Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Tahunan DCP 2025.pdf

Financial statement Text extracted DADA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 68

Page 1
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

Laporan Keuangan Konsolidasian
Tanggal 31 Desember 2025
Serta Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
Dan Laporan Auditor Independen




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
                        dari laporan keuangan secara keseluruhan
Page 2
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK
                           LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                    31 Desember 2025
                       SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
                                        TERSEBUT
                            DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN




                                              DAFTAR ISI

                                                                          Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                            1-3

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                4-5

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                             6

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                      7

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                  8 - 57

Laporan Auditor Independen                                                        63




  Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak
              terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Page 3
                                                DIAMOND CITRA PROPERTINDO



                           SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                                    TENTANG
                    TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
               KONSOLIDASIAN PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN
                  ENTITAS ANAKNYA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
                                31 DESEMBER 2025

    Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
           Nama                  : Adam
           Alamat Kantor         : JI. Palakali Raya No.49 Kukusan Beji, Kota Depok 16425
           Alamat Domisili      : JI. Siaga Raya No. 17B RT001/ RW 004, Kel. Pejaten Barat
                                   Kec. Pasar Minggu Jakarta
           Jabatan               : Direktur Utama

          Nama                 : Bayu Setiawan
          Alamat Kantor        : JI. Palakali Raya No.49 Kukusan Beji,
                                 Kota Depok 16425
            Alamat Domisili    : Bukit Rivana, Blok 1-2 No.20, RT 003/ RW 004,
                                 Bedahan, Sawangan Depok
          Jabatan              : Direktur

    Menyatakan bahwa:
    1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT
       Diamond Citra Propertindo Tbk dan entitas anaknya;
    2. Laporan keuangan konsolidasian PT Diamond Citra Propertindo Tbk dan entitas anaknya
       telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
    3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian PT Diamond Citra
           Propertindo Tbk dan entitas anaknya telah dimuat secara lengkap dan benar;
       b. Laporan keuangan konsolidasian PT Diamond Citra Propertindo Tbk dan entitas
           anaknya tidak mengandung informasi atau fakta material tidak benar, dan tidak
           menghilangkan informasi atau fakta material;
    4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal PT Diamond Citra Propertindo Tbk
       dan entitas anaknya.
    Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

                                     Jakarta, 30 Maret 2026




                                               TEMP£V



                            Adam                              Bayu Setiawan
                       Direktur Utama                           Direktur




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
                        dari laporan keuangan secara keseluruhan
Page 4
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          31 Desember 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                               Catatan             2025                  2024

 ASET

 ASET LANCAR

 Kas dan Bank                                 5, 31, 33           2.996.247.658        3.910.525.243
 Piutang usaha                                  6, 31
  Pihak Ketiga                                                   16.963.137.194        8.390.323.566
 Persediaan                                       8             154.516.246.627      145.574.359.465
 Biaya dibayar dimuka                             9                  22.704.974           22.967.425
 Pajak dibayar dimuka                            18a                 81.104.378        1.322.626.363
 Jumlah Aset Lancar                                             174.579.440.831      159.220.802.062

 ASET TIDAK LANCAR

 Piutang lain - lain                           7, 30, 31
   Pihak ketiga                                                  33.847.742.975        1.300.000.000
   Pihak berelasi                                29                 602.985.600          602.985.600
 Konstruksi dalam pengerjaan                     10              47.383.477.938       66.092.717.007
 Aset tetap - bersih                             11                 799.574.187          623.830.539
 Uang muka                                       13             372.378.546.625      404.926.289.600
 Properti investasi                              12               9.853.049.197       10.618.302.342

 Jumlah Aset Tidak Lancar                                       464.865.376.522      484.164.125.088

 TOTAL ASET                                                     639.444.817.353      643.384.927.150




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
                                    keuangan secara keseluruhan
Page 5
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                         Tanggal 31 Desember 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                               Catatan             2025                 2024

 LIABILITAS

 LIABILITAS JANGKA PENDEK

 Utang usaha
    Pihak ketiga                              14, 30, 31         23.267.076.762       24.301.736.988
 Utang lain - lain                            15, 30, 31                       -                   -
    Pihak berelasi                                29                           -           6.734.847
 Utang pajak                                   18b, 18c           2.105.988.027        2.046.777.448
 Beban akrual                                     17                 84.150.000          106.000.000
 Pendapatan ditangguhkan                          16            150.012.321.228      162.805.568.712
 Utang bank                                   19, 30, 31         16.096.070.365       72.671.076.618

Total Liabilitas Jangka                                         191.565.606.382      261.937.894.613
 Pendek


 LIABILITAS JANGKA
   PANJANG

  Utang bank                                    19, 30           33.327.973.582       28.209.703.288
 Liabilitas imbalan kerja                         20              1.240.533.945        1.068.235.771
 Utang Lain-lain
   Utang Pinjaman                                15              57.606.299.164                    -
 Total Liabilitas Jangka                                         92.174.806.691
   Panjang                                                                            29.277.939.059

 TOTAL LIABILITAS                                               283.740.413.073      291.215.833.672




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
                                    keuangan secara keseluruhan
Page 6
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                               Catatan             2025                 2024

 EKUITAS

 Modal saham - nilai nominal Rp20
 Modal dasar - 20.120.000.000 saham
 Modal ditempatkan dan disetor 7.431.530.800
  saham
                                                 21             148.630.616.000      148.630.616.000
 Tambahan modal disetor                          22             154.685.723.750      154.685.723.750
 Saldo laba:                                     23
   - Dicadangkan                                                    532.475.586          532.475.586
  - Tidak dicadangkan                                            51.092.633.155       47.614.809.575

 Jumlah ekuitas yang dapat
  Diatribusikan kepada
  Pemilik entitas induk                                         354.941.448.491      351.463.624.911

 Kepentingan non - pengendali                    24                 762.955.789          705.468.567

 JUMLAH EKUITAS                                                 355.704.404.280      352.169.093.478

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  639.444.817.353      643.384.927.150




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
                                    keuangan secara keseluruhan
Page 7
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                                KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                                 Untuk Tahun yang berakhir Pada Tanggal
                                           31 Desember 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                       Catatan               2025                     2024


 PENDAPATAN                               25                43.126.914.167            37.026.946.162
 BEBAN POKOK PENDAPATAN                   26               (20.192.486.308)         (14.650.357.956)

 LABA BRUTO
                                                            22.934.427.859            22.376.588.206
 BEBAN USAHA
    Beban penjualan dan pemasaran         27                (2.363.202.494)          (2.724.987.974)
    Beban umum dan administrasi           27               (11.269.358.911)           (9.954.115.829)

 JUMLAH BEBAN USAHA                                        (13.632.561.405)         (12.679.103.803)

 LABA USAHA                                                 9.301.866.454              9.697.484.403


 Pendapatan (beban) lain - lain

    Penghasilan keuangan                                        34.984.467                   4.186.948
    Penghasilan Lainya                    20                    27.670.110                              -
    Beban keuangan                                         (4.810.819.051)            (7.667.809.275)
    Jumlah Pendapatan Lain-lain                            (4.748.164.474)             7.663.622.327
 LABA SEBELUM PAJAK
   PENGHASILAN                                               4.553.701.980             2.033.862.076

 BEBAN PAJAK FINAL                       18d                (1.043.525.354)            (925.673.654)

 LABA NETO TAHUN BERJALAN                                    3.510.176.626             1.108.188.422

 PENGHASILAN KOMPREHENSIF
 LAINNYA
 Pos yang tidak akan
   direklasifikasikan ke laba rugi:
 Pengukuran kembali program
   imbalan kerja pasti                   20                     25.134.176               157.321.886

 TOTAL PENGHASILAN
  KOMPREHENSIF                                               3.535.310.802             1.265.510.308
  TAHUN BERJALAN




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
                                    keuangan secara keseluruhan
Page 8
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                         KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                            Untuk Tahun yang berakhir Pada Tanggal
                                        31 Desember 2025
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                Catatan              2025               2024

   LABA NETO TAHUN BERJALAN YANG
    DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
   Pemilik entitas induk                                             3.503.195.812      1.105.984.528
   Kepentingan non - pengendali                                          6.980.814          2.203.894

   Jumlah                                                            3.510.176.626      1.108.188.422


   PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN
    BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
    KEPADA:


   Pemilik entitas induk                                             3.477.823.580      1.247.430.885
   Kepentingan non - pengendali                                         57.487.222         18.079.423

   Jumlah                                                            3.535.310.802      1.265.510.308


   LABA PER SAHAM                                   28                         0,47              0,15




Lihat catatan atas Laporan atas Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
                                    keuangan secara keseluruhan
Page 9
                                                        PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                            LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                                 Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                                                             31 Desember 2025
                                                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                      Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
                              Modal
                           Ditempatkan             Tambahan                      Saldo Laba
                           dan Disetor               Modal                                       Tidak                                  Kepentingan              Jumlah
                               Penuh                Disetor            Dicadangkan           Dicadangkan             Jumlah            Non-pengendali            Ekuitas


Saldo 01 Januari
   2024                    148.630.616.000       154.685.723.750        532.475.586          45.367.378.690       350.216.194.026             687.389.144       350.974.250.183
Penambahan modal
   saham melalui                             -                    -                  -                     -                    -                           -                   -
   exercise waran seri I

Laba neto tahun                              -                    -                  -
   berjalan                                                                                     1.105.984.528           1.105.984.528             2.503.894        1.108.188.422

Penghasilan
                                             -                    -                  -            141.446.257             141.446.357            15.875.529         157.321.886
  komprehensif lain

Saldo 31 Desember
   2024                    148.630.616.000        154.685.723.750        532.475.586         47.614.809.575          351.463.624.911           705.468.567      352.169.093.478
Penambahan modal
   saham melalui                             -                -                   -                           -                 -                       -                   -
   exercise waran seri I

Laba neto tahun berjalan                     -                -                   -
                                                                                                3.503.195.812           3.503.195.812             6.980.814        3.510.176.626

Penghasilan
                                             -                 -                     -                                                                               25.134.176
   komprehensif lain                                                                              (25.372.232)            (25.372.232)           50.506.408

Saldo 31 Desember               148.630.616          154.685.723.750       532.475.586         51.092.633.155         354.941.448.491           762.955.789     355.704.404.280
   2025




                                                   Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                                              tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.




                                                                                         6
Page 10
                  PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                    Tanggal 31 Desember 2025
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                 PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                 Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                     Catatan                  2025                       2024


ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                                69.124.569.964         41.034.122.382
Pembayaran kas ke kontraktor                                                               -        (4.328.019.979)
Pembayaran kas kepada karyawan                                              (1.373.700.000)         (1.728.800.000)
Pembayaran kas untuk operasi lainnya                                       (66.767.176.419)         (7.459.062.428)
Pembayaran kas untuk pajak final                                              (773.268.903)           (925.673.654)
Penerimaan kas dari piutang
 keuangan dan lainnya                                                         9.343.196.215              4.186.948
Pembayaran kas untuk beban keuangan                                        (16.617.441.647)         (7.510.487.389)
Arus Kas Neto Diperoleh dari                                                (7.063.820.790)          19.086.265.880
 Aktivitas Operasi



ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
   INVESTASI                                            10
   Pengeluaran untuk perolehan tanah dan
   aset non keuangan non lainnya                                                                -   (16.809.058.196)

Arus Kas Neto Digunakan untuk
   Aktivitas Investasi                                                                          -   (16.809.058.196)




ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  PENDANAAN
Penerimaan utang jangka panjang                          15                  57.606.299.164                        -
Pembayaran utang bank                                    19                (51.456.755.959)         (4.058.109.570)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan                                       6.149.543.205         (4.058.109.570)
       untuk) Aktivitas Pendanaan


    PENURUNAN NETO KAS DAN BANK                                                (914.277.585)        (1.780.901.886)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                    5                  3.910.525.243           5.691.427.129

KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                   5                  2.996.247.658           3.910.525.243




                 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                            tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.




                                                       7
Page 11
                          PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                            Tanggal 31 Desember 2025
                               Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

  Pendirian Perusahaan

  PT Diamond Citra Propertindo Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal 29
  Desember 2014 dari Dewi Kusumawati, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan tersebut
  telah memperoleh pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
  Surat keputusan AHU-0000274.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 6 Januari 2015 dan telah diumumkan
  dalam Berita Negara Republik Indonesia, tertanggal 11 Juni 2021 nomor 047, Tambahan nomor 019695.
  Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No.
  104 tanggal 30 Juni 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn., Notaris di Jakarta
  Selatan, yang mengesahkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai hasil dari exercise
  Waran Seri I. Akta ini disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
  berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0076681.AH.01.11 Tahun 2023 tanggal 12 April 2023.

  Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Kelompok Usaha meliputi
  bidang perdagangan dan jasa, pembangunan, pengangkutan dan percetakan. Saat ini, kegiatan usaha
  utama Kelompok Usaha adalah bergerak dalam bidang real estate.

  Kantor pusat Kelompok Usaha berlokasi di Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, Jawa
  Barat. Perusahaan beroperasi secara komersial pada bulan Januari 2015.

  PT Karya Permata Inovasi Indonesia adalah entitas induk Kelompok Usaha dan pemegang saham
  pengendali Kelompok Usaha.

  Penawaran Umum Saham

  Pada tanggal 11 Februari 2020 Kelompok Usaha memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
  Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor S-00952/BEI.PP3/02-2020 untuk melakukan Penawaran Umum
  Perdana Saham sebanyak 2.147.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp20 per
  saham dengan harga penawaran sebesar Rp104 per saham dan 1.610.250.000 Waran Seri 1 yang
  menyertai saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Pada tanggal 14
  Februari 2020, saham dan Waran Seri 1 tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

  Struktur Entitas Anak

  Rincian Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                       Persentase        Mulai
                                          Kegiatan      Kepemilikan   Operasional     Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
       Nama Entitas           Domisili     Usaha       2025    2024    Komersial        2025            2024

   Kepemilikan langsung

   Entitas anak
                                         Pengembang
   PT Arba Propertindo        Jakarta      properti   99,44% 99,44%      2018       479.348.489.491   480.703.014.402

   Tidak langsung
                                         Pengembang
   PT Kalibata Inovasi Maju   Jakarta      properti   99,90% 99,90%      2020       456.024.548.008   458.082.099.387




                                                           8
Page 12
                       PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                         Tanggal 31 Desember 2025
                            Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak

     PT Arba Propertindo (AP)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 110 dari Rosida Rajagukguk - Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan akuisisi saham AP melalui setoran saham atas
     peningkatan modal dasar dan disetorkan AP sebanyak 410.000 lembar saham atau setara
     Rp41.000.000.000. Dalam Akta Notaris yang sama, diputuskan juga pengalihan saham AP dari KPII ke
     Kelompok Usaha yang dibeli berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 111 dari Rosida Rajagukguk -
     Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta tanggal 22 Juli 2019 sebanyak 376.669 lembar saham atau
     setara Rp37.669.000.000 sehingga kepemilikan saham Kelompok Usaha atas AP menjadi sebesar
     786.669 lembar saham atau setara 99,44% dari modal disetorkan AP. Akta tersebut telah mendapat
     pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU-
     0041113.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 24 Juli 2019.

     Pembelian saham AP oleh Kelompok Usaha dari KPII dilakukan dengan nilai transaksi sebesar
     Rp48.957.808.285. Cara pembayaran atas pembelian saham tersebut adalah dengan set-off piutang PT
     KPII kepada Kelompok Usaha sebesar Rp43.913.799.254 dan sisanya sebesar Rp5.044.009.031
     dengan penyerahan kas.

     PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)

     Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 44 tertanggal
     17 April 2020 para pemegang saham sepakat untuk pemindahan hak atas saham PT. Cipta Permata
     Properti Indonesia sebanyak 24.999.999 saham kepada AP.
     Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 54 tertanggal
     22 April 2020 para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor
     yang semula modal dasar Kelompok Usaha Rp250.000.000 menjadi Rp44.000.000.000 dan modal
     disetor yang semula Rp250.000.000 menjadi Rp11.000.000.000.

     Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 06 tertanggal 9 Juni 2021
     para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor yang semula
     modal dasar Kelompok Usaha Rp 44.000.000.000 menjadi Rp600.000.000.000 dan modal disetor yang
     semula Rp11.000.000.000 menjadi Rp300.000.000.000.

     Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, susunan Dewan Komisaris Direksi dan Komite Audit
     Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

     Komisaris:                                  2025                           2024
     Komisaris Utama                     :   Anisah                         Anisah
     Komisaris                           :   Tjandra Tjokrodiponto          Tjandra Tjokrodiponto
     Komisaris Independen                :   Iwan Gunarwan Baroto           Iwan Gunarwan Baroto

     Direksi:
     Direktur Utama                      :   Adam                           Adam
     Direktur                            :   Bayu Setiawan                  Bayu Setiawan

     Komite Audit
     Ketua                               :   Iwan Gunarwan Baroto           Iwan Gunarwan Baroto
     Anggota                             :   Dedeh                          Ermida Lindra
     Anggota                             :   Vivi Shahab                    Vivi Shahab




                                                    9
Page 13
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (lanjutan)

   Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (lanjutan)

   Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah Maria Aruan dan Ermida
   Lindra.

   Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 Perusahaan dan entitas anak (secara bersama-sama
   selanjutnya disebut sebagai (Kelompok Usaha) mempekerjakan masing - masing 16 dan 18 karyawan
   tetap (Tidak diaudit).

   Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian

   Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
   selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
   konsolidasian pada tanggal .............


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

  Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

  Laporan keuangan Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
  meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
  (PSAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (PSAK –
  IAI ), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan
  Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

   Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

   Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual
   dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun - akun tertentu yang
   diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

   Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
   ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

   Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten
   dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2024, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan revisi yang berlaku
   efektif pada tanggal 1 Januari 2025 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

   Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
   manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi penerapan
   kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
   estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
   tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal - hal yang
   melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal - hal di mana asumsi dan estimasi
   adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
   keuangan konsolidasian.

   Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Kelompok Usaha adalah Rupiah.




                                                    10
Page 14
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Amendemen/penyesuaian standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

   Dalam tahun berjalan, Kelompok Usaha telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK
   yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1
   Januari 2025. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi
   Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun
   berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.

   • PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” - Kekurangan Ketertukaran

   Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai
   apakah suatu mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai
   tukar yang akan digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.

   Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan
   Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amandemen-amandemen atas
   PSAK yang relevan bagi Kelompok Usaha, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan
   penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut:

   Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026

   • PSAK 338 (Revisi 2025), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

      Perubahan utama dalam revisi ini mencakup pengecualian entitas investasi dari ruang lingkup PSAK
      338, serta tambahan definisi bisnis alihan, entitas penerima dan entitas pengalih. Revisi ini juga
      mencakup rujukan jumlah tercatat bisnis alihan dan penyajian informasi prombinasi bisnis Ketika
      terjadi ketidakpraktisan dalam penerapan metode penyatuan kepemilikan.


   Dasar Konsolidasian

   Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha
   mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
   hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
   kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali
   apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
   perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.

   Konsolidasi atas Entitas Anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas
   Entitas Anak dan berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
   Penghasilan dan beban Entitas Anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba
   rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan
   pengendalian atas Entitas Anak.

   Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Entitas
   Induk dan kepentingan non pengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non
   pengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan Entitas
   Anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi
   secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra Kelompok Usaha terkait
   dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha.

   Perubahan dalam bagian kepemilikan atas Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
   pengendalian pada Entitas Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
   tercatat kepentingan non pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
   diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik Entitas Induk.



                                                     11
Page 15
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

   Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha
   menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
   sementara keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang
   tersisa diakui pada nilai wajar.


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Kombinasi Bisnis

   Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan
   untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil
   alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Beban akuisisi terkait dibebankan
   pada saat terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kotinjensi yang
   diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.

   Imbalan kontijensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal
   akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontijensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan
   sebagai aset atau liabilitas, akan diakui pada laba rugi atau sebagai penghasilan komprehensif lain
   sesuai dengan PSAK 239 (sebelumnya PSAK 55). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan
   kontijensinya tidak diukur kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas.

   Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan non pengendali sebesar nilai wajar
   atau sebesar bagian proporsional kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang di akuisisi.

   Selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan non pengendali pada pihak
   yang di akuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak
   yang di akuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat
   diidentifikasi yang di akuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang di akuisisi
   melebihi nilai gabungan imbalan yang dialihkan dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih
   tersebut diakui langsung dalam laba rugi.

   Goodwill pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, menjadi selisih lebih nilai gabungan dari imbalan
   yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan nonpengendali, dan setiap kepentingan yang
   dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil - alih.
   Dalam kasus pembelian dengan diskon, jika nilai wajar atas aset neto yang di akuisisi melebihi nilai
   gabungan imbalan yang dialihkan, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba rugi.

   Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai.
   Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
   tanggal akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang diharapkan
   bermanfaat untuk kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang di
   akuisisi ditetapkan ke unit - unit tersebut.

   Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas unit tersebut
   dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah
   tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas
   dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil
   kas yang ditahan.

   Transaksi dengan Pihak - pihak Berelasi

   Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), “Pengungkapan Pihak - pihak Berelasi”, suatu pihak
   dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara
   kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara
   partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
   keuangan dan operasional.

   Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 29 atas laporan
   keuangan.
                                                        12
Page 16
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan

   Aset Keuangan

   Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
   melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.

   Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
   - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

   Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
    • Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
    • Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
      penghasilan komprehensif lain.

   Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain - lain
   (instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan
   sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
   diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

   Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

   i)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi

        Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya amortisasi jika kedua kondisi berikut
        terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
        arus kas kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal
        yang ditentukan untuk arus kas yang semata - mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah
        pokok yang belum dibayar.

  ii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

        Instrumen utang

        Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
        terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
        arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
        menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata - mata pembayaran pokok
        dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

        Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih
        kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara
        yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan amortisasi. Perubahan nilai
        wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar
        kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

        Instrumen ekuitas

        Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
        ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar
        melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 232 (sebelumnya PSAK 50): Instrumen Keuangan:
        Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
        instrumen.




                                                      13
Page 17
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Aset Keuangan (lanjutan)

       Instrumen ekuitas (lanjutan)

       Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan atau
       kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain - lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran
       telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai
       pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah
       dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
       penilaian penurunan nilai.

   (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

       Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
       diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
       laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
       diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau
       dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
       diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen
       lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata - mata pembayaran
       pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari
       model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya
       perolehan amortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang
       dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
       menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

       Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam
       laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
       laporan laba rugi.

       Kelompok Usaha tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai
       aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

       Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
       aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang
       berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Kelompok Usaha telah mengalihkan hak mereka
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
       diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-
       through” dan baik (a) Kelompok Usaha telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan
       manfaat dari aset, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak mengalihkan atau tidak
       memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.

   Liabilitas Keuangan

       Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai
       berikut:
       • Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
       • Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

   Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.




                                                      14
Page 18
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Liabilitas Keuangan (lanjutan)

   Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
   termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

   Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain - lain dan utang bank. Liabilitas
   keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan
   sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

   Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

   (i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi

       Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
       dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
       di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.

   (ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

       Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
       keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
       untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

       Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
       untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan
       derivatif yang diambil Kelompok Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam
       hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71).
       Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
       mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif

       Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
       laba rugi konsolidasian.

       Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan
       atau kadaluwarsa.

       Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
       pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
       substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
       diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
       selisih antara nilai tercatat masing - masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

   Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

   Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
   dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.




                                                       15
Page 19
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

   Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Kelompok Usaha
   mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
   tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Kelompok Usaha juga
   mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
   apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
   perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

   Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
   panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
   aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

   Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
   tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
   nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluwarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
   nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif lain
   diakui pada laporan laba rugi.

   Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
   langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
   bersih".

   Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

   Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
   keuangan jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
   melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
   neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

   Penurunan Nilai Aset Keuangan

   Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
   telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha
   menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
   keuangan dari pada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
   Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
   saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
   pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
   biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
   perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
   pengakuan awal.

   Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
   ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang
   signifikan.

   Penentuan Nilai Wajar

   Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
   untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
   pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
   keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
   menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.




                                                       16
Page 20
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
   Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
   Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
   terjadi:

   (a) di pasar utama (principal junket) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
   (b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous junket)
       untuk aset atau liabilitas tersebut.

   Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
   digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
   pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

   Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
   menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
   terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
   menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

   Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
   memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
   diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

   Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
   pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:

   (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
       identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
   (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
       untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
   (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

   Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Kelompok Usaha
   menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori
   (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode
   pelaporan.

   Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko
   aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

   Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
   untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

   Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
   terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
   mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

   Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
   kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif
   Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
   diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

   Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak
   - pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length junket transactions), penggunaan nilai
   wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang di diskonto, atau model
   penilaian lain.




                                                      17
Page 21
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)

   Kas dan setara kas

   Kas dan setara kas terdiri dari kas dan giro di bank yang dapat dicairkan sewaktu - waktu, tidak
   dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.

   Persediaan

   Kelompok Usaha menerapkan PSAK 202 (sebelumnya PSAK 14), “Persediaan”. Persediaan terdiri dari
   bangunan apartemen dan kios yang siap dijual, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam
   penyelesaian, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi
   bersih.

   Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah untuk
   pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung terkait kegiatan pengembangan
   apartemen serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke persediaan
   pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan. Seluruh biaya pengembangan tanah, termasuk tanah
   yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan
   kepada luas area yang dapat dijual.

   Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
   dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
   pengembangan apartemen dan biaya pinjaman. Biaya yang dikapitalisasi pada bangunan dalam
   penyelesaian dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat dijual.

   Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke bangunan tersedia untuk dijual pada
   saat pembangunan telah selesai.

   Untuk proyek properti komersial, pada saat selesainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur,
   harga perolehan akan tetap disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke aset tetap
   atau properti investasi, mana yang lebih sesuai.

   Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang terjadi atas proyek yang sudah selesai dan secara substansial
   siap untuk digunakan sesuai tujuannya dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
   lain konsolidasian pada saat terjadinya.

   Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan sampai proyek selesai
   secara substansial, jika terjadi perubahan atas rencana pemanfaatan dan penggunaan, Kelompok
   Usaha akan melakukan revisi dan realokasi biaya.

   Beban yang tidak berhubungan dengan proyek apartemen dibebankan ke laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya.

   Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk
   menyelesaikan dan menjual persediaan barang jadi yang dihasilkan, jika material, dikurangi taksiran
   biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan.




                                                    18
Page 22
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Konstruksi dalam pengerjaan

   Konstruksi dalam pengerjaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk biaya
   perolehan tanah dan akumulasi biaya pembangunan. Konstruksi dalam pengerjaan meliputi
   pembangunan yang diperuntukan untuk menjadi persediaan, aset tetap atau properti investasi pada saat
   penyelesaiannya dan pembangunan yang belum dapat ditentukan secara andal pembagian
   peruntukannya pada saat tanggal pelaporan. Pada saat pembangunan tersebut selesai dan siap
   digunakan, jumlah biaya yang terjadi direklasifikasi ke akun “Persediaan”, “Aset Tetap” atau “Properti
   Investasi” yang bersangkutan.

   Penyusutan dibebankan pada saat aset tersebut siap untuk digunakan.

   Biaya Dibayar Dimuka

   Biaya dibayar dimuka amortisasi selama masa manfaat setiap biaya, dengan menggunakan
   metode garis lurus.

   Aset Tetap

   Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
   pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
   dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
   pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
   penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

   Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah
   tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:
                                                                        Tahun     Persentase
   Bangunan kantor                                                          20              5%
   Peralatan Kantor                                                          4             25%
   Sarana dan Prasarana                                                      4             25%

   Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
   perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif

   Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
   yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
   penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
   tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
   aset tersebut dihentikan pengakuannya.

   Properti Investasi

   Kelompok Usaha menerapkan PSAK 240 (sebelumnya PSAK 13), “Properti Investasi”. Properti investasi
   adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua - duanya) yang
   dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa atau untuk
   kenaikan nilai atau kedua - duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
   atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

   Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa
   depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan properti
   investasi dapat diukur dengan andal.




                                                    19
Page 23
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Properti Investasi (lanjutan)

   Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembelian dan setiap
   pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti
   dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.

   Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
   investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
   aset.

   Penyusutan properti investasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan
   jumlah tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:

                                                                                             Tahun
   Bangunan kantor                                                                             20
   Sarana dan Prasarana                                                                        20

   Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan
   pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.

   Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
   ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.

   Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
   ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.

   Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
   secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
   pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
   selisih antara hasil bersih pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
   terjadinya penghentian atau pelepasan.

   Penurunan Nilai Aset Non - keuangan

   Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak amortisasi namun diuji penurunan nilainya
   setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
   mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang amortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
   apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
   diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
   terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya
   penjualan dengan nilai pakai.

   Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
   kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non - keuangan yang mengalami penurunan nilai
   ditelaah untuk kemungkinan pembalikan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

   Biaya Pinjaman

   Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
   aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
   diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan
   dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
   selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.




                                                      20
Page 24
                        PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          Tanggal 31 Desember 2025
                             Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Liabilitas Imbalan Kerja

   Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah
   (PP) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang
   diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6
   tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta
   Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

   Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
   pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
   pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang
   dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

   Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil
   atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk
   bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
   ke laba rugi pada periode berikutnya.

   Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait
   biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan
   atau kurtailmen atas program.

   Kelompok Usaha menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
   dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas
   imbalan pascakerja selama periode berjalan.

   Kelompok Usaha mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
   saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini
   liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk
   setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Kelompok
   Usaha sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

   Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
   atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.

   Pengakuan Pendapatan dan Beban

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

   Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
   (i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
   (ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji - janji dalam
         kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
   (iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
         sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
         dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat
         estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
         atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan
         dibayarkan selama periode kontrak.
   (iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
         sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
         langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah Junjin.
   (v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
         yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).




                                                             21
Page 25
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

   Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
   • Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
   • Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
      pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Kelompok Usaha memilih ukuran
      penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
      terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

   Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
   penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
   kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
   telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
   "Pendapatan diterima dimuka".

   Penjualan unit apartemen

   Pendapatan dari penjualan unit apartemen diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
   signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat unit rumah diserahkan
   dan pelanggan telah menerima unit apartemen tersebut.

   Beban

   Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi
   kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
   memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat
   kapitalisasi berdasarkan PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) dan diakui sebagai aset lancar lain - lain.
   Beban tersebut amortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
   terkait dengan aset tersebut.

   Beban lain - lain diakui pada saat terjadinya.

   Laba Neto per Saham

   Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
   kepada pemilik entitas dengan rata - rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut

   Laba per saham dilusian dihitung manakala Kelompok Usaha memiliki instrumen berpotensi
   saham biasa yang bersifat dilutif.

   Selisih Nilai Transaksi Entitas dengan Sepengendali

   Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 (sebelumnya PSAK 38),
   “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih
   antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun “Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas
   Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” dalam laporan posisi
   keuangan konsolidasian.




                                                    22
Page 26
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Pajak Penghasilan (lanjutan)

   Pajak Final

   Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final.
   Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku
   transaksi mengalami kerugian.

   Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 tanggal 4 November 2008 yang telah diganti
   dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 tanggal 8 Agustus 2016 tentang Pajak Penghasilan
   atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
   atas Tanah dan/atau Bangunan beserta Perubahannya diatur bahwa besarnya Pajak Penghasilan dari
   Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan dikenakan pajak bersifat final sebagai berikut:

   a. 2,5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan selain pengalihan hak atas
      tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana yang dilakukan
      oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
   b. 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau
      Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan
      hak atas tanah dan/atau bangunan.
   c. 0% atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara
      yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah, atau Badan Usaha Milik Daerah yang mendapat
      penugasan khusus dari Kepala Daerah, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur
      mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

   Mengacu pada PSAK 212 (sebelumnya PSAK 46) tentang Akuntansi Pajak Penghasilan, Kelompok Usaha
   menggunakan konsep akrual dalam mengakui beban, aset dan kewajiban perpajakan sehingga setiap
   penghasilan menurut akuntansi harus diperhitungkan dampak pajak yang harus dibayar pada masa
   mendatang atau telah dibayar pada masa sekarang. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur
   oleh PSAK 212 (sebelumnya PSAK 46), oleh karena itu, Kelompok Usaha memutuskan untuk menyajikan
   beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah dan bangunan sebagai pos tersendiri.

   Pajak Kini

   Untuk kegiatan lainnya, apabila ada, maka pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun
   yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara
   substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

   Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
   dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.

   Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat diterimanya surat ketetapan pajak atau, jika
   Kelompok Usaha mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut ditetapkan.

   Segmen operasi

   Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
   (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
   geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya

   Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung
   kepada suatu segmen serta hal - hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
   tersebut.




                                                        23
Page 27
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Provisi dan Kontinjensi

   Provisi diakui jika Kelompok Usaha mempunyai liabilitas kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
   peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar
   sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi secara
   andal.

   Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
   yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak
   terjadi, maka provisi dibatalkan. Jika dampak nilai waktu dari uang cukup material, maka jumlah provisi
   adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas. Ketika provisi
   didiskontokan, peningkatan jumlah provisi dikarenakan berlalunya waktu diakui sebagai beban
   keuangan.


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING

   Penyusunan laporan keuangan Kelompok Usaha mengharuskan manajemen untuk membuat
   pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah - jumlah pendapatan, beban, aset dan
   liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontijensi pada setiap akhir periode
   pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
   asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
   dan liabilitas pada tahun berikutnya.

   Pertimbangan

   Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat
   pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas
   jumlah - jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

   Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

   Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas
   keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK 109 (sebelumnya
   PSAK 71) telah terpenuhi. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan
   kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan keuangan.

   Sumber Estimasi Ketidakpastian

   Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
   memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
   tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi
   pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
   perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
   Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.




                                                       24
Page 28
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)

   Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

   Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain - lain

   Penurunan piutang dan piutang lain - lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Kelompok Usaha tidak
   dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Penilaian
   dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan untuk menentukan ada tidaknya indikasi
   penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui pada
   tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.

   Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
   penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain - lain dalam laporan keuangan
   tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha diungkapkan pada Catatan 6 atas laporan
   keuangan.

   Penurunan Nilai Persediaan

   Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
   membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
   yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
   realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
   kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 8 atas laporan
   keuangan.

   Mengestimasi Masa Manfaat Aset Tetap dan Properti Investasi

   Biaya perolehan aset tetap dan properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
   berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
   aset tetap dan properti investasi antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
   diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
   teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
   penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah.

   Jumlah tercatat aset tetap dan properti investasi Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   2024 diungkapkan dalam Catatan 11 dan 12 atas laporan keuangan.

   Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan

   Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan nilai
   tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal setiap
   tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.

   Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
   penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
   yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat mempengaruhi penilaian nilai dipulihkan
   dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.

   Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan

   Penentuan imbalan pasca kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan
   asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
   termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
   tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.




                                                      25
Page 29
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)

   Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

   Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan (lanjutan)

   Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
   sebagaimana diatur dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen
   Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan
   signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material
   dapat mempengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan kerja
   karyawan. Jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha diungkapkan pada
   Catatan 20 atas laporan keuangan konsolidasian.

   Mengevaluasi Provisi dan Kontinjensi

   Kelompok Usaha terlibat dalam berbagai proses hukum dan pajak. Manajemen melakukan penilaian
   untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi terutama melalui konsultasi dengan penasehat hukum
   Kelompok Usaha yang menangani proses hukum dan pajak tersebut. Kelompok Usaha mempersiapkan
   provisi yang sesuai untuk proses hukum saat ini atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai dengan
   kebijakan provisinya dan memperhitungkan risiko dan ketidakpastian yang relevan.

   Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak
   mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas
   perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks
   serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang
   harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan
   yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai
   dengan PSAK 237 (sebelumnya PSAK 57).




4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI                   DAN PENYAJIAN KEMBALI              LAPORAN
   KEUANGAN KONSOLIDASIAN

   Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal 17 April
   2020, PT Arba Propertindo (AP) melakukan penyertaan saham pada PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
   yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama, sehingga sesuai dengan PSAK
   338 (sebelumnya PSAK 38) “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, laporan keuangan konsolidasian
   Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2019
   disajikan kembali untuk mencerminkan dampak proforma seolah - olah penggabungan tersebut terjadi
   sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.

   Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

   Jumlah aset neto terindikasi                                                     (1.003.287.943 )
   Dikurangi kepentingan nonpengendali                                                          (40 )

   Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas)                             (1.003.287.903 )
   Dikurangi imbalan yang dibayarkan                                                   249.999.990
                                                                                \




   Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali                    (1.253.287.893 )




   Pada tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan penyertaan saham pada PT Arba Propertindo
   (AP) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama.

                                                     26
Page 30
                        PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          Tanggal 31 Desember 2025
                             Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI                         DAN PENYAJIAN KEMBALI           LAPORAN
   KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)

     Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

     Jumlah aset neto terindikasi                                                             73.033.296.404
     Dikurangi kepentingan nonpengendali                                                         408.696.799

     Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas)                                     72.624.599.605
     Dikurangi imbalan yang dibayarkan                                                        82.625.000.000

     Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali                           (10.000.400.395 )


     Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun “Tambahan Modal Disetor”
     sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

5. KAS DAN BANK



                                                                        2025                    2024
     Kas                                                                  2.570.618                    174.100
     Bank:
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                        1.615.498.909            2.612.055.026
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                           456.746.199              530.014.354
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                          441.108.528              448.995.312
        PT Bank Central Asia Tbk                                        423.425.595              160.933.614
        PT Bank Oke Indonesia Tbk                                           975.001               77.235.062
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                    30.084.324                45.163.650
        PT Bank UOB Indonesia                                            20.181.739               21.021.739
        PT Bank Panin Tbk                                                 4.671.394               13.931.669
        PT Bank BTN Syariah                                                 985.352                 1.000.517
     Jumlah                                                           2.996.247.658            3.910.351.243


6.    PIUTANG USAHA



                                                                       2025                     2024
     Pihak Ketiga
     Piutang sewa – PT Permata Cipta Inovasi                           1.385.900.000                         -
     Penjualan apartemen                                              23.140.957.807           14.441.012.056
     Sub Jumlah                                                       24.526.857.807          14.441.010.032
     Penyisihan penurunan nilai piutang                               (7.563.360.613)         (6.050.688.490)
     Jumlah                                                           16.963.957.087            8.390.323.566

     Rincian piutang usaha apartemen berdasarkan umur kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                    2024
      Kurang dari 3 bulan                                             4.804.229.108            6.500.281.622
      3 sampai 6 bulan                                                             -                        -
      Lebih dari 6 bulan                                             19.722.268.699            7.940.730434
     Jumlah                                                          24.526.497.807           14.441.012.056


                                                            27
Page 31
                        PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          Tanggal 31 Desember 2025
                             Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


6. PIUTANG USAHA (lanjutan)

   Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                   2025                   2024
       Saldo awal tahun                                          6.050.688.490           3.441.398.630
       Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan                 1.512.672.123           2.609.289.860
   Jumlah                                                        7.563.360.613           6.050.688.490

   Piutang sewa adalah kepada PT Permata Citra Inovasi atas kerjasama pengelolaan sewa sebagaimana diatur
   dalam kerjasama (Catatan 26).
   Piutang usaha pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).

   Berdasarkan telaah atas piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen
   Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk
   menutupi kerugian yang mungkin timbul dari penurunan nilai piutang.


7. PIUTANG LAIN – LAIN

       Piutang Lain-lain Jangka Panjang                             2025                   2024

       Pihak Ketiga
         PT Cipta Permata Properti Indonesia                      1.300.000.000         1.300.000.000
         PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata                   32.547.742.975                      -
       Sub Jumlah                                                33.847.742.975         1.300.000.000

       Pihak Berelasi (Catatan 29)
         PT Diamond Karya Abadi                                     602.985.600            602.985.600

       Total                                                     34.450.728.575         1.902.985.600

   Berdasarkan telaah atas piutang lain-lain masing - masing pihak pada akhir tahun, manajemen
   Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa piutang tersebut dapat ditagih, sehingga tidak dibentuk cadangan
   kerugian penurunan nilai piutang lain-lain tersebut.

   Pada periode berjalan, PT. Kalibata Inovasi Maju, melakukan pembatalan uang muka pembelian tanah
   Kelurahan Sepinggan Raya, sebagaimana disepakati dalam perjanjian pengakhiran dan pembatalan
   akta perjanjian peningkatan jual beli nomor 187/LGL-TERM/DPMP-KIM/XI/2025 tanggal 4 November
   2025. Sehubungan dengan pembatalan tersebut, PT. Kalibata Inovasi Maju mengakui piutang kepada
   PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata sebesar Rp 32.547.742.975 (Catatan 13).




   .




                                                    28
Page 32
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. PERSEDIAAN

  Akun ini terdiri persediaan unit apartemen tersedia untuk dijual yang terdiri dari:
                                                                        2025                   2024

  Dave                                                                68.466.500.204         69.880.005.081
  Apple 1                                                             55.826.886.221         55.810.886.221
  Apple 3                                                             30.222.860.202         19.883.468.163
  Jumlah                                                            154.516.246.627         145.574.359.465

  Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut :
                                                                           2025                 2024
  Dave
  Saldo awal                                                          69.880.005.081            73.796.740.725
  Penambahan
    Pembangunan Konstruksi                                                          -              89.849.372
  Pengurangan:
   Beban Pokok Pendapatan (Catatan 26)
                                                                      (1.413.504.877)          (4.006.585.016)
  Saldo Akhir                                                         68.466.500.204           69.880.005.081



  Apple Residence 1
  Saldo awal                                                           55.810.886.221           62.210.158.012
  Penambahan:
     Reklasifikasi Konstruksi Dalam Pengerjaan                             16.000.000             940.286.054
  Pengurangan:
     Beban pokok pendapatan (Catatan 20)                                                -      (7.339.557.845)
  Saldo Akhir                                                          55.826.886.221           55.810.886.221

  Apple Residence 3
  Saldo awal                                                           19.883.468.163           62.210.158.012
  Penambahan:                                                                       -                         -
    Reklasifikasi Konstruksi Dalam Pengerjaani
  Pengurangan:
    Pengalihan                                                         29.766.625.202           22.422.430.113
  Beban pokok pendapatan (Catatan 20)                                (19.427.233.163)          (2.538.961.950)
  Saldo Akhir                                                          30.222.860.202          19.883.468.163
  Jumlah                                                             154.516.246.627          145.574.359.465


  Apartemen Dave (Perusahaan)
  Hak legal atas tanah Apartemen Dave berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama Perusahaan:
  a. No. 14 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
  b. No. 15 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
  c. No. 17 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.

  Ketiga hak legal atas tanah tersebut kini tergabung di dalam Hak Guna Bangunan Induk No. 19 Tahun
  2018, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.




  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan dalam proses perpanjangan

                                                       29
Page 33
                  PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                    Tanggal 31 Desember 2025
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

sertifikasi hak atas tanah dan balik nama karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung
dengan bukti pemilikan yang memadai.

Pada tanggal 31 Desember 2024, apartemen telah diasuransikan terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada PT Asuransi Umum Bumida 1967, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp160.618.000.000,-. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2025, asuransi apartemen Perusahaan terhadap risiko gempa bumi dan
risiko lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses perpanjangan asuransi.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.

Persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).


PT Arba Propertindo (AP)
Apartemen Apple 1

Hak legal atas tanah Apartemen Apple 1 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT AP, entitas anak:
a. No. 1585 Tahun 2003, berjangka waktu 39 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042,
   dengan jumlah luas tanah sebesar 1.502 m2.
b. No. 1603 Tahun 2015, berjangka waktu 27 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042,
   dengan jumlah luas tanah sebesar 1.503 m2.

Pada tanggal 31 Desember 2025, asuransi apartemen Apple 1 terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses asuransi.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.

Persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).


PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)

Apartemen Apple 3

Hak legal atas tanah Apartemen Apple 3 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT KIM, entitas anak,
dengan No. 4491 Tahun 2013, berjangka waktu 19 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2032,
dengan jumlah luas tanah sebesar 451 m2.

Pada tanggal 31 Desember 2025, asuransi apartemen Apple 3 terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses asuransi.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.




                                                30
Page 34
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

   Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2025, akun ini seluruhnya merupakan biaya yang dikeluarkan
   Kelompok Usaha untuk asuransi apartemen dan persediaan terhadap risiko gempa bumi, kebakaran dan
   risiko bencana lainnya masing - masing sebesar Rp. 22.967.425 dan Rp 22.704.974


10. KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN

   Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, akun ini seluruhnya merupakan biaya-biaya yang
   dikeluarkan oleh Kelompok Usaha untuk proyek Apple 3 masing-masing sebesar Rp 47.383.477.938 dan
   Rp 66.092.717.007.

   Persentase penyelesaian proyek Apartemen Apple 3 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
   masing sebesar 92,5% dan 87,5%. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang
   dapat mempengaruhi penyelesaian apartemen dalam penyelesaian apartemen tersebut.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap konstruksi dalam pengerjaan pada tanggal pelaporan,
   manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai, sehingga tidak diperlukan
   pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai.


11. ASET TETAP
                                                               2025

                                                 Penambahan /       Pengurangan /
                                 Saldo Awal       Reklasifikasi      Reklasifikasi   Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                 959.739.290                -                  -     959.739.290
   Peralatan kantor                799.903.550                -                  -     799.903.550
   Sarana dan prasarana          1.833.832.021      228.367.662                  -   2.062.199.682

   Jumlah Biaya Perolehan        3.593.474.861      228.367.662                  -   3.821.842.522

   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                 335.908.751        48.168.964                 -     384.077.715
   Peralatan kantor                799.903.550                  -                -     799.903.550
   Sarana dan prasarana          1.833.832.021         4.455.049                 -   1.838.287.070

   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                  2.969.644.322        52.624.013                 -   3.022.268.335

   Nilai Buku                      623.830.539                                          799.574.187




                                                 31
Page 35
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


11. ASET TETAP (lanjutan)

    (lanjutan)
                                                                 2024

                                                   Penambahan /        Pengurangan /
                                  Saldo Awal       Reklasifikasi        Reklasifikasi   Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                  959.739.290                   -                -       959.739.290
   Peralatan kantor                 799.903.550                   -                -       799.903.550
   Sarana dan prasarana           1.833.832.021                   -                -     1.833.832.021

   Jumlah Biaya Perolehan          3.593.474.861                   -               -     3.593.474.861

   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                  287.739.787          48.168.964                -       335.908.751
   Peralatan kantor                 796.175.893           3.727.657                -       799.903.550
   Sarana dan prasarana           1.833.832.021                    -               -     1.833.832.021
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                   2.917.747.701          51.896.621                -     2.969.644.322

   Nilai Buku                       675.727.160                                           623.830.539



   Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing -
   masing sebesar Rp 52.624.013 dan Rp 51.896.621 pada beban usaha (Catatan 27).

   Bangunan kantor merupakan unit kantor Perusahaan di Apartemen Dave, Depok, Jawa Barat, dengan
   luas area 120 m2.

   Aset tetap diasuransikan bersama dengan persediaan dan properti investasi melalui program tipe
   asuransi property all risk (Catatan 8 dan 12).

   Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, sebagian aset tetap digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
   utang bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).

   Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
   menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat aset tetap, sehingga tidak diperlukan
   cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset tetap.




                                                    32
Page 36
                          PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                            Tanggal 31 Desember 2025
                               Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. PROPERTI INVESTASI

   Rincian dan mutasi properti investasi adalah sebagai berikut:
                                                                    2025

                                 Saldo Awal          Penambahan            Pengurangan       Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Bangunan                        11.045.319.571                     -                  -     11.045.319.571
   Sarana dan prasarana             4.259.743.339                     -                  -      4.259.743.339
   Jumlah Biaya Perolehan           15.305.062.910                    -                  -     15.305.062.910
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                          3.126.622.486       552.265.978                     -      3.678.888.464
   Sarana dan prasarana              1.560.138.082        212.987.167                    -      1.773.125.249
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                      4.686.760.568          765.253.145                  -      5.452.013.713
   Nilai Buku Neto                  10.618.302.342                                               9.853.049.197




                                                                    2024

                                 Saldo Awal          Penambahan            Pengurangan       Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Bangunan                        11.045.319.571                     -                  -     11.045.319.571
   Sarana dan prasarana             4.259.743.339                     -                  -      4.259.743.339
   Jumlah Biaya Perolehan           15.305.062.910                    -                  -     15.305.062.910
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                          2.574.356.508          552.265.978                  -      3.126.622.486
   Sarana dan prasarana              1.347.150.915          212.987.167                  -      1.560.138.082
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                      3.921.507.423          765.253.145                  -      4.686.760.568
   Nilai Buku Neto                  11.383.555.487                                              10.618.302.342


   Kelompok Usaha memiliki properti investasi berupa unit apartemen (guest house), ruang meeting, kios,
   dan business area lainnya yang terletak di Apartemen Dave, Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji,
   Depok, Jawa Barat.

   Beban penyusutan sebesar Rp 765.253.143 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2025 dan 2024 dibebankan ke beban pokok pendapatan (Catatan 26).

   Properti investasi diasuransikan bersama dengan persediaan dan aset tetap melalui program tipe
   asuransi property all risk (Catatan 8 dan 11).

   Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
   menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat properti investasi karena nilai wajar yang
   meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk properti
   investasi.

   Pada 31 Desember 2025 dan 2024, sebagian properti investasi digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
   utang bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).




                                                       33
Page 37
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. UANG MUKA

                                                                     2025                   2024
   Uang muka perolehan tanah
     Desa Cijujung                                               184.220.955.678        184.220.955.678
     Kelurahan Cilodong                                          127.698.120.204        127.698.120.204
     Kelurahan Pejaten Barat                                      60.459.470.743         60.459.470.743
     Kelurahan Sepinggan Raya                                                  -         32.547.742.975

   Jumlah                                                        372.378.546.625        404.926.289.600

  Pada tanggal 31 Desember 2023 Kelompok Usaha melakukan konversi piutang menjadi uang muka perolehan
  tanah sebesar Rp 334.378.546.625.

  Lokasi tanah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Tanah kosong di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan luas 17.199 m2.
     Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp160.633.000.000.

  2. Tanah kosong di Desa Cijujung dari PT Cipta Permata Properti Indonesia dengan luas 35.198 m2.
     Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp210.329.000.000.

  3. Tanah kosong di Kelurahan Pejaten Barat dari PT Arba Propertindo Utama dengan luas 3.391 m2.
     Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp85.206.000.000.

  Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang menimbulkan
  indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat uang muka perolehan tanah karena nilai wajar yang meningkat tiap
  tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai.


  Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 261 tanggal 30 September 2021, Perusahaan membeli
  6 bidang tanah di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan rincian sebagai berikut:


  1. HGB No. 139/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 27 Januari 2014
     No. 00032/Cilodong/2014 seluas 113 m2.
  2. HGB No. 139/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
     No. 00091/Cilodong/2014 seluas 1.418 m2.
  3. HGB No. 145/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 September 2014
     No. 00091/Cilodong/2014 seluas 728 m2.
  4. HGB No. 138/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 27 Januari 2014
     No. 00033/Cilodong/2014 seluas 9.494 m2.
  5. HGB No. 143/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
     No. 00090/Cilodong/2014 seluas 3.927 m2.
  6. HGB No. 142/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
     No. 00089/Cilodong/2014 seluas 1.416 m2

  Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut adalah sebesar Rp85.580.000.000. Sampai dengan 31 Desember
  2024, Perusahaan telah membayar uang muka sebesar Rp38.000.000.000.




                                                    34
Page 38
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. UANG MUKA (lanjutan)

   Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 260 tanggal 15 September 2021, KIM membeli 6
   bidang tanah di Kelurahan Sepinggan Raya dari PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata dengan rincian
   sebagai berikut:
   1. HGB No. 20/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25
       September 2013 No. 00015/Sepinggan Raya/2013 seluas 913 m2.
   2. HGB No. 21/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25
       September 2013 No. 00016/Sepinggan Raya/2013 seluas 93 m2.
   3. HGB No. 23/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25
       September 2013 No. 00018/Sepinggan Raya/2013 seluas 404 m2.
   4. HGB No. 24/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25
       September 2013 No. 00017/Sepinggan Raya/2013 seluas 888 m2.
   5. HGB No. 25/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25
       September 2013 No. 00013/Sepinggan Raya/2013 seluas 782 m2.
   6. HGB No. 00128/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Juni
       2016 No. 000358/2016 seluas 93 m2.

    Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut adalah sebesar Rp 54.960.000.000. Sampai dengan
    31 Desember 2024, KIM telah membayar uang muka sebesar Rp 32.547.742.975. Pada tahun 2025,
    KIM telah melakukan proses pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No. 260 tanggal 15
    September 2021 terkait 6 bidang tanah tersebut. Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut berdasarkan
    PPJB yang harus dilunasi KIM adalah sebesar Rp 54.960.000.000. Sementara itu, sampai dengan
    tanggal laporan keuangan konsolidasian ini diterbitkan, nilai uang muka yang telah dibayarkan KIM
    adalah sebesar Rp 32.547.742.975. Namun demikian, seiring dengan perkembangan kondisi dan
    kebijakan yang berlaku, pada tahun 2025 uang muka tersebut dibatalkan dan selanjutnya direklasifikasi
    serta diakui sebagai piutang kepada PT. Diyatama Putra Mandiri Pariwisata

    Uang muka perolehan tanah Kelurahan Sepinggan Raya dibatalkan pada tahun 2025. Pembatalan
    tersebut dicatat sebagai piutang lain-lain kepada PT. Diyatama Putra Mandiri Pariwisata sebesar
    Rp 32.547.742.975 (Catatan 7).


14. UTANG USAHA

                                                                2025                    2024
   PT Abadi Prima Intikarya                                 12.786.282.676            13.927.898.239
   PT Praja Vita                                             8.960.333.872             8.960.333.872
   PT Trimatra Liguna                                                    -             1.410.689.605
   Utang Gaji dan Upah                                         826.261.200                 2.815.272
   PT. Permata Citra Inovasi                                   694.199.014                          -
   Total                                                      23.267.076.762          24.301.736.988




                                                    35
Page 39
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                                 2025                   2024
   Belum jatuh tempo                                                         -                      -
   Telah jatuh tempo:
       1 – 30 hari                                                             -                   -
       -31 - 60 hari                                                694.199.014                     -
       61 - 90 hari                                                 826.261.200                    -
       > 90 hari                                                 21.746.616.548       24.301.736.988
   Jumlah                                                        23.267.076.762       24.301.736.988


  Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan utang usaha di atas

  Pembayaran utang kepada PT Trimatra Liguna sebesar Rp 1.410.689.605 dibayar dengan unit apartemen
  Dave (catatan 8).


15. UTANG PINJAMAN

                                                                  2025                  2024
    PT. Mampang Indah Griya                                      35.787.748.855                     -
    PT. Pejaten Karya Berkembang Indonesia                       11.319.190.227                     -
    PT Permata Prima Inovasi                                      7.981.360.082                     -
    PT Artha Citra Rasa                                           2.518.000.000                     -
    Jumlah                                                        57.606.299.164                    -


   Pinjaman tersebut digunakan untuk pembayaran kembali utang bank (catatan 19).
   Pinjaman ini didasarkan pada perjanjian pinjaman sebagai berikut:

   Perjanjian pengakuan utang dan pinjam meminjam dibuat dengan surat perjanjian sebagai berikut:
    - Nomor 018/PPU-DCP/MIG/VIII 2025 tanggal 15 Agustus 2025 oleh Adam selaku Direktur Utama PT
        Diamond Citra Propertindo, Tbk sebagai debitur dengan Aiman Idrus Alatas selaku Direktur PT
        Mampang Indah Griya sebagai kreditur . Jumlah utang sebesar Rp 35.787.748.855, jatuh tempo
        sepuluh (10) tahun dan dibayar sekaligus yaitu 15 Agustus 2035. Bunga dikenakan 1% dari pokok
        utang dibayar setiap tanggal 15 Agustus, dimulai 15 Agustus 2026 dan terakhir 15 Agustus 2035
        masing-masing Rp 357.877.489. Pinjaman ini tanpa jaminan kebendaan khusus.

    -   Nomor 019/PPU-DCP/PKBI/VIII 2025 tanggal 19 Agustus 2025 oleh Adam selaku Direktur Utama PT
        Diamond Citra Propertindo, Tbk sebagai debitur dengan Bahruddin selaku Direktur PT Pejaten Karya
        Berkembang Indonesia sebagai kreditur . Jumlah utang sebesar Rp 11.319.190.227, jatuh tempo
        sepuluh (10) tahun dan dibayar sekaligus yaitu 19 Agustus 2035. Bunga dikenakan 1% dari pokok
        utang dibayar setiap tanggal 19 Agustus, dimulai 19 Agustus 2026 dan terakhir 19 Agustus 2035
        masing-masing Rp 113.191.902. Pinjaman ini tanpa jaminan kebendaan khusus.

    -   Nomor 020/PPU-DCP/PPI/VIII 2025 tanggal 22 Agustus 2025 oleh Adam selaku Direktur Utama PT
        Diamond Citra Propertindo, Tbk sebagai debitur dengan Septian Pratama selaku Direktur PT Permata
        Prima Inovasi sebagai kreditur . Jumlah utang sebesar Rp 7.981.360.082, jatuh tempo sepuluh (10)
        tahun dan dibayar sekaligus yaitu 22 Agustus 2035. Bunga dikenakan 1% dari pokok utang dibayar
        setiap tanggal 22 Agustus, dimulai 22 Agustus 2026 dan terakhir 22 Agustus 2035 masing-masing Rp
        79.813.601. Pinjaman ini tanpa jaminan kebendaan khusus.




                                                   36
Page 40
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



    -   Nomor 021/PPU-DCP/ACR/VIII 2025 tanggal 26 Agustus 2025 oleh Adam selaku Direktur Utama PT
        Diamond Citra Propertindo, Tbk sebagai debitur dengan Agus Pahrudin selaku Direktur PT Artha Citra
        Rasa sebagai kreditur . Jumlah utang sebesar Rp 2.518.000.000, jatuh tempo 10 (sepuluh) tahun dan
        dibayar sekaligus yaitu 26 Agustus 2035. Bunga dikenakan 1% dari pokok utang dibayar setiap tanggal
        26 Agustus, dimulai 26 Agustus 2026 dan terakhir 26 Agustus 2035 masing-masing Rp 25.180.000.
        Pinjaman ini tanpa jaminan kebendaan khusus.


16. PENDAPATAN DITANGGUHKAN
                                                                   2025                  2024
    Saldo awal                                                 162.805.568.712        192.795.097.548
    Penambahan/Pengurangan                                      28.887.766.683          7.037.417.326
    Pengakuan pendapatan berdasarkan model lima langkah
      PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) pada titik waktu           (41.681.014.167)       (37.026.946.162)
      tertentu (lihat Catatan 25)
    Jumlah                                                     150.012.321.228        162.805.568.712


   Pendapatan ditangguhkan adalah sumber daya yang diterima Kelompok Usaha sehubungan dengan
   penagihan berdasarkan progres proyek dan angsuran sampai dengan tanggal 31 Desember 2025.
   Kelompok Usaha mengakui pendapatan proyek pada waktu tertentu (point in time) yaitu pada saat
   proyek telah selesai 100% dan dibuktikan dengan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST). Saldo
   ini akan dialokasikan ke pendapatan proyek pada saat proyek telah selesai dan diserahterimakan.


17. BEBAN AKRUAL
                                                                  2025                   2024
    Beban Profesional                                              84.150.000            106.000.000
    Total                                                          84.150.000            106.000.000




                                                   37
Page 41
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18. PERPAJAKAN

   a. Pajak Dibayar Dimuka


                                                                 2025                     2024
      Perusahaan:
         PPN                                                        70.556.437             117.213.857

      Entitas anak:
         PPN (PT KIM)                                              10.548.051            1.191.332.549
         Pajak penghasilan pasal 4 (2)                                       -              14.079.957

      Jumlah                                                        81.104.378           1.322.626.363

   b. Utang Pajak

                                                                 2025                    2024
      Perusahaan
      Taksiran kurang bayar pajak 2021                            894.051.104              941.733.966
      Pajak penghasilan:
        Pasal 4 (2)                                                12.028.600              220.497.126
        Pasal 21                                                    1.275.000                3.376.250
        Pasal 23                                                    1.650.000

   Entitas Anak
       Taksiran kurang bayar pajak 2020 (PT AP)                   582.194.959              657.194.959
       Pajak Penghasilan:
         Pasal 4(2) (PT KIM)                                      607.345.114              208.127.397
         Pasal 21                                                   7.443.250                9.247.750
         Pasal 23
         PPN (PT Arba Propertindo)                                           -               6.600.000
         Jumlah                                                  2.105.988.027           2.046.777.448


   c. Pemeriksaan Pajak
      Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan PT Diamond Citra Propertindo
      diperiksa oleh DJP atas PPh 4 (2), PPN dan pajak lainnya untuk tahun 2021 dan 2020. Pada tanggal
      laporan keuangan konsolidasian ini, hasil pemeriksaan tersebut sudah diterima yaitu Surat
      Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. Manajemen mengajukan keberatan atas SPHP tersebut.
      Manajemen berpendapat bahwa taksiran kurang bayar pajak di sajikan sebagai berikut:

                                                                 2025                     2024
      Perusahaan
      Pajak pertambahan nilai                                       42.858.899             739.240.883
      Pajak penghasilan:
        Pasal 4 (2)                                                465.528.175             188.901.911
        Pasal 21                                                    73.807.885              13.591.172
      Sub jumlah                                                   582.194.959             941.733.966




                                                  38
Page 42
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. PERPAJAKAN (lanjutan)

   Manajemen telah melakukan evaluasi atas eksposur pajak yang timbul dan menggunakan pertimbangan
   signifikan (significant judgement) dalam menentukan pengakuan dan pengukuran kewajiban perpajakan
   terkait, termasuk mempertimbangkan kemungkinan hasil terbaik (best estimate) sesuai dengan fakta dan
   kondisi yang tersedia pada tanggal pelaporan.

   Manajemen akan terus memantau perkembangan proses tersebut dan akan menyesuaikan pencatatan

   akuntansi, apabila diperlukan, sesuai dengan hasil akhir yang ditetapkan oleh otoritas pajak serta sesuai

   dengan kebijakan akuntansi yang berlaku.

   Manajemen berencana akan membayar taksiran kurang bayar pajak untuk tahun 2021 dan 2020 secara
   bertahap.

   d. Pajak Penghasilan Final

                                                                       2025                      2024
      Pendapatan yang dikenakan pajak final pada tarif

          pajak yang berlaku                                         41.741.014.167           37.026.946.162

      Beban pajak penghasilan final                                   1.043.525.354               925.673.654

   Perusahaan akan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Badan sesuai dengan Laporan Keuangan
   yang telah diaudit.

   Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal 8 September
   2016, penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan
   dikenakan pajak final sebesar 2,5% dari nilai penjualan atau pengalihan. Berdasarkan Undang - Undang
   Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Kelompok Usaha menghitung, menetapkan dan membayar
   sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau
   mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak. Koreksi
   terhadap kewajiban pajak Kelompok Usaha diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika
   Kelompok Usaha mengajukan keberatan pada saat keputusan atas keberatan Kelompok Usaha tersebut
   telah ditetapkan.




                                                      39
Page 43
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK

   Rincian utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                    2025                         2024
   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                        -               43.540.232.638
   PT Bank Oke Indonesia Tbk                                       22.026.083.148               28.102.586.468
   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                          16.096.070.365               16.096.070.365
   PT Bank Aceh Syariah                                            11.301.890.435               13.141.890.435

   Sub Jumlah                                                      49.424.043.947              100.880.799.906

   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu

      satu tahun                                                   16.096.070.365             72.671.076.618

   Bagian Jangka Panjang                                           33.327.973.582             28.209.723.288

   Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                    2024

   Saldo awal                                                     100.880.799.906              98.420.778.511
   Penerimaan/peningkatan utang bank                                          -                  6.518.130.965
   Pembayaran/pelunasan utang bank (Catatan 15)                   (51.456.755.959)             (4.058.109.570)

   Saldo Akhir                                                     49.424.043.947             100.880.799.906


   Perusahaan
   PT Bank Oke Indonesia Tbk
   Berdasarkan surat No. 216/BOI/BLC1/VII/2023 perihal permohonan perusahaan mengenai penarikan
   jaminan dengan sertifikat unit ET 25/15 SHMSRS No. 10.27.05.04.7.00886 karena sudah laku terjual,
   Bank menyetujui permohonan tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
   - Menyetujui penarikan jaminan dan pelunasan sebagian dengan nilai tebus sebesar Rp461.343.750
   - Nominal tersebut akan disetorkan langsung dari BTN Kuningan selaku Bank penyedia KPA atas unit
     tersebut
   - Untuk proses surat roya, pengambilan sertifikat akan dilakukan setelah penandatanganan bawah
     tangan penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dan penarikan jaminan akan berlangsung H+3
     dari pelunasan.

   Berdasarkan surat persetujuan perjanjian pinjaman surat No 113/BOI/SME2/V/2021 tanggal 6 Mei 2021,
   Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Oke Indonesia Tbk, dengan rincian
   sebagai berikut:
   Plafon             : Rp38.000.000.000
   Tujuan             : Tambahan modal untuk penyelesaian pembangunan proyek
   Suku bunga         : 11% per tahun
   Jangka waktu       : 72 bulan sejak perjanjian kredit ditandatangani
   Provisi            : 1% per tahun flat dari limit kredit dan dibayar dimuka




                                                     40
Page 44
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   Perusahaan (lanjutan)
   PT Bank Oke Indonesia Tbk (lanjutan)
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain :
   1. Apartemen “Diamond Ajuna Avenue” yang terletak di Jalan Palakali Raya, Kelurahan Kukusan,
       Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, tercatat atas nama PT Diamond Citra Propetindo
       Tbk, sebanyak 170 (seratus tujuh puluh) unit. Jaminan tersebut akan dipasang Hak Tangguhan
       peringkat I untuk kepentingan Bank sebesar Rp45.611.000.000, dengan rincian pada masing-
       masing sertifikat terpasang sebesar Rp268.300.000/sertifikat.
   2. Pemberian Jaminan Pribadi atas nama Adam.

   Pembatasan dan kewajiban Atas pinjaman yang diterima Perusahaan, Oke Bank mensyaratkan adanya
   pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi oleh Perusahaan antara lain:
   1. Jaminan wajib diasuransikan dengan asuransi rekanan Bank yang bersifat banker’s clause. Untuk
      calon debitur yang berasal dari take over bank lain, asuransinya harus dengan asuransi rekanan
      Bank, dan apabila calon debitur akan melanjutkan asuransi sebelumnya yang bukan rekanan Bank,
      maka apabila telah jatuh tempo harus langsung dipindahkan ke asuransi rekanan Bank.
   2. Jaminan wajib diikat secara notarial (kecuali jaminan back to back Deposito atau Giro), dan tersedia
      covernote notaris bahwa setelah proses pengikatan selesai, dokumen jaminan dan pengikatan
      diserahkan kepada Bank.
   3. Setiap penarikan unit Dave Apartemen yang menjadi agunan di Bank (apabila akan dijual), debitur
      harus melunasi fasilitas KI terlebih dahulu dengan perhitungan nilai tebus [Nilai Jual Rill - Pajak
      (12,5%)] atau [Nilai Pasar sesuai Appraisal x 70%]. Pilih mana yang lebih tinggi.
   4. Dilakukan Kerjasama pembiayaan KPA untuk end user yang akan melakukan pembelian unit
      apartemen Diamond Ajuna Avenue (Dave).

   Current Ratio Perusahaan masih di atas satu kali sehingga masih memenuhi financial covenant terkait
   pinjaman bank.

   PT Bank Aceh Syariah

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perubahan Objek Syirkah dan Pergantian Agunan
   Pembiayaan Refinancing Aset PT Diamond Citra Propertindo Tbk, No. 112/JKT.04/SPPP/II/2024 pada
   tanggal 1 Februari 2024, PT Bank Aceh Syariah telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada
   Kelompok Usaha.

   Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut:

   Jenis pembiayaan/akad        : Pembiayaan Refinancing Aset / Musyarakah Mutanaqishah (MMq)
   Orientasi penggunaan         : Investasi
   Sifat pembiayaan             : Non Revolving (On Liquidation Basis)
   Jumlah objek MMq             : 45 unit Dave Apartement
   Tujuan Pembiayaan            : Refinancing Aset 45 unit apartement untuk finishing proyek properti
                                Sebagai berikut:
                                -Apart House Chrstal Blok M
                                -Apart House Puri Mutiara Kemang
                                -Apart House Vanadium Intercon.




                                                        41
Page 45
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)

   Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut: (lanjutan)

   (a) Akad MMq 2
       Objek MMq                                 : 9 unit Dave Apartemen
       Porsi kepemilikan modal Bank              : Rp3.096.702.000 (70%)
       Porsi kepemilikan modal nasabah           : Rp1.313.298.000 (30%)
       Jumlah modal syirkah                      : 4.410.000.000 (100%)
       Jangka waktu                              : 60 bulan
       Nilai per unit hisbah                     : Rp100 / unit
       Hishbah awal                              : Bank          : Rp30.967.020 unit (70%)
                                                   Nasabah       : Rp13.132.980 unit (30%)
       Proyeksi Jumlah ujroh                     : Rp3.993.612.257
       Angsuran ujroh perbulan                   : Rp66.560.204
       Proyeksi Jumlah bagi hasil Bank           : Rp896.910.257 (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
       Proyeksi bagi hasil Bank perbulan         : Rp14.948.504
       Kewajiban pembayaran (buyback)
          Penyertaan Bank perbulan               : Rp51.611.700
       Nisbah bagi hasil porsi Bank
          Perbulan                               : (22,46%)
       Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
          Perbulan                               : (77,54%)
       Pengikatan akad                           : Notarill

   (b) Akad MMq 3 Objek MMq                      : 9 unit Dave Apartemen
       Porsi kepemilikan modal Bank              : Rp2.970.306.000 (70%)
       Porsi kepemilikan modal nasabah           : Rp1.259.694.000 (30%)
       Jumlah modal syirkah                      : Rp4.230.000.000 (100%)
       Jangka waktu                              : 60 bulan
       Nilai per unit hisbah                     : Rp100 / unit
       Hishbah awal                              : Bank     : Rp29.703.060 unit (70%)
                                                   Nasabah : Rp12.596.940 unit (30%)

       Proyeksi Jumlah ujroh                     : Rp3.830.607.675
       Angsuran ujroh perbulan                   : Rp63.843.461
       Proyeksi Jumlah bagi hasil                : Rp860.301.675 (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
       Proyeksi bagi hasil Bank perbulan         : Rp14.338.361
       Kewajiban pembayaran (buyback)
          Penyertaan Bank perbulan               : Rp49.505.100
       Nisbah bagi hasil porsi Bank Perbulan     : (22,46%)
       Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
          Perbulan                               : (77,54%)
       Pengikatan akad                           : Notarill




                                                       42
Page 46
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)

      Hal - hal yang dianggap penting selama masa pembiayaan:
      - Objek fasilitas pembiayaan per masing - masing akad pembiayaan MMq merupakan satu
        kesatuan yang utuh dan tidak boleh dilakukan penjualan/penarikan selama jangka waktu
        pembiayaan.
      - Apabila terjadi penjualan/penarikan dari unit salah satu fasilitas pembiayaan MMq, maka nasabah
        wajib melunaskan fasilitas MMq pada rekening tersebut.
      - penarikan objek MMq (unit) wajib disampaikan kepada Bank secara tertulis.

      Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:
      1. Agunan Utama dan Objek Syirkah sebelum dilakukan perubahan; Agunan utama dan objek
         Refinancing berupa Fasilitas MMq Rekening 1, Fasilitas MMq Rekening 2, Fasilitas MMq
         Rekening 3, Fasilitas MMq Rekening 4, Fasilitas MMq Rekening 5 masing - masing sejumlah 9
         Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
      2. Usulan Agunan dan Objek Syirkah yang akan dilakukan perubahan; Berdasarkan Bank Aceh
         Cabang Jakarta No. 1141/JKT.04/SPPP/XII/2023 tanggal 26 Desember 2023.

      Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:

      Agunan dan Objek Syirkah yang diserahkan, antara lain:
      a. Fasilitas MMq 2 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Agunan
         dan Objek Syirkah sejumlah 1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan diganti
         dengan sertifikat SHMSRS yang lain.

      b. Fasilitas MMq 3 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Sejumlah
         1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan dirubah dengan sertifikat SHMSRS
         yang lain.

          Agunan yang akan diubah tersebut telah dinilai KJPP Firman Suryantoro, Sugeng Suzy Hartomo
          & Rekan No.00008/2.0074-01/PI/03/0141/1/I/2024 tertanggal 9 Januari 2024, dan Agunan
          tersebut memiliki nilai, bentuk dan lokasi yang sama berupa apartemen studio.

          Keterangan Agunan

          Agunan Utama
          1. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq 1, MMq 4 dan MMq 5 telah dilakukan
             pengikatan HT sesuai dengan cover note notaris DR. H. Syafran, SH, M.Hum No. 003/NOT-
             SS/CN/I/2024.
          2. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq Rekening 3 akan dilakukan pengikatan HT
             oleh notaris rekanan Bank Aceh.
          3. Seluruh jaminan agunan tidak dapat ditarik, dipindahtangankan/dialihkan sebelum
             pembiayaan per fasilitas pembiayaan MMq dinyatakan lunas oleh Bank Aceh.
          4. Warkat/fisik asli jaminan/agunan dan pengikatannya wajib dikuasai oleh Bank Aceh Syariah.
          5. Agunan wajib diikat Hak Tanggungan (HT) dan fidusia (FEO) sebesar minimal 125% dari
             Plafon pembiayaan.
          Agunan yang diserahkan wajib dilakukan retaksasi oleh penilai eksternal/independent
          (KJPP) setiap 2 tahun sekali dan wajib didampingi oleh petugas Bank




                                                   43
Page 47
                        PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          Tanggal 31 Desember 2025
                             Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)

       Agunan Tambahan
       1. Agunan tambahan berupa piutang usaha senilai Rp8.000.000.000 dan telah dilakukan
          pengikatan akta fidusia secara cross collateral untuk fasilitas Rekening MMq 1, MMq 4 dan MMq
          5 senilai Rp4.000.000.000 oleh notaris rekanan Bank Aceh akan dilakukan Roya dan akan
          dilakukan pengikatan utang fidusia secara notaril dan cross collateral terhadap fasilitas Rekening
          MMq 1, MMq 2, MMq 3, MMq 4, MMq 5 dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia untuk
          keseluruhan fasilitas MMq.
       2. Daftar piutang usaha akan dievaluasi setiap triwulan, jika hasil review nilai piutang tidak
          mengcover lagi nilai pasar sebesar Rp8.000.000.000 maka plafon pembiayaan harus diturunkan
          sehingga coverage ratio mengcover 125% dari Jumlah fasilitas plafon pembiayaan MMq.
       3. Daftar piutang usaha diikat secara cross collateral untuk menjamin keseluruhan fasilitas MMq.

   PT Arba Propertindo (AP)

   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

   Berdasarkan       surat    persetujuan perpanjangan    jangka     waktu    kredit PT AP No.
   1245/S/CBC/JKTRY/XI/2023 tanggal 28 November 2023, Perusahaan memperoleh perpanjangan
   fasilitas kredit modal kerja pembangunan dari BTN,dengan rincian sebagai berikut:

   Plafon                  : Rp44.000.000.000
   Tujuan                  : Penyelesaian pembiayaan pembangunan apartement beserta sarana dan
                              prasarananya pada proyek D’Apple apartemen yang terletak di Jl. Raya
                              Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan.
   Bentuk                  : Non - revolving
   Suku bunga              : 12,5% efektif p.a
   Jangka waktu             : diperpanjang 36 bulan s.d 6 November 2025 (empat puluh delapan) bulan
   Provisi                  : 0,75% dari plafon kredit perpanjangan.
   Biaya administrasi       : 0,25% dari plafon kredit perpanjangan.
   Denda                    : 2% di atas suku bunga yang berlaku.
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
   a. Agunan pokok berupa 307 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) atas nama
       PT Arba Propertindo.
   b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
   c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata
      Inovasi Indonesia.

   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
   Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut:
   Plafon             : Rp70.000.000.000
   Tujuan             : Modal kerja pelengkap pembangunan Apartemen Apple
   Bentuk             : Non - revolving
   Suku bunga         : 12,5% efektif p.a
   Jangka waktu       : 48 (empat puluh delapan) bulan
   Provisi            : 0,50% dari plafon kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
                        Perjanjian Kredit (PK).
   Biaya administrasi : 0,25% dari plafon kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
                        Perjanjian Kredit (PK).
   Denda              : 2% di atas suku bunga yang berlaku atas tunggakan bunga




                                                      44
Page 48
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)

   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
   Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)
   Biaya cadangan HT: 0,50% dari plafon kredit atau jumlah tertentu, bilamana biaya yang dikeluarkan
                      untuk Sertifikat Hak Tanggungan melebihi dana cadangan tersebut, maka debitur
                      berjanji mengikatkan diri untuk menanggung kekurangan beban biaya tersebut.
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
   a. Agunan pokok berupa tanah beserta bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun
      kemudian di atas lahan Proyek Apartemen Apple yang berlokasi di Jalan Raya Jatipadang No. 03
      dan 42A, Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan sesuai bukti kepemilikan berupa
      SHGB No.1585 dan No. 1603 atas nama AP dengan luas 3.005 m2.
   b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
   c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
      Indonesia.
   d. Standing Instruction (SI) melalui BTN Cabang Kebon Jeruk. Apabila penjualan unit-unit apartemen
      dilakukan melalui fasilitas kredit Bank lain, maka AP harus menerbitkan SI yang telah memperoleh
      persetujuan dari Pemberi Kredit, serta wajib memindahbukukan/mentransfer seluruh hasil
      penerimaan realisasi kredit maupun bentuk penjualan lain ke rekening giro escrow atas nama AP di
      BTN Kantor Cabang Jakarta Kebon Jeruk.
   e. Cessie/ fiducia atas piutang AP yang berkaitan dengan semua penerimaan proyek Apartemen Apple.
   f. Akta Subordinasi yang menyatakan bahwa AP tidak akan melunasi utang kepada pemegang saham
      atau tidak pihak terafiliasi lainnya sebelum kredit pada BTN telah lunas.

   Pembatasan dan kewajiban

   Atas pinjaman yang diterima AP, BTN mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
   tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
   - Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan proyek tersebut kecuali pinjaman
        dari pemegang saham dan transaksi yang lazim.
   - Mengikatkan diri sebagai penjamin utang.
   - Mengubah Anggaran Dasar Perusahaan (terkait modal, kepemilikan dan pengurus).
   - Melakukan merger atau akuisisi.
   - Melunasi utang kepada pemegang saham/ Perusahaan afiliasi/ Kelompok Usaha.
   - Membayar dividen.
   - Membubarkan dan menyatakan pailit.
   - Menyewakan kepada pihak ketiga.
   - Memindahtangankan dalam bentuk apapun atau dengan nama apapun dan dengan maksud
        apapun juga kepada pihak ketiga.

   Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
   (Financial Covenant), antara lain DER dibawah 500%.

   Current Ratio PT AP di bawah satu kali sehingga belum memenuhi financial covenant terkait pinjaman
   bank.




                                                   45
Page 49
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)

   Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)

   Berdasarkan Surat BTN No,8516/S/JKJ.I/BCSU/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019 perihal: Keputusan
   Atas Permohonan Perubahan Klausula Negative Covenant dan Anggaran Dasar PT ARBA Propertindo,
   BTN telah menyetujui perubahan klausula Negative Covenant sebagai berikut:

   1. Mengubah ketentuan pada Pasal 10 Angka 6 Perjanjian Kredit No.10 tanggal 6 November 2018
      menjadi:
       - “Perseroan diperkenankan melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham Perseroan
         tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari BTN melainkan cukup pemberitahuan”
   2. Menambahkan syarat teknis tambahan berupa pemenuhan financial covenant:
      - Dalam hal akan dilakukan tindakan pembagian dividen PT Arba Propertindo kepada Induk
         Usaha, PT Arba Propertindo wajib melakukan hal - hal sebagai berikut:
         a. Tidak ada pelanggaran terhadap klausula perjanjian kredit;
         b. Tidak ada tunggakan kewajiban pokok, bunga, dan denda PT Arba Propertindo atas kredit
             kepada BTN; Menjaga rasio DER maksimal 500%;
         c. Menjaga RPC (repayment capacity) terhadap kewajiban Bank meliputi pokok, bunga, dan
             denda (apabila ada) minimal 120%; Menjaga coverage rasio agunan minimal sebesar 125%;
         d. Pembayaran dividen wajib melalui rekening BTN.
      -  Financial covenant tersebut menjadi satu kesatuan dengan Perjanjian Kredit.
      -  Melaporkan hasil keputusan yang berkaitan tentang pembagian dividen selambat - lambatnya
         14 (empat belas) hari sejak dilaksanakannya RUPS Tahunan PT Diamond Citra Propertindo Tbk
         melalui surat yang ditandatangani oleh Direksi dan Komisaris kepada BTN;
          - Transaksi dana hasil IPO a.n.PT Diamond Citra Propertindo Tbk melalui BTN;
          - Menyerahkan surat komitmen dalam rangka peningkatan penggunaan layanan jasa
             perbankan BTN oleh PT Arba Propertindo dalam kegiatan operasional maupun kredit
             konsumsi (KPR/KPA) seperti:
             a. Mengaktifkan penggunaan fasilitas financial service dari BTN Cash Management System
                (CMS) untuk kegiatan transaksional perusahaan dan penegasan penggunaan virtual
                account BTN;
             b. Pencairan fasilitas Kredit Konstruksi harus disertai dengan progress fisik, progress
                pemasaran, dan realisasi share PT Arba Propertindo sesuai ketentuan.

      Dalam Surat yang sama BTN juga telah menyetujui perubahan anggaran dasar ARBA terkait
      perubahan modal dasar dan modal disetor sehubungan dengan rencana penggunaan dana IPO dan
      Waran PT Diamond Citra Propertindo Tbk.

   Berdasarkan Surat No. 5824/S/JKJ.I/BCSU/IX/2019 tanggal 4 September 2019, BTN menyetujui
   perubahan anggaran dasar dan susunan pemegang saham AP dapat disetujui dengan syarat dan
   ketentuan sebagai berikut:
   i. AP wajib melakukan hal - hal sebagai berikut: - Menyampaikan corporate guarantee dan personal
        guarantee terhadap Anisah dan Kasimun atas fasilitas kredit konstruksi atas nama AP pada BTN
        (Akta Corporate Guarantee dan Personal Guarantee wajib Notarial). Menyampaikan akta perubahan
        pemegang saham dan anggaran dasar AP beserta pengesahan Menkumham.
   ii. PT AP wajib membuat surat pernyataan yang berisi bahwa akan tetap mematuhi dan mengikuti
        ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018 antara BTN
        Kantor Cabang. Jakarta Kebon Jeruk yang dibuat dihadapan Gamal Wasidin S.H., Notaris di Jakarta
        Pusat
   iii. Terhadap perubahan sebagaimana butir 1.a di atas, maka akan dilakukan Adendum Perjanjian Kredit
        secara Notarial.




                                                   46
Page 50
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. BDM/1/078A/R tanggal 27 Juni 2020, AP memperoleh fasilitas
   Kredit Modal Kerja Pembangunan dari BNI, dengan rincian sebagai berikut:

   Plafon             : Rp37.000.000.000
   Tujuan             : Tambahan modal kerja pembangunan 5 proyek Aparthouse yaitu Puri (64 unit),
                        Condo (132 unit), Emerald (34unit) dan Crystal (41unit)
   Bentuk             : Plafon menurun/Aflopend
   Suku bunga         : 11,75% per tahun efektif
   Jangka waktu       : 60 bulan sejak Perjanjian Kredit ditandatangani
   Provisi            : 0,25% per tahun yang dipungut proporsional pada saat Penandatanganan
                        perjanjian kredit
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
   a. 3 (tiga) bidang tanah dalam satu hamparan beserta bangunan apartemen di atasnya terletak di Jl.
      Palakali raya RT 05/RW 07, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, dengan rincian sebagai berikut:
      - SHGB No. 14 atas nama Perusahaan.
             - SHGB No. 15 atas nama Perusahaan.
             - SHGB No. 17 atas nama Perusahaan.
             - Luas Jumlah tanah 3.885 m2
             - Luas Jumlah bangunan 28.264 m2
             - IMB No.640/2846/IMB/BPMP2T/2015
   b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih.
   c. Corporate Guarantee atas nama PT Karya Permata Inovasi Indonesia.
   d. 9 unit hunian dan 30 unit non-hunian Dave Apartemen yang berlokasi di Jl, Palakali Raya
   e. Tanah kavling di perumahan D'Junco Residence - Cluster Casablanca 1
   f. 3 tanah kavling di perumahan D'Junco Residence - Cluster Casablanca 2
   g. 21 tanah kavling di perumahan D'Junco Residence - Cluster Tangier
   h. Tanah dan bangunan rumah tinggal di perumahan D'Crown Residence blok O No. 11-12
   i. Piutang dari end user posisi 29 Februari 2020, akan diikat Fidusia Notariil
   j. Akan diikat SOL atas hutang kepada pemegang saham
   k. Akan diikat personal guarantee an. Adam
   Pembatasan dan kewajiban
   Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
   tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
   - Mengadakan penggabungan usaha (merger), atau konsolidasi dengan perusahaan lain.
   - Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga.
   - Mengubah susunan pengurus, Direksi, Komisaris dan pemilikan saham AP.
   - Melakukan investasi, penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain.
   - Mengizinkan pihak lain menggunakan AP untuk kegiatan usaha pihak lain.
   - Mengubah bentuk atau status hukum AP, mengubah Anggaran Dasar (kecuali meningkatkan modal
        AP), memindahtangankan resipis atau saham AP baik antar pemegang saham maupun kepada
        pihak lain.
   - Melunasi seluruh atau sebagian hutang AP kepada pesero dan/atau perusahaan afiliasi yang belum
        atau telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI (Sub-Ordinated Loan).
   - Membagikan dividen atau keuntungan usaha (laba) dalam bentuk apapun juga.
   - Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para persero, kecuali jika pinjaman
        tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan
        usahanya.




                                                   47
Page 51
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)

   Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)

   Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu
   yang harus dipenuhi oleh AP antara lain: (lanjutan)
  -    Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk menerbitkan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut
       diterima dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan usahanya.
   - Mengambil lease dari perusahaan leasing.
   - Mengikatkan diri sebagai Penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan
       maksud apapun (baik yang belum dan/atau telah dijaminkan oleh AP kepada BNI) kepada pihak lain.
   - Menjual dan/atau menyewakan harta kekayaan atau barang - barang agunan.
   - Membubarkan AP dan meminta menyatakan pailit.
   - Menggunakan dana AP untuk tujuan di luar usaha yang biayai dengan fasilitas kredit dari BNI.
   - Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham perusahaan kepada pihak manapun.
   - Mengubah bidang usaha.
   - Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk perusahaan dan/atau anak perusahaan.
   - Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban AP yang
       timbul berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain.

   Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
   (Financial Covenant), sebagai berikut:
   - Current Ratio minimal 1,00 kali
   - Debt to Equity Ratio maksimal 2,50 kali
   - Debt Service Coverage minimal 100%

   Current Ratio PT AP dibawah satu kali sehingga belum memenuhi financial covenant terkait    .


20. LIABILITAS IMBALAN KERJA

   Kelompok Usaha memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk
   mencakup seluruh karyawan tetap. Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
   didasarkan pada laporan aktuaria aktuaris independen, KKA Bambang Sudradjad masing-masing pada
   tanggal 24 Maret 2026 dan 18 Maret 2025. Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode “Projected
   Unit Credit”, dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
                                                                       2025                    2024
   Kenaikan gaji                                                              7,00%                   7,00%
   Tingkat pengunduran karyawan                                           0 - 6,00%               0 - 6,00%
   Tingkat bunga diskonto                                             7,01% - 7,12%           7,01% - 7,12%
   Umur pensiun normal                                                    55 Tahun                55 Tahun
   Tingkat mortalitas                                                    TMI - 2019              TMI - 2019

   Liabilitas imbalan kerja yang disajikan dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                      2025                    2024
    Nilai kini kewajiban imbalan pasti                               1.240.533.945           1.068.235.771
    Nilai wajar aset program                                                      -                       -
    Defisit / (surplus)                                              1.240.533.945           1.068.235.771
    Batas atas aset                                                               -                       -
    Liabilitas bersih                                                1.240.533.945           1.068.235.771




                                                       48
Page 52
                           PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                             Tanggal 31 Desember 2025
                                Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)

   Jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
                                                                           2025                      2024
   Beban yang diakui dalam laba rugi:
     Biaya jasa kini                                                       121.975.992                   113.778.062
     Biaya bunga                                                            75.496.358                    69.175.941
     Dampak kurtailment atau penyelesaian program                                    -                             -
   Sub-jumlah                                                              197.472.350                  182.954.003
   Pengukuran kembali yang diakui dalam

      penghasilan komprehensif lain:
      Kerugian (keuntungan) aktuaria karena
        penyesuaian pengalaman
      Keuntungan aktuaria karena                                           (72.099.894)               (132.599.322)

        perubahan asumsi keuangan                                           46.965.718                 (24.722.564)
   Sub-jumlah                                                              (25.134.176)               (157.321.886)
   Jumlah                                                                 172.338.174                    25.632.117

   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
                                                                          2025                       2024
   Saldo awal                                                               1.068.235.771             1.042.603.654
    jasa kini                                                                 121.975.992               113.778.062
   Biaya bunga                                                                  75.496.358               69.175.941
   Dampak kurtailment atau penyelesaian program                                           -                        -
   Keuntungan aktuaria karena penyesuaian pengalaman                          (72.099.894)            (132.599.322)
   Kerugian (keuntungan) aktuaria karena perubahan
      asumsi keuangan                                                           46.965.718              (24.722.564)

   Jumlah                                                                   1.240.533.945             1.068.235.771

   Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan
   kenaikan gaji yang diharapkan. Analisis sensitivitas di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing
   perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain
   konstan.

                                                                                           Dampak pada kewajiban
                                                                  Kenaikan (penurunan)     keseluruhan - Kenaikan
                                                                     dalam asumsi               (penurunan)
   Tingkat diskonto                                                         1%                           (64.075.611)
                                                                          (1%)                            72.417.059
   Tingkat kenaikan gaji                                                   1%                             74.714.402
                                                                          (1%)                            (7.033.867)




                                                         49
Page 53
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21. MODAL SAHAM

  Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
  berikut:

                                      Jumlah Saham
                                     Ditempatkan dan           Persentase              Jumlah
         Pemegang Saham               Disetor Penuh            Kepemilikan           Modal Disetor
   PT Karya Permata Inovasi
      Indonesia                           2.200.000.0000                 29,60 %        99.900.000.000
   Tjandra Tjokrodiponto                      35.000.000                  0,47%            700.000.000
   Modal Masyarakat                        5.196.530.800                 69,93%         48.030.616.000

   Jumlah                                  7.431.530.800                   100%        148.630.616.000

  Berdasarkan Akta Perusahaan No 104 tanggal 30 Juni 2023, tentang Pernyataan Keputusan Para
  Pemegang Saham Perusahaan yang dibuat di hadapan Notaris Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn.,
  Notaris di Jakarta Selatan dan Akta perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan
  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0076681.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal
  12 April 2023, para pemegang saham antara lain memutuskan bahwa sebagai hasil exercise Penerbitan
  Waran Seri I, modal ditempatkan dan disetor Perseroan mengalami peningkatan. Sebelumnya sejumlah
  7.177.000.000 saham dengan nominal seluruhnya sebesar Rp143.540.000.000, selanjutnya mengalami
  peningkatan menjadi sejumlah 7.431.530.800 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
  Rp148.630.616.000.


22. TAMBAHAN MODAL DISETOR


                                                                  2025                    2024

   Selisih transaksi entitas pengendali Entitas Induk           (10.000.400.395)       (10.000.400.395)
   Selisih transaksi entitas pengendali Entitas Anak            (1.253.287.893)        (1.253.287.893)
   Penyesuaian sehubungan dengan penerapan
     standar akuntansi baru                                     (5.735.654.618)         (5.735.654.618)
   Penerimaan saham penawaran umum perdana                      176.053.993.860         176.053.993.860
   Biaya emisi saham                                            (4.378.925.704)         (4.378.925.704)
   Penambahan modal saham melalui exercise waran seri                    (1.500)                 (1.500)

   Jumlah                                                     154.685.723.750         154.685.723.750




                                                   50
Page 54
                        PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          Tanggal 31 Desember 2025
                             Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


23.   SALDO LABA


      Saldo awal:
                                                                      2025                  2024
       - Dicadangkan                                                   532.475.586           532.475.586
       - Tidak dicadangkan                                          47.614.809.575        46.367.378.690
      Laba tahun berjalan                                            3.503.195.812         1.105.984.528
      Penghasilan komprehensif lain                                    (25.372.232)          141.446.357

      Saldo akhir                                                   51.625.108.741        48.147.285.161

      Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan
      dalam Akta No. 1 tanggal 1 September 2020 oleh Dyah Madya Ruth S.N.,S.H.,M.Kn. Notaris di
      Kabupaten Bogor, para pemegang saham menyetujui penyisihan saldo laba bersih tahun 2019 sebesar
      Rp532.475.586.


24. KEPENTINGAN NON - PENGENDALI
      Mutasi kepentingan non - pengendali adalah sebagai berikut:
                                                                            2025                2024
        Saldo awal                                                          705.468.567         687.389.144
        Laba tahun berjalan                                                   6.980.813           2.203.894
        Penghasilan komprehensif lain                                        50.506.407          15.468.567
        Saldo Akhir                                                         762.955.787         705.468.567




 25. PENDAPATAN
      Rincian pendapatan usaha berdasarkan unit usaha adalah sebagai berikut:
                                                                          2025                2024
      Apple Residences 1                                                            -        19.572.154.254
      Apartemen Dave                                                                -        10.684.226.708
      Apple Residences 3                                               41.681.014.167          6.770.565.200
      Sub Jumlah                                                       41.681.014.167         37.026.946.162

      Pendapatan Sewa Janji Jiwa (Apple 1)                                 60.000.000                      -
      Pendapatan Sewa Apartemen Dave                                      949.900.000                      -
      Pendapatan Sewa Apple Residences 1                                  436.000.000                      -
      Sub Jumlah                                                        1.445.900.000                       -
      Jumlah                                                           43.126.914.167        37.026.946.162

      Tidak terdapat transaksi penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan bersih
      untuk tahun yang berakhir pada tanggal 2025 dan 2024.

      Pendapatan Sewa Apartemen Dave dan Apple Residences 1 adalah pendapatan bruto atas kerjasama
      pengeloalaan persewaan dengan PT Permata Citra Inovasi (Catatan 26).




                                                       51
Page 55
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


26. BEBAN POKOK PENDAPATAN


                                                                 2025                    2024
   Apartemen, bangunan komersil, dan kios (Catatan 8)         19.427.233.163           13.885.104.811
   Beban Penyusutan Properti Investasi                           765.253.145                        -
   Jumlah                                                     20.192.486.308           14.650.357.956


   Tidak terdapat transaksi pembelian kepada satu kontraktor dan pemasok yang melebihi 10% dari
   beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


   Beban pengeloalaan persewaan adalah hubungan dengan perjanjian kerjasama Payung Pemanfaatan
   dan atau komersialisasi area/unit dengan skema bagi hasil antara Kelompok Usaha dengan PT
   Permata Citra Inovasi nomor 001/PKS-Payung/DCP-Arba-KIM-PCI/I/2025 tanggal 29 Januari 2025.


27. BEBAN USAHA

                                                               2025                     2024
  Beban Penjualan dan Pemasaran
    Operasional marketing                                       1.362.858.878         1.696.018.766
    Komisi marketing                                              509.506.458           658.355.415
    Iklan                                                         250.026.824           259.200.559
    Lain - lain                                                   240.810.334           111.413.234
  Sub - Jumlah                                                  2.363.202.494         2.724.987.974
  Beban Umum dan Administrasi
    Pajak                                                      1.882.689.233          2.823.647.269
    Beban penurunan nilai piutang (Catatan 6)                  1.512.672.123          2.609.289.860
    Keperluan kantor                                           2.582.642.416          2.247.545.476
    Gaji dan tunjangan                                         1.373.700.000          1.728.800.000
    Tenaga ahli                                                   66.404.476            212.000.000
    Imbalan pascakerja (Catatan 20)                              197.472.350            182.954.003
    Asuransi                                                      54.754.388             71.832.600
    Penyusutan (Catatan 11)                                       52.624.013             51.896.621
    Operasional Lain                                           3.546.399.912             26.150.000
  Sub - Jumlah                                                11.269.358.911          9.954.115.829
  Jumlah                                                      13.632.561.405         12.679.103.803


28. LABA PER SAHAM DASAR

   Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
                                                                 2025                    2024
   Jumlah laba yang digunakan dalam perhitungan
      laba per saham dasar:
   Jumlah laba bersih yang diatribusikan kepada


      pemilik entitas induk (sebelum dividen)                   3.503.195.812           1.105.984.528
   Jumlah rata-rata tertimbang saham (dalam lembar
      saham penuh)                                              7.431.530.800           7.431.530.800


   Laba per Saham Dasar                                                   0,47                    0,15
                                                     52
Page 56
                       PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                         Tanggal 31 Desember 2025
                            Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


 29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK YANG BERELASI

    Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan
    pihak - pihak berelasi tertentu. Kelompok Usaha melakukan transaksi berdasarkan persyaratan dan
    ketentuan yang disepakati bersama dengan pihak - pihak berelasi yang sama dengan pihak ketiga dalam
    transaksi yang wajar (arm’s length basis). Saldo akun - akun yang signifikan dengan pihak - pihak
    berelasi adalah sebagai berikut:
                                                                           2025                       2024
    Aset
    Piutang Lain – lain
        PT Diamond Karya Abadi                                              602.985.600               602.985.600

    Persentase terhadap Jumlah Aset                                                   0%                        0%

    Liabilitas
    Utang lain – lain
      PT Diamond Karya Abadi                                                              -               6.734.847

    Persentase terhadap Jumlah Liabilitas                                             0%                        0%



    Transaksi dengan pihak yang berelasi dilakukan berdasarkan syarat dan kondisi yang disepakati antar
    Perusahaan dengan pihak - pihak yang berelasi.

    Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak - pihak berelasi adalah sebagai berikut:
         Pihak Berelasi                   Hubungan dengan Perusahaan                          Transaksi
    PT Diamond Karya Abadi          Entitas dengan pengendalian yang              Piutang lain - lain dan utang
                                    Sama                                          lain - lain



30. INSTRUMEN KEUANGAN

   Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
   Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang diukur
   pada biaya perolehan amortisasi.

   Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut:
    - Nilai wajar Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain - lain, utang usaha, utang lain - lain, mendekati
      nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
    - Nilai wajar utang bank jangka panjang ditentukan dengan menggunakan metode arus kas yang di diskonto
      berdasarkan tingkat bunga masing - masing pinjaman yang diutilisasi.
    - Nilai wajar piutang dan utang kepada pihak berelasi tidak dapat ditentukan dengan andal sehingga
      dinyatakan dengan nilai nominal. Penentuan estimasi nilai wajar menjadi tidak praktis karena tidak memiliki
      jadwal pembayaran yang pasti.

   Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan lainnya mendekati nilai wajarnya karena sifat jangka pendek
   dari instrumen keuangan.




                                                          53
Page 57
                          PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                            Tanggal 31 Desember 2025
                               Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Kelompok Usaha memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko
   likuiditas. Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Kelompok Usaha guna
   memastikan kesesuaian antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem
   manajemen risiko secara rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas
   Kelompok Usaha.

    a. Risiko Kredit

       Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan
       instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan
       dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk deposito
       pada bank dan instrumen keuangan lainnya.

       Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Kelompok Usaha hanya
       akan menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen
       juga senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
       Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

       Selain itu, Kelompok Usaha hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi
       dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua nasabah harus
       melalui prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan
       bahwa eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.

       Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset keuangan
       adalah sebagai berikut:
                                                                           2025
                                                        Telah Jatuh
                                 Belum Jatuh           Tempo tetapi
                                  Tempo dan                Tidak
                                    Tidak               Mengalami           Mengalami         Penyisihan
                                  Mengalami             Penurunan           Penurunan         Penurunan
                                Penurunan Nilai            Nilai               Nilai             Nilai               Jumlah
        Kas dan setara kas        2.996.247.658                                                                      2.996.247.658
        Piutang usaha
          Pihak ketiga                                 15.577.237.194       7.563.360.113                           15.577.237.194
                                                                                              (7.563.360.113)
        Piutang lain - lain
          Pihak ketiga             1.300.000.000                      -                   -                     -    1.300.000.000
          Pihak berelasi             602.985.600                                                                       602.985.600

       Jumlah                    4.899.233. 258        15.577.237.194       7.563.360.113     (7.563.360.113)       20.446.470.452


                                                                          2024
                                                        Telah Jatuh
                                 Belum Jatuh           Tempo tetapi
                                  Tempo dan                Tidak
                                    Tidak               Mengalami           Mengalami         Penyisihan
                                  Mengalami             Penurunan           Penurunan         Penurunan
                                Penurunan Nilai            Nilai               Nilai             Nilai               Jumlah
        Kas dan setara kas        3.910.525.243                       -                   -                -         3.910.525.243
        Piutang usaha
          Pihak ketiga                             -    8.390.323.566     2.609.289.860       (2.609.289.860)        8.390.323.566
        Piutang lain - lain
          Pihak ketiga            1.300.000.000                                                                      1.300.000.000
          Pihak berelasi            602.985.600                       -                   -                -           602.985.600

        Jumlah                    5.813.510.843         8.390.323.566      2.609.289.86       (2.609.289.860)       14.203.834.409
                                                                                 0




                                                              54
Page 58
                         PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                           Tanggal 31 Desember 2025
                              Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


32. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

    b. Risiko Likuiditas

       Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Kelompok Usaha menunjukkan pendapatan
       jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

        Untuk mengatur risiko likuiditas, Kelompok Usaha menerapkan manajemen risiko sebagai berikut:
        1. Memonitor dan menjaga level Kas dan setara kas yang diperkirakan cukup untuk
           mendanai operasional Kelompok Usaha dan mengurangi pengaruh fluktuasi dalam arus kas.
        2. Secara rutin melakukan monitor atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual.
        3. Melakukan monitor atas profil jatuh tempo pinjaman.
        4. Secara terus - menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk kesempatan memperoleh dana.
        5. Sebagai tambahan, Kelompok Usaha juga mengatur untuk memiliki fasilitas stand-by loan
           yang dapat ditarik sesuai dengan permintaan untuk mendanai kegiatan operasi pada saat
           diperlukan.

        Tabel berikut memperlihatkan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan amortisasi
        berdasarkan sisa umur jatuh temponya:
                                                                    Desember 2025

                                    Jumlah tercatat       Dibawah 1 tahun       1 - 3 tahun       Nilai wajar
       Liabilitas Keuangan
       Utang usaha - pihak ketiga      23.267.076.767      23.267.076.767                     -   23.267.076.767
       Utang bank jangka Panjang       49.424.043.947      16.096.070.365       33.327.972.684    49.424.043.947

       Jumlah                          72.691.120.714          39.363.147.132   33.327.972.684    72.691.120.714


                                                                         2024

                                    Jumlah tercatat       Dibawah 1 tahun       1 - 3 tahun       Nilai wajar
       Liabilitas Keuangan                            -                     -                 -                    -
       Utang usaha - pihak ketiga      24.301.736.988                       -                 -    24.301.736.988
       Utang bank jangka Panjang      100.880.799.906          72.671.076.618   28.209.703.288    100.880.779.906

       Jumlah                         125.182.516.894          72.671.076.618   28.209.703.288    125.182.516.894



33. MANAJEMEN RISIKO MODAL

   Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat
   kredit yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai
   pemegang saham.

   Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham
   atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama tahun
   yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

   Kelompok Usaha mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Kelompok
   Usaha adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan
   untuk mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.




                                                          55
Page 59
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


33. MANAJEMEN RISIKO MODAL (lanjutan)

   Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan Jumlah modal. Hutang bersih
   dihitung sebagai pinjaman (utang bank, kewajiban di bawah sewa pembiayaan, surat utang senior dan
   utang pemegang saham) ditambah perdagangan dan utang lainnya dikurangi Kas dan setara kas. Jumlah
   modal dihitung sebagai ekuitas ditambah utang bersih.

   Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                   2025                  Des 24

    Jumlah utang                                                   283.740.413.073     291.215.833.672
    Dikurangi: Kas dan bank                                         (2.996.247.658)     (3.910.525.243)
    Utang neto                                                     280.744.165.415     287.684.236.212
    Jumlah ekuitas                                                 355.704.404.280     352.169.093.478
    Rasio utang terhadap modal                                                 0,80                0,82




                                                   56
Page 60
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO TBK DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                       Tanggal 31 Desember 2025
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. SEGMEN OPERASI

   Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Kelompok Usaha digolongkan menjadi unit usaha
   berdasarkan segmentasi produksi.

   Segmen operasi Kelompok Usaha berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:
                                                                     2025
                                       Apartemen          Properti Investasi          Jumlah
  Pendapatan                          41.681.014.167          1.445.900.000            43.126.914.167
  Beban pokok penjualan              (19.427.233.163)         (765.253.145)          (20.192.484.308)
  Laba (rugi) kotor                   22.253.781.004            680.646.855            22.934.429.859
  Beban penjualan dan pemasaran       (2.363.202.494)                      -          (2.363.202.494)
  Beban umum dan administrasi        (11.269.358.911)                      -         (11.269.358.911)
  Penghasilan keuangan                     34.984.467                      -               34.984.467
  Penghasilan lainnya                      27.670.110                      -               27.670.110
  Beban Keuangan                      (4.810.819.051)                                  (4.810.819.051)
  Laba sebelum beban pajak final
    dan pajak penghasilan               3.873.055.125                      -            4.553.701.980
  Beban pajak final                   (1.042.025.354)            (1.500.000)          (1.043.525.354)
  Laba neto tahun berjalan              2.831.029.771           679.146.855             3.510.176.626

                                                                      2024
                                      Apartemen         Properti Investasi           Jumlah
  Pendapatan                           36.916.946.162          110.000.000            37.026.946.162
  Beban pokok penjualan              (13.885.104.811)        (765.253.145)           (14.650.357.956)
  Laba (rugi) kotor                    23.031.841.351        (655.253.145)            22.376.588.206
  Beban penjualan dan pemasaran       (2.724.987.974)                      -          (2.724.987.974)
  Beban umum dan administrasi         (9.954.115.829)                      -          (9.954.115.829)
  Penghasilan keuangan                      4.186.948                      -               4.186.948
  Beban keuangan                      (7.667.809.275)                      -          (7.667.809.275)
  Pendapatan (Beban) lain - lain-                              (655.253.145)
                                       2.689.115.221                                   2.033.862.076
    neto
  Laba sebelum beban pajak final        (925.673.654)                          -       (925.673.654)
    dan pajak penghasilan
  Beban pajak final                    1.763.441.567          (655.253.145)            1.108.188.422
  Laba neto tahun berjalan            36.916.946.162            110.000.000          37.026.946.162




                                                   57
Page 61
35. PERJANJIAN PENTING

   PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)

   Perjanjian Kerjasama Usaha

   Berdasarkan akta notaris Rosida Rajagukguk - Siregar, SH., M.Kn., No. 22 tanggal 7 September 2020,
   PT Kalibata Inovasi Maju (KIM) dan PT Javateafurn (JAV) menandatangi perjanjian kerja sama
   operasional (KSO) untuk pembangunan properti di lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan
   Bumi Karang indah, Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta
   Selatan. Berdasarkan perjanjian ini KIM dan JAV sepakat dalam hal - hal dibawah ini:
    a. JAV adalah pemilik lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan Bumi Karang indah, Jalan
        Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
    b. KIM dan JAV sepakat untuk membangun low rise dilahan tersebut dimana KIM bertanggung jawab atas
        segala bentuk operasional atau penyelenggaraan proyek dan berkewajiban serta bertanggung jawab atas
        kegiatan prapembangunan, membiayai seluruh bangunan sampai selesai dan pemasaran, dimana JAV
        bertanggung jawab sebagai kepemilikan lahan yang sah dan hanya bertindak sebagai penyedia lahan.
    c. KIM dan JAV sepakat atas untuk melakukan bagi hasil dengan komposisi bagi hasil masing masing 65%
        dan 35%.
    d. Secara bersama - sama KIM dan JAV dapat melakukan Kelompok Usaha baru yang bertujuan untuk
        melakukan manajemen proyek dan penjualan.


36. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN

    Tidak terdapat peristiwa setelah periode pelaporan.



37. KELANGSUNGAN USAHA

   PT AP, Entitas Anak memiliki tunggakan pembayaran utang dan bunga yang sudah jatuh tempo kepada
   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
   sebesar Rp16.096.070.365 dan akan jatuh tempo pada Triwulan 1 2025. PT AP mengajukan
   restrukturisasi melalui surat No.02/S.Kel/ADM-FATA/DLD/III/2025 dan menjadwalkan pembayaran
   selama 48 bulan kedepan dengan rincian sebagai berikut:

     1. Tahun Pertama dibayarkan 15%
     2. Tahun Kedua dibayarkan 25%
     3. Tahun Ketiga dibayarkan 35%
     4. Tahun Keempat dibayarkan 25%

   Berdasarkan kesepakatan dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, entitas anak akan
   melakukan pembayaran secara bertahap pada tahun 2026. Selain itu, Kelompok Usaha juga telah
   memperoleh surat dukungan dari pemegang sahamnya, yang memberikan konfirmasi bahwa akan terus
   memberikan dukungan finansial bagi Kelompok Usaha agar Kelompok Usaha mampu mempertahankan
   kelangsungan usahanya dan untuk dapat memenuhi kewajiban Kelompok Usaha.




                                                          58
Page 62
                                  PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO
                          LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK SAJA
                                            31 Desember 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                                   2025              2024

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas                                                  974.974.933     1.038.416.201
Piutang usaha
   Pihak ketiga                                                   2.754.756.107       773.315.583
Persediaan                                                       68.466.500.204    69.880.005.081
Biaya dibayar dimuka                                                 23.232.919        22.967.425
Pajak dibayar dimuka                                                 70.556.327       117.213.855

Jumlah Aset Lancar                                               72.290.020.490    71.831.918.145

ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak berelasi                                           10.234.702.311    10.837.687.911
Aset tetap - bersih                                                 799.574.187       623.830.539
Uang muka                                                        74.299.851.590    74.299.851.590
Properti investasi                                                9.853.049.196    10.618.302.342
Investasi                                                       299.625.000.000   299.625.000.000

Jumlah Aset Tidak Lancar                                        394.812.177.284   396.004.672.381

JUMLAH ASET                                                     467.102.197.774   467.836.590.526




                                                  59
Page 63
                                  PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO
                          LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK SAJA
                                            31 Desember 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                   2025              2024

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha
   Pihak ketiga                                                  10.834.371.282     1.413.504.877
Utang lain - lain
   Pihak berelasi
Utang pajak                                                         907.354.704     1.165.607.342
Beban akrual                                                                  -        67.500.000
Pendapatan ditangguhkan                                          14.697.550.104    12.835.910.904
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka
panjang:
Utang bank                                                       19.790.773.635    19.790.773.635
 Jumlah Liablitas Jangka
 Pendek                                                          46.230.049.725    35.273.296.758



LIABILITAS JANGKA
  PANJANG
Utang lain – lain
  Pihak berelasi                                                 38.211.824.674    38.211.824.674
Utang jangka panjang - setelah
 dikurangi bagian jangka pendek:
 Utang bank                                                      13.537.199.948    21.453.703.269
Liabilitas imbalan kerja                                            644.771.933       555.933.531
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 52.393.796.555    60.221.461.474

JUMLAH LIABILITAS                                                98.623.846.279    95.494.758.232



EKUITAS                                                            2025               2024

Modal saham - nilai nominal Rp20,-
Modal dasar - 20.120.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
   7.431.530.800 saham.                                         148.630.616.000   148.630.616.000
Tambahan modal disetor                                          171.675.066.656   171.675.066.656
Saldo laba                                                       48.172.668.839    52.036.149.638
TOTAL EKUITAS                                                   368.478.351.495   372.341.832.294
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                    467.102.197.774   467.836.590.526




                                                  60
Page 64
                             PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO
                  LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF
                                 LAIN ENTITAS INDUK SAJA
                            Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                       31 Desember 2025
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                  2025                  2024

PENDAPATAN                                         949.900.000     10.684.226.708

BEBAN POKOK PENDAPATAN                             694.199.014      (4.771.838.161)

LABA BRUTO                                         255.700.986      5.912.388.547
  Beban penjualan                                  (179.839.308)     (147.502.743)
  Beban umum dan administrasi                    (3.950.016.962)   (3.688.458.863)

JUMLAH BEBAN USAHA                               (4.129.856.270)   (3.835.961.606)

LABA (RUGI) USAHA                               (3.874.155.284)     2.076.426.941

Pendapatan (beban) lain-lain
Pendapatan lain-lain
  Penghasilan keuangan                                7.825.953           343.837
  Beban keuangan                                     (5.360.030)   (1.300.113.170)
  Penghasilan (beban) lain-lain – neto                         -                -

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
  PENGHASILAN                                   (3.871.689.360)         776.657.608

BEBAN PAJAK FINAL                                             -         (267.105.668)

LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN                 (3.871.689.360)         509.551.940

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
 Pengukuran kembali program imbalan
 kerja pasti                                         8.208.561           47.995.041

TOTAL (RUGI) PENGHASILAN
KOMPREHENSIF                                    (3.863.480.799)         557.546.981
 TAHUN BERJALAN




                                           61
Page 65
                                        LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Laporan No: 00002/2.0909/AU.5/11/0157-1/1/III/2026

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Diamond Citra Propertindo Tbk

Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Diamond Citra Propertindo Tbk dan entitas anaknya
(“secara kolektif disebut sebagai Kelompok Usaha”), yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal
31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, laporan perubahan
ekuitas konsolidasian, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut serta
catatan atas laporan keuangan konsolidasian, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan konsolidasian Kelompok Usaha tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
konsolidasian dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor
terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen terhadap Kelompok
Usaha berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian di
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin
bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit
kami.

Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan
dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks
audit kami atas laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas
laporan keuangan konsolidasian terkait, dan kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama
tersebut.

Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:




                                                       62
Page 66
Pengakuan Pendapatan
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 25 atas laporan keuangan konsolidasian, Kelompok Usaha telah
mengakui pendapatan usaha dari penjualan unit apartemen sebesar Rp 41.681.014.167 untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 sesuai dengan standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.

Pengakuan pendapatan melibatkan pertimbangan signifikan dalam menentukan apakah pengendalian atas unit telah
dialihkan kepada pelanggan, termasuk penentuan waktu pengakuan pendapatan (pada suatu waktu atau sepanjang
waktu), serta pemenuhan kewajiban pelaksanaan.

Pengakuan pendapatan juga dipengaruhi oleh berbagai ketentuan dalam kotrak dengan pelanggan, termasuk syarat
pembayaran, ketentuan serah terima unit, dan adanya hak atau kewajiban tambahan. Hal ini tetap menjadi hal audit
utama pada tahun berjalan, dimana peningkatan volume transaksi dan kompleksitas kontrak meningkatkan risiko
pengakuan pendapatan yang tidak tepat.

Tanggapan Audit
Bagaimana audit kami merespons hal audit utama
Kami melakukan prosedur berikut untuk merespon hal audit utama ini:
• memperoleh pemahaman atas kebijakan dan proses pengakuan pendapatan Kelompok Usaha serta menguji
  desain dan efektivitas pengendalian internal utama terkait pengakuan pendapatan;

• menginspeksi kontrak dengan pelanggan, berdasarkan uji petik, untuk memahami ketentuan utama serta
  mengevaluasi kesesuaian pengakuan pendapatan dengan Standar Akuntansi yang berlaku;

• mengevaluasi apakah pendapatan diakui pada saat pengendalian atas unit dialihakan kepada pelanggan,
  termasuk menilai bukti serah terima unit atau kemajuan pembangunan sesuai dengan ketentuan kontrak;

• dan menguji, berdasarkan sampel, transaksi pendapatan terhadap dokumen pendukung serta melakukan
  pengujian cut-off untuk memastikan pendapatan diakui pada periode yang tepat.

Laporan Keuangan Konsolidasian PT Diamond Citra Propertindo Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember
2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut diaudit oleh auditor independen lain yang menyatakan
opini tanpa modifikasian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut sebagaimana dalam laporannya Nomor
01013/2.0459/AU.1/03/1500-1/1/VI/2025 tanggal 24 Juni 2025.

Informasi Lainnya
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam Laporan
Tahunan 2025 ("Laporan Tahunan"). Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan
auditor independen ini.

Opini audit kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan, dan oleh karena
itu, kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir, tanggung jawab kami adalah untuk
membaca Laporan Tahunan dan, dalam pelaksanaannya, mempertimbangkan apakah Laporan Tahunan
mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir atau pemahaman
yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab
atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan Konsolidasian




                                                     63
Page 67
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan
penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Kelompok Usaha dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Kelompok Usaha atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
Kelompok Usaha.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan,
dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat
keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit
akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara
agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna
berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
 •   Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian, baik
     yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
     responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis
     bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan
     lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan,
     penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
 •    Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
      prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
      keefektivitasan pengendalian internal Kelompok Usaha.
 •    Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
      pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
 •    Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
      berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan
      peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan material atas kemampuan Kelompok Usaha untuk
      mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian
      material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam
      laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk
      memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan
      auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Kelompok Usaha tidak dapat
      mempertahankan kelangsungan usaha.
 •    Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, termasuk
      pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan konsolidasian mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
      mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
 •    Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan Entitas atau aktivitas bisnis dalam
      Kelompok Usaha untuk menyatakan opini atas laporan keuangan konsolidasian. Kami bertanggung jawab
      atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit Kelompok Usaha. Kami bertanggung jawab sepenuhnya atas
      opini audit kami.




                                                    64
Page 68
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit yang material, termasuk setiap defisiensi
material dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah
mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta
hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan
terkait.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-
hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian periode kini dan oleh
karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali
peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi
yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami
karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi
manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.




                                   KANTOR AKUNTAN PUBLIK
                                   PURBA LAUDDIN & REKAN




                                  Drs. Lauddin Purba, CPA., CFI
                                         NRAP: AP.0157

                                     Jakarta, 30 Maret 2026




                                                  65

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.93 MB
Published17 Apr 2026
Pages68
Characters218,930
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk p.1 ×236
linked person Bayu Setiawan p.3 ×6
linked person Tjandra Tjokrodiponto p.12 ×5
linked person Iwan Gunarwan Baroto p.12 ×4
linked org Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk p.30 ×14
linked org Bank Central Asia Tbk p.30 ×2
linked org Bank Oke Indonesia Tbk p.30 ×14
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.30 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.30
possible — Adam · Direktur Utama p.3 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.11
possible org PT Karya Permata Inovasi Indonesia p.11 ×8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11
possible org Bursa Efek Indonesia p.11
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.26 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×12
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×2
possible org Bank Panin Tbk p.30 ×2
unresolved org PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK p.2
unresolved — Domisili p.3 ×2
unresolved person Dewi Kusumawati p.11
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved person Elizabeth Karina Leonita p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved org PT Arba Propertindo p.11 ×18
unresolved org PT Kalibata Inovasi Maju p.11 ×8
unresolved person Siregar p.12 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU- p.12
unresolved org PT KPII p.12
unresolved org PT. Cipta Permata Properti Indonesia p.12 ×3
unresolved org BAPEPAM-LK p.13 ×2
unresolved org Milik Negara p.26
unresolved org Milik Daerah p.26
unresolved org PT Bank BTN Syariah p.30
unresolved org PT Permata Cipta Inovasi p.30
unresolved org PT Permata Citra Inovasi p.31 ×4
unresolved org PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata p.31 ×3
unresolved org PT Diamond Karya Abadi p.31 ×4
unresolved org PT Asuransi Umum Bumida p.33
unresolved org PT AP p.33 ×8
unresolved org PT KIM p.33 ×3
unresolved org PT Adam Inovasi Utama p.37 ×2
unresolved org PT Arba Propertindo Utama p.37
unresolved org PT. Diyatama Putra Mandiri Pariwisata Uang p.38
unresolved org PT. Diyatama Putra Mandiri Pariwisata p.38
unresolved org PT Abadi Prima Intikarya p.38
unresolved org PT Praja Vita p.38
unresolved org PT Trimatra Liguna p.38 ×2
unresolved org PT. Mampang Indah Griya p.39 ×2
unresolved org PT. Pejaten Karya Berkembang Indonesia p.39 ×2
unresolved org PT Permata Prima Inovasi p.39 ×2
unresolved org PT Artha Citra Rasa p.39 ×2
unresolved — Aiman Idrus Alatas · Direktur p.39
unresolved — Bahruddin · Direktur p.39
unresolved — Septian Pratama · Direktur p.39
unresolved — Agus Pahrudin · Direktur p.40
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.42
unresolved org PT Bank Aceh Syariah p.43 ×6
unresolved org Diamond Citra Propetindo Tbk p.44 ×2
unresolved org PT Bank Aceh Syariah Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan p.44
unresolved org Bank Perbulan p.45 ×2
unresolved org Bank Aceh Cabang p.46
unresolved org KJPP Firman Suryantoro p.46
unresolved org Sugeng Suzy Hartomo & Rekan p.46
unresolved person DR. H. Syafran p.46 ×2
unresolved org Bank Aceh. p.46 ×3
unresolved org PT Cipta Permata Internasional p.47 ×2
unresolved org PT Karya Permata Inovasi Indonesia. Berdasarkan Akta Perjanjian p.47
unresolved person Gamal Wasidin S.H. · Notaris p.49
unresolved org Menteri p.53
unresolved person Dyah Madya Ruth S.N. · Notaris p.54
unresolved org PT Javateafurn p.61
unresolved org KANTOR AKUNTAN PUBLIK PURBA LAUDDIN & REKAN p.68
unresolved org REKAN Drs. Lauddin Purba p.68
unresolved person Drs. Lauddin Purba p.68

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-Tahunan-DADA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
SPD.pdf done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result