | Disagree                  Tidak tahu | Do not know

                                       3. Materi dan data dalam Laporan Keberlanjutan ini mudah dimengerti dan dipahami:
                                          The materials and data presented in this Sustainability Report are easy to understand:
                                           Setuju | Agree                          Tidak setuju | Disagree                  Tidak tahu | Do not know

                                       4. Materi dan data dalam Laporan Keberlanjutan ini sudah cukup lengkap:
                                          The materials and data presented in this Sustainability Report are sufficiently comprehensive:
                                           Setuju | Agree                          Tidak setuju | Disagree                  Tidak tahu | Do not know

                                       5. Apakah desain, tata letak, grafis dan foto-foto dalam Laporan Keberlanjutan ini sudah bagus?
                                          The design, layout, graphics, and photographs in this Sustainability Report are satisfactory:
                                           Setuju | Agree                           Tidak setuju | Disagree                  Tidak tahu | Do not know

                                       6. Informasi apa yang paling bermanfaat dari Laporan Keberlanjutan ini?
                                          Which information from this Sustainability Report do you find most useful?



                                       7. Informasi apa yang dinilai kurang bermanfaat dari Laporan Keberlanjutan ini?
                                          Which information from this Sustainability Report do you find less useful?



                                       8. Informasi apa yang dinilai masih kurang dari Laporan Keberlanjutan ini dan perlu ditambahkan pada Laporan Keberlanjutan
                                          mendatang?
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                          What information do you consider still lacking and should be included in future Sustainability Reports?
          Laporan Keberlanjutan 2025




240
Page 241
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar             Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities      Strengthening Sustainability Governance




Identitas Pengirim:
Respondent Identity:

Nama                         : _____________________________________________________________________________________________
Name
Email                        : _____________________________________________________________________________________________
E-mail
No. Telp                     : _____________________________________________________________________________________________
Phone Number



IDentifikasi menurut kategori pemangku kepentingan:
Stakeholder Category Identification:

 Pelanggan | Customers
 Pegawai/Organisasi Pegawai | Employees / Labor Union
 Pemegang Saham | Shareholders
 Pemerintah, Regulator, Legislatif | Government, Regulators, Legislative Bodies
 Mitra Kerja | Business Partners
 Media Massa | Mass Media
 Masyarakat | Community
 Lain-lain, sebutkan | Others, please specify



Mohon lembar umpan balik ini dikirimkan ke:
Please return this feedback form to:




      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk

      WIKA Tower 1, 7th-10th Floor
      Jl. D.I Panjaitan Kav. 9 Jakarta 13340
      T: +6221 85908862/85909003 (hunting)
      F: +6221 85904146
      corsec@wikagedung.id
      www.wikagedung.co.id
                                                                                                                               PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                           2025 Sustainability Report




                                                                                                                               241
Page 242
                                              Sekilas WEGE                       Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                              WEGE at a Glance                   Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       Referensi Peraturan POJK No. 51/POJK.03/2017
                                       & Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021                                                        (G.4)

                                       Reference to POJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 & OJK Circular No. 16/SEOJK.04/2021




                                                   Uraian                                                                           Halaman
                                       No
                                                   Description                                                                       Page


                                       A    STRATEGI KEBERLANJUTAN
                                            SUSTAINABILITY STRATEGIES

                                            A.1.   Visi dan Misi dalam Implementasi Strategi Berkelanjutan                            23
                                                   Vision and Mission in the Implementation of the Sustainability Strategy

                                            A.2.   Pengelolaan Risiko dan Hasil yang Ingin Dicapai                                    25
                                                   Risk Management and Expected Results

                                            A.3.   Strategi Keberlanjutan dan Hasil yang Ingin Dicapai                                28
                                                   Sustainability Strategy and Expected Results

                                       B    IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
                                            PERFORMANCE OVERVIEW OF SUSTAINABILITY ASPECTS

                                            B.1.   Aspek Ekonomi                                                                       6
                                                   Economical Aspect

                                            B.2.   Aspek Lingkungan Hidup                                                              7
                                                   Environmental Aspect

                                            B.3.   Aspek Sosial                                                                       10
                                                   Social Aspect

                                       C    PROFIL PERUSAHAAN
                                            COMPANY PROFILE

                                            C.1.   Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                55
                                                   Vision, Mission, and Sustainability Values

                                            C.2    Alamat dan Sejarah Singkat Perusahaan                                              54
                                                   Company Address and Short History

                                            C.3.   Skala Usaha                                                                        58
                                                   Business Scale

                                            C.4.   Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha                                                 59
                                                   Products, Services, and Business Activities

                                            C.5.   Keanggotaan Asosiasi                                                               61
                                                   Association Membership

                                            C.6.   Perubahan Signifikan                                                               55
                                                   Significant Changes

                                       D    PENJELASAN DIREKSI
                                            DIRECTORS’ EXPLANATIONS

                                            D.1.   Kebijakan Merespon Tantangan Dalam Strategi Keberlanjutan                         18-19
                                                   Policies to Respond to Challenges in Sustainability Strategies
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                            D.2.   Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                  18-19
                                                   Implementation of Sustainable Finance
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                            D.3.   Strategi Pencapaian Target                                                        18-19
                                                   Target Achievement Strategy




242
Page 243
     Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
     Supporting the Development of Employees and Local Communities               Strengthening Sustainability Governance




            Uraian                                                                                                         Halaman
No
            Description                                                                                                     Page


E    TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
     SUSTAINABILITY GOVERNANCE

     E.1.   Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                 217
            Person-in-Charge for the Implementation of Sustainable Finance

     E.2.   Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan                                                                    218
            Sustainable Finance Competency Development

     E.3.   Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                         28, 31, 219
            Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance

     E.4.   Hubungan dengan Pemangku Kepentingan                                                                              229
            Stakeholder Relations

     E.5.   Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                            236
            Problems with the Implementation of Sustainable Finance

F    KINERJA KEBERLANJUTAN
     SUSTAINABILITY PERFORMANCE

     F.1.   Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                                         65, 203
            Activities to Build a Culture of Sustainability

     Kinerja Ekonomi
     Economic Performance

     F.2.   Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan            66
            Laba Rugi.
            Comparison of Production Target and Performance, Portfolio, Financing Target, or Investment, Income and
            Profit and Loss.
     F.3.   Perbandingan Target dan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan. Kinerja Portofolio,              72-73
            Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan
            Comparison of Targets and/or Projects That Are In Line with Sustainable Finance. Portfolio Performance,
            Target Financing, or Investment in Financial Instruments

     Kinerja Lingkungan Hidup
     Environmental Performance

     Aspek Umum
     General Aspects

     F.4.   Biaya Lingkungan Hidup                                                                                           9, 86
            Environmental Cost

     Aspek Material
     Material Aspects

     F.5.   Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                                          86
                                                                                                                                         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




            Use of Environmentally Friendly Materials

     Aspek Energi
     Energy Aspects
                                                                                                                                                     2025 Sustainability Report




     F.6.   Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                                                      90, 92
            Amount and Intensity of Energy Used

     F.7.   Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                                           90, 92
            Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy

     Aspek Air
     Water Aspects

     F.8.   Penggunaan Air                                                                                                     97
                                                                                                                                         243
            Water usage
Page 244
                                              Sekilas WEGE                       Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                              WEGE at a Glance                   Implementing Environmentally Friendly Operations




                                                    Uraian                                                                                    Halaman
                                       No
                                                    Description                                                                                Page


                                            Aspek Keanekaragaman Hayati
                                            Biodiversity Aspects

                                            F.9.    Dampak Wilayah Operasi Terhadap Daerah Konservasi/Keanekaragaman Hayati                     106
                                                    Impact of Operational Area on Conservation/Biodiversity Area

                                            F.10.   Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                    106, 108
                                                    Biodiversity Conservation Efforts

                                            Aspek Emisi
                                            Emission Aspects

                                            F.11.   Jumlah dan Intensitas Emisi                                                                 93
                                                    Emission Amount and Intensity

                                            F.12.   Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi                                                     94, 96
                                                    Emission Reduction Efforts and Achievements

                                            Aspek Limbah dan Efluen
                                            Waste and Effluent Aspects

                                            F.13.   Jumlah Limbah dan Efluen                                                                    102
                                                    Amount of Waste and Effluent

                                            F.14.   Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                   102, 104
                                                    Waste and Effluent Management Mechanism

                                            F.15.   Tumpahan yang Terjadi (jika ada)                                                            111
                                                    Spills that Occur (if any)

                                            Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
                                            Complaints Related to the Environment Aspects

                                            F.16.   Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup                                                111
                                                    Number and Material of Environmental Complaints

                                            Kinerja Sosial
                                            Social Performance

                                            F.17.   Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen     112
                                                    Commitment to Providing Services for Equal Products and/or Services to Consumers
                                            Aspek Ketenagakerjaan
                                            Employment Aspects

                                            F.18.   Kesetaraan Kesempatan Kerja                                                                 122
                                                    Equal Employment Opportunity

                                            F.19.   Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                    121
                                                    Child Labor and Forced Labor

                                            F.20.   Upah Minimum Regional                                                                       129
                                                    Regional minimum wage

                                            F.21.   Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman                                                        147
                                                    Decent and Safe Work Environment
                                            F.22.   Pelatihan dan Pengembangan                                                                135, 144
                                                    Training and development
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
          Laporan Keberlanjutan 2025




244
Page 245
     Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
     Supporting the Development of Employees and Local Communities               Strengthening Sustainability Governance




             Uraian                                                                                                        Halaman
No
             Description                                                                                                    Page


     Aspek Masyarakat
     Community Aspects

     F.23.   Dampak Operasi terhadap masyarakat Sekitar                                                                      175
             Impact of Operations on the Surrounding Community

     F.24.   Mekanisme dan Jumlah Pengaduan Masyarakat                                                                     233, 236
             Mechanism and Number of Public Complaints

     F.25.   TJSL terhadap SDGs                                                                                              175
             CSR against SDGs

     Tanggung Jawab Pengembangan Produk
     Product Development Responsibilities

     F.26.   Inovasi dan Pengembangan                                                                                        113
             Innovation and Development

     F.27.   Jumlah dan Persentase Evaluasi Produk yang Dievaluasi                                                           115
             Number and Percentage of Product Evaluations Evaluated

     F.28.   Dampak Produk dan Mitigasi Penanggulangan                                                                       115
             Product Impact and Mitigation Countermeasures

     F.29.   Jumlah produk yang ditarik Kembali                                                                              116
             Number of recalled products

     F.30.   Survei Kepuasan Pelanggan                                                                                       116
             Customer satisfaction survey

G    Lain-lain
     Others

     G.1.    Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
             Written Verification from an Independent Party (if any)

     G.2.    Lembar Umpan Balik
             Feedback Sheet

     G.3.    Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                                           35
             Feedback on Previous Year's Sustainability Report Feedback
     G.4.    Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
             List of Disclosures According to Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017




                                                                                                                                      PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                  2025 Sustainability Report




                                                                                                                                      245
Page 246
                                               Sekilas WEGE                        Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                    Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       GRI Content Index – In Accordance
                                                                                PT AirAsia Indonesia Tbk menyusun Laporan Keberlanjutan sesuai dengan (in accordance with) GRI
                                       Pernyataan Penggunaan Standar            Standards untuk periode 1 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025
                                       Statement of Use                         PT AirAsia Indonesia Tbk has reported in accordance with the GRI Standards for the period 1
                                                                                January 2025 until 31 December 2025

                                       GRI 1 yang Digunakan                     GRI 1: Foundation 2021
                                       GRI 1 Used

                                       Standar Sektoral yang Digunakan          Tidak dapat diterapkan
                                       Applicable GRI Sector Standard(s)        Not Applicable




                                       No Indeks     Nama Indeks                                                                                                   Halaman
                                       Index Num.    Index Name                                                                                                     Pages

                                       GRI 2         Standar Universal: Pengungkapan Umum (2021)
                                                     Universal Standard: General Disclosure (2021)

                                       2-1           Informasi mengenai organisasi                                                                                   54, 62
                                                     Information on the organization

                                       2-2           Entitas yang termasuk dalam laporan keberlanjutan                                                                35
                                                     Entities included in the organization's sustainability reporting

                                       2-3           Periode pelaporan, frekuensi, dan titik kontak                                                                  34, 51
                                                     Reporting period, frequency and contact point

                                       2-4           Penyajian kembali informasi                                                                                      35
                                                     Restatements of information

                                       2-5           Assurance oleh pihak eksternal                                                                                   35
                                                     External assurance

                                       2-6           Aktivitas, rantai nilai dan hubungan bisnis                                                                     59, 68
                                                     Activities, value chain and other business relationships

                                       2-7           Karyawan                                                                                                     54, 123, 124
                                                     Employees

                                       2-8           Pekerja yang bukan karyawan                                                                                      125
                                                     Workers who are not employees

                                       2-9           Struktur dan komposisi tata kelola                                                                               205
                                                     Governance structure and composition

                                       2-10          Nominasi dan seleksi badan tata kelola tertinggi                                                                 211
                                                     Nomination and selection of the highest governance body

                                       2-11          Ketua badan tata kelola tertinggi                                                                                206
                                                     Chair of the highest governance body

                                       2-12          Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi pengelolaan dampak                                           214, 215
                                                     Role of the highest governance body in overseeing impact management

                                       2-13          Delegasi tanggung jawab pengelolaan dampak                                                                     141, 217
                                                     Delegation of responsibility for managing impacts

                                       2-14          Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan                                                  218
                                                     Role of the highest governance body in sustainability reporting
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       2-15          Konflik kepentingan                                                                                              231
                                                     Conflicts of interest
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       2-16          Komunikasi masalah penting                                                                                       233
                                                     Communication of critical concerns

                                       2-17          Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi                                                                 218
                                                     Collective knowledge of the highest governance body

                                       2-18          Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi                                                                     211
                                                     Evaluation of the performance of the highest governance body


246
Page 247
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar          Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities   Strengthening Sustainability Governance




No Indeks     Nama Indeks                                                                                          Halaman
Index Num.    Index Name                                                                                            Pages

2-19          Kebijakan remunerasi                                                                                   211-212
              Remuneration policies

2-20          Proses penentuan remunerasi                                                                            211-212
              Process to determine remuneration

2-21          Rasio kompensasi total tahunan                                                                         211-212
              Annual total compensation ratio

2-22          Pernyataan strategi pembangunan keberlanjutan                                                           18, 23
              Statement on sustainable development strategy

2-23          Komitmen kebijakan                                                                                    143, 214
              Policy commitments

2-24          Implementasi komitmen kebijakan                                                                          231
              Embedding policy commitments

2-25          Proses remediasi dampak negatif                                                                        141, 236
              Processes to remediate negative impacts

2-26          Mekanisme pengaduan dan konsultasi                                                                       233
              Mechanisms for seeking advice and raising concerns

2-27          Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi                                                              12, 111, 122, 231
              Compliance with laws and regulations

2-28          Keanggotaan asosiasi                                                                                      61
              Membership associations

2-29          Pendekatan keterlibatan pemangku kepentingan                                                             229
              Approach to stakeholder engagement

2-30          Perjanjian perundingan kolektif                                                                          121
              Collective bargaining agreements




                                                                                                                                     PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report




                                                                                                                                     247
Page 248
                                               Sekilas WEGE                    Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       GRI Standard                   Disclosure                                                         Page    Omission

                                       GRI 201 Kinerja Ekonomi        201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan    66
                                       Economic Performance           Direct economic value generated and distributed

                                                                      201-2 Implikasi keuangan serta risiko dan peluang lainnya akibat    81
                                                                      perubahan iklim
                                                                      Financial implications and other risks and opportunities due to
                                                                      climate change

                                                                      201-3 Kewajiban program imbalan pasti dan program pensiun           131
                                                                      lainnya
                                                                      Defined benefit plan obligations and other retirement plans

                                                                      201-4 Bantuan keuangan yang diterima dari pemerintah                67
                                                                      Financial assistance received from government

                                       GRI 202 Kehadiran Pasar        202-1 Rasio upah standar tingkat awal berdasarkan gender            129
                                       Market Presence                dibandingkan dengan upah minimum setempat
                                                                      Ratios of standard entry level wage by gender compared to local
                                                                      minimum wage

                                                                      202-2 Proporsi manajemen senior yang direkrut dari komunitas         -
                                                                      lokal
                                                                      Proportion of senior management hired from the local
                                                                      community

                                       GRI 203 Dampak Ekonomi Tidak   203-1 Investasi infrastruktur dan layanan yang didukung             59
                                       Langsung                       Infrastructure investments and services supported
                                       Indirect Economic Impacts
                                                                      203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan                 175
                                                                      Significant indirect economic impacts

                                       GRI 204 Praktik Pengadaan      204-1 Proporsi pengeluaran pada pemasok lokal                      70-71
                                       Procurement Practices          Proportion of spending on local suppliers

                                       GRI 205 Anti-korupsi           205-1 Operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi          231
                                       Anti-corruption                Operations assessed for risks related to corruption

                                                                      205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan serta             232
                                                                      prosedur anti-korupsi
                                                                      Communication and training about anti-corruption policies and
                                                                      procedures

                                                                      205-3 Insiden korupsi yang terkonfirmasi dan tindakan yang         233
                                                                      diambil
                                                                      Confirmed incidents of corruption and actions taken

                                       GRI 206 Perilaku Anti-         206-1 Tindakan hukum terkait perilaku anti-persaingan, anti-        12
                                       persaingan                     trust, dan praktik monopoli
                                       Anti-competitive Behavior      Legal actions for anti-competitive behavior, anti-trust, and
                                                                      monopoly practices

                                       GRI 301 Material               301-1 Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume         86
                                       Materials                      Materials used by weight or volume

                                                                      301-2 Material input daur ulang yang digunakan                     87-88
                                                                      Recycled input materials used
                                                                      301-3 Produk yang diambil kembali dan material kemasannya            -
                                                                      Reclaimed products and their packaging materials

                                       GRI 302 Energi                 302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi                          91-92
                                       Energy                         Energy consumption within the organization
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                      302-2 Konsumsi energi di luar organisasi                           91-92
                                                                      Energy consumption outside of the organization
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                                                      302-3 Intensitas energi                                             92
                                                                      Energy intensity

                                                                      302-4 Pengurangan konsumsi energi                                   92
                                                                      Reduction of energy consumption

                                                                      302-5 Pengurangan kebutuhan energi pada produk dan layanan           -
                                                                      Reductions in energy requirements of products and services

248
Page 249
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                      Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities               Strengthening Sustainability Governance




GRI Standard                    Disclosure                                                             Page              Omission

GRI 303 Air dan Efluen          303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama                   97
Water and Effluents             Interactions with water as a shared resource

                                303-2 Pengelolaan dampak yang terkait dengan pembuangan air            98, 101
                                Management of water discharge-related impacts

                                303-3 Pengambilan air                                                  98, 101
                                Water withdrawal

                                303-4 Pembuangan air                                                  100, 102
                                Water discharge

                                303-5 Konsumsi air                                                       98
                                Water consumption

GRI 304 Keanekaragaman          304-1 Lokasi operasional yang dimiliki, disewa, dikelola di dalam,    106-107
Hayati                          atau berdekatan dengan kawasan lindung dan kawasan dengan
Biodiversity                    nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan lindung
                                Operational sites owned, leased, managed in, or adjacent to,
                                protected areas and areas of high biodiversity value outside
                                protected areas

                                304-2 Dampak signifikan aktivitas, produk, dan layanan terhadap       106-107
                                keanekaragaman hayati
                                Significant impacts of activities, products and services on
                                biodiversity
                                304-1 Habitat yang dilindungi atau dipulihkan                         106-107
                                Habitats protected or restored

                                304-2 Spesies dalam Daftar Merah IUCN dan daftar konservasi           106-107
                                nasional yang habitatnya berada di area terdampak operasi
                                IUCN Red List species and national conservation list species with
                                habitats in areas affected by operations

GRI 305 Emisi                   305-1 Emisi GRK langsung (Cakupan 1)                                     93
Emissions                       Direct (Scope 1) GHG emissions

                                305-2 Emisi GRK tidak langsung dari energi (Cakupan 2)                   93
                                Energy indirect (Scope 2) GHG emissions

                                305-3 Emisi GRK tidak langsung lainnya (Cakupan 3)                       94
                                Other indirect (Scope 3) GHG emissions
                                305-4 Intensitas emisi GRK                                               94
                                GHG emissions intensity

                                305-5 Pengurangan emisi GRK                                              96
                                Reduction of GHG emissions

                                305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS)                                       97
                                Emissions of ozone-depleting substances (ODS)

                                305-7 Oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SOx), dan emisi udara        -
                                signifikan lainnya
                                Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant
                                air emissions

GRI 306 Efluen dan Limbah       306-1 Tumpahan signifikan                                               102
Effluents and Waste             Significant spills
                                                                                                                                    PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                306-2 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah            102, 104
                                Waste generation and significant waste-related impacts

                                306-3 Pengelolaan dampak signifikan terkait limbah                      102
                                                                                                                                                2025 Sustainability Report




                                Management of significant waste-related impacts

                                306-4 Limbah yang dihasilkan                                            103
                                Waste generated

                                306-5 Limbah yang dialihkan dari pembuangan                             103
                                Waste diverted from disposal

                                306-6 Limbah yang diarahkan ke pembuangan                               103
                                Waste directed to disposal                                                                          249
Page 250
                                               Sekilas WEGE                      Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                               WEGE at a Glance                  Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       GRI Standard                     Disclosure                                                                Page         Omission

                                       Take Out GRI Nomor 307           307                                                                         111

                                       GRI 308 Penilaian Lingkungan     308-1 Pemasok baru yang disaring menggunakan kriteria                       68
                                       Pemasok                          lingkungan
                                       Supplier Environmental           New suppliers that were screened using environmental criteria
                                       Assessment
                                                                        308-2 Dampak lingkungan negatif dalam rantai pasok dan                    68-69
                                                                        tindakan yang diambil
                                                                        Negative environmental impacts in the supply chain and actions
                                                                        taken

                                       GRI 401 Ketenagakerjaan          401-1 Penerimaan karyawan baru dan perputaran karyawan                     127
                                       Employment                       New employee hires and employee turnover

                                                                        401-2 Manfaat yang diberikan kepada karyawan penuh waktu                   129
                                                                        yang tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh
                                                                        waktu
                                                                        Benefits provided to full-time employees that are not provided to
                                                                        temporary or part-time employees

                                                                        401-3 Cuti orang tua                                                       130
                                                                        Parental leave

                                       GRI 402 Hubungan Tenaga          402-1 Periode pemberitahuan minimum terkait perubahan                        -
                                       Kerja/Manajemen                  operasional
                                       Labor/Management Relations       Minimum notice periods regarding operational changes

                                       GRI 403 Kesehatan dan            403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja                 148, 159, 160
                                       Keselamatan Kerja                Occupational health and safety management system
                                       Occupational Health and Safety
                                                                        403-2 Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden        151
                                                                        Hazard identification, risk assessment, and incident investigation

                                                                        403-3 Layanan kesehatan kerja                                              157
                                                                        Occupational health services

                                                                        403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja terkait              149
                                                                        kesehatan dan keselamatan kerja
                                                                        Worker participation, consultation, and communication on
                                                                        occupational health and safety

                                                                        403-5 Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan keselamatan                  155
                                                                        kerja
                                                                        Worker training on occupational health and safety

                                                                        403-6 Promosi kesehatan pekerja                                          157-158
                                                                        Promotion of worker health

                                                                        403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak kesehatan dan                         148
                                                                        keselamatan kerja yang secara langsung terkait dengan
                                                                        hubungan bisnis
                                                                        Prevention and mitigation of occupational health and safety
                                                                        impacts directly linked by business relationships

                                                                        403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen                         148
                                                                        kesehatan dan keselamatan kerja
                                                                        Workers covered by an occupational health and safety
                                                                        management system

                                                                        403-9 Cedera akibat kerja                                                159-160
                                                                        Work-related injuries
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                                                        403-10 Gangguan kesehatan akibat kerja                                   159-160
                                                                        Work-related ill health
          Laporan Keberlanjutan 2025




250
Page 251
       Mendukung Pengembangan Karyawan dan Masyarakat Sekitar                         Memperkuat Tata Kelola Keberlanjutan
       Supporting the Development of Employees and Local Communities                  Strengthening Sustainability Governance




GRI Standard                      Disclosure                                                               Page             Omission

GRI 404 Pelatihan dan             404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan                      138
Pendidikan                        Average hours of training per year per employee
Training and Education
                                  404-2 Program peningkatan keterampilan karyawan dan program           134, 136, 140
                                  bantuan transisi
                                  Programs for upgrading employee skills and transition assistance
                                  programs

                                  404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan kinerja dan              144
                                  pengembangan karier secara berkala
                                  Percentage of employees receiving regular performance and
                                  career development reviews

GRI 405 Keberagaman dan           405-1 Keberagaman badan tata kelola dan karyawan                        123-124
Kesetaraan Kesempatan             Diversity of governance bodies and employees
Diversity and Equal Opportunity
                                  405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibanding                 129
                                  laki-laki
                                  Ratio of basic salary and remuneration of women to men

GRI 406 Non-diskriminasi          406 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil              121
Non-discrimination                Incidents of discrimination and corrective actions taken

GRI 407 Kebebasan Berserikat      407 Operasi dan pemasok yang hak atas kebebasan berserikat                 -
dan Perundingan Bersama           dan perundingan bersama mungkin berisiko
Freedom of Association and        Operations and suppliers in which the right to freedom of
Collective Bargaining             association and collective bargaining may be at risk

GRI 408 Pekerja Anak              408 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap                 121
Child Labor                       insiden pekerja anak
                                  Operations and suppliers at significant risk for incidents of child
                                  labor

GRI 409 Kerja Paksa atau Wajib    409 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap                 122
Forced or Compulsory Labor        insiden kerja paksa atau wajib
                                  Operations and suppliers at significant risk for incidents of
                                  forced or compulsory labor

GRI 410 Praktik Keamanan          410 Personel keamanan yang dilatih mengenai kebijakan atau                 -
Security Practices                prosedur hak asasi manusia
                                  Security personnel trained in human rights policies or
                                  procedures

GRI 411 Hak Masyarakat Adat       411 Insiden pelanggaran yang melibatkan hak masyarakat adat                -
Rights of Indigenous Peoples      Incidents of violations involving rights of indigenous peoples

GRI 413 Komunitas Lokal           413-1 Operasi dengan keterlibatan komunitas lokal, penilaian              236
Local Communities                 dampak, dan program pengembangan
                                  Operations with local community engagement, impact
                                  assessments, and development programs

                                  413-2 Operasi dengan dampak negatif aktual dan potensial yang             197
                                  signifikan terhadap komunitas lokal
                                  Operations with significant actual and potential negative impacts
                                  on local communities

GRI 414 Penilaian Sosial          414-1 Pemasok baru yang disaring menggunakan kriteria sosial               -
Pemasok                           New suppliers that were screened using social criteria
Supplier Social Assessment
                                  414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai pasok dan tindakan                -
                                  yang diambil
                                  Negative social impacts in the supply chain and actions taken
                                                                                                                                       PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




GRI 415 Kebijakan Publik          415 Kontribusi politik                                                     -
Public Policy                     Political contributions
                                                                                                                                                   2025 Sustainability Report




GRI 416 Kesehatan dan             416-1 Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari kategori            115
Keselamatan Pelanggan             produk dan layanan
Customer Health and Safety        Assessment of the health and safety impacts of product and
                                  service categories

                                  416-2 Insiden ketidakpatuhan terkait dampak kesehatan dan                 115
                                  keselamatan dari produk dan layanan
                                  Incidents of non-compliance concerning the health and safety
                                  impacts of products and services
                                                                                                                                       251
Page 252
 Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
Page 253
 Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
Page 254
                                        Sekilas WEGE              Melaksanakan Operasional Ramah Lingkungan
                                        WEGE at a Glance          Implementing Environmentally Friendly Operations




                                       +6221 85908862/85909003 (hunting)
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk




                                       +6221 85904146
          Laporan Keberlanjutan 2025




                                       corsec@wikagedung.id

                                       www.wikagedung.co.id



                                                @ptwikagedungID      PT WIKA Gedung             WEGE Podcast         PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
254

File

File Open PDF
Source IDX
Size19.74 MB
Published20 Apr 2026
Pages254
Characters1,611,137
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Wijaya Karya Bangunan Gedung p.2 ×98
linked person Hadian Pramudita p.18 ×3
linked person Joseph Prajogo p.22 ×2
linked person Suli Fatimah p.22
linked person Danis Hidayat Sumadilaga p.22
linked person Taufan Gestoro p.22
linked person Hartanto Karti Raharjo p.22
linked person Tomo Dwi Hasputro W p.22
linked person Bagus Tri Setyana p.22
linked person Dwi Purnomo p.22
linked org Wijaya Karya Pracetak Gedung p.60 ×2
linked org Bank Mandiri p.61 ×2
linked org Dana Pensiun p.132 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×3
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.14 ×54
possible org Bursa Efek Indonesia p.57
possible org PT Sarinah p.61 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.132
unresolved org Wijaya Karya Bangunan p.2 ×198
unresolved org Financial Services Authority p.5 ×3
unresolved org MIlik Negara p.6 ×2
unresolved org Bank Sampah Widuri p.8
unresolved org Kota Nusantara p.9 ×3
unresolved org PT Wijaya Karya General Obligation p.14
unresolved org Koperasi Karyawan WIKA p.14 ×2
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan RI p.16 ×3
unresolved org PT Wijaya Karya Bangunan Keberlanjutan p.22
unresolved org Gedung Tbk p.22 ×3
unresolved — Pelaksana Tug · Komisaris Utama p.22
unresolved org Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi p.34
unresolved org PT Wege p.35
unresolved org PT Wege Solusi Proklamasi. Cakupan p.35
unresolved org PT Wijaya p.36 ×4
unresolved person H. Keanekaragaman Hayati p.43
unresolved person H. Biodiversity p.43
unresolved org Wijaya Karya Name Bangunan p.54 ×2
unresolved org PT Wege Solusi Proklamasi Subsidiary Entity Alamat Kantor p.54
unresolved person Fatimah p.56
unresolved person Imas Fatimah · Notaris p.56
unresolved org PT Wege Solusi Proklamasi Associate p.58
unresolved org PT Wijaya Karya Pracetak p.60 ×2
unresolved org Bank Mandiri Taspen p.61 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.63
unresolved org Dana Pensiun Wijaya Karya Program Pensiun Iuran Pasti p.132
unresolved org Karya (Persero) Tbk p.132 ×2
unresolved org PT RAP p.142 ×3
unresolved org PT Surveyor Indonesia p.142 ×3
unresolved org Kementerian BUMN. Ruang p.204
unresolved org Ministry of State-Owned Enterprises. p.204
unresolved person Laki-laki · Komisaris Independen p.208

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 2

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result